Anda di halaman 1dari 49

ARTIKEL

PENGOLAHAN PENANGANAN

HASIL PANEN ( PPHP )

Disusun untuk memenuhi tugas


Mata kuliah : PPHP
Guru Pengampu :
1. IBU YETTY WIHANANTI
2. IBU LAELATUL SYARIFAHI

Disusun Oleh :
NAMA : RUSNI SANTI
KELAS : XI IPA 5
NO. ABSEN : 31

MADRASAH ALIYAH NEGERI 2 PEKALONGAN


TAHUN AJARAN 2010
7 REMPAH-REMPAH SUPER SEHAT

KapanLagi.com - Tahukah Anda bahwa beberapa jenis rempah-rempah dan


bumbu masak yang ada di sekitar kita ini ternyata kaya akan kandungan
antioksidan?! Apa sajakah itu? Mari kita simak bersama.

A. Kayu Manis

Dr. Wendy Bazilian, pengarang buku 'The SuperFoodsRx Diet: Lose Weight
with the Power of SuperNutrients' mengatakan bahwa kayu manis merupakan salah
satu jenis rempah-rempah yang dapat digunakan dalam berbagai jenis masakan.
Anda bisa menggunakannya untuk mempermanis minuman teh, mencampurkannya
ke dalam minuman yogurt, bahkan dalam sajian oatmeal sarapan pagi. Selain sebagai
antioksidan, kayu manis juga mampu mengendalikan kadar gula dan kolesterol
dalam darah.

B. Oregano

Dr. Bazilian menyebut oregano sebagai salad mini. Satu sendok tehnya saja
memiliki kandungan antioksidan yang setara dengan 3 cangkir brokoli cincang.
Oregano biasanya terdapat pada panganan seperti pasta atau pizza, namun tak ada
salahnya jika Anda menambahkan butiran-butirannya pada grilled cheese sandwich
favorit Anda.Sementara itu, jika Anda ingin membuat salad sederhana, maka cukup
tambahkan oregano pada potongan tomat, plus merica, dan olive oil.

C. Jahe

Mungkin hal ini terdengar mengejutkan, namun satu sendok teh jahe memiliki
kadar antioksidan yang sama dengan secangkir bayam. Jahe tak hanya dapat dipakai
sebagai salah satu bumbu masak belaka, namun bisa juga dipakai untuk memuaskan
kegemaran seseorang dalam mengonsumsi makanan yang bersifat manis, misalnya
dengan menaburkannya pada potongan buah segar, es krim, atau yogurt beku.
Selain itu, jahe ternyata juga bisa mengurangi rasa sakit dan mual akibat masalah
pencernaan.

D. Dried Red Pepper

Rempah-rempah yang berasal dari keluarga red pepper ini mencakup cabai
merah, cayenne (cabai merah yang pedas sekali), dan paprika. Dr. Bazilian
mengatakan, "Rempah-rempah tersebut mampu meningkatkan metabolisme,
memberi kepuasan rasa pedas saat makan, serta berpotensi untuk menstimulasi
pembakaran lemak dalam tubuh.

E. Rosemary

Rosemary dapat membantu mengurangi resiko terjadinya peradangan dalam


tubuh. Secara tidak langsung, peradangan itu sendiri berpotensi sebagai faktor
pemicu timbulnya penyakit kronis lainnya. Anda bisa menambahkan rempah-rempah
jenis ini ke dalam adonan kue, roti, atau saus untuk hidangan daging/ steak.

F. Thyme

Selain mengandung antioksidan, ekstrak thyme juga bisa meredakan panas


dalam tubuh.

G. Kunir atau kunyit

Rempah-rempah ini biasanya ditemukan dalam masakan kari. Menyehatkan


otak, melindungi diri dari penuaan, dan menyehatkan jantung merupakan deretan
khasiat dari rempah-rempah khas tanah air ini. Oleh karena itu agar tetap sehat, maka
sedapat mungkin sertakan deretan rempah-rempah sehat di atas ke dalam menu
harian Anda.
DAGING KAMBING

A. MANFAAT DAGING KAMBING

Ya bener jangan makan daging sapi sebelum anda baca artikel ini. Jangan makan
daging sapi kalau pilihan nya antara daging sapi dengan daging kambing. Ya karena
daging kambing lebih bagus kandungan gizinya daripada daging sapi.

Dan banyak sekali mitos yang menyebutkan bahwa daging kambing yang
dimasak dengan cara tertentu dapat menambah vitalitas kaum pria, anda tentu ingin
vitalitas anda tetap terjaga kan??Apa pernah anda mendengar jika daging sapi bisa
menambah vitalitas?tidak kan,..jadi kalau ingin menambah vitalitas sebaiknya hindari
daging sapi.

B. TIPS PENGHILANG BAU KHAS DAGING KAMBING

Berikut saya berikan 12 tips penghilang bau khas daging kambing, silahkan
dipilih mana yang paling gampang dan langsung praktekan untuk menghilangkan bau
khas daging kambing, yang menurut beberapa orang kalau bau khas ini hilang maka
hilang pula kenikmatan masakan daging kambing itu.

1. Tips 1

Rebus daging kambing dengan potongan lobak secukupnya, setengah jam


kemudian keluarkan lobaknya. Setelah itu pergunakan daging kambing untuk
memasak sesuai dengan resep masakan daging kambing yang disukai.

2. Tips 2

Rebus 1 kilogram daging kambing atau domba dengan kacang hijau sebanyak

C. JENIS POTONGAN DAGING KAMBING

Karkas kambing adalah bagian tubuh dari kambing atau domba sehat yang telah
disembelih secara halal sesuai dengan syariat agama. Telah dikuliti, dikeluarkan
jeroan, dipisahkan antara kepala dan kaki mulai dari tarsus/karpus ke bawah, organ
reproduksi, ambing, ekor serta lemak yang berlebih. Berikut adalah karakteristik dari
karkas daging kambing.

Beberapa istilah yang sering muncul Daging adalah bagian otot skeletal dari
karkas kambing/domba yang aman, layak dan lazim dikonsumsi oleh manusia, dapat
berupa daging segar, daging segar dingin atau daging beku.

D. CARA MEMILIH DAGING KAMBING

JANGAN MEMBELI DAGING SEBELUM MEMBACA INI , karena anda


rawan kena trik dari para pedagang daging nakal. Anda harus paham berbagai macam
jenis dan kualitas daging ternak, awas jangan salah mengenal jenis daging ternak,
jangan salah membeli daging kambing padahal anda bermaksud membeli daging
domba. Baca artikel berikut supaya anda paham mengenai apa itu daging , ciri dan
sifat daging dari berbagai jenis ternak dan cara menetukan kualitas nya.
IKAN ASIN

Ikan Asin merupakan bahan makanan yang terbuat dari daging ikan yang diawetkan
dengan menambahkan banyak garam. Dengan metode pengawetan ini, daging ikan yang
biasanya membusuk dalam waktu singkat dapat disimpan di suhu kamar untuk jangka
waktu berbulan-bulan, walaupun biasanya harus ditutup rapat.

Banyak jenis ikan yang biasa diasinkan, baik ikan darat maupun ikan laut. Ikan-ikan
ini dikumpulkan dalam suatu wadah, kemudian ditaburi atau direndam dalam larutan
garam pekat. Ikan-ikan yang besar biasanya dibelah atau dipotong-potong lebih dulu agar
garam mudah meresap ke dalam daging.

Karena perbedaan kepekatan dan tekanan osmosis, kristal-kristal garam akan


menarik cairan sel dalam daging ikan keluar dari tubuhnya. Sementara itu partikel garam
meresap masuk ke dalam daging ikan. Proses pembuatan ikan asin ini berlangsung hingga
tercapai keseimbangan konsentrasi garam di luar dan di dalam daging.

Konsentrasi garam yang tinggi dan menyusutnya cairan sel akan menghentikan
proses autolisis dan menghambat pertumbuhan bakteri dalam daging. Setelah itu, proses
pembuatan ikan asin selanjutnya adalah dengan menjemur, merebus atau difermentasi
untuk meningkatkan keawetannya. Kecepatan penetrasi garam ke dalam tubuh ikan
dipengaruhi oleh beberapa hal. Di antaranya:

a. Konsentrasi garam

Semakin tinggi konsentrasi garam yang digunakan, semakin cepat proses masuknya
garam ke dalam daging ikan. Akan lebih baik apabila digunakan garam kristal untuk
mengasinkan.

b. Jenis garam

Garam dapur murni (NaCl 95%) lebih mudah diserap dan menghasilkan dengan
kualitas yang lebih baik. Garam rakyat mengandung unsur-unsur lain (Mg, Ca,
senyawa sulfat), kotoran, bakteri dan lain-lain yang dapat menghambat penetrasi
garam dan merusak rasa ikan.
c. Ketebalan daging ikan

Semakin tebal daging ikan, proses pengasinan akan membutuhkan waktu yang
semakin lama dan garam yang lebih banyak. Sehingga ikan-ikan besar biasanya
dibelah-belah, dikeping atau diiris tipis sebelum diasinkan.

d. Kadar lemak dalam daging

Kadar lemak yang tinggi (di atas 2%) akan memperlambat penetrasi garam ke dalam
daging ikan.

e. Kesegaran daging ikan

Ikan yang kurang segar memiliki daging yang lebih lunak dan cairan tubuh yang
mudah keluar, sehingga proses pengasinan bisa lebih cepat. Namun juga garam yang
masuk dapat terlalu banyak sehingga ikan menjadi terlalu asin dan kaku.

f. Suhu daging ikan

Semakin tinggi suhu daging ikan, semakin cepat garam masuk ke dalam tubuh ikan.

Pengolahan ikan asin secara tradisional hampir selalu membutuhkan bantuan sinar
matahari untuk mempercepat pengeringan, dan mencegah agar ikan tidak menjadi busuk.
Masalahnya matahari tidak selalu bersinar dengan cukup setiap harinya, terutama di
musim hujan di mana awan mendung seringkali menutupi langit. Akibatnya, banyak ikan
yang tidak terawetkan dengan baik, menurun kualitasnya, dan bahkan menjadi busuk.

Untuk mengurangi kerugian, sementara pengolah ikan asin mengambil jalan pintas
menggunakan bahan-bahan seperti pestisida dan formalin. Bahan-bahan yang berbahaya
bagi kesehatan ini digunakan sebagai pengawet tambahan untuk mencegah pembusukan.
Formalin juga mencegah pengurangan bobot ikan yang berlebihan akibat menguapnya
cairan tubuh ikan yang diasinkan.
SUSU

A. Manfaat Susu

Karena memiliki kandungan nutrisi tersebut, maka susu memiliki manfaat yang tidak
sedikit, diantaranya:

 Mencegah dan menjaga tulang tetap kuat. Bagi anak-anak, susu berfungsi untuk
pertumbuhan tulang yang membuat anak menjadi bertambah tinggi.

