Anda di halaman 1dari 11

SEJARAH PALANG MERAH INTERNASIONAL

Jean Henry Dunant adalah Bapak Palang merah sedunia karena beliaulah pendiri dan pelopor
berdirinya Palang Merah.
J.H. Dunant lahir di Swiss pada tanggal 8 Mei 1828 (ditetapkan sebagai Hari Palang Merah dan Bulan
Sabit Merah Internasional) Ayahnya bernama Jean Jacques Dunant dan Ibunya bernama Antoinette
Colladon.

SEJARAH SINGKAT BERDIRINYA PALANG MERAH

Pada tanggal 24 Juni 1859 di Solferino Itali Utara, pasukan Prancis dan Itali sedang bertempur melawan
pasukan Austria. Pada saat itu H.Dunant tiba disana dengan harapan dapat bertemu dengan Kaisar
Prancis (Napoleon III).
H. Dunant secara kebetulan menyaksikan pertempuran itu. Saat itu dinas medis militer kewalahan dalam
menangani korban perang yang mencapai 40.000 orang. Tergetar oleh penderitaan tentara yang terluka
H. Dunant bekerjasama dengan penduduk setempat segera bertindak mengkoordinasikan bantuan
untuk mereka.
Setelah kembali ke Swiss, H. Dunant menggambarkan pengalaman itu ke dalam sebuah buku yang
berjudul : UN SOUVENIR DE SOLFERINIO/ A MEMORI OF SOLFERINO yang artinya Kenang-kenangan dari
Solferino TAHUN 1862.
Dalam bukunya H. Dunant mengajukan 2 gagasan, yaitu :

1. Membentuk organisasi Sukarelawan, yang akan disiapkan dimasa damai untuk menolong para prajurit
yang terluka di medan perang.
2. Mengadakan perjanjian internasional guna melindungi prajurit yang cidera di medan perang ,serta
sukarelawan dari organisasi tersebut pada waktu memberikan perawatan.

Th. 1863 Empat orang warga Jenewa bergabung dengan H. Dunant untuk mengembangkan kedua
gagasan tersebut. Empat orang tersebut adalah :
1. General Dufour 3. Dr. Theodore
2. Dr. Louis Appia 4. Gustave Moynier

Yang kemudian mereka bersama-sama membentuk “Komite Internasional Palang Merah” (KIPM) atau
“International Committee Of the Red Cross” (ICRC).

Berdasarkan gagasan pertama didirikanlah sebuah Organisasi Sukarelawan di setiap negara, yang
bertugas membantu dinas medis angkatan darat pada waktu perang. Organisasi tersebut sekarang
disebut LRCS (Loague Of The Red Cross Society) atau LPPMI ( Liga Perhimpunan Palang Merah) yang
dibentuk tanggal 5 Mei Tahun 1919. Tahun 1992 berubah menjadi Federasi Internasional Palang Merah
dan Bulan Sabit Merah .
Palang Merah lahir berdasarkan keinginan untuk membantu korban perang, dan untuk pelaksanaan
tugasnya pada tanggal 22 Agustus 1864 atas Prakarsa ICRC, Pemerintah Swiss menyelenggarakan
Konferensi yang diikuti 12 negara yang dikenal dengan Konvensi Genewa ( The Genewa Conventions Of
August 12 1949 ) dengan hasil konfrensi :

TUGAS PALANG MERAH :


• Pada Waktu Perang
1. Membantu Jawatan Kesehatan angkatan Perang
2. Memberi Pertolongan pada waktu perang

• Pada waktu damai


1. Membangkitkan perhatian umum terhadap azas dan tujuan Palang Merah
2. Menyebarluaskan Cita-cita Palang Merah Berdasarkan Prikemanusiaan
3. Menyiapkan tenaga dan sarana Kesehatan/bantuan lainnya untuk menjamin kelancaran tugas palang
Merah.
4. Memberi bantuan dan pertolongan pertama dalam setiap musibah/kecelakaan.
5. Menyelenggarakan PMR
6. Turut memperbaiki Kesehatan rakyat
7. Membantu Mencari Korban Hilang ( TMS ).

