ZâuxÜÇâÜ ]tãt UtÜtà

PERATURAN GUBERNUR JAWA BARAT NOMOR : 33 Tahun 2008 TENTANG RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH (RKPD) PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2009 GUBERNUR JAWA BARAT, Menimbang : a. bahwa berdasarkan Pasal 26 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan daerah, Pemerintah Provinsi Jawa Barat harus menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) sebagai satu kesatuan dalam sistem perencanaan pembangunan nasional; b. bahwa berdasarkan Pasal 22 Ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah, Pemerintah Daerah menyusun rancangan akhir RKPD berdasarkan hasil Musrenbang RKPD, dilengkapi dengan pendanaan yang menunjukkan prakiraan maju; c. bahwa berdasarkan pertimbangan pada huruf a dan b di atas, perlu ditetapkan Peraturan Gubernur Jawa Barat tentang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1950 tentang pembentukan Provinsi Jawa Barat (Berita Negara tanggal 4 Juli 1950); 2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4286); 3. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4355); 4. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggungjawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4400);

Jalan Diponegoro No. 22 Telepon (022) 4232448 – 4233347 -4230963 Faks (022) 420 3450 BANDUNG - 40115

2 5. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 164, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4421); 6. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4437) jo. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2005 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UndangUndang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah menjadi Undang-Undang (Lembaran Negara Tahun 2005 Nomor 108, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4548); 7. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4438); 8. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025 (Lembaran Negara Tahun 2007 Nomor 33, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4700); 9. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang (Lembaran Negara Tahun 2007 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4725); 10. Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2005 tentang Pinjaman Daerah (Lembaran Negara Tahun 2005 Nomor 136, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4574); 11. Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan (Lembaran Negara Tahun 2005 Nomor 137, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4575); 12. Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2005 tentang Hibah Kepada Daerah (Lembaran Negara Tahun 2005 Nomor 137, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4577); 13. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2005 Nomor 139, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4578); 14. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4737); 15. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Tahun 2007 Nomor 89, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4741);

3 16. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan daerah (Lembaran Negara Tahun 2008 Nomor 19, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4815); 17. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2008 tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan (Lembaran Negara Nomor 20, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4816); 18. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2008 Nomor 21, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4817); 19. Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2004-2009 (Lembaran Negara Tahun 2005 Nomor 11); 20. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah jo. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah; 21. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 2 Tahun 2003 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Jawa Barat (Lembaran Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 2 tahun 2003 Seri E); 22. Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 72 Tahun 2005 tentang Tata Cara Perencanaan Pembangunan Tahunan Daerah (Lembaran Daerah Tahun 2005 Nomor 31 Seri E); 23. Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 31 Tahun 2008 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Transisi Tahun 2009 (Berita Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008 Nomor 31 Seri E). Memperhatikan : 1. Surat Edaran Bersama Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas dan Menteri Dalam Negeri No. 0259/M.PPN/I/2005-050/166/SJ, tanggal 20 Januari 2005 Perihal Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Musrenbang Tahun 2005; 2. Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 050/2020/SJ tanggal 11 Agustus 2005 perihal Petunjuk Penyusunan Dokumen RPJP Daerah dan RPJM Daerah; 3. Surat Edaran Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional dan Menteri Keuangan Nomor 0081/M.PPN/04/2008 dan Nomor SE 357/MK/2008 tentang Pagu Indikatif RKP Tahun 2009; 4. Surat Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Nomor 0044/M.PPN/03/2008 tanggal 6 Maret 2008 Perihal Penjelasan Acuan Penyusunan RKPD Provinsi Jawa Barat Tahun 2009;

