Anda di halaman 1dari 11

PENGGUNAAAN POHON DALAM DECISION TREE

ANALYSIS UNTUK PENGAMBILAN KEPUTUSAN INVESTASI


DALAM PERENCANAAN BISNIS

Ginar Santika Niwanputri – NIM : 13505079

Program Studi Teknik Informatika


Sekolah Teknik Elektro dan Informatika
Institut Teknologi Bandung
Jl. Ganesha 10, Bandung
E-mail : if15079@students.if.itb.ac.id

ABSTRAK

Konsep pohon merupakan salah satu konsep teori graf yang paling penting. Pemanfaatan pohon
dalam kehidupan sehari-hari adalah untuk menggambarkan hiearki dan memodelkan persoalan,
contohnya pohon keputusan. Pohon keputusan merupakan suatu pemodelan dalam mencari solusi
dari masalah / persoalan. Dalam makalah ini dibahas pemakaian pohon keputusan dalam bidang
bisnis dan manajemen, yaitu dalam hal perencanaan bisnis. Perencanaan bisnis yang baik memuat
tahap-tahap yang dapat memaksimalkan peluang keberhasilan. Salah satu tahap yang penting adalah
tahap pengambilan keputusan. Kegiatan analisis investasi diperlukan untuk mendapatkan keputusan
investasi yang bersifat stategis, dan analisis investasi tersebut dapat dilakukan melalui berbagai
metode, salah satunya dengan decision tree analysis. Makalah ini akan memperlihatkan pemakaian
pohon keputusan memudahkan pengambilan keputusan investasi dalam perencanaan bisinis.

Kata kunci : graf, decision tree, investasi, bisnis.

1. Pendahuluan Perencanaan bisnis juga dapat dipakai sebagai


alat untuk mencari dana dari pihak ketiga,
Perencanaan bisnis merupakan alat yang seperti perbankan, investor, lembaga
sangat penting bagi pengusaha maupun keuangan, dan lain sebagainya. Bantuan dana
pengambil keputusan kebijakan perusahaan. yang diperlukan tersebut dapat berupa bantuan
Tujuan perencanaan bisnis adalah agar dana jangka pendek untuk modal kerja
kegiatan bisnis yang akan dilaksanakan maupun jangka panjang untuk perluasan atau
maupun yang sedang berjalan tetap berada biaya investasi. Dalam perencanaan bisnis
pada jalur yang benar. Perencanaan bisnis juga dibutuhkan suatu pengambilan keputusan
merupakan pedoman untuk mempertajam yang strategis, yaitu menentukan cara agar
rencana-rencana yang diharapkan, karena di keputusan-keputusan yang bersifat strategis
dalam perencanaan bisnis kita dapat tersebut dapat didukung oleh faktor
mengetahui posisi perusahaan kita saat ini, pendanaan yang terencana dengan baik.
arah tujuan perusahaan, dan cara mencapai Untuk itu kita perlu melakukan serangkaian
sasaran yang ingin kita capai. Perencanaan kegiatan analisis investasi untuk
bisnis yang baik harus memuat tahap-tahap pengambilan keputusan investasi yang
yang harus dilakukan untuk memaksimalkan bersifat strategis. Ada beberapa hal yang
peluang keberhasilan. menyebabkan pengambilan keputusan tersebut
menjadi sulit, yaitu :
penjualan, promosi atau program penelitian
1. Pada umumnya tujuan perusahaan dan pengembangan (research and
adalah untuk memaksimalkan development) yang dapat mempengaruhi
keuntungan untuk pemegang saham pendapatan dan pengeluaran perusahaan
perusahaan. dalam jangka panjang dapat digolongkan
2. Pasar modal sudah berperan sangat sebagai keputusan perubahan dalam jangka
efisien. Dengan kata lain, investor panjang dapat digolongkan sebagai keputusan
memiliki akses yang sangat besar dan perubahan investasi. Dengan demikian kita
bebas ke dalam pasar dengan perlu melakukan analisis dan evaluasi
seperangkat pengetahuan yang cukup terhadap perubahan rencana investasi
memadai. tersebut.

