Anda di halaman 1dari 2

Cerita berawal dri pensinnya chief executive dar cocacola diganti ama Neville Isbell,

dalam 100 hari awal dia bekerja dia mengamati coca cola dan menemukan bnyak
masalah yang ada. Performance ny jelek cz little progress buat menghadapi
tantangan dari minuman non-cola, turunya erning 24 persen (penurunan paling
buruk), mesin produksi ny out of order (uda tua, diluar batas masa guna), masalah
ma supplier bottle, board director uda tua, ga bnyak ngembangin produk ,
marketing ny bloon. Musuh terbesar ny cocacola tuh jd ny diri ndiri. Coca ga da
perkembangan cz masi tetep pake mainset pendiri ny, jd ga bisa adaptasi dengan
permintaan konsumen untuk jenis minuman baru, trus ada omongan masa
minuman cola tuh uda 30 thun lamany..(uda ga jaman lg), culture ny merupakan
masalah yg berat cz ga uda bener” ngakar di cola, trus cultur ny tuh mempengaruhi
pengambilan keputusan yg basic strategi, gaya management, staffing (cara ngurus
bawahan), Performa expectation, product development masalah ny tuh terkait satu
sma lain, manager yg sekarang focus pada apa yang uda pernah dilakukan (yg
bagus” ny) sedangkan pepsi punya cara pandang misi yang beda, yg mebuat pepsi
Cola dapat beradaptasi dengan market place yg berubah-ubah.

Frozen in time

Merkipun isdell punya reputasi sebagai executive muda yang hebat dalam buat
decision tetap asaja isdell kurang leluasa bergerak dengan keadaan culture coke yg
kuno.. Isdell bilang cra keluar perusahaan ini ada pada memperbaikai operasional
produk soda & mengkapitalisasi brand yang uda ada. Di wallstreet dia bilang coke
ga berbicara tentang perubahan strategi yg radikal tetapi perubahan yang yang
dramatic dalam membuat eksekusi. CEO sebelumny si Goi, focus pada yg dia
lakukan terbaik yaitu softdrink cola, ketika focus bnyak ada kenaikan dr finance
(naik billion of dollar), keuntungan ny konsisiten, permintaan trus tumbuh, cola bisa
menduduki secara global ke seluruh dunia. Goi ini jd the first super compensation
CEO, professional pertama yg berhasil memperoleh gaji $ 1 billion. Sehabis goi
mati, org” itu menjadikan kerjaan goi sebagai pedoman, dngan memuja financial
statement waktu itu, filosofi ny yg cole sentries, sejak itu para BOD ny beku ga da
perkembangan, tp jd bwt nilai saham ny nurun, para invesror mulai liat masa jayany
uda mulai ilang manger keuangan menghapuskan holding cola sebanyak 84%, jadi
perlu adanya strategi jangka panjang dalam ketiadaan visi yg jelas di cola. Karena
ga da visi yg jelas maka wajar bagi untuk cola selalu mengacu pada keadaan masa
lalu, cola selama ini diberkati dengan product yg ada sampai sekarang, walaupun
bnyk manajer kesalahan di masa lalu tetap saja brand cola tetap powerfull di dunia,
itu ditolong jg naik ny kurs dolar.

Smoke n mirror

Ada yg nama ny cola interprise (CCI) yang punya 49% sahan cola, CCI ngijinin cola
bwt nentuin harga sampai nentuin vending mesin yg d beli. CCI bisa memperoleh
profit dngn menjual kembali botol” yg lebih kcil. Karena di cola ndiri lg krisis
supplier bottle karena supplier botolnya maw pension. Cola trus jd rugi karena asset
ny banyak terjual karena rugi.