ZâuxÜÇâÜ ]tãt UtÜtà

PERATURAN GUBERNUR JAWA BARAT NOMOR : 33 Tahun 2008 TENTANG RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH (RKPD) PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2009 GUBERNUR JAWA BARAT, Menimbang : a. bahwa berdasarkan Pasal 26 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan daerah, Pemerintah Provinsi Jawa Barat harus menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) sebagai satu kesatuan dalam sistem perencanaan pembangunan nasional; b. bahwa berdasarkan Pasal 22 Ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah, Pemerintah Daerah menyusun rancangan akhir RKPD berdasarkan hasil Musrenbang RKPD, dilengkapi dengan pendanaan yang menunjukkan prakiraan maju; c. bahwa berdasarkan pertimbangan pada huruf a dan b di atas, perlu ditetapkan Peraturan Gubernur Jawa Barat tentang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1950 tentang pembentukan Provinsi Jawa Barat (Berita Negara tanggal 4 Juli 1950); 2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4286); 3. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4355); 4. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggungjawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4400);

Jalan Diponegoro No. 22 Telepon (022) 4232448 – 4233347 -4230963 Faks (022) 420 3450 BANDUNG - 40115

2 5. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 164, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4421); 6. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4437) jo. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2005 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UndangUndang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah menjadi Undang-Undang (Lembaran Negara Tahun 2005 Nomor 108, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4548); 7. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4438); 8. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025 (Lembaran Negara Tahun 2007 Nomor 33, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4700); 9. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang (Lembaran Negara Tahun 2007 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4725); 10. Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2005 tentang Pinjaman Daerah (Lembaran Negara Tahun 2005 Nomor 136, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4574); 11. Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan (Lembaran Negara Tahun 2005 Nomor 137, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4575); 12. Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2005 tentang Hibah Kepada Daerah (Lembaran Negara Tahun 2005 Nomor 137, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4577); 13. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2005 Nomor 139, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4578); 14. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4737); 15. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Tahun 2007 Nomor 89, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4741);

3 16. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan daerah (Lembaran Negara Tahun 2008 Nomor 19, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4815); 17. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2008 tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan (Lembaran Negara Nomor 20, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4816); 18. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2008 Nomor 21, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4817); 19. Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2004-2009 (Lembaran Negara Tahun 2005 Nomor 11); 20. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah jo. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah; 21. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 2 Tahun 2003 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Jawa Barat (Lembaran Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 2 tahun 2003 Seri E); 22. Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 72 Tahun 2005 tentang Tata Cara Perencanaan Pembangunan Tahunan Daerah (Lembaran Daerah Tahun 2005 Nomor 31 Seri E); 23. Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 31 Tahun 2008 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Transisi Tahun 2009 (Berita Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008 Nomor 31 Seri E). Memperhatikan : 1. Surat Edaran Bersama Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas dan Menteri Dalam Negeri No. 0259/M.PPN/I/2005-050/166/SJ, tanggal 20 Januari 2005 Perihal Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Musrenbang Tahun 2005; 2. Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 050/2020/SJ tanggal 11 Agustus 2005 perihal Petunjuk Penyusunan Dokumen RPJP Daerah dan RPJM Daerah; 3. Surat Edaran Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional dan Menteri Keuangan Nomor 0081/M.PPN/04/2008 dan Nomor SE 357/MK/2008 tentang Pagu Indikatif RKP Tahun 2009; 4. Surat Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Nomor 0044/M.PPN/03/2008 tanggal 6 Maret 2008 Perihal Penjelasan Acuan Penyusunan RKPD Provinsi Jawa Barat Tahun 2009;

4 5. Surat Menteri Dalam Negeri Nomor 050/456/II/Bangda tanggal 16 April 2008 tentang Tanggapan terhadap Permohonan Penjelasan Acuan Penyusunan RKPD 2009. MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN GUBERNUR TENTANG RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH (RKPD) PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2009. Pasal 1 Dalam Peraturan Gubernur ini, yang dimaksud dengan : 1. Daerah adalah Provinsi Jawa Barat. 2. Pemerintah Daerah adalah Gubernur beserta perangkat daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah. 3. Gubernur adalah Gubernur Jawa Barat. 4. Wakil Gubernur adalah Wakil Gubernur Jawa Barat 5. Kabupaten/Kota adalah Kabupaten/Kota di Jawa Barat. 6. Bupati/Walikota adalah Bupati/Walikota di Jawa Barat. 7. Satuan Kerja Perangkat Daerah yang selanjutnya disebut SKPD adalah Unit Kerja Pemerintah Daerah yang mempunyai tugas mengelola anggaran dan barang daerah. 8. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Transisi yang selanjutnya disebut RPJMD Transisi Tahun 2009 adalah Dokumen Perencanaan Provinsi Jawa Barat untuk mengisi kekosongan dokumen perencanaan jangka menengah, yang memberikan arah sekaligus acuan bagi seluruh komponen pelaku pembangunan daerah dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berkesinambungan. 9. Rencana Pembangunan Tahunan Nasional yang selanjutnya disebut Rencana Kerja Pemerintah atau RKP adalah dokumen perencanaan nasional untuk 1 (satu) tahun. 10. Rencana Pembangunan Tahunan Daerah yang selanjutnya disebut Rencana Kerja Pemerintah Daerah atau RKPD adalah dokumen perencanaan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk 1 (satu) tahun dari tanggal 1 Januari sampai dengan 31 Desember 2009. 11. Rencana Pembangunan Tahunan Satuan Kerja Perangkat Daerah yang selanjutnya disebut Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah atau Renja-SKPD adalah dokumen perencanaan Satuan Kerja Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk periode 1 (satu) tahun. 12. Satuan Kerja Perangkat Daerah yang selanjutnya disebut SKPD adalah Unit Kerja Pemerintah Daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang mempunyai tugas mengelola anggaran dan barang daerah.

5 13. Badan Perencanaan Daerah adalah Badan Perencanaan Daerah Provinsi Jawa Barat. 14. Kepala Badan Perencanaan Daerah adalah Kepala Badan Perencanaan Daerah Provinsi Jawa Barat sebagai Satuan Kerja Perangkat Daerah yang bertanggungjawab terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi perencanaan pembangunan di Provinsi Jawa Barat. 15. Rencana Kerja dan Anggaran Satuan Kerja Pemerintah Daerah selanjutnya disebut RKA SKPD adalah dokumen perencanaan dan penganggaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang berisi program dan kegiatan suatu SKPD, serta pagu anggaran sementara didasarkan atas Kebijakan Umum (KU) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS). Pasal 2 (1) RKPD Tahun 2009 adalah Dokumen Perencanaan Daerah untuk periode 1 (satu) tahun yaitu tahun 2009 yang dimulai dari tanggal 1 januari sampai dengan 31 Desember 2009. (2) RKPD Tahun 2009 sebagaimana dimaksud pada ayat (1), merupakan penjabaran dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD) Transisi Tahun 2009 dan mengacu pada RKP yang memuat isu strategis pembangunan berdasarkan hasil evaluasi tahun sebelumnya, kerangka ekonomi daerah, prioritas program dan kegiatan pembangunan yang pendanaannya bersumber dari APBN/PHLN, APBD dan dana lainnya, baik yang dilaksanakan langsung oleh Pemerintah Daerah maupun yang ditempuh dengan mendorong partisipasi masyarakat. (3) RKPD bertujuan untuk menciptakan sinergitas pelaksanaan pembangunan daerah antar wilayah, antar sektor pembangunan, dan antar tingkat pemerintahan, serta mewujudkan efisiensi alokasi sumber daya dalam pembangunan daerah. (4) RKPD Tahun 2009 sebagaimana dimaksud pada ayat (2) berfungsi sebagai : a. Pedoman Penyusunan Renja-SKPD; b. Pedoman dalam rangka penyusunan KU-APBD, PPAS dan RAPBD Tahun 2009; c. Acuan bagi Pemerintah Kabupaten/Kota dalam menyusun RKPD Tahun 2009. Pasal 3 Dalam rangka penyusunan Renja-SKPD Tahun 2009 sebagaimana dimaksud pada pasal 2 ayat (4) huruf a, SKPD menggunakan RKPD Tahun 2009 untuk : a. Penyusunan Rancangan Akhir Renja-SKPD; b. Sebagai bahan penyusunan RKA-SKPD.

Ditetapkan di Bandung pada tanggal 15 Mei 2008 Diundangkan di Bandung pada tanggal 15 Mei 2008 BERITA DAERAH PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2008 NOMOR 33 SERI E . Pasal 7 Peraturan Gubernur ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. memerintahkan pengundangan Peraturan Gubernur ini dengan penempatannya dalam Berita Daerah Provinsi Jawa Barat. Renstra SKPD serta tugas pokok dan fungsi SKPD.6 Pasal 4 Kepala Badan Perencanaan Daerah melakukan penelaahan terhadap rancangan akhir Renja-SKPD mengenai kesesuaiannya dengan RKPD. (5) Hasil evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (4) menjadi bahan bagi penyusunan RKPD Tahun 2010. (3) Kepala SKPD melakukan evaluasi kinerja pelaksanaan tahun sebelumnya. Pasal 6 Uraian lebih lanjut mengenai dokumen Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Gubernur ini. Kepala SKPD melakukan pemantauan. Pasal 5 (1) Dalam rangka pengendalian pelaksanaan rencana pembangunan. (4) Kepala Badan Perencanaan Daerah menyusun evaluasi rencana pembangunan berdasarkan hasil evaluasi Kepala SKPD. Agar setiap orang mengetahuinya. (2) Kepala Badan Perencanaan Daerah menghimpun dan menganalisis hasil pemantauan pelaksanaan rencana pembangunan dari masing-masing SKPD.

5.3 PROYEKSI KEBUTUHAN BELANJA DAERAH PROVINSI JAWA BARAT 2009 – 2010 KAIDAH PELAKSANAAN I–1 I–1 I–2 I–4 I–4 I–4 I–4 I–5 I–5 II .22 III .5.3 RENCANA KERJA PEMBANGUNAN BERSUMBER DANA APBN RINGKASAN PENDANAAN 5.2 PRIORITAS PEMBANGUNAN DAERAH 3.4 PROGRAM PEMBANGUNAN 3.1 ISU STRATEGIS 3.2 PROYEKSI KEBUTUHAN ALOKASI BELANJA LANGSUNG 5.1 II .4.1 BAB IV BAB V BAB VI BAB VII PENUTUP Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 i .22 III .1 Common Goals 3.3 ARAH KEBIJAKAN EKONOMI DAERAH 2.5 ARAH KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH 2.17 .25 III .27 .36 BAB II BAB III III .1 III .PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN 1.1 IV .2 Non Common Goals 3.2 Tujuan 1.1 Pemerintah 2.114 V-1 V-1 V-4 V-6 VI – 1 VII .25 III .30 .2 Dana Masyarakat dan Mitra 2.5.34 .1 III .12 II .1 EVALUASI PELAKSANAAN PEMBANGUNAN 2.27 IV .18 III .1 RENCANA KERJA KEGIATAN COMMON GOALS 4.1 Maksud 1.3 MAKSUD DAN TUJUAN 1.6 SISTEMATIKA RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAERAH 2.4.4.1 PENINGKATAN EFEKTIVITAS BELANJA DAERAH 5.3 Arah Kebijakan Pembiayaan Daerah 2.1 II .3 PRIORITAS WILAYAH 3.1 LATAR BELAKANG 1.14 II II II II II II II II .1 Arah Kebijakan Pendapatan Daerah 2.2.2 Non Common Goals RENCANA KERJA DAN PENDANAAN TAHUN 2009 4.4 ANALISIS DAN PERKIRAAN SUMBER-SUMBER PENDANAAN DAERAH 2.3.3.29 .2 TANTANGAN DAN PROSPEK PEREKONOMIAN DAERAH 2.19 III .29 .2 Arah Kebijakan Belanja Daerah 2.16 .1 Common Goals 3.4 Arah Kebijakan Dana Masyarakat dan Mitra PRIORITAS PEMBANGUNAN DAERAH 3.2 IV – 41 IV .4 VISI DAN MISI JANGKA MENENGAH DAERAH 1.5 KERANGKA LOGIS 1.2.4.5.2 LANDASAN HUKUM 1.2 RENCANA KERJA KEGIATAN PENUNJANG (NON COMMON GOALS) 4.

17 Tabel 5.1 Tabel 2.2007 Perkembangan Realisasi Pembiayaan Tahun 2003 – 2007 Alokasi Dana APBN Dekonsentrasi per SKPD di Provinsi Jawa Barat Tahun 2007 .14 Tabel 2.8 Tabel 2.2007 Proyeksi APBD Provinsi Jawa Barat 2009 Estimasi Kebutuhan Belanja Langsung dari APBD Provinsi Jawa Barat Menurut Bidang Berdasarkan Target IPM 80 dan Efektivitas/ Efisiensi Program Proyeksi Pendanaan Belanja Langsung Menurut Fungsi Tahun Anggaran 2009 II – 2 II – 3 II – 4 II – 15 II – 17 II – 18 II – 18 II – 19 II – 20 II – 21 II – 21 II – 23 II – 24 II – 25 II – 26 II – 27 II – 35 V–6 V–7 Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 ii .10 Tabel 2.9 Tabel 2.11 Tabel 2.12 Tabel 2.1 Tabel 5.16 Tabel 2.13 Tabel 2.4 Tabel 2.2 Tabel 2.2008 Perkembangan Rencana dan Realisasi PAD Provinsi Jawa Barat Tahun 2003 .15 Tabel 2.2007 Pertumbuhan PDRB Tiga Sektor Utama Realisasi Penanaman Modal Asing dan Penanaman Modal Dalam Negeri Jawa Barat Tahun 2003 .5 Tabel 2.2007 Perkembangan Rencana dan Realisasi Dana Perimbangan Provinsi Jawa Barat Tahun 2003 .7 Tabel 2.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT DAFTAR TABEL Tabel 2.3 Tabel 2.2008 Dibandingkan dengan APBD Tahun 2003 – 2007 Perkembangan Rincian Belanja Tahun 2003 .2008 Perkembangan Realisasi Total Pendapatan Provinsi Jawa Barat Tahun 2003 .2008 Alokasi Dana APBN Tugas Pembantuan Provinsi Jawa Barat Tahun 2007 .2007 Proyeksi Kondisi Perekonomian Regional Makro Tahun 2009 Perekmbangan Dana Pembangunan di Provinsi Jawa Barat Tahun 2003 .2008 Investasi Provinsi Jawa Barat Tahun 2003 .2007 Perkembangan Rencana dan Realisasi Belanja Provinsi Jawa Barat Tahun 2003 .2008 Perkembangan Realisasi Pendapatan Asli Daerah Dibandingkan Dengan APBD Provinsi Jawa Barat Tahun 2003 .2 Pencapaian Indikator Pembangunan Jawa Barat Tahun 2003 .6 Tabel 2.2008 Perkembangan Realisasi Alokasi Belanja Daerah Tahun 2003 .

2) RPJMD Transisi Jawa Barat Tahun 2009 yang ditetapkan melalui Peraturan Gubernur. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2008 – 2013 sebagai rencana pembangunan jangka menengah (5 tahun) dari kepala daerah terpilih belum ditetapkan.1 LATAR BELAKANG Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) merupakan dokumen perencanaan tahunan daerah Provinsi Jawa Barat sebagai penjabaran dari RPJM Daerah dan mengacu kepada RKP. Berdasarkan Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 72 tahun 2005 tentang Tata Cara Perencanaan Pembangunan Tahunan Daerah. Penyusunan RKPD Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 dilakukan dengan berpedoman pada Peraturan Gubernur Nomor 31 Tahun 2008 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Transisi Provinsi Jawa Barat Tahun 2009. penyusunan RKPD Tahun 2009 ini mengacu kepada : 1) Rancangan RPJPD Jawa Barat 2005 – 2025 . Untuk itu. fenomena yang ada. rencana kerja dan pendanaannya. penanggung jawab penyusunan RKPD adalah kepala Bapeda yang dalam pelaksanaannya berkoordinasi dengan kepala SKPD dan melibatkan pelaku pembangunan lainnya. dan 3) Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2009. isu strategis yang akan dihadapi pada tahun pelaksanaan RKPD. dan non common goals yaitu kegiatan pendukung yang menjadi tupoksinya SKPD guna pencapaian common goals. yang memuat rancangan kerangka ekonomi daerah. Selanjutnya. baik yang akan dilaksanakan oleh pemerintah maupun yang akan ditempuh dengan mendorong partisipasi masyarakat. dengan memperhatikan ketersediaan sumber daya yang terbatas. mengingat pelaksanaan pelantikan Gubernur/Wakil Gubernur terpilih baru dilaksanakan pada bulan Juni. Sebagai dokumen rencana pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 I-1 . Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 ini disusun bertepatan dengan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah Provinsi Jawa Barat.LAMPIRAN NOMOR TANGGAL TENTANG : : : : PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN GUBERNUR JAWA BARAT 33 TAHUN 2008 15 MEI 2008 RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH (RKPD) TAHUN 2009 BAB I PENDAHULUAN 1. prioritas pembangunan daerah. Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2009 serta memperhatikan hasil kinerja pembangunan yang dicapai pada tahun sebelumnya. serta mempertimbangkan sinergitas antarsektor dan antarwilayah. ditetapkan prioritas pembangunan daerah yang terbagi menjadi common goals yang memerlukan kegiatan lintas sektor dan sinergitas yang tinggi lintas SKPD dan institusi pada tingkatan pemerintahan.

12. 4. RKPD memuat kebijakan publik dan arah kebijakan pembangunan daerah selama setahun. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara. 11. 1. karena merupakan komitmen Pemerintah Daerah. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2007 Tentang Rencana Pembangunan jangka Panjang (RPJP) Nasional. 7. 8. 10. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 I-2 .2 LANDASAN HUKUM Peraturan perundang-undangan yang melatarbelakangi penyusunan RKPD Provinsi adalah sebagai berikut : 1. 2. Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 Tentang Perbendaharaan Negara. 6. Undang-undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundangundangan. Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 Tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah. 13. Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2005 tentang Pinjaman Daerah. 3 Tahun 2005 Jo Undang – undang Nomor 8 Tahun 2005 tentang Pemerintahan Daerah. Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2005 tentang Hibah Kepada Daerah. 5. Undang-undang Nomor 15 Tahun 2004 Tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT tahunan. 9. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah Jo Perpu No. Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 Tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. serta menciptakan kepastian kebijakan. Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan. Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2004 Tentang Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga. 3.

Surat Edaran Bersama Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas & Menteri Keuangan Nomor 0081/M. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2008 tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. 19. 21. Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah. 20. Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional. Tata Cara Penyusunan. 17. Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan. 23. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 tentang Perubahan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006. 15. Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 31 Tahun 2008 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Transisi Provinsi Jawa Barat Tahun 2009. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 I-3 . 16.PPN/04/2008 dan Nomor 357/MK/2008 tentang Pagu Indikatif RKP Tahun 2009. Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 72 Tahun 2005 tentang Tata Cara Perencanaan Pembangunan Tahunan Daerah. Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2005 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2004-2009. 22. 25. 26. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 2 Tahun 2003 Tentang Rencana Tata Ruang dan Wilayah Provinsi Jawa Barat 2010. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.PPN/03/2008 tanggal 6 Maret 2008 perihal Penjelasan Acuan penyusunan RKPD Provinsi Jawa Barat Tahun 2009. Surat Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Nomor 0044/M. 27.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 14. Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2006 tentang Tatacara Penyusunan Rencana Pembangunan Nasional. 24. 18. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah.

2 Tujuan Adapun tujuan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat tahun 2009 adalah guna mewujudkan sinergitas antara perencanaan. Pada tahapan kedua RPJPD tersebut (tahun 2008-2013). arah pembangunan ditujukan untuk meningkatkan aksesibilitas dan kualitas pelayanan kesehatan dan pendidikan. Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota dalam menyusun RKPD Kabupaten/Kota. penganggaran.3. antarsektor pembangunan.1 Maksud Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 dimaksudkan sebagai pedoman bagi : 1 2 3 SKPD Provinsi Jawa Barat dalam menyusun Rencana Kerja SKPD (Renja SKPD). sementara Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah periode selanjutnya yang memuat visi dan misi jangka menengah daerah belum disusun.3 MAKSUD DAN TUJUAN 1. Surat Menteri Dalam Negeri Nomor 050/456/II/Bangda tanggal 16 April 2008 tentang Tanggapan Terhadap Permohonan Penjelasan Acuan Penyusunan RKPD Tahun 2009. Penyusunan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009. pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 I-4 . 1. tercantum visi jangka panjang Jawa Barat yaitu “Jawa Barat dengan Iman dan Taqwa sebagai Provinsi Termaju di Indonesia”. dan antartingkat pemerintahan serta mewujudkan efisiensi alokasi sumber daya dalam pembangunan daerah.4 VISI DAN MISI JANGKA MENENGAH DAERAH Penyusunan RKPD Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 dilaksanakan pada saat Rencana Strategis Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun 2003 – 2008 sebagai rencana pembangunan jangka menengah daerah telah habis masa berlakunya. Dalam rancangan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Jawa Barat 2005-2025. 1. pelaksanaan dan pengawasan pembangunan antarwilayah. disusun Peraturan Gubernur Nomor 31 Tahun 2008 yang mengatur RPJMD Transisi yang menjadi acuan dalam penetapan program pembangunan prioritas pada RKPD Tahun 2009.3. 1. Menindaklanjuti hal tersebut.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 28.

revitalisasi pertanian.5 KERANGKA LOGIS Alur pemikiran dalam penyusunan RKPD 2009 adalah sebagai berikut : Fenomena 1 2 3 4 5 Tingginya PMKS Gizi Buruk Pendidikan Rendah Slum Area Penyebaran penyakit menular dan tidak menular Traficking Budaya Pasrah pada Nasib Berkembangnya Agama dan Aliran Kepercayaan yang Baru Benturan Budaya IPM KERANGKA LOGIS DOKUMEN PERENCANAAN RPJP. PENDAHULUAN 1. 1. rehabilitasi dan konservasi lingkungan serta penataan struktur pemerintahan daerah untuk menyiapkan kemandirian masyarakat Jawa Barat. PP 41 SOSIAL BUDAY A 6 7 8 9 1 Kebijakan Pemerintah Pusat Kesepakatan dengan Kab/Kota Sistem Nilai Urusan & Kewena ngan Visi dan NKRI Sektor Kegiatan Ketergantungan Pangan terhadap Produk Impor Akses Pasar Dominasi Produk Impor Kompetensi Usaha CG ISU STRATE GIS Prioritas Pembangu nan Prioritas Wilayah EKONO 2 3 4 1 2 3 4 5 1 Program N on CG Kegiatan Pendukung Kegiatan Khusus Proyeksi kondisi Perekonomian Regional Makro Tahun 2009 Pilkada 2008 Pemilu Nasional 2009 Partisipasi Pemilih Pemekaran Daerah Otonom Baru POLITIK & PEMERINTAH 1 Perubahan Iklim karena Pemanasan Glonal Lahan Kritis Kualitas dan Kuantitas Sumberdaya Air Pertambahan Jumlah Penduduk Laju Pertumbuhan Penduduk Inflasi PDRB INFRASTRUKT UR WILAYAH DAN LINGKUNGAN 2 3 4 Evaluasi Pembangunan Tahun 2007 /capaian kinerja/laporan AMJ TA 2003 2008 Perkembangan Ekonomi Nasional & Regional KETERANGAN Common Goals : Tupoksi Lintas Sektor NON Common Goals : 2 3 4 Reses I Rintisan Tupoksi 1. dan proses penyusunan RKPD. jasa dan industri pengolahan yang berdaya saing. PP 6. perdagangan.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT infrastruktur strategis. Latar belakang Menjelaskan pengertian ringkas tentang RKPD. disusun dalam sistematika sebagai berikut : BAB I. yang menjembatani antara perencanaan strategis jangka menengah dengan perencanaan dan penganggaran tahunan. kedudukan RKPD tahun rencana dalam proses perencanaan pembangunan. PP 8. RKP. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 I-5 . PP 38.6 SISTEMATIKA Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009.1.

2.5. kondisi dan perkiraan ekonomi. 1. 1. RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAERAH Menjelaskan tentang evaluasi pelaksanaan pembangunan tahun sebelumnya. BAB II. Maksud dan Tujuan Menjelaskan maksud dan tujuan penyusunan RKPD tahun rencana.2 Common Goals Non Common Goals Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 I-6 .2 2. 1.2. Tantangan dan Prospek Perekonomian Daerah 2. 1. serta arah kebijakan regulasi dan anggaran 2. Visi dan Misi Jangka Menengah Daerah Menggambarkan visi dan misi jangka menengah daerah. Landasan Hukum Merupakan uraian ringkas tentang dasar hukum yang digunakan sebagai pedoman penyusunan RKPD.1 2.5. serta prioritas program pembangunan 3.4.2. prioritas dan sinergitas perencanaan antarsektor antarwilayah. Prioritas Pembangunan Daerah 3.4.4.1 3. PRIORITAS PEMBANGUNAN DAERAH Menjelaskan pembangunan pencapaian daerah. Sistematika Menguraikan isi bahasan tiap bab dalam RKPD.3.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 1. Analisis dan Perkiraan Sumber-sumber Pendanaan Daerah 2. Evaluasi Pelaksanaan Pembangunan 2. serta kaitannya dengan tujuan pembangunan yang ditetapkan dalam RPJPD Jawa Barat 2005-2025. Isu Strategis 3. Kerangka Logis Menggambarkan alur pemikiran dalam penyusunan RKPD.3 2. Arah Kebijakan Ekonomi Daerah 2. Arah Kebijakan Keuangan Daerah 2.6.1 2.5.2.4 Arah Kebijakan Pendapatan Daerah Arah Kebijakan Belanja Daerah Arah Kebijakan Pembiayaan Daerah Arah Kebijakan Dana Masyarakat dan Mitra BAB III.1.5.4.2 Pemerintah Dana Masyarakat dan Mitra 2.1. kinerja dan pembangunan.2.5.3. isu strategis.5.

Rencana Kerja Kegiatan Common Goals 4. 4.3. BAB VII. RINGKASAN PENDANAAN Memuat matriks ringkasan dan uraian mengenai rekapitulasi anggaran untuk setiap SKPD yang dipilah menurut sumber dana 5.4. Rencana Kerja Kegiatan Penunjang (Non Common Goals) 4.3.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 3.1.4. Peningkatan Efektivitas Belanja Daerah 5. serta indikator pencapaian program dan kegiatan berdasarkan sumber pendanaannya. Proyeksi Kebutuhan Alokasi Belanja Langsung 5. dilengkapi dengan indikasi kegiatan dan pelaku. RENCANA KERJA DAN PENDANAAN TAHUN 2009 Menjelaskan rincian program dan kegiatan pokok RKPD tahun 2009 dikaitkan dengan RPJMD.2. Prioritas Wilayah 3.1 3. PENUTUP Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 I-7 . Rencana Kerja Kegiatan Bersumber APBN BAB V.4.1. Proyeksi Kebutuhan Belanja BAB VI.3. Program Pembangunan 3.2 Common Goals Non Common Goals BAB IV.2. KAIDAH PELAKSANAAN Merupakan kaidah pelaksanaan yang memuat arahan dan penegasan Kepala Daerah dalam penerapan RKPD serta arahan untuk tindak lanjut yang perlu dilaksanakan oleh SKPD dan pelaku pembangunan lainnya.

pada Tahun 2006 AHH mencapai 66. Indeks Kesehatan. pencapaian ini masih jauh dibawah target yaitu sebesar 76. yang dihitung berdasarkan tiga indikator yaitu Indeks Pendidikan.63 % (angka sangat sementara).5 poin. Indeks Daya Beli naik sebesar 1. Adapun kinerja keberhasilan pembangunan daerah tersebut dituangkan dalam indikator makro pembangunan daerah sebagaimana ditunjukan pada tabel 2.1 EVALUASI KINERJA PEMBANGUNAN Hasil evaluasi terhadap kinerja pembangunan Tahun 2007 merupakan gambaran keberhasilan implementasi dari kebijakan Tahun 2007. Indek Pembangunan Manusia (IPM). yang menginformasikan sejauhmana kebijakan tersebut dalam mendukung tujuan pembangunan itu sendiri.62 Tahun pada Tahun 2007. IPM Jawa Barat meningkat sebesar 2.1. Kondisi ini menunjukkan rata-rata tingkat pendidikan penduduk Jawa Barat adalah tidak tamat SLTP atau baru mencapai kelas 1 SLTP.05.89 dari angka 67. dan Indeks Daya Beli menunjukkan peningkatan yang signifikan. sedikit dibawah target yaitu sebesar 81. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 II. dari 66. Indeks pendidikan dibentuk dari dua pertiga komponen Rata-rata Lama Sekolah (RLS) dan Angka Melek Huruf (AMH).40 pada Tahun 2003 menjadi 81.30. RLS merupakan gambaran lamanya penduduk usia 15 Tahun ke atas yang bersekolah. Pembentuk Indeks Kesehatan adalah Angka Harapan Hidup (AHH). dibandingkan Tahun 2006 sebesar 95.76.12 %.03 pada Tahun 2007. menggambarkan proporsi penduduk usia 15 Tahun ke atas yang dapat membaca dan menulis.51 % menjadi 95. Pencapaian tersebut masih dibawah target yang ditetapkan sebesar 71.1 . Indeks Kesehatan mengalami peningkatan sebesar 4. meningkat sebesar 0. Pada Tahun 2007.71 poin dibandingkan Tahun sebelumnya yaitu sebesar 70.13 pada Tahun 2007. Namun demikian AHH Jawa Barat ini masih dibawah angka nasional sebesar 68.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT BAB II RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAERAH 2.82 (angka sangat sementara).67.13 pada Tahun 2007. Indeks Pendidikan meningkat sebesar 2.27. Dalam rentang waktu yang sama. IPM Jawa Barat mencapai angka 70.74 Tahun sedangkan pada Tahun 2007 meningkat 0.46 poin. RLS sampai dengan Tahun 2006 masih sebesar 7.87 pada Tahun 2003 menjadi 70.57 pada Tahun 2003 menjadi 71. Dalam rentang waktu 2003 – 2007. melampaui target sebesar 70.73 poin.63 pada Tahun 2003 menjadi 60.23 Tahun.60 dan mengalami kenaikan menjadi 67.06.76 pada Tahun 2007. AMH Jawa Barat pada Tahun 2007 menunjukkan peningkatan sebesar 0.08 poin menjadi 7. AMH. dari 78. dari 58.

dan bersumber dari meningkatnya perdagangan luar negeri.93 18.23 79.39 36.91 2006 70. dan kegiatan konsumsi.01 melebihi target yang ditetapkan sebesar 5.671.424 28.64 1. Perekonomian Jawa Barat pada Tahun 2007 mengalami pertumbuhan yang cukup menggembirakan dengan pencapaian sebesar 6.60 % (yoy) masih berada dalam kisaran target inflasi Tahun 2007 sebesar 8. sektor Perdagangan.81 12.149. Melihat kondisi tersebut di atas.2%.188 6.00 % (qtq) dan 6.018.59 59.53 6.13 1.76 %. INDIKATOR IPM Indeks Kesehatan Indeks Pendidikan Indeks Daya beli Jumlah Penduduk (juta jiwa) Laju Pertumbuhan Penduduk (%) Jumlah KPS dan KS I (BKKBN) (keluarga) % thd total Keluarga % penduduk miskin thd total penduduk PDRB adh konstan 2000 (triliun Rp) Inflasi (%) Laju Pertumbuhan Ekonomi (%) Investasi adh berlaku (triliun Rp) Jumlah Pengangguran (jiwa) (%) 2003 67. 9. 6.41 87.73 1.69 2004 68.13 80.36 67.. Di sisi permintaan. Respon sisi penawaran ini terindikasi dari indikator ekspektasi realisasi kegiatan dunia usaha.62 2.954 10.56 5. 8.14 2.48 1.310.10 2. industri pengolahan.861. Laju Pertumbuhan Ekonomi. faktor pendorong pertumbuhan terutama bersumber dari meningkatnya perdagangan luar negeri.0 % dan diatas rata-rata nasional sebesar 6.95 2007 70.50 2.10 % lebih rendah dari Tahun 2006 sebesar 6.01 75.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Tabel 2.51 5. pertumbuhan terjadi pada seluruh sektor ekonomi di Jawa Barat.10 6. pengangkutan dan komunikasi.18 12.69 4.62 63. 4.63 38. Pertumbuhan ekonomi tersebut antara lain didorong oleh sektor perdagangan. Penurunan laju inflasi ini didukung dari sisi penawaran antara lain oleh cukupnya pasokan bahan makanan terutama beras. pada Tahun 2007 masih didominasi oleh sektor Industri Manufaktur sebesar 43.13 2.13 60. dan ekspektasi situasi bisnis.02 58.158 12.64 2.61 59.35 69.42 40.158.029. konsumsi dan bertambahnya kegiatan investasi.05 70. serta sektor keuangan. Di sisi sektoral.13 41.96 2.03 81.27 2.478 27.593 27.25 PENCAPAIAN 2005 69. Hotel Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 II.36 5.52 2.08 40.83 3.10 230.18 39.746 12.00 %.41% meningkat dibandingkan dengan Tahun 2006 sebesar 6. Peningkatan pertumbuhan ekonomi tersebut didukung oleh stabilitas ekonomi nasional yang tetap terjaga.87 66. 3.57 78.55 274.03 5.90 176.05 13.082 11.2 .574 29.898. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).39 257.94 3.40 58. Laju inflasi gabungan tujuh kota di Jawa Barat pada Triwulan IV 2007 secara triwulanan dan tahunan mengalami perlambatan. pertumbuhan ini dapat tercapai dengan tingkat inflasi yang tetap terjaga.00 7.25 2.83 39.15 6.269 30.8% – 6.28 79. Inflasi Tahun 2007 tercatat sebesar 5.79 13. 7.29 12.664. persewaan dan jasa perusahaan.86 242.15 %.1 Pencapaian Indikator Pembangunan Jawa Barat Tahun 2003 – 2007 NO 1.76 71. Inflasi mencapai 2. 5.037.

873 trilyun.84 % dan sektor Pertanian sebesar 13. Sektor Industri Pengolahan pada Tahun 2007 mengalami peningkatan sebesar 5% dengan nilai Rp. Kondisi ini memberikan sinyalemen bahwa iklim investasi di Jawa Barat. merupakan pencapaian pertumbuhan terbesar.13 % pertahun.64 trilyun (adh berlaku).25 50. 12. Namun masih memberikan indikasi bahwa investasi yang cukup besar di Jawa Barat. rata-rata pertumbuhan investasi PMA dan PMDN adalah 19. Industri Pengolahan dan Perdagangan Hotel dan Restoran pada Tahun 2007 mengalami peningkatan.89 trilyun dan sektor PHR meningkat 15% dengan nilai sebesar Rp. menjadi Rp. 75. dari Rp.73 105. 58.53 119.1 trilyun (adh berlaku). Secara keseluruhan nilai realisasi investasi PMA dan PMDN mengalami peningkatan.19% dari Tahun 2006 sebesar Rp.01 % dengan nilai sebesar Rp. memperlihatkan kecenderungan meningkat.94 34.80 % dengan nilai 87. yaitu sebesar Rp.996 trilyun pada Tahun 2003.37 trilyun atau 29. Trilyun) 2005 2006* 34.08 Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB).371 trilyun Tahun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 II.08 trilyun. 18. terjadi kenaikan sebesar 50. 273.371 trilyun.53 trilyun.2007. Laju Pertumbuhan Investasi yang ditanamkan di Jawa Barat melalui Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). jika dibandingkan dengan Tahun 2003 yaitu sebesar Rp 42. belum sepenuhnya dapat memberikan efek langsung dalam meningkatkan kualitas dan menyerap sumber daya manusia daerah. pada periode Tahun 2003–2007. hasil Estimasi Triwulanan ** Angka Sangat Sementara * Angka Sementara Tabel 2. Sektor Pertanian meningkat sebesar 3% dari Tahun 2006 dengan nilai Rp. Pencapaian ini mengalami peningkatan sebesar 15.23%.33 114. Pencapaian tersebut diatas target yang ditetapkan yaitu sebesar Rp. Pada periode 2003 .741 trilyun jika dibanding dengan Tahun 2005 sebesar Rp. cukup memberikan peluang para pemodal untuk menanamkan investasinya di Jawa Barat. Pertumbuhan Sektor Pertanian.29 47. 274 trilyun (adhk 2000).PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT dan Restoran (PHR) sebesar 20.2 Tahun (Rp.61 2007** 35.3 . 35.4 trilyun (adhk 2000). 119. 5. 18. 23. pada Tahun 2007 tercatat sebesar Rp 87. Realisasi investasi PMA dan PMDN pada Tahun 2006 sebesar Rp.137 trilyun (atas dasar harga berlaku).89 58. Pertumbuhan PDRB Tiga Sektor Utama Sektor Pertanian Industri Pengolahan PHR Sumber : BPS.

01% menjadi 3.17 % dari total tenaga kerja di Jawa Barat. pembangunan sektor KUKM pada Tahun 2007 mengalami peningkatan. Sementara itu.99 225 52.371 350 97. Nilai Tukar Petani (NTP) yang mencerminkan kondisi kualitas dan kesejahteraan petani dan nelayan.281 2005 18.034 orang atau mencapai 88.77 trilyun menjadi Rp.355.98 %.15 %.741 285 76. Pencapaian ini dibawah realisasi pada Tahun 2006 yang mencapai Rp.74 trilyun.161 2007 20. dan pada Tahun 2007 sebesar Rp 20.6% menjadi 66.31 % dan sektor jasa-jasa sebesar 4. sampai dengan Tahun 2007 menunjukkan perkembangan yang positif.76 trilyun. Jawa Barat selama Januari 2007 mengalami kenaikan 0.79 %.80 % pada Tahun 2007.041 Sumber : BPPMD Provinsi Jawa Barat. Penyaluran kredit pembiayaan menunjukkan peningkatan sebesar 21% yaitu dari Rp. kualitas kredit membaik yang diindikasikan oleh penurunan ratio gross NPL dari 4.382 2006 23. sektor pengangkutan dan komunikasi 9. Penyerapan tenaga kerja di sektor KUKM sebanyak 12. 105.146 221 58. Kontribusi Koperasi Usaha Kecil Menengah (KUKM) terhadap perekonomian daerah. Berdasarkan data BPS Jawa Barat. Tabel 2. Angka ini relatif lebih tinggi dibandingkan kenaikan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 II.91 % dari 683. 23. sektor industri pengolahan 6.846 262 61.914 trilyun.9 menjadi 124.39 %. 93. Kondisi tersebut menyebabkan Loan to Deposit Ratio (LDR) perbankan di Jawa Barat mengalami peningkatan dari 61. 57.7 trilyun. Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp.73 % atau naik 0. 69. 2003-2007 Perkembangan perbankan.16 % yaitu 569. Kenaikan nilai tukar petani disebabkan oleh naiknya indeks harga yang diterima petani sebesar 3.71 dari Desember 2006.29 dibandingkan kenaikan harga yang dibayar petani sebesar 3.7%.44%.4 .3 Realisasi Penanaman Modal Asing dan Penanaman Modal Dalam Negeri Jawa Barat Tahun 2003-2007 URAIAN Realisasi PMA dan PMDN : Jumlah investasi (trilyun Rp) Jumlah proyek (buah) Jumlah tenaga kerja (orang) TAHUN 2003 12.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 2005.319. naiknya indeks harga karena kenaikan harga hasil produksi pertanian sebesar 20. sektor perdagangan hotel dan restoran 34 %.32.78 %. Pada Tahun 2006 kontribusi sektor KUKM terhadap PDRB Jawa Barat mencapai 63.98 % dari jumlah total unit usaha di Jawa Barat dengan rincian sektor usaha pertanian sebesar 42.57 trilun meningkat sebesar 13% dari Tahun 2006 sebesar RP.583 unit atau 99. meningkat menjadi sebesar 63. Jumlah KUKM pada Tahun 2007 sebanyak 7.933 2004 14.

94 %. Bila dibandingkan dengan NTP Jawa Barat Januari 2006. sedangkan subsektor tanaman perkebunan rakyat (TPR) naik 1. biaya produksi dan penambahan barang modal pertanian (2.46 %.800.190. lebih rendah dari target yang ditetapkan sebesar 2.84 %. Kenaikan ini dipengaruhi kenaikan konsumsi rumah tangga (3.574 kepala keluarga (KK) dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 II. Pada Januari 2007. persamaan kondisi dan status antara laki-laki dan perempuan sehingga tidak seorangpun yang terabaikan kesempatan dan hak asasinya.06 %). Indeks yang dibayar petani (IB) dapat dilihat dari fluktuasi harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh masyarakat pedesaan. dengan komposisi laki-laki 20. dan 10.16 %. Kondisi tersebut menunjukkan upaya pengendalian penduduk di Jawa Barat relatif cukup baik.22 %). Pengarusutamaan gender. Jumlah Keluarga Miskin di Jawa Barat pada Tahun 2005 mencapai 2. Pada bidang ketenagakerjaan berdasarkan SUSEDA 2007 menunjukkan penduduk 10 Tahun ke atas yang bekerja sebanyak 17.390. pada Tahun 2006 sebanyak 3.93 % oleh dokter laki-laki.14 %. Di bidang pendidikan pada Tahun 2007 Angka Partisipasi Kasar SMP/MTs perempuan lebih tinggi di banding laki laki yaitu 82. karena harga komoditas hasil pertanian ini dapat mengimbangi kenaikan harga kebutuhan produksi.09 %). Pada bidang kesehatan. Tiga kelompok subsektor TBM yang mengalami kenaikan indeks yaitu padi (7. Fluktuasi yang ditunjukkan indeks harga yang diterima petani disebabkan kenaikan subsektor tanaman bahan makanan (TBM) sebesar 4 %. palawija (6.202 RTM (sumber BPS Jawa Barat).729 jiwa orang.754 perempuan.810 jiwa.48 % berbanding 78. yang terdiri dari 11. menunjukkan bahwa presentase penolong kelahiran oleh dokter sebesar 11.68 %).905.922 jiwa (49.483. dan sayur-mayur naik 3.066 laki-laki dan 5. Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP) di Jawa Barat relatif terus menurun. dengan kepadatan penduduk 1. pada periode 20052006 LPP-nya mengalami penurunan menjadi 1. sementara kelompok buah-buahan justru turun 3.5 . Jumlah penduduk pada Tahun 2007 sebesar 41. kondisi kesejahteraan petani di Jawa Barat meningkat bila dilihat dari segi harga. sedangkan perempuan 20.61 % oleh dokter perempuan.563. IB Jabar naik 3.018.3 orang per km persegi.16% dibandingkan Desember 2006.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga (9.57 %).999.15%.919.8 %). sedangkan Keluarga Pra Sejahtera dan Sejahtera I dengan alasan ekonomi.807 jiwa atau 50. LPP periode 2006-2007 sebesar 1. Isu pengarustamaan gender lainnya yaitu kuota keterwakilan perempuan dalam parlemen sebesar 30 % sebagaimana disyaratkan sampai saat ini belum dapat terealisasikan.51 %.43 %.77 %) dan keperluan produksi pertanian (10.

dibandingkan Tahun 2006 sebesar 94.269 KK (data sementara dari BKKBN) dari jumlah seluruh keluarga di Jawa Barat. Angka Melek Huruf (AMH).18 %.63 % (angka sangat sementara). Kondisi ini menunjukkan rata-rata tingkat pendidikan penduduk Jawa Barat adalah tidak tamat SLTP atau baru mencapai kelas 1 SLTP. dan sebesar 15. Jumlah pengangguran pada Tahun 2006 sebanyak 1.48 %. 15. AMH Jawa Barat pada Tahun 2007 menunjukkan peningkatan sebesar 0. RLS sampai dengan Tahun 2006 masih sebesar 7. menggambarkan proporsi penduduk usia 15 Tahun ke atas yang dapat membaca dan menulis. Presentase jumlah penganggur terhadap angkatan kerja atau Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) adalah sebesar 6.190.51 % menjadi 95. dan jasa paling banyak dipilih masyarakat Jawa Barat. 27.74 % di sektor industri. sektor pertanian.898. terjadi penurunan penyerapan tenaga kerja di sektor pertanian.30%.82 (angka sangat sementara). Upaya yang perlu dilakukan oleh pemerintah daerah adalah melakukan kerjasama dengan berbagai pihak dan didukung dengan kebijakan yang bersifat komprehensif.441.50 sedangkan pada Tahun 2007 meningkat 0. Dibandingkan Tahun 2006.820 orang atau 10.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT pada Tahun 2007 menjadi sebanyak 3.59 % di sektor perdagangan.310. Pada Tahun 2007 jumlah penganggur sebanyak 1.954 orang dengan jumlah angkatan kerja sebanyak 15. sedangkan jumlah angkatan kerja meningkat sebanyak 17.20 % bekerja di sektor pertanian. pada Tahun 2007 menunjukan sektor pertanian masih merupakan lapangan usaha yang paling banyak menyerap tenaga kerja walaupun dari tahun ke tahun presentasenya mengalami penurunan.149.188 orang atau menurun sebesar 39. dan kemampuan tidak seimbang serta ketidaksamaan kesempatan yang dimiliki. kepemilikan sumberdaya tidak merata. 24. industri. angkutan. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 II.27 %.73 % tersebar di berbagai sektor seperti keuangan.6 .08 poin menjadi 7. Rata-Rata Lama Sekolah (RLS) merupakan gambaran lamanya penduduk usia 15 Tahun ke atas yang bersekolah. namun disisi lain terjadi peningkatan penyerapan tenaga kerja di sektor perdagangan dan jasa.19 juta penduduk Jawa Barat yang bekerja. Tampak bahwa dari sisi penyerapan tenaga kerja pada sektor-sektor yang ada. Kemiskinan yang terjadi di Jawa Barat lebih disebabkan oleh kemiskinan struktural yang disebabkan oleh ketimpangan hasil pembangunan. menurun dari Tahun 2006 yang mencapai 10.72 % di sektor jasa. Dari 17. perdagangan. 16. konstruksi dan lain-lain.95 %. Struktur ketenagakerjaan.639 orang.

kondisi kinerja dalam mitigasi bencana ditunjukan melalui faktor kesiapan masyarakat dan aparat dalam mengantisipasi serta menanggulangi bencana alam mengingat Jawa Barat merupakan kawasan yang berpotensi terhadap kejadian bencana alam. angin topan 163 kali. Angka Partisipasi Sekolah (APS) SLTP/MTs pada Tahun 2007 adalah 78. dibandingkan dengan Tahun 2006 sebesar 77. kebakaran 29 kali. Hal ini dikarenakan makin maraknya perambahan serta penebangan liar dan kejadian kebakaran hutan. namun laju kerusakan kawasan hutan ternyata lebih besar dari pada upaya pemulihan yang dilakukan.34 %.03 tahun pada Tahun 2007 melebihi target sebesar 67. Kondisi Kawasan Lindung. angin topan 84 kali tetapi dari jumlah korban yang meninggal mengalami Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 II.62 tahun. Secara jumlah kejadian bencana alam menunjukan Tahun 2007 mengalami kenaikan. maka kejadian bencana kebakaran mengalami penurunan yang cukup besar (262 kali di Tahun 2006). merupakan indikator yang menunjukkan kemampuan pendidikan SLTP dalam menyerap penduduk usia 13-15 Tahun. luas lahan kritis di luar kawasan lindung masih menunjukkan proporsi yang lebih besar dibandingkan dengan luas lahan kritis di dalam kawasan lindung. atau terdapat kenaikan 3.97 %). Selama kurun waktu Tahun 2007 terindikasi kejadian tanah longsor 124 kali.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Angka Partisipasi Kasar (APK) SMP/MTs. Angka Harapan Hidup (AHH). Penyelesaian penandaan batas akan memperjelas deliniasi dari kawasan lindung sehingga lebih memfokuskan penanganan kawasan lindung Kondisi Lahan Kritis. Tahun 2006 mencapai 67.7 .45 %. longsor 98 kali.40 tahun dan mengalami kenaikan menjadi 71.48 % dibandingkan dengan Tahun 2006 (61. Namun Tahun 2007 telah tercapai upaya penandaan batas kawasan lindung dengan total 1.959 dan Tahun 2007 target penanganan adalah 120. Bencana banjir yang pada Tahun 2006 hanya 94 kali. Upaya rehabilitasi lahan kritis dilakukan melalui GRLK (Gerakan Rehabilitasi Lahan Kritis) pada Tahun 2006 target penanganan adalah 140. terdapat kenaikan sebesar 2.77.040 m selama 3 tahun dan dapat diselesaikan Tahun 2007. Kondisi Mitigasi Bencana.401 ha dan terealisasi sekitar 34. hingga Tahun 2007 upaya pencapaian kawasan lindung 45% terus dilakukan.65 %. Jika dibandingkan dengan Tahun 2006. dibandingkan Tahun 2006 sebesar 79. yang gempa 10 kali. yang menimbulkan korban meninggal 48 jiwa. banjir 128 kali. APK SMP/MTs Tahun 2007 adalah sebesar 82.513 ha.51 %. atau terdapat kenaikan sebesar 5. Sedangkan Angka Partisipasi Murni (APM) SMP/MTs pada Tahun 2007 sebesar 65.43 %.38 %.

sedangkan sebanyak 48. dan offsite 1. Cakupan pelayanan persampahan.39 % masih menggunakan sumber air terbuka (sumur atau mata air). Kondisi pencemaran dan kerusakan lingkungan. pompa. Kualitas udara di kota-kota besar tersebut rata-rata telah melebihi ambang batas. Jika ditinjau dari sumber air minum yang biasa dipakai oleh rumah tangga. dan ledeng yang relatif memadai sebagai sumber air bersih yang sehat. Sisanya.96 % rumah tangga yang menggunakan air sungai/air hujan sebagai sumber air minumnya.4%. dengan 16 unit diantaranya menggunakan sistem sanitary landfill dan controlled landfill. kondisi lingkungan perumahan dan permukiman menunjukkan bahwa masih terdapat rumah tinggal di Jawa Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 II. dan beberapa sungai utama lainnya masih belum menunjukan perbaikan hingga Tahun 2007. Citanduy. Cakupan pelayanan air bersih. Berbagai upaya telah dilakukan melalui Perda Pengendalian Pencemaran Udara. penetapan baku mutu dan status sungai.75 % rumah tangga yang mendapatkan sumber air minumnya dari sumur terlindung. menunjukkan bahwa pencemaran dan penurunan kualitas lingkungan air yang terjadi di Sungai Citarum. Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah berjumlah 54 unit. dan Cirebon. Bogor.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT penurunan yang cukup signifikan.2%. Cisanggarung. penegakan hukum. Demikian juga dengan pencemaran udara di perkotaan.8% penduduk Jawa Barat belum terlayani. Hanya 11 unit (65%) dari 17 unit Instalasi Pengolah Lumpur Tinja (IPLT) yang beroperasi dengan baik. Dengan demikian tidak seluruh instalasi pengolahan limbah domestik belum menunjukkan kinerja yang baik. serta terdapat 0. Jumlah dan kapasitas TPA tersebut masih belum mampu menampung dan mengelola sampah yang volumenya semakin meningkat. rata-rata tingkat pelayanan bidang persampahan di Jawa Barat mencapai 53. Kualitas lingkungan perumahan dan permukiman. serta pelibatan masyarakat industri dalam program Environmental Pollution Control Manager (EPCM). Hal ini diperparah dengan semakin besarnya emisi gas buang kendaraan bermotor yang bertambah pesat. seperti di Bandung. pendidikan (ecoshool atau sekolah berbudaya lingkungan). sebanyak 13. Pada Tahun 2006 korban yang meninggal adalah sekitar 600 orang dan pada Tahun 2007 hanya sekitar 48 orang. pada akhir Tahun 2007 kondisi pelayanan air bersih untuk perkotaan hanya mencapai 59 % yang terdiri dari 45 % sistem perpipaan dan 14% untuk sistem non perpipaan. di Jawa Barat meliputi sistem onsite mencapai 50%. khususnya untuk polutan debu/partikulat dan karbonmonoksida. Sementara di perdesaan hanya mencapai 41 % yang terdiri dari 25 % sistem perpipaan dan 16 % sistem non perpipaan.8 . maka terdapat 76. Cakupan pelayanan pengelolaan limbah cair domestik. Bekasi.

yaitu Metropolitan Bodebek. dengan luas mencapai 85. Rumah tangga yang belum teraliri listrik masih perlu terus diupayakan untuk mencapai Jabar Caang 100%. Pada Tahun 2007. Kondisi lainnya menunjukkan masih terjadinya penurunan kualitas perumahan dan permukiman di kawasan perkotaan yang diindikasikan dengan adanya kawasan-kawasan kumuh di Jawa Barat. Pencapaian intensitas tanam masih belum optimal. dan 3 waduk lapangan. pada Tahun 2007 telah terehabilitasi 33 situ kewenangan Provinsi Jawa Barat. telah terjadi peningkatan kemantapan jalan dari 86. ditunjukkan melalui intensitas tanam padi sawah pada 84 daerah irigasi (DI) yang dikelola pemerintah provinsi. Pada Tahun 2007 telah terjadi peningkatan rasio eletrifikasi rumah tangga dari 57. Pencapaian tersebut tidak bisa Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 II. 3 waduk. 3 bendungan karet. juga terjadi pada kawasan lindung. Metropolitan Bandung dan Metropolitan Cirebon. Rasio elektrifikasi rumah tangga dan pelayanan listrik.439.31% (1.9 . hal ini terkait dengan sampai Tahun 2007 masih sekitar 46 % jaringan irigasi dalam kondisi rusak berat dan ringan serta belum optimalnya ketersediaan air baku untuk menunjang kegiatan pertanian. pada Tahun 2007 telah terbangun prasarana pengendali daya rusak air pada 45 sungai kewenangan Provinsi Jawa Barat.652. tingkat keberhasilan penanganan listrik perdesaan dapat dilihat dari rasio eletrifikasi desa dan rumah tangga.73 % pada Tahun 2006 menjadi 60.190 rumah. dapat dilihat dari kegiatan pengelolaan situ serta perbaikan dan pemeliharaan sungai di Jawa Barat. tingkat keberhasilan penanganan jalan dapat dilihat dari kondisi kemantapan jalan. Selain itu. terutama hal ini terjadi di kota-kota metropolitan dan kota dengan fungsi pelayanan nasional.140) pada Tahun 2007. Kondisi jaringan irigasi.10 % (1. seperti yang terjadi pada Kawasan Bandung Utara dan Bopunjur Kondisi kemantapan jalan Provinsi.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Barat kategori semi permanen dengan kategori kurang layak huni sebanyak 37% dari 9. Melalui pelaksanaan Program Pengembangan Infrastruktur Transportasi dan Telekomunikasi pada Tahun 2007. Kondisi pengelolaan sumberdaya air.490 km) Tahun 2006 menjadi 87.920.730 hektar meningkat dari 187 % pada Tahun 2006 menjadi 190 % pada Tahun 2007.044 rumah tangga baru sekitar 6. telah terlaksana kegiatan Operasi dan Pemeliharaan Situ Kewenangan Provinsi Jawa Barat di 49 situ.011. Sedangkan untuk kegiatan perbaikan dan pemeliharaan sungai.893.41 % artinya dari 11. Tidak hanya di kawasan perkotaan penurunan kualitas lingkungan akibat pengembangan perumahan dan permukiman.101 rumah tangga yang telah mendapatkan aliran listrik yang bersumber dari PLN dan non PLN. Terdapat 584 lokasi kumuh (10 %) dari jumlah desa/ kelurahan di Jawa Barat.

10 . Pada Tahun 2007. Kondisi kinerja pelayanan publik. Kebijakan yang telah dibuat yaitu. Ciamis. Indramayu.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT hanya mengandalkan dari PLN saja. Tasikmalaya. Pelayanan pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB). dalam upaya meningkatkan kinerja pelayanan publik kepada masyarakat telah dilakukan pendekatan akuntabilitas publik. hal ini telah dimulai sejak tahap perencanaan. Untuk meningkatkan kualitas produk perencanaan. Kebijakan konversi minyak tanah yang dicanangkan oleh Pemerintah akan berimplikasi terhadap ketersediaan energi rumah tangga terutama di pedesaan. Jawa Barat merupakan salah satu daerah yang menjadi target konversi minyak tanah sebesar 100% pada Tahun 2009. Sementara ini ketergantungan masyarakat akan minyak tanah sangat tinggi. pemerintah provinsi. serta Kota Sukabumi. pada Tahun 2007 telah dimulai pembangunan Sentral Bisnis KUKM (Senbik) yang dikelola oleh Dekopinwil Jawa Barat yang difungsikan sebagai pusat informasi. pemerintah kabupaten dan kota. Majalengka. kebijakan tersebut telah diimplementasikan di sepuluh Kabupaten/kota yaitu di Kabupaten Sukabumi. dengan menekankan pada hubungan antara pemerintah dan legislatif sebagai pembuat kebijakan sekaligus controlling. Cimahi dan Banjar. dan angin. dunia usaha. proses penyusunan dilaksanakan melalui pendekatan perencanaan partisipatif melalui berbagai dialog sektoral maupun dialog secara umum yang melibatkan berbagai stakeholder kunci selain dari pihak pemerintah pusat. menetapkan Keputusan Gubernur tentang Pedoman Teknis Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PPTSP) di Provinsi Jawa Barat sebagai pedoman bagi kabupaten/kota dalam membentuk dan menyelenggaraan PPTSP. Keterlibatan masyarakat dalam pembangunan daerah semakin meningkat dilihat dari berbagai tingkatan partisipasi. surya. dimudahkan dengan dibentuknya unit pelayanan di setiap kabupaten dan kota serta perluasan cakupan wilayahnya. perlu adanya sumber energi alternatif seperti Pembangkit Listrik Tenaga (PLT) mikro hidro. juga lembaga swadaya masyarakat serta masyarakat. Selain itu ditunjukkan dengan besarnya partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan dengan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 II. Kuningan. Pelayanan di bidang Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (KUMKM). sedangkan konversi minyak tanah ke gas yang dilakukan oleh pemerintah diutamakan di daerah perkotaan sehingga perlu diupayakan berbagai energi alternatif untuk memenuhi kebutuhan energi pedesaan. kerjasama serta inkubator bisnis. Sumedang. perguruan tinggi. lembaga pelayanan umum atau SKPD teknis yang dikelola oleh daerah yang berfungsi memproduksi dan menyediakan jasa bagi masyarakat umum serta masyarakat sebagai pengguna jasa. pemasaran.

kerjasama peningkatan kompetensi pegawai dengan Pemerintah Jerman (GTZ-RED) dengan mengirimkan 2 pegawai. selain kerjasama dalam menyelesaikan masalah di wilayah perbatasan. kementerian dan lembaga pemerintah. Melalui kerjasama antar provinsi tersebut. Pendayagunaan sumber daya aparatur di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam peningkatan kualitas aparatur dilakukan juga melalui pendidikan formal dan non formal. juga menyuarakan kepentingan daerah kepada pusat. tenaga maupun pembebasan lahannya untuk kepentingan umum. makanan. Sesuai dengan kewenangan atau urusan provinsi dalam penegakan hukum diperlukan peraturan sebagai instrumen penegakan hukum dengan penetapan peraturan daerah.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT adanya pola swadaya masyarakat berupa sumbangan dana. Selain itu Jawa Barat juga aktif dalam forum Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APSI) yang merupakan asosiasi pemerintah provinsi pada tingkat nasional. Kerjasama dengan pihak swasta telah dilakukan terutama berbagai hubungan kerjasama yang telah disepakati dalam bentuk MoU. Selain itu telah dilakukan kerjasama pendidikan dengan Pemerintah Perancis dengan mengirim 4 pegawai untuk mengikuti pendidikan S2 dan S3. Pada Tahun 2007 telah berhasil ditetapkan 6 peraturan daerah.11 . Disamping itu telah dilakukan pula sosialisasi peraturan perundang-undangan. serta pelatihan-pelatihan yang lain yang mendukung kinerja dan prestasi kerja. dan permasalahan bersama dengan provinsi lain. serta kerjasama peningkatan kapasitas aparatur dengan Pemerintah Belanda dalam Training Infrastructure Development Road Public Private Parterships (ID-PPP) di Rotterdam-Belanda dengan mengirimkan 6 orang pegawai. peningkatan kemampuan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 II. maupun luar negeri makin meningkat sejalan dengan kebutuhan daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. materi. diklat struktural dan fungsional. dan dengan provinsi Jawa tengah. Kerjasama pembangunan baik antar maupun dengan daerah lain. Kerjasama dengan luar negeri telah dijalin kerjasama dalam pembaharuan tata kelola pemerintahan daerah (P2TPD) yang didanai dari World Bank dan dukungan terhadap penyelenggaraan pemerintahan di daerah melalui Local Government Support Program (LGSP) yang didanai dari USAID untuk fasilitas technical asisstance kepada kabupaten/kota sebagai penerima bantuan. bintek. Letter of Intens dan lain-lain. Kerjasama antar provinsi yang berbatasan antara lain dengan Provinsi Banten. DKI Jakarta. pihak swasta. Tahun 2007 telah dirintis untuk melakukan kerjasama dalam peningkatan kapasitas apartur Sustainable Capacity Building for Decentralization Project yang didanai secara hibah pinjaman luar negeri.

Ketimpangan daya tarik menyebabkan investasi tidak merata penyebarannya. makin beratnya persaingan antar negara dan antar wilayah dalam upayanya menarik investasi. Perkembangan lingkungan ekternal perekonomian Jawa Barat sangat dipengaruhi oleh kebijakan perekonomian nasional dan internasional (global).PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Tim Rencana Aksi Nasional HAM. jumlah penduduk. Ketiga. Kedua. keempat. sementara perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia berpotensi menurunkan kinerja ekspor sehingga perlu upaya pengembangan energi alternatif dan substitusi energi. fenomena ini akan mengakibatkan ketersediaan produk pangan terganggu. namun disisi lain merupakan beban pembangunan ekonomi. faktor eksternal yang mempengaruhi perekonomian Jawa Barat pada Tahun 2009 diperkirakan adalah: pertama. akan mempengaruhi tingkat efisiensi perekonomian dan peningkatan daya tarik bagi para investor. makin tingginya desakan implementasi pembangunan yang berkelanjutan serta food safety. fasilitasi terhadap fungsi legislasi DPRD. TANTANGAN DAN PROSPEK PEREKONOMIAN DAERAH Tantangan Perekonomian Jawa Barat baik secara langsung maupun tidak langsung dipengaruhi oleh fenomena-fenomena yang berkembang saat ini dan yang akan datang. regulasi perekonomian nasional dan advokasi alokasi anggaran pusat sesuaikan dengan peran dan kontribusi Provinsi Jawa Barat terhadap perekonomian nasional.2 A. ketersediaan infrastruktur wilayah melalui penyediaan sarana dan prasarana yang relatif baik. Sedangkan faktor internal yang akan mempengaruhi perekonomian Jawa Barat untuk Tahun 2009 diperkirakan adalah: Pertama. sehingga terjadi ketidakstabilan harga di pasaran. kondisi ini di satu sisi merupakan potensi pasar barang dan jasa. Ketiga. makin beratnya beban pemerintah dalam penyediaan subsidi komoditas seperti energi dan pangan serta produk lainnya yang akan menuntut peran daerah yang lebih besar dalam pengelolaan pembangunan daerahnya. penurunan kontribusi sektor primer yang mengakibatkan terjadinya pengangguran kentara (daesgues Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 II. terjadinya krisis energi yang disebabkan oleh kenaikan harga minyak dunia yang berpotensi terhadap meningkatnya tekanan inflasi dan perlambatan pertumbuhan ekonomi.12 . 2. keenam. Berdasarkan kondisi tersebut. dan penegakan Perda Provinsi Jawa Barat. kelima. baik pada tatanan perkembangan lingkungan eksternal maupun internal. ketergantungan pangan terhadap produk impor. kedua.

serta penyaluran kredit konsumsi oleh perbankan.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT employment) dan urbanisasi. dan wisatawan domestik ditargetkan sebanyak 37. Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah mencanangkan program “West Java Tourism Board 2008”. Realisasi investasi diperkirakan semakin meningkat didukung oleh semakin luasnya implementasi program Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PPTSP) baik di tingkat provinsi maupun di berbagai kabupaten/kota di Jawa Barat. tantangan ini harus dapat diatasi secara proporsional melalui penetapan prioritas pembangaunan daerah. Oleh karena itu. jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Jawa Barat ditargetkan sebanyak 700 ribu orang. Disamping itu kecenderungan peningkatan realisasi kredit produktif untuk UMKM akan mampu mendorong produksi produk unggulan yang berdaya saing ekspor sebagai produk utuh maupun sebagai bahan baku produk lainnya. Optimisme terhadap ekonomi Jawa Barat muncul seiring dengan kondisi makro ekonomi yang semakin membaik dari tahun ke tahun. Di sisi lain. hotel.5 juta orang. dan restoran (PHR). penetapan rencana kerja dan pendanaannya. Prospek Perekonomian Daerah Prospek perekonomian Jawa Barat pada Tahun 2009 diperkirakan tetap optimis. Pertumbuhan sektor konsumsi rumah tangga ditopang oleh perbaikan daya beli yang bersumber dari kenaikan gaji dan Upah Minimum Provinsi (UMP). Disamping itu rencana pembentukan ZONI sebagai Kawasan Ekonomi Khusus Indonesia di wilayah Kabupaten Bekasi diharapkan dapat meningkatkan minat dan realisasi investasi PMA dan PMDN ke Jawa Barat. kondisi ini sangat mempengaruhi kelancaran usaha dan aktivitas ekonomi.13 . walaupun dihadapkan pada tantangan semakin berat. Pada Tahun 2008. sektor industri pengolahan khususnya subsektor mesin dan alat angkut diperkirakan masih tumbuh tinggi sejalan dengan masih Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 II. Di sisi penawaran. iklim ketentraman dan ketertiban yang kondusif. sehingga terjadinya sinergitas dan kebersamaan dari semua stakeholder pembangunan di Jawa Barat. Tantangan-tantangan tersebut di atas sangat menentukan perkembangan dan pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat. Keempat. stimulus fiskal pemerintah daerah diperkirakan semakin meningkat. sektor konsumsi rumah tangga diperkirakan masih menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi Jawa Barat. serta penataan hubungan tata kerja dalam pelaksanaannya. B. pertumbuhan ekonomi Jawa Barat diperkirakan didorong oleh sektor perdagangan. Sementara itu. Di sisi permintaan. Dalam rangka mendorong sektor pariwisata.

diharapkan dapat mendorong kinerja industri TPT Jawa Barat. Untuk itu. kebijakan ekonomi makro Tahun 2009 diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan berdimensi pemerataan untuk mencapai sasaran pengurangan kemiskinan menjadi 8. perlu dilakukan terobosanterobosan melalui pencarian sumber-sumber pembiayaan non-APBD baik di tingkat regional. akuntabilitas kinerja pemerintahan juga diharapkan akan semakin membaik. Sektorsektor tersebut juga akan terdorong oleh aktivitas Pemilihan Umum Presiden yang diperkirakan akan meningkatkan permintaan pada beberapa produk dan jasa. Disamping pertumbuhan ekonomi Jawa Barat yang semakin membaik. Dorongan terhadap pertumbuhan ekonomi juga diberikan dengan mempercepat pembangunan infrastruktur dan penyediaan energi termasuk listrik. Dengan tetap memberi ruang gerak bagi peningkatan kegiatan ekonomi.3 ARAH KEBIJAKAN EKONOMI DAERAH Sebagai Tahun terakhir dari pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2004 – 2009. Investasi juga didorong dengan meningkatkan produktivitas dan akses UKM pada sumberdaya produktivitas. Pertumbuhan ekonomi didorong terutama dengan meningkatkan investasi dan ekspor pada komoditas non migas dan pertambangan. Kebijakan ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan ekonomi dalam menciptakan lapangan kerja dan mengurangi kemiskinan. Stabilitas ekonomi juga akan didukung dengan reformasi struktural di berbagai bidang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 II. komitmen terhadap optimalisasi Tim Gerakan Anti Korupsi yang sudah dirintis sejak Tahun lalu.1 %. dimana pada Tahun 2009 akan didukung oleh kepala daerah hasil dari proses demokrasi masyarakat Jawa Barat. serta mendorong daya saing industri pengolahan. Sementara itu.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT cerahnya prospek penjualan kendaraan bermotor pada Tahun 2008. Stabilitas ekonomi dijaga melalui pelaksanaan kebijakan moneter yang berhati-hati serta pelaksanaan kebijakan fiskal yang mengarah pada kesinambungan fiskal (Fiscal Sustainability). program restrukturisasi mesin Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) yang telah berjalan sejak 2007 yang lalu. 2.14 .2 % dan pengurangan pengangguran menjadi 5. nasional maupun internasional melalui pembentukan tim pencarian sumbersumber pembiayaan alternatif yang dikoordinasikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Keterbatasan keuangan daerah dalam pembiayaan pembangunan daerah berimplikasi luas terhadap perekonomian daerah.

31 83.59 60. INDIKATOR a. Pada tahap ini kebijakan ekonomi daerah diarahkan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan berkualitas melalui pengembangan kegiatan utama (core business) dengan mewujudkan tujuan bersama (common goals) dengan berdasarkan potensi lokal untuk mengurangi disparitas kesejahteraan antar wilayah serta memantapkan infrastruktur wilayah dalam rangka mendukung pemerataan dan pertumbuhan ekonomi. Stabilitas ekonomi juga ditingkatkan melalui penyediaan kebutuhan pokok rakyat dengan cadangan beras yang memadai. infrastruktur dan keuangan daerah. Indeks Daya Beli Proporsi Pengangguran Rencana Tahun 2008 42.20% (<9 juta) >14% 72.7.9.09 72. Indeks Kesehatan c. 7.2% 8.44 61. 307. Jumlah Penduduk b.03 Trilyun <21.99% 5. Pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan berkualitas dilakukan melalui pengembangan industri input untuk memperkuat sisi hilir dan meningkatkan nilai tambah dan produktivitas baik di kegiatan agribisnis maupun industri pengolahan. Peningkatan kemitraan antar usaha kecil dan menengah dan jejaringnya merupakan kekuatan penggerak pertumbuhan ekonomi. 4. Tabel 2. serta peningkatan koordinasi dengan otoritas keuangan melalui jaring pengaman sistem keuangan.20% (<9 juta) 14% 71. industri manufaktur.24 juta jiwa 1.5% .3% .70 9. 6. Bagi Jawa Barat.15 .15 71.99% 5.9% Rp 293. Penguasaan teknologi informasi yang didukung pembangunan infrastruktur wilayah yang strategis merupakan upaya akselerasi perwujudan dan pencapaian kesejahteraan masyarakat.398 Trilyun <21. 2.48 82. Proyeksi kondisi perekonomian regional makro Tahun 2009 dapat dilihat pada tabel di bawah ini.8% Rencana Tahun 2009 43.8% 8. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 II.5% . bisnis kelautan.5% Rp. dan pariwisata.971. 5.4 Proyeksi Kondisi Perekonomian Regional Makro Tahun 2009 No 1. Laju Pertumbuhan Penduduk Laju Pertumbuhan Ekonomi Inflasi PDRB adh Konstan Tahun 2000 Jumlah Keluarga Miskin Laju Pertumbuhan Investasi IPM a. Indeks Pendidikan b.5% 6. investasi.4 juta jiwa 1. perlindungan dana masyarakat. jasa. 3. Pembangunan ekonomi daerah Jawa Barat diarahkan pada peningkatan nilai tambah segenap sumber daya ekonomi melalui pengembangan agribisnis.39 <9. yang ditunjang oleh pengembangan dunia usaha.5% – 6. Tahun 2009 adalah tahun kedua dalam pelaksanaan RPJMD 2008-2013.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT dan meningkatnya ketahanan sektor keuangan melalui penguatan dan pengaturan jasa keuangan.6.

2) Dana Perimbangan yang meliputi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Dana Darurat.8. 110. Penerimaan Pinjaman Daerah. Retribusi Daerah.4 ANALISIS DAN PERKIRAAN SUMBER-SUMBER PENDANAAN DAERAH Anggaran pembangunan daerah pada Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2009 memberikan gambaran anggaran pembangunan yang diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan dengan memperhatikan kemampuan fiskal Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. dan Dana Bantuan Keuangan. belanja daerah dan pembiayaan daerah. Sedangkan pembiayaan bersumber dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA).7.6. dan Dana Alokasi Khusus.16 . Sumber Daya Alam (SDA). Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). dan Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah serta lebih teknis mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah yang direvisi menjadi Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007.08 Trilyun 7.57 Trilyun 5. 12.53% Sumber : Hasil Analisis Bapeda Provinsi Jawa Barat 2007 2.61% .47% Rencana Tahun 2009 Rp.52% 7.36% .73% 6. dan pendanaan dari masyarakat serta swasta untuk semua kegiatan yang akan dicantumkan dalam Blue Book Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Jawa Barat. Dana Bagi Hasil Pajak dari Pemerintah Kab/Kota. dan Hasil Penjualan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 II.35% 7. Sesuai dengan Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah. Sumber penerimaan daerah terdiri atas 1) Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang terdiri dari kelompok Pajak Daerah. 10. APBD merupakan dasar pengelolaan keuangan daerah dalam masa 1 (satu) tahun anggaran terdiri atas pendapatan daerah. Pajak Penghasilan (PPh) Perorangan.40% . Dana Penyesuaian dan Dana Alternatif Khusus. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.29% 6. 3) Kelompok-lain-lain pendapatan daerah yang sah meliputi Hibah. Hasil Perusahaan milik Daerah dan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan dan Lain-Lain Pendapatan Asli Daerah. INDIKATOR Investasi LP Pertanian LP Industri LP Perdagangan Rencana Tahun 2008 Rp 96. Dana Cadangan Daerah (DCD).PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT No 9. Anggaran pembangunan daerah tersebut pendanaannya bersumber antara lain dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). 11. Dana Alokasi Umum.

752 -30% 48% 19% 14% Pertumb uhan per Tahun 2003 2004 2005 2006 2007 3.984.5 Perkembangan Dana Pembangunan di Provinsi Jawa Barat Tahun 2003 .579. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 II.260.820.00 3.440.000.131.000.000. yang masuk ke Jawa Barat selama kurun waktu 6 Tahun (2003-2008).000.000 Rencana 2008 6. sebagaimana tabel berikut dibawah ini.569.055.25 3.000.000.142.000.715. rata-rata pertumbuhan per tahun mengalami kenaikan sebesar 21.000.355.222.4.298.1 PEMERINTAH A.000.752.701.640.86 %.049.434.000 87.2008 Tahun APBD APBN/BLN Swasta Jumlah Dana Pembangunan 67.00 2. Sumber pendanaan pembangunan di Jawa Barat selama 5 (lima) Tahun (2003-2008) secara keseluruhan adalah sebagai berikut : Tabel 2.000.214.625.000.885.255 84.223. daerah menerima dana yang bersumber dari Pemerintah Pusat berupa dana dekonsentrasi dan dana tugas pembantuan yang mana dana tersebut sesuai dengan kebijakan Pemerintah Pusat yang diperuntukan bagi kepentingan pelaksanaan pembangunan di Jawa Barat.000.321.137.258 47.593.17 .831.551.000.22 4.00 3.258.000 61. 93 trilyun.173.000. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Pendapatan Daerah Perkembangan target Pendapatan Asli Daerah Provinsi Jawa Barat selama kurun waktu 6 Tahun (2003-2008).09 5. Selain dana dari penerimaan daerah tersebut.00 3.000.568.00 93.298.254.542.656.751.000.628.667.142 96.933. 2.000 40.919.564.214 70.06 Rata-Rata Pertumbuhan Per Tahun Sumber : data APBD Tahun 2003 s.331.887.520.420.925. rata-rata per tahun mengalami penurunan sebesar 13.712.000.347.d 2006 Perda tentang Perhitungan/Realisasi APBD.09 5.739.00 36.395. Sedangkan dana masyarakat dan swasta sangat dibutuhkan dan menentukan keberhasilan pembangunan di Jawa Barat yang memberikan kontribusi lebih dari 80% dari total pembangunan.249.026.248.765.700.603.510.185.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Kekayaan Daerah yang dipisahkan.473.000.000 75.000 - 13. Tahun 2007 Realisasi APBD dan Tahun 2008 Perda tentang APBD (Murni). DIPA APBN/BLN TA 2003 – 2008 Perkembangan dana pembangunan di Jawa Barat secara keseluruhan yang berasal dari dana APBD dan APBN/BLN (dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan).000.06% sedangkan dana yang yang bersumber dari swasta pada Tahun 2008 ditargetkan sebesar Rp.416.642.93 5.84 27.660.023.

593.79 6.055.938.050.336.734.60% berarti bahwa secara kemampuan fiskalnya sudah masuk dalam kategori cukup mampu.98 13.748.05 4.6 Perkembangan Rencana dan Realisasi PAD Provinsi Jawa Barat Tahun 2003-2008 Tahun 2003 2004 2005 2006 2007 Rencana 2008 Rencana PAD 1.767.00 2.09 5. Ini dapat diartikan bahwa sumber-sumber potensi pendapatan daerah masih cukup banyak yang dapat digali dan dikembangkan sebagai sumber pendanaan bagi pembangunan daerah.593.802.17 APBD 3.404.131.800.25 65.734.512.950.84 3.569.619.241. sehingga Dana Alokasi Umum (DAU) pada Tahun 2008 berkurang dari tahun sebelumnya.447.170.000. Jika memperhatikan kemampuan keuangan dari Pendapatan Asli Daerah Provinsi Jawa Barat dengan rata-rata kontribusi per tahun terhadap APBD sebesar 64.63 3.73 Rata-rata Per Tahun Sumber : Perda APBD Tahun 2004 -2007 dan Ranc. Tahun 2007 Realisasi APBD.537.565.593.479.359.214.640.712.00 11.831.73 2.258.17 2.604.00 Pertumbuhan % 31.05 4.415.604.73 6.185.00 11.807.565.855.807.938.60 Rata-rata Realisasi Per Tahun Sumber : Data Tahun 2003 s.37 3.d 2006 Perda tentang Perhitungan/Realisasi APBD.40 63.86 - 18.24 67.980.568.050.84 3.919.73%.119.00 31.105.055.6 apabila dilihat dari pertumbuhan realisasi PAD selama kurun waktu 2003-2007 rata-rata mengalami kenaikan sebesar 18.023. Perda APBD 2008 (Murni) Berdasarkan tabel 2.2007 Tahun 2003 2004 2005 2006 2007 REALISASI PAD 2.420.640.535.415.89 29.734.751.762.96 21.660.00 4.119.14 29.15 26.351.767.026. Sedangkan apabila dibandingkan dengan target yang ditetapkan dan realisasi pendapatan yang dicapai pada tahun yang sama memperlihatkan bahwa rata-rata terjadi under target artinya target yang ditetapkan selalu dapat tercapai bahkan melampaui target.920.56 64.996.208.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Tabel 2.95 13.404.18 . Tahun 2008 Perda tentang APBD (Murni) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 II.920.593.37 3.479.298.53 Pertumbuhan PAD Realisasi Pertumbuhan 31.116.700.621.03 3.359.846.049.241.73 2.09 5.93 5.22 4.35 76.254.950.321.055.170.336.00 3.399.846.7 Perkembangan Realisasi Pendapatan Asli Daerah Dibandingkan dengan APBD Provinsi Jawa Barat Tahun 2003 .87 60.142.028.885.15 26.84 Proporsi % 55.800.593.15 Rencana 2008 4.63 3.887. Tabel 2.00 2.96 18.564.748.

160.648.522.220.55 Realisasi 1.891.301. Tabel 2.78 0.853.00 1. memiliki prospek yang cukup baik untuk lebih ditingkatkan dengan memperbanyak Wajib Pajak.756.120.811.001.630.8 Perkembangan Rencana dan Realisasi Dana Perimbangan Provinsi Jawa Barat Tahun 2003-2008 Tahun 2003 2004 2005 2006 2007 Rencana 2008 Rencana 1.14 - Pertumbuhan % 9.066.086.569. namun Jawa Barat belum berkesempatan mendapat DAK. Pendapatan dari bagi hasil pajak yang bersumber dari Pajak Bumi dan Bangunan. berdasarkan formula dan perhitungan tersebut sesuai tujuannya diharapkan apabila dari tahun ke tahun suatu daerah alokasi DAU-nya menurun.527.904.567.313.11 1.28 Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 II.26 1.50 1.29 - Rata-rata Per-Tahun Sumber : Perda Perhitungan APBD Tahun 2003 -2008 9.45 35.795.06 37.00 1.000.00 1.00 Pertumbuhan % 2.00 7.54 1. DAU yang diluncurkan dari pemerintah ke daerah bertujuan untuk menghindari kesenjangan fiskal (fiscal gap) antar daerah yang ditetapkan berdasarkan kriteria tertentu yang menekankan pada aspek pemerataan dan keadilan yang selaras dengan penyelenggaraan urusan pemerintahan yang formula dan perhitungannya ditetapkan sesuai undang-undang.059.000.066.663. bahkan pada Tahun 2008 dibuka peluang.00 1. Berdasarkan Perkembangan Dana Alokasi Umum (DAU) Provinsi Jawa Barat selama kurun waktu 5 Tahun terakhir cenderung menurun.19 .000.000.415. namun diharapkan Pemerintah dalam melakukan operasi formula DAU sesuai undangundang bersifat transparan.298.00 1. Adapun perkembangan realisasi dana perimbangan selama Tahun 2003 sampai dengan Tahun 2008 sebagaimana tabel berikut ini . hal ini menunjukkan bahwa kemampuan fiskal Provinsi Jawa Barat dapat dikategorikan mendekati kearah mampu atau mandiri.093.730.106.49 1. maka daerah tersebut dianggap atau dikategorikan sudah mandiri dalam kemampuan fiskalnya.522. dan Pajak Penghasilan (PPh) Perorangan menunjukkan peningkatan terus setiap tahunnya.124.308.88 6.954.098. Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. Sedangkan dana yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) sejak Tahun 2003 – 2007 untuk provinsi tidak ada.105.82 13.00 1. Sementara untuk bagi hasil bukan pajak yang berupa bagi hasil sumber daya alam yang saat ini menunjukkan kecenderungan stagnasi sehingga memerlukan perhatian yang cukup serius dari pemerintah daerah untuk lebih dapat mengoptimalkan potensi sumber daya alam.700.539.197.705.886.846.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Dana perimbangan terdiri dari bagi hasil pajak/bukan pajak dan Dana Alokasi Umum (DAU).

484.9 Perkembangan Realisasi Total Pendapatan Provinsi Jawa Barat Tahun 2003 .044.80 APBD 3.84 2004 4.82%.887.258.264.700.22 4.888.214.253.20 . Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 II.689.89 19.87 2005 4.885.142.16 88.660.60 19.026.712.40 Proporsi % 84.2007 Tahun Pendapatan Pertumbuhan % 23.046.201.30 4. Sementara perkembangan berdasarkan realisasi selama kurun waktu 2003-2007 menunjukkan pertumbuhan rata-rata sebesar 13.051.93 5.01%.71 97.023.265.578.09 6. Perkembangan target alokasi belanja daerah Pemerintah Provinsi Jawa Barat selama kurun waktu 6 Tahun terakhir (2003-2008) mengalami kenaikan sebesar 14. Tahun 2008 Perda tentang APBD (Murni) Perkembangan realisasi total pendapatan Provinsi Jawa Barat yaitu penerimaan dari Pendapatan Asli Daerah.80% per tahun dan kontribusinya terhadap APBD sebesar 88.28%.47 2003 3.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Perkembangan target dari dana perimbangan secara total selama kurun waktu 6 Tahun terakhir (2003-2008) rata-rata pertumbuhannya per tahun adalah sebesar 9.564. Tahun 2007 Realisasi APBD. pendidikan.00 Rata-rata per Tahun Sumber : Data Tahun 2003 s.563. Tabel 2.9 tersebut di atas.47% per tahun sebagaimana tabel 2.912.00 2007 6.966.025.373.919.545. Dana Perimbangan dan lain-lain pendapatan daerah yang sah dalam kurun waktu 2003-2007 mengalami peningkatan sebesar 16.09 5.824.97%.003.831.42 16.298.420.d 2006 Perda tentang Perhitungan/Realisasi APBD.460.089.954. Realisasi kontribusi dana perimbangan terhadap APBD dalam kurun waktu yang sama rata-rata sebesar 25. fasilitas sosial dan fasilitas umum yang layak serta mengembangkan sistem jaminan sosial. kesehatan.464.84 2006 5. Belanja Daerah Belanja Daerah dipergunakan dalam rangka mendanai pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan provinsi atau kabupaten/kota yang terdiri dari urusan wajib.82 84.65 90. Belanja penyelenggaraan diprioritaskan untuk melindungi dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat dalam upaya memenuhi kewajiban daerah yang diwujudkan dalam bentuk peningkatan pelayanan dasar.02 85. urusan pilihan dan urusan yang penanganannya dalam bidang tertentu yang dapat dilaksanakan bersama antara pemerintah dan pemerintah daerah atau antar pemerintah daerah yang ditetapkan dengan ketentuan perundang-undangan.254. Peningkatan kualitas kehidupan masyarakat diwujudkan melalui prestasi kerja dalam pencapaian standar pelayanan minimal sesuai dengan peraturan perundangundangan.164.

249.473.253.224.40 Rata-rata per Tahun 17.679.00 4.84 Pertumbuhan % 12.05 5.15 4.132.254.258. bantuan keuangan dan belanja tidak terduga.083.201.439.00 4.84 4.011.788.567.564.21 .023.04 5.738.912. Perkembangan belanja daerah Provinsi Jawa Barat selama kurun waktu 5 tahun (2003-2007) rata-rata pertumbuhan per tahun belanja SKPD mengalami kenaikan sebesar 2.25 12.856.306. Tabel 2.95 84.267.25%. subsidi.567.826.606.95%.2008 Dibandingkan dengan APBD Tahun 2003 .58 3.318.63 77.d 2006 Perda tentang Perhitungan/Realisasi APBD.214.356. belanja bagi hasil.89%.11 Perkembangan Realisasi Alokasi Belanja Daerah Tahun 2003 .17 17.00 93.904.249.131.272.80 Pertumbuhan % APBD 3.09 Realisasi Belanja 3.522.00 4.267.89 18.164.781.247.88 75.17 17.641.01 - 16.11.80% (sebagaimana tabel berikut ini : Tabel 2.132.80 Rata-rata Per Tahun Sumber : Perda APBD Tahun 2004 -2007 dan Ranc.919.660.00 3.180.306.773. Tahun 2007 Realisasi APBD Sesuai Pasal 37 Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 belanja daerah terbagi atas Belanja Tidak Langsung dan Belanja Langsung.01 Sumber : Data Tahun 2003 s.907.09 6.356.670.72 5. belanja bagi hasil dan bantuan keuangan naik sebesar 18.2007 Tahun 2003 2004 2005 2006 2007 Belanja 3. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 II.00 3.929. bunga.376. Belanja tidak langsung terdiri dari belanja pegawai.60 92.700.899.738.773.17 7.300. Perda APBD 2008 (Murni) Untuk rata-rata proporsi perkembangan realisasi alokasi belanja daerah terhadap APBD sebesar 84.298.011.300.420. bantuan sosial.22 4.887.349.01% per tahun sebagaimana terlihat pada Tabel 2.09 5.40 Proporsi% 80.46 14.142.89 18.180.40 13.309.902.72 16.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT sementara perkembangan realisasi alokasi belanja daerah selama kurun waktu 2003-2007 rata-rata mengalami peningkatan sebesar 16.641.40 18.670.93 5. hibah.245.923.40 Pertumbuhan % 17.282.84 4.885.282.781.907.593.056.101.224.826.763.090.93 19.831.902. dan belanja tidak terduga mengalami penurunan sebesar -1.05 5.026.40 13.10 Perkembangan Rencana dan Realisasi Belanja Provinsi Jawa Barat Tahun 2003-2008 Tahun 2003 2004 2005 2006 2007 Rencana 2008 Rencana Belanja 3.39% dan 44.309.712.

22 . perkembangannya sebagaimana Tabel 2.58%.33% dan 19. dan belanja tidak terduga naik sebesar 1.92%.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Sedangkan proporsi masing-masing belanja terhadap total belanja rata-rata per tahun belanja SKPD meningkat sebesar 30. belanja bagi hasil dan bantuan keuangan naik sebesar 20.41%.12 berikut ini : Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 II.

33 19.77 20.480.966.09 4.267.157.990.457.831.697.306.223.235.732.80 26.298.520.00 649.272.41 30.00 70.030.73 60. Tahun 2008 Perda tentang APBD (Murni) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 II.640.535.597.214.380.767.773.93 5.25 12.142.00 1.950.711.719.94 786.261.00 50.255.298.31 3.328.00 693.612.88 18.341.39 44.532.004.430.766.929.346.384.595.138.700.246.896.22 3.421.585.321.188.164.132.099.000.803.97 1.527.319.166.809.00 3.000. Tahun 2007 Realisasi APBD.290.383.571.972.130.345.d 2006 Perda tentang Perhitungan/Realisasi APBD.119.282.460.00 1.09 5.73 724.2007 No Uraian 2003 2004 2005 2006 2007 2008 (Rencana) Rata2 Pertumbuhan per Tahun(%) Rata2 Proporsi per Tahun (%) 84.410.814.147.00 2.582.660.023.000.306.866.01 53.44 892.25 4.50 524.464.309.185.061.653.400.097.902.00 414.254.101.827.758.468.255.98 1.800.180.887.840.83 Sumber : Data Tahun 2003 s.00 1.919.571.420.206.686.95) 2.26 15.814.859.026.990.887.370.394.036.00 497.623.323.50 920.412.564.670.317.00 2.214.000.22 1.954.201.685.899.504.438.567.434.961.587.00 1.485.781.300.40 5.00 862.262.00 4.000.92 Belanja 1 Belanja Tidak Langsung Belanja Pegawai Belanja Bagi Hasil Belanja Bantuan Belanja Tidak terduga 2 Belanja Langsung Volume APBD 3.00 69.076.207.393.84 2.912.000.162.639.885.37 5.576.854.013.224.944.770.81 6.366.163.131.23 .514.348.163.826.253.118.258.12 Perkembangan Rincian Belanja Tahun 2003 .061.419.999.67 6.675.452.00 1.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Tabel 2.253.000.00 1.356.00 1.736.50 4.25 16.046.321.593.006.58 1.74 85.494.736.00 1.599.712.84 5.89 (1.09 11.00 1.00 1.102.00 641.641.00 70.258.

PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT

Pembiayaan merupakan transaksi keuangan yang dimaksudkan untuk menutupi selisih antara Pendapatan dan Belanja Daerah. Adapun pembiayaan tersebut bersumber dari sisa lebih perhitungan anggaran sebelumnya (SiLPA), pencairan dana cadangan, hasil penjualan kekayaan daerah yang dipisahkan, penerimaan pinjaman daerah, penerimaan kembali pemberian pinjaman dan penerimaan piutang daerah. APBD Provinsi Jawa Barat setiap tahun mengalami defisit anggaran namun dapat ditutup dengan pembiayaan, pertumbuhan defisit anggaran tersebut rata-rata per tahun selama kurun waktu 5 Tahun (2003-2007) mengalami peningkatan sebesar 59,73 %, untuk menutupi anggaran defisit tersebut yaitu dari penerimaan pembiayaan dengan ratarata pertumbuhan per tahun mengalami kenaikan sebesar 16,81%, begitu pula pengeluaran pembiayaan rata-rata pertumbuhan per tahun mengalami kenaikan sebesar 7,26%. Tabel 2.13 Perkembangan Realisasi Pembiayaan Tahun 2003 - 2007
Pembiayaan Tahun Penerimaan 620,935,965,168.38 668,422,608,753.22 875,138,565,709.09 597,764,790,658.01 958,625,636,351.00 7.65 30.93 (31.69) 60.37 Pertumbuhan Penerimaan Pengeluaran 752,639,694,356.22 1,042,319,998,034.09 399,222,649,300.13 180,914,529,145.00 374,391,270,897.00 38.49 (61.70) (54.68) 106.94 Pertumbuhan Pengeluaran Surplus/Defisit Pertumbuhan Defisit

2003 2004 2005 2006 2007
Rencana 2008

(131,703,729,187.84) (373,897,389,280.87) (475,915,916,408.96) (416,850,261,513.01) (584,234,365,454.00) 183.89 27.29 (12.41) 40.15

488,843,335,506.25

(49.00)
16.81

256,029,693,745.00

(31.61)
7,26

(232,813,641,761.25)

(60.15)
59.73

Rata-Rata per Tahun

Sumber :

Data Tahun 2003 s.d 2006 Perda tentang Perhitungan/Realisasi APBD, Tahun 2007 Perda tentang Perubahan APBD, Tahun 2008 Perda tentang APBD (Murni)

B.

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Dana pembangunan yang bersumber dari APBN cukup besar hingga mencapai

Rp. 3,227 trilyun pada Tahun 2008. Hal ini mengalami peningkatan sebesar 23% dari Tahun 2007, dana APBN tersebut terdiri dari APBN Dekonsentrasi dan APBN Tugas Pembantuan. Untuk Dana APBN Dekonsentrasi pada Tahun 2008 alokasi untuk Pemerintah Provinsi Jawa Barat tersebar di 23 (dua puluh tiga) SKPD, sedangkan untuk Tahun 2007 tersebar di 24 (dua puluh empat) SKPD Lingkup Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat merupakan SKPD yang memperoleh alokasi dana APBN Dekonsentrasi terbesar, baik pada Tahun 2007 yang besarnya mencapai Rp. 2,519

Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009

II- 24

PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT

trilyun, maupun pada Tahun 2008 yang mencapai Rp. 3,082 pada Tahun 2007

Trilyun. SKPD yang

memperoleh alokasi terbesar kedua adalah Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat dimana mencapai Rp. 181,185 milyar, sedangkan alokasi terkecil penerima Rp. 46.544.000,dana APBN Dekonsentrasi adalah Badan Pengelola Sistem Informasi Daerah (Bapesitalda) pada Tahun 2007 dan 2008, hanya memperoleh dana sebesar

Distribusi alokasi dana APBN Dekonsentrasi yang diterima Provinsi Jawa Barat melalui SKPD Provinsi Jawa Barat, untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 2.14 berikut ini. Tabel 2.14 Alokasi Dana APBN Dekonsentrasi Per SKPD Di Provinsi Jawa Barat Tahun 2007-2008
JUMLAH DANA NO 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. SKPD Tahun 2007 DINAS PERTANIAN DINAS PETERNAKAN DINAS PERIKANAN DINAS PERKEBUNAN DINAS KEHUTANAN DINAS PERINDAG DINAS INDUSTRI AGRO DINAS KOPERASI UKM DISTAMBEN DINAS PSDA DINAS SOSIAL DISNAKERTRANS DINAS PENDIDIKAN DINAS KESEHATAN BAPEDA BAPESITELDA BAKESBANGLINMASDA BALITBANGDA BAPUSDA BASIPDA BPMD BPLHD BIRO DEKONSENTRASI BIRO KEGAWAIAN BIRO BINA PRODUKSI BIRO HUKUM BALAI PROTEKSI TPH BPSB TPH Jumlah 27.046.579.000 8.854.010.000 28.158.000.000 4.664.997.000 1.820.114.000 1.650.000.000 846.320.000 9.037.000.000 3.656.692.000 1.503.050.000 34.897.554.000 17.600.835.000 2.519.225.473.000 181.185.557.000 559.468.000 165.307.000 17.250.000.000 150.000.000 354.930.000 1.249.635.000 27.170.000.000 613.380.000 8.934.100.000 2.805.000.000 2.899.398.001.000 Tahun 2008 35.556.176.000 7.406.869.000 11.647.736.000 3.828.480.000 4.425.248.000 4.887.680.000 478.851.000 5.804.300.000 1.000.000.000 30.241.535.000 6.954.683.000 3.082.288.118.000 1.436.040.000 46.544.000 548.580.000 152.415.000 2.605.000.000 150.000.000 4.101.109.000 500.000.000 567.355.000 233.858.000 22.983.800.000 3.226.944.377.000

Sumber : Bapeda Provinsi Jawa Barat, 2007

Sedangkan untuk dana APBN Tugas Pembantuan (Tuban) untuk Provinsi Jawa Barat pada Tahun 2008 mengalami kenaikan yang signifikan dibandingkan dengan alokasi Tugas Pembantuan pada Tahun 2007, yaitu sebesar Rp. 198,833 Milyar pada Tahun 2008 yang tersebar di 11 (sebelas) SKPD dan sebesar Rp. 34,708 Milyar pada Tahun

Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009

II- 25

PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT

2007 yang tersebar di 5 (lima) SKPD, yaitu Dinas Perkebunan sebesar Dinas Perternakan

Rp. 11, 325

Milyar, Dinas Kesehatan sebesar Rp. 10,551 Milyar serta alokasi terkecil berada pada yakni sebesar Rp. 846 Juta,-. Berbeda dengan tahun sebelumnya, pada Tahun 2008 alokasi dana APBN tugas pembantuan didistribusikan kepada 11 (sebelas) SKPD yang sebelumnya 5 (lima) SKPD, yakni ditambah SKPD Dinas Koperasi UKM, Dinas Bina Marga, Dinas Tarkim, Dinas PSDA dan Dinas Pendidikan. Pada Tahun 2008 alokasi Tugas Pembantuan terbesar berada pada Dinas Bina Marga yakni sebesar Rp. 93,005 Milyar kemudian Dinas PSDA sebesar Rp. 61,503 Milyar dan yang mendapatkan alokasi terkecil adalah Biro Bina Produksi Setda Provinsi Jawa Barat sebesar Rp. 190 juta. Rincian lengkapnya disajikan pada Tabel 2.15 berikut ini. Tabel 2.15 Alokasi Dana APBN Tugas Pembantuan Provinsi Jawa Barat Tahun 2007-2008
NO 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. SKPD DINAS PERTANIAN DINAS PETERNAKAN DINAS PERIKANAN DINAS PERKEBUNAN DINAS KOPERASI DAN UKM DINAS BINA MARGA DINAS TARKIM DINAS PSDA DISNAKERTRANS DINAS PENDIDIKAN DINAS KESEHATAN BIRO BINA PRODUKSI 34.708.521.000 Alokasi Anggaran Tahun 2007 3.485.000.000 846.500.000 11.325.521.000 8.551.500.000 10.500.000.000 Tahun 2008 1.786.000.000 3.579.095.000 6.672.180.000 2.464.433.000 4.968.466.000 93.005.765.000 1.100.000.000 61.503.789.000 8.893.844.000 14.670.000.000 190.000.000 198.833.572.000

2.4.2 DANA MASYARAKAT DAN MITRA Dalam melaksanakan seluruh program pembangunan yang dicanangkan oleh Provinsi Jawa Barat, diperlukan dukungan dana dan kontribusi dari semua pihak. Dana pembangunan tidak saja berasal dari Pemerintah dan Pemerintah Daerah, namun juga

Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009

II- 26

PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT

bersumber dari private/swasta dan masyarakat. Proporsi dana yang berasal dari swasta dan masyarakat ini sangat besar dibandingkan dana pembangunan yang bersumber dari Pemerintah. Tabel 2.16 Investasi Provinsi Jawa Barat Tahun 2003-2007
Uraian
Investasi PDRB LPE(%) ICOR

Tahun 2003
44,136,173,739,258.20 243,793,194,000,000.00 4.39 3.80

2004
21,293,603,223,214.10 304,458,450,690,000.00 4.77 1.24

2005
27,696,249,473,254.90 389,268,649,470,000.00 5.62 1.18

2006
32,652,355,055,142.10 473,556,757,600,000.00 6.01 1.08

2007
29,957,628,984,751.80 542,272,108,700,000.00 6.41 1.07

Sumber: BPS dan hasil perhitungan Bapeda

Dari Tabel 2.16 terlihat bahwa nilai investasi di Jawa Barat selama kurun waktu 2003-2007 secara total berjumlah Rp. 155.736 trilyun. Angka tersebut merupakan dana investasi yang bersumber dari Pemerintah (APBD dan APBN) dan swasta. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), pada Tahun 2007 masih didominasi oleh sektor Industri Manufaktur sebesar 43,76 %, sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran sebesar 20,84 % dan sektor Pertanian sebesar 13,01 %. Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE), menunjukkan bahwa kondisi perekonomian makro Jawa Barat Tahun 2007 mengalami pertumbuhan yang cukup menggembirakan, dengan LPE sebesar 6,41 % dibandingkan dengan Tahun 2003 sebesar 4,39 %. Hal tersebut menurut Bank Indonesia (2007), peningkatan pertumbuhan ekonomi Jawa Barat didukung oleh stabilitas ekonomi nasional yang tetap terjaga, dan bersumber dari meningkatnya perdagangan luar negeri, konsumsi dan bertambahnya kegiatan investasi. Hal yang juga mendukung peningkatan LPE adalah terkendalinya laju inflasi.

