Anda di halaman 1dari 6

Artikel Penelitian

KANDUNGAN KLOROFIL DAN PERTUMBUHAN KACANG PANJANG (Vigna


sinensis) PADA TINGKAT PENYEDIAAN AIR YANG BERBEDA

Ika Susanti Hendriyani 1 dan Nintya Setiari 1


1
Laboratorium Biologi Struktur dan Fungsi Tumbuhan
Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Diponegoro.
Jl. Prof. Soedarto, SH Tembalang-Semarang 50275

ABSTRACT---Chlorophyll is a pigment presents in leaves which is vital for photosynthesis. It absorbs


red, blue and purple, and reflects green light of electromagnetic spectrum. Beside its use in photosynthesis,
chlorophyll is also important in treatment for cancer, useful as disinfectant, antibiotics and food supplement. Since
chlorophyll plays important role in human life, it is essential to increase chlorophyll content. One way to do that is
by adjusting the watering volume based on the plant type. The aim of this research is to study the effect of
different watering volume towards the growth and content of chlorophyll in long bean (Vigna sinensis). The
experiment was performed by using Complete Randomized Design (3 treatments with 3 repetitions for each
treatment). Data was analysed by using Anova test. The result that Anova test shows the real effect then it is
followed by Duncan Multiple Range Test. The result showed that in order to get good growth on long bean, the
watering volume should be half of the capacity of plant media. On the other hand, high content of chlorophyll is
achieved when watering volume is equal to the capacity of plant media.
Keywords: chlorophyll, water, long bean, field capacity

PENDAHULUAN pori mikro tanah dan disebut sebagai air


Klorofil merupakan zat hijau daun yang tersedia, sedang pori-pori makro tanah
terdapat pada semua tumbuhan hijau yang ditempati oleh udara [11].
berfotosintesis. Berdasarkan penelitian, klorofil Salah satu tanaman yang dapat
ternyata tidak hanya berperan sebagai pigmen digunakan sebagai sumber klorofil adalah
fotosintesis. Klorofil mempunyai manfaat kacang panjang. Tanaman kacang panjang (V.
antara lain, sebagai obat kanker otak, paru-paru, sinensis) merupakan komoditas yang dapat
dan mulut [10]. Klorofil juga dapat digunakan dikembangkan untuk perbaikan gizi keluarga.
sebagai desinfektan, antibiotik dan food Tanaman ini berumur pendek, tahan terhadap
suplemen. Klorofil dapat digunakan sebagai kekeringan, tumbuh baik pada dataran medium
food suplemen karena mengandung nutrisi yang sampai dataran rendah, dapat ditanam di lahan
dibutuhkan untuk tubuh manusia [2]. sawah, tegalan, atau pekarangan pada setiap
Adanya manfaat klorofil yang banyak musim. Usaha tani kacang panjang dapat
tersebut, maka diperlukan suatu usaha untuk diandalkan sebagai usaha agribisnis yang
meningkatkan kandungan klorofil pada mampu meningkatkan pendapatan petani [16].
tanaman. Usaha peningkatan kandungan Penelitian ini bertujuan untuk
klorofil tersebut salah satunya bisa dilakukan mengetahui volume penyiraman yang tepat
dengan volume penyiraman yang sesuai dengan untuk tanaman kacang panjang (V. sinensis)
jenis tanaman yang ditanam. Oleh karena itu sehingga diperoleh kandungan klorofil dan
perlu diketahui volume penyiraman yang tepat pertumbuhan yang maksimal. Harapannya,
pada suatu tanaman agar pertumbuhan dan dengan mengetahui volume penyiraman yang
kandungan klorofilnya maksimal. tepat untuk tanaman kacang panjang, dapat
Kebanyakan tanaman mempunyai digunakan sebagai acuan dalam penyiraman
pertumbuhan yang bagus pada kondisi sehingga dapat diperoleh kandungan klorofil
kapasitas layang. Kapasitas lapang adalah dan pertumbuhan yang maksimal.
keadaan dimana air hanya berada dalam pori-

