Anda di halaman 1dari 25

BAHASA IBRANI

Allah sendiri telah berbicara dalam bahasa Ibrani, bahkan dua pertiga dari seluruh
wahyu Allah disampaikan kepada manusia melalui perantaraan bahasa Ibrani. Oleh
karena itu, sepatutnyalah kita berusaha untuk mengenal bahasa ini.

Perhatikan Tabel di bawah ini !

Alkitab Pasal Ayat Keterangan


Perjanjian Lama 929 23.203 Ditulis dalam bahasa Ibrani & Aram
Perjanjian Baru 260 7.659 Ditulis dalam bahasa Yunani Koine
Jumlah Total 1.189 30.862

1. SEJARAH & SIFAT BAHASA IBRANI

Bahasa-bahasa di Timur Tengah Kuno merupakan suatu rumpun yang biasanya


disebut rumpun bahasa Semitis, sesuai dengan nama Sem anak Nuh, yang dianggap
nenek moyang bangsa-bangsa Timur Tengah berdasarkan Kitab Kejadian pasal 10.

1.1. Adapun rumpun bahasa Semitis ini terbagi dalam tiga (3) cabang, yakni :

1.1.1. Cabang Timur : bahasa Akadis, yang mencakup bahasa Babilonia &
Asyur.
1.1.2. Cabang Selatan : bahasa Arab & Etiopia.
1.1.3. Cabang Barat : bahasa-bahasa Kanaan, yang mencakup bahasa Ebla,
Ugarit, Moab, Ibrani & Aram.

Dua dari antara bahasa-bahasa Semitis ini dipergunakan dalam Perjanjian


Lama, yaitu bahasa Ibrani ( hampir seluruh Perjanjian Lama ) dan bahasa
Aram ( Ezra 4:8 - 6:18, 7:12-26, Yeremia 10:11, Daniel 2:4 - 7:28 ).

1.2. Dapat dikatakan ada lima (5) lima periode dalam perkembangan bahasa Ibrani :

1.2.1. Sebelum Tahun 1.000 sM


Hanya ada beberapa tulisan dari jaman kuno tersebut, sehingga sifat bahasanya
kurang dapat dipastikan.

1.2.2. Tahun 1.000 - 500 sM


Bahasa pada jaman ini disebut bahasa Ibrani Klasik, yang dikenal terutama
sekali dari bahasa Alkitab Perjanjian Lama.

1.2.3. Tahun 500 sM - 500 M


Selama seribu tahun ini bahasa Ibrani semakin kurang dipergunakan sebagai
bahasa sehari-hari. Bahasa Ibrani hanya dipakai sebagai bahasa agama.

2
1.2.4. Tahun 500 - 1.900 M
Selama 14 abad bahasa Ibrani hidup sebagai bahasa sastra untuk bangsa
Yahudi, namun tidak dipakai dalam hidup sehari-hari. Pada periode ini, para
sarjana Yahudi ( Kaum Masoret ) menyempurnakan sistim penulisan bahasa
Ibrani serta menyalin naskah-naskah Alkitab Ibrani sekaligus untuk menetapkan
teksnya yang resmi, yang masih dipergunakan sampai saat ini.

1.2.5. Abad XX
Mulai tahun 1881 bahasa Ibrani dipergunakan dalam beberapa daerah di
Palestina, dan sejak tanggal 14 Mei 1948 menjadi bahasa resmi dalam negara
Israel.

Bahasa Ibrani Modern ini pada dasarnya sama dengan bahasa Alkitab Perjanjian
Lama, hanya Gramatika & pengucapannya saja yang disederhanakan serta
banyak kata baru yang dibentuk ataupun dipinjam dari bahasa lain.

2. ABJAD IBRANI

Abjad Ibrani terdiri atas 22 huruf, semuanya huruf-huruf mati ( konsonan ) saja.
Hal ini berarti huruf-huruf hidup ( vokal ) tidak muncul dalam Abjad Ibrani.
Meskipun dalam ucapan bahasa Ibrani terdengar adanya huruf-huruf hidup, namun
demikian huruf-huruf hidup tersebut tidak ditulis, sebab para pemakai bahasa Ibrani
dulu sudah sedemikian terlatih dalam penggunaan bahasanya, sehingga mereka dapat
langsung mengucapkan huruf-huruf hidup pada tempat yang tepat walaupun tidak
ditulis.

Ke-duapuluh-dua huruf Ibrani tersebut adalah sebagai berikut :

Nomor Nama Bentuk Bentuk Arti Contoh Transli Angka


Urut Huruf Cetak Tulis Aslinya Ucapan -terasi
01 ‘alef a Banteng Ke’ada’an
V 1

02 Bet
b Rumah Batu b 2

03 Gimel
g Unta Gudang g 3

04 Dalet
d Pintu Desa d 4

05 He
h Jendela Hak h 5

06 Waw
w Kaitan Voice w 6

07 Zayin
z Senjata Zaman z 7

08 Khet
x Pagar Khotbah Ê 8

09 Tet
j Ular Tanah ð 9

10 Yod
y Tangan Ya y 10

3
11 Kaf
k Telapak
Tangan
Kota k 20

12 Lamed
l Lembu Lunas l 30

13 Mem
m Air Mata m 40

14 Nun
n Ikan Nasehat n 50

15 Samekh
s Sandaran Singa s 60

16 ayin
[ Mata Rakyat
‘ 70

17 Pe
p Mulut Pisang p 80

18 Tsade
c Kail Nats î 90

19 Qof
q Belakang
Kepala
Al-Quran q 100

20 Resy
r Kepala Roda r 200

21 Sin
f Gigi Singa ṡ 300

Syin v Syukur š
22 Taw
t Tanda Tanah t 400

2.1. Beberapa Petunjuk Cara Menulis Huruf Ibrani

2.1.1. Tidak ada perbedaan antara huruf besar dengan huruf kecil.
2.1.2. Kita akan memakai bukan bentuk cetak melainkan bentuk tulis, yang lazim
dipakai dalam Perjanjian Lama, walaupun sedikit lain dari bentuk tulisan yang
sekarang dipakai oleh bangsa Israel.
2.1.3. Tulisan Ibrani dituliskan & dibaca dari kanan ke kiri, sama halnya dengan
bahasa Arab.
2.1.4. Pada dasarnya setiap huruf Ibrani harus memenuhi sebuah kuadrat. Namun
perhatikan bahwa ada beberapa huruf yang lebih kecil, yang hanya mengisi
setengah kuadrat ( n y z w g ) dan ada pula dua huruf yang menonjol
keluar dari kuadrat ( q l ).

