Anda di halaman 1dari 4

Diagnosis

Anamnesis
Dari anamnesis kita dapat menggali keluhan utama pasien biasanya pasien dengan
kanker prostat memiliki keluhan dibagian urogenital seperti gannguan miksi atau rasa
tidak enak saat akan kencing, pasien juga mengeluhkan turunnya berat badan. Perlu juga
digali riwayat-riwayat faktor resiko terjadinya kanker itu sendiri.
Pemeriksaan Fisik
Dari pemeriksaan fisik yang harus dilakukan adalah pemeriksaan colok dubur, ini
dilakukan untuk membedakan antara BPH dengan kanker prostat, biasanya yang
diperiksa pada colok dubur adalah : konsistensi prostat itu sendiri, kesimetrisannya, ada
atau tidaknya nodul dan kemudian ada atau tidaknya darah; pada kanker biasanya
konsistensinya agak sedikit keras, tidak simetris dan kadang-kadang terdapat darah.
Penanda Tumor

Untuk membantu menegakkan diagnosis suatu adenokarsinoma prostat dan


mengikuti perkembangan penyakit tumor ini, terdapat beberapa penanda tumor, yaitu (1)
PAP (Prostatic Acid Phospatase) dihasilkan oleh sel asini dan disekresikan kedalam
duktuli prostat dan PSA (Prostate Specific Antigen) yaitu suatu glikoprotein yang
dihasilkan oleh sitoplasma sel prostat, dan berperan dalam melakukan likuefaksi cairan
semen. PSA berguna untuk melakukan deteksi dini adanya kanker prostat dan evaluasi
lanjutan setelah terapi kanker prostat.
Untuk meramalkan luas ekstensi tumor serta meramalkan adanya kemungkinan
timbulnya kekambuhan karsinoma prostat, dapat dihitung melalui tabel dan partin.
Dengan cara memasukkan variabel PSA, skor Gleason, dan stadium klinis ke dalam tabel
Partin, dapat diramalkan luas ekstensi maupun prognosis karsinoma prostat.
Pemeriksaan Pencitraan

Ultrasonografi Transrektal (TRUS). Pada pemeriksaan ultrasonografi


transrektal dapat diketahui adanya area hipo-ekoik (60%) yang merupakan salah satu
tanda adanya kanker prostat dan sekaligus mengetahui kemungkinan adanya ekstensi
tumor ke ekstrkapsuler. Selain itu dengan bimbingan ultrasonografi dapat diambil contoh
jaringan pada area yang dicurigai keganasan melalui biopsi aspirasi dengan jarum halus
(BAJAH).
CT scan dan MRI. CT scan diperiksa jika diacurigai adanya metastasis pada
limfonodi (N), yaitu pada pasien yang menunjukkan skor Gleason tinggi (>7) atau kadar
PSA tinggi. Dibandingkan dengan ultrasonografi transrektal, MRI lebih akurat dalam
menentukan luas ekstensi tumor ke ekstrakapsuler atau vesikula seminalis.
Bone scan. Pemeriksaan sintigrafi pada tulang dipergunakan untuk mencari
metastasis hematogen pada tulang. Meskipun pemeriksaan ini cukup sensitif, tatapi
beberapa kelainan tulang juga memberikan hasil positif palsu, antara lain : artritis
degeneratif pada tulang belakang, penyakit paget, setelah sembuh dari cedera patah
tulang, atau adanya penyakit tulang yang lain. Karena itu dalam hal ini perlu
dikonfirmasikan dengan foto polos pada daerah yang dicurigai.

Penatalaksanaan Kanker Prostat


Terapi

Tindakan yang dilakukan terhadap pasien kanker prostat tergantung pada stadium,
umur, harapan hidup, dan derajat diferensiasinya.

1. Observasi
Ditujukan untuk pasien dalam stadium T1 dengan umur harapan hidup kurang dari
10 tahun.
2. Prostatektomi Radikal
Pasien yang berada dalam stadium T1-2 N0 M0 adalah cock untuk dilakukan
prostatektomi radikal yaitu pengangkatan kelenjar prostat bersama dengan
vesikula seminalis. Hanya saja opersi ini dapat menimbulkan penyulit antara lain
perdarahan, disfungsi ereksi, dan inkontinensia. Tetapi dengan tekhnik nerve
sparring yang baik terjadinya kerusakan pembuluh darah dan saraf yang
memelihara penis dapat dihindari sehingga timbulnya penyulit berupa disfungsi
ereksi dapat diperkecil.
3. Radiasi
Ditujukan untuk pasien dengan tumor loko-invasif dan tumor yang telah
mengadakan metastasis. Pemberian radiasi eksterna biasanya didahului dengan
limfadenoktomi. Diseksi kelenjar limfe saat ini dapat dikerjakan melalui bedah
laparoskopic disamping operasi terbuka.
4. Terapi Hormonal
Pemberian terapi hormonal berdasarkan atas konsep dari Hugins yaitu:”sel epitel
prostat akan mengalami atrofi jika sumber androgen ditiadakan”.
Sumber androgen ditiadakan dengan cara pembedahan atau dengan
medikamentosa. Menghilangkan sumber androgen yang berasal dari testis
menurut labrie belum cukup, karena masih ada sumber androgen dari kelenjar
suprarenal yaitu sebesar kurang lebih 10% dari seluruh testosteron yang beredar
di dalam tubuh. Untuk itu Labrie menganjurkan untuk melakukan blokade
androgen total. Bermacam-macam cara dan jenis obat untuk terapi hormonal.

Tindakan/Obat Mekanisme Kerja Macam Obat


Orkidektomi Menghilangkan sumber -
androgen dari testis
Estrogen Anti androgen DES (di-etil-stilbesterol)
LHRH agonis Kompetisi dengan Leuprolide, buserelin, Goserelin
LHRH
Antiandrogen nonsteroid Menghambat sintesa Ketokonazole, aminoglutetimid,
androgen spironolaktone
Menghambat aktivitas Flutamid, casodex, megesstrol
androgen asetat, dan siproheptadin.
Blokade androgen total Menghilangkan sumber Kombinasi orkidektomi atau
androgen dari testis LHRH agosnist dengan
maupun dari kelenjar antiandrogen.
suprarenal