Ika Susanti Hendriyani , Nintya Setiari : Kandungan Klorofil … 149


Artikel Penelitian

METODE PENELITIAN Tb = Berat Basah


Penelitian dilakukan di Laboratorium Tk = Berat Kering
Biologi Dan Fungsi Tumbuhan Jurusan Biologi Perlakuan pada penelitian ini adalah
Universitas Diponegoro pada bulan September volume penyiraman (P) berdasarkan kapasitas
2007 sampai dengan Januari 2008. Bahan- lapang yaitu sebagai berikut:
bahan yang digunakan dalam penelitian ini P1 : volume 342 mL (1/2 kapasitas lapang)
adalah biji kacang panjang (V. sinensis), media P2 : volume 683 mL (kapasitas lapang)
tanam, aquadest, aeston 70%, air dan pupuk. P3 : volume 1025 mL (1 1/2 kapasitas lapang)
Sedangkan alat-alat yang digunakan dalam Setiap perlakuan dengan 3 ulangan.
penelitian ini adalah polybag, cetok, sprayer, Perawatan dilakukan dengan cara
gelas ukur, spektrofotometer, labu erlenmeyer, menyiram V. sinesis setiap hari pada pagi hari
mortal, dan cuvet. dengan volume air yang sama pada tiap-tiap
Penelitian dilakukan dengan tahap- polybag. Selanjutnya setelah berumur 35 hari
tahap sebagai berikut: pertama dilakukan (sebelum tanaman berbunga) tanaman dipanen.
persiapan benih yaitu dengan cara melakukan Seluruh bagian tanaman dicabut kemudian
seleksi biji. Seleksi biji kacang panjang dibersihkan dari kotoran yang menempel.
dilakukan dengan merendam biji tersebut dalam Variabel yang diamati adalah :
air. Biji yang digunakan adalah biji yang a. Tinggi Tanaman
tenggelam karena biji tersebut baik untuk Tinggi tanaman diukur dari pangkal
dikecambahkan, sedangkan biji yang terapung batang sampai ujung daun (pucuk). Dilakukan
dibuang. Selanjutnya persiapan media tanam. setelah pemanenan
Media tanam yang dipakai adalah campuran b. Barat Basah
tanah, pupuk dan sekam. Media tanam dengan Berat basah tanaman ditimbang segera
volume yang sama dimasukkan ke masing- setelah dilakukan pemanenan. Tanaman
masing polybag. Selanjutnya biji V. sinesis dibersihkan dari kotoran lalu ditimbang seluruh
hasil seleksi ditanam dalam media yang telah bagian tanamannya.
disiapkan, baik kelompok perlakuan maupun c. Berat Kering
kontrol. Tiap polybag ditanam 5 biji V. sinesis. Berat kering tanaman ditimbang setelah
Setelah biji tumbuh, dipilih 1 tanaman yang tanaman dikeringkan dalam oven pada suhu 60
o
tumbuh optimal pada tiap-tiap polybag dengan C sampai diperoleh berat yang konstan.
tinggi sama.
Tahap selanjutnya adalalah pengukuran d. Kandungan Klorofil
Kapasitas Lapang untuk menentukan volume Daun yang digunakan untuk
penyiraman yaitu dilakukan dengan cara media menghitung kandungan klorofil adalah daun
tanam dalam polybag disiram dengan air nomor 4 dari atas. Daun diekstrak dengan
sampai menetes (jenuh) kemudian didiamkan aseton 70%. Ekstrak dimasukkan dalam kuvet
selama 3 hari sampai tidak ada air yang dan diukur kandungan klorofilnya dengan
menetes. Selanjutnya, media tanam ditimbang spektrofotometer.
berat basah dan berat keringnya. Berat basah Penghitungan kandungan klorofil
ditimbang setelah tidak ada air yang menetes dilakukan dengan rumus :
dari dalam polybag. Berat kering ditimbang
setelah media tanam dioven pada suhu 100oC Klorofil a= 1,07 (OD663) – 0,094 (OD644)
selama 24 jam sampai diperoleh berat konstan. Klorofil b= 1,77 (OD644) – 0,28 (OD663)
Kapasitas lapang dihitung dengan rumus : Klorofil total= 0,79 (OD663) – 1,076 (OD644)
(Tb − Tk )
W= x 100%
Tk
Keterangan :
W = Kapasitas Lapang

J. Sains & Mat. Vol. 17 No. 3, Juli 2009: 145-150 150


Artikel Penelitian

Penelitian ini menggunakan Rancangan HASIL DAN PEMBAHASAN


Acak Lengkap dengan 3 perlakuan, setiap Hasil pengamatan parameter
perlakuan dilakukan 3 ulangan. Data yang pertumbuhan dan kandungan klorofil V.
diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji sinensis dengan perlakuan penyiraman yang
Anova, taraf signifikansi 95%. Bila uji Anova berbeda pada akhir penelitian tersaji pada tabel
menunjukkan adanya pengaruh yang nyata 4.1 berikut ini :
maka dilanjutkan dengan uji Duncan.

