SEJARAH PALANG MERAH INTERNASIONAL Jean Henry Dunant adalah Bapak Palang merah sedunia karena beliaulah pendiri

dan pelopor berdirinya Palang Merah. J.H. Dunant lahir di Swiss pada tanggal 8 Mei 1828 (ditetapkan sebagai Hari Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional) Ayahnya bernama Jean Jacques Dunant dan Ibunya bernama Antoinette Colladon. SEJARAH SINGKAT BERDIRINYA PALANG MERAH Pada tanggal 24 Juni 1859 di Solferino Itali Utara, pasukan Prancis dan Itali sedang bertempur melawan pasukan Austria. Pada saat itu H.Dunant tiba disana dengan harapan dapat bertemu dengan Kaisar Prancis (Napoleon III). H. Dunant secara kebetulan menyaksikan pertempuran itu. Saat itu dinas medis militer kewalahan dalam menangani korban perang yang mencapai 40.000 orang. Tergetar oleh penderitaan tentara yang terluka H. Dunant bekerjasama dengan penduduk setempat segera bertindak mengkoordinasikan bantuan untuk mereka. Setelah kembali ke Swiss, H. Dunant menggambarkan pengalaman itu ke dalam sebuah buku yang berjudul : UN SOUVENIR DE SOLFERINIO/ A MEMORI OF SOLFERINO yang artinya Kenang-kenangan dari Solferino TAHUN 1862. Dalam bukunya H. Dunant mengajukan 2 gagasan, yaitu : 1. Membentuk organisasi Sukarelawan, yang akan disiapkan dimasa damai untuk menolong para prajurit yang terluka di medan perang. 2. Mengadakan perjanjian internasional guna melindungi prajurit yang cidera di medan perang ,serta sukarelawan dari organisasi tersebut pada waktu memberikan perawatan. Th. 1863 Empat orang warga Jenewa bergabung dengan H. Dunant untuk mengembangkan kedua gagasan tersebut. Empat orang tersebut adalah : 1. General Dufour 3. Dr. Theodore 2. Dr. Louis Appia 4. Gustave Moynier Yang kemudian mereka bersama-sama membentuk “Komite Internasional Palang Merah” (KIPM) atau “International Committee Of the Red Cross” (ICRC). Berdasarkan gagasan pertama didirikanlah sebuah Organisasi Sukarelawan di setiap negara, yang bertugas membantu dinas medis angkatan darat pada waktu perang. Organisasi tersebut sekarang disebut LRCS (Loague Of The Red Cross Society) atau LPPMI ( Liga Perhimpunan Palang Merah) yang dibentuk tanggal 5 Mei Tahun 1919. Tahun 1992 berubah menjadi Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah . Palang Merah lahir berdasarkan keinginan untuk membantu korban perang, dan untuk pelaksanaan tugasnya pada tanggal 22 Agustus 1864 atas Prakarsa ICRC, Pemerintah Swiss menyelenggarakan

Memberi Pertolongan pada waktu perang • Pada waktu damai 1. Turut memperbaiki Kesehatan rakyat 7.( 1864 ) 2. 4. Membantu Jawatan Kesehatan angkatan Perang 2. Membantu Mencari Korban Hilang ( TMS ). kesatua kesehatan dan RS yang ditunjuk sebagai RS Palang merah oleh yang berwajib. Arti Pemakaian Tanda Palang Merah : • Pada Waktu Perang Melindungi korban perang baik sipil atau militer.Konferensi yang diikuti 12 negara yang dikenal dengan Konvensi Genewa ( The Genewa Conventions Of August 12 1949 ) dengan hasil konfrensi : TUGAS PALANG MERAH : • Pada Waktu Perang 1. Menyebarluaskan Cita-cita Palang Merah Berdasarkan Prikemanusiaan 3. Menyelenggarakan PMR 6. • Pada Waktu Damai Di pakai sebagai petunjuk oleh jawatan kesehatan angkatan perang. Menyiapkan tenaga dan sarana Kesehatan/bantuan lainnya untuk menjamin kelancaran tugas palang Merah. Memberi bantuan dan pertolongan pertama dalam setiap musibah/kecelakaan. PALANG MERAH INTERNASIONAL Palang Merah adalah suatu perhimpunan yang anggotanya memberikan pertolongan dengan sukarela berdasarkan prikemanusiaan kepada mereka yang membutuhkan tanpa membedakan bangsa. Bulan sabit Merah diatas warna dasar putih digunakan dinegara Arab ( 1876 ) 3. Membangkitkan perhatian umum terhadap azas dan tujuan Palang Merah 2. 5. Palang Merah diatas warna dasar putih Adalah kebalikan dari bendera Swiss sebagai lambang yang diakui untuk menghormati negara Swiss atau kewarganegaraan Dunant. agama dan politik. Palang Merah Nasional dan beberapa Organisasi yang diberi ijin untuk memakainya. . Singa dan Matahari Merah diatas warna dasar putih digunakan dinegara Iran. Tiga macam Lambang Palang Merah yang resmi diakui Internasional : 1.

