Anda di halaman 1dari 15

Makalah Praktikum Lapangan Ekologi Mikroba

BIOREMEDIASI

di

INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH BOJONGSOANG

Tanggal Praktikum Lapangan : 19 April 2007

Disusun Oleh :

AEP SAEFUDDIN NIM. 10605009 Kelompok 1

2007 Disusun Oleh : AEP SAEFUDDIN NIM. 10605009 Kelompok 1 PROGRAM STUDI MIKROBIOLOGI SEKOLAH ILMU DAN

PROGRAM STUDI MIKROBIOLOGI

SEKOLAH ILMU DAN TEKNOLOGI HAYATI INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

2007

BIOREMEDIASI

di

INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH BOJONGSOANG

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Seiring dengan semakin bertambahnya pencemaran yang terjadi di biosfer, maka kebutuhan untuk mengaplikasikan teknologi bioremediasi juga semakin bertambah. Teknologi Bioremediasi merupakan teknologi yang banyak digunakan dalam mengatasi permasalahan pencemaran yang terjadi di lingkungan, terutama di lingkungan litosfer dan hidrosfer. Bioremediasi adalah aplikasi dari proses biologis untuk memulihkan suatu tempat yang tercemar dengan menggunakan mikroorganisme. Teknologi ini memiliki banyak keuntungan , namun yang paling utama adalah sustainable . Selain itu, teknologi ini juga memiliki kelemahan yaitu time-consuming jika teknologi ini digunakan untuk mengeliminasi pencemar yang non-biodegradable .

Salahsatu contoh aplikasi dari teknologi bioremediasi adalah sistem pengolahan air kotor, IPAL Bojongsoang yang berada di Kabupaten Bandung. Di tempat ini, air buangan domestik dari rumah tangga yang disalurkan melalui perpipaan diolah dengan proses fisika dan kimia sebelum dibuang ke Sungai Citarum. Dengan pengolahan ini, diharapkan tingkat pencemaran terhadap Sungai Citarum tersebut dapat dikurangi.

1.2 Tujuan

1. Memahami dan mengerti tentang salahsatu teknologi bioremediasi yaitu “engineered bioremediation” di Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Bojongsoang , Kabupaten Bandung, yang merupakan instalasi yang mengolah air buangan rumah tangga. 2. Memahami konsep tentang teknologi bioremediasi dalam mengatasi permasalahan pencemaran yang terjadi di lingkungan biosfer.

1.3 Teori Dasar

BAB II HASIL PENGAMATAN

2.1 Unit Pengolahan Fisika

BAB II HASIL PENGAMATAN 2.1 Unit Pengolahan Fisika UNIT SCREW PUMP UNIT GRIT CHAMBER 2.2 Unit

UNIT SCREW PUMP

HASIL PENGAMATAN 2.1 Unit Pengolahan Fisika UNIT SCREW PUMP UNIT GRIT CHAMBER 2.2 Unit Pengolahan Biologi

UNIT GRIT CHAMBER

2.2 Unit Pengolahan Biologi

Pengolahan Fisika UNIT SCREW PUMP UNIT GRIT CHAMBER 2.2 Unit Pengolahan Biologi KOLAM ANAEROBIK MECHAN ICAL

KOLAM ANAEROBIK

Pengolahan Fisika UNIT SCREW PUMP UNIT GRIT CHAMBER 2.2 Unit Pengolahan Biologi KOLAM ANAEROBIK MECHAN ICAL

