Anda di halaman 1dari 23

8ab 7 Akuntansi Pajak Penghasilan

S/FAT PAJAK PENGHAS/LAN



Secara teoritis, pajak penghasilan dapat dipandang sebagai biaya operasi perusahaan atau sebagai pembagian laba oleh pemilik perusahaan kepada pemerintah. Pandangan pertama lebih diterima oleh masyarakat bisnis, karena pajak penghasilan dikenakan oleh pemerintah terhadap semua perusahaan dan merupakan biaya yang diperlukan untuk menjalankan perusahaan di masyarakat.

Karena pajak penghasilan mempengaruhi semua perusahaan, akuntansi untuk pajak penghasilan sangat penting dan diperlukan. Masalah akuntansi pajak penghasilan meliputi hal-hal berikut ini:

(1) Alokasi pajak penghasilan dalam suatu periode (2) Alokasi pajak penghasilan antar periode

(3) Kompensasi kerugian kebelakang atau kedepan (4) Kredit pajak investasi

ALOKAS/ PAJAK PENGHAS/LAN DALAM SUATU PER/ODE

Karena pajak penghasilan terutama berhubungan dengan unsur-unsur pendapatan dan biaya, pelaporan pajak penghasilan harus secara langsung dikaitkan dengan unsur-unsur tersebut. Jika semua pendapatan dan biaya semuanya berhubungan lang sung dengan operasi, jumlah pajak penghasilan dalam suatu periode akan dilaporkan sebagai pengurang "Laba Operasi Sebelum Pajak . Namun demikian, laporan rugi laba telah dibagi kedalam beberapa bagian. Didalamnya meliputi laba dari operasi, laba dari penghentian operasi, pos-pos luar biasa, pengaruh komulatif perubahan akuntansi. Masing-masing unsur biasanya termasuk dalam penghasilan kena pajak, baik sebagai penambah atau pengurang. Prosedur untuk mengalokasikan jumlah pajak penghasilan dalam suatu periode kepada berbagai unsur laba akan dibahas dalam bab ini. Alokasi tersebut disebut sebagai intraperiod tax allocation.

Untuk memberikan contoh konsep alokasi pajak intraperiod, misalnya perusahaan mendapatkan laba Rp70.000 dari pelunasan utang jangka panjang, yang menurut prinsip akuntansi yang lazim harus dilaporkan sebagai pos-pos luar biasa. Laba tersebut juga harus dilaporkan sebagai laba untuk tujuan perpajakan sehingga pajak untuk laba tersebut harus dibayar. Prinsip alokasi pajak intraperiod mengharuskan bahwa laba danjumlah pajak atas

227

laba tersebut harus dilaporkan bersama dalam laporan rugi-Iaba. Jika tarip pajak 40%, pengungkapannya adalah sebagai berikut:

Laba luar biasa dari pelunasan utangRp Dikurangi pajak penghasilan

70.000 28.000

Rp 42.000

Metode pengungkapan altematif, adalah dengan mencantumkan pajak penghasilan dalam kurung seperti dibawah ini:

Laba luar biasa (setelah pajak penghasilan Rp28.000) Rp42.000

Dalam kedua kasus tersebut, pajak penghasilan dari operasi pokok tidak dimasukkan dalam pajak atas laba luar biasa.

Jika unsur tersebut merupakan kerugian maka harus diuangkapkan secara terpisah, misalnya saja rugi dari penghentian operasi. Pengurangan pajak penghasilan akibat kerugian tersebut diperlakukan sebagai pengurang kerugian yang dilaporkan. Jadi, jika tarip pajak penghasilan 40% dan rugi penjualan bagian perusahaan yang dihentikan operasinya sebesar Rp40.000, maka akan dilaporkan sebagai berikut:

Rugi dari operasi yang dihentikan

(setelah pajak Rp16.000) Rp24.000 Jika penyesuaian periode sebelumnya dilaporkan sebagai penyesuaian lang sung terhadap Laba Ditahan, pengarnh pajaknya harus diungkapkan dalam laporan laba ditahan. Sebagai contoh, misalnya pada tahun 1985 perusahaan menemukan bahwa depresiasi pada tahun 1983 terlalu besar Rp30.000, sehingga akan menaikkan pajak penghasilan 40% atau Rp12.000. Penyesuaian tersebut akan disajikan dalam laporan laba ditahan sebagai berikut:

Laba Ditahan, 1 Januari 1985, sesuai dengan yang telah dilaporkan

Ditambah:

Rp 210.000

Penyesuaian periode sebelumya akibat depresiasi 1983 terlalu besar (setelah pajak penghasilan Rp12.000)

Laba ditahan setelah disesuaikan, 1 Januari 1985

18.000 Rp 228.000

ALOKAS/ PAJAK PENGHAS/LAN DALAM SUATU PER/ODE DENGAN ASUMS/ TAR/P TUNGGAL

Tarip pajak penghasilan biasanya bertingkat sesuai dengan tingkatan penghasilan. Pajak

penghasilan untuk perusahaan ada tiga tingkatan tarip, yaitu:

Penghasilan kena pajak hingga Rpl0.000.000 15%

Penghasilan kena pajak di atas Rpl0.000.000

sampai dengan Rp50.000.000 25%

Pajak penghasilan di atas Rp50.000.00035%

228

Untuk rnenyederhanakan pernbahasan, diasurnsikan tarip pajak sebesar 40% dan tetap untuk sernua tingkatan penghasilan.

Sebagai contoh, dirnisalkan setelah rnenelaah faktur pajak penghasilan PT SP tahun

1984 sebelurn perhitungan pajak penghasilan rnenunjukkan inforrnasi berikut ini:

Laba dari operasi pokok Rp 225.000

Laba dari penghentian operasi 62.000

Rugi penjualan bagian perusahaan (100.000)

Rugi luar biasa karena gernpa burni (50.000)

Laba kena pajak Rp 137.000

Penerapan tarip paj ak 40%, akan rnendapatkan paj ak penghasilan Rp54. 800 (Rp 137.000 x 0,40) akan dialokasikan sebagai berikut:

Pajak penghasilan operasi pokok (0,40 x Rp225.000) Pajak penghasilan penghentian operasi

(0,40 x Rp62.000)

Pengurangan pajak penghasilan rugi penjualan bagian perusahaan (0,40 x Rp100.000) Pengurangan pajak penghasilan rugi gernpa burni (04,0 x Rp50.000)

Pajak penghasilan yang akan dibayar th ini

Rp 90.000

24.800

(40.000)

(20.000) Rp 54.800

Jurnal untuk rnencatat perhitungan tersebut adalah sebagai berikut:

Pajak Penghasilan Operasi Pokok 90.000

Pajak Penghasilan Penghentian Operasi 24.800

Pengurangan Pajak Penghasilan Penjualan

bag ian Perusahaan 40.000

Pengurangan Pajak Penghasilan Rugi Luar Biasa 20.000

Utang Pajak Penghasilan 54.800

Laporan rugi -laba yang diringkas berikut ini rnenunjukkan bagairnana pajak penghasilan

dibebankan kapada masing-masing unsur:

PTSP Laporan Rugi-Iaba

Untuk tabun yang berakhir tanggal31 Desember 1984

Laba dari operasi pokok sebelurn pajak Biaya pajak penghasilan operasi pokok Laba dari operasi pokok

Kegiatan yang dihentikan:

Laba dari penghentian bagian perusahaan (dikurangi biaya pajak penghasilan Rp24.8oo)Rp Rugi penjualan bagian perusahaan (dikurangi

Rp 225.000 90.000 Rp 135.000

37.200

229

, -' " ~

pengurangan pajak penghasilan Rp40.000)

Rugi luar biasa karena gempa bumi (dikurangi pengurang an pajak penghasilan Rp20.000)

Laba bersih setelah pajak penghasilan

(60.000)

(22.800)

(30.000) Rp 82.200

ALOKAS/ PAJAK PENGHAS/LAN ANTAR PER/ODE

Masalah yang paling komplek mengenaiakuntansi pajak penghasilan adalah penyesuaian yang diperlukan untuk menerapkan dasar akrual terhadap pajak penghasilan. Karenajumlah biaya pajak secara langsung berhubungan dengan laba yang diperoleh, maka pengendalian biaya ini hanya dapat dilakukan dengan perencanaan pajak dengan menerapkan aturan perpajakan yang akan meminimurnkan nilai pajak yang dibayar selarna umur hidup perusahaan.