RCL Senduk berusaha kembali untuk mendirikan Badan PMI namun gagal karena ditolak oleh . Kesatuan ( Unity ) Gerakan ini dalam suatu negara hanya terdapat satu perhimpunan palng merah atau bulan sabit merah yang terbuka untuk semua orang dan melaksanakan tugas kemanusiaan di seluruh wilayah. berusaha mencegah dan mengatasi penderitaan sesama manusia. SEJARAH PALANG MERAH INDONESIA Seperti Palang Merah International. 5. Tahun 1932 Dr. 6. Kesemestaan ( Universality ) Bahwa gerakan ini bersifat semesta dimana setiap perhimpunan mempunyai hak dan tanggung jawab yang sama dalam menolong sesama. atau ideologi agar senantiasa mendapat kepercayaan dari semua pihak. 21 Oktober 1873 Palang merah Hindia Belanda dibentuk dengan nama Nederlands Rode Kruis Afdeling Indie (NERKAI). suku. 7. Kesamaan ( Importiality ) Bahwa gerakan ini tidak membedakan bangsa. agama dan politik. 3. lahirnya PMI juaga berkaitan dengan peperangan yang diawali pada: 1. tugasnya membantu pemerintah dalam bidang kemanusiaan. 2. suku. Kemanusiaan ( Humanity ) Bahwa gerakan Palang Merah dan Bulan sabit Merah didirikan berdasarkan keinginan untuk memberikan pertolongan tanpa membedakan korban dalam pertempuran. 2. Kenetralan ( Neutrality ) Bahwa gerakan ini tidak boleh memihak atau melibatkan diri dalam pertentangan Politik. Masa Sebelum Perang Dunia I a. c. rencana itu dikemukakan kembali namun tetap ditolak dengan alasan pemerintah Indonesia belum mampu mengatur Badan palang Merah nasional. Kesukarelaan ( Voluntari Service ) Gerakan ini memberi bantuan secara sukarela bukan keinginan mencari keuntungan. b. harus mentaati peraturan negaranya dan harus menjaga otonomi negaranya sehingga dapat bertindak sesuai dengan prinsip pelang merah. RCL Senduk dan Bahder Djohan merencanakan mendirikan badan PMI namun ditolak oleh pemerintah Belanda. agama. Kemandirian ( Independence ) Bahwa gerakan ini bersifat mandiri. 4. Masa Pendudukan Jepang Dr.PRINSIP DASAR GERAKAN PALANG MERAH DAN BULAN SABIT MERAH INTERNATIONAL Prinsip dasar Palang Merah dikenal dengan 7 Prinsip Palang Merah yang disahkan di Wina ( Austria ) oleh Konferensi International Palang Merah dan Bulan Sabit Merah XX tahun 1965. tujuannya semata-mata untuk mengurangi penderitaan manusia sesuai dengan kebutuhannya dan mendahulukan yang paling parah. Tahun 1940 pada sidang Konferensi NERKAI. Terdiri atas : 1.