Pada kenyataannya, di dalam dunia ekonomi, 2.1.1 Kriteria Evaluasi Investasi


tidak satu pun bentuk pasar yang bekerja
dengan sangat sempurna. Berdasarkan studi Untuk melakukan evaluasi terhadap suatu
empiris yang telah banyak dilakukan, belum renacana investasi, kita perlu melakukan tiga
ada satu pun hasil yang menunjukkan tahap kegiatan :
hipotesis bahwa pasar modal bekerja dengan
efisien. Karena kondisi pasar modal tidak a. Estimasi cash flow.
benar-benar sempurna, maka kita sangat b. Estimasi rencana pendapatan yang
memerlukan strategi yang dapat ingin diperoleh.
mengantisipasi pasar yang bekerja tidak c. Evaluasi rencana investasi
sempurna dan dalam situasi yang tidak berdasarkan ukuran-ukuran yang
menentu. Karena itu, kita membutuhkan suatu jelas.
analisis untuk pengambilan keputusan
investasi yang dapat menghasilkan keputusan Kriteria untuk mengukur suatu rencana
yang strategis, yaitu analisis pohon investasi dapat dikelompokkan menjadi dua
keputusan (decision tree) untuk pengambilan bagian besar, yaitu :
keputusan investasi dalam tahap
perencanaan bisnis perusahaan. 1) kriteria discounted cash flow (DCF)
terdiri dari :

2. Pengertian Dasar a) Net Present Value (NPV)


b) Internal Rate Of Return (IRR)
2.1 Pengambilan Keputusan Investasi c) Profitability Index (PI)

Alokasi modal yang paling efisien merupakan 2) non discounted cash flow (NDCF), terdiri
salah satu kegiatan yang sangat penting dalam dari :
melakukan suatu investasi. Tindakan ini
berkaitan dengan kemampuan pendanaan a) payback period (PP)
perusahaan tersebut dalam bisnis yang b) accounting rate of return (ARR)
digelutinya dalam jangka panjang.

Pengambilan keputusan investasi lebih dikenal 2.1.2 Metode Net Present Value (NPV)
dengan istilah capital budgeting atau
pengambilan keputusan untuk alokasi modal. Metode Net Present Value (NPV) merupakan
Pengambilan keputusan investasi mencakup metode penilaian investasi klasik yang sampai
kegiatan ekspansi, akuisisi, divestasi, saat ini paling populer digunakan.
rekapitalisasi aset dan sebagainya. Setiap
perubahan dalam penerapan suatu teknologi
atau metode proses produksi, distribusi
Rumus untuk menghitung NPV adalah : Rumus untuk menghitung rate of return ( r )
dari suatu investasi setelah satu periode yang
n akan datang ( C1 ) sebagai berikut :
Ct
NPV   (1  k )t  Co
t 1 C 1  Co
r 
di mana : Co
atau
 Ct dimulai dari C1, C2, ... Cn dan
C1
merupakan net cash flow mulai dari
tahun 1,2, ... sampai dengan tahun r  1
ke-k. Co
 Co adalah initial cost atau biaya Selanjutnya rumus tersebut dapat dinyatakan
investasi yang diperlukan. dengan :

 n adalah perkiraan umur projek. C1


 1 r
Kriteria untuk menerima dan menolak Co
rencana investasi dengan metode NPV adalah
sebagai berikut :
C1

Co 
Terima jika NPV > 0
1 r
 Tolak jika NPV < 0
Jadi, nilai IRR dapat dihitung dengan mencari
 Kemungkinan diterima jika NPV = 0 tingkat bunga (discount rate) yang akan
menghasilkan NPV sama dengan 0.
NPV > 0 berarti projek tersebut dapat
n
Ct

menciptakan cash inflow dengan persentase
lebih besar dibandingkan oppurtunity cost  Co  0
modal yang ditanamkan. Apabila NPV = 0,
projek kemungkinan dapat diterima karena t 1 (1  r ) t
cash inflow yang akan diperoleh sama dengan
oppurtunity cost dari modal yang ditanamkan. di mana :
Jadi semakin besar nilai NPV, semakin baik
bagi projek tersebut untuk dilanjutkan.  Ct dimulai dari C1, C2, ... Cn dan
merupakan net cash flow mulai dari
tahun 1,2, ... sampai dengan tahun
2.1.3 Internal Rate of Return (IRR) ke-n.

IRR adalah salah satu metode untuk mengukur  Co adalah initial cost atau biaya
tingkat investasi. Tingkat investasi adalah investasi yang diperlukan.
suatu tingkat bunga di mana seluruh net cash
flow setelah dikalikan discount factor atau  n adalah perkiraan umur projek.
telah di-present value-kan, nilainya sama
dengan initial investment (biaya invetasi).  r adalah tingkat bunga.
Apabila kita membandingkan rumus IRR
PV dari cash inflow
tersebut dengan rumus NPV, kita akan melihat
sedikit perbedaan, yaitu pada metode NPV
PI 
rate of return ( k ) diasumsikan diketahui.
Initial cash outlay
Sedangkan pada metode IRR, nilai r harus
diketahui dengan asumsi nilai NPV sama PV ( C 1 )
dengan nol. 
Co
Pada umumnya, masalah yang sering kita
hadapi dalam perhitungan IRR adalah
Kriteria nilai Pofitabilitas Index adalah sebagai
menentukan berapa besar nilai r pada kondisi
berikut :
NPV sama dengan nol. Nilai r ini dapat
diketahui dengan cara trial & error. Caranya
adalah dengan menentukan sembarang nilai r  Terima jika PI > 1
untuk dasar perhitungan discount rate.,
sehingga kita dapat menghitung nilai present  Tolak jika PI < 1
value dari cash inflow. Apabila hasil
perhitungan present value dari cash inflow  Kemungkinan diterima jika NPV = 1
tersebut lebih rendah daripada present value
cash outflow, maka tingkat bunga sebagai Pada saat nilai PI lebih besar daripada 1,
dasar perhitungan discount factor harus rencana investasi tersebut akan memiliki nilai
diturunkan. net present value positif. Sedangkan apabila
nilai PI lebih kecil daripada 1, maka
rencana investasi tersebut memiliki nilai net
PV (i2  i1 )
IRR  i1 
present value negatif. Rencana investasi
kemungkinan dapat dilanjutkan apabila
PV pos  PV neg nilai PI sama dengan nol. Hal ini berarti
bahwa total nilai present value dari selama
di mana : umur projek memiliki jumlah yang sama
dengan biaya investasi (initial investment).
Karena itu, kita perlu memperhatikan faktor-
 IRR adalah internal rate of return
faktor lain yang dapat mendukung
keberhasilan projek di masa yang akan
 PV adalah present value positif datang.
dengan discount rate tertentu yang
lebih rendah ( i1 ) .
2.1.5 Payback Period (PP)
 NV adalah present value negatif
dengan discount rate tertentu yang
lebih tinggi ( i2 ) . Definisi payback period adalah suatu periode
yang menunjukkan berapa lama modal yang
ditanamkan dalam prohek tersebut dapat
kembali.
2.1.4 Profitabilitas Index (PI)
Rumusnya adalah :
Kriteria lain untuk mengukur rencana investasi
adalah dengan menggunakan metode
Initial Investment Co
Profitabilitas Index (PI). PP 
Rumusnya adalah sebagai berikut :
Annual Cash Inflow C
Semakin pendek waktu yang diperlukan untuk 2.1.8 Accounting Rate of Return (ARR)
pengembalian biaya investasi, rencana
investasi tersebut semakin menguntungkan. Metode ARR juga disebut metode perhitungan
Atau dengan kata lain semakin kecil waktu ROI (Return on Investment ).
payback period, projek tersebut semakin baik.
Rumusnya adalah :
2.1.6 Analisis Payback Period
Rata - rata income
Dua rencana investasi dalam bentuk projek A ARR 
dan B sama-sama memiliki payback period 2 Rata - rata investasi
tahun. Tetapi projek A memiliki NPV
(dengan discount rate 10 %) positif, Rata-rata income dihitung sebagai laba bersih
sedangkan projek B (dengan discount rate 10 setelah pajak (EAT). Semakin besar nilai ARR
%) memiliki NPV negatif. Keputusan yang atau nilai ROI suatu projek, projek tersebut
terbaik adalah memilih projek A karena NPV semakin menarik.
A positif. Keputusan yang diambil
manajemen ini dapat menyesatkan, karena
berdasarkan analisis cash flow, projek B tahun
2.2 Pohon Keputusan
pertama telah dapat menghasilkan pendapatan,
sedangkan projek A belum menghasilkan apa- Pohon keputusan digunakan untuk
apa. Jadi kesimpulannya, kita harus memodelkan persoalan yang terdiri dari
menggunakan metode payback period secara serangkaian keputusan yang mengarah ke
hati-hati. Metode payback period hendaknya solusi. Tiap simpul dalam menyatakan
hanya digunakan sebagai pelengkap. Karena keputusan, sedangkan daun menyatakan
itu, kita perlu menggunakan metode analisis solusi.
investasi lainnya, seperti NPV, IRR, PI, dan
ARR.
2.2.1 Pohon
2.1.7 Discounted Payback Period Pohon adalah graf tak-berarah terhubung yang
tidak mengandung sirkuit.
Untuk memperoleh hasil analisis yang lebih
akurat, kita sebaiknya melakukan discount
pada metode payback period.
Projek A dan projek B sama-sama memiliki
payback period selama 2 tahun. Tetapi,
apabila kita menghitung payback period yang
telah di-discount, kita memperoleh perbedaan
durasi projek, yaitu projek A selama 2 tahun 5
bulan dan projek B selama 2 tahun 8 bulan.
Hal ini menunjukkan bahwa projek A lebih Gambar 1
cepat pengembalian modalnya dibandingkan Contoh Pohon
projek B. Namun apabila dihitung NPV
dengan tingkat bunga sebesar 10 %, ternyata Secara matematis, graf dapat didefinisikan
projek B jauh lebih menguntungkan sebagai berikut :
dibandingkan projek A, karena NPV-nya lebih
besar. Kesimpulannya, projek B lebih baik Graf G (V,E) adalah suatu sistem yang terdiri
dibandingkan projek A. dari himpunan titik berhingga tak kosong
V = V (G) dan himpunan sisi E = E (G) yaitu
himpunan pasangan tak terurut dari anggota-
anggota V.
Sebagai contoh, gambar 1 adalah graf dengan Teori pengambilan keputusan adalah teknik
himpunan titik V(G) = {u, v, x, y ,z, w}dan pendekatan yang digunakan dalam proses
himpunan sisi E (G) = {vx, vy, yz, zu, zw}. pengambilan keputusan atau proses memilih
tindakan sebagai cara pemecahan masalah.