Tabel 4.1. Pertumbuhan dan kandungan klorofil (g/mL) tanaman kacang panjang (V. sinesis) pada
tingkat penyediaan air yang berbeda

Kandungan Klorofil Perumbuhan

No. Perlakuan
a b Total T (cm) BB (g) BK (g)

1. P1 (342 mL) 1,4a 1,73b 3,13c 169,63d 25,3e 3,46f


2. P2 (683 mL) 1,8a 1,93b 3,73c 152,73d 22,46e 3,1f
3. P3 (1025 mL) 1,86a 1,58b 3,44c 125,28d 20,0e 2,88f

Keterangan:
P1 = penyiraman ½ kapasitas lapang
P2 = penyiraman berdasarkan kapasitas lapang
P3 = penyiraman 3/2 kapasitas lapang

Angka-angka yang diikuti superskrip huruf yang sama dalam suatu kolom menunjukkan hasil berbeda
tidak nyata berdasarkan hasil uji F pada taraf signifikansi 95%.

Ika Susanti Hendriyani , Nintya Setiari : Kandungan Klorofil … 149


Artikel Penelitian

Hasil uji Anova dengan taraf pertumbuhan yan cenderung lebih bagus
kepercayaan 95% pada penelitian ini daripada tanaman dengan perlakuan P2
menunjukkan bahwa perlakuan penyiraman (volume 683 mL) dan P3 (volume 1025 mL).
yang berbeda terhadap V. sinesis memberikan Tanaman dengan perlakuan P1 mempunyai
pengaruh yang berbeda tidak nyata terhadap tinggi tanaman yang cenderung lebih tinggi
pertumbuhan V. sinesis. serta barat basah dan berat kering yang
Hasil penelitian terhadap pertumbuhan cenderung lebih besar dari tanaman P2 dan P3.
kacang panjang (berat basah dan berat kering) Perbandingan antara P2 dan P3 menunjukkan
dengan perlakuan penyediaan air yang berbeda bahwa tanaman P2 mempunyai tinggi tanaman
pada akhir penelitian digambarkan dalam yang cenderung lebih tinggi serta berat basah
bentuk histogram pada gambar 4.1 berikut : dan berat kering yang cenderung lebih besar
daripada tanaman P3. Hasil ini menunjukkan
30 bahwa pertumbuhan tanaman kacang panjang
25 paling optimal adalah ada tanaman dengan
20 perlakuan P1 (volume penyiraman setengah
15 Berat Basah dari kapasitas lapang).
10 Berat Kering Media tanam V. sinensis pada
5 perlakuan P1 (penyiraman setengah kapasitas
0 lapang), kondisi media tanam tidak
P1 P2 P3
mengandung banyak air sehingga pertumbuhan
tanaman kacang panjang menjadi optimal. Hal
yang paling penting dalam penyiraman kacang
Gambar 4.1. Histogram berat basah dan kering panjang adalah volume air yang digunakan
(g) V. sinesis pada tingkat untuk menyiram tidak terlalu banyak. Hal ini
penyediaan air yang berbeda. disebabkan karena tanaman kacang panjang
merupakan tanaman yang tahan terhadap
Hasil penelitian terhadap pertumbuhan kekeringan. Selain itu proses pertumbuhan
kacang panjang (tinggi tanaman) dengan tanaman membutuhkan air dalam jumlah yang
perlakuan tingkat penyediaan air yang berbeda berbeda, bergantung pada jenis tanaman [9].
pada akhir penelitian digambarkan dalam Tanaman kacang panjang dengan
bentuk histogram pada gambar 4.2 berikut : volume penyiraman berdasarkan kapasitas
lapang, media tanamnya berada dalam kondisi
200
yang lembab. Sedangkan pada volume
penyiraman satu setengah dari kapasitas lapang,
150
media tanamnya berada dalam kondisi basah.
10 0
Tinggi tanam an Kedua kondisi tersebut tidak sesuai untuk
50 pertumbuhan kacang panjang sehingga hasil
0 pertumbuhan kacang panjang pada kedua
P1 P2 P3 perlakuan tersebut menunjukkan hasil yang
kurang optimal.
Air dalam media tanam akan diserap
oleh akar V. sinensis kemudian masuk ke dalam
Gambar 4.2 Histogram tinggi tanaman tanaman. Selanjutnya, air akan menuju ke daun
(cm) V. sinensis pada tingkat untuk menjalankan fotosintesis. Hasil
penyediaan air yang berbeda. fotosintesis kemudian digunakan oleh tanaman
untuk proses pertumbuhan. Peranan air bagi
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehidupan tanaman antara lain, air sebagai
tanaman kacang panjang dengan perlakuan P1 pelarut unsur hara di dalam tanah sehingga
(volume 342 mL) memperlihatkan tanaman dapat dengan mudah mengambil hara