2. Nama-nama Tokoh yang pernah Menjadi Ketua PMI : 1. Adenan Ditambah pengurus lainnya. Djoehana Dr. Ketua PMI ke 9 (1986-……) : Dr.Soeyoso Soemodimedjo 9.Ibnu Sutowo. Masa Kemerdekaan RI 1. Boentaran ) membentuk Panitia 5 : Ketua : Dr. Bahder Djohan Anggota : Dr. 68. yang sekaligus sebagai ketua dan beliau dikenal dengan Bapak Palang Merah Indonesia.A. Bahder Djohan 5. Tanggal 16 Oktober 21950 PMI diterima menjadi anggota Federasi Palang Merah dan Bulan sabit Merah dengan keanggotaan No. Dr. Paku alam VIII 6. R. Beberapa Peristiwa Sejarah penting : 1. Buntaran Martoadmodjo untuk membentuk badan PM Nasional. Mochtar Dr. Bintoro 4. Ketua PMI ke 4 (1952-1954) : Prof. Bahder Djohan Mr. 2. 17 September 1945 tersusun Pengurus Besar PMI yang dilantik oleh Wakil Presiden RI Moch. Tanggal 5 September 1945 Menkes RI dalam Kabinet I (dr. Boentaran Martoadmodjo Badan Penulis : Dr. Ketua PMI ke 6 (1966-1969) : Letjen Basuki Rachmat 7. . 3. Tanggal 3 September 1945 presiden Soekarno memerintahkan kepada Menkes Dr. Ketua PMI ke 1 (1945-1946) : Drs.Dr. Hatta. Tanggal 16 januari 1950 dikeluarkan Kepres No. Hatta Wakil ketua : Dr.A. Pengurus PMI Pertama yaitu : Ketua : Drs. Moh Hatta 2. Santuso Bendahara : Mr. 25/1950 tentang pengesahan berdirinya PMI. H. 4. Marzuki Dr. Rd. Ketua PMI ke 2 (1946-1948) : Soetardjo Kartohadikoesoemo 3.Pemerintah Dai Nippon. Ketua PMI ke 5 (1954-1966) : P. H. Satrio 8. Mochtar Penulis : Dr. Saubari Penasehat : KH. Ketua PMI ke 3 ( 1948-1952) : BPH. Ketua PMI ke 8 (1982-1986) : Dr. Sitanala 3. Tanggal 15 Juni 1950 PMI diakui oleh ICRC 3. Moh. Ketua PMI ke 7 (1970-1982) : Prof.

International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC). Batang Tubuh UUD 1945 .Azas dan Landasan PMI a. by Henry Dunant. A book he wrote about the carnage he witnessed stimulated worldwide concern. Tingkat Wira untuk SMU umur 17-21 Th. 3. Switzerland.Pasal 34 PALANG MERAH REMAJA Tingkatan anggota PMR : 1. Komite Internasional Palang Merah adalah sebuah lembaga independen yang diakui oleh hukum internasional (pada Oktober 1986 organisasi merubah judul resmi ke Internasional Palang Merah dan Gerakan Bulan Sabit Merah). . There are 175 recognized Red Crescent and Red Cross National Societies. Tingkat Mula untuk SD umur 7-12 Th. PMR dibentuk bulan Maret 1950 berdasarkan keputusan LRCS. yang telah disusun untuk membantu luka di Battle of Solferino (1859). Terdapat 175 diakui Bulan Sabit Merah dan Palang Merah Nasional Societies. co-ordinates bantuan untuk daerah bencana. The world Red Cross movement was founded in Geneva. which provided for the neutrality of medical personnel in war and humane treatment of the wounded. 2. His work resulted in the signing of the First Geneva Convention (1864). Karyanya mengakibatkan penandatanganan Pertama Konvensi Jenewa (1864). alinea I dan IV c. He shared the first Nobel Peace Prize in 1901. who had organized help for the wounded at the Battle of Solferino (1859).Pasal 27 ayat 2 . The famous Red Cross symbol (the reverse of the Swiss flag) was adopted to identify and guarantee the safety of relief workers. Dia bersama pertama Nobel Peace Prize pada 1901. dengan Henry Dunant. Tingkat Madya untuk SLTP umur 13-16 Th. J ia menulis buku tentang dia menyaksikan pembunuhan besar-besaran di seluruh dunia menstimulasi kekhawatiran. Pembukaan UUD 1945. sebelumnya dikenal sebagai League of Red Cross Society (didirikan 1919). yang disediakan untuk netralitas personil medis dalam perang manusiawi dan perawatan dari luka. The International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC). Pancasila sila Kemanusiaan Yang adil dan beradab. yang terdiri dari 8 butir b. formerly known as the League of Red Cross Societies (established 1919). co-ordinates relief to disaster areas. Swiss. Dunia gerakan Palang Merah didirikan di Jenewa. Palang Merah yang terkenal simbol (yang mundur dari Swiss bendera) telah diadopsi untuk mengidentifikasi dan menjamin keselamatan pekerja bantuan.