2.1.5. Penulisan setiap huruf dimulai dari sudut kiri atas !

4
2.2. Huruf Dengan Bentuk Final

Lima huruf berikut : c p n m k dapat diingat melalui akronim KaM Na


PeTs bilamana muncul pada akhir kata selalu mendapat bentuk yang khusus, yang
disebut bentuk final/akhir. Sedangkan huruf-huruf lainnya hanya memiliki satu
bentuk saja.

No Nama Huruf Bentuk Biasa Bentuk Final


1 Kaf
k $
2 Mem
m ~
3 Nun
n !
4 Pe
p @
5 Tsade
c #
2.3. Huruf-huruf Yang Mudah Dikacaukan

Perhatikan ada beberapa huruf Ibrani harus ditulis dengan sangat teliti agar tidak
dikacaukan. Temukan & rumuskan sendiri perbedaan di antara huruf-huruf yang
dikelompokkan bersama :

No Nama Huruf Bentuk Huruf


1 Bet, Kaf, Pe
p k b
2 Gimel, Nun
g n
3 Dalet, Resy, Kaf Final,
Pe Final
@ $ r d
4 He, Khet, Taw
t x h
5 Yod, Waw, Zayin,
Nun Final
! z w y
6 Tet, Mem, Mem Final,
Samekh
s ~ m j
7 ‘ayin, Tsade, Tsade Final # c [
8 Syin, Sin
f v
Tulislah huruf-huruf Ibrani pada masing-masing kelompok tersebut di atas secara
tepat dalam satu baris, sehingga anda dapat mengenal perbedaan-perbedaan mereka
secara cermat.

5
TUGAS (1)

[1] Tulislah dalam satu baris seluruh huruf dari Abjad Ibrani dalam kertas miliblok.
[2] Kenalilah & sebutkanlah nama setiap huruf Ibrani dalam Kejadian 1:1 di bawah
ini :

#rah taw ~ymV'h ta ~yhla arB tyvarB



[3] Tuliskan kelima huruf yang memiliki bentuk final & tuliskan pula bentuk
finalnya !

3. PENGUCAPAN

Ciri khas pengucapan setiap huruf Ibrani dapat dilihat dengan jelas pada Daftar
Lengkap di halaman 3 & 4. Penjelasan-penjelasan berikut hanya merupakan
pelengkap.

3.1. Huruf Valef & ‘ayin bukanlah vokal “a”. Perlu diingat lagi bahwa Abjad Ibrani
hanya terdiri atas huruf-huruf mati ( konsonan ) saja. Huruf adan [ tidak
diucapkan ketika dilafalkan ( sehingga disebut konsonan bisu ).

3.2. Huruf-huruf BeGaD KeFaT


Untuk enam (6) huruf berikut : tpkdgb orang Ibrani mengenal
dua (2) cara pengucapan, yakni pengucapan keras atau pengucapan lembut.
Pengucapan keras ditandai oleh Titik Pengeras di tengah-tengah huruf-huruf
tersebut. Tanpa Titik Pengeras, huruf-huruf tersebut diucapkan lembut.
Namun pada masa kini ( Bahasa Ibrani Modern ) hanya tinggal tiga (3) di antara
enam (6) huruf tersebut di atas, di mana perbedaan antara dua (2) pengucapan
masih terdengar jelas, yakni :

Huruf Pengucapan Huruf Pengucapan


B b b v

K k k kh

P p p f

Peraturan mengenai kapan huruf BeGaD KeFaT memakai Titik Pengeras &
kapan tidak, akan dibahas dalam pelajaran berikutnya.

6
3.3. Huruf Tenggorokan ( Gutturals )
Ada lima (5) Konsonan : [xha dan kadangkala rdiklasifikasi
sebagai huruf-huruf Tenggorokan ( Gutturals ) sebab diucapkan dari dalam
tenggorokan.

3.4. Peraturan pengucapan dalam buku-buku Tata Bahasa Ibrani tidak seragam. Kita
tidak mempunyai rekaman ucapan Musa, Daud, dan Ezra. Dalam perkuliahan
ini, kita akan mengikuti cara pengucapan menurut buku R.K. Harrison, yang
disusun dalam kerjasama dengan orang Yahudi ( Harrison, R.K. Teach Yourself
Biblical Hebrew. New York : David McKay Company, 1976 ).

4. TRANSLITERASI

Tulisan Ibrani dapat ditransliterasikan ( ditulis dengan huruf-huruf Latin ) dan


dalam perkuliahan ini kita mengikuti pola New Bible Dictionary ( NBD ) yang
paling konsekuen di antara pola-pola yang ada ( lihat halaman 2 & 3 ).
Untuk huruf-huruf BeGaD KeFaT berlaku transliterasi sebagai berikut :

Huruf
B b G g D d K k P p T t
Transliterasi b ḇ g ḡ d ḏ k ḵ р  t ṯ

Garis di bawah atau di atas huruf BeGaD KeFaT menunjukkan bahwa ia diucapkan
secara lembut dan tidak memiliki Titik Pengeras di tengah-tengah huruf tersebut.
Perhatikan : garis pada “g” & “p” diletakkan di atasnya, semata-mata agar garis
tersebut tidak mengganggu bagian huruf yang menonjol ke bawah.