4 5. Surat Menteri Dalam Negeri Nomor 050/456/II/Bangda tanggal 16 April 2008 tentang Tanggapan terhadap Permohonan Penjelasan Acuan Penyusunan RKPD 2009. MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN GUBERNUR TENTANG RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH (RKPD) PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2009. Pasal 1 Dalam Peraturan Gubernur ini, yang dimaksud dengan : 1. Daerah adalah Provinsi Jawa Barat. 2. Pemerintah Daerah adalah Gubernur beserta perangkat daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah. 3. Gubernur adalah Gubernur Jawa Barat. 4. Wakil Gubernur adalah Wakil Gubernur Jawa Barat 5. Kabupaten/Kota adalah Kabupaten/Kota di Jawa Barat. 6. Bupati/Walikota adalah Bupati/Walikota di Jawa Barat. 7. Satuan Kerja Perangkat Daerah yang selanjutnya disebut SKPD adalah Unit Kerja Pemerintah Daerah yang mempunyai tugas mengelola anggaran dan barang daerah. 8. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Transisi yang selanjutnya disebut RPJMD Transisi Tahun 2009 adalah Dokumen Perencanaan Provinsi Jawa Barat untuk mengisi kekosongan dokumen perencanaan jangka menengah, yang memberikan arah sekaligus acuan bagi seluruh komponen pelaku pembangunan daerah dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berkesinambungan. 9. Rencana Pembangunan Tahunan Nasional yang selanjutnya disebut Rencana Kerja Pemerintah atau RKP adalah dokumen perencanaan nasional untuk 1 (satu) tahun. 10. Rencana Pembangunan Tahunan Daerah yang selanjutnya disebut Rencana Kerja Pemerintah Daerah atau RKPD adalah dokumen perencanaan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk 1 (satu) tahun dari tanggal 1 Januari sampai dengan 31 Desember 2009. 11. Rencana Pembangunan Tahunan Satuan Kerja Perangkat Daerah yang selanjutnya disebut Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah atau Renja-SKPD adalah dokumen perencanaan Satuan Kerja Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk periode 1 (satu) tahun. 12. Satuan Kerja Perangkat Daerah yang selanjutnya disebut SKPD adalah Unit Kerja Pemerintah Daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang mempunyai tugas mengelola anggaran dan barang daerah.

5 13. Badan Perencanaan Daerah adalah Badan Perencanaan Daerah Provinsi Jawa Barat. 14. Kepala Badan Perencanaan Daerah adalah Kepala Badan Perencanaan Daerah Provinsi Jawa Barat sebagai Satuan Kerja Perangkat Daerah yang bertanggungjawab terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi perencanaan pembangunan di Provinsi Jawa Barat. 15. Rencana Kerja dan Anggaran Satuan Kerja Pemerintah Daerah selanjutnya disebut RKA SKPD adalah dokumen perencanaan dan penganggaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang berisi program dan kegiatan suatu SKPD, serta pagu anggaran sementara didasarkan atas Kebijakan Umum (KU) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS). Pasal 2 (1) RKPD Tahun 2009 adalah Dokumen Perencanaan Daerah untuk periode 1 (satu) tahun yaitu tahun 2009 yang dimulai dari tanggal 1 januari sampai dengan 31 Desember 2009. (2) RKPD Tahun 2009 sebagaimana dimaksud pada ayat (1), merupakan penjabaran dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD) Transisi Tahun 2009 dan mengacu pada RKP yang memuat isu strategis pembangunan berdasarkan hasil evaluasi tahun sebelumnya, kerangka ekonomi daerah, prioritas program dan kegiatan pembangunan yang pendanaannya bersumber dari APBN/PHLN, APBD dan dana lainnya, baik yang dilaksanakan langsung oleh Pemerintah Daerah maupun yang ditempuh dengan mendorong partisipasi masyarakat. (3) RKPD bertujuan untuk menciptakan sinergitas pelaksanaan pembangunan daerah antar wilayah, antar sektor pembangunan, dan antar tingkat pemerintahan, serta mewujudkan efisiensi alokasi sumber daya dalam pembangunan daerah. (4) RKPD Tahun 2009 sebagaimana dimaksud pada ayat (2) berfungsi sebagai : a. Pedoman Penyusunan Renja-SKPD; b. Pedoman dalam rangka penyusunan KU-APBD, PPAS dan RAPBD Tahun 2009; c. Acuan bagi Pemerintah Kabupaten/Kota dalam menyusun RKPD Tahun 2009. Pasal 3 Dalam rangka penyusunan Renja-SKPD Tahun 2009 sebagaimana dimaksud pada pasal 2 ayat (4) huruf a, SKPD menggunakan RKPD Tahun 2009 untuk : a. Penyusunan Rancangan Akhir Renja-SKPD; b. Sebagai bahan penyusunan RKA-SKPD.