9-12 May 1885. 4480 nursing sisters had served (courtesy York University/Toronto Telegram Coll). and in 1927 the International Committee recognized the CRC as an independent national society. He accompanied the militia force sent to quell the NORTH-WEST REBELLION in 1885 and used a makeshift red cross to protect his horse-drawn ambulance. Setelah perang. luar rumah sakit yang mengatur di daerah terpencil. Selama WWI masyarakat dibangkitkan $ 35 juta di relief. masyarakat yang didirikan sebagai perusahaan badan yang bertanggung jawab untuk menyediakan bantuan sukarelawan di Kanada sesuai dengan Konvensi Jenewa. dan pada . Dia yang disertai kekerasan milisi yang dikirim untuk menumpas UTARA-BARAT pemberontakan di 1885 dan sementara yang digunakan untuk melindungi palang merah itu kuda-larut ambulans. Pendiri gerakan Palang Merah di Kanada adalah George Sterling Ryerson. 9-12 Mei 1885. Bendera ini (saat ini milik Metropolitan Toronto Referensi Perpustakaan dan sekarang di kantor pusat Palang Merah di Ottawa) telah muluk selama Battle of BATOCHE. The founder of the Red Cross movement in Canada was George Sterling Ryerson. diperbarui 5 rumah sakit di Inggris dan satu lagi di Perancis. Dalam 1896 Ryerson mengadakan cabang Kanada (Toronto) dari British Red Cross Masyarakat yang dibangkitkan uang untuk bantuan dari pejuang di SPANYOL-AMERICAN WAR di 1898 dan 1899 didistribusikan obat-obatan selama SOUTH AFRICAN WAR. maintained 5 hospitals in England and one in France. In 1909 the federal government passed the Canadian Red Cross Society Act. dan diberikan huts rekreasi dan ambulans convoys. Dalam 1909 pemerintah federal yang lulus Masyarakat Palang Merah Kanada Undang-undang. 1940 By the end of World War II. which established the society as the corporate body responsible for providing volunteer aid in Canada in accordance with the Geneva Convention. 1940 Nursing Sisters. pasokan yang dikirim ke luar negeri. In 1896 Ryerson organized a Canadian branch (Toronto) of the British Red Cross Society which raised money for the relief of combatants in the SPANISH-AMERICAN WAR in 1898 and in 1899 distributed medical supplies during the SOUTH AFRICAN WAR . and provided recreation huts and ambulance convoys. During WWI the society raised $35 million in relief. shipped supplies overseas. 4480 perawatan kakak telah dilayani (courtesy York University / Toronto telegram Coll). Pada akhir Perang Dunia II. outpost hospitals were set up in isolated areas. This flag (currently the property of the Metropolitan Toronto Reference Library and now in the national office of the Red Cross in Ottawa) was flown during the Battle of BATOCHE .Nursing Sisters. After the war.