Penerapan aturan perpajakan seringkali akan mengakibatkan jumlah laba kena pajak berbedadengan laba sebelum pajak yang dilaporkan dalarn laporan rugi-laba, atau seringjuga disebut laba akuntansi. Laba kena pajak ditentukan oleh peraturan perundangan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Umumnya, peraturan perpajakan tidak berkepentingan dengan pengukuran laba untuk menentukan apakah perusahaan lebih baik, tetapi lebih berkepentingan terhadap kemampuan perusahaan membayar pajak. Jadi, kebanyakan laba dikenakan pajak apabila kas telah diterima meskipun jasa yang dijual masih akan diserahkan yang menurut akuntansi laba tersebut belum diakui dalarn catatan.

Perbedaan laba kena pajak dengan laba akuntansi dapat bersifat permanen atau hanya sementara. Perbedaan permanen timbul dari: (1) unsur-unsur yang diperhitungkan untuk menentukan laba kena pajak, tetapi tidak pernah diakui untuk tujuan akuntansi dan (2) unsurunsur yang diakui untuk tu juan akuntansi, tetapi tidak pernah dimasukkan untuk penghitungan laba kena pajak. Perbedaan sementara atau perbedaan waktu timbul dari unsur-unsur pendapatan dan biaya yang untuk tujuan akuntansi diakui dalam periode sebelum atau setelah periode diperhitungkannya unsur-unsurtersebut untuk menentukan labakena pajak. Perbedaan sementara tersebut memerlukan alokasi pajak antarperiode. Alokasi ini menimbulkan masalah yang paling besar dalarn akuntansi untuk pajak penghasilan.

Perbedaan Permanen

Seperti penyebutannya, perbedaan permanen didefinisikan sebagai:

Perbedaan antara laba kena pajak dengan laba akuntansi yang timbul akibat transaksitransaksi yang menurut aturan perundangan tidak ditutup dengan perbedaan yang sarna, atau sebaliknya dalarn peri ode lain.

Perbedaaan permanen dapat diklasifikasikan kedalarn pendapatan-pendapatan yang tidak termasuk dalarn laba kena pajak dan biaya-biaya yang tidak dapat dikurangkan untuk mendapatkan laba kena pajak. Contoh pendapatan yang tidak kena pajak meliputi:

(1) Hibah atau bantuan yang tidak ada hubungannya dengan usaha perusahaan

(2) Pembayaran yang diterima dari perusahaan asuransi jiwa

(3) Deviden yang diterima oleh perusahaan dari perusahaan lain dengan syarat perusahaan memiliki paling sedikit 25% dari nilai saharn yang disetor dari perusahaan yang

230

membayar deviden dan kedua perusahaan tersebut mempunyai hubungan ekonomis dalam jalur usahanya.

Contoh biaya yang tidak bisa dikurangkan meliputi:

(1) Denda atau biaya yang timbul akibat pelanggaran hukum (2) Amortisasi goodwill

Perbedaan Waktu

Terutama yang menyebabkan perbedaan antara laba akuntansi dengan laba kena pajak bersifat sementara. Sebuah biaya mungkin dapat dikurangkan untuk tujuan perpajakan pada tahun ini, tetapi untuk tujuan pelaporan keuangan kepada pihak eksternal dibebankan pada tahun berikutnya. Sebuah pendapatan mungkin dilaporkan dalam faktur pajak untuk menentukan laba kena pajak tahun ini, tetapi untuk tujuan pelaporan keuangan eksternal dilaporkan saat diperoleh pada periode setelahnya. Dalam usaha untuk mempertemukan biaya pajak dengan laba yang terkait, alokasi pajak antar periode diperlukan karena perbedaan waktu tersebut. Ringkasnya, maksudnya yaitu biaya pajak penghasilan dilaporkan dalam laporan rugi-laba adalah pajak yang seharusnya dibayar jika laba dalam laporan rugi-laba digunakan untuk tujuan pajak penghasilan. Perbedaan antara jumlah yang dilaporkan sebagai biaya pajak penghasilan dengan jumlah pajak yang dibayar dilaporkan sebagai beban ditunda atau utang tergantung pada sifat saldonya. Saat un sur terse but dibalik pada periode berikutnya, saldo yang ditunda akan terhapus.

Perbedaan waktu dapat diklsifikasikan kedalam kelompok-kelompok berikut ini: (1) Laba akuntansi lebih kecil daripada laba kena pajak.

(a) Pendapatan yang ditunda untuk tujuan pelaporan keuangan tetapi diakui pada periode yang bersangkutan untuk tujuan perpajakan:

(1) Pendapatan sewa yang diterima dimuka akan ditunda untuk tujuan pelaporan tetapi dikenakan pajak pada saat diterima.

(2) Pendapatan dari pesanan ditunda untuk tujuan pelaporan tetapi dikenakan pajak pada saat diterima.

(b) Biaya yang telah diakui untuk tujuan pelaporan tetapi ditunda untuk tujuan pajak:

(1) Biaya garansi diakui dimuka untuk tujuan akuntansi tetapi untuk tujuan perpajakan diakui pada saat dikeluarkan biaya garansi

(2) Penurunan nilai pasar surat-surat berharga jangka pendek dikurangkan untuk tujuan pelaporan pada periode sekarang, tetapi untuk tujuan perpajakan akan dikurangkan pada periode penjualan.

(2) Laba akuntansi lebih besar dari laba kena pajak.

(a) Pendapatan yang telah diakui untuk tujuan pelaporan, tetapi ditunda untuk tujuan perpajakan.

(1) Metode penjualan angsurandigunakan untuk tujuan perpajakan, tetapi digunakan dasar akrual penjualan digunakan untuk pelaporan.

231

(2) Pendapatan kontrak jangka panjang diakui dengan persentase penyelesaian untuk tujuan pelaporan, tetapi digunakan metode kontrak selesai untuk tujuan perpajakan.

(b) Biaya ditangguhkan untuk tujuan pelaporan, tetapi telab diakui untuk tujuan perpajakan.

(1) Metode depresiasi garis lurus digunakan untuk tujuan perpajakan, tetapi metode depresiasi dipercepat digunakan untuk tujuan perpajakan.

(2) Biaya pengeboran pada industri pertanian dikapitalisasi dan ditangguhkan untuk tujuan pelaporan, tetapi dibebankan pada saat dikeluarkan untuk tujuan perpajakan.