Incremental Capital Output Ratio (ICOR) atau rasio kenaikan output akibat
kenaikan kapital adalah indikator ekonomi makro untuk menilai kinerja investasi. Dalam aplikasinya nilai output disetarakan dengan nilai produk Domestik Bruto, sehingga secara praktis perhitungan ICOR diformulasikan secara sederhana adalah:

It = ICOR*(LPE(t+1)/100)*PDRBt
dimana It PDRBt ICOR = = = nilai investasi yang dibutuhkan pada Tahun t nilai PDRB tahun t angka ICOR angka Laju Pertumbuhan Ekonomi (%) yang ditargetkan pada Tahun t+1

LPE(t+1) =

Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009

II- 27

PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT

Nilai ICOR dapat menunjukkan tingkat efisiensi ekonomi suatu daerah, semakin kecil nilai ICOR menunjukkan semakin efisien kegiatan produksi yang diterapkan. Selama kurun waktu 5 (lima) Tahun (2003-2006), nilai ICOR Jawa Barat dalam range 3.8 -1.08 dengan arah yang semakin mengecil, menunjukkan bahwa Jawa Barat memiliki tingkat efisiensi ekonomi yang baik. Hal ini juga menunjukkan bahwa Jawa Barat memiliki potensi dan daya tarik yang cukup besar bagi investor untuk menanamkan modal di Jawa Barat. Dari data realisasi penanaman modal asing dan penanaman modal dalam negeri (PMA dan PMDN) dalam kurun waktu 2003-2007, rata-rata pertumbuhan investasi adalah 19,13% per Tahun. Realisasi investasi PMA dan PMDN pada Tahun 2006 sebesar Rp. 23,741 trilyun jika dibanding dengan Tahun 2005 sebesar Rp. 18,371 trilyun, merupakan pencapaian pertumbuhan terbesar, yaitu sebesar Rp. 5,37 trilyun atau 29,23%. Secara keseluruhan nilai realisasi investasi PMA dan PMDN mengalami peningkatan, dari Rp. 12,996 trilyun pada Tahun 2003, menjadi Rp. 18,371 trilyun Tahun 2005, dan pada Tahun 2007 sebesar Rp 20,914 trilyun. Walaupun dalam kurun waktu tersebut, trend investasi PMA dan PMDN menunjukkan kecenderungan yang meningkat, namun peningkatan belum memberikan nilai yang signifikan. Oleh karena itu diperlukan upaya-upaya yang lebih kreatif untuk menarik minat peran swasta untuk berkontribusi dalam pembangunan Jawa Barat. Berdasarkan hasil survey yang dilakukan oleh KPPOD (Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah) pada Tahun 2005 didapatkan kesimpulan bahwa kepastian hukum, kondisi keamanan yang stabil, potensi ekonomi, ketersediaan tenaga kerja yang berkualitas, dan tersedianya sistem infrastruktur fisik yang baik adalah merupakan faktorfaktor yang menentukan dalam menarik minat investor untuk berinvestasi dalam suatu daerah. Dalam survey tersebut, juga ditemukan bahwa faktor-faktor inilah yang banyak menjadi kendala Pemerintah Daerah untuk menarik investor menanamkan modal. Dengan melihat kondisi di Jawa Barat, permasalahan ketersediaan infrastruktur fisik yang belum memadai, belum terpadunya sistem kebijakan yang mendukung investasi, belum adanya mapping potensi ekonomi yang akurat di wilayah Jawa Barat, dan masih rendahnya ketersediaan tenaga kerja yang berkualitas dapat menjadi kendala dalam upaya menarik investor ke Jawa Barat.

Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009

II- 28

29 . Meningkatkan koordinasi secara sinergis di bidang Pendapatan Daerah dengan Pemerintah.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 2. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 II. SKPD penghasil.5 ARAH KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH 2. 3. Kebijakan pendapatan daerah untuk APBD Tahun Anggaran 2009 disesuaikan dengan kewenangannya. kabupaten/kota dan POLRI.1 Arah Kebijakan Pendapatan Daerah Kebijakan Pendapatan Daerah untuk Tahun Anggaran 2009. 5. yang menambah ekuitas dana lancar sebagai hak pemerintah daerah dalam satu tahun anggaran. dalam pengertian bahwa jumlah pendapatan yang dianggarkan tidak boleh dikurangi dengan belanja yang digunakan untuk menghasilkan pendapatan dan/atau dikurangi dengan bagi hasil. senantiasa memperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut: 1. Pemantapan Kelembagaan dan Sistem Operasional Pemungutan Pendapatan Daerah. 2. Mengoptimalkan kinerja Badan Usaha Milik Daerah untuk memberikan kontribusi secara signifikan terhadap Pendapatan Daerah. Meningkatkan pelayanan dan perlindungan masyarakat sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membayar retribusi daerah. Pendapatan Asli Daerah yang merupakan hasil penerimaan dari sumber-sumber pendapatan yang berasal dari potensi daerah sesuai dengan kewenangan yang dimiliki dalam rangka membiayai urusan rumah tangga daerahnya. struktur pendapatan daerah dan asal sumber penerimaannya dapat dibagi berdasarkan 3 kelompok. yaitu: A. 2. 3. Seluruh pendapatan daerah dianggarkan dalam APBD secara bruto. Peningkatan Pendapatan Daerah dengan intensifikasi dan ekstensifikasi. 4.5. Sedangkan kebijakan pendapatan asli daerah dilakukan dalam berbagai upaya yang diarahkan untuk meningkatkan pendapatan daerah meliputi: 1. Pendapatan daerah meliputi semua penerimaan uang melalui rekening kas umum daerah. Pendapatan daerah adalah merupakan perkiraan yang terukur secara rasional yang dapat dicapai untuk setiap sumber pendapatan dalam kurun waktu satu tahun anggaran.

sambil menunggu penetapan pagu definitif tahun Dana Perimbangan untuk Tahun Anggaran 2009 diperkirakan sama dengan pagu definitif tahun yang lalu. 2. Dana Perimbangan yaitu merupakan pendapatan daerah yang berasal dari APBN yang bertujuan untuk menutup celah fiscal (fiscal gap) sebagai akibat selisih kebutuhan fiskal (fiscal need) dengan kapasitas fiskal (fiscal capacity). untuk penyesuaian pagu definitif Tahun Anggaran 2009 ditampung dalam perubahan APBD Tahun Anggaran 2009. merupakan kewajiban daerah Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 II. Kebijakan yang akan ditempuh dalam upaya peningkatan pendapatan daerah dari Dana Perimbangan adalah sebagai berikut: 1. Meningkatkan akurasi data Sumber Daya Alam sebagai dasar perhitungan pembagian dalam Dana Perimbangan.30 . Meningkatkan koordinasi dengan Pemerintah Pusat dan Kabupaten/Kota dalam pelaksanaan Dana Perimbangan. PPh Pasal 21 dan BPHTB.2 Arah Kebijakan Belanja Daerah Sesuai dengan ketentuan bahwa belanja daerah adalah semua pengeluaran dari rekening kas umum daerah yang mengurangi ekuitas dana. Lain-Lain Pendapatan Daerah Yang Sah adalah penerimaan yang berasal dari sumbangan pihak ketiga yaitu PT. Sedangkan untuk proyeksi pendapatan daerah yang berasal dari Dana Perimbangan dengan mempertimbangkan bahwa penerimaan tersebut lebih bersifat given dari pemerintah pusat maka sesuai dengan pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. C. AK Jasa Raharja yang kebijakannya melakukan akurasi data potensi obyek Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) sebagai dasar perhitungannya besaran penerimaannya.28% sebagai data kuantitatif pendukung perkiraan tersebut secara empirik disajikan dalam tabel 2. Pajak Orang Pribadi Dalam Negeri (PPh OPDN). B. 2.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Berdasarkan potensi perkembangan Pendapatan Asli Daerah serta memperhatikan trend pertumbuhan maka proyeksi penerimaan yang berasal dari Pendapatan Asli Daerah untuk Tahun Anggaran 2009 diperkirakan mengalami kenaikan sebesar: 9. 3.5.17. Optimalisasi intensifikasi dan ekstensifikasi pemungutan PBB.

Proyeksi belanja penyelenggaraan urusan wajib untuk bidang pendidikan Tahun Anggaran 2009 diperkirakan sebesar 20 %. 6. kesehatan dan daya beli masyarakat. Penyusunan belanja daerah diprioritaskan untuk menunjang efektivitas pelaksanaan tugas pokok dan fungsi SKPD dalam rangka melaksanakan urusan pemerintahan daerah yang menjadi tanggungjawab pemerintah Provinsi Jawa Barat. yaitu: a.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT dalam satu tahun anggaran dan tidak akan diperoleh pembayarannya kembali oleh daerah. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 II. difokuskan untuk menciptakan sumber daya manusia Jawa Barat yang unggul dan bersaing.31 . Belanja daerah diprioritaskan dalam rangka pelaksanaan urusan pemerintahan Provinsi Jawa Barat yang terdiri dari urusan wajib dan urusan pilihan sebagaimana ditetapkan dalam ketentuan perundang-undangan. fasilitas sosial dan fasilitas umum. 9. Belanja daerah disusun berdasarkan pendekatan prestasi kerja yang berorientasi pada pencapaian hasil dari input yang direncanakan. Belanja dalam rangka peyelenggaraan urusan wajib diarahkan untuk melindungi dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat dalam upaya memenuhi kewajiban daerah yang diwujudkan dalam bentuk peningkatan pelayanan dasar. Peningkatan efektivitas belanja bantuan keuangan kepada kabupaten/kota yang berorientasi kepada peningkatan pendidikan. Peningkatan kualitas dan produktivitas Sumber Daya Manusia. Kebijakan Belanja Daerah untuk Tahun Anggaran 2009 dengan memperhatikan ketentuan yang meregulasi prinsip-prinsip belanja daerah oleh karenanya diarahkan untuk: 1. untuk mewujudkan akuntabilitas perencanaan anggaran. 4. 5. kesehatan. 2. pendidikan. 3. sehingga dicapai efektivitas dan efisiensi penggunaan anggaran. Belanja daerah diarahkan kepada prioritas Common Goals. 7. yang telah ditetapkan. 8. Belanja Daerah diprioritaskan untuk memberikan kecukupan terlebih dahulu terhadap kebutuhan belanja yang bersifat fixed cost . Memberikan dukungan yang memadai untuk kegiatan yang labour intensif untuk memberikan keluasan penciptaan lapangan kerja.

g. Pengembangan Infrastruktur Wilayah. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 II. Dengan perencanaan anggaran yang konsisten dan fokus. jagung. c. difokuskan pada komoditas beras. e. kesehatan. dan suprastruktur. diproyeksikan pencapaian IPM 80 ditargetkan tercapai pada Tahun 2013. f. Kebijakan belanja daerah Tahun 2009 diarahkan untuk mendukung pencapaian target IPM 80. 2. h. d. Dengan berpedoman pada prinsip-prinsip penganggaran. penyediaan air baku dan air bersih. upaya tersebut antara lain adalah: 1. efisien dan efektif.32 . difokuskan pada pelestarian dan peningkatan luas dan fungsi kawasan lindung. difokuskan pada upaya pengurangan resiko bencana terutama banjir dan longsor. difokuskan pada peningkatan pelayanan publik dan penerapan insentif berbasis kinerja. waduk.76. Perencanaan pembangunan yang mendukung pencapaian IPM 80 diarahkan untuk memperkuat bidang pendidikan. Kebijakan belanja daerah Tahun 2009 diupayakan dengan pengaturan pola pembelanjaan yang proporsional. Ini bertujuan untuk meningkatkan akuntabilitas perencanan anggaran serta menjamin efektivitas dan efisiensi penggunaan anggaran ke dalam program/kegiatan. Kemandirian Energi dan Kecukupan Air Baku. infrastruktur. pokok dan fungsinya.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT b. Peningakatan Daya Beli Masyarakat. Peningkatan Kinerja Aparatur. Penanganan Pengelolaan Bencana. difokuskan pada penciptaan lapangan kerja serta menyiapkan tenaga kerja terampil dan berjiwa entrepreneur untuk kebutuhan dalam negeri dan luar negeri. diperlukan perencanaan kegiatan-kegiatan yang berorientasi pencapaian IPM 80. Pengendalian dan Pemulihan Kualitas Lingkungan. difokuskan pada energi pedesaan. lintas Jabar Selatan. difokuskan pada pengembangan jalan tol. belanja daerah tahun 2009 disusun dengan pendekatan anggaran kinerja yang berorientasi pada pencapaian hasil dari input yang direncanakan dengan memperhatikan prestasi kerja setiap satuan kerja perangkat daerah dalam pelaksanaan tugas. kedelai dan ketersediaan protein hewani. Ketahanan Pangan. serta persampahan dan sarana olahraga. Penggunaan anggaran untuk pendidikan sebesar 20% dari anggaran APBD. dimana dengan mempertimbangkan pencapaian IPM Tahun 2007 baru sebesar 70. ekonomi. sarana perhubungan. Penggunaan anggaran diprioritaskan untuk 8 (delatan) Common Goals.

Penggunaan indeks relevansi anggaran dalam penentuan anggaran belanja dengan memperhatikan belanja tidak langsung dan belanja langsung dengan visi dan misi Pemerintah Provinsi Daerah Jawa Barat. Peningkatan efektivitas belanja bantuan keuangan dan bagi hasil kepada kabupaten/kota dengan pola : 1) Alokasi yang bersifat block grant dari Pos Bagi Hasil secara proporsional. Stadium Bandung West Java. 4. dana proporsional dihitung berdasarkan indeks kabupaten/kota. Pelabuhan Cirebon. 5. Variabel-variabel yang digunakan untuk menghitung indeks kabupaten/kota adalah : Indeks Pendidikan. Kegiatan-kegiatan yang orientasinya terhadap penanggulangan bencana. Pelabuhan Cilamaya. 2) Alokasi yang bersifat spesific grant dari pos bantuan keuangan kepada Kabupaten/Kota yang diarahkan : a. dengan sebagian alokasi anggarannya diarahkan pada bidang pendidikan. dan peningkatan daya beli masyarakat. Pembangunan TPA sampah. jalan tol SOROJA.33 . Pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat. serta anggaran belanja yang direncanakan oleh setiap pengguna anggaran tetap terukur. guna memperkuat kapasitas fiskal kabupaten/kota dalam melaksanakan otonomi daerah. kabupaten/kota perbatasan dengan provinsi lain serta kabupaten/kota yang akan menyelenggarakan even khusus yang berskala regional atau nasional. Kegiatan yang dikelola oleh SKPD kabupaten/kota diarahkan dengan menggunakan pola penyaluran yang bersifat kompetisi melalui Program Pendanaan Kompetisi (PPK) dan perwujudan 8 (delatan) common goals. 6. Insentif Berbasis Kinerja. Dana pemerataan dialokasikan sama untuk setiap kabupaten/kota. pembangungan Waduk Jatigede. b. dan dana penyeimbang ditentukan berdasarkan variabel kualitatif seperti ibu kota provinsi. Membagi alokasi menjadi tiga bagian yaitu dana pemerataan. anggaran belanja tetap (fixed cost). Peningkatan kualitas dan kuantitas pelayanan kesehatan dilaksanakan dengan memperbaiki fasilitas dan pengadaan untuk pelayanan dasar kesehatan serta membanyak tenaga medis terutama untuk daerah-daerah yang sulit dijangkau. dan komitmen pembangunan yang berkelanjutan (multi years) antara lain Jalan tol CISUMDAWU. kesehatan. dana proporsional dan dana penyeimbang.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 3. Indeks Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 II. Kawasan Ekonomi Khusus.

proporsi pengangguran. luas wilayah. 7. 8.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Kesehatan. Pendapatan Asli Daerah. Selain itu yang dialokasikan pada Belanja Tidak Langsung mengakomodir juga belanja yang tidak terkait secara langsung dengan pelaksanaan program dan kegiatan melalui anggaran belanja subsidi. jumlah penduduk miskin. Adapun kriteria kegiatan yang mendapatkan alokasi bantuan keuangan kabupaten/kota adalah mendukung secara signifikan upaya peningkatan IPM Jawa Barat. menanggulangi masalah kemiskinan. PDRB/Kapita.34 . Rincian Proyeksi APBD Tahun Anggaran 2009 dengan mempertimbangkan potensi pendapatan.3 Arah Kebijakan Pembiayaan Daerah Pembiayaan pada dasarnya disediakan untuk menganggarkan setiap penerimaan yang perlu dibayar kembali dan atau pengeluaran yang akan diterima kembali baik pada tahun anggaran yang bersangkutan maupun pada tahun anggaran berikutnya. kebutuhan belanja dan pembiayaan disertai data time series sebagai refleksi penerimaan maju (forward estimate) disajikan dalam tabel 2. Indeks Daya Beli. Kebijakan pembiayaan Tahun Anggaran 2009 untuk penerimaan pembiayaan berasal dari SILPA dan pencairan DCD sedangkan pengeluaran pembiayaan diarahkan untuk pembayaran pokok utang. pemberian pinjaman dan keperluan lainnya sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. menanggulangi masalah pengangguran dan meningkatkan upaya pelestarian lingkungan khususnya kawasan lindung. jumlah penduduk. 2.17. Guna menghindari revisi/perubahan kegiatan yang bersumber dari alokasi bantuan bersifat spesific grant. dan proporsi kawasan lindung. diarahkan agar perencanaannya dikonsolidasikan dengan aparatur pemerintahan Provinsi Jawa Barat dan disinergiskan dengan kebutuhan riil di kabupaten/kota. belanja hibah dan belanja bantuan sosial.5. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 II.

000.02 0.480. Penerimaan a. Hasil Perusahaan Milik Daerah dan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang ipisahkan d.946.246. Belanja Pegawai b.81 293.00 5.593. Penerimaan Pinjaman Daerah 2.41 8.84 2008 (4) 5.568. Bagian Pinjaman Pemerintah Daerah BELANJA DAERAH 1.424. Penyertaan Modal (investasi) Pemda c.349. Untuk Tahun 2009 diproyeksikan peningkatan pendapatan sebesar 9.66 0.84) 122.000.000.387.19 17.96 149.615.00 6.85 1.78) (43.231.18 90. Belanja Bunga c.79 (25. secara lengkap disajikan pada Tabel 2. Uraian APBD (2) PENDAPATAN 1.000.63 12.18 (7.00 5.484.00 1.869.57 19.971.133.339. Pajak Daerah b.248.000.000.000.00 82.00 3.880.00 24.679.00 1.386.06) 10.336.00 465.811.000.860.199.34) (16.361.238.761. Belanja Bantuan Keuangan kepada Pemda/Pemdes h.290.000.762.000.060.23 866.002.402. dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi makro dan regional untuk 1-3 Tahun ke depan yang belum pasti.77 18.064.00 1.78 906.000.640.239.579.813.70 24.00 10.984.761.00 1.745.145.745. Pembentukan Dana Cadangan b.00 409.504.083.865.50 16.000.00 50.000.522.179. Belanja Langsung a.680.344.623.693.131.418.185.000.655.119.84 13.740. diproyeksikan bahwa rata-rata kenaikan pendapatan daerah pada Tahun 2009-2011 berkisar antara 7-9%.46 13.00 1.610. Peningkatan pendapatan pada Tahun 2007 yang semula diperkirakan dibawah 10% dibandingkan Tahun 2006 ternyata melampaui di atas 19%.000.01) II. III.795.273.53 (24.000.614.50 32.23 904.866.87 412.02 7.000.630.790.519. Belanja Modal Surplus (+) / Defisit (-) PEMBIAYAAN DAERAH 1.00 933.736.257.512.00 4.942.929.98 1.000.00 588.638.00 75.46 3.273.52 97.843.000.25 30.811.00 4.00 5.13) 72.310. Belanja Tidak Terduga 2.213.25 10.661.645.08 Sumber: Buku APBD Tahun Anggaran 2007 dan Rancangan APBD Tahun Anggaran 2008 Bila memperhatikan kecenderungan pendapatan daerah sejak Tahun 2003-2006 terlihat bahwa dari Tahun 2003 terjadi peningkatan yang berfluktuasi dengan kecenderungan menurun pertumbuhannya hingga Tahun 2006.101.631.561.693.163.96 10.585.796.960.407.231.621.569.500.214.29 246.00 105.000.00 256.70) 25.999.055.176.000.273.140. Bagi Hasil Pajak/Bukan Pajak b.12 1.114. Belanja Pegawai b.950.000.889.17 Proyeksi APBD Provinsi Jawa Barat 2009 No (1) I.00 11.878.61 11.213.889.434. Pembayaran Pokok Utang d.44 11.97 250.96 (232. Pos Dana Alokasi Umum c.000.00 125.84 3.506. Pemberian Pinjaman Daerah Volume APBD 2007 (3) 5.625.00 100. Belanja Hibah e.000.235.00 121.532.000. Pencairan Dana Cadangan c.000.00 29.744.510.000.94 411.28 5.965. Lain-lain Pendapatan yang Sah 4.000.08 9.35 .092.813.163.40 190.00 4.094.00 1.000.548.593.997.000. Capaian peningkatan pendapatan pada Tahun 2007 ini didukung oleh kondisi ekonomi regional yang stabil dan keberhasilan dalam melakukan upaya-upaya intensifikasi dalam meningkatkan pendapatan daerah.529.678.07 1.985.00 103.00 52.879.00 726.14 23.963.853.985.000.637.431.17.08% dibanding Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 II. Belanja Barang dan Jasa c.089.607.606.671.889.187.00 3.723.400.802.00 186. Pengeluaran a.938.719.44 (3.000.00 250. Lain-lain PAD yang sah 2.384. Namun demikian. Pendapatan Asli Daerah a.67) 9.724.463.022.619.000.84 419.203.066.00 115.751. 296. Belanja Bagi Hasil kepada Provinsi/ Kab/Kota dan Pemdes g.899.20 292.049.029.815.500.190.62 9.000.239.766.029.000.000.853.179.00 11.818.00 904.00 10.637.064.860.84 419.173.80 (69.00 3.843.376.60 4.00 30.06 6.326.097.324.64 714.321.997.425.52 60.641.25 4. Dana Perimbangan a.08 2009 (5) 6.641.094.000.878.000.48 (122.000.84 3.162.048.000.878.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Tabel 2.600.770.000.25 458.85 6.947. Sisa lebih Perhitungan Anggaran Daerah Tahun Sebelumnya b.523.742.630.335.000.44 892.893.121.400.389.24 9.030.003. Belanja Tidak Langsung a.213.631.953.79) 7. Retribusi Daerah c.533.506.214.000.168.000.335.407.288.00 6.272.000. Belanja Subsidi d.149. Pos Dana Alokasi Khusus 3.407.094.000.436.25) 232.00 28.879.522.000.93 137.959.092.145.696.336.486.162.000.214.047.512.920.25 488.00 9.691.953. Belanja Bantuan Sosial f.79 8.00 9.000.560.000.950.953.357.00 5.00 250.212.00 3.22 200.

3. dimana investasi ditujukan pada kegiatan-kegiatan yang dapat melibatkan peran masyarakat luas seperti sektor pertanian. Deregulasi peraturan daerah untuk dapat meningkatkan minat berinvestasi di Jawa Barat. dan industri manufaktur. sektor industri berbasis pertanian dan kelautan. Kegiatan investasi diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 2.213 trilyun. 4.17. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 II. 6.5. Kerjasama antara BUMD dan pihak swasta. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan investasi daerah adalah : 1. Kerjasama antara Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat dengan pihak swasta atau dengan pihak government/pemerintah lain dengan perjanjian yang disepakati. Mendorong peningkatan investasi langsung oleh masyarakat lokal. Sementara itu untuk alokasi belanja daerah diproyeksikan pada Tahun 2009 sebesar Rp. 5.36 . 2. 6.4 Arah Kebijakan Dana Masyarakat dan Mitra Kebijakan Tahun 2008 untuk dana masyarakat dan mitra yang merupakan potensi daerah yang perlu terus dikembangkan dan didorong untuk mendukung proses pembangunan Jawa Barat diarahkan melalui upaya menjalin kerjasama yang lebih luas dan meningkatkan partisipasi swasta/masyarakat untuk menarik investasi yang lebih besar di Jawa Barat.213 trilyun.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Tahun 2008 atau sebesar Rp. selengkapnya disajikan pada Tabel 2.

Padahal peningkatan mutu. Untuk itu. rendahnya tingkat partisipasi masyarakat dalam pendidikan. dan keberhasilan yang telah dicapai selama ini belum sepenuhnya mengatasi permasalahan di dunia pendidikan. dirumuskan beberapa isu strategis yang perlu mendapat perhatian khusus.5% sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari upaya mewujudkan amanat amandemen Undang-undang dasar 1945 tentang anggaran pendidikan sebesar 20% yang akan dilakukan selambatnya Tahun 2010. relevansi dan daya saing pendidikan dimaksudkan untuk mengangkat kualitas lulusan di dalam kancah persaingan global Permasalahan di bidang pendidikan di Jawa Barat pada dasarnya berpangkal pada mutu dan relevansi pendidikan yang belum optimal akibat belum meratanya mutu pendidikan maupun sekolah yang menjadikan pendidikan tersebut belum mampu memberikan nilai jual lulusan serta daya saing yang baik. Daya Saing dan Perluasan Kesempatan Pendidikan Program pendidikan untuk semua (Education For All) menghendaki tidak ada seorang pun warga negara yang tidak mendapatkan pelayanan pendidikan. kurangnya relevansi pendidikan dengan dunia kerja (tripartit) terutama pada sekolah-sekolah kejuruan.1 ISU STRATEGIS Berdasarkan pada perkembangan situasi dan kondisi sebagaimana dikemukakan pada bab sebelumnya. sepanjang Tahun 2007-2008. Permasalahanpermasalahan tersebut perlu didukung dengan meningkatkan profesionalisme dan kesejahteraan guru. anggaran pendidikan pada Tahun 2009 ditetapkan sebesar 17. Sejalan dengan isu tersebut. yaitu : 1. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 III-1 . Untuk itu pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan harus berkiblat kepada kebutuhan riil masyarakat dengan sepenuhnya memberikan kemudahan akses bagi masyarakat memperoleh pendidikan. fokus pembangunan pendidikan di Jawa Barat dilakukan untuk mewujudkan 3 (tiga) core bussiness pendidikan yang terdiri dari aspek pemerataan. Hingga saat ini upaya peningkatan mutu dan relevansi pendidikan untuk mewujudkan core bussiness tersebut belum optimal.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT BAB III PRIORITAS PEMBANGUNAN DAERAH TAHUN 2009 3. mutu dan relevansi serta tata kelola pendidikan dan pencitraan publik.

di mana hal ini dapat terlihat dari peningkatan Indeks Kesehatan yang melebihi target atau rencana di tahun 2007 sendiri bahkan rencana di tahun 2009. Intensitas dan Penyebaran Penyakit Pembangunan Bidang Kesehatan dari tahun ke tahun terus mengalami kemajuan dan peningkatan yang dibuktikan dengan semakin menurunnya angka kematian bayi dan kesakitan masyarakat.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 2. demikian. menunjukkan tingkat stagnasi dengan sedikit penurunan disebabkan masih tingginya jumlah migrasi masuk dengan konsentrasi di wilayah BODEBEK. Sedangkan penanganan transmigrasi lokal yang saat ini menjadi kewenangan daerah. di mana pelayanan kesehatan dasar masih belum mencapai Standar Pelayanan Minimal (SPM). sehingga mengakibatkan calon pekerja tidak dapat masuk kedalam pasar kerja dan rawannya pekerja terkena pemutusan hubungan kerja. 3. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 III-2 . akibat tidak terserapnya pertumbuhan angkatan kerja oleh pasar kerja yang disebabkan terbatasnya peluang kerja. lambannya transformasi tenaga kerja dari sektor primer ke sektor sekunder. tenaga kesehatan belum merata terutama di perdesaan. produktivitas yang rendah dan adanya pemutusan hubungan kerja. Seiring keberhasilan pembangunan bidang kesehatan masih terdapat permasalahan yang antara lain: aksesibilitas dan kualitas pelayanan kesehatan. prasarana pelayanan kesehatan dasar belum dapat diakses sepenuhnya oleh masyarakat terutama penduduk miskin. Hal tersebut disebabkan terbatasnya dana baik APBN maupun APBD dan tingginya biaya pemberangkatan per Kepala Keluarga (KK) serta adanya permintaan sharing dana dari daerah penerima. Dalam pelaksanaan transmigrasi. Pengangguran dan Migrasi Pengangguran di Jawa Barat sudah berkurang sampai 40% pada Tahun 2007. persentase jumlah yang diberangkatkan dibandingkan dengan animo yang ingin menjadi transmigran masih rendah. tetapi masih cukup tinggi. Metropolitan Bandung serta Metropolitan Cirebon. Laju pertumbuhan penduduk yang mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya pertumbuhan menunjukkan penduduk laju pertumbuhan Namun alamiah yang jumlah mendekati migrasi laju netto nasional. masih muncul kasus penyakit menular dan wabah terutama flu burung. Kondisi tersebut didukung oleh masih rendahnya kualitas atau kompetensi pencari kerja dan pekerja. masih memerlukan kesepahaman dalam pembinaan dan penanganannya dengan pemerintah Kabupaten/Kota.

Salah satu akibat dari permasalahan kependudukan tersebut adalah jumlah penduduk miskin yang senantiasa bertambah yang salah satunya disebabkan oleh jumlah kelahiran yang terjadi. pelatihan dan kesempatan kerja. Stabilitas Harga Pangan dan Komoditas Strategis Ketahanan pangan merupakan kemampuan untuk menjamin seluruh penduduk memperoleh pangan dalam jumlah yang cukup.556 Jiwa. untuk memperoleh mutu konsumsi pangan yang berkualitas yang selanjutnya akan menentukan derajat kesehatan masyarakat. muncul kecenderungan melemahnya implementasi nilai-nilai agama di kalangan masyarakat. sehingga baru disadari setelah terjadinya dampak terhadap status gizi dan derajat kesehatan masyarakat. kasus gizi kurang. toleransi. serta pemahaman terhadap perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) masih rendah. kejujuran dan kebersamaan. Kunci peningkatan ketahanan pangan adalah kemampuan daya beli dan tingkat pendapatan. Ketersediaan Produk. mengingat kemiskinan yang ada sebagian besar adalah kemiskinan struktural.890 kepala keluarga dan masyarakat yang termasuk ke dalam Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial sebanyak 3. aman dan halal. memiliki masalahmasalah kependudukan sebagai dampak atas keterbatasan daya dukung alam dan daya tampung lingkungan. malu. Sebaliknya kerawanan pangan merupakan faktor yang menghambat terhadap derajat kesehatan masyarakat.040. terjangkau. partisipasi KB. yang didasarkan pada optimasi pemanfaatan dan berbasis pada keragaan sumberdaya domestik. 4. di mana hal ini sering terlambat dideteksi. kekeluargaan. 6. mutu yang layak. Pergeseran Sistem Nilai Masyarakat Dengan semakin menguatnya arus budaya global yang membawa nilai-nilai materialisme dan hedonisme. Kemiskinan ditunjukkan pula dengan jumlah masyarakat yang tergolong fakir miskin Tahun 2007 sebesar 1. 5.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT HIV/AIDS. Penduduk Miskin Jawa Barat dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia.886. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 III-3 . partisipasi politik dan pengambilan keputusan. Modernisasi yang dipahami secara sempit hanya kemajuan pada sisi material telah menghasilkan permasalahan berupa memudarkan budaya santun. gotong royong. Salah satu dampak dari kemiskinan adalah ketimpangan jender yang masih meminggirkan perempuan dalam kesempatan memperoleh pendidikan.

Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan konsumsi ikan masyarakat diantaranya melalui sosialisasi kesadaran masyarakat akan pentingnya protein hewani dari sumber ikan.83 % dari Tahun 2006 dan konsumsi ikan di Jawa Barat dari tahun ke tahun mengalami kenaikan yang cukup baik sehingga diharapkan tingkat konsumsi ikan nasional pada Tahun 2010 dapat tercapai sebesar 26. ketahanan pangan didukung oleh pencapaian produktivitas.832 ton) sedangkan untuk telur mengalami penurunan sebesar 13. Komoditas palawija unggulan seperti jagung dan kedelai perkembangannya naik-turun setiap tahunnya. Pencapaian norma gizi protein selain diperoleh dari bahan asal ternak yang dikonsumsi oleh masyarakat.608 ton).037 ton (angka sementara) menunjukkan penurunan bila dibandingkan Tahun 2006 (451.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Selain itu.6 kg/kap/tahun. khususnya diakibatkan oleh harga permintaan pasar dan nilai tambah. Hal ini diakibatkan pula oleh tingkat kesejahteraan petani. Proyeksi penduduk Jawa Barat pada Tahun 2009 sejumlah 43. namun permasalahan saat ini.2%. Produksi daging. sehingga terjadi surplus beras. juga disubstitusi dari produksi perikanan. Produksi Palawija seperti jagung. Produksi daging dan susu pada Tahun 2007 sebesar 427. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 III-4 .645 ton menunjukan penurunan sekitar 2. pada Tahun 2007 sekitar 558.482 juta ton. peningkatan produksi pangan kondisinya sangat rentan oleh adanya gangguan produksi akibat alih fungsi lahan dan berbagai gangguan produksi akibat bencana alam (kekeringan/kebanjiran). Penurunan terjadi produksi kedelai disebabkan petani enggan menanam yang dipicu oleh harga pasar kedelai di bawah harga biaya produksi sehingga luas tanam/panen penurunan namun produktivitas tetap dapat dipertahankan. telur dan susu sebagai sumber protein juga menunjukkan adanya keragaan.202. dan nelayan yang masih rendah karena produktivitas dan nilai tukar yang masih rendah dan tidak stabil.352. Produksi ikan pada Tahun 2007 meningkat sebesar 6. Pada Tahun 2007 produksi beras Jawa Barat dibandingkan dengan jumlah kebutuhan perkapita sesuai dengan norma gizi. sedangkan kebutuhan beras/kapita/tahun berdasarkan norma gizi seberat 120 kg/kap/tahun.5 % dari Tahun 2006 sedangkan kedelai menunjukan penurunan sekitar 28% (produksi Tahun 2007 sekitar 17.50 kg/kap/tahun. Tingkat pencapaian konsumsi daging dan telur masyarakat Jawa Barat selama periode Tahun 20052007 belum mencapai standar norma gizi kecuali susu yang telah mencapai di atas standar norma gizi yaitu sebesar 9. maka kebutuhan beras Jawa Barat sebesar 5.02 juta orang.

pemerintah menggunakan cadangan beras yang dimiliki untuk menstabilkan harga melalui kegiatan operasi pasar.4 juta rumah tangga miskin (RTM). sedangkan jumlah masyarakat miskin menurut BPS sebanyak 2. yaitu jagung. juga dapat berimplikasi terhadap diversifikasi produksi dan konsumsi. Dilihat dari aspek ketahanan pangan. Perkembangan harga transaksi yang terjadi pada umumnya lebih tinggi daripada HPP. pemerintah menerapkan kebijakan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk memberikan harga produsen yang mencukupi kepada petani agar petani tidak menerima harga lebih rendah dibandingkan biaya produksi. kedelai. Pada sisi lainnya. sehingga masing-masing RTM ada yang menerima kurang dari 10 Kg. ternak. gabah hasil pembelian dari petani digunakan untuk operasional program raskin dan sebagai cadangan beras pemerintah untuk menstabilkan harga pada tingkat konsumen. tetapi daya beli penduduk rendah akibatnya masih tingginya angka keluarga miskin (Gakin).PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Ketersediaan pangan yang cukup belum menjamin akan digunakan oleh penduduk setempat. Pada saat di daerah-daerah tertentu terjadi lonjakan harga yang besar. Stabilitas harga pangan beras diukur berdasarkan perkembangan harga rata-rata dan koefisien variasinya dimonitor terus menerus. Hasil penerapan insentif harga untuk petani tercermin pada perkembangan harga Gabah Kering Panen (GKP) yang menunjukan bahwa HPP memberikan manfaat yang cukup kepada petani.9 juta RTM. dan ikan. selain berperan dalam penyediaan bahan pangan. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 III-5 . banyak faktor yang menghambat akses penduduk untuk menyediakan bahan pangan untuk konsumsi di tingkat rumah tangga. Hal ini terjadi pula pada ketidakstabilan harga pangan non beras. Hal tersebut menyebabkan anggota rumah tangga yang rawan pangan seperti balita akan mengalami kekurangan gizi. Di tingkat konsumen harga eceran rata-rata bulanan untuk beras medium juga tidak mengalami gejolak yang berarti. 3 Tahun 2007 tentang Perberasan. Kebijakan pengendalian harga memiliki dua sisi yang diatur dalam Inpres No. Di satu sisi ketersediaan pangan beras mencukupi bahkan melebihi. Perdagangan antar daerah dan antara pulau dapat mempertahankan stabilitas harga. kecuali di daerah yang sulit dijangkau (terisolasi) atau komoditas produknya tidak memenuhi syarat pembelian. Jumlah alokasi beras miskin 2007 hanya untuk 2. serta peningkatan daya beli masyarakat. Pada satu sisi.

PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 7.04 % (yoy). teh.35 % (yoy). dan karet. yang tumbuh sebesar 3. Sektor pengangkutan dan komunikasi diperkirakan tumbuh 8. lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya.92 % (yoy). Kondisi mesin TPT di Jawa Barat rata-rata sudah berumur lebih dari sepuluh tahun. dan alas kaki diperkirakan tumbuh melambat sebear 1. Nilai Tukar Produk.02 % (yoy). nilai tambah impor Jawa Barat diperkirakan tumbuh 4. Nilai impor Jawa Barat mencapai USD 5. mesin pembangkit tenaga. dan mengurangi potensi kerugian yang disebabkan fluktuasi nilai tukar rupiah yang berlebihan. komoditas impor lainnya yang mempunyai pangsa pasar cukup besar adalah impor kendaraan bermotor Nilai tambah sektor pertanian pada periode sebelumnya mengalami kontraksi. volatilitas nilai rupiah yang dapat dijaga pada level yang rendah.53 (yoy) terutama didorong oleh peningkatan kinerja subsektor komunikasi dan subsektor angkutan jalan raya. Sejalan dengan permintaan dalam negeri. disisi lain.39 % (yoy) pertumbuhan sektor pertanian didorong oleh peningkatan produktivitas pada subsektor perkebunan. Sebagian besar impor Jawa barat (sekitar 40 %) merupakan barang modal berupa mesin listrik. barang kulit. produksi pada subsektor bahan makanan khususnya produksi padi dan jagung diperkirakan sedikit meningkat dibandingkan tahun lalu. Nilai Tambah dan Daya Saing Usaha Nilai tambah perdagangan luar negeri Jawa Barat menigkat seiring dengan masih tingginya harga migas. Nilai tambah ekpor produk Jawa Barat diperkirakan tumbuh 8. memberikan kepastian bagi pelaku usaha. dan mesin untuk industri. Disisi lain kedelai justru mengalami penurunan. Komoditas perkebunan yang mengalami peningkatan antara lain adalah tebu. atau tumbuh 7. yang tumbuh sebesar 3. pada triwulan ini sektor pertanian diperkirakan tumbuh 2.69 % (yoy). lebih tingi dibandingkan triwulan sebelumnya. Sementara itu walaupun selama Tahun 2007 terjadi kekeringan yang cukup panjang. dan harga beberapa komoditas nonmigas tertentu di pasar international. Sementara itu. diduga menjadi salah atu penyebab menurunnya produktivitas subsektor ini.54 % (yoy) subsektor tekstil. Nilai tambah subsektor komunikasi tumbuh sejalan dengan semakin kompetitifnya tarif pulsa dan inovasi produk yang ditawarkan oleh operator telepon Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 III-6 . Sektor industri pengolahan diperkirakan tumbuh melambat dengan kisaran sebesar 3.63 % (yoy). dan memberikan kontribusi yang signifikan terhdadap total pertumbuhan Jawa Barat.52 miliar.

rendahnya penguasaan teknologi dan manajemen. Sektor Tersier merupakan sektor yang memberikan kontribusi terbesar dalam pencapaian perkembangan investasi di Jawa Barat baik PMA maupun PMDN.3 juta pada Tahun 2007 dengan kontribusi terhadap pembentukan PDRB sebesar 63. serta masih terdapatnya kecenderungan ekonomi biaya tinggi dalam pelaksanaan investasi.5% dari jumlah investasi.8%. Sektor jasa-jasa diperkirakan tumbuh 1. yaitu sektor industri mencapai 19. keamanan.37% dari realisasi investasi. sedangkan untuk realisasi investasi PMDN.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT seluler. Dilihat dari subsektornya nilai tambah sektor ini masih didomonasi oleh nilai tambah yang bersumber dari subsektor kasa pemerintahan dan sub sektor jasa perorangan dan rumah tanggga. belum tersedianya informasi akurat yang dibutuhkan calon investor. Permasalahan yang terkait dengan pengembangan investasi adalah belum efektifnya regulasi yang berkaitan dengan penanaman modal. Peningkatan Investasi Daerah dan Pembiayaan KUMKM Realisasi investasi PMA di Jawa Barat bila dibandingkan jumlah PMA Nasional menduduki peringkat ketiga yaitu mencapai sebesar 12. lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan triwulan II-2007 sebesar 0.85 % (yoy). serta peningkatan partisipasi sektor swasta dalam pemenuhan kebutuhan investasi. dan penegakkan hukum. Hal tersebut ditunjukkan oleh besarnya potensi KUMKM di Jawa Barat yang mencapai 7. Untuk itu upaya yang telah dilakukan adalah melalui kebijakan di bidang penanaman modal terkait dengan stabilitas politik. Permasalahan yang dihadapi dalam pengembangan KUMKM adalah masih rendahnya kualitas sumberdaya manusia seperti kurang terampilannya SDM dan kurangnya jiwa kewirausahaan. penyederhanaan pelaksanaan prosedur investasi melalui pembentukan Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PPTSP).15%. Provinsi Jawa Barat menduduki peringkat pertama mencapai 32.89 % (yoy). 8. Koperasi.13 % terhadap total pertumbuhan ekonomi Jawa Barat. keamanan. dan penegakkan hukum. belum terwujudnya stabilitas politik. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 III-7 . Usaha Mikro Kecil dan Menengah (KUMKM) merupakan bagian penting yang mencerminkan kemajuan kesejahteraan bagi sebagain besar masyarakat. Sektor pengangkutan masih didominasi oleh subsektor angkutan jalan raya dan subsektor angkutan rel dan angkutan udara relatif masih rendah. Sektor ini memberikan kontribusi sekitar 0.

Pemilu Nasional 2009 Pada 2008. diperkirakan pada 2009 dengan tingkat kesadaran politik makin tinggi baik pada tataran elit maupun masyarakat. meningkatkan akses teknologi. Demikian pula terbatasnya akses pembiayaan yang masih dihadapi oleh sebagian besar pelaku usaha kecil dan menengah. IKM. Pemilu Gubernur dan Bupati/Walikota untuk pertama kalinya di daerah masing-masing dilaksanakan secara langsung berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Perbedaan ideologis antar partai yang tidak Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 III-8 . upaya yang telah dilakukan diarahkan pada peningkatan kemampuan kualitas sumberdaya manusia. maka Pemilu Nasional Tahun 2009 akan berlangsung dengan tenang. BUMD. sehingga berdampak terhadap rendahnya tingkat produktivitas dan kualitas pengelolaan manajemen. Perubahan tersebut merupakan hal yang wajar dalam sistem politik demokrasi. Pelaksanaan Pemilu Gubernur dan Bupati/Walikota serta Pemilu Nasional tersebut akan mengubah kepemimpinan di daerah dan pada tingkat nasional. Jawa Barat melaksanakan Pemilu Gubernur dan 16 Pemilu Bupati dan Walikota.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT serta informasi pasar. fasilitasi pemasaran dan promosi produk KUMKM. Dalam menghadapi perubahan kepemimpinan daerah dan nasional yang perlu diantisipasi daerah adalah perilaku pengikut dalam menerima kekalahan kubunya. Namun yang perlu diperhatikan adalah konsistensi kebijakan baik di tingkat daerah maupun nasional untuk menjaga kontinuitas pelaksanaan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat. Bercermin pada pengalaman Pemilu Nasional 2004 di Jawa Barat yang berlangsung tanpa gangguan. Karena itu yang perlu dibangun adalah kesadaran politik masyarakat yang didukung oleh elite partai untuk bersama-sama menciptakan suasana yang kondusif dan dapat menerima dan melaksanakan pemilu sebagai salah satu prosedur demokrasi dalam memilih jabatan-jabatan politik. dan pengusaha besar. BUMD. dan pengusaha besar. dan kerja sama antara KUKM. IKM. fasilitasi pembiayaan melalui lembaga keuangan alternatif. dan meningkatkan kemitraan antara KUKM. terutama terhadap akses kredit investasi. akan dilaksanakan Pemilu Presiden secara langsung yang diawali dengan Pemilu untuk anggota DPR/DPRD dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Untuk mengatasi permasalahan dan tantangan yang akan muncul. 9. Selanjutnya pada Tahun 2009 untuk kedua kalinya.

mengingat masalah pendataan pemilih belum memiliki sistem yang tertata dengan baik.371. antara pemilu gubernur.711. karena pada Pemilu Nasional 2004 masalah pendaftaran pemilih tersebut menjadi isu penting. Di samping itu dapat disebabkan tingkat kejenuhan pemilih. dan partai politik dapat melakukan fungsinya dengan melakukan sosialisasi pelaksanaan Pemilu Nasional 2009 dan komunikasi politik yang lebih intensif mengenai perubahan yang akan dilakukan dalam pemilu.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT terlalu mencolok akan lebih mendorong pemilih untuk memilih program-program yang ditawarkan. Diperkirakan pada 2009 tingkat partisipasi pemilih akan menurun menjadi 73% sampai dengan 75%. sehingga setiap anggota masyarakat yang berhak memilih terdaftar sebagai pemilih dan dapat menggunakan haknya. Karena itu diharapkan pendataan dapat dilaksanakan secara akurat. Namun dapat dikatakan bahwa tingkat partisipasi pada Pemilu Nasional 2004 cukup tinggi mengingat para pemilih sangat antusias untuk ikut mewarnai perubahan politik nasional cukup besar. dan surat suara yang tidak sah 1. tetapi yang perlu diperhatikan adalah pendataan pemilih yang akurat.016. Jumlah pemilih dalam Pemilu Nasional Tahun 2004 yang lalu mencapai 26. Meskipun partisipasi pemilih tidak mempengaruhi legitimasi hasil Pemilu. Kesepakatan dan kesadaran para elit partai untuk bermain dalam arena demokrasi akan diikuti oleh massa dengan baik mengingat budaya patronclient yang masih berlaku pada masyarakat Jawa Barat. pemilu bupati/walikota. Dalam kinerja pemerintahan dituntut akuntabilitas yang berarti bahwa setiap organisasi atau Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 institusi pada III-9 . sebagai bentuk pendidikan politik masyarakat. dan pemilu nasional. Permasalahan yang perlu diperhatikan adalah antusiasme masyarakat untuk mengikuti Pemilu perlu didukung oleh pelaksanaan fungsi partai secara tepat dan pemenuhan janji perubahan ke arah yang lebih baik oleh pemenang Pemilu.975 orang. karena pelaksanaan pemilu yang cukup sering.197 orang atau 84.083.617 surat suara.680 surat suara. Kinerja Pemerintah Daerah Kinerja pemerintah daerah masih menjadi isu penting untuk ditingkatkan guna mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat. 10. Dengan demikian jumlah pemilih yang melaksanakan hak pilihnya sebanyak 22. Angka tersebut menunjukkan tingkat partisipasi pemilih dalam Pemilu. perubahan yang diharapkan belum terwujud atau disebabkan sosialisasi yang kurang. suara yang sah 20.88%.

memperhatikan kualitas program dan hasil dari pelayanan. banjir. rasional dan proporsional sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan daerah didasarkan pada Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. cakupan tugas. serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Akuntabilitas kinerja dimulai sejak perencanaan dan penganggaran. Provinsi Jawa Barat merupakan salah satu wilayah yang sangat rawan bencana alam (natural disaster prone region). sekaligus yang menjadi permasalahan dalam peningkatan kinerja adalah: menggunakan pelimpahan kewenangan dengan tepat. Persyaratan dalam akuntabilitas tesebut. penggunaan anggaran. 11. standar prosedur operasional dan standar pelayanan minimal dalam setiap aspek penyelenggaraan pemerintahan.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam melaksanakan tugasnya bertanggungjawab terhadap keputusan yang diambil. renumerasi yang layak. kabupaten dan kota serta stakeholders pembangunan. angin ribut. Untuk meningkatkan kinerja apparatur perlu dukungan dari aspek kebijakan. penataan sistem termasuk di dalamnya tata hubungan kerja. standar prosedur operasional dan standar pelayanan minimal dalam setiap aspek penyelenggaraan pemerintahan. mengikuti aturan yang telah ditetapkan. letusan gunung api. mesti diikuti dengan penataan aparatur. dan kekeringan hampir dapat dipastikan selalu mengancam sebagian besar wilayah Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 III-10 . serta struktur organisasi yang di dalamnya meliputi tata hubungan kerja. Penataan struktur organisasi yang dilakukan pada 2008. tanah longsor. sejalan dengan norma profesional dan berorientasi pada kualitas dari kegiatan yang dilakukan. tata laksana. membuat laporan secara tepat. Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Secara geografis. Intensitas Bencana Alam. pengawasan serta hasil dan dampak dari kegiatan. efisien dan efektif dalam penggunaan sumberdaya dan sesuai dengan outcomes yang ditetapkan. tata laksana. Reformasi pada tataran pemerintah daerah antara lain pada organisasi perangkat daerah yang diarahkan untuk terciptanya organisasi yang efektif. efisien. Hal tersebut pada akhirnya untuk membentuk budaya kerja yang mendukung akuntabilitas kinerja pemerintah daerah. beban kerja serta fungsi koordinasi dengan pemerintah. Penataan organisasi mempertimbangkan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah terdiri dari urusan wajib dan urusan pilihan. melaksanakan tugas sesuai misi yang diemban. pelaksanaan kegiatan. Berbagai potensi bencana alam seperti gempa bumi.

kurang terpadu. badanbadan internasional dan sebagainya. kesiagaan terhadap bencana alam perlu ditingkatkan. Manusia tidak dapat mencegah dan meramalkan bencana alam. Isu yang muncul saat ini adalah pola penanggulangan bencana umumnya masih bersifat parsial. Pendekatan ini juga menuntut koordinasi yang lebih baik di antara semua pihak (stakeholders) yang terlibat dalam penanggulangan bencana. sedangkan pada bagian selatan Jawa Barat banyak terdapat pusat-pusat gempa dangkal dan gempa-gempa besar yang dapat menyebabkan timbulnya tsunami. Tanah longsor. Bahkan beberapa diantara bencana alam tersebut dapat terjadi secara berulang setiap tahun. masyarakat hanya selalu menjadi obyek semata. khususnya Jawa Barat.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Jawa Barat. Pemanasan global merupakan peningkatan secara gradual temperatur permukaan global akibat efek emisi gas-gas rumah kaca (terutama CO2) dari aktivitas manusia (antropogenik). Pengelolaan risiko seharusnya tidak hanya dilakukan setelah terjadi bencana melainkan juga upaya pencegahannya melalui metoda penanggulangan risiko secara profesional sebelum terjadinya bencana. sektoral. penanggulangan bencana adalah suatu rangkaian kegiatan terpadu yang melibatkan masyarakat secara aktif. Berdasarkan fakta-fakta tersebut. Bagian tengah Jawa Barat memiliki risiko bencana alam berupa letusan gunung berapi dan gempa karena merupakan satuan vulkanik yang masih aktif. Salah satu penyebab terjadinya bencana adalah pemanasan global. Pemerintah Daerah bekerja sama dengan unsur-unsur lain yang terkait perlu mengadakan bimbingan pada masyarakat untuk meningkatkan kesiagaan tersebut. sehingga dapat memperkecil akibat yang terjadi baik langsung maupun tidak langsung. banjir dan kekeringan adalah bencana yang berkaitan langsung dengan perusakan lingkungan (penggundulan hutan). Dalam sepuluh Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 III-11 . akibatnya. terutama memperkecil jatuhnya korban jiwa dan kerugian materil. dan yang dapat dilakukan oleh manusia adalah mengelola risiko bencana itu secara cermat dan rapi untuk memperkecil dampaknya. Dalam paradigma baru. lembaga-lembaga swasta/masyarakat. dan masih memusatkan tanggapan pada upaya pemerintah. Data sebaran suhu udara Jawa Barat dari Tahun 1994 – 2001 menunjukkan local warming di Jawa Barat meluas. Upaya penguatan kapasitas atau kemampuan masyarakat dan upaya mengurangi tingkat kerentanannya cenderung belum dilakukan dengan baik. Tanda-tanda pemanasan global mungkin sudah mulai terlihat di Indonesia. baik dari sektor pemerintah.

pengendalian perubahan tutupan lahan terkait dengan sektor kehutanan penting dalam pengurangan emisi gas rumah kaca. Kemarau panjang yang terjadi. Penanaman pohon memegang peran sebagai penyerap emisi gas CO2 yang merupakan penyebab utama pemanasan global.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT tahun terakhir terjadi tiga kali musim kemarau sangat panjang yang berdampak pada kebakaran hutan yang luas dan merugikan negara serta masyarakat setempat. program-program penghijauan yang sudah dilaksanakan menghadapi masalah besar karena tidak ada hujan. Pemanasan global dan perubahan iklim sangat erat kaitannya dengan sektor kehutanan. telah menyebabkan meningkatnya gelombang pasang yang menggenangi permukiman penduduk di tepi pantai.297 Ha sawah dipusokan namun produksi gabah meningkat dari 9. Indonesia yang sudah mencapai swasembada beras sejak 1984. hilangnya pulau-pulau kecil terutama di kawasan tropis.418 juta ton gabah kering pada Tahun 2006 menjadi 10. Fenomena lain yang terjadi adalah kenaikan permukaan laut akibat mencairnya es kutub utara dan kutub selatan menaikkan permukaan air laut 60 cm pada Tahun 2100. Sedangkan pada musim hujan telah menyebabkan banjir pada 59.141 ha sawah difusokan. Jika tidak dilakukan upaya apapun dalam menghadapi pemanasan global.127 juta ton pada Tahun 2007. pencemaran air dan udara serta persoalan sampah yang cenderung Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 III-12 . Thailand dan Korea Selatan. Fenomena yang ada menunjukkan adanya kemerosotan kualitas lingkungan di beberapa wilayah seperti kerusakan hutan dan lahan akibat kebakaran dan perambahan. Sedangkan curah hujan yang tinggi disertai angin topan disebabkan oleh fenomena kebalikan dari El Nino. Peningkatan pencemaran serta kerusakan lingkungan di Jawa Barat merupakan sisi lain dari dampak pembangunan dalam mendorong pertumbuhan perekonomian. dan masih banyak lagi. menurut beberapa pakar diakibatkan oleh fenomena El Nino. yaitu La Nina. yaitu naiknya suhu di Samudera Pasifik sampai 31°C sehingga membawa kekeringan di Indonesia. Musim kemarau tahun 2007 juga menyebabkan 4. terpaksa mengimpor beras dari India. Untuk itu. serangga terutama nyamuk yang menularkan malaria dan demam berdarah berkembang biak lebih cepat. maka akibatnya antara lain terjadinya kekeringan dan banjir yang dahsyat dan lebih sering. Akibatnya. terumbu karang mati dan berbagai jenis ikan karang akan punah. sehingga mengurangi penyerapan karbon oleh pohon. kondisi rawan pangan makin meningkat.827 Ha sawah yang menyebabkan 2.

8. Hasil analisis sementara menunjukkan bahwa total lahan kritis pada akhir tahun 2007 seluas 202. jasa maupun pemukiman yang tidak sejalan dengan pola perencanaan yang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 III-13 . Citanduy dan Cisanggarung. Tingkat pencemaran dan kerusakan lingkungan semakin meningkat dari tahun ke tahun. Sementara itu kondisi sumber air semakin parah dengan berkurangnya debit air yang diakibatkan oleh bertambahnya luasan lahan kritis yang menyebabkan semakin besarnya tingkat erosi dan sedimentasi.371. Cimanuk.130. Pencemaran sumberdaya air dari industri maupun domestik menyebabkan kualitas air tersebut menjadi semakin buruk. Seringkali perencanaan tata ruang lebih lambat dari pada perkembangan kondisi yang terjadi sangat cepat sehingga antisipasi terkesan terlambat. 12. Ciliwung. Alih fungsi yang terjadi umumnya mengabaikan rencana tata ruang yang telah direncanakan sebelumnya. Di sisi lain kerusakan dan pencemaran lahan dan badan air tersebut pada akhirnya berpengaruh pula terhadap kondisi pantai Jawa Barat.20 ha di luar kawasan hutan.758. Pengendalian Pemanfaatan Ruang Tingginya alih fungsi lahan produktif karena pengaruh kegiatan ekonomi. intrusi air laut serta abrasi dan kerusakan pantai selatan terutama pasca tsunami. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah bahwa pada saat ini semakin banyak industri yang mulai menggunakan batu bara sebagai sumber energi yang berkontribusi terhadap penurunan kualitas udara. Kontribusi gas buang kendaraan bermotor terhadap polusi udara telah mencapai 6070%.85 ha di dalam kawasan hutan dan 193.05 ha. Sebagaimana yang terjadi akibat tingkat aktivitas yang cukup tinggi terutama di daerah perkotaan yang mengakibatkan polusi udara yang cukup memprihatinkan. Tingginya pengambilan air tanah menyebabkan turunnya muka air tanah secara drastis terutama di Cekungan Bandung yang mencapai penurunan sekitar 2 – 5 m per tahun. Perkembangan alih fungsi lahan produktif untuk kegiatan investasi industri.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT meningkat baik dalam skala regional maupun lokal. Kondisi tersebut tentunya akan berpengaruh terhadap daya dukung dan daya tampung lingkungan yang merupakan faktor penentu yang sangat penting dalam mendukung pembangunan daerah. perkembangan penduduk maupun kondisi sosial budaya perlu mendapat perhatian serius. Kerusakan pantai yang terjadi terutama di pantai utara dengan adanya akresi. Hal ini ditunjukkan dengan kualitas beberapa sungai utama seperti Citarum.

dan Bopunjur. sumberdaya air dan irigasi.45% per tahun. Cakupan Pelayanan Infrastruktur Wilayah Infrastruktur wilayah terdiri dari beberapa aspek yaitu infrastruktur transportasi. pemenuhan kebutuhan wilayah. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 III-14 . Bekasi pada Tahun 2003-2004 seluas 130 Ha. pembinaan. pemacu pertumbuhan wilayah serta pengikat wilayah. pengawasan dan pelaksanaan penataan ruang serta pengembangan kawasan strategis provinsi sesuai dengan kepentingan di tingkat provinsi dan kewenangannya. Pada kurun waktu 2003-2005 terjadi penurunan luasan sawah di Jawa Barat rata-rata 0. listrik dan energi. Alih fungsi lahan di Jawa Barat terutama terjadi pada berubahnya fungsi hutan baik primer maupun sekunder menjadi fungsi perkebunan bahkan semak belukar. Pada undangundang tersebut pemerintah provinsi antara lain memiliki kewenangan dalam pengaturan. Alih fungsi lahan tersebut merupakan indikasi rentannya kondisi lahan yang menjadi penyebab degradasi lingkungan. yaitu dengan di undangkannya UU Nomor 26 Tahun 2007. Melalui perubahan regulasi dalam bidang penataan ruang. meningkat menjadi 505 Ha pada kurun waktu 2004-2005. Indikasi ini dapat dilihat pada degradasi lingkungan pada kawasan lindung seperti kawasan Bandung Utara. Kebutuhan akan infrastruktur wilayah tidak terlepas dari fungsi dan peranannya terhadap pembangunan wilayah sebagai pengarah pembentukan struktur tata ruang. telekomunikasi serta sarana dan prasarana permukiman. Sebagai ilustrasi alih fungsi lahan sawah di Kab. penurunan daya dukung lingkungan serta mengancam ketahanan pangan Jawa Barat. Hal tersebut antara lain terjadi karena belum berfungsinya aspek pengendalian dalam penyelenggaraan penataan ruang.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT telah ditetapkan menimbulkan dampak berupa kerusakan lingkungan. perambahan daerah/kawasan hulu sungai. Rendahnya pelayanan infrastruktur wilayah baik dari segi kualitas maupun kuantitas masih merupakan persoalan besar di Jawa Barat yang harus segera diatasi karena dapat menghambat laju pembangunan daerah. berubahnya fungsi sawah menjadi fungsi permukiman dan budidaya lainnya serta mendorong berkurangnya kawasan resapan air. 13. diharapkan dapat memberikan acuan yang lebih tegas dengan penerapan sanksi pidana maupun perdata bagi pelaku penyimpangan tata ruang.

keberadaan bandar udara di Jawa Barat dirasakan masih belum memadai untuk menampung demand yang ada. pendayagunaan sumber daya air. ketersediaan perlengkapan jalan dan fasilitas lalu lintas seperti rambu. kondisi jaringan irigasi juga belum memadai. Bandara Husein Sastranegara sebagai bandara terbesar yang dimiliki Provinsi Jawa Barat dan beberapa bandara perintis lainnya belum dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk menampung kebutuhan penumpang dan kargo baik domestik maupun internasional.31 %. Bencana banjir dan kekeringan juga masih terus terjadi antara lain akibat menurunnya kapasitas infrastruktur sumber daya air dan daya dukung lingkungan serta tersumbatnya muara sungai karena sedimentasi yang tinggi. pengaman jalan serta ketertiban. Hal ini antara lain disebabkan oleh sudah habisnya umur rencana jalan pada sebahagian besar ruas jalan provinsi sehingga kondisi struktur jalan menjadi labil. tingkat keberhasilan penanganan jalan dapat dilihat dari tingkat kemantapan dan kondisi jalan. Sampai dengan Tahun 2007. dalam beberapa tahun terakhir ini telah dilakukan berbagai persiapan pembangunan bandara internasional Jawa Barat. Penyediaan air baku untuk menunjang kegiatan pertanian maupun kebutuhan domestik masih belum optimal.18 km baru mencapai 87. Selain itu.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Pada aspek transportasi. dimana sekitar 46 % infrastuktur irigasi masih dalam kondisi rusak berat dan ringan sehingga sampai dengan tahun 2007 intensitas tanam pada sawah pada daerah irigasi yang dikelola Pemerintah Provinsi Jawa Barat baru mencapai sekitar 190%. marka. sekaligus memfungsikan keberadaan Bandara Nusawiru di Kabupaten Ciamis. Demikian pula belum mampu mengakomodir jumlah angkutan massal masih belum optimal mengingat pergerakan yang terjadi khususnya pergerakan di wilayah tengah Jawa Barat. tingginya frekuensi bencana alam serta beban lalu lintas yang sering melebihi standar Muatan Sumbu Terberat (MST). Pada aspek sumber daya air. Pada transportasi udara. Selain itu. pengendalian daya rusak air. sebagai salah satu Bandara yang menghubungkan lokasi-lokasi wisata di tingkat regional maupun nasional. pergerakan lalu lintas. kondisi infrastruktur yang mendukung upaya konservasi. keamanan serta pengawasan halnya dengan pelayanan infrastruktur transportasi yang tersedia jembatan timbang juga belum lengkap sehingga masih belum cukup mendukung kelancaran. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 III-15 . tingkat kemantapan Jaringan Jalan Provinsi sepanjang 2. keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya air dan sistem informasi sumber daya air dirasakan masih belum memadai. Karena itu.199.

Selain itu perlunya difasilitasi kegiatan pengembangan sarana perumahan menjadi unsur pendukung peningkatan IPM bidang kesehatan. sehingga 58. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 III-16 . terdapat 34.47% dari tahun sebelumnya.84% rumahtangga di Jawa Barat yang tidak memiliki akses pada air minum bersih.42%) diantaranya dilakukan secara open dumping yang dapat mencemari lingkungan. mengingat masih rendahnya akses listrik masyarakat. dan 32 unit (78.41 %. 05%) dari seluruh TPA yang ada hanya memiliki masa sisa pakai kurang dari 5 tahun. Jumlah sampah yang terangkut pada tahun 2007 tidak melebihi 41.42% sampah yang belum terlayani memiliki kecenderungan untuk dibuang ke sembarang tempat diantaranya ke badan sungai. Sementara itu Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Jawa Barat yang pada tahun 2007 berjumlah 41 unit. Namun demikian tingkat elektrifikasi perdesaan telah mencapai 99.14% rumah tangga yang sumber airnya berjarak kurang dari 10 meter dengan fasilitas BAB dan terdapat 17. 14.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Cakupan pelayanan infrastruktur listrik perdesaan di Jawa Barat masih belum optimal. Hal ini merupakan ancaman serius yang dapat mengganggu proses pembangunan di Jawa Barat. Hal ini dapat menjadi pemicu penurunan kualitas kesehatan masyarakat. Sampai akhir tahun 2007 rasio elektrifikasi rumah tangga baru mencapai 60. 26 unit (63. Ketersediaan Energi Kebutuhan energi yang meningkat seiring pertumbuhan penduduk tidak diimbangi dengan peningkatan penyediaan energi yang pada akhirnya akan dihadapkan pada masalah kerentanan energi yang berpotensi terhadap terjadinya krisis energi. Jumlah ini meningkat 2.96 %. dimana hanya 12 desa tersebar di Kabupaten Cianjur dan Garut yang belum tercakup infrastruktur listrik sampai ke desa. tidak diimbangi dengan laju penyediaan sarana dan prasarana pengelolaan maupun pengolahannya. Tingginya laju pertumbuhan penduduk yang diiringi pula oleh peningkatan laju volume sampah. Penambahan jumlah penduduk juga meningkatkan kebutuhan akan layanan air bersih dan sarana penunjang kesehatan lainnya. Selain itu.05 % rumah tangga tanpa akses ke fasilitas BAB.58% dari total sampah yang ada. Pada tahun 2007 terdapat 16.

Dengan basis kependudukan Jawa Barat yang sebagian besar penduduknya bermukim di perdesaan maka peran listrik perdesaan menjadi sangat strategis. Krisis energi semakin parah ketika harga minyak mentah dunia semakin tidak terkendali. Penggunaan Energi Mix secara nasional pada tahun 2004.3 juta sambungan baru setiap tahunnya. Implementasi pemanfaatan energi alternatif dalam rangka peningkatan ketahanan energi masyarakat khususnya di pedesaan serta pengembangan produk energi alternatif secara nyata memberikan dampak positif terhadap produktivitas perekonomian dan kualitas kehidupan masyarakat setempat. Tahun 2007 pemerintah telah mengeluarkan kebijakan untuk mengganti penggunaan minyak tanah ke gas bagi kebutuhan rumah tangga. Secara umum kebutuhan energi Indonesia masih sangat tergantung dari energi fuel terutama BBM. Tahun 2009 diperkirakan krisis energi masih menjadi permasalahan utama. Minyak tanah menerima subsidi terbesar yaitu sekitar 60% dan ini tentunya akan mempengaruhi perekonomian masyarakat. Tahun 2008 pemerintah berencana akan mengurangi subsidi energi dan mengalihkannya ke subsidi pangan. Hal ini terlihat dari harga minyak dunia yang terus meningkat. pengembangan sumber-sumber energi sebagai pembangkit listrik menjadi langkah strategis. Kebijakan pemerintah pusat melalui upaya intensifikasi. Selain itu. Untuk memenuhi kebutuhan listrik Jawa Barat diperlukan jaminan pasokan ketenagalistrikan dan peningkatan layanan serta cakupan infrastruktur bagi masyarakat.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Meningkatnya konsumsi energi khususnya bahan bakar minyak. dalam rangka menjaga kelangsungan pasokan listrik. Tingginya harga minyak dunia akan berimplikasi terhadap tingginya subsidi yang harus diberikan oleh pemerintah. Namun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 III-17 . 100 US dollar/barel dan awal tahun 2008 meningkat sekitar 120 US dollar/barel dan harga ini jauh dari harga normal yaitu sekitar 50 US dollar/barrel. Pemanfaatan energi alternatif ini akan memberikan pilihan kepada masyarakat dalam memenuhi kebutuhan energinya. Sedangkan persediaan energi fosil sudah semakin berkurang. Untuk mencapai rasio elektrifikasi sebesar 95% pada Tahun 2025 secara nasional. Pada akhir tahun 2007 harga minyak dunia mencapai Rp. konservasi dan diversifikasi masih belum dapat mengatasi permasalahan energi di dalam negeri. BBM masih dalam prosei yang besar yaitu sekitar 49%. dibutuhkan penambahan sebesar 1. kenaikan harga dan kelangkaan BBM secara langsung memberikan implikasi terhadap pasokan listrik Jawa Barat dan penggunaan energi secara langsung.

Pengembangan energi PLTMH. PLT panas bumi serta rencana PLTU batubara yang direncanakan beroperasi tahun 2009. antar tingkatan pemerintahan baik pusat. Untuk common goals ditetapkan 8 (delapan) poin yang pencapaiannya membutuhkan sinergitas lintas SKPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. b.2 PRIORITAS PEMBANGUNAN DAERAH Guna mendukung arah pembangunan Provinsi Jawa Barat Tahun 2009. Do. dunia usaha maupun masyarakat. Action). 3. Di sisi lain upaya divertifikasi energi perlu terus ditingkatkan melalui pemanfaatan energi alternatif seperti biomass untuk kebutuhan rumah tangga masyarakat perdesaan. kabupaten/kota maupun desa/kelurahan serta antar pelaku pembangunan baik pemerintah. c. surya dan angin untuk mendorong kemajuan masyarakat desa serta mendorong pemanfaatan energi panas bumi untuk kebutuhan listrik nasional. Tingginya komitmen kebersamaan lintas SKPD di lingkungan Pemerintah Provinsi. diperlukan sumber pembangkit listrik lainnya bagi pemenuhan kebutuhan energi ini. ditetapkan tema pembangunan yaitu : ”Peningkatan Mutu dan Akuntabilitas Pembangunan Menuju Provinsi Termaju di Indonesia” Prioritas pembangunan daerah Tahun 2009 ditetapkan dengan memperhatikan isu strategis dan ditindaklanjuti oleh kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk mewujudkan common goals. Jawa Barat dengan jumlah penduduk terbesar serta aktivitas ekonomi yang tinggi tentunya akan membutuhkan energi dalam jumlah yang besar. Saguling dan Cirata.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT ketersediaan energi gas masih sangat terbatas dan tidak bisa memenuhi kebutuhan masyarakat perdesaan. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 III-18 . Program dan kegiatan terpilih dilaksanakan berdasarkan prinsip SHEWHART Cycle (Plan. Model sinergitas tersebut memiliki ciri sebagai berikut : a. Perencanaan program/kegiatan terpilih dibuat secara bersama-sama seluruh SKPD yang terlibat berdasarkan prinsip SMART PLANNING dan bersifat akselerasi guna membangunan Provinsi Jawa Barat termaju. Oleh karena itu. Check. Upaya konservasi energi perlu terus dilakukan guna menghemat pemanfaatan energi secara keseluruhan. Di sisi lain peran Jawa Barat terhadap energi nasional sangat besar.hal ini ditunjukan dengan keberadaan pembangkit listrik tenaga air seperti Jatiluhur.

Selain itu mengakomodir Belanja Tidak Langsung yaitu belanja yang dianggarkan tidak terkait secara langsung dengan pelaksanaan program dan kegiatan. SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten/Kota. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 Kualitas dan Produktivitas Sumberdaya Manusia. b. 2. 3. peruntukan dan penggunaannya diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah daerah/pemerintah desa penerima bantuan. Mengalokasikan belanja yang bersifat wajib/mengikat meliputi belanja pegawai (terdiri dari gaji dan tunjangan daerah PNS). belanja bagi hasil (pendapatan provinsi kepada kabupaten/kota) dan belanja bunga (pembayaran bunga utang pada Asian Development Bank (ADB/BUDP) dan USAID-FID).2. Mengalokasikan belanja untuk perusahaan daerah.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT d. Kebijakan ini diarahkan pada dana pemerataan. b. peruntukan dan pengelolaannya diarahkan/ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi yang bersifat commited budget. Meningkatnya kualitas dan aksesibilitas pendidikan masyarakat. Bantuan keuangan yang bersifat khusus. Sasaran: a. terdiri dari Program Pendukung yang meliputi kegiatan utama. Peningkatan berdaya saing. 3. Meningkatnya kualitas kesehatan masyarakat. belanja hibah dan belanja bantuan sosial dengan mekanisme seleksi. Bantuan keuangan yang bersifat umum. penunjang dan khusus. Kebijakan untuk belanja tidak langsung adalah : 1. Program tersebut diarahkan untuk mendukung kegiatan operasional pada masing-masing SKPD/Balai/UPT/UPTD/UPPD. Pemerintah Pusat serta segenap pelaku pembangunan lain sebagai mitra strategis sejak tahap perencanaan Untuk mewujudkan Common Goals diperlukan kegiatan yang dikelompokkan pada Non Common Goals. proporsional dan penyeimbang untuk setiap kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Barat. serta untuk mendukung tugas pokok dan fungsi kinerja SKPD. Mengalokasikan belanja keuangan dalam rangka pemerataan dan/atau peningkatan kemampuan keuangan melalui : a.1 Common Goals 8 (delapan) common goals yang telah ditetapkan antara lain : 1. Pelibatan secara aktif lintas SKPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. lembaga pendidikan dan organisasi kemasyarakatan melalui belanja subsidi. yang difokuskan untuk menciptakan sumberdaya manusia Jawa Barat yang unggul dan III-19 .

d. Meningkatnya ketersediaan input produksi pertanian. e. Tertatanya agroindustri dan perdagangan beras. yang difokuskan pada komoditas beras. Meningkatnya kompetensi keterampilan dan kewirausahaan tenagakerja melalui pelatihan dan sertifikasi tenaga kerja di sektor formal. b. Meningkatnya kondisi infrastruktur transportasi serta sumber daya air dan irigasi di sentra produksi pertanian. Sasaran : a. b. 4. jagung. c. Meningkatnya Profesionalisme dan Kinerja Aparatur Pemerintah Daerah dan Desa. Ketahanan Pangan. ternak dan ikan. ternak dan ikan. Menurunnya Tingkat KKN untuk Menciptakan Pemerintahan Yang Bersih. nelayan. kedelai. Meningkatnya Pelayanan Pemerintah Daerah kepada masyarakat. kedelai. IKM. 3. Terwujudnya Kemitraan Strategis antara KUMKM. buruh. Meningkatnya kesejahteraan petani. Meningkatnya kondisi infrastruktur transportasi serta sumber daya air dan irigasi di kawasan industri. Pengusaha Besar dan lembaga keuangan. Meningkatnya Kualitas dan kuantitas SDM tenaga kerja Jawa Barat dengan berbasis standar tenaga kerja ASEAN. yang difokuskan pada peningkatan pelayanan publik dan penerapan insentif berbasis kinerja. kedelai dan ketersediaan protein hewani. ternak dan ikan d. c. 2. jagung. kedelai. 5. Peningkatan Daya Beli Masyarakat. Sasaran : a. jagung. e. Meningkatnya produksi beras. d. b. Penanganan Pengelolaan Bencana.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT c. Meningkatnya Fungsi Kelembagaan Pemerintah Daerah dan Desa. BUMD. dan KUMKM. c. Meningkatnya stok beras. yang difokuskan pada penciptaan lapangan kerja serta menyiapkan tenaga kerja terampil dan berjiwa enterpreneur untuk kebutuhan dalam negeri dan luar negeri. Peningkatan Kinerja Aparatur. yang difokuskan pada upaya pengurangan resiko bencana terutama banjir dan longsor. Sasaran : a. jagung. Meningkatnya kesempatan kerja melalui peningkatan investasi dan padat karya. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 III-20 .

Pengendalian dan Pemulihan Kualitas Lingkungan. c. Meningkatnya Kesiapan Dini dan Mitigasi Bencana. d. Kemandirian Energi dan Kecukupan Air Baku. b. 8. b. yang difokuskan pada pelestarian dan peningkatan luas dan fungsi kawasan lindung. e. yang difokuskan pada pengembangan jalan tol. Pengembangan Pengelolaan Persampahan di Wilayah Perkotaan. yang difokuskan pada energi perdesaan. prasarana perhubungan. Penyelesaian Pembangunan Jalan dan Jembatan di Jabar Selatan. Meningkatnya Pemenuhan Kebutuhan Air Baku dan air Bersih. b. c. Pengembangan Pelabuhan Laut Cirebon dan Persiapan Pembangunan Pelabuhan Laut Cilamaya di Kabupaten Karawang. 7. Meningkatnya Pemahaman dan Kesiapan Masyarakat dalam menghadapi Bencana. c. waduk. Pembangunan Sarana Olahraga Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 III-21 . Berkurangnya Lahan Kritis di Kawasan Lindung. b. serta persampahan dan sarana olah raga. c. d. Sasaran : a. Persiapan Pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat di Kertajati Kabupaten Majalengka. Sasaran : a. Tertanganinya Bencana/Wabah Secara Cepat dan Akurat. Persiapan Pembangunan Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) dan Soreang-Pasirkoja (Soroja). 6. Waduk Jatigede di Kabupaten Sumedang. Berkembangnya Penciptaan dan Pemanfaatan Energi Alternatif. Meningkatnya Pengendalian Pencemaran Air. Pembangunan Gedebage. penyediaan air baku dan air bersih.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Sasaran : a. Pengembangan Infrastruktur Wilayah. Pengembangan Angkutan Massal di Metropolitan Bandung dan Bodebek. Sasaran : a. jalan lintas Jabar Selatan. Meningkatnya Luas dan Fungsi Kawasan Lindung. Meningkatnya Cakupan Elektrifikasi Perdesaan. Berkurangnya Resiko Kejadian Bencana di Jawa Barat.

difokuskan pada : • Peningkatan cakupan pelayanan kesehatan. Peningkatan cakupan pelayanan kesehatan Peningkatan sarana dan prasarana pendidikan Peningkatan investasi padat karya Peningkatan infrastruktur jalan dan jembatan Pengendalian pencemaran air Kawasan Andalan Bopunjur (sebagian Kab Cianjur dan Kab Bogor). Fokus pembangunan wilayah Tahun 2009. Berdasarkan pengertian tersebut pada dasarnya pengembangan kawasan andalan lebih ditekankan pada peningkatan kegiatan ekonomi yang diharapkan memberikan peningkatan kesejahteraan rakyat.2.2 Non Common Goals Non common goals merupakan Prioritas pembangunan dalam rangka penumbuhan. 3. 1. Kawasan Andalan Bodebek (Kabupaten/Kota Bogor. Desa Tertinggal dan Kota Pusat Pertumbuhan. difokuskan pada : • • • • • 2. Kawasan andalan ditentukan berdasarkan potensi yang ada. antar golongan masyarakat misalnya antar pelaku ekonomi pada sektor yang berbeda. Bekasi dan Kota Depok). pengembangan. diarahkan pada pengembangan Kawasan Andalan dengan memperhatikan kebutuhan kawasan yang secara fungsional dapat berperan mendorong pertumbuhan ekonomi bagi kawasan itu sendiri dan kawasan sekitarnya dengan sasaran wilayah pada Desa Pusat Pertumbuhan. antar pelaku ekonomi pada skala usaha yang berbeda. kedua. kesenjangan antar wilayah baik antar kabupaten/kota maupun antara wilayah perkotaan dan perdesaan.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 3. Kesenjangan tersebut dapat dilihat dari berbagai sudut pandang yaitu : pertama.3 PRIORITAS WILAYAH Pembangunan daerah yang telah dilaksanakan di Jawa Barat selama ini masih belum dapat mengatasi kesenjangan kesejahteraan masyarakat. peningkatan dan pemantapan pembangunan Jawa Barat. pelaksanaan tugas pokok dan fungsi. serta pemenuhan belanja tetap dan mengikat SKPD yang dilaksanakan untuk mendukung pencapaian common goals. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 III-22 . memiliki aglomerasi pusat-pusat permukiman perkotaan dan kegiatan produksi serta pertimbangan perkembangan daerah sekitarnya.

Majalengka dan Kuningan). Kawasan Andalan Sukabumi (Kabupaten/Kota Sukabumi dan Kabupaten Cianjur). kedelai dan protein hewani) Peningkatan infrastruktur sumberdaya air dan irigasi Peningkatan fungsi kawasan lindung Pembangunan infrastruktur transportasi Andalan Cekungan Bandung (Kabupaten/Kota Bandung 5. Kawasan Andalan Ciayumajakuning (Kabupaten/Kota Cirebon. jagung. Peningkatan infrastruktur sumberdaya air dan irigasi. difokuskan pada : • • • • • • • Peningkatan cakupan pelayanan kesehatan Peningkatan sarana dan prasarana pendidikan Peningkatan produksi dan distribusi pangan (padi dan protein hewani) Peningkatan infrastruktur sumberdaya air dan irigasi Peningkatan kesiapan dini dan mitigasi bencana Peningkatan cakupan listrik perdesaan Penyediaan energi alternatif 4. Peningkatan sarana dan prasarana pendidikan. Peningkatan produksi dan distribusi pangan (padi. Penyediaan energi alternatif. Peningkatan cakupan listrik perdesaan. difokuskan pada : • • • • • • • Peningkatan cakupan pelayanan kesehatan Peningkatan sarana dan prasarana pendidikan Peningkatan investasi Peningkatan produksi dan distribusi pangan (padi. Kabupaten Indramayu. jagung.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT • • • • • • • 3. Peningkatan kesiapan dini dan mitigasi bencana. Kawasan Kabupaten Bandung Barat. Kota Cimahi dan sebagian Kabupaten Sumedang). difokuskan pada : • • Peningkatan cakupan pelayanan kesehatan Peningkatan sarana dan prasarana pendidikan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 III-23 . kedelai dan protein hewani). Peningkatan fungsi kawasan lindung.

Pengendalian pencemaran (air. difokuskan pada : • • • • • Peningkatan cakupan pelayanan kesehatan Peningkatan sarana dan prasarana pendidikan Peningkatan produksi dan distribusi pangan (padi. Banjar. jagung. difokuskan pada : • • • • Peningkatan cakupan pelayanan kesehatan Peningkatan sarana dan prasarana pendidikan Pengembangan pariwisata berbasis biodivercity Peningkatan kesiapan dini dan mitigasi bencana 8. difokuskan pada : • • • • • • • Peningkatan cakupan pelayanan kesehatan Peningkatan sarana dan prasarana pendidikan Peningkatan produksi dan distribusi pangan (padi. Subang dan Karawang). jagung. Kawasan Andalan Pangandaran (sebagian Kabupaten Ciamis). Kabupaten Ciamis dan Garut). udara dan sampah) Pembangunan infrastruktur transportasi Peningkatan mutu air baku Pengendalian pencemaran air Peningaktan cakupan listrik perdesaan Penyediaan energi alternatif Pengembangan Jasa dan Perdagangan Kota Kawasan Andalan Priangan Timur (Kabupaten/Kota Tasikmalaya.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT • • • • • • • 6. kedelai dan protein hewani) Peningkatan infrastruktur sumberdaya air dan irigasi Peningkatan fungsi kawasan lindung Peningkatan cakupan listrik perdesaan Penyediaan energi alternatif 7. kedelai dan protein hewani) Peningkatan infrastruktur sumberdaya air dan irigasi Peningkatan kesiapan dini dan mitigasi bencana Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 III-24 . Kawasan Andalan Purwasuka (Kabupaten Purwakarta.

Peningkatan Daya Beli Masyarakat 1) Program Pengembangan dan Pengelolaan Dan Konservasi Sungai.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 3. Danau dan Sumber Daya Air Lainnya Program Pengendalian banjir dan Pengamanan Pantai Program Pembangunan Jalan dan Jembatan Program Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Program Peningkatan Ketahanan Pangan Program Pengembangan Budidaya Perikanan Program Peningkatan Produksi Pertanian Program Pencegahan dan Penanggulangan Hama dan Penyakit Tanaman. Danau Dan Sumber Daya Air Lainnya Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 III-25 .4.4 PROGRAM PEMBANGUNAN Dalam rangka pencapaian common goals dan non common goals maka telah ditetapkan sejumlah program pembangunan.1 Common Goals 1. Ternak dan Ikan 10) Program Pengembangan Industri Kecil Menengah 11) Program Peningkatan dan Pengembangan Sistem Perdagangan Dalam Negeri 3. Pengelolaan Dan Konservasi Sungai. Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Program Pendidikan Menengah dan Tinggi Program Pendidikan Non Formal Program Manajemen Pelayanan Pendidikan Program Upaya Kesehatan Masyarakat Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular Program Manajemen Pelayanan Kesehatan Program Sumberdaya Kesehatan Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Pelayanan Kesehatan 10) Program Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Tenaga Kerja Ketahanan Pangan 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Program Pengembangan dan Pengelolaan Jaringan Irigasi. Rawa dan Jaringan Pengairan Lainnya Program Pengembangan. 3. Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Sumberdaya Manusia 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) 2.

Kecil dan Menengah Program Pembinaan dan Pengembangan BUMD dan Lembaga Keuangan Non Perbankan 10) Program Peningkatan Kesempatan Kerja 11) Program Pengembangan Budidaya Perikanan 12) Program Pengembangan Perikanan Tangkap 13) Program Pemasaran dan Pengolahan Hasil Pertanian.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Program Pengendalian banjir dan Pengamanan Pantai Program Pembangunan Jalan dan Jembatan Program Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Program Peningkatan Promosi dan Kerjasama Investasi Program Peningkatan Iklim Investasi Program Pengembangan Kewirausahaan dan Keunggulan Kompetitif Koperasi. Usaha Mikro. Peningkatan Kinerja Aparatur 1) 2) 3) 4) 5) 6) 5. Perkebunan. Peternakan. Program Pembinaan dan Pengembangan Aparatur Program Pemantapan Otonomi Daerah dan sistem Administrasi Pemerintahan Program Penataan Peraturan Perundang-undangan Program Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Daerah Program Pemantapan Pemerintahan dan Pembangunan Desa Program Perencanaan. Perikanan dan Kehutanan 14) Program Peningkatan Produksi Pertanian 15) Program Pemanfaatan Potensi Sumber Daya Hutan 16) Program Pengembangan Destinasi Pariwisata 17) Program Pengembangan Industri Kecil Menengah 18) Program Penataan Struktur dan Peningkatan Kemampuan Teknologi Industri 19) Program Peningkatan dan Pengembangan Ekspor 20) Program Peningkatan dan Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri 4. Pengendalian dan Pengawasan Pembangunan Daerah Penanganan Pengelolaan Bencana 1) 2) 3) Program Penanggulangan Bencana Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Bersih dan Air Limbah Program Pengembangan Permukiman Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 III-26 . Kecil dan Menengah Program Pengembangan Sistem Pendukung Usaha bagi Koperasi. Usaha Mikro.

2 Non Common Goals A. Danau dan Sumber Daya Air Lainnya Program Pembangunan Jalan dan Jembatan Program Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Program Pengembangan Permukiman Program Pembangunan Prasarana dan Fasilitas Perhubungan 8.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 4) 6. 1) 2) 3) 4) 5) 7. Pengelolaan dan Konservasi Sungai.4. Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Program Pendidikan Menengah dan Tinggi Program Pendidikan Non Formal Program Pendidikan Luar Biasa Program Manajemen Pelayanan Pendidikan Bidang Kesehatan 1) 2) 3) Program Sumberdaya Kesehatan Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Pelayanan Kesehatan Program Manajemen Pelayanan Kesehatan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 III-27 . Bidang Pendidikan 1) 2) 3) 4) 5) 2. Program Lingkungan Permukiman Sehat Program Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup Program Pengelolaan Kawasan Lindung Program Pengendalian Pemanfaatan Ruang Program Pemanfaatan Ruang Program Lingkungan Permukiman Sehat Pengendalian dan Pemulihan Kualitas Lingkungan Pengembangan Infrastruktur Wilayah 1) 2) 3) 4) 5) 6) Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Persampahan Program Pengembangan. URUSAN WAJIB 1. Kemandirian Energi dan Kecukupan Air Baku 1) 2) Program Pembinaan dan Pengembangan Bidang Ketenagalistrikan dan Energi Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Bersih dan Air Limbah 3.

Bidang Penataan Ruang 1) 2) 3) Program Perencanaan Ruang Program Pemanfaatan Ruang Program Pengendalian Pemanfaatan Ruang 6. Bidang Lingkungan Hidup 1) 2) 3) 4) 5) Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Persampahan Program Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup Program Rehabilitasi dan Konservasi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Program Pengelolaan Ekosistem Pesisir dan Laut Program Pengelolaan Kawasan Lindung 4. Bidang Perencanaan Pembangunan 1) 2) Program Kerjasama Pembangunan Program Perencanaan. Pengendalian. Bidang Perumahan 1) 2) 3) 4) Program Pengembangan Permukiman Program Lingkungan Permukiman Sehat Program Pemberdayaan Komunitas Permukiman Program Pengelolaan Gedung/Rumah Negara Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 III-28 . Bidang Pekerjaan Umum 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Bersih dan Air Limbah Program Pembinaan Jasa Konstruksi Program Pengembangan Dan Pengelolaan Jaringan Irigasi. Danau dan Sumber Daya Air Lainnya Program Pengendalian banjir dan Pengamanan Pantai Program Pembangunan Jalan dan Jembatan Program Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Program Inspeksi Kondisi Jalan dan Jembatan Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Kebinamargaan 5. Pengelolaan dan Konservasi Sungai.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 3. dan Pengawasan Pembangunan Daerah 7. Rawa Dan Jaringan Pengairan Lainnya Program Pengembangan.

Usaha Mikro. Bidang Perhubungan 1) 2) Program Pembangunan Prasarana dan Fasilitas Perhubungan Program Rehabilitasi dan Pemeliharaan Prasarana dan Fasilitas Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 III-29 . pemasyarakatan dan pengembangan olahraga 9. Bidang Penanaman Modal 1) Program Peningkatan Iklim Investasi 10. Bidang Kepemudaan dan Olah Raga 1) 2) Program Pembinaan dan peningkatan peran serta kepemudaan Program Pembinaan. Bidang Ketahanan Pangan 1) Program Peningkatan Ketahanan Pangan 14. Kecil dan Menengah Program Pengembangan Sistem Pendukung Usaha bagi Koperasi. Bidang Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera 1) Program Keluarga Berencana 16. Bidang Tenaga Kerja 1) Program Perlindungan dan Pengembangan Lembaga Ketenagakerjaan 13. Kecil dan Menengah Program Pembinaan dan Pengembangan BUMD dan Lembaga Keuangan Non Perbankan 11. Bidang Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah 1) 2) 3) Program Pengembangan Kewirausahaan dan Keunggulan Kompetitif Koperasi. Usaha Mikro.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 8. Bidang Kependudukan dan Catatan Sipil 1) Program Penataan Administrasi Kependudukan 12. Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 1) 2) Program Peningkatan Peran Serta dan Kesetaraan Jender dalam Pembangunan Program Peningkatan kualitas kehidupan perlindungan perempuan 15.

21. Ketertiban dan Pencegahan Tindak Kriminal 20. Program Pembinaan dan Pengembangan Aparatur Program Pelayanan Administrasi Perkantoran Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan 10) Program Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Aparatur. Media Massa dan Pemanfaatan Teknologi Informasi 17. Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa 1) 2) Program Peningkatan Partisipasi Masyarakat Program Pemantapan Pemerintahan dan Pembangunan Desa Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 III-30 . Bidang Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri 1) 2) 3) Program Pendidikan Politik Masyarakat Program Penanggulangan Bencana Alam dan Perlindungan Masyarakat Program Pemeliharaan. Ketentraman. Kesadaran Hukum dan HAM Program Pemantapan Otonomi Daerah dan Sistem Administrasi Daerah Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur. Kepegawaian dan Persandian Program Peningkatan Kapasitas Lembaga Perwakilan Rakyat Daerah Program Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Daerah Program Penataan Peraturan Perundang-undangan. Perangkat Daerah. Administrasi Keuangan Daerah. Bidang 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Otonomi Daerah. Pemerintahan Umum. Informasi.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 3) 4) 1) Program Peningkatan Pelayanan Angkutan Program Pengendalian dan Pengamanan Lalu Lintas Program Pengembangan Komunikasi. Penataan dan Pengendalian Administrasi Pertanahan 19. Bidang Komunikasi dan Informatika 18. Bidang Pertanahan 1) Program Pengadaan.

Program Pengembangan Budaya Baca dan Pembinaan Perpustakaan URUSAN PILIHAN 27.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 22. Bidang Pertanian 1) 2) Program Peningkatan Produksi Pertanian Program Pemberdayaan Sumber Daya Pertanian 29. Bidang Sosial 1) 2) Program Pemberdayaan Fakir Miskin dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) Lainnya Program Pemantapan Kelembagaan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) 23. Bidang Kebudayaan 1) 2) Program Pengembangan Nilai Budaya Program Pengelolaan Kekayaan dan Keragaman budaya 24. Bidang Kehutanan 1) Program Pemanfaatan Potensi Sumber Daya Hutan 30. Bidang Statistik 1) Program Pengembangan Data/Informasi/Statistik Daerah 25. Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral 1) 2) Program Pembinaan dan Pengembangan Bidang Ketenagalistrikan dan Energi Program Pengembangan Sumberdaya Mineral dan Panas Bumi Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 III-31 . Bidang Perpustakaan 1) B. Bidang Kelautan dan Perikanan 1) 2) Program Pengembangan Budidaya Perikanan Program Pengembangan Perikanan Tangkap 28. Bidang Kearsipan 1) Program Pengembangan Sistem Administrasi Kearsipan 26.

Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 III-32 . Bidang Ketransmigrasian 1) Program Pengembangan Wilayah Transmigrasi 35. Bidang Perdagangan 1) 2) 3) Program Perlindungan Konsumen dan Pengamanan Perdagangan Program Peningkatan dan Pengembangan Ekspor Program Peningkatan dan Pengembangan Sistem Perdagangan Dalam Negeri 34. Bidang Pariwisata 1) 2) Program Pengembangan Pemasaran Pariwisata Program Pengembangan Destinasi Pariwisata 32.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 31. Bidang Peningkatan Pemahaman dan Pengamalan Agama 1) 2) Program Peningkatan dan Pemahaman dan Pengamalan Agama Program Pembinaan Lembaga Sosial Keagamaan. Bidang Industri 1) 2) Program Pengembangan Industri Kecil dan Menengah Program Penataan Struktur dan peningkatan Kemampuan Teknologi Industri 33.

dan rencana kerja non common goals yang merupakan rencana kerja penunjang. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-1 . Sedangkan Matrik Rencana Kerja yang pendanaannya bersumber dari APBN merupakan penjabaran program dan kegiatan yang mengacu kepada Prioritas Program dari Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2009. dan Pemerintah Daerah Kab/Kota.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT BAB IV RENCANA KERJA DAN PENDANAAN Berdasarkan Isu Strategis dan Prioritas Pembangunan Daerah yang telah dijelaskan sebelumnya. Pemerintah Daerah Provinsi. Rencana kerja ini memuat rincian kegiatan dari 95 program pembangunan Provinsi Jawa Barat yang mengacu kepada RPJMD Transisi Tahun 2009 dan sudah dituangkan berdasarkan Bidang Urusan Pemerintah Daerah baik Urusan Wajib dan Pilihan sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintah Antar Pemerintah. disusunnya rencana kerja yang dituangkan dalam matrik Rencana Kerja berdasarkan sumber pendanaannya yaitu APBD dan APBN. Matrik Rencana Kerja yang bersumber dari APBD dijabarkan berdasarkan rencana kerja common goals yang merupapakn rencana kerja prioritas pembangunan.