Ontario. in which some blood and blood products from the early 1980s were found to be contaminated by the human immune deficiency virus and hepatitis C ( see KREVER INQUIRY ).and 428 branches. The CRC is made up of four zones . Ontario. Quebec dan Atlantik . Berikut koleksi darah krisis dari tahun 1990-an. Versi 2 : Sejarah Gerakan SEJARAH LAHIRNYA GERAKAN PALANG MERAH & BULAN SABIT MERAH Pada tanggal 24 Juni 1859 di kota Solferino. Sebelum tahun 1998. Selama masyarakat WWII kontribusi sukarelawan layanan dan $ 80 juta pada barang dan uang. hospital outpatients and the aged and the disabled. During WWII the society contributed volunteer services and $80 million in goods and money. outpatients rumah sakit dan usia dan penyandang cacat. Relawan menyediakan transportasi dan fasilitas rekreasi untuk veteran.dan 428 cabang. di mana beberapa darah dan produk darah dari awal tahun 1980-an yang ditemukan akan kejangkitan oleh kekurangan kekebalan manusia dan virus hepatitis C (lihat KREVER Inquiry). the Canadian Red Cross also supervised the Blood Transfusion Service (established 1947. kemudian diikuti oleh tahun veteran 'di luar negeri dan jasa layanan untuk anak-anak yatim piatu dan pengungsi. Napoleon III. Henry Dunant . Prior to 1998. Italia Utara.tahun 1927 Komite Internasional CRC yang dikenal sebagai masyarakat yang mandiri nasional. kereta yang instruktur yang melaksanakan program di seluruh wilayah Indonesia. Volunteers provide transportation and recreational facilities for veterans. The Canadian Red Cross supervises a number of programs including the Water Safety Service. seorang pemuda warganegara Swiss. this function was taken over by the Canadian Blood Services.000 orang yang menjadi . Pada hari yang sama. Québec and Atlantic .Western.Western. fungsi ini diambil alih oleh Canadian Blood Services . dan memiliki kantor di Ottawa nasional. yang menerima darah dari donor lebih dari satu juta setiap tahunnya. Palang Merah Kanada supervises sejumlah program termasuk Air Keselamatan Layanan. CRC yang terdiri dari empat zona . which trains instructors who implement the program in all parts of Canada. and has its national office in Ottawa. Following the blood collection crisis of the 1990s. later the Blood Services). Palang Merah Kanada juga diawasi dengan transfusi darah Service (didirikan 1947. kemudian Darah Services). Puluhan ribu tentara terluka. pasukan Perancis dan Italia sedang bertempur melawan pasukan Austria dalam suatu peperangan yang mengerikan. sementara bantuan medis militer tidak cukup untuk merawat 40. followed in later years by veterans' services and overseas services for orphaned children and refugees. which accepted blood from over one million donors each year. berada di sana dalam rangka perjalanannya untuk menjumpai Kaisar Perancis.

yang didirikan hampir di setiap negara di seluruh dunia. yang dapat dipersiapkan pendiriannya pada masa damai untuk menolong para prajurit yang cedera di medan perang. Henry Dunant bekerjasama dengan penduduk setempat. dan sebagai penengah yang netral. Mereka bersama-sama membentuk “Komite Internasional untuk bantuan para tentara yang cedera”. Tergetar oleh penderitaan tentara yang terluka. yang menggemparkan seluruh Eropa. pada tahun 1864. setelah kembali ke Swiss. Kedua. Selain memberikan bantuan dan perlindungan untuk korban perang. Dalam bukunya. yang sekarang disebut Komite Internasional Palang Merah atau International Committee of the Red Cross (ICRC). ICRC juga bertugas untuk menjamin penghormatan terhadap Hukum Perikemanusiaan internasional. Konvensi ini merupakan salah satu komponen dari Hukum Perikemanusiaan Internasional (HPI) suatu ketentuan internasional yang mengatur perlindungan dan bantuan korban perang.   Pertama. ICRC merupakan lembaga kemanusiaan yang bersifat mandiri. PALANG MERAH INTERNASIONAL 1. Perhimpunan Nasional Palang Merah atau Bulan Sabit Merah. Kegiatan perhimpunan nasional beragam seperti bantuan . termasuk Palang Merah Indonesia. yang kini berjumlah 176 Perhimpunan Nasional. Berdasarkan gagasan kedua. Konvensi ini kemudian disempurnakan dan dikembangkan menjadi Konvensi Jenewa I. II. segera bertindak mengerahkan bantuan untuk menolong mereka. dia menuangkan kesan dan pengalaman tersebut kedalam sebuah buku berjudul “Kenangan dari Solferino”. Organisasi tersebut yang sekarang disebut Perhimpunan Nasional Palang Merah atau Bulan Sabit Merah. atas prakarsa pemerintah federal Swiss diadakan Konferensi Internasional yang dihadiri beberapa negara untuk menyetujui adanya “Konvensi perbaikan kondisi prajurit yang cedera di medan perang”. Dalam perkembangannya kelak untuk melaksanakan kegiatan kemanusiaan di setiap negara maka didirikanlah organisasi sukarelawan yang bertugas untuk membantu bagian medis angkatan darat pada waktu perang. membentuk organisasi kemanusiaan internasional . Beberapa waktu kemudian. Komite Internasional Palang Merah / International Committee of the Red Cross (ICRC). Henry Dunant mengajukan dua gagasan. yang dibentuk pada tahun 1863 dan bermarkas besar di Swiss. mengadakan perjanjian internasional guna melindungi prajurit yang cedera di medan perang serta perlindungan sukarelawan dan organisasi tersebut pada waktu memberikan pertolongan pada saat perang. Pada tahun 1863. empat orang warga kota Jenewa bergabung dengan Henry Dunant untuk mengembangkan gagasan pertama tersebut. 2. III dan IV tahun 1949 atau juga dikenal sebagai Konvensi Palang Merah . ICRC berdasarkan prakarsanya atau konvensi-konvensi Jenewa 1949 berkewajiban memberikan perlindungan dan bantuan kepada korban dalam pertikaian bersenjata internasional maupun kekacauan dalam negeri.korban pertempuran tersebut.

