KONSEP PENDIDIKAN SENI RUPA

Perkembangan Pendekatan Peranan Aspek Substansial Pola Pikir & Pola Sikap Guru
Oleh: Nanang Ganda Prawira

Victor Lowenfeld. disiplin dg BERMAIN Pentingnya Pelajaran Mengambar Fase-fase mengambar anak . 1857) Corrado Ricci (Italia. daya ingat.Apresiasi karya seniman besar . Herbert Read. pengembangan individu Barat (Eropa & Amerika) Herman Lukens (1896) Franz Cizek (1865) Pendiri Lembaga Pendidikan Seni Rupa Anak di Wina (Bapak Seni Rupa Anak) Pendidikan Progresif Art as experience John Dewey. Setelah PD II .Metode meniru: latihan/drill . hukum.Perkembangan konsep PENDIDIKAN SENI RUPA Ruskin (Ingggris. pegetahuan/ilmu. sebab pengamatan tajam sbg bekal perolehan pengetahuan 0-4 fase corengaan 4-8 fase keemasan: Gb Cerita 9-14 fase kritis -Pendidikan Ekspresi bebas --Metode: racun bagi pendidikan seni rupa anak-anak -Pendidikan kreativitas -Seni sebagai terapi.Gambar Anak: bermakna .1882) Ebenezer Cooke & James Sully (1892) Fredich Froebel (Jerman) Pestalozzi the element of drawing (menggambar bagian dr senirupa) L’arte dei bambini Gambar bagan/skema karya anak: Lambang Ekspresinya Mengganti pengemb.Gambar Anak: khas.Bermain melalui SENI RUPA Sarana mempertajam pengamatan2. unik .

Lowenfeld. pekerjaan tangan. Dewwy Kurikulum berbasis MateriPPSI (Prosedur prngrmb. 1 oleh 4 cabang seni Di SD/SMP: KTK memasukan kria /tradisional dan muatan lokal Perubahan ke arah pembelajaran yang berbasis kompetensi siswa yg diharapkan. Commenius. seni suara Menggambar sebagai mata pelajaran berekpresi 1970 Pendidikan melalui seni 1975 Pendidikan melalui seni INDONESIA Sumbangan ahli psikologi & pedagogik: Montessori. Ziegfeld) Pendidikan Seni: kelas I (2 jam) di SMA. dsb 1950 Pengaruh konsep pend. teknologi dijital. produksi Pemikiran Posmodernisme Multikultural Menghargai pluralisme seni: etnik. Italo. Barat: Altera (Belanda) Sekolah Guru A (SGA). 1980) Art in general education: DBAE discipline based art education 4 disiplin seni rupa: estetika. dan budaya lokal Pertegas sosial budaya dalam seni Apresiasi seni budaya lokal 2002 Kurikulum berbasis Kompetensi 2006 KTSP Perbaikan posisi pendidikan seni Pendidikan seni bagian dari mata pelajaran Seni Budaya . Sistem instruksional). 1960-an) Getty Center for Education in the arts (AS. komputer. sejarah seni rupa. di kls 2 & 3 pilihan 1994 Kesenian dan Kerajinan Tangan Di SMU seni terpuruk. tradisional Identitas budaya Peran seni dalam kehidupan sosial Seni Rupa: visual culture Perkembangan Teknologi Informasi Media elektronika: TV. berorientasi pd tujuan Mengganti: Pendidikan Seni Education through art (Herbert Read. kritik. hanya 2 jam/kls.Barat (Eropa & Amerika) Greer (AS. B (SGB): Didaktik/metodik Tekenen als expressive vaak Menggambar. internet.

Pendekatan EKSPRESI DIRI PENDEKATAN PENDIDIKAN SENI RUPA Pendekatan DISIPLIN (Discipline-based Art Education) Pendekatan MULTIKULTURAL .

Pendekatan EKSPRESI DIRI Pendekatan Alamiah Pembelajaran Seni Media ekspresi diri Pengalaman yg menarik & menyenangkan Penyadaran Lingkungan Sosial & Budaya Kegiatan Seni = bermain Creative & mental growth Education through art .Anak ibarat tanaman. yang tumbuh di Kebun (sekolah). Guru yang memelihara kebunnya. agar tanaman tumbuh subur/berkembang optimal. Guru menyiram & memupuk tanaman.