Latihan :

Mari kita mulai menulis kata pertama, yang terdiri atas tiga (3) huruf, yaitu : l, m, d.
Untuk menulis kata ini dengan huruf Ibrani, kita harus mulai menulis huruf pertama
di sebelah kanan kertas kita dan menambahkan huruf demi huruf dari kanan ke kiri
sebagai berikut :

Z \
d m l= l m d

7
TUGAS (2)

[1] Tulislah kelompok konsonan berikut di bawah ini dengan tulisan Ibrani !

1. ḥn 6. šlwm
2. sdyn 7. dm
3. mlḵ 8. yldḵn
4. rš 9. lm
5. mšpð 10. ‘bryṯ

[2] Berikanlah Transliterasi Yehezkiel 38:12

$dy byvhl zB zblw llv llvl


hnqm hf[ ~ywGm @sam ~[ law tbvwn twbrx l[
#rah rwBj l[ ybvy !ynqw
5. VOKALISASI

Sampai dengan abad-abad pertama sesudah Kristus, Perjanjian Lama tetap ditulis
dengan konsonan-konsonan saja, meskipun pada saat membaca selalu terdengar bunyi
vokal sebagai penyambung di antara konsonan-konsonan tersebut.

Selama bahasa Ibrani Klasik, yaitu bahasa Ibrani Perjanjian Lama, dipakai dalam
kehidupan sehari-hari, hal mengisi sendiri vokal pada saat membaca tidak menjadi
soal. Bahasa Ibrani dibaca & dibicarakan melalui tradisi oral yang diturunkan dari
generasi ke generasi.

Sekitar abad VI Masehi, ketika bahasa Ibrani Klasik itu tidak lagi dipakai dalam
percakapan sehari-hari melainkan hanya dipakai dalam bidang sastra / bahasa sastra
& hanya dipakai dalam bidang agama, tampaklah adanya kebutuhan untuk
menambahkan petunjuk-petunjuk mengenai vokal-vokal yang tepat, yang perlu
diucapkan pada waktu membaca Perjanjian Lama.

8
5.1. Huruf Vokal

Untuk mendapatkan jalan keluar dari masalah tersebut di atas, maka mula-mula ada
tiga (3) konsonan yang dipinjam untuk menunjuk tempat vokal dalam suatu kata :

Konsonan Nama Huruf Mewakili Contoh Pengucapan


Vokal
y Yod î , ê
yl dapat dibaca lî
atau lê
w Waw û , ô
wl dapat dibaca : lû
atau lô
h He â , ēh , ōh
hl dapat dibaca :
( pada akhir kata ) lâ atau lēh atau lōh

Oleh karena tiga (3) konsonan yang berfungsi sebagai huruf vokal masing-masing
dapat mewakili lebih dari satu vokal, maka dengan sistim ini tetap perlu mengenal
bahasa Ibrani dengan serius untuk dapat menentukan vokal yang tepat. Hal ini berarti
Perjanjian Lama hanya dapat dibaca secara tepat oleh orang yang mengenal bahasa
Ibrani sebagai bahasa induknya.

Pada saat itu makin terasa kebutuhan yang mendesak untuk melengkapi setiap kata
dengan keterangan yang pasti mengenai vokal-vokal mana yang perlu diucapkan di
dalamnya.

5.2. Tanda-tanda Vokal

Penambahan vokal-vokal kepada konsonan-konsonan dalam naskah-naskah


Perjanjian Lama sungguh menjadi masalah dari segi teologis, sebab berdasarkan
keyakinan orang Yahudi, teks yang suci sama sekali tidak boleh diubah ataupun
ditambahi. Akhirnya ada para ahli naskah, yakni para Masoret yang menemukan
jalan keluarnya. Mereka tidak menciptakan huruf-huruf hidup yang baru untuk
ditambahkan kepada teks Perjanjian Lama yang suci, melainkan mereka hanya
menciptakan suatu sistim titik & tanda kecil yang mewakili huruf-huruf hidup dan
yang dapat ditulis di dalam atau di sekitar huruf-huruf asli tanpa mengganggu
kesucian huruf-huruf tersebut.

9
Sistim Vokalisasi yang diciptakan para Masoret tersebut adalah sebagaimana tertera
di dalam tabel di bawah ini :

Nama Tanda Vokal Transliterasi


Qamets
' ā
Patakh
; a
Tsere
e ē

y e ê
Segol
, e
Khireq
i i

y i î
Kholem
o ō

wO ô
Qamets-khatuf
' o
Syureq
W û
Qibbuts
U u

10
Dengan demikian, vokalisasi bahasa Ibrani dapat diklasifikasi sebagai berikut di
bawah ini :

Vokal Panjang Sejarah Panjang Pendek


a h ' â ' ā ; a
e y e ê e ē , e
i y i î i i
o wO ô o ō ' o
u W û ֻ u
5.2.1. Penempatan Tanda Vokal

Biasanya tanda vokal ditempatkan di bawah konsonan dengan cara sebagai berikut :

<a> Hampir pada semua konsonan, tanda vokal ditulis persis di bawah
pertengahan huruf tersebut.
Contoh : q, [' s; be ai
<b> Konsonan yang memiliki hanya satu tiang saja, menerima tanda vokal persis di
bawah tiang yang satu itu.
Contoh : rI y" z< w: d: gI 
<c> Waw menerima satu titik di sebelah kirinya yang membuat Waw menjadi
Syureq ( W ).
<d> Kholem adalah tanda vokal yang satu-satunya selalu ditempatkan di atas
konsonan bagian kiri.
Contoh : mo rBo
Namun perlu diperhatikan bahwa ada tiga (3) perkecualian mengenai
penempatan tanda Kholem :

[1] Bila konsonan yang menyusul setelah Kholem adalah , maka Kholem a
meninggalkan tempatnya yang sebenarnya & berpindah ke atas huruf
a sebelah kanan atas.
Contoh : lō’ ditulis bukan a ol melainkan aOl
[2] Hal yang sama berlaku untuk Waw yang mempunyai vokal.
Contoh : lōweh ditulis hwO<l bukan hw< Ol

11
f
[3] Demikian pula bila Kholem berdampingan dengan atau , maka v
Kholem akan ditarik oleh kedua huruf tersebut. Bahkan, Kholem menjadi
satu dengan titik yang telah dimiliki oleh kedua huruf tersebut ( berarti tidak
perlu membuat dua titik ).

