P. 1
BMRI Annual Report 2009

BMRI Annual Report 2009

|Views: 854|Likes:
Dipublikasikan oleh zaazmi
Laporan Tahunan Bank Mandiri tahun 2009
Laporan Tahunan Bank Mandiri tahun 2009

More info:

Published by: zaazmi on Sep 16, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/15/2012

pdf

text

original

MENEMBUS BATAS KEINGINAN

PT Bank Mandiri (Persero)Tbk.

LAPORAN TAHUNAN

1

MENEMBUS BATAS KEINGINAN

DRAFT (March 25, 2010)
1. Foto- foto masih draft, fotografer akan memberikan pilihan 2. Narasi Direktorat SBU belum menggunakan hasil interview Bursons 3. Narasi Direktorat non SBU sebagian besar sudah mendapatkan approval direktur 4. Cover masih lowrest, nantinya akan di lakukan Digital Imaging agar logo dan awan lebih real 5. Alt. cover in progress
LAPORAN TAHUNAN 2009
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

2

WARISAN TAK TERNILAI

Berbekal sejarah panjang yang telah dilalui dalam riwayat perbankan Indonesia, Bank Mandiri telah dan akan senantiasa memberikan kontribusi terbaiknya dalam mendukung pertumbuhan serta perkembangan perekonomian nasional dan masyarakat Indonesia secara keseluruhan.

Bank Mandiri didirikan pada tanggal 2 Oktober 1998 sebagai bagian dari program restrukturisasi perbankan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Indonesia. Pada bulan Juli 1999, empat bank milik Pemerintah yaitu Bank Bumi Daya, Bank Dagang Negara, Bank Ekspor Impor Indonesia dan Bank Pembangunan Indonesia, digabungkan ke dalam Bank Mandiri. Keempat Bank tersebut telah turut membentuk riwayat perkembangan perbankan di Indonesia dimana sejarahnya berawal pada lebih dari 140 tahun yang lalu. Proses panjang pendirian Bank Bumi Daya bermula dari nasionalisasi sebuah perusahaan Belanda De Nationale Handelsbank NV, menjadi Bank Umum Negara pada tahun 1959. Pada tahun 1964, Chartered Bank (sebelumnya adalah bank milik Inggris) juga dinasionalisasi, dan Bank Umum Negara diberi hak untuk melanjutkan operasi bank tersebut. Pada tahun 1965, Bank Umum Negara digabungkan ke dalam Bank Negara Indonesia dan berganti nama menjadi Bank Negara Indonesia Unit IV. Kemudian pada tahun 1968, Bank Negara Indonesia Unit IV beralih menjadi Bank Bumi Daya. Bank Dagang Negara merupakan salah satu bank tertua di Indonesia, pertama kali dibentuk dengan nama Nederlandsch Indische Escompto Maatschappij di Batavia (Jakarta) pada tahun 1857. Pada tahun 1949 namanya berubah menjadi Escomptobank NV, dimana selanjutnya pada tahun 1960 dinasionalisasikan serta berubah nama

menjadi Bank Dagang Negara, sebuah bank Pemerintah yang membiayai sektor industri dan pertambangan. Sejarah Bank Ekspor Impor Indonesia berawal dari perusahaan dagang Belanda, N.V. Nederlansche Handels Maatschappij yang didirikan pada tahun 1824 dan mengembangkan kegiatannya di sektor perbankan pada tahun 1870. Pada tahun 1960, pemerintah Indonesia menasionalisasi perusahaan ini, dan selanjutnya pada tahun 1965 perusahaan ini digabung dengan Bank Negara Indonesia menjadi Bank Negara Indonesia Unit II. Pada tahun 1968, Bank Negara Indonesia Unit II dipecah menjadi dua unit, salah satunya adalah Bank Negara Indonesia Unit II Divisi Expor-Impor, yang akhirnya menjadi Bank Ekspor Impor Indonesia, bank pemerintah yang membiayai kegiatan ekspor dan impor. Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) berawal dari Bank Industri Negara (BIN), sebuah bank industri yang didirikan pada tahun 1951 dengan misi untuk mendukung pengembangan sektor-sektor ekonomi tertentu, khususnya perkebunan, industri dan pertambangan. Pada tahun 1960, Bapindo dibentuk sebagai bank milik negara dan BIN kemudian digabung dengan Bapindo. Pada tahun 1970, Bapindo ditugaskan untuk membantu pembangunan nasional melalui pembiayaan jangka menengah dan jangka panjang pada sektor manufaktur, transportasi dan pariwisata.

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

WARISAN TAK TERNILAI

3

Kini, Bank Mandiri menjadi penerus suatu tradisi layanan jasa perbankan dan keuangan yang telah berpengalaman selama lebih dari 140 tahun. Masing-masing dari empat bank bergabung telah memainkan peranan yang penting dalam pembangunan ekonomi Indonesia. KONSOLIDASI DAN INTEGRASI Setelah selesainya proses merger, Bank Mandiri kemudian memulai proses konsolidasi, termasuk pengurangan cabang dan pegawai. Selanjutnya diikuti dengan peluncuran single brand di seluruh jaringan melalui iklan dan promosi. Salah satu pencapaian penting adalah penggantian secara menyeluruh platform teknologi. Bank Mandiri mewarisi sembilan sistem perbankan dari keempat legacy banks. Setelah investasi awal untuk konsolidasi sistem yang berbeda tersebut, Bank Mandiri mulai melaksanakan program penggantian platform yang berlangsung selama tiga tahun, di mana program pengganti tersebut difokuskan untuk meningkatkan kemampuan penetrasi di segmen retail banking. Pada saat ini, infrastruktur teknologi informasi Bank Mandiri sudah mampu melakukan pengembangan e-channel & produk retail dengan Time to Market yang lebih baik. Nasabah Bank Mandiri yang terdiri dari berbagai segmen merupakan

penggerak utama perekonomian Indonesia. Berdasarkan sektor usaha, nasabah Bank Mandiri bergerak di bidang usaha yang sangat beragam. Sebagai bagian dari upaya penerapan prudential banking & best-practices risk management, Bank Mandiri telah melakukan berbagai perubahan. Salah satunya, persetujuan kredit dan pengawasan dilaksanakan dengan ‘four-eye principle’ , dimana persetujuan kredit dipisahkan dari kegiatan pemasaran dan business unit. Sebagai bagian diversifikasi risiko dan pendapatan, Bank Mandiri juga berhasil mencetak kemajuan yang signifikan dalam melayani Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dan nasabah ritel. Pada akhir 1999, porsi kredit kepada nasabah corporate masih sebesar 87% dari total kredit, sementara pada 31 Desember 2009, porsi kredit kepada nasabah UKM dan mikro telah mencapai 42,22% dan porsi kredit kepada nasabah consumer sebesar 13,92%, sedangkan porsi kredit kepada nasabah corporate mencakup 43,86% dari total kredit. Sejak awal didirikan, Bank Mandiri terus bertekad untuk membentuk SDM handal dan profesional serta bekerja berdasarkan prinsip good corporate governance, dengan pengawasan dan kepatuhan yang sesuai dengan standar internasional. Dalam 3 tahun terakhir Bank Mandiri memperoleh predikat sebagai bank paling terpercaya, sebagai apresiasi upaya kami untuk terus menjaga penerapan good governance.

Pada saat ini, berkat kerja keras dari 22.909 pegawai yang tersebar di 1.095 kantor cabang dalam negeri dan 5 kantor cabang luar negeri termasuk perwakilannya serta didukung oleh anak perusahaan yang bergerak di bidang pasar modal, perbankan syariah, asuransi jiwa, bank dengan fokus di segmen mikro dan pembiayaan konsumen, Bank Mandiri menyediakan solusi keuangan yang menyeluruh bagi perorangan dan perusahaan, baik swasta maupun milik Negara, komersial, usaha kecil dan mikro dengan kualitas pelayanan prima, dimana dalam tiga tahun terakhir secara berturut-turut Bank Mandiri mendapat penghargaan sebagai yang terbaik dalam hal kualitas pelayanan. Sesudah menyelesaikan program transformasi semenjak 2005 sampai dengan tahun 2009, Bank Mandiri sedang bersiap melaksanakan transformasi tahap berikutnya dengan merevitalisasi visi dan misi untuk menjadi Lembaga Keuangan Indonesia yang paling dikagumi dan selalu progresif.

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

4

PENGHARGAAN

PENGHARGAAN DITERIMA TAHUN 2009

• The Banker Award 2009 Bank Of The Year 2009 : Indonesia

• Penghargaan sebagai Perusahaan sangat Terpercaya (Good Corporate Governance) terbaik di Indonesia

• Best Local Cash Management Bank Votrd By Financial Institutions • Best Local Currency Cash Management Services (by Currency) IDR • Best Local Cash Management Bank in Indonesia as voted by Corporates (Large : rank 1 ; Medium : rank 2; Small : rank 3)

The Best Indonesia Contact Center, Kategori : Excellent Achievement (selama 2 tahun berturut-turut membuktikan memiliki layanan operasional Call Center Terbaik di Indonesia dan Asia Pacific)

Banking Efficiency Award 2009 untuk kategori BANK BUMN

Top 100 Emiten 2009 - Best Listed Companies Kategori Bank dengan Kapitalisasi Pasar > Rp 2,5 Triliun

• The Best Local Private Bank in Indonesia – 2009 • Euromoney Award 2009 For Excellence : Country Award , The Best Bank In Indonesia 2009

Alpha Southeast Asia’s 3rd Annual Best Financial Institution Awards Kategori: • Best Bank in Indonesia award for the period 2008-2009 • Best Trade Finance Bank • Best Private Wealth Management

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

PENGHARGAAN

5

PENGHARGAAN DITERIMA TAHUN 2009

Tax Award – Bank Mandiri Sebagai Tempat Pembayaran Pajak Favorit Kedua Tahun 2008

• • • • • •

The Best Investor Relations (Rank 1) The Best Managed Company (Rank 4) The Best Corporate Governance (Rank 5) The Best Corporate Social Responsibility (Rank 6) The Best Most Committed to a strong Dividend Policy (Rank3) Finance Asia Country Awards : Best Cash Management Bank in Indonesia

Perusahaan Paling Membanggakan: Sektor Perbankan

ISO 9001: 2000 bidang Manajemen Kearsipan

Customer Innovation Award; category: Innovation (Program Software AG & Partners Innovation Awards 2008)

Top Brand Award 2009 untuk kategori Credit Card

CSR Awards 2008 – Gold bidang sosial dan ekonomi jasa perbankan dan telematika

Outstanding Achievement Award for Debit 2008

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

6

PENGHARGAAN

PENGHARGAAN DITERIMA TAHUN 2009

Indonesian Service Quality Award 2009 Untuk kategori : • Priority Banking Services ( urutan ke-2) • Regular Banking Services – Domestic Banking ( urutan ke-2)

Good Corporate Governance Award 2009 Kategori : Best GCG SOE

Six Sigma Excellence Award 2009 dalam kategori Best Defect Elimination in Service & Transactions

ABFI Banking Award Best Performing Banking 2009 Kategori Bank Persero

Corporate Governance Asia Recognition Awards 2009: Asia’s Best Companies for Corporate Governance

Anugerah Media Humas 2009 Sebagai Juara Umum dgn merebut penghargaan: • Juara 1 Website BUMN, • Juara 1 Penerbitan Internal BUMN, • Juara 3 Profil Lembaga Cetak BUMN,

Asia Responsible Entrepreneurship Awards Kategori Investment in People

The Best Bank Services Excellence 2008/2009

Lafferty Cards Asia 2009: Indonesia Best Reward Program- Kartu Debit Mandiri

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

PENGHARGAAN

7

PENGHARGAAN DITERIMA TAHUN 2009

STP Award 2008 (Straight Through Processing) Untuk : exceptional quality of payment messages

CALL CENTER AWARD for Excellence Service Performance, Untuk Kategori: Call Center Banking Services CALL CENTER AWARD for Excellence Service Performance, Untuk Kategori: Call Center Credit Card Services

• ISO 9001:2008 Certification untuk Seksi Bank Garansi 1 dan 2 • ISO 9001:2008 Certification untuk Seksi Legal & Collateral Document Management

STP Award 2008 (Straight Through Processing), Untuk : exceptional quality of payment messages

STP Award 2008 (Straight Through Processing), Untuk : exceptional quality of payment messages

• Contact Center World Award 2009 (Silver Award) kategori: The Best Contact Center Outbond Call Campaign • Contact Center World Award 2009 (Silver award) kategori IT Support • Contact Center World Award 2009 (Silver award) kategori Workforce Management Planning

• Best Arranger of Indonesian Loans 2009 dari Majalah Euroweek Asia - Euromoney • Industrial Deal of the Year 2009 dari Majalah Project Finance Euromoney.

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

8

RINGKASAN LAPORAN KEUANGAN

2005 Rp. Miliar Diaudit LABA RUGI KONSOLIDASIAN Pendapatan Bunga Bersih Pendapatan Selain Bunga 1) Pendapatan Operasional Beban Overhead 3) Beban Penyisihan / (Pembalikan) Penghapusan Aktiva Produktif dan Komitmen & Kontinjensi Laba Operasional Beban Penyisihan / (Pembalikan) Penghapusan Lainnya Laba (rugi) Sebelum Taksiran Pajak Penghasilan Dan Hak Minoritas Laba (Rugi) Bersih Laba Bersih per Saham Dasar (rupiah) NERACA KONSOLIDASIAN Jumlah Aktiva Aktiva Produktif (Bruto) Aktiva Produktif (Neto) Kredit yang diberikan Penyisihan Penghapusan Kredit Jumlah Dana Pihak Ketiga Jumlah Kewajiban - Termasuk hak Minoritas Jumlah Ekuitas RASIO-RASIO KEUANGAN Imbal Hasil Rata-rata Aktiva (ROA) – sebelum pajak 5) Imbal Hasil Rata-rata Ekuitas (ROE) – setelah pajak 6) Marjin Pendapatan Bunga Bersih Rasio Pendapatan Selain Bunga terhadap Pendapatan Operasional Rasio Beban Overhead terhadap Pendapatan Operasional 7) Rasio Beban Overhead terhadap Jumlah Aktiva Rasio Kredit Bermasalah (Non Performing Loan/ NPL) - Bruto Rasio Kredit Bermasalah (Non Performing Loan/ NPL) – Neto Penyisihan Penghapusan Kredit terhadap Kredit Bermasalah (Non Performing Loan/NPL) Rasio Kredit terhadap Dana Pihak Ketiga – Non Bank Rasio Kecukupan Modal Inti (Tier 1 Capital Ratio ) 8) Rasio Kecukupan Modal (Capital Adequacy Ratio/ CAR )
9) 4) 2)

2006 Rp. Miliar Diaudit

2007 2008 Rp. Miliar Rp. Miliar Diaudit Diaudit

2009 2009 Rp. Miliar USD juta Diaudit

8.955 2.489 11.444 6.267 4.445 1.188 (1.057) 1.233 603 29,90

10.345 2.733 13.078 6.269 3.634 2.711 (129) 2.831 2.421 119,08

12.355 3.377 15.732 7.451 2.053 6.213 (313) 6.333 4.346 209,78

14.800 4.600 19.400 8.426 2.765 7.910 (170) 8.069 5.313 254,51

16.777 5.663 22.440 9.178 1.185 10.434 810 10.824 7.155 341,72

1.786 603 2.389 977 126 1.111 86 1.152 762 -

263.383 244.147 229.059 106.853 (11.824) 206.289 240.168 23.215

267.517 245.702 229.004 1 1 7.671 (14.389) 205.708 241.176 26.341

319.086 286.477 2 7 1 .227 138.530 (13.042) 247.355 289.842 29.244

358.439 334.412 320.573 174.498 (11.860) 289.112 327.925 30.514

3 94.617 368.774 354.903 198.547 (12.452) 319.550 359.508 35.109

42.002 39.252 37. 776 21.133 (1.325) 34.013 38.266 3.737

0,5 % 2,5 % 4,1 % 21,7 % 55,6 % 2,4 % 25,2 % 15,3 % 44,0 % 51,7 % 18,0 % 23,7 %

1,1 % 10,0 % 4,7 % 20,9 % 48,9 % 2,3 % 16,3 % 5,9 % 74,8 % 57,2 % 19,6 % 25,3 %

2,3 % 15,8 % 5,2 % 20,9 % 46,7 % 2,3 % 7,2 % 1,5 % 109,0 % 54,3 % 17,3 % 21,1 %

2,5 % 18,1 % 5,5 % 23,1 % 42,3 % 2,4 % 4,7 % 1,1 % 127,1 % 59,2 % 12,8 % 15,7 %

3,0 % 22,1 % 5,2 % 24,6 % 40,2 % 2,3 % 2,8 % 0,4 % 200,5 % 61,4 % 12,5 % 15,6 %

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

RINGKASAN LAPORAN KEUANGAN

9

JUMLAH PEGAWAI
‘05 ‘06 ‘07 ‘08 ‘09 4.000 8.000 12.000 16.000 20.000 24.000 21.192 21.062 21.631 22.408 22.909 ‘05 ‘06 ‘07 ‘08 ‘09

JUMLAH KANTOR CABANG
909 924 956 1.027 1.095 500 600 700 800 900 1.000

JUMLAH ATM
‘05 ‘06 ‘07 ‘08 ‘09 1.000 2.000 3.000 4.000 5.000 6.000 2.560 2.800 3.186 4.120 4.996 ‘05 ‘06 ‘07 ‘08 ‘09

JUMLAH ATM - LINK
6.025 6.265 7.051 7.851 12.666 4.000 6.000 8.000 10.000 12.000 14.000

JUMLAH REKENING DANA PIHAK KETIGA PER 31 DESEMBER
‘05 ‘06 ‘07 ‘08 ‘09 2 4 6 8 10 12 5.425.825 6.067.727 7.608.434 8.831.807 10.104.159 (juta)

CATATAN : 1) 2) 3) 4) 5) Termasuk keuntungan/kerugian dari kenaikan nilai dan penjualan surat-surat berharga dan Obligasi Pemerintah. Pendapatan bunga bersih + Pendapatan selain bunga. Beban umum dan administrasi + Beban gaji & tunjangan pegawai. Termasuk pendapatan yang ditangguhkan atas kredit yang dibeli dari BPPN. Laba sebelum taksiran pajak penghasilan dan hak minoritas dibagi dengan rata-rata saldo triwulanan jumlah aktiva pada tahun yang bersangkutan. Laba bersih dibagi rata-rata saldo triwulanan jumlah ekuitas pada tahun yang bersangkutan. Beban overhead dibagi Pendapatan operasional tidak termasuk keuntungan dari kenaikan nilai dan penjualan surat-surat berharga dan Obligasi Pemerintah. 8) Perhitungan rasio kecukupan modal inti (Tier I Capital Ratio) dan rasio kecukupan modal (CAR) berdasarkan angka bank saja. 9) CAR dengan risiko kredit. 10) Ikhtisar keuangan tahun 2009, 2008, 2007, 2006, dan 2005 diatas, diambil dan/atau dihitung dari laporan keuangan konsolidasian PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. dan Anak Perusahaan. Laporan keuangan konsolidasian pada tanggal dan tahun yang berakhir 31 Desember 2009 telah di audit oleh Kantor 7) Akuntan Publik Haryanto Sahari & Rekan, a member firm of PricewaterhouseCoopers Global Network. Laporan keuangan konsolidasian pada tanggal dan untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2008, 2007 dan 2006 telah di audit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sarwoko & Sandjaja, anggota Ernst & Young Global; laporan keuangan konsoliadasian pada tanggal dan untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2005 di audit oleh Preasetio, Sarwoko & Sandjaja, anggota Ernst & Young Global. Untuk tujuan perbandingan, beberapa informasi keuangan untuk tahun 2008 dan 2007 telah direklasifikasi agar sesuai dengan penyajian informasi keuangan tahun 2009.

6)

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

10

SAMBUTAN KOMISARIS UTAMA

EDWIN GERUNGAN
Komisaris Utama dan Komisaris Independen

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

SAMBUTAN KOMISARIS UTAMA

11

Dewan Komisaris senantiasa melanjutkan upaya untuk meningkatkan kualitas pengawasan dalam rangka mempertahankan dan memperbaiki kualitas layanan Bank, dengan menyediakan tata kelola korporasi yang baik (good corporate governance)

KEPADA PARA STAKEHOLDERS, PEMEGANG SAHAM SERTA MASYARAKAT, Tahun 2009 yang merupakan tahun kedua dari fase Outperform the Market Bank Mandiri telah berhasil diselesaikan dengan baik. Pencapaian tersebut tak lepas dari upaya dan komitmen seluruh jajaran Manajemen dan Pegawai Bank Mandiri untuk menjadikan Bank Mandiri sebagai The Indonesia’s Most Admired and Progressive Financial Institution. Sejak triwulan pertama dan kedua di tahun 2009, krisis keuangan global terus berdampak terhadap perekonomian Indonesia. Hal ini menyebabkan perlambatan pada pertumbuhan kredit dan likuiditas, baik dalam Rupiah maupun Dollar AS. Namun, dengan berbekal pengalaman dan rangkaian inisiatif yang telah kami lakukan di tahun sebelumnya serta ditambah dengan pemahaman yang mendalam terhadap kondisi pasar ke depan menjadi kunci keberhasilan yang membantu kami dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut. Di tahun 2009 kami bersyukur Bank Mandiri berhasil memperoleh beberapa pencapaian penting (milestones). Bank Mandiri membukukan laba bersih sebesar Rp. 7,2 triliun, meningkat sebesar 34,7% dari Rp. 5,3 triliun di

tahun 2008. Angka ini merupakan laba bersih tertinggi dalam 11 (sebelas) tahun terakhir sejak Bank Mandiri berdiri dan pencatatan laba bersih tersebut terjadi dalam dua tahun berturut-turut. Pencapaian ini juga diikuti oleh perbaikan pada indikatorindikator penting lainnya termasuk pertumbuhan pada fee-based income, kredit dan dana pihak ketiga. Bank Mandiri juga mencatat peningkatan rasio-rasio utama seperti rasio imbal hasil rata-rata ekuitas (ROE) yang mencapai 22,1%, rasio imbal hasil rata-rata aktiva (ROA) yang telah mencapai 3%, dan efisiensi biaya, dimana biaya mengalami penurunan sebesar 40,2%. Bersamaan dengan pengembangan bisnis, Bank Mandiri tetap fokus terhadap peningkatan kualitas aset selama tahun 2009, yang menghasilkan tingkat NPL gross dan net masing-masing menjadi 2,8% dan 0,4%. Pada saat yang sama, kami juga terus fokus pada pengembangan pembiayaan segmen ritel dan berusaha mencapai efisiensi di berbagai aspek operasional. Perlu kita catat bahwa perbaikan kinerja yang berkesinambungan tersebut tercapai di tengah-tengah kondisi makro ekonomi global yang masih dipenuhi ketidak-pastian. Disiplin dalam pengelolaan likuiditas dengan terus menurunkan pembiayaan dengan mata uang asing di tahun

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

12

SAMBUTAN KOMISARIS UTAMA

2009, pengembangan bisnis yang terarah dan fokus pada sektor-sektor yang tahan krisis serta nasabahnasabah yang terbaik di masingmasing sektor dan wilayah geografis, memungkinkan kami untuk terus memperbaiki kinerja di saat-saat yang cukup sulit seperti yang baru kita lalui di tahun 2009. Dewan Komisaris senantiasa melanjutkan upaya untuk meningkatkan kualitas pengawasan dalam rangka mempertahankan dan memperbaiki kualitas layanan Bank, dengan menyediakan tata kelola korporasi yang baik (good corporate governance) melalui empat komite utama:Komite Audit, Komite Pemantau Risiko, Komite Remunerasi & Nominasi, Komite Good Corporate Governance. Keempat Komite ini merupakan sarana bagi kami untuk menjalankan fungsi pengawasan terhadap seluruh aktivitas Bank, serta untuk memastikan bahwa prinsip-prinsip tata kelola korporasi yang baik selalu menjadi hal utama dalam penyelenggaraan kegiatan harian Bank. Fungsi Komite Audit adalah memastikan seluruh transaksi dijalankan sesuai dengan prosedur dan peraturan-peraturan terkait. Fungsi pengelolaan dari Komite Kebijakan Risiko adalah memastikan bahwa Bank memiliki likuiditas yang memadai baik dalam Rupiah maupun Dollar AS terkait dengan adanya ketidakpastian di dalam pasar sebagai akibat dari krisis global, terutama pada semester pertama tahun 2009. Pada tahun 2009, Komite Nominasi dan Remunerasi, dengan fokus spesifik pada sumber daya manusia menciptakan sebuah

sistem remunerasi yang baru yaitu menetapkan tantiem dan gaji Direksi berdasarkan prestasi. Pada periode sebelumnya belum dapat dilakukan pembedaan sistem remunerasi seperti yang baru kami laksanakan. Pada saat ini juga, persentase kenaikan gaji anggota direksi ditetapkan berdasarkan kinerja masing-masing. Hal ini merupakan pertama kalinya metode ini diterapkan pada bank milik pemerintah. Pendekatan baru terhadap sistem remunerasi ini juga mendapatkan dukungan positif dari pemegang saham dan Pemerintah sebagai pemegang saham mayoritas. Memasuki tahun 2010 terdapat beberapa tantangan yang harus kami hadapi diantaranya kondisi pasar internasional yang masih belum pulih sepenuhnya karena adanya berbagai masalah yang harus dihadapi oleh negara-negara Eropa, seperti Yunani, Spanyol dan Portugal dan kami akan terus memantau perekonomian global berikut fase pemulihannya. Persaingan dalam industri perbankan nasional juga semakin meningkat. Sementara itu, komitmen untuk menjadikan Bank Mandiri sebagai lembaga keuangan Indonesia yang paling dikagumi dan selalu progresif mendorong kami untuk terus bertransformasi dengan melakukan revitalisasi visi dan misi perusahaan. Dalam 5 (lima) tahun mendatang, kami akan berupaya untuk lebih fokus pada pengembangan di 3 (tiga) area; transactional banking di segmen wholesale, menjadi nomor 1 (satu) di pembayaran ritel dan memimpin di segmen pembiayaan ritel. Secara keseluruhan, Dewan Komisaris akan terus men-supervisi kebijakankebijakan Bank secara seksama dan

memperkuat implementasi dari performance based culture untuk memastikan peningkatan produktivitas yang lebih baik dalam dalam rangka optimalisasi nilai saham bagi para pemegang saham. Berbagai tantangan akan terus berlanjut, namun dengan dukungan dan dedikasi dari tim kami yang sangat baik, kami akan mencapai misi kami untuk menjadi lembaga keuangan Indonesia yang paling dikagumi & selalu progresif. Akhir kata, atas nama Dewan Komisaris, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh stakeholder dan nasabah Bank Mandiri atas dukungan dan kepercayaannya yang telah diberikan selama ini.

EDWIN GERUNGAN Komisaris Utama dan Komisaris Independen

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

DEWAN KOMISARIS

13

4.

1.

6.

5.

2.

3.

1. Edwin Gerungan
Komisaris Utama & Komisaris Independen

4. Soedarjono
Komisaris Independen

2. Muchayat
Wakil Komisaris Utama

5. Pradjoto
Komisaris Independen

3. Mahmuddin Yasin
Komisaris

6. Gunarni Soeworo
Komisaris Independen

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

14

DEWAN KOMISARIS

NAMA DAN JABATAN

BIOGRAFI
Lahir pada tahun 1948. Menyelesaikan pendidikan dan memperoleh gelar sarjana dari Principia College, Illinois pada bulan Juni 1972 dan bergabung dengan Citibank N.A. bulan Agustus 1972. Puncak karier beliau selama 25 tahun di Citibank pada saat menduduki posisi jabatan Head of Treasury and Financial Markets. Bergabung dengan Atlantic Richfield tahun 1997, sebagai Senior Advisor. Tahun 1999, beliau kembali berkarier di dunia perbankan dan bergabung dengan Bank Mandiri menduduki posisi Executive Vice President – Treasury & International.

Edwin Gerungan
Komisaris Utama Dan Komisaris Independen

Tahun 2000 sampai tahun 2001, beliau bekerja sebagai Kepala BPPN yang membawahi bidang restrukturisasi perusahaan, perbankan dan program penjaminan serta asset disposals. Tahun 2002 beliau ditunjuk menjadi Komisaris Bank Central Asia. Kemudian beliau juga menjabat sebagai Komisaris Bank Danamon pada kurun waktu September 2003 sampai dengan Mei 2005. Pada bulan Mei 2005, beliau ditunjuk menjadi Komisaris Utama Bank Mandiri. Pada bulan Oktober 2007, beliau ditunjuk sebagai Direktur Utama BHP Billiton Indonesia.

Lahir pada tahun 1950. Menyelesaikan pendidikan Sarjana Teknik Kimia dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya tahun 1978, memperoleh gelar Master tahun 1983, dan Certificate Industrial Management dari Institut National Polytechnique de Lorraine (INPL) di Nancy, Perancis tahun 1984. Beliau memulai karier sebagai Pengajar (Dosen) di Fakultas Teknik Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya tahun 1979. Tahun 1982, beliau ditunjuk sebagai Wakil Ketua Jurusan Fakultas Teknik Kimia sampai dengan tahun 1984.

Muchayat
Wakil Komisaris Utama

Dari tahun 1990 sampai tahun 1996, beliau menjabat Komisaris Utama PT. Surabaya Artha Selaras Securitas di Surabaya. Tahun 1996 beliau menduduki posisi Komisaris PT. IEF Consultan, kemudian menjadi Koordinator Pencatatan Efek (Listing Committee) Bursa Efek Surabaya (BES). Tahun 1998 sampai tahun 1999, beliau menjabat sebagai anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR – RI). Tahun 2001 beliau terpilih sebagai Wakil Ketua KPKPN untuk masa jabatan tiga tahun. Beliau menduduki posisi sebagai Komisaris Utama Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera 1912 pada tahun 2003. Pada bulan Mei 2005, beliau ditunjuk menjadi Komisaris Bank Mandiri. Jabatan profesional lainnya meliputi Wakil Ketua KADIN tahun 2004 dan Ketua Ikatan Konsultan nasional Indonesia dari tahun 1997 sampai dengan tahun 2002.

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

DEWAN KOMISARIS

15

NAMA DAN JABATAN

BIOGRAFI
Lahir pada tahun 1954. Menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi dari Universitas Krisnadwipayana Jakarta pada tahun 1982 dan memperoleh gelar Master of Business Administration dari Washington University St Louis USA pada tahun 1986. Pada tahun 2000 beliau menjabat sebagai Deputi Ketua BPPN (Badan Penyehatan Perbankan Nasional) sampai dengan tahun 2001. Pada tahun 2004 sampai dengan bulan Mei 2008 beliau menduduki posisi sebagai Komisaris Utama PT. Pupuk Sriwidjaja. Tahun 2005 beliau ditunjuk sebagai Komisaris Utama PT. Socfin Indonesia selama kurun waktu 2 tahun sampai dengan tahun 2007. Pada tahun 2007 beliau menjabat Komisaris PT. Telekomunikasi Indonesia dan pada bulan Oktober 2008 beliau ditunjuk sebagai Komisaris di Bank Mandiri Pada tahun 1995 mengikuti Training Securities di Merrill Lynch New York dan Indonesia Executive Program di General Electric, Crotonville New York. Memperoleh pelatihan khusus Advanced Management Training dari Oregon University pada tahun 1996.

Mahmuddin Yasin
Komisaris

Lahir pada tahun 1939. Menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi Jurusan Akuntansi dari Universitas Indonesia tahun 1965 dan memulai karier sebagai Akuntan di kantor Akuntan Negara Yogyakarta tahun 1966. Beliau tetap berkarier di Kantor Akuntan Negara setelah berganti nama menjadi Badan Pengawas Keuangan Pembangunan (BPKP), dan menjadi Deputi Kepala pada periode tahun 1989 sampai dengan 1991. Pada tahun 1993 ditunjuk sebagai Kepala BPKP dan menjabat selama 6 tahun. Beliau juga Kepala Bapeksta untuk Fasilitas Ekspor di Departemen Keuangan dari tahun 1991 sampai dengan tahun 1993. Tahun 1998 sampai 2003 beliau menjabat sebagai Komisaris Bank Mandiri, juga menjabat Ketua Komite Audit. Beliau menjabat Komisaris Utama Bank Danamon dari tahun 2001 sampai dengan tahun 2002, juga menjabat Ketua Tim Pengawas Bank International Indonesia dari tahun 2002 sampai tahun 2003. Sejak tahun 2004, beliau menjabat Komisaris Utama PT. Danareksa (Persero), dan ditunjuk kembali menjadi Komisaris Bank Mandiri pada bulan Mei 2005. Beliau juga pernah memegang posisi penting di berbagai organisasi profesi lainnya termasuk sebagai Ketua Ikatan Akuntan Indonesia dari tahun 1994 sampai dengan tahun 1998.

Soedarjono
Komisaris Independen

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

16

DEWAN KOMISARIS

NAMA DAN JABATAN

BIOGRAFI
Lahir pada tahun 1953. Menyelesaikan pendidikan Sarjana Hukum dari Universitas Indonesia tahun 1981 dan berkarier di PT. Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) selama dua belas tahun, kemudian melanjutkan pendidikan Master di Faculty of Economy Universitas Kyoto Jepang tahun 1994. Tahun 1994, bergabung dengan Kantor Konsultan Hukum Pradjoto & Associates, hingga mencapai posisi Senior Partner. Dari tahun 1999 sampai dengan tahun 2001, menjadi tenaga pengajar pada Program Magister Manajemen Universitas Atmajaya, Jogjakarta. Tahun 2000, terpilih menjadi anggota Komisi Hukum Nasional Republik Indonesia, dimana beliau menjadi Tim Perumus Perubahan UU Kepailitan. Beliau juga adalah anggota Komisi Ombudsman Nasional dan Komite Ombudsman BPPN. Tahun 2001, menjadi anggota Tim Gabungan Tindak Pidana Korupsi (TGTPK), Ketua Ombudsman BPPN dan anggota Oversight Committee BPPN. Tahun 2003 dan 2004, menjadi anggota Tim Independen Divestasi Bank Danamon dan Bank Permata serta anggota Tim Panel Arsitektur Perbankan Indonesia (API). Pada tahun 2005, ditunjuk sebagai tenaga ahli Kejaksaan Agung RI dan sekaligus anggota Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi). Pada periode tahun 2002 sampai dengan bulan September 2006 beliau menjabat sebagai Komisaris di Bank International Indonesia kemudian mengundurkan diri untuk melanjutkan tugas menjadi Komisaris di Bank Mandiri. Pada bulan Mei 2005 ditetapkan menjadi Komisaris Independen di Bank Mandiri. Pada tahun 2005 ditunjuk sebagai Penasehat Dewan Gubernur BI.

Pradjoto
Komisaris Independen

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

DEWAN KOMISARIS

17

NAMA DAN JABATAN

BIOGRAFI
Lahir pada tahun 1943. Menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi dari Universitas Padjajaran, Bandung tahun 1968 dan bekerja pada PT. Unilever di bidang penjualan pada tahun yang sama. Bergabung dengan Citibank NA, Jakarta tahun 1970 dan menduduki posisi Credit Department Head sebelum ditugaskan ke New York tahun 1976. Beliau kembali ke Jakarta tahun 1978 menduduki posisi Division Head of Corporate Banking Group.

Gunarni Soeworo
Komisaris Independen

Tahun 1987, beliau bergabung dengan Bank Niaga, Jakarta sebagai Senior Vice President and Group Head, Marketing & Credit. Dipromosikan sebagai Direktur Bank Niaga membawahi Marketing and Credit Directorate pada tahun 1989, dan ditunjuk sebagai Direktur Utama sejak tahun 1994 selama jangka waktu 5 tahun. Tahun 1999 sampai dengan tahun 2007, beliau ditunjuk sebagai Wakil Komisaris Utama Bank Niaga, dan pada bulan Mei 2005 ditunjuk sebagai Komisaris Independen Bank Mandiri. Beliau merupakan anggota Dewan Ekonomi Nasional pada masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid dan Komite Pengawas BPPN (Oversight Committee). Terpilih sebagai Ketua Perbanas sejak tahun 1999 sampai tahun 2003. Tahun 1999 sampai dengan tahun 2004, beliau menjabat Wakil Ketua Komite Nasional Good Corporate Governance. Saat ini beliau juga menjabat anggota Dewan Penasehat Institut Bankir Indonesia dan Perbanas. Beliau juga terpilih sebagai Wakil Ketua IRPA (Indonesian Risk Professional Association).

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

18

SAMBUTAN DIREKTUR UTAMA

AGUS MARTOWARDOJO
Direktur Utama

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

SAMBUTAN DIREKTUR UTAMA

19

Kami akan meneruskan prestasi yang telah kami capai di tahun 2009 untuk mewujudkan pertumbuhan yang berkesinambungan dan berimbang dalam lima tahun ke depan. Kami akan mewujudkan visi kami untuk menjadi lembaga keuangan Indonesia yang paling dikagumi dan selalu progresif di mata para nasabah, masyarakat dan pemegang saham
PEMEGANG SAHAM YANG TERHORMAT, Tahun 2009 menandai berakhirnya tahap pertama transformasi Bank Mandiri yang telah dimulai sejak tahun 2005. Tahun 2009 juga merupakan tahun kedua fase “Outperform the Market”, dimana Bank Mandiri berhasil mengukir sejumlah prestasi baru, meskipun Bank Mandiri harus menghadapi situasi yang penuh ketidakpastian sebagai akibat dari krisis ekonomi global. Kami terus fokus untuk bisa menjalankan strategi utama kami untuk dapat melampaui berbagai milestone keuangan maupun non keuangan. Sasaran bisnis kami tahap pertama pada periode transformasi sejak tahun 2005 hingga 2009 adalah untuk menjadi “Dominant Multi Specialist Bank” di Indonesia. Kami berhasil mencapai tujuan tersebut dengan mencatat pertumbuhan di berbagai strategic business unit (SBU) kami, yaitu Corporate Banking, Commercial Banking, Micro and Retail Banking, Consumer Finance serta Treasury and International Banking serta target kapitalisasi pasar yang kami canangkan di awal transformasi. Direktorat Special Asset Management kami bekerja sangat baik dengan keberhasilannya meningkatkan kualitas aset secara signifikan dan menurunkan tingkat kredit bermasalah (NPL). Kami juga dapat memperluas jaringan distribusi di semua segmen dan terus melakukan investasi di bidang sumber daya manusia, manajemen risiko dan platform teknologi untuk mendukung ekspansi usaha. Kami juga meningkatkan sinergi antara berbagai SBU dan anak perusahaan untuk memberikan manfaat bagi para nasabah. Hasil dari tahap pertama transformasi sangatlah nyata ditunjukkan pada kinerja operasional dan keuangan kami. Laba bersih kami di tahun 2009 mencapai Rp 7,2 triliun dibandingkan dengan Rp 603 miliar di tahun 2005 atau meningkat hampir 12x dalam 4 tahun. ROE mencapai 22,1% pada tahun 2009 dibandingkan dengan tahun 2005 yang hanya 2,5%. Fee-based income mencapai Rp 5,7 triliun pada tahun 2009 dibandingkan dengan Rp 2,5 triliun di tahun 2005. Pada penghujung tahun 2009 Bank Mandiri mampu melampaui milestone utama menjadi Dominant Multi Specialist Bank, yaitu mencapai market capitalization sebesar Rp 100 triliun atau meningkat 3 kali dibandingkan dengan pada bulan Mei 2005 ketika kami memulai perjalanan transformasi kami. Di tahun 2010, kami akan memulai tahap kedua dari transformasi kami dengan melakukan revitalisasi atas visi kami yaitu untuk menjadi lembaga keuangan Indonesia yang

Lanjut ke halaman 24

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

20

SAMBUTAN DIREKTUR UTAMA

PERKEMBANGAN EKONOMI MAKRO 2009

Prospek dan Tantangan Pemulihan Ekonomi Global. Kondisi perekonomian global terus mengalami pemulihan di semester kedua tahun 2009. Hal ini tidak terlepas dari dukungan optimal pemerintah di berbagai negara. Paket stimulasi fiskal dan moneter bernilai triliunan USD sukses mengangkat perekonomian dunia dari dasar krisisnya. Merespon perkembangan kebijakan yang sangat agresif ini, aktivitas pasar keuangan juga terlihat membaik. Indeks saham di berbagai belahan dunia meningkat antara 30% hingga 60% dari bottom yang terjadi pada periode Oktober 2008 - Maret 2009. Peningkatan terjadi khususnya pada negara-negara berkembang yang menunjukkan daya tahan terhadap krisis seperti Cina, India dan ASEAN. Prospek perekonomian terus mengalami revisi positif. IMF pada bulan Januari 2010 memperkirakan kontraksi perekonomian global tahun 2009 terjadi sebesar -0.8% lebih kecil daripada proyeksi di bulan Juni 2009 sebesar -1.4%. Untuk tahun 2010, IMF memperkirakan ekonomi dapat tumbuh sebesar 3.9% naik dari proyeksi sebelumnya di 2.5%. Negaranegara maju diperkirakan masih akan mempertahankan kebijakan ekonomi yang longgar untuk mendukung pemulihan ekonomi. Meskipun kondisi ekonomi global pada tahun 2010 diperkirakan lebih baik dari 2009, namun diperkirakan terdapat tiga risiko utama yang berdampak negatif terhadap pemulihan. Pertama adalah risiko likuiditas, negara-negara maju umumnya masih akan menerapkan kebijakan yang longgar yang berimplikasi

PRODUK DOMESTIK BRUTO
Impor Ekspor Pembentukan Modal Tetap Bruto Konsumsi Pemerintah Konsumsi Rumah Tangga 709 833 932 1,032 510 493 196 169 1,249 1,191

200 2009

400 2008

600

800

1,000

1,200

1,400

BI RATE DAN INFLASI
Q109 7.75 7.92 7 3.56 6.5 2.83 6.5 2.78

Q209

Q309

Q409

1.5 BI Rate (%)

3

4.5 Inflasi, YoY (%)

6

7.5

9

11.5

CADANGAN DEVISA DAN NILAI TUKAR
Q109 54.8 11.555 57.6 10.208 62.3 9.663 66.1 9.390

Q209

Q309

Q409

10

20

30

40

50

60

70

Cadangan Devisa (USD miliar)

Nilai Tukar Rp/ USD (Rp. Ribu)

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

SAMBUTAN DIREKTUR UTAMA

21

kepada kondisi likuiditas yang tinggi. Disisi lain, penyerapan likuiditas ini oleh sektor riil masih belum optimal karena daya beli masyarakat dan prospek bisnis belum kembali normal. Dalam situasi ini bahaya inflasi dan asset bubble akan meningkat yang pada gilirannya dapat menimbulkan potensi krisis baru. Kedua adalah kerentanan fiskal, untuk menanggulangi krisis global yang terjadi pada periode 2008-2009 banyak negara memberikan stimulus fiskal dalam jumlah yang masif. Dengan demikian saat ini, banyak negara-negara tersebut yang memiliki daya tahan fiskal yang rendah yang ditunjukkan oleh tingginya rasio defisit fiskal maupun rasio hutang publik terhadap pendapatan domestik bruto. Beberapa lembaga pemeringkat seperti S&P, Moodys dan Fitch telah menurunkan rating atau credit outlook dari Yunani, Spanyol, Portugal dan Jepang akibat prospek fiskal yang negatif ini. Risiko perekonomian global terakhir adalah penarikan stimulasi ekonomi (exit strategy) yang kurang cermat (ill-timing atau terlalu drastis). Kondisi ekonomi global meskipun telah pulih namun masih belum berada pada tingkat yang normal. Tingkat pengangguran di beberapa negara masih berada pada kisaran 8% s/d 10%. Tingginya tingkat pengangguran menyebabkan daya beli masyarakat menjadi lemah sehingga mengurangi motivasi perusahaan untuk ekspansi produksi. Disamping itu sektor perbankan juga belum dapat melaksanakan fungsi intermediasi secara baik karena keterbatasan modal dan sikap membatasi risiko (risk averse). Dengan demikian jika penarikan stimulasi ekonomi tidak dilakukan secara baik maka confidence pelaku ekonomi

dapat terguncang sehingga proses pemulihan akan terhambat. Kinerja Perekonomian Indonesia di Tengah Krisis. Dampak krisis global juga dialami oleh Indonesia. Pertumbuhan ekonomi turun dari 6.1% pada tahun 2008 menjadi 4.5% pada 2009. Perdagangan luar negeri mengalami kontraksi sebesar 9,7% dan investasi swasta hanya tumbuh sebesar 3.3% (jauh dibawah tahun 2008, yang mencapai 11.7%). Konsumsi domestik dapat bertahan untuk tetap tumbuh di 4.5%, terutama karena adanya aktivitas Politik (Pemilu dan Pilpres). Kinerja ini cukup bagus mengingat negara-negara lain umumnya mengalami kontraksi. Daya tahan ekonomi Indonesia terhadap krisis cukup tinggi. Hal ini disebabkan relatif rendahnya keterkaitan dengan luar negeri. Sebagai suatu ukuran, rasio Ekspor Indonesia terhadap GDP tahun 2008 hanya sebesar 27%. Fundamental ekonomi lainnya juga cukup solid, rasio utang luar negeri terhadap GDP tahun 2009 hanya sebesar 31.5% sedangkan rasio defisit fiskal adalah konservatif disekitar 1,6%. Indikator ekonomi yang sangat baik ini memberikan keyakinan bagi para investor dan menghindari adanya gejolak pasar. Disamping itu, pemerintah juga memberikan stimulus fiskal senilai Rp71.3 Triliun dalam bentuk insentif produksi, perdagangan, keringanan pajak dan pengeluaran proyek. Hal ini sangat membantu untuk mengurangi dampak krisis dengan menstimulasi permintaan dalam negeri. Penguatan Nilai Tukar Rupiah. Pada 4Q08 hingga 1Q09 terdapat aliran dana keluar (capital outflow) yang

menyebabkan tekanan pada nilai tukar. Rupiah sempat diperdagangkan pada kisaran Rp12.000/USD pada bulan November 2008, posisi terlemah sejak tahun 1998. Sejalan dengan pulihnya psikologi pasar global, sejak kuartal kedua aliran dana asing masuk ke Indonesia dan menyebabkan Rupiah terus menguat mencapai Rp9.390/USD pada akhir tahun 2009. Arus dana asing ini telah menyebabkan neraca pembayaran mengalami surplus. Pada tahun 2009, dana asing yang masuk tercatat sebesar USD10.1 milyar. Aliran dana juga telah meningkatkan cadangan devisa yang mencapai USD66 Milyar di tahun 2009 dari USD52 Milyar di tahun 2008. Surplus neraca pembayaran diperkirakan akan bertahan hingga tahun 2010, mengingat instrumen investasi Indonesia masih memiliki daya tarik. Tekanan Inflasi Masih Rendah. Sejalan dengan melemahnya daya beli akibat krisis, maka tekanan harga dari sisi permintaan juga menurun. Tingkat inflasi tahun 2009 hanya mencapai 2.78% jauh di bawah inflasi tahun 2008 yang mencapai 11.06%. Tingkat inflasi ini juga berada di bawah ekspektasi dan target BI yakni 4%. Selain dampak resesi ekonomi dunia, rendahnya tingkat inflasi di tahun 2009 juga bersumber dari (1) turunnya harga komoditas, (2) apresiasi nilai tukar rupiah dan (3) harga pangan yang stabil. Tingkat Bunga Acuan Berada Pada Level Yang Rendah. Upaya untuk menanggulangi dampak krisis juga dilakukan melalui kebijakan moneter. Sejak Desember 2008, BI terus

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

22

SAMBUTAN DIREKTUR UTAMA

PERKEMBANGAN EKONOMI MAKRO 2009

menurunkan suku bunga acuan (BI rate) dari sekitar 9.25% hingga mencapai 6.50% di bulan Juli 2009. Suku bunga acuan dipertahankan pada tingkat yang rendah yaitu 6.50% hingga saat ini. Bank Indonesia menempuh kebijakan longgar karena tingkat inflasi yang rendah dan nilai tukar yang cenderung menguat (dan stabil). Disamping itu, sikap kebijakan moneter negara maju yang juga longgar turut memberikan ruang bagi BI untuk menahan suku bunga pada tingkat yang rendah. Kinerja Perbankan Indonesia. Realisasi kredit turun secara signifikan. Pada tahun 2008, kredit masih tumbuh sebesar 30.5% YoY sedangkan pada tahun 2009 hanya tumbuh sebesar 10.7%. Rendahnya pertumbuhan kredit ini disebabkan berbagai faktor baik dari sisi permintaan maupun penawaran. Sebagai respon krisis, perbankan melakukan pengetatan terhadap standar kredit dan memilih untuk menaruh dana pada instrumen likuid, seperti Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan Surat Utang Negara (SUN). Pada akhir tahun 2009, posisi bank di SBI mencapai Rp286 Triliun dan Rp257 Triliun di SUN. Realisasi kredit juga rendah akibat lemahnya permintaan. Fasilitas kredit yang disetujui tetapi tidak digunakan (undisbursed loan) meningkat dari Rp248 triliun (Desember 2008) ke Rp324 triliun (Desember 2009). Sikap lebih berhati-hati juga terlihat dari indikator perbankan lainnya. Loan to Deposit Ratio (LDR) memiliki tendensi menurun. Pada akhir tahun 2008, posisi LDR perbankan nasional berada pada 74.6% sedangkan di akhir tahun 2009 indikator ini telah turun ke 73.9%. Perbankan juga terlihat mengurangi

DANA PIHAK KETIGA NASIONAL
Q109 310 1,476 291 1,532 304 1,554 316 1,657

Q209

Q309

Q409

250

500

750

1,000

1,250

1,500

1,750

Dana Valas (Rp. Triliun)

Dana Rupiah (Rp. Triliun)

PENYALURAN KREDIT NASIONAL
Q109 244 1060 215 1120 200 1166 209 1438

Q209

Q309

Q409

250

500

750

1,000

1,250

1,500

1,750

Kredit Valas (Rp. Triliun)

Kredit Rupiah (Rp. Triliun)

NPL (%)
Q109 3.93

Q209

3.94

Q309

3.80

Q409

3.31

1

2

3

4

5

6

7

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

SAMBUTAN DIREKTUR UTAMA

23

eksposure terhadap risiko valuta asing. LDR valas telah turun dari 86.64% (Desember 2008) ke 66.1% (Desember 2009). Kencederungan pengurangan eksposure khsusnya terlihat pada kategori bank swasta devisa nasional dan bank asing (foreign dan joint venture). Sepanjang tahun 2009, perbankan dapat mempertahankan kualitas kredit. Non Performing Loan (NPL) dapat dijaga pada kisaran 4%. Dengan tingkat kualitas kredit yang tinggi maka perbankan Indonesia dapat menjaga modalnya secara memadai. Capital Adequacy Ratio (CAR) perbankan nasional per Desember 2009 masih berada di 17.4% jauh diatas tingkat yang disyaratkan BI, yakni 8%. CAR yang tinggi memberikan kemampuan kepada bank untuk melakukan ekspansi kredit. Perkiraan Kinerja Makro Ekonomi Indonesia di 2010. Pemulihan ekonomi Indonesia diprediksi akan berlanjut di tahun 2010. Perekonomian diperkirakan mengalami ekspansi sebesar 5.2%-5.5% ditopang oleh kenaikan ekspor dan investasi swasta. Tahun ini, ekspor diperkirakan tumbuh sebesar 8.2% membaik dari kondisi kontraksi sebesar 12.6% tahun 2009. Sedangkan investasi swasta (gross fixed capital formation) dapat tumbuh sebesar 7.7% meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan angka tahun 2009 sebesar 3.6%. Konsumsi sektor swasta diperkirakan stabil pada 5.4% sedangkan belanja negara diprediksi menurun pada level 6.0% (dari 11.2%). Turunnya belanja negara disebabkan oleh selesainya program stimulus fiskal. Tingkat inflasi di tahun 2010 diprediksi cukup terkendali pada kisaran 6.2%.

Diperkirakan inflasi akan lebih rendah dari ekspektasi. Hal ini terjadi karena pemerintah tengah mengusulkan penambahan pos subsidi untuk administered price seperti BBM, listrik, transportasi dan gas. Jika disetujui maka harga komoditas tersebut akan stabil dan mengurangi tekanan terhadap tingkat harga. Disamping itu, nilai tukar yang diperkirakan terus menguat akan mengurangi besaran inflasi, khususnya dari sisi supply. Dengan prospek tingkat inflasi yang rendah, maka Bank Indonesia (BI) memiliki ruang untuk mempertahankan suku bunga pada tingkat yang akomodatif seperti saat ini di 6.5%. Kedepan dengan tingkat inflasi yang cenderung meningkat dan juga sejalan dengan siklus pemulihan global maka BI diperkirakan akan melakukan pengetatan moneter. Kenaikan BI rate diperkirakan terjadi pada akhir kuartal kedua hingga kuartal ketiga, serta berlangsung secara terukur hingga mencapai 7.25% diakhir tahun 2010. Nilai tukar juga diperkirakan mengalami penguatan. Indonesia sebagai wilayah dengan prospek ekonomi positif diperkirakan akan banyak menarik dana-dana asing. Menurut data Institute International Finance, dana asing yang masuk ke wilayah Asia dapat mencapai USD273 milyar di tahun 2010, meningkat 43% dari tahun 2009. Di sisi lain, neraca perdagangan Indonesia diperkirakan juga masih mencatat surplus sebesar USD1.79 milyar. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa supply USD akan relatif lebih banyak daripada demand nya. Hal ini membantu posisi Rupiah untuk menguat. Untuk tahun 2010, rupiah diprediksi mengalami apresiasi hingga Rp8.927/USD di akhir tahun.

Kondisi perbankan Indonesia saat ini berbeda dengan kebanyakan kondisi perbankan negara maju yang mengalami kenaikan NPL dan penurunan modal. Kondisi perbankan yang relatif kuat ini memberikan kemampuan untuk melakukan ekspansi di tahun 2010. Pertumbuhan kredit 2010 diperkirakan meningkat menjadi 20-25% terutama dipicu oleh pemulihan optimisme pelaku bisnis. Perbankan Indonesia mampu mengakomodasi pertumbuhan kredit ini karena rendahnya beban penghapusan kredit dan relatif tingginya permodalan.

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

24

SAMBUTAN DIREKTUR UTAMA

paling dikagumi dan selalu progresif. Kami akan meneruskan perjalanan transformasi yang telah kami capai di tahun 2009 untuk mewujudkan pertumbuhan yang berkesinambungan dan berimbang dalam lima tahun ke depan. Untuk merealisasikan visi tersebut Bank Mandiri akan terus membangun hubungan yang mendalam dengan para nasabah kami, baik bisnis maupun individual. Bersama dengan bertumbuhnya para nasabah kami, kami akan tumbuh bersama dengan Indonesia. Kami sepenuhnya menyadari harapan para pemegang saham yang terus meningkat dan industri yang semakin kompetitif. Bank Mandiri akan terus berupaya meningkatkan keunggulan bisnis dan operasionalnya, meningkatkan dan memperbaiki infrastruktur, memperkuat platform tata kelola, dan melakukan investasi sumber daya manusia untuk mewujudkan visi kami dalam lima tahun ke depan. Kami berharap bahwa menjadi lembaga keuangan yang dikagumi, kami akan dikenal karena kinerja kami yang berkesinambungan, SDM kami yang berkualitas serta kerja keras dan kerjasama kami. MAKROEKONOMI DAN PERKEMBANGAN PERBANKAN INDONESIA DI TAHUN 2009 Sebagai bank terbesar di Indonesia, Bank Mandiri memainkan peran penting dalam ekonomi dan industri perbankan nasional. Krisis ekonomi global, yang awalnya berasal dari runtuhnya industri kepemilikan properti di Amerika Serikat, mulai mempengaruhi kepercayaan komunitas bisnis di Indonesia pada awal tahun 2009. Efek dari krisis global tersebut secara khusus dirasakan dengan terjadinya

pengetatan likuiditas yang sangat cepat di sektor perbankan pada awal tahun 2009. Otoritas moneter dan fiskal Indonesia bertindak cepat untuk mencegah dampak potensial akibat pengetatan likuiditas dan kekhawatiran para investor. Langkahlangkah kebijakan fiskal dan moneter yang terintegrasi segera diterapkan dan pada triwulan kedua tahun 2009 tampak tanda-tanda yang menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia masih dapat terus berkembang, meskipun pada tingkat yang menurun dibanding tahun sebelumnya. Pada tahun 2009, ekonomi Indonesia dapat tetap tumbuh 4,5%, yang merupakan pertumbuhan ekonomi tertinggi ketiga di antara negara-negara di Asia Pasifik setelah China dan India. Inflasi terjaga pada 2,78%, tingkat terendah dalam 10 tahun terakhir. Cadangan devisa juga terus meningkat mencapai US$ 66,1 miliar dengan nilai tukar menguat ke Rp 9.395 per dollar AS pada akhir tahun 2009. Meskipun terjadi penurunan perdagangan internasional, Indonesia tetap mencatat surplus perdagangan sebesar US$ 19,68 miliar (Kementerian Perdagangan, Republik Indonesia) sepanjang tahun 2009. Seiring dengan kondisi ekonomi Indonesia yang relatif resilient terhadap perekonomian global, perbankan Indonesia juga cenderung memperlihatkan kinerja yang membaik di 2009 dibandingkan 2008. Laba dari sektor perbankan mencapai Rp 45,2 triliun pada tahun 2009, meningkat 47,7% dari Rp 30,6 triliun di tahun 2008. Total kredit tumbuh 9,96% pada tahun 2009, memang lebih rendah dibandingkan tahun 2008 sebesar 30% akibat ketidakpastian dampak dari krisis ekonomi global terhadap perekonomian

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

SAMBUTAN DIREKTUR UTAMA

25

domestik serta menurunnya ekspor secara signifikan. Namun NPL sektor perbankan hanya naik tipis 3,3% pada tahun 2009, dari 3,2% di tahun 2008 dan keseluruhan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio atau CAR) industri cukup sehat di tingkat 16,8% pada tahun 2009. Sektor perbankan Indonesia juga terus menarik bagi investor internasional terbukti dari beberapa pengambilalihan Bank-Bank Indonesia oleh pemilik asing. Industri ini juga siap untuk terus tumbuh seiring dengan perkembangan ekonomi Indonesia yang diperkirakan akan membaik pada tahun 2010. BEBERAPA INISIATIF BARU UNTUK MEMBANGUN DAN MEMPERTAHANKAN PERTUMBUHAN Sepanjang tahun 2009, Bank Mandiri telah melakukan sejumlah inisiatif penting sebagai bagian dari strategi ini, mencakup: • Terus menciptakan momentum pertumbuhan untuk pertumbuhan kredit, fee based income, dana murah serta terus memperkuat neraca. • Memperkuat permodalan dan melakukan pertumbuhan non-organik sebagai platform pertumbuhan masa datang. • Mengembangkan jaringan dengan penambahan cabang-cabang, Commercial Banking Centers (CBC), dan Small Business Development Centers (SBDC), yang memberikan kontribusi pada peningkatan kualitas pelayanan dan kenyamanan para nasabah kami. • Melanjutkan pembangunan budaya baru dan keterlibatan pegawai. • Melakukan upaya yang terus menerus untuk menyelesaikan NPL, baik

melalui restrukturisasi maupun penagihan, serta melakukan divestasi terhadap non core assets. • Melakukan upaya aliansi antar unit bisnis dan anak perusahaan yang lebih erat. • Menerapkan manajemen risiko yang sehat secara konsisten dan menyeluruh, dengan mengembangkan metodologi best practices dalam mengukur risiko. Inisiatif-inisiatif ini, yang merupakan bagian dari tahap transformasi yang diluncurkan pada tahun 2005, menghasilkan berbagai prestasi baru bagi Bank Mandiri sepanjang tahun 2009. Laba bersih meningkat 2009 dari 2008. Dibandingkan laba yang dicatat Bank Mandiri pada tahun 2005, tingkat laba yang dicapai di tahun 2009 ini meningkat hampir 12 kali lipat. Prestasi lainnya di tahun 2009 adalah pengurangan signifikan kredit bermasalah ke level 2,8% dari 25,2% di tahun 2005. Kepercayaan para pemegang saham dan stakeholders terhadap kinerja Bank Mandiri semakin nyata dengan keberhasilan kami mencatat kapitalisasi pasar lebih dari Rp 110 triliun pada bulan Oktober 2009, yang merupakan tingkat kapitalisasi tertinggi yang berhasil dicapai sejak Bank Mandiri melakukan penawaran saham perdana (IPO) pada tahun 2003. Bank Mandiri mengembangkan jaringan distribusi menjadi 1.095 cabang, 4.996 jaringan ATM, 20 unit mobile banking, dan 811 outlet micro banking di seluruh Indonesia. Pada tahun 2009, Bank Mandiri mempercepat pertumbuhan di segmen pembiayaan konsumen melalui akuisisi PT. Tunas Financindo Sarana, yang kemudian berganti nama menjadi Mandiri Tunas Finance.

Pada bulan Desember 2009, Bank Mandiri berhasil memperoleh Rp 3,5 triliun melalui penerbitan obligasi subordinasi, yang merupakan obligasi subordinasi terbesar dalam denominasi Rupiah. Keberhasilan program peningkatan modal tersebut memperkokoh keyakinan para investor terhadap tahapan transformasi Bank Mandiri. Atas berbagai prestasi yang berhasil kami capai sepanjang tahun 2009, dengan bangga kami menerima sejumlah penghargaan penting dari berbagai lembaga domestik dan internasional penting seperti “The Best Bank in Service Excellence” untuk tahun kedua dan “The Best Bank in Corporate Governance” dari Corporate Governance Asia dan Institute for Corporate Governance. Kini perkenankan kami memaparkan kinerja kami di beberapa bidang berikut: 1. Mempertahankan momentum pertumbuhan bisnis Sejak awal tahun 2009, kami di Bank Mandiri telah melakukan antisipasi kemungkinan terburuk. Prudential Banking adalah salah satu inti dari strategi bisnis kami selama ini. Kami sengaja mengurangi ekspansi kredit kami sepanjang tahun 2009 dan kredit tumbuh hanya 13% dibandingkan 30% di tahun 2008. Di dalam portofolio kredit Corporate Banking, kami juga merevitalisasi portofolio kredit kami sehingga 65% rekening korporasi kami berada pada peringkat antara A dan AAA yang menunjukkan kualitas aset yang lebih baik pada tahun 2009, sementara 3 tahun sebelumnya hanya 51% dari nasabah kami yang berada dalam kategori ini. Sebagian besar

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

26

SAMBUTAN DIREKTUR UTAMA

klien-klien wholesale kami menunjukkan kemampuan mereka untuk bertahan ditengah-tengah ketidakpastian kondisi ekonomi global, dimana hal ini memberikan kontribusi pada kualitas aset yang lebih baik sepanjang tahun 2009. Dalam kondisi yang masih penuh diliputi ketidakpastian, terutama di awal tahun 2009, kami juga bertindak cepat untuk terus memperkuat basis pendanaan kami. Pada tahun 2009, total dana pihak ketiga Bank Mandiri mencapai Rp 319,6 triliun, atau naik 10,5% dari Rp 289,1 triliun di tahun 2008 atau 59% dari Rp 206,3 triliun di tahun 2005. Berbagai upaya terus kami lakukan untuk menarik dana murah, upaya tersebut berhasil meningkatkan pertumbuhan rekening tabungan dan giro. Rekening tabungan dan giro masing-masing tumbuh sebesar 19,8% dan 5,2% pada tahun 2009, sementara deposito tumbuh 6,4%. Micro and Retail Banking kami terus menunjukkan kemajuan signifikan di tahun 2009. Volume kredit untuk segmen Micro Banking tumbuh 44%, sementara volume kredit untuk usaha kecil dan menengah tumbuh 12,3%. Bisnis Commercal Banking kami berhasil meningkatkan perolehan kredit sebesar 17,3% pada tahun 2009. Bisnis perbankan syariah, yang ditawarkan melalui anak perusahaan kami, Bank Syariah Mandiri (BSM) juga berhasil meningkatkan aset dan jaringan distribusinya. Pada tahun 2009, aset BSM meningkat sebesar 29,1% menjadi Rp 22.037 miliar. BSM juga menambah 77 jaringan distribusi menjadi total 390 cabang sepanjang tahun 2009. Kami juga meningkatkan pendapatan fee based hingga mencapai Rp 5,7

triliun pada tahun 2009, naik 21,7% dari tahun 2008. Pendapatan fee based menyumbang 24,6% pada pendapatan operasional bank pada tahun 2009, meningkat dari 23,3% pendapatan operasional bank di tahun 2008. Pelaksanaan inisiatif “Outperform The Market” yang kami lakukan dengan terarah menghasilkan berbagai peningkatan signifikan terhadap kinerja mendasar kami. Laba bersih mencapai Rp 7,2 triliun pada tahun 2009, meningkat sebesar 34,7% dari tahun 2008 atau naik 82,4% dari tahun 2005. Hasil ini juga terlihat dari perbaikan Return on Equity (ROE) yang mencapai 22,07% pada tahun 2009 dibandingkan 18,06% di tahun 2008 atau 2,53% di tahun 2005. Suatu kemajuan signifikan berhasil dicapai pada kredit bermasalah dimana Bank Mandiri berhasil mencapai tingkat 2,8% (gross), yang jauh lebih rendah daripada target NPL (gross) 4,7%. Program penagihan dan keberhasilan melaksanakan program-program restrukturisasi kredit memberikan kontribusi pada keberhasilan kami memperkecil tingkat NPL Bank Mandiri. Sementara jumlah NPL terus menurun, kami secara konservatif terus meningkatkan rasio cash coverage terhadap NPL menjadi sebesar 200,5% pada tahun 2009 dibandingkan 127,1% di tahun 2008 dan sudah sangat jauh diatas 44,0% di tahun 2005. 2. Pengembangan jaringan dan modernisasi channel Salah satu faktor penting dalam pertumbuhan dana murah adalah perluasan jaringan distribusi kami. Pada tahun 2009, kami menambah 68 kantor cabang, 876 unit ATM, dan 6,121 unit EDC. Selain itu, kami terus melakukan

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

SAMBUTAN DIREKTUR UTAMA

27

3 STRATEGI UTAMA WHOLESALE TRANSACTIONS, RETAIL PAYMENTS & HIGH YIELD LOANS

MENJADI LEMBAGA KEUANGAN YANG PALING DIKAGUMI DAN PROGRESIF DI INDONESIA No. 1 Kapitaliasi Pasar terbesar di Indonesia tahun 2014

Memperkuat sektor Wholesale Transaction Banking • Solusi komprehensif pada transaksi dan pembiayaan. • Pendekatan hubungan secara menyeluruh sebagai lembaga terdepan di Indonesia.

Menjadi bank pilihan untuk retail deposit & payment • Mengembangkan solusi pembayaran yang inovatif. • Melayani transaksi retail payment secara unik untuk masing-masing segment.

Mencapai posisi #1 atau #2 pada segmen pembiayaan retail • Memperkuat posisi di pembiayaan pada segmen individu. • Membangun segmen micro. • Terdepan dalam Syariah di Indonesia

• Menghilangkan ‘silos’ untuk menyediakan solusi yang terintegrasi bagi nasabah dan program aliansi. • Memperbaharui infrastruktur penting (cabang, IT, operations, risk, PMS) agar dapat memberikan pengalaman nasabah terbaik. • Memperkuat kinerja sumber daya manusia, kerja sama dan inovasi.

investasi untuk meningkatkan fiturfitur bernilai tambah dan pembayaran lainnya atau saluran distribusi termasuk melalui SMS, internet, selular, dan Call Center 1400 kami. Selain daripada pengembangan cabang-cabang, kami juga menambah 2 Commercial Banking Center (CBC) dan 4 CBC Floor. Mulai di tahun 2009 kami juga melebarkan network untuk segmen korporasi dengan membuka corporate floor di Medan dan Surabaya serta corporate desk di Bandung dan Palembang. Pada tahun 2009 kami juga secara signifikan menambah 356 outlet micro yang terdiri dari 200 MBU dan 156 sales outlet. Hal yang menarik adalah bahwa kami membuka outlet micro yang tidak

lagi berada dalam satu lokasi cabangcabang kami, sebagai platform bagi pengembangan micro banking di masa mendatang. 3. Memperkuat modal dan tumbuh non-organik Inisiatif penting lainnya yang dilakukan adalah memperkuat modal kami melalui penerbitan pinjaman subordinasi denominasi Rupiah sebesar Rp 3,5 triliun pada tanggal 14 Desember 2009. Awalnya kami hanya menargetkan Rp 3 triliun, namun mengingat tingginya tingkat permintaan, kami kemudian menaikkan jumlah penawaran sebesar Rp 500 miliar. Penerbitan pinjaman subordinasi tersebut merupakan yang pertama sejak Bank Indonesia menerbitkan peraturan No. 10/15/

PBI/2008 tentang Kewajiban Penyediaan Modal Minimum Bank Umum. Tingkat permintaan yang tinggi ini juga membuktikan kepercayaan para investor yang sangat kuat terhadap kinerja Bank Mandiri hingga saat ini dan strategi bisnis kami ke depan. Per akhir tahun 2009, tingkat CAR kami mencapai 15,43%, jauh di atas ketentuan minimum yang ditetapkan Bank Indonesia sebesar 8%. Struktur modal yang lebih kuat akan mendukung rencana ekspansi Bank Mandiri seiring dengan mulai dilaksanakannya tahap kedua transformasi mulai tahun 2010. Meskipun kami bertindak hati-hati untuk mengurangi potensi akibat krisis ekonomi global terhadap Bank Mandiri khususnya pada semester pertama tahun 2009, kami juga tetap awas

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

28

SAMBUTAN DIREKTUR UTAMA

untuk bisa tumbuh secara non organik. Pada tahun 2009, mengakuisisi Mandiri Tunas Finance untuk mengembangkan portofolio kami ke segmen kredit otomotif. Sektor otomotif adalah salah satu sektor pembiayaan konsumen yang tumbuh pesat di Indonesia. Akuisisi atas Mandiri Tunas Finance, yang mengoperasikan 32 cabang di seluruh nusantara, merupakan batu loncatan bagi bisnis pembiayaan konsumen Bank Mandiri di tahun 2009. Kami juga mengawasi dengan ketat biaya-biaya overhead meskipun kami menikmati pertumbuhan yang kuat di tahun 2009. Rasio efisiensi biaya (cost efficiency ratio atau CER) kami tercatat sebesar 40,2% pada tahun 2009, di bawah rata-rata pesaing utama sebesar 43,36%. Meskipun kami menerapkan inisiatif pengawasan biaya yang ketat, kami terus melakukan investasi pada pegawai kami melalui berbagai pelatihan dan retensi bakat dan mempertahankan tingkat pengeluaran modal yang dibutuhkan untuk memperkuat infrastruktur kami untuk terus tumbuh. 4. Memperkuat Sinergi Strategis dan Aliansi Antar Unit-Unit Bisnis Strategis Penguatan sinergi dan aliansi antar unit bisnis sangatlah penting dalam pertumbuhan bisnis kami di tahun 2009. Sebagai bank terbesar di Indonesia, basis pelanggan kami yang kuat, bervariasi dan ekstensif merupakan platform alami untuk aliansi antar berbagai unit bisnis strategis yang kami miliki. Kami secara berkala melakukan survei untuk mengidentifikasi nasabah-nasabah potensial untuk aliansi tersebut, yang tentunya juga membantu meningkatkan pangsa pasar SBU yang berbeda.

Sinergi strategis dan kerjasama tersebut juga melibatkan anak-anak perusahaan kami, termasuk Bank Syariah Mandiri, Mandiri Sekuritas, AXA Mandiri, Mandiri Manajemen Investasi, Bank Sinar Harapan Bali (BSHB) dan Mandiri Tunas Finance. Beberapa contoh sukses penerapan sinergi strategis dan aliansi tersebut antara lain peluncuran pembayaran e-card untuk para pelanggan Pertamina (perusahaan minyak dan gas negara terkemuka) dan Jasa Marga (operator jalan tol terkemuka di Indonesia). Layanan pelanggan bernilai tambah merupakan inti dari upaya sinergi strategis dan aliansi antar unit bisnis yang kami lakukan. Selama dua tahun berturut-turut, Bank Mandiri dianugerahi peringkat pertama dalam hal kualitas layanan oleh Marketing Research Indonesia (MRI). 5. Mengembangkan Manajemen Risiko sesuai Best Practice Pada tahun 2009, inisiatif ekspansi bisnis kami juga dilakukan dengan memastikan pengelolaan, sistem dan prosedur manajemen risiko yang kami laksanakan selaras dengan international best practice. Selain mematuhi peraturan Bank Indonesia, sistem pasar, operasional, dan manajemen risiko kredit kami harus diselaraskan dengan pedoman Basel II. Kami terus meningkatkan rating dan sistem penilaian internal kami untuk mengukur kualitas aset yang kami miliki, termasuk portofolio kredit. Kami telah mengembangkan rating Kriteria Penerimaan Risiko (Risk Acceptance Criteria atau RAC) per industri. Sistem rating dan penilaian internal ketat tersebut berkontribusi pada peningkatan signifikan terhadap

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

SAMBUTAN DIREKTUR UTAMA

29

kualitas aset dan tingkat NPL kami pada tahun 2009. Kami menerapkan Manajemen Risiko Perusahaan (Enterprise Risk Management atau ERM) sebagai bagian dari peningkatan perangkat dalam proses bisnis dan Manajemen Risiko Operasional (Operational Risk Management atau ORM) hingga 90% dari semua unit kerja di Bank Mandiri, mengkonsolidasikan manajemen risiko kantor-kantor cabang internasional dan anak-anak perusahaan kami, dan melakukan tinjauan setiap triwulan terhadap risiko operasional semua unit bisnis. Kami juga mendirikan Risk Academy intern untuk memperluas pengetahuan dan keahlian pegawai kami dalam hal manajemen risiko. 6. Investasi Berkelanjutan pada Pegawai Pegawai adalah aset utama Bank Mandiri dan kami menyadari kebutuhan untuk terus berinvestasi meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mereka agar mampu memberikan pelayanan dan praktek terbaik di kelasnya. Selain memberikan panduan jelas perkembangan karir mereka, kami juga melakukan investasi melalui serangkaian program pelatihan yang ditujukan untuk mendapatkan pengetahuan baru dan memperkuat kemampuan kepemimpinan untuk lebih meningkatkan kapasitas sumber daya kami dan mendorong keterlibatan. Kami juga mengembangkan berbagai Banking Academy internal selain program pengembangan pegawai Officer Development Program (ODP), Staf Development Program (SDP)

serta pengembangan eksekutif, bagi anggota direksi dan manajemen senior. Pengembangan profesional berkelanjutan sumber daya manusia yang kami laksanakan turut berkontribusi pada pencapaian dan peningkatan kinerja bisnis kami dari tahun ke tahun dan kami terus melanjutkan fokus kami ini pada tahun 2010. Bank Mandiri berkomitmen untuk menyediakan lingkungan kerja yang dinamis untuk mendorong inovasi dan kerjasama tim guna memenuhi kebutuhan dan harapan semua nasabah kami di tahun 2010 dan seterusnya. RENCANA TRANSFORMASI 2010-2014 Kami menyadari sepenuhnya persaingan industri perbankan di Indonesia akan semakin ketat di masa datang seiring dengan kebijakan pemerintah untuk terus membuka peluang investasi internasional. Hal ini akan menjadi sebuah tantangan, tapi ini merupakan tantangan yang kami yakin dapat kami atasi karena Bank Mandiri memiliki visi, strategi dan sumber daya untuk terus mencapai kinerja yang lebih tinggi dan meraih berbagai prestasi baru dengan strategi tersebut. Menyadari berbagai tantangan serta aspirasi untuk menjadi perwakilan Indonesia sebagai Top 3 di ASEAN di 2020 kami mencanangkan dimulainya tahap kedua transformasi Bank Mandiri (2010 – 2014) untuk menjadi lembaga keuangan Indonesia yang terpandang dan maju di Indonesia pada tahun 2014. Tujuan kami di Bank Mandiri dibagi ke dalam tiga bidang prioritas sebagai berikut:

1. Untuk menjadi Retail Payment Bank terbaik di Indonesia, memfokuskan pada penerapan solusi pembayaran inovatif untuk meningkatkan pengalaman perbankan bagi para nasabah. 2. Untuk menjadi Wholesale Transaction Bank terbaik di Indonesia, memperkuat wholesale lending business kami dan mencapai lebih dari 30% dan 1520% pangsa pasar untuk masingmasing corporate dan commercial banking. 3. Untuk menjadi pemain utama pembiayaan ritel di Indonesia, menjadi pemain nomor 1 (satu) di perbankan konsumen, salah satu pemain utama di micro banking dan pemain dominan di perbankan Syariah. Dalam lima tahun mendatang kami berharap bahwa kami akan dapat terus secara berkesinambungan meningkatkan ROE sehingga mencapai 25% dalam kurun waktu lima tahun mendatang, ditengah persaingan serta ekspektasi nasabah yang terus meningkat. Dengan peningkatan ROE tersebut, kami akan dapat terus meningkatkan nilai kapitalisasi pasar kami sehingga dapat menembus Rp.225 triliun untuk menjadi Top 5 Bank dari sisi market kapitalisasi di tahun 2014 untuk kemudian menjadi Top 3 di tahun 2020 mendatang. Kami yakin kami akan dapat meraih prestasi-prestasi baru ini dalam lima tahun mendatang melalui penguatan sinergi strategis dan aliansi antar unit bisnis kami, penawaran produk, jasa dan solusi perbankan terbaru yang sesuai dengan kebutuhan nasabah kami yang jumlahnya besar dan beragam, investasi berkelanjutan

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

30

SAMBUTAN DIREKTUR UTAMA

terhadap pegawai dan sistem kami, perluasan jaringan distribusi kami, dan memperkuat manajemen risiko, audit internal serta sistem dan prosedur tata kelola kami yang akan mengurangi potensi risiko seiring pertumbuhan bank. Untuk melaksanakan tahap selanjutnya dari strategi kami dan visi yang diperbaharui, kami telah: 1. Membangun organisasi baru untuk menyelaraskan dengan visi yang baru termasuk mendirikan unitunit pengembangan jaringan mikro untuk mempercepat pengembangan outlet-outlet mikro kami, mendirikan direktorat baru untuk mengelola hubungan pendanaan kelembagaan, dan memberikan fokus yang lebih terarah untuk membangun berbagai saluran elektronik 2. Menetapkan 45 inisiatif spesifik dengan tujuan dan ruang lingkup yang jelas 3. Membangun tim implementasi yang berada di bawah pengawasan direktorat Change Management Office (CMO) yang terdiri dari SDM yang berasal dari berbagai unit bisnis lainnya. Tahap pertama transformasi Bank Mandiri (2005-2009) telah menghasilkan sejumlah prestasi baru bagi bank, pemegang saham dan stakeholders. Kami sangat menghargai kepercayaan dan keyakinan para pemegang saham dan stakeholders terhadap Bank Mandiri. Kami tentunya terus mengharapkan dukungan anda

saat kami memulai tahap kedua transformasi kami untuk menjadi lembaga keuangan Indonesia yang paling terpandang dan maju yang tentunya akan menjadi aset bagi Indonesia.

DIREKSI 1. Agus Martowardojo Direktur Utama 2. I Wayan Agus Mertayasa Wakil Direktur Utama 3. Zulkifli Zaini Direktur Commercial Banking 4. Sasmita Direktur Technology & Operations 5. Abdul Rachman Direktur Special Asset Management 6. Sentot A. Sentausa Direktur Risk Management 7. Bambang Setiawan Direktur Corporate Secretary, Legal & Customer Care 8. Riswinandi Direktur Corporate Banking 9. Thomas Arifin Direktur Treasury & International Banking 10. Budi G. Sadikin Direktur Micro & Retail Banking 11. Ogi Prastomiyono Direktur Compliance & Human Capital EVP KOORDINATOR 12. Pahala N. Mansury EVP Koordinator Finance & Strategy Chief Financial Officer 13. Haryanto T. Budiman EVP Koordinator Change Management Office 14. Mansyur S. Nasution EVP Koordinator Consumer Finance 15. Riyani T. Bondan EVP Koordinator Internal Audit

PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk

Agus Martowardojo Direktur Utama

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

4.

2.

15. 10.

1. 6.

11. 14.

5. 12.

3. 13.

8.

9.

7.

NAMA DAN JABATAN

BIOGRAFI
Lahir pada tahun 1956 dan menyelesaikan pendidikan serta memperoleh g Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia. Selain itu beliau menyelesaika berbagai course di beberapa institusi. Beliau memulai karir perbankan seba International Loan Officer di Bank of America. Pada tahun 1986 beliau kemudian bergabung dengan Bank Niaga dan tera menduduki posisi sebagai Vice President, Corporate Banking Head, Corpora Banking Group.

Agus Martowardojo
Direktur Utama

Pada tahun 1995, beliau kemudian diminta untuk menjadi Direktur Utama PT. Bank Bumiputera dan pada tahun 1998 ditugaskan sebagai Direktur Ut Bank Ekspor Impor Indonesia (Persero). Selama kurun waktu tahun 1999 sampai dengan 2002, beliau bertugas seb Managing Director Bank Mandiri yang membawahkan berbagai bidang ter Risk Management and Credit Restructuring, Retail Banking dan Operations, terakhir memimpin bidang Human Resources and Support Services. Pada bulan Oktober 2002, setelah menjabat sebagai Penasehat untuk Ket BPPN, beliau ditugaskan menjadi Direktur Utama PT. Bank Permata Tbk. (m dari PT. Bank Bali Tbk., PT. Bank Universal Tbk., PT. Bank Prima Ekspres, Ban Media, Bank Patriot). Semenjak Mei 2005, beliau diminta untuk memimpin PT Bank Mandiri (Per Tbk. sebagai Direktur Utama sampai sekarang. Beliau juga aktif dalam berb organisasi profesi termasuk sebagai Ketua Ikatan Bankir Indonesia semenj bulan Desember 2005 dan sejak bulan Juni 2006 menjabat Ketua Umum HIMBARA. Beliau juga menjabat sebagai Ketua Dewan Penasihat Perbanas sejak bula 2006 untuk periode 2006 - 2009 dan periode 2009 - 2012 dan sebelumny menjabat sebagai Ketua Perbanas periode 2003 - 2006. Beliau juga menja sebagai Ketua Bankers Club Indonesia dari tahun 2000 sampai dengan 20 Beliau juga terpilih sebagai Anggota Dewan Pertimbangan KADIN Indonesi periode 2008 - 2013 pada bulan Desember 2008. Pada tahun 2006, terpilih oleh Asiamoney sebagai Best Indonesian Executi memperoleh Leadership Achievement Award dari The Asian Banker. Pada t 2007 beliau memperoleh penghargaan sebagai Top Banker 2007 dari Maja Investor. Pada bulan Desember 2008 beliau terpilih sebagai Top Executive National

DIREKSI

35

NAMA DAN JABATAN

BIOGRAFI
Lahir pada tahun 1947. Menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi di Universitas Brawijaya Malang tahun 1973. Beliau memulai karir di Bank Bumi Daya (BBD) pada tahun 1973 sebagai Analis Kredit, kemudian pada tahun 1986 ditugaskan sebagai Branch Manager. Pada tahun 1991, dipromosikan menjadi General Manager Bank Bumi Daya Los Angeles AS. Tahun 1992 dimutasikan ke HongKong, menjadi Chief Executive BBD International Finance HongKong merangkap sebagai Chief Representative BBD HongKong. Tahun 1993, kembali ke Amerika Serikat dan menjabat sebagai General Manager BBD New York.

I Wayan Agus Mertayasa
Wakil Direktur Utama

Pada tahun 1994 sampai dengan tahun 1999, beliau ditugaskan menjadi Direktur di Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo), membawahi bidang Treasury & International Banking, Financial Accounting and Credit Restructuring. Sejak tanggal 1 Juli 1999, beliau bertugas sebagai Executive Vice President Risk Management sampai dengan bulan Juli 2001 dan kemudian sejak Agustus 2001 menjadi Senior Executive Vice President Coordinator Human Resources, Compliance and Corporate Secretary di Bank Mandiri. Tahun 2002, beliau ditunjuk menjadi Managing Director Human Resources, Compliance and Corporate Secretary dan pada bulan April 2003 sampai dengan bulan Mei 2005, ditugaskan menjadi Managing Director membawahi bidang Risk Management. Pada bulan Mei 2005, beliau dipromosikan menjadi Wakil Direktur Utama merangkap Chief Financial Officer Finance & Strategy dan masih menjabat sebagai Wakil Direktur Utama sampai sekarang.

Lahir pada tahun 1956 dan menyelesaikan pendidikan Sarjana Teknik dari Institut Teknologi Bandung tahun 1980 dan memperoleh gelar MBA Finance dari Washington University USA pada tahun 1994. Beliau memulai karir sebagai Civil & Structural Engineer pada Wiratman and Associate tahun 1980. Memulai karir perbankan sebagai Account Officer di Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) pada tahun 1988. Tahun 1994, menjabat Head of Project Finance Bapindo Cabang Surabaya dan pada tahun 1996 menjabat sebagai Wakil Kepala Cabang Bapindo Cabang Bandung. Tahun 1998 beliau menjabat Kepala Cabang di Jambi. Seiring proses merger Bank Mandiri, beliau menduduki posisi Senior Manager dan Team Leader Credit Risk Management. Pada bulan September 1999 sampai dengan Januari 2003 beliau ditunjuk sebagai Vice President and Division Head, Government Relationship Management sampai tahun 2003. Pada bulan Januari 2003, beliau menjabat Senior Vice President dan Group Head Retail Risk Management, dan pada bulan September 2003, beliau diangkat sebagai Managing Director & Senior Executive Vice President Distribution Network bertanggung jawab atas Cabang, Operations, Procurement dan Assets Management. Pada bulan Juni 2006, beliau ditugaskan menjadi Direktur Commercial Banking sampai sekarang bertanggung jawab atas segment Commercial Business Banking, Wholesale Product Management, dan mensupervisi Bank Syariah Mandiri.

Zulkifli Zaini
Direktur Commercial Banking

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

36

DIREKSI

NAMA DAN JABATAN

BIOGRAFI
Lahir pada tahun 1951. Menyelesaikan pendidikan dan memperoleh gelar Sarjana Muda dari Akademi Akuntansi Indonesia Jakarta tahun 1975. Memulai karir di Bank Dagang Negara (BDN) Jakarta tahun 1974 pada Divisi Accounting dan terakhir menjabat Kepala Bagian Sistem & Prosedur Urusan Luar Negeri pada tahun 1988. Tahun 1991 sampai tahun 1994 menjabat Operation Manager Staco International Finance Ltd. HongKong. Tahun1994 menjabat Assistant Managing Director Staco International Finance Ltd HongKong. Tahun 1997, menjabat Kepala Cabang BDN Kanwil XII Kota Baja Cilegon dan terpilih menjadi Tim Manajemen Bank Modern Jakarta tahun 1998. Pada tahun 1999 bergabung dengan Tim Merger Bank Mandiri sebagai wakil dari BDN. Seiring proses merger Bank Mandiri beliau ditunjuk sebagai sebagai Division Head Operation & Branch Operation System Bank Mandiri sampai tahun 2001. Pada tahun 2001 terpilih menjadi Tim Manajemen Bank Internasional Indonesia (BII). Tahun 2002 sampai dengan tahun 2004 menjabat sebagai Group Head Central Operations. Tahun 2004 beliau diangkat menjadi Group Head Jakarta Network dan pada bulan Mei 2005 diangkat sebagai Direktur Bank Mandiri membawahi bidang Small Business & Micro Banking Directorate. Menjelang akhir tahun beliau juga mengkoordinasikan Direktorat Human Capital and Compliance. Sejak bulan Mei 2006 hingga sekarang, beliau ditugaskan menjadi Direktur Technology & Operations.

Sasmita
Direktur Technology & Operations

Lahir pada tahun 1954 dan lulus dengan menyandang gelar Sarjana Ekonomi jurusan Akuntansi dari Universitas Padjajaran Bandung pada tahun 1980 dan gelar MBA jurusan Financial Management dari Kansas State University USA tahun 1989. Mengikuti short course dalam dan luar negeri antara lain Pasific Rim Bankers Program, USA dan Advance Management Course Insead, France dan Essentials of Leadership, London Business School dan Turnaround Management Strategis Harvard Business School. Bergabung dengan Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) Jakarta tahun 1981. Pada tahun 1990 ditempatkan di Bapindo HongKong dan sejak tahun 1993 menduduki jabatan sebagai general manager HongKong Branch. Jabatan terakhir di Bapindo adalah Kepala Divisi Perbankan Internasional. Seiring proses merger Bank Mandiri, beliau ditunjuk sebagai Senior Vice President Corporate Banking Bank Mandiri Jakarta. Pada bulan Desember 2003 sampai dengan bulan Mei 2005 menjabat sebagai Komisaris Bank Syariah Mandiri. Pada bulan Juli 2003 sampai dengan bulan Agustus 2004 menjabat sebagai Komisaris Mandiri Sekuritas. Pada bulan Mei 2005 beliau ditunjuk menjadi Managing Director & Senior Executive Vice President Corporate Banking sampai tahun 2008. Pada bulan Maret 2008, beliau ditunjuk sebagai Managing Director Special Asset Management sampai dengan bulan Desember 2009.

Abdul Rachman
Direktur Special Asset Management

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

DIREKSI

37

NAMA DAN JABATAN

BIOGRAFI
Lahir pada tahun 1957. Menyelesaikan pendidikan Sarjana jurusan Statistik dari Universitas Padjajaran Bandung tahun 1983 dan memperoleh gelar MBA dari Monash University, Melbourne, Australia tahun 1994. Beberapa short course yang diikuti antara lain Strategic Agility Leading Flexibility Organizations, Harvard Business School USA, Leadership at The Peak, Center for Creative Leadership, USA. Mengawali karir di dunia perbankan tahun 1986 sebagai Officer di Divisi Riset dan Pengembangan Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo). Kemudian ditugaskan di Direktorat Treasury bidang Asset dan Liabilities Committee (ALCO), Wakil Kepala Cabang Bapindo Palembang, dan Kepala Cabang di dua cabang lainnya.Seiring proses merger Bank Mandiri, beliau menjabat Vice President and Division Head, Global Markets & Treasury Controlling. Pada tahun 2000, menjabat Division Head Market, Operational and Legal Risk, dan menjabat Division Head Procurement and Fixed Assets pada tahun 2001. Tahun 2001, beliau ditunjuk sebagai Vice President and Regional Risk Manager, di Bank Mandiri Wilayah VIII di Surabaya. Pada tahun 2003, beliau menduduki jabatan Group Head and Senior Vice President untuk Procurement & Fixed Assets. Tahun 2004, beliau ditugaskan menjadi Senior Vice President & Group Head Consumer Risk Group, dan pada awal tahun 2005 menjadi Portfolio and Operational Risk Group Head. Pada bulan Juni 2005, beliau ditunjuk sebagai Koordinator, Risk Management Directorate, merangkap sebagai Group Head Portfolio and Operational Risk. Bulan Mei 2006, beliau diangkat menjadi Direktur Risk Management sampai sekarang.

Sentot A. Sentausa
Direktur Risk Management

Lahir pada tahun 1958 dan Menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi jurusan Akuntansi di Universitas Airlangga Surabaya pada tahun 1984 dan melanjutkan pendidikan Master serta memperoleh gelar Master of Business Administration dari Temple University, Philadelphia, Pennsylvania pada tahun 1993. Mengikuti berbagai pendidikan di dalam dan luar negeri antara lain Executive Trainings for CFO di Wharton School, University of Pennsylvania, Effective Corporate Board di Harvard Business School dan Essential of Leadership di London Business School, UK. Beliau memulai karir di Bank Bumi Daya (BBD) tahun 1985 sebagai Tata Usaha Satuan Kerja Audit Intern dengan jabatan terakhir Pemimpin Bagian Laporan Keuangan. Seiring proses merger Bank Mandiri beliau ditunjuk sebagai Group Head Accounting dari bulan Juli 1999 sampai dengan Januari 2001 dan kemudian beliau ditunjuk untuk menduduki posisi Project Head of Financial Control. Pada tahun 2003, beliau ditunjuk sebagai Group Head Compliance. Bulan Juli 2004, beliau memperoleh penugasan dari Presiden RI menjadi Wakil Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan sampai tahun 2005. Bulan November 2005, beliau kembali ke Bank Mandiri menduduki posisi Group Head Accounting. Sejak bulan Februari 2006 beliau ditugaskan sebagai Executive Vice President Coordinator Information and Technology merangkap Group Head Accounting hingga Mei 2006. Pada tanggal 22 Mei 2006 oleh RUPS beliau ditunjuk menjadi Direktur Bank Mandiri yang kemudian ditugaskan selaku Direktur yang membidangi Compliance, Legal, Learning Center dan Human Capital sampai dengan tanggal 17 Desember 2008, selanjutnya beliau ditugaskan sebagai Direktur yang membidangi Corporate Secretary, Legal, Customer Care dan Culture & Service Specialist sampai saat ini.

Bambang Setiawan
Direktur Corporate Secretary, Legal & Customer Care

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

38

DIREKSI

NAMA DAN JABATAN

BIOGRAFI
Lahir pada tahun 1957 dan menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi Jurusan Manajemen Universitas Trisakti Jakarta pada tahun 1983. Memulai karir sebagai Senior Assistant di SGV Utomo pada tahun 1984. Selanjutnya tahun 1986 mulai berkarir di PT. Bank Niaga Tbk selama kurun waktu 13 tahun, khususnya dalam pengelolaan kredit korporasi (Corporate Banking), juga sebagai Kepala Cabang (General Manager) Bank Niaga di Los Angeles, Amerika Serikat dan terakhir menjabat sebagai Vice President Human Resources (Group Head). Tahun 1999 bekerja di Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) dengan jabatan terakhir sebagai Senior Vice President-Loan Work Out & Collection Division Head di BPPN sampai dengan tahun 2001. Dalam tahun yang sama (2001) melanjutkan karir di PT. Bank Danamon Tbk, menjabat sebagai Executive Vice President - Corporate Lending Division dan terakhir menjabat sebagai Direktur PT. Bank Danamon Tbk sampai dengan Juni 2003. Pada bulan September 2003, ditunjuk sebagai Komisaris Independen PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. sampai dengan bulan Mei 2005. Selanjutnya terhitung bulan Oktober 2005 bertugas sebagai Executive Vice President - Credit Recovery II. Pada bulan Mei 2006, ditunjuk sebagai Direktur Special Asset Management PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. hingga Maret 2008, selanjutnya bertugas sebagai Direktur Corporate Banking sampai saat ini.

Riswinandi
Direktur Corporate Banking

Lahir pada tahun 1961. Menyelesaikan pendidikan Sarjana Matematika dari Institut Teknologi Bandung pada tahun 1985, Sarjana Ekonomi jurusan Akuntansi dari Universitas Katolik Parahyangan pada tahun 1986 dan menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi jurusan Manajemen dari Universitas Indonesia pada tahun 1990. Beliau memperoleh beasiswa dari European Community dan ASEAN Countries untuk melanjutkan pendidikan Master di European University, Toulouse, Perancis dan memperoleh gelar Master of Business Administration (International Business) pada tahun 1993. Beliau juga telah mengikuti Executive Program yang diselenggarakan oleh INSEAD , Northwestern University dan Wharton Business School - University of Pennsylvania USA. Pada tahun 2004, beliau memperoleh Scholarship Training sponsored by Swedish International Development Agency (SIDA) dalam Advanced Training of Risk Management in Banking KPMG di Stockholm, Sweden. Beliau memiliki Sertifikasi Risiko (CRPSM) dan saat ini adalah Ketua Perhimpunan Pedagang Surat Utang Negara (HIMDASUN). Mengawali karir pada tahun 1986 sebagai Account Officer PT. Bank Bali Tbk. Pada tahun 1997, beliau dipromosikan menjadi First Vice President, General Manager di Los Angeles Branch, USA. Seiring proses merger PT. Bank Bali Tbk. Beliau ditunjuk sebagai General Manager, Risk Management Group PT. Bank Permata Tbk. pada tahun 2003-2006. Pada tahun 2006, beliau bergabung dengan Bank Mandiri dan menjabat sebagai Direktur Treasury and International Banking sampai sekarang.

Thomas Arifin
Direktur Treasury & International Banking

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

DIREKSI

39

NAMA DAN JABATAN

BIOGRAFI
Lahir pada tahun 1964 dan menyelesaikan pendidikan sarjana fisika nuklir dari Institut Teknologi Bandung tahun 1988. Mendapatkan Sertifikasi Chartered Financial Consultant dan Certified Life Underwriter dari Singapore Insurance Institute pada tahun 2004. Mengawali karir pada tahun 1988 sebagai Information Technology Officer di IBM Asia- Pacific Headquarter, Tokyo, Japan dengan jabatan terakhir sebagai Systems Integration & Professional Services Manager pada tahun 1994. Bergabung dengan PT. Bank Bali Tbk., dan berturut-turut menjabat sebagai General Manager Electronic Banking, Chief General Manager Wilayah Jakarta, dan Chief General Manager Human Resources hingga tahun 1999. Selanjutnya, beliau bergabung dengan ABN AMRO Bank Indonesia, jabatan terakhir beliau adalah Senior Vice President, Director of Consumer & Commercial Banking ABN AMRO Indonesia & Malaysia hingga tahun 2004. Tahun 2004, beliau bergabung dengan PT. Bank Danamon Tbk., sebagai Executive Vice President Consumer Banking dan Direktur Adira Quantum Multi Finance. Beliau bergabung dengan Bank Mandiri pada tahun 2006 dan menjabat sebagai Direktur Micro & Retail Banking sampai sekarang.

Budi G. Sadikin
Direktur Micro & Retail Banking

Lahir pada tahun 1961. Menyelesaikan pendidikan Sarjana Teknologi Pertanian di Institut Pertanian Bogor pada tahun 1984 dan memperoleh gelar Master of Business Administration dari University of Notre Dame Indiana USA pada tahun 1994. Beliau memulai karir di Bank Ekspor Impor Indonesia (BankExim) pada tahun 1986 sebagai Loan Officer Biro Kredit Perkebunan dan terakhir menjabat Kepala Biro Perencanaan dan Pengembangan pada tahun 1999.

Ogi Prastomiyono
Direktur Compliance & Human Capital

Seiring proses merger Bank Mandiri beliau ditunjuk sebagai Kepala Divisi Compliance sampai dengan Januari 2001 dan kemudian beliau ditunjuk untuk menduduki posisi Project Head IPO Working Team, hingga Bank Mandiri menjadi perusahaan publik pada Juli 2003. Pada bulan Desember 2003, beliau ditunjuk sebagai Direktur Bank Syariah Mandiri dan menjabat sampai dengan Juni 2005. Beliau kembali ke Bank Mandiri dan menduduki posisi Group Head Compliance. Sejak bulan Januari 2006 sampai dengan Mei tahun 2008 beliau menjabat sebagai Group Head Internal Audit. Pada bulan Mei 2008 oleh RUPS beliau diangkat menjadi Direktur Bank Mandiri, dan sampai dengan saat ini membidangi Compliance dan Human Capital.

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

40

EVP KOORDINATOR

NAMA DAN JABATAN

BIOGRAFI
Lahir pada tahun 1971. Menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi Jurusan Akuntansi dari Universitas Indonesia dan memperoleh gelar MBA Finance dari Stern School of Business, New York University, USA. Beliau memulai karir sebagai Change Management Consultant di Andersen Consulting Jakarta sampai dengan tahun 1997. Pada tahun 1998, bekerja pada perusahaan pengelolaan investasi secara paruh waktu di New York, Amerika Serikat. Selepas itu, beliau menduduki jabatan Senior Consultant di Booz Allen Hamilton kemudian, beliau menjabat sebagai Project Leader pada The Boston Consulting Group sampai dengan tahun 2003, dengan penugasan di berbagai proyek di sektor perbankan. Beliau bergabung dengan Bank Mandiri dan menduduki berbagai posisi diantaranya Group Head Corporate Development, Change Management Office, Accounting dan Economic Research dalam kurun waktu 2003 sampai dengan tahun 2006. Sejak tahun 2006, beliau menduduki jabatan sebagai EVP Coordinator Finance & Strategy dan Chief Financial Officer. Saat ini beliau juga aktif sebagai pengurus di CFA Indonesia sebagai Vice President.

Pahala N. Mansury
EVP Koordinator Finance & Strategy dan Chief Financial Officer

Lahir pada tahun 1968 dan menyelesaikan pendidikan sarjana (Bachelor of Science) di jurusan Aerospace Engineering dari Texas A&M University pada tahun 1990 dan meraih gelar Master of Science (M.Sc) di jurusan Engineering Mechanics dari Virginia Polytechnic Institute & State University pada tahun 1991. Beliau meraih gelar Doctor of Philosophy (Ph. D) di bidang Structures Technology dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) di Amerika Serikat pada tahun 1996. Selain pendidikan formal, beliau juga mengikuti berbagai pelatihan manajemen di bidang strategi, organisasi dan manajemen operasional yang diselenggarakan oleh McKinsey & Company serta Program Pelatihan Eksekutif di Harvard Business School dan di Graduate School of Business, Stanford University di Amerika Serikat. Mengawali karir di perusahaan konsultan McKinsey & Company. Selama bergabung dengan McKinsey sejak tahun 1996 sampai dengan 2006, ditugaskan di Amerika Serikat, Australia, Indonesia, India, Korea Selatan, Malaysia, dan Singapura untuk menangani proyek-proyek strategis, organisasi, dan manajemen operasional di berbagai perusahaan besar (termasuk institusi-institusi keuangan terkemuka) di negara-negara tersebut. Jabatan terakhir di McKinsey adalah sebagai Associate Partner dan Direktur di PT. McKinsey Indonesia. Bergabung dengan Bank Mandiri sejak tahun 2006 dan menduduki posisi jabatan Executive Vice President (EVP) Coordinator di Direktorat Change Management Office.

Haryanto T. Budiman
EVP Koordinator Change Management Office

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

EVP KOORDINATOR

41

NAMA DAN JABATAN

BIOGRAFI
Lahir pada tahun 1958. Menyelesaikan pendidikan sarjana pada Institut Pertanian Bogor (IPB) di bidang peternakan di tahun 1981, memperoleh gelar Master of Science in Resource Economics pada tahun 1991 dari Colorado State University. Karirnya dimulai pada sektor pertanian dan peternakan dari tahun 1981 sampai dengan 1983 pada Gabungan Koperasi Susu Indonesia dan Center for Agribusiness Development. Beliau bergabung dengan Bank Bumi Daya pada tahun 1983 sebagai Credit Analyst dan Pada tahun 1997 menjabat sebagai Pemimpin Bagian Kredit BUMN. Setelah bergabung dengan Bank Mandiri, Beliau menduduki berbagai posisi jabatan di Bank Mandiri antara lain Division Head Credit Risk Review (1999-2000), Division Head Commercial Credit Risk (2000-2002), Jakarta Regional Risk Manager (2003-2004), Regional Manager Kantor Wilayah VII Semarang ( 2004-2005), Group Head Consumer Risk (2005-2006), Group Head Commercial Risk (2006),Group Head Corporate Secretary (2006-2008). Beliau mengikuti berbagai pendidikan dan kursus di dalam dan di luar negeri, antara lain pendidikan kepemimpinan bank (SESPIBANK) di Institut Bankir Indonesia , serta Leadership Training di Harvard Business School dan IMD International. Beliau ditunjuk sebagai Executive Vice President Coordinator untuk mensupervisi Direktorat Consumer Finance pada bulan Oktober 2008 sampai dengan sekarang.

Mansyur S. Nasution
EVP Koordinator Consumer Finance

Lahir pada tahun 1961. Menyelesaikan pendidikan Sarjana dari Institut Pertanian Bogor tahun 1984 dan memperoleh gelar MBA dari University of Illinois, Urbana Champaign USA pada tahun 1994. Beliau memulai karir sebagai Analis Kredit pada Biro Kredit Perkebunan PT. Bank Ekspor Impor Indonesia (BankExim) tahun 1987. Pada tahun 1994, beliau menjabat Kepala Seksi Biro Korporasi. Tahun 1997 sampai tahun 1999 beliau ditunjuk sebagai Executive Secretary to President Director.

Riyani T. Bondan
EVP Koordinator Internal Audit

Seiring proses merger Bank Mandiri, beliau menduduki posisi Group Head (Kepala Bagian) Corporate & Commercial Credit Division. Pada tahun 2000 sampai dengan 2001 beliau ditunjuk menduduki jabatan Kepala Bagian Commercial Credit III dan tahun 2001 sampai tahun 2002 menjabat posisi Department Head Consumer Credit Risk Approval. Tahun 2002 beliau ditunjuk sebagai Group Head (Kepala Divisi) Retail Credit Risk Approval sampai dengan tahun 2003 dan selanjutnya menduduki posisi sebagai Group Head Learning Center selama kurun waktu 2 tahun sampai tahun 2005. Tahun 2005 beliau menduduki posisi sebagai Group Head Corporate Risk dan pada bulan Juni 2008 beliau ditunjuk untuk menjabat sebagai Group Head Internal Audit Group. Pada bulan Oktober 2008 beliau ditunjuk sebagai EVP Coordinator Internal Audit sampai saat ini

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

42

Dewan Komisaris Edwin Gerungan

Muchayat Mahmuddin Yasin Soedarjono Pradjoto Gunarni Soeworo

- Komisaris Utama/ Komisaris Independen - Wakil Komisaris Utama - Komisaris - Komisaris Independen - Komisaris Independen - Komisaris Independen

Direktur Utama Agus Martowardojo

Wakil Direktur Utama I Wayan Agus Mertayasa

Corporate Banking Special Asset Management Risk Management Change
Management Office Haryanto T. Budiman

Commercial Banking Compliance & Human Capital Ogi Prastomiyono Sentot A. Sentausa Pahala N. Mansury Riyani T. Bondan Internal Audit Finance & Strategy Thomas Arifin Abdul Rachman

Micro & Retail Banking

Treasury & International Banking

Technology & Operations Sasmita

Corporate Secretary, Legal & Customer Care

STRUKTUR ORGANISASI
Bambang Setiawan

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
International Banking & Capital Market Services Credit Recovery I Compliance Market & Operational Risk Credit Risk & Policy Treasury Credit Recovery II Human Capital Service Human Capital Strategy & Policy Learning Center Corporate Risk Investor Relations IT Business Solution & Application Services Strategy & Performance IT Operations Corporate Secretary Legal

Riswinandi

Zulkifli Zaini

Budi G. Sadikin

Consumer Finance

Mansyur S. Nasution

Corporate Banking I

Jakarta Commercial Sales

Jakarta Network

Consumer Card

Corporate Banking II

Regional Commercial Sales 1

Regional Network

Consumer Loans

Corporate Banking III

Regional Commercial Sales 2

Micro Business

Mandiri Tunas Finance Bank Mandiri (Europe) Limited
Asset Management

Accounting

Planning Policies, Procedures Architecture Commercial Risk Procurement & Fixed Asset Credit Operations

Customer Care

Corporate Banking Agro-Based

Wholesale Product Management

Mass & Electronic Banking

Culture & Service Specialist Retail & Consumer Risk Chief of Economist Central Operations

Syndicated & Structured Finance

Small Business 1

Wealth Management

Mandiri Sekuritas

Small Business 2

AXA Mandiri Financial Service

Electronic Channel Operation

Bank Syariah Mandiri

Bank Sinar Harapan Bali

Risk and Capital Committee

Information & Technology Committee

Personnel Policy Committee

Wholesale Executive Committee

Retail & Support Executive Committee

Dewan Komisaris

Direktur

Komite dibawah Direksi

EVP Koordinator

Group Head

Specialist setingkat Group Head

Anak Perusahaan Utama

43

PEMBAHASAN UMUM DAN ANALISIS MANAJEMEN

MENEMBUS BATAS KEINGINAN

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

44

PEMBAHASAN UMUM DAN ANALISIS MANAJEMEN

WAYAN AGUS MERTAYASA
Wakil Direktur Utama Laba per saham tahun 2009 meningkat 34,1% dari Rp255 pada tahun 2008 menjadi Rp342. Total laba operasional Bank Mandiri mencapai Rp10.434 miliar, yang terbesar di Indonesia, sementara laba bersih tumbuh 34,7% mencapai Rp7.155 miliar.

BAHASAN SERTA ANALISIS TENTANG HASIL USAHA DAN KONDISI KEUANGAN BANK MANDIRI. Bahasan mengenai operasional Bank Mandiri, untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008 ini sebaiknya dibaca bersama-sama dengan Laporan Keuangan Konsolidasian yang lengkap, termasuk catatan-catatan di dalamnya yang terdapat pada bab berikutnya.

Bahasan ini disusun berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasian Bank Mandiri dan Anak Perusahaan pada tanggal dan untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2009 yang disajikan sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Laporan keuangan tersebut telah di audit oleh auditor independen KAP Haryanto Sahari & Rekan, a member firm of PricewaterhouseCoopers Global Network. Data keuangan tahun 2009 juga disajikan

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

PEMBAHASAN UMUM DAN ANALISIS MANAJEMEN

45

dalam US Dollar dengan menggunakan kurs pada tanggal 31 Desember 2009 yaitu USD1 = Rp9.395 Kecuali dinyatakan lain, semua informasi keuangan yang berhubungan dengan Bank Mandiri dinyatakan secara konsolidasi sesuai dengan prinsipprinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Bahasan serta analisis tentang hasil usaha dan kondisi keuangan ini disajikan dalam 3 bagian sebagai berikut : TINJAUAN MENGENAI KINERJA DAN KONDISI KEUANGAN Memberikan tinjauan mengenai 12 (duabelas) kinerja & kondisi keuangan utama. Tinjauan ini juga menyajikan kinerja dan kondisi keuangan Bank

Pemerintah dan Bank Swasta lainnya. Pembahasan yang lebih rinci atas kinerja dan kondisi keuangan tersebut disajikan pada bagian lain pembahasan umum dan analisis manajemen mengenai hasil usaha dan kondisi keuangan. HASIL USAHA Memberikan kajian mengenai kinerja keuangan yang disusun berdasarkan Laporan Laba Rugi untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008. KONDISI KEUANGAN Memberikan kajian mengenai kinerja keuangan yang disusun berdasarkan Neraca, Laporan Arus Kas serta Laporan Komitmen dan Kontinjensi, yang disajikan pada halaman selanjutnya.

DAFTAR ANAK PERUSAHAAN DAN PERUSAHAAN ASOSIASI No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. Nama Perusahaan Bank Mandiri (Europe) Limited (BMEL) Mandiri International Remittance (MIR) Sendirian Berhad PT. Bank Syariah Mandiri (BSM) PT. Usaha Gedung Bank Dagang Negara PT. Mandiri Sekuritas PT. Bumi Daya Plaza PT. Bank Sinar Harapan Bali PT. Mandiri Tunas Finance PT. AXA Mandiri Financial Services PT. Sarana Bersama Pembiayaan Indonesia PT. Kustodian Sentral Efek Indonesia Jasa Pengiriman Uang Perbankan Syariah Pengelolaan Properti Sekuritas Pengelolaan Properti Perbankan Pembiayaan Asuransi Perusahaan Induk Depository 100,00 99,99 99,00 95,69 93,33 81,46 51,00 49,00 34,00 10,00 Bidang Usaha Perbankan Kepemilikan (%) 100,00

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

46

PEMBAHASAN UMUM DAN ANALISIS MANAJEMEN

SEKILAS TENTANG KINERJA DAN KONDISI KEUANGAN BANK MANDIRI 1) BANK MANDIRI Marjin pendapatan bunga bersih pada tahun 2009 mengalami sedikit penurunan menjadi 5,2% dari 5,5% pada tahun sebelumnya. penurunan tersebut terutama disebabkan meningkatnya cost of funds dari 4,4% ditahun 2008 menjadi 4,8% di tahun 2009. MARJIN PENDAPATAN BUNGA BERSIH
(%) 10

BANK LAIN Pada tahun 2009, marjin pendapatan bunga bersih Bank Pemerintah mengalami sedikit penurunan, sedangkan marjin pendapatan bunga bersih Bank Swasta meningkat. Marjin pendapatan bunga bersih Bank Pemerintah untuk tahun 2009 sebesar 7,7%, sedangkan Bank Swasta sebesar 7,5%.

8

-

6

4

2

0 ‘05 ‘06 ‘07 ‘08 ‘09

-

Imbal Hasil Rata-rata Ekuitas (ROE) pada tahun 2009 mengalami peningkatan yang cukup baik menjadi 22,1% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yaitu 18,1%. Peningkatan tersebut terutama disebabkan peningkatan laba bersih yang cukup signifikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

IMBAL HASIL RATA-RATA EKUITAS (ROE)
(%) 30

-

Imbal hasil rata-rata ekuitas Bank Pemerintah maupun Bank Swasta mengalami peningkatan pada tahun 2009. ROE Bank Pemerintah untuk tahun 2009 sebesar 23,2%, sedangkan Bank Swasta sebesar 21,8%.

24

-

-

18

12

6

0 ‘05 ‘06 ‘07 ‘08 ‘09

-

ROA tahun 2009 meningkat sebesar 20,0% menjadi 3,0% dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar 2,5%.

IMBAL HASIL RATA-RATA AKTIVA (ROA)
(%) 5

-

4

- Peningkatan tersebut terutama disebabkan laba bersih yang meningkat sebesar 34,7% di tahun 2009 dibandingkan assets yang tumbuh hanya 10,1%.

3

Imbal Hasil Rata-rata Aktiva (ROA) Bank Pemerintah maupun Bank Swasta pada tahun 2009 mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya masing-masing menjadi 2,8% dan 2,6%. Rata-rata ROA perbankan pada tahun 2009 mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yang semula 2,50% menjadi 2,80%.

2

-

1

0 ‘05 ‘06 ‘07 ‘08 ‘09

Bank Mandiri

Bank Pemerintah

Bank Swasta

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

PEMBAHASAN UMUM DAN ANALISIS MANAJEMEN

47

BANK MANDIRI Upaya efisiensi yang dilakukan Bank Mandiri menyebabkan terjadi penurunan rasio biaya terhadap pendapatan bersih yang cukup baik dari 42,3% menjadi 40,2% pada tahun 2009. Pertumbuhan biaya overhead hanya sebesar 8,9% dibandingkan dengan pertumbuhan pendapatan operasional sebesar 15,7% menunjukkan pengendalian biaya yang baik. RASIO BIAYA TERHADAP PENDAPATAN BERSIH 2)
(%)60

BANK LAIN Rasio biaya terhadap pendapatan bersih Bank Pemerintah sebesar 42,2% lebih baik dibandingkan dengan Bank Swasta lainnya yaitu 46,9%.

50

40

-

30

20

0 ‘05 ‘06 ‘07 ‘08 ‘09

-

Rasio kredit dalam perhatian khusus di tahun 2009 mengalami sedikit peningkatan dari 9,1% pada tahun 2008 menjadi 9,5%. Secara nominal jumlah kredit dalam perhatian khusus pada tahun 2009 menjadi sebesar Rp18.838 miliar.

RASIO KREDIT KOLEKTIBILITAS DPK TERHADAP TOTAL KREDIT
(%) 25

-

20

-

Rasio kredit dalam perhatian khusus Bank Pemerintah maupun Bank Swasta mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya masing-masing menjadi 6,1% dan 4,3%.

15

10

5

0 ‘05 ‘06 ‘07 ‘08 ‘09

- Rasio Kredit Bermasalah – Bruto pada tahun 2009 mengalami perbaikan dari 4,7% pada tahun 2008 menjadi 2,8%. Sementara itu, Rasio Kredit Bermasalah – Neto pada tahun 2009 juga menurun menjadi sebesar 0,4%.

RASIO KREDIT BERMASALAH – BRUTO
(%) 30

-

24

18

Rasio kredit bermasalah bruto Bank Pemerintah lainnya maupun Bank Swasta pada tahun 2009 mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya, masing-masing menjadi 4,6% dan 2,4%.

12

6

0 ‘05 ‘06 ‘07 ‘08 ‘09

Bank Mandiri

Bank Pemerintah

Bank Swasta

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

48

PEMBAHASAN UMUM DAN ANALISIS MANAJEMEN

SEKILAS TENTANG KINERJA DAN KONDISI KEUANGAN BANK MANDIRI 1) BANK MANDIRI PENYISIHAN PENGHAPUSAN KREDIT TERHADAP KREDIT BERMASALAH
(%) 250

BANK LAIN

-

Penyisihan penghapusan kredit terhadap kredit bermasalah mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya dari 127,1% menjadi 200,5% lebih tinggi dibanding rata-rata Bank Swasta dan Bank Pemerintah lainnya. Hal tersebut menunjukkan prinsip kehati-hatian.

200

- Bank Swasta lebih konservatif dalam pembentukan PPAP dibandingkan dengan Bank Pemerintah lainnya. - Hal ini ditunjukkan oleh rasio PPAP terhadap NPL (143,5%) yang lebih tinggi dibandingkan dengan Bank Pemerintah lainnya (124,4%).

150

100

50

0

‘05

‘06

‘07

‘08

‘09

-

Rasio kredit terhadap dana pihak ketiga – non Bank tahun 2009 mengalami peningkatan dari 59,2% pada tahun 2008 menjadi 61,4%. Hal ini disebabkan karena pertumbuhan kredit sebesar 13,8% lebih besar dibandingkan dengan pertumbuhan DPK sebesar 10,5%.

RASIO KREDIT TERHADAP DANA PIHAK KETIGA – NON BANK
(%) 100

-

-

80

Rasio kredit terhadap dana pihak ketiga Bank Pemerintah lainnya sebesar 76,3% lebih tinggi dibandingkan dengan Bank Swasta yaitu sebesar 68,8%.

60

40

20

0 ‘05 ‘06 ‘07 ‘08 ‘09

-

Rasio beban overhead terhadap jumlah aktiva mengalami kenaikan menjadi 2,3%, lebih rendah dibandingkan Bank Pemerintah lainnya maupun Bank Swasta.

RASIO BEBAN OVERHEAD TERHADAP JUMLAH AKTIVA
(%) 5

-

4

- Sebagai bank terbesar, Bank Mandiri memiliki keunggulan komparatif dalam skala operasi dan efisiensi.

3

2

Rasio beban overhead terhadap aktiva Bank Pemerintah pada tahun 2009 mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya menjadi 3,1%, sedangkan rasio beban overhead terhadap aktiva Bank Swasta mengalami peningkatan menjadi 3,7%.

1

0 ‘05 ‘06 ‘07 ‘08 ‘09

Bank Mandiri

Bank Pemerintah

Bank Swasta

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

PEMBAHASAN UMUM DAN ANALISIS MANAJEMEN

49

BANK MANDIRI Rasio dana murah Bank Mandiri pada tahun 2009 mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun 2008 menjadi 58,4%. RASIO DANA MURAH
(%)70

BANK LAIN Komposisi dana murah Bank Pemerintah lainnya mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya menjadi 56,7%. Sedangkan dana murah Bank Swasta mengalami peningkatan menjadi 58,7%

60

- Jumlah dana murah meningkat sebesar 13,7%, sedangkan jumlah dana mahal hanya meningkat sebesar 6,4%. Hal ini menyebabkan rasio dana murah meningkat.

50

40

30

0 ‘05 ‘06 ‘07 ‘08 ‘09

-

Rasio Kecukupan Modal Inti mengalami sedikit penurunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya yaitu sebesar 12,5%. Penurunan disebabkan pertumbuhan Aktiva Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) sebesar Rp. 23 triliun atau 13,3 %.

RASIO KECUKUPAN MODAL INTI
(%) 25

-

20

Rata-rata Rasio Kecukupan Modal Inti perbankan mengalami sedikit sedikit peningkatan menjadi 13,6% dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar 12,9%. Sistem perbankan memiliki kecukupan modal yang sangat baik untuk mengantisipasi kebutuhan pertumbuhan.

-

15

10

5

0

‘05

‘06

‘07

‘08

‘09

-

Rasio Kecukupan Modal (CAR) Bank Mandiri dengan Risiko Kredit pada tahun 2009 sebesar 15,6% jauh diatas kebutuhan modal menurut regulasi (8%), serta diatas rata-rata CAR perbankan.

RASIO KECUKUPAN MODAL (CAR)
(%) 30

-

25

Secara umum, CAR sistem perbankan di tahun 2009 relatif stabil dibandingkan dengan tahun sebelumnya yaitu 15,3%, jauh di atas kebutuhan modal menurut regulasi (8%).

20

- Dengan CAR yang cukup tinggi tersebut memungkinkan Bank Mandiri terus mengembangkan usaha.

15

10

0 ‘05 ‘06 ‘07 ‘08 ‘09

Catatan : 1) Data untuk Bank Pemerintah, merupakan rata-rata data keuangan BRI, BNI dan BTN, sedangkan data Bank Swasta merupakan rata-rata data keuangan BCA, Bank Danamon, BII, Bank Lippo dan Bank Niaga yaitu 5 bank swasta terbesar menurut total aktiva yang datanya tersedia semenjak tahun 2005. Untuk data Bank Swasta tahun 2008 dan 2009 merupakan ratarata data keuangan BCA, Bank Danamon, BII dan Bank CIMB Niaga. 2) Rasio Biaya terhadap pendapatan bersih = Beban overhead/Pendapatan operasional (tidak termasuk pendapatan kenaikan nilai dan keuntungan penjualan surat berharga dan Obligasi Pemerintah).

Bank Mandiri

Bank Pemerintah

Bank Swasta

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

50

PEMBAHASAN UMUM DAN ANALISIS MANAJEMEN

HASIL OPERASIONAL • Laba per saham (EPS) sebesar Rp341,72 • Laba bersih meningkat 34,7% menjadi Rp7.155 miliar • Pendapatan provisi, komisi dan fee meningkat 25,9% menjadi Rp4.311 miliar • Jumlah pendapatan operasional sebesar Rp22.440 miliar RINGKASAN PERHITUNGAN LABA (RUGI) UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2008 DAN 31 DESEMBER 2009 2008 Rp. Miliar Pendapatan Bunga Beban Bunga Pendapatan Bunga - bersih Pendapatan Provisi, Komisi dan Fee Pendapatan Transaksi Valuta Asing Keuntungan (kerugian) penjualan Surat Berharga & Obligasi Pemerintah Keuntungan (Kerugian) atas penurunan nilai Surat Berharga & Obligasi Pemerintah Pendapatan Operasional Lainnya Pendapatan Operasional Beban penyisihan penghapusan aktiva produktif dan komitmen & kontinjensi serta lainnya (net) Beban Umum & Administrasi Beban Personalia Beban operasional Lainnya –Beban Lainnya Laba Operasional Pendapatan (Beban) Non Operasional – bersih Laba sebelum pajak dan Hak Minoritas Laba Bersih (54) 1 441 19.400 181 (2) 536 22.440 19 57 2.389 435 % (300 %) 21,5 % 15,7 % 27.336 (12.537) 14.800 3.423 789 2009 % Perubahan Rp. Miliar USD Juta 32.599 (15.822) 16.777 4.311 637 3.470 (1.684) 1.786 459 68 19,3 % 26,2 % 13,4 % 25,9 % (19,3 %)

(2.595) (3.862) (4.564) (469) 7.910 158 8.068 5.313

(1.996) (4.325) (4.854) (831) 10.434 390 10.824 7.155

(212) 460 (517) (88) 1.111 42 1.152 762

(23,1 %) 12,0 % 6,4 % 77,2 % 31,9 % 146,8 % 34,2 % 34,7 %

PENDAPATAN BUNGA BERSIH
(%) 12 10 8 6 4 5,20 % 4,43 % 2 0 ‘06 ‘07 ‘08 ‘09 4,80 % 5,48 % 4,84 % 4,44 % 5,19 % 11,40 % 9,80 % 9,80 % 9,84 % 7,30 %

Pendapatan bunga bersih meningkat sebesar 13,4% dari Rp14.800 miliar pada tahun 2008 menjadi Rp16.777 miliar pada tahun 2009. Peningkatan tersebut terutama disebabkan membaiknya kolektibilitas kredit dan bertumbuhnya kredit sehingga mengakibatkan peningkatan pendapatan bunga bersih. Kami sajikan pula pendapatan bunga yang berasal dari aktiva produktif, biaya bunga dana pihak ketiga serta marjin pendapatan bunga bersih – bank saja

Pendapatan Bunga

Biaya Bunga Dana

Marjin Pendapatan Bunga Bersih

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

PEMBAHASAN UMUM DAN ANALISIS MANAJEMEN

51

RINCIAN VOLUME RATA-RATA (Rp miliar), YIELD DAN PENDAPATAN BUNGA UNTUK MASING-MASING MATA UANG – BANK SAJA RUPIAH 2006 Volume % p.a rata-rata 69.968 91.591 176.907 13,00% 11,80% 12,60% 11,90% 2007 Volume % p.a rata-rata 73.617 90.202 183.223 12,30% 7,80% 9,90% 8,63% 2008 Volume % p.a rata-rata 99.971 88.175 205.351 11,98% 8,84% 10,36% 9,10% 2009 Volume % p.a rata-rata 133.988 87.879 243.633 12,80% 8,25% 10,80% 6,46%

Keterangan Kredit Obligasi Pemerintah Interest Earning Assets SBI 1 bulan VALUTA ASING

Keterangan Kredit Interest Earning Assets

2006 Volume % p.a rata-rata 29.970 42.715 4,70% 4,80%

2007 Volume % p.a rata-rata 35.097 45.311 7,10% 6,60%

2008 Volume % p.a rata-rata 36.895 50.512 6,26% 5,25%

2009 Volume % p.a rata-rata 31.619 60.007 6,33% 3,66%

RINCIAN VOLUME RATA-RATA (Rp miliar) DAN BIAYA DANA UNTUK MASING-MASING MATA UANG – BANK SAJA RUPIAH 2006 Volume % p.a rata-rata 30.174 45.697 94.448 177.659 3,30% 4,50% 11,10% 7,80% 2007 Volume % p.a rata-rata 36.116 61.941 75.727 180.696 2,60% 3,70% 7,40% 5,00% 2008 Volume % p.a rata-rata 42.030 76.132 77.408 201.393 2,85% 3,12% 7,56% 4,75% 2009 Volume % p.a rata-rata 46.180 82.504 103.663 237.338 3,61% 2.78% 8,36% 5,36%

Keterangan Giro Tabungan Deposito Berjangka Interest Bearing Liabilities VALUTA ASING

Keterangan Giro Deposito Berjangka Interest Bearing Liabilities

2006 Volume % p.a rata-rata 12.727 15.269 33.532 2,60% 4,00% 4,10%

2007 Volume % p.a rata-rata 15.151 13.871 35.885 1,90% 3,70% 3,50%

2008 Volume % p.a rata-rata 19.748 16.973 46.868 1,65% 3,30% 2,93%

2009 Volume % p.a rata-rata 29.043 17.107 51.389 1,10% 3,06% 2,10%

Marjin pendapatan bunga pada akhir tahun 2009 mengalami sedikit penurunan dari sebesar 5,5% menjadi 5,2%.

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

52

PEMBAHASAN UMUM DAN ANALISIS MANAJEMEN

KOMPOSISI PENDAPATAN BUNGA (Rp. Miliar) Keterangan Kredit Obligasi Pemerintah Penempatan Surat Berharga Lainnya Total 2007 Rp. Miliar % dari total 12.630 7.418 756 1.760 1.365 23.929 52,78 % 31,00 % 3,16 % 7,36 % 5,70 % 100,00 % 2008 % dari total 58,38 % 28,53 % 2,42 % 5,94 % 4,73 % 100,00 % 2009 % dari total 64,62 % 22,81 % 1,46 % 6,75 % 4,37 % 100,00 %

Rp. Miliar 15.958 7.799 662 1.625 1.292 27.336

Rp. Miliar 21.064 7.437 475 2.199 1.424 32.599

PENDAPATAN BUNGA KREDIT Yield pendapatan bunga kredit (bank saja)-rupiah pada tahun 2009 mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya dari 12,0% menjadi 12,8%, sedangkan yield pendapatan bunga kredit valuta asing relatif stabil yaitu 6,3%. Kontribusi pendapatan bunga yang berasal dari kredit pada tahun 2009 meningkat menjadi 64,6% dari total pendapatan bunga sebesar Rp32.599 miliar, hal ini terutama disebabkan perbaikan kualitas kredit, serta jumlah penyaluran kredit yang terus meningkat. Secara nominal total pendapatan bunga kredit yang diberikan meningkat 32,0% dari Rp15.958 miliar pada tahun 2008 menjadi Rp21.064 miliar pada tahun 2009. Volume rata-rata kredit yang diberikan juga meningkat dari Rp152.187 miliar pada tahun 2008 menjadi Rp183.618 miliar pada tahun 2009. Rata-rata Base Lending Rate kredit rupiah maupun valas pada tahun 2009 lebih rendah dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Penurunan tersebut terjadi pada hampir pada semua segmen kredit. Rata-rata Base Lending Rate untuk masing-masing segmen kredit pada tahun 2008 dan 2009 adalah:

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

PEMBAHASAN UMUM DAN ANALISIS MANAJEMEN

53

RATA-RATA BASE LENDING RATE UNTUK MASING-MASING SEGMEN KREDIT PADA TAHUN 2008 DAN 2009 ADALAH : CORPORATE
‘06 12,49% 6,23% ‘06

COMMERCIAL
13,35% 6,48% ‘06

SMALL
14,28% 6,96% 10,65% ‘07 6,59% 11,31% ‘08 6,83%

‘07

8,99% 5,78%

‘07

9,96% 6,02%

‘08

9,82% 6,38%

‘08

10,64% 6,69%

‘09

9,96% 5,19% 5 10 15 20 25

‘09

10,60% 5,53% 5 10 15 20 25

11,18% ‘09 5,59% 5 10 15 20 25

MICRO
‘06 19,51% ‘06

CONSUMER
14,51%

‘07

18,44%

‘07

11,10%

‘08

19,75%

‘08

11,77%

‘09

18,42%

‘09

11,32%

5

10

15

20

25

5

10

15

20

25

Rupiah

Valas

Pada akhir tahun 2009 sebesar 2,0% dari kredit rupiah merupakan NPL, menurun dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar 3,2%, sedangkan 8,3% dari kredit valas merupakan NPL menurun dari sebelumnya sebesar 12,7%. Pendapatan bunga kredit untuk kolektibilitas 4 dan 5 harus dibukukan sebagai pengurang pokok kredit.

PENDAPATAN BUNGA OBLIGASI PEMERINTAH Yield pendapatan bunga Obligasi Pemerintah pada tahun 2009 mengalami sedikit penurunan 8,8% pada tahun 2008 menjadi 8,3% pada tahun 2009. Kontribusi pendapatan bunga yang berasal dari Obligasi Pemerintah pada tahun 2009 juga mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun

sebelumnya dari 28,5% menjadi 22,8% dari total pendapatan bunga. Secara nominal total pendapatan bunga Obligasi Pemerintah menurun 7,0% dibandingkan dengan tahun sebelumnya dari Rp7.799 miliar menjadi Rp7.254 miliar. Volume rata-rata Obligasi Pemerintah menurun dibandingkan dengan tahun sebelumnya dari Rp88.643 miliar menjadi Rp88.475 miliar.

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

54

PEMBAHASAN UMUM DAN ANALISIS MANAJEMEN

KOMPOSISI PENDAPATAN BUNGA PORTFOLIO OBLIGASI PEMERINTAH UNTUK TAHUN 2008 DAN 2009

KOMPOSISI PENDAPATAN BUNGA OBLIGASI PEMERINTAH BERDASARKAN SUKU BUNGA UNTUK TAHUN 2008 DAN 2009

PORTFOLIO OBLIGASI
Diperdagangkan
176 73 28 2 7.444

BUNGA OBLIGASI
497 324 142 264

Bunga Tetap

Tersedia untuk Dijual

2.175 2.304 2.093 3.221 10.344

Bunga Mengambang
5.170 5.466 5.195

7.094 7.657 6.990

Dimiliki HinggaJatuh Tempo

10.841 10.841 7.418

Total

7.418 7.799 7.254

Total
7.254

7.799

2006

2007

2008

2009

KOMPOSISI BEBAN BUNGA (Rp. Miliar)

2007

2008

2009

2007 Giro Tabungan Deposito Berjangka Lainnya Total 1.252 2.310 6.466 1.403 11.431

% dari Total 10,95 % 20,21 % 56,57 % 12,27 % 100,00 %

2008 1.386 2.579 7.022 1.384 12.371

% dari Total 11,20 % 20,85 % 56,76 % 11,19 % 100,00 %

2009 1.852 2.539 9.862 1.422 15.675

% dari Total 11.81 % 16,20 % 62,92 % 9,07 % 100,00 %

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

PEMBAHASAN UMUM DAN ANALISIS MANAJEMEN

55

Beban bunga meningkat sebesar 26,7% dari Rp12.371 miliar pada tahun 2008 menjadi Rp15.675 miliar pada tahun 2009. Beban bunga simpanan terhadap total beban bunga mengalami peningkatan dari sebelumnya 93,5% menjadi 96,3%. Volume rata-rata simpanan Rupiah meningkat sebesar 17,1% dari Rp218.570 miliar pada tahun 2008

menjadi Rp255.867 miliar pada tahun 2009. Sejalan dengan membaiknya komposisi dana, volume rata-rata giro dan tabungan rupiah meningkat sebesar 8,8% dari Rp136.722 miliar pada tahun 2008 menjadi Rp148.774 miliar pada tahun 2009. Sedangkan volume rata-rata deposito berjangka rupiah mengalami peningkatan sebesar 30,8% dari

Rp81.848 miliar menjadi Rp107.093 miliar. Volume rata-rata simpanan valuta asing meningkat sebesar 23,4% dari Rp29.815 miliar pada tahun 2008 menjadi Rp36.784 miliar pada tahun 2009. Peningkatan tersebut terutama terjadi pada Giro dari Rp12.799 miliar pada tahun 2008 menjadi Rp18.853 miliar pada tahun 2009.

LABA OPERASIONAL SEBELUM PENYISIHAN PENGHAPUSAN 2005 Pendapatan Inti (Core Earnings) 1) Pendapatan (Kerugian) Transaksi Valas Laba Kenaikan Nilai & Penjualan Obligasi Pemerintah dan Surat Berharga Total Laba Operasional sebelum penyisihan penghapusan 4.575 6.216 7.952 10.505 166 247 214 (52) 4.335 74 2006 5.589 380 2007 7.424 314 2008 9.768 789

Rp. Miliar 2009 11.614 637 179 12.430

Catatan : 1) Terdiri dari pendapatan bunga bersih, pendapatan provisi, komisi dan fee serta pendapatan lainnya dikurangi dengan biaya overhead dan biaya operasional lainnya. Untuk tahun 2007 termasuk non recurring pendapatan bunga sebesar Rp425 miliar.

Pendapatan inti (Core Earnings) pada tahun 2009 mengalami peningkatan sebesar 18,9% dari sebesar Rp9.768 miliar pada tahun 2008 menjadi Rp11.614 miliar, dan memberikan kontribusi terhadap laba operasional

sebelum penyisihan penghapusan sebesar 93,4%. Laba Operasional sebelum penyisihan penghapusan pada tahun 2009 mengalami peningkatan, dari Rp10.505

miliar pada tahun 2008 menjadi Rp12.430 miliar. Peningkatan tersebut terutama disebabkan meningkatnya pendapatan inti (Core Earnings) karena meningkatnya pendapatan bunga bersih serta pendapatan fee-income.

PENDAPATAN OPERASIONAL LAINNYA 2008 Pendapatan transaksi valuta asing - bersih Provisi dan komisi lainnya Lain-lain Jumlah pendapatan operasional lainnya 4.653 789 3.423 441

Rp. Miliar 2009 Pendapatan operasional lainnya pada tahun 2009 mengalami peningkatan dari sebesar Rp4.653 miliar pada tahun 2008 menjadi Rp5.484 miliar. Pendapatan bersih atas transaksi valuta asing mengalami penurunan sebesar 19,3% dari Rp789 miliar pada tahun 2008 menjadi Rp637 miliar pada tahun 2009. Pendapatan lain-lain meningkat sebesar 21,5% dari Rp441 miliar pada tahun 2008 menjadi Rp536 miliar pada tahun 2009.

637 4.311 536 5.484

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

56

PEMBAHASAN UMUM DAN ANALISIS MANAJEMEN

PENDAPATAN PROVISI DAN KOMISI LAINNYA UNTUK TAHUN 2008 DAN 2009 (Rp. Miliar)

2008

2009

Administrasi kredit & simpanan Lainnya 1) Anak Perusahaan Pembukaan L/C, Bank Garansi & Pasar Modal Transfer, Inkaso, Kliring & Referensi Bank Reksadana Kartu Kredit Total
Catatan : 1) Terdiri dari Kartu Debit & ATM, Sindikasi, Payment Point dll

1.111 726 477 465 217 49 378 3.423

32,5% 21,2% 13,9% 13,6% 6,3% 1,4% 11,1% 100,0%

1.359 956 578 519 230 68 601 4.311

31,5% 22,2% 13,4% 12,0% 5,4% 1,6% 13,9% 100,0%

Pendapatan provisi dan komisi lainnya meningkat sebesar 25,9% dari Rp3.423 miliar pada tahun 2008 menjadi Rp4.311 miliar pada tahun 2009. Kontribusi provisi dan komisi lainnya terhadap total pendapatan operasional lainnya pada tahun 2009 sebesar 78,6%. (PENYISIHAN)/PEMBALIKAN PENYISIHAN Bank Mandiri sepenuhnya mengikuti ketentuan Bank Indonesia dalam pembentukan penyisihan penghapusan aktiva produktif untuk kredit yang diberikan. Kebijakan Bank Mandiri dalam pembentukan PPAP kredit: • Lancar 1% • Dalam Perhatian Khusus 5% • Kurang Lancar 15% • Diragukan 50% • Macet 100% Jumlah beban penyisihan penghapusan bersih mengalami penurunan sebesar 23,1% dari Rp2.595 miliar pada tahun 2008 menjadi Rp1.996 miliar pada tahun 2009. Penurunan tersebut terutama disebabkan berkurangnya pembentukan penyisihan untuk aktiva produktif dari Rp2.986 miliar pada tahun 2008 menjadi Rp1.148 miliar pada tahun 2009 yang diimbangi dengan pembentukan penyisihan lainnya sebesar Rp810 miliar.

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

PEMBAHASAN UMUM DAN ANALISIS MANAJEMEN

57

BEBAN PENYISIHAN PENGHAPUSAN AKTIVA PRODUKTIF DAN PENYISIHAN LAINNYA UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER 2008 DAN 2009 Rp. Miliar 2008 Penyisihan penghapusan kredit (Pembalikan)/penyisihan aktiva produktif lainnya Jumlah penyisihan penghapusan aktiva produktif (Pembalikan)/penyisihan lainnya dan estimasi kerugian atas komitmen dan kontinjensi Jumlah penyisihan penghapusan bersih 2.299 687 2.986 (391) 2.595 2009 1.540 (392) 1.148 848 1.996 20072 8 00

KEUNTUNGAN/(KERUGIAN) DARI PENJUALAN SURAT BERHARGA DAN OBLIGASI PEMERINTAH Keuntungan atas penjualan surat berharga dan Obligasi Pemerintah pada tahun 2009 sebesar Rp181 miliar, sedangkan pada tahun 2008 menderita kerugian sebesar Rp54 miliar dengan rincian : 2008 Surat-surat berharga Obligasi Pemerintah 1) Total
Catatan : 1) Termasuk penjualan Obligasi Pemerintah yang dibeli di Pasar Sekunder

Rp. Miliar 2009 162 19 181 20072 8 00

(24) (30) (54)

KEUNTUNGAN/(KERUGIAN) ATAS PERUBAHAN NILAI SURAT-SURAT BERHARGA DAN OBLIGASI PEMERINTAH Keuntungan atas perubahan nilai surat berharga dan obligasi pemerintah pada tahun 2009 sebesar Rp2 miliar meningkat 100% dibandingkan dengan tahun 2008 yaitu sebesar Rp1 miliar dengan rincian : Rp. Miliar 2008 Surat-surat berharga Obligasi Pemerintah 1) Total
Catatan : 1) Termasuk penjualan Obligasi Pemerintah yang dibeli di Pasar Sekunder

2009 (4) 2 2

20072 8 00

1 1

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

58

PEMBAHASAN UMUM DAN ANALISIS MANAJEMEN

BEBAN OPERASIONAL LAINNYA Rp. Miliar 2008 Beban umum dan administrasi Beban gaji dan tunjangan Lain-lain – bersih 1) Jumlah beban operasional lainnya
Catatan : 1) Termasuk biaya yang berhubungan dengan penjaminan atas dana pihak ketiga dalam program penjaminan pemerintah

2009 4.325 4.854 831 10.010

20072 8 00

3.862 4.564 469 8.895

Beban operasional lainnya meningkat dari Rp8.895 miliar pada tahun 2008 menjadi Rp10.010 miliar pada tahun 2009. Beban umum dan administrasi mengalami kenaikan sebesar 12,0% dari Rp3.862 miliar pada tahun 2008

menjadi Rp4.325 miliar pada tahun 2009, demikian juga beban gaji dan tunjangan mengalami kenaikan sebesar 6,4% dari Rp4.564 miliar pada tahun 2008 menjadi Rp4.854 miliar pada tahun 2009.

Beban lain-lain – bersih mengalami peningkatan dari Rp469 miliar pada tahun 2008 menjadi Rp831 miliar pada tahun 2009.