MECHANICAL BAR SCREEN

INLE AN AN AN
INLE
AN
AN
AN

Anaero

F 1 F 2
F 1
F 2
INLE AN AN AN Anaero F 1 F 2 M 1 M 2 Maturat Faculta Sun

M 1

INLE AN AN AN Anaero F 1 F 2 M 1 M 2 Maturat Faculta Sun

M 2

INLE AN AN AN Anaero F 1 F 2 M 1 M 2 Maturat Faculta Sun

Maturat

Faculta

Sungai

2.3 Skema Keseluruhan Proses

INLT Ba
INLT
Ba

Sum

We

1 2 3 Screw
1
2
3
Screw
Contain Grit Samp Kolam Set An F1 1 An M1 M2 F2 An An F1
Contain
Grit
Samp
Kolam Set
An
F1
1
An
M1
M2
F2
An
An
F1
An
M1
M2
F2
Mechanical Bar
An
Chamb

BAB III PEMBAHASAN

3.1 Deskripsi IPAL Bojongsoang

Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang terletak di bojongsoang merupakan instalasi yang mengolah air buangan rumah tangga yang disalurkan melalui perpipaan. Instalasi ini untuk mengolah buangan domestik rumah tangga yang berasal dari area wilayah Bandung Timur dan Bandung Tengah Selatan dengan kapasitas pelayanan 400.000 jiwa. IPAL ini dibangun untuk mengurangi tingkat pencemaran air sungai Citarum. Dengan adanya proses pengolahan limbah domestik rumah tangga, kualitas air buangan yang dibuang ke sungai Citarum tidak terlalu buruk. Instalasi ini berlokasi di Kabupaten Bandung, yaitu di desa Bojongsari, Kecamatan Bojongsoang. Luas area keseluruhan seluas 85 ha dengan system pengolahan biologi yaitu kolam stabilisasi. IPAL ini merupakan instalasi pengolahan air buangan domestik terbesar di Indonesia, bahkan mungkin di Asia Tenggara.

Topografi dari IPAL Bojongsoang adalah sbb :

Lokasi

: 12 Km dari Kota Bandung

Koordinat

:

7-7,28

LS

107 0,14’ – 1070,16’ BT

Curah Hujan

:

167 mm

(thn 2004)

Rata-rata curah hujan : 15.18 hari/ bulan

Ketinggian

:

675

m . dpl

Adapun sarana yang tersedia di lokasi ini meliputi : 1. Unit Instalasi Pengolahan Fisik 2.

Adapun sarana yang tersedia di lokasi ini meliputi :

1. Unit Instalasi Pengolahan Fisik

2. Kolam Stabilisasi

3. Sludge drying bed (bak pengering lumpur)

4. Laboratorium (temporary lab)

5. Gedung perkantoran

6.Mess operator

7. Gudang perlengkapan

8. Bengkel Instalasi

9. Rumah jaga

10. Rumah dinas pengawas instalasi

11. Green House (ruang pengkondisian tanaman)

Fasilitas tersebut berada di lahan seluas 85 ha dengan pemanfaatan meliputi :

- Area kolam pengolahan yang terdiri dari 14 kolam seluas 62,5 ha

- Area perkantoran dan fasilitas lainnya seluas 22,5 ha

DENAH LOKASI AREAL INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH BOJONGSOANG Kapasitasmaksimum dari IPAL adalah sebesar 243.000m 3

DENAH LOKASI AREAL INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH BOJONGSOANG

Kapasitasmaksimum dari IPAL adalah sebesar 243.000m 3 /hari dengan pengolahan yang meliputi pengolahan fisiska dan biologi. Proses física dilakukan secara mekanik yang masing-masing mempunyai 3 buah alat untuk dipergunakan secara bergantian secara periodik. Sedangkan proses biologi meliputi 3 tahap yang mempunyai 2 set. Tahapan pengolahan air limbah pada IPAL Bojongsoang pada masing-masing prosesnya :

3.2 Unit Pengolahan Fisika

1. Saringan Kasar (Bar Screen) : untuk sampah berukuran besar (>50 mm).

Pengolahan Fisika 1. Saringan Kasar (Bar Screen) : untuk sampah berukuran besar (>50 mm). Saringan Kasar

Saringan Kasar

(Bar Screen)

2.