Contoh :

Kata Penulisan
Mōṡ vom
Mōš
vm
ṡōn !f
šōn
!vo
5.2.2. Pengucapan Tanda Vokal

5.2.2.1. Urutan Konsonan - Vokal

Tidak ada kata Ibrani yang dimulai dengan vokal ! Semua kata Ibrani tanpa
terkecuali dimulai dengan sebuah konsonan. Hal ini berpengaruh terhadap
pengucapan vokal Ibrani, sebab pasti setiap vokal didahului oleh sebuah
konsonan.

Contoh :B' diucapkan bā, tidak mungkin menjadi āb.


mi diucapkan mi, tidak mungkin menjadi im.
Sekarang perhatikan contoh berikut di bawah ini !

dwID" !B, yl;ae rm;a' - transliterasi : Vāmar Vēlay ben Dāwiḏ.

Sekali lagi, ingat beberapa peraturan yang penting :

<a> Setiap vokal PASTI didahului oleh konsonan.

<b>Tidak ada kata Ibrani dengan dua vokal berturut-turut tanpa dipisahkan
oleh konsonan.
<c> Tidak ada kata Ibrani dengan dua konsonan berturut-turut ( kecuali a
dan [ ) tanpa dipisahkan oleh vokal.
Oleh karena itu, ar"B' tidak dibaca bāār’, melainkan bārā’

12
Perkecualian :

Bilamana sebuah kata berakhir dengan huruf Tenggorokan, sewaktu-waktu


patakh akan muncul pada huruf tersebut, dan akan mendahuluinya dalam
pengucapan ( Furtive Patakh ).

Contoh : x;Wr diucapkan rûaḥ , bukan rûḥa.

5.2.2.2. Vokal Homogen

Di mana sudah terdapat huruf-huruf vokal dalam teks ( lihat halaman 9 ), di


situ para Masoret menambahkan tanda-tanda vokal untuk memastikan
pengucapan huruf-huruf vokal tersebut ( lihat halaman 10, 11 ).

Tulisan huruf vokal bersama vokal homogennya disebut tulisan lengkap ( Full
Script ) misalnya :
dywID"dāwîḏ ( khireq lengkap )
ba'wOyyô’āḇ ( kholem lengkap )
tyBe bêṯ ( tsere lengkap )

Akan tetapi sewaktu-waktu kata-kata dengan tulisan lengkap itu dapat muncul
tanpa huruf vokal. Gejala ini disebut tulisan tidak lengkap / defective script.
Untuk arti kata tersebut tidak ada pengaruh. Contoh :

dwID"dāwiḏ
ba'Oy yo’aḇ

tBebēṯ
Perhatikan dalam pengucapan : bilamana Yod atau Waw didahului oleh vokal
homogen, maka Yod dan Waw tidak akan diucapkan sebagai konsonan,
melainkan akan membisu sambil memperpanjang vokal homogennya. Hal ini
juga tampak dalam transliterasi ( perhatikan kembali halaman 10,11 ).
Contoh :

ymi adalah mî, bukanlah miy

yme adalah mê, bukanlah mēy

13
 wOm adalah mô, bukanlah mōw
Wm adalah mû, bukanlah muw
Akan tetapi, bilamana huruf vokal ( Yod & Waw ) didahului oleh vokal yang
tidak homogen, maka huruf vokal tersebut akan berfungsi & terdengar sebagai
konsonan biasa. Misalnya :

ym; adalah may, bukanlah ma

ym' adalah māy, bukanlah mā

wmi adalah miw, bukanlah mî

wme adalah mēw, bukanlah mê.

Perkecualian :

Susunan huruf wy '


senantiasa diucapkan āw, bukan āyw. Sekalipun Yod
didahului oleh vokal yang bukan homogen, namun demikian Yod dalam
kasus ini tetap bisu. Contoh :

wyd"y" transliterasinya menjadi : yāḏāw.

5.2.2.3. Huruf He Pada Akhir Kata

Konsonan He sebagai huruf terakhir sebuah kata tidak dianggap sebagai


konsonan, melainkan menandai bahwa kata tersebut berakhir dengan sebuah
vokal ( qamets, tsere, segol, kholem ). Pada posisi itu, He tidak diucapkan
walaupun ia dapat muncul dalam transliterasi. Misalnya :

hl'G' ( gālâ ), hleGo ( gōlēh ), hl,Go ( gōleh ), dan hOlG" ( gālōh )

Bila He pada akhir kata muncul dengan titik ( Mappiq ), berarti He harus
diucapkan. Misalnya : Hn"ymil. ( l mînāh, Kejadian 1:25 ), HB;g>YIw:
e

( wayyiḡbah, 1 Samuel 10:23 ), dan Hc'r>a; ( 'arṣāh ).

14
TUGAS (3)

A. Transliterasikan ke dalam huruf-huruf & vokalisasi Ibrani !

01. Lēnâ 04. Bînâ 07. šōēð 10. Qôðēl


02. Pîsô 05. Rō’š 08. Ben 11. ḥāṡîm
03. Nôrâ 06. Gāḏôl 09. 'îš 12. ‘āpār

B. Transliterasikan nama-nama di bawah ini ke dalam huruf-huruf Latin !

@l,a' 10
~x,l, tyBe 01

tyje 11
bleK' 02

aPe 12
hv,m 03

dwOy 13
wf'[e 04

dmel' 14
rg"h' 05

ydEc' 15
ha'le 06

@wOq 16
!t'n" 07

!yI[; 17
!v,G 08

!b'l' 18
bybia' lTe 09

6. SHEWA

6.1. Shewa Bisu ( Silent Shewa )

Bilamana konsonan yang bersuara tidak disusul oleh vokal, maka konsonan tersebut
akan mendapat tanda Shewa ( : ) yang tidak diucapkan ( disebut Shewa Bisu ) dan
tidak muncul dalam transliterasi.