Terlaksananya pengembangan TK-SD satu Atap . Meningkatnya angka partisipasi murni SLTP/MTs menjadi 74. Program Pendidikan Menengah dan Tinggi a.01% dan angka partisipasi kasar (APK) menjadi 92. Banten.57 % LOKASI 6 26 Kab/Kota PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 2 URUSAN WAJIB 1. Meningkatnya kuantitas dan kualitas penyelenggaraan sekolah berstandar nasional dan bertaraf internasional Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-2 .62 % Bantuan beasiswa sebesar 26 Kab/Kota Rp. APBD Prov 5 Fasilitasi Peningkatan Pelayanan Pendidikan di a. dan DKI Jakarta) b. APBD Prov Kegiatan : 1 Pemberian Bantuan Gubernur Untuk Siswa (BAGUS) Dari Keluarga Tidak Mampu 2 Pembinaan Penyelenggaraan SMP Terbuka - Disdik APBN. APBD Prov b. dan Kota Depok. Sukabumi.62% c.4. perbatasan Bekasi..Terlaksananya pengembangan pendidikan - Disdik Disdik. Tersedianya data base kebutuhan Daerah Khusus pendidikan di daerah khusus - data base kebutuhan pelaya-nan Daerah Khusus di 19 pendidikan di daerah khusus Kab/Kota penyetaraan pendidikan bagi guru Daerah Khusus di 19 di daerah khusus Kab/Kota rehabilitasi dan penambahan Daerah Khusus di 19 RKB bagi SD/MI di daerah Kab/Kota khusus Fasilitasi pendidikan dasar bagi Kab. Terlaksananya rehabilitasi dan penambahan RKB bagi SD/MI di daerah khusus 6 Pengembangan Pendidikan Berbasis Olahraga a. Ciamis. Sukabumi. Pendidikan - APK SD/MI 112. penyelenggaraan pendidikan Kuningan.26 Kab/Kota ngan hidup di SD/MI dan SMP/MTs 115 SMP SBI dan 100 SD SSN 26 Kab/Kota Disdik APBN. APBD Prov APBN. Terlaksananya pengembangan pendidikan dasar berbasis olahraga di kab/kota perbatasan dengan Jateng.248. Meningkatnya kualitas program wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun Terlaksananya bantuan beasiswa bagi siswa SMP/SMPLB/SMP Terbuka/MTs yang berasal dari keluarga tidak mampu untuk tetap melanjutkan pendidikan a.01 % APK SMP/MTs 92. 2126 Guru Pamong TKB Reguler 26 lokasi TK-SD Satu Atap Pendidikan kesadaran lingku. Banten dan DKI Jakarta - - Disdik Disdik APBN. APBD Prov APBD Prov kesadaran lingkungan hidup di sekolah Terlaksananya upaya pembinaan dan pengembangan bagi SMP Bertaraf Internasional dan SD Standar Nasional pelayanan - 4 - Disdik APBN. dasar di 8 Kab/Kota di wilayah Bogor.000 siswa dan pengem-bangan Tasikmalaya. Meningkatnya pelayanan dan pengembangan Jenjang Pendidikan Dasar di Jawa Barat pendidikan dasar berbasis olahraga di Jabar Selatan Bagian Selatan dan Perbatasan Provinsi (Jateng. Terlaksananya peningkatan kualifikasi pendidik di daerah khusus c. 176 26 Kab/Kota Guru Pamong TKB Mandiri. Garut. Banjar - Disdik APBN.000. Cianjur kualitas 600 guru di Jabar Selatan Fasilitasi peningkatan proses Kab.57% dan angka partisipasi kasar (APK) menjadi 112.000 siswa 506 Induk SMP Terbuka. Terlaksananya pembinaan SMP Terbuka TARGET PENCAPAIAN 5 APM SD/MI 98. APBD Prov 3 Pembinaan Kesadaran Lingkungan Hidup di Sekolah Pembinaan dan Pengembangan SMP Bertaraf Internasional dan SD Standar Nasional b. Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 a. 2.1 RENCANA KERJA COMMON GOALS a.80 % - APM SMP/MTs 74.000. APBD Prov - - Disdik APBD Prov - - Disdik APBD Prov 2. Meningkatnya kualitas dan relevansi lulusan pendidikan menengah dan tinggi terhadap kebutuhan pasar kerja b. BPLHD APBN.80% b. Meningkatnya angka melanjutkan ke perguruan tinggi c. Cirebon. Meningkatnya angka partisipasi murni SD/MI menjadi 98.selama 1 tahun untuk 2. Common Goals 1 : Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Sumberdaya Manusia NO 1 BID URUSAN PEMDA PROGRAM/KEGIATAN 3 1.

NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEGIATAN 3 SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-3 .

Terlaksananya prasarana SMA/SMK SBI Bertaraf Internasional (SBI). IPA. Terlaksananya peningkatan kualitas sarana prasarana SMA Berbasis Web Beasiswa Satu Siklus Bagi Lulusan SMA/SMK . Multimedia SMA - Disdik Disdik APBN. dan pendidikan S2 untuk guru SBI jenjang SMP. Meningkatnya kualitas pembinaan Paskibra di Jawa Barat Antar Negara (PPAN). - - APBN. bahasa. APBN. Lab. Pertukaran Pemuda a. Rehab gedung SMA 87 sekolah 700 lokal d. Meningkatnya jumlah penduduk usia produktif Jawa Barat yang memiliki keterampilan dan kecakapan hidup b. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-4 . SMK Bantuan bagi 33 SMA dan 16 26 Kab/Kota SMK SBI Bantuan bagi SMA SBN 26 Kab/Kota Pengembangan 2 SMA Berbasis 26 Kab/Kota Web Bantuan beasiswa 1 siklus bagi 26 kabupaten/kota 260 siswa dari 26 kabupaten/ kota b. Terlaksananya bantuan beasiswa bagi mahasiswa SMA dan SMK berprestasi c. SMA Berstandar Nasional (SBN). APBD Prov 2 Beasiswa bagi siswa SMA/SMK dari keluarga a. Program Pendidikan Non Formal APBD Kegiatan : 1 Peningkatan Mutu Kursus dan Kelembagaan - Pembinaan 104 PKBM Berbasis 26 Kab/Kota Kecakapan Hidup Pembinaan 104 lembaga kursus 26 Kab/Kota - Disdik. APBD Prov. Biro Yansosdas APBN. APBD Prov. Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pemberdayaan PKBM dan terwujudnya lembaga PKBM sebagai basis pendidikan kecakapan hidup.000 Siswa Beasiswa bagi mahasiswa 26 Kab/Kota berprestasi sebanyak 1. APBD Prov APBN. c.Meningkatnya angka melanjutkan ke perguruan tinggi yang Akan Melanjutkan ke Perguruan Tinggi bagi lulusan SMA/SMK berprestasi yang tidak mampu a. APBD Prov. BPMD. Terlaksananya bantuan beasiswa bagi siswa SMA/SMK yang berasal dari keluarga tidak mampu tidak mampu. Terlaksananya Lomba Keteladanan PLS - Lomba Keteladanan PLS dengan 26 Kab/Kota peserta dari 26 kab/kota Pembinaan 104 kegiatan 26 Kab/Kota Paskibra Pertukaran 104 pelajar/ 26 Kab/Kota mahasiswa 300 Kelompok Bermain 26 Kab/Kota - APBD 2 3 Pembinaan Paskibraka. Kanwil Depag Disdik. RKB SMA 40 sekolah 148 ruang SMK 60 Sekolah 180 ruang c. Penambahan RKB dengan 26 Kab/Kota proporsi 40% SMA dan 60% SMK b. APBD Prov. APBD Prov. dan Bhakti Pemuda Antar Provinsi (BPAP) b. SMA dan SMK peningkatan kualitas sarana Peningkatan Sarana dan Prasarana SMA/SMK a. Terlaksananya pertukaran pelajar/mahasiswa antar provinsi dan negara Peningkatan Layanan Pendidikan Untuk Semua a. Meningkatnya penerapan layanan pendidikan non formal a. BPMD. perpustakan dan multimedia 25 sekolah Rehabilitasi SMA/SMK sebanyak 26 Kab/Kota 1000 ruang kelas Penyediaan peralatan Lab. Kanwil Depag. Terlaksananya penyediaan peralatan Lab. Terlaksananya rehabilitasi bangunan SMA/SMK c. Dinas KUKM Disdik. APBD Prov. Terlaksananya bantuan beasiswa S2 bagi guru SBI jenjang SMP. mahasiswa berprestasi. dan SMA Berbasis Web b Terlaksananya peningkatan kualitas sarana prasarana SMA SBN c. Lab IPA. Disnakertrans. Dinas KUKM Disdik Disdik. Dinas KUKM Disdik. APBD Prov APBN. Kanwil Depag. Terlaksananya pelatihan bagi tenaga pendidik dan (PUS) kependidikan PAUD - - APBD APBN. dan Lab. SMA/SMK dengan Pola Imbal Swadaya SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 Terlaksananya penambahan RKB SMA/SMK TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 - PELAKSANA SKPD 7 Disdik SUMBER DANA 8 APBN. APBD Prov 3 4 3. APBD Prov a. b. Multimedia di 52 SMA/SMK Beasiswa bagi siswa SMA/SMK 26 Kab/Kota sebanyak 5. Meningkatnya upaya pembinaan lembaga kursus - - Disdik Disdik APBD Prov APBD Prov - - Disdik Disdik Disdik Disdik Disdik APBN. Bahasa di 52 SMA/SMK.000 Orang Beasiswa S2 bagi guru SBI 26 Kab/Kota jenjang SMP. b. Disnakertrans. APBN. APBD Prov. SMA. BPMD. IPA di 26 Kab/Kota 52 SMA/SMK. APBN. Bahasa dan Lab. Lab. Kanwil Depag.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEGIATAN 3 Kegiatan : 1 Peningkatan Sarana dan Prasarana Pendidikan a. Disnakertrans.

APBD Prov - Disdik APBD Prov - Disdik APBD Prov - Disdik APBD Prov - Disdik APBN. Kuningan. Tenaga a. - 11 kab/kota menjadi 16 Kab/kot Bandung Barat. APBD Prov APBN. 300 guru SLB. Sumedang. SMK Pengawas Bimbingan teknis sertifikasi 1. APBD Prov 2. Kanwil Depag Disdik Disdik.236 orang Guru PNS di daerah Kab/Kota terpencil Pemilihan tenaga pendidik dan 26 Kab/Kota kependidikan berprestasi yang akan dikirimkan ke tingkat nasional Pemilihan siswa berprestasi yang 26 Kab/Kota akan dikirimkan ke tingkat nasional Pemilihan komite sekolah 26 Kab/Kota berprestasi untuk dikirimkan ke tingkat nasional Penyetaraan D4 dan S1 untuk 26 Kab/Kota 300 guru TK. Kesehatan 5. Tasikmalaya. kab/kota Cianjur.500 Lembaga KF 750 lembaga Paket B 200 peserta pendidikan LOKASI 6 26 Kab/Kota 26 Kab/Kota 26 Kab/Kota - PELAKSANA SKPD 7 Disdik. Program Upaya Kesehatan Masyarakat - APBN. APBD Prov 4 5 Akreditasi SMP dan SMA/SMK Negeri dan Swasta di Jawa Barat Pelatihan Pendidik dan Tenaga Kependidikan - Meningkatnya kualitas penyelenggaraan SMP dan SMA/SMK di Jawa Barat Meningkatnya kualitas tenaga pendidik dan kependidikan di Jawa Barat Terlaksananya fasilitasi pembinaan bagi guru-guru yang akan mengikuti proses sertifikasi Meningkatnya Pelayanan Kesehatan Dasar. - - Disdik Disdik APBN. APBD Prov Kegiatan : 1 Insentif Bagi Guru PNS dan Honor Guru Bantu SD dan MI di Daerah Terpencil di Jawa Barat 2 Meningkatnya kesejahteraan guru PNS dan GBS di daerah terpencil untuk memotivasi tanggung jawab dan dedikasi dalam melaksanakan tugas Pemilihan Tenaga Pendidik. BPMD. Program Manajemen Pelayanan Pendidikan 26 Kab/Kota - Disdik APBN.000 guru SD/MI. Meningkatnya kualitas atau mutu lembaga. Cirebon dan Kota Depok 5 kab/ kota : kab Bogor. APBD Prov 6 Bimbingan Teknis Profesi Sertifikasi Guru tahun 2009 - - - Disdik APBN. 2. SMA. Komite Sekolah. SMP.000 orang guru 250 26 Kab/Kota TK.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEGIATAN 3 SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 b. Meningkatkan Profesionalisme dan Kesejah-teraan Guru - TARGET PENCAPAIAN 5 1. Terlaksananya pengembangan pendidikan keaksaraan fungsional (KF) c. pendidik dan tenaga kependidikan yang profesional dan produktif b. Bandung Barat. rujukan. dan 250 SMK Pelatihan bagi 5. BPMD. Meningkatnya kualitas tenaga pendidik dan tenaga Kependidikan. APBD Kab/Kota dari 9 kabupaten/kota menjadi 19 10 kb/ kt : kb Bogor.000 guru SD. Terselenggaranya kegiatan Kejar paket B setara SMP d. Terselenggaranya Pengembangan pendidikan pengarusutamaan gender a. SMA. APBD Prov. Ciamis & kota Banjar Dinas Kesehatan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-5 . dan 300 guru SMA/SMK Akreditasi untuk 200 SMP. 26 Kab/Kota dan bagi 26 Kab/Kota - Disdik APBN. meningkatnya peran dan kualitas komite sekolah - - - 3 Peningkatan Kualifikasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan - Meningkatnya kualitas tenaga kualifikasi yang dibutuhkan pendidik sesuai - Insentif bagi 697 orang GBS dan Daerah terpencil di 20 9. Meningkatnya prestasi akademik dan non akademik siswa c. Dinkes SUMBER DANA 8 APBN. dan Siswa kependidikan Berprestasi Tahun 2009 b. APBD Prov APBD Prov 4. perbaikan gizi masayarakat dan imunisasi. Bandung. Garut. APBD Provinsi. Bandung. 200 guru SMP/MTs. Dinas Kesehatan Kegiatan : 1 Peningkatan Kualitas Pelayanan Kesehatan Ibu Bersalin - Meningkatnya akses kesehatan ibu bersalin dan kualitas pelayanan 2 Peningkatan Kualitas Pelayanan Bayi dan Balita Kesehatan - Meningkatnya akses kualitas pelayanan kesehatan bayi dan Balita.

Kuning-an. Meningkatnya status kesehatan gigi mulut dengan Decay Missing Filling Teeth (DMFT) - - Dinas Kesehatan Indramayu. - 4 5 Peningkatan Kualitas Pelayanan Kesehatan a. Kota Bandung. cirebon dan bogor. majalengka.506 Ibu Nifas. 630 Kab. Kota Tasikmalaya. Cimahi 9 Peningkatan Pelayanan Kesehatan bagi Masyarakat Miskin a. bulin. Meningkatnya cakupan deteksi kesehatan indera penglihatan di Kabupaten/Kota.333 Ibu Hamil./Kota - 6 - 2 Rumah Bersalin + 2 Balai Kab. Cirebon. 108. Cianjur. Meningkatnya kesehatan olahraga bagi masyarakat dari 20% menjadi 40%.Bandung. Bandung. Purwakarta . masing 1500 buku Kota Bandung. 225.Meningkatnya cakupan pelayanan PONEK Anak di Rumah Sakit Peningkatan dan Pengembangan a. Dinas Kesehatan - - Dinas Kesehatan e./Kota dari 15% menjadi 30%. Kuningan . PurwaKab. Bandung.559. Kota Cirebon. 4 kegiatan di 14 RS Pemerintah Kab. Meningkatnya kualitas pelayanan kesehatan dasar Dasar swasta di 2 kab/kota b. Kara-wang. Purwakarta. Sumedang. 5500 set meja 26 kabupaten/kota media diteksi KVA dan Gizi Buruk. Kota Bandung dari > 3 menjadi < 3 di 10 Kab. 2 jenis masing . Bekasi . pedoman Kuningan. buku pedoman. 310 or . 26 kabupaten/kota 490. 8 kegiatan. Indramayu. 1500 bk. 328 Petugas. Sukabumi. 2 buku Barat. d.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 3 PROGRAM/KEGIATAN 3 Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan Lanjut Usia - SASARAN PROGRAM/KEGIATAN Meningkatnya Puskesmas 4 pelayanan kesehatan lansia di - TARGET PENCAPAIAN 5 dari 34 puskesmas menjadi 44 puskesmas LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 Dinas Kesehatan SUMBER DANA 8 10 kab/kota : Subang.129 Bayi (6-11 Bulan). 200 poster Kota Cirebon (@ 5 SMP) dari 20% menjadi 40 % di 10 Kab. c.996 anak Balita (1-5Th). Meningkatnya cakupan pelayanan kesehatan jiwa penanggulangan masalah Kesehatan khusus - - Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan b. Purwakarta. 1 Kab Bekasi. Bandung. orang petugas kesehatan jiwa. Kab.Terfasilitasinya pemulangan dan rujukan pasien gakin di Rumah sakit 2./Kota. Meningkatnya kinerja pelayanan kesehatan dasar pemerintah Pemantapan Sistem dan Penyelenggaraan . Terlaksananya pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin diluar quota askeskin (Jamkesmas) . Garut. Pencegahan dan Penanggulangan Gizi Buruk Meningkatnya Jumlah Kabupaten/Kota yang mempunyai Prevalensi Gizi Buruk lebih kecil dari 1. - - Dinas Kesehatan Sumedang. Kuningan. karawang. Meningkatnya cakupan pelayanan kesehatan kerja di PosUpaya Kesehatan Kerja (UKK) di Kabupaten/Kota./Kota . katarak. Majalengka. 165 or.Purwakarta dan Pengobatan Sumedang 15 puskesmas kabupaten dan 9 24 kab/kota puskesmas kota 2692 petugas. Bekasi. 2500 kasus karta.500kasus Maskin 26 kab/kota 26 kab/kota Dinas Kesehatan 10 Pemulangan pasien gakin dan home visite - 30 Pasien di RSJ Bandung RSJ Bandung RSJ Bandung Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-6 . Terlayaninya kasus komplikasi kebidanan berat pada bumil. bekasi. Kara-wang. Ban-dung Kab. Garut. nifas dan bayi gakin b. Bekasi dari 1 Kota menjadi 5 Kab/Kota.1% dari 13 Kab/Kota menjadi 15 Kab. Tasik-malaya. 60% dari 31 RSUD Dinas Kesehatan - Dinas Kesehatan - Dinas Kesehatan 7 8 Peningkatan Pelayanan Kesehatan Ibu dan . Karawang. 1. 146 or. ciamis. Bandung. Sub203 or ang.Sistem dan Penyelenggaraan Surveilans Gizi Buruk Surveilens Gizi Buruk Balita.

. 100 orang penanggungjawab Program TB Baru sewilayah III Cirebon c. Cianjur. 6 Jenis vaksin (BCG. 2 dokter spesialis radiologi dan laboratorium Meningkatnya pelayanan pada wanita resiko tinggi 26 kab/kota Terputusnya mata rantai penyebaran penyakit dan menurunnya kejadian luar biasa RSP Sidawangi KP4 Biro Yansos APBN. Kota Banjar. Purwakarta. 100 KLB (60 KLB PD3I. Kab/kota Sumedang. Garut. campak.AFP Rate >2/100. Terkelolanya (penyimpanan. influenza. typhoid. Kota Depok Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-7 . Imunisasi lengkap (DPT/HB3. hepatitis klinis. APBD Kab/Kota Kegiatan : 1 Peningkatan pencegahan dan pengendalian a. Ciamis. TT. Kuningan.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEGIATAN 3 11 Peningkatan pelayanan Kesehatan Jiwa - SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 Terfasilitasinya pemulangan dan rujukan pasien gakin di Rumah sakit - TARGET PENCAPAIAN LOKASI PELAKSANA SKPD 7 RSJ Cimahi SUMBER DANA 8 5 6 24 pasien pemulangan pasien RSJ Cimahi dan 10 orang dirujuk. Polio. Polio 4 dan Campak) penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) - b. kunjungan rumah sebanyak 24 kali. DPT/HB. Bandung. 1007 puskesmas. suntik BCG. provinsi dan 26 kab/ Campak. diptheri. pemeliharaan pendistribusian) vaksin dan alat imunisasi. Subang. Tertanggulanginya Kejadian Ikutan Paska Imunisasi (KIPI). Immunization (UCI) tingkat desa Sukabumi. puskesmas. provinsi dan 4 kab/kota (Subang. 26 kab/ kota 40 KLB P2BB.Tertanggulanginya KLB - 4 Pemantapan Sistem Surveilans Penyakit a. dan - 3 Penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) c. Ciamis. 220 pasien TB Paru BTA Positif KP 4 sewilayah III Cirebon b. provinsi. P2ML dan Keracunan) 8 penyakit menular. DT dan alat kota. Cianjur. diatas 90 % di 10 Kab. Sumedang. kab/kota.000 anak usia15 thn (AFP) Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit a. Tasikmalaya. Kab/kota Bekasi. Terwujudnya sistem surveilans epidemiologi penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi/PD3I (tetanus neonatorum. 26 puskesmas sentinel di 26 kab/kota. pertusis). Cirebon. RSUD. Cianjur. Kota Cimahi. Kota Bogor) 2 penyakit tidak menular. Tasikmalaya. Indramayu. integrasi ke puskesmas sebanyak 24 kali 12 Pemulangan dan rujukan pasien Gakin 13 Optimalisasi pemberantasan penyakit paru - 14 Pelayanan Medis Operasi Wanita (MOW) 6 Program Pencegahan Penyakit Menular dan Pemberantasan - Terfasilitasinya pemulangan dan rujukan pasien RSP Sidawangi Gakin Meningkatnya upaya pemberantasan penyakit paru a. Bandung. - seluruh bayi/ Universal Child Kab Bogor. 26 kab/ kota - Dinas Kesehatan - Dinas Kesehatan - Dinas Kesehatan 5 6 b. APBD Provinsi. 100 %. Pengamatan Kasus Acute Flaccid Paralysis . penyakit diare. Kab Bogor. Terwujudnya sistem surveilans epidemiologi penyakit tidak menular di puskesmas sentinel (Diabetes dan hipertensi). 80 kasus KIPI. Majalengka. Garut. Meningkatnya jumlah Kab/Kota dalam pencapaian TBC CDR TBC dan tata laksana penderita - - 220 kasus - Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan 80% dari 7 Kab/kota menjadi 26 Kab Indramayu.

Menurunkan Mf Rate di daerah endemis Filariasis FILARIA - 86% penderita Pneumonia Balita 26 Kab/Kota dari 5 Kab/Kota menjadi 26 Kab/Kota > 70% dari 11Kab/Kota menjadi 26 Kab/Kota 26 Kab/Kota < 5 % dari kasus baru di 26 26 Kab/Kota Kab/kota. Bogor. Cimahi. Majalengka. Terwujudnya jejaring dan kemitraan lintas program. Meningkatnya angka pengobatan malaria pada tahun 2009 a. Majalengka. - 13 Pencegahan Penularan Penyakit MALARIA b. Garut.Menurunnya angka kesakitan DBD Pemberantasan Penyakit Demam Berdarah Dengue dan Wabah 12 Pencegahan Penularan Penyakit endemik a. Kuningan. Bekasi. Bandung. Bekasi.000 menjadi 26 Kab/Kota 50/100. Tasikmalaya. Kab. Kuningan 15 kab/ kota Kab/ Kota cirebon. Menurunnya desa endemis malaria pada tahun 2009 b. Purwakarta. Indramayu. Kab/ Kota Tasikmalaya.000 dari > 1 % menjadi < 1% dari 10 Kab/ Kota Bogor. Kab Bandung. Meningkatnya jumlah Kab/kota dalam pencapaian Cure Rate (Angka kesembuhan) - TARGET PENCAPAIAN LOKASI PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 c. Cirebon. Kab. Kab Bogor. lintas sektor di tingkat Provinsi dan Kab/Kota dalam rangka upaya expansi DOTS ke UPK lain selain Puskemas - 5 6 85 % dari 17 Kab/Kota menjadi Kota Depok. Sumedang. Meningkatnya cakupan tatalaksana luka gigitan HPR 100% - - dari 51 desa menjadi 47 Desa dari 85% menjadi 90% 15 kab/ kota 15 Kab/ kota : Kab/ Kota Sukabumi.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEGIATAN 3 SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 b. dari 74 / 100. Cianjur 7 Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit IMS HIV AIDS - 8 Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit ISPA - Menurunnya Prevalensi HIV pada sub populasi penjaja seks > 5 % menjadi ≤ 5 % di 8 Kab/Kota. Ciamis. Depok. Indramayu. 26 Kab/Kota Banjar.Bertambahnya layanan Care Support and Treatment (CST) untuk orang dengan HIV AIDS (ODHA) dari 27 RS menja Ditemukan dan dilaksanakannya tatalaksana pengobatan standar penderita Pneumonia Balita Meningkatnya Cakupan Penemuan penderita diare Menurunnya angka kecacatan Meningkatkan angka RFT Rate kusta dan - 15 kab/ kota Kota Bandung. Cirebon. Meningkatnya Cakupan Tatalaksana Kasus Klinis Kronis Filariasis sesuai dengan SOP di 15 Kab. Kota RS pada 21 Kab/Kota Cimahi./Kota dari 50 % menjadi 70% Meningkatnya Cakupan Wilayah Pengobatan Massal Filariasis dari 1 a. Karawang. Subang./Kota menjadi 8 Kab. Sumedang. Bandung Barat. Tasikmalaya. Banjar. Garut. Depok. Garut. Majalengka. Banjar 14 Pencegahan Penularan Penyakit Endemik Zoonosis Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-8 . dari 87 % menjadi 95 % di 26 Kab /kota . Pengguna Napza Suntik > 5 % menjadi ≤ 5 % di 7 Kab/Kota . Kab Tasikmalaya. Cimahi. Sumedang 19 Lapas di 16 Kab/Kota dan 52 Kab/Kota Bandung. Subang. Tasikmalaya. Cianjur - Dinas Kesehatan - Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Diare 10 Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Kusta 9 - - 11 Penyelenggaraan Pencegahan dan ./Kota Depok. Cianjur. Karawang. Sukabumi. Kab/Kota Cirebon. Sukabumi. Ciamis. Cirebon. Subang. Purwakarta. Kuningan. Kab. kab/ kota Sukabumi.

Banjar. 8 kab/ kota 16 Pengembangan sistem kualitas air minum dan sanitasi berbasis masyarakat - Pemantapan sistem manajemen kualitas air minum dan sanitasi di 5 kabupaten kota dan dokumen kesinambungan paska kegiatan penyediaan air bersih dan sanitasi dasar masyarakat di 3 kabupaten - Dinas Kesehatan 7. Meningkatrnya rumah tangga sehat/ber PHBS sehat (PHBS) ditatanan Rumah Tangga dan b. 56 - Tersusunnya pedoman teknis pencegahan dan penanggulangan pencemaran lingkungan udara. Cirebon. Sumedang. Cimahi. media cetak. elektronik 26 kab/kota dan media luar ruang) dan 4 cara penyebaran informasi (langsung. Banjar.6 % menjadi 35 % 26 kab/kota Dinas Kesehatan 1 Kegiatan Peningkatan perilaku hidup bersih dan a. Meningkatnya cakupan pengobatan kasus Leptospirosis 100% tatalaksana - 1 Kab. Indramayu dan Karawang Kab. Kab. Kab/Kota Bogor Kab. Depok. Melakukan survey faktor risiko penular Pes pada daerah tertular d.81 menjadi 55 % 7 kegiatan melalui 3 media 160 orang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-9 . Tasikmalaya.7 % menjadi 80 % 26 Kab/kota 26 kab/kota RSP Sidawangi RSJ Bandung RSJ Bandung - Dinas Kesehatan 3 4 5 6 7 Pengembangan Desa/kelurahan Siaga melalui Kabupaten/kota Siaga Penguatan dan Pengembangan JKM Penyebarluasan informasi kesehatan paru pada masyarakat Penyeberluasan informasi kesehatan jiwa pada masyarakat Konseling keluarga Pasien - Meningkatnya jumlah desa/kelurahan siaga Meningkatnya cakupan kepesertaan JPK Meningkatnya pemahaman massyarakat terhadapa kesehatan paru Meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap kesehatan jiwa Meningkatnya pengetahuan kesehatan jiwa keluarga pasien - - Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan RSP Sidawangi RSJ Bandung RSJ Bandung dari 43. Kuningan .NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEGIATAN 3 SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 b. Kab. Bogor. Bogor - PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 c. Cimahi. Sukabumi. APBD Kab/Kota dari 27. Bogor. Subang. Purwakarta. Ciwidey. Bekasi. Tasikmalaya. Subang. Meningkatnya cakupan pengobatan dan tatalaksana tersangka kasus Anthraks 100% - TARGET PENCAPAIAN 5 8 Kab/Kota LOKASI 6 Kota Depok. Bandung. Meningkatnya Puskesmas. sanitasi di 9 Kabupaten. APBD Provinsi. Kab/Kota Bekasi. tanah dan makanan. Meningkatnya peran serta masyarakat dalam lainnya serta peningkatan UKBM pembangunan kesehatan 2 Pengembangan media promosi dan informasi pola hidup bersih dan sehat Tersedianya media promosi dan terlaksananya informasi PHBS - 3 jenis media (cetak. Ciamis. Tasikmalaya. Subang. Kab Bandung. Bandung. Karawang. - 7 Kab/Kota 15 Pencegahan Pencemaran Lingkungan a. Bekasi. Garut. Bandung. elektronik dan luar luar) dari 56. Cirebon. air. Garut. Subang 15 Kab/Kota : Kota Sukabumi. Kec. Kab Bandung. Ds Pasirjambu 15 Kab/Kota : Kota Sukabumi. Teridentifikasinya faktor resiko kesehatan lingkungan di daerah rawan pencemaran lingkungan Tersedianya data faktor resiko pencemran lingkungan Dinas Kesehatan b.Kuningan Kab. Tasikmalaya. Bandung. Cirebon. Program Manajemen Pelayanan Kesehatan - Meningkatnya manajemen kesehatan mendukung pembangunan Kesehatan dalam APBN. Depok. Subang Cianjur.

penyebarluasan leaflet/ brosur dan pemasangan stan-ding banner sebanyak 30 9 - - - RSJ Cimahi 8. Pengembalian dokter dan dokter gigi PTT Pusat d. Purwakarta Peningkatan sarana dan prasarana Pusk.Bandung - Dinas Kesehatan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-10 . b.Kiarapedes di Kab. 100 Dokter Umum dan 30 Dokter 17 Kab/Kota Gigi 63 Dokter Umum dan 100 Dokter 26 Kab/Kota Gigi 165 or 17 Kab/Kota 17 PKM @ 2 orang 17 Kabupaten 100% tersedianya tenaga 17 Kabupaten kesehatan strategis di daerah rawan kesehatan 1 Dokter bedah. Program Sumberdaya Kesehatan - Meningkatnya kualitas dan kuantitas tenaga kesehatan serta berfungsinya pelayanan keseshatan baik dasar maupun rujukan.Bogor Peningkatan sarana dan prasarana Pusk. Dokter Penyakit Dalam di RS Jampang Kulon.Binong menjadi Pusk. meningkatnya pengawasan obat.Maniis di Kab. Pemenuhan dan peningkatan fasilitas sarana .NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 8 PROGRAM/KEGIATAN 3 Pengembangan media promosi dan informasi sadar hidup sehat Penyebarluasan Informasi kesehatan Jiwa dan Napza pada masyarakat - SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 meningjkatnya promosi dan penyebarluasan informasi kesehatan serta pemberdayaan masyarakat Meningkatnya pemahaman dan pengetahuan masyuarakat tentang kesehatan jiwa - TARGET PENCAPAIAN LOKASI - PELAKSANA SKPD 7 KP4 Cirebon SUMBER DANA 8 5 6 Tersedianya media untuk promosi KP4 Cirebon dan informasi Konseling sebanyak 4 kali. Ditempatkan Dokter bedah. APBD Provinsi. Program Peningkatan Sarana Dan Prasarana a. APBD Provinsi. APBD Kab/Kota - - - Peningkatan bangunan UGD 26 Kab/Kota Pusk. Penempatan Dokter Umum dan Dokter Gigi c.d 2008 - 9. Meningkatnya kuaitas dan kuantitas sarana dan prasarana pelayanan kesehatan serta terpenuhinya Pelayanan Kesehatan kebutuhan obat baik generik maupun esensial serta makanan pasien. Subang Peningkatan Pusk. Gunungsembung di Kab. Perpanjangan Dokter Umum PTT DAN Dokter Gigi PTT Provinsi b. Penempatan PPDS di PKM PONED e. 12 Anastesi. Penyakit Dalam di RS Jampang RSUD dan RS Khusus Kulon. 7 Radiologi di Jawa Barat dan 15 Patklin di RSUD dan RS Khusus di Jawa Barat 481 bidan 26 Kab/Kota Dinas Kesehatan APBN.Subang Peningkatan Pusk. Perpanjangan Tenaga Bidan mulai tahun 2006 s. Rekrutmen Tenaga Kesehatan lainnya f. Radiologi dan Patklin di RSUD dan RS Khusus di Jawa Barat - g. Cigom-bong di Kab. Anastesi. kosmetik dan lat kesehatan serta napza dari tingkat produsen sampai konsumen Kegiatan : 1. 1 Dokter RS Jampang Kulon. Nagreg di Kab. APBD Kab/Kota Kegiatan : 1 Penempatan tenaga kesehatan strategis a.DTP di Kab.Purwakarta Peningkatan bangunan Pusk. RSJ Cimahi peyuluhan keswa sebanyak 6 kali dialog interaktif sebanyak 4 kali.Meningkatnya jumlah Puskesmas yang dapat dan prasarana Puskesmas memberikan pelayanan kesesehata - APBN.

Ciamis Pembangunan lanjutan Pusk.Lakbok di Kab.Ciamis Pembangunan / Rehabilitasi Pusk.Indramayu Pembangunan Pusk.Pataruman di Kota Banjar Perluasan Pusk. Bojongsoang di Kab. Ciamis Pembangunan / Rehabilitasi Pusk.Situbatu di Kota Banjar LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 - - - - - Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-11 . Sumedang Pembangunan Labkesda 3 lantai di Kota Cimahi Pembangunan Pusk. Karang Kitri di Kota Bekasi Pembangunan lanjutan Pusk.DTP Cibarusah di Kab.Bandung Barat Pembangunan Gudang Obat di Kab.Cililin di Kab. Karya-mukti di Kota Banjar Pembangunan Ruang Rawat Inap Pusk.Bekasi Pembangunan / Rehabilitasi Pusk. Padaherang di Kab. Tasikmalaya Pembangunan Pusk.Kotakaler di Kab. Jatiwarna di Kota Bekasi Pembangunan Labkesda di Kota Tasikmalaya Perluasan Pusk. PONED Magaasih di Kab. DTP Pangalengan di Kab.Tinewati di Kab.Merdeka di Kota Bogor Pembangunan Pusk. Bandung Peningkatan & Rehabilitasi ruang perawatan DTP dan Poned Pusk.Bekasi Pembangunan Pusk. Karangbahagia di Kab. Bandung Peningkatan bangunan Pusk.Bekasi Pembangunan Pusk. Muaragembong di Kab.Belong di Kota Bogor Pembangunan Pusk. Patrol di Kab. Kalipucang di Kab.Bandung Peningkatan bangunan Pusk.Bekasi Pembangunan Pusk.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEGIATAN 3 SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 - TARGET PENCAPAIAN 5 Peningkatan bangunan Pusk.Tambun Utara di Kab.Bandung Barat Pembangunan Fisik Pusk.

NO 1

BID URUSAN PEMDA 2

PROGRAM/KEGIATAN 3

SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 -

TARGET PENCAPAIAN 5 Relokasi gedung Pusk. Cintamanik di Kab. Garut Renovasi / relokasi Pusk. Karangtengah di Kab. Cianjur Renovasi / relokasi Pusk. Warungkondang di Kab. Cianjur Renovasi / relokasi Pusk. Cibinong di Kab. Cianjur Rehabilitasi Fisik Pusk. Gununghalu di Kab. Bandung Barat Rehabilitasi bangunan Pusk. Cangkring di Kab. Cirebon Rehabilitasi bangunan Pusk. Pekiringan di Kab. Cirebon Rehabilitasi bangunan Pustu Dukuhsemar di Kab.Cirebon Rehabilitasi bangunan Pustu Apiapi di Kab.Cirebon Rehabilitasi bangunan Pustu PGK di Kab.Cirebon Rehabilitasi Fisik Pusk. Jatireja di Kab. Subang Rehabilitasi berat Pusk. Losarang di Kab. Indramayu Rehabilitasi Total Pustu Karangharja di Kab.Bekasi Rehabilitasi Pusk.Guntur di Kab.Garut Rehabilitasi Pusk. Haurpanggung di Kab.Garut Rehabilitasi Pusk.Rancasalak di Kab. Garut Rehabilitasi Pusk.Leuwigoong di Kab.Garut Rehabilitasi Pusk. Suka-merang di Kab.Garut Rehabilitasi Pusk.Padaawas di Kab.Garut Rehabilitasi Pusk.Cikelet di Kab. Garut Rehabilitasi Pusk.Cimari di Kab. Garut Rehabilitasi Puskesmas Pembantu di Kab. Karawang Rehabilitasi total Pusk. Sindangwangi di Kab. Majalengka Rehabilitasi total Pusk.Maja di Kab. Majalengka Rehabilitasi total Pusk. Majalengka di Kab. Majalengka Rehabilitasi Pusk. Bojong Menteng di Kota Bekasi

LOKASI 6

PELAKSANA SKPD 7

SUMBER DANA 8

-

Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009

IV-12

NO 1

BID URUSAN PEMDA 2

PROGRAM/KEGIATAN 3

SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 -

TARGET PENCAPAIAN 5 Rehabilitasi Pusk.Leuwisari di Kab.Tasikmalaya Rehabilitasi Pusk. Pageur-ageung di Kab.Tasikmalaya Rehabilitasi Pusk.Culamega di Kab.Tasikmalaya Rehabilitasi Pusk. Padakem-bang di Kab.Tasikmalaya Rehabilitasi Pusk.Jatiwaras di Kab.Tasikmalaya Rehabilitasi Pusk.Kadipaten di Kab.Tasikmalaya Rehabilitasi Pusk.Salawu di Kab.Tasikmalaya Rehabilitasi Total Pusk. Cosolok di Kab.Sukabumi Rehabilitasi Pusk. Sunyarangi Kota Cirebon Rehabilitasi Pusk. Cangkring Kota Cirebon Rehabilitasi Pusk. Kalitanjung Kota Cirebon Rehabilitasi Pusk. Drajat Kota Cirebon Rehabilitasi Pusk. Perumnas Utara Kota Cirebon Rehabilitasi Pusk. Jagasatu Kota Cirebon Pemagaran Pusk. Cikundul kota Sukabumi Pemagaran Pusk. Sukabumi Kota Sukabumi Pemagaran Pusk.Pembantu Situ Mekar Kota Sukabumi Pemagaran Pusk. Pembantu Sindangsari Kota Sukabumi Pemagaran Pusk.Pembantu Garung Kota Sukabumi Pembuatan Kanopi Pusk. Sukakarya Kota Sukabumi Pengadaan Alkes Kebidanan di Kab.Bogor Pengadaan Alkes Pusk.DTP di Kota Depok Pengadaan Alkes Medis dan non medis di Kab.Kuningan Pengadaan Alkes & APN set di Kab.Purwakarta

LOKASI 6

PELAKSANA SKPD 7

SUMBER DANA 8

2. Pengadaan alat kontrasepsi

-

Tersedianya alat kontrasepsi

26 kab/kota

-

Biro Yansos

Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009

IV-13

NO 1

BID URUSAN PEMDA 2

PROGRAM/KEGIATAN 3 3. Peningkatan ketersediaan, pemerataan dan keterjangkauan harga obat dan perbekalan kesehatan -

SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 Terpenuhinya obat sangat essensial untuk 9 bulan di Kabupaten/Kota dan Meningkatnya jumlah kabupaten/kota yang bisa memenuhi obat sangat esensial sesuai standar nasional dari 3 kabupaten menjadi 10 kabupaten tahun 2009 Meningkatnya jumlah Sertifikasi uji kompetensi tenaga kerja pada sektor formal & meningkatnya kompetensi tenaga kerja di Jawa Barat melalui pelatihan dan bimbingan teknis Terlatihnya penganggur, setengah penganggur, dan purna kerja di perkotaan dan pedesaan di Jawa Barat Terlatihnya penganggur, setengah penganggur, dan purna kerja di perkotaan dan pedesaan di Jawa Barat Terserapnya pencari kerja melalui pola pemagangan di dalam dan di luar negeri Meningkatnya jumlah tenaga kerja dan pencari kerja yang bersertifikasi Meningkatnya keterampilan wirausaha mandiri -

TARGET PENCAPAIAN 5 23 kab/kota

LOKASI 6 kecuali Banjar, Cirebon, Cimahi -

PELAKSANA SKPD 7 Dinas Kesehatan

SUMBER DANA 8

3. Tenaga Kerja

10. Program Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Tenaga Kerja

-

Jawa Barat

-

Disnakertrans

APBD/APBN

Kegiatan : 1. Pelatihan Tenaga kerja Berbasis Kompetensi

-

160 orang

26 kab/kota

Disnakertrans

APBD/APBN

2. Pelatihan Tenaga kerja Berbasis Masyarakat

-

480 orang

26 kab/kota

Disnakertrans

APBD/APBN

3. Pemagangan di dalam dan luar negeri

-

4 5

Standarisasi dan Sertifikasi Peningkatan Produktivitas Tenaga Kerja

-

-

420 orang (Magang Dalam 26 kab/kota Negeri), 750 orang (Magang Luar Negeri) 1800 orang, 172 LLS/LLP 26 kab/kota 720 orang pekerja, 400 orang 26 kab/kota usaha mandiri

Disnakertrans

APBD/APBN

Disnakertrans Disnakertrans

APBD/APBN APBD/APBN

Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009

IV-14

b. Common Goals 2 : Ketahanan Pangan
NO 1 1 BID URUSAN PEMDA 2 URUSAN WAJIB Pekerjaan Umum PROGRAM/KEGIATAN 3 SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8

1. Program Pengembangan dan Pengelolaan a. Meningkatnya kondisi jaringan irigasi di sentra produksi pertanian Jaringan Irigasi, Rawa dan Jaringan Pengairan Lainnya b. Meningkatnya ketersediaan sarana dan prasaraa pendukung pengelolaan jaringan irigasi Kegiatan : 1. Peningkatan dan Pengelolaan Jaringan Irigasi a. Meningkatnya kondisi jaringan irigasi yang dikelola kewenangan pemerintah provinsi di sentra pemerintah provinsi produksi pertanian b. Terciptanya keberlanjutan sistem irigasi 2 Program Pengembangan, Pengelolaan Dan a. Meningkatnya kondisi dan fungsi sungai, waduk, situ, embung dan pantai dalam rangka konservasi sumber Konservasi Sungai, Danau dan Sumber Daya Air daya air, pendayagunaan sumber daya air, Lainnya pengendalian daya rusak air dan pengamanan pantai di sentra produksi pertanian b. Tersedianya perencanaan teknis pengem-bangan, pengelolaan, dan konservasi sungai, dana, dan sumber air lainnya c. Meningkatnya ketersediaan sarana dan prasarana pendukung pengelolaan sumber daya air d. Terlaksananya monitoring dan evaluasi pengembangan, pengelolaan, dan konservasi sungai, danau, dan sumber air lainnya Kegiatan : 1 Perbaikan dan Pemeliharaan Sungai a. Terlindunginya areal sawah dari bahaya longsor dan banjir b. Terjaganya kapasitas sungai Pengembangan dan Pengelolaan sungai, a. Meningkatnya ketersediaan air baku untuk pertanian waduk, embung dan situ di sentra produksi pertanian b. Berlanjutnya fungsi situ, waduk, dan embung Meningkatnya kondisi dan fungsi sungai dan pantai dalam rangka pengendalian daya rusak air dan pengamanan pantai di sentra produksi pertanian

-

Daerah Irigasi kewenangan Kab. Karawang, IndraPemerintah Provinsi di 8 sentra mayu, Subang, Cianjur, Cirebon, Ciamis, Banproduksi pertanian
dung, Bekasi

-

Dinas PSDA

APBD PROV.

-

Sungai, Waduk, Situ dan Embung Sentra Produksi di 8 sentra produksi pertanian Pertanian Sungai, Waduk, Situ dan Embung Sentra produksi di 8 sentra produksi pertanian pertanian

-

Dinas PSDA

APBD PROV.

2

-

-

Dinas PSDA

APBD PROV.

3. Program Pengendalian Banjir dan Pengamanan Pantai

Kegiatan : 1. Pengelolaan Pasarana Pengendali Banjir dan Pengamanan Pantai 2. Pemantauan dan Penanggulangan Banjir dan Kekeringan 4. Program Pembangunan Jalan dan Jembatan

-

Berkurangnya dampak banjir

-

Sungai, Waduk, Situ dan Embung Sentra di 8 sentra produksi pertanian pertanian

produksi

-

Dinas PSDA

APBD PROV.

-

Terpantau dan tertanggulanginya banjir kekeringan di sentra produksi pertanian

dan

-

Sungai, Waduk, Situ dan Embung Sentra produksi di 8 sentra produksi pertanian pertanian

-

Dinas PSDA

APBD PROV.

Meningkatnya kondisi jaringan jalan yang dapat mendukung kelancaran pergerakan orang dan barang dari dan ke sentra produksi pertanian Meningkatnya aksesibilitas pada ruas-ruas jalan provinsi melalui pembangunan jalan. Kab. Cianjur, Bekasi, Subang, Karawang, Bandung, Ciamis, Indramayu, Cirebon Meningkatnya nilai struktur dan kapasitas jalan dan a. Peningkatan jalan provinsi di 8 Kab. Cianjur, Bekasi, jembatan pada ruas-ruas jalan provinsi melalui Subang, Karawang, sentra produksi peningkatan jalan Bandung, Ciamis, b. Pengawasan teknis Pembangunan jalan provinsi Dinas Bina Marga APBD Provinsi

Kegiatan : 1. Pembangunan jalan dan jembatan

-

2. Peningkatan jalan dan penggantian jembatan

-

-

Dinas Bina Marga

APBD Provinsi

Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009

IV-14

NO 1

BID URUSAN PEMDA 2

PROGRAM/KEGIATAN 3

SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4

TARGET PENCAPAIAN 5

LOKASI 6 Indramayu, Cirebon

PELAKSANA SKPD 7

SUMBER DANA 8

5. Program Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan dan a. Kembalinya kondisi kemantapan jalan sesuai dengan rencana yang sudah diperhitungkan dalam desain Jembatan melalui pemeliharaan berkala. b. Kembalinya kondisi kemantapan jalan dan jembatan sesuai dengan rencana yang rusak akibat tidak diperhitungkan dalam desain melalui pemeliharaan / rehabilitasi jalan dan jembatan. c. Terpeliharanya kondisi jalan sesuai dengan umur rencananya. Kegiatan : 1. Rehabilitasi jalan dan jembatan - Mengembalikan kondisi pada ruas-ruas jalan dan a. Rehabilitasi jalan provinsi jembatan yang mempunyai kondisi sedang melalui b. Pengawasan teknis pemeliharaan berkala/rehabilitasi jalan

2. Pemeliharaan jalan dan jembatan

-

Terpeliharanya kondisi ruas-ruas jalan provinsi sesuai dengan umur rencana melalui kegiatan pemeliharaan rutin jalan dan jembatan

-

Kab. Cianjur, Bekasi Kab. Subang, Karawang, Bandung, Ciamis, Indramayu, Cirebon Pemeliharaan jalan provinsi di 8 Kab. Cianjur, Bekasi, sentra produksi Subang, Karawang, Bandung

-

Dinas Bina Marga

APBD Provinsi

-

Dinas Bina Marga

APBD Provinsi

2

Ketahanan Pangan

6. Program Peningkatan Ketahanan Pangan

a. Meningkatnya produksi dan produktivitas pangan pokok beras, jagung, kedelai, ternak dan ikan

Meningkatnya produksi padi 5%, Jawa Barat jagung 6%, kedelai 5%, daging 7%, populasi sapi 5% dan ikan 5%. b. Terkendalinya tingkat kerawanan dan keamanan a. Menurunnya kerawanan dan pangan masyarakat terhadap beras peningkatan keamanan pangan serta menurunnya ketergantungan pada pangan pokok beras b. Meningkatnya cadangan beras daerah c. Meningkatnya ketersediaan, distribusi dan konsumsi a. Terpenuhinya ketersediaan pangan pangan bagi masyarakat Jawa Barat (energi 2200 kkal/kap/ hari, protein 57 grm/kap/hari) b. Kelancaran distribusi pangan dan terjaganya stabilitas harga pangan

-

Kegiatan : 1. Peningkatan produksi dan produktivitas pangan pokok (padi, kedelai, jagung)

-

Meningkatnya produksi dan produktivitas pangan pokok

-

Pencapaian produksi dan Kab. Karawang, produktivitas pangan pokok padi Subang, Indramayu, 5%, jagung 6%, kedelai 7%, Majalengka, Cirebon, Bandung, Tasikmalaya, Ciamis, Sumedang, Kuningan, Cianjur, Sukabumi, Garut. Tertatanya distribusi perdagangan beras dan 26 kabupaten/kota

-

Dinas Pertanian

APBD Prov

2.

Pengembangan pengelolaan tata niaga pangan beras Fasilitasi pengendalian harga gabah

-

Meningkatnya distribusi dan perdagangan beras

-

-

3.

-

Terlaksananya pembelian gabah di tingkat petani oleh pemerintah

-

Terkendalinya harga gabah di 26 kabupaten/kota tingkat petani

-

Biro Binprod, Indag , APBD Prov, APBN Indag Agro, Dinas Pertanian Biro Binprod APBD Prov, APBN

Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009

IV-15

APBN dan Disnak 9. Meningkatnya produksi. Meningkatnya ketersediaan benih/induk yang berkualitas dan pendistribusian - Meningkatnya produksi ikan sebesar 5% dan pendistri-busian benih/induk yang berkualitas Kegiatan : 1. gurame. Revitalisasi kelembagaan ekonomi perdesaan untuk menunjang distribusi beras - Meningkatnya kapasitas kelembagaan ekonomi perdesaan untuk menunjang distribusi beras - - Biro Binprod. 3. nila. Indag Agro Dinas Peternakan dan APBD Prov. Meningkatnya produksi perikanan b. lele. SUMBER DANA 8 Biro APBD Prov. PerAPBD Prov kebunan.APBD Prov kebunan. sidat. dan peternakan Terwujudnya peningkatan produksi palawija Terlaksananya Pengembangan dan penguatan perbenihan serta perbibitan Tersedianya sarana dan prasarana produksi pertanian - Kegiatan : 1. 2. Program Peningkatan Produksi Pertanian a. Peningkatan produksi palawija 2. nila. Per. Disbun APBD Prov. kerapu. Disbun APBD Prov. Biro Sarek Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-16 . udang. perkebunan. APBN dan Disnak - 2. APBN pangan daerah dan - - 5 6 Meningkatnya cadangan pangan 26 kabupaten/kota pemerintah dan terbentuknya lumbung pangan masyarakat Meningkatnya pelayanan 26 kabupaten/kota lembaga ekonomi perdesaan dalam menunjang distribusi beras Meningkatnya produksi daging 26 kabupaten/kota sebesar 7%. Kemudahan memperoleh 26 kabupaten/kota benih/induk berkualitas Tersedianya teknik budidaya lokal 26 kabupaten/kota spesifik berorientasi pasar Tercapainya target produksi. mas. Peternakan. mas. PROGRAM/KEGIATAN 3 Fasilitasi cadangan masyarakat SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 Menurunnya jumlah daerah dan penduduk rawan pangan TARGET PENCAPAIAN LOKASI PELAKSANA SKPD 7 Pertanian. rumput laut. sidat. ternak dan ikan Terkendalinya penyebaran hama Jawa Barat dan penyakit tanaman. ternak dan ikan Meningkatnya Kualitas dan Jawa Barat kuantitas Sarana dan Prasarana Pengawasan produk pertanian - Dinas Pertanian. kerapu. Pengembangan dan penguatan perbenihan dan perbibitan Peningkatan sarana dan prasarana produksi pertanian - Meningkatnya produksi palawija 26 kabupaten/kota (umbi-umbian) sebesar 4% Tersedianya benih dan bibit 26 kabupaten/kota berkualitas Meningkatnya kualitas sarana 26 kabupaten/kota dan prasarana produksi pertanian - Dinas Pertanian dan APBD Prov. rumput laut. ternak dan ikan Meningkatnya Sarana dan Prasarana Pengawasan produk pertanian - - - - Dinas Pertanian. gurame. nila. lele. produktivitas dan kualitas produk pertanian b. 3. Perikanan Dinas Pertanian. kerapu. rumput laut yang memadai. APBN Pertanian. Dinas APBD Prov. Pengendalian dan Penanggulanan penyebaran hama dan penyakit tanaman. Program Pencegahan dan Penanggulangan Hama dan Penyakit Tanaman. ternak dan ikan - Berkurangnya serangan hama Jawa Barat dan penyakit tanaman. gurame. APBN Perkebunan Dinas Pertanian. APBN Perikanan 6. Peningkatan produksi perikanan dengan komoditas ikan patin. udang. - Terlaksananya Pengendalian dan Penanggulanan penyebaran hama dan penyakit tanaman. sidat. Disbun APBD Prov. Ternak dan Ikan Kegiatan : 1. Program Pengembangan Budidaya Perikanan PERIKANAN a. Meningkatnya pendapatan usahatani komoditi pertanian.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 4. Peternakan. ternak dan ikan Peningkatan Sarana dan Pengawasan produk pertanian Prasarana - Terkendalinya hama dan penyakit tanaman. Peningkatan produksi dan populasi ternak sapi potong serta produksi perikanan - Meningkatnya produksi daging dan ikan - 3 URUSAN PILIHAN KELAUTAN DAN 7. Indag. mas. lele. Optimalnya Pengembangan pendistribusian benih/induk berkualitas Meningkatnya kemampuan teknik budidaya lokal spesifik berorientasi pasar - - - Tersedianya komoditas ikan 26 kabupaten/kota patin. produktivitas dan kualitas produk pertanian - Diskan APBD PROV - Diskan Diskan APBD PROV APBD PROV 4 PERTANIAN 8. udang. Pengembangan pendistribusian benih/induk berkualitas Pengembangan teknik budidaya lokal spesifik berorientasi pasar - Meningkatnya produksi perikanan dengan komoditas ikan patin. populasi sapi 5 % dan ikan 5% - Dinas Binprod 5. APBN dan Disnak Dinas Pertanian.

Pengembangan Usaha Industri Perberasan 6 PERDAGANGAN 11 Program Peningkatan dan Pengembangan Sistem Perdagangan Dalam Negeri Kegiatan : 1. Penataan Sistem Usaha Perdagangan Beras Jawa Barat - Berkembangnya usaha industri pengolahan pangan Meningkatnya sistem distribusi pangan di Kawasan Pantura Terpenuhinya kebutuhan pangan bagi masyarakat 1 unit pasar dan 1 unit gudang Pantura - Dinas Indag Agro APBD a.NO 1 5 BID URUSAN PEMDA 2 INDUSTRI 10 Program Menengah PROGRAM/KEGIATAN 3 Pengembangan SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 Meningkatnya nilai tambah produk Agro Industri TARGET PENCAPAIAN 5 Meningkatnya pendapatan pelaku usaha industri perberasan LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 Industri Kecil - - Kegiatan : 1. - Pantura - Dinas Indag Agro APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-17 . Terwujudnya pengembangan sistem usaha perdagangan gabah/beras di Kawasan pantura b. Terfasilitasinya pembangunan sarana prasarana perdagangan gabah/beras.

pengendalian daya rusak air dan pengamanan pantai di kawasan industri b. Program Pengembangan dan Pengelolaan Dan a. Meningkatkan promosi dan kerjasama investasi Investasi b. Pengelolaan Pasarana Pengendali Banjir dan Pengamanan Pantai 3. Bekasi - Dinas PSDA APBD PROV. dan Embung Kawasan Industri di kawasan industri Cikarang .Bekasi - Dinas PSDA APBD PROV. Penanaman Modal 5. Pengembangan komoditas unggulan Jawa Barat melalui event promosi dalam negeri b. Kegiatan : 1. Program Rehabilitasi/Pemeliharaan Jembatan Kegiatan : 1 Pemeliharaan jalan dan jembatan Jalan dan - - 2. waduk. Meningkatnya sistem pengawasan dan pendataan investasi c. Meningkatnya nilai struktur dan kapasitas jalan dan a. Meningkatnya ketersediaan sarana dan prasarana pendukung pengelolaan sumber daya air Kegiatan : 1. Bekasi Kab. Industri Cikarang.Meningkatnya ketersediaan air baku untuk kawasan embung dan situ di kawasan industri industri 2. Penyusunan bahan dan materi promosi komoditas unggulan Jawa Barat - - - Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 209 IV-18 . Pembangunan jembatan Pengawasan teknis Peningkatan jalan provinsi Pengawasan teknis Kaw. Peningkatan jalan - - Dinas Bina Marga APBD PROV. Terpeliharanya kondisi ruas-ruas jalan nasional dan provinsi sesuai dengan umur rencana Terpeliharanya kondisi ruas-ruas jalan provinsi sesuai dengan umur rencana melalui kegiatan pemeliharaan rutin jalan Pemeliharaan jalan provinsi Pemeliharaan jembatan provinsi Terwujudnya promosi satu pintu secara efektif dan efisien Menunjang promosi yang diprioritaskan kepada unggulan daerah Meningkatnya daya dukung investasi Menciptakan lapangan kerja dan mengurangi pengangguran Meningkatnya pengembangan Kota Bandung. Pekerjaan Umum 1. Konservasi Sungai.c. jembatan pada ruas-ruas jalan provinsi melalui b. Pengelolaan jaringan air baku. sungai. Pengembangan Promosi Potensi Jawa Barat di Dalam Negeri Ekonomi a. Pembangunan Jalan dan Jembatan - 2. kawasan industri melalui pembangunan jembatan b. Kegiatan : 1. waduk. Program Pengendalian banjir dan Pengamanan Pantai Meningkatnya kondisi dan fungsi sungai dan pantai dalam rangka pengendalian daya rusak air dan pengamanan pantai di sentra produksi pertanian - Sungai. pendayagunaan sumber daya air. Program Pembangunan Jalan dan Jembatan - Berkurangnya areal banjir di kawasan industri Kawasan Industri Cikarang. Situ. waduk. Program Peningkatan Promosi dan Kerjasama a. - Meningkatnya kondisi jaringan jalan pada kawasan perindustrian yang dapat mendukung kegiatan perekonomian Merningkatnya aksesibilitas arus barang pada a. Common Goals 3 : Peningkatan Daya Beli Masyarakat NO 1 BID URUSAN PEMDA PROGRAM/KEGIATAN 3 SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 2 URUSAN WAJIB 1. Bekasi Dinas Bina Marga APBD PROV. Meningkatnya daya tarik investasi dalam peningkatan daya saing d. Mendorong kesempatan dan partisipasi usaha kecil dan menengah Kegiatan : 1. . Danau Dan Sumber Daya Air embung dan pantai dalam rangka konservasi sumber Lainnya daya air. Dis Bina Marga Kab/Kota APBD Provinsi 4. Event ekspor komoditas unggulan Jawa Promosi di Dalam Barat Negeri Meningkatnya efektifitas kelembagaan promosi di dalam BPPMD Kawasan Industri Cikarang. Bekasi Dinas Bina Marga APBD PROV. Meningkatnya kondisi dan fungsi sungai. situ.

Meningkatnya efektifitas kelembagaan promosi di luar negeri a.Tersusunnya data investasi Kota Bandung Barat PMA/PMDN yang akurat Fasilitasi pengembangan dan pemantapan PPT di . d.Sosialisasi Pelayanan Perijinan 26 Kabupaten/Kota perijinan non perijinan Terpadu Pemantauan.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEGIATAN 3 SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 c. Meningkatnya kualitas pelayanan kelembagaan investasi Kegiatan : 1.Terlaksananya pemantauan dan 26 Kabupaten/Kota Jawa Barat monitoring pelaksanaan investasi PMA/PMDN Pendataan PMA dan PMDN di Jawa Barat . Meningkatnya penanganan 4 Bakorwil permasalahan investasi di Jawa Barat Pemantauan dan monitoring pelaksanaan investasi di . Pameran Thematic Komoditas Unggulan Jawa Barat TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 2. 2. Terusunnya evaluasi pelaksa-naan Kota Bandung pelayanan perijinan terpadu di Jawa Barat Penyusunan profil dan pemetaan potensi investasi . Meningkatnya minat pelaku usaha Kota Bandung untuk melakukan investas pelaksanaan pelayanan perijinan terpadu di Jawa b.Mengkoordinasikan. Optimalisasi Pelayanan Perijinan Terpadu a. Terwujudnya iklim investasi yang kondusif dan kompetitif c. Pengembangan Promosi Investasi Berbasis IT - - BPPMD APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 209 IV-19 .Tersedianya profil dan peta potensi Kota Bandung investasi Jawa Barat Penyusunan Regulasi Penanaman Modal . Pembinaan terhadap PMA/PMDN di Jawa Barat Modal di Jawa Barat b. Penyusunan bahan dan materi promosi komoditas a. Terwujudnya forum koordinasi pengembangan investasi e. c. Terusunnya analisis progres Kota Bandung Barat c. Event BPPMD melalui event promosi luar negeri ekspor komoditas unggulan Jawa Promosi di Luar Negeri b. c. Meningkatnya iklim investasi dan realisasi investasi Terwujudnya iklim investasi yang sehat melalui reformasi kelembagaan Terselenggaranya berbagai kegiatan investasi Terselenggaranya forum koordinasi pengembangan investasi 6. Mendorong dan memfasilitasi Kota Bandung peningkatan koordinasi di bidang investasi berbasis IT - - BPPMD APBD - BPPMD APBD - BPPMD APBD 4. Pengembangan Potensi Investasi di Jawa Barat a. Pembinaan dan Pengendalian Penanaman a. b. - c.Meningkatnya pengembangan Kota Bandung. Meningkatnya kualitas dan desain unggulan Jawa Barat industri unggulan Jawa Barat b. Terwujudnya promosi satu pintu secara efektif dan efisien d. evaluasi. Program Peningkatan Iklim Investasi b.Terlaksananya fasilitasi pengem. Pengembangan Promosi Jawa Barat di Luar Negeri Potensi Ekonomi a. b. Pengembangan komoditas unggulan Jawa Barat .Kota Bandung Jawa Barat bangan dan pemantapan PPT di Jawa Barat Pelaksanaan penyederhanaan prosedur pelayanan . 3.Meningkatnya sarana dan Kota Bandung prasarana promosi potensi penanaman modal Jawa Barat Koordinasi dan sinergitas pengembangan . merumuskan Kota Bandung penanaman modal kebijakan program penanaman modal melalui forum koordinasi Pengembangan sistem informasi investasi di Jawa Barat a.Tersusunnya evaluasi hasil Kota Bandung penanaman modal di Jawa Barat Penanganan permasalahan PMA/PMDN di Jawa . dan pengawasan a.

Menguatkan Usaha KUKM Pertanian di Perdesaan f. Rekruitmen pendamping b. Koperasi dan Usaha Kecil Menengah 7. Menguatkan Struktur Kelembagaan KUMKM di Perdesaan b. 150 orang tenaga Bandung pendamping 2 kali. 150 orang tenaga Jaw Barat pendamping 18 angkatan. d. sarana dan prasarana lembaga KUMKM Peningkatan Kualitas Kelembagaan Koperasi 75 Desa Pertumbuhan 75 Desa Pertumbuhan 75 Desa Pertumbuhan 75 Desa Pertumbuhan 75 Desa Pertumbuhan 75 Desa Pertumbuhan 150 orang 100 orang 70 orang 120 koperasi 125 koperasi 50 orang 260 KUKM 300 koperasi Bandung Jawa Barat Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Jawa Barat melalui a. Penempatan dan evaluasi pendampingan d. a. Fasilitasi Pengembangan Aspek Legal Produk a. SLTA dan Perguruan Tinggi. 50 orang stakeholder 900 orang pengelola KUKM 800 orang pengelola KUKM 1250 orang anggota koperasi Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Dinas KUKM APBD Dinas KUKM CG 3 4. Bimbingan Teknis Kelembagaan Usaha pada kelompok strategis masyarakat di perdesaan c. Konsolidasi pelatihan b. Pemantapan Koperasi Kelembagaan dan Usaha a.Meningkatnya peningkatan kesempatan kerja wirausaha baru Meningkatnya kemampuan wirausaha yang berdaya . Bantuan Sarana Usaha bagi Pelaku Usaha di Desa Pertumbuhan Internalisasi pemahaman perkoperasian Menumbuhkan kelembagaan koperasi pada kelompok strategis Menguatkan lembaga operasional Dekopinwil/ Dekopinda Akreditasi koperasi Meningkatkan koperasi Jasa bimbingan keuangan koperasi Apresiasi terhadap tokoh dan KUKM Sosialisasi pembentukan koperasi sebagai laboratorium ekonomi di Tingkat SLTP. Program Pengembangan Kewirausahaan dan a. Usaha Mikro. e. Pelatihan teknis pendampingan c. 150 orang tenaga Bandung pendamping 10 bulan. 120 orang tenaga Bandung pendamping Pemberian dukungan dan kemudahan akses permodalan Terlaksananya temu bisnis antar KUMKM 6 Kegiatan Pendampingan bagi KUMKM a. h. c. Kecil dan Menengah b. Pelatihan manajerial dan kewirausahaan c. Meningkatnya akses permodalan bagi KUMKM Usaha bagi Koperasi. Meningkatnya peran Lembaga Keuangan Non Perbankan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 209 IV-20 . Mengembangkan Manajemen Usaha KUKM di Perdesaan e. KUMKM. Desa 6 b. Penguatan infrastruktur bisnis KUMKM di Perdeaan d. Konsolidasi pendampingan 8. b. Peningkatan Kapasitas SDM KUKM - 26 kab/kota 400 KUKM 200 KUKM 400 KUKM 4 kali. Terwujudnya pengembangan Kota Bandung promosi investasi berbasis IT penumbuhan Mendorong penumbuhan wirausaha serta . Pendukungan Pertumbuhan Pendekatan Kooperatif. c. 3. Program Pengembangan Sistem Pendukung a. c. b. Dinas KUKM CG 3 i. Cerdas tangkas koperasi di kalangan siswa tingkat SLTA Sosialisasi dan fasilitasi aspek legal halal Sosialisasi dan fasilitasi hak merk Rapat koordinasi dan fasilitasi sertifikat PIRT Dinas KUKM APBD 2. Pelatihan akuntansi e.Meningkatnya kapasitas usaha dan saing keterampilan pengelolaan usaha Meningkatnya peran kelembagaan. Evaluasi alumni pelatihan Dinas KUKM CG 3 200 orang alumni peserta pelatihan Jawa Barat 1 kali. d. Usaha Mikro. Kegiatan : 1. Kecil dan Menengah b. Pelatihan teknis substantif d.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEGIATAN 3 SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 3. Keunggulan Kompetitif Koperasi. g. f.

Program Pembinaan dan Pengembangan BUMD a. Kerjasama pemasaran produk KUKM Jabar dengan NTUC Singapura j. Meningkatnya jejaring bisnis antar KUMKM TARGET PENCAPAIAN 5 Terlaksananya KUMKM LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 - rakor jaringan Kegiatan : 1. Cooperative Fair e. Pameran Luar Negeri yang diagendakan oleh BPPMD d. Membangun jaringan pelayanan dan perkuatan permodalan lembaga penjamin kredit 2. Pelaksanaan kemitraan pola resi gudang h. Fasilitasi sarana/Prasarana teknologi bagi Senbik l. Pelaksanaan kemitraan pola hedging g. Bimbingan dan konsultasi pola resi gudang f. Pengembangan jaringan KUMKM Dinas KUKM Jawa Barat Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Singapura APBD 9. Intermediasi KUMKM dengan Lembaga keuangan dan Sumber Pembiayaan Lainnya serta dengan lembaga penjamin kredit c. Pelaksanaan kemitraan pola lelang i. Modal stimulan bagi Senbik k.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEGIATAN 3 SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 c. Pameran Produk KUKM perempuan dan produk potensi eksport g. Pendukungan Pameran KUMKM. Asistensi proposal kelayakan usaha finansial dalam rangka peningkatan akses terhadap lembaga keuangan dan sumber pembiayaan lainnya b. Pengembangan akses pasar melalui promosi dan kreasi produk KUMKM d. Pameran produk KUKM Perwakilan i. Pembentukan Lembaga Otoritas Senbik f. membangun jaringan KSP/USP-Koperasi dan KJKS/UJKS Koperasi d. Pengembangan Kelembagaan BUMD d. Bimbingan dan konsultasi pola hedging e. Pameran Luar Negeri yang diagendakan oleh BPPMD c. Fasilitasi Pembiayaan bagi KUMKM tahun 2009 a. Pendukungan pameran Dalam negeri Trade Expo Indonesia ke 24 h. a. Penguatan jaringan KUKM melalui metode ERFA d. Meningkatnya peran BUMD - Meningkatnya skala usaha Optimalnya peran kredit program Dakabalarea. menumbuhkembangkan KSP/USP Koperasi dan KJKS/UJKS Koperasi g. Pengembangan jaringan KUKM antar daerah c. Pengembangan Treding house jaringan KUMKM - 7800 KUKM Jawa Barat Dinas KUKM APBD 1300 KUMKM Jawa Barat 40 Koperasi 250 KUKM 100 KUKM 2250 Koperasi 200 KUKM Bandung Bandung Bandung Jawa Barat Bandung - 8 KUKM 8 KUKM 320 KUKM 200 KUKM 150 KUKM Perempuan KUKM KUKM 400 KUKM 22 KUKM 520 KUKM 400 KUKM 100 KUKM 75 KUKM 75 KUKM 75 KUKM 30 KUKM Luar Negeri Luar Negeri Bandung Bandung Bandung jakarta Dalam negeri Jawa Barat Dinas KUKM APBD 3. Meningkatnya peran Lembaga Keuangan Non dan Lembaga Keuangan Non Perbankan b Revitalisasi Kredit Program Dakabalarea c. Pendampingan KUKM melalui Klinik Konsultasi Bisnis (KKB) e. Temu Bisnis a. Meningkatnya dividen BUMD Terwujudnya BUMD yang berperan dalam pembangunan sektor strategis Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 209 IV-21 . Pameran Bersertifikat Halal f.

Optimalisasi peran Lembaga Keuangan Non dan PD. Meningkatnya ketersediaan sarana dan prasarana budidaya perikanan c. APBN - - - Diskan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 209 IV-22 . PK Jawa Barat c. Fasilitasi dan Koordinasi Penyertaan Modal kepada BUMD d. Terlaksananya pemantauan Jawa Barat perkembangan PD. payau dan periran umum 2. Program Peningkatan Kesempatan Kerja Dinas Tenaga Kerja & Transmigrasi APBD/ APBN Kegiatan : 1. Terlaksananya RUPS b. Optimalisasi Peran Tenaga Pendamping Kredit Program DAKABALAREA 2 Pengembangan dan Penguatan Struktur Usaha a. Penyusunan Rencana Pengembangan BUMD Tahun 2009 c. 3. PK a. Terlaksananya audit PD. BPR a. ketersediaan sarana dan prasarana budidaya perikanan. Meningkatnya penyerapan tenaga kerja perikanan - Meningkatnya ketersediaan dan Jawa Barat pendistribusian benih/induk yang berkualitas. Pemantapan Kredit Program DAKABALAREA Pengembangan Pembiayaan bagi KUMKM melalui Kredit Program DAKABALAREA b. BPR dan PD. Fasilitasi Forum Komunikasi dan Koordinasi BUMD b.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEGIATAN 3 SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 - TARGET PENCAPAIAN 5 Terfasilitasinya operasional-isasi tenaga pendamping kredit program DAKABALAREA Terselenggaranya pemantapan tenaga pendamping kredit program DAKABALAREA Meningkatnya kontribusi pos Terlaksananya peningkatan kemampuan SDM pengelola BUMD/Perusahaan Daerah LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 Biro Sarek SUMBER DANA 8 APBD Kegiatan : 1. Tersusunnya Raperda tentang Penyertaan Modal Tahun 20009 Meningkatnya cakupan layanan informasi pasar kerja dan meningkatnya penempatan tenaga kerja melalui pola magang serta AKAD dan AKAN di Jawa Barat Jawa Barat - - Biro Sarek APBD 4. Meningkatnya ketersediaan dan pendistribusian benih/induk yang berkualitas b. pemahaman dan aplikasi teknologi budidaya serta daya saing produk perikanan Peningkatan keragaman dan kemampuan budidaya perikanan air tawar. laut . Pengembangan budidaya perikanan air tawar. Perluasan Lapangan Kerja produktif - 2.PK di Jawa Barat b. Kegiatan Fasilitasi dan Koordinasi a. Meningkatnya pendapatan usaha perikanan d. Meningkatnya fasilitasi permodalan melalui peran . Meningkatnya kinerja BUMD Peningkatan Kinerja dan Performa PD. Tenaga Kerja 10. Meningkatnya kinerja PD. 500 AKAD. laut dan payau Peningkatan pengolahan perikanan Penanganan dan industri hasil Diskan APBD Provinsi Kegiatan : 1. setengah penganggur. Pengembangan Penanganan dan pengolahan serta pemasaran hasil perikanan - Terlaksananya Pengembangan budidaya perikanan air tawar.Terlaksananya pendampingan tim Jawa Barat Lembaga Keuangan Non Perbankan konsultan publik dalam rangka audit c. Program Pengembangan Budidaya Perikanan a. Penempatan Tenaga Kerja AKL/AKAD/AKAN Informasi pasar Kerja - Meningkatnya perluasan lapangan kerja bagi penganggur. Kelautan dan Perikanan 10. 500 AKAN 5 kali kegiatan 26 kab/Kota Disnakertrans APBD - 26 kab/Kota 26 kab/Kota Disnakertrans Disnakertrans APBD APBD URUSAN PILIHAN 5.680 orang) 300 AKL. dan purna kerja di perkotaan dan pedesaan Meningkatnya penempatan tenaga kerja melalui pola AKL/AKAD/AKAN Meningkatatnya cakupan layanan informasi pasar kerja bagi masyarakat dan pengusaha di Jawa Barat - 40 kelompok masyarakat (23. Perkreditan Kecamatan Perbankan - - Biro Sarek APBD 3. laut dan payau Terlaksananya Pengembangan Penanganan dan pengolahan industri hasil perikanan - APBD Prov.

gurame. cengkeh. cengkeh. PROGRAM/KEGIATAN 3 Pengembangan usaha tani ikan patin. jarak pagar. cengkeh. tebu. mas. peternakan. perkebunan. nila. Perikanan dan Kehutanan Dinas Pertanian. udang. perkebunan. Meningkatnya margin pemasaran pertanian. Meningkatnya pendapatan nelayan b. palawija. jarak pagar. mas. peternakan. palawija. Peternakan. dan kehutanan e. gurame. perikanan dan kehutanan Peningkatan Pengembangan 26 kabupaten/kota sarana dan prasarana pengolahan hasil pertanian. karet. perikanan dan kehutanan - Meningkatnya nilai tambah hasil Jawa Barat pertanian. kerapu TARGET PENCAPAIAN 5 Peningkatan kemampuan usaha tani ikan patin. Pengembangan sarana dan prasarana pemasaran pertanian. nila. gurame. perkebunan. kelapa. kopi. APBD Prov Perkebunan. 3. perkebunan. Peningkatan Produksi Perikanan Tangkap a. sidat. perikanan dan kehutanan Meningkatnya Pengembangan sarana dan prasarana pengolahan hasil pertanian. peternakan. Pertanian 12. jarak pagar. udang. Peternakan. lele. perkebunan. Agro Indag APBD Prov - - Dinas Perkebunan. kopi. Perkebunan. sidat. perikanan dan kehutanan dan Kehutanan b. Dinas APBD Prov. perikanan dan kehutanan 2. peternakan. perikanan dan kehutanan c. Perkebunan. perikanan dan kehutanan APBD Provinsi - - - 3. kopi. Meningkatnya nilai tambah pengolahan hasil pertanian. Pengembangan Usaha pemasaran dan pengolahan hasil komoditi teh. Meningkatnya pengolahan hasil pertanian. Pengembangan sarana dan prasarana pengolahan hasil pertanian. Perikanan perkebunan. kelapa. Pertanian. kakao. hortikultura. mas. peternakan. perkebunan. kelapa. Peningkatan Sarana dan Prasarana Usaha Perikanan Tangkap 3. peternakan. peternakan. lele. hortikultura. karet. udang. nila. tebu. tanaman obat-obatan. peternakan. tanaman obat-obatan. Program Pemasaran dan Pengolahan Hasil a. Meningkatnya sarana pemasaran hasil pertanian. palawija. kerapu SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 Meningkatnya usaha tani ikan patin. Indag APBD Prov Agro Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 209 IV-23 . Pengembangan teknologi usaha perikanan tangkap 2. peternakan. akar wangi - - APBD Prov Dinas Pertanian. Program Pengembangan Perikanan Tangkap Kegiatan : 1. tanaman hias. akar wangi - - - Peningkatan kualitas sarana dan 26 kabupaten/kota prasarana pemasaran hasil pertanian. perkebunan. Pengawasan dan pengendalian pemanfaatan sumberdaya kelautan 4. tanaman hias. peternakan. Pengembangan Usaha pemasaran dan pengolahan hasil komoditi padi. Distarkim Diskan Dinas Perikanan. sidat. perikanan dan kehutanan Kegiatan : 1. tebu. perikanan dan kehutanan Peningkatan Usaha pemasaran 26 kabupaten/kota dan pengolahan hasil komoditi padi. Meningkatnya sarana pengolahan hasil pertanian. APBN KUKM APBD Prov. kakao. lele. perkebunan. APBN Terlaksananya Pengembangan usaha perikanan tangkap Meningkatnya Sarana dan Prasarana Usaha Kelautan Terlaksananya Pengawasan dan pemanfaatan sumberdaya kelautan pengendalian - Meningkatnya produksi perikanan tangkap dan pengembangan lembaga keuangan dan perbankan dengan orientasi kredit agribisnis perikanan 6. perkebunan. kakao. hortikultura. akar wangi - Meningkatnya Pengembangan Usaha pemasaran dan pengolahan hasil komoditi padi.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 3. perikanan. peternakan. perkebunan. tanaman obat-obatan. tanaman hias Peningkatan Usaha pemasaran 26 kabupaten/kota dan pengolahan hasil komoditi teh. karet. perikanan dan kehutanan d. perkebunan. peternakan. Perikanan dan Kehutanan Dinas Pertanian. perikanan dan kehutanan Meningkatnya kualitas sarana dan prasarana pemasaran hasil pertanian. Peternakan. Meningkatnya kualitas sarana dan - prasaran Meningkatnya pengembangan usaha perikanan tangkap Peningkatan kapasitas sarana dan prasarana usaha kelautan Terkendalinya pemanfaatan sumberdaya kelautan Peningkatan kuantitas dan kualitas produksi perikanan tangkap Diskan Diskan. Meningkatnya Pengembangan Usaha pemasaran dan pengolahan hasil komoditi teh. kerapu LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 - - 11.

peternakan dan perikanan - Meningkatnya nilai tambah dan 26 kabupaten/kota pendapatan petani Peningkatan produksi dan 26 kabupaten/kota produktivitas hortikultura. koperasi. sayur. jarak pagar. karet. kios. APBN 14 Program Pertanian Pemberdayaan Sumber Daya a. kopi. APBN 6. kakao. perkebunan. unggas. produk. produk. kios. Peningkatan usaha tani komoditi sapi perah. kelapa. APBN Perkebunan. akar wangi. unggas Pengembangan Usaha pemasaran pengolahan hasil ikan Pengembangan Usaha pemasaran pengolahan hasil aneka hasil kehutanan dan dan SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 Meningkatnya Pengembangan Usaha pemasaran dan pengolahan hasil komoditi sapi potong. Meningkatnya diversifikasi produk usaha pertanian c.Jawa Barat tivitas dan kualitas produk pertanian. koperasi. buah-buahan. Meningkatnya kualitas tata guna lahan dan air serta terkendalinya konversi lahan pertanian Meningkatnya Kinerja Penyuluh Terlaksananya Pengembangan lembaga pertanian perdesaan (lembaga keuangan. unggas. domba. tanaman obat dan tanaman hias Peningkatan produksi. sapi perah. kambing Peningkatan Usaha pemasaran 26 kabupaten/kota dan pengolahan hasil ikan Peningkatan Pengembangan 26 kabupaten/kota Usaha pemasaran dan pengolahan hasil aneka hasil kehutanan 7 8 Dinas Peternakan. - Dinas Perkebunan. perkebunan. Dinas Perikanan. - - 5 6 Peningkatan Usaha pemasaran 26 kabupaten/kota dan pengolahan hasil komoditi sapi potong. tebu. jasa. jasa. Dinas Peternakan. tanaman obat dan tanaman hias Peningkatan usaha tani komoditi teh.26 kabupaten/kota tivitas dan pendapatan petani komoditi teh. asosiasi) - - Dinas Pertanian Dinas Pertanian APBD Prov. dan peternakan d. Biro Binprod APBD Prov. Dinas Indag. Dinas APBD Prov. Pengembangan sarana dan prasarana produksi pertanian - Peningkatan kuantitas dan kualitas 26 kabupaten/kota hasil pertanian - 2. Meningkatnya kinerja sumber daya pertanian Jawa Barat b. produk. domba. tanaman obat dan tanaman hias Meningkatnya usaha tani komoditi teh. Pengembangan lembaga pertanian perdesaan (lembaga keuangan.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 4. kelapa. Dinas Peternakan Dinas Pertanian APBD Prov 5. sapi perah. koperasi. karet. PROGRAM/KEGIATAN 3 Pengembangan Usaha pemasaran dan pengolahan hasil komoditi sapi potong. buah-buahan. kelapa. jarak pagar peningkatan produksi. dan peternakan Terlaksananya Pengembangan prasarana pertanian sarana dan - Meningkatnya produksi. cengkeh. kambing Meningkatnya Pengembangan Usaha pemasaran dan pengolahan hasil ikan Meningkatnya Pengembangan Usaha pemasaran dan pengolahan hasil aneka hasil kehutanan TARGET PENCAPAIAN LOKASI - PELAKSANA SKPD SUMBER DANA - - 5. buah-buahan. perkebunan. sayur-sayuran. Dinas APBD Prov Perkebunan. unggas Peningkatan peran penyuluh dan Jawa Barat kemampuan petani Penurunan alih fungsi lahan pertanian Peningkatan peran penyuluhan dan kemampuan petani Terbentuknya lembaga pertanian perdesaan (lembaga keuangan. kopi. Dinas Pertanian. Dinas Indagro. Indag APBD Prov Agro Dinas Kehutanan. Indag APBD Prov Agro - Dinas Perikanan. APBD Prov Indag Agro 13. tebu. unggas - - Dinas Petenakan APBD Prov. Meningkatnya pendapatan usaha tani pertanian. APBN Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 209 IV-24 . 6. asosiasi) - APBD Prov Kegiatan : 1 Peningkatan Kinerja Penyuluhan Pertanian 2. domba. domba. kambing. akar wangi. sapi perah. akar wangi - Meningkatnya usaha tani komoditi hortikultura. asosiasi) - 4. kakao. sayursayuran.sayuran. jarak pagar - - Dinas Pertanian. karet. kios. domba. unggas - Meningkatnya usaha tani komoditi sapi perah. tebu. domba. jasa. Meningkatnya ketersediaan dan kualitas sarana dan prasarana pertanian b. APBN Indag. Program Peningkatan Produksi Pertanian a.26 kabupaten/kota tivitas dan pendapatan peternak komoditi sapi perah. Peningkatan Ketersediaan input produksi - Meningkatnya Ketersediaan input produksi - Peningkatan ketersediaan produksi pertanian input 26 kabupaten/kota - 3. cengkeh. Dinas KUKM. Meningkatnya penyerapan tenaga kerja pertanian. Peningkatan usaha tani komoditi hortikultura. Dinas APBD Prov. cengkeh. kakao. kopi. Dinas Peternakan Dinas Pertanian. Pengembangan pertanian terpadu dan organik - Meningkatnya produksi dan diversifikasi pertanian. ketersediaan dan kualitas sarana dan prasarana pertanian serta diversifikasi produk usaha pertanian APBD Prov Kegiatan : 1.

Meningkatnya kemitraan dan kerjasama IKM dan Industri Besar. Terbina dan terkendalinya usaha-usaha bidang kehutanan c. Pariwisata 16. Program Penataan Struktur dan Peningkatan a. APBD Prov. Pembinaan sumberdaya penyuluhan kehutanan - - 8. Kota Bandung. 3. kualitas produk Jawa Barat 200 perusahaan kemampuan dan mutu - 26 Kab. Meningkatnya penguasaan teknologi Industri Kemampuan Teknologi Industri b. Garut. Meningkatnya kompetrensi dan keterampilan SDM Usaha IKM Jawa Barat IKM b. industri hutan kayu dan non kayu Meningkatnya kapasitas kelembagaan pemberdayaan penyuluhan kehutanan dan - - - Meningkatnya usaha dan 26 kabupaten/kota pendapatan masyarakat sekitar hutan Meningkatnya tertib peredaran 26 kabupaten/kota hasil hutan Perencanaan pembangunan 26 kabupaten/kota kehutanan yang efektif Meningkatnya pengusahaan hutan. Indagro APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 209 IV-25 ./Kota - Dinas Indag. Pengawasan dan Pengendalian Peredaran Hasil Hutan Koordinasi.Terlaksananya Pengembangan Aneka Hasil Usaha Kehutanan 2. 26 kabupaten/kota industri hutan kayu dan non kayu Meningkatnya penyuluh swakarsa mandiri Meningkatkan SDM Bidang Pariwisata sebanyak 1500 Orang Kota Bandung - Dinas Kehutanan APBD Prov - Dinas Kehutanan Dinas Kehutanan Dinas Kehutanan. Program Pemanfaatan Potensi Sumber Daya a. Peningkatan Kemitrausahaan dan Daya Kepariwisataan Jawa Barat - Meningkatnya kemampuan dan keterampilan sumber daya manusia di bidang pariwisata Meningkatnya Kompetensi Kepariwisataan SDM di bidang - Sumber - - Disbudpar 9. Meningkatnya kualitas produk agro melalui Agro penerapan standar proses industri. Disbun APBD Prov 7. Halal. b. industri hasil hutan kayu dan non kayu Terlaksananya Pengawasan dan Pengendalian Peredaran Hasil Hutan Tersusunnya perencanaan pembangunan kehutanan Terkendalinya pengusahaan hutan. Pengembangan tata guna lahan dan air serta pengendalian laju konversi lahan pertanian SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 Terlaksananya Pengembangan tata guna lahan dan air TARGET PENCAPAIAN LOKASI - PELAKSANA SKPD SUMBER DANA - - 5 6 Peningkatan kualitas irigasi dan Jawa Barat penurunan alih fungsi lahan pertanian Meningkatnya pengembangan usaha dan pengelolaan kehutanan Jawa Barat 7 8 Dinas PSDA. barcode. perencanaan dan pengendalian pembangunan kehutanan Pembinaan dan pengendalian pengusahaan hutan. Kuningan. Terlaksananya pengembangan usaha dan Hutan pengelolaan kehutanan b. Meningkatnya kualitas. Disnak. HAKI dan GKM - Meningkatkan teknologi. Berkembangnya lembaga penyuluhan swakarsa mandiri Kegiatan : 1. Industri 17. Pengembangan Teknologi dan Peningkatan a. Majalengka. Terfasilitasinya standar mutu produk melalui sertifikasi SNI. Meningkatnya penguasaan teknologi IKM Peningkatan Jaringan Kerja dan Manajemen a.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEGIATAN 3 3. Meningkatnya kualitas SDM dan produk IKM agro - 935 pelaku usaha 2. Sumedang. mutu dan inovasi produk industri Kegiatan : 1. Kab. b. Meningkatnya Kualitas SDM dan produk IKM - Meningkatnya nilai Tambah produk IKM Jawa Barat Kegiatan : 1. Program Pengembangan Destinasi Pariwisata Kegiatan : 1. Biro Binprod APBD Prov APBD Prov APBD Prov 5. Kerawang. Terfasilitasinya alat pengolahan industri manufaktur agro c. & Purwakarta 26 Kab/Kota - Dinas Indag APBD - Dinas Indag Agro APBD 18. Kehutanan 15. Berkembangnya diversifikasi dan inovasi produk IKM d. Cianjur. Peningkatan Daya Saing Industri Manufaktur a. APBN Dinas Pertanian. Bandung. Meningkatnya mutu produk IKM c. Cirebon. Pengembangan Aneka Hasil Usaha Kehutanan . Program Pengembangan Industri Kecil Menengah a. Meningkatnya kemampuan jiwa wirausaha pelaku usaha IKM Wirausaha Industri Agro b. 4.

b. Optimalisasi pelaksanaan front office dan back office pasar lelang komoditi agro 2. Meningkatnya Transaksi Perdagangan Produk Jawa Barat b. Kab. Garut. Riau. Yogyakarta. sumedang. Bogor. Cirebon. Peningkatan Perikanan Usaha Industri Agro Hasil a. Ciamis. PROGRAM/KEGIATAN 3 Pengembangan dan Penguatan Usaha Industri Manufaktur Agro Jawa Barat SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 Berkembangnya usaha industri makanan olahan hasil pertanian. Sumatra Utara. Sulawesi Utara dan Jawa Tengah Kota bandung. Program Peningkatan dan Pengembangan Sistem Perdagangan Dalam Negeri Kegiatan : 1. Terjalinya kerjasama perdagangan komoditi agro Negeri antar pulau - - Dinas Indag Agro APBD Provinsi kep. Malaysia dan Singapura Meningkatnya transaksi produk Jawa Barat sebesar Rp. perkebunan. Cirebon. peternakan. Terfasilitasinya alat produksi usaha industri pengolahan hasil perikanan - Dinas Indag Agro APBD 10. b. 65 Milyar Terfasilitasinya pembiayaan produk agro di Jawa Barat 28 Kali Kota Bandung dan 4 wilayah - Dinas Indag Agro APBD 20. Eropa dan afrika Timur - Dinas Indag APBD 2. Cianjur. tasikmalaya. dan Kota Sukabumi Kab. NTB. Tasikmalaya. Indagro SUMBER DANA 8 APBD - 3. Meningkatnya pemahaman dan kemampuan pelaku Perluasan Akses Pasar Ekspor Jawa Barat usaha dalam bidang ekspor . Bogor. Meningkatnya pasar produk industri Jawa Barat c. bekasi - PELAKSANA SKPD 7 Dinas Indag. dan kehutanan TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 Kab. dan Kab. Pengembangan Skema pembiayaan Komoditi Agro Jawa Barat bagi a. Berkembangnya usaha industri pengolahan hasil perikanan. Meningkatnya promosi produk agro Jawa Barat 3. Indramayu. Majalengka. Sukabumi. Dinas Indag Agro APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 209 IV-26 . Wilayah Asia. Bandung. Ciamis. Peningkatan promosi produk Agro Luar Negeri Jakarta. Program Peningkatan dan Pengembangan Ekspor - Meningkatnya ekspor produk unggulan Jawa Barat - Meningkatkan ekspor produk Jawa Barat sebesar 20% Kegiatan : 1 Peningkatan Daya Saing Produk Ekspor dan a. Pengembangan Sistem Perdagangan Produk a. Kuningan. garut. Bekasi.impor b. Terfasilitasinya efektifitas perdagangan produk agro Agro Dalam Negeri melalui pola lelang forward. Mengembangkan skema pembiayaan produk agro Jawa Barat - 43 Pelaku Usaha Jakarta. Optimalisasi pelaksanaan pola resi gudang di Jawa Barat b. Cianjur. Majalengka. Indramayu.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 2. Kalimantan Timur. Bali dan Sumatra Barat - Dinas Indag Agro APBD b. Karawang. Perdagangan 19. Kuningan. Meningkatnya volume . Subang.Meningkatnya promosi produk agro pada event nasional dan internasiona a. Peningkatan promosi Produk Agro Dalam a. Terfasilitasinya akses permodalan bagi pelaku usaha melalui pola resi gudang Jakarta. Cirebon. subang.

Penyempurnaan dan Pengembangan Sistem . Barang dan Jasa. Meningkatnya peran dan fungsi pengawasan internal Pemerintah daerah. Program Perencanaan. meningkatkan pengelolaan keuangan yang efisien Pendapatan. Laporan Keuangan dan Audit yang bersifat Khas 2. b.Penyusunan Data Dasar Dana Perimbangan dan (DAU). Kepegawaian dan Persandian 2.Tersusunnya peraturan daerah tentang APBD TA Daerah tentang APBD Tahun Anggaran 2010 2010 dan peraturan Gubernur tentang penjabaran dan Penyusunan Rancangan Peraturan APBD TA 2010 Gubernur tentang Penjabaran APBD Tahun Anggaran 2010 2. Pemtak.Tersusunnya Rancangan Peraturan Daerah tentang tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran Perubahan APBD Tahun Anggaran 2009 dan 2009 dan Penyusunan Rancangan Peraturan Tersusunnya Rancangan Peraturan Gubernur Gubernur tentang Penjabaran Perubahan tentang Penjabaran Perubahan APBD Tahun APBD Tahun Anggaran 2009 Anggaran 2009 3. c.Tertanganinya kasus-kasus pengaduan masyarakat yang disampaikan kepada pemerintah daerah baik melalui kotak pos maupun media lainnya Jawa Barat - Bawasda APBD - Bogor - Bawasda APBD 2. Kinerja. d.d. Iuran Wajib 5. Program Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan a. Meningkatnya tertib administrasi keuangan daerah. Kegiatan Sosialisasi Regulasi tentang . e. Kegiatan Penyusunan Rancangan Peraturan . Perencanaan Pembangunan Kegiatan : 1. Otonomi Daerah. Terwujudnya sinergitas perencanaan pembangunan daerah. Review dan efektif.Tersusunnya sistem dan prosedur pengawasan yang Tahunan (PKPT) dan Evaluasi Hasil Audit pada transparan dan akuntabel. Daerah b.Tersedianya Sistem Penggajian PNS dilingkungan Penggajian PNS di Lingkungan Pemerintah Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang lebih Provinsi Jawa Barat akseptabel Jawa Barat - Biro Keuangan APBD Jawa Barat - Biro Keuangan APBD Jawa Barat Jawa Barat - Biro Keuangan Biro Keuangan APBD APBD Jawa Barat - Biro Keuangan APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-27 . Iuran Penyusunan Laporan Dana Alokasi Umum (DAU). Pelaksanaan Audit Komprehensif pada Satuan a. Terwujudnya pengawasan secara intensif untuk Perencanaan. Penyusunan Rancangan Peraturan Daerah . Terkendalinya program-program pembangunan daerah. Menurunnya penyimpangan terhadap peraturan dalam administrasi pemerintahan daerah Jawa Barat Bawasda APBD TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 2 URUSAN WAJIB 1. Tabungan Perumahan (Taperum). meliputi Audit b. Common Goals 4 : Peningkatan Kinerja Aparatur NO 1 BID URUSAN PEMDA PROGRAM/KEGIATAN 3 1. Penyusunan Program Kerja Pengawasan . Meningkatnya pengelolaan administrasi keuangan Kerja Perangkat Daerah Provinsi dan yang tertib dan dapat dipertanggungjawabkan Pemerintah Kabupaten/Kota. Tersedianya dokumen perencanaan makro dan sektoral. Administrasi Keuangan Daerah. Pengendalian Pengawasan Pembangunan Daerah SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 dan a.Tersosialisasikannya Regulasi tentang Pengelolaan Pengelolaan Keuangan Daerah Keuangan Daerah 4./Kota 3. Penyusunan Data Dasar Dana Alokasi Umum . Perangkat Daerah. Terwujudnya penataan aset daerah. d. Tersedianya dokumen pelaksanaan pengelolaan aset daerah Kegiatan : 1. SKPD dan Kab. Pemerintahan Umum. Pelayanan. Tersedianya dokumen pelaksanaan pengelolaan keuangan daerah c. Penanganan Kasus Pengaduan Masyarakat . Wajib Pegawai (IWP) dab PPh Pasal 21 Tabungan Perumahan (Taperum).

akomodatif dan aplikatif dengan perkembangan masyarakat. Penyusunan Tugas Pokok.Tersosialisasikannya dan tersebarluaskannya Peraturan perundang-undangan kepada aparat dan masyarakat 3. pensiun dan mutasi yang tepat waktu Tersusunnya Petunjuk Teknis Standar Akuntansi Pemerintah Provinsi Jawa Barat TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 Jawa Barat PELAKSANA SKPD 7 Biro Keuangan SUMBER DANA 8 APBD - - 7. Tersedianya norma.Terwujudnya Produk Hukum Daerah sebagai landasan hukum bagi pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan di daerah. Penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) SKPD Provinsi dan Fasilitasi SOP Kabupaten/Kota./kota Jawa Barat - Biro Organisasi Biro Organisasi APBD APBD - Tersusunnya dokumen evaluasi kelembagaan sebagai pedoman bagi organisasi perangkat daerah provinsi dan kabupaten/kota Tersampaikannya informasi dan tindaklanjut SPM untuk peningkatan kinerja sesuai bidang urusannya. Pembinaan Standar Pelayanan Minimal (SPM) SKPD Provinsi 5. Program Legislasi Daerah . Sosialisasi peraturan perundang-undangan .a. pemajuan. Fasilitasi Peningkatan Kinerja Aparatur Pemerintah Kecamatan di Wilayah Cirebon Seluruh SKPD di lingkup Provinsi Jawa Barat Jawa Barat Tupoksi seluruh SKPD di lingkup Kota Bandung Provinsi Jawa Barat Tersedianya 2 dokumen pedoman Kota Bandung evaluasi kelembagaan OPD provinsi dan kab. standar. Pensiun dan Mutas Penyusunan Kebijakan Akuntansi Pemerintah Daerah SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 Terlaksananya Pemutahiran Data Pegawai untuk basis Penyusunan Gaji di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat Terlaksananya Penyelesaian Gaji Kenaikan Pangkat Otomatis (KPO). Fungsi dan Rincian Tugas Unit Pelaksana Teknis pada Dinas dan Badan 3. Terwujudnya sinergitas penanganan perkara dengan lembaga lainnya. Penyusunan Produk Hukum Daerah . PROGRAM/KEGIATAN 3 Pemutakhiran Data Pegawai Untuk Basis Penyusunan Gaji di Lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat Pelayanan Satu Atap dalam Rangka Penyelesaian Gaji Kenaikan Pangkat Otomatis (KPO). c. Terwujudnya sinergitas produk hukum provinsi dengan kabupaten/kota dan pemerintah pusat c. Fungsi dan Rincian Tugas 2. Terwujudnya administrasi pemerintah daerah yang efektif dan efisien. fungsi dan rincian tugas SKPD Tersusunnya Tupoksi sebagai acuan SKPD - Jawa Barat - Biro Hukum APBD 200 orang Jawa Barat - Biro Hukum APBD 20 Perda Jawa Barat - Biro Hukum APBD 15 Perda yang bertentangan dengan HAM Jawa Barat - Biro Hukum APBD Kegiatan : 1. Meningkatnya kemampuan daerah dalam menyelenggarakan otonomi daerah b. Implementasi Rencana Aksi Nasional Hak . prosedur dan kriteria pemerintahan daerah Tersampaikannya informasi mengenai tugas pokok. Penyusunan Pedoman Evaluasi Kelembagaan Organisasi Perangkat Daerah Provinsi dan Kabupaten / Kota 4. Kesadaran Hukum dan HAM penyelenggaraan pemerintahan b. Tersedianya produk hukum daerah untuk mendukung 3.Menjamin peningkatan penghormatan. Program undangan. sebagai bahan untuk penyusunan legislasi daerah 2. Kegiatan : 1. - Jawa Barat - Biro Keuangan APBD 8. Sosialisasi Tugas Pokok. - Penataan Peraturan Perundang. - - 1 kali rakor dan 1 laporan hasil Wilayah Cirebon rekomendasi hasil rakor - Bakorwil Cirebon APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-28 . 4. adat istiadat dan budaya 4. Tersusunnya SOP SKPD Provinsi sebagai dasar di dalam pelaksanaan kegiatan dan terfasilitasinya SOP kabupaten/kota Terwujudnya peningkatan pengetahuan dan kemampuan aparatur Kecamatan - - Biro Organisasi APBD - Biro Organisasi APBD - Jawa Barat - Biro Organisasi APBD 5. Program Pemantapan Otonomi Sistem Administrasi Daerah Daerah dan a.Terwujudnya Peraturan Daerah yang berlandaskan prinsip-prinsip (good governance) yang aspiratif. Azasi Manusia pemenuhan dan Perlindungan HAM dengan mempertimbangkan nilai-nilai agama.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 6.

