P. 1
Perkembangan flagship Nomor Identitas Nasional

Perkembangan flagship Nomor Identitas Nasional

4.0

|Views: 1,256|Likes:
Dipublikasikan oleh Zulfikri
PERKEMBANGAN
FLAGSHIP “NOMOR IDENTITAS NASIONAL”
DISAMPAIKAN OLEH
DIREKTUR JENDERAL ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN
PADA
SEMINAR PROGRES DETIKNAS
DALAM RANGKA PERINGATAN 100 TAHUN KEBANGKITAN NASIONAL di JAKARTA, 22 MEI 2008
PERKEMBANGAN
FLAGSHIP “NOMOR IDENTITAS NASIONAL”
DISAMPAIKAN OLEH
DIREKTUR JENDERAL ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN
PADA
SEMINAR PROGRES DETIKNAS
DALAM RANGKA PERINGATAN 100 TAHUN KEBANGKITAN NASIONAL di JAKARTA, 22 MEI 2008

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Zulfikri on Jul 01, 2008
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/25/2012

pdf

text

original

PERKEMBANGAN FLAGSHIP “NOMOR IDENTITAS NASIONAL”

DISAMPAIKAN OLEH DIREKTUR JENDERAL ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN PADA

SEMINAR PROGRES DETIKNAS DALAM RANGKA PERINGATAN 100 TAHUN KEBANGKITAN NASIONAL
JAKARTA, 22 MEI 2008

I. Pendahuluan
Dewan Tehnologi Informasi dan Komunikasi Nasional (DeTIKNas) dibentuk berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 20 tahun 2006. Sebagai tindak lanjut program yang diunggulkan oleh DeTIKNas telah ditetapkan 7 (tujuh) program flagship, yang dijadikan prioritas utama untuk mendukung pelaksanaannya secara nasional. Dibentuknya program flagship dimaksud diharapkan dapat mengoptimalkan sumber daya nasional (APBN, APBD, SDM dll) dan efektivitas koordinasi diantara kegiatan yang dilakukan di masing-masing Kementerian / Lembaga.

Dalam kaitan ini Departemen Dalam Negeri ditunjuk sebagai Koordinator program flagship Nomor Identitas Nasional yang beranggotakan Bappenas, Depkominfo, Dep Keu, Depperind dan Kementerian Negara Riset dan Teknologi (Keppres No. 20 Tahun 2006). Pada dasarnya Nomor Identitas Nasional adalah suatu nomor identitas yang diharapkan bersifat tunggal dan melekat pada setiap penduduk Indonesia serta tidak berubah sepanjang masa. Nomor ini diberikan sebagai kunci akses dalam berbagai pelayanan publik. Akan tetapi berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan tidak dikenal istilah Nomor Identitas Nasional, melainkan yang diatur dalam Undang-Undang tersebut adalah Nomor Induk Kependudukan (NIK = Pasal 13 UU No.23 Tahun 2006). Nomor Induk Kependudukan selanjutnya disingkat NIK adalah nomor identitas penduduk yang bersifat unik atau khas, tunggal dan melekat pada seseorang yang terdaftar sebagai penduduk Indonesia, yang berlaku selamanya.

II. Kedudukan dan Peranan NIK Bertolak dari kedudukan NIK yang bersifat unik dan tunggal, diberikan kepada setiap penduduk dan berlaku seumur hidup serta selamanya. NIK diberikan oleh Pemerintah dan diterbitkan oleh Instansi Pelaksana di Kabupaten/Kota.

Selanjutnya sesuai dengan Undang-Undang No. 23 Tahun 2006, khususnya Pasal 13 ayat (3), mengamanatkan bahwa NIK dicantumkan dalam setiap Dokumen Kependudukan dan dijadikan dasar penerbitan Paspor, Surat Izin Mengemudi, Nomor Pokok Wajib Pajak, Polis Asuransi, Sertifikat Hak Atas Tanah dan penerbitan dokumen identitas lainnya. Hal ini ditujukan untuk mendapatkan kebenaran dan kepastian dokumen kependudukan dan dukumen lainnya bagi setiap penduduk. NIK berperan sebagai kunci akses dalam melakukan verifikasi dan validasi data jatidiri seseorang guna mendukung pelayanan publik. Yang dimaksud dengan “unik” adalah setiap penduduk mempunyai 1 (satu) nomor yang tidak tergantikan dan berbeda untuk setiap orang, yang tercermin dalam struktur NIK sebagai berikut : Konfigurasi dan struktur NIK terdiri 16 digit : 6 ( enam ) digit pertama merupakan Kode Wilayah Provinsi, Kab/Kota dan Kecamatan. 6 ( enam ) digit kedua merupakan Tanggal, Bulan dan Tahun Lahir pemegang NIK. Untuk perempuan tanggal lahir ditambah dengan angka 40.