Pompa ulir (Screw Pump) : untuk memompa air dari bak penampung ke Grit

Chamber

: untuk memompa air dari bak penampung ke Grit Chamber Pompa ulir (screw Pump) 3. Saringan

Pompa ulir (screw Pump)

3. Saringan Halus (Mechanical Bar Screen) : untuk menyaring sampah yang dihasilkan

oleh saringan halus.

untuk menyaring sampah yang dihasilkan oleh saringan halus. Saringan Halus (Mechanical Bar Screen) 4. Screening Press

Saringan Halus (Mechanical Bar Screen)

4. Screening Press : untuk memadatkan sampah yang dihasilkan oleh saringan halus.

Bar Screen) 4. Screening Press : untuk memadatkan sampah yang dihasilkan oleh saringan halus. Screening Press

Screening Press

5. Grit Chamber : Untuk memisahkan pasir dari air buangan yang pengoperasian secara mekanik.

pasir dari air buangan yang pengoperasian secara mekanik. Grit Chamber 6. Grit rake : untuk melakukan

Grit Chamber

6. Grit rake : untuk melakukan pengerukan pasir yang terkumpul pada Grit Dischare Pocket.

mekanik. Grit Chamber 6. Grit rake : untuk melakukan pengerukan pasi r yang terkumpul pada Grit

Grit rake

3.3 Unit Pengolahan Biologi

Unit pengolahan biologi berupa kolam-kolam pengolahan biologi yang terdiri dari 2 set yaitu set A dan set B. Masing-masing memiliki 7 buah kolam tiap set. Setiap rangkaian kolam (set A dan set B) terdiri dari :

1. Proses anaerobik : penurunan bahan organik secara anaerobik dengan bantuan mikroba anaerob.

organik s ecara anaerobik dengan bantuan mikroba anaerob. KOLAM ANAEROBIK Kolam anaerobik Debit : 80.835 m3/hari

KOLAM ANAEROBIK

Kolam anaerobik

Debit

: 80.835

m3/hari

Beban volumetrik

:

275 g

BOD/m3/hari

BOD Influen

:

360

mg/l

Total Beban Org

:

20.100

kg BOD/hari

Waktu Detensi

:

2

hari

Kedalaman kolam

:

4

m

Luas Area

: 4,04

ha

Temperatur

:

22,5

oC

BOD Efluen

:

144

mg/l

2.

Proses Fakultatif : penurunan bahan organik secara anaerob dan aerob untuk stabilisai air buangan

Proses Fakultatif : penurunan bahan organik se cara anaerob dan aerob untuk stabilisai air buangan Kolam

Kolam fakultatif

KOLAM FAKULTATIF

Debit

: 80.835

m3/hari

Beban volumetrik

:

300

gr BOD/m3/hari

BOD Influen

:

144

mg/l

Total Beban Org

:

11.640

kg BOD/hari

Waktu Detensi

:

5,6 - 7

hari

Kedalaman kolam

:

2

m

Luas Area

:

29,8

ha

Temperatur

:

22,5

oC

BOD Efluen

:

50

mg/l

3.

Proses maturasi (pematangan) : kolam aerobik untuk proses pematangan air buangan sebagai penyempurnaan dari kualitas efluen akhir sesuai dengan standar baku mutu yang berlaku sebelum dibuang. Setelah pergi laginya ke badan air penerima (sungai).

Setelah pergi laginya ke badan air penerima (sungai). KOLAM MATURASI Kolam aerobi k Debit : 80.835

KOLAM MATURASI

Kolam aerobik

Debit

: 80.835

m3/hari

Fecal coli

:

5000

MPN/100 ml

BOD Influen

:

50

mg/l

Waktu Detensi

:

3

hari

Kedalaman kolam

:

1,5

m

Luas Area

:

32,2

ha

Temperatur

:

22,5

oC

BOD Efluen

:

30

mg/l

DEBIT AIR YANG TEROLAH

Tahun

Debit (m3/hari)