NO 1

BID URUSAN PEMDA 2 6. 7. 8.

PROGRAM/KEGIATAN 3 Orientasi Peningkatan Kinerja Pemerintah Kecamatan se Wilayah Bogor Peningkatan Kinerja Kepala Desa se Wilayah Bogor Kegiatan fasilitasi Peningkatan Kemampuan Aparatur Pemerintah Desa se Wilayah Cirebon Peningkatan Kinerja Pemerintahan Desa dan Kelurahan Pembinaan dan

SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 Terselenggaranya sosialisasi, orientasi peningkatan kinerja Camat di Wilayah Bogor Terwujudnya kinerja Kepala Desa se Wilayah Bogor Meningkatnya pengetahuan aparatur pemerintahan desa dan kemampuan

TARGET PENCAPAIAN

LOKASI

PELAKSANA SKPD 7 Bakorwil Bogor Bakorwil Bogor Bakorwil Cirebon

SUMBER DANA 8 APBD APBD APBD

-

-

5 6 1 kali rakor dan 1 laporan hasil Wilayah Bogor rekomendasi hasil rakor 1 kali rakor dan 1 laporan hasil Wilayah Bogor rakor 1 kali rakor dan 1 laporan hasil Wilayah Cirebon rakor 2 kali rakor dan 2 laporan hasil Wilayah Priangan rakor

-

9.

Meningkatnya pengetahuan dan kemampuan aparatur pemerintahan desa dan kelurahan

-

-

Bakorwil Priangan

APBD

5.

Program Aparatur

Pengembangan a. Meningkatnya disiplin aparatur b. Meningkatnya jumlah aparatur yang mengikuti pelatihan struktural, fungsional dan teknis substantif c. Meningkatnya jumlah aparatur yang mengikuti pendidikan formal ke jenjang yang lebih tinggi d. Meningkatnya kompetensi aparatur Tersedianya SDM Bapusda yang akuntabel serta berbasis kompetensi dan melaksanakan Tupoksi bapusda Jabar Meningkatnya kemampuan dan kualitas SDM Aparatur di bidang kearsipan Meningkatnya kemampuan PPNS terhadap penegakan Perda Terlatihnya CPPNS dalam penegakan disiplin aparatur Kota Bandung Bapusda APBD

Kegiatan : 1. Kegiatan Peningkatan Kemampuan Aparatur Bapusda 2. 3. 4. 5.

Peningkatan Kualitas SDM Kearsipan
Peningkatan Kemampuan PPNS Terhadap Perda Pelatihan CPPNS

-

Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung

-

Basipda Dinas Pol PP Dinas Pol PP Dinas Pol PP Dinas Pendidikan Dinas Indag Dinas Sosial Bawasda Bandiklatda Bandiklatda Bandiklatda Dispenda Dispenda Dispenda Distarkim Bapesitelda

APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD

Peningkatan Disiplin Aparatur Pemerintah Provinsi Jawa Barat Dinas Pol PP 6. Peningkatan Kapasitas Aparatur Dinas Pendidikan Jawa Barat 7. Peningkatan Disiplin dan Kemampuan Aparatur. 8 Peningkatan Kemampuan dan Kompetensi Sumber Daya Aparatur 9. Peningkatan Kualitas SDM Aparat Pengawasan melalui Bintek 10. Peningkatan Kualitas Sumber Daya Aparatur Bandiklatda 11. Penyelenggaraan Diklat Struktural 12 13 Penyelenggaraan Diklat Teknis

Meningkatnya kemampuan dan kapasitas aparatur dinas pendidikan Provinsi Jawa Barat Meningkatnya kompetensi SDM Dinas Perindustrian dan Perdagangan Prov. Jawa Barat. Meningkatnya wawasan dan pengetahuan pegawai Meningkatnya kemampuan aparat pengawasan Meningkatnya kualitas widyaiswara Bandiklatda 25 orang 80 orang 300 orang

Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung

Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung

-

-

Bimbingan Teknis Pengelolaan Keuangan Daerah 14. Bimbingan Teknis Pengadaan Barang dan Jasa 15. Bimbingan Teknis Pengelolaan Barang Daerah -

16. Peningkatan Kualitas Sumber Daya Aparatur Pemerintah 17. Bintek Pengadaan barang/Jasa secara Elektronik melalui LPSE Provinsi Jawa Barat

Terdidiknya para pejabat Eselon IV dan pelaksana pada SKPD Pemerintah Provinsi Jawa Barat Terlatihnya pegawai dari berbagai bidang melalui diklat teknis Meningkatnya pengetahuan pengelolaan keuangan daerah Meningkatnya pengetahuan pengelolaan keuangan daerah Meningkatnya pengetahuan pengelolaan barang daerah Meningkatnya kualitas SDM aparatur pemerintah Terselenggaranya bintek bagi PPTK, Panitia dan penyedia pengadaan barang dan jasa secara elektronik dengan memanfaatkan fasilitas teknologi informasi dan komunikasi

90% 85% 85%

-

10 angkatan, setiap angkatan 20 Jawa Barat orang

Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009

IV-29

NO 1

BID URUSAN PEMDA 2 6.

PROGRAM/KEGIATAN 3 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur

SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 Meningkatnya sarana dan prasarana bangunan untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat. Tersedianya sarana mobilitas dan peralatan kerja untuk mendukung aksesibilitas kinerja aparatur Meningkatnya kinerja aparatur dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat Meningkatnya kinerja aparatur dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat Meningkatnya kinerja aparatur dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat Meningkatnya kinerja aparatur dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat Meningkatnya kinerja aparatur dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat Meningkatnya kinerja aparatur dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat Meningkatnya kinerja aparatur dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat Meningkatnya kinerja aparatur dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat Meningkatnya kinerja aparatur dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat Meningkatnya sarana mobilitas untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat

TARGET PENCAPAIAN 5

LOKASI 6

PELAKSANA SKPD 7

SUMBER DANA 8

-

1. Lanjutan Pembangunan Kantor UPPD dan Kantor Bersama Samsat Soreang 2. Pembangunan Kantor UPPD dan Kantor Bersama Samsat Cimahi 3. Pembangunan Kantor UPPD dan Kantor Bersama Samsat Ciledug 4. Pembangunan Kantor UPPD dan Kantor Bersama Samsat Subang 5. Pembangunan Kantor UPPD dan Kantor Bersama Samsat Cikarang 6 Pembangunan Kantor UPPD dan Kantor Bersama Samsat Purwakarta 7. Pengadaan Sarana dan Prasarana Pemerintah 8. Pengurugan Lahan Pembangunan Kantor UPPD dan Kantor Bersama Samsat Cibinong 9. Pengurugan Lahan Pembangunan Kantor UPPD dan Kantor Bersama Samsat Sukaraja 10. Pengadaan Kendaraan Dinas Operasional

-

-

95% 95% 95% 95% 95% 95% 95% 95% 95% 95%

Kab. Bandung Kota Cimahi Kab. Bogor Kab. Subang Kab. Karawang Kab. Purwakarta Kota Bandung Kab. Bogor

-

Dispenda Dispenda Dispenda Dispenda Dispenda Dispenda Dispenda Dispenda Dispenda Dispenda

APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD

Kota Bandung

-

3. Pemberdayaan Masyarakat Desa

6

Program Pemantapan Pembangunan Desa

Pemerintahan

dan a. Meningkatnya kinerja dan kapasitas aparat desa. b. Meningkatnya kinerja pemerintah desa yang mandiri. c. Meningkatnya masyarakat. pelayanan aparat desa kepada

Kegiatan : 1. Peningkatan Kapasitas Pemerintah Desa

-

Terwujudnya sinergitas program pembinaan kepada desa

-

Tersusunnya program / kegiatan Jawa Barat kepada pemerintah desa

-

Biro Dekonsentrasi

APBD

2.

3.

4.

5.

Pemberdayaan Badan Usaha Milik Desa Meningkatnya peran BUMDes dalam memacu - BUMDes di 30 Desa Jawa Barat (BUMDes) dan Peningkatan Usaha Ekonomi perekonomian desa berbasi kerakyatan Kerakyatan Fasilitasi Peningkatan Penyelenggaraan a. Terwujudnya sinergitas program pembinaan kepada Jawa Barat Pemerintah Desa desa b. Tersalurkannya bantuan operasional kinerja aparatur pemerintah desa dan kelurahan c. Tersalurkannya bantuan rehabilitasi kantor desa / kelurahan dan sarana olahraga 0ptimalisasi Penyelenggaraan Pemerintah - Adanya pemahaman yang sama dalam a. terevaluasinya penyelenggaraan Jawa Barat Kelurahan penyelenggaraan pemerintahan kelurahan pemerintahan kelurahan b. Terinformasikannya Pedoman administrasi Kelurahan c. Terdapatnya informasi data pemerintahan kelurahan d. terlaksananya monitoring penyelenggaraan pemerintahan kelurahan Fasilitasi Penyelenggaraan Pemerintahan - Meningkatnya Pembinaan Penyelenggaraan Jawa Barat pemerintahan kelurahan di kabupaten / kota Kelurahan

BPMD

APBD

-

Biro Dekonsentrasi

APBD

-

Biro Dekonsentrasi

APBD

-

Biro Dekonsentrasi

APBD

Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009

IV-30

NO 1

BID URUSAN PEMDA 2 6.

PROGRAM/KEGIATAN 3 Pemberian Bantuan Rehabilitasi kantor desa dan Bantuan Operasional peningkatan kinerja aparatur pemerintah desa dan kelurahan

SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 Meningkatnya kinerja Aparatur Pemerintah Desa dalam memberikan Pelayanan kepada Masyarakat

TARGET PENCAPAIAN 5

LOKASI 6 Jawa Barat

PELAKSANA SKPD 7 Biro Dekonsentrasi

SUMBER DANA 8 APBD

-

-

4. Komunikasi dan Informatika

8.

Program Pengembangan Komunikasi, Informasi, a. Meningkatnya pelayanan informasi kepada Media Massa dan Pemanfaatan Teknologi masyarakat. Informasi b. Meningkatnya peran media massa dalam penyebaran informasi secara obyektif dan bertanggungjawab. c. Terwujudnya pelayanan data dan informasi yang didukung Teknologi Informasi (TI). d. Terwujudnya integrasi Jaringan sistem informasi daerah guna mendukung Jabar Cyber Province Tahun 2012. Kegiatan : 1. Penyusunan Standarisasi Teknologi Informasi - Meningkatnya pemanfaatan TIK dalam pelayanan kepada masyarakat dan Komunikasi Penyelenggaraan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu dan Prosuder Manajemen Dokumen dan Informasi Elektronik untuk Pelayanan Publik

-

Tersedianya dokumen standari- Jawa Barat sasi TIK penyelenggaraan pelayanan terpadu satu pintu dan prosedur dan informasi elektronik untuk pelayanan publik

-

Bapesitelda

APBD

2.

3.

Supporting For Implementation ICT Award dalam rangka Mewujudkan JabaR Cyber Province tahun 2012 dan Design Pengendalian Internal dan Eksternal Komunikasi dan Informasi Pembangunan Fasilitas Internet Bergerak

-

Meningkatnya Komunikasi Informasi Media Massa serta Pemanfaatan Teknologi Informasi

-

Termanfaatkan telah tersedia

informasi

yang Jawa Barat

-

Bapesitelda

APBD

-

Peningkatan kualitas pelayanan publik

-

Terwujudnya Mobil unit ICT yang Jawa Barat berfungsi sebagai sarana edukasi masyarakat dalam penggunaan internet dan dukungan komunikasi bagi Satkorlak Bencana Alam Terwujudnya kelancaran informasi pusat dan daerah Paket pengadaan yang ditenderkan procurement arus Jawa Barat

-

Bapesitelda

APBD

4.

5.

Jaringan Komunikasi Pusat dan Daerah (Jarkompusda) untuk Pengkatan kinerja Perangkat Organisasi Daerah Pengadaan barang/Jasa secara Elektronik melalui LPSE Provinsi Jawa Barat

-

Peningkatan kualitas pelayanan publik

-

-

Bapesitelda

APBD

-

Terselenggaranya pengadaan barang/jasa secara elektronik melalui e-procurement dengan memanfaatkan fasilitas teknologi informasi dan komunikasi

-

barang/jasa Jawa Barat melalui e-

-

Bapesitelda

APBD

Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009

IV-31

e. Common Goals 5 : Penanganan Pengelolaan Bencana
NO 1 1 BID URUSAN PEMDA 2 URUSAN WAJIB Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri PROGRAM/KEGIATAN 3 1. Program Penanggulangan Bencana a b c d Kegiatan : 1. Peningkatan Informasi dan Sosialisasi Daerah Rawan Bencana SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 Berkurangnya Resiko Kejadian Bencana di Jawa Barat Tertanganinya Bencana / Wabah Secara Cepat dan Akurat Meningkatnya Kesiapan Dini dan Mitigasi Bencana Meningkatnya Pemahaman dan Kesiapan Masyarakat dalam Menghadapi Bencana dan Jawa Barat Tersedianya dan Terbaruinya Data dan Informasi a. Terinformasikannya tersosialisasikannya daerah Kebencanaan dan Meningkatnya Akses Informasi rawan bencana Kebencanaan b. Terlaksananya pemantauan Jawa Barat kejadian bencana geologi di seluruh Jawa Barat c. Terlaksananya inventarisasi Jawa Barat daerah kerentanan bencana kegempaan di wilayah sesar lembang, sesar Cimandiri dan sesar Baribis skala 1:25.000 Terkoordinasinya penanganan bencana di Jawa Jawa Barat Barat Meningkatnya mitigasi bencana pada kawasan Wilayah Pesisir Jawa Pesisir dan Laut Barat Meningkatnya kemampuan aparat dan masyarakat Jawa Barat dalam penanggulangan bencana Meningkatnya jumlah TAGANA terlatih Jawa Barat Tersedianya tenaga instruktur untuk penanggulangan Jawa Barat bencana Terlatihnya aparat trantib dalam penanganan Jawa Barat bencana di Kabupaten/Kota Jawa Barat Daerah rawan bencana Distamben APBD TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8

-

2.

Fasilitasi Bencana

dan

Koordinasi

Pengurangan a. b.

-

Distamben Dinas Perikanan Bakesbanglinmas, Bangsos Bakesbanglinmas Bakesbanglinmas Bakesbanglinmas Dinkes, Biro Bangsos APBD APBD

3.

Penguatan Kelembagaan dan Sumber Daya a. Masyarakat Penanggulangan Bencana b. c. d.

-

4.

5.

e. Terlatihnya anggota satuan linmas dalam penanggulangan bencana Penanganan Tanggap Darurat dan Pasca a. Meningkatnya penanganan korba pasca bencana Bencana Alam bidang kesehatan b. Tersedianya Bufferstock tanggap darurat Penanggulangan Kesehatan bagi pengungsi - Meningkatnya Kabupaten/Kota dalam manajemen korban bencana dan kerusuhan penanggulangan bencana dari 2 Kabupaten/Kota menjadi 20 Kabupaten/Kota. Penanggulangan Korban Bencana Alam a. Terlaksananya penanggulangan korban bencana -

654 or, 20 kab / Kota, 12 kali kemungkinan bencana/ tahun

6.

150 KK 40 orang

20 kab Kot, kecuali Kota Tasikmalaya, Bandung, Cirebon, Depok, Sukabumi Daerah rawan bencana 5 kab/kota

-

Dinas Kesehatan

-

Dinas Sosial

APBD, APBN

7.

8.

b. Terlaksananya pemantapan bagi anggota tagana baru Fasilitasi dan koordinasi peningkatan - meningkatnya pengetahuan aparat dan masyarakat kemampuan masyarakat melalui Pelatihan dalam mengantisipasi dan menanggulangi bencana terpadu pemuda dalam penanggulangan bencana Koordinasi dan Fasilitasi Penanggulangan - Terkoordinasinya penanganan bencana di Jawa Barat Bencana

Parapelaku (stakeholder) 26 kab./kota pembangunan kesos

-

Biro Bansos

-

Parapelaku (stakeholder) 26 kab./kota pembangunan kesos

-

Biro Bangsos

Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009

IV-32

NO 1 2

BID URUSAN PEMDA 2 Pekerjaan Umum

PROGRAM/KEGIATAN 3 2. Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Bersih dan Air Limbah Kegiatan : 1. Penyediaan Sarana dan Prasarana Air Bersih d Jawa Barat

SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 Tersedianya prasarana air bersih dalam rangka penanganan darurat bencana Tersedianya IPA (Instalasi Pengolah Air) mobile unit untuk penanganan darurat bencana di Jawa Barat -

TARGET PENCAPAIAN 5

LOKASI 6

PELAKSANA SKPD 7

SUMBER DANA 8

-

-

Pengolah air bersih yang siap untuk ditempatkan di lokasi bencana

Bakorwil Purwakarta dan Bakorwil Priangan

-

Distarkim

APBD

3

Perumahan

3. Program Lingkungan Permukiman Sehat

-

Terehabilitasinya permukiman akibat bencana alam

Kegiatan : 1. Penataan dan Peningkatan Kualitas Lingkungan Kawasan Permukiman

Terlaksananya perbaikan perumahan peningkatan kualitas lingkungan permukiman

dan

-

Rehabilitasi permukiman pasca bencana alam

Kab. Sukabumi, Kab. Cianjur

-

Distarkim

APBD

Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009

IV-33

Common Goals 6 : Pengendalian dan Pemulihan Kualitas Lingkungan NO 1 1 BID URUSAN PEMDA 2 URUSAN WAJIB Lingkungan Hidup PROGRAM/KEGIATAN 3 Pengendalian Pencemaran 1. Meningkatnya Luas dan Fungsi Kawasan Lindung b. Bogor.f. Berkurangnya Lahan Kritis di Kawasan Lindung Terfasilitasinya pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan hutan Terkendalinya kebakaran dan pengamanan hutan dari kerusakan Terehabilitasinya hutan dan lahan 250 orang dan 3 kelompok tani Jawa Barat Dinas Kehutanan Dinas Kehutanan Dinas Kehutanan Penyadaran dan pembinaan Jawa Barat masyarakat sekitar hutan Pelaksnaan rehabilitasi lahan Jawa Barat kritis dan pemeliaharaan pada tahun sebelumnya Penataan kawasan Tahura dan Kab/kota Bandung. serta pengelolaan kawasan kars kelas I serta objek-objek geowisata se Jabar Terkendalinya pemanfaatan ruang kawasan di kabupaten-kabupaten dengan dominasi ber-fungsi lindung Tersusunnya model dan strategi pemanfaatan ruang bagi kawasan-kawasan dalam mendukung fungsi lindung yang diembannya - - Distamben 2 Penataan Ruang 3. Kota Bandung Distarkim APBD Kegiatan : 1. Program Perusakan Lingkungan Hidup Kegiatan : 1. Pengendalian Pencemaran Air 2. Terkendalinya pemanfaatan ruang di kawasan resapan air b. Peningkatan Pengelolaan Tahura Ir. Bandung. kajian fungsi. Program Pengelolaan Kawasan Lindung Kegiatan : 1. berbasis fungsi lindung serta Kuningan peluang-peluangnya - Distarkim APBD 4. Rehabilitasi Hutan dan Lahan a. Fasilitasi dan Pengembangan EPCM dan SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 Meningkatnya Pengendalian Pencemaran Air TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 - Terkendalinya pencemaran air di DAS Prioritas Skala Provinsi Terlaksananya Program EPCM di Jawa Barat - Terpantaunya Kualitas Air dan Jawa Barat Tersusunnya Status Mutu Meningkatnya Kesadaran akan Jawa Barat Lingkungan pada Tingkat Manajemen - BPLHD BPLHD APBD APBD 2. Garut. pembindaan masyarakat sekitar Bandung Barat Tahura Identifikasi kondisi pacca penandaan serta pengelolaan kawasan lindung di kuar kawasan hutan Kawasan kars kelas I di Jawa 16 kabupaten Barat 4. Pengendalian Kebakaran dan Pengamanan Hutan Jabar 3. Juanda Meningkatnya fungsi pengelolaan kawasan lindung - - Dinas Kehutanan 5. Juanda - Meningkatnya pengelolaan Tahura dan peran masyarakat sekitar kawasan Tahura Ir. Program Pemanfaatan Ruang - Kegiatan : 1 Pemanfaatan Ruang Kawasan Jawa Barat - - Pengembangan kawasan Kab. Bekasi. Terkendalinya pemanfaatan ruang di kawasan hulu sungai Terselenggaranya kendali pemanfaatan ruang kawasan Bodebek-Punjur dan Kawasan Bandung Utara Terjaganya kondisi Bopunjur dan KBU kawasan Kab. Pengendalian Pemanfaatan Ruang Kawasan Jawa Barat Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-34 . Pengembangan Potensi Geologi Kawasan Lindung - Tersedianya drainase. Pemantapan Kawasan Lindung - - 6. Cianjur. Program Pengendalian Pemanfaatan Ruang a. Bandung Barat. Pembinaan Pengembangan Sumberdaya Hutan dan Ekosistemnya 2. Cianjur.

dan hutan - TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 - - Masyarakat agar terhindar dari resiko bencana Lokasi ditentukan kemudian - Biro Yansos APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-35 .NO 1 2 BID URUSAN PEMDA 2 Perumahan PROGRAM/KEGIATAN 3 5. Program Lingkungan Permukiman Sehat Kegiatan : 1 Pengendalian dampak resiko degradasi lingkungan di kawasan-kawasan sensitif dan rawan bencana SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 Terhindarnya permukiman dari dampak degradasi lingkungan Minimalisasi resiko bencana dan pengendalian lingkungan permukiman di kawasan sekitar mata air. situ.

Meningkatnya kinerja pengelolaan persampahan di Persampahan Jawa Barat b. Pembangunan jalan : 5. Meningkatnya cakupan pelayanan persampahan di perkotaan c. Pengawasan teknis Kab. 5. Pengawasan teknis 3 Peningkatan Jalan dan penggantian jembatan Meningkatnya nilai struktur. Common Goals 7 : Pengembangan Infrastruktur Wilayah NO 1 1 BID URUSAN PEMDA 2 URUSAN WAJIB Lingkungan Hidup PROGRAM/KEGIATAN 3 SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 1. Sukabumi. Tertatanya kondisi lingkungan di TPA Leuwigajah e. APBD Provinsi - Dept. Terencananya pengelolaan dan pembangunan sarana prasarana di TPA Nambo d. Danau dan Sumber Daya Air b.g. Terwujudnya percepatan pembangunan Waduk Jatigede Jatigede b.Kota Cimahi ngan pasca bencana Menjaga kondisi lingkungan Kab. Terlaksananya pembangunan Waduk Jatigede Konservasi Sungai. dan Soreang-Pasirkoja (Soroja) b. Biro Sarek APBN. APBD Provinsi Bapeda Kab. PKN persampahan Jawa Barat Metro Bandung. Terlaksananya pembebasan lahan untuk jalan tol . dan Tasikmalaya Jalur Horizontal Jabar Selatan yang berlokasi di Kab. PU. dan Tasikmalaya - Dept. Fasilitasi dan koordinasi pembangunan jalan tol a. Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan a. Garut. Terlaksananya penyelesaian pembangunan jalan dan jembatan di Jabar Selatan Kegiatan : 1. Kab/KotaBandung. Tertatanya kondisi lingkungan dan sosial di TPA Sarimukti - - Optimalisasi kinerja pengelo-laan PKN Bodebek. Meningkatnya peran serta masyarakat dalam pengelolaan persampahan Kegiatan : 1 Peningkatan pengelolaan persampahan di a. Pengelolaan dan a. Garut. Terlaksananya pembebasan lahan untuk jalan tol . Bandung dioperasionalkan TPA Nambo yang siap Kab. Pembangunan jalan dan jembatan . dan kapasitas jalan dan a. PKN Cirebon TPA Legok Nangka yang siap Kab. Dinas Bina Marga.± 97Ha Soreang-Pasirkoja 2. Terlaksananya persiapan pembangunan jalan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu). Meningkatnya kinerja Pusat Pengelolaan Jawa Barat Persampahan Jawa Barat (P3JB) b. Sumedang. PU Dinas Bina Marga APBN APBD Provinsi - Dinas Bina Marga APBD Provinsi Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-36 . Program Pengembangan. Cianjur.0 Km dan b. Pembangunan jembatan : 120 m. Program Pembangunan Jalan dan Jembatan a. Terfasilitasi dan terkoordinasinya pembangunan Waduk Jatigede 3.5 Ha Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) b. Terwujudnya penyelesaian permasalahan sosial bagi Lainnya pembangunan Waduk Jatigede Kegiatan : 1 Dukungan Percepatan Pembangunan Waduk a. Dinas PSDA. Bandung Barat sekitar TPA - Distarkim APBD - Distarkim Distarkim Distarkim Distarkim APBD APBD APBD APBD 2 Pekerjaan Umum 2. Ciamis. Bogor dioperasionalkan Mengembalikan kondisi lingku.0 Km dan jembatan sepanjang 120 m c. Terencananya pengelolaan dan pembangunan TPA Legok Nangka c.0 km Jabar Selatan melalui pembangunan jalan sepanjang b. Peningkatan jalan : 19 Km jembatan pada ruas-ruas jalan di Jabar Selatan melalui peningkatan jalan sepanjang 19. Cianjur. Penggantian Jembatan : 40 m penggantian jembatan sepanjang 40 m c.Meningkatnya aksesibilitas pada ruas-ruas jalan di a. Jalur Horizontal Jabar Selatan yang berlokasi di Kab Sukabumi.± 238. Majalengka. Ciamis. Sumedang - Biro Sarek.

dan Tasikmalaya Jalur Horizontal Jabar Selatan yang berlokasi di Kab. Rehabilitasi Jalan dan Jembatan Mengembalikan kondisi pada ruas-ruas jalan dan a. Perhubungan APBN - Dept. dan Tasikmalaya - Dinas Bina Marga APBD Provinsi 2. Garut. Sukabumi. b. Garut. Terlaksananya persiapan pembangunan Bus Way Bandung dan Bodebek b. Meningkatnya kualitas jalur kereta api melalui peningkatan. penambahan jalur Kereta Api Bdg-Cicalengka. Pengawasan teknis pemeliharaan berkala/rehabilitasi jalan Jalur Horizontal Jabar Selatan yang berlokasi di Kab. Kembalinya kondisi kemantapan jalan sesuai dengan rencana yang sudah diperhitungkan dalam desain melalui pemeliharaan berkala. Terlaksananya pengembangan Pelabuhan Laut Cirebon dan Cilamaya Tersedianya pembangunan selther dan jembatan penyebrangan orang di Bodebek dalam rangka pelayanan trayek Bus Way Terwujudnya pengembangan angkutan massal di Jawa Barat Wil. Program Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan dan Jembatan SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 a. Cianjur. revitalisasi dan penambahan jalur KA - c. RancaekekJatinangor. Program Pembangunan Prasarana dan Fasilitas Perhubungan a. Perhubungan APBN Kegiatan : 1. Cianjur. Perhubungan APBN Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-37 . Program Pengembangan Permukiman Kegiatan : 1 Fasilitasi Pembangunan Bandung West Java Stadium - Terfasilitasinya pembangunan sarana olah raga Bandung West Java Stadium di Kota Bandung Terlaksananya pembangunan sarana olah raga Jawa Barat di Kota Bandung Terbangunnya stadion olah raga Kota Bandung Jawa Barat Distarkim APBD - 4 Perhubungan 6. Ciamis. Terpeliharanya kondisi jalan sesuai dengan umur rencananya. - TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 Kegiatan : 1. Bekasi (Bodebek) Dept. Rehabilitasi jalan jembatan yang mempunyai kondisi sedang melalui b.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEGIATAN 3 4. Ciamis. c. Kembalinya kondisi kemantapan jalan dan jembatan sesuai dengan rencana yang rusak akibat tidak diperhitungkan dalam desain melalui pemeliharaan / rehabilitasi jalan dan jembatan. Sukaumi. Bogor. Terlaksananya pengembangan angkutan massal di Metropolitan Bandung dan Bodebek b. Terlaksananya pembangunan Bus Line - Jalur KA BandungSoreang. Pembangunan angkutan massal di Metropolitan a. peningkatan jalur KA Bandung-SukabumiBogor Tersedianya pembangunan Metropolitan Bandung selther dan jembatan penyeberangan orang dalam rangka pelayanan trayek Bus Line - Dept. Pemeliharaan Jalan dan Jembatan - Terpeliharanya kondisi ruas-ruas jalan pada ruas jalan di Jabar Selatan sesuai dengan umur rencana melalui kegiatan pemeliharaan rutin jalan - Pemeliharaan jalan - Dinas Bina Marga APBD Provinsi 3 Perumahan 5. Terlaksananya persiapan pembangunan Bandara Internasional Kertajat c. Depok.

NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 2. Tersusunnya Rencana Teknis Terinci Fasilitas Sisi Udara Bandara Internasional Kertajati - - Dinas Perhubungan APBD Provinsi Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-38 . Majalengka untuk pembangunan Bandara Internasional Kertajati Terpenuhinya kelaikan peran. Terlaksananya pembebasan lahan Kertajati - 5 6 Tersedianya pembebasan lahan Kab.Majalengka cangan detail desain fasilitas Sisi Udara Bandara Inter-nasional Kertajati b. PROGRAM/KEGIATAN SASARAN PROGRAM/KEGIATAN TARGET PENCAPAIAN LOKASI - PELAKSANA SKPD 7 Biro Perlengkapan SUMBER DANA 8 APBD Provinsi 3 4 Persiapan pembangunan Bandara Internasional a.Kab.

Meningkatnya cakupan elektrifikasi perdesaan Daya Mineral Ketenagalistrikan dan Energi b. Implementasi Desa . Bekasi Penyediaan sistem air minum di Kab. Karawang. Penyediaan Sarana dan Prasarana Air Bersih di a. Terfasilitasinya kapasitas teknis pengelolaan air minum dan air limbah di kabupaten/kota Kegiatan : 1. Pengembangan Jaringan Listrik Perdesaan . Meningkatnya kinerja pengelolaan dan cakupan Air Bersih dan Air Limbah pelayanan air bersih di Jawa Barat b. dan Cirebon 400 Unit Biogas. Common Goals 8 : Kemandirian Energi dan Kecukupan Air Baku NO 1 1 BID URUSAN PEMDA PROGRAM/KEGIATAN SASARAN PROGRAM/KEGIATAN TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 3 4 2 URUSAN WAJIB Energi dan Sumber 1.h. Meningkatnya cakupan pelayanan bagi kawasan rawan air bersih di Pantura c. Biodiesel dan Perkuatan Instalasi Karawang. lingkup ibukota kecamatan Tasikmalaya. Terencananya pengembangan sistem penyediaan air minum (SPAM-IKK) ibukota kecamatan di beberapa kabupaten/kota - - Distamben Distamben APBD APBD - - - Semakin banyak masyarakat Jawa Barat yang menikmati air bersih Terlayaninya desa-desa rawan air Kab. Penyediaan energi alternatif bagi masyarakat melalui pengembangan bioenergi - Meningkatnya Penggunaan energi alternatif (bioenergi. Indramayu. Garut DAS . Tersedianya informasi potensi sumber energi terbarukan di Jawa Barat c.desa mandiri energi di Jawa Jawa Barat Barat 5. Tasikmalaya. Meningkatnya kinerja pengelolaan dan cakupan pelayanan air bersih di Jawa Barat Jawa Barat b. Cianjur. Terbangunnya PLTMH dan PLTS untuk meningkatkan cakupan dan akses pelayanan listrik bagi masyarakat Pra KS yang belum berlistrik - b.Meningkatkan akses listrik masyrakat di perdesaan 2. Sukabumi. Purwakarta. Kuningan. Pengembangan Listrik Energi Terbarukan a. 7 Demplot Biokerosene Tasikmalaya.000 KK. 1 Unit Demplot Sumedang.Terwujudnya desa .Desa Mandiri Energi di . bioethanol dan biokerosene) di masyarakat sebagai pengganti BBM - - Distamben APBD 4. Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan a. Purwakarta. 11 desa belum Jawa Barat berlistrik di Cianjur dan Garut 11 Unit PLTMH dan 300 Unit Kab. Cianjur.sektor pengguna d. Tersedianya instrumen kebijakan dalam rangka penghematan energi c. PLTS Subang. Ciamis. Kuningan 5 Desa Mandiri Energi (DME) Jabar Selatan Kampanye konservasi dan Jawa Barat penghematan energi di 4 sektor pengguna Kajian penghematan energi di sektor transportasi Pelatihan calon manajer energi sebanyak 40 orang Audit energi di sektor industri dan bangunan komersial pengelola - Distamben Distamben APBD APBD - Distamben Distamben APBD APBD 3. Ciamis. Sukabumi. Bioethanol. Bogor. Karawang. biodiesel. 1 Unit Demplot Kab. bersih Subang. Cianjur. Purwakarta. Meningkatnya manajemen energi di sektor . Majelengka. Meningkatnya kompetensi pengelola/penerima bantuan peralatan energi alternaif - 20. Berkembangnya penciptaan dan pemanfaatan energi terbarukan Kegiatan : 1. Kota Tasikmalaya. Subang.DAS Prioritas Jawa Barat 100 Orang alternatif energi Kab. Tasikmalaya. Terselenggaranya pemantauan energi di sektor sektor pengguna 2 Pekerjaan Umum 2. Meningkatnya kepedulian masyarakat akan Penghematan Energi pentingnya penghematan energi b. Program Pembinaan dan Pengembangan Bidang a. Garut. Bogor - Distarkim Distarkim APBD APBD - Distarkim APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-39 . Peningkatan Upaya Konservasi dan a.

Bekasi - Distarkim APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-40 . g. Cirebon. masyarakat perdesaan Indramayu. - Peningkatan kualitas kesehatan Kab.000 liter untuk daerah rawan air Terkendalinya kegiatan pembangunan dan pengelolaan SPAM perkotaan dan perdesaan di Jawa Barat Tersedianya air bersih di desa-desa yang belum terlayani sistem PDAM. Karawang. f. Subang. - - Distarkim Distarkim Distarkim APBD APBD APBD h. desa terpencil dan desa tersisolir TARGET PENCAPAIAN LOKASI - PELAKSANA SKPD 7 Distarkim SUMBER DANA 8 APBD - 5 6 Peningkatan kinerja pengelola air 11 PDAM di Jawa Barat minum Tersedianya sumber air baku untuk air minum Terlayaninya daerah yang jauh dari jangkauan sistem air bersih Terkendalinya pembangunan SPAM PKN Cirebon Bakorwil Purwakarta dan Bakorwil Bogor 10 Kabupaten e. SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 Terfasilitasinya peningkatan kapasitas teknis dan manajemen pengelolaan air minum di kabupaten/kota Terpenuhinya air baku untuk kebutuhan sistem penyediaan air minum di PKN Cirebon Tersedianya mobil penampungan air bersih kapasitas 5.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEGIATAN 3 d.

Dinkes. Tinggi dalam pendidikan menengah tinggi untuk menunjang Pembangunan di Jawa Barat peningkatan kualitas pembangunan di Jawa Barat Peningkatan Mutu dan Daya Saing Pendidikan a. PMR. 4650 26 Kab/Kota CD pembelajaran Tersedianya naskah bahan ajar.Disdik PELAKSANA SKPD 7 APBD SUMBER DANA 8 1 2 A. Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar SASARAN PROGRAM/KEG 4 a. Program Pendidikan Menengah dan Tinggi a. Meningkatnya tata kelola pelayanan pendidikan yang berpihak pada masyarakat c. APBN. dan 168 calon asesor guru SMK 57. Meningkatnya kualitas jaringan/sistem informasi data base Terlaksananya pendidikan budi pekerti bagi siswa SD/MI dan SMP/MTs TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 Jawa Barat .Disdik APBN.600 buah modul cetak. Meningkatnya ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan sesuai standar b. 26 Kab/Kota CD dan video pembelajaran. APBD Prov. APBD Prov.26 Kab/Kota learning bagi guru SD/MI. dan set alat peraga Pelatihan pembelajaran e. Meningkatnya relevansi pendidikan dengan kebutuhan pasar kerja . TK-SD Satu Atap di Jawa Barat - APBD Prov 2.560 siswa SMK. 26 Kab/Kota OSIS.Disdik APBD . Terlaksananya uji coba pemanfaatan media pembelajaran d. SD. 26 Kab/Kota pembinaan penyelenggaraan TK dan SD Jawa Barat . Tersedianya modul cetak mata pelajaran kompetensi produktif Pemberdayaan a.272 guru.Biro Yansos APBD Kegiatan : 1 Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK Tingkat Provinsi Jawa Barat dan Penilaian Vocasional di Kab/Kota se Jawa Barat 2 - Meningkatnya kompetensi siswa SMK di tingkat Provinsi dan Nasional - 3 Koordinasi Peningkatan Peran Serta Lembaga. Paskibra Sekolah Pembinaan Tk/SD satu Atap. dan SMA/SMK uji coba pemanfaatan di 100 26 Kab/Kota SD/SMP/SMA/SMK Expo Pendidikan Teknologi 26 Kab/Kota dengan 150 peserta . URUSAN WAJIB 1.Disdik. Terlaksananya layanan pendidikan teknik kejuruan Kejuruan bagi guru dan siswa SMK yang berkualitas - - Peserta LKS Tingkat Provinsi 26 Kab/Kota sebanyak 700 siswa dan Tim LKS Tingkat Nasional sebanyak 150 siswa Rapat koordinasi yang diikuti 26 Kab/Kota peserta dari kab/kota se Jawa Barat Pelatihan praktek kejuruan teknik 26 Kab/Kota bagi 4. APBD Prov.Biro Yansos APBD . Tersedianya bahan ajar dan alat peraga - . Pembinaan Kelembagaan dan Peningkatan Mutu TK/SD di Jawa Barat - Meningkatnya kualitas ekstrakurikuler di sekolah aktivitas kegiatan - Pengembangan kurikulum dan Jawa Barat pelaksanaan Pilot Project pendidikan budi pekerti di 260 SD/MI dan 260 SMP/MTs Rakor Wajar Dikdas dan Jawa Barat Pemberantasan Buta Aksara sebanyak 2 kali untuk 260 peserta Pengembangan kegiatan UKS. 4 Pengembangan BPTP Mutu dan b.Disdik .Disdik APBD . workshop kompetensi kejuruan teknik bagi 1.Terkoordinasikannya kegiatan lembaga-lembaga lembaga Pendidikan Menengah.Disdik . Biro Yansosdas Disdik APBD Prov - Meningkatnya kualitas kelembagaan dan penyelenggaraan TK.Disdik APBN. Pendidikan Kegiatan : 1 Pengembangan Pembelajaran Budi Pekerti di Sekolah 3 Koordinasi Pelaksanaan Wajar Dikdas 9 Tahun di Jawa Barat - Terlaksanya koordinasi dan sinergitas percepatan penuntasan Wajar Dikdas 9 tahun di Jawa Barat - 4. Pembinaan dan Pengembangan Kegiatan Ekstrakulikuler Tingkat Jawa Barat Tahun 2009 5.. SMP/MTs. Meningkatnya penerapan model pembelajaran elearning - c. Meningkatnyan kualitas lulusan pendidikan menengah b. b. Terlaksananya Expo Pendidikan Teknologi Jawa Barat - Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-41 .2 PROGRAM PENUNJANG (NON COMMON GOALS) NO BID URUSAN PEMDA PROGRAM/KEG 3 1.4.Biro Yansos APBD .

5 layanan khusus. APBD 2 b. alat bantu low vision. APBD b. 1 pengembangan diri. Terwujudnya Fasilitasi Resource Center sebagai pusat Jawa Barat rujukan dan dukungan bagi pembinaan programprogram SLB Tersedianya fasilitas Resource 26 Kab/Kota Center berupa CCTV.Biro Yansos . penambahan RKB dan pembangunan USB SLB Pengembangan Kurikulum Pembelajaran dan a.Disdik. Terlaksananya UN . Terwujudnya sistem pendidikan yang mengarah pada pembangunan manusia Jawa barat yang utuh c.Disdik . Program Pendidikan Non Formal SASARAN PROGRAM/KEG 4 a. Meningkatnya kualitas sarana prasarana SLB b.Meningkatnya keterampilan dan kreativitas siswa SLB - .Disdik APBD 3 4 5 Peningkatan Kesejahteraan Guru PLB dan Pendampingan pada Program Inklusi di Jawa Barat Pelatihan Tenaga Pendidik dan Kependidikan SLB Negeri dan Swasta di Jawa Barat Peningkatan Keterampilan dan Kreativitas Siswa SLB c.Biro Yansos . Terlaksananya rehabilitasi. dan 3 kelompok keterampilan adaptif. 26 Kab/Kota Pengembangan dan pembinaan sekolah inklusi di Jawa Barat 20 kali pelatihan untuk 1. APBD APBN.Disdik SUMBER DANA 8 APBN Kegiatan : 1 Fasilitasi dan Apresiasi Kepada Para Teladan Tingkat Provinsi Jawa Barat 2 Fasilitasi Pengelolaan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebagai Persiapan wajar Dikdas 4.Disdik .Disdik APBN. Meningkatnya kemampuan siswa dalam mengikuti pembelajaran c. Meningkatnya pelayanan berkebutuhan khusus pendidikan anak - . Program Pendidikan Luar Biasa - Meningkatnya penghargaan kepada masyarakat Jawa Barat yang berprestasi di bidang pendidikan Meningkatnya akses masyarakat terhadap layanan PAUD - Penghargaan kepada 200 orang Jawa Barat teladan di Jawa Barat Fasilitasi pembinaan bagi Jawa Barat pengelola PAUD sebanyak 2 kali 26 Kab/Kota .Disdik APBN.SLB . pendidik dan tenaga kependidikan yang profesional dan produktif b.Biro Yansos APBD APBD APBD APBN APBD a. Meningkatnya tata kelola pelayanan pendidikan yang berpihak pada masyarakat e. RKB dan USB SLB 26 Kab/Kota se Jawa Barat Pengembangan kurikulum untuk 26 Kab/Kota 11 mata pelajaran. alat bantu dengar.Disdik APBN. alat penunjang aksesibilitas fisik penyandang cacat tubuh.Terfasilitasinya peningkatan kualifikasi guru PLB. Biro Yansosdas . Rehabilitasi.Biro Yansos . Terlaksananya Pengembangan dan penerapan Sistem Penilaian SLB kurikulum 2007 (KTSP) - . Meningkatnya kualitas guru SLB - Kegiatan : 1 Pengembangan Sarana dan Prasarana SLB di a. Kegiatan Kepramukaan SLB . 3 mulok. 26 Kab/Kota Lomba Keberhasilan Pembelajaran Guru. Meningkatnya kualitas jaringan/sistem ionformasi data base pendidikan f. Meningkatnya kualitas/mutu lembaga. APBD 5. Meningkatnya partisipasi pendidikan non formal masyarakat dalam TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 . APBD APBN. APBD - .NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG 3 3.Disdik APBN. Meningkatnya ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan sesuai standar d. serta fasilitasi pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus di sekolah umum . Implementasi hasil pemetaan Jawa Barat anak berkebutuhan khusus di Jawa Barat UN di SLB se Jawa Barat 26 Kab/Kota Penyetaraan bagi guru PLB. Meningkatnya kualitas dan kuantitas penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) b.000 26 Kab/Kota orang guru Lomba Kreativitas Siswa SLB. Program Manajemen Pelayanan Pendidikan a. APBD APBN.Disdik . Meningkatnya hasil penelitian dan kajian di bidang pendidikan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-42 .Meningkatnya Pengetahuan dan kemampuan guru SLB dalam PBM .

200 anggota MKKS. APBD . Pengembang Kurikulum. Biro Yansos APBD APBD . MGMP dan MKKS dan MGMP di Jawa Barat Lembaga Tri Partit b. Program Sumberdaya Kesehatan - APBN. Terlaksananya skoring hasil UAS BN SD/MI se Jawa Barat Pembinaan dan Pemberdayaan Perpustakaan .Disdik SUMBER DANA 8 APBD 2 3 Pembinaan dan Pengembangan MBS Serta Implementasi Pendidikan Berbasis Masyarakat (PBM) Perencanaan. dan calon peserta UAS BN untuk SD/MI Skoring hasil UAS BN SD/MI se 26 kab/kota Jawa Barat 26 Kab/Kota pembinaan tenaga pengelola perpustakaan sekolah Tersedianya hasil kajian Jawa Barat Pengembangan Wajib Belajar 12 Tahun di Jawa Barat hasil kajian tentang pengem. Pengembangan dan Pengelolaan Sekolah Alternatif dan Non Formal untuk Meningkatkan Daya Tampung dan Partisipasi Pendidikan di Jawa Barat Fasilitasi Guru Madrasah Diniyah di Jawa Barat Meningkatnya daya tampung dan angka partisipasi pendidikan di Jawa Barat Revitalisasi dan Refungsionalisasi SIM Dinas Pendidikan - - .Disdik . dan laporan kegiatan pembangunan pendidikan 100 orang Tim Pengembang 26 Kab/Kota Kurikulum.Disdik APBN. - Biro Yansosdas APBD 2.Jawa Barat canaan. Terlaksananya pemberdayaan Lembaga Tri Partit sebagai bentuk kerjasama antara sekolah. SMA dan SMK serta Ijasah SD - SASARAN PROGRAM/KEG 4 TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 .Disdik APBD 6 - 7 - - 8 9 10 - Sosialisasi Pelaksanaan UN Jawa Barat untuk 260 orang dan sosialisasi Paket A. SMA dan SMK kendali jenjang TK.Balitbangda APBD APBN APBD . pemerintah dan DUDI Meningkatnya pemanfaatan SIM Dinas Pendidikan Prov.Terlaksanya fasilitasi dan koordinasi serta sinergitas Jawa Barat pembangunan bidang pendidikan dengan seluruh stakeholders Pendampingan Penyelenggaraan Ujian a. dan 500 anggota MGMP Implementasi program kerja Tri 26 Kab/Kota Partit dan upaya Job Matching antara lulusan SMK dengan DUDI Penyediaan data dan infor-masi Jawa Barat melalui SIM Dinas Pendidikan .Balitbangda APBD 11 - Terlaksananya bantuan peningkatan kesejahteraan bagi Guru Madrasah Diniyah di Jawa Barat Meningkatnya kualitas dan kuantitas tenaga kesehatan serta berfungsinya pelayanan keseshatan baik dasar maupun rujukan. B. SMP. Terwujudnya pemberdayaan Tim Jaringan Kurikulum. Jawa Barat dalam menyediakan dan mengelola data dan informasi pendidikan yang lengkap dan aktual Fasilitasi Pembangunan Bidang Pendidikan di .Pengembangan MBS dan 26 Kab/Kota pendidikan berbasis sekolah dan masyarakat implementasi PBM Terwujudnya perencanaan pembangunan pendidikan antara provinsi dan kabupaten/kota yang terintegrasi. SMP. Penyusunan dokumen peren.000 Madrasah Diniyah Guru 26 kab/kota . Nasional (UN) dan UAS Berstandar Nasional di transparan dan akuntabel di Jawa Barat Jawa Barat b. SMA/SMK/MA.Disdik APBN. Evaluasi dan Koordinasi Pembangunan Pendidikan Tersedianya dokumen penilaian prestasi belajar a.Jawa Barat bangan sekolah alternatif dan non formal untuk meningkat-kan daya tampung dan angka partisipasi Insentif bagi 10.Disdik APBD 4 Revitalisasi dan Pemberdayaan Tim a. SD. Meningkatnya jumlah petugas kesehatan yang kompeten dalam memberikan pelayanan kesehatan Ibu Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-43 . Kab/Kota 350 orang petugas yankes ibu Provinsi nifas . SMK Tahun Ajaran 2009/2010 b.Disdik . SD.Dinas Kesehatan APBD APBD Kegiatan : 1 Peningkatan Kualitas Kesehatan Kompetensi Petugas a. SD.Disdik.Meningkatnya kualitas layanan perpustakaan di Sekolah sekolah Kajian Pengembangan Wajib Belajar . MKKS. efektif.Disdik . Kesehatan 6. SMA.Disdik APBN.Biro Yansos APBD . APBD - . SMP. Terselenggaranya UN dan UAS secara efisien. APBD 5 - . Tersedianya Ijasah SD Tahun Jawa Barat Ajaran 2009/2010 Meningkatnya kualitas layanan penyelenggaraan . Provinsi. C untuk 260 orang Pendataan calon peserta UN 26 kab/kota SMP/MTs.Tersedianya acuan/referensi bagi upaya pencanangan Pendidikan 12 Tahun Wajib Belajar 12 Tahun di Jawa Barat Penelitian.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG 3 Kegiatan : 1 Pengadaan Raport TK. Tersedianya raport dan buku Jawa Barat murid/siswa TK. evaluasi.

d. Evaluasi Peserta Diklat 2008 Teregistrasinya seluruh lulusan baru dan lulusan lama tenaga Perawat. Terpilihnya tenaga kesehatan berprestasi dari 5 jenis tenaga kesehatan c. Dr. RSD. Sewa Penginapan 36 or/hr Meningkatnya kualitas dan kinerja SDM RS Pemerintah dan Swasta 26 Kab/Kota 26 Kab/Kota RSJ Bandung RSJ Bandung RSJ Cimahi . Tenaga Kesling Dinkes Kab/Kota f. .000 lbr./Kota 60 Orang Japung PKM & Epidemiologi 30 orang tenaga nutrisionis 30 tenaga penyuluh 300 Orang 10. SH. Honor Tenaga Ahli/Narasumber 6 or/keg. sertifikasi sarana a. Perawat Gigi. dr. R. RS. Terapi Wicara. Slamet Garut. Tenaga Nutrisionis h. Tenaga Bidan Dinkes dan RS Kab/Kota d Tenaga Labkesda e. Al Ihsan RSD. Belanja Registrasi 1 keg. Cianjur. Yamsudin. Apoteker. RSD.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG 3 SASARAN PROGRAM/KEG 4 b. Dokumentasi dan Publikasi 2 keg. Refraksionis Optisien. R. Okupasi Terapi Meningkatnya jumlah RS yang terakreditasi 5 pelayanan dari 24 menjadi 26 RS Meningkatnya jumlah RS yang terakreditasi 12 pelayanan dari 9 menjadi 11 RS Meningkatnya jumlah RS yang terakreditasi 16 pelayanan dari 2 menjadi 4 RS Meningkatnya kualitas yankes RS. RSD. Bidan. Tenaga Jabfung PKM dan Epidemiologi - TARGET PENCAPAIAN LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 5 60 orang petugas yankes bayi Provinsi dan balita 100 orang petugas yankes anak Provinsi usia sekolah 60 orang Dokter Dinkes Provinsi Kab. RSD. RSD.RSJ Bandung . Cibinong. Meningkatnya jumlah petugas kesehatan yang kompeten dalam memberikan pelayanan kesehatan bayi dan balita c. 4 Pemberian rekomendasi izin tenaga asing Peningkatan kinerja tenaga kesehatan Meningkatnya RS pendidikan dari 3 RS menjadi 5 RS - 3 RS - 2 RS 100% tenaga asing mendapat rekomendasi 15 tenaga kesehatan 27 tenaga kesehatan a. RSD. Terpantaunya TKKI dan TKKA yang melaksanakan praktik di Jawa Barat b. SH. RSD. Kab. Penggandaan Dokumen 100. Fisioterapi. Ciamis RSD. pasca akreditasi 5. Tenaga Perawat Dinkes Dan RS Kab/Kota c. RSD.Kuningan RSD. Jampang Kulon./Kota 100 Bidan Dinkes & RS Kab/Kota 75 Orang Tenaga Labkesda 120 Orang Tenaga Kesling Kab.Dinas Kesehatan 3 akreditasi. Slamet Garut. Sumedang. RSD.Dinas Kesehatan RSD. Meningkatnya RS Kab/Kota status BLU dari 2 RS menjadi 5 RS f. Karawang. Waled. e. Karawang. Ass. 12. sertifikasi tenaga kesehatan skala provinsi sesuai peraturan perundang-undangan Registrasi. Bekasi. Syamsudin. Radiografer. Terpenuhinya biaya operasional tugas belajar lanjutan Meningkatnya pendidikan perawat Meningkatnya kinerja pegawai dalam memberikan pelayanan Terfasilitasinya Kegiatan 40 or/keg. Cetakan 40 bk.RSP Sidawangi Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-44 .000 tenaga kesehatan - - g. kesehatan undangan Dinkes Provinsi . RSD. c. - 2 RS 3 RS 2 RS 6 RS RSD. Banjar.RSJ Bandung .Dinas Kesehatan 5 6 7 Penyetaraan pendidikan aparatur Peningkatan mutu pelayanan untuk meningkatkan PAD Pelaksanaan Tata Kelola RS menjadi BLUD - 20 orang 218 orang 3 kegiatan . Syamsudin./Kota 226 Orang tenaga perawat Dinkes & RS Kab. Tenaga Dokter Dinkes Kab/Kota b. Meningkatnya jumlah petugas kesehatan yang kompeten dalam memberikan pelayanan kesehatan anak usia sekolah a. sesuai peraturan perundangb. Sewa Kendaraan 2 keg.RSJ Cimahi 8 Peningkatan Kemampuan SDM RS - - 1 paket RSP Sidawangi . Sumedang. RSD. S. akreditasi. RSD. 16 pelayanan 2 Registrasi. Tenaga Kesehatan lainnya Dinkes dan RS Kab/Kota j. SH.

Cililin. RSD.Dinkes . - 6 7 8 Penyediaan perlengkapan Pasien Renovasi Gedung Rumah sakit (lanjutan) Pemeliharaan alat kesehatan/kedokteran dan sanitasi rumah sakit Penyediaan bahan pelayanan terapi - - Terlaksananya pemerikasaan BPLK laboratorium sebanyak 119. RS.RSJ Bandung . Provinsi.89 m2 6 jenis RSJ Bandung . R. Subang RSD. Pameungpeuk. Jampang kulon. 2 model pelayanan kesehatan dasar swasta (BP dan RB) sesuai standar di Jawa Barat Dokumen Prototype Bangunan RB & BP Swasta di Jawa Barat RSD. distribusi sediaan farmasi alat kesehatan.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 9 10 11 12 13 14 PROGRAM/KEG 3 Kemitraan pencegahan dan pemnberantasan penyakit menular Kemitaraan alih teknologi kedokteran dan kesehatan Kemitraan peningkatan kualitas dokter dan para medis Kemitraan pengobatan lanjutan bagi pasien rujukan Peningkatan mutu pelayanan SASARAN PROGRAM/KEG 4 Meningkatnya koordinasi penanganan penyakit paru dengan Provinsi dan Depkes meningkatnya kemampuan petugas dalam pengoperasian alat-alat kedokteran meningkatnya kualitas dokter. RSD.Dinas kesehatan Terpenuhinya bahan pemerikasaan laboratorium dan penunjang pemeriksaan laboratoriu Perlengkapan makan dan tidur pasien 100 TT Lanjutan rehabilitasi Gedung Perawatan Pasien seluas 751 m2 Terpeliharanya alat kedokteran sebanyak 80 unit. Slamet Garut. Pemerintah c. SH. Gn.RSJ Bandung Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-45 . Terpenuhinya sarana gedung isolasi flu burung di 2 RS.KP4 Cirebon .294. perbaikan dan pemeliharaan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan BKKM - Meningkatnya pelayanan kesehatan di BKKM - 4 5 Sertifikasi dan pengendalian produksi. Pagelaran Cianjur.RSJ Bandung 9 - - . Syamsudin. Puskesmas Meningkatnya kinerja SDM Rumah Sakit Dalam pelayanan kesehatan jiwa TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 KP4 Cirebon KP4 Cirebon KP4 Cirebon KP4 Cirebon PELAKSANA SKPD 7 . perbekalan kesehatan rumah tangga kelas I Pengembangan Laboratorium Kesehatan - meningkatnya sertifikasi kab/kota yang menyelenggarakan - RSHS. Rotinsulu. Indramayu. 29 RS Pemerintah di Kab/Kota Tersusunnya master plan. 15 kab/kota 15 kab/kota . kesehatan RSJ Bandung dan sanitasi rumah sakit seluas 3. RSD. RSD. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Pelayanan Kesehatan 230 orang PNS dan 142 Orang RSJ Cimahi Non PNS Jawa Barat APBD - Meningkatnya kuaitas dan kuantitas sarana dan prasarana pelayanan kesehatan serta terpenuhinya kebutuhan obat baik generik maupun esensial serta makanan pasien.KP4 Cirebon . Tasikmalaya. BKKM terbangunnya gedung rawat inap 600 M. Indramayu. Dr.89 m2 Tersdianya bahan pelayanan terapi untuk mendukung proses penyembuhan pasien rawat inap. Terpenuhinya sarana dan prasarana Rumah Sakit - 3 Pengadaan. RSD.RSJ Bandung . RS. Pemerintah dan prasarana RS b.294. Jati Kab/Kota RSUD . Pelabuhan Ratu. Gn.Dinas Kesehatan .Dinas Kesehatan . Jati. Terpenuhinya peralatan kesehatan RS PONEK - d.KP4 Cirebon . paramedis dan tenaga aparatur Meningkatnya koordinasi penanganan penyakit paru dengan Dinkes Kabupaten/Kota.420 test 100 tempat tidur RSJ Bandung 751 M2 RSJ Bandung 80unit alat kedokteran. Kab/Kota APBD APBD Kegiatan : 1 Penyusunan Prototype Dasar Swasta 2 Sarana Kesehatan - Pemenuhan dan peningkatan fasilitas sarana a. Bayu Asih Purwakarta. RS Kab.RSJ Cimahi Balitbangda SUMBER DANA 8 - - Kegiatan Peningkatan Koordinasi dan Penetapan Jaringan Kerjasama Penelitian dan Pengembangan (Jarlitbang) Kesehatan di Jawa Barat 7. RSD. RSD. RSD. RS Pangandaran. Indramayu. RS. RSP. alkes dan alat laboratorium. RSD.Dinas Kesehatan APBN. peningkatan. terjaganya sanitasi rumah sakit seluas 3. Cimacan.KP4 Cirebon . Terpenuhinya sarana & prasarana alat kesehatan utk pelayanan kesehatan flu burung di 7 RS.

nebulizer Terputusnya mata rantai penyebaran penyakit dan menurunnya kejadian luar biasa - 8.RSP Sidawangi 20 21 22 23 24 25 Pengadaan alat kesehatan habis pakai Pemeliharaan alat kesehatan/ kedokteran dan gedung perawatan Pengadaan obat-obatan penunjang di Rumah Sakit Pengadaan bahan kimia/laboratorium Pengadaan makan & minum pasien Pengadaan Obat dan perbekalan kesehatan - - 1 paket 12 bulan 12 Bulan 12 Bulan 12 Bulan 12 bulan RSP Sidawangi RSP Sidawangi RSP Sidawangi RSP Sidawangi RSP Sidawangi KP4 Cirebon . 1 Provinsi dokumen inventory dan 1 dokumen hasil litbang . Peningkatan Kualitas Pelayanan Kesehatan Haji - 2 3 4 Terwujudnya pelayanan kesehatan sesuai standar kepada semua calon jemah haji di embarkasi dan Kab/Kota Penerapan Manajemen Sistem Informasi a. DPA. 1 unit RSJ Cimahi bangunan rehabilitasi dan 3 unit peralatan kesehatan 5 unit RSJ Cimahi terpenuhinya 2 jenis obat yaitu RSJ Cimahi psikotropi dan non psikotropi selama 12 bulan 30 jenis untuk 12 bulan RSJ Cimahi 12 bulan 1 paket 1 paket RSJ Cimahi RSP Sidawangi RSP Sidawangi .RSJ Bandung .RSJ Cimahi . instalasi pengolahan air limbah. spirometri.Dinas Kesehatan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-46 .NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 10 11 12 13 PROGRAM/KEG 3 Penyediaan Obat-obatan pasien Penyediaan makanan dan minuman pasien dan petugas khusus Pengadaan alat terapi pasien rehabilitasi Peningkatan sarana dan prasarana penunjang pelayanan kesehatan Perbaikan dan pemeliharaan sarana dan prasarana kesehatan Penyediaan Obat-obatan pasien SASARAN PROGRAM/KEG 4 Tersedianya obat-obatan untuk mendukung proses penyembuhan pasien rawat inap dan jalan Terpenuhinya makan dan minum pasien dan petugas khusus tersedia dan terlaksananya alat terapi rehabilitasi terlaksananya penambahan gedung perawatan isolasi wanita dan bangunan rehabilitasi pasien napza dan tersedianya alkes Meningkatnya keakurasian hasil pemeriksaan alat kesehatan Terpenuhinya obat-obatan untuk pelayanan rawat inap dan rawat jalan serta UGD Tersedianya alat habis pakai dan reagen laboratorium Terpenuhinya makan dan minum pasien dan petugas khusus Terpenuhinya kebutuhan peralatan kesehatan dan kedokteran Tersedianya peralatan penangkat petir.RSP Sidawangi . Tersedianya Hasil Data Inventory Pelayanan Kesehatan dan Hasil Litbangkes Kesehatan dalam rangka mendukung Manajemen Kesehatan Pelaksanaan Evaluasi Hasil Kinerja Bidang .RSJ Bandung . EKG. LKPJ/LPPJ Dinas Kesehatan Kesehatan Provinsi Jawa Barat dan monitoring dan evaluasi program pembangunan kesehatan Pengembangan Sistem Perencanaan Dan a. treadmil.KP4 Cirebon Terpenuhinya kebutuhan obat-obatan penunjang di rumah sakit Terpenuhinya kebutuhan bahan kimia/regensia untuk pelayanan laboratorium terpenihinya kebutuhan makanan dan minuman pasien tersedianya obat baik generik maupun esensial. Program Manajemen Pelayanan Kesehatan - Kegiatan : 1. bahan radiologi.RSP Sidawangi .Dinas Kesehatan - 14 KEG Provinsi .RSP Sidawangi . Tersusunnya Dokumen Dokumen Renja.815 porsi LOKASI 6 RSJ Bandung RSJ Bandung PELAKSANA SKPD 7 .RSP Sidawangi .RSP Sidawangi .RSJ Cimahi .000 orang Embarkasi Bekasi dan 26 kab/ kota . RKA Penganggaran Kesehatan dan Dokumen Renstra Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat 37.Dinas Kesehatan - 1 dokumen profil kesehatan. tersedianya tempat parkir.RSJ Cimahi . USG.RSP Sidawangi .RSJ Cimahi 16 17 18 19 Penyediaan bahan pelayanan terapi Penyediaan makanan dan minuman pasien dan petugas khusus Pengadaan peralatan kesehatan/kedokteran Pengadaan sarana dan prasarana penunjang Rumah Sakit - - . Tersedianya Data dan Informasi Kesehatan dalam Kesehatan rangka mendukung Manajemen Kesehatan b.Tersusunnya LAKIP.RSJ Cimahi . senderan dan perlengkapan kantor lainnya Terpenuhinya kebutuhan alat kesehatan habis pakai Terpeliharnya peralatan dan gedung di rumah sakit TARGET PENCAPAIAN 5 12 bulan 111. bahan kimia. tersedianya sumur artesis.Dinas Kesehatan - 5 KEG Provinsi .RSJ Cimahi SUMBER DANA 8 - 14 15 - - 120 pasien RSJ Cimahi 1 unit bangunan isolasi.

informasi manajemen (SIM) kesehatan dalam rangka konsolidasi data dan informasi Terakreditasinya RSP Paru Tersersedianya SIM yang dapat meningkatkan pelayanan pada pasien Tersedianya master plan untuk pengembangan KP 4 Cirebon - - 100% RS Rujukan Melaksana. Tb.5% . RSD. Slamet Garut. Indramayu.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG 3 SASARAN PROGRAM/KEG TARGET PENCAPAIAN 5 12 kegiatan LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 5 6 7 8 9 10 4 b.Tersusunnya Dokumen Juklak/Juknis Penanganan pembangunan bidang kesehatan Terpadu Kesehatan Maskin dan terpilihnya kab/kota yang mendapat PKPK Bidang Kesehatan Pencegahan masalah kesehatan antar Provinsi . tersedianya direktori institusi Dik Pemberian rekomendasi izin sarana kesehatan . Termonitornya penyelenggaraan 56 institusi. RSD.Tersusunnya Dokumen Sistem Kesehatan Daerah Pelaksanaan pendanaan Kompetesi . Dr.Terakreditasinya 5 institusi.Dinas Kesehatan - 200 sarana 26 kab/kota . Menurunnya angka kesakitan / kematian akibat flu burung. Meningkatnya penatalaksanaan yankes flu burung - Rujukan (RSD. Meningkatnya manajemen UKS Fasilitasi akreditasi Institusi Pendidiian Tenaga . Meningkatnya jumlah tenaga yang dapat melatih PKPR dan konselor sebanyak masing-masing dari 20 orang menjadi 40 orang di 20 Kabupaten/Kota d. ROK. RSD. Gn. Diare di RS - RSD. RSD.27 RS. 100% RS Rujukan Melaksana. Meningkatnya penatalaksanaan yankes HIV/AIDS.Dinas Kesehatan . tersedianya telaahan Kesehatan. RSD. Meningkatnya pelayanan kesehatan remaja SMP/MTS dan SMA/Aliyah c.RSP Sidawangi . Subang. DBD. Tersedianya pedoman PKL terpadu. RSHS dan RSP Rotin Sulu c. Jati. Paru 13 Pengelolaan sistem Informasi Tersedianya siste. kan penanganan Flu Burung Dr. RSD. Paru. SH. Dinas Kesehatan b.Dinas Kesehatan - dari 70 % menjadi 90 % dari 70 % menjadi 80 % meningkatmya Puskesmas PKPR dari 281 menjadi 300 Puskesmas 12 Kab/kota 117 Institusi pendidikan tenaga 26 Kab. HIV/AIDS.RSP Sidawangi 14 15 16 Akreditasi Rumah sakit Pengembangan Sistem Informasi Manajemen KP4 Pembuatan master plan KP4 - - 5 pelayana RSP Sidawangi KP4 Cirebon KP4 Cirebon . Perusahaan 20% tersusunnya 2 dokumen : Busines BPLK plan dan remuneration system dari 50% menjadi 22.Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan 13 Penyakit a. R.RS./Kota kesehatan . kan penanganan HIV/AIDS dan RSD/Swasta TB Paru 1 Paket RSP Sidawangi 8 . dokumen PAK dan PAHK. Gn.Lancarnya pelayanan penerbitan ijin sarana kesehatan tertentu yang diberikan pemerintah pemerintah dan swasta Peningkatan mutu pelayanan kesehatan kerja Pelaksanaan Tata Kelola BPLK sesusai standar BLUD Peningkatan Sistem Penanganan Menular dan Wabah di RS Tersedianya SOP Pelayanan. Syamsudin. R. Ujian Nasional Kopetensi Keahlian (UNKK) 18 instituasi. Rujukan. Tb. dokumen audit Tersedianya dokumen BLUD - 1 KEG Provinsi 1 dokumen juklak dan juknis dan Provinsi 7 kab/kota terpilih 2 KEG Provinsi . Jati. Slamet Garut. Jadwal Pelaksanaan Kegaiatan yang dibiayai dana Dekon dan Tugas Pembantuan serta Terlaksananya Rapat Kerja Kesehatan Nasional Pengembangan Sistem Kesehatan Daerah . Peningkatan Manajemen Pelayanan Kesehatan a.Dinas Kesehatan 11 12 - Meningkatnya mutu pelayanan BKKM.KP4 Cirebon . Tersusunnya Dokumen DIPA. Indramayu. Syamsudin.KP4 Cirebon Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-47 . Meningkatnya standar pelayanan kesehatan SD/MI Anak Usia Sekolah dan remaja b.Tertagulanginya dan terlaksananya pencegahan Masalah Kesehatan antar Provinsi anggota MPU & kerjasama penanggulangan masalah kesehatan di daerah perbatasan.Dinas Kesehatan - .Dinas Kesehatan - . usulan pendirian 10 Institusi baru. SH. Subang.

BPLHD APBD APBD APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-48 .Biro Yansos APBD APBD - Kab. PKN .Distarkim Metro Bandung. Tersedianya sistem informasi persampahan Jawa Barat - Sinergitas Pengelolaan Sampah Jawa Barat di Jawa Barat Meningkatnya Pemahaman Jawa Barat Masyarakat dalam Penge-lolaan Sampah Mengurangi volume sampah perkotaan sebelum masuk ke TPA Informasi pengelolaan sampah regional Jawa Barat Kota Depok. Program UKS.Biro Yansos SUMBER DANA 8 - Meningkatnya sinergitas pelaksanaan pembangunan kesehatan antar stakeholder dalam kegiatan JPKM.BPLHD . Terbangunnya Sarana dan Prasarana Pengelolaan Lingkungan Jawa Barat .Tersusunnya baku mutu. Fasilitasi dan Koordinasi Pengelolaan .Terpantaunya kualitas udara Pengelolaan Kualitas Udara Buang Kabupaten/Kota Penyusunan Baku Mutu dan Status Lingkungan . Fasilitasi Pemberdayaan Masyarakat dalam .Terfasilitasinya dan Terkoordinasinya pengelolaan Persampahan sampah 2.RSJ Cimahi . Tersusunnya dan tersosialisasikannya aturan hukum maupun aturan teknis pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan b. Fasilitasi Sengketa Lingku-ngan Barat Hidup b. Recycle) d. Peningkatan peran masyarakat dalam pengelolaan persampahan Kegiatan : 1.Terlaporkannya Kondisi LingJawa Barat 2009 kungan Hidup Jawa Barat Fasilitasi dan Pembinaan Teknis AMDAL di a. pembagian kewenangan/urusan.BPLHD . Terbangunnya sinergitas kegiatan pengelolaan lingkungan antar stakeholders d. status lingkungan dan ASER .Distarkim APBD - PKN Bodebek. Lingkungan Hidup 9 Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan a. Meningkatnya Pengelolaan Persampahan melalui 3R (Reuse .BPLHD APBD Kegiatan : 1. Sosialisasi Peraturan Perundangan Lingkungan Hidup Pengendalian Sumber Emisi dan Fasilitasi . Fasilitasi Penegakan Hukum Lingkungan di Jawa Barat 2.Meningkatnya penerapan 3R Pengelolaan dan Pemanfaatan Daur Ulang Sampah Diperkotaan melalui Pendekatan Integralisitik Masyarakat 3. PKN Cirebon APBD Pengendalian Pencemaran 10 Program Perusakan Lingkungan Hidup dan a. Bekasi . Terlaksananya peningkatan kinerja dan Pembinaan .BPLHD . Pemberdayaan masyarakat untuk mengelola sampah Masyarakat (3R) secara komunal b. 4. Terfasilitasinya penegakan hukum di lingkungan Jawa a. kab/kota sehat Adanya sinergitas dalam 26 kab/kota pelaksanaan pembangunan kesehatan 3.Reduce. pengadaan alkon. Terfasilitasinya Upaya Peningkatan Kualitas Lingkungan melalui Program Kemitraan e.RSJ Cimahi . Tersedianya Pengelolaan Sampah melalui Teknologi Persampahan Ramah Lingkungan b.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 17 18 19 PROGRAM/KEG 3 Pelaksanaan Tata Kelola RS sesusai standar BLUD Evaluasi kegiatan pelayanan kesehatan Fasilitasi dan koordinasi pelaksanaan kegiatan pembangunan kesehatan SASARAN PROGRAM/KEG 4 Meningkatnya pelayanan RS Terlaksananya dan Tersusunnya dokumen evaluasi TARGET PENCAPAIAN 5 3 kegiatan 18 kali LOKASI 6 RSJ Cimahi RSJ Cimahi PELAKSANA SKPD 7 . 3. . peningkatan partisipatif. penyusunan peraturan daerah tentang pembangunan kesehatan.Peningkatan Kinerja AMDAL di Jawa Barat Teknis AMDAL Provinsi Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat .Pengendalian Kualitas Udara Ambient dan Emisi Gas . Meningkatnya Sarana dan Prasarana Pengelolaan Persampahan c. Fasilitasi Pengelolaan Persampahan Berbasis a. Tersedianya sistem pemantauan dan pengendalian kualitas lingkungan c.

Pengembangan Pendidikan Lingkungan a. Pengendalian Pencemaran Berbasis Reward Lingkungan - Terkendalinya kegiatan pengambilan pemanfaatan air tanah di Jawa Barat dan - .Distamben APBD - Tersedianya sarana dan prasaranaAir Tanah di CAT Bandung dan CAT Bogor Peningkatan Pengendalian Pencemaran Lingkungan Melalui Pola Reward Menjamin kebijakan lingkungan berdasarkan data yang valid Tersedianya Pola Perhitungan Daya Tampung Sungai DAS Prioritas Meningkatnya Konservasi Sebaran Air Tanah dan Permukaan - . Limbah B3 b. Rehabilitasi Lahan Eks-Penambangan .Meningkatnya peran lembaga Hutan dalam pemanfaatan sumber daya hutan Sosialisasi Pemanfaatan Jasa Lingkungan . 6. Sinergitas pengelolaan B3 dan limbah B3 b.BPLHD . Tersosialisasikannya Penanganan Limbah Medis Terlaksananya Jambore Sekolah Peduli dan .BPLHD . Pengawasan dan Pengendalian Pengambilan dan Pemanfaatan Air Tanah di Jawa Barat 12. Sukabumi.BPLHD APBD - - .BPLHD APBD APBD 14. Fasilitasi dan Koordinasi Tanah dan Permukaan Pengelolaan Air - - . Cirebon . Terpantaunya AMDAL Sektor Kehutanan Sumber Daya Hutan b. Program Rehabilitasi dan Konservasi Sumber a.Meningkatnya Pemanfaatan Jasa Lingkungan Terlaksananya Pelatihan Teknologi Tepat Guna dalam .Distamben . Terbangunnya Sinergitas Rehabilitasi dan Konservasi SDA dan LH c. Meningkatnya daya dukung lingkungan hidup Jawa Daya Alam dan Lingkungan Hidup Barat b.Distamben APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-49 .Biro Binprod APBD 11.Pengawasan terhadap peng-hasil Jawa Barat B3 dan Limbah B3 Pembinaan Pengelolaan B3 dan Limbah B3 a.Jawa Barat dalian Pencemaran Lingku-ngan Berbasis Reward Terlaksananya Pembinaan dan Jawa Barat Penunjukan Laboratorium Lingkungan Tersedianya Dokumen Pola Jawa Barat Perhitungan Daya Tampung Sungai DAS Prioritas Perbaikan Kualitas dan Kuantitas Jawa Barat Air Tanah dan Permukaan . Pembinaan dan Pengembangan Laboratorium Lingkungan 15. Pengendalian SDA dan Lingkungan Melalui Penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG) Fasilitasi dan Koordinasi Pengelolaan B3 dan a. 7.Pelatihan terhadap 200 orang Jawa Barat Pengelolaan Lingkungan dan 20 industri Fasilitasi Pengawasan B3 dan Limbah B3 . Pembinaan.Biro Yansos APBD . Fasilitasi Perbaikan Daya Tampung Sungai DAS Prioritas 16.BPLHD APBD - - . Pengawasan dan Pengendalian Mineral dan Batu Bara - - . c. Meningkatnya peran masyarakat dalam rehabilitasi dan konservasi SDA dan LH Kegiatan : 1.Meningkatnya peran pelajar Jawa Barat BerBudaya Lingkungan Tingkat SLTP dan SLTA se dalam pengelolaan lingkungan Jawa Barat Pendidikan Lingkungan Usia Dini Meningkatnya peran stakeholders dalam pengelolaan lingkungan Terkendalinya kegiatan usaha pertambangan umum dan batubara di Jawa Barat meningkatnya kemitraan antar Jawa Barat stakeholders pengelola lingkungan Terbinanya Pelaku Usaha Jawa Barat Pertambangan Umum dan Batu Bara dalam pengelolaan lingkungan Terbinanya Para Pengguna Air Jawa Barat Tanah dalam Menjaga Daya Dukung Lingkungan 5 sumur pantau dan telemetrinya Jawa Barat Tersusunya Pedoman Pengen. b. 9. Pemantauan Air Tanah 13.Distamben APBD 11. Pembinaan Pola Kemitraan Lingkungan - 5 6 .NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 5 PROGRAM/KEG SASARAN PROGRAM/KEG TARGET PENCAPAIAN LOKASI PELAKSANA SKPD 7 .Biro Yansos APBD APBD . 8.Dinas Kehutanan SUMBER DANA 8 APBD 3 4 Pengembangan Kelembagaan Pemanfaatan a.Pemantauan dan Pengen-dalian Jawa Barat terhadap Pemegang AMDAL Sektor Kehutanan Penguatan Kelembagaan Pemanfaatan Sumber Daya .BPLHD APBD 10.Terehabilitasinya lahan eks-pertambangan - 3 Lokasi eks-pertambangan Kabupaten Bandung.

Jawa Barat kan Teknis Rehabilitasi Lahan Kritis . Meningkatnya Fungsi dan Kualitas Kawasan Lindung b.Tersedianya Pedoman Kebija. Meningkatnya kinerja pengelolaan pelayanan air bersih di Jawa Barat b.Distamben 4. Pengembangan Pemanfaatan Kawasan Lindung Kegiatan : 1. Kelembagaan pemanfaatan sumber daya hutan . PROGRAM/KEG 3 Optimalisasi Implementasi Kebijakan Gerakan Rehabilitasi Lahan Kritis (GRLK) SASARAN PROGRAM/KEG 4 Terbangunnya Sinergitas Rehabilitasi Lahan Kritis TARGET PENCAPAIAN LOKASI PELAKSANA SKPD 7 . - Meningkatnya pemulihan kondisi CAT Kritis Terfasilitasinya Upaya Berkelanjutan Pemantapan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Pemanfaatan sumber daya hutan - 5 6 . Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Bersih dan Air Limbah a.Biro Yansos APBD .Dishut APBD 12.Distamben APBD .BPLHD APBD . Program Pengelolaan Kawasan Lindung Tersusunnya Rencana Strategis dan Zonasi Kawasan Pesisir dan Laut Jawa Barat Terlaksananya pengelolaan lingkungan wilayah pesisir dan laut Dokumen Renstra dan Zonasi Pantai Utara dan . PKN lolaan Ruang Terbuka Hijau Metro Bandung Pembinaan dan Pengawasan Jawa Barat Konservasi Keanekaragaman Hayati di Jawa Barat Pembuatan sumur resapan dan evaluasi zona kritis . 3. Meningkatnya daya dukung lingkungan pesisir laut Laut b. Temu karya kemitraan organisasi lembaga swadaya peduli lingkungan - Peningkatan Upaya Pemulihan Kondisi CAT Kritis 6.BAPEDA APBD APBD .Terjalinnya kemitraan organi-sasi Jawa Barat lembaga swadaya dalam kepedulian lingkungan .Penurunan Lahan Kritis di Jawa Barat Tersosialisasikannya upaya Jawa Barat konservasi air tanah dan mineral di Jawa Barat .Jawa Barat ring dan Evaluasi Kawasan Lindung Tersosialisasikannya Penge. Meningkatnya peran masyarakat dalam pengelolaan pesisir Kegiatan : 1 Penyusunan Rencana Strategis dan Zonasi Kawasan Pesisir dan Laut Jawa Bara 2.PKN Bodebek. Terlaksananya pengembangan pemanfaatan Sumber Daya Hutan b.BAPEDA Pesisir Utara dan Selatan Selatan Jawa Barat Dinas Perikanan Utara dan . CAT Bogor .BPLHD Pemantauan Kualitas Air Laut Pantai dan penyusunan baku mutu Selatan Jawa Barat status laut APBD APBD a. Pengembangan Kelembagaan Pemanfaatan Sumber Daya Hutan 5. Pekerjaan Umum 14. Fasilitasi Peningkatan Daya Dukung Lingkungan dan Pendayagunaan Sumber Daya Alam 7. Sosialisasi Konservasi Sumberdaya Mineral Air Tanah dan - Terlaksananya GRLK di Jawa Barat Meningkatnya Kesadaran terhadap Konservasi Air Tanah dan Sumberdaya Mineral Meningkatnya peran serta pengendalian lingkungan hidup masyarakat dalam 4.Terpulihnya Kondisi Muka Air CAT Bandung.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 2. Pemantauan Lindung 2. CAT Tanah di CAT Kritis Bekasi.Pengembangan gagasan baru Jawa Barat dalam pemanfaatan sumber daya alam berkelanjutan a. dan pemantapan Kawasan - Terevaluasinya kondisi kawasan lindung Jawa Barat - Diseminasi Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau di Metropolitan Bandung Pengelolaan Keanekaragaman Hayati - Meningkatnya pengelolaan ruang terbuka hijau di Metro Bandung Meningkatnya Pengelolaan Keanekaragaman Hayati - Tersedianya Pedoman Monito.BPLHD APBD APBD 4. Pengembangan fungsi kawasan pesisir dan laut c.Distamben .Dinas Kehutanan Biro Binprod SUMBER DANA 8 APBD - Efektifitas Pelaksanaan 3. Fasilitasi Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Laut Jawa Barat 13.Distarkim . Program Pengelolaan Ekosistem Pesisir dan a. Peningkatan Upaya Pemulihan Kondisi CAT Kritis - Meningkatnya fungsi kawasan resapan air - . Terfasilitasinya Sinergitas Pengelolaan Kawasan Lindung c. Meningkatnya kinerja pengelolaan pelayanan air limbah di Jawa Barat dan dan cakupan cakupan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-50 .

Distarkim . Fasilitasi Penyediaan Air Bagi Masyrakat .Distarkim .Fasilitasi Tim Pembina Jasa Konstruksi Sistem Informasi Jasa Konstruksi Jawa Barat - - . Evaluasi Kondisi 19 Lokasi sumur Bor yang dibangun. Program Pembinaan Jasa Konstruksi a.Distarkim .Distarkim ./Kota se Jawa Barat 16.Distarkim . Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-51 . Meningkatnya pengaturan jasa konstruksi d.Pengembangan dan Pengelolaan Sistem Informasi Pembina Jasa Konstruksi Indonesia (SIP JAKI) . Terencananya sistem penyediaan dan pengelolaan air limbah di PKN Metro Bandung b.Distarkim APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD Kegiatan : 1.Pengaturan dan Penyelenggaraan Ijin Usaha Jasa Konstruksi .NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG 3 SASARAN PROGRAM/KEG 4 - TARGET PENCAPAIAN 5 Terkelolanya air limbah perkotaan LOKASI 6 Metro Bandung. c. e.Pemberdayaan SDM Jasa Konstruksi . Terlaksananya sosialiasi dan diseminasi peraturan jasa konstruksi b.Distarkim .Distarkim . Jaringan Irigasi. Program Pengembangan Dan Pengelolaan a. Peningkatan pengelolaan air limbah Jawa Barat a. rawa dan jaringan pengairan lainnya Meningkatnya ketersediaan sarana dan prasarana pendukung pengelolaan jaringan irigasi Terlaksananya monitoring dan evaluasi pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi. Pemberdayaan Jasa Konstruksi . rawa dan jaringan pengairan lainnya Penyelenggaraan jasa secara Jawa Barat teratur Penerapan aturan secara baik Jawa Barat Penyelenggaraan jasa secara teratur Penyelenggaraan jasa secara teratur Sumber daya manusia jasa konstruksi meningkat Peningkatan kualitas SDM Pemberdayaan institusi Pemberdayaan institusi Pengawasan secara melekat Pengawasan secara melekat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat 26 Kabupaten/Kota .Distarkim .Pemberdayaan Penyedia Jasa Konstruksi 3. Terselenggaranya sosialisasi NSPM bidang penyehatan lingkungan 2. Penyelenggaraan teratur Penyelenggaraan teratur jasa jasa secara Jawa Barat secara Jawa Barat . Pengawasan Jasa Konstruksi .Distarkim .Forum Jasa Konstruksi 2.Distarkim .Distarkim . Pengaturan Jasa Konstruksi .Meningkatnya Akses Air Bersih Masyarakat di Bersumber dari Air Tanah Dalam Diperdesaan melalui Pemanfaatan Air Tanah - 13 Sumur Bor. Rawa Dan Jaringan Pengairan Lainnya b. Bintek kepda 64 Orang Pengelola Sumur Bor Distamben APBD 15. Meningkatnya pengawasan jasa konstruksi c.Rakor Pembinaan Jasa Konstruksi di Kab. Meningkatnya pemberdayaan jasa konstruksi Meningkatnya pengaturan jasa konstruksi Tersosialisasikannya norma/aturan dalam penyelenggaraan jasa konstruksi secara sinergis Berkembangnya jasa konstruksi melalui fungsi pembinaan secara baik di kabupaten/kota Meningkatnya pengembangan jasa konstruksi di Jawa Barat Meningkatnya pemberdayaan jasa konstruksi Penciptaan sumber daya manusia bidang jasa konstruksi yang kompeten dan profesiona Pengembangan penyelenggaraan jasa konstruksi dari sisi pengguna jasa Pengembangan penyelenggaraan jasa konstruksi dari sisi penyedia jasa Meningkatnya pengawasan jasa konstruksi Termonitornya penyelenggaraan jasa konstruksi dalam kerangka pembinaan jasa konstruksi Terselenggaranya pembinaan jasa konstruksi melalui pengembangan sistem informasi Terselenggaranya pengembangan jasa konstruksi sesuai norma Terselenggaranya tertib penyelenggaraan jasa konstruksi di Jawa Barat Meningkatnya intensitas tanam padi pada daerah irigasi teknis yang dikelola oleh pemerintah provinsi dari 192 % menjadi 194% Meningkatnya kondisi jaringan irigasi yang dikelola oleh pemerintah Tersedianya perencanaan teknis pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi.Sosialisasi dan diseminasi Aturan Perundangan Bidang Jasa Konstruksi .Pengawasan Tertib Penyelenggaraan Jasa Konstruksi . Jawa Barat PELAKSANA SKPD 7 Distarkim SUMBER DANA 8 APBD Kegiatan : 1.Pemberdayaan Pengguna Jasa Konstruksi .Distarkim APBD APBD d. 3 Lokasi Jawa Barat Revitalisasi Sumur.

waduk. industri dan domestik b. pengelolaan dan konservasi sungai.Bapeda Prov APBD Prov d. embung dan a. waduk. Pemberdayaan P3A Mitra Cai . Meningkatnya kondisi dan fungsi sungai.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG 3 SASARAN PROGRAM/KEG 4 TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 Kegiatan : 1. Tersusunnya program pengembangan jaringan irigasi b. situ. Terlaksananya monitoring dan evaluasi pengembangan.Balitbangda APBD Prov APBD Prov APBD Prov - - Sungai. dan embung 2. Terlaksananya monitoring dan evaluasi infrastruktur sumber daya air e. Pendamping Program WISMP . Meningkatnya pemberdayaan lembaga koordinasi dan kerjasama pengelolaan jaringanirgasi f. Danau dan Sumber Daya Air embung dan pantai dalam rangka konservasi sumber Lainnya daya air. Pengelolaan sungai.Tersedianya Kajian Pengembangan Infrastruktur Irigasi 17. Situ. Terlaksananya pelaksanaan teknis bagi pengelolaan sumber daya air Jawa Barat Dinas dan 5 Wilayah Sungai Jawa Barat Jawa Barat . Peningkatan dan Pengelolaan jaringan irigasi a. Penunjang Pengembangan Jaringan Irigasi diluar Daerah Irigas Kewenangan Kab/Kota Pemerintah Provinsi Jawa Barat kabupaten sentra di luar 8 kabupaten sentra produksi pertanian Jawa Barat 8 . Meningkatnya kondisi jaringan irigasi yang dikelola oleh pemerintah provinsi b. Situ.Bapeda Prov APBD Prov Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-52 . Meningkatnya ketersediaan sarana dan prasarana pendukung pengelolaan sumber daya air d. dan Jawa Barat Embung di luar 8 sentra produksi pertanian Jawa Barat - Dinas PSDA APBD PROV - Dinas PSDA APBD PROV . Meningkatnya keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan jaringan irigasi 3.Dinas PSDA . Tersedianya perencanaan teknis pengem-bangan. pendayagunaan sumber daya air. Berlanjutnya fungsi situ. Terciptanya keberlanjutan sistem irigasi a. Perbaikan dan Pemeliharaan Sungai a.Dinas PSDA . Tersedianya dokumen studi dan perencanaan teknis jaringan irigasi c. situ.Dinas PSDA APBD PROV . Terlindunginya areal permukiman dan sawah dari bahaya longsor dan banjir b. Terlaksananya pelaksanaan teknis bagi pengelolaan jaringan irgasi e. pengendalian daya rusak air dan pengamanan pantai b. Kajian Pengembangan Infrastruktur Irigasi .Dinas PSDA . pengelolaan dan konservasi sungai. Pengelolaan dan a. Meningkatnya ketersediaan air baku untuk keperluan pantai pertanian. waduk. Konservasi Sungai. danau dan sumber daya air lainnya Kegiatan : 1. Terlaksananya monitoring dan evaluasi jaringan irgasi - 2.Terciptanya penguatan kelembagaan 5. Waduk. dan Jawa Barat Embung di luar 8 sentra produksi pertanian Sungai. Tersusunnya program pengembangan infrastruktur sumber daya air c. Tersedianya dokumen studi dan perencanaan infrastruktur sumber daya air d. danau dan sumber daya air lainnya c.Terciptanya penguatan kelembagaan petani pemakai air 4. Program Pengembangan. Terlaksananya pengendalian pemanfaatan air Sumber Daya Air permukaan b. Terjaganya kapasitas sungai 3. Waduk. Penunjang Pengembangan Infrastruktur a.Dinas PSDA .

Penggantian jembatan provinsi jembatan Tersedianya desain perencanaan jalan dan jembatan Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat . Perencanaan Teknis Pembangunan Jalan dan Jembatan - c. Kegiatan : 1. Pembangunan jalan non status Jawa Barat melalui kegiatan pembangunan jalan b. Program Pembangunan Jalan dan Jembatan a.Dinas PSDA . Peningkatan jalan provinsi jembatan pada ruas-ruas jalan di wilayah Jawa Barat melalui kegiatan peningkatan jalan dan penggantian b.Dinas PSDA Prov. pemanfaatan dan status situ 5. Rehabilitasi jembatan provinsi pemeliharaan berkala/rehabilitasi jalan dan jembatan c. Pengawasan teknis . Meningkatnya kondisi jalan provinsi dengan target kemantapan jalan provinsi mencapai 89 % c. Pengaturan Sempadan Sumber Air . Berkurangnya areal banjir dan kekeringan di areal Kekeringan permukiman dan pertanian b. Pengelolaan Pasarana Pengendali Banjir dan a. Berkurangnya areal genangan banjir b. APBD PROV. Rehabilitasi jalan dan jembatan . Terjaganya stabilitas garis pantai Pengamanan Pantai c. Kembalinya kondisi kemantapan jalan dan jembatan sesuai dengan rencana yang rusak akibat tidak diperhitungkan dalam desain melalui pemeliharaan rehabilitasi jalan dan jembatan. c. Identifikasi Kondisi dan Potensi Situ-situ .Tersedianya data kondisi. Program Pengendalian banjir dan Pengamanan . potensi. APBD PROV.Meningkatnya kondisi dan fungsi sungai dan pantai Pantai dalam rangka pengendalian daya rusak air dan pengamanan pantai Kegiatan : 1. SASARAN PROGRAM/KEG 4 Meningkatnya pemberdayaan lembaga koordinasi dan kerjasama pengelolaan sumber daya air dan irigasi TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 g.Balitbangda APBD PROV APBD PROV APBD Prov Jawa Barat . Perbaikan badan jalan Jawa Barat . Meningkatnya aksesibilitas dan mobilitas jalan-jalan non status b.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG 3 f. Peningkatan jalan dan jembatan - Jawa Barat .Dinas Bina Marga APBD Provinsi 3. Tersedianya dokumen studi dan perencanaan pengendalian banjir dan pengamanan panta 2.Tersusunnya dokumen rencana Jawa Barat teknis (DED) jalan dan jembatan 20.Dinas PSDA Prov.Tersedianya Kajian Pengembangan Infrastruktur Daya Air Sumber Daya Air 18.Dinas Bina Marga APBD Provinsi 2. Meningkatnya keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan infrastruktur sumber daya air 4. Terlaksananya monitoring dan evaluasi penanganan banjir dan kekeringan 19. Terpeliharanya kondisi jalan sesuai dengan umur rencananya. Pembangunan jalan dan jembatan Meningkatnya aksesibilitas ruas-ruas jalan di wilayah a. Tersedianya perencanaan teknis pembangunan dan peningkatan jalan dan jembatan Kegiatan : 1.Terlindunginya sempadan sungai dan situ sebagai konservasi sumber air 6. Kembalinya kondisi kemantapan jalan sesuai dengan Jembatan rencana yang sudah diperhitungkan dalam desain melalui pemeliharaan berkala b.Mengembalikan kondisi ruas-ruas jalan dan jembatan a. Pengawasan teknis Meningkatnya nilai struktur dan kapasitas jalan dan a. Program Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan dan a.Dinas PSDA . Kajian Pengembangan Infrastruktur Sumber . Jawa Barat . Jawa Barat . Pemantauan dan Penanggulangan Banjir dan a.Dinas Bina Marga APBD Provinsi Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-53 . Rehabilitasi jalan provinsi yang mempunyai kondisi sedang melalui b.

NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG 3 SASARAN PROGRAM/KEG 4 TARGET PENCAPAIAN 5 d. Pekerjaan drainase e. Pengawasan LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-54 .

Meningkatnya pemanfaatan data spasial dalam menunjang perencanaan ruang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-55 .Dinas Bina Marga APBD Provinsi 3. Terciptanya sistem manajemen jembatan yang efektif dan efisien b.Dinas Bina Marga SUMBER DANA 8 APBD Provinsi - 5 Terpeliharanya kondisi ruas-ruas jalan di wilayah a. perkuatan. Pelaksanaan dan Peningkatan Pengujian Tanah dan Bahan Jalan Sarana - Tersedianya sarana pengujian dan hasil uji mutu pelaksanaan kegiatan penanganan jalan - 2. Program Perencanaan Ruang a. Meningkatnya koordinasi penataan ruang di Jawa Barat e. Pemeliharaan jembatan pemeliharaan rutin jalan dan jembatan Tersedianya data kondisi jalan dan jembatan sebagai bahan masukan dalam proses sistem manajemen jaringan jalan (IRMS) dan sistem manajemen jembatas (BMS). Terciptanya sistem manajemen jalan yang efektif dan efisien b.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 2. Pengadaan Peralatan Jalan - Tersedianya peralatan jalan sebagai pelaksanaan penanganan jalan penunjang - Tersedianya alat-alat labora. Terciptanya kesamaan sistem manajemen jalan antar provinsi Jawa Barat dengan Pusat dan Provinsi lainnya. Terlaksananya sosialisasi dan diseminasi peraturan terbaru mengenai penataan ruang c. Terencananya kawasan strategis. PROGRAM/KEG 3 Pemeliharaan jalan dan jembatan SASARAN PROGRAM/KEG 4 TARGET PENCAPAIAN LOKASI 6 Tersebar di Jawa Barat PELAKSANA SKPD 7 . Inspeksi Kondisi Jalan 2. yaitu dampak ekonomi terhadap berbagai alternatif pembiayaan d.Dinas Bina Marga APBD Provinsi 22. Pengawasan Pemanfaatan Ruang Milik Jalan Jawa Barat . yaitu dampak ekonomi terhadap berbagai alternatif pembiayaan d. dan penggantian jembatan c. Inspeksi Kondisi Jembatan a.Dinas Bina Marga APBD Provinsi - Seluruh jembatan pada jalan Jawa Barat provinsi dan non status di Jawa Barat . Optimalisasi sumber dana yang terbatas.Dinas Bina Marga APBD Provinsi 5. kawasan khusus. Terciptanya kesamaan sistem manajemen jalan antara Provinsi Jawa Barat dengan Pusat dan Provinsi Lainnya . Evaluasi kondisi jalan secara efektif c.Terinventarisasinya penggunaan pemanfaatan ruang pemanfaatan jalan Meningkatnya ketersediaan sarana dan prasarana pendukung pengelolaan jalan dan jembatan Seluruh jalan provinsi dan non Jawa Barat status di Jawa Barat . Pemeliharaan jalan Jawa Barat sesuai dengan umur rencana melalui b. Program Inspeksi Kondisi Jalan dan Jembatan - Kegiatan : 1. Optimalisasi sumber dana yang terbatas. rehabilitasi. Evaluasi kondisi jalan secara efektif yang digunakan untuk merencanakan suatu program pemeliharaan. dan telaksananya evaluasi pelaksanaan program 2009 serta optimalisasi rencana usulan program tahun 2010. a. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Kebinamargaan Kegiatan : 1.Jawa Barat torium lapangan serta terlaksananya uji petik kualitas pelaksanaan fisik di lapangan Tersedianya alat-alat untuk Jawa Barat pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan jalan . Penataan Ruang 23. - 21. dan kawasan cepat tumbuh di Jawa Barat d. Terfasilitasinya penyusunan rencana tata ruang kabupaten/kota f.Dinas Bina Marga APBD Provinsi .

Revitalisasi IDSD secara efektif dan optimal dalam (IDSD) Jawa Barat rangka mendukung penyediaan data spasial Jawa Barat b. Sumedang.Bapeda Jabar di SKPD lingkungan Prov. Terkelolanya ruang terbuka hijau perkotaan di Jawa Barat Kegiatan : 1. 4 Bakorwil. . Data spasial Jawa Barat Dokumen RTR kawasan strategis Jawa Barat Distarkim Distarkim APBD - 3. Tersedianya data spasial detail KBU yang termutakhir sebagai penunjang arahan dan rekomendasi gubernur - APBD APBD - - Perencanaan untuk antisipasi Kab/Kota Bandung.Distarkim APBD APBD - . kawasan khusus. Meningkatnya sinkronisasi pemanfaatan kawasan perkotaan dan perdesaan ruang b.Distarkim . Bandung Distarkim APBD . dan kawasan cepat tumbuh di Jawa Barat b. Pemanfaatan Ruang Kawasan Jawa Barat a. Cirebon Majalengka. Jateng. Kab. Meningkatnya koordinasi stakeholder penataan ruang di Jawa Barat dan Nasional 2. Terencananya kawasan strategis di Jawa Barat yang sudah ditetapkan dalam RTRWP Jawa Barat 2025 c.Bapeda Koordinasi IDSD Provinsi dan Kota Bandung Kab/Kota. Bandung Barat. Terkendalinya pemanfaatan ruang kawasan strategis. Prov. Rapat TWG Peta Tutupan Lahan Jabar 2008 Skala 1 : 50. Terinformasikannya pedoman pengelolaan ruang terbuka hijau di perkotaan Jawa Barat a. Sumedang Jatinangor Sosialisasi aturan tentang RTH Jawa Barat perkotaan .Distarkim APBD 24. Program Pemanfaatan Ruang a. Program Pengendalian Pemanfaatan Ruang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-56 . Meningkatnya sinkronisasi pemanfaatan ruang kawasan di Jawa Barat b.000 Penambahan dan pengolahan tema geodatabase IDSD Integrasi WEB GIS IDSD dengan aplikasi IDSD Kab/Kota Dokumen rencana. Terencananya pemanfaatan ruang di koridor pengembangan ekonomi dan investasi BandungKertajati-Cirebon d. Tersedianya perangkat penegakan hukum dalam pengendalian pemanfaatan ruang Terencananya pemanfaatan Jawa Barat ruang kawasan secara sinergis Terencananya pembangunan Kabupaten di Jabar perkotaan dan perdesaan secara Selatan sinergis Optimalisasi kawasan pendidikan Kab. Perencanaan Ruang Kawasan Jawa Barat a. Terbangunnya data spasial tutupan lahan terbaru skala medium serta penyiapan pembangunan data spasial skala detail Jawa Barat c. Fasilitasi dan Koordinasi Penataan Ruang Jawa a. Terencananya pemanfaatan ruang di kawasan pengembangan ilmu dan teknologi c. dan Provinsi Bersebelahan Optimalnya pertemuan dalam rangka koordinasi penataan ruang Jawa Barat . Tersusunnya rencana aksi TBIT Jatinangor d. perkembangan koridor Bandung.Distarkim . Kab. Kab.Distarkim APBD APBD 25. DKI Jakarta.Kab. Tersusunnya kriteria pemanfaatan ruang perkotaan dan perdesaan di Jawa Barat dalam rangka pengembangan ekonomi dan investas c. Pemutakhiran substansi Geodatabase IDSD Jawa Barat d. Kota Bandung BKTRN. Banten. Pemprov Jabar. Optimalisasi WEB GIS IDSD Jawa Barat - - - Sosialisasi Dokumen RTRWP 4 Bakorwil.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG 3 SASARAN PROGRAM/KEG 4 - TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 APBD Kegiatan : 1. Kab/Kota Cirebon Terbangunnya data detail KBU Kota Bandung. Terencananya ruang kawasan di Jawa Barat b. Pengelolaan Infrastruktur Data Spasial Daerah a. Rapat Koordinasi IDSD dan IDSN. Tersosialisasikannya dokumen akademis RTRWP Barat Jawa Barat dalam rangka penetapan Raperda RTRWP b.

Evaluasi kerjasama daerah dan revisi Kep./Kota Kerjasama provinsi Jabar dengan phak ketiga 1 kali 1 kali Kerjasama yang harus disesuaikan dan Kep. Terfasilitasi dan terkoordinasinya pengembangan dan pengelolaan infrastruktur sumber daya air dan irigasi e. Pengelola Kerjasama di SKPD Provinsi dan 26 kab. Terkendalinya pemanfaatan ruang kabupaten/kota di Jawa Barat Jawa Barat b. Deplu. Terfasilitasi dan terkoordinasinya pengembangan dan pengelolaan infrastruktur perhubungan Kegiatan : 1 Fasilitasi Kerjasama Daerah Provinsi dan a. Gub Jabar No. Perencanaan Pembangunan 26.05/Kep. Terwujudnya kerjasama antar daerah. antar provinsi dan luar negeri b. Advokasi teknis manajemen kerjasama daerah e. 940/desen/2002 3 Fasilitasi kerjasama antara daerah dengan kabupaten/kota dengan pihak ketiga berkembnagnya kerjasama antar daerah dengan pihak ketiga dan antar daerah di perbatasan dalam rangka memanfaatkan potensi daerah - - Terjalinnya kerjasama dengan Dalam dan Luar Negeri Depdagri. 119. Fasilitasi kerjasama daerah Kabupaten/Kota serta denga pihak ketiga b. Bintek peningkatan kerjasama daerah dalam rangka pemanfaatan potensi daerah d. Terjalinnya kerjasama pembangunan dengan swasta/mitra.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 1. Setneg. kabupaten/kota. c. Bandung Distarkim APBD - Penyiapan perangkat hukum Jawa Barat pengendalian pemanfaatan ruang Distarkim APBD 6. Terfasilitasi dan terkoordinasinya pengembangan dan pengelolaan infrastruktur kebinamargaan d. Program Kerjasama Pembangunan a. PROGRAM/KEG SASARAN PROGRAM/KEG TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 3 4 Pengendalian pemanfaatan ruang kawasan a. Pihak ketiga/mitra Fasilitasi Kerjasama antar Daerah dan a. Terwujudnya kerjasama antara daerah. Kab. MPU dan APPSI Terjalinnya kerjasama pembangunan dengan swasta/mitra Biro Desentralisasi APBD 2 - Kerjasama provinsi Jabar dan Kab. Fasilitasi kerjasama daerah dengan pihak ketiga c. Tersusunnya zoning regulation kawasan kotabaru koridor Gedebage-Tegalluar di Metropolitan Bandung c. antar provinsi Kerjasama Luar Negeri dan kerjasama luar negeri b. Penyiapan perangkat aturan dan personil PPNS yang berkualitas untuk mengawal pengendalian pemanfaatan ruang di Jawa Barat - Pengaturan kawasan kota baru Gedebage-Tegalluar Kota Bandung./kota se-Jawa Barat c. Gub Jabar Optimalisasi Peran Jawa Barat dalam kerjasama daerah dan terwujudnya pengembangan kerjasama antar daerh dan terwujudnya pengembangan kerjasama antar daerah khususnya di daerah perbatasan meningkatnya kinerja perangkat kab/kota di kecamatan dalam menyelenggarakan urusan pemerintahan daerah guna memperkuat sinergitas penyelenggaraan Otda di Jawa Barat khususnya dalam peningkatan IPM Biro Desentralisasi APBD - Biro Desentralisasi APBD 4 Fasilitasi Pelaksanaan Otonomi daerah dan kerjasama antar daerah - pemantapan pelaksanaan otonomi terselenggaranya Otonomi Daerah daerah dan - Biro Desentralisasi APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-57 .

Terpadunya rencana dan kegiatan sektoral secara sinergis a. b. Tersusunnya materi Musrenbang Provinsi Tahun 2009 h. Tersedianya dokumen perencanaan makro dan c. Tersusunnya materi Rakor Bapeda Kabupaten dan n. Terlaksananya sidang kelompok Musrenbang Provinsi Tahun 2009 di Bandung l. Terlaksananya koordinasi antara Provinsi dengan Kementerian/Lembaga q. Tersusunnya materi sosialisasi kebijakan Provinsi pada Musrenbang Kabupaten dan Kota se Jawa Barat Tahun 2009 dan kunjungan lapangan dalam rangka pentajaman usulan tahun 2010 b. Tersosialisasikannya kebijakan Provinsi pada Musrenbang Kabupaten dan Kota se Jawa Barat Tahun 2009 dan kunjungan lapangan dalam rangka pentajaman usulan tahun 2010 c. Terwujudnya sinergitas perencanaan pembangunan daerah. e. Tersusunnya materi Pra Musrenbang Provinsi Tahun 2009 d. Meningkatnya peran dan fungsi pengawasan internal Pemerintah daerah. Tersusunnya materi Musrenbangpus Tahun 2009 f. Program Perencanaan. Terkendalinya program-program pembangunan daerah. Tersusunnya materi Musrenbangnas Tahun 2009 l. d. Terlaksananya sidang pleno Musrenbang Provinsi Tahun 2009 di Bandung j. Terlaksananya Pra Musrenbang Provinsi Tahun 2009 e. Terikutinya Musrenbangnas Tahun 2009 di Jakarta m. Tersusunnya materi Pasca Musrenbang Provinsi dan Pasca Musrenbang Nasional Tahun 2009 p.Bapeda APBD Kegiatan : Perencanaan Umum Pembangunan Daerah 1 g. Pengendalian Pengawasan Pembangunan Daerah dan a. Terlaksanya Rakor Sekretaris Bapeda Kabupaten dan Kota se Jawa Barat Tahun 2009 Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-58 . Tersusunnya materi Rakor Sekretaris Bapeda Kabupaten dan Kota se Jawa Barat Tahun 2009 r. Menurunnya penyimpangan terhadap peraturan dalam administrasi pemerintahan daerah f. Terlaksananya Rakor Bapeda Kabupaten dan Kota se Jawa Barat Tahun 2009 o. Terikutinya Musrenbangpus Tahun 2009 di Jakarta Kota Bandung . Tersusunnya usulan prioritas pembangunan Tahun 2009 i.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 5 PROGRAM/KEG 3 Kegiatan Fasilitasi kerjasama antar daerah provinsi dan kerjasama luar negeri SASARAN PROGRAM/KEG 4 kerjasama antar daerah provinsi dan kerjasama luar negri TARGET PENCAPAIAN LOKASI PELAKSANA SKPD 7 Biro Desentralisasi SUMBER DANA 8 APBD - - 5 6 Optimalisasi Peran Jawa Barat Provinsi lain dan luar dalam kerjasama daerah negeri 27.

pendidikan. 2 Penyusunan RKPD Provinsi Jawa Barat Tahun a.Jabar Tahun 2010 Terlaksananya pembahasan Rancangan Awal RKPD Prov.Bapeda APBD 5 Perencanaan Sosial Pembangunan Kesejahteraan - Kota Bandung . d.Optimalnya pelaksanaan Kerjasama antara RI – RI – UNICEF UNICEF Penyusunan Rencana Pembangunan Agama. kebudayaan.Jawa Barat Tahun 2010 Tersusunnya bahan Pra Musrenbang Tahun 2009 tentang Rancangan Awal RKPD Prov. v.Bapeda APBD 6 7 Pengembangan Sinergitas Program Kerjasama .Bapeda . x. e.Bapeda APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-59 . Kab/Kota dan masyarakat Terlaksananya Open House Information penyempurnaan Rancangan Awal RKPD Provinsi Jabar Tahun 2010 dengan pelibatan Publik Tersusunnya Rancangan Akhir RKPD Prov. f.Bapeda APBD b. a. h. z. Terlaksananya koordinasi dan fasilitasi pembangunan agama.Jabar Tahun 2010 Tersusunnya Peraturan Gubernur tentang RKPD Prov. SASARAN PROGRAM/KEG 4 Tersusunnya dokumen kebijakan perencanaan dengan stakeholders Tersusunnya laporan perencanaan dan pengelolaan barang Tersusunnya laporan perencanaan dan pengelolaan keuangan Tertatanya arsip Bapeda Tersusunnya materi komunikasi publik Terlaksananya komunikasi publik Tersusunnya data-data dan dokumen perencanan Kab/Kota se Jawa Barat Tersusunnya analisis data-data dan dokumen perencanaan Kab/Kota se Jawa Barat Tersusunnya Rancangan Awal RKPD Prov. 2010 b.Jabar Tahun 2010 dengan SKPD Provinsi. Kebudayaan. Tersusunnya dokumen rencana induk pembangunan Pendidikan. pemuda dan olahraga Kota Bandung Kota Bandung . g. y. w. 3 Pendukung Komite Perencana a.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG 3 s. u. Kota Bandung . 4 Sertifikasi ISO 9001-2001 - Kota Bandung .Bapeda APBD c. Kabupaten dan Kota dan masyarakat Tersusunnya Rekomendasi Perencanaan yang bersifat terobosan di Jawa Barat berdasarkan hasil komunikasi publik Terlaksananya sosialisasi dan komunikasi publik Komite Perencana Terlaksananya sertifikasi ISO 9001-2001 terhadap pengelolaan perencanaan di Bapeda untuk karyawan dan karyawati Terlaksanannya Fasilitasi dan koordinasi Perencanaan Pembangunan Kesejahteraan Rakyat TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 Kota Bandung .Jabar Tahun 2010 Tersusunnya hasil penyempurnaan Rancangan Awal RKPD Prov.Jabar Tahun 2010 ke SKPD Provinsi. Pemuda dan pemuda dan olahraga Tersusunnya dokumen rencana Olahraga tindak pembangunan sumber daya manusia dan budaya Jawa Barat b.Jabar Tahun 2010 Tersosialisasinya Peraturan Gubernur tentang RKPD Prov. t.

NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 8 PROGRAM/KEG SASARAN PROGRAM/KEG TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 Kota Bandung PELAKSANA SKPD 7 . Terlaksananya koordinasi dan fasilitasi program PKH dan program bantuan UNFPA di Jawa Barat Fasilitasi dan Koordinasi Rencana a. Tersusunnya pedoman penilaian kawasan lindung Jawa Barat Anggaran Daerah Jawa Barat b. Tersusunnya analisis dinamika migrasi penduduk Jawa Barat Kependudukan dan Ketenagakerjaan di Jawa b. Meningkatnya sinergitas perencanaan bidang infrastruktur wilayah Perencanaan Makro Infrastruktur Sumber Daya a. Tersusunnya sinergitas perencanaan dan upaya peningkatan pendanaan untuk pembangunan di Jawa Barat Perencanaan dan Fasilitasi Pembangunan a. Tersusunnya Sistem Informasu Geografis (SIG) infrastruktur sumber daya air dan irigasi Jawa Barat Fasilitasi dan Koordinasi Perencanaan sumber . Fasilitasi rencana pengembangan pembiayaan lingkungan alternatif c. Terlaksananya rapat pleno TAPD h. Tersusunnya dokumen rencana APBD TA 2010 g.Bapeda APBD Kota Bandung . koordinasi dan fasilitasi perencanaan pembangunan bidang pemerintahan tahun 2009 Peningkatan Kinerja Pemantauan dan . Terlaksananya rapat koordinasi persiapan pelaksanaan APBD TA 2009 Penyusunan Data Base dalam Rangka a. Tersusunnya model sinergi antar aktor good governance di Jawa Barat c.Bapeda SUMBER DANA 8 APBD 9 10 11 12 13 14 15 3 4 Penyusunan Rencana Pembangunan a. Provinsi dan Kab/Kota di Jawa Bara d. Teridentifikasinya Daerah Irigasi (DI) kewenangan Pusat. Tersusunnya peta infrastruktur sumber daya dan Air dan Irigasi Jawa Barat irigasi b. Tersusunnya kebutuhan dana pembangunan Jawa Daerah Barat c. Tersususunnya dokumen Rencana Perubahan APBD TA 2009 f. Terfasilitasinya dan terkoordinasinya pengem-bangan Pengembangan Infrastruktur Wilayah infrastruktur wilayah b.Bapeda Bapeda Kota Bandung . Terlaksananya konsultasi. penempatan & perlindungan tenaga kerja di Jabar d.Bapeda Kota Bandung APBD Kota Bandung APBD - 95 Program Pembangunan Kota Bandung Bapeda APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-60 . Tersusunnya dokumen rencana belanja daerah tahun 2009 d. Tersusunnya analisis paradoks pembangunan bidang Barat kemiskinan (kerjasama dengan BPS) c. Prioritas dan Plafon Anggaran (PPAS) Tahun 2010 e.Terkendalinya Pelaksanaan Pembangunan Provinsi Pelaporan Pembangunan Provinsi Jawa Barat Jawa Barat Kota Bandung . Teridentifikasinya sumber-sumber pendanaan untuk pembangunan Jawa Barat Perencanaan Pendapatan dan Penerimaan b. Tersusunnya data neraca air setiap DAS di msingmasing wilayah sungai c. Tersusunnya dokumen kebijakan umum APBD. Tersusunnya rencana makro sinergitas peningkatan standar kompetensi.Meningkatnya sinergitas perencanaan bidang SDA dan LH Daya Alam dan Lingkungan Hidup di Jawa Barat Penyusunan Perencanaan dan Pengelolaan a.Bapeda APBD Kota Bandung . Terlaksananya rapat korodinasi perencanaan Bidang Pemerintahan di Jawa Barat pembangunan bidang pemerintahan b.

NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 16 PROGRAM/KEG 3 Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah Provinsi Jawa Barat Koordinaasi Perencanaan Pembangunan Sektor Industri Perdagangan dan Pariwisata SASARAN PROGRAM/KEG 4 Tersusunnya evaluasi pelaksanaan pembangunan sosial budaya di Jawa Barat TARGET PENCAPAIAN 5 95 Program Pembangunan LOKASI 6 Kota Bandung PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 APBD - rencana - 18 - 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 Rencana Pengembangan Industri dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat Tahun 20102014 Pengembangan KUMKM dan Investasi Jawa a.Biro Dalprog .Terlaksananya pembinaan dan monitoring pelaksanaan kegiatan APBD Tahun 2009 Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 Evaluasi pelaksanaan kegiatan APBD Provinsi . Tersusunnya Blue Book Investasi Koordinasi dan Pengembangan Dunia Usaha a. provinsi dan kab/kota Tersusunnya rencana pengembangan industri dan perdagangan Provinsi Jawa Barat tahun 2010-2014 Kota Bandung APBD Kota Bandung APBD Kota Bandung APBD Kota Bandung APBD Kota Bandung Kota Bandung APBD APBD Bandung Bandung Kabupaten Majalengka . Tersusunnya rencana pengembangan KUMKM di Jawa Barat c.Tersusunnya hal-hal strategis yang perlu dilakukan untuk percepatan pembangunan BIJB Monitoring pelaksanaan kegiatan APBD .Tersusunnya DPA Tahun Anggaran 2009 yang tepat waktu dan akurat Fasilitasi pembangunan Bandara Internasional .Terkendalinya Belanja Langsung dan Belanja Tidak Langsung Penyusunan Sistem LAKIP .Terwujudnya sinergitas Pembangunan Agribisnis dan Kelautan Jawa Barat Bisnis Kelautan Jawa Barat Pemetaan Infrastruktur Sumber Daya Air (SDA) . Terselenggaranya forum komunikasi publik Penyusunan Rencana Tindak Peningkatan . b.Tersusunnya Laporan Sistem LAKIP .Biro Dalprog . program/kegiatan APBD Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 . Tersusunnya dokumentasi proyeksi pereko-nomian daerah tahun 2010 c.Terevaluasi agenda kerja kelembagaan/Tim Pelaksanaan Pembangunan BIJB . Terkoordinasi dan Terfasilitasinya regional manajemen Pangandaran d.Tersusunnya Peraturan Gubernur tentang Standar Biaya dan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Kegiatan Provinsi dan Standar Biaya Belanja Daerah Provinsi Jawa Barat Terwujudnya sinergitas perencanaan dan pengembangan sektor industri.Terlaksananya evaluasi pelaksanaan Jawa Barat tahun 2008.Terwujudnya sinkronisasi/sinergitas melalui fasilitasi Anggaran 2009 dan koordinasi program Verifikasi DPA SKPD Tahun Anggaran 2009 .Biro Dalprog APBD APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-61 .Tersusunnya Rencana Tindak Peningkatan Kesejahteraan Petani di Jawa Barat Kesejahteraan Petani di Jawa Barat Koordinasi Pembangunan Agribisnis dan Bisnis .Biro Dalprog APBD APBD APBD Jawa Barat Jawa Barat .Tersusunnya Dokumen Perencanaan Pendidikan Pendidikan Berbasis Kebutuhan dan Berbasis Kebutuhan dan Keunggulan Lokal Keunggulan Lokal Sinkronisasi Pelaksanaan APBD Tahun .Sosialisasi Penyusunan Laporan Sistem LAKIP Penyusunan petunjuk teknis pengelolaan APBD .Tersusunnya Pemetaan Infrastruktur Sumber Daya Air dan Jaringan Irigasi Jawa Barat melalui Citra (SDA) dan Jaringan Irigasi Jawa Barat melalui Citra Satelit SPOT Satelit SPOT Penyusunan Dokumen Perencanaan . Tersusunnya rencana tindak penguatan keuangan mikro dalam rangka mendorong pengembangan Barat usaha mikro dan kecil di pedesaan. Terkoordinasi dan Terfasilitasinya pengembangan dunia usaha dan investas dan Investasi Jawa Barat b.Biro Dalprog .Biro Dalprog APBD APBD Jawa Barat Jawa Barat . perdagangan dan Pariwisata antara pemerintah pusat.Biro Dalprog .

SKPD Kab/Kota yang menangani Ketenagakerjaan & Ketransmigrasian Koordinasi Ketenagakerjaan & .Bakorwil Purwakarta Disnakertrans Disnakertrans Disnakertrans APBD APBD APBD APBD 28. Terfasilitasinya koordinasi pengembangan perumahan di Jawa Barat b. Bogor. Bekasi. Meningkatnya penyelenggaraan kasiba/lisiba di Kabupaten/Kota c.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 32 PROGRAM/KEG 3 Penyusunan LKPJ Tahun 2008 SASARAN PROGRAM/KEG 4 Tersusunnya Laporan LKPJ Tahun 2008 Tersusunnya Nota Pengantar Tersusunnya IPPD Tersusunnya jawaban atas pemandangan umum DPRD TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 Jawa Barat PELAKSANA SKPD 7 . pengelolaan. dan Bodebek Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-62 . Majalengka Optimalisasi rusunawa untuk Kota Cirebon.Kota Depok. Pengelolaan. Terselenggaranya pengelolaan permukiman di Jawa Prasarana dan Sarana Permukiman Jawa Bara Barat b.SKPD Kab/Kota yang menangani Ketenagakerjaan & Ketransmigrasian Ketransmigrasian Evaluasi dan Monitoring .Biro Dalprog SUMBER DANA 8 APBD - 33 34 35 Pemutahiran Data Tindaklanjut hasil audit Itjen Depdagri. Bekasi. Bekasi. Program Pengembangan Permukiman Kegiatan : 1.Distarkim Fasilitasi. Terfasilitasinya pembinaan dalam pengelolaan rumah susun sewa di 9 kabupaten/kota - . Terselenggaranya bantuan fisik perbaikan sarana dan prasarana lingkungan sekitar pontren (30 lokasi) - d. Pembangunan a. Bogor. Depok. Bogor. Terfasilitasinya penyediaan PSDPU untuk translok dan pengungsi.Kegiatan di lingkup SKPD Disnakertrans a. Bogor Kota Depok. Banjar. Sukabumi. Terfasilitasinya pengembangan sarana dan prasarana dasar lingkungan permukiman perkotaan dan perdesaan c. Itjen Departemen lainnya dan Bawasda Musyawarah Perencanaan Pembangunan Wilayah Cirebon Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan a.Distarkim menanggulangi masalah Bogor. Ciamis. . kebutuhan rumah Kab. Terselenggaranya bantuan fisik PSDPU rusunawa di 5 Kabupaten/Kota f. dan Jawa Barat pembangunan Fasilitasi pembangunan ling. Kab. Terlaksananya evaluasi pelaksanaan program/ kegiatan APBD Provinsi Jawa Barat tahun 2009 Kegiatan Musrenbang Wilayah Purwakarta Terselengaranya keterpaduan dan keselarasan tahun 2010 program pembangunan di wilayah Purwakarta Perencanaan Tenaga Kerja Daerah . Perumahan Sinkronisasi program/kegiatan Kab/Kota dengan Provinsi Terlaksanya pembinaan dan monitoring pelaksanaan kegiatan APBD tahun 2009 Terkendalinya belanja langsung dan belanja tidak langsung c.Distarkim kungan untuk kabupaten/kota Kab. Perencanaan.Bakorwil Cirebon . Bogor APBD APBD APBD e. Bandung. Karawang. Pembangunan b. Jawa Barat . Terkoordinasinya dan tersosialisasikannya aturan dalam perencanaan dan pengelolaan perumahan dan permukiman di Jawa Barat d. Bandung. Terfasilitasinya pembangunan rusunawa di PKN Bandung. Sumedang. .Bawasda 36 37 38 39 7. Terfasilitasinya pembangunan perumahan sederhana di Jawa Barat e.Biro Dalprog APBD APBD - 1 kali musrenbang dan 1 hasil Wilayah Purwakarta laporan musrenbang 26 Kab/Kota Kota Bandung 26 Kab/Kota Seluruh Kegiatan di lingkup Disnakertrans Kota Bandung Kab/Kota . serta desa terpencil dan terisolir Bakorwil Cirebon Bandung .

Majalengka. 6.Meningkatnya peran pemerintah dan kesadaran masyarakat dalam peningkatan kualitas sanitasi lingkungan di kawasan kumuh perkotaan Peningkatan sanitasi lingkungan Jawa Barat Masyarakat yang sadar menjaga Lokasi ditentukan lingkungannya kemudian APBD APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-63 .Distarkim Cirebon. eks warga genangan Waduk Cirebon. Kota Cirebon . Penyediaan Sarana dan Prasarana Kawasan Agropolitan Provinsi Jawa Barat Optimalisasi Tim Teknis Pembangunan Perumahan dan Permukiman (TKPP) Jawa Barat Fasilitasi Channeling Perumahan Swadaya di Jawa Barat - Terbangunnya packing house - Kab. Meningkatnya kualitas lingkungan sehat permukiman di Jawa Barat c. drainase. Tersedianya PSDPU di desa-desa sekitar TPA Leuwigajah dan TPA Sarimukti TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI PELAKSANA SKPD 7 . Bandung Barat serta meningkatkan mobilitas penduduk Penyediaan permukiman untuk Kab. tersusunnya dokumen kedinasan (LAKIP. Kuningan. Penataan dan Peningkatan Kualitas Lingkungan a. Kab.Biro Yansos APBD 29. Program Lingkungan Permukiman Sehat a.Distarkim . Ciamis. Sukabumi. Pelayanan Informasi Publik Dinas Tata Ruang dan Permukiman Provinsi Jawa Barat Distarkim APBD 4. Depok Kab.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG 3 SASARAN PROGRAM/KEG 4 g. .Distarkim Sumedang. Tertatanya lingkungan permukiman di perbatasan Jawa Barat - Rehabilitasi dan pembangunan Permukiman perbatasan yang sehat Jawa Barat . Indramayu. 5. Peningkatan kualitas lingkungan permukiman di Jawa Kawasan Permukiman Barat b. LPJ Gubernur) serta evaluasi pelaksanaan kegiatan bidang tata ruang dan permukiman b. Evaluasi Diri SKPD. Subang. Terlaksananya perbaikan perumahan dan peningkatan kualitas lingkungan permukiman Perbaikan lingkungan permukiman Kab. Terfasilitasinya pengembangan sarana prasarana sanitasi lingkungan permukiman b.Distarkim APBD Distarkim APBD PKN Cirebon Distarkim APBD Terbangunnya infrastruktur 200 desa di 16 perdesaan melalui role sharing Kabupaten Sistem informasi ketarkiman Jawa Barat Distarkim APBD 3. Laporan Tahunan.Biro Yansos APBD 2. Kota Bekasi. Majalengka Jatigede Kota Bandung . Kab. Penyuluhan dan pengawasan lingkungan sehat di kawasan kumuh d. Terkendalinya pelaksanaan program bidang tata ruang dan permukiman. limbah dan persampahan di PKN Cirebon c.Distarkim APBD APBD c. Sumedang. Bandung Koordinasi pengembangan Kota Bandung perumahan dan permukiman Kemampuan berpenghasilan memiliki rumah masyarakat Lokasi ditentukan rendah untuk kemudian Distarkim . serta sistem informasi ketarkiman yang terintegrasi dengan internet Terencananya pembangunan packing house kawasan agropolitan Meningkatnya koordinasi dalam perencanaan dan pemecahan permasalahan perumahan dan permukiman di Jawa Barat Terwujudnya kerjasama antar pelaku (masyarakat/kelompok masyarakat. Bekasi. Tersedianya rencana teknis PSDPU di lokasi translok penduduk akibat pembangunan Waduk Jatigede 2 Evaluasi dan Pengendalian Program Bidang Tata Ruang dan Permukiman a.Distarkim SUMBER DANA 8 APBD - h. Terevaluasinya program-program CUDP dalam rangka perencanaan pengelolaan air bersih. dan perbankan) dalam pembiayaan dan pembangunan perumahan swadaya - 6 Mengangkat desa-desa dari Kota Cimahi dan Kab. .Biro Yansos APBD APBD - - . swasta. Termonitornya pelaksanaan penyediaan infrastruktur perdesaan di 16 Kabupaten. 200 desa sasaran Terinformasikannya program tata ruang dan permukiman secara optimal melalui media cetak. Terencananya dan terbangunnya sanitasi berbasis masyarakat kualitas . Terehabilitasinya permukiman akibat bencana alam Kegiatan : 1. keterpencilan dan keterisoliran. Indramayu. Bogor.

Pemberdayaan Masyarakat Berwawasan Lingkungan Perumahan dan Permukiman 2. Terarahnya pengelolaan gedung/rumah negara dari aspek perencanaan. SMP dan SMA. pembangunan. Meningkatnya peran pontren dan mesjid dalam mewujudkan lingkungan perumahan dan permukiman yang bersih dan sehat serta teridentifikasinya kinerja program lingkungan bermartabat - Masyarakat yang sadar untuk 5 kabupaten/kota menjaga lingkungannya . Teridentifikasikannya aset gedung/rumah negara a.Distarkim . dan manajemen aset.BPMD APBD 4 5 - - Disdik Disdik APBD APBD 6 - Meningkatnya peran serta pemuda dan organisasi kepemudaan dalam berbagai aspek pemba-ngunan di Jawa Barat - .Biro Yansos APBD 31.BPMD . politik dan lingkungan hidup serta budaya dan agama khusus bagi pemuda disekitarnya Meningkatnya pengetahuan dan keterampilan serta kemampuan Pemuda pasca penyim-pangan prilaku dalam bidang kewirausahaan Terukurnya prestasi olahraga pelajar di tingkat Nasional Terpelihara dan meningkatnya potensi olahraga pelajar di Jawa Barat - 400 orang Jawa Barat BPMD BPMD APBD APBD 64 orang kader pemuda Jawa 16 Kab/Kota Barat 3 Pelatihan Kewirausahaan bagi Pemuda Pasca Penyimpangan Prilaku (PRPP) Pengiriman Kontingen pada POPNAS Yogyakarta tahun 2009 Pembinaan Prestasi Olahraga Antar Sekolah dan Penyelenggaraan POPWILDA Jawa Barat tahun 2009 Fasilitasi Optimalisasi Kepemudaan di Jawa Barat - - 140 orang kader pemuda Jawa 15 Kab/Kota Barat Pengiriman atlet pada 8 cabang Jawa Barat OR di POPNAS Tahun 2009 Pertandingan 11 cabang OR Jawa Barat antar SD. Program Pengelolaan Gedung/Rumah Negara a. penyelenggaraan POPWILDA Tahun 2009 pembinaan tokoh pemuda Bandung masyarakat dan pengurus organisasi pemuda . Meningkatnya pembangunan peran serta pemuda dalam Jawa Barat . Tersusunnya sistem informasi aset bangunan gedung milik Pemprov Jawa Barat c.Biro Bangsos APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-64 . Tersedianya dukungan teknis dan administrasi dalam pengelolaan gedung/rumah negara . Fasilitasi Pemberdayaan Masyarakat dalam Peningkatan Kesehatan Lingkungan - Meningkatnya partisipasi pondok pesantren dan masjid dalam merencanakan dan melaksanakan pembangunan bidang permukiman melalui pelatihan CAP (Community Action Plan) model lingkungan bermartabat. Kepemudaan dan Olah 32.Distarkim APBD APBD APBD 2. Meningkatnya peran serta masyarakat pengelolaan lingkungan permukiman b. Bantuan teknis pembangunan gedung/rumah negara 8. Program Permukiman PROGRAM/KEG 3 Pemberdayaan SASARAN PROGRAM/KEG 4 Komunitas a. Meningkatnya aktivitas dan kreativitas kepemudaan di berbagai bidang pembangunan b. Fasilitasi pengelolaan gedung/rumah negara - Sistem informasi aset gedung Jawa Barat milik Pemprov Jabar Supervisi teknis dan administrasi Jawa Barat Pembangunan gedung/rumah Jawa Barat negara oleh tenaga profesional . Meningkatnya peran masyarakat pengembangan sanitasi lingkungan dalam dalam TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 Kegiatan : 1.Distarkim APBD Kegiatan : 1. b. ekonomi.Distarkim .Distarkim APBD - Pemberdayaan pontren dan Lokasi ditentukan masjid dalam menjaga kesehatan kemudian lingkungan .Meningkatnya kapasitas pengelolaan dan kemampuan teknis pembangunan gedung/ rumah negara Terkelolanya negara gedung/rumah Jawa Barat .Biro Bangsos APBD Kegiatan : 1 Jambore Pemuda Jawa Barat 2 Pengembangan Kader Pemuda penggerak pembangunan berprestasi - Meningkatnya persatuan dan kesatuan pemuda dalam pengentasan kemiskinan Meningkatnya peran serta pemuda penggerak pembangunan berprestasi dalam pemba-ngunan sosial. Meningkatnya tertib pengelolaan dan kemampuan teknis pembangunan gedung/rumah negara b. Program Pembinaan dan peningkatan peran Raga serta kepemudaan a.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 30.

dan pelaksanaan POPDA di 4 wilayah Pertandingan 11 cabang OR Jawa Barat antar SD. Penyusunan profil investasi non fasilitasi di Jawa Barat Mendorong peningkatan minat Kota Bandung investasi ke Jawa Barat - Biro Sarek APBD 10.BPMD .BPMD . Usaha Mikro. Meningkatnya efektivitas perencanaan KUMKM Keunggulan Kompetitif Koperasi. Penyusunan program pembangunan partisipatif b. pengembangan olahraga dan a. Penyusunan penguatan kluster di desa pertumbuhan f. Tersedianya sarana dan prasarana olahraga bagi masyarakat .Disdik . Koperasi dan Usaha Kecil Menengah 35. Meningkatnya prestasi olahraga dalam event nasional b. Bandung lomba vocal group pemuda/ pelajar se jawa Barat Jawa Barat pemasyarakatan 33. Meningkatnya usaha pengembangan olahraga tradisional. Wilayah maupun Nasional di tingkat - 75 orang tenaga penggerak dan 15 Kab/Kota instruktur 26 Kecamatan per kab/kota di 26 Kab/Kota Jawa Barat Pembinaan 176 atlet untuk 11 Jawa Barat cabang OR Pengiriman atlet pada 8 cabang 26 Kab/Kota OR di POPWIL.Biro Bangsos APBD Kegiatan : 1 Peningkatan dan Pengembangan Olahraga Rekreasi 2 Fasilitasi bantuan keuangan Pembangunan lapangan olah raga Kecamatan 3 Peningkatan Potensi Atlet Melalui Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP) Jawa Barat 4 Pengiriman Atlet ke Pekan Olahraga Pelajar Wilayah (POPWIL) Indonesia Barat dan Pelaksanaan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Jawa Barat 5 Pembinaan dan Pengembangan Prestasi Olahraga inter dan antar Sekolah 6 Fasilitasi dan Optimalisasi PORPEMDA dan PORPEMPROV 7 Fasilitasi dan Optimalisasi Prestasi Olahraga di Jawa Barat Peningkatan - Meningkatnya Pengetahuan dan keterampilan tenaga penggerak dan instruktur Olah raga rekreasi terlaksananya fasilitasi pembangunan sarana prasarana olah raga di kecamatan Terbina dan meningkatnya prestasi atlet pelajar di Jawa Barat Terukurnya prestasi olahraga pelajar Provinsi.Biro Bangsos APBD 9 Penanaman Modal 34 Peningkatan Iklim Investasi a Terwujudnya harmonisasi peraturan daerah dan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi - Kegiatan : 1 Kegiatan Pengembangan Penanaman Modal di Jawa Barat - - Penyusunan Draft Peraturan Gubernur tentang pelaksanaan dan petunjuk teknis UU Penanaman Modal di Jawa Barat.BPMD . rekreasi dan olah raga masyarakat c.Disdik APBD - Terpelihara dan meningkatnya potensi olahraga pelajar di Jawa Barat Terselengaranya PORPEMDA dan PORPEMPROV - .Biro Bangsos SUMBER DANA 8 APBD Pembinaan - - 5 6 pembinaan marching band. Program Pembinaan. Program Pengembangan Kewirausahaan dan a. SMP dan SMA Pelaksanaan PORPEMDA ke-4 Bandung Tahun 2009 dan PORPEM-PROV Tahun 2009 Fasilitasi kegiatan OR tingkat Bandung provinsi/nasional tahunan yang telah diagendakan Meningkatnya kepastian hukum . pelajar dan mahasiswa di Jawa Barat TARGET PENCAPAIAN LOKASI PELAKSANA SKPD 7 .NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 7 PROGRAM/KEG 3 Fasilitasi Kreativitas dan Kepemudaan di Jawa Barat SASARAN PROGRAM/KEG 4 Meningkatnya berbagai aktivitas dan kreativitas pemuda.Biro Bangsos APBD APBD - Meningkatkannya prestasi oalah raga di tingkat Provinsi. APBD - - . Penyusunan rencana operasional dinas KUKM tahun 2009 c. wilayah maupun nasional - . Kecil dan Menengah Kegiatan : 1 Peningkatan Kapasitas pemberdayaan KUKM - Tersusunnya data dan informasi bidang KUMKM Tersusunnya dokumen perencanaan pembangunan 150 orang stakeholder 50 orang aparatur Aparatur Dinas KUKM 150 orang stakeholder Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Dinas KUKM APBD Program a.Disdik APBD APBD APBN. Koordinasi program pembangunan - Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-65 .Disdik . Rakor pelaksanaan program/kegiatan tahun 2009 e. Penyusunan Master Plan draf Kebijakan Public Pengembangan KUKM d.

4. k.Biro Dekonsentrasi . SASARAN PROGRAM/KEG 4 Monitoring dan evaluasi pendukungan KUKM tahun 2009 Evaluasi Perkembangan sentra komoditas unggulan Jawa Barat Evaluasi peran KUKM dalam perekonomian regional tahun 2008 Evaluasi dampak pendukungan promosi Evaluasi pelaksanaan program pertumbuhan desa melalui pendekatan kooperatif Identifikasi data Peningkatan informasi pendukungan perkuatan KUKM TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 Bandung PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 - 142 sentra 600 KUKM 200 KUKM 600 KUKM 400 KUKM 20 kali dialog interaktif di media elektronik. Program Pembinaan dan Pengembangan BUMD dan Lembaga Keuangan Non Perbankan 1 Meningkatnya akses teknologi bagi KUMKM - Jawa Barat Jawa Barat - Pemberian fasilitasi pengembangan produk KUKM melalui pemanfaatan teknologi informasi 1300 KUKM Meningkatnya peran BUMD dalam perekonomian Jawa Barat serta penerimaan pendapatan daerah Meningkatnya PAD dari BUMD sebesar 50% Jawa Barat Dinas KUKM APBD - Mengembangkan produk KUKM melalui Teknologi Tepat Guna bagi KUMKM Mengembangkan profesionalisme BUMD - Kegiatan : 1 Pengembangan dan penerapan pengelolaan BUMD - Optimalisasi peran BUMD Meningkatnya kontribusi peran BUMD terhadap APBD - 11.Biro Dekonsentrasi . Program Perlindungan dan Lembaga Ketenagakerjaan Kegiatan 1. Kecil dan Menengah Pendukungan Teknologi Tepat Guna bagi KUKM 36. j. Latihan Verifikator Adminduk tingkat kecamatan 2. Usaha Mikro. i.Biro Dekonsentrasi . 26 Kab/Kota 26 Kab/Kota Disnakertrans Disnakertrans APBD APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-66 .Biro Dekonsentrasi APBD/APBN Kegiatan 1. Pembinaan Hubungan Industrial 2. 3. Pemberdayaan LKS Bipartit & Tripartit - HI. Kependudukan dan Catatan Sipil 37. Tenaga Kerja Rakor kependudukan Penyusunan Profil Kependudukan Jawa Barat Mitra Praja Utama Bidang Kependudukan Pengembangan Meningkatnya pengawasan & perlindungan serta meningkatnya peran & fungsi lembaga ketenagakerjaan Pekerja dan pengusaha Meningkatnya pemnbinaan terhadap pekerja dan pengusaha serta terselesaikannya perselisihan hubungan industrial di Jawa Barat 750 orang. 10 edisi penerbitan majalah info KUKM dan edisi Bewara KUKM 25 Buku 500 KUKM Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat n.Biro Dekonsentrasi . l.Dinas Tenaga Kerja & Transmigrasi APBD/APBN 38.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG 3 g. m. 50 Kasus Penetapan Upah Minimum 200 Perusahaan Jawa Barat . Program Penataan Administrasi Kependudukan - Terselenggaranya tertib administrasi kepen-dudukan di Jawa Barat - 26 Kab/Kota di Jawa Barat Jawa Barat menerapkan SIAK online dan offline . h. Peningkatan layanan sistem informasi KUKM o. 12. Direktory KUKM 5 tahun terakhir yang sudah mendapat pendukungan Program Pengembangan Sistem Pendukung Usaha bagi Koperasi.

meningkatnya kemampuan dan keterampilan kader Posyandu serta terpilihnya Posyandu dan kader posyandu tingkat provinsi. Bimbingan usaha ekonomis produktif bagi wanita rawan sosial ekonomI 2. Mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas organisasi/lembaga perempuan dalam pembangunan. 5.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG 3 3.Dinas Perikanan . - 240 orang 6 Kab/Kota . c. APBN. Perlindungan Terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja 6 Fasilitasi Dewan Pengupahan 7 8 Koordinasi Bidang Ketenagakerjaan Pemantauan Upah Minimum SASARAN PROGRAM/KEG 4 Menngkatnya pembinaan dan pengawasan norma ketenagakerjaan di Jawa Barat Pekerja Anak dan Pekerja Perempuan Pekerja dan pengusaha Terlaksananya Penetapan UMP 2009 Meningkatbnya kesejahteraan dan terlindunginya tenaga kerja di Jawa Barat Terpantaunya pelaksanaan upah minimum dan teridentifikasinya masalah pengupahan di Kab/Kota se Jawa Barat Meningkatnya motivasi tenaga kerja di perusahaan dan terciptanya hubungan industrial yang kondusif serta hak dasar pekerja perempuan TARGET PENCAPAIAN 5 10.137 orang. 50 BAP LOKASI 6 26 Kab/Kota PELAKSANA SKPD 7 Disnakertrans Disnakertrans Disnakertrans Disnakertrans Biro Bangsos Biro Bangsos SUMBER DANA 8 APBD APBD APBD APBD APBD APBD - - 700 orang Pekerja Anak dan 700 14 Kab/Kota orang Pekerja Perempuan 10. b. kualitas dan menurunnya ketergantungan pangan pokok beras.BPMD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-67 .000 perusahaan. Meningkatnya keanekaragaman konsumsi. Meningkatnya pengendalian keamanan pangan.BPMD 26 kab/kota 750 orang 26 Kab/Kota . ketersediaan dan konsumsi sepanjang tahun sampai tingkat rumah tangga. Meningkatnya pengetahuan dan keterampilan Kader P2WKSS dan meningkatnya keterpaduan pelaksanaan P2WKSS di 26 kab/kota serta terpilihnya pelaksana terbaik P2WKSS 200 orang 10 kab/kota . Peningkatan POSYANDU Pemberdayaan kelembagaan - - Terbantu Wanita Rawan Sosial ekonomi melalui Usaha ekonomis Produktif dan meningkatnya keterampilan. - Terwujudnya pengendalian Jawa Barat keamanan pangan di Jawa Barat APBD Prov Kegiatan : 1. APBD Kab/Kota Kegiatan : 1. APBD Provinsi. Program Peningkatan Ketahanan Pangan a. Menurunnya tingkat kehilangan hasil pasca panen. b. Kegiatan Fasilitasi kebijakan ketahanan pangan - Terlaksananya pengembangkan cadangan pangan non beras siap konsumsi Terfasilitasinya kebijakan ketahanan pangan Jawa Barat Jawa Barat .Biro Bina Produksi 14. Pembinaan dan Pengawasan Norma Ketenagakerjaan 4.Dinsos - 750 orang 26 kabupaten . Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) - 4. Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 40. Kegiatan Mengembangkan cadangan pangan non beras siap konsumsi 2.Dinas Pertanian . Mendorong pengarusutamaan gender pada setiap aspek kehidupan.BPMD 3.Biro Bangsos . Peningkatan kualitas perempuan sebagai penggerak masyarakat Peranan Wanita menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS) - Meningkatnya pemberdayaan perempuan kepala keluarga dalam peningkatan perekonomian PEKKA dan terlatihnya pendamping lapangan PEKKA pada lokasi pengembangan PEKKA. Ketahanan Pangan 39. Meningkatnya keterpaduan dalam fasilitasi Posyandu di 26 kab/kota. Terkoordinasinya keselarasan program pemberdayaan perempuan. Program Peningkatan Peran Serta Kesetaraan Jender dalam Pembangunan dan a. 40 orang.000 Perusahaan 26 Kab/Kota 1. 26 kali 26 Kab/Kota pertemuan 26 Tim Koordinasi Fungsional Kota Bandung Kab/Kota Dewan Pengupahan Kab/Kota Se 26 Kab/Kota Jawa Barat Terpilihnya 3 orang pekerja 26 Kab/Kota teladan dan 3 perusahaan terbaik 9 Pembinaan Ketenagakerjaan di Jawa Barat - - Biro Bangsos APBD 13. Perlindungan Hak Pekerja Anak dan Perempuan 5.

Program Pembangunan Prasarana dan Fasilitas a.41% Kegiatan: 16. Pencegahan perdagangan perempuan dan anak 2. APBD Provinsi.BPMD Kegiatan : 1. Penelitian Pola Pelayanan Kesehatan Terhadap Anak dan Perempuan dalam Rumah Tangga di Jawa Barat 15. Keluarga Berencana 42.000 orang b. APBD Kab/Kota . Perhubungan 43.Meningkatnya fasilitas sarana dan prasarana Bandar penerbangan Bandar Udara Nusawiru Udara Nusawiru - Terpenuhinya fasilitas Landasan Kab.Dinsos .BPMD . d. Program Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera - - Meningkatnya pemahaman masyarakat dalam peningkatan perlindungan terhadap hak-hak perempuan dan anak Meningkatnya pemahaman perempuan dan anak tentang KDRT.Biro Bangsos Peningkatan 41. Tersusunnya Standar Pelayanan Minimal Perhubungan Darat d. - 850 orang 26 Kab/Kota .075.Dinsos . Peningkatan sarana dan prasarana operasi . Pencegahan Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) 3.Balitbangda - Terfasilitasinya Penanganan Trafficking a.423. Tercapainya peserta KB baru sebanyak 1.Dinas Perhubungan APBD Provinsi Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-68 .864. - 5. Meningkatnya rata-rata usia kawin pertama wanita di Jawa Barat. Menurunnya Age Specific Fertirity Rate kelompok umur 15-19 tahun. - 8.383 orang atau 72.383 orang atau 72.864. Pelayanan dan perlindungan Sosial Perempuan korban trafficking 4.62% - 18. Cirebon dan Sukabumi 26 Kab/Kota Jawa Barat .BPMD 26 Kab/Kota .62% dari Pasangan Usia Subur (PUS) 8.BPMD SUMBER DANA 8 - 7.Biro Bangsos . Tersedianya Perencanaan Teknis Pembangunan Prasarana dan Fasilitas Perhubungan Kegiatan : 1. Koordinasi dan Optimalisasi Pemberdayaan Perempuan dalam Partisipasi Pembangunan Meningkatnya pemahaman dan perlindungan terhadap hak-hak perempuan. Terlaksananya perlayanan dan perlindungan sosial perempuan korban trafficking - 260 orang 5 kab/kota - 260 orang 225 orang korban 80 orang 26 Kab/Kota 8 kab/kota Kab. Terbinanya peserta KB aktif sebanyak 5. dan Apron . Meningkatnya Ketersediaan Kualitas Sarana dan Prasarana Perhubungan c. Ciamis Pacu/Runway. - Meningkatnya koordinasi dan kinerja KPPI serta meningkatnya keterlibatan perempuan dalam penggunaan hak-kah politik Terlaksananya fasilitasi. Fasilitasi penanganan trafficking di kabupaten/kota di Jawa Barat 6.65 60. PROGRAM/KEG 3 Peningkatan pengarusutamaan gender melalui Raker Forum Komunikasi (FORKOM) gender se Jawa Barat Pembinaan Kaukus perempuan Politik Indonesia (KPPI) Fasilitasi. Terlaksananya persiapan pembangunan Bandara Perhubungan Internasional Kertajat b. Marking.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 6. koordinasi dan optimalisasi pemberdayaan perempuan dalam partisipasi pembangunan kualitas kehidupan SASARAN PROGRAM/KEG 4 Meningkatnya koordinasi peran FORKOM Gender TARGET PENCAPAIAN 5 100 orang LOKASI 6 26 Kab/Kota PELAKSANA SKPD 7 . Peningkatan penanganan korban tindak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) 5. Program perlindungan perempuan - 26 Kab/Kota APBN.970 orang c. Meningkatnya Fungsi Lembaga Pos dan Telekomunikasi e.

Warning Light. Tertibnya penyelenggaraan lalu lintas angkutan umum dan angkutan barang di Jawa Barat Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-69 . natal dan tahun baru b. Meningkatnya kesadaran berlalu lintas/TIBLANTAS Angkutan Umum Teladan WTN dan Awak Kendaraan Umum Teladan (AKUT) Terwujudnya pelaksanaan diklat Jawa Barat awak angkutan umum dan pemilihan AKUT se Jawa Barat Terwujudnya pelayanan jasa 10 Kab/Kota angkutan laut yang aman dan lancar Jawa Barat Terlaksananya Pengawasan dan Jawa Barat Pengendalian Operasio-nal Perhubungan di Jawa Barat Meningkatnya kualitas produk Jawa Barat karoseri kendaraan bermotor Terpenuhinya kelayakan kenda.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG 3 2.Jawa Barat raan bermotor yang diproduksi oleh perusahaan karoseri di Jawa Barat .Dinas Perhubungan SUMBER DANA 8 APBD Provinsi Jawa Barat . Pengembangan Fasilitas Lalu Lintas Jalan di Jawa Barat - SASARAN PROGRAM/KEG 4 Terwujudnya kebutuhan pengadaan peralatan SAR pada pelabuhan laut dan ASDP di Jawa Barat Terlaksananya kegiatan monitoring dan penertiban pengguna frekuensi usaha dan pelaku usaha jasa titipan di Jawa Barat Meningkatnya ketersediaan prasarana dan fasilitas lalu lintas angkutan jalan (LLAJ) TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 Kota Bandung PELAKSANA SKPD 7 . Tersedianya Fasilitas Perlengkapan Jalan guna membantu kelancaran arus lalu lintas pada kegiataan penyelenggaraan LLAJ Lebaran. RPPJ TersedianyaTraffic Cone Jawa Barat .Dinas Perhubungan APBD Provinsi APBD Provinsi 46. Tertatanya jaringan lalu lintas angkutan barang dan penumpang d. dan Tahun Baru a. Program Rehabilitasi dan Pemeliharaan Prasarana dan Fasilitas Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Kegiatan : 1. Peningkatan Pelayanan Unit Organisasi dan Pelayanan Frekuensi Radio dan Pos di Jawa Barat 44. Tersedianya Fasilitas Perlengkapan Lalu Lintas Jalan di Jawa Barat melalui pengadaan Rambu Lalu Lintas. Tersedianya peralatan untuk uji mutu produk karoseri - . Natal. Program Peningkatan Pelayanan Angkutan Kegiatan : 1. RPPJ (Rambu Petunjuk Pendahulu Jurusan).Dinas Perhubungan APBD Provinsi APBD Provinsi - 4 kelaikan a. Meningkatnya keselamatan pelayaran c. PJU. Meningkatnya kesadaran berlalu lintas dan kinerja awak kendaraan umum b.Dinas Perhubungan . Pagar Pengaman Jalan. Peningkatan Kesadaran Lalu Lintas Awak a. Meningkatnya kinerja pengujian kendaraan bermotor - Terpenuhinya Rambu Lalu Lintas. Peningkatan Sarana dan Prasarana Penga. Meningkatnya kinerja kegiatan uji mutu terhadap produksi karoseri e.Dinas Perhubungan APBD Provinsi b.Dinas Perhubungan APBD Provinsi - a. Pagar Pengaman Jalan. Terlaksananya pemeriksaan dan penyuluhan terhadap perusahaan karoseri di Jawa Barat b. Traffic Light. Traffic Light.Dinas Perhubungan APBD Provinsi - . Meningkatnya pelayanan perijinan dan pengawasan angkutan umum c.daan Peralatan SAR Pelabuhan Laut dan ASDP 3. Warning Light Solar.Dinas Perhubungan APBD Provinsi 45. dan PJU b. Tertibnya penyelenggaraan LLAJ lebaran.Dinas Perhubungan APBD Provinsi . Jawa Barat Pagar Pengaman Jalan. Terselenggaranya kegiatan pelabuhan laut dan ASDP di Jawa Barat 2 3 Pengkoordinasian Perijinan Trayek Angkutan Darat di Jawa Barat Pengendalian dan Pengawasan Operasional Sarana dan Prasarana Perhubungan Pembinaan dan Pengawasan kendaraan bermotor di Jawa Barat Meningkatnya kualitas peta struktur jaringan trayek angkutan umum di Jawa Barat Terkendalinya operasional sarana dan prasarana perhubungan - .Dinas Perhubungan . Program Pengendalian dan Pengamanan Lalu Lintas a. Marka Jalan.

Penyediaan dan Penyelenggaraan Administrasi Santel f. Penyediaan Dokumentasi dan Penyebaran Informasi Penyelenggaraan Pemerintahan dan Pelaksanaan Pembangunan Pengiriman Bahan Berita dan Dokumentasi melalui Internet Fasilitasi Pelayanan Data/Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah - 12 bulan Kota Bandung Biro Umum APBD - 12 bulan Kota Bandung Biro Umum Bapeda APBD APBD Pembuatan konten berita website Kota Bandung Bapeda Maintenance Website Bapeda Pengadaan barang jaringan LAN Bapeda Pengembangan data dan informasi berbasis WEB Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-70 . Tersedianya Data Arsip yang Up to date e. Meningkatnya pelayanan informasi kepada Media Massa dan Pemanfaatan Teknologi b. Natal. Terwujudnya integrasi Jaringan sistem informasi daerah guna mendukung Jabar Cyber Province Tahun 2012.Dinas Perhubungan APBD Provinsi 17. 6. Pengembangan Sistem Informasi manajemen Sistem Informasi manajemen Rumah Sakit 25 User RS Jiwa Bandung 2. Tersedianya Materi Pendukung Website sebagai Bahan Informas c. Penyusunan Software Sistem Informasi Meningkatnya pengelolaan persediaan barang dan Manajemen Barang dan Aset Dinas aset dinas 3. 7. Terwujudnya pelayanan data dan informasi yang didukung Teknologi Informasi (TI). Program Pengembangan Komunikasi.RSJ Bandung . Natal.Dinas Perhubungan APBD Provinsi . Informasi. Meningkatnya peran media massa dalam penyebaran Informasi informasi secara obyektif dan bertanggungjawab. dan Tahun Baru - TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 . Penyelenggaraan Angkutan Lebaran. Penataan Jaringan Lintas Angkutan Barang - Tertibnya penyelenggaraanlLalu barang di Jawa Barat lintas angkutan - Terfasilitasi dan terkoordinasi-nya Jawa Barat penyelenggaraan LLAJ Lebaran. Kegiatan : 1. Tersedianya Naskah Sumber Kearsipan di Jabar 4. Komunikasi dan Informatika 47. d. Terpeliharanya Jaringan LAN Terpenuhinya kebutuhan pelayanan sandi dan telekomunikasi bagi aparatur di lingkungan Setda Provinsi Jawa Barat Meningkatnya peran media dalam penyebaran inforamasi secara objektif dan bertanggungjawab Pelayanan Informasi kepada masyarakat 25 pengguna 90% 1 Tahun 12 Bulan 6 Bulan 12 Bulan 6 Bulan/500 Eksemplar 12 Bulan 12 bulan Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung .Dinas Perhubungan SUMBER DANA 8 APBD Provinsi 2 Sosialisasi keselamatan pelayaran dan pengukuran kapal pedalaman - Tersosialisasikannya keselamatan pelayaran pengukuran kapal pedalaman di Jawa Barat dan - 3 Pengembangan Teknologi Jaringan Trayek Angkutan Umum - Tertibnya penyelenggaraan lalu lintas angkutan umum di Jawa Barat - 4. a. Pengembangan Sistem Informasi Manajemen a. Natal dan Tahun Baru (Reguler) SASARAN PROGRAM/KEG 4 Terselenggaranya LLAJ Lebaran. Tersedianya Website BASIPDA yang Memenuhi Kearsipan Standar Informasi b. Tersedianya Penyimpanan Data Arsip yang Akurat d. dan Tahun Baru di Jawa Barat Terlaksananya penyuluhan Jawa Barat keselamatan pelayaran ter-hadap 390 operator kapal pedalaman di Jawa Barat Tersusunnya pemetaan struk-tur Jawa Barat jaringan trayek melalui digitalisasi hasil kegiatan evaluasi jaringan trayek Tertatanya Jaringan Lalu Lintas Jawa Barat angkutan barang di Jawa Barat .Dipenda APBD APBD Basipda Biro Umum APBD 5.Dinas Perhubungan APBD Provinsi . c.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG 3 Kegiatan : 1.

Peningkatan Kualitas dan kecapatan perhitungan perolehan suara dan penyimpanan informasi pada Pemilihan Presiden dan Legislatif tahun 2009 b.Kantor Perwakilan APBD Jawa Barat 1 paket 1300 leaflet 14979 orang Kota Bandung . - 1 paket 46 SKPD 26 Kab. Terlaksananya rapat koordinasi kepegawaian h. Terfasilitasinya pembuatan Karpeg. Peningkatan Kualitas dan Kuantitas Materi Informasi Pembangunan kepada Masyarakat Kegiatan Penataan dan Pengelolaan Data a. entry serta updating Data PNS. Pembangunan Surveilance berbasis web di a.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG 3 SASARAN PROGRAM/KEG 4 - TARGET PENCAPAIAN 5 Penyusunan warta Bapeda Penataan perpustakaan Visualisasi Data melalui Ruang Pameran Bapeda Provinsi Jawa Barat Pengedaan buku Belanja alat tulis kantor LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 8. Terlaksannya penataan personal record. Meningkatnya pemanfaatan teknologi - Tangerang . Karsu dan Taspen PNSD a. Pengembangan Komunikasi Audio Visual Bapesitelda APBD b. Tersebarnya informasi kepegawaian Kepegawaian c. Desk Pemilihan Presiden tahun 2009 a. Pembangunan Desiminasi Warning-System Aplikasi Early a. Terbangunnya sistem video surveilance - Bapesitelda APBD c./Kota g./Kota dan Bakorwil melalui e-meeting dengan Provinsi Jawa Barat Terciptanya pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam pelayanan investasi One Stop Service (OSS) Termanfaatkannya jaringan SIMDA Beroperasinya perangkat video surveilance di gedung pemerintah Terciptanya sistem monitoring pada jaringan SIMDA Terciptanya Desiminasi aplikasi tentang peringatan bencana alam Terciptanya pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam memberikan informasi kejadian bencana alam Terciptanya Basis Data Perolehan suara yang dapat memberikan informasi secara cepat dan akurat Terciptanya pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam pelaksanaan Pilpres dan Caleg tahun 2009 10. serta sewa jaringan e. Terwujudnya peningkatan kualitas dan kecepatan informasi bencana alam yang terjadi - Bapesitelda APBD - 13.Biro Kepegawaian APBD 9. Pengembangan dan pengelolaan website. Terwujudnya Sistem Arsip Digital Sumber Informasi Kepegawaian melalui Sistem Informasi b. CPNSD dan tenaga Honorer d. Karis. Peningkatan kecepatan informasi peringatan/ bahaya bencana alam yang terjadi b. Terwujudnya peningkatan kualitas dan kecepatan perhitungan perolehan suara dan penyimpanan informasi pada Pemilihan Presiden dan legislatif tahun 2009 - Bapesitelda APBD - Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-71 ./Kota 1 kali 500 orang 46 SKPD Terkoneksinya Kab. Meningkatnya upaya penerapan e-government - 11. Terlaksananya Fasilitasi Simpeg Kab. Jawa Barat 12. Tertatanya sistem informasi kehadiran i. Terlaksananya Rapat Kerja Pengelola f. Peningkatan monitoring dan pengawasan unjuk rasa d Pemeerintah Prov. Meningkatnya sarana dan prasana aparatur gedung Pemprov. Jabar b.

Akan adanya pembangunan Aplikasi System informasi ketahanan pangan c. Pengembangan Aplikasi Pendukung Database Keanggotaan Pengguna Internet Publik Pemprov. Penyelenggaraan Sosialisasi Program-Program Pemerintah Pusat dan Daerah - 20. Pengadaan Layanan Internet Publik bergerak menggunakan kendaraan roda empat - 19.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG 3 14. Uji coba Sosialisasi Aplikasi - Bapesitelda APBD - - 16. Pengelolaan dan Pengembangan Jaringan Teknologi Informasi dan Komunikasi Pemerintah 23. Penyusunan Buku Saku Widyaswara 24. Pembangunan Aplikasi dan System Informasi a. Pembangunan Aplikasi Arsip Digital SASARAN PROGRAM/KEG 4 Peningkatan kecepatan informasi pendokmentasian arsip TARGET PENCAPAIAN 5 Realisasi fungsi IT dalam Pemerintahan melalui terciptanya Aplikasi Arsip Digital Realisasi fungsi IT dalam Pemerintahan melalui pembangunan Terbangunnya 1 aplikasi dan sistem informasi Tersedianya perangkat pendukung pengoperasian aplikasi 2 unit notebook Harus diuji cobakan dan entry data selama 5 bulan di SKPD terkait serta sosialisasi aplikasi selama 2 hari Realisasi fungsi IT dalam pemerintahan melalui terciptanya aplikasi database keanggotaan pengguna internet publik LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 APBD - pencarian dan - Bapesitelda 15. Penerbitan Buletin Diklat Aparatur 18. Penyelenggaraan Pendampingan Pendayagunaan e-Gov di lingkungan SKPD Pemerintah Provinsi Jawa Barat 22. Adanya kesediaan Perangkat pendukung pengoperasian aplikasi d. Terwujudnya penanganan masalah pertanahan Terfasilitasinya penyelesaian sengketa wilayah perbatasan kab/kota dan provinsi tanah di Bakorwil Purwakarta APBD Kegiatan : 1. Pemanfaatan TI dalam pelaksanaan pembangunan Ketahanan Pangan b. Tersedianya pengadaan tanah untuk kepentingan umum. Penyimapanan Pusat Data berbasis Pemerintah Provinsi Jawa Barat TIK - 18. Pertanahan Pengadaan. Penataan 48 Program Pengendalian Administrasi Pertanahan - Terciptanya suatu pusat layanan data berbasis TIK yang dapat digunakan oleh seluruh SKPD di lingkungna Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tersedianya suatu layanan akses internet bergerak menggunakan kendaraan roda empat sebagai sarana sosialisasi Layanan Publik berbasis internet kepada masyarakat Terselenggaranya sosialisasi program-program Pemerintah Pusat melalui pendayagunaan Teknologi Informasi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan budaya Daerah Terwujudnya daerah inkubator e-Gov dibeberapa kecamatan terpilih se-Jawa Barat sebagai kecematan berbasis TIK pendukung untuk mewujudkan Jabar Cyber Province 2012 Terselenggaranya pendampingan pendayagunaan aplikasi e-Gov di lingkungan SKPD Pemerintah Provinsi Jawa Barat Bapesitelda APBD Bapesitelda APBD Bapesitelda APBD Bapesitelda APBD Bapesitelda APBD Bakorwil Bogor APBD Terdapatnya Buku Saku widyaswara Terbitnya Media Diklat Bandiklatda Bandiklatda APBD APBD dan a. Fasilitasi Penyelesaian Sengketa Tanah di Wilayah Perbatasan Kabupaten/Kota dan Provinsi Lainnya. c. Tertatanya administrasi pertanahan. Akselerasi Daerah Inkubator e-Gov (APBD Bantuan) - 21. b. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-72 . Jabar - Bapesitelda APBD 17. Jawa Barat - Tersedianya database keanggotaan pengguna internet publik Pemprov.

umum. - Tokoh Agama. Meningkatnya apresiasi terhadap pemilu. Sosialisasi dan Monitoring Pemantauan Pemilu se Wilayah Bogor Kegiatan Pengkajian Kesadaran Politik dan Partisipasi Pemilih di Jawa Barat Bakorwil Bogor Balitbangda APBD APBD - Masyarakat yang berhak pilih - Re-Orientasi Pembangunan Etika.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 2. LSM dan Budayawan Ormas dan Unsur Masyarakat dari berbagai profesi TKA. 11. 10. Rohaniawan dan Pers asing Terciptanya situasi dan kondisi yang aman dan kondusif baik sebelum pelaksanaan dan pasca pemilu dan pilpres tahun 2009 di wilayah cirebon 208 orang 232 orang 156 orang Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Bakesbanglinmasda Bakesbanglinmasda Bakesbanglinmasda APBD APBD APBD - 168 orang 26 kab/kota Kota Bandung Kota Bandung Wilayah Cirebon Bakesbanglinmasda Bakesbanglinmasda Bakorwil Cirebon APBD APBD APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-73 . b. 17. bebas. Tokoh Masyarakat. Tokoh Masyarakat. 9. Kab/Kota se Jawa Barat 7. 6. Kegiatan Koordinasi dan Fasilitasi Pelaksanaan Pemilu dan Pilpres tahun 2009 di Wilayah Cirebon 4. Sosialisasi mekanisme pelaksanaan Pemilu kepada masyarakat 8. pencegahan konflik antar kelompok menjelang pemilu 15. Kegiatan Fasilitasi dan Pemantauan Persiapan Pemilu tahun 2009 a. Sosialisasi Undang-undang Bidang Politik bagi Generasi Muda se Jawa Barat. PROGRAM/KEG 3 Fasilitasi penyelesaian sengketa tanah di wilayah perbatasan kabupaten / kota dan provinsi lain Pengadaan Tanah untuk kepentingan umum (kab. Pemutahiran data Ormas dan LSM di Provinsi. Kelurahan Pengguna Ormas. Fasilitasi. Biro Perlengkapan APBD 19. Moral dan Budaya Politik bagi Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat serta Organisasi Kewanitaan 5. Kab Majalengka) SASARAN PROGRAM/KEG 4 Penyelesaian pengaduan sengketa tanah garapan TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 Biro dekonsentrasi SUMBER DANA 8 APBD - masyarakat mengenai - Pengayoman kaepada masyarakat dalam rangka memfasilitasi penyelesaian tanah garapan 3. Kesatuan Bangda dan 49 Politik Dalam Negeri Program Pendidikan Politik Masyarakat Kegiatan : 1. Menurunnya konflik antar kelompok. Karang Taruna. Orientasi pembauran bangsa bagi komponen masyarakat. 14. Tokoh Masyarakat dan Organisasi Kemahasiswaan Ormas dan LSM Bakesbanglinmasda APBD - 325 orang Kota Bandung Bakesbanglinmasda APBD - Ormas dan LSM Tokoh Agama Partai Politik 26 kab/kota 420 orang 30 orang Jawa Barat Jawa Barat Kota Bandung Bakesbanglinmasda Bakesbanglinmasda Bakesbanglinmasda APBD APBD APBD - Masyarakat 180 orang Jawa Barat Bakesbanglinmasda APBD - Generasi Muda 180 orang Jawa Barat Bakesbanglinmasda APBD - Pengurus Parpol 120 orang Jawa Barat Bakesbanglinmasda APBD - Pengguna Anggota/Organisasi LKMD. Forum ketahanan bangsa dalam pencegahan konflik (subkeg. Sistem dan mekanisme penggunaan dan pertanggungjawaban bantuan keuangan kepada Partai Politik. dan rahasia di kab/kota di wilayah Purwasukasi Wilayah Bogor Terlaksananya Pemetaan Situasi Kota Bandung dan Kondisi tingkat kesadaran dan partisipasi politik masyarakat Jawa Barat 280 orang Kota Bandung Bakorwil Purwakarta APBD 2. 3. Pemantapan Undang-undang Bidang Pemilu bagi Pemilih Pemula dalam mensukseskan Pemilu 2009 di Jawa Barat. Peneliti asing. Peningkatan Wawasan Kebangsaan 13. Garut. Terwujudnya kerjasama antara daerah kab/kota dan provinsi Terselengaranya pemilihan Wilayah Purwakarta umum langsung. Pembinaan ketahanan nasional untuk Organisasi Masyarakat dan Profesi 16. Identifikasi dan koordinasi penanganan permasalahan aktual di Daerah. Kab Bandung. Peningkatan pemahaman Undang-undang bidang politik bagi Kader Partai Politik di Jawa Barat 12. Peningkatan partisipasi politik bagi Ormas dan LSM dalam rangka pendidikan politik di Jawa Barat.

Kegiatan : 1. c.Tersedianya tenaga instruktur untuk penanggulangan Bencana bagi Jaringan Linmas Kab/Kota dan bencana SKPD di Jawa Barat 9. Pelatihan kepada Masyarakat cara .2014 5 6 Terselengaranya pemilihan Wilayah Purwakarta umum langsung. Menurunnya gangguan terhadap ketertiban umum. Ketertiban a. Kegiatan rapat Koordinasi dan Pemantauan Persiapan Pemilu tahun 2009 SASARAN PROGRAM/KEG 4 Terwujudnya kerjasama antara daerah kab/kota dan provinsi TARGET PENCAPAIAN LOKASI PELAKSANA SKPD 7 Bakorwil Purwakarta SUMBER DANA 8 APBD - 19.Meningkatnya sistem manajemen penanggulangan Bencana di Jawa Barat bencana 3. TOT Pencarian dan Penyelamatan Akibat . dan rahasia di kab/kota di wilayah Purwasukasi 104 orang Kota Bandung 8 orang Kota Bandung Kota Bandung Biro dekonsentrasi Biro dekonsentrasi Biro dekonsentrasi APBD APBD APBD Program Penanggulangan Bencana Alam dan a. Simulasi Penanggulangan Bencana . Meningkatnya kemampuan personil dalam Perlindungan Masyarakat pencegahan dini dan penanggulangan bencana b. Terlaksananya inventarisasi daerah kerentanan bencana kegempaan di wilayah sesar Lembang.Anggota Satuan Linmas 5.Masyarakat pengamanan dalam bencana 7. Penanggulangan bencana bagi Aparat Tramtib . Koordinasi dan Fasilitasi Penanggulangan .2014 Terfasilitasinya dan terlantiknya Presiden dan Wakil Presiden periode 2009 . Fasilitasi Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI 50 - tersosialisasinya UU Pemilu Terfasilitasinya dan terlantiknya Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah tahun 2009 . Meningkatnya kapasitas dan kinerja institusi penanggulangan bencana alam.Meningkatnya pengetahuan dan keterampilan petugas kemampuan Masyarakat melalui Pelatihan dalam Penanggulangan Bencana Terpadu Pemuda dalam Penanggulangan Bencana 4. Fasilitasi dan Koordinasi Peningkatan . Penyelenggaraan Pemeliharaan Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) di Jawa Barat terwujudnya kerjasama antar daerah kab/kota dan provinsi Terwujudnya ketentraman dan ketertiban umum - - terevaluasinya pelaksanaan Wilayah Purwakarta kebijakan pemerintah provinsi dlm pelaksanaan pembangunan Dapat mewujudkan ketentraman Jawa Barat dan ketertiban umum yang aman dan terkendali Bakorwil Purwakarta APBD Dinas Pol PP APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-74 .Aparat Trantib Kab/Kota - 5 kali sosialisasi di 5 kabupaten. Ketentraman. Fasilitasi Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Tahun 2009 21. Menurunnya angka kriminalitas. dan Pencegahan Tindak Kriminal b. Terlaksananya pemantauan kejadian bencana geologi di seluruh Jawa Barat c. Koordinasi Fasilitasi Penyelenggaraan Ketentraman dan Ketertiban umum di Kab/Kota se Wilayah Purwakarta 2.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG 3 18. umum. Kaji Terap Pengembangan Pengoperasian Instrumentasi Peramalan Banjir dan Sistem Peringatan Dini 8. Terinformasikannya dan tersosialisasikannya daerah Rawan Bencana rawan bencana kepada pengelola bencana di tingkat Kabupaten b.Masyarakat 6. Peningkatan Informasi dan Sosialisasi Daerah a. Pelatihan kepada relawan bencana . Meningkatnya kesiapsiagaan dan ketahanan masyarakat terhadap bencana dan dampaknya. bebas. sesar Cimandiri dan sesar Baribis skala 1 : 25. Sosialisasi UU Pemilihan Umum 20.000 2. Kegiatan : 1. Jawa Barat 200 peserta 30 pemantauan kejadian bencana alam geologi 1 dokumen Distamben APBD - Jawa Barat Jawa Barat Biro Bangsos Biro Bangsos APBD APBD - 200 orang 60 orang 60 orang Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Jawa Barat - Bakesbanglinmasda Bakesbanglinmasda Bakesbanglinmasda Balitbangda APBD APBD APBD APBD Jawa Barat - Kesbanglinmas APBD - 60 orang Kota Bandung Bakesbanglinmasda APBD 51 Program Pemeliharaan.

9.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 3. Koordinasi Fasilitasi Penyelenggaraan Ketentraman dan Ketertiban umum di Kab/Kota se Wilayah Purwakarta Anggota Masyarakat Anggota Masyarakat - 200 orang 180 orang Kota Bandung Kota Bandung Bakesbanglinmasda Bakesbanglinmasda APBD APBD terwujudnya kerjasama antar daerah kab/kota dan provinsi - penyelenggaraan Pemeliharaan a. 5. Peningkatan kerjasama operasional Trantibum Instansi Terkait Pemeliharaan Trantibum Daerah Perbatasan - Terpeliharanya Trantibum Terciptanya Pemeliharaan Trantibum di daerah perbatasan antar provinsi dan antar kabupaten / kota serta anggota MPU - Dinas Pol PP Dinas Pol PP APBD APBD 6. Fasilitasi Ketentraman dan ketertiban umum di Jawa b. PROGRAM/KEG 3 Pengamanan dan penertiban asset vital milik pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat SASARAN PROGRAM/KEG 4 Terwujudnya penertiban asset vital milik pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat TARGET PENCAPAIAN LOKASI PELAKSANA SKPD 7 Dinas Pol PP SUMBER DANA 8 APBD - - 5 6 Dapat terselamatkannya aset./Kota se-Jawa Barat 14. Jajaran Polda Jabar dan Dam III/ Siliwangi c. 8. Kab. Pemberdayaan Satuan Linmas dalam menunjang terwujudnya ketentraman dan ketertiban secara Swakarsa di Jawa Barat 12. Terwujudnya peningkatan kinerja DPRD yang . Administrasi Keuangan Daerah Perangkat Daerah. Kepegawaian dan Persandian 52 Program Peningkatan Kapasitas Perwakilan Rakyat Daerah Lembaga a.Jawa Barat aset vital milik pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat yang dikuasai oleh masyarakat Jawa Barat 4. Lingker. 28 104 orang Jawa Barat Bakorwil Purwakarta APBD Biro Desentralisasi APBD - Biro dekonsentrasi APBD 20. 7.Sekretariat DPRD APBD Kegiatan : 1 Kegiatan Hearing/Dialog dan koordinasi dengan pejabat pemerintah daerah dan tokoh masyarakat/tokoh agama 2 Kegiatan Reses Terselenggaranya dialog antara anggota DPRD dengan pejabat pemeirntah dan tokoh masarakat Tersampaikannya aspirasi masyarakat konstituennya kepada anggota DPRD melalui kegiatan reses Terselenggaranya kunjungan kerja Pimpinan dan Anggota DPRD Meningkatnya kapasitas pimpinan dan anggota DPRD melalui berbagai pelatihan Lancarnya kegiatan pimpinan DPRD 3 kali reses .Sekretariat DPRD APBD 3 4 5 Kegiatan Kunjungan Kerja Pimpinan dan Anggota DPRD Dalam dan Luar Negeri Kegiatan Peningkatan Kapasitas Pimpinan dan Anggota DPRD Kegiatan Biaya Fasilitasi dalam Rangka Kelancaran Kegiatan Pimpinan DPRD - Jawa Barat . Otonomi Daerah. Pemerintahan Umum. 1 tahun 2007 Gubernur Jawa Barat Nomor 1 tahun 2007 tentang pembinaan satuan Linmas tentang pembinaan satuan Linmas - terevaluasinya pelaksanaan Wilayah Purwakarta kebijakan pemerintah provinsi dalam pelaksanaan pembangunan 40 SKPD dan instansi terkait Jawa Barat (POLDA + Dam III/Siliwangi). SKPD di lingkungan Pemprov Jawa Barat 13. Lingdik dan Organisasi di Jawa Barat - Meningkatkan pemahaman pemeliharaan Trantibum Generasi Muda Organisasi Kepemudaan Anggota Masyarakat masyarakat terhadap - Sinergitas penanganan dan daerah Perbatasan pemeliharaan trantibum dan antar provinsi dan ketertiban umum serta kab/kota di Jawa Barat penegakkan Perda dan Peraturan Perda dan Peraturan Pelaksanaan Terpeliharanya Trantibum serta Jawa Barat penegakkan Perda 60 orang 60 orang 120 orang Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Dinas Pol PP APBD - - Bakesbanglinmasda Bakesbanglinmasda Bakesbanglinmasda APBD APBD APBD 10.Sekretariat DPRD . Penyusunan Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Tersusunnya Juklak Pergub Jabar no. Peningkatan Partisipasi Masyarakat dalam memelihara Ketentraman dan Ketertiban Umum di Jawa Barat Penyuluhan kepada generasi muda tentang kriminilitas dan Tramtibmas Pelatihan kepada organisasi kepemudaan mengenai Kamtibmas Pemantapan Bela Negara pada Lingkim. Gladi Tramtib Satuan Linmas dalam rangka Pemilu Tahun 2009 11. b.Sekretariat DPRD APBD APBD APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-75 . Terpenuhinya legalisasi perda yang aspiratif.Sekretariat DPRD .

Tersedianya dokumen pelaksanaan pengelolaan keuangan dan kekayaan daerah Kegiatan : 1 Asistensi dan Konsultasi Evaluasi APBD .Sekretariat DPRD .NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 6 PROGRAM/KEG 3 Kegiatan Badan Kerjasama Pimpinan dan Anggota DPRD se-Indonesia/Forkomkon Setwan se-Indonesia Kegiatan Penyusunan Pra Prakarsa/Inisiatif DPRD (5 buah) Kegiatan Parlementaria Raperda - SASARAN PROGRAM/KEG 4 Terselenggaranya pertemuan Badan Kerjasama Pimpinan dan anggota DPRD se Indonesia/Forkomkom setwan se Indonesia Tersusunnya Pra Raperda Inisiatif Dewan Tersampaikannya kegiatan DPRD melalui media elektronik Terfasilitasinya masalah-masalah hukum Tersedianya pakaian dinas beserta kelengkapannya bagi anggota DPRD periode 2009-2014 Terjaganya kesehatan anggota DPRD - TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 .Sekretariat DPRD . DPRD Provinsi.Sekretariat DPRD - 100 orang 12 kali 1 kali 5 buah raperda 5 buah raperda 100 orang 100 orang . DPRD Kab/Kota dan DPR RI 100 stel .Sekretariat DPRD .Sekretariat DPRD .Biro dekonsentrasi APBD - 53 Program Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan a.Sekretariat DPRD SUMBER DANA 8 APBD 7 8 9 10 5 buah draft perda .Sekretariat DPRD .Sekretariat DPRD APBD APBD APBD APBD 11 12 13 14 15 16 17 Kegiatan Fasilitasi dan Konsultasi Masalahmasalah Hukum dan Administrasi Kegiatan Pengadaan Pakaian Dinas Berserta Kelengkapannya bagi Anggota DPRD Periode 2009-2014 Kegiatan Penyediaan Jasa Kesehatan bagi Anggota DPRD Kegiatan Penyusunan Informasi Kegiatan DPRD (Bewara/Jurnal) Agenda dan Kalender Kegiatan Raker/Musda Forkomkon se-Jawa Barat Kegiatan Penyusunan Raperda/Inisiatif DPRD ( 5 buah Raperda) Kegiatan Penelaahan Raperda Inisiatif DPRD Kegiatan Pengambilan Sumpah/Janji Anggota DPRD Hasil Pemilu 2009 Tunjangan Perumahan Anggota DPRD Hasil Pemilu 2009 (Sebelum Rumah Dinas Siap Huni) Sewa Hotel saat Pelantikan Anggota DPRD hasil Pemilu 2009 Kegiatan Pemberian Jasa Pengabdian bagi Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Periode 2009-2014 Kegiatan Penyediaan Tenaga Ahli dan Kajian Akademik Fasilitasi Penggantian Antar Waktu Pimpinan dan Anggota DPRD Provinsi kab/kota Fasilitasi Pemilihan Anggota DPD.Sekretariat DPRD APBD APBD 20 22 - .Sekretariat DPRD .Sekretariat DPRD .Sekretariat DPRD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD Tersampaikannya kegiatan DPRD melalui media cetak Terselenggaranya raker/musda Forkomkon se Jawa Barat tersusunnya raperda/inisiatif DPRD Terselenggaranya penelaahan raperda inisiatif DPRD - Terselenggaranya pengambilan sumpah/janji anggota DPRD hasil pemilu 2009 tersedianya tunjangan perumahan bagi anggota DPRD 2009-2014 Tersedianya tempat menginap yang representatif bagi anggota DPRD yang akan dilantik terselenggaranya pemberian jasa pengabdian bagi anggota DPRD periode 2003-2009 Tersedianya tenaga ahli Terselenggaranya Pergantian dan Pengesahan anggota dan Pimpinan DPRD Provinsi Jawa Barat Periode 2009-2014 Terselenggaranya Pergantian dan Pengesahan anggota dan Pimpinan DPRD Provinsi Jawa Barat Periode 2009-2014 Terfasilitasi Penggantian antar waktu anggota DPRD dan kab/kota - 18 19 - 100 orang 100 orang .Biro dekonsentrasi APBD APBD 26 - .Sekretariat DPRD .Terlaksananya Asistensi dan konsultasi evaluasi APBD Provinsi Jawa Barat dan Pertanggungjawaban Provinsi Jawa Barat dan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Pelaksanaan APBD 2 Rapat Koordinasi Pengelolaan Keuangan .Terlaksananya Koordinasi Pengelolaan Keuangan Daerah SKPD Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Daerah SKPD Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten/Kota Pemerintah Kabupaten/Kota Kota Bandung Biro Keuangan APBD Kota Bandung Biro Keuangan APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-76 .Sekretariat DPRD . Terwujudnya penataan aset daerah c. Meningkatnya tertib administrasi keuangan daerah Daerah b.Sekretariat DPRD .

Bantuan Keuangan kepada Kabupaten/Kota/kecamatan/Desa. Bantuan Keuangan kepada Kabupaten/Kota./Kota Pengelolaan Arsip SP2D - Kota Bandung Biro Keuangan APBD - Terlaksananya Fasilitasi Penatausahaan langsung dan tidak langsung Terlaksananya Penerbitan SP2D Belanja Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Biro Keuangan Biro Keuangan Biro Keuangan APBD APBD APBD Tersusunnya dokumen Perencanaan/Perubahan Anggaran FIxed Cost Belanja Pegawai dan Penyusunan Keputusan Gubernur Jawa Barat tentang Pengelolaan APBD/ APBN (Dana Dekonsentrasi) Tersusunnya Laporan Penerbitan SP2D bulanan. Semester dan Tahunan Penyelenggaraan Rekonsiliasi Anggatan Belanja dan Pembiayaan Pemerintah Provinsi Jawa Barat Penyusunan dan Pembuatan Laporan Kinerja Keuangan Berbasis Aktua Fasilitasi Penatausahaan dan Pertanggungjawaban Dana Dekonsentrasi/Tugas Pembantuan Provinsi Jawa Barat Pelaksanaan Penatausahaan dan rekonsiliasi TP-TGR Keuangan dan Barang Daerah di Provinsi Jawa Barat Fasilitasi Penyelesaian Tindak kanjut Laporan Hasil Pemeriksaan Aparatur Fungsional Rekonsiliasi Data Realisasi Pendapatan untuk Perhitungan Pajak Provinsi dan Kabupaten/Kota Penyusunan Laporan Pelaksanaan APBD Truwulanan dan Semesteran Berdasarkan SPJ dan SP2D Penyusunan Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD dan Rancangan Peraturan Gubernur tentang Penjabaran Pertanggungjawaban APBD Tahun Anggaran 2007 Evaluasi Raperda dan Raper KDH Tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kab. Hibah dan Bantuan Sosia Tercapainya target realisasi SP2D pada akhir tahun anggaran TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 Kota Bandung PELAKSANA SKPD 7 Biro Keuangan SUMBER DANA 8 APBD - 4 - Kota Bandung Biro Keuangan APBD 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Kegiatan Fasilitasi dan Penyusunan Laporan Bagi Hasil. triwulan. semester dan tahunan - Kota Bandung Kota Bandung Biro Keuangan Biro Keuangan APBD APBD Kota Bandung Terlaksananya Fasilitasi Penatausahaan dan Pertanggungjawaban Dana Dekonsentrasi/Tugas Pembantuan Provinsi Jawa Barat Terlaksananya Penyelesaian dan Pelaporan Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi Keuangan dan Barang Daerah Terlaksananya Penyelesaian Tindak Lanjut Laporan Hasil Pemeriksaan Tersusunnya Data Realisasi PAD untuk perhitungan Bagi Hasil Pajak Kab/Kota Tersusunnya Laporan Pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Triwulanan dan Semesteran Tersusunnya Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat Kota Bandung Biro Keuangan Biro Keuangan APBD APBD - Kota Bandung Biro Keuangan APBD - Kota Bandung Biro Keuangan APBD 15 - Kota Bandung Biro Keuangan APBD 16 - Kota Bandung Biro Keuangan APBD 17 - Kota Bandung Biro Keuangan APBD 18 - Terlaksananya Evaluasi Raperda dan Raper KDH Tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kab/Kota se Jawa Barat Kota Bandung Biro Keuangan APBD 19 Kota Bandung Biro Keuangan Sekretariat APBD Daerah Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-77 . Belanja Subsidi. Triwulan.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 3 PROGRAM/KEG 3 Evaluasi Rancangan Perda tentang APBD Kabupaten/Kota dan Evaluasi Rancangan Peraturan Gubernur tentang Penjabaran APBD Kabupaten/Kota Penyusunan dan Penertiban SPD Tahun Anggaran 2009 SASARAN PROGRAM/KEG 4 Terlaksananya Evaluasi Rancangan Perda tentang APBD Kabupaten/Kota dan Evaluasi Rancangan Peraturan Gubernur tentang Penjabaran APBD Kabupaten/Kota Terlaksananya Fasilitasi dan Penyusunan Laporan Bagi Hasil. Belanja Subsidi. Hibah dan Bantuan Sosial Penyelesaian Penertiban SP2D Akhir Tahun Anggaran Fasilitasi Penatausahaan Belanja Langsung dan Tidak Langsung Penyusunan Perencanaan/Perubahan Anggaran Fixed Cost Belanja Pegawai dan Penyusunan Keputusan Gubernur Jawa Barat tentang Pengelolaan APBD/APBN (Dana Dekonsentrasi) Penyusunan Laporan Penertiban SP2D Bulanan./Kecamatan/Desa.