bantuan sosial.darurat pada bencana. pelatihan P3K dan pelayanan transfusi darah. Bersamaan dengan pertemuan tersebut khusus untuk Federasi Internasional dan anggota perhimpunan nasional juga mengadakan pertemuan Sidang Umum (General Assembly) sebagai forum untuk membahas program kepalangmerahan dan pengembangannya. yang anggotanya terdiri atas seluruh komponen Gerakan. Persyaratan pendirian suatu perhimpunan nasional diantaranya adalah : o mendapat pengakuan dari pemerintah negara yang sudah menjadi peserta Konvensi Jenewa o menjalankan Prinsip Dasar Gerakan Bila demikian ICRC akan memberi pengakuan keberadaan perhimpunan tersebut sebelum menjadi anggota Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah. khususnya saat itu untuk menolong korban dampak paska perang dunia I dalam bidang kesehatan dan sosial. dan memfasilitasi pendirian dan pengembangan organisasi palang merah nasional. Suatu tim yang dibentuk secara khusus untuk menyiapkan pertemuan selang antar konferensi internasional yaitu Komisi Kerja ( Standing Commission). Dua tahun sekali . Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah / International Federation of Red Cross and Red Crescent (IFRC). Federasi bermarkas besar di Swiss dan menjalankan tugas koordinasi anggota Perhimpunan Nasional dalam program bantuan kemanusiaan pada masa damai. STRATEGI 2010 Strategi 2010 (S-2010) adalah seperangkat strategi Federasi Internasional dalam menghadapi . KOMITMEN KEMANUSIAAN Berikut adalah garis besar program kemanusiaan kepalangmerahan yang terakomodasi antara lain dalam kesepakatan Federasi Internasional ( Strategi 2010) . Dewan Delegasi akan membahas permasalahan yang akan dibawa dalam konferensi internasional. Konferensi ini dihadiri oleh seluruh komponen Gerakan Palang Merah Internasional ( ICRC. Pendirian Federasi diprakarsai oleh Henry Davidson warganegara Amerika yang disahkan pada suatu Konferensi Internasional Kesehatan pada tahun 1919 untuk mengkoordinir bantuan kemanusiaan. 1. Konferensi ini merupakan badan tertinggi dalam Gerakan dan mempunyai mandat untuk membahas dan memutuskan semua ketentuan internasional yang berkaitan dengan kegiatan kemanusiaan kepalangmerahan yang akan menjadi komitmen semua peserta. PERTEMUAN ORGANISASI PALANG MERAH INTERNASIONAL Sesuai dengan Statuta dan Anggaran Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah menyebutkan empat tahun sekali diselenggarakan Konferensi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah ( Internasional Red Cross Conference) . pelayanan kesehatan. perhimpunan nasional dan Federasi Internasional ) serta seluruh negara peserta Konvensi Jenewa. Komitmen Regional anggota Perhimpunan ( Deklarasi Hanoi ) dan kesepakatan Konferensi Internasional ( Plan of Action ). Gerakan Palang Merah Internasional juga mengadakan pertemuan Dewan Delegasi (Council of Delegates) . 1.

2003 Plan of Action 2000 . yang disepakati oleh 37 perhimpunan nasional se Asia Pasifik dan Timur Tengah yang bertekad . untuk bersatu demi suatu aksi kemanusiaan.2003 merupakan keputusan Konferensi Internasional Palang Merah dan . 2. Artinya ada mekanisme organisasi. Dokumen yang diadopsi Sidang Umum pada tahun 1999 ini menjabarkan misi Federasi yaitu: “memperbaiki hajat hidup masyarakat rentan dengan memobilisasi kekuatan kemanusiaan”. krisis ekonomi yang menyebabkan angka pengangguran yang semakin meningkat serta berjangkitnya wabah penyakit. Keempat bidang ini adalah suatu paket yang integral dan saling terkait satu sama lain. Bekerjasama Secara Efektif Adanya perhimpunan nasional yang kuat akan membentuk sebuah Federasi yang kuat . 2. Vietnam pada tahun 1998. yang memiliki dua dimensi yaitu pelayanan dan advokasi. pengembangan kapasitas. Hal ini menjadi tantangan bagi Palang Merah untuk membantu meringankan penderitaan umat manusia. Memobilisasi Kekuatan Kemanusiaan Pengerahan kapasitas organisasi untuk pelayanan ini akan terjadi bila perhimpunan nasional berfungsi dengan baik. memobilisi sumber keuangan dengan mengembangkan kemitraan dan mengoptimalkan komunikasi dalam Perhimpunan Nasional. Memperbaiki Hajat Hidup masyarakat Rentan Strategi ini terfokus melalui empat bidang inti. Kecenderungan bencana alam serta krisis moneter secara global telah melanda wilayah regional dan berdampak pada permasalahan imigrasi penduduk karena menghendaki perbaikan hidup. DEKLARASI HANOI “United for Action” Dokumen ini disahkan melalui Konferensi Regional V di Hanoi. Deklarasi Hanoi memfokuskan penanganan program pada isu-isu berikut: + Penanggulangan bencana + Penanganan wabah penyakit + Remaja dan Manula + Kemitraan dengan pemerintah + Organisasi dan Manajemen kapasitas sumber daya + Hubungan masyarakat dan promosi 3. yaitu: + Promosi Prinsip-Prinsip dasar Gerakan dan nilai-nilai kemanusiaan. geografis dan latar belakang lain. kemitraan dengan organisasi internasional lain.tantangan kemanusiaan pada dekade menantang. walau beragam budaya. memobilisasi publik dan advokasi penentu kebijakan serta mengkomunikasikan pesanpesan dan misi Federasi Internasional. efektif dan efisien yaitu dengan mengembangkan kerjasama subregional dan mengimplementasikan strategi gerakan. + Penanggulangan Bencana. 3. PLAN OF ACTION 2000 . Tiga tujuan utama yang strategis adalah: 1. + Kesiapsiagaan penanggulangan bencana. dan + Kesehatan dan perawatan di masyarakat.

Pemerintah Indonesia dan PMI sebagai peserta menyatakan ikrarnya di bidang kemanusiaan. masalah air dan sanitasi.Bulan Sabit Merah ke-27 di Jenewa pada tahun 1999 . Komitmen Pemerintah Indonesia      Memenuhi komitmen untuk meratifikasi Protokol Tambahan I dan II dari KonvensiKonvensi Jenewa 1949 Memperkuat Legislasi yang berkaitan dengan penggunaan Lambang Palang Merah Memperkuat aspek-aspek kelembagaan dalam perencanaan kesiapsiagaan penanggulangan bencana Mengintensifkan pendidikan dan diseminasi Hukum Humaniter Internasional dan karyakarya organisasi kemanusiaan kepada masyarakat sipil dan militer Memperkuat kemitraan dengan lembaga-lembaga nasional untuk membantu masyarakat rentan Komitmen Palang Merah Indonesia    Program diseminasi nilai-nilai kemanusiaan kepada anggota dan kelompok sasaran tertentu serta mendorong pemerintah untuk menyusun peraturan nasional mengenai lambang dan perjanjian terkait. . pendidikan remaja sebaya sebagai upaya pencegahan penyebaran HIV/AIDS atau kegiatan-kegiatan yang berorientasikan pada pelayanan P3K yang berbasis masyarakat. Melaksanakan program sosial dan kesehatan dalam hal pelayanan darah. Mengintensifkan program kesiapsiagaan penanggulangan bencana di daerah-daerah yang rawan bencana melalui program “community based” dan meningkatkan kemampuan manajemen bencana dan pelatihan sukarelawan serta penyediaan peralatan standar operasional. kesejahteraan kelompok masyarakat rentan di daerah tertinggal dan memperbaiki pelayanan ambulan dan pos P3K.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful