Anda di halaman 1dari 6

Kekuatan Hati Nurani

oleh Reizsa Yoga Setyawan, 1006765721

Judul : The Art of Life Revolution


Pengarang : Ir Eko Jalu Santoso
Tahun Terbit : 2007
Halaman : 356
Penerbit : Elexmedia Komputindo

Apakah suara hati nurani sama dengan suara jiwa? Mengapa kita harus
mendengarkan suara hati nurani? Dewasa ini, masih banyak orang yang sebenarnya
ingin menulusuri lorong-lorong hati tetapi terbelenggu dengan batas-batas egoisme,
individualisme, hedonisme, dan materialisme. Kita dahaga akan kedamaian dan
keindahan hati sehingga seringkali kita bercermin dan ingin kembali pada hati nurani.
Oleh karena itu, Eko jalu Santoso seorang Founder Motivasi Indonesia mengajak kita
melihat lebih dalam dalam mendengarkan dan mengetahui suara hati nurani.

Menurut Eko Jalu Santoso, Hati nurani adalah pusat atau sentral kesadaran manusia.
Jika hati nurani manusia positif maka pasti pikirannya positif, begitu pula dengan
perbuatannya. Tempat berkumpulnya bagi mereka yang hatinya bersih dan tak
bernoda dan tempat mengingat Tuhan - itulah Hati Nurani. Suara hati adalah suara
halus dan murni yang datang langsung dari kesadaran jiwa yang ada di dalam diri kita
tanpa pertimbangan dalam memberikan jawaban. Ciri khas suara hati adalah bahwa ia
tidak dapat ditawar dan hanya sepintas sekali saja keluarnya dengan disadari atau
tanpa disadari. Di dalam suara hati, manusia sadar bahwa ia berada di bawah
kewajiban mutlak untuk selalu memilih yang benar serta yang terbaik untuknya.
Suara hati berasal dari Maha Mutlak, yaitu Tuhan yang berada dalam diri kita.
Semua yang dialami oleh manusia, sesungguhnya diawali dari hati
yang kemudian memerintahkan otak. Otak akan memproses dan
selanjutnya memerintahkan panca indra untuk bekerja sesuai
dengan apa yang diyakini dari hatinya. Sedangkan panca indra kita
tentu inginkan menikmati yang enak-enak semuanya. Mulut
inginnya makan yang enak-enak. Mata inginnya melihat yang
indah-indah. Tangan, kaki, telinga inginnya selalu merasakan yang
enak dan indah-indah. Sehingga tubuh dan jiwa kita ini seperti
selalu ditarik-tarik oleh panca indra untuk selalu menikmati yang
indah dan enak-enak. Akibatnya jika tidak dikendalikan oleh hati
dan pikiran, maka semuanya dapat dilakukan dengan menghalalkan
segala cara untuk memperoleh kenikmatan. Seringkali, egoisme,
individualisme, hedonisme, dan materialisme membutakan jiwa manusia dalam
mencapai sesuatu. Mendengarkan suara hati dapat mempengaruhi pikiran bawah
sadar atau “unconcius mind” yang seringkali merupakan sebuah sugesti, sehingga
melahirkan inspirasi dan energi motivasi dahsyat yang mengalir membakar semangat
Anda. Energi dan kreativitas yang bersumber dari suara hati ini perlu dibangkitkan
agar mengalir mencari jalan untuk mendorong cita-cita tertinggi Anda. Maka
dengarkan dan ikutilah suara hati yang bersumber dari Tuhan Yang Maha Esa.

Suara hati ini tidak akan keluar apabila hati nurani dalam keadaan tertutup oleh
kotoran-kotoran (dosa) yang menutupnya. Dalam keadaan yang demikian, yang
keluar bukan suara hati nurani melainkan emosi. Memang untuk pertama kali sulit
membedakan suara-suara yang datang dari dalam diri kita, ini hanya dapat dicapai
melalui latihan dan pembuktian. Suara hati nurani akan dapat terdengar apabila
keadaan diri kita memang menunjang untuk hal tersebut. Suara hati nurani dapat
didengar dengan cara; menenangkan pikiran terlebih dahulu, tidak dalam keadaan
tergesa gesa, kemudian merasakan apa yang terasa di dalam dada kita. Setelah
seluruh tubuh dalam keadaan rileks, arahkan perhatian di cakra jantung atau di tengah
dada.
Memang, mengikuti suara hati, menelusuri lorong hati tidak langsung membuat kita
menjadi kaya raya, tidak juga mendadak sontak menjadikan kita terkenal atau begitu
hebatnya. Tetapi ketika menelusuri lorong-lorong hati nurani, mengikuti bisikan suara
hati nurani ada semacam kesejukan, kebahagiaan dan kedamaian yang mengalir
dalam diri. Hal ini bisa menjadi semacam pencerahan dan memperkaya jiwa kita.
Kalau hidup dapat meraih kekayaan jiwa, maka tubuh dan jiwa kita akan dapat
terbang tinggi menuju kesuksesan dunia dan mencapai kearifan dan kemuliaan.
Karena ide-ide, imajinasi, fantasi, inspirasi dan motivasi yang mengalir keluar
senantiasa bersumber dari nilai-nilai mulia dan kearifan hati nurani.

Melihat pembahasan di atas, terlihat bahwa meskipun hati nurani bukan hakim
tertinggi di dalam prinsip moral, namun melakukan sesuatu yang melanggar hati
nurani tetap suatu hal yang berbahaya. Melakukan sesuatu yang melanggar hati
nurani adalah tidak benar dan merupakan hal yang tidak aman dan berbahaya sekali.
Hati nurani dapat bekerja secara penuh di dalam diri manusia. Pada saat manusia
dipegang oleh suara hati nurani sehingga menghasilkan kekuatan maka dengan
sendirinya timbul keberanian yang luarbiasa. Suara hati akan membawa kita kepada
keselamatan dan kebahagiaan, asalkan kita dapat mendengarkannya dengan jelas dan
meyakininya kemudian mempraktikkannya dalam kehidupan. Dengan demikian
mereka yang mendengarkan suara hati tidak akan mudah
terjerumus dalam berbagai tindak penyelewengan, menghalalkan
segala cara, tindakan korupsi, penyalahgunaan kekuasaan,
plagiarisme dan lain sebagainya. Karena hatilah sumber
inspirasinya dan sumber energi motivasinya. Dengan demikian,
tidak ada lagi yang meragukan kalau hati nurani adalah aset yang
paling berharga.