Rapat Koordinasi penetapan sementara dan definitif Pajak dan Intensifikasi PPh Perseorangan PPh perseorangan bagian provinsi dan kab.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 20 PROGRAM/KEG 3 Penyusunan Neraca Keuangan Daerah TA. 2007 Kegiatan Penatausahaan Keuangan Internal Kantor Kas Daerah Provinsi Jawa Barat Kegiatan Fasilitasi dan Sinkronisasi Keuangan Konfirmai dan Konsultasi dengan Instansi terkait dilingkungan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat dan Instansi Pusat Pengamanan Aset Barang Tidak Bergerak Pengkajian Pemanfaatan Aset Tanah Milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat Penanganan Status Hukum Aset Bermasalah SASARAN PROGRAM/KEG 4 Terpenuhinya pelayanan administrasi keuangan di lingkungan kantor Setda Provinsi Jawa Barat TARGET PENCAPAIAN 5 12 bulan LOKASI 6 Kota Bandung PELAKSANA SKPD 7 Biro Umum SUMBER DANA 8 APBD - 21 Kota Bandung Kantor Kas Daerah APBD 22 23 Kota Bandung Kota Bandung Kantor Kas Daerah Kantor Kas Daerah APBD APBD 24 25 26 Kota Bandung Kota Bandung Terwujudnya sinergitas pengelolaan keuangan dan kekayaan daerah Terwujudnya sinergitas pengelolaan keuangan dan kekayaan daerah kejelasan status hukum aset milik Kota Bandung pemerintah provinsi Jawa Barat Tersusun Draft Raperda tentang Kota Bandung retribusi pemakaian barang milik daerah Kota Bandung Jawa Barat Biro Perlengkapan Biro Perlengkapan Biro Perlengkapan APBD APBD APBD 27 Penyusunan Perumusan Kebijakan tentang Retribusi Pemakaian Barang Milik Daerah Penjualan / Penghapusan Tanah dan Kendaraan Penelusuran / Pemberkasan Dokumen Kepemilikan Aset Pemerintah Provinsi Jawa Barat Pensertifikatan Tanah Milik / Dikuasai Pemerintah Provinsi Jawa Barat Inventarisasi Belanja Barang Milik Daerah Penunjang Pelaksanaan Tugas Pembantuan APBN di Jawa Barat - - Biro Perlengkapan APBD 28 29 Biro Perlengkapan Biro Perlengkapan APBD APBD 30 31 32 Jawa Barat Jawa Barat Tersusunnya laporan pertang. Akselerasi/Ekstendifikasi wajib pajak dan intensifikasi PPh OP DN dan PPh Pasal 21 - 1 kali 4 kali 13 Kab. Terselenggaranya Kegiatan Tugas Pembantuan di SKPD Provinsi dan kab/kota se Jawa Barat 1 kali Kota Bandung Biro Perlengkapan Biro Perlengkapan Biro dekonsentrasi APBD APBD APBD - Terkoordinasinya Program kegiatan Pelaksanaan tugas Pembantuan di SKPD Provinsi dan kab/kota se Jawa Barat yang bersumber dari APBN 33 Fasilitasi dan koordinasi intensifikasi Bagi Hasil Sumber Daya Alam dan Iuran Forum Komunikasi Daerah Penghasil Migas (FKDPM) - Koordinasi dengan Pemerintah Pusat dan Daerah Penghasil Migas di Jawa Barat - Biro Desentralisasi APBD 34 Fasilitas Intensifikasi Penerimaan Dana Bagi a./kota di Jawa Barat tahun 2009 b. Fasilitasi kegiatan tim intensifikasi BPHTB di 13 Kab. Rapat kerja tim intensifikasi BPHTB Provinsi dan Hasil BPHTB Kab./Kota 1 kali 2 kali Kota Bandung Biro Desentralisasi APBD Kota Bandung Kota Bandung Biro Desentralisasi Biro Desentralisasi APBD APBD - 2 kali Kota Bandung Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-78 .Kota Bandung gungjawaban Pelaksanaan tugas Pembantuan di Jawa Barat yang bersumber dari APBN./Kota 35 Fasilitasi Penyusunan Data Dasar DAU tahun ./Kota di Jawa Barat b. Rekonsiliasi/penerimaan DBH BPHTB bagian Provinsi Jawa Barat setiap triwulan c.Koordinasi dengan Pemerintah Pusat dan unsur 2009 Pemerintah Provinsi 36 Fasilitasi Tim Koordinasi ekstensifikasi Wajib a.

a. pendampingan perkara pidana Jawa Barat Kota Bandung .Lembaran Daerah . 6 gugatan TUN.Meningkatnya kemampuan dinas / Instansi penghasil lingkungan pemerintah Provinsi Jawa Barat di lingkungan pemerintah provinsi Jawa Barat 39 Fasilitasi Pembinaan Pengelolaan sumber PAD Kab.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG 3 SASARAN PROGRAM/KEG TARGET PENCAPAIAN 5 8 kali 1 kali 26 Kab.Terlatihnya aparatur Kabupaten/Kota dan Provinsi Perencanaan dan Pembentukan Produk Hukum 3. Peningkatan Kemampuan Aparatur Dalam ./Kota LOKASI 6 Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 4 c.Biro Hukum APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-79 . Air Tanah dan Energ tanah 2. Penyusunan buku petunjuk tata cara perhitungan PPh OP DN dari PPh pasal 21 37 Fasilitasi Pengembangan Sumber PAD ./Kota SKPD Penghasil di lingkungan Pemerintah provinsi Jawa Barat 26 Kab. gugatan perdata.Biro Hukum APBD APBD 5. Penanganan Perkara Secara Litigasi - - Kota Bandung . 10 tata usaha negara dan 10 persoalan HAM a.Distamben . Tersedianya produk hukum daerah untuk mendukung 54 Program undangan./kota se-Jawa Bara d. Monitoring dan evaluasi penerimaan PPh OP DN dan PPh Pasal 21 ke kab. pendampingan perkara Pidana - Kota Bandung .Biro Hukum . Pengelolaan Informasi dan Dokumentasi Hukum Terevaluasinya perda kabupaten/Kota Terhimpunnya serta terinformasikannya Peraturan Pusat dan Daerah - 1 draft 200 orang Kota Bandung Jawa Barat .Pembidangan . Terwujudnya sinergitas produk hukum provinsi dengan kabupaten/kota dan pemerintah pusat c.Biro Hukum APBD APBD 90 Perda Kab/Kota ./Kota - Biro Desentralisasi Biro Desentralisasi APBD APBD Tercapainya aparatur pemerintah kabupaten/kota di Jawa Barat melalui peningkatan pengetahuan dan wawasan aparatur di 26 kabupaten/kota se Jawa Barat Tercapainya aparatur pemerintah kabupaten/kota di Jawa Barat melalui peningkatan pengetahuan dan wawasan aparatur di 26 kab/kota se Jawa Barat Tertibnya pelayanan administrasi keuangan di lingkungan kantor Setda Provinsi Jawa Barat - Kota Bandung Biro Desentralisasi APBD 40 Perumusan Jenis sumber PAD di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat 41 Pengelolaan Administrasi Keuangan Setda 42 Penyusunan Standar harga Tertinggi / Standar Barang 43 Analisa Kebutuhan barang 44 Komparasi / Implementasi Pembinaan Pengelolaan Barang Milik daerah 45 Penyusunan Standar Pemeliharaan Barang 46 Pendataan Spasial Aset Melalui GPS - SKPD penghasil Provinsi Jawa Barat 12 bulan Kota Bandung Biro Desentralisasi APBD - - Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Biro Umum Biro Perlengkapan Biro Perlengkapan Biro Perlengkapan Biro Perlengkapan Biro Perlengkapan APBD APBD APBD APBD APBD APBD Penataan Peraturan Perundang.Biro Hukum APBD 6. Terwujudnya sinergitas penanganan perkara dengan lembaga lainnya.Terbitan Berkala 10 Pengaduan sengketa hukum perdata.Tercapainya pengembangan sumber PAD kab/kota seKab/Kota di Jawa Barat Jawa Barat 38 Evaluasi Pengelolaan sumber PAD di . Pembinaan dan Pengawasan Produk Hukum kab/kota 4. Kesadaran Hukum dan HAM penyelenggaraan pemerintahan b. c. Penyusunan Produk Hukum Bidang . Pengembangan.Berita Daerah . tata usaha negara dan persoalan HAM Tertanganinya gugatan perdata dan tata usaha negara.Tersusunnya draft produk hukum mengenai pajak air Pertambangan. b. Penyelesaian Sengketa Hukum dan HAM secara Litigasi - Menginventarisir dan menganalisis pengaduanpengaduan sengketa hukum perdata. 6. Kegiatan : 1.

prosedur dan kriteria pemerintahan daerah terwujudnya kerjasama antar daerah kab/kota se wilayah purwakarta terevaluasinya pelaksanaan Wilayah Purwakarta kebijakan pemerintah provinsi dalam pelaksanaan pembangunan terevaluasinya pelaksanaan Wilayah Purwakarta kebijakan pemerintah provinsi dalam pelaksanaan pembangunan terevaluasinya pelaksanaan Wilayah Purwakarta kebijakan pemerintah provinsi dalam pelaksanaan pembangunan Wilayah Purwakarta Wilayah Purwakarta Bakorwil Purwakarta APBD Kegiatan : 1 Kegiatan Pemerintah Purwakarta 2 Fasilitasi Penyelenggaraan Daerah kab/kota se wilayah Kegiatan Fasilitasi Antar muspida kab/kota se wilayah Purwakarta - terwujudnya kerjasama antar daerah kab/kota se wilayah purwakarta - Bakorwil Purwakarta APBD 3 Kegiatan Fasilitasi batas wilayah kabupaten / kota se wilayah purwakarta antar - Terwujudnya kerjasama antara daerah kab/kota dan provinsi - Bakorwil Purwakarta APBD 4 5 6 7 8 9 Koordinasi. b 13 orang kuasa hukum provinsi. Terwujudnya administrasi pemerintah daerah yang efektif dan efisien. - TARGET PENCAPAIAN 5 a. Fasilitasi Persiapan Porseni Ponten Kab. Tersedianya norma. Fasilitasi Percepatan PenuntasanWajar Dikdas 9 Tahun Kab/Kota se Wilayah Purwakarta Koordinasi. 12 buah LOKASI 6 Kota Bandung PELAKSANA SKPD 7 . 1 Legal Opinion Hukum Perdata. Fasilitasi Penanganan dan Monitoring Bencana Alam di Kab/Kota se Wilayah Purwakarta Pemetaan wilayah meliputi aspek pemerintahan.Kota se Wilayah Purwakarta Koordinasi. c. perekonomian dan kesejahteraan sosial se Wilayah Priangan Fasilitasi dan Koordinasi pelaksanaan programprogram khusus pemerintah provinsi jawa barat di kabupaten/kota se wilayah priangan Bakorwil Purwakarta Bakorwil Purwakarta APBD APBD Wilayah Purwakarta Bakorwil Purwakarta APBD Wilayah Purwakarta Wilayah Purwakarta Bakorwil Purwakarta Bakorwil Purwakarta APBD APBD Wilayah Priangan Bakorwil Priangan APBD 10 Wilayah Priangan Bakorwil Priangan APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-80 .NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG 3 7.Biro Hukum . Meningkatnya kemampuan daerah dalam menyelenggarakan otonomi daerah b. sinkronisasi dan integrasi penanganan perkara antara kuasa Hukum Prov Jabar dengan Kuasa Hukum Kab/Kota Terevaluasinya Perjanjian Kerjasama dan Peraturan Gubernur dalam rangka perencanaan dan pembentukan hukum Tersusunnya Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah Tersusunnya Legal Opinion menyangkut perkara administrasi negara yang di proses secara yuridis formal oleh aparat penegak hukum sebagai bahan pembelaan aparatur dalam proses Litigasi. standar.Kota se Wilayah Purwakarta Pemantauan Program Penanggulangan Kemiskinan dari Pusat dan provinsi Koordinasi. Penyusunan Legal Opinion Kriminalisasi Perbuatan Administrasi Negara - 20 buah Tersusunnya Legal Opinion Kota Bandung Kota Bandung . Fasilitasi Persiapan Lomba Usaha Kesahatan Sekolah (UKS) Kab. Peningkatan Sinergitas Penanganan Perkara SASARAN PROGRAM/KEG 4 Meningkatkan wawasan dan pengetahuan para Kuasa Hukum Pemda dalam penangana perkara. 6 orang kuasa hukum Kab/Kota. Penyusunan Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah 10.Biro Hukum APBD 9.Biro Hukum APBD APBD 55 Program Pemantapan Otonomi Sistem Administrasi Daerah Daerah dan a.Biro Hukum SUMBER DANA 8 APBD - 8. Evaluasi Produk Hukum Daerah - Kota Bandung . c. persoalan HAM serta koordinasi .

fasilitasi pembangunan bidang kesejahteraan sosial Koordinasi. Pemantapan Budaya Kerja dan Remunisasi serta Penilaian Kinerja Pemerintah Daerah Fasilitasi Monitoring dan Evaluasi Penyelenggaraan Pelyanan Terpadu Satu Pintu (PPTSP) Provinsi dan Kabupaten/Kota di Jawa Barat Penyusunan Indikator Kunci Keberhasilan Pemerintah Daerah dan Indikator Kinerja Pemerintah Daerah SASARAN PROGRAM/KEG 4 TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 Wilayah Priangan Wilayah Priangan PELAKSANA SKPD 7 Bakorwil Priangan Bakorwil Priangan SUMBER DANA 8 APBD APBD Terpenuhinya pelayanan Pimpinan - 12 bulan Kota Bandung Biro Umum APBD 16 17 18 19 Wilayah Bogor Wilayah Bogor Wilayah Bogor Wilayah Bogor Bakowil Bogor Bakowil Bogor Bakowil Bogor Bakowil Bogor APBD APBD APBD APBD 20 Wilayah Bogor Bakowil Bogor APBD 21 Wilayah Bogor Bakowil Bogor APBD 22 Wilayah Bogor Bakowil Bogor APBD 23 Wilayah Bogor Bakowil Bogor APBD 24 25 26 Wilayah Bogor Kota Bandung Kota Bandung Bakowil Bogor Biro Organisasi Biro Organisasi APBD APBD APBD 27 Kota Bandung Biro Organisasi APBD 28 Kota Bandung Biro Organisasi APBD 29 Kota Bandung Biro Organisasi APBD 30 Kota Bandung Biro Organisasi APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-81 .NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 11 12 14 15 PROGRAM/KEG 3 Koordinasi. Fasilitasi dan Pengendalian Pembangunan aspek perekonomian Koordinasi dan Fasilitasi Percapaian Wajar Dikdas 9 tahun se Wilayah Bogor Fasilitasi dan Koordinasi Penanggulangan Penyalahgunaan Narkoba di Wilayah Perbatasan Koordinasi dan Fasilitasi Penyelenggaraan FKUB se Wilayah Bogor Koordinasi dan Fasilitasi Pemantauan Penanggulangan Kemiskinan se Wilayah Bogor Fasilitasi dan Koordinasi Upaya Penanggulangan Trafficking dan Ketenagakerjaan di Perbatasan Fasilitasi pekan olahraga dan seni (POPESDA) antar pontren Tingkat Jabar tahun 2009 Peningkatan Kinerja Kecamatan se Wilayah Bogor Asistensi Kelembagaan Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten/Kota Fasilitasi Pengembangan Kapasitas Perangkat Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota. Fasilitasi Pembangunan Bidang Perekonomian Fasilitasi dan Koordinasi Penyelenggaraan Pemerintahan di Jawa Barat Koordinasi. Fasilitasi Pembangunan Bidang Pemerintahan Koordinasi. Pengkajian terhadap Balai/UPT Dinas Provinsi Jawa Barat Dalam Rangka Persiapan Penerapan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PPK-BLU). Fasilitasi dan Pengendalian Pembangunan aspek pemerintahan Koordinasi.

peningkatan laju roda perekonomian dan kelestarian lingkungan perencanaan pelaksanaan dan evaluasi program / kegiatan untuk peningkatan daya beli Terlaksananya kerjasama antar daerah dalam memfasilitasi pembinaan atlit santri pra Pospeda Pontren tahun 2009 Terselenggaranya pelaksanaan bantuan gubernur kapada kab/kota tersusunnya data dan kode wilayah administrasi pemerintahan provinsi Jawa Barat Meningkatnya kemampuan Wilayah Cirebon daerah dalam menyelenggarakan otonomi daerah Meningkatnya kemampuan Wilayah Cirebon daerah dalam menyelenggarakan otonomi daerah Meningkatnya kemampuan Wilayah Cirebon daerah dalam menyelenggarakan otonomi daerah Wilayah Cirebon Biro Organisasi Bakorwil Cirebon APBD APBD 42 - - Bakorwil Cirebon APBD 43 - - Bakorwil Cirebon APBD 44 Bakorwil Cirebon APBD 45 46 Wilayah Cirebon tersusunnya wilayah data dan kode Kota Bandung Bakorwil Cirebon Biro dekonsentrasi APBD APBD 47 Terfasilitasinya dan Terkoordinasinya Penyelenggaraan pemerintahan pada Biro Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. LPPD dan LKPJ. Tersusunnya LAKIP. Jabar Penyelenggaraan Analisis Jabatan pada SKPD Prov. Tersusunnya DPA 2009 dan Rencana kegiatan tahun 2010 Tercapainya sinergitas Kota Bandung penyelenggaraan pemerintah Biro dekonsentrasi APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-82 .NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 31 PROGRAM/KEG 3 Pembinaan Tatalaksana Pengaduan Masyarakat dan Penerapan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) Penyelenggaraan Pelayanan Satu Pintu (PPTSP) Unit Kerja Pelayanan (BPPMD) Penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) SKPD Provinsi dan Fasilitasi SOP Kabupaten/Kota. Jabar dan Pembinaan Analis Kab/Kota Pengembangan Jabatan pada SKPD Prov. Jabar Penyusunan Syarat Jabatan Struktural Eselon IIIA dan Eselon IVA Penataan dan Pengembangan Jabatan Fungsional Angka Kredit di Lingkungan Pemprov. Pelayanan Perijinan Terpadu (PPT) dan Pakaian Dinas Khusus SKPD Pemerintah Provinsi Analisis Beban Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah Prov. Penyusunan Standarisasi Sarana dan Prasarana Jabatan Fungsional. Jabar Implementasi Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi Fasilitasi dan Penyusunan Informasi Keorganisasian Kegiatan Koordinasi Optimalisasi Kinerja Regional Manajemen Marketing Kegiatan Koordinasi dan Fasilitasi Pengembangan Infrastuktur Kawasan Andalan Aspek Ekonomi Regional dan Lingkungan Kegiatan Koordinasi dan Fasilitasi Sinkronisasi Kegiatan Peningkatan Daya Beli Kegiatan Koordinasi dan Fasilitasi Kerjasama antar daerah dalam upaya peningkatan prestasi seniman dan atlit santri di wilayah cirebon Kegiatan Monitoring Bantuan Gubernur Se Wilayah Cirebon Kegiatan penyusunan data wilayah dan kode wilayah administrasi pemerintahan provinsi Jawa Barat Fasilitasi dan Koordinasi Penyelenggaraan Pemerintahan Dalam Rangka Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan SASARAN PROGRAM/KEG 4 TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 Kota Bandung PELAKSANA SKPD 7 Biro Organisasi SUMBER DANA 8 APBD 32 Kota Bandung Biro Organisasi APBD 33 Kota Bandung Biro Organisasi APBD 34 35 36 Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Biro Organisasi Biro Organisasi Biro Organisasi APBD APBD APBD 37 Kota Bandung Biro Organisasi APBD 38 39 Kota Bandung Kota Bandung Biro Organisasi Biro Organisasi APBD APBD 40 41 Kota Bandung Pemasaran produk-produk unggulan regional untuk peningkatan nilai jual (akses pasar) Grand Design Infrastuktur kawasan yang mendukung peningkatan daya beli.

Terselenggaranya fasilitasi/penataan dan pembinaan DOB (1 DOB dan 3 Calon DOB) b. sosial budaya. Lemt. Terselenggaranya identifikasi pemekaran daerah (26 kabupaten/kota d. Tersedianya buku evaluasi dan laporan kegiatan 51 Forum koordinasi Otonomi daerah a./Kota (26 kab./kota) c. Fasilitasi. Terselenggaranya EDOB KBB (2 kali) c. Terselenggaranya identifikasi dan fasilitasi grand Barat design dan action plan otda (26 kab. dan pengendalian pembangunan di wilayah purwakarta Kegiatan Koordinasi. Terselenggaranya Bintek evaluasi otda (50 orang) SKPD Provinsi Jawa Barat dan EDOB b. Tersedianya buku evaluasi dan laporan kegiatan Koordinasi. Tersusunnya Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) tahun 2008 Tersusunnya buku grand strategy implementasi otda di Jabar TersosialisasinyaRaperda urusan Provinsi Jawa Barat - Biro dekonsentrasi Biro Desentralisasi APBD APBD c. fasilitasi dan pengendalian pembangunan di wilayah dokumen batas dari kabupaten / kota yang berbatasan Rekomendasi telahaan Strategis aspek pemerintahan. Terlaksananya fasilitasi pemekaran kecamatan di Kabupaten/Kota di Kecamatan Kabupaten/Kota b. Terselenggaranya monitoring pemberdayaan c. Terselenggaranya rapat kerja forum Otda 2 triwuan b.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 48 PROGRAM/KEG 3 Pembakuan Nama provinsi Jawa Barat SASARAN PROGRAM/KEG 4 tersusunnya nama rupabumi di wilayah provinsi Jawa Barat TARGET PENCAPAIAN LOKASI PELAKSANA SKPD 7 Biro dekonsentrasi SUMBER DANA 8 APBD Rupabumi di wilayah - - 5 6 adanya data rupabumi baik yang Kota Bandung sudah bernama maupun yang belum bernama Terselesaikannya Pembuatan Kota Bandung Buku LPPD Tahun 2008 10 buku Kota Bandung 2 angkatan x 50 orang 20 eksemplar 2 semester x 75 orang (1 tahun 2 Kota Bandung kali) 26 kabupaten/kota 50 eksemplar 1 DOB dan 3 Calon DOB 2 kali 25 kabupaten/kota 50 eksemplar 26 kabupaten/kota 1 kali 1 kali 50 eksemplar 50 orang 26 Kab. dan Pengendalian Pembangunan di Wilayah terwujudnya kerjasama antara daerah kab/kota dan provinsi Terselenggaranya hubungan kerjasama yang harmonis di kab/kota Frasilitasi daerah otonom baru Biro Desentralisasi APBD Biro Desentralisasi APBD 53 Jawa Barat Biro Desentralisasi APBD 54 Biro Desentralisasi APBD 55 Biro Desentralisasi APBD 56 57 Bakorwil Purwakarta Bakorwil Cirebon APBD APBD 58 59 Kegiatan penataan batas wilayah antar kabupaten / kota dan antar provinsi Fasilitasi Dewan Riset Daerah (DRD) Provinsi Jawa Barat - tersusunnya dokumen batas daerah dari kabupaten / kota yang berbatasan SKPD./kota) b. Terselenggaranya monitoring pengukuran kinerja Kab. Fasilitasi. Terselenggaranya Peningkatan Wawasan d. PT di Jawa Barat - Jawa Barat Kota Bandung Biro dekonsentrasi Balitbangda APBD APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-83 . Terselenggaranya lokakarya Best Practice Otda (1 kali) c. Terselenggaranya pengukuran kinerja mandiri provinsi (46 SKPD) d./Kota 46 SKPD 1 kali di tingkat Provinsi 1 bulan 1 kali Kabupaten /Kota 26 Kabupaten/Kota 50 eksemplar jalan yang kondisinya rusak berat dan ringan Tercapainya sasaran dalam koordinasi. Terselenggaranya Evaluasi dan Pelaporan Fasilitasi Peningkatan kapasitas OTDA di Jawa a. Tersedianya buku evaluasi dan laporan kegiatan 52 a. Terselenggaranya peringatan hari otda provinsi (1 kali setahun) e. Terlaksananya monitoring penyelenggaraan otda c. fisik dan SDA Jawa Barat Wilayah Cirebon Jawa Barat Jawa Barat Kota Bandung 49 50 Penyusunan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) tahun 2008 Akselerasi Penyelenggaraan kebijakan otonomi a. Terselenggaranya Evaluasi dan Pelaporan Evaluasi Penyelenggaraan Otonomi Daerah di a. daerah b. Terselenggaranya koordinasi dan konsultasi evaluasi otda ke pemerintah pusat (1 bulan 1 kali) Fasilitasi Pelaksanaan Otonomi Daerah a.

BAPEDA JABAR APBD PROV Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-84 . Tersusunnya data penduduk miskin Jabar tahun 2009 h. Terwujudnya kesejahteraan pegawai untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat c. Terbitnya Jabar dalam angka tahun 2009 g. Tersosialisasikannya BPMKL 3.Distarkim APBD APBD Jawa Barat . Meningkatnya kemampuan pengelola laboratorium Konstruksi dan Lingkungan Jawa Barat BPMKL b.Biro Dekon APBD APBD APBD Kota Bandung . b. Meningkatnya pelayanan administrasi kepegawaian Kegiatan : 1 Peningkatan Kualitas Sumber Daya Aparatur .Basipda . Terbitnya warta Bapeda i. Tersusunnya PDRB Jabar menurut penggunaan tahun 2006-2008 d. Tersusunnya databasis IPM tahun 2006-2008 f.Tersusunnya SIG sumber day air dan irigasi (SIG) Sumber Daya Air dan Irigasi 8 Pemutakhiran dan Pelayanan Data/ Informasi a. Penilaian Prestasi Kerja. Rakornas Kota Bandung Litbang. Tersusunnya data hasil Survei Sosial Ekonomi Saerah (SUSEDA) Tahun 2008 c.Meningkatnya kualitas SDM aparatur pemerintah 2 Peningkatan dan Penataan Standar Mutu a.Tersedianya kebutuhan kinerja aparatur melalui Aparatur . kesehatan. Terpeliharanya website bapeda. Rapat Kerja tim MOU Gubernur Jabar dengan Menristek Kota Bandung 211 orang Kota Bandung Biro dekonsentrasi Biro dekonsentrasi APBD APBD - 56 Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya a. Peningkatan Kesejahteraan dan Kemampuan . kerja SKPD/Balai/UPT/UPTD untuk mendukung kinerja pegawai.id Kota Bandung Kota Bandung . Rakornas FKKD. Tersusunnya profil daerah tahun 2008 Perencanaan Pembangunan b. Terpenuhinya kebutuhan operasional aparatur unit Aparatur. kerohanian dan menjelang pensiun. Tertatanya perpustakaan badan j. Tersusunnya PDRB Kab/Kota menurut lapangan usaha tahun 2006-2008 e. serta kesejahteraan pegawai melalui olah raga.Distarkim . pengalokasian dana pengembangan karir dan pendidikan. penyediaan pakaian dinas. Terwujudnya pemanfaatan Sistem Informasi Profil (SIPD) dalam mendukung pembangunan di daerah l. Meningkatnya pelayanan laboratorium dengan parameter yang terakreditasi c.Basipda . Tersedianya fasilitas layanan komunikasi publik pada ruang pameran data k.Seluruh SKPD/Balai/UPT/ APBD UPTD/UPPD lingkup Provinsi Jawa Barat . 4 Peningkatan Kesejahteraan Pegawai 5 Peningkatan Kualitas SDM Kearsipan 6 Fasilitasi Peningkatan SDM Satuan Linmas dalam rangka Kesiagaan Penanggulangan Bencana 7 Pengembangan Sistem Informasi Geografis .go.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 60 PROGRAM/KEG 3 Penunjang SASARAN PROGRAM/KEG 4 Penyelenggaraan Aparatur Balitbangda - TARGET PENCAPAIAN LOKASI PELAKSANA SKPD 7 Balitbangda SUMBER DANA 8 APBD Kegiatan Kelitbangan 61 62 Fasilitasi Pengelolaan Proses Perizinan Pejabat negara Provinsi dan kab/kota Fasilitasi Penyelenggaraan Tugas Pembantuan di jawa Barat - Terfasilitasinya pengelolaan izin pejabat negara Provinsi dan kab/kota Meningkatnya Pemahaman Aparatur di provinsi Jabar tentang penyelenggaraan tugas pembantuan 5 6 Rakorda Litbang.

Tersosialisasinya Perda Provinsi Jawa Barat a. Terjalinnya Sinergitas antar Aparat Penegak Hukum Pelatihan CPPNS a.Untuk mengamankan targt dan penyaluran pendapatan daerah sesuai APBD Provinsi Jawa Barat tahun 2009 serta meningkatnya koordinasi FKDPM dengan Tim Optimalisasi Migas. b. Terkelolanya sistem data dan informasi sektoral Penegakan Perda Provinsi Jawa Barat secara a.Disatpol PP .Disatpol PP APBD Jawa Barat Jawa Barat .Meningkatnya kemauan dan kemampuan.Membahas berbagai permasalahan menyangkut strategi peningkatan PAD yang bersumber dari jenis retribusi penjualan produksi usaha daerah 11 12 13 14 15 16 Sosialisasi Peraturan Daerah Operasional Rutin Penegakan Perda Penunjang Kegiatan Penegakan Perda se Jawa Barat Diteksi Dini Pelanggaran terhadap Dunia Peningkatan Kemampuan PPNS terhadap Perda Seminar PPNS dan Unsur Penegak Hukum se Jawa Barat Jawa Barat .Disatpol PP .Meningkatnya kinerja aparat PPNS terhadap TUPOKSI . Terjalinnya Sinergitas antar unsur aparat Penegak Hukum. pengetahuan dan pemahaman mengenai peraturan perundang-undangan serta merumuskan dan menetapkan strategi peningkatan PAD kab/Kota se Jawa Barat . pertambangan umum dan panas bumi Jawa Barat .NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 9 10 PROGRAM/KEG 3 SASARAN PROGRAM/KEG TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 Jawa Barat Jawa Barat PELAKSANA SKPD 7 .Meningkatkan kualitas kinerja kab/kota dalam upaya menggali dan mengembangkan potensi sumber PAD khususnya bersumber dari Pajak Daerah maupun retribusi daerah secara efektif dan tepat sasaran sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku .Membahas berbagai permasalahan dalam pengelolaan PAD di lingkungan Pemrpov jabar serta upaya pemecahan masalahnya dalam mening-katkan pelayanan kepada masyarakat dan upaya peningkatan PAD . Tercapainya 90 orang peserta yang mengikuti pelatihan CPPNS.Biro Desentralisasi APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-85 .Disatpol PP .Biro Desentralisasi APBD 21 22 Fasilitasi Intensifikasi Penerimaan Dana Bagi Hasil BPHTB Fasilitasi Koordinasi Intensifikasi bagi Hasil Sumber Daya Alam dan Forum Komunikasi daerah Penghasil Migas (FKDPM) Jawa Barat Jawa Barat .Disatpol PP .Terpenuhinya kebutuhan fiskal Jawa Barat tahun anggaran 2009 sesuai dengan penetapan APBD Provinsi Jawa Barat . Meningkatnya kesadaran hukum masyarakat . b.Terciptanya Rancangan Keputusan Gubernur dan Perda oleh 100 orang peserta .Meningkatkan kemampuan teknis yurudis terhadap 160 PPNS di Jawa Barat a. terkoordinasi b.Biro Desentralisasi APBD APBD APBD 20 Fasilitasi Penyusunan Data Dasar DAU Jawa Barat .Biro Desentralisasi APBD APBD 23 Pengembangan jenis Sumber PAD Kab/Kota se Jawa Barat Jawa Barat .Biro Desentralisasi APBD 24 Peningkatan Pengelolaan Kab/Kota Se Jawa Barat Sumber PAD Jawa Barat .Biro Desentralisasi .Terpenuhinya kapasitas fiskal sesuai dengan potensi dan jumlah wajin pajak secara akurat serta optimalnya penerimaan daerah dari dana bagi hasil OPDN dan PPh Pasal 21 .Biro Desentralisasi APBD 25 Evaluasi Pengelolaan Sumber PAD di Lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat Jawa Barat .Meningkatnya hubungan ketja antar PPNS sebanyak 100 orang PPNS se Jawa Barat . Bertambahnya jumlah PPNS . Menurunnya pelanggaran Perda b.Biro Desentralisasi APBD 26 Identifikasi dan Perumusan Jenis Sumber PAD di Lingkungan Pemprov Jabar Jawa Barat .Terfasilitasinya kegiatan operasional Penegakan Perda .Disatpol PP APBD Jawa Barat .Disatpol PP SUMBER DANA 8 APBD APBD 4 m. Terciptanya jalur koordinasi antar aparat hokum di Jawa Barat .Disatpol PP APBD APBD 17 18 19 Sarasehan Rancangan Keputusan Gubernur dan Peraturan Daerah Seminar Rancangan Forum Komunikasi PPNS di Jawa Barat Fasilitasi Tim Koordinasi Ekstensifikasi Wajib Pajak dan Intensifikasi PPh Perseorangan Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat . Masyarakat Pelanggar Perda Provinsi Jawa Barat.Pengamanan dan pengendalian penerimaan dana bagi hasil BPHTB .

Ceramah Kemampuan Aparatur b. Kabupaten/Kota se Kota Bandung Jawa Barat Bapusda Bapusda APBD APBD 3 4 5 Peningkatan Kualitas SDM Kearsipan Penegakan Perda Provinsi Jawa secara terkoordinasi peningkatan kemampuan dan kompetensi sumberdaya aparatur Dinas Perikanan Jabar Kota Bandung Kota Bandung meningkatnya disiplin aparatur Kota Bandung Basipda Dinas Pol PP Dinas Perikanan APBD APBD APBD 6 peningkatan kemampuan dan kompetensi sumber daya aparatur dinas peternakan Pelatihan dan Bimbingan Teknis tentang Pelaksanaan Kehumasan Kegiatan Penilaian Prestasi Kerja PNSD Jawa Barat - meningkatnya jumlkah aparatur yang mengikuti pelatihan struktural fungsional. Diklat Subtantif d.Aparatur Disnakertrans Prov Jabar Bimbingan Teknis Penyuluhan dan Bimbingan .NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 27 28 PROGRAM/KEG SASARAN PROGRAM/KEG TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 Kota Bandung Kab/Kota PELAKSANA SKPD 7 . General Check Up e.Aparatur dalam Pengenalan/ Penggunaan Intranet dan Internet Bimbingan Teknis Informasi Pasar Kerja . Pakaian Dinas Pembinaan dan Pengembangan a. Ceramah Kemampuan Aparatur (BLK Bekasi) b. Meningkatnya jumlah aparatur yang pendidikan formal ke jenjang lebih tinggi. mengikuti 30 orang 30 orang Kab/Kota Disnakertrans APBD 30 orang 30 orang 30 orang 12 bulan 9 orang 12 bulan 326 orang 326 orang 12 bulan 12 bulan 64 orang 64 orang Kab/Kota Kab/Kota Kab/Kota Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung BPK Bekasi BPK Bekasi BPK Bekasi BPK Bekasi Disnakertrans Disnakertrans Disnakertrans Disnakertrans APBD APBD APBD APBD Disnakertrans APBD 57 Program Aparatur Kegiatan : 1 Bintek Bagi Pengelola Perpustakaan di Jawa Barat 2 Sosialisasi Penyusunan Angka Kredit Jabatan Fungsional Pustakawan dan Pengelola Perpustakaan - Terlaksananya Bimbingan teknis Pengelola Perpustakaan di Jawa Barat Tersedianya pustakawan yang terampil dalam menyusun angka kredit Terlaksananya bimbingan terhadap tentang penyusunan angka kredit pustakawan 260 orang SDM pengelola Kota Bandung perpustakaan di Jawa Barat SKPD terkait.Aparatur Fungsional ILK dan Tim Penilai angka Kredit Jafung Kegiatan Peningkatan Kemampuan Pejabat .Distarkim Disnakertrans SUMBER DANA 8 APBD APBD 29 30 31 32 33 34 3 4 Peningkatan Kualitas Sumber Daya Aparatur . teknis substantif Kota Bandung Dinas Peternakan APBD APBD 7 8 Meningkatnya jumlah aparatur pelatihan teknis substantif Terselenggaranya Ujian Dinas yang mengikuti - 1 kegiatan 2000 orang 800 orang 750 orang Kota Bandung Kota Bandung Biro Umum Biro Kepegawaian APBD APBD Terselenggaranya Ujian Penyesuian Kenaikan Pangkat Terlaksananya Penetapan angka Fungsional Kredit Jabatan - Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-86 . c. Meningkatnya disiplin aparatur b.Aparatur jabatan Kegiatan Peningkatan Kesejahteraan & a. Meningkatnya jumlah aparatur yamg mengikuti pelatihan struktural. fungsional dan teknis substantif. Diklat Struktural c.Meningkatnya kualitas SDM aparatur pemerintah Pemerintah Kegiatan Peningkatan Kemampuan Pejabat . Pakaian Dinas Kegiatan Peningkatan Kesejahteraan & a.Aparatur Penyusunan Uraian Tugas Jabatan Pada . General Check Up d. Diklat Subtantif c.

persyaratan dan prosedur pengangkatan dalam jabatan fungsional Terwujudnya PNSD yang disiplin. Pejabat Eselon I Pemerintah Provinsi Jawa Barat. profesionalisme dan keteladanan serta menumbuhkembangkan kesadaran dan peran serta aktif masyarakat sebagai bagian yang tidak terpisdahkan dari proses pembangunan Terselenggaranya pemberian Presiden RI kepada PNSD penghargaan SLKS - TARGET PENCAPAIAN 5 - LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 9 Kegiatan Pengangkatan CPNSD Provinsi Jawa Barat - 14000 orang 120 orang pengelola kepegawaian 1000 orang 300 orang pengelola Jabatan Fungsional Tersedianya database dan aplikasi Penetapan angka Kredit Jabatan Fungsional 1400 orang Kota Bandung 3000 CPNS 500 peserta 700 orang Biro Kepegawaian APBD - 5000 peserta - 4000 tenaga honorer 10 Kegiatan Fasilitasi pemberian tanda penghargaan dan tanda jasa bagi PNS. Muspida Pemerintah Provinsi Jawa Barat Terlaksananya pemberian penghargaan Gubernur kepada PNSD yang berprestasi Terlaksananya pemberian penghargaan Gubernur kepada Purna Bhakti Terlaksananya pemberian penghargaan kepada organisasi/ badan yang berprestasi Terlaksananya penempatan dalam jabatan fungsional - 50 orang 12 Kegiatan Pembinaan Pejabat Fungsional dan Sosialisasi Jabatan Fungsional Provinsi Jawa Barat - - 164 orang 1141 orang 150 orang 250 orang Kota Bandung Biro Kepegawaian APBD - Terlaksananya pembinaan pejabat fungsional Terlaksananya sosialisasi tupoksi./kota 15 kali Kota Bandung Biro Kepegawaian APBD 11 Kegiatan Sosialisasi peraturan perundangundangan tentang pemberian penghargaan dan tanda jasa - 7000 orang Kota Bandung Biro Kepegawaian APBD - Terlaksananya pemberian penghargaan Gubernur kepada Bupati/Walikota. Badan dan Masyarakat - 20 kab. Pejabat Negara. mengetahui akan hak dan kewajibannya - 300 orang 300 orang 13 Kegiatan Penyelesaian masalah-masalah kepegawaian dan kedudukan hukum PNSD - - 50 orang Kota Bandung Biro Kepegawaian APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-87 .NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG 3 - SASARAN PROGRAM/KEG 4 Terlaksananya Penilaian Prestasi Kerja Terselenggaranya sosialisasi Aplikasi Instruken Penilaian Prestasi Kerja Terlaksananya Pembekalan Pra ujian Dinas Terlaksananya Pembinaan teknis PAK Jabatan Fungsional Terlaksananya Penyusunan DataBase dan Aplikasi Penetapan Angka Kredit Jabatan Fungsional Tersusunnya formasi dan peta jabatan PNSD tahun 2009 Terlaksananya analisis formasi dan penempatan CPNSD Terlaksananya Orientasi CPNS Formasi Tahun 2009 Terlaksananya Pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil dari Tenaga Honorer Formasi Tahun 2009 Terlaksananya Pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil dari Pelamar Umum Formasi tahun 2009 Terevaluasinya Pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil dari tenaga honorer sesuai dengan Peraturan Pemerintah Yang berlaku Terfasilitasinya pengangkatan Sekdes menjadi PNSD Meningkatnya etos kerja.

dan IV Terlaksananya penempatan dalam jabatan fungsional TARGET PENCAPAIAN 5 60 orang 11 orang 1115 orang 800 KP 150 orang 1250 orang 1250 orang 1000 orang 1000 orang 1000 orang 26 Kab.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG 3 14 Kegiatan Pengelolaan Mutasi dan Kenaikan Pangkat PNSD Jawa Barat 15 Kegiatan Penataan dan Redistribusi PNSD di Provinsi Jawa Barat 16 Kegiatan Pembinaan Jiwa Korsa PNS 17 Kegiatan Seleksi Calon Peserta Peserta Dikpim dan Mahasiswa Tugas Belajar 18 Kegiatan Peningkatan Manajemen Sumber Daya Aparatur dan Penempatan Jabatan Struktural Berdasarkan Kompetensi - SASARAN PROGRAM/KEG 4 Terlaksananya bintek tata cara penjatuhan hukuman Disiplin dan Bedah kasus Terlaksananya pembinaan disiplin dan kedudukan hukum PNSD di SKPD Terlaksananya pembinaan disiplin CPNS untuk alih status menjadi PNS Terselesaikannya Keputusan Pensiun Terlaksananya Bimbingan teknis Mutasi Terlaksananya Pemrosesan kenaikan pangkat satu atap periode April 2009 Terlaksananya Pemrosesan kenaikan pangkat satu atap periode Oktober 2009 Terlaksananya Reasesment CPNSD Terlaksananya Pengujian kesehatan dan peningkatan status CPNSD Terlaksananya redistribusi PNSD pada setiap SKPD Terfasilitasinya perpindahan antar kab/kota dan pembentukan kab/kota baru Terlaksananya pembekalan wawasan keagamaan PNSD Terlaksananya Pembinaan mental PNSD Terlaksananya ikhsan tahsin Al-quran Terlaksananya Pembekalan Amaliyah Ramadhan Terselenggaranya pergelaran kesenian di kawasan wisata Terlaksananya pembekalan peningkatan kecerdasan sosial bagi aparatur Peningkatan wawasan Ke-Islaman melalui pelaksanaan ibadah haji Terlaksananya pelayanan kesenian Terlaksananya peningkatan sikap mental. III./Kota 1300 orang 100 orang 150 orang 4 paket 2 paket 100 orang 10 paket 150 orang 12 paket LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 Kota Bandung Biro Kepegawaian APBD Kota Bandung Biro Kepegawaian APBD Kota Bandung Biro Kepegawaian APBD Kota Bandung 1350 Capra IIP 10 kali 400 orang Biro Kepegawaian APBD - 500 jabatan Kota Bandung Biro Kepegawaian APBD - Tersusunnya standar kompetensi jabatan Pejabat Struktural sesuai PP 41 tahun 2007 Terlaksananya evaluasi jabatan struktural Terlaksananya layanan assesment dan konselling Terselesaikannya jabatan struktural pengisian/ penempatan dalam 250 orang 200 orang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-88 . disiplin dan Jiwa Korsa Pegawai Terlaksananya Evaluasi Alumni Pendidikan Tugas Belajar Terlaksananya Seleksi Calon Praja IIP Penunjang kegiatan pusat dan kerjasama Diklat Terlaksananya seleksi Calon Mahasiswa tugas belajar Terlaksananya Seleksi Calon Peserta Dikpim II.

dan II Penyelenggara diklat Kabupaten/Kota se-Jawa Barat Tersedianya Buku baru Tersedianya metodologi pemberlajaran diklat aparatur Tersusunnya buletin kediklatan Tersedianya buku saku widyaiswara Aparat Kesbang kab/kota se Jawa Barat Bandiklatda Bandiklatda APBD APBD 31 Pengembangan Sistem Instruksional - Bandiklatda APBD 32 Bimbingan Teknis operator komputer Database Parpol. Ormas dan LSM yang berbasis Internet (Website) bagi Aparat Kesbang se Jawa Barat./Kota Modul DTS Perindag 1 kali uji coba hasil AKD Perindag Pedoman DTS Pemberdayaan Masyarakat Desa Modul Pemberdayaan Masyarakat Desa Modul DTS Perhubungan Darat Tersusunnya Kebutuhan dan Kurikulum Diklat pada Dinas Sosial Tersedianya kurikulum diklat prajabatan CPNS Golongan I.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG 3 19 20 21 Kegiatan Pembekalan Kewirausahaan PNS Pra Purna Bhakti Kegiatan Pelaksanaan Sumpah Janji PNS Provinsi Jawa Barat Kegiatan Fasilitasi Pelayanan Kesehatan Bagi Aparatur Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat Kegiatan Peningkatan Kesejahteraan Kemampuan Aparatur Kegiatan Rapat Koordinasi Keprotokolan dan 22 23 SASARAN PROGRAM/KEG 4 Terlaksananya pengujian kesehatan Pejabat Struktural Terlaksananya pembekalan kewirausahaan bagi PNS Pra Purna Bhakti Terlaksananya sumpah janji PNS formasi 2006 Terselenggaranya pelayanan poliklinik Terlaksananya keolahragaan di lingkungan Gedung Sate Terselenggaranya permohonan Bapertarum PNS - TARGET PENCAPAIAN 5 150 orang 300 orang 1443 orang 12 bulan 12 bulan 12 bulan LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Biro Kepegawaian Biro Kepegawaian Biro Kepegawaian APBD APBD APBD Kota Bandung Adanya pemahaman dari peserta Bintek tentang standarisasi pelayanan terhadap pimpinan dan pemahaman wawasan tentang keprotokolan Meningkatnya SDM Kehumasan Terselenggaranya Bintek Penyusunan DUPAK Jafung Pranata Komputer 1 kegiatan Kota Bandung Sekretariat DPRD Biro Umum APBD APBD 24 25 26 27 28 Kegiatan Pembinaan dan Peningkatan Wawasan Kehumasan se-Jawa Barat Koordinasi Peningkatan Kompetensi Sumber Daya Aparatur Diskominfo serta Pengelolaan Jabatan Fungsional Pranata Komputer Pengelolaan Data Kepegawaian dan Peningkatan Kemampuan Pegawa Peningkatan Kualitas SDM Aparat Pengawasan melalui Bintek Peningkatan kinerja dan akuntabilitas Aparatur Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat - - 1 kegiatan Terdidiknya pranata komputer dalam penyusunan DUPAK sebanyak 35 orang Jawa Barat Kota Bandung Biro Umum Bapesitelda APBD APBD Bogor Kota Bandung SKPD terkait dan Aparatur Provinsi Teridentifikasinya Peta Kota Bandung Permasalahan dan Strategi Rumusan Kebijakan Peningkatan Kinerja dan Akuntabilitas Aparetur Pemda Jawa Barat Kota Bandung 60 orang 36 modul 25 orang 1 buah pedoman 15 modul 40 Modul 1 pedoman 30 modul 3 set 1 kali 100 buah 1 set 800 eksemplar 100 buku saku 26 kab/kota Kota Bandung Kota Bandung Bakorwil Bogor Bawasda Balitbangda APBD APBD APBD 29 30 Pengkajian Metodologi Pembelajaran Diklat Aparatur Analisis Kebutuhan Diklat Pedoman Metodologi Pembelajaran Diklat Aparatur Penyelenggara Diklat pada Kab. II. Fasilitasi Peningkatan SDM Sat Linmas Dalam Rangka Kesiagaan Kota Bandung Bakesbanglinmasda APBD 33 Terfasilitasi Peningkatan SDM Sat Linmas Dalam Rangka Kesiagaan Kota Bandung Biro dekonsentrasi APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-89 .

Fasilitasi Pembiayaan KUKM dan Pemeringkatan KUKM Bahasa Inggris Sistem dan Aplikasi Data Base Kepegawaian Penilaian Prestasi Kerja Pegawai Pelaksanaan Assesment Pegawai Meningkatnya kualitas aparatur pengelola keuangan daerah TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 Kota Bandung PELAKSANA SKPD 7 Distarkim SUMBER DANA 8 APBD APBD APBD APBD - 35 Kegiatan Peningkatan Sumber Daya Manusia Aparatur Kota Bandung Dinas KUKM 36 Sosialisasi dan Bimbingan Teknis tentang Penyusunan Laporan Keuangan Pemerrintah Daerah Peningkatan kualitas pelayanan publik Biro Keuangan melalui supervisi terhadap indeks kepuasan masyarakat (IKM) Peningkatan capacity building aparat pengelola keuangan daerah Pembinaan Teknis (Bintek) tata cara realisasi anggaran Belanja ke 46 SKPD Pembinaan Teknis penatausahaan keuangan kepada Kab/Kota Kegiatan Koordinasi Peningkatan Kompetensi SDA Bapeda serta Pengelolaan Jabatan Fungsional - Kota Bandung Biro Keuangan APBD 37 Kota Bandung Biro Keuangan APBD 38 39 40 41 Kota Bandung terciptanya keseragaman dan pemahaman dalam penatausahaan keuangan Kota Bandung Kota Bandung Administrasi penilaian angka Kota Bandung kredit (APAK) Bimbingan teknis penilaian angka kredit (PAK) Bimbingan teknis perencanaan Sekretariat dan pelaksanaan penilaian Jabatan Fungsional Perencana Pengelolaan data dan penyusunan profil pegawai Bapeda Provinsi Jawa Barat Pengelolaan administrasi kepegawaian Bintek peningkatan kemampuan aparatur Koordinasi. Sentra KUKM. Badan Hukum. pembinaan JFP Pusat dan Daerah Pengembangan kompetensi aparatur perencana Sosialisasi Jabatan Fungsional perwilayah Evaluasi dan pelaporan kegiatan Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Biro Keuangan Biro Keuangan Biro Keuangan Bapeda APBD APBD APBD APBD - - 42 43 44 45 Pengadaan Pakaian Dinas dan Olah Raga Pelayanan Dokumentasi Kepustakaan Perencanaa Kediklatan Evaluasi Kediklatan dan Informasi Sekretariat DPRD Sekretariat DPRD Bandiklatda Bandiklatda APBD APBD APBD APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-90 . konsultasi.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 34 PROGRAM/KEG 3 Peningkatan dan Penataan Standar Mutu Konstruksi dan Lingkungan Jawa Barat SASARAN PROGRAM/KEG 4 Meningkatnya kemampuan pengelola laboratorium BPMKL Meningkatnya pelayanan laboratorium dengan parameter yang terakreditasi Tersosialisasikannya BPMKL Honor dan Barang Jasa Sosialisasi Regulasi KUKM.

Meningkatnya penyelenggaraan administrasi perkantoran Jawa Barat .Distarkim.Bakorwil Cirebon. b. Terdukungnya pelaksanaan tugas intern dan ekstern operasional c.Tersedianya data informasi pelaksanaan kegiatan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Bakesbang Linmas Provinsi Jawa Barat secara aktual Masyarakat Daerah Provinsi Jawa Bara Pengadaan sarana dan prasarana kantor Pengadaan sarana dan prasarana gedung kantor Pemeliharaan sarana dan prasarana kantor Renovasi Aula Pemasangan Lift Gedung Kantor Perbaikan atap Ruang Widyaiswara Pengadaan Personal Computer Penataan Ruang Laboratorium komputer dan bahasa Penataan Ruang Depo Arsip Penataan Ruang House Keeping Asrama Perbaikan tempat tidur peserta Penataan gudang pool Penyelenggaraan Administrasi perkantoran Pengadaan Sarana dan Prasarana Operasional a. . makanan minuman untuk menunjang kegiatan serta membayar kebutuhan dasar seperti telepon. Basipda.DISATPOL PP Bandung . perjalanan dinas. Terwujudnya kenyamanan dan ketenangan dalam pelaksanaan tugas Pengadaan Sarana dan Prasarana Operasional . listrik.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 46 PROGRAM/KEG 3 Bimbingan Teknis Ketatausahaan SASARAN PROGRAM/KEG 4 Adanya pemahaman dan peningkatan ketatausahaan TARGET PENCAPAIAN 5 1 kegiatan LOKASI 6 Kota Bandung PELAKSANA SKPD 7 Biro Umum SUMBER DANA 8 APBD Personil Pelayanan - 58 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran a. Meningkatnya pelayanan administrasi perkantoran b.Bapesitalda Bapesitalda Bapesitalda Bapesitalda Bapesitalda Bapesitalda Bapesitalda Bapesitalda Bapesitalda Bapesitalda Bapesitalda APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD . Bakorwil Bogor. Bakesbang Linmas . Meningkatnya kinerja aparatur Monitoring Pelaksanaan Kegiatan Badan .Dinas Pendapatan . Bogor 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 20 21 22 Meningkatnya penyelenggaraan administrasi perkantoran BPMKL a.Meningkatnya kapasitas aoaratur pemberdayaan Polisi pamong Praja masyarakat Jawa Barat Peningkatan sarana dan prasarana .Bapesitalda . Terpenuhinya kebutuhan dasar operasional unit kerja SKPD/Balai/UPT/UPTD dalam mendukung tugas pokok dan fungsinya.Bakesbang Linmas APBD APBD APBD APBD Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung .Distarkim .Terpenuhinya kebutuhan akan alat-alat pengawasan dan terciptanya kondisi kerja yang kondusif Pembangunan Kantor UPPD Bersama Samsat Ciledung Pembangunan Kantor UPPD Bersama Samsat Cimahi dan dan Kantor Kantor Tersedianya sarana dan prasarana Kantor UPPD dan Kantor Bersama Ciledung Tersedianya sarana dan prasarana Kantor UPPD dan Kantor Bersama Cimahi Penyelenggaraan Administrasi Perkantoran BPMKL Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Kantor - Kota Bandung Bakorwil Cirebon Bakorwil Cirebon . Bakorwil Cirebon. Tersedianya kebutuhan operasional kinerja SKPD/Balai/UPT/UPTD/UPPD dalam penyediaan ATK. Terpenuhinya kebutuhan sarana dan prasarana Polisi pamong Praja operasional Pol.Dinas Pendapatan APBD APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-91 . air dan gas. PP b.Seluruh SKPD/Balai/UPT/ APBD UPTD/UPPD di lingkup Provinsi Jawa Barat Kegiatan : 1 Penyelenggaraan administrasi perkantoran 2 Penyelenggaraan Administrasi Perkantoran - Kota Bandung.Bawasda APBD 23 24 Kab Cirebon Kota Cimahi . Terwujudnya kualitas pelayanan antar lembaga dan kepada masyarakat. cetakan/penggandaan.

Biro Perlengkapan . standar harga tertinggi dan standar bangunan/gedung Analisa kebutuhan barang milik daerah Pengamanan aset tidak bergerak melalui pemasangan papan nama Renovasi/rehabilitasi bangunan Pengadaan alat perlengkapan kantor Penyelenggaraan Administrasi Perkantoran Penyelenggaraan Administrasi Perkantoran Penyelenggaraan Administrasi Perkantoran - Tersedianya alat tulis kantor.Biro Perlengkapan .Biro Perlengkapan . standar pemeliharaan.Kantor Perwakilan APBD 35 36 37 38 39 Penyediaan Barang/Jasa Perkantoran Pengadaan alat perlengkapan kantor pengadaan kendaraan dinas opersional Pembinaan pengelolaan barang milik daerah Penyusunan standar barang.Dinas Pendapatan .Biro Keuangan .Dinas Pendapatan .Dinas Pendapatan .Dinas Pendapatan .Tersedianya sarana dan prasarana Kantor UPPD dan Bersama Samsat Karawang Kantor Bersama Karawang Pengadaan sarana dan prasarana Kantor .Tersedianya sarana dan prasarana Kantor UPPD dan Bersama Wilayah Cibinong Kantor Samsat Cibinong Pembangunan Kantor UPPD dan Kantor .Dinas Pendapatan .Balitbangda .Kantor Perwakilan APBD APBD APBD APBD APBD APBD 34 Pembangunan Gedung Serbaguna Kertamuksi I Ciputat Tanggerang Tanggerang .Biro Perlengkapan .Biro Perlengkapan . Meningkatnya sarana dan prasarana Kantor Prasarana Kantor Perwakilan Perwakilan yang memadai b.Distarkim Disnakertrans Disnakertrans APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD - Tersedianya Perlengkapan kantor yang memadai untuk kelancaran pelaksanaan tugas Meningkatnya perkantoran Honorarium PNS penyelenggaraan administrasi - Honorarium Dokter Uang Lembur ATK Materai & Perangko Alat Kebersihan Pengadaan Obat Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-92 .Dinas Pendapatan . Terlaksananya renovasi dan rehabilitasi bangunan gedung e.Tersedianya sarana dan prasarana Kantor UPPD dan Bersama Wilayah Sukaraja Kantor Samsat Sukaraja Pengadaan Kendaraan Operasional Samsat . Mengoptimalkan aset Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui pembangunan gedung serbaguna yang representative dan mempunyai nilai komersial b.Biro Perlengkapan . Tersedianya kebutuhan sarana dan prasarana Kantor c.Dinas Pendapatan . Meningkatnya aktivitas kinerja SDM kantor perwakilan . barang cetakan dan penggandaan Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung .Tersedianya sarana Dipenda Provinsi Jawa Barat Pemerintah Pembangunan Kantor UPPD dan Kantor .Dinas Pendapatan SUMBER DANA 8 APBD APBD APBD - 28 29 30 31 32 33 Pembangunan Kantor UPPD dan Kantor .Biro Perlengkapan APBD APBD APBD APBD APBD 40 41 42 43 44 45 46 Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kab Purwakarta Kota Bandung Kota Bandung 11 tim 12 bulan 4 triwulan 12 bulan 680 buah 12 bulan 12 bulan Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung .Tersedianya sarana dan prasarana Kantor UPPD dan Keliling Kantor Samsat Keliling Peningkatan dan Pengadaan Sarana dan a.Bakorwil Purwakarta .NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 25 26 27 PROGRAM/KEG 3 Pembangunan Kantor UPPD dan Kantor Bersama Samsat Bandung Barat Pembangunan Kantor UPPD dan Kantor Bersama Samsat Subang Pembangunan Kantor UPPD dan Kantor Bersama Samsat Cikarang (Kabupaten Bekasi) SASARAN PROGRAM/KEG 4 Tersedianya sarana dan prasarana Kantor UPPD dan Kantor Bersama Bandung Barat Tersedianya sarana dan prasarana Kantor UPPD dan Kantor Bersama Subang Tersedianya sarana dan prasarana Kantor UPPD dan Kantor Bersama Cikarang TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 Bandung Barat Kab Subang Cikarang (Kabupaten Bekasi) Kab Karawang Kota Bandung Kab Bogor Kab Tasikmalaya Kota Bandung Jakarta PELAKSANA SKPD 7 . Tersedianya barahg pecah belah Mess a.

dll sebanyak 1 unit Distarkim BPLHD Distamben Bapusda APBD APBD APBD APBD 7 Penyediaan Alat Perlengkapan Kantor (APK) Basipda - Tersedianya peralatan penunjang perkerjaan - Basipda APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-93 .NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG 3 - SASARAN PROGRAM/KEG 4 Telepon Listrik Surat Kabar Internet Pengadaan Cetakan Penggandaan Dokumen Penyediaan Mamin Rapat Koordinasi dan Konsultasi Outsorching Jasa Keamanan Jasa Kebersihan dan Lingkungan ATK Materai & Perangko Pengadaan Obat Telepon Listrik Surat Kabar Internet Pengadaan Cetakan Penggandaan Dokumen Penyediaan Mamin Rapat Koordinasi dan Konsultasi Outsorching Jasa Keamanan Jasa Kebersihan dan Lingkungan TARGET PENCAPAIAN 5 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan 127 bh 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan LOKASI 6 Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung BPK Bekasi BPK Bekasi BPK Bekasi BPK Bekasi BPK Bekasi BPK Bekasi BPK Bekasi BPK Bekasi BPK Bekasi BPK Bekasi BPK Bekasi BPK Bekasi BPK Bekasi PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 47 Penyelenggaraan (BPK Bekasi) Administrasi Perkantoran Disnakertrans APBD 59 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana a. 10 buah UPS. 6 unit printer. 50 buah locker. 15 buah meja komputer. Tersedianya sarana mobilitas dan Kegiatan : 1 Pengadaan Barang dan Jasa Perkantoran Meningkatnya kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana perkantoran 2 Peningkatan Sarana Prasarana Laboratorium Meningkatnya kualitas dan kuantitas sarana dan Air dan Lingkungan BPMKL prasarana laboratorium serta tersedianya prasarana air bersih BPMKL 3 Penataan Ruang Kantor dan Laboratorium Meningkatnya kenyamanan ruang kantor dan lab. 100 buah rak buku besi. b. 2 unit notebook.Tersedianya alat perlengkapan kantor untuk meningkatakan kualitas layanan perpustakaan Kota Bandung Kota Bandung Distarkim Distarkim APBD APBD Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung 2 Unit Kendaraan roda 4 dan 4 Kota Bandung Unit kendaraan roda 2 15 buah PC. Meningkatnya sarana dan prasarana bangunan untuk Aparatur mendukung pelayanan kepada masyarakat. 5 buah standar berdiri Komputer sebanyak 2 unit Kota Bandung Notebook sebanyak 1 unit Printer sebanyak 2 unit Roll o'pack sebanyak 25 unit Garasi sebanyak 1 paket Mic table. 10 mike. BPMKL BPMKL 4 Pengadaan Sarana dan Prasarana dan Jasa Perkantoran 5 Pengadaan Sarana Prasarana Kantor 6 Pengadaan sarana dan prasarana kantor . 5 buah standar mike duduk. 2 buah kamera digital.Tersedianya Kendaraan operasional Bapusda . 2 buah handycam.

NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 8 PROGRAM/KEG 3 Pengadaan Kendaraan Operasional Basipda SASARAN PROGRAM/KEG 4 Tersedianya kendaraan dinas operasional TARGET PENCAPAIAN LOKASI PELAKSANA SKPD 7 Basipda SUMBER DANA 8 APBD - - 9 Penataan Lingkungan Perkantoran Basipda - Terwujudnya penataan lingkungan - 5 6 Kendaraan roda 4 sebanyak 2 Kota Bandung unit Kendaraan roda 2 sebanyak 7 unit Taman gedung seluas 12.580 m Camera sebanyak 10 unit Monitor kontrol sebanyak 5 unit Basipda APBD 10 Kegiatan Pengadaan Peralatan Pengamanan Basipda Pengadaan sarana dan prasarana aparatur Dinas Pol PP Rehabilitasi Berat bangunan Kantor dan Peningkatan Sarana Prasarana pada Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Penyediaan alat perlengkapan kantor (APK) Diperta Provisni Penyediaan alat Perlengkapan Kantor (APK) BPB Kentang Penyediaan alat Perlengkapan Kantor (APK) BPB Padi penyediaan alat perlengkapan kantor (APK) UPTD Balai Pelatihan Pertanian Peningkatan sarana dan prasarana aparatur Peningkatan sarana dan prasarana Aparatur Dinas Perikanan Provinsi Jawa Barat Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur di BPBPAT Cijengkol Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur di BPBI Wanayasa Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur di BPBPLAPU Sungaibuntu Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur di BPBILAPU Pangandaran Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur di BPPMHP Cirebon Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur di BPTPPK Cirebon Penyelenggaraan administrasi perkantoran balai pelatihan tenaga KUKM Pengadaan Mobilisasi dan alat perlengkapan kantor Penyediaan Alat Perlengkapan Kantor Pengadaan kendaraan operasional Renovasi/Rehabilitasi bangunan perkantoran Kegiatan Penyediaan Alat Perlengkapan Kantor (APK) Peningkatan dan Pengadaan Sarana dan Prasarana kantor - Terwujudnya pengadaan perangkat CCTV - Kota Bandung Basipda APBD 11 12 - Mewujudkan sarana dan prasarana kantor Instalasi jaringan.000 m2 Kota Bandung Pengaspalan jalan sepanjang 1. 1 jaringan Meningkatnya Sinergitas program Kota Bandung dan kegiatan Kota Bandung Dinas Pol PP Dinas Pendidikan APBD APBD 13 14 15 16 17 18 - tersedianya peralatan penunjang pekerjaan tersedianya peralatan penunjang pekerjaan tersedianya peralatan penunjang pekerjaan tersedianya peralatan penunjang pekerjaan meningkatnya pelayanan administrasi perkantoran Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Dinas Pertanian Dinas Pertanian Dinas Pertanian Dinas Pertanian Dinas Kehutanan Dinas Perikanan APBD APBD APBD APBD APBD APBD 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Mewujudkan sarana dan prasarana kantor yang memadai serta memperlancar pelaksanaan tugas operasional kantor Kota Bandung Dinas Perikanan Dinas Perikanan Dinas Perikanan Dinas Perikanan Dinas Perikanan Dinas Perikanan Dinas KUKM Dinas KUKM BPPMD BPPMD BPPMD Dinas Indag Agro APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD 31 Kota Bandung Disbudpar APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-94 .

Rest Area Karang Kamulyan dan Penataan Gedung Kantor Disbudpar Tahun Anggaran 2009 Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur pada BP Kepurbakalaan. Garut Kab.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 32 PROGRAM/KEG 3 Penataan.99 m2 1 ls 1 ls 24. UAVP IPW karawang. Revitalisasi Ruang Pameran dan Penataan Area di UPT Anjab TMII Penataan Sarana dan Prasarana di Taman Budaya Penataan Sarana dan Prasarana Permuseuman Jabar Pengadaan sarana dan prasarana perlengkapan kantor di UPTD kemitraan Penyelenggaraan barang dan jasa Pengembangan penyediaan sarana dan prasarana aparatur Dinas Peternakan Pembangunan gedung kantor balai pengembangan perindustrian dan renovasi kantor disperindag pengadaan sarana dan prasarana kantor Dinas Perindag pembangunan gedung Lab. Pengembangan Padepokan Pondok Seni Budaya dan Pariwisata Jabar (Tahap II) di pangandaran.50 m2 1 ls 2.1 ls Terbangunnya gedung serba guna 1 (satu) unit sebanyak 20 kamar Honorarium tim pengadaan barang dan jasa Belanja alat tulis kantor Kota Bandung Cimahi Disnakertrans RSJ Cimahi APBD APBD 47 48 49 Kab. Garut Tangerang Bakorwil Priangan Bakorwil Priangan Kantor Perwakilan Jawa Barat APBD APBD APBD APBD 50 Pembangunan Gedung Serba Guna Mess Kertamukti I Ciputat Tanggerang Kegiatan Penyelenggaraan Pengadaan Barang dan Jasa Perkantoran Tangerang Kantor Perwakilan Jawa Barat Bapeda APBD 51 - Kota Bandung APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-95 . Sejarah dan Nilai Tradisional Renovasi Atap Panggung Kesenian Tahap II. pembangunan instalasi uji TUM IPW Bogor dan perluasan gedung Peningkatan Sarana dan Prasarana Kantor Pengadaan Alat Perlengkapan Kantor - SASARAN PROGRAM/KEG 4 TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 Kota Bandung PELAKSANA SKPD 7 Disbudpar SUMBER DANA 8 APBD 33 Kota Bandung Disbudpar APBD 34 Kota Bandung Disbudpar APBD 35 36 37 38 39 40 Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Disbudpar Disbudpar Disbudpar Dinas Perkebunan Dinas Peternakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan BPMD Bakorwil Purwakarta APBD APBD APBD APBD APBD APBD 41 42 Kota Bandung Kota Bandung APBD APBD 43 44 Sapras BPMD Meningkatnya sarana dan prasarana meningkatnya Sapras BPMD Terwujudnya pemeliharaan sarana dan prasarana kantor serta memperlancar tugas operasional kantor Kota Bandung APBD APBD 45 46 Pengadaan Barang/Prasarana Kantor Kegiatan Penyediaan Sarana Prasarana serta Peralatan Kantor pada RS. Jiwa Cimahi Kegiatan Penyediaan Alat Perlengkapan Kantor (APK) Kegiatan Pembangunan Gedung Serbaguna Peningkatan dan Pengadaan Sarana dan Prasarana kantor Tersedianya peralatan penunjang pekerjaan kantor Bakorwil Priangan Terwujudnya pembangunan gedung serbaguna yang memadai 1 tahun 1 kali 44.

S Bidang Monev Perbaikan R. peralatan dapur. meubelir.S Bidang PRLH Pembuatan sumur bor/jetpump Pengadaan kapasitor bank Pembuatan toilet Pengadaan roll opect Pengadaan windows Xp profesional Pengadaan fire wall Pengadaan CPU Pengadaan speaker multimedia LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 52 Pengadaan Sarana dan Prasarana Aparatur Bapesitelda - Meningkatnya sarana dan prasarana Aparatur yang memadai - Memadainya sarana dan Kota Bandung prasarana aparatur Bapesitelda berupa peralatan dan perlengkapan kantor. rumah tangga serta alat-alat studio Kota Bogor Kota Bogor Kota Bogor Kota Bandung Bapesitelda APBD 53 54 55 56 57 Penyediaan Alat Perlengkapan Kantor Pembangunan Ruang Rapat/Aula Bakorwil Bogor Pengembangan Infrastuktur Jaringan Teknologi Informasi Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Renovasi dan Perbaikan Ruang Bandiklatda Gedung Aula Lift pada gedung kantor Ruang Widyaiswara Personal Computer Rang laboratorium komputer dan ruang laboratorium bahasa Ruang Depo Arsip Ruang House Keeping Asrama Tempat tidur peserta Ruang gudang pool Pengadaan alat berat / peralatan dan pengadaan perangkat keras dan jaringan komunikasi data teknologi informasi Terselenggaranya instalasi listrik gedung negara dan kantor 1 ruang 1 buah 1 ruang 16 buah 2 ruang 1 ruang 1 ruang 50 buah 1 ruang Bakorwil Bogor Bakorwil Bogor Bakorwil Bogor Bawasda Bandiklatda APBD APBD APBD APBD APBD Kota Bandung 58 Kegiatan Penyelenggaraan Pengadaan Barang / Jasa Perkantoran Kegiatan Perbaikan Instalasi Listrik Gedung Negara dan Kantor Cirebon Bakorwil Cirebon APBD 59 - Terselenggaranya kelancaran pekerjaan. penghias ruangan. terselenggaranya komunikasi internal / eksternal Cirebon Bakorwil Cirebon APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-96 . terselenggaranya kelancaran hubungan kerja.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG 3 SASARAN PROGRAM/KEG 4 - TARGET PENCAPAIAN 5 Pembelian gedung/kantor Pengadaan gedung kantor 2 lantai Pengadaan Maket Pengadaan Souvenir Bapeda Perbaikan R. komputer.

NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 60 PROGRAM/KEG 3 Kegiatan Pengadaan Mobilitas Kendaraan SASARAN PROGRAM/KEG 4 tersedianya kendaraan dinas operasional TARGET PENCAPAIAN 5 Terselenggaranya kelancaran pekerjaan. 4 unit komputer PC. 2 unit laptop / notebook.Dinas Indag APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-97 . 4 buah filling kabinet. terselenggaranya komunikasi internal / eksternal Terwujudnya pemeliharaan sarana dan prasarana kantor serta memperlancar tugas operasional kantor LOKASI 6 Cirebon PELAKSANA SKPD 7 Bakorwil Cirebon SUMBER DANA 8 APBD - 61 Pengadaan Alat Perlengkapan Kantor - Meningkatnya sarana dan prasarana Purwakarta Bakorwil Purwakarta APBD 62 63 64 65 66 67 Pengadaan Kendaran Operasional Dinas Pengadaan Alat Perlengkapan Kantor Pengelolaan Barang dan Jasa Renovasi / Rehabilitasi Bangunan Pengelolaan Pemeliharaan dan Perawatan Barang Daerah Pengadaan Sarana dan Prasarana Kantor Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Terlaksananya sarana prasarana perkantoran dan peningkatan layanan Sarana dan Prasarana Balitbangda Terfasilitasinya penyelenggaraan Kota Bandung perkantoran untuk peningkatan pelayanan 1 unti kendaraan roda 2. Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Purwakarta Prov. 4 unit printer. 3 buah msin tik. dan BLK Sekretariat DPRD Sekretariat DPRD Disnakertrans APBD APBD APBD Gedung Kantor Balai 72 Pembangunan Pengembangan Perindustrian dan renovasi Kantor Disperindag .Dinas Indag APBD 73 Pengadaan Sarana dan Prasarana Kantor Dinas Perindag Provinsi Jawa Barat - Kota Bandung . 2 unit hardisk eksternal Kota Bandung Biro Perlengkapan Biro Perlengkapan Biro Perlengkapan Biro Perlengkapan Biro Perlengkapan Kantor Kas Daerah APBD APBD APBD APBD APBD APBD 68 Kegiatan Penyediaan Sarana dan Prasarana Kantor Balitbangda APBD 69 70 71 Kegiatan Pengadaan Sarana dan Prasarana Perlengkapan Kantor Kegiatan Penyelenggaraan Pengadaan Barang/Jasa Perkantoran Kegiatan Pengadaan Barang/Prasarana Kantor Kota Bandung Kota Bandung Tersedianya Kursi Siswa Tersedianya Kendaraan Roda 4 Tersedianya Kendaraan Roda 2 Tersedianya Peralatan Pelatihan Teknisi di BPK Bekasi Tersedianya Printer Tersedianya Penghancur Kertas Tersedianya Komputer Tersedianya Laptop Tersedianya Tempat Pengharum Tersedianya Multi Media Projector Tersedianya Layar Projector Tersedianya Sound System Tersedianya Camera Tersedianya Handycam Tersedianya PABX Tersedianya Sound System Ruang Rapat Meningkatnya sarana dan prasarana Kantorb Bapperin dan Disperindag Provinsi Jawa Barat Terlaksananya renovasi bengkel Instalasi Pengembangan IKM Perkayuan Tasikmalaya dan Keramik Purwakarta Mtersedianya sarana dan prasarana kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat 200 buah 2 unit 5 unit 1 paket 3 unit 5 unit 9 unit 4 unit 23 buah 2 unit 2 unit 2 unit 2 unit 2 unit 20 channel 24 buah Kota Bandung. terselenggaranya kelancaran hubungan kerja. I unt mesin fotocopy.

Terpeliharanya sarana dan prasarana kantor Terpenuhinya kebutuhan dan alat-alat pengawasan & terciptanya kondisi kerja yang kondusif .Terkelolanya Administrasi Perkantoran Penyelenggaraan Administrasi Perkantoran a. -pelayanan kerumahtanggaan c. Kegiatan : 1 Perencanaan. Terealisasinya PBB Kantor dan Mess Ciputat 10 Pemeliharaan sarana dan prasarana kantor a. LAKIP/AKIP.Tersedianya data laporan capaian kinerja meliputi Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Terpeliharanya Perlengkapan Kantor. b. -pelayanan sandi dan telekomunikasi .DISATPOL PP . Terpeliharanya Kendaraan Dinas Roda 4 dan 2 d. Terwujudnya kenyamanan dan pelayanan kepada masyarakat. 2 Perencanaan. Komputer dan Pagar/benteng 11 Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Perkantoran 12 Penyusunan Prioritas Program Perencanaan .Basipda Kota Bandung Kota Bandung . Renja. Terpeliharanya sarana dan prasarana operasional Aparatur.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG SASARAN PROGRAM/KEG TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 3 4 60 Program Peningkatan Pengembangan Sistem a. Terpeliharanya fasilitas Kantor c.Bawasda APBD APBD 8 Pemeliharaan sarana dan prasarana Kantor .Dinas Perhubungan APBD APBD Provinsi 61 Program Pemeliharaan Sarana dan Prasarana a. b. Terpeliharanya rumah dinas b.Dinas Pendapatan . Tersedianya lampu penerangan i. laporan Renja. Tersedianya sistem pelaporan capaian kinerja pada Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan unit kerja SKPD/Balai/UPT/UPTD. Terpeliharanya Kendaraan Dinas Roda 4 e.Balitbangda .Kantor Perwakilan APBD APBD Kab Purwakarta . Penyusunan RKA/DPA.Biro Umum APBD 6 7. RKA/DPA Bidang Tata Ruang dan Permukiman - Jawa Barat .Terlaksananya pemeliharaan kantor Dipenda Prov (Dipenda Provinsi Jabar dan 31 UPPD) Jabar dan 31 UPPD se Jawa Barat Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Kantor a.Terevaluasinya dan tersusunnya program dan dan evaluasi bidang perhubungan Provinsi kegiatan perhubungan Provinsi Jawa Barat Jawa Barat Provinsi dan 31 UPPD Jakarta . Pemeliharaan sarana dan prasarana kantor Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Kantor Kota Bandung Bandung . RPJM. Terpeliharanya gedung kantor c. SKPD/Balai/UPT/UPTD. Tersedianya bahan bakar minyak/gas untuk kendaraan dinas f. LKPJ. Evaluasi dan Pelaporan Internal .Bakorwil Purwakarta APBD Kota Bandung Tersusunnya program dan Jawa Barat kegiatan untuk tahun anggaran 2010 . Kegiatan : Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-98 . Terealisasinya surat-surat kendaraan dinas g.Biro Kepegawaian . Terpeliharanya Lingkungan/taman Kantor 9 Perwakilan b. Tersedianya dokumen operasional SKPD/Balai/UPTD/UPTD yang mendukung capaian kinerja organisasi. Tersedianya dokumen pelaksanaan keuangan daerah b. Tersedianya tabung pemadam kebakaran h. Evaluasi dan Pelaporan Internal Dinas Tata Ruang dan Permukiman Tersusunnya Renstra. Terpeliharanya Kendaraan Dinas Roda 2 d. Bakorwil Bogor . Tersedianya penggantian suku cadang kendaraan dinas e.Distarkim APBD Sinergitas program dan kegiatan Kota Bandung sektor Tata Ruang dan Permukiman 3 4 5 Penyusunan Laporan Kinerja dan Keuangan Basipda Administrasi Perkantoran .Seluruh SKPD/Balai/UPT/ APBD UPTD/UPPD. laporan keuangan.

Seluruh SKPD/Balai/UPT/ APBD UPTD/UPPD 3. swasta dan masyarakat dalam pembangunan. dan alatalat laboratorium Pengadaan lampu Pajak Jasa Service Penggantian suku cadang BBM STNK Pemeliharaan gedung kantor Pemeliharaan AC Pemeliharaan mesin tik Pemeliharaan Komputer Pemeliharaan Printer Pemeliharaan Laptop Pengadaan lampu Pajak Jasa Service Penggantian suku cadang BBM STNK Pemeliharaan gedung kantor Renovasi Gedung Pemeliharaan AC Pemeliharaan mesin tik Pemeliharaan Komputer Pemeliharaan Printer Pemeliharaan Laptop TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 Jawa Barat PELAKSANA SKPD SUMBER DANA 8 1.Distarkim . Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Kantor 4. Pemberdayaan Masyarakat dan Desa 62 Program Peningkatan Partisipasi Masyarakat a. Pemeliharaan perkantoran. Terpeliharanya gedung dan perlengkapan kantor Terpeliharanya gedung.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG 3 sarana SASARAN PROGRAM/KEG 4 Tersedianya alokasi dana untuk pemeliharaan sarana dan prasarana bangunan gedung untuk kenyamanan kerja dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Terwujudnya kemitraan pemerintah. Meningkatnya peran organisasi kemasyarakat dalam pembangunan. Jawa Barat Usaha masyarakat desa sekitar hutan pemugaran rumah sarana air bersih Masyararakat Desa Pesisir Energi alternatif Penguatan ekonomi masyarakat 15 Kelompok 15 lokasi 20 lokasi 80 orang di 10 lokasi 8 Kelompok di 8 Kab. perlengkapan kantor. dan prasarana - 7 . b. Meningkatnya jaringan sosial ekonomi masyarakat.1 M2 1 paket 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung BPK Bekasi BPK Bekasi BPK Bekasi BPK Bekasi BPK Bekasi BPK Bekasi BPK Bekasi BPK Bekasi BPK Bekasi BPK Bekasi BPK Bekasi BPK Bekasi BPK Bekasi . Pemeliharaan Sarana dan Prasarana BPMKL 1 Kegiatan Pemeliharaan Sarana dan Prasarana - Kota Bandung Kota Bandung 12 bulan 1 tahun 24 unit 24 unit 12 bulan 29 unit 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan 1 tahun 3 unit 12 bulan 4 unit 445. Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat BPMD BPMD BPMD BPMD BPMD BPMD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD Kegiatan : 1 Pemasyarakatan dan pengembangan Gelar Teknologi Tepat Guna 2 Pemberdayaan Masyarakat Sekitar Hutan 3 4 5 6 7 Fasilitasi Penyiapan Masyarakat dalam pemenuhan rumah layak hun Fasilitasi Penyiapan Masyarakat dalam pengelolaan Air Bersih Perdesaan Pemberdayaan Masyarakat Desa Pesisir Pemberdayaan Desa Mandiri Energi (Demanji) Peningkatan kapasitas kelembagaan masyarakat dalam penanggulangan kemiskinan Penunjang Tim Koordinasi penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) - 68 kelompok masyarakat dan 26 Jawa Barat pendamping Terkoordinasinya Penanggulangan kemiskinan Jawa Barat BPMD 8 Koordinasi TKPKD APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-99 . c.Distarkim Disnakertrans Disnakertrans APBD APBD APBD APBD 2 Kegiatan Pemeliharaan Sarana dan Prasarana (BPK Bekasi) Disnakertrans APBD 21.

Kecamatan Fasilitasi pemberdayaan masyarakat melaluiKegiatan Pola Pusat pertumbuhan Pemberdayaan Keluarga Miskin di Jawa Barat berbasis Koperasi pelatihan Pelatih Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten/Kota Penunjang program nasional pemberdayaan masarakat (PNPM) mandiri Perlombaan desa/kelurahan pelatihan penyusunan profil desa/kelurahan SASARAN PROGRAM/KEG 4 Penunjang Penanganan Pengaduan dalam pelaksanaan Raskin Partisipasi masyarakat TARGET PENCAPAIAN 5 Pangaduan Masyarakat Bid. Meningkatnya masyarakat. 1 Lokasi kegiatan BBGRM 97 KPM 315 orang aparat Kecamatan 78 wilayah Kec. Kegiatan : 1 Fasilitasi Peningkatan peran Serta masyarakat melalui TNI Manunggal membangun Desa (TMMD) dan Bhakti Siliwangi Pola Manunggal Satata Sariksa 2 Kegiatan koordinasi dan Pemantauan bantuan Gubernur ke kab/kota se Wilayah Purwakarta Masyarakat pelayanan aparat desa kepada Gotong Royong Masyarakat Jawa Barat BPMD APBD - terwujudnya kerjasama antar daerah kab/kota dan provinsi - 3 4 5 6 Sarasehan Nilai-nilai Kepahlawanan dan kejuangan Pemantauan Bantuan Provinsi ke Desa Wilayah Bogor Sosialisasi dan Fasilitasi Peningkatan Kinerja Aparat Desa Se Wilayah Bogor Kegiatan koordinasi dan Pemantauan bantuan Gubernur ke kab/kota se Wilayah Purwakarta Terlaksananyanya sarasehan terevaluasinya pelaksanaan Wilayah Purwakarta kebijakan pemerintah provinsi dalam pelaksanaan pembangunan 20 Keg di 20 Lokasi/Desa Jawa Barat Wilayah Bogor Wilayah Bogor Bakorwil Purwakarta APBD Dinas Sosial Bakorwil Bogor Bakorwil Bogor Bakorwil Purwakarta APBD APBD APBD APBD - terwujudnya kerjasama antar daerah kab/kota dan provinsi - 7 Penyusunan kebijakan umum penyelenggaraan Pemerintah Desa - Terwujudnya sinergitas program pembinaan kepada desa tersalurkannya bantuan operasional kinerja aparatur pemerintah desa dan kelurahan - terevaluasinya pelaksanaan Wilayah Purwakarta kebijakan pemerintah provinsi dalam pelaksanaan pembangunan Tersusunnya program / kegiatan Kota Bandung kepada pemerintah desa terinformasikannya etika kepada sekdes yang diangkat PNS baru Biro dekonsentrasi APBD - - Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-100 . Meningkatnya kinerja pemerintah desa yang mandiri. desa 19 Kegiatan Penyelenggarakan Festival Maulid Nusantara Tahun 1430 H / 2009 M di Jakarta 20 Sosialisasi Hasil Pembangunan Jawa Barat Dengan Stakeholders 21 Fasilitasi Pimpinan Daerah dalam Koordinasi Pemerintahan dan Pembangunan antar Provinsi dan Pusat 63 Program Pemantapan Pemerintahan dan Pembangunan Desa a.di 26 Kab/Kota 104 kelompok usaha 150 orang 17 lokasi 26 Kab/Kota 26 Kab/Kota LOKASI 6 Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Tangerang Tangerang PELAKSANA SKPD 7 BPMD BPMD BPMD BPMD BPMD BPMD BPMD BPMD BPMD BPMD Kantor Perwakilan Jawa Barat Kantor Perwakilan Jawa Barat Kantor Perwakilan Jawa Barat SUMBER DANA 8 APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD - Masyarakat Kader pemberdayaan masyarakat Masyuarakat dan kelembagaan masyarakat Desa Kelompok Usaha Pelatih pemberdayaan Masyarakat Lokasi PNPM mandiri Masyarakat dan aparat Aparat Kab/Kota Kec. Meningkatnya kinerja dan kapasitas aparat desa.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 PROGRAM/KEG 3 Penunjang penanganan pengaduan masdyarakat dalam pelaksanaan Raskin Kegiatan Bulan Bhakti Gotong royong Masyarakat Temu kader pemberdayaan masyarakat Fasilitasi pemberdayaan masyarakat melalui P3MD Tk. b. Raskin dan MT. c.

Sukabumi.Dinas Sosial Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-101 . Penanganan gelandangan dan pengemis - - 300 KK 30 KK 75 orang 230 orang . Pengembangan sosial anak dalam panti Terbinanya keluarga masyarakat adat dalam mengelola UEP Terlaksananya bimbingan bagi anak penyandang PMKS di dalam Panti Berdayanya keluarga Miskin melalui KUBE Terlindunginya dan terehabilitasinya KDRT. Garut. Pemanfaatan dan Sosialisasi Hasil Litbang dan Teknologi Tepat Guna (TTG) Pameran Hasil . 80 anak korban Kabupaten Bandung narkotik dan Bogor . Cirebon Barat. Fisik dan Keterampilan Terlaksananya peningkatan penanganan dan pemulihan bagi tuna sosial Terlaksananya perlindungan dan pelayanan sosial anak terlantar Terlaksananya pemulihan sosial terhadap anak nakal dan korban narkotika 100 KBS 1180 anak . Subang.Terwujudnya peningkatan pelestarian janda PKRI serta pelestarian Nilai-nilai kepahlawanan dan kesejahteraan PKRI keperintisan. orang tua.Dinas Sosial .Dinas Sosial . Kota Cimahi 5 kab/kota 5 kab/kota 5 kab/kota Kabupaten Bandung .Dinas Sosial b.Dinas Sosial . Bimbingan Mental. Terehabilitasinya keluarga tidak layak huni. Tersedianya pelayanan keterampilan dan tersedianya bahan UEP dalam panti Tersedianya permakanan. Bogor.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG 3 8 Pengembangan. Peningkatan penanganan WTS 11. kepahlawanan dan kejuangan 2. Peningkatan pelayanan kesejahteraan sosial masyarakat adat 4.Dinas Sosial - - 100 orang anak binaan. dan Akses rekreatif.Dinas Sosial APBN. Peningkatan penannganan lanjut usia dalam panti 10. Keterampilan serta bahan-bahannya. Ciamis. 60 orang 10 Kab/kota anak terlantar. 8 keluarga pahlawan 120 KBS Kab. 250 orang di Cisarua. Peningkatan penanganan korban tindak kekerasan dalam rumah tangga 7.Hasil Litbang dan Teknologi Tepat Guna (TTG) Orientasi Pemantapan Kinerja Aparatur Pemerintah Desa dalam Pemberdayaan Masyarakat se Wilayah Purwakarta Orientasi Pemantapan Kinerja Kecamatan di Kab/Kota se Wilayah Purwakarta - SASARAN PROGRAM/KEG 4 tersalurkannya bantuan rehabilitasi kantor desa / kelurahan dan sarana olahraga SKPD kab/kota serta masyarakat pengguna TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 9 10 - SKPD kab/kota serta masyarakat pengguna 6 topik untuk sosialisasi. 500 Kota Bandung buku buletin ristek. serta 5 aspek common goals 10 produk hasil litbang dan Kota Bandung Teknologi Tepat Guna (TTG) Wilayah Purwakarta Balitbangda APBD Balitbangda Bakorwil Purwakarta APBD APBD 11 Wilayah Purwakarta Bakorwil Purwakarta APBD 22. Perlindungan dan pelayanan sosial anak terlantar 14. APBD Kab/Kota Kegiatan : 1. Meningkatnya kemampuan usaha KBS Kabupaten 3. Pemberdayaan keluarga miskin dalam 6. Peningkatan pelayanan kesejahteraan sosial . Garut dan Tasikmalaya Kabupaten Ciamis dan Sumedang Kab. APBD Provinsi.Dinas Sosial . 350 janda PKRI. 100 Kabupaten Bandung orang di Kab.Dinas Sosial - - 340 orang Kabupaten Cirebon . - . 30 balita 75 anak nakal . Pemulihan sosial anak nakal dan korban narkotika di dalam Panti - - 400 orang 5 kab/kota .Dinas Sosial .Dinas Sosial 60 KK. Bandung. Akses perlindungan lanjut usia terlantar diluar panti 9. Peningkatan penanganan dan pemulihan Tuna sosial 13. Pemberian akses kesehatan. Indramayu. Sosial 64 Program Pemberdayaan Fakir Miskin dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) Lainnya - Mendorong peningkatan pembinaan dan bantuan sosial bagi penyandang masalah kesejahteraan sosial dalam meningkatkan keterampilan dan kemampuan berusaha sehingga mampu melaksanakan fungsi sosialnya kembali secara wajar sebagai SDM yang berkualit nilai-nilai 22 PKRI.Dinas Sosial . Peningkatan pelayanan kesejahteraan sosial a.Dinas Sosial 5. sandang. Cirebon 12. penyediaan bahan keterampilan kesehatan dan bantuan UEP dan dipulangkannya PMKS terlantar dan pengiriman ke lokasi transmigrasi. 7 26 Kab/Kota pahlawan. terealisasikannya pemberian bantuan sosial KDRT Terlaksanannya perlindungan lanjut usial terlantar di luar panti Tersedianya permakanan di balai dan instalasi.

Biro Bangsos . 12 paket penyuluhan 12 kab/Kota. .para pelaku (stake pembangunan kesos a. Koordinasi dan fasilitasi pencegahan. Media elektronik dan media cetak serta penyuluhan Terlaksananya sosialisasi Pengumpulan Uang dan Barang (PUB) tokoh masyarakat Meningkatnya partisipasi karang taruna dalam kegiatan UKS Meningkatnya sinergitas pelaksanaan penanganan WTS Meningkatnya sinergitas pelaksanaan penanganan lanjut usia Meningkatnya sinergitas pelaksanaan penanganan masalah anak Meningkatnya sinergitas pelaksanaan penanganan masalah anak jalanan - 1 kegiatan Kota Cimahi . 100 orang Kota cimahi korban narkotik 100 orang 65 Program Pemantapan Kelembagaan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) - Menggerakkan peranserta masyarakat dan mengali sumber-sumber potensi masyarakat dalam penanggulangan masalah kesejahteraan sosial APBN. Fasilitasi dan koordinasi Bidang Pengembagan Sosial di Jawa Barat - para pelaku (stake pembangunan kesos .Dinas Sosial 2.Dinas Sosial 4 Penyusunan data kesos - Kota Bandung .Biro Bangsos Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-102 . 16 Pemulihan Penyandang Cacat dalam Panti SASARAN PROGRAM/KEG 4 Terlaksananya pencegahan terhadap anak nakal dan korban narkoba berbasis masyarakat Terbinanya Penyandang cacat TARGET PENCAPAIAN LOKASI PELAKSANA SKPD 7 . APBD Kab/Kota Kegiatan : 1.Biro Bangsos .para pelaku (stake pembangunan kesos . . 2 kali .para pelaku (stake dalam menangani masalah PMKS pembangunan kesos Meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba para pelaku (stake pembangunan kesos - holder) 26 kab/kota .Biro Bangsos .Biro Bangsos . serta Tersusunnya indikator keberhasilan program KUBE Terindefikasinya dan terinventarisir serta tersajikannya Data PMKS. Pengembangan indikator pembangunan Sosial 3. para pelaku (stake penyandang cacat pembangunan kesos Meningkatnya motivasi dan partisipasi masyarakat .para pelaku (stake pembangunan kesos .NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG 3 15.Biro Bangsos - Meningkatnya sinergitas pengembangan sosial program bidang - para pelaku (stake pembangunan kesos holder) 26 kab/kota .Dinas Sosial . pemberantasan dan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba (P4GN) di Jawa Barat 16. Kota Bandung 1 Dokumen Instrumen.Biro Bangsos . Fasilitasi Potensi sumber kesejahteraan sosial melalui pemilihan karang taruna.Dinas Sosial 6 - 80 orang. orsos dan LSM 15. 2 PSKS 15 kab/Kota.Dinas Sosial 5 Peningkatan jejaring kerjasama pelaku usaha kesos masyarakat Kegiatan penyuluhan dan bimbingan sosial bagi pelaku usaha kesos (UKS) - 55 orang.Biro Bangsos Pemberdayaan Karang Taruna dalam pelaksanaan usaha kesos 9 Koordinasi dan fasilitasi penanganan wanita tusa susila (WTS) 10 Fasilitasi dan koordinasi penanganan lanjut usia 11 Koordinasi penanganan masalah anak 12 Koordinasi dan faslitasi penanganan anak jalanan - 13.Dinas Sosial .Dinas Sosial SUMBER DANA 8 - 5 6 175 orang anak nakal. Kegiatan Monev dan pelaporan Kesos - Tersusunnya Indek Kota Cimahi Pembangunan Sosial 40 KUBE. 4 Dokumen Pelajaran.Dinas Sosial . APBD Provinsi.pelaku usaha kesejahteraan sosial masyarakat Terinformasikannya pembangunan bidang kesejahteraan sosial.Dinas Sosial . melalui : Ceramah keagamaan . Koordinasi dan sinkroninasi program pembangunan kesos perencanaan - Terlasananya koordinasi dan sinkronisasi penyusunan program pembangunan kesos dengan kabupaten/kota Terlaksananya kegiatan penyusunan indeks pembangunan sosial di Jawa Barat Terpantaunya program kegiatan KUBE Terdeteksinya perkembangan permasalahan dan solusi pelaksanaan program KUBE. PSKS melalui jaringan teknologi informasi Terlaksananya peningkatan jejaring kerjasama pelaku. Pencegahan anak nakal dan korban narkotika berbasis masyarakat. Fasilitasi koordinasi penanganan masalah penyandang cacat 14. para pelaku (stake pembangunan kesos terlindunginya hak-hak dan kewajiban para b.Dinas Sosial 7 8 Sosialisasi pendayagunaan sumber dana sosial - - 4 kegiatan 70 orang 26 Kab/Kota 16 Kab/Kota holder) 26 Kab/Kota holder) 26 Kab/Kota holder) 26 Kab/Kota holder) 26 Kab/Kota holder) holder) 26 kab/kota holder) 26 kab/kota .

1 kali pameran sejarah perjuangan bangsa d. Minangkala ke 29 g. Meningkatnya apresiasi masyarakat terhadap bahasa. Pemilik perusahaan batu kapur dan para pakar arkeologi dan geologi sebanyak 75 orang . Terlaksananya Relokasi Situs Jatigede Budaya (BCB). Karawang sejarah dan nilai tradisional dalam upaya melestarikan b. Peningkatan koordinasi penanganan komunitas adat terpencil di Jawa Barat 19. pengelola Kebudayaan . Tersusunnya penataan situs batujaya pengembangan kepurbakalaan. Terselenggaranya Workshop pelestarian tradisional pengembangan situs Goa Pawon Disbudpar APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-103 . KarangKamulyan) c. Fasilitasi dan koordinasi peringatan Hari Pahlawan 20.Biro Bangsos . 60 Tenaga museum.Nilai b. peninggalan kesejarahan. Peningkatan Apresiasi Museum - marterplan Jawa Barat Terlaksananya Pembinaan. Pepabri dan warahawuri) Meningkatnya pemahaman generasi penerus melalui sosialisasi pelestarian dan nilai-nilai kejuangan Terfasilitasinya peningkatan pemahaman pelestarian dan nilai-nilai kepahlawanan dan kejuangan bagi organisasi kejuangan Tersedianya fasilitasi dan koordinasi badan pembina pahlawan daerah melalui sosialisasi gerakan pelestarian dan peningkatan nilai-nilai kepahlawanan dan kejuangan serta kesetiakawanan sosial daerah Jawa Barat TARGET PENCAPAIAN 5 para pelaku (stake pembangunan kesos para pelaku (stake pembangunan kesos para pelaku (stake pembangunan kesos para pelaku (stake pembangunan kesos para pelaku (stake pembangunan kesos para pelaku (stake pembangunan kesos LOKASI PELAKSANA SKPD 7 . Masyarakat. 1 kali Pameran Nasional Patung Jawa Barat permuseuman dalam upaya melestarikan dan b. 1 Kali pameran Provinsi f. permuseuman. Permuseuman.Biro Bangsos . sastra dan aksara daerah - Jawa Barat .Biro Bangsos SUMBER DANA 8 - - 6 holder) 26 kab/kota holder) 26 kab/kota holder) 26 kab/kota - - holder) 26 kab/kota . pelestarian dan a. Pelestarian. Tambaksari. Batujaja. Ajang Kreasi desain logo Museum Sri Baduga . DI + D45. dan pengembanganKepurbakalaan. 1 kali Pameran Regional kain mengembangkan nilai-nilai budaya daerah tradisional c.Disbudpar APBD Kegiatan : 1. Peningkatan koordinasi penanganan kepahlawanan. Termanfaatkannya nilai-nilai tradisional.Aparat Pemda. kepurbakalaan dan museum bagi pengembangan budaya daerah b.situs-situs di 5 kecamatan Jawa Barat kabupaten sumedang dan a.Disbudpar APBD 3. Pembinaan. keperintisan dan kejuangan di Jawa Barat 21.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG 3 17. Kebudayaan 66 Program Pengembangan Nilai Budaya a. dan Nilai Tradisional 2. UPT Kebudaya an di Jawa Barat d.Disbudpar APBD . 4 buah intalasi budaya (Land dan mengembangkan nilai-nilai budaya raad.Biro Bangsos - - holder) 26 kab/kota . Kesejarahan dan Nilai . Sejarah. Fasilitasi dan Koordinasi pembinaan pahlawan daerah SASARAN PROGRAM/KEG 4 Meningkatnya kesadaran masyarakata akan nilai-nilai sosial Meningkatnya pembedayaan masyarakat pada komunitas masyarakat adat Meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap nilainilai kepahlawanan (LVRI. 1 kali pameran keliling museum di Kab. KCVRI. Pelestarian dan Pengembangan Benda Cagar a. Peningkatan koordinasi dan fasilitasi keperintisan melalui organisasi kejuangan di Jawa Barat 22.Biro Bangsos 23.Biro Bangsos - - holder) 26 kab/kota . Fasilitasi dan koordinasi Kesetiakawanan sosial di Jawa Barat 18. Penyebaran informasi museum h. Terlaksananya Festival Budaya Jawa Barat Meningkatnya apresiasi masyarakat terhadap a. Sumedang e. Bojongkokosan.

Tersedianya katalogisasi. Meningkatnya pengelolaan dan pengakuan atas Hak atas kekayaan intelektual c. SD. Tradisional Jawa Barat b. Terlaksananya Inventarisasi dan Identifikasi TokohTokoh sejarah Jawa Barat b.Disbudpar APBD seluruh tokoh sejarah Jawabarat Jawa Barat Gerasi muda. Juru Pelihara situs.Disdik APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-104 . SMP. SMP. Katalogisasi. Sejarah dan Nilai Tradisional Terpeliharanya tertatanya Jawa Barat peninggalan sejarah dan museum 50 orang juru pelihara situs Jawa Barat . Aparatur. APBD 67 Program Pengelolaan Keragaman dan Kekayaan a.Disbudpar .Disbudpar . SMA/SMK 10 judul buku untuk masingJawa Barat masing jenjang TK. 4.Melestarikan dan meningkatkan apresiasi masyarakat thd bahasa. masyarakat dan swasta Kegiatan : . APBD - - . Meningkatnya pengelolaan keragaman dan kekayaan Budaya budaya Jawa Barat b. Meningkatnya frekuensi apresiasi seni dan budaya daerah dikalangan pemerintah. dan aksara daerah 7. Peningkatan Apresiasi Kesejarahan a. pemetaan varian bahasa daerah di 11 titik. c. aksara dan sastra daerah Terlaksananya pengujian dan pengembangan buku referensi sekolah.Disdik APBN. sastra dan aksara daerah siswa TK SD SMP SMA/SMK Pelatihan bahasa.Disdik APBN . Pengujian dan Pengembangan SumberSumber Referensi dan Pembelajaran Bahasa.Audio Visual dan 500 eks buku perkawinan sunda Terlaksananya lomba busana tradisional Jawa Barat . masyarakat kepada para Juru Pelihara Situs sebanyak 40 orang Terlaksananya Inventarisasi dan Indentifikasi . Pengembangan dan Pemanfaatan Nilai-nilai a. APBD - - .seluruh desa yang potensial Jawa Barat Pelestarian dan Pengembangan Desa Budaya untuk dikembangkan Tergalinya Nilkai Tradisi pada upacara adat . Pelestarian dan Pengembangan Bahasa dan Sastra Daerah - . Jawa Barat 70 orang mengikuti temu sastra daerah.Disbudpar APBD 5. SMP dan SMA/SMK se Jawa Barat 13. Sastra. Sejarah dan Nilai Tradisional bagi Juru Pelihara Situs/ BCB dan masyarakat sekitarnya di Jawa Barat Transliterasi dan deskripsi naskah kuno - . Sastra dan Aksara Daerah Melalui Apresiasi Seni Bagi Siswa SD. visualisasi dan dokumentasi benda koleksi museum seluruh benda koleksi bagi pengunjung wisata dan pengunjung ilmiah 9. kurikulum silabus untuk tiap jenjang Jawa Barat 11. Pembuatan Visualisasi Bioskop Mini Khasanah . Peningkatan Mutu Pendidikan Bahasa.Disbudpar . penyusunan kamus bahasa dialek dan cetak ulang kamus bahasa daerah Lomba kreativitas di bidang Jawa Barat bahasa. - - 40 naskah kuna Jawa Barat .NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG 3 c. pemahaman dan kemampuan guru TK SD SMP SMA/ SMK dalam pembelajaran bahasa. SMA/SMK.Guru Sejarah sebanyak 50 Orang Masyarakat. kemampuan dan keterampilan siswa TK SD SMP SMA/SMK dalam apresiasi seni daerah Meningkatnya pengetahuan. serta penyusunan kurikulum silabus dan standardisasi pembelajaran bahasa. SASARAN PROGRAM/KEG TARGET PENCAPAIAN LOKASI PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 4 5 6 Terselenggaranya Bimbingan Teknis tentang BCB b. sastra dan Jawa Barat aksara daerah bagi guru TK. Visualisasi dan Dokumentasi . aksara dan sastra daerah - . Terlaksananya Ekspedisi Tinggalan Sejarah c. Peningkatan Mutu Guru dalam Pemahaman Bahasa. Terlaksanannya Publikasi dan Sosialisasi Kesejarahan Jawa Barat .Remaja tingkat sekolah tingkat remaja menengah Melestarikan peninggalan-peninggalan bersejarah dan tertatanya peninggalan sejarah dan museum Meningkatnya kemampuan para juru pelihara Situs/BCB dalam bidang Kepurbakalaan. Sastra dan Aksara Daerah di Sekolah 14. dan Aksara Daerah di Sekolah - Meningkatnya pengetahuan.Disbudpar APBD Terlaksananya Tranliterasi naskah naskah kuna sebanyak 40 naskah 8. SD.Disbudpar APBD 6. Eksplorasi dan konservasi tinggalan Budaya Jabar Bimbingan teknis Purbakala. - - .Disbudpar APBD APBD Terdokumentasi benda koleksi Jawa Barat museum 9 (sembilan) judul Jawa Barat - .Disdik APBN.Tersedianya visualisasi / film khasanah budaya Jawa Budaya Jawa Barat Barat 10. Mahasiswa dan Siswa Sekolah 1 kali peringatan hari Bahasa Ibu.Disbudpar APBD 12. sastra.

dan Pemanfaatan kelembagaan Sumber Daya Kesenian SASARAN PROGRAM/KEG 4 Melestarikan dan mengembangkan sumber daya kesenian TARGET PENCAPAIAN LOKASI PELAKSANA SKPD 7 . Perumusan hak paten karya seni Jawa Barat. 2. Peningkatan apresiasi seni dan pembinaan serta pengembangan seni budaya daerah di Taman Budaya - - 4. Asia Afrika Art and Culture Festival - Terlaksananya Penyelenggaraan Asia Afrika Art and Culture Festival - 8.Disbudpar SUMBER DANA 8 APBD kelembagaan - 5 6 Tersusunnya database seni Jawa Jawa Barat Barat. Disbudpar Budaya Jawa Barat pada Temu Jawa Tengah dan Jawa Karya Taman Budaya Tingkat Timur Nasional. Statistik 68 Program Pengembangan Statistik Daerah Data/Informasi/ a. Peningkatan Kualitas dan Kreativitas Seni Budaya Jawa Barat - Melestarikan dan meningkatkan apresiasi masyarakat thd seni daerah melalui pentas seni kolosal hut RI ke 63.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 1. festival kesenian tingkat nasional ke VII. 1 kali temu kareografer Jawa Barat dan 4 kali kreativitas seni Jawa Barat. Gelar aneka ragam seni.Disbudpar pelatihan bagi 400 siswa di bidang seni daerah Jawa Barat terlaksananya festival seni Jawa Barat Disbudpar budaya Jawa Barat di luar negeri dalam rangka promosi Jawa Barat Terlaksananya 1 kali Bandung Disbudpar Penyelenggaraan Asia Afrika Art and Culture Festival dalam rangka peringatan KAA 1 kali keikutsertaan Taman Kalimantan Timur. Peningkatan Informasi dan Promosi Budaya di Anjungan Jawa Barat TMII Fasilitasi dan Pembinaan Minat Bakat Seni Kepada Masyarakat Festival Seni Budaya Jawa Barat di Event Internasional - Terfasilitasinya promosi budaya Jawa Barat melalui anjungan Jawa Barat TMII Terfasilitasinya pembinaan melalui minat bakat seni terhadap masyarakat - 5. festival bunaken. pergelaran seni bulan purnama. duta seni pelajar se Jawa Barat. 2 kali keikutsertaan pada Temu Dua Budaya Daerah APBD APBD APBD APBD APBD APBD 24. dan gelar karya seni unggulan Pergelaran ragam seni daerah TMII Jakarta . jaipongan dan karya komponis muda se Jawa Barat Melestarikan dan meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap seni daerah melalui pagelaran kesenian daerah - . festival reog. Pengembangan.Disbudpar hampir punah. b. Tersedianya data/informasi aspasial yang mutakhir dan akurat. Temu Karya Taman Budaya - Terlaksananya keikutsertaan Taman Budaya Jawa Barat pada Temu Karya Taman Budaya Tingkat Nasional dan Temu Dua Budaya Daerah - Revitalisasi jnis kesenian yang Bandung . - terlaksananya festival seni budaya Jawa Barat - 7. pemberdayaan kesenian Jawa Barat.Disbudpar APBD 3. Terlaksananya 17 kali festival Jawa Barat seni Jawa Barat . - - 6.Disbudpar Jawa Barat di Anjungan Jawa Barat TMII Jakarta Terlaksanannya pembinaan dan Bandung . Tersedianya data/informasi spasial yang mutakhir dan akurat Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-105 . PROGRAM/KEG 3 Pelestarian.

Dinas PSDA APBD Provinsi APBD Provinsi APBD PROV 12 13 - Jawa Barat Jawa Barat .SKPD terkait .Dinas Bina Marga APBD APBD APBD APBD Provinsi 6 - - .Dinas Sosial APBD Provinsi 25.Dinas Perhubungan . Kegiatan : 1 Peningkatan Kearsipan Pengelolaan dan Pelestarian - Tersedianya data kearsipan yang mendukung manajemen Pemda Terpeliharanya data Kearsipan untuk mengingkatkan pelayanan kepada pengguna Kota Bandung Basipda APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-106 . Pengelolaan dan Mineral Pemanfaatan SITEL Bidang Energi dan Sumberdaya Mineral b. Pengolahan dan Pemanfaatan Data.Dinas Sosial . Kearsipan 69 Program Pengembangan Sistem Administrasi a. Tersedianya data kearsipan yang mendukung Kearsipan manajemen pemerintah daerah. Terpeliharanya data kearsipan untuk meningkatkan pelayanan kepada para pengguna. b.Dinas Perhubungan . updating dan analisis data dan statistik daerah Sistem Manajemen Jaringan Jalan dan Jembatan Pengendalian Pemanfaatan Jalan dan Ruang Pengawasan Jalan Evaluasi Jaringan Lintas Angkutan Barang dan Informasi Dinas Dinas Peternakan Tersedianya Pembangunan data/informasi Perencanaan 8 jenis data makro Kota Bandung Jawa Barat Tersedianya data teknis dan informasi mengenai kondisi jalan di provinsi Jawa Barat Terinventarisasinya data mengenai pemanfaatan ruang pemanfaatan jalan penggunaan Teridentifikasinya kondisi jalan Jawa Barat dan jembatan melalui program IRMS/BMS Terlaksananya survei Jawa Barat inventarisasi pemanfaatan ruang milik jalan Tersusunnya data jumlah jaringan · Cirebon-Priangan.Dinas Bina Marga APBD Provinsi 7 - Terevaluasinya jaringan lintas angkutan barang di Provinsi Jawa Barat - . Terlaksananya Penyusunan.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG 3 SASARAN PROGRAM/KEG 4 TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 Distamben SUMBER DANA 8 APBD Kegiatan : 1 Penyusunan dan Pengembangan Data dan a.Dinas Perhubungan APBD Provinsi 8 Pemetaan struktur jaringan trayek - 9 10 11 Inventarisasi fasilitas perlengkapan jalan di Jawa Barat Implementasi data kesos melalui jaringan Teknologi informasi Pengelolaan database infrastruktur sumber daya air dan irigasi Inventarisasi data fasilitas sarana dan prasarana perhubungan di Jawa Barat Pengelolaan database infrastruktur sumber daya air dan irigasi Implementasi data kesos melalui jaringan Teknologi informasi - Tersedianya peta digitasi struktur jaringan trayek angkutan umum hasil kegiatan evaluasi jaringan trayek terdahulu Tersedianya basis data fasilitas perlengkapan jalan di Jawa Barat Terwujudnya implementasi data kesos melalui jaringan Teknologi Informasi Meningkatnya ketersediaan dan pengelolaan data dan informasi infrastruktur sumber daya air dan irigasi Tersedianya basis data fasilitas perlengkapan jalan di Jawa Barat Meningkatnya ketersediaan dan pengelolaan data dan informasi infrastruktur sumber daya air dan irigasi Terwujudnya implementasi data kesos melalui jaringan Teknologi Informasi . Terlaksananya Pengelolaan dan Updating Data dan Informasi Bidang Energi dan Sumberdaya Mineral d.Dinas Perhubungan APBD Provinsi . Statistik dan Informasi Bidang Energi dan Sumberdaya Mineral c. Terlaksananya Penyusunan Dokumen Teknis strategi Informasi Bidang Energi dan Sumberdaya Rancang Bangun Pengembangan.pengolahan. lalu lintas angkutan barang di · Purwakarta-Bogor Jawa Barat Terkoordinasi dan sinkronisasi Jawa Barat data jaringan trayek di Jawa Barat Jawa Barat 1 paket informasi jaringan teknologi Kota Cimahi Jawa Barat .Dinas PSDA APBD Provinsi APBD PROV 14 - 1 paket informasi jaringan teknologi Kota Cimahi . Terdiseminasikannya Data Pertambangan dan Energi 2 3 4 5 Koordinasi perencanaan pembangunan data dan statistik peternakan Pengembangan Data dan Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah Penyusunan.

Tersedianya Data Pemetaan Pemberdayaan Perpustakaan Desa/Kelurahan oleh masyarakat di 26 Kabupaten/Kota se Jawa Barat d.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 2 PROGRAM/KEG 3 Peningkatan Pengelolaan Informasi Kearsipan SASARAN PROGRAM/KEG 4 Tersedianya media pelayanan informasi kearsipan dikalangan aparatur pemerintah dan masyarakat Terealisasinya pameran kearsipan untuk mensosialisasikan pentingnya arsip Terpilihnya Arsiparis Teladan Terpilihnya Penyelenggara Kearsipan Terbaik TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 Kota Bandung PELAKSANA SKPD 7 Basipda SUMBER DANA 8 APBD dan Pelayanan a. Meningkatnya Minat dan Gemar membaca dan terwujudnya budaya baca masyarakat guna peningkatan produktivitas dan kualitas sumber daya manusia masyarakat di Jawa Barat c. Terbinanya 26 Perpustakaan Umum di Jawa Barat. b.Bapusda APBD Kegiatan : 26 1 Pemetaan Pemberdayaan Perpustakaan dan a.Bapusda - 1 Produk Hasil Pemetaan Kota Bandung - 1 Produk Hasil Pemetaan Kota Bandung - - 26 Perpustakaan Umum di Jawa Kota Bandung Barat.Hasil Litbang dan Teknologi Tepat Guna (TTG) di Jawa Barat Tertatanya Arsip di lingkup Setda Provinsi Jawa Barat agar dengan mudah arsip ditemukan SKPD kab/kota serta masyarakat pengguna - 5 orang Kota Bandung 5 SKPD Provinsi dan 5 Kab.000 Kota Bandung anggota perpustakaan 200 keping CD Room Opac Kota Bandung terpadu 50 peserta Kota Bandung 14. Validasi data base koleksi dan anggota perpustakaan d. Tersedianya CD Room Perpustakaan Digital e. Meningkatnya Budaya Baca Masyarakat terhadap Tersusunnya sistem Kota Bandung pendokumentasian hasil-hasil litbang dan teknologi tepat guna (TTG) Jawa Barat . Kearsipan dalam Rangka Menunjang b. Tersampaikannya informasi perencanaan dan evaluasi Jawa Barat kearsipan kepada para Kepala SKPD Provinsi dan Kepala Lembaga Kearsipan Kabupaten/Kota Kegiatan Proses Kearsipan di Unit Kerja BiroBiro Lingkup Setda Provinsi Jawa Barat Pendokumentasian Hasil . 2 Kali Forum Perpustakaan Kota bandung . Terpilihnya 3 Perpustakaan Desa/Kelurahan Terbaik Tingkat Propinsi Jawa Barat b./Kota 2 Semester Basipda APBD 4 5 - 12 bulan Kota Bandung Biro Umum Balitbangda APBD APBD 26. Perpustakaan 70 Program Pengembangan Budaya pembinaan Perpustakaan Baca dan a. Terlaksananya bimbingan dan konseling bagi pemakai perpustakaan Pengembangan Bahan Perpustakaan Bapusda . 260 Perpustakaan Desa/Kelurahan di Kabupaten/Kota se Jawa Barat. Tersedianya Data Pemetaan Pemberdayaan PerpustakaanKeliling 25 Kabupaten/Kota se Jawa Barat 2 Pembinaan Teknis Perpustakaan di Jawa Barat a.Bapusda 4 Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-107 .Bapusda 40.Tersedianya bahan perpustakaan yang sesuai dengan kebutuhan dan tuntunan pengguna perpustakaan/pemustaka - 100 Eksemplar 1 Kali Kota Bandung Kota Bandung . Terumuskannya Program Kegiatan Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi dan Forum Perpustakaan Umum se Jawa Barat Pembangunan dan Pengembangan a.000 Data Base dan 5.Bapusda . 260 Perpustakaan Desa/Kelurahan.Bapusda 3 - 200 Judul 100 judul Kota Bandung Kota Bandung . Terlaksananya kliping digital subjek pembangunan di Jawa Barat c.400 Eksemplar Kota bandung . 3 Koordinasi dan Evaluasi Penyelenggaraan a. Peningkatan Penyelenggaraan Kearsipan di c. 3 Perpusta-kaan Desa/Kelurahan Terbaik di Jawa Barat. Meningkatnya Apresiasi Masyarakat Perpustakaan b. Terlaksananya koleksi perpustakaan digital tentang Otomatisasi Perpustakaan di Jawa Barat Jawa Barat b. Tersedianya Profil Perpustakaan Keliling Kabupaten/Kota Budaya Baca di Jawa Barat b.

diskusi berbasis bahan perpustakaan bagi kelompok pemustaka g. APBD Prov dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-108 . Pertanian 72 Program Peningkatan Produksi Pertanian a. Terimplementasikannya UU No. perkebunan. 4 Tahun 1990 Pembuatan Sinetron Visualisasi Budaya Baca . c. Terfasilitasinya kegiatan story telling bagi pemustaka pra sekolah f. Pameran Perpustakaan j. c. Pemutaran dan bedah film edukatif bagi pemustaka remaja. Tersedianya Buku pojok Jawa Barat Khasanah Budaya Jawa Barat serta Implementasi UU No.500 fumigasi buku 1800 Eksemplar Kota Bandung 26 kab/kota Jawa Barat . Kelautan dan 71 Program Pengembangan Budidaya Perikanan . Koordinasi dan perencanaan pembangunan a.Bapusda APBD 8 9 Pelestarian Karya Cetak dan Karya Rekam a.Bapusda B.000 eksemplar buku rusak.Tersedianya sinetron visualisasi budaya baca Masyarakat Jawa Barat masyarakat Jawa Barat - Jawa Barat .Bapusda SUMBER DANA 8 Literatur - - 5 6 9 literatur sekunder manual dan 5 Kota Bandung digital 5000 orang 144 kali 48 kali 1 Kali 12 kali 12 kali 2 kali Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Peningkatan Layanan Perpustakaan Bapusda a. Terlaksananya Dialog interaktif tentang perpustakaan 7 Peningkatan Preservasi dan Konservasi Bahan Pustaka Termanfaatkannya kembali buku rusak.pegawai dan umum h. 2. Jabar b. Tersusunnya perencanaan pembangunan pertanian.Bapusda . URUSAN PILIHAN 27. Terlaksananya inovasi dan teknologi pertanian serta penerapan teknologi pengelolaan sumber daya pertanian. Tersusunnya perencanaan pembangunan perikanan perikanan dan kelautan dan kelautan b. penerapan teknologi pengelolaan sumber daya pertanian serta fasilitasi kegiatan agropolitan Dinas Perikanan Dinas Perkebunan Peternakan Pertanian.pegawai dan umum i. Tersedianya Buku Langka c. Tersedianya data dan statistik perikanan dan kelautan - - 28.Bapusda APBD - 550 Eksemplar 2 kali Sosialisasi 1 Kali 12 Episode Sinetron APBD APBD APBD APBD Kota Bandung .mahasiswa.Tersusunnya perencanaan pembangunan perikanan Perikanan dan kelautan Kegiatan : 1. d. dan peternakan b.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 5 6 PROGRAM/KEG 3 Peningkatan Pelayanan Informasi Sekunder di Bapusda SASARAN PROGRAM/KEG 4 Tersedianya literatur sekunder manual dan digital Terfasilitasinya layanan keanggotaan perpustakaan TARGET PENCAPAIAN LOKASI PELAKSANA SKPD 7 . mahasiswa. 4 tahun 1990 b. Workshop keterampilan berbasis bahan perpustakaan bagi pemustaka remaja. Tersosialisasikannya koleksi buku langka dan tentang Jawa Barat d. 10. Terfasilitasinya gelar buku baca santai Terfasilitasinya layanan perpustakaan hari sabtu Terlaksananya Parade Kreativitas dalam rangka Peringatan Hari Kunjung Perpustakaan e. terbitan surat kabar dan majalah serta fumigasi buku oleh masyarakat pengguna perpustakaan - 6 kali Kota Bandung - 1 kali 26 kail di 26 kab/kota 510 bundel majalah dan 300 Bundel surat kabar. Tersedianya fasilitas penunjang kawasan agropolitan - Peningkatan sinergitas Jawa Barat perencanaan pembangunan perikanan dan kelautan Peningkatan kualitas data dan statistik sebagai bahan dasar perencanaan Meningkatnya inovasi dan Jawa Barat teknologi pertanian.

Pengelolaan Distribusi dan Tata Niaga Migas a. Fasilitasi pengembangan penerapan teknologi pengurangan kehilangan hasil 3. Terfasilitasi dan terkoordinasinya pengem-bangan dan Ketenagalistrikan dan Energi pengelolaan b. Terpantaunya pelaksanaan konversi energi 4. Terkoordinasinya rencana pengembangan sumberdaya dan infrastruktur Migas di Jawa Barat 2. Meningkatnya pemanfaatan sumur migas sebagai sebagai sumber energi sumber energi b. Terpantaunya operasi. Tersedianya pengembangan sumur migas d.Balitbangda APBD 29.Distamben APBD - Meningkatnya pemanfaatan Jawa Barat sumber daya mineral dan energi Pemanfaatan Energi Alternatif di Jawa Barat Perdesaan .Distamben APBD - . perkebunan. Pengkajian Model Pengembangan Agribisnis - Tersusunya Model Pengembangan Agribisnis Tersedianya Model Pengembangan Agribisnis . Tersedianya data dan statistik pertanian. Tersedianya data dan statistik kehutanan Kegiatan : 1.Biro Binprod APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-109 . Pengembangan pemanfaatan sumur migas a. perkebunan dan peternakan b.Distamben APBD - . Koordinasi dan perencanaan pembangunan a.Dinas Kehutanan 30. perkebunan dan peternakan 2. Terkendalinya distribusi BBM bersubsidi b. Energi dan Sumber Daya Mineral 74 Program Pembinaan dan Pengembangan Bidang a. Fasilitasi penerapan teknologi perbaikan mutu dan keamanan pangan Terfasilitasinya pengembangan penerapan teknologi pengurangan kehilangan hasil Terfasilitasinya penerapan teknologi perbaikan mutu dan keamanan pangan - - - - Meningkatnya perbaikan mutu dan keamanan pangan - Dinas Pertanian Disbun Disnak Dinas Pertanian 4. Terfasilitasinya kegiatan hemat energi Kegiatan : 1.Jawa Barat dinasinya pengelolaan infrastruktur listrik dan energi se Jawa Barat Terkendalinya distribusi Bahan Jawa Barat Bakar Minyak Bersub-sidi se Jawa Barat 3 Cluster sumur gas Jawa Barat .Meningkatnya teknologi tepat guna dalam diversifikasi diversifikasi pemanfaatan mineral dan energi pemanfaatan mineral dan energi 5. Perkebunan dan Peternakan SUMBER DANA 8 Kegiatan : 1. peternakan pembanguan pertanian. Terpantaunya operasi Migas Hulu Hulu dan Hilir 3.Distamben APBD - . Terlaksananya Koordinasi dan perencanaan pertanian.Dinas Pertanian. Tersusunnya perencanaan pembangunan kehutanan Hutan b. Kehutanan 73 Program Pemanfaatan Potensi Sumber Daya a. Koordinasi dan perencanaan pembangunan a. Tersusunnya perencanaan pembangunan kehutanan kehutanan b. Tersedianya data dan statistik kehutanan - Terwujudnya perencanaan kehutanan sinergitas pembangunan - - Peningkatan sinergitas Jawa Barat perencanaan pembangunan kehutanan Peningkatan kualitas data dan statistik sebagai bahan dasar perencanaan . perkebunan dan peternakan Peningkatan kualitas data dan statistik sebagai bahan dasar perencanaan Menurunnya kehilangan hasil LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 .Disnak .Disbun . Terfasilitasinya dan terkoordinasinya pengelolaan infrastruktur listrik dan energi infrastruktur listrik dan energi b. Fasilitasi dan Koordinasi pengelolaan a.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG 3 SASARAN PROGRAM/KEG 4 - TARGET PENCAPAIAN 5 Terwujudnya sinergitas perencanaan pembangunan pertanian. Pengembangan teknologi tepat guna dalam . Fasilitasi dan Koordinasi Pengembangan Energi Alternatif di Perdesaan Meningkatnya Perdesaan Pemanfaatan Energi Alternatif di - Terfasilitasinya dan terkoor. distribusi dan niaga BBM infrastruktur listrik dan energi c.

Terlaksananya sosialisasi dan penyiapan masyarakat dalam rangka pemanfaatan panas bumi di WKP Provinsi c. bahi hasil pertambangan umum 10% .Disbudpar APBD Jakarta . bagi hasil Migas.Distamben APBD . menengah a. Australia. China. BBM. Cimahi. 4. Terfasilitasinya promosi Pariwisata Jawa Barat melalui Promosi seni . Terfasilitasinya pengelolaan Tourism Information Centre c. budaya dan pariwisata di deen Haag Belanda. Familliarization Tour.Distamben - 3 WKP Jawa Barat . Terfasilitasinya promosi Pariwisata Jawa Barat melalui Kemilau Nusantara.Malaysia.Distamben APBD 31. Terlaksananya pemantauan eksplorasi panas bumi di lokasi IUP Panas Bumi Provins Fasilitasi Peningkatan Pengolahan dan Nilai a. Tersedianya pola peningkatan nilai tambah mineral unggulan dan batu bara Tambah Sumber Daya Mineral dan Batubara b. Berlin-Jerman. batubara Bogor 9 jenis produk unggulan 10 UKM pertambangan dan Jawa Barat energi Tersedianya data potensi Jawa Barat sumberdaya mineral unggulan Jawa Barat berdasarkan kondisi terkini untuk memenuhi kebutuhan pasar internasional Tersedianya data dan infor-masi produksi pertambangan dan energi 2 WKP Jawa Barat . Dubai-UEA. Promosi Pariwisata Dalam dan Luar Negeri - Meningkatnya Jumlah Kunjungan Wisatawan ke Jawa Barat - a.Terfasilitasinya pengembangan pariwisata ke Jawa Wisata di Jawa Barat. Pertambangan dan Energi b.Disbudpar APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-110 . Singapura.Distamben APBD - - Pajak air tanah. Soul-Korea dan Jepang 2. Peningkatan Citra dan Promosi Daerah Tujuan . Pelayanan Rekomendasi Teknis Fasilitasi Pelelangan WKP Panas Bumi Gunung Papandayan dan Sangkanhurip Optimalisasi Pendapatan Bidang Pertambangan dan Energi - Terlaksananya rekomendasi teknis pelelangan WKP Panas Bumi Terlaksananya intensifikasi dan ekstensifikasi pendapatan sektor pertambangan dan energi - Tersedianya pola peman-faatan Kab Bandung.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG 3 75 Program Pengembangan Sumberdaya Mineral dan Panas Bumi SASARAN PROGRAM/KEG 4 Meningkatnya pengusahaan dan nilai tambah produksi sumberdaya mineral Meningkatnya pemanfaatan panas bumi - TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 - Kegiatan : 1. Pengembangan Informasi Jejaring Unggulan Pertambangan dan Energi Produk - 5 Lokasi Jawa Barat . Peningkatan Pemanfaatan Potensi Panas Bumi a. Braga Festival. Afrika Selatan. Jawa Barat Travel Exchange. Tersedia Data Terkini Produk Unggulan dan Produksi a. Terinventarisasinya data dan informasi WKP Panas bumi lintas Kab/Kota eks Pertamina untuk diajukan sebagai WKP Provinsi Jawa Barat b.West Java Nite. 5. Meningkatnya kapasitas usaha kecil pertambangan dan energi di Jawa Barat 3.Disbudpar APBD b. sumber daya mineral dan Kota/Kota Bandung. Joghakarta dan vali .Distamben APBD - 7 Kab/Kota Jawa Barat .Distamben APBD 2. b. retribusi Jawa Barat kebumian.Distamben . Barat melalui promosi wisata di TMI 10 Negara . dan HUT Konfrensi Asia Afrika Kota Bandung. Pariwisata 76 Program Pengembangan Pemasaran Pariwisata Kegiatan : 1.

Tersusunnya dokumen perencanaan kebudayaan dan pariwisata 6. Pengembangan keanekaragaman makanan khas Jawa Barat 2. Bandung. Meningkatnya pelayanan instalasi IKM terhadap pelaku Menengah usaha b. suku cadang dan rotan) Meningkatkan sinergitas antara Pusat. Industri 8. Penataan dan Pengelolaan Objek dan Daya Tarik Wisata di KWU Jawa Barat b. dialog golempang.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG 3 77 Program Pengembangan Destinasi Pariwisata SASARAN PROGRAM/KEG 4 a.Dinas Indag dan Purwakarta - b.Disbudpar APBD 3.Dinas Indag Agro APBD APBD Kab. Meningkatnya sinergitas kepariwisataan Jawa Barat pembangunan - Meningkatkan sinergitas antara Pusat./Kota Kota Bandung 26 Kab/Kota Meningkatkan pelayanan Instalasi IKM di 5 Instansi IKM Meningkatkan nilai tambah produk IKM sebesar 85% 1 kali 9 Instalasi IKM Kota Bandung . Terwujudnya sinergitas kepariwisataan melalui rakor forum SKPD dan Fasilitasi MPU Barat b. Pemantauan dan Pengendalian Program Kebudayaan dan Kepariwisataan Jawa Barat - 26 Kab/kota .Disbudpar APBD 26 Kab.Disbudpar APBD 5. Penyebarluasan Informasi Kebudayaan dan Kepariwisataan Jawa Barat - 1 Dokumen Data kebudayaan Kota Bandung dan pariwisata dan 20 episode/penayangan . Meningkatnya nilai tambah produk IKM Kegiatan : 1.Biro Sarek APBD APBD APBD 32. Revitalisasi Instalasi pada Balai a. Sinergitas Pengembangan Ekonomi Bidang .Disbudpar APBD 4. dan West Java Knite b. alas kaki. Kabupaten/Kota dan Stakeholder Kegiatan : 1. Provinsi.Dishut . Kabupaten/ Kota dan Stakeholder Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-111 . Pengembangan Daya Tarik Tahura Wisata Alam Terfasilitasinya pengembangan objek wisata TAHURA Kota Bandung . Pengembangan dan Pengelolaan Objek dan a. Meningkatnya Sinergitas Pengembangan Industri 4 komoditi (TPT. 79 Program Penataan Struktur dan peningkatan a.Terfasilitasinya koordinasi pengembangan Kepariwisataan kepariwisataan Jawa Barat 78 Program Pengembangan Industri Kecil dan a. dan mandalawangi Terpantaunya dan Terkendalinya Program Kepariwisataan Kemitrausahaan di bidang - - 540 orang Kota Bandung dan Jakarta 26 Kab/Kota . Provinsi. Penataan Objek dan Daya tarik Wisata Jawa Barat Tersusunnya data kebudayaan dan kepariwisataan Jawa Barat Terinformasikannya kebudayaan dan pariwisata melalui jendela budaya dan wisata. Kemampuan Teknologi Industri Meningkatnya promosi produk olahan industri kecil menegah agro Meningkatnya sarana dan prasarana instalasi IKM Meningkatnya pelayanan terhadap IKM Mengembangkan klaster industri Jawa Barat - . Pengembangan Program Kepariwisataan Jawa a. Pengembangan Objek Wisata Alam dan Hutan . Peningkatan Pariwisata Tersosialisasikannya Sadar Wisata dan Sapta Pesona serta meningkatnya kemitrausahaan antar pelaku kepariwisataan 2. Pasanggiri MOKA. Pengembangan Perindustrian b. Cirebon .Disbudpar APBD .Dishut . Meningkatnya daya tarik wisata Jawa Barat melalui daya Tarik Wisata Jawa Barat event West Java Adventure Tourism (off Road).Berkembangnya daya tarik wisata alam 7. Meningkatnya informasi kepariwisataan Jawa Barat TARGET PENCAPAIAN 5 9 KWU Meningkatkan kepariwisataan massa informasi melalui media LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 c.

Meningkatnya kemitraan antara pelaku usaha dan pasar d. Peningkatan Perlindungan Efektifitas Distribusi Konsumen dan a. Kab. Bekasi. Meningkatnya kemitraan antara pelaku usaha dan pasar d. Bekasi./Kota Bdg. Kab. Kab. Terwujudnya sionergitas pengembangan klaster antara pelaku dengan stakeholder a. Kab. Berkembangnya inovasi dan desain produk industri TPT e. Kab./Kota Bdg. Kab. Kab. Pengembangan Transformasi Perindustrian dan perdagangan Agro 9. Bogor. Kab. Kota Cimahi. Karawang. Peningkatan Kemampuan Daya saing melalui Pengembangan Sumber Daya. Kab. Kab./Kota Bdg. . Kab. Kab. Karawang. Fasilitasi dan Koordinasi Industri di Jawa barat 33. Meningkatnya kemampuan dan Keterampilan SDM b. Meningkatnya kemampuan dan Keterampilan SDM b.Dinas Indag Agro APBD - 26 paket Kota Bandung . Kab./Kota Bdg. Pengembangan Klaster Industri Suku Cadang - 175 orang b. Bogor.Dinas Indag APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-112 . Kab. Meningkatnya jaringan kerja klaster industri TPT c. Cirebon dan Kota Tasikmalaya 2. Peningkatan Daya Saing TPT SASARAN PROGRAM/KEG 4 a. Kab.Terwujudnya pengelolaan. industri kimia. Perdagangan 80 Program Perlindungan Pengamanan Perdagangan - - 1 Paket Kota Bandung . . Penguasaan teknologi dan manajemen 8. pengembangan sektor Kab. Terwujudnya koneksitas. . pengelolaan dan pengolahan data informasi perindustrian dan perdagangan agro Terwujudnya koordinasi rencana dan operasionalisasi program dan kegiatan pengembangan perindustri dan perdagangan agro Terlaksananya koordinasi industri antar stakeholder. Berkembangnya inovasi dan desain produk industri Alas Kaki e. Bogor. Cirebon dan Kota Tasikmalaya APBD APBD 4. Kab. Meningkatnya jaringan kerja klaster industri Suku Cadang c. Koordinasi Perencanaan dan Penguatan Sistem Informasi Industri dan Perdagangan 7. penggunaan bahan berbahaya - 510 orang dan 36 kali pengawasan 26 Kab/Kota . Meningkatnya jaringan kerja klaster industri Alas Kaki c. Kab. Meningkatnya kemitraan antara pelaku usaha dan pasar c.Dinas Indag Sukabumi. Karawang. Meningkatnya pemahaman perlindungan konsumen.Dinas Indag APBD - 1 Paket 185 Orang Kota Bandung . Terwujudnya sionergitas pengembangan klaster antara pelaku dengan stakeholder a. Kab. Bekasi.Biro Sarek APBD Konsumen dan - Meningkatnya perlindungan konsumen melalui pengawasan barang beredar dan metrologi legal Terpantaunya Distribusi barang kebutuhan pokok masyarakat yang efektif dan efisien - 5 IPW dan 26 kab/kota Kegiatan : 1. Cirebon dan Kota APBD - 1 Paket Kota Bandung . Berkembangnya inovasi dan desain produk industri Rotan a. pengolahan dan (SIFO) Indag Jabar penyebarluasan informasi industri dan perdagangan 6.Dinas Indag Bekasi.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG 3 Kegiatan : 1.Dinas Indag Sukabumi. Perencanaan Pengembangan perdagangan Agro dan Pengendalian Perindustrian dan Pengembangan Terwujudnya sinergitas rencana dan pelaksanaan program/kegiatan industri dan perdagangan Meningkatnya kemampuan sumber daya manusia di bidang industri telematika. Meningkatnya kemampuan dan Keterampilan SDM - TARGET PENCAPAIAN 5 175 orang LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 APBD Kab. Bogor. Karawang.Dinas Indag APBD APBD Kab/Kota Bandung. Meningkatnya kemampuan dan Keterampilan SDM b.Dinas Indag Agro APBD 10. Kab. Kab. Pembinaan dan Pengembangan Industri Rotan - 175 orang 3.Dinas Indag Sukabumi. Bogor. Terwujudnya sionergitas pengembangan klaster antara pelaku dengan stakeholder 5. Industri Logam dan mesin. Pengembangan Klaster Industri Alas Kaki - 175 orang Kab.Dinas Indag Sukabumi. . . Kab. Bekasi. Karawang dan Purwakarta - 26 paket Kota Bandung . Kab. pengawasan brg beredar. Perencanaan dan Penguatan Sistem Informasi .

NO 1

BID URUSAN PEMDA 2

PROGRAM/KEG 3

SASARAN PROGRAM/KEG

TARGET PENCAPAIAN 5

LOKASI 6

PELAKSANA SKPD 7

SUMBER DANA 8

4 b. Terfasilitasinya pelaksanaan pengawasan barang dan bahan makanan yang beredar di pasar. 2. Peningkatan Pelayanan Tera Ulang UTTP - Meningkatnya pelayanan Kemetrologian di 5 Instalasi Pengelolaan Wilayah (IPW) 3. Peningkatan Pelayanan Ukuran Arus, Panjang - Terfasilitasinya pengukuran BBM di SPBU serta dan Volume Pendataan Meter Air, Meter KWH, dan Meter parkir

5 IPW 5000 SPBU, 260 kali pendataan 5 IPW meter air, 250 pendataan meter KWH dan 10 kali pendataan meter parkir 5 IPW

-

Dinas Indag

APBD APBD

- Dinas Indag

4

Peningkatan Pelayanan Kemetrologian Bidang Ukur Ulang dan BDKT

-

Meningkatanya Pelayanan Barang Dalam Keadaan Terbungkus (BDKT) Terpantaunya keamanan produk agro yang beredar di pasaran -

- Dinas Indag

APBD

5. Peningkatan tertib niaga dan perlindungan Konsumen

-

10 kali

26 Kabupaten/Kota

- Dinas Indag Agro

APBD

6. Peningkatan Distribusi Produk Agro Jawa Barat a. Tersedianya data perkembangan harga komoditi agro b. Terkoordinasinya antisipasi pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat pada hari besar keagamaan c. Tersusunnya analisis jalur distribusi komoditas agro Jawa Barat 81 Program Peningkatan dan Pengembangan a. Mengembangkan Sistem Perdagangan Dalam Negeri perdagangan sistem & sarana prasarana Terfasilitasinya pengembangan sarana dan prasarana perdagangan Meningkatkan sinergitas antara Pusat, Provinsi, Kabupaten/Kota dan Stakeholder

Kota Bandung

- Dinas Indag Agro

APBD

b. Terwujudnya sinergitas pembangunan di bidang perdagangan

-

Kegiatan : 1. Peningkatan Utilitas Perdagangan

dan a. Optimalisasi peran dan fungsi utilitas perdagangan agro b. Terfasilitasinya pembangunan cold storage bagi komoditi holtikultura 2. Pengembangan Sarana dan promosi Dagang a. Terfasilitasinya pelaku usaha Jawa Barat pada event pameran/promosi b. Terjalinnya kerjasama dagang antar pulau/provinsi c. Meningkatnya peran dan fungsi pasar tradisional sebagai pasar higyenis, bersih dan nyaman 3. Fasilitasi dan Koordinasi Peningkatan - Meningkatnya koordinasi dan pengembangan Perdagangan Komoditi Unggulan di Jawa Barat perdagangan antar stakeholder

Usaha

Industri

-

3 Unit

Kab. Indramayu, - Dinas Indag Agro Sukabumi dan Cirebon

APBD

-

142 pelaku usaha dan 100 kios

Jakarta, Batam, Bali, - Dinas Indag Kalimantan Timur, Bogor, Purwakarta,

APBD

Kota Bandung

- Biro Sarek

APBD

34. Ketransmigrasian

82 Program Pengembangan Wilayah Transmigrasi

-

Terselenggaranya kerjasama bidang transmigrasi antar provinsi penempatan di luar Pulau Jawa dengan kab/kota di Jawa Barat Terlaksananya penjajagan ke daerah penempatan dalam rangka tindak lanjut kerja sama (MoU) . Terlaksananya fasilitasi dalam rangka sertifikasi lahan transmigrasi di 5 UPT Terlaksananya relokasi penduduk daerah genangan waduk Jatigede

-

Terealisasinya Pengiriman Jawa Barat transmigran asal Jawa Barat sebanyak 1.050 KK 9 provinsi penempatan di luar 26 Kab/Kota Pulau Jawa. 5 UPT (Unit Pemukiman 5 Kab/Kota Transmigrasi) 125 orang Kab. Sumedang Disnakertrans Disnakertrans APBD APBD

Kegiatan : 1. Tindak lanjut kerjasama antar daerah bidang ketransmigrasian 2. Koordinasi & Fasilitasi Penyelesaian Sertifikasi Lahan di Lokasi Transmigrasi Lokal 3. Pengerahan dan penempatan daerah genangan waduk Jatigede penduduk

-

-

-

-

Disnakertrans

APBD

Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009

IV-113

NO 1

BID URUSAN PEMDA 2 4.

PROGRAM/KEG 3 Fasilitasi Kerjasama Bidang Ketransmigrasian

SASARAN PROGRAM/KEG 4 Terlaksananya Rakor dan penandatanganan kerjasama bidang ketransmigrasian.

TARGET PENCAPAIAN 5

LOKASI

PELAKSANA SKPD 7 Biro Bangsos

SUMBER DANA 8 APBD

-

35. Peningkatan Pemahaman dan Pengamalan Agama

83 Program Peningkatan dan Pemahaman dan Pengamalan Agama

a. Meningkatnya pemahaman dan pengamalan agama dalam kehidupan bermasyarakat b. Terciptanya suasana kehidupan keagamaan yang kondusif di Jawa Barat Meningkatnya pemahaman dan pengamalan agama dalam kehidupan bermasyarakat Meningkatnya pemahaman dan pengamalan agama di masyarakat Meningkatnya pemahaman dan pengamalan agama di kalangan aparatur dan masyarakat -

6 40 Naskah Kerjasama, 26 Kota Bandung Kab/Kota di Jawa Barat, Kab/Kota penempatan Jawa Barat

- Biro Yansos - Kanwil Depag

APBN APBD

Kegiatan : 1. Pelaksanaan MTQ Tingkat Jawa Barat, Pembinaaan dan Pengiriman Khalifah STQ 2. Peningkatan Kualitas Khotib/ Mubaligh dan Kader Juru Dakwah 3. Implementasi Pengamalan Agama melalui Safari Ramadhan dan Taraweh Keliling

1 kali MTQ Tk. Jawa Barat dan Jawa Barat 100 Orang STQ Tk Nasional 800 orang kader juru dakwah Jawa Barat 7500 Orang Masyarakat,Tokoh Jawa Barat Agama, Tokoh Masyarakat dan Aparatur Pemerintah Propinsi dan Kabupaten/Kota se Jawa Barat 500 orang peserta dialog intern Jawa Barat dan antar umat beragama 800 Orang Para Pemuda, Pelajar Kota bandung 800 Orang Para Pembina Majelis Kota bandung Taklim se Jawa barat

- Biro Yansos - Kanwil Depag - Biro Yansos - Biro Yansos

APBN APBD APBD APBD

4. Pembinaan Kerukunan Hidup Intern dan Antar Umat Beragama 5. Peningkatan Pemahaman Agama di kalangan 6. Peningkatan Kualitas Pembina Majelis Taklim Di jawa Barat 84 Program Pembinaan Lembaga Sosial Keagamaan Kegiatan : 1. Pemberdayaan Lembaga Sosial Keagamaan

-

Terfasilitasinya kegiatan intern dan kegiatan antar umat beragama. Meningkatnya pemahaman dan pengamalan agama di Meningkatnya kualitas Pembina Majalis Taklim di jawa Barat Meningkatnya peran lembaga-lembaga sosial keagamaan dan lembaga pendidikan keagamaan dalam pembangunan Meningkatnya pemberdayaan DKM dan pemberdayaan guru madrasah diniyah dalam pembangunan. Terlaksananya subsidi dan imbal swadaya pembangunan dan rehabilitasi sarana prasarana kepada lembaga keagamaan dan lembaga pendidikan. Meningkatnya kualitas Guru Madrasah Swasta di Jawa Barat Terlaksananya Porseni Pontren Tk Jabar dan Training Centre Kontingen Pospenas Jabar dan Terkirimnya Kontingen Pospenas Jabar ke Tk Nasional Meningkatnya Pemahaman dan Pengamalan ajaran agama di kalangan pemuda/pelajar dan Mahasiswa Meningkatnya peran serta lembaga keagamaan dalam olah raga dan seni Tersusunnya Pemetaan lembaga-lembaga sosial keagamaan di Jawa Barat

-

-

Biro Yansos Kanwil Depag Biro Yansos Biro Yansos

APBN APBD APBD APBD

-

APBN, APBD

-

-

410 orang Pengurus DKM dan Jawa Barat Guru Madrasah Diniyah 4 Wilayah di Jawa Barat Jawa Barat

- Biro Yansos

APBN, APBD

2.

Fasilitasi Keagamaan serta pelayanan Kepada Organisasi/Pontren/Masjid di jawa Barat

-

-

- Biro Yansos

APBN, APBD

3.

Pembinaan Guru Madrasah Swasta di Jawa Barat Pelaksanaan Porseni Pontren Tk Jabar, TC/Training Centre dan Pengiriman Kontingen Pospenas Jabar Tk Nasional di Makasar Peningkatan Kualitas Pesantren Kilat

-

-

4.

-

-

480 orang Guru Madrasah Jawa Barat Swasta dan Guru TKA/TPA di Jawa Barat 1500 Orang Para Santri dan Bandung dan Makasar Kontingen Jawa Barat ke Pospenas 300 Orang 800 Orang Pemuda/Pelajar Bandung

- Biro Yansos

APBN, APBD

- Biro Yansos

APBD

5.

Penyelenggaraan -

-

- Biro Yansos

APBD

6. 7.

Peningkatan Peran Serta Pesantren dalam pembinaan Olah raga dan Seni Pemetaan Lembaga Sosial Keagamaan di Jawa Barat (tahap II)

-

Pondok pesantren di Jawa Barat Tersebar Lembaga Sosial Keagamaan di Tersebar Jawa Barat

Biro Yansos Biro Yansos

APBD

Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009

IV-114

4.3. RENCANA KERJA PEMBANGUNAN BERSUMBER DANA APBN
PROGRAM 1 1. Program Upaya Perorangan SASARAN 2 KEGIATAN 3 TARGET PENCAPAIAN (KELUARAN KEGIATAN) 4 LOKASI 5 SKPD 6 Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan KETERANGAN (Diisi dengan Dept) 7 Dep. Kesehatan Dep. Kesehatan Dep. Kesehatan Dep. Kesehatan Dep. Kesehatan Dep. Kesehatan Dep. Kesehatan Dep. Kesehatan Dep. Kesehatan Dep. Kesehatan Dep. Kesehatan Dep. Kesehatan

Kesehatan A.1. Meningkatkan rumah sakit yang sensitif 1. Pelayanan Kesehatan bagi Penduduk dan proaktif Miskin Kelas III Rumah Sakit 2. Tertanggulanginya masalah kesehatan 2. Operasional dan Pemeliharaan rujukan dan pelayanan medis spesialistik Penyelenggaraan Pelayanan Medik 3. Meningkatnya rumah sakit yang 3. Pemenuhan dan Peningkatan Fasilitas Sarana dan Prasarana Kesehatan terakreditasi, tertibnya administrasi Rujukan perizinan rumah sakit pemerintah dan swasta 4. Terlaksananya laboratorium kesehatan dengan optimal 50%

1. Meningkatnya mutu/akses pelayanan kesehatan Kab. Indramayu bagi masyarakat miskin 2. Rumah sakit pemerintah dan swasta sudah Provinsi Jawa Barat terakreditasi dan mempunyai izin 3. Tersedianya sarana dan prasarana yankes di Provinsi Jawa Barat RSP Sidawangi dan BKKM 4. Tersedianya sarana pelayanan kesehatan di Kab. Bogor rumah sakit 5. Tersedianya sarana dan prasarana yankes di Kab. Sukabumi RSD Sk Wangi Pl. Ratu dan Jampang Kulon 6. Tersedianya sarana dan prasarana yankes di Kab. Cianjur RSD Cianjur dan Cimacan 7. Tersedianya sarana dan prasarana yankes di Kab. Karawang RSD Karawang 8. Tersedianya sarana dan prasarana yankes di Kab. Purwakarta RSD Bayu Asih 9. Tersedianya sarana dan prasarana di RSD Kab. Subang Subang 10. Tersedianya sarana dan prasarana yankes di Kab. Bandung RSD Soreang dan Majalaya 11. Tersedianya sarana dan prasarana yankes di Kab. Sumedang RSD Unit Swadana Sumedang 12. Tersedianya sarana dan prasarana yankes di Kab. Garut RSD Dr. Slamet Garut dan RSUD Pamengpeuk 13. Tersedianya sarana dan prasarana yankes di RSD Kab. Tasikmalaya 14. Tersedianya sarana dan prasarana yankes di RSD Ciamis dan RSD Pangandaran 15. Tersedianya sarana dan prasarana yankes di RSD Waled Arjawinangun 16. Tersedianya sarana dan prasarana yankes di RSD Kuningan 17. Tersedianya sarana dan prasarana di RSD Indramayu dan RSD Pantura MA Sentot Kab. Tasikmalaya Kab. Ciamis Kab. Cirebon Kab. Kuningan Kab. Indramayu

Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan

Dep. Kesehatan Dep. Kesehatan Dep. Kesehatan Dep. Kesehatan Dep. Kesehatan Dep. Kesehatan Dep. Kesehatan Dep. Kesehatan Dep. Kesehatan Dep. Kesehatan Dep. Kesehatan Dep. Kesehatan Dep. Kesehatan

18. Tersedianya sarana dan prasarana di RSD Kab. Majalengka Cideres Majalengka 19. Tersedianya sarana dan prasarana di RSD Kota Kota Bandung Bandung dan RSKIA Astanaanyar 20. Tersedianya sarana dan prasarana di RSD R. Syamsudin, SH 21. Tersedianya sarana dan prasarana yankes di RSD Gn. Jati 22. Tersedianya sarana dan prasarana yankes di RSD Kota Bekasi 23. Tersedianya sarana dan prasarana yankes di RSD Depok 24. Tersedianya sarana dan prasarana yankes di RSD Kota Tasikmalaya 25. Tersedianya sarana dan prasarana yankes di RSD Cibabat Kota Sukabumi Kota Cirebon Kota Bekasi Kota Depok Kota Tasikmalaya Kota Cimahi

Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2009

IV-114

PROGRAM 1

SASARAN 2

KEGIATAN 3

TARGET PENCAPAIAN (KELUARAN KEGIATAN)

LOKASI

SKPD 6 Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan

KETERANGAN (Diisi dengan Dept) 7 Dep. Kesehatan Dep. Kesehatan

4. Penanggulangan Flu Burung

B. Tersedianya alat kesehatan untuk 1. Pemenuhan dan Peningkatan Fasilitas pelayanan pasien rawat jalan dan rawat Sarana dan Prasarana Kesehatan inap di R. S. Jiwa Bandung Rujukan C.1 Tersedianya gedung kesehatan dalam 1. Pemenuhan dan Peningkatan Fasilitas menunjang pelayanan Sarana dan Prasarana Kesehatan 2. Tersedianya alat untuk terapi pasien jiwa 3. Tersedianya sarana untuk menunjang kegiatan operasional RS 4. Tersedianya kebutuhan obat-obatan untuk pasien

5 4 26. Tersedianya sarana dan prasarana yankes di Kota Banjar RSD Kota Banjar 27. Menurunnya jumlah kasus kematian akibat flu Provinsi Jawa Barat burung dari 75% menjadi 72,5% dan berkurangnya penderita HIV/AIDS 1. 1 unit ambulance, 8 buah kendaraan roda 2, 1 Kota Bandung unit mesin cuci, 1 unit mesin pengering, 1 paket peralatan gizi, 1 paket alat kesehatan 1. Terpenuhinya kebutuhan administrasi kegiatan Kab. Bandung Barat untuk 12 bulan, tersedianya gedung psikomotor (rehabilitasi pasien) seluas 500 m2, pekerjaan infrastruktur (radiologi, laundry, garasi, genzet, mess/diklat sebanyak 1 paket, terpenuhinya obat-obatan dan bahan l

Rumah Sakit Jiwa Bandung

Dep. Kesehatan

Rumah Sakit Jiwa Cimahi Dep. Kesehatan

D.1. Tersedianya sarana dan prasarana kerja 1. Pemenuhan dan Peningkatan Fasilitas 1. 1 unit clinical chemistry analyzer (full Kab. Cirebon yang memadai untuk kelancaran dan Sarana dan Prasarana Kesehatan automatice), 1 unit washer disonfector, 40 unit efektivitas kerja aparatur Rujukan tempat tidur pasien, 5 unit tempat tidur IGD, 80 buah matras, 1 unit central medical gas dan 2. Tersedianya sarana dan prasarana hematologi analisis pelayanan rawat inap yang memadai untuk memberikan kenyamanan pada pasien 2. Program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Terselenggaranya dukungan promosi 1. Pengembangan Promosi Kesehatan dan 1. Pengembangan Promosi Kesehatan dan Provinsi Jawa Barat Teknologi Komunikasi, Informasi dan Teknologi Komunikasi, Informasi dan Edukasi kesehatan pada 4 grand strategi dan 17 Edukasi (KIE) (KIE) 5853 desa sasaran utama (1. Menggerakkan dan memberdayakan masyarakat untuk hidup 2. Pengembangan Upaya Kesehatan 2. Pengembangan Upaya Kesehatan Bersumber Provinsi Jawa Barat sehat; 2. Meningkatkan akses masyarakat Bersumber Masyarakat Masyarakat 1.500 desa 1. Peningkatan Pelayanan Kesehatan Dasar 1. Peningkatan Pelayanan Kesehatan Dasar 26 Provinsi Jawa Barat Kab/Kota 2. Peningkatan Pelayanan Kesehatan Ibu 2. Peningkatan Pelayanan Kesehatan Ibu 26 Provinsi Jawa Barat Kab/Kota 3. Peningkatan Pelayanan Kesehatan Anak 4. Peningkatan Kesehatan Kerja 3. Peningkatan Pelayanan Kesehatan Anak 26 Provinsi Jawa Barat Kab/Kota 4. Peningkatan Kesehatan Kerja 390 pet, 2.500 Provinsi Jawa Barat KS

Rumah Sakit Paru Sidawangi Cirebon

Dep. Kesehatan

Dinas Kesehatan

Dep. Kesehatan

Dinas Kesehatan

Dep. Kesehatan Dep. Kesehatan Dep. Kesehatan Dep. Kesehatan Dep. Kesehatan Dep. Kesehatan Dep. Kesehatan Dep. Kesehatan Dep. Kesehatan Dep. Kesehatan

3.

Program Upaya Masyarakat

Kesehatan 1. Cakupan rawat jalan mencakup 11% 2. Cakupan persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan mencakup 75% 3. Cakupan pelayanan antenatal (K4) mencakup 82% dan cakupan kunjungan 4. Kunjungan (visite rate) penduduk miskin ke puskesmas 100%

Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan

4.

Program Pencegahan Pemberantasan Penyakit

dan 1. Persentase yang mencapai universal child 1. Pencegahan dan Penanggulangan Faktor 1. Pencegahan dan Penanggulangan Faktor Provinsi Jawa Barat imunization (UCI) 98% Resiko Resiko 26 Kab/Kota 2. Menurunkan kasus pas menjadi 0% 2. Peningkatan Imunisasi 2. Peningkatan Imunisasi 1.007 PKM di 26 Provinsi Jawa Barat Kab/Kota 3. Menurunkan jumlah kasus leptosorosiss 3. Peningkatan Surveillance Epidemiologi 3. Peningkatan Surveillance Epidemiologi dan Provinsi Jawa Barat menjadi 0% dan Penanggulangan Wabah Penanggulangan Wabah 26 Kab/Kota 4. Angka Case Detection Rate Penyakit TB 70% dan angka keberhasilan pengobatan TB di atas 85% 5. Penderita demam berdarah dengue (DBD) yang ditangani 80% 6. Penderita malaria yang diobati 100% 7. CFR Diare pada saat KLB <12%

Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan

Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2009

IV-115

PROGRAM 1

SASARAN 2 8. ODHA (Orang dengan HIV/AIDS) mendapat pengobatan ART 100% 9. Menurunkan jumlah kasus flu burung sebesar 50% 10. Menurunkan kasus rabies menjadi 0% 11. Menurunkan jumlah kasus Antrak menjadi 0%

KEGIATAN 3

TARGET PENCAPAIAN (KELUARAN KEGIATAN) 4

LOKASI 5

SKPD 6

KETERANGAN (Diisi dengan Dept) 7

5.

Program Perbaikan Masyarakat

Gizi 1. Penanggulangan masalah KEP, Anemia 1. Penanggulangan dan Gizi, Gaky, KVA Masyarakat 2. Pemberdayaan Masyarakat 3. Meningkatkan Surveilans Gizi 4. Peningkatan Pendidikan Gizi 5. Penanggulangan Gizi Lebih Daya 1. Tenaga Kesehatan di Lingkungan Dinas 1. Peningkatan Kesehatan Provinsi Jawa Barat dan Kesehatan Kab/Kota di Jawa Barat 2. Institusi Pendidikan Kesehatan di Jawa Barat

Perbaikan

Gizi 1. Penanggulangan dan Perbaikan Masyarakat 382 Kec di 26 Kab/Kota

Gizi Provinsi Jawa Barat

Dinas Kesehatan

Dep. Kesehatan

6.

Program Kesehatan

Sumber

Profesionalisme

Tenaga 1. Peningkatan Profesionalisme Tenaga Provinsi Jawa Barat Kesehatan 992 orang tenaga kesehatan

Dinas Kesehatan

Dep. Kesehatan

7.

perencanaan dan 1. Penyusunan, Pengkajian Program Kebijakan dan 1. Tersusunnya penganggaran pembangunan kesehatan Pengembangan Data dan Informasi Manajemen Pembangunan yang sesuai dengan program prioritas Kesehatan pembangunan kesehatan

dan 1. Penyusunan, Pengkajian dan Pengembangan Provinsi Jawa Barat Data dan Informasi 26 Kab/Kota

Dinas Kesehatan

Dep. Kesehatan

2. Terlaksananya pengendalian pengawasan 2. Pembinaan Administrasi dan Pengelolaan 2. Pembinaan Administrasi dan penilaian pembangunan kesehatan Keuangan Keuangan 70 orang dan pengelolaan keuangan, evaluasi dan pelaporan

dan

Pengelolaan Provinsi Jawa Barat

Dinas Kesehatan

Dep. Kesehatan

3. Tersedianya informasi kesehatan dan 3. Pembinaan Hukum dan Organisasi 3. Pembinaan Hukum dan Organisasi 70 orang Provinsi Jawa Barat komunikasi publik berdasarkan evidence base 4. Inventarisasi tenaga PTT dan DPK di 26 4. Pembinaan/Penyusunan Program, 4. Pembinaan / Penyusunan Program, Rencana Provinsi Jawa Barat Kab/Kota Rencana Kerja dan Anggaran Kerja dan Anggaran 26 Kab/Kota dan 35 RSUD 5. Pengembangan Kapasitas/Administrasi/ 5. Pengembangan Kapasitas/Administrasi/ Provinsi Jawa Barat Manajemen Sumber Daya Manusia Manajemen Sumber Daya Manusia 100 dokter, 30 drg 6. Peningkatan Pembiayaan Jaminan 6. Peningkatan Pembiayaan Jaminan Kesehatan Provinsi Jawa Barat Kesehatan 158 tim verifikator 8. Program Penerapan 1. Terlaksananya koordinasi penyusunan 1. Penyusunan Program dan Rencana Kerja 1. Tersusunnya program tahun 2009 sebanyak 1 Kota Cimahi perencanaan program dan anggaran Pembangunan kegiatan Kepemerintahan yang Baik pembangunan kesejahteraan sosial di daerah Program Pemberdayaan Fakir 1. Terlaksananya program pemberdayaan 1. Pemberdayaan Sosial Keluarga, Fakir 1. Terlaksananya program pemberdayaan fakir Provinsi Jawa Barat fakir miskin di Provinsi Jawa Barat Miskin, Komunitas Adat Terpencil dan miskin untuk 6.000 KK Miskin, Komunitas Adat PMKS lainnya Terpencil (KAT) dan

Dinas Kesehatan

Dep. Kesehatan

Dinas Kesehatan

Dep. Kesehatan

Dinas Kesehatan

Dep. Kesehatan

Dinas Kesehatan

Dep. Kesehatan Dep. Kesehatan Dep. Kesehatan

Dinas Sosial

9.

Dinas Sosial

Dep. Sosial

Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2009

IV-116

Sosial Dinas Sosial Dep. Lansia dan Penyandang Cacat (Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Anak Nakal) Provinsi Jawa Barat Dinas Sosial Dep. Sosial Dinas Sosial Dep. Lansia dan peningkatan 75 RPA Penyandang Cacat (Pembinaan dan Rehabilitasi Anak Jalanan) 4. Peningkatan Pelayanan Sosial Dasar bagi 2. Komunitas Adat Terpencil dan PMKS Lainnya (Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil) 10. Pelayanan rehabilitasin sosial anak nakal 11.600 anak terlantar Provinsi Jawa Barat PMKS termasuk Anak. Lansia dan Penyandang Cacat (Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Anak Cacat) 5. Pelayanan rehabilitasi sosial anak cacat 8. Diberdayakannya KAT di 4 lokasi Provinsi Jawa Barat Miskin. Komunitas Adat Terpencil dan KK teraan Sosial Lainnya PMKS Lainnya (Pemberdayaan Keluarga Miskin) 3. Rehabilitasi sosial bagi 120 anak cacat panti PMKS termasuk Anak. Sosial Provinsi Jawa Barat Dinas Sosial Dep. Terselenggaranya bantuan sosial korban 1. Sosial Dinas Sosial Dep. Terwujudnya kemandirian dan 3.4.2. Rehabilitasi sosial bagi 3. Terlaksananya pengumpulan pengelolaan sumber dana sosial dan 5. Lansia dan Penyandang Cacat (Pelayanan dan Perlindungan Kesejahteraan Sosial) Dinas Sosial Dep. Penyempurnaan Pelaksanaan Pembe. Terlaksananya rehabilitasi perlindungan korban napza 1. Sosial Dinas Sosial Dep. Peningkatan Pelayanan Sosial Dasar bagi 5. Lansia dan Penyandang Cacat (Rehabilitasi Tuna Sosial) dan 2. Program Bantuan dan Jaminan 1. Terlayaninya 1.1. Pelayanan sosial bagi 360 orang tuna sosial luarProvinsi Jawa Barat panti PMKS termasuk Anak. Terlayaninya korban tindak kekerasan dan 4. Pemberdayaan Sosial Keluarga Fakir 2. Sosial Dep. Sosial 6. Tersusunnya program penanggulangan 2. Pemberdayaan Sosial Keluarga Fakir 3. Peningkatan rehabilitasi sosial anak jalanan 7. Terlindunginya dan tersantuninya 60 orang Provinsi Jawa Barat rian Bantuan Sosial (Akses Jaminan pekerja mandiri di sektor informal dan PMKS Sosial) non potensial Dinas Sosial Dep. Meningkatnya jumlah keluarga rentan 2. Peningkatan Pelayanan Sosial Dasar bagi 3. Sosial 5 1 2 3 4 Penyandang Masalah Kesejah.3.5. Rehabilitasi sosial bagi 500 anak nakal PMKS termasuk Anak.2. Sosial 3. Terlayaninya anak terlantar 5. Terlayaninya KTK dan pekerja migran Provinsi Jawa Barat gulangan bencana sosial kepada seluruh rian Bantuan Sosial (Perlindungan Sosial bermasalah sosial sebanyak 300 orang masyarakat Jawa Barat Tindak Kekerasan dan Pekerja Migran) 4. Diberdayakan komunitas adat terpencil 3. Penyempurnaan Pelaksanaan Pembe. Tersusunnya program penanggulangan Provinsi Jawa Barat bencana sosial rian Bantuan Sosial (Pemberdayaan bencana sosial sebanyak 1 kegiatan dan Sosial Korban Bencana Sosial) tersosialisasikannya program penanggula-ngan bencana sosial kepada 245 KK 3. Tertanganinya keluarga rentan sebanyak 500 Provinsi Jawa Barat yang tertangani Miskin. Terlayaninya lanjut usia terlantar di luar 4. Penyempurnaan Pelaksanaan Pembe. Penyelenggaraan Pencarian Penyela. Sosial Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2009 IV-117 .075 anak jalanan dan Provinsi Jawa Barat keberfungsian sosial penyandang cacat PMKS termasuk Anak. Sosial Dinas Sosial Dep. Sosial Dinas Sosial Dep.3. Program Pelayanan dan 1. Peningkatan Pelayanan Sosial Dasar bagi 1. Penyempurnaan Pelaksanaan Pembe. Terselenggaranya bantuan sosial bagi 330 Provinsi Jawa Barat bencana alam di Jawa Barat matan Musibah Bencana Alam dan korban bencana alam Kesejahteraan Sosial Bencana Lainnya 2. Tersosialisasikannya program penang. Peningkatan Pelayanan Sosial Dasar bagi 4. Tercapainya pelayanan sosial bagi tuna sosial di luar panti Rehabilitasi Kesejahteraan Sosial 2. Sosial Dinas Sosial Dep.PROGRAM SASARAN KEGIATAN TARGET PENCAPAIAN (KELUARAN KEGIATAN) LOKASI SKPD 6 Dinas Sosial KETERANGAN (Diisi dengan Dept) 7 Dep. Terlaksananya 27 kegiatan pengumpulan dan Provinsi Jawa Barat pekerja migran bermasalah sosial rian Bantuan Sosial (Pendayagunaan pengelolaan sumber dana sosial Sumber Dana Sosial) 5.

Sosial Dep. Banjar Dishut Dishut Dephut Dephut 17. Program Kelembagaan Sosial Pemberdayaan 1. Tasikmalaya. 70 PSM dan 270 KT Kesejahteraan 2. Peningkatan Kualitas Jasa 1. Terlindunginya dan tersantuninya pekerja mandiri di sektor informal dan PMKS non potensial KEGIATAN 3 TARGET PENCAPAIAN (KELUARAN KEGIATAN) 4 LOKASI 5 SKPD 6 KETERANGAN (Diisi dengan Dept) 7 12. Depok.Perencanaan dan Pengendalian pengendalian pengelolaan kawasan Pengelolaan Kawasan Konservasi konservasi yang mantap Rehabilitasi Lahan Kritis DAS Prioritas - Terlaksananya pembinaan dan Jawa Barat penyelenggaraan penyuluhan kehutanan Terselenggaranya perencanaan dan Jawa Barat pengendalian pengelolaan kawasan konservasi yang mantap Terselenggaranya kegitan GERHAN di Jawa Kab. Meningkatnya akses pelayanan listrik bagi masyarakat perdesaan Pelayanan Sarana dan Prasarana Ketenagalistrikan 2. terbangunnya 5 unit sumur bor bersih yang bersumber dari air tanah bagi masyarakat pedesaan - Terbangunnya 5 sumur bor di 5 lokasi Cianjur. Majalengka. Pengembangan kapasitas Pengleolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Hidup - Meningkatnya akses pelayanan sarana air 1. Barat Purwakarta. Bandung. Meningkatnnya investasi pengusahaan panas bumi di Jawa Barat 4. sangkanhurip dan gede pangrango terlaksananya pengawasan kegiatan usaha panas bumi di g. Pembinaan dan Penyelenggaraan Penyuluhan Kehutanan Terselenggaranya perencanaan dan . Terlaksananya pembangunan hutan rakyat. Bogor. kiningan. Kota Bogor. Terlaksananya pemberdayaan terhadap 100 Provinsi Jawa Barat bagaan sosial masyarakat Masyarakat Orsos. Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam - 2. Meningkatnya pelayanan sarana listrik di perdesaan bagi masyarakat yang tidak terjangkau jaringan PLN Pembinaan Pertambangan Batubara pembinaan usaha Usaha 1. Keperintisan dan MPN keperintisan dan kesetiakawanan sosial Kesetiakawanan Sosial Pembangunaan jaringan PLN Pembangunan PLTMH dan PLTS Terbangunnya jarigan listrik perdesaan di 17 di 17 Kabupaten kabupaten di Jawa Barat Pembangunan 3 PLTM dan 200 PLTS Garut dan Cianjur Dinas Sosial Dinas Sosial Dep. Karawang. Patuha dan G. Terselenggaranya kegiatan penanggulangan pasca bencana dan rawan bencana 3. Meningkatnya pengendalian usaha penas bumi di Jawa Barat Distamben Distamben DESDM DESDM 14. Mineral Pembinaan terhadap usaha pertambangan di daerah Pembinanaan usaha panas bumi eksisiteing di 4 lokasi terlaksananya pelelangan 3 WKP panas bumi pengawasan kegiatan usaha panas bumi di 2 WKP Terbinanya pengusaha peretambangan terutama skala kecil dan menengah terbinanya usaha panas bumi eksisting terlaksananya pengelangan di 3 WKP (papandayan. Pelestarian dan Pendayagunaan Nilai 2. Indramayu. Kuningan. hutan kota dan pengendalian kanan kiri sungai Perencanaan. Kepahlawanan. Purwakarta. meningkatnya pengusahaan panas bumi di Jawa Barat 3. Sosial 13. majalengka. sukabumi Distamben DESDM 16. Tasikmalaya. Pemberdayaan Kelembagaan Sosial 1. Pembangunan Kelembagaan Hutan Rakyat dan - Terlaksananya pembangunan hutan rakyat. Terselenggaranya Kelembagaan GERHAN Cadangan Sumber Daya Alam Dishut Dephut 2. Ciamis. Terwujudnya pelestarian terhadap 4 TMP dan 5 Provinsi Jawa Barat dayagunaan nilai-nilai kepahlawanan. Terwujudnya pelestarian dan pen. Bandung Barat. Garut. Sukabumi.PROGRAM 1 SASARAN 2 6. Pengembangan Rehabilitasi dan Pemulihan 1. Subang.2. wayang Windu Distamben Distamben Distamben DESDM DESDM DESDM Distamben DESDM 15. Cianjur. terlaksananya pertambnagan di daerah dan 2.1. Terlaksananya pemberdayaan kelem. Jawa Barat hutan kota dan pengendalian kanan kiri sungai Dishut Dephut Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2009 IV-118 .

Garut. embung dan pantai dalam rangka konservasi sumber daya air dan pendayagunaan sumber air.PROGRAM 1 SASARAN 2 KEGIATAN 3 TARGET PENCAPAIAN (KELUARAN KEGIATAN) 4 LOKASI 5 SKPD 6 KETERANGAN (Diisi dengan Dept) 7 18. Program Pengelolaan dan Rehabilitasi Ekosistem Pesisir dan Laut Program Rehabilitasi dan Konservasi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup - Pemintakatan/Zonasi Cianjur Pesisir Selatan Kab. Sumedang Kab.Cianjur 20. waduk. 1 Pengelolaan dan Konservasi Sungai. Subang Dishut Dishut Dishut Dishut Dishut Dishut Dishut Dephut Dephut Dephut Dephut Dephut Dephut Dephut 21. Sumedang Dishut Dishut Dishut Dishut Dishut Dephut Dephut Dephut Dephut Dephut Kab. Majalengka Kab. Majalengka Kab. Subang dan Kota Tasikmalaya Kab. Program Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup 1 Pengadaan Peralatan Pemantauan Kualitas Udara 2 Pengadaan Peralatan Laboratorium Lingkungan Hidup 3 Pengadaan Alat Ukur Kualitas Air Sungai Secara Digital (Telemetry System) 4 Pemantauan Kualitas Lingkungan 5 Dana Alokasi Khusus Lingkungan Hidup 6 Pengendalian Pencemaran Air Kab. 1 Rencana Aksi Menuju Cianjur Kabupaten Konservasi 2 Konservasi Tanah dan Air 3 Kecil Menanam. Dewasa Memanen 4 Percontohan Agroforestry 5 Peningkatan Peran Serta Masyarakat dalam Rehabilitasi Hutan dan Lahan (sarana dan prasarana penyuluhan kehutanan) 6 Rehabilitasi Lahan Kritis di Sub DAS Citarik (Penyangga Hutan Lindung Gunung Geulis) 7 Konservasi SDA dan Pengendalian Kerusakan Sumber . Majalengka Kab. Kuningan. Danau dan Sumber Air Lainnya - Pembuatan Sumur Bor Air Bawah Tanah Kab. Garut Kab. Sumedang Kab. Majalengka Kab.Sumber Air 8 Pembuatan HR/KR Intensif 9 Pembuatan HR Rawan Bencana 10 Pengkayaan Hutan Rakyat 11 Pembuatan Dam Penahan Erosi (Dpe) 12 Pembuatan Gully Plug 13 Pembuatan Sumur Resapan 14 Rehabilitasi Hutan Mangrove (Melalui Empang Parit) Kabupaten Cianjur Kab.Bandung Kota Tasikmalaya Kab. Cirebon. Sumedang Dishut Dephut Kab. Subang Distamben ESDM 22. Indramayu Dinas PSDA TP Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2009 IV-119 . Majalengka Kab. Sumedang BPLHD KLH KLH KLH Kab. situ. Majalengka BPLHD BPLHD BPLHD BPLHD KLH KLH KLH KLH 19. pengendalian daya rusak air dan pengamanan pantai Peningkatan Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Wilayah Sungai (WISMP) 5 Wilayah Sungai Kab. Meningkatnya kondisi dan fungsi sungai. Bogor dan Kota BPLHD Sukabumi Kabupaten Cianjur dan BPLHD Kota Banjar Kab. Majalengka Kab. Program Pengembangan dan Pengelolaan Air Bersih dan Air Limbah Program Pengembangan.

Bekasi. Bekasi. Garut. Bogor. Kota Depok Kab. Indramayu. Kota Depok Dinas PSDA Dept. Kuningan. Dinas PSDA Sumedang. Tasikmalaya. Garut. Purwakarta. Jabar Jabar Dinas PSDA Kab. Subang. PU Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2009 IV-120 . Rawa dan Jaringan Pengairan Lainnya 2 Meningkatnya intensitas tanam padi pada daerah irigasi teknis yang dikelola oleh Pemerintah Provinsi dari 192% menjadi 194% Meningkatnya intensitas tanam padi pada daerah irigasi teknis yang dikelola oleh Pemerintah Pusat Peningkatan Pengelolaan Partisipatif (WISMP) Irigasi 5 Wilayah Sungai Kab. Embung. Indramayu Dinas PSDA TP Peningkatan Pengelolaan Partisipatif (PISP) Irigasi - 5 Wilayah Sungai Kab. Sumedang. Situ dan Bangunan Penampung Air Lainnya Kab. Bogor. Garut. PU 4 Pembinaan Perencanaan Teknis Sungai. Garut. Kuningan. Purwakarta. Cirebon. Ciamis. Program Pengembangan dan 1 Pengelolaan Jaringan Irigasi.PROGRAM 1 2 SASARAN 2 Tersedianya perencanaan teknis pengembangan. pengelolaan dan konservasi sungai. Bogor. Subang. Situ dan pengembangan. Indramayu. Ciamis. Dinas PSDA Sumedang Dept. Bekasi Jabar Dinas PSDA TP 3 4 Tersedianya perencanaan teknis peningkatan dan pengelolaan jaringan irigasi Terlaksananya monitoring dan evaluasi 1 pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi Peningkatan Partisipatif Pengelolaan Irigasi Dept. Sumedang Dinas PSDA Dept. Kota Depok. PU Pembangunan/Peningkatan Irigasi Jaringan Kab. Dinas PSDA Ciamis. Bekasi. Danau dan Waduk 5 Pengembangan Kelembagaan Pengelolaan SDA 6 Pemasangan dan Pengoperasionalan Flood Forecasting and Warning System di Wilayah Sungai 7 Advis Teknis Pengelolaan dan Konservasi Sungai. Majalengka. PU Kab. Majalengka. PU Kab. Garut. Bogor. Purwakarta. PU Kab. Cirebon. Embung. danau dan sumber daya air lainnya KEGIATAN 3 Pembangunan Waduk. Kuningan. PU Kab. Ciamis. Bekasi. Cirebon. Danau dan Sumber Air Lainnya 23. Dinas PSDA Cianjur. Sukabumi. Kuningan. danau dan sumber daya air lainnya 2 O&P Waduk. Ciamis. Indramayu. Karawang. Bandung. Cirebon. Tasikmalaya. Bogor Kab. Tasikmalaya. Karawang. Indramayu. Jabar Dinas PSDA Dept. pengelolaan dan Bangunan Penampung Air Lainnya konservasi sungai. Bogor. Majalengka. Garut. Kota Depok. Karawang. Bandung 3 Terlaksananya monitoring dan evaluasi 1 Rehabilitasi Waduk. PU Dept. Karawang. PU 3 Konservasi Danau dan Situ serta Perbaikan Sabuk Hijau di Kawasan Sumber Air Dinas PSDA Dept. PU Dinas PSDA Dept. Ciamis. Embung. PU Dept. Situ dan Bangunan Penampung Air Lainnya TARGET PENCAPAIAN (KELUARAN KEGIATAN) 4 LOKASI 5 SKPD 6 KETERANGAN (Diisi dengan Dept) 7 Dept. Subang. Danau dan Sumber Air Lainnya 8 Penerapan Teknologi Pengelolaan dan Konservasi Sungai. Bandung. Jabar Dinas PSDA Dept. Purwakarta.

Sumedang. Karawang. Dinas PSDA Majalengka. Sumedang. Cianjur. Jabar Kota Cirebon. Bandung Kab. Sukabumi. Ciamis. Ciamis. Sukabumi. Bandung. Garut. Cirebon Kab. Garut. Subang. Cianjur. Indramayu. Sumedang. Bekasi. Kota Bandung. Karawang. Karawang. Sukabumi. Kuningan. Majalengka. Cianjur. Ciamis. Kab. PU Kab. Indramayu Kab. PU 5 6 Kab. Indramayu. Banjar. Bekasi. Pembangunan Sarana dan pantai dalam rangka pengendalian Pengendalian Banjir daya rusak air dan pengamanan pantai Prasarana Dinas PSDA Dinas PSDA Dept. PU Dept. PU Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2009 IV-121 . Cirebon. Cianjur. Bekasi. PU 7 Pembinaan Perencanaan Teknis Irigasi 8 Pembinaan Perencanaan Teknis Irigasi Air Tanah 9 Pengembangan Kelembagaan Pengelolaan Sumber Daya Air 24. Kuningan. Karawang. PU 6 O&P Jaringan Irigasi Air Tanah Dept. Purwakarta Kab. Majalengka.PROGRAM 1 SASARAN 2 KEGIATAN 3 2 Pembangunan/Peningkatan Irigasi Air Tanah TARGET PENCAPAIAN (KELUARAN KEGIATAN) 4 Prasarana LOKASI SKPD KETERANGAN (Diisi dengan Dept) 7 Dept. Dinas PSDA Indramayu. PU Dinas PSDA Dept. Indramayu. Bogor. Garut. Indramayu. Cirebon. Dinas PSDA Majalengka. Ciamis. Bekasi. Majalengka. Indramayu. Bandung Jabar Dinas PSDA 3 Rehabilitasi Jaringan Irigasi Dept. Bekasi Kab. Indramayu. Kuningan. Sumedang. Cirebon. Kuningan. Garut. Subang Kab. Purwakarta. Cirebon. Cianjur. Karawang Kab. Subang. Garut. Cirebon. Jabar Kab. Indramayu. Sukabumi. Subang. O&P Prasarana Pengendali Banjir Dept. PU 4 Rehabilitasi Prasarana Irigasi Air Tanah Dept. Bandung. Banjar. Karawang. Program Pengendalian Banjir dan Pengamanan Pantai a. Pembangunan Sarana Prasarana Pengamanan Pantai 3. Purwakarta. PU Dept. Jabar Dinas PSDA Dinas PSDA Dinas PSDA Dept. Bekasi. PU 2. Dinas PSDA Cirebon. Dinas PSDA Banjar. Tersebar di WS Citarum. Purwakarta. PU 5 O&P Jaringan Irigasi Dept. Bogor. Meningkatnya kondisi dan fungsi sungai 1. Majalengka. Rehabilitasi Sarana Prasarana Pengamanan Pantai 4. Indramayu. Kota Bogor. PU Dept.

Ciamis. Purwakarta Kab. Dinas PSDA Cirebon Kab. PU Dept. PU 2.PROGRAM 1 SASARAN 2 KEGIATAN 3 5. Purwakarta Kab. PU Dept. Tasimalaya Kab. PU 25. Cirebon Jabar Dinas PSDA Bekasi DAS Ciliwung. Sukabumi Kab.33 Km Jawa Barat Kab. Karawang.19 Km 97. PU Dept.08 Km 73. Indramayu. Tasikmalaya. DAS Cisadane. PU Dep. Pembinaan Perencanaan Teknis Sungai 8. Pembinaan Perencanaan Teknis Pantai 9. Cirebon. Studi Water Balance Kali Bekasi 10. Garut Kab. Bogor Kab. Ciamis Kot Bandung Jawa Barat Kab. Indramayu. Bandung Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dep. Dinas PSDA Indramayu. Rehabilitasi Prasarana Pengaman dan Saluran Pembawa Air Baku 4. Rehabilitasi Bendung 6. PU Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2009 IV-122 . Sumedang Kab. PU Dept. PU 8. Karawang. Karawang. PU Dept. Indramayu Dinas PSDA Kab. Bandung Kab. Dinas PSDA Subang Kab. Penanggulangan Darurat Bencana/Tanggap TARGET PENCAPAIAN (KELUARAN KEGIATAN) 4 LOKASI 5 Kota Bandung Bandung Kab. Sukabumi. Indramayu. O&P Prasarana Tampungan Air Baku Dept.01 Km 50.51 Km 48.2 Km 17. Tasikmalaya. Bekasi. Cianjur Kab. Subang Jabar SKPD 6 Dinas PSDA Dinas PSDA Dinas PSDA Dinas PSDA Dinas PSDA KETERANGAN (Diisi dengan Dept) 7 Dept.86 Km 9. Indramayu. Identifikasi/Geolistrik Air Baku Dept. Kota Cimahi Kab. Sukabumi Kab. Bogor Kab.78 Km 32.6 Km 12. Bekasi Kab. Indramayu. Pembangunan Tampungan Air Baku 3. Bekasi Kab.23 Km 3.98 Km 35. Pembinaan Perencanaan Teknis Air Baku 9. PU 26. Bekasi Dinas PSDA Kab.Cianjur Kab. Karawang. Rehabilitasi Tampungan Air Baku 5. Dinas PSDA Ciamis.34 Km 116.87 Km 6 Km 2. PU Dept. Program Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan dan Jembatan - - Meningkatnya kondisi jalan nasional dan Rehabilitasi Jalan Nasional jembatan pada ruas-ruas jalan nasional di 1 Pengawasan/Supevisi Konstruksi Provinsi Jawa Barat 2 Rehabilitasi Jalan 3 Rehabilitasi Jalan Terpeliharanya kondisi jalan nasional dan 1 Rehabilitasi Jalan jembatan pada ruas-ruas jalan nasional 2 Rehabilitasi Jalan 3 Rehabilitasi Jalan 4 Rehabilitasi Jalan 5 Rehabilitasi Jalan 6 Rehabilitasi Jalan 7 Rehabilitasi Jalan 8 Administrasi Kegiatan Pemeliharaan Jalan Nasional 1 Pemantauan dan Evaluasi 2 Pemeliharaan jalan 3 Pemeliharaan jalan 4 Pemeliharaan jalan 5 Pemeliharaan jalan 6 Pemeliharaan jalan - 12 Km 17. Dinas PSDA Ciamis. O&P Sungai 6. PU Dept. Pembangunan Prasarana Pengamanan dan Saluran Pembawa Air Baku Kab. Purwakarta. Program Penyediaan Pengelolaan Air Baku dan 1. Kuningan. PU Dept. PU Dept. DAS Kali Bekasi Dinas PSDA Dinas PSDA Dept. PU 7. PU Dept. O&P Jaringan Hidrologi 7.8 Km 7 Km 88. O&P Prasarana Pengambilan Saluran Pembawa Air Baku dan Dept. Kuningan. Bandung. Subang. Cirebon.

2 m 6. Tasimalaya Kab. Garut Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dep. Ciamis Kab. Sumedang Kab.Bandung Kab.2 Km 40. PU Dep.Pemeliharaan Jembatan Peningkatan Fasilitas Pelayanan Umum dan Operasional . Sukabumi Bekasi Bogor Kota/Kab. Garut Kab. PU Kab.000 M' Kab. Sumedang Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dep.625 LOKASI 5 Kab.5 Km 56.03 Km 26. PU Dep.PROGRAM 1 SASARAN 2 KEGIATAN 3 7 Pemeliharaan jalan 8 Pemeliharaan jalan 9 Pemeliharaan jalan 10 Pemeliharaan jalan 11 Pemeliharaan jalan 12 Pemeliharaan jalan Rehabilitasi Jembatan Ruas Jalan Nasional 1 Rehabilitasi Jembatan 2 Rehabilitasi Jembatan Pemeliharaan Jembatan Ruas Jalan Nasional . Tasikmalaya Kab.6 Km 6. Garut Kab. Sukabumi Kab.Pengelolaan Sistem Akuntansi Pemerintah (SAP) Bantuan Penanggulangan Darurat Jalan dan Jembatan TARGET PENCAPAIAN (KELUARAN KEGIATAN) 4 96.5 Km 5.jabar 2 Tambahan Tkk Snvt Pemb. PU Dep. PU 27. Bandung.8 Km 65.07 Km 11.5 Km 23.5 Km 0. Ciamis Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dep. Garut Kab. PU Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2009 IV-123 .8 m 107.4 Km 2.2 Km 4.jabar 3 Snvt Pemb.1 Km 38 Km 5.00 m 3. Majalengka SKPD 6 Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga KETERANGAN (Diisi dengan Dept) 7 Kab.6 Km 1324. Cirebon Kab. Honorarium dan Tunjangan 1 Snvt Pemb. PU 400 buah 300 buah 100 buah 250 buah 200 buah 400 buah 300 buah 200 buah 88 buah 137 buah 250 buah 250 buah 255. PU Dep.9 Km 0.2 Km 37 Km 15.jalan Dan Jembatan Prov. Cianjur Kab. PU Dep. PU Dep.02 Km 12. PU Kota Bandung Jawa Barat Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dep. PU Jawa Barat Dinas Bina Marga Dep. Program Pembangunan Jembatan Peningkatan/ Jalan dan Pengelolaan Gaji. PU 3 Pembangunan dan Pelebaran Jalan Non Lintas 4 Pembangunan Jalan Lintas Pantai Selatan Jawa 5 Pembangunan Jembatan pada Ruas Jalan Lintas Pantai Selatan Jawa 6 Pembangunan Jalan Lingkar Cianjur 7 Administrasi Kegiatan 8 Pemantauan dan Evaluasi Peningkatan Jalan 1 Peningkatan Jalan Lintas Selatan Jawa 2 Peningkatan Jalan Lintas Tengah Jawa 3 Peningkatan Jalan Lintas Tengah Jawa 4 Peningkatan Jalan Lintas Tengah Jawa 5 6 7 8 Peningkatan Jalan Lintas Tengah Jawa Peningkatan Jalan Lintas Tengah Jawa Peningkatan Jalan Lintas Tengah Jawa Peningkatan Jalan Lintas Tengah Jawa - Kota Bandung Kab.8 Km 21.jalan Dan Jembatan Prov. Kota Cirebon Kota Bandung Kab. Cianjur Kota Bandung Kota Bandung Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dep. PU Dep.jalan Dan Jembatan Metro Bandung Peningkatan/Pembangunan Jalan dan 1 Pembangunan Jalan Lingkar Nagreg 2 Pembangunan FO Nagreg dan Gebang Dep.7 m 4 Km 9 Km 170 m 18.171.

000 1 Paket 13 Unit 1 Unit 1 Unit 1 Unit 2 Unit 1 Unit 1 Unit 1 Unit 1 Unit 1 Unit 1 Unit 2 Unit 4 Paket 1 Paket 1 Paket 1 Paket 1 Paket 40 Lokasi 2 Lokasi 5 Kota Banjar Cirebon Kab.Bogor Cianjur Bandung .500 Tersebar Kab.Bogor Cianjur . Bandung Kota Bekasi Kab.000 M' 30. Cirebon Bandung . Tasikmalaya Sukabumi Kab. Cirebon Bandung. Bandung Depok . Bogor Bandung . Perhubungan Dep.000 M' 20.000 M' 30. Bogor Dep.Bekasi Karawang .500 M' 2. guna membantu kelancaran berlalu lintas di Provinsi Jawa Barat 2 Pengadaan Rambu-rambu Lalu Lintas (Ukuran 75 cm x 75 cm) 3 Pengadaan dan Pemasangan Marka Jalan 5 Penganaan dan Pemasangan Traffik Light - 500 M' 2. 1 Pengadaan Rambu-rambu Lalu Lintas dan ketertiban berlalulintas serta (Ukuran 60 cm x 60 cm) Tersedianya fasilitas Perlengkapan Jalan.000 M' 10. Bandung Kab. Perhubungan Dep.500 M' LOKASI SKPD 6 Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan KETERANGAN (Diisi dengan Dept) 7 28. Tasikmalaya Bandung. Sukabumi Kab. Sumedang. Sumedang. Karawang Kab. Perhubungan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2009 IV-124 . Ciamis Depok . Perhubungan 4 Pengadaan dan Pemasangan Guard Rail Dep. Cianjur Bogor Tasikmalaya Kab/Kota Bandung Kota Bandung 1. Ciamis Bandung . Cirebon Sukabumi . Tasikmalaya Karawang .000 M' 40.Bekasi Tersebar Kab. Program Pembangunan Prasarana dan Fasilitas LLAJ 1 2 Meningkatnya kenyamanan.500 M' 16 Unit 1 Unit 1 Unit 1 Unit 1 Unit 2 Unit 2 Unit 2 Unit 2 Unit 1 Unit 1 Unit 1 Unit 1 Unit 4.000 M' 50. Ciamis Kab. Tasikmalaya Kab.Purwakarta Kab. Indramayu Kab. Purwakarta 12 kab / Kota Kab. Bogor . Bandung Barat Kab. Indramayu Kab. Sukabumi Kab. Perhubungan Dep. Garut Bandung.000 M' 50. Cianjur Tersebar Bandung.PROGRAM 1 SASARAN 2 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 KEGIATAN 3 Peningkatan Jalan Lintas Tengah Jawa Peningkatan Jalan Lintas Utara Jawa Peninkatan Jalan Lintas Utara Jawa Peningkatan Jalan Lintas Utara Jawa Peningkatan Jalan Non Lintas Peningkatan Jalan Non Lintas Peningkatan Jalan Non Lintas Peningkatan Jalan Non Lintas Administrasi Kegiatan Pemantauan dan Evaluasi TARGET PENCAPAIAN (KELUARAN KEGIATAN) 4 35. keamanan.Sukabumi kab. Cianjur Garut.000 Kota Bandung 1. Sukabumi Kab.

Majalengka Kota Depok Kota Sukabumi Kab. Bogor Kota Tasikmalaya Kab. Cirebon Kab.000 m3 15 OB 1 Paket 1 Paket 1 Paket 1 Paket 80 m2 1 Paket 1 Paket 1 Paket 1 Paket 1 Paket 1 Paket 1 Paket 1 Paket 40 m2 1 Paket LOKASI 5 Kab. Karawang Kota Depok Kota Sukabumi Kab. Garut Kota Tasikmalaya Kab. Kuningan Kota cirebon Kab.000 m3 3 Unit 1 Paket 225.500 M' 16 Unit 4. Subang Kota Bogor Kab.000 m3 70.000 Buah 1 Paket 2 Lokasi 6 Paket 4 Paket 1 Unit 2 Lokasi 150.PROGRAM 1 SASARAN 2 KEGIATAN 3 TARGET PENCAPAIAN (KELUARAN KEGIATAN) 4 1 Lokasi 2 Lokasi 1 Lokasi 1 Lokasi 2 Lokasi 2 Lokasi 1 Lokasi 3 Lokasi 11 Lokasi 1 Lokasi 2 Lokasi 2 Lokasi 3 Lokasi 3 Lokasi 3 Lokasi 300 Buah 150 Buah 150 Buah 300 Buah 40 Lokasi 2. Tasikmalaya Kab. Cianjur Kab. Bandung Tersebar Kab. Perhubungan dan Pemasangan 11 Pengadaan Penerangan Jalan Umum (PJU) Solar Cell di Ruas Jalan Nasional 12 Pembangunan / Pengadaan / Peningkatan Sarana dan Prasarana . Garut.Traffic Light Dep. Kuningan Kab.Terpasangnya ZOSS 13 Pengadaan dan Pemasangan Fasilitas Keselamatan LLAJ -Rambu LLJ -Marka Jalan -Pagar Pengaman . Perhubungan Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dep. Perhubungan Dep. Garut Kab. Karawang Kab. Sumedang Kota Tasikmalaya Kab. Perhubungan 9 Manajemen dan Rekayasa Lalin (DRK) Dep. Perhubungan Dep. Perhubungan 10 Pembangunan Zona Selamat Sekolah (ZoSS) Dep. Subang Kab. Bandung Kota Tasikmalaya Tersebar Kab. Ciamis Kab.Terpasangnya PJU Solar Cell . Indramayu Dishub Jabar Kota Cirebon Tersebar Kota Bogor Kota Banjar Kab. Perhubungan Jawa Barat Jawa Barat Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dep. Perhubungan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2009 IV-125 . Purwakarta Kab.000M' 10. Bogor Kab.625 Buah 255. Bandung Kota Cirebon Tersebar Kab. Cirebon Kota cimahi Kab. Majalengka Kab. Sumedang SKPD 6 Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan KETERANGAN (Diisi dengan Dept) 7 6 Pengadaan Traffic Cone 7 Pembangunan ATCS 8 Pengadaan dan Pemasangan Traffic Light Tenaga Surya (solar cell) Dep. Perhubungan Dep.

Perhubungan Kab.Dermaga Pelabuhan Sungai . Kab Dinas Perhubungan Bandung Kota Bandung. Program Pembangunan Prasarana dan Sarana ASDP - Terpenuhinya fasilitas pelabuhan ASDP 1 yang cukup memadai di Jawa Barat 2 3 4 Pembangunan Dermaga Sungai. Perhubungan 31. Program Rehabilitasi Pemeliharaan Prasarana Fasilitas Lalu Lintas Angkutan Jalan dan dan dan - Meningkatnya kualitas prasarana dan fasilitas LLAJ 1 Rehabilitasi Gedung dan Alat Jembatan Timbang 2 Rehabilitasi Gedung dan Alat Jembatan Timbang . Perhubungan Dep.Jalur Bandung-Cicalengka api Terlaksananya pembangunan Bandara 3 Revitalisasi Jalur KA Internasional di Jawa Barat . Perhubungan Unit Lokasi m3 Unit Paket Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Cirebon Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dep.Gedung . Bandung.Paket . Perhubungan Dep. Majalengka Kota Bandung Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dep. dan Penyeberangan . Subang Kab. Perhubungan Dep. Perhubungan - Dep. Program Restrukturisasi Kelambagaan dan Prasarana Lalu Lintas dan Angkutan Jalan - Meningkatnya kenyamanan. Dinas Perhubungan Bandung Kota Bandung. 1 Honorarium Tim Sosialisasi Keselamatan dan ketertiban berlalulintas serta LLAJ meningkatnya mobilitas manusia.Paket Kab Purwakarta Kab Bogor Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dep. Kab.Landing Area .Paket .Jalur Purwakarta-Padalarang Terlaksananya penambahan jalur kereta .Jalur Bandung-Soreang Meningkatnya pelayanan Bandara di Jawa Barat . Perhubungan - Terlaksananya Pembangunan Jalur Bus 1 Persiapan Pembangunan Jalur Bus Line Line di Kota Bandung 2 Pembangunan Jalur Ganda Meningkatnya kualitas jalur kereta api . Perhubungan Dep. Sumedang Kab. Program Pembangunan Sarana dan Prasarana Perhubungan - m3 m3 Kab. Perhubungan Dep. Purwakarta. Danau. Perhubungan 5 Pembersihan Kolam Pelabuhan Penerukan Alur Pelayaran .Dermaga Pelabuhan Danau Pembangunan Dermaga Sungai. Kab. Indramayu Kota Bandung Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dep. Perhubungan Dep. Kab.Jalur Bandung-Sukabumi-Bogor 4 Pembebasan Lahan untuk Pembangunan Bandara Kertajati 5 Optimasi Bandara Husein Sasatranegara Dep. Perhubungan Dep.Jalur Rancaekek-Jatinangor . Danau. keamanan. Perhubungan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2009 IV-126 .Muara Dadap 30.OB . barang 2 Pengadaan Paket Penunjang Sosialisasi dan jasa Keselamatan LLAJ 3 Penyusunan Kebutuhan Fasilitas Keselamatan LLAJ Tahun 2010-2015 . dan Penyeberangan .Pengerukan Alur Pelayaran Muara Gembong Pengadaan Speed Boat Pembangunan tresle dan fasilitas Dermaga Beton Pelabuhan Laut Cirebon dan - Jawa Barat Jawa Barat Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dep.PROGRAM 1 SASARAN 2 KEGIATAN 3 -Traffic Cone -ATCS 14 Pembangunan Jembatan Timbang TARGET PENCAPAIAN (KELUARAN KEGIATAN) 4 1 Paket 1 Paket 1 Paket 100 m2 3 unit Paket Paket LOKASI 5 Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat SKPD 6 Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan KETERANGAN (Diisi dengan Dept) 7 29. Perhubungan 32.Paket Kota Bandung Kota Bandung Tersebar Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dep.Muara Ciasem . Bandung Kab.

Paket . PU Dep. pegawai PNS dan tunjangan peme. Perhubungan Dep.PROGRAM 1 Pembangunan Prasarana dan - SASARAN KEGIATAN TARGET PENCAPAIAN (KELUARAN KEGIATAN) 4 .m2 . Di Kebon Coklat 4 Peningkatan Dermaga Pelabuhan di Cipicung 5 Peningkatan Dermaga Pelabuhan di Calingcing 6 Pembuatan Leading Area di Cisentul 7 Pengadaan Kapal Patroli Speed Boat 40 PK Sektor Pos dan Telekomunikasi 1 Penyelenggaraan Ujian ORARI dan penertiban Bidang Pos dan Telekomunikasi di Jabar 2 Peningkatan Pelayanan Unit Organisasi dan pelayanan Frekuensi radio dan Pos di Jabar 3 Pengembangan Pembangunan Fasilitas Jaringan Telepon Pedesaan di 99 Desa Kabupaten Sumedang - Kab Pwk Kab Cianjur Kab Cianjur Kab Bandung Kab Bandung Kab Cianjur Kab Ciamis Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dep.Paket .Paket .Paket . Subang.Paket . PU Dep. Pengembangan Prasarana dan Sarana Kawasan Agropolitan Agropolitan dalam menunjang produktivitas sektor pertanian - Kab.unit LOKASI 5 Kab Ciamis Kab Ciamis Kab Bekasi Kab Bekasi Kab Bekasi Kab Bekasi Kab Bekasi Kab Bekasi Kab Karawang SKPD 6 Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan KETERANGAN (Diisi dengan Dept) 7 Dep. Sukabumi. Perhubungan Dep. Honorarium Tunjangan upah. Perhubungan Dep. Kab. Perhubungan 33. Kab. Program Pengembangan Ekonomi Lokal - Terbangunnya prasarana dan sarana 1.Paket . Distarkim Karawang. Perhubungan 16 Kab/Kota Dinas Perhubungan Dep. Perhubungan Dep. PU 35. 2 3 Meningkatnya ketersediaan dan kualitas 1 Pembangunan Dermaga Sungai Sarana dan Prasarana Perhubungan 2 Pembuatan leading area di Kalipucang 3 Peningkatan Dermaga Sungai di Pamotan Meningkatnya fungsi lembaga pos dan 1 Peningkatan Dermaga Sungai di Cab telekomunikasi Bungin 2 Peningkatan Dermaga Sungai di Cab Bungin 3 Peningkatan Dermaga Sungai di Pantai Bahagia 4 Peningkatan Dermaga Sungai di Pantai Mekar 5 Peningkatan Dermaga Sungai di Pantai Sederhana 6 Peningkatan Dermaga Sungai di Eretan 7 Peningkatan Dermaga Sungai di Eretan Pembangunan Dermaga SDP 1 Pembangunan Gedung Operasional Tg Kayat 2 Peningkatan Dermaga Pelabuhan di Jangiri 3 Peningkatan Dermaga Pel.Paket . Perhubungan Dep.1. Perhubungan Dep. Perhubungan Dep. Program Penerapan Kepemerintahan yang Baik - Terselenggaranya pelaksanaan rintahan berupa penggajian. Majalengka. 2. Ciamis. Kab. Pengelolaan Gaji.Paket .Paket .m2 . Perhubungan 16 Kab/Kota Dinas Perhubungan Dep. Perhubungan 16 Kab/Kota Dinas Perhubungan Dep. Perhubungan Dep. Perhubungan Dep. Perhubungan Dep. Kab. Penyelenggaraan Operasional Pemeliharaan Perkantoran dan dan Administrasi Proyek Perencanaan DED Supervisi. Perhubungan 34. Kab.m2 .Paket . Perhubungan Dep. Perhubungan Dep. Perhubungan Dep.Paket . Cirebon Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2009 IV-127 . Perhubungan Dep.Paket . pengawasan dan monitoring Penyediaan sarana air baku Pembangunan balai pertemuan Peningkatan jalan poros desa Pembangunan tempat penjemuran ikan Peningkatan jalan pertanian Kota Bandung Kota Bandung Distarkim Distarkim Dep.

Kota Tasik. Sosialisasi Kebijakan Penataan Ruang . PU Distarkim Dep. Kota Bogor. Pengembangan sistem informasi persampahan Purwakarta. Peningkatan Manajemen Pengendalian 1 Peningkatan Manajemen Pengendalian Jawa Barat Pemanfaatan Ruang pemanfaatan ruang di Jawa Barat 2 Pengembangan pedoman teknis model pengendalian pemanfaatan ruang terhadap pelaksanaan perijinan di kab. Kab. Monitoring dan Evaluasi Penyelenggaraan 1 Penguatan dukungan sistem informasi dan Jawa Barat Penataan Ruang monitoring penataan ruang dalam rangka mendukung upaya pengendalian pemanfaatan ruang 2 Penyusunan evaluasi RDTR kawasan prioritas Bopunjur 3 Identifikasi dan evaluasi pemanfaatan ruang di wilayah hinterland DKI Jakarta Distarkim Dep. Pengembangan Sistem Drainase dan Persampahan dan drainase baik skala Pengelolaan Persampahan P3JB lokal maupun regional - 5 4 Jawa Barat. Cianjur. Sukabumi. PU Distarkim Distarkim Dep. PU 36. Karawang. Kab. - 2 3 Terbangunnya sarana dan Prasarana 1. Studi kelayakan investasi Kab. Program Penataan Ruang 1.PROGRAM 1 Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Persampahan dan Drainase SASARAN KEGIATAN TARGET PENCAPAIAN (KELUARAN KEGIATAN) LOKASI SKPD 6 KETERANGAN (Diisi dengan Dept) 7 Dep. Jawa Barat Bandung. Penguatan Koordinasi Dalam Rangka 1 Role sharing antar instansi dalam pengendalian Jawa Barat Mendukung Upaya Pengedalian dan pemanfaatan ruang dan pengendalian penataan ruang di Jawa Barat melalui Pemanfaatan Ruang Di Pusat dan Daerah banjir di Bopunjur dan Bodebek penyusunan perencanaan teknis dan penataan serta revitalisasi kawasan Jawa 2 Role sharing antar kabupaten/kota dalam Barat pelaksanaan pengendalian pemanfaatan ruang di DAS Citarum 3 Penyusunan Pedoman Operasional (PO) pengendalian pemanfaatan ruang kawasan Bopunjur 4 Penyusunan Zoning Regulation pengendalian pemanfaatan ruang kawasan Bopunjur 2. Kab. Daur Ulang Sampah Kab. Kab. Kab. Ciamis. Kab. PU Dep. Pemantapan Penyelenggaraaan 1 Penyusunan pengembangan perkotaan yang Jawa Barat berbasiskan keterpaduan lingkungan di Penataan Ruang Di Daerah Melalui Cikarang Bantuan Teknis dan Pembinaan Teknis Ke Daerah 2 Identifikasi kota-kota baru di Jawa Barat 3 Penataan ruang kawasan Cirebon untuk mendorong perkembangan sebagai Kawasan Strategis Nasional 4 Bantek pengembangan kawasan pariwisata di Kawasan Andalan Sukabumi 5 Penyusunan arahan pemanfaatan ruang agrowisata di Kawasan Andalan Priangan Timur Provinsi Jawa Barat 3. Tasik.Sosialisasi kebijakan penataan ruang kepada Jawa Barat Kepada Pelaku Pembangunan masyarakat 4. Kota Sukabumi. PU 37./kota 5. Subang. Pengembangan TPA Regional Jawa Barat Distarkim Pengembangan Sistem Jaringan Kelompok Kab. Kota Bandung. Kab. Dekonsentrasi pekerjaan umum bidang 1. Studi amdal Kota Banjar. Kuningan Peningkatan 3 R Penataan TPA Penyediaan sarana prasarana persampahan Distarkim Dep. PU Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2009 IV-128 . Pemanfaatan dan penataan sampah lama Cirebon.

PROGRAM SASARAN KEGIATAN TARGET PENCAPAIAN (KELUARAN KEGIATAN) LOKASI SKPD 6 KETERANGAN (Diisi dengan Dept) 7 Dep. Penyediaan air minum bagi kawasan Rumah Tasikmalaya. Garut. Kota perkotaan (MBR) 2 Penyediaan air minum bagi kawasan lisiba 3 4 Bekasi. Kab. PU 41. Kota Cirebon. Pengembangan Kawasan Permukiman . Indramayu Dep.Percontohan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Arawang. Kota Bandung. Program Prasarana Perdesaan dan Peningkatan Sarana - Meningkatkan infrastruktur tertinggal skala komunitas desa-desa 1. Kota Distarkim Bogor. Sederhana Kab. Kota Depok. Terbangunnya sarana dan Prasarana air 1. kumuh/nelayan) Kota bandung. Pengembangan Kawasan Permukiman Perdesaan - jalan poros/lingkungan saluran drainase Kab. Kab. PU Dep. Kota Bandung. Kab. Kab. Kab. Kab. Kab. Kab.Penyediaan infrastruktur kawasan perdesaan Kab. PU Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2009 IV-129 . kab. PU 2. Penyusunan rencana induk kebakaran K Ci b Pembangunan PIP2B Penyusunan RDTK Inventarisir arsitektur bangunan bersejarah DED perencanaan fisik percontohan RTBL DED perencanaan fisik pecontohan RTP Pembangunan aksesibiltas bangunan gedung dan lingkungan di gedung publik 10 Penyusunan naskah akademik perda bangunan gedung Kota Depok. PU 5 Pembangunan SPAM Desa 40. 2 Dukungan PSD perkim kumuh Tasikmalaya. Kota Cimahi. Kota Bandung. Distarkim Dep. Purwakarta. Kota Penyusunan RTBL Bandung. 1 2 3 Program Pemberdayaan 1. Garut Distarkim Perdesaan Pelayanan Air 1 Pembangunan prasarana dan sarana air minum Jawa Barat. Kab. Pembangunan Infrastruktur Perdesaan - Pendampingan kepada 360 desa Peningkatan infrastruktur perdesaan Jawa Barat 17 Kab di Jawa Barat Distarkim Distarkim Dep. PU 38. Kota Cirebon. Subang. Kota Cimahi. Kab. Terwujudnya pemberdayaan masyarakat 1. Subang. Kuningan. Cirebon. Kab. Bandung Barat. Distarkim . Sumedang. Program Perumahan Pengembangan - Tersedianya sarana dan prasarana 1. Jalan lingkungan Saluran drainase Ruang Terbuka Hijau Distarkim Dep. Sukabumi. Kab. Pembangunan sistem IKK Kab. Sumedang. Kab. kab. Bandung. Kab. Kab. Purwakarta. PU 4 Pengembangan Kawasan Permukiman 1 Perkotaan 2 3 4 Penyediaan infrastruktur kawasan kasiba/lisiba Kab. Kuningan Dep. Pembinaan Pembangunan Infrastruktur Perdesaan 2. Kab. Indramayu. Sukabumi. Program Pengembangan 1. Purwakarta. PU 39. Penataan Lingkungan Permukiman Karawang. Peningkatan Cakupan bersih Minum Kinerja Pengelolaan Air Minum dan Air Limbah Distarkim Dep. Bandung. Kab. Kab. Penataan Lingkungan Permukiman serta meningkatnya infrastruktur desaKomunitas Perumahan desa skala komunitas 5 4 1 Pendampingan pelaksanaan penataan kawasan Jawa Barat. Cirebon Karawang. Kab. Kuningan 4 Dukungan PSD perkim tradisional 5 Pendampingan pelaksanaan penataan kawasan tradisional 2. Kab. Bekasi. Kab. Kota Depok Distarkim Dep. PU 3. Pembinaan Teknis Bangunan Gedung permukiman di perkotaan dan perdesaan 1 Inventarisasi arsitektur bangunan bersejarah 2 3 4 5 6 7 8 9 Kota Bogor. Kota Cimahi. 3 Dukungan PSD perkim nelayan Cirebon.

Kota Depok Perbaikan dan pembuatan kermeer Stimulan perbaikan rumah layak huni Pengembalian pusat wisata peternakan sapi perah 5 supervisi / pengawasan pelaksanaan konstruksi 6 DED PSD perkim kawasan peremajaan (urban Renewal) 7 Bantek perencanaan sistem keterpaduan kawasan 8 Jalan Lingkungan Distarkim Dep. Kuningan Perpustakaan 4 Penataan dan revitalisasi kawasan Taman Hutan Raya 5 Penataan dan revitalisasi kawasan Situ 6 Penataan dan revitalisasi kawasan Linggar Jati 7 Penataan dan revitalisasi kawasan Makam Sunan Dep. Kab. Tasikmalaya. Cianjur. Bogor. Cianjur. Meningkatnya daya saing tambah produk pertanian Meningkatnya agribisnis kualitas dan Pengolahan nilai 1. Kota bandung. Dinas Pertanian Provinsi Dep. Kab. Distarkim 2 Penataan dan revitalisasi kawasan wisata Karawang. Sukabumi. Pengembangan Kawasan Permukiman 1 Perkotaan kawasan permukiman perkotaan 2 3 4 Perbaikan dan Pembuatan jalan setapak Kota Bogor. Bandung. Dinas Pertanian Provinsi Dep. Cirebon. Jawa Barat. Program Pengendalian Pembangunan Kota-Kota Besar - Tersedianya kegiatan perencanaan 1. Jawa Barat. Karawang. Kab. Ciamis. Kuningan. Program Pengembangan Agribisnis a. Indramayu dan Kab. Subang. Dinas Pertanian Provinsi Dep. Subang. Garut. Garut. Cirebon. Pertanian Cianjur. Bandung. Pertanian Cianjur. PU 42. Purwakarta. Kota Bandung. Ciamis. Bandung barat. SDM pelaku 2. Purwakarta. Indramayu. Meningkatnya inovasi dan diseminasi teknologi Prov. Sukabumi. Kab. Cirebon. Pertanian alsintan di tingkat UPJA Bogor. bandugn. Pengembangan Pemasran Hasil Pertanian dan - Berkembangnya kegiatan pemasaran hasil pertanian b. Subang. Bandung Barat dan Kota Depok. Sumedang.PROGRAM 1 SASARAN 2 KEGIATAN 3 TARGET PENCAPAIAN (KELUARAN KEGIATAN) 4 5 Penyediaan infrastruktur primer kawasan RSH LOKASI 5 SKPD 6 KETERANGAN (Diisi dengan Dept) 7 5. Penataan dan Revitalisasi Kawasan 1 Penataan dan revitalisasi kawasan situs Kab. PU 43. Ciamis. Kab. Depok dan Banjar usaha agroindustri di Prov. pengolahan 3 Pengembanan Agroindustri Perdesaan - Berkembangnya perdesaan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2009 IV-130 . Kab. Majalengka. Bogor. Revitaisasi Ubit Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA) dan Kelompok UPJA (KUPJA) dan Kab. ziarah 3 Penataan dan revitalisasi kawasan Gedung Kab.

Dep. Cirebon. Pertanian Dep. Ciamhi dan Banjar Dinas Pertanian Provinsi 9. Bandung. Kota Bogor. Pertanian 5. majalengka. Purwakarta. Penyediaan dan Perbaikan Infrastruktur Pertanain Dalam Mendukung Pengembangan Agribisnis (PNPM-P) Jabar. Panen Dalam mendukung mendukung pengembangan agribisnis Bogor.Tersalurkannya benih/bibit hortikultura untuk Provinsi Jawa Barat Mendukung Pengembangan Agribisnis petani dalam mendukung pengembangan agribisnis 10. Kuningan. Cianjur. Pengembangan Fasilitas Pelayanan 1 Terjadinya kesamaan persepsi fasilitasi Prov. Tasikmalaya. Sumedang. Ciamis. Kota Bandung. Bandung. Kompos dan Biogas 5 6 7 4 Terselenggaranya koordinasi dan pengawalan Prov. Pembangunan/Pengadaan/Peningkatan . Pembinaan/Penyusunan Program. Dinas Pertanian Provinsi Dep. Sukabumi. Jabar. Penguatan Kelembagaan Dalam 1. Kab. Pertanian Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2009 IV-131 . Pertanian air Cianjur. Garut. terkendalinya Provinsi Jawa Barat Dinas Perkebunan Rencana Kerja dan Anggaran pelaksanaan program kegiatan. Kab. Purwakarta. Kab. Mekanisasi Kegiatan Pertanian Pasca 1 Tersedianya alat pasca panen dalam Prov. Pengembangan Pertanian Organik dan . Sukabumi. Kab. Pertanian Dep. tersedianya Provinsi Jabar data serta terkawalnya pengembangan perkebunan. Jabar. Agroindustri Terpadu investasi terpadu hortikultura di Jawa Barat Subang. Pertanian Dep. Indramayu. Pertanian Dep. Terlaksananya penanganan pasca panen dan Cirebon. Sukabumi. Pengembangan Pertanian terpadu Tanaman-Ternak. Meningkatnya investasi dibidang hortikultura Tasikmalaya. Ciamis. Bantuan Benih/Bibit Kepada Petani Dalam .Tersusunnya perencanaan. Pengembangan Agribisnis hortikultura di Jawa Barat Bekasi. Subang. Dinas Pertanian Provinsi Mendukung Pengembangan Agribisnis berkualitas untuk konsumsi masyarakat di Jawa Bandung dan Bandung Barat. Tasikmalaya dan mutu hasil Jabar. Kuningan. Pertanian Dep. 2. Dinas Pertanian Provinsi Lingkungan Hidup Barat Sukabumi. Pertanian Dep. Kab. Peningkatan Kegiatan Eksibisi. Barat 2. . Pertanian Dep. Ciamis.Terfasilitasinya pengadaan dan pemeliharaan Provinsi Jawa Barat Dinas Perkebunan Sarana dan Prasarana sarana dan prasarana Provinsi Jabar 13. Jabar. Dinas Pertanian Provinsi 6. Dinas Pertanian Provinsi 7. Subang. Bandung Barat. Pertanian Dep. Bogor.Berkembangnya hortikultura organik di Jawa Prov. Pertanian fasilitasi pupuk organik Bogor. Garut. 2. Bogor. Tersedianya benih/bibit hortikultura yang Prov.Kuninga. . Bandung. Tasikmalaya dan Cimahi. Kota Depok. Sumedang. Berkembangnya industri benih hortikultura 11. Dep. Cirebon. Sumedang. Kota Cimahi dan Banjar.PROGRAM 1 SASARAN 2 KEGIATAN TARGET PENCAPAIAN (KELUARAN KEGIATAN) LOKASI SKPD KETERANGAN (Diisi dengan Dept) 3 4. 8. Dinas Pertanian Provinsi Dep.Terpromosikannya produk hortikultura dan Provinsi Jawa Barat Dinas Pertanian Provinsi Perlombaan dan Penghargaan Kepada terpacunya motivasi petani untuk berusaha tani Jabar Petani/Pelaku Agribisnis di Jawa Barat 12. Ciamis. Karawang. Terlaksananya kegiatan pengelolaan lahan dan Kab.

pengetahuan petani. Meningkatnya pengawalan. garut. Pertanian 18. Provinsi Jabar pendukung lainnya. Sumedang. Bandung. Pertanian Dep. Sukabumi. Tasikmalaya. Pengembangan Desa Mandiri Energi 19. Bandung Barat. Provinsi Jabar Sukabumi. Penyediaan dan Perbaikan Infrastruktur Pertanain Dalam Mendukung Pengembangan Agribisnis (PNPM-P) Dep. Dep. meningkatnya Garut. Dinas Perkebunan pembangunan unit pengolahan hasil dan Cianjur. Provinsi Jabar Cianjur. Purwakarta. pengawasan mutu benih. penguatan Bandung. tersedianya informasi pasar produk peternakan. Bandung. Sumedang. Tasikmalaya. Pengembangan Agroindustri Pedesaan - Terkawalnya pelaksanaan Demplot Jarak Pagar Provinsi Jawa Barat Terfasilitasinya kelompok penguatan modal usaha Kab. majalengka. Kab. Peningkatan Produksi dan Produktivitas 1. Subang. Subang. Subang. Sukabumi RPU 3 Tersedianya sarana dan prasarana RPH/RPA Kab.Cianjur. Kota kelompok Terlaksananya pembangunan penunjang agribisnis infrastruktur Prov. Ciamis. 2. Ciamis. Cirebon. Purwakarta. dan Indramayu dan Kota Banjar. Pertanian 20. promosi produk peternakan. Pembinaan Perlindungan Tanaman Dinas Perkebunan Provinsi Jabar 16.PROGRAM 1 SASARAN 2 KEGIATAN 3 14. Dinas Perkebunan Bogor. Cianjur yang memedai serta peralatan pengolah hasil peternakan dna penguatan modal usaha pengolah produk peternakan 4 Tersedianya bangunan dan sarana prasarana Kab. Kab. Sumedang. Ciamis. Sukabumi. Dinas Perkebunan Mutu Produk Perkebunan perkebunan Bogor. Kegiatan Pengembangan Pengolahan 1 Terkoordinasinya usaha pengolahan hasil Provinsi Jawa Barat dan Pemasaran Hasil Peternakan peternakan. Karawang. Pertanian Dep. kelembagaan petani. tasikmalaya. Karawang. pembinaan. Sukabumi. Bandung Barat. Bogor. Garut. meninkgatnya SDM pengolah hasil peternakan 25 orang. Majalengka dan Bandung Barat. Jabar. Pertanian dan - 5 6 4 Fasilitasi penyediaan unit pengolahan hasil dan Kab. tersedianya Road Map penanganan pasca panen dan pemasaran 2 Penyelesaian bangunan dan sarana prasarana Kab. Jabar. 3. Cianjur. dan Banjar Dinas Perkebunan Provinsi Jabar Dinas Perkebunan Provinsi Jabar - Dep.Cirebon. Tasikmalaya. Subang RPH Dinas Peternakan Provinsi Dep. Bandung. Ciamis. Terfasilitasinya penguatan modal usaha Kuningan. Subang. Pertanian 17. Pengembangan Pengolahan Pemasran Hasil Pertanian TARGET PENCAPAIAN (KELUARAN KEGIATAN) LOKASI SKPD KETERANGAN (Diisi dengan Dept) 7 Dep. Garut. Kota Tasikmalaya. Pembinaan Perlindungan Tanaman Provinsi Jawa Barat 15. Pertanian Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2009 IV-132 . Purwakarta. Terfasilitasinya peningkatan produksi Prov. Sumedang.

Pertanian Dinas Peternakan Provinsi Dinas Peternakan Provinsi Dinas Peternakan Provinsi Dep. Ciamis 23. Karantina dan Peningkatan Kemanan Pangan 2 3 4 Terlaksananya penyediaan dan perbaikan Prov. Sukabumi. Kab. Pertanian Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2009 IV-133 . Ciamis.Meningkatnya kemampuan peternak dengan Provinsi Jawa Barat Alsisntan (Upja) dan Kelompok Upja tersedianya alsintan untuk mengefisiensikan (Kupja) budidaya peternakan dan berkembangnya usaha jasa alsintan 22. Penyakit Hewan. Pertanian 44. Garut. Pertanian Dep. Program Peningkatan Ketahanan Pangan 1 Terjaganya tingkat produksi beras untuk 1. Jabar. Purwakarta. Kab. Barat Cirebon. Barat pangan Cianjur. Penyediaan dan perbaikan infrastruktur pengamanan kemandirian pangan pertanian Dalam Mendukung Ketahanan Pangan (PNPM-P) Meningkatnya kemampuan petani dalam mengelola sumberdaya alam secara lestari dan bertanggungjawab Diversifikasi produksi. Tersedianya mobil coling unit dalam mendukung Kab. Bandung meningkatkan kualitas prosuk daging yang HAUS dan terkendalinya sistem distribusi daging 6 Tersedianya bangunan Pos IB. Kegiatan Penyediaan dan Perbaikan 1 Terlaksananya pembinaan dalam mendukung Provinsi Jawa Barat Infrastruktur Pertanian dalam Mendukung penyediaan dan perbaikan infrastruktur Pengembangan Agribisnis peternakan menunjang program agribisnis 2 Tersedianya bangunan dan searana prasarana Kab. Sukabumi HMT. Bandung. Pengendalian Organisme Pengganggu keamanan pangan asal hewan Tanaman (OPT). Kegiatan Revitalisasi Unit pelayanan Jasa . RPU dan RPH Kab. Pos IB dan Pos Keswan 4 Tersedianya infrastruktur sarana dan prasarana Kab. Kegiatan Pengembangan Fasilitas . Bogor Perdesaan pengembangan agroindustri peternakan 2. Indramayu. Pertanian Dep. Tasikmalaya. Karawang. Subang.PROGRAM 1 SASARAN 2 KEGIATAN 3 TARGET PENCAPAIAN (KELUARAN KEGIATAN) LOKASI SKPD 6 KETERANGAN (Diisi dengan Dept) 7 5 4 5 Terbangunnya meat business centre untuk Kab. Jabar. penambangan lapangan kerja. Sukabumi. Kuningan. Garut. Terbangunnya pabrik pakan mini di perdesaan Kab. pendapatan petani serta menunjang pelestarian lingkungan sera tersedianya pakan ternak sepanjang tahun untku Dinas Peternakan Provinsi Dep. Kegiatan Pengembangan Agroindustri 1. ketersediaan dan konsumsi pangan untuk menurunkan Meningkatnya ketersediaan dan 2. Terselenggaranya koordinasi dan pengawalan Prov.Optimalisasi pemanfataan hasil usaha pertanian Provinsi Jawa Barat Pelayanan Agroindustri Terpadu dalam menunjang uasaha budidayda ternak ruminansia dan non ruminansia. Sumedang. Dinas Pertanian Jawa pengendalian OPT dan Pembinaan Pestisida Bandng. Tasikmalaya jalan kebun rumput. Pertanian Dinas Peternakan Provinsi Dep. Majalengka dan Bandung Barat. Dinas Pertanian Jawa infrastruktur pertanian mendukung ketahaan Bogor. 24. Kab.pembuatan embung irigasi tanah dangkal dan pelatihan /sekolah lapang. Tasikmalaya 7 Penerapan sistem rantai dingin susu Kota Depok 8 penyelesaian pembangunan RPH Kota Tasikmalaya 21. Bogor untuk mendukung RPH dan terbangunnya jalan usahas tani sepanjang 6 km 3 Terbentuknya infrastruktur kawasan produksi Kab. PUKLT. Majalengka dan Kota Dep.

Kota Tasikmalaya. pangan Tasikmalaya. Purwakarta. Karawang. Kab.Cimahi. petani untuk meningkatkan produksi dan Sukabumi. Jabar. Pertanian Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2009 IV-134 . Jabar. Barat Pengembangan Kawasan komoditas tanaman pangan Cianjur. Dinas Pertanian Jawa Bogor. ketahanan pangan Bandung. 2. Ciamis. LOKASI 5 SKPD 6 KETERANGAN (Diisi dengan Dept) 7 3. Cirebon. subang.PROGRAM 1 5 SASARAN 2 Meningkatnya kualitas produk pertanian KEGIATAN 3 dan kuantitas TARGET PENCAPAIAN (KELUARAN KEGIATAN) 4 Banjar. Jabar. Bandung. Depok. Kuningan. Bandung. Meningkatnya produksi. Banjar Dinas Pertanian Jawa Barat Dep. Sumedang. 7. Terlaksananya pegnembangan perbenihan Subang. Mekanisasi Kegiatan Produksi Pertanian 2 Terlaksananya koordinasi dan Primer mekanisasi produksi pra panen Dinas Pertanian Jawa Barat Dep. Garut. Kab. dan 1. Garut. Terselengaranya koordinasi dan pengawalan Prov. Cianjur. Bekasi. Peningkatan Kegiatan Pasca Panen dan 1 Meningkatnya usaha penanganan pasca panen Provinsi Jawa Barat Pengolahan Pangan sehingga dapat mengurangi losses dan pengolahan pangan secara benar dan baik. Produktivitas. Kuningan. Bekasi. Sumedang. dan Banjar. Cirebon. Peningkatan Produksi. Cimahi. Ciamis. produk serta berkembangnya kawasan tanaman Subang. Pertanian 4. Kuningan. Indramayu. Subang. Bantuan Benih/Bibit Kepada Petani DalamMendukung Ketahanan Pangan Tersalurkannya bantuan benih/bibit kepada Prov. produktivitas dan mutu Karawang.Kab. Purwakarta. Dep. Tasikmalaya. Kab. 2. Kuningan. 5. Pertanian Dep. Bekasi. Sumedang. Tasikmalaya. Penguatan Kelembagaan Perbenihan Dalam Mendukung Pertahanan Panan 1. Indramayu. Bandung Barat. Purwakarta. Indramayu. Indramayu. Sukabumi. Karawang. Dinas Pertanian Jawa Mutu Produk Pertanian serta peningkatan produksi dan produktivitas Bogor. melalui pembinaan penangkar serta koordinasi tasikmalaya. Garut. Ciamis. Sukabumi. Ciamis. Meningkatnya fungsi kelembagaan perbenihan Prov. Jabar. garut. Kota Depok. dan Banjar. produktivitas dalam rangka mendukung Bekasi. Pertanian pengawalan Prov. Cianjur. Bogor. Majalengka. Kota Bandung. Sukabumi. Karawang. Majalengka. Barat Cianjur. Pertanian 6. Majalengka. dan pengawalan Majalengka dan Kota Dinas Pertanian Jawa Barat Dep.

Sukabumi. Karawang. Subang.000 ekor Provinsi Jawa Barat pada tahun 2009. Cirebon. Terselenggaranya operasional satuan kerja. Jabar. Kota Tasikmalaya. Purwakarta. Pertanian 11. Kuningan. Prov. termonitornya sapi brahman cross di 9 kab/kota dan BLM/PMUK program aksi perbibitan di 6 kab/kota 2 Terlaksananya opraional vaksinasi rabies. Jabar. SAI. Bekasi. Bogor. Subang.Cimahi. Pertanian 10. koordinasi dan Bogor. Depok. Indramayu.PROGRAM 1 SASARAN 2 KEGIATAN 3 8. Perbaikan Mekanisme Subsidi Pupuk TARGET PENCAPAIAN (KELUARAN KEGIATAN) LOKASI SKPD KETERANGAN (Diisi dengan Dept) 7 Dep. dan Banjar. Monev dan pelaporan. Indramayu. Monev dan Database Dep. Kab. Sumedang. Garut. bandung. Bandung perah di 5 kec 6 Tersedianya bangunan dna sranan prasarana Kab. Pertanian Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2009 IV-135 . Purwakarta. Bandung. Pertanian 5 6 4 1. Bogor masyarakat peternak 4 Tersedianya sarana pos IB untuk menunjang Kab. Barat pengawalan pupuk. pengawasan. Ciamis perbibitan ternak sapi potong 7 Berkembangnya agribisnis peternakan domba Kota Cimahi 8 Terselamtkannya bibit ternak produktif di RPH Kota Banjar Dinas Peternakan Provinsi Dep. Ciamis. Cianjur. Terkoordinasinya rencana pembngaunan Provinsi Jawa Barat peternakan di Jawa Barat sesuai dengan kebutuhan daerah dalam menunjang target dan sasaran pemerintah pada sub sektor peternakan Dinas Peternakan Provinsi 9 Penyusunan kebijakan Program. Tasikmalaya. Majalengka. Kab. Pertanian Jawa Barat perencanaan data. Garu. Tasikmalaya. Kegiatan Penyususnan Program Rencana Kerja Pembangunan dan - Dep. Kuningan. Bekasi. Kegiatan Perbenihan/Perbibitan Pengembangan 1 Meningkatnya akseptor IB menjadi 55. Dinas Pertanian Jawa perbaikan sistem. Tasikmalaya. Majalengka. Provinsi Jawa Barat antrax dan brucellosisi 3 Berkembangnya usaha ternak sapi potong di Kab. Ciamis. Kota Cimahi dan Banjar. Perbaikan mekanisme subsidi pupuk melalui Prov. Purwakarta kegiatan P2SDS 5 Meningkatnya pelaksanaan akseptor IB sapi Kab. Cianjur. Sumedang. Sukabumi. karawang. Cirebon.

Sumedang Kab. Cirebon kerbau di 1 kec 5 Terbentuknya sentra pembibitan sapi potong di Kab. Kab. Tasikmalaya pos keswan 4 Tersedianya sarana pos keswan Kab. Cianjur keswan yang memadai 3 Tersedianya sarana dan prasarana pelayanan Kab. Pertanian Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2009 IV-136 . Pertanian Dinas Peternakan Provinsi Dep. Ciamis potong 4 Berkembangnya sentra pembibitan ternak Kab. Keswan dan Pangan (TP) kesmavet 3 Terlaksananya pelayanan di bidang keswan 4 Tersedianya bangunan RPU di Kecamatan Lemah wunguk 5 Tersedianya bangunan lab. Bandung Barat 5 Tersedianya bangunan sarana dan prasarana Kota Cimahi pos keswan 13. Penyakit pasar produksi hasil ternak Hewan dan Peningkatan Keamanan 2 Tersedianya bangunan lab. Penyakit Anthrax dan Rabies). Kegiatan Pengendalian Organisme 1 Tersedianya bangunan sarana dan prasarana Pengganggu Tanman (OPT). Kegiatan Penanganan dan Pengendalian 1 Terlaksananya restrukturisasi perunggasan Wabah Virus Flu Burung pada Hewan dan Restrukturisasi Perunggasan (Tp) 2 terlaksananya restrukturisasi ternak unggas sebanyak 4 paket di 2 kec 3 Terbentuknya breeding farm unggas skala perdesaan Kab.Terkendalinya penyakit avian influenza dan Provinsi Jawa Barat Wabah Virus Flu Burung pada Hewan dan tersedianya vaksin dna operasional vaksinasi Restrukturisasi Perunggasan unggas sebanyak 20. Provinsi Jawa Barat Penganggu Tanaman (OPT). Sumedang Kab. Cirebon Kota Bekasi Kab.PROGRAM 1 SASARAN 2 KEGIATAN TARGET PENCAPAIAN (KELUARAN KEGIATAN) LOKASI SKPD 6 Dinas Peternakan Provinsi KETERANGAN (Diisi dengan Dept) 7 Dep. Kegiatan Pengendalian Organisme 1 Terkendalinya PHSM (penyakit Brucellosis. Karantina dan Peningktanan kesehatan hewan pada masyarakat. Pertanian 3 Berkembangnya agribisnis peternakan sapi Kab. Sumedang Dinas Peternakan Provinsi Dep. Majalengka kec. Kuningan perdesaan dan berkembangnya agribisnis peternakan sapi perah 6 Berkembangnya perbibitan ternak sapi potong d Kab. Ciamis Dinas Peternakan Provinsi Dep. peningkatan pelayanan Hewan. Cirebon Kab. Sukabumi Kab. Pertanian Dinas Peternakan Provinsi Dep. Pertanian 5 3 4 12. pelayanan Ketahanan pangan penyakit gangguan reproduksi pada ternak sapi potongn dna pencegahan penyakit eksotik serta mendorong peningkatan ketresediaan 2 Tersedianya sarana dan prasarana posa Kab. Kegiatan Penanganan dan Pengendalian .000 dosis 14.000. Kegiatan Pengebangan Pembibitan Sapi 1 Berkembangnya kelompok perbibtan sapi /Kerbau (TP) potong 2 Terlaksananya kegiatan pembibitan perawatan ternak oleh organisasi IB sapi potong di 23 kec. Keswan dan kesmavet sebanyak 1 unit 15. Dawuan 7 Berkembangnya agribisnis peternakan sapi Kota Sukabumi potong 8 Berkembangnya perbibitab sapi potong melalui Kota Tasikmalaya penyediaan sapi potong di masyarakat 16. Kuningan Kota. Sukabumi Kab.

PROGRAM 1 SASARAN 2 KEGIATAN TARGET PENCAPAIAN (KELUARAN KEGIATAN) LOKASI SKPD 6 Dinas Peternakan Provinsi KETERANGAN (Diisi dengan Dept) 7 Dep. 18. Pertanian Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2009 IV-137 . dan Mutu Produk Pertanian.Terdistribusinya DPM LUEP yang tepat waktu di Kota Tasikmalaya 16 kabupaten/kota. Kegiatan Kab. Dinas Peternakan Provinsi Dep. 1 Berkembangya agribisnis peternakan sapi potong dan domba Produktivitas. Pertanian 5 3 4 17. Subang Peningkatan Produksi. serta Pengembangan Kawasan (Tp) 2 Meningkatnya populasi ternak kambing/domba Kota Depok sebanyak 150 ekor 3 Berkembangnya peternakan domba dan kambing PE di 7 kec. Stabilisasi Harga Pangan strategis .

Terselenggaranya koordinasi dan pengawalan Prov. melalui PMUK dan LM3 pemberdayaan kelompok tani melalui kegiatan Bogor. peternak dan pelaku usagah peternakan yang berwawsan agribisnis 10. Cianjur. Kuningan. 4 Pemberdayaan Petani. Pengembangan Magang Sekolah Lapang 1. Kegiatan Pemberdayaan Petani. Penyelenggaraan - Pengembangan kinerja penyelenggaraan Provinsi Jawa Barat kelembagaan penyuluhan pertanian di jawa Barat dan pengembangan BPB model Pertanian Jawa Barat Dep. Pertanian Pertanian Jawa Barat Dep. Pertanian Pertanian Jawa Barat Dep. Terselenggaraya pemberdayaan petani di Prov. Pertanian Dinas Peternakan Provinsi Dep. 5 6 4 Penyelenggaraan 1. Pertanian Meningkatnya kemampuan teknis petugas Provinsi Jawa Barat peternakan. 2. agribisnis dan penyuluh pertanian di perdesaan Cirebon. Karawang. Kuningan. Pelaku Agribisnis 1. Statistik dan Informasi Terkoordinasinya dan tersedianya data statistik Provinsi Jawa Barat dan informasi peternakan yang valid dan aktual melalui berbagai media informasi 3. garut. 6. Sumedang. Meningkatnya kompetensi petani tanaman tasikmalaya. Ciamis. Pembinaan dan mengelola sumberdaya alam secara Pelatihan Pertanian lestari dan bertanggungjawab Meningkatnya kemampuan petani dalam mengelola sumberdaya alam secara lestari dan bertanggungjawab 2. pangan dan hortikultura. Data.Meningkatnya sistem penyuluhan tanaman Provinsi Jawa Barat Sumberdaya Manusia Pertanian pangan dan hortikultura dan sumberdaya manusia pertanian di Jawa Barat 8. Indramayu dan pertanian dalam penguasaan teknis pertanian Kota Depok. Garut. Kab. Peningkatan Sistem Penyuluhan dan . Kab. Meningkatnya kompetensi aparatur dan non Prov. Garut. Indramayu. Pertanian Dep. Pertanian Jawa Barat aparatur pertanian dalam penguasaan teknis Bogor. Kesejahteraan Petani SASARAN KEGIATAN TARGET PENCAPAIAN (KELUARAN KEGIATAN) LOKASI SKPD KETERANGAN (Diisi dengan Dept) 7 45. Kab. Cirebon. Sumedang. Bandung. Tasikmalaya. dan 5. Jabar. Cirebon. Subang. Pertanian Pertanian Jawa Barat Dep. Pertanian Meningkatnya keterampilan siswa SPP di Jawa Provinsi Jawa Barat barat. Jabar. pertanian. Kab. Indramayu. Pembinaan dan Penyuluhan Pertanian b. Penguatan kelembagaan Ekonomi Petani . 2. Jabar. Pertanian Pertanian Jawa Barat Dep. Sukabumi. 2 3 Meningkatnya kemampuan petani dalam 1. Karawang. Majalengka. Meningkatnya kompetensi aparatur/petani Cirebon. Cianjur perah 9. Kegiatan Kelembagaan ekonomi Petani 1 terkoordinasinya upaya pengembangan usaha Provinsi Jawa Barat Melalui PMUK dan LM3 peternakan di LM3 dan Pusat Pendidikan Pelatihan Peternakan Swadaya 2 Berkembangnya kelompok sapi potong dan sapi Kab. Kota Depok. Jabar. dan Penyuluh Pertanian kabupaten/kota Sukabumi. Purwakarta. Tasikmalaya dan Banjar. Kegiatan Pembinaan/Pembuatan?Pengembangan Sistem. Terselenggaranya pemberdayaan petani pelaku Subang. Bandung Barat. Tasikmalaya. Kuninan. meningkatkan kapasitas dan kemampuan SDM Bogor. Karawang. Garut. Sumedang.PROGRAM 1 Program Peningkatan a. Indramayu. 2. Pertanian Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2009 IV-138 . Penyelenggaraan Pendidikan Pertanian - Pertanian Jawa Barat Pertanian Jawa Barat Dep. Bandung. Terselenggaranya pelatihan teknis dalam upaya Prov. Pelaku Agribisnis dan Penyuluhan Pertanian Pertanian Jawa Barat Dep. SL/LL dan PMUK Bekasi. 7.

Tasikmalaya 7 kelompok. Kelautan Perikanan dan Dinas Perikanan Provinsi Dep. Cirebon Kerjasama Internasional pendaratan perahu/kapal di PPI Cikidang Ciamis 2 Terbangunnya 1 paket Landing Place (pemasangan sheet file) dan pengerukan kolam pelabuhan di PPI Cisosok Ciamis 3 Terbangunnya 1 paket pengembangan PPI Gebang Mekar Cirebon 4 Meningkatnya produktivitas penangkapan di kab. Indramayu. Sumedang kec sebanyak 50 ekor 5 Berkembangnya agribisnis ternak sapi potong di Kab. Meningkatnya kapasitas sarana prasarana perikanan tangkap Terlaksananya revitalisasi perikanan Berkembangnya pengolahan dan perikanan dan 1. sapi perah di 2 kelompok dan domba di 6 kelompok serta kambing PE di 5 kelompok serta terdistribusinya bibit ternak pada masyarakat 6 Berkembangnya usaha kelompok peternak sapi Kab. sapi potong dan domba 7 Tersedianya ternak kambing PE sebanyak 330 Kota Banjar ekor di 3 kelompok. Program Pengembangan a. Kegiatan Pengembangan Perencanaan 1 Tersedianya 1 paket rencana kegiatan dan Administrasi Keuangan pembangunan perikanan dan kelautan Jawa Barat 2 Tersedianya 1 paket data dan informasi perikanan dan kelautan Jawa Barat 3 Tersedianya 1 paket data pelaksanaan kegiatan pembangunan perikanan dan kelautan 3. Karawang 2 Terbangunnya perluasan tempat pelelangan ikan 100 m2 di PPI Karangsong Indramayu 3 Terbangunnya 1 paket kolam pelabuhan untuk pendaratan perahu/kapal di PPI Cikidang Ciamis 4 Terbangunnya 1 paket Landing Place (pemasangan sheet filr) dan pengerukan kolam pelabuhan di PPI Cisolok Ciamis 5 Terbangunnya 1 paket pengembangan PPI Gebang Mekar Cirebon 6 Terbangunnya 1 paket pengembangan PPI Ciparege Karawang 7 Meningkatnya produktivitas penangkapan 2. Kegiatan Pembinaan/Penyelenggaraan 1 Terbangunnya 1 paket kolam pelabuhan untuk Ciamis. Subang. Kelautan Perikanan dan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2009 IV-139 . Bandung Barat perah. dan kelompok ternak sapi potong di 3 kec 4 Berkembangnya usaha ternak sapi potong di 2 Kab. Peningkatan Sarana dan Prasarana di PPI Karangsong Indramayu Cirebon.PROGRAM 1 SASARAN 2 KEGIATAN 3 TARGET PENCAPAIAN (KELUARAN KEGIATAN) LOKASI SKPD 6 KETERANGAN (Diisi dengan Dept) 7 5 4 3 Berkembangnya budidaya ternak domba di Kab. Ciamis. sapi potong sebanyak 100 ekor unit 1 kelompok 46. Dinas Perikanan Provinsi Dep. Kelautan Perikanan dan sistem usaha pemasaran hasil Dinas Perikanan Provinsi Dep. Kegiatan Pembangunan/Pengadaan/ 1 Terbangunnya Landing Place sepanjang 533 m Indramayu. Bekasi. c. Tasikmalaya. Cianjur. Sumber Daya Perikanan b. Garut dan Kota Cirebon. Karawang. Karawang kelompok pada 5 kec.

kerang hijau. Dinas Perikanan Provinsi Dep. Penigkatan Sistem Usaha Perikanan diversifikasi olahan dan sumberdaya/ tenagakerja pengolahan. Kegiatan Pengembangan dan Penyelenggaraan Karantina Perikanan dan Sistem pengelolaan Kesehatan Ikan Peningkatan sapras rantai dingin penerapan HACCP di UPI peningkatan perlatan laboratorium Terkendalinya pengendalian hama penyakit ikan Dinas Perikanan Provinsi Dep. dempolt area pengembangan budidaya kerang dara dan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2009 IV-140 . set net medium. proksimas pelatihan budidaya ikan air tawar. Pelaku Usaha Perikanan dan Masyarakat Pesisir Dinas Perikanan Provinsi Dep. Kelautan Perikanan dan 10. dan Cirebon 6 Sosialisasi bahan biodesel Hitaulo di tambak intensif. Indramayu. domestifikasi belut. pelatihan cara budidaya ikan yang baik (CBIC). perluasan pangsa pasar internasional. Kelautan Perikanan Komoditas Perikanan Budidaya Laut Perikanan Ciamis. 2 Propekan pelatihan budidaya laut. Karawang. LOKASI 5 SKPD KETERANGAN (Diisi dengan Dept) dan 3 4. sertifikasi Hatchery dan UPR. trays. Cirebon pengembangan budidaya rumput laut di Kab. Budaya. Cianjur. modifikasi kapal payang. Kegiatan Penguatan dan Pengembangan 1 Terlaksananya penyempurnaan bangunan PIH Kota Bandung Kota Bandung Pemasaran Dalam Negeri dan Ekspor Hasil Perikanan 2 Terlaksananya perluasan akses pasara produk perikanan Jabar 3 Peningkatan konsumsi ikan. Cianjur. Kelautan Perikanan dan 8. dan Ciamis 3 Propekan temu usaha komoditas perikanan budidaya ikan payau 4 Propekan pelatihan budidaya iar payau 5 Propekan pelatihan Polycultre udang. proksimas pelatihan pemberdayaan unit pembenihan rakyat. Kegiatan Pembinaan dan Pengembangan 1 Meningkatnya kinerja KKBM. Kelautan Perikanan dan Dinas Perikanan Provinsi Dep.garaan/Fasilitasi Standarisasi Kompetensi dan Sertifikasi 6 7 Dinas Perikanan Provinsi Dep. Kelautan Perikanan 5. rumput laut. actipical barrier reaf (ABR) dan mengrovisasi Dinas Perikanan Provinsi Dep. Kegiatan pengembangan sarana Peningkatan dan 1 Terlaksananya perikanan Pengembangan Sarana dan Prasarana Perikanan serta Input Produksi Lainnya 2 Terlaksananya pengadaaan rumpon. Dinas Perikanan Provinsi Dep. sertifikasi pembudidayaan ikan/udang.pengolahan dan pemasaran. peningkatan sapras sentra pengolahan bimbingan teknis 2 3 4 7. Kegiatan Penyelenggaraan Revitalisasi 1 Terlaksananya Propekan temu Usaha Sukabumi. Kegiatan Pemberdayaan Ekonomi. Kelautan Perikanan dan 6. Kegiatan Pengembangan/Penyeleng. Karawang. Kelautan Perikanan dan 9. Teraksananya proksimas temu usaha komiditas perikanan budidaya air tawar.PROGRAM 1 SASARAN 2 KEGIATAN TARGET PENCAPAIAN (KELUARAN KEGIATAN) 4 Terlaksananya pelatihan cara pembenihan ikan yang buah (CPIB). dempond Indramayu. demplot area polyculture udang windu dna rumput laut di Kab. Sukabumi. pengadaan cool box. atraktor cumi. Sosial.

Kegiatan Pengukuhan dan Penatagunaan Kawasan Hutan 5. Kelautan Perikanan Dinas Perikanan Provinsi Dep. terlatihnya 462 orang SDM bidang perikanan dan kelautan Tersedianya tata ruang laut. Kegiatan Pengembangan Sistem Pengawasan dan pengendalian Sumberdaya Kelautan dan Perikanan Meningkatnya kemampuan dan pengelolaan Provinsi Jawa Barat dan pemanfaatan sumberdaya kelautan dan perikanan Meningkatnya kemampuan dan pengelolaan Provinsi Jawa Barat dan pemanfaatan sumberdaya kelautan dan perikanan Meningkatnya pengetahuan masyarakat pesisir Provinsi Jawa Barat terhadap penanggulangan bencana alam Terjaganya sumberdaya kelautan. Program Penguasaan Sentra Pengembangan Aplikasi dan Teknologi Informasi dan Komunikasi Program Pemanfaatan Hutan Pemantapan Sumber Daya 1 Terlaksananya 1 paket data statistik perikanan dan kelautan Jawa Barat Dinas Perikanan Provinsi Dep. Kelautan Perikanan Dinas Perikanan Provinsi Dep. Data. Kegiatan Mitigasi Bencana Lingkungan masyarakat di 11 kabupaten/kota Laut dan Pesisir 4. Kelautan Perikanan Dinas Perikanan Provinsi Dep. Statistik dan Informasi - Dinas Perikanan Provinsi Dep. Kelautan Perikanan dan 49. dan Pulau-pulau Kecil 48. Kelautan Perikanan dan 50. pesisir dan pulau.Provinsi Jawa Barat pulau kecil Dinas Perikanan Provinsi Dep. Program Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam 1 dan Laut. Pesisir.pesisir dan Provinsi Jawa Barat perairan umum di Jawa Barat melalui pemberdayaan SDM masyarakat pesisir. Kegiatan Pengelolaan Sumberdaya Ikan 1 secara Bertanggungjawab dan Berkelanjutan 2 3 6 7 Dinas Perikanan Provinsi Dep. Pengkajian dan pengendalian sumberdaya kelautan dan Pengembangan Kebijakan dan Strategi perikanan di Jawa Barat Meningkatnya produksi perikanan sebesar 2. Dinas Perikanan Provinsi Dep. Kegiatan data statistik perikanan di 26 Pembinaan/Pembuatan/Pengembangan kabupaten/kota Jawa Barat Sistem. Kegiatan Pengembangan Hutan Tanaman dan Hutan Tanaman Rakyat Terkendalinya pengelolaan hutan produksi Dinas Kehutanan Provinsi Dep Kehutanan 2 3 Peningkatan kapasitas kelembagaan usaha dan investasi industri kehutanan Peningkatan kapasitas kelembagaan usaha dan investasi industri kehutanan 1paket Tersusunnya berita acara tata batas kawasan hutan Meningkatnya usaha/kelembagaan masyarakat sekitar hutan produksi Dinas Kehutanan Provinsi Dep Kehutanan Dinas Kehutanan Provinsi Dep Kehutanan Dinas Kehutanan Provinsi Dep Kehutanan Dinas Kehutanan Provinsi Dep Kehutanan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2009 IV-141 . Rencana Kerja dan Anggaran Meningkatnya pemberdayaan ekonomi 3. Terkoordinasinya konservasi kawasan pesisir pantai utara dan pantai selatan pesisir pantai utara dan pantai selatan Jawa Barat Jawa Barat Terbinanya pengolahan dan penyajian 1. Kelautan Perikanan dan Terlaksananya peangawasan dan pengendalian Provinsi Jawa Barat sumberdaya kelautan dan perikanan secara terpadu Terjaganya kelestraian sumberdaya kelautan. nelayan dan petugas. Kegiatan Perencanaan Penataan Ruang Laut. Kegiatan Pengendalian Peredaran Hasil hutan dan permasalahan kawasan hutan Hutan 4. Kegiatan Pengembangan Pengelolaan Terpadu Wilayah Pesisir. Kegiatan Penyusunan. Program Pengembangan dan Pengelolaan Sumber Daya Kelautan 1 Berkembangnya sistem pengawasan dan 1. Kelautan Perikanan dan 2 dan 3 dan dan 5. Kelautan Perikanan dan Terkoordinasinya konservasi kawasan 1. Kegiatan Pembinaan/Penyusunan 4. pesisir dan perairan umum Dinas Perikanan Provinsi Dep. 1 Terkendalinya pengelolaan hutan produksi 1.PROGRAM 1 SASARAN 2 KEGIATAN TARGET PENCAPAIAN (KELUARAN KEGIATAN) 4 Terlaksananya restocking benih ikan planktonfeeder di Waduk Cirata Pelatihan budidaya iakan tropic level rendah Sosialisasi budidaya ikan metode fence system di waduk saguling 4 Aplikasi budidaya ikan metode Fence System di Waduk Saguling LOKASI 5 SKPD KETERANGAN (Diisi dengan Dept) dan 3 11.5% Program. dan Pulau-pulau Kecil serta Pengelolaan Batas Wilayah Laut 6. Kelautan Perikanan 47. Kegiatan Pengembangan Pengelolaan Pemanfaatan Hutan Alam Meningkatnya usaha/kelembagaan 2. Kegiatan Pengembangan Industri dan masyarakat sekitar hutan produksi Pemasaran Hasil Hutan Tersedianya data potensi sumber daya 3.

Program Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Tenaga Kerja - Meningkatnya keterampilan. Provinsi Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota Dinas KUKM Meneg KUKM 53.26 Kab/ Kota Kerja Luar Negeri Terpantaunya permasalahan TKI secara dini 26 Kab/ Kota Kelancaran Administrasi Keuangan dan 26 Kab/ Kota Tersedianya Laporan Tersusunnya Program & dan Rencana 26 Kab/ Kota Kerja/Anggaran Tahun 2009 Tersusunnya Penyempurnaan Peraturan 26 Kab/ Kota Ketenagakerjaan Terwujudnya penyempurnaan Pelaksanaan 26 Kab/ Kota Negosiasi Bipartit Meningkatnya Peran & dan Fungsi 26 Kab/ Kota Kelembagaan HI serta Pemahaman Persepsi Tentang HI Terselenggaranya Pengembangan Sumber 26 Kab/ Kota daya Manusia di Perusahaan. Penempatan) Terselenggaranya Bantuan Pelatihan Teknis & 26 Kab/ Kota Produktivitas Terselenggaranya Pembinaan SDM 26 Kab/ Kota Disnakertrans Depnakertrans Disnakertrans Disnakertrans Disnakertrans Depnakertrans Depnakertrans Depnakertrans Pelatihan - Disnakertrans Depnakertrans 1 Penyelenggaraan Pembinaan Sumber Daya Manusia dan Administrasi Kepegawaian 2 Pembinaan Administrasi dan Pengelolaan Keuangan 3 Pembinaan/Penyusunan Program. - 2 Penyelenggaraan Pembinaan Teknis Administrasi 3 Penyusunan Rencana dan Program Strategis 4 Penyelenggaraan Program Kerja berbasis Kompetensi 5 Penyelenggaraan Program Kerja berbasis Masyarakat 54. - Terciptanya sinkronisasi program pemberdayaan KUMKM antara Pusat. Rencana Kerja dan Anggaran 3 Penyusunan/Penyempurnaan/Pengkajian Peraturan Per UU an 4 Pemberian Dorongan dan Penyempurnaan Pelaksa naan Negosiasi Bipartit 5 Pembinaan Kelembagaan dan Pemasyarakatan Hubungan Industrial - Terselenggaranya Penyusunan Prog. Pemerintah Provinsi.PROGRAM 1 Program Pengembangan Sistem Pendukung Usaha bagi UMKM Program Pemberdayaan Usaha Skala Mikro SASARAN 2 Terwujudnya pusat promosi KUKM KEGIATAN 3 Promosi KUMKM TARGET PENCAPAIAN (KELUARAN KEGIATAN) LOKASI 5 SKPD 6 Dinas KUKM KETERANGAN (Diisi dengan Dept) 7 Meneg KUKM 51. Program Perluasan Pengembangan & Terciptanya kesempatan kerja produktif Pelatihan - Terselenggaranya Rakor Jejaring Informasi Bandung Penyusunan Program & Rencana Kerja dan Anggaran Terlaksananya Administrasi Kegiatan Bandung Tersusunnya Rencana Kebutuhan Pelatihan Bandung Sesuai Potensi /Unggulan Daerah Terselenggaranya pelatihan berbasis 26 Kab/ Kota Kompetensi melalui Program 3 in 1 (Pelatihan. dan Kabupaten/Kota Penyusunan Program Kerja/Teknis/Program dan Rencana - Meningkatnya sinkronisasi program Pemerintah. - - 4 Terbangunnya sarana promosi produk KUMKM Provinsi 52. Dan 26 Kab/ Kota Rencana Kerja Terselenggaranya Konsolidasi Perluasan 26 Kab/ Kota Kesempatan Kerja Terselenggaranya Pemberdayaan Tenaga . 1 Pembinaan/Penyusunan kompetensi dan produktivitas tenaga kerja Rencana Kerja dan Anggaran Program. keahlian. Sertifikasi. Program Perlindungan & Pengembangan Lembaga Tanaga Kerja Terciptanya suasana hubungan kerja yang 1 Pembinaan Administrasi dan Pengelolaan harmonis antara pekerja dan pemberi Keuangan kerja 2 Pembinaan/Penyusunan Program. Rencana Kerja dan Anggaran 4 Konsolidasi Program Program Perluasan Kesempatan Kerja 5 Pemberdayaan Tenaga Kerja Luar Negeri - Disnakertrans Depnakertrans - Terselenggaranya Administrasi Kegiatan 26 Kab/ Kota Disnakertrans Disnakertrans Disnakertrans Disnakertrans Disnakertrans Depnakertrans Depnakertrans Depnakertrans Depnakertrans Depnakertrans 6 Perlindungan dan Advokasi Tenaga Kerja Indonesia 55. Terlaksananya Penanganan Kasus 26 Kab/ Kota Meningkatnya Pelaksanaan ketenagakerjaan Pengawas an 26 Kab/ Kota Disnakertrans Disnakertrans Disnakertrans Disnakertrans Depnakertrans Depnakertrans Depnakertrans Depnakertrans - Disnakertrans Depnakertrans 6 Pembinaan Pengupahan dan Jaminan Sosial 7 Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial 8 Pendayagunaan/Tindak Lanjut Pelaksanaan Pengawasan Disnakertrans Disnakertrans Disnakertrans Depnakertrans Depnakertrans Depnakertrans Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2009 IV-142 .

Program Pengembangan Wilayah Tertinggal Dukungan Manajemen Terbangunnya wilayah pengembangan 1 Fasilitasi Ketransmigrasian Di Wilayah Tertinggal terpadu dan lokasi pemukiman transmigrasi wilayah terisolir yg dapat mendorong tumbuhnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru dan mendukung pusat-pusat pertumbuhan 2 Pembinaan Promosi. Perdagangan Dep. Nyaman sesuai Prosedur yang telah Ditetapkan di Wilayah Tertinggal Meningkatkan Penguatan Kelembagaan bidang Administrasi Kependudukan di 26 Kab/Kota Disnakertrans Depnakertrans Disnakertrans Depnakertrans 3 Pengerahan Dan Fasilitasi Perpindahan Serta Penempatan Transmigrasi Di Wilayah Tertinggal Disnakertrans Depnakertrans 58. Tertinggal Terfasilitasinya Pelaksanaan Promosi. Pencatatan Sipil (SIAK) online atau offline di Jawa Barat dan Sistem Informasi Administrasi 2 Pemeliharaan Data Base Kab/Kota se Jawa Barat - Biro Dekonsentrasi Depdagri Terwujudnya Monitoring dan Evaluasi bidang 26 Kab/Kota Adm. Kependudukan Biro Dekonsentrasi Depdagri 59. Program Peningkatan Efisiensi Perdagangan Dalam Negeri KEGIATAN PENGEMBANGAN PASAR LELANG DAERAH 1 Fasilitasi Lelang Forward Komoditi Agro di Tingkat Provinsi dan Sentra Produksi 2 Penyebarluasan Informasi Forward Komoditi Agro Lelang Meningkatnya volume dan nilai transaksi 26 kab/kota komoditi agro melalui lelang forward sebesar 10% Meningkatnya apresiasi 5000 pelaku usaha 27 kab/kota terhadap lelang forward komoditi agro Tersusunnya 1 (satu) buku data base pembeli 28 kab/kota dan penjual komoditi agro potensial Terwujudnya efektivitas pelaksanaan lelang 29 kab/kota forward komoditi agro Terwujudnya sistem penjaminan transaksi lelang 30 kab/kota forward komoditi agro Indagagro Dep. Perdagangan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2009 IV-143 . Program Pengembangan Wilayah Strategis dan Cepat Tumbuh 1 SASARAN 2 Tersedianya dan terkelolanya prasarana dan sarana wilayah KEGIATAN 3 TARGET PENCAPAIAN (KELUARAN KEGIATAN) 4 LOKASI 5 SKPD 6 Disnakertrans KETERANGAN (Diisi dengan Dept) 7 Depnakertrans Fasilitasi Dukungan Manajemen Ketransmigrasian Di Wilayah Cepat Tumbuh Terwujudnya Fasilitas Dukungan Program. Koordinasi. Perdagangan Dep. 26 Kab/ Kota Perencanaan.PROGRAM 1 56. Perdagangan Dep. Perdagangan Indagagro Indagagro Indagagro Indagagro Dep.Bimtek Bantek. Perdagangan 3 Penyusunan Data Base Pembeli dan Penjual Komoditi Agro Potensial 4 Optimalisasi Front Office dan Back Office Lelang Forward Komoditi Agro 5 Operasionalisasi Komite Pengembangan Lelang Forward Komoditi Agro KEGIATAN PEMBANGUNAN DAN PENGEMBANGAN SARANA DISTRIBUSI 1 Optimalisasi Peran dan Fungsi Terminal Peti Kemas (TPK) Gedebage Bandung Bagi Distribusi Komoditi Agro Meningkatnya peran dan fungsi Terminal Peti 26 kab/kota Kemas (TPK) Gedebage Bandung bagi distribusi produk agro Indagagro Dep. Perdagangan Dep. Promosi Pemberdayaan Transmigrasi 2 3 Terfasilitasinya pengerahan. Program Penataan Administrasi Kependudukan - Terciptanya penyelenggaraan Sistem 1 Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan Informasi Administrasi Kependudukan Pendaftaran Penduduk. penempatan dan pengelolaan prasarana dan sarana transmigrasi Terkoordinasnya percepatan pembangunan infrastruktur pendukung wilayah Peningkatan Pemberdayaan masyarakat di Kawasan Transmigrasi Di Wilayah Strategis Dan Cepat Tumbuh Terwujudnya Pengakhiran Status di Lokasi Resetlement 26 Kab/ Kota Disnakertrans Depnakertrans 57. Investasi 26 Kab/ Kota dan Kemitraan Guna Memasyarakatkan kebijakan dan Program P4T di Wilayah Tertinggal Terfasilitasinya Pengerahan & Perpindahan 11 Prov Datrans serta Penempatan Transmigrasi Yang Memenuhi Kriteria Aman. Investasi dan yang ada Kemitraan di Wilayah Tertinggal Terfasilitasinya Dukungan Manajemen 26 Kab/ Kota Ketransmi rasian Guna mendukung Pelaksanaan Kegiatan Pengerahan & Penempatan Transmigrasi di Wil. Pengendalian.

Perdagangan Indagagro Dep. Ubi Jalar. Program Perlindungan Konsumen dan Pengamanan Perdagangan KEGIATAN PENINGKATAN PENGAWASAN BARANG BEREDAR DAN JASA 1 Pemantauan Produk Agro Baik Produk Dalam Maupun Luar Negeri Yang Beredar di Jawa Barat 2 Bimbingan Petugas Pengawasan Barang Beredar 3 Sosialisasi Undang-Undang Perlindungan Konsumen KEGIATAN PENGEMBANGAN EKSPOR DAERAH 1 Forum Pengembangan ekspor Komoditi Agro Jawa Barat 2 Sosialisasi Kebijakan Perdagangan Luar Negeri 3 Bimbingan Ekspor Impor - Terfasilitasinya perlindungan konsumen dan 26 kab/kota pengawasan peredaran produk agro di Jawa Barat Meningkatnya kemampuan SDM pengawasan 26 kab/kota barang beredar Tersebarluaskannya Undang-Undang 26 kab/kota Perlindungan Konsumen Indagagro Dep. Perdagangan Dep. Perdagangan 61. Kelapa. Karet. Perdagangan 3 Peningkatan Layanan Kemasan Produk Agro (LKPA) 4 Fasilitasi Pendampingan Perusahaan/Sentra IKM Agro Indagagro Indagagro Dep. Kakao dan Kopi 2 Bimbingan Teknis Manajemen Pergudangan Komoditi Agro 3 Penyusunan Manual Manajemen Pergudangan Komoditi Agro 5 4 Terwujudnya 2 (dua) unit Pasar Desa Komoditi 26 kab/kota Agro Terwujudnya Skema Pembiayaan Sistem Resi 26 kab/kota Gudang Bagi 7 Komoditi Agro Indagagro Dep. Teh. Program Pengembangan Industri Kecil dan Menengah KEGIATAN PEMBERDAYAAN INDUSTRI KECIL MENENGAH 1 Forum Penguatan Kelembagaan IKM Agro 2 Peningkatan Kemampuan Usaha IKM Agro : Pelaku - Terbentuknya 1 (satu) Unit Pembina Langsung 26 kab/kota Industri Kecil Menengah Agro (UPL IKM Agro) Meningkatnya kemampuan 500 orang pelaku 26 kab/kota usaha IKM Agro dalam penanganan mutu pangan Meningkatnya tampilan desain dan kemasan 25 26 kab/kota produk IKM Agro Meningkatnya daya saing 25 perusahaan IKM 26 kab/kota Agro Indagagro Dep. Perdagangan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2009 IV-144 .PROGRAM 1 SASARAN 2 KEGIATAN TARGET PENCAPAIAN (KELUARAN KEGIATAN) LOKASI SKPD 6 Indagagro KETERANGAN (Diisi dengan Dept) 7 Dep. kendala dan 26 kab/kota tantangan pengembangan ekspor komoditi agro Jawa Barat Terapresiasikannya kebijakan perdagangan 26 kab/kota luar negeri kepada 100 orang pelaku usaha Meningkatnya kemampuan pelaku usaha dalam 26 kab/kota hal ekspor impor Tersusunnya 1 (satu) profile produk agro Jawa 26 kab/kota Barat berorientasi ekspor Tersusunnya 1 (buku) data base pelaku ekspor. Perdagangan Meningkatnya kemampuan pelaku usaha dalam 26 kab/kota hal manajemen pergudangan komoditi agro Tersusunya Manual Manajemen 26 kab/kota Operasionalisasi Sistem Resi Gudang Indagagro Dep. Perdagangan 3 2 Fasilitasi Sarana Perdagangan/Pasar Desa Komoditi Agro KEGIATAN PENGEMBANGAN SISTEM RESI GUDANG 1 Pengembangan Skema Pembiayaan Sistem Resi Gudang Komoditi Jagung. Perdagangan Dep. Perdagangan 4 Penyusunan Profile Produk Agro Jawa Barat Berorientasi Ekspor 5 Penyusunan Data Base Pelaku Ekspor. Perdagangan Dep. Perdagangan Indagagro Indagagro Dep. Perdagangan Dep. Perdagangan 60. Perdagangan Dep. Perdagangan Dep. Perdagangan Indagagro Indagagro Indagagro Indagagro Indagagro Dep. Perdagangan Dep. Perdagangan Indagagro Dep. Program Peningkatan Ekspor dan Pengembangan Ekspor Terinventarisienya peluang.Impor Produk Agro Jawa Barat 6 Kontak Bisnis antara Produsen Produk Agro dengan Pelaku Ekspor 62.26 kab/kota impor produk agro Jawa Barat Terjalinnya kesepakatan kerjasama pemasaran 26 kab/kota antara produsen produk agro dengan pelaku ekspor Indagagro Dep.

Perdagangan 66. 3 Meningkatnya akses pasar produk IKM didalam dan luar negeri. Pemasaran. Pemasaran. Penataan Struktur Industri - Penguatan dan Pengembangan Klaster 1 Meningkatnya keterkaitan antar klaster dalam Jawa Barat Industri satu klaster dalam satu sektor maupun dengan klaster lainnya 2 Mendorong kemitraan antara IKM dengan perusahaan besar dan keterkaitan interaktif yang relevan lainnya 3 Membentuk jaringan industri serta struktur yang mendukung peningkatan nilai tambah melalui peningkatan produktivitas Pengembangan negeri Perdagangan Dalam 1 Terselenggaranya penyusunan program PDN 2 Promosi Produk Dalam Negeri 3 Penyuluhan dan penyebaran informasi 4 Pengembangan usaha & lembaga perdagangan 5 Peningkatan pengawasan barang beredar 6 Peningkatan pengembangan kemtrologian 7 Pengembangan sistem informasi PDN Jawa Barat Indag Dep. Perdagangan Indagagro Dep. Sumber Permodalan dan Teknologi 4 Peningkatan Mutu Produk Pengolahan Buah Berorientasi Ekspor 5 Study Komparasi Pengembangan Klaster Buah ke Philipina 6 Fasilitasi Alat dan Mesin Pendukung Klaster Buah Terfasilitasinya forum komunikasi 26 kab/kota pengembangan klaster buah sebanyak 12 kali Meningkatnya kemampuan 300 orang pelaku 26 kab/kota usaha IKM Agro dalam penanganan proses produksi Meningkatnya akses 300 orang pelaku usaha 26 kab/kota IKM Agro terhadap penyedia bahan baku. Program Industri Penataan Struktur KEGIATAN PENGUATAN DAN PENGEMBANGAN KLASTER INDUSTRI 1 Operasionalisasi Kelompok Kerja Pengembangan Klaster Buah 2 Peningkatan Kemampuan SDM di Bidang Teknologi Proses. GMP dan HACCP 3 Penguatan Jaringan Kerjasama Pelaku Usaha Industri Buah Dengan Produsen. Sumber Permodalan dan Teknologi Meningkatnya daya saing produk pengolahan 26 kab/kota buah berorientasi ekspor Meningkatnya wawasan 10 orang pelaku usaha 26 kab/kota industri pengolahan buah Tersedianya unit alat dan mesin penyimpanan 26 kab/kota produk industri buah Indagagro Dep. 4 Meningkatnya jumlah penerima penghargaan Upakarti 5 Beroperasinya Unit Pendampingan Langsung IKM Provinsi dan Kabupaten/Kota Indag Indag Dep. Perdagangan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2009 IV-145 . Perdagangan Indagagro Indagagro Dep. Pengembangan Industri Kecil dan Menengah - Pemberdayaan IKM 1 Terlatihnya/terbinanya SDM IKM dibidang teknis Jawa Barat dan manajemen. Perdagangan - 5 4 Terfasilitasinya sertifikasi sistem mutu pangan 26 kab/kota kepada 200 perusahaan IKM Agro 63. Perdagangan Dep. Perdagangan 64. Perdagangan Indag Indag Indag 65. Perdagangan Indagagro Dep. 2 Meningkatnya jumlah IKM yang menerapkan GKM.PROGRAM 1 SASARAN 2 KEGIATAN 3 5 Fasilitasi Standarisasi Mutu Produk : TARGET PENCAPAIAN (KELUARAN KEGIATAN) LOKASI SKPD 6 Indagagro KETERANGAN (Diisi dengan Dept) 7 Dep. HKI. CE-Mark. Quality Control. Perdagangan Indagagro Dep. Peningkatan Efisiensi gangan Dalam Negeri Perda- - Indag Dep.

PROGRAM 1 SASARAN 2 KEGIATAN 3 TARGET PENCAPAIAN (KELUARAN KEGIATAN) 4 8 Pemantauan harga kepomas dan penyusunan prognas LOKASI 5 SKPD 6 KETERANGAN (Diisi dengan Dept) 7 Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2009 IV-146 .

5 4 1 Terlaksananya pelatihan ekspor.PROGRAM 1 Peningkatan Pengembangan Ekspor SASARAN 2 dan KEGIATAN 3 1 Pengembangan Ekspor Daerah TARGET PENCAPAIAN (KELUARAN KEGIATAN) LOKASI SKPD 6 Indag KETERANGAN (Diisi dengan Dept) 7 Dep. kendala dan 26 kab/kota tantangan ekspor komoditi agro Jawa barat 2 Terapresiasikannya kebijakan perdagangan luar negeri kepada 100 org pelaku 3 Meningkatnya kemampuan pelaku usaha dalam hal ekspor impor 4 Tersusunnya 1 profile produk agro Jawa Barat berorientasi ekspor 5 Tersusunnya 1 buku data base pelaku ekspor impor produk agro Jawa Barat 6 Terjalinnya kesepakatan kerjasama pemasaran antara produsen produk agro dengan pelaku ekspor Indag Dep. 26 kab/kota 2 Koordinasi Teknis Ekspor I dan II 3 Tersebarnya informasi perdagangan luar negeri baik kebijakan maupun peluang pasar. Perdagangan 67. Perdagangan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2009 IV-147 . 4 Meningkatnya perusahaan yang difasilitasi terhadap pelaku pasar ekspor 5 Teridentifikasi komoditi potensi daerah 6 Produk potensi daerah yang berorientasi ekspor 2 Pengembangan Ekspor Daerah 1 terinventarisirnya peluang.

daerah harus mampu menyusun anggarannya dengan prinsip-prinsip anggaran kinerja (budget performance). PENINGKATAN EFEKTIFITAS BELANJA DAERAH Setiap daerah perlu melakukan perkiraan dan proyeksi kebutuhan alokasi belanja daerah dalam jangka menengah untuk mencapai Visi-Misinya.1. perlu adanya keterlibatan semua lini pemerintahan dan masyarakat. Dalam penyusunan anggaran setiap tahun.1.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT BAB V RINGKASAN PENDANAAN 5. Kerangka Sasaran Alokasi Dana Pembangunan dan Manajemen Pembangunan Daerah Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 V-1 .1. SASARAN ALOKASI DANA PEMBANGUNAN ALOKASI BELANJA PEMERINTAH PUSAT ALOKASI BELANJA PEMERINTAH PROVINSI ARUS KEUANGAN TINGKATAN MANAJEMEN PUSAT PROVINSI ALOKASI BELANJA PEMERINTAH KABUPATEN/ KOTA KABUPATEN KOTA MASYARAKAT DAN WILAYAH SASARAN Gambar 5. Manajemen pembangunan muncul sebagai masalah yang sangat rumit. Perkiraan ini penting untuk menentukan langkah strategis penyediaan anggaran sekaligus kemungkinan alokasinya setiap tahun. yaitu alokasi anggaran yang dikaitkan dengan hasil yang ingin dicapai. pemerintah daerah dituntut untuk menyertakan informasi tentang sasaran. prioritas pada tahun fiskal tertentu. tujuan. Masalah besar yang muncul namun sering tidak dipahami secara nyata oleh kebanyakan jajaran aparat pemerintah adalah masalah manajemen pembangunan. Untuk itu Dalam proses penganggaran. seperti terlihat pada gambar 1. Dengan demikian anggaran kinerja disusun dengan menghubungkan pengeluaran dengan hasil yang diinginkan.

7. 9. penataan yaitu: 1. Pelayanan Umum Ketertiban dan Ketentraman Ekonomi Lingkungan Hidup Perumahan dan Fasilitas Umum Kesehatan Pariwisata dan budaya Pendidikan Perlindungan sosial ruang. Sebagaimana diketahui indikator utama Visi Jawa Barat adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM). daerah memerlukan langkah yang lebih operasional. pendidikan dan kebudayaan. perkoperasian. kehutanan dan perkebunan. olahraga. pekerjaan umum. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 V-2 . 6. Untuk mengerucutkan kegiatan agar mendukung Visi-Misi secara efektif dan efisien. 4.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Secara umum Bidang-Bidang Pembangunan dituangkan dalam 21 bidang yaitu adminitrasi umum pemerintahan. pertambangan dan energi. kepariwisataan. ketenagakerjaan. 5. pertanian. 2. Anggaran kinerja diarahkan pada pemilihan program atau kegiatan yang terukur dan menyertakan kegiatan yang menjadi skala prioritas. Oleh karena IPM adalah indikator komposit yang meliputi bidang kesehatan. serta menetapkan anggarannya. yaitu secara keseluruhan dan integratif menyusun prioritas dan memilih program/kegiatan. dan pertanahan yang terangkum dalam 9 fungsi. kependudukan. perhubungan. perikanan dan kelautan. perindustrian dan perdagangan. kebutuhan atau tugas pokok dan fungsi dari lembaga pemerintah. pendidikan dan daya beli. pemukiman. 8. lingkungan hidup. sosial. Pada langkah-langkah pemilihan program/kegiatan serta penganggaran tersebut dicantumkan Visi-Misi daerah sampai dengan tujuan kegiatan sehingga tersusun anggaran. 3. penanaman modal. Proyeksi alokasi anggaran ini disusun berdasarkan kerangka pemahaman dasar mengenai peran belanja pembangunan pemerintah terhadap perkembangan indikator kinerja pembangunan. Dengan demikian setiap belanja pembangunan Pemerintah Jawa Barat diarahkan untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia. maka Belanja Pembangunan secara hipotetik akan dikaitkan dengan indikator tersebut. kesehatan.

PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Selanjutnya Belanja Pembangunan untuk Bidang infrastruktur juga diperhitungkan sebagai unsur yang ikut mendukung peningkatan indeks-indeks komposit IPM. kegiatan kesehatan. Struktur sederhana dari pemahaman di atas dapat dilihat pada gambar berikut: KEBUTUHAN DAN MASALAH DAERAH PENDIDIKAN EKONOMI KESEHATAN INFRASTRUKTUR SUPRASTRUKTUR Gambar 5. artinya belanja untuk pembangunan pendidikan tidak berarti khusus dilakukan oleh sektor pendidikan saja. Berdasarkan masalah daerah dan perkembangan indikator utama pembangunan. pendidikan dan/atau kesehatan. Misalnya pembangunan infrastruktur. Demikian juga dengan belanja untuk pembangunan suprastruktur (pranata). Dengan diketahuinya perkiraan kebutuhan anggaran pembangunan yang terkait dengan upaya peningkatan dan pencapaian IPM. namun dapat dilakukan oleh sektor lain selama kegiatan tersebut saling terkait (integratif) dan saling mendukung. maka proporsi belanja langsung untuk kegiatan pendidikan. ekonomi dan infrastruktur. kesehatan. Perlu diidentifikasi bidang-bidang yang relatif cepat memberikan daya akselerasi.2. maka akan dapat pula diperkirakan proporsi anggaran belanja pembangunan untuk bidang pendidikan. Pola Integrasi Kegiatan Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 V-3 . pola pemilihan kegiatannya terutama harus memandang titik masuk (entry point) dari masalah ekonomi. Angka perkiraan proporsi biaya ditingkat pemilihan kegiatan dikemudian hari harus dipahami secara jelas. dan pembangunan ekonomi dan untuk infrastruktur maupun suprastruktur (pranata) perlu direalokasikan kembali.

3. PROYEKSI KEBUTUHAN ALOKASI BELANJA LANGSUNG APBD PROVINSI JAWA BARAT Secara umum perkembangan IPM Jawa Barat sangat lambat apabila dikaitkan dengan target pencapaian IPM 80 pada tahun 2010. Belanja Langsung pemerintah secara umum dianggarkan dalam APBD Kabupaten/Kota di Jawa Barat.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 5. dari tahun 2003-2007 cenderung terus mengalami penurunan. pembangunan Jawa Barat. Walaupun dari jumlah nominal mengalami peningkatan. Perkembangan Proporsi APBD Provinsi Jawa Barat Tahun 2003-2007 Model yang digunakan untuk mengestimasi kebutuhan belanja langsung dengan tingkat capaian komponen indikator Indeks Pembangunan Manusia (IPM) antara tahun 2008-2013 yang artinya untuk mencapai indeks-indeks tersebut pada dasarnya diperlukan sejumlah belanja Pemerintah.2. kemudian dikategorikan sebagai belanja langsung. namun nilai Indeksnya termasuk yang paling rendah.0 53. Salah satu perkembangan penting dapat dilihat dari Proporsi APBD Provinsi untuk Belanja Langsung. APBD Provinsi Jawa Barat dan APBN yang diturunkan di wilayah Jawa Barat. Peningkatan pembangunan pada bidang ekonomi dan bidang kesehatan menjadi prioritas meskipun pertumbuhan indeks kesehatan dan indeks daya beli relatif lebih besar dibandingkan dengan indeks pendidikan pendidikan.4 69. 80 59. Proporsi alokasi belanja pembangunan APBD Provinsi Jawa Barat. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 V-4 .0 40 37.5 46.9 65.5 41.4 Hal ini patut mendapat perhatian terutama dalam upaya provinsi lebih meningkatkan peran dalam ( proporsi dalam % ) 60 20 0 2003 2004 2005 2006 2007 Gambar 5.6 30.1 34.6 Tidak Langsung Langsung 62.

Bila terjadi perbaikan/optimalisasi mendasar dalam manajemen pembangunan selama masa estimasi. Pada dasarnya perkiraan pertambahan kontribusi ini ditentukan secara arbitrary. Dengan demikian kondisi saat ini adalah menjadi baseline untuk estimasi.Bi.Bs) = f(Bk. IP IK IDB Keterangan: IDB IP IK Be Bk Bp Bi Bs = Indeks Daya Beli = Indeks Pendidikan = Indeks Kesehatan = Belanja Pembangunan Pemerintah Bidang Ekonomi = Belanja Pembangunan Pemerintah Bidang Kesehatan = Belanja Pembangunan Pemerintah Bidang Pendidikan = Belanja Pembangunan Pemerintah Bidang Infrastruktur = Belanja Pembangunan Pemerintah Bidang Suprastruktur = f(Bp. Penentuan anggaran Provinsi dilakukan berdasarkan estimasi kebutuhan alokasi anggaran pembangunan Jawa Barat didasarkan pada rata-rata kontribusi dari tahun 20012007 dengan diberlakukan pertambahan (Incremental) proporsi 2.Bi. Adapun estimasi kebutuhan belanja pembangunan Provinsi Jawa Barat untuk Belanja Pembangunan dari APBD Provinsi Jawa Barat Menurut Bidang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 V-5 .PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Model dasar untuk mengestimasi kebutuhan anggaran untuk belanja langsung adalah.Bi. maka pada estimasi jumlah anggaran yang sama dapat dicapai kinerja yang lebih baik atau pencapaian indeks komposit IPM yang lebih tinggi. Titik tolak estimasi adalah situasi dan kondisi manajemen pembangunan yang ada saat ini (eksisting). maka APBD Provinsi Jawa Barat diusahakan untuk terus untuk meningkat dari tahun 2008-2013. Artinya beranjak dari anggaran saat ini. namun demikian apabila diketahui perkiraan ketersediaan anggaran Provinsi Jawa Barat antara tahun 2008-2013 maka kontribusi tersebut dapat ditentukan secara lebih teliti. 2.Bs) = f(Be.5% pertahun.Bs) (1) (2) (3) Model-model seperti ini pada dasarnya mendasarkan pada asumsi bahwa: 1.

62 1038.67 789.58 Kesehatan 210.1.545.82 217.14 395.68 Infrastruktur 856.84 1.009.32 651.14 707.00 Suprastruktur 495. kegiatan-kegiatan multi-years.90 3.59 845. ekonomi.845.31 Total 2.25 325.3.91 661.523. Kebutuhan anggaran Belanja Langsung ini yang diperhitungkan secara efisien didasarkan pada kebutuhan anggaran belanja menurut bidang pendidikan. Untuk tahun 2009 diproyeksikan belanja langsung sebesar 49% dari total belanja daerah. dana bagi hasil kabupaten/kota.36 5.539.52 76. Dengan mempertimbangkan kebijakan yang akan dilaksanakan pada tahun 2009 tersebut.62 Pendidikan 440. maka untuk dapat mencapai IPM 80 pada tahun 2013. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 V-6 .5 949.922. diestimasikan bahwa kebutuhan belanja lansung dari APBD Provinsi Jawa Barat untuk tahun 2009-2013 dengan melakukan efisiensi dan efektifitas program disajikan pada tabel 5.37 Sumber : Hasil Estimasi Bapeda 5.43 2.8 Ekonomi 535.1. Estimasi Kebutuhan Belanja Langsung dari APBD Provinsi Jawa Barat Menurut Bidang berdasarkan Target IPM 80 dan Efektifitas/Efisiensi Program (dalam millar rp) Tahun 2009 2010 2011 2012 2013 IPM 72.34 1.63 975. dan memenuhi dana role sharing.31 73. PROYEKSI KEBUTUHAN BELANJA DAERAH PROVINSI JAWA BARAT 2009 Berdasarkan trend besaran anggaran belanja yang telah dianggarkan hingga tahun 2007 dan pencapaian IPM hingga tahun 2007. Sementara itu anggaran Belanja Tidak Langsung diproyeksikan melalui pertimbangan-pertimbangan pemenuhan belanja tetap dan mengikat (fixed cost).288.89 533.78 541.45 75.175. dan suprastruktur.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT berdasarkan Target IPM 80 dan Efektifitas/ Efisiensi Program dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 5.17 4.32 592.19 266. committed budget.258. kesehatan.12 1.54 804. diperkirakan kebutuhan belanja tidak langsung sebesar 51% dari total belanja daerah. infrastruktur.01 74.25 1.

03 4.72 2.17 1.85 0.00 Tahun 2009 Proporsi Indikatif Belanja Langsung 25.2.79 3.23 0.98 4.92 20.00 No.27 10.72 7.13 28.36 0.52 100. 01 03 04 05 06 07 08 10 11 Fungsi Pelayanan Umum Ketertiban dan Ketentraman Ekonomi Lingkungan Hidup Perumahan dan fasilitas umum Kesehatan Pariwisata dan budaya Pendidikan Perlindungan Sosial Jumlah Sumber : Hasil Estimasi Bapeda Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 V-7 .50 35.86 1. Proyeksi Pendanaan Belanja Langsung Menurut Fungsi Tahun Anggaran 2009 Tahun 2008 Proporsi Belanja Langsung 29.21 100.07 0.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Tabel 5.66 18.

berkewajiban mengkoordinasikan penyusunan dan pelaksanaan program kegiatan pembangunan daerah. peningkatan daya beli masyarakat. Untuk itu perlu ditetapkan kaidah-kaidah pelaksanaannya sebagai berikut : 1. Sekretaris Daerah. berkewajiban mengkoordinasikan penyusunan rencana tindak bagi pencapaian Common Goals yaitu peningkatan kualitas dan produktivitas sumber daya manusia. 8. Asisten Kesejahteraan sosial. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). berkewajiban untuk mengerahkan semua potensi dan kekuatan pemerintahan dalam melaksanakan dan mengendalikan pembangunan daerah. Asisten Administrasi. 2. Asisten Perekonomian. 3. Kepala Daerah Pemerintah. berkewajiban mengkoordinasikan usulan program kegiatan Kabupaten/Kota dan Lintas Kabupaten/Kota diwilayahnya. berkewajiban ikut serta mengesahkan RKPD dan mengawasi pelaksanaannya. 5.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT BAB VI KAIDAH PELAKSANAAN Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Tahun 2009 yang ditetapkan oleh Kepala Daerah. pengendalian dan pemulihan kualitas lingkungan. 7. Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) sebagai pedoman penyusunan RAPBD dan sebagai langkah awal proses penyusunan RAPBD melalui tahapan penyusunan Kebijakan Umum APBD berpedoman pada Ketetapan Mendagri tentang Pedoman Penyusunan APBD serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara yang dikukuhkan melalui Nota Kesepakatan antara Pimpinan DPRD dengan Gubernur 4. 6. menjalankan tugas penyelenggaraan pemerintahan daerah. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 VI-1 . pengelolaan pengembangan dan pengendalian infrastruktur serta kemandirian energi dan cakupan air baku. berkewajiban mengkoordinasikan penyusunan rencana tindak bagi pencapaian Common Goals yaitu peningkatan kinerja aparatur. penanganan pengelolaan bencana. Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil). harus menjadi arah pelaksanaan kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan segenap masyarakat Jawa Barat. berkewajiban mengkoordinasikan penyusunan rencana tindak bagi pencapaian Common Goals yaitu ketahanan pangan.

Common Goals ”Peningkatan Kulitas dan Produktivitas Sumber Daya Manusia” CG – 1 Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Sumber Daya Manusia 1. 2. 10. 11. 2. 6. berkewajiban melaksanakan programprogram/kegiatan yang dituangkan kedalam RKPD. berkewajiban turut berperan serta dalam pembangunan. 7. Masyarakat dan dunia usaha. 8. 3. Bawasda Biro HUkum Bapeda Biro Dalprog Bakorwil Bapesitelda Biro Keuangan Balitbangda Dispenda Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 VI-2 . Berdasarkan sumber dana (APBD. Biro Yansos Disnakertrans Disdik Dinkes BPMD Biro Yansos Biro Bangsos Bapusda RSJ Bandung RSJ Cimahi KP 4 Cirebon RSP Sidawangi SKPD PENUNJANG 1. 9. 7. 4. 12. 4. Kepala Bapeda.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 9. 12. 6. 5. berkewajiban menghimpun dan menganalisis hasil pemantauan pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan dari masing-masing Kepala SKPD. 3. 6. Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). APBN dan PHLN). 8. 4. 3. 2. Dan menyusun evaluasi rencana pembangunan berdasarkan hasil evaluasi kepala SKPD. 5. 3. 9. baik sebagai pelaksana maupun sebagai pengawas dalam pelaksanaan kebijakan dan program kegiatan pembangunan. 11. Pendanaan pelaksanaan program dan kegiatan setiap SKPD dibuat rencana kerja SKPD. 7. 8. Meningkatnya kualitas kesehatan masyarakat Meningkatnya kualitas dan aksesibilitas pendidikan masyarakat Meningkatnya kompetensi keterampilan dan kewirausahaan tenaga kerja ASISTEN KESEJAHTERAAN SOSIAL SKPD UTAMA 1. Dinkes BPLHD Disdik Biro Bangsos BPMD Dinsos Disbudpar Disnaker Distarkim SKPD PENDUKUNG 1. 10. TATA LAKSANA DAN ORGANISASI PELAKSANAAN PROGRAM KEGIATAN PEMBANGUNAN 1. 5. 9. 2.

kedelai. jagung. Bawasda Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 VI-3 . 2. 10. SKPD PENDUKUNG Bakorwil Priangan Bakorwil Bogor Bakorwil Cirebon Bakorwil Purwakarta 5. SKPD PENUNJANG Biro Pelayanan Sosial Dasar Biro Sarek Dinas Perkebunan Dinas Sosial Dinas Kehutanan 1. 7.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 2. Biro Kepegawaian 6. 5. 8. kedelai. 3. 6. 2. 2. Bapesitelda 10. Biro Dalprog 8. 4. 5. 3. Biro Hukum 9. ternak dan ikan Tertatanya agroindustri dan perdagangan beras. jagung. Common Goals ”Ketahanan Pangan” CG – 2 Ketahanan Pangan 1. ternak dan ikan Meningkatnya stok beras. Meningkatnya produksi beras. 5. kedelai. Biro Keuangan 7. 11. Biro Bina Produksi Dinas Pertanian Dinas Peternakan Dinas Perikanan Dinas Indag Dinas Indag Agro Dinas KUKM Dinas Bina Marga Dinas Perhubungan Dinas PSDA Dinas Tarkim 1. 2. ternak dan ikan Meningkatnya ketersediaan input produksi pertanian Meningkatnya kondisi infrastruktur transportasi serta sumber daya air dan irigasi di sentra produksi pertanian ASISTEN PEREKONOMIAN SKPD UTAMA 1. 3. Balitbangda 12. Bapeda 11. 9. 4. jagung. 4. 4. 3.

nelayan. 7. Meningkatnya kualitas dan kuantitas SDM tenaga kerja Jawa Barat dengan berbasis standar tenaga kerja ASEAN Meningkatnya kesempatan kerja melalui peningkatan investasi dan padat karya Meningkatnya kesejahteraan petani. 8. 13. 10. 5. 6. 11. Pengusaha Besar dan lembaga keuangan Meningkatnya kondisi infrastruktur transportasi serta sumber daya air dan irigasi di kawasan industri ASISTEN PEREKONOMIAN SKPD UTAMA 1. 18. BUMD. 19. 4. buruh. 5. 2. 7. 6. 4. 8. Biro Keuangan Biro Dalprog Bawasda Bapeda Bapesitelda Balitbangda Dispenda Bakorwil Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 VI-4 . 5. 15. 11. 4. Biro Sarek Biro Binprod Dinas Pendidikan Disbudpar Distarkim Dinas Perhubungan Distamben Dinas Sosial Dinas Indag Dinas KUKM BPPMD Dinas Kehutanan Dinas Perkebunan Dinas Pertanian Dinas Perikanan Dinas Peternakan Dis Indag Agro Dinas Bina Marga Dinas PSDA SKPD PENDUKUNG 1. 13. 12. 2. 2.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 3. dan KUMKM Terwujudnya Kemitraan Strategis antara KUMKM. ”Common Goals ”Peningkatan Daya Beli Masyarakat” CG – 3 Peningkatan Daya Beli Masyarakat 1. 16. 6. 17. 10. 3. 9. 4. 7. 5. IKM. 2. 9. 3. 3. Bina Marga Disnaker Dinas PSDA Dinas Indag Dinas Indag Agro Dinas KUKM BUMD Dinas Kehutanan Dinas Peternakan Dinas Perikanan Dinas Perkebunan Dinas Pertanian BPPMD SKPD PENUNJANG 1. 14. 3. 12. 8.

12. 23. 6. 18. 14. 11. 4. 22. 20. 5. 10. 9. 17. 2. 3. 7. Common Goals ”Peningkatan Kinerja Aparatur” CG – 4 Peningkatan Kinerja Aparatur 1. 5. 6. 6. 8. 9. 24. 3. 8. 3. 15. 5. 3. 7. 12. Biro Desentralisasi Biro Organisasi Biro Hukum Biro Kepegawaian Biro Keuangan Bapeda Bapusda BPPMD Dispenda Dinas Indag Agro Distamben Dinas Indag Dinas Pertanian Dinas Kehutanan Dinas Perhubungan Dinas Pendidikan Dinas Perkebunan Dinas Peternakan Dinas Perikanan Disbudpar Distarkim Dinas Bina Marga RSJ dan RSP Dinas Sosial Bawasda Bandiklatda SKPD PENUNJANG 1. 4. 8. 2. 2. Meningkatnya fungsi kelembagaan Pemerintah Daerah dan Desa Meningkatnya profesionalisme dan kinerja Aparatur Pemerintah Daerah dan Desa Menurunnya tingkat KKN untuk menciptakan Pemerintahan yang bersih Meningkatnya pelayanan Pemerintah Daerah kepada masyarakat ASISTEN ADMINISTRASI SKPD UTAMA 1. 16. 10. 13. 13. Biro Kepegawaian Biro Keuangan Biro Dekon & Tuban Biro Hukum Biro Organisasi Biro Yansos Biro Dalprog Bapeda Bawasda Bapesitelda BPMD Dinas Kesehatan Dinas Pol PP SKPD PENDUKUNG 1. 25. 11. 4.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 4. 7. 4. 19. 21. 2. Biro Dalprog Biro Keuangan Bawasda Bapeda Bapesitelda Balitbangda Dispenda Bakorwil Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 VI-5 . 26.

3. 2. 9. 10. 2. 10. 7. 8. 4. 8. 4. Biro Yansos Biro Bangsos Distarkim BPMD Bakesbang Linmas Dinas Sosial BPMD Dinas Bina Marga Dinas Kehutanan Dinas Pertanian Dinas Perkebunan Dinas perhubungan Dinas Pol PP Distamben Dinas Perikanan Disbudpar Dinas Pendidikan Bapesitelda SKPD PENDUKUNG 1. 18. 5. Biro Hukum Biro Dalprog Biro Binprod Biro Perlengkapan Biro Keuangan Biro Organisasi Balitbangda Bakorwil Bapesitelda Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 VI-6 . 15. 13. 4. 12. 14. 6. Biro Bangsos Distamben BPLHD Bapeda Distarkim Dinas Sosial Dinas PSDA Dinas Kesehatan Biro Sarek Satkorlak PBP Dinas Bina Marga Bakesbang Linmas SKPD PENUNJANG 1. 11. 2. 9. 17. 6. 16. Berkurangnya resiko kejadian bencana di Jawa Barat Tertanganinya bencana/wabah secara cepat dan akurat Meningkatnya kesiapan dini dan mitigasi bencana Meningkatnya pemahaman dan kesiapan masyarakat dalam menghadapi bencana ASISTEN KESEJAHTERAAN SOSIAL SKPD UTAMA 1. 7. 5. 5. 8. 3. 3. 4. Common Goals ”Pengelolaan Bencana” CG – 5 Pengelolaan Bencana 1.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 5. 9. 12. 6. 2. 3. 11. 7.

Distan Distamben BPLHD PSDA Disperindag Dishut Distan Biro Binprod Disbun SKPD PENUNJANG 1. 3. 5. 6. 9. 7.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 6. 7. Distarkim 4. BPMD 3. Disbudpar 8. 3. 4. Meningkatnya Pengendalian Pencemaran Air. Berkurangnya Lahan Kritis di Kawasan Lindung. 2. 2. Biro Dalprog Bawasda Bapesitalda Balitbangda Dispenda Biro Keuangan Biro Hukum Bakorwil Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 VI-7 . 4. Meningkatnya Luas dan Fungsi Kawasan Lindung. Biro Yansos 2. 8. Disbun SKPD PENDUKUNG 1. PSDA 9. ASISTEN PEREKONOMIAN SKPD UTAMA 1. Common Goals ”Pengendalian dan Pemulihan Kualitas Lingkungan” CG. Biro Yansos 10. 8. 6 Pengendalian dan Pemulihan Kualitas Lingkungan 1. Disdik 6. 6. 2. 3. Biro Binprod 7. Distan 11. BPLHD 5. 5.

5. 7. 10. 5. Pelindo Swasta Dinas Perhubungan Biro Perlengkapan Dep. 3. 6. 2. PU Bina Marga Distarkim Menpora Men KLH Dep. Dep. pengembangan pengelolaan persampahan di Wilayah Perkotaan. 6. Biro Sarek Biro Desentralisasi Bina Marga BPLHD Disbudpar Dinas Kehutanan Dinas Perhubungan SKPD PENDUKUNG 1.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 7. Common Goals ”Pengembangan Infrastruktur Wilayah” CG – 7 Pengembangan Infrastruktur Wilayah 1. 4. Persiapan pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat di Kertajati Kabupaten Majalengka. 8. 9. 3. 7. Pengembangan angkutan massal di Metropolitan Bandung dan Bodebek. Pembangunan Waduk Jatigede di Kabupaten Sumedang. 3. pengembangan Pelabuhan Laut Cirebon dan persiapan pembangunan Pelabuhan Laut Cilamaya di Kabupaten Karawang. PU Din. 4. 2. 9. 2. 7. pembangunan sarana olahraga Gedebage. 3. 8. 6. 5. 2. Perhubungan SKPD PENUNJANG 1. 4. Penyelesaian pembangunan jalan dan jembatan di Jabar Selatan. Persiapan pembangunan Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) dan Soreang-Pasirkoja (Soroja). 5. ASISTEN PEREKONOMIAN SKPD UTAMA 1. Biro Dalprog Biro Hukum Biro Keuangan Bapeda Bapesitelda Balitbangda Bawasda Dispenda Bakorwil Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 VI-8 . PSDA PT. 4.

2. Biro Dalprog Biro Keuangan Biro Hukum Bawasda Bapeda Bapesitelda Balitbangda Dispenda Bakorwil Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 VI-9 . 2. 5. 8. 3. 4. Meningkatnya cakupan elektrifikasi perdesaan 2. 6. 7. 7. 8. Meningkatnya pemenuhan kebutuhan air baku dan air bersih ASISTEN PEREKONOMIAN SKPD UTAMA 1. 4. 4.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 8. Common Goals ”Kemandirian Energi dan Cakupan Air Baku” CG – 8 Kemandirian Energi dan Cakupan Air 1. 2. Biro Binprod Dinas Kesehatan Distamben Distarkim BPMD Dinas Pertanian BPLHD Dinas PSDA SKPD PENDUKUNG 1. 3. 9. Berkembangnya penciptaan dan pemanfaatan energi alternatif 3. 3. 5. Biro Binprod Distamben Distarkim Dinas PSDA SKPD PENUNJANG 1. 6.

akan memerlukan perumusan tentang pengelompokkan urusan yang bersifat wajib dan/atau pilihan. sehingga tingkat keberhasilan dari rencana ini akan menentukan pula keberhasilan dari pemerintahan Kepala Daerah Provinsi Jawa Barat. Disisi lain. 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah dan Peraturan Pemerintah No. Berdasarkan peraturan diatas. pada waktu yang lalu diketahui bahwa beragam ketentuan hukum (kerangka regulasi) telah ditetapkan sebagai dasar pelaksanaan pembangunan di Indonesia. 59 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Permendagri No. karena merupakan rencana tahun pertama dari RPJMD Pemerintah Jawa Barat.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT BAB VII PENUTUP Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2009 merupakan penjabaran dari Rencana Pengembangan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pemerintah Jawa Barat 2009-2013 dengan mengacu kepada RKP 2009. penjabaran terhadap KU-APBD dan PPAS ini. 2. Diantara kerangka regulasi yang ada. 13 Tahun 2006. Tuntutan kejelasan kewenangan ini sangat mengemuka dalam proses penganggaran. Hal ini penting untuk dilaksanakan agar tidak menimbulkan bias dalam pengorganisasian anggaran yang berbasis Permendagri No. dalam pelaksanaan RKPD 2009 akan memerlukan langkah-langkah taktis strategis. dengan sebaik-baiknya. Dari pencermatan jangka waktu rencana. 38 Tahun 2007 yang mengatur kewenangan pemerintah daerah serta Permendagri No. Berawal dari kerangka perencanaan (UU 25/2004) sampai dengan kerangka pengendalian dan evaluasi (PP 39/2006). Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 VII-1 . Beberapa kaidah pelaksanaan yang diperlukan adalah sebagai berikut : 1. Sebagai pedoman penyusunan RAPBD. RKPD 2009 bersifat sangat strategis. 59 Tahun 2007. 13 Tahun 2006 dan Permendagri No. RKPD perlu dijabarkan kedalam Kebijakan Umum Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (KU-APBD) Provinsi Jawa Barat dan Penyusunan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS). sebagaimana dituntut oleh Permendagri No. hal yang cukup menimbulkan perdebatan panjang adalah berkenaan dengan persoalan pembagian bidang kewenangan antara pemerintah dengan pemerintah daerah. Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota serta seluruh pelaku pembangunan berkewajiban untuk melaksanakan program-program/ kegiatan-kegiatan dalam RKPD tahun 2009. Namun demikian.

dan Pengendalian Infrastruktur. 4. Common Goal 3 (tiga) yaitu Peningkatan Daya Beli Masyarakat. baik sebagai pelaksana maupun sebagai pengawas dalam pelaksanaan kebijakan dan program/kegiatan. 5. Pengembangan. maka setiap Common Goal akan dikoordinasikan oleh masing-masing asisten Sekretaris Daerah. c. Kepala Bapeda menghimpun dan menganalisis hasil pemantauan pelaksanaan rencana pembangunan/kegiatan yang dilakukan oleh masing-masing Kepala SKPD. Dalam upaya sinkronisasi/sinergitas pelaksanaan setiap program dan kegiatan yang pendanaannya bersumber dari APBD. setiap Kepala SKPD wajib melakukan pengendalian pelaksanaan rencana pembangunan/kegiatan melalui upaya koreksi dan melaporkannya secara berkala 3 (tiga) bulanan kepada Gubernur melalui Kepala Bapeda. Secara jelasnya adalah sebagai berikut : a. Common Goal 7 (tujuh) yaitu Pengelolaan. setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah harus membuat Rencana Kerja yang dapat menggambarkan sinergitas program/kegiatan sesui dengan sumber anggaran.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 3. Asisten Perekonomian mengkoordinasikan penyusunan rencana tindak bagi pencapaian Common Goal 2 (dua) yaitu Ketahanan Pangan. Untuk menyusun rencana tindak bagi pencapaian 8 (delapan) Tujuan Bersama (Common Goals) dan dalam rangka menjamin terlaksananya kegiatan-kegiatan tersebut. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 VII-2 . serta Common Goal 8 (delapan) yaitu Kemandirian Energi dan Kecukupan Air Baku. 6. Masyarakat dan dunia usaha wajib berperanserta dalam pembangunan. serta untuk terwujudnya sinergitas semua pihak yang terkait. Asisten Administrasi mengkoordinasikan penyusunan rencana tindak bagi pencapaian Common Goal 4 (empat) yaitu Peningkatan Kinerja Aparatur. 7. Common Goal 5 (lima) yaitu Penanganan Pengelolaan Bencana. Asisten Kesejahteraan Sosial mengkoordinasikan penyusunan rencana tindak bagi pencapaian Common Goal 1 (satu) yaitu Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Sumber Daya Manusia. b. APBN/BLN dan sumber lainnya. Partisipasi masyarakat dalam proses penyusunan rencana pembangunan melalui Forum SKPD serta forum penyelenggaraan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) ditujukan untuk mengakomodasi aspirasi dan kepentingan masyarakat. serta Common Goal 6 (enam) yaitu Pengendalian dan Pemulihan Kualitas Lingkungan. Untuk menjaga efisiensi dan efektivitas pelaksanaan program. 8.

Langkah-langkah persiapan dimulai sejak tanggal ditetapkan hingga pelaksanaan. Kepala Bapeda menyusun evaluasi rencana pembangunan berdasarkan hasil evaluasi Kepala SKPD. dan hasil evaluasi ini menjadi bahan bagi penyusunan Rencana Pembangunan Daerah untuk periode tahun 2010. RKPD Provinsi Jawa Barat Tahun 2009. berlaku sejak tanggal ditetapkan sampai dengan 31 Desember 2009. 10. Pada akhir tahun anggaran 2009. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 VII-3 .PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 9. setiap Kepala SKPD wajib melakukan evaluasi Kinerja Pelaksanaan Rencana Pembangunan/Kegiatan Tahun 2009.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful