RAWA PENING Cerita Rakyat Jawa Tengah Menurut legenda, Rawapening adalah sebuah rawa yang muncul, menurut

mitos, sebagai kemarahan seorang bocah bernama Baru Klinting. Ia menjadi ejekan penduduk desa yang angkuh dan jahat. Kedatangan Baru Klinting memicu kemarahan warga, karena mereka tidak ingin melihat seorang bocah yang sekujur tubuhnya dipenuhi luka dan berbau amis. Hanya seorang janda tua bernama Nyai Latung saja yang mau memberikan perhatian kepadanya, termasuk ketika Baru Klinting minta makan dan minum. Ejekan dan perlakuan tidak adil itu membuat Klinting marah hingga ia berani mengajukan sebuah tantangan kepada warga setempat. Baru Klinting menantang mereka apakah mampu mencabut sebatang lidi yang ditancapkan di dalam tanah. Di luar dugaan, warga tidak sanggup melakukan itu, selain Klinting sendiri. Namun, ketika ia mencabut lidi itu, keluarlah air dari tanah di mana lidi tadi tertancap. Makin lama makin banyak hingga akhirnya menjadi banjir bandang yang menenggelamkan seluruh warga selain Nyai Latung. AMANAT: Jangan suka menghardik orang yang tidak berdaya karena nanti kita akan mendapat balasannya.

come out water from the soil where the stick had been stuck. Only one old widow named Nyai Latung just want to give attention to him. Arrivals Baru Klinting angered residents. Rawapening is a swamp that emerged.RAWA PENING Folklore. other than their own Baru Klinting. according to myth. He became the proud villagers ridicule and evil. Taunts and unfair treatment that makes Baru Klinting mad until she dared to pose a challenge to local residents. To her surprise. However. . Baru Klinting challenge them if able to pull a stick. we are stuck in the ground. as the anger of a boy named Baru Klinting. More and more until it became a raging flood that drowned all other citizens Nyai Latung. including when Baru Klinting for food and drink. because they do not want to see a boy his whole body full of wounds and smelled fishy. people can not afford to do that. when he drew a stick that. Central Java According to legend. MANDATE: Do not like to scold people who are helpless because we'll get a reply.

dan lukanya menimbulkan bau amis. Saat itu Baru Klinting pun kembali di tolak bahkan di maki-maki. dan melihat anak-anak di desa itu sedang bermain. namun anakanak tersebut menolak kehadiran Baru Klinting dan memaki-makinya dengan ejekan. dan Baru Klinting mendatangi salah satu rumah dan meminta makan. disebabkan memar. Jika mulai kering. Ditengah jalan. perutnya mulai lapar. selalu saja muncul luka-luka baru. Baru Klinting datang ke sebuah desa kecil. Baru Klinting berubah menjadi seorang anak kecil yang mempunyai luka tubuh.RAWA PENING . . Suatu hari. Muncullah keinginan dihatinya untuk bergabung. Luka itu tak pernah kering.Cerita Rakyat Jawa Tengah Pada suatu hari. Baru Klinting pun pergi. bocah itu memiliki luka di sekujur tubuh dengan bau yang sangat tajam dan amis. hiduplah seorang bocah yang karena kesaktiannya di kutuk seorang penyihir jahat. Akibatnya.

Akhirnya Nyai yang sedang menumbuk padi segera masuk ke lisung.Desa tersebut adalah desa yang makmur. namun anak-anak tidak ada yang bisa mencabutnya. Saat itupun keluarlah air dari tanah bekas lidi itu menancap. sambil berkata. Satu persatu mulai berusaha mencabut lidi yang di tancapkan Baru Klinting. dan terjadilah banjir bandang di Desa tersebut dan menewaskan seluruh masyarakat di desa itu. Lalu dengan wajah berang ia pun bersumpah. Baru Klinting bertemu dengan anak-anak yang sering menghinanya dan langsung mengusir Baru Klinting dengan kata-kata kasar. Namun hasilnya TETAP TIDAK BISA! Akhirnya Baru Klinting sendiri yang menarik lidi tersebut. Nyai menceritakan kejadian ini kepada penduduk-penduduk desa tetangganya dan Baru Klinting menjadi ular dan menjaga desa yang telah menjadi rawa tersebut. Ketika Baru Klinting sedang di perjalanan meninggalkan komunitas tersebut. kalau Nyai mendengar suara kentongan. ia pun langsung menancapkan sebatang lidi yang kebetulan ada di sana. Baru Klinting langsung membunyikan kentongan untuk memperingati Nyai. "Nyai. Sampai akhirnya orang-orang dewasa yang berusaha mencabut lidi tersebut. dan selamatlah dia. bahwa tak ada seorang pun yang sanggup mengangkat lidi ini. airnya sangat deras keluar dari tanah. Baru Klinting berterimakasih kepada Nyai. kemudian Nyai tersebut menjawab "Iya". karena hanya dia yang bisa mencabutnya (mengingat bahwa dia sakti). kecuali Nyai. Setelah selesai makan. . Nyai harus langsung naik ke perahu atau lisung ya?". Sampai suatu hari ada seorang Janda tua (Nyai Latung) yang baik dan mau menampung dan memberi makan Baru Klinting. namun penduduk di Desa itu sangatlah angkuh. Tak terima dengan perlakuan itu. Setelah lidi tersebut lepas. kecuali dirinya.

Nyai told this incident to the villagers and neighboring Baru Klinting into a snake and keep the village that has become a swamp them. always appear new wounds. the result CAN NOT FIXED! Eventually Baru Klinting itself an interesting stick. If you begin to dry. except Nyai. Then the angry face he vowed that no one who could lift this stick. because only he could pull out (remember that he powerful). When Baru Klinting is on the way to leave the community. Until one day there was an elderly widow (Nyai Latung) is good and willing to accommodate and feed Baru Klinting.Folklore of Central Java Once upon a time.RAWA PENING. the boy had wounds all over his body with a very sharp odor and fishy. if Nyai heard a gong. Until finally the adults who tried to pull the stick. he was immediately plunged a stick. Baru Klinting but the children no one could dislodge it. Baru Klinting went away. Middle of the road. and wounds caused the stench. and Baru Klinting went to one house and asked for food. and there were flash floods in the village and killed all the people in the village. there lived a boy who due to its miracle in the curse of a wicked witch. his stomach began to hunger. Baru Klinting immediately rang the gong to mark the Nyai. At that time Baru Klinting was back on the decline even in slang. . When finished eating. The village is a prosperous village. Nyai should immediately get into the boat or lisung yes?". One day. Baru Klinting grateful to Nyai. which happened to be there. except himself. Baru Klinting met with children who are often insulted and immediately expel Baru Klinting with harsh words. but the children are denied the presence of Baru Klinting and shouting she swore with derision. which in. After the stick is off. However. "Nyai. Not received the treatment. and he safe. and saw that the village children were playing. the water was very swift exit from the ground. Baru Klinting turned into a child who has a body wound. saying. One by one began to try to pull a stick. Then Nyai is answered "Yes". When that too came out of the ground water used sticks that stick. His heart comes the desire to join. but residents in the village was very arrogant. caused bruising. The wound was never dry. Baru Klinting come to a small village. As a result. Finally Nyai who was pounding rice into lisung soon.

The whole village became a huge lake. When the boy wanted to leave. water spouted out. It did not stop until it flooded the village. The “lesung” was heavy but he was happy to have it. . if there is a flood you must save yourself. he saw many people gathering on the field. Central Java. She reminded him. he used the “lesung” as a boat and picked up the old woman. “please remember. from the hole left by stick. a big wooden mortar for pounding rice. He was very hungry and weak. Once upon a time. Finally. The boy wanted to try his luck so he stepped forward and pulled out the stick. She gave him shelter and a meal. a generous woman helped him. But nobody care about him. And no one was safe from the water except the little boy and the generous old woman who gave him shelter and meal. but nobody succeeded. Use this “lesung” as a boat”.RAWA PENING . Everybody tried. He thanked the old woman. this old woman gave him a “lesung”. While he was passing through the village. The crowd laughed mockingly. Suddenly. People challenged each other to pull out that stick. It is famous for its legend. “Can I try?” asked the little boy. Nobody wanted to help the little boy. The little boy continued on his journey. He knocked on every door in the village and asked for some food. As she told him. It is now known as Rawa Pening Lake in Salatiga.folktales Central Java Rawa Pening is a big lake in Central Java. The boy came closer and saw a stick stuck in the ground. Indonesia. Everybody was dumbfounded. People near the lake like to share a story about the origin of the lake. He could do it very easily. a poor little boy came into a little village.

Anak itu ingin mencoba keberuntungan sehingga ia melangkah maju dan mengeluarkan tongkat. Akhirnya. menyemburkan air keluar. sebuah mortir kayu besar untuk menumbuk padi. Tidak ada yang ingin membantu anak kecil itu. Dia mengingatkan. Dia sangat lapar dan lemah. Ini adalah legenda yang terkenal. Dia mengucapkan terima kasih perempuan tua. jika ada banjir kamu harus menyelamatkan diri. seorang bocah miskin masuk ke sebuah desa kecil. Semua orang tercengang.cerita rakyat Jawa Tengah Rawa Pening adalah danau besar di Jawa Tengah. "harap ingat. Orang-orang menantang satu sama lain untuk menarik keluar tongkat itu. Sekali waktu. wanita tua memberinya "lesung". The "lesung" itu berat tapi dia senang memilikinya. Tapi tidak ada yang peduli padanya. Dia mengetuk setiap pintu di desa dan meminta makanan. Hal ini sekarang dikenal sebagai Rawa Pening Lake di Salatiga. Anak itu mendekat dan melihat tongkat terjebak di dalam tanah. Ini tidak berhenti sampai membanjiri desa. seorang wanita yang murah hati membantunya. Ketika anak itu ingin pergi. dari lubang yang ditinggalkan oleh tongkat. Indonesia. Dia memberinya tempat tinggal dan makan. Dia bisa melakukannya dengan sangat mudah. . Seluruh desa menjadi danau yang besar. Semua orang mencoba. Orang-orang dekat danau ingin berbagi cerita tentang asal-usul danau. Tiba-tiba. Orang-orang tertawa mengejek. tapi tidak ada yang berhasil. Ketika ia mengatakan kepadanya. ia melihat banyak orang berkumpul di lapangan.RAWA Pening . Anak kecil itu melanjutkan perjalanannya. Dan tidak ada yang aman dari air kecuali anak kecil dan perempuan tua dermawan yang memberinya tempat tinggal dan makan. "Bolehkah saya mencoba?" Tanya anak kecil itu. dia menggunakan "lesung" sebagai perahu dan mengangkat wanita tua. Gunakan "lesung" sebagai perahu ". Sementara ia melewati desa. Jawa Tengah.