 Menurunkan tekanan darah.

 Mencegah kerusakan dan menjaga kesehatan mulut. Susu mampu mengurangi


keasaman mulut, merangsang air liur, mengurangi plak dan mencegah gigi
berlubang.

 Menetralisir racun seperti logam atau timah yang mungkin terkandung dalam
makanan.

 Mencegah terjadinya kanker kolon atau kanker usus.

 Mencegah tipe 2.

 Mempercantik kulit, membuatnya lebih bersinar.

 Membantu agar lebih cepat tidur. Hal ini karena kandungan susu akan
merangsang hormon yang akan membuat tubuh mengantuk.

B. JENIS-JENIS SUSU

Jenis-jenis susu yang tersedia di pasaran juga bermacam-macam. Ada istilah-


istilah yang dikatakan sebagai zat yang terkandung dalam susu yang mungkin belum
Anda ketahui. Beberapa istilah tersebut yaitu:

1. Full cream

Mengandung 4% lemak dan umumnya banyak mengandung vitamin A dan


vitamin D.
2. Low fat

Susu rendah lemak, karena kandungan lemaknya hanya setengah dari susu full
cream.

3. Skim

Susu yang kandungan lemaknya lebih sedikit lagi, kurang dari 1%.

4. Susu evaporasi

Yaitu susu yang telah diupkan sebagian airnya sehingga menjadi kental. Mirip
dengan susu kental manis, tetepi susu jenis ini rasanya tawar.

5. Susu pasteur

Susu yang melalui proses pasteurisais (dipanaskan) 65° sampai 80° C selama 15
detik untuk membunuh bakteri patogen yang dapat menyebabkan penyakit.

6. Flavoured

Sebenarnya susu full cream atau low fat yang ditambahkan rasa tertentu untuk
variasi. Misalnya susu coklat, strawberry, pisang, dan rasa lainnya. Umumnya
memiliki kandungan yang lebih banyak karena penambahan rasa ini.

7. Calcium enriched

Susu yang ditambah dengan kandungan kalsium dan kandungan lemaknya telah
dikurangi.

8. UHT

Merupakan singkatan dari Ultra-High Temperature-Treated. Susu jenis ini adalah


susu yang dipanaskan dalam suhu tinggi (140° C) selama 2 detik yang kemudian
langsung dimasukkan dalam karton kedap udara. Susu ini dapat disimpan untuk
waktu yang lama.
9. CLA

Susu ini bermanfaat bagi orang yang ingin merampingkan tubuh. Kepanjangan
dari CLA adalah Conjugated Linoleic Acid yang akan membantu dalam
pembentukan otot dan mempercepat pembakaran lemak.
ARTIKEL

PENGOLAHAN PENANGANAN

HASIL PANEN ( PPHP )

Disusun untuk memenuhi tugas


Mata kuliah : PPHP
Guru Pengampu :
1. IBU YETTY WIHANANTI
2. IBU LAELATUL SYARIFAHI

Disusun Oleh :

NAMA : ARINA IZZATI SANIYAH

KELAS : XI IPA 5

NO. ABSEN : 05

MADRASAH ALIYAH NEGERI 2 PEKALONGAN


TAHUN AJARAN 2010
TANAMAN LENGKUAS

Lengkuas adalah salah satu jenis rempah – rempah yang amat populer pada kuliner
tradisional kita, sehingga terasa tidak asing ditelinga kita. Dikenal sebagai rempah –
rempah dengan manfaat dan khasiat yang luar biasa. Walaupun secara histories tanaman
ini berasal dari India, namun keberadaannya di Indonesia telah meluas sampai keseluruh
penjuru daerah. Sebagai bukti, lengkuas memiliki nama daerah yang beragam,
diantaranya laos, langkueh, lengkues, lingkuas, engkuas, ringkuas, lingkaos dan lain –
lain.

Tanaman Lengkuas

Lengkuas termasuk dalam kategori tanaman semak yang dapat berumur tahunan.
Sebagaimana pada jenis rempah – rempah yang lainnya, lengkuas memiliki batang semu
yang dibentuk dari kumpulan daunnya. Daunnya berbentuk bulat panjang dengan ujung
yang meruncing dan memiliki bau yang aromatis. Khususnya didaerah Jawa, dikenal 2
macam jenis / varietas dari lengkuas, yaitu lengkuas merah ( memiliki rimpang dengan
kulis luarnya berwarna kemerahan ) dan lengkuas putih ( dengan kulit luar berwarna
putih ).

Bagian lengkuas yang banyak dimanfaatkan dan memiliki nilai ekonomis tinggi
adalah bagian rimpangnya. Rimpang lengkuas dapat dipanen pada umur antara 4 sampai
dengan 7 bulan. Dalam dunia industri, rimpang lengkuas dijual dalam bentuk simplisia.
Sebagaimana cara membuat simplisia pada jenis rempah – rempah yang lainnya, rimpang
lengkuas dibersihkan dan dipotong – potong serta dikeringkan tanpa sinar matahari
langsung ( diangin – anginkan bahasa jawanya ). Hal ini untuk mencegah berkurangnya
kandungan minyak asiri pada rimpang lengkuas. Simplisia rimpang lengkuas ini didalam
dunia industri dikenal sebagai Galanga Rhizome. Kandungan minyak asiri pada rimpang
lengkuas, berwarna kuning kehijauan, berbau khas dan rasanya pahit serta terasa dingin
di lidah.

Jika kita ingin membudidayakan lengkuas, juga tidak terlalu sulit. Pada dasarnya
lengkuas menyukai tanah yang gembur, sedikit lembab tetapi tidak tergenang air. Agar
pertumbuhannya bagus, sebaiknya tidak terkena sinar matahari langsung, itu akan
membuatnya lebih sehat dan produktif. Untuk pembibitan, bisa menggunakan bijinya
yang disemai, namun pada umumnya orang lebih senang menggunakan rimpang lengkuas
sarana perbanyakan. Jika kita menggunakan rimpangnya sebagai sarana pembibitan,
usahakan memilih yang rimpang yang tumbuh paling ujung dari tanaman lengkuas yang
sudah cukup tua.

Rimpang Lengkuas

Manfaat lengkuas sudah tidak diragukan lagi, terutama bagi praktisi kuliner
tradisional. Lengkuas menjadi salah satu rempah – rempah favorite, yang digunakan
sebagai bumbu masakan tradisional Indonesia, dari mulai sayur asem, gulai sampai
dengan bumbu bali yang resepnya dapat kita lihat pada dalam dunia masakan tradisional,
tunas samping lengkuas yang masih muda, juga sering digunakan sebagai lalapan. Satu
hal yang sangat menarik adalah lengkuas dapat digunakan sebagai bahan pengawet
makanan yang sehat. Di kalangan peniliti tehnologi pangan, minyak atsiri lengkuas
dikenal mempunyai aktifitas anti mikroba, yang mampu menghambat pertumbuhan
mikroba pathogen dan perusak pangan. Jadi sudah tidak alasan menggunakan formalin
sebagai bahan pengawet makanan, untuk ini sebaiknya pergunakan varietas lengkuas
merah.

Selain dimanfaatkan sebagai bumbu masakah, rimpang lengkuas juga memiliki


khasiat sebagai obat yang cukup familiar di masyarakat. Diantaranya adalah sebagai
berikut :

“Manfaat dan khasiat lengkuas yang sangat banyak, sehingga tiada salah jika kita
membudidayakan sebagai tanaman obat keluarga atau toga. Bahkan jika ingin
menjadikannya sebagai ladang usaha, juga terbuka lebar “.
Pengembangan Teknologi Peternakan PKPU

Susu dan daging adalah salah satu produk hasil ternak dengan kandungan gizi
tinggi yang diperlukan agar sehat. Produk olahan susu tradisional telah berkembang di
sentra−sentra produk di pangalengan Jawa Barat yaitu karamel, dodol, kerupuk susu.
Adanya olahan susu seperti yoghurt yang sudah populer di Indonesia, namun dadih yaitu
susu fermentasi khas Sumatera Barat dengan bahan baku susu kerbau ternyata produk
susu yang bernuansa tradisional itu belum populer seperti halnya yoghurt.
Untuk itu dilakukan penelitian dengan mengkombinasikan dengan starter
lactobacillusicu plantarum (dadih) dengan starter lainnya seperti lactobacillus
acidephilus, lactobacillus bulgaricus dan streptococcus thermophilus.

Pengembangan terhadap produk olahan daging seperti sosis, “nugget“, bakso, abon
dan dendeng dari daging kelinci, ayam dan sebagai pembanding yaitu daging sapi yang
sudah populer. Seperti diketahui, bahwa daging ayam, khususnya lagi daging kelinci
mempunyai kandungan lemak kolestrolnya lebih rendah, sehingga kedua daging ini
mempunyai potensi untuk dikembangkan. Starter bakteri lactobacillus plantarum (dadih)
bila dikombinasikan dengan strepto Coccus hermophilus dan Lactobacillus bulgaricus
diperoleh citra rasa terbaik atau enak dan sifat−sifat karakteristiknya yang baik
dibandingkan bila penggunaan secara tunggal dari lactobacillus plantarum maupun
yoghurt kombinasi dari streptococcus thermophilus dan lactobacillus bulgaricus.

Daya simpan susu fermentasi pada suhu 4 derajat celcius selama 3 hari akan
diperoleh susu yang tetap baik. Daging yang diolah seperti bakso sapi, abon sapi goreng
dan dendeng ayam afkir (ayam yang sudah tua umurnya) adalah paling disukai. Abon
yang digoreng ternyata lebih disukai dibandingkan abon yang di sangrai, namun abon
yang di sangrai akan diperoleh kadar protein lebih tinggi dan kadar lemaknya lebih
rendah dari abon goreng. Kandungan lemak dari abon goreng dan sangrai dari daging
kelinci merupakan yang terendah, namun kadar protein tertinggi berasal dari daging sapi.
Selama penyimpanan abon selama satu setengah bulan belum terjadi ketengikan atau bau
dengan nilai TBA yang rendah. Kandungan lemak dendeng kelinci adalah yang tertinggi
dan kandungan lemak dendeng sapi adalah yang terendah. A

dapun bakso sapi dan bakso ayam afkir diperoleh kadar proteinnya lebih rendah
dibandingkan dengan bakso kelinci. Sedangkan kadar kolestrol dari 3 jenis daging
tersebut adalah rendah sekitar 0,97 − 1,63 persen Starter bakteri Lactobacillus plantarum
(dadih) yang merupakan produk olahan susu fermentasi asal Sumatera Barat dapat
diaplikasikan ke masyarakat bila dikombinasikan dengan lactobacillus bulgaricus dan
streptococcus thermophilus. Cita rasa dari produk olahan daging kelinci dan daging ayam
afkir (ayam yang sudah tua umurnya) ternyata belum menyukai olahan daging sapi
namun beberapa produk olahan dari daging kelinci dan daging ayam afkir mempunyai
kandungan protein yang tinggi dan rendah lemak, oleh karena itu kedua daging tersebut
mempunyai prospek untuk dikembangkan.

Susu merupakan salah satu produk hasil ternak yang penting bagi kehidupan,
melalui penyediaan zat gizi yang diperlukan bagi pertumbuhan. Namun demikian, susu
juga merupakan produk yang mudah rusak, sehingga memerlukan penanganan dan
pengolahan secara cepat. Transportasi dan penyimpanan, merupakan faktor kritis yang
berpengaruh terhadap mutu susu.

Usaha−usaha pengolahan susu semakin berkembang pada skala rumah tangga dan
skala kecil dengan berbagai ragam produ olahannya. Usaha ini merupakan upaya
pengawetan sekaligus untuk memperoleh nilai tambah atau nilai jual yang lebih tinggi,
serta mengurangi ketergantungan kepada Koperasi Pengolah Susu (KPS).
Masalah yang dihadapi dalam usaha−usaha skala ini adalah teknologi pengolahan yang
umumnya relatif sederhana, dalam arti kurang memperhatikan mutu hasil dan sanitai,
dengan berbagai keterbatasan sarana/peralatan. Akibatnya adalah mutu produk yang
dihasilkan redah dan atau kurang aman untuk konsumsi (Sirait dkk, 1988).
Berbagai Standar of Procedures (SOP) pengolahan susu telah tersedia, namun bersifat
umum dan dengan asumsi bahwa berbagai sarana penunjang telah tersedia, akibatnya
sulit untuk dapat diterapkan oleh para pelaku pengolahannya.
Diperlukan berbagai teknologi pengolahan yang sesuai untuk setiap skala usaha
pengolahan. Produk susu pasteurisasi, yoghurt, kerupuk susu, karamel, dodol susu adalah
contoh−contoh produk olahan susu yang berkembang di sentra−sentra produksi susu
seperti di Lembang, Bandung atau daerah−daerah lainnya. Pasteurisasi susu pada
umumnya dilakukan dengan pemanasan susu sampai pada suhu tertentu kemudian
dikemas. Teknologi ini cukup sederhana, namun masih memungkinkan kontaminasi
bakteri dan waktu penyimpanan yang relatif pendek.

Teknik lainnya adalah melalui penambahan aditif terlebih dahulu, selanjutnya


dikemas lalu dipanaskan pada air mendidih. Teknik kedua ini lebih menjamin keamanan
produk, namun lebih rumit dan pemanasan dapat merusak sebagian aditif, terutama yang
bersifat aromatis. Selain itu, hanya dapat dilakukan pada kemasan yang tak rusak karena
air panas, seperti botol.

Diperlukan kombinasi teknologi yang dapat menjamin kedua konsentrasi aditif


seperti gula, juga berpengaruh terhadap waktu penyimpanan, sedangkan adiktif lainnya
berpengaruh terhadap rasa, aroma dan flavor. Penambahan jenis aditif dan konsentrasinya
diperlukan untuk menciptakan produk yang lebih bermutu dan disukai.
Susu fermentasi atau lebih dikenal sebagai yoghurt, juga merupakan salah satu produk
olahan susu yang semakin populer. Mutu yoghurt, termasuk rasa, aroma dan
keawetannya, ditentukan oleh jenis dan mutu bahan baku dan jenis bakteri fermenter
(Tamine dan Robinson, 1988 dalam Setiyanto, 1999).

Berbagai jenis bahan baku dan bakteri fermenter serta imbangannya akan dipelajari
dalam kegiatan ini. Potensi, peluang, masalah dan kendala yang dihadapi oleh pengolah
pada berbagai skala usaha akan dipelajari melalui survey dengan wawancara semi
terstruktur dan observasi langsung. Pengolahan untuk memperoleh teknologi yang lebih
baik dipelajari di laboratorium dan didemonstrasikan pada kelompok pengolahan produk
susu. Daging yang merupakan produk hasil ternak yang berperanan penting dan
dibutuhkan dalam kehidupan umat manusia, namun juga merupakan produk yang mudah
rusak dan busuk, sehingga memerlukan penanganan segera, terutama apabila tak terserap
pasar.
Selain itu produk−produk olahan daging ternyata memiliki nilai tambah cukup
tinggi, bahkan beberapa diantaranya memiliki potensi ekspor seperti abon dan dendeng.
Berbagai produk olahan daging lainnya seperti sosis, nugget, bakso, meat loaf, hamburger
dan kornet cukup populer dalam menu makanan masyarakat di Indonesia.
Namun demikian, sebagaimana umumnya terjadi pada usaha−usaha skala rumah tangga,
kecil dan menengah, teknologi pengolahan perlu diperbaiki untuk menghasilkan produk
yang lebih bermutu dan berdaya saing. Selain itu, keterbatasan ketersediaan daging sapi
atau ayam merupakan salah satu hambatan dalam pengembangan produk olahan daging.

Salah satu upaya pemecahan ini adalah melalui daging kelinci.


Kelinci mudah tumbuh dan berkembang biak dalam waktu relatif cepat, sehingga dapat
menyediakan daging dalam relaif besar. Masalah yang dihadapi adalah masalah psikis
(yang mungkin dapat diatasi dengan membuat produk olahan) dan masih terbatasnya
ketersediaan daging kelinci. Padahal abon dan dendeng kelinci serta pasta hainya
merupakan komoditas yang diminati di Hongkong dan Belanda (Widodo, 1992). Selain
itu, daging kelinci yang rendah kolesterol dan trigeliserida potensial ditawarkan pada
kelompok masyarakat tertentu yang kurang menghendaki kolesterol dan
trigeliserida/lemak (monoarfa, 2000).

Secara fisikokimia, emulsi yang dibentuk daging kelinci dalam produk olahan
daging, ternyata lebih baik dari daging sapi daa ayam (Whiting dan Jenkins, 1981).
Dalam pembuatan sosis, nugget dan kornet diperlukan lemak untuk emulsifikasi. Untuk
mempertahankan mutu daging kelinci dan atau ayam yang rendah lemak dan kholesterol,
emulsi dapat meningkat untuk kesehatan. Dalam kegiatan ini dilakukan penelitian
terhadap teknologi pembuatan berbagai produk olahan daging kelinci, ayam dan sapi
menjadi sosis, nugget dengan aditif omega−3, bakso, dendeng, abon minyak dan tanpa
minyak. Potensi dan kendala pemanfaatan daging kelinci di tingkat peternak dipelajari
melalui survey pada sentra−sentra produksi kelinci.
PRODUKSI GELATIN DARI TULANG IKAN DAN
PEMANFAATANNYA SEBAGAI BAHAN PEMBUATAN
CANGKANG KAPSUL

Penelitian dilakukan di laboratorium Kimia Pangan Fakultas Teknologi Industri


Pertanian Unpad dan Pusat Riset Pengolahan dan Sosial Ekonomi Kelautan dan
Perikanan Jl. KS Tubun Petamburan VI, Jakarta 10260.

Pembuatan cangkang kapsul dari gelatin tulang ikan sangat penting artinya
untuk negara Indonesia yang mayoritas warganya adalah muslim.
Hal ini berkaitan dengan hukum syariat Islam yang mewajibkan pengikutnya untuk
mengkonsumsi sesuatu yang jelas kehalalannya. Gelatin yang terbuat dari tulang ikan
sangat terjamin kehalalannya sedangkan gelatin yang terbuat dari tulang hewan mamalia
masih diragukan kehalalannya.

Isu-isu lain yang dapat mengkwatirkan pemakaian gelatin dari hewan mamalia
adalah penyakit sapi gila dan antrak.

Tujuan penelitian adalah mengetahui rendemen, karakteristik proksimat dan


fisikokimia gelatin dari tulang ikan dan kaki Ayam sebagai bahan farmasi pembuatan
cangkang kapsul. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah eksperimen dengan
Rancangan Acak Lenngkap yang terdiri dari empat perlakuan jenis tulang dan 6 ulangan.
Keempat perlakuan tersebut adalah tulang ikan Nila, tulang ikan Tuna, campuran tulang
ikan Nila-Tuna (1 :1 b/b), dan tulang kaki Ayam. Gelatin hasil ekstraksi dari keempat
perlakuan tersebut diamati rendemen, karakteristik proksimat (kadar air, abu, protein,dan
asam amino), dan karakteristik fisikokimia (pH, viskositas, dan kekuatan gel).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rendemen gelatin tertinggi diperoleh dari


ekstraksi tulang ikan Nila, kemudian diikuti tulang campuran ikan Nila-Tuna, tulang ikan
Tuna dan tulang kaki Ayam dengan nilai masing-masing adalah 11,19; 10,21; 9,43; dan
6,38 %.
Karakteristik proksimat dan fisikokimia gelatin yang dihasilkan dari ekstraksi
tulang ikan Nila, tulang ikan Tuna, tulang campuran ikan Nila-Tuna, dan tulang kaki
Ayam memenuhi standar sebagai bahan farmasi.

Pembuatan cangkang kapsul dari gelatin tulang ikan sangat penting artinya
untuk negara Indonesia yang mayoritas warganya adalah muslim. Hal ini berkaitan
dengan hukum syariat islam yang mewajibkan pengikutnya untuk mengkonsumsi sesuatu
yang jelas kehalalannya.

Gelatin yang terbuat dari tulang ikan sangat terjamin kehalalannya sedangkan
gelatin yang terbuat dari tulang hewan mamalia masih diragukan kehalalannya baik dari
jenisnya seperti babi atau proses penyembelihan atau pemotongannya misalnya dalam
menyembelih tidak menyebut Asma Allah dan memotong tidak melalui urat leher. Isu-isu
lain yang dapat mengkwatirkan pemakaian gelatin dari hewan mamalia terutama sapi
adalah maraknya berita tentang penyakit sapi gila (mad cow disease).