-

4 ( empat ) digit terakhir merupakan nomor urut/seri pendaftaran yang dikreasi oleh sistem (nomor urut di kecamatan bersangkutan)

Contoh Tanggal Lahir : Seorang laki-laki telah lahir di Prov DKI Jakarta (31), Kota Jakarta Selatan (74), Kec. Pancoran (08), pada tanggal 06 Januari 1965, maka NIK nya : 31 74 08 06 01 65 0001 Pada tanggal dan tempat yang sama telah lahir seorang Perempuan, maka NIK nya : 31 74 08 46 01 65 0002

Sebagai contoh struktur NIK dalam KTP :
NOMOR INDUK KEPENDUDUKAN INDONESIA
SISTEM ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN

• • •

SAK

NIK tercantum pada setiap dokumen kependudukan, sehingga NIK kependudukan, berfungsi sebagai kunci akses NIK diberikan kepada setiap individu penduduk Indonesia dan berlaku sepanjang masa Sedangkan KTP diberikan bagi penduduk yang telah berusia 17 Tahun atau yg telah/pernah menikah

::

NIK terdiri dari enam belas digit dgn format "PPKKCCDDMMYYNNNN" 6 digit pertama merupakan kode wilayah mulai dari strata Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota sampai Provinsi, Kabupaten/Kota dengan Kecamatan, dimana setiap strata sebanyak 2 digit Kecamatan, (PPKKCC), 6 digit berikutnya adalah tanggal-bulan dan tahun lahir tanggal(DDMMYY) dan untuk perempuan angka tanggal lahir (DD) ditambah dengan angkat 40, serta 4 digit berikutnya (NNNN) adalah nomor seri penduduk yang lahir pada tanggal yang sama dan pada suatu kecamatan tertentu. tertentu.

Dengan demikian, maka kedudukan dan peranan NIK yang bersifat unik tersebut merupakan Nomor Identitas Tunggal bagi semua penduduk Indonesia, dan sekaligus berfungsi sebagai kunci akses berbagai pelayanan publik.

III. Kondisi, Langkah, Perkembangan Dan Kendala
1. Kondisi Ideal Yang Diharapkan a. NIK sebagai nomor identitas tunggal bagi setiap penduduk (sesuai dengan amanat UU No. 23 Tahun 2006 harus selesai Tahun 2011) dan diakses untuk verifikasi jati diri seseorang. b. Setiap perubahan data jati diri seseorang tervalidasi secara terkini melalui pelayanan Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil di dalam database kependudukan nasional. c. NIK dimanfaatkan sebagai kunci akses dalam pelayanan publik bagi semua sektor melalui koneksitas NIK. d. Adanya efektifitas dan efisiensi dalam pelaksanaan pelayanan publik 2. Kondisi Saat Ini. Sudah terbangun Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) dan Data Center Kependudukan Departemen Dalam Negeri dengan kondisi database sbb: a. Data keseluruhan penduduk Indonesia sudah diupayakan melalui kegiatan konversi dengan struktur data SIAK; b. Semua Kabupaten/Kota sudah mempunyai perangkat SIAK dengan standar minimal; c. Seluruh Kabupaten/Kota telah terbangun database kependudukan meskipun sebagian belum melakukan pelayanan melalui kegiatan Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil, sehingga belum semuanya ter-update setiap hari;

d. Saat ini s/d. Akhir tahun 2008 dilakukan pemutakhiran data kependudukan per Kab/Kota untuk memantapkan terwujudnya database kependudukan berbasis NIK Nasional.

