P. 1
PP Pemicu 1 Tropmed DBD

PP Pemicu 1 Tropmed DBD

|Views: 168|Likes:
Dipublikasikan oleh Almahdinur Fuad

More info:

Published by: Almahdinur Fuad on Sep 14, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/04/2014

pdf

text

original

Presentasi Tutorial Pemicu 1

Kelompok B3 Blok Tropical Medicine

Pemicu
‡ S, seorang anak perempuan, usia 6 tahun berat badan 22 kg, masuk ke Rumah Sakit dengan penurunan kesadaran disertai keluhan tangan dan kaki dingin yang sudah dialami sejak ½ jam sebelum masuk Rumah Sakit. S terlihat gelisah sejak 1 jam yang lalu. Riwayat demam dijumpai sejak 4 hari yang lalu, demam tinggi tidak turun dengan obat penurun panas, namun dalam satu hari ini tidak dijumpai lagi demam. Riwayat muntah dialami sejak S sejak 4 hari yang lalu, frekuensi 3x/hari, volume 2050cc/x muntah, isi apa yang dimakan dan diminum. Riwayat mimisan dijumpai 3 hari sebelum masuk Rumah Sakit. Riwayat sakit kepala dan nyeri sendi juga dijumpai. Penurunan nafsu makan dijumpai sejak 4 hari yang lalu. BAB tidak dijumpai sejak 4 hari yang lalu. BAK terakhir 6 jam sebelum masuk Rumah sakit. ‡ Apakah yang terjadi pada S ?

Identifikasi Masalah
‡ Penurunan kesadaran disertai tangan dan kaki dingin sejak ½ jam sebelum masuk RS. ‡ Riwayat demam sejak 4 hari yang lalu, demam tinggi, tidak turun dengan obat antipiretik, tapi satu hari ini tidak demam lagi. ‡ Muntah sejak 4 hari yang lalu, frekuensi 3x/hari, volume 20-50cc/x muntah. ‡ Mimisan 3 hari sebelum masuk RS. ‡ Riwayat sakit kepala dan nyeri sendi. ‡ Penurunan nafsu makan sejak 4 hari lalu. ‡ BAB tidak ada sejak 4 hari lalu. ‡ BAK terakhir 6 jam sebelum masuk RS.

Hipotesa
‡ S mengalami penurunan kesadaran disertai riwayat demam tinggi akibat Dengue Shock Syndrome.

More Info 1
‡ Dari pemeriksaan fisik dijumpai sensorium: apatis temperatur 36,6°C, mata: refleks cahaya +/+, pupil isokor Ki=Ka, konjungtiva palpebra superior dijumpai edema, pernapasan cuping hidung dijumpai, FJ=160x/i, reguler, tidak dijumpai desah, FP=52x/i, reguler, suara pernapasan paru kanan bawah menghilang. Abdomen distensi, peristaltik normal, hepar dan lien sulit dinilai. FN=160x/i, reguler, tekanan/volume kurang, tekanan darah tidak terukur, capillary refill time > 3´, akral dingin, urine output < 1 cc/kgBB/jam. Apakah kemungkinan diagnosa S ? serta pemeriksaan tambahan apalagi yang dibutuhkan untuk S ?

kreatinin: 0.6. trombosit: 12000/mm3. total CO2: 19.6.More Info 2 ‡ Pemeriksaan laboratorium: ‡ Hb:12.6. ‡ KGD ad random: 87/dl. K: 5. BE: -11.4 %. Ht:43.159. pCO2: 50. ureum: 35. pH: 7. HCO3: 17. leukosit: 8900mm3. Sat O2: 47% ‡ Pemeriksaan radiologi: ± Foto thorax (AP)= Efusi pleura kanan ‡ Bagaimana kesimpulan anda sekarang ? .5 gr/dl. Cl: 104 mEq/L. pO2: 32.4.1 mEq/L.1. Na: 125 mEq/L.

We Don¶t Know ‡ Tipe-tipe demam ‡ Tatalaksana Dengue Shock Syndrome .

DD. Jenis-jenis syok 4. komplikasi. Sindrom Syok Dengue ± Tanda-tanda. pelaporan DBD. Tipe-tipe demam dan penatalaksanaannya secara farmakologi 2.Learning Issue 1. Demam Berdarah Dengue ± Definisi. patofisiologi. gejala klinis. pemeriksaan fisik & lab. penatalaksanaan. penatalaksanaan. komplikasi . faktor risiko. etiologi. derajat keparahan. pencegaha. prognosis 3.

Learning Issue 1 .

dll. Sprti pd: demam tofoid fase awal & brbagai infrksi virus. 3.TIPETIPE-TIPE DEMAM ‡ Demam (pireksia) adalah keadaan suhu tubuh di atas normal akibat peningkatan pusat pengatur suhu di hipotalamus yang dipengaruhi oleh IL-1. Demam kontinu: variasi suhu sepanjang hari tidak berbeda lebih dari satu derajat. malaria. Sprti pda: endokarditis bakterialis. Demam intermiten: suhu badan turun ke tingkat yg normal slma bbrp jam dalam 1 hari. Seperti pada: pneumonia tipe lobar. 2. ‡ Pola-pola demam: 1. infeksi kuman Gram negatif. . Demam remiten: suhu badan dapat turun setiap hari tetapi tidak pernah mencapai suhu tubuh normal. bruselosis.

Demam saddleback/ pelana (bifasik). Pada demam tersiana. 6. 5. Spt: dengue. beberapa hari demam disusul oleh penurunan suhu. dan kekambuhan demam. pada demam kuartana pada hari ke 1 dan ke 4. lebih kyrang satu hari. Demam intermiten hepatik (demam Charcot): episode demam sporadis. . demam terjadi pada hari ke 1 dan ke 3. Pola demam tersiana dan kuartana. dll.4. Spt pada: kolangitis. yellow fever. demam intermiten yg ditandai dgn periode demam yg diselang dgn periode normal. kemudian demam tinggi kembali. terdapat penurunan temperatur yg jelas.

8. siklus berulang. Spt pada: Hodgkin. dengan kenaikan temperatur tertinggi pd pagi hari. dan periode afebril yg sama durasinya. bukan selama senja atau di awal malam. 10. Kebalikan pola demam diurnal. abses hepatik.. Spt pada: TB milier.7. bruselosis. salmonelosis.Factitious fever. Reaksi Jarisch-Herxheimer. . 9.Relapsing fever 11. Demam Pel-Ebstein: periode demam setiap mnggu atau lbh lama.

40C-370C 37.50C-400C over 40.10C-36. 2.90C-38.Description of temperature measurement 1. Lowest border (death) Hypothermia (subnormal) Undefinierter-wert (not define) Afebril (standard temp.10C-37.40C 38. 4. 3. 7. 5.10C . 250C 360C 36. 6.30C 36. moderate fever) High fever Hyperpyreti fever approx.) Subfebril (increased temp.) Febril (easy. 8.80C 37.

Tatalaksana demam .

Indikasi antipiretik antipire ‡ Demam lebih dari 39c yg berhubungan dengan gejala nyeri atau tidak nyaman. biasa timbul pada keadaan otitis media atau mialgia ‡ Demam 40.5c ‡ Demam dengan kebutuhan metabolisme ‡ Anak dengan riwayat kejang atau delirium karena demam .

paracetamol ‡ Cara kerja: menghambat sintesa protaglandin di hipotalamus. ‡ Dosis : 10-15 mg/kgbb setiap jam ‡ Keuntungan : Tersedia dalam berbagai bentuk sedian sehingga memudahkan dalam pemberian obat pada anak-anak. . ‡ Kerugian : Banyak sekali pelaporan terjadinya toksik akibat penggunaan berlebihan paracetamol.

‡ Dosis: 10 mg/kgbb/hari ‡ Keuntungan: memiliki tingkat toksisitas yg rendah.ibuprofen ‡ Ibuprofen memiliki kemampuan antipiretik. memiliki reaksi anti inflamasi .dan analgesik ‡ Cara kerja: memblok sintesis PGE2 melalui penghambatan siklooksigenase.antiinflamasi. tersedia dalam sediaan syrup.

. ‡ Dosis: 10-15 mg/kgbb diberikan4-5 kali per hari.salisilat ‡ Salisilat atau yang lebih dikenal dengan aspirin lebih efektif sebagai analgesik. ‡ Cara kerja: menghambat sintesis prostaglandin. ‡ Menurut penelitian dengan adanya hubungan sindroma reye dengan pemberian aspirin pada anak maka bebebrapa tahun terakhir ini aspirin tidak lagi dapat di perbolehkan untuk anak dibawah usia 12 tahun.

Learning Issue 2 .

DEFINISI ‡ Demam berdarah dengue adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue ‡ Etiologi: Virus dengue ‡ Family Flaviviridae ‡ 4 Serotype ‡ Single stranded RNA ‡ Diameter 50 nm Vektor Aedes Aegypti .

sanitasi dan kepadatan penduduk.Faktor Resiko Vektor . lingkungan : curah hujan. kebiasaan mengigit. .Terdapatnya penderita di lingkungan/ keluarga. usia dan jenis kelamin . transportasi vektor dari satu tempat ke tempat lain Penjamu . kepadatan vektor di lingkungan. mobilisasi dan paparan terhadap nyamuk.Perkembangbiakan vektor. suhu.

Patogenesis .

Infeksi Primer Virus Dengue masuk ke aliran darah Sel fagosit mononuklear menuju ke virus Dengue Virus Dengue menetap dalam sel fagosit mononuklear Limfosit keluarkan interferon Antibodi (neutralisasi dan non neutralisasi) .

dan sumsum tulang (mekanisme eferen) Sel monosit interaksi humoral + komplemen Bersama CD8+. hati.Infeksi Sekunder Antigen non neutralisasi sebagai reseptor spesifik (Mekanisme aferen) Limfosit T CD4+ berproliferasi IFN sel terinfeksi Virus Dengue bereplikasi dalam sel fagosit yg tak terinfeksi Terbentuk kompleks imun Sel monosit menyebar ke usus. monosit lisis dan keluarkan mediator Mediator permeabilitas kapiler dan aktivasi sistem konjugasi Kebocoran Plasma dan Perdarahan . limpa.

.

infeksi sal nafas ± Petechiae dan perdarahan mukosa . ± Myalgia ± Arthralgia ± Sakit kepala ± Suara serak.Manifestasi klinis ‡ Phase febril ± Facial flushing ± Skin erythema.

‡ Phase kritis ± Hari ketiga ± kelima ± Peningkatan permeabilitas kapiler ± Berkeringat. lemas. pemanjangan waktu pengisian kapiler ± Tekanan darah ± Nyeri abdomen ± Muntah ± Pembesaran hatiu .

bradycardia ± Perubahan ECG .‡ Fase recovery ± Nafsu makan membaik ± Simptoms pencernaan mereda ± Haemodynamic status stabil ± Pruritus.

dan tekanan darah tidak dapat diukur Derajat II Derajat III Derajat IV . dan pasien menjadi gelisah Syok berat. tekanan nadi menurun (e 20 mmHg) atau hipotensi disertai kulit dingin. lembab.Derajat DBD (WHO. nadi tidak teraba.1975) Derajat Keparahan Derajat I Gejala yang Timbul Demam disertai gejala tidak khas dan satu-satunya manifestasi perdarahan yaitu uji Torniquet (+) Derajat I disertai perdarahan spontan di kulit dan/atau perdarahan lain Ditemukannya tanda kegagalan sirkulasi. yaitu nadi cepat dan lembut.

perdarahan gusi .95% ) pada anak D. Pembesaran hepar ( 90 .7 B. purpura.Petechie.Epistaxis.Hematemesis atau dan melena C.Hemorrhagic manifestasi : Tourniquet ( + ) VE . terus menerus dan berakhir pada hari ke 2 . Demam. . ecchymosis . datang tiba-tiba. Shock : pols cepat dan lemah .DIAGNOSA ‡ KRITERIA KLINIK A. tinggi.

000 / mm3 atau ) B. >20% ) ³ Jika dijumpai 2 gejala klinik pertama ( A & B ) dengan trombositopenia dan Ht meninggi DHF´ . Hemokonsentrasi ( Ht meninggi. Trombositopenia ( 100.‡ KRITERIA LABORATORIUM A.

hidung tersumbat. kriteris darah lengkap lainnya umumnya dalam batas normal. menggigil dan berkeringat dingin. Panas badan bisa lebih dari 7 hari. epistaksis (mimisan). Perasaan demam dialami 2-7 hari berturut-turut. disertai tanda perdarahan seperti: petekie (bintik merah pada kulit). Hasil pemeriksaan laboratorium: jumlah trombosit menurun (trombositopenia). dan gangguan saluran pernafasan lainnya seperti sesak nafas. Dari hasil pemeriksaan darah hanya ada sedikit peningkatan jumlah leukosit (sel darah putih). mual. disertai keluhan nyeri kepala. Demam Tifoid. diketahui titer antigen penyebab yakni Salmonella ‡ ‡ ‡ ‡ . dengan keluhan nyeri otot.Diagnosa banding DBD ‡ ‡ Berikut ini 5 diagnosis banding penyakit dengan gejala demam : Demam Berdarah. Demam Chikungunya. Dengan pemeriksaan serologis (tes darah) akan diketahui antigen penyebabnya dari strain golongan virus chikungunya Demam Influenza. demam 1-2 hari. Demam dirasakan 3-5 hari. seluruh badan. kadar hematokrit meningkat (hemokonsentrasi). Melalui tes darah Widal. diare. otot-otot. Biasanya diawali keluhan pilek. sakit menelan. atau berak darah (melena). Pemeriksaan darah lengkap khususnya tes darah tepi menunjukkan hasil positif terhadap salah satu parasit plasmodium yang menginfeksi. sakit kepala. dan gangguan pencernaan lainnya. batuk. muntah. sakit kepala seperti rasa tegang. Demam terus menerus 2-7 hari. Demam Malaria. hasil tes serologis positif antigen virus dengue.

TABEL MANIFESTASI Demam Tourniquet Test Ptechiae / ecchymosis Confluent ptechiae Hepatomegali Maculopapulo rash Myalgia / Arthralgia Lymphadenopathy Leucopenia Thrombocytopenia Shock Perdarahan GI DENGUE FEVER ++++ ++ + ++ +++ ++ ++++ ++ CHIKUNGUNYA ++++ +++ ++ +++ + ++ ++ ++++ + DHF ++++ ++++ ++ + ++++ + + ++ ++ ++++ ++ + .

Pemeriksaan Laboratorium .

Limfositosis. COMPLETE BLOOD COUNT .6 thn 7 thn-12 thn Pria dewasa Wanita dewasa 12 13 16 14 rentang 10.Hematokrit dapat meningkat lebih dari 20%. . dengan atypical lymphocytes . . terjadi sebelum masa defervescence dan shock.1.5-14 11-16 14-18 12-16 rerata 37 38 47 42 Ht (%) rentang 33-42 34-40 42-52 42-52 6000-15000 4500-13500 5000-10000 5000-10000 Leukosit .Leukopenia. dapat diamati pada akhir febrile phase.Trombositopenia. sering dengan limfopenia. umumnya terjadi pada sebelum masa penurunan demam atau shock. Usia Hb (gr/dl) rerata 6 bln.

2. Elektrolit. a. Fibrinogen dan FDP yang rendah merupakan tanda dari DIC. 9. pada infeksi primer. 4. IgG mulai terdeteksi pada hari ke-14. meningkat sampai minggu ke-3. Ureum dan kreatinin 5. Analisa gas darah . Pada infeksi sekunder mulai pada hari ke-2. Coagulation studies: PT dan APTT memanjang. Golongan darah dan crossmatch. IgG. dilakukan pengambilan bahan pada hari pertama serta saat pulang. hilang setelah 60-90 hari. Imunoserologi. 10. 8. Radiologi 11. Hiponatremia merupakan gangguan elektrolit yang plg umum pada pasien DHF atau DSS. terdeteksi mulai hari ke 3-5. b. IgM. dapat terjadi hipoalbuminemia 7. Protein. 3. 6. Uji HI. SGOT/SGPT dapat meningkat.

03 2 = 25-28 mM/l .45 27 ± 40 mmHg H2CO3 (mM/L)= pCO 2 x 0.5 mEq/L 100 mEq/L 10 mEq/L 20 ± 25 mEq/L 7.5 ± 5.35 ± 7.Normal value of electrolyte. oncotic/osmotic pressure & plasma pH 37 ‡ Na+ ‡ K+ ‡ Cl‡ Ca++ ‡ HCO3 ‡ pH ‡ pCO 2 ‡ Total CO = = = = = = = 135 ± 150 mEq/L 3.

Penatalaksanaan .

berak hitam Jumlah trombosit ” 100. kontrol tiap hari sampai demam hilang Minum byk 1. muntah darah.000/µl Rawat jalan Torniquet (-) Rawat jalan Parasetamol.berak hitam.kaki/tangan dingin. periksa menetap setelah hari sakit ke-3 Hb. lemah. muntah terusmenerus.atas.000/µl Rawat inap Tidak ada kedaruratan Periksa uji torniquet Torniquet (+) Jumlah trombosit > 100. kejang. trombosit tiap kali Perhatian utk orang tua Pesan bila timbul tanda syok.Tersangka DBD Demam tinggi. mendadak. terus menerus < 7hr tidak disertai infeksi saluran napas bag. yaitu gelisah. Ht. badan lemah & lesu Ada kedaruratan Tanda syok. Segera bawa ke RS .sakit perut. periksa parasetamol. kesadaran menurun.kontrol tiap hari trombosit & Ht bila demam sampai demam turun.5-2 ltr/hr Nilai tanda klinis.

Penggantian Volume Plasma Tabel Kebutuhan cairan pada dehidrasi sedang (defisit cairan 5-8%) Berat waktu masuk (kg) <7 7 ± 11 12 ± 18 > 18 Jumlah cairan ml/kg berat badan per hari 220 165 132 88 Tabel Kebutuhan Cairan Rumatan Jumlah cairan (ml) Berat badan (kg) 10 10-20 > 20 100 per kg BB 1000 + 50 x kg (di atas 10 kg) 1500 + 50 x kg (di atas 20 kg) .

tanki anti-nyamuk ± Manipulasi Lingkungan: drainase instalasi persediaan air.PENCEGAHAN PRIMER ‡ Manajemen Lingkungan ± Modifikasi Lingkungan: perbaikan persediaan air. dll ‡ Pengendalian Biologis ± ± ± ± Ikan pemakan larva Bakteri Siklopoids Perangkap telur autosidal ‡ Pengendalian Kimiawi ± Pemberian larvasida kimiawi ± Butiran pasir temefos 1% ± Insect growth regulators ‡ Perlindungan Diri ± ± ± ± ± ± Vaksin tetravalen Pakaian pelindung Obat nyamuk & aerosol Penolak serangga Insektisida utk kelambu Tidak travelling ke daerah endemis . pot/vas bunga.

PENCEGAHAN SEKUNDER DOKTER/UNIT YANKES KELUARGA PENCEGAHAN TERSIER Utk mencegah kematian akibat DBD dan rehabilitasi ‡ Transfusi darah ‡ Stratifikasi Daerah Rawan DBD ± ± ± ± Endemis Sporadis Potensial Bebas PUSKESMAS EPIDEMIOLOGIS DESA PENYELIDIKAN DINAS KESEHATAN .

spastisitas. sindrom uremik hemolitik ‡ Hemolisis intravaskur ‡ Overhidrasi/intoks. infeksi bakteri sekunder ‡ Kardiovaskular ± Myocarditis. neuropati. tranverse myelitis. ensefalitis. tidak ada sekuele ‡ Prognosis buruk ± Pasien DBD dengan penyeakit komorbiditas signifikan. PTT). efusi subdural PROGNOSIS ‡ Prognosis baik ± Pasien dengan terapi adekuat. Air ‡ Transmisi vertikal dari ibu hamil yang terinfeksi ke bayi . Guillain-Barre Syndromes. ensefalopati. hasil lab abnormal (albumin. perubahan kesadaran.KOMPLIKASI ‡ Neurologik ± Kejang. cardiomyopathy ‡ Hati ± Gagal hati ‡ Ginjal ± Gagal ginjal akut. PT.

Learning Issue 3 .

.JenisJenis-jenis syok 1. Syok obstruktif ± Tamponade jantung: cairan terakumulasi di rongga perikardium. penyebab: keganasan. Syok kardiogenik: kegagalan fungsi pompa jantung sehingga Cardiac Output berkurang. perikarditis.darah akibat kehilangan tonus simpatis karena cedera medula spinalis. ± Syok anafilaktik: akibar reaksi alergi. ± Syok neurogenik: vasodilatasi pemb. 2. Syok distributif ± Syok septik: terjadi akibat infeksi yang menyebar secara sistemik. 4. trauma. Syok hipovolemik: berkurang volume intravaskular perfusi jaringan menurun hipoksia jaringan. 3.

Learning Issue 4 Sindrom Syok Dengue .

anak yang semula rewel. cengeng.TandaTanda-tanda syok pada anak: ‡ Kulit pucat. lembab terutama pada ujung jari kaki. ‡ Tekanan nadi menurun menjadi ” 20 mmHg. dan hidung. ‡ Oliguria. ‡ Perubahan nadi. dingin. anuria . dan gelisah lambat laun menjadi apatis. ‡ Penurunana kesadaran. ‡ Tekanan sistol menurun menjadi ” 80 mmHg. sedangkan kuku menjadi biru. tangan. dan koma. sopor. nadi cepat dan lembut sampai tidak dapat diraba.

.

perdarahan. ggn metabolik. trombosis pembuluh darah otak ‡ Gagal ginjal ‡ Gagal hati ‡ Efusi pleura .Komplikasi ‡ Ensefalopati dengue : Penyebab : syok berkepanjangan.

.Kesimpulan ‡ S mengalami Dengue Shock Syndrome disertai komplikasi asidosis dan efusi pleura.

TERIMA KASIH .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->