Dengan demikian, nama raja Zimri ( di mana Mem adalah konsonan yang bersuara
namun tidak diikuti oleh vokal ) harus ditulis yrIm.zI ( Zimrî ).

Pada huruf terakhir sebuah kata, Shewa Bisu tidak ditulis, kecuali :

6.1.1. Pada Kaf Final, misalnya %l,m, ( meleḵ ).


6.1.2. Bila sebuah kata berakhir dengan dua konsonan berturut-turut, maka kedua
konsonan itu akan mendapat Shewa Bisu, misalnya : j.v.q ( qōšð :
kebenaran ).

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Shewa Bisu ini hanya muncul pada
akhir suku kata !

15
6.2. Shewa Bersuara ( Vocal Shewa )

6.2.1. Tanda Shewa sekaligus juga dapat mewakili bunyi vokal yang paling pendek
dan ringan ucapannya, yakni seperti “e pepet”.
Contoh : wOxyrIy> e
( Y rîÊô )

6.2.2. Shewa Bersuara muncul dalam transliterasi sebagai e yang diangkat setengah
spasi.

6.2.3. Bersama konsonannya Shewa Bersuara merupakan semacam pendahuluan


untuk suku kata berikut & dianggap bagian utuh dari suku kata berikut itu.

Dua bentuk Shewa ( Shewa Bisu & Shewa Bersuara ) disebut Shewa Biasa ( Simple
Shewa ).

6.3. Shewa Bersuara Pada Huruf Tenggorokan

Untuk Shewa Bersuara pada empat huruf Tenggorokan berlaku aturan khusus.
Huruf-huruf tersebut tidak pernah mendapat Shewa Bersuara yang biasa ( Simple
Shewa ), melainkan salah satu dari Shewa Gabungan ( Composite Shewa /
Augmented Shewa ) sebagaimana dapat digambarkan selengkapnya di dalam Tabel
berikut di bawah ini :

Nama Tanda Ucapan Contoh Transliterasi


SHEWA Shewa Bisu
. tidak
diucapkan
ljoq.ni niqðōl
e
BIASA Shewa
Bersuara
. “e” pepet
hd"Why> Y hûḏâ
,a
SHEWA Khatef-
patakh
] “a”
terpendek
~r"a] rām
,e
GABUNGAN Khatef-segol
? “e”
terpendek
~yhiOla/ lōhîm
o
Khatef-
qamets
\ “o”
terpendek
ylix\ h lî

Catatan :

(1) Dalam penulisan Shewa Gabungan, perhatikan bahwa Shewa senantiasa


dituliskan di sebelah kanan vokal !

(2) Bedakan Khatef-qamets dari Qamets-khatuf secara Tata Bahasa, sekalipun


pengucapan kedua vokal persis sama.

16
Membedakan Antara Shewa Bisu Dengan Shewa Bersuara

SHEWA BISU SHEWA BERSUARA


Setelah vokal pendek Setelah vokal panjang
Dua Shewa berturut-turut pada akhir Di bawah konsonan pertama dari
sebuah kata sebuah kata

Bila ada dua Shewa berturut-turut di tengah kata, maka Shewa yang pertama
adalah BISU, sedangkan Shewa kedua adalah Bersuara !

Latihan Membaca : Mazmur 1:1-6

tc;[]B; %l;h' al{ rv,a] vyaih-' yrev.a; 1


al{ ~ycile bv;Amb.W dm'[' al{ ~yaiJ'x; %r,d,b.W ~y[iv'r>
hG<h.y< Atr'Atb.W Acp.x, hw"hy> tr;AtB. ~ai yKi 2 `bv'y"
rv,a] ~yIm' ygEl.P;-l[; lWtv' #[eK. hy"h'w> 3 `hl'y>l'w" ~m'Ay
hf,[]y:-rv,a] lkow> lAByI-al{ Whle['w> AT[iB. !TeyI Ayr>Pi
WNp,D>Ti-rv,a] #MoK;-~ai yKi ~y[iv'r>h' !ke-al{ 4 `x;ylic.y:
~yaiJ'x;w> jP'v.MiB; ~y[iv'r> Wmquy"-al{ !Ke-l[; 5 `x;Wr
%r,d,w> ~yqiyDIc; %r,D, hw"hy> [;deAy-yKi 6 `~yqiyDIc; td;[]B;
`dbeaTo ~y[iv'r>
7. SUKU KATA ( SYLLABLE )

Yang dimaksudkan dengan suku kata adalah satuan bunyi yang diucapkan sekali
dalam suatu kata, misalnya : Sa-ya be-la-jar ba-ha-sa.

7.1. Pengertian Suku Kata Ibrani

Setiap suku kata harus dimulai dengan satu konsonan yang diikuti oleh paling sedikit
satu bunyi vokal. Berdasarkan peraturan ini, maka batas suku kata-suku kata dapat
ditentukan. Misalnya :

~wOlv' ~wOl - v' šā – lôm

hd"Why> hd" - Why> Y e hû - ḏâ

~yhiOla/ ~yhi - Ola/ e


lō – hîm

yn"doa] yn" - doa] a


ḏō - nāy

17
Perhatikan, dalam semua contoh tersebut di atas tidak mungkin membuat pembagian
suku kata yang lain, kecuali melanggar peraturan di atas.

Suku Kata Ibrani diklasifikasi ke dalam dua jenis, yakni Suku Kata Terbuka
( Open Syllable ) & Suku Kata Tertutup ( Close Syllable ).

7.2. Suku Kata Terbuka ( Open Syllable )

Suku Kata terbuka adalah suatu suku kata yang diakhiri oleh sebuah vokal atau
dengan konsonan yang tidak bersuara. Misalnya :

B' _ bā

aOl _ lō’
e
wOxyrIy> wOx - yrIy> Y rî - Êô

aybin" aybi - n" nā - ḇî’


̶
Pada umumnya Suku Kata Terbuka mempunyai sebuah vokal panjang. Akan tetapi
bila Suku Kata Terbuka itu mendapatkan tekanan suara, maka ia pun dapat memiliki
vokal pendek. Contoh : ~yIm;v' ( šā - ma - yim )
Perhatikan :

[1] Suku Kata pertama terbuka dengan vokal panjang.


[2] Suku Kata kedua terbuka namun dengan vokal pendek, sebab mendapatkan
tekanan suara.

7.3. Suku Kata Tertutup ( Close Syllable )

Suku Kata tertutup adalah suatu suku kata yang diakhiri oleh sebuah konsonan. Dan
pada umumnya sebuah Suku Kata Tertutup mempunyai sebuah vokal pendek. Contoh
:

~ve - šēm

~y"r>mi ~y" - rmi Mir - yām

drom.ni dro - mni Nim - rōḏ

Akan tetapi sewaktu-waktu suku kata tertutup dapat memiliki vokal panjang bila
mendapat tekanan suara. Misalnya : rb'D" ( dā - ḇār )

18
Ada satu rumus yang penting untuk diingat : setiap Suku Kata Tertutup yang
tidak mendapat tekanan suara, mutlak mempunyai vokal pendek. Hal ini
berarti, bilamana Qamets muncul dalam Suku Kata Tertutup tersebut, maka Qamets
ini harus berubah ucapannya dari “a” panjang menjadi “o” pendek ( Qamets-khatuf
), yang bunyinya sama dengan Khatuf-qamets, meskipun tidak memakai Shewa
Gabungan. Dengan kata lain, Qamets-khatuf hanya muncul pada suku kata
tertutup yang tidak mendapatkan tekanan suara !

Contoh pemakaian Qamets-khatuf :

e
hm'k.x' Êoḵ - mâ bukan Êā - ḵ - mâ

laeynIt.[' ‘oṯ - nî -’ēl bukan ‘āṯ - nî -’ēl


e
lj;q.y" yoq - ðal bukan yā - q - ðal

Contoh pemakaian Qamets biasa :

e
hm'k.x' ḥā - ḵ -mâ

~K'x' ḥā - ḵām

7.4. Penekanan Dalam Pengucapan

Dalam mengucapkan kata-kata Ibrani biasanya suku kata terakhir ( Latin : Ultima )
mendapat penekanan, sebagaimana pada kata : ~yhiOla/ aybin" ~wOlv'
Ada sebagian kata yang mendapat penekanan pada suku kata kedua dari belakang
(Latin : Paenultima), sebagaimana tampak pada kata : %l,m, ds,x, #r<a,
Semua kata dalam Daftar Kata yang tidak diberi tanda penekanan ( < ) mendapat
penekanan sesuai dengan peraturan yang umum ( pada Ultima ).

Sebagaimana dalam bahasa Indonesia, demikian juga dalam bahasa Ibrani “e” pepet
( Shewa Bersuara ) tidak pernah mendapat penekanan dalam pengucapan.

19
TUGAS (4)

A. Bagikan kata-kata di bawah ini ke dalam suku kata & berikan pula nama
suku kata tersebut serta sebutkan vokal yang menyertainya !

~yrIb'D> 06
ryvi[' 01

hk'l'm.m; 07
!n"[' 02

hl'y>l; 08
~ve 03

laer"f.yI 09
~wOy 04

vwOdq' 10
hw"c.mi 05

B. Salinlah tiap kata dari Mazmur 15:1b ( Teks Ibrani ), bagikanlah tiap kata
tersebut ke dalam suku kata serta uraikan tiap suku kata tersebut menurut jenis
suku kata & vokal macam apa yang dimilikinya.

^v,d>q' rh;B. !Kov.yI ymi


C. Latihan Membaca Teks Ibrani ( Mazmur 23 :1-6 )

` rs'x.a, al{ y[iro hw"hy> dwId'l. rAmz>mi 1


` ynIleh]n:y> tAxnUm. yme-l[;: ynIceyBir>y: av,D, tAan>Bi 2
` Amv. ![;m;l. qd,c-, yleG>[.m;b. ynIxeny> : bbeAvy> yvip.n: 3
^j.b.vi ydIM'[i hT'a-; yKi [r' ar'yai-al{ tw<m'l.c; aygEB. %lea-e yKi ~G: 4
dg<n< !x'l.vu yn:p'l. %ro[]T; 5 ` ynImux]n:y> hM'he ^T,n>[;v.miW
bAj %a; 6 ` hy"w"r> ysiAK yviaro !m,V,b; T'n>V;DI yr'r>co
%r,aol. hw"hy>-tybeB. yTib.v;w> yY"x; ymey-> lK' ynIWpD>r>yI ds,x,w"
` ~ymiy"
8. DAGESH

Istilah Dagesh dalam bahasa Ibrani berarti tusuk, berupa titik yang ditempatkan di
tengah sebuah konsonan.

Ada dua jenis Dagesh, yakni Dagesh Lene ( Latin : Lemah ) atau Titik Pengeras
dan Dagesh Forte ( Latin : Kuat ) atau Titik Penduakalian.
Dagesh Lene & Dagesh Forte muncul dengan penampilan yang sama, namun dengan
tujuan berbeda.

20
8.1. Dagesh Lene ( Titik Pengeras )

Dagesh Lene ( Titik Pengeras ) hanya dapat dimiliki oleh enam (6) huruf BeGaD
KeFaT saja. Peraturan-peraturan berikut di bawah ini perlu diingat :

Huruf-huruf BeGaD KeFaT senantiasa memiliki Dagesh Lene ( Titik Pengeras )


8.1.1. Pada permulaan Kata.
Contoh :

ar"B' bārā’

~D" dām

~yniP' pānîm

Namun perhatikan, bila kata sebelumnya berakhir dengan vokal atau huruf vokal,
maka huruf vokal tersebut dapat menyebabkan huruf BeGaD KeFaT pada
permulaan kata berikut kehilangan titik pengerasnya. Contoh :

,a
~ymit' ynIa] nî ðāmîm
,a
lwOdG" yn"dao ] ḏōnāy gāḏôl

8.1.2. Pada permulaan suku kata, bila suku kata yang mendahuluinya tertutup.
Misalnya :

jP'v.mi mišpāð

x;Bez>mi mizbēaḥ

8.1.3. Dalam konsonan terakhir dari sebuah kata yang berakhir dengan dua
konsonan berturut-turut. Contoh :

T.l.j;q' qāðalt

Sebaliknya, huruf-huruf BeGaD KeFaT tidak mendapat Titik Pengeras bilamana


didahului oleh vokal ataupun Shewa Bersuara. Contoh :

aybin" b didahului vokal

td<l,wOm t ,d didahului vokal

hq'd"c. d didahului Shewa Bersuara

twOdl.wTO d didahului Shewa Bersuara ;

t didahului vokal

21
8.2. Dagesh Forte ( Titik Penduakalian )

Dagesh Forte & Dagesh Lene muncul dengan penampilan yang sama, namun dengan
tujuan yang berbeda. Dagesh Forte adalah sebuah titik yang diletakkan di tengah-
tengah konsonan, yang menandakan konsonan tersebut berganda ( diduakalikan ).
Contoh : kata Qittel harus ditulis lJeqi
Perhatikan :

[1] Dalam transliterasi, huruf yang diduakalikan harus ditulis rangkap ( qiððēl ).
[2] Pemisah suku kata selalu di tengah konsonan yang diduakalikan ( qið - ðēl ).
[3] Dagesh Forte dapat diletakkan di dalam konsonan apa saja kecuali lima (5)
huruf Gutturals !

Huruf-huruf Gutturals sulit diduakalikan dalam ucapan, sehingga tidak pernah


mendapat Dagesh Forte. Di mana huruf-huruf tersebut seharusnya mendapat Dagesh
Forte, maka di situ akan terjadi Kompensasi , yakni vokal pendek yang
mendahuluinya akan diperpanjang.

<a> Hal ini selalu terjadi di depan a dan r dan sering juga di depan [ .
Contoh : 
ba'h; daripada menduakalikan a terjadi kompensasi patakh

menjadi qamets ba'h'


 %rEBi daripada menduakalikan r terjadi kompensasi khireq menjadi
tsere : %rEBe
 ry[ih; [ terjadi kompensasi patakh
daripada menduakalikan

menjadi qamets : ry[ih'

h x
<b> Di depan dan kompensasi ini tidak terjadi, sebab kedua huruf tersebut
dianggap sudah memiliki penduakalian secara implisit. Dengan demikian,
kedua huruf ini tidak menerima Dagesh Forte dan juga tidak mengakibatkan
kompensasi.
Contoh : aWhh;
8.3. Membedakan Dagesh Forte Dari Dagesh Lene

8.3.1. Sebuah titik di tengah-tengah huruf apa saja selain BeGaD KeFaT adalah
Dagesh Forte dan menandakan huruf itu digandakan.

8.3.2. Sebuah titik di tengah-tengah huruf BeGaD KeFaT adalah sebuah Dagesh
Lene tatkala huruf tersebut TIDAK DIDAHULUI oleh sebuah vokal.
Misalnya :

22
e e
tyrIB. b rîṯ bukan bb rîṯ

rB'd>mi miḏbār bukan miḏbbār

8.3.3. Sebuah titik di tengah-tengah huruf BeGaD KeFaT adalah Dagesh Forte
ketika huruf tersebut didahului oleh sebuah vokal.
Misalnya :
qyDIc; ṣaddîq

!Beh; Habbēn

Perlu diperhatikan bahwa Dagesh Forte pada huruf BeGaD KeFaT ini sekaligus
juga mengeraskan huruf tersebut. Bentuk BeGaD KeFaT yang lembut tidak dapat
diduakalikan.
Contoh : ryPis; sappîr bukan saîr

9. TANDA-TANDA BACA

Para sarjana ( Masoret ) yang memberikan huruf-huruf hidup pada teks Ibrani, juga
menciptakan suatu sistem accents ( tekanan suara ) yang ditambahkan pada teks
untuk membantu pengucapan yang tepat. Di dalam Biblica Hebraica Stuttgartensia
( BHS ) terdapat 27 accents prosa & 21 accents puisi. Untuk accents puisi ini
muncul terutama di dalam kitab-kitab Mazmur, Ayub, dan Amsal.

Untuk mempelajari tanda-tanda baca selengkapnya, dapat dipelajari dalam sebuah


buku tersendiri, "A Simplified Guide To BHS" karya William R. Scott, penerbit
BIBAL Press and William R. Scott, Third Edition, May 1995. Dalam perkuliahan ini
kita akan mempelajari beberapa saja di antaranya yang penting untuk diketahui.

ֽ
9.1. Silluq ( )
Silluq selalu muncul di bawah kata terakhir dari sebuah ayat. Silluq adalah
tanda berhenti yang terbesar dalam sebuah ayat, dan biasanya diikuti oleh
tanda ( ‫ ) ׃‬yang disebut Soph Pasuq.
9.2. Athnah ( ) =
Athnah ini merupakan tanda berhenti kedua terbesar, dan memisahkan
ayat itu ke dalam dua bagian yang logis. Nilai pemakaian Athnah &
Silluq terlihat dalam terjemahan Kejadian 1:1

` #r,a*('h' taew> ~yIm;V'h; tae ~y=hil{a/ ar'B' tyviareB.


>
Pada mulanya Allah telah menciptakan - bagian pertama dari ayat
ini,
Langit dan bumi - bagian kedua dari ayat ini.

23
Bagian pertama ayat ini memakai tanda Athnah ( = ), sedangkan bagian
kedua memakai tanda Silluq ( ֽ ).
9.3. Sebuah kata ditandai oleh sebuah Athnah atau Silluq ( juga sama halnya dengan
accent kuat lainnya ) akan disebut sebagai kata yang in pause. Maksud sebutan
ini menunjukkan adanya suatu istirahat sejenak. Dalam kondisi demikian,
sebuah kata harus memiliki sebuah vokal panjang sebagai tekanan atau dengan
istilah lain tone syllable. Jika vokal dari tone syllable itu adalah vokal pendek,
maka vokal tersebut harus diperpanjang. Ketentuan yang berlaku untuk
memperpanjang vokal pendek tersebut adalah sebagai berikut :

9.3.1. Patakh akan berubah menjadi Qamets.

Reguler Pausal Arti & Terdapat di


 ð  Engkau ( Yesaya 44:17 )

 ð  Air ( Kejadian 26:32 )

 ð  Rumah ( 1 Tawarikh 17:12 )

 ð  Air Anggur ( Yeremia 35:5 )

9.3.2. Vokal Khatef berubah menjadi Vokal saja tanpa Shewa.

Reguler Pausal Arti & Terdapat di


 ð  Saya ( Yeremia 17:18 )

9.3.3. Kata Benda Segolata ( yang memiliki dua vokal Segol ) akan berubah sebagai

berikut :

Reguler Pausal Arti & Terdapat di


 ð  Roti ( Mazmur 37:25 )

 ð  Bumi, negeri ( Keluaran 15: 12 )

 ð  Habil ( Kejadian 4:7 )

24
10. MAQQEF

Maqqef adalah garis horizontal ( garis penghubung ) yang ditempatkan di bagian


atas, yang dipakai untuk menggabungkan dua kata atau lebih di dalam suatu ayat.
Kata-kata yang digabungkan menjadi satu unit ucapan. Tekanan utamanya pada kata
terakhir dalam unit itu. Untuk semua kata yang bukan terakhir dalam suatu unit itu,
maka mereka akan kehilangan tekanan utamanya dan akan mengalami perubahan
vokal. Contoh :

menjadi ( dengan Qamets-khatuf ) tatkala ditempatkan sebelum Maqqef


seperti dalam ( Kejadian 6:5 ).

Demikian pula untuk menjadi ketika digabungkan dengan kata lain oleh

Maqqef seperti dalam  ( Kejadian 2:19 ).


Pada umumnya Maqqef muncul dengan kata-kata yang bersuku kata tunggal/satu
( Monosyllable ) seperti berikut :

 pada 07
 siapa 01

 jika 08
 dari 02

 juga 09
 pada 03

 semua 10
 atas 04

 tidak 11
 dengan 05

 apa 12
 jika tidak 06

11. Ketiv dan Qere

Dalam naskah Alkitab bahasa Ibrani terdapat kata-kata yang menurut kebiasaan
orang Yahudi tidak boleh diucapkan sebagaimana tertulis, sebab konsonan yang
tertulis itu keliru atau oleh karena sebab yang lain. Berkaitan dengan susunan
konsonan dalam naskah suci tidak boleh diubah sama sekali, walaupun ada
kekeliruan, maka susunan konsonan yang benar ( Qere = terbaca ) ditulis di pinggir
dan vokalisasi yang tepat ditulis di bawah konsonan yang tertulis dalam naskah
( Ketiv = tertulis ). Sebuah lingkaran atau bintang kecil di atas Ketiv memperingatkan
pembaca bahwa ada versi yang tepat di pinggir halaman.

Contoh : Yesaya 10:6





25

Kata dalam BHS mempunyai lingkaran kecil di atasnya, berarti ada
catatan di pinggir, yang ditandai lagi dengan , singkatan dari Qere ( “terbaca” ).
Pembacaan tepat mengambil konsonan dari pinggir bersama vokal dari dalam naskah,
sehingga kata yang tepat terbaca sebagai  bukan 
Masalah Ketiv & Qere juga penting bagi nama Allah Israel, yang dianggap terlalu suci
sehingga tidak boleh diucapkan. Susunan konsonan 
dahulu mungkin
diucapkan “Yahwe” , namun nama ini dianggap terlalu suci sehingga tidak boleh
diucapkan dalam bentuk aslinya. Oleh karena itu orang Yahudi mengambil kata
 ( “Tuhan” ) yang juga memiliki empat (4) konsonan seperti
ditulis di pinggir dan vokal-vokalnya ditempatkan di bawah
menjadi ( perhatikan bahwa shewa Gabungan yang di bawah 
menjadi Shewa Biasa di bawah  ). Dengan demikian,  selalu diucapkan

sebagai  ( donay ) oleh orang Yahudi dan kebiasaan ini juga diikuti oleh

Alkitab bahasa Indonesia yang menterjemahkan sebagai TUHAN.

“TUHAN” ( semua huruf besar ) selalu mewakili  ( yang sama sekali tidak
berarti “Tuhan” , melainkan merupakan Nama diri Allah, yakni “Yahwe” ) dalam
bahasa Ibrani. Dalam Alkitab bahasa Indonesia “Tuhan” ditulis oleh penerjemah di
mana teks bahasa Ibrani menulis  secara langsung.
Berhubung Nama Allah (  ) muncul begitu sering dalam Perjanjian Lama,
maka para Masoret merasa tidak perlu untuk mencatat Qerenya di pinggir halaman.
Hanya vokalisasi yang baru ditempatkan di bawah konsonan yang ada dalam teks
( Ketiv ) dan pembaca diharapkan untuk langsung menggantikan konsonan-konsonan
 dengan  yang dianggap sudah dihafal oleh setiap pembaca Perjanjian
Lama. Kasus ini dan kasus-kasus lain yang serupa dinamakan “Qere Tetap” atau
“Permanent Qere” atau “Qere Perpetuum”.

Namun rupanya pada kemudian hari, Qere Tetap ini sudah tidak diingat lagi

sehingga menjadi bentuk Nama Allah “Yehowa” sebab para pembaca Perjanjian
Lama menggabung konsonan-konsonan dalam teks dengan vokal-vokal di bawahnya.
Dalam transliterasi biasanya ditulis YHWH tanpa vokal !

¬
26