Fungsi pengambilan keputusan adalah


individual atau kelompok baik secara
institusional ataupun organisasional, sifatnya
futuristik.

Tujuan Pengambilan Keputusan :

 Tujuan yang bersifat tunggal (hanya


satu masalah dan tidak berkaitan
dengan masalah lain)
 Tujuan yang bersifat ganda (masalah
saling berkaitan, dapat bersifat
kontradiktif ataupun tidak
Gambar 2 kontradiktif)
Contoh Graf
Dasar-dasar Pengambilan Keputusan :
Graf digunakan untuk merepresentasikan
objek-objek diskrit dan hubungan anatara  Intuisi
objek-objek tersebut. Representasi visual dari  Pengalaman
graf adalah dengan menyatakan objek sebagai  Fakta
noktah atau simpul, sedangkan hubungan antar  Wewenang
objek sebagai garis atau sisi.  Rasional

Sisi pada graf dapat mempunyai orientasi arah. Proses Pengambilan Keputusan :
Berdasarkan orientasi arah pada sisi, maka
secara umum graf dibedakan atas 2 jenis :  Tahap Penemuan Masalah
 Tahap Pemecahan Masalah (state of
1) Graf tak-berarah (undirected graph) nature)
Graf yang sisinya tidak mempunyai  Tahap Pengambilan Keputusan
orientasi arah. (payoff)
2) Graf berarah (directed graph atau digraph) Menurut Herbert A. Simon terdapat tiga fase :
Graf yang setiap sisinya diberikan orientasi
arah.  fase Intelegensia
 fase Desain
 fase Pemilihan (selection)
2.2.2 Teori Pengambilan Keputusan
Menurut Richard I. Levin terdapat 6 (enam)
Keputusan dapat dijelaskan sebagai hasil
tahap :
pemecahan masalah, selain itu juga harus
didasari atas logika dan pertimbangan,
penetapan alternatif terbaik, serta harus  Tahap observasi
mendekati tujuan yang telah ditetapkan.  Tahap analisis dan pengenalan
Seorang pengambil keputusan haruslah Masalah
memperhatikan logika, realita, rasional, dan  Pengembangan model
pragmatis.  Memilih data masukan yang sesuai
 Perumusan dan pengetesan  Identifikasi alternatif
 Pemecahan keputusan untuk setiap titik
keputusan.
Menurut sir Francis Bacon :  Identifikasi apa yang
mungkin terjadi dari setiap
 merumuskan/mendefinisikan masalah keputusan yang diambil.
 pengumpulan informasi yang relevan  Membuat sebuah diagram
 mencari alternatif tindakan pohon yang menunjukkan
 analisis alternatif urutan keputusan dan
 memilih alternatif terbaik kejadian yang mungkin
 melaksanakan keputusan dan evaluasi terjadi.
hasil
2. Estimasi kemungkinan
Model Pengambilan Keputusan : (Expected cost = EC)

 Model Kuantitatif  Estimasi kemungkinan hasil


 Model Kualitatif yang akan diperoleh dari
berbagai kejadian yang
 Model Probabilitas
mungkin terjadi.
 Model Matriks
 Estimasi konsekuensi
 Model Pohon Keputusan
keuangan dari setiap hasil
(Decision tree Model)
yang mungkin dari berbagai
 Model Kurva Indiferen (kurva
alternatif keputusan.
tak acuh)
 Model Simulasi Komputer 3. Evaluasi dan seleksi
(model matematika, simulasi,
permainan operasional, model
 Perhitungkan nilai yang
verbal, model fisik)
diharapkan dari setiap
alternatif keputusan.
 Pilih alternatif keputusan
3. Decision Tree Analysis Untuk
yang menawarkan nilai yang
Pengambilan Keputusan Investasi
diharapkan yang paling
optimal.
Analisis pohon keputusan (decision tree
analysis) merupakan salah satu alat
pengambilan keputusan investasi dari berbagai
3.2 Contoh Kasus
alternatif yang tersedia. Analisis pohon
keputusan biasanya digambarkan dengan
Kasus 1
simbol standar.
Pada gambar 3, dapat dilihat bahwa kita dapat
memilih :
3.1 Prosedur Analisis Decision Tree
1) melakukan investasi dalam bentuk
Prosedur untuk melakukan analisis pohon
saham sebesar $1000.
keputusan :
2) menabung di bank sebesar $1000.
1. Membuat diagram pohon (Tree
Informasi lain yang dapat kita peroleh adalah
Diagraming)
perkiraan tentang nilai investasi saham
 Identifikasi semua titik tersebut setahun mendatang dan nilai tabungan
keputusan dan kemungkinan
setahun mendatang. Masing-masing dalam dua
lain yang akan terjadi.
kondisi, yaitu naik atau turunnya harga saham.
Asumsinya adalah tabungan memperoleh 1) Alternatif pertama – investasi saham
bunga sebesar 5 % dan saham tidak = (0.7 x $1400) + (0.3 x $880)
memperoleh pembayaran dividen. Dalam = $1220
persoalan investasi yang sederhana ini, nilai 2) Alternatif kedua – menabung
harapan dan investasi berupa tabungan akan = (0.7 x $1050) + (0.3 x $1050)
tetap stabil ( kecuali terjadi perubahan suku = $1050
bunga ), tanpa mempedulikan apa yang akan
terjadi pada pasar saham.

Cara penghitungannya adalah :

Gambar 3
Pohon Keputusan untuk Memecahkan Persoalan Investasi

Kesimpulan : penumpang dan bus yang masuk ke terminal


tersebut. Dewan direksi Terminal beranggapan
Berdasarkan analisis pohon keputusan pada bahwa kenaikan tarif akan mengakibatkan
gambar 3, kita dapat mengetahui nilai harapan menurunnya jumlah penumpang, kecuali jika
dari kedua alternatif pilihan tersebut dengan kapasitas diperbesar dan fasilitas terminal
tanda 1 dan 2. keputusan dengan nilai harapan diperbaiki. Di lain pihak, manajemen
yang lebih besar merupakan keputusan terbaik mengakui bahwa meskipun fasilitas terminal
untuk dipilih, yaitu investasi dalam saham diperbaiki dan kapasitas terminal diperbesar,
sebesar $ 1000. ada kemungkinan jumlah penumpang akan
tetap atau bahkan, kemungkinan yang
Kasus 2 terburuk, akan menurun.