3. Langkah Tindak Lanjut. a. Setelah diundangkannya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan dan Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2007 tentang Pelaksanaan Undang-Undang dimaksud serta Peraturan Presiden No. 25 Tahun 2008 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil, maka langkah selanjutnya adalah mengupayakan percepatan penerbitan Peraturan Bersama Menteri Dalam Negeri dengan Departemen/ LPND mengenai pencantuman NIK pada dokumen kependudukan dan dokumen identitas lainnya. Dengan demikian penerapan NIK untuk pelayanan publik sudah mulai diterapkan oleh Departemen dan Lembaga Non Departemen yg direncanakan pada tahun 2009.

b. Mengupayakan percepatan akurasi database kependudukan berbasis NIK Nasional di kabupaten/kota, provinsi dan nasional, guna terwujudnya penyediaan data kependudukan. c. Membantu tersedianya data untuk keperluan Pemilu 2009. kependudukan

d. Mengupayakan percepatan pembangunan komunikasi data antara Departemen Dalam Negeri dengan Departemen/ Lembaga Non Departemen dalam rangka penerapan NIK dan pemanfaatan data kependudukan.
4. Perkembangan Implementasi NIK di Indonesia Proses Perkembangan : NIK sebagai unsur inti dalam penerapan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK), sehingga keseluruhan penerapan dan pengembangannya sejalan dengan penerapan SIAK. a. Tahun 2005 : Dilakukan pengenalan dan sosialisasi penggunaan NIK pada penerbitan dokumen kependudukan dalam konteks penerapan SIAK. Dilakukan penyiapan regulasi dalam wujud RUU tentang Administrasi Kependudukan.

Pada akhir tahun 2005, RUU tentang Administrasi Kependudukan ditetapkan oleh Badan Legislasi DPR RI sebagai RUU prioritas untuk dibahas. b. Tahun 2006 : 1) Pembahasan dan pengesahan UU No. 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan (disahkan tgl 29 Desember 2006) sebagai regulasi nasional dalam pelaksanaan tertib administrasi kependudukan, termasuk penerapan NIK (Pasal 13). 2) Pemberian stimulan sarana dan prasarana SIAK kepada 100 Kab/Kota untuk percepatan penerapan SIAK yang mendapat dukungan sepenuhnya dari Komisi II DPR RI. 3) Pemberian sarana prasarana SIAK dalam rangka penggantian KTP Merah Putih ke KTP format nasional di 21 Kabupaten/Kota Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam sebagai tindak lanjut MOU Helsinki.

c. Tahun 2007 : 1) Pemberian stimulan sarana dan prasarana SIAK kepada 313 Kab/Kota dan 33 Provinsi. 2) Penyusunan dan pengesahan Peraturan Pemerintah No. 37 Tahun 2007 tentang Pelaksanaan UU No. 23 Tahun 2006.

3) Mengawali gerakan Nasional pemutakhiran data kependudukan di seluruh Kab/Kota. 4) Menyusun Rancangan Peraturan Bersama antara Mendagri dengan 15 Instansi Terkait dalam penerapan NIK pada : dokumen kependudukan, Paspor, NPWP, SIM, Polis Asuransi, Sertifikat Hak Atas Tanah dan Dokumen Identitas lainnya. d. Tahun 2008 : 1) Menyiapkan data Pemilu 2009. kependudukan untuk

2) Pembangunan database kependudukan di seluruh Kab/Kota. 3) Pembangunan data warehouse pelayanan NIK Koneksitas. untuk

4) Penyusunan dan Pengesahan Peraturan Presiden No. 25 Tahun 2008 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil (sebagai tindak lanjut UU No. 23 Tahun 2006 dan PP No. 37 Tahun 2007). 5) Penyempurnaan aplikasi SIAK pelayanan dokumen kependudukan. dalam

e. Rencana Program Tahun 2009 : 1) Penerapan NIK untuk pelayanan penerbitan dokumen kependudukan di seluruh Kab/Kota. 2) Pelayanan NIK koneksitas dengan sejumlah Departemen dan Lembaga Non Departemen Terkait. f. Rencana Program Tahun 2010 : 1) Peningkatan efektifitas dan pelayanan penerbitan kependudukan di Kabupaten/Kota 2) Peningkatan efektifitas dan pelayanan NIK koneksitas Departemen/LPND terkait. g. Rencana Program Tahun 2011 : 1) Pemantapan sistem dan peningkatan efektifitas dan efisiensi pelayanan dokumen kependudukan dan NIK koneksitas dengan Departemen/LPND terkait. 2) Pemeliharaan tingkat validitas dan akurasi data dalam database kependudukan Nasional, Provinsi dan Kabupaten/Kota. 3) Seluruh penduduk sudah memiliki NIK. efisiensi dokumen efisiensi dengan