Perhitungan Biaya Pajak Penghasilan dan Utang Pajak Penghasilan

Untuk memberikan contoh sifat alokasi pajak antar periode dan pengaruh perbedaan permanen dan sementara dalam perhitungan pajak penhasilan, misalnya untuk tabun yang berakhir tanggal 31 Desember 1984, PT BJ melaporkan laba akuntansi sebelum pajak Rp420.000. Dari jumlab tersebut, termasuk didalamnya pendapatan yang tidak kena pajak Rp20.000 dan biaya yang menurut peraturan perpajakan tidak bisa dikurangkan Rp5.000. Biaya depresiasi untuk perpajakan lebih besar Rp30.000 daripada yang diakui untuk tujuan pelaporan akuntansi. Dimisalkan tarip pajak sebesar 40%, biaya pajak penghasilan untuk tujuan akuntansi dan pelaporan dan utang pajak penghasilan pada periode bersangkutan dihitung dan dicatat sebagai berikut:

Laba akuntansi sebelum pajak Perbedaan permanen:

Biaya tidak dapat dikurangkanRp5.000 Pendapatan tidak kena pajak (20.000) Kelebihan niaya depresiasi untuk pajak di atas depresiasi akuntansi

Laba kena pajak

Pajak penghasilan dengan tarip 40%

Untuk tujuan Akuntansi Rp420.00

Untuk tujuan Pajak Rp420.000

(15.000)

(15.000)

Rp405.000 Rp162.000

(30.000) Rp 375.000 Rp 150.000

Perbedaan sebesar Rp12.000 antara pajak yang sebenarnya dibayar pada periode ini Rp150.000 dan biaya pajak yang dilaporkan Rp162.000 adalab karena perbedaan waktu (Rp30.000 x 40% = Rp12.000). Perbedaan sebesar Rp12.000 tersebut akan dicatat dalam buku dengan mengkredit Pajak Penghasilan Ditangguhkan. Laba bersih yang dilaporkan dalam laporan rugi-laba tahun 1984 sebesar Rp258.000 (laba akuntansi sebelum pajak dikurangi biaya pajak penghasilan Rp162.000).

Contoh sederhana tersebut dimaksudkan untuk memberikan ilustrasi bagaimana pengaruh perbedaan permanen dan sementara dalam perhitungan pajak penghasilan. Alokasi pajak antar periode dengan asumsi tarip pajak konstan dalam setiap periode dibabas berikut ini.

232

Alokasi Pajak Penghasilan Antar Periode - Tidak Ada Perubahan Tarip

Untuk memberikan contoh akuntansi alokasi pajak penghasilan antar periode jika tarip pajak konstan sebesar 40%, digunakan data berikut ini:

,
.. Kelebihan
~ Laba . Kelebihan peudapatan sewa '
akuntansi depresiasi di- diterima dimuka
, .sebeium percepat diatas di atas penclapatan
Tahtm pajak garis lu'rus yang diperoleb Laba kena pajak
1984 Rpl00.000 Rp15.0oo RplO.OOO Rp95.000
1985 130.000 25.000 (6.000) 99.000
IP86 175.000 (5.000) 15.000 195.000 Kelebihan pendapatan sewa diterima di muka di atas pendapatan sewa yang diperoleh mengakibatkan laba menurut akuntansi lebih rendah dibanding laba kena pajak. Kelebihan depresiasi dipercepat di atas garis lurus berakibat sebaliknya, yaitu laba akuntansi di atas laba kena pajak. Jika unsur-unsur tersebut dalam tahun tertentu kebalikannya, laba akuntansi dan laba kena pajak dipengaruhi dengan arah yang berlawanan. Berbagai macam perbedaan waktu harus dipisahkan untuk tujuan perhitungan, meskipun mungkin digabungkan untuk tujuan pelaporan.

Seperti telah dicontohkan, biaya pajak penghasilan dalam suatu periode dihitung berdasarkan laba akuntansi yang telah disesuaikan dengan perbedaan-perbedaan permanen. Pajak penghasilan yang seharusnya dibayar dalam suatu periode dihitung berdasarkan laba kena pajak periode yang bersangkutan. Perbedaan antara jumlah biaya pajak penghasilan yang telah dihitung dengan pajak yang seharusnyadibayardicatat sebagai pajak ditangguhkan debit atau kredit, Sebagai contoh,jurnal-jurnal berikut ini dibuat pada tahun 1984 s.d. 1986 berdasarkan data sebelumnya:

1984

31/12/84

Biaya Pajak Penghasilan

Pajak Penghasilan DitangguhkanPendapatan Sewa*

Pajak Penghasilan Ditangguhkan-Depresiasi*

Utang Pajak Penghasilan

Perhitungan:

Biaya pajak penghasilan: 40% x Rploo.ooO =

Pajak penghasilan ditunda-pendapatan sewa: 40% x RplO.Ooo = Pajak penghasilan ditunda-depresiasi: 40% x Rp15.000 =

Utang pajak penghasilan; 40% x Rp95.000 =

40.000

4.000

6.000 38.000

Rp40.000 Rp4.000 Rp6.000 Rp38.()()(1

233

* rekening tersebut dapat digabungkan dan pengaruh bersihnya saja yang dilaporkan sepajang keduanya unsur lancar atau keduanya unsur tidak lancar.

1985

31/12/85

Biaya Pajak Penghasilan 52.000

Pajak Penghasilan Ditangguhkan-Pendapatan Sewa

Pajak Penghasilan Ditangguhkan-Depresiasi

Utang Pajak Penghasilan

2.400 lV.OOO 39.600

Perhitunlian:

Biaya pajak penghasilan: 40% x Rp 130.000 =

Pajak penghasilan ditunda-pendapatan sewa: 40% x Rp6.000 = Pajak penghasilan ditunda-depresiasi: 40% x Rp25.000 = Utang pajak penghasilan: 40% x Rp99.000 =

1986

Rp52.000 Rp2.400 RplO.OOO Rp39.600

31112/86

Biaya Pajak Penghasilan

Pajak Penghasilan DitangguhkanPendapatan Sewa

Pajak Penghasilan Ditangguhkan-

Depresiasi

Utang Pajak Penghasilan

Perhitungan:

Biaya pajak penghasilan: 40% x Rp175.000 =

Pajak penghasilan ditunda-pendapatan sewa: 40% x Rp15.000 = Pajak penghasilan ditunda-depresiasi: 40% x Rp5.000 =

Utang pajak penghasilan: 40% x RpI95.000-

70.000

6.000

2.000 78.000

Rp52.000 Rp6.000 Rp2.000 Rp78.000

Perbandingan hasil yang dilaporkan dengan atau tanpa alokasi pajak penghasilan antar periode adalah sebagai berikut:

»
Basil yang DilapoFkaB , Basilyq~,' r.
!
tabpa Alokasi ~ak Antal" Periode dengah AlokasJ P,ajaIl:'~~
,.. ,~ " " ' ,
, , ,,' "
Laba ~ak jLaba , Laba ,,/~ >/ 'Laba
Tahtm akuntansi PengIJasiIan ~ abmtansi ,~ ~~"'~~""
, , <"," '/ ' ," ,: ..-
-
1984 RplOO.OOO Rp38.000 Rp62.000 RplOO.OOO Rp40.0Q0 RJmO·OOO
1985 130.000 39.600 90.400 130.000 '52.009 , '18,000
1986 175.000 78.000 97.000" 175.000 ,70.QOO :-: :105.000 234

Dari tabel tersebut ditunjukkan babwa tanpa alokasi pajak antar periode, biaya pajak penghasilan tabun 1985 hampir sama dengan 1984 meskipun laba sebelum pajak yang dilaporkan tahun 1985 lebih besar Rp30.000 dibanding tabun 1984. Hasil-hasil dengan menggunakan alokasi pajak antar periode menggambarkan dengan lebih tepat penggunaan konsep akrual untukmempertemukan biaya dengan pendapatan dan mengungkapkan kenaikan yang besar dalam pajak penghasilan bila laba yang dilaporkan meningkat.