Di suatu kota kecil, pemerintah daerah Jawa Seorang anggota DPRD menyarankan sebuah
Barat mengoperasikan sistem armada busnya alternatif rencana. Ia akan menaikkan tarif
di sebuah terminal bus antarkota. Sayangnya sekarang tapi menunda keputusan penambahan
pengelolaan terminal ini tidak profesional, kapasitas dan perbaikan fasilitas selama 2
sehingga setiap tahun mengalami defisit atau tahun. Jika perluasan ditunda, Dewan direksi
kerugian sebesar Rp 400.000. Dinas yahkin bahwa penumpang akan turun pula
Pendapatan Daerah sebagai salah satu atau bertahan pada tingkat yang sekarang. Jika
pemegang sahamnya telah memutuskan untuk kapasitas dan fasilitas diperluas dan diperbaiki
menaikkan tarif retribusi bagi seluruh pada 2 tahun setelah tarif dinaikkan
penumpang mungkin naik, bertahan, atau  Jumlah penumpang menurun sehingga
menurun. Jika fasilitas tidak diperluas dalam perusahaan mengalami kerugian lebih
tahun, perkiraan/estimasi yang paling optimis besar.
adalah bahwa penumpang akan bertahan atau Apabila kemugkinan pertama terjadi (setelah 2
menurun tetapi tidak akan mengalami tahun kemudian), perusahaan menghadapi 2
peningkatan. Pihak manajemen terminal pilihan :
diminta mengevaluasi masalah ini sampai
rencana 8 tahun ke depan.  Pilihan A
Perusahaan memerlukan biaya investasi
Gambar di bawah ini (Gambar 4) sebesar Rp 450 juta.
menunjukkan permulaan diagram pohon  Pilihan B
keputusan. Urutan keputusan dan aliran Perusahaan tidak melakukan apa-apa,
kemungkinan peristiwa dari kiri ke kanan. sehingga tidak memerlukan biaya
Pada sisi kiri diagram, kita lihat keputusan investasi.
pertama (persegi empat) dan 2 alternatifnya,
masing-masing ditampilkan oleh cabang yang Seandainya pilihan A yang dipilih akan terjadi
berasal dari persegi empat. 3 kemungkinan :

 Jumlah penumpang meningkat tetapi


perusahaan meaih mengalami kerugian
sebesar 100 juta / tahun sampai dengan
6 tahun yang akan datang.
 Jumlah penumpang tetap dan
perusahaan masih mengalami kerugian
sebesar Rp 300 juta / tahun, sampai
dengan 6 tahun yang akan datang.
 Jumlah penumpang menurun dan
perusahaan tetap mengalami kerugian
sebesar Rp 500 juta / tahun, sampai
dengan 6 tahun yang akan datang.
Gambar 4
Seandainya pilihan B yang dipilih akan terjadi
Permulaan Diagram Pohon Keputusan
2 kemungkinan :
Jika kapasitas dan fasilitas ditambah sekarang
(alternatif 2) , keputusan akan diikuti oleh  Jumlah penumpang mungkin tetap dan
kemungkinan peristiwa (lingkaran), yang perusahaan mengalami kerugian
mana dapat mengarah pada ketiga hasil : sebesar Rp 250 juta / tahun, sampai
penumpang tahunan selama setiap tahun dengan 6 tahun yang akan datang.
berikutnya dalam 8 tahun meningkat, bertahan,  Jumlah penumpang menurun dan
atau menurun. perusahaan mengalami kerugian
sebesar Rp 400 juta / tahun, sampai
a. Alternatif 1 dengan 6 tahun yang akan datang.
(tarif dinaikkan tetapi terminal tidak
ditingkatkan kualitasnya) Apabila kemungkinan kedua terjadi maka
(setelah 2 tahun kemudian), perusahaan
Pengambilan keputusan ini akan menimbulkan menghadapi 2 pilihan :
2 kemungkinan :
 Pilihan C
 Jumlah penumpang tetap dan Perusahaan meningkatkan kualitas
perusahaan mengalami kerugian. terminal, sehingga perlu biaya investasi
sebesar Rp 450 juta.
 Pilihan D
Perusahaan tidak melakukan apa-apa, EC = Rp 300 juta + EC F
sehingga tidak memerlukan biaya = Rp 300 juta + Rp 2.560 juta
investasi. = Rp 2.860 juta.

Seandainya pilihan C yang dipilih akan terjadi Kesimpulan :


3 kemungkinan :
Karena EC alternatif pertama (Rp 2.831 juta )
 Jumlah penumpang meningkat tetapi nilainya lebih kecil dibandingkan EC alternatif
perusahaan masih mengalami kerugian kedua (Rp 2.860 juta), maka pilihan yang
sebesar 100 juta / tahun sampai dengan terbaik adalah perusahaan perlu menaikkan
6 tahun yang akan datang. harga tiket sekarang, tetapi perbaikan kualitas
 Jumlah penumpang tetap dan terminal tidak perlu dilakukan sekarang.
perusahaan masih mengalami kerugian Perbaikan kualitas terminal dilkukan 2 tahun
sebesar Rp 300 juta / tahun, sampai kemudian dengan biaya investasi sebesar Rp
dengan 6 tahun yang akan datang. 500 juta.
 Jumlah penumpang menurun dan 4. Kesimpulan
perusahaan tetap mengalami kerugian
sebesar Rp 500 juta / tahun, sampai Pohon adalah contoh penerapan graf yang
dengan 6 tahun yang akan datang. banyak digunakan dalam berbagai disiplin
ilmu, salah satunya adalah bisnis dan
Seandainya pilihan D yang dipilih akan terjadi manajemen. Penggunaan pohon sebagai
2 kemungkinan : metode analisis dalam pengambilan keputusan
sangat bermanfaat dan memberikan
 Jumlah penumpang mungkin tetap dan kemudahan dalam pengambilan keputusan.
perusahaan mengalami kerugian Analysis desicion tree merupakan metode
sebesar Rp 250 juta / tahun, sampai pemngambilan keputusan investasi dalam
dengan 6 tahun yang akan datang. bisnis yang cukup efektif dan banyak
 Jumlah penumpang menurun dan digunakan, karena dapat mempermudah dan
perusahaan mengalami kerugian memberikan kepastian keputusan investasi
sebesar Rp 400 juta / tahun, sampai yang tepat untuk diambil. Pengambilan
dengan 6 tahun yang akan datang. keputusan investasi dalam perencanaan bisnis
menjadi mudah dan efektif dengan
Setelah dilakukan penghitungan EC (Expected menggunakan analisis pohon keputusan.
Cost ) terhadap alternatif pertama, didapatka
EC = Rp. 2.831 juta. Dengan demikian,
apabila perusahaan memilih tindakan alternatif DAFTAR PUSTAKA
pertama, yaitu menaikkan harga tiket sekarang
tanpa melakukan apa-apa, maka EC = Rp. [1] Hasmawati dkk. (2005).Bilangan
2.831 juta. Ramsey untuk Kombinasi k-copy Graf
Pohon dengan beberapa Graf. Seminar
b. Alternatif 2 Nasional MIPA 2005 Fakultas
(tarif dinaikkan dan dalam waktu yang Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
bersamaan kualitas terminal tidak Universitas Indonesia Jakarta.
ditingkatkan) http://www.ns.ui.ac.id/seminar2005/Data
/J2A-05.pdf
Apabila perusahaan memilih alternatif kedua,
yaitu menaikkan harga tiket sekaligus 2 Januari 2007 09:59
melakukan perbaikan kualitas terminal saat ini
juga (biaya investasi sebesar Rp 300 juta), [2] Munir, Rinaldi. (2004). Diktat Kuliah
maka perusahaan akan memperoleh IF2151 Matematika Diskrit. Departemen
Teknik Informatika, Institut Teknologi
Bandung.

[3] Murtono, Iman .(2005). Teori


Pengambilan Keputusan. Jurusan
Manajemen Fakultas Ekonomi
Universitas Gunadharma Jakarta.
http://library.gunadarma.ac.id/files/disk1
/8/jbptgunadarma-gdl-course-2005-
timpengaja-388-handout-n.ppt
2 Januari 2007 11:37

[4] Rangkuti, Freddy. (2003). Business Plan.


Gramedia Pustaka Utama : Jakarta.

[5] Richard, Lewis. (1993). Quantitive


Approaches to Management, Mc.Graw
Hill Inc. : NY.

[6] Widi, Kuntanto. (2002). Eksentrik Digraf


dari Graf Star, Graf Double Star dan
Graf Komplit Bipartit. Jurusan
Matematika, Fakultas Matematika dan
Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas
Jember.
http://www.unej.ac.id/fakultas/mipa/skrip
si/widi.pdf
2 Januari 2007 12:13

Beri Nilai