Ekstraksi gelatin dari tulang ikan merupakan usaha pemanfaatan limbah


industri pengolahan ikan yaitu dari industri pengalengan dan filet. Selama ini tulang
ikan sebagai limbah belum termanfaatkan secara optimal, yaitu hanya digunakan
untuk bahan pembuatan pakan atau pupuk sehingga nilai ekonomisnya sangat kecil.

Selain itu, pemanfaatan tulang ikan sebagai bahan baku gelatin merupakan
pengolahan bersih (cleaner production) dari pengolahan ikan. Produksi bersih
merupakan konsep pengolahan untuk mengurangi dampak terhadap pencemaran
lingkungan.

Proporsi tulang ikan terhadap tubuh ikan mencapai 12,4 persen. Tulang ikan
yang dihasilkan dari industri filet nila pada tahun 2003 sekitar 900 ton sedangkan dari
pengalengan ikan tuna sekitar 5.803 ton. Umumnya rendemen gelatin dari tulang ikan
sekitar 12 persen, sehingga diperkirakan gelatin yang dapat diperoleh dari 6.703 ton
tulang ikan adalah 804,6 ton (Abudullah, 2005).

Produksi gelatin dari tulang ikan yang sangat besar tersebut, dapat membantu
pemerintah dalam meningkatkan pendapatan domistik brutonya. Hal ini disebabkan untuk
memenuhi kebutuhan gelatin dalam negeri selama ini masih mengimpor seluruhnya.
Impor gelatin sejak tahun 2003 terus meningkat dan pada tahun 2008 telah mencapai
6.233 ton dengan nilai Rp. 69.622.370.000,-.

Negara pemasok gelatin ke Indonesia tiga terbesar adalah China (3.877 ton), Jepang
(969 ton) dan Perancis (278 ton). (Departemen Kelautan dan Perikanan dalam Abdullah,
2008).

Dengan demikian sangat penting dilakukan serangkaian penelitian yang


diawali dengan mengkarakterisasi sifat fisikkimia dan proksimat gelatin hasil ektrasi dari
tulang ikan sebagai langkah awal untuk memulai produksi gelatin dari tulang ikan yang
dapat digunakan sebagai bahan dasar pembuatan kapsul untuk kemajuan Industri farmasi
dan kesehatan dalam negeri dan merupakan industri yang sangat menjanjikan untuk di
kembangkan dipasar expor,eropa,timur tengah dan Asia Barat.

Dengan sifat termomikanik yang sebanding dengan kapsul yang terbuat dari gelatin
sumber lainnya, Kapsul yang terbuat dari gelatin ikan ini akan terjamin
kehalalannnya,sesuai dengan Indonesia yang mayoritas muslim,

Kolagen

Kolagen merupakan komponen struktural utama dari jaringan ikat putih (white
connetive tissue) yang meliputi hampir 30 persen dari total protein pada jaringan dan
organ tubuh vertebrata dan invertebrata. Pada mamalia, kolagen terdapat di kulit,
tendon, tulang rawan dan jaringan ikat. Demikian juga pada burung dan ikan,
sedangkan pada avertebrata kolagen terdapat pada dinding sel (Baily and Light,
1989).

Molekul kolagen tersusun dari kira-kira dua puluh asam amino yang memiliki
bentuk agak berbeda bergantung pada sumber bahan bakunya. Asam amino glisin,prolin
dan hidroksiprolin merupakan asam amino utama kolagen. Asam-asam amino aromatik
dan sulfur terdapat dalam jumlah yang sedikit. Hidroksiprolin merupakan salah satu asam
amino pembatas dalam berbagai protein (Chaplin, 2005).
Molekul dasar pembentuk kolagen disebut tropokolagen yang mempunyai struktur
batang dengan BM 300.000, dimana di dalamnya terdapat tiga rantai polipeptida yang
sama panjang, bersama-sama membentuk struktur heliks. Tiap tigarantai polipeptida
dalam unit tropokolagen membentuk struktur heliks tersendiri,menahan bersama-sama
dengan ikatan hidrogen antara group NH dari residu glisin pada rantai yang satu demean
group CO pada rantai lainnya. Cincin pirolidin, prolin,dan hidroksiprolin membantu
pembentukan rantai polipeptida dan memperkuat triple heliks (Wong, 1989).
Susu Bubuk dan Cair

Susu bukan sekadar penyempurna menu sehari-hari. Menilik manfaatnya, mustinya


susu menjadi bagian ‘wajib’ dari susunan menu keluarga kita. Susu, baik segar maupun
bubuk, mempunyai kandungan gizi yang sangat bermanfaat bagi tubuh. Dari sisi
kehalalannya, mana yang lebih baik kita konsumsi? Joko Hermanianto, Dosen Teknologi
Pangan, IPB, menyatakan bahwa dari kedua produk susu tersebut, susu cair dapat
dibilang tak memiliki titik kritis dalam status kehalalan.Sedangkan produk sisi yang
lazim memiliki titik kritis adalah susu bubuk. ”Pintu non-halal ini bisa karena keberadaan
emulsifer dalam susu tersebut maupun tambahan bahan lainnya, seperti vitamin,” ujarnya.

Di luar negeri, susu bubuk dibuat dengan cara spray drying. Melalui cara ini, susu
cair dimasukkan ke dalam sebuah celah yang sangat sempit. Dan memancarlah dari celah
tersebut udara yang kering.Dengan demikian, hanya udara kering yang mengenai susu
cair tersebut. Dari proses spray drying ini kemudian susu cair tadi berubah ujud menjadi
bubuk. Tak demikian prosesnya dengan yang terjadi di Indonesia. Biasanya, jelas Joko,
produsen akan mencampurkan susu bubuk yang diimpor dengan perasa atau pun
tambahan bahan lainnya. ”Dalam proses pencampuran inilah terdapat titik kritis bagi
status kehalalan susu tersebut,” katanya, kepada Republika.

Produsen biasanya akan mencampurkan emulsifer (gabungan lemak dan bahan


yang mudah larut misalnya fosfat) ke dalam susu bubuk tersebut. Lemak inilah yang
harus telusuri lebih lanjut.Dari manakah asal lembak tersebut, apakah dari hewan yang
haram? Ataukah dari hewan yang halal namun disembelih tak sesuai dengan Islam.
Banyak pula produk susu bubuk yang ditambahkan di dalamnya vitamin. Menurut Joko,
vitamin B biasanya berasal dari ekstrak hati. Lalu dari esktrak hati hewan manakah
vitamin B tersebut? Ini juga mesti menjadi kewaspadaan khususnya bagi muslim.

Di sisi lain, vitamin bersifat sangat mudah rusak karena oksidasi atau hal lainnya.
Guna melindungi vitamin dari kerusakan maka dilakukan enkapsulasi. Yaitu
memerangkap vitamin itu ke dalam media tertentu. Nah bahan enkapsulasi ini, dapat
berasal dari dextrin atau gelatin yang umumnya berasal dari babi. Demikian pula dengan
susu formula.Produk ini merupakan kelanjutan dari susu bubuk yang kemudian
dihaluskan kembali.

Terdapat sejumlah zat pula di dalamnya. Misalnya, dengan adanya penambahan


protein baik whey maupun kasein protein. ”Bahan baku protein ini yang harus menjadi
perhatian,”ungkapnya. Dalam praktiknya, jelas Joko, whey protein ini terbentuk dari
sebuah proses penggumpalan susu dalam pembuatan keju. Ia bisa saja merupakan limbah
dari industri keju atau mentega. Di mana dalam penggumpalan tersebut dilakukan dengan
menambahkan enzim maupun asam yang disebut penggumpal atau koagulan.

Penggumpal yang kerap dipakai adalah rennet, bahan yang berasal dari perut sapi
muda. Pada saat ini rennet tak hanya diperoleh dari perut sapi muda melainkan juga perut
sapi dewasa, anak kambing, kambing dewasa, domba dan babi. Maka bergantung pada
dari mana rennet itu dihasilkan. Dengan kenyatan ini, apa yang harus dilakukan oleh
konsumen muslim? Joko menyatakan bahwa untuk menelusuri titik kritis yang
disebutkan di atas memang tak mudah dilakukan oleh orang awam. Namun memang yang
paling mudah adalah dengan meneliti apakah produk susu itu telah bersertifikat halal atau
belum.
ARTIKEL

PENGOLAHAN PENANGANAN

HASIL PANEN ( PPHP )

Disusun untuk memenuhi tugas


Mata kuliah : PPHP
Guru Pengampu :
1. IBU YETTY WIHANANTI
2. IBU LAELATUL SYARIFAHI

Disusun Oleh :

NAMA : ADE ISNAINI

KELAS : XI IPA 5

NO. ABSEN : 02

MADRASAH ALIYAH NEGERI 2 PEKALONGAN


TAHUN AJARAN 2010
OBAT-OBATAN TRADISONAL

A. JENIS OBAT-OBATAN TRADISONAL

1. ASAM JAWA

Tanaman ini berkhasiat sebagai obat batuk. Cara membuat ramuannya, ambil 10
gram daging buahnya lalu seduh dengan 1 gelas air panas. Tambahkan sedikit gula
merah. Diminum pagi dan sore setelah larutan dingin.

2. BAWANG MERAH

Bukan cuma sedap dijadikan bumbu, bawang merah juga berkhasiat sebagai
penurun panas dan demam. Terutama bagi anak-anak. Parut 20 gram bawang merah
dan tempelkan pada sekujur badan.

3. BAWANG PUTIH

Sudah sangat lama bawang putih dinyatakan berkhasiat untuk menurunkan


tekanan darah tinggi. Tak perlu repot-repot mengolah atau membuatnya jadi ramuan.
Lalap saja mentah-mentah. Khasiatnya pasti prima.

4. BELIMBING WULUH

Berkhasiat untuk menyembuhkan batuk. Anda bisa membuat larutan belimbing


wuluh dengan merebus 1 gelas air bersama 11 grambuah belimbing, dan 5 gram gula
jawa. Setelah 15 menit, larutan bisa diangkat dan disaring. Larutan ini bisa untuk
konsumsi 1 hari, dua kali minum.

5. CABE MERAH

Baluran air cabe merah konon bisa meredakan gejala rematik yang mengganggu.
Campur 10 gram serbuk cabe merah di dalam 1/2 gelas air panas. Diamkan beberapa
menit lalu balurkan pada bagian badan yang sakit.
6. CENGKEH

Untuk menghangatkan perut, cengkeh termasuk obat yang cukup ampuh.