1960. AS.Pendekatan DISIPLIN Discipline-Based Art Education Anak ibarat tanah liat. kreasi .Terstruktur & Sistematis Estetika Sejarah seni Berkarya seni/ berproduksi Kritik seni apresiasi Ekspresi. 1980) Seni Rupa = Disiplin Ilmu ----. Getty Center for Education in the arts. Guru sebagai pematung yang membentuknya menjadi sesuatu bentuk bermakna (Jeffers.

Pendekatan MULTIKULTURAL = Mendukung Pluralisme: (sosial-budaya. tradisi. modernisme) = Memperluas cakupan Seni Rupa Pendekatan EKLEKTIK (pengembangan Kurikulum) Teori & Praktik Seni Rupa . religiositas lokalitas) = Menolak dominasi Budaya Barat (rasionalitas. etnik. spiritualitas.

Peranan Pendidikan Seni Rupa  Pendidikan Kreativitas & Emosi  Media Penyadaran Budaya Nasional .

Aspek substansial Pendidikan Seni Rupa  PENGETAHUAN APRESIASI KETRAMPILAN dan KREATIVITAS     .

.

menetapkan ukuran keberhasilan) . pengalaman estetik & artistik) (kritik/positif.Aspek APRESIASI Penilaian Empati (keterlibatan jiwa) Perasaan (respon emosional.

Aspek KETRAMPILAN & KREATIVITAS Ketrampilan teknis mengolah & mengembangkan media ungkapan Ketrampilan motorik Ketrampilan mewujudkan gagasan .

. Kelancaran mengemukakan berbagai alternatif pemecahan masalah. Kemampuan mengabstraksi hal yang umum dan mengaitkannya dengan yang lebih khusus. Kemampuan memadukan unsur-unsur seni menjadi karya yang utuh. Kemampuan merespons atau membuahkan gagasan yang orisinal.Aspek Ketrampilan & Kreativitas (Lowenfeld) ► ► ► ► ► ► ► ► Kepekaan mengamati berbagai masalah melalui indera. Keluwesan melihat masalah dan kemungkinan pemecahannya. Kemampuan menciptakan karya seni rupa dengan cara dan gagasan yang unik. Kemampuan menata letak (komposisi).

pendidikan seni sebagai disiplin ilmu (dbae). dan pandangan multikultural .Penutup: Memilih pola pandang & pola sikap yang tepat Pandangan holistik & utuh: mengambil manfaat dari nilai-nilai positif pendekatan eskpresi diri (students oriented).

senang belajar. mengapresiasi/mengomentari karya. kreatif . berjiwa sosial.Penutup: Memilih pola pandang & pola sikap yang tepat Tujuan belajar seni: Siswa mampu “berseni” (berwawasan seni. sadar lingkungan. dengan kepekaan estetik yang memadai) Dampak ikutan: lebih tekun. berkarya.

kreasi. yang berencana secara sistematis untuk membantu pengembangan pribadi siswa seutuhnya. dan apresiasi. . dengan menekankan pada aspek rasa estetik.mpulan Pendidikan Seni Rupa: bagian dari pendidikan keseluruhan. melalui berbagai pelatihan pemahaman.

tapi siswa harus merasakan hasilnya yang nyata: ada peningkatan atau kemajuan yang dicapai. . dsb. dari kurang senang menjadi senang. dari tidak tahu menjadi tahu. dari yang tidak bisa membedakan jadi bisa membedakan sesuatu yang “nyeni”.Pendidikan seni rupa bukan kegiatan pengisi jam pelajaran di sekolah. dari tidak trampil jadi trampil.

dan bereksperimen mengolah Media alternatif untuk kegiatan berkarya seni rupa. SELAMAT BERKREASI !! . lngkungan. sosial. kita bereksplorasi. (salah satunya) melalui Pengembangan MEDIA SENI RUPA dengan memanfaatkan potensi alam. dan budaya setempat.Oleh karena itu. marilah kita tingkatkan PENDIDIKAN SENI RUPA menjadi LEBIH BERKUALITAS. dengan memanfaatkan LIMBAH. Melalui Workshop ini.