5. Kendala a. Aspek Regulasi 1) Peraturan Daerah yang mengatur tentang pelaksanaan administrasi kependudukan di daerah sebagian besar sedang dalam proses penyesuaian yang mengacu pada UndangUndang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan. 2) Upaya kearah terintegrasinya peraturan antar sektor dalam pemanfaatan data dan dokumen kependudukan masih perlu ditingkatkan b. Masyarakat Masih rendahnya tingkat pemahaman keseluruhan masyarakat dalam penyelenggaraan administrasi kependudukan. c. Aspek Anggaran. Masih terbatasnya dukungan APBD Provinsi dan Kabupaten/Kota yang dialokasikan untuk mendukung penyelenggaraan administrasi kependudukan. IV. Manfaat (Benefit) 1. Identifikasi jatidiri secara benar dan akurat terhadap dokumen kependudukan bagi setiap orang. 2. Sebagai kunci akses untuk identifikasi jatidiri

penduduk dalam pelayanan publik.

3. Efisiensi dan efektifitas pelayanan publik bagi semua sektor yang memudahkan bagi setiap kegiatan penduduk.

SEBAGAI PERBANDINGAN STRUKTUR DAN KONFIGURASI NIK DIBERBAGAI NEGARA

NASIONAL IDENTITY NUMBER DI MALAYSIA
SISTEM ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN

• • •

Kartu Identitas bernama MyKad – government multi purpose card. MyKad warna biru untuk penduduk umur 12 th. th. MyKid warna pink unt penduduk sblm umur 12 th. th.

SAK

• •

Nomor Identitas pada MyKid akan digunakan unt MyKad. MyKad. Format nomor MyKad terdiri dari 12 digit : YYMMDD-SS-###G YYMMDD- SS6 angka pertama (YYMMDD) – tahun bulan tanggal lahir. lahir. 2 angka berikutnya (SS) – tempat kelahiran. kelahiran. 3 angka berikutnya (###) – nomor seri pada unidentified pattern yang berhubungan dengan etnis, golongan darah etnis, dan agama. 1 angka terakhir – jenis kelamin. kelamin.

Proyek MyKad ditangani oleh 5 agensi : Jabatan Pendaftaran Negara, Jabatan Pengangkutan Jalan, Polis Diraja Malaysia, Jalan, Kementerian Kesehatan, Jabatan Keimigrasian. Kesehatan, Keimigrasian.

NASIONAL IDENTITY NUMBER DI JERMAN
SISTEM ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN

• •
• • •

Kartu Identitas bernama PERSONALAUSWEIS Diberikan kepada penduduk berusia 16 tahun, dimana tahun, seseorang diwajibkan untuk diwaj mendaftarkan diri. diri.

SAK

Masa berlaku 5 tahun untuk kepemilikan pertama, pertama, diperpanjang 5 tahun kedua dan seterusnya diperpanjang setiap 10 tahun Penduduk berumur 60 tahun ke atas mendapat ID-Card IDseumur hidup. hidup. Format nomor ID-Card terdiri dari 10 digit : ID4 angka pertama – menggambarkan Negara Bagian dan Kantor Pendaftaran Penduduk yang mengeluarkan. mengeluarkan. 6 angka berikutnya – tempat kelahiran

NASIONAL IDENTITY NUMBER DI AMERIKA SERIKAT
SISTEM ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN

• • • • • • •

Kartu Identitas bernama Social Security Number- SSN NumberSecara defacto nomor pada SSN menjadi nomor identitas penduduknya SSN diberikan kepada penduduk berusia 15 tahun atau 16 tahun

Nomor SSN sebagai Primary Key untuk melakukan berbagai transaksi kependudukan Informasi yang harus memiliki SSN adalah Payroll, University Student Record, Credit Records, SIM, U.S. military. Fungsi SSN memberikan nomor kepada penduduk dan pendatang dalam rangka identifikasi jati diri, perlindungan keamanan, diri, keamanan, jaminan sosial, dan seluruh pelayanan publik dikeluarkan oleh sosial, Depkes dan Yanmas Format SSN terdiri dari 9 digit : 3 angka pertama – nomor area sesuai letak geografis 2 angka di tengah – group number menggambarkan latar belakang etnis seseorang 4 angka terakhir – serial number

SAK

NASIONAL IDENTITY NUMBER DI ITALIA
SISTEM ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN

Nomor Identitas Penduduk bernama CODICE (English : fiscal code) code)

FISCALE

Diberikan langsung kepada penduduk sejak lahir. lahir. Format nomor CODICE FISCALE terdiri dari 16 digit: SSSNNNYYMDDZZZZX
SSS – 3 huruf konsonan pertama dalam nama keluarga NNN – Konsonan ke 1, 3 dan 4 dari nama awal YY – digit terakhir dari tahun kelahiran M – huruf bulan kelahiran DD – tanggal kelahiran, unt wanita ditambah angka 40 kelahiran, ZZZ – Kode Kota kelahiran X – karakter tambahan. tambahan.

SAK

GAMBARAN PENJELASAN NIK DALAM UU NO. 23 TAHUN 2006 TENTANG ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN
BAB IV : PENDAFTARAN PENDUDUK

Psl 13 : Nomor Induk Kependudukan (NIK)
(1) Setiap Penduduk Wajib Memiliki NIK (2) NIK sbgmn dimaksud ayat (1) berlaku seumur hdp & selamanya, yg diberikan oleh Pem & diterbitkn Instansi Pelaksana kpd setiap Pnddk stlh dilakukan pencttn biodata. Penjelasan : Pemberian NIK kpd Penddk menggunakan SIAK. (3) NIK sbgmn dimaksud ayat (1) dicantumkn dlm setiap Dok Kpnddkn & dijadikan dasar penerbitan Paspor, SIM, NPWP, Polis Asuransi, Sertifikat Hak Atas Tnh, dan Penerbitan Dok Identitas lainnya. (4) Ketentuan lbh lanjut mengenai persyaratn, tata cara & ruang lingkup penerbitan Dok Identitas Lainnya, serta pencantuman NIK diatur dgn Peraturan Pemerintah.

PP NO. 37 THN 2007 TTG PELAKSANAAN UU NO. 23 THN 2006 BAB IV : NOMOR INDUK KEPENDUDUKAN (NIK)
(1) Pengaturan NIK meliputi penetapan digit NIK, penerbitan NIK & Pencantuman NIK

Psl 36

(2) NIK sbgmn dimaksud ayat (1) ditetapkan secara Nasional oleh Menteri

Psl. 37 : NIK terdiri dari 16 digit, terdiri atas :
a. 6 digit pertama : Kode Wilayah Prov, Kab/Kota dan Kec tempat tinggal pd saat mendaftar. b. 6 digit kedua : tgl, bln & thn kelahiran, dan khusus utk perempuan tgl lahirnya ditambah angka 40. c. 4 digit terakhir : Nomor urut penerbitan NIK yg diproses scr otomatis dgn SIAK

PP NO. 37 THN 2007 TTG PELAKSANAAN UU NO. 23 THN 2006 BAB IV : NOMOR INDUK KEPENDUDUKAN (NIK)
(1) NIK diterbitkan oleh Instansi Pelaksana

Lanjutan PP

(2) NIK berlaku seumur hidup & selamanya, tdk berubah & tdk mengikuti perubahan domisili (3) NIK diterbitkn stlh dilakukan Pencatatan Biodata Penddk sbg dsr penerbitn KK & KTP pd Instansi Pelksna tmpt domisili ybs (4) Penerbitan NIK bagi Bayi yg lahir di luar wil admnstratif domisili, dilakukan stlh pencatatan biodata penddk pd Instansi Pelaksana tempat domisili orang tuanya (5) Ketentuan lbh lanjt mengenai persyaratn & tata cara pnrbitan biodata penddk, KK & KTP sbgmn pd ayat (3) & (4) diatur dlm Perpres

Pasal 38

PP NO. 37 THN 2007 TTG PELAKSANAAN UU NO. 23 THN 2006 BAB IV : NOMOR INDUK KEPENDUDUKAN (NIK)

Lanjutan PP

Pasal 39

(1) Pada setiap Dokumen Identitas lainnya yg diterbitkan oleh Dep/LPND atau Badan Hkm Privat wajib dicantumkan NIK

(2) NIK dicantumkan pd kolom khusus yg disediakan pd setiap Dokumen Identitas Lainnya yg diterbitkan oleh Dep/LPND atau Badan Hkm Privat.

Jakarta, 22 Mei 2008 DEPARTEMEN DALAM NEGERI

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->