J. Sains & Mat. Vol. 17 No. 3, Juli 2009: 145-150 150


Artikel Penelitian

tersebut melalui akar sebagai makanan dan unsur-unsur nitrogen, magnesium, besi,
sekaligus mengangkut hara tersebut ke bagian- mangan, Cu, Zn, sulfur, dan oksigen [3].
bagian tanaman yang memerlukan melalui Faktor utama pembentuk klorofil
pembuluh xilem. Selain itu, air juga berperan adalah nitrogen (N). Unsur N merupakan unsur
dalam proses fotosintesis. Air akan melarutkan hara makro. Unsur ini diperlukan oleh tanaman
glukosa sebagai hasil fotosintesis dan dalam jumlah banyak. Unsur N diperlukan
mengangkutnya ke seluruh tubuh tumbuhan oleh tanaman, salah satunya sebagai penyusun
melalui pembuluh floem. Hasil fotosintesis ini klorofil. Tanaman yang kekurangan unsur N
akan digunakan tumbuhan untuk proses akan menunjukkan gejala antara lain klorosis
pertumbuhannya [11]. pada daun. Tanaman tidak dapat menggunakan
Hasil uji F dengan taraf kepercayaan N2 secara langsung. Gas N2 tersebut harus
95% menunjukkan bahwa perlakuan difiksasi oleh bakteri menjadi amonia (NH3)
penyiraman yang berbeda terhadap V. sinensis [1].
memberikan pengaruh yang berbeda tidak nyata Tanaman kacang panjang bersimbiosis
terhadap kandungan klorofil V. sinensis. Hasil dengan bakteri Rhizobium sp yang dapat
penelitian terhadap kandungan klorofil kacang membentuk bintil akar. Rhizobium sp dapat
panjang (klorofil a, b, dan total) dengan memfiksasi gas N2 yang terdapat dalam tanah
perlakuan tingkat penyediaan air yang berbeda kemudian mengkonversinya menjadi amonia
pada akhir penelitian digambarkan dalam (NH3). Amonia hasil konversi N2 oleh
bentuk histogram pada gambar berikut : Rhizobium sp kemudian diangkut melalui
xilem menuju ke daun untuk membentuk
40 klorofil. Semakin banyak air yang ada di
30 dalam tanah maka semakin banyak pula
Klorofil a amonia yang diangkut menuju ke daun.
20
Klorofil b Semakin banyak amonia yang ada dalam daun
10 Klorofil total maka semakin banyak pula klorofil yang
0
terbentuk [1]. Amonia sangat larut dalam air
P1 P2 P3 dan dalam alokohol [4].
Tanaman kacang panjang dengan
volume penyiraman berdasarkan kapasitas
Gambar 4.3 Histogram kandungan klorofil lapang mengandung kadar air yang sedang
(g/mL) V. sinensis pada tingkat dalam media tanamnya sehingga udara masih
penyediaan air yang berbeda. bisa memasuki pori-pori dalam media tanam.
Kondisi ini sesuai untuk habitat Rhizobium sp
Hasil penelitian menunjukkan bahwa karena Rhizobium sp merupakan bakteri aerob
V. sinensis dengan perlakuan P2 (penyiraman yang membutuhkan O2. Habitat yang sesuai
berdasarkan kapasitas lapang) menunjukkan untuk Rhizobium sp ini dapat meningkatkan
kandungan klorofil yang cenderung lebih kemampuan bakteri ini dalam mengikat N2. N2
banyak daripada V. sinensis dengan perlakuan selanjutnya akan diubah menjadi amonia yang
P1 dan P2. larut dalam air dan kemudian terangkut ke
Proses fotosintesis membutuhkan daun. Hal ini menyebabkan sintesis klorofil
klorofil, maka klorofil umumnya disintesis pada daun menjadi optimal. Sehingga kacang
pada daun untuk menangkap cahaya matahari panjang dengan volume penyiraman sesuai
yang jumlahnya berbeda pada tiap spesies dengan kapasistas lapang mempunyai
tergantung dari faktor lingkungan dan kandungan klorofil yang cukup banyak.
genetiknya. Faktor-faktor yang mempengaruhi Tanaman kacang panjang dengan
sintesis klorofil meliputi: cahaya, gula atau volume penyiraman setengah dari kapasitas
karbohidrat, air, temperatur, faktor genetik dan lapang mengandung kadar air yang rendah
dalam media tanamnya. Hal ini memyebabkan

Ika Susanti Hendriyani , Nintya Setiari : Kandungan Klorofil … 149


Artikel Penelitian

pengangkutan amonia ke daun kurang optimal. 7. Islami, T. dan Utomo, W.H. 1995.
Selain itu, kandungan air yang rendah dalam Hubungan Tanah, Air dan Tanaman.
media tanam secara langsung juga akan IKIP Semarang Press : Semarang.
menghambat sintesis klorofil pada daun. 8. Kimball, J. W. 1990. BIOLOGI. Edisi
Ketersediaan air yang kurang menyebabkan Kelima Jilid 1. Erlangga : Jakarta.
laju fotosintesis menurun yang mengakibatkan 9. Kurnia, U. 2004. Prospek Pengaliran
sintesis klorofil menurun. Kekurangan air juga Pengairan Tanaman Semusim Lahan
menyebabkan kenaikan temperatur dan Kering. Balai Panelitian Tanah. Bogor.
transpirasi sehingga menyebabkan disintegrasi Jurnal Litbang Pertanian. 23(4).
klorofil. Hal ini menyebabkan pembentukan 10. Limantara, L. 2006. Klorofil si Emas
klorofil pada perlakuan P1 kurang optimal Hijau.
sehingga jumlah klorofil yang terbentuk pada http://www.synergizerteam.com. 28
daun sedikit [3]. April 2008.
Tanaman dengan volume penyiraman 11. Najiyati, S., Danarti, 1998. Petunjuk
satu setengah kapasitas lapang mengandung Mengairi dan Menyiram Tanaman.
kadar air yang tinggi dalam media tanamnya. Penebar Swadaya. Anggota IKAPI.
Kondisi tersebut merupakan kondisi yan tidak Jakarta.
sesuai untuk habitat Rhizobium sp karena 12. Rifai, M.A. , dkk. 1996. Kamus
kandungan air terlalu banyak sehingga tidak Biologi Bagian Fisiologi. PT Rineka
ada ruang untuk udara. Kondisi ini Cipta : Jakarta,
menyebabkan terjadinya penurunan http://id.wikipedia.org/wiki/Klorofil.
kemampuan Rhizobium sp untuk mengikat N2. 13. Riyadi, I. 2006. Isolasi Protoplas
Hal ini menyebabkan jumlah N2 yang Tanaman Kacang Panjang secara
terangkut ke daun sedikit sehingga klorofil Enzimatis. Balai Penelitian
yang terbentuk pada daun menjadi berkurang. Bioteknologi Perkebunan Indonesia :
Bogor. Buletin Plasma Nutfah Vol. 12
DAFTAR PUSTAKA No. 2.
1. Anonim. 2003. Hara Mineral dan 14. Salisbury, F. B., C. W. 1995. Fisiologi
Transport Air serta Hasil Fotosintesis Tumbuhan jilid 2. Penerbit ITB.
pada Tumbuhan. Bandung.
http://iel.ipb.ac.id/sac/2003/sf_ 15. Suprapto, dan Jaya, N. A. 2000.
tumbuhan/unsur.pdf. 22 Juli 2008. Berbagai Masukan Teknologi untuk
2. Awan, S. 2007. Klorofil. Meningkatkan Produktivitas Lahan
http://sicma.blogspot.com. 28 April Marginal. Laporan Akhir Penelitian
2008. SUT Diversifikasi Lahan Marginal di
3. Curtis, O.F. dan Clark, G.C. 1950. An Kecamatan Gerokgak Buleleng.
Introduction to Plant Physiology. 16. Suryadi, dkk. 2003. Karakteristik dan
McGraw Hill Book Compant. Inc. Deskripsi Plasma Nutfah Kacang
4. Daintith, J. 1994. Kamus Lengkap Panjang. Balai Penelitian Tanaman
Kimia. Erlangga. Jakarta. Sayuran : Lembang. Buletin Plasma
5. Harborne, J.B. 1987. Metode Nutfah vol. 9 No. 1 th. 2003.
Fitokimia. Penerbit ITB : Bandung. 17. Yatim, W. 1990. Kamus Biologi.
Hal : 259-261. Yayasan Obor Indonesia : Jakarta.
6. Haryati. 2003. Pengaruh Cekaman Air
terhadap Perumbuhan dan Hasil
Tanaman. Universitas Sumatra Utara.
Medan.

J. Sains & Mat. Vol. 17 No. 3, Juli 2009: 145-150 150