VIII. AGROEKOSISTEM Manusia telah mengubah ekosistem alam secara luas sejak mulai mengenal pemukiman.

Mereka membersihkan hutan dan lahan rumput untuk mengusahakan tanaman bahan makanan dan bahan makanan ternak untuk dirinya dan ternaknya melalui berbagai pengalaman. Mereka mengembangkan pertanian dengan membersihkan tanah, membajaknya, menanam tanaman musiman dan memberikan unsurunsur yang diperlukan, seperti pupuk dan air. Setelah menghasilkan kemudian dipanen. Sejak menebar benih sampai panen tanaman pertanian sangat tergantung alam, gangguan iklim, hama dan penyakit. Agroekosistem (ekosistem pertanian) ditandai oleh komunitas yang monospesifik dengan kumpulan beberapa gulma. Ekosistem pertanian sangat peka akan kekeringan, frost, hama/penyakit sedangkan pada ekosistem alam dengan komunitas yang kompleks dan banyak spesies mempunyai kemampuan untuk bertahan terhadap gangguan iklim dan makhluk perusak. Dalam agroekosistem, tanaman dipanen dan diambil dari lapangan untuk konsumsi manusia/ternak sehingga tanah pertanian selalu kehilangan garam-garam dan kandungan unsur-unsur antara lain N, P, K, dan lain-lain. Untuk memelihara agar keadaan produktivitas tetap tinggi kita menambah pupuk pada tanah pertanian itu. Secara fungsional agroekosistem dicirikan dengan tingginya lapis transfer enersi dan nutrisi terutama di grazing food chaindengan demikian hemeostasis kecil. Kesederhanaan dalam struktur dan fungsi agroekosistem dan pemeliharaannya untuk mendapatkan hasil yang maksimum, maka menjadikannya mudah goyah dan peka akan tekanan lingkungan seperti kekeringan, frost, meledaknya hama dan penyakit dan sebagainya. Peningkatan produksi pertanian untuk memenuhi kebutuhan penduduk yang semakin meningkat akhir-akhir ini dihasilkan satu tehnologi antara lain : mekanisasi, varietas baru, cara pengendalian pengganggu, pemupukan, irigasi dan perluasan tanah dengan membuka hutan dan padang rumput. Semua aktivitas pertanian itu menyebabkan implikasi ekologi dalam ekosistem dan mempengaruhi struktur dan fungsi biosfere. Peningkatan hasil tanaman dimungkinkan melalui cara-cara genetika tanaman dan pengelolaan lingkungan dengan menyertakan peningkatan masukan materi dan enersi dalam agroekosistem. Varietas

yang berguna untuk praktek agronomi kita. Sebab-sebab semakin kecilnya tanah yang dapat ditanami antara lain : 1. tanah yang dapat ditanami terbatas.31 ha/orang). Sehingga perbandingan lahan/orang tinggal 0. Studi ekologi ekosistem tanah pertanian disertai dengan pengetahuan autekologi tanaman dan gulma dengan dilengkapi watak pertumbuhannya dan sifat kompetitifnya.240 juta ha untuk populasi 4. 2. 5. Hal yang disebutkan di atas merupakan situasi yang dibuat oleh manusia dan dia sendiri sebenarnya dapat mengendalikannya/mencegahnya melalui pengelolaan agroekosistem berdasarkan prinsip-prinsip ekologi. Mekanisasi pertanian dan penggunaan pupuk organik yang menggemburkan tanah dan membuatnya peka terhadap erosi.000 juta (rata-rata 0. pergantian iklim. Pada tahun 1977 State of World Environment Report (UNEP). memperingatkan abhwa. hanya ± 11% permukaan bumi dapat diusahakan untuk pertanian. Area ini pada tahun 2. 3. . Pengerjaan tanah yang tidak memenuhi syarat dapat menyebabkan erosi. Varietas baru mempunyai syarat-syarat kebutuhan lingkungan dan ini penting untuk diketahui ekologinya sebelum disebarkan ke masyarakat dengan skala luas.250 juta. 4. Urbanisasi.000 ha tanah yang dapat ditanami dirugikan karena salinisasi dan kebanjiran setiap tahun. Pengelolaan lingkungan menimbulkan beberapa persoalan pada erosi tanah. Hubungan tanaman-gulma pada tingkat intra dan antar spesies memerlukan informasi.000 akan tereduksi sampai hanya tinggal 940 juta ha dengan populasi penduduk dunia 6. Lebih dari 300. Pemotongan vegetasi/penggundulan sehingga tanah terbuka sehingga mudah tererosi air dan angin. pola drainase dan pergantian dalam komponen biotik pada ekosistem.15 ha saja. Secara total 1. Irigasi tanpa diimbangi dengan drainase yang mengakibatkan terbentuknya lapisan kedap air dan tanah menjadi kekurangan air. Ini merupakan suatu peringatan dan memerlukan perhatian segera.baru suatu tanaman dikembangkan melalui program persilangan dan saat akan datang dapat diharapkan memperoleh varietas baru melalui rekayasa genetika yang makin baik.

Hubungan tanah-tanaman merupakan aspek lain yang memerlukan data untuk pengelolaan subsistem tanah dalam maksud memulihkan tingkat kesuburan tanah yang maksimum. Kebanyakan gulma. Benih gulma. Situasi hari ini dengan pola distribusi penduduk seperti itu yaitu perkembangan kota dengan lebih banyak manusia dan kurang memproduksi makanan memaksa mereka impor bahan makanan dari negara terbelakang. tumbuh pada kondisi yang biarpun kadang-kadang kurang menguntungkan. Kebanyakan pestisida/herbisida merubah sifat fisik. Revolusi hijau dalam 1970 membawa pergantian pandangan pertanian kita. kimia dan biologi subsistem tanah. penanaman di daerah dengan kemiringan yang berbahaya. ekologi dan mekanisasi dalam intensifikasi tetapi juga tekanan populasi langsung antara lain overgrazing. kimia dan biologi tanah pertanian di bawah pola tanam yang berbeda sangat penting untuk pengelolaan ekosistem. selalu ada di lapangan. Penggunaan pupuk. Tanaman dipelihara dengan populasi murni. Kesuburan jangka panjang tanah pertanian yang stabil (mantap) dibahayakan tidak hanya oleh pengetahuan yang sedikit tentang efek tekanan kimia. disebarkan dalam bentuk biji pada waktu penebaran dan juga melalui . penggundulan. Laporan UNEP (1977) tentang gambaran keadaan lingkungan kurangnya makanan terutama protein sekarang terjadi dengan implikasi yang mencemaskan. baik anual maupun bianual. N dengan skala luas berpengaruh terhadap lapisan Ozon di Stratosfer. biarpun beberapa gulma tumbuh bersama-sama tanaman. dua hal yang kelaparan dan untuk kestabilan politik dunia. Struktur Agroekosistem Struktur biotik Kebanyakan tanaman merupakan tanaman semusim. Pengetahuan pergantian komponen fisik. Siapnya tanah yang dapat diairi dan air pengairan menjadi tidak cukup dan sekarang hampir terjadi keduanya di daerah yang sama. Beberapa bahan kimia mengalir ke kolam dan sungai dengan demikian mempengaruhi flora dan fauna ekosistem air tawar. urbanisasi tanah pertanian utama dan pengaruh sampingan langsung dan tidak langsung. pestisida dan herbisida berpengaruh terhadap ekosistem.