PALANG MERAH INTERNASIONAL

Palang Merah adalah suatu perhimpunan yang anggotanya memberikan pertolongan dengan sukarela
berdasarkan prikemanusiaan kepada mereka yang membutuhkan tanpa membedakan bangsa, agama
dan politik.

Tiga macam Lambang Palang Merah yang resmi diakui Internasional :


1. Palang Merah diatas warna dasar putih
Adalah kebalikan dari bendera Swiss sebagai lambang yang diakui untuk menghormati negara Swiss atau
kewarganegaraan Dunant.( 1864 )
2. Bulan sabit Merah diatas warna dasar putih digunakan dinegara Arab ( 1876 )
3. Singa dan Matahari Merah diatas warna dasar putih digunakan dinegara Iran.

Arti Pemakaian Tanda Palang Merah :


• Pada Waktu Perang
Melindungi korban perang baik sipil atau militer, kesatua kesehatan dan RS yang ditunjuk sebagai RS
Palang merah oleh yang berwajib.
• Pada Waktu Damai
Di pakai sebagai petunjuk oleh jawatan kesehatan angkatan perang, Palang Merah Nasional dan
beberapa Organisasi yang diberi ijin untuk memakainya.
PRINSIP DASAR GERAKAN PALANG MERAH DAN BULAN SABIT MERAH INTERNATIONAL
Prinsip dasar Palang Merah dikenal dengan 7 Prinsip Palang Merah yang disahkan di Wina ( Austria )
oleh Konferensi International Palang Merah dan Bulan Sabit Merah XX tahun 1965.
Terdiri atas :
1. Kemanusiaan ( Humanity )
Bahwa gerakan Palang Merah dan Bulan sabit Merah didirikan berdasarkan keinginan untuk
memberikan pertolongan tanpa membedakan korban dalam pertempuran, berusaha mencegah dan
mengatasi penderitaan sesama manusia.
2. Kesamaan ( Importiality )
Bahwa gerakan ini tidak membedakan bangsa, suku, agama dan politik, tujuannya semata-mata untuk
mengurangi penderitaan manusia sesuai dengan kebutuhannya dan mendahulukan yang paling parah.
3. Kenetralan ( Neutrality )
Bahwa gerakan ini tidak boleh memihak atau melibatkan diri dalam pertentangan Politik, agama, suku,
atau ideologi agar senantiasa mendapat kepercayaan dari semua pihak.

4. Kemandirian ( Independence )
Bahwa gerakan ini bersifat mandiri, tugasnya membantu pemerintah dalam bidang kemanusiaan, harus
mentaati peraturan negaranya dan harus menjaga otonomi negaranya sehingga dapat bertindak sesuai
dengan prinsip pelang merah.
5. Kesukarelaan ( Voluntari Service )
Gerakan ini memberi bantuan secara sukarela bukan keinginan mencari keuntungan.
6. Kesatuan ( Unity )
Gerakan ini dalam suatu negara hanya terdapat satu perhimpunan palng merah atau bulan sabit merah
yang terbuka untuk semua orang dan melaksanakan tugas kemanusiaan di seluruh wilayah.
7. Kesemestaan ( Universality )
Bahwa gerakan ini bersifat semesta dimana setiap perhimpunan mempunyai hak dan tanggung jawab
yang sama dalam menolong sesama.

SEJARAH PALANG MERAH INDONESIA

Seperti Palang Merah International, lahirnya PMI juaga berkaitan dengan peperangan yang diawali pada:

1. Masa Sebelum Perang Dunia I


a. 21 Oktober 1873 Palang merah Hindia Belanda dibentuk dengan nama Nederlands Rode Kruis
Afdeling Indie (NERKAI).
b. Tahun 1932 Dr. RCL Senduk dan Bahder Djohan merencanakan mendirikan badan PMI namun ditolak
oleh pemerintah Belanda.
c. Tahun 1940 pada sidang Konferensi NERKAI, rencana itu dikemukakan kembali namun tetap ditolak
dengan alasan pemerintah Indonesia belum mampu mengatur Badan palang Merah nasional.

2. Masa Pendudukan Jepang


Dr. RCL Senduk berusaha kembali untuk mendirikan Badan PMI namun gagal karena ditolak oleh
Pemerintah Dai Nippon.

3. Masa Kemerdekaan RI
1. Tanggal 3 September 1945 presiden Soekarno memerintahkan kepada Menkes Dr, Buntaran
Martoadmodjo untuk membentuk badan PM Nasional.
2. Tanggal 5 September 1945 Menkes RI dalam Kabinet I (dr. Boentaran ) membentuk Panitia 5 :
Ketua : Dr. R. Mochtar
Penulis : Dr. Bahder Djohan
Anggota : Dr. Djoehana
Dr. Marzuki
Dr. Sitanala

3. 17 September 1945 tersusun Pengurus Besar PMI yang dilantik oleh Wakil Presiden RI Moch. Hatta,
yang sekaligus sebagai ketua dan beliau dikenal dengan Bapak Palang Merah Indonesia.
Pengurus PMI Pertama yaitu :
Ketua : Drs. Moh. Hatta
Wakil ketua : Dr. Boentaran Martoadmodjo
Badan Penulis : Dr. Mochtar
Dr. Bahder Djohan
Mr. Santuso
Bendahara : Mr. Saubari
Penasehat : KH. Rd. Adenan
Ditambah pengurus lainnya.

4. Beberapa Peristiwa Sejarah penting :

1. Tanggal 16 januari 1950 dikeluarkan Kepres No. 25/1950 tentang pengesahan berdirinya PMI.
2. Tanggal 15 Juni 1950 PMI diakui oleh ICRC
3. Tanggal 16 Oktober 21950 PMI diterima menjadi anggota Federasi Palang Merah dan Bulan sabit
Merah dengan keanggotaan No. 68.

Nama-nama Tokoh yang pernah Menjadi Ketua PMI :


1. Ketua PMI ke 1 (1945-1946) : Drs. Moh Hatta
2. Ketua PMI ke 2 (1946-1948) : Soetardjo Kartohadikoesoemo
3. Ketua PMI ke 3 ( 1948-1952) : BPH. Bintoro
4. Ketua PMI ke 4 (1952-1954) : Prof. Dr. Bahder Djohan
5. Ketua PMI ke 5 (1954-1966) : P.A.A. Paku alam VIII
6. Ketua PMI ke 6 (1966-1969) : Letjen Basuki Rachmat
7. Ketua PMI ke 7 (1970-1982) : Prof.Dr. Satrio
8. Ketua PMI ke 8 (1982-1986) : Dr. H.Soeyoso Soemodimedjo
9. Ketua PMI ke 9 (1986-……) : Dr. H.Ibnu Sutowo.
Azas dan Landasan PMI
a. Pancasila sila Kemanusiaan Yang adil dan beradab, yang terdiri dari 8 butir
b. Pembukaan UUD 1945, alinea I dan IV
c. Batang Tubuh UUD 1945
- Pasal 27 ayat 2
- Pasal 34

PALANG MERAH REMAJA

Tingkatan anggota PMR :


1. Tingkat Mula untuk SD umur 7-12 Th.
2. Tingkat Madya untuk SLTP umur 13-16 Th.
3. Tingkat Wira untuk SMU umur 17-21 Th.

PMR dibentuk bulan Maret 1950 berdasarkan keputusan LRCS.

Komite Internasional Palang Merah adalah sebuah lembaga independen yang diakui oleh hukum
internasional (pada Oktober 1986 organisasi merubah judul resmi ke Internasional Palang Merah
dan Gerakan Bulan Sabit Merah). There are 175 recognized Red Crescent and Red Cross
National Societies. Terdapat 175 diakui Bulan Sabit Merah dan Palang Merah Nasional
Societies. The International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC),
formerly known as the League of Red Cross Societies (established 1919), co-ordinates relief to
disaster areas. International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC),
sebelumnya dikenal sebagai League of Red Cross Society (didirikan 1919), co-ordinates bantuan
untuk daerah bencana. The world Red Cross movement was founded in Geneva, Switzerland, by
Henry Dunant, who had organized help for the wounded at the Battle of Solferino (1859). Dunia
gerakan Palang Merah didirikan di Jenewa, Swiss, dengan Henry Dunant, yang telah disusun
untuk membantu luka di Battle of Solferino (1859). A book he wrote about the carnage he
witnessed stimulated worldwide concern. J ia menulis buku tentang dia menyaksikan
pembunuhan besar-besaran di seluruh dunia menstimulasi kekhawatiran. His work resulted in the
signing of the First Geneva Convention (1864), which provided for the neutrality of medical
personnel in war and humane treatment of the wounded. Karyanya mengakibatkan
penandatanganan Pertama Konvensi Jenewa (1864), yang disediakan untuk netralitas personil
medis dalam perang manusiawi dan perawatan dari luka. He shared the first Nobel Peace Prize in
1901. Dia bersama pertama Nobel Peace Prize pada 1901. The famous Red Cross symbol (the
reverse of the Swiss flag) was adopted to identify and guarantee the safety of relief workers.
Palang Merah yang terkenal simbol (yang mundur dari Swiss bendera) telah diadopsi untuk
mengidentifikasi dan menjamin keselamatan pekerja bantuan.
Nursing Sisters, 1940 Nursing Sisters, 1940
By the end of World War II, 4480 nursing sisters had served
(courtesy York University/Toronto Telegram Coll). Pada
akhir Perang Dunia II, 4480 perawatan kakak telah dilayani
(courtesy York University / Toronto telegram Coll).
The founder of the Red Cross movement in Canada was George Sterling Ryerson. Pendiri
gerakan Palang Merah di Kanada adalah George Sterling Ryerson. He accompanied the militia
force sent to quell the NORTH-WEST REBELLION in 1885 and used a makeshift red cross to
protect his horse-drawn ambulance. Dia yang disertai kekerasan milisi yang dikirim untuk
menumpas UTARA-BARAT pemberontakan di 1885 dan sementara yang digunakan untuk
melindungi palang merah itu kuda-larut ambulans. This flag (currently the property of the
Metropolitan Toronto Reference Library and now in the national office of the Red Cross in
Ottawa) was flown during the Battle of BATOCHE , 9-12 May 1885. Bendera ini (saat ini milik
Metropolitan Toronto Referensi Perpustakaan dan sekarang di kantor pusat Palang Merah di
Ottawa) telah muluk selama Battle of BATOCHE, 9-12 Mei 1885. In 1896 Ryerson organized a
Canadian branch (Toronto) of the British Red Cross Society which raised money for the relief of
combatants in the SPANISH-AMERICAN WAR in 1898 and in 1899 distributed medical
supplies during the SOUTH AFRICAN WAR . Dalam 1896 Ryerson mengadakan cabang
Kanada (Toronto) dari British Red Cross Masyarakat yang dibangkitkan uang untuk bantuan dari
pejuang di SPANYOL-AMERICAN WAR di 1898 dan 1899 didistribusikan obat-obatan selama
SOUTH AFRICAN WAR.

In 1909 the federal government passed the Canadian Red Cross Society Act, which established
the society as the corporate body responsible for providing volunteer aid in Canada in
accordance with the Geneva Convention. Dalam 1909 pemerintah federal yang lulus Masyarakat
Palang Merah Kanada Undang-undang, masyarakat yang didirikan sebagai perusahaan badan
yang bertanggung jawab untuk menyediakan bantuan sukarelawan di Kanada sesuai dengan
Konvensi Jenewa. During WWI the society raised $35 million in relief, shipped supplies
overseas, maintained 5 hospitals in England and one in France, and provided recreation huts and
ambulance convoys. Selama WWI masyarakat dibangkitkan $ 35 juta di relief, pasokan yang
dikirim ke luar negeri, diperbarui 5 rumah sakit di Inggris dan satu lagi di Perancis, dan
diberikan huts rekreasi dan ambulans convoys. After the war, outpost hospitals were set up in
isolated areas, and in 1927 the International Committee recognized the CRC as an independent
national society. Setelah perang, luar rumah sakit yang mengatur di daerah terpencil, dan pada
tahun 1927 Komite Internasional CRC yang dikenal sebagai masyarakat yang mandiri nasional.
During WWII the society contributed volunteer services and $80 million in goods and money,
followed in later years by veterans' services and overseas services for orphaned children and
refugees. Selama masyarakat WWII kontribusi sukarelawan layanan dan $ 80 juta pada barang
dan uang, kemudian diikuti oleh tahun veteran 'di luar negeri dan jasa layanan untuk anak-anak
yatim piatu dan pengungsi.

The Canadian Red Cross supervises a number of programs including the Water Safety Service,
which trains instructors who implement the program in all parts of Canada. Palang Merah
Kanada supervises sejumlah program termasuk Air Keselamatan Layanan, kereta yang instruktur
yang melaksanakan program di seluruh wilayah Indonesia. Volunteers provide transportation and
recreational facilities for veterans, hospital outpatients and the aged and the disabled. Relawan
menyediakan transportasi dan fasilitas rekreasi untuk veteran, outpatients rumah sakit dan usia
dan penyandang cacat.

Prior to 1998, the Canadian Red Cross also supervised the Blood Transfusion Service
(established 1947, later the Blood Services), which accepted blood from over one million donors
each year. Sebelum tahun 1998, Palang Merah Kanada juga diawasi dengan transfusi darah
Service (didirikan 1947, kemudian Darah Services), yang menerima darah dari donor lebih dari
satu juta setiap tahunnya. Following the blood collection crisis of the 1990s, in which some
blood and blood products from the early 1980s were found to be contaminated by the human
immune deficiency virus and hepatitis C ( see KREVER INQUIRY ), this function was taken
over by the Canadian Blood Services. Berikut koleksi darah krisis dari tahun 1990-an, di mana
beberapa darah dan produk darah dari awal tahun 1980-an yang ditemukan akan kejangkitan oleh
kekurangan kekebalan manusia dan virus hepatitis C (lihat KREVER Inquiry), fungsi ini diambil
alih oleh Canadian Blood Services .

The CRC is made up of four zones - Western, Ontario, Québec and Atlantic - and 428 branches,
and has its national office in Ottawa. CRC yang terdiri dari empat zona - Western, Ontario,
Quebec dan Atlantik - dan 428 cabang, dan memiliki kantor di Ottawa nasional.

Versi 2 :

Sejarah Gerakan
SEJARAH LAHIRNYA GERAKAN PALANG MERAH &
BULAN SABIT MERAH
Pada tanggal 24 Juni 1859 di kota Solferino, Italia Utara, pasukan
Perancis dan Italia sedang bertempur melawan pasukan Austria
dalam suatu peperangan yang mengerikan. Pada hari yang sama,
seorang pemuda warganegara Swiss, Henry Dunant , berada di sana
dalam rangka perjalanannya untuk menjumpai Kaisar Perancis,
Napoleon III. Puluhan ribu tentara terluka, sementara bantuan medis
militer tidak cukup untuk merawat 40.000 orang yang menjadi
korban pertempuran tersebut. Tergetar oleh penderitaan tentara yang terluka, Henry Dunant
bekerjasama dengan penduduk setempat, segera bertindak mengerahkan bantuan untuk
menolong mereka.

Beberapa waktu kemudian, setelah kembali ke Swiss, dia menuangkan kesan dan pengalaman
tersebut kedalam sebuah buku berjudul “Kenangan dari Solferino”, yang menggemparkan
seluruh Eropa. Dalam bukunya, Henry Dunant mengajukan dua gagasan;

 Pertama, membentuk organisasi kemanusiaan internasional , yang dapat dipersiapkan


pendiriannya pada masa damai untuk menolong para prajurit yang cedera di medan
perang.
 Kedua, mengadakan perjanjian internasional guna melindungi prajurit yang cedera di
medan perang serta perlindungan sukarelawan dan organisasi tersebut pada waktu
memberikan pertolongan pada saat perang.

Pada tahun 1863, empat orang warga kota Jenewa bergabung dengan Henry Dunant untuk
mengembangkan gagasan pertama tersebut. Mereka bersama-sama membentuk “Komite
Internasional untuk bantuan para tentara yang cedera”, yang sekarang disebut Komite
Internasional Palang Merah atau International Committee of the Red Cross (ICRC).
Dalam perkembangannya kelak untuk melaksanakan kegiatan kemanusiaan di setiap negara
maka didirikanlah organisasi sukarelawan yang bertugas untuk membantu bagian medis
angkatan darat pada waktu perang. Organisasi tersebut yang sekarang disebut Perhimpunan
Nasional Palang Merah atau Bulan Sabit Merah.

Berdasarkan gagasan kedua, pada tahun 1864, atas prakarsa pemerintah federal Swiss diadakan
Konferensi Internasional yang dihadiri beberapa negara untuk menyetujui adanya “Konvensi
perbaikan kondisi prajurit yang cedera di medan perang”. Konvensi ini kemudian disempurnakan
dan dikembangkan menjadi Konvensi Jenewa I, II, III dan IV tahun 1949 atau juga dikenal
sebagai Konvensi Palang Merah . Konvensi ini merupakan salah satu komponen dari Hukum
Perikemanusiaan Internasional (HPI) suatu ketentuan internasional yang mengatur
perlindungan dan bantuan korban perang.

PALANG MERAH INTERNASIONAL

1. Komite Internasional Palang Merah / International Committee of the Red Cross (ICRC),
yang dibentuk pada tahun 1863 dan bermarkas besar di Swiss. ICRC merupakan lembaga
kemanusiaan yang bersifat mandiri, dan sebagai penengah yang netral. ICRC berdasarkan
prakarsanya atau konvensi-konvensi Jenewa 1949 berkewajiban memberikan
perlindungan dan bantuan kepada korban dalam pertikaian bersenjata internasional
maupun kekacauan dalam negeri. Selain memberikan bantuan dan perlindungan untuk
korban perang, ICRC juga bertugas untuk menjamin penghormatan terhadap Hukum
Perikemanusiaan internasional.
2. Perhimpunan Nasional Palang Merah atau Bulan Sabit Merah, yang didirikan hampir di
setiap negara di seluruh dunia, yang kini berjumlah 176 Perhimpunan Nasional, termasuk
Palang Merah Indonesia. Kegiatan perhimpunan nasional beragam seperti bantuan
darurat pada bencana, pelayanan kesehatan, bantuan sosial, pelatihan P3K dan pelayanan
transfusi darah. Persyaratan pendirian suatu perhimpunan nasional diantaranya adalah :
o mendapat pengakuan dari pemerintah negara yang sudah menjadi peserta
Konvensi Jenewa
o menjalankan Prinsip Dasar Gerakan

Bila demikian ICRC akan memberi pengakuan keberadaan perhimpunan tersebut


sebelum menjadi anggota Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah.

1. Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah / International
Federation of Red Cross and Red Crescent (IFRC), Pendirian Federasi diprakarsai oleh
Henry Davidson warganegara Amerika yang disahkan pada suatu Konferensi
Internasional Kesehatan pada tahun 1919 untuk mengkoordinir bantuan kemanusiaan,
khususnya saat itu untuk menolong korban dampak paska perang dunia I dalam bidang
kesehatan dan sosial. Federasi bermarkas besar di Swiss dan menjalankan tugas
koordinasi anggota Perhimpunan Nasional dalam program bantuan kemanusiaan pada
masa damai, dan memfasilitasi pendirian dan pengembangan organisasi palang merah
nasional.

PERTEMUAN ORGANISASI PALANG MERAH INTERNASIONAL


Sesuai dengan Statuta dan Anggaran Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah
menyebutkan empat tahun sekali diselenggarakan Konferensi Internasional Palang Merah dan
Bulan Sabit Merah ( Internasional Red Cross Conference) . Konferensi ini dihadiri oleh seluruh
komponen Gerakan Palang Merah Internasional ( ICRC, perhimpunan nasional dan Federasi
Internasional ) serta seluruh negara peserta Konvensi Jenewa. Konferensi ini merupakan badan
tertinggi dalam Gerakan dan mempunyai mandat untuk membahas dan memutuskan semua
ketentuan internasional yang berkaitan dengan kegiatan kemanusiaan kepalangmerahan yang
akan menjadi komitmen semua peserta.

Dua tahun sekali , Gerakan Palang Merah Internasional juga mengadakan pertemuan Dewan
Delegasi (Council of Delegates) , yang anggotanya terdiri atas seluruh komponen Gerakan.
Dewan Delegasi akan membahas permasalahan yang akan dibawa dalam konferensi
internasional. Suatu tim yang dibentuk secara khusus untuk menyiapkan pertemuan selang antar
konferensi internasional yaitu Komisi Kerja ( Standing Commission).

Bersamaan dengan pertemuan tersebut khusus untuk Federasi Internasional dan anggota
perhimpunan nasional juga mengadakan pertemuan Sidang Umum (General Assembly) sebagai
forum untuk membahas program kepalangmerahan dan pengembangannya.

KOMITMEN KEMANUSIAAN
Berikut adalah garis besar program kemanusiaan kepalangmerahan yang terakomodasi antara
lain dalam kesepakatan Federasi Internasional ( Strategi 2010) ; Komitmen Regional anggota
Perhimpunan ( Deklarasi Hanoi ) dan kesepakatan Konferensi Internasional ( Plan of Action ).

1. STRATEGI 2010
Strategi 2010 (S-2010) adalah seperangkat strategi Federasi Internasional dalam menghadapi
tantangan kemanusiaan pada dekade menantang. Dokumen yang diadopsi Sidang Umum pada
tahun 1999 ini menjabarkan misi Federasi yaitu: “memperbaiki hajat hidup masyarakat rentan
dengan memobilisasi kekuatan kemanusiaan”.
Tiga tujuan utama yang strategis adalah:

1. Memperbaiki Hajat Hidup masyarakat Rentan


Strategi ini terfokus melalui empat bidang inti, yaitu:
+ Promosi Prinsip-Prinsip dasar Gerakan dan nilai-nilai kemanusiaan;
+ Penanggulangan Bencana;
+ Kesiapsiagaan penanggulangan bencana; dan
+ Kesehatan dan perawatan di masyarakat.
Keempat bidang ini adalah suatu paket yang integral dan saling terkait satu sama lain,
yang memiliki dua dimensi yaitu pelayanan dan advokasi.
2. Memobilisasi Kekuatan Kemanusiaan
Pengerahan kapasitas organisasi untuk pelayanan ini akan terjadi bila perhimpunan
nasional berfungsi dengan baik. Artinya ada mekanisme organisasi, pengembangan
kapasitas, memobilisi sumber keuangan dengan mengembangkan kemitraan dan
mengoptimalkan komunikasi dalam Perhimpunan Nasional.
3. Bekerjasama Secara Efektif
Adanya perhimpunan nasional yang kuat akan membentuk sebuah Federasi yang kuat ,
efektif dan efisien yaitu dengan mengembangkan kerjasama subregional dan
mengimplementasikan strategi gerakan, kemitraan dengan organisasi internasional lain,
memobilisasi publik dan advokasi penentu kebijakan serta mengkomunikasikan pesan-
pesan dan misi Federasi Internasional.

2. DEKLARASI HANOI “United for Action”


Dokumen ini disahkan melalui Konferensi Regional V di Hanoi, Vietnam pada tahun 1998, yang
disepakati oleh 37 perhimpunan nasional se Asia Pasifik dan Timur Tengah yang bertekad ,
walau beragam budaya, geografis dan latar belakang lain, untuk bersatu demi suatu aksi
kemanusiaan.
Kecenderungan bencana alam serta krisis moneter secara global telah melanda wilayah regional
dan berdampak pada permasalahan imigrasi penduduk karena menghendaki perbaikan hidup,
krisis ekonomi yang menyebabkan angka pengangguran yang semakin meningkat serta
berjangkitnya wabah penyakit. Hal ini menjadi tantangan bagi Palang Merah untuk membantu
meringankan penderitaan umat manusia.

Deklarasi Hanoi memfokuskan penanganan program pada isu-isu berikut:


+ Penanggulangan bencana
+ Penanganan wabah penyakit
+ Remaja dan Manula
+ Kemitraan dengan pemerintah
+ Organisasi dan Manajemen kapasitas sumber daya
+ Hubungan masyarakat dan promosi

3. PLAN OF ACTION 2000 - 2003


Plan of Action 2000 - 2003 merupakan keputusan Konferensi Internasional Palang Merah dan
Bulan Sabit Merah ke-27 di Jenewa pada tahun 1999 . Pemerintah Indonesia dan PMI sebagai
peserta menyatakan ikrarnya di bidang kemanusiaan.

Komitmen Pemerintah Indonesia

 Memenuhi komitmen untuk meratifikasi Protokol Tambahan I dan II dari Konvensi-


Konvensi Jenewa 1949
 Memperkuat Legislasi yang berkaitan dengan penggunaan Lambang Palang Merah
 Memperkuat aspek-aspek kelembagaan dalam perencanaan kesiapsiagaan
penanggulangan bencana
 Mengintensifkan pendidikan dan diseminasi Hukum Humaniter Internasional dan karya-
karya organisasi kemanusiaan kepada masyarakat sipil dan militer
 Memperkuat kemitraan dengan lembaga-lembaga nasional untuk membantu masyarakat
rentan

Komitmen Palang Merah Indonesia

 Program diseminasi nilai-nilai kemanusiaan kepada anggota dan kelompok sasaran


tertentu serta mendorong pemerintah untuk menyusun peraturan nasional mengenai
lambang dan perjanjian terkait.
 Mengintensifkan program kesiapsiagaan penanggulangan bencana di daerah-daerah yang
rawan bencana melalui program “community based” dan meningkatkan kemampuan
manajemen bencana dan pelatihan sukarelawan serta penyediaan peralatan standar
operasional.
 Melaksanakan program sosial dan kesehatan dalam hal pelayanan darah, pendidikan
remaja sebaya sebagai upaya pencegahan penyebaran HIV/AIDS atau kegiatan-kegiatan
yang berorientasikan pada pelayanan P3K yang berbasis masyarakat, masalah air dan
sanitasi, kesejahteraan kelompok masyarakat rentan di daerah tertinggal dan memperbaiki
pelayanan ambulan dan pos P3K.