Kandungan minyak atsiri, eugenin, dan vanilinnya mampu membuat perut yang sakit
sedikit reda. Seduh 5 gram cengkeh dalam 1 gelas air panas. Minum air seduhan ittu 2
kali sehari, masing-masing 1/2 gelas.

7. JAHE

Jahe sangat ampuh untuk menghangatkan tubuh dan meredakan batuk. Bakar 15
gram jahe selama 15 menit kemudian dimemarkan. Seduh dengan 1 gelas air panas
dan tambahkan 1 sendok makan madu. Minum setelah diaduk rata.

8. JERUK NIPIS

Selain jahe, jeruk nipis juga disebut-sebut amat ampuh menyembuhkan batuk.
Minumlah air jeruk nipis yang telah ditambahkan 1 sendok teh madu manakala Anda
terserang batuk.

9. KEMIRI

Siapa menduga bumbu yang selama ini menemani Anda dalam berbagai
masakan, berkhasiat pula meredakan gejala diare. Tumbuk sampai lumat 2 butir
kemiri dan seduh dengan 1/4 gelas air matang panas. Minum sekaligus setelah
disaring.

10. KENCUR

Kalau Anda tak mau repot membuat larutan jeruk nipis atau jahe, kunyah-
kunyah kencur hingga airnya keluar. Larutan yang dihasilkan dari kunyahan itu
cukup ampuh, lo, untuk meredakan batuk.
11. KETUMBAR

Anda cuma membutuhkan 3 gramketumbar saat masung angin. Bubuk


ketumbar ini cukup diseduh dengan 1/2 gelas air panas. Tambahkan 1 sendok makan
madu untuk hasil yang lebih prima.

12. KUNYIT

Kunyit bisa dijadikan obat penurun panas atau demam. Parut 20 gram kunyit.
Aduk bersama 1/2 gelas air matang. Peras dan minum. Larutan ini cukup untuk satu
hari, 2 kali minum.

13. MERICA

Berkhasiat mengobati perut kembung. Caranya, ambil 3 gramlada yang


dihaluskan lalu seduh dengan 1/4 gelas air panas. Setelah dingin,

14. LENGKUAS

Berkhasiat mengobati kulit yang berpanu. caranya, ambil rimpang laos, cuci
bersih, dan potong miring. Pukul-pukul hingga berbentuk seperti kuas, lalu gosokkan
pada kulit yang ada panunya.

15. DAUN PANDAN WANGI

Berkhasiat sebagai penambah nafsu makan karena kandungan alkaloida,


saponin dan flavonoida. Caranya, ambil 10 gram daun pandan wangi segar, potong
kecil-kecil dan direbus dengan 3 gelas air selama 15 menit. Hasil rebusan diminum 1
gelas, 2 kali sehari.

16. SALAM

Unsur tanin dalam daun salam bisa Anda manfaatkan untuk meredakan diare.
Rebus 15 lembar daun salam segar dalam 1 gelas air selama 15 menit. Hasil rebusan
disaring dan diminum masing-masing 1/2 gelas, pagi dan sore.
17. TOMAT

Untuk meredakan demam, Anda bisa makan tomat minimal Untuk meredakan
demam, Anda bisa makan tomat minimal sehari dua kali, pagi dan sore. Karena
tomat mengandung alkaloida dan saponin.

18. TEMULAWAK

Minyak atsiri dan kurkumin yang terkandung dalam temulawak dipercaya


mampu meredakan gejala sakit mag. Ambil 1 buah rimpang temulawak, kupas, dan
iris halus. Rebus dalam 1/2 liter air sampai tinggal setengahnya. Minum selagi
hangat.

19. KUNYIT PUTIH

Menurut Kepala Direktorat Pengawasan Obat Tradisional Ditjen POM, Ketut


Ritiasa, penelitian tentang kunyit putih telah dilakukan di Cina sejak tahun 1988.
Kunyit putih diketahui mengandung minyak atsiri yang terdiri atas curdione dan
curcumol.

Kunyit putih bersifat antioksidan dan dapat menahan zat radikal bebas penyebab
tumbuhnya sel kanker serta dapat meningkatkan sel darah merah. "Tetapi kunyit
putih sebaiknya tidak digunakan pada masa kehamilan karena dapat mengakibatkan
keguguran," ingat Ketut.

BISA DIKOMBINASI Bahan di atas tak hanya dapat berkhasiat sendirian. Bisa
saja dikombinasi dengan bahan lain untuk mendapatkan hasil yang lebih efektif. Nah,
catat resepnya.
DAGING SEGAR

A. KLASIFIKASI DAGING

Daging konsumsi yang dijual di pasar tradisional maupun di swalayan dapat


dikatagorikan dalam dua kelompok. Kelompok pertama, daging dari ternak besar
seperti sapi, kerbau, dan kambing, sedangkan kelompok kedua, daging dari ternak
kecil yaitu dari jenis unggas, ayam, itik, entog dan lain-lain.
Daging berkualitas baik ditentukan oleh faktor perlakuan sebelum dan sesudah
pemotongan. Beberapa faktor sebelum pemotongan yang mempengaruhi kualitas
daging adalah tipe ternak, jenis kelamin, serta umur, dan pakan. Sedangkan beberapa
faktor setelah pemotongan adalah metode pemasakan, pH daging, bahan tambahan
termasuk enzim pengempuk, hormon, marbling, metode penyimpanan, macam otot
daging dan lokasi pada suatu otot daging.

Daging memiliki cita rasa yang enak di lidah pengkonsumsinya, hal ini
dikarenakan adanya marbling dalam daging tersebut. Marbling menjadikan daging
terasa empuk atau terasa “maknyos” dalam bahasa popular sekarang, karena berperan
sebagai bahan pelumas pada saat daging dikunyah dan ditelan, juga berpengaruh
terhadap sari minyak dan aroma dari pada keempukan daging tersebut.
Untuk memilih daging yang baik perlu diperhatikan hal-hal berikut; warna,
keempukan dan tekstur, flavor dan aroma termasuk bau atau rasa, jus daging,
marbling, susut masak, retensi cairan, dan pH daging. Sedangkan untuk mengukur
mutunya, daging dapat diketahui dari keempukannya yang dapat dibuktikan dengan
sifatnya yang mudah dikunyah.Supaya kualitas daging tetap terjaga, daging disimpan
pada suhu rendah yaitu dibawah 2°C. Disimpan pada suhu ruang dalam jangka waktu
tertentu akan menyebabkan daging cepat rusak.

Hal ini disebabkan oleh kontaminasi mikroorganisme yang terjadi pada saat
sebelum penyembelihan, penyembelihan, dan perlakuan yang diberikan kepada ternak
setelah pemotongan. Dimana sifat fisikokimia (aktivitas air, pH, zat gizi) daging
mudah meningkatkan pertumbuhan mikrobia pembusuk tersebut.
B. DAGING DAN KEAMANANNYA

Secara pengertian, daging merupakan semua jaringan hewan dan produk hasil
pengolahan jaringan-jaringan tersebut yang sesuai untuk dimakan serta tidak
menimbulkan gangguan kesehatan bagi yang mengkonsumsinya. Dibedakan
berdasarkan warnanya, daging yang dijumpai di pasaran digolongkankan atas daging
merah dan daging putih. Contoh daging putih adalah daging ayam, kelinci, sedangkan
daging merah adalah daging sapi, domba, kambing.Daging putih mempunyai kadar
protein lebih tinggi dibanding daging merah, namun daging merah memiliki kadar
lemak jenuh dan kolesterol yang lebih tinggi dibanding daging putih.
Untuk dapat mengetahui kondisi fisik daging yang baik dan sehat, khususnya daging
ayam dan sapi, dua jenis daging yang paling banyak dikonsumsi orang Indonesia.
Masyarakat dapat melihat ciri-ciri daging yang baik dan sehat tersebut seperti berikut
ini :

1. Daging ayam

Untuk memilih daging ayam yang baik ada beberapa ciri yang harus
diperhatikan. Yaitu daging memiliki warna putih keabuan dan cerah. Warna kulit
ayam biasanya putih kekuning-kuningangan dan bersih. Jika disentuh, daging
terasa lembab tidak lengket. Serat daging ayam halus, mudah dikunyah dan
digiling, mudah dicerna, serta memiliki flavor lembut. Aroma daging ayam tidak
menyengat, tidak berbau amis dan tidak busuk.

Pembeli harus hati-hati ketika membeli daging ayam, karena berdasarkan


berita yang beredar, dipasaran sering ditemukan daging AYAM TIREN (mati
kemaren). Seringnya, ayam jenis ini dijual oleh “penjual nakal” dengan harga
yang relatif lebih murah. Pembeli dapat membedakan ayam jenis ini dari warna
dagingnya yang putih pucat merah kehitam-hitaman akibat penumpukan darah
dalam daging yang tidak ke luar, serta aromanya yang bau. Tetapi biasanya untuk
mengelabui pembeli, ayam tiren ini dijual setelah direbus dahulu dengan kunyit,
untuk memberi efek warna kekuning-kuningan dan menghilangkan
baunya.Daging ayam tiren ini harus dihindari karena akan menjadi sumber
penyakit bagi yang mengkonsumsinya.

Untuk itu maka lebih aman membeli ayam mentah dengan bersandar pada
ciri-ciri daging baik dan sehat di atas. Disamping daging ayam tiren, juga banyak
beredar daging ayam yang disuntik dengan air (daging ayam gelonggongan).
Untuk menghindari daging jenis ini, pembeli dapat melihat, meraba, atau bahkan
menusukan pisau pada gelembungan yang terdapat di organ tubuh ayam yang
terlihat membengkak dan diduga berisi air, utamanya pada bagian bawah sayap.
Uji lainnya dapat dilakukan dengan mengangkat daging tersebut, apakah
meneteskan air atau tidak ?. Daging ayam gelonggongan akan terlihat
mengeluarkan tetesan air, serta keadaan fisik daging terlihat “becek”.

Daging ayam gelonggongan akan lebih cepat membusuk dibanding daging


ayam yang tidak disuntik air bila disimpan pada suhu ruang. Dimana tanda daging
yang sudah mulai membusuk dapat tercium dari aroma baunya yang tidak segar,
dan tampak apabila salah satu bagian dari daging itu di tekan maka bagian daging
yang ditekan tersebut tidak mantul/balik kembali seperti semula.

2. Daging sapi

Ciri-ciri daging sapi yang baik adalah berwarna merah terang/cerah,


mengkilap, tidak pucat dan tidak kotor. Secara fisik daging elastis, sedikit kaku
dan tidak lembek. Jika dipegang masih terasa basah dan tidak lengket di tangan.
Dari segi aroma, daging sapi sangat khas (gurih).Konsumen harus teliti ketika
membeli daging sapi, karena saat ini disinyalir terdapat daging sapi segar, yang
dicampur dengan daging celeng (babi), serta dengan daging sapi yang kondisinya
sudah busuk, diperjual belikan di beberapa pasar tradisional dan pasar swalayan.
Untuk itu ketika bertransaksi, pastikan membeli daging yang digantung dan
perhatikan tampilan fisiknya apa sesuai tidak dengan ciri-ciri daging baik dan
sehat di atas.

Pengetahuan ciri-ciri daging yang baik dan sehat ini perlu diketahui oleh
masyarakat. Agar tidak tertipu oleh ulah oknum penjual daging, sehingga harapan
untuk mendapatkan daging yang enak, baik, sehat dan menyehatkan, dapat
tercapai sebagaimana mestinya.

Singkat dapat disimpelkan bahwa ciri-ciri daging yang perlu diperhatikan saat
memilih daging adalah:

1. Warnanya pucat (daging yang masih baik berwarna merah terang dan
lemaknya berwarna kekuningan)

2. Kandungan air sangat tinggi/lebih berair/lembek

3. Agak rapuh sehingga tidak bisa dijadikan sejumlah produk olahan,


seperti bakso

4. Harganya lebih murah


IKAN ASIN

A. Bahan Baku (Ikan) yang Segar

1. Ikan

Pilihlah ikan yang masih segar karena keseragaman ikan sangat menentukan
mutu produk hasil yang dihasilkan. Bahan baku untuk pembuatan ikan asin dapat
dikelompokkan menjadi 2 bagian ikan yang berukuran :

a. Besar, seperti tenggiri, tongkol, kakap, manyung, dll

b. Sedang ,seperti kembung, laying, tiga waja, dll

c. Kecil ,seperti petek dan teri

Ikan yang berukuran besar perlu disiangi yakni pembersihan dari sisik,
insang, isi perut dan dibelah sepanjang garis punggung kearah perut (tetapi tidak
sampai terbelah dua). Bagian yang masih tebal disayat miring bagian sampingnya,
jika digunakan ikan yang berukuran sedang, dapat dilakukan pembelahan atau
tanpa dibelah, sedangkan ikan yang berukuran kecil cukup dicuci dengan air
bersih tanpa perlu disiangi

2.Garam

Ikan yang mengalami proses penggaraman menjadi awet karena garam dapat
menghambat atau membunuh bakteri penyebab pembusukan pada ikan, oleh
karena itu , kemurnian garam sangat menentukan. Garam yang dipakai adalah
garam dapur (NaCl) murni, artinya garam yang sebanyak mungkin mengandung
NaCl dan sekecil mungkin unsur-unsur lainnya.

B. Metode Penggaraman

Penggaraman dapat dilakukan dengan 3 cara yaitu penggaraman kering (dry


salting), penggaraman basah (wet salting), kench salting

1. Penggaraman kering (dry salting)


Pada penggaraman kering dapat digunakan baik untuk ikan ukuran besar
maupun kecil. Penggaraman ini menggunakan garam berbentuk Kristal. Ikan yang
akan diolah ditaburi garam lalu disusun secara berlapis-lapis.Setiap lapisan ikan
diselingi lapisan garam

2. Penggaraman basah (wet salting)

Proses penggaraman dengan metode ini menggunakan larutan garam sebagai


media untuk merendam ikan

3. Penggaraman kench salting

Penggaraman ini hampir serupa dengan penggaraman kering. Bedanya, cara


ini menggunakan kedap air. Ikan hanya ditumpuk dilantai atau menggunakan
keranjang

C. Membuat Ikan Asin dengan Cara Penggaraman Kering

1. Lakukan penyiangan ikan yang akan diolah kemudian dicuci agar bersih hingga
bebas dari sisa-sisa kotoran

2. Sediakan sejumlah garam kristal sesuai berat ikan, untuk ikan berukuran besar
jumlah garam yang harus disediakan berkisar 20 – 30% dari berat ikan, untuk ikan
berukuran sedang 15 – 20%, sedangkan ikan yang berukuran kecil 5%.

3. Taburkan garam ke dalam wadah / bak setebal 1 – 5 cm, tergantung jumlah garam
dan ikan yang akan diolah. Lapisan garam ini berfungsi sebagai alas pada saat
proses penggaraman

4. Susunlah ikan di atas lapisan garam tersebut dengan cara bagian


perut ikan menghadap ke dasar bak. Selanjutnya taburkan kembali garam pada
lapisan ikan tersebut, lakukkan penyusunan ikan dan garam secara berlapis-lapis
hingga lapisan teratas adalah susunan dengan lapisan lebih banyak/tebal

5. Tutuplah tumpukan ikan dan garam tersebut dengan keranjang /anyaman bamboo
dan beri pemberta di atasnya.
6. Biarkan selama beberapa hari untuk terjadinya proses penggaraman.
Untuk ikan berukuran besar selama 2-3 hari, ikan yang berukuran sedang dan ikan
yang berukuran kecil selama 12-24 jam

7. Selanjutnya cucilah dengan air bersih dan tiriskan, susun ikan di atas para-para
penjemuran

8. Pada saat penjemuran / pengering, ikan sekali-kali dibalik agar ikan cepat
mengering

D. Membuat Ikan Asin dengan Cara Penggaraman Basah

1. Siapkan larutan garam jenuh dengan konsentrasi larutan 30 – 50%

2. Ikan yang telah disiangi disusun di dalam wadah / bak kedap air,
kemudian tambahkan larutan garam secukupnya hingga seluruh ikan tenggelam
dan beri pemberat agar tidak terapung

3. Lama perendaman 1 – 2 hari, tergantung dari ukuran / tebal ikan dan


derajat keasinan yang diinginkan

4. Setelah penggaraman, bongkar ikan dan cuci dengan air bersih. Susun
ikan di atas para-para untul proses pengeringan / penjemuran
SUSU FORMULA

Ide awal formulasi dari susu bubuk formula bayi adalah membuat pengganti ASI
dengan komposisi sedapat mungkin menyerupai ASI, dari susu sapi yang ditujukan untuk
bayi2 yang tidak bisa mendapatkan ASI. Karena bayi dibawah satu tahun belum dapat
mencerna secara langsung susu sapi dengan kadar lemak yang cukup tinggi, sehingga
bahan dasarnya skimmilk ditambahkan lemak nabati. Skimmilk diperoleh dengan
memisahkan lemak susu dari susu murni, dan lemaknya jadi bahan baku butter.

Kadar vitamin larut lemak dalam skimmilk rendah sekali, sehingga untuk
meningkatkan kadar lemak di fortifikasi lagi dengan vitamin2 tambahan. Disamping itu
proses pengeringan susu bubuk sendiri menurunkan kandungan vitamin yang tidak tahan
suhu tinggi, hal ini juga penyebab perlunya penambahan vitamin kedalam susu bubuk.

Demikian pula tambahan lemak nabati (linolenat-linoleat,DHA,AA) dimasukkan


kedalam susu formula dengan tujuan membuat sedekat mungkin mirip fungsi/daya guna
ASI. Formulasinya sendiri cukup rumit rumus standard hitungannya untuk bisa
memperoleh komposisi susu formula seideal mungkin, yang selanjutnya dianalisa
metabolisma zat gizinya baik secara in vito maupun in vivo, dan sukarelawan.Adalah
MISCONCEPTION jika dinyatakan bahwa kandungan susu bubuk formula bayi lebih
baik dari susu UHT cair. Ini perbandingan yg tidak Apple to Apple. Beda tujuan
penggunaan.

Kenapa disarankan bayi/balita diatas 1 thn susu UHT sudah cukup dan fortifikasi
vitamin bisa dengan mengkonsumsi makanan aslinya?

KANDUNGAN DALAM SUSU FORMULA

1. Sumber vitamin dan mineral yang baik adalah makanan alami, karena pada
dasarnya pencernaan manusia siap menerima asupan makanan natural.
Pencernaan bayi diatas 1 tahun sudah disiapkan untuk mulai mencerna makanan.
Tentu saja diberikan bertahap pengenalannya. Bayi perlu mengenal jenis dan rasa
secara awal berbagai makanan supaya memorinya tentang jenis dan rasa makanan
cukup banyak. Hal ini penting untuk adaptasi selera. Sulit dilakukan adaptasi
selera jika sudah terlanjur besar, contohnya banyak anak yang sulit sekali makan
sayuran.

2. Penghematan sumberdaya, harga yang harus dibayar untuk susu formula jauh
diatas harga susu cair. Susu Pasteurisasi terbaik, karena diolah dengan panas
rendah, tanpa pengawet, hanya saja resiko penyimpanan (masa expired singkat,
harus dalam refrigerator), tidak mudah mencapai segala kalangan dan lokasi
pengiriman/distribusi terbatas. Susu UHT juga baik, diolah dengan panas
tinggidengan waktu sangat singkat, tanpa pengawet, lebih tahan simpan tidak perlu
refrigerator selama kemasan belum dibuka dan kemasan tidak berubah bentuk
(tidak kembung/bocor).

Kalau dibandingkan dari ketiga proses pengawetan susu dengan thermal/


suhu tinggi, yang paling urutan potensi rusaknya vitamin dalam susu adalah:

1. Pembuatan susu bubuk

2. Pembuatan UHT

3. Pasteurisasi

Sehingga kenapa ada proses fortifikasi vitamin kedalam susu bubuk utk
meningkatkan potensinya. Misconception yang sering terjadi, kandungan vitamin dan
tambahan2an asamlemak (linoleat, linolenat,AA, DHA) susu bubuk formula lengkap
sekali. Jadi seakan2 harus minum susu formula meskipun sudah diatas 1 tahun. Padahal
susu bubuk formula banyak vitamin difortifikasi, untuk menggantikan banyak vitamin
yang hilang dalam proses pengeringan bubuk susunya dan penggunaan campuran
skimmilknya menurunkan kandungan asli vitamin larut lemak dalam susu formula.
ARTIKEL

PENGOLAHAN PENANGANAN

HASIL PANEN ( PPHP )

Disusun untuk memenuhi tugas


Mata kuliah : PPHP
Guru Pengampu :
1. IBU YETTY WIHANANTI
2. IBU LAELATUL SYARIFAHI

Disusun Oleh :

NAMA : DZIKRIYAH

KELAS : XI IPA 5

NO. ABSEN : 09

MADRASAH ALIYAH NEGERI 2 PEKALONGAN


TAHUN AJARAN 2010
Rempah-rempah, Bumbu Sekaligus Obat

Rempah-rempah ternyata tidak hanya melezatkan masakan, namun juga bisa


digunakan untuk menjaga kesehatan. Rempah-rempah menjadi salah satu kekayaan alam
Indonesia yang .sangat berharga. Karena rempah-rempah pulalah banyak negara asing
yang berlabuh di Indonesia, dan selanjutnya menjajah Bumi Pertiwi. Sumber daya alam
itu memang mengandung banyak manfaat, bukan saja sebagai bumbu penyedap masakan,
melainkan pula berpotensi sebagai bahan obat-obatan.

Hal itu dimungkinkan karena rempah-rempah mengandung komponen Biokimia


yang berperan penting dalam pencegahan dan pengobatan berbagai macam penyakit.
Sejalan dengan munculnya kembali gaya hidup back to nature, kebutuhan akan tanaman
rempah-rempah pun semakin meningkat.

Dalam memilih bahan pangan, masyarakat semakin Kritis, tidak saja melihat dari
sisi komposisi gizi sena cita rasanya, tetapi juga bahan pangan tersebut harus memiliki
fungsi fisiologis tertentu bagi tubuh. Makanan yang dikon-sumsi masyarakat seyogianya
dapat menyembuhkan penyakit, menurunkan tekanan darah, kadar kolesterol, serta gula
darah.

Salah satu contoh tanaman rempah-rempah yang termasuk tanaman herbal ialah
pegagan. Tanaman dengan nama Latin i mi Hk asiatica itu merupakan tanaman liar yang
banyak tumbuh di perkebunan, tepi jalan, pematang sawah, serta ladang yang agak basah.

Pegagan tumbuh subur di banyak daerah di Indonesia, dan penduduk setempat


memanfaatkannya untuk kesehatan. "Pegagan memiliki banyak manfaat. Sudah banyak
orang yang mengetahui bahwa tanamanherbal itu bisa dimanfaatkan untuk masakan dan
kesehatan," ujar peneliti tanaman obat dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Latifah K
Darusman.

Lebih lanjut, Latifah menguraikan tanaman berwarna merah dan hijau itu bisa pula
digunakan untuk menangkal penyakit lepra, campak, hepatitis, demam, radang amandel,
keracunan logam berat, wasir, dan cacingan. Pegagan juga baik untuk meningkatkan daya
ingat dan mengandung ,ii ih i ik sni.u i sehingga bermanfaat memperkuat daya tahan
tubuh. Beberapa manfaat pegagan tersebut, kata Latifah, merupakan hasil penelitian dan
ada fakta ilmiahnya.lenis rempah-rempah lainnya yang juga mengandung khasiat bagi
kesehatan tubuh ialah jahe. Rempah-rempah yang satu ini paling sering digunakan
sebagai bumbu pada berbagai menu makanan dan minuman. Secara empiris, jahe biasa
digunakan masyarakat sebagai obat masuk angin, gangguan pencernaan, sebagai
analgesik, dan sebagai anti uillamasi.

Banyak penelitian yang telah membuktikan bahwa jahe memunyai sifat anti-
oksidan. Bahkan beberapa komponen utama dalam jahe seperti gingerol, shogaol, dan
gingeron memiliki aktivitas anti-oksidan yang melebihi kemampuan vitamin E.
Mengonsumsi ekstrak jahe sebagai obat tradisional juga dapat meningkatkan ketahanan
rubuh dan mengobati diare.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak jahe dapat meningkatkan daya tahan
tubuh yang direfleksikan ke dalam sistem kekebalan, yaitu memberikan respons
kekebalan inang terhadap mikroba pangan yang masuk ke tubuh. Bahkan, mengonsumsi
jahe setiap hari dapat meningkatkan aktivitas sel dan daya tahan limfosit terhadap stres
oksidatif.

Selain jahe, rempah-rempah yang kerapdimanfaatkan sebagai bumbu masakan


sekaligus obat-obatan ialah pala. Pala banyak digunakan dalam industri makanan,
farmasi, dan k- .im-tika Daging buah pala sering kali diolah menjadi berbagai produk
pangan seperti manisan, sirup, selai, dan jeli. Minyak biji pala terutama digunakan dalam
industri flavor (penambah cita rasa) makanan, dan dalam jumlah kecil digunakan dalam
industri farmasi dan kosmetika.

Masyarakat juga cukup familiar dengan penggunaan kunyit sebagai bumbu


masakan serta bahan obat-obatan. Di bidang pangan, kunyit tidak hanya dimanfaatkan
sebagai bumbu penambah cita rasa serta pemberi warna, tetapi juga secara empiris bisa
digunakan sebagai obat maag, penurun kadar koles-terol, obat diare, nyeri haid, sakit
kuning, dan luka.

Komponen aktif dalam kunyit yang berperan adalah kurkumi-noid. Komponen itu
terkandung pula dalam beberapa jenis rempah-rempah lainnya, salah satunya temu lawak.
Kurkumi-noid merupakan komponen yang memberikan warna kuning yang bersifat
sebagai anti-oksidan. Kunyit juga mengandung komponen fenolik yang dapat menekan
pertumbuhan sel-sel kanker usus, payudara, paru-paru, dan kulit.

Pada temu lawak, selain kurkuminoid, ada i-turmeron yang berkhasiat untuk
mengobati berbagai penyakit. Akhir-akhir ini, temu lawak banyak dicam-purkan ke
dalam berbagai jenis minuman kesehatan maupun sirup multivitamin, terutama untuk
anak-anak, karena berkhasiat menambah nafsu makan.

Secara umum, bahan tambahan tersebut dikenal dengan nama curcuma. Sejumlah
penelitian juga telah membuktikan khasiat kurkuminoid dalam pengobatan, terutama
sebagai antikolesterol serta obat tumor dan kanker.

Pengawet Alami

Berdasarkan hasil penelitian pula diketahui sebagian besar komponen dalam


rempah-rempah tidak sebatas baik untuk kesehatan, tetapi juga bersifat sebagai amm nk
roba. Dengan karakteristik seperti itu, rempah-rempah bisa dimanfaatkan sebagai bahan
pengawet makanan. Salah satu jenis rempah-rempah yang bisa dimanfaatkan sebagai
pengawet makanan ialah lengkuas.

Lengkuas juga berkhasiat menyembuhkan berbagai penyakit, khususnya penyakit


yang disebabkan oleh jamur kulit. Lengkuas merah yang masih muda memiliki aktivitas
antimikroba yang tinggi. Rempah-rempah ini juga mampu menghambat pertumbuhan
mikroba patogen dan perusak makanan, khususnya dari jenis Bacillus cereus.

"Pemanfaatan lengkuas diharapkan mampu memperpanjang masa simpan bahan


pangan dan minuman tanpa mengurangi kualitas serta tidak berdampak buruk bagi
kesehatan. Pengawet alami itu jelas lebih murah dan mudah didapat di sekitar kita,"
ungkap Wimaii Pudji Rahayu, peneliti di lurusan Teknologi Pangan dan Gizi, IPB.
Berbagai keuntungan yang bisa diperoleh dari rempah-rempah semakin membuktikan
bahwa alam telah menyediakan solusi yang murah dan aman untuk kesehatan manusia.
B. JENIS PENYAKIT

1. DEMAM DAN PILEK

Ambil 1 buah jeruk nipis, peras airnya. Tambahkan minyak kayu putih dengan
perbandingan sama. Tambahkan kapur sirih. Campur ketiganya hingga berbentuk
seperti bubur, oleskan pada leher, dada, atau punggung.

2. PEGAL LINU

Cengkah, merica, dan daun belimbing wuluh mampu meredakan pegal linu.
Caranya, lumatkan 10 butir cengkeh, 15 butir merica, dan daun belimbing wuluh.
Tambahkan cuka secukupnya.

3. BISUL

Minuman berikut ini dipercaya nenek moyang kita mampu menyembuhkan bisul.
rebus 1 umbi temulawak (iris jadi 5 bagian), 1 ibu jari asam kawak, dan gula jawa
secukupnya dalam 1,5 gelas air. Setelah tinggal separuh, saring dan minum sekaligus.
Cukup sehari sekali.

4. BENGKAK

Haluskan 1 jari rimpang kencur bersama 1 sendok makan beras. Tempelkan pada
bagian yang bengkak, balut dengan kain.

5. MASUK ANGIN

Sudah lama jahe dipercaya untuk mengusir angin dalam tubuh. Memarkan 1 ruas
jari jahe tua. Rebus selama 15 menit dalam 2 gelas air. Tentu Anda dapat
menambahkan gula merah untuk memberi rasa. Minum ketika hangat.
6. SAKIT PERUT

Jeruk nipis mampu mengobati sakit perut dari luar. Caranya, campur air jeruk
nipis (dari 1 jeruk) dengan minyak kayu putih, dan kapur sirih hingga berbentuk
bubur. Oleskan pada perut.

7. NYERI KALA HAID

Nyeri di kala haid dapat diredakan dengan larutan berikut. Rebus 2 bunga
cengkeh, 7 butir ketumbar, 2 cm kunyit, dan 1 sendok teh parutan pala dalam 1 gelas
air hingga tinggal setengahnya. Saring dan diminum hangat-hangat.

8. RAMUAN PENCAHAR

Ambil 1 genggam daun asam dan 1 jari rimpang kunyit. Rebus selama 5 menit di
dalam 1 gelas air. Setelah dingin, saring dan minum sekaligus.

9. MENCEGAH RAMBUT RONTOK

Lumatkan 10 butir kemiri. Didihkan dalam 2 gelas air sampai mengeluarkan


minyak. Setelah dingin, saring dan gosok-gosokkan dikulit kepala 2-3 kali seminggu.
Ada baiknya kita mengenal bagian-bagian dari daging sapi agar mengenal sifat dan
jenisnya. Dengan demikian kita tidak salah memilih daging sapi untuk resep-resep
tertentu.
DAGING SAPI

Daging sapi paha depan atau dikenal juga sebagai chuck adalah bagian daging
sapi yang berasal dari bagian atas paha depan. Ciri daging ini adalah berbentuk potongan
segiempat dengan ketebalan sekitar 2-3 cm, dengan bagian dari tulang pundak masih
menempel ke bagian paha sampai ke bagian terluar dari punuk. Biasanya daging ini
digunakan untuk membuat bakso.

Daging Iga Sapi atau rib adalah bagian daging sapi yang berasal dari daging di
sekitar tulang iga. Bagian ini termasuk dari delapan bagian utama daging sapi yang biasa
dikonsumsi. Seluruh bagian daging iga ini bisa terdiri dari beberapa iga berjumlah sekitar
6 sampai dengan 12; untuk potongan daging iga yang akan dikonsumsi bisa terdiri dari 2
sampai dengan 7 tulang iga. Biasanya bagian ini digunakan sebagai bahan dasar makanan
khas Makassar, sup konro.

Has Dalam atau tenderloin adalah daging sapi dari bagian tengah badan. Sesuai
dengan karakteristik daging has, daging ini terdiri dari bagian-bagian otot utama di
sekitar bagian tulang belakang, dan kurang lebih di antara bahu dan tulang panggul.
Daerah ini adalah bagian yang paling lunak, karena otot-otot di bagian ini jarang dipakai
untuk beraktivitas. Biasanya bagian daging ini digunakan untuk membuat steak.

Has Luar atau lebih dikenal dengan nama sirloin adalah bagian daging sapi yang
berasal dari bagian bawah daging iga, terus sampai ke bagian sisi luar has dalam. Daging
ini adalah daging yang paling murah dari semua jenis has, karena otot sapi pada bagian
ini masih lumayan keras dibanding bagian has yang lain karena otot-otot di sekitar daging
ini paling banyak digunakan untuk bekerja. Biasanya daging ini digunakan untuk
membuat steak.

Penutup Daging Sapi atau lebih dikenal dengan nama Topside atau Round adalah
bagian daging sapi yang terletak di bagian paha belakang sapi dan sudah mendekati area
pantat sapi. Potongan daging sapi di bagian ini sangat tipis dan kurang lebih sangat liat.
Selain itu bagian ini sangat kurang lemak sehingga jika dibakar atau dipanggang akan
sangat lama melunakkannya. Biasanya daging ini digunakan untuk campuran daging
pizza.

T-bone adalah bagian daging sapi yang biasa dibuat sebagai steak. Potongan
daging ini terbentuk dari tulang yang berbentuk seperti huruf T dengan daging
disekitarnya. Bagian daging yang paling besar biasanya berasal dari bagian has luar,
sedangkan bagian kecilnya berasal dari has dalam.

Lamosir atau lamusir atau dikenal juga dengan nama cube roll adalah bagian
daging sapi yang berasal dari bagian belakang sapi di sekitar has dalam, has luar dan
tanjung. Biasanya daging ini digunakan untuk makanan khas Batam, Sup Lamosir.

Tanjung atau lebih dikenal dengan nama rump adalah salah satu bagian daging
sapi yang berasal dari bagian punggung belakang. Biasanya daging ini disajikan dengan
dipanggang.

Punuk atau lebih dikenal dengan nama blade adalah daging sapi bagian atas yang
menyambung dari bagian daging paha depan terus sampai ke bagian punuk sapi. Pada
bagian tengahnya terdapat serat-serat kasar yang mengarah ke bagian bawah, yang cocok
jika digunakan dengan cara memasak dengan teknik mengukus. Biasanya daging ini
digunakan untuk membuat makanan khas Nusa Tenggara Timur yaitu Se’i (sejenis
daging asap).

Cingur adalah tulang rawan dari bagian hidung dan bibir atas sapi. Biasanya
ditemui dalam rujak cingur.

Lidah Sapi adalah bagian daging sapi yang berasal dari lidah sapi. Biasanya daging
ini digunakan sebagai bahan dasar makanan untuk Sate Padang dan semur lidah. Lidah
sapi juga diasap.

Buntut Sapi atau lebih dikenal dengan nama Oxtail adalah bagian dari tubuh sapi
bagian ekor. Biasanya bagian ini disajikan sebagai hidangan sup buntut.
KANDUNGAN DALAM IKAN

Setelah mengetahui ikan mempunyai kandungan gizi sangat banyak, maka ikan
perlu diperhitungkan sebagai sumber zat gizi yang penting. Pola kebiasaan makan ikan
seperti pada masyarakat Eskimo dan Jepang memberi petunjuk kuat atas sangat
rendahnya kejadian penyakit jantung dan penyakit degeneratif lainnya pada masyarakat
tersebut.

Penelitian pada kelompok masyarakat yang mengkonsumsi ikan secara kontinyu


dan ikan menjadi pangan dominan seperti pada orang Eskimo menunjukkan, jenis lemak
di dalam ikan (asam linoleat) setelah melalui proses metabolisme dalam tubuh manusia
akan menghasilkan asam lemak yang kemudian dikenal dengan nama omega 3.

Omega 3 yang terdapat pada ikan mencegah penyakit jantung dan penyakit
degeneratif lainnya. Bahkan ada indikasi masyarakat yang gemar mengkonsumsi ikan
memiliki umur harapan hidup rata-rata lebih panjang daripada masyarakat yang kurang
mengkonsumsi ikan.

Secara sederhana dapat dijelaskan, karakteristiknya yang unik menyebabkan omega


3 mampu mencegah dan mengurangi penumpukan kolesterol dan melekatnya bintik-
bintik darah pada dinding pembuluh darah yang merupakan sebab utama timbulnya
serangan jantung dan stroke yang mematikan.

Omega 3 selain bisa menurunkan kadar kolesterol darah juga bisa mengatasi beban
penderita penyakit asma, rematik, penyakit kulit, komplikasi diabetes dan kanker
payudara.

Bahkan pertumbuhan sel otak manusia sangat tergantung pada kadar omega 3
secara cukup sejak bayi dalam kandungan sampai balita. Bila pada masa tersebut cukup
tersedia omega 3 maka anak tersebut akan tumbuh dengan potensi kecerdasan maksimal.
Karena alasan itu, sejak ibu hamil perlu mengkonsumsi ikan dalam jumlah cukup sampai
bayi yang dikandungnya lahir.
Setelah bayi bisa makan nasi tim perkenalkan ikan sampai usia selanjutnya. Banyak
penelitian tentang peranan minyak ikan dalam menurunkan risiko penyakit jantung. Di
dalam minyak ikan ada asam lemak tidak jenuh omega 3 terutama yang disebut
eikosapentaenoat (EPA) dan dakosaheksaenoat (DHA).

Percobaan pada hewan maupun manusia membuktikan keduanya dapat


menurunkan kadar kolesterol, trigliserida, dan lipoprotein darah. Dengan demikian
minyak ikan dapat menurunkan risiko terjadinya aterosklerosis. Asam-asam lemak tidak
jenuh yang berasal dari tumbuh-tumbuhan seperti minyak jagung, minyak kacang,
minyak kedelai, dan sebagainya juga mempunyai pengaruh serupa.

Namun, minyak ikan mempunyai kelebihan dan keunikan terutama pada kasus
kadar lemak darah tinggi yaitu bisa menurunkan lemak darah tersebut. Selain ikan
bermanfaat untuk kesehatan jantung, ikan juga mengandung kalori rendah sehingga bagi
orang-orang yang sedang mengikuti program diet penurunan berat badan mengkonsumsi
ikan bermanfaat ganda asal diolah dengan sedikit lemak.

Selain manfaat ikan untuk kesehatan, perlu diketahui pula kandungan histamin
pada jenis ikan seperti tongkol, kembung, cakalang, dan tuna secara alami yang bisa
menyebabkan keracunan. Keracunan itu tidak hanya disebabkan oleh kelompok ikan
yang secara alami sudah mengandung histamin tetapi juga bisa disebabkan oleh ikan lain
yang kurang segar mutunya. Makin tinggi tingkat kerusakan ikan, makin banyak histamin
yang terbentuk pada ikan. Konsumsi histamin dalam jumlah rendah (8-10 mg) tidak
membahayakan.

Gejala keracunan akan timbul apabila mengkonsumsi 70 sampai 1000 mg histamin.


Gejala keracunan yang tampak adalah muntah-muntah, bibir bengkak, sakit kepala, mual,
muka kemerah-merahan, gatal-gatal, dan badan lemas. Meskipun histamin bisa membuat
keracunan, namun belum ada kejadian keracunan bisa mematikan. Karena itu perlu upaya
makan ikan yang kesegarannya terjamin.

Jangan disamakan alergi terhadap ikan dengan keracunan oleh ikan karena
munculnya gejala yang sama. Keracunan bisa dihindari tetapi alergi tidak bisa dihindari.
Karena itu biasanya orang yang alergi ikan setelah makan ikan menelan pil antihistamin
supaya tidak ada reaksi alergi. Untuk menghindari keracunan ikan, belilah ikan yang
segar, segera buang isi perut sebelum diolah dan bila tidak segera dikonsumsi simpan di
freezer.

Upaya ini juga untuk menghindari tumbuhnya bakteri pembusuk karena jumlah
histamin ikan dipengaruhi jumlah bakteri pada ikan tersebut. Kita perlu terus
mengkonsumsi ikan mengingat manfaatnya sangat banyak untuk kesehatan tubuh.

Manfaat makan ikan antara lain menurunkan kadar kolesterol darah, menurunkan
kadar trigliserida darah, meningkatkan kecerdasan anak dan meningkatkan kemampuan
akademik, menurunkan risiko kematian karena penyakit jantung, mengurangi gejala
rematik, dan menurunkan aktivitas pertumbuhan sel kanker. Nah, marilah kita
manfaatkan ikan dalam menu sehari-hari dengan motto "tiada hari tanpa ikan" supaya
keluarga sehat.
SUSU SEBAGAI SUMBER KALSIUM

Merupakan salah satu minuman yang mengadung dalam jumlah yang banyak,
yaitu sekitar 1.000 mg/liter. Selain mengandung kalsium, susu juga mengandung,
protein dan berbagai yang membuatnya menjadi pangan yang nyaris sempurna. The
most nearly perfect food, begitulah yang merupakan pendapat dari para pakar pangan
dunia dalam menilai keberadaan susu yang bermanfaat bagi masyarakat dan
keluarga. Sebab komposisi nutrisi cairan yang umumnya diperoleh dari hasil
pemerahan hewan , atau nyaris leNgkap dan seimbang.

Susu dari berbagai sumber memiliki kandungan kalsium yang cukup banyak,
misalnya setiap 100 gr bahan seperti mengandung 98 mg, 216 mg, 143 mg, susu
bubuk “full cream” 895 mg, susu bubuk skim 1.300 mg, dan keju 777 mg.

Meskipun susu mengandung banyak kalsium yang sangat diperlukan, namun


bagi yang tidak suka minum susu tidak perlu takut kekurangan kalsium. Pasalnya,
mineral makro ini bisa juga diperoleh dari beberapa jenis kacang-kacangan, umbi-
umbian, sayur dan ikan.