AKUNTANSI UNTUK KERUGIAN OPERASI

Karena pajak penghasilan dikenakan terhadap laba yang diperoleh, tidak ada pajak yang harus dibayar apabila perusabaan menderita kerugian. Sebagai insentif kepada perusabaan yang kadang-kadang menderita rugi atau laba, peraturan perpajakan memberikan cara untuk mengurangi resiko rugi dalam suatu tabun. Hal tersebut dilakukan dengan aturan yang mengijinkannya kompensasi kebelakang atau kedepan atas kerugian yang diderita perusabaan dalam suatu tabun terhadap laba tabun-tabun yang lain. Jumlab tahun kompensasi kerugian kebelakang atau kedepan berubah-upah setiap waktu. Perutaran pajak sekarang memperbolehkan kompensasi kebelakang selama tiga tahun dan kompensasi kedepan 5 s.d. 8 tabun.

Kompensasi Kerugian Kebelakang

Perusabaan boleh memilih apakab akan mengkompensasikan kerugian dalam suatu tabun kebelakang atau ke depan. Jika perusabaan memilih kompesasi kebelakang, rugi yang diderita perusabaan tabun ini dibebankan terhadap laba yang diperoleh tiga tabun sebelumnya kemudian diperoleh pengembalian pajak. Jika laba tiga tabun sebelumnya tidak mencukupi untuk menutup semua kerugian, sisanya dikompensasikan pada laba dua tabun sebelumnya, kemudian tahun pertama. Kompesasi kebelakang mengakibatkan timbulnya piutang pengembalian pajak dan pengurangan rugi operasi tabun yang bersangkutan menunjukkan adanya penghematan pajak karena diperolehnya kembali pajak penghasilan tabun-tabun sebelumnya.

Sebagai contoh, misalnya PT SC mempunyai data berikut ini menganai laba yang diperoleh dan rugi yang diderita dari sejak 1981 s.d. 1984. Untuk penyederhanaan, faktorfaktor yang mempersulit, seperti capital gain, kredit investasi, dan perbedaan waktu tidak dimasukkan dalam contoh.

Tabun 1981 1982 1983 1984

Laba (rugi) Rp15.000 10.000 14.000 (29.000)

Pajak penghasilan dengan tarip 40% Rp6.000 4.000 5.600 o

Kerugian sebesar Rp29.000 akan dikompensasikan pertama kali kepada tahun 1981, kemudian tahun 1982, dan yang terakhir tabun 1983 sebesar Rp4.000. Tingkat tarip pajak

235

untuk tahun-tahun terse but adalah 40%. Oleh karena itu, hak pengembalian pajaknya sebesar Rp 11.600 (Rp29.000 x 40%). Jurnal untuk mencatat piutang pengembalian pajak adalah sebagai berikut:

Piutang Pengembalian Pajak Penghasilan Pengembalian Pajak pengembalian dari Kompensasi Kerugian kebelakang

11.600

11.600

Pengembalian pajak akan disajikan dalam laporan rugi-laba sebagai pengurang rugi operasi seperti berikut ini:

Rugi operasi sebelum pengembalian

pajak penghasilan Rp 29.000

Pengembalian pajak penghasilan tahun sebelumnya

karena kompensasi pajak kebelakang 11.600

Rugi bersih Rp 17.400

Dalam conton sebelumnya diasumsikan tidak ada pajak penghasilan ditunda debit atau kredit. Seringkali perusahaan mempunyai perbedaan waktu, yang hal tersebut dipengarnhi oleh kompensasi kerugian kebelakanh atau ke muka. Jumlah kompesasi kebelakang untuk tujuan akuntansi harus didasarkan pada laba kauntansi daripada iaba kena pajak, dan perbedaan antara jumlah yang sesungguhnya dibayar denganjumlah yang dihitung menurut akuntansi harus ditarnbahkan atau dikurangkan padajumlah pajak penghasilan yang ditunda dalam neraca.

Sebagai contoh misalnya data-data berikut berhubungan dengan PT SC.

., Tahuo

.1982 j 1983

1984 :1985

. RplS.OOO 15.000 lS.OQO· (36·900)

Laba . keoapajak

Biaya Pajak Penghasilan Lancar ditanUuh~

·J~h Pajak .ditangpbkaD komulatif. (krdit) ..

Rp5.000 5.000 5.000 (45.000)

Rp2.000 2.000 2.000

Rp4.00Q 4.000 4.000 (8.000) .

Rp4.000 8.000 . 12.000 (14.000)

Untuk masing-masing tabun selama tiga tahun, laba akuntansi lebih besar Rp 1 0.000 dari laba kena pajak karena perbedaan waktu dan pajak penghasilan ditangguhkan sebesar 40% atau sebesar Rp4.000 pada tiap tahun. Pada tahun ke empat, atau 1985, PT SC melaporkan kerugianoperasiuntuktujuanakuntansiRp35.000danuntuktujuanperpajakanRp45.000Sekali lagi, perbedaan tahun 1985 karenakerugian operasi akibat perbedaan waktu. Rugi kena pajak

236

yang dikompesasikan kebelakang Rp45.000 melebihi jumlah laba kena pajak tiga tahun sebelumnya, oleh karena itu semua yang dibayar Rp6.000 dikembalikan. Rugi akuntansi Rp35.000 dibebankan seluruhnya ke tahun 1982 dan 1983, dan sisanya Rp5.000 ke tahun 1984. Berdasarkan laba akuntansi, kerugian yang dikompesasikan kebelakang mengakibatkan pengembalian yang diperhitungkanRp 14.000 (Rp35.ooo x 40%). Perbedaan sebesar Rp8.ooo antara yang sesungguhnya dikembalikan Rp6.000 dan yang diperhitungkan berdasarkan laba akuntansi, mengurangi jumlah pajak ditangguhkan kredit. Jurnal untuk mencatat kompensasi kebelakang adalah sebagai berikut:

Piutang Pengembalian Pajak

Pajak Penghasilan Ditangguhkan Penyesuaian Laba Bersih dari Penerapan Kompensasi kerugian kebelakang

6.000 8.000

14.000

Kompensasi Kerugian Kedepan

Seperti telah dikemukakan sebelumnya, kerugian yang diderita perusahaan dapat dikompensasikan terhadap laba yang diperoleh 5 s.d. 8 tahun dimasa yang akan datang. Kompensasi kedepan dapat digunakan apabila:

(1) Perusahaan mempunyai sejarah perolehan laba yang baik

(2) Kerugian tidak diakibatkan oleh kondisi perekonomian umum atau penurunan industri (3) Perusahaan mempunyai alternatif s.trategi pajak yang baik

(4) Perkiraan yang didasarkan pada asumsi yang wajar menunjukkan akan diperoleh laba yang cukup untuk menutup kerugian yang diderita.

Jika persyaratan tersebut terpenuhi, kompensasi kerugian kedepan dalam suatu periode dapat dilakukan seperti halnya kompensasi ke belakang.

Jika tidak ada jaminan diperolehnya laba dimasa yang akan datang, tidak diperlukan pencatatan terhadap kerugian dalam suatu periode. Jika kompensasi kedepan dapat dilakukan terhadap laba berikutnya, pengurangan pajak harus dilaporkan sebagai laba luarbiasa pada tahun direalisasinya.