dominasi benih gulma memungkinkan adanya variasi kualitatif dan kuantitatif dalam flora gulma di lapangan pertanian. Perbandingan itu bervariasi antara 0. perbandingan yang lebih besar penimbunan bahan kering terjadi di batang. Tidak seperti komunitas alam.1-0. bakteri dan nematoda dan sebagainya. Populasi dekomposer (pembusuk) kebanyakan bangsa fungi. stadium pertumbuhan vegetatif sampai panen. ialah luas daun per unit luas lahan (LAI). cabang dan batang) yang menyertai profil biomas dan pola penyimpanan enersi pada produsen primer memberikan informasi mengenai aktivitasnya. Studi mengenai LAI.3) di tanaman pertanian. Tanaman dan gulma merupakan produsen dan konsumennya terutama herbivora.15 (rumput- . Produsen primer Untuk mengendalikan gulma terbaik antara lain adalah dengan mengatur daur hidup bersama dengan tanaman.13 (hutan) dan 3 . Kecuali ubi-ubian.burung. terdiri atas beberapa spesies serangga. Dengan demikian perbandingan akar dan batang kecil (0. frekuensi dan pertumbuhan) ekosistem tanaman pada interval 15 hari akan menggambarkan dinamika hubungan tanaman dengan gulma .serangga . Kominitas tanaman pertanian mempunyai nilai rata-rata antara 6 . struktur khlorofil (jumlah khlorofil terdistribusi pada daun. Penelitian di lapangan menunjukkan bahwa ada indikasi bahwa gulma sangat bervariasi dari lapangan ke lapangan tergantung tipe tanaman dan musim pertumbuhan. Akar menempati proporsi yang kecil dari keseluruhan biomas (15-20%). Sifat fisik dan kimia tanah.8 . burung dan ammalia kecil. Pengetahuan mengenai karakteristik fenologi dan fitososiologi (kepadatan. Luas daun tanaman merupakan pengukuran terbaik untuk besarnya fotosyntesis dan pengukuran luas daun yang lebih praktis untuk lapangan pertanian dengan hasil ditunjukkan per unit luas lahan.air irigasi dan binatang perantara.1 di padang rumput yang didominasi oleh rumput tahunan dan legum memperlihatkan akumulasi biomas bagian dalam tanah lebih besar. Biomas merupakan yang baik untuk struktur komunitas.3. biomas tanaman tetap bertambah dari permulaan. faktor iklim mikro di dekat permukaan tanah. Gulma berkompetisi dengan tanaman pokok untuk faktor pertumbuhannya dan mempengaruhi pertumbuhan tanaman dan hasil. Nilai biomas tanaman yang diperoleh waktu panen memperlihatkan variasi yang lebar di antara tanaman yang berbeda di pertanaman monokultur.

10. Akumulasi khlorofil lebih besar dalam .11 . Pada serealia LAI tidak menghitung asimilasi total yang terdapat di batang dan bulir yang memiliki khlorofil memperlihatkan secara nyata efisiensi fotosintetik tanaman.4. Sudut daun dan posisinya berinteraksi dengan LAI dalam peranan penetrasi cahaya ke dalam kanopi. tetapi setelah pembungaan jumlah khlorofil di semua strata cenderung menurun. Barat. Daftar 4. Selatan. Perhitungan lebih jauh dalam LAI tidak membawa efek positif pada produksi bersih karena harus mengimbangi kehilangan respirasi.66 Gandum 7. Timur) dapat memberikan pengaruh pada hasil hubungannya dengan penetrasi cahaya.30 .rumputan). Kandungan khlorofil ada hubungannya dengan produksi bahan kering. Komunitas alam tidak seperti itu.05 . Kandungan khlorofil pada ekosistem tanaman yang berbeda (gr/m2) Tanaman Khlorofil Tanaman pertanian yang rapat 0. Dari beberapa penelitian memperlihatkan bahwa arah barisan (Utara. LAI ada korelasi positif dengan produktivitas dalam beberapa contoh produksi maksimum diperoleh bila LAI di sekitar 4.25 Sumber : K. Khlorofil di tanaman hijau menangkap energi cahaya untuk proses fotosintesis.C.75 Padi 2. Misra (1980) Dalam hubungannya dengan umur memperlihatkan peningkatan sampai dengan pembungaan kemudian turun karena ada senescene dan sheding daun bawah. Pola daun yang spesifik menentukan produksi komunitas tanaman pertanian.50 Jagung 2. Stratifikasi distribusi khlorofil pada padi dan gandum menunjukkan bahwa kandung-an khlorofil terkecil di dekat permukaan tanah dan secara berangsur-angsur naik dengan semakin jauh dari permukaan tanah sampai calon bulir. dan digunakan sebagai suatu indeks produksi potensial produksi populasi tanaman/komunitas. Dalam tanaman semusim LAI terus naik dengan bertambahnya umur dan menuju puncak pada pembungaan yang kemudian turun.0. Daun yang tegak dengan sudut yang kecil/tajam semacam rumput-rumputan menyebabkan distribusi cahaya yang lebih efisien dalam kanopi daripada yang horizontal.

53% dari titik enersi diakumulasi di helaian daun dan 16 .291 3.15% berupa batang dan akar.404 4. Rantai makanan sangat sederhana dengan 2 .498 4.073 4.192 Heliantus annus 3. karbohidrat dan protein dalam tanaman. Akumulasi enersi di batang secara bertahap meningkat sesuai dengan meningkatnya berat tanaman.611 Triticum aestivum 3.267 Oryza sativa 4. Misra (1980) Umur tanaman dan komposisi kimia membawa pengaruh terhadap variasi kandungan enersi. Di beberapa varietas pada kandungan enersi yang tinggi terjadi selama pertumbuhan vegetatif dari awal.C. Konsentrasi kalori di beberapa tanaman sebagai berikut : Daftar 5.805 Jagung (Jerman) 4.870 0. Lemak dan minyak merupakan organ yang diperkaya enersi.074 4.23% di akar. dan sisanya 10 .90%.672 4. Konsumen Karena produsen yang homogen maka hanya beberapa binatang yang sesuai saja mengambil bagian dari ekosistem tersebut.024 Phaseolus aureus 3.014 5. Tingkat kemasakan 85 .684 4.145 4.strata yang lebih atas kemungkinan hubungannya dengan penggunaan yang lebih efisien dalam enersi cahaya.126 3. total enersi diperlihatkan oleh biomas dalam bentuk biji dan daun.109 4. Kandungan enersi per unit berat jaringan dan jumlahnya dalam phytomass menunjukkan struktur subsistem produsen dalam ekosistem.014 4. irigasi. Pola akumulasi enersi di beberapa varietas padi terjadi selama fase pertumbuhan vegetatif.045 4. Pada gandum dan rumput memperlihatkan konsentrasi kalori berhubungan dengan berubahnya perbandingan lemak.578 Sumber : K.005 3.025 2.3 tingkatan trofik. penyiangan dan sebagainya yang mempengaruhi binatang dalam tanah dan .155 4. Pada permulaan menunjukkan 41 . Kandungan enersi pada beberapa tanaman (K cal/gr berat kering) Tanaman Daun Cabang Buah Akar Jagung (India) 3.445 3. Lebihlebih dengan beberapa aktivitas pengolahan tanah.

Cahaya matahari yang masuk ke kanopi tanaman digunakan dalam proses fotosintesis yang menghasilkan kekuatan dalam produktivitas organik.asam dekarboksilat dan metabolisme asam grasulacean. K. Produktivitas bersih tanaman C4 lebih tinggi dari tanaman siklus Kelvin. Pengurai Karena praktek-praktek pemeliharaan antara lain pemupukan.miskin bahan organik Untuk mengevaluasi struktur abiotik agroekosistem kita dapat mengestimasi jumlah nutrien (N. Abiotik Praktek bercocok tanam yang berbeda dapat menyebabkan komposisi fisik dan kimiawi tanah yang berbeda. Tanaman selama puncak musim pertumbuhan mengkonversi 6 .akumulasi garam di lapisan bawah (pelindian) . Pemupukan kimia.8% total enersi sinar matahari ke bahan organik dalam . C4 .mudah tererosi . Ciri-ciri tanah pertanian : . shorgum dan sebagainya) mempunyai jalur C4. Fungsi Dalam Agroekosistem Produktivitas primer Dari tinjauan produktivitas organik dengan masukan enersi. gula. Sejumlah tanaman penting (jagung. P. Penelitian dari beberapa disiplin menghasilkan suatu kesimpulan bahwa sekarang ada 3 mekanisme fotosintesis ialah siklus Kelvin.lapisan kesuburan ± 30 cm .kadang-kadang hal ini pengaruhnya sangat tegas sehingga tercipta kondisi baru. penggunaan pestisida serta kecilnya kandungan bahan organik maka mempersempit aktivitas dekomposer/pengurai dalam ekosistem pertanian. irigasi dan pola drainase menyebabkan perbedaan kualitas tanah. Komunitas tanaman hanya dapat dijadikan tempat tinggal binatang kecil yang hanya datang secara temporer. agroekosistem dunia saat ini menghasilkan ± 10 milyar ton bahan kering/tahun. dan sebagainya) yang ada dalam biomas dan tanah pada setiap waktu dengan demikian dapat untuk mempertimbangkan pemupukan dan irigasi yang tepat.

Bersih Prod. MK.C. Jagung (Israel) 6.90 0.) 2.000 190 306 Montieth.58-2.49 2.50-8. Misra (1980) 3.32-2.82-15.69 dan tak dipupuk) Sumber : K.94 1. ‘65 Dwivedi.36 dan di-pupuk) Padi (diairi dan 14.650 144 202 Montieth.90-4.C.91 1. Produksi primer bersih (g/m2/hr) dan efisiensi konsentrasi enersi (%) tanaman pertanian Tanaman PPN lamanya tanam 9.96-10.64 5. Gandum (India) 1. ‘74 1.65 Semusim eke % Author’s Gandum (diairi dan dipupuk) Pearl millet (tak 21.99-2. ‘72 Misra dan Pan-dey. Hubungan antara enersi solar dan produksi bersih/kotor (K cal/cm2/hr) Tanaman Radiasi Prod. Produksi bersih rata-rata ½ produksi kotor itupun hanya 50% yang dapat untuk heterotrop (hewan dan manusia).12 diairi dan dipupuk) Jagung (diairi 4. ‘72 Misra dan Pan-dey. ‘70 Singh.produksi kotor.567 43 55 ‘65 Padi (India) 2.50-3.98-1.14-5.90 .69-3.musim pertumbuhan . Kotor Author’s Solar Gula (Hawai) 4. Misra (1980) Daftar 7.904 60 Montieth.48 2. ‘72 Singh.kondisi pertumbuhan/pertanaman Daftar 6.74-13. Efisiensi konversi enersi berbeda karena : .65 di-pupuk) Padi (tak diairi 7.beda varietas .08 6. ‘72 Nayar. ‘74 Sumber : K.29 - Misra dan Pan-dey.000 190 405 ‘65 Gula bit (Ingg.

ukuran relatif akan turun dan juga efisiensi asimilasinya karena adanya sheding dan senescence yang memungkinkan RGR turun dengan tajam juga NPP. Penurunan RGR diimbangi dengan peningkatan LAI dan NPP. Pada waktu tanaman mendekati masak. Gambar 17. 1975/1980) Hubungan antara RGR. Hubungan antara RGR. Laju asimilasi per unit luas daun (NAR) 2. Laju produksi bahan kering per unit berat bagian tanaman (RGR) 3. nilai tertinggi pada fase vegetatif awal untuk menuju NAR yang lebih besar. nutrisi dan kompetisi baik intra/antar spesies. NAR dan LAI serta produksi primer bersih (NPP) (Sumber : K.C. Misra. NAR dan LAI serta produksi primer bersih (NPP) seperti grafik di bawah ini. Luas daun per unit luas lahan (LAI) (Leopold. sebagai pengendali produksi bersih dalam agro-ekosistem adalah kelembaban tanah. .Di samping cahaya dan suhu. Tetapi NAR turun karena adanya peneduhan daun pada puncak periode pertumbuhan vegetatif. 1980) RGR menentukan produktivitas. RGR menunjukkan menurun tajam. Pada tanaman semusim yang merupakan dasar tanaman pertanian menunjukkan produktivitas/kesatuan luas relatif rendah karena tanaman semusim hanya produktif untuk masa kurang dari 6 bulan. Untuk lebih mendalami variasi produksi bahan kering kita perlu mengetahui beda varietas dan kondisi lingkungan dengan analisis pertumbuhan (growth analysis) yaitu dengan mendeterminasi : 1.

nutrisi. Subsidi itu tentu saja sangat diperlukan. perbaikan genetika tanaman pertanian dan tindakan pengendalian serangga. J. 1972 Padang rumput 7.90 hari saja subsistem produsen mencapai kemasakan dan efisiensi fotosintesis menurun karena umur. tinggi. Lebih tingginya produktivitas bersih di agroekosistem karena adanya tambahan masukan enersi.13 Singh.44-23.3 tanaman yang produksinya sepanjang tahun dapat mendekati produktivitas kotor komunitas alam yang terbaik. digunakan sebagai makanan ternak untuk produksi daging dan susu (protein). Enersi yang masuk ke detritus food chain ± 10 . 1967 Jagung/Gandum 24. lebih-lebih dengan waktu singkat harus menghasilkan. Jerami dan daun jatuh ke tanah dan akar-akar merupakan sumber masukan enersi kimia ke dalam subsistem tanah. ‘72 Sumber : K.45 Misra dan Pandey. Menurut Singh (1974) pada padi produksi bersih 5 . Di daerah tropika sebagian besar populasi manusia hidup dengan tingkat enersi rendah sedang di daerah temperate.50 Misra. Dalam agrosistem daerah sedang (temperate) lebih 50% enersi yang dipanen.Penanaman ganda dengan menggunakan 2 .C. seperti pada kebanyakan tanaman semusim antara 60 . Enersi yang masuk ke dalam “detritus food chain” belum banyak diketahui sampai saat ini. Produksi primer bersih musiman (t/ha) komunitas terestrial Komunitas Produksi Author’s hutan musim tropik 15. .15% dari produksi bersih. Daftar 8.905 enersi terakumulasi dalam bagian atas tanah yang kemudian masuk ke grazing food chain yang sederhana terutama meliputi manusia dan ternak..60% berbentuk jerami dan biji. Suatu perbandingan produktivitas primer bersih musiman komunitas terestrial memperlihatkan sedikit lebih tinggi untuk tanah yang diusahakan. Setelah panen kira-kira 85 .S. Misra (1980) Aliran enersi Tanah pertanian merupakan ekosistem tersubsidi yang diperlukan untuk membuat kondisi optimum yang diinginkan dengan tujuan efisiensi produsen pada tingkat batas maksimum. Jumlah ini umumnya tidak mencukupi untuk memelihara kesuburan tanah pada taraf optimum.

Di dunia binatang dan tumbuhan dikenal adanya strategi hidup.pembakaran . Di dalam agroekosistem sebagian besar nutrisi terikut sebagai hasil panen dan tidak kembali lagi secara alami sehingga diperlukan pemupukan. yaitu strategi r (pada suatu ekstrem) dan strategi K (pada ekstrem yang lain). Karena itu daur yang biasa terjadi terputus/asiklik. Untuk tidak mengalami duplikasi maka di sini hanya akan dibicarakan mengenai pengendalian hama/penyakit dipandang dari segi ekologi.rotasi pengelolaan .diambil dari rumus pertumbuhan populasi K .irigasi . r .penendalian hama/penyakit . Faktor-faktor Semua yang berpengaruh terhadap struktur dan fungsi ekosistem berpengaruh pula di sini. ilmu penyakit dan ilmu gulma.Strategi r : Jenis-jenis kehidupan yang hidupnya opportunis. Kompetisi (intra/antar spesifik) 2.pergiliran tanaman .Daur nutrisi/bahan Dalam ekosistem terestrial sumber/mineral dari tanah. pengendalian pengganggu dan lain-lain.pembajakan . sedangkan teori-teori yang lebih mendalam juga praktek-praktek pengendaliannya sudah dibicarakan didisiplin ilmu hama. jadi bersifat : .varietas baru Dari sekian banyak pengelolaan itu sebagian besar telah dibicarakan pada disiplin ilmu lain seperti ilmu bercocok tanam.diambil dari asimtot atas kurve sigmoid Ciri-ciri masing-masing adalah sebagai berikut : . Kecuali itu ada faktor lain yang berpengaruh antara lain : 1. secara alami status nutrisi dipelihara oleh adanya proses daun Biogeokimia.pemupukan . Pengendalian pengganggu Apa yang dibicarakan di sini lebih bersifat konsep. Pengelolaannya antara lain : .

Memanfaatkan habitat secara cepat . . Seorang pemilik perkebunan kopi dan coklat di Afrika yaituCONWAY (1977) berdasarkan pengalamannya menemukan bahwa setiap cara pengendalian hanya cocok untuk pengganggu dengan strategi hidup tertentu saja. Karena hal-hal di atas.oleh karena itu populasinya selalu di bawah daya dukung habitatnya.Mempunyai mekanisme adaptasi. Sebagai contoh : lalat. maka tidak mempunyai mekanisme pertahanan dan kompetisi..ac.Menempati habitatnya hanya secara tradisional .Strategi K : yaitu jenis-jenis kehidupan yang menjaga habitat sedemikian rupa agar tidak rusak. nyamuk.Adanya reproduksinya besar.Ukuran tubuhnya kecil.htm .Menyesuaikan diri dengan habitat . .id/~hamasains/ekotan%208. Dengan demikian : . sehingga perlu enersi yang besar. Dengan demikian dapatlah dinyatakan hide dan seek. kompetisi dan pertahanan sehubungan dengan strategi hidup kehidupan di atas maka makhluk pengganggu tidak terlepas dari sifat itu.uns.Mobilitasnya tinggi . Untuk jelasnya lihat gambar ini: mengurangi resistensi pestisid a Sumber : http://fp.