2002

17.717

2003

29.117

2004

36.204

2005

47.082

2006

16.161

HASIL ANALISA KUALITAS AIR PADA IPAL BOJONGSOANG

PARAMETER

UNIT

INFLUENT

EFFLUENT

 

Ph

-

7.36

9.07

Disolved Oxygent

Mg/l

0.4

14.21

B

O D

Mg/l

250

40

C

O D

Mg/l

280

50

E.coli

MPN/100ml

9.10

8

15.10 3

Coliform

MPN/1ooml

9.10

8

3.10 3

PRODUK INSTALASI PENGOLAHAN

Instalasi
Instalasi
Instalasi

Instalasi

Instalasi
Instalasi
Instalasi
Instalasi
PRODUK INSTALASI PENGOLAHAN Instalasi efluen Iri g asi Lumpur Pupuk PEMBIBITAN TANAMAN HIAS PEMBIBITAN BUNGA DENGAN
PRODUK INSTALASI PENGOLAHAN Instalasi efluen Iri g asi Lumpur Pupuk PEMBIBITAN TANAMAN HIAS PEMBIBITAN BUNGA DENGAN

efluen

Irigasi

Lumpur

Pupuk

PEMBIBITAN TANAMAN HIAS

efluen Iri g asi Lumpur Pupuk PEMBIBITAN TANAMAN HIAS PEMBIBITAN BUNGA DENGAN PEMANFAATAN LUMPUR KOLAM UJI
efluen Iri g asi Lumpur Pupuk PEMBIBITAN TANAMAN HIAS PEMBIBITAN BUNGA DENGAN PEMANFAATAN LUMPUR KOLAM UJI

PEMBIBITAN BUNGA DENGAN PEMANFAATAN LUMPUR KOLAM

Iri g asi Lumpur Pupuk PEMBIBITAN TANAMAN HIAS PEMBIBITAN BUNGA DENGAN PEMANFAATAN LUMPUR KOLAM UJI COBA

UJI COBA TANAMAN GERBERA

Iri g asi Lumpur Pupuk PEMBIBITAN TANAMAN HIAS PEMBIBITAN BUNGA DENGAN PEMANFAATAN LUMPUR KOLAM UJI COBA

KENDALA

KENDALA

KENDALA KENDALA Musim Kemarau Musim Hujan Back Flow S.Citarum Adaptasi Ulang Penyadapan Open Channel Tidak dapat
KENDALA KENDALA Musim Kemarau Musim Hujan Back Flow S.Citarum Adaptasi Ulang Penyadapan Open Channel Tidak dapat

Musim Kemarau

Musim Hujan
Musim Hujan
Musim Hujan
Musim Hujan

Musim Hujan

Musim Hujan
Musim Hujan
Musim Hujan
Musim Hujan
Musim Hujan
Musim Hujan
Musim Hujan
Back Flow S.Citarum Adaptasi Ulang
Back Flow
S.Citarum
Adaptasi Ulang
Penyadapan Open Channel Tidak dapat mengolah ( influent tidak ada) Mesin tidak beroperasi
Penyadapan Open
Channel
Tidak dapat
mengolah
( influent tidak ada)
Mesin tidak
beroperasi
Penyadapan kolam Air Kolam Surut Kerusakan Kolam
Penyadapan kolam
Air Kolam Surut
Kerusakan Kolam
Volume air cukup tinggi Pompa bekerja keras Mesin dimatikan
Volume air cukup
tinggi
Pompa bekerja
keras
Mesin dimatikan
Proses Anaerobik terganggu Kualitas air Fluktuatif
Proses Anaerobik
terganggu
Kualitas air
Fluktuatif

PEMASALAHAN

Pencemaran limbah industri dan industri rumah tangga pada saluran air kotor Akumulasi Logam Berat pada lumpur Campur tangan masyarakat pada IPAL Penanaman ikan pada kolam Pengambilan air kolam Kerusakan pada fasilitas instalasi