Misalnya sebuah perusahaan pada tahun sebelumnya menderita kerugian sebesar Rp40.000 yang akan dikompensasikan pada tahun ini. Tahun ini perusahaan memperoleh laba sebelum pajak Rp50.000 dan pajak penghasilan sebelum kompensasi kerugian berjumlah Rp20.ooo(40%xRp50.000).Kompensasikerugiantahunlaluakanmengurangipembayaaran pajak sebesar Rp16.ooo (40% x Rp40.000). Jurnal-jumal berikut ini diperlukan untuk mencatat pajak penghasilan:

Biaya Pajak Penghasilan Utang Pajak Penghasilan

20.000

20.000

Utang Pajak Penghasilan

Laba Luar Biasa dari Penerapan Kompesasi Kerugian Ke Depan

16.000

16.000

237

Laporan rugi-laba akan mencermin penerapan kompensasi kedepan sebagai berikut:

Laba operasi sebelum pajak Rp 50.000

Dikurangi Pajak Penghasilan:

Utang pajak yang harus dibayarRp Pengurangan pajak penghasilan dari kompensasi kerugian kedepan Laba dari operasi

Laba luar bias a atas pengurangan pajak penghasilan dari penerapan kompensasi ke depan

Laba bersih

4.000

20.000 Rp30.000

16.000 Rp46.ooo

KREDIT PAJAK INVESTASI

Untuk mendorong kegiatan investasi kedalam fasilitas-fasilitas produktif, pemerintah mengijinkan kepada pembayar pajak untuk mengurangi jumlah pajak penghasilannya dengan kredit pajak investasi, yang jumlahnya sebesar persentase tertentu dikalikan dengan harga pokok aktiva yang didepresiasi tertentu yang ditetapkan pemerintah. Ada dua metode akuntansi untuk mencatat pengurangan biaya pajak penghasilan karena adanya kredit pajak investasi: (1) kredit pajak tersebut diperlakukan sebagai pengurang biaya pajak pada periode diterimanyakredit pajak atau disebutflow-trough method, atau (2) kredit pajak ditangguhkan dan perlakukan sebagai pengurang biaya pajak selama periode depresiasi aktiva yang bersangkutan atau disebut defered method.

Flow-Trough Method. Dengan metode ini, kredit pajak investasi diperlakukan sebagai pengurang biaya pajak penghasilan pada tahun kredit pajak diberikan. Sebagai contoh, misalnya perusahaan membeli mesin pada tahun 1984 dengan harga Rp 1 00.000 dan kredit pajak investasi untuk fasilitas tersebut sebesar 10%. Pajak penghasilan pada tahun 1984 sebesar Rp75.000 dikurangi kredit pajak investasi RplO.oo0 (Rpl0% x Rp100.oo0). Jurnal untuk mencatat pajak penghasilan tahun 1984 adalah:

Biaya Pajak Penghasilan

Utang pajak Penghasilan

65.000

65.000

Defered Method. Dengan metode ditangguhkan, kredit pajak diperlakukan sebagai pengurang biaya pajak penghasilan selama umur aktiva. Dengan menggunakan informasi contoh sebelurnnya,jurnal untuk mencatat pajak penghasilan dengan defered method adalah sebagai berikut:

Biaya Pajak Penghasilan

Kredit Pajak Investasi Ditangguhkan Utang Pajak Penghasilan

75.000 10.000

65.000

Jurnal berikut ini dibuat tiap tahun untuk mengamotisasi kredit pajak investasi selama lima tahun umur aktiva:

Kredit Pajak Investasi Ditanggunkan Biaya Pajak Penghasilan

2.000

2.000

238

,~~' , ", '

SOAL-SOAL

1. Alokasi pajak penghasilan interperiod dalarn laporan keuangan perusahaan dibenarkan oleh konsep-konsep atau prinsip-prinsip akuntansi berikut ini:

a. Konservatif b. Matching

c. Realisasi d. Obyektivitas

Jawab: b

Dalarn konsep alokasi pajakpenghasilan interperiod, pengaruh pajak atas suatu transaksi diakui pada tahun yang sarna dengan transaksi yang bersangkutan untuk tujuan pelaporan keuangan. Prosedur ini merupakan salah satu contoh matching concept.

2. Alokasi pajak penghasilan interperiod dibenarkan oleh suatu konsep dasar yang mengharuskan perlakuan pajak penghasilan.

a. Sebagai biaya untuk bagian yang dibebankan sekarang dan sebagai distribusi laba untuk bagian yang ditangguhkan

b. Sebagai biaya

c. Sebagai distribusi pendapatan untuk bagian yang dibebankan sekarang dan sebagai

biaya untuk bagian yang ditangguhkan

d. Distribusi laba Jawab: b

Pajak penghasilan merupakan biaya bagi perusahaan yang labanya dikenakan pajak.

3. Alokasi pajak penghasilan intraperiod timbul karena

a. Unsur-unsur yang dimasukkan untuk menentukan pajak penghasilan disajikan sebagai bagian-bagian terpisah dalarn laporan keuangan

b. Pajak penghasilan harus dialokasikan antara periode sekarang dan periode yang akan datang

1.:. Pendapatan-pendapatan dan biaya-biaya tertentu yang disajikan dalarn laporan keuangan sudah dimasukkan atau belum dimasukkan dalarn laba kena pajak

d. Pendapatan-pendapatan dan biaya-biaya tertentu yang disajikan dalarn laporan

keuangan tetapi dikeluarkan untuk perhitungan laba kena pajak Jawab: a

Alokasi pajak intraperiod timbul karena unsur -unsur yang digunakan untuk menghitung laba kena pajak disajikan pada bagian-bagian yang terpisah dalarn laporan rugi-laba,

4. Mana dari berikut ini yang memerlukan alokasi pajak intraperiode?

a. Laba atau rugi luar biasa

b. Kelebihan penggunaan depresiasi dipercepat untuk tujuan pajak di atas penggunaan

depresiasi garis lurus untuk tujuan pelaporan keuangan

c. Seluruh perbedaan laba kena pajak dengan laba untuk laporan keuangan

d. Tidak ada jawaban yang benar Jawab: a

239

Aturan dasar alokasi pajak intraperiod adalah: pengarnh pajak mengikuti pelaporan transaksinya. Sebagai contoh, jika suatu unsur laba atau rugi dilaporkan dalam laporan rugi-laba dalam bagian pos luar biasa, maka harns dilaporkan sejumlah setelah pajak.

5. Contoh alokasi pajak penghasilan intraperiod adalah

a. Pendapatan bunga dari obligasi pemerintah

b. Taksiran biaya reparasi yang diakui sebagai terutang untuk tujuan pelaporan keuangan, tetapi untuk tujuan pajak dikurangkan apabila telah dibayar pada periode berikutnya

c. Pendapatan sewa disertakan dalam laba untuk tujuan perpajakan pada saat diterima, tetapi ditangguhkan untuk tujuan pelaporan keuangan sampai dengan telah diperoleh pada periode berikutnya.

d. Pelaporan pengarnh kumulatif terhadap peri ode-peri ode sebelumnya atas perubahan metode depresiasi dalam laporan keuangan, dengan jumlah setelah pajak

Jawab: d

6. Unsur mana yang tidak pernah menimbulkan alokasi pajak penghasilan interperiod

a. Penjualan angsuran

b. Biaya garansi produk

c. Pendapatan pesanan diterima dimuka

d. Amortisasi goodwill yang timbul akibat pembelian sebuah perusahaan anak

e. Depresiasi Jawab: d

Perbedaan permanen antara laba akuntansi sebelum pajak dengan laba kena pajak tidak pernah menimbulkan alokasi pajak interperiod. Amoerisasi goodwill akibat pembelian perusahaan anak adalah merupakan perbedaan permanen.

7. Dalam akuntansi untu pajak penghasilan, bunga yang diterima dari obligasi pemerintah adalah contoh dari

a. Alokasi pajak intraperiod c. Perbedaan permanen Jawab: c

Perbedaan permanen antara laba kena pajak dengan laba akuntansi sebelum pajak timbul akibat transaksi yang dikenakan pajak tetapi tidak disertakan dalam perhitungan laba akuntansi, atau sebaliknya. Bunmga yang diterima dari obligasi pemerintah tidak dikenakan pajak, tetapi disertakan dalam perhitungan laba akuntansi.

b. Alokasi pajak interperiod

d. Perbedaan waktu (sementara)

8. Mana dari berikut ini yang bukan merupakan perbedaan waktu untuk tujuan alokasi pajak penghasilan?

a. Biaya atau kerugian telah dikurangkan untuk tujuan pajak sebelum diakui untuk tujuan akuntansi

b. Pendapatan atau laba yang telah dikenakan pajak sebelum diakui untuk tujuan akuntansi

240

, ,

c. Biaya atau kerugian yang dikurangkan untuk tujuan perpajakan setelah diakui untuk tujuan akuntansi

d. Pendapatan atau laba yang tidak kena pajak direalisasi setelah diakui untuk tujuan

akuntansi Jawab: d

Pendapatan atau laba tidak kena pajak merupakan perbedaan permanen. Perbedaan permanen tidak memerlukan alokasi pajak.

9. Mana dari situasi berikut ini yang akan mempengaruhi rekening "Pajak Penghasilan Ditangguhkan"?

a. Kelebihan persentase deplesi di atas biaya deplesi

b. Bunga yang diterima dari obligasi pemerintah

c. Perbedaan depresiasi karena aktiva diperlakukan dengan suatu dasar akuntansi yang berbeda dengan dasar untuk tujuan perpajakan

d. Biaya pensiun dicatat sesuai dengan APB Opinion No.8 dan dikurangkan untuk

tujuan perpajakan ketika dibayar Jawab: d

Jika perbedaan waktu timbul atau sebaliknya, rekening pajak penghasilan ditangguhkan dipengaruhi.

10. Mana dari berikut ini memerlukan alokasi pajak interperiod?

a. Premi yang dibayar untuk asuransi kematian pegawai

b. Pendapatan kontrak jasa diterima dimuka

c. Bunga yang diterima dari obligasi pemerintah

d. Deviden yang diterima dari investasi Jawab: b

Pendapatan kontrak diterima dimuka adalah perbedaan waktu karena pendapatan disertakan dalam laba kena pajak pada saat diterima tetapi tidak disertakan dalam laba akuntansi sebelum pajak sebelum diperoleh.

11. Perusahaan harus menangguhkan pajak untuk hal berikut ini

a. Bunga obligasi pemerintah yang tidak dikenakan pajak

b. Sebagian deviden yang diterima dari investasi surat -surat berharga yang dapat yang dikurangkan untuk perhitungan laba kena pajak

c. Pembayaran dimuka premi asuransi kematian direktur perusahaan yang tidak dimaksudkan untuk pemberian tambahan kompensasi kepada direktur

d. Biaya tunai pada tahun sekarang yang dikurangkan untuk tujuan perpajakan tetapi dicatat sebagai biaya dibayar dimuka untuk tujuan akuntansi

Jawab: d

Pengangguhan pajak harus dilakukan karena adanya perbedaan waktu.

241

12. PT Poly melaporkan hasil-hasil berikut ini untuk tahun yang berakhir pada tangga131 Desember 1985 dan 31 Desember 1986:

1985 1986

Laba per buku sebelum pajak Rp400.000 600.000

Labakena pajak Rp60.000 800.000

Perbedaan antara laba per buku dengan laba kena pajak sebagai akibat adanya perbedaan waktu. Dengan jumlah berapakah PT Poly mencatat biaya pajak penghasilan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 1986, jika tarip pajak penghasilan sebesar 40%?

a. Rp117.000 c. Rp270.000 Jawab: c

PT Poly akan mencatat Rp270.000 (40% x Rp600.000) sebagai biaya pajak penghasilan untuk tahun yang berakhir tangga131 Desember 1986. Jika prosedur alokasi interperiod diterapkan untuk suatu perbedaan waktu dan tarip pajak konstan, biaya pajak setiap tahun adalah persentase pajak dikalikan laba akuntansi sebelum pajak.

13. PT Hadisel pada tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 1989 melaporkan laba sebesar Rp 180.000 sebelum dikurangi pajak penghasilan. Untuk menghitung laba kena pajak, diperoleh jumlah-jumlah akibat perbedaan waktu berikut ini:

b. Rp207.000 d. Rp360.000

Depresiasi yang dikurangkan untuk tujuan perpajakan

lebih besar dari depresiasi yang dicatat per buku R p8.000

Pendapatan dari penjualan angsuran untuk tujuan pajak

lebih besar dari pendapatan yang diakui per buku R p6.000

Dengan jumlah berapakah PT Hadisel mencatat utang pajak penghasilan pada tanggal 31 Desember 1989,jika tarip pajak sebesar 50%?

a. Rp86.000 b. Rp89.000

c. Rp90.000 d. Rp91.000

Jawab: b

Perhitungan:

Laba akuntansi sebelum pajak Dikurangi perbedaan waktu depresiasi Ditambah pembalikan perbedaan waktu

penjualan angsuran Laba kena pajak

Pajak penghasilan terutang: 50% x Rp 178.000

Rp180.000 (8.000)

Q.QQQ Rp178.000 Rp89.000

14. Pada tanggal2 J anuari 1988, PT Tumbuh membeli mesin cetak dengan harga Rp22.000 dengan taksiran umur kegunaan 4 tahun dan nilai sisa Rp6.000. Metode depresiasi garis lurus digunakan untuk tujuan pelaporan keuangan dan metode angka-angka tahun untuk

242

tujuan perpajakan. Diasumsikan tarip pajak penghasilan sebesar 50% dan tidak ada perbedaan waktu yang lain, berapakah jumlah yang harus dilaporkan sebagai "pajak penghasilan ditangguhkan" dalarn neraca tanggal 31 Desember 1990?

a. Rp400 debit b. Rp1.200 kredit

c. Rp1.600 kredit d. Rp2.400 kredit

Jawab: b

Dihitung sebagai berikut:

DeprediasI Depresiasi TimbuIya PerbecJalm -'SalCkt~ r '
-, 1,
Tahun garislurus angkatalnm (hUaagnya) , -waktB kumUJatif " ekeah'tumjak
,perbedaa ditaJl8uhkau"
waktu, ' pada'akhirtahu
, '.
1988 Rp4.oooa Rp6.400" Rp2.400 Rp2.400 x 50% :: Rp1.200
1989 4.000' 4.800C 800 3.200 x 50% ::Rpl.600
1990 4.000 3.200" (800) 2,400 x 50% = Rp1.200 a(Rp22.000 - Rp6.000)/ 4 tahun = Rp4.000 per tahun b4/1O x (Rp22.0QO - Rp6.000 = Rp6.400

c3/1O x (Rp22.000 - Rp6.000 = Rp4.800

c2110 x (Rp22.000 - Rp6.000 = Rp3.200

15. PT Hug menjual perabotan. Para pelanggan membeli perabotan dengan dasar angsuran membayar angsuran bulanan denganjumlah yang sarna selarnajangka waktu dua tahun, dan tidak diperlukan pembayaran uang muka. Laba kotor PT Hug atas penjualan angsuran sebesar 60% dari harga jual perabotan.

Untuk tujuan akuntansi, pendapatan penjualan diakui pada waktu penjualan dilakukan. Meskipun demikian, untuk tujuan perpajakan digunakan metode angsuran. Selain hal tersebut, tidak ada perbedaan lain antara pembukuan dengan perpajakan, dan tarip pajak PT Hug adalah 50%.

Jika neraca PT Hug pada tangga131 Desember 1986 mencantumkan pajak ditangguhkan kredit Rp30.000 yang timbul akibat perbedaan antara pembukuan dengan perpajakan untuk penjualan angsuran, maka juga harus mencantumkan piutang penjualan angsuran sebesar

a. Rp30.000 c. Rp60.000 Jawab: d Dihitung sebagai berikut:

Misalnya X = rekening piutang angsuran 31/12/86

maka: (0,50) (0,60) = Rp30.000

0,30 X = Rp30.000

X = Rpl00.pOO

b. Rp50.000

d. Rp 100.000

243

16. Pada tabun 1987, untuk tujuan pelaporan keuangan PT Sali mengakui taksiran biaya reparasi sebesar Rp400.000. Biaya reparasi tersebut akan dibayar pada tabun 1988. Untuk tujuan penghitungan laba kena pajak, biaya tersebut dikurangkan pada saat dibayar. Pada tabun 1987 PT Sali juga menerima pendapatan bunga dari obligasi pemerintab sebesar RplOO.OOO. Bila diasumsikan tarip pajak sebesar 50%, makajumlah yang dilaporkan sebagai pajak penghasilan ditangguhkan oleh PT Sali dalam laporan rugi-Iaba untuk tahun yang berakhir tanggal31 Desember 1987 adalah

a. Rp150.000 debit b. Rp150.000 kredit

c. Rp200.000 kredit d. Rp250.000 kredit

Jawab: c

Perbedaan waktu Rp400.000 timbul akibat biaya reparasi tidak dikurangkan pada laba sebelum pajak sebelum dibayar pada tabun 1988. Maka jumlah pajakditangguhkan dalam laporan rugi-Iaba tahun 1986 sebesar Rp200.000 kredit (50% x Rp400.000).

Pendapatan bunga obligasi pemerintah merupakan perbedaan permanen, sehingga tidak memerlukan penangguhan pajak.

17. U ntuk pelaporan keuangan, PT Lengking mengakui pendapatan royalty dalam pen ode perolehan. Untuk tujuan pajak, royalty dikenakan pajak pada saat diterima. Pada tanggal 31 Desember 1986, pendapatan royalty diterima dimuka sebesar Rp400.000 tercantum dalam neraca PT Lengking. Selam tabun 1988, royalty yang diterima sebanyakRp600.000. Pendapatan royalty diterima dimuka PT Lengking pada tanggal 31 Desember 1987 sebesar Rp350.000. Bila tarip pajak penghasilan sebesar 50%, jumlab yang dilaporkan sebagai pajak penghasilan ditangguhkan dalam laporan rugi-Iaba PT Lengking untuk tabun yang berakhir tanggal 31 Desember 1987 berjumlab

a. Rp25.000 debit b. Rp175.000 kredit

c. Rp200.000 debit d. Rp300.000 kredit

Jawab: a

Jurnal pada saat timbulnya perbedaan waktu Pajak Dibayar Dimuka

Pajak Ditangguhkan (0,50 x Rp350.000)

Rp350.000: 175.000

175.000

Jurnal hapusnya perbedaan waktu Pajak Ditangguhkan

Pajak Dibayar Dimuka

Rp400.000: 200.000

200.000

18. PT Riana memulai operasinya pada tanggall Januari 1981. Untuk tabun yang berakhir tanggal31 Desember 1981 , laba sebelum pajak PT Riana sebesar Rp 1.500.000, setelab dikurangi taksiran biaya garansi sebesar Rp570.000. Tarip pajak PT Riana sebesar 40%, menghasilkan utang pajak sebesar Rp624.000 dan pajak penghasilan ditangguhkan Rp24.000 pada tanggal 31 Desember 1981. Berapakab jumlah biaya garansi yang sebenarnya dibayar PT Riana tahun 1981?

a. RpO b. Rp51O.000

244

c. Rp570.000 Jawab: b

Perhitungan

Laba sebelum pajak

Ditambah: Taksiran biaya garansi diakui

Dikurangi: Pembayaran biaya garansi sesungguhnyaill Laba kena pajak

* 0,40 (laba kena pajak) = Pajak terutang Misalnya X = Laba kena pajak Maka: 0,40 X = Rp624.0oo

X = Rp1.560.000

d. Rp630.0oo

Rp 1.500.000 570.000

Rp 1.560.000*

Dari perhitungan di atas, maka jumlah biaya garansi yang sesungguhnya dibayar dihitung sebesar Rp51 0.00 [(Rp 1.500.000 + Rp570.000) - Rp 1.560.000 = Rp51 0.000].

19. Pada tahun 1988 PT Barat untuk tujuan pelaporan keuangan mengakui taksiran kerugian penghentian fasilitas pabrik yang sudah tidak dipakai sebesar Rp800.000. Fasilitas tersebut akan dijual pada bulan Maret 1989. Pada tahun 1988 PT Barat juga membayar premi asuransi kematian para pegawai sebesar Rp 1 00.000. Bila diasumsikan tarip pajak penghasilan PT Barat sebesar 40%, jumlah yang akan dilaporkan sebagai pajak ditangguhkan dalam laporan rugi-laba untuk tahun yang berakhir tangga131 Desember 1988 adalah sebesar

a. Rp320.000 kredit c. Rp360.oo0 kredit Jawab: a

b. d.

Rp320.000 debit Rp360.000 debit

Perbedaan waktu timbul pada tahun 1988 karena taksiran kerugian penghentian fasilitas pabrik akan mengakibatkan laba akuntansi sebelum pajak lebih kecil Rp800.000 dibanding laba kena pajak, oleh karena itu PT Barat akan melaporkan pajakditangguhkan Rp320.000 (40% x Rp800.000) dalamlaporanrugi-laba tanggal 31 Desember 1988.

20. Sebuah perusahaan mempunyai empat rekening "pajak penghasilan ditangguhkan" yang timbul akibat perbedaan waktu menyangkut (1) aktiva lancar, (2) aktiva tetap, (3) utang lancar, dan (4) utang jangka panjang. Penyajian keempat rekening "pajak penghasilan ditangguhkan" dalam laporan posisi keuangan adalah dengan

a. Satu jumlah bersih

b. Jumlah bersih lancar dan jumlah bersih tidak lancar

c. Keempat rekening tanpa jurnlah bersih

d. Penyesuaian penilaian aktiva dan utang yang terkait dengan pajak ditangguhkan. Jawab: b

21. PT Seno telah menghitung saldo kredit pajak penghasilan ditangguhkan yang tepat untuk disajikan dalam neraca tanggal 31 Desember 1988 adalah sebagai berikut:

245

Rp2.400.0oo berkaitan penggunaan akuntansi penjualan angsuran untuk tujuan perpajakan mengenai salah satu penjualan produk utamanya

Rp6.1 00.000 berkaitan dengan penggunaan depresiasi saldo menurun untuk tujuan perpajakan

Saldo pajak ditangguhkan akan dilaporkan sebagai

a. Utang lancar Rp2.400.000 dan utang tidak lancae Rp6.200.000

b. Pengurang piutang angsuran sebesar Rp2.4oo.000 dan utang tidak lancar sebesar

Rp6.200.000

c. Sejumlah utang tidak lancar Rp8.500.000

d. Tidak dimasukkan dalam neraca

e. Disajikan secara terpisah sebagai komponen modal pemegang saham Jawab: a

Pajak penghasilan ditangguhkan diklasifikasikan dalam neraca sebagai lancar atau tidak lancar berdasarkan klasifikasi aktiva dan utang yang menimbulkan perbedaan waktu.

Informasi untuk menjawab soal no. 22 dan 23

PT Spekta yang menjual secara angsuran, memperoleh laba kotor sebelum pajak Rp300 untuk setiap kali penjualan angsuran. Untuk tujuan akuntansi, seluruh jumlah tersebut (Rp300) diakui pada saat penjualan, tetapi untuk tujuan perpajakan digunakan metode penjualan angsuran.

Diasumsikan PT Spekta melakukan satu kali penjualan selama tahun 1981, Satu lagi tahun 1982, dan tiga kali penjualan tahun 1983. Untuk setiap penjualan, sepertiga dari hargajual diterima pada tahun penjualan, sepertigaditerima pada tahun setelah penjualan, dan sepertiga tarak:hir pada tahun setelahnya.

22. Bila tarip pajak penghasilan 50%, jumlah yang harus disajikan PT Spekta dineraca tanggal 31 Desember 1983 sebagai pajak penghasilan ditangguhkan berkenaan dengan ketiga penjualan terse but adalah

a. RplOO b. Rp150

c. Rp200 d. Rp300

Jawab: b

Ringkasan perbedaan waktu pada 31/12/83

Dari penjualan angsuran 1981 Rp-O-

Dari penjualan angsuran 1982 100

Dari penjualan angsuran 1983 200

Jumlah perbedaan waktu 31/12/83 Rp300

Saldo kredit rekening pajak penghasilan ditangguhkan tanggal31/12/81:

Rp300 x 50% = Rp 150

23. Diasumsikan pada tanggal 1 Januari 1983, tarip pajak naik dari 50% menjadi 60%.

Jumlah yang tepat untuk disajikan sebagai "pajak penghasilan ditangguhkan" dalam metode perubahan kotor di neraca PT Spekta tanggal 31 Desember 1983 adalah

246

a. Rp120 c. Rp270 Jawab: b

Perhitungan

Perbedaan waktu dari penjualan angsuran 1982 RplOO x 50%

Perbedaan waktu dari penjualan angsuran 1983 Rp200 x 60%

Saldo kredit pajak ditangguhkan 31/12/83

b. Rp170 d. Rp300

Rp50

24. Dalam metode alokasi pajak interperiod menyeluruh (comprehensive), pajak ditangguhkan ditentukan berdasar

a. Tarip pajak berpengaruh pada saat perbedaan waktu timbul tanpa penyesuaian terhadap perubahan-perubahan tarip berikutnya

b. Tarip pajak akan berpengaruh jika pos yang menimbulkan perbedaan waktu akan

menutup dengan sendirinya

c. Penilaian bersih terhadap aktiva atau utang

d. Rata-rata ditentukan menurut industri Jawab: a

25. Dalam metode penangguhan dengan menerapkan alokasi pajak penghasilan interperiod komprehensif, penambahan terhadap saldo kredit pajak penghasilan ditangguhkan ditentukan berdasar

a. Nilai tunai pengaruh pajak penghasilan akibat adanya perbedaan waktu

b. Tarip pajak penghasilan berpengaruh jika perbedaan waktu timbul

c. Pajak penghasilan berpengaruh terhadap semua perbedaan antara laba akuntansi sebelum pajak dengan laba kena pajak

d. Tarip pajak penghasilan akan berlaku jika perbedaan waktu terjadi sebaliknya

e. Kelebihan pajak penghasilan yang sesungguhnya terutang dalam suatu tahun di atas pembayaran pajak dibebankan ke rekening utang

Jawab: b

26. Laporan rugi laba parsial PT Erna setelah operasi tahun pertamanya adalah sebagai

berikut:

Laba sebelum pajak Rpl.ooo.000

Pajak penghasilan terutang Rp416.000

Dikurangi pajak penghasilan

ditangguhkan 06.000)

Biaya pajak penghasilan 400.000

Laba bersih setelah pajak Rp6oo.000

247

PT Erna menaksir biaya garansi berdasarkan persentase tertentu dari penjualan, biaya garansi yang dibebankan pada tahun ini menurut pembukuan adalah Rp380.000. Tidak ada perbedaan lain antara laba menurut akuntansi dengan laba untuk pajak selain biaya garansi.

Bila diasumsikan tarip pajak sebesar 40%, berapakah jumlah biaya garansi yang sebenarnya dibayar oleh perusahaan pada tahun ini?

a. Rp340.000 b. Rp380.000

c. Rp400.000 d. Rp420.000

Jawab: a

Perhitungan

Taksiran biaya garansi yang dikurangkan dari

laba sebelum pajak Rp 380.000

Dikurangi: timbulnya perbedaan waktu (biaya

garansi yang tidak dibayar tahun ini) 40.00P*

Jumlah biaya garansi yang sesungguhnya

dibayar perusahaan tahun ini Rp 340.000**

* Pajak ditangguhkan kredit dalam laporan rugi-laba = 0,40 (perbedaan waktu yang timbul)

Misalnya X = Perbedaan waktu yang timbul Rp16.000 = 0,40 X

Rp40.000 = X

** PT Erna mengurangkan biaya garansi untuk tujuan pajak terbatas pada biaya garansi yang sesungguhnya dibayar selama satu tahun.

27. PT Trunajaya didirikan pada tahun 1982 dan selalu mendapatkan laba sampai dengan 1985. Laba sebelum pajak yang dilaporkan pada tahun-tahun tersebut berjumlah antara Rp40.000 sampai Rp60.000 tiap-tiap tahun. Namun demikian, PT Truna pada tahun 1986 menderita kerugian sebelum pajak sebesar Rp120.000 karena menurunnya permintaan dan meningkatnya persaingan. Sesuai dengan APB Opinion No. 11, "Accounting for Income Taxes", bagaimanakah hal tersebut diungkapkan dalam laporan keuangan PT Truna pada tahun 1986?

a. Mengadakan penagihan kembalian pajak, mengkompensasi kerugian kebelakang, disajikan sebagai penyesuaian periode sebelumnya

b. Penagihan kembalian pajak disajikan sebagai beban ditangguhkan dan diamortisasi selama lima tahun

c. Mengadakan penagihan kembalian pajak, mengkompensasi kerugian kebelakang, disajikan sebagai pengurang kerugian Rp120.000 untuk menentukan kerugian bersih satu tahun

d. Mengadakan penagihan kembalian pajak, mengkompensasi kerugian kebelakang, disajikan sebagai pos terpisah atas laba ditahan di neraca

Jawab: d

248

28. PT Gomes melaporkan hasil-hasil berikut ini selama tiga tahun operasi pertamanya:

1984 - Laba operasi (sebelum pajak penghasilan) Rp 10.000

1985 - Rugi operasi (sebelum pajak) (200.000)

1986 - Laba operasi (sebelum pajak) 350.000

Tidak ada perbedaan permanen dan perbedaan waktu selama tahun-tahun tersebut. Untuk tahun yang berakhir tangga131 Desember 1986, berapa jumlah yang akan dicatat PT Gomes sebagai utang utang pajak penghasilan, bila diasumsikan tarip pajak penghasilan sebesar 45% untuk semua tahun?

a. Rp67.500 c. Rp90.000 Jawab: b

b. d.

Rp72.000 Rp157.500

Perhitungan

Laba kena pajak 1986 sebelum kompensasi kerugian kedepan

Dikurangi: Kompensasi kerugian tahun 1985

(Rp200.000 - Rpl0.000) Laba kena pajak 1986

Tarip pajak

Utang pajak penghasilan lancar 31/12/86

Rp 350.000

190.000 Rp 160.000 x 0.4.5.

Rp 72.000

29. PT Boma mengadakan kompensasi kerugian tanggal 31 Desember 1989 sebesar Rpl00.000 kedepan, untuk itu perusahaan tersebut memperoleh penghematan pajak secara penuh pada akhir tahun 1990, pada saat tarip pajak 40%. Untuk tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 1990, penghematan pajak akan disajikan dalam laporan rugi-laba sebagai

a. Pengurang pajak penghasilan sebesar Rp40.000

b. Sebagai pos luar biasa Rp40.000

c. Laba operasi Rp40.000

d. Pos luar biasa Rp100.000 Jawab: b

249