RINCIAN BIAYA OVERHEAD UNTUK TAHUN 2008 DAN 2009 Beban Umum & Administrasi IT & Telekomunikasi Promosi & Sponsorship Transportasi & Biaya Perjalanan Jasa Professional & Lainnya Terkait Pegawai Anak Perusahaan Total Beban Gaji & Tunjangan Gaji Kotor Tunjangan Post Employement Benefits 1) Training Anak Perusahaan Total 1.427 2.039 418 212 468 4.564 1.532 2.087 386 200 649 4.854 2008 792 553 302 397 316 494 3.862

Rp. Miliar
Catatan : 1) Mulai tahun 2005, kami mengakui cadangan atas manfaat Masa Bebas Tugas (MBT), yaitu suatu jangka tertentu sebelum usia pensiun yang membebaskan pegawai dari tugas-tugas rutin dengan tetap memperoleh fasilitas kepegawaian yang ditentukan meliputi gaji, tunjangan cuti, THR dll. Jumlah yang dicadangkan pada tahun 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp973 miliar dan Rp794 miliar

2009 % Perubahan 702 1.169 642 309 462 450 591 4.325 (11,4 %) 16,0 % 16,1 % 2,3 % 16,4 % 42,4 % 19,6 % 12,0 %

Sewa, pemeliharaan. penyusutan & lainnya 1.008

7,4 % 2,4 % (7,7 %) (5,7 %) 38,7 % 6,4 %

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

PEMBAHASAN UMUM DAN ANALISIS MANAJEMEN

59

PENDAPATAN NON OPERASIONAL BERSIH Pendapatan Non Operasional Bersih pada tahun 2009 mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya dari Rp158 miliar pada tahun 2008 menjadi Rp390 miliar pada tahun 2009. PENYISIHAN UNTUK PAJAK PENGHASILAN Beban pajak penghasilan meningkat dari Rp2.753 miliar pada tahun 2008 menjadi Rp3.626 miliar pada tahun 2009. Bank Mandiri menerapkan metode kewajiban (liability method) untuk menentukan beban pajak penghasilan, Pada metode ini, aktiva dan hutang pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer (temporary differences) antara nilai aktiva dan LABA DAN NILAI BUKU PER SAHAM

kewajiban yang tercatat di neraca dengan dasar pengenaan pajak atas aktiva dan kewajiban tersebut setiap tanggal pelaporan. Metode ini juga mengakui adanya manfaat pajak di masa datang seperti rugi menurut pajak yang belum digunakan apabila kemungkinan besar manfaat tersebut dapat direalisasikan di masa yang akan datang. Pos-pos yang dapat dikategorikan sebagai perbedaan temporer (temporary differences) adalah : a. Penyusutan aktiva tetap. b. Penyisihan biaya pegawai. c. Penyisihan penghapusan aktiva produktif dan komitmen & kontinjensi. d. Penyisihan kerugian atas kasus hukum. e. Keuntungan (kerugian) atas kenaikan/penurunan nilai surat berharga dan Obligasi Pemerintah.

Aktiva dan hutang pajak penghasilan dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang diharapkan akan diterapkan pada periode aktiva atau kewajiban tersebut direalisasi atau diselesaikan, berdasarkan tarif pajak yang berlaku. Aktiva Pajak Tangguhan – bersih pada 31 Desember 2009 adalah sebesar Rp6.014 miliar, sedangkan pada 31 Desember 2008 sebesar Rp6.124 miliar. Pemerintah telah mengumumkan adanya perubahan terhadap pajak penghasilan yang akan berlaku sejak 1 Januari 2009, yang menyatakan bahwa pajak penghasilan untuk Bank akan dikenakan satu tarif sebesar 28% pada tahun 2009 dan akan berkurang menjadi 25% sejak 2010. Perubahan dalam tarif pajak ini menyebabkan penyesuaian dalam perhitungan pajak tangguhan.

Rupiah 2008 Laba per saham dasar Nilai Buku per saham 255 1.462 2009 342 1.677

Laba per Saham (EPS) adalah laba bersih dibagi dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang ditempatkan dan disetor penuh pada tahun berjalan. Jumlah rata-rata tertimbang lembar saham beredar yang digunakan sebagai pembagi dalam menghitung laba per saham pada tahun 2009 sebanyak 20.961.252.565 lembar dan pada tahun 2008 sebanyak 20.929.439.763 lembar.

Laba per saham dasar pada tahun 2009 adalah sebesar Rp342, sedangkan pada tahun 2008 sebesar Rp255. Laba bersih untuk tahun 2009 meningkat sebesar 34,7% dari Rp5.313 miliar pada tahun 2008 menjadi Rp7.155 miliar. Kenaikan laba bersih terutama disebabkan meningkatnya pendapatan bunga bersih dari Rp14.800 miliar pada tahun 2008 menjadi Rp16.177

miliar pada tahun 2009 dan kenaikan pendapatan operasional lainnya dari Rp4.653 miliar pada tahun 2008 menjadi Rp5.484 miliar pada tahun 2009. Nilai Buku per saham Bank Mandiri per 31 Desember 2009 meningkat 14,7% menjadi Rp1.677 dari Rp1.462 pada akhir tahun 2008.

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

60

PEMBAHASAN UMUM DAN ANALISIS MANAJEMEN

RINGKASAN NERACA KONSOLIDASIAN PER 31 DESEMBER 2008 DAN 2009 1) 2008 (Rp. Miliar) Total Aktiva Kas & Penempatan pada BI Giro & Penempatan pada Bank Lain – Neto Surat Berharga yang dimiliki – Neto Obligasi Pemerintah Diperdagangkan Tersedia untuk Dijual Dimiliki hingga jatuh tempo Kredit yang diberikan Performing Non Performing Penyisihan Penghapusan Kredit – Neto Total Deposits – Non Bank Giro Tabungan Deposito Berjangka & Sertifikat Deposito Ekuitas
Catatan : 1) Disajikan sesuai format publikasi

USD Juta 32.884 5.201 2.125 305 8.097 4 2.408 5.685 16.009 15.153 856 (1.088) 14.921 26.524 6.338 8.711 11.466 2.799

2009 (Rp. Miliar) 394.617 57.673 26.575 7.634 89.133 430 25.916 62.787 198.547 192.335 6.212 (12.452) 186.095 319.550 72.697 113.795 133.058 35.109

USD Juta 42.003 6.139 2.829 813 9.487 46 2.758 6.683 21.133 20.472 661 (1.325) 19.808 34.013 7.738 12.112 14.163 3.737

% Perubahan 10,1 % 1,7 % 14,7 % 129,7 % 1,0 % 877,3 % (1,3 %) 1,3 % 13,8 % 3,9 % (33,4 %) 5,0 % 14,4 % 10,5 % 5,2 % 19,8 % 6.4 % 15,1 %

358.439 56.694 23.161 3.324 88.259 44 26.244 61.971 174.498 165.170 9.328 (11.860) 162.638 289.112 69.087 94.954 125.071 30.514

Jumlah aktiva mengalami kenaikan sebesar 10,1% dari Rp358.439 miliar pada tanggal 31 Desember 2008 menjadi Rp394.617 miliar pada 31 Desember 2009. KAS DAN PENEMPATAN PADA BANK INDONESIA Kas dan Penempatan pada Bank Indonesia mengalami kenaikan sebesar 1,7% dari Rp56.694 miliar pada 31 Desember 2008 menjadi Rp57.673 miliar per 31 Desember 2009. Penempatan pada Bank Indonesia pada akhir tahun 2009 sebesar Rp48.805 miliar dengan rincian sebagai berikut: a. Giro b. Sertifikat BI c. Lainnya Rp16.056 miliar Rp13.651 miliar Rp19.098 miliar Sedangkan Kas pada 31 Desember 2009 sebesar Rp8.868 miliar meningkat 5,7% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yaitu Rp8.389 miliar. GIRO DAN PENEMPATAN PADA BANK LAIN. Giro dan Penempatan pada Bank Lain mengalami kenaikan sebesar 14,7% dari Rp23.161 miliar pada tanggal 31 Desember 2008 menjadi Rp26.575 miliar pada tanggal 31 Desember 2009, terutama disebabkan peningkatan penempatan pada Bank lain dari Rp15.666 miliar pada tanggal 31 Desember 2008 menjadi Rp19.085 miliar pada tanggal 31 Desember 2009. SURAT BERHARGA YANG DIMILIKI Surat Berharga yang dimiliki mengalami peningkatan yang cukup significan dari Rp3.324 miliar pada tanggal 31 Desember 2008 menjadi Rp7.634 miliar pada tanggal 31 Desember 2009.

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

PEMBAHASAN UMUM DAN ANALISIS MANAJEMEN

61

OBLIGASI PEMERINTAH BERDASARKAN PORTFOLIO DAN SUKU BUNGA Rp. Miliar Diperdagangkan Suku Bunga Tetap Suku Bunga Mengambang Total % dari total 430 430 0,5 Tersedia untuk Dijual 406 25.510 25.916 29,1 Dimiliki hingga jatuh tempo 3.042 59.745 62.787 70,4 Total 3.878 85.255 89.133 100,0 % dari total 4,4 95,6 100,0

OBLIGASI PEMERINTAH BERDASARKAN JATUH TEMPO Rp. Miliar Diperdagangkan Kurang dari 1 tahun 1 – 5 tahun 5 – 10 tahun Lebih dari 10 tahun Total 371 59 430 Tersedia untuk Dijual 651 19.727 5.538 25.916 Dimiliki hingga jatuh tempo 1.366 729 40.539 20.153 62.787 Total 1.737 1.439 60.266 25.691 89.133 % dari total 2,0% 1,6% 67,6% 28,8% 100,0%

Per 31 Desember 2009 Bank Mandiri memiliki Obligasi Pemerintah sebesar Rp89.133 miliar (nilai wajar), yang merupakan 22,6% dari total aktiva Bank. Obligasi tersebut terdiri dari obligasi bunga tetap dan obligasi bunga mengambang. Atas portfolio tersebut, obligasi bunga tetap memiliki tingkat suku bunga antara 6,75% sampai 15,58% per tahun, sedangkan obligasi bunga mengambang memiliki tingkat suku bunga sebesar tingkat suku bunga SBI 3

(tiga) bulan. Per 31 Desember 2009 porsi obligasi bunga mengambang sebesar 95,6% dari total portfolio Obligasi Pemerintah. Pada tahun 2009 keuntungan atas penjualan Obligasi Pemerintah sebesar Rp19 miliar, sedangkan keuntungan yang belum direalisasi atas Obligasi Pemerintah pada tahun yang sama Rp2 miliar.

Sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia, Obligasi Pemerintah yang diperdagangkan dan tersedia untuk dijual, dinilai berdasarkan harga pasar setiap bulannya sedangkan untuk Obligasi Pemerintah yang dimiliki hingga jatuh tempo dicatat berdasarkan harga perolehan.

KREDIT YANG DIBERIKAN 2008 Rasio kredit terhadap total aktiva Rasio pendapatan bunga kredit terhadap total pendapatan bunga 58,4% 64,8% 48,7% 2009 50,3%

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

62

PEMBAHASAN UMUM DAN ANALISIS MANAJEMEN

Pada tanggal 31 Desember 2009, jumlah kredit yang diberikan bruto Bank Mandiri secara konsolidasi adalah sebesar Rp198.547 miliar atau 50,3%

dari total aktiva bank. Jumlah tersebut mengalami kenaikan sebesar 13,8% dibandingkan dengan 31 Desember 2008 yaitu sebesar Rp174.498 miliar.

Dibawah ini kami sajikan pertumbuhan total kredit dan kredit non performing (bank saja) selama tahun 2008 sebagai berikut:

MUTASI KREDIT YANG DIBERIKAN SELAMA TAHUN 2009 (BANK SAJA)
Saldo 31 Des. 2008 Pemberian kredit Angsuran Pelunasan Pengaruh kurs Lain-lain Saldo 31 Des. 2009

(Rp. Miliar) 159.007 72.454 (16.747) (27.772) (5.030) (2.224) 179.688

MUTASI KREDIT NON PERFORMING (BANK SAJA)
Saldo 31 Des. 2008 Downgrade ke NPL Upgrade dari NPL Penerimaan kembali Penghapusbukuan Lain-lain Saldo 31 Des. 2009

(Rp. Miliar) 8.531 1.892 (2.169) (1.286) (2.224) 646 5.390

PEMBERIAN KREDIT BERDASARKAN SEGMEN
Corporate Commercial Small Business Micro Banking Consumer Total

(Rp. Miliar) 36.994 16.531 4.951 4.531 9.447 72.454

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

PEMBAHASAN UMUM DAN ANALISIS MANAJEMEN

63

MUTASI KREDIT NON PERFORMING BERDASARKAN SEGMEN Corporate Upgrade dari NPL Downgrade ke NPL Lain-lain 1.639 392 600 Commercial 485 731 970 Small 9 406 225 Micro 1 98 164 Consumer 35 265 265

Rp. Miliar Total 2.169 1.892 2.224

KOMPOSISI KREDIT (BANK SAJA) PER 31 DESEMBER 2008 Jumlah Rekening Ukuran Kredit (Rp. Miliar) Total < 25 >= 25 s.d < 100 >= 100 s.d < 500 >= 500 s.d < 1.000 >= 1.000 TOTAL
Catatan : 1) Termasuk penyisihan karena restrukturisasi.

Saldo (Rp. Miliar) Total % 5,8% 2,2% 4,8% 5,9% Rp 62.955 32.820 42.456 14.310 27.147 179.688 2.540 757 2.093 5.390 NPL 1) % 4,0 % 2,3 % 4,9 % 3,0 % 1)

NPL Rekening 44.932 15 10 34,799

780.441 681 210 21 15 781.368

KREDIT BERDASARKAN BUSINESS UNIT PADA 31 DESEMBER 2009 (BANK SAJA) Business Unit CORPORATE 1 2 3 4 5 Subtotal Corporate Non performing loan COMMERCIAL 1 2 3 4 41.318 1.318 243 200 4.694 694 2 46.012 2.012 243 202 97,5 4,1 0,5 0,4 54.267 1.040 82 55.389 82 11.817 933 369 1.316 14.435 1.685 66.085 1.973 369 1.398 69.825 1.767 94,6 2,8 0,5 2,0 38,9 2,5 Kol Baki Debet Rupiah Valas Total %

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

64

PEMBAHASAN UMUM DAN ANALISIS MANAJEMEN

Business Unit

Kol 5

Baki Debet Rupiah 771 43.850 1.214 Valas 18 5.408 20 58 3 61 15 5.189 30 420 5.654 450 -

Total 789 49.258 1.234 15.488 1.112 66 96 338 17.100 500 4.262 806 52 61 200 5.381 313 265 9.087 173 22 703 10.250 898 20.549 2.472 81 121 371 23.594 573

% 1,6 27,4 2,5 90,6 6,5 0,4 0,6 2,0 9,5 2,9 79,2 15,0 0,9 1,0 3,7 3,0 5,8 2,6 88,7 1,7 0,2 6,9 5,7 8,8 87,1 10,5 0,3 0,5 1,6 13,2 2,4

Subtotal Commercial Non performing loan SMALL 1 2 3 4 5 Subtotal Small Non performing loan MICRO 1 2 3 4 5 Subtotal Micro Non performing loan SPECIAL ASSETS MANAGEMENT 1 2 3 4 5 Subtotal SAM Non performing loan CONSUMER 1 2 3 4 5 Subtotal Consumer Non performing loan

15.430 1.109 66 96 338 17.039 500 4.262 806 52 61 200 5.381 313 250 3.898 143 22 283 4.596 448 20.549 2.472 81 121 371 23.594 573

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

PEMBAHASAN UMUM DAN ANALISIS MANAJEMEN

65

Business Unit

Kol

Baki Debet Rupiah Valas

Total

%

TREASURY & INTERNATIONAL BANKING 1 2 3 4 5 Subtotal International Banking Non performing loan Total Kredit 288 288 149.935 3.844 44 33 274 4.195 307 29.753 4.132 44 33 274 4.483 307 179.688 92,2 1,0 0,7 6,1 2,5 6,9

KREDIT YANG DIRESTRUKTURISASI Dari total kredit yang diberikan per 31 Desember 2009, sebesar 8,6% atau Rp17.104 miliar merupakan kredit yang pernah direstrukturisasi. Jumlah tersebut mengalami peningkatan sebesar 3,3% dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2008 yaitu Rp16.560 miliar.

MUTASI KREDIT YANG PERNAH DIRESTRUKTURISASI TAHUN 2009 SALDO AWAL (Rp. Miliar) Tambahan restrukturisasi Pembayaran Penghapusbukuan Lain-lain 1) SALDO AKHIR (Rp. Miliar) 16.560 5.660 (1.484) (739) (2.893) 17.104

Catatan : 1) Termasuk pembayaran sebagian, selisih kurs karena penjabaran mata uang asing dan fluktuasi kredit modal kerja.

SKEMA DAN JUMLAH KREDIT YANG PERNAH DIRESTRUKTURISASI 2008 Kredit jangka panjang dengan opsi saham (KJPOS) Fasilitas kredit tambahan Perpanjangan jangka waktu kredit Perpanjangan jangka waktu & penurunan suku bunga Perpanjangan jangka waktu & skema restrukturisasi lain-lain Total
1)

Rp. Miliar 2009 190 295 6.764 310 9.546 17.104 % 1,1 1,7 39,6 1,8 55,8 100

380 1.322 8.019 4.486 2.353 16.560

Catatan : 1) Skema restrukturisasi lain-lain terutama terdiri dari penurunan tingkat suku bunga, penjadualan kembali bunga yang tertunggak dan perpanjangan jangka waktu pembayaran bunga tertunggak.

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

66

PEMBAHASAN UMUM DAN ANALISIS MANAJEMEN

KREDIT YANG DIHAPUSBUKUKAN Pada tahun 2009, Bank Mandiri menghapusbukukan kredit yang diberikan sebesar Rp2.224 miliar dan menerima kembali kredit yang telah dihapusbukukan sebesar Rp2.264 miliar dari kredit yang telah dihapusbukukan sebelum dan selama tahun 2009. Saldo kredit yang dihapusbukukan per 31 Desember 2009 sebesar Rp32.610 miliar. Portfolio kredit yang telah dihapusbuku tersebut tidak dicatat dalam laporan keuangan.

MUTASI KREDIT YANG TELAH DIHAPUSBUKU TAHUN 2008 DAN 2009 (BANK SAJA) Rp. Miliar 2008 Saldo awal tahun Penghapusbukuan Penerimaan kembali Lain-Lain 1) Saldo akhir tahun
Catatan: 1) Termasuk selisih kurs karena penjabaran mata uang asing.

2009 34.511 2.224 (2.264) (1.861) 32.610

28.858 5.507 (2.308) 2.454 34.511

KREDIT YANG DIBELI DARI BPPN Termasuk dalam saldo kredit yang diberikan per 31 Desember 2009 adalah kredit yang dibeli dari BPPN sebesar Rp157 miliar, seluruhnya telah dilakukan pengikatan kredit baru. Bank mencatat selisih antara nilai pokok kredit dengan harga pembelian sebagai penyisihan penghapusan aktiva produktif.

KREDIT YANG DIBELI DARI BPPN PADA 31 DESEMBER 2007 DAN 2008 2008 Baki Debet Pendapatan yang ditangguhkan PPAP Pendapatan bunga & pendapatan lain yang terkait dengan kredit yang dibeli dari BPPN 289 1 36

Rp. Miliar 2009 157 -

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

PEMBAHASAN UMUM DAN ANALISIS MANAJEMEN

67

MUTASI KREDIT YANG DIBELI DARI BPPN Rp. Miliar 2003 Saldo awal tahun Pembayaran Hapus Buku Pembelian & Adjustments 1) Pengaruh Kurs Saldo akhir tahun 5.457 (242) 399 (365) 5.249 2004 5.249 (464) (86) (64) 441 5.075 2005 5.075 (515) (27) 238 4.771 2006 4.771 (640) (743) (338) 3.050 2007 3.050 (2.086) (578) 110 496 2008 496 (243) 37 289 2009 289 (132) 157

Catatan : 1) Pada tahun 2003 termasuk kredit yang dibeli dari BPPN sebesar Rp160 miliar yang sebelumnya dicatat pada aktiva lain-lain, Pada tahun 2004 terdapat adjustments untuk pendapatan yang ditangguhkan

KOLEKTIBILITAS KREDIT YANG DIBELI DARI BPPN Rp. Miliar 2003 Lancar Dalam Perhatian Khusus Kurang Lancar Diragukan Macet Total NPL 2.310 1.002 14 100 1.823 5.249 36,9% 2004 2.142 433 557 5 1.938 5.075 49,3% 2005 631 436 571 156 2.977 4.771 77,6% 2006 471 2.073 6 500 3.050 16,6% 2007 315 180 496 0% 2008 267 2 20 289 6,9% 2009 157 157 0%

SIMPANAN Pada 31 Desember 2009 jumlah simpanan meningkat sebesar 10,5% dari sebesar Rp289.112 miliar menjadi Rp319.550 miliar. Peningkatan tersebut terutama disebabkan meningkatnya tabungan yang cukup signifikan sebesar 19,8% dari Rp94.954 miliar menjadi Rp113.795 miliar, sedangkan deposito berjangka dan giro meningkat sebesar 5,9% dari Rp194.158 miliar menjadi Rp205.755 miliar Rasio dana murah terhadap total simpanan meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang semula 56,7% menjadi 58,3%.

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

68

PEMBAHASAN UMUM DAN ANALISIS MANAJEMEN

BERIKUT INI DISAJIKAN KOMPOSISI SIMPANAN PER 31 DESEMBER 2008 DAN 2009

2008

2009 22,7% 35,6% 41,6%

2008

2009

Giro Tabungan Deposito Berjangka & Sertifikat Deposito

23,9% 32,8% 43,3%

Jumlah Total Simpanan Rp289.112 miliar

Jumlah Total Simpanan Rp319.550 miliar

KOMPOSISI SIMPANAN ( BANK SAJA) PER 31 DESEMBER 2009 Rp. Miliar Valuta CORPORATE Rp Valuta Asing Jumlah COMMERCIAL Rp Valuta Asing Jumlah MICRO & RETAIL Rp Valuta Asing Jumlah TREASURY & INTERNATIONAL Rp Valuta Asing Jumlah Total EKUITAS Total ekuitas mengalami peningkatan sebesar 15,1% dari Rp30.514 miliar pada tanggal 31 Desember 2008 menjadi Rp35.109 miliar pada tanggal 31 Desember 2009. Kenaikan ini terutama disebabkan meningkatnya saldo laba dari Rp13.179 miliar pada tanggal 31 Desember 2008 menjadi Rp17.859 miliar pada tanggal 31 Desember 2009. Pendistribusian laba bersih tahun 2008 yang dilaksanakan pada tahun 2009 adalah pembayaran dividen, cadangan umum serta Dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan. Bank Mandiri 827 635 1.462 69.862 2.807 981 3.788 123.409 22 498 520 106.449 3.657 2.114 5.771 299.722 7.490 1.373 8.863 68.023 6.680 74.703 95.221 8.107 103.328 170.735 16.160 186.895 15.535 6.600 22.135 9.615 2.119 11.734 1.161 683 1.844 26.311 9.402 35.713 27.967 9.435 37.402 28.061 5.123 33.184 385 372 757 56.413 14.930 71.343 Giro Deposito Tabungan Total

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

PEMBAHASAN UMUM DAN ANALISIS MANAJEMEN

69

POSISI LIKUIDITAS BANK MANDIRI PER 31 DESEMBER 2008 DAN 2009 Rp. Miliar 2008 Aktiva Lancar 1) Obligasi Pemerintah yang dimiliki untuk diperdagangkan dan tersedia untuk dijual. Rasio kredit terhadap simpanan 2) Aktiva lancar terhadap jumlah aktiva Aktiva lancar terhadap simpanan 2) 28.288 60,4% 22,6% 28,1% 26.346 62,1% 22,0% 27,2% 81.178 2009 86.817

likuiditas bank. Pada tahun 2009, Bank Mandiri memiliki arus kas masuk dari peningkatan jumlah deposito berjangka, tabungan dan giro. ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Arus kas masuk bersih dari aktivitas operasi untuk tahun 2009 adalah sebesar Rp12.360 miliar terutama berasal dari pendapatan bunga dan pendapatan provisi & komisi masingmasing sebesar Rp32.078 miliar dan 5.270 miliar. Arus kas masuk bersih tersebut juga dipengaruhi oleh peningkatan giro, tabungan dan deposito berjangka sebesar Rp33.514 miliar yang diimbangi dengan beban bunga sebesar Rp15.879 miliar serta tambahan pemberian kredit sebesar Rp24.906 miliar. Pada tahun 2008 arus kas masuk bersih dari aktivitas operasi sebesar Rp522 miliar terutama berasal dari pendapatan bunga sebesar Rp26.118 miliar, di mana kredit yang diberikan memberikan pendapatan sebesar Rp15.958 miliar. Arus kas masuk bersih juga dipengaruhi oleh penerimaan provisi dan komisi sebesar Rp4.263 miliar dan peningkatan giro, tabungan dan deposito berjangka sebesar Rp39.636 miliar, yang diimbangi dengan arus kas keluar dari beban bunga sebesar Rp12.165 miliar serta tambahan pemberian kredit sebesar Rp36.150 miliar. ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi selama tahun 2009 sebesar Rp4.716 miliar terutama disebabkan adanya kenaikan atas surat berharga yang dibeli dengan janji untuk dijual kembali sebesar Rp4.269 miliar

Catatan: 1) Aktiva lancar terdiri dari : kas, giro pada Bank Indonesia, giro pada bank-bank lain, penempatan pada Bank Indonesia , bank dan lembaga keuangan lain, serta surat-surat berharga (tidak termasuk Obligasi Pemerintah) dalam portfolio diperdagangkan dan tersedia untuk dijual) 2) Simpanan tidak termasuk simpanan dari bank lain.

telah melaksanakan pembayaran dividen tahun buku 2008 dan 2007 masing-masing sebesar Rp88,55 dan Rp187,11 per lembar saham atau secara total masing-masing sebesar Rp1.859 miliar dan Rp3.912 miliar. Kegiatan usaha Bank Mandiri selama tahun 2009 sebagian besar didanai oleh kombinasi penerimaan dari pendapatan bunga atas kredit yang diberikan, komisi dan provisi, peningkatan jumlah simpanan. Selain itu, Bank Mandiri telah memanfaatkan pasar uang antar bank. Bank Mandiri juga mempertahankan cadangan likuiditas, yang biasanya berjumlah lebih besar daripada Giro Wajib Minimum Bank Indonesia, untuk mengantisipasi penarikan simpanan dalam jumlah besar oleh nasabah. Bank Mandiri menggunakan sebagian besar dananya untuk pembayaran beban bunga atas dana pihak ketiga dan pinjaman yang diterima, pemberian kredit dan pembayaran kembali pinjaman yang diterima, penempatan

pada pasar uang antar bank, dan pembayaran biaya operasional (termasuk biaya gaji dan tunjangan, serta biaya umum dan administrasi). Total aktiva lancar pada tahun 2009 mencapai Rp86.817 miliar, menunjukkan likuiditas yang sangat baik. Total aktiva lancar di akhir tahun 2009 mencapai 22,0% dari total aktiva atau 27,2% dari total simpanan juga mengindikasikan kondisi likuiditas yang baik. Bank Mandiri juga menggunakan portfolio Obligasi Pemerintah untuk mendukung likuiditas dan meningkatkan aktiva produktif melalui collateral fund borrowing serta transaksi penjualan dengan janji dibeli kembali. Bank Mandiri telah menjual Obligasi Pemerintah sebesar Rp316 miliar dengan janji untuk dibeli kembali pada bulan Mei 2010. Arus kas dari dana pihak ketiga juga secara signifikan mempengaruhi posisi

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

70

PEMBAHASAN UMUM DAN ANALISIS MANAJEMEN

dan pembelian aktiva tetap sebesar Rp651 miliar. Pada tahun 2008 arus kas masuk bersih dari aktivitas investasi adalah sebesar Rp2.401 miliar terutama berkaitan dengan penurunan surat berharga yang dibeli dengan janji dijual kembali sebesar Rp2.657 miliar, penurunan Obligasi Pemerintah yang tersedia untuk dijual dan dimiliki hingga jatuh tempo sebesar Rp286 miliar serta pembelian aktiva tetap sebesar Rp614 miliar.

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Selama tahun 2009 arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan sebesar Rp4.468 miliar antara lain untuk pembayaran pinjaman yang diterima sebesar Rp13.818 miliar yang diimbangi dengan penambahan atas pinjaman yang diterima sebesar Rp8.391 miliar. Arus kas bersih tersebut juga digunakan untuk pembayaran dividen, dana Program Kemitraan , Bina Lingkungan dan tantiem sebesar

Rp2.476 miliar serta kenaikan pinjaman subordinasi sebesar Rp3.350 miliar. Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan pada tahun 2008 sebesar Rp9.158 miliar yang antara lain digunakan untuk pembayaran dividen dan Dana Program Kemitraan & Bina Lingkungan dan tantiem sebesar Rp4.085 miliar, pelunasan surat berharga yang diterbitkan sebesar Rp3.034 miliar serta surat-surat berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali sebesar Rp1.932 miliar.

BELANJA MODAL Berikut ini kami sajikan realisasi belanja modal untuk tahun 2008 dan 2009 serta anggaran tahun 2010: Rp. Miliar Realisasi 2008 Tanah dan bangunan Peralatan Kantor, Komputer, Perangkat Lunak dan Kendaraan Implementasi Renovasi kantor Jumlah 614 783 126 488 2009 189 594 Anggaran 2010 109 397 94 799 1.399

KOMITMEN & KONTINJENSI Jumlah Komitmen & Kontinjensi yang mempunyai risiko kredit per 31 Desember 2009 mengalami peningkatan sebesar 17,2% dibandingkan dengan tahun 2008. Peningkatan tersebut terutama disebabkan meningkatnya Letters of Credit yang tidak dapat dibatalkan valuta asing serta bank garansi yang diterbitkan baik rupiah maupun valuta asing.

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

PEMBAHASAN UMUM DAN ANALISIS MANAJEMEN

71

KOMITMEN & KONTINJENSI YANG MEMPUNYAI RISIKO KREDIT PER 31 DESEMBER 2008 DAN 2009 2008 RUPIAH Letters of Credit yang tidak dapat dibatalkan Bank garansi yang diterbitkan Standby letters of credit MATA UANG ASING Letters of Credit yang tidak dapat dibatalkan Bank garansi yang diterbitkan Standby letters of credit 3.813 7.112 3.684 14.609 24.996 1.637 8.130 620 10.387

Rp. Miliar 2009

KOLEKTIBILITAS KOMITMEN & KONTINJENSI PER 31 DESEMBER 2008 DAN 2009 Rp. Miliar 2008 2009 29.259 41

1.356 9.807 1.031 12.194 6.381 7.518 3.207 17.106 29.300

Performing Non Performing

24.933 63

Penyisihan penghapusan komitmen dan kontinjensi yang telah dibentuk pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp329 miliar dan Rp316 miliar.

RASIO KEUANGAN LAINNYA (BANK SAJA) Tabel berikut menyajikan rasio keuangan lainnya, sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia : Rasio Aktiva Produktif Bermasalah Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif terhadap Aktiva Produktif Pemenuhan Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional 1) Persentase Pelanggaran BMPK Pihak Terkait Pihak Tidak Terkait Persentase Pelampauan BMPK Pihak Terkait Pihak Tidak Terkait Giro Wajib Minimum Rupiah Posisi Devisa Netto
2)

2008 3,0 % 4,0 % 103,8 % 73,7 % 0,0 % 0,0 % 0,0 % 0,0 % 5,5 % 9,9 %

2009 1,7 % 3,6 % 107,3 % 70,7 % 0,0 % 0,0 % 0,0 % 0,0 % 5,0 % 3,4 %

Catatan: 1) Beban operasional termasuk beban bunga & beban PPAP serta beban penyisihan lainnya dibagi pendapatan operasional termasuk pendapatan bunga 2) Perhitungan devisa netto termasuk akun neraca dan rekening administratif

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

72

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

73

LAPORAN
• TUGAS PENGAWASAN DEWAN KOMISARIS • GOOD CORPORATE GOVERNANCE • CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY • KOMITE PIHAK INDEPENDEN NON DEWAN KOMISARIS & CORPORATE SECRETARY • SIARAN PERS

MENEMBUS BATAS KEINGINAN

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

74

LAPORAN TUGAS PENGAWASAN DEWAN KOMISARIS

Pelaksanaan pengawasan terhadap Bank Mandiri senantiasa dilakukan secara proaktif guna mengarahkan dan memberikan shareholder value untuk Bank supaya terus tumbuh berkesinambungan berlandaskan penerapan prinsip-prinsip good corporate governance serta merefleksikan etika dan budaya tata kelola yang baik dalam struktur dan kebijakan Bank. Arahan dan pemberian nasihat kepada Direksi, dilakukan sejak perumusan strategi yang diikuti pada tahap implementasi program, dilanjutkan dengan pemantauan kinerja disertai upaya memastikan penerapan manajemen risiko dan good corporate governance dilaksanakan secara komprehensif, efektif dan efisien. Dewan Komisaris berpendapat bahwa dalam periode tahun 2009, manajemen telah bersungguh-sungguh untuk terus berupaya melanjutkan tahapan tranformasi dalam mewujudkan visi Bank. Pencapaian yang baik telah ditunjukkan dalam pertumbuhan bisnis, peningkatan profitabilitas, peningkatan mutu pelayanan dan perbaikan tata kelola. Selain pencapaian kinerja keuangan serta pengelolaan likuiditas. Secara umum pengawasan Dewan Komisaris difokuskan terhadap beberapa permasalahan utama yang terkait program perbaikan kinerja dan pencapaian target Bank, yaitu meliputi: Kinerja Keuangan Bank, Pengelolaan Likuiditas, Penanganan Kredit Bermasalah/Non Performing Loan (NPL), Corporate Governance, Manajemen Risiko dan Sistem Pengendalian Operasional Bank, Pengembangan Sumber Daya Manusia, Pelaksanaan Management Stock Option Plan (MSOP) dan Hal-hal Lain Yang Perlu Mendapat Perhatian Manajemen. Berkaitan dengan hal tersebut di atas, dapat disampaikan bahwa secara garis besar program kerja dan target tahun 2009 dapat dilaksanakan dan dicapai dengan baik. Atas pelaksanaan program kerja dan pencapaian target tersebut, Dewan Komisaris dalam melaksanakan fungsi pengawasannya berpendapat sebagai berikut: 1. KINERJA KEUANGAN BANK Proses transformasi yang dilaksanakan Bank Mandiri sejak tahun 2005 hingga akhir tahun 2009, telah berhasil mendorong peningkatan kinerja Bank Mandiri (konsolidasi) selama 5 (lima) tahun terakhir yang tercermin dari berbagai indikator keuangan utama yaitu:

a. Laba bersih tumbuh signifikan dari Rp 603 milyar di tahun 2005 menjadi Rp 7,2 Triliun di tahun 2009 (audited) atau naik 12 kali lipat. b. Return on Equity (ROE) meningkat signifikan dari 2,5% di tahun 2005 menjadi 22,07% di tahun 2009 atau naik 9 kali lipat. c. Non Performing Loan (NPL) berhasil turun signifikan dari sebesar 25,2% (gross) dan 15,34% (netto) di tahun 2005 menjadi sebesar 2,8% (gross) dan 0,42% (netto) di tahun 2009. d. Penurunan NPL tersebut juga diiringi dengan peningkatan coverage PPAP terhadap NPL dari sebesar 43,97% pada tahun 2005 menjadi 200,45% pada tahun 2009. e. Dari sisi efisiensi operasional, Bank Mandiri mampu memperbaiki Cost Efficiency Ratio (CER) dari 55,6% pada tahun 2005 menjadi 40,2% pada tahun 2009. Peningkatan kinerja yang berhasil dicapai Bank Mandiri sejak tahun 2005 tersebut pada akhirnya memberikan dampak positif pada peningkatan harga saham Bank Mandiri (BMRI). Harga saham BMRI di Bursa Efek Indonesia berhasil mencapai Rp 5.300 pada tanggal 7 Oktober 2009 dan menjadikan kapitalisasi pasar BMRI sebesar Rp 111,1 triliun, melampaui aspirasi awal yang ingin dicapai di tahun 2010 yaitu sebesar Rp.100 triliun. Ditinjau dari pencapaian target yang telah ditetapkan dalam Key Performance Indicator (KPI) tahun 2009, Bank Mandiri telah mencapai hampir semua target dan rencana kerja dengan sangat baik. 2. PENGELOLAAN LIKUIDITAS Kondisi makro ekonomi dan likuiditas pasar global maupun domestik menunjukkan perkembangan membaik, namun masih tetap perlu berhati-hati sehingga posisi likuiditas harus dijaga. Dalam hal ini Manajemen telah mampu melakukan pengelolaan likuiditas yang baik, tercermin dari pertumbuhan dana masyarakat yang cukup besar termasuk pendanaan yang berasal dari luar negeri diantaranya dari Asian Development Bank (ADB), International Financial

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

LAPORAN TUGAS PENGAWASAN DEWAN KOMISARIS

75

Corporation (IFC) dan Agence France de Development (AFD) pada bulan November 2009, yang dapat digunakan untuk mendanai aktivitas Bank Mandiri. Hal ini mencerminkan bahwa kepercayaan masyarakat luas dan investor terhadap Bank Mandiri sangat baik. Dengan pertumbuhan dana tersebut LDR Bank Mandiri khususnya LDR Valas mengalami penurunan yang cukup significan dari sebesar 80,5% di tahun 2008 menjadi 68,2% di tahun 2009 sehingga cenderung mengakibatkan over likuid. Disisi lain tentu memperkuat kemampuan Bank Mandiri untuk mengantisipasi dampak gejolak ekonomi global. a. Penghimpunan Dana Dibidang penghimpunan dana, secara umum pelaksanaan program kerja telah berjalan selaras dengan strategi bank. Walaupun pencapaian total dana masyarakat melebihi target yang ditetapkan, namun realisasi penghimpunan dana murah (giro dan tabungan) masih perlu ditingkatkan. Strategi yang telah ditetapkan meliputi fokus pada targeted customer, mengembangkan produk/fitur, mengoptimalkan infrastruktur & perangkat teknologi yang mendukung operasional cabang dan jaringan distribusi yang luas untuk pengembangan retail payment, disertai peningkatan pelayanan dan program promosi/marketing yang berkesinambungan. Adapun program kerja yang telah dilaksanakan mencakup: 1. Meningkatkan dana murah melalui optimalisasi target market debitur individual, Bundling product Tabungan Rencana Mandiri & Payroll, meningkatkan dana dari Tabungan TKI dan Haji, serta meningkatkan jumlah rekening Tabungan Rencana Mandiri (TRM) sehingga peningkatan jumlah rekening tabungan mencapai 1,52 juta rekening di akhir Tahun 2009 (target peningkatan 1 juta rekening). 2. Optimalisasi pemanfaatan Giro sebagai operating account dari fasilitas kredit yang diberikan kepada nasabah baru.

3. Mengembangkan relationship untuk meningkatkan penghimpunan dana dari Departemen/Lembaga pemerintah. 4. Memaksimalkan penetrasi bisnis atas nasabah baru yang potensial antara lain melalui penentuan target customers atas dasar sektor unggulan, top player & cluster daerah unggulan. 5. Memaksimalkan potensi bisnis nasabah eksisting melalui identifikasi kebutuhan atas dasar potensi nasabah serta mengembangkan product bundling sesuai kebutuhan nasabah 6. Meningkatkan efektivitas aliansi dengan nasabah corporate dan commercial sebagai strategic partner, memasarkan produk reksadana terproteksi & konvensional, meningkatkan brand image melalui media above the line, serta program Promosi berupa sponsorship, gift/souvenir, cash back serta program diskon. 7. Bank Mandiri juga memperluas kerjasamanya dengan hampir 1.200 bank koresponden yang terdapat di 106 negara. 8. Melakukan penjajakan dan mendapatkan komitmen pendanaan dan international trade finance line sebesar US$ 500 juta dari Asian Development Bank (ADB), International Financial Corporation (IFC) dan Agence France de Development (AFD). 9. Bank Mandiri telah melakukan penawaran umum Obligasi Subordinasi Rupiah Bank Mandiri I Tahun 2009 dengan nilai nominal sebesar Rp 3,5 Triliun yang telah dicatat pada Bursa Efek Indonesia tanggal 14 Desember 2009. b. Penempatan Dana Dibidang penempatan dana, pengembangan bisnis dilaksanakan melalui ekspansi kredit secara selektif dan pada segmen yang profitable dan mengoptimalkan sektor-sektor yang dapat tumbuh dengan baik dan merupakan sektor yang termasuk dalam industry class sangat disarankan disertai upaya penyempurnaan proses, kebijakan, dan pengawasan kredit sehingga tetap memperhatikan azas kehati-hatian.

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

76

LAPORAN TUGAS PENGAWASAN DEWAN KOMISARIS

Program kerja yang telah dilaksanakan antara lain: 1. Mengefektifkan ekspansi kredit (termasuk meningkatkan pemasaran kredit investasi), mengoptimalkan penggunaan KMK fixed dengan aktifitas di rekening giro sebagai operating account. 2. Memaksimalkan potensi bisnis melalui identifikasi kebutuhan atas dasar potensi nasabah dan mengembangkan product sesuai kebutuhan nasabah. 3. Memaksimalkan penetrasi bisnis atas nasabah baru yang potensial antara lain melalui penentuan target customers (atas dasar sektor unggulan, top player & cluster daerah unggulan). 4. Melakukan kerjasama dengan koperasi, BUMN, asosiasi dan institusi lainnya dalam penyaluran Program Kemitraan, memperkuat penawaran produk consumer loan dengan fokus pada pengembang berskala menengah, besar dan brokerage house. 5. Melaksanakan ekspansi kredit secara prudent pada segmen Mikro yang didukung dengan kegiatan kerjasama aliansi dengan mitra Corporate dan Commercial dalam pembiayaan mikro, aktivitas komunikasi dan program promosi yang terarah untuk mendukung pemasaran produk. 6. Melakukan supervisi kredit secara intensif untuk meningkatkan kualitas aktiva produktif dengan memastikan terlaksananya prosedur pemrosesan sampai dengan pencairan kredit sesuai aturan yang berlaku, mengendalikan debitur yang downgrade melalui penagihan secara intensif, meningkatkan monitoring terhadap performance collector serta melakukan write off secara berkala. 3. PENANGANAN KREDIT BERMASALAH/NON PERFORMING LOAN (NPL) Dewan Komisaris melalui Komite Audit dan Komite Pemantau Risiko memonitor berbagai upaya yang dilakukan manajemen dalam menjaga NPL sesuai ketentuan Bank Indonesia, termasuk memonitor pengaruh perkembangan kondisi makro terhadap kualitas aktiva produktif pada umumnya.

Disamping itu, terkait dengan penanganan NPL, Dewan Komisaris tetap memberikan perhatian atas hal-hal yang telah dilakukan manajemen sebagai berikut: a. Manajemen telah berhasil melakukan penyelesaian atas kredit bermasalah dari Top Obligor dalam jumlah yang signifikan. Namun demikian untuk sisa penyelesaian obligor macet Top 30 yang tidak memiliki kemungkinan untuk direstrukturisasi ataupun pelunasan kewajiban perlu dilakukan tindakan tegas termasuk melalui jalur hukum. b. Upaya menjaga dan meningkatkan risk control system pada aktivitas perkreditan terutama segmen corporate, commercial, micro & retail, dan consumer finance, termasuk penyempurnaan kualitas business process secara end to end. c. Proses restrukturisasi perlu terus diiringi dengan Strategi menjaga dan meningkatkan kualitas kredit pasca restrukturisasi kredit secara disiplin sehingga tidak terjadi penurunan kembali kolektibilitas kredit yang telah direstrukturiasi (relaps). d. Sejalan dengan fokus Bank Mandiri ke depan untuk pertumbuhan High Yield Business maka perlu ditingkatkan terus infrastruktur pengelolaan risiko kredit di segmen small business, consumer loan maupun mikro banking terus dikembangkan. 4. CORPORATE GOVERNANCE, MANAJEMEN RISIKO DAN SISTEM PENGENDALIAN OPERASIONAL BANK. Implementasi corporate governance dan manajemen risiko, termasuk sistem pengendalian operasional Bank, secara umum dapat dilaporkan telah dilaksanakan dengan baik dan penyempurnaannya terus diupayakan secara berkelanjutan. Sehubungan dengan hal tersebut, Dewan Komisaris mencatat beberapa hal sebagai berikut: a. Hasil self assessment Bank Mandiri atas pelaksanaan Good Corporate Governance (transparency, accountability, responsibility, independency dan fairness) periode tahun 2009 untuk memenuhi Peraturan Bank Indonesia (PBI) No.8/4/PBI/2006 tentang Pelaksanaan Good Corporate Governance (GCG) Bagi Bank Umum sebagaimana telah diubah

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

LAPORAN TUGAS PENGAWASAN DEWAN KOMISARIS

77

dengan PBI No.8/14/PBI/2006, menunjukkan nilai komposit 1,1 dengan predikat ”Sangat Baik”. Selain itu, terkait dengan penerapan GCG, Bank Mandiri memperoleh penghargaan sebagai Perusahaan dengan predikat ”Sangat Terpercaya” (peringkat 1 dengan nilai 90,65) pada Corporate Governance Perception Index 2008 yang diselenggarakan oleh The Indonesian Institute for Corporate Governance pada tahun 2009, dan sekaligus memperoleh penghargaan sebagai Perusahaan dengan kategori Sangat terpercaya dan Emiten Keuangan Terbaik. b. Bank Mandiri telah melakukan penyempurnaan terhadap legalitas operasional perusahaan penyedia layanan jasa pengiriman uang, yaitu Mandiri International Remittance (MIR) yang berlokasi di Kuala Lumpur, di mana kepemilikan Bank Mandiri sebesar 100% dengan mendapatkan persetujuan dari Bank Indonesia vide surat No. 10/548/DPB1 tanggal 14 November 2009. c. Terhadap pelaksanaan rencana divestasi atas PT. Usaha Gedun BDN (UGBDN) dan PT. Bank Bumi Daya Plaza (BDP), telah mendapatkan persetujuan dari Bank Indonesia sesuai dengan surat No. 11/1/DPB1/ TPB1-1 tanggal 6 Januari 2009, arahan divestasi utamanya akan dilakukan kepada internal Bank Mandiri terlebih dahulu dengan pertimbangan Bank secara keseluruhan. Adapun action plan UGBDN dan BDP telah dicantumkan dalam Rencana Bisnis Bank Mandiri 2010-2012. d. Review secara berkala terhadap penerapan manajemen risiko yang dilakukan Bank, antara lain terhadap portfolio kredit di atas Rp.1 triliun. Selain itu, Dewan Komisaris senantiasa memonitor kepatuhan terhadap ketentuan kehati-hatian yang ditetapkan oleh Bank Indonesia, antara lain Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK) dan penetapan Capital Adequacy Ratio (CAR). e. Terkait dengan Tingkat Kesehatan Bank Mandiri, Bank Indonesia memberikan hasil peringkat komposit 2 dengan predikat Baik untuk posisi 30 September 2009 dan kecukupan sistem pengendalian risiko

untuk risiko kredit Bank Mandiri, Bank Indonesia menggolongkan acceptable untuk posisi 30 September 2009, sesuai surat No.12/1/DPB1/TPB1-1/ Rahasia tanggal 8 Januari 2010 perihal Informasi Predikat Penilaian Kecukupan Risk Control System untuk Risiko Kredit, Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum dan Peringkat Komposit Tingkat Kesehatan Bank Mandiri Posisi 30 September 2009. f. Rencana penyelesaian Bank Mandiri atas Mandatory Convertible Bond (MCB) PT. Garuda Indonesia (Persero) yang Bank konversikan menjadi penyertaan modal sementara pada nasabah, hal ini telah dicatatkan dalam Pelaporan Bank per 31 Desember 2009.

Dewan Komisaris melalui surat No. COM/048/2009 tanggal 6 Juli 2009 telah memberikan persetujuan penyusunan Arsitektur Kebijakan dan Prosedur Bank Mandiri. 5. PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA Dalam hal pengembangan sumber daya manusia, implementasi program telah diupayakan agar selaras dan terintegrasi sehingga dapat secara optimal mendukung pencapaian target dan rencana bisnis, sebagai berikut: a. Program internalisasi Budaya perusahaan yang mencakup nilai-nilai kebersamaan Trust, Integrity, Profesionalisme, Customer Focus dan Excellence (TIPCE) telah dilaksanakan secara konsisten dan berkelanjutan untuk seluruh jajaran pegawai. b. Penyempurnaan strategi dan kebijakan Human Capital telah difokuskan pada pengembangan leadership dan capabilities yang efektif, peningkatan ketahanan (resiliance), peningkatan engagement serta penguatan budaya kerja dan penerapan best practices dalam pengelolaan Human Capital secara terintegrasi guna meningkatkan professionalisme dan produktivitas pegawai. Penyempurnaan strategi dan kebijakan tersebut seiring dengan strategi kompensasi yang kompetitif yang didasari pada jiwa “pay for performance” agar senantiasa dapat memotivasi pegawai.

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

78

LAPORAN TUGAS PENGAWASAN DEWAN KOMISARIS

c. Kebijakan resourcing telah mencakup kriteria dan proses serta akuntabilitas untuk mendapatkan kualitas pegawai yang diharapkan dalam waktu yang ditentukan. Kebijakan tersebut juga mencakup kebijakan outsourcing yang meliputi syarat-syarat pelaksanaan proses pengelolaan penyedia jasa outsourcing, termasuk jenis pekerjaan yang dapat di-outsource dan bentuk dari kegiatan outsource tersebut. d. Program kerja telah dilaksanakan untuk meningkatkan profesionalisme dan produktivitas pegawai, antara lain: 1. Grand launching employee services centre yang terdiri dari call centre & walk in centre yang juga disebut hc4U. 2. Pengembangan business learning academies. 3. Implementasi program coaching & leadership development yang terintegrasi dalam people development framework. 4. Mengimplementasikan modul e-recruitment yang terintegrasi . 5. Penajaman Mandiri Employee Appraisal System & Talent Management System. 6. Perbaikan terhadap process penentuan remunerasi dan insentif. 7. Perbaikan jalur karir. 6. PELAKSANAAN MANAGEMENT STOCK OPTION PLAN (MSOP) Dewan Komisaris selama tahun 2009 juga melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan eksekusi atas Management Stock Option Plan (MSOP), sebagaimana diamanatkan oleh Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa Bank Mandiri tanggal 29 September 2003 yang menetapkan kebijakan pelaksanaan dan pengawasan serta penerima untuk program MSOP Tahap 1, RUPS Tahunan Bank Mandiri tanggal 16 Mei 2005 untuk MSOP Tahap 2 dan RUPS Tahunan Bank Mandiri tanggal 22 Mei 2006 untuk MSOP Tahap 3. Sampai dengan tanggal 31 Desember 2009 jumlah total penerbitan saham baru Bank Mandiri hasil eksekusi MSOP Tahap 1 adalah sebanyak 375.365.957 lembar

saham *), MSOP Tahap 2 sebanyak 304.942.052 lembar saham dan MSOP Tahap 3 sebanyak 225.339.779 lembar saham. Jumlah keseluruhan lembar saham hasil konversi MSOP yang diterbitkan sampai dengan 31 Desember 2009 sebanyak 905.647.788 lembar saham. Penambahan jumlah saham beredar hasil dari eksekusi MSOP tersebut ditindaklanjuti dengan perubahan Anggaran Dasar untuk melakukan penambahan atas modal ditempatkan dan disetor penuh Bank Mandiri.
*) Keterangan : Jangka waktu MSOP tahap 1 (option live) telah berakhir pada 13 Juli 2008

7. HAL-HAL LAIN YANG PERLU MENDAPAT PERHATIAN MANAJEMEN Berdasarkan pengawasan atas realisasi kinerja dan pelaksanaan program kerja Bank Mandiri Tahun 2009 maka Dewan Komisaris menyampaikan beberapa hal yang perlu terus-menerus mendapat perhatian manajemen antara lain sebagai berikut: a. Sejalan dengan visi menjadi Indonesia’s most admired and progressive financial institution, maka pengembangan bisnis berupa penghimpunan dana, pengembangan fitur produk, optimalisasi infrastruktur dan perangkat teknologi, perluasan jaringan distribusi harus dilengkapi dengan langkah-langkah strategis untuk melakukan monitoring dan mendorong pencapaian kinerja yang sustainable serta dilaksanakan dengan tetap memperhatikan prinsip-prinsip good corporate governance. b. Dalam rangka untuk mengendalikan cost of funds dan mengelola risiko likuiditas secara prudent dengan tetap mempertimbangkan aspek efisiensi, Dewan Komisaris menyarankan kepada Direksi untuk menyeimbangkan pengelolaan kebutuhan likuiditas dengan pengelolaan efesiensi. Jumlah likuiditas yang ada tentunya perlu disesuaikan dari waktu ke waktu dan perlu disesuaikan dengan kondisi ekonomi dan likuiditas pasar yang saat ini menunjukan trend membaik. c. Dalam kondisi makro global yang masih dipenuhi ketidakpastian, Bank Mandiri agar terus memperbaiki

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

LAPORAN TUGAS PENGAWASAN DEWAN KOMISARIS

79

bisnis model di luar negeri termasuk di HongKong dan Bank Mandiri Europe Limited, serta menghindari bisnis-bisnis dengan profil risiko yang tinggi. Dewan Komisaris menghargai upaya Direksi untuk mempertahankan cabang HongKong dengan arahan agar fokus pada peningkatan shareholder value dan meninggalkan marginal bisnis yang beresiko tinggi serta menyiapkan business model yang lebih sesuai dengan core competencies cabang HongKong. d. Pengembangan micro banking dalam jangka panjang, agar senantiasa memperhatikan kondisi dan pangsa pasar, target nasabah, teknis operasional, pengendalian risiko serta profitabilitas segmen dimaksud. Pengembangan outlet yang dibutuhkan sesuai business plan, tentunya juga perlu mempertimbangkan kebutuhan tenaga kerja yang diperlukan serta bagaimana dapat mencari, merekrut dan mempertahankan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. e. Dalam rangka pengamanan transaksi reksadana dimana Bank Mandiri bertindak sebagai penjual maka perlu dilakukan upaya-upaya antara lain yaitu secara reguler bersama dengan manajer investasi mengundang investor reksadana untuk menjelaskan bahwa produk reksadana bukan produk Bank dan risiko ditanggung oleh investor; menyampaikan kepada investor reksadana mengenai laporan posisi investasi secara berkala; public education kepada investor/calon Selama tahun 2009, Dewan Komisaris dalam melaksanakan fungsi pengawasan serta pemberian nasihat kepada Direksi dibantu oleh Komite-Komite yaitu : 1. Komite Audit 2. Komite Pemantau Risiko 3. Komite Remunerasi dan Nominasi 4. Komite Good Corporate Governance Seluruh Komite tersebut telah melaksanakan tugas dan kewajiban dengan baik dan telah memberikan laporan dan rekomendasi kepada Dewan Komisaris atas hal-hal yang perlu menjadi perhatian Dewan Komisaris dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Demikian laporan Dewan Komisaris atas pelaksanaan program pengawasan selama tahun 2009.

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

80

GOOD CORPORATE GOVERNANCE

PELAKSANAAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE

Bank Mandiri merupakan Bank Umum Publik. Meskipun mayoritas sahamnya dimiliki oleh pemerintah, namun pengelolaan Bank Mandiri dilaksanakan secara profesional, transparan dengan tetap berpedoman pada Peraturan Perundang-undangan yang berlaku dan memperhatikan prinsip kehati-hatian (prudential banking), Best Practices, serta Budaya Perusahaan yang terdiri dari nilai-nilai kebersamaan (shared values), yang merupakan pencerminan dari tanggung jawab utama kepada seluruh stakeholder. Bank Mandiri merupakan hasil penggabungan 4 (empat) bank yakni Bank Bumi Daya, Bank Dagang Negara, Bank Ekspor Import Indonesia dan Bank Pembangunan Indonesia yang merger secara legal dilakukan pada Juli tahun 1999. Pada bulan Juli 2003, Bank Mandiri berhasil melakukan Go Public dan mampu tercatat sebagai IPO tersukses pasca krisis. Seiring dengan berjalannya proses transformasi, Bank Mandiri bertekad untuk menjadi Regional Champion Bank pada tahun 2010. Tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance) merupakan unsur penting di industri perbankan mengingat risiko dan tantangan yang dihadapi oleh industri perbankan semakin meningkat. Penerapan Good Corporate Governance (GCG) merupakan proses jangka panjang yang memberikan hasil berupa sustainable value. Implementasi GCG sebagai sebuah sistem dilakukan melalui proses intern yang melibatkan Dewan Komisaris, Direksi dan seluruh pegawai. Sejak diterapkannya GCG, Bank Mandiri mengalami perubahan yang lebih baik, terutama dengan meningkatnya kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) hingga dapat bekerja lebih efisien, efektif, kompetitif dan profesional didukung oleh budaya etos kerja yang mumpuni. Selain peningkatan kualitas SDM, penerapan GCG secara konsisten telah meningkatkan kinerja bank sehingga dapat memperkuat posisi daya saing perusahaan yang pada akhirnya akan menarik minat dan kepercayaan investor sehingga Bank Mandiri dapat tumbuh secara berkelanjutan dalam jangka panjang. Implementasi GCG di Bank Mandiri dilaksanakan dengan berlandaskan prinsip-prinsip GCG yang terdiri dari 5 (lima) tahap, yaitu: 1. Governance Commitment 2. Governance Structure 3. Governance Mechanism *) 4. Sosialisasi dan Evaluasi 5. Walking the talk
*) Keterangan: Sehubungan dengan penjelasan butir 1 dan 2, maka penjelasan mengenai butir 3, 4, dan 5 dapat dilihat pada halaman 127 dan seterusnya.

I. GOVERNANCE COMMITMENT Bank Mandiri mempunyai keyakinan bahwa implementasi GCG akan berjalan dengan baik kalau dilandasi komitmen yang kuat dari seluruh jajaran Bank Mandiri. Pada tahapan ini dilakukan perumusan kembali visi, misi dan strategi Bank Mandiri, yang diselaraskan dengan komitmen manajemen terhadap pentingnya penerapan GCG dalam menjalankan usahanya. Visi dan misi tersebut selanjutnya dilengkapi dengan strategi bisnis yang spesifik untuk masing-masing Strategic Busines Unit (SBU), yang terdiri dari Corporate Banking, Commercial Banking, Treasury & International Banking, Micro & Retail Banking dan Consumer Finance. Melengkapi komitmen visi, misi dan strategi bisnis, pada tahapan Perumusan Governance Commitment Bank Mandiri juga melakukan revitalisasi budaya perusahaan agar dapat memberikan keyakinan dan panduan yang lebih kuat. Revitalisasi tersebut dilakukan melalui penetapan budaya perusahaan yang dikenal dengan ”TIPCE” yaitu: Trust, Integrity, Professionalism, Customer focus dan Excellence. TIPCE tersebut kemudian dijabarkan dalam rumusan Pedoman 10 (sepuluh) Perilaku Utama bagi insan Bank Mandiri sebagai berikut : 1. Saling menghargai dan bekerja sama. 2. Jujur, tulus dan terbuka. 3. Disiplin dan konsisten. 4. Berpikir, berkata dan bertindak terpuji. 5. Kompeten dan bertanggung jawab. 6. Memberikan solusi dan hasil terbaik. 7. Inovatif, proaktif dan cepat tanggap. 8. Mengutamakan pelayanan dan kepuasan pelanggan. 9. Orientasi pada nilai tambah dan perbaikan terus menerus. 10. Peduli lingkungan. II. GOVERNANCE STRUCTURE Untuk mendukung tercapainya Visi, Misi dan Strateginya, Bank Mandiri telah melaksanakan penyempurnaan struktur organisasi yang menjamin adanya check and balance dan mencerminkan akuntabilitas yang jelas dan tegas dari masing-masing organ perusahaan. Governance Structure ini kemudian dituangkan dalam Anggaran Dasar Bank Mandiri dan GCG Charter berupa penataan fungsi, tugas dan wewenang masing-masing organ perseroan antara lain Rapat Umum Pemegang Saham, Dewan Komisaris dan Direksi. Melalui tahapan ini Bank Mandiri telah melakukan beberapa hal penting terkait dengan penyempurnaan Governance Structure, yaitu melalui pemenuhan jumlah dan komposisi Dewan Komisaris serta pembentukan Komite-komite. Adapun penjelasan mengenai struktur tata kelola perusahaan adalah sebagai berikut:

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

GOOD CORPORATE GOVERNANCE

81

A. RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM TAHUNAN (RUPST) Pada tanggal 4 Mei 2009, Bank Mandiri telah menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), dengan keputusan sebagai berikut: 1. Keputusan Agenda Pertama a. Menyetujui Laporan Tahunan Perseroan termasuk mengesahkan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan menyetujui Laporan Tugas Pengawasan yang telah dilaksanakan oleh Dewan Komisaris untuk tahun buku 2008. b. Mengesahkan Laporan Tahunan Pelaksanaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan untuk tahun buku 2008 yang telah diaudit oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Propinsi DKI Jakarta II. 2. Keputusan Agenda Kedua Menyetujui dan menetapkan penggunaan Laba bersih tahun buku 2008 sebesar Rp. 5.312.821.488.698. 3. Keputusan Agenda Ketiga a. Menetapkan Kantor Akuntan Publik Haryanto Sahari & Rekan sebagai Kantor Akuntan Publik yang akan mengaudit Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009. b. Menetapkan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Propinsi DKI Jakarta II sebagai Auditor yang akan mengaudit Laporan Tahunan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009. c. Memberikan kuasa kepada Dewan Komisaris untuk menetapkan honorarium dan persyaratan lainnya bagi Kantor Akuntan Publik dan Auditor tersebut. 4. Keputusan Agenda Keempat a. Menyetujui penyesuaian gaji Direktur Utama menjadi sebesar Rp. 166 juta netto per bulan atau kenaikannya sebesar 11,06% dari gaji netto yang berlaku saat ini dengan pembulatan ke bawah dalam angka jutaan penuh yang berlaku terhitung sejak tanggal 1 Januari 2009. b. Gaji anggota Direksi, honorarium anggota Dewan Komisaris dan Sekretaris Dewan Komisaris yaitu Direktur Utama sebesar 100%, Komisaris Utama sebesar 50%, Wakil Komisaris Utama 47,5%, anggota Dewan Komisaris lainnya sebesar 45% dan Sekretaris Dewan Komisaris sebesar 18,75% masing-masing dari gaji Direktur Utama; adapun gaji Wakil Direktur Utama dan anggota Direksi lainnya ditetapkan oleh Dewan Komisaris dengan mempertimbangkan bobot pekerjaan, pencapaian kinerja dan kontribusi masing-masing Direktur yang bersangkutan selama tahun buku 2008. c. Menyetujui pemberian tantiem sebesar Rp. 61,65 miliar atau sebesar 1,16% gross dari laba bersih Perseroan periode 1 Januari 2008 sampai dengan 31 Desember 2008 yang telah dianggarkan sebelumnya, untuk dibayarkan kepada segenap anggota Direksi, anggota Dewan Komisaris dan Sekretaris Dewan Komisaris yang menjabat dalam tahun 2008. d. Porsi tantiem untuk anggota Dewan Komisaris dan Sekretaris Dewan Komisaris adalah sebesar 22,14% dari total tantiem, dengan proporsi tantiem Komisaris Utama sebesar 100%, Wakil Komisaris Utama sebesar 95%, anggota Dewan Komisaris lainnya sebesar 90% dan Sekretaris Dewan Komisaris sebesar 37,5% masing-masing dari tantiem Komisaris Utama dengan mempertimbangkan lamanya menjabat pada tahun 2008; sedangkan porsi tantiem untuk Direksi adalah sebesar 77,86% dari total tantiem, dibagikan kepada masing-masing anggota Direksi dengan proporsi yang akan ditentukan dalam Rapat Dewan Komisaris dengan mempertimbangkan pencapaian kinerja dan kontribusi serta lamanya menjabat masing-masing anggota Direksi pada tahun 2008. 5. Keputusan Agenda Kelima Menyetujui pelimpahan kewenangan RUPS kepada Dewan Komisaris untuk menyetujui penambahan modal ditempatkan dan disetor Perseroan untuk jangka waktu 1 (satu) tahun terhitung sejak tanggal 29 Mei 2009.

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

82

GOOD CORPORATE GOVERNANCE

B. DEWAN KOMISARIS Dewan Komisaris adalah organ perseroan yang bertugas melakukan pengawasan secara umum dan/atau khusus sesuai dengan anggaran dasar serta memberi nasihat kepada Direksi serta memastikan bahwa perusahaan melaksanakan tata kelola perusahaan yang baik pada seluruh tingkatan atau jenjang organisasi. Susunan Anggota Dewan Komisaris • Edwin Gerungan Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen • Muchayat Wakil Komisaris Utama • Mahmuddin Yasin Komisaris • Soedarjono Komisaris Independen • Pradjoto Komisaris Independen • Gunarni Soeworo Komisaris Independen Komisaris Independen Sesuai PBI No.8/4/PBI/2006 sebagaimana diubah dengan PBI No.8/14/PBI/2006 tentang Pelaksanaan Good Corporate Governance Bagi Bank Umum, Bank harus memiliki Komisaris Independen yakni anggota Dewan Komisaris yang tidak memiliki hubungan keuangan kepengurusan, kepemilikan saham dan/atau hubungan keluarga dengan anggota Dewan Komisaris lainnya, Direksi dan/atau pemegang saham pengendali atau hubungan lain yang dapat mempengaruhi kemampuannya untuk bertindak independen. PBI tersebut juga mengatur bahwa paling kurang 50% dari jumlah anggota Dewan Komisaris adalah Komisaris Independen.

Sehubungan dengan hal tersebut, dan dalam rangka mendukung GCG Bank, pemegang saham dalam RUPS telah menetapkan Komisaris Independen dengan jumlah dan persyaratan sebagaimana ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku guna menjalankan tugas pengawasan terhadap Bank dan kelompok usaha Bank. Sampai dengan saat ini anggota Dewan Komisaris berjumlah 6 (enam) orang dimana 4 (empat) diantaranya merupakan Komisaris Independen.

Tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris 1. Melakukan Pengawasan terhadap pengurusan Bank yang dilakukan Direksi serta memberi nasihat kepada Direksi termasuk mengenai rencana kerja, pengembangan Bank, pelaksanaan ketentuan Anggaran Dasar dan Keputusan RUPS dan atau RUPS Luar Biasa dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 2. Melaksanakan tugas, wewenang dan tanggung jawab sesuai dengan ketentuan dalam Anggaran Dasar Perseroan dan Keputusan RUPS dan atau RUPS Luar Biasa secara efektif dan efisien serta terpeliharanya efektivitas komunikasi antara Dewan Komisaris dengan Direksi, Auditor Eksternal dan Otoritas Pengawas Bank atau Pasar Modal. 3. Menjaga kepentingan Bank dengan memperhatikan kepentingan para Pemegang Saham dan bertanggung jawab kepada RUPS. 4. Meneliti dan menelaah laporan tahunan yang disiapkan Direksi serta menandatangani laporan tahunan tersebut. 5. Memberikan pendapat dan saran atas Rencana Kerja dan Anggaran tahunan yang diusulkan Direksi dan mengesahkannya sesuai ketentuan pada Anggaran Dasar. 6. Memonitor perkembangan kegiatan Bank. 7. Memberikan pendapat dan saran kepada Rapat Umum Pemegang Saham mengenai masalah yang dianggap penting bagi kepengurusan Bank.

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

GOOD CORPORATE GOVERNANCE

83

8. Melaporkan dengan segera kepada RUPS apabila terjadi gejala menurunnya kinerja Bank. 9. Memberitahukan kepada Bank Indonesia paling lambat 7 (tujuh) hari kerja sejak ditemukannya (a) pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang keuangan dan perbankan dan (b) keadaan atau perkiraan keadaan yang dapat membahayakan kelangsungan usaha Bank.

FREKUENSI RAPAT DEWAN KOMISARIS Nama Edwin Gerungan Muchayat Mahmuddin Yasin Soedarjono Pradjoto Gunarni Soeworo Jumlah Rapat 18 18 18 18 18 18 Kehadiran 18 18 18 18 18 18 Ketidakhadiran 0 0 0 0 0 0 % Kehadiran 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 %

TRAINING/SEMINAR DEWAN KOMISARIS Nama Soedarjono Gunarni Soeworo Jenis IIA International Conference 2009-Johannesberg Leadership Forum

Rekomendasi Dewan Komisaris Dalam rangka pencapaian kinerja bank yang lebih baik dan sustainable, Dewan Komisaris telah menyampaikan rekomendasi sebagai berikut: 1. Bank Mandiri perlu melakukan legal review secara berkala terhadap dokumen perjanjian/kontrak termasuk perjanjian kredit oleh pihak independen agar dapat melakukan identifikasi Risiko Hukum secara dini dan melakukan mitigasinya. 2. Terkait dengan jumlah perkara hukum perdata di Bank Mandiri yang sebagian besar berasal dari transaksi kredit, maka terhadap kasus-kasus hukum tersebut perlu dilakukan legal review dan dilengkapi dengan legal dokumen yang benar dan cukup untuk memperkuat alat bukti di pengadilan. 3. Diperlukan strategi dan program kerja masing-masing bisnis unit agar dapat melakukan aliansi antar bisnis unit untuk meningkatkan produk tabungan serta penggunaan transactional account secara intensif. 4. Bank Mandiri perlu melakukan uji kehandalan dan keamanan terhadap sistem informasi bank antara lain dengan menyewa profesional hacker.

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

84

GOOD CORPORATE GOVERNANCE

5. Agar Bank tetap berhati-hati dalam menghadapi perusahaan yang mempunyai struktur organisasi dan kepemilikan yang kompleks dan mempunyai unit usaha di negara-negara “tax heaven” karena berdasarkan pengalaman, perusahaan/debitur seperti ini cenderung menimbulkan masalah bagi bank. 6. Terkait dengan maraknya penipuan/manipulasi penarikan tabungan dengan menggunakan kartu ATM palsu, maka untuk menjaga/melindungi operasional ATM agar dilakukan pengamanan dan pengadministrasian persedian kartu ATM dan PIN sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 7. Sistem pengendalian terpadu yang telah dibuat untuk pencegahan fraud agar dilaksanakan dengan benar dan dipantau terus namun jangan sampai menghambat bisnis dan mengganggu pelayanan kepada nasabah. 8. Untuk memenangkan persaingan di sektor bisnis mikro, maka Bank Mandiri harus mempunyai “product differentiation” serta harus mulai memikirkan dan membuat business plan untuk 5 sampai dengan 10 tahun ke depan baik dari segi pangsa pasar, operasional dan profitability dalam bidang Kredit Mikro. 9. Sehubungan dengan kondisi makro ekonomi dan likuiditas pasar global maupun domestik yang menunjukkan perkembangan membaik, sebaiknya Bank Mandiri mereview ulang posisi likuiditas Rupiah maupun valas yang dirasakan terlalu tinggi, terutama likuiditas valas, sehingga dapat menurunkan cost of fund dan melakukan pengelolaan risiko likuiditas secara prudent namun tetap mempertimbangkan aspek efisiensi.

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

GOOD CORPORATE GOVERNANCE

85

C. KOMITE-KOMITE DI BAWAH DEWAN KOMISARIS KOMITE AUDIT Komite Audit PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. sudah dibentuk sejak tanggal 19 Agustus 1999 berdasarkan Keputusan Komisaris PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. No. 013/KEP/KOM/1999 dan diperbaharui berdasarkan Keputusan Dewan Komisaris PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. No. 001/KEP/KOM/2005 tanggal 1 Juli 2005. Tujuan Pembentukan Komite Audit Pembentukan Komite Audit Bank Mandiri dilaksanakan dengan mengacu kepada Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. 117/M-MBU/2002, Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal No. KEP-29/PM/2004 dan Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. 8/4/PBI/2006 sebagaimana diubah dengan PBI No. 8/14/PBI/2006 tentang Pelaksanaan Corporate Governance bagi bank umum dengan tujuan untuk membantu memfasilitasi Dewan Komisaris dalam menjalankan tugas dan fungsi pengawasannya serta dalam memberikan nasehat kepada Direksi atas hal-hal yang terkait dengan informasi keuangan, sistem pengendalian intern, efektivitas pemeriksaan auditor eksternal dan internal, efektivitas pelaksanaan manajemen risiko serta kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku. Metodologi yang digunakan Komite Audit dalam menjalankan tugasnya adalah: a. Melakukan review atas laporan-laporan yang diterima langsung dari unit-unit kerja dan atau yang diterima melalui Komisaris. b. Melakukan review atas laporan hasil pemeriksaan auditor intern dan ekstern. c. Mengadakan rapat/diskusi dengan unit-unit kerja, auditor intern dan ekstern. Struktur dan Keanggotaan Komite Audit • Gunarni Soeworo Sebagai Ketua (Komisaris Independen) • Soedarjono Sebagai Anggota (Komisaris Independen) • Zulkifli Djaelani Sebagai Anggota (Pihak Independen) • Imam Sukarno Sebagai Anggota (Pihak Independen) Tugas dan Tangung Jawab Komite Audit Komite Audit bertugas dan bertanggung jawab untuk memberikan pendapat kepada Dewan Komisaris mengenai laporan dan atau hal-hal lain yang disampaikan Direksi, serta mengidentifikasi hal-hal yang memerlukan perhatian Dewan Komisaris berdasarkan Audit Committee Charter yang telah disetujui oleh Dewan Komisaris pada tanggal 30 Juni 2007, dengan cara: Melakukan penelaahan dan pemantauan atas semua informasi keuangan yang disajikan Manajemen. Melakukan penelaahan dan pemantauan atas efektifitas pelaksanaan pengendalian intern atau internal control. Melakukan penelaahan dan pemantauan atas efektifitas pelaksanaan hasil pemeriksaan oleh Satuan Kerja Audit Intern. Melakukan penelaahan dan pemantauan atas: a. Independensi dan obyektifitas Kantor Akuntan Public (KAP) yang akan mengikuti vendor. b. Biaya jasa Audit dan cakupan Audit yang diajukan oleh KAP terpilih. c. Pelaksanaan perkembangan Audit yang dilakukan Oleh KAP d. Laporan hasil Audit yang disampaikan oleh KAP 5. Melakukan penelaahan dan pemantauan atas kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku. 6. Melakukan penelaahan dan pemantauan serta melaporkan berbagai risiko yang potensial akan terjadi. 7. Melakukan penelaahan dan pemantauan atas pelaksanaan tindak lanjut oleh Manajemen yang berkaitan dengan temuan hasil pemeriksaan Satuan Kerja Audit Intern, Kantor Akuntan Public, Direktorat Pengawasan Bank-Bank Indonesia dan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. 1. 2. 3. 4.

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

86

GOOD CORPORATE GOVERNANCE

Selama tahun 2009 Komite Audit telah melakukan kegiatan-kegiatan sebagai berikut: 1. Melakukan pertemuan dengan Accounting Group untuk membahas antara lain perkembangan pemilihan Kantor Akuntan Publik untuk Laporan Keuangan Bank Mandiri tahun Buku 2009 dan masalah-masalah dalam implementasi PSAK 50 (revisi 2006) Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan, dan PSAK 55 (revisi 2006) Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran. 2. Melakukan pertemuan dengan Satuan Kerja Audit Intern (SKAI) untuk membahas antara lain: a. Mengenai temuan-temuan signifikan hasil pemeriksaan SKAI, terutama yang berkaitan dengan implementasi kebijakan dan peraturan, sistem dan prosedur, sistem pengendalian intern dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku. b. Temuan-temuan signifikan dan kasus-kasus fraud. c. Mengenai perkembangan terakhir penyelesaian kasuskasus hukum dan mitigasinya. 3. Melakukan pertemuan dengan Compliance Group untuk membahas antara lain: a. Temuan-temuan hasil pemeriksaan Bank Indonesia tahun 2008, tindak lanjut yang sudah dilakukan dan temuantemuan penting yang tindak lanjutnya masih dalam proses. b. Perkembangan transaksi-transaksi mencurigakan. c. Masalah-masalah Kepatuhan selama tahun 2009 dan perbaikannya. 4. Melakukan pertemuan dengan Legal Group untuk membahas 10 kasus hukum terbesar dan mitigasinya. 5. Melakukan pertemuan dengan Kantor Akuntan Publik yang terpilih untuk melakukan audit Laporan Keuangan Bank Mandiri guna membahas mengenai : a. Perkembangan pelaksanaan audit (audit progress) Laporan Keuangan Bank Mandiri Tahun Buku 2008 dan temuantemuan signifikan yang perlu mendapat perhatian. FREKUENSI RAPAT KOMITE AUDIT Nama Gunarni Soeworo Soedarjono Zulkifli Djaelani Imam Soekarno Jumlah Rapat 27 27 27 27 Kehadiran 27 27 27 27 Ketidakhadiran 0 0 0 0 % Kehadiran 100 % 100 % 100 % 100 %
Keterangan : Rapat komite dianggap sah apabila dihadiri paling kurang 51% dari jumlah anggota termasuk seorang Komisaris dan Pihak Independen. Keputusan Rapat dilakukan berdasarkan Musyawarah Mufakat, dalam hal tidak terjadi musyawarah mufakat, pengambilan keputusan dilakukan berdasarkan suara terbanyak.

b. Hasil akhir audit Laporan Keuangan Bank Mandiri Tahun Buku 2008, beserta Management Letter dan laporan atas kepatuhan atas perundang-undangan dan laporan hasil pemeriksaan sesuai PSA 62 berkaitan dengan kepatuhan pengendalian internal. c. Rencana dan cakupan audit Laporan Keuangan Bank Mandiri Tahun Buku 2009. d. Perkembangan pelaksanaan audit (audit progress) Laporan Keuangan Bank Mandiri Tahun Buku 2009 dan temuan-temuan awal yang perlu mendapat perhatian. 6. Melakukan pertemuan bersama-sama dengan Komite Pemantau Risiko untuk membahas antara lain : a. Membahas 10 jenis Operational Risk terbesar yang berpotensi fraud serta mitigasinya. b. Mereview implementasi pelaksanaan basel II. 7. Melakukan pertemuan dengan Human Capital Services Group, Human Capital Strategy & Policy Group dan Learning Center Group untuk membahas antara lain : a. Persiapan Sumber Daya Manusia (Standar Kompetensi) untuk menunjang konsep Dominant Multispecialist Bank. b. Kebijakan dan pelaksanaan “Home Base” pegawai dan rotasi pegawai. 8. Melakukan pertemuan dengan Central Operations Group untuk membahas antara lain pelaksanaan Operasional dan Pengendalian Risiko Operasional dan harmonisasi Sistem Integrasi Aplikasi Eximbills dan eMAS. 9. Melakukan tugas dan kegiatan lain yang diberikan Dewan Komisaris terkait dengan laporan Komisaris Utama dan Dewan Komisaris yang harus disampaikan kepada Bank Indonesia, yaitu laporan pelaksanaan dan pokok-pokok hasil Audit Intern semester II/2008 dan semester I/2009; laporan pengawasan rencana bisnis Bank semester II/2008 dan semester I/2009.

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

GOOD CORPORATE GOVERNANCE

87

KOMITE PEMANTAU RISIKO Sampai dengan saat ini, kondisi ekonomi global dilihat dari segi sektor keuangan maupun sektor industri manufacturing masih belum cukup stabil. Ini tercermin dari tingkat pengangguran yang tinggi dan semakin meningkat di sebagian besar negara. Per Desember 2009, tingkat pengangguran di Amerika Serikat mencapai 10%, Canada 8,5%, Uni Eropa 9,8%, Australia 5,7%, Jepang 5,2%, China 4,3% dan India 7,4%. Walaupun suku bunga pinjaman di negara-negara maju tersebut terendah sepanjang sejarah, namun perusahaan-perusahaan besar maupun kecil masih takut untuk berinvestasi. Mereka khawatir dengan tingkat pengangguran yang tinggi tersebut dan diperkirakan masih akan tetap tinggi sampai dengan 5-7 tahun mendatang. Tingkat pengangguran yang tinggi akan menekan daya beli masyarakat. Berdasarkan keadaan tersebut diatas, Komite Pemantau Risiko selama tahun 2009 bekerja secara lebih proaktif, dan prudent di dalam menganalisa, mengelola dan memitigasi risiko-risiko yang ada dan yang akan ada. Komite juga melakukan analisa profil risiko bank secara konsolidasi dengan anak-anak perusahaan.

Tahun 2009, Komite Pemantau Risiko telah mengadakan pertemuan secara intensif sebanyak 33 kali dengan pihak-pihak yang dianggap relevan dalam masalah risiko yang akan dibahas. Masalah risiko yang diprioritaskan dan difokuskan antara lain sebagai berikut: 1. Kondisi likuiditas bank baik dalam mata uang rupiah maupun US dollar.

2. Menjaga dan meningkatkan Net Interest Margin bank karena adanya tekanan dari biaya dana deposito. 3. Bersama dengan Manajemen melakukan simulasi stress testing terhadap Non Performing Loan berdasarkan asumsi-asumsi parameter makro. 4. Menjaga permodalan bank (CAR) pada tingkat yang cukup namun efisien. 5. Risiko yang terkait dengan posisi foreign exchange trading dan obligasi/Surat Utang Negara serta menghindar dari produk-produk derivatif. 6. Menjaga Loan to Deposit Ratio bank ( baik dalam mata uang Rupiah maupun US dollar) pada tingkat/ komposisi yang optimal dan juga BMPK baik terhadap pihak terkait maupun tidak terkait. 7. Memantau profil risiko dan termasuk secara konsolidasi dengan anak perusahaan. 8. Mereview dampak risiko akibat adanya perubahan peraturan dari otoritas moneter. 9. Secara berkala membahas dengan unit-unit terkait tentang implementasi dari pada penataan kembali organisasi yang berbasis SBU. 10. Memastikan bahwa terdapat sumber Daya Manusia yang berkualitas untuk menunjang pertumbuhan kredit. Struktur dan Keanggotaan Komite Pemantau Risiko • Soedarjono Sebagai Ketua (Komisaris Independen) • Edwin Gerungan Sebagai Anggota (Komisaris Independen) • Gunarni Soeworo Sebagai Anggota (Komisaris Independen) • Tama Widjaja Sebagai Anggota (Pihak Independen) • Group Head Market & Operational Risk Sebagai Sekretaris (ex-officio) – Non Voting Member

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

88

GOOD CORPORATE GOVERNANCE

Tugas dan Tanggung Jawab Komite Pemantau Risiko 1. Memberikan masukan kepada Dewan Komisaris dalam penyusunan dan perbaikan kebijakan manajemen risiko yang berkaitan dengan pengendalian risiko dibidang pengelolaan asset & liability, likuiditas, perkreditan serta operasional sebelum mendapat persetujuan Dewan Komisaris. 2. Mendiskusikan dengan Direksi atau unit kerja terkait dengan manajemen risiko, menguji pelaksanaan kebijakan manajemen risiko dan membahasnya dalam rapat Dewan Komisaris atau rapat gabungan Dewan Komisaris dan Direksi. 3. Mempelajari dan mengkaji ulang kebijakan dan peraturan- peraturan internal tentang kebijakan manajemen risiko. 4. Mempertimbangkan aspek risiko produk dan perubahan keadaaan atau kejadian yang berasal dari internal maupun eksternal Bank. 5. Secara periodik mengkaji manajemen risiko dan pedoman pelaksanaannya dan penyesuaiannya. 6. Mengevaluasi akurasi model dan validitas data pengukuran risiko. 7. Mengikuti dan mempelajari keputusan Risk and Capital Committee. 8. Mengkaji konsep laporan triwulanan profil risiko Bank secara individual dan konsolidasi serta menyampaikan masukan kepada Dewan Komisaris atas hal-hal yang perlu didiskusikan lebih lanjut dengan Direksi.

Komite Pemantau Risiko juga bekerja sama dengan Komite Audit mengadakan rapat gabungan dengan mengundang pihakpihak terkait dalam masalah risiko yang akan dibahas. Adapun kajian-kajian yang dilakukan antara lain sebagai berikut: 1. 2. 3. 4. Melakukan review terhadap kebijakan-kebijakan operational bank sehingga bisa mencegah/ meminimalisasi terjadinya fraud. Memonitor tahapan kemajuan dari implementasi Basel II dan PSAK 50 (revisi 2006) dan 55 (revisi 2006). Mengukur potensi risiko hukum dan melakukan pencegahannya. Memperbaiki secara berkala hal-hal penting yang belum sesuai/comply dengan peraturan baru Bank Indonesia.

FREKUENSI RAPAT KOMITE PEMANTAU RISIKO Nama Soedarjono Edwin Gerungan Gunarni Soeworo Tama Widjaja Group Head Market & Operational Risk 33 33 0 100 % Jumlah Rapat 33 33 33 33 Kehadiran 33 4 31 32 Ketidakhadiran 0 29 2 1 % Kehadiran 100 % 12,12 % 93,94 % 96,97 %
Keterangan : Rapat sah dan dapat mengambil keputusan apabila dihadiri 2/3 dari jumlah anggota komite dan harus dihadiri oleh Ketua komite. Dalam hal Ketua komite karena sesuatu hal tidak dapat hadir, sedangkan masalah yang dibahas sangat mendesak, Ketua dapat menunjuk salah seorang anggota untuk memimpin rapat. Keputusan rapat adalah sah bila disetujui oleh lebih dari ½ dari jumlah anggota yang hadir.

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

GOOD CORPORATE GOVERNANCE

89

KOMITE REMUNERASI DAN NOMINASI Komite Remunerasi dan Nominasi dibentuk untuk membantu Dewan Komisaris dalam menjalankan fungsi pengawasan atas hal-hal yang terkait dengan penetapan kualifikasi dan proses nominasi serta remunerasi Dewan Komisaris, Direksi dan Pejabat Eksekutif. Struktur dan Keanggotaan Komite Remunerasi dan Nominasi • Edwin Gerungan Sebagai Ketua (Komisaris Independen) • Muchayat Sebagai Anggota (Komisaris) • Soedarjono Sebagai Anggota (Komisaris Independen) • Pradjoto Sebagai Anggota (Komisaris Independen) • Gunarni Soeworo Sebagai Anggota (Komisaris Independen) • Mahmuddin Yasin Sebagai Anggota (Komisaris) • Group Head Sebagai Sekretaris (ex-officio) Human Capital – Non Voting Member Tugas dan Tanggung Jawab Komite Remunerasi dan Nominasi 1. Menyusun konsep dan analisa yang berhubungan dengan fungsi Komite Remunerasi dan Nominasi. 2. Membantu Dewan Komisaris untuk memberikan rekomendasi tentang jumlah anggota Komisaris dan Direksi. 3. Membantu Dewan Komisaris dalam penetapan Kebijakan Umum Sumber Daya Manusia. 4. Merekomendasikan persetujuan perubahan struktur organisasi sampai dengan satu tingkat di bawah Direksi. 5. Membantu Dewan Komisaris memperoleh dan menganalisa data bakal calon pejabat satu tingkat di bawah Direksi secara triwulanan dan setiap waktu jika ada perubahan. 6. Membantu Dewan Komisaris dalam memberikan rekomendasi tentang opsi kepada Dewan Komisaris, Direksi dan Pegawai, antara lain opsi saham serta pengawasan pelaksanaannya. 7. Memiliki data base calon-calon Direksi dan Dewan Komisaris. 8. Melakukan evaluasi terhadap kebijakan remunerasi dan memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai : a. Kebijakan remunerasi bagi Dewan Komisaris dan Direksi untuk disampaikan kepada Rapat Umum Pemegang Saham. b. Kebijakan remunerasi bagi Pejabat Eksekutif dan pegawai secara keseluruhan untuk disampaikan kepada Direksi. 9. Memberikan rekomendasi mengenai sistem serta prosedur pemilihan dan/atau penggantian anggota Dewan Komisaris dan Direksi kepada Dewan Komisaris untuk disampaikan kepada Rapat Umum Pemegang Saham. 10. Menyusun dan memberikan rekomendasi mengenai calon anggota Dewan Komisaris dan/atau Direksi kepada Dewan Komisaris untuk disampaikan kepada Rapat Umum Pemegang Saham. 11. Memberikan rekomendasi mengenai pihak independen yang akan menjadi anggota Komite Audit dan Komite Pemantau Risiko.

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

90

GOOD CORPORATE GOVERNANCE

Komite Remunerasi dan Nominasi telah melangsungkan 3 (tiga) kali pertemuan dengan beberapa agenda penting antara lain: 1. Mengusulkan kenaikan gaji Board Of Director (BOD) dan honorarium Board Of Commisioner (BOC) serta besaran tantiem bagi BOC dan BOD untuk disampaikan kepada Rapat Umum Pemegang Saham. 2. Melakukan evaluasi kinerja Direksi secara periodik. 3. Memberikan rekomendasi sistem penentuan kenaikan gaji Board Of Director (BOD) untuk disampaikan kepada Rapat Umum Pemegang Saham.

FREKUENSI RAPAT KOMITE REMUNERASI DAN NOMINASI Nama Edwin Gerungan Muchayat Mahmuddin Yasin Soedarjono Pradjoto Gunarni Soeworo Jumlah Rapat 3 3 3 3 3 3 Kehadiran 3 3 3 3 3 3 3 Ketidakhadiran 0 0 0 0 0 0 0 % Kehadiran 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 %
Keterangan : Rapat komite Remunerasi dan Nominasi hanya dapat dilaksanakan apabila dihadiri oleh paling kurang 51% dari jumlah anggota termasuk seorang Komisaris Independen dan Group Head Human Capital Group. Keputusan rapat Komite Remunerasi dan Nominasi dilakukan berdasarkan musyawarah mufakat, dalah hal tidak terjadi musyawarah mufakat, pengambilan keputusan dilakukan berdasarkan suara terbanyak.

Group Head Human Capital 3

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

GOOD CORPORATE GOVERNANCE

91

KOMITE GOOD CORPORATE GOVERNANCE Sebagai wujud komitmen Bank Mandiri dalam menegakkan Good Corporate Governance (GCG), pada tanggal 18 Juli 2005 Dewan Komisaris telah membentuk Komite GCG guna membantu Dewan Komisaris dalam menjalankan tugas dan fungsi pengawasan serta memperkuat implementasi prinsip-prinsip GCG. Struktur dan Keanggotaan Komite GCG • Muchayat Sebagai Ketua (Komisaris) • Gunarni Soeworo Sebagai Anggota (Komisaris Independen) • Mahmuddin Yasin Sebagai Anggota (Komisaris) • Group Head Compliance Sebagai Sekretaris (ex-officio) – Non Voting Member

Tugas dan Tanggung Jawab Komite GCG 1. Merekomendasikan kepada Dewan Komisaris mengenai arah kebijakan dan perbaikan implementasi prinsip-prinsip GCG yang dapat diterapkan di dalam perusahaan. 2. Mengawasi efektivitas implementasi GCG yang dilakukan oleh Direksi dalam upaya membangun Corporate Image serta budaya patuh (Sense of Complying) yang dilaksanakan oleh seluruh jajaran Bank di setiap unit kerja secara total (Total Quality Compliance – TQC) sehingga memberikan iklim bisnis yang sehat dan lingkungan kerja yang kondusif. 3. Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris terkait dengan kewajiban perusahaan dalam memperhatikan dan mengakomodasi kepentingan Pemegang Saham Minoritas (Minority Shareholder) dengan berpedoman pada peraturan perundang-undangan yang berlaku. 4. Memastikan bahwa proses nominasi calon Dewan Komisaris, Direksi dan Pejabat Eksekutif telah dilaksanakan berdasarkan kualifikasi yang jelas, proses seleksi yang transparan serta memenuhi ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 5. Memastikan bahwa perusahaan memiliki kebijakan evaluasi kinerja bagi masing-masing anggota Dewan Komisaris, anggota Direksi dan Pejabat Eksekutif yang pelaksanaannya dilakukan secara transparan, dan dikaitkan dengan paket dan struktur remunerasinya. 6. Memastikan bahwa anggota Dewan Komisaris dan Direksi memiliki komitmen untuk menghindari segala bentuk benturan kepentingan (conflict of interest), perangkapan jabatan dan perilaku insider trading sebagaimana dilarang oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. 7. Menjaga Rahasia Bank dan kerahasiaan atas seluruh dokumen dan segala sesuatu yang berhubungan dengan pelaksanaan tugas Komite. 8. Melaporkan hasil kegiatan Komite GCG kepada Dewan Komisaris untuk dituangkan dalam Laporan Tahunan Bank.

Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya untuk membangun budaya patuh (sense of complying) terhadap regulasi, Komite GCG telah menyusun program kerja 2009 dan telah melakukan monitoring pemenuhan ketentuan BI mengenai GCG sebagai sebagai berikut: 1. Menindaklanjuti Hasil Penilaian Implementasi GCG oleh The Indonesian Institute for Corporate Governance (IICG) dalam CGPI 2007 yang diselenggarakan oleh The Indonesian Institute for Corporate Governance (IICG) pada akhir tahun 2008. Hasil penilaian implementasi GCG oleh The Indonesian Institute for Corporate Governance (IICG) dalam Corporate Governance Perception Index (CGPI) 2007 yang pelaksanaannya diadakan pada akhir tahun 2008 telah dilaporkan kepada Komisaris Utama vide surat No.COM.GCG/002/2009 tanggal 29 Januari 2009. 2. Rating GCG oleh The Indonesian Institute for Corporate Governance (IICG), Sehubungan keikutsertaan Bank Mandiri dalam Good Corporate Governance Perception Index 2008 (CGPI 2008) yang diselenggarakan oleh IICG.

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

92

GOOD CORPORATE GOVERNANCE

3. Melaksanakan sosialisasi GCG di Kantor-kantor Wilayah. 4. Memonitor pelaksanaan self assessment, dalam rangka memenuhi PBI No.8/4/PBI/2006 sebagaimana diubah dengan PBI No.8/14/PBI/2006 tentang Pelaksanaan Good Corporate Governance Bagi Bank Umum, telah dilakukan penyusunan self assessment penerapan Good Corporate Governance. Penyusunan tersebut antara lain dapat dipergunakan sebagai sarana untuk mengidentifikasi penerapan Good Corporate Governance sekaligus untuk menyusun langkah korektif maupun rencana tindak lanjut yang diperlukan. Untuk periode tahun 2009, hasil pembobotan menunjukkan nilai Komposit 1,1 dengan predikat “Sangat Baik”. FREKUENSI RAPAT KOMITE GCG Nama Muchayat Gunarni Soeworo Mahmuddin Yasin Group Head Compliance Jumlah Rapat 1 1 1 1 Kehadiran 1 1 0 1 Ketidakhadiran 0 0 1 0 % Kehadiran 100 % 100 % 0% 100 %
Keterangan : Rapat komite sekurang-kurangnya dihadiri oleh 2/3 dari jumlah anggota komite dan harus dihadiri oleh Ketua Komite. Pengambilan keputusan harus disetujui oleh lebih dari ½ dari jumlah anggota komite yang hadir.

KOMITE DI BAWAH DEWAN KOMISARIS
KOMITE AUDIT Ketua Anggota : Gunarni Soeworo : Soedarjono Zulkifli Djaelani Imam Soekarno (Komisaris Independen) (Komisaris Independen) (Pihak Independen) (Pihak Independen)

KOMITE PEMANTAU RISIKO

Ketua Anggota

: Soedarjono : Edwin Gerungan Gunarni Soeworo Tama Widjaja Group Head Market & Operational Risk

(Komisaris Independen) (Komisaris Independen) (Komisaris Independen) (Pihak Independen) (Sebagai sekretaris ex-officio Non Voting Member)

KOMITE RENUMERASI & NOMINASI

Ketua Anggota

: Edwin Gerungan : Muchayat Soedarjono Pradjoto Gunarni Soeworo Mahmuddin Yasin Group Head Human Capital

(Komisaris Independen) (Komisaris) (Komisaris Independen) (Komisaris Independen) (Komisaris Independen) (Komisaris) (Sebagai Sekretaris ex-officio Non Voting Member)

KOMITE GOOD CORPORATE GOVERNANCE

Ketua Anggota

: Muchayat : Gunarni Soeworo Mahmuddin Yasin Group Head Compliance

(Komisaris) (Komisaris Independen) (Komisaris) (Sebagai Sekretaris ex-officio Non Voting Member)

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

GOOD CORPORATE GOVERNANCE

93

D. DIREKSI Direksi adalah organ perseroan yang berwenang dan bertanggung jawab penuh atas pengurusan perseroan untuk kepentingan perseroan, sesuai dengan maksud dan tujuan perseroan serta mewakili perseroan, baik di dalam maupun di luar pengadilan sesuai dengan anggaran dasar. Susunan Anggota Direksi • • • • • • • • • • • Agus Martowardojo I Wayan Agus Mertayasa Zulkifli Zaini Sasmita Abdul Rachman Sentot A. Sentausa Bambang Setiawan Riswinandi Thomas Arifin Budi G. Sadikin Ogi Prastomiyono Direktur Utama Wakil Direktur Utama Direktur Commercial Banking Direktur Technology & Operations Direktur Special Asset Management Direktur Risk Management Direktur Corporate Secretary, Legal & Customer Care Direktur Corporate Banking Direktur Treasury & International Banking Direktur Micro & Retail Banking Direktur Compliance & Human Capital

Selain itu, dalam menjalankan tugasnya Direksi dibantu oleh EVP Coordinator dengan susunan anggota sebagai berikut Pahala N. Mansury Haryanto T. Budiman Mansyur S. Nasution Riyani T. Bondan EVP Coordinator Finance & Strategy; Chief Financial Officer EVP Coordinator Change Management Office EVP Coordinator Consumer Finance EVP Coordinator Internal Audit

TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB DIREKSI I. DIREKTUR UTAMA 1. Mengkoordinasikan pelaksanaan pengurusan Perseroan sebagaimana ditetapkan dalam Anggaran Dasar dan keputusan RUPS Perseroan dengan mengindahkan ketentuan yang berlaku. 2. Mengkoordinasikan kelancaran pelaksanaan tugas-tugas yang berhubungan dengan unit Bisnis dan unit Supporting meliputi Direktorat Corporate Banking, Direktorat Commercial Banking, Direktorat Micro & Retail Banking, Direktorat Consumer Finance, Direktorat Treasury & International Banking, Direktorat Spesial Asset Management, Direktorat Risk Management, Direktorat Technology & Operations, Direktorat Corporate Secretary, Legal & Customer Care, Direktorat Compliance & Human Capital, Direktorat Finance & Strategy, Direktorat Change Management Office, dan Direktorat Internal Audit agar berjalan dengan lancar, efektif dan efisien. 3. Mengarahkan dan mensupervisi Direktorat-Direktorat dibawahnya berkoordinasi dengan Wakil Direktur Utama, secara berkesinambungan dalam melaksanakan tugas-tugas yang berkaitan dengan bidangnya masing-masing agar tetap pada jalur strategi jangka panjang Perseroan dan menangani persaingan dalam pasar. 4. Mengarahkan proses-proses perubahan yang diperlukan untuk memenuhi tantangan persaingan pasar dengan mendorong business unit memasarkan produk dan jasa dengan lebih dinamis dan kompetitif. 5. Meningkatkan citra Perseroan baik di tingkat nasional maupun internasional dan turut membina hubungan baik dengan bank-bank koresponden, investment bank, lembaga keuangan, nasabah dan otoritas moneter baik dalam negeri maupun luar negeri.

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

94

GOOD CORPORATE GOVERNANCE

6. Bertanggung jawab penuh dalam melaksanakan tugasnya untuk kepentingan Perseroan dalam mencapai maksud dan tujuannya. 7. Wajib dengan itikad baik dan penuh tanggung jawab menjalankan tugas untuk kepentingan dan usaha Perseroan dengan mengindahkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

8. Bertanggung jawab penuh secara pribadi apabila bersalah atau lalai dalam menjalankan tugasnya untuk kepentingan dan usaha Perseroan. 9. Berhak dan berwenang bertindak untuk dan atas nama Direksi serta mewakili Perseroan, dan untuk perbuatan tertentu atas tanggung jawabnya sendiri, berhak mengangkat seorang atau lebih sebagai wakil atau kuasanya, dengan memberikan kepadanya atau kepada mereka kekuasaan untuk perbuatan tertentu tersebut yang diatur dalam surat kuasa.

II. WAKIL DIREKTUR UTAMA 1. Kebijakan dan Strategi. a. Membantu Direktur Utama dalam memimpin dan mengarahkan kebijakan dan strategi, pemutakhiran serta sosialisasi kebijakan seluruh bidang yang dikoordinasi. b. Membantu Direktur Utama dalam memimpin dan mengarahkan penyusunan business plan dan action plan jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang agar sejalan dengan kebijakan Perseroan. 2. Kegiatan Operasional. a. Memastikan kelancaran pelaksanaan tugas-tugas yang berhubungan dengan Direktorat Spesial Asset Management, Direktorat Corporate Banking, Direktorat Commercial Banking, Direktorat Micro & Retail Banking, Direktorat Consumer Finance, Direktorat Treasury & International Banking, Direktorat Compliance & Human Capital, Direktorat Risk Management, Direktorat Finance & Strategy, Direktorat Technology & Operations, Direktorat Change Management Office, dan Corporate Secretary Group agar berjalan dengan lancar, efektif dan efisien serta terkoordinasi dengan baik. b. Membantu Direktur Utama dalam mengarahkan dan mensupervisi Direktorat-direktorat dan Group-group di bawahnya secara berkesinambungan dalam menjalankan tugas-tugas yang berkaitan dengan bidangnya masingmasing agar tetap pada jalur strategi jangka panjang Perseroan dan menangani persaingan dalam pasar. c. Membantu Direktur Utama dalam mengarahkan prosesproses perubahan yang diperlukan untuk memenuhi tantangan persaingan pasar dengan mendorong business unit memasarkan produk dan jasa dengan lebih dinamis dan kompetitif. d. Membantu Direktur Utama dalam meningkatkan citra Perseroan baik di tingkat Nasional maupun International dan turut membina hubungan baik dengan bank-bank koresponden, investment bank, lembaga keuangan, nasabah dan otoritas moneter baik dalam negeri maupun luar negeri. e. Bertanggung jawab penuh dalam melaksanakan tugasnya untuk kepentingan Perseroan dalam mencapai maksud dan tujuannya. f. Wajib dengan itikad baik dan penuh tanggung jawab menjalankan tugas untuk kepentingan dan usaha Perseroan dengan mengindahkan peraturan perundangundangan yang berlaku. g. Bertanggung jawab penuh secara pribadi apabila bersalah atau lalai menjalankan tugasnya untuk kepentingan dan usaha Perseroan. h. Berhak dan berwenang bertindak untuk dan atas nama Direksi serta mewakili Perseroan dalam hal Direktur Utama tidak hadir atau berhalangan karena sebab apapun, hal mana tidak perlu dibuktikan kepada pihak ketiga.

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

GOOD CORPORATE GOVERNANCE

95

III. DIREKTUR COMMERCIAL BANKING 1. Kebijakan dan Strategi. a. Memimpin dan mengarahkan kebijakan dan strategi, pemutakhiran serta sosialisasi kebijakan dalam bidang Commercial Banking dan bertindak sebagai pembina PT. Bank Syariah Mandiri. b. Memimpin dan mengarahkan penyusunan business plan serta action plan jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang agar sejalan dengan kebijakan Perseroan. 2. Kegiatan Operasional. a. Memimpin, mengarahkan dan mengkoordinasikan seluruh fungsi kerja Jakarta Commercial Sales Group dalam mengembangkan dan memasarkan produk dan aliansi sehingga lebih marketable dan profitable. b. Memimpin, mengarahkan dan mengkoordinasikan seluruh fungsi kerja Regional Commercial Sales 1 Group, Regional Commercial Sales 2 Group dalam mengembangkan dan memasarkan produk dan aliansi sehingga lebih marketable dan profitable. c. Mengarahkan dan mengkoordinasikan fungsi kerja Wholesale Product Management Group dalam mengembangkan produk sehingga menciptakan produk dan kebijakan yang kompetitif. 3 Sumber Daya Manusia. Memimpin dan mengarahkan kebijakan SDM dibawah koordinasi bidang Commercial Banking, termasuk mengusulkan rekrutmen, promosi, mutasi/rotasi, pembinaan dan pelatihan melalui koordinasi dengan Direktur Bidang Compliance & Human Capital.

IV. DIREKTUR TECHNOLOGY & OPERATIONS 1. Kebijakan dan Strategi. a. Memimpin dan mengarahkan kebijakan dan strategi, pemutakhiran serta sosialisasi kebijakan tugas Direktorat Technology & Operations. b. Memimpin dan mengarahkan penyusunan business plan serta action plan jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang agar sejalan dengan kebijakan Perseroan. 2. Kegiatan Operasional. a. Mengkoordinasi perumusan kebijakan yang berhubungan dengan Technology & Operations. b. Mengarahkan dan mensupervisi group-group dibawahnya secara berkesinambungan dalam menjalankan tugastugas yang berkaitan dengan bidangnya masing-masing agar tetap pada jalur strategi jangka panjang Perseroan dan Direktorat Technology & Operations. c. Mengembangkan Information Technology untuk bekerja sebagai mitra bisnis dengan seluruh unit kerja organisasi Perseroan dan memastikan bahwa Perseroan telah mempunyai solusi teknologi yang paling tepat untuk situasi saat ini dan kebutuhan bisnis di masa mendatang melalui perencanaan teknologi informasi yang efektif dan efisien, pengembangan, pencapaian, pengimplementasian, pemeliharaan dan dukungan yang berkelanjutan. d. Mengarahkan aktivitas Pengadaan, maintenance, warehousing and archiving, service and facilities agar efektif dan efisien serta memastikan dokumen-dokumen Perseroan tersimpan dengan aman dan dapat dicari kembali dengan cepat dan efisien. 3. Sumber Daya Manusia. Memimpin dan mengarahkan kebijakan SDM dibawah koordinasi Pejabat di Direktorat Technology & Operations, termasuk mengusulkan rekrutmen, promosi, mutasi/ rotasi, pembinaan dan pelatihan melalui koordinasi dengan Direktur Bidang Compliance & Human Capital.

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

96

GOOD CORPORATE GOVERNANCE

V. DIREKTUR SPECIAL ASSET MANAGEMENT 1. Kebijakan dan Strategi. a. Memimpin dan mengarahkan kebijakan, strategi, pemutakhiran, serta sosialisasi kebijakan dalam bidang Special Asset Management. b. Memimpin dan mengarahkan penyusunan business plan serta action plan jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang agar sejalan dengan kebijakan Perseroan. c. Mengkoordinir penetapan ukuran-ukuran kinerja dan sasaran tahunan, sasaran jangka menengah, serta jangka panjang bidang credit recovery dan asset management serta meyakini bahwa penetapan ukuran dan sasaran tersebut disusun sesuai dengan kebijakan Perseroan. 2. Kegiatan Operasional. a. Memimpin dan mengkoordinir perumusan kebijakan serta strategi yang berhubungan dengan kegiatan operasional recovery & restrukturisasi untuk jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang secara komprehensif. b. Mengkoordinir upaya penyehatan kredit bermasalah melalui usaha-usaha restrukturisasi dan recovery, baik dilakukan secara internal maupun melalui kerjasama dengan pihak ketiga. c. Mengkoordinir penyusunan rekomendasi penghapusbukuan atas kredit bermasalah dilakukan secara tepat waktu. d. Mengkoordinir pengelolaan dan penagihan kredit ektrakomtabel. e. Memaksimalkan kepentingan Perseroan dalam hubungan dengan pihak ketiga (BI, BPK, Departemen Keuangan, Kementerian BUMN). f. Mengkoordinir tindak lanjut pemindahan kredit bermasalah dari unit bisnis kepada unit recovery dan pengembalian kredit bermasalah dari unit recovery kepada unit terkait dengan lancar dan tepat waktu. g. Memimpin dan mengarahkan proses-proses perubahan yang diperlukan untuk memenuhi tantangan pasar yang berkaitan dengan bidang Asset Management. h. Memimpin dan mengkoordinasi aktivitas recovery & restrukturisasi secara agresif sesuai kebijakan Perseroan. 3. Sumber Daya Manusia. Memimpin dan mengarahkan kebijakan SDM dibawah koordinasi bidang Special Asset Management, termasuk mengusulkan rekrutmen, promosi, mutasi/rotasi, pembinaan dan pelatihan melalui koordinasi dengan Direktur Bidang Compliance & Human Capital.

VI. DIREKTUR RISK MANAGEMENT 1. Kebijakan dan Strategi. a. Memimpin dan mengarahkan kebijakan dan strategi, pemutakhiran, serta sosialisasi kebijakan tugas Direktorat Risk Management. b. Memimpin dan mengarahkan penyusunan business plan serta action plan jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang agar sejalan dengan kebijakan Perseroan. 2. Kegiatan Operasional. a. Mengkoordinasi perumusan kebijakan yang berhubungan dengan Risk Management. b. Mengarahkan dan mensupervisi group-group dibawahnya secara berkesinambungan dalam menjalankan tugastugas yang berkaitan dengan bidangnya masing-masing agar tetap pada jalur strategi bank.

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

GOOD CORPORATE GOVERNANCE

97

c. Mengembangkan organisasi kerja Risk Management sehingga Perseroan memiliki policy, prosedur dan metode yang handal dalam menerapkan risk management. d. Memonitor kepatuhan dan pelaksanaan pengawasan melekat pada semua unit kerja organisasi Risk Management. e. Mengarahkan proses-proses perubahan yang diperlukan untuk memenuhi tantangan persaingan pasar agar

business unit dapat memasarkan produk dan jasa dengan dinamis dan kompetitif. 3. Sumber Daya Manusia. Memimpin dan mengarahkan kebijakan SDM dibawah koordinasi Pejabat di Direktorat Risk Management, termasuk mengusulkan rekrutmen, promosi, mutasi/rotasi, pembinaan dan pelatihan melalui koordinasi dengan Direktur Bidang Compliance & Human Capital.

VII. DIREKTUR CORPORATE SECRETARY, LEGAL & CUSTOMER CARE 1. Kebijakan dan Strategi. a. Memimpin dan mengarahkan kebijakan dan strategi, pemutakhiran, serta sosialisasi kebijakan tugas Direktorat Corporate Secretary, Legal & Customer Care. b. Memimpin dan mengarahkan penyusunan serta pelaksanaan business plan serta action plan jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang dalam Direktorat Corporate Secretary, Legal & Customer Care agar sejalan dengan kebijakan Perseroan. 2. Kegiatan Operasional. a. Mengkoordinasi serta memimpin penyusunan dan pelaksanaan strategi komunikasi Perseroan dalam arti luas dalam upaya menjaga dan mempertahankan reputasi Perseroan sebagai perusahaan terbuka. b. Mengarahkan terlaksananya keterbukaan informasi Perseroan baik dalam bentuk public expose maupun bentuk-bentuk keterbukaan informasi lainnya dengan mengacu pada ketentuan perundang-undangan, Peraturan Bank Indonesia, Peraturan Bapepam-LK, dan Peraturan Bursa Efek Indonesia. c. Mengkoordinasikan, mengarahkan dan memonitor penyelenggaraan Corporate Action serta kegiatan internal Perseroan lainnya termasuk tetapi tidak terbatas pada pelaksanaan kegiatan sebagaimana tercatat dalam Calendar of Event maupun kegiatan lain berupa rapat-rapat intern Perseroan. d. Mengkoordinasikan, mengarahkan dan memonitor Brand Standardization melalui Brand Implementation pada point of contract yang utama. e. Mengkoordinasikan, mengarahkan dan memonitor penanganan permasalahan hukum yang bersifat kompleks dan/atau bankwide melalui pemberian advis hukum kepada unit kerja, manajemen maupun dengan mengoptimalkan legal officer. f. Mengkoordinasikan, mengarahkan dan memonitor legal action secara efektif melalui penanganan perkara secara terintegrasi dengan target yang jelas. g. Meyakini dan mengkoordinasikan bahwa penyusunan kebijakan, manual, Standar Operating Procedures maupun keputusan yang diterbitkan oleh Perseroan telah sesuai dengan best industry practice, memiliki basis hukum yang memadai dan memenuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku serta tidak melanggar prinsip kehati-hatian. h. Mengkoordinasikan dan mengarahkan kegiatan-kegiatan implementasi Budaya Taat Hukum (Law as a second Nature) yang dilakukan di dalam lingkungan Perseroan. i. Mengkoordinasikan dan mengarahkan penyusunan strategi service Perseroan, konsolidasi komunikasi dan program-program internal untuk meningkatkan kualitas layanan kepada nasabah. j. Mengkoordinasikan dan mengarahkan optimalisasi penggunaan data nasabah untuk mendukung aktivitas bisnis Perseroan.

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

98

GOOD CORPORATE GOVERNANCE

k. Mengkoordinasikan dan mengarahkan penyusunan serta pengelolaan prosedur penanganan keluhan maupun sengketa nasabah. l. Mengkoordinasikan dan mengarahkan pelaksanaan serta evaluasi corporate culture, sehingga senantiasa dapat mendukung pencapaian tujuan bank. m. Mengarahkan dan memastikan implementasi standar layanan, perilaku dan nilai-nilai budaya perusahaan telah sesuai dengan program transformasi budaya Perseroan.

n. Mengarahkan dan mengkoordinasikan pencapaian kinerja Direktorat Corporate Secretary, Legal & Customer Care. 3. Sumber Daya Manusia. Memimpin dan mengarahkan kebijakan Sumber Daya Manusia Direktorat Corporate Secretary, Legal & Customer Care, termasuk mengusulkan rekrutmen, promosi, mutasi/rotasi, pembinaan, dan pelatihan melalui koordinasi dengan Direktur Bidang Compliance & Human Capital.

VIII. DIREKTUR CORPORATE BANKING 1. Kebijakan dan Strategi. a. Memimpin dan mengarahkan kebijakan, strategi, pemutakhiran, serta sosialisasi kebijakan dalam bidang Corporate Banking dan bertindak sebagai pembina PT. Mandiri Sekuritas (Perusahaan Anak). b. Memimpin dan mengarahkan penyusunan business plan serta action plan jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang agar sejalan dengan kebijakan Perseroan. 2. Kegiatan Operasional. a. Memimpin dan mengkoordinir perumusan kebijakan serta strategi yang berhubungan dengan kegiatan operasional Corporate Banking untuk jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang secara komprehensif. b. Memimpin dan mengarahkan serta mensupervisi group-group dibawahnya serta anak perusahaan yang menjadi tanggung jawabnya secara berkesinambungan dalam menjalankan tugas-tugas yang berkaitan dengan bidangnya masing-masing agar sejalan dengan kebijakan Perseroan, serta menangani persaingan pasar dalam bidang Corporate Banking. c. Memimpin dan mengarahkan proses-proses perubahan yang diperlukan untuk memenuhi tantangan pasar yang berkaitan dengan bidang Corporate Banking. d. Memimpin, mengarahkan, dan mengkoordinasi pengembangan serta penawaran produk-produk Corporate Banking yang terbaik, dan memastikan bahwa pengembangan serta penawaran tersebut merupakan produk yang berkualitas dan berdaya saing tinggi. e. Memimpin dan mengkoordiansi pengaturan produk Corporate Banking secara agresif dengan mengindahkan kebijakan Perseroan dan prinsip kehati-hatian. f. Memimpin dan mengkoordinasi secara efektif promosi produk-produk Corporate Banking sesuai dengan riset pasar dan segmen nasabah. g. Melakukan pembinaan hubungan dengan nasabah melalui kunjungan (on the spot) dan pemantauan proyek nasabah secara berkala. 3. Sumber Daya Manusia. Memimpin dan mengarahkan kebijakan SDM dibawah koordinasi bidang Corporate Banking, termasuk mengusulkan rekrutmen, promosi, mutasi/rotasi, pembinaan dan pelatihan melalui koordinasi dengan Direktur Bidang Compliance & Human Capital.

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

GOOD CORPORATE GOVERNANCE

99

IX. DIREKTUR TREASURY & INTERNATIONAL BANKING 1. Kebijakan dan Strategi. a. Memimpin dan mengarahkan kebijakan, strategi, pemutakhiran, serta sosialisasi kebijakan dalam bidang Treasury & International Banking dan bertindak sebagai pembina BMEL (Perusahaan Anak). b. Memimpin dan mengarahkan penyusunan business plan serta action plan jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang agar sejalan dengan kebijakan Perseroan. 2. Kegiatan Operasional. a. Memimpin dan mengkoordinir perumusan kebijakan serta strategi yang berhubungan dengan kegiatan operasional Treasury & International Banking untuk jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang secara komprehensif. b. Mengarahkan dan mensupervisi group-group di bawahnya serta anak perusahaan yang menjadi tanggung jawabnya secara berkesinambungan dalam menjalankan tugastugas yang berkaitan dengan bidangnya masing-masing agar sejalan dengan kebijakan Perseroan, serta menangani persaingan pasar dalam bidang Treasury & International Banking sesuai kebijakan Perseroan. c. Memimpin dan mengarahkan proses-proses perubahan yang diperlukan untuk memenuhi tantangan pasar yang berkaitan dengan bidang Treasury & International Banking. f. Memimpin dan mengkoordinasi secara efektif promosi produk-produk Treasury & International Banking sesuai dengan riset pasar dan segmen nasabah. g. Memimpin dan mengarahkan front liner marketers untuk dapat menjalankan Standar Prosedur Kerja (SOP) dalam bidang Treasury & International Banking secara benar. h. Bertindak sebagai Direktur Pengganti sesuai dengan ketentuan Tata Tertib Direksi. 3. Sumber Daya Manusia. Memimpin dan mengarahkan kebijakan SDM dibawah koordinasi bidang Treasury & International Banking, termasuk mengusulkan rekrutmen, promosi, mutasi/rotasi, pembinaan dan pelatihan melalui koordinasi dengan Direktur Bidang Compliance & Human Capital. d. Memimpin, mengarahkan, dan mengkoordinasi pengembangan serta penawaran produk-produk Treasury & International Banking yang terbaik, dan memastikan bahwa pengembangan serta penawaran tersebut merupakan produk yang berkualitas dan berdaya saing tinggi. e. Memimpin dan mengkoordinasi pengaturan produk Treasury & International Banking secara agresif dengan tetap mengindahkan kebijakan Perseroan dan prinsip kehati-hatian.

X. DIREKTUR MICRO & RETAIL BANKING 2. Kegiatan Operasional. 1. Kebijakan dan Strategi. a. Memimpin dan mengarahkan kebijakan dan strategi, pemutakhiran serta sosialisasi kebijakan dalam bidang Micro & retail Banking dan bertindak sebagai pembina PT. AXA Mandiri Financial Services dan PT. Mandiri Manajemen Investasi. b. Memimpin dan mengarahkan penyusunan business plan serta action plan jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang agar sejalan dengan kebijakan Perseroan. a. Memimpin dan mengkoordinir perumusan kebijakan serta strategi yang berhubungan dengan kegiatan operasional Micro & Retail Banking untuk jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang secara komprehensif. b. Mengarahkan dan mensupervisi group-group dibawahnya serta anak perusahaan yang menjadi tanggung jawabnya secara berkesinambungan dalam menjalankan

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

100

GOOD CORPORATE GOVERNANCE

tugas-tugas yang berkaitan dengan bidangnya masingmasing agar sejalan dengan kebijakan Perseroan, serta menangani persaingan pasar dalam bidang Micro & Retail Banking. c. Memimpin dan mengarahkan proses-proses perubahan yang diperlukan untuk memenuhi tantangan pasar yang berkaitan dengan bidang Micro & Retail Banking. d. Memimpin, mengarahkan, dan mengkoordinasi pengembangan serta penawaran produk-produk Micro & Retail Banking yang terbaik, dan memastikan bahwa pengembangan serta penawaran tersebut merupakan produk yang berkualitas dan berdaya saing tinggi. e. Memimpin dan mengkoordinasi pengaturan produk Micro & Retail Banking secara agresif dengan mengindahkan kebijakan Perseroan dan prinsip kehati-hatian. f. Memimpin dan mengkoordinasi secara efektif advertising dan promosi produk-produk Micro & Retail Banking sesuai dengan riset pasar dan segmen nasabah.

g. Memimpin dan mengarahkan front liner marketers untuk dapat menjalankan Standar Prosedur Kerja (SOP) dalam bidang Micro & Retail Banking secara benar. h. Mengkoordinasi dan mengarahkan kebijakan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan kebijakan yang ditetapkan oleh Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). i. Bertindak sebagai Direktur Pengganti sesuai dengan ketentuan Tata Tertib Direksi. 3. Sumber Daya Manusia. Memimpin dan mengarahkan kebijakan SDM dibawah koordinasi bidang Micro & Retail Banking, termasuk mengusulkan rekrutmen, promosi, mutasi/rotasi, pembinaan dan pelatihan melalui koordinasi dengan Direktur Bidang Compliance & Human Capital.

XI. DIREKTUR COMPLIANCE & HUMAN CAPITAL 1. Kebijakan dan Strategi. a. Memimpin dan mengarahkan kebijakan dan strategi, pemutakhiran serta sosialisasi kebijakan tugas Direktorat Compliance & Human Capital. b. Memimpin dan mengarahkan penyusunan business plan serta action plan jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang agar sejalan dengan kebijakan Perseroan. c. Mengkoordinasikan penetapan Peraturan Dana Pensiun beserta perubahannya, penunjukan serta pemberhentian Pengurus dan Dewan Pengawas, selaku Direktur yang membawahi Dana Pensiun Bank Mandiri. 2. Kegiatan Operasional. a. Mengkoordinasikan dan mengarahkan pelaksanaan prinsip-prinsip good corporate governance. b. Memimpin dan mengarahkan kebijakan dan strategi dalam pelaksanaan system perekrutan, penempatan, mutasi, dan pengembangan pegawai untuk jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang secara komprehensif. c. Mengarahkan dan mengkoordinasikan kebijakan hubungan kerja yang produktif antara Bank dengan pegawai baik secara individu maupun Unit Kerja. d. Mengarahkan dan mengkoordinasikan pelaksanaan dan evaluasi corporate culture, sehingga senantiasa dapat mendukung pencapaian tujuan Bank. e. Mengkoordinasi dan mengarahkan pelaksanaan system training sesuai kebutuhan bank yang disajikan dengan produktifitas dan kualitas yang tinggi. f. Menetapkan langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan Bank telah memenuhi seluruh peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

GOOD CORPORATE GOVERNANCE

101

g. Memantau dan menjaga agar kegiatan usaha Bank tidak menyimpang dari ketentuan yang berlaku. h. Memantau dan menjaga kepatuhan Bank terhadap seluruh perjanjian dan komitmen yang dibuat oleh Bank kepada Pihak Eksternal. i. Memantau tindak lanjut temuan dan rekomendasi dari auditor internal dan/atau auditor eksternal, hasil pengawasan Bank Indonesia dan/atau hasil pengawasan otoritas lainnya. j. Mengarahkan dan mencegah Direksi lainnya agar tidak menempuh kebijakan dan/atau menetapkan keputusan yang menyimpang dari peraturan perundang-undangan yang berlaku. k. Mengkoordinasikan dan mengarahkan pelaksanaan incentive system, benefits, dan compensation dapat berjalan dengan baik. l. Melakukan tugas selaku anggota Personnel Policy Committee yang diangkat sebagai Wakil Ketua II dan menjadi anggota non voting member untuk komitekomite yang dibentuk di bawah koordinasi Direksi.

m. Mengkoordinasikan dan mengarahkan kebijakan, manual SOP maupun keputusan yang diterbitkan oleh Bank sehingga memenuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku dan tidak melanggar prinsip kehati-hatian serta sesuai dengan best industry practice. n. Mengkoordinasikan pencapaian kinerja Direktorat Compliance & Human Capital. 3. Sumber Daya Manusia. a. Memimpin dan mengarahkan kebijakan SDM dibawah koordinasi Pejabat di Direktorat Compliance & Human Capital, termasuk mengusulkan rekrutmen, promosi, mutasi/rotasi, pembinaan dan pelatihan. b. Memantau pelaksanaan penyampaian kebijakan Bank yang bersifat strategis di bidang kepegawaian kepada jajaran Pegawai.

XII. EXECUTIVE VICE PRESIDENT – KOORDINATOR FINANCE & STRATEGY/ CHIEF FINANCIAL OFFICER (CFO) 1. Kebijakan dan strategi. a. Memimpin dan mengarahkan kebijakan dan strategi, pemutakhiran, serta sosialisasi kebijakan tugas Direktorat Finance & Strategy. b. Memimpin dan mengarahkan penyusunan business plan serta action plan jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang agar sejalan dengan kebijakan Perseroan. 2. Kegiatan Operasional. a. Memimpin dan mengarahkan strategi bisnis, tujuan dan target financial jangka panjang, jangka menengah, dan jangka pendek Bank Mandiri secara komprehensif. b. Memimpin dan mengkoordinasikan fungsi kerja Investor Relations dalam rangka melakukan komunikasi keuangan kepada investor secara efektif, efisien, transparan, akuntabel, tepat waktu, dan meningkatkan kualitas laporan tahunan Perseroan sebagai perusahaan public. c. Memimpin dan mengarahkan aktifitas pembukuan dan pelaporan (Accounting) agar memiliki sistem keuangan dengan pengawasan, kebijaksanaan, dan prosedur yang tepat untuk dapat menghasilkan informasi keuangan dan MIS yang tepat waktu, lengkap konsisten, handal dan terukur. d. Mengarahkan dan memimpin aktivitas procurement, maintenance, warehousing, servis dan fasilitas agar efektif dan efisien, serta memastikan dokumentasi procurement tersimpan dengan aman dan tertib serta efisien.

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

102

GOOD CORPORATE GOVERNANCE

e. Mengarahkan dan memimpin pembelian, pemeliharaan, dan penjualan fixed asset (kecuali yang tidak aktif digunakan oleh Bank) secara efektif dan efisien serta dilaksanakan dengan transparan.

3. Sumber Daya Manusia. Memimpin dan mengarahkan kebijakan SDM di bawah koordinasi Pejabat di Direktorat Finance & Strategy termasuk mengusulkan rekrutmen, promosi, mutasi/rotasi, pembinaan, dan pelatihan melalui koordinasi dengan Direktur Bidang Compliance & Human Capital.

XIII. EXECUTIVE VICE PRESIDENT – KOORDINATOR CHANGE MANAGEMENT OFFICE 1. Kebijakan dan Strategi. a. Memimpin dan mengarahkan kebijakan dan strategi, pemutakhiran, serta sosialisasi kebijakan tugas Direktorat Change Management Office. b. Memimpin dan mengarahkan penyusunan business plan serta action plan jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang agar sejalan dengan kebijakan Perseroan. 2. Kegiatan Operasional. a. Memimpin dan mengarahkan evaluasi terhadap para calon legal, financial dan valuation specialist. b. Memimpin dan mengarahkan pelaksanaan reorganisasi pembentukan SBU dalam Direktorat maupun dengan unit lain di Bank Mandiri. c. Melakukan koordinasi implementasi reorganisasi pembentukan SBU dengan konsultan manajemen. d. Merekomendasikan implikasi reorganisasi pembentukan SBU pada kebijakan Human Resources serta penyelarasan tenaga kerja yang dibutuhkan. e. Memonitor dan mengarahkan program aliansi strategis, Corporate Culture dan Branding agar implementasinya dapat diselesaikan tepat waktu, efisiensi dan memberi manfaat yang sesuai. f. Memimpin penyusunan analisa studi kelayakan dan project brief (termasuk analisa profitabilitas) potensi sinergi program aliansi strategis antar business unit. g. Memimpin dan mengkoordinasi inisiatif strategis baik dari sisi waktu, biaya dan relaisasi manfaat sesuai dengan project charter. h. Memimpin inisiatif yang berhubungan dengan pertumbuhan inorganic (merger & akuisisi). 3. Sumber Daya Manusia. Memimpin dan mengarahkan kebijakan SDM dibawah koordinasi Direktorat Change Management Office termasuk mengusulkan rekrutmen, promosi, mutasi/rotasi, pembinaan dan pelatihan melalui koordinasi dengan Direktur Bidang Compliance & Human Capital.

XIV. EXECUTIVE VICE PRESIDENT – KOORDINATOR CONSUMER FINANCE 1. Kebijakan dan Strategi. a. Memimpin dan mengarahkan kebijakan, strategi, pemutakhiran, serta sosialisasi kebijakan dalam bidang Consumer Finance. b. Memimpin dan mengarahkan penyusunan business plan serta action plan jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang agar sejalan dengan kebijakan Perseroan.

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

GOOD CORPORATE GOVERNANCE

103

2. Kegiatan Operasional. a. Memimpin dan mengkoordinir perumusan kebijakan serta strategi yang berhubungan dengan kegiatan operasional Consumer Finance untuk jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang secara komprehensif. b. Mengarahkan dan mensupervisi group-group di bawahnya serta anak perusahaan yang menjadi tanggung jawabnya secara berkesinambungan dalam menjalankan tugastugas yang berkaitan dengan bidangnya masingmasing agar sejalan dengan kebijakan Perseroan, serta menangani persaingan pasar dalam bidang Consumer Finance. c. Memimpin dan mengarahkan proses-proses perubahan yang diperlukan untuk memenuhi tantangan pasar yang berkaitan dengan bidang Consumer Finance. d. Memimpin, mengarahkan, dan mengkoordinasi pengembangan serta penawaran produk-produk Consumer Finance yang terbaik, dan memastikan bahwa

pengembangan serta penawaran tersebut merupakan produk yang berkualitas dan berdaya saing tinggi. e. Memimpin dan mengkoordinasi pengaturan produk Consumer Finance secara agresif dengan mengindahkan kebijakan Perseroan dan prinsip kehati-hatian. f. Memimpin dan mengkoordinasi secara efektif promosi produk-produk Consumer Finance sesuai dengan riset pasar dan segmen nasabah. g. Memimpin dan mengarahkan front liner marketers untuk dapat menjalankan Standar Prosedur Kerja (SOP) dalam bidang Consumer Finance. 3. Sumber Daya Manusia. Memimpin dan mengarahkan kebijakan SDM dibawah koordinasi bidang Consumer Finance, termasuk mengusulkan rekrutmen, promosi, mutasi/rotasi, pembinaan dan pelatihan melalui koordinasi dengan Direktur Bidang Compliance & Human Capital

XV. EXECUTIVE VICE PRESIDENT – KOORDINATOR INTERNAL AUDIT 1. Kebijakan dan Strategi. a. Merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan dan mengendalikan strategi kegiatan Internal Audit dengan penekanan pada bidang/aktivitas yang mempunyai risiko tinggi serta mengevaluasi prosedur/control system yang ada untuk mencapai sasaran yang konsisten dengan Internal Audit Charter dan tujuan Bank. b. Memimpin dan mengarahkan penyusunan business plan serta action plan jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang Direktorat Internal Audit agar sejalan dengan kebijakan Perseroan. 2. Kegiatan Operasional. a. Menjamin terselenggaranya evaluasi dan peran aktif Internal Audit dalam meningkatkan efektivitas Sistem Pengendalian Intern secara berkesinambungan berkaitan dengan pelaksanaan operasional Bank dalam pencapaian sasaran yang telah ditetapkan oleh manajemen. b. Memberikan rekomendasi berdasarkan hasil analisa dan evaluasi terhadap usulan atau kebijakan mengenai sistem dan prosedur yang baru untuk memastikan bahwa kebijakan sistem dan prosedur tersebut telah mencakup aspek-aspek pengendalian intern. c. Menilai penerapan manajemen risiko PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. dengan mengkaji ulang penilaian risiko (laporan profil risiko) yang dihasilkan oleh satuan kerja manajemen risiko, membantu mengidentifikasi dan mengevaluasi risiko serta memberikan rekomendasi dan solusi peningkatan kualitas Manajemen Risiko. d. Membantu memberikan assurance mengenai penerapan governance dengan melakukan penialaian dan memberikan rekomendasi dan solusi untuk memperbaiki governance process.

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

104

GOOD CORPORATE GOVERNANCE

e. Mengevaluasi kecukupan pelaksanaan tindak lanjut perbaikan yang telah dilakukan oleh Auditee untuk meyakini sistem pengendalian intern, pengelolaan risiko dan governance proses telah dilaksanakan secara memadai. f. Membina, mensupervisi dan mengkoordinasikan Regional Internal Control (RIC) dengan Internal Audit dalam menjalankan fungsi pemeriksaan agar terlaksana secara efektif dan efisien. g. Mengkoordinir kelancaran pelaksanaan tugas Auditor Ekstern dan memonitor tindaklanjut hasil Auditor Ekstern.

h. Melaporkan pelaksanaan tugas dan tangung jawab Internal Audit kepada pihak intern dan ekstern sesuai ketentuan yang berlaku. 3. Sumber Daya Manusia. Memimpin dan mengarahkan kebijakan SDM dibawah supervisi Direktorat Internal Audit termasuk mengusulkan rekrutmen, promosi, mutasi/rotasi, pembinaan dan pelatihan melalui koordinasi dengan Direktur Bidang Compliance & Human Capital.

FREKUENSI RAPAT DIREKSI Nama Agus Martowardojo I Wayan Agus Mertayasa Zulkifli Zaini Sasmita Abdul Rachman Sentot A. Sentausa Bambang Setiawan Riswinandi Thomas Arifin Budi G. Sadikin Ogi Prastomiyono Jumlah Rapat 70 70 70 70 70 70 70 70 70 70 70 Kehadiran 53 61 62 61 60 60 64 58 57 63 58 Ketidakhadiran 17 9 8 9 10 10 6 12 13 7 12 % Kehadiran 76 % 87 % 89 % 87 % 86 % 86 % 91 % 83 % 81 % 90 % 83 %

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

GOOD CORPORATE GOVERNANCE

105

PELAKSANAAN TRAINING DIREKSI Nama Agus Martowardojo I Wayan Agus Mertayasa Zulkifli Zaini Sasmita Abdul Rachman Sentot A. Sentausa Bambang Setiawan Riswinandi Thomas Arifin Budi G. Sadikin Ogi Prastomiyono Jenis Achieving Breakthrough Service: Leveraging Employee and Customer Satisfaction for Profit and Growth, HBS – MA, USA Global Strategic Management, HBS – Boston, MA USA & London Executive Program in Strategy & Organization – Palo Alto, CA USA IMD – Orchestrating Winning Performance, Geneva-Switzerland Leadership for Senior Executives, HBS - USA Leadership at the Peak, Center for Creative Leadership, Colorado Spring-USA Essential of Leadership London Business School, UK – London, UK Leading Change and Organizational Renewal, HBS – Boston, MA, USA Wharton, Investment Strategies and Portfolio Management – Philadelphia, USA Global Strategic Management, HBS – Boston, MA, USA Corporate Governance: Effectiveness and Accountability in the Boardroom – Evanston, IL, USA

PELAKSANAAN TRAINING/SEMINAR EVP COORDINATOR Nama Pahala N. Mansury Haryanto T. Budiman Jenis Leadership Forum Leadership Forum Seminar John Kotter Asia Tour 2009 – Seattle, London Singapore, The Effective Use of Power, Stanford University, CA, USA Mansyur S. Nasution Riyani T. Bondan Leadership Forum, High Performance Leadership – Switzerland Leadership Forum, The Looking Glass Experience – Brussels, Belgium

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

106

GOOD CORPORATE GOVERNANCE

E. KOMITE DI BAWAH DIREKSI Frekuensi Rapat Komite Di Bawah Direksi RISK & CAPITAL COMMITTEE (RCC): Risk & Capital Committee (RCC) yang terdiri atas 4 (empat) sub komite adalah komite yang dibentuk untuk membantu Direksi dalam menjalankan fungsi pengendalian sesuai bidang tugas masing-masing sub komite. Risk & Capital Committee (RCC) terdiri atas 4(empat) sub komite yaitu: 1. Risk Management Committee (RMC) 2. Asset and Liabilities Committee (ALCO) 3. Capital and Investment Committee (CIC) 4. Operational Risk Committee (ORC)

RISK MANAGEMENT COMMITTEE (RCC-RMC) Nama Jumlah Rapat Kehadiran Ketidakhadiran % Kehadiran

PERMANENT VOTING MEMBERS Agus Martowardojo I Wayan Agus Mertayasa Sasmita Sentot A. Sentausa Bambang Setiawan Pahala N. Mansury Haryanto T. Budiman Zulkifli Zaini Abdul Rachman Riswinandi Thomas Arifin Budi G. Sadikin Mansyur S. Nasution Ogi Prastomiyono Riyani T. Bondan 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 0 7 5 6 4 6 7 6 5 5 5 4 7 4 0 7 0 2 1 3 1 0 1 2 2 2 3 0 3 7 0% 100 % 71 % 86 % 57 % 86 % 100 % 86 % 71 % 71 % 71 % 57 % 100 % 57 % 0%

NON - PERMANENT VOTING MEMBERS

CONTRIBUTING PERMANENT NON - VOTING MEMBERS

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

GOOD CORPORATE GOVERNANCE

107

Tugas dan Tanggung Jawab Risk Management Committee (RCC-RMC) yang menyimpang dari prosedur normal (irregularities), seperti keputusan pelampauan ekspansi usaha yang signifikan dibandingkan dengan rencana bisnis Perseroan yang telah ditetapkan sebelumnya atau pengambilan posisi/eksposur risiko yang melampaui limit yang telah ditetapkan. 4. Menetapkan metodologi Risk Based Pricing, Risk Adjusted Performance Measurement dan Limit Structure. 5. Menetapkan metodologi perhitungan kecukupan modal untuk mengcover credit risk, market risk dan operational risk.

1. Menyetujui dan memutuskan perubahan Kebijakan Manajemen Risiko Bank Mandiri (KMRBM) untuk selanjutnya dimintakan pengesahan kepada Direksi dan Dewan Komisaris. 2. Melakukan penyempurnaan penerapan Manajemen Risiko secara berkala maupun bersifat insidentil sebagai akibat dari suatu perubahan kondisi internal dan eksternal Bank yang mempengaruhi kecukupan permodalan dan profil risiko Perseroan. 3. Menetapkan hal-hal yang terkait dengan keputusan bisnis

Pada tahun 2009 RCC-RMC telah melakukan pembahasan hal-hal sebagai berikut: 1. Melakukan review atas Potensial Future Exposure (PFE). 2. Melakukan review atas kewenangan RCC-RMC. 3. Melakukan review atas Industry Portfolio Classification (Portfolio Guidelines). 4. Menetapkan beberapa penyempurnaan kebijakan diantaranya Standar Prosedur Treasury (SPT), Kebijakan perkreditan Bank Mandiri (KPBM), Kebijakan Manajemen Risiko Bank Mandiri (KMRBM). 5. Menetapkan beberapa limit yang digunakan dalam mengelola posisi, termasuk limit VAR & limit stress testing.

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

108

GOOD CORPORATE GOVERNANCE

ASSETS AND LIABILITIES COMMITTEE (RCC-ALCO)
Nama Jumlah Rapat Kehadiran Ketidakhadiran % Kehadiran

PERMANENT VOTING MEMBERS Agus Martowardojo I Wayan Agus Mertayasa Zulkifli Zaini Abdul Rachman Sentot A. Sentausa Riswinandi Thomas Arifin Budi G. Sadikin Pahala N. Mansury Mansyur S. Nasution Sasmita Bambang Setiawan Haryanto T. Budiman Ogi Prastomiyono Riyani T. Bondan 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 2 12 14 11 14 8 12 14 11 14 11 6 11 7 2 13 3 1 4 1 7 3 1 4 1 4 9 4 8 13 13 % 80 % 93 % 73 % 93 % 53 % 80 % 93 % 73 % 93 % 73 % 40 % 73 % 47 % 13 %

NON - PERMANENT VOTING MEMBERS

CONTRIBUTING PERMANENT NON - VOTING MEMBERS

Wewenang dan Tanggung jawab Assets & Liabilities Committee secara umum memiliki wewenang dan tanggung jawab untuk menetapkan kebijakan, batasan-batasan dan pedoman strategi pengelolaan assets dan liabilities yang mencakup: 1. Pengembangan, kaji ulang dan modifikasi strategi Assets dan Liabilities Management (ALM). 2. Evaluasi posisi bank dan strategi ALM guna memastikan bahwa hasil risk taking position Perseroan telah konsisten dengan tujuan pengelolaan risiko likuiditas, risiko suku bunga dan risiko nilai tukar.

3. Kaji ulang penetapan harga (pricing) aktiva dan pasiva untuk memastikan bahwa pricing tersebut dapat mengoptimalkan hasil penanaman dana, meminimumkan biaya dana, dan memelihara struktur neraca Perseroan, sesuai dengan strategi ALM Perseroan. 4. Kaji ulang deviasi antara hasil actual dengan proyeksi anggaran dan rencana bisnis Perseroan. 5. Penyampaian informasi kepada Direksi mengenai setiap perkembangan ketentuan dan peraturan terkait yang mempengaruhi strategi dan kebijakan ALM.

Pada tahun 2009 RCC-ALCO telah melakukan pembahasan hal-hal sebagai berikut: 1. 2. 3. 4. 5. 6. Perkembangan Kondisi Likuiditas Rupiah dan Valas, safety level likuiditas rupiah dan valas serta core deposit DPK. Penentuan batas early warning Signal (EWS) Rupiah dan Valas yang optimal, dalam mengelola liquiditas. Mereview Suku Bunga DPK Rupiah dan Valas, serta penetapan wewenang memutus untuk special rate. Mereview suku bunga kredit rupiah maupun valas. Pengelolaan Risiko Suku Bunga Kredit Bunga Tetap. Penetapan Suku Bunga Fixed, termasuk untuk mengelola joint financing dan plafond fixed rate tersebut.

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

GOOD CORPORATE GOVERNANCE

109

CAPITAL & INVESTMENT COMMITTEE (RCC-CIC)
Nama Jumlah Rapat Kehadiran Ketidakhadiran % Kehadiran

PERMANENT VOTING MEMBERS GROUP A Agus Martowardojo I Wayan Agus Mertayasa Sentot A. Sentausa Pahala N. Mansury Haryanto T. Budiman Sasmita Abdul Rachman Zulkifli Zaini Riswinandi Budi G. Sadikin Thomas Arifin Mansyur S. Nasution Bambang Setiawan Ogi Prastomiyono Riyani T. Bondan 7 7 7 7 7 5 4 6 5 4 3 5 5 7 3 6 5 5 7 5 5 4 6 5 4 3 5 5 7 3 1 2 2 0 2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 86 % 71 % 71 % 100 % 71 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 %

PERMANENT VOTING MEMBERS GROUP B

NON - PERMANENT VOTING MEMBERS CONTRIBUTING PERMANENT NON - VOTING MEMBERS

Keterangan : Jumlah rapat untuk masing-masing group kehadiran sesuai dengan agenda pembahasan

Tugas dan Tanggung Jawab Capital & Investment Committee (RCC-CIC) 1. Melakukan evaluasi dan memberikan rekomendasi atas rencana penyertaan modal baru dan divestasi untuk Perusahaan Anak, untuk diajukan ke Rapat Direksi. 2. Melakukan evaluasi dan mengambil keputusan mengenai tambahan penyertaan modal untuk Perusahaan Anak, sepanjang penambahan modal tersebut tidak merubah status menjadi pemilik mayoritas (controlling shareholder) pada perusahaan anak. 3. Melakukan evaluasi dan memberikan rekomendasi atas inisiatif strategis pengelolaan permodalan sesuai dengan strategis dan rencana pertumbuhan Bank Mandiri serta ketersediaan modal untuk menjaga tingkat kecukupan modal Bank Mandiri, untuk diajukan ke Rapat Direksi. 4. Melakukan evaluasi berkala atas kinerja keuangan penyertaan modal pada Perusahaan Anak. 5. Melakukan evaluasi kinerja keuangan dan pengurus Perusahaan Anak dan memberikan rekomendasi kepengurusan untuk diajukan ke Rapat Direksi. 6. Menetapkan kebijakan pengelolaan Perusahaan Anak yang mencakup kebijakan atas supervisi bisnis dan monitoring kinerja Perusahaan Anak , persetujuan Rencana Kerja & Anggaran Perusahaan (RKAP), Rencana Jangka Menengah, Rencana Jangka Panjang serta pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Perusahaan Anak.

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

110

GOOD CORPORATE GOVERNANCE

7. Melakukan evaluasi dan memberikan rekomendasi atas rencana alokasi modal dan tambahannya pada Strategic Business Unit, untuk diajukan ke rapat Direksi. 8. Melakukan evaluasi berkala atas kinerja keuangan penyertaan untuk alokasi modal Strategic Business Unit.

9. Menetapkan kebijakan dan arahan investasi Dana Pensiun dalam kedudukan Bank Mandiri sebagai pendiri.

Pada tahun 2009 RCC-CIC telah melakukan hal-hal sebagai berikut: 1. Membahas usulan agenda RUPS Tahunan dan RUPS Luar Biasa yang diajukan oleh perusahaan anak dan selanjutnya memberikan keputusan atas agenda-agenda yang akan dilaksanakan dalam RUPS/RUPSLB. Agenda-agenda RUPS/RUPSLB yang diputus dalam Rapat C&IC antara lain pengesahan laporan keuangan, penggunaan saldo laba, pembagian dividen, penunjukan pengurus perusahaan anak, penunjukan Kantor Akuntan Publik, perubahan anggaran dasar, penetapan remunerasi dan tantiem pengurus. 2. Memberikan persetujuan atas usulan Arahan Investasi yang baru untuk Dana Pensiun di lingkungan Bank Mandiri dan sekaligus mencabut Keputusan Direksi Bank Mandiri No. 115/KEP.DIR/2003 tanggal 31 Desember 2003 tentang Arahan Investasi Dana Pensiun Bank Mandiri, Keputusan Direksi Bank Mandiri No. 116/KEP.DIR/2003 tanggal 31 Desember 2003 tentang Arahan Investasi Dana Pensiun Bank Mandiri Satu, Keputusan Direksi Bank Mandiri No. 117/KEP.DIR/2003 tanggal 31 Desember 2003 tentang Arahan Investasi Dana Pensiun Bank Mandiri Dua, Keputusan Direksi Bank Mandiri No. 118/KEP. DIR/2003 tanggal 31 Desember 2003 tentang Arahan Investasi Dana Pensiun Bank Mandiri Tiga, dan Keputusan Direksi Bank Mandiri No. 119/KEP.DIR/2003 tanggal 31 Desember 2003 tentang Arahan Investasi Dana Pensiun Bank Mandiri Empat. 3. Memberikan persetujuan atas rencana penerbitan pinjaman subordinasi rupiah dalam rangka memperkuat struktur permodalan Bank Mandiri. Bank Mandiri berinisiatif memperkuat struktur permodalan agar ruang gerak Bank Mandiri menjadi lebih fleksibel dalam menangkap peluang bisnis di masa mendatang. Untuk itu, opsi yang dipilih Bank Mandiri adalah menerbitkan Obligasi Subordinasi Rupiah Bank Mandiri I Tahun 2009 sebesar Rp3,5 triliun yang dapat diperhitungkan sebagai modal pelengkap dalam perhitungan CAR. 4. Memberikan persetujuan atas beberapa inisiatif Anak Perusahaan yang membutuhkan persetujuan pemegang saham seperti pengambil alihan 2% saham AXA di AMFS.

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

GOOD CORPORATE GOVERNANCE

111

OPERATIONAL RISK COMMITTEE (RCC-ORC)
Nama Jumlah Rapat Kehadiran Ketidakhadiran % Kehadiran

PERMANENT VOTING MEMBERS GROUP A Agus Martowardojo I Wayan Agus Mertayasa Sasmita Sentot A. Sentausa Haryanto T. Budiman Zulkifli Zaini Abdul Rachman Riswinandi Thomas Arifin Budi G. Sadikin Pahala N. Mansury Mansyur S. Nasution Bambang Setiawan Ogi Prastomiyono Riyani T. Bondan 8 10 12 12 12 6 8 5 6 9 8 5 10 11 10 2 8 12 12 8 5 7 3 4 6 6 5 6 6 1 6 2 0 0 4 1 1 2 2 3 2 0 4 5 9 25 % 80 % 100 % 100 % 67 % 83 % 88 % 60 % 67 % 67 % 75 % 100 % 60 % 55 % 10 %

PERMANENT VOTING MEMBERS GROUP B

CONTRIBUTING PERMANENT NON - VOTING MEMBERS

Keterangan : Jumlah rapat untuk masing-masing group kehadiran sesuai dengan agenda pembahasan

Tugas dan Tanggung Jawab Operational Risk Committee (RCC-ORC) 1. Menyusun dan atau mengubah Kebijakan Operasional Bank Mandiri (KOBM) untuk selanjutnya dimintakan pengesahan kepada seluruh Direksi dan Dewan Komisaris. 2. Menetapkan prosedur operasional yang bersifat strategis berikut perubahan-perubahannya. 3. Memberikan arahan, pengawasan terhadap pelaksanaan operasional Perseroan yang bersifat strategis. 4. Menetapkan solusi serta pelaksanaan penyelesaian atas permasalahan Operasional Perseroan yang tidak dapat diselesaikan pada level di bawahnya. 5. Mendelegasikan sebagian kewenangan yang telah dimiliki berdasarkan surat keputusan ini kepada Direktur Bidang/ EVP Coordinator dengan hak untuk mendelegasikan kembali kepada pebajat-pejabat yang ditunjuk secara berjenjang. Pendelegasian ini tidak meliputi kewenangan memutus kredit dan atau kewenangan lain yang diatur secara tersendiri. 6. Menetapkan limit (cadangan) risiko operasional dengan mempertimbangkan eksposur risiko dan pengalaman kerugian masa lalu yang diakibatkan oleh risiko operasional sesuai ketentuan yang berlaku.

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

112

GOOD CORPORATE GOVERNANCE

Pada tahun 2009, RCC ORC Operational Risk Committee telah melaksanakan hal-hal sebagai berikut: 1. Memberikan persetujuan atas tinjauan tarif Transaction Banking. 2. Mereview dan memberikan persetujuan atas Standar Prosedur Operasional (SPO), termasuk untuk aktivitas pengadaan dan pengelolaan informasi nasabah. 3. Mereview dan memberikan persetujuan atas Standar Prosedur Operasional (SPO) untuk produk/segment tertentu seperti SPO Wealth Management, SPO Produk Jasa Capital Market, SPO produk atau aktivitas baru dan SPO produk jasa retail lainnya. 4. Mereview dan menyetujui SPO untuk pedoman pemeriksaan Internal Audit dan Audit Charter serta berbagai pedoman lainnya.

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

GOOD CORPORATE GOVERNANCE

113

PERSONNEL POLICY COMMITTEE (PPC)
Nama Jumlah Rapat Kehadiran Ketidakhadiran % Kehadiran

PERMANENT VOTING MEMBERS Agus Martowardojo I Wayan Agus Mertayasa Ogi Prastomiyono Budi G. Sadikin Pahala N. Mansury Haryanto T. Budiman Sentot A. Sentausa 6 6 6 6 6 6 1 6 4 6 5 4 4 1 0 2 0 1 2 2 0 100 % 67 % 100 % 83 % 67 % 67 % 100 %

NON - PERMANENT VOTING MEMBERS

Tugas dan tanggung Jawab Personnel Policy Committee 1. Menetapkan kebijakan pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM). 2. Menetapkan kebijakan perencanaan pegawai. 3. Menetapkan kebijakan sistem rekrutmen dan kontrak pegawai. 4. Menetapkan kebijakan pengembangan dan perubahan struktur organisasi perusahaan. 5. Menetapkan kebijakan sistem peringkat jabatan (job grading). 6. Menetapkan kebijakan sistem penilaian pegawai. 7. Menetapkan kebijakan sistem kompensasi, benefit dan fasilitas pegawai. 8. Menetapkan kebijakan sistem pelatihan dan pengembangan pegawai. 9. Menetapkan kebijakan Sistem Jalur Karir Pegawai, termasuk kebijakan promosi, mutasi, rotasi dan detasering. 10. Menetapkan kebijakan Talent Management dan Succession Plan pegawai. 12. Menetapkan kebijakan sistem peraturan disiplin pegawai dan kebijakan pemberhentian pegawai. 13. Menetapkan kebijakan sistem dan kesejahteraan pensiunan pegawai. 14. Menetapkan kebijakan arah dan pengembangan Sistem Informasi Human Capital. 15. Menetapkan kebijakan batas kewenangan dalam menjalankan manajemen Human Capital. 16. Menetapkan kebijakan yang berkaitan dengan Hubungan Industrial. 17. Menetapkan kebijakan SDM yang berkaitan dengan Perusahaan Anak Bank Mandiri, Dana Pensiun Bank Mandiri dan Yayasan terkait Bank Mandiri, serta Perusahaan Anak dari Perusahaan Anak Bank Mandiri, Dana Pensiun Bank Mandiri dan Yayasan terkait Bank Mandiri. 18. Hal-hal lain yang berkaitan dengan pengelolaan SDM. 11. Menentukan kebijakan arah dari budaya kerja serta nilai-nilai perusahaan agar sejalan dengan visi, misi dan strategi perusahaan.

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

114

GOOD CORPORATE GOVERNANCE

Pada Tahun 2009 Personnel Policy Committee (PPC) yang telah melakukan hal-hal sebagai berikut: 1. Menetapkan kebijakan Sumber Daya Manusia, tunjangan penampilan dan tunjangan lokasi zona 3 khusus. 2. Menetapkan kebijakan sistem jalur karir pegawai diantaranya dengan menetapkan Career Progression pimpinan dan pelaksana, menetapkan kebijakan Local Staff Development Program (LSDP) serta menetapkan kajian Job Grade dan Corporate Title. 3. Menetapkan program kesehatan pensiunan interim. 4. Menetapkan HC Strategy.

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

GOOD CORPORATE GOVERNANCE

115

INFORMATION TECHNOLOGY COMMITTEE (IT-COMMITTEE)
Nama Jumlah Rapat Kehadiran Ketidakhadiran % Kehadiran

PERMANENT VOTING MEMBER Agus Martowardojo I Wayan Agus Mertayasa Sasmita Sentot A. Sentausa Haryanto T. Budiman Zulkifli Zaini Abdul Rachman Bambang Setiawan Riswinandi Thomas Arifin Budi G. Sadikin Pahala N. Mansury Mansyur S. Nasution Ogi Prastomiyono Riyani T. Bondan 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 1 4 6 5 5 5 4 1 5 4 5 5 5 3 4 5 2 0 1 1 1 2 5 1 2 1 1 1 3 2 17 % 67 % 100 % 83 % 83 % 83 % 67 % 17 % 83 % 67 % 83 % 83 % 83 % 50 % 67 %

NON - PERMANENT VOTING MEMBERS

CONTRIBUTING PERMANENT NON - VOTING MEMBERS

Tugas Information & Technology Committee 1. Memastikan bahwa IT Strategy Plan tetap konsisten dengan strategic objectives dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. 2. Memastikan proyek-proyek IT tetap sesuai dengan IT Strategic Plan, dengan penekanan pada efisiensi dan efektivitas. 3. Memastikan proyek-proyek IT dilaksanakan sesuai dengan project charter yang telah disetujui. 4. Memastikan telah disesuaikannya berbagai masalah di antara bisnis unit yang terkait IT secara efektif, efisien dan tepat waktu. 5. Melaporkan kepada rapat Direksi mengenai hasil pelaksanaan tugas dan tanggung jawab sebagaimana diatur dalam Surat Keputusan Direksi.

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

116

GOOD CORPORATE GOVERNANCE

Wewenang dan Tanggung jawab Information & Technology Committee adalah: 1. Menetapkan kerangka acuan strategis untuk mengelola IT Resources. 2. Memberi arahan, pengawasan dan keputusan terhadap perencanaan, pengembangan dan penambahan sistem IT yang bersifat strategis. 3. Mengajukan kepada Direksi untuk mendapatkan pengesahan atas IT Strategic Plan dan/atau perubahannya serta alokasi budget IT Strategic Plan tersebut. 4. Memonitor proyek-proyek yang terkait IT Strategic Plan. 5. Menyelesaikan masalah-masalah di antara bisnis unit yang terkait dengan IT yang tidak dapat terselesaikan pada level proyek. 6. Memutuskan kebijakan dan rencana tindakan atas proyekproyek beserta anggarannya, termasuk atas programprogram dan proyek-proyek dalam ruang lingkup program, dalam rangka mengamankan asset IT dan meyakinkan kesinambungan layanan IT. 7. Menetapkan prioritas dan alokasi anggaran IT yang telah diputuskan oleh Direksi 8. Membentuk, mengubah dan membubarkan Sub-Komite di bawah Information & Technology Committee. 9. Dalam kapasitasnya sebagai komite, Information & Technology Committee tidak memiliki kewenangan untuk bertindak mewakili untuk dan atas nama Perseroan untuk melakukan pengikatan atau menandatangani perjanjian dengan pihak ketiga, hal mana harus dilakukan sesuai dengan ketentuan dalam Anggaran Dasar.

Pada tahun 2009, IT Committee telah menetapkan hal-hal sebagai berikut: 1. Persetujuan Struktur IT Governance, dengan penambahan Program Steering Committee sebagai sub-komite dari IT Committee. 2. Persetujuan Program Governance, berikut struktur Program Steering Committee dan 5 (lima) program yang diusulkan yaitu Wholesale & Retail Payment, High Yield Loan, Information on Demand, Enterprise Risk Management dan Modernisasi E-Channel. 3. Persetujuan alokasi anggaran untuk inisiatif modernisasi e-channel. 4. Persetujuan alokasi anggaran untuk inisiatif Strategi IT. 5. Persetujuan inisiatif yang perlu dipenuhi dari resource pool. 6. Persetujuan inisiatif IT 2010 yang terdiri dari 7 (tujuh) kelompok utama dan terbagi atas tiga tier yaitu 1A, 1B dan 2.

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

GOOD CORPORATE GOVERNANCE

117

WHOLESALE EXECUTIVE COMMITTEE (WEC)
Nama Jumlah Rapat Kehadiran Diwakili Ketidakhadiran % Kehadiran

PERMANENT VOTING MEMBERS Zulkifli Zaini Riswinandi Thomas Arifin Sentot A. Sentausa Abdul Rachman Haryanto T. Budiman Wayan Agus Mertayasa Sasmita Mansyur S. Nasution Ogi Prastomiyono 12 12 12 12 12 12 1 2 3 12 12 6 7 7 9 8 1 2 3 1 0 1 0 3 0 0 0 0 0 11 0 6 5 5 3 4 0 0 0 11 100 % 50 % 58 % 58 % 75 % 67 % 100 % 100 % 100 % 8%

NON - PERMANENT VOTING MEMBERS

CONTRIBUTING PERMANENT NON - VOTING MEMBERS

Tugas dan tanggung Jawab Wholesale Executive Committee 1. Menjalankan fungsi pengendalian dalam menetapkan strategi dan prosedur pada produk dan aktivitas serta pendukung dalam bidang wholesale yang meliputi Corporate Banking, Commercial banking, Treasury & International Banking, Special Assets Management. Khusus penetapan strategi dan prosedur yang terkait produk, aktivitas dan pendukung dalam bidang Small Business telah tercakup dalam Retail & Support Executive Committee sedangkan pengelolaan dan supervisinya tetap berada di Direktorat Commercial Banking. 2. Menetapkan dan memutuskan masalah-masalah yang terkait lintas Direktorat terkait dengan Performance Management System (PMS), melalui koordinasi dengan Direktur Bidang terkait. 3. Menetapkan usulan penyempurnaan Standar Prosedur Kredit (SPK) Corporate, Commercial, Financial Institution dan Kantor Luar Negeri. 4. Menetapkaan hal-hal terkait dengan sistem dan prosedur pada bidang wholesale yang meliputi Corporate Banking, Commercial banking, Treasury & International Banking, Special Assets Management termasuk penuangan kebijakannya dalam Manual Produk dan mengatur pengembangan serta perubahannya. 5. Melakukan kajian dan monitoring atas inisiatif strategis terkait dengan bidang wholesale yang meliputi Corporate Banking, Commercial Banking, Treasury & International Banking, Special Assets Management dan menetapkan halhal lain terkait dengan bidang wholesale tersebut.

Pada tahun 2009, Wholesale Executive Committee telah menetapkan berbagai hal termasuk: 1. 2. 3. 4. Memberikan persetujuan beberapa produk baru seperti Mandiri Giro Escrow, Mandiri Giro Premier, dan Mandiri Giro Solusi. Persetujuan Produk Kredit Agunan Deposito. Persetujuan Produk Mandiri Bilateral Trade financing. Persetujuan Produk Mandiri Export Credit Agency.

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

118

GOOD CORPORATE GOVERNANCE

RETAIL AND SUPPORT EXECUTIVE COMMITTEE (RSEC)
Nama Jumlah Rapat Kehadiran Ketidakhadiran % Kehadiran

PERMANENT VOTING MEMBERS Budi G. Sadikin Sentot A. Sentausa Sasmita Mansyur S. Nasution Pahala N. Mansury Haryanto T. Budiman Zulkifli Zaini Ogi Prastomiyono 8 8 8 8 8 8 6 8 8 8 5 7 8 4 6 8 0 0 3 1 0 4 0 0 100 % 100 % 63 % 88 % 100 % 50 % 100 % 100 %

NON - PERMANENT VOTING MEMBERS CONTRIBUTING PERMANENT NON - VOTING MEMBERS

Tugas dan Tanggung Jawab Retail & Support Executive Committee, menjalankan fungsi pengendalian dalam: 1. Menetapkan strategi dan prosedur pada produk dan aktivitas serta pendukung dalam bidang retail yang meliputi Micro & Retail Banking, Consumer Finance dan Small Business dimana pengelolaan dan supervisi Small Business tetap berada di Direktorat Commercial Banking. 2. Menetapkan standarisasi dan strategi yang terkait dengan ruang lingkup pengadaan barang dan jasa, general services, dan real estate yang bersifat bankwide. 3. Menetapkan dan memutuskan masalah-masalah yang bersifat lintas Direktorat terkait dengan Performance Management System (PMS) melalui koordinasi dengan Direktur Bidang terkait. 4. Menetapkan usulan penyempurnaan Standar Prosedur Kredit (SPK) Small Business, Mikro dan Consumer. 5. Menetapkan hal-hal terkait dengan sistem dan prosedur pada bidang retail yang meliputi Micro & Retail Banking dan Consumer Finance serta Small Business termasuk penuangan kebijakannya dalam Manual Produk dan mengatur pengembangan serta perubahannya. 6. Melakukan kajian dan monitoring atas inisiatif strategis terkait dengan bidang retail yang meliputi Micro & Retail Banking dan Consumer Finance serta Small Business dan menetapkan hal-hal lain yang terkait dengan kebijakan bidang retail yang meliputi Micro & Retail Banking dan Consumer Finance serta Small Business.

Pada tahun 2009, Retail & Support Executive Committee telah membahas berbagai hal antara lain: 1. Penyempurnaan Organisasi Retail & Support Executive Committee. 2. Penyempurnaan Manual Produk Kredit Mikro. 3. Penyempurnaan SPK Small Business, SPK Micro Business dan SPK Consumer. 4. Revisi Ketentuan Kredit Wirausahawan Mandiri (KWM) serta Kredit Multiguna Usaha (KMU). 5. Program Pengembangan Cluster Bisnis Cikarang Jababeka. 6. Progress Report Scoring untuk program cross sell kartu kredit. 7. Pembentukan Mandiri Micro Unit (MMU). 8. Program Branch Contest 2009. 9. Produk Kredit Tanaman Semusim. 10. Reformat dan revisi Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKP-E). 11. Review Program Referral Mandiri Tunas Finance.

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

GOOD CORPORATE GOVERNANCE

119

BRAND COMMITTEE
Nama Jumlah Rapat Kehadiran Ketidakhadiran % Kehadiran

PERMANENT VOTING MEMBERS Bambang Setiawan Abdul Rachman Budi G. Sadikin Pahala N. Mansury Haryanto T. Budiman 9 9 9 9 9 9 5 8 8 5 0 4 1 1 4 100 % 56 % 89 % 89 % 56 %

Tugas dan Tanggung Jawab Brand Committee 1. Menjalankan fungsi pengendalian dalam menetapkan strategi komunikasi dan implementasi corporate brand dan product brand. 2. Menetapkan penyelesaian masalah yang melibatkan lintas Direktorat terkait dengan implementasi brand, melalui koordinasi dengan Direktur bidang terkait. 3. Menetapkan strategi implementasi brand, termasuk tetapi tidak terbatas pada program strategic brand analysis, brand strategy development, visual identity creation, employee brand training dan identity implementation. 4. Menetapkan delegasi kewenangan untuk menyetujui atau memutus desain materi iklan baik Above The Line maupun Below The Line kepada Group Head Corporate Secretary yang tidak bersifat strategis dan sudah terdapat dalam brand guidelines. 5. Melakukan kajian dan monitoring atas inisiatif strategis terkait dengan implementasi branding di semua touch point. 6. Menetapkan hal-hal yang terkait dengan strategy dan implementasi corporate brand dan product brand.

Pada tahun 2009, Brand Committee telah membahas berbagai hal antara lain: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Pedoman pembuatan logo program, product, product services serta tagline bagi internal Bank Mandiri. Pengembangan Signage Bank Syariah Mandiri. Desain dan penggunaan logo Mandiri pada kartu nasabah. Penambahan dan desain Splash Screen pada Website Bank Mandiri. Desain street sign dan desain kartu Mandiri debit cobranding. Standarisasi Penempatan & regulasi wallsign cabang. Regulasi dan penyempurnaan desain wall tenant sign. Penyusunan pedoman iklan bersama.

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

120

GOOD CORPORATE GOVERNANCE
RETAIL AND SUPPORT EXECUTIVE COMMITTEE (RSEC) CREDIT COMMITTEE Dalam rangka menjamin pemberian kredit yang prudent serta sesuai prinsip-prinsip manajemen risiko yang best practice, Bank Mandiri telah melakukan perombakan proses pemberian kredit secara fundamental. Setiap pemberian kredit di segment wholesale harus dilakukan melalui pembahasan di forum Rapat Komite Kredit sebagai sarana penerapan four-eye principle serta proses check and balance antara Bisnis Unit sebagai unit Inisiator dengan Risk Management selaku Unit Mitigasi Risiko. Dalam komite tersebut Legal Group dan Compliance Group juga harus selalu hadir untuk memberikan pendapat dari sisi legal dan kepatuhan guna memperkuat aspek independensi, menghindari dominasi salah satu unit, menghindari conflict of interest dan memastikan pengambilan keputusan yang objektif dan bebas tekanan. Rapat Komite Kredit telah berkembang menjadi forum untuk diskusi guna menguji kelayakan serta validitas argumentasi proposal kredit secara objektif. Pada tahap awal proses ini terasa sulit dan membutuhkan waktu yang panjang. Namun demikian seiring dengan berjalannya waktu dan semakin tingginya pemahaman organisasi untuk menyalurkan kredit yang berkualitas, proses tersebut akhirnya dapat berjalan dengan lebih cepat dan lancar. Percepatan proses tersebut juga didukung oleh proses pre-screen target market antara Unit Bisnis dan Risk Management sejak awal. HUBUNGAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI Hubungan kerja Dewan Komisaris dan Direksi adalah hubungan check and balances untuk kemajuan dan kesehatan Bank. Dewan Komisaris dan Direksi sesuai dengan fungsinya masing-masing bertanggung jawab atas kelangsungan usaha Bank dalam jangka panjang. Hal ini tercermin pada: 1. Terpeliharanya kesehatan Bank sesuai dengan prinsip kehati-hatian dan kriteria yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. 2. Terlaksananya dengan baik manajemen risiko maupun sistem pengendalian internal. 3. Tercapainya imbal hasil yang wajar bagi pemegang saham. 4. Terlindunginya kepentingan stakeholders secara wajar. 5. Terpenuhinya implementasi GCG. 6. Terlaksananya suksesi kepemimpinan dan kontinuitas manajemen di semua lini organisasi. Untuk dapat memenuhi tanggung jawab dan melaksanakan hubungan check and balances tersebut, Dewan Komisaris dan Direksi telah menyepakati hal-hal sebagai berikut: 1. Visi, misi dan corporate values. 2. Sasaran usaha, strategi, rencana jangka panjang maupun rencana kerja dan anggaran tahunan. 3. Kebijakan dalam memenuhi ketentuan perundangundangan, anggaran dasar dan prudential banking practices termasuk komitmen untuk menghindari segala bentuk benturan kepentingan. 4. Kebijakan dan metode penilaian kinerja Bank, unit-unit kerja dalam Bank dan personalianya. 5. Struktur organisasi ditingkat eksekutif yang mampu mendukung tercapainya sasaran usaha Bank.

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

GOOD CORPORATE GOVERNANCE

121

RAPAT DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI Rapat Dewan Komisaris dan Direksi diselenggarakan secara rutin untuk membahas hal-hal yang bersifat strategis.

FREKUENSI RAPAT GABUNGAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI/EVP KOORDINATOR
Nama Jumlah Rapat Kehadiran Ketidakhadiran % Kehadiran

KOMISARIS Edwin Gerungan Muchayat Mahmuddin Yasin Soedarjono Pradjoto Gunarni Soeworo DIREKSI Agus Martowardojo I Wayan Agus Mertayasa Zulkifli Zaini Sasmita Abdul Rachman Sentot A. Sentausa Bambang Setiawan Riswinandi Thomas Arifin Budi G. Sadikin Ogi Prastomiyono EVP KOORDINATOR Pahala N. Mansury Haryanto T. Budiman Mansyur S. Nasution Riyani T. Bondan 10 10 10 10 8 8 6 8 2 2 4 2 80 % 80 % 60 % 80 % 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 8 8 8 8 9 8 8 5 7 9 6 2 2 2 2 1 2 2 5 3 1 4 80 % 80 % 80 % 80 % 90 % 80 % 80 % 50 % 70 % 90 % 60 % 10 10 10 10 10 10 9 5 8 10 8 9 1 5 2 0 2 1 90 % 50 % 80 % 100 % 80 % 90 %

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

122

GOOD CORPORATE GOVERNANCE

KOMITE DI BAWAH KOORDINASI DIREKSI
RISK &CAPITAL COMMITTEE RISK MANAGEMENT COMMITTEE (RMC) Ketua : Direktur Utama Wakil Ketua : Wakil Direktur Utama Sekretaris : Group Head Credit Risk & policy I. Anggota Dengan Hak Suara a. Anggota Tetap 1. Direktur Utama 2. Wakil Direktur Utama 3. Direktur Technology & Operations 4. Direktur Risk & Management 5. Direktur Corporate Secretary, Legal & Customer Care 6. EVP Coordinator Finance & Strategy 7. EVP Coordinator Change Management Office b. Anggota Tidak Tetap Anggota Direksi dan EVP Coordinator terkait lainnya yang hadir sebagai undangan II. Anggota Pemberi Kontribusi tanpa Hak Suara a. Anggota Tetap b. Anggota Tidak Tetap

ASSET & LIABILITIES COMMITTEE (ALCO)

Ketua : Direktur Utama Wakil Ketua : Wakil Direktur Utama Sekretaris : Group Head Market & Operational Risk I. Anggota Dengan Hak Suara a. Anggota Tetap 1. Direktur Utama 2. Wakil Direktur Utama 3. Direktur Commercial Banking 4. Direktur Special Assets Management 5. Direktur Risk Management

6. Direktur Corporate Banking 7. Direktur Treasury & International Banking 8. Direktur Micro & retail Banking 9. EVP Coordinator Finance & Strategy 10. EVP Coordinator Consumer Finance b. Anggota Tidak Tetap Anggota Direksi dan EVP Coordinator terkait lainnya yang hadir sebagai undangan II. Anggota Pemberi Kontribusi Tanpa Hak Suara a. Anggota Tetap b. Anggota Tidak tetap

CAPITAL & INVESTMENT COMMITTEE (CIC)

Ketua : Direktur Utama Wakil Ketua : Wakil Direktur Utama Sekretaris : Group Head Strategy & Performance I. Anggota Dengan Hak Suara a. Anggota tetap Group A : Anggota tetap yang hadir pada setiap Rapat 1. Direktur Utama 2. Wakil Direktur Utama 3. Direktur Technology & Operations 4. Direktur Risk Management 5. EVP Coordinator Change Management Office

Group B : Anggota tetap yang hadir sesuai keterkaitan dengan agenda 1. Direktur Commercial Banking 2. Direktur Technology & operations 3. Direktur Special Assets Management 4. Direktur Corporate Banking 5. Direktur Micro & Retail Banking 6. Direktur Treasury & International banking 7. EVP Coordinator Consumer Finance b. Anggota Tidak tetap II. Anggota Pemberi Kontribusi Tanpa hak Suara a. Anggota Tetap b. Anggota Tidak tetap

OPERATIONAL RISK COMMITTEE (ORC)

Ketua : Direktur Utama Wakil Ketua : Wakil Direktur Utama Sekretaris 1 : Group Head Market & Operational Risk Sekretaris 2 : Group Head Policies, Procedures, Planning & Architecture I. Anggota Dengan Hak Suara a. Anggota Tetap Group A. Anggota tetap yang hadir pada setiap Rapat Komite 1. Direktur Utama 2. Wakil Direktur Utama 3. Direktur Technology & Operations 4. Direktur Risk Management

5. EVP Coordinator Change Management Office Group B. Anggota tetap yang hadir sesuai keterkaitan dengan topik 1. Direktur Commercial Banking 2. Direktur Special Assets Management 3. Direktur Corporate Banking 4. Direktur Micro & Retail Banking 5. Direktur Treasury & International Banking 6. EVP Coordinator Finance & Strategy 7. EVP Coordinator Consumer Finance II. Anggota Pemberi Kontribusi tanpa hak suara a. Anggota tetap b. Anggota tidak tetap

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

GOOD CORPORATE GOVERNANCE

123

PERSONNEL POLICY COMMITTEE (PPC)

Ketua : Direktur Utama Wakil Ketua : Wakil Direktur Utama Sekretaris 1 : Group Head Human Capital Services Sekretaris 2 : Group Head Human Capital Strategy & Policy Anggota : 1. Anggota dengan hak suara a. anggota tetap 1. Direktur Utama 2. Wakil Direktur Utama 3. Direktur Compliance & Human Capital 4. Direktur Micro & Retail Banking b. anggota tidak tetap 1. Direktur Commercial Banking 2. Direktur Technology & Operations

3. Direktur Special Assets Management 4. Direktur Risk Management 5. Direktur Corporate Secretary, Legal and Customer Care 6. Direktur Corporate Banking 7. Direktur Treasury & International Banking 8. EVP Coordinator Finance & Strategy 9. EVP Coordinator Change Management Office 10.EVP Coordinator Consumer Finance 2. Anggota tidak tetap tanpa hak suara EVP Coordinator Internal Audit 3. Anggota Pemberi Kontribusi tanpa hak suara a. anggota tetap b. anggota tidak tetap

INFORMATION TECHNOLOGY COMMITTEE (IT COMMITTEE)

Ketua : Direktur Utama Wakil Ketua : Wakil Direktur Utama Sekretaris : Group Head IT Business Solutions & Applications Services Anggota : 1. Anggota dengan hak suara a. anggota tetap 1. Direktur Utama 2. Wakil Direktur Utama 3. Direktur Technology & Operations 4. Direktur Risk Management 5. EVP Coordinator Change Management Office b. anggota tidak tetap 1. Direktur Commercial Banking

Direktur Corporate Banking Direktur Micro & Retail Banking EVP Coordinator Finance & Strategy EVP Coordinator Consumer Finance Direksi/EVP Coordinator yang terkait dengan agenda komite, kecuali EVP Coordinator Internal Audit 2. Anggota tetap tanpa hak suara Direktur Compliance & Human Capital atau Group Head Compliance atau Department Head atau pejabat Compliance Group yang ditunjuk. 3. Anggota Pemberi Kontribusi tanpa hak suara a. anggota tetap b. anggota tidak tetap

2. 3. 4. 5. 6.

WHOLESALE EXECUTIVE COMMITTEE (WEC)

Ketua Sekretaris

: Direktur Commercial Banking : Group Head Wholesale Product Management I. Anggota yang Memiliki Hak Suara a. Anggota Tetap 1. Direktur Commercial Banking 2. Direktur Corporate Banking 3. Direktur Treasury & international Banking 4. Direktur Risk Management

5. Direktur Special Asset Management 6. EVP Coordinator Change Management Office b. Anggota Tidak tetap Anggota Direksi dan EVP Coordinator terkait lainnya yang hadir sebagai undangan II. Anggota Pemberi Kontribusi Tanpa hak Suara a. anggota tetap b. anggota tidak tetap

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

124

GOOD CORPORATE GOVERNANCE

RETAIL & SUPPORT EXECUTIVE COMMITTEE (RSEC)

Ketua : Direktur Micro & Retail Banking Sekretaris : Group Head Jakarta Network I. Anggota Dengan Hak Suara a. Anggota Tetap 1. Direktur Micro & Retail Banking 2. Direktur Risk Management 3. Direktur Technology & Operations 4. EVP Coordinator Consumer Finance 5. EVP Coordinator Finance & Strategy

6. EVP Coordinator Change Management Office b. Anggota Tidak tetap 1. Direktur Commercial Banking 2. Anggota Direksi terkait lainnya yang hadir sebagai undangan II. Anggota Pemberi Kontribusi Tanpa hak Suara a. anggota tetap b. anggota tidak tetap

BRAND COMMITTEE

Ketua : Direktur Corporate (merangkap anggota) Secretary, Legal & Customer Care Sekretaris : Group Head Corporate Secretary Anggota 1. Anggota dengan hak suara a. anggota tetap 1. Direktur Corporate Secretary, Legal & Customer Care 2. Direktur Special Asset Management

3. Direktur Micro & Retail Banking 4. EVP Coordinator Finance & Strategy 5. EVP Coordinator Change Management Office b. anggota tidak tetap Anggota Direksi lainnya yang terkait dan hadir sebagai undangan 2. Anggota Pemberi Kontribusi tanpa hak suara a. anggota tetap b. anggota tidak tetap

CREDIT COMMITTEE *) Dengan perubahan organisasi per tanggal 11 Januari 2010, maka akan juga mengubah keanggotaan komite.

CORPORATE SECRETARY Untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat pemodal, Bank Mandiri sebagai perusahaan publik membentuk Sekretaris Perusahaan yang berperan sebagai satu-satunya penghubung Bank dengan para investor, pelaku pasar modal, regulator dan juga para pengamat. Sekretaris Perusahaan memfasilitasi komunikasi yang efektif dan memastikan tersedianya informasi untuk berbagai pihak serta berperan sebagai penghubung utama antara Bank, BAPEPAM-LK, Bursa Efek Indonesia dan publik.

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

GOOD CORPORATE GOVERNANCE

125

FUNGSI KEPATUHAN, AUDIT INTERN DAN AUDIT EKSTERN A. FUNGSI KEPATUHAN Industri perbankan merupakan salah satu industri yang sarat dengan ketentuan (highly regulated industry) karena berkaitan dengan jasa pelayanan dan penanganan dana serta kepercayaan dari nasabah yang menempatkan dananya di bank. DIREKTUR KEPATUHAN Mengacu pada PBI No. 1/6/PBI/1999 tanggal 20 September 1999 tentang Penugasan Direktur Kepatuhan (Compliance Director) dan Penerapan Standar Pelaksanaan Fungsi Audit Intern Bank Umum yang mengatur tata cara penugasan anggota direksi sebagai Direktur Kepatuhan, Direktur Utama bersama Dewan Komisaris dengan persetujuan Bank Indonesia menugaskan salah satu seorang Direksi sebagai Direktur Kepatuhan. Fungsi kepatuhan dilaksanakan oleh Jajaran Kepatuhan yang terdiri dari Direktur Kepatuhan, Compliance Group Head dan Kepala Unit Kepatuhan di Unit Kerja. Dalam melaksanakan fungsinya, Jajaran Kepatuhan harus memegang teguh independensi dalam mengungkapkan pandangan serta pemikiran tanpa memihak kepada kepentingan pihak lain, menjunjung tinggi integritas serta tidak menggunakan informasi yang diperoleh untuk kepentingan pribadi/golongan di luar kepentingan Bank. Dalam pelaksanaan kepatuhan, Bank Mandiri mempunyai komitmen sebagai berikut: 1. Bank Mandiri melaksanakan kepatuhan secara total sehingga seluruh kegiatannya selalu mematuhi peraturan perundangundangan dan ketentuan yang berlaku serta menerapkan prinsip kehati-hatian. 3. Seluruh jajaran Bank Mandiri bertanggung jawab penuh secara individu untuk memastikan kepatuhan dalam setiap kegiatan di bidang masing-masing. Dengan adanya komitmen tersebut diharapkan spirit kepatuhan terintegrasi dan dapat menstimulasi seluruh jajaran Bank Mandiri untuk berbudaya patuh di setiap saat dan dalam segala hal. Pelaksanaan Kepatuhan tahun 2009 1. Melaksanakan Forum Quality Assurance & Compliance (QAC). 2. Mengkaji efektifitas fungsi, tugas dan tanggung jawab QAC guna mengoptimalkan peran QAC sebagai pelaksana fungsi kepatuhan. 3. Menyelesaikan pembuatan metodologi rancang bangun Compliance Risk Management (CRM) dalam rangka mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang dapat meningkatkan eksposur risiko kepatuhan, serta melakukan tindakan korektif yang tepat waktu terhadap potensi pelanggaran dan ketidakpatuhan terhadap perundangundangan yang berlaku. 4. Melaksanakan Forum Kepatuhan. 2. Kepatuhan dimaksud tidak hanya terbatas pada apa yang tertulis secara harfiah, tetapi juga terhadap jiwa dan semangat yang mendasarinya. Hal ini penting untuk menjaga reputasi Bank Mandiri sebagai institusi yang bergerak di bidang jasa keuangan.

B. FUNGSI AUDIT INTERN, EFEKTIVITAS DAN CAKUPAN AUDIT INTERN DALAM MENILAI SELURUH ASPEK DAN UNSUR KEGIATAN BANK. 1. Peran dan Fungsi Audit Intern Audit Intern memiliki peranan yang sangat penting untuk menjaga dan mengamankan kegiatan usaha Bank. Audit Intern merupakan salah satu unsur sistem pengendalian intern Bank yang memiliki kesempatan, tantangan, dan tanggung jawab untuk berperan aktif dalam membantu pencapaian visi dan misi Bank, melalui peran assurance & consulting-nya. Fungsi utama audit intern dilakukan oleh Direktorat Internal Audit (DIA). Guna mendukung pelaksanaan fungsi audit intern, DIA dapat meminta bantuan unit/fungsi pemeriksa lainnya misalnya Regional Internal Control (RIC). Secara umum pelaksanaan kegiatan Audit Intern Bank Mandiri selama tahun 2009 telah dilakukan dengan program

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

126

GOOD CORPORATE GOVERNANCE

audit untuk kepentingan assurance dan program consulting di bidang internal control, risk management dan governance process. Selain melaksanakan audit yang merupakan fungsi assurance, Audit Intern juga mendukung pelaksanaan kerja yang menjadi fokus Bank Mandiri secara keseluruhan seperti mendorong pencapaian bisnis, service, efisiensi biaya, penerapan azas kehati-hatian (prudential banking practices) dan penerapan good corporate governance. 2. Ruang Lingkup Ruang lingkup pekerjaan Audit Intern mencakup semua area operasi Bank Mandiri sendiri maupun subsidiary/ afiliasinya untuk menentukan kualitas pengendalian intern, manajemen risiko, dan tata kelola perusahaan. Program audit terhadap keseluruhan audit universe telah disusun dengan suatu mekanisme yang sistematis dan konsisten. Prioritisasi audit tertuang dalam annual audit plan yang disusun atas dasar penilaian risiko secara bankwide oleh Top Management (Enterprise Risk Assessment/ERA), ketentuan regulator, arahan management dan Komite Audit, risk profile, hasil audit yang lalu serta periode terakhir pelaksanaan audit. 3. Perencanaan dan Realisasi Audit Tahun 2009 A. Rencana Audit Intern Dari urutan prioritas untuk tahun 2009 Audit Intern merencanakan 77 (tujuh puluh tujuh) assignment (181 (seratus delapan puluh satu) unit kerja/ aktivitas/ produk/ transaksi), terdiri dari: a. 51 (lima puluh satu) assurance (122 unit kerja/aktivas/ produk/transaksi). b. 10 (sepuluh) review/consulting 10 unit kerja/aktivitas/ produk/transaksi. c. 8 (delapan) penugasan yang sifatnya mandatory (8 unit kerja/aktivitas/ produk/transaksi). d. 8 (delapan) penugasan khusus (34 investigasi & 7 review aktivitas).

B. Realisasi Audit Intern Realisasi audit selama tahun 2009 mencapai 187 (seratus delapan puluh tujuh) penugasan audit (103,31 % dari target audit tahun 2009 sebanyak 181 penugasan audit), terdiri dari: a. 119 (seratus sembilan belas) unit kerja/aktivitas/produk/ transaksi (assurance). b. 22 (dua puluh dua) unit kerja/aktivitas/produk/transaksi (review/consulting). c. 8 (delapan) unit kerja/aktivitas/produk/transaksi (mandatory). d. 38 (tigapuluh delapan) penugasan khusus. 4. Hasil Temuan Audit Hasil audit umum dapat dikelompokkan menjadi 5 (lima) permasalahan pokok, yaitu Bidang Perkreditan, Kantor Pusat, Teknologi Informasi, Jaringan Distribusi (Cabang, KP Pembina Sistem dan Produk), Afiliasi (Perusahaan Anak & atau terafiliasi) sebanyak 179 (seratus tujuh puluh sembilan) permasalahan. Selama tahun 2009 telah dilakukan 38 (tigapuluh delapan) penugasan khusus dibeberapa unit kerja/aktivitas/produk.

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

GOOD CORPORATE GOVERNANCE

127

C. FUNGSI AUDIT EKSTERN, EFEKTIVITAS PELAKSANAAN AUDIT EKSTERN DAN KEPATUHAN BANK TERHADAP KETENTUAN MENGENAI HUBUNGAN ANTARA BANK, AKUNTAN PUBLIK DAN BANK INDONESIA BAGI BANK KONVENSIONAL Pengawasan terhadap Bank Mandiri dilaksanakan oleh internal auditor dan eksternal auditor. Pengawasan oleh eksternal auditor dilaksanakan oleh Bank Indonesia, Badan Pemeriksa Keuangan dan Kantor Akuntan Publik. Internal Audit bertanggungjawab untuk mengkoordinasikan kegiatannya dengan kegiatan eksternal audit. Melalui koordinasi tersebut diharapkan dapat dicapai hasil audit yang komprehensif dan optimal. Koordinasi dapat dilakukan melalui pertemuan secara periodik untuk membicarakan halhal yang dianggap penting bagi kedua belah pihak.

D. JUMLAH PENYIMPANGAN INTERNAL (INTERNAL FRAUD) Jumlah kasus yang dilakukan oleh Internal Fraud dalam 1 tahun Pengurus 2008 Total Fraud Telah diselesaikan Dalam proses penyelesaian di internal Bank Belum Diupayakan penyelesaiannya Telah ditindaklanjuti melalui proses hukum 2009 Pegawai Tetap 2008 9 3 6 0 3 2009 5 5 0 0 1 Pegawai Tidak Tetap 2008 3 2 1 0 0 2009 4 4 0 0 1

III. GOVERNANCE MECHANISM Dalam tahapan ini dilakukan penyempurnaan terhadap aturan mekanisme kerja di Bank Mandiri yang dituangkan di dalam kebijakan-kebijakan, standar prosedur dan petunjuk teknis lainnya yang senantiasa berlandaskan kepada prinsip-prinsip GCG antara lain : Penyusunan GCG Charter, Kebijakan Perkreditan Bank Mandiri, Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa, Kebijakan Produk, Pedoman Disiplin Pegawai, dan berbagai kebijakan lainnya. Selama tahun 2009 Bank Mandiri melakukan review secara menyeluruh terhadap peraturan-peraturan Internal Bank Mandiri dengan menyempurnakan Arsitektur Kebijakan dan Prosedur Bank Mandiri yang telah mendapat persetujuan Dewan Komisaris dan Direksi melalui rapat gabungan tanggal 24 Juni 2009, dengan penjelasan sebagai berikut: A. Arsitektur Kebijakan dan Prosedur Bank Mandiri Kebijakan dan Prosedur Bank Mandiri disusun dengan tatanan sebagai berikut: 1. Anggaran Dasar, yang merupakan rujukan tertinggi dalam penyusunan Kebijakan dan Prosedur. 2. Level Kebijakan, yang bersifat high level terdiri dari beberapa pembidangan sesuai dengan regulasi tertentu. 3. Level Prosedur, merupakan penjabaran dari Kebijakan yang mengatur end to end aktivitas secara umum. 4. Corporate Values, terdiri dari Good Corporate Governance, Code of Conduct, TIPCE dan Business Ethic menjadi dasar yang menjiwai setiap penyusunan Kebijakan dan Prosedur.

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

128

GOOD CORPORATE GOVERNANCE

B. Pengelompokan Kebijakan Bank Mandiri Terdapat 2 (dua) Pilar Kebijakan yaitu Kebijakan Manajemen Risiko Bank Mandiri (KMRBM) dan Kebijakan Sistem Pengendalian Internal Bank Mandiri (KSPIBM) serta 3 (tiga) kelompok Kebijakan yang bersifat logical terdiri dari: 1. Kelompok Kebijakan Bisnis. 2. Kelompok Kebijakan Operasional. 3. Kelompok Kebijakan Pengendalian. Masing-masing kelompok terdiri dari beberapa Kebijakan yang mencerminkan aktivitas dari setiap unit kerja. C. Pengesahan Kebijakan dan Prosedur Bank Mandiri 1. Level Kebijakan disahkan oleh Dewan Komisaris dan Direksi. 2. Level Prosedur disahkan oleh Direksi. Dengan disetujuinya Arsitektur Kebijakan dan Prosedur Bank Mandiri, seluruh ketentuan internal Bank Mandiri tidak diperkenankan disusun dalam bentuk Surat Edaran (SE), Standar Operasional Manual (SOM) dan Standard Operating Procedure (SOP). IV. SOSIALISASI DAN EVALUASI Untuk menjamin terlaksananya implementasi GCG, telah dilakukan sosialisasi tidak hanya terkait dengan prinsipprinsip GCG, namun termasuk sosialisasi terhadap budaya perusahaan, inisiatif strategis, dan kebijakan. Sedangkan dalam rangka monitoring implementasi GCG, Bank Mandiri melakukan evaluasi. Tujuan dari sosialisasi dan evaluasi tersebut adalah agar seluruh jajaran Bank dapat memahami dan melaksanakan Visi, Misi dan Strategi serta prinsip-prinsip GCG dimaksud dengan pemahaman dan standar yang sama di seluruh jajaran pegawai Bank Mandiri. A. Tahapan Sosialisasi, dilaksanakan kepada seluruh jajaran Bank Mandiri maupun stakeholder melalui berbagai cara, antara lain: 1. Pengarahan Direktur Utama kepada jajaran Senior Manajemen sampai dengan level pegawai dalam bentuk kunjungan langsung ke Kantor Wilayah / Unit Kerja terkait.

2. Management meeting, workshop dan rapat kerja yang dilakukan secara berkala. 3. Media komunikasi antara lain berupa video, majalah Mandiri, Knowledge Management System (KMS) dan website Bank Mandiri. 4. Sosialisasi secara langsung baik di Kantor Pusat maupun Kantor Wilayah, training /kelas-kelas, serta focus group. 5. e-learning modul GCG. 6. Sosialisasi kepada pihak eksternal, antara lain melalui forum-forum Corporate Governance seperti Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG), diskusi rutin yang diselenggarakan oleh Perusahaan-Perusahaan BUMN dan dalam seminar-seminar GCG berskala nasional maupun internasional. 7. Sosialisasi mengenai Visi, Misi, Strategi dan implementasi GCG kepada para stakeholder melalui Annual Report, sehingga diharapkan implementasi GCG di Bank Mandiri dapat dengan mudah diketahui oleh seluruh stakeholders. Dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan menumbuhkembangkan prinsip-prinsip GCG kepada seluruh jajaran dan untuk penerapan GCG di setiap bidang pekerjaanya di Bank Mandiri, telah dilaksanakan 5 (lima) kali sosialisasi Good Corporate Governance di Kanwil-kanwil , yaitu: 1. 2. 3. 4. 5. Tanggal 9 Februari 2009 di Kanwil X – Makassar Tanggal 14 Februari 2009 di Kanwil IV – Jakarta Tanggal 19 Februari 2009 di Kanwil VIII – Surabaya Tanggal 6 Maret 2009 di Kanwil VII – Semarang Tanggal 14 Maret 2009 di Kanwil V - Jakarta

B. Tahapan Evaluasi Dalam rangka monitoring implementasi GCG, Bank Mandiri melakukan evaluasi terhadap proses kerja, monitoring realisai terhadap target-target yang telah ditetapkan diantaranya adalah sebagai berikut: 1. Performance Review Bulanan yaitu review bulanan terhadap performance kinerja masing-masing SBU dan supporting unit yang dihadiri oleh seluruh Direksi serta senior management.

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

GOOD CORPORATE GOVERNANCE

129

2. Penilaian Key Performance Indicator (KPI) setiap 6 (enam) bulan sekali, yang dilakukan untuk menilai setiap pencapaian target yang telah ditetapkan dibandingkan dengan realisasi pencapaiannya. 3. Laporan realisasi Rencana Bisnis Bank kepada Dewan Komisaris dan Bank Indonesia setiap 6 (enam) bulan sekali.

4. Pertanggungjawaban Direksi dan Dewan Komisaris dalam RUPS setiap tahun. 5. Pemeriksaan BI khusus GCG yang telah dilakukan pada tahun 2006, 2007, 2008 dan 2009. 6. Self Assessment Pelaksanaan GCG sesuai ketentuan BI, dimana pada tahun 2009 Bank Mandiri memperoleh nilai komposit 1,1 dengan predikat “Sangat Baik.”

Bank Mandiri menyadari bahwa aspek Good Corporate Governance adalah suatu proses yang berkelanjutan. Dalam upaya perbaikan dan peningkatan kualitas pelaksanaan GCG yang baik, sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia, secara berkala Bank Mandiri melakukan self assessment terhadap kecukupan pelaksanaan GCG. Berdasarkan hasil self assessment tersebut, nilai komposit Bank Mandiri adalah 1,1 dengan predikat Sangat Baik. Berikut ini adalah kesimpulan umum hasil self assessment GCG.

No 1

Aspek yang dinilai Pelaksanaan Tugas Dan Tanggung Jawab Dewan Komisaris

Bobot (a) 10 %

Peringkat (b) Nilai (a) x (b) 1 0.10

Catatan Seluruh pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris telah memenuhi prinsip-prinsip GCG dan ketentuan yang berlaku.

2

Pelaksanaan Tugas Dan Tanggung Jawab Direksi

20 %

1

0.20

Seluruh pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Direksi telah memenuhi prinsip-prinsip GCG dan ketentuan yang berlaku.

3

Kelengkapan dan Pelaksanaan Tugas Komite

10 %

1

0.10

Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Komite, kecukupan struktur dan kompetensi telah sesuai dengan prinsipprinsip GCG.

4

Penanganan Benturan Kepentingan

10 %

1

0.10

Bank telah memiliki kebijakan, sistem dan prosedur penyelesaian benturan kepentingan.

5

Penerapan Fungsi Kepatuhan Bank

5%

1

0.05

Pelaksanaan fungsi kepatuhan Bank dan independensi Direktur Kepatuhan serta Satuan Kerja Kepatuhan telah berjalan sangat efektif.

6

Penerapan Fungsi Audit Intern

5%

1

0.05

Penerapan fungsi audit intern bank telah berjalan efektif dan memenuhi pedoman intern sesuai dengan standar minimum yang telah ditetapkan dalam SPFAIB. SKAI telah menjalankan fungsinya secara independen dan objektif.

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

130

GOOD CORPORATE GOVERNANCE

No 7

Aspek yang dinilai Penerapan Fungsi Audit Ekstern

Bobot (a) 5%

Peringkat (b) Nilai (a) x (b) 1 0.05

Catatan Pelaksanaan audit oleh Akuntan Publik telah efektif dan memenuhi dengan persyaratan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

8

Penerapan Fungsi Manajemen Risiko dan Pengendalian Intern

7.5 %

2

0.15

Penerapan fungsi manajemen risiko dan pengendalian intern Bank telah efektif, sesuai dengan tujuan, ukuran dan kompleksitas usaha serta risiko yang dihadapi Bank, namun perlu dilakukan penyempurnaan sehingga tidak terdapat kelemahan dalam penerapannya.

9

Penyediaan Dana Kepada Pihak Terkait (Related Party) dan Debitur Besar (Large Exposure)

7.5 %

1

0.08

Bank telah memiliki kebijakan, sistem dan prosedur tertulis untuk penyediaan dana kepada pihak terkait dan penyediaan dana besar serta, tidak terdapat pelanggaran dan pelampauan BMPK.

10

Transparansi Kondisi Keuangan dan Non Keuangan Bank, Laporan pelak sanaan GCG dan laporan internal

15 %

1

0.15

Bank telah menyampaikan informasi keuangan dan non keuangan secara transparan kepada publik melalui homepage Bank dan media yang mudah diakses. Cakupan informasi keuangan dan non keuangan tersedia sangat tepat waktu, lengkap, akurat dan utuh.

11

Rencana Strategis Bank

5%

1

0.05

Rencana korporasi (corporate plan) dan rencana bisnis bank (business plan) disusun secara realistis serta memperhatikan faktor eksternal maupun internal serta disesuaikan dengan visi dan misi Bank.

Nilai Komposit Nilai Komposit < 1.5 1.5 < Nilai Komposit < 2.5 2.5 < Nilai Komposit < 3.5 3.5 < Nilai Komposit < 4.5 Nilai Komposit > 4.5

Predikat Komposit Sangat Baik Baik Cukup Baik Kurang Baik Tidak baik

Kesimpulan Umum hasil Self Assessment Pelaksanaan GCG yang baik, dibuat untuk memenuhi ketentuan sebagaimana tercantum dalam PBI No.8/4/PBI/2006 sebagaimana telah diubah dengan PBI No.8/14/PBI/2006 dan SE BI No.9/12/DPNP mengenai Pelaksanaan GCG bagi Bank Umum.

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

GOOD CORPORATE GOVERNANCE

131

HASIL PENILAIAN RATING GCG OLEH PENILAI INDEPENDEN - THE INDONESIAN INSTITUTE FOR CORPORATE GOVERNANCE (IICG) Sehubungan keikutsertaan Bank Mandiri dalam Good Corporate Governance Perception Index (CGPI) 2008 yang diselenggarakan oleh IICG pada tahun 2009 telah dilaksanakan beberapa tahapan sebagai berikut: 1. Self Assesment Tahap pengisian kuesioner self assessment yang terkait dengan penyelarasan sistem GCG dalam proses bisnis. 2. Pengumpulan Dokumen Perusahaan Tahap pengumpulan dokumen dan penyampaian bukti/ data yang mendukung penerapan Corporate Governance serta yang terkait dengan penyelarasan sistem GCG dalam proses bisnis. 3. Pembuatan Makalah dan Presentasi Tahap pembuatan makalah dan presentasi dengan tema: ”GCG Dalam Perspektif Manajemen Stratejik di PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk”. 4. Observasi ke Perusahaan Tahap presentasi makalah oleh Direktur Utama serta observasi oleh IICG ke Bank Mandiri telah dilaksanakan pada tanggal 28 Oktober 2009. 5. Tahap pengumuman pemenang pada tanggal 23 Desember 2009 dengan hasil Bank Mandiri memperoleh penghargaan sebagai Perusahaan dengan kategori “Sangat Terpercaya dan Emiten Keuangan Terbaik” (peringkat 1 dengan skor 90,65) yang diserahkan pada tanggal 23 Desember 2009 serta telah diumumkan di Majalah SWA. Dengan pencapaian hasil penilaian tersebut maka pada CGPI 2008 Bank Mandiri telah berhasil mempertahankan prestasi sebagai Juara Umum 3 (tiga) tahun berturut-turut (CGPI 2006, 2007, dan 2008). V. KONSISTENSI PENERAPAN Pada akhirnya Bank Mandiri menyadari bahwa keempat tahapan yang telah diuraikan sebelumnya akan kurang bermakna apabila implementasinya tidak dilakukan secara disiplin serta konsisten, dimana prinsip-prinsip GCG diwujudkan dalam tindakan nyata oleh seluruh jajaran manajemen Bank Mandiri. Dalam mewujudkan tahapan ini (konsistensi penerapan) maka diperlukan keteladanan Top Management dan Senior Management yang berperan sebagai Change Champion dan Change Agent di setiap unit kerja, dan sebagai role-model yang menerapkan budaya perusahaan dan prinsip- prinsip GCG secara konsekuen. Contoh konsistensi penerapan adalah Bank Mandiri mendedikasikan pegawai yang terpilih di masing-masing unit kerja untuk menjadi Change Agent sebagai salah satu cara mempercepat internalisasi budaya perusahaan yang baru serta adanya kewajiban pegawai untuk membuat Pernyataan Tahunan yang memuat semua keadaan atau situasi yang memungkinkan timbulnya pelanggaran/ketidakpatuhan terhadap Code Of Conduct. Bank Mandiri meyakini bahwa penerapan budaya perusahaan yang konsisten dan disiplin akan menjadikan perusahaan memiliki tata kelola yang solid dan sustainable dalam jangka panjang, tidak hanya sekedar mencapai kinerja semu dalam jangka pendek.

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

132

GOOD CORPORATE GOVERNANCE

HAL-HAL TERKAIT PELAKSANAAN GCG Transparansi kondisi keuangan dan non keuangan bank yang belum diungkap dalam laporan lainnya: Bank Mandiri telah menyampaikan seluruh laporan kondisi keuangan dan non keuangan secara transparan kepada publik melalui berbagai sarana media cetak maupun elektronik, termasuk publikasi laporan keuangan di website Bank Mandiri, BI dan BUMN online.

Kepemilikan Saham Anggota Dewan Komisaris dan Direksi yang Mencapai 5% atau Lebih Dari Modal Disetor Kepemilikan Saham Mencapai 5% atau lebih dari Modal Disetor Nama DEWAN KOMISARIS Edwin Gerungan Muchayat Mahmuddin Yasin Soedarjono Pradjoto Gunarni Soeworo DIREKSI Agus Martowardojo I Wayan Agus Mertayasa Zulkifli Zaini Sasmita Abdul Rachman Sentot A. Sentausa Bambang Setiawan Riswinandi Thomas Arifin Budi G. Sadikin Ogi Prastomiyono Tidak Ada Tidak Ada Tidak Ada Tidak Ada Tidak Ada Tidak Ada Tidak Ada Tidak Ada Tidak Ada Tidak Ada Tidak Ada Tidak Ada Tidak Ada Tidak Ada Tidak Ada Tidak Ada Tidak Ada Bank Mandiri Perusahaan Lainnya Bank Lain Lembaga Keuangan Bukan Bank Keterangan

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

GOOD CORPORATE GOVERNANCE

133

Hubungan Keuangan dan Hubungan Keluarga Anggota Dewan Komisaris dan Direksi dan/atau Pemegang Saham Pengendali Bank Tidak terdapat hubungan keuangan dan hubungan keluarga anggota Dewan Komisaris dan Direksi dengan anggota Dewan Komisaris lainnya. Direksi lainnya dan/ atau Pemegang Saham Pengendali Bank sebagaimana digambarkan pada tabel berikut.

Kepemilikan Saham Anggota Dewan Komisaris dan Direksi yang Mencapai 5% atau Lebih Dari Modal Disetor Hubungan Keluarga Dengan Nama Dewan Komisaris Ya DEWAN KOMISARIS Edwin Gerungan Muchayat Mahmuddin Yasin Soedarjono Pradjoto Gunarni Soeworo DIREKSI Agus Martowardojo I Wayan Agus Mertayasa Zulkifli Zaini Sasmita Abdul Rachman Sentot A. Sentausa Bambang Setiawan Riswinandi Thomas Arifin Budi G. Sadikin Ogi Prastomiyono
✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔ ✔

Direksi

Pemegang Saham Pengendali Ya Tidak

Dewan Komisaris Ya Tidak

Direksi

Pemegang Saham Pengendali Ya Tidak

Tidak

Ya

Tidak

Ya

Tidak

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

134

GOOD CORPORATE GOVERNANCE

Paket/ Kebijakan Remunerasi dan Fasilitas Lain Bagi Dewan Komisaris dan Direksi Jenis Remunerasi & Fasilitas lain Orang REMUNERASI Gaji Bonus Tunjangan Rutin Tantiem
2) 1)

Jumlah Diterima dalam 1 Tahun (2008) Dewan Komisaris Jutaan Rp Direksi Orang Jutaan Rp Pihak Independen 4) Orang Jutaan Rp

6 6 8 5 6

7.425 5.088 12.836 2.891 1,541

11 11 11 11 11 11

27.571 12,817 48.000 1.008 3.871 4.697

3 4 3 -

1058 480 249 -

FASILITAS LAIN DALAM BENTUK NATURA Perumahan (tidak dapat dimiliki) 3) Transportasi (tidak dapat dimiliki) Santunan (dapat dimiliki) Jumlah Remunerasi per orang dalam 1 Tahun Di atas Rp. 2 miliar Di atas Rp. 1 miliar s.d Rp. 2 miliar Di atas Rp. 500 juta s.d Rp. 1 miliar Rp. 500 juta ke bawah
1) 2) 3) 4)

Jumlah Dewan Komisaris 6 -

Jumlah Direksi 11 -

Jumlah Pihak Independen 1 2

Meliputi THR, cuti, kesehatan dan Handphone Termasuk tantiem 2 orang Dewan Komisaris dan 1 orang Direksi yang telah berhenti tahun 2008 2 orang Direksi mendapatan tunjangan karena tidak menempati rumah Dinas Pihak Independen adalah pihak diluar bank yang tidak memiliki hubungan keuangan, kepengurusan, kepemilikan saham dan/atau hubungan keluarga dengan Dewan Komisaris, Direksi dan/atau pemegang saham pengendali atau hubungan lain yang dapat mempengaruhi kemampuannya untuk bertindak independen

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

GOOD CORPORATE GOVERNANCE

135

Shares Option Nama DEWAN KOMISARIS Edwin Gerungan Muchayat Mahmuddin Yasin Soedarjono Pradjoto Gunarni Soeworo KOMITE AUDIT Zulkifli Djaelani DIREKSI Agus Martowardojo I Wayan Agus Mertayasa Zulkifli Zaini Sasmita Abdul Rachman Sentot A. Sentausa Bambang Setiawan Riswinandi Thomas Arifin Budi G. Sadikin Ogi Prastomiyono EVP KOORDINATOR Pahala N. Mansury Haryanto T. Budiman Mansyur S. Nasution Riyani T. Bondan 42,299 4,485

Saham Bonus

Saham Diskon

Saham MSOP 1

Saham MSOP 2

Saham MSOP 3

Total Saham

Opsi Opsi Opsi Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3

60,038 60,038 57 49,985 49,985

225,000 176 105,000 -

8 384,562 998,562 1,036,436 354 354

3,148,399 1,535,507 2,422,115 2,422,115 2,422,115 2,179,853 1,729,853

7,103,807 2,852,450 3,525,956 3,500,456 3,490,956 2,529,456 2,160,956 4,618,956 2,462,956 3,400,456 349,787

10,252,206 4,387,965 6,392,671 7,206, 1 7 1 6,949,740 4,864,648 3,941,148 4,618,956 2,462,956 3,400,456 437,068

-

-

-

485

442

354

86,000

26,766 443

141 354

100

1,005,000 186,500 11,643 287

1,005,100 186,500 81,149 5,669

300 100

Rasio Gaji Tertinggi dan Terendah 1. Rasio Gaji Pegawai yang tertinggi dan terendah 2. Rasio gaji Direksi yang tertinggi dan terendah 3. Rasio gaji Komisaris yang tertinggi dan terendah 4. Rasio gaji Direksi tertinggi dan pegawai tertinggi

: : : :

30,75 1,14 1,11 3,15

: : : :

1 1 1 1

Permasalahan Hukum Data perkara baik perdata maupun pidana posisi 31 Desember 2009

Permasalahan Hukum Transaksi yang Mengandung Benturan Kepentingan : Tidak ada Buy Back Shares dan Buy Back Obligasi Bank : Tidak ada

Jumlah Perdata

Jumlah Pidana

Telah selesai (telah mempunyai kekuatanhukum yang tetap) Total 183 perkara 705 perkara 7 perkara 34 perkara 41 perkara Dalam proses penyelesaian 522 perkara

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

136

GOOD CORPORATE GOVERNANCE

PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO TERMASUK SISTEM PENGENDALIAN INTERN Implementasi manajemen risiko dilakukan dengan berpedoman pada Peraturan Bank Indonesia (PBI) tentang Penerapan Manajemen Risiko bagi Bank Umum No. 5/8/PBI/2003 tanggal 19 Mei 2003 sebagaimana telah diubah dengan PBI No. 11/25/ PBI/2009 dan Surat Edaran Bank Indonesia No. 5/21/DPNP tanggal 29 September 2003 tentang Penerapan Manajemen Risiko bagi Bank, melalui tahapan proses manajemen risiko yaitu: identifikasi, pengukuran, pemantauan dan pengendalian risiko pada semua level. Cakupan laporan berkaitan dengan pelaksanaan kebijakan manajemen risiko Bank Mandiri adalah sbb: 1. Pengawasan Aktif Dewan Komisaris dan Direksi a. Dewan Komisaris bertanggung jawab dalam melakukan persetujuan dan peninjauan berkala mengenai strategi dan kebijakan risiko yang mencakup batas toleransi Bank terhadap risiko, siklus perekonomian domestik dan internasional serta dirancang untuk keperluan jangka panjang. b. Direksi bertanggung jawab untuk mengimplementasikan strategi dan kebijakan risiko tersebut dengan cara menjabarkan dan mengkomunikasikan kebijakan dan strategi risiko, memantau dan mengendalikan risiko dan mengevaluasi penerapan kebijakan dan strategi dimaksud. c. Direksi memantau kondisi internal dan perkembangan kondisi eksternal, memastikan penetapan strategi Bank telah memperhitungkan dampak risiko dan memastikan Bank memiliki satuan kerja yang memiliki kewenangan dan tanggung jawab yang mendukung perumusan dan pemantauan pelaksanaan strategi termasuk corporate plan dan business plan. d. Direksi menetapkan prosedur kaji ulang yang memadai terhadap akurasi metodologi penilaian risiko, kecukupan implementasi SIM risiko, dan kebijakan prosedur dan limit risiko. e. Direksi menetapkan struktur organisasi yang mencerminkan secara jelas mengenai batas wewenang, tanggung jawab dan fungsi, serta independensi antar unit bisnis dengan unit kerja manajemen risiko. 2. Kecukupan Kebijakan, Prosedur dan Penetapan Limit a. Bank memiliki kebijakan dan prosedur tertulis yang memenuhi prinsip transparansi, peningkatan kualitas pelayanan nasabah & stakeholders dan kebijakan tersebut juga harus sejalan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. b. Kebijakan manajemen risiko bank disusun sesuai dengan misi, strategi bisnis, kecukupan permodalan, kemampuan SDM dan risk appertite Bank. c. Bank melakukan evaluasi dan pengkinian kebijakan manajemen risiko dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi internal dan eksternal. d. Penetapan limit risiko telah memadai, yang meliputi limit per produk/transaksi, per jenis risiko dan per aktivitas fungsional dan melakukan monitoring limit secara periodik. 3. Kecukupan Proses Identifikasi, Pengukuran, Pemantauan dan Pengendalian Risiko serta Sistem Informasi Manajemen Risiko a. Bank melakukan proses identifikasi dan pengukuran risiko secara tepat terhadap setiap produk/transaksi yang mengandung risiko. b. Bank telah memiliki sistem pemantauan eksposur risiko yang memadai, meliputi adanya fungsi yang independen yang melakukan pemantauan terhadap eksposur risiko secara rutin, adanya sistem informasi yang akurat dan tepat waktu dan adanya feed back dan tindak lanjut perbaikan/penyempurnaan. 4. Sistem Pengendalian Intern Yang Menyeluruh a. Terdapat penetapan wewenang dan tanggung jawab pemantauan kepatuhan kebijakan, prosedur dan limit. b. Terdapat penetapan jalur pelaporan dan pemisahan fungsi yang jelas dari satuan kerja operasional kepada satuan kerja yang melaksanakan fungsi pengendalian. c. Terdapat prosedur yang cukup untuk memastikan kepatuhan bank terhadap ketentuan. d. Satuan kerja audit intern melakukan audit secara berkala dengan cakupan yang memadai, mendokumentasikan temuan audit dan tanggapan manajemen atas hasil audit, serta melakukan review terhadap tindak lanjut temuan audit.

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

GOOD CORPORATE GOVERNANCE

137

Penyediaan Dana Kepada Pihak Terkait dan Penyediaan Dana Besar Penyediaan dana kepada pihak terkait dan penyediaan dana besar selama tahun 2009 adalah sebagai berikut:

Penyediaan Dana Debitur Kepada Pihak Terkait Kepada Debitur Inti a. Individu b. Group 4 21 13

Jumlah Nominal (jutaan Rp) 2.369.275 9.227.215 43.373.192

Pemberian Dana Untuk Kegiatan Sosial dan Kegiatan Politik A. Untuk kegiatan sosial sebagai berikut: Pemberian Dana Untuk Kegiatan Sosial dan Kegiatan Politik Kegiatan Program BUMN Peduli Program BUMN Pembina terdiri dari : a. Bencana Alam b. Pendidikan dan Pelatihan c. Sarana dan Prasarana Umum d. Sarana Ibadah e. Kesehatan f. Olahraga g. Pelestarian alam TOTAL 2,629. 7 7 41,627.33 5,376.33 7,503.09 2,600.80 8.856.38 68,593.7 1 Jumlah (dalam juta Rp) -

B. Untuk kegiatan politik : NIHIL

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

138

GOOD CORPORATE GOVERNANCE

RENCANA STRATEGIS BANK A. RENCANA JANGKA PANJANG Dalam menghadapi berbagai tantangan dan persaingan bisnis perbankan di Indonesia yang semakin ketat, Bank Mandiri harus segera melakukan proses transformasi lanjutan. Untuk melakukan proses transformasi lanjutan/ transformasi tahap kedua (2010-2014) tersebut, Bank Mandiri melakukan revitalisasi atas visinya. Visi jangka panjang Bank Mandiri di 2014 adalah ”To be Indonesia’s most admired and progressive financial institution”. Rumusan ini diterjemahkan dalam bahasa Indonesia ”Menjadi lembaga keuangan di Indonesia yang paling dikagumi dan selalu progresif”. Secara lebih detail, rumusan visi tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut: a. Bank Mandiri berkomitmen dalam membangun hubungan jangka panjang yang didasari atas kepercayaan, baik dengan nasabah bisnis maupun perseorangan. Bank Mandiri melayani seluruh nasabah dengan standar layanan internasional melalui penyediaan solusi keuangan yang inovatif. Bank Mandiri ingin dikenal karena kinerja, sumber daya manusia dan kerjasama tim yang terbaik. b. Dengan mewujudkan pertumbuhan dan kesuksesan bagi pelanggan, Bank Mandiri mengambil peran aktif dalam mendorong pertumbuhan jangka panjang Indonesia dan selalu menghasilkan imbal balik yang tinggi secara konsisten bagi pemegang saham. Visi tersebut kemudian dikomunikasikan ke berbagai stakeholder dengan rumusan sebagai berikut: 1. Customers Perseroan sebagai mitra keuangan yang terpilih, dapat dipercaya, dan selalu siap membantu nasabah. Untuk itu Perseroan akan memposisikan diri sebagai penasehat keuangan terpercaya, Bank yang dapat diandalkan, serta selalu siap 24 jam setiap harinya bagi para nasabahnya. 2. Employees Dalam jangka panjang Perseroan adalah tempat yang terbaik bagi para pegawai untuk terus maju & berkembang melalui inovasi dan kerjasama tim yang solid. Perseroan akan memposisikan diri sebagai “rumah kedua” bagi para pegawainya yang memungkinkan proses pengembangan diri bagi setiap pegawai dan membangun kerjasama tim yang kuat. 3. Investor Perseroan ingin menjadikan sahamnya sebagai saham unggulan di Indonesia dan selalu diminati oleh para investor (Indonesian Anchor Stock) secara konsisten melalui pencapaian kinerja terbaik secara berkelanjutan. Dalam melakukan proses transformasi lanjutan untuk mencapai visi menjadi lembaga keuangan di Indonesia yang paling dikagumi dan paling progresif, pada tahun 2014 Perseroan ditargetkan mampu mencapai nilai kapitalisasi pasar terbesar di Indonesia dan posisi 5 besar di ASEAN. Sementara itu di 2020 nanti, Perseroan diharapkan akan menjadi satu-satunya bank dari Indonesia yang akan menjadi salah satu dari tiga bank terbesar di Asia Tenggara dalam nilai kapitalisasi pasar. Untuk mencapai hal tersebut, strategi pertumbuhan kedepan akan difokuskan pada 3 (tiga) area kunci sebagai berikut: 1. Memperkuat leadership dalam bisnis Wholesale Transaction Banking (WTB). Hal ini akan dicapai dengan menawarkan solusi transaksi keuangan yang komprehensif dan membangun hubungan yang holistik untuk melayani institusi Corporate & Commercial yang terpandang di Indonesia. 2. Menjadi bank pilihan nasabah dibidang Retail Deposit. Untuk mencapai hal tersebut, Perseroan akan menyediakan layanan yang akan memberikan pengalaman perbankan yang unik & unggul bagi para nasabahnya (differentiated customer experience) serta memberikan solusi bertransaksi yang inovatif. 3. Meraih posisi #1 atau #2 dalam segmen pembiayaan ritel. Perseroan mentargetkan untuk memenangkan persaingan di bisnis mortgage, personal loan, dan consumer cards. Selain itu, Perseroan juga mentargetkan untuk menjadi salah satu pemain utama di micro banking, serta menjadi pemenang di persaingan bisnis perbankan syariah.

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

GOOD CORPORATE GOVERNANCE

139

Ketiga area fokus tersebut juga akan didukung dengan penguatan organisasi untuk memberikan solusi layanan terpadu, peningkatan infrastruktur (cabang, IT, operations, risk management) serta penguatan sumber daya manusia (SDM). B. RENCANA JANGKA MENENGAH Dalam jangka menengah, Bank Mandiri telah menyusun Rencana Bisnis Bank (RBB) tahun 2010 – 2012 dengan mempertimbangkan kondisi internal dan eksternal yang dihadapi dan menggunakan asumsi dan parameter yang selaras dengan kondisi internal dan eksternal perusahaan terkini agar target dan arah yang ditetapkan menjadi realistis, menantang (challenging) namun tetap dapat dicapai (achievable). Adapun program kerja tersebut adalah sebagai berikut: 1. Rencana Pengembangan Jaringan Kantor, Cabang, ATM dan EDC Dalam rangka menghadapi perkembangan ekonomi domestik yang sangat cepat dan menggali peluang serta potensi bisnis di seluruh tanah air, Bank Mandiri merencanakan untuk memperluas jaringan usaha di dalam negeri melalui penambahan jaringan kantor, cabang, ATM dan EDC, dengan penjelasan sebagai berikut: a. Rencana Pembukaan Jaringan Kantor Bank Mandiri berencana membuka jaringan kantor baru untuk meningkatkan pertumbuhan bisnis disetiap segmen melalui pembukaan Commercial Business Banking (CBC), Business Banking District Center (BBDC), dan Micro Business Unit (MBU). b. Rencana Pembukaan Cabang Bank Mandiri berencana membuka kantor cabang baru, dalam rangka pertumbuhan bisnis baik dana pihak ketiga maupun kredit. Pengembangan cabang difokuskan pada lokasi yang memiliki tingkat attractiveness yang tinggi yaitu memiliki volume bisnis besar, pertumbuhan bisnis tinggi, namun market share masih rendah.

c. Rencana Penambahan ATM dan EDC Bank Mandiri berencana akan menambah jumlah ATM dan EDC, karena jaringan ATM dan EDC yang luas merupakan salah satu kunci utama untuk memenangkan persaingan menjadi transactional bank. 2. Membangun sinergi dan aliansi antar Strategic Business Unit (SBU) Tuntasnya implementasi organisasi berbasis Strategic Business Unit (SBU) di Bank Mandiri, tidak berhenti pada kejelasan akuntabilitas masing-masing SBU. Lebih dari itu diharapkan mampu membangun sinergi yang optimal, baik antara seluruh SBU, SBU dengan Corporate Center maupun SBU dengan Shared Services. Dengan skala organisasi Bank Mandiri yang besar, efektivitas implementasi strategi hanya dapat dicapai melalui sinergi antar seluruh SBU agar dapat membangun keunggulan skala dan kelengkapan bisnis. Sinergi yang tepat antar SBU juga diharapkan dapat menemukan peluang-peluang cerukan bisnis yang selama ini belum tergarap karena membutuhkan penanganan lintas SBU (connecting the business). Untuk dapat mewujudkan hal tersebut maka akan dilakukan pembenahan mekanisme sinergi melalui identifikasi dan penetapan target nasabah wholesale untuk cross-selling dengan produk high yield, penetapan Key Performance Indicator (KPI) yang jelas, product bundling dan penerapan metode transfer pricing. 3. Rencana Pertumbuhan Non Organik & optimalisasi anak perusahaan Bank Mandiri akan selalu memanfaatkan peluang untuk menjajaki pertumbuhan non organik sepanjang upaya tersebut memberikan nilai tambah bagi Bank Mandiri. Dalam rangka untuk lebih meningkatkan pengembangan bisnis, beberapa rencana strategi inisiatif non organik yang dilakukan oleh Bank Mandiri antara lain adalah: a. Melanjutkan pengembangan bisnis pegadaian melalui pembukaan konter layanan gadai Bank Syariah Mandiri.

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

140

GOOD CORPORATE GOVERNANCE

b. Melanjutkan pengembangan Dana Pensiun Lembaga Keuangan agar dapat menjadi salah satu unit bisnis penyumbang likuiditas dan fee based income. c. Melaksanakan berbagai penempatan dana untuk melakukan pertumbuhan non organik, antara lain: • Melakukan kajian dan penjajakan untuk melakukan akuisisi terhadap perusahaan General Insurance untuk meng-capture sinergi dan peluang bisnis industri asuransi umum yang cukup besar. • Melanjutkan penambahan penyertaan modal kepada Mandiri International Remittance. • Menambah kepemilikan AMFS 2% untuk meningkatkan porsi kepemilikan Bank Mandiri pada AMFS menjadi 51%. • Melakukan kajian dan penjajakan untuk melakukan akuisisi terhadap bank dengan skala menengah (midsize bank) dalam rangka untuk memperkuat penetrasi dan pertumbuhan bisnis Bank Mandiri di segmen yang merupakan core bisnis spesifik bank yang akan diakuisisi. d. Melakukan kajian terhadap kepemilikan saham Bank Mandiri pada BMEL. e. Setelah pembukaan remittance office di Malaysia, Bank Mandiri akan melakukan penjajakan dan pengkajian untuk melakukan pembukaan cabang di Malaysia sebagai strategi follow the worker. f. Memperkuat struktur permodalan untuk Bank Syariah Mandiri dan optimalisasi permodalan untuk Mandiri Sekuritas. g. Melakukan penjajakan dan pengkajian kerjasama/joint venture dengan PT. Pos Indonesia untuk memperkuat bisnis retail. 4. Mengoptimalisasikan sinergi dan aliansi dengan anak perusahaan Sejalan dengan rencana pertumbuhan bisnis Bank Mandiri melalui non organic growth, maka Bank Mandiri akan terus

memperkuat pilar bisnis pendukung yang telah dimiliki Bank Mandiri saat ini yaitu investment banking melalui Mandiri Sekuritas, asuransi melalui AXA Mandiri Financial Services, perbankan syariah melalui Bank Syariah Mandiri, bank specialist (niche banking) melalui Bank Sinar Harapan Bali dan multifinance melalui Mandiri Tunas Finance. C. RENCANA JANGKA PENDEK Fokus utama Bank Mandiri tahun 2010, yang merupakan tahun pertama implementasi Corporate Plan 20102014 adalah pada pertumbuhan bisnis & profitabilitas dengan ekspektasi di atas pertumbuhan pasar sehingga mampu menjadi pemimpin pasar (market leader). Adapun beberapa tantangan utama yang perlu mendapat perhatian khusus Bank Mandiri di tahun 2010 untuk menjadi market leader adalah sebagai berikut: 1. Pangsa pasar Bank Mandiri masih belum optimal. Saat ini pangsa pasar dana Bank Mandiri hanya sekitar 15,04%, pangsa pasar kredit sekitar 12,5%, pangsa pasar asset sekitar 14,4% dan pangsa pasar pendapatan sebesar 12,4%. 2. Meskipun telah menunjukkan peningkatan, namun Bank Mandiri belum merupakan Bank dengan profitabilitas tertinggi. 3. Pencapaian high yield loan hingga saat ini masih dapat di tingkatkan sebagai Bank terbesar dengan network terluas, Bank Mandiri memiliki potensi pasar dan customer base yang sangat besar. 4. Dari aspek fitur produk dan teknologi, e-channel Bank Mandiri sudah kompetitif, namun masih dibutuhkan terobosan untuk mengedukasi nasabah dan mempromosikan keunggulan e-channel Bank Mandiri agar nasabah lebih mengenal dan memiliki persepsi positif terhadap produk e-channel Bank Mandiri. Berdasarkan tantangan utama tersebut, Bank Mandiri telah merumuskan sepuluh target utama yang akan di capai di tahun 2010, yaitu: 1. Peningkatan Return on Equity (ROE) secara bertahap menuju 25% dalam 5 tahun.

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

GOOD CORPORATE GOVERNANCE

141

2. Peningkatan Market Share Revenue secara bertahap menuju 16% di 2014. 3. Pertumbuhan Market Capitalization terbesar dibanding para pesaing utama. 4. Pertumbuhan kredit diatas pasar pada sektor-sektor sesuai dengan portfolio guideline yang telah ditetapkan dengan tetap mempertahankan kualitas sehingga gross NPL dibawah 4%. 5. Peningkatan volume kredit berbunga tinggi (high yield loan), yaitu di segmen micro banking, small business, consumer loan dan credit card, sehingga Net Interest Margin (NIM) mencapai minimal 5,4%. 6. Peningkatan retail transaction banking untuk mendorong perbaikan komposisi dana murah hingga fee based income retail tumbuh lebih besar dari 25%. 7. Peningkatan wholesale transaction services untuk mendorong peningkatan fee based income wholesale tumbuh minimal sebesar 25%, serta pertumbuhan dana murah wholesale secara berkesinambungan. 8. Pencapaian aliansi bisnis antar SBU sesuai target dengan pendekatan relationship dengan nasabah. 9. Peningkatan kualitas layanan cabang dan e-channel dengan target peringkat ke satu Best Bank Service Excellence. 10.Pengembangan infrastruktur jaringan/distribusi sesuai waktu, dengan tetap menjaga dan mengendalikan efisiensi operasional dengan batasan Cost Efficiency Ratio.

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

142

CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY

Strategi Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Mandiri terdiri dari Program Strategis yang fokus pada pendidikan dan Program Responsif yang lebih terarah dan terintegrasi sejalan dengan program pemerintah dan kebutuhan masyarakat.
Bank Mandiri mencanangkan tahun 2009 sebagai Tahun Wirausaha Mandiri melanjutkan program yang telah dimulai pada tahun 2007 dengan fokus pelaksanaan CSR strategis Bank Mandiri untuk mengatasi jumlah pengangguran di Indonesia dengan mendukung penciptaan pengusaha-pengusaha baru di sektor UMKM untuk dapat menjelma menjadi salah satu pilar perekonomian bangsa Indonesia. Untuk mengatasi meningkatnya jumlah pengangguran diperlukan peningkatan jumlah pendirian usaha, khususnya sektor UMKM. Sesuai data Badan Pusat Statistik, Usaha Kecil dan Menengah mampu menyerap tenaga kerja hingga 85% dari total jumlah tenaga kerja dan sebagian besar merupakan sektor agriculture yang tersebar di seluruh Indonesia. Untuk itu sektor UMKM harus mendapat dukungan untuk dapat tumbuh dengan optimal dan seperti yang kita ketahui bersama penggerak sektor UMKM adalah para wirausahawan yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan dan kesempatan kerja yang lebih luas. Berangkat dari kondisi tersebut Bank Mandiri tetap menjadikan Program Wirausaha Mandiri yang bertujuan untuk menciptakan masyarakat Indonesia yang mandiri. Program ini dirancang bagi seluruh masyarakat khususnya mahasiswa serta alumni untuk mendapatkan ilmu mengenai wirausaha yang baik. Peserta tidak hanya dibekali sebatas pada pendidikan formal saja namun juga diberikan simulasi praktek dan dukungan lainnya dalam menjalankan usahanya di kemudian hari sehingga mereka dapat menjadi pengusaha yang berhasil. Dipilihnya kalangan mahasiswa dan alumni sebagai target, adalah dengan mempertimbangkan kemampuan intelektual peserta yang diharapkan dapat menyerap program Wirausaha Muda Mandiri (WMM) yang kami berikan secara lebih baik.

RANGKAIAN KEGIATAN PROGRAM WIRAUSAHA MANDIRI DIBERIKAN SECARA KOMPREHENSIF DARI HILIR SAMPAI HULU
WORKSHOP WMM KULIAH UMUM WIRAUSAHA KOMPETISI BUSINESS PLANT AWARD WIRAUSAHA

PROGRAM KEMITRAAN

PROGRAM PEMBINAAN

TRAINING WIRAUSAHA

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY

143

WORKSHOP WIRAUSAHA MUDA MANDIRI Program Wirausaha Muda Mandiri diimplementasikan melalui beberapa program yang berkelanjutan, antara lain Workshop Wirausaha Muda Mandiri 2009. Workshop Wirausaha Mandiri yang bertujuan memberikan gambaran kepada para generasi muda mengenai kondisi perekonomian Indonesia saat ini dan ada pilihan selain menjadi seorang pencari kerja serta sharing pengalaman dari pemenang program Wirausaha Mandiri 2008 yang merupakan contoh generasi muda yang berhasil menjadi seorang pengusaha yang sukses. Dilaksanakan di sembilan kota besar di Indonesia yaitu Semarang, Bandung, Manado, Malang, Medan, Banjarmasin, Palembang, Denpasar dan Bogor. Program ini diikuti oleh 6.117 mahasiswa dari 125 perguruan tinggi, meningkat pesat jika dibandingkan dengan pelaksanaan di tahun 2007 yang diikuti oleh 650 mahasiswa dari 18 perguruan tinggi. Workshop Wirausaha Muda Mandiri diadakan di beberapa kampus Perguruan Tinggi Negeri dan bertujuan untuk mengubah mindset generasi muda dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja. Kegiatan ini juga diisi dengan sesi sharing dari pengusaha sukses seperti bapak. Dr. Ir. Ciputra, Bapak Franciscus Welirang dan ibu Anne Avantie.
2007 2008 2009

Jumlah Kota Pelaksana Jumlah Mahasiswa Peserta Jumlah Ptn/Pts Asal Peserta

1 650 18

9 4.428 123

9 6.117 125

PENGHARGAAN WIRAUSAHA MUDA MANDIRI Untuk memberikan apresiasi kepada generasi muda yang sudah berani berwirausaha, Bank Mandiri memberikan penghargaan melalui Program Penghargaan Wirausaha Muda Mandiri 2009 . Program tersebut merupakan langkah lanjutan untuk menumbuhkan semangat kewirausahaan dan mendorong bertambahnya jumlah wirausahawan muda, terutama dikalangan mahasiswa dan alumni. Beberapa tahapan program dilaksanakan secara berkesinambungan oleh tim Wirausaha Mandiri di sepuluh Kantor Wilayah Bank Mandiri bekerja sama dengan delapan PTN/ PTS. Setelah melewati beberapa tahapan seleksi, Program Penghargaan Wirausaha Muda Mandiri menobatkan dua belas orang generasi muda sebagai juara untuk kategori Mahasiswa Diploma dan Sarjana serta kategori Pascasarjana dan Alumni maksimal 5 tahun. Program Penghargaan Wirausaha Mandiri 2009 kali ini diikuti oleh 1.706 mahasiswa dari 200 perguruan tinggi negeri dan swasta di seluruh Indonesia yang tersebar di 27 propinsi. Program ini dilaksanakan dengan melibatkan secara penuh seluruh Kantor Wilayah Bank Mandiri dan PTN/PTS di 9 kota yaitu Medan, Palembang, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Banjarmasin, Makassar dan Denpasar.

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

144

CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY

2007

2008

2009

Jumlah Peserta Jumlah Mahasiswa Peserta Jumlah Ptn/Pts Asal Peserta

488 7 26

1.057 24 198

1.706 27 200

AWI-AWI MANDIRI Program Awi-Awi Mandiri 2009 diharapkan menjadi melting pot bagi para pelaku industri kriya dan akademisi bambu. Program ini dicanangkan sebagai “OSCAR” dalam sektor desain kerajinan berbahan baku bambu, sekaligus dapat menjadi program yang mendorong industri kerajinan berbahan baku bambu dan tumbuhkembangnya wirausaha mandiri yang dapat mengharumkan nama kriya Indonesia di mancanegara. Dalam dua tahun terakhir Bank Mandiri bekerja sama dengan Saung Angklung Udjo melaksanakan Program Awi-Awi Mandiri ini (dalam bahasa Sunda, awi-awi berarti bambu). Jika pada tahun 2008 lalu Program Awi-Awi Mandiri hanya dipusatkan di kota Bandung, maka pada tahun 2009 ini Program Awi-Awi Mandiri telah dilaksanakan di 5 kota yaitu Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya dan Denpasar, yang terdiri dari seminar, program workshop mengenai kerajinan dan pengembangan sentra usaha bambu, pameran karya dan temu pasar serta penganugerahan karya terbaik dengan tema “Kharisma Awitama Karya”. Kegiatan ini mempertemukan semangat dan inovasi mahasiswa dengan keahlian pengrajin bambu, sehingga diharapkan dapat meningkatkan competitive & comparative advantage produk dalam negeri, khususnya produk bambu serta menumbuhkan jiwa wirausaha di kalangan mahasiswa seni dan pengrajin bambu. Angklung Resital Alat musik angklung pada saat ini tengah dihadapkan pada perkembangan dunia industri yang sangat cepat, sehingga senantiasa dibutuhkan inovasi dan kreatifitas agar angklung sebagai salah satu icon budaya Indonesia tetap dapat mempunyai tempat di masyarakat. Revitalisasi citra luhur budaya Indonesia hanya dapat dilakukan dengan adanya etos kebangsaan, semangat kebersamaan dan orientasi keunggulan. Untuk itu Bank Mandiri bersama dengan Saung Angklung Udjo menggelar angklung resital yang bertujuan untuk mempromosikan seni budaya angklung di Indonesia di kalangan generasi muda dengan mengikutsertakan siswa tingkat SD, SMP dan SMA dalam kegiatan dimaksud. Kegiatan Angklung Resital bertujuan antara lain untuk edukasi bagi tiap tingkatan usia mengenai musik tradisional dari bambu, memperkenalkan dan mendekatkan angklung sebagai musik bambu pada setiap tingkatan usia pendidikan, menumbuhkan jiwa kompetitif bagi pengembangan seni tradisional, mendekatkan angklung sebagai seni tradisional pada khalayak umum serta menentukan indikator keberhasilan sebuah proses pelatihan angklung sebagai wujud dari hasil apresiasi seni dan budaya. Rangkaian kegiatan Angklung Resital 2009, yaitu Road Show Angklung Clinic di beberapa SD, SMP dan SMA di kota Bandung, Jakarta, Palembang, Surabaya dan Semarang, proses seleksi

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY

145

sekolah yang mengikuti angklung resital serta malam penganugerahan pertunjukan angklung terbaik dengan tema : Rime, Rhytm and Dinamic Sound of Nature Harmony. BEASISWA WIRAUSAHA MUDA MANDIRI Dalam mempersiapkan insan wirausaha yang mumpuni dan berbekal ilmu yang tinggi, Bank Mandiri bekerja sama dengan 56 perguruan tinggi negeri/swasta terbaik di Indonesia melaksanakan Program Beasiswa Wirausaha Muda Mandiri. Pada tahun 2009, Pemberian Beasiswa Wirausaha Mandiri kepada 1.680 mahasiswa yang telah menjadi entrepreneur, meningkat dibandingkan dengan pelaksanaan di tahun 2008 yang diberikan kepada 1.200 mahasiswa dari 40 perguruan tinggi, beasiswa yang berjangka waktu 1 tahun ini diberikan sebagai apresiasi Bank Mandiri kepada mahasiswa yang sudah berani menjadi wirausaha muda, Beasiswa Wirausaha Muda Mandiri untuk 30 Mahasiswa Universitas Samratulangi.
2007 2008 2009

Pelajar Mahasiswa

20 200

41 1.035

56 1.780

PROGRAM PENDAMPINGAN /PEMBINAAN BERWIRAUSAHA Untuk melengkapi program pembinaan bagi generasi muda yang sudah menjadi wirausahawan, Bank Mandiri melaksanakan Program Pendampingan Berwirausaha selama satu tahun penuh bekerja sama dengan sebuah lembaga yang ahli di bidangnya. Seleksi peserta program ini dilaksanakan cukup ketat, mengingat program ini diharapkan mampu menjadi sebuah program yang komprehensif sehingga bukan hanya memberikan pendidikan/pelatihan saja, namun mampu membedah kebutuhan, kendala dan solusi yang harus dijalankan oleh Wirausahawan baik dari sisi manajemen keuangan, personalia sampai dengan strategi promosi yang harus dilakukan oleh wirausahawan tersebut. Kegiatan yang telah dilaksanakan pada tahun 2009 adalah Pembinaan bagi 6 orang Finalis Program Penghargaan WMM 2009 dari Kanwil II Palembang - kerjasama dengan LPM UNSRI, Promosi Peserta WMM pemilik usaha franchise-Tabloid Kontan Edisi Khusus Waralaba (Hendy Setiono, Hengky Eko, Andi Sufariyanto dan Firmansyah), Keikutsertaan Pemenang WMM 2007 (Sdr. Elang Gumilang) dalam Penganugerahan Indonesian CSR Awards 2008 dan CSR Best Practice Expo, Gelar Karya Pemberdayaan Masyarakat (a/n : Riezka Rahmatiana dan M. Avip Firmansyah), Pembinaan Finalis dan Pemenang WMM 2007 & 2008 dalam Program APEA (a/n: Hendy Seyiono, Saptuari Sugiharto, Henky Eko Sriyantono dan Firmansyah Budi Prasetyo), Program Mentoring (BootCamp) Bagi Pemenang dan Finalis WMM 2007 & 2008.

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

146

CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY

Program Pembinaan Bagi Pemenang dan Finalis WMM 2008 - bekerjasama dengan ActionCOACH, Partisipasi keikutsertaan Dewan Pengembangan Program Kemitraan (DPPK) dalam World Association for Cooperative Education (WACE) Conference 2009, Partisipasi Seminar, Dialog dan Pameran Mengatasi Krisis Bersama UMKM melalui Gerakan Cinta Produk Dalam Negeri - kerjasama dengan PI UMKM. PAMERAN Sebagai bagian dari program pengembangan kewirausahaan bagi pengusaha muda yang tergabung dalam program Wirausaha Muda Mandiri maupun Mitra Binaan, Bank Mandiri senantiasa mengikutsertakan produk-produk yang mereka hasilkan pada pameran-pameran yang dilaksanakan di dalam negeri maupun di luar negeri. Kegiatan pameran yang telah dilaksanakan pada tahun 2009 Pameran Pekan Raya Jakarta bagi Pemenang WMM 2008 (a/n Denny Delyandri dan Sinta), Keikutsertaan Anak WMM dalam Pameran Himpunan Pengusaha Muda indonesia (HIPMI) Expo 2009 (a/n : Hendy Setiono dan Firmansyah), Partisipasi keikutsertaan Finalis WMM 2009 (a/n Andi Sufariyanto) ke Festifal Indonesia 2009 di Paris tanggal 16-17 Mei 2009, Pameran Gelar Karya PKBL BUMN 2009. Keikutsertaan Finalis WMM 2008 (Sdr. Wahyu Aditya) dalam Pameran INAICTA 2009 di JCC, Pameran Franchise Expo - Balai Kartini Jakarta tanggal 20-22 Februari 2009, Pembinaan Finalis dan Pemenang WMM 2007 & 2008 dalam Program APEA (a/n: Hendy Seyiono, Saptuari Sugiharto, Henky Eko Sriyantono dan Firmansyah Budi Prasetyo). PROGRAM TV WIRAUSAHA MANDIRI Untuk lebih mengkomunikasikan dan membesarkan program Wirausaha Muda Mandiri, Bank Mandiri menayangkan program Wirausaha Muda Mandiri di sebuah stasiun televisi pada setiap hari Minggu jam 10.05 – 10.30 WIB. Konsep program ini cukup ringan namun berbobot dan penuh dengan tips-tips berwirausaha sehingga diharapkan mampu menginspirasi generasi muda sehingga semakin mantap dalam berwirausaha. Kegiatan tahun 2009 adalah membuat 17 episode TV program WMM. PROGRAM KERJASAMA DENGAN UNIVERSITAS Bank Mandiri menyadari bahwa untuk mampu menggerakkan kewirausahaan dengan mengubah pola pikir mahasiswa tersebut bukanlah hal yang mudah. Perlu dukungan dari Perguruan Tinggi, keluarga dan lingkungan sekitar secara maksimal. Salah satu kendalanya adalah kecenderungan sistem pendidikan perguruan tinggi di Indonesia yang lebih menyiapkan mahasiswanya sebagai pencari kerja. Atas hal tersebut, Bank Mandiri membuat Modul Kewirausahaan bekerjasama dengan universitas negeri yaitu Universitas Gadjah Mada, Universitas Padjajaran, Univesitas Indonesia, Institut Tehnologi Bandung, Institut Tehnologi Sepuluh November Surabaya, Institut Pertanian Bogor, serta penyerahan modul pada 57 Perguruan Tinggi Negeri.

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY

147

Kegiatan CSR lain yang dilakukan oleh Bank Mandiri di luar rangkaian Program Wirausaha Muda Mandiri adalah:
MANDIRI PEDULI PENDIDIKAN Tingginya tingkat kemiskinan di Indonesia mengakibatkan rendahnya kemampuan masyarakat dalam mengecap dunia pendidikan. Oleh karena itu Bank Mandiri memilih pendidikan sebagai dasar utama untuk memajukan bangsa. Program Mandiri Peduli Pendidikan merupakan tanggung jawab sosial bank Mandiri terhadap dunia pendidikan kepada masyarakat tidak mampu yang memiliki prestasi disekolah namun tidak dapat bersekolah karena ketiadaan biaya ataupun karena menjadi korban bencana alam, serta mahasiswa berprestasi dan mempunyai kepedulian terhadap lingkungannya. Selain itu Bank Mandiri juga membantu sarana dan prasarana pendidikan serta pembangunan fasilitas gedung sekolah, sehingga proses belajar mengajar dapat lebih efektif. Untuk tahun 2009, beberapa program yang dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat untuk memperoleh pendidikan dasar antara lain, beasiswa pendidikan untuk 2.000 anak asuh kerjasama dengan GNOTA, beasiswa pada 423 siswa TK, SD, SMP / Mts yang merupakan perwakilan dari 33 propinsi - kerjasama dengan Dharma Wanita Persatuan Pusat (DWPP ), serta Beasiswa bagi 10 anak berprestasi selama 3 tahun - kerjasama dengan ILUNI , dan beasiswa pada 85 siswa dari 17 SMKN di Jakarta Selatan. Selain itu untuk mahasiwa berprestasi diberikan pula Beasiswa Mandiri Prestasi bagi mahasiswa FKM UI dan SMP Yapobri II Pasar Minggu, lima orang mahasiswa Universitas Pakuan, sepuluh mahasiswa STIE Perbanas Surabaya, sepuluh mahasiswa Universitas Pendidikan Nasional – Denpasar, Beasiswa Mandiri Prestasi (20 mahasiswa) dan Beasiswa kepada 500 mahasiswa melalui Yayasan Karya Salemba Empat. Sarana prasarana yang telah diberikan oleh Bank Mandiri untuk dunia pendidikan antara lain pemberian peralatan 112 Unit Komputer untuk SD YPK Immanuel, SD Yapis - Serui, SMPN 2 dan SAMN 1 Purbalingga, Universitas Muhamadiyah - Luwuk, Universitas Topotika - Luwuk, Pondok Pesantren Darunna’im Pontianak, STKIP PGRI Bandar Lampng, sekolah dasar di Pare-Pare, 2 sekolah di Kabupaten Serui, 5 sekolah di Gorontalo, SD Kristen Makale dan SMPN 1 Mangkedek - Tana Toraja, SD 04 Pagi Pondok Kelapa - Jakarta Timur, 3 SMP dan 3 SMA di Banjarmasin, SMUN 2, SMA Gabungan, SMAN 1 dan SMPN1 serta untuk Univ. Cendrawasih Kabupaten Jayapura. Pengadaan Peralatan Laboratorium Fisika SMA Katolik Santo Agustinus Kediri, Rehabilitasi SMP dan SMA Labschool YP - UNJ yang terbakar, Pemberian bantuan peralatan Sekolah untuk Masyarakat kurang mampu di sekitar Wilayah Cilandak, Cideng, Sunter dan Gondangdia, Perlengkapan Laboratorium Manajemen untuk Universitas Jend. Sudirman – Purwokerto, serta pemberian komputer beserta jaringannya kepada SMP Mabad, SMA Mabad dan Madrasah Ibtidaiyah. Sarana Pendidikan untuk SMP Muhammadiyah 17, Bantuan Lab. Komputer Rumah Autis Bekasi, Renovasi perpustakaan Laboratorium bengkel SMAK Bhakti Trikora, Jakarta

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

148

CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY

Barat, Laboratorium Bahasa SMKN 2 Depok, Mesin Mobil untuk Bengkel SMKN 1 Bekasi, serta Buku Perpustakaan dan peralatan sekolah pakaian seragam untuk SD Pulau Pari 02, Pulau Lancang Kepulauan seribu.Sarana pendidikan untuk Yayasan Nurun Nisa, partisipasi dalam penyelenggaraan International Conference of Young Scientist (ICYS) oleh Surya Institute, serta Pembangunan Sekolah SMP Islam Kembang Kuning Sukabumi. Untuk memberikan pengenalan pendidikan perbankan, Bank Mandiri juga menerima kunjungan dari sekolah-sekolah dalam bentuk karya wisata Bank Mandiri Kantor Pusat/Museum Bank Mandiri maupun program magang serta dilakukan pengajaran langsung oleh manajemen Bank Mandiri di sekolah – sekolah melalui program Mandiri Edukasi yaitu dengan melaksanakan Program Edukasi Perbankan bagi 1.160 warga disekitar lingkungan Bank Mandiri di 29 kota, program mengajar di 360 sekolah (SDSMA dan 9 Perguruan Tinggi), selain itu dilaksanakan pula Pelatihan matematika bagi guru SD - SMA oleh Yayasan Islamic Center Baitussalam, Komputer dan pelatihan membuat batik tulis di Yayasan Bina Insan Mandiri serta Pelatihan entrepreneur untuk masyarakat Tasikmalaya. Program lainnya yang telah dilaksanakan oleh Bank Mandiri untuk dunia pendidikan antara lain penghargaan kepada 231 guru berprestasi dan daerah terpencil seluruh Indonesia bekerjasama dengan Departemen Pendidikan Nasional. Selain itu dilaksanakan pula kegiatan, partisipasi kegiatan olimpiade mini antar SMP/MTs se-kota Kendari yang diselenggarakan oleh SMAN 1 Kendari, Paket Perlengkapan Pendidikan untuk 200 siswa SD dalam rangka Hari Kesetiakawanan Nasional (HKSN) dan Hari Ibu - kerjasama dengan Yayasan Prestasi Anak Bangsa, partisipasi menyambut Hari Anak Nasional - kerjasama dengan Komunitas Perempuan Indonesia Peduli, partisipasi dalam Gerakan Semua Harus Sekolah yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Nasional Sulut, Partisipasi dalam Konferensi Asian International Model United Nations (AIMUN) - Universitas Gadjah Mada, MANDIRI PEDULI LINGKUNGAN Program Mandiri Peduli lingkungan merupakan bentuk tanggung jawab sosial Bank Mandiri terhadap lingkungan di sekitar wilayah usaha Bank Mandiri. Tahun 2009 bank Mandiri telah memberikan perhatian untuk sarana ibadah, antara lain pembangunan Masjid Al Agsa - Kabupaten Wamena, Renovasi 4 musholla di Palembang, Musholla Taqwa Titian Tareh , Musholla Cubadak Ampo Sumatera Barat, Madrasah Ibtidaiyah Al. Ma’arif Merauke selain itu Bank Mandiri membangun 2 gereja yaitu Gereja Rehobot dan Gereja Advent di Kabupaten Jayapura, Gereja GKI “Lahai Roi”, Fak-Fak, Gereja Katolik Kristen Hidup Merauke. Program Bank Mandiri dalam upaya peningkatan kondisi sosial ekonomi masyarakat diwujudkan antara lain melalui pembangunan kampung ternak di Pontianak (pendidikan dan pelatihan bagi peternak). Di bidang kesehatan, pada tahun 2009 Bank Mandiri menunjukkan kepedulian dengan melaksanakan kegiatan Donor Darah dan pengobatan gratis di 6 kompleks

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY

149

Bank Mandiri di Jakarta Komplek Rempoa, Pesing, Pancoran, Cempaka Putih, Cilandak, Pal Batu, diikuti oleh 380 pendonor dan 1430 pasien untuk pengobatan, serta penanggulangan penyakit TBC bagi 3.000 penderita dari keluarga tidak mampu bekerja sama dengan Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI). Kerja sama tersebut merupakan kerjasama Tahap V yang telah berlangsung sejak tahun 2005. Selain itu, Bank Mandiri juga berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan Program Ketahanan Pangan yang dicanangkan oleh Pemerintah dalam bentuk pemberian bantuan sembako bagi masyarakat kurang mampu. Kegiatan lain yang berkaitan dengan bencana, pada tahun 2009, Bank Mandiri membuka dapur umum selama 2 minggu di kerjasama dengan Brimob Jabar, memberikan bantuan sembako pada desa Cibereum Pengalengan pada saat terjadi gempa bumi di Tasikmalaya, memberikan bantuan kepada korban gempa bumi di Padang dan sekitarnya, serta peristiwa bencana jebolnya tanggul Situ Gintung. Sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan Bank Mandiri membantu 5 unit komputer untuk kepolisian sulawesi Utara, Perahu Pintar (Perpustakaan Terapung) untuk Korem 101/Antasari, alat pertanian untuk Suku Dana di Kabupaten Wamena, Penyelenggaraan Talk Show dengan tema “Hidup Sehat dengan Perilaku Seks Aman” di 5 kota yaitu : Jakarta, Pekanbaru, Bandung, Balikpapan dan Semarang - kerjasama dengan Perhimpunan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI). Partisipasi dalam Festival Dalang Bocah Tingkat Nasional. Kegiatan lain yang berkaitan dengan keagamaan Bank Mandiri, pelaksanaan kegiatan buka puasa bersama serentak 10.000 anak yatim di seluruh Indonesia, serta penyerahan 30.000 sembako anak yatim Masinis dan petugas penjaga pintu perlintasan kereta api, Kepolisian serta, Masyarakat umum/kaum dhuafa yang tinggal sekitar kantor maupun rumah dinas Bank Mandiri di seluruh Kantor Wilayah Bank Mandiri dan Kantor Pusat. PROGRAM KEMITRAAN Melalui Program Kemitraan, Bank Mandiri berupaya untuk mengembangkan usaha kecil sehingga mampu menjadi pengusaha yang tangguh, mandiri dan beretika serta mempersiapkan pengusaha kecil untuk mampu mengakses fasilitas perbankan secara komersial. Program Kemitraan diimplementasikan dalam bentuk pinjaman dan pendidikan/ pelatihan serta pendampingan usaha untuk meningkatkan produktivitas usaha kecil. Dalam Program Kemitraan ini, para pengusaha kecil disejajarkan sebagai mitra sehingga mereka lebih dikenal dengan sebutan Mitra Binaan Mandiri. Tercatat sebanyak 6.209 pengusaha kecil telah menjadi Mitra Binaan Mandiri pada tahun 2009 sehingga total Mitra Binaan Mandiri sampai dengan tahun 2009 mencapai 45.182 pengusaha.

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

150

CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY

Tahap awal dalam Program Kemitraan adalah memberikan pinjaman bagi usaha kecil, khususnya bagi usaha kecil yang belum mampu mengakses fasilitas perbankan secara komersial. Pinjaman yang diberikan kepada mitra binaan Mandiri bukan bersifat komersial, sehingga persyaratan dan angsuran pun disesuaikan dengan kemampuan usaha mitra binaan Mandiri. Melalui serangkaian pendidikan/pelatihan, Mitra Binaan Mandiri dipersiapkan untuk mampu membuat pembukuan dasar, manajemen sederhana, melakukan promosi dan pengemasan hasil produksinya. Pendidikan tahap selanjutnya diberikan untuk meningkatkan kemampuan produksi dan pemasaran produk Mitra Binaan Mandiri. Selain pendidikan/pelatihan, Mandiri juga membimbing Mitra Binaan mandiri melalui program pendampingan yang komprehensif selama 1 tahun penuh. Untuk memperluas pemasaran produk, Bank Mandiri mengikutsertakan Mitra Binaan Mandiri dalam berbagai pameran baik untuk skala lokal, nasional bahkan internasional. Selain melalui pameran, produk Mitra Binaan Mandiri tersebut juga dibantu pemasarannya melalui media promosi dalam bentuk pemasangan profil Mitra Binaan Mandiri di media berskala nasional seperti Kompas, Media Indonesia, Majalah Wirausaha dan Keuangan serta media internet. Usaha-usaha promosi ini diharapkan dapat memberikan fasilitas pembinaan yang terbaik serta menghasilkan Mitra Binaan Mandiri yang berkualitas dan siap bersaing secara sehat.

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY

151

DATA PENYALURAN DANA BINA LINGKUNGAN BANK MANDIRI
No. Keterangan Nilai

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29.

Seluruh beasiswa selain Beasiswa WM Pemberian sarana belajar ke sekolah dan perguruan tinggi Program Edukasi Mandiri Pembiayaan Pendidikan 2.000 Anak Asuh - kerjasama dengan GN-OTA Penghargaan bagi 231 guru berprestasi dari 33 propinsi Program Penghargaan Wirausaha Muda Mandiri (WMM) 2009 Workshop Wirausaha Muda Mandiri (WMM) 2009 di 9 Kota Beasiswa Wirausaha Mandiri Pembuatan Modul Kewirausahaan Program Awi-Awi Mandiri 2009 Program Angklung Resital 2009 - kerjasama dengan Saung Angklung Udjo (SAU) Program Mentoring (BootCamp) Bagi Pemenang dan Finalis WMM 2007 & 2008 TV Program WM 17 episode Profil WM di Media Pendampingan WM Pameran WM Anggaran untuk Direktorat dan Kanwil Donor darah dan pengobatan gratis di 6 komplek perumahan Bank Mandiri (Pancoran, Cempaka Putih, Cilandak, Pesinng, Pondok Pinang dan Rempoa) Pengobatan bagi 3.000 penderita TBC - kerjasama Tahap V dengan PPTI Anggaran untuk Direktorat dan Kanwil Program Penanaman 500.000 pohon Untuk Direktorat & Kanwil Bantuan kepada korban bencana alam Program Renovasi 20 Pasar Kawasan Kreatif Mandiri di kawasan Pasir Layung - Bandung bekerjasama dengan Saung Angklung Udjo (SAU) Kegiatan lainnya Renovasi Rumah Ibadah Kegiatan Keagamaan Pembagian sembako

1,593,083,333.33 1,944,135,772.00 4,792,300,000.00 240,000,000.00 1,732,500,000.00 3,916,212,000.00 11,135,247,400.00 8,346,900,000.00 1,292,500,000.00 597,825,000.00 145,000,000.00 376,822,000.00 2,285,186,363.00 1,029,641,466.00 709,500,000.00 165,580,000.00 1,541,786,500.00 397,640,000.00 555,500,000.00 930,943,880.00 8,750,000,000.00 106,376,000.00 2,643,903,832.50 1,100,000,000.00 1,125,000,000.00 2,599,540,260.00 2,104,847,323.00 5,379,600,000.00 749,200,000.00

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

152

KOMITE PIHAK INDEPENDEN NON DEWAN KOMISARIS & CORPORATE SECRETARY

NAMA DAN JABATAN

BIOGRAFI
Menyelesaikan pendidikan MBA di Fort Hays State University, Kansas, USA. Mengawali karirnya di perbankan pada tahun 1987 sebagai Trainee di PT. Bank Niaga. Pada tahun 1990 sebagai Treasury Manager di PT. Fuji Bank International Indonesia. Pada tahun 1993 beliau menjadi General Manager, Group Treasury, PT. Raja Garuda Mas. Pada tahun 2001 beliau sempat menjabat sebagai Senior Vice President Treasury & International Banking Group Head, PT. Bank Bumiputera Indonesia Tbk., sebelum diangkat sebagai anggota Komite Pemantau Risiko PT. Bank Mandiri (Persero), Tbk. pada tahun 2006.

Tama Widjaja
Anggota Komite Pemantau Risiko

Menyelesaikan pendidikan S1 dari Institut Pertanian Bogor (IPB) pada tahun 1980. Memulai karir di Bank Ekspor Impor Indonesia (BankExim) pada tahun 1981. Dalam perjalanan karirnya beliau sempat menjabat sebagai Regional Manager Wilayah VII (Semarang) dan Wilayah VIII (Surabaya) kemudian menjadi Group Head Central Operations dan Group Head Micro Business. Pada tahun 2008, beliau ditunjuk sebagai Group Head Corporate Secretary sampai sekarang.

Sukoriyanto Saputro
Corporate Secretary

Sempat menempuh pendidikan di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Jakarta sampai dengan tahun 1975. Memulai karir sebagai Assistant Accountant PT. Rohm & Haas Indonesia pada tahun 1975. Dalam perjalanan karirnya, beliau pernah menjabat sebagai pimpinan cabang dan pemimpin wilayah di Bank Niaga antara tahun 1986 - 1994 sebelum akhirnya menjabat sebagai Direktur Operasi & Sumber Daya Manusia, Bank Niaga pada tahun 1994. Sejak tahun 1999 beliau menjabat sebagai anggota Komite Audit PT. Bank Mandiri (Persero), Tbk.

Zulkifli Djaelani
Anggota Komite Audit

Imam Sukarno
Anggota Komite Audit

Menyelesaikan pendidikan S1 dari Universitas 17 Agustus 1945 pada tahun 1973 dan Master Management dari Asian Institute of Management - Manila tahun 1985. Memulai karir di Bagian Neraca Pembayaran & Moneter – Urusan Ekonomi & Statistik Bank Indonesia tahun 1975. Dalam perjalanan karirnya, beliau pernah menjabat sebagai Direktur Pengawasan Bank Perkreditan Rakyat pada tahun 1998 - 2000, Direktur Direktorat Perizinan & Informasi Perbankan pada tahun 2000 2002 serta Team Pengawas Bank Universal pada tahun 2002. Sejak tahun 2003 sampai dengan sekarang beliau menjabat sebagai anggota Komite Audit PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk.

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

SIARAN PERS

153

JANUARI 2 Januari 2009 Kunjungan ke Cabang Kramat dan Juanda. Transaksi financial Bank Mandiri mencapai Rp. 21,2 Triliun perhari selama libur akhir tahun 2008 Peduli Pendidikan Bank Mandiri warnai Manokwari dan jayapura Bank Mandiri & Rumah Perubahan Indonesia Bank Mandiri dukung Perekonomian Papua (KUR) Mandiri mobile tingkatkan layanan Bagi Nasabah Bank Mandiri dukung Sumber Pendanaan APBN dengan Sukuk Ritel

18 Maret 2009

Dukung Sektor UKMK pada 2008 Bank Mandiri Salurkan Kredit senilai Rp23,19 Triliun Kartu Kredit Bank Mandiri luncurkan Program ”Buy One Get One Free” Tiket Pesawat Sriwijaya Air Bank Mandiri tingkatkan Mitra Binaan Kredit Usaha Mikro di Surabaya Bank Mandiri Salurkan Kredit Rp63 Miliar kepada 3 koperasi plasma di Kalimantan Barat Press Conference Triwulan IV/2008

18 Maret 2009

20 21 22 22 30

Januari 2009 Januari 2009 Januari 2009 Januari 2009 Januari 2009

25 Maret 2009 25 Maret 2009

30 Maret 2009

APRIL 1 11 April 2009 April 2009 Mandiri Tunas Finance Grand Launching Kesiapan Bank Mandiri menjelang Libur Paskah Lebih dari Rp1 Miliar Hadiah Superejeki, Apresiasi Bank Mandiri kepada Nasabah Pembayar Kredit tepat waktu Bank Mandiri dukung Penyelenggaraan Jasa Perbankan untuk TKI Bank Mandiri Tingkatkan total kredit Rp176,9 Triliun, Tumbuh 30,5%

FEBRUARI 6 6 Februari 2009 Februari 2009 Bank Mandiri capai target keuangan utama 2008 Tunas Financindo. Bank Mandiri tanda tangani akta pembelian 51% saham PT. Tunas Financindo Sarana Mandiri Investasi Keluarga Panen raya Bojonegoro Top Branding Kartu Kredit Bank Mandiri Lampaui Target Penjualan Sukuk Ritel Seri SR001 Free trade Zone Batam Dukung Maritim di Tanah Air, Kredit Maritim Mandiri Tumbuh 118%

21 April 2009

10 11 11 15 23 25

Februari 2009 Februari 2009 Februari 2009 Februari 2009 Februari 2009 Februari 2009

24 April 2009 29 April 2009

MEI 04 Mei 2009 10 19 Mei 2009 Mei 2009 Bank Mandiri Perkuat Struktur Permodalan Peran Perbankan dalam Pengembangan Ekonomi Kelautan Kerjasama dengan Citraland Celebes Makasar Mandiri Luncurkan fitur pembelian berkala reksadana secara otomatis Bank Mandiri Mitra Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri Mandiri ditunjuk sebagai lead sindikasi Semen Tonasa SMS & Win Baleno

MARET 1 4 Maret 2009 Maret 2009 Bank Mandiri Siap Menjadi Mitra Investor Timur Tengah Rp200 Miliar kredit Koperasi , Bank Mandiri dukung Koperasi Astra International Penanaman 500 ribu Pohon Pembukaan KC Sumbawa/Pemberian Bantuan Renovasi Maumere

20 Mei 2009 28 Mei 2009 28 Mei 2009 29 Mei 2009

11 Maret 2009 14 Maret 2009

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

154

SIARAN PERS

29

Mei 2009

Pertumbuhan Q1/2009 Commercial Banking Bank Mandiri beri kontribusi terbesar

31

Juli

2009

Mandiri Kucurkan Kredit Rp1,25 Triliun untuk Pertamina

AGUSTUS JUNI 9 Juni 2009 2009 Mandiri Pertahankan The Best Bank Service Excellence Bank Mandiri Raih First Winner Six Sigma Excellence Award 2009 tingkat Asia Bank Mandiri Gandeng ASEI dalam Asuransi Pembiayaan Tagihan Wirausaha Muda Mandiri di Medan Mandiri Ditunjuk sebagai Lead Sindikasi Semen Tonasa Bank Mandiri Gandeng Solo Paragon Kucurkan 500 Milyar, Mandiri Gandeng Indo mobil Finance 14 Agustus 2009 14 Agustus 2009 14 Agustus 2009 18 Agustus 2009 18 Agustus 2009 JULI 10 11 13 Juli Juli Juli 2009 2009 2009 Bank Mandiri Kerjasama Kredit Sindikasi dengan BEI di Singapura Mandiri Tingkatkan SDM melalui pengembangan Leadership PT. KSEI kembali tunjuk Mandiri sebagai Bank Pembayaran Periode 2009-2011 CSR Bank Mandiri Luncurkan “Perahu Pintar” dan Hutan Kantor” Wirausaha Muda Mandiri di Palembang Mandiri kembali raih The Best Bank in Indonesia 2009 Mandiri KPR Duo Dukung Properti Lippo Group Wirausaha Muda Mandiri di Semarang Laporan Keuangan Triwulan II/2009 Bank Mandiri Dukung Kebijakan Industri Migas 11 September 2009 18 Agustus 2009 19 Agustus 2009 20 Agustus 2009 21 Agustus 2009 22 Agustus 2009 27 Agustus 2009 28 Agustus 2009 5 8 11 Agustus 2009 Agustus 2009 Agustus 2009 Wirausaha muda Mandiri di Bandung Launching Mandiri Fiesta Bank Mandiri Dukung Universitas Muhammadyah Yogyakarta 40 ribu Pelajar/Mahasiswa Hadiri Program Edukasi Perbankan Bank Mandiri, 1200 Mahasiswa terima Beasiswa senilai Rp7,3 Miliar Undian Mandiri Fiesta 14 Agustus 2009 Bank Mandiri berikan apresiasi dunia pendidikan Kerjasama dengan Kimia Farma Bank Mandiri memberikan apresiasi kepada guru berdedikasi di Jawa Barat Wirausaha muda Mandiri di Denpasar Dana Pihak Ketiga Indonesia Timur Meningkat Bank Mandiri dukung industri Pariwisata Penurunan Suku Bunga Kerjasama Remittance Yuan China dengan Bank of China dan OCBC Indomaret Card Bank Mandiri dukung Kegiatan Financial Penyediaan Jasa Pengeboran Mandiri Fiesta Minggu ke-3

16 Juni

12 Agustus 2009

17

Juni

2009 2009 2009 2009 2009

18 Juni 22 Juni 24 Juni 25 Juni

15 15 16 29 28 29

Juli Juli Juli Juli Juli Juli

2009 2009 2009 2009 2009 2009 2009

SEPTEMBER 1 September 2009 9 September 2009 10 September 2009 Perkuat Modal, Mandiri Terbitkan Subdebt Buka Puasa bersama Anak Yatim Bank Mandiri Kesiapan menjelang Lebaran Bank Mandiri Siap Hadirkan Layanan Pengiriman Uang di Malaysia

30 Juli

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

SIARAN PERS

155

12 September 2009 13 September 2009 14 September 2009 22 September 2009

Mandiri Fiesta Mandiri Fokus Tuntaskan Kredit Bermasalah Debitur Besar Perjanjian Kerjasama dengan Pupuk Kaltim Bank Mandiri finalkan Kesepakatan Penyelesaian Kewajiban dengan Garuda Indonesia Tingkatkan Kepedulian sosial Mandiri gelar Donor Darah dan pengobatan gratis Transaksi ATM Bank Mandiri Capai Rp29,9 triliun selama libur Lebaran 2009

8 November 2009 9 November 2009 13 November 2009 18 November 2009 25 November 2009 27 November 2009 29 November 2009

Penerbitan Subdeb Wirausaha muda Mandiri di Makasar Wirausaha muda Mandiri di Makasar Kerjasama Bank Mandiri dan ADB Kerjasama ADB Trade Finance Idul Adha Grand Launching Malaysia International Remittance

28 September 2009

27 September 2009

DESEMBER 3 Desember 2009 3 Desember 2009 Dukungan Mandiri pada industri Kelapa Sawit Kerjasama dengan Tiansi Indonesia Investor Summit Pemberian Hibah pada penderita TBC yang tidak mampu Sindikasi dengan PLN Bank Mandiri Hibahkan Rp240juta untuk 20.000 anak asuh Bank Mandiri Kucurkan Kredit Rp600 Miliar ke anak usaha Gozco Kesiapan Bank Mandiri menjelang akhir tahun Bank Mandiri ditunjuk untuk menyalurkan dana APBN 2010-2012

OKTOBER 1 1 2 7 4 Oktober 2009 Oktober 2009 Oktober 2009 Oktober 2009 Oktober 2009 Kembangkan Kawasan Timur Mandiri Gelar Papua Investment Day 9 Kantor Cabang Bank Mandiri Di Sumbar sudah beroperasi Normal Memasuki Usai 11 Tahun , Mandiri Pertajam Fokus Bisnis Bank Mandiri Terus Mendorong Generasi Muda Berwirausaha Mandiri Sisihkan Rp6,3 Miliar untuk membantu korban gempa Padang Mandiri Salurkan Kredit Sindikasi Rp1,8 Triliun ke PLN Penanganan Kasus Burhan Uray Penunjukkan sebagai Bank Operasional Bank Mandiri Kerjasama dengan Saung Udjo Penurunan Suku Bunga Kinerja Bank Mandiri Q3/2009

4 Desember 2009 10 Desember 2009 14 Desember 2009 16 Desember 2009 22 Desember 2009 23 Desember 2009 29 Desember 2009

14 Oktober 2009 14 Oktober 2009 18 Oktober 2009 24 Oktober 2009 25 Oktober 2009 29 Oktober 2009

NOVEMBER 2 November 2009 3 November 2009 Wirausaha Muda Mandiri di Yogyakarta Mandiri Fiesta

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

156

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

157

WHOLESALE BANKING

MENEMBUS BATAS KEINGINAN

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

158

WHOLESALE BANKING Corporate Banking

RISWINANDI
Direktur Corporate Banking Fondasi organisasi berbasis industri yang fokus, target segmen nasabah yang luas, kesiapan SDM yang kompeten dan ketersediaan infrastruktur yang baik, siap mengantarkan Corporate Banking menjadi bagian dari transformasi menuju wholesale transaction banking.
PENCAPAIAN 2009 Di tengah-tengah berbagai tantangan dan ketidakpastian pasar finansial yang terjadi selama tahun 2009, Corporate Banking telah berhasil membangun momentum pertumbuhan dan melampaui target yang ditetapkan. Bisnis Corporate Banking mengalami peningkatan tidak hanya dari sisi kredit, melainkan juga sisi fee based income dan pertumbuhan jumlah nasabah. Di tahun 2009, volume bisnis (kredit dan dana) Corporate Banking tumbuh sebesar 8,46% dibandingkan tahun 2008 menjadi Rp 141 triliun. Pertumbuhan tersebut didorong oleh tumbuhnya volume kredit sebesar 12,5%, terutama di sektor-sektor yang masih memiliki ruang tumbuh antara lain pertanian, konstruksi, pengangkutan, pergudangan dan komunikasi serta jasa-jasa dunia usaha lainnya seperti lembaga keuangan, dimana pemain-pemain terbaik di sektor ekonomi prospektif tersebut telah menjadi debitur Corporate Banking. Volume kredit meningkat menjadi sebesar Rp69,8 triliun, yang diperoleh bukan hanya melalui peningkatan penggunaan fasilitas kredit existing customers, tetapi juga melalui keberhasilan mengakuisisi 24 debitur baru yang memiliki nama baik sepanjang tahun 2009.

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

WHOLESALE BANKING Corporate Banking

159

TOTAL LOANS (Rp. Trilliun)

TOTAL DEPOSITS (Rp. Trilliun)

CONTRIBUTION MARGIN (Rp. Trilliun)

‘07

‘07

‘07

‘08

‘08

‘08

‘09

‘09

‘09

20 Valas Rupiah

30

40

50

60

20 Valas Rupiah

40

60

80

100

1

2

3

4

5

NET INTEREST INCOME (Rp. Trilliun)

FEE INCOME

(Rp. Miliar)

OVERHEAD EXPENSES (Rp. Miliar) 1)

‘07

‘07

‘07

‘08

‘08

‘08

‘09

‘09

‘09

0.5 Valas Rupiah

1.5

2.5

3.5

4.5

200

400

600

800

1000

15

30

45

60

75

Personel General & Administrative

LOAN YIELD (%)

COST OF LIABILITIES (%)

NPL (%)

‘07

‘07

‘07

‘08

‘08

‘08

‘09

‘09

‘09

5 Valas Rupiah

10

15

20

25

2 Valas Rupiah

4

6

8

10

5 Valas Rupiah

10

15

20

25

1) Di luar premi penjaminan

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

160

WHOLESALE BANKING Corporate Banking

CORPORATE BANKING

JIANTOK HARDJIMAN Corporate Banking I Group

RUSTAM S. SIRAIT Corporate Banking II Group

SUPRIYUSMAN Corporate Banking III Group

Pertumbuhan volume kredit juga didukung oleh peningkatan utilisasi fasilitas kredit yang diberikan, terutama pada kredit modal kerja valas, dari kisaran 50% pada akhir tahun 2008 meningkat menjadi 55% pada akhir tahun 2009. Tingkat utilisasi tersebut terus akan dipertahankan pada kondisi optimal sehingga dapat meminimalisir komitmen fasilitas kredit yang belum digunakan. Secara kualitas, portofolio kredit Corporate Banking terus mengalami perbaikan di sepanjang tahun 2009. Persentase non performing loan menurun menjadi 2,53% dari sebesar 4,35% di tahun 2008, hal ini disebabkan oleh perbaikan kolektibilitas beberapa nasabah. Pencapaian volume dana sebesar Rp71 triliun terutama didorong oleh pertumbuhan volume dana rupiah sebesar 10,64%. Komposisi dana murah (giro dan tabungan bisnis) dengan deposito masih terjaga dengan baik, sebesar 53% : 47%. Dibandingkan dengan pencapaian tahun 2008, fee based income mengalami pertumbuhan sebesar 49% atau mencapai Rp 631 miliar. Dengan tujuan perluasan bisnis dan peningkatan customer base, di tahun 2009 Corporate Banking berhasil terpilih menjadi Bank Operasional 1 atas penyaluran dana-dana APBN di 15 wilayah Direktorat Jenderal Perbendaraan Negara (DJPBN), dan menjalin kerjasama dalam pengelolaan dana-dana Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dan BP Migas. Faktor lain yang mendukung kinerja Corporate Banking adalah keberhasilan

implementasi budaya kerja dan Good Corporate Governance di Bank Mandiri, serta dukungan jaringan dan pelayanan terbaik kantor Cabang. Semua itu mendukung upaya peningkatan kepercayaan, kenyamanan dan kemudahan bertransaksi nasabah, serta menjadi modal yang kuat bagi Corporate Banking untuk tumbuh. OPTIMALISASI KOMPOSISI BUSINESS MIX Komposisi volume bisnis Corporate Banking berdasarkan kelompok kepemilikan nasabah mengalami pergeseran. Volume kredit dari kelompok nasabah BUMN/ lembaga pemerintah yang di awal tahun masih sangat mendominasi,mulai diimbangi dengan tumbuhnya hubungan bisnis dengan nasabah swasta, terutama perusahaan swasta yang telah go public. Secara bertahap, diupayakan komposisi tersebut bergeser menuju ke arah yang lebih seimbang dan optimal. Dari sisi pertumbuhan eksposur kredit per sektor ekonomi, selama tahun 2009 pertumbuhan tertinggi secara berurutan bergeser ke sektor pertanian, perburuan & sarana pertanian (43.4%), sektor konstruksi (26.5%), sektor pengangkutan, pergudangan dan komunikasi (25.9%) serta sektor jasa dunia usaha lainnya seperti lembaga keuangan dan jasa surveyor (24.4%). Sementara di tahun 2008, sektor ekonomi dengan pertumbuhan eksposur kredit tertinggi secara berurutan adalah lembaga keuangan dan jasa surveyor (117,9%), sektor konstruksi (61,1%), sektor pengangkutan, pergudangan & telekomunikasi (58,6%), serta sektor perindustrian (54,8%)

SUNARSO Corporate Banking Agro Based Group

ALEXANDRA ASKANDAR Syndicated & Structured Finance Group

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

WHOLESALE BANKING Corporate Banking

161

Corporate Banking dengan customer base-nya yang besar dan terus berkembang, merupakan modal dasar bagi pengembangan strategi kolaborasi aliansi antar bisnis unit untuk peningkatan bisnis Bank Mandiri.

Mengantisipasi dampak krisis global, Corporate Banking juga mengurangi eksposure kredit valas,sehingga dibandingkan tahun 2008, kredit valas mengalami penurunan sebesar 24%, sedangkan pertumbuhan kredit rupiah mencapai sebesar 28%. POTENSI PENGEMBANGAN Kerjasama dan inisiasi bisnis yang telah dilakukan di tahun 2009 memberikan peluang dan potensi pengembangan bisnis yang dapat dieksplorasi bersama Strategic Bisnis Unit (SBU) lain melalui strategi value chain dan program aliansi. Di tahun 2010, Corporate Banking juga akan meningkatkan layanan dan melakukan eksplorasi potensi bisnis di segmen nasabah Multi National Company (MNC) dengan penyediaan produk-produk yang customized dan beragam disesuaikan dengan karakter

bisnis nasabah serta dukungan dari tim Syndicated & Structured Finance. Pengembangan potensi bisnis korporasi di luar Jakarta dikembangkan melalui optimalisasi peran/fungsi unit kerja Corporate Banking yang ditempatkankan di regional (Surabaya dan Medan) dengan layanan yang lebih lengkap dan komprehensif. MEMPERKUAT ORGANISASI & KAPABILITAS Peningkatan kinerja Corporate Banking tidak terlepas dari organisasi Corporate Banking yang semakin solid dan terus mendukung pengembangan bisnis Bank Mandiri di pasar korporasi. Di tahun 2009 Corporate Banking telah melakukan transformasi penyempurnaan organisasi yang berfokus pada industri (industry focused organization) melalui realokasi pengelolaan account, pembentukan

funding desk dan refinement unit kerja Syndicated and Structured Finance, serta meningkatkan sinergi dengan Mandiri Sekuritas. Organisasi yang berfokus pada industri ini didukung juga dengan peningkatan kapabilitas, pengetahuan, ketrampilan dan keahlian sumber daya manusia terhadap sektor industri yang dikelola. Sehingga diharapkan menjadi lebih baik dalam memberikan layanan kepada nasabah. Kedepannya, baik pengembangan organisasi maupun peningkatan kapabilitas sumber daya manusia Corporate Banking diarahkan sejalan dengan kebutuhan memperkuat organisasi Corporate Banking menjadi bagian dari Wholesale Transaction Banking.

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

162

WHOLESALE BANKING Corporate Banking

PRIORITAS TAHUN 2010 TRANSFORMASI TAHAP II Di tahun 2010 Corporate Banking akan fokus pada pengembangan strategi Wholesale Transaction Banking melalui serangkaian langkah strategis yang sesuai dengan fokus strategi Bank Mandiri. Pertama, semakin memperkuat fokus organisasi atas dasar Industri termasuk melakukan investasi terkait pengembangan sumber daya manusia untuk menjamin kesiapan organisasi dalam mendukung pertumbuhan bisnis yang dapat melampaui pertumbuhan pasar. Kedua, mengembangkan organisasi yang fokus dalam mengoptimalkan potensi pertumbuhan bisnis wholesale transaction, pengendapan dana dan perolehan fee based income dengan penguatan fungsi product team, baik product sales specialist maupun product development dan tetap meningkatkan standar layanan dan daya saing produk. Ketiga, meningkatkan kolaborasi aliansi antar bisnis unit dalam rangka mengoptimalkan potensi bisnis nasabah dari hulu ke hilir dengan tawaran produk dan layanan yang bervariasi sesuai kebutuhan. Keempat, mengoptimalkan peran sinergis Syndicated & Structured Finance Group dan Mandiri Sekuritas dalam percepatan pengembangan wholesale transaction banking dengan menyediakan produk-produk yang sophisticated dan komprehensif sesuai kebutuhan nasabah.

WASPADA & PROAKTIF Dalam mengantisipasi dampak krisis ekonomi global, Corporate Banking akan selalu waspada terhadap kemungkinan memburuknya kondisi keuangan dan bisnis nasabah. Tindakan dan langkah-langkah antisipatif akan terus dilakukan dan diprioritaskan untuk mencegah terjadinya penurunan kualitas kredit nasabah dan meningkatnya NPL Corporate Banking. Monitoring transaksi keuangan dan kondisi bisnis nasabah ditingkatkan, terutama di sektor-sektor industri yang sensitif terhadap dampak krisis global. Kondisi keuangan nasabah menjadi faktor yang sangat diperhatikan. Pengurangan eksposur nasabah akan menjadi salah satu langkah alternatif yang menjadi pertimbangan, bila kondisi keuangan nasabah memburuk. Pengembangan dan peningkatan implementasi Cash Management untuk nasabah korporasi akan mempermudah pelaksanaan monitoring tersebut. Berdasarkan hasil monitoring dan review yang dilakukan, untuk debitur yang dikelompokkan menjadi nasabah watchlist, bersama Corporate Risk Group, Corporate Banking akan menetapkan account strategy yang sesuai untuk setiap nasabah watchlist dan menerapkannya dengan tertib. Disamping itu, seluruh jajaran Corporate Banking akan memperkuat dan meningkatkan disiplin dokumentasi perkreditan yang diarahkan untuk menyelamatkan asset Bank.

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

WHOLESALE BANKING Corporate Banking: Mandiri Sekuritas

163

MANDIRI SEKURITAS
Meski secara umum dampak krisis keuangan global masih dirasakan pada tahun 2009, namun kondisi pasar modal Indonesia menunjukkan kinerja yang mengesankan. Indeks Harga saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia mencatat kenaikan sebesar 85,85% dibandingkan dengan posisi pada akhir tahun 2008. IHSG akhir tahun 2009 ditutup pada posisi 2.518,994 naik 1.163,586 point atau 85,85% dari posisi akhir 2008 sebesar 1.355,408. Bursa Efek Indonesia tahun 2009 juga mencetak kenaikan nilai kapitalisasi pasar menjadi sebesar Rp2.019 triliun atau naik 87,64% dari posisi akhir tahun lalu sebesar Rp 1.076 triliun Momentum tersebut sudah barang tentu dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh Mandiri Sekuritas dengan berbekal tekad, komitmen, kemampuan serta pengalaman yang dimiliki untuk meningkatkan pencapaian dan kinerja pada semua lini usaha yang digeluti. Tahun 2009 ditandai Mandiri Sekuritas dengan keberhasilan memperoleh dan menyelesaikan beberapa mandat untuk menangani transaksi penting seperti penjaminan emisi efek, advisory dan pinjaman sindikasi. Mandiri Sekuritas juga melanjutkan dominasinya pada perdagangan saham dan obligasi negara di pasar sekunder. Atas pencapaian tersebut, Mandiri Sekuritas kembali meraih berbagai penghargaan internasional diantaranya sebagai Best Domestic Bond House 2009 in Indonesia dari Majalah The Asset, Best Investment Bank in Indonesia untuk kelima kalinya berturut-turut dari Global Finance, Perusahaan Sekuritas Terbaik untuk 2 tahun berturut-turut dari Bisnis Indonesia, dan #2 Best Local Brokerage House in Indonesia 2009 dari Asiamoney. Penghargaan lain yang tak kalah membanggakan juga diperoleh untuk transaksi IPO Bank BTN, di mana Mandiri Sekuritas bertindak sebagai Joint Lead Underwriter dan Bookrunner, sebagai Best IPO in 2009 dari The Asset dan Best Mid-Cap IPO Deal of the Year in Southeast Asia 2009 dari Alpha Southeast Asia. INVESTMENT BANKING Meredanya gejolak pasar juga berimbas positif kepada kegiatan usaha Investment Banking. Dalam pasar penjaminan emisi saham (IPO), berdasarkan data Bloomberg, Mandiri Sekuritas berhasil memperbaiki posisinya di pasar domestik dari posisi ke-7 ditahun 2008 menjadi posisi pertama ditahun 2009 dengan penguasaan pangsa pasar sebesar 28%. Transaksi penting yang perlu dicatat adalah saat Mandiri Sekuritas berhasil menangani IPO Bank BTN, yang merupakan program privatisasi, senilai Rp 1,89 triliun dengan sukses dan tercatat sebagai IPO dengan nilai terbesar di tahun 2009. Sedangkan pada pasar penjaminan emisi surat utang, Mandiri Sekuritas tetap mempertahankan posisinya sebagai salah satu pemain utama dengan mencatat kinerja mengesankan dan keberhasilan dalam menyelesaikan mandat berbagai transaksi penting diantaranya Obligasi Subordinasi Bank Mandiri senilai Rp 3,50 triliun, Obligasi PLN senilai Rp 2,70 triliun, Obligasi Subrodinasi Bank BRI senilai Rp 2 triliun dan emisi obligasi Indosat senilai Rp 1,30 triliun.

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

164

WHOLESALE BANKING Corporate Banking: Mandiri Sekuritas

MANDIRI SEKURITAS

PERINGKAT PENJAMIN EMISI SAHAM TAHUN 2009
Rank 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Total Perusahaan Efek Mandiri Sekuritas CIMB Bahana Securities BNP Paribas Group Danareksa Sekuritas Dinamika Usahajaya OSK Nusadana Securities Indonesia Lautandhana Securindo Ciptadana Sekuritas Indo Premier Securities Lainnya Jumlah (miliar Rp) 1.094,40 944,02 375,01 333,03 333,03 160 150 99,75 67,78 67,78 228,73 3.853,53 Pangsa Pasar (%) 28 24 10 9 9 4 4 3 2 2 6 100 Jumlah Issue 3 1 2 1 1 1 1 1 1 1 6 19
Sumber: Bloomberg

Melengkapi daftar transaksi di atas, Mandiri Sekuritas juga berhasil menyelesaikan sejumlah mandat transaksi seperti shares sellback dan jasa penasehat keuangan untuk beberapa perusahan terkemuka. CAPITAL MARKETS Seiring dengan membaiknya kondisi pasar sepanjang tahun 2009, Mandiri Sekuritas juga berhasil menunjukkan kinerja yang memuaskan dalam hal transaksi efek di pasar sekunder. Untuk transaksi saham, Mandiri Sekuritas berhasil membukukan transaksi sebesar Rp 44,20 triliun dan menguasai pangsa pasar sebanyak 2,30%. Mandiri Sekuritas juga tetap menjadi salah satu broker teraktif dalam perdagangan obligasi khususnya surat utang negara dengan mencatat nilai transaksi senilai Rp 21,40 triliun dan menguasai pangsa pasar sebesar 10%.

Di masa datang, Mandiri Sekuritas berkomitmen untuk meningkatkan kinerja usaha di sektor brokerage dengan memperluas jaringan di seluruh Indonesia sehingga dapat semakin menjangkau lebih banyak investor. Selain itu, Mandiri Sekuritas juga merencanakan untuk menambah berbagai fasilitas seperti on-line trading dan sebagainya guna memudahkan nasabah dalam bertransaksi. INVESTMENT MANAGEMENT Pemulihan kondisi Pasar Modal secara berangsur-angsur juga berdampak positif terhadap industri reksa dana yang ditandai dengan kenaikan Nilai Aktiva Bersih (NAB) atas produk-produk reksa dana secara cukup signifikan. Mandiri Sekuritas melalui anak perusahaannya Mandiri Manajemen Investasi (MMI), juga berhasil meningkatkan jumlah

dana kelolaan dari Rp 7,75 triliun di akhir tahun 2008 menjadi Rp 14,62 triliun di akhir tahun 2009 atau tumbuh sebesar 88%. Selama tahun lalu, MMI juga cukup agresif dalam menerbitkan produk reksa dana baru yang sebagian besar berjenis terproteksi yang masih diminati oleh sebagian besar investor. Dalam upaya memperluas pangsa pasar dan meningkatkan dana kelolaan, MMI secara intensif terus melakukan riset guna menerbitkan produk inovatif sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan pasar. Di sisi lain, MMI juga bekerjasama erat dengan Bank Mandiri maupun dengan pihak lain baik dalam hal pengembangan produk reksa dana maupun pada sisi pendistribusiannya.

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

WHOLESALE BANKING Corporate Banking: Mandiri Sekuritas

165

MANDIRI SEKURITAS (AWARDS)

Best Investment Bank in Indonesia 2005 – 2009 – Global Finance

Best Domestic Bond House 2009

Best Mid-Cap IPO Deal of the Year in Southeast Asia 2009 for Bank BTN IPO – Alpha Southeast Asia

Best Bond House in Indonesia 2009 - FinanceAsia

#2 Best Local Brokerage House in Indonesia 2009 - Asiamoney

Perusahaan Sekuritas Terbaik 2008 - 2009 – Bisnis Indonesia

The Most Active Underwriter 2009 - Pinnacle - Pefindo

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

166

WHOLESALE BANKING Commercial Banking

ZULKIFLI ZAINI
Direktur Commercial Banking Di tahun 2009, kontribusi margin Direktorat Commercial Banking meningkat sebesar 42% atau mencapai Rp 4,4 triliun dari Rp 3,1 triliun di tahun 2008. Kinerja baik tersebut menunjukan komitmen kami dalam mengembangkan bisnis Commercial Banking secara berkesinambungan, melalui implementasi inisiatif-inisiatif strategis yang terencana, terukur, dan termonitor, baik di sisi produk, standar layanan, proses bisnis dan organisasi, serta SDM (Sumber Daya Manusia).
KINERJA KEUANGAN TAHUN 2009 Pencapaian kinerja yang sangat baik di tahun 2009 semakin memantapkan langkah kami untuk memasuki tahap transformasi lanjutan pada tahun 2010 ini dan mewujudkan tekad untuk tetap menjadi “penyedia layanan solusi bisnis dan keuangan yang terbaik dan terkemuka kepada nasabah”. Untuk meningkatkan fokus pelayanan kepada nasabah, di tahun 2009 telah dilakukan beberapa pembenahan internal, diantaranya penggabungan dan konsolidasi organisasi Small Business Group menjadi bagian dari Direktorat Commercial Banking. Sebelum bergabung dengan Direktorat Commercial Banking, Small Business Group berada di bawah supervisi Direktorat Micro & Retail Banking. Dengan bergabungnya Small Business Group ke Direktorat Commercial Banking, maka saat ini Direktorat Commercial Banking membawahi unit-unit di Commercial Sales dan Small Business. Selain itu, Direktorat Commercial Banking juga melakukan supervisi pengembangan bisnis perusahaan anak di segmen perbankan syariah melalui PT. Bank Syariah Mandiri.

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

WHOLESALE BANKING Commercial Banking

167

TOTAL LOANS (Rp. Triliun) 1)

TOTAL DEPOSITS (Rp. Triliun) 2)

CONTRIBUTION MARGIN (Rp. Triliun)

‘07

‘07

‘07

‘08

‘08

‘08

‘09

‘09

‘09

15 Valas Rupiah

30

45

60

75

10 Valas Rupiah

20

30

40

50

1

2

3

4

5

NET INTEREST INCOME (Rp. Triliun)
‘07 ‘07

FEE INCOME 3) (Rp. Miliar)

OVERHEAD EXPENSES (Rp. Miliar)
‘07

‘08

‘08

‘08

‘09

‘09

‘09

1

2

3

4

5

100

200

300

400

500

70

140

210

280

350

Personel General & Administrative

LOAN YIELD (%)

COST OF LIABILITIES (%)

NPL (%)

‘07

‘07

‘07

‘08

‘08

‘08

‘09

‘09

‘09

5 Valas Rupiah

10

15

20

25

4 Valas Rupiah

6

8

10

12

1 Valas Rupiah

2

3

4

5

1) Tahun 2009 termasuk Small Business Loans 2) Termasuk perpindahan pengelolaan nasabah ke segmen lainnya di 2009

3)

Fee Income dalam grafik tidak termasuk laba perusaan anak PT. Bank Syariah Mandiri

DISTRIBUTIONS • • • • Commercial Banking Center (CBC) Commercial Floor Trade Servicing Center (TSC) Trade Servicing Desk (TSD) 19 19 11 8 • • • • Cluster Small Business Small Business District Center (SBDC) SBDC Floor SBDC Desk 3 24 51 87

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

168

WHOLESALE BANKING Commercial Banking

COMMERCIAL BANKING

FRANSISCA NELWAN MOK Jakarta Commercial Sales Group

ROYKE TUMILAAR Regional Commercial Sales 1 Group

Di tengah kondisi makro ekonomi yang kurang kondusif sebagai dampak dari krisis ekonomi global, di akhir tahun 2009 Direktorat Commecial Banking berhasil mencapai sebagian besar target kinerja keuangan serta implementasi strategi bisnis yang ditetapkan untuk tahun 2009. Di bidang Perkreditan, strategi pertumbuhan bisnis Direktorat Commercial Banking diantaranya melalui penentuan targeted customer yaitu nasabah-nasabah utama di sektor unggulan di setiap wilayah, pengembangan kredit Small Business melalui pendekatan cluster di wilayah potensial, peningkatan pemasaran KMK Fixed untuk menjaga portfolio sustainability kredit, penyederhanaan proses dan format dokumen perkreditan untuk meningkatkan Turn Around Time proses kredit, serta ekspansi nasabah baru melalui peningkatan penyaluran kredit di sektor unggulan seperti Sektor Perdagangan, Perkebunan Kelapa Sawit, Pertambangan Batu Bara dan Transportasi. Melalui upaya keras dan sistematis dalam mengimplementasikan strategi di bidang perkreditan tersebut, maka volume kredit mencapai Rp 66.156 miliar atau tumbuh 17.3% dari tahun lalu. Pencapaian kredit tersebut terdiri dari kredit Commercial Sales sebesar Rp 49.056 miliar, atau meningkat 18.0% dibanding tahun sebelumnya, dan kredit Small Business sebesar Rp 17.100 miliar yang meningkat sebesar 15.4% dibanding tahun sebelumnya. Jumlah debitur kelolaan Direktorat Commercial Banking per Desember 2009 mencapai 27.319 debitur dengan total rekening sebanyak 37.667 rekening, terdiri dari debitur Commercial sebanyak 1.795 debitur (4.281 rekening) dan debitur

Small Business sebanyak 25.524 debitur (33.386 rekening). Pertumbuhan kredit tersebut meningkatkan market share Segmen Commercial menjadi 10,3% dan di Segmen Small Business sebesar 10,1%. Ditinjau dari pendapatan sisi asset, portfolio yield kredit rupiah sebesar 12,73% di atas required yield kredit rupiah posisi Desember 2009 sebesar 10,27%, sedangkan portfolio yield kredit valas sebesar 8,38% di atas required yield valas posisi Desember 2009 sebesar 5,60%. Meskipun volume kredit tetap tumbuh, namun Direktorat Commercial Banking tetap fokus untuk menjaga kualitas aset. Strategi yang diterapkan di tahun 2009 untuk menjaga kualitas aset diantaranya dengan melakukan monitoring secara ketat debitur kolektibilitas 2 dan debitur watch list serta melakukan penagihan tunggakan secara intensif, serta koordinasi intensif dengan unit terkait atas penanganan kredit yang telah menjadi Non Performing Loan (NPL). Atas upaya tersebut, posisi NPL gross Direktorat Commercial Banking untuk posisi Desember 2009 terjaga di tingkat 2.32% dari total kredit yang disalurkan. Untuk Dana Pihak Ketiga, pengembangan bisnis diantaranya dilakukan dengan mengoptimalkan funding mix, pemberian fasilitas cash management untuk nasabah potensial, serta penerapan pricing strategy yang disertai dengan syarat peningkatan transaksi nasabah di rekening giro dan peningkatan product holding. Sepanjang tahun 2009 Bank Mandiri juga menetapkan kebijakan untuk menata ulang pengelolaan nasabah.

SANTOSO B. RIYANTO Regional Commercial Sales 2 Group

CORNELIS P. TEHUSIJARANA Wholesale Product Management Group

RAFJON YAHYA Small Business 1 Group

Small Business 2 Group

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

WHOLESALE BANKING Commercial Banking

169

Atas dasar ini, maka terjadi pengalihan dana dari Direktorat Commercial Banking ke direktorat lain. Dikarenakan pengalihan ini, maka dana pihak ketiga Direktorat Commercial Banking mengalami penurunan menjadi Rp35.713 miliar, atau menurun 8.0% dari tahun lalu. Pencapaian volume dana mengakibatkan pencapaian market share dana masyarakat segmen Commercial menjadi 14.5% dan Small Business sebesar 1.8%, adapun kontribusi pada pencapaian market share dana Bank Mandiri menjadi 15.6%. Ditinjau dari komposisi dana murah (Giro dan Tabungan Bisnis), struktur dana murah Direktorat Commercial Banking tetap terjaga dengan porsi 68.0% dari total volume dana pihak ketiga, atau sebesar Rp 24.808 miliar, sedikit meningkat apabila dibandingkan dengan posisi 2008 yang sebesar 66,8%. Jumlah nasabah funding kelolaan Direktorat Commercial Banking hingga Desember 2009 mencapai 106.690 nasabah, terdiri dari Commercial sebanyak 91.518 nasabah dan Small Business sebanyak 15.172 nasabah. Ditinjau dari pendapatan sisi liabilities, cost of fund rupiah mencapai 4,73%, cenderung meningkat apabila dibandingkan dengan tahun lalu yang 4,12%. Sedangkan cost of fund valas mencapai 1,68%. Di bidang Fee Based Income, strategi yang ditempuh Direktorat Commercial Banking selama tahun 2009 adalah meningkatkan pemasaran Product Push (produk unggulan) yang bersumber dari Trade dan Cash Management (Transaction Banking), memperluas pemasaran produk ekspor diantaranya Forfaiting dan Auto Purchase, serta melakukan penjualan produk bundling

dan intergrasi antar produk transaction sesuai dengan tipe dan siklus bisnis nasabah. Di bidang Trade Services, Bank Mandiri menghadapi tantangan keras sebagai dampak krisis perekonomian global sehingga volume transaksi trade finance Bank Mandiri menurun hingga 26.8% dibandingkan dengan tahun lalu atau mencapai Rp 90.07 triliun, dengan pangsa pasar sebesar 16% untuk transaksi ekspor dan 37% untuk transaksi impor. Namun, berkat kerja keras dan komitmen dalam melakukan inisiatif strategi untuk meningkatkan fee based, pendapatan fee based Direktorat Commercial Banking menunjukan peningkatan yang signifikan, khususnya pendapatan fee yang diperoleh dari bisnis Commercial & Small Business (tanpa memperhitungkan laba Perusahaan Anak Bank Syariah Mandiri) yang mencapai Rp 417 miliar atau mengalami kenaikan 46,8% dibanding tahun sebelumnya. Pendapatan fee tersebut terdiri dari pendapatan Commercial Sales sebesar Rp 351 miliar yang meningkat 23.6% dibanding tahun sebelumnya, dan pendapatan Small Business sebesar Rp 66 miliar yang meningkat sebesar 53.5% dibanding tahun sebelumnya. Apabila memperhitungkan pendapatan dari Bank Syariah Mandiri yang mencapai Rp 289,6 miliar, maka pendapatan fee income Direktorat Commercial Banking mencapai Rp 706,6 miliar. Sejalan dengan meningkatnya volume bisnis di tahun 2009, Direktorat Commercial Banking berhasil membukukan pendapatan bunga bersih sebesar Rp 4.646 miliar. Adapun kontribusi margin yang dapat dibukukan Direktorat Commercial Banking mencapai Rp 4.449 miliar atau naik 42% dari tahun sebelumnya.

IMPLEMENTASI INISIATIF STRATEGIS TAHUN 2009 Pencapaian kinerja finansial yang baik di tahun 2009 ditunjang oleh konsistensi Direktorat Commercial Banking dalam mengimplementasikan tiga pilar utama, yaitu pencapaian kinerja finansial sesuai target yang ditetapkan, penerapan nilai-nilai budaya perusahaan, dan implementasi Good Corporate Governance. Disamping itu, kinerja baik di tahun 2009 juga ditunjang oleh keberhasilan implementasi inisiatif strategis diantaranya adalah: Pertama, pengembangan jaringan di wilayah-wilayah potensial di seluruh Indonesia. Sepanjang tahun 2009, kami melakukan perluasan jaringan Commercial Sales dengan dibentuknya 2 Commercial Banking Center (CBC) yaitu CBC Surabaya Pemuda dan CBC Balikpapan, 4 Commercial Floor, dan 6 Trade Servicing Desk (TSD). Sejalan dengan beralihnya supervisi Small Business dari Direktorat Micro & Retail Banking ke Direktorat Commercial Banking, maka dilakukan penambahan jaringan Small Business untuk mendukung fokus bisnis Direktorat Commercial Banking, yaitu dengan membentuk 6 Small Business District Center (SBDC) yaitu di Pematangsiantar, Batam, Padang, Tangerang, Solo dan Balikapapan, serta mengembangkan 3 Cluster Small Business yaitu di Jababeka, Pasar 16 Ilir Palembang dan Pasar Atom Surabaya. Selain itu, penyempurnaan organisasi Small Business juga dilakukan di level wilayah melalui pembentukan 51 SBDC Floor dan 87 SBDC Desk di wilayah potensial/cluster bisnis. Dengan demikian, untuk jaringan Commercial Sales, saat ini kami telah

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

170

WHOLESALE BANKING Commercial Banking

memiliki 19 CBC, 19 Commercial Floor, 11 Trade Servicing Center (TSC), 8 TSD. Sementara untuk Small Business, kami telah memiliki 3 Cluster Small Business, 24 SBDC, 51 SBDC Floor dan 87 SBDC Desk. Terkait dengan pengembangan organisasi Wholesale Transaction Banking, telah dibentuk organisasi Tim Transaction Banking di setiap CBC untuk menangani nasabah non debitur dan secara proaktif menawarkan produk transaction banking. Kedua, Commercial Banking terus memperkuat pelaksanaan program aliansi dengan nasabah besar yang memiliki keterkaitan bisnis yang luas (hulu – hilir) sepanjang mata rantai usahanya (value chain financing) yang bergerak di bidang konstruksi, manufaktur, perdagangan dan telekomunikasi. Program aliansi dengan anchor nasabah Corporate telah terjalin sebanyak 9 nasabah, serta terus mengupayakan peningkatan realisasi value chain dengan nasabah turunannya. Selain itu, pengembangan aliansi dengan 17 anchor nasabah Commercial juga sudah terjalin dengan cukup baik. Selama tahun 2009, revenue yang diperoleh dari implementasi program aliansi di Commercial Banking mencapai Rp 10.9 miliar (meningkat 159% dari periode tahun lalu) dengan peningkatan product holding nasabah menjadi rata-rata 6.68 produk. Selain aliansi, sinergi dengan unit bisnis lain juga dilakukan dalam memasarkan produkproduk unggulan, diantaranya mitra karya, payroll, dan EDC (Electronic Data Capture). Ketiga, pengembangan sistem dan infrastruktur pendukung wholesale transaction melalui peningkatan infrastruktur IT yang salah satunya

dilakukan untuk mendukung implementasi pembaruan Cash Management System (CMS) menjadi Mandiri Cash Management (MCM) melalui Project Cash Management Engine yang dibagi di dalam 2 tahap. Pengembangan Cash Management Engine Tahap I telah selesai dilakukan di tahun 2009, dan pengembangan Cash Management Engine Tahap II serta pengembangan aplikasi End to End Trade Finance masih dalam proses finalisasi. Dengan dukungan infrastruktur IT tersebut, terjadi peningkatan nasabah pengguna Cash Management sebesar 25%, sehingga pada akhir tahun 2009 total pengguna Cash Management (termasuk CMS dan MCM) mencapai 4.733 nasabah. Keempat, peningkatan berkesinambungan dalam penyempurnaan/pengembangan produk dan layanan sesuai dengan karakteritik bisnis nasabah agar produk yang dihasilkan dapat lebih kompetitif di pasar. Di tahun 2009 telah dilakukan pengembangan 16 produk yaitu produk KAD, KSM telekomunikasi, Mandiri Supplier Financing, Giro Premier, Giro Escrow, Kredit Wirausaha Mandiri, Kredit kontraktor pertambangan, Treasury Line, Kredit Multiguna Usaha, Kredit Tanaman Semusim (termasuk khusus untuk tembakau), Kredit Ketahanan Pangan & Energi (KKPE), Rekening Giro untuk Badan Hukum Asing, Pembiayaan kepada End-User, Rekening Global Fund, dan Surat Keterangan Bank. Selain itu, dilakukan juga pengembangan 2 bundling product yaitu Mandiri Giro Solusi, dan Bundling Small untuk Cluster Jababeka – Cikarang. Adapun program bundling difokuskan untuk mendorong peningkatan wholesale transaction dan akuisisi nasabah Small Business.

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

WHOLESALE BANKING Commercial Banking

171

42%

Peningkatan kontribusi margin
Di tahun 2009, kontribusi margin Direktorat Commercial Banking meningkat sebesar 42% atau mencapai Rp 4,4 triliun dari Rp 3,1 triliun di tahun 2008.

Kelima, penyempurnaan bisnis proses yang berkesinambungan, terutama untuk Small Business, yang dilakukan melalui penyederhanaan format Nota Analisa Kredit (NAK), penyederhanaan proses kredit baik untuk kredit perpanjangan maupun kredit baru, perbaikan scoring system, serta mengoptimalkan fungsi verificator. Keenam, inisiatif terkait pengembangan program marketing juga telah terlaksana dengan baik, antara lain telah tersedianya program video Commercial Banking, pemuatan iklan di beberapa media cetak dan elektronik, penyediaan souvenir, brosur dan pelaksanaan sponsorship antara lain pada event terkait oil & gas exhibition, GAPKINDO, Papua Investment Day, dan Trade Expo Indonesia. Ketujuh, peningkatan kualitas SDM melalui pelaksanaan program pelatihan dan pengembangan yang khusus di

desain untuk memenuhi kebutuhan Direktorat Commercial Banking, meliputi leadership, managerial & selling skills, perkreditan dan product knowledge yang ditujukan untuk semua tingkatan pegawai. Untuk mendukung peningkatan product knowledge tim sales Transaction Banking, telah diadakan assessment product transaction, sosialisasi dan pelaksanaan training, termasuk optimalisasi Commercial Banking Academy. Kedelapan, pencapaian kinerja Direktorat Commercial Banking yang baik pada tahun ini dilandasi juga oleh komitmen seluruh jajaran Direktorat Commercial Banking dalam penerapan budaya perusahaan yang kuat dan konsisten, dengan fokus pada penerapan budaya berbasis kinerja (performance culture), peningkatan risk awareness (risk culture), peningkatan kompetensi dan entrepreneurship pegawai (learning & sharing culture), dan

membangun semangat kebersamaan dan kepedulian pegawai (social responsibility culture & teamwork). SASARAN 2010 Sebagai kelanjutan dari proses transformasi Bank Mandiri, di tahun 2010-2014 Bank Mandiri telah menentukan 3 (tiga) area bisnis utama sebagai key success factors, yaitu memperkuat keunggulan di bidang Wholesale Transaction Banking, meningkatan bisnis Retail Payment & Deposit, dan mengembangkan High Yield Business. Rencana jangka panjang 2010-2014 untuk Direktorat Commercial Banking adalah mendukung pertumbuhan market share yang positif, dan tetap menjadi penyedia layanan solusi bisnis yang terbaik dan terkemuka kepada nasabah. Hal ini dilakukan dengan ikut mengambil bagian dalam

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

172

WHOLESALE BANKING Commercial Banking

pengembangan inisiatif terkait Wholesale Transaction Banking, khususnya untuk nasabah Segmen Commercial; dan inisiatif terkait Retail Payment & Deposit dan Business Banking, khususnya dalam pengembangan portfolio dana dan transaksi dari nasabah Segmen Small Business. Untuk mendukung visi Bank Mandiri di bidang Wholesale Banking, Direktorat Commercial Banking akan memberikan pelayanan yang lebih sophisticated, customized dan lengkap. Hal ini dilakukan dengan mengefektifkan aliansi diantara unit kerja sehingga dapat memberikan total solusi bisnis terbaik bagi nasabah melalui pengembangan produk dan layanan yang inovatif serta dapat diandalkan, ketersediaan produk termasuk product bundling yang berkualitas, layanan responsif, dan penetapan harga yang kompetitif. Dengan model Integrated Wholesale Transaction Banking, diharapkan Direktorat Commercial Banking dapat bersaing dengan pesaing utama untuk mendapatkan potensi revenue dari Wholesale Banking Deposit dan fee income di segmen Commercial. Selain itu, pengembangan bisnis Wholesale Transaction, Direktorat Commercial Banking juga akan mendukung bisnis Bank Mandiri melalui peningkatan share of wallet nasabah, peningkatan revenue dari nasabah baru, dan mengendalikan NPL. Agar strategi dapat berjalan secara efektif, efisien dan tepat waktu, maka telah dicanangkan strategi yang fokus untuk Commercial Sales, dimana prioritas strategi yang akan dijalankan adalah mempertahankan posisi Bank Mandiri yang cukup baik di Segmen Large Commercial,

mempercepat pertumbuhan Segmen Middle Commercial di sektor-sektor yang atraktif, serta meningkatkan market share di Segmen Regional Governments melalui pemasaran produk dana & transaction banking. Selain itu, dilakukan penetapan value preposition yang menjadi competitive advantage segmen Commercial, yaitu menciptakan hubungan bisnis yang excellence, dan penawaran solusi yang menjawab kebutuhan nasabah. Adapun kunci untuk mendukung pencapaian tujuan dan strategi di atas adalah model relationship yang berorientasi pada nasabah, proses bisnis yang efisien, performance management yang kuat, dan implementasi inisiatif antar SBU, antara lain dalam bentuk pengembangan program aliansi dan pemberdayaan fungsi CEO Wilayah. Sementara itu, untuk mendukung inisiatif terkait Retail Payment & Deposit dan Business Banking, strategi yang akan dilakukan melalui pengembangan Small Business adalah fokus pada nasabah segmen Small Business dengan usaha berskala besar atau limit kredit di atas Rp 500 juta di wilayah potensial di seluruh Indonesia. Adapun value preposition yang menjadi competitive advantage di segmen Small adalah service yang nyaman dan mudah dari sisi produk dan channel, proses cepat dan transparan, serta penawaran produk yang kompetitif dan responsif terhadap kebutuhan nasabah. Berdasarkan value preposition tersebut, business model yang ditetapkan didasarkan pada relationship-based di BBC serta penyediaan layanan transaction banking melalui multichannel (cabang, electronic channel, call center, dsb.). Adapun kunci untuk mendukung pencapaian tujuan dan strategi tersebut adalah perbaikan

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

WHOLESALE BANKING Commercial Banking

173

terus-menerus di sisi layanan, termasuk re-branding nama Small Business menjadi Business Banking, serta penyelarasan nama sales distribution Small Business dari Small Business District Center (SBDC) menjadi Business Banking Center (BBC). Rebranding tersebut ditujukan untuk lebih menonjolkan fokus bisnis Small Business yaitu memberikan layanan dan pembiayaan untuk pebisnis/ kegiatan produktif. Selain itu dilakukan peningkatan customer facing time dari Relationship Manager, sehigga fokus pada kegiatan selling, peningkatan kompetensi SDM, serta efektifitas program aliansi. Kami juga akan terus berupaya untuk menciptakan SDM yang kompeten, melalui optimalisasi Commercial Banking Academy untuk program pengembangan pegawai dengan lebih terencana, training pegawai, antara lain dalam bentuk pelaksanaan assessment perkreditan dan product knowledge, training soft skills dan hard skills, serta program pengembangan pegawai talent. Selain itu juga akan dilaksanakan forum peningkatan motivasi pegawai dan sharing knowledge antar pegawai, dalam bentuk Motivation Tune Up, Team Leader Forum dan Change Agent Forum minimal 1 (satu) kali dalam setahun. Pengembangan kompetensi SDM tersebut juga didukung oleh implementasi budaya di seluruh unit kerja Direktorat Commercial Banking, dengan fokus program pada peningkatan kinerja dan business process reengineering, peningkatan budaya knowledge management dan effective communication, penciptaan semangat aliansi, jiwa services dan peduli lingkungan.

Pelaksanaan inisiatif tersebut diikuti dengan sistem monitoring yang diharapkan dapat menghasilkan pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkesinambungan. Dengan demikian, kami memiliki keyakinan besar untuk dapat meningkatkan volume bisnis di tahun 2010 sesuai target yang ditetapkan dengan tetap berpegang pada penerapan nilai-nilai budaya Bank Mandiri (Trust, Integrity, Professionalism, Customer Focus, Excellence), dan implementasi Good Corporate Governance secara konsisten dalam mewujudkan “Commercial Banking: Innovate - Lead - Victory”.

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

174

WHOLESALE BANKING Commercial Banking: Bank Syariah Mandiri

BANK SYARIAH MANDIRI
Per 31 Desember 2009, total pembiayaan BSM merupakan 8,09% dari jumlah portfolio kredit Bank Mandiri (konsolidasi). EKUITAS: Total ekuitas BSM tumbuh sebesar Rp 392 miliar (32,44%), yaitu tumbuh dari posisi Rp 1.208 miliar di akhir 2008 ke posisi Rp 1.600 miliar di akhir 2009. BSM membukukan laba sebesar Rp290,982 miliar, dengan Return on Equity (ROE) sebesar 21,41%. Kami terus menguatkan dukungan terhadap BSM salah satunya melalui penambahan modal pada tahun 2009 sebesar Rp 100 miliar, baik dalam bentuk dana tunai. Sejak BSM berdiri hingga akhir 2009, kami tetap merupakan pemegang saham mayoritas BSM dengan menguasai 99,9% saham. Pangsa pasar BSM di industri perbankan syariah Indonesia mencapai 33,30%, asset, 34,26% pembiayaan, dan 37,00% pendanaan. BSM merupakan bank syariah dengan pangsa pasar terbesar di industri perbankan syariah Indonesia. Untuk menunjang kegiatan bisnis, BSM memiliki beragam produk pendanaan, pembiayaan, dan produk jasa-jasa perbankan lainnya. Produk pendanaan BSM terdiri atas berbagai ragam tabungan, deposito, dan giro. Produk pembiayaan terdiri atas pembiayaan konsumer, komersial, dan korporasi. Skema pembiayaan tersebut dapat digunakan untuk membiayai berbagai sektor usaha seperti sektor perdagangan grosir, pertanian, industri, perdagangan retail dan perumahan, sarana dan prasarana umum termasuk telekomunikasi, dll. Pada akhir 2009, porsi terbesar pembiayaan BSM disalurkan pada sektor UMKM (Usaha Menengah, Kecil, dan Mikro), dengan porsi pembiayaan mencapai 61.31% atau Rp 9.8 triliun. BSM juga menawarkan produk-produk jasa perbankan yang lengkap dan modern, meliputi jasa pengiriman uang (remittance) rupiah dan valas baik lokal maupun internasional, pembayaran berbagai macam tagihan (billing) seperti pembayaran listrik, air, telepon, pajak, dll, serta pembelian (purchasing) berbagai macam voucher. Kesemuanya dilayani secara online. Dalam rangka menjangkau seluruh lapisan nasabah, BSM menyediakan produk dan layanan melalui jaringan fisik dan virtual. Jaringan fisik per akhir 2009 meliputi outlet sebanyak 390 buah di 24 provinsi di Indonesia dan jaringan ATM sebanyak lebih dari 40 ribu buah di seluruh wilayah Indonesia dan Malaysia. Jaringan ATM tersebut meliputi jaringan ATM BSM sebanyak 220 buah, ATM Mandiri sebanyak 4.630 buah, ATM Bersama sebanyak 20.096 buah, dan ATM Prima sebanyak 13.663. BSM juga mendukung layanan transaksi perbankan melalui jaringan virtual internet menggunakan BSM Net Banking serta telepon genggam menggunakan layanan SMS Banking dan BSM Mobile Banking GPRS. Fokus pengembangan bisnis Bank Syariah Mandiri agar diarahkan pada bisnis retail banking. Untuk menghadapi persaingan di segmen perbankan syariah yang semakin ketat, maka strategi yang akan dilakukan oleh BSM di tahun 2010 salah satunya melalui pembiayaan segmen high yield termasuk Bisnis Gadai, Warung Mikro, dan CFBC (Consumer Financing Business Center). Selain itu, BSM akan terus memperluas jaringan infrastruktur termasuk jaringan kantor, jaringan ATM, dan peningkatan kualitas SDM.

PT. Bank Syariah Mandiri (BSM) didirikan pada tanggal 1 November 1999. Kinerja keuangan BSM mengalami perkembangan yang menggembirakan, baik aset, pendanaan, pembiayaan, maupun modal, yaitu sebagai berikut: ASET: Tumbuh sebesar Rp 4.945 miliar (28,97%), yaitu tumbuh dari posisi Rp 17.066 miliar di akhir 2008 ke posisi Rp 22.010 miliar di akhir 2009. Dana Pihak ke Tiga (DPK): DPK BSM tumbuh sebesar Rp 4.439 miliar (29,79%), yaitu tumbuh dari posisi Rp 14.899 miliar di akhir 2008 ke posisi Rp 19.338 miliar di akhir 2009. Pada akhir tahun 2009, BSM memiliki lebih dari 1,59 juta rekening pendanaan, baik rekening individu maupun rekening perusahaan. Per 31 Desember 2009, DPK BSM merupakan 6,05% dari jumlah DPK Bank Mandiri (konsolidasi). PEMBIAYAAN: Pembiayaan BSM tumbuh sebesar Rp 2.785 miliar atau 20,97%, yaitu tumbuh dari posisi Rp 13.278 miliar di akhir 2008 ke posisi Rp 16.063 miliar di akhir 2009. Pada akhir tahun 2009, BSM memiliki lebih dari 123 ribu nasabah pembiayaan.

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

WHOLESALE BANKING Commercial Banking: Bank Syariah Mandiri

175

PENGHARGAAN YANG DITERIMA BANK SYARIAH MANDIRI DI 2009

Best Brand dari SWA Magazine (Word of Mouth Marketing Award)

Best HRD dari Indonesia Central Bank (Sharia Acceleration Award) ISO 9001:2000 on banking HRD from Lloyd Register Quality Assurance - London (1st in Indonesia)

Best Loyalty Customer dari InfoBank & MarkPlus (IBLA)

Best Efficiency dari Binis Indonesia (Banking Efficiency Award)

Best Outlet Productivity dari Indonesia Central Bank (Sharia Acceleration Award)

Best Performance Banking 2009 dari ABFI Banking Award (ABFI Institute Perbanas)

Best Sharia Banking dari Karim Business Consulting (KBC)

STP Award, Citibank, New York

Bank Syariah Terbaik dari Globe Media Group

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

176

WHOLESALE BANKING Treasury and International Banking

THOMAS ARIFIN
Direktur Treasury and International Banking Direktorat Treasury & International Banking memiliki peran sentral dalam mengelola assets dan liabilities, menjaga kelangsungan bisnis dari aspek likuditas dan solvabilitas, serta ikut mendorong pertumbuhan kredit dan penghimpunan dana.
Ketika krisis ekonomi global mulai berdampak pada Indonesia di akhir tahun 2008, Bank Mandiri dengan cepat mengambil inisiatif untuk memastikan tingkat likuiditas yang mencukupi, memperkuat struktur pendanaannya, dan meminimalisasi dampak volatilitas nilai tukar valas. Memburuknya perdagangan global sejak kuartal III 2008 telah berdampak negatif pada aktifitas bisnis dan pasar valas di Indonesia. Direktorat Treasury and International Banking Bank Mandiri yang bertanggungjawab atas kegiatan-kegiatan treasury, perbankan internasional dan bisnis pasar modal, berada pada posisi terdepan dalam menerapkan strategi yang proaktif dan tanggap bagi Bank Mandiri dalam menghadapi dampak dari ketidakpastian yang diakibatkan oleh krisis ekonomi secara global. KINERJA TAHUN 2009 Walaupun menghadapi berbagai tantangan di tahun 2009, direktorat Treasury and International Banking Bank Mandiri menunjukkan kinerja yang positif sepanjang tahun ini. Total contribution margin mencapai Rp 1,38 triliun di tahun 2009 meningkat 71.86% dibanding tahun 2008 yang sebesar Rp 803 miliar Pendapatan fee based mencapai Rp 996,0 miliar di tahun 2009, atau meningkat sebesar 8,5% dibanding tahun 2008. Pendapatan dari transaksi valuta asing memberikan kontribusi sebesar Rp 511,1 miliar terhadap keseluruhan pendapatan fee based di tahun 2009. Total nilai transaksi valuta asing dengan nasabah mencapai US$29,66 miliar, dan transaksi

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

WHOLESALE BANKING Treasury and International Banking

177

TOTAL LOANS (Rp. Trilliun)

TOTAL DEPOSITS (Rp. Trilliun)

OPERATING PROFIT (Rp. Trilliun)

‘07

‘07

‘07

‘08

‘08

‘08

‘09

‘09

‘09

1 Valas Rupiah

2

3

4

5

1 Valas Rupiah

2

3

4

5

0.5

1

1.5

2

2.5

FEE INCOME (Rp. Triliun)

OVERHEAD EXPENSES (Rp. Miliar)

LOAN YIELD (%)

‘07

‘07

‘07

‘08

‘08

‘08

‘09

‘09

‘09

0,5

1

1,5

2

2,5

30

60

90

120

150

3 Valas Rupiah

6

9

12

15

Personel General & Administrative

COST OF LIABILITIES (%)

DISTRIBUTIONS

‘07

‘07

‘08

‘08

‘09

‘09

3 Valas Rupiah

6

9

12

15

4

8

16

28

32

Regional Treasury Marketing (RTM) Sub Regional Treasury Marketing (Sub RTM)

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

178

WHOLESALE BANKING Treasury and International Banking

TREASURY & INTERNATIONAL BANKING

IMAN NUGROHO SOEKO International Banking & Capital Market Services Group

VINCENT NANGOI Treasury Group

valuta asing interbank mencapai US$36,93 miliar di tahun 2009. Basis nasabah Bank Mandiri yang besar dan adanya perluasan usaha treasury melalui unit Regional Treasury Marketing (RTM) yang terdapat di berbagai kota besar di Indonesia. Hal ini mendorong perluasan pangsa pasar Bank Mandiri untuk transaksi valuta asing dengan nasabah menjadi 17% di tahun 2009 dari 13% di tahun 2008. Selain transaksi valuta asing, Bank Mandiri juga melayani transaksi surat berharga baik untuk segmen korporasi maupun ritel. Hal tersebut tidak hanya memperkuat customer based tetapi juga menjadi salah satu sumber penerimaan fee based income untuk transaksi surat berharga Bank Mandiri juga berhasil meningkatkan pertumbuhan dananya. Di tahun 2009, total dana masyarakat meningkat sebesar 18,13% menjadi Rp 5,77 triliun di akhir tahun. Sebagai bagian dari langkah Bank Mandiri untuk memperkuat struktur pendanaan serta antisipasi menghadapi dampak krisis ekonomi global, Bank Mandiri telah melakukan penjajakan dan mendapatkan komitmen pendanaan dan international trade finance line

sebesar US$ 500 juta dari Asian Development Bank (ADB), International Finance Corporation (IFC), dan Agence Française de Développement (AFD) pada bulan November 2009, yang dapat digunakan untuk mendanai aktifitas usaha. Kemampuan Bank Mandiri untuk mendapatkan komitmen pendanaan melalui institusi keuangan internasional seperti ADB dan IFC membuktikan tingkat kepercayaan dan keyakinan yang tinggi di kalangan komunitas keuangan internasional terhadap Bank Mandiri. Direktorat Treasury and International Banking Bank Mandiri juga menyalurkan pinjaman sebesar Rp 4,48 triliun atau meningkat sebesar 3,8% dari tahun 2008. Meningkatnya pendanaan dan kredit ini berdampak pada pendapatan bunga bersih dari direktorat Treasury and International Banking yang mencapai Rp 671,2 miliar pada tahun 2009. Selain itu Bank Mandiri juga memfokuskan pada perluasan jangkauan produk dan jasanya di seluruh Indonesia serta pasar internasional. Dengan dukungan oleh 28 kantor cabang yang terdapat di seluruh Indonesia, RTM membantu nasabah dalam pengelolaan transaksi valas mereka serta memberikan solusi treasury lainnya dengan lebih efisien sebagai bagian nilai tambah dari fasilitas dan infrastruktur modern yang telah dimiliki di tahun sebelumnya. Komitmen untuk memberikan harga dan solusi yang kompetitif bagi nasabah menempatkan Bank Mandiri dalam posisi terdepan dalam transaksi treasury. Bank Mandiri juga memperluas kerjasamanya dengan hampir 1.200 bank koresponden yang terdapat di 106 negara untuk aspek pembiayaan perdagangan (trade finance), solusi

treasury, remittance/pengiriman uang dan risk sharing. Bank Mandiri telah mendirikan Mandiri International Remittance di Malaysia, dimana institusi ini akan membantu pekerja asal Indonesia di Malaysia untuk mengirim uang ke keluarga mereka di tanah air. Selanjutnya, Bank Mandiri juga membangun kerjasama dengan bank koresponden di Cina seperti Bank of China dan Industrial Commercial Bank of China (ICBC). Inisiatif Bank Mandiri di Malaysia dan Cina akan meningkatkan aktifitas perdagangan Indonesia dengan Malaysia dan Cina selain negara-negara di Asia Pasifik lainnya seperti Korea, Jepang, Taiwan, dan Brunei Darusalam. Cabang-cabang Bank Mandiri di Hong Kong dan London juga telah berhasil membukukan kinerja positifnya di tengah iklim ekonomi global yang masih belum pasti. Pada tahun 2009, kantor luar negeri Bank Mandiri mencatatkan keuntungan sebesar Rp 213,5 miliar. Pada tahun 2009, Bank Mandiri secara aktif mempromosikan Mandiri Direct Settlement (MDS), untuk membantu memfasilitasi pengiriman dalam mata uang dolar AS dari Bank Mandiri ke bank lokal serta sebaliknya dengan tingkat efisiensi biaya dan waktu yang lebih tinggi tanpa harus melalui bank koresponden yang berada di Amerika Serikat. Sejak peluncuran perdananya pada tahun 2007, sistem MDS ini telah membuktikan bahwa kehadirannya lebih dari sekedar memenuhi permintaan pasar seperti yang tercermin dari bertambahnya jumlah bank lokal yang berpartisipasi dalam program ini. Untuk bisnis pasar modal, Bank Mandiri terus memperkokoh dominasinya di Indonesia melalui kerjasama dengan sekitar 60% perusahaan anggota bursa

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

WHOLESALE BANKING Treasury and International Banking

179

Pada tahun 2009 Bank Mandiri telah membuka Mandiri International Remittance di Malaysia sebagai salah satu awal perjalanan Bank Mandiri untuk meningkatkan daya saing di kawasan Asia Tenggara.

lokal atau 72 dari 121 perusahaan yang telah menunjuk Bank Mandiri sebagai payment bank di tahun 2009. Prestasi Bank Mandiri ini tercermin dalam volume Asset Under Management (AUM) yang mencapai dua kali lebih besar di tahun 2009 sebesar Rp 5,7 triliun dibandingkan Rp 2,5 triliun pada tahun 2008. Selain menyediakan jasa payment bank, Direktorat Treasury & International Banking juga memberikan layanan pasar modal lain seperti kustodian, jasa wali amanat, escrow agent, paying agent, security agent dan receiving bank bagi emiten yang akan melaksanakan Initial Public Offering (IPO). TANTANGAN DAN PELUANG DI TAHUN 2010 Pada tahun 2010, Direktorat Treasury and International Banking akan terus memantau dampak pemulihan ekonomi secara global terhadap Indonesia, khususnya pada kinerja perdagangan

internasional. Strategi yang dimiliki Bank Mandiri dan pendekatan bisnis secara proaktif, sistem manajemen risiko yang komprehensif, komitmen transparansi untuk memberikan informasi tepat waktu kepada nasabah, kolaborasi yang berkelanjutan dalam unit usaha yang beragam, perluasan produk dan distribusi, serta peningkatan secara konsisten dalam kualitas pelayanan merupakan kunci tercapainya kinerja yang positif terlepas dari tantangan yang dihadapi sepanjang tahun 2009. Kami sangat optimis akan dapat terus meningkatkan kinerja kami di tahun 2010 dengan memperkuat manajemen risiko dan mengambil langkah-langkah inisiatif baru. Direktorat Treasury and International Banking akan terus menyediakan pendanaan yang dibutuhkan untuk meningkatkan kepemilikan high

yield asset Bank Mandiri. Dalam rangka mengembangkan transaksi wholesale banking, Direktorat akan terus mengembangkan pelayanan nasabah dalam transaksi valuta asing serta surat berharga, meningkatkan kemudahan akses nasabah untuk melakukan transaksi dan pada waktu yang bersamaan, meningkatkan dan mengoptimalisasi berbagai unit usaha dan mitra perbankan Bank Mandiri. Sistem transaksi valuta asing secara online akan diperluas untuk memberikan layanan yang lebih cepat dan efisien kepada nasabah. Di waktu bersamaan, pengucuran kredit akan dilakukan seiring dengan pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Kedepannya Bank Mandiri akan terus membangun kinerja yang kokoh di bidang treasury, perbankan internasional dan bisnis pasar modal guna mencapai prestasi-prestasi baru di tahun 2010.

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

180

WHOLESALE BANKING Special Asset Management

ABDUL RACHMAN
Direktur Special Asset Management Rasio gross NPL Bank Mandiri dapat diturunkan secara signifikan dari 4,7% menjadi 2,6%, jauh dibawah target yang ditetapkan.
Direktorat Special Asset Management (Direktorat SAM) bertugas menangani kredit-kredit bermasalah (Non Performing Loan/ NPL), mengelola kepemilikan saham pada perusahaan-perusahaan anak non core business, properti terbengkalai serta aktiva (ATTB Non produktif). Tugas utama Direktorat SAM adalah melakukan restrukturisasi kredit atas debiturdebitur yang dinilai masih memiliki prospek yang baik, melakukan upaya penyelesaian kredit pada debitur yang sudah tidak memiliki prospek, melakukan divestasi kepemilikan saham perusahaan non core serta optimalisasi penggunaan dan divestasi terhadap properti terbengkalai maupun ATTB non Produktif. Dalam menjalankan tugasnya, Direktorat SAM didukung oleh kekuatan internal yang dimiliki, antara lain organisasi yang efektif dan efisien, para Recovery Manager yang mempunyai kompetensi dan pengalaman tinggi serta Legal officer yang tersebar di setiap wilayah. Namun demikian disadari juga bahwa masih banyak tantangan yang harus dihadapi, seperti besarnya portofolio dan jumlah debitur yang ditangani yang menyebabkan penanganan debitur

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

WHOLESALE BANKING Special Asset Management

181

TOTAL LOANS (Rp. Triliun)

NPL (%)

RESTRUKTURISASI (Rp. Triliun)

‘07

‘07

‘07

‘08

‘08

‘08

‘09

‘09

‘09

5 Valas Rupiah

10

15

20

25

20 Valas Rupiah

40

60

80

100

2

4

6

8

10

COLLECTION POKOK (Rp. Triliun)

COLLECTION BUNGA (Rp. Triliun)

COLLECTION OFF- BALANCE SHEET (Rp. Triliun)

‘07

‘07

‘07

‘08

‘08

‘08

‘09

‘09

‘09

2

4

6

8

10

1

2

3

4

5

1

2

3

4

5

FEE INCOME (Rp. Miliar)

OVERHEAD EXPENSES (Rp. Miliar)

JUMLAH PEGAWAI

‘07

‘07

‘07

‘08

‘08

‘08

‘09

‘09

‘09

100

200

300

400

500

20

40

60

80

100

100

200

300

400

Personel General & Administrative

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

182

WHOLESALE BANKING Special Asset Management

SPECIAL ASSET MANAGEMENT E. WISETO BAROTO Credit Recovery I Group

HENRY SIHOTANG Credit Recovery II Group

harus berdasarkan prioritas. Masalah lain yang dihadapi terkait adanya masalah hukum serta peraturanperaturan yang membatasi Bank Mandiri sebagai BUMN dalam melakukan restrukturisasi kredit macetnya. Selama tahun 2009, kami mencatat beberapa inisiatif telah dapat dilaksanakan dengan baik. Inisiatif-inisiatif tersebut adalah pelaksanaan restrukturisasi dan pelunasan kredit bermasalah sehingga rasio gross NPL Bank Mandiri dapat diturunkan secara signifikan dari 4,7% menjadi 2,6%, melampaui target yang ditetapkan: Collection kredit ekstrakomtabel sebesar Rp. 2.071 miliar. Sementara total restrukturisasi yang berhasil diselesaikan di tahun 2009 adalah Rp. 5.521 miliar sehingga coverage PPA terhadap NPL akhir tahun 2009 dapat ditingkatkan menjadi di atas 200%; serta melakukan divestasi terhadap kepemilikan saham pada perusahaan non-core business maupun properti terbengkalai atau ATTB Non Produktif dengan nilai total sebesar Rp. 218 miliar (termasuk di antaranya penjualan asset ex Golden Key Group dan pengalihan BOT UGBDN sebesar Rp. 131 miliar). Krisis ekonomi pada awal tahun 2009 telah memberikan dampak yang signifikan terhadap kinerja debitur terutama yang berorientasi ekspor, terdapat beberapa debitur yang turun kolektibilitas yang kemudian dilakukan restrukturisasi sederhana sehingga dapat membaik

AGUS SUDIARTO Asset Management Group

kembali. Pelaksanaan penyelesaian kredit bermasalah melalui legal action (baik somasi, eksekusi Hak Tanggungan, pengajuan pailit maupun gugatan perdata) telah dilakukan terhadap 23 debitur dengan nilai kewajiban sebesar Rp. 5,745 miliar. Selain itu, kami juga secara aktif melakukan lelang agunan atas asset debitur. Beberapa debitur besar yang berhasil dilelang agunannya antara lain Suba Indah dan Anugrah Lingkar Selatan dengan collection masing-masing Rp. 101 miliar dan Rp. 264 miliar. Beberapa debitur masih dalam pembahasan restrukturisasi untuk menurunkan kredit bermasalah. Langkah antisipasi penambahan kredit bermasalah dengan terus meningkatkan kerjasama dengan Business Unit melalui implementasi early warning system terhadap debitur yang masih performing, yaitu dengan melaksanakan early restructuring dan joint effort dalam rangka simple restructuring debitur kelolaan Bisnis Unit. Hal ini penting karena kami dapat mendeteksi lebih dini atas permasalahan debitur, memberikan solusi dengan segera dan akhirnya dapat mencegah kesulitan debitur menjadi lebih buruk yang pada akhirnya berpengaruh pada kualitas kreditnya. Terhadap debitur existing paska restrukturisasi, kami melaksanakan loan monitoring secara intensif, serta melakukan tindakan-tindakan antisipatif terhadap permasalahanpermasalahan debitur yang mungkin terjadi dengan tetap berpedoman

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

WHOLESALE BANKING Special Asset Management

183

Pelaksanaan penyelesaian kredit melalui legal action telah dilakukan terhadap 23 debitur dengan nilai kewajiban sebesar Rp. 5,7 triliun.

pada ketentuan yang ada. Hubungan baik dengan calon investor potensial tetap dijaga untuk mendapatkan peluang melaksanakan divestasi saham dan fixed asset pada saat ini maupun pada masa yang akan datang. Dengan langkah-langkah antisipatif ini, kami yakin bahwa pelaksanaan legal action dan restrukturisasi secara bersama-sama dengan Business Unit dan Risk Management Unit akan lebih meningkatkan kinerjanya di tahun 2010. Untuk itu, kami akan melakukan legal action lanjutan kepada 15 debitur nonkooperatif dengan total kewajiban sebesar Rp. 2.300 miliar dan percepatan restruktrurisasi kepada debitur non performing loan yang masih tersisa.

Dalam kerangka pengembangan Bank Mandiri, penurunan atas asset bermasalah terus dilakukan dan menjaga NPL berada di level yang rendah dengan terus menerus mengupayakan upaya restrukturisasi dan collection secara efektif.

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

184

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

185

RETAIL BANKING

MENEMBUS BATAS KEINGINAN

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

186

RETAIL BANKING Micro and Retail Banking

BUDI G. SADIKIN
Direktur Micro and Retail Banking Direktorat MRB berhasil mengoptimalkan interest margin dan mengendalikan cost of fund dengan mengupayakan peningkatan portofolio micro loan dan perbaikan komposisi dana murah melalui peningkatan penghimpunan dana ritel, khususnya produk giro dan tabungan.
MICRO & RETAIL BANKING Upaya transformasi yang dilakukan oleh Direktorat Micro & Retail Banking pada tahun 2009 menghasilkan pencapaian-pencapaian baru yang penting, baik dari sisi pangsa pasar, komposisi pendanaan, fee based, basis nasabah, kanal transaksi dan cakupan distribusi. Berbagai pencapaian baru tersebut berhasil diraih di tengah berbagai tantangan yang harus dihadapi sebagai akibat dari memburuknya perekonomian global yang sempat memicu terjadinya pengetatan likuiditas di sektor perbankan Indonesia pada semester pertama tahun 2009. PERTUMBUHAN DAN PERLUASAN YANG BERKESINAMBUNGAN DI 2009 Walaupun harus menghadapi berbagai tantangan di tahun 2009, direktorat Micro & Retail Banking tetap fokus pada strategi utamanya yaitu memperluas basis nasabah, memperbaiki komposisi pendanaan, memperkuat loyalitas nasabah serta memperluas pondasi jaringan dan transaksi yang dimiliki. Jumlah rekening di direktorat Micro & Retail Banking di tahun 2009 mencapai 9,9 juta rekening, meningkat sebesar 15% dibandingkan pada tahun 2008. Untuk mendukung perluasan usaha, direktorat Micro & Retail Banking juga menambah jumlah cabang. Pada tahun 2009, direktorat ini menambah 68

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

RETAIL BANKING Micro and Retail Banking

187

TOTAL LOANS (Rp. Trilliun) 1)

TOTAL DEPOSITS (Rp. Trilliun) 2)

CONTRIBUTION MARGIN (Rp. Triliun)

‘07

‘07

‘07

‘08

‘08

‘08

‘09

‘09

‘09

4 Valas Rupiah

8

12

16

20

35 Valas Rupiah

70

105

140

175

1

2

3

4

5

FEE INCOME

(Rp. Triliun)

OVERHEAD EXPENSES (Rp. Triliun)

LOAN YIELD (%)

‘07

‘07

‘07

‘08

‘08

‘08

‘09

‘09

‘09

0,5

1

1,5

2

2.6

0,5

1

1,5

2

2,5

5 Valas Rupiah

10

15

20

25

Personel General & Administrative

COST OF LIABILITIES (%)

NPL (%)

DISTRIBUTIONS
‘07 ‘08 1,027 600 33 4,120 27,611 ‘09 1,095 800 39 4,996 33,732

‘07

‘07

Cabang Outlet Micro

956 300 27 3,186 23,690

‘08

‘08

Priority Outlet Mandiri ATM

‘09

‘09

Mandiri EDC

2 Valas Rupiah

4

6

8

10

2

3

4

5

6

1) Mulai tahun 2009 kredit small business dialihkan pengelolaannya ke Direktorat Commercial 2) Mulai tahun 2009 sebagian pengelolaan dana pendapatan dialihkan dari commercial banking ke micro & retail banking

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

188

RETAIL BANKING Micro and Retail Banking

MICRO & RETAIL BANKING

HERI GUNARDI Jakarta Network Group

cabang baru sehingga jumlah cabang secara total meningkat menjadi 1.095 dari 1.027 cabang pada tahun 2008. Dan Bank Mandiri melayani nasabah perbankan mikro melalui 800 outlet di seluruh Indonesia. Bank Mandiri juga memperluas jaringan kantor untuk melayani nasabah perbankan prioritas yang dimilikinya dan pada tahun 2009 menambah 6 outlet Mandiri Prioritas baru dan 10 lounge baru sehingga secara total saat ini terdapat 39 Priority Outlets dan 50 Lounges di seluruh Indonesia. Selain jaringan kantor cabang, Bank Mandiri juga memperluas jaringan ATM dan mobile banking yang dimilikinya. Sepanjang tahun 2009, Bank Mandiri menambah 876 unit ATM baru sehingga total jaringan ATM yang dimiliki Bank Mandiri di seluruh Indonesia mencapai 4.996 unit. Selama 2009, ATM Bank Mandiri memfasilitasi lebih dari 512,2 juta transaksi. Transaksi kartu debit mencapai 15,4 juta transaksi pada tahun 2009, atau peningkatan sebesar 34,8% dari tahun 2008. Usaha kartu debit Bank Mandiri mencapai tonggak sejarah baru di tahun 2009 dengan memperoleh penghargaan “Program Pemberian Hadiah Terbaik untuk Kartu Debit di Indonesia” (“The Best Reward Program for Debit Card in Indonesia”) dari Lafferty Group. Bank Mandiri juga telah mengeluarkan 20 unit mobile banking yang siap memberikan jasa perbankan ritel kepada nasabah seperti layanan uang tunai, ATM, pembukaan rekening, dan internet banking. Unit-unit mobile banking tersebut telah tersedia di beberapa kota yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, Palembang, Batam,

MARWAN BUDIARSYAH Regional Network Group

TARDI Micro Business Group

WIDHAYATI DARMAWAN Mass & Electronic Banking Group

INKAWAN D. JUSI Wealth Management Group

Semarang, Malang, Yogyakarta, Pekanbaru, Makasar, Balikpapan, dan Denpasar. Dan sebagai salah satu bagian dari strategi untuk meningkatkan kemampuan transaksi perbankan, Bank Mandiri secara berkesinambungan memperluas dan meningkatkan jasa nilai tambah (value add service) yang ditawarkan melalui jalur online termasuk SMS, internet, dan EDC. Pada tahun 2009, transaksi perbankan melalui internet (internet banking) tumbuh sebesar 175,6% menjadi 43,5 juta transaksi, sementara transaksi melalui SMS meningkat sebesar 86,2% menjadi 141,4 juta transaksi termasuk non-financial transaction. Pertumbuhan yang sangat signifikan dari transaksi online ini menandakan tingginya tingkat kepercayaan dan keyakinan yang dimiliki para nasabah ritel terhadap mekanisme transaksi online atau e-channels yang dimiliki Bank Mandiri. Pada tahun 2009, direktorat Micro & Retail Banking juga melakukan kerjasama dengan unit-unit bisnis Bank Mandiri lainnya dalam memperkenalkan sistem pembayaran ritel baru untuk para nasabah Jasa Marga (operator jalan tol) dan Pertamina (perusahaan minyak dan gas milik negara). Jumlah total pengguna Kartu e-toll mencapai 99.454 pada tahun 2009 dan jumlah ini diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan akan dibukanya beberapa ruas jalan tol baru pada tahun 2010. PERBAIKAN KOMPOSISI PENDANAAN Bank Mandiri terus memperbaiki komposisi pendanaannya sepanjang tahun. Pada tahun 2009, jumlah dana pihak ketiga di direktorat Micro & Retail Banking mencapai Rp187,7 triliun,

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

RETAIL BANKING Micro and Retail Banking

189

meningkat 17,9% dari tahun 2008. Karena Bank Mandiri harus menjaga kestabilan tingkat likuiditas, jumlah deposito pada tahun 2009 meningkat sebesar Rp 6,8 triliun menjadi Rp 75,3 triliun dibandingkan dengan Rp 68,5 triliun pada tahun 2008. Tabungan meningkat sebesar 19,54% menjadi Rp103,3 triliun dari Rp 86,4 triliun pada tahun 2008. Pada tahun 2009, tabungan memberikan kontribusi sebesar 55,1% dari total dana pihak ketiga dibandingkan dengan 52,0% pada tahun 2008. Keberhasilan Bank Mandiri dari sisi produk tabungan ini diakui oleh kalangan industri perbankan dan diberi penghargaan pada posisi kedua untuk kategori Rekening Tabungan terbaik oleh Penghargaan Loyalitas Perbankan Indonesia (The Indonesian Bank Loyalty Award) tahun 2008-2009. Outlet Mandiri Prioritas dengan cabang-cabang regular kelolaan nya yang menjual produk-produk segment wealth management selama tahun 2009 telah berhasil menjual sukuk retail dan meraih prestasi dengan ditetapkannya Bank Mandiri sebagai Agen Penjual terbaik kategori Bank untuk penerbitan dan penjualan Sukuk Ritel seri SR-001, dimana kontribusi penjualan Bank Mandiri sebesar Rp. 1,37 triliun (24,7% dari market share penjualan nasional). Disamping itu, keberhasilan dalam menjual obligasi retail juga membawa Bank Mandiri ditetapkan sebagai Agen penjual terbaik ORI 006 dengan penjualan yang dicapai sebesar Rp. 1,58 triliun (18,6% dari market share penjulan nasional). Portofolio kredit untuk usaha kecil dan menengah tumbuh sebesar 12,3% menjadi Rp 23 triliun pada tahun

2009, sementara jumlah kredit mikro meningkat sebesar 44% menjadi Rp.3,8 triliun. Walaupun pembukuan kredit melonjak dengan pesat, Bank Mandiri pada tahun 2009 tetap dapat menjaga tingkat NPL gross yang rendah untuk portofolio usaha kecil dan menengah serta untuk nasabah perbankan mikro yaitu masing-masing sebesar 2,3% dan 1,2%. Direktorat ini juga menyalurkan Kredit Usaha Rakyat atau KUR sebesar Rp 1,04 triliun, terutama melalui koperasi dan kelompok tani, yang mencapai 36.798 nasabah. Tingkat NPL gross untuk portofolio kredit KUR adalah sebesar 1,9% pada tahun 2009. SINERGI DENGAN ANAK PERUSAHAAN Usaha perbankan mikro Bank Mandiri sebagian dilakukan melalui anak perusahaannya, yaitu Bank Sinar Harapan Bali (BSHB). Bank yang merupakan salah satu penyedia jasa mikro utama di Bali tersebut memiliki 99 kantor cabang di seluruh Bali. BSHB membukukan keuntungan bersih sebesar Rp 12,8 miliar pada tahun 2009, meningkat 50,65% dari tahun 2008. Jumlah aset yang dimiliki bank tersebut mencapai Rp 651,61 miliar pada tahun 2009, meningkat sebesar 63,6% dari tahun 2008. Portofolio kredit difokuskan untuk nasabah pada segmen jasa, hotel, dan restoran, yang merupakan sektor-sektor utama perekonomian di Bali. Sinergi Bank Mandiri dengan anak perusahaan AMFS di tahun 2009, menghasilkan pendapatan premi sebesar Rp1,59 triliun dan memberikan kontribusi feebased Rp 149 miliar bagi Bank Mandiri. Sementara Aset AMFS mencapai Rp6,0 triliun dengan rasio Risk based capital mencapai 790.5% jauh melebihi

dari persyaratan dari Departmen Keuangan yang sebesar 120%, AMFS selain meberikan pelayanan produk asuransi jiwa ke segmen retail individu juga memberikan layanan produk bagi nasabah pemegang kartu kredit dan nasabah consumer loan Bank Mandiri. Dengan kinerja yang baik selama tahun 2009 AMFS memperoeh penghargaan dari majalah Media Asuransi sebagai Best Life Insurance Company, penghargaan dari Asosiasi Asuransi Jiwa (AAJI) sebagai Top Agent by Company 2008, Bancassurance Top Policy 2008, runner up Bancassurance Rookie of The Year 2008 , penghargaan dari lembaga Omnitouch International sebagai “The Best Customer Education 2009. Sinergi Bank Mandiri dengan anak perusahaan PT. Mandiri Manajemen Investasi (MMI) sampai dengan tahun 2009, menghasilkan penjualan produk AUM reksadana Rp 5.71 trilun yang tersedia pada 487 cabang Bank Mandiri sebagai distributor agen penjual/ referral yang memiliki Lisensi WAPERD dari Bapepam dan di 14 distributor (agen penjual reksadana) lain nya yang tersebar di Indonesia dan 1 (satu) distributor berada di luar negeri. Sedangkan total penjualan produk AUM reksadana pada distributor selain Bank Mandiri mencapai Rp 8.90 triliun. Selama Tahun 2009, MMI telah berhasil membukukan pendapatan gross 107,58 miliar dan membukukan laba bersih sebesar Rp10.98 miliar. Sementara itu, aset MMI per 31 December 2009 tercatat sebesar Rp 93.32 miliar. MMI menyediakan beragam layanan jasa pengelolaan dana dalam bentuk: Reksa Dana (Mutual Fund) Pasar

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

190

RETAIL BANKING Micro and Retail Banking

Uang, Pendapatan Tetap, Campuran, Saham dan Reksa Dana Terstruktur, Discretionary Fund, dan Penasihat Investasi (Advisory). Selama tahun 2009, MMI telah meluncurkan 25 Reksa Dana yang terdiri dari 22 Reksa Dana Terproteksi, 1 Reksa Dana Penyertaan Terbatas, dan 2 Reksa Dana Konvensional (yaitu Mandiri Investa Dana Syariah dan Mandiri Investa Keluarga). Market share MMI telah meningkat dari 9,53% di tahun 2008 menjadi 12,71%. di tahun 2009 dan Asset Under Management kelolaan meningkat 88,6% dari Rp7,75 triliun di tahun 2008 menjadi Rp14,62 triliun di tahun 2009. Berpegang pada prinsip “Berawal dari Kepercayaan” dan implementasi terhadap international best practice, MMI selalu memberikan pelayanan terbaik terhadap seluruh pemangku kepentingan seperti rekan bisnis dan juga investor, yang dibuktikan dengan pengakuan publik terhadap keberhasilan MMI dalam mengelola perusahaan maupun produknya dalam berbagai penghargaan: • Reksa Dana Pasar Uang Terbaik 2009 untuk produk Mandiri Investa Pasar Uang dari Majalah Investor • Reksa Dana Campuran Syariah Terbaik 2007, 2008, 2009 untuk produk Mandiri Investa Syariah Berimbang dari Majalah Investor • Dana Kelolaan Terbesar Kategori Capital Market 2009 untuk produk • Mandiri Investa Atraktif Syariah dari Karim Business Consulting

PROGRAM WIRAUSAHA MUDA MANDIRI Sadar akan pentingnya peran wirausahawan dalam perekonomian Indonesia, Bank Mandiri melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) melaksanakan serangkaian kegiatan untuk mendorong munculnya figur wirausaha masa depan di Indonesia. Pada tahun ketiga, program Wirausaha Mandiri telah menyelesaikan penyusunan Modul Kewirausahaan bekerjasama dengan Univesitas Indonesia (UI), Institut Tehnologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Padjajaran (UNPAD) dan Institut Tehnologi Sepuluh November Surabaya, menyelenggarakan Workshop Wirausaha Mandiri di 9 kota besar di Indonesia yang berhasil menarik 6.117 mahasiswa dan caloncalon wirausahawan, memberikan beasiswa kepada 1.680 mahasiswa dari 56 PTN/PTS diseluruh Indonesia, dan tetap memberikan Penghargaan Wirausaha Mandiri kepada generasi muda yang telah berhasil berwirausaha dan menjadikan generasi muda sebagai ikon generasi muda yang sukses dan beretika. SASARAN DI TAHUN 2010 Memasuki tahun 2010, direktorat Micro & Retail Banking akan terus mengupayakan tercapainya visi untuk menjadi retail franchise yang terdepan. Hal ini dapat dicapai melalui berbagai program strategis. Pertama-tama adalah dengan memperluas jaringan Micro & Retail Banking dengan menambah setidaknya 60 kantor cabang, lebih dari 2.000 jaringan ATM, dan 25.000 fasilitas EDC baru.

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

RETAIL BANKING Micro and Retail Banking

191

8,7

juta nasabah

Tumbuh berkesinambungan lebih dari 8,7 juta nasabah dan 10 juta rekening, mengandalkan infrastruktur layanan terluas dan kanal elektronik yang handal dengan kualitas terbaik.

Jumlah outlet perbankan mikro akan ditingkatkan sehingga menjadi sekitar 1000 cabang sampai dengan akhir tahun 2010. Kedua adalah dengan memperkuat posisi dan reputasi Bank Mandiri di mata para nasabah. Hal ini termasuk kegiatan promosi produk tabungan bank melalui tayangan “Mandiri Fiesta”, yaitu sebuah program tayangan yang cukup sukses dan menerima peringkat yang tinggi serta pangsa top of mind diantara berbagai program TV di Indonesia. Ketiga adalah menyempurnakan tingkat pelayanan di seluruh kegiatan usaha secara terus-menerus. Hal ini termasuk memperluas penerimaan murid di Akademi Micro & Retail Banking yang dimiliki Bank, yang menyediakan beberapa program yang terdiri dari pengelolaan kantor

cabang, sekolah usaha mikro, dan sekolah manajemen ritel dan wealth management. Keempat adalah melalui peningkatan aliansi silang dan sinergi dengan unit-unit bisnis lain dan anak-anak perusahaan. Melalui berbagai tindakan strategis tersebut dan secara konsisten menjamin pemberian layanan yang berkualitas kepada para nasabah Micro & Retail Banking, Bank Mandiri optimis dapat menjadi bank mikro dan ritel pilihan utama di Indonesia.

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

192

RETAIL BANKING Micro and Retail Banking

BANK SINAR HARAPAN BALI
Pada tahun 2009 BSHB berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp11,9 miliar meningkat 34,83% dari tahun sebelumnya. Sementara itu, aset BSHB per 31 Desember 2009 tercatat sebesar Rp 648,2 miliar (tumbuh 62.74%) dengan rasio kecukupan modal CAR sebesar 25,57%. Rasio-rasio keuangan lainnya juga menunjukan performa yang baik yaitu LDR 97,45%, NIM 12,37%, ROA 3,68%, ROE 11,48% dan NPL gross 0,68%. Sebagai bank yang fokus pada segmen Mikro dan Kecil, BSHB menerapkan stategi pengembangan usaha dengan membangun cabang-cabang yang berada dekat pada target pasarnya yaitu nasabah segmen mikro. Pada tahun 2009 ini BSHB telah membuka 33 kantor cabang baru sehingga total BSHB telah memiliki 99 kantor cabang yang tersebar di seluruh Bali. Portofolio pembiayaan Mikro dan Kecil BSHB meliputi 88% dari total kredit yang disalurkan, dan 59% diantaranya disalurkan pada usaha produktif yaitu untuk pembiayaan di sektor perdagangan, restoran dan hotel yang merupakan segmen usaha yang berkembang di Bali.

Bank Sinar Harapan Bali (BSHB) merupakan salah satu bank terkemuka di Provinsi Bali yang fokus pada pembiayaan segmen mikro dan kecil yang berdiri sejak tahun 1970 dan diakuisisi oleh Bank Mandiri pada bulan Mei 2008. Hasil proses akuisisi tersebut, BSHB menjadi perusahaan patungan antara Bank Mandiri (80%) dan pemegang saham lainnya (20%).

PT. MANDIRI MANAJEMEN INVESTASI

agen penjual/ referral yang memiliki Lisensi Waperd dari Bapepam dan di 14 distributor (agen penjual reksadana) yang tersebar di Indonesia dan 1 (satu) distributor berada di luar negeri. Selama Tahun 2009, Mandiri Investasi telah berhasil membukukan pendapatan Rp 107,6 miliar dan membukukan laba bersih sebesar Rp10.97 miliar. Sementara itu, aset Mandiri Investasi per 31 Desember 2009 tercatat sebesar Rp 93,32 miliar dengan rasio kecukupan modal (MKBD, yang merupakan indikator kesehatan perusahaan manajemen investasi), 14 kali dari ketentuan. Mandiri Investasi menyediakan beragam layanan jasa pengelolaan dana dalam bentuk: Reksa Dana (Mutual Fund) Pasar Uang, Pendapatan Tetap, Campuran,

Saham dan Terproteksi, Discretionary Fund, dan Penasihat Investasi (Advisory). Pada tahun 2009, Mandiri Investasi telah meluncurkan 25 Reksa Dana yang terdiri dari 22 Reksa Dana Terproteksi, 1 Reksa Dana Penyertaan Terbatas, dan 2 Reksa Dana Konvensional (yaitu Mandiri Investa Dana Syariah dan Mandiri Investa Keluarga ). Market share Mandiri Investasi telah meningkat dari 9,53% di tahun 2008 menjadi 12,30%. di tahun 2009 dan Asset Under Management kelolaan meningkat 88,6% dari Rp7,75 triliun di tahun 2008 menjadi Rp14,62 triliun di tahun 2009.

PT. Mandiri Manajemen Investasi, atau lebih dikenal dengan Mandiri Investasi, merupakan anak perusahaan dari PT. Mandiri Sekuritas dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. yang mulai terbentuk pada bulan Desember 2004, dengan komposisi kepemilikan PT. Mandiri Sekuritas 99% dan Koperasi Pegawai Mandiri 1% . Saat ini produk Reksa Dana Mandiri Investasi telah didistribusikan pada 487 cabang Bank Mandiri sebagai

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

RETAIL BANKING Micro and Retail Banking: AXA Mandiri

193

PT. AXA MANDIRI FINANCIAL SERVICES
PT. AXA Mandiri Financial Services (AMFS) merupakan perusahaan patungan antara Bank Mandiri (49%) dan AXA (51%) yang beroperasi sejak Desember 2003, dan saat ini secara representatif berada di lebih dari 848 cabang Bank Mandiri yang tersebar di sepuluh wilayah, dengan menempatkan lebih dari 1.329 Financial Advisor dan 106 Sales Manager. Selama tahun 2009, AMFS telah berhasil membukukan pendapatan premi sebesar Rp1,59 triliun dengan laba bersih sebesar Rp211,4 miliar. Sementara itu, aset AMFS per 31 Desember 2009 tercatat sebesar Rp6 triliun dengan rasio kecukupan modal (RBC/risk based capital, yang merupakan indikator kesehatan perusahaan asuransi), sebesar 809,1%, jauh melebihi ketentuan minimum dari Departemen Keuangan sebesar 120%. AMFS menawarkan layanan perencanaan keuangan dan manajemen kekayaan melalui berbagai produk asuransi dan investasi yang memberikan nilai tambah kepada nasabah Mandiri. Untuk bisnis individu (ritel), AMFS menawarkan produk kombinasi asuransi dan investasi (unit-linked) yang memiliki beragam pilihan yang fleksibel dengan tingkat keuntungan yang optimal untuk memenuhi beragam kebutuhan seperti tabungan hari tua, dana pendidikan ataupun tujuan keuangan lainnya dimasa datang. Disamping produk unit-linked tersebut, AMFS juga menawarkan produk asuransi tradisional seperti Mandiri Jiwa Sejahtera, Mandiri Hospital Saving, Mandiri Income Replacement dan Mandiri Jaminan Kesehatan yang memberikan tingkat proteksi yang lebih tinggi untuk pertanggungan jiwa dan kesehatan selain serangkaian asuransi perlindungan tambahan (riders). Sementara untuk bisnis grup, AMFS juga menyediakan perlindungan asuransi bagi nasabah pemegang kartu kredit (Mandiri Protection) dan nasabah consumer loan Bank Mandiri. Ditahun 2009, AMFS juga meluncurkan produk Unit Link yang berbasis syariah, sehingga memberikan pilihan produk yang lebih beragam bagi nasabah Bank Mandiri. Dengan kinerja yang baik ini, selama tahun 2009 AMFS memperoleh beberapa penghargaan antara lain penghargaan dari Majalah Media Asuransi kategori Best Life Insurance Company, penghargaan dari Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) dalam ajang Top Agent Award sebagai Top Agent by Companies 2008, Bancassurance Top Policy 2008 dan Runner-up Bancassurance Rookie of The Year serta mendapat penghargaan Silver Award dari lembaga Omnitouch Intenational sebagai The Best Customer Education.

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

194

RETAIL BANKING Consumer Finance

MANSYUR S. NASUTION
EVP Koordinator Consumer Finance Direktorat Consumer Finance dalam 5 tahun ke depan bertekad menjadi pemimpin pasar di hampir seluruh produk kredit konsumsi, menjadi pemain terbesar No. 2 di kartu kredit dan meraih kontribusi market share yang signifikan di kredit otomotif.
Pada tahun 2009, Consumer Finance dapat melalui tantangan persaingan yang ketat di tengah-tengah krisis ekonomi global guna mencapai target dan prestasi baru. Direktorat ini bertanggungjawab terhadap kebutuhan pembiayaan konsumen berupa kredit kepemilikan rumah, kredit Mitra Karya (payroll loans), kredit tanpa agunan, kartu kredit dan pembiayaan kendaraan bermotor. Sasaran kami adalah menjadi penyedia layanan keuangan yang paling inovatif di Indonesia dan sepanjang tahun, kami telah menerapkan beragam program pemasaran dan berinisiatif meluncurkan produk baru dengan tetap mempertahankan konsistensi untuk fokus pada strategi segmentasi produk dalam mendukung kinerja dan pertumbuhan usaha Consumer Finance. KUNCI KEBERHASILAN DAN PENGHARGAAN INDUSTRI SELAMA 2009 Di tahun 2009, pendapatan bunga bersih sebesar Rp1,955 miliar dan pendapatan operasional lainnya sebesar Rp356 miliar sehingga menghasilkan kontribusi margin bersih sebesar Rp 1,509 miliar yang menandai

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

RETAIL BANKING Consumer Finance

195

TOTAL LOANS (Rp. Triliun)

CONTRIBUTION MARGIN (Rp. Miliar)

NET INTEREST INCOME

(Rp. Trilliun)

‘07

‘07

‘07

‘08

‘08

‘08

‘09

‘09

‘09

5

10

15

20

25

400

800

1200

1600

2000

0,5

1

1,5

2

2,5

FEE INCOME

(Rp. Miliar) 1)

OVERHEAD EXPENSES (Rp. Miliar)

NPL (%)

‘07

‘07

‘07

‘08

‘08

‘08

‘09

‘09

‘09

100

200

300

400

500

40

80

120

160

200

1

2

3

4

5

Personel General & Administrative

TOTAL LOAN DISBURSED (Rp. Triliun)

SALES VOLUME OF CARD (Rp. Trilliun)

DISTRIBUTIONS
CLBC CLBO 41 36 36

‘07

‘07

‘07 ‘08

15 20 20

‘08

‘08 ‘09

‘09

‘09

2

4

6

8

10

2

4

6

8

10

1) Termasuk Rp. 68 miliar non-recovery fee di 2008

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

196

RETAIL BANKING Consumer Finance

CONSUMER FINANCE

peningkatan sebesar 83% dari Rp831 miliar di tahun 2008. Bisnis Consumer Finance Bank Mandiri mencatat pertumbuhan kredit yang tinggi di tengah ketatnya persaingan pada segmen pembiayaan konsumen tersebut. Total kredit meningkat sebesar 22% menjadi Rp23,6 triliun di tahun 2009 dari Rp19,3 triliun di tahun 2008, sementara industri mencatat pertumbuhan sebesar 19% di tahun 2009. Di akhir tahun 2009, pangsa pasar kredit konsumsi Bank Mandiri sebesar 5,49%, atau meningkat dari 5,35% di tahun 2008. Pada saat yang bersamaan, Bank Mandiri sebagai bank yang menjalankan prinsip kehatihatian (prudent) tetap menekankan pada kualitas aset yang memberi andil dalam mempertahankan tingkat NPL pada kisaran 2,43% di tahun 2009 dibandingkan dengan 2,45% di tahun 2008. Sebagai bagian dari strategi non organik perusahaan, Bank Mandiri telah menyelesaikan pengambilalihan PT. Tunas Financindo Sarana, yang selanjutnya diberi nama Mandiri Tunas Finance. Mandiri Tunas Finance merupakan penyedia kredit kendaraan bermotor dan pinjaman konsumen terbesar kelima, yang juga merupakan sektor usaha yang tengah berkembang pesat di Indonesia. Akuisisi Mandiri Tunas Finance yang memiliki 32 cabang di seluruh Indonesia, membantu mendongkrak pangsa pasar Bank Mandiri di bidang kredit pinjaman kendaraan bermotor. Sementara itu total kredit kendaraan bermotor sendiri telah mencapai Rp1,957 miliar di tahun 2009, meningkat 15.9% dibanding tahun 2008 yang sebesar Rp 1,689 miliar.

HANDAYANI Consumer Card Group

Selain itu, Mandiri Tunas Finance juga terus mengembangkan jaringan distribusinya, menawarkan harga yang kompetitif dan meningkatkan kualitas layanan proses persetujuan kredit yang menguntungkan bagi nasabah. Bank Mandiri juga memperluas pangsa pasarnya pada segmen kredit kepemilikan rumah. Nilai kredit kepemilikan rumah sendiri tumbuh 24,5% di tahun 2009 mencapai Rp10,02 triliun dari Rp8.05 triliun di tahun 2008. Bisnis Consumer Finance Bank Mandiri memiliki 317.601 rekening dan menjalin kerjasama dengan 420 pengembang properti di Indonesia, sehingga mengukuhkan Bank Mandiri sebagai salah satu bank yang menawarkan fasilitas kredit kepemilikan rumah terbesar di negeri ini. Atas pencapaian prestasi dalam segmen kredit kepemilikan rumah ini, Bank Mandiri memperoleh penghargaan “The First Bank of Choice for Mortgage Financing” atau “Bank Pilihan Utama untuk Pembiayaan Kredit Kepemilikan Rumah” dari Indonesia Property & Bank Award 2009. Selain itu Bank Mandiri terus memperbesar porsi Personal Loan (tumbuh 30.8% di tahun 2009) yang memiliki yield signifikan melalui fasilitas kredit Mitrakarya kepada pegawai perusahaan (payroll loans) yang tumbuh sebesar 24.3% dan Kredit Tanpa Agunan yang tumbuh 62.2% dan ditunjang juga oleh penawaran kredit beragunan (unsecured dan secured loans) sesuai kebutuhan pegawai. Bisnis kartu kredit Bank Mandiri juga telah mencatatkan pertumbuhan yang kokoh di tahun 2009 dan mengukuhkan posisi Bank Mandiri

SARASTRI BASKORO Consumer Loans Group

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

RETAIL BANKING Consumer Finance

197

73%

Produktivitas pegawai Direktorat Consumer Finance meningkat signifikan sebesar 73%, dengan kontribusi Rp.1,68 miliar per pegawai.

sebagai yang terdepan dalam industri kartu kredit di Indonesia. Pada tahun 2009, jumlah kartu kredit Bank Mandiri telah meningkat 21% dari tahun 2008 menjadi 1,608,123 kartu dengan receivable sebesar Rp 2.989 Milyar dan Fee Based sebesar Rp 254 Milyar. Pertumbuhan ini membantu peningkatan pangsa pasar Bank Mandiri dalam industri kartu kredit menjadi 8,29% di tahun 2009. Sebagai tambahan dari program pemasaran yang agresif dan terarah, direktorat Consumer Finance juga secara intensif bersinergi dengan unit bisnis Bank Mandiri lainnya seperti Corporate Banking, Commercial Banking dan Micro & Retail Banking. Inisiatif utama lain yang diterapkan pada tahun 2009 untuk bisnis kartu kredit termasuk pengembangan Call Center serta penerapan kartu berbasis-EMV untuk pemegang kartu

Visa dan MasterCard dimana dengan menggunakan kartu jenis ini pemegang kartu mendapatkan tingkat keamanan yang lebih tinggi. Pada saat yang bersamaan, Direktorat Consumer Finance bekerjasama dengan tim manajemen risiko terus memantau kualitas aset melalui penerapan penilaian kredit dan perilaku. Fokus pada kualitas aset secara konsisten ini membantu untuk menjaga tingkat NPL pada bisnis kartu kredit sebesar 2,34% di tahun 2009. Pencapaian Bank Mandiri pada bisnis kartu kredit ini diakui sebagai yang terbaik untuk kawasan Asia Pasifik dengan pemberian penghargaan “Number 1 in Credit Card Management in Asia” (“Manajemen Kartu Kredit Nomor 1 di Asia”) dari The Asian Banker. Kesetiaan nasabah adalah kunci utama atas pertumbuhan bisnis kartu kredit di

Bank Mandiri. Sepanjang tahun 2009, Bank Mandiri menawarkan kartu kredit yang disesuaikan dengan kebutuhan nasabah pada berbagai segmen. Bank juga telah meluncurkan berbagai rangkaian kegiatan promosi untuk terus menjaga dan mengembangkan loyalitas nasabah terhadap Bank Mandiri. Dengan terus memberikan perhatian besar pada kebutuhan nasabah, Bank Mandiri juga berhasil meningkatkan efisiensi dan efektifitas pada proses internalnya melalui penerapan ISO 9001:2000 – Quality Management Systems untuk proses transaksi di bank dan Standar Penanganan Data Elektronik (SPDE). Semua upaya ini bertujuan meningkatkan kesetiaan nasabah, sehingga dapat menghantar Bank Mandiri memperoleh penghargaan “Indonesia Bank Loyalty Award 2009” dari majalah Infobank.

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

198

RETAIL BANKING Consumer Finance

INISIATIF AGRESIF DI TAHUN 2010 Strategi pengembangan bisnis Consumer Finance akan diarahkan untuk mendukung pengembangan high yield business Bank Mandiri. Produk high yield yang akan lebih dikembangkan adalah credit card, personal loan, dan automotive dengan fokus pada penajaman target market di masing-masing daerah potensial, pengembangan produk yang variatif dan inovatif, strategi pemasaran yang terfokus, pricing strategy dan fitur produk yang inspiratif serta manajemen risiko yang dinamis. Aliansi strategis dengan unit bisnis lain dioptimalkan serta memanfaatkan jaringan cabang untuk melakukan cross selling produkproduk kartu kredit, KPR dan kredit perorangan lainnya. Pada tahun 2010, kami mulai menerapkan rencana korporasi baru kami untuk periode 2010 sampai dengan 2014 dan sasaran kami adalah untuk menjadi yang terdepan pada segmen kredit perorangan (personal loans) dan kredit kepemilikan rumah serta menjadi bank pilihan utama dalam jasa pembiayaan kendaraan. Kami juga memiliki sasaran untuk menjadi bank terbesar kedua dalam bisnis kartu kredit di tahun 2014. Semua tujuan ini akan dicapai melalui beberapa inisiatif yang akan terfokus pada pemasaran, jaringan informasi teknologi (IT), dan infrastruktur. Pada bisnis kartu kredit, kami akan lebih meningkatkan penerapan program Customer Lifecycle Management (CLM), yang akan memberikan kontribusi untuk mengoptimalisasi strategi penjualan dan pemasaran pada bisnis kartu kredit. Sementara dalam segmen kredit perorangan, kami akan

mengembangkan kredit tanpa agunan Mitra Karya (unsecured payroll loans) yang akan ditawarkan melalui strategi aliansi dengan unit bisnis lain yang ada di Bank Mandiri. Kami juga memiliki rencana untuk memperluas jaringan kami dengan menambahkan 5 kantor cabang consumer loans business untuk mendukung operasional kegiatan pinjaman kredit konsumen selain 5 pusat penjualan (sales centers) baru. Sistem manajemen risiko yang kuat dan kemampuan serta kehandalan sumber daya manusia kami adalah pondasi dari strategi pertumbuhan usaha kami. Kami juga akan terus berinvestasi pada pegawai kami agar dapat memberikan solusi bernilai tambah kepada nasabah. Dasar-dasar pertumbuhan telah dibentuk dan direktorat Consumer Finance siap untuk memulai mencatatkan prestasi-prestasi baru di tahun 2010.

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

RETAIL BANKING Consumer Finance: Mandiri Tunas Finance

199

MANDIRI TUNAS FINANCE
Tunas Group-Toyota, Daihatsu, Isuzu, Mercedes, BMW, Tunas Used Motor dan Tunas Used Car. Untuk mendukung Visi MTF maka pada tahun 2010 MTF direncanakan untuk membuka 16 cabang baru dan 25 outlet baru serta enhancement IT untuk otomasi seluruh bisnis proses di MTF, rencana ini diperkirakan dapat lebih meningkatkan pembiayaan kendaraan bermotor secara signifikan. Strategi ini yang didukung oleh program referral yang memanfaatkan sinergi sumber daya yang ada di Mandiri dan MTF yang terdiri dari jumlah pegawai yang besar, jumlah nasabah yang banyak, jumlah cabang yang banyak dan tersebar, dana funding yang berlimpah, jaringan showroom yang luas dan brand image yang berkualitas. Strategi lainnya adalah Stock Financing, yaitu suatu fasilitas pembiayaan yang diberikan oleh Bank Mandiri kepada showroom register/non-register melalui Mandiri Tunas Finance sebagai agent channeling untuk meningkatkan kerjasama dalam pembiayaan kendaraan bermotor. Adapun produk-produk yang tersedia antara lain: Mandiri mobil yaitu pembiayaan mobil baru atau bekas untuk keperluan pribadi atau usaha dengan sumber penghasilan dari total penghasilan, Mandiri fleet mobil, yaitu pembiayaan mobil baru atau mobil bekas bagi perusahaan untuk keperluan operasional dengan sumber pembayaran angsuran dari keuangan perusahaan, Mandiri motor, yaitu pembiayaan sepeda motor baru atau sepeda motor bekas untuk pribadi atau usaha dengan sumber penghasilan dari total penghasilan dan Mandiri fleet motor yaitu pembiayaan motor baru atau motor bekas bagi perusahaan untuk keperluan operasional dengan sumber pembayaran angsuran dari keuangan perusahaan. Selain mendorong ekspansi pembiyaan, MTF juga menerapkan Risk Management Information System (RMIS) untuk memonitor risiko kredit portofolio sehingga dapat terukur dan menghasilkan return yang maksimal.

Mandiri Tunas Finance (MTF) didirikan dengan nama PT. Tunas Financindo Sarana merupakan lembaga pembiayaan yang fokus pada pembiayaan kendaraan bermotor yang berdiri sejak tahun 1989 dan diakusisi Mandiri pada bulan Februari 2009. Hasil proses akusisi tersebut, MTF menjadi perusahaan patungan antara Bank Mandiri (51%) dan PT. Tunas Ridean (49%). Sebagai perusahaan pembiayaan MTF mempunyai VISI menjadi perusahaan pembiayaan Otomatif Terbaik, Terbesar dan Terpercaya di Indonesia dengan strategi menjadi Top Of Mind dalam industri pembiayaan, tersedia di setiap wilayah Indonesia dan memiliki sales force yang efektif. Pada tahun 2009 MTF berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp60,02 miliar dengan rasio keuangan ROA 4.51% dan ROE 19.88% serta Gross NPL/Total Kredit sebesar 0.73%. MTF memiliki 33 kantor cabang yang berlokasi di beberapa tempat di Indonesia. Dengan aliansi antara MTF dan cabang Mandiri menjadikan MTF memiliki jaringan di seluruh Indonesia. Sinergi juga berlanjut dengan cross sell dengan customer based yang besar dari Mandiri dan fleet financing corporate commercial. Selain itu MTF juga memiliki captive dealer yang terdiri dari

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

200

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

201

CORPORATE CENTER & SHARED SERVICES

MENEMBUS BATAS KEINGINAN

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

202

CORPORATE CENTER AND SHARED SERVICES Risk Management

SENTOT A. SENTAUSA
Direktur Risk Management Peningkatan risk awareness untuk seluruh pegawai Bank Mandiri dilakukan secara terus menerus melalui sosialisasi maupun program yang sejalan dengan internalisasi budaya perusahaan.
Pembentukan Risk Management Unit sebagai unit yang paling awal pada saat merger menjadi Bank Mandiri, menunjukkan bahwa pengelolaan risiko adalah bidang yang diutamakan dan menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari pelaksanaan bisnis di Bank Mandiri. Penerapan manajemen risiko di Bank Mandiri telah melalui suatu proses yang panjang, dan telah mengalami beberapa kali evolusi, dari proses check and balance hingga menjadi pengarah dalam pelaksanaan bisnis yang ekspansif namun tetap hati-hati. Belajar dari pengalaman Bank-Bank yang global, Bank Mandiri berupaya menerapkan manajemen risiko terkini sesuai international best practice tanpa melupakan kondisi lokal Indonesia dan tetap memenuhi segala ketentuan regulator. Dalam prakteknya, penerapan manajemen risiko di Bank Mandiri menggunakan pendekatan ERM (Enterprise Risk Management), yang dibangun oleh 4 building block: organisasi & SDM; kebijakan, guidelines, dan prosedur; Data & System; serta penggunaan model & analisis. 1. ORGANISASI & SUMBER DAYA MANUSIA Untuk mendukung penerapan manajemen risiko, secara organisasi pada level Dewan Komisaris telah dibentuk Komite Pemantau Risiko. Selanjutnya, pada level Direksi telah

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

CORPORATE CENTER AND SHARED SERVICES Risk Management

203

STRUKTUR TATA KELOLA MANAJEMEN RISIKO SECARA KESELURUHAN
DEWAN KOMISARIS DIREKSI RISK & CAPITAL COMMITTEE

RISK MANAGEMENT COMMITTEE

ASSET & LIABILITY COMMITTEE

CAPITAL INVESTMENT COMMITTEE

OPERATIONAL RISK COMMITTEE

• Market Risk • Credit Risk • New Product & Activities • Capital Management

• Interest Rate Risk • Liquidity Risk • Forex Risk

Strategy and Policy on Capital & Investment Allocation

• Operational Risk • Legal Risk • Reputation Risk • Strategic Risk • Compliance Risk

SBUs

RISK MANAGEMENT UNIT

COMPLIANCE & AUDIT

model &

analytics

data & system policies, guidelines, procedures people & organization

dibentuk Risk & Capital Committee yang terdiri dari subkomite Risk Management Committee, Asset & Liabilities Committee, Operational Risk Committee, dan Capital & Investment Committee. Pelaksanaan pengelolaan risiko secara khusus dilaksanakan oleh Direktorat Risk Management yang terdiri atas Credit Risk & Policy Group, Market & Operational Risk Group, Corporate Risk Group, Commercial Risk Group, Retail & Consumer Risk Group. Peningkatan risk awareness untuk seluruh pegawai Bank Mandiri dilakukan secara terus menerus melalui sosialisasi maupun program

yang sejalan dengan internalisasi budaya perusahaan. Sedangkan untuk peningkatan pengetahuan, pemahaman dan kemampuan tehnis terkait pengelolaan risiko, pada 2009 telah dibentuk Risk Management Academy (RMA) yang secara rutin menyelenggarakan pelatihan secara in house baik bagi pegawai di lingkungan Direktorat Risk Management maupun Direktorat lainnya. 2. KEBIJAKAN & PROSEDUR Sebagai landasan operasional pengelolaan risiko, Bank telah menyusun Kebijakan Manajemen Risiko Bank Mandiri (KMRBM) yang secara periodik direview dan direvisi

BUILDING BLOCK RISK MANAGEMENT

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

204

CORPORATE CENTER AND SHARED SERVICES Risk Management

RISK MANAGEMENT

sesuai dengan kondisi lingkungan bisnis dan regulasi terkini. Melengkapi KMRBM, untuk area bisnis yang lebih spesifik, Bank telah memiliki Kebijakan Perkreditan Bank Mandiri (KPBM), Kebijakan Treasury Bank Mandiri (KTBM), dan Kebijakan Operasional Bank Mandiri (KOBM). Masing-masing kebijakan ini, dijelaskan secara lebih rinci pada level operasi dalam bentuk Standar Prosedur Kredit (SPK) untuk setiap segmen kredit, Standar Prosedur Treasury (SPT) untuk Trading Book dan ALM (Asset Liability Management) serta Standar Prosedur Operasional (SPO) untuk setiap aktivitas operasi bank. Keseluruhan perangkat kebijakan ini merupakan bagian dari arsitektur kebijakan yang berlaku di Bank Mandiri, yang direview secara berkala minimal sekali dalam setahun. 3. SISTEM & DATA Secara terus-menerus, Bank mengembangkan sistem terkait manajemen risiko agar dapat mendukung proses bisnis yang lebih efisien dan pengambilan keputusan yang lebih cepat dan hati-hati. Pada tahun 2009, Bank berinisiatif untuk mengimplementasikan ILP (Integrated Loan Processing) disamping LOS (Loan Origination System) untuk menjaga kualitas data baik di segmen korporasi, komersial maupun retail. Pada saat yang sama Bank juga mengimplementasikan Integrated Collection System yang tujuannya adalah untuk meningkatkan produktivitas aktivitas collection, khususnya di segmen konsumer dan ritel. Untuk kegiatan treasury, Bank telah mengimplementasikan Summit System sebagai upaya untuk

PARDI SUDRADJAT Market & Operational Risk Group

SETYOWATI Credit Risk & Policy Group

mengelola risiko trading book. Untuk mendapatkan gambaran profil risiko Bank Mandiri baik selaku perusahaan induk maupun profil risiko Bank yang terkonsolidasi dan terintegrasi sudah dengan Perusahaan Anak, Bank telah mengimplementasikan Risk Profile Mandiri (RPM) system. Tahun 2009 juga ditandai dengan dimulainya proyek ERM system, yaitu suatu sistem yang dapat memantau pengelolaan risiko secara holistik, dan mampu menghitung modal untuk mengcover semua jenis risiko, serta menentukan penilaian kinerja berbasis risiko untuk semua unit bisnis, produk dan jasa bank. Untuk mendukung dan menjaga kualitas data sebagai bagian yang vital dalam pengelolaan risiko dan pengambilan keputusan strategis, pada tahun 2009 dimulai inisiatif “Data Quality Awareness (DQA)” sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari implementasi ERM Project. DQA diimplementasikan sejalan dengan proses internalisasi budaya perusahaan, khususnya untuk meningkatkan “risk awareness” seluruh jajaran Bank Mandiri. 4. MODEL & ANALYTICS Sesuai dengan best practice internasional, Bank secara berkelanjutan menerapkan pengukuran risiko melalui pendekatan permodelan kuantitatif maupun kualitatif melalui pengembangan model risiko seperti rating, scoring, model VaR, dan model lainnya sebagai pelengkap atas judgmental decision making. Untuk menjaga keandalan dan validitas model, secara periodik model tersebut dilakukan kalibrasi,

SULAEMAN Corporate Risk Group

KARTINI SALLY Commercial Risk Group

SANTAPUTRA PITA Retail & Consumer Risk Group

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

CORPORATE CENTER AND SHARED SERVICES Risk Management

205

dan divalidasi. Sehubungan dengan hal tersebut, Bank secara khusus membentuk unit Model Risk Validation. 5. ENTERPRISE RISK MANAGEMENT (ERM) ERM merupakan pengelolaan risiko secara terintegrasi, yang menghubungkan antara strategic planning, risk appetite, execution, risk assessment dan performance evaluation, dalam upaya memaksimalkan shareholder value. ERM diterapkan melalui pendekatan two-prong yaitu: 1. Pengelolaan risiko pada aktivitas operasional; ditujukan untuk mengelola risiko agar tidak melebihi toleransi risiko yang sudah ditetapkan, meliputi pengelolaan risiko kredit melalui front end, middle end dan back end, pengelolaan risiko pasar dan likuiditas melalui sistem limit, dan pengelolaan risiko operasional dengan menggunakan ORM tools seperti RCSA (risk and control self assessment, key risk indicators dan Mandiri Loss Event Database). Bank melakukan pengelolaan risiko sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia yaitu risiko kredit, pasar, likuiditas, dan operasional. Termasuk dalam pengelolaan risiko operasional adalah risiko legal, risiko reputasi, risiko strategis, dan risiko kepatuhan yang dalam pelaksanaannya telah tercermin dalam laporan profil risiko secara terkonsolidasi, termasuk Perusahaan Anak. 2. Memastikan kecukupan modal untuk mengcover risiko kredit,

risiko pasar dan risiko operasional, baik dalam kondisi normal maupun kondisi stress. Modal untuk mengcover risiko menjadi dasar bagi Bank dalam mengimplementasikan VBM (value based management) dengan pengukuran RORAC (return on risk adjusted capital) sehingga Bank dapat mengidentifikasi unit bisnis, segmen, produk, wilayah yang memberikan nilai tambah bagi Bank. Dengan demikian, Bank dapat fokus mengembangkan bisnis yang paling memberikan nilai tambah bagi Bank. Dengan ERM, manajemen risiko sudah melekat dengan perencanaan bisnis jangka panjang dan sustainable. A. PENGELOLAAN RISIKO PADA AKTIVITAS OPERASIONAL 1. PENGELOLAAN RISIKO KREDIT Secara prinsip pengelolaan risiko kredit diterapkan pada tingkat transaksional maupun tingkat portofolio. Pada tingkat transaksional diterapkan prinsip four–eye, yaitu setiap pemutusan kredit melibatkan Business Unit dan Credit Risk Management Unit secara independen untuk memperoleh keputusan yang obyektif. Mekanisme four-eye dilakukan oleh Credit Committee sesuai limit kewenangan, dimana proses pemutusan kredit dilaksanakan melalui mekanisme Rapat Komite Kredit. Pemegang Kewenangan Memutus Kredit sebagai anggota Credit Committee memiliki kompetensi, kemampuan dan integritas yang

tinggi, sehingga proses pemberian kredit dapat dilakukan secara obyektif, komprehensif dan hatihati. Portfolio Guidelines Pada tingkat portfolio, pengelolaan risiko dilakukan dengan pendekatan active portfolio management di mana Bank secara proaktif memelihara diversifikasi portfolio pada tingkat optimal dengan risk exposure sesuai dengan risk appetite yang ditetapkan oleh Bank. Dalam pelaksanaannya Bank menggunakan alat bantu (tools) yang dinamakan Portfolio Guideline (PG). PG terdiri dari tiga bagian yaitu Industry Classification, Industry Acceptance Criteria dan Industry Limit. Industry Classification (IC) mengelompokan sektor industri ke dalam 3 kelompok berdasarkan prospek industri dan risiko. IC digunakan Bank dalam menetapkan target market industry. Alat bantu yang ke dua adalah Industry Acceptance Criteria (IAC) yang merupakan kriteria dasar yang menjadi pertimbangan dalam menetapkan kriteria dan kualifikasi debitur yang dapat diterima risikonya oleh Bank pada sektor industri tertentu. IAC digunakan Bank dalam menetapkan targeted customer. Tool ke tiga adalah Industry Limit (IL) yang memberikan batasan jumlah exposure maksimal yang dapat diberikan pada sektor industri tertentu. Dengan diterapkannya portfolio guideline, kini Bank secara proaktif membidik perusahaan terbaik (winner players) pada industri

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

206

CORPORATE CENTER AND SHARED SERVICES Risk Management

PORTFOLIO GUIDELINES
Portfolio Guideline

Industry Class

PORTFOLIO GUIDELINES

Industry Acceptance Criteria

Targeted Prospective Industry

Eligible Individual Customer

Industry Limit

Underwriting Methodology Untuk mengidentifikasi serta mengukur risiko tingkat transaksional pada setiap aplikasi kredit yang diproses, digunakan sistem Rating dan Scoring. Bank merancang sistem Rating/Scoring berdasarkan karakteristik segmen kredit yang ada di Bank Mandiri, yaitu segmen korporat, kredit menengah kecil, kredit mikro, kredit konsumer, dan kartu kredit. Untuk menjaga kualitas rating dan scoring system , Bank menyusun Pedoman Penyusunan dan Pengembangan Model Credit Rating dan Credit Scoring. Sistem monitoring kinerja model dilakukan melalui penyusunan laporan Credit Scoring Review dan Rating Outlook, yang diterbitkan secara triwulan dan semesteran. Rating dan scoring yang digunakan divalidasi oleh unit independen di luar unit pengembang model. Sehubungan dengan penerapan Basel II, rating dan scoring yang digunakan sudah dapat memberikan nilai Probability of Default (PD), selain peringkat (rating) debitur. Untuk melengkapi kemampuan dalam pengukuran economic capital, Bank sedang mengembangkan pemodelan Exposure at Default (EAD) & Loss Given Default (LGD). Selain sistem Rating dan Scoring yang digunakan untuk membedakan kualitas debitur, Bank menggunakan spread sheet keuangan yang disebut dengan Nota Analisa Kredit (NAK) yang komprehensif untuk menentukan kelayakan debitur, dan menentukan limit kredit debitur. Selain itu bank mengembangkan sistem Loan Monitoring System

Maximum Exposure Limit

prioritas yang dapat memberikan nilai tambah secara ekonomis sebagai targeted customer. Proses seleksi secara proaktif ini telah menciptakan hubungan kemitraan yang professional dan berkelanjutan (sustainable) serta bersifat jangka panjang antara Bank dengan nasabah atau calon nasabah. PG secara rutin di review dan sudah dilakukan back testing sehingga senantiasa relevan dan up-to-date serta memiliki predictive value pada tingkat yang dapat diterima. Sebagai langkah antisipatif (early warning signal), dilakukan proses stress test terhadap portfolio Bank secara berkala untuk mengetahui perubahan kualitas portfolio Bank per segmen atau per sektor industri, akibat perubahan beberapa parameter kondisi ekonomi ekstrim yang mungkin terjadi (extreme plausible). Hasil stress test digunakan sebagai langkah antisipatif Bank mempersiapkan alternatif mitigasi risiko, apabila kondisi ekstrim tersebut terjadi.

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

CORPORATE CENTER AND SHARED SERVICES Risk Management

207

28%

Dengan diterapkannya portfolio guideline, kini Bank secara proaktif membidik perusahaan terbaik (winner players) pada industri prioritas yang dapat memberikan nilai tambah secara ekonomis sebagai targeted customer.

yang telah terintegrasi dalam sistem ILP (Integrated Loan Processing)/ LOS (Loan Origination System) untuk memonitor kredit yang sudah ada dalam portfolio, agar dapat dilakukan antisipasi apabila terjadi masalah. Sistem ILOP sudah dapat melakukan proses secara end-to-end. Sebagai upaya memitigasi risiko kredit untuk masing-masing debitur, Credit Committee menentukan Struktur Kredit termasuk covenant yang tepat sesuai kebutuhan dan kondisi debitur, sehingga kredit yang diberikan benar-benar efektif dan menguntungkan bagi debitur maupun Bank Mandiri. Credit Monitoring Bank melakukan credit monitoring terhadap seluruh debitur sekurangkurangnya secara triwulanan. Untuk mengidentifikasi debitur - debitur yang berpotensi mengalami

kesulitan pembayaran kewajiban kredit, Bank menggunakan Loan Monitoring System. Pada proses monitoring, Bank melakukan deteksi dini dengan analisa Watch List (Early Warning Analysis) terhadap seluruh kredit debitur Corporate dan Commercial. Berdasarkan hasil analisa tersebut, Bank menetapkan account strategy dan tindakan secara dini untuk mencegah terjadinya NPL. Untuk segmen retail dan konsumer dilakukan monitoring pada tingkat portfolio melalui analisa portfolio dari berbagai aspek (kualitas dan kuantitas portfolio dari berbagai perspektif: industri, wilayah, produk, jenis kredit, unit bisnis, segmen dll). Bank juga mempunyai dashboard report risk profile yang menggambarkan inherent risk portfolio kredit dan efektifitas mekanisme kontrolnya. Kedua

report ini di update setiap bulan dan diinformasikan kepada direksi dan unit-unit perkreditan (unit bisnis, unit risiko dan unit supporting), sehingga kondisi dan perkembangan portfolio selalu termonitor dan strategi yang ditetapkan tepat waktu dan selalu in line dengan kondisi perkreditan. Untuk monitoring kondisi portfolio terhadap perkembangan kondisi perekonomian Bank melakukan simulasi dampak memburuknya kondisi perekonomian terhadap portfolio. Berdasarkan hal tersebut, Bank menetapkan langkah-langkah yang bersifat antisipatif. Efektifitas langkah antisipasi ini dapat dilihat pada performa Bank semester I/2009 yang menunjukkan tingkat NPL tetap membaik di saat bankbank lain mengalami kenaikan NPL. Pada akhir tahun 2008 terjadi gejolak ekonomi dunia akibat kasus

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

208

CORPORATE CENTER AND SHARED SERVICES Risk Management

KOMPOSISI KREDIT PER SEKTOR EKONOMI

tingkat diversifikasi dan juga prospek bisnisnya. Industry Limit merupakan salah satu kebijakan limit yang menetapkan alokasi portfolio maximum per industri (berdasarkan Industry Class) yang memperhitungkan faktor-faktor tersebut di atas sehingga limit yang ditetapkan tidak berupa single limit tetapi terdiri dari beberapa tingkatan limit. Industri dengan klasifikasi “Sangat Disarankan” memiliki limit s.d. 20%, klasifikasi “Disarankan” limit s.d. 15%, dan klasifikasi “Selektif” limit s.d. 7,5%. Pembatasan limit debitur ditetapkan melalui ketentuan in-house limit yang merupakan batas maksimum pemberian kredit oleh Bank (BMPK Internal), di mana besarnya limit in-house lebih konservatif dari BMPK. Tujuan penetapan in-house limit tersebut agar pemberian kredit kepada pihak terkait debitur/group serta BUMN, tidak melampaui BMPK yang ditetapkan Bank Indonesia. Credit Collection & Recovery Retail & Consumer Lending Kebijakan penanganan collection Sebagai bagian dari Direktorat Risk Management, kebijakan penanganan dan recovery untuk kredit yang bersifat massal (mass production) di segmen retail dan consumer, dibuat secara lebih fokus, sistematis, agresif dan terpadu berdasarkan jenis produk dan masing-masing bucket collection. Kebijakan tersebut didukung oleh Automated Collection System yang sifatnya end-to-end dan dilengkapi dengan collection tools antara lain :

Perdagangan 12,5 % Industri makanan, minuman 11,1 % Pertanian 10,9 % Jasa-jasa dunia usaha 9,2 % Pengangkutan 8,1 % Industri pengolahan kimia dan hasil bumi 6,9 % Kontruksi 6,1 %

Other 35,5 % • Pertambangan (5,6 %) • Industri tekstil (2,9 %) • Industri bahan kertas (2,5 %) • Listrik, gas, dan air (1,6 %) • Jasa-jasa (1,0 %) • Industri lainnya (6,1 %) • Lain-lain (15,6 %)

subprime mortgage di USA, Bank berhasil mengambil langka-langka antisipatif yang sangat efektif sehingga sepanjang Semester I-2009 bank tetap berada dalam kondisi baik. Portfolio Management Risiko konsentrasi merupakan salah satu risiko yang timbul dari eksposur yang berlebihan kepada suatu individu atau entitas, wilayah geografis, sektor industri, atau produk tertentu yang berpotensi menimbulkan kerugian kepada Bank. Untuk menghindari terjadinya konsentrasi risiko kredit pada suatu industri tertentu atau debitur tertentu, Bank secara aktif melakukan pembatasan eksposur melalui Kebijakan Limit (Industry Limit dan Limit Debitur). Penetapan limit didasarkan pada ketersediaan modal bank, batasan exposure risiko yang dapat diterima (risk appetite),

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

CORPORATE CENTER AND SHARED SERVICES Risk Management

209

a. Call Monitoring System untuk memonitor/merekam seluruh kegiatan penagihan yang dilakukan melalui telepon guna meminimalisir Reputational Risks dan digunakan sebagai alat untuk training/coaching b. Auto Predictive Dialer (Melita) untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas dan produktivitas proses collection Kartu kredit yang terintegrasi dengan Behavior Score. Strategi penagihan berdasarkan Collection & Recovery Score pada produk kartu kredit telah dilaksanakan sejak kuartal II tahun 2009 untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses penagihan. Review dan penyempurnaan terhadap implementasi scoring tersebut dilakukan secara periodik sesuai dengan perkembangan bisnis terkini. Bank akan terus melakukan enhancement terhadap Automated Collection System terkait Debt Relief Program (restrukturisasi) kartu kredit sebagai upaya pemenuhan ketentuan Bank Indonesia mengenai pembatasan pengaturan kolektibilitas kredit restrukturisasi. 2. PENGELOLAAN RISIKO PASAR Risiko Pasar – Trading Book Dalam pengelolaan risiko pasar trading book, Bank menerapkan prinsip segregation of duties. Terdapat pemisahan fungsi antara pihak yang melakukan transaksi, yang melakukan pencatatan transaksi, verifikasi, valuasi , serta pengukuran risiko pasarnya

termasuk penghitungan kewajiban pemenuhan modal minimum (KPMM). Disamping itu, dilakukan pemisahan antara unit yang melakukan transaksi dengan unit settlement, dan unit pembuat kebijakan, prosedur dan penetapan limit, yang memonitor pemenuhan ketentuan dan pengujian posisi dalam kondisi pasar yang berubah serta pelaporan yang tepat waktu. Pengelolaan risiko pasar dilakukan antara lain melalui monitoring aktivitas trading treasury dan menetapkan limit transaksi yang meliputi Value at Risk Limit (VaR Limit), limit nominal dealer, dan dealer loss limit yang dilaporkan dalam Trading Risk Profile secara periodik yaitu harian, mingguan dan bulanan. Laporan bulanan didalamnya termasuk mengenai perhitungan Stress Testing/Scenario Analysis yang mengukur pergerakan kondisi pasar abnormal secara kuantitatif, dan hasil back testing untuk menilai efektivitas pengukuran VaR dan akurasi metodologi yang digunakan. Dalam merespon perubahan harga faktor pasar (nilai tukar dan suku bunga) dan volume bisnis, Bank telah meninjau kembali penetapan besarnya risk factor atau Potential Future Exposure (PFE) dan besarnya limit VAR untuk melakukan aktivitas treasury. Bank telah siap melakukan perhitungan KPMM risiko pasar dengan menggunakan Model Internal yang menggunakan model VaR. Metode Value at Risk dilakukan

dengan menggunakan confidence level 99% dan holding period 10 hari. Perhitungan VaR untuk penggunaan internal dilakukan dengan confidence level 99% dan holding period 1 hari. Untuk memastikan model VaR telah cukup akurat, Bank melakukan proses Back Testing. Risiko Pasar – Banking Book Risiko Pasar banking book terdiri dari risiko suku bunga yang diakibatkan oleh aktivitas perbankan (assets & liabilities) dan risiko nilai tukar. Risiko pasar banking book dikelola dengan tujuan agar neraca Bank dapat bertahan pada perubahan suku bunga dan nilai tukar, sehingga pencapaian NII (net interest income) dan nilai ekonomis dari modal dapat dikendalikan sesuai dengan toleransi risiko bank. Bank melakukan pengelolaan risiko suku bunga dan risiko nilai tukar dengan menjaga agar posisi neraca Bank sejalan dengan prediksi arah pergerakan faktor suku bunga dan nilai tukar. Risiko suku bunga terutama terjadi karena terjadi gap suku bunga (repricing gap). Repricing gap terjadi karena adanya perbedaan-perbedaan dalam scheduled maturity atau waktu repricing antara aset, kewajiban dan komponen off balance sheet yang dimiliki oleh Bank. Mismatch suku bunga yang terjadi dikelola dengan menggunakan antara lain interest rate swaps. Risiko nilai tukar terutama disebabkan oleh risiko transaksi

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

210

CORPORATE CENTER AND SHARED SERVICES Risk Management

VALUE AT RISK PER 31 DESEMBER 2009 Rp. Miliar VaR FX VaR IR VaR Correlation Effect Total VaR Utilisasi VaR Akhir Maksimum thn ‘09 2,84 1,57 (1,22) 3,20 6,6% 25,00 41,0% 1,28 2,1% 8,82 14,5% 26,18 42,9% 16,44 20,95 Minimum 0,38 0,97 Rata -rata 2,83 7,89 Akhir thn ‘08 18,07 19,07

perbankan dalam valuta asing. Risiko transaksi dikelola dengan melakukan pemantauan terhadap posisi devisa netto (PDN) sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia, dan ketentuan internal yang lebih prudent. Selama tahun 2009, dampak fluktuasi nilai tukar terhadap posisi finansial Bank tidak signifikan. Per 31 Desember 2009, PDN Neraca sebesar 9,09% dan PDN keseluruhan (absolut) sebesar 3,44% dari modal. Untuk memperkuat pengelolaan risiko pasar suku bunga banking book, Bank melakukan simulasi, analisa sensitivitas, stress testing dan gap analysis. Manajemen Pricing Sebagai bagian dari pengelolaan risiko suku bunga, Bank menerapkan kebijakan pricing baik untuk produk dana maupun produk kredit. Kebijakan Pricing merupakan salah satu strategi yang dilakukan dalam upaya mendukung Bank menguasai revenue market share dengan cara memaksimalkan Net Interest Margin (NIM). Dalam penetapan pricing Dana Pihak Ketiga (DPK), Bank mempertimbangkan faktor internal antara lain biaya dana, struktur dan target pendanaan, serta faktor eksternal antara lain likuiditas pasar dan suku bunga pasar. Dengan mempertimbangkan faktor internal dan eksternal tersebut, Bank menerapkan strategi aggressive atau defensive. Untuk penetapan pricing Kredit, Bank menerapkan tingkat suku bunga berdasarkan risiko (Risk Based

VAR DAN BACK TESTING TAHUN 2009
(Rp. Miliar)

25 15 5 0 (5) (15) (25)
21 Des ’07 15 Jan ’08 5 Mar ’08 30 Mar ’08 9 Feb ’08 24 Apr ’08 19 Mei ’08

ANALISIS SENSITIVITAS SUKU BUNGA Keterangan NII Sensitivity 100 bps, NII 12 Mo (% terhadap target NII) EVE Sensitivity (100 bps; % Equity) Earning at Risk (% Equity) Capital at Risk (% Equity) 0.94 % 1.45 % 1.66 % 2.33 % 0.72 % 0.77 % 0.50 % 2.31 % Desember 2008 Desember 2009

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

CORPORATE CENTER AND SHARED SERVICES Risk Management

211

Pricing). Struktur pembentukan suku bunga kredit, terdiri dari Cost of Funds, Overhead Cost, Cost of Allocated Capital dan Risk Premium. Bank menetapkan Required Yield yang merupakan tingkat imbal hasil minimum yang menjadi target Bank. 3. PENGELOLAAN RISIKO LIKUIDITAS Likuiditas merupakan kemampuan Bank untuk memenuhi seluruh kewajiban finansial yang sudah diperjanjikan secara tepat waktu dengan harga wajar. Likuiditas Bank dipengaruhi oleh struktur pendanaan, likuiditas aset, kewajiban kepada counterparty dan komitmen kredit kepada debitur. Risiko likuiditas disebabkan oleh ketidakmampuan Bank untuk menyediakan likuiditas dengan harga wajar yang akan berdampak kepada profitabilitas dan modal Bank. Untuk mengelola risiko likuiditas, Bank menetapkan kebijakan antara lain pemeliharaan cadangan likuiditas setiap saat secara optimal, yaitu antara risiko likuiditas dan biaya memelihara aset likuid. Upaya lain dalam pengelolaan risiko likuiditas dilakukan dengan menggunakan limit risiko likuiditas, dan memantau realisasi indikator risiko likuiditas terhadap limit. Selain itu, secara periodik bank melakukan penyusunan scenario analysis dan contingency plan, dan menyusun strategi pendanaan kebutuhan likuiditas sesuai dengan kondisi internal dan eksternal. Likuiditas Bank saat ini diukur melalui tingkat primary reserve dan

secondary reserve. Primary reserve adalah kas di cabang-cabang dan saldo Giro Wajib Minimum (GWM) Primer di Bank Indonesia. Per 31 Desember 2009, Bank memelihara GWM Primer sebesar 5,71% dari total dana pihak ketiga Rupiah dan 1,01% dari total dana pihak ketiga valuta asing. Secondary reserve Bank ditempatkan dalam Sertifikat Bank Indonesia (SBI), Fasilitas Simpanan Bank Indonesia (FASBI), penempatan antar bank (termasuk ekses likuiditas valas yang ditempatkan pada rekening Nostro) dan efekefek yang mudah diperjualbelikan (portfolio trading dan available for sale). Per 31 Desember 2009, Bank memelihara Secondary Reserve sebesar 16,23% dari total dana masyarakat. Konsentrasi Dana Nasabah Besar menunjukkan seberapa besar ketergantungan Bank terhadap sumber dana yang berasal dari

nasabah besar yang umumnya bersifat rentan dan tidak stabil. Per 31 Desember 2009, simpanan 50 deposan terbesar Bank adalah sebesar 15,6% dari total dana masyarakat (tidak termasuk simpanan dari bank lain), membaik dibandingkan per 31 Desember 2008 dan 31 Desember 2007 sebesar masing-masing 17,3% dan 19,0%. Bank menggunakan metodologi liquidity gap untuk mengestimasi potensi risiko likuiditas yang akan dihadapi Bank di masa mendatang. Berdasarkan rencana bisnis Bank dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan tahun 2010, sampai dengan 12 bulan ke depan likuiditas Bank diproyeksikan akan berada dalam posisi surplus yang optimal. 4. PENGELOLAAN RISIKO OPERASIONAL Risiko operasional adalah risiko yang disebabkan oleh ketidakcukupan dan atau tidak

RASIO SECONDARY RESERVE TERHADAP DANA MASYARAKAT (%)

RASIO SIMPANAN NASABAH BESAR TERHADAP DANA MASYARAKAT (%)

‘07

‘07

‘08

‘08

‘09

‘09

5

10

15

20

5

10

15

20

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

212

CORPORATE CENTER AND SHARED SERVICES Risk Management

berfungsinya proses internal, kesalahan manusia, kegagalan sistem, atau adanya faktor eksternal yang mempengaruhi operasional Bank. Risiko operasional mencakup risiko hukum, risiko kepatuhan, risiko reputasi dan risiko strategik. Pengelolaan risiko operasional bertujuan untuk meningkatkan risk awareness, memahami eksposure risiko operasional pada unit kerja dan Bank, perbaikan proses internal secara berkelanjutan serta menurunkan frekuensi dan/atau dampak dari suatu kerugian akibat risiko operasional, sehingga level risiko operasional dapat ditekan sesuai toleransi risiko bank. Untuk melakukan pengelolaan terhadap risiko operasional, Bank mempergunakan perangkat (ORM Tools). Kerangka kerja manajemen risiko operasional memperhatikan regulasi Bank Indonesia dan Basel II, dan ketentuan internal Bank yang berlaku. Kebijakan risiko operasional dituangkan dalam Kebijakan Operasional Bank Mandiri (KOBM), dan Standar Prosedur Operasional (SPO) yang berisi teknis pengelolaan risiko operasional baik aspek governance, prosedur dan sistem pelaporan. Untuk melakukan mitigasi risiko pada produk dan aktivitas baru, Bank melakukan assessment terhadap 8 (delapan) jenis risiko yang diperkirakan dapat menjadi hambatan, dengan mengacu pada SPO Produk dan Aktivitas Baru (PAB).

Untuk meningkatkan efektifitas pelaksanaan pengelolaan risiko operasional, Bank sudah melakukan alignment metodologi risiko operasional dengan pola Risk Based Audit, sehingga dapat dihindarkan pekerjaan duplikasi yang tidak efisien. Pada kolaborasi ini, hasil penilaian risiko suatu unit kerja, menjadi dasar proses pemeriksaan audit berdasarkan profil risiko. Inisiatif baru tahun 2009, Bank menyediakan media Letter to CEO sebagai bentuk implementasi Whistle Blowing System, dalam rangka menunjang pengelolaan risiko operasional. Proses pengelolaan risiko operasional dilakukan oleh seluruh unit kerja Bank. Pelaksanaan implementasi ORM tools dibantu oleh ORM Coordinator (dilakukan oleh Regional Internal Control untuk kantor wilayah, dan dilakukan oleh Quality Assurance & Compliance untuk unit kerja kantor pusat). Implementasi ORM tools didiskusikan serta dilaporkan pada Forum Manajemen Risiko Operasional, baik di tingkat Wilayah ataupun Pusat melalui Operational Risk Committee. Unit kerja melakukan proses pengelolaan risiko operasional dengan cara: menentukan target kerja utama dari unit kerja, kemudian mengidentifikasi risiko yang dapat menggagalkan rencana tersebut. Bank menilai risiko dari sisi dampak (impact) dan frekuensi kejadian (likelihood), memantau trend risiko yang ada di

unit kerja. Selanjutnya unit kerja menilai perangkat manajemen risiko yang sudah ada. Apabila diperlukan perbaikan, unit kerja menentukan action plan untuk dapat melakukan mitigasi risiko dengan baik. Dari proses tersebut, Unit kerja menghasilkan profil risiko operasional yang menggambarkan eksposur risiko operasional unit kerja yang akan dijadikan dasar dalam pembuatan profil risiko operasional Bank. Laporan profil risiko operasional tingkat korporasi (bankwide) yang sudah di review oleh unit Internal Audit dipresentasikan kepada Dewan Komisaris dan dilaporkan kepada Bank Indonesia secara periodik. Business Continuity Management Bank telah memiliki suatu rencana komprehensif yang berisi langkah-langkah yang harus diambil sebelum, selama dan setelah terjadinya suatu keadaan darurat secara terdokumentasi, teruji untuk menjamin kelangsungan operasional Bank dalam bentuk Kebijakan Business Continuity Planning (BCP), Disaster Recovery Plan (DRP) dan pembentukan Disaster Recovery Center (DRC) sejak tahun 2003. Kebijakan kelangsungan usaha disempurnakan secara berkala dan pada tahun 2010 dibentuk satu unit kerja khusus yang akan menangani hal ini secara komprehensif. Supaya penerapan pengelolaan risiko menjadi lebih proaktif, Bank memanfaatkan sarana e-Learning untuk mengembangkan budaya pengelolaan risiko.

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

CORPORATE CENTER AND SHARED SERVICES Risk Management

213

ORM TOOLS

PROSES MANAJEMEN RISIKO OPERASIONAL Penjelasan RCSA dipergunakan untuk mengidentifikasi dan menilai risiko yang melekat pada aktivitas, dan menilai kualitas kontrol. RCSA dilakukan melalui proses workshop, dimana unit kerja melakukan proses identifikasi risiko serta control atas seluruh proses kerja utama , memantau trend tingkat risiko melekat, serta melakukan rencana perbaikan kontrol dalam bentuk action plan, dan memonitor realisasi rencana tersebut. Bank menggunakan MLED untuk mencatat kerugian-kerugian akibat risiko operasional yang terjadi pada masing-masing unit kerja. Selain untuk pengelolaan risiko, data MLED menjadi dasar dalam model perhitungan kebutuhan modal untuk mengcover risiko operasional dengan menggunakan metode Advanced Measurement Approach (AMA). KRI merupakan indikator kuantitatif yang dimanfaatkan untuk memberikan indikasi tingkat risiko melekat pada key proses dalam satu tahapan unit bisnis/supporting atau end-toend processing. Dengan indikator ini bank memonitor risiko atas dasar suatu batas tertentu (threshold). Kejadian yang melewati batas, akan menginisiasi tindakan perbaikan atau pengamanan.

ORM Tools Risk & Control Self Assessment (RCSA)

IDE

IF NT

I IKAS

PE N
K GU
U RA

ND GE

ALIAN

SASARAN BISNIS
PEMA
A NT
PE N

Mandiri Loss Event Database (MLED)

Key Risk Indicator (KRI)

modal Bank masih di atas ketentuan yang berlaku yang mencerminkan ketahanan Bank dalam menghadapi kondisi ekstrim sesuai skenario yang ditetapkan. 6. VALIDASI MODEL Dalam rangka pengendalian Intern bagi Bank, bagian dari penerapan Basel II pilar 1 dan pilar 2, dan pemenuhan ketentuan Bank Indonesia, Bank telah memiliki suatu unit kerja validasi yang independent di dalam Direktorat Risk Management. Ruang lingkup dari unit kerja ini adalah seluruh model risiko yang ada dan dipergunakan di Direktorat Risk Management. Selain dari pada itu, fungsi lain dari unit ini adalah memberikan advisory terhadap pengembangan model yang telah ada maupun yang akan ada dimasa yang akan datang.

5. SIMULASI KONDISI TERBURUK & STRESS TESTING Stress Testing sebagai bagian dari manajemen risiko merupakan suatu metode untuk mengevaluasi ketahanan Bank dalam menghadapi suatu skenario kejadian eksternal yang bersifat luar biasa (exceptional) tetapi mungkin terjadi (plausible) sebagai dasar dalam pengambilan keputusan Bank, serta pemenuhan ketentuan Bank Indonesia maupun Basel II.

Stress testing memberikan early warning signal kepada pihak manajemen Bank dengan menggambarkan hasil simulasi bisnis jika kondisi ekstrim terjadi, seberapa besar kerugian yang timbul serta bagaimana dampaknya terhadap modal. Dengan melakukan stress testing, Bank akan menyusun contingency plan guna mengantisipasi dampak kondisi ekstrim yang terjadi. Berdasarkan pelaksanaan stress testing, nilai rasio kecukupan

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

UA

N

N

214

CORPORATE CENTER AND SHARED SERVICES Risk Management

Pada tahun 2009 telah dilakukan validasi terhadap 10 (sepuluh) jenis model di Direktorat Risk Management. Model-model tersebut mencakup penggunaan internal model untuk mengukur risiko pasar, model rating korporasi serta model scoring untuk segmentasi retail & consumer loan (kredit Mitra Karya, Usaha Mikro, Kendara, dan Behavior Scoring Credit Card). B. KECUKUPAN MODAL Perhitungan kecukupan modal telah dihitung sesuai ketentuan Bank Indonesia yang mencakup risiko pasar, risiko operasional dan risiko kredit. Kebutuhan modal minimum risiko pasar per Desember 2009 dengan menggunakan Model Standar adalah sebesar Rp127.94 Milyar, sehingga nilai KPMM setelah memperhitungkan unsur risiko kredit dan risiko pasar

adalah sebesar 15,43%. Proyeksi KPMM setelah memperhitungkan risiko kredit dan risiko pasar per Desember 2010, 2011 dan 2012 masih menunjukkan tingkat kecukupan modal yang memadai. Pada tanggal 27 Januari 2009, Bank Indonesia mengeluarkan Surat Edaran (SE) No. 11/3/ DPNP perihal Perhitungan Asset Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) untuk Risiko Operasional dengan Menggunakan Pendekatan Indikator Dasar. Menindaklanjuti hal tersebut, Bank telah melakukan simulasi perhitungan ATMR dan Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) Risiko Operasional. Dalam rangka persiapan penerapan Basel II, Bank telah melakukan simulasi perhitungan beban modal risiko kredit dengan pendekatan standardized yang dilakukan dengan berpedoman kepada Consultative Paper Bank Indonesia. Hasil perhitungan simulasi ini

menunjukkan ATMR risiko kredit untuk posisi 31 Desember 2009 sebesar Rp 210,01 T. 6. PENGELOLAAN RISIKO PERUSAHAAN ANAK Sejalan dengan penerapan PBI No. 8/6/PBI/2006 tanggal 30 Januari 2006 dan SE BI No. 8/27/DPNP tanggal 27 November 2006, Bank melaksanakan konsolidasi pengelolaan risiko dengan anak perusahaan (Bank Syariah Mandiri, Mandiri Sekuritas, Bank Mandiri Europe, Bank Sinar Harapan Bali, dan AXA Mandiri) secara bertahap. Sebagai landasan bagi konsolidasi, telah dilaksanakan penyelarasan kebijakan dan ketentuan antara Bank sebagai perusahaan induk dengan perusahaan-perusahaan anak tersebut yang diikuti dengan penyelenggaraan Forum ERM. 7. RISK CULTURE SURVEY Di tahun 2009 Bank Mandiri bekerja sama dengan konsultan independen

SIMULASI KOMPOSISI BEBAN MODAL PER 1 DESEMBER 2009

α

OR 5% 1% 4% 95%

α

OR 10% 1% 8% 91%

α

OR 15% 1% 12% 87%

ATMR Risiko Pasar ATMR Risiko Operasional ATMR Risiko Kredit

ATMR Risiko Pasar ATMR Risiko Operasional ATMR Risiko Kredit

ATMR Risiko Pasar ATMR Risiko Operasional ATMR Risiko Kredit

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

CORPORATE CENTER AND SHARED SERVICES Risk Management

215

PriceWaterhouseCoopers melakukan Risk Culture Survey untuk identifikasi kekuatan dan potensi permasalahan terkait penerapan Manajemen Risiko dan budaya kontrol perusahaan serta mengidentifikasi unit kerja yang belum memiliki kesamaan pemahaman budaya (risiko).

Dari hasil survey diketahui bahwa nilai seluruh aspek Key Attributes of Effective Risk Management Bank Mandiri lebih baik dibandingkan dengan PwC benchmark (Tabel 1). Walaupun nilai overall untuk setiap aspek effective risk management Bank Mandiri lebih besar dari PwC

benchmark, namun masih terdapat 4 hal yang mendapat kategori “Perhatian” dan perlu dilakukan perbaikan, yaitu: 1. Proses promosi dan reward 2. Risiko Turnover pegawai 3. Kebutuhan training manajemen risiko dan kontrol 4. Pengaruh faktor eksternal dalam pencapaian target Penyempurnaan pengelolaan risiko di Bank Mandiri dilakukan secara berkelanjutan agar Risk Management mendukung transformasi lanjutan Bank Mandiri dengan tetap memenuhi ketentuan regulasi dan perkembangan bisnis Bank.

KEY ATTRIBUTES OF EFFECTIVE RISK MANAGEMENT Key Attribute and Sub-Attribute PWV Benchmark 1.13 1.21 1.05 0.89 0.99 0.76 0.69 0.65 0.73 0.80 0.77 0.84 Bank Mandiri 1.21 1.22 1.20 1.08 1.08 0.97 0.84 0.80 0.88 0.97 0.86 1.07

Leadership & Strategy 1. Integrity & Ethical Values 2. Communicate Mission & Objectives Accountability & Reinforcement 3. Assignment of Authority & Responsibility 4. Human Resource Policies and Practices & Performance Measurement People & Communication 5. Commitment to Competence 6. Information & Communication Risk Management & Infrastructure 7. Identity & Assess Risk 8. Establish Processes & Controls

RISK CULTURE SURVEY Strongly Disagree (2,00) Disagree (1,00) Neutral 0 Agree 1,00 Strongly Agree 2,00

PwC BENCHMARK

MANDIRI

Hasil Risk Culture Survey Bank Mandiri memperoleh nilai overall sebesar 1.02 (skala -2 s/d +2) dengan kategori Baik. Di mana nilai overall Bank Mandiri lebih besar dari pada nilai benchmark yang dimiliki PwC, yaitu sebesar 0.89.

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

216

CORPORATE CENTER AND SHARED SERVICES Technology & Operations

SASMITA
Direktur Technology & Operations Ketersediaan layanan yang prima semakin menjadi prioritas kami dalam menciptakan layanan operasional terbaik. Hal ini kami lakukan dengan senantiasa secara optimal terus menjaga standar mutu produk dan layanan yang memenuhi harapan seluruh stakeholder melalui dukungan infrastruktur teknologi & operasional yang melebihi harapan. Tersedianya layanan perbankan 24 x 7, kelengkapan produk dan jasa untuk semua segmen nasabah serta keamanan dalam setiap transaksi merupakan hasil kerja keras kami. Semua itu kami lakukan untuk menciptakan layanan perbankan yang menembus batas keinginan dalam penyediaan layanan operasional Bank Mandiri.
TRANSFORMASI DIREKTORAT TECHNOLOGY & OPERATIONS Sejak pelaksanaan transformasi Bank Mandiri 2005, Direktorat Technology & Operations mempunyai peran yang besar, melalui penyempurnaan tata kelola, peningkatan efisiensi operasional Bank Mandiri dengan menurunkan biaya transaksi,implementasi solusi teknologi dan peningkatan kapasitas operasional untuk memenuhi kebutuhan unit bisnis serta meningkatkan manfaat “economies of scale” melalui konsolidasi unit operasional. Selain itu kami juga berhasil meningkatkan pemanfaatan aset bangunan dengan secara konsisten terus mengembangkan Sentra Mandiri sehingga dapat menyelaraskan dan memperkuat koordinasi proses operasional Bank secara tersentralisasi

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

CORPORATE CENTER AND SHARED SERVICES Technology & Operations

217

Selain itu hasil transformasi Direktorat Technology & Operations juga tercermin dari keberhasilan meningkatkan peringkat survei Banking Service Excellence secara berkesinambungan yang pada akhirnya berhasil meraih peringkat pertama. Berbagai pencapaian tersebut dapat diperoleh melalui kerja keras tiap pegawai Direktorat Technology & Operations dengan selalu mengutamakan layanan operasional yang berbiaya rendah namun tetap kompetitif, memenuhi perubahan kebutuhan pasar, bisnis dan nasabah secara cepat, mempertahankan dan meningkatkan kualitas service excellence; serta meningkatkan efektifitas operasional. Di masa mendatang Direktorat Technology & Operations akan terus meningkatkan upaya untuk dapat mempersingkat “time to market” pada pengembangan produk dan layanan baru, serta memudahkan “time to change” dalam rangka mendukung perubahan organisasi untuk menangkap peluang penciptaan nilai dan pertumbuhan strategis. PENYEMPURNAAN TATA KELOLA & PROSES BISNIS, EFISIENSI OPERASIONAL, OPTIMALISASI

KAPASITAS INFRASTRUKTUR, SERTA SERVICE EXCELLENCE Kami melanjutkan pelaksanaan tata kelola yang baik di bidang teknologi & operasional yang selalu menjadi perhatian utama, mengingat hal tersebut mempengaruhi citra Bank Mandiri. Untuk itu kami telah melakukan penyempurnaan dalam menerapkan prinsip-prinsip Good Corporate Governance, antara lain ditunjukkan melalui pengendalian kesalahan seminimal mungkin, peningkatan keamanan, tindakan pencegahan dari fraud, dan penetration (internal dan eksternal). Hal serupa juga kami terapkan dalam bidang operasional kredit, melalui tata kelola administrasi perkreditan yang baik dengan memastikan kelengkapan dan kebenaran data-data nasabah, penilaian agunan sesuai ketentuan regulator, serta prosedur pencairan kredit sesuai persyaratan. Keberhasilan kami melaksanakan tata kelola dan kepatuhan secara baik tercermin dengan tidak adanya error pada transaksi treasury operations dan outgoing RTGS, sedangkan proses penerbitan Bank Garansi memiliki error rate yang terkendali dengan baik hanya mencapai 0,29%, dimana kedepan akan terus

disempurnakan. Demikian halnya dengan perbaikan proses bisnis secara konsisten terutama pada proses kliring, RTGS dan penerbitan Bank Garansi telah berhasil mengoptimalkan kinerja SDM sebesar 37,7%. Untuk menjamin kepastian dan kelancaran operasional, kami secara konsisten melakukan penyempurnaan kebijakan dan prosedur bidang teknologi dan operasional yang sejalan dengan Arsitektur Kebijakan dan Prosedur Bank Mandiri. Upaya untuk dapat secara konsisten meningkatkan manfaat “economies of scale” melalui konsolidasi unit operasional, dilakukan dengan optimalisasi penggunaan Sentra Mandiri untuk meningkatkan koordinasi antar unit kerja operasional. Selain itu, dengan sentralisasi pemanfaatan jaringan komunikasi untuk voice, data, image, didapatkan manfaat “economies of scale” sehingga menghasilkan biaya transaksi yang lebih rendah dan memberikan manfaat bisnis yang lebih tinggi. Optimalisasi jaringan komunikasi telah memberikan jaringan yang efisien untuk melaksanakan sentralisasi back office, operasional cabang serta e-channel.

TOTAL REKENING (Ribu)

TOTAL TRANSAKSI (Juta)

RASIO TRANSAKSI MONETARY E - CHANNEL : CABANG

‘07

‘07

‘07

71 : 29 74 : 26 82 : 18

‘08

‘08

‘08

‘09

‘09

‘09

4.000

6.000

8.000

10.000 12.000

400

800

1.200

1.600

1.800

Total Transaksi Monetary Total Transaksi

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

218

CORPORATE CENTER AND SHARED SERVICES Technology & Operations

TECHNOLOGY & OPERATIONS

SURESH GUMMALAM IT Business Solutions & Application Services Group

O.C. HARRY PUDJIATMOKO IT Operations Group

Di tahun 2009 kami melaksanakan optimalisasi kehandalan infrastruktur teknologi, terutama pada infrastruktur yang bersifat kritikal melalui implementasi penambahan high availability blade server dan implementasi platform berbasis UNIX, sehingga skalabilitas pemrosesan transaksi serta pemenuhan SLA yang lebih baik. Sejalan dengan upaya kami menurunkan biaya transaksi, dengan pengalihan transaksi pada electronic channel yang berbiaya rendah, pada 2009 kami telah berhasil menurunkan biaya transaksi sebesar 10,5%, dengan meningkatnya rata-rata komposisi volume transaksi finansial e-channel terhadap cabang selama tahun 2009 menjadi 82:18 dari 74:26 pada rata-rata tahun 2008. Di sisi lain, peningkatan volume bisnis juga tercermin pada indikator pertumbuhan volume transaksi selama tahun 2009 sebesar 1,4 Milyar transaksi dari 1,2 Milyar transaksi selama tahun 2008. Posisi Bank Mandiri sebagai Supply Chain Bank bagi nasabah Commercial & Corporate dan Payment Bank bagi nasabah Consumer & Retail juga terlihat dari peningkatan volume transaksi remittance, untuk kliring debet pada tahun 2009 mencapai 6,3 juta transaksi atau mengalami kenaikan sebesar 1% dibandingkan tahun sebelumnya meskipun nilai transaksi mengalami penurunan sebesar 3% atau Rp 199,47 triliun dibandingkan tahun sebelumnya. Sedangkan transaksi kliring kredit mencapai 11,2 juta transaksi mengalami kenaikan 10% dibandingkan tahun 2008, dengan nilai transaksi sebesar Rp. 103,1 triliun atau naik 7% dibandingkan tahun sebelumnya. Transaksi RTGS pada tahun 2009 tercatat sebesar Rp. 5.900 triliun dengan volume mencapai 3,28 juta transaksi. Nilai transaksi ini mengalami penurunan sebesar Rp. 940 triliun atau sebesar

13% dibandingkan nilai transaksi RTGS 2008, namun demikian volume transaksi mengalami peningkatan 340 ribu atau 12% dibandingkan volume transaksi tahun 2008. Kesungguhan kami untuk selalu memberikan layanan prima kepada nasabah diwujudkan melalui beberapa inisiatif peningkatan kualitas fisik dan non-fisik telah membuahkan hasil yang menggembirakan dengan keberhasilan meraih beberapa penghargaan penting terkait layanan prima CALL CENTER AWARD for Excellence Service Performance dari CARRE – CCSL (Center of Customer Satisfaction & Loyalty) dan The Best Contact Center of The Year dari Contact Center Association Malaysia. Selain pencapaian-pencapaian tersebut, masih terdapat beberapa hal yang perlu disempurnakan terkait teknologi & operasional seperti perlunya dilaksanakan security assessment secara menyeluruh, terutama pada electronic channel dan cabang. SASARAN STRATEGIS 2010 Setelah melalui kondisi perekenomian yang kurang kondusif pada awal tahun 2009, pada tahun 2010 ini pertumbuhan bisnis yang agresif dan outward looking akan menjadi sasaran utama untuk mendorong pertumbuhan High Yield Business, Retail Deposit & Payment dan Wholesale Transactions sesuai dengan Corporate Plan Bank Mandiri 2010 - 2014. Selaras dengan target pertumbuhan bisnis, pengembangan teknologi dan operasional terbagi atas 5 program yaitu : 1. Mendukung pertumbuhan High Yield Business dengan implementasi Loan Factory Solutions guna meningkatkan Turn Around Time, pengembangan

MOHAMMAD GUNTUR Planning, Policies, Procedures, & Architecture Group

CHRISNA PRANOTO Credit Operations Group

HERRY RUKMANA Central Operations Group

O.C. HARRY PUDJIATMOKO Electronic Channel Operation Group

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

CORPORATE CENTER AND SHARED SERVICES Technology & Operations

219

0%

Kami terus melakukan terobosanterobosan untuk peningkatan pelaksanaan tata kelola dan kepatuhan secara baik tercermin dengan melalui keberhasilan kami menekan error rate hingga 0% untuk outgoing RTGS dan transaksi.

solusi bisnis Micro Banking yang komprehensif. 2. Meningkatkan jangkauan bisnis Bank Mandiri melalui program Retail Payment, e-Channel Modernization, & Branch Infrastructure dengan mendominasi industri spesifik melalui konsolidasi semua payment services untuk layanan B2B. 3. Mengembangkan Wholesale Transaction Banking dengan memberikan layanan treasury, cash management dan trade finance yang terbaik, serta meningkatkan kapabilitas dan utilisasi sistem berbasis Service Oriented Architecture (SOA). 4. Implementasi Enterprise Risk Management dengan cara menerapkan manajemen risiko secara pragmatis dan sesuai dengan best practice terkini.

5. Mewujudkan Information on Demand dalam rangka menyediakan informasi yang akurat, pada waktu yang tepat untuk kebutuhan user yang berwenang dengan menggunakan media yang handal. Disamping program - program tersebut, kami akan meningkatkan upaya penyempurnaan proses bisnis, termasuk melanjutkan rencana untuk melakukan konsolidasi fungsi-fungsi operasional yang saat ini masih terdapat di unit bisnis, seperti billing processing, call center, dan operasional kredit. Terkait pengelolaan aspek efisiensi transaksi dan layanan kami akan terus mengupayakan penurunan biaya transaksi dengan target 10%, melalui program efisiensi dan pengendalian biaya secara optimal, serta peluang penggunaan teknologi baru yang berbiaya rendah. Untuk mempertahankan kualitas layanan dan memastikan kapasitas infrastruktur IT sesuai dengan kebutuhan dan mampu mengakomodasi pertumbuhan bisnis,

dilaksanakan peremajaan infrastruktur cabang. Kami akan memperkuat “footprint” di kawasan regional, melalui standarisasi kantor cabang luar negeri dengan konsep hubbing. Seiring dengan tumbuhnya volume bisnis dan peningkatan efisiensi, maka manfaatnya akan dirasakan nasabah berupa; harga yang bersaing, proses yang lebih cepat dan waktu layanan yang lebih panjang. Melalui sasaran strategis 2010 tersebut, diharapkan Direktorat Technology & Operations dapat memberikan dukungan kepada unit bisnis dengan lebih optimal agar target pertumbuhan bisnis yang diharapkan dapat dicapai, serta secara konsisten memberikan layanan prima kepada seluruh stakeholder. Sehingga, Bank Mandiri akan dapat memberikan solusi keuangan yang inovatif dan berstandar internasional yang dapat memenuhi seluruh harapan nasabah.

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

220

CORPORATE CENTER AND SHARED SERVICES Compliance and Human Capital

OGI PRASTOMIYONO
Direktur Compliance and Human Capital Penyempurnaan dan penataan Human Capital ditekankan pada penciptaan kebijakan yang dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan. Hal ini dilakukan agar Human Capital dapat menunjang pencapaian visi Bank Mandiri.

Dalam upaya mendukung pencapaian visi Bank Mandiri, Direktorat Compliance & Human Capital terus melakukan berbagai penyempurnaan dan penajaman strategi di bidang Human Capital dan Compliance, dengan mencanangkan misi strategisnya yakni “Accelerating Human Capital Value Creation”. Untuk mencapai misi tersebut, Strategi Human Capital difokuskan pada 4 hal utama, yakni:

• Meningkatkan kapabilitas leadership. • Meningkatkan keterikatan emosional (engagement) pegawai. • Mengembangkan budaya yang efektif, serta • Membangun praktik pengelolaan human capital yang terbaik. Misi ini dilandasi dengan pengembangan budaya yang menjunjung tinggi penerapan prinsip kehati-hatian,

manajemen risiko serta Good Corprate Governance (GCG). Proses Accelerating Human Capital Value Creation dilakukan dengan mengacu pada “Human Capital Lifecycle” yang menjadi dasar utama penyempurnaan dan penataan Human Capital, dengan penekanan pada penciptaan kebijakan yang dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan. Hal ini dilakukan

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

CORPORATE CENTER AND SHARED SERVICES Compliance and Human Capital

221

agar Human Capital dapat menunjang pencapaian visi Bank Mandiri. Beberapa inisiatif strategis dirancang dan disusun secara komprehensif, mengacu pada “HC Best Practices” yakni: ORGANIZATION DEVELOPMENT Dalam rangka mendukung pertumbuhan bisnis, diperlukan organisasi yang efisien, efektif dan mampu bersaing di market. Untuk itu, pengembangan organisasi difokuskan dengan melakukan organization review, sehingga bisnis unit dapat menjadi lebih efektif. Beberapa hal telah dilakukan diantaranya adalah melakukan job evaluation dan menetapkan peringkat jabatan (job grade) pada unit-unit yang mengalami perubahan organisasi, menghitung kebutuhan penambahan pegawai secara tepat, merancang dan mengimplementasikan modelmodel career development yang dapat memberikan kesempatan bagi pegawainya untuk tumbuh baik dari segi kapabilitas, leadership maupun karir.

Program ”Mandiri Jumpstart”, yang merupakan program pembelajaran yang bersifat komprehensif untuk membekali pegawai dengan pengetahuan, peralatan dan dukungan untuk membantu proses pengenalan serta integrasi kedalam organisasi dan budaya dengan cepat dan efektif telah diciptakan dan akan diimplementasikan secara penuh pada tahun 2010. Jalur penerimaan pegawai Officer Development Program (ODP) sebagai kunci pegawai pimpinan Bank Mandiri di masa datang ditata kembali melalui perbaikan tahapan dan metode seleksinya. Proses seleksi disempurnakan agar mampu menggali potensi yang dimiliki oleh kandidat, untuk memenuhi kebutuhan pegawai pimpinan di masa depan, serta sesuai dengan kebutuhan bisnis unit. Perbaikan resourcing proses di atas dilakukan dengan menyusun resourcing guidelines baru yang lebih ringkas, sederhana, serta menyempurnakan infrastruktur melalui automation resourcing process dengan online

e-Recruitment, agar lebih cepat dan efisien. Dengan dilakukannya penyempurnaan ini, maka seluruh kebutuhan pegawai tahun 2009 dapat dipenuhi oleh Human Capital. Disamping penyelarasan di bidang resourcing policy, penyempurnaan outsourcing policy juga dilakukan agar pengelolaannya menjadi lebih efektif. Penataan kembali outsourcing policy, khususnya dalam hal tanggung jawab pengelolaan, jenis pekerjaan yang dapat dioutsourcekan serta vendor management yang lebih baik. LEARNING & DEVELOPMENT Dalam upaya peningkatan kapabilitas leadership, Bank Mandiri telah menyusun beberapa program agar para leaders memiliki global outlook leadership yang kuat. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menghadirkan pembicarapembicara bertaraf international untuk memberikan gambaran best practices mengenai trend perkembangan leadership serta budaya organisasi kepada

WORKFORCE PLANNING & STAFFING Pertumbuhan organisasi yang cepat perlu didukung dengan strategi pemenuhan pegawai yang tepat dan akurat. Sejalan dengan hal tersebut, resourcing policy, disesuaikan agar mampu memenuhi kebutuhan bisnis secara time to market dan sesuai dengan best practice di perbankan. Penajaman strategi resourcing juga terus ditata agar dapat mendukung operasional bank, baik dari segi jumlah, kompetensi maupun ketepatan waktu. Pegawai baru juga dipersiapkan agar menjadi talent yang unggul dan tangguh.

HUMAN CAPITAL LIFECYCLE
HUMAN CAPITAL L IFECYCL
E

3. Learning & Development 2. Workforce Planning & Staffing

4. Employee Relation

TALENT
1. Organization Development

5. Performance Management & Reward 6. Talent Management

(Perub

B U D AYA & K E M I M P I N A N n EP ha ah eseluru
an Paradigm a&

k Perilaku Individu secara

(Perb aikan

S T R AT E

dalam Kebij ties akan, Proses, People Capabili

HC G I & TA KT I K P E N E R A PA N eknologi &T

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

222

CORPORATE CENTER AND SHARED SERVICES Compliance and Human Capital

COMPLIANCE AND HUMAN CAPITAL

MUSTASLIMAH Compliance Group

para leader dalam acara ”Leadership Development and Executive Briefing Series”. Inisiatif ini didukung dengan pengiriman para leaders untuk mengikuti Executive Training ke universitas terkemuka di dunia. Disamping upaya pengembangan leadership di atas, learning development juga disusun agar lebih fokus, efektif serta dapat menunjang kinerja bisnis. Untuk itu, telah dibentuk akademiakademi sesuai dengan kebutuhan pengembangan Strategic Business Unit, yakni: Micro & Retail Banking Academy, Risk Management Academy, Corporate Banking Academy, Commercial Banking Academy, Treasury & International Banking Academy, Technology & Operations Academy, serta Audit, Compliance & Governance Academy. Penyelenggaraan pelatihan juga terus dilakukan sesuai dengan kebutuhan melalui regular inhouse, serta pengiriman pegawai pada program training public di lembaga-lembaga pendidikan terkemuka nasional maupun internasional. EMPLOYEE RELATIONS Bank Mandiri terus berupaya meningkatkan engagement pegawai agar dapat memberikan kinerja yang maksimal bagi perusahaan. Beberapa program telah dibangun untuk mencapai hal tersebut, dimana salah satunya adalah dengan diimplementasikannya secara penuh Employee Service Center atau dikenal dengan ”hc4U”. Melalui sarana ini, pegawai dari seluruh nusantara dapat memperoleh informasi kepegawaian dengan mudah, cepat dan akurat melalui satu pintu. Pada tahun 2009 ini, Perjanjian Kerja Bersama (PKB) untuk tahun 2009–

KRESNO SEDIARSI Human Capital Services Group

2011 telah ditandatangani antara Manajemen dengan Serikat Pegawai Bank Mandiri (SPBM). Pelaksanaan penandatanganan PKB ini, untuk pertama kalinya disaksikan secara langsung oleh Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI. Proses ini merefleksikan kondisi kerja yang harmonis di Bank Mandiri. PERFORMANCE MANAGEMENT & REWARD Human Capital, pada tahun 2009, juga telah melakukan berbagai inovasi dan breakthrough di bidang performance management and rewards. Mid Year Performance Review untuk pertama kalinya diimplementasikan pada tahun 2009. Hal ini dilakukan untuk memastikan target kinerja pegawai telah sesuai dengan yang diharapkan oleh Line Manager. Disamping itu, Mid Year Peformance Review dilakukan untuk mencari solusi/ antisipasi penyelesaian kinerja pada tingkat awal. Inovasi bidang rewards juga dilakukan sebagai upaya perusahaan untuk meningkatkan kinerja pegawai. Implementasi pemberian tunjangan untuk jabatan tertentu dan tunjangan khusus bagi pegawai di daerah-daerah tertentu yang dipandang perlu untuk diberikan suatu tunjangan sebagai kompensasi untuk kondisi inflasi dari daerah dimaksud, juga telah dilakukan. Pengelolaan cuti pegawai juga disempurnakan melalui metode ”block leave”. Melalui sistem ini, cuti pegawai dapat dilaksanakan secara efektif. Metode ini akan diimplementasikan secara efektif pada tahun 2010. Upaya inovasi dan pengembangan sistem rewards lainnya akan terus dilakukan untuk meningkatkan kinerja dan motivasi pegawai Bank Mandiri.

SANJAY N. BHARWANI Human Capital Strategy & Policy Group

I NENGAH RENTAYA Learning Center Group

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

CORPORATE CENTER AND SHARED SERVICES Compliance and Human Capital

223

2010

Tahun 2010, Direktorat Compliance & Human Capital telah mencanangkan misinya “Accelerating Human Capital Value Creation to be Indonesia’s most Admired and Progressive Financial Institution Moving to High Gear”.

TALENT MANAGEMENT & SUCESSION PROGRAM Pengembangan melalui Talent Management dan Succession Planning juga ditata kembali untuk mempersiapkan suksesor pemimpin Bank Mandiri di masa datang. Penyempurnaan dilakukan secara menyeluruh dari metode pemilihan, enhancement, assignment hingga placement pada jabatan yang strategis. Keseluruhan tahapan pengembangan ini dilakukan melalui pendekatan yang menitikberatkan pada kekuatan seseorang atau “strengths based approach”. Pengembangan berbasis strengths ini didukung dengan proses coaching oleh ”internal coach” yang telah terlatih dan disiapkan dengan matang. Hal ini dilakukan, agar para internal coach dapat memahami kekuatan, serta dapat mengoptimalkan kinerja pegawai sesuai dengan kekuatan yang dimilikinya. Program pengembangan ini dilaksanakan

dengan menekankan pada perencanaan, pengembangan, serta monitoringnya. INFRASTRUKTUR Tercapainya operational excellence selalu menjadi prioritas utama bagi Human Capital dalam memberikan support bagi pegawai dan unit kerja. Untuk itu, sistem dan infrastruktur juga dibenahi agar menjadi lebih baik. Penyempurnaan sistem payroll dan pengelolaan travel management telah dilakukan dengan mengoptimalkan infrastruktur yang dimiliki. Melalui optimalisasi sistem dan infrastruktur ini, maka proses administrasi human capital menjadi lebih efisien dan cepat, baik dari sisi biaya maupun sumber daya. PELAKSANAAN TUGAS DI BIDANG KEPATUHAN Prudential Banking Bank Mandiri berkomitmen untuk

melaksanakan kepatuhan secara total sehingga seluruh kegiatannya selalu mematuhi peraturan perundangundangan dan ketentuan yang berlaku serta menerapkan prinsip kehati-hatian, antara lain tercermin dalam pelaksanaan Prudential Banking diantaranya yaitu: • Tidak terjadi pelampauan dan pelanggaran BMPK baik terhadap pihak terkait maupun pihak tidak terkait. • Tidak memberikan fasilitas kredit yang dilarang oleh Pemerintah dan peraturan-peraturan yang lain. • Tidak melanggar Giro Wajib Minimum (GWM). • Tidak melanggar ketentuan Posisi Devisa Netto (PDN). • Tidak melanggar Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) Good Corporate Governance, Know Your Customer dan Anti Money Laundering Serangkaian perubahan dilakukan dan diterapkan secara konsisten, yakni dengan melakukan proses transformasi organisasi

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

224

CORPORATE CENTER AND SHARED SERVICES Compliance and Human Capital

melalui perbaikan tata kelola perusahaan yang taat pada prinsip-prinsip GCG. Keberhasilan Bank Mandiri dalam memperkuat penerapan prinsip-prinsip Good Corporate Governance didukung oleh hasil riset dan pemeringkatan implementasi GCG oleh pihak independen yaitu Corporate Governance Perception Index (CGPI) yang diselenggarakan oleh The Indonesian Institute for Corporate Governance (IICG) dimana Bank Mandiri memperoleh peringkat 1 (nilai 90.65) dengan predikat sebagai perusahaan “Sangat Terpercaya” dan “Emiten Keuangan Terbaik”. Dari kalangan internasional, Bank Mandiri juga memperoleh penghargaan sebagai Asia’s Best Companies For Corporate Governance dalam Recognition Awards 2009 yang diselenggarakan oleh Corporate Governance Asia. Penerapan prinsip Know Your Customer (KYC) dan pencegahan tindak pidana pencucian uang (Anti Money Laundering/ AML) secara konsisten diimplementasikan dan terus disempurnakan baik dari sisi kebijakan maupun prosedur operasionalnya. Inisiatif-inisiatif yang dilaksanakan untuk memperkuat penerapan Anti Pencucian Uang (APU) dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (PPT), antara lain: • Implementasi sistem otomasi Anti Money Laundering (AML Solution) di kantor cabang Hong Kong dan Singapura untuk monitoring transaksi yang terindikasi mencurigakan. • Desentralisasi sistem AML Solution di seluruh Regional Internal Control (RIC) Kantor Wilayah sebagai bagian dari program pengendalian terpadu untuk pencegahan fraud dan mendeteksi adanya indikasi transaksi keuangan mencurigakan. • Pembuatan dan pendistribusian Alat

Peraga AML-KYC “Show and Tell” untuk front liner. • Mengembangkan modul training “Combating Financial and Transactional Crime” untuk pegawai pimpinan dan pelaksana. Disamping itu, untuk melengkapi fungsi dan tugas Quality Assurance & Compliance (QAC), selama tahun 2009, telah diterbitkan buku kebijakan kepatuhan Bank Mandiri, buku panduan dan review kepatuhan, disusun panduan Compliance Risk serta telah diimplementasikan Sistem Komunikasi Pelaporan Kepatuhan (SKPK) unit kerja. PROGRAM PENGEMBANGAN PERIODE SELANJUTNYA Bidang Human Capital Untuk periode selanjutnya, pengembangan Human Capital tetap diarahkan untuk mendukung pencapaian visi Bank Mandiri, serta mengakselerasi program yang telah disusun agar mampu memenuhi harapan stakeholder. Untuk itu, pada tahun 2010, Direktorat Compliance & Human Capital telah mencanangkan misinya “Accelerating Human Capital Value Creation to be Indonesia’s Most Admired and Progressive Financial Institution Moving to High Gear”. Human Capital Bank Mandiri akan terus diperbaiki dan disempurnakan melalui inovasi yang produktif. Beberapa langkah pembaharuan telah dicanangkan untuk dilakukan pada tahun 2010 diantaranya: • Pengembangan kapabilitas leadership melalui Great Leader Program dan Management Development Program • Pelaksanaan Program Master Degree (S2) di universitas terkemuka dunia. • Penyempurnaan performance based reward, health care serta recognition programs. • Penyempurnaan SAP dan pelaksanaan

Employee Self Services di seluruh unit kerja. • Pengembangan Culture melalui penciptaan program budaya yang sustainable, monitoring yang efektif serta menanamkan mindset aliansi dan jiwa service pada seluruh insan Bank Mandiri. Bidang Kepatuhan Penyempurnaan di bidang kepatuhan juga terus diupayakan melalui penyempurnaan dari aspek metodologi, organisasi dan sistem informasi terkait. • Dari aspek metodologi, akan dilakukan compliance risk statement agar semua risiko kepatuhan yang signifikan diidentifikasi, didokumentasikan dan dimitigasi secara efektif. Dengan demikian diharapkan non-compliance event yang signifikan dapat diantisipasi sehingga target “No Surprise” yang telah dicanangkan dapat dicapai. • Di bidang organisasi, perbaikan struktur organisasi akan dilakukan didasarkan pada karakteristik risiko kepatuhan yang terdapat pada lines of business Bank Mandiri serta peraturan perundang-undangan dan ketentuan yang berlaku. • Dari segi sistem informasi, pengembangan akan dilakukan untuk mendukung manajemen komunikasi dan informasi yang efektif. Direktorat Compliance & Human Capital yakin bahwa melalui penciptaan SDM yang berkualitas serta pengelolaan bidang kepatuhan yang baik akan menciptakan masa depan perusahaan yang gemilang. Untuk itu, Direktorat Compliance & Human Capital terus berupaya melahirkan berbagai inisiatif strategis dan kebijakan yang sejalan dalam mendukung visi Bank Mandiri: “To be Indonesia’s most admired and progressive financial institution”.

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

CORPORATE CENTER AND SHARED SERVICES Compliance and Human Capital

225

KOMPOSISI PEGAWAI BERDASARKAN PENDIDIKAN JUMLAH PEGAWAI
21.192

S2 DAN S3
‘05
21.062 21.631 1.440

S1
10.850

‘05 ‘06 ‘07
22.408

‘05
10.890

‘06 ‘07 ‘08

1.447

‘06
11.823

1.511

‘07
12.745

‘08
22.909

1.526

‘08
13.820

‘09 5.000

‘09 10.000 15.000 20.000 25.000 250 500 1.000 1.500

1.541

‘09 2.500 5.000 7.500 10.000 15.000

2.000

D3 DAN D4
‘05 ‘06 ‘07 ‘08 ‘09 1.000 2.000
3.181

SLTA Setara
5.721

PRODUKTIVITAS PEGAWAI EBT/ JUMLAH PEGAWAI (Rp. Milliar)
0,5
5.545 0,45

‘05 ‘06 ‘07 ‘08 ‘09
4.602 4.991

3.180

0,4 0,3 0,2 0,1
0,29

0,35

2.962 3.146

5.335

2.946

0,14

3.000

4.000

5.000

4.000

4.500

5.000

5.500

6.000

‘06

‘ 07

‘08

‘09

TRAINING JUMLAH PESERTA TRAINING
‘05 ‘06 ‘07 ‘08 ‘09
27.225 50.851 12.690

BIAYA TRAINING (miliar Rp.)
‘05
113,974

JENIS TRAINING Inhouse Public Class
237,860

8.609 627 5.854 11.272 863

23.380 58.814

‘06 ‘07 ‘08 ‘09
50.000 60.000

123,367

Sosialisasi
216,285

Special Project Academy

206,733

20.000 30.000 40.000

50.000 100.000 150.000 200.000 250.000

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

226

CORPORATE CENTER AND SHARED SERVICES Corporate Secretary, Legal & Customer Care

BAMBANG SETIAWAN
Direktur Corporate Secretary, Legal & Customer Care Mewujudkan Bank Mandiri sebagai korporasi yang sangat terpercaya dengan service excellence yang terbaik, posisi hukum yang kuat dan budaya perusahaan yang kokoh, merupakan tujuan utama kami. Goals ini kami capai melalui berbagai inisiatif dan aktivitas: menjaga dan meningkatkan reputasi perusahaan, memperkuat citra Bank Mandiri sebagai perusahaan terbuka yang terkemuka dan terpercaya, menjaga dan meningkatkan kualitas service excellence pada semua contact points, memberikan dukungan korporasi yang handal untuk meningkatkan nilai perusahaan, menjaga posisi hukum perusahaan dan melakukan transformasi budaya berkelanjutan.
Direktorat Corporate Secretary, Legal & Customer Care mendukung visi Bank Mandiri menjadi Indonesia’s most admired and progressive financial institution, melalui pencapaian selama tahun 2009 yaitu terjaganya reputasi yang prima, tercapainya service excellence yang terbaik, terbangunnya budaya perusahaan yang kokoh dan posisi hukum yang kuat. Keseluruhannya merupakan dukungan korporasi yang handal untuk meningkatkan nilai perusahaan secara berkesinambungan. Selama tahun 2009 telah banyak pencapaian yang diraih oleh unit-unit kerja yang berada dalam supervisi Direktorat Corporate Secretary, Legal & Customer Care. Pencapaianpencapaian utama yang menjadi landasan fundamental tercapainya

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

CORPORATE CENTER AND SHARED SERVICES Corporate Secretary, Legal & Customer Care

227

visi Bank Mandiri adalah predikat sebagai bank yang menyediakan service excellence yang terbaik di Indonesia (Best Bank Service Excellence) pada tahun 2007/2008 dan 2008/2009 sesuai hasil riset dan survey Marketing Research Indonesia dan Majalah Infobank. Selain itu, dalam tahun 2009 reputasi Bank Mandiri sangat terjaga dan meningkat dengan baik, tercermin dari tercapainya Publicity Effectiveness Level yang baik yang mempunyai makna bahwa Bank Mandiri memperoleh exposure pemberitaan yang positif di media massa. Pencapaian utama lainnya adalah posisi hukum Bank Mandiri yang terjaga secara berkelanjutan, meningkatnya kualitas penanganan pengaduan nasabah serta terimplementasikannya budaya kerja secara efektif dengan indikator antara lain terwujudnya 8.212 change agents atau lebih dari 35% dari total pegawai, yang membentuk keseluruhan jajaran pegawai yang menjalankan nilai-nilai trust, integrity, professionalism, customer focus dan excellence. Secara terinci beberapa pencapaian utama tahun 2009 adalah sebagai berikut: 1. Terlaksananya monitoring dan penyempurnaan terus menerus atas standard layanan Bank Mandiri baik untuk front liners maupun supporting units guna menghasilkan standar layanan terkini yang sesuai dengan ekspektasi nasabah, merupakan langkah penting untuk mengukuhkan posisi Bank Mandiri sebagai service leader. 2. Tersusunnya blue print strategy service excellence Bank Mandiri 20102014 yang diantaranya menetapkan jiwa service dalam setiap aktivitas yang dilakukan oleh seluruh pegawai/

Optimalisasi communication channels & implementasi branding Implementasi program budaya, continous learning & akselerasi transformasi budaya Inisiatif Strategis Direktorat Corporate Secretary, Legal & Customer Care Bank Mandiri

Peningkatan Risk Awareness

produktivitas & efisiensi

Law as a second nature

Corporate action & implementasi organisasi yang optimal

Service excellence & service leader

unit kerja guna menciptakan pengalaman yang unik dan positif pada seluruh contact point Bank Mandiri. 3. Implementasi program nasional corporate culture secara menyeluruh pada semua lini menghasilkan 8.212 change agent yang tersebar di seluruh Indonesia. Change agent yang efektif, tim budaya yang solid serta pimpinan yang menjadi panutan dan memberikan inspirasi, adalah suatu kondisi yang ingin dicapai untuk menjaga nilai-nilai yang diyakini baik oleh seluruh insan Bank Mandiri. Hasil nyata ini divisualisasikan melalui penyelenggaraan Culture Fair dan Culture Excellence Award setiap tahun dengan memberikan penghargaan kepada unit-unit kerja dan change agent terbaik dalam implementasi budaya kerja. 4. Penyelesaian secara substantial kasus-kasus perdata yang mencapai sekitar 82% dari seluruh perkara backlog yang ada. Kinerja ini

merupakan hasil konkret dari peningkatan kompetensi dan perbaikan proses kerja semua unit legal secara nasional. 5. Memberikan dukungan/solusi dari aspek legal, baik preventif maupun represif terhadap berbagai inisiatif dan tindakan operasional Bank, dan melakukan legal action yang efektif terhadap nasabah, debitur dan pihak ketiga lainnya yang beritikad tidak baik. 6. Penyampaian pesan dan informasi korporasi secara efektif kepada seluruh pemangku kepentingan melalui penyelenggaraan berbagai event korporasi yang melibatkan nasabah maupun pegawai secara teratur dan berkesinambungan. 7. Penyelenggaraan berbagai aksi korporasi yang terencana, tertib dan sejalan dengan ketentuan Pasar Modal, diantaranya pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham, Penawaran Umum Obligasi

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

228

CORPORATE CENTER AND SHARED SERVICES Corporate Secretary, Legal & Customer Care

CORPORATE SECRETARY, LEGAL & CUSTOMER CARE

SUKORIYANTO SAPUTRO Corporate Secretary Group

RIDZKI JUNIADI Legal Group

Subordinasi Rupiah Bank Mandiri I Tahun 2009 sebesar Rp3,5 triliun, publikasi laporan keuangan secara berkala, dan keterbukaan informasi (corporate disclosures) yang merupakan bentuk pemenuhan kepatuhan terhadap ketentuan Pasar Modal dan penghormatan terhadap seluruh pemangku kepentingan sebagai implementasi prinsip good corporate governance. 8. Standarisasi penggunaan brand baru Bank Mandiri yang menampilkan wajah dan semangat baru, serta mencerminkan kesiapan menjadi bank yang terdepan, terpercaya dan tumbuh bersama seluruh pemangku kepentingannya. Standarisasi dilakukan bertahap sesuai tenggat waktu pembaharuan atas seluruh materi touch point baik yang tangible maupun intangible dengan tujuan menjaga citra perusahaan melalui konsistensi dan standarisasi pada implementasinya sehingga tercipta brand experience yang positif bagi seluruh pemangku kepentingan. 9. Corporate social responsibility (CSR) dilaksanakan selaras dengan visi dan misi Bank Mandiri sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat luas. Program CSR diimplementasikan melalui dua kelompok program: strategis dan responsif. Program strategis unggulan tahun 2009 berbasiskan pendidikan kewirausahaan (entrepreneurship) yaitu Program Wirausaha Mandiri yang bertujuan membangun semangat entrepreneurship bagi masyarakat Indonesia melalui berbagai kegiatan pembinaan dan dukungan usaha; sedangkan program responsif mencakup bidang pendidikan, kesehatan, budaya,

olahraga, lingkungan hidup, sarana ibadah dan bantuan bagi korban bencana alam, baik saat masa tanggap darurat, pasca bencana maupun pemulihannya. 10. Peningkatan kualitas customer data base dan optimalisasi penggunaan data nasabah (Customer Information File) untuk mendukung bisnis dan layanan . Meskipun banyak pencapaian yang diraih pada tahun 2009, upaya penyempurnaan terus dilakukan diantaranya meningkatkan efektivitas komunikasi korporasi guna membangun sentimen positif bagi reputasi Bank Mandiri, menumbuhkan kesadaran hukum ”law as a second nature” melalui pembelajaran dan pencegahan serta meningkatkan pemahaman dan pengamalan nilai budaya Bank Mandiri dan standar layanan prima pada seluruh jajaran pegawai. RENCANA KERJA 2010 Kami berkomitmen untuk menjaga dan meningkatkan reputasi Perseroan sebagai perusahaan terbuka yang terkemuka yang menerapkan prinsip good corporate governance dengan berlandaskan budaya kerja Bank Mandiri dan kepatuhan hukum demi menciptakan service excellence. Sehubungan hal tersebut, Direktorat Corporate Secretary, Legal & Customer Care mencanangkan inisiatif strategis dalam mendukung terwujudnya cita-cita Bank Mandiri, sebagai berikut: 1. Mengoptimalkan seluruh communication channels yang ada untuk memperkuat reputasi Bank Mandiri dan mangimplementasikan branding standard pada seluruh touch point.

BASU VITRI MANUGRAHANI Customer Care Group

BAMBANG ARI PRASODJO Culture & Service Specialist

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

CORPORATE CENTER AND SHARED SERVICES Corporate Secretary, Legal & Customer Care

229

28%

Kami berkomitmen untuk menjaga dan meningkatkan reputasi perseroan sebagai perusahaan terbuka yang terkemuka yang menerapkan prinsip good corporate governance dengan berlandaskan budaya kerja Bank Mandiri dan kepatuhan hukum demi menciptakan service excellence.

2. Melaksanakan program lanjutan implementasi budaya dan mendorong continuous learning untuk mengakselerasi transformasi budaya. 3. Melakukan upaya penanganan perkara melalui lembaga alternatif penyelesaian sengketa, mengakselerasi penyelesaian perkara, memberikan advis hukum dan bantuan hukum secara on site terhadap transaksi operasional perbankan baik secara preventif maupun represif, dan memberikan pemahaman aspek hukum kepada debitur. 4. Mempertahankan posisi Bank Mandiri sebagai service leader dan menyeragamkan kualitas layanan prima di seluruh wilayah, mengimplementasikan blue print service excellence, menyusun blue print operational excellence, melakukan survey kepuasan nasabah,

serta menyelesaikan dan menurunkan pengaduan nasabah. 5. Meningkatkan kualitas data base informasi nasabah. 6. Melaksanakan aksi korporasi sesuai ketentuan. 7. Menjaga keamanan aset dan operasional Bank Mandiri serta lingkungannya. 8. Memonitor dan meningkatkan kualitas penerapan budaya perusahaan, mengembangkan dan mengimplementasikan organisasi sesuai fungsinya, dan pemenuhan pegawai secara optimal. 9. Melaksanakan training, coaching, rotasi dan mutasi pegawai sesuai kebutuhan secara optimal, meningkatkan produktivitas pegawai melalui percepatan Service Level

Agreement, dan efisiensi penggunaan anggaran biaya umum, biaya administrasi, biaya tenaga kerja dan investasi. 10. Meningkatkan risk awareness dan meminimalkan human error.

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

230

CORPORATE CENTER AND SHARED SERVICES Internal Audit

RIYANI T. BONDAN
EVP Koordinator Internal Audit Tugas utama Internal Audit adalah harus menjadi katalis dan penjaga proses transformasi di Bank Mandiri dengan cara memberikan reasonable assurance bahwa seluruh proses dalam organisasi telah berfungsi secara efektif serta memberikan early warning signal untuk pencegahan masalah maupun untuk perbaikan/kesempurnaan di setiap bidang, baik di level Bank maupun level perusahaan anak/afiliasi.

Dalam rangka mencapai misi Bank Mandiri untuk menjadi Regional Champion Bank pada tahun 2010, maka organisasi Internal Audit harus mampu melaksanakan praktek audit bertaraf internasional. Oleh karena itu, Direktorat Internal Audit secara kontinyu melaksanakan inisiatif-inisiatif untuk perbaikan

metodologi, sumber daya manusia, organisasi dan system. Implementasi dari inisiatif-inisiatif tersebut telah dimulai sejak tahun 2006 melalui program transformasi dengan fokus pada penerapan Risk Based Audit, peningkatan kompetensi auditor, dan implementasi Sistem Informasi Manajemen Audit.

Memperhatikan tahun 2009 merupakan tahun terakhir fase “Shaping the end game” dari 3 tahapan program transformasi Bank Mandiri yang terdiri dari back on track, outperform the market, and shaping the end game, maka Direktorat Internal Audit pada tahun 2009 melaksanakan program audit

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

CORPORATE CENTER AND SHARED SERVICES Internal Audit

231

Untuk memastikan program audit untuk kepentingan assurance dapat dilaksanakan secara efektif, Direktorat Internal Audit menggunakan metode, system dan approach sebagai berikut : a. Implementasi Risk Based Audit Dengan semakin lengkapnya unit-unit kerja yang memiliki profil risiko maka implementasi Risk Based Audit dengan metodologi Risk Based Audit mengalami peningkatan yaitu mencapai 92 penugasan audit. Program audit dengan metode RBA ini diberlakukan untuk mengcover risiko operational, credit dan market. b. Implementasi SIMA Penggunaan Sistem Informasi Manajemen Audit (SIMA) sebagai tools untuk otomasi proses audit juga mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun 2008, yaitu digunakan dalam 84 penugasan baik untuk penugasan audit dalam rangka assurance maupun penugasan dalam rangka audit khusus/investigasi. c. Unit Contact Person (UCP) UCP adalah auditor yang ditunjuk untuk memonitor suatu unit kerja guna mengetahui kondisi unit kerja secara berkelanjutan agar dapat mendeteksi lebih dini kondisi tertentu pada unit kerja dan selanjutnya menginformasikan kepada unit kerja dimaksud untuk dilakukan antisipasinya. d. Regional Internal Control Associate (RICA) RICA merupakan inisiatif Manajemen Internal Audit untuk meningkatkan kompetensi jajaran RIC dengan menunjuk Auditor di Direktorat Internal Audit untuk menjadi associate bagi pemeriksa di Regional Internal Control. RIC associate berfungsi sebagai mentor, help desk, termasuk menjadi trainer dalam menerapkan Metodologi Risk Based Audit (RBA), Sistem Informasi Manajemen Pemeriksaan (SIMP) serta pemahaman manajemen risiko dan teknik audit lainnya. e. Internal Auditor Capability Model (IACM) IACM diselenggarakan Direktorat Internal Audit guna memenuhi kualifikasi best practices mengacu kepada Standard of Professional Practice for Internal Auditors (SPPIA). Proses yang telah dilaksanakan pada tahun 2009 antara lain tersusunnya General IA Development Plan, assessor training, assessment activities, dan role play coaching oleh atasan kepada bawahan.

dalam rangka assurance sebanyak 275 penugasan audit dan 1 program consulting kepada perusahaan anak. Peran Direktorat Internal Audit dalam early warning signal mechanism diwujudkan dalam bentuk evaluasi terhadap kecukupan internal control dalam kebijakan, prosedur, produk & aktivitas baru

serta program consulting kepada anak perusahaan yang baru diakuisisi Bank Mandiri pada tahun 2009, yaitu PT. Bank Sinar Harapan Bali (PT. BSHB). Fokus Direktorat Internal Audit dalam program consulting ini adalah sebagai bagian pasca akuisisi yaitu untuk mendapatkan keyakinan

bahwa fungsi Internal Audit PT. BSHB dapat dilaksanakan dengan efektif.

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

232

CORPORATE CENTER AND SHARED SERVICES Change Management Office

HARYANTO T. BUDIMAN
EVP Koordinator Change Management Office Memasuki tahun kedua fase Outperform the Market transformasi Bank Mandiri 20052010, Change Management Office (“CMO”), sebagai think tank Bank Mandiri, terus berperan aktif dalam memimpin inisiatif-inisiatif strategis yang terkait dengan pertumbuhan non-organik termasuk di dalamnya akuisisi Tunas Finance dan penyelarasan perusahaan anak paska akusisi, serta inisiatif strategis yang terkait dengan optimalisasi pertumbuhan organik termasuk di dalamnya penyelarasan organisasi di tingkat wilayah melalui implementasi CEO Wilayah dan penyempurnaan program aliansi antar unit kerja. Di samping itu, CMO juga turut berperan dalam penyusunan maupun implementasi inisiatif-inisiatif lain yang sifatnya “built-for-the future” guna mendukung proses transformasi Bank Mandiri yang akan terus berkelanjutan.
Change Management Office (CMO) adalah Direktorat khusus yang dibentuk untuk membantu Direksi dalam memandu proses transformasi 20052010 yang terdiri dari 3 Fase yaitu: (1) Back-on-Track (2005-2007), (2) Outperform the Market (2008-2009) dan (3) Shaping the End-Game (2010). Memasuki tahap akhir fase Outperform the Market di tahun 2009, CMO berperan aktif dalam implementasi inisiatif-inisiatif strategis guna

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

CORPORATE CENTER AND SHARED SERVICES Change Management Office

233

meningkatkan pangsa pasar dan menciptakan nilai tambah bagi Bank Mandiri dengan focus pada 3 bidang utama, yaitu : (1) Pertumbuhan non-organik melalui akuisisi, (2) Optimalisasi pertumbuhan organik melalui penajaman fungsi pimpinan wilayah dan aliansi (3) Inisiatif-inisiatif strategis fondasi masa depan (“builtfor-the future” initiatives). 1. Pertumbuhan Non Organik melalui Akuisisi Untuk memperkuat penetrasi pasar Bank Mandiri ke dalam segmen consumer khususnya di segmen pembiayaan kendaraan bermotor, di tahun kedua fase Outperform the Market, Bank Mandiri telah menyelesaikan proses akuisisi atas PT. Tunas Financindo Sarana (“Tunas Finance”). Tunas Finance merupakan perusahaan pembiayaan (multifinance) kendaraan bermotor yang memiliki pengalaman usaha selama hampir 20 tahun dengan fokus usaha pada pembiayaan mobil baru, mobil bekas, dan sepeda motor. Proses akuisisi Tunas Finance telah dimulai sejak tahun 2008 dengan ditandatanganinya Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) atas pembelian 51% saham Tunas Finance pada tanggal 27 Juni 2008. Sebagai tindak lanjut PPJB, pada tanggal 23 September 2008 telah diselenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSBL) Bank Mandiri yang memberikan persetujuan penuh atas rencana akuisisi tersebut. Setelah memperoleh persetujuan akusisi dari regulator dalam hal ini Bank Indonesia dan Bapepam/LK, pada

tanggal 6 Februari 2009 dilakukan penandatanganan Akta Jual Beli (AJB) akuisisi Tunas Finance yang sekaligus menjadi penanda resmi bergabungnya Tunas Finance menjadi anak perusahaan Bank Mandiri. Bergabungnya Tunas Finance yang memiliki dukungan jaringan distribusi yang luas, infrastruktur pendukung yang kuat, proses kredit yang cepat, dan dukungan jaringan dealership dari Tunas Group diharapkan dapat menghasilkan sinergi bisnis yang kuat dengan Bank Mandiri. Melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang ditandatangani pada tanggal 6 Februari 2009, Bank Mandiri telah berkomitmen untuk secara konsisten menyediakan sumber pendanaan yang memadai kepada Tunas Finance dalam bentuk kerja sama pembiayaan dengan skema joint financing. Sinergi ini diharapkan dapat mengakselerasi pengembangan bisnis dan peningkatan portfolio pembiayaan consumer di Bank Mandiri khususnya dalam segmen pembiayaan kendaraan bermotor. Untuk mencerminkan sinergi bisnis tersebut, Tunas Finance telah melakukan re-branding nama bisnisnya menjadi Mandiri Tunas Finance. Pada tahun 2009 Bank Mandiri juga melakukan penambahan penyertaan modal kepada Bank Sinar Harapan Bali (“BSHB”) sebesar 1.46% dengan melakukan pembelian seluruh saham BSHB yang dimiliki oleh Direktur Utama BSHB sebagaimana tercantum dalam Akta No. 52 tanggal 22

Oktober 2009 yang dibuat dan ditandatangani dihadapan Notaris Ni Wayan Widastri, SH. Pelaksanaan penambahan penyertaan modal pada BSHB dilakukan dalam rangka memenuhi ketentuan Bank Indonesia tentang Good Corporate Governance yang antara lain mensyaratkan bahwa Direktur Utama Bank harus berasal dari pihak yang independen. Dengan penambahan penyertaan modal tersebut, kepemilikan Bank Mandiri terhadap BSHB mengalami peningkatan menjadi 81.46%. CMO juga mendukung Direktorat Micro and Retail Banking dalam rencana peningkatan kepemilikan Bank Mandiri di PT. AXA Mandiri Financial Services (“AXA Mandiri”) menjadi 51% melalui pembelian secara langsung atas 2.027.844 lembar saham atau 2% dari seluruh saham yang ditempatkan dan disetor penuh dalam AXA Mandiri dari National Mutual International Pty. Ltd. Peningkatan kepemilikan ini akan mengakibatkan beralihnya kepemilikan mayoritas di AXA Mandiri kepada Bank Mandiri. Selain berperan aktif dalam melakukan kajian dan pelaksanaan inisiatif non-organik, CMO juga berperan aktif dalam penciptaan value dari perusahaan yang telah diakuisisi. Inisiatif yang dilakukan tidak hanya terkait dengan pengembangan bisnis tetapi juga mencakup upaya konsolidasi kebijakan dan manajemen risiko. Salah satu inisiatif yang dilakukan diantaranya melakukan asistensi dalam review dan penyusunan kebijakan Perusahaan Anak yang meliputi Kebijakan Perkreditan,

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

234

CORPORATE CENTER AND SHARED SERVICES Change Management Office

Kebijakan Operasional, serta kebijakan Pengendalian Internal untuk memastikan terlaksananya Good Corporate Governance pada Perusahaan Anak serta menyusun kajian dalam rangka akselerasi pengembangan bisnis di Perusahaan Anak. 2. Optimalisasi pertumbuhan organik melalui penajaman fungsi pimpinan wilayah dan aliansi Dalam menjalankan kegiatan bisnisnya, Bank Mandiri menerapkan model bisnis dan organisasi yang berbasiskan Strategic Business Unit (“SBU”). Dengan model bisnis SBU tersebut, diperlukan aliansi yang kuat antar unit bisnis sehingga dapat tercipta sinergi yang optimal dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada nasabah. Sejak tahun 2007, Bank Mandiri telah mengimplementasikan program aliansi strategis, dan dari tahun ke tahun Bank Mandiri terus melakukan pengembangan dan penyempurnaan sebagai upaya untuk meningkatkan pangsa pasar revenue di seluruh segmen. Di tahun 2009 CMO beserta unit kerja terkait telah melaksanakan penyempurnaan (refinement) atas inisiatif aliansi strategis. Hal tersebut dilakukan dengan penyusunan suatu program yang terstruktur, yang terdiri dari pembentukan team project penyusun proses bisnis aliansi serta prinsip aliansi. Selain itu juga telah ditentukan kriteria penetapan tingkatan nasabah yang nantinya akan ditetapkan perlakuan atau strategi khusus untuk setiap tingkatan nasabah sesuai dengan

analisa. Lebih lanjut juga telah ditetapkan target aliansi dalam Key Performance Indicator (“KPI”), goal setting pegawai, serta skema insentif aliansi juga diharapkan dapat memacu kinerja pegawai demi tercapainya kesuksesan pelaksanaan aliansi strategis di Bank Mandiri. Selama bulan November hingga Desember 2009 telah dilaksanakan beberapa pilot project dan penetapan nasabah corporate dan commercial sebagai target aliansi. Aliansi di Bank Mandiri dilakukan secara menyeluruh baik antar SBU, SBU dengan Supporting Unit maupun SBU dengan Kanwil. Target wilayah, area dan cabang harus disinkronisasi dengan target SBU agar tercapai dua hal utama yaitu penguatan aliansi dan penggalian potensi pasar yang maksimal di setiap wilayah. Hal ini juga yang akhirnya mendasari terciptanya konsep penguatan peran pimpinan wilayah dan organisasi di tingkat wilayah melalui implementasi konsep CEO Wilayah. CMO disini berperan untuk mensinergikan grup-grup terkait serta melakukan sosialisasi ke seluruh kantor wilayah Bank Mandiri. Dengan adanya konsep CEO Wilayah, maka Regional Manager, Area Manager (khususnya untuk area yang lokasinya tidak satu kota dengan Kanwil) dan Kepala Cabang (khususnya untuk cabang yang lokasinya tidak satu kota dengan Area) secara internal akan ditetapkan sebagai CEO Wilayah yang bertanggung jawab penuh atas pengelolaan seluruh bisnis di wilayahnya. Melalui penguatan peran ini, diharapkan penetrasi dan aliansi bisnis di wilayah akan lebih efektif karena memiliki

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

CORPORATE CENTER AND SHARED SERVICES Change Management Office

235

Terjadi sinergi yang kuat antara Bank Mandiri sebagai bank terbesar di Indonesia, dengan Tunas Finance yang merupakan salah satu perusahaan pembiayaan yang didukung oleh jaringan distribusi Tunas Group yang kuat.

garis komando dan koordinasi yang lebih jelas dan tegas, tanpa menghilangkan akuntabilitas masing-masing SBU. 3. Inisiatif-inisiatif strategis fondasi masa depan (“built-for-the future” initiatives) Sebagai unit yang berfungsi sebagai “think tank” Bank Mandiri, CMO juga berperan aktif dalam implementasi berbagai inisiatif strategis yang memberikan nilai tambah dalam proses transformasi dalam organisasi Bank Mandiri. Selama tahun 2009 CMO membantu melakukan penyelarasan dalam organisasi Bank Mandiri yakni dalam bentuk penyusunan kajian penataan struktur organisasi di beberapa Direktorat baik SBU, Risk Management maupun Supporting Unit. Reorganisasi ini dilakukan untuk menjadikan unit bisnis yang lebih lincah, sehingga lebih fleksibel dalam mengantisipasi perkembangan dan kebutuhan bisnis. Selaras dengan proses reorganisasi dengan penerapan budaya berbasis kinerja, di tahun 2009 CMO membantu Human Capital Strategy & Policy Group dalam melakukan penyempurnaan

terhadap mekanisme penilaian kinerja pegawai. Penyempurnaan yang dilakukan antara lain meliputi pengembangan Performance Management System yang tidak hanya didasarkan atas KPI (result) saja, namun juga meliputi faktor kualitatif (process, context). Di samping itu CMO juga membantu dalam implementasi Performance Management System termasuk penentuan reward mechanism di seluruh organisasi sampai tingkat Direksi. Sejalan dengan hal tersebut, CMO juga turut terlibat dalam perumusan program transformasi budaya lanjutan Bank Mandiri, dengan melakukan penyusunan grand strategy transformasi budaya Bank Mandiri yang terdiri dari penyempurnaan program budaya yang telah dijalankan serta penyusunan grand design Change & Culture Academy. Transformasi budaya lanjutan Bank Mandiri ini bertujuan untuk menumbuhkan perilaku spesifik seluruh insan Bank Mandiri yang nantinya dapat mendukung kinerja masing-masing individu sesuai dengan main function-nya. Direktorat CMO akan terus mengawal proses transformasi

Bank Mandiri melalui keterlibatan langsung dalam implementasi berbagai inisiatif strategis serta menjadi katalisator untuk mempercepat pertumbuhan bisnis Bank Mandiri.

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

236

CORPORATE CENTER AND SHARED SERVICES Finance and Strategy

PAHALA N. MANSURY
EVP Koordinator Finance & Strategy dan Chief Financial Officer Direktorat Finance & Strategy di tahun 2009 berhasil menuntaskan penyusunan Rencana Jangka Panjang dan memperkuat modal sebagai platform transformasi 5 (lima) tahun kedepan.
Tahun 2009 memiliki makna yang sangat penting bagi Direktorat Finance & Strategy terutama dilihat dari aspek pencapaian kinerja keuangan Bank Mandiri dan penyusunan rumusan strategi serta langkah transformasi lanjutan Bank Mandiri. Disamping itu, sepanjang tahun 2009 Market Capitalization Bank Mandiri juga berhasil mencatat peningkatan yang sangat signifikan hingga sempat mencapai lebih dari Rp110 triliun, atau melebihi aspirasi program transformasi sebesar Rp100 triliun yang sebenarnya ditargetkan untuk dicapai ditahun 2010. Keberhasilan tersebut tentunya tidak lepas dari kedisiplinan dan kerja keras seluruh Strategic Business Unit (SBU) Corporate Center maupun Shared Services yang telah menjalankan fungsi dan perannya masing-masing, sekaligus bersamasama bersinergi dengan stakeholder untuk mendukung pencapaian target transformasi yang telah ditetapkan. PENCAPAIAN KINERJA DIREKTORAT FINANCE & STRATEGY TAHUN 2009 Melihat berbagai pencapaian yang telah Bank Mandiri raih hingga tahun 2009, Direktorat Finance & Strategy telah mengambil berbagai inisiatif untuk meningkatkan dan memperluas peran strategisnya terutama untuk meyakinkan bahwa Bank Mandiri kedepannya akan terus tumbuh secara sustainable dengan fokus dan strategi yang tepat. Dalam hal ini, di

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

CORPORATE CENTER AND SHARED SERVICES Finance and Strategy

237

tahun 2009 telah disusun Rencana Jangka Panjang (Corporate Plan) Bank Mandiri tahun 2010-2014 dan memperkuat modal sebagai platform bagi transformasi Bank Mandiri 5 (lima) tahun kedepan. Sementara itu di tahun 2009, Direktorat Finance & Strategy juga tetap fokus pada penerapan performance based culture, penyediaan data laporan keuangan yang akurat, transparan dan tepat waktu, pengelolaan corporate image melalui pengembangan equity story yang komprehensif dan compelling, serta pengelolaan dan pengendalian program efisiensi operasional yang berkelanjutan. Secara lebih detail beberapa pencapaian dari program kerja utama Direktorat Finance & Strategy adalah sebagai berikut: 1. PENYUSUNAN RENCANA JANGKA PANJANG BANK MANDIRI TAHUN 2010 - 2014 Dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir ini, peta persaingan industri perbankan nasional maupun internasional telah mengalami perubahan yang sangat signifikan. Perubahan tersebut terutama dipengaruhi oleh dampak global ekonomi krisis yang terjadi sejak pertengahan tahun 2007, perkembangan teknologi yang semakin canggih, perkembangan beberapa segmen perbankan yang sangat atraktif serta kondisi persaingan yang semakin ketat. Dari sisi internal, sampai dengan akhir tahun 2009 Bank Mandiri juga telah berhasil menjadi lembaga keuangan terkemuka di Indonesia dengan mencatat berbagai keberhasilan baik dari aspek keuangan maupun non keuangan. Meskipun demikian, kami menyadari bahwa untuk terus dapat

bertahan dan menjadi pemenang dalam persaingan, Bank Mandiri harus memiliki strategi yang tepat dan sesuai dengan perkembangan industri terkini termasuk peluang dan tantangan yang ada dimasa datang. Mempertimbangkan hal tersebut, sejak pertengahan hingga akhir tahun 2009 Direktorat Finance & Strategy melakukan penyusunan Corporate Plan Bank Mandiri Tahun 2010-2014. Penyusunan Corporate Plan diawali dengan pelaksanaan review dan assesment atas kondisi persaingan, peluang pasar dan posisi Bank Mandiri saat ini dalam peta persaingan perbankan nasional. Atas dasar hasil review dan assestment tersebut maka dilakukan pendalaman atas area bisnis yang memiliki peluang paling besar dan paling menarik bagi Bank Mandiri, dalam hal ini juga ditetapkan strategi untuk masing-masing area. Corporate Plan Bank Mandiri 2010-2014 pada akhirnya telah menetapkan area fokus pertumbuhan Bank Mandiri 5 (lima) tahun kedepan yaitu area wholesale transaction banking, high yield business dan retail payment & deposits, aliansi antar BU dan sinergi antar Mandiri Group. 2. PENERAPAN PERFORMANCEBASED CULTURE a. Meningkatkan efektifitas fungsi decision support. Semenjak pengembangan based culture di tahun 2007 contribution margin SBU (diluar Special Asset Management) tumbuh 57% termasuk melalui pembentukan fungsi Controllership atau Decision Support di setiap SBU, yaitu Corporate Banking, Commercial

Banking, Treasury & International, Micro & Retail Banking, Consumer Finance dan Special Asset Management, telah diperkuat dan dipertajam selama tahun 2009. b. Meningkatkan integrasi dan keselarasan KPI antar BU dan juga antar BU dengan support unit. Pada tahun 2009 telah diupayakan peningkatan kualitas dari KPI dan juga score card yang digunakan, termasuk mulai digunakannya Return on Risk Adjusted Capital pada Business Unit sampai dengan tingkatan 1 (satu) level di bawah Direksi. Meskipun belum memperoleh bobot, penggunaan KPI tersebut merupakan bagian dari transformasi lanjutan Performance Management System Bank Mandiri. c. Memperkuat struktur permodalan. Pertumbuhan kredit yang signifikan dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir ini telah mendorong peningkatan riskweighted assets yang menyebabkan menurunnya rasio permodalan perbankan. Untuk mempertahankan momentum pertumbuhan secara berkelanjutan, Bank Mandiri berinisiatif memperkuat struktur permodalan. Pada triwulan IV tahun 2009 Direktorat Finance & Strategy memberi dukungan dalam menerbitkan obligasi subordinasi Rupiah yang ditujukan untuk memperkuat struktur permodalan serta meningkatkan struktur dana jangka panjang Bank Mandiri. Pada tanggal 14 Desember 2009 yang lalu Bank Mandiri telah berhasil mencatatkan

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

238

CORPORATE CENTER AND SHARED SERVICES Finance and Strategy

FINANCE AND STRATEGY

JONATHAN ZAX Investor Relations Group

AGUS DWI HANDAYA Strategy & Performance Management Group

BUDI SULISTIO Accounting Group

RAIZAL MUNIR Procurement & Fixed Asset Group

Chief of Economist Group

obligasi subordinasi rupiah yang diberi nama Obligasi Subordinasi Rupiah Bank Mandiri I Tahun 2009 di Bursa Efek Indonesia. Obligasi subordinasi rupiah tersebut berjumlah Rp3,5 Triliun, berjangka waktu 7 (tujuh) tahun dan mendapat rating tertinggi untuk obligasi subordinasi. Penerbitan obligasi rupiah tersebut merupakan penerbitan obligasi rupiah korporasi terbesar di Indonesia. Obligasi subordinasi rupiah tersebut juga telah disetujui Bank Indonesia untuk dicatat sebagai Low Tier 2 Capital, tidak lama setelah listing di Bursa Efek, sehingga berdampak langsung pada rasio kecukupan modal (CAR) Bank Mandiri yang semakin meningkat. d. Pengelolaan Perusahaan Anak. Di tahun 2009 telah dibentuk satu Unit Kerja setingkat Departemen di Direktorat Finance & Strategy yang secara khusus akan menangani pengelolaan perusahaan anak secara intensif dan komprehensif. Selain melalui pengawasan oleh Dewan Komisaris dan Direktorat Internal Audit Bank Mandiri di perusahaan anak, Bank Mandiri juga melakukan pengelolaan perusahaan anak melalui mekanisme berganda yaitu oleh Unit Bisnis sebagai Unit yang mensupervisi dan melakukan monitoring kinerja perusahaan anak dan oleh Capital & Investment Committee (C&IC). Selain mensupervisi kinerja, C&IC juga melaksanakan fungsi pengelolaan kegiatan penempatan modal sebagai bagian dari kegiatan pengembangan usaha.

e. Pengembangan value-based management. Sebagai kelanjutan dari performance based culture. Untuk tahun 2009, kami juga telah melaksanakan penyempurnaan bebagai inisiatif terkait active capital management di antaranya melalui pengembangan Performance Management System melalui penerapan Value Based Management (VBM) dimana VBM menjadi alat bantu manajemen dalam pengukuran kinerja tiap SBU dengan melakukan pengelolaan Economic Profit dan Capital Allocation yang akurat, reliable dan sistematis. Penerapan VBM ini mampu mendorong kinerja SBU menjadi lebih baik dan berorientasi kepada value creation serta mendukung metode dan sistem reward/insentif yang terintegrasi 3. PENINGKATAN EFISIENSI OPERASIONAL SERTA PENERAPAN PENGADAAN YANG SESUAI DENGAN BEST PRACTICES. Dalam rangka optimalisasi efektivitas dan efisiensi pengelolaan infrastruktur Bank Mandiri, kami juga telah melakukan kajian ulang atas berbagai program dan aktivitas untuk peningkatan efisiensi. Diantaranya adalah melalui Program Management Bankwide Implementasi Efisiensi Operasional. Hasil dari penerapan efisiensi operasional tersebut terlihat dari penurunan Cost Efficiency Ratio dari 40,6% pada tahun 2008 menjadi 37,9% pada tahun 2009. Pada tahun 2009, biaya operasional juga berhasil dikendalikan dengan cukup baik dimana total biaya operasional hanya tumbuh 6,7%, dibawah peningkatan

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

CORPORATE CENTER AND SHARED SERVICES Finance and Strategy

239

pendapatan operasional yang mencapai sebesar 22,8%. 4. PELAPORAN ATAS DASAR BEST PRACTICES. Sehubungan dengan implementasi PSAK 50 (revisi 2006) dan PSAK 55 (revisi 2006) efektif 1 Januari 2010, ditahun 2009 kami secara terus menerus menyempurnakan metode perhitungan dan data historis yang digunakan untuk menghitung penyisihan penghapusan kolektif dan individual untuk debitur-debitur kredit dalam rangka implementasi kedua PSAK tersebut. Kami telah melakukan persiapan yang diperlukan untuk dapat menerapkan PSAK 50 (revisi 2006) dan PSAK 55 (revisi 2006) mulai 1 Januari 2010. Berdasarkan penilaian Manajemen, penerapan standar tersebut tidak memberikan dampak negatif terhadap posisi keuangan konsolidasian Bank pada tanggal 1 Januari 2010 5. MEMPERKUAT CORPORATE IMAGE BANK MANDIRI. Di tahun 2009 kami juga melakukan berbagai inisiatif untuk semakin memperkuat corporate image Bank Mandiri melalui pengembangan equity story yang komprehensif dan compelling untuk mengoptimalkan company value Bank Mandiri. Selama tahun 2009 kami melaksanakan road show sebanyak 11 kali dengan international analyst/investor dan 16 kali dengan local investor/analyst. Disamping itu kami juga telah terus melakukan penyempurnaan website kami untuk memberikan kemudahan bagi stakeholder dalam mengakses

segala informasi mengenai perkembangan Bank Mandiri. Untuk mendukung Bank Mandiri menjadi thought leader dibidang perbankan, ditahun 2009 kami juga menyusun berbagai kajian dan menyediakan model dan melaksanakan review industry rating 25 (dua puluh lima) sektor dan pelaksanaan event yang berskala nasional untuk membahas outlook ekonomi, diantaranya “Papua Investment Day” dimana Bank Mandiri menjadi fasilitator yang menjembatani eksplorasi dan optimalisasi potensi daerah antara Pemerintah Daerah Papua dengan para calon investor. RENCANA STRATEGIS DIREKTORAT FINANCE & STRATEGY TAHUN 2010 Pengembangan Direktorat Finance & Strategy di tahun 2010 diarahkan untuk menjadikan Direktorat Finance & Strategy sebagai Finance Function secara best practices yang mampu mengoptimalkan seluruh sumber daya yang dimiliki Bank Mandiri. Dengan bergabungnya fungsi Corporate Secretary ke dalam Direktorat Finance & Strategy maka fokus kerja tahun 2010 juga akan semakin dipertajam terutama untuk memperkuat corporate image dan mengoptimalkan company value Bank Mandiri. Di tahun 2010, rencana strategis Direktorat Finance & Strategy akan mengusung tema ”Reduce, Automate dan Optimize” yang dijabarkan melalui program kerja sebagai berikut: 1. Reduce a. Melakukan inisiatif pengendalian biaya operasional dan investasi

secara bankwide untuk memastikan pencapaian tingkat efisiensi yang tinggi sesuai best practice, dan memastikan keefektifan tujuan penggunaan anggaran biaya terhadap hasil yang dicapai. b. Merealisasikan Aset Pajak Tangguhan sehingga dapat mengurangi pembayaran pajak yang disebabkan adanya koreksi fiskal negatif. c. Mengoptimalkan penggunaan SAP Controlling untuk pencatatan transaksi terkait Biaya Umum & Administrasi, Biaya Tenaga Kerja, Biaya Operasional Lainnya dan Biaya Non Operasional. Penggunaan SAP Controlling diharapkan dapat mengurangi pencatatan yang sifatnya manual dan menciptakan laporan yang lebih akurat dan tepat waktu. 2. Automate a. Implementasi proyek Enterprise Information System untuk mendorong otomasi dan efisiensi penyusunan laporan kepada Top Management dan penyediaan best practice reports kepada Top Management sebagai dasar pengambilan keputusan. b. Melakukan pengembangan dan implementasi sistem yang akan digunakan untuk menerapkan PSAK 50 dan 55 (revisi 2006). Inisiatif yang akan dilaksanakan antara lain mereview kembali proses penerapan PSAK 50 & 55 (revisi 2006) bersama konsultan pendamping guna memastikan data yang dihasilkan oleh sistem sesuai permintaan dan ketentuan,

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

240

CORPORATE CENTER AND SHARED SERVICES Finance and Strategy

menyiapkan interim solution untuk penerapan PSAK tersebut, dan meningkatkan pemahaman seluruh unit kerja dengan melakukan training dan sosialisasi PSAK 50 & 55 (revisi 2006) kepada unit kerja terkait secara berkesinambungan. 3. Optimize a. Memastikan implementasi Corporate Plan Bank Mandiri 2010-2014 di masing-masing SBU berjalan sesuai dengan target yang ditetapkan. Dalam hal ini termasuk penetapan target yang sejalan dengan Corporate Plan Bank Mandiri 2010-2014 serta pelaksanaan tracking atas pencapaian target dan pelaksanaan inisiatif strategis di masing-masing unit kerja. b. Mempertajam strategi komunikasi Bank Mandiri ke publik dan memperkuat brand Bank Mandiri sebagai top of mind di masyarakat Indonesia. Hal ini akan dilaksanakan dengan meningkatkan peranan publikasi, sponsorship, advertising, dan donasi untuk meningkatkan citra Bank Mandiri, meningkatkan hubungan media sebagai bagian dari strategi komunikasi strategis, meningkatkan pelayanan kepada stakeholders terutama yang terkait dengan pemenuhan kebutuhan informasi tentang Bank Mandiri dan melakukan analisis dan review terhadap pelaksanaan implementasi brand dalam berbagai touch points. c. Menyempurnakan metodologi VBM untuk dapat diimplementasikan sebagai salah satu ukuran kinerja

utama dalam RKAP 2011. Hal ini ditujukan untuk mengurangi proses perhitungan yang bersifat manual, meningkatkan kualitas laporan yang dihasilkan, serta memudahkan users mencapai value creations pada masing-masing unit kerja. d. Perbaikan equity story dengan melakukan penajaman content dan penyeimbangan materi keuangan dan non keuangan (strategi bisnis). Manfaat dari rencana strategis ini adalah untuk memberikan persepsi positif bagi analyst dan investor sehingga diharapkan mampu meningkatkan valuasi Bank Mandiri. Melalui berbagai inisiatif strategis tersebut, diharapkan Direktorat Finance & Strategy dapat menjadi katalis untuk mendorong pencapaian visi Bank Mandiri sebagai lembaga keuangan Indonesia yang paling dikagumi dan tumbuh secara progresif.

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

CORPORATE CENTER AND SHARED SERVICES Finance and Strategy

241

3.5t

Jumlah Subordinate bonds yang diterbitkan Bank Mandiri di tahun 2009, bond korporasi domestik terbesar dengan tenor 7 tahun yang pertama di Indonesia.

REDUCE Eficient finance functions, responsive to user request

AUTOMATE Provide more analytics than processing

OPTIMIZE Optimize the use resource & aligning objective

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

242

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

243

INFORMASI PERUSAHAAN
• INFORMASI PEMEGANG SAHAM • PRODUK DAN LAYANAN • MANAJEMEN • GROUP HEADS

MENEMBUS BATAS KEINGINAN

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

244

INFORMASI PEMEGANG SAHAM

RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM Pada tanggal 4 Mei 2009, Perseroan melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan dengan keputusan sebagai berikut: 1. KEPUTUSAN AGENDA PERTAMA 1 a. Menyetujui Laporan Tahunan Perseroan termasuk mengesahkan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk tahun buku 2008 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sarwoko & Sandjaja - anggota Ernst & Young Global, dengan pendapat “Wajar Tanpa Pengecualian” sebagaimana dinyatakan dalam laporannya No. RPC-9714 tanggal 24 Februari 2009 dan menyetujui Laporan Tugas Pengawasan yang telah dilaksanakan oleh Dewan Komisaris untuk tahun buku 2008. 1 b. Mengesahkan Laporan Tahunan pelaksanaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan untuk tahun buku 2008 yang telah diaudit oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi DKI Jakarta II, dengan kesimpulan “Secara umum pengelolaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan di PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. telah dilaksanakan sesuai dengan Peraturan Menteri Negara BUMN No. PER-05/MBU/2007 tanggal 27 April 2007 dan Surat Edaran Menteri Negara BUMN Nomor SE-433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003” sebagaimana dinyatakan dalam Laporan Hasil Evaluasi Kinerja No. LHE-1452/

PW30/4/2009 tanggal 6 April 2009. 2. Selanjutnya dengan disetujuinya Laporan Tahunan Perseroan termasuk disahkannya Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk tahun buku 2008 dan Laporan Tugas Pengawasan yang telah dilaksanakan oleh Dewan Komisaris, dan telah disahkannya Laporan Tahunan pelaksanaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan, RUPS memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (volledig acquit et de charge) kepada segenap anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris atas tindakan pengurusan dan pengawasan yang telah dijalankan selama tahun buku 2008, sejauh tindakan tersebut bukan merupakan tindak pidana dan tindakan tersebut tercermin dalam Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan serta Laporan Tahunan pelaksanaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan untuk tahun buku 2008; pemberian pelunasan dan pembebasan tanggung jawab tersebut juga berlaku bagi Sdr. Yap Tjay Soen, Sdr. Richard Claproth dan Sdr. Omar S. Anwar selama yang bersangkutan menjabat pada tahun 2008.

31 Desember 2008 atau sebesar Rp1.859.487.521.044,30 dibagikan sebagai dividen tunai kepada para pemegang saham. Pembayaran dividen tunai sebesar kurang lebih Rp88,55 per lembar saham akan dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut: a. Khusus dividen bagian Pemerintah yang berasal dari 14 miliar lembar saham akan disetorkan ke rekening Bendahara Umum Negara (BUN) No.502.000000 di Bank Indonesia. b. Memberikan kuasa dan wewenang kepada Direksi untuk mengatur tata cara pembayaran dividen tunai tersebut serta mengumumkannya sesuai ketentuan yang berlaku. 2. 1% dari laba bersih Perseroan periode 1 Januari 2008 sampai dengan 31 Desember 2008 atau sebesar Rp53.128.214.886,98 dialokasikan untuk Program Kemitraan dan sebesar 3% dari laba bersih Perseroan periode 1 Januari 2008 sampai dengan 31 Desember 2008 atau sebesar Rp159.384.644.660,94 untuk Program Bina Lingkungan. Penggunaan dana PKBL tersebut selanjutnya harus dilaporkan kepada RUPS Tahunan mendatang. 3. 0,5% dari laba bersih Perseroan periode 1 Januari 2008 sampai dengan 31 Desember 2008 atau sebesar Rp26.564.107.443,49 digunakan sebagai Cadangan Wajib. 4. 60,5% dari laba bersih Perseroan periode 1 Januari 2008 sampai dengan 31 Desember 2008 atau

2. KEPUTUSAN AGENDA KEDUA Menyetujui dan menetapkan penggunaan Laba Bersih Perseroan tahun buku 2008 sebesar Rp5.312.821.488.698,00 sebagai berikut: 1. 35% dari laba bersih Perseroan periode 1 Januari 2008 sampai dengan

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

INFORMASI PEMEGANG SAHAM

245

sebesar Rp3.214.257.000.662,29 ditetapkan sebagai Laba Ditahan. 3. KEPUTUSAN AGENDA KETIGA 1. Menetapkan Kantor Akuntan Publik Haryanto Sahari & Rekan (A member firm of PricewaterhouseCoopers global network) sebagai Kantor Akuntan Publik yang akan mengaudit Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009. Menetapkan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi DKI Jakarta II sebagai Auditor yang akan mengaudit Laporan Tahunan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009.

yaitu: Direktur Utama sebesar 100%, Komisaris Utama sebesar 50%, Wakil Komisaris Utama sebesar 47,5%, anggota Dewan Komisaris lainnya sebesar 45% dan Sekretaris Dewan Komisaris sebesar 18,75%, masing-masing dari gaji Direktur Utama; adapun gaji Wakil Direktur Utama dan anggota Direksi lainnya ditetapkan oleh Dewan Komisaris dengan mempertimbangkan bobot pekerjaan, pencapaian kinerja dan kontribusi masing-masing Direktur yang bersangkutan selama tahun buku 2008. 3. Menyetujui pemberian tantiem sebesar Rp61,65 miliar atau 1,16% gross dari laba bersih Perseroan periode 1 Januari 2008 sampai dengan 31 Desember 2008 yang telah dianggarkan sebelumnya, untuk dibayarkan kepada segenap anggota Direksi, anggota Dewan Komisaris dan Sekretaris Dewan Komisaris yang menjabat dalam tahun 2008. 4. Porsi tantiem untuk anggota Dewan Komisaris dan Sekretaris Dewan Komisaris adalah sebesar 22,14% dari total tantiem, dengan proporsi tantiem Komisaris Utama sebesar 100%, Wakil Komisaris Utama sebesar 95%, anggota Dewan Komisaris lainnya sebesar 90% dan Sekretaris Dewan Komisaris sebesar 37,5% masing-masing dari tantiem Komisaris Utama dengan mempertimbangkan lamanya menjabat pada tahun 2008; sedangkan porsi tantiem untuk Direksi adalah sebesar 77,86% dari total tantiem, dibagikan kepada masing-masing anggota

Direksi dengan proporsi yang akan ditentukan dalam Rapat Dewan Komisaris dengan mempertimbangkan pencapaian kinerja dan kontribusi serta lamanya menjabat masingmasing anggota Direksi pada tahun 2008. 5. Pajak atas tantiem ditanggung penerima dan tidak boleh dibebankan kepada Perseroan. 5. KEPUTUSAN AGENDA KELIMA Menyetujui pelimpahan kewenangan RUPS kepada Dewan Komisaris untuk menyetujui penambahan modal ditempatkan dan disetor Perseroan untuk jangka waktu 1 (satu) tahun terhitung sejak tanggal 29 Mei 2009. PEMBAYARAN DIVIDEN Dividen Tunai Final – Tahun Buku 2008. Berdasarkan keputusan RUPS Tahunan pada tanggal 4 Mei 2009, Perseroan melaksanakan pembagian dividen tunai final kepada seluruh pemegang saham sebesar 35% dari laba bersih Perseroan tahun buku 2008 atau sebesar Rp1.859.487.521.044,30. Jumlah tersebut setara dengan Rp88,89584 per lembar saham yang dibagikan kepada 20.917.597.315 lembar saham dan dibayarkan pada tanggal 12 Juni 2009. Dividen Tunai Interim – Tahun Buku 2009. Berdasarkan keputusan Rapat Direksi pada tanggal 9 November 2009 dan persetujuan Dewan Komisaris melalui surat No. COM/089/2009 tanggal 11 November 2009, Perseroan melaksanakan pembagian dividen tunai interim kepada seluruh pemegang sahamnya sebesar Rp403.975.250.285,04 dimana tiap

2.

3. Memberikan kuasa kepada Dewan Komisaris untuk menetapkan honorarium dan persyaratan lainnya bagi Kantor Akuntan Publik dan Auditor tersebut. 4. KEPUTUSAN AGENDA KEEMPAT 1. Menyetujui penyesuaian gaji Direktur Utama menjadi sebesar Rp166 juta netto per bulan atau kenaikannya sebesar 11,06% dari gaji netto yang berlaku saat ini dengan pembulatan ke bawah dalam angka jutaan penuh yang berlaku terhitung sejak tanggal 1 Januari 2009. Gaji anggota Direksi, honorarium anggota Dewan Komisaris dan Sekretaris Dewan Komisaris

2.

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

246

INFORMASI PEMEGANG SAHAM

saham dibagikan dividen tunai interim sebesar Rp19,26433 dan dilaksanakan pada tanggal 22 Desember 2009. KRONOLOGIS PENAMBAHAN DAN PENCATATAN SAHAM Saham yang dikeluarkan oleh Perseroan terdiri dari 1 (satu) lembar Saham Seri A Dwiwarna dan Saham Biasa Atas Nama Seri B. Saham Seri A Dwiwarna dimiliki oleh Negara Republik Indonesia dan tidak dapat dipindahtangankan. Saham Seri A Dwiwarna adalah saham yang memberikan hak istimewa kepada pemegangnya dalam hal sebagai berikut: • RUPS sehubungan dengan peningkatan modal harus dihadiri dan disetujui oleh pemegang saham Seri A Dwiwarna; • RUPS untuk mengangkat dan memberhentikan anggota Direksi dan Dewan Komisaris harus dihadiri dan disetujui oleh pemegang saham Seri A Dwiwarna; • RUPS sehubungan dengan perubahan Anggaran Dasar harus dihadiri dan disetujui oleh pemegang saham Seri A Dwiwarna;

• RUPS sehubungan dengan penggabungan, peleburan dan pengambilalihan harus dihadiri dan disetujui oleh pemegang saham Seri A Dwiwarna; dan • RUPS sehubungan dengan pembubaran dan likuidasi harus dihadiri dan disetujui oleh pemegang saham Seri A Dwiwarna. Pada saat divestasi melalui penawaran perdana tanggal 14 Juli 2003, jumlah saham Bank Mandiri yang Ditempatkan dan Disetor Penuh terdiri dari 1 (satu) lembar saham Seri A Dwiwarna dan 19.999.999.999 lembar Saham Biasa Atas Nama Seri B yang dicatatkan pada Bursa Efek Jakarta & Bursa Efek Surabaya. Pemerintah menawarkan Saham Biasa Atas Nama Seri B sejumlah 4.000.000.000 lembar saham atau 20% dari jumlah saham Bank Mandiri yang ditempatkan dan disetor penuh dengan nominal Rp500 dan harga penawaran perdana Rp675 per lembar saham. Kemudian pada tanggal 11 Maret 2004, Pemerintah melakukan program divestasi lanjutan atas saham Bank Mandiri melalui penawaran sekunder sejumlah 2.000.000.000 lembar Saham Biasa

Atas Nama Seri B atau 10% dari jumlah saham yang ditempatkan dan disetor penuh dengan harga penawaran sebesar Rp1.450 per lembar saham. Selain keputusan untuk melaksanakan divestasi melalui penawaran perdana, pemegang saham Bank Mandiri dalam RUPS-LB tanggal 29 Mei 2003 juga menyetujui rencana kepemilikan saham oleh pegawai dan manajemen melalui Program Penjatahan Saham Employee Stock Allocation (ESA) dan Pemberian Opsi Pembelian Saham kepada Manajemen Management Stock Option Plan (MSOP). ESA terdiri dari (i) Pemberian Bonus Saham (Bonus Share Plan) dan (ii) Penjatahan Saham Dengan Diskon (Share Purchase at Discount) sebesar 80% dari harga penawaran perdana. Sedangkan MSOP diberikan kepada Direksi dan manajemen senior pada tingkatan tertentu sebagai insentif bagi kinerja yang berkelanjutan. Direksi menjadi pengelola dan pelaksana program ESA dan MSOP dibawah pengawasan Dewan Komisaris. Pelaksanaan MSOP dilakukan melalui penerbitan saham baru. Bank Mandiri telah melakukan pencatatan pre-list sebanyak 1.000.000.000 lembar opsi

DEWAN KOMISARIS 1. Komisaris Utama merangkap : Edwin Gerungan Komisaris Independen 2. Wakil Komisaris Utama 3. Komisaris 4. Komisaris Independen 5. Komisaris Independen 6. Komisaris Independen : Muchayat : Mahmuddin Yasin : Soedarjono : Pradjoto : Gunarni Soeworo

DIREKSI 1. Direktur Utama 2. Wakil Direktur Utama 3. Direktur 4. Direktur 5. Direktur 6. Direktur 7. Direktur 8. Direktur 9. Direktur 10. Direktur 11. Direktur : Agus Martowardojo : I Wayan Agus Mertayasa : Zulkifli Zaini : Sasmita : Abdul Rachman : Sentot A. Sentausa : Bambang Setiawan : Riswinandi : Thomas Arifin : Budi G. Sadikin : Ogi Prastomiyono

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

INFORMASI PEMEGANG SAHAM

247

saham yang telah disetujui oleh Bursa Efek Jakarta melalui suratnya No.S-1065/ BEJ.PSJ/P/07-2004 tanggal 13 Juli 2004 dan oleh Bursa Efek Surabaya melalui surat No.JKT-023/LIST-EMITEN/BES/ VII/2004 tanggal 13 Juli 2004. Seluruh opsi tersebut terbagi menjadi tiga tahap yang mana MSOP Tahap 1 terdiri dari 378.583.785 lembar saham dengan nilai nominal Rp500 per lembar saham. KRONOLOGIS PEMBAYARAN DIVIDEN Ann. Date 12-Nov-09 6-May-09 2-Jun-08 31-May-07 24-May-06 25-May-05 24-Nov-04 24-May-04 19-Nov-03 Ex. Date 3-Dec-09 27-May-09 20-Jun-08 20-Jun-07 15-Jun-06 14-Jun-05 17-Dec-04 14-Jun-04 17-Dec-03 Rec. Date 7-Dec-09 29-May-09 24-Jun-08 22-Jun-07 19-Jun-06 16-Jun-05 21-Dec-04 16-Jun-04 19-Dec-03

Pada RUPS Tahunan tanggal 16 Mei 2005 dan 22 Mei 2006, pemegang saham telah menyetujui pemberian MSOP Tahap 2 dan MSOP Tahap 3 sebanyak 312.000.000 lembar saham dan 309.416.215 lembar saham, dengan nilai nominal masingmasing Rp500 per lembar saham. Sampai dengan 13 Juli 2008, yang merupakan batas waktu terakhir pelaksanaan konversi MSOP Tahap

1, terdapat total 375.365.957 opsi yang telah dieksekusi menjadi saham. Sedangkan sampai dengan 31 Desember 2009, terdapat total 304.942.052 opsi MSOP Tahap 2 dan 225.339.779 opsi MSOP Tahap 3 yang telah dieksekusi menjadi saham.

Pay Date 22-Dec-09 12-Jun-09 3-Jul-08 29-Jun-07 30-Jun-06 24-Jun-05 30-Dec-04 30-Jun-04 30-Dec-03

End Date 30-Sep-09 31-Dec-08 31-Dec-07 31-Dec-06 31-Dec-05 31-Dec-04 30-Sep-04 31-Dec-03 30-Sep-03

Period 9M 12M 12M 12M 12M 3M 9M 3M 9M

Type Interim Final Final Final Final Final Interim Final Interim

Gross 19.26433 88.89584 187.11 70.02 14.853 70.496 60 65 50

Net 16.374681 75.561464 159.0435 59.517 12.62505 -

Informasi Perdagangan dan Pencatatan Saham Bursa Efek Indonesia Gedung Bursa Efek Indonesia, Menara 1 Jl. Jend. Sudirman Kav 52-53, Jakarta 12190, Indonesia Tel : 62-21 515 0515 www.bei.co.id Biro Administrasi Efek Datindo Entrycom Wisma Diners Club Annex Jl. Jend. Sudirman Kav 34 –35, Jakarta 12930, Indonesia Tel : 61-21 570 9009 Fax. : 62-21 526 6702 www.datindo.com

Akuntan Publik Haryanto Sahari & Rekan PricewaterhouseCoopers Jl. H.R. Rasuna Said Kav. X-7 No.6 Jakarta 12940 - INDONESIA P.O. Box 2473 JKP 10001 Tel : +62 21 5212901 Fax : +62 21 52905555/52905050 www.pwc.com Informasi bagi Investor PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk. Plaza Mandiri Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 36-38 Jakarta Selatan, Jakarta 12190 Indonesia Tel : 62-21 526 5045, 5299 7777 Fax. : 62-21 526 8246 www.bankmandiri.co.id corporate.secretary@bankmandiri.co.id

Corporate Secretary Sukoriyanto Saputro Tel : 62-21 524 5740 Fax. : 62-21 526 8246 sukoriyanto.saputro@bankmandiri.co.id Head of Investor Relations Jonathan Zax Tel : 62-21 524 5085 Fax. : 62-21 5290 4249 ir@bankmandiri.co.id

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

248

INFORMASI PEMEGANG SAHAM

PEMEGANG SAHAM BANK MANDIRI Sampai dengan 31 Desember 2009, Bank Mandiri dimiliki oleh 20.726 pemegang saham. Jumlah pemegang saham tersebut terdiri dari 19.478 pemegang saham domestik dan 835 pemegang saham asing serta 40,50% dari total pemegang saham yang tercatat tersebut merupakan pegawai Bank Mandiri. Dalam administrasinya, biro administrasi efek mencatat setiap rekening nominee sebagai satu pemegang saham. KEPEMILIKAN SAHAM PER 31 DESEMBER 2009 Jumlah Investor DOMESTIK Pemerintah RI Perorangan Indonesia Pegawai Koperasi Yayasan Dana Pensiun Asuransi Bank Perseroan Terbatas Reksadana Total INTERNASIONAL Perorangan Asing Badan Usaha Asing Total TOTAL 74 761 835 20.726 0,36 % 3,67 % 4,03 % 100,00% 6.398.500 5.250.363.603 5.256.762.103 20.970.1 1 6.805 0,03 % 25,04 % 25,07 % 100,00% 1 11.041 8.394 5 9 137 41 1 139 123 19.891 0,00 % 53,27 % 40,50 % 0,02 % 0,04 % 0,66 % 0,20 % 0,00 % 0,67 % 0,59 % 95,97 % 14.000.000.000 194.898.289 125.478.548 130.000 9.415.500 188.342.000 279.256.500 91.000 298.551.365 6 1 7 . 1 9 1 .500 15.713.354.702 66,76 % 0,93 % 0,60 % 0,00 % 0,04 % 0,90 % 1,33 % 0,00 % 1,42 % 2,94 % 74,93 % % Jumlah saham %

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

INFORMASI PEMEGANG SAHAM

249

PEMEGANG SAHAM TERCATAT YANG MEMILIKI LEBIH DARI 5% SAHAM PER 31 DESEMBER 2009 Nama Pemerintah RI Jumlah Saham 14.000.000.000 % 66.77

IKHTISAR SAHAM BANK MANDIRI Harga Penutupan 1 jan saham Bank Mandiri (Rp.) 31 des 2008 Tertinggi Terendah Akhir periode Rata-rata 3500 1190 2025 2660 1 jan 31 des 2009 5150 1700 4700 3339

Trw 1 - 2009 2200 1700 2175 1872

Trw 2 - 2009 3625 2150 3175 2846

Trw 3 - 2009 4725 3200 4700 3934

Trw 4 - 2009 5150 4375 4700 4684

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

250

INFORMASI PEMEGANG SAHAM

GRAFIK HARGA SAHAM BANK MANDIRI
(juta) 200 Rp. 6.000

180 5.000 160

140 4.000 120

100

3.000

80 2.000 60

40 1.000 20

Feb’ 09

Apr’ 09

Mei’ 09

Juni’ 09

Mar’ 09

Juli’ 09

Jan’ 09

Agt’ 09

Sept’ 09

Okt’ 09

Nop’ 09

VOLUME PERDAGANGAN

HARGA PENUTUPAN

KINERJA RELATIF SELAMA 1 TAHUN

2,5

2,0

1,5

1

0,5

Feb ’09

Mei ’09

Juni ’09

Apr’ 09

Jan ’09

Mar ’09

Juli ’09

Agt ’09

Sept ’09

Okt’ 09

Nop’ 09

BMRI

IHSG

INDEKS SEKTOR KEUANGAN

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

Des’ 09

0

Des’ 09

0

0

3,0000

0,5000 2,0000 2,5000 1,0000 1,5000 1.0 0,8 0,6 0,4 0,2 1,8 1,6 1,3 1,4 0

0,000
Jan ’05 Jan’ 07 Apr ’05 Apr ’07

KINERJA RELATIF SELAMA 5 TAHUN

KINERJA RELATIF SELAMA 3 TAHUN

BMRI
Jul ’05 Okt ’05 Jul ’07 Jan ’06 Apr ’06 Okt ’07 Jul ’06 Jan ’08 Okt ’06 Jan ’07 Apr ’08 Apr ’07 Jul ’08 Jul ’07 Okt ’07 Okt ’08 Jan ’08 Apr ’08 Jan ’09 Jul ’08 Apr ’09 Okt ’08 Jan ’09 Jul ’09 Apr ’09 Jul ’09 Okt ’09 Okt ’09 Des ’09 Des ’09

IHSG

INDEKS SEKTOR KEUANGAN

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

INFORMASI PEMEGANG SAHAM
251

252

PRODUK DAN LAYANAN

WHOLESALE BANKING
CORPORATE BANKING Cash Loan Kredit Investasi Kredit Modal Kerja Kredit Jangka Pendek Pinjaman Rekening Koran Pinjaman Transaksi Khusus Dana Tabungan Bisnis Giro Deposit on Call Deposito Berjangka Jasa/Non Cash Loan Bank Guarantee Counter Guarantee Trade Service : • Pembiayaan Ekspor : Pre Export Financing, Negosiasi Wesel ekspor • Pembiayaan Impor : Usance Payable at Sight (UPAS), Trush Receipt

Sindikasi Sindikasi Murni Club Deal Arranger Facility Agent Security Agent Asset Sales Securitisasi Asset Co marketing, beraliansi dengan Mansek untuk jasa financial Advisory (Restructuring, Financial Advisor & Structured Finance, Debt Structure, Merger & Acquisition) COMMERCIAL BANKING Kredit LC Import & Trust Receipt Bill Purchasing Bill Collection Open Account Financing Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri / SKBDN Standby Letter of Credit / Standy LC Bank Guarantee Kredit Modal Kerja dengan Fasilitas Mandiri E-Biz card Kredit Agunan Deposito Kredit Investasi dalam Valuta Dollar Singapura (SGD) Modal Kerja Fixed Loan Modal Kerja dalam Valuta Dollar Singapura (SGD) Kredit Modal Kerja Warehouse Receipt Mandiri Kredit Alat Berat Mandiri Kredit Modal Kerja Plus Kredit Modal Kerja Pertambangan Kredit melalui / kepada Perusahaan Multi finance Kredit Modal Kerja Telekomunikasi Fasilitas Treasury Line Produk Dana Giro Deposit on Call Deposito Berjangka Tabungan Bisnis Cash Management Mandiri Cash Concentration Mandiri National Pooling Mandiri Cash Management system Mandiri Immediate Cash Mandiri Mass Transaction System Mandiri Open Paymet Mandiri Virtual Account Mandiri Retail Collection Point Mandiri Cashier Cash Management Mandiri Corporate Collection Mandiri Cash Management Bank Services

Pembiayaan Dalam Rangka Sindikasi Sindikasi Murni Club Deal

Produk Jasa Trade Service : • Letter of Credit (L/C) • Stand By L/C • Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri • Bank Garansi • Counter Guarantee Jasa Dalam Rangka Sindikasi : • Arranger • Underwriter • Agent (Facility Agent : Security Agent dan Escrow Agent)

Trade Finance & Service Export & Import Advisory

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

PRODUK DAN LAYANAN

253

TREASURY INTERNATIONAL BANKING PRODUCTS & SERVICES Trade Finance Cash Transaction – Foreign Exchange Transaction (Today, Tomorrow, Spot) Derivative Transaction: • Foreign Exchange Transaction (Forward, Swap, Option) • Interest Rate Transaction (Interest Rate Swap, Cap, Floor) • Foreign Exchange dan Interest Rate Transaction (Cross Currency Swap) Export Usance Bills Discounting Export L/C Renegotiation/Forfaiting Trust Receipt Usance Payable at Sight (UPAS) Bilateral Trade Financing ECA Covered Buyers Credit Trade Service L/C Issuance & Amendment L/C Advising L/C Negotiation L/C Confirmation Inter Mandiri Transaction Export Bills Collection Documentary Collection Standby L/C Counter Guarantee

Assets Products Call loan Syndicated Loan Investment Loan Working Capital Loan Two-Step Loans Ship Scrapping Business Banker’s Acceptance Financing Cash Collateral Loan Govenrment Bonds Corporates Bonds Others International Remittance International Cheque Collection Mandiri Direct Settlement Vostro Account Interbank Risk Participation Financial Advisory Bank Reference Intra-day Facility for Securities Company Overnight Facility for Securities Company Payment Bank for Indonesian Central – Securities Depository (KSEI)

Custodial Services General Custody Sub Registry SUN & SBI Local Custody for ADR/GDR Program Mutual Fund Administration Discretionary Fund Administration Euroclear Securities Lending & Borrowing Sub Custody

Trustee Service Trustee Payment Agent Security Agent Escrow Agent Receiving Bank

Money Market Interbank Placement Interbank Taken Reverse Repo Interest Rate Swaps SBI Auctions & Repo

Liabilities Products Demand Deposits Time Deposits Certificate of Deposits

RETAIL BANKING
PRODUK DAN JASA MASS & ELECTRONIC BANKING Tabungan Mandiri Tabungan Mandiri Tabungan Rencana Mandiri Tabungan Bisnis Mandiri Tabungan Haji Mandiri Tabungan KAPEL Mandiri Tabungan Valas Mandiri Tabungan TKI Mandiri Debit Mandiri Debit Mandiri Rekening Giro Mandiri Giro Mandiri Deposito Mandiri Deposito Mandiri Deposito Valas

Mandiri Prabayar Gaz Card Indomaret Card eToll Card

eChannel Mandiri Internet Mandiri SMS Mandiri ATM Mandiri Call Mandiri EDC

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

254

PRODUK DAN LAYANAN

Layanan Lainnya Mandiri Auto Payment Mandiri Traveller Cheque Mandiri Payroll Package Mandiri Safe Deposit Box Mandiri Western Union Mandiri Bank Draft Mandiri Transfer Valas Standing Instruction Bank Reference Kliring / RTGS Inkaso/Collection Transfer MIKRO Kredit Usaha Mikro (KUM) Kredit Serbaguna Mikro (KSM) Pinjaman kepada BPR Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) SMALL BUSINESS Kredit Non Program Kredit Investasi Kredit Modal Kerja Kredit Program Kredit Multiguna Usaha (KMU) Kredit Wirausahawan Mandiri (KWM) Kredit Koperasi Mandiri kepada Koperasi Karyawan (KKM-Kopkar) Kredit Koperasi Mandiri kepada Non Koperasi Karyawan (KKM-Non Kopkar) Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mandiri Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKP-E) Kredit Pengembangan Energi Nabati Revitalisasi Perkebunan (KPEN-RP) Kredit Talangan Pembayaran Pertaminan (KTPP) Kredit Tempat Usaha Mandiri (KTUM)

CONSUMER LOAN Produk Secured a. Mandiri KPR b. Mandiri KPR Angsuran Berjenjang c. Mandiri KPR Flexible d. Mandiri KPR Duo e. Mandiri KPR Take Over f. Mandiri KPR Top Up g. Mandiri KPR Konstruksi h. Mandiri KPT (Kepemilikan Tanah) i. Mandiri Multiguna j. Mandiri Multiguna Take Over k. Mandiri Multiguna Top Up l. Mandiri Tunas KPMg. Produk Unsecured Mandiri Mitrakarya Mandiri Mitrakarya Take Over Mandiri Mitrakarya Top Up Mandiri Kredit Tanpa Agunan Mandiri Kredit Tanpa Agunan Payroll Mandiri Kredit Tanpa Agunan Take Over Mandiri Kredit Tanpa Agunan Top Up Mandiri Kredit Tanpa Agunan Selected Company Mandiri Kredit Tanpa Agunan Cross Sell Mandiri Kredit Tanpa Agunan a/d. Kartu kredit

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

PRODUK DAN LAYANAN

255

WEALTH MANAGEMENT Bancassurance Assurance Mandiri Investasi Sejahtera Mandiri Jiwa Sejahtera Mandiri Rencana Sejahtera Plus Mandiri Rencana Sejahtera Syariah Perlindungan Tambahan (Riders) Reksa Dana Reksa Dana Pasar Uang Reksa Dana Pendapatan Tetap Reksa Dana Campuran Reksa Dana Saham Reksa Dana Terproteksi Reksa Dana Indeks Transaksi Valuta Asing (Retail) Layanan Retail Brokerage Jual Beli Saham di Pasar Sekunder bekerjasama dengan Mandiri Sekuritas

Surat Berharga

Mandiri Prioritas Benefit Nasabah • Executive lounge • Majalah Lifestyle • Majalah Prioritas • SDB • Ulang Tahun • Souvenir • Airport Handling • Benefit Lainnya, meliputi : - Program Merchant Relationship - Program Apresiasi * Program Edukasi * Sponsorship * Golf Tournament * Gathering

Obligasi Negara Retail (ORI) (pasar perdana dan pasar sekunder) Uang Kertas Asing : Today and Tom SUKUK retail (pasar perdana dan pasar sekunder) Devisa Umum: Today, Tomorrow, & Spot SUN retail Currency Forward Currency Swap Currency Option

CONSUMER CARDS Produk Mandiri Visa Silver/Gold Platinum Mandiri MasterCard Everyday/Titanium Mandiri Visa Golf Mandiri Bethany Silver/Gold Garda Oto Visa Hypermart Silver/Gold Corporate Card Visa Silver/Gold/Platinum Program & Fitur Program Usage : • Mandiri Power Cash • Mandiri Power Bills: - Telco - TV Cable - PLN - Magazines • Mandiri Power Buy • Mandiri Transfer Balance • Insurance : - Mandiri Protection - Extra Care - Medicare - Critical Guard - Travel Insurance • Merchandising/Katalog Belanja Partnership Program/Joint Promo : • Power Discount • Buy 1 Get 1 Loyalty Program : • Power Point • Free Golf • Golf Tournament • Golf Clinic • Mileage Redeemption • Personal Assistant Platinum • Executive Lounge • Airport Handling

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

256

MANAJEMEN

DEWAN KOMISARIS 1. 2. 3. 4. 5. 6. Edwin Gerungan Muchayat Mahmuddin Yasin Soedarjono Pradjoto Gunarni Soeworo Komisaris Utama & Komisaris Independen Wakil Komisaris Utama Komisaris Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris Independen

DIREKSI 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. Agus Martowardojo I Wayan Agus Mertayasa Zulkifli Zaini Sasmita Abdul Rachman Sentot A. Sentausa Bambang Setiawan Riswinandi Thomas Arifin Budi G. Sadikin Ogi Prastomiyono Direktur Utama Wakil Direktur Utama Direktur Commercial Banking Direktur Technology & Operations Direktur Special Asset Management Direktur Risk Management Direktur Corporate Secretary, Legal & Customer Care Direktur Corporate Banking Direktur Treasury & International Banking Direktur Micro & Retail Banking Direktur Compliance & Human Capital

EVP KOORDINATOR 1. 2. 3. 4. Pahala N. Mansury Haryanto T. Budiman Mansyur S. Nasution Riyani T. Bondan EVP Koordinator Finance & Strategy Chief Financial Officer EVP Koordinator Change Management Office EVP Koordinator Consumer Finance EVP Koordinator Internal Audit KOMITE DIBAWAH DIREKSI Risk and Capital Committee Information Technology Committee Personnel Policy Committee Wholesale Executive Committee Retail and Support Executive Committee Brand Committee Credit Comittee

KOMITE DIBAWAH DEWAN KOMISARIS Komite Audit Gunarni Soeworo Soedarjono Zulkifli Djaelani Imam Sukarno Komite Remunerasi & Nominasi Edwin Gerungan Muchayat Soedarjono Gunarni Soeworo Mahmudin Yasin

Komite Pemantau Risiko Soedarjono Edwin Gerungan Gunarni Soeworo Tama Widjaja

Komite Good Corporate Governance Muchayat Gunarni Soeworo Mahmudin Yasin

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

GROUP HEAD

257

GROUP HEAD Jiantok Hardjiman Rustam S. Sirait Supriyusman Sunarso Alexandra Askandar Fransisca Nelwan Mok Royke Tumilaar Santoso B. Riyanto C. Paul Tehusijarana Rafjon Yahya Heri Gunardi Marwan Budiarsyah Tardi Widhayati Darmawan Inkawan D. Jusi Handayani Sarastri Baskoro Iman Nugroho Soeko Vincent Nangoi E. Wiseto Baroto Henry Sihotang Agus Sudiarto Mustaslimah Kresno Sediarsi Sanjay N. Bharwani I Nengah Rentaya Pardi Sudradjat Setyowati Sulaeman Kartini Sally Santaputra Pita Jonathan Zax Agus Dwi Handaya Budi Sulistio Raizal Munir Suresh Gummalam O.C. Harry Pudjiatmoko Mohammad Guntur Chrisna Pranoto Herry Rukmana O.C. Harry Pudjiatmoko Sukoriyanto Saputro Ridzki Juniadi Basu Vitri Manugrahani Bambang Ari Prasodjo

GROUP Corporate Banking I Corporate Banking II Corporate Banking III Corporate Banking Agro Based Syndicated & Structured Finance Jakarta Commercial Sales Regional Commercial Sales 1 Regional Commercial Sales 2 Wholesale Product Management Small Business 1 Jakarta Network Regional Network Micro Business Mass & Electronic Banking Wealth Management Consumer Cards Consumer Loan International Banking & Capital Market Services Treasury Credit Recovery I Credit Recovery II Asset Management Compliance Human Capital Services Human Capital Strategy & Policy Learning Centre Market & Operational Risk Credit Risk & Policy Corporate Risk Commercial Risk Retail & Consumer Risk Investor Relations Strategy & Performance Management Accounting Procurement & Fixed Assets IT Business Solutions & Application Services IT Operations Planning, Policies, Procedures & Architecture Credit Operations Central Operations Electronic Channel Operation Corporate Secretary Legal Customer Care Culture & Service Specialist

DIREKTORAT Corporate Banking Corporate Banking Corporate Banking Corporate Banking Corporate Banking Commercial Banking Commercial Banking Commercial Banking Commercial Banking Commercial Banking Micro & Retail Banking Micro & Retail Banking Micro & Retail Banking Micro & Retail Banking Micro & Retail Banking Consumer Finance Consumer Finance Treasury & International Banking Treasury & International Banking Special Asset Management Special Asset Management Special Asset Management Compliance & Human Capital Compliance & Human Capital Compliance & Human Capital Compliance & Human Capital Risk Management Risk Management Risk Management Risk Management Risk Management Finance & Strategy Finance & Strategy Finance & Strategy Finance & Strategy Technology & Operations Technology & Operations Technology & Operations Technology & Operations Technology & Operations Technology & Operations Corporate Secretary, Legal & Customer Care Corporate Secretary, Legal & Customer Care Corporate Secretary, Legal & Customer Care Corporate Secretary, Legal & Customer Care

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

258

GROUP HEADS

CORPORATE BANKING NAMA DAN BIOGRAFI
JIANTOK HARDJIMAN | Corporate Banking I Group Lahir pada Tahun 1956.Menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi dari Universitas Krisnadwipayana pada tahun 1987 dan memperoleh gelar Magister Manajemen dari STIE IPWI tahun 1998 Bergabung dengan Bank Mandiri sejak tahun 1999 melalui legacy Bank Dagang Negara dengan jabatan terakhir sebagai Kepala Kantor Wilayah Surabaya. Sejak bulan November 2009, beliau ditunjuk untuk menjabat sebagai Group Head Corporate Banking I sampai dengan akhir tahun 2009. RUSTAM S. SIRAIT | Corporate Banking II Group Lahir pada Tahun 1964. Menyelesaikan pendidikan Sarjana Sosial Ekonomi Pertanian dari Institut Pertanian Bogor pada tahun 1986 dan memperoleh gelar Master of Business Administration dari University Of Illinois At Urbana-Champaign, USA pada tahun 1994. Bergabung dengan Bank Mandiri sejak tahun 1999 melalui legacy Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) dengan jabatan terakhir sebagai Kepala Tim Cabang Utama Bapindo Bandung Surapati. Pada tahun 2005, beliau ditunjuk untuk menjabat sebagai Group Head Corporate Banking II sampai dengan Desember 2009. SUPRIYUSMAN | Corporate Banking III Group Lahir pada Tahun 1957. Menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi Perusahaan di Universitas Krisnadwipayana tahun 1983. Bergabung dengan Bank Mandiri sejak tahun 1999 melalui legacy Bank Bumi Daya (BBD) dengan jabatan terakhir sebagai Operation Manager Cabang Solo. Dan sejak tahun 2007 sampai dengan saat ini, beliau menduduki jabatan sebagai Group Head Corporate Banking III. Lahir pada Tahun 1972. Menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi Jurusan Akuntansi dari Universitas Indonesia pada tahun 1995 dan memperoleh gelar MBA (International Management) dari Boston University, Massachusetts, USA pada tahun 1999. Sebelum berkarier di Bank Mandiri, beliau menjabat sebagai Corporate Treasures di PT. Surveyor Indonesia, Jakarta sampai dengan tahun 1997. Sejak awal tahun 2009, beliau menduduki jabatan sebagai Group Head Syndicated & Structured Finance sampai dengan sekarang. SUNARSO | Corporate Banking Agro Based Group Lahir pada Tahun 1963. Menyelesaikan pendidikan Sarjana Pertanian jurusan Agronomi dari Institut Pertanian Bogor pada tahun 1988 dan memperoleh gelar Magister Sains dari Universitas Indonesia pada tahun 2002. Bergabung dengan Bank Mandiri sejak tahun 1999 melalui legacy Bank Dagang Negara dengan jabatan terakhir sebagai Relationship Manager. Sejak bulan November 2006 beliau menduduki jabatan sebagai Group Head Corporate Banking Agro Based sampai dengan sekarang.

ALEXANDRA ASKANDAR | Syndicated & Structured Finance Group

COMMERCIAL BANKING NAMA DAN BIOGRAFI
FRANCISCA NELWAN MOK | Jakarta Commercial Sales Group

Lahir pada Tahun 1956. Menyelesaikan pendidikan Sarjana Peternakan dari Universitas Padjajaran Jurusan Veterinary pada tahun 1981 dan memperoleh gelar Magister Manajemen dari Sekolah Tinggi Manajemen Labora Jurusan Keuangan pada tahun 2002.

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

GROUP HEADS

259

Bergabung dengan Bank Mandiri sejak tahun 1999 melalui legacy Bank Bumi Daya (BBD) dengan jabatan terakhir sebagai Pembina pada Group Pembinaan & Penyelesaian Kredit UPK Bagian Pembinaan 1 UPK. Sejak bulan Februari 2006, beliau menduduki jabatan sebagai Group Head Jakarta Commercial Sales sampai dengan sekarang. ROYKE TUMILAAR | Regional Commercial Sales 1 Group

Bergabung dengan Bank Mandiri sejak tahun 1999 melalui legacy Bank Dagang Negara (BDN) dengan jabatan terakhir sebagai Treasury Manager Kantor Cabang Los Angeles. Sejak bulan Januari 2006 beliau menjabat sebagai Group Head Product Management yang pada tahun 2009 berganti nama menjadi Wholesale Product Management Group sampai dengan sekarang. RAFJON YAHYA | Small Business 1 Group

Lahir pada Tahun 1964. Menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi Jurusan Ekonomi Manajemen dari Universitas Trisakti pada tahun 1987 dan memperoleh gelar Master of Business in Finance dari University of Technology Sydney, pada tahun 1999. Bergabung dengan Bank Mandiri sejak tahun 1999 melalui legacy Bank Dagang Negara (BDN) dengan jabatan terakhir sebagai Staf Profesional Tim Penyelesaian Kredit Bank Dagang Negara, Jakarta. Pada tahun 2007 beliau menjabat sebagai Group Head Regional Commercial Sales 1 sampai dengan sekarang. SANTOSO B. RIYANTO | Regional Commercial Sales 2 Group Lahir pada Tahun 1957. Menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi Jurusan Ekonomi Perusahaan dari Universitas Jenderal Soedirman pada tahun 1981 dan memperoleh gelar Magister Manajemen dari Universitas Satyagama Jakarta, pada tahun 1997 Bergabung dengan Bank Mandiri sejak tahun 1999 melalui legacy Bank Dagang Negara (BDN) dengan jabatan terakhir sebagai Kepala Cabang. Sejak tahun 2007, beliau menduduki jabatan sebagai Group Head Regional Commercial Sales 2 sampai dengan sekarang. C. PAUL TEHUSIJARANA | Wholesale Product Management Group Lahir pada Tahun 1961. Menyelesaikan pendidikan Magister of Business Administration (MBA) di University of Southern California - LA USA pada tahun 1998.

Lahir pada Tahun 1958. Menyelesaikan pendidikan Sarjana Pertanian jurusan Agronomi dari Institut Pertanian Bogor pada tahun 1982 dan memperoleh gelar Magister Manajemen dari Universitas Sriwijaya Palembang pada tahun 2002. Bergabung dengan Bank Mandiri sejak tahun 1999 melalui legacy Bank Ekspor Impor Indonesia (BankExim). Sejak bulan Maret 2007, beliau menduduki jabatan sebagai Group Head Small Business 1 sampai dengan sekarang.

MICRO & RETAIL BANKING NAMA DAN BIOGRAFI
HERI GUNARDI | Jakarta Network Group Lahir pada Tahun 1962. Menyelesaikan pendidikan Master of Science jurusan Finance and Accounting dari Graduate School of Management, University of Oregon USA pada tahun 1991. Mendapatkan sertifikasi Chartered Life Underwriter dan Chartered Financial Consultant dari Singapore College of Insurance tahun 2004 dan tahun 2005. Bergabung dengan Bank Mandiri sejak tahun 1999 melalui legacy Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) dengan jabatan terakhir sebagai Kepala Sub Bagian Sindikasi Surat Utang dan Fixed Income pada Urusan Treasury dan Jasa Perbankan. Sejak bulan Januari 2009 menjabat sebagai Group Head Jakarta Network.

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

260

GROUP HEADS

MARWAN BUDIARSYAH | Regional Network Group Lahir pada Tahun 1956. Menyelesaikan pendidikan Sarjana dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta pada tahun 1980. Bergabung dengan Bank Mandiri sejak tahun 1999 melalui legacy Bank Ekspor Impor Indonesia (BankExim) dengan jabatan terakhir sebagai Kepala Cabang.. Pada tahun 2006, beliau menduduki jabatan sebagai Group Head Regional Network sampai dengan sekarang.

INKAWAN D. JUSI | Wealth Management Group Lahir pada Tahun 1962. Menyelesaikan pendidikan Sarjana Teknik Arsitektur dari Universitas Indonesia pada tahun 1986 dan memperoleh gelar Master of Business Administration dari Western Illinois University Illinois, USA pada tahun 1989. Sebelum bergabung dengan Bank Mandiri pada tahun 2004, beliau berkarier di Euronet Sigma Nusantara dan Bank Universal dengan jabatan terakhir sebagai Vice President, Branch & Phone Banking Development Head. Pada tahun 2009, beliau ditunjuk untuk menduduki jabatan sebagai Group Head Wealth Management sampai dengan sekarang.

TARDI | Micro Business Group Lahir pada Tahun 1964. Menyelesaikan pendidikan Sarjana Pertanian Jurusan Agronomi dari Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta pada tahun 1987 dan memperoleh gelar Master Management Keuangan dari Universitas Padjajaran pada tahun 1999. Bergabung dengan Bank Mandiri sejak tahun 1999 melalui legacy Bank Bumi Daya (BBD) dengan jabatan terakhir sebagai Account Manager Kredit Korporasi. Sejak tahun 2008 menduduki jabatan sebagai Group Head Micro Business sampai dengan sekarang.

CONSUMER FINANCE NAMA DAN BIOGRAFI
HANDAYANI | Consumer Card Group Lahir pada Tahun 1965. Menyelesaikan pendidikan sebagai Dokter Gigi dari Universitas Airlangga pada tahun 1988 dan meperoleh gelar Magister Manajemen untuk Jurusan International Management dari Universitas Padjajaran di tahun 2001 Sebelum bergabung dengan Bank Mandiri pada bulan Mei 2000, beliau berkarier di Bank Internasional Indonesia dengan jabatan terakhir sebagai Regional Card Center Manager West & Central Java. Sejak Agustus 2004, menduduki jabatan sebagai Group Head Consumer Cards sampai dengan sekarang.

WIDHAYATI DARMAWAN | Mass & Electronic Banking Group Lahir pada Tahun 1965. Menyelesaikan pendidikan Sarjana Matematika di Institut Teknologi Bandung pada tahun 1989. Sebelum bergabung dengan Bank Mandiri pada tahun 2001, beliau berkarier di Bank Bali dengan jabatan terakhir sebagai Department Head Business Alliance. Sejak tahun 2003 beliau menempati posisi sebagai Group Head di berbagai group antara lain Electronic Banking Group, Customer Care Group dan terakhir menjabat sebagai Group Head Mass & Electronic Banking sampai dengan sekarang.

SARASTRI BASKORO | Consumer Loans Group Lahir pada Tahun 1960. Menyelesaikan pendidikan Sarjana di York University Toronto, Canada pada tahun 1983 dengan jurusan Mathematic Economic dan menyelesaikan Post Graduate Studies Majoring Banking and Finance dari Monash University pada tahun 1995.

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

GROUP HEADS

261

SPECIAL ASSET MANAGEMENT
Sebelum bergabung dengan Bank Mandiri pada tahun 2000, beliau berkarier di Bank Papan Sejahtera dengan jabatan terakhir sebagai Consumer Banking Director. Sejak tahun 2001 beliau menduduki jabatan sebagai Group Head Consumer Loans sampai dengan sekarang.

NAMA DAN BIOGRAFI
E. WISETO BAROTO | Credit Recovery I Group Lahir pada Tahun 1959. Menyelesaikan pendidikan Sarjana Pertanian bidang Agribisnis dari Institut Pertanian Bogor di tahun 1983 dan selanjutnya Magister Manajemen bidang Keuangan dan Perbankan dari Universitas Gadjah Mada di tahun 1992. Bergabung dengan Bank Mandiri sejak tahun 1999 melalui legacy Bank Bumi Daya (BBD) dengan jabatan terakhir sebagai Kepala Bagian Kredit yang mengelola Kredit Perusahaan Korporasi. Sejak bulan April 2006 beliau ditunjuk untuk menjabat sebagai Group Head Credit Recovery I sampai dengan Desember 2009. HENRY SIHOTANG | Credit Recovery II Group Lahir pada Tahun 1961. Menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi, jurusan Manajemen Perusahaan dari Universitas Krisnadwipayana Tahun 1987 dan memperoleh gelar Magister Managemen dari Universitas Satyagama Tahun 2000. Bergabung dengan Bank Mandiri sejak tahun 1999 melalui legacy Bank Dagang Negara (BDN) dengan jabatan terakhir sebagai Relationship Manager, Urusan Penyelesaian Kredit. Sejak tahun 2008 beliau menduduki jabatan sebagai Group Head Credit Recovery II sampai dengan Desember 2009. AGUS SUDIARTO | Asset Management Group Lahir pada Tahun 1964. Menyelesaikan pendidikan Sarjana Hukum dari Universitas Indonesia pada tahun 1988 dan memperoleh gelar Magister Management dari Universitas Indonesia pada tahun 2004. Bergabung dengan Bank Mandiri sejak tahun 1999 melalui legacy Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) dengan jabatan terakhir sebagai Kepala Bidang Cabang Madya.

TREASURY & INTERNATIONAL BANKING NAMA DAN BIOGRAFI
IMAN N. SOEKO | International Banking & Capital Market
Services Group

Lahir pada Tahun 1955. Menyelesaikan pendidikan Sarjana Tehnik Mesin dari Institut Teknologi Bandung pada tahun 1979 dan memperoleh gelar MsocSc dalam bidang Finance dari University of Birmingham, UK pada tahun 1989 atas beasiswa dari Pemerintah Inggris. Bergabung dengan Bank Mandiri sejak tahun 1999 melalui legacy Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) dengan jabatan terakhir sebagai General Manager Bapindo Cabang Hong Kong. Sejak Januari 2009, beliau menjabat sebagai Group Head International Banking & Capital Market Services sampai dengan sekarang.

VINCENT NANGOI | Treasury Group Lahir pada Tahun 1955. Menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi Jurusan Studi Pembangunan dari Universitas Indonesia pada tahun 1980. Bergabung dengan Bank Mandiri sejak tahun 1999 melalui legacy Bank Ekspor Impor Indonesia (BankExim) dengan jabatan terakhir sebagai General Manager BankExim Cabang Cayman Islands. Sejak tahun 2009 beliau menduduki jabatan sebagai Group Head Treasury sampai dengan sekarang.

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

262

GROUP HEADS

Sejak tahun 2007 beliau ditunjuk untuk menjabat sebagai Group Head Asset Management sampai dengan sekarang.

Sebelum bergabung dengan Bank Mandiri pada tahun 2008, beliau berkarier di Bank Permata dengan jabatan terakhir sebagai HR Head of HR Centres of Expertise & Operations. Sejak tahun 2008 beliau menempati posisi sebagai Group Head Human Capital Strategy & Policy sampai dengan sekarang. I NENGAH RENTAYA | Learning Center Group Lahir pada Tahun 1958. Menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi jurusan Ekonomi Studi Pembangunan dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta pada tahun 1987 dan memperoleh gelar M.I.A (Master of International Affairs) in Economic Policy and Management dari Columbia University New York pada tahun 1994. Bergabung dengan Bank Mandiri sejak tahun 1999 melalui legacy Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) dengan jabatan terakhir sebagai Kepala Bagian Urusan Sumber Daya Manusia Bagian Data & Penilaian (USM). Sejak bulan Maret 2007 sampai dengan saat ini beliau menjabat sebagai Group Head di Learning Center Group.

COMPLIANCE AND HUMAN CAPITAL NAMA DAN BIOGRAFI
MUSTASLIMAH | Compliance Group Lahir pada Tahun 1965. Menyelesaikan pendidikan Sarjana Pertanian dari Institut Pertanian Bogor pada tahun 1988 dengan memperoleh gelar Insinyur. Beliau memulai karier sebagai pegawai Bank Dagang Negara di Kantor Pusat Jakarta pada tahun 1989. Pada tahun 1999, melalui proses merger, beliau bergabung dengan Bank Mandiri. Sejak tahun 2006 beliau menduduki jabatan sebagai Group Head Compliance sampai dengan sekarang. KRESNO SEDIARSI | Human Capital Services Group

Lahir pada Tahun 1958. Menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi (Ekonomi Umum) dari Universitas gadjah Mada pada tahun 1983 dan memperoleh gelar Master of Arts (International Relations) dari Kokusai Daigaku (International University of Japan) pada tahun 1992. Bergabung dengan Bank Mandiri sejak tahun 1999 melalui legacy Bank Dagang Negara (BDN) dengan jabatan terakhir sebagai Kepala Bagian Perencanaan Strategis Perusahaan. Sejak bulan November 2008, beliau ditunjuk untuk menduduki jabatan sebagai Group Head Human Capital Services sampai dengan sekarang. SANJAY N. BHARWANI | Human Capital Strategy & Policy Group Lahir pada Tahun 1969. Menyelesaikan Bachelor of Technology dari The University of Ballarat - Australia. Beliau juga merupakan anggota dari The Australian Institute of Management.

RISK MANAGEMENT NAMA DAN BIOGRAFI
PARDI SUDRADJAT | Market & Operational Risk Group Lahir pada Tahun 1955. Menyelesaikan pendidikan Sarjana Tehnik Sipil dari Fakultas Teknik Sipil Universitas Indonesia pada tahun 1981 dan Sarjana Ekonomi Jurusan Management dari Universitas Indonesia pada tahun 1986 serta memperoleh gelar MBA in Finance dan International Business dari Stern School of Business , New York University USA pada tahun 1994. Bergabung dengan Bank Mandiri sejak tahun 1999 melalui legacy Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) dengan jabatan terakhir sebagai Wakil Kepala Urusan International. Sejak tahun 2006, beliau menjabat sebagai Group Head Market Risk & Operational Risk sampai dengan sekarang.

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

GROUP HEADS

263

SETYOWATI | Credit Risk & Policy Group Lahir pada Tahun 1958. Menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi dari Universitas Diponegoro pada tahun 1982. Sebelum bergabung dengan Bank Mandiri pada tahun 2006, beliau berkarier di Bank Danamon dengan jabatan terakhir sebagai Group Head Compliance. Sejak tahun 2007 menduduki jabatan Group Head Credit Risk & Policy sampai dengan tahun 2009.

SANTAPUTRA PITA | Retail & Consumer Risk Group Lahir pada Tahun 1957. Menyelesaikan pendidikan Sarjana Komputer dari Universitas City, London pada tahun 1982 dan memperoleh gelar MBA General Management dari Institut Pengembangan Manajemen Indonesia (IPMI) pada tahun 1989. Sebelum bergabung dengan Bank Mandiri pada tahun 2003, beliau berkarier di Standard Chartered Bank, Singapore dengan jabatan terakhir sebagai Collection Head. Sejak awal tahun 2007 beliau ditunjuk sebagai Group Head Retail & Consumer Risk Management sampai dengan tahun 2009.

SULAEMAN | Corporate Risk Group Lahir pada Tahun 1967. Menyelesaikan pendidikan Sarjana Pertanian Jurusan Agronomi dari Universitas Padjajaran pada tahun 1989 dan memperoleh gelar Magister Manajemen dari Universitas Gadjah Mada pada tahun 1997. Bergabung dengan Bank Mandiri sejak tahun 1999 melalui legacy Bank Ekspor Impor Indonesia (BankExim) dengan jabatan terakhir sebagai Operation Manager Cabang Tangerang. Sejak tahun 2008, beliau menjabat sebagai Group Head Corporate Risk sampai dengan sekarang.

FINANCE AND STRATEGY NAMA DAN BIOGRAFI
JONATHAN ZAX | Investor Relations Group Lahir pada Tahun 1961.Menyelesaikan pendidikan Sarjana dari Harvard University, USA pada tahun 1983 dan memperoleh gelar Master of Business Administration (MBA) dari University of Pennsylvania - The Wharton School pada tahun 1988. Sebelum bergabung dengan Bank Mandiri pada tahun 2002, beliau berkarier di PT. HM. Sampoerna dengan jabatan terakhir sebagai Director of Corporate Development. Sejak tahun 2002 beliau bergabung dengan Bank Mandiri dan menduduki posisi Group Head Investor Relations sampai dengan saat ini. AGUS DWI HANDAYA | Strategy & Performance Management Group Lahir pada Tahun 1970. Menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi Jurusan Akuntansi dari Universitas Sumatera Utara pada tahun 1995 Bergabung dengan Bank Mandiri sejak tahun 1999 melalui legacy Bank Ekspor Impor Indonesia (BankExim) dengan jabatan terakhir sebagai Staf Analyst Kredit Korporasi.

KARTINI SALLY | Commercial Risk Group Lahir pada Tahun 1965. Menyelesaikan pendidikan Sarjana S1 Jurusan Kedokteran Gigi dari Universitas Indonesia pada tahun 1988 dan memperoleh gelar Magister Manajemen dari Institut Pendidikan dan Pengembangan (IPPM) serta dari Universitas Jayabaya pada tahun 1998. Memulai karir sebagai Officer di Bank Ekspor Impor Indonesia (Bank Exim) di Jakarta pada tahun 1991 dan bergabung dengan Bank Mandiri pada tahun 1999. Sejak bulan September 2006 menduduki jabatan sebagai Group Head Commercial Risk sampai dengan sekarang.

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

264

GROUP HEADS

Sejak akhir tahun 2009 Beliau menduduki jabatan sebagai Group Head Strategy & Performance Management sampai dengan sekarang. BUDI SULISTIO | Accounting Group Lahir pada Tahun 1955. Menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia pada tahun 1985 dan memperoleh gelar MBA dari University of Illinois, Urbana Champaign, USA, pada tahun 1994. Bergabung dengan Bank Mandiri sejak tahun 1999 melalui legacy Bank Ekspor Impor Indonesia (BankExim) dengan jabatan terakhir sebagai Kepala Bagian. Sejak tahun 2006, beliau menduduki jabatan sebagai Group Head Accounting sampai dengan sekarang. RAIZAL MUNIR | Procurement & Fixed Asset Group Lahir pada Tahun 1959. Menyelesaikan pendidikan Sarjana Teknik Industri di Institut Teknologi Bandung pada tahun 1984 dan memperoleh gelar Master of Information System (MSIS) pada tahun 1991 dan Master of Telecommunication (MST) pada tahun 1992 dari Universitas of Pittsburgh, Pennsylvania USA. Bergabung dengan Bank Mandiri sejak tahun 1999 melalui legacy Bank Dagang Negara (BDN) dengan jabatan terakhir sebagai Kepala Bagian Perencanaan & Pemastian Kualitas, Urusan Teknologi Informasi. Sejak tahun 2005, beliau menduduki jabatan Group Head Procurement & Fixed Asset sampai dengan saat ini.

di bidang Teknik Industri dari National Institute of Industrial Engineering (NITIE), Bombay pada tahun 1986. Sebelum bergabung dengan Bank Mandiri pada tahun 2002, beliau berkarier di Bank Niaga dengan jabatan terakhir sebagai Senior Vice President, IS Development Group Head. Sejak tahun 2004, beliau menduduki jabatan sebagai Group Head IT Business Solutions & Application Services sampai dengan sekarang. OC. HARRY PUDJIATMOKO | IT Operations Group (RANGKAP} Electronic Channel Operation Group Lahir pada Tahun 1960. Menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi jurusan Akuntansi dari Universitas Gadjah Mada pada tahun 1986, dan memperoleh gelar Magister Manajemen dari Universitas Gadjah Mada pada tahun 1997. Bergabung dengan Bank Mandiri sejak tahun 1999 melalui legacy Bank Ekspor Impor Indonesia (BankExim) di Biro Sistem dan Teknologi. Sejak tahun 2008, selain menduduki jabatan sebagai Group Head IT Operations, beliau merangkap sebagai Group Head Electronic Channel Operations sampai dengan sekarang. MOHAMMAD GUNTUR | Planning, Policies, Procedures, &
Architecture Group

TECHNOLOGY & OPERATIONS NAMA DAN BIOGRAFI
SURESH GUMMALAM | IT Business Solutions & Application
Services Group

Lahir pada Tahun 1964. Menyelesaikan pendidikan Sarjana pada Fakultas Pertanian Jurusan Sosial Ekonomi di Institut Pertanian Bogor pada tahun 1986 dan memperoleh gelar MM dari Universitas Gadjah Mada dan University of Kentucky USA pada tahun 1997. Bergabung dengan Bank Mandiri sejak tahun 1999 melalui legacy Bank Ekspor Impor Indonesia (BankExim) dengan jabatan terakhir sebagai Kepala Kelompok Kerja Biro Sistek Bank Exim. Sejak tahun 2007, beliau menduduki jabatan sebagai Group Head Planning, Policies, Procedures & Architecture sampai dengan sekarang.

Lahir pada Tahun 1962. Menyelesaikan pendidikan Sarjana Teknik Mesin dari National Institute of Technology, Rourkela, pada tahun 1984 dan memperoleh gelar Master

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

GROUP HEADS

265

CHRISNA PRANOTO | Credit Operations Group Lahir pada Tahun 1962. Menyelesaikan pendidikan Sarjana Pertanian Jurusan Agronomi dari Institut Pertanian Bogor pada tahun 1986 dan memperoleh gelar Magister Manajemen International Business dari Universitas Gadjah Mada tahun 1998. Bergabung dengan Bank Mandiri sejak tahun 1999 melalui legacy Bank Ekspor Impor Indonesia (BankExim) dengan jabatan terakhir sebagai Section Head International Trade & Remmitance Department International Banking Division. Sejak bulan Juli 2006, beliau menduduki jabatan sebagai Group Head Credit Operations sampai dengan sekarang. HERRY RUKMANA | Central Operations Group Lahir pada Tahun 1967. Menyelesaikan pendidikan S-1 pada tahun 1989 dan memperoleh gelar S-2 pada tahun 1999. Bergabung dengan Bank Mandiri dan menduduki berbagai posisi diantaranya Document Analysis, Section Head dan Department Head dalam kurun waktu 1999 sampai dengan tahun 2008. Pada tahun 2008, Beliau memperoleh sertifikasi international (CDCS – Certified Documentary Credit Specialist) di bidang documentary credit dari IFSA (International Financial Services Association) School of Finance endorsed by the International Chamber of Commerce. Sejak tahun 2009, beliau menduduki jabatan sebagai Group Head Central Operations sampai dengan sekarang.

RIDZKI JUNIADI | Legal Group Lahir pada Tahun 1958. Menyelesaikan pendidikan Sarjana Hukum Perdata dari Universitas Padjajaran pada tahun 1984. Bergabung dengan Bank Mandiri sejak tahun 1999 melalui legacy Bank Bumi Daya dengan jabatan terakhir sebagai Kepala Bagian Urusan Biro Direksi & Hukum UBD. Sejak pertengahan tahun 2005, beliau ditunjuk sebagai Group Head Legal sampai dengan sekarang.

BASU VITRI MANUGRAHANI | Customer care Group Lahir pada Tahun 1957. Menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi Jurusan Ekonomi Perusahaan dari Universitas Islam Indonesia Yogyakarta pada tahun 1982 dan memperoleh gelar Magister Manajemen Keuangan dari Universitas Indonusa Esa Unggul pada tahun 1998. Bergabung dengan Bank Mandiri sejak tahun 1999 melalui legacy Bank Dagang Negara dengan jabatan terakhir sebagai Wakil Kepala Cabang Bidang Pemasaran di Cabang Jakarta Wisma Indosemen. Sejak bulan Januari 2009, beliau menduduki jabatan Group Head Customer Care sampai dengan sekarang.

BAMBANG ARI PRASODJO | Culture & Service Specialist Lahir pada Tahun 1956. Menyelesaikan pendidikan sarjana Teknik Sipil dari Institut Teknologi Bandung pada tahun 1982 dan memperoleh gelar Master of International Relations dari International University of Japan pada tahun 1993. Bergabung dengan Bank Mandiri sejak tahun 1999 melalui legacy Bank Dagang Negara dengan jabatan terakhir sebagai Wakil Kepala Cabang Bidang Retail di Cabang Genteng Kali Surabaya. Sejak tahun 2007, beliau ditunjuk untuk menjabat sebagai Group Head Culture and Service Specialist sampai dengan sekarang.

CORPORATE SECRETARY, LEGAL & CUSTOMER CARE NAMA DAN BIOGRAFI
SUKORIYANTO SAPUTRO | Corporate Secretary Group Mengacu pada Biografi Anggota Komite Pihak Independen Non Dewan Komisaris & Corporate Secretary

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

266

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

267

DAFTAR CABANG
• KANTOR WILAYAH DAN CABANG • MICRO BANKING DISTRICT CENTERS • MICRO BUSINESS UNITS • COMMERCIAL BANKING CENTERS • SMALL BUSINESS DISTRICT CENTERS

MENEMBUS BATAS KEINGINAN

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

268

DAFTAR CABANG BANK MANDIRI

JARINGAN KANTOR WILAYAH I/MEDAN AREA MEDAN IMAM BONJOL Medan Imam Bonjol Medan Pulau Pinang Medan Zainul Arifin Medan Gatot Subroto Medan Kirana Medan Taman Setiabudi Kabanjahe Medan Dharma Agung Medan PLN Wilayah II Medan Pertamina Medan Katamso Medan Tanjung Morawa Medan JW Marriot Medan Simpang Pos Lubuk Pakam Berastagi Pangkalan Brandan Stabat AREA MEDAN BALAIKOTA Medan Balaikota Medan Lapangan Merdeka Medan Ahmad Yani Medan Belawan Medan Gunung Krakatau Medan Pusat Pasar Medan Asia Medan Letda Suyono Medan Pulo Brayan Binjai Medan Sukaramai Medan Jalan Cirebon Medan Iskandar Muda Medan Perintis Kemerdekaan Medan Kapten Muslim Medan Sisingamangaraja Medan Universitas Sumatera Utara Medan Makro Bisnis Tebing Tinggi AREA BANDA ACEH Banda Aceh Banda Aceh Unsyiah Darussalam

ALAMAT KANTOR Jl. Pulau Pinang No. 1 Jl. Imam Bonjol No. 7 Jl. Imam Bonjol No. 7 Jl. Pulau Pinang No. 1 Jl. Imam Bonjol No. 16 D Jl. Jend. Gatot Subroto No. 139 Jl. Kirana Raya No. 40-42 Perumahan Taman Setiabudi Indah Jl.Cactus Raya Blok K No. 36 G Jl. Veteran No.23, Kabanjahe Jl. S. Parman No. 207 DE Jl. Yos Sudarso No. 284 Jl. Yos Sudarso No. 8-10 Jl. Brigjen Zain Hamid No. 28 Komplek Perkebunan PTP Nusantara II (Persero) Tanjung Morawa Jl. Putri Hijau No. 10 Jl. Jenderal Besar Abdul Haris Nasution No. 5 JK Jl. Dr. Sutomo No. 52, Lubuk Pakam Jl. Veteran No. 29 Komplek Pertamina Sumbagut Jl. KH Zainul Arifin No. 32, Stabat Jl. Balaikota No. 8-10 Jl. Balaikota No. 12-14 Jl. Jend. Ahmad Yani No. 109 Jl. Pelabuhan II Kotak Pos 15 Jl. Gunung Krakatau No. 7 G-H Jl. Pusat Pasar No. 94-95 Jl. Asia No. 97 C-D Jl. Letda Suyono No. 220 Jl. Yos Sudarso Blok A No.1A, Pulo Brayan Jl. Jend. Sudirman No. 292 Wisma Kawasan Industri Medan Jl. Pulau Batam No. 1 Jl. Cirebon No. 97 - 99 Jl. Sultan Iskandar Muda No. 24 A-B Jl. Perintis Kemerdekaan No. 5-5A Jl. Kapten Muslim No. 10 A Jl. Sisingamangaraja No. 55 A-B Kampus USU, Gelanggang Mahasiswa USU, Jl. Universitas No. 11 Jl. Gatot Subroto No. A 15-16 Jl. Dr. Sutomo No. 17 Jl. Teuku H. Daud Beureuh No. 15 H Gedung AAC Prof.Dr.Dayan Dawood, Universitas Syah Kuala, Jl. Teuku Nyak Arief Kampus Unsyiah Darussalam Jl. Cut Meutia No. 2 Jl. National No. 112 Gampong Ujong Baroh Jl. Merdeka No. 135 C Jl. Merdeka No. 1 Jl. Iskandar Muda No. 102 ABC Main Office Bld. PT Arun Ngl Co Komplek PT Arun NGL Co. Kompleks Mobil Oil Inc., Point A Landing Jl. Sengeda No. 77-78, Takengon Jl. Jend. Ahmad Yani No. 20 Jl. Cut Nyak Dien No. 21 A, Kuala Simpang Jl. Jend. Sudirman No. 14 Jl. Sutomo No. 16

KOTAMADYA/ KABUPATEN Medan Medan Medan Medan Medan Medan Medan Medan Tanah Karo Medan Medan Medan Medan Deli Serdang Medan Medan Deli Serdang Karo Pangkalan Brandan Langkat Medan Medan Medan Belawan Medan Medan Medan Medan Medan Binjai Medan Medan Medan Medan Medan Medan Medan Medan Tebing Tinggi Banda Aceh Banda Aceh

KODE POS 20111 20112 20112 20111 20112 20112 20112 20132 20303 20153 20112 10513 20158 20362 20111 20142 20514 22516 20857 20811 20111 20111 20111 20411 20239 20216 20214 20371 20116 20711 20242 20212 20153 20235 20124 20217 20155 20127 20633 23123 23111

TELEPON (061) 4153396, 4555434 (061) 4150600 (061) 4150600 (061) 4519666, 4518477 (061) 4538555 (061) 4551162 (061) 4157555 (061) 8200636, 8218183, 8221189 (0628) 323977 (061) 4529059 (061) 6617848 (061) 4552406 (061) 7863298 (061) 7944866, 7944944 (061) 80010037 - 39 (061) 8211084 (061) 7954542, 7955704 (0628) 91319, 91819 (0620) 21000, 21490 (061) 8910691, 8912239 (061) 4524900 (061) 4538122 (061) 4536800 (061) 6941152 (061) 6619000, 6629000 (061) 4531164 (061) 7368798 (061) 7353907, 7354338, 7340135, 7344142 (061) 6610033 (061) 8826000 (061) 7321603, 7321624, 7357523 (061) 4567162, 4157547 (061) 4515064, 4515068, 4515070 (061) 4532609, 4532111, 4532262 (061) 8445229, 8445231, 8445232 (061) 7333981, 7333982, 7333984 (061) 8200361, 8210548 (061) 8463061 (0621) 21723 (0651) 23981, 21793, 23974 (0651) 7551809

FAKSIMILI 4153273 4527365, 4155385 4527365, 4155385 4538471 4538383 4566626 4155269 8200121, 8219445 20087 4526613 6613930 4552406 7863298 7944977 800010040 8212040 7954091 (0628) 91599 20190 8912240 4152209, 4577691 45385666 4512459 6941733 6619540 4517644 7361897 7356219, 7352629 6611100 8828064 7321592 4157246 4515065 4537282 8445230 7333983 8210548 8473578 21093 25455, 636154 7551809

Banda Aceh Cut Meutia Meulaboh Lhokseumawe Merdeka Lhokseumawe Pendopo Bireuen Blang Lancang Batuphat Lhoksukon Takengon Langsa Kuala Simpang AREA PEMATANGSIANTAR Pematangsiantar Sudirman Pematangsiantar Sutomo

Banda Aceh Meulaboh Lhokseumawe Lhokseumawe Bireuen Blang Lancang Batuphat Lhoksukon Aceh Tengah Langsa Aceh Tamiang Pematangsiantar Pematangsiantar

23242 23600 24301 24315 24251 24352 24352 24381 24512 24416 24475 21117 21115

(0651) 21386, 23381, 23575 23370 (0655) 7552231, 7552232, 7552233, (0655) 7552235 7552234, 7552234, 7552235 (0645)40082, 42085 42922 (0645) 43702 43062 (0644) 22221, 323306, 324399, 324588 21444 (0645) 652711, 654252 (0645) 653157, 653158 (0645) 393119, 393120 (0643) 24408, 24409 24406 (0641) 21023 21212 (0641) 31000, 333155 333499 (0622) 22035 (0622) 21540, 21211 23211 23446

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

DAFTAR CABANG BANK MANDIRI

269

JARINGAN KANTOR Balige Pasar Perluasan Padang Sidempuan Panyabungan Sibolga Rantau Prapat Ahmad Yani Rantau Prapat M. Lubis Kota Pinang Aek Kanopan Kisaran Tanjung Balai AREA PEKANBARU Pekanbaru Sudirman Bawah Pekanbaru Sudirman Atas Pekanbaru Ahmad Yani Pekanbaru Nangka Pekanbaru Jalan Riau Ujungbatu Pangkalan Kerinci Siak Perawang Pekanbaru Rumbai Pekanbaru Minas Pekanbaru Tuanku Tambusai Pekanbaru Panam Dumai Sudirman Dumai Syarif Kasim Baganbatu Bengkalis Pertamina Sungai Pakning Duri Duri Sudirman Duri Caltex Rengat Air Molek AREA BATAM Batam Imam Bonjol Batam Lubuk Baja Batam Raja Ali Haji Batam Sekupang Martadinata Batam Industrial Park Batam Panbil Tanjung Uban Tanjung Balai Karimun Batam Bandara Hang Nadim Batam Center Batam Batuaji Batam Kawasan Industri Tunas Batam Tiban Batam Kawasan Industri Kabil Natuna Batam Nagoya Tanjungpinang Kijang WILAYAH II/ PALEMBANG AREA JAMBI

ALAMAT KANTOR Jl. Patuan Nagari No.10 Jl. HOS Cokroaminoto No. 3B-3C Jl. Sudirman No. 30-32 Jl. Willem Iskandar No. 105, Panyabungan Jl. Brigjend. Katamso No. 43 Jl. Jend. Ahmad Yani No. 2 Jl. Letkol. Martinus Lubis 11 Jl. Bukit No. 3, Kota Pinang Jl. Jend. Sudirman No. 214-216, Aek Kanopan,Kec.Kualuh Hulu Jl. Cokroaminoto No. 65 Jl. Teuku Umar No. 48-54 Jl. Jend. Sudirman No. 140 Jl. Jend. Sudirman No. 452 Jl. Jend. Ahmad Yani No. 85 Jl. Tuanku Tambusai No. 18 E-F Jl. Riau No. 12 D-E Jl. Jenderal Sudirman No. 15, Ujungbatu Jl. Raya Lintas Timur Jl. Raya Perawang Km. 5, Siak Kompleks PT Caltex Pasific Indonesia, Rumbai Main Office PT Caltex Pasific Indonesia, Minas Komplek Lancang Kuning Square, Jl Tuanku Tambusai No. 144 Jl. HR Soebrantas Kav. 3 & 4, Panam Jl. Jend. Sudirman No. 133 A Jl. Sultan Syarif Kasim No. 99 Jl. Jend. Sudirman No. 219, Bagan Sinembah Jl. Ahmad Yani, Bengkalis Kompleks Pertamina, Sungai Pakning, Jl. Cendana, Singai Pakning Jl. Hangtuah No. 289-292 Jl. Jenderal Sudirman Kav. 109 Kompleks PT Caltex Pacific Indonesia, Duri Jl. Jend. M.T. Haryono No. 11 Jl. Jend. Sudirman No. 190-192 Jl. Imam Bonjol No. 90 Jl. Imam Bonjol, Lubuk Baja Jl. Raya Ali Haji No. 39 Jl. R.E. Martadinata, Komp. Harapan Business Center Blok I No.1 Batam Industrial Park, Jl. Rasamala No. 1 Kawasan Industri Panbil, Jl. Ahmad Yani Jl. Permaisuri No. 3 Jl. Teuku Umar No. 9 Bandara Hang Nadim Gedung Otorita Batam, Batam Center Ruko Muka Kuning Indah II Blok E 2 No.3A & 5 Jl. Batuaji Baru Komplek Tunas Industrial Estate Jl. Engku Putri, Ruko No. II B Jl. Tiban Raya, Komp.Tiban Garden Blok C No.20 Kawasan Industri Kabil, Jl. Hang Kesturi Km.4, Nongsa Jl. Datuk Kaya Wan Muhammad Benteng No. 96-98, Ranai Jl. Imam Bonjol Komplek Bumi Ayu Lestari Blok D No. 25-27 Jl. Teuku Umar No. 23 Jl. Hang Jebat, Barek Motor No.9, Kijang Jl. Kapten A. Rivai No. 1008

KOTAMADYA/ KABUPATEN Balige Pemarang Siantar Padang Sidempuan Mandailing Natal Sibolga Rantau Prapat Rantau Prapat Labuhan Batu Labuhan Batu Kisaran Tanjung Balai Pekanbaru Pekanbaru Pekanbaru Pekanbaru Pekanbaru Riau Pangkalan Kerinci Siak Pekanbaru Pekanbaru Pekanbaru Pekanbaru Dumai Dumai Rokan Hilir Bengkalis Dumai Bengkalis Bengkalis Bengkalis Rengat Air Molek Batam Batam Batam Batam Batam Batam Tanjung Uban Tj. Balai karimun Batam Batam Batam Batam Batam Batam Natuna Batam Tanjungpinang Tanjungpinang Palembang

KODE POS 22313 21138 22718 22913 22522 21415 21412 21464 21457 21215 21312 28113 28115 28115 28282 28292 28454 28381 28772 28271 28885 28283 28294 28812 28812 28992 28712 28700 28884 28884 28884 29319 29352 29432 29432 29432 29422 29434 29433 29152 29161 29431 29432 29432 29464 29421 29467 29183 29432 29111 29151 30135

TELEPON (0632) 322431 (0624) 435666 (0634) 21032 (0636) 20925 (0631) 21376, 21591 (0624) 21434 (0624) 21712 (0624) 496351, 496352 (0624) 92411, 92932, 92934 (0623) 41855, 41375 (0623) 593137 (0761) 31786, 32881, 32403, 32223 (0761) 31021-5, 21464 (0761) 24888 (0761) 571610, 572517 (0761) 859381, 859580, 859581 (0762) 61147, 61636, 61620 (0761) 493696, 493719 (0761) 693426 (0761) 592190 (0761) 993894, 993895 (0761) 859848, 859858 (0761) 562322, 562323 (0765) 31088 (0765) 32203-4 (0765) 51093, 51091 (0766) 22771, 22772 (0766) 91220 - 22 Ext. 4269 (0765) 91170, 91171 (0765) 598795, 598791 (0765) 821500, 821156 (0769) 22070, 323357 (0769) 41075 (0778) 454444, 458137, 458280 (0778) 458159 (0778) 456717, 456824, 456842 (0778) 322126 (0770) 611666, 611444 (0778) 371283, 371284 (0771) 81007, 81006 (0771) 327668, 327389, 327078 (0778) 761318 (0778) 462048, 462264 (0778) 395002, 395003 (0778) 471055, 471044, 471927, 471844, 471727 (0778) 327177, 326877 (0778) 711731, 711732 (0773) 31497, 31498, 31499 (0778) 452865, 450729, 431896, 451040 (0771) 22437, 21805 (0771) 463377, 463507 (0711) 364008 - 012, 364013

FAKSIMILI 322432 434758 21238 20926 22313 21869 21713 496431 92022 41857 597142 28683, 33500, 46920 36383 38003 572623, 572618 47764 61148 493906 693468 594398 43177 859868 562319 31097 32204, 35249 51092 22773

91137 598796 999199 21383 41074 452606, 452607, 431740 457830 457988, 430295 322474 611333 371281 81008 327669 761317 462216 396476

323264 711733 31623 (0778) 433566 28047, 23143 463498 310992, 3120417, 374279

Wilayah

Area

Kantor Cabang

Kantor Cabang Pembantu

Kantor Kas

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

270

DAFTAR CABANG BANK MANDIRI

JARINGAN KANTOR Jambi Gatot Subroto Jambi Telanaipura Jambi Sam Ratulangi Jambi Dr. Sutomo Sarolangun Jambi Sipin Sengeti Bajubang Muara Bungo Bangko AREA PADANG Padang Lapangan Imam Bonjol Padang Bagindo Aziz Chan Padang Sudirman Padang Taman Melati Padang Indarung Padang Muara Padang Belakang Olo Pasaman Bukittinggi Bukittinggi Aur Kuning Payakumbuh Solok Sawahlunto Solok Sungai Rumbai AREA PALEMBANG SUDIRMAN Palembang Sudirman Palembang Atmo Palembang Pusri Palembang R.S.U Palembang Pusat Dagang Lubuk Linggau Palembang Sako Kenten Tanjung Enim Lahat Muara Enim Baturaja Belitang Pangkalpinang Mentok Sungailiat Parit Tiga Jebus Pangkalpinang Depati Amir Toboali Tanjungpandan Manggar AREA PALEMBANG ARIEF Palembang Arief Palembang A. Rivai Palembang Plaju Palembang Pasar 16 Ilir Prabumilih Sudirman Palembang Gedung Kanwil Sungai Lilin

ALAMAT KANTOR Jl. Jend. Gatot Subroto No. 60 A Jl. Prof. Dr. Sri S.M. Sofwan, SH No. 27, Telanaipura Jl. Dr. Sam Ratulangi No. 20 Jl. Dr. Sutomo, PO BOX 14 Jl. Lintas Sumatera Km. 1 Jl. Kol. Abunjani No. 54 Jalan Lintas Timur Km.35, Desa Sengeti, Muaro Jambi Jl. Pramuka No. 1, Bajubang Jl. Lintas Sumatra Km. 1 Jl. Jend. Sudirman, Pematang Kandis Jl. Bagindo Aziz Chan No. 12 Jl. Bagindo Aziz Chan No. 21 Jl. Sudirman No. 2A Jl. Gereja No. 34 A Social Center PT Semen Padang Jl. Batang Arau No. 42 Jl. Belakang Olo No. 63 Jl. Jend.Sudirman No.101, Pasaman Baru Jl. Perintis Kemerdekaan No. 3 Jl. Raya By Pass No. 42, Pasar Aur Kuning Jl. Jenderal Sudirman No. 14 Jl. K.H. Akhmad Dahlan Komplek Saringan No. W 27,Jl. Soekarno Hatta Jl. Lintas Sumatera No. 2, Sungai Rumbai Jl. Jend. Sudirman No. 419 Jl. Kolonel Atmo No.118 Jl. Mayor Zen No. 9, Gedung YDPK Jl. Jend. Sudirman Km. 3,5 Jl. T.P. Rustam Effendi No. 550 Jl. Garuda No. 8-9 Terminal Sako Kenten, Ruko K3 No.1, Sako Kenten Jl. Jend. Ahmad Yani No. 8 Jl. Mayor Ruslan Blok A No. 7-8 Jl. Jenderal Sudirman No. 44 Jl. Serma Zakaria No. 35-37 Jl. Pasar Baru Gumawang, BK 10, Belitang Jl. Jend. Sudirman No. 7 Jl. Yos Sudarso No. 1 / 78 Jl. Sudirman No. 18 Jl. Air Kuang No. 2, Parit Tiga, Kec.Jebus Jl. Depati Amir No 45 A (d/h Jl. Mentok) Jl. Jend. Sudirman No. 97 Jl. Merdeka No. 6 Jl. Jenderal Sudirman No. 414, Manggar

KOTAMADYA/ KABUPATEN Jambi Jambi Jambi Jambi Sarolangun Jambi Jambi Bajubang Muara Bungo Bangko Padang Padang Padang Padang Padang Padang Padang Pasaman Barat Bukittinggi Bukittinggi Payakumbuh Solok Sawahlunto Dharmasraya Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Lubuk Linggau Palembang Tanjung Enim Lahat Muara Enim Baturaja OKU Timur Pangkalpinang Mentok Sungailiat Bangka Barat Pangkalpinang Toboali Tanjungpandan Belitung Timur Palembang Palembang Plaju Palembang Prabumulih Palembang Musi Banyuasin Pendopo Prabumulih Palembang Palembang Palembang Musi Banyuasin

KODE POS 36138 36122 36113 36113 37381 36129 36381 21366 37212 37314 31505 25211 25001 25118 25237 25215 25116 26366 26111 26131 26211 27322 27421 27584 30134 30125 30118 30126 30125 31616 30762 31711 31411 31315 32116 32182 33128 33311 32111 33362 33133 33183 33411 33512 30129 30135 20368 30122 31121 30137 30755 31211 31122 30113 30152 30113 30711

TELEPON (0741) 31581 - 2, 21412 (0741) 62184, 63267, 62537, 63334 (0741) 22202, 31089 (0741) 34374, 22864 (0745) 91318, 91546 (0741) 61042 (0741) 51900 (0743) 21366 (0747) 21188, 21138 (0746) 323224 (0751) 31501 - 2 (0751) 32747, 28443 (0751) 26940, 28940, 33840 (0751) 33338, 33339, 26162, 38340, 38341, 38342 (0751) 27001 (0751) 34872 (0751) 32726, 32748 (0753) 466534, 466535, 466536 (0752) 626401 (0752) 627880, 627881 (0752) 796783 s/d 796786 (0755) 21123 (0754) 61144, 61146, 61477 (0754) 583393, 583394 (0711) 311177, 358325 (0711) 354144, 354245 (0711) 711023 (0711) 313498, 364020 (0711) 313767, 356436 (0733) 325350, 321925 (0711) 810771 (0734) 451033 s.d. 35, 453167 (0731) 323700, 321012, 321013, 322381, 322383 (0734) 424148, 421363 (0735) 20688, 20687 (0735) 451789, 351899 (0717) 432385 (0717) 21194, 31942 (0717) 92233, 92416 (0715) 351701, 351702 (0717) 436701, 434468 (0718) 42100, 42101, 42102, 42103 (0719) 21011, 21012 (0719) 92067, 92088 (0711) 310952, 313020, 373271, 352346 (0711) 313455, 311556 (0711) 352432 (0711) 322226 (0713) 326000, 326093, 326094 (0711) 364008 - 12 (0714) 322750 (0711) 90204 (0713) 20868 (0711) 364025 (0711) 410150 (0711) 374004, 357472, 357496 (0714) 322900, 322901, 322902

FAKSIMILI 20066, 29966, 23644 62292 22202, 26915 34185 91443 668691 51900 20066 21137 323225 31505, 36726 36817 31571 28332, 38422 34160 34036 32749 466532 626406 627879 796789 20169 61422 583395 310393, 317159 313655 710994 313977 310873 325680 810772 451036 323600 423338 23576 450789 421530, 432623 21194 92233 351733 439076 41415 21600 92054 313379, 313627 312016 352432 311481 326095 312477 322125 90808 21515 372233 420183 350013 322904

Jl. Kapten A. Rivai No. 27 Jl. Kapten A. Rivai No. 39 Pertamina UEP III, Jl. Kurnia Jl. Pasar 16 Ilir No. 165-167 Jl. Sudirman No. 117 Jl. Kapten A. Rivai No. 1008 Pasar Sungai Lilin No. 33, Jl. Raya Palembang-Jambi Pendopo Komplek Pertamina II, Jl. Cemara 18 Prabumulih Pertamina UEP II, Jl. Pramuka Palembang Uniba Jl. Mayor Ruslan Palembang Bandara Sultan Badaruddin Bandara Sultan Mahmud.Badaruddin II Palembang Veteran Jl. Veteran No. A-8 Sekayu Petro Muba Building, Jl. Merdeka Lk. I, Sekayu

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

DAFTAR CABANG BANK MANDIRI

271

JARINGAN KANTOR Palembang R. Sukamto Palembang Sukajadi Bengkulu S. Parman Bengkulu Ahmad Yani Bengkulu Curup Bengkulu Panorama AREA BANDAR LAMPUNG Bandar Lampung Malahayati Bandar Lampung Telukbetung Bandar Lampung Cut Meutia Bandar Lampung Supratman Metro Tanjungkarang Kartini Tanjungkarang Bambu Kuning Pringsewu Bandar Lampung Raden Intan Bandar Lampung Teuku Umar Bandar Jaya Tulang Bawang Bandar Lampung Antasari Bandar Lampung Way Halim Kotabumi WILAYAH III/ JAKARTA KOTA AREA JAKARTA KOTA Jakarta Kota Jakarta Bandengan Jakarta Mitra Bahari Jakarta Pluit Selatan Jakarta Pluit Kencana Jakarta Pangeran Jayakarta Jakarta Glodok Plaza Jakarta Mangga Dua Jakarta Mega Mal Pluit Jakarta Muara Karang Dalam Jakarta Muara Karang Raya Jakarta Glodok Sky Jakarta Pinangsia Jakarta Pluit Karang Baru Jakarta ITC Mangga Dua Jakarta Harco Mangga Dua Jakarta Pasar Pagi Mangga Dua Jakarta WTC Mangga Dua Jakarta Pasar Pagi Lama Jakarta Mangga Dua Square Jakarta Pejagalan Jakarta Ruko Tekstil Mangga Dua Jakarta Jayakarta Komplek Sentral Jakarta Lindeteves Jakarta CBD Pluit Jakarta Pasar Pagi Perniagaan Jakarta Mal Mangga Dua

ALAMAT KANTOR Jl. R. Soekamto No.55 A & 55 B, Simpang Patal Jl. Raya Palembang - Betung Km.12-13, Sukajadi, Talang Kelapa Jl. Letjend. S. Parman No. 183 Jl. Jend. Ahmad Yani No. 60 Jl. Merdeka No. 225, Curup Jl. Salak Raya No. 297 B, Bengkulu Jl. Laksamana Malahayati No. 3 Jl. Laksamana Malahayati No. 30 Jl. Cut Meutiah No. 46 Jl. W.R. Supratman No. 70 Jl. Jend. Sudirman No. 39 A Jl. Kartini No. 79 Jl. Bukit Tinggi No. 21 D Jl. Ahmad Yani No. 9, Pringsewu Jl. Raden Intan No. 132 Jl. Teuku Umar No. 7 Jl. Proklamator No. 33 A, Bandar Jaya Jl. Lintas Timur, Desa Dwi Tunggal Jaya, Banjar Agung Jl. Pangeran Antasari No. 149 B - C Jl. Ki Maja No. 131 C,D,E Sepang Jaya, Way Halim Jl. Jenderal Sudirman No. 43 Jl. Lapangan Stasiun No. 2 Jl. Lapangan Stasiun No. 2 Komplek Puri Deltamas Blok J 1-2, Jl. Bandengan Selatan No. 43 Komplek Pertokoan Mitra Bahari Blok D No. 7, Jl. Pasar Ikan Jl. Raya Pluit Selatan No. 31-35 Jl. Raya Pluit Kencana No. 51-53 Jl. Pangeran Jayakarta No. 73 Ruko Glodok Plaza Blok H No.45-46, Jl. Pinangsia Raya Arkade Dusit Mangga Dua No. 5, Jl. Arteri Mangga Dua Raya Ruko Mega Mal Pluit No. MG 46 - 47 Jl. Muara Karang Blok O / VIII Timur No. 69-70 Jl. Muara Karang Raya No. 93-95 Pasar Glodok Lt. 2 A.LO2 BKS039, Jl. Pinangsia II No. 3 D, Taman Sari Jl. Pluit Karang Utara No. 66 A, Blok I-1 Selatan Kav 38-SEB ITC Mangga Dua Lt. I Blok B 13-14, Ruko Agung Sedayu Blok N No. 36, Jl. Mangga Dua Raya Gedung Pusat Perdagangan Grosir Mangga Dua Blok KA No.12A-14,Jl. Mangga WTC Mangga Dua Lt. 5 Blok D No. 27, Jl. Mangga Dua Raya No. 8 Jl. Pintu Kecil III No. 54, Pasar Pagi Mangga Dua Square Blok B No. 9, Jl. Gunung Sahari Raya 1 Jl. Pejagalan Raya No. 85 F/C, Tambora Ruko Tektil Blok C - 3,Jl. Mangga Dua Raya Kav. No. 4 Komplek Ruko Sentral Blok A.9 & Blok A.10, Jl. Pangeran Jayakarta No. 126-129 Lindeteves Trade Center Blok RA No. 50, Jl. Hayam Wuruk No. 127 Gedung CBD Pluit Blok A No. 6, Jl. Raya Pluit Selatan Jl. Perniagaan Timur No. 79 Mal Mangga Dua No. RM/16, Jl. Mangga Dua Raya, Wilayah

KOTAMADYA/ KABUPATEN Palembang Banyuasin Bengkulu Bengkulu Rejang Lebong Bengkulu Bandar Lampung Bandar Lampung Bandar Lampung Bandar Lampung Metro Tanjungkarang Tanjungkarang Tanggamus Bandar Lampung Bandar Lampung Lampung Tengah Tulang Bawang Bandar Lampung Bandar Lampung Kotabumi Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Pusat Jakarta Barat Jakarta Pusat Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Pusat Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Barat Jakarta Utara Jakarta Pusat Jakarta Barat Jakarta Utara Jakarta Barat Jakarta Pusat Area

KODE POS 30114 30761 38223 38115 39117 38226 35221 34223 35214 35111 34111 35111 35114 35373 35141 35141 34163 34596 35133 35141 34516 11110 11110 14450 14440 14450 14450 10730 11180 10730 14450 14440 14450 11120 11110 14450 14410 10730 14430 14430 11230 14430 11220 14430 10730 11180 14440 11220 10730

TELEPON (0711) 360808, 357823 (0711) 430199, 431859 (0736) 20016, 22138, 21244 (0736) 22881, 22916, 21062 (0732) 325047, 325048, 325049 (0736) 346890 (0721) 481222, 486146, 481431 (0721) 481945 (0721) 486087 (0721) 486942-3 (0725) 41363 (0721) 251414 (0721) 255167 (0729) 24452, 24453 (0721) 251312, 251510 (0721) 774400 (0725) 529999 (0726) 750700, 750165

FAKSIMILI 357670 431989 21361, 20464 22882, 20076 21804 364891 489064, 473752 486847 483849 485684 41860 252796 268602 21472 51510 774500 529127 750701

(0721) 782555, 770163, 770282, 771026 782333 (0721) 774761, 780947 773248 (0724) 21392, 21539, 21611 21975, 21489 (021) 6922004, 2600500 (021) 2600500, 2600506 (021) 6603086, 6603087 (021) 6625325 - 26 (021) 6670909, 6670101 (021) 6630763, 6601602 - 6 (021) 6299030, 6590919 (021) 6252348-7 (021) 6127281, 6124832 (021) 6683566, 6670926 (021) 66605170-1 (021) 6603481 - 82 (021) 6336120, 6336130 (021) 6011029, 6903715 (021) 66694401, 66694402 (021) 62300268-269 (021) 6127048, 6127049 (021) 6019947 - 48 (021) 30012229-2234-5 (021) 6916434, 6926655 (021) 62312970, 70968167 (021) 6930104 Ext. 10 (021) 6257050 (021) 6242671 (021) 62310870 - 72 (021) 66675340, 66675342, 66675344 (021) 6919805, 6918774, 6907948 (021) 62202691/ 692 & -693 6922006 2600505, 2600508 66603981, 6690602 6625327 6697201, 6670044 6601608 6399070 6252615, 6261657 6127624 6670926 6678048 6697914 6336440 62317073 66692630 62300267 6123134 6019257 30012227 6909647 62312971 6930105 6256151 6242672 62310871 66675341 6919464 62201705 Kantor Kas

Kantor Cabang

Kantor Cabang Pembantu

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

272

DAFTAR CABANG BANK MANDIRI

JARINGAN KANTOR Jakarta Permata Kota Jakarta Gajah Mada AREA JAKARTA S. PARMAN Jakarta S. Parman Jakarta Bandara Soekarno-Hatta Jakarta Bandara Soekarno-Hatta Cargo Jakarta R.S. Pelni Jakarta Gedung Pusri Jakarta Design Center Jakarta R.S. Harapan Kita Jakarta Bandara Soekarno-Hatta Gedung Angkasa Pura Jakarta Garuda Sentra Operasi Jakarta R.S. Kanker Dharmais

ALAMAT KANTOR Jl. Tubagus Angke No. 178 Komp. Permata Kota Blok A No. 6 Pejagalan, Penjaringan Jl. Gajah Mada No. 112 F Wisma Barito Pacific, Jl. S. Parman Kav. 62-63, Slipi Bandara Soekarno-Hatta, Terminal D & E Departures Terminal D Bandara Soekarno-Hatta, Cargo Area Gedung 501 Jl. Aipda KS Tubun 92-94, Petamburan Jl. Taman Anggrek-Kemanggisan Jaya Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 53-54 Jl. S. Parman Kav. 87 Bandara Soekarno-Hatta, Gedung 601

KOTAMADYA/ KABUPATEN Jakarta Utara Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Pusat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Tangerang

KODE POS 14450 11140 11410 19100 19101 11410 11480 10260 11420 19120 19110 11420 11530 11480 19101

TELEPON (021) 66674272, 6667144, 66671734-35 (021) 63854193 - 194 (021) 5346627, 5483595 (021) 5502062, 5506744 (021) 5501260 (021) 5306784, 5363394 (021) 5481489 (021) 5495136-8 (021) 5681153, 5684085-1248 (021) 5501240, 5501378, 5502426 (021) 5590369 (021) 5681573 (021) 5327262, 5327472, 5327393 (021) 5356830, 5356646 (021) 55911440, 55911242

FAKSIMILI 66674273 (021) 63854195 5347012 5501383, 5594349 5501289, 5507175 5480027 5482003 5495139 56963325 5502427 5590389 56943406 5322397 5356917 55911441

Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng R.S. Kanker Dharmais, Jl. Let.Jend. S. Parman Kav. 84-88, Slipi Jakarta Jalan Panjang Jl. Panjang No. 5 A, Kebon Jeruk Jakarta Slipi Jaya Jl. Letjend. S. Parman Kav. 17-18, Gedung Slipi Jaya Tangerang Taman Niaga Soewarna Taman Niaga Soewarna, Lantai Dasar Blok B Lot 1-5, Bandara International Soekarno-Hatta Jakarta Pos Pengumben Kompleks Intercon Megah Blok W.3 No. 20, Jl. Raya Joglo Jakarta Teluk Mas Ruko Teluk Mas, Jl. Teluk Mas No. 18 E, Pejagalan Jakarta Pantai Indah Selatan Jl. Pantai Indah Selatan I Blok D-A Kav.No.1, Penjaringan Jakarta Duta Harapan Indah Ruko Duta Harapan Indah Blok I No.18, Kapuk Muara Jakarta Pantai Indah Kapuk Rukan Bukit Golf Mediterania Blok C No.1, Pantai Indah Kapuk Jakarta Kemanggisan Jl. Budi Raya No. 7 A-B, Kemanggisan Tangerang Mutiara Kosambi Wkawasan Pergudangan Mutiara Kosambi 2 Blok A No.11 Jakarta Botanical Garden Komplek Puri Botanical Blok H7 No.3, Jl. Raya Joglo Tangerang BNP2TKI Selapajang Gedung Pendataan Kepulangan TKI Selapajang, Jl. Marsekal Surya Dharma, Neglasari, Selapajang Jakarta Rawa Belong Jl. Kebon Jeruk Raya No. 24, Batusari - Kebon Jeruk Tangerang Gedung Manajemen Garuda Gedung Manajemen Garuda, Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng Tangerang Bandara Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta Terminal 3, Gedung Angkasa Pura II Cengkareng AREA JAKARTA KYAI TAPA Jakarta Kyai Tapa Jakarta Jelambar Jakarta Taman Kebon Jeruk Jakarta Roxy Mas Jakarta Kebon Jeruk Perjuangan Jakarta Jembatan Lima Jakarta Tomang Jakarta RS Royal Taruma Jakarta Universitas Trisakti Jakarta Latumetten Jakarta Taman Permata Indah Jakarta Grogol Muwardi Jakarta Jelambar Baru Jakarta Jembatan Dua Jakarta Taman Duta Mas Jakarta Mohammad Mansyur Jakarta Taman Permata Buana Jl. Kyai Tapa No. 99 Jl. Pangeran Tubagus Angke No. 10 Jl. Meruya Ilir Blok A No. 19 Jl. K.H. Hasyim Ashari No. 125 Jl. Perjuangan No. 9 B, Kebon Jeruk Jl. K.H. Moch. Mansyur No. 222 Jl. Tomang Raya No. 32 Jl. Daan Mogot No. 34 Kampus A Universitas Trisakti, Jl. Kyai Tapa No. 1, Grogol Jl. Prof.DR. Latumetten No. 17 E Jl. Kampung Gusti Blok M No.25, Penjaringan Jl. Dr. Muwardi II No. 15 A, Grogol, Petamburan Ruko Jelambar Baru, Jl.Jelambar Baru Raya No. 6B, Grogol, Petamburan Ruko Jembatan Dua, Jl. Jembatan Dua No.5C, Penjaringan Ruko Taman Dua Mas Blok A3/46, Grogol, Petamburan Jl. KH Mahammad Mansyur No. 11 Blok A-3 Ruko Taman Permata Buana, Jl. Pulau Bira III Blok D1 Kav.47, Kembangan

Jakarta Barat Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Barat Tangerang Jakarta Barat Tangerang Jakarta Barat Tangerang Tangerang

11640 11450 14460 14460 14460 11480 15211 11460 15127 11530 19110 19100

(021) 5864931, 5864951, 5865075 (021) 66698324 (021) 55964740 (021) 66605630 (021) 70708601, 70708602

5864448 66698325 55964739 66605631 70708603

(021) 53666265 53666264 (021) 55310473, 55910471, 55911072 55991073 (021) 58907250, 58907251 5502062 (021) 53653802-03 (021) 55916577 (021) 29963021 - 23 58907240 5594349 53653805 55916575 (021) 29963020

Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Pusat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Utara Jakarta Barat 11460 Jakarta Barat Jakarta Utara Jakarta Barat Jakarta Pusat Jakarta Barat

11440 11460 11650 10150 11520 11210 11430 11470 11440

(021) 5634614 (021) 5647439 (021) 5846762 (021) 6329512 (021) 5360735-7 (021) 6310068 (021) 56968006, 56968281 (021) 56962446 (021) 5636491, 5636771

5634613, 5634622 5675890 5304127 6329434 5348757 6306112 56968284 56961918 5636527 6348110 6602987 5632574 56963916 6620392 56942339 63857509 58304247

11320 (021) 6343302 - 03 14450 (021) 6603040, 6606262 11460 (021) 5632657 (021) 5643966 14450 11460 10140 11610 (021) 6619596 (021) 56942316 (021) 63857527 (021) 58355045

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

DAFTAR CABANG BANK MANDIRI

273

JARINGAN KANTOR Jakarta Universitas Tarumanegara Jakarta ITC Roxy Mas Jakarta Kebon Jeruk Jakarta Taman Aries Jakarta Roxy Square AREA JAKARTA DAAN MOGOT Jakarta Daan Mogot Jakarta Kalideres Jakarta Grenvil Jakarta Tanjungduren Jakarta Kedoya Jakarta Puri Indah Jakarta Kepa Duri Jakarta Taman Palem Lestari Jakarta Taman Semanan Indah Jakarta Daan Mogot Baru Jakarta Mutiara Taman Palem Jakarta Taman Kedoya Baru Jakarta Mal Puri Indah Jakarta Puri Kencana Jakarta Mal Taman Anggrek Jakarta Galeri Niaga Mediterania Jakarta Citra Garden Jakarta Mediterania Tanjung Duren Jakarta Duri Kosambi Jakarta Jalan Arjuna Jakarta Taman Ratu Jakarta Palem City Jakarta Podomoro City Jakarta Peta Barat Jakarta Taman Kencana Jakarta Tanjung Duren Raya Jakarta Sunrise Garden AREA JAKARTA GAMBIR Jakarta Gambir Jakarta Gunung Sahari Jakarta Krekot Jakarta Juanda Jakarta Angkasa Jakarta KP Pertamina Jakarta Pasar Baru Jakarta Ketapang Indah Jakarta Mangga Besar Jakarta KPKN II

ALAMAT KANTOR Kampus Universitas Tarumanegara, Jl. Letjen. S. Parman No.1 Gedung ITC Roxy Mas Blok B No. 14-15, Jl. KH Hasyim Ashari Business Park Kebon Jeruk Blok AB 5, Jl. Raya Meruya Ilir No. 88 Meruya Utara Rukan Kencana Niaga I, Jl. Taman Aries Blok D1-1L Kembangan Gedung Roxy Square, Lantai Lower Ground Blok C3 No.7-8, Jl. Kyai Tapa No. 1 Jl. Daan Mogot Jl. Utama Raya Blok B No. 57 A-B, Cengkareng Grenvil Real Estate Blok BG 31-36 Jl. Tanjungduren Raya No. 56 A-B Rukan Golden Green No. 21, Jl. Arteri Kedoya Jl. Puri Indah Raya Ruko Blok I / 1 Jl. Mangga Raya Blok Y No. 20 Jl. Boulevar Taman Palem Lestari Blok D1 No. 19 Komplek Perumahan Taman Semanan Indah, Jl. Dharma Kencana Blok H No. 21 Pertokoan Daan Mogot Baru, Jl. Jimbaran Blok 7 B No. 14 Ruko Mutiara Taman Palem Blok A2 No.22, Jl. Outer Ring Road Kamal, Cengkareng Ruko Agave Blok B1/12A, Jl. Agave Kedoya Komplek Mal Puri Indah, Lantai Dasar Unit 80, Jl. Puri Agung, Puri Indah Komplek Puri Bugar, Jl. Kencana Utama Raya Blok L6/G Mal Taman Anggrek, Ground Level C 13A & C 13Z, Jl. Let.Jend S.Parman Kav.21 Ruko Galeri Niaga Mediterania Blok X-3, Kav. No.A-8F, Kapuk Muara Jl. Peta Selatan No. 6 A-B, Kalideres Ruko Garden Shopping Arcade Podomoro City Blok B No 8 AD Jl. Letjend. S. Parman Kav. 28 Ruko Interkota, Jl Duri Kosambi Raya Blok C3 No 11 Cengkareng Jl. Raya Arjuna Utara No. 7A Duri Kepa Ruko Taman Ratu, Jl. Ratu Kemuning Blok A2 No 9B Kav 9-10 Duri Kepa Ruko Miami Blok C 17.A City Resort Residences, Jl. Lingkar Luar Kamal Raya - Cengkareng Central Park Shop Unit L-118 Lower Ground Floor, Jl Letjend S. Parman Ruko Ditra Business Park Blok A-8, Jl Peta Barat - Cengkareng Ruko Perumahan Taman Kencana Blok CI No. 12 Tegal Alur - Cengkareng Jl. Tanjung Duren Raya Blok Z III Kav. 683 SEB Perumahan Sunrise Garden Jl. Panjang Raya No. 9 E Jl. Ir. H. Juanda No. 18 Jl. Industri No. 1 Jl. H. Samanhudi No. 2 AB Jl. Ir. H. Juanda No. 25 Kantor Pusat PT MNA, Jl. Angkasa Blok B-15 Kav. 2-3 Jl. Perwira No. 2 Jl. H. Samanhudi No. 46 Komplek Ketapang Indah, Jl. K.H. Zainal Arifin Blok A1 Jl. Mangga Besar Raya No. 73-75 Jl. Dr. Wahidin II No. 3 Wilayah

KOTAMADYA/ KABUPATEN Jakarta Barat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Barat Jakarta Barat

KODE POS 11440 10150 11620 11620 11718

TELEPON (021) 56967038 (021) 63859978 (021) 58908301 - 02 (021) 58908430 - 31 (021) 56954494

FAKSIMILI 56960589 63859980 (021) 58908303 (021) 58908432 56954514

Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Utara Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Pusat Area

11460 11730 11510 11470 11520 11610 11510 11730 11750 11840 11730 11520 11610 11610 11470 14460 11840 11470 11750 11510 11510 11730 11470 11840 11820 11470 11520 10120 10720 10710 10110 10720 10110 10710 11140 11170 10710

(021) 56961890 (021) 5450258, 5450259, 54391549 (021) 5689044-46 (021) 5666503 (021) 5824804 (021) 5824408-9 (021) 5656646-7 (021) 55955409-10 (021) 5407035, 5407036 (021) 54381659, 5459397 (021) 54353574, 54353584 (021) 5822882, 5823003 (021) 5822723, 5822778 (021) 5819878 (021) 56998570 s.d. 72 (021) 5882136 (021) 54380494, 54380495 (021) 56985230 - 32

5606252, 5606249 5450257 5689048 5666552 5824806 5824410 5656645 55955100 54351946 5459827 54353122 5823111 5822302 5808383 56998574 5882137 54380501 (021) 56985229

(021) 54366785, 54366772, 54366758 (021) 54366737 (021) 56970865, 56966704 (021) 56972353, 56971804-04, 56971816 (021) 56959891 - 92, 56959894 - 95 (021) 56985435 - 37 (021) 29020320 - 322, 29020324 (021) 5553438 (021) 56972378 - 380 (021) 56940037 - 038 (021) 3864026, 3808367 (021) 2600025 (021) 3506002 (021) 2310203 (021) 6540703 (021) 2310380 (021) 2310277 (021) 6336461, 6336601, 6336482 (021) 2600044 (021) 3850159 (021) 56970882 (021) 56971808 (021) 56959904 (021) 56985438 (021) 29020323 (021) 5553165 (021) 56972375 (021) 56972852 3808357 2600236 2310314 2310311 6540705 2310509 2310318 6349340, 6340164 2600007, 6391113 3850159 Kantor Cabang Pembantu Kantor Kas

Kantor Cabang

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

274

DAFTAR CABANG BANK MANDIRI

JARINGAN KANTOR Jakarta Krekot Bunder

ALAMAT KANTOR

KOTAMADYA/ KABUPATEN Jakarta Pusat Jakarta Utara Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Barat Jakarta Pusat Jakarta Pusat

KODE POS 10710 14410 10120 10120 10710 11620 10610 11160 10740 10120

TELEPON (021) 3841665 (021) 6409587, 6409588 (021) 3500229, 3442873, 3512474 (021) 3866724, 3866725 (021) 3522074 (021) 26645157, 26645158 (021) 6546550 (021) 6009367, 6009371, 6009374 (021) 6247384 (021) 3841225

FAKSIMILI 3809826 6411910 3512435 3866724 3522072 26645159 6546550 6009375 6429405 3850544

Ruko Krekot Bunder, Jl. Krekot Bunder Raya No. 62, Sawah Besar Jakarta Pademangan Jl. Pademangan IV Gang 6 No. 39 Jakarta Batu Ceper Wisma Tigris, Jl. Batu Ceper No. 19 DEF Jakarta KP BPKP KP BPKP, Jl. Hayam Wuruk Jakarta Departemen Keuangan Gedung 16 Lantai Departemen Keuangan, Jl.Lapangan Banteng Timur No. 2-4 Jakarta International Expo Kemayoran Jl. Benyamin Suep Jakarta Gedung Askrindo Jl. Angkasa Blok B-9 Kav. 8 Jakarta Hayam Wuruk Jl. Hayam Wuruk No. 96 A, Tamansari Jakarta Karang Anyar Ruko Karang Anyar Blok C / 26 Jakarta Juanda III Gedung Wisma Bisnis Indonesia 2, Jl. Ir H. Juanda III No. 32 AREA JAKARTA TANJUNGPRIOK ENGGANO Jakarta Tanjungpriok Enggano Jl. Enggano No. 42 Jakarta Cakung Komplek PT KBN, Jl. Raya Cakung, Cilincing Jakarta Sunter Permai Jl. Sunter Permai Raya No. 1-4 Jakarta Tanjungpriok Yos Sudarso Jl. Yos Sudarso No. 750 Jakarta Sunter Paradise Jl. Sunter Paradise Blok F20 No. 45-A/B, Sunter Jakarta Tanjungpriok Tawes Jl. Tawes No. 23, Tanjungpriok Jakarta Ahmad Yani Jl. Jend. Ahmad Yani No. 2 Jakarta Perumpel Tanjungpriok Gedung Pulau Laut, Jl. Banda No. 1, Tanjungpriok Jakarta Ancol Jakarta Pertamina DPKK Jakarta Tanjungpriok Departemen Agama Jakarta Griya Inti Sentosa Jakarta Sunter Agung Utara Jakarta Taman Sunter Indah Jakarta Mal Sunter Jakarta Prima Sunter Jakarta Plumpang Jakarta Pasar Seni Ancol Jakarta KBN Cilincing Jakarta Cakung Babek TNI Jakarta Tanjungpriok Kramat AREA TANGERANG KI SAMAUN Tangerang Ki Samaun Tangerang Ahmad Yani Tangerang Merdeka Tangerang Cikokol Tangerang Ciledug Tangerang Daan Mogot Tangerang Cikupa Tangerang Pinangsia Karawaci Tangerang Kota Modern Tangerang Gading Serpong Tangerang Alam Sutera Tangerang Ciledug CBD Jl. Parang Tritis No. 4 Jl. Yos Sudarso No. 32-34 Kantor Departemen Agama Kota, Jakarta Utara, Jl. Plumpang Raya Semper No.52 Ruko Griya Inti Sentosa, Jl. Griya Utama Blok A No. 22 Jl. Sunter Agung Utara Blok A 36 D No.25 Ruko Taman Sunter Indah, Jl. Taman Sunter Indah Blok KI-1 No. 15 Mal Sunter Lantai Dasar No.8 D, Jl. Danau Sunter Utara Ruko Prima Sunter, Jl. Danau Sunter Utara Blok A Kav. No.1 Gedung Pusat Arsip Pertamina, Jl. Yos Sudarso, Jembatan 3, Plumpang Jl. Lodan Timur, Blok F Kawasan Berikat Nusantara, Unit Usaha Kawasan Marunda, Jl. Lampung No.1, Cilincing Jl. Raya Cakung Cilincing Jl. Kramat Jaya No. 22 J Blok B Kav. No.4, Tanjungpriok Jl. Ki Samaun No. 214 Jl. Jend. Ahmad Yani No. 9 Plaza Sinar Merdeka Mas Blok A2 No. 7-8, Jl. Merdeka No. 53 Ruko Mahkota Mas Blok C No. J4 - J5, Cikokol Jl. Ciledug Raya No. 77, Kav. 1-2, Ciledug Jl. Daan Mogot No. 55 - 57 Pertokoan Cikupa Blok B No.3, Jl. Raya Serang Km. 14,8 Ruko Pinangsia Blok A No. 39, Lippo Karawaci Perumahan Modernland Blok BR No.19, Jl. Jend. Sudirman Ruko Gading Serpong Blok AA4 No. 38, Jl. Boulevard Ruko Sutera Niaga I No. 71, Jl. Raya Serpong Ruko Central Business Dustrict (CBD), Trade Mall and Shopping Arcade, Jl. HOS Cokroaminoto No. 93, Ciledug

Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Pusat Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara

14310 14410 14350 14210 14350 14310 10510 14310 14430 14320 14210 14350 14350 14350 14350 14350 14230 14420 14120 14140 14260

(021) 43902536, 4351167, 4351169 (021) 44820942 (021) 6408766 (021) 43930617 (021) 6459934 (021) 4300138 (021) 4211167 (021) 4304953, 4304944, 43930230, 43904547 (021) 6911037 (021) 43904578 - 9 (021) 4300489, 4304572, 4308769, 4300821 (021) 65835034 - 35, 65835014, 6516285 (021) 65835132, 65835133, 65835229, 65835230 (021) 6514680, 6514681, 6500587

43933637, 4351168 44820937 6408763 43930980 686453 4300182 4249658 4304952 6927821 43937827 4300733 65835033 64715602 6500719

(021) 65832298, 65832299, 65832395 65831994 (021) 65836180, 65836181, 2 6583095 (021) 43906859, 43906861 65830953 43906860

(021) 6408862, 6413614 682210 (021) 44851023, 44851051, 44851053 44851448 (021) 44853590, 44853591, 44853592, 44853594 (021) 43800873 - 75, 43912518 44853593 43800876

Tangerang Tangerang Tangerang Tangerang Tangerang Tangerang Tangerang Tangerang Tangerang Tangerang Tangerang Tangerang

15118 15111 15113 15117 15154 15111 15710 15139 15117 15333 15325 15157

(021) 5523618, 5522145 (021) 5522206 (021) 5516959, 5517019 (021) 5543218 (021) 5847826, 5854693, 7329006 (021) 5530607, 5530641 / 661 / 671 (021) 5960561, 5963003 (021) 5516058, 5515745 (021) 55749147, 55749148 (021) 5462297, 5462330 (021) 53124348, 53124349 (021) 7324942, 7328453, 7303899

5525344 5525004 5523718 5543048 5847827 55797359 - 360 5961708 5588869 55749149 5462220 5398754 7334583

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

DAFTAR CABANG BANK MANDIRI

275

JARINGAN KANTOR Tangerang Bumi Permata Indah Tangerang Taman Borobudur Tangerang Balaraja Tangerang Curug Tangerang Universitas Multimedia Nusantara Serang Serang Cikande

ALAMAT KANTOR Pertokoan Bumi Permata Indah Blok R 1 No. 23, Jl. Raden Saleh, Karang Tengah, Ciledug Taman Borobudur II Blok DD No.1-2, Jl. Borobudur Raya, Perum II, Karawaci Jl. Raya Kresek No.8-9, Balaraja Jl. Raya Curug Rt.02,Rw.04, Curug Kulon Jl. Boulevard Gading Serpong Jl. Diponogero No. 8 Kawasan Industri Modern Cikande, Komplek Ruko Modern Cikande Blok B No. 1, Jl. Raya Cikande, Jl. Maulana Hasanuddin No. 57 B Komplek Pertokoan Pasar Kota Rangkasbitung Blok B-1 No.1,Jl. Sunan Kalijaga, Rangkasbitung Jl. Raya Anyer No. 2 Jl. Raya Merak No. 3 Kawasan Industri Berat Cilegon, Gedung ADB Krakatau Steel Jl. Raya Anyer No. 103, Anyer Jl. M.H. Thamrin No. 5

KOTAMADYA/ KABUPATEN Tangerang Tangerang Tangerang Tangerang Tangerang Serang Serang

KODE POS 15157 15810 15160 15810 15810 42111 42186

TELEPON (021) 73453233, 73456025 (021) 5912801, 5912806 (021) 5954461, 5954463 (021) 5983697, 5983698 (021) 54220090

FAKSIMILI 73450677 5912990 5954464 5983699 54220091

(0254) 205379, 201260, 205380, 202570 201533, 217723 (0254) 404102, 404103, 404104 400439

Serang Pasar Lama Rangkasbitung

Serang Serang

42112 42311

(0254) 220404 s.d 6 (0252) 281611, 281612, 281613

201224 281614

Cilegon Anyer Cilegon Merak Cilegon Krakatau Steel Cilegon Pasar Anyar WILAYAH IV/ JAKARTA THAMRIN

Cilegon Cilegon Cilegon Serang Jakarta Pusat

42431 42431 42431 42166 10340

(0254) 391515 (0254) 391211 (0254) 372124 (0254) 603515 (021) 23565700, 39832922, 39832921, 30400144, 30400147, 30400105 (021) 2311800, 2300800

391396, 386622 391606 386622 603516 39832917, 39832918, 39832923

AREA JAKARTA KEBON SIRIH Jakarta Kebon Sirih Jakarta Duta Merlin Jakarta Fakhrudin Jakarta Kebon Jati Jakarta Suryopranoto Jakarta Gedung Pelni Jakarta Wisma Bisnis Indonesia Jakarta Cideng Jakarta Metro Tanah Abang Jakarta Pasar Tanah Abang Blok A Jakarta Departemen Hankam Jakarta Tanah Abang Bukit Jakarta Gedung Indosat Jakarta Gedung Depparpostel Jakarta Graha 55 Jakarta Wahid Hasyim AREA JAKARTA THAMRIN Jakarta Thamrin Jakarta Jalan Sunda Jakarta Menara Thamrin Jakarta Gedung Jaya Jakarta Wisma Nusantara Jakarta Sabang Jakarta Sarinah Jakarta Wisma Alia Jakarta RSPAD Gatot Subroto Jakarta Atrium Senen Jakarta Prapatan Jakarta PLN Gambir Jakarta Gedung Bimantara Jakarta Departemen Agama Jakarta Stasiun Senen

Jl. Tanah Abang Timur No. 1-2 Komplek Pertokoan Duta Merlin, Blok A/26-28, Jl. Gajah Mada No. 3-5 Jl. K.H. Fakhrudin No.15, Tanah Abang Jl. Kebon Jati No.18, Komplek Ruko No.116-117 Jl. Suryopranoto No. 48 C-D Jl. Gajah Mada No. 14 Wisma Bisnis Indonesia, Jl. KH Mas Mansyur No. 12 A Jl. Cideng Barat No. 87 Gedung Pusat Grosir Metro Tanah Abang Lantai 6 No.6-7, Jl. K.H. Wahid Hasyim No.187-189 Pasar Regional Tanah Abang Blok A, Lt.Basement 2 Blok F No.85-86, Tanag Abang Jl. Merdeka Barat No. 13-14 Pasar Tanah Abang Bukit Blok B No.3, Jl. Fakhrudin No. 36 Jl. Medan Merdeka Barat No. 21 Jl. Merdeka Barat No. 17 Jl. Tanah Abang II No. 57 Jl. Wahid Hasyim No. 183 Jl. Kebon Sirih No. 83 Jl. Sunda No. 1 Jl. M.H. Thamrin Kav. 3 Jl. M.H. Thamrin No. 12 Jl. M.H. Thamrin No. 59 Jl. Kebon Sirih No. 73 Jl. M.H. Thamrin No. 11 Jl. M. Ikhwan Ridwan Rais No. 10-18 RSPAD Gatot Subroto, Jl. Abdul Rahman Saleh No. 24 Ruko Segitiga Senen Blok E-21/22, Jl. Senen Raya No. 135 Jl. Prapatan No. 30 Jl. M. Ikhwan Ridwan Rais No. 1 Gedung Bimantara, Jl. Kebun Sirih 17-19 Jl. Lapangan Banteng No. 3-4 Jl. Stasiun Senen No. 16 Wilayah

Jakarta Pusat 10130 Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Area

10110

(021) 63866447, 63866450 / 446 10250 10250 10130 10130 10220 10150 10230 10250 10110 10250 10110 10110 10160 10240 10340 10350 10340 10250 10310 10340 10340 10110 10410 10410 10410 10110 10340 10710 10410 (021) 2301486, 2301487 (021) 3914859 (021) 6304431 (021) 6335770 (021) 5900645, 5900646 (021) 3450945, 3446955 (021) 30035457, 30035458 (021) 23571745, 23571748 (021) 3828403 (021) 3456372, 31908817 (021) 3802614 (021) 3867496 (021) 3801092 - 93, 3801104 (021) 3141359, 3140709 (021) 2302411 (021) 2300473, 2300718, 31930396 (021) 2303860 (021) 2300104, 2300843, 2300849 (021) 2300517 (021) 3919931, 31925277 (021) 2300644 (021) 2311533 (021) 3505963, 3505964, 3505966 (021) 3852370 (021) 3847101, 3845507 (021) 3453914 (021) 3920105 (021) 3504132 - 53 - 56 (021) 42887720

2310604, 2310216, 2310160 6342220 2301338, 2301079 2303146 6307748 63857742 5900647 3847796 30035469 23571746 3840918 3456373 2310141 3520678 3801174 3140661 2303744, 2302567 39899056 2302841 2300316, 3903933 2300216, 31934947 3147921, 31925285 2300720 2310175 3505967 3852369 3847110 3453880 3920017 3504143 42887731 Kantor Kas

Kantor Cabang

Kantor Cabang Pembantu

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

276

DAFTAR CABANG BANK MANDIRI

JARINGAN KANTOR AREA JAKARTA IMAM BONJOL Jakarta Imam Bonjol Jakarta R.S.C.M. Jakarta R.S. Jakarta Jakarta Bendungan Hilir Jakarta Cik Ditiro Jakarta Wisma Indosemen Jakarta Berdharma Jakarta Mid Plaza Jakarta Thamrin Nine (d/h. Jkt Kebun Melati) Jakarta Wisma Metropolitan Jakarta Plaza Dua Mutiara Jakarta Plaza Indonesia Jakarta Menteng Jakarta Grand Indonesia Jakarta Wisma 46 Kota BNI Jakarta Unika Atmajaya AREA JAKARTA CIKINI Jakarta Cikini Jakarta Salemba Raya Jakarta Taman Ismail Marzuki Jakarta Kramat Raya Jakarta Cut Meutia Jakarta Cempaka Mas Jakarta Universitas Yarsi Jakarta Cempaka Putih Permai Jakarta Percetakan Negara Jakarta Kenari Mas Jakarta R.S. Islam Jakarta Jakarta Pertamina UPMS III Jakarta Taspen Jakarta Rawasari Jakarta ITC Cempaka Mas Jakarta Mega Grosir Cempaka Mas Jakarta Suprapto Jakarta RP Soeroso Jakarta Kenari Lama AREA JAKARTA TEBET SUPOMO Jakarta Tebet Supomo Jakarta Gedung Tira Jakarta Tebet Barat Jakarta Casablanca Jakarta Rasuna Said Jakarta Graha Irama Jakarta Lapangan Ros Jakarta Mega Kuningan Jakarta Saharjo Jakarta Kuningan Jakarta Pasar Rumput Jakarta Ambassador Jakarta Wisma Tugu Jakarta Tebet Timur Jakarta Tebet Raya

ALAMAT KANTOR

KOTAMADYA/ KABUPATEN

KODE POS

TELEPON

FAKSIMILI

Jl. Imam Bonjol No. 61 Jl. Diponegoro No. 71 Jl. Jend. Sudirman Kav. 49 Jl. Bendungan Hilir Raya No. 82 Jl. Ki S. Mangunsarkoro No. 49 Jl. Jend. Sudirman Kav. 70-71 Jl. Jend. Sudirman Kav. 32-33 Jl. Jend. Sudirman Kav. 10-11 Jl. M.H. Thamrin Kav. 9 Jl. Jend. Sudirman Kav. 29 Plaza Dua Mutiara, Lt. 1 Ruang 103, Jl. Jend. Sudirman Kav. 25 Jl. M.H. Thamrin Kav. 28-30 Jl. Gereja Theresia No. 45 Jl. M.H. Thamrin Kav. 1 Gedung Wisma 46-Kota BNI. Jl. Jend. Sudirman Kav. 1 Kampus Unika Atmajaya, Jl. Jend. Sudirman No. 51 Jl. Cikini Raya No. 56 Jl. Salemba Tengah No. 4 B Jl. Cikini Raya No. 34-36 Jl. Kramat Raya No. 94-96 Jl. Cut Meutiah No. 16 Kompleks Pertokoan Graha Cempaka Mas Blok A 24-25, Jl. Letjend. Suprapto Jl. Letjend. Soeprapto, Cempaka Putih Cempaka Putih Permai Blok A No. 20-21, Jl. Letjend. Suprapto Departemen Kesehatan, Dirjen PPM & PL, Jl. Percetakan Negara No. 29 Gedung Kenari Mas Lantai 2 Blok G-5, Jl. Kramat Raya No. 101 Jl. Cempaka Putih Tengah 1 Jl. Kramat Raya No. 59 Jl. Letjend. Suprapto, Cempaka Putih Jl. Rawasari Selatan No. 29 ITC Cempaka Mas Mega Grosir, Lower Ground No. 155 dan 156, Jl. Letjen. Suprapto Ruko Mega Grosir Cempaka Mas Blok E 1/1, Jl. Letjend. Suprapto, Kemayoran Jl. Letjend. Suprapto L 20 C Jl. R.P. Soeroso No. 2-4, Menteng Jl. Kenari II No. 5 Jl. Prof. Dr. Supomo, SH No. 43, Tebet Jl. H.R. Rasuna Said Kav. B-3 Jl. Tebet Barat IX No.26, Tebet Jl. Casablanca Kav. 18 Gedung Enterprise, Jl. H.R. Rasuna Said Kav. C-5 Graha Irama Lantai Dasar Jl. H.R. Rasuna Said Kav. X-1, No. 1-2 Jl. KH Abdullah Syafie No. 14, Lapangan Ros, Tebet Gedung RNI, Jl. Denpasar Kav. D IIII Komplek Gajah Unit F & G, Jl. Dr. Saharjo No. 111 Gedung Menara Duta, Jl. H.R. Rasuna Said Kav. B-9 Jl. Sultan Agung No. 59 D Mall Ambassador, Jl. Prof. Dr. Satrio Jl. H.R. Rasuna Said Kav. C 8/9 Jl. Tebet Timur Dalam Raya N0. 115 Jl. Tebet Raya No. 9 A

Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Selatan Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Selatan Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Selatan Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Selatan Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan

10310 10430 12930 10210 10310 12910 10220 10220 10230 12920 12920 10350 10350 10310 10220 12930 10330 10440 10330 10450 10340 10640 10510 10510 10560 10440 10510 10450 10510 10570 10640 10640 10640 10330 10430 12180 12920 12810 12180 12920 12950 12840 12950 12810 12920 12970 12940 12940 12820 12810

(021) 2301555, 2301545 (021) 3918301 (021) 5732241-43 (021) 5711658, 5721672, 5733283 (021) 2300112, 2300291, 544 (021) 2510381 (021) 5701916 (021) 5704560, 5720710, 5720714 (021) 31996949, 31996943 - 44 (021) 5712287, 5253208 (021) 5208915, 5208917 (021) 2300766, 2300678, 2300533 (021) 3928625 (021) 23580830, 23580831, 23580832 (021) 5746158, 5746159, 5746160 (021) 57906502, 57906501 (021) 31931732 (021) 3907605 (021) 2300686, 2301561 (021) 3161938 (021) 3927781-3 (021) 42800153, 4263947 (021) 4206036, 4259380 (021) 4203363 (021) 42802567 (021) 39842765 (021) 42878737 (021) 3100242, 3925876 (021) 4256546 (021) 42801640, 42802851, 42802853, 42802854 (021) 42874324, 42876943, 42874774 (021) 42889320, 42889321, 42889322 (021) 4206771, 4200851 (021) 2300161, 2300163 (021) 3924361 (021) 83790218, 83790244, 83790249 (021) 5209345 (021) 83700179, 83795438, 83792659 (021) 8317028, 8317029 (021) 2501256 (21) 52964180, 52964282, 52964184 (021) 83792637 (021) 2522852/54-5 (021) 8293567-68, 83791680 (021) 5207075 (021) 8294959 (021) 57930970, 57930971 - 72 (021) 5208814 (021) 8290675, 8290521, 8290721 (021) 8310117

2300433, 2300569 3100145 5710329 5711671 2300837 2510380 5706563 5746474 31996941-42 5701647 5208913 2300320 3143413 23580834 5746162 57906503 31927002, 3925464 3913331 2301511 3161946 2301586 4263946 4262540 4205779 42802567 39840413 4206683 3925876 4256537 42802852 42873090 42906759 4282745 2300146 (021) 3923362 83790229 5209325 83700178 8317026 2501249 (021) 52964179 83792638 2522853 8282349, 83791681 5200301 8315687 57930973 52962641 8291788 8310208

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

DAFTAR CABANG BANK MANDIRI

277

JARINGAN KANTOR Jakarta Menara Palma AREA JAKARTA JATINEGARA TIMUR Jakarta Jatinegara Timur Jakarta Kalimalang Jakarta Pahlawan Revolusi Jakarta Puri Sentra Niaga Jakarta Pondok Bambu Jakarta Rawamangun Pegambiran Jakarta D.I. Panjaitan Jakarta Matraman Jakarta Jatinegara Barat Jakarta Pondok Kelapa Jakarta Buaran Jakarta Pondok Kelapa Kavling DKI Jakarta Cipinang Jaya Jakarta Pasar Jatinegara Jakarta Waskita Karya Jakarta Klender Jakarta Halim Perdanakusuma Jakarta Pramuka Jakarta Otto Iskandardinata Jakarta Duren Sawit Jakarta Rawamangun Balai Pustaka AREA JAKARTA PULOGADUNG Jakarta Pulogadung Jakarta Kawasan Industri Pulogadung Jakarta Kelapa Gading Bolevar Jakarta Perumnas Klender Jakarta Kelapa Gading Barat Jakarta Kelapa Gading Jakarta Graha Rekso

ALAMAT KANTOR Gedung Menara Palma, Jl. HR Rasuna Said Blok X2 Kav.6, Kuningan Jl. Jatinegara Timur No. 58 Jl. Raya Tarum Barat Blok M I No. 2, Kav. Billy Moon, Kalimalang Jl. Pahlawan Revolusi No. 57 , Pondok Bambu Jl. Seulawah Raya, Puri Sentra Niaga Blok C-50, Jatiwaringin Jl. Pahlawan Revolusi No. 125 F/G, Pondok Bambu Jl. Pegambiran No. 4, Rawamangun Jl. D.I. Panjaitan Kav. 9, Gedung Wika Jl. Matraman Raya No. 31 Jl. Jatinegara Barat No. 142 AB Jl. Tarum Barat Km. 4,5, Kalimalang Ruko Taman Buaran Indah Blok A No. 89, Jl. Buaran Raya, Duren Sawit Jl. Raya Pondok Kelapa Blok D II No. 2 Jl. Cipinang Jaya No. 357, Cipinang Besar Selatan Jatinegara Trade Center Lt.III Blok AKS No.3, 3A & 5, Jl. Matraman Raya Jl. Biru Laut X Kav. 10, Cawang Komplek Ruko Blok B1 No.6, Jl. I Gusti Ngurah Rai Bandara Halim Perdanakusuma No. 121 HT Gedung Is Plaza, Jl. Pramuka Raya Kav. 151, Jakarta Gedung Graha Marba, Lantai 1, Jl. Otto Iskandardinata No. 64 Jl. Kolonel Sugiono No. 19 Blok O, Duren sawit Komplek Ruko Mega Indah Blok A3, Jl. Balai Pustaka Timur No. 39, Rawamangun Jl. Raya Bekasi Km. 21, Pulogadung Jl. Pulobuaran No. 2, Pulogadung Jl. Bolevar Raya Blok L No. 8, Kelapa Gading Jl. Raya Terate Putih Blok 19 No. 5 C-D, Klender Jl. Bolevar Barat Raya Blok LC-7 No. 22-23, Kelapa Gading Jl. Kelapa Gading Bolevar Blok TB2 No. 6-8, Kelapa Gading Graha Rekso Building Ground & 3 Floor, Jl. Bulever Artha Gading Kav. A1 Ruko Permata Ujung Menteng, Jl. Raya Bekasi Km.25, Cakung Jl. Pemuda Raya No. 3 B, Rawamangun Jl. Pemuda No. 10, Kav. 79 Blok A Komplek Artamas, Jl. Jend. Ahmad Yani No. 2 Mal Kelapa Gading 3, Unit LG 47, Jl. Bulevar Blok M, Kelapa Gading Pertokoan dan Kantor Inkopal, Jl. Bulevar Barat Raya Blok A No. 12A, Kelapa Gading Barat Jl. Bulevar Raya Blok PA 11 No. 18 Jl. Raya Bolevar Timur Blok NB I No.55 Jl. Raya Bolever Blok LA 6 No. 10-11 Pertokoan Naga Swalayan Blok A 17, Jl. Sultan Agung Ruko Sentra Niaga Blok SN 07, Jl. Boulevard Hijau, Komplek Perumahan Harapan Indah Ruko Taman Harapan Baru Blok A 1 No.70,Kec.Medan Satria Kelapa Gading Square Blok C.18, Jl Builevar Barat, Kelapa Gading Wilayah

KOTAMADYA/ KABUPATEN Jakarta Selatan

KODE POS 12950

TELEPON (021) 57957570, 57957571

FAKSIMILI 57957572

Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Timur

13310 13450 13470 13620 13430 13220 13340 13150 13320 13450 13470 13450 13410 13310 13340 13470 13610 13120 13330 13430 13220

(021) 2800033 (021) 8645943-4 (021) 8625120 (021) 86600854-5 (021) 8612067 (021) 4892878 (021) 2800088 (021) 8510772 (021) 8199747 (021) 8645173 (021) 8608169, 8608232

8508770, 2800056 8656511, 8645944 8625120 8604829 8612422 4750071 8195074 8502389 8508807 8652418 86611127

(021) 86900803, 86902849, 86902268 86902294 (021) 85903526, 85903545, 85903628 85903919 (021) 85903370, 85903412 85901129 (021) 8564421 (021) 86612125 - 27 (021) 80889951 (021) 8199377, 8564666 (021) 85904114, 85903837 (021) 86612782, 86612783 (021) 47861964 8564422 86612129 80889950 8199341 85903966 86612714 47861964

Jakarta Utara Jakarta Timur Jakarta Utara Jakarta Timur Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara

14250 13930 14240 13460 14240 14240 14240

(021) 4602877, 4602923 (021) 4600081, 46826938 (021) 4520245, 4520474, 45840343 (021) 86601828, 86610325, 8623321 (021) 45841815, 45841816, 4504789 (021) 4520387 (021) 45856278, 45856279, 45856315, 45856317, 45856866, 45856867 (021) 46833623, 46833624, 46833482 (021) 47862247, 47862343, 47862303 (021) 4757450 (021) 4714815 -17 (021) 45853740 s/d 44

4602875, 4602879 46825364 4520203 86601823 4504788 4520566 45856266, 45856277

Jakarta Permata Ujung Menteng Jakarta Pemuda Jakarta Rawamangun Pemuda Jakarta Pulomas Jakarta Mal Kelapa Gading Jakarta Kelapa Gading Inkopal

Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Utara Jakarta Utara

13910 13220 13220 13210 14240 14240

46820527 47862263 4757451, 4705267 4898109, 47868923 45853745

(021) 45859414, 45859415, 45859416 45851022

Jakarta Kelapa Gading Hibrida Jakarta Kelapa Gading Bolevar Timur Jakarta Kelapa Gading Bolevar Raya Bekasi Pondok Ungu Bekasi Harapan Indah

Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Utara Bekasi Bekasi

14250 14250 14240 17132 17131

(021) 45866152, 45866153 (021) 4535909, 4535910, 4535911 (021) 45856822, 45856823, 45856824, 45856825 (021) 88852531-32

45866154 45865866 4530510 88852533

(021) 88872211, 88872244, 88872266 88875533

Bekasi Taman Harapan Baru Jakarta Kelapa Gading Square

Bekasi Jakarta Utara

17131 14240

(021) 88880206, 88880367, 88987570 (021) 45867831

88977797 (021) 45867832

Area

Kantor Cabang

Kantor Cabang Pembantu

Kantor Kas

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

278

DAFTAR CABANG BANK MANDIRI

JARINGAN KANTOR AREA BEKASI Bekasi Juanda Bekasi Sentra Niaga Kalimalang Bekasi Ahmad Yani Bekasi Kemang Pratama Bekasi Plaza Pondok Gede Bekasi Cikarang Jakarta Jatiwaringin Bekasi Jakasampurna Bekasi Bulak Kapal Cikarang Jababeka Ruko Roxy Bekasi Grand Mal Bekasi Taman Galaxi Bekasi Villa Galaxi Villa Nusa Indah Bekasi Kalimas Bekasi Jatibening Bekasi Jati Asih Bekasi Cibitung Cikarang Ruko Sentra Cikarang Jababeka Tambun Bekasi Grand Wisata

ALAMAT KANTOR

KOTAMADYA/ KABUPATEN

KODE POS

TELEPON

FAKSIMILI

Jl. Ir. H. Juanda No. 155 Jl. Jend. Ahmad Yani, Sentra Niaga Kalimalang Blok A3 No. 6-7 Jl. Jend. Ahmad Yani, Pusat Perdagangan Kalimalang Blok A VIII No.17-18 Ruko Kemang Pratama, Jl. Kemang Pratama Raya Blok MM-02 Jl. Raya Pondok Gede No. 50 B, Pondok Gede Ruko Roxy Blok E No. 1, Jl. M.H. Thamrin, Lippo Cikarang Jl. Raya Jatiwaringin No. 263, Pondok Gede Pertokoan Duta Permai Blok B 1 No.10, Jl. KH Noer Ali, Kalimalang Ruko Juanda Elok No. 3A, Jl. Ir. H. Juanda Ruko Roxy Blok B No. 3, Jl. Kasuari Raya, Cikarang Utara Komplek Ruko Grand Mal Bekasi Kaveling B No. 7, Jl. Raya Sudirman Komplek Pertokoan Taman Galaxi, Jl. Galaxi Raya Blok G No. 1 Jl. Pulo Ribung Raya Blok AR No. 25 Komplek Perumahan Villa Nusa Indah II Blok U3 No.3-4 Ruko Kalimas, Jl. Chairil Anwar Blok C No. 3A Rukan Villa Jatibening Toll Kaveling No.A-05, Jl. Caman Raya, Jatibening, P. Gede Jl. Raya Jati Makmur No. 53 B, Pondok Gede Kawasan Industri MM 2100, Cibitung, Bekasi Fajar Ruko Sentra Cikarang Blok C No.2, Jl. Raya Cikarang-Cibarusah Kawasan Industri Cikarang, Ruko Commercial Blok A, No. 25-26 Naga Swalayan, Jl. Raya Hasanudin Km.38, Tambun Komplek Perumahan Grand Wisata, Ruko Celebration Boulevard Blok AA 9 Kav.32,Tambun Jl. Raya Perjuangan Kav. M No. 14 Jl. Kapten Sumantri No. 27, Cikarang Jl. Raya jati Asih No. 26 Ruko Bekasi Mas Blok E 1-2, Jl. Jend. Ahmad Yani Ruko Kawu Jaya, Jl. Raya Pramuka No.1-2, Rawalumbu Ruko Capitol Business Park Jl. Niaga Raya Blok 2 C, Jababeka, Cikarang Jl. Jend. Sudirman Kav. 54-55 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 36-38 Jl. Mampang Prapatan No. 61 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 22 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 71-73 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 54 Jl. Raya Pasar Minggu No.17 A Gedung Menara Jamsostek, Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 38 Jl. Jend. Gatot Subroto No. 79 Jl. Letjend. M.T. Haryono Kav. 17 Gedung Patrajasa, Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 32-34 Grha Citra Caraka/Witel IV, Jl. Jend. Gatot Subroto No. 52 Gedung BKPM, Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 44 Jl. Letjend. M.T. Haryono No. 3-7

Bekasi Bekasi Bekasi Bekasi Bekasi Bekasi Bekasi Bekasi Bekasi Bekasi Bekasi Bekasi Bekasi Bogor Bekasi Bekasi Bekasi Bekasi Bekasi Bekasi Bekasi Bekasi

17112 17141 17141 17114 17414 17550 17411 17145 17112 17550 17135 17147 17148 16969 17113 17412 17421 17520 17550 17550 17510 17510

(021) 88358784, 88358783 (021) 8853507 (021) 8848683 (021) 8271329 (021) 8485643, 8485645 (021) 89909420 - 21 dan 89900126 (021) 8466850, 8465362 (021) 88955196, 88855291, 88855292 (021) 8814241, 8814844, 8813871, 8814593 (021) 89840781 - 84 (021) 88854988, 88854989 (021) 82424918, 82424919 (021) 82425777, 82425306, 82425850 (021) 8214349, 8215078, 8215488 (021) 88353687, 88355577 (021) 84978016 (021) 8461731, 8461991, 8462059 (021) 8981217 (021) 89902333, 89903742 (021) 89832280 - 81 (021) 8810953, 8811029, 8811055 (021) 70920496, 70920497

88359811 8862613 8846716, 8868401 8271326 8482936 89909422 8473566 88964091 8814002 89840780 88854987 8205212 82426013 8213763 8810011 84993901 8461819 8980344 89901502 89832282 8810948 88855721

Bekasi Wisma Asri Cikarang Kota Bekasi Komsen Jati Asih Bekasi Ruko Mas Bekasi Rawalumbu Cikarang Jababeka Capitol WILAYAH V/ JAKARTA SUDIRMAN AREA JAKARTA PLAZA MANDIRI Jakarta Plaza Mandiri Jakarta Mampang Jakarta Wisma Argo Manunggal Jakarta Gedung Bidakara Jakarta Krakatau Steel Jakarta Pancoran Jakarta Gatot Subroto Jakarta Gedung Jamsostek Jakarta M.T. Haryono Jakarta Gedung Patrajasa Jakarta Grha Citra Caraka Jakarta BKPM Jakarta Nindya Karya

Bekasi Bekasi Bekasi Bekasi Bekasi Bekasi Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Timur

17121 17530 17423 17141 17115 17530 12190 12190 12790 12930 12870 12170 12780 12710 12930 12810 12950 12710 12190 13630

(021) 88855717 - 20 (021) 89108980, 89108987 (021) 82415117, 82422808 (021) 8859663, 8858842 (021) 82432087, 82431966 (021) 89841698, 89841697 (021) 5266566, 5267368 (021) 5263553 (021) 7995559, 7980695, 7982632 (021) 2520051-3 (021) 83793115-9 (021) 5221263, 5200683 (021) 7983377 (021) 52961514, 52962256 - 57, 52962263 (021) 5201885 (021) 83792003, 8292908, 8291043-4 (021) 5251621 (021) 5222185-6 (021) 5225828-9 (021) 8096961

88855721 89109131 82415001 8858846 82434581 89841695 5267371, 5267365 5263654, 5263656 7989909 2520054 83793120 5204338, 5207277 7983422 52961513 5221632 8297223 5227993 5205935 5225828 8096961

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

DAFTAR CABANG BANK MANDIRI

279

JARINGAN KANTOR Jakarta Wisma IKPT Jakarta Dewi Sartika Jakarta Pusat Grosir Cililitan AREA JAKARTA SUDIRMAN Jakarta Sudirman Jakarta Mayestik Jakarta Ratu Plaza Jakarta DPR RI Jakarta Bursa Efek Jakarta Simprug Jakarta Gedung Pusat Kehutanan Jakarta Puncak Emas Jakarta Palmerah Jakarta Tendean Jakarta Permata Hijau Jakarta Pakubuwono Jakarta ITC Permata Hijau Jakarta Energi Jakarta Senayan City AREA JAKARTA FALATEHAN Jakarta Falatehan Jakarta Panglima Polim Jakarta Kalibata Jakarta Pasar Minggu Jakarta Wolter Monginsidi Jakarta Departemen PU Jakarta PLN Pusat Jakarta Grand Wijaya Jakarta Kemang Raya Jakarta Iskandarsyah Jakarta Melawai Jakarta R.S. Pusat Pertamina Jakarta Kemang Plaza Jakarta Kalibata Rawajati Jakarta Kemang Selatan Jakarta Mabes Polri Jakarta Ampera Raya Jakarta Pejaten Timur Jakarta Blok M AREA JAKARTA PONDOK INDAH Jakarta Pondok Indah Jakarta Gandaria Jakarta Cirendeu Jakarta Radio Dalam Jakarta Mal Pondok Indah Jakarta Aminta Plaza Jakarta Plaza Pondok Indah Jakarta Lebak Bulus Jakarta Pondok Pinang Center Jakarta Kebayoran Lama

ALAMAT KANTOR Wisma IKPT, Jl. M.T. Haryono Kav.4-5 Jl. Dewi Sartika No.184 A, Cawang Jl. Mayjen. Sutoyo No. 76, Cililitan, Kramat Jati Plaza Bapindo, Jl. Jend. Sudirman Kav. 54-55 Jl. Kyai Maja No. 6 A1-2, Kebayoran Baru Perkantoran Ratu Plaza Unit GB 2A & 2B, Jl. Jend. Sudirman No. 9 Gedung MPR/DPR RI Senayan, Jl. Jend. Gatot Subroto Gedung Bursa Efek Jakarta, Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53 Simprug Gallery Blok B, Jl. Teuku Nyak Arief No. 10 Jl. Jend. Gatot Subroto, Manggala Wanabakti Jl. Jend. Sudirman Kav. 61-62 Jl. Palmerah Barat No. 39 Jl. Wolter Monginsidi No. 123 C Pertokoan Permata Hijau Blok DC No. 25 Jl. Pakubuwono VI No. 39 A, Kebayoran Baru Ruko Grand ITC Permata Hijau Blok Emerald G 28, Jl. Arteri Permata Hijau Gedung The Energy, Kawasan SCBD Lot 11 A, Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53 Senayan City, Jl. Asia Afrika Lot. 19 Jl. Falatehan I No.44 Jl. Panglima Polim Raya No. 192 Blok A, Kebayoran Baru Jl. Raya Pasar Minggu Km. 17 No.8 Jl. Raya Pasar Minggu No. 89 J, Pejaten Jl. Wolter Monginsidi No. 57, Kebayoran Baru Jl. Patimura No. 20, Kebayoran Baru Jl. Trunojoyo M 1 No. 135, Kebayoran Baru Jl. Wijaya II, Komp. Wijaya Grand Center Blok B 1-3 Jl. Kemang Raya No. 18 A Graha Iskandarsyah, Jl. Iskandarsyah Raya No. 66 Jl. Melawai Raya No. 12-14, Kebayoran Baru Jl. Kyai Maja No. 43, Kebayoran Baru Kemang Plaza, Jl. Kemang Raya No. 15 C Ruko Kalibata Indah Blok K No. 20, Jl. Rawajati Timur, Kalibata Gedung Haery, Jl. Kemang Selatan Raya No. 151 Jl. Trunojoyo No. 3, Kebayoran Baru Grha Matra Jl. Ampera Raya No.11 Jl. Raya Pasar Minggu No. 6A, Pejaten Timur, Pasar Minggu Jl. Sultan Hasanuddin No. 30, Blok M Kebayoran Baru Jl. Metro Pondok Indah Kav.II UA No. 48-50 Jl. Gandaria Tengah III No. 21, Kebayoran Baru Jl. Cirendeu Raya, Pertokoan Prima Indah No. 10 Jl. Radio Dalam Raya No.11-11A Pondok Indah Mal Blok B/ 2, Jakarta Selatan Jl. Metro Pondok Indah Gedung Aminta Plaza, Jl. Letjend. T.B. Simatupang Kav. X Jl. Taman Duta Kav. II UA 36-37, Pondok Indah Jl. Karang Tengah, Bona Indah Blok A2/B7, Lebak Bulus Pertokoan Pondok Pinang Center Blok A 36/38/40, Jl. Ciputat Raya Jl. Raya Kebayoran Lama No. 222 Wilayah

KOTAMADYA/ KABUPATEN Jakarta Selatan Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Pusat Jakarta Selatan Jakarta Pusat Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Pusat Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan

KODE POS 12820 13630 13640 12190 12120 10270 10270 12190 12220 10270 12190 10270 12180 12210 12120 12210 12190 10270 12160 12000 12740 12510 12180 12110 12160 12160 12370 12160 12160 12120 12790 12750 12560 12110 12550 12510 12160

TELEPON (021) 8294717 (021) 8094754-5 (021) 80016222 (021) 5266527 (021) 7211466 (021) 2510911-12 (021) 5701274 (021) 5153003-04 (021) 72800986, 72800987, 72800989 (021) 5703246 (021) 5200208 (021) 5485120 (021) 72800926 - 7 (021) 5346918, 5346981 (021) 7223462 - 63 (021) 53663322, 53663950, 53663951 (021) 52892466, 52964535 (021) 72781423 - 5 (021) 2700501 - 9, 2700444, 2700234 (021) 2700106 (021) 7945427-28 (021) 79190339, 339, 7982632 (021) 2702861-4 (021) 2700017 (021) 2751091 (021) 2700107-09, 2700939 (021) 7199123-7, 7194805, 71791514 (021) 2702711-5, 2700015 (021) 2700346 (021) 2700347 (021) 71794582, 71794583, 71794585 (021) 7987185 & 86, 7980932 (021) 7812371 - 7812373 (021) 2700299, 7255467 (021) 7813782, 7811031, 7813449, 7813781 (021) 7989181, 7988776 (021) 7257981, 7257980, 7257977, 7257975

FAKSIMILI 8353987 8094754 8004754 5266528, 5266529 7233715 2700854 5701275 5153012 7251932, 72783605 5732972 5202464 5308376 7393559 5485627 72790837 53663622 52963075 72781493 2700516, 2700512 2700121 7945429 79190337 2702864 2700018, 7397730 2700019 2700938 7190448 2700016 2700352 2700347 71790789 7987152 7814737 2700300 7813785 7989755 7257982

Jakarta Selatan Jakarta Selatan Tangerang Jakarta Selatan 12310 Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Area

12310 (021) 7507208 - 9, 7694982 12130 (021) 2702865-5 15419 (021) 7444809 12140 (021) 2700439 (021) 7506717-19 12310 12310 12440 12310 12220 (021) 7512061-6 (021) 7507213-4 (021) 7692063 (021) 7507366-7 (021) 2700602-5

7694850, 75906781 2702867 7444812 2700627 7506721 7512071 7507213 7691845 7507365 2700938

Kantor Cabang

Kantor Cabang Pembantu

Kantor Kas

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

280

DAFTAR CABANG BANK MANDIRI

JARINGAN KANTOR Tangerang Graha Karnos Jakarta Ciputat Center Cinere Jakarta Arteri Pondok Indah Jakarta Pondok Indah Metro Jakarta Mal Pondok Indah 2 Tangerang UIN Syarif Hidayatullah Cinere PLN Gandul AREA JAKARTA FATMAWATI Jakarta Fatmawati Jakarta Cipete Jakarta Pejaten Jakarta Pondok Labu Jakarta Simatupang Jakarta Ragunan Jakarta Kawasan Komersial Cilandak Jakarta Warung Buncit Raya Jakarta Gedung Elnusa Jakarta ITC Fatmawati Jakarta Mampang Imigrasi Jakarta Fatmawati Cenderawasih Jakarta Cilandak KKO Jakarta Jatipadang Jakarta Gedung Arkadia Jakarta Margasatwa AREA JAKARTA BINTARO JAYA Jakarta Bintaro Jaya Jakarta Pamulang Tangerang Bintaro Jakarta Bintaro Burung Gereja Tangerang Pasar Ciputat Tangerang Bumi Serpong Damai Jakarta Gedung Lemigas Jakarta Bintaro Veteran Jakarta Petukangan Tangerang Pondok Cabe Mutiara Tangerang Bintaro Sentra Menteng Tangerang Jurangmangu Tangerang BSD Modern Tangerang ITC BSD Tangerang Serpong Tangerang Villa Melati Mas

ALAMAT KANTOR Graha Karnos, Jl. Ir. H. Juanda No. 39, Ciputat Pertokoan Ciputat Center, Jl. Ciputat Raya No. 75 Jl. Cinere Raya Kav. 32-33 Jl. Sultan Iskandar Muda No. 8 A Jl. Metro Pondok Indah Kav.II UA No. 24-27, Pondok Indah Mal Pondok Indah 2 No. G 33 A & C, Jl. Metro Pondok Indah Jl. Ir. H. Jianda No. 95 Ciputat Kompk. Kantor PLN (Persero) UBS P3B, Jl. Garuda No. 15 Jl. R.S. Fatmawati No. 8, Cilandak Gedung Chase Worth, Jl. R.S. Fatmawati No. 75, Cipete Jl. Warung Jati Barat No. 15 A, Pejaten Jl. R.S. Fatmawati No. 8 , Pondok Labu Gedung Ratu Prabu 2, Jl. Letjend. TB Simatupang Kav.20 Jl. Harsono RM No.3, Gedung D, KP Departemen Pertanian Jl. Raya Cilandak KKO, Kawasan Komersial Cilandak Gedung III Jl. Warung Buncit Raya No. 6, Wisma Ritra Graha Elnusa, Jl. Letjend. T.B. Simatupang Kav. 1 B Ruko ITC Fatmawati No. 17, Jl. RS Fatmawati Jl. Warung Buncit Raya No. 302 H Jl. Cenderawasih I No. 15 A, Cilandak Jl. Raya Cilandak KKO No. 5 Jl. Raya Ragunan No. 8 D Perkantoran Hijau Arkadia, Jl. Letjen. TB Simatupang Kav. 88 Ruko Margasatwa View, Jl. Margasatwa No.45 B, Pondok Labu Jl. Bintaro Utama, Bintaro Jaya Sektor I Komplek Pertokoan Pamulang Permai Blok SH IX Kav. 11-14 Jl. Bintaro Utama 3A Blok D No. 42-43, Sektor III, Bintaro Jaya Jl. Burung Gereja Blok B2 HS 2 No.6, Sektor II, Bintaro Jaya Ruko Mutiara Center Ciputat, Jl.Dewi Sartika No. B3, Ciputat Jl. Gunung Rinjani No.13 Blok R-G, Sektor IV Bumi Serpong Damai Kanpus. PPPTMGB Lemigas, Jl. Ciledug Raya Ruko Bintaro Veteran Raya Permai Jl. RC Veteran No. 17 E Jl. Raya Ciledug No. 5C, Petukangan Komplek Pertokoan Pondok Cabe Mutiara Blok B-3A, Jl. Raya Parung Ruko Sentra Menteng, Bintaro Jaya Sektor VII Blok MN 29 Ruko Pondok Aren, Jl. Raya Ceger No.59, Jurangmangu Ruko Pasar Modern BSD, Sektor Commercial I Blok R No.59, Serpong, Jl. Pahlawan Seribu Ruko ITC BSD No.17, Jl. Pahlawan Seribu, Serpong Simpang Tiga Puspitek Serpong Ruko Villa Melati Mas Blok SR1 No. 20, Jl. Pahlawan Seribu, Serpong

KOTAMADYA/ KABUPATEN Tangerang Tangerang Depok Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan

KODE POS 15412 15412 16514 12240 12310 12310

TELEPON (021) 74701725, 74701726, 74701727 (021) 7491621 (021) 7541916 (021) 2701173, 2701174, 2701175 (021) 7503057 (021) 75920455 (021) 7406254, 74713655, 74713968, 74714439 (021) 7542646

FAKSIMILI 74705316 7491621 7547565 7396772 7694982 75920452 74713328 7533209

Tangerang Selatan 15412 Depok 16514

Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan

12430 12410 12550 12430 12430 12550 12560 12740 12560 12150 12760 12420 12560 12520 12520 12450

(021) 7504791 (021) 7236142-5 (021) 78831086 (021) 75816903 (021) 78833271, 78833356 (021) 7805441, 5184, 5873, 7811819 (021) 7801478 (021) 7980666 (021) 78831183-5 (021) 7248700, 72788815 (021) 7940450 (021) 75905080 (021) 7818880, 7811469, 78831456, 78835622 (021) 7890989 (021) 7816119, 7816219

7504326 7236141 78831127 7699803 78833414 7805116, 7805117 7801479 7980644, 7970875 78831184 7392522 7972146 75912911 7811409 78845753 7816261

(021) 75912684, 75912673, 75909650 75912707

Jakarta Selatan Tangerang Tangerang Jakarta Selatan Tangerang Tangerang Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Tangerang Tangerang Tangerang Tangerang Tangerang Tangerang Tangerang

12330 15417 15225 12330 15411 15311 12230 12330 12270 15418 15225 15222 15318 15322 15310 15323

(021) 7340924 - 29 (021) 7421006, 7, 8 (021) 7362419, 7362404 (021) 7357272 (021) 7426545, 7425932, 7425635 (021) 5376767/68 (021) 2700298 (021) 7369215, 73691223, 73691907, 73691931, 73887202 (021) 73887702 & 39, 73887620 (021) 7490389 (021) 74863971, 74864019 (021) 73887963, 73887964, 73886679 (021) 53158541, 53158542 (021) 53161747, 53161748, 53161749 (021) 7560948, 7560949 (021) 5372607, 5373144

7364068, 7364069 7421009 7375884 7357318 7426021 5376769 2700298 73692022 7372450 7424976 74863848 73886485 53158543 53161781 7560950 5374357

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

DAFTAR CABANG BANK MANDIRI

281

JARINGAN KANTOR Tangerang RS Eka BSD Tangerang Pamulang Siliwangi AREA JAKARTA PASAR REBO Jakarta Pasar Rebo Jakarta Gedung Aneka Tambang Jakarta Cilangkap Jakarta Kramatjati Jakarta Plaza Kramatjati Indah Cileungsi Jakarta Cijantung Cibubur Citra Grand Jakarta Pasar Induk Kramatjati Jakarta Taman Mini Indonesia Indah Jakarta R.S. M.H. Thamrin Jakarta Condet Bekasi Ujung Aspal Cibubur Kota Wisata

ALAMAT KANTOR Rumah Sakit Eka Horpital CBD Lot IX BSD City, Serpong Ruko Tita, Jl. Raya Siliwangi No. 9 A, Pamulang Plaza PP, Jl. Letjend. T.B. Simatupang No. 57 Jl. Letjend. T.B. Simatupang, Tanjung Barat Komplek Mabes ABRI Cilangkap Kokan Anggatra PUSDIKKES No. PP8-A1 dan PP9-A1, Jl. Raya Bogor Km. 18 Jl. Raya Bogor, Pertokoan Ramayana Blok A No.11-12 Mal Cileungsi Blok C No. 9, Jl. Raya Narogong, Cileungsi Gedung BP2TKI Lantai 1, Jl. Raya Bogor Km. 23,5 Komplek Citra Grand Ruko 2 No. 15, Jl. Alternatif Km.4, Pondok Gede Pasar Induk Kramatjati Blok B.AKS/001, Jl. Raya Bogor Km.17 Komplek TMII, Gedung Sasana Kriya No. B 16 Jl. Raya Pondok Gede No. 23 , Kramatjati Jl. Raya Condet No. 15 Jl. Raya Hankam No. 18 B-C, Jati Murni, Pondok Gede Ruko Sentra Eropa Blok A No.6, Perumahan Kota Wisata, Jl. Tranyogi Km.6, Cibubur Jl. Raya Alternatif Cibubur-Cileungsi No. 37 G, Jatisampurna Jl. Margonda Raya No. 2 Jl. Raya Jakarta Bogor Km. 28 Jl. Lapangan Tembak, Pertokoan Cibubur Indah Blok. A-22 - 23 Ruko Bukit Sawangan Indah Blok F2 No.1, Jl.Raya Parung Km.35, Sawangan Jl. Mayor Oking No. 10 - 11, Citeureup Jl. Raya Akses UI No. 88 C, Kelapa Dua, Cimanggis Komplek Ruko Sukmajaya No. 15, Jl. Tole Iskandar, Depok II Tengah Jl. Raya Bogor Km.31 No.8, Cisalak Jl. Nusantara Raya No. 25 AB Jl. Proklamasi Raya Blok A No.7-8, Depok II Timur Pertokoan ITC Depok No.49,Jl. Margonda Raya Jl. Cenere Raya No. 18 B, Cinere Jl. Raya Lenteng Agung, Srengseng Sawah Kampus Universitas Indonesia, Gedung Pascasarjana Fakultas Ekonomi Jl. Raya Margonda No. 345 D, Pondok Cina Jl. Raya Tole Iskandar No. 1 Pertokoan Kartini Blok A No. 11, Jl. Kartini Raya, Pancoran Mas Jl. Ir. H, Juanda No. 12 Jl. Kapten Muslihat No. 17 Jl. Suryakencana No. 310 Komp. Ruko Graha Cibinong No. B-1, Jl. Raya Jakarta Bogor Km.43, Cibinong Jl. Raya Pajajaran No. 1 - B Jl. Raya Tajur No. 130 Ruko Bantar Kemang No.20 Q, Jl. Raya Pajajaran Ruko Central Blok C No. 15, Jl. Dewi Sartika Jl. Raya Simpang Pomad Ruko No. 323 C, Ciluar Komplek Pertokoan 24, Jl. KH Soleh Iskandar No. 2 H Jl. Jend. Sudirman No. 124 Wilayah

KOTAMADYA/ KABUPATEN Tangerang Tangerang Jakarta Timur Jakarta Selatan Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Timur Bogor Jakarta Timur Bekasi Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Bekasi Bogor

KODE POS 15321 15416 13760 12530 13870 13510 13510 16820 13750 17435 13540 13560 13550 13520 17431 16968

TELEPON (021) 53154637, 53154638, 53154639 (021) 74718012, 74718014 (021) 8408283 (021) 7892956 (021) 8711739 (021) 8000455, 80882152, 8006693, 80876863 (021) 8090364 (021) 82484604 - 07 (021) 87794824, 87794874, 87794902 (021) 84596941, 84596942 (021) 8400248, 87781739 (021) 8403190 (021) 8096791 (021) 80878729, 80878730, 80878731 (021) 84592090, 84597382 (021) 84935699, 84930634, 84930635 (021) 84303649 - 50

FAKSIMILI 53154640 74718016 8403961, 8414446 7892953 8711447 8000378 8090324 82484608 87797857 84300086 8400879 8714954 8008963 80878727 84592091 84935675

Cibubur Time Square AREA DEPOK Depok Jakarta Cimanggis Jakarta Cibubur Depok Bukit Sawangan Citeureup Depok Kelapa Dua Depok Tengah Depok Cisalak Depok I Depok Timur Depok ITC Depok Cinere Limo Jakarta Universitas Pancasila Depok Universitas Indonesia Depok Pondok Cina Depok Jatijajar Depok Kartini AREA BOGOR Bogor Juanda Bogor Kapten Muslihat Bogor Suryakencana Cibinong Bogor Warung Jambu Bogor Tajur Bogor Pajajaran Bogor Pasar Anyar Bogor Ciluar Bogor Soleh Iskandar Sukabumi Sudirman

Bekasi

17433

84303848

Depok Jakarta Timur Jakarta Timur Depok Bogor Depok Depok Depok Depok Depok Depok Depok Jakarta Selatan Depok Depok Depok Depok

16432 13710 13720 16518 16810 16951 16411 16416 16432 16417 16431 16514 12640 16424 16424 16415 16436

(021) 7520569, 7760903 (021) 8710013, 8710016, 8710657 (021) 87704204-5 (0251) 604904, 604905

7762684 8710776, 87711803 87704206 604908

(021) 87712226 (021) 7715427, 7715432

(021) 87942420, 87942283, 87909462 87942683 87712226 7715441 8734220 77205361 77830194 77202356 7536368 78880410 78849074

(021) 8734224, 8734117 (021) 77205078, 77205270 (021) 77831443, 77829381, 77827453 (021) 77202319, 77202325 (021) 7536364, 7536360 (021) 78880410, 78890342 (021) 78849075, 78849076

(021) 77210999, 77213388 77210888 (021) 87741872, 87744255, 87743880 87741716 (021) 77217342, 77217343, 77217346 77217344, 77217345 (0251) 8313644, 8320008, 8324836 (0251) 8311129 (0251) 8381136, 8329611 (021) 87918731-34 (0251) 8387356 (0251) 8380733, 8380763 (0251) 8329512 (0251) 8373238 (0251) 8658070 (0251) 8340091 (0266) 221319 8323967, 8382401 8326852 381134, 353104 87918730 8319825 8390287 8350085 8373268 8658677 8340063 221236 Kantor Cabang Pembantu Kantor Kas

Bogor Bogor Bogor Bogor Bogor Bogor Bogor Bogor Bogor Bogor Sukabumi Area

16121 16121 16123 16917 16153 16720 16143 16121 16710 16161 43132

Kantor Cabang

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

282

DAFTAR CABANG BANK MANDIRI

JARINGAN KANTOR Sukabumi Ahmad Yani Cianjur Cipanas Cicurug Cianjur Cokroaminoto Pelabuhan Ratu Cibadak WILAYAH VI/ BANDUNG AREA BANDUNG ASIA-AFRIKA Bandung Asia Afrika Utara Bandung Asia Afrika Selatan Bandung Soekarno-Hatta Bandung Siliwangi Bandung Alun-Alun Bandung Kiara Condong Bandung Buah Batu Bandung Binacitra Bandung Metro Bandung Kopo Bandung Jamika Bandung Sumbersari Bandung Burangrang Bandung Mohamad Toha Bandung Soreang Bandung BKR Bandung Taman Kopo Indah Bandung MTC Bandung Dayeuhkolot AREA BANDUNG SURAPATI Bandung Surapati Bandung Ahmad Yani Bandung Martadinata Bandung Ujungberung Bandung Kanpus Telkom Garut Sumedang Bandung Dago Bandung STT Telkom Bandung Rancaekek Bandung Jamsostek Bandung Gatot Subroto Bandung Cibeunying Bandung Cihampelas Garut Cikajang Tasikmalaya Otto Iskandardinata Tasikmalaya Mustofa Tasikmalaya Sutisna Ciamis Ciamis Banjar AREA BANDUNG BRAGA Bandung Braga Bandung Pajajaran Bandung Setiabudi Bandung R.S. Hasan Sadikin Cimahi Bandung Pasteur Pamanukan Subang Jatinangor Universitas Pajajaran

ALAMAT KANTOR Jl. Ahmad Yani No. 44 Jl. Suroso No. 51 Jl. Raya Cipanas Blok 11 No. 201, Pacet Jl. Siliwangi No. 287 B, Cicurug Jl. HOS Cikroaminoto No. 172 Jl. Siliwangi No. 62, Pelabuhan Ratu Jl. Suryakencana No. 4, Cibadak Jl. Soekarno Hatta No. 486 Jl. Asia Afrika No. 107 Jl. Asia Afrika No. 118-120 Jl. Soekarno Hatta No. 486 Jl. Siliwangi No. 3 Jl. Asia Afrika No. 51 Jl. Kiara Condong No. 115 Jl. Buah Batu No. 268 Jl. Soekarno Hatta No. 162 Jl. Soekarno Hatta No. 638 Jl. Raya Terusan Kopo 228 A Jl. Jamika No. 33 C Jl. Soekarno Hatta No. 132 B Jl. Burangrang No. 35 D Jl. Mohamad Toha No. 189 Jl. Raya Soreang No. 457 Jl. BKR No. 124 A Komplek Taman Kopo Indah II Ruko IB No. 19 Metro Trade Center Blok F1,Jl. Soekarno Hatta Jl. Bojongsoang No.79 Jl. Surapati No. 2 Jl. Jend. Ahmad Yani No. 730, Gerbang Puri Tirta Kencana Jl. R.E. Martadinata No.103 Jl. A. H. Nasution No. 67 Gedung Kantor Pusat PT Telkom, Jl. Japati No. 1 Jl. Ahmad Yani No. 24 Jl. Mayor Abdurachman No. 99 Jl. Ir. H. Juanda No. 30 Komplek STT Telkom, Jl. Japati No. 1 Jl. Raya Dangdeur No. 137, Rancaekek Jl. P.H. Hasan Mustapa No. 39 Jl. Jend. Gatot Subroto No. 295 A Jl. Jend. Ahmad Yani No. 317 Jl. Cihampelas No. 182 Jl. Garut Cikajang No. 99 Jl. Otto Iskandardinata No. 26 Jl. H.Z. Mustofa No. 294 Jl. Sutisna Senjaya No. 88 Jl. Ahmad Yani No. 21 Jl. Letjend. Suwarto No. 48, Banjar Jl. Braga No. 133 Jl. Pajajaran No. 125 Jl. Setiabudi No. 210 Jl. Pasteur No. 38 Jl. Raya Cimahi No. 612 Jl. Dr. Junjunan No. 155 A Jl. Ion Martasasmita No. 35, Pamanukan Jl. Jenderal Ahmad Yani No.5 Kampus Universitas Pajajaran Jl. Raya Sumedang, Jatinangor

KOTAMADYA/ KABUPATEN Sukabumi Cianjur Cianjur Sukabumi Cianjur Sukabumi Sukabumi Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Garut Sumedang Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Garut Tasikmalaya Tasikmalaya Tasikmalaya Ciamis Ciamis Bandung Bandung Bandung Bandung Cimahi Bandung Subang Subang Sumedang

KODE POS 43131 43211 43553 43159 43214 43363 43351 40266 40112 40261 40266 40132 40001 40281 40264 40235 40286 40226 40231 40222 40262 40253 40377 40254 40226 40286 40288 40115 40282 40115 40611 40133 44115 45323 40115 40133 40394 40124 40274 40121 40131 44171 46113 46125 46114 46211 43622 40111 40174 40141 40161 40525 40173 41254 41211 45363

TELEPON

FAKSIMILI

(0266) 222801, 222802, 223677, 224748 221116 (0263) 268383 266078 (0263) 511037 511039 (0266) 732512 736364 (0263) 261730 261749 (0266) 434651, 434654 434652 (0266) 5311919 537207 (022) 7506242, 7511878 7505810, 7506632 (022) 4207026, 4203461, 4336693 4206998, 4233546, 4230137 4240281 7562944 2531940

(022) 4240282 (022) 7562950 (022) 2506858, 2502549, 2531941, 2531942 (022) 4205555 4205312 (022) 7235008 - 9, 7201827 7231536, 7213891 (022) 7320854-5 7300369 (022) 5422366, 5406674, 5406693 5411336, 5409846 (022) 7508202 7562091 (022) 5425541-3 5410568 (022) 6403199 6403199 (022) 6046262 6046261 (022) 7333999 7333995 (022) 5209803, 5228190, 521163 5228203, 5228612 (022) 5892828 5896133 (022) 5222752 5226925 (022) 5421777 5421505 (022) 7508799, 7508846, 7508867, 7535701 7508869 (022) 7506428, 7510340, 7520802, 7568195 7504139 (022) 4241411 (022) 7213707 (022) 4209093 (022) 7800135 (022) 7206661 (0262) 231698 (0261) 210275, 210276, 210277 (022) 4208000, 4217000 (022) 7512480 (022) 7791010, 7791001 (022) 7217861 (022) 7320412 (022) 7218551, 7210866 (022) 2043996 (0262) 577595, 577596 (0265) 331821 (0265) 333328 (0265) 323261 (0265) 771538 (0265) 744713, 744814 (022) 4236030 (022) 6018862, 6032301 (022) 2041933 (022) 2042575 (022) 6644628 (022) 6020295-6 (0260) 554555 (0260) 417773, 416445, 416550 (022) 7781948 4207552, 4241436 7213708 4204991 7815020 7206562 232675 210565 4235351 7207501 7791001 7217863 7313469 7210764 2043997 577593 331824 333336 335059 771384 744719

4204444, 4238129, 4233456 6032296, 6002019 234958, 2034958 2031849, 2043311 6644628 6020360 551357 416665 7781949

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

DAFTAR CABANG BANK MANDIRI

283

JARINGAN KANTOR Baros Leuwigajah Bandung Setrasari Plaza Bandung Otista Bandung Cimindi Bandung Sukajadi Bandung Pasar Baru Lembang Padalarang Purwakarta Karawang

ALAMAT KANTOR Ruko Taman Pondok Mas Indah No. 4, Jl. Baros Setrasari Plaza Blok A No.5 Jl. Suria Sumantri Jl. Otto Iskandardinata No. 293 Jl. Raya Cimindi No. 270, Jl. Sukajadi No. 184 Jl. Otto Iskandardinata No. 99, Pasar Baru Jl. Raya Grand Hotel No. 42, Lembang Jl. Raya Padalarang No. 465 A Jl. Sudirman No. 176 Jl. Jend. Ahmad Yani No. 4, By Pass

KOTAMADYA/ KABUPATEN Cimahi Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Padalarang Purwakarta Kerawang

KODE POS 40532 40146 40251 40175 40161 40111 40391 40553 41115 41314

TELEPON (022) 6634666 (022) 2002465 (022) 4224728, 4224730 (022) 6631642, 6631663 (022) 2037944 (022) 4231727 (022) 2784455, 2784700 (022) 6808214, 6808206 (0264) 201505 (0267) 402353, 402679, 403127, 403761, 405960, 408724, 414943 (0267) 8454274, 8454275 (0264) 316140 (0264) 316387 (0231) 205506 - 7, 234350-1, 206204 (0231) 203025 (0231) 202125 (0231) 321260, 321513 (0234) 22001 (0232) 876457, 876557 (0234) 28475 (0234) 351450, 351440 (0233) 663007, 663008, 663010 (0231) 325438, 325439 (0231) 357676 (0231) 8665727 (024) 3517349, 3520484, 3520487 (024) 3514321 (024) 8310325 (024) 8312736 (024) 8442595, 8303005 (024) 3544181 (024) 8412503 (024) 6725702, 6725704 (0298) 321002, 324030 (024) 8314450 (024) 7461192, 7461736, 7461737 (024) 3585382 (0291) 6904077 - 78 (0291) 438768, 432974 (0291) 591555, 592666 (0296) 424627, 424630, 424631, 424632, 424737 (0295) 385909, 385066, 385067 (0296) 5100091, 5100092 (0291) 439902, 439903, 439904 (0295) 691599, 6998309 (024) 8415362 (024) 3544031-3 (024) 3522790, 3522671, 3585783 (024) 8312141, 8442550, 8506155 (024) 6924296, 921989 (0293) 596471-73, 596598, 597227 (0294) 644009, 642010 (0292) 425061 (024) 76480480, 76480484

FAKSIMILI 6634659 2007496 4237271 6631643 2041073 4203166 2784972 6808213 201507 402853

Karawang Tuparev Dawuan Cikampek Cikampek GKB PT Pupuk Kujang AREA CIREBON Cirebon Yos Sudarso Cirebon Jalan Kantor Cirebon Siliwangi Cirebon Tegalwangi Indramayu Panjaitan Kuningan Indramayu Balongan Jatibarang Majalengka Kadipaten Cirebon Plered Cirebon Arjawinangun Cirebon Ciledug WILAYAH VII/ SEMARANG AREA SEMARANG PEMUDA Semarang Pemuda Semarang Pandanaran Semarang Bangkong Plaza Semarang Gedung Telkom Semarang Kepodang Semarang R.S. Kariadi Semarang Majapahit Salatiga Semarang Patrajasa Semarang Srondol Semarang Pelindo Demak Kudus Jepara Cepu Pati Blora Kudus Alun-Alun Rembang AREA SEMARANG PAHLAWAN Semarang Pahlawan Semarang Mpu Tantular Semarang Sugiyopranoto Semarang Candi Baru Ungaran Parakan Weleri Purwodadi Semarang Universitas Diponegoro

Jl. Tuparev No. 44 Jl. Jend. Ahmad Yani No. 45, Dawuan Kawasan PT Pupuk Kujang Jl. Yos Sudarso No. 11 Jl. Kantor No. 4 Jl. Siliwangi No. 139 Jl. Raya Tegalwangi Km. 9 No. 58 Jl. D.I. Panjaitan No. 8 Pertokoan Siliwangi No. 39-40, Jl. Siliwangi, Kuningan Jl. Raya Balongan (Depo Pertamina) Jl. Mayor Dasuki No. 92, Jatibarang Jl. Raya Timur No. 124, Kadipaten Jl. Raya Panembahan No. 51, Plered Jl. Ki Hajar Dewantoro No. 21, Desa Jungjang, Arjawinangun Jl. Merdeka Barat No. 68, Ciledug Jl. Pemuda No. 73 Jl. Pemuda No. 73 Jl. Pandanaran No. 104 Jl. M.T. Haryono No. 864-866, Komp. Bangkong Plaza B 4-6 Gedung PT Telkom (Persero), Jl. Pahlawan No. 10 Jl. Kepodang No. 32-34 Jl. Dr. Sutomo No. 16 Kompleks Ruko Majapahit, Jl. Majapahit No. 339 Jl. Diponegoro No. 36 Jl. Sisingamangaraja Jl. Setiabudi No. G 62 E & F Kompleks Pelabuhan Tanjung Emas, Jl. Coaster No. 10 Jl. Sultan Fatah No. 4B Jl. Jend. Sudirman No. 164 Jl. HOS Cokroaminoto No. 4 Jl. Pemuda No. 60 Jl. Kol. Kusnandar Komplek Ruko Pasar Puri Blok 6-7 Jl. Alun-Alun Selatan No. 5 Jl. Jenderal Sudirman No. 3 C Jl. Diponegoro No. 79, Rembang Jl. Pahlawan No. 3 Jl. Mpu Tantular No. 19 Jl. Mgr. Sugiyopranoto No. 36 A-B Jl. S. Parman No. 55 K, Ruko Sultan Agung Jl. Jend. Gatot Subroto No. 671 E-F, Ungaran Jl. Pahlawan No. 28, Parakan Jl. Utama Tengah No. 198 Jl. R. Suprapto No. 97 A-B Jl. Prof. Dr. Sudharto No. 9 B, Tembalang Wilayah

Karawang Cikampek Cikampek Cirebon Cirebon Cirebon Cirebon Indramayu Kuningan Indramayu Indramayu Majalengka Cirebon Kabupaten Cirebon

41312 41373 41373 45111 45112 45124 45154 45212 45511 45217 45273 45453 45154 45162

8454273 316385 311623 203084, 83930980 201596 207021 321026 22901 871742 28722 353569 662004 321345 357558 8665726 3520485 3545365 8414125 8414346 8445710 3544184 8317546 6725703 321331 8505162 7461191 3563450 (0291) 6904079 438769 591666 424625 385065 531547 439901 6998308 8311366 3517337 3585084 8505501 6924295 596239 643460 425062 76480556 Kantor Kas

Kabupaten Cirebon 45188 Semarang Semarang Semarang Semarang Semarang Semarang Semarang Semarang Salatiga Semarang Semarang Semarang Demak Kudus Jepara Cepu Pati Blora Kudus Rembang Semarang Semarang Semarang Semarang Semarang Temanggung Weleri Purwodadi Semarang Area 50139 50139 50134 50242 50241 50137 50231 50191 50711 50231 50263 50174 59511 59301 59417 58312 59112 58215 59312 59217 50241 50010 50246 50232 50511 56254 51355 58111 50275

Kantor Cabang

Kantor Cabang Pembantu

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

284

DAFTAR CABANG BANK MANDIRI

JARINGAN KANTOR Semarang Kawasan Industri Candi Semarang Gang Pinggir Semarang MT Haryono Ambarawa Semarang Ngaliyan Magelang Kutoarjo Wonosobo Muntilan Temanggung Magelang A. Yani AREA YOGYAKARTA Yogyakarta Sudirman Yogyakarta Wisma PU Yogyakarta Diponegoro Yogyakarta Katamso Yogyakarta Gejayan Yogyakarta UGM Yogyakarta Godean Bantul Yogyakarta Gedung Magister UGM Yogyakarta Ahmad Dahlan Yogyakarta STIE YKPN Sleman Yogyakarta Suryotomo Yogyakarta R.S. Sardjito Yogyakarta Kaliurang Yogyakarta Universitas Islam Indonesia Wates Wonosari Yogyakarta Kotagede AREA SOLO Solo Sriwedari Solo Purwotomo Solo Slamet Riyadi Solo Pasar Klewer Solo Baru Solo RSO Dr. Soeharso Sragen Palur Wonogiri Kartosuro Klaten Boyolali Delanggu Karanganyar Sukoharjo AREA TEGAL Tegal Arif Rahman Hakim Tegal Sudirman Pemalang Gombong Brebes Tegal Banjaran Adiwerna Kebumen Purwokerto Banjarnegara

ALAMAT KANTOR Kawasan Industri Candi ,Jl. Candi Raya Blok F1E No.1-2 Jl. Gang Pinggir No. 13 A Jl. M.T. Haryono No. 419 Jl. Jenderal Sudirman No.122, Ambarawa Jl. Prof. Dr. Hamka No. 9 Ruko C,D,E Tugu Jl. Sudirman No. 26, Komplek Pertokoan Rejotumoto Jl. Pangeran Diponegoro No. 114, Kutoarjo Jl. Sumbing No. 18 Kompleks Ruko Muntilan Plaza Jl. Pemuda Jl. Tentara Pelajar No. 1 Jl. Ahmad Yani No. 203 Jl. Jend. Sudirman No. 26 Jl. Laksda Adisucipto No. 165 Jl. Pangeran Diponegoro No. 107 Jl. Brigjen. Katamso No. 69 B Jl. Gejayan No. 28, Condong Catur Jl. Kaliurang, Sekip Blok L-6 Jl. Raya Godean Km.4 No. 32 Jl. Gajah Mada No. 14, Bantul Lobby Gedung Magister UGM, Jl. Nusantara, Bulak Sumur Jl. K.H. Ahmad Dahlan No. 25 Kampus STIE YKPN, Jl. Seturan Jl. Raya Magelang Km. 10 Hotel Limaran, Jl. Suryotomo No. 1 Jl. Kesehatan Sekip, Kotak Pos 21 Jl. Kaliurang Km.6,5 No.A 5 C, Condongcatur, Depok, Sleman Gedung Rektorat Universitas Islam Indonesia Jl. Kaliurang Km.14,5, Besi, Sleman Jl. Kolonel Sugiyono, Wates Jl. Baron No. 34, Baleharjo, Wonosari Jl. Kemasan No. 52 Kotagede Jl. Brigjend. Slamet Riyadi No. 294 Jl. Brigjend. Slamet Riyadi No. 329 Jl. Brigjend. Slamet Riyadi No. 16 Komplek Pasar Klewer Los E 27-29, Jl. Dr. Rajiman Jl. Yos Sudarso No. 387 RSO Prof.Dr.Soeharso, Jl. Jenderal Ahmad Yani, Pabelan Plaza Atrium Blokc C-D, Jl. Raya Sukowati No. 302-304 Jl. Raya Palur No. 32, Jaten Jl. Jenderal Sudirman No. 132 Jl. Ahmad Yani No. 9 Jl. Pemuda Selatan No. 121, Tonggalan Jl. Kates, Pulian Jl. Raya Delanggu No. 87, Dongkolan Jl. Lawu No. 386 Jl. Jenderal Sudirman No. 29 Jl. Arief Rahman Hakim No. 19 Jl. Jend. Sudirman No. 11 Jl. Sudirman No. 59 Jl. Yos Sudarso No. 241 Plaza Dedy Jaya, Jl. Jenderal Sudirman No. 109 Jl. Raya Banjaran No. 10, Adiwerna Jl. Pahlawan No. 126 Jl. Jend. Sudirman No. 463 Jl. S. Parman No. 31

KOTAMADYA/ KABUPATEN Semarang Semarang Semarang Semarang Semarang Magelang Kutoarjo Wonosobo Muntilan Tamenggung Magelang Yogyakarta Sleman Yogyakarta Yogyajarta Sleman Sleman Sleman Bantul Sleman Yogyakarta Sleman Sleman Yogyakarta Sleman Sleman Sleman Kulon Progo Gunung Kidul Yogyakarta Solo Solo Solo Solo Solo Sukoharjo Sragen Karanganyar Wonogiri Sukoharjo Klaten Boyolali Delanggu Karanganyar Sukoharjo Tegal Tegal Pemalang Gombong Brebes Tegal Kebumen Purwokerto Banjarnegara

KODE POS 50184 50137 50136 50162 50189 56126 54212 56311 56414 56213 56115 55232 55281 55231 55121 55283 55281 55292 55711 55281 55121 55281 55511 55121 55284 55281 55283 55611 55811 55172 57141 57142 57111 57115 57157 57162 57211 57771 57611 57162 57412 57316 57471 57712 57551 52123 52131 52313 54411 52212 52194 54311 53114 53411

TELEPON (024) 7612381, 7612385 (024) 3510537, 3512929, 3551921 (024) 3586267, 3586268 (0298) 596741, 596742 (024) 7619378, 7614769 (0293) 364012, 366776 (0275) 642000, 642651 (0286) 322474 (0293) 586066 (0293) 493862, 493863 (0293) 314503 (0274) 557069, 586425 (0274) 560915 s/d 560919 (0274) 584758, 562415 (0274) 415392, 415616, 415670, 415672 (0274) 543028, 584041, 584140 (0274) 543032, 521136 (0274) 561311 (0274) 368469, 368470 (0274) 521412 (0274) 411753, 411784 (0274) 486163 (0274) 865123, 868405 Ex.285 (0274) 515621 (0274) 518671 (0274) 889645, 889646 (0274) 896323 (0274) 775319 (0274) 394433, 394713, 394271 (0274) 4437168 - 69 (0271) 715455 (0271) 711161 - 71896535 (0271) 41940 (0271) 42925 (0271) 663542, 664407, 6644096 (0271) 742184, 742185 (0271) 890585, 894610 (0271) 827029 (0273) 323656, 323658 (0271) 780822 (0272) 325798, 327844, 327982 (0276) 322702 (0272) 555640, 555645 (0271) 6491970 - 71 (0271) 6594972, 6594973 (0283) 351181 (0283) 358181 (0284) 321647, 324707, 324880 (0287) 473620, 473621, 473115 (0283) 673535, 6735536, 3304210 (0283) 442255, 442377 (0287) 383747 (0281) 632222 (0286) 591333, 591999

FAKSIMILI 7612385 3551918 3586939 596743 (024) 7614770 364282 642652 322460 586065 491012 314546 561893, 586432 560920, 560921 562878 415388, 415389 543029 543031 561312 368470 548956 411754 487657 865566 515621 518671 889657 896327 775312 391267 4437167 711888 713896 45500 635018 645586 742218 894611 827589 323657 780822 321277 325029 555539 6491972 6594974 353628, 358544 351309 321433 472695 3308880 445545 381488 636687 591839

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

DAFTAR CABANG BANK MANDIRI

285

JARINGAN KANTOR Purwokerto Unsoed Purbalingga Cilacap Kroya Cilacap Maos Majenang Pekalongan Imam Bonjol Pekalongan Hayam Wuruk Pekalongan Alun-alun WILAYAH VIII/ SURABAYA AREA SURABAYA NIAGA Surabaya Niaga Surabaya Stasiun Kota Surabaya Pelabuhan Tanjungperak Surabaya Jembatan Merah Surabaya Kusuma Bangsa Surabaya Kembang Jepun Surabaya Indrapura Surabaya Tanjungperak Surabaya Indragiri Surabaya Pahlawan Tuban Bojonegoro Lamongan Surabaya Pasar Turi Surabaya Pertamina Jagir Surabaya Kapasan Surabaya PT. PAL Surabaya Margorejo Surabaya Armada Timur Surabaya Unika Widya Mandala Surabaya Kapas Krampung Surabaya Kedungdoro Surabaya Undaan Gresik Gedung Utama Semen Gresik Gresik Kota Baru AREA SURABAYA GENTENGKALI Surabaya Gentengkali Surabaya Sungkono Surabaya Mulyosari Surabaya Rungkut Megah Raya Surabaya Darmo Park Surabaya Darmo Permai Surabaya Rungkut Pamekasan Sumenep Surabaya Pasar Atum Surabaya Bandara Juanda Surabaya Pucang Anom Surabaya Darmo Indah Surabaya Pakuwon Surabaya Kupang Jaya

ALAMAT KANTOR Jl. Prof. Dr. HR Boenyamin No. 15 Jl. Jenderal Sudirman No. 37 Jl. Jend. Ahmad Yani No. 100 Jl. Jend. Ahmad Yani No. 10 A Komplek Pertamina Depot Maos, Jl. Pertamina, Maos Kidul Jl. Diponegoro No. 85 Jl. Imam Bonjol No. 34 Jl. Hayam Wuruk No. 5 Jl. Alun-alun No. 3 Jl. Basuki Rahmat No. 129-137

KOTAMADYA/ KABUPATEN Purwokerto Purbalingga Cilacap Kroya Cilacap Cilacap Pekalongan Pekalongan Pekalongan Surabaya

KODE POS 53124 53312 53212 53282 57232 53527 51111 51119 51101 60271

TELEPON (0281) 642555, 642556 (0281) 891192, 895555 (0282) 533193, 533806 (0282) 492086, 492105 (0282) 695026 (0280) 623419 (0285) 425131-33 (0285) 422085 (0285) 421758 (031) 5316760 - 66

FAKSIMILI 642557 891977 535408 492087 695009 621141 425134 421501 421780 5316776, 5320641, 5316597 3547571, 3533029 3530951 3294234 3525779 5313298 3550576 3526653 3293579 5681438 3530561 320787 892114 318773 5345603 8420754 3719944 3298482 8499031 3292354 5623963 3737468 5462852 5484393 3981442 3984608 3956416 5316716, 5478401 5678075 5930237 8707941 5672987, 5617389 7344472 8410435 324302 663775 3531796 8671661 5024063 7328525 7344071 7344679 Kantor Kas

Jl. Veteran No. 42-44 Jl. Stasiun Kota No.60 C-D Kav. No.1 dan 2 Jl. Perak Timur No.512 Blok H3-H4 Jl. Jembatan Merah No. 25-27 Jl. Kusuma Bangsa No. 106 Jl. Kembang Jepun No.168-170 Jl. Indrapura No. 45 Jl. Perak Timur No. 398 Jl. Indragiri No.30-32 Jl. Pahlawan No. 120 Jl. Basuki Rachmat No. 75 Jl. Teuku Umar No. 47 B Jl. Lamongrejo No. 120 Kompleks Pertokoan Dupak Megah Blok B-6, Jl. Dupak No. 3-9 Jl. Jagir, Wonokromo Jl. Kapasan No. 159 Kantor Pusat PT. PAL Jl. Raya Margorejo Indah Kav. A No. 131 - 132 Markas Komando TNI AL, Gedung Panti Tjahaya Armada, Basis TNI AL Ujung Jl. Dinoyo No. 41-44 Jl. Kapas Krampung No.67 Kav. 06 Jl. Kedungdoro No. 84 Jl. Undaan Kulon No. 105 A Jl. R.A. Kartini No. 210 Jl. Veteran Jl. Sukomulyo No. 10, Manyar Jl. Gentengkali No. 93-95 Jl. Mayjend. Sungkono No. 121 F Jl. Raya Mulyosari No. 360 D-E Komplek Pertokoan Rungkut Megah Raya Blok E/5-6, Jl. Raya Kali Rungkut No.5 Komplek Pertokoan Darmo Park I Blok V No.5-6, Jl. Mayjend. Sungkono Jl. H.R. Muhammad 36, Ruko Permata Blok B-1 Jl. Rungkut Industri Raya No. 10 Jl. Pangeran Diponegoro No.151 Jl. Raya Trunojoyo No. 55 Pusat Perbelanjaan Pasar Atum Mall Lantai 2, Stand No. BA 25-29, Jl. Stasiun Kota Bandara Juanda Jl. Pucang Anom Timur No. 12 Komplek Ruko Darmo Indah Timur, Jl. Darmo Indah Timur Blok SS No.8 Jl. Raya Bukit Darmo Boulevard No.8 G Jl. Kupang Jaya A I No. 43 Wilayah

Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Tuban Bojonegoro Lamongrejo Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Gresik Gresik Gresik Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Pamekasan Sumenep Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Area

60175 60160 60165 60175 60136 60162 60176 60164 60241 60174 62317 62111 62213 60174 60243 60141 60155 60238 60155 60265 60133 60251 60274 61122 61121 61121 60275 60225 60113 60293 60256 60226 60293 69315 69417 60161 61253 60282 60187 60226 60189

(031) 3524223 - 6 (031) 3530293, 3539366 - 67 (031) 3295924, 3297929, 3295924 (031) 3520090 - 99 (031) 5323642, 5323880 (031) 3550091 - 92 (031) 3521251 - 52, 3535715 (031) 3291792, 3292580, 3293568 (031) 5611360, 5681439, 5681442, 70991623 (031) 3534072-74, 3552550 (0356) 320786, 331436, 331437 (0353) 892110, 892111, 892113 (0322) 318200, 318300, 318774, 318775 (031) 5345620 (031) 8420753, 8420754 (031) 319944, 3717529 (031) 3282026, 3298482 (031) 8499502, 8499773 (031) 3281075 (031) 5624344 (031) 3737469, 3737467, 3737471 (031) 5462851, 5462853 (031) 5484379, 5484383, 5484384, 5481997 (031) 3981300 (031) 3978504, 3981745 ext. 2077 (031) 3956406, 3956475 (031) 5319511 - 15 (031) 5685021 - 22, 5663045 (031) 5927468 - 70, 5930034, 5962282 (031) 8720705, 8720706, 8720708, 8720709 (031) 5661745, 5661816 (031) 7344473-4 (031) 8439193, 84322113, 8411238 (0324) 331000, 330803, 330806 (0328) 669836, 669837, 669874 (031) 3531820, 3531825 (031) 2986422, 8667596, 8688419 (031) 5020126, 5020701 (031) 7328524, 7317618 (031) 7344049, 7344708 (031) 7344674, 7344693

Kantor Cabang

Kantor Cabang Pembantu

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

286

DAFTAR CABANG BANK MANDIRI

JARINGAN KANTOR Surabaya Kenjeran Surabaya Universitas Airlangga Sidoarjo Sidoarjo Krian Sidoarjo Pahlawan Sidoarjo Candi Sidoarjo Gateway Sidoarjo Sepanjang Bangkalan Surabaya Rungkut Madya AREA SURABAYA BASUKI RAHMAT Surabaya Basuki Rahmat Surabaya Pondok Chandra Surabaya PDAM Surabaya Diponegoro Surabaya Bratang Binangun Surabaya Kertajaya Surabaya Darmo Raya Surabaya Tunjungan Plaza Surabaya Gubeng Surabaya Pemuda Surabaya Wiyung Mojokerto Jombang Surabaya Telkom Ketintang Surabaya Jemursari Surabaya Menanggal Surabaya Klampis Surabaya Darmo Trade Center Mojosari Surabaya Citra Raya G-Walk Surabaya Universitas Petra AREA JEMBER Jember Alun-Alun Jember Ahmad Yani Jember Wijaya Kusuma Bondowoso Jember Ambulu Jember Tanggul Probolinggo Probolinggo Kraksaan Lumajang Situbondo Banyuwangi Genteng Banyuwangi Rogojampi AREA MALANG Malang Wahid Hasyim Pasuruan Malang Merdeka Batu Malang Suprapto Malang Griya Shanta Malang Dampit

ALAMAT KANTOR Ruko Kenjeran Indah, Jl. Babatan Pantai No. 2 AB Kampus B, Universitas Airlangga, Jl. Airlangga No. 4-6 Jl. Ahmad Yani No. 7 Jl. Raya Krian No. 47, Krian Ruko Pondok Mutiara Indah Blok N-02, Jl. Pahlawan Jl. Raya Candi No. 42 Ruko Gateway Blok C-7, Waru Jl. Bebekan No. 23, Sepanjang Jl. Soekarno Hatta No. 17 B Komp. Ruko Rungkut Mutiara B-02, Jl. Raya Rungkut Madya Jl. Basuki Rahmat No. 129-137 Jl. Palem TC 1 / 12, Pondok Chandra Indah Jl. Prof. Dr. Moestopo No. 2 Jl. Raya Diponegoro No. 155 Jl. Ngagek Jaya Selatan, Plaza Manyar Megah Indah Blok J 5-6 Jl. Dharmahusada Indah No. 130 Jl. Raya Darmo No. 41 Jl. Basuki Rahmat No. 2-4 Jl. Kalimantan No.10 Jl. Pemuda No. 27-31 Komplek Ruko Taman Pondok Indah Kav.A-35, Jl. Raya Menganti No. 207, Wiyung Jl. Mojopahit No. 406 Jl. Merdeka No. 115 Jl. Ketintang No. 156 Jl. Jemursari No. 81 Jl. A. Yani Komplek Mandiri Menanggal C1-C2 Jl. Klampis Jaya No. 50 Darmo Trade Center Lt. 1 Kios A1-2, Jl. Wonokromo Raya Jl. Hayam Wuruk No. 35 C, Mojosari Perumahan Citra Raya Gwalk Blok W-1 No.10-11 Jl. Siwalankerto No. 121-131 Jl. Jend. Ahmad Yani No. 3 Jl. Jend. Ahmad Yani No. 6-8 Jl. Wijaya Kusuma No. 1 Jl. R.E. Martadinata No. 39, Bondowoso Jl. Manggar No. 23, Ambulu Jl. PB Sudirman No. 24, Tanggul Jl. Suroyo No. 23 Jl. Panglima Sudirman No. 119, Kraksaan Jl. Panglima Sudirman No. 33 Jl. Jend. Ahmad Yani No. 102 Jl. Dr. Wahidin Sudiro Husodo No. 2 Jl. Gajah Mada No. 253, Genteng Jl. Raya Rogojampi No. 12-14, Rogojampi Jl. K.H. Wahid Hasyim No. 5-7 Jl. Panglima Sudirman No. 11 Jl. Merdeka Barat No. 1 Jl. Dewi Sartika No. 45, Batu Jl. Jaksa Agung Suprapto 65 Ruko Griya Shanta Blok MP-53, Jl. Soekarno - Hatta Jl. Semeru Selatan No. 9, Dampit, Kabupaten Malang

KOTAMADYA/ KABUPATEN Surabaya Surabaya Sidoarjo Sidoarjo Sidoarjo Sidoarjo Sidoarjo Sidoarjo Bangkalan Surabaya

KODE POS 60113 60286 61219 61262 61213 61272 61256 61257 69112 60293

TELEPON (031) 3823303, 3823273 (031) 5020365, 5020367 (031) 8921327 (031) 8982375, 8982376, 8982377 (031) 8922634 (031) 8940674, 8740694 (031) 8557335, 8557402 (031) 7860003, 7860005 (031) 3096452, 3095892 (031) 8794740, 8794762

FAKSIMILI 3823297 5020379 8941577 8971304 8922283 8940682 8554113 7860004 (031) 3095218 (031) 8782350

Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Mojokerto Jombang Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Mojokerto Surabaya Surabaya Jember Jember Jember Bondowoso Jember Jember Probolinggo Probolinggo Lumajang Situbondo Banyuwangi Banyuwangi Banyuwangi Malang Pasuruan Malang Malang Malang Malang Malang Malang

60271 61256 60131 60241 60284 32190 60625 60261 60281 60271 60222 61321 61413 60245 60231 60243 60117 60241 61382 60216 60236 68118 68137 68118 68211 68172 68155 67211 67282 67311 68311 68411 68465 68462 65119 67115 65119 65315 65112 65142 65181

(031) 5316760 - 66 (031) 866672, 8663393, 8663363 (031) 5046745 - 46 (031) 5662853, 5669892, 5674347 (031) 5043531, 5043701, 5624701 (0321) 5999869, 5981670 (031) 5685574, 5685891, 5686756, 5687458 (031) 5343251 - 52 (031) 5039839, 5033783-84,5030765 (031) 5311736 - 36 - 40 - 41, 5340756 (031) 7660056, 7664559, 7664029 (0321) 323086, 323870, 323871 (0321) 875141, 875541 (031) 8292659, 8292314, 8285823 (031) 8474247, 8474458 (031) 8287568, 8287728 (031) 5990060, 5990061 (031) 8484490, 8484491 (0321) 594400, 594020 (031) 57431000, 57431222 (031) 8439040, 8494830 - 31 (0331) 486671 (0331) 484691 (0331) 486096-8, 422687 (0332) 420800, 420844 (0336) 88117, 881118 (0336) 445007, 445866, 445880 (0335) 421205 (0335) 844399 (0334) 886866 (0338) 671853 (0333) 424674, 424815 (0333) 845375, 845376, 845116, 845784 (0333) 636419, 636420, 636422 (0341) 364961 - 2 (0343) 420221, 426876, 428666, 416833 (0341) 325658 (0341) 592998, 596534, 596535, 512334 (0341) 368691 (0341) 404300 (0341) 898461 - 64

5316778, 5320631, 5316752 8673866 5034988 5662839, 5674348 5043702, 5043430 5981622 5677843 5311305 5035346 5311432 7668423 323093 323093 8285713 8474376 8288144 5995025 8484493 593409 57431033 8436418 485461, 487704 486094 484370 428888 882549 445100 422303 844895 882151 671854 423257 845827 636421 364977 - 342102 426875 366959 512335 364665 404301 898444

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

DAFTAR CABANG BANK MANDIRI

287

JARINGAN KANTOR Pandaan Kepanjen Lawang Malang Ahmad Yani Malang Gatot Subroto Malang MT Haryono Malang Universitas Brawijaya Bangil Malang Sawojajar Kediri Kediri Joyoboyo Pare Nganjuk Madiun Madiun Sudirman Ponorogo Tulungagung Blitar WILAYAH IX/ BANJARMASIN AREA PONTIANAK Pontianak Diponegoro Pontianak Sidas Pontianak Ngurah Rai Pontianak Tanjungpura Pontianak RS Santo Antonius Pontianak Achmad Yani Ketapang Sintang Sanggau Pontianak Siantan Sambas Singkawang AREA BANJARMASIN Banjarmasin Lambung Mangkurat Banjarmasin Pangeran Samudera Banjarmasin A. Yani Banjarmasin Mitra Plaza Banjarbaru Batulicin Pelaihari Banjarmasin Pelindo III/ Trisakti Banjarmasin Sentra Antasari Kotabaru Tanjung Barabai AREA PALANGKARAYA Palangkaraya

ALAMAT KANTOR Kompleks Pandaan Delta Permai A 18-19, Jl. Surabaya - Malang Jl. Ahmad Yani No. 5, Kepanjen Ruko Istana Lawang Blok A5, Jl. Dr. Soetomo, Lawang Jl. Jend. Ahmad Yani No. 50 C-D Jl. Jend. Gatot Subroto No. 9 A Jl. MT Haryono No. 131 Kampus Universitas Brawijaya, Jl. Veteran Jl. Diponegoro F 10-11, Bangil Jl. Danau Toba No. E6/25 Jl. Diponegoro No. 17 Jl. Joyoboyo No. 34 A Jl. Panglima Besar Sudirman No. 43, Pare Jl. Raya Ahmad Yani No. 207 Jl. Pahlawan No. 29 Jl. Panglima Sudirman No. 38 Jl. Urip Sumoharjo No. 102 Jl. Sudirman No. 55 Jl. Merdeka No. 30 Jl. Lambung Mangkurat No. 3

KOTAMADYA/ KABUPATEN Pandaan Malang Malang Malang Malang Malang Malang Pasuruan Malang Kediri Kediri Kediri Nganjuk Madiun Madiun Ponorogo Tulungagung Blitar Banjarmasin

KODE POS 67156 65163 65213 65125 65127 65141 65145 65141 65139 64123 64125 64212 64418 63116 63132 63411 66219 66112 70111

TELEPON (0343) 638444, 638585 (0341) 399858 (0341) 420555, 422999 (0341) 480461, 480462, 480463 (0341) 364441, 326477, 328391 (0341) 558140 - 42, 577252 (0341) 573201, 573204 (0343) 748821, 748823 (0341) 726666 (0354) 681396, 681430 (0354) 694299, 694300, 694301 (0354) 398400 (0358) 331662, 331663 (0351) 462557, 451598 (0351) 458444 (0352) 488909, 488910 (0355) 326543-44 (0342) 813546, 813547 (0511) 3351405, 3351403, 3365767, 69, 70, 71 (0561) 769769 (0561) 734670, 747495 (0561) 734247 (0561) 734464 (0561) 737454 (0561) 765010 (0534) 35822, 35833, 35844 (0565) 24967, 24968, 24969 (0564) 24651, 24652 (0561) 886192 - 93, 886308, 886507 (0562) 391208, 391543, 392567, 392675 (0562) 631335, 631389, 637546 (0511) 4368475, 4367812, 3365831 (0511) 3352339, 4366303 (0511) 3264261, 3263333, 3262690 (0511) 3267748, 3267749 (0511) 4777058, 4780926 (0518) 71480 s.d. 71483 (0512) 22801, 22812, 22824, 22838 (0511) 364965, 366354 (0511) 3360900, 3361948 (0518) 24021,24022 (0526) 21575, 21898, 21079, 23473 (0517) 43702, 44240, 44250

FAKSIMILI 639493 399855 422998 480460 334890 558143 573204 748824 726888 681629 694700 395489 331661 463482 467444 484207 322571 813548 3352249, 4366719

Jl. Diponegoro No. 17 Jl. Sidas No. 2 Jl. I Gusti Ngurah Rai No. 2 , Humaera B Jl. Tanjungpura No. 110 Jl. K.H. Wahid Hasyim Jl. Achmad Yani No. 3 - 3 A Jl. Letjen. R. Suprapto No. 1-2 Jl. Mas Tirto Haryono Jl. Ahmad Yani No. 5-6 Jl. Khatulistiwa No. 1, Siantan Jl. Gusti Hamzah No. 123 Jl. Merdeka No. 20 Jl. Lambung Mangkurat No. 3 Jl. Lambung Mangkurat No. 4 Jl. Achmad Yani No. 4 - 5 Jl. Pangeran Antasari, Mitra Plaza Blok B-I No.37-38 Jl. Jenderal Ahmad Yani Km.34 No. 31 D Jl. Raya Btulicin, Kabupaten Kota Baru Jl. Ahmad Yani No. 17, Pelaihari Pelabuhan Trisakti, Jl. Barito Hilir No. 6 Pusat Perbelanjaan Sentra Antasari Blok DT.001 Lt.2, Jl. Pangeran Antasari JL. Pangeran Indera Kesuma Jaya Blok 17, Jl. Pangeran Antasari No. 43 Pusat Perbelanjaan Murakata Blok D 1 Lt.2, Jl. PHM Noor Jl. Jend. Ahmad Yani No. 70

Pontianak Pontianak Pontianak Pontianak Pontianak Pontianak Ketapang Sintang Sanggau Pontianak Sambas Singkawang Banjarmasin Banjarmasin Banjarmasin Banjarmasin Banjarbaru Kota Baru Tanah Laut Banjarmasin Banjarmasin Kotabaru Tanjung Barabai

78123 78111 78117 78117 78115 78122 78812 78614 78153 78243 79462 79122 70111 70111 70233 70234 70713 72171 70811 70119 70234 72113 71513 71311

733767, 768330 733672 734147 734752 737454 767993 35855 24973 24653 (0561) 886302 391294 631151 4367856, 3352510, 3366051 3350928 3257278, 3257281 4365751 4780777 71484 22831 366354 3361949 (0518) 24666 21739 43701

Palangkaraya

73111

Muara Teweh Pasar Kahayan Buntok Sampit Pangkalan Bun Kuala Kapuas AREA SAMARINDA Samarinda Mulawarman

Jl. Ahmad Yani No. 21, Muara Teweh Jl. Cilik Riwut Km 1 No. 19 - 20, Palangkaraya Jl. Pahlawan No. 5 Buntok Jl. M.T. Haryono No. 81 A Jl. Udan Said No. 3, Pangakalan Bun Jl. Jend. Sudirman No. 32 Jl. Mulawarman No. 23

Barito Utara Palangkaraya Barito Selatan Sampit Pangkalan Bun Kuala Kapuas Samarinda

73811 73112 73711 74322 74113 73513 75112

(0536) 3222961, 3221378, 3221969, 3224313, 3239438, 3235104, 3222702, 3230544 (0519) 24673, 24676 (0536) 3223451 (0525) 23003, 23019 (0531) 21035 (0532) 24255, 24966, 35306, 27726 (0513) 21132, 21695 (0541) 742097, 741464, 741462, 741464, 749062

3221781, 3234283

24675 3223441 (0525) 22227 21632 22710 21028 742855, 205720, 743292 Kantor Kas

Wilayah

Area

Kantor Cabang

Kantor Cabang Pembantu

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

288

DAFTAR CABANG BANK MANDIRI

JARINGAN KANTOR Samarinda Kesuma Bangsa Samarinda Sudirman Tanjung Redeb Samarinda Irian Samarinda A. Yani Tenggarong Tarakan Yos Sudarso Tarakan Simpang Tiga Nunukan Pulau Bunyu Bontang Lhoktuan Bontang Ahmad Yani Sangatta AREA BALIKPAPAN Balikpapan Ahmad Yani

ALAMAT KANTOR Jl. Kesuma Bangsa No. 76 Jl. Jend. Sudirman No. 9 Jl. Jenderal Sudirman No. 747 Jl. Irian No. 16 C Jl. Hasan Basri Blok A No. 1 Jl. K.H. Akhmad Muksin No. 36 Jl. Yos Sudarso No. 10 Jl. Yos Sudarso No. 25 Jl. Tien Suharto Rt.15, Nunukan Jl. Pangkalan, RT 01, Pulau Bunyu Jl. Angkasa No. 1, Airport Road, Komp. PT Badak Wisma KIE PT Pupuk Kaltim, Lhoktuan, Jl. Pakuaji Kav. 79 Jl. Ahmad Yani No. 37 Jl. Yos Sudarso II No. 17 B-C, Sangatta Jl. Jend. Ahmad Yani No. 15

KOTAMADYA/ KABUPATEN Samarinda Samarinda Tanjung Redeb Samarinda Samarinda Kutai Kartanegara Tarakan Tarakan Nunukan Tarakan Bontang Bontang Utara Bontang Kutai Timur Balikpapan

KODE POS 75121 75111 77312 75111 75117 75512 77113 71112 77182 77181 75324 75313 75311 75611 76113

TELEPON (0541) 742549 (0541) 200836-7, 731531 (0554) 26031, 26032, 26033 (0541) 742066 - 67 (0541) 736514, 736587 (0541) 662150, 661945, 665981, 662132 (0551) 25960-3 (0551) 21933 (0556) 2025660, 2025661 (0551) 24318, 25001 (0548) 21490, 21492 (0548) 41558, 41219 (0548) 20332, 21913, 27453 (0549) 25084, 25085 (0542) 733564, 427777, 424994, 422882, 415593, 396950, 424994 (0542) 731257 (0542) 427000, 422840 (0542) 422821, 422900 (0542) 771191 (0542) 872588 (0542) 421559, 736952, 414708 (0543) 23208, 23577 (0542) 877976 (0542) 427777 ext.210 (0411) 329097, 323547 (0431) 866228, 863477, 863278 (0431) 864077, 864177, 858476 (0431) 876195 - 6, 876312, 876400 (0431) 863079, 868068, 860244, 854376, 854155, 854743, 854745 (0431) 354951 (0431) 879733, 879735 (0431) 860034, 860107, 860143, 860228 (0430) 22314 (0434) 22820, 21580, 24250 (0438) 21022, 21166, 32626 (0435) 824131 - 34, 823551 (0435) 880512, 880653 (0443) 210071, 210371 (0432) 21051, 22590, 22820 (0921) 3122778, 3121125, 3121722, 3121141 (0921) 327304, 327358, 24604 (0921) 7812736 Ext. 401 (0924) 2621492, 2621679 (0451) 424971, 423975, 423942 (0451) 421482 - 84, 421480, 455706 (0451) 421580, 429180 (0452) 21367, 21467, 21567, 21704 (0457) 71175 (0450) 22245 - 48 (0461) 21143, 21144

FAKSIMILI 743777 31530 26030 731718 736291 665953, 662133 21340 21359 2025662 24318 21489 41219, 41535 27453 25086 422109, 424933

Balikpapan Sudirman Balikpapan Suprapto Balikpapan Klandasan Balikpapan Batakan Balikpapan Telkom Divre VI Balikpapan Muara Rapak Tanah Grogot Balikpapan Baru Penajam Paser Utara WILAYAH X/ MAKASSAR AREA MANADO Manado Dotulolong Lasut Manado Sudirman Manado Sam Ratulangi Manado Toar

Komplek Ruko Balikpapan Permai, Jl. Jend. Sudirman No. 642 Jl. Letjend. Suprapto No. 1 Jl. Jend. Sudirman No. 71 Jl. Mulawarman No. 122 Gedung Telkom, Jl. MT. Haryono No. 169 - Ring Road Ruko Taman Citra Blok A3 No.2-3, Jl. Soekarno Hatta Jl. Gajah Mada No. 22, Tanah Grogot Komplek Ruko Balikpapan Baru Blok D 6 No.2 Jl. Propinsi Km 18 Petung Jl. R.A. Kartini No. 12-14 Jl. Dotulolong Lasut No. 15 Jl. Jend. Sudirman No. 47 Kompleks Wanea Plaza Blik I No.8, Jl.Sam Ratulangi Jl. Toar No. 4-6

Balikpapan Balikpapan Balikpapan Balikpapan Balikpapan Balikpapan

76114 76131 76112 76115 76114 76125

732249, 410555 424523 422902 771447 872588 413783 22190 871584 (0542) 422109 329095 857579, 863577 851877 876500 863677

Kabupaten Paser 76211 Balikpapan 76114 Penajam Paser Utara 76143 Makassar Manado Manado Manado Manado 90111 95122 95122 95117 95112

Tomohon Manado Boulevard Manado Bahu Amurang Kotamobagu Bitung Gorontalo Limboto Marisa Tahuna Ternate Ternate Mononutu Buli Tobelo AREA PALU Palu Sam Ratulangi Palu Imam Bonjol Palu Hasanuddin Poso Donggala Parigi Luwuk

Komplek RS Bethesda Jl. Raya Tomohon Kompleks Megamas Blok 1A No.23, Jl. Piere Tendean, Boulevard Komplek Bahu mall S/ 12, Jl. Wolter Monginsidi, Bahu Jl. Trans Sulawesi, Buyungon, Amurang Jl. A. Yani No.51 Jl. Xaverius Dotulong No. 29 Jl. Jend. Ahmad Yani No. 28 Jl. Jend. Sudirman No. 35, Limboto Jl. Trans Sulawesi No. 29, Marisa, Kab. Pohowato Jl. Dr. Sutomo No. 1 Jl. Nukila No. 51 Jl. A. Mononutu No. 91 Jl. Kp. Baru - Buli, Maba Jl. Kemakmuran No. 330, Tobelo Jl. Dr. Sam Ratulangi No. 60 Jl. Imam Bonjol No. 88 Jl. Sultan Hasanuddin No. 35 Jl. Hasanuddin No. 13, Poso Jl. Moro No. 78 Jl. Trans Sulawesi No. 117 Jl. Jend. Ahmad Yani No. 132

Tomohon Manado Manado Minahasa Selatan Kotamobagu Bitung Gorontalo Gorontalo Pohuwato Tahuna Ternate Ternate Halmahera Timur Halmahera Utara Palu Palu Palu Poso Donggala Parigi Luwuk

95362 95111 95115 95354 95711 95514 96112 96211 96266 95813 97721 97712 97862 97762 94111 94223 94112 94616 94351 94371 94711

353844 879770 843714 22316 21696 21763 824305, 824062 882363 210522 21457 3121040, 3123005 327072 2621615 424766 421483 424975 21767 71161 22248 22038

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

DAFTAR CABANG BANK MANDIRI

289

JARINGAN KANTOR Toli Toli AREA MAKASSAR Makassar Kartini Makassar Slamet Riyadi Makassar Sulawesi Makassar Cokroaminoto Makassar Cendrawasih Makassar Pettarani Makassar Panakkukang Sangguminasa Bulukumba Makassar Universitas Negeri Makassar Makassar Andalas Makassar Veteran Makassar Daya Makassar RS Stella Maris Semen Tonasa Mamuju Watampone Sengkang Pare Pare Pinrang Polewali Mandar Palopo Tana Toraja Soroako Ambon Pantai Mardika Ambon Universitas Pattimura Ambon Pattimura Tual AREA KENDARI MESJID AGUNG Kendari Mesjid Agung Kendari Soekarno Bau Bau Pomalaa Kolaka WILAYAH XI/ DENPASAR AREA DENPASAR Denpasar Veteran Denpasar Gajah Mada Denpasar Udayana Denpasar Teuku Umar Nusa Dua Pelabuhan Benoa Kuta Raya Tabanan Singaraja Singaraja Seririt Legian Gianyar Ngurah Rai Denpasar Sanur Denpasar Gatot Subroto Denpasar Merdeka Denpasar Pasar Kumbasari Denpasar Bandara Ngurah Rai Ubud Gianyar Sukawati

ALAMAT KANTOR Jl. W.R. Supratman No. 1 Jl. R.A. Kartini No. 12-14 Jl. Brigjend. Slamet Riyadi No. 8 Jl. Sulawesi No. 81 Jl. HOS Cokroaminoto No. 3 Jl. Cenderawasih No. 185 Jl. Andi Pangeran Pettarani No. 18 D Panakkukang Mas, Jl. Bolevar No. F 89 Kompleks Graha Satelit Blok 12 A, Jl. Sultan Hasanuddin Jl. Sam Ratulangi No. 90 Jl. Bontolangkasa, Gunungsari Baru Jl. Andalas No. 116 F Jl. Veteran Utara No. 220 Komplek Bukit Khatulistiwa Blok B/9, Jl. Perintis Kemerdekaan Km.13 Komplek RS Stella Maris, Jl. Somba Opu No. 273 Komplek PT Semen Tonasa I, Kotak pos 114 Jl. Andi Pangeran Pettarani No. 19 Jl. M.H. Thamrin No. 10 Jl. Bau Mahmud No. 1 Jl. Andi Isa No. 5 Jl. Durian No. 24 - 26 Jl. Jenderal Sudirman No. 132, Wonomulyo Jl. Andi Djemma No. 123 Jl. Andi Mappanyukki No. 70, Rantepao Jl. Gamalama Kav. 2 Jl. Pantai Mardika Kampus Universitas Pattimura, Jl. Ir. M. Putuhena Jl. Raya Pattimura No. SK.2 / 1 Jl. Jend. Sudirman, Ohoibun, Kei Kecil Jl. H. Abdullah Silondae 45, Mondonga Jl. Soekowati No. 37 Jl. Batara Guru No. 17 E Komplek Aneka Tambang, Jl. Ahmad Yani Jl. Repelita No. 1 Jl. Veteran No. 1

KOTAMADYA/ KABUPATEN Toli Toli Makassar Makassar Makassar Makassar Makassar Makassar Makassar Gowa Bulukumba Makassar Makassar Makassar Makassar Makassar Tonasa Mamuju Watampone Sengkang Pare Pare Pinrang Polewali Mandar Palopo Tana Toraja Luwu Timur Ambon Ambon Ambon Langgur Kendari Kendari Bau Bau Pomalaa Kolaka Denpasar

KODE POS 94514 90111 90111 90174 90174 90133 90232 90231 92111 92512 90221 90155 90145 90241 90001 90662 91511 92713 90913 91114 91211 91352 91921 91831 91984 97123 97233 90172 97611 93111 93127 93127 93562 93560 80111

TELEPON (0453) 21060, 24223 - 24, 21360 (0411) 324095, 319424, 319441, 319443 (0411) 319963-4 (0411) 317378, 317388 (0411) 323809, 317545 (0411) 837610 (0411) 441862 (0411) 441605, 425290 (0411) 880736, 880740 (0413) 2587965, 2587966, 2587967, 2587969 (0411) 874744 (0411) 334023, 310164 (0411) 319981. 332367 (0411) 591255, 591256

FAKSIMILI 21760 310778, 335741 317854 320629, 320473 316488 837609 441382 443777 840134 2587968 874747 310372 332354 591257

(0411) 854289 854289 (0411) 320672 311973 (0426) 22386 21747 (0481) 21330, 21227 21938 (0485) 324333, 324222 324111 (0421) 21046, 24339, 25339, 25439, 21339 21416 (0421) 921367, 922145 921878 (0428) 51985, 51987, 51988 51986 (0471) 21313, 23672, 23673 23671 (0423) 23202, 23377, 25522 23302 (021) 5249861, 5249862 5249584, (0475-321044) (0911) 354572-5 354578 (0911) 322500, 322636 322602 (0911) 345587, 353122 352208 (0916) 22996 - 97, 22097 (0916) 22096 (0401) 3121394, 327708, 3122109 (0401) 321477, 331211 (0402) 2825747 - 49 (0405) 310824, 310825, 310560 (0405) 22225, 22226 (0361) 226761 - 3 3122386 331210 2827010 310562 22226 224077, 261453, 235924 224077, 261453, 235924 234646 231277 257567, 223665 772097 723552 752221 815364 24543 94792 751894 948567 281240 418133 255715 427599 756497 975889 294729 Kantor Kas

Jl. Veteran No. 1 Jl. Gajah Mada No. 3 Jl. Udayana No. 11 Jl. Teuku Umar No. 85 Pertokoan Niaga Nusa Dua No.2-4, Jl. By Pass I Gusti Ngurah Rai, Nusa Dua Jl. Raya Pelabuhan Benoa Jl. Raya Kuta No. 456, Kuta Jl. Jend. Ahmad Yani No. 99 X, Kediri Jl. Jend. Ahmad Yani No. 60, Singaraja Jl. Jenderal Sudirman No. 64-66, Seririt, Singaraja Jl. Raya Legian No. 494 E, Legian - Badung Komplek Pertokoan Pasar Gianyar Blok I No.2-3,Jl. I Gusti Ngurah Rai Jl. Danau Tamblingan No. 27 Jl. Gatot Subroto No. 80 Komplek Graha Merdeka No. 12-12A, Jl. Merdeka Jl. Gajah Mada No. 105 Wisti Sabha Building Lantai 1 / 6 Jl. Raya Ubud No. 14, Ubud Jl. Raya Sukawati Wilayah

Denpasar Denpasar Denpasar Denpasar Badung Denpasar Badung Tabanan Buleleng Buleleng Badung Gianyar Denpasar Denpasar Denpasar Denpasar Denpasar Gianyar Gianyar Area

80111 80112 80112 80111 80362 80222 80361 82171 81116 81153 80361 80511 80228 80111 80226 80118 80031 80561 80582

(0361) 226761 - 3 (0361) 224705, 234647 (0361) 223511 (0361) 257566, 257655 (0361) 772095 - 6, 778052 (0361) 723551 (0361) 752060, 754241 (0361) 812217, 812654, 815363 (0362) 25222 (0362) 94790, 94793, 94794, 94795 (0361) 762589, 763412, 7762586 (0361) 948945, 948976 (0361) 283485, 283885 (0361) 436487 (0361) 246647, 248827, 263451 (0361) 434812 (0361) 756497 (0361) 977022, 975946 (0361) 294810, 294991

Kantor Cabang

Kantor Cabang Pembantu

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

290

DAFTAR CABANG BANK MANDIRI

JARINGAN KANTOR Kuta Discovery Mall Kerobokan Tabanan Kota AREA MATARAM Mataram Cakranegara Mataram AA Gde Ngurah Sumbawa Besar Kupang Urip Sumoharjo Kupang M. Hatta Atambua Mota Ain Maumere Ruteng Bertais Praya WILAYAH XII/ JAYAPURA AREA JAYAPURA Jayapura Ahmad Yani Jayapura Abepura Jayapura Sentani Jayapura Waena Jayapura Sentra Bisnis Pasifik Merauke Nabire Serui Biak Timika

ALAMAT KANTOR Discovery Shopping Mall A-3A, Jl. Kartika Plaza, Kuta Jl. Raya Kerobokan No. 104, Banjar Taman Legian Kuta Jl. Gajah Mada No. 131 A Tabanan Jl. Pejanggik No. 20-22, Cakranegara Jl. AA Gde Ngurah No. 48 A-B Jl. Diponegoro No. 10 Jl. Urip Sumoharjo No. 16 Jl. Muhammad Hatta No. 54 A Jl. Pramuka No. 7 Pos Terpadu Perbatasan RI - RDTL, Desa Silawan Mota Ain Jl. Moa Toda No. 12 Jl. Waeces No. 20 Karot, Manggarai Jl. Sandubaya No.2 Bertais - Cakranegara Jl. Jend. Sudirman Kompleks Pertokoan C.3 - 4 Praya

KOTAMADYA/ KABUPATEN Badung Badung Tabanan Mataram Mataram Sumbawa Besar Kupang Kupang Atambua Belu Sikka Ruteng Mataram Lombok Tengah Jayapura

KODE POS 80361 80361 82111 83231 83231 84343 85229 85112 85711 83236 86151 86511 83236 83511

TELEPON (0361) 755522, 753390 (0361) 733282, 733283 (0361) 819538 (0370) 631813, 636071 (0370) 621481 (0371) 21438, 21567 (0380) 833216 (0380) 832459 (0389) 21688, 21766 (0389) 21688, 21766 (0382) 21274 (0385) 21880 (0370) 672320 (0370) 655090 (0967) 537081, 537183-4, 537189

FAKSIMILI 753416 733283 819152 631810 637118 21455 833818 832460 21535 21535 23743 22115 (0370) 671809 (0370) 655113 (0967) 537181 534494, 531836 587182 593624 572816 535178 322094 21683, 23170, 23115 31636, 33636 21557 321515

Jl. Jend. Ahmad Yani No. 35 Jl. Raya Abepura, Abepura Jl. Raya Kemiri No. 94, Sentani Pertokoan Topaz, Jl. Raya Waena Sentani No. 231 Komplek Ruko Pasifik Permai Blok D No.5, Jl.Reklamasi Pantai Apo Jl. Raya Mandala No. 1 Jl. Pepera No. 19 Jl. Dr. Sam Ratulangi Jl. Jend. Ahmad Yani No. 2 Jl. Belibis

Jayapura Jayapura Jayapura Jayapura Jayapura Merauke Nabire Serui Biak Timika-Mimika

99111 99351 99352 99351 99112 99613 98801 98212 98112 99910

(0967) 531028, 534186, 534189, 533919 (0967) 581397, 587183 (0967) 591668, 593623 (0967) 572813, 572817 (0967) 535166, 535177 (0971) 321333, 321128 (0984) 21135, 21045, 21145 (0983) 31535, 31536, 31537, 31782 (0981) 22000, 21527 (0901) 321045, 321145, 321219, 321727, 322691, 323019, 323820 (0901) 351125, 361027 (0901) 302265, 302266 (0901) 351125 (0969) 31033, 31010 (0951) 323845, 323844, 321440 (0951) 323200, 323111, 323222 (0986) 213567, 211102, 211103 - 04 (0955) 3305385 (0956) 22119, 22120, 22124, 22480 (0957) 21512, 21616, 21626, 21769

Tembagapura Kuala Kencana Tembagapura Shopping Centre Wamena AREA SORONG Sorong Basuki Rahmat Sorong Ahmad Yani Manokwari Bintuni Fak Fak Kaimana

Jl. Numfor Sentra Niaga Suite 117, Jl. Mandala Raya Selatan Family Shopping Center Tembagapura Jl. Trikora No. 92 Jl. Basuki Rahmat No. 22 Jl. Jend. Ahmad Yani No. 99 Jl. Yos Sudarso No. 61 Jl. Bintuni Raya Jl. Izak Telussa No. 26 Jl. Utarum Krooy

TembagapuraMimika Kuala KencanaMimika TembagapuraMimika Wamena Sorong Sorong Manokwari Teluk Bintuni Fak-fak Kaimana

99930 99920 98100 99511 98401 98414 98311 98364 98601 98654

351155 302264 407625 32520 321113 323400, 323981 211222 22636, 25127, 23965

Wilayah

Area

Kantor Cabang

Kantor Cabang Pembantu

Kantor Kas

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

DAFTAR KANTOR LUAR NEGERI/ PERWAKILAN

291

JARINGAN KANTOR

ALAMAT

TELEPON

FAKSIMILI

SWIFT

WEBSITE

Hong Kong Branch

7th Floor, Far East Finance Centre, 16 Harcourt Road, Hong Kong

+852-2527-6611 +852-2877-3632

+852-2529-8131 +852-2877-0735

BMRIHKHH

www.bankmandirihk.com

Remittance Office 1

Shop 3, Ground Floor Keswick Court 3 Keswick Street, Causeway Bay Hong Kong

+852-2881-6650

+852-2881-6650

Singapore Branch

3 Anson Road # 12-01/02 Springleaf Tower, Singapore 079909

+65-6213-5688

+65-6438-3363

BMRISGSG

www.ptbankmandiri.com.sg

Cayman Islands Branch

Cardinal Plaza 3rd Floor, #30 Cardinal Avenue, PO BOX 10198, Grand Cayman KY 1 - 1002, Cayman Islands

+1-345-945-8891

+1-345-945-8892

BMRIKYKY

Dili - Timor Leste Branch

Avenida Presidente Nicolau Lobato No. 12, Colmera, Dili - Timor Leste

+670.331.7777 021.526.3769 021.527.1222

+670-331-7190 +670-331-7444 021.252.1652 021.526.3572

BMRIIDJA

Dili_TimorLeste@bankmandiri.co.id

Shanghai Representative Office

3401, Bank of China Tower, 200 Yin Cheng (M) Road, Pudong New Area Shanghai, 200120, People’s Republic of China

+86-21-5037-2509

+86-21-5037-2507

Bank Mandiri (Europe) Limited, London

Cardinal Court (2nd Floor) 23 Thomas More Street London E1W 1YY United Kingdom

+44-20-7553-8688

+44-20-7553-8699

BMRIGB2L

www.bkmandiri.co.uk

Mandiri International Remittance Sdn, Bhd

Wisma Mepro Ground & Mezzanine Floor 29 & 31, Jalan Ipoh 51200 Kuala Lumpur Malaysia

+60-3-4045-4988

+60-3-4043-7988

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

292

DAFTAR MBU, MBDC, CBC & SBDC

LOKASI Daftar MBU Batam Lubuk Baja Batam Sekupang Martadinata Medan Pusat Pasar Medan Pulo Brayan Medan Kirana Medan Letda Suyono (eks Medan Belawan) Binjai Medan Gunung Krakatau Medan Katamso Pekanbaru Sudirman Atas Pematang Siantar Lhokseumawe Merdeka Medan Taman Setiabudi Ujungbatu Tanjungpinang Tebing Tinggi Kuala Simpang Dumai Sudirman Padang Sidempuan Sibolga Banda Aceh Cut Meutia Kisaran Baganbatu Rantau Prapat Ahmad Yani Duri Langsa Pangkalan Brandan MBU Rengat Batam Panbil Bireuen Stabat Kota Pinang Medan Tanjung Morawa Tanjung Uban Bengkalis Tanjung Balai Kabanjahe Air Molek Rantau Prapat M. Lubis Dumai Syarif Kasim Balige Medan Kapten Muslim Panyabungan Batam Batuaji Medan Lubuk Pakam Medan Iskandar Muda Medan Sisingamangaraja Pekanbaru Tuanku Tambusai Pematangsiantar Sudirman Medan Imam Bonjol Medan Balaikota Pekanbaru Sudirman Bawah Banda Aceh Batam Ali Haji Meulaboh Takengon Aek Kanopan Tanjung Balai Karimun Siak Perawang Pekanbaru Jalan Riau Pangkalan Kerinci

MBDC

ALAMAT

KODE POS

KOTAMADYA/ KABUPATEN

PROPINSI

Medan Medan Medan Medan Medan Medan Medan Medan Medan Medan Medan Medan Medan Medan Medan Medan Medan Medan Medan Medan Medan Medan Medan Medan Medan Medan Medan Medan Medan Medan Medan Medan Medan Medan Medan Medan Medan Medan Medan Medan Medan Medan Medan Medan Medan Medan Medan Medan Medan Medan Medan Medan Medan Medan Medan Medan Medan Medan Medan Medan Medan

Jl. Imam Bonjol, Lubuk Baja Jl. Pusat Pasar No. 94-95 Jl. Yos Sudarso Blok A No.1A, Pulo Brayan Jl. Kirana Raya No. 40-42 Jl. Letda Suyono No. 220 Jl. Jend. Sudirman No. 292 Jl. Gunung Krakatau No. 7 G-H Jl. Brigjen Zain Hamid No. 28 Jl. Jend. Sudirman No. 452 Jl. Sutomo No. 16 Jl. Merdeka No. 135 C Perumahan Taman Setiabudi Indah Jl.Cactus Raya Blok K No. 36 G Jl. Jenderal Sudirman No. 15, Ujungbatu Jl. Teuku Umar No. 23 Jl. Dr. Sutomo No. 17 Jl. Cut Nyak Dien No. 21 A, Kuala Simpang Jl. Jend. Sudirman No. 133 A Jl. Sudirman No. 30-32 Jl. Brigjend. Katamso No. 43 Jl. Cut Meutia No. 2 Jl. Cokroaminoto No. 65 Jl. Jend. Sudirman No. 219, Bagan Sinembah Jl. Jend. Ahmad Yani No. 2 Jl. Hangtuah No. 289-292 Jl. Jend. Ahmad Yani No. 20 Komplek Pertamina Sumbagut Jl. Jend. M.T. Haryono No. 11 Kawasan Industri Panbil, Jl. Ahmad Yani Jl. Iskandar Muda No. 102 ABC Jl. KH Zainul Arifin No. 32, Stabat Jl. Bukit No. 3, Kota Pinang Komplek Perkebunan PTP Nusantara II (Persero) Tanjung Morawa Jl. Permaisuri No. 3 Jl. Ahmad Yani, Bengkalis Jl. Teuku Umar No. 48-54 Jl. Veteran No.23, Kabanjahe Jl. Jend. Sudirman No. 190-192 Jl. Letkol. Martinus Lubis 11 Jl. Sultan Syarif Kasim No. 99 Jl. Patuan Nagari No.10 Jl. Kapten Muslim No. 10 A Jl. Willem Iskandar No. 105, Panyabungan Ruko Muka Kuning Indah II Blok E 2 No.3A & 5 Jl. Batuaji Baru Jl. Dr. Sutomo No. 52, Lubuk Pakam Jl. Sultan Iskandar Muda No. 24 A-B Jl. Sisingamangaraja No. 55 A-B Jl. Tuanku Tambusai No. 18 E-F Jl. Jend. Sudirman No. 14 Jl. Jenderal Besar Abdul Haris Nasution No. 5 JK Jl. Tiban Raya, Komp.Tiban Garden Blok C No.20 Jl. HR Soebrantas Kav. 3 & 4, Panam Jl. Teuku H. Daud Beureuh No. 15 H Jl. Raya Ali Haji No. 39 Jl. Jenderal Sudirman Kav. 109 Jl. Sengeda No. 77-78, Takengon Jl. Jend. Sudirman No. 214-216, Aek Kanopan,Kec.Kualuh Hulu Jl. Teuku Umar No. 9 Jl. Raya Perawang Km. 5, Siak Jl. Riau No. 12 D-E Jl. Raya Lintas Timur

29432 20216 20116 20112 20371 20711 20239 20158 28115 21115 24301 20132 28454 29111 20633 24475 28812 22718 22522 23242 21215 28992 21415 28884 24416 20857 29319 29433 24251 20811 21464 20362 29152 28712 21312 20303 29352 21412 28812 22313 20124 22913 29432 20514 20153 20217 28282 21117 20142 29421 28294 23123 29432 28884 24512 21457 29161 28772 28292 28381

Batam Batam Medan Medan Medan Medan Binjai Medan Medan Pekanbaru Pematangsiantar Lhokseumawe Medan Riau Tanjungpinang Tebing Tinggi Aceh Tamiang Dumai Padang Sidempuan Sibolga Banda Aceh Kisaran Rokan Hilir Rantau Prapat Bengkalis Langsa Pangkalan Brandan Rengat Batam Bireuen Langkat Labuhan Batu Deli Serdang Tanjung Uban Bengkalis Tanjung Balai Tanah Karo Air Molek Rantau Prapat Dumai Balige Medan Mandailing Natal Batam Deli Serdang Medan Medan Pekanbaru Pematangsiantar Medan Batam Pekanbaru Banda Aceh Batam Bengkalis Aceh Tengah Labuhan Batu Tanjung Balai karimun Siak Pekanbaru Pangkalan Kerinci

KEPULAUAN RIAU KEPULAUAN RIAU SUMATERA UTARA SUMATERA UTARA SUMATERA UTARA SUMATERA UTARA SUMATERA UTARA SUMATERA UTARA SUMATERA UTARA KEPULAUAN RIAU SUMATERA UTARA NAD SUMATERA UTARA KEPULAUAN RIAU KEPULAUAN RIAU SUMATERA UTARA NAD KEPULAUAN RIAU SUMATERA UTARA SUMATERA UTARA NAD SUMATERA UTARA KEPULAUAN RIAU SUMATERA UTARA KEPULAUAN RIAU NAD SUMATERA UTARA KEPULAUAN RIAU KEPULAUAN RIAU NAD SUMATERA UTARA SUMATERA UTARA SUMATERA UTARA KEPULAUAN RIAU KEPULAUAN RIAU SUMATERA UTARA SUMATERA UTARA KEPULAUAN RIAU SUMATERA UTARA KEPULAUAN RIAU SUMATERA UTARA SUMATERA UTARA SUMATERA UTARA KEPULAUAN RIAU SUMATERA UTARA SUMATERA UTARA SUMATERA UTARA KEPULAUAN RIAU SUMATERA UTARA SUMATERA UTARA KEPULAUAN RIAU KEPULAUAN RIAU NAD KEPULAUAN RIAU KEPULAUAN RIAU NAD SUMATERA UTARA KEPULAUAN RIAU KEPULAUAN RIAU KEPULAUAN RIAU KEPULAUAN RIAU

Jl. R.E. Martadinata, Komp. Harapan Business Center Blok I No.1 29422

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

DAFTAR MBU, MBDC, CBC & SBDC

293

LOKASI

MBDC

ALAMAT

KODE POS

KOTAMADYA/ KABUPATEN

PROPINSI

Natuna Medan Sukaramai Medan Jalan Cirebon Medan Perintis Kemerdekaan Pekanbaru Sudirman Atas Medan Lapangan Merdeka Medan Ahmad Yani Medan Gatot Subroto Lhokseumawe Pendopo Pekanbaru Sudirman Bawah Pasar Perluasan Zainul Arifin Makro Pekanbaru Ahmad Yani Medan S Parman Universitas Sumatera Utara Brastagi Pekanbaru Tuanku Tambusai Medan Belawan Sungai Rumbai Jambi Sam Ratulangi Bengkulu Panorama Jambi Sipin Tulang Bawang Unit II Curup Palembang Km 5 Sengeti Jambi DR. Sutomo Palembang Plaju Sekayu Tanjung Enim Palembang Sako Kenten Pasaman Palembang 16 Ilir Pangkal Pinang Bandar Lampung Teluk Betung Metro Tanjung Karang Kartini Padang Bagindo Aziz Chan Bukit Tinggi Jambi Dr.Sutomo Palembang Atmo Palembang PUSRI Palembang Pusat Dagang I Bengkulu S. Parman Prabumulih Sudirman Palembang Pusat Dagang 2 Sarolangon Jambi Telanaipura Bangko (eks Muara Bungo) Padang Indarung Padang Muara Payakumbuh Solok Lubuk Linggau Baturaja Sungailiat Tanjungpandan Bengkulu Ahmad Yani Bandar Jaya Pringsewu Bandarlampung Teuku Umar Kotabumi Lahat

Medan Medan Medan Medan Medan Medan Medan Medan Medan Medan Medan Medan Medan Medan Medan Medan Medan Medan Medan Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang

Jl. Datuk Kaya Wan Muhammad Benteng No. 96-98, Ranai Wisma Kawasan Industri Medan Jl. Pulau Batam No. 1 Jl. Cirebon No. 97 - 99 Jl. Perintis Kemerdekaan No. 5-5A Jl. Jend. Sudirman No. 452 Jl. Balaikota No. 12-14 Jl. Jend. Ahmad Yani No. 109 Jl. Jend. Gatot Subroto No. 139 Jl. Merdeka No. 1 Jl. Jend. Sudirman No. 140 Jl. Jend. Sudirman No. 14 Jl. Imam Bonjol No. 16 D Jl. Kapten Muslim No. 10 A Jl. Jend. Ahmad Yani No. 85 Jl. Jend. Gatot Subroto No. 139 Kampus USU, Gelanggang Mahasiswa USU, Jl. Universitas No. 11 Jl. Veteran No.23, Kabanjahe Komplek Lancang Kuning Square, Jl Tuanku Tambusai No. 144 Jl. Pelabuhan II Kotak Pos 15 Jl. Lintas Sumatera No. 2, Sungai Rumbai Jl. Dr. Sam Ratulangi No. 20 Jl. Salak Raya No. 297 B, Bengkulu Jl. Kol. Abunjani No. 54 Jl. Lintas Timur, Desa Dwi Tunggal Jaya, Banjar Agung Jl. Merdeka No. 225, Curup Jl. Raya Palembang - Betung Km.12-13,Sukajadi, Talang Kelapa Jalan Lintas Timur Km.35, Desa Sengeti, Muaro Jambi Jl. Dr. Sutomo, PO BOX 14 Pertamina UEP III, Jl. Kurnia Petro Muba Building, Jl. Merdeka Lk. I, Sekayu Jl. Jend. Ahmad Yani No. 8 Terminal Sako Kenten, Ruko K3 No.1, Sako Kenten Jl. Jend.Sudirman No.101, Pasaman Baru Jl. Pasar 16 Ilir No. 165-167 Jl. Jend. Sudirman No. 7 Jl. Laksamana Malahayati No. 30 Jl. Jend. Sudirman No. 39 A Jl. Kartini No. 79 Jl. Gereja No. 34 A Jl. Perintis Kemerdekaan No. 3 Jl. Dr. Sutomo, PO BOX 14 Jl. Kolonel Atmo No.118 Jl. Mayor Zen No. 9, Gedung YDPK Jl. T.P. Rustam Effendi No. 550 Jl. Letjend. S. Parman No. 183 Jl. Sudirman No. 117 Jl. T.P. Rustam Effendi No. 550 Jl. Lintas Sumatera Km. 1 Jl. Prof. Dr. Sri S.M. Sofwan, SH No. 27, Telanaipura Jl. Jend. Sudirman, Pematang Kandis Social Center PT Semen Padang Jl. Batang Arau No. 42 Jl. Jenderal Sudirman No. 14 Jl. K.H. Akhmad Dahlan Jl. Garuda No. 8-9 Jl. Serma Zakaria No. 35-37 Jl. Sudirman No. 18 Jl. Merdeka No. 6 Jl. Jend. Ahmad Yani No. 60 Jl. Proklamator No. 33 A, Bandar Jaya Jl. Ahmad Yani No. 9, Pringsewu Jl. Teuku Umar No. 7 Jl. Jenderal Sudirman No. 43 Jl. Mayor Ruslan Blok A No. 7-8

29183 20242 20212 20235 28115 20111 20111 20112 24315 28113 21117 20112 20124 28115 20112 20155 20303 28283 20411 27584 36113 38226 36129 34596 39117 30761 36381 36113 20368 30711 31711 30762 26366 30122 33128 34223 34111 35111 25118 26111 36113 30125 30118 30125 38223 31121 30125 37381 36122 37314 25237 25215 26211 27322 31616 32116 32111 33411 38115 34163 35373 35141 34516 31411

Natuna Medan Medan Medan Pekanbaru Medan Medan Medan Lhokseumawe Pekanbaru Pematangsiantar Medan Medan Pekanbaru Medan Medan Tanah Karo Pekanbaru Belawan Dharmasraya Jambi Bengkulu Jambi Tulang Bawang Rejang Lebong Banyuasin Jambi Jambi Plaju Musi Banyuasin Tanjung Enim Palembang Pasaman Barat Palembang Pangkalpinang Bandar Lampung Metro Tanjungkarang Padang Bukittinggi Jambi Palembang Palembang Palembang Bengkulu Prabumulih Palembang Sarolangun Jambi Bangko Padang Padang Payakumbuh Solok Lubuk Linggau Baturaja Sungailiat Tanjungpandan Bengkulu Lampung Tengah Tanggamus Bandar Lampung Kotabumi Lahat

SUMATERA UTARA SUMATERA UTARA SUMATERA UTARA SUMATERA UTARA SUMATERA UTARA SUMATERA UTARA SUMATERA UTARA SUMATERA UTARA NA D KEPULAUAN RIAU SUMATERA UTARA SUMATERA UTARA SUMATERA UTARA KEPULAUAN RIAU KEPULAUAN RIAU KEPULAUAN RIAU KEPULAUAN RIAU KEPULAUAN RIAU KEPULAUAN RIAU SUMATERA BARAT JAMBI BENGKULU JAMBI LAMPUNG BENGKULU SUMATERA SELATAN JAMBI JAMBI SUMATERA SELATAN SUMATERA SELATAN SUMATERA SELATAN SUMATERA SELATAN SUMATERA BARAT SUMATERA SELATAN BANGKA BELITUNG LAMPUNG LAMPUNG LAMPUNG SUMATERA BARAT SUMATERA BARAT JAMBI SUMATERA SELATAN SUMATERA SELATAN SUMATERA SELATAN BENGKULU SUMATERA SELATAN SUMATERA SELATAN JAMBI JAMBI JAMBI SUMATERA BARAT SUMATERA BARAT SUMATERA BARAT SUMATERA BARAT SUMATERA SELATAN SUMATERA SELATAN BANGKA BELITUNG BANGKA BELITUNG BENGKULU LAMPUNG LAMPUNG LAMPUNG LAMPUNG SUMATERA SELATAN

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

294

DAFTAR MBU, MBDC, CBC & SBDC

LOKASI

MBDC

ALAMAT

KODE POS

KOTAMADYA/ KABUPATEN

PROPINSI

Padang Sudirman Muara Bungo Sungai Lilin Bandar Lampung Antasari Bandar Lampung Telukbetung2 Bengkulu Ahmad Yani2 Bengkulu S. Parman2 Bukittinggi Aur Kuning Jambi Telanaipura2 Padang Lapangan Imam Bonjol Palembang Atmo2 Palembang Pusri2 Palembang Sudirman Prabumilih Sudirman2 Bandar Lampung Cut Meutia2 Bandar Lampung Raden Intan Bandar Lampung Supratman Bangko2 Lahat2 Lubuk Linggau2 Toboali Solok2 Padang Belakang Olo Palembang Veteran2 Jambi Samrat 2 Muara Enim Sarolangun2 Sungai Lilin2 Jambi Gatot Subroto Palembang Sako Kenten2 Belitang Muara Bulian Way Halim Tangerang Daan Mogot Serang Pasar Lama Jakarta Juanda Jakarta Citra Garden Jakarta Pasar Pagi Lama Jakarta Pademangan Jakarta Krekot Bunder Jakarta Jelambar Baru Jakarta Tanjungpriok Kramat Jakarta Harco Mangga Dua Jakarta Moch Mansyur Jakarta Latumenten Jakarta Kebon Jeruk Perjuangan Tangerang Ahmad Yani2 Prima Sunter Jayakarta Komp.sentral Jakarta Rawa Belong Binus Tangerang Pasar Curug Tangerang Ciledug2 Tangerang Balaraja Jakarta Daan Mogot Jakarta Glodok Plaza Jakarta Muara Karang Dalam Jakarta Tomang Tangerang Ki Samaun Jakarta Taman Kedoya Baru Tangerang Cikupa Tangerang Alam Sutera

Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Palembang Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota

Jl. Sudirman No. 2A Jl. Lintas Sumatra Km. 1 Pasar Sungai Lilin No. 33, Jl. Raya Palembang-Jambi Jl. Pangeran Antasari No. 149 B - C Jl. Laksamana Malahayati No. 30 Jl. Jend. Ahmad Yani No. 60 Jl. Letjend. S. Parman No. 183 Jl. Raya By Pass No. 42, Pasar Aur Kuning Jl. Prof. Dr. Sri S.M. Sofwan, SH No. 27, Telanaipura Jl. Bagindo Aziz Chan No. 12 Jl. Kolonel Atmo No.118 Jl. Mayor Zen No. 9, Gedung YDPK Jl. Jend. Sudirman No. 419 Jl. Sudirman No. 117 Jl. Cut Meutiah No. 46 Jl. Raden Intan No. 132 Jl. W.R. Supratman No. 70 Jl. Jend. Sudirman, Pematang Kandis Jl. Mayor Ruslan Blok A No. 7-8 Jl. Garuda No. 8-9 Jl. Jendral Sudriman No. 97, Toboali Jl. K.H. Akhmad Dahlan Jl. Belakang Olo No. 63 Jl. Veteran No. A-8 Jl. Dr. Samratulangi No. 20 Jl. Jenderal Sudirman No. 44 Jl. Lintas Sumatera Km. 1 Pasar Sungai Lilin No. 33, Jl. Raya Palembang-Jambi Jl. Jend. Gatot Subroto No. 60 A Terminal Sako Kenten Ruko K3 No. 1 Sako Kenten, Palembang Jl. Serma Zakaria No. 35-37 Jl. Dr. Sutomo, PO BOX 14 Jl. Teuku Umar No. 7 Jl. Daan Mogot No. 32 Jl. Maulana Hasanuddin No. 57 B Jl. Ir. H. Juanda No. 25 Jl. Peta Selatan No. 6 A-B, Kalideres Jl. Pintu Kecil III No. 54, Pasar Pagi Jl. Pademangan IV Gang 6 No. 39 Ruko Krekot Bunder, Jl. Krekot Bunder Raya No. 62, Sawah Besar Ruko Jelambar Baru, Jl.Jelambar Baru Raya No. 6B, Grogol, Petamburan Jl. Kramat Jaya No. 22 J Blok B Kav. No.4, Tanjungpriok Ruko Agung Sedayu Blok N No. 36, Jl. Mangga Dua Raya Jl. KH Muhammad Mansyur No. 11 Blok A-3 Jl. Prof. DR. Latumetten No. 17 E Jl. Perjuangan No. 9 B, Kebon Jeruk Jl. Jend. Ahmad Yani No. 9 Jl. Danau Sunter Utara Blk A Kav.1 Sunter Jaya 14350 Komp. Ruko Sentral Blok A.9 & A10. Jl.Pangeran Jayakarta No. 126-29 Jl. Kebun Jeruk Raya No.8. Batu Sari Rawa Belong-Jakbar Jl. Raya Curug RT. 02 / RW 04 Curug Kulon Tangerang, Jl. Ciledug Raya No. 77, Kav. 1-2, Ciledug Jl. Raya Kresek No. 8-9 Balaraja Tangerang Jl. Daan Mogot Ruko Glodok Plaza Blok H No.45-46, Jl. Pinangsia Raya Jl. Muara Karang Blok O / VIII Timur No. 69-70 Jl. Tomang Raya No. 32 Jl. Ki Samaun No. 214 Ruko Agave Blok B1/12A, Jl. Agave Kedoya Pertokoan Cikupa Blok B No.3, Jl. Raya Serang Km. 14,8 Ruko Sutera Niaga I No. 71, Jl. Raya Serpong

25001 37212 30755 35133 34223 38115 38223 26131 36122 31505 30125 30118 30134 31121 35214 35141 35111 37314 31411 31616 33783 27322 25116 30113 36113 31315 37381 30755 36138 30762 32116 36113 35141 15111 42112 10110 11840 11230 14410 10710 11460 14260 10730 10140 11330 11520 15111 14350

Padang Muara Bungo Musi Banyuasin Bandar Lampung Bandar Lampung Bengkulu Bengkulu Bukittinggi Jambi Padang Palembang Palembang Palembang Prabumulih Bandar Lampung Bandar Lampung Bandar Lampung Bangko Lahat Lubuk Linggau Toboali Solok Padang Palembang Jambi Muara Enim Sarolangun Musi Banyuasin Jambi Palembang Baturaja Jambi Bandar Lampung Tangerang Serang Jakarta Pusat Jakarta Barat Jakarta Utara Jakarta Utara Jakarta Pusat Jakarta Barat Jakarta Utara Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Barat Jakarta Barat Tangerang Jakarta Utara Jakarta Barat Jakarta Barat Tangerang

SUMATERA BARAT JAMBI SUMATERA SELATAN LAMPUNG LAMPUNG BENGKULU BENGKULU SUMATRA BARAT JAMBI SUMATRA BARAT SUMATERA SELATAN SUMATERA SELATAN SUMATERA SELATAN SUMATERA SELATAN LAMPUNG LAMPUNG LAMPUNG JAMBI SUMATRA BARAT SUMATRA BARAT JAMBI SUMATRA BARAT SUMATRA BARAT SUMATERA SELATAN JAMBI JAMBI JAMBI SUMATERA SELATAN JAMBI SUMATERA SELATAN JAMBI JAMBI LAMPUNG TANGERANG SERANG DKI JAKARTA DKI JAKARTA DKI JAKARTA DKI JAKARTA DKI JAKARTA DKI JAKARTA DKI JAKARTA DKI JAKARTA DKI JAKARTA DKI JAKARTA DKI JAKARTA KCP DKI JAKARTA DKI JAKARTA DKI JAKARTA TANGGERANG TANGGERANG TANGGERANG DKI JAKARTA DKI JAKARTA DKI JAKARTA DKI JAKARTA BANTEN DKI JAKARTA BANTEN BANTEN

15154 11460 11180 14440 11430 15118 11520 15710 15325

Tangerang Tangerang Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Utara Jakarta Barat Tangerang Jakarta Barat Tangerang Tangerang

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

DAFTAR MBU, MBDC, CBC & SBDC

295

LOKASI

MBDC

ALAMAT

KODE POS

KOTAMADYA/ KABUPATEN

PROPINSI

Jakarta Tanjuk Priok Yos Sudarso Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Pasar Baru Jakarta Mangga Dua Jakarta Mitra Bahari Jakarta Jelambar Jakarta Gambir Jakarta Ketapang Indah Jakarta Jembatan Lima Jakarta Cakung Jakarta Pangeran Jayakarta Tangerang Ahmad Yani Jakarta Puri Indah Tangerang Ciledug Jakarta Grenvil Serang Jakarta Kali Deres Jakarta Tanjungduren Tangerang Cikokol Cilegon Merak Tangerang Merdeka Jakarta RS. Pelni Jakarta Sunter Permai Jakarta Roxy Mas Jakarta Mangga Besar Jakarta Gunung Sahari Jakarta Bandengan Jakarta Kyai Tapa Jakarta Tanjungpriok Enggano Tangerang Mutiara Kosambi Jakarta Pluit Selatan Tangerang Ciledug CBD Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota

Jl. Yos Sudarso No. 750 Jl. Lapangan Stasiun No. 2 Jl. H. Samanhudi No. 46 Arkade Dusit Mangga Dua No. 5, Jl. Arteri Mangga Dua Raya Komplek Pertokoan Mitra Bahari Blok E No.7-8, Jl. Pasar Ikan Jl. Pangeran Tubagus Angke No. 10 Jl. Ir. H. Juanda No. 18 Komplek Ketapang Indah, Jl. K.H. Zainal Arifin Blok A1 Jl. K.H. Moch. Mansyur No. 222 Komplek PT KBN, Jl. Raya Cakung, Cilincing Jl. Pangeran Jayakarta No. 73 Jl. Jend. Ahmad Yani No. 9 Jl. Puri Indah Raya Ruko Blok I / 1 Jl. Ciledug Raya No. 77, Kav. 1-2, Ciledug Grenvil Real Estate Blok BG 31-36 Jl. Diponogero No. 8 Jl. Utama Raya Blok B No. 57 A-B, Cengkareng Jl. Tanjungduren Raya No. 56 A-B Ruko Mahkota Mas Blok C No. J4 - J5, Cikokol Jl. Raya Merak No. 3 Plaza Sinar Merdeka Mas Blok A2 No. 7-8, Jl. Merdeka No. 53 Jl. Aipda KS Tubun 92-94, Petamburan Jl. Sunter Permai Raya No. 1-4 Jl. K.H. Hasyim Ashari No. 125 Jl. Mangga Besar Raya No. 73-75 Jl. Industri No. 1 Komplek Puri Deltamas Blok J 1-2, Jl. Bandengan Selatan No. 43 Jl. Kyai Tapa No. 99 Jl. Enggano No. 42 Wkawasan Pergudangan Mutiara Kosambi 2 Blok A No.11 Jl. Raya Pluit Selatan No. 31-35 Ruko Central Business Dustrict (CBD), Trade Mall and Shopping Arcade, Jl. HOS Cokroaminoto No. 93, Ciledug

14210 11110 10710 10730 14440 11460 10120 11140 11210 14410 10730 15111 11610 15154 11510 42111 11730 11470 15117 42431 15113 11410 14350 10150 11170 10720 14450 11440 14310 15211 14450 15157

Jakarta Utara Jakarta Barat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Utara Jakarta Barat Jakarta Pusat Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Utara Jakarta Pusat Tangerang Jakarta Barat Tangerang Jakarta Barat Serang Jakarta Barat Jakarta Barat Tangerang Cilegon Tangerang Jakarta Barat Jakarta Utara Jakarta Pusat Jakarta Barat Jakarta Pusat Jakarta Utara Jakarta Barat Jakarta Utara Tangerang Jakarta Utara Tangerang

DKI JAKARTA DKI JAKARTA DKI JAKARTA DKI JAKARTA DKI JAKARTA DKI JAKARTA DKI JAKARTA DKI JAKARTA DKI JAKARTA DKI JAKARTA DKI JAKARTA BANTEN DKI JAKARTA BANTEN DKI JAKARTA BANTEN DKI JAKARTA DKI JAKARTA BANTEN BANTEN BANTEN DKI JAKARTA DKI JAKARTA DKI JAKARTA DKI JAKARTA DKI JAKARTA DKI JAKARTA DKI JAKARTA DKI JAKARTA BANTEN DKI JAKARTA BANTEN

Jakarta Kedoya Jakarta Taman Palem Lestari Jakarta Angkasa Jakarta Tanjungpriok Tawes Jakarta Ahmad Yani Tangerang Bumi Permata Indah Jakarta Kemanggisan Jakarta Pos Pengumben Jakarta Duta Harapan Indah Jakarta Grogol Muwardi Cilegon Pasar Anyar Griya Inti Sentosa Serang Cikande Tangerang Gading Serpong Jakarta Jembatan Dua Jakarta Kapuk Raya Rangkas bitung Perum Borobudur Karawaci Jakarta Taman Permata Indah Jakarta Puri Botanikal Jakarta PuloMas Bekasi Cikarang 1 Jakarta Fakhrudin

Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Kota Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin

Rukan Golden Green No. 21, Jl. Arteri Kedoya Jl. Boulevar Taman Palem Lestari Blok D1 No. 19 Kantor Pusat PT MNA, Jl. Angkasa Blok B-15 Kav. 2-3 Jl. Tawes No. 23, Tanjungpriok Jl. Jend. Ahmad Yani No. 2 Pertokoan Bumi Permata Indah Blok R 1 No. 23, Jl. Raden Saleh, Karang Tengah, Ciledug Jl. Budi Raya No. 7 A-B, Kemanggisan Kompleks Intercon Megah Blok W.3 No. 20, Jl. Raya Joglo Ruko Duta Harapan Indah Blok I No.18, Kapuk Muara Jl. Dr. Muwardi II No. 15 A, Grogol, Petamburan Jl. Raya Anyer No. 103, Anyer Ruko Griya Inti Sentosa, Jl. Griya Utama Blok A No. 22 Kawasan Industri Modern Cikande, Komplek Ruko Modern Cikande Blok B No. 1, Jl. Raya Cikande, Ruko Gading Serpong Blok AA4 No. 38, Jl. Boulevard Ruko Jembatan Dua, Jl. Jembatan Dua No.5C, Penjaringan Jl. Panjang No. 5 A, Kebon Jeruk Komplek Pertokoan Pasar Kota Rangkasbitung Blok B-1 No.1,Jl. Sunan Kalijaga, Rangkasbitung Taman Borobudur II Blok DD No.1-2, Jl. Borobudur Raya, Perum II, Karawaci Jl. Kampung Gusti Blok M No.25, Penjaringan Komplek Puri Botanical Blok H7 No.3, Jl. Raya Joglo Komplek Artamas, Jl. Jend. Ahmad Yani No. 2 Ruko Roxy Blok E No. 1, Jl. M.H. Thamrin, Lippo Cikarang Jl. K.H. Fakhrudin No.15, Tanah Abang

11520 11730 10720 14310 10510 15157 11480 11640 14460 11460 42166 14350 42186 15333 14450 11530 42311 15810 14450 11460 13210 17550 10250

Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Pusat Jakarta Utara Jakarta Pusat Tangerang Jakarta Barat Jakarta Barat Jakarta Utara Jakarta Barat Serang Jakarta Utara Serang Tangerang Jakarta Utara Jakarta Barat Serang Tangerang Jakarta Utara Jakarta Barat Jakarta Timur Bekasi Jakarta Pusat

DKI JAKARTA DKI JAKARTA DKI JAKARTA DKI JAKARTA DKI JAKARTA BANTEN DKI JAKARTA DKI JAKARTA DKI JAKARTA DKI JAKARTA BANTEN DKI JAKARTA BANTEN BANTEN DKI JAKARTA DKI JAKARTA BANTEN BANTEN DKI JAKARTA DKI JAKARTA DKI JAKARTA JAWA BARAT DKI JAKARTA

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

296

DAFTAR MBU, MBDC, CBC & SBDC

LOKASI

MBDC

ALAMAT

KODE POS

KOTAMADYA/ KABUPATEN

PROPINSI

Bekasi Sentra Niaga Kalimalang Jakarta Sabang Jakarta Kelapa Gading Barat Bekasi Cikarang 2 Jakarta Bendungan Hilir 1 Pulogadung Bekasi Ahmad Yani Jakarta Kebon Jati Jakarta Jatinegara Barat Jakarta Atrium Senen Jakarta Pasar Rumput Jakarta Pahlawan Revolusi Jakarta Pasar Jatinegara Timur Jakarta Saharjo Jakarta Rawamangun Pemuda Jakarta Kalimalang Pondok Kelapa Jakarta Kramat Raya Bekasi Plaza Pondok Gede 1 Jakarta Ambassador Jakarta Cempaka Mas Bekasi Juanda Jakarta Tebet Barat Villa Nusa Indah Bekasi Bulak Kapal 1 Bekasi Pondok Ungu Jakarta Stasiun Senen Jakarta Stasiun Senen Jakarta Cikini Jakarta Imam Bonjol Jakarta R.S.C.M. Jakarta D.I. Panjaitan Jakarta Klender Rawamangun Balai Pustaka Kawasan Industri Pulogadung Jakarta Jatiwaringin Jakarta Cempaka Putih Permai Jakarta Kelapa Gading Jakarta Duta Merlin Jakarta Prapatan Jakarta Cik Ditiro Jakarta Tebet Supomo Jakarta Asem Baris Jakarta Pondok Bambu Jakarta Rawamangun Pegambiran Jakarta Salemba Raya Cikarang Ruko Sentra Bekasi Wisma Asri Bekasi Jakasampurna Bekasi Rawa Lumbu Bekasi Grand Mal Bekasi Komsen Jati Asih Cikarang Kota 1 Cikarang Jababeka Ruko Roxy Bekasi Taman Galaxi

Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin

Jl. Jend. Ahmad Yani, Sentra Niaga Kalimalang Blok A3 No. 6-7 Jl. Kebon Sirih No. 73 Jl. Bolevar Barat Raya Blok LC-7 No. 22-23, Kelapa Gading Ruko Roxy Blok E No. 1, Jl. M.H. Thamrin, Lippo Cikarang Jl. Bendungan Hilir Raya No. 82 Jl. Raya Bekasi Km. 21, Pulogadung Jl. Jend. Ahmad Yani, Pusat Perdagangan Kalimalang Blok A VIII No.17-18 Jl. Kebon Jati No.18, Komplek Ruko No.116-117 Jl. Jatinegara Barat No. 142 AB Ruko Segitiga Senen Blok E-21/22, Jl. Senen Raya No. 135 Jl. Sultan Agung No. 59 D Jl. Pahlawan Revolusi No. 57 , Pondok Bambu Jatinegara Trade Center Lt.III Blok AKS No.3, 3A & 5, Jl. Mataraman Raya Komplek Gajah Unit F & G, Jl. Dr. Saharjo No. 111 Jl. Pemuda No. 10, Kav. 79 Blok A Jl. Raya Tarum Barat Blok M I No. 2, Kav. Billy Moon, Kalimalang Jl. Tarum Barat Km. 4,5, Kalimalang Jl. Kramat Raya No. 94-96 Jl. Raya Pondok Gede No. 50 B, Pondok Gede Mall Ambassador, Jl. Prof. Dr. Satrio Kompleks Pertokoan Graha Cempaka Mas Blok A 24-25, Jl. Letjend. Suprapto Jl. Ir. H. Juanda No. 155 Jl. Tebet Barat IX No.26, Tebet Komplek Perumahan Villa Nusa Indah II Blok U3 No.3-4 Ruko Juanda Elok No. 3A, Jl. Ir. H. Juanda Pertokoan Naga Swalayan Blok A 17, Jl. Sultan Agung Jl. Stasiun Senen No. 16 Jl. Stasiun Senen No. 16 Jl. Cikini Raya No. 56 Jl. Imam Bonjol No. 61 Jl. Diponegoro No. 71 Jl. D.I. Panjaitan Kav. 9, Gedung Wika Komplek Ruko Blok B1 No.6, Jl. I Gusti Ngurah Rai Komplek Ruko Mega Indah Blok A3, Jl. Balai Pustaka Timur No. 39, Rawamangun Jl. Pulobuaran No. 2, Pulogadung Jl. Raya Jatiwaringin No. 263, Pondok Gede Cempaka Putih Permai Blok A No. 20-21, Jl. Letjend. Suprapto Jl. Kelapa Gading Bolevar Blok TB2 No. 6-8, Kelapa Gading Komplek Pertokoan Duta Merlin, Blok A/26-28, Jl. Gajah Mada No. 3-5 Jl. Prapatan No. 30 Jl. Ki S. Mangunsarkoro No. 49 Jl. Prof. Dr. Supomo, SH No. 43, Tebet Jl. KH Abdullah Syafie No. 45 E, Tebet Jl. Pahlawan Revolusi No. 125 F/G, Pondok Bambu Jl. Pegambiran No. 4, Rawamangun Jl. Salemba Tengah No. 4 B Ruko Sentra Cikarang Blok C No.2, Jl. Raya Cikarang-Cibarusah Jl. Raya Perjuangan Kav. M No. 14 Pertokoan Duta Permai Blok B 1 No.10, Jl. KH Noer Ali, Kalimalang Ruko Kawu Jaya, Jl. Raya Pramuka No.1-2, Rawalumbu Komplek Ruko Grand Mal Bekasi Kaveling B No. 7, Jl. Raya Sudirman Jl. Raya jati Asih No. 26 Jl. Kapten Sumantri No. 27, Cikarang Ruko Roxy Blok B No. 3, Jl. Kasuari Raya, Cikarang Utara Komplek Pertokoan Taman Galaxi, Jl. Galaxi Raya Blok G No. 1

17141 10340 14240 17550 10210 14250 17141 10250 13320 10410 12970 13470 13310 12810 13220 13450 13450 10450 17414 12940 10640 17112 12810 16969 17112 17132 10410 10410 10330 10310 10430 13340 13470 13220 13930 17411 10510 14240 10130 10410 10310 12180 12840 13430 13220 10440 17550 17121 17145 17115 17135 17423 17530 17550 17147

Bekasi Jakarta Pusat Jakarta Utara Bekasi Jakarta Pusat Jakarta Utara Bekasi Jakarta Pusat Jakarta Timur Jakarta Pusat Jakarta Selatan Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Selatan Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Pusat Bekasi Jakarta Selatan Jakarta Pusat Bekasi Jakarta Selatan Bogor Bekasi Bekasi Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Timur Bekasi Jakarta Pusat Jakarta Utara Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Pusat Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Timur Jakarta Timur Jakarta Pusat Bekasi Bekasi Bekasi Bekasi Bekasi Bekasi Bekasi Bekasi Bekasi

JAWA BARAT DKI JAKARTA DKI JAKARTA JAWA BARAT DKI JAKARTA DKI JAKARTA JAWA BARAT DKI JAKARTA DKI JAKARTA DKI JAKARTA DKI JAKARTA DKI JAKARTA DKI JAKARTA DKI JAKARTA DKI JAKARTA DKI JAKARTA DKI JAKARTA DKI JAKARTA JAWA BARAT DKI JAKARTA DKI JAKARTA JAWA BARAT DKI JAKARTA JAWA BARAT JAWA BARAT JAWA BARAT DKI JAKARTA DKI JAKARTA DKI JAKARTA DKI JAKARTA DKI JAKARTA DKI JAKARTA DKI JAKARTA DKI JAKARTA DKI JAKARTA JAWA BARAT DKI JAKARTA DKI JAKARTA DKI JAKARTA DKI JAKARTA DKI JAKARTA DKI JAKARTA DKI JAKARTA DKI JAKARTA DKI JAKARTA DKI JAKARTA JAWA BARAT JAWA BARAT JAWA BARAT JAWA BARAT JAWA BARAT JAWA BARAT JAWA BARAT JAWA BARAT JAWA BARAT

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

DAFTAR MBU, MBDC, CBC & SBDC

297

LOKASI

MBDC

ALAMAT

KODE POS

KOTAMADYA/ KABUPATEN

PROPINSI

Bekasi Harapan Indah Jakarta Rawasari Jakarta Tebet Timur Jakarta Duren Sawit Jakarta Permata Ujung Menteng Bekasi Taman Harapan Baru Bekasi Villa Galaxi Bekasi Kalimas Jakarta Salemba Raya Bekasi Bulak Kapal 2 Bekasi Plaza Pondok Gede 2 Jakarta Bendungan Hilir 2 Cikarang Kota 2 Cikarang Jababeka Capitol Cikarang Jababeka Jakarta Matraman Bekasi Cibitung Jakarta Wisma Baja Jakarta Ciputat Center Bogor Ciluar Cibadak Depok Kartini Tangerang Bumi Serpong Damai Depok Cinere Limo Jakarta Fatmawati Cenderawasih Jakarta Pamulang2 Kawasan Komersial Cilandak Bogor Tajur Depok ITC Jakarta Bintaro Veteran Cibubur Time Square Tangerang ITC BSD Jakarta Bintaro Burung Gereja Jakarta Pakubuwono Jakarta Simprug2 Jakarta Mampang2 Depok Tengah2 Sukabumi Ahmad Yani2 Cianjur Cokroaminoto Jakarta Kebayoran Lama2 Jakarta Mayestik2 Sukabumi Sudirman Jakarta Pondok Pinang Center Tangerang Pamulang Siliwangi Jakarta Ragunan2 Jakarta Pejaten Timur Jakarta Pancoran 2 Tangerang Bumi Serpong Damai Jakarta Cimanggis Jakarta Plaza Kramat Jati Indah Jakarta Cirendeu Jakarta Cibubur Depok Margonda 1 Cinere Depok I Depok Tengah Jakarta Mayestik Jakarta Pasar Minggu

Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Thamrin Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman

Ruko Sentra Niaga Blok SN 07, Jl. Boulevard Hijau, Komplek Perumahan Harapan Indah Jl. Rawasari Selatan No. 29 Jl. Tebet Timur Dalam Raya N0. 115 Jl. Kolonel Sugiono No. 19 Blok O, Duren sawit Ruko Permata Ujung Menteng, Jl. Raya Bekasi Km.25, Cakung Ruko Taman Harapan Baru Blok A 1 No.70,Kec.Medan Satria Jl. Pulo Ribung Raya Blok AR No. 25 Ruko Kalimas, Jl. Chairil Anwar Blok C No. 3A Jl. Salemba Tengah No. 4 B Ruko Juanda Elok No. 3A, Jl. Ir. H. Juanda Jl. Raya Pondok Gede No. 50 B, Pondok Gede Jl. Bendungan Hilir Raya No. 82 Jl. Kapten Sumantri No. 27, Cikarang Ruko Capitol Business Park Jl. Niaga Raya Blok 2 C, Jababeka, Cikarang Kawasan Industri Cikarang, Ruko Commercial Blok A, No. 25-26 Jl. Matraman Raya No. 31 Kawasan Industri MM 2100, Cibitung, Bekasi Fajar Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 54 Pertokoan Ciputat Center, Jl. Ciputat Raya No. 75 Jl. Raya Simpang Pomad Ruko No. 323 C, Ciluar Jl. Suryakencana No. 4, Cibadak Pertokoan Kartini Blok A No. 11, Jl. Kartini Raya, Pancoran Mas Jl. Gunung Rinjani No.13 Blok R-G, Sektor IV Bumi Serpong Damai Jl. Cenere Raya No. 18 B, Cinere Jl. Cenderawasih I No. 15 A, Cilandak Komplek Pertokoan Pamulang Permai Blok SH IX Kav. 11-14 Jl. Raya Cilandak KKO, Kawasan Komersial Cilandak Gedung III Jl. Raya Tajur No. 130 Pertokoan ITC Depok No.49,Jl. Margonda Raya Ruko Bintaro Veteran Raya Permai Jl. RC Veteran No. 17 E Jl. Raya Alternatif Cibubur-Cileungsi No. 37 G, Jatisampurna Ruko ITC BSD No.17, Jl. Pahlawan Seribu, Serpong Jl. Burung Gereja Blok B2 HS 2 No.6, Sektor II, Bintaro Jaya Jl. Pakubuwono VI No. 39 A, Kebayoran Baru Simprug Gallery Blok B, Jl. Teuku Nyak Arief No. 10 Jl. Mampang Prapatan No. 61 Komp. Ruko Sukmajaya No. 15 Jl. Tole Iskandar, Depok II Tengah Jl. Ahmad Yani No. 44 Jl. HOS Cikroaminoto No. 172 Jl. Raya Kebayoran Lama No. 222 Jl. Kyai Maja No. 6 A1-2, Kebayoran Baru Jl. Jend. Sudirman No. 124 Pertokoan Pondok Pinang Center Blok A 36/38/40, Jl. Ciputat Raya Ruko Tita Jl. Raya Siliwangi No. 9A, Pamulang Tangerang Jl. Harsono RM No.3, Gedung D, KP Departemen Pertanian Jl. Warung Jati Barat No. 15A, Pejaten Jl. Raya Pasar Minggu No.17 A Jl. Gunung Rinjani No.13 Blok R-G, Sektor IV Bumi Serpong Damai Jl. Raya Jakarta Bogor Km. 28 Jl. Raya Bogor, Pertokoan Ramayana Blok A No.11-12 Jl. Cirendeu Raya, Pertokoan Prima Indah No. 10 Jl. Lapangan Tembak, Pertokoan Cibubur Indah Blok. A-22 - 23 Jl. Margonda Raya No. 2 Jl. Cinere Raya Kav. 32-33 Jl. Nusantara Raya No. 25 AB Komplek Ruko Sukmajaya No. 15, Jl. Tole Iskandar, Depok II Tengah Jl. Kyai Maja No. 6 A1-2, Kebayoran Baru Jl. Raya Pasar Minggu No. 89 J, Pejaten

17131 10570 12820 13430 13910 17131 17148 17113 10440 17112 17414 10210 17530 17530 17550 13150 17520 12170 15412 16710 43351 16436 15311 16514 12420 15417 12560 16720 16431 12330 17433 15322 12330 12120 12220 12790 16411 43131 43214 12220 12120 43132 12310 #N/A 12550 #N/A 12780 15311 13710 13510 15419 13720 16432 16514 16432 16411 12120 12510

Bekasi Jakarta Pusat Jakarta Selatan Jakarta Timur Jakarta Timur Bekasi Bekasi Bekasi Jakarta Pusat Bekasi Bekasi Jakarta Pusat Bekasi Bekasi Bekasi Jakarta Timur Bekasi Jakarta Selatan Tangerang Bogor Sukabumi Depok Tangerang Depok Jakarta Selatan Tangerang Jakarta Selatan Bogor Depok Jakarta Selatan Bekasi Tangerang Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Depok Sukabumi Cianjur Jakarta Selatan Jakarta Selatan Sukabumi Jakarta Selatan Tangerang Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Tangerang Jakarta Timur Jakarta Timur Tangerang Jakarta Timur Depok Depok Depok Depok Jakarta Selatan Jakarta Selatan

JAWA BARAT DKI JAKARTA DKI JAKARTA DKI JAKARTA DKI JAKARTA JAWA BARAT JAWA BARAT JAWA BARAT DKI JAKARTA JAWA BARAT JAWA BARAT DKI JAKARTA JAWA BARAT JAWA BARAT JAWA BARAT DKI JAKARTA JAWA BARAT DKI JAKARTA TANGERANG JAWA BARAT SUKABUMI JAWA BARAT BANTEN JAWA BARAT DKI JAKARTA TANGERANG DKI JAKARTA JAWA BARAT JAWA BARAT JAWA BARAT JAWA BARAT TANGERANG DKI JAKARTA DKI JAKARTA DKI JAKARTA DKI JAKARTA JAWA BARAT JAWA BARAT JAWA BARAT DKI JAKARTA DKI JAKARTA JAWA BARAT DKI JAKARTA TANGERANG DKI JAKARTA DKI JAKARTA DKI JAKARTA BANTEN DKI JAKARTA DKI JAKARTA BANTEN DKI JAKARTA JAWA BARAT JAWA BARAT JAWA BARAT JAWA BARAT DKI JAKARTA DKI JAKARTA

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

298

DAFTAR MBU, MBDC, CBC & SBDC

LOKASI

MBDC

ALAMAT

KODE POS

KOTAMADYA/ KABUPATEN

PROPINSI

Jakarta Melawai Jakarta Pamulang Jakarta Fatmawati Jakarta Bintaro Jaya Jakarta Palmerah Jakarta Kebayoran Lama Tangerang Ciputat Center Jakarta Simprug Jakarta Cimanggis 2 Jakarta Mampang Tangerang Serpong Jakarta Cilandak KKO Bekasi Ujung Aspal Depok Margonda 2 Depok Bukit Sawangan Citeureup Sukabumi Sudirman Jakarta Gedung Lemigas Cileungsi Jakarta Ragunan Jakarta Pasar Rebo Cicurug Cibinong Bogor Kapten Muslihat Bogor Suryakencana (Siliwangi) Cianjur Cipanas Bogor Juanda Sukabumi Ahmad Yani Jakarta Sudirman Jakarta Plaza Mandiri Cibubur Citra Grand TangerangPondok Cabe Mutiara Tangerang Villa Melati Mas Tangerang Graha Karnos Depok Pondok Cina Jakarta Pondok Labu Jakarta R.S. M.H. Thamrin Jakarta Pancoran Jakarta M.T. Haryono Jakarta Gedung Pusat Kehutanan Jakarta Lebak Bulus Jakarta Gedung Aneka Tambang Jakarta Radio Dalam Jakarta Gedung Patrajasa Depok Cisalak Jakarta Departemen PU Jakarta Panglima Polim Bogor Warung Jambu Jakarta Tendean Jakarta Bintaro Veteran Jakarta ITC Permata Hijau Tangerang Bintaro Sentra Menteng MBU Jakarta Warung Buncit Raya Depok Timur Jakarta Arteri Pondok Indah

Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman

Jl. Melawai Raya No. 12-14, Kebayoran Baru Komplek Pertokoan Pamulang Permai Blok SH IX Kav. 11-14 Jl. R.S. Fatmawati No. 8, Cilandak Jl. Bintaro Utama, Bintaro Jaya Sektor I Jl. Palmerah Barat No. 39 Jl. Raya Kebayoran Lama No. 222 Pertokoan Ciputat Center, Jl. Ciputat Raya No. 75 Simprug Gallery Blok B, Jl. Teuku Nyak Arief No. 10 Jl. Raya Jakarta Bogor Km. 28 Jl. Mampang Prapatan No. 61 Simpang Tiga Puspitek Serpong Jl. Raya Cilandak KKO No. 5 Jl. Raya Hankam No. 18 B-C, Jati Murni, Pondok Gede Jl. Margonda Raya No. 2 Ruko Bukit Sawangan Indah Blok F2 No.1, Jl.Raya Parung Km.35, Sawangan Jl. Mayor Oking No. 10 - 11, Citeureup Jl. Jend. Sudirman No. 124 Kanpus. PPPTMGB Lemigas, Jl. Ciledug Raya Mal Cileungsi Blok C No. 9, Jl. Raya Narogong, Cileungsi Jl. Harsono RM No.3, Gedung D, KP Departemen Pertanian Plaza PP, Jl. Letjend. T.B. Simatupang No. 57 Jl. Siliwangi No. 287 B, Cicurug Jl. Raya Bogor Km.43, Cibinong Jl. Kapten Muslihat No. 17 Jl. Suryakencana No. 310 Jl. Suroso No. 51 Jl. Raya Cipanas Blok 11 No. 201, Pacet Jl. Ir. H, Juanda No. 12 Jl. Ahmad Yani No. 44 Ruko Central Blok C No. 15, Jl. Dewi Sartika Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 36-38 Komplek Citra Grand Ruko 2 No. 15, Jl. Alternatif Km.4, Pondok Gede Komplek Pertokoan Pondok Cabe Mutiara Blok B-3A, Jl. Raya Parung Ruko Villa Melati Mas Blok SR1 No. 20, Jl. Pahlawan Seribu, Serpong Graha Karnos, Jl. Ir. H. Juanda No. 39, Ciputat Jl. Raya Margonda No. 345 D, Pondok Cina Jl. R.S. Fatmawati No. 8 , Pondok Labu Jl. Raya Pondok Gede No. 23 , Kramatjati Jl. Raya Pasar Minggu No.17 A Jl. Letjend. M.T. Haryono Kav. 17 Jl. Jend. Gatot Subroto, Manggala Wanabakti Jl. Karang Tengah, Bona Indah Blok A2/B7, Lebak Bulus Jl. Letjend. T.B. Simatupang, Tanjung Barat Jl. Radio Dalam Raya No.11-11A Gedung Patrajasa, Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 32-34 Jl. Raya Bogor Km.31 No.8, Cisalak Jl. Patimura No. 20, Kebayoran Baru Jl. Wijaya II, Komp. Wijaya Grand Center Blok B 1-3 Jl. Raya Pajajaran No. 1 - B Jl. Wolter Monginsidi No. 123 C Ruko Bintaro Veteran Raya Permai Jl. RC Veteran No. 17 E Ruko Grand ITC Permata Hijau Blok Emerald G 28, Jl. Arteri Permata Hijau Ruko Sentra Menteng, Bintaro Jaya Sektor VII Blok MN 29 Jl. Warung Buncit Raya No. 6, Wisma Ritra Jl. Proklamasi Raya Blok A No.7-8, Depok II Timur Jl. Sultan Iskandar Muda No. 8 A

12160 15417 12430 12330 10270 12220 15412 12220 13710 12790 15310 12560 17431 16432 16518 16810 43132 12230 16820 12550 13760 43159 16916 16121 16123 43211 43553 16121 43131 16121 12190 17435 15418 15323 15412 16424 12430 13550 12780 12810 10270 12440 12530 12140 12950 16416 12110 12160 16153 12180 12330 12210 15225 12740 16417 12240

Jakarta Selatan Tangerang Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Pusat Jakarta Selatan Tangerang Jakarta Selatan Jakarta Timur Jakarta Selatan Tangerang Jakarta Selatan Bekasi Depok Depok Bogor Sukabumi Jakarta Selatan Bogor Jakarta Selatan Jakarta Timur Sukabumi Bogor Bogor Bogor Cianjur Cianjur Bogor Sukabumi Bogor Jakarta Selatan Bekasi Tangerang Tangerang Tangerang Depok Jakarta Selatan Jakarta Timur Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Pusat Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Depok Jakarta Selatan Jakarta Selatan Bogor Jakarta Selatan Jakarta Selatan Jakarta Selatan Tangerang Jakarta Selatan Depok Jakarta Selatan

DKI JAKARTA BANTEN DKI JAKARTA DKI JAKARTA DKI JAKARTA DKI JAKARTA BANTEN DKI JAKARTA DKI JAKARTA DKI JAKARTA BANTEN DKI JAKARTA JAWA BARAT JAWA BARAT JAWA BARAT JAWA BARAT JAWA BARAT DKI JAKARTA JAWA BARAT DKI JAKARTA DKI JAKARTA JAWA BARAT JAWA BARAT JAWA BARAT JAWA BARAT JAWA BARAT JAWA BARAT JAWA BARAT JAWA BARAT JAWA BARAT DKI JAKARTA JAWA BARAT BANTEN BANTEN BANTEN JAWA BARAT DKI JAKARTA DKI JAKARTA DKI JAKARTA DKI JAKARTA DKI JAKARTA DKI JAKARTA DKI JAKARTA DKI JAKARTA DKI JAKARTA JAWA BARAT DKI JAKARTA DKI JAKARTA JAWA BARAT DKI JAKARTA DKI JAKARTA DKI JAKARTA BANTEN DKI JAKARTA JAWA BARAT DKI JAKARTA

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

DAFTAR MBU, MBDC, CBC & SBDC

299

LOKASI

MBDC

ALAMAT

KODE POS

KOTAMADYA/ KABUPATEN

PROPINSI

Jakarta ITC Fatmawati Bogor Pajajaran Depok Jatijajar Bogor Yasmin Jakarta Nindya Karya Purwakarta Bandung Alun-alun Bandung Siliwangi (Lapangan Raya) Bandung Braga Bandung Padjajaran Bandung Pasteur Bandung Otista Bandung Kiara Condong Cimahi Bandung Sukarno Hatta Bandung Buah Batu Bandung Bina Citra Sumedang Bandung Ujung Berung Bandung Ahmad Yani Bandung Martadinata Garut Bandung Kopo Bandung Jamika Bandung Soreang Bandung Pasar Baru Bandung MTC Tasikmalaya Otto Iskandardinata Purwakarta Karawang Jatinangor Universitas Pajajaran Sumedang Dawuan Cikampek Kuningan Bandung Majalengka2 Rumah Sakit Hasan Sadikin Garut Tasikmalaya Otto Iskandardinata Tasikmalaya Sutisna Ciamis Cirebon Yos Sudarso Cirebon Tegal Wangi Cirebon Siliwangi Majalengka Kadipaten Indramayu Rancaekek Subang Bandung Taman Kopo Indah 2 Padalarang Cirebon Plered Bandung BKR Tasikmalaya Mustofa Bandung Gatot Subroto Bandung Cimindi Karawang Tuparev Cirebon Jalan Kantor Pamanukan Bandung Sumbersari Bandung Burangrang Bandung Dago Banjar Jatibarang Bandung Mohamad Toha

Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Jakarta Sudirman Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung

Ruko ITC Fatmawati No. 17, Jl. RS Fatmawati Ruko Bantar Kemang No.20 Q, Jl. Raya Pajajaran Jl. Raya Tole Iskandar No. 1 Komplek Pertokoan 24, Jl. KH Soleh Iskandar No. 2 H Jl. Letjend. M.T. Haryono No. 3-7 Jl. Sudirman No. 176 Jl. Asia Afrika No. 51 Jl. Siliwangi No. 3 Jl. Braga No. 133 Jl. Pajajaran No. 125 Jl. Dr. Junjunan No. 155 A Jl. Otto Iskandardinata No. 293 Jl. Kiara Condong No. 115 Jl. Raya Cimahi No. 612 Jl. Soekarno Hatta No. 486 Jl. Buah Batu No. 268 Jl. Soekarno Hatta No. 162 Jl. Mayor Abdurachman No. 99 Jl. A. H. Nasution No. 67 Jl. Jend. Ahmad Yani No. 730, Gerbang Puri Tirta Kencana Jl. R.E. Martadinata No.103 Jl. Ahmad Yani No. 24 Jl. Raya Terusan Kopo 228 A Jl. Jamika No. 33 C Jl. Raya Soreang No. 457 Jl. Otto Iskandardinata No. 99, Pasar Baru Metro Trade Center Blok F1,Jl. Soekarno Hatta Jl. Otto Iskandardinata No. 26 Jl. Sudirman No. 176 Jl. Jend. Ahmad Yani No. 4, By Pass Kampus Universitas Pajajaran Jl. Raya Sumedang, Jatinangor Jl. Mayor Abdurachman No. 99 Jl. Jend. Ahmad Yani No. 45, Dawuan Pertokoan Siliwangi No. 39-40, Jl. Siliwangi, Kuningan Jl. Raya Timur No. 124, Kadipaten Jl. Pasteur 38 Bandung Jl. Ahmad Yani No. 24 Jl. Otto Iskandardinata No. 26 Jl. Sutisna Senjaya No. 88 Jl. Ahmad Yani No. 21 Jl. Yos Sudarso No. 11 Jl. Raya Tegalwangi Km. 9 No. 58 Jl. Siliwangi No. 139 Jl. Raya Timur No. 124, Kadipaten Jl. D.I. Panjaitan No. 8 Jl. Raya Dangdeur No. 137, Rancaekek Jl. Jenderal Ahmad Yani No.5 Komplek Taman Kopo Indah II Ruko IB No. 19 Jl. Raya Padalarang No. 465 A Jl. Raya Panembahan No. 51, Plered Jl. BKR No. 124 A Jl. H.Z. Mustofa No. 294 Jl. Jend. Gatot Subroto No. 295 A Jl. Raya Cimindi No. 270, Jl. Tuparev No. 44 Jl. Kantor No. 4 Jl. Ion Martasasmita No. 35, Pamanukan Jl. Soekarno Hatta No. 132 B Jl. Burangrang No. 35 D Jl. Ir. H. Juanda No. 30 Jl. Letjend. Suwarto No. 48, Banjar Jl. Mayor Dasuki No. 92, Jatibarang Jl. Mohamad Toha No. 189

12150 16143 16415 16161 13630 41115 40001 40132 40111 40174 40173 40251 40281 40525 40266 40264 40235 45323 40611 40282 40115 44115 40226 40231 40377 40111 40286 46113 41115 41314 45363 45323 41373 45511 45453 40161 44115 46113 46114 46211 45111 45154 45124 45453 45212 40394 41211 40226 40553 45154 40254 46125 40274 40175 41312 45112 41254 40222 40262 40115 43622 45273 40253

Jakarta Selatan Bogor Depok Bogor Jakarta Timur Purwakarta Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Cimahi Bandung Bandung Bandung Sumedang Bandung Bandung Bandung Garut Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Tasikmalaya Purwakarta Kerawang Sumedang Sumedang Cikampek Kuningan Majalengka Bandung Garut Tasikmalaya Tasikmalaya Ciamis Cirebon Cirebon Cirebon Majalengka Indramayu Sumedang Subang Bandung Padalarang Cirebon Bandung Tasikmalaya Bandung Bandung Karawang Cirebon Subang Bandung Bandung Bandung Ciamis Indramayu Bandung

DKI JAKARTA JAWA BARAT JAWA BARAT JAWA BARAT DKI JAKARTA JAWA BARAT JAWA BARAT JAWA BARAT JAWA BARAT JAWA BARAT JAWA BARAT JAWA BARAT JAWA BARAT JAWA BARAT JAWA BARAT JAWA BARAT JAWA BARAT JAWA BARAT JAWA BARAT JAWA BARAT JAWA BARAT JAWA BARAT JAWA BARAT JAWA BARAT JAWA BARAT JAWA BARAT JAWA BARAT JAWA BARAT JAWA BARAT JAWA BARAT JAWA BARAT JAWA BARAT JAWA BARAT JAWA BARAT JAWA BARAT JAWA BARAT JAWA BARAT JAWA BARAT JAWA BARAT JAWA BARAT JAWA BARAT JAWA BARAT JAWA BARAT JAWA BARAT JAWA BARAT JAWA BARAT JAWA BARAT JAWA BARAT JAWA BARAT JAWA BARAT JAWA BARAT JAWA BARAT JAWA BARAT JAWA BARAT JAWA BARAT JAWA BARAT JAWA BARAT JAWA BARAT JAWA BARAT JAWA BARAT JAWA BARAT JAWA BARAT JAWA BARAT

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

300

DAFTAR MBU, MBDC, CBC & SBDC

LOKASI

MBDC

ALAMAT

KODE POS

KOTAMADYA/ KABUPATEN

PROPINSI

Bandung Setrasari Plaza Baros Lewigajah Bandung Sukajadi Bandung Dayeuh Kolot Bandung Lembang Cirebon Ciledug Cirebon Arjawinangun Karawang Dawuan Cikampek Magelang Yogyakarta Sudirman Yogyakarta STIE YKPN Yogyakarta Diponegoro 1 Yogyakarta Katamso Yogyakarta UGM Parakan Bantul Muntilan Solo Purwotomo Solo Slamet Riyadi 1 Solo Slamet Riyadi 2 Klaten Purwokerto Gombong Cilacap Kutoarjo Banjarnegara Yogyakarta Katamso Sragen Boyolali Purwokerto 2 Purbalingga Wonosobo Semarang Pahlawan Semarang Sugiyopranoto 1 Semarang Candi Baru Semarang Sugiyopranoto 2 Semarang Kepodang Ungaran Kudus Salatiga Semarang Majapahit Tegal Arif Rahman Hakim Tegal Sudirman Brebes Pekalongan Hayam Wuruk 1 Pekalongan Hayam Wuruk 2 Blora2 Cepu2 Ungaran2 Pekalongan Imam Bonjol Solo Baru Sleman Salatiga2 Purwokerto 1 Semarang Kawasan Industri Candi Pemalang Cepu Sukoharjo Weleri Purwodadi Blora Kartosuro

Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Yogyakarta Yogyakarta Yogyakarta Yogyakarta Yogyakarta Yogyakarta Yogyakarta Yogyakarta Yogyakarta Yogyakarta Yogyakarta Yogyakarta Yogyakarta Yogyakarta Yogyakarta Yogyakarta Yogyakarta Yogyakarta Yogyakarta Yogyakarta Yogyakarta Yogyakarta Yogyakarta Yogyakarta Semarang Semarang Semarang Semarang Semarang Semarang Semarang Semarang Semarang Semarang Semarang Semarang Semarang Semarang Semarang Semarang Semarang Semarang Semarang Semarang Semarang Semarang Semarang Semarang Semarang Semarang Semarang Semarang Semarang Semarang &

Setrasari Plaza Blok A No.5 Jl. Suria Sumantri Ruko Taman Pondok Mas Indah No. 4, Jl. Baros Jl. Sukajadi No. 184 Jl. Bojongsoang No.79 Jl. Raya Grand Hotel No. 42, Lembang Jl. Merdeka Barat No. 68, Ciledug Jl. Ki Hajar Dewantoro No. 21, Desa Jungjang, Arjawinangun Jl. Jend. Ahmad Yani No. 4, By Pass Jl. Jend. Ahmad Yani No. 45, Dawuan Jl. Sudirman No. 26, Komplek Pertokoan Rejotumoto Jl. Jend. Sudirman No. 26 Kampus STIE YKPN, Jl. Seturan Jl. Pangeran Diponegoro No. 107 Jl. Brigjen. Katamso No. 69 B Jl. Kaliurang, Sekip Blok L-6 Jl. Pahlawan No. 28, Parakan Jl. Gajah Mada No. 14, Bantul Kompleks Ruko Muntilan Plaza Jl. Pemuda Jl. Brigjend. Slamet Riyadi No. 329 Jl. Brigjend. Slamet Riyadi No. 16 Jl. Brigjend. Slamet Riyadi No. 16 Jl. Pemuda Selatan No. 121, Tonggalan Jl. Jend. Sudirman No. 463 Jl. Yos Sudarso No. 241, Gombong Jl. Jend. Ahmad Yani No. 100 Jl. Pangeran Diponegoro No. 114, Kutoarjo Jl. S. Parman No. 31 Jl. Brigjen. Katamso No. 69 B Plaza Atrium Blokc C-D, Jl. Raya Sukowati No. 302-304 Jl. Kates, Pulian Jl. Jend. Sudirman No. 463 Jl. Jenderal Sudirman No. 37 Jl. Sumbing No. 18 Jl. Pahlawan No. 3 Jl. Mgr. Sugiyopranoto No. 36 A-B Jl. S. Parman No. 55 K, Ruko Sultan Agung Jl. Mgr. Sugiyopranoto No. 36 A-B Jl. Kepodang No. 32-34 Jl. Jend. Gatot Subroto No. 671 E-F, Ungaran Jl. Jend. Sudirman No. 164 Jl. Diponegoro No. 41 Kompleks Ruko Majapahit, Jl. Majapahit No. 339 Jl. Arief Rahman Hakim No. 19 Jl. Jend. Sudirman No. 11 Plaza Dedy Jaya, Jl. Jenderal Sudirman No. 109 Jl. Hayam Wuruk No. 5 Jl. Hayam Wuruk No. 5 Jl. Alun-Alun Selatan No. 5 Jl. Pemuda No. 60 Jl. Jend. Gatot Subroto No. 671 E-F, Ungaran Jl. Imam Bonjol No. 34 Jl. Yos Sudarso No. 387 Jl. Raya Magelang Km. 10 Jl. Diponegoro No. 36 Jl. Jend. Sudirman No. 463 Kawasan Industri Candi,Jl. Candi Raya Blok F1E No.1-2 Semarang Jl. Sudirman No. 59 Jl. Pemuda No. 60 Jl. Jend. Sudirman No. 29 Sukoharjo Jl. Utama Tengah No. 198 Jl. R. Suprapto No. 97 A-B Jl. Alun-Alun Selatan No. 5 Jl. Ahmad Yani No. 9

40146 40532 40161 40288 40391 45188 45162 41314 41373 56126 55232 55281 55231 55121 55284 56254 55711 56414 57142 57111 57111 57412 53114 54411 53212 54212 53411 55121 57211 57316 53114 53312 56311 50241 50246 50232 50246 50137 50511 59301 50711 50191 52123 52131 52212 51119 51119 58215 58312 50511 51111 57157 55511 50711 53114 50184 52313 58312 0 51355 58111 58215 57162

Bandung Cimahi Bandung Bandung Bandung Kabupaten Cirebon Kabupaten Cirebon Kerawang Cikampek Magelang Yogyakarta Sleman Yogyakarta Yogyajarta Sleman Temanggung Bantul Muntilan Solo Solo Solo Klaten Purwokerto Kebumen Cilacap Kutoarjo Banjarnegara Yogyajarta Sragen Boyolali Purwokerto Purbalingga Wonosobo Semarang Semarang Semarang Semarang Semarang Semarang Kudus Salatiga Semarang Tegal Tegal Brebes Pekalongan Pekalongan Blora Cepu Semarang Pekalongan Solo Sleman Salatiga Purwokerto Semarang Pemalang Cepu Sukoharjo Weleri Purwodadi Blora Sukoharjo

JAWA BARAT JAWA BARAT JAWA BARAT JAWA BARAT JAWA BARAT JAWA BARAT JAWA BARAT JAWA BARAT JAWA BARAT JAWA TENGAH D.I. YOGYAKARTA D.I. YOGYAKARTA D.I. YOGYAKARTA D.I. YOGYAKARTA D.I. YOGYAKARTA JAWA TENGAH D.I. YOGYAKARTA JAWA TENGAH JAWA TENGAH JAWA TENGAH JAWA TENGAH JAWA TENGAH JAWA TENGAH JAWA TENGAH JAWA TENGAH JAWA TENGAH JAWA TENGAH D.I. YOGYAKARTA JAWA TENGAH JAWA TENGAH JAWA TENGAH JAWA TENGAH JAWA TENGAH JAWA TENGAH JAWA TENGAH JAWA TENGAH JAWA TENGAH JAWA TENGAH JAWA TENGAH JAWA TENGAH JAWA TENGAH JAWA TENGAH JAWA TENGAH JAWA TENGAH JAWA TENGAH JAWA TENGAH JAWA TENGAH JAWA TENGAH JAWA TIMUR JAWA TIMUR JAWA TENGAH JAWA TENGAH JAWA TENGAH JAWA TENGAH JAWA TENGAH JAWA TENGAH JAWA TENGAH JAWA TENGAH JAWA TENGAH JAWA TENGAH JAWA TENGAH JAWA TENGAH JAWA TENGAH

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

DAFTAR MBU, MBDC, CBC & SBDC

301

LOKASI

MBDC

ALAMAT

KODE POS

KOTAMADYA/ KABUPATEN

PROPINSI

Yogyakarta Palur Semarang Kawasan Industri Candi Semarang Pemuda Kudus 2 Kroya Semarang Pandanaran Semarang MT Haryono Semarang Gang Pinggir Magelang 2 Yogyakarta Kaliurang Wonogiri Semarang Srondol Yogyakarta Gejayan Yogyakarta Ahmad Dahlan Tegal Banjaran Adiwerna Pati Wates Wonosari Kebumen Bumi Ayu/Demak/Rembang Ambarawa Delanggu Karanganyar Surabaya Darmo Park Surabaya Rungkut Megah Raya Surabaya Rungkut SIER Sidoarjo Sidoarjo Candi (eks Porong) Sidoarjo Krian Surabaya Bratang Binangun Surabaya Pemuda Surabaya Gubeng Mojokerto Jombang Surabaya Stasiun Kota Bojonegoro Surabaya Kembang Jepun Surabaya Indrapura Semarang & Yogyakarta Semarang & Yogyakarta Semarang & Yogyakarta Semarang & Yogyakarta Semarang & Yogyakarta Semarang & Yogyakarta Semarang & Yogyakarta Semarang & Yogyakarta Semarang & Yogyakarta Semarang & Yogyakarta Semarang & Yogyakarta Semarang & Yogyakarta Semarang & Yogyakarta Semarang & Yogyakarta Semarang & Yogyakarta Semarang & Yogyakarta Semarang & Yogyakarta Semarang & Yogyakarta Semarang & Yogyakarta Semarang & Yogyakarta Semarang & Yogyakarta Semarang & Yogyakarta Semarang Yogyakarta Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Komplek Pertokoan Darmo Park I Blok V No.5-6, Jl. Mayjend. Sungkono Komplek Pertokoan Rungkut Megah Raya Blok E/5-6, Jl. Raya Kali Rungkut No.5 Jl. Rungkut Industri Raya No. 10 Jl. Ahmad Yani No. 7 Jl. Raya Candi No. 42 Jl. Raya Krian No. 47, Krian Jl. Ngagek Jaya Selatan, Plaza Manyar Megah Indah Blok J 5-6 Jl. Pemuda No. 27-31 Jl. Kalimantan No.10 Jl. Mojopahit No. 406 Ruko Cempaka Mas Blok A 1-2, Jl. Soekarno-Hatta No. 3 Jl. Stasiun Kota No.60 C-D Kav. No.1 dan 2 Jl. Teuku Umar No. 47 B Jl. Kembang Jepun No.168-170 Jl. Indrapura No. 45 60293 61219 61272 61262 60284 60271 60281 61321 61481 60160 62111 60162 60176 Surabaya Sidoarjo Sidoarjo Sidoarjo Surabaya Surabaya Surabaya Mojokerto Jombang Surabaya Bojonegoro Surabaya Surabaya JAWA TIMUR JAWA TIMUR JAWA TIMUR JAWA TIMUR JAWA TIMUR JAWA TIMUR JAWA TIMUR JAWA TIMUR JAWA TIMUR JAWA TIMUR JAWA TIMUR JAWA TIMUR JAWA TIMUR 60293 Surabaya JAWA TIMUR 60256 Surabaya JAWA TIMUR Jl. Lawu No. 386 57712 Karanganyar JAWA TENGAH Jl. Raya Delanggu No. 87, Dongkolan 57471 Delanggu JAWA TENGAH Jl. Jenderal Sudirman No.122, Ambarawa 50162 Semarang JAWA TENGAH Jl. Diponegoro No. 79, Rembang 59217 Rembang JAWA TENGAH Jl. Pahlawan No. 126 54311 Kebumen JAWA TENGAH Jl. Baron No. 34, Baleharjo, Wonosari 55811 Gunung Kidul D.I. YOGYAKARTA Jl. Kolonel Sugiyono, Wates 55611 Kulon Progo D.I. YOGYAKARTA Jl. Kol. Kusnandar Komplek Ruko Pasar Puri Blok 6-7 59112 Pati JAWA TENGAH Jl. Raya Banjaran No. 10, Adiwerna 52194 Tegal JAWA TENGAH Jl. K.H. Ahmad Dahlan No. 25 55121 Yogyakarta D.I. YOGYAKARTA Jl. Gejayan No. 28, Condong Catur 55283 Sleman D.I. YOGYAKARTA Jl. Setiabudi No. G 62 E & F 50263 Semarang JAWA TENGAH Jl. Jenderal Sudirman No. 132 57611 Wonogiri JAWA TENGAH Jl. Kaliurang Km.6,5 No.A 5 C, Condongcatur, Depok, Sleman 55281 Sleman D.I. YOGYAKARTA Jl. Sudirman No. 26, Komplek Pertokoan Rejotumoto 56126 Magelang JAWA TENGAH Jl. Gang Pinggir No. 13 A 50137 Semarang JAWA TENGAH Jl. M.T. Haryono No. 419 50136 Semarang JAWA TENGAH Jl. Pandanaran No. 104 50134 Semarang JAWA TENGAH Jl. Jend. Ahmad Yani No. 10 A 53282 Kroya JAWA TENGAH Jl. Jend. Sudirman No. 164 59301 Kudus JAWA TENGAH Jl. Pemuda No. 73 50139 Semarang JAWA TENGAH Kawasan Industri Candi,Jl. Candi Raya Blok F1E No.1-2 50184 Semarang JAWA TENGAH Jl. Raya Palur No. 32, Jaten 57771 Karanganyar JAWA TENGAH

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

302

DAFTAR MBU, MBDC, CBC & SBDC

LOKASI

MBDC

ALAMAT

KODE POS

KOTAMADYA/ KABUPATEN

PROPINSI

Surabaya Tanjungperak Tuban Gresik Lamongan Pamekasan Surabaya Mulyosari Surabaya Darmo Trade Center Surabaya Niaga Surabaya Jembatan Merah Gresik Kota Baru Mojosari *) Surabaya Basuki Rahmat Sumenep *) Surabaya Citra Raya Gwalk Surabaya Indragiri Surabaya Pucang Anom Surabaya Jemursari Atambua Surabaya Kapas Krampung Surabaya Kedungdoro Surabaya Darmo Indah Surabaya Gentengkali Surabaya Menanggal Surabaya Pasar Turi Surabaya Kusuma Bangsa Surabaya PDAM Surabaya Pondok Chandra Surabaya Pahlawan Sidoarjo Sepanjang Sidoarjo Gateway Surabaya Kupang Jaya Surabaya Tunjungan Plaza Surabaya Darmo Permai Surabaya Pakuwon Surabaya Kenjeran Surabaya Darmo Park Sidoarjo Pahlawan Mataram Cakranegara2 Ruteng Jember Ahmad Yani Surabaya Pelabuhan Tanjungperak Surabaya Pasar Atum Surabaya Undaan Sumbawa Blitar 2 Maumere Surabaya Kenjeran Surabaya Rungkut SIER Malang Sawojajar Mojokerto 2 Lamongan Praya Selong Surabaya Diponegoro Surabaya Wiyung Surabaya Klampis Surabaya Darmo Raya Malang Merdeka Madiun

Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Malang Malang

Jl. Perak Timur No. 398 Jl. Basuki Rachmat No. 75 Jl. R.A. Kartini No. 210 Jl. Lamongrejo No. 120 Jl. Pangeran Diponegoro No.151 Jl. Raya Mulyosari No. 360 D-E Darmo Trade Center Lt. 1 Kios A1-2, Jl. Wonokromo Raya Jl. Veteran No. 42-44 Jl. Jembatan Merah No. 25-27 Jl. Sukomulyo No. 10, Manyar Jl. Hayam Wuruk No. 35 C, Mojosari Jl. Basuki Rahmat No. 129-137 Jl. Raya Trunojoyo No. 55 Perumahan Citra Raya Gwalk Blok W-1 No.10-11 Jl. Indragiri No.30-32 Jl. Pucang Anom Timur No. 12 Jl. Jemursari No. 81 Jl. Kapasan No. 159 Jl. Kapas Krampung No.67 Kav. 06 Jl. Kedungdoro No. 84 Komplek Ruko Darmo Indah Timur, Jl. Darmo Indah Timur Blok SS No.8 Jl. Gentengkali No. 93-95 Jl. A. Yani Komplek Mandiri Menanggal C1-C2 Kompleks Pertokoan Dupak Megah Blok B-6, Jl. Dupak No. 3-9 Jl. Kusuma Bangsa No. 106 Jl. Prof. Dr. Moestopo No. 2 Jl. Palem TC 1 / 12, Pondok Chandra Indah Jl. Pahlawan No. 120 Jl. Bebekan No. 23, Sepanjang Ruko Gateway Blok C-7, Waru Jl. Kupang Jaya A I No. 43 Jl. Basuki Rahmat No. 2-4 Jl. H.R. Muhammad 36, Ruko Permata Blok B-1 Jl. Raya Bukit Darmo Boulevard No.8 G Ruko Kenjeran Indah, Jl. Babatan Pantai No. 2 AB Komplek Pertokoan Darmo Park I Blok V No.5-6, Jl. Mayjend. Sungkono Ruko Pondok Mutiara Indah Blok N-02, Jl. Pahlawan Jl. Pejanggik No. 20-22, Cakranegara Jl. Waeces No. 20 Karot, Jl. Jend. Ahmad Yani No. 6-8 Jl. Perak Timur No.512 Blok H3-H4 Pusat Perbelanjaan Pasar Atum Mall Lantai 2, Stand No. BA 25-29, Jl. Stasiun Kota Jl. Undaan Kulon No. 105 A Jl. Diponegoro No. 10 Jl. Merdeka No. 30 Jl. Moa Toda No. 12 Ruko Kenjeran Indah, Jl. Babatan Pantai No. 2 AB Jl. Rungkut Industri Raya No. 10 Jl. Danau Toba E.6 No. 25 Sawojajar - Malang, Jl. Mojopahit No. 406 Jl. Lamongrejo No. 120 Jl. Jend. Sudirman, Komplek Pertokoan No. C 3-4 Jl. PB Sudirman No. 69-70 Jl. Raya Diponegoro No. 155 Komplek Ruko Taman Pondok Indah Kav.A-35, Jl. Raya Menganti No. 207, Wiyung Jl. Klampis Jaya No. 50 Jl. Raya Darmo No. 41 Jl. Merdeka Barat No. 1 Jl. Pahlawan No. 29

60164 62317 61122 62213 69315 60113 60241 60175 60175 61151 61382 60271 69417 60216 60241 60282 60231 60141 60133 60251 60187 60275 60243 60174 60136 60131 61256 60174 61257 61256 60189 60261 60226 60226 60113 60256 61213 83231 86511 68137 60165 60161 60274 84343 66112 86151 60113 60293 14418 61321 62213 0 0 60241 60222 60117 60625 65119 63116

Surabaya Tuban Gresik Lamongrejo Pamekasan Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Gresik Mojokerto Surabaya Sumenep Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Sidoarjo Sidoarjo Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Sidoarjo Mataram Manggarai Ruteng Jember Surabaya Surabaya Surabaya Sumbawa Besar Blitar Sikka Surabaya Surabaya Malang Mojokerto Lamongrejo Praya Selong Surabaya Surabaya Surabaya Surabaya Malang Madiun

JAWA TIMUR JAWA TIMUR JAWA TIMUR JAWA TIMUR JAWA TIMUR JAWA TIMUR JAWA TIMUR JAWA TIMUR JAWA TIMUR JAWA TIMUR JAWA TIMUR JAWA TIMUR JAWA TIMUR JAWA TIMUR JAWA TIMUR JAWA TIMUR JAWA TIMUR JAWA TIMUR JAWA TIMUR JAWA TIMUR JAWA TIMUR JAWA TIMUR JAWA TIMUR JAWA TIMUR JAWA TIMUR JAWA TIMUR JAWA TIMUR JAWA TIMUR JAWA TIMUR JAWA TIMUR JAWA TIMUR JAWA TIMUR JAWA TIMUR JAWA TIMUR JAWA TIMUR JAWA TIMUR JAWA TIMUR MATARAM MATARAM JAWA TIMUR JAWA TIMUR JAWA TIMUR JAWA TIMUR JAWA TIMUR JAWA TIMUR JAWA TIMUR JAWA TIMUR JAWA TIMUR JAWA TIMUR JAWA TIMUR JAWA TIMUR Lombok Tengah Lombok Timur JAWA TIMUR JAWA TIMUR JAWA TIMUR JAWA TIMUR JAWA TIMUR JAWA TIMUR

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

DAFTAR MBU, MBDC, CBC & SBDC

303

LOKASI

MBDC

ALAMAT

KODE POS

KOTAMADYA/ KABUPATEN

PROPINSI

Jember Alun alun Probolinggo Situbondo Banyuwangi Pasuruan Kediri Malang Suprapto Batu Tulungagung Blitar Pare Genteng Lumajang Banyuwangi Rogojampi Ponorogo Jember Ambulu Bondowoso Pandaan Jember Wijaya Kusuma Lawang Malang Kenjeran Kediri Joyoboyo Malang Wahid Hasyim Malang Dampit MBU Kepanjen Nganjuk*) Tanggul *) Malang Griya Shanta Bangil *) Probolinggo Kraksaan Malang Ahmad Yani Malang MT Haryono Madiun2 Denpasar Gajah Mada Kuta Raya Denpasar Udayana Mataram AA Gde Ngurah Singaraja Tabanan Gianyar Ngurah Rai Nusa Dua Denpasar Gatot Subroto Mataram Cakranegara Kupang Urip Sumoharjo Atambua Mataram AA Gde Ngurah Kupang M. Hatta Banjarmasin Pangeran Samudra Banjarmasin A. Yani Banjar Baru Samarinda Sudirman Balikpapan Suprapto Pontianak Ngurah Rai Banjarmasin A. Yani 2 Singkawang Pangkalan Bun Sangatta Muara Teweh Samarinda Kesuma Bangsa Kuala Kapuas Balikpapan Baru Balikpapan Sudirman

Malang Malang Malang Malang Malang Malang Malang Malang Malang Malang Malang Malang Malang Malang Malang Malang Malang Malang Malang Malang Malang Malang Malang Malang Malang Malang Malang Malang Malang Malang Malang Malang Malang Denpasar Denpasar Denpasar Denpasar Denpasar Denpasar Denpasar Denpasar Denpasar Denpasar Denpasar Denpasar Denpasar Denpasar Banjarmasin Banjarmasin Banjarmasin Banjarmasin Banjarmasin Banjarmasin Banjarmasin Banjarmasin Banjarmasin Banjarmasin Banjarmasin Banjarmasin Banjarmasin Banjarmasin Banjarmasin

Jl. Jend. Ahmad Yani No. 3 Jl. Suroyo No. 23 Jl. Jend. Ahmad Yani No. 102 Jl. Dr. Wahidin Sudiro Husodo No. 2 Jl. Panglima Sudirman No. 11 Jl. Diponegoro No. 17 Jl. Jaksa Agung Suprapto 65 Jl. Dewi Sartika No. 45, Batu Jl. Sudirman No. 55 Jl. Merdeka No. 30 Jl. Panglima Besar Sudirman No. 43, Pare Jl. Gajah Mada No. 253, Genteng Jl. Panglima Sudirman No. 33 Jl. Raya Rogojampi No. 12-14, Rogojampi Jl. Urip Sumoharjo No. 102 Jl. Manggar No. 23, Ambulu Jl. R.E. Martadinata No. 39, Bondowoso Kompleks Pandaan Delta Permai A 18-19, Jl. Surabaya - Malang Jl. Wijaya Kusuma No. 1 Ruko Istana Lawang Blok A5, Jl. Dr. Soetomo, Lawang Jl. Jend. Gatot Subroto No. 9 A Jl. Joyoboyo No. 34 A Jl. K.H. Wahid Hasyim No. 5-7 Jl. Semeru Selatan No. 9, Dampit, Kabupaten Malang Jl. Ahmad Yani No. 5, Kepanjen Jl. Raya Ahmad Yani No. 207 jl. PB Sudirman No. 24, Tanggul Ruko Griya Shanta Blok MP-53, Jl. Soekarno - Hatta Jl. Diponegoro F 10-11, Bangil Jl. Panglima Sudirman No. 119, Kraksaan Jl. Jend. Ahmad Yani No. 50 C-D Jl. MT Haryono No. 131 Jl. Pahlawan No. 29 Jl. Gajah Mada No. 3 Jl. Raya Kuta No. 456, Kuta Jl. Udayana No. 11 Jl. AA Gde Ngurah No. 48 A-B Jl. Jend. Ahmad Yani No. 60, Singaraja Jl. Jend. Ahmad Yani No. 99 X, Kediri Komplek Pertokoan Pasar Gianyar Blok I No.2-3,Jl. I Gusti Ngurah Rai Pertokoan Niaga Nusa Dua No.2-4, Jl. By Pass I Gusti Ngurah Rai, Nusa Dua Jl. Gatot Subroto No. 80 Jl. Pejanggik No. 20-22, Cakranegara Jl. Urip Sumoharjo No. 16 Jl. Pramuka No. 7 Jl. AA Gde Ngurah No. 48 A-B Jl. Muhammad Hatta No. 54 A Jl. Lambung Mangkurat No. 4 Jl. Achmad Yani No. 4 - 5 Jl. Jenderal Ahmad Yani Km.34 No. 31 D Jl. Jend. Sudirman No. 9 Jl. Letjend. Suprapto No. 1 Jl. I Gusti Ngurah Rai No. 2 , Humaera B Jl. Achmad Yani No. 4 - 5 Jl. Merdeka No. 20 Jl. Udan Said No. 3, Pangakalan Bun Jl. Yos Sudarso II No. 17 B-C, Sangatta Jl. Ahmad Yani No. 21, Muara Teweh Jl. Kesuma Bangsa No. 76 Jl. Jend. Sudirman No. 32 Komplek Ruko Balikpapan Baru Blok D 6 No.2 Komplek Ruko Balikpapan Permai, Jl. Jend. Sudirman No. 642

68118 67211 68311 68411 67115 64123 65112 65315 66219 66112 64212 68465 67311 68462 63411 68172 68211 67156 68118 65213 65127 64125 65119 65181 65163 64418 68155 65142 65141 67282 65125 65141 63116 80112 80361 80112 83231 81116 82171 80511 80362 80111 83231 85229 85711 83231 85112 70111 70233 70713 75111 76131 78117 70233 79122 74113 75611 73811 75121 73513 76114 76114

Jember Probolinggo Situbondo Banyuwangi Pasuruan Kediri Malang Malang Tulungagung Blitar Kediri Banyuwangi Lumajang Banyuwangi Ponorogo Jember Bondowoso Pandaan Jember Malang Malang Kediri Malang Malang Malang Nganjuk Jember Malang Pasuruan Probolinggo Malang Malang Madiun Denpasar Badung Denpasar Mataram Buleleng Tabanan Gianyar Badung Denpasar Mataram Kupang Atambua Mataram Kupang Banjarmasin Banjarmasin Banjarbaru Samarinda Balikpapan Pontianak Banjarmasin Singkawang Pangkalan Bun Kutai Timur Barito Utara Samarinda Kuala Kapuas Balikpapan Balikpapan

JAWA TIMUR JAWA TIMUR JAWA TIMUR JAWA TIMUR JAWA TIMUR JAWA TIMUR JAWA TIMUR JAWA TIMUR JAWA TIMUR JAWA TIMUR JAWA TIMUR JAWA TIMUR JAWA TIMUR JAWA TIMUR JAWA TIMUR JAWA TIMUR JAWA TIMUR JAWA TIMUR JAWA TIMUR JAWA TIMUR JAWA TIMUR JAWA TIMUR JAWA TIMUR JAWA TIMUR JAWA TIMUR JAWA TIMUR JAWA TIMUR JAWA TIMUR JAWA TIMUR JAWA TIMUR JAWA TIMUR JAWA TIMUR JAWA TIMUR BALI BALI BALI NUSA TENGGARA BARAT BALI BALI BALI BALI BALI NUSA TENGGARA BARAT NUSA TENGGARA TIMUR NUSA TENGGARA TIMUR NUSA TENGGARA BARAT NUSA TENGGARA TIMUR KALIMANTAN SELATAN KALIMANTAN SELATAN KALIMANTAN SELATAN KALIMANTAN TIMUR KALIMANTAN TIMUR KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN SELATAN KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN TIMUR KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN TIMUR KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN TIMUR KALIMANTAN TIMUR

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

304

DAFTAR MBU, MBDC, CBC & SBDC

LOKASI

MBDC

ALAMAT

KODE POS

KOTAMADYA/ KABUPATEN

PROPINSI

Sambas Ketapang Pontianak Achmad Yani Pontianak Tanjungpura Pelaihari Sanggau Sintang Batulicin Tanjung Tanah Grogot Pontianak Sidas Balikpapan Muara Rapak Bontang Lhoktuan Sanggau Balikpapan Batakan Pontianak Diponegoro Tarakan Simpang Tiga Samarinda A. Yani Pangkalan Bun Tenggarong Tanjung Redep Nunukan Batulicin Banjarbaru Palangkaraya Buntok (Barito Selatan) Sampit2 Samarinda Sudirman 2 Balikpapan Suprapto 2 Banjarmasin Pangeran Samudera 2 Tarakan Simpang Tiga Sampit Palangkaraya Barabai Makassar Panakukkang Sungguminasa Makassar Cendrawasih Makassar Sulawesi Manado Datu Lolong Lasut Bitung 1 Palu Imam Bonjol 1 Ambon Pantai Mardika 1 Gorontalo Kendari Masjid Agung 1 Jayapura Sentra Bisnis Ternate Polewali Mandar 1 Manokwari Pare Pare Kotamobagu Watampone Palopo Pinrang Palu Hasanuddin Parigi Toli Toli Sengkang Bulukumba Luwuk Makassar Cokroaminoto Makassar Andalas Makassar Pettarani

Banjarmasin Banjarmasin Banjarmasin Banjarmasin Banjarmasin Banjarmasin Banjarmasin Banjarmasin Banjarmasin Banjarmasin Banjarmasin Banjarmasin Banjarmasin Banjarmasin Banjarmasin Banjarmasin Banjarmasin Banjarmasin Banjarmasin Banjarmasin Banjarmasin Banjarmasin Banjarmasin Banjarmasin Banjarmasin Banjarmasin Banjarmasin Banjarmasin Banjarmasin Banjarmasin Banjarmasin Banjarmasin Banjarmasin Banjarmasin Banjarmasin Makassar Makassar Makassar Makassar Makassar Makassar Makassar Makassar Makassar Makassar Makassar Makassar Makassar Makassar Makassar Makassar Makassar Makassar Makassar Makassar Makassar Makassar Makassar Makassar Makassar Makassar Makassar Makassar

Jl. Gusti Hamzah No. 123 Jl. Letjen. R. Suprapto No. 1-2 Jl. Achmad Yani No. 3 - 3 A Jl. Tanjungpura No. 110 Jl. Ahmad Yani No. 17, Pelaihari Jl. Ahmad Yani No. 5-6 Jl. Mas Tirto Haryono Jl. Raya Btulicin, Kabupaten Kota Baru Jl. Pangeran Antasari No. 43 Jl. Gajah Mada No. 22 Tanah Grogot Jl. Sidas No. 2 Ruko Taman Citra Blok A3 No.2-3, Jl. Soekarno Hatta Jl. Angkasa No. 1, Airport Road, Komp. PT Badak Wisma KIE PT Pupuk Kaltim, Lhoktuan, Jl. Pakuaji Kav. 79 Jl. Ahmad Yani No. 5-6 Jl. Mulawarman No. 122 Jl. Diponegoro No. 17 Jl. Yos Sudarso No. 25 Jl. Hasan Basri Blok A No. 1 Jl. Udan Said No. 3, Pangakalan Bun Jl. K.H. Akhmad Muksin No. 36 Jl. Jenderal Sudirman No. 747 Jl. Tien Suharto Rt.15, Nunukan Jl. Raya Btulicin, Kabupaten Kota Baru Jl. Jenderal Ahmad Yani Km.34 No. 31 D Jl. Jend. Ahmad Yani No. 70 Jl. Pahlawan No. 5 (depan persimapangan tugu) Butok Jl. M.T. Haryono No. 81 A Jl. Jend. Sudirman No. 9 Jl. Letjend. Suprapto No. 1 Jl. Lambung Mangkurat No. 4 Jl. Yos Sudarso No. 25 Jl. M.T. Haryono No. 81 A Jl. Jend. Ahmad Yani No. 70 Pusat Perbelanjaan Murakata Blok D 1 Lt.2, Jl. PHM Noor Panakkukang Mas, Jl. Bolevar No. F 89 Kompleks Graha Satelit Blok 12 A, Jl. Sultan Hasanuddin Jl. Cenderawasih No. 185 Jl. Sulawesi No. 81 Jl. Dotulolong Lasut No. 15 Jl. Xaverius Dotulong No. 29 Jl. Imam Bonjol No. 88 Jl. Pantai Mardika Jl. Jend. Ahmad Yani No. 28 Jl. H. Abdullah Silondae 45, Mondonga Komplek Ruko Pasifik Permai Blok D No.5, Jl.Reklamasi Pantai Apo Jl. Nukila No. 51 Jl. Jenderal Sudirman No. 132, Wonomulyo Jl. Yos Sudarso No. 61 Jl. Andi Isa No. 5 Jl. A. Yani No.51 Jl. M.H. Thamrin No. 10 Jl. Andi Djemma No. 123 Jl. Durian No. 24 - 26 Jl. Sultan Hasanuddin No. 35 Jl. Trans Sulawesi No. 117 Jl. W.R. Supratman No. 1 Jl. Bau Mahmud No. 1 Jl. Sam Ratulangi No. 90 Jl. Jend. Ahmad Yani No. 132 Jl. HOS Cokroaminoto No. 3 Jl. Andalas No. 116 F Jl. Andi Pangeran Pettarani No. 18 D

79462 78812 78122 78117 70811 78153 78614 72171 71513 76211 78111 76125 75324 75313 78153 76115 78123 71112 75117 74113 75512 77312 77182 72171 70713 73111 #N/A 74322 75111 76131 70111 71112 74322 73111 71311 90231 92111 90133 90174 95122 95514 94223 97123 96112 93111 99112 97721 91352 98311 91114 95711 92713 91921 91211 94112 94371 94514 90913 92512 94711 90174 90155 90232

Sambas Ketapang Pontianak Pontianak Tanah Laut Sanggau Sintang Kota Baru Tanjung Tanah Grogot Pontianak Balikpapan Bontang Bontang Utara Sanggau Balikpapan Pontianak Tarakan Samarinda Pangkalan Bun Kutai Kartanegara Tanjung Redeb Nunukan Kota Baru Banjarbaru Palangkaraya Kalimantan Tengah Sampit Samarinda Balikpapan Banjarmasin Tarakan Sampit Palangkaraya Barabai Makassar Gowa Makassar Makassar Manado Bitung Palu Ambon Gorontalo Kendari Jayapura Ternate Polewali Mandar Manokwari Pare Pare Kotamobagu Watampone Palopo Pinrang Palu Parigi Toli Toli Sengkang Bulukumba Luwuk Makassar Makassar Makassar

KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN SELATAN KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN SELATAN KALIMANTAN SELATAN Kalimantan Timur KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN TIMUR KC KCP KCP KALIMANTAN TIMUR KALIMANTAN TIMUR KALIMANTAN TIMUR KALIMANTAN TIMUR KALIMANTAN TENGAH MATARAM KCP KCP KCP KCP KALIMANTAN TENGAH Kalimantan Tengah KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN TIMUR KALIMANTAN TIMUR KALIMANTAN SELATAN KALIMANTAN TIMUR KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN SULAWESI SELATAN SULAWESI SELATAN SULAWESI SELATAN SULAWESI SELATAN SULAWESI UTARA SULAWESI UTARA SULAWESI TENGAH MALUKU GORONTALO SULAWESI TENGGARA PAPUA MALUKU UTARA SULAWESI SELATAN IRIAN JAYA BARAT SULAWESI SELATAN SULAWESI UTARA SULAWESI SELATAN SULAWESI SELATAN SULAWESI SELATAN SULAWESI TENGAH SULAWESI TENGAH SULAWESI TENGAH SULAWESI SELATAN SULAWESI SELATAN SULAWESI TENGAH SULAWESI SULAWESI SULAWESI

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

DAFTAR MBU, MBDC, CBC & SBDC

305

LOKASI

MBDC

ALAMAT

KODE POS

KOTAMADYA/ KABUPATEN

PROPINSI

Semen Tonasa Manado Toar Manado Sam Ratulangi Manado Sudirman Tahuna Sorong Ahmad Yani Biak Makassar Veteran Soroako Bitung 2 Palu Imam Bonjol 2 Palu Sam Ratulangi Ambon Pantai Mardika 2 Manado bahu Kendari Masjid Agung 2 Kendari Soekarno Jayapura Sentani Ternate Mononutu Nabire 2 Tana Toraja Ambon Pattimura Sorong Basuki Rahmat Merauke Nabire 1 Timika Tomohon Limboto Marisa Donggala Jayapura Abepura Kolaka Manado Boulevard Fak Fak Poso Mamuju Bau-Bau Amurang Tobelo Polewali Mandar 2 Makassar Daya

Makassar Makassar Makassar Makassar Makassar Makassar Makassar Makassar Makassar Makassar Makassar Makassar Makassar Makassar Makassar Makassar Makassar Makassar Makassar Makassar Makassar Makassar Makassar Makassar Makassar Makassar Makassar Makassar Makassar Makassar Makassar Makassar Makassar Makassar Makassar Makassar Makassar Makassar Makassar Makassar

Komplek PT Semen Tonasa I, Kotak pos 114 Jl. Toar No. 4-6 Kompleks Wanea Plaza Blik I No.8, Jl.Sam Ratulangi Jl. Jend. Sudirman No. 47 Jl. Dr. Sutomo No. 1 Jl. Jend. Ahmad Yani No. 99 Jl. Jend. Ahmad Yani No. 2 Jl. Veteran Utara No. 220 Jl. Gamalama Kav. 2 Jl. Xaverius Dotulong No. 29 Jl. Imam Bonjol No. 88 Jl. Dr. Sam Ratulangi No. 60 Jl. Pantai Mardika Komplek Bahu mall S/ 12, Jl. Wolter Monginsidi, Bahu Jl. H. Abdullah Silondae 45, Mondonga Jl. Soekowati No. 37 Jl. Raya Kemiri No. 94, Sentani Jl. A. Mononutu No. 91 Jl. Pepera No. 19 Jl. Andi Mappanyukki No. 70, Rantepao Jl. Raya Pattimura No. SK.2 / 1 Jl. Basuki Rahmat No. 22 Jl. Raya Mandala No. 1 Jl. Pepera No. 19 Jl. Belibis Komplek RS Bethesda Jl. Raya Tomohon Jl. Jend. Sudirman No. 35, Limboto Jl. Trans Sulawesi No. 29, Marisa, Kab. Pohowato Jl. Moro No. 78 Jl. Raya Abepura, Abepura Jl. Repelita No. 1 Kompleks Megamas Blok 1A No.23, Jl. Piere Tendean, Boulevard Jl. Izak Telussa No. 26 Jl. Hasanuddin No. 13, Poso Jl. Andi Pangeran Pettarani No. 19 Jl. Batara Guru No. 17 E Jl. Trans Sulawesi, Buyungon, Amurang Jl. Kemakmuran No. 330, Tobelo Jl. Jenderal Sudirman No. 132, Wonomulyo Komplek Bukit Khatulistiwa Blok B/9, Jl. Perintis Kemerdekaan Km.13

90662 95112 95117 95122 95813 98414 98112 90145 91984 95514 94223 94111 97123 95115 93111 93127 99352 97712 98801 91831 90172 98401 99613 98801 99910 95362 96211 96266 94351 99351 93560 95111 98601 94616 91511 93127 95354 97762 91352 90241

Tonasa Manado Manado Manado Tahuna Sorong Biak Makassar Luwu Timur Bitung Palu Palu Ambon Manado Kendari Kendari Jayapura Ternate Nabire Tana Toraja Ambon Sorong Merauke Nabire Timika-Mimika Tomohon Gorontalo Pohuwato Donggala Jayapura Kolaka Manado Fak-fak Poso Mamuju Bau Bau Minahasa Selatan Halmahera Utara Polewali Mandar Makassar

KCP SULAWESI UTARA SULAWESI UTARA SULAWESI UTARA SULAWESI UTARA IRIAN JAYA BARAT KC SULAWESI SELATAN KC SULAWESI UTARA SULAWESI TENGAH SULAWESI TENGAH MALUKU SULAWESI UTARA SULAWESI TENGGARA SULAWESI TENGGARA IRIAN JAYA MALUKU UTARA PAPUA SULAWESI SELATAN MALUKU IRIAN JAYA BARAT PAPUA PAPUA PAPUA SULAWESI UTARA GORONTALO GORONTALO SULAWESI TENGAH PAPUA SULAWESI TENGGARA SULAWESI UTARA IRIAN JAYA BARAT SULAWESI TENGAH SULAWESI BARAT SULAWESI TENGGARA SULAWESI UTARA MALUKU UTARA MALUKU SULAWESI SELATAN

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

306

DAFTAR MBU, MBDC, CBC & SBDC

MBDC

ALAMAT

TELEPON

FAKSIMILI

Medan Palembang Jakarta Kota Jakarta Sudirman Jakarta Thamrin Bandung Semarang Yogyakarta Surabaya Malang Denpasar Banjarmasin Makassar

Jl. Pulau Pinang No. 1 Lt. 2, Medan - Sumatera Utara Jl. TP. Rustam Effendi No 550 Palembang / Pusat Dagang Jl. Lapangan Stasiun No. 2 Jakarta Barat 11110 Gedung MBDC Jakarta Sudirman, Jl. Melawai XIII Blok N No. 1, Jakarta Selatan 12160 “Menara BDN Lt. 4 Jl. Kebon Sirih No. 83 Jakarta Pusat - 10340” Jl. Asia Afrika No. 51 Bandung 40001 Jl. Pahlawan No. 3 (Lt.2), Semarang 50243 Jl. Diponegoro No. 107 Yogyakarta 55231 Jl. Pahlawan No. 120, Surabaya 60174 Jl. Merdeka Barat No. 1 Malang 65119 Jl. Surapati No. 15 Denpaar 80232 Jl. Achmad Yani KM 2 No. 4 - 5 Banjarmasin 70233 Jl. HOS. Cokroaminoto No. 3. Makassar 90174

061 - 452 3793, 452 4176, 452 3874 0711 - 372 202, 355 190, flexi 706 3877 021 - 698 331 62 / 63 / 66 021 - 727 88859, 72780569, 727 80521 021 - 30400198 022 - 421 8911, 421 8722 421 8733, 421 8765 024 - 841 9757, 841 9758, 024 - 841 9756 (DM) 0274 - 586 731, 566 979 031 - 355 7693 , 355 5844 0341 - 335 290, 335 292 0361 - 222 573, 238 083 0511 - 326 2540, 263333, 262690, 326 2540 0411 - 323 809, 317 345, 319 442

061 - 452 4191 071 - 368 510 021 - 691 0681 698 33162 / 64 021 - 727 80535 021 - 230 2926, 3983 3057 022 - 421 8797 024 - 841 9759 0274 - 561 923 031 - 355 7494 0341 - 335 291 0361 - 2380082, 223 296 0511 - 3269626, 257278, 257281 0411 - 316488, 319467

COMMERCIAL BANKING CENTER (CBC)

ALAMAT

TELEPON

FAKSIMILI

JAKARTA COMMERCIAL SALES GROUP CBC Jakarta Kota CBC Jakarta Thamrin I CBC Jakarta Imam Bonjol CBC Jakarta Sudirman CBC Plaza Mandiri Jl. Lapangan Stasiun No.2 Jakarta 11110 Gedung Menara BDN Lt. 4 Jl. Kebon Sirih No. 83 Jakarta Pusat Graha Mandiri Lt.12, Jl. Imam bonjol no.61 jkt 10310 Bank Mandiri Tower Lt. 5 Jl. Jend. Sudirman Kav. 54-55 Jakarta 12190 Plaza Mandiri Lt. 19 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 36-38 Jakarta 12190 CBC Bekasi CBC Kelapa Gading CBC Otomotif Jl. Juanda No. 155 Bekasi 17112 Graha Rekso Lt. 3 Jl. Bulevar Blok CN 2 No. 12 Kelapa Gading, Jakarta 14240 Plaza Mandiri lt.29 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 36-38 Jakarta 12190 021 - 5245035 021 - 52963012 021 - 8813200 021 - 45856250/60 021 - 8821100 021 - 45856230 021 - 5245029 021 - 5223743 021 - 31900352 021 - 5268118 021 - 39832832 021 - 5268119 021 - 6910705 021 - 39832828 021 - 6917029 021 - 39832891

REGIONAL COMMERCIAL SALES I GROUP CBC Medan CBC Pekanbaru CBC Palembang CBC Bandung CBC Banjarmasin CBC Balikpapan Jl. Imam Bonjol No.7, Medan 20112 Jl. A. Yani No. 85, Lantai 2, Pekanbaru 28115 Jl. Kapten A. Rivai No.39, Palembang 30135 Jl. Asia Afrika No. 118 - 120, Bandung 40112 Jl. Lambung Mangkurat No.8, Banjarmasin 70111 Bank Mandiri Balikpapan A.Yani, Jl. Jend. A. Yani No.15 - Balikpapan 76113 061 - 4154600 0761 - 856740 0711 - 355388 022 - 4267220 0511 - 4366794 0542 - 750372, 750373 061 - 4155385 0761 - 856732 0711 - 360361 022 - 4209328 0511 - 4366793 0542 - 750371

REGIONAL COMMERCIAL SALES II GROUP CBC Semarang CBC Surabaya Basuki Rahmat CBC Surabaya Pemuda CBC Denpasar CBC Makassar Jl. Pemuda No.73 Lantai 3, Semarang 50139 Jl. Basuki Rahmat No. 129 - 137, Surabaya 60271 Gedung Medan Pemuda Lt.1, Jl. Pemuda No. 27 - 31, Surabaya 60271 Jl. Surapati No.15 Denpasar, 80232 Jl. Kartini No.19, Makassar 90111 024 - 3520053 031 - 5348880 031 - 5348938, 5327587 0361 - 238083 0411 - 311718 024 - 3580579 031 - 5480731 031 - 5349005 0361 - 238082 0411 - 312595

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

DAFTAR MBU, MBDC, CBC & SBDC

307

SBDC

ALAMAT

TELEPON

FAKSIMILI

SBDC Medan SBDC Palembang SBDC Pekanbaru SBDC Jakarta Kota SBDC Jakarta Sudirman SBDC Jakarta Thamrin SBDC Bandung SBDC Semarang SBDC Surabaya SBDC Denpasar SBDC Banjarmasin SBDC Makassar SBDC Bandar Lampung SBDC Bekasi SBDC Pontianak SBDC Samarinda SBDC Manado SBDC Palu SBDC Batam SBDC Padang SBDC Tangerang SBDC Balikpapan SBDC Pematangsiantar SBDC Solo

Jl. Imam Bonjol No 7 Medan 20112 Jl. Kapt. A Rivai No 39 Palembang 30135 Jl. A Yani No 85 Pekanbaru 28115 Jl. Pintu Besar Utara No 5 Jakarta 11110 Jl. Melawai Raya No: 12-13, Jakarta Selatan 12190 Jl. MH Thamrin No 5 Jakarta Pusat 10340 Jl. Asia Afrika No. 118 - 120 Bandung 40261 Jl. Pemuda No 73 Semarang 50139 Jl. Basuki Rachmat No. 129 - 137 Surabaya 60271 Jl. Surapati No 15 Denpasar 80232 Jl. R. Suprapto No. 13-17, Lt 2, Banjarmasin 70114 Jl. Kartini No. 19 Makassar 90111 JL. WR Supratman No.70 Bandar Lampung 35111 Komplek Ruko Bekasi Mas Jl. A. Yani Blok B. No.1-2 Bekasi Jl. Sidas No.2 Pontianak 78111 Jl. Kesuma Bangsa No.76 Samarinda 75121 Jl. Dotulolong Lasut No.15 Manado 95122 Jl. Sultan Hasanuddin No.35 Palu 94112 JL Raja Ali haji No. 39 “Gedung Taman Melati Lt.2 Jl.Gereja No.34 Padang Jl. Kisamaun No.214 Tangerang 15118 Jl. Jend Ahmad Yani No 15 Balikpapan Jl. Jend. Sudirman No.14 Pematangsiantar JL Slamet Riyadi 294 Solo

061 - 4154600 061 - 4151831 0711 - 312174 0711 - 315601 0761 - 839897 (M) 0761 - 839895 021 - 6917165, 6917166 - 6917147 021 - 72788233 021 - 72786528 021 - 30400191 - 7166230/31 022 - 4240286 024 - 3514321 024 - 3522888/3582808 031 - 5479740 031 - 5479545 0361 - 238083 (H) 0361 - 263563 (Mgr) 0511 - 3363776 0511 - 3365484 0411 - 312984 0411 - 311718 0721 - 487543 (M) 021 - 88962441 0561 - 737058 0541 - 744734 0431 - 878845 0451 - 456700 0778 - 457988 0751 - 810676 ,20031 - 890045 021 - 5523618, 5522145 0542 - 427777 ext. 224 0622 - 22035, 221149 0271 - 715455

061 - 4155385 061 - 4521996 0711 - 319844 0761 - 839894 021 - 6910681 6917776 021 - 72788404 021 - 39832891 3908322 022 - 4267222 024 - 3566812 031 - 5323965 0361 - 244342 0361 - 238082 0511 - 3363082 0411 - 310069 0721 - 485684 021 - 88961751 0561 - 737058 0541 - 739736 0431 - 863577 0451 - 424766 0778 - 433306 0751 - 32732 021 - 5525344 0542 - 422109 0622 - 23211, 430391 0271 - 711888

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

308

PERNYATAAN DEWAN KOMISARIS

Laporan Tahunan ini, termasuk laporan Good Corporate Governance, Laporan Keuangan dan informasi terkait lainnya yang disampaikan, merupakan tanggung jawab penuh Dewan Komisaris PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., atas kebenaran isinya dengan pembubuhan tanda tangan Dewan Komisaris

Edwin Gerungan
Komisaris Utama & Komisaris Independen

Muchayat
Wakil Komisaris Utama

Mahmuddin Yasin
Komisaris

Soedarjono
Komisaris Independen

Pradjoto
Komisaris Independen

Gunarni Soeworo
Komisaris Independen

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

PERNYATAAN DIREKSI

309

Laporan Tahunan ini, termasuk laporan Good Corporate Governance, Laporan Keuangan dan informasi terkait lainnya yang disampaikan, merupakan tanggung jawab penuh Dewan Direksi PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., atas kebenaran isinya dengan pembubuhan tanda tangan Direksi

Agus Martowardojo
Direktur Utama

I Wayan Agus Mertayasa
Wakil Direktur Utama

Zulkifli Zaini
Direktur Commercial Banking

Sasmita
Direktur Technology and Operations

Abdul Rachman
Direktur Special Asset Management

Sentot A. Sentausa
Direktur Risk Management

Bambang Setiawan
Direktur Corporate Secretary, Legal and Customer Care

Riswinandi
Direktur Corporate Banking

Thomas Arifin
Direktur Treasury and International Banking

Budi G. Sadikin
Direktur Micro & Retail Banking

Ogi Prastomiyono
Direktur Compliance & Human Capital

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

310

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

311

LAPORAN KEUANGAN
• LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN BESERTA LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN

MENEMBUS BATAS KEINGINAN

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

312

SURAT PERNYATAAN DIREKSI TENTANG TANGGUNG JAWAB ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN PADA TANGGAL DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Plaza Mandiri Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 36-38 Jakarta 12190, Indonesia Tel. (62-21) 526 5045, 526 5095 Fax. (62-21) 527 4477, 527 5577 www.bankmandiri.co.id

Kami yang bertandatangan di bawah ini: 1. Nama Alamat Kantor Alamat Domisili / sesuai KTP atau kartu iden tas lain Nomor Telepon Jabatan 2. Nama Alamat Kantor Alamat Domisili / sesuai KTP atau kartu iden tas lain Nomor Telepon Jabatan : : : Agus Martowardojo Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 36-38 Jakarta 12190 Kav. Polri E/31 B RT011/RW007 Kelurahan Ragunan, Pasar Minggu Jakarta Selatan 021 - 5245285 Direktur Utama I Wayan Agus Mertayasa Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 36-38 Jakarta 12190 Jl. Gereja Theresia No. 21, Kelurahan Gondangdia, Menteng Jakarta Pusat 021-5245969 Wakil Direktur Utama

: : : : :

: :

dalam kedudukannya tersebut di atas ber ndak untuk dan atas nama Direksi PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. menyatakan bahwa: 1. Bertanggungjawab atas penyusunan dan penyajian Laporan Keuangan Kosolidasian PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk. (“Bank”) dan Anak Perusahaan; 2. Laporan Keuangan Konsolidasian Bank dan Anak Perusahaan telah disusun dan disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum; 3. a. Semua informasi dalam Laporan Keuangan Konsolidasian Bank dan Anak Perusahaan telah dimuat secara lengkap dan benar; b. Laporan Keuangan Konsolidasian Bank dan Anak Perusahaan dak mengandung informasi atau fakta material yang dak benar, dan dak menghilangkan informasi ataufakta material; 4. Bertanggungjawab atas sistem pengendalian intern dalam Bank dan Anak Perusahaan. Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya.

Jakarta,

Februari 2010

Agus Martowardojo Direktur Utama

I Wayan Agus Mertayasa Wakil Direktur Utama
FM 001

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

313

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

314

LAPORAN TAHUNAN PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007

PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN NERACA KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan ASET Kas Giro pada Bank Indonesia Giro pada Bank Lain - setelah dikurangi penyisihan penghapusan masing-masing sebesar Rp86.962, Rp87.689 dan Rp14.387 pada tanggal 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain setelah dikurangi penyisihan penghapusan masing-masing sebesar Rp347.184, Rp386.708 dan Rp59.200 pada tanggal 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 Efek-efek Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Pihak ketiga Dikurangi: Diskonto yang belum diamortisasi, keuntungan yang belum direalisasi dari kenaikan nilai efek-efek dan penyisihan penghapusan 2e 2e, 2f, 3 8.867.881 16.055.871 8.388.974 13.354.289 5.909.369 28.161.059 2009 2008 2007

2e, 2r, 4

7.402.647

7.406.529

1.387.595

2g, 2r, 5 2d, 2h, 2r, 6 48a

41.402.410

29.404.818

16.833.324

25.000 18.143.414 18.168.414

24.670.360 24.670.360

28.241 28.331.785 28.360.026

(15.022) 18.153.392 2d, 2i, 2r, 7 89.132.940

(45.513) 24.624.847 88.259.039

(1.043.473) 27.316.553 89.466.317

Obligasi Pemerintah Tagihan Lainnya - Transaksi Perdagangan - setelah dikurangi penyisihan penghapusan masing-masing sebesar Rp844.781, Rp1.158.049 dan Rp839.732 pada tanggal 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 Efek-efek yang Dibeli dengan Janji Dijual Kembali - setelah dikurangi penyisihan penghapusan masing-masing sebesar Rp30.488, Rp47.987 dan Rp33.600 pada tanggal 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 Tagihan Derivatif - setelah dikurangi penyisihan penghapusan masing-masing sebesar Rp1.765, Rp6.313 dan Rp3.800 pada tanggal 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 Kredit yang Diberikan Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Pihak ketiga Jumlah Kredit yang Diberikan Dikurangi: Pendapatan yang ditangguhkan Jumlah Kredit yang Diberikan setelah pendapatan yang ditangguhkan Dikurangi: Penyisihan penghapusan Jumlah Kredit yang Diberikan - bersih Piutang Pembiayaan Konsumen setelah dikurangi penyisihan penghapusan sebesar Rp16.343 pada tanggal 31 Desember 2009

2j, 2r, 8

3.146.143

3.513.133

2.028.542

2k, 2r, 9

4.905.541

619.092

3.290.853

2l, 2r , 10 2d, 2m, 2r, 11 48a

174.526 638.057 196.488.172 197.126.229 197.126.229 (12.435.525) 184.690.704

354.024 641.263 173.858.171 174.499.434 (1.334) 174.498.100 (11.860.312) 162.637.788

336.651 783.078 137.770.474 138.553.552 (23.472) 138.530.080 (13.041.696) 125.488.384

2n, 2o, 2r, 12

1.404.045

-

-

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan .

Lampiran 1/1

PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN NERACA KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan ASET (lanjutan) Tagihan Akseptasi - setelah dikurangi penyisihan penghapusan masing-masing sebesar Rp52.773, Rp246.008 dan Rp69.754 pada tanggal 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 Penyertaan Saham - setelah dikurangi penyisihan penghapusan masing-masing sebesar Rp2.106, Rp1.656 dan Rp73.943 pada tanggal 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 Aset Tetap - setelah dikurangi akumulasi penyusutan dan amortisasi masing-masing sebesar Rp4.869.622, Rp4.461.347 dan Rp3.971.067 pada tanggal 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 Aset Pajak Tangguhan - bersih Aset Lain-lain - setelah dikurangi penyisihan penghapusan masing-masing sebesar Rp936.622, Rp639.575 dan Rp612.638 pada tanggal 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 JUMLAH ASET 2009 2008 2007

2p, 2r, 13

4.304.000

3.596.359

4.953.481

2q, 2r, 14

186.848

158.173

124.905

2s, 15, 32c 2aa, 28e

4.963.306 6.014.085

4.603.560 6.123.919

4.531.577 4.096.447

2t, 2r, 16

3.812.265 394.616.604

5.394.134 358.438.678

5.160.533 319.085.590

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan .

Lampiran 1/2

PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN NERACA KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan KEWAJIBAN DAN EKUITAS KEWAJIBAN Kewajiban Segera Simpanan Giro Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Pihak ketiga Tabungan Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Pihak ketiga Deposito berjangka Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Pihak ketiga Jumlah Simpanan Simpanan dari Bank Lain Giro dan tabungan Inter-bank call money Deposito berjangka Jumlah Simpanan dari Bank Lain Hutang atas Efek-efek yang Dijual dengan Janji Dibeli Kembali Kewajiban Derivatif Kewajiban Akseptasi Efek-efek yang Diterbitkan Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Pihak ketiga Dikurangi: Diskonto dan biaya penerbitan yang belum diamortisasi 2u 573.557 619.798 852.777 2009 2008 2007

2d, 2v, 17, 48a

254.439 72.442.408 72.696.847 96.573 113.698.438 113.795.011 470.237 132.588.286 133.058.523 319.550.381

115.857 68.970.831 69.086.688 43.339 94.910.673 94.954.012 313.909 124.757.443 125.071.352 289.112.052

130.522 62.175.686 62.306.208 42.844 90.020.713 90.063.557 181.309 94.803.949 94.985.258 247.355.023

2d, 2v, 18, 48a

2d, 2v, 19, 48a

2d, 2w, 20, 48a 2w, 21 2w, 22

5.842.569 4.943.958 10.786.527

3.144.743 7.588 4.565.783 7.718.114

1.637.065 827.617 2.945.659 5.410.341

2k, 23 2l, 10 2p, 24 2d, 2x, 25 48a

316.356 41.611 4.356.773

981.893 160.678 3.842.367

2.914.343 34.348 5.023.235

1.672.619 1.672.619 (1.605) 1.671.014

1.016.603 1.016.603 1.016.603 9.371.508 316.401 746.808 3.174.500 7.999.368 2.836.650 327.896.740

30.000 4.021.467 4.051.467 (903) 4.050.564 9.345.061 469.508 540.608 1.280.398 9.624.031 2.935.27 5 289.835.512

Pinjaman yang Diterima Estimasi Kerugian atas Komitmen dan Kontinjensi Beban yang Masih Harus Dibayar Hutang Pajak Kewajiban Lain-lain Pinjaman Subordinasi JUMLAH KEWAJIBAN Hak Minoritas atas Aset Bersih Anak Perusahaan yang Dikonsolidasi

2d, 2y, 26, 48a 2r, 27c

3.944.356 329.362 542.921

2aa, 28a 29 2z, 30

1.855.829 9.132.586 6.217.068 359.318.341

2b, 31

189.494

28.069

6.346

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan .

Lampiran 1/3

PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN NERACA KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan KEWAJIBAN DAN EKUITAS (lanjutan) EKUITAS Modal Saham - nilai nominal Rp500 (nilai penuh) per lembar. Modal Dasar - 1 lembar Saham Dwiwarna Seri A dan 31.999.999.999 lembar Saham Biasa Seri B pada tanggal 31 Desember 2009, 2008 dan 2007. Modal Ditempatkan dan Disetor - 1 lembar Saham Dwiwarna Seri A dan 20.970.116.804 lembar Saham Biasa Seri B pada tanggal 31 Desember 2009, 1 lembar Saham Dwiwarna Seri A dan 20.905.647.787 lembar Saham Biasa Seri B pada tanggal 31 Desember 2008 dan 1 lembar Saham Dwiwarna Seri A dan 20.749.551.741 lembar Saham Biasa Seri B pada tanggal 31 Desember 2007 Dana Setoran Modal Tambahan Modal Disetor/Agio Saham Selisih Kurs karena Penjabaran Laporan Keuangan dalam Mata Uang Asing Kerugian Bersih yang Belum Direalisasi dari Penurunan Nilai Wajar Efek-efek dan Obligasi Pemerintah yang Tersedia untuk Dijual Setelah Dikurangi Pajak Tangguhan Selisih Revaluasi Aset Tetap Selisih Transaksi Perubahan Ekuitas Anak Perusahaan Opsi Saham Saldo Laba - (saldo rugi sebesar Rp162.874.901 telah dieliminasi dengan tambahan modal disetor/agio saham pada saat kuasireorganisasi pada tanggal 30 April 2003) - Sudah Ditentukan Penggunaannya - Belum Ditentukan Penggunaannya Jumlah Saldo Laba JUMLAH EKUITAS JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS 32b 2009 2008 2007

32a

10.485.058 6.911.587

10.452.824 6.809.056

10.374.776 127.593 6.570.959

2c

120.963

239.625

113.447

2h, 2i 2s, 15a, 32c 2q, 32e 2ae, 33

(260.756) (22.890) 16.174

(170.310) (50.935) 54.465

(3.568) 3.046.936 1.432 107.320

32b, 32d 32b, 32d

5.706.921 12.151.712 17.858.6 33 35.108.769 394.616.604

5.680.357 7.498.787 13.179.144 30.513.869 358.438.678

2.611.690 6.293.147 8.904.837 29.243.732 319.085.590

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan .

Lampiran 1/4

PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASIAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan PENDAPATAN DAN BEBAN OPERASIONAL Pendapatan Bunga Pendapatan bunga Pendapatan provisi dan komisi Jumlah Pendapatan Bunga Beban Bunga Beban bunga Beban pendanaan lainnya Jumlah Beban Bunga PENDAPATAN BUNGA - BERSIH Pendapatan Operasional Lainnya Provisi dan komisi lainnya Laba selisih kurs - bersih Lain-lain Jumlah Pendapatan Operasional Lainnya Pembentukan Penyisihan Penghapusan atas Aset Produktif (Pembentukan)/Pembalikan Penyisihan Estimasi Kerugian atas Komitmen dan Kontinjensi (Pembentukan)/Pembalikan Penyisihan Lainnya (Kerugian)/Keuntungan yang Belum Direalisasi dari Penurunan/Kenaikan Nilai Wajar Efek-efek dan Obligasi Pemerintah Keuntungan/(Kerugian) dari Penjualan Efek-efek dan Obligasi Pemerintah Beban Operasional Lainnya Beban gaji dan tunjangan Beban umum dan administrasi Lain-lain - bersih Jumlah Beban Operasional Lainnya LABA OPERASIONAL Pendapatan Bukan Operasional - Bersih LABA SEBELUM (BEBAN)/MANFAAT PAJAK DAN HAK MINORITAS (Beban)/Manfaat Pajak Tahun Berjalan Tangguhan Jumlah Beban Pajak - Bersih LABA BERSIH SEBELUM HAK MINORITAS HAK MINORITAS ATAS LABA BERSIH ANAK PERUSAHAAN YANG DIKONSOLIDASI LABA BERSIH LABA PER SAHAM Dasar (dalam Rupiah penuh) Dilusian (dalam Rupiah penuh) 2af 341,72 341,37 254,51 253,84 209,78 208,32 45 2009 2008 2007

2ab 2ac 34

31.640.259 958.705 32.598.964

26.496.487 839.750 27.336.237

23.232.749 695.800 23.928.549

2ab, 35, 59, 62

(15.675.213) (146.636) (15.821.849) 16.777.115

(12.371.417) (165.200) (12.536.617) 14.799.620 3.423.247 789.350 440.410 4.653.007

(11.430.672) (142.434) (11.573.106) 12.355.443 2.447.476 313.845 401.269 3.162.590

2ac 2c 36

4.311.235 637.065 536.063 5.484.363

2r, 37

(1.147.540)

(2.986.361)

(2.113.994)

2r, 27c 38

(37.782) (810.408)

221.393 170.139

61.409 313.015

2h, 2i, 39

(2.155)

1.486

(14.061)

2h, 2i, 40

180.752

(54.061)

228.498

2d, 2ad, 2ae, 33, 41, 43, 48 a 2s, 42 44, 62

(4.853.601) (4.324.893) (831.373) (10.009.867) 10.434.478 389.596

(4.563.768) (3.861.684) (469.329) (8.894.781) 7.910.442 158.118

(4.028.959) (3.421.783) (329.241) (7.779.983) 6.212.917 120.466

10.824.074

8.068.560

6.333.383

2aa, 28b, 28c 2aa, 28b, 28d

(3.479.867) (145.719) (3.625.586) 7.198.488

(4.711.894) 1.958.650 (2.753.244) 5.315.316

(2.686.154) 700.262 (1.985.892) 4.347.491

2b

(43.024) 7.155.464

(2.495) 5.312.821

(1.267) 4.346.224

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.

Lampiran 2

PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Saldo Laba*)

Catatan

Modal Ditempatkan dan Disetor Dana Setoran Modal Opsi Saham

Tambahan Modal Disetor/ Agio Saham

Selisih Kurs karena Penjabaran Laporan Keuangan dalam Mata Uang Asing Selisih Revaluasi Aset Tetap

Kerugian Bersih yang Belum Direalisasi dari Penurunan nilai wajar Efek-efek dan Obligasi Pemerintah yang Tersedia untuk Dijual Setelah Dikurangi Pajak Tangguhan Selisih Transaksi Perubahan Ekuitas Anak Perusahaan Sudah Ditentukan Belum Ditentukan Penggunaannya Penggunaannya

Jumlah

Jumlah Ekuitas

Saldo pada tanggal 31 Desember 2008 -

10.452.824

-

6.809.056

239.625

(170.310)

-

(50.935)

54.465

5.680.357 26.564 -

7.498.787 (26.564) (1.859.488)

13.179.144 (1.859.488)

30.513.869 (1.859.488)

Pembentukan cadangan umum dan khusus dari laba bersih tahun 2008

32d

Pembayaran dividen dari laba bersih tahun 2008

32d

Alokasi laba bersih tahun 2008 untuk Dana Program Kemitraan dan Dana Bina Lingkungan 32.234 (118.662) 102.531 -

32d

(38.291) -

-

(212.512) (403.975) -

(212.512) (403.975) -

(212.512) (403.975) 96.474 (118.662)

Pembayaran dividen interim dari laba bersih tahun 2009

32d

Eksekusi opsi saham berasal dari program Kompensasi Manajemen Berbasis Saham (MSOP)

1a, 2ae, 32a, 32b, 33

Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan dalam mata uang asing

2c

Kerugian yang Belum Direalisasi dari Penurunan Nilai Wajar Efek -efek dan Obligasi Pemerintah yang Tersedia untuk Dijual S etelah Dikurangi Pajak Tangguhan (90.446) -

2h, 2i

28.045 -

-

-

7.155.464

7.155.464

(90.446) 28.045 7.155.464

Selisih transaksi perubahan ekuitas Anak Perusahaan

Laba bersih untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009

Saldo pada tanggal 31 Desember 2009

10.485.058

-

6.911.587

120.963

(260.756)

-

(22.890)

16.174

5.706.921

12.151.712

17.858.633

35.108.769

*) Saldo rugi sebesar Rp162.874.901 telah dieliminasi dengan tambahan modal disetor/agio saham pada saat kuasi-reorganisasi pada tanggal 30 April 2003.

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan .

Lampiran 3/1

PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Saldo Laba*)

Catatan 10.374.776 127.593 6.570.959 113.447 (3.568) 3.046.936 1.432 107.320

Modal Ditempatkan dan Disetor Dana Setoran Modal 2.611.690 21.731 Opsi Saham Sudah Ditentukan Penggunaannya

Tambahan Modal Disetor/ Agio Saham

Selisih Kurs karena Penjabaran Laporan Keuangan dalam Mata Uang Asing Selisih Revaluasi Aset Tetap

Kerugian Bersih yang Belum Direalisasi dari penurunan nilai wajar Efek-efek dan Obligasi Pemerintah yang Tersedia untuk Dijual Setelah Dikurangi Pajak Tangguhan Selisih Transaksi Perubahan Ekuitas Anak Perusahaan Belum Ditentukan Penggunaannya 6.293.147 (21.731) (3.911.601)

Jumlah 8.904.837 (3.911.601)

Jumlah Ekuitas 29.243.732 (3.911.601)

Saldo pada tanggal 31 Desember 2007

Pembentukan cadangan umum dan khusus dari laba bersih tahun 2007

32d

Pembayaran dividen dari laba bersih tahun 2007

32d

Alokasi laba bersih tahun 2007 untuk Dana Program Kemitraan dan Dana Bina Lingkungan 78.048 126.178 (3.046.936) (127.593) 238.097 -

32d

(52.855) -

3.046.936 -

(173.849) -

(173.849) 3.046.936 -

(173.849) 135.697 126.178

Eksekusi opsi saham berasal dari program Kompensasi Manajemen Berbasis Saham (MSOP)

1a, 2ae, 32a, 32b, 33

Reklasifikasi dari selisih revaluasi aset tetap Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan dalam mata uang asing

2s, 15, 32c

2c

Kerugian yang Belum Direalisasi dari Penurunan Nilai Wajar Efek -efek dan Obligasi Pemerintah yang Tersedia untuk Dijual S etelah Dikurangi Pajak Tangguhan (166.742) -

2h, 2i

(52.367) -

-

-

5.312.821

5.312.821

(166.742) (52.367) 5.312.821

Selisih transaksi perubahan ekuitas Anak Perusahaan

Laba bersih untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2008

Saldo pada tanggal 31 Desember 2008

10.452.824

-

6.809.056

239.625

(170.310)

-

(50.935)

54.465

5.680.357

7.498.787

13.179.144

30.513.869

*) Saldo rugi sebesar Rp162.874.901 telah dieliminasi dengan tambahan modal disetor/agio saham pada saat kuasi-reorganisasi pada tanggal 30 April 2003.

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan .

Lampiran 3/2

PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Saldo Laba*)

Catatan 10.315.609 6.433.948 86.867 229.572 3.046.936 9.318 105.330

Modal Ditempatkan dan Disetor Dana Setoran Modal 2.575.369 36.321 Opsi Saham Sudah Ditentukan Penggunaannya

Tambahan Modal Disetor/ Agio Saham

(Kerugian)/Keuntungan Bersih yang Belum Direalisasi dari Penurunan atau Kenaikan N ilai Wajar Efek-efek dan Obligasi Selisih Kurs Pemerintah karena Penjabaran yang Tersedia Laporan Keuangan untuk Dijual Selisih dalam Mata Setelah Dikurangi Revaluasi Uang Asing Pajak Tangguhan Aset Tetap Selisih Transaksi Perubahan Ekuitas Anak Perusahaan Belum Ditentukan Penggunaannya 3.537.721 (36.321) (1.452.843)

Jumlah 6.113.090 (1.452.843)

Jumlah Ekuitas 26.340.670 (1.452.843)

Saldo pada tanggal 31 Desember 2006

Pembentukan cadangan umum dan khusus dari laba bersih tahun 2006

32d

Pembayaran dividen dari laba bersih tahun 2006 Alokasi laba bersih tahun 2006 untuk Tantiem, Dana Program Kemitraan dan Dana Program Bina Lingkungan 59.167 26.580 127.593 137.011 (85.044) -

32d

32d

-

(101.634) -

(101.634) -

(101.634) 238.727 26.580

Eksekusi opsi saham berasal dari program Kompensasi Manajemen Berbasis Saham (MSOP) Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan dalam mata uang asing

1a, 2ae, 32a, 32b, 33

2c

Kerugian yang Belum Direalisasi dari Penurunan Nilai Wajar Efek -efek dan Obligasi Pemerintah yang Tersedia untuk Dijual setelah Dikurangi Pajak Tangguhan (233.140) -

2h, 2i

(7.886) -

87.034 -

-

4.346.224

4.346.224

(233.140) 87.034 (7.886) 4.346.224

Pengakuan opsi saham berasal dari program Kompensasi Manajemen Berbasis Saham (MSOP)

Selisih transaksi perubahan ekuitas Anak Perusahaan Laba bersih untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007

Saldo pada tanggal 31 Desember 2007

10.374.776

127.593

6.570.959

113.447

(3.568)

3.046.936

1.432

107.320

2.611.690

6.293.147

8.904.837

29.243.732

*) Saldo rugi sebesar Rp162.874.901 telah dieliminasi dengan tambahan modal disetor/agio saham pada saat kuasi-reorganisasi pada tanggal 30 April 2003.

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan .

Lampiran 3/3

PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASIONAL Penerimaan pendapatan bunga Penerimaan pendapatan provisi dan komisi Pembayaran beban bunga Pembayaran beban pendanaan lainnya Penerimaan dari penjualan Obligasi Pemerintah untuk diperdagangkan Pembelian Obligasi Pemerintah untuk diperdagangkan (Rugi)/laba selisih kurs - bersih Pendapatan operasional lainnya Beban operasional lainnya Beban gaji dan tunjangan Beban umum dan administrasi Pendapatan bukan operasional - lainnya Arus kas dari aktivitas operasional sebelum perubahan aset dan kewajiban operasional (Kenaikan)/penurunan atas aset operasional: Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain Efek-efek - untuk diperdagangkan Tagihan lainnya - transaksi perdagangan Kredit yang diberikan Piutang pembiayaan konsumen Penerimaan atas aset produktif yang telah dihapusbukukan Aset lain-lain Kenaikan/(penurunan) atas kewajiban operasional: Giro Tabungan Deposito berjangka Inter-bank call money Kewajiban segera Hutang pajak Kewajiban lain-lain Kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasional ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Penurunan/(kenaikan) efek-efek - tersedia untuk dijual dan dimiliki hingga jatuh tempo (Kenaikan)/penurunan Obligasi Pemerintah - tersedia untuk dijual dan dimiliki hingga jatuh tempo (Kenaikan)/penurunan penyertaan saham Penerimaan dari penjualan aset tetap Pembelian aset tetap (Kenaikan)/penurunan efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali Kenaikan hak minoritas Kas bersih yang (digunakan untuk)/diperoleh dari aktivitas investasi 2009 2008 2007

62

32.078.031 5.269.940 (15.879.101) (146.636) 9.349.047 (9.722.868) (589.937) 716.236 (1.647.961) (4.853.601) (3.878.814) 197.692 10.892.028

26.117.536 4.262.997 (12.165.217) (165.200) 6.003.599 (5.184.940) (138.149) 311.092 (469.332) (3.403.043) (3.288.579) 82.339 11.963.103

23.222.510 3.143.276 (11.477.844) (142.434) 25.762.599 (25.549.223) 326.706 577.068 (16.229) (2.840.646) (2.837.906) 15.675 10.183.552

62

(11.958.068) 5.808.627 680.259 (24.906.337) (1.420.388) 2.350.123 1.118.663

(12.016.854) 2.600.153 (1.513.689) (36.149.818) 2.343.228 284.409

(7.359.001) (10.030.596) (97.988) (24.287.819) 1.375.021 (297.405)

6.266.337 18.882.649 8.365.346 (7.588) (46.242) (4.798.538) 1.133.216 12.360.087

6.650.858 4.114.274 28.871.129 (823.257) (232.979) (2.817.792) (2.751.048) 521.717

12.973.698 30.008.961 (4.345.784) (1.072.064) 181.438 (2.988.556) 1.560.507 5.803.964

524.900 (500.834) (1.080) 62.978 (651.467) (4.268.951) 118.402 (4.716.052)

(70.105) 286.139 41.649 80.178 (613.507) 2.657.374 19.228 2.400.956

149.005 1.684.033 12.250 3.444 (298.367) (2.482.465) (932.100)

15

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan .

Lampiran 4/1

PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Catatan ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Kenaikan/(penurunan) atas efek-efek yang diterbitkan Penambahan atas pinjaman yang diterima Pembayaran atas pinjaman yang diterima Kenaikan/(penurunan) atas pinjaman subordinasi (Penurunan)/kenaikan efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali Pembayaran dividen, dana Program Kemitraan, dana Program Bina Lingkungan dan tantiem Eksekusi hak opsi saham Kas bersih yang (digunakan untuk)/ diperoleh dari aktivitas pendanaan KENAIKAN/(PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN Kas dan setara kas pada akhir tahun terdiri dari: Kas Giro pada Bank Indonesia Giro pada bank lain Jumlah kas dan setara kas Informasi Tambahan Arus Kas Aktivitas yang tidak mempengaruhi arus kas: Kerugian yang belum direalisasi dari penurunan nilai wajar Efek -efek dan Obligasi Pemerintah yang tersedia untuk dijual setelah dikurangi pajak tangguhan (Kerugian)/keuntungan dari (penurunan)/kenaikan nilai wajar Efek -efek dan Obligasi Pemerintah yang diperdagangkan Pengakuan opsi saham dari program Kompensasi Manajemen Berbasis Saham (MSOP) Penambahan aset tetap yang berasal dari Perjanjian Kerjasama Operasional (KSO)

2009

2008

2007

654.411 8.390.908 (13.818.060) 3.349.626 (665.539) 32d (2.475.975) 96.474 (4.468.155) 3.175.880 29.237.481 32.413.361

(3.033.961) 19.172.382 (19.283.446) (130.374) (1.932.450) (4.085.450) 135.697 (9.157.602) (6.234.929) 35.472.410 29.237.481

93.815 16.267.116 (10.358.647) (1.233.809) 1.054.563 (1.554.477) 238.727 4.507.288 9.379.152 26.093.258 35.472.410

3 4

8.867.881 16.055.871 7.489.609 32.413.361

8.388.974 13.354.289 7.494.218 29.237.481

5.909.369 28.161.059 1.401.982 35.472.410

(90.446)

(166.742)

(233.140)

(2.155)

1.486

(14.061)

-

-

(87.034)

15

131.640

-

-

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan .

Lampiran 4/2

PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

1.

UMUM a. Pendirian Usaha PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (selanjutnya disebut “Bank Mandiri” atau “Bank”) didirikan pada tanggal 2 Oktober 1998 di Negara Republik Indonesia dengan Akta Notaris Sutjipto, S.H., No. 10 tanggal 2 Oktober 1998, berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 75 Tahun 1998 tanggal 1 Oktober 1998. Akta pendirian dimaksud telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. C2-16561.HT.01.01.TH.98 tanggal 2 Oktober 1998, serta diumumkan pada Tambahan No. 6859 dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 97 tanggal 4 Desember 1998. Bank Mandiri didirikan melalui penggabungan usaha PT Bank Bumi Daya (Persero) (“BBD”), PT Bank Dagang Negara (Persero) (“BDN”), PT Bank Ekspor Impor Indonesia (Persero) (“Bank Exim”) dan PT Bank Pembangunan Indonesia (Persero) (“Bapindo”) (selanjutnya secara bersama - sama disebut “Bank Peserta Penggabungan”). Berdasarkan Pasal 3 Anggaran Dasar Bank Mandiri, ruang lingkup kegiatan Bank Mandiri adalah melakukan usaha di bidang perbankan sesuai dengan ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Bank Mandiri mulai beroperasi pada tanggal 1 Agustus 1999. Anggaran Dasar Bank Mandiri telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan Anggaran Dasar terakhir adalah sehubungan dengan penambahan modal ditempatkan dan disetor yang dilakukan sebagai tindak lanjut dari pelaksanaan program Management Stock Option Plan (“MSOP”) yang berkaitan dengan jumlah lembar opsi saham yang telah dieksekusi sampai dengan tanggal 31 Desember 2009. Perubahan Anggaran Dasar ini dilaksanakan dengan akta Notaris Dr. A. Partomuan Pohan, S.H., LLM No. 4 tanggal 7 Januari 2010 yang telah dilaporkan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan bukti penerimaan laporan No. AHU-AH.01.10-01385 tanggal 19 Januari 2010 dan telah didaftarkan pada Daftar Perseroan No. AHU-0004265.AH.01.09 tahun 2010 tanggal 19 Januari 2010. b. Penggabungan Usaha Pada akhir bulan Februari 1998, Pemerintah Republik Indonesia (selanjutnya disebut “Pemerintah”) mengumumkan rencana untuk melakukan restrukturisasi atas Bank Peserta Penggabungan. Sehubungan dengan rencana restrukturisasi tersebut, Pemerintah mendirikan Bank Mandiri pada bulan Oktober 1998 dengan melakukan penyetoran tunai dan pengalihan saham Pemerintah pada Bank Peserta Penggabungan (Catatan 32a dan 32b). Selisih antara harga transfer dan nilai buku saham pada saat akuisisi tidak dihitung karena dinilai tidak praktis. Seluruh kerugian yang timbul selama periode akuisisi diakui dalam Program Rekapitalisasi. Rencana restrukturisasi tersebut dirancang untuk menggabungkan usaha Bank Peserta Penggabungan ke dalam Bank Mandiri pada bulan Juli 1999 dan rekapitalisasi Bank Mandiri. Restrukturisasi Bank Peserta Penggabungan dan Bank Mandiri juga mencakup: x x x x Restrukturisasi kredit yang diberikan. Restrukturisasi aset non-kredit yang diberikan. Rasionalisasi kantor cabang di dalam dan luar negeri. Rasionalisasi sumber daya manusia.

Berdasarkan Akta Notaris Sutjipto, S.H., No. 100 tanggal 24 Juli 1999, Bank Peserta Penggabungan secara hukum melakukan penggabungan usaha ke dalam Bank Mandiri. Akta penggabungan usaha tersebut disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C-13.781.HT.01.04.TH.99 tanggal 29 Juli 1999 dan disetujui oleh Gubernur Bank Indonesia dengan Surat Keputusan No. 1/9/KEP.GBI/1999 tanggal 29 Juli 1999. Penggabungan tersebut dinyatakan sah oleh Kepala Kantor Departemen Perindustrian dan Perdagangan Jakarta Selatan melalui Surat Keputusan No. 09031827089 tanggal 31 Juli 1999.

Lampiran 5/1

PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

1.

UMUM (lanjutan) b. Penggabungan Usaha (lanjutan) Pada tanggal efektif penggabungan usaha: x Semua aset dan kewajiban Bank Peserta Penggabungan dialihkan ke Bank Mandiri sebagai Bank Hasil Penggabungan. x Semua operasi dan aktivitas bisnis Bank Peserta Penggabungan dialihkan dan dioperasikan oleh Bank Mandiri. x Bank Mandiri mendapat tambahan modal disetor sebesar Rp1.000.000 (satu juta Rupiah) (nilai penuh) atau setara dengan 1 (satu) lembar saham yang merupakan sisa saham yang dimiliki oleh Pemerintah pada masing-masing Bank Peserta Penggabungan (Catatan 32a dan 32b). Pada tanggal efektif dimaksud, Bank Peserta Penggabungan secara hukum dibubarkan tanpa proses likuidasi dan Bank Mandiri sebagai Bank Hasil Penggabungan menerima seluruh hak dan kewajiban dari Bank Peserta Penggabungan. c. Rekapitalisasi Dalam rangka mengatasi kondisi ekonomi yang memburuk di Indonesia pada sektor perbankan, pada tanggal 31 Desember 1998, Pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah No. 84 Tahun 1998 tentang Program Rekapitalisasi Bank Umum yang bertujuan untuk meningkatkan permodalan bank umum agar dapat memenuhi Rasio Kecukupan Modal (Capital Adequacy Ratio yang selanjutnya disebut “CAR”) minimum sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan. Keikutsertaan bank umum dalam Program Rekapitalisasi didasarkan pada persyaratan dan prosedur yang ditetapkan dalam Surat Keputusan Bersama Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia No. 53/KMK.017/1999 dan No. 31/12/KEP/GBI tanggal 8 Februari 1999. Berdasarkan Surat Keputusan Bersama tersebut, Pemerintah antara lain harus melakukan Program Rekapitalisasi Bank Umum terhadap seluruh Bank Milik Negara, Bank Pembangunan Daerah dan Bank Umum yang berstatus “Bank Take Over” oleh Badan Penyehatan Perbankan Nasional (“BPPN”). Pada tanggal 28 Mei 1999, Pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah No. 52 Tahun 1999 (PP No. 52/1999) tentang penambahan penyertaan modal Pemerintah Republik Indonesia pada Bank Mandiri melalui penerbitan Obligasi Rekapitalisasi Pemerintah oleh Menteri Keuangan dengan nilai maksimum Rp137.800.000. Pelaksanaan PP No. 52/1999 diatur dalam Surat Keputusan Bersama Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia No. 389/KMK.017/1999 dan No. 1/10/KEP/GBI tanggal 29 Juli 1999. Selama Obligasi Rekapitalisasi Pemerintah tersebut belum diterbitkan, Bank Mandiri mengakui adanya “Tagihan kepada Pemerintah” sebesar Rp137.800.000 sesuai dengan penegasan Komitmen Pemerintah melalui surat dari Menteri Keuangan No. S-360/MK.017/1999 tanggal 29 September 1999 dan persetujuan Menteri Negara Pendayagunaan BUMN melalui Surat No. S-510/M-PBUMN/1999 tanggal 29 September 1999. Sesuai dengan Surat Bank Indonesia No. 1/1/GBI/DPIP tanggal 11 Oktober 1999 perihal penerbitan Obligasi/Surat Utang Pemerintah dalam rangka penyertaan modal Pemerintah Republik Indonesia di Bank Mandiri, Bank Indonesia menyetujui tagihan kepada Pemerintah tersebut di atas termasuk dalam modal inti Bank Mandiri (Tier I) dalam perhitungan Rasio Kecukupan Modal (CAR) pada tanggal 31 Juli 1999 sampai dengan 30 September 1999, dengan syarat bahwa selambat-lambatnya tanggal 15 Oktober 1999, Obligasi/Surat Utang Pemerintah telah diterima oleh Bank Indonesia.

Lampiran 5/2

PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

1.

UMUM (lanjutan) c. Rekapitalisasi (lanjutan) Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 97 Tahun 1999 tanggal 24 Desember 1999 tentang penambahan penyertaan modal Pemerintah di Bank Mandiri dalam rangka Program Rekapitalisasi, Pemerintah menambah penyertaan modal sampai sejumlah maksimum Rp42.200.000, sehingga penyertaan secara keseluruhan menjadi setinggi-tingginya sebesar Rp180.000.000. Dalam rangka pelaksanaan Peraturan Pemerintah No. 52 dan No. 97 Tahun 1999 tersebut di atas, maka dalam Perjanjian Rekapitalisasi Sementara antara Pemerintah dengan Bank Mandiri beserta perubahannya, Pemerintah telah mengeluarkan Obligasi Rekapitalisasi Pemerintah dalam 2 (dua) tahap, yaitu sebesar Rp103.000.000 pada tanggal 13 Oktober 1999 dan Rp75.000.000 pada tanggal 28 Desember 1999, sehingga pada tanggal 31 Desember 1999 jumlah keseluruhan Obligasi Rekapitalisasi Pemerintah yang diterbitkan berdasarkan perjanjian tersebut menjadi sebesar Rp178.000.000. Berdasarkan Kontrak Manajemen pada tanggal 8 April 2000 antara Bank Mandiri dan Pemerintah, ditetapkan jumlah kebutuhan rekapitalisasi Bank Mandiri adalah sebesar Rp173.931.000 atau lebih kecil dari jumlah Obligasi Rekapitalisasi Pemerintah. Dari kelebihan tersebut, sebesar Rp1.412.000 digunakan sebagai tambahan modal disetor, sedangkan sisanya sebesar Rp2.657.000 dikembalikan kepada Pemerintah pada tanggal 7 Juli 2000 dalam bentuk Obligasi Rekapitalisasi Pemerintah sebanyak 2.657.000 (dua juta enam ratus lima puluh tujuh ribu) unit. Sesuai Surat Menteri Keuangan Republik Indonesia No. S-174/MK.01/2003 tanggal 24 April 2003 tentang pengembalian kelebihan Obligasi Rekapitalisasi Pemerintah yang sebelumnya digunakan sebagai tambahan modal, Bank Mandiri telah mengembalikan Obligasi Rekapitalisasi Pemerintah sebesar Rp1.412.000 kepada Pemerintah pada tanggal 25 April 2003 (Catatan 32b). Menteri Keuangan Republik Indonesia mengeluarkan Surat Keputusan (“KMK-RI”) No. 227/KMK.02/2003 tanggal 23 Mei 2003 dan KMK-RI No. 420/KMK-02/2003 tanggal 30 September 2003 yang antara lain memutuskan jumlah final tambahan penyertaan modal Pemerintah sebesar Rp173.801.315 (Catatan 32b). d. Penawaran Umum Saham, Perubahan Modal Saham dan Obligasi Subordinasi Bank Mandiri Penawaran Umum Saham Bank Mandiri Bank Mandiri telah menyampaikan pernyataan pendaftaran sehubungan dengan Penawaran Umum Perdana Saham (Initial Public Offering yang selanjutnya disebut “IPO”) kepada Badan Pengawas Pasar Modal (“Bapepam”) pada tanggal 2 Juni 2003 dan telah dinyatakan efektif berdasarkan Surat Ketua Bapepam No. S-1551/PM/2003 tanggal 27 Juni 2003. Nama perusahaan berubah dari semula PT Bank Mandiri (Persero) menjadi PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. berdasarkan perubahan anggaran dasar yang dilaksanakan dengan Akta Notaris Sutjipto, S.H. No. 2 tanggal 1 Juni 2003 dan telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. C-12783.HT.01.04.TH.2003 tanggal 6 Juni 2003 dan telah diumumkan pada Berita Negara Republik Indonesia No. 63 tanggal 8 Agustus 2003, Tambahan Berita Negara Republik Indonesia No. 6590. Pada tanggal 14 Juli 2003, Bank Mandiri melakukan IPO atas 4.000.000.000 lembar saham Biasa Seri B, dengan nilai nominal Rp500 (nilai penuh) per lembar saham yang dijual dengan harga Rp675 (nilai penuh) per lembar saham. Penawaran umum kepada masyarakat tersebut merupakan divestasi atas 20,00% saham Bank Mandiri milik Pemerintah (Catatan 32a).

Lampiran 5/3

PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

1.

UMUM (lanjutan) d. Penawaran Umum Saham, Perubahan Modal Saham dan Obligasi Subordinasi Bank Mandiri (lanjutan) Penawaran Umum Saham Bank Mandiri (lanjutan) Pada tanggal 14 Juli 2003, sebanyak 19.800.000.000 lembar saham Biasa Seri B Bank Mandiri telah dicatatkan di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya berdasarkan surat persetujuan dari Bursa Efek Jakarta No. S-1187/BEJ.PSJ/07-2003 tanggal 8 Juli 2003 dan Bursa Efek Surabaya No. JKT-028/LIST/BES/VII/2003 tanggal 10 Juli 2003. Perubahan Modal Saham Bank Mandiri Rincian Perubahan Modal Saham Ditempatkan dan Disetor adalah sebagai berikut: Jumlah saham Setoran awal dalam pendirian oleh Pemerintah di tahun 1998 Penambahan modal disetor oleh Pemerintah di tahun 1999 4.000.000 251.000 4.251.000 Penambahan modal disetor oleh Pemerintah di tahun 2003 5.749.000 10.000.000 Penurunan nilai nominal saham dari Rp1.000.000 (nilai penuh) menjadi Rp500 (nilai penuh)per saham melalui stock split di tahun 2003 Saham yang berasal dari konversi MSOP I pada tahun 2004 Saham yang berasal dari konversi MSOP I pada tahun 2005 Saham yang berasal dari konversi MSOP I pada tahun 2006 Saham yang berasal dari konversi MSOP II pada tahun 2006 Saham yang berasal dari konversi MSOP I pada tahun 2007 Saham yang berasal dari konversi MSOP II pada tahun 2007 Saham yang berasal dari konversi MSOP III pada tahun 2007 Saham yang berasal dari konversi MSOP I pada tahun 2008 Saham yang berasal dari konversi MSOP II pada tahun 2008 Saham yang berasal dari konversi MSOP III pada tahun 2008 Saham yang berasal dari konversi MSOP II pada tahun 2009 Saham yang berasal dari konversi MSOP III pada tahun 2009 20.000.000.000 132.854.872 122.862.492 71.300.339 304.199.764 40.240.621 343.135 77.750.519 8.107.633 399.153 147.589.260 86.800 64.382.217 20.970.116.805 Penawaran Umum Obligasi Subordinasi Bank Mandiri Pada tanggal 3 Desember 2009, Bank Mandiri mendapat persetujuan efektif dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan dengan suratnya No. S-10414/BL/2009 tanggal 3 Desember 2009 untuk melakukan penawaran umum Obligasi Subordinasi Rupiah Bank Mandiri I Tahun 2009 dengan nilai nominal sebesar Rp3.500.000. Pada tanggal 14 Desember 2009, obligasi tersebut telah dicatat pada Bursa Efek Indonesia (Catatan 30).

Lampiran 5/4

PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

1.

UMUM (lanjutan) e. Kuasi-Reorganisasi Untuk menghilangkan konsekuensi negatif karena dibebani dengan saldo rugi, Bank Mandiri melakukan kuasi-reorganisasi sesuai keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (“RUPS-LB”) tanggal 29 Mei 2003. Penyesuaian kuasi-reorganisasi telah dibukukan pada tanggal 30 April 2003, di mana saldo rugi sebesar Rp162.874.901 dieliminasi ke akun tambahan modal disetor/agio saham. Anggaran Dasar Bank Mandiri telah mengalami perubahan sehubungan dengan perubahan tambahan modal disetor karena adanya kuasi-reorganisasi sesuai dengan Akta Notaris Sutjipto, S.H., No. 130 tanggal 29 September 2003 dan telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. C25309.HT.01.04.TH.2003 tanggal 23 Oktober 2003 dan diumumkan pada Berita Negara Republik Indonesia No. 910 tanggal 23 Oktober 2003, Tambahan No. 93. Pada tanggal 30 Oktober 2003, RUPS-LB Bank Mandiri menyetujui kuasi-reorganisasi pada tanggal 30 April 2003 tersebut sebagaimana terdapat dalam Akta Notaris Sutjipto, S.H. No. 165 tanggal 30 Oktober 2003. f. Divestasi Kepemilikan Saham oleh Pemerintah Pada tanggal 11 Maret 2004, Pemerintah telah melakukan divestasi lanjutan atas 10,00% kepemilikan di Bank Mandiri atau sebanyak 2.000.000.000 lembar Saham Biasa Seri B melalui private placements (Catatan 32a). g. Anak Perusahaan dan Perusahaan Asosiasi Anak Perusahaan yang tercakup dalam laporan keuangan konsolidasian pada tanggal 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 adalah sebagai berikut:
Nama Anak Perusahaan Bank Mandiri (Europe) Limited (BMEL) Mandiri International Remittance Sendirian Berhad (MIR) PT Bank Syariah Mandiri (BSM) PT Usaha Gedung Bank Dagang Negara PT Mandiri Sekuritas PT Bumi Daya Plaza PT Bank Sinar Harapan Bali (BSHB) PT Mandiri Tunas Finance (MTF) Jenis Usaha Perbankan Jasa Pengiriman Uang Perbankan Syariah Pengelolaan Properti Sekuritas Pengelolaan Properti Perbankan Pembiayaan Konsumen Kedudukan London Kuala Lumpur Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Denpasar Jakarta 2009 Persentase Kepemilikan 2008 2007 100,00 99,99 99,00 95,69 93,33 80,00 100,00 99,99 99,00 95,69 93,33 -

100,00 100,00 99,99 99,00 95,69 93,33 81,46 51,00

Jumlah aset Anak Perusahaan tersebut pada tanggal 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 (sebelum eliminasi) berjumlah Rp28.693.251, Rp23.554.363 dan Rp18.607.409 atau 7,27%, 6,57% dan 5,83% dari jumlah aset konsolidasian. Bank Mandiri (Europe) Limited Bank Mandiri (Europe) Limited (“BMEL”) didirikan di London, Inggris pada tanggal 22 Juni 1999 berdasarkan “The Companies Act 1985 of the United Kingdom”. BMEL didirikan melalui konversi dari Bank Exim cabang London menjadi Anak Perusahaan dan efektif beroperasi sejak 31 Juli 1999. BMEL bertindak sebagai bank komersial untuk mewakili kepentingan Bank Mandiri dan berlokasi di London, Inggris.

Lampiran 5/5

PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

1.

UMUM (lanjutan) g. Anak Perusahaan dan Perusahaan Asosiasi (lanjutan) Mandiri International Remittance Sendirian Berhad Mandiri International Remittance Sendirian Berhad (“MIR”) merupakan perusahaan yang seluruh sahamnya dimiliki oleh Bank Mandiri dengan modal disetor sebesar USD1.800.000 dan menjadi badan hukum Malaysia sejak tanggal 17 Maret 2009 dengan registrasi No. 850077-P. MIR merupakan perusahaan penyedia jasa pengiriman uang (remittances) di bawah ketentuan Bank Negara Malaysia (“BNM”). Secara legal operasional, MIR sudah mendapat persetujuan dari Bank Indonesia (“BI”) melalui surat No. 10/548/DPB1 tanggal 14 November 2009 dan persetujuan dari BNM untuk melakukan kegiatan operasional melalui surat No. KL.EC.150/1/8562 tanggal 18 November 2009. Pembukaan kantor MIR dilakukan pada tanggal 29 November 2009 yang berlokasi di Kuala Lumpur, Malaysia. Pelayanan MIR masih terbatas pada jasa pengiriman uang kepada rekening di Bank Mandiri. PT Bank Syariah Mandiri PT Bank Syariah Mandiri (“BSM”) adalah perusahaan yang menyelenggarakan usaha bank dengan prinsip perbankan syariah, didirikan di Republik Indonesia pada tanggal 15 Juni 1955 dengan nama PT Bank Industri Nasional (“PT Bina”). Selanjutnya PT Bina berubah menjadi PT Bank Maritim Indonesia pada tanggal 12 September 1968 dan kemudian berubah menjadi PT Bank Susila Bhakti pada tanggal 6 Juni 1974, yang merupakan Anak Perusahaan dari BDN. Perubahan nama perusahaan terakhir adalah berdasarkan Akta notaris Sutjipto, S.H., No. 23 tanggal 8 September 1999, yaitu menjadi PT Bank Syariah Mandiri. PT Usaha Gedung Bank Dagang Negara PT Usaha Gedung Bank Dagang Negara (“UGBDN”) adalah perusahaan yang bergerak dalam kegiatan jasa pengelolaan dan penyewaaan gedung, didirikan berdasarkan akta notaris Abdul Latief, S.H., No. 104 tanggal 29 Oktober 1971 di Jakarta. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan akta notaris Martin Roestamy, S.H., No. 7 tanggal 25 November 2004. UGBDN memiliki 25,00% modal saham di PT Pengelola Investama Mandiri (“PIM”), suatu perusahaan yang didirikan untuk mengelola penyertaan-penyertaan exlegacy yang kepemilikannya sudah dialihkan menjadi kepemilikan atas nama PIM. PT Mandiri Sekuritas PT Mandiri Sekuritas didirikan di Jakarta pada tanggal 31 Juli 2000 berdasarkan akta notaris Ny. Vita Buena, S.H., menggantikan Notaris Sutjipto, S.H., No. 116 melalui penggabungan usaha PT Bumi Daya Sekuritas, PT Exim Sekuritas dan PT Merincorp Securindo. Penggabungan usaha tersebut disetujui oleh Menteri Hukum dan Perundang-undangan Republik Indonesia pada tanggal 25 Agustus 2000 berdasarkan Surat Keputusan No. C-18762.HT.01.01-TH.2000. PT Mandiri Sekuritas memiliki 99,90% dari total saham PT Mandiri Manajemen Investasi, Anak Perusahaan yang didirikan tanggal 26 Oktober 2004 dan bergerak di bidang manajemen dan penasehat investasi. PT Bumi Daya Plaza PT Bumi Daya Plaza (“BDP”) adalah perusahaan yang bergerak dalam kegiatan jasa pengelolaan dan penyewaan gedung, didirikan di Jakarta, Indonesia berdasarkan akta notaris Ny. Subagyo Reksodipuro, S.H., No. 33 tanggal 22 Desember 1978. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan dan terakhir telah dicantumkan pada Tambahan Berita Negara Republik Indonesia pada tanggal 27 April 2001 No. 34. BDP memiliki 75,00% modal saham PIM.

Lampiran 5/6

PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

1.

UMUM (lanjutan) g. Anak Perusahaan dan Perusahaan Asosiasi (lanjutan) PT Bank Sinar Harapan Bali PT Bank Sinar Harapan Bali (“BSHB”) didirikan pada tanggal 3 November 1992 berdasarkan akta notaris Ida Bagus Alit Sudiatmika, S.H., No. 4 di Denpasar. Pada tanggal 3 Mei 2008 dilangsungkan penandatanganan Akta Akuisisi antara pemegang saham BSHB dan Bank Mandiri, sebagaimana tertuang dalam Akta Akuisisi No. 4 tanggal 3 Mei 2008 dibuat oleh I Wayan Sugitha, S.H., Notaris di Denpasar. Penandatanganan Akta Akuisisi ini menandai awal kepemilikan Bank Mandiri atas 80,00% saham BSHB, dimana selanjutnya pengelolaan BSHB akan dilakukan secara terpisah dari Bank Mandiri sebagai bank yang tetap berdiri sendiri (standalone bank) dengan fokus utama pada pengembangan bisnis Mikro dan Usaha Kecil. Pada tanggal 22 Oktober 2009, Bank telah melakukan penambahan penyertaan modal pada BSHB sebesar 1,46% dari total seluruh saham yang telah dikeluarkan dan disetor penuh, atau sebesar Rp1.460.657.000 (nilai penuh) dengan melakukan pembelian seluruh saham BSHB yang dimiliki oleh Direktur Utama sebanyak 2.921.314 lembar saham, sebagaimana terdapat dalam Akta Jual Beli Saham No. 52 tanggal 22 Oktober 2009 yang dibuat dihadapan Notaris Ni Wayan Widastri, S.H., Notaris di Denpasar, Bali. Penambahan penyertaan modal Bank Mandiri pada BSHB tersebut dilaksanakan dalam rangka memenuhi ketentuan Bank Indonesia tentang Good Corporate Governance yang antara lain mensyaratkan Direktur Utama Bank harus berasal dari pihak yang independen. Penambahan penyertaan Bank Mandiri di BSHB telah mendapatkan persetujuan dari Bank Indonesia sebagaimana terdapat dalam surat No. 11/103/DPB1/TPB1-1 tanggal 21 Agustus 2009. Setelah dilaksanakannya penambahan penyertaan modal tersebut, porsi kepemilikan Bank Mandiri pada BSHB meningkat dari 80,00% menjadi 81,46% dari total seluruh saham yang telah dikeluarkan BSHB dengan total nilai penyertaan sebesar Rp81.461 dari semula Rp80.000. PT Mandiri Tunas Finance PT Mandiri Tunas Finance (“MTF”, dahulu PT Tunas Financindo Sarana (“TFS”)) adalah perusahaan yang bergerak dalam kegiatan pembiayaan konsumen. MTF didirikan berdasarkan Akta Notaris Misahardi Wilamarta, S.H., No. 262 tanggal 17 Mei 1989 dan disahkan oleh Menteri Kehakiman dalam Surat Keputusan No. C2-4868.HT.01.01.TH.89 tanggal 1 Juni 1989 serta diumumkan dalam Lembaran Berita Negara No. 57, Tambahan No. 1369 tanggal 18 Juli 1989. Sesuai dengan akta notaris Dr. A. Partomuan Pohan, S.H., LLM pada tanggal 6 Februari 2009, dilakukan penandatanganan akta jual beli antara pemegang saham MTF (PT Tunas Ridean Tbk. dan PT Tunas Mobilindo Parama) dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., dimana Bank Mandiri mengakuisisi 51,00% kepemilikan saham atas MTF melalui pembelian 1.275.000.000 lembar saham MTF (nilai nominal Rp100 (nilai penuh)) per lembar saham dengan harga Rp290.000. Pengalihan 51,00% kepemilikan kepada Bank Mandiri ini telah disahkan dalam RUPS-LB MTF sebagaimana tertuang dalam Berita Acara RUPS-LB No. 8 tanggal 6 Februari 2009 dan telah dicatatkan dalam Sistem Administrasi Badan Hukum Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia sebagaimana ditegaskan melalui Surat Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor AHU-AH.01.10-01575 tertanggal 11 Maret 2009. Akuisisi ini juga telah disetujui oleh Bank Indonesia melalui Keputusan Gubernur Bank Indonesia No. 11/3/DPB1/TPB1-1 tertanggal 8 Januari 2009.

Lampiran 5/7

PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

1.

UMUM (lanjutan) g. Anak Perusahaan dan Perusahaan Asosiasi (lanjutan) PT Mandiri Tunas Finance (lanjutan) Perubahan nama TFS menjadi MTF dilaksanakan pada tanggal 26 Juni 2009, sesuai Akta Pernyataan Keputusan Rapat PT Tunas Financindo Sarana No. 181 tanggal 26 Juni 2009 yang ditandatangani oleh Notaris Dr. Irawan Soerodjo, S.H., Msi. Anggaran dasar tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-4056.AH.01.02.TH.09 pada tanggal 26 Agustus 2009. Goodwill yang timbul dari akuisisi MTF sebesar Rp156.807 diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus selama 5 tahun dengan pertimbangan atas estimasi manfaat ekonomis atas goodwill tersebut. Beban amortisasi goodwill sampai dengan 31 Desember 2009 adalah sebesar Rp28.748 dan telah dibebankan ke dalam laporan laba rugi konsolidasian periode 2009. h. Struktur dan Manajemen Kantor pusat Bank Mandiri berkedudukan di Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 36 - 38 Jakarta Selatan, Indonesia. Pada tanggal 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 struktur kantor dalam dan luar negeri Bank Mandiri adalah sebagai berikut:
2009 Kantor wilayah dalam negeri Cabang dalam negeri: Kantor Area Kantor Community Kantor Branch Cash Outlet 12 62 115 856 62 1.095 4 1 2008 10 59 118 359 491 1.027 4 1 2007 10 58 99 341 458 956 4 1

Cabang luar negeri Kantor Perwakilan

Pada tanggal 31 Desember 2009, 2008 dan 2007, Bank Mandiri memiliki cabang-cabang luar negeri yang berlokasi di Cayman Island, Singapura, Hong Kong dan Timor Leste serta Kantor Perwakilan (Representative Office) di Shanghai - Republik Rakyat Cina. Efektif tanggal 9 Januari 2007, untuk mendukung pencapaian aspirasi Bank Mandiri menjadi Dominant Multi-Specialist Bank, Bank Mandiri mengubah struktur organisasinya menjadi Strategic Business Units (SBU). Secara garis besar, SBU dimaksud terdiri dari tiga kelompok besar, yaitu: 1. Business Units, berfungsi sebagai motor utama pengembangan bisnis Bank yang terdiri dari 6 (enam) Direktorat yaitu Corporate Banking, Commercial Banking, Consumer Finance, Micro & Retail Banking, Treasury & International Banking dan Special Asset Management; 2. Corporate Center, berfungsi untuk menangani hal-hal strategis korporasi serta dukungan kebijakan perseroan yang terdiri dari 3 (tiga) Direktorat yaitu Risk Management, Compliance & Human Capital dan Finance & Strategy; 3. Shared Service berupa supporting unit yang mendukung operasional Bank secara keseluruhan yang ditangani oleh Direktorat Technology & Operations.

Lampiran 5/8

PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

1.

UMUM (lanjutan) h. Struktur dan Manajemen (lanjutan) Pada tanggal 31 Desember 2009, 2008 dan 2007, susunan Dewan Komisaris dan Direksi Bank Mandiri adalah sebagai berikut:
2009 Dewan Komisaris Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen Wakil Komisaris Utama Komisaris Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris Independen 2008 2007

: : : : : : :

Edwin Gerungan Muchayat Mahmuddin Yasin Soedarjono Pradjoto Gunarni Soeworo -

Edwin Gerungan Muchayat Mahmuddin Yasin*) Soedarjono Pradjoto Gunarni Soeworo -

Edwin Gerungan Muchayat Richard Claproth**) Soedarjono Pradjoto Gunarni Soeworo Yap Tjay Soen***)

*) Sejak penutupan RUPS Tahunan tanggal 29 Mei 2008 **) Sampai dengan penutupan RUPS Tahunan tanggal 29 Mei 2008 ***) Sampai tanggal pengunduran diri efektif tanggal 15 Mei 2008. Adapun pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (acquit et de charge) selama yang bersangkutan menjabat pada periode 1 Januari 2008 sampai dengan 15 Mei 2008 telah diputuskan pada RUPS Tahunan tanggal 4 Mei 2009.

2009 Direksi Direktur Utama Wakil Direktur Utama Direktur Direktur Direktur Direktur Direktur Direktur Direktur Direktur Direktur
*)

2008 Agus Martowardojo I Wayan Agus Mertayasa Zulkifli Zaini Sasmita Abdul Rachman Sentot A. Sentausa Bambang Setiawan**) Riswinandi Thomas Arifin Budi Gunadi Sadikin Ogi Prastomiyono*)

2007 Agus Martowardojo I Wayan Agus Mertayasa Omar Sjawaldy Anwar***) Zulkifli Zaini Abdul Rachman Sasmita Sentot A. Sentausa Bambang Setiawan**) Riswinandi Thomas Arifin Budi Gunadi Sadikin

: : : : : : : : : : :

Agus Martowardojo I Wayan Agus Mertayasa Zulkifli Zaini Sasmita Abdul Rachman Sentot A. Sentausa Bambang Setiawan Riswinandi Thomas Arifin Budi Gunadi Sadikin Ogi Prastomiyono

Menjabat sejak penutupan RUPS Tahunan tanggal 29 Mei 2008. Menjadi Direktur Kepatuhan terhitung mulai tanggal 17 Desember 2008 (berdasarkan Surat Gubernur Bank Indonesia Nomor 10/188/GBI/DPIP/Rahasia tanggal 12 Desember 2008 perihal Keputusan atas Pengangkatan Direktur Kepatuhan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.) **) Sebagai Direktur Kepatuhan sampai dengan tanggal 17 Desember 2008 ***) Sampai dengan penutupan RUPS Tahunan tanggal 29 Mei 2008.

Pada tanggal 31 Desember 2009, 2008 dan 2007, Komite Audit Bank Mandiri terdiri dari:
2009 Ketua Anggota Anggota Anggota Anggota
*)

2008 Gunarni Soeworo Soedarjono Zulkifli Djaelani Imam Sukarno -

2007 Gunarni Soeworo Soedarjono Yap Tjay Soen*) Zulkifli Djaelani Imam Sukarno

: : : : :

Gunarni Soeworo Soedarjono Zulkifli Djaelani Imam Sukarno -

Sampai tanggal pengunduran diri efektif tanggal 15 Mei 2008. Adapun pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (acquit et de charge) selama yang bersangkutan menjabat pada periode 1 Januari 2008 sampai dengan 15 Mei 2008 telah diputuskan pada RUPS Tahunan tanggal 4 Mei 2009.

Pada tanggal 31 Desember 2009, 2008 dan 2007, Komite Pemantau Risiko Bank Mandiri terdiri dari:
2009 Ketua Anggota Anggota Anggota Sekretaris (ex-officio) : : : : : Soedarjono Edwin Gerungan Gunarni Soeworo Tama Widjaja Pardi Sudradjat 2008 Soedarjono Edwin Gerungan Gunarni Soeworo Tama Widjaja Pardi Sudradjat 2007 Soedarjono Edwin Gerungan Gunarni Soeworo Tama Widjaja Pardi Sudradjat

Lampiran 5/9

PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

1.

UMUM (lanjutan) h. Struktur dan Manajemen (lanjutan) Pada tanggal 31 Desember 2009, 2008 dan 2007, Komite Remunerasi dan Nominasi Bank Mandiri terdiri dari:
2009 Ketua Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Sekretaris (ex-officio) : : : : : : : : Edwin Gerungan Muchayat Soedarjono Pradjoto Gunarni Soeworo Mahmuddin Yasin Kresno Sediarsi 2008 Edwin Gerungan Muchayat Soedarjono Pradjoto Gunarni Soeworo Mahmuddin Yasin*) Kresno Sediarsi 2007 Edwin Gerungan Muchayat Soedarjono Richard Claproth**) Gunarni Soeworo Yap Tjay Soen***) Pradjoto Kresno Sediarsi

*) Sejak penutupan RUPS Tahunan tanggal 29 Mei 2008 **) Sampai dengan penutupan RUPS Tahunan tanggal 29 Mei 2008 ***) Sampai tanggal pengunduran diri efektif tanggal 15 Mei 2008. Adapun pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (acquit et de charge) selama yang bersangkutan menjabat pada periode 1 Januari 2008 sampai dengan 15 Mei 2008 telah diputuskan pada RUPS Tahunan tanggal 4 Mei 2009.

Pada tanggal 31 Desember 2009, 2008 dan 2007, Komite Good Corporate Governance Bank Mandiri terdiri dari:
2009 Ketua Anggota Anggota Anggota Sekretaris (ex - officio)
*) **) ***) ****)

2008 Muchayat Gunarni Soeworo Mahmuddin Yasin**) Anwar Isham*) Mustaslimah

2007 Muchayat Richard Claproth***) Yap Tjay Soen****) Anwar Isham Mustaslimah

: : : : :

Muchayat Gunarni Soeworo Mahmuddin Yasin Mustaslimah

Mengundurkan diri pada tanggal 1 Januari 2009 Sejak penutupan RUPS Tahunan tanggal 29 Mei 2008 Sampai dengan penutupan RUPS Tahunan tanggal 29 Mei 2008 Sampai tanggal pengunduran diri efektif tanggal 15 Mei 2008. Adapun pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (acquit et de charge) selama yang bersangkutan menjabat pada periode 1 Januari 2008 sampai dengan 15 Mei 2008 telah diputuskan pada RUPS Tahunan tanggal 4 Mei 2009.

Jumlah karyawan Bank Mandiri pada tanggal 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 masingmasing adalah 22.909 orang, 22.408 orang dan 21.631 orang (tidak diaudit). 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI Direksi bertanggung jawab atas penyusunan laporan keuangan konsolidasian Bank dan Anak Perusahaan yang telah diselesaikan pada tanggal 22 Februari 2010. Kebijakan akuntansi utama yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian Bank dan Anak Perusahaan adalah seperti dijabarkan di bawah ini: a. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian Laporan keuangan konsolidasian disusun sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia, yaitu Standar Akuntansi Keuangan, ketentuan Bank Indonesia, Peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam - LK) No. VIII.G.7 tentang “Pedoman Penyajian Laporan Keuangan” yang terdapat dalam lampiran Keputusan Ketua Bapepam-LK No. KEP-06/PM/2000 tanggal 13 Maret 2000 dan Surat Edaran No. SE02/BL/2008 tanggal 31 Januari 2008 tentang “Pedoman Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik Industri Pertambangan Umum, Minyak dan Gas Bumi, dan Perbankan”.

Lampiran 5/10

PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) a. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian (lanjutan) Laporan keuangan konsolidasian telah disajikan berdasarkan harga perolehan, kecuali untuk Efek-efek dan Obligasi Pemerintah yang diklasifikasikan sebagai diperdagangkan dan tersedia untuk dijual, tagihan dan kewajiban derivatif yang dicatat berdasarkan nilai wajar, penyertaan saham tertentu yang dicatat dengan metode akuntansi ekuitas dan tanah, bangunan serta peralatan tertentu yang telah direvaluasi. Laporan keuangan konsolidasian disusun berdasarkan akuntansi berbasis akrual, kecuali pengakuan bunga atas kredit yang diberikan dan aset produktif lainnya yang diklasifikasikan sebagai non performing dan laporan arus kas. Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung yang dimodifikasi dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas-aktivitas operasional, investasi dan pendanaan. Untuk keperluan laporan arus kas konsolidasian, yang termasuk kas dan setara kas adalah kas, giro pada Bank Indonesia dan giro pada bank lain. Laporan keuangan Anak Perusahaan yang bergerak dalam bidang Perbankan Syariah disusun berdasarkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 101, “Penyajian Laporan Keuangan Syariah”, PSAK No. 102, “Akuntansi Murabahah”, PSAK No. 104, “Akuntansi Istishna”, PSAK No. 105, “Akuntansi Mudharabah”, PSAK No. 106, “Akuntansi Musyarakah”, Pedoman Akuntansi Perbankan Syariah Indonesia (PAPSI) dan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia, mencakup pula pedoman akuntansi dan pelaporan yang ditetapkan oleh otoritas perbankan Indonesia dan BAPEPAM-LK. Dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia, dibutuhkan estimasi dan asumsi yang mempengaruhi: x nilai aset dan kewajiban dilaporkan, dan pengungkapan atas aset dan kewajiban kontinjensi pada tanggal laporan keuangan konsolidasian; x jumlah pendapatan dan beban selama periode pelaporan. Walaupun estimasi ini dibuat berdasarkan pengetahuan terbaik manajemen atas kejadian dan tindakan saat ini, hasil yang timbul mungkin berbeda dengan jumlah yang diestimasi semula. Seluruh angka dalam laporan keuangan konsolidasian ini, kecuali dinyatakan lain, dibulatkan menjadi jutaan Rupiah yang terdekat. b. Prinsip-prinsip Konsolidasian Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Bank Mandiri dan Anak Perusahaan yang mayoritas sahamnya dimiliki atau dikendalikan oleh Bank Mandiri. Suatu pengendalian atas suatu Anak Perusahaan lain dianggap ada bilamana Bank Mandiri menguasai lebih dari lima puluh persen (50,00%) hak suara pada Anak Perusahaan, atau Bank Mandiri dapat menentukan kebijakan keuangan dan operasi dari Anak Perusahaan, atau mempunyai kemampuan untuk memberhentikan atau menunjuk mayoritas anggota Direksi di Anak Perusahaan. Pada laporan keuangan konsolidasian Bank Mandiri, semua saldo dan transaksi yang signifikan antar perusahaan yang dikonsolidasi telah dieliminasi. Hak minoritas atas laba bersih Anak Perusahaan disajikan sebagai pengurang dari laba bersih konsolidasian untuk mendapatkan jumlah laba yang menjadi hak Bank. Hak minoritas dalam aset bersih disajikan tersendiri dalam neraca konsolidasian diantara ekuitas dan kewajiban. Laporan keuangan konsolidasian disusun dengan menggunakan kebijakan akuntansi yang sama untuk peristiwa dan transaksi sejenis dalam kondisi yang sama. Kebijakan akuntansi yang digunakan dalam laporan keuangan konsolidasian telah diterapkan secara konsisten oleh Anak Perusahaan, kecuali bila dinyatakan lain. Bila pengendalian atas suatu entitas diperoleh atau berakhir dalam tahun berjalan, hasil usaha entitas tersebut dimasukkan dalam laporan laba rugi konsolidasian sejak tanggal pengendalian dimulai atau sampai dengan tanggal pengendalian berakhir.

Lampiran 5/11

PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) c. Transaksi dan Saldo Dalam Mata Uang Asing Anak Perusahaan dan kantor cabang luar negeri Bank Mandiri menyelenggarakan catatan akuntansinya dalam mata uang Rupiah. Untuk tujuan konsolidasian, laporan keuangan dalam mata uang asing milik cabang dan Anak Perusahaan luar negeri Bank Mandiri dijabarkan ke dalam mata uang Rupiah dengan dasar sebagai berikut: (1) Aset dan kewajiban, komitmen dan kontinjensi - menggunakan kurs spot Reuters pada tanggal neraca. (2) Pendapatan, beban, laba dan rugi - menggunakan kurs tengah rata-rata yang berlaku pada bulan terjadinya transaksi. (3) Akun ekuitas - menggunakan kurs historis pada tanggal transaksi. (4) Laporan arus kas menggunakan kurs spot Reuters pada tanggal neraca, kecuali akunakun laba rugi menggunakan kurs tengah rata-rata dan unsur-unsur ekuitas menggunakan kurs historis. Selisih yang timbul dari proses penjabaran laporan keuangan tersebut disajikan sebagai “Selisih Kurs karena Penjabaran Laporan Keuangan dalam Mata Uang Asing” pada kelompok Ekuitas dalam neraca konsolidasian. Transaksi dan saldo dalam mata uang asing Transaksi yang melibatkan mata uang asing dicatat pada nilai tukar pada saat terjadinya transaksi. Pada tanggal neraca, semua aset dan kewajiban moneter dalam mata uang asing dijabarkan kedalam mata uang Rupiah dengan menggunakan kurs spot Reuters pada pukul 16.00 WIB untuk tanggal 31 Desember 2009, 2008 dan 2007. Keuntungan atau kerugian yang timbul dibebankan pada laba rugi konsolidasian tahun berjalan. Kurs yang digunakan untuk menjabarkan mata uang asing ke dalam Rupiah adalah sebagai berikut (Rupiah penuh):
2009 1 Pound Sterling Inggris 1 Euro 1 Dolar Amerika Serikat 100 Yen Jepang 15.164,94 13.542,43 9.395,00 10.219,00 2008 15.755,42 15.356,48 10.900,00 12.065,00 2007 18.760,64 13.821,80 9.393,00 8.384,00

d.

Transaksi dengan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa Bank Mandiri dan Anak Perusahaan melakukan transaksi dengan pihak - pihak yang mempunyai hubungan istimewa seperti yang didefinisikan dalam PSAK No. 7 tentang “Pengungkapan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa” dan sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. 7/3/PBI/2005 tanggal 20 Januari 2005 tentang Batas Maksimum Pemberian Kredit Bank Umum, sebagaimana telah diubah dengan PBI No. 8/13/PBI/2006 tanggal 5 Oktober 2006 yang didefinisikan antara lain: I. perusahaan di bawah pengendalian Bank dan Anak Perusahaan; II. perusahaan asosiasi; III. investor yang memiliki hak suara, yang memberikan investor tersebut suatu pengaruh yang signifikan; IV. perusahaan di bawah pengendalian investor yang dijelaskan dalam Catatan III di atas; dan V. karyawan kunci dan anggota keluarganya.

Lampiran 5/12

PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) d. Transaksi dengan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa (lanjutan) Semua transaksi penting dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa baik yang dilakukan atau tidak dilakukan dengan syarat normal, sebagaimana dilakukan dengan pihak yang tidak mempunyai hubungan istimewa, telah diungkapkan pada Catatan 48. Transaksi antara Bank Mandiri dengan Badan Usaha Milik Negara dan perusahaan-perusahaan yang dimiliki/dikendalikan oleh Pemerintah, termasuk Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), Unit Pelaksanaan Penjaminan Pemerintah (UP3) (institusi yang menggantikan BPPN) dan Lembaga Penjamin Simpanan (institusi baru yang menggantikan UP3) tidak diperlakukan sebagai transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa. e. Kas dan Setara Kas Kas dan setara kas terdiri dari kas, giro pada Bank Indonesia dan giro pada bank lain. Giro pada bank lain dinyatakan sebesar saldo giro dikurangi dengan penyisihan penghapusan sedangkan giro pada Bank Indonesia dinyatakan sebesar saldo giro. f. Giro Wajib Minimum Berdasarkan Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. 10/19/PBI/2008 tanggal 15 Oktober 2008 tentang Giro Wajib Minimum Bank Umum pada Bank Indonesia dalam Rupiah dan Valuta Asing, sebagaimana telah diubah dengan PBI No. 10/25/PBI/2008 tanggal 23 Oktober 2008, Giro Wajib Minimum (GWM) dalam Rupiah ditetapkan sebesar 7,50% dari Dana Pihak Ketiga (DPK) dalam Rupiah yang terdiri dari GWM Utama dan GWM Sekunder, dan GWM dalam mata uang asing ditetapkan sebesar 1,00% dari DPK dalam mata uang asing. GWM Utama dalam Rupiah ditetapkan sebesar 5,00% dari DPK dalam Rupiah yang mulai berlaku pada tanggal 24 Oktober 2008 dan GWM Sekunder dalam Rupiah ditetapkan sebesar 2,50% dari DPK dalam Rupiah yang mulai berlaku pada tanggal 24 Oktober 2009. Pada tanggal 6 September 2005, Bank Indonesia mengeluarkan peraturan No. 7/29/PBI/2005 tentang perubahan atas peraturan Bank Indonesia No. 6/15/PBI/2004 tentang Giro Wajib Minimum Bank Umum pada Bank Indonesia dalam Rupiah dan valuta asing. Peraturan ini berlaku efektif 8 September 2005. Berdasarkan peraturan tersebut, diatur tambahan Giro Wajib Minimum dalam Rupiah untuk Bank yang memiliki rasio pinjaman terhadap dana pihak ketiga sebesar 50,00% - 60,00% wajib memelihara tambahan giro wajib minimum 3,00% dari dana pihak ketiga dalam Rupiah dan Bank yang memiliki dana pihak ketiga lebih dari Rp50.000.000 wajib memelihara tambahan rasio Giro Wajib Minimum 3,00% dari dana pihak ketiga dalam Rupiah sehingga rasio Giro Wajib Minimum yang harus dipelihara oleh Bank adalah sebesar 11,00% untuk Giro Wajib Minimum dalam mata uang Rupiah dan sebesar 3,00% dalam mata uang asing. g. Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain merupakan penanaman dana dalam bentuk Fasilitas Simpanan Bank Indonesia (FASBI), FASBI Syariah, call money, penempatan “fixed term”, deposito berjangka dan lain - lain. Penempatan pada Bank Indonesia disajikan sebesar saldo penempatan setelah dikurangi pendapatan bunga diterima dimuka. Penempatan pada bank lain dinyatakan sebesar saldonya dikurangi dengan penyisihan penghapusan.

Lampiran 5/13

PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) h. Efek-efek Efek-efek yang dimiliki terdiri dari efek-efek yang diperdagangkan di pasar uang seperti Sertifikat Bank Indonesia (SBI), Sertifikat Bank Indonesia Syariah (SBIS), Surat Perbendaharaan Negara (SPN), Negotiable Certificates of Deposits, medium-term notes, floating rate notes, promissory notes, Treasury Bills yang diterbitkan oleh Pemerintah Negara Lain dan Pemerintah Republik Indonesia, obligasi wajib konversi, wesel ekspor, efek-efek yang diperdagangkan di pasar modal seperti unit reksadana, serta efek-efek yang diperdagangkan di bursa efek seperti saham dan obligasi, termasuk obligasi Syariah perusahaan. Investasi dalam unit reksadana dinyatakan sebesar nilai pasar sesuai nilai aset bersih dari reksadana pada tanggal neraca. Keuntungan atau kerugian yang belum direalisasikan pada tanggal neraca dibebankan pada laba rugi konsolidasian tahun berjalan. Penilaian efek-efek didasarkan atas klasifikasinya sebagai berikut: (1) Efek-efek untuk diperdagangkan disajikan pada nilai wajar. Keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi dari kenaikan atau penurunan nilai wajar diakui pada laporan laba rugi konsolidasian tahun berjalan. Pada saat efek-efek untuk diperdagangkan dijual, selisih antara harga penjualan dengan nilai wajar yang tercatat pada akhir tahun diakui sebagai keuntungan atau kerugian dari penjualan yang direalisasi. (2) Efek-efek yang tersedia untuk dijual disajikan pada nilai wajar. Keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi dari kenaikan atau penurunan nilai wajar tidak diakui pada laba rugi konsolidasian tahun berjalan, melainkan sebagai komponen terpisah dalam ekuitas. Keuntungan atau kerugian diakui sebagai laba atau rugi pada saat realisasi. (3) Efek-efek yang dimiliki hingga jatuh tempo dicatat pada nilai perolehan yang disesuaikan dengan diskonto atau premium yang belum diamortisasi. Untuk efek-efek yang diperdagangkan di pasar keuangan yang terorganisasi, nilai wajar tersebut umumnya ditentukan dengan mengacu pada harga pasar yang terjadi di bursa efek pada tanggal yang terdekat dengan tanggal neraca. Untuk efek-efek yang tidak mempunyai harga pasar, estimasi atas nilai wajar efek-efek ditetapkan dengan mengacu pada nilai wajar instrumen lain yang substansinya sama atau dihitung berdasarkan arus kas yang diharapkan terhadap aset bersih efek-efek tersebut. Penurunan nilai wajar permanen atas efek-efek untuk dimiliki hingga jatuh tempo dan tersedia untuk dijual dibebankan pada laba rugi konsolidasian tahun berjalan. Transaksi pembelian dan penjualan efek-efek baik untuk nasabah maupun untuk Bank diakui dalam laporan keuangan konsolidasian pada saat tanggal transaksi efek (trade date). Pemindahan efek ke klasifikasi dimiliki hingga jatuh tempo dari klasifikasi tersedia untuk dijual dicatat sebesar nilai wajarnya. Keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi tetap dilaporkan dalam komponen ekuitas dan diamortisasi dengan metode suku bunga efektif selama sisa umur efek tersebut. Pemindahan efek ke klasifikasi dimiliki hingga jatuh tempo dari klasifikasi diperdagangkan dicatat sebesar nilai wajarnya. Keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi dibebankan ke laporan laba rugi konsolidasian pada tanggal pemindahan. Efek-efek disajikan sebesar nilai bersih setelah dikurangi penyisihan penghapusan dan premium atau diskonto yang belum diamortisasi. Premium dan diskonto diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Efek-efek tidak diakui lagi (derecognised) dari neraca konsolidasian ketika Bank telah mentransfer semua risiko dan imbalan dari efek-efek tersebut secara signifikan.

Lampiran 5/14

PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) i. Obligasi Pemerintah Obligasi Pemerintah adalah surat hutang yang diterbitkan oleh Pemerintah Republik Indonesia. Obligasi Pemerintah terdiri dari Obligasi Pemerintah yang diperoleh dalam rangka program rekapitalisasi dan Obligasi Pemerintah yang dibeli dari pasar. Obligasi Pemerintah dicatat berdasarkan klasifikasi dari obligasi tersebut, dimana perlakuan akuntansinya adalah sama dengan perlakuan akuntansi untuk efek-efek seperti dijelaskan pada Catatan 2h. Untuk Obligasi Pemerintah yang aktif diperdagangkan di pasar keuangan, nilai wajar umumnya dihitung dengan mengacu kepada nilai pasar dari Bloomberg, atau harga yang diberikan oleh broker (quoted price) pada tanggal pelaporan neraca. Untuk Obligasi Pemerintah yang tidak memiliki nilai pasar, estimasi nilai wajar ditentukan dengan menggunakan pendekatan next repricing method dengan menggunakan faktor deflator. Obligasi Pemerintah tidak diakui lagi (derecognised) dari neraca konsolidasian ketika Bank telah mentransfer semua risiko dan imbalan dari obligasi tersebut secara signifikan. j. Tagihan Lainnya - Transaksi Perdagangan Tagihan Lainnya - Transaksi Perdagangan adalah tagihan sebagai akibat dari perjanjian pemberian fasilitas perdagangan kepada debitur yang akan ditagih pada saat jatuh tempo, dinyatakan sebesar saldo dikurangi dengan penyisihan penghapusan. k. Efek-efek yang Dibeli/Dijual dengan Janji Dijual/Dibeli Kembali Efek-efek yang dibeli dengan janji untuk dijual kembali disajikan sebagai aset dalam neraca konsolidasian sebesar harga penjualan kembali dikurangi dengan pendapatan bunga yang belum diamortisasi dan penyisihan penghapusan. Selisih antara harga beli dan harga jual kembali diperlakukan sebagai pendapatan bunga yang ditangguhkan (belum diamortisasi), dan diakui sebagai pendapatan selama periode sejak efek-efek tersebut dibeli hingga dijual kembali. Efek-efek yang dijual dengan janji untuk dibeli kembali disajikan sebagai kewajiban dalam neraca konsolidasian sebesar harga pembelian kembali, dikurangi dengan bunga dibayar dimuka yang belum diamortisasi. Selisih antara harga jual dan harga beli kembali diperlakukan sebagai biaya dibayar dimuka dan diakui sebagai beban selama jangka waktu sejak efek-efek tersebut dijual hingga dibeli kembali. l. Tagihan Derivatif dan Kewajiban Derivatif Seluruh instrumen derivatif (termasuk transaksi valuta asing untuk tujuan pendanaan dan perdagangan) dicatat dalam neraca konsolidasian berdasarkan nilai wajarnya. Nilai wajar tersebut ditentukan berdasarkan harga pasar dengan menggunakan kurs Reuters pada tanggal laporan atau metode diskonto arus kas. Tagihan derivatif disajikan sebesar keuntungan yang belum direalisasi dari kontrak derivatif, setelah dikurangi penyisihan penghapusan. Kewajiban derivatif disajikan sebesar kerugian yang belum direalisasi dari kontrak derivatif.

Lampiran 5/15

PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) l. Tagihan Derivatif dan Kewajiban Derivatif (lanjutan) Keuntungan atau kerugian dari kontrak derivatif disajikan dalam laporan keuangan konsolidasian berdasarkan tujuan Bank atas transaksi yaitu untuk (1) lindung nilai atas nilai wajar, (2) lindung nilai atas arus kas, (3) lindung nilai atas investasi bersih pada kegiatan operasi luar negeri dan (4) instrumen perdagangan, sebagai berikut: 1. Keuntungan atau kerugian dari kontrak derivatif yang ditujukan dan memenuhi syarat sebagai instrumen lindung nilai atas nilai wajar dan keuntungan atau kerugian atas perubahan nilai wajar aset dan kewajiban yang dilindungi, diakui sebagai laba atau rugi yang dapat saling hapus dalam tahun akuntansi yang sama. Setiap selisih yang terjadi menunjukkan terjadinya ketidakefektifan lindung nilai dan secara langsung diakui sebagai laba atau rugi konsolidasian tahun berjalan. 2. Bagian efektif dari keuntungan atau kerugian atas kontrak derivatif yang ditujukan sebagai lindung nilai atas arus kas dilaporkan sebagai pendapatan komprehensif lainnya pada bagian ekuitas secara terpisah. Bagian yang tidak efektif dari lindung nilai dilaporkan sebagai laba atau rugi konsolidasian tahun berjalan. 3. Keuntungan atau kerugian dari kontrak derivatif yang ditujukan sebagai lindung nilai atas investasi bersih pada kegiatan operasi luar negeri dilaporkan sebagai pendapatan komprehensif lainnya sebagai bagian dari komponen ekuitas, sepanjang transaksi tersebut dianggap efektif sebagai transaksi lindung nilai. 4. Keuntungan atau kerugian dari kontrak derivatif yang tidak ditujukan sebagai instrumen lindung nilai (atau kontrak derivatif yang tidak memenuhi persyaratan sebagai instrumen lindung nilai) diakui sebagai laba atau rugi konsolidasian pada tahun berjalan. m. Kredit yang Diberikan Kredit yang diberikan adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat disetarakan dengan kas, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam-meminjam dengan debitur yang mewajibkan debitur untuk melunasi hutang berikut bunganya setelah jangka waktu tertentu, dan tagihan yang berasal dari transaksi perdagangan yang telah jatuh tempo yang belum diselesaikan dalam waktu 15 hari. Saldo kredit yang diberikan disajikan sebesar nilai pokok dikurangi penyisihan penghapusan. Kredit sindikasi, kredit dalam rangka pembiayaan langsung dan pembiayaan bersama serta penerusan dinyatakan sebesar saldonya sesuai dengan porsi kredit yang risikonya ditanggung oleh Bank Mandiri dan Anak Perusahaan. Di dalam kredit yang diberikan termasuk pembiayaan oleh Bank Syariah Mandiri, Anak Perusahaan, berupa pembiayaan syariah yaitu penyediaan dana atau tagihan/piutang yang dapat dipersamakan dengan kas berupa: a) transaksi bagi hasil dalam bentuk mudharabah dan musyarakah b) transaksi sewa-menyewa dalam bentuk ijarah atau sewa beli dalam bentuk ijarah muntahiyah bittamlik c) transaksi jual beli dalam bentuk piutang murabahah dan istishna d) transaksi pinjam meminjam dalam bentuk piutang qardh dan e) transaksi sewa-menyewa jasa dalam bentuk ijarah untuk transaksi multijasa berdasarkan persetujuan atau kesepakatan antara Bank Syariah Mandiri dan pihak lain yang mewajibkan pihak yang dibiayai dan/atau diberi fasilitas dana untuk mengembalikan dana tersebut setelah jangka waktu tertentu dengan imbalan ujroh, tanpa imbalan atau bagi hasil.

Lampiran 5/16

PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) m. Kredit yang Diberikan (lanjutan) Penjelasan secara ringkas dari masing-masing jenis pembiayaan tersebut adalah sebagai berikut: Mudharabah adalah penanaman dana dari pemilik dana (shahibul maal) kepada pengelola dana (mudharib) untuk melakukan kegiatan usaha tertentu, dengan menggunakan metode bagi untung (profit sharing) atau metode bagi pendapatan (net revenue sharing) antara kedua belah pihak berdasarkan nisbah yang telah disepakati sebelumnya. Musyarakah adalah penanaman dana dari para pemilik dana/modal untuk mencampurkan dana/modal mereka pada suatu usaha tertentu, dengan pembagian keuntungan berdasarkan nisbah yang telah disepakati sebelumnya, sedangkan kerugian ditanggung semua pemilik dana/modal berdasarkan bagian dana/modal masing-masing. Ijarah adalah sewa menyewa atas suatu barang dan/atau jasa antara pemilik obyek sewa termasuk kepemilikan hak pakai atas obyek sewa dengan penyewa untuk mendapatkan imbalan atas obyek sewa yang disewakan. Ijarah muntahiyah bittamlik adalah sewa menyewa antara pemilik obyek sewa dan penyewa untuk mendapatkan imbalan atas obyek sewa yang disewakan dengan opsi perpindahan hak milik obyek sewa baik dengan jual beli atau pemberian (hibah) pada saat tertentu sesuai akad sewa. Murabahah adalah pembiayaan dalam bentuk transaksi jual beli barang sebesar harga pokok barang ditambah dengan margin keuntungan yang disepakati. Piutang murabahah dinyatakan sebesar jumlah piutang setelah dikurangi dengan ”marjin yang ditangguhkan” yang dapat direalisasikan. Piutang murabahah disajikan sebesar nilai bersih yakni saldo piutang dikurangi penyisihan kerugian. Istishna adalah pembiayaan dalam bentuk transaksi jual beli barang dalam bentuk pemesanan pembuatan barang dengan kriteria dan persyaratan tertentu yang disepakati dengan pembayaran sesuai dengan kesepakatan. Qardh adalah pinjam meminjam dana tanpa imbalan dengan kewajiban pihak meminjam mengembalikan pokok pinjaman secara sekaligus atau cicilan dalam jangka waktu tertentu. Kredit yang dibeli dari BPPN Bank Indonesia menerbitkan Peraturan Bank Indonesia No. 4/7/PBI/2002 tanggal 27 September 2002 tentang “Prinsip Kehati-hatian Dalam Rangka Pembelian Kredit oleh Bank dari BPPN” yang berlaku untuk semua pembelian kredit dari BPPN sejak 1 Januari 2002. Selisih antara pokok kredit dan harga pembelian diakui sebagai pendapatan yang ditangguhkan jika Bank membuat perjanjian kredit baru dengan debitur dan sebagai penyisihan penghapusan jika Bank tidak membuat perjanjian kredit baru dengan debitur. Koreksi atas pendapatan yang ditangguhkan dan penyisihan penghapusan hanya dapat dilakukan apabila Bank telah menerima pembayaran sebesar harga beli. Pendapatan dari kredit yang dibeli dari BPPN diakui secara tunai. Jika Bank membuat perjanjian kredit baru dengan debitur, penerimaan pembayaran dari debitur diakui sebagai pengurang pokok kredit dan/atau pendapatan bunga sesuai dengan persyaratan yang diatur dalam perjanjian kredit baru. Jika Bank tidak membuat perjanjian kredit baru dengan debitur, penerimaan pembayaran dari debitur harus diakui terlebih dahulu sebagai pengurang pokok kredit. Kelebihan penerimaan pembayaran dari saldo pokok kredit diakui sebagai pendapatan bunga.

Lampiran 5/17

PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) m. Kredit yang Diberikan (lanjutan) Kredit yang dibeli dari BPPN (lanjutan) Bank Indonesia memperbolehkan Bank untuk mengklasifikasikan semua kredit yang dibeli dari BPPN dalam kategori lancar selama 1 (satu) tahun sejak tanggal pembukuan kredit. Setelah itu, kredit tersebut akan diklasifikasikan berdasarkan peraturan Bank Indonesia mengenai klasifikasi kredit. Bank Indonesia mengharuskan Bank untuk dapat menerima pembayaran kredit sebesar harga beli dalam waktu maksimum 5 (lima) tahun sejak tanggal pembukuan kredit. Saldo kredit yang belum dilunasi setelah 5 (lima) tahun harus dihapusbukukan oleh Bank. Berdasarkan surat dari Bank Indonesia No. 9/58/DPNP/IDPnP tanggal 16 Februari 2007, Bank Mandiri dapat meneruskan pengelolaan kredit eks BPPN yang melewati jangka waktu 5 tahun setelah pembelian, sepanjang kredit tersebut pada saat mencapai jangka waktu 5 tahun tergolong lancar, baik berdasarkan faktor prospek usaha, kinerja, maupun kemampuan membayar debitur sebagaimana diatur dalam PBI Kualitas Aktiva yang berlaku. Restrukturisasi Kredit yang Diberikan Restrukturisasi kredit meliputi modifikasi persyaratan kredit, konversi kredit menjadi saham atau instrumen keuangan lainnya dan/atau kombinasi dari keduanya. Kerugian yang timbul dari restrukturisasi kredit yang berkaitan dengan modifikasi persyaratan kredit diakui bila nilai sekarang dari jumlah penerimaan kas yang akan datang yang telah ditentukan dalam persyaratan kredit yang baru, termasuk penerimaan yang diperuntukkan sebagai bunga maupun pokok, adalah lebih kecil dari nilai kredit yang diberikan yang tercatat sebelum restrukturisasi. Untuk restrukturisasi kredit dengan cara konversi kredit yang diberikan menjadi saham atau instrumen keuangan lainnya, kerugian dari restrukturisasi kredit diakui apabila nilai wajar penyertaan saham atau instrumen keuangan yang diterima dikurangi estimasi biaya untuk menjualnya adalah lebih kecil dari nilai buku kredit yang diberikan. Tunggakan bunga yang dikapitalisasi menjadi pokok kredit dalam perjanjian kredit yang baru dalam rangka restrukturisasi dicatat sebagai pendapatan bunga yang ditangguhkan (deferred interest income) dan akan diakui sebagai pendapatan dengan cara amortisasi secara proporsional berdasarkan nilai bunga yang dikapitalisasi terhadap pokok kredit baru pada saat pembayaran kredit diterima. Kerugian restrukturisasi disajikan sebagai bagian dari penyisihan penghapusan. n. Piutang Pembiayaan Konsumen Piutang pembiayaan konsumen merupakan jumlah piutang setelah dikurangi dengan bagian pembiayaan bersama dimana risiko kredit ditanggung pemberi pembiayaan bersama sesuai dengan porsinya (without recourse), pendapatan pembiayaan konsumen yang belum diakui dan penyisihan penghapusan. Pendapatan pembiayaan konsumen yang belum diakui, yang merupakan selisih antara jumlah keseluruhan pembayaran angsuran yang akan diterima dari konsumen dengan jumlah pokok pembiayaan konsumen, diakui sebagai pendapatan sesuai dengan jangka waktu kontrak pembiayaan konsumen berdasarkan tingkat pengembalian berkala yang tetap dari piutang pembiayaan konsumen.

Lampiran 5/18

PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) n. Piutang Pembiayaan Konsumen (lanjutan) Pendapatan administrasi yang diperoleh dari konsumen diakui dalam laporan laba rugi konsolidasian pada saat perjanjian pembiayaan ditandatangani. Penyelesaian kontrak sebelum masa pembiayaan konsumen berakhir diperlakukan sebagai pembatalan kontrak pembiayaan konsumen dan laba atau rugi yang terjadi diakui dalam laporan laba rugi konsolidasian tahun berjalan pada tanggal terjadinya transaksi. o. Pembiayaan Bersama Pembiayaan bersama terdiri atas pembiayaan bersama konsumen tanpa jaminan (without recourse) dan pembiayaan bersama konsumen dengan jaminan (with recourse). Piutang pembiayaan konsumen yang dibiayai bersama pihak-pihak lain dimana masing-masing pihak menanggung risiko kredit sesuai dengan porsinya (without recourse) disajikan di neraca konsolidasian secara bersih. Pendapatan pembiayaan konsumen dan beban bunga yang terkait dengan pembiayaan bersama (without recourse) disajikan secara bersih di laporan laba rugi konsolidasian. Piutang pembiayaan konsumen yang dibiayai bersama pihak-pihak lain di mana Anak Perusahaan menanggung risiko kredit (with recourse) disajikan di neraca konsolidasian secara bruto. Pendapatan pembiayaan konsumen dan beban bunga yang terkait dengan pembiayaan bersama with recourse tersebut disajikan secara bruto di laporan laba rugi konsolidasian. Dalam pembiayaan bersama without recourse, Anak Perusahaan berhak menentukan tingkat bunga yang lebih tinggi kepada pelanggan dari tingkat bunga yang ditetapkan dalam perjanjian dengan pemberi pembiayaan bersama yaitu Bank. Selisihnya merupakan pendapatan dan disajikan sebagai bagian dari “Pendapatan Pembiayaan Konsumen”. p. Tagihan dan Kewajiban Akseptasi Tagihan dan kewajiban akseptasi disajikan sebesar nilai atas letters of credit atau sebesar nilai realisasi letters of credit yang telah diaksep oleh bank pengaksep. Tagihan akseptasi disajikan bersih setelah dikurangi dengan penyisihan penghapusan. q. Penyertaan Saham Penyertaan saham merupakan investasi jangka panjang pada perusahaan non-publik serta penyertaan sementara pada perusahaan debitur yang timbul akibat konversi kredit yang diberikan. Penyertaan saham di perusahaan asosiasi dengan persentase kepemilikan 20,00% sampai dengan 50,00% dicatat dengan metode ekuitas yaitu penyertaan dicatat sebesar biaya perolehan disesuaikan dengan bagian Bank atas ekuitas perusahaan asosiasi dan dikurangi dengan penerimaan dividen sejak tanggal perolehan, dikurangi penyisihan penghapusan. Penyertaan sementara pada perusahaan debitur hasil dari konversi kredit yang diberikan menjadi saham dicatat dengan metode biaya, tanpa memperhatikan persentase kepemilikan, dikurangi penyisihan penghapusan. Penyertaan saham lainnya dicatat dengan metode biaya yaitu sebesar biaya perolehan dikurangi dengan penyisihan penghapusan. Perubahan nilai investasi pada Anak Perusahaan yang disebabkan terjadinya perubahan nilai ekuitas Anak Perusahaan yang bukan merupakan transaksi antara Bank dengan Anak Perusahaan, diakui sebagai bagian dari ekuitas sebagai “Selisih Transaksi Perubahan Ekuitas Anak Perusahaan”. Akun ini akan diperhitungkan di dalam penentuan laba atau rugi Bank pada saat pelepasan investasi tersebut (Catatan 32e).

Lampiran 5/19

PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) q. Penyertaan Saham (lanjutan) Goodwill diakui apabila terdapat selisih lebih antara biaya perolehan dan bagian Bank atas nilai wajar aset dan kewajiban yang dapat diidentifikasi pada tanggal transaksi pertukaran. Goodwill disajikan sebagai aset lain-lain dan diamortisasi sebagai beban selama masa manfaatnya dengan menggunakan metode garis lurus, kecuali terdapat metode lain yang dianggap lebih tepat pada keadaan tertentu. Periode amortisasi goodwill adalah lima tahun, namun periode amortisasi yang lebih panjang (maksimum 20 tahun) dapat digunakan apabila terdapat dasar yang tepat. r. Penyisihan Penghapusan Aset Produktif dan Non-Produktif Aset produktif terdiri atas giro pada Bank Indonesia dan bank lain, penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain, efek-efek, Obligasi Pemerintah, tagihan lainnya - transaksi perdagangan, efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali, tagihan derivatif, kredit yang diberikan, piutang pembiayaan konsumen, tagihan akseptasi, penyertaan saham dan komitmen dan kontinjensi yang mempunyai risiko kredit, serta aset produktif yang berasal dari kegiatan syariah. Komitmen dan kontinjensi yang mempunyai risiko kredit terdiri atas letters of credit yang tidak dapat dibatalkan yang masih berjalan, letters of credit yang diterbitkan dengan program penjaminan Bank Indonesia, garansi yang diterbitkan dalam bentuk standby letters of credit, bank garansi dan risk sharing. Aset non-produktif adalah aset Bank dan Anak Perusahaan yang memiliki potensi kerugian, antara lain dalam bentuk agunan yang diambil alih, properti terbengkalai, rekening antar kantor dan suspense account. Sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia, Bank Mandiri dan Anak Perusahaan mengklasifikasikan aset produktif ke dalam satu dari lima kategori dan aset non-produktif ke dalam satu dari empat kategori. Aset produktif tidak bermasalah (performing) diklasifikasikan sebagai “Lancar” dan “Dalam Perhatian Khusus”, sedangkan aset produktif bermasalah (nonperforming) diklasifikasikan kedalam tiga kategori yaitu: “Kurang Lancar”, “Diragukan” dan “Macet”. Kategori untuk aset non-produktif terdiri dari “Lancar”, “Kurang Lancar”, “Diragukan” dan “Macet”. Efek-efek diklasifikasikan sebagai “Lancar”, “Kurang Lancar” dan “Macet”. Mandiri Tunas Finance, anak perusahaan, menetapkan penyisihan piutang ragu-ragu berdasarkan penelaahan atas kolektibilitas saldo piutang yang persentase kerugiannya ditentukan berdasarkan kerugian historis atau ketika terdapat bukti obyektif bahwa saldo piutang kemungkinan tidak dapat tertagih. Piutang ragu-ragu akan dihapusbukukan setelah menunggak lebih dari 180 hari atau pada saat piutang tersebut diputuskan tidak dapat tertagih. Penerimaan dari piutang yang telah dihapus bukukan diakui sebagai pendapatan lain-lain pada saat terjadinya. Pengklasifikasian aset produktif dan jumlah minimum penyisihan penghapusan atas aset serta komitmen dan kontinjensi yang memiliki risiko kredit dihitung berdasarkan Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. 7/2/PBI/2005 tanggal 20 Januari 2005 tentang Penilaian Kualitas Aktiva Bank Umum sebagaimana telah diubah terakhir dengan PBI No. 11/2/PBI/2009 tanggal 29 Januari 2009. Dalam penerapan PBI No. 7/2/PBI/2005 tersebut, Bank melakukan klasifikasi aset produktif berdasarkan evaluasi atas kinerja debitur, prospek usaha dan kemampuan membayar kepada Bank. Untuk Bank Syariah, pengklasifikasian aset produktif dilakukan berdasarkan Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. 8/21/PBI/2006 tanggal 5 Oktober 2006 tentang Penilaian Kualitas Aktiva Bank Umum yang Melaksanakan Kegiatan Usaha Berdasarkan Prinsip Syariah, sebagaimana dalam pasal-pasal tertentu telah diubah dengan PBI No. 9/9/PBI/2007 tanggal 18 Juni 2007.

Lampiran 5/20

PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) r. Penyisihan Penghapusan Aset Produktif dan Non-Produktif (lanjutan) Pembentukan penyisihan minimum sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia tersebut adalah sebagai berikut: Persentase minimum penyisihan kerugian Lancar 1% Dalam perhatian khusus 5% Kurang lancar 15% Diragukan 50% Macet 100% Persentase di atas berlaku untuk saldo aset produktif dan komitmen & kontinjensi, dikurangi nilai agunan, kecuali untuk aset produktif dan komitmen & kontinjensi yang dikategorikan sebagai lancar, dimana persentasenya berlaku langsung atas saldo aset produktif dan komitmen dan kontinjensi yang bersangkutan. Untuk aset produktif dalam bentuk Sertifikat Bank Indonesia dan Surat Hutang Pemerintah (Obligasi Pemerintah) dan bagian aset produktif yang dijamin dengan agunan tunai berupa giro, deposito, tabungan, setoran jaminan, emas, Sertifikat Bank Indonesia atau Surat Utang Negara, Jaminan Pemerintah Indonesia sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, standby letter of credit dari prime bank yang diterbitkan sesuai dengan Uniform Customs and Practice for Documentary Credits, International Chamber of Commerce Publication No. 600 (UCP 600 ) dan International Standard Banking Practice (ISBP), tidak perlu dibentuk penyisihan. Untuk efek-efek , sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia No. 7/2/PBI/2005 tanggal 20 Januari 2005 tentang “Penilaian Kualitas Aktiva Bank Umum”, penyisihan minimum yang wajib dibentuk adalah sebagai berikut: Lancar Kurang lancar Macet Persentase minimum penyisihan kerugian 1% 15% 50%

Estimasi kerugian untuk komitmen dan kontinjensi yang mempunyai risiko kredit disajikan sebagai kewajiban pada neraca konsolidasian. Saldo aset produktif dengan kualitas macet dihapusbukukan pada saat manajemen Bank Mandiri dan Anak Perusahaan berpendapat bahwa aset produktif tersebut tidak dapat tertagih. Penerimaan kembali aset produktif yang telah dihapusbukukan dicatat sebagai penambahan penyisihan penghapusan selama tahun berjalan. Jika terdapat kelebihan dari penerimaan pokok, kelebihannya diakui sebagai pendapatan bunga. Sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia No. 7/2/PBI/2005 tanggal 20 Januari 2005 tentang “Penilaian Kualitas Aktiva Bank Umum”, sejak 20 Januari 2006, Bank juga wajib melakukan pembentukan penyisihan kerugian khusus terhadap aset non-produktif seperti agunan yang diambil alih, properti terbengkalai, rekening antar kantor dan suspense accounts. Dalam peraturan tersebut, klasifikasi agunan yang diambil alih dan properti terbengkalai ditetapkan sebagai berikut: Batas Waktu Lancar Sampai dengan 1 tahun Kurang lancar Lebih dari 1 tahun sampai dengan 3 tahun Diragukan Lebih dari 3 tahun sampai dengan 5 tahun Macet Lebih dari 5 tahun Klasifikasi untuk rekening antar kantor dan suspense accounts ditetapkan sebagai berikut: Lancar Macet Batas Waktu Sampai dengan 180 hari Lebih dari 180 hari

Lampiran 5/21

PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) s. Aset Tetap dan Aset Sewa Guna Usaha i. Aset Tetap Sebelum tanggal 1 Januari 2008, aset tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan (kecuali aset tetap tertentu yang telah dinilai kembali pada tahun 1979, 1987 dan 2003 berdasarkan peraturan pemerintah) dikurangi akumulasi penyusutan (kecuali tanah yang tidak disusutkan). Selisih nilai revaluasi aset tetap disajikan sebagai bagian dari ekuitas dalam neraca konsolidasian. Efektif tanggal 1 Januari 2008, Bank Mandiri menerapkan PSAK No. 16 (revisi 2007), “Aset Tetap”, yang menggantikan PSAK No. 16 (1994), “Aset Tetap dan Aset Lain-lain” dan PSAK No. 17 (1994), “Akuntansi Penyusutan”. Bank Mandiri dan Anak Perusahaan memilih model biaya, dan seluruh saldo selisih nilai revaluasi aset tetap yang masih dimiliki pada saat penerapan pertama kali PSAK No. 16 (revisi 2007) yang disajikan sebagai bagian dari ekuitas dalam neraca konsolidasian telah direklasifikasi ke saldo laba konsolidasian pada tahun 2008 (Catatan 32c). Aset tetap, kecuali tanah, dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan penyisihan penurunan nilai. Biaya perolehan termasuk biaya penggantian bagian aset tetap saat biaya tersebut terjadi, jika memenuhi kriteria pengakuan aset tetap. Selanjutnya, pada saat inspeksi yang signifikan dilakukan, biaya inspeksi itu diakui ke dalam jumlah tercatat (“carrying amount”) aset tetap sebagai suatu penggantian jika memenuhi kriteria pengakuan. Semua biaya pemeliharaan dan perbaikan yang tidak memenuhi kriteria pengakuan diakui dalam laporan laba rugi konsolidasian pada saat terjadinya. Penyusutan dan amortisasi dihitung dengan menggunakan metode garis lurus selama umur manfaat ekonomis aset tetap yang diestimasi sebagai berikut: Tahun Bangunan Perlengkapan, peralatan kantor, perangkat lunak/komputer dan kendaraan bermotor 20 4-5

Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat tidak ada manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan aset tetap (dihitung sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan dan jumlah tercatat dari aset tetap) dimasukkan dalam laporan laba rugi konsolidasian pada tahun berjalan aset tetap tersebut dihentikan pengakuannya. Pada setiap akhir tahun buku, nilai residu, umur manfaat ekonomis dan metode penyusutan dikaji ulang, dan jika tidak sesuai dengan keadaan akan disesuaikan secara prospektif. Aset tetap dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan dan disajikan sebagai bagian dari aset tetap. Ketika aset dalam penyelesaian telah selesai dan siap digunakan, akumulasi biaya perolehan direklasifikasikan ke akun aset tetap yang sebenarnya. Sesuai dengan PSAK No. 47, “Akuntansi Tanah”, semua biaya dan beban yang terjadi sehubungan dengan perolehan hak atas tanah, antara lain, biaya perizinan, biaya survei dan pengukuran lokasi, biaya notaris dan pajak-pajak yang berhubungan dengan hal tersebut, ditangguhkan dan disajikan secara terpisah dari biaya perolehan hak atas tanah. Biaya perolehan hak atas tanah yang ditangguhkan tersebut disajikan sebagai bagian dari akun “Aset Lain-lain” dalam neraca konsolidasian dan diamortisasi selama masa manfaat hak atas tanah yang bersangkutan dengan menggunakan metode garis lurus.

Lampiran 5/22

PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) s. Aset Tetap dan Aset Sewa Guna Usaha i. Aset Tetap (lanjutan) Selain itu, PSAK No. 47 juga menyatakan bahwa hak atas tanah tidak diamortisasi kecuali memenuhi kondisi-kondisi tertentu yang telah ditentukan. PSAK No. 48 tentang “Penurunan Nilai Aset” mensyaratkan bahwa nilai tercatat aset tetap dikaji ulang setiap tanggal neraca untuk menilai apakah aset tetap tersebut nilai tercatatnya lebih tinggi dari jumlah yang dapat diperoleh kembali (recoverable amount) dari aset tetap tersebut. Jika nilai tercatat aset tetap melebihi taksiran jumlah yang dapat diperoleh kembali dari aset tetap tersebut, nilai tercatat aset tetap harus diturunkan menjadi nilai yang dapat diperoleh kembali dari aset tetap tersebut. ii. Aset Sewa Guna Usaha Efektif tanggal 1 Januari 2008, PSAK No. 30 (revisi 2007), “Sewa”, menggantikan PSAK No. 30 (1990) “Akuntansi Sewa Guna Usaha”. Berdasarkan PSAK No. 30 (revisi 2007), penentuan apakah suatu perjanjian merupakan perjanjian sewa atau perjanjian yang mengandung sewa didasarkan atas substansi perjanjian pada tanggal awal sewa dan apakah pemenuhan perjanjian tergantung pada penggunaan suatu aset dan perjanjian tersebut memberikan suatu hak untuk menggunakan aset tersebut. Menurut PSAK revisi ini, sewa yang mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset, diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan. Selanjutnya, suatu sewa diklasifikasikan sebagai sewa operasi, jika sewa tidak mengalihkan secara substantial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset. Berdasarkan PSAK No. 30 (revisi 2007), dalam sewa pembiayaan, Bank dan Anak Perusahaan mengakui aset dan kewajiban dalam neraca konsolidasian pada awal masa sewa, sebesar nilai wajar aset sewaan atau sebesar nilai kini dari pembayaran sewa minimum, jika nilai kini lebih rendah dari nilai wajar. Pembayaran sewa dipisahkan antara bagian yang merupakan beban keuangan dan bagian yang merupakan pelunasan kewajiban sewa. Beban keuangan dialokasikan pada setiap periode selama masa sewa, sehingga menghasilkan tingkat suku bunga periodik yang konstan atas saldo kewajiban. Beban keuangan dicatat dalam laporan laba rugi konsolidasian. Aset sewa guna usaha (disajikan sebagai bagian aset tetap) disusutkan selama jangka waktu yang lebih pendek antara umur manfaat aset sewa guna usaha dan periode masa sewa, jika tidak ada kepastian yang memadai bahwa Bank akan mendapatkan hak kepemilikan pada akhir masa sewa. Dalam sewa operasi, Bank mengakui pembayaran sewa sebagai beban dengan dasar garis lurus (straight-line basis) selama masa sewa. t. Aset Lain-lain Aset lain-lain antara lain terdiri dari pendapatan bunga, provisi dan komisi yang masih akan diterima, tagihan, uang muka pajak, biaya dibayar dimuka, agunan yang diambil alih, properti terbengkalai, rekening antar kantor dan lain-lain. Agunan yang diambil alih (AYDA) adalah aset yang diperoleh Bank Mandiri dan Anak Perusahaan, baik melalui pelelangan maupun diluar pelelangan berdasarkan penyerahan secara sukarela oleh pemilik agunan atau berdasarkan kuasa untuk menjual diluar lelang dari pemilik agunan dalam hal debitur tidak memenuhi kewajibannya kepada Bank Mandiri dan Anak Perusahaan. AYDA merupakan jaminan kredit yang diberikan yang telah diambil alih sebagai bagian dari penyelesaian kredit yang diberikan dan disajikan pada “Aset Lain-lain“.

Lampiran 5/23

PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) t. Aset Lain-lain (lanjutan) Aset yang tidak digunakan (properti terbengkalai) adalah aset tetap dalam bentuk properti yang dimiliki Bank Mandiri dan Anak Perusahaan tetapi tidak digunakan untuk kegiatan usaha operasional Bank Mandiri dan Anak Perusahaan. AYDA dan properti terbengkalai disajikan sebesar nilai bersih yang dapat direalisasi (net realisable value). Nilai bersih yang dapat direalisasi adalah nilai wajar agunan yang diambil alih dikurangi dengan estimasi biaya untuk menjual AYDA tersebut. Kelebihan saldo kredit yang diberikan yang belum dilunasi oleh peminjam di atas nilai dari AYDA, dibebankan terhadap penyisihan penghapusan kredit yang diberikan. Selisih antara nilai bersih yang dapat direalisasi dengan hasil penjualan AYDA diakui sebagai keuntungan atau kerugian tahun berjalan pada saat dijual. Beban-beban yang berkaitan dengan pemeliharaan AYDA dan properti terbengkalai dibebankan ke laporan laba rugi konsolidasian tahun berjalan pada saat terjadinya. Bila terjadi penurunan nilai yang bersifat permanen, maka nilai tercatatnya dikurangi untuk mengakui penurunan tersebut dan kerugiannya dibebankan pada laporan laba rugi konsolidasian tahun berjalan. u. Kewajiban Segera Kewajiban segera dicatat pada saat timbulnya kewajiban, baik dari masyarakat maupun dari bank lain. Kewajiban segera disajikan sebesar jumlah kewajiban Bank dan Anak Perusahaan. v. Simpanan Simpanan adalah dana yang ditempatkan oleh masyarakat kepada Bank dan Anak Perusahaan yang bergerak di bidang perbankan berdasarkan perjanjian penyimpanan dana. Termasuk dalam pos ini adalah giro, tabungan, deposito berjangka dan bentuk lain yang dipersamakan dengan itu. Giro merupakan simpanan nasabah yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran, yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat melalui cek, kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM), atau dengan cara pemindahbukuan dengan bilyet giro atau sarana perintah pembayaran lainnya. Giro dinyatakan sebesar nilai kewajiban kepada pemegang giro. Tabungan merupakan simpanan nasabah yang penarikannya hanya dapat dilakukan melalui counter dan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) atau dengan cara pemindahbukuan melalui SMS Banking, Phone Banking dan Internet Banking jika memenuhi persyaratan yang disepakati, tetapi penarikan tidak dapat dilaksanakan dengan menggunakan cek atau instrumen setara lainnya. Tabungan dinyatakan sebesar nilai kewajiban kepada pemilik tabungan. Deposito berjangka merupakan simpanan nasabah yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu sesuai dengan perjanjian antara nasabah dengan Bank. Deposito berjangka dinyatakan sebesar nilai nominal sesuai dengan perjanjian antara pemegang deposito berjangka dengan Bank. Termasuk di dalam giro adalah giro dan tabungan wadiah. Giro wadiah dapat digunakan sebagai instrumen pembayaran dan dapat ditarik setiap saat melalui cek dan bilyet giro. Giro wadiah serta tabungan wadiah mendapatkan bonus sesuai dengan kebijaksanaan Bank. Simpanan dalam bentuk giro wadiah dan tabungsan wadiah dinyatakan sebesar kewajiban Bank.

Lampiran 5/24

PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) w. Simpanan dari Bank Lain Simpanan dari bank lain terdiri dari kewajiban terhadap bank lain, baik lokal maupun luar negeri, dalam bentuk giro, tabungan, inter-bank call money dengan periode jatuh tempo menurut perjanjian kurang dari atau 90 hari dan deposito berjangka. Simpanan dari Bank lain dinyatakan sesuai jumlah kewajiban terhadap bank lain. Di dalam simpanan dari bank lain termasuk simpanan syariah dalam bentuk giro wadiah, investasi tidak terikat yang terdiri dari tabungan mudharabah, deposito berjangka mudharabah, dan Sertifikat Investasi Mudharabah Antar Bank (SIMA). SIMA merupakan sertifikat investasi yang diterbitkan oleh BSM dengan sistem bagi hasil dan hanya diperdagangkan antar bank. Jangka waktu pembiayaan SIMA berkisar 1-6 bulan. x. Efek-efek yang Diterbitkan Efek-efek yang diterbitkan oleh Bank dan Anak Perusahaan termasuk floating rate notes, medium-term notes dan travelers’ cheques dicatat sebesar nilai nominal. Berdasarkan ketentuan Bank Indonesia, simpanan dari bank lain dengan jangka waktu lebih dari 90 hari juga disajikan sebagai efek-efek yang diterbitkan. Premi atau diskonto yang timbul dari penerbitan floating rate notes dan medium-term notes diakui sebagai pendapatan/beban yang ditangguhkan dan diamortisasi selama periode efek-efek tersebut. y. Pinjaman yang Diterima Pinjaman yang diterima merupakan dana yang diterima dari bank lain, Bank Indonesia atau pihak lain dengan kewajiban pembayaran kembali sesuai dengan persyaratan perjanjian pinjaman. z. Pinjaman Subordinasi Pinjaman subordinasi dicatat sebesar nilai nominal dikurangi saldo diskonto yang belum diamortisasi. Biaya yang terjadi sehubungan dengan penerbitan pinjaman subordinasi diakui sebagai diskonto dan dikurangkan langsung dari hasil penerbitan pinjaman subordinasi dan diamortisasi berdasarkan metode garis lurus sampai dengan tanggal jatuh tempo. aa. Perpajakan Bank Mandiri dan Anak Perusahaan menerapkan metode kewajiban neraca (balance sheet liability method) untuk menentukan beban pajak penghasilan. Menurut metode kewajiban neraca, aset dan hutang pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer antara nilai aset dan kewajiban yang tercatat di neraca dengan dasar pengenaan pajak atas aset dan kewajiban tersebut pada setiap tanggal pelaporan. Metode ini juga mensyaratkan adanya pengakuan manfaat pajak di masa datang yang belum digunakan apabila besar kemungkinan bahwa manfaat tersebut dapat direalisasikan di masa yang akan datang. Pajak tangguhan dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atau secara substansial diberlakukan pada tahun dimana aset tersebut direalisasi atau kewajiban tersebut diselesaikan. Perubahan nilai tercatat aset dan kewajiban pajak tangguhan yang disebabkan oleh perubahan tarif pajak dibebankan pada tahun berjalan, kecuali untuk transaksi-transaksi yang sebelumnya telah langsung dibebankan atau dikreditkan ke ekuitas. Koreksi atas kewajiban pajak diakui pada saat surat ketetapan pajak diterima, atau apabila diajukan keberatan dan/atau banding, maka koreksi diakui pada saat keputusan atas keberatan dan/atau banding tersebut diterima.

Lampiran 5/25

PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) aa. Perpajakan (lanjutan) Taksiran pajak penghasilan Bank Mandiri dan Anak Perusahaan dihitung untuk masing-masing perusahaan sebagai badan hukum terpisah. Aset pajak kini (current tax assets) dan kewajiban pajak kini (current tax liabilities) untuk badan hukum yang berbeda tidak disalinghapuskan dalam laporan keuangan konsolidasian. Aset pajak tangguhan disajikan bersih setelah dikurangi dengan kewajiban pajak tangguhan di neraca konsolidasian. ab. Pendapatan dan Beban Bunga Pendapatan dan beban bunga diakui dengan menggunakan metode akrual. Pendapatan bunga yang berasal dari aset produktif bermasalah (non-performing) tidak diakui, kecuali pada saat pembayaran tunai diterima. Pada saat kredit yang diberikan diklasifikasikan sebagai non-performing, pendapatan bunga yang telah diakui tapi belum diterima harus dibatalkan sebagai pendapatan bunga. Pendapatan bunga yang dibatalkan tersebut diakui sebagai tagihan kontinjensi. Seluruh penerimaan pembayaran yang berhubungan dengan kredit yang diberikan dengan kolektibilitas diragukan dan macet, harus diakui terlebih dahulu sebagai pengurang terhadap pokok kredit yang diberikan. Kelebihan penerimaan pembayaran atas pokok kredit yang diberikan harus diakui sebagai pendapatan bunga. Pendapatan bunga dari kredit yang direstrukturisasi hanya dapat diakui apabila telah diterima secara tunai sebelum kualitas kredit menjadi lancar sebagaimana diatur di dalam Peraturan Bank Indonesia No. 7/2/PBI/2005 tanggal 20 Januari 2005 tentang Penilaian Kualitas Aktiva Bank Umum, sebagaimana telah diubah terakhir dengan PBI No. 11/2/PBI/2009 tanggal 29 Januari 2009. Pendapatan bunga yang masih harus diterima atas aset non-performing Bank Mandiri dan Anak Perusahaan dicatat sebagai tagihan kontinjensi dalam laporan Komitmen dan Kontinjensi pada catatan atas laporan keuangan konsolidasian. Didalam pendapatan dan beban bunga terdapat pendapatan dan beban berdasarkan prinsip syariah. Pendapatan pengelolaan dana oleh Bank sebagai mudharib terdiri dari pendapatan atas jual beli dari transaksi murabahah, istishna, pendapatan dari sewa (ijarah) dan pendapatan atas bagi hasil dari mudharabah, musyarakah dan pendapatan usaha utama lainnya. Pengakuan keuntungan murabahah yang pembayarannya dilakukan secara angsuran atau tangguh, dilakukan secara proporsional sesuai dengan praktik akuntansi perbankan yang berlaku umum (vide: Surat Bank Indonesia No.10/1260/DPbS tanggal 15 Oktober 2008 dan Surat Bank Indonesia No.9/634/DPbS tanggal 20 April 2007). Dalam kaitannya dengan tingkat risiko piutang murabahah, Anak Perusahaan menetapkan kebijakan atas pengakuan keuntungan murabahah sebagai berikut: 1) Untuk murabahah dengan pembayaran tangguh satu tahun atau kurang tanpa dikaitkan dengan risiko penagihan kas dari piutang (piutang tak tertagih) dan beban pengelolaan piutang serta penagihannya, keuntungan diakui dengan menggunakan metode efektif (anuitas) sesuai jangka waktu. 2) Untuk murabahah dengan pembayaran tangguh lebih dari satu tahun dimana risiko penagihan kas dari piutang (piutang tak tertagih) dan/atau beban pengelolaan piutang tersebut relatif kecil, keuntungan diakui dengan menggunakan metode efektif (anuitas). Anak Perusahaan menetapkan kebijakan tingkat risiko berdasarkan ketentuan internal. Pendapatan istishna diakui dengan menggunakan metode persentase penyelesaian atau metode akad selesai.

Lampiran 5/26

PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) ab. Pendapatan dan Beban Bunga (lanjutan) Pendapatan ijarah diakui selama masa akad secara proporsional. Pendapatan usaha musyarakah yang menjadi hak mitra aktif diakui sebesar haknya sesuai dengan kesepakatan. Pendapatan usaha mudharabah diakui dalam periode terjadinya hak bagi hasil sesuai nisbah yang disepakati, dan tidak diperkenankan mengakui pendapatan dari proyeksi hasil usaha. Pendapatan pembiayaan konsumen Anak Perusahaan dinyatakan sebesar pendapatan bersih setelah dikurangi dengan bagian pendapatan milik bank-bank lain sehubungan dengan transaksi-transaksi kerjasama penerusan pinjaman, kerjasama pembiayaan bersama dan pengambilalihan piutang dan penunjukan selaku pengelola piutang. ac. Pendapatan Provisi dan Komisi Pendapatan provisi dan komisi yang berkaitan langsung dengan kegiatan perkreditan dan/atau yang mempunyai jangka waktu tertentu, ditangguhkan dan diamortisasi berdasarkan metode garis lurus sesuai dengan jangka waktunya. Untuk kredit yang diberikan yang dilunasi sebelum jatuh temponya, saldo pendapatan provisi dan/atau komisi yang belum diamortisasi, diakui pada saat kredit yang diberikan dilunasi. Pendapatan provisi dan komisi lainnya yang tidak berkaitan langsung dengan kegiatan perkreditan atau jangka waktu tertentu diakui pada saat terjadinya transaksi. ad. Imbalan Kerja Kewajiban Pensiun Bank Mandiri menyelenggarakan program pensiun iuran pasti yang pesertanya adalah pegawai aktif Bank Mandiri sejak tanggal 1 Agustus 1999, serta program pensiun manfaat pasti yang berasal dari masing-masing dana pensiun Bank Peserta Penggabungan. Program ini didanai melalui pembayaran kepada pengelola dana pensiun sebagaimana ditentukan dalam perhitungan aktuaria yang dilakukan secara berkala. Kewajiban imbalan pensiun Bank Mandiri and Anak Perusahaan dihitung dengan membandingkan manfaat yang akan diterima oleh karyawan dari Program Pensiun pada usia pensiun normal dengan manfaat yang akan diterima berdasarkan UU Ketenagakerjaan No. 13/2003 setelah dikurangi dengan akumulasi kontribusi karyawan dan hasil investasinya. Apabila manfaat pensiun lebih kecil dari pada manfaat menurut UU No. 13/2003, maka Bank dan Anak Perusahaan harus membayar kekurangan tersebut. Program pensiun berdasarkan UU Ketenagakerjaan adalah program imbalan pasti karena UU Ketenagakerjaan menentukan rumus tertentu untuk menghitung jumlah minimum imbalan pensiun. Program pensiun iuran pasti adalah program pensiun yang menentukan jumlah imbalan pensiun yang akan diberikan, biasanya berdasarkan pada satu faktor atau lebih seperti usia, masa kerja atau kompensasi. Kewajiban program pensiun imbalan pasti yang diakui di neraca konsolidasian adalah nilai kini kewajiban imbalan pasti pada tanggal neraca dikurangi nilai wajar aset program, serta disesuaikan dengan keuntungan atau kerugian aktuarial dan biaya jasa lalu yang belum diakui. Kewajiban imbalan pasti dihitung setiap tahun oleh aktuaris independen menggunakan metode projected unit credit. Nilai kini kewajiban imbalan pasti ditentukan dengan mendiskontokan estimasi arus kas keluar masa depan dengan menggunakan tingkat bunga obligasi perusahaan berkualitas tinggi dalam mata uang yang sama dengan mata uang imbalan yang akan dibayarkan dan waktu jatuh tempo yang kurang lebih sama dengan waktu jatuh tempo imbalan yang bersangkutan.

Lampiran 5/27

PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) ad. Imbalan Kerja (lanjutan) Kewajiban Pensiun (lanjutan) Keuntungan dan kerugian aktuarial dapat timbul dari penyesuaian yang dibuat berdasarkan pengalaman, perubahan asumsi-asumsi aktuarial dan perubahan pada program pensiun. Apabila jumlah keuntungan atau kerugian aktuarial ini melebihi 10,00% dari imbalan pasti atau 10,00% dari nilai wajar aset program maka kelebihannya dibebankan atau dikreditkan pada pendapatan atau beban selama sisa masa kerja rata-rata para karyawan yang bersangkutan. Kewajiban Imbalan Pasca-Kerja Lainnya Bank memberikan gaji masa bebas tugas yaitu imbalan kepada karyawan sebelum usia pensiun jabatan karyawan dimana karyawan dibebaskan dari tugas-tugas rutin dan tidak masuk kerja, tetapi memperoleh fasilitas kepegawaian yang ditentukan. Hak atas imbalan ini pada umumnya diberikan apabila karyawan bekerja hingga mencapai usia pensiun dan memenuhi masa kerja tertentu. Prakiraan biaya imbalan ini dicadangkan sepanjang masa kerja karyawan, dengan menggunakan metodologi akuntansi yang sama dengan metodologi yang digunakan dalam perhitungan program pensiun imbalan pasti, namun disederhanakan. Kewajiban ini dinilai setiap tahun oleh aktuaris independen yang berkualifikasi. Pembagian Tantiem Bank Mandiri mencatat tantiem dengan menggunakan basis akrual dan membebankannya pada laporan laba rugi konsolidasian tahun berjalan. ae. Opsi Saham Bank Mandiri telah memberikan opsi saham kepada Direksi dan pegawai pimpinan berdasarkan posisi dan kriteria tertentu dalam Program Kompensasi Manajemen Berbasis Saham (MSOP). Jumlah biaya kompensasi saham dihitung pada tanggal diberikannya opsi saham dengan menggunakan nilai wajar dari opsi saham tersebut dan diakui sebagai bagian dari akun “Biaya Gaji dan Tunjangan Pegawai” selama periode opsi saham berdasarkan program hak bertingkat (graded vesting). Akumulasi biaya kompensasi saham diakui sebagai Opsi Saham pada akun Ekuitas. Nilai wajar dari opsi saham tersebut ditentukan berdasarkan pada laporan hasil penilaian aktuaria independen dengan menggunakan metode penentuan harga opsi Black Scholes. af. Laba per Saham Laba per saham dihitung dengan membagi laba bersih konsolidasian akhir tahun berjalan dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang ditempatkan dan disetor selama tahun berjalan. Laba per saham dilusian dihitung setelah melakukan penyesuaian yang diperlukan terhadap jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang beredar dengan asumsi bahwa semua opsi saham dilaksanakan pada saat penerbitan (Catatan 32a dan 33).

Lampiran 5/28

PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) af. Laba per Saham (lanjutan) Jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar yang digunakan dalam menghitung laba per saham dilusian pada tanggal 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 masing-masing adalah 20.961.252.565 lembar saham, 20.929.439.763 lembar saham dan 20.863.423.441 lembar saham.
2009 Jumlah rata-rata tertimbang lembar saham - Dasar Penyesuaian atas efek berpotensi saham biasa: MSOP - Tahap I MSOP - Tahap II MSOP - Tahap III Jumlah rata-rata tertimbang lembar saham - Dilusian 20.939.650.256 1.673.871 19.928.438 20.961.252.565 2008 20.874.991.622 4.225.205 784.387 49.438.549 20.929.439.763 2007 20.717.958.049 17.423.024 1.428.752 126.613.616 20.863.423.441

ag. Informasi Segmen Bank Mandiri dan Anak Perusahaan menyajikan informasi keuangan berdasarkan segmen usaha (segmen primer) dan daerah geografis (segmen sekunder). Segmen usaha adalah komponen Bank yang dapat dibedakan dalam menghasilkan jasa (baik jasa individual maupun kelompok jasa terkait) dan komponen itu memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dengan risiko dan imbalan segmen lain. Segmen geografis adalah komponen Bank dan Anak Perusahaan yang dapat dibedakan dalam menghasilkan jasa pada lingkungan (wilayah) ekonomi tertentu dan komponen itu memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dengan risiko dan imbalan pada komponen yang beroperasi pada lingkungan (wilayah) ekonomi lain. Segmen primer dibagi ke dalam segmen-segmen usaha berikut: perbankan, Bank Syariah, sekuritas, pembiayaan, jasa pengiriman uang dan lain-lain, sedangkan segmen sekunder dibagi ke dalam Indonesia, Asia (Singapura, Malaysia, Hong Kong dan Timor Leste), Eropa Barat (Inggris) dan Cayman Island. 3. GIRO PADA BANK INDONESIA
2009 Rupiah Dolar Amerika Serikat 15.342.428 713.443 16.055.871 2008 12.770.724 583.565 13.354.289 2007 26.829.332 1.331.727 28.161.059

Pada tanggal 31 Desember 2009, Giro Wajib Minimum (GWM) Bank telah sesuai dengan PBI No. 7/29/PBI/2005 tanggal 6 September 2005 yang telah diubah dengan PBI No. 10/19/PBI/2008 tanggal 14 Oktober 2008, selanjutnya diubah dengan PBI No. 10/25/PBI/2008 tanggal 23 Oktober 2008 mengenai Giro Wajib Minimum Bank Umum pada BI dalam Rupiah yang terdiri dari GWM Utama dan GWM Sekunder masing-masing sebesar 5,00% dan 2,50% (2008: 5,00% dan 0,00% dan 2007: 11,00% dan 0,00%) dan valuta asing sebesar 1,00% (2008: 1,00% dan 2007: 3,00%). GWM Utama adalah simpanan minimum yang wajib dipelihara oleh Bank dalam bentuk saldo Rekening Giro pada Bank Indonesia, sedangkan GWM Sekunder adalah cadangan minimum yang wajib dipelihara oleh Bank berupa SBI, Surat Utang Negara (SUN) dan/atau kelebihan saldo Rekening Giro Rupiah Bank dari GWM Utama yang dipelihara di Bank Indonesia.

Lampiran 5/29

PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

3.

GIRO PADA BANK INDONESIA (lanjutan) Realisasi Giro Wajib Minimum untuk rekening Rupiah dan Dolar Amerika Serikat (Bank Mandiri saja) pada tanggal 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 masing-masing adalah:
2009 Rupiah - Giro Wajib Minimum Utama - Giro Wajib Minimum Sekunder Dolar Amerika Serikat 5,00% 42,29% 1,32% 2008 5,47% 1,04% 2007 14,00% 3,01%

4.

GIRO PADA BANK LAIN a. Berdasarkan Mata Uang:
2009 Rupiah Mata uang asing Jumlah Dikurangi: Penyisihan penghapusan 257.845 7.231.764 7.489.609 (86.962) 7.402.647 2008 53.039 7.441.179 7.494.218 (87.689) 7.406.529 2007 36.067 1.365.915 1.401.982 (14.387) 1.387.595

b. Berdasarkan Kolektibilitas:
2009 Rupiah: Lancar Jumlah Rupiah Mata uang asing: Lancar Macet Jumlah mata uang asing Jumlah Dikurangi: Penyisihan penghapusan 257.845 257.845 2008 53.039 53.039 2007 36.067 36.067

7.220.684 11.080 7.231.764 7.489.609 (86.962) 7.402.647

7.428.353 12.826 7.441.179 7.494.218 (87.689) 7.406.529

1.365.915 1.365.915 1.401.982 (14.387) 1.387.595

c. Berdasarkan Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa dan Pihak Ketiga: Pada tanggal 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 tidak terdapat giro pada bank lain yang mempunyai hubungan istimewa. d. Tingkat Suku Bunga Rata-rata (yield) per Tahun:
Rupiah Mata uang asing 2009 0,14% 0,17% 2008 0,45% 0,95% 2007 0,25% 3,11%

e. Mutasi penyisihan penghapusan giro pada bank lain adalah sebagai berikut:
2009 Saldo awal tahun Penyisihan selama tahun berjalan (Catatan 37) Lain-lain*) Saldo akhir tahun
*) Termasuk selisih kurs karena penjabaran mata uang asing.

2008 14.387 71.072 2.230 87.689

2007 11.149 2.731 507 14.387

87.689 12.607 (13.334) 86.962

Manajemen berpendapat bahwa jumlah penyisihan penghapusan giro pada bank lain yang dibentuk telah memadai.

Lampiran 5/30

PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

5.

PENEMPATAN PADA BANK INDONESIA DAN BANK LAIN a. Berdasarkan Jenis, Mata Uang, Jatuh Tempo dan Kolektibilitas:
2009 Jatuh Tempo Rupiah: Bank Indonesia Call Money Deposito Berjangka Lancar Macet Jumlah

< 1 bulan < 1 bulan > 1 b ulan < 3 bulan < 1 bulan > 1 b ulan < 3 bulan > 6 bulan < 12 bulan

19.098.450 1.163.000 145.000 172.486 147.417 8.500 991 20.735.844

-

19.098.450 1.163.000 145.000 172.486 147.417 8.500 991 20.735.844

Tabungan Jumlah Rupiah Mata uang asing: Call Money

tanpa jatuh tempo

< 1 bulan > 1 bulan < 3 bulan > 12 bulan

15.563.690 2.457.089 2.732.132 94.431 46.975 20.894.317

112.046 7.387 119.433

15.563.690 2.457.089 112.046 2.732.132 94.431 7.387 46.975 21.013.750 41.749.594 (347.184) 41.402.410

Penempatan “Fixed-Term”

< 1 bulan > 1 bulan < 3 bulan > 12 bulan

Deposito Berjangka Jumlah mata uang asing Jumlah Dikurangi: Penyisihan penghapusan

> 1 bulan < 3 bulan

2008 Jatuh Tempo Rupiah: Bank Indonesia Call Money Deposito Berjangka Tabungan Jumlah Rupiah Mata uang asing: Call Money Penempatan “Fixed-Term” < 1 bulan > 12 bulan < 1 bulan > 1 bulan < 3 bulan > 6 bulan < 12 bulan > 12 bulan Jumlah mata uang asing Jumlah Dikurangi: Penyisihan penghapusan < 1 bulan < 1 bulan > 1 bulan < 3 bulan < 1 bulan > 1 bulan < 3 bulan tanpa jatuh tempo Lancar 13.650.642 69.036 44.063 256.050 36.300 1.107 14.057.198 13.261.660 2.196.350 548 49.493 15.508.051 Macet 217.786 8.491 226.277 Jumlah 13.650.642 69.036 44.063 256.050 36.300 1.107 14.057.198 13.261.660 217.786 2.196.350 548 49.493 8.491 15.734.328 29.791.526 (386.708) 29.404.818

Lampiran 5/31

PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

5.

PENEMPATAN PADA BANK INDONESIA DAN BANK LAIN (lanjutan) a. Berdasarkan Jenis, Mata Uang, Jatuh Tempo dan Kolektibilitas (lanjutan):
2007 Jatuh Tempo Rupiah: Bank Indonesia Call Money Deposito Berjangka Jumlah Rupiah Mata uang asing: Call Money Penempatan “Fixed-Term” < 1 bulan < 1 bulan < 1 bulan Lancar 11.199.067 20.000 175.100 11.394.167 Macet Jumlah 11.199.067 20.000 175.100 11.394.167

< 1 bulan < 1 bulan > 1 bulan < 3 bulan > 6 bulan < 12 bulan

3.410.630 2.017.616 453 41.479 28.179 5.498.357

-

3.410.630 2.017.616 453 41.479 28.179 5.498.357 16.892.524 (59.200) 16.833.324

Deposito Berjangka Jumlah mata uang asing Jumlah Dikurangi: Penyisihan penghapusan

< 1 bulan

b. Pada tanggal 31 Desember 2009, 2008 dan 2007, Bank Mandiri tidak memiliki penempatan pada pihak yang mempunyai hubungan istimewa. Pada tanggal 31 Desember 2007, di dalam penempatan deposito berjangka Rupiah terdapat penempatan pada Bank Sinar Harapan Bali (BSHB) sebesar Rp80.000 yang belum menjadi Anak Perusahaan Bank Mandiri di tahun 2007 (Catatan 1g). c. Tingkat Suku Bunga Rata-rata (yield) per Tahun:
2009 Rupiah Mata uang asing 6,33% 0,22% 2008 6,55% 1,91% 2007 14,45% 4,37%

d. Pada tanggal 31 Desember 2009, 2008 dan 2007, tidak terdapat penempatan pada bank lain yang digunakan sebagai jaminan. e. Mutasi penyisihan penghapusan penempatan pada bank lain
2009 Saldo awal tahun Penyisihan/(pembalikan) selama tahun berjalan (Catatan 37) Lain-lain*) Saldo akhir tahun
*) Termasuk selisih kurs karena penjabaran mata uang asing.

2008 59.200 323.475 4.033 386.708

2007 97.981 (36.337) (2.444) 59.200

386.708 18.868 (58.392) 347.184

Manajemen berpendapat bahwa jumlah penyisihan penghapusan penempatan pada bank lain yang dibentuk telah memadai.

Lampiran 5/32

PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

5.

PENEMPATAN PADA BANK INDONESIA DAN BANK LAIN (lanjutan) e. Mutasi penyisihan penghapusan penempatan pada bank lain (lanjutan) Pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008, Bank Mandiri memiliki penempatan pada lembaga keuangan (dalam likuidasi) dengan klasifikasi macet senilai Rp209.153 dan Rp242.708 dan di lain pihak lembaga keuangan tersebut menempatkan dananya di Bank Mandiri dalam bentuk giro dan inter-bank call money dengan jumlah sebesar Rp14.050 dan Rp16.431 pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008 (Catatan 20a dan 21a). Anak perusahaan juga memiliki kewajiban L/C UPAS yang telah jatuh tempo kepada lembaga keuangan tersebut sebesar USD8.054.248,50 (nilai penuh). Saldo penempatan Bank Mandiri pada lembaga keuangan (dalam likuidasi) tersebut pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008 telah disalinghapuskan (set-off) dengan saldo giro dan inter-bank call money yang ditempatkan lembaga keuangan tersebut di Bank Mandiri serta kewajiban L/C UPAS Anak Perusahaan (hanya untuk tahun 2009). Perhitungan penyisihan penghapusan yang dibentuk oleh Bank Mandiri untuk lembaga keuangan tersebut adalah selisih antara saldo penempatan Bank Mandiri pada lembaga keuangan tersebut dengan saldo giro dan inter-bank call money yang ditempatkan lembaga keuangan tersebut di Bank Mandiri dan kewajiban L/C UPAS Anak Perusahaan (hanya untuk tahun 2009).

6.

EFEK-EFEK a. Berdasarkan Tujuan dan Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa dan Pihak Ketiga:
2009 Pihak yang mempunyai hubungan istimewa (Catatan 48a): Diperdagangkan Tersedia untuk dijual Dimiliki hingga jatuh tempo 25.000 25.000 Pihak ketiga: Diperdagangkan Tersedia untuk dijual Dimiliki hingga jatuh tempo 13.432.182 327.875 4.383.357 18.143.414 Jumlah Dikurangi: Diskonto yang belum diamortisasi Keuntungan yang belum direalisasi dari kenaikan nilai efek-efek Penyisihan penghapusan 18.168.414 (42.211) 80.681 (53.492) 18.153.392 2008 20.328.692 475.092 3.866.576 24.670.360 24.670.360 (41.724) 40.257 (44.046) 24.624.847 2007 13.532 14.709 28.241 23.090.970 1.432.288 3.808.527 28.331.785 28.360.026 (8.833) 79.857 (1.114.497) 27.316.553

Lampiran 5/33

PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

6.

EFEK-EFEK (lanjutan) b. Berdasarkan Jenis, Mata Uang dan Kolektibilitas:
2009
Nilai Perolehan/ Nilai Nominal*) Rupiah: Diperdagangkan Sertifikat Bank Indonesia Obligasi Investasi pada unit-unit reksa dana Saham (Diskonto)/ Keuntungan/ Premi (Kerugian) yang Belum yang Belum Diamortisasi Direalisasi Nilai Wajar/Nilai Buku**) Kurang Lancar Macet

Lancar

Jumlah

11.606.367 1.651.777 153.495 20.543 13.432.182

241 (24.979) (248) (24.986) (24.986)

67.695 13.942 5.254 (6.166) 80.725 1.854 (298) 1.556 82.281

11.674.062 1.665.453 158.749 14.377 13.512.641 9.854 6.377 16.231 1.915.000 920.741 460.264 61.752 54.686 3.412.443 16.941.315

50.000 85.757 135.757 135.757

- 11.674.062 266 1.665.719 158.749 14.377 266 13.512.907 9.854 6.377 16.231 1.915.000 970.741 546.021 61.752 54.686 3.548.200

Tersedia untuk dijual Reksadana Syariah Investasi pada unit-unit reksa dana

8.000 6.675 14.675

Dimiliki hingga jatuh tempo Sertifikat Bank Indonesia Syariah Obligasi Syariah Perusahaan Obligasi Sertifikat Bank Indonesia Wesel ekspor

1.915.000 970.500 571.000 62.000 54.686 3.573.186

Jumlah Rupiah Mata uang asing: Tersedia untuk dijual Wesel ekspor Floating rate notes Obligasi

17.020.043

266 17.077.338

211.727 54.187 47.286 313.200

344 (28) (17.541) (17.225) (17.225) (42.211)

(1.978) 378 (1.600) (1.600) 80.681

211.727 52.209 47.664 311.600 399.117 180.179 134.062 76.409 789.767 1.101.367 18.042.682 (28.636) 18.014.046

28.179 28.179 28.179 163.936 (24.590) 139.346

-

211.727 52.209 47.664 311.600 399.117 208.358 134.062 76.409 817.946 1.129.546

Dimiliki hingga jatuh tempo Wesel ekspor Obligasi Treasury bills Floating rate notes

399.117 208.014 134.090 93.950 835.171

Jumlah mata uang asing Jumlah Dikurangi: Penyisihan penghapusan Bersih

1.148.371 18.168.414

266 18.206.884 (266) (53.492) - 18.153.392

*) Efek-efek dengan kategori dimiliki hingga jatuh tempo disajikan sebesar nilai nominal. **) Efek-efek dengan kategori dimiliki hingga jatuh tempo disajikan sebesar nilai buku.

Lampiran 5/34

PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

6.

EFEK-EFEK (lanjutan) b. Berdasarkan Jenis, Mata Uang dan Kolektibilitas (lanjutan):
2008
Nilai Perolehan/ Nilai Nominal*) Rupiah: Diperdagangkan Sertifikat Bank Indonesia Investasi pada unit-unit reksa dana Obligasi Saham (Diskonto)/ Keuntungan/ Premi (Kerugian) yang Belum yang Belum Diamortisasi Direalisasi Nilai Wajar/Nilai Buku**) Kurang Lancar Macet

Lancar

Jumlah

19.903.800 362.396 62.280 216 20.328.692

-

91.640 633 (2.590) (110) 89.573

19.995.440 363.029 59.391 106 20.417.966

-

- 19.995.440 363.029 299 59.690 106 299 20.418.265

Tersedia untuk dijual Investasi pada unit-unit reksa dana Reksadana Syariah

27.987 8.000 35.987

(8.141) (34.788) (42.929) (42.929)

(3.270) 765 (2.505) 87.068

24.717 8.765 33.482 1.305.000 986.121 546.212 170.015 3.007.348 23.458.796

-

-

24.717 8.765 33.482 1.305.000 986.121 546.212 170.015 3.007.348

Dimiliki hingga jatuh tempo Sertifikat Bank Indonesia Syariah Obligasi Syariah Perusahaan Obligasi Wesel ekspor

1.305.000 994.262 581.000 170.015 3.050.277

Jumlah Rupiah Mata uang asing: Tersedia untuk dijual Wesel ekspor Floating rate notes Obligasi

23.414.956

299 23.459.095

202.835 141.404 94.866 439.105

-

(32.274) (14.537) (46.811)

202.835 109.130 80.329 392.294

-

-

202.835 109.130 80.329 392.294

Dimiliki hingga jatuh tempo Wesel ekspor Obligasi Treasury bills Floating rate notes

361.750 349.764 72.085 32.700 816.299

1.376 (42) (129) 1.205 1.205 (41.724)

(46.811) 40.257

356.286 351.140 72.043 32.571 812.040 1.204.334 24.663.130 (38.283) 24.624.847

-

5.464 5.464 5.464

361.750 351.140 72.043 32.571 817.504 1.209.798

Jumlah mata uang asing Jumlah Dikurangi: Penyisihan penghapusan Bersih

1.255.404 24.670.360

5.763 24.668.893 (5.763) (44.046) - 24.624.847

*) Efek-efek dengan kategori dimiliki hingga jatuh tempo disajikan sebesar nilai nominal. **) Efek-efek dengan kategori dimiliki hingga jatuh tempo disajikan sebesar nilai buku.

Lampiran 5/35

PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

6.

EFEK-EFEK (lanjutan) b. Berdasarkan Jenis, Mata Uang dan Kolektibilitas (lanjutan):
2007
Nilai Perolehan/ Nilai Nominal*) Rupiah: Diperdagangkan Sertifikat Bank Indonesia Obligasi Saham Investasi pada unit-unit reksa dana Medium-Term Notes (Diskonto)/ Keuntungan/ Premi (Kerugian) yang Belum yang Belum Diamortisasi Direalisasi Nilai Wajar/Nilai Buku**) Kurang Lancar Macet

Lancar

Jumlah

22.780.819 252.122 16.782 13.532 3.900 23.067.155

(10.840) (10.840) (10.840)

73.209 5.247 (1.974) 1.152 77.634 1.836 1.836 79.470

22.854.028 257.091 14.808 14.684 3.900 23.144.511 670.000 441.811 32.843 30.000 6.000 1.180.654 776.360 283.934 315 1.060.609 25.385.774

-

- 22.854.028 278 257.369 14.808 14.684 3.900 278 23.144.789 1.018.809 1.018.809 670.000 441.811 32.843 30.000 6.000 1.180.654 1.018.809 776.360 283.934 315 2.079.418

Tersedia untuk dijual Sertifikat Bank Indonesia Syariah Obligasi Investasi pada unit-unit reksa dana Medium-Term Notes Reksadana Syariah

670.000 439.975 32.843 30.000 6.000 1.178.818

Dimiliki hingga jatuh tempo Obligasi wajib konversi Obligasi Syariah Perusahaan Wesel ekspor Negotiable Certificates of Deposits

1.018.809 787.200 283.934 315 2.090.258

Jumlah Rupiah Mata uang asing: Diperdagangkan Obligasi Tersedia untuk dijual Wesel ekspor Floating rate notes Treasury bills Obligasi Promissory notes

26.336.231

1.019.087 26.404.861

37.347

-

-

37.347

-

-

37.347

118.356 66.004 39.108 27.917 16.794 268.179

-

(728) (5) (636) 1.756 387

118.356 65.276 39.103 27.281 18.550 268.566

-

-

118.356 65.276 39.103 27.281 18.550 268.566

Dimiliki hingga jatuh tempo Wesel ekspor Obligasi Floating rate notes Treasury bills

1.309.000 206.646 103.323 99.300 1.718.269

2.335 (2) (326) 2.007 2.007 (8.833)

387 79.857

1.249.385 208.981 103.321 98.974 1.660.661 1.966.574 27.352.348 (42.088) 27.310.260

7.403 7.403 7.403 7.403 (1.110) 6.293

52.212 52.212 52.212

1.309.000 208.981 103.321 98.974 1.720.276 2.026.189

Jumlah mata uang asing Jumlah Dikurangi: Penyisihan penghapusan Bersih

2.023.795 28.360.026

1.071.299 28.431.050 (1.071.299) (1.114.497) - 27.316.553

*) Efek-efek dengan kategori dimiliki hingga jatuh tempo disajikan sebesar nilai nominal. **) Efek-efek dengan kategori dimiliki hingga jatuh tempo disajikan sebesar nilai buku.

Lampiran 5/36

PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

6.

EFEK-EFEK (lanjutan) c. Berdasarkan Sisa Umur Hingga Jatuh Tempo:
2009 Rupiah: Tidak mempunyai kontrak jatuh tempo < 1 tahun > 1 < 5 tahun > 5 < 10 tahun Jumlah Rupiah Mata uang asing: < 1 tahun > 1 < 5 tahun > 5 < 10 tahun Jumlah mata uang asing Jumlah Dikurangi: Diskonto yang belum diamortisasi Keuntungan yang belum direalisasi dari kenaikan nilai efek-efek Penyisihan penghapusan 2008 2007

188.712 15.311.068 1.350.050 170.213 17.020.043

398.599 21.670.357 843.722 502.278 23.414.956

69.472 25.008.786 856.687 401.286 26.336.231

886.427 120.708 141.236 1.148.371 18.168.414 (42.211) 80.681 (53.492) 18.153.392

723.870 455.249 76.285 1.255.404 24.670.360 (41.724) 40.257 (44.046) 24.624.847

1.704.920 281.528 37.347 2.023.795 28.360.026 (8.833) 79.857 (1.114.497) 27.316.553

d. Berdasarkan Golongan Penerbit:
2009 Pemerintah dan Bank Indonesia Perusahaan lain Bank Jumlah Dikurangi: Diskonto yang belum diamortisasi Keuntungan yang belum direalisasi dari kenaikan nilai efek-efek Penyisihan penghapusan 15.252.972 2.052.685 862.757 18.168.414 (42.211) 80.681 (53.492) 18.153.392 2008 21.372.525 2.439.364 858.471 24.670.360 (41.724) 40.257 (44.046) 24.624.847 2007 23.755.813 2.696.719 1.907.494 28.360.026 (8.833) 79.857 (1.114.497) 27.316.553

Lampiran 5/37

PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

6.

EFEK-EFEK (lanjutan) e. Rincian Obligasi Berdasarkan Peringkat:
Peringkat*) Lembaga Pemeringkat
Rupiah Diperdagangkan Obligasi PT Sarana Multigriya Finansial

Nilai Wajar/Nilai Buku**)

2009

2008

2007

2009

2008

2007

Pefindo Fitch Ratings Indonesia

***) AA(Idn)

idD – idAA+ idD – idAA+ -

1.615.969 49.750 1.665.719

59.690 59.690

257.369 257.369

Tersedia untuk dijual Reksadana Syariah Obligasi PT Indosat (Persero) Tbk. PT Indofood Sukses Makmur Tbk. Lain-lain

-

-

-

-

9.854

8.765

6.000

Pefindo Pefindo Pefindo

-

-

idAA+ idAA+ idA – idAA+

9.854

8.765

180.298 149.940 111.573 447.811

Dimiliki hingga jatuh tempo Obligasi Syariah Perusahaan Obligasi PT Indosat (Persero) Tbk. PT Indofood Sukses Makmur Tbk. Lain-lain Obligasi wajib konversi

Beragam

idBB – idAA+

****)

Baa3.id – idAA+

idBBB- – idAA+

970.741

986.121

776.360

Pefindo Pefindo Pefindo -

idAA+ idAA+ idBB – idAA- ****) -

idAA+ idAA+ idA – idAA+ -

-

218.410 187.356 140.255 1.516.762

215.822 181.500 148.890 1.532.333 1.600.788

1.018.809 1.795.169 2.500.349

Jumlah Rupiah Mata uang asing Diperdagangkan Obligasi Tersedia untuk dijual Obligasi Dimiliki hingga jatuh tempo Obligasi Jumlah mata uang asing
*)

3.192.335

Beragam

-

BBB+ – A-

BBBaa1 – A2

-

-

37.347

Beragam

A-

47.664

80.329

27.281

Beragam

BB- – A

Ba3 – AA-

Ba3

208.358 256.022

351.140 431.469

208.981 273.609

Informasi peringkat obligasi diperoleh dari Bloomberg yang mencakup peringkat yang diberikan oleh lembaga pemeringkat seperti Pemeringkat Efek Indonesia, Standard and Poor’s, Moody’s dan Fitch Ratings. Efek-efek dengan kategor i dimiliki hingga jatuh tempo disajikan sebesar nilai buku. Pada tanggal 31 Desember 2009, obligasi dengan kategori diperdagangkan terutama terdiri dari Surat Perbendaharaan Negara yang tidak memiliki peringkat.

**) ***)

****) Termasuk didalamnya, obligasi PT Arpeni Pratama Ocean Line Tbk. yang pada tanggal 14 Januari 2010 diperingkat kembali menjadi idCCC oleh Pefindo.

Lampiran 5/38

PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

6.

EFEK-EFEK (lanjutan) f. Tingkat Suku Bunga Rata-rata (yield) per Tahun:
2009 Rupiah Mata uang asing 7,12% 5,05% 2008 10,01% 10,38% 2007 7,76% 8,73%

g. Mutasi Penyisihan Penghapusan Efek-efek:
2009 Saldo awal tahun Pembalikan selama tahun berjalan (Catatan 37) Penghapusbukuan (write - off) Penerimaan kembali efek-efek yang telah dihapusbukukan Lain-lain*) Saldo akhir tahun
*) Termasuk selisih kurs karena penjabaran mata uang asing.

2008 1.114.497 (58.416) (1.018.809) 6.774 44.046

2007 1.145.838 (22.773) (8.568) 1.114.497

44.046 (39.295) 50.940 (2.199) 53.492

Manajemen berpendapat bahwa jumlah penyisihan penghapusan efek-efek yang dibentuk telah memadai. Berdasarkan Surat Bank Indonesia No. 10/177/DpG/DPNP tanggal 9 Oktober 2008 perihal Penetapan Nilai Wajar dan Reklasifikasi Surat Utang Negara (SUN), pada tanggal 19 Desember 2008 Bank telah melakukan reklasifikasi Efek-efek Diperdagangkan dan Tersedia Untuk Dijual dengan nilai nominal masing masing sebesar Rp147.000 dan Rp434.000 ke Efek-efek Dimiliki Hingga Jatuh Tempo. Nilai wajar Efek -efek Diperdagangkan dan Tersedia Untuk Dijual sebelum reklasifikasi masing-masing sebesar Rp142.772 dan Rp433.975 dan nilai wajar Efek-efek Diperdagangkan dan Tersedia Untuk Dijual pada tanggal reklasifikasi masing-masing sebesar Rp138.210 dan Rp407.590. Kerugian yang belum direalisasi atas Efek-efek Tersedia Untuk Dijual yang direklasifikasi dicatat sebagai bagian dari kerugian yang belum direalisasi atas efek-efek dan Obligasi Pemerintah yang Tersedia untuk Dijual - setelah dikurangi pajak tangguhan di ekuitas dan diamortisasi ke laporan laba rugi konsolidasian sampai dengan tanggal jatuh tempo efek-efek tersebut.

7.

OBLIGASI PEMERINTAH Akun ini terdiri dari obligasi yang dikeluarkan oleh Pemerintah yang diperoleh Bank Mandiri dari pasar primer dan sekunder pada tanggal 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 dengan rincian sebagai berikut:
2009 Diperdagangkan, nilai wajar Tersedia untuk dijual, nilai wajar Dimiliki hingga jatuh tempo, nilai buku 430.198 25.915.611 62.787.131 89.132.940 2008 43.748 26.244.185 61.971.106 88.259.039 2007 972.392 27.294.443 61.199.482 89.466.317

Lampiran 5/39

PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

7.

OBLIGASI PEMERINTAH (lanjutan) a. Berdasarkan Jatuh Tempo Berdasarkan jatuh temponya, Obligasi Pemerintah adalah sebagai berikut:
2009 Rupiah Diperdagangkan: Kurang dari 1 tahun 1 - 5 tahun 5 - 10 tahun Lebih dari 10 tahun 2008 2007

371.336 58.862 430.198

4.950 38.798 43.748

9.280 272.954 261.452 409.943 953.629

Tersedia untuk dijual: Kurang dari 1 tahun 1 - 5 tahun 5 - 10 tahun Lebih dari 10 tahun

650.683 19.696.001 5.537.544 25.884.228

643.223 14.562.198 10.946.419 26.151.840 5.334 1.515.61 4 36.684.355 23.642.622 61.847.925 88.043.513

739.520 348.686 13.366.139 12.761.785 27.216.130 1.350.000 25.810.000 33.934.598 61.094.598 89.264.357

Dimiliki hingga jatuh tempo: Kurang dari 1 tahun 1 - 5 tahun 5 - 10 tahun Lebih dari 10 tahun

1.366.067 576.453 40.520.202 20.152.786 62.615.508

Jumlah Rupiah Mata uang asing Diperdagangkan: 5 - 10 tahun Lebih dari 10 tahun

88.929.934

-

47.723 44.622 92.345 123.181 123.181 215.526 88.259.039

9.792 8.971 18.763 49.321 28.992 78.313 104.884 104.884 201.960 89.466.317

Tersedia untuk dijual: 5 - 10 tahun Lebih dari 10 tahun

31.383 31.383

Dimiliki hingga jatuh tempo: 1 - 5 tahun 5 - 10 tahun

152.849 18.774 171.623

Jumlah mata uang asing

203.006 89.132.940

Lampiran 5/40

PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

7.

OBLIGASI PEMERINTAH (lanjutan) b. Berdasarkan Jenis
2009 Nominal Rupiah Diperdagangkan Obligasi suku bunga tetap Tersedia untuk dijual Obligasi suku bunga tetap Obligasi suku bunga mengambang 9,00% 14,28% 15/03/2013 15/09/2018 25/06/2011 25/07/2020 9,28% 12,00% 20/02/2010 15/09/2013 Tingkat suku bunga per tahun Nilai wajar Tanggal jatuh tempo Frekuensi pembayaran bunga

432.289

430.198

1 bulan

339.096

374.099

6 bulan

25.831.044 26.170.140

SBI 3 bulan

25.510.129 25.884.228

3 bulan

Nilai buku Dimiliki hingga jatuh tempo Obligasi suku bunga tetap Obligasi suku bunga mengambang

Tingkat suku bunga per tahun

Tanggal jatuh tempo

Frekuensi pembayaran bunga

2.870.910

9,00% 15,58%

15/03/2010 15/05/2037 25/12/2014 25/07/2020

1 dan 6 bulan

59.744.598 62.615.508

SBI 3 bulan

3 bulan

Nominal Mata uang asing Tersedia untuk dijual Obligasi suku bunga tetap

Tingkat suku bunga per tahun

Nilai wajar

Tanggal jatuh tempo

Frekuensi pembayaran bunga

28.245

6,88% 7,50%

31.383

15/01/2016 9/03/2017

6 bulan

Nilai buku Dimiliki hingga jatuh tempo Obligasi suku bunga tetap

Tingkat suku bunga per tahun

Tanggal jatuh tempo

Frekuensi pembayaran bunga

171.623

6,75% 10,38%

04/05/2014 09/03/2017

6 bulan

Lampiran 5/41

PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

7.

OBLIGASI PEMERINTAH (lanjutan) b. Berdasarkan Jenis (lanjutan)
2008 Nominal Rupiah Diperdagangkan Obligasi suku bunga tetap 9,28% 13,40% 09/08/2009 15/09/2013 Tingkat suku bunga per tahun Nilai wajar Tanggal jatuh tempo Frekuensi pembayaran bunga

44.130

43.748

6 bulan

Tersedia untuk dijual Obligasi suku bunga tetap Obligasi suku bunga mengambang 9,00% 14,28% SBI 3 bulan 12/03/2012 15/11/2020 25/06/2011 25/07/2020

461.466 25.839.044 26.300.510

460.795 25.691.045 26.151.840

6 bulan 3 bulan

Nilai buku Dimiliki hingga jatuh tempo Obligasi suku bunga tetap Obligasi suku bunga mengambang

Tingkat suku bunga per tahun

Tanggal jatuh tempo

Frekuensi pembayaran bunga

2.103.327

9,00% 15,58%

15/06/2009 15/05/2037 25/12/2014 25/07/2020

6 bulan

59.744.598 61.847.925

SBI 3 bulan

3 bulan

Nominal Mata uang asing Tersedia untuk dijual Obligasi suku bunga tetap

Tingkat suku bunga per tahun

Nilai wajar

Tanggal jatuh tempo

Frekuensi pembayaran bunga

109.000

6,63% 8,50%

92.345

10/03/2014 17/01/2038

6 bulan

Nilai buku Dimiliki hingga jatuh tempo Obligasi suku bunga tetap

Tingkat suku bunga per tahun

Tanggal jatuh tempo

Frekuensi pembayaran bunga

123.181

6,78% 6,88%

03/10/2014 09/03/2017

6 bulan

Lampiran 5/42

PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2009, 2008 DAN 2007 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

7.

OBLIGASI PEMERINTAH (lanjutan) b. Berdasarkan Jenis (lanjutan)
2007 Nominal Rupiah Diperdagangkan Obligasi suku bunga tetap Obligasi suku bunga mengambang 9,00% 14,28% 28/11/2008 15/09/2025 Tingkat suku bunga per tahun Nilai wajar Tanggal jatuh tempo Frekuensi pembayaran bunga

896.832

943.603

6 bulan

10.000 906.832

SBI 3 bulan

10.026 953.629

25/06/2011

3 bulan

Tersedia untuk dijual Obligasi suku bunga tetap Obligasi suku bunga mengambang 613.617 9,50% 15,58% 674.430 15/11/2010 15/02/2028 25/01/2008 25/07/2020 6 bulan

26.577.428 27.191.045

SBI 3 bulan

26.541.700 27.216.130

3 bulan

Nilai buku Dimiliki hingga jatuh tempo Obligasi suku bunga tetap Obligasi suku bunga mengambang

Tingkat suku bunga per tahun

Tanggal jatuh tempo

Frekuensi pembayaran bunga

1.350.000 59.744.598 61.094.598

13,15% SBI 3 bul