memerintahkan pengundangan Peraturan Gubernur ini dengan penempatannya dalam Berita Daerah Provinsi Jawa Barat. (4) Kepala Badan Perencanaan Daerah menyusun evaluasi rencana pembangunan berdasarkan hasil evaluasi Kepala SKPD. Kepala SKPD melakukan pemantauan. Ditetapkan di Bandung pada tanggal 15 Mei 2008 Diundangkan di Bandung pada tanggal 15 Mei 2008 BERITA DAERAH PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2008 NOMOR 33 SERI E . (2) Kepala Badan Perencanaan Daerah menghimpun dan menganalisis hasil pemantauan pelaksanaan rencana pembangunan dari masing-masing SKPD. Agar setiap orang mengetahuinya. Pasal 7 Peraturan Gubernur ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. (3) Kepala SKPD melakukan evaluasi kinerja pelaksanaan tahun sebelumnya.6 Pasal 4 Kepala Badan Perencanaan Daerah melakukan penelaahan terhadap rancangan akhir Renja-SKPD mengenai kesesuaiannya dengan RKPD. (5) Hasil evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (4) menjadi bahan bagi penyusunan RKPD Tahun 2010. Pasal 5 (1) Dalam rangka pengendalian pelaksanaan rencana pembangunan. Renstra SKPD serta tugas pokok dan fungsi SKPD. Pasal 6 Uraian lebih lanjut mengenai dokumen Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Gubernur ini.

17 .1 Common Goals 3.1 LATAR BELAKANG 1.4.114 V-1 V-1 V-4 V-6 VI – 1 VII .18 III .2.5.1 II .1 EVALUASI PELAKSANAAN PEMBANGUNAN 2.2.4 VISI DAN MISI JANGKA MENENGAH DAERAH 1.4.1 Arah Kebijakan Pendapatan Daerah 2.3 Arah Kebijakan Pembiayaan Daerah 2.4.1 RENCANA KERJA KEGIATAN COMMON GOALS 4.29 .29 .27 .2 PROYEKSI KEBUTUHAN ALOKASI BELANJA LANGSUNG 5.3.12 II .34 .3 PRIORITAS WILAYAH 3.2 IV – 41 IV .1 BAB IV BAB V BAB VI BAB VII PENUTUP Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 i .1 PENINGKATAN EFEKTIVITAS BELANJA DAERAH 5.5 KERANGKA LOGIS 1.1 Pemerintah 2.2 RENCANA KERJA KEGIATAN PENUNJANG (NON COMMON GOALS) 4.2 Dana Masyarakat dan Mitra 2.25 III .36 BAB II BAB III III .1 II .2 LANDASAN HUKUM 1.14 II II II II II II II II .1 Common Goals 3.2 Arah Kebijakan Belanja Daerah 2.4.1 ISU STRATEGIS 3.1 IV .2 Tujuan 1.2 Non Common Goals 3.30 .2 Non Common Goals RENCANA KERJA DAN PENDANAAN TAHUN 2009 4.3 RENCANA KERJA PEMBANGUNAN BERSUMBER DANA APBN RINGKASAN PENDANAAN 5.1 III .5 ARAH KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH 2.1 Maksud 1.6 SISTEMATIKA RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAERAH 2.2 TANTANGAN DAN PROSPEK PEREKONOMIAN DAERAH 2.4 ANALISIS DAN PERKIRAAN SUMBER-SUMBER PENDANAAN DAERAH 2.3.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN 1.27 IV .4 Arah Kebijakan Dana Masyarakat dan Mitra PRIORITAS PEMBANGUNAN DAERAH 3.3 MAKSUD DAN TUJUAN 1.22 III .5.16 .1 III .22 III .19 III .4 PROGRAM PEMBANGUNAN 3.25 III .2 PRIORITAS PEMBANGUNAN DAERAH 3.3 PROYEKSI KEBUTUHAN BELANJA DAERAH PROVINSI JAWA BARAT 2009 – 2010 KAIDAH PELAKSANAAN I–1 I–1 I–2 I–4 I–4 I–4 I–4 I–5 I–5 II .5.5.3 ARAH KEBIJAKAN EKONOMI DAERAH 2.

17 Tabel 5.1 Tabel 5.12 Tabel 2.6 Tabel 2.11 Tabel 2.2008 Perkembangan Rencana dan Realisasi PAD Provinsi Jawa Barat Tahun 2003 .10 Tabel 2.2007 Perkembangan Realisasi Pembiayaan Tahun 2003 – 2007 Alokasi Dana APBN Dekonsentrasi per SKPD di Provinsi Jawa Barat Tahun 2007 .7 Tabel 2.2007 Pertumbuhan PDRB Tiga Sektor Utama Realisasi Penanaman Modal Asing dan Penanaman Modal Dalam Negeri Jawa Barat Tahun 2003 .5 Tabel 2.2 Tabel 2.16 Tabel 2.2007 Perkembangan Rencana dan Realisasi Belanja Provinsi Jawa Barat Tahun 2003 .8 Tabel 2.2008 Perkembangan Realisasi Pendapatan Asli Daerah Dibandingkan Dengan APBD Provinsi Jawa Barat Tahun 2003 .2008 Perkembangan Realisasi Total Pendapatan Provinsi Jawa Barat Tahun 2003 .2008 Dibandingkan dengan APBD Tahun 2003 – 2007 Perkembangan Rincian Belanja Tahun 2003 .15 Tabel 2.2008 Perkembangan Realisasi Alokasi Belanja Daerah Tahun 2003 .PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT DAFTAR TABEL Tabel 2.2007 Proyeksi Kondisi Perekonomian Regional Makro Tahun 2009 Perekmbangan Dana Pembangunan di Provinsi Jawa Barat Tahun 2003 .2008 Investasi Provinsi Jawa Barat Tahun 2003 .2007 Perkembangan Rencana dan Realisasi Dana Perimbangan Provinsi Jawa Barat Tahun 2003 .1 Tabel 2.13 Tabel 2.2008 Alokasi Dana APBN Tugas Pembantuan Provinsi Jawa Barat Tahun 2007 .4 Tabel 2.2 Pencapaian Indikator Pembangunan Jawa Barat Tahun 2003 .9 Tabel 2.2007 Proyeksi APBD Provinsi Jawa Barat 2009 Estimasi Kebutuhan Belanja Langsung dari APBD Provinsi Jawa Barat Menurut Bidang Berdasarkan Target IPM 80 dan Efektivitas/ Efisiensi Program Proyeksi Pendanaan Belanja Langsung Menurut Fungsi Tahun Anggaran 2009 II – 2 II – 3 II – 4 II – 15 II – 17 II – 18 II – 18 II – 19 II – 20 II – 21 II – 21 II – 23 II – 24 II – 25 II – 26 II – 27 II – 35 V–6 V–7 Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 ii .14 Tabel 2.3 Tabel 2.

LAMPIRAN NOMOR TANGGAL TENTANG : : : : PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN GUBERNUR JAWA BARAT 33 TAHUN 2008 15 MEI 2008 RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH (RKPD) TAHUN 2009 BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) merupakan dokumen perencanaan tahunan daerah Provinsi Jawa Barat sebagai penjabaran dari RPJM Daerah dan mengacu kepada RKP. mengingat pelaksanaan pelantikan Gubernur/Wakil Gubernur terpilih baru dilaksanakan pada bulan Juni. Selanjutnya. rencana kerja dan pendanaannya. Sebagai dokumen rencana pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 I-1 . prioritas pembangunan daerah. penyusunan RKPD Tahun 2009 ini mengacu kepada : 1) Rancangan RPJPD Jawa Barat 2005 – 2025 . Untuk itu. fenomena yang ada. 2) RPJMD Transisi Jawa Barat Tahun 2009 yang ditetapkan melalui Peraturan Gubernur. dan non common goals yaitu kegiatan pendukung yang menjadi tupoksinya SKPD guna pencapaian common goals. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2008 – 2013 sebagai rencana pembangunan jangka menengah (5 tahun) dari kepala daerah terpilih belum ditetapkan. dan 3) Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2009. Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2009 serta memperhatikan hasil kinerja pembangunan yang dicapai pada tahun sebelumnya. penanggung jawab penyusunan RKPD adalah kepala Bapeda yang dalam pelaksanaannya berkoordinasi dengan kepala SKPD dan melibatkan pelaku pembangunan lainnya. ditetapkan prioritas pembangunan daerah yang terbagi menjadi common goals yang memerlukan kegiatan lintas sektor dan sinergitas yang tinggi lintas SKPD dan institusi pada tingkatan pemerintahan. Penyusunan RKPD Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 dilakukan dengan berpedoman pada Peraturan Gubernur Nomor 31 Tahun 2008 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Transisi Provinsi Jawa Barat Tahun 2009. yang memuat rancangan kerangka ekonomi daerah. dengan memperhatikan ketersediaan sumber daya yang terbatas. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 ini disusun bertepatan dengan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah Provinsi Jawa Barat. isu strategis yang akan dihadapi pada tahun pelaksanaan RKPD. serta mempertimbangkan sinergitas antarsektor dan antarwilayah. baik yang akan dilaksanakan oleh pemerintah maupun yang akan ditempuh dengan mendorong partisipasi masyarakat. Berdasarkan Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 72 tahun 2005 tentang Tata Cara Perencanaan Pembangunan Tahunan Daerah.

6. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara. Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2005 tentang Pinjaman Daerah. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2007 Tentang Rencana Pembangunan jangka Panjang (RPJP) Nasional. 9. 2. 13.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT tahunan. 3 Tahun 2005 Jo Undang – undang Nomor 8 Tahun 2005 tentang Pemerintahan Daerah. Undang-undang Nomor 15 Tahun 2004 Tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara. Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2005 tentang Hibah Kepada Daerah. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah Jo Perpu No. serta menciptakan kepastian kebijakan. Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 Tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. 8. 10. karena merupakan komitmen Pemerintah Daerah. RKPD memuat kebijakan publik dan arah kebijakan pembangunan daerah selama setahun. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 I-2 . Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 Tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah. 11. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. 7. Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 Tentang Perbendaharaan Negara.2 LANDASAN HUKUM Peraturan perundang-undangan yang melatarbelakangi penyusunan RKPD Provinsi adalah sebagai berikut : 1. Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan. 1. Undang-undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundangundangan. 5. 12. 4. 3. Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2004 Tentang Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga.

15. 24. Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan. 25. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan. 18. Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 31 Tahun 2008 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Transisi Provinsi Jawa Barat Tahun 2009.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 14. Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2005 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2004-2009. 20. Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah. Tata Cara Penyusunan. Surat Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Nomor 0044/M.PPN/04/2008 dan Nomor 357/MK/2008 tentang Pagu Indikatif RKP Tahun 2009. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2008 tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. 16.PPN/03/2008 tanggal 6 Maret 2008 perihal Penjelasan Acuan penyusunan RKPD Provinsi Jawa Barat Tahun 2009. 19. Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 72 Tahun 2005 tentang Tata Cara Perencanaan Pembangunan Tahunan Daerah. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 2 Tahun 2003 Tentang Rencana Tata Ruang dan Wilayah Provinsi Jawa Barat 2010. Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional. 22. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 I-3 . 26. 17. Surat Edaran Bersama Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas & Menteri Keuangan Nomor 0081/M. 27. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 tentang Perubahan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006. 21. 23. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2006 tentang Tatacara Penyusunan Rencana Pembangunan Nasional.

1.3 MAKSUD DAN TUJUAN 1.2 Tujuan Adapun tujuan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat tahun 2009 adalah guna mewujudkan sinergitas antara perencanaan. Dalam rancangan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Jawa Barat 2005-2025. Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota dalam menyusun RKPD Kabupaten/Kota. pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 I-4 . Surat Menteri Dalam Negeri Nomor 050/456/II/Bangda tanggal 16 April 2008 tentang Tanggapan Terhadap Permohonan Penjelasan Acuan Penyusunan RKPD Tahun 2009. Penyusunan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 28. 1. penganggaran.3. arah pembangunan ditujukan untuk meningkatkan aksesibilitas dan kualitas pelayanan kesehatan dan pendidikan.1 Maksud Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 dimaksudkan sebagai pedoman bagi : 1 2 3 SKPD Provinsi Jawa Barat dalam menyusun Rencana Kerja SKPD (Renja SKPD). antarsektor pembangunan. sementara Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah periode selanjutnya yang memuat visi dan misi jangka menengah daerah belum disusun.4 VISI DAN MISI JANGKA MENENGAH DAERAH Penyusunan RKPD Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 dilaksanakan pada saat Rencana Strategis Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun 2003 – 2008 sebagai rencana pembangunan jangka menengah daerah telah habis masa berlakunya. pelaksanaan dan pengawasan pembangunan antarwilayah. disusun Peraturan Gubernur Nomor 31 Tahun 2008 yang mengatur RPJMD Transisi yang menjadi acuan dalam penetapan program pembangunan prioritas pada RKPD Tahun 2009. dan antartingkat pemerintahan serta mewujudkan efisiensi alokasi sumber daya dalam pembangunan daerah. Pada tahapan kedua RPJPD tersebut (tahun 2008-2013). Menindaklanjuti hal tersebut.3. 1. tercantum visi jangka panjang Jawa Barat yaitu “Jawa Barat dengan Iman dan Taqwa sebagai Provinsi Termaju di Indonesia”.

PP 41 SOSIAL BUDAY A 6 7 8 9 1 Kebijakan Pemerintah Pusat Kesepakatan dengan Kab/Kota Sistem Nilai Urusan & Kewena ngan Visi dan NKRI Sektor Kegiatan Ketergantungan Pangan terhadap Produk Impor Akses Pasar Dominasi Produk Impor Kompetensi Usaha CG ISU STRATE GIS Prioritas Pembangu nan Prioritas Wilayah EKONO 2 3 4 1 2 3 4 5 1 Program N on CG Kegiatan Pendukung Kegiatan Khusus Proyeksi kondisi Perekonomian Regional Makro Tahun 2009 Pilkada 2008 Pemilu Nasional 2009 Partisipasi Pemilih Pemekaran Daerah Otonom Baru POLITIK & PEMERINTAH 1 Perubahan Iklim karena Pemanasan Glonal Lahan Kritis Kualitas dan Kuantitas Sumberdaya Air Pertambahan Jumlah Penduduk Laju Pertumbuhan Penduduk Inflasi PDRB INFRASTRUKT UR WILAYAH DAN LINGKUNGAN 2 3 4 Evaluasi Pembangunan Tahun 2007 /capaian kinerja/laporan AMJ TA 2003 2008 Perkembangan Ekonomi Nasional & Regional KETERANGAN Common Goals : Tupoksi Lintas Sektor NON Common Goals : 2 3 4 Reses I Rintisan Tupoksi 1. dan proses penyusunan RKPD. PP 6. disusun dalam sistematika sebagai berikut : BAB I.5 KERANGKA LOGIS Alur pemikiran dalam penyusunan RKPD 2009 adalah sebagai berikut : Fenomena 1 2 3 4 5 Tingginya PMKS Gizi Buruk Pendidikan Rendah Slum Area Penyebaran penyakit menular dan tidak menular Traficking Budaya Pasrah pada Nasib Berkembangnya Agama dan Aliran Kepercayaan yang Baru Benturan Budaya IPM KERANGKA LOGIS DOKUMEN PERENCANAAN RPJP. jasa dan industri pengolahan yang berdaya saing. RKP. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 I-5 . PP 8.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT infrastruktur strategis. yang menjembatani antara perencanaan strategis jangka menengah dengan perencanaan dan penganggaran tahunan. rehabilitasi dan konservasi lingkungan serta penataan struktur pemerintahan daerah untuk menyiapkan kemandirian masyarakat Jawa Barat.1. PP 38. PENDAHULUAN 1. Latar belakang Menjelaskan pengertian ringkas tentang RKPD. revitalisasi pertanian. 1. kedudukan RKPD tahun rencana dalam proses perencanaan pembangunan. perdagangan.6 SISTEMATIKA Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009.

2.2 2.4. Kerangka Logis Menggambarkan alur pemikiran dalam penyusunan RKPD.4 Arah Kebijakan Pendapatan Daerah Arah Kebijakan Belanja Daerah Arah Kebijakan Pembiayaan Daerah Arah Kebijakan Dana Masyarakat dan Mitra BAB III.6.5.5. Sistematika Menguraikan isi bahasan tiap bab dalam RKPD.4. Isu Strategis 3.3 2. kondisi dan perkiraan ekonomi.2.4. 1. serta kaitannya dengan tujuan pembangunan yang ditetapkan dalam RPJPD Jawa Barat 2005-2025.2.1.5.2. Landasan Hukum Merupakan uraian ringkas tentang dasar hukum yang digunakan sebagai pedoman penyusunan RKPD. Prioritas Pembangunan Daerah 3.4.3.2. kinerja dan pembangunan. prioritas dan sinergitas perencanaan antarsektor antarwilayah. PRIORITAS PEMBANGUNAN DAERAH Menjelaskan pembangunan pencapaian daerah. Tantangan dan Prospek Perekonomian Daerah 2.1 3. Maksud dan Tujuan Menjelaskan maksud dan tujuan penyusunan RKPD tahun rencana. isu strategis.3.1 2.1 2.2 Common Goals Non Common Goals Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 I-6 . Visi dan Misi Jangka Menengah Daerah Menggambarkan visi dan misi jangka menengah daerah. 1.5. Arah Kebijakan Ekonomi Daerah 2. Evaluasi Pelaksanaan Pembangunan 2. RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAERAH Menjelaskan tentang evaluasi pelaksanaan pembangunan tahun sebelumnya. Analisis dan Perkiraan Sumber-sumber Pendanaan Daerah 2.1. BAB II.5. 1.5. 1.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 1. serta arah kebijakan regulasi dan anggaran 2.2 Pemerintah Dana Masyarakat dan Mitra 2. Arah Kebijakan Keuangan Daerah 2. serta prioritas program pembangunan 3.

PENUTUP Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 I-7 . Rencana Kerja Kegiatan Bersumber APBN BAB V. 4.4.4.1. Rencana Kerja Kegiatan Common Goals 4. KAIDAH PELAKSANAAN Merupakan kaidah pelaksanaan yang memuat arahan dan penegasan Kepala Daerah dalam penerapan RKPD serta arahan untuk tindak lanjut yang perlu dilaksanakan oleh SKPD dan pelaku pembangunan lainnya.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 3.3. RENCANA KERJA DAN PENDANAAN TAHUN 2009 Menjelaskan rincian program dan kegiatan pokok RKPD tahun 2009 dikaitkan dengan RPJMD.2 Common Goals Non Common Goals BAB IV.1. Peningkatan Efektivitas Belanja Daerah 5.2. serta indikator pencapaian program dan kegiatan berdasarkan sumber pendanaannya.2.3. Proyeksi Kebutuhan Alokasi Belanja Langsung 5. dilengkapi dengan indikasi kegiatan dan pelaku. Prioritas Wilayah 3.4.1 3. RINGKASAN PENDANAAN Memuat matriks ringkasan dan uraian mengenai rekapitulasi anggaran untuk setiap SKPD yang dipilah menurut sumber dana 5.3. Program Pembangunan 3. Proyeksi Kebutuhan Belanja BAB VI. Rencana Kerja Kegiatan Penunjang (Non Common Goals) 4. BAB VII.

05.1.73 poin.1 EVALUASI KINERJA PEMBANGUNAN Hasil evaluasi terhadap kinerja pembangunan Tahun 2007 merupakan gambaran keberhasilan implementasi dari kebijakan Tahun 2007. melampaui target sebesar 70.71 poin dibandingkan Tahun sebelumnya yaitu sebesar 70.13 pada Tahun 2007. pada Tahun 2006 AHH mencapai 66.1 . pencapaian ini masih jauh dibawah target yaitu sebesar 76.46 poin.40 pada Tahun 2003 menjadi 81. Dalam rentang waktu yang sama.60 dan mengalami kenaikan menjadi 67.67.06.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT BAB II RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAERAH 2. AMH Jawa Barat pada Tahun 2007 menunjukkan peningkatan sebesar 0. dan Indeks Daya Beli menunjukkan peningkatan yang signifikan.87 pada Tahun 2003 menjadi 70.82 (angka sangat sementara). meningkat sebesar 0.63 pada Tahun 2003 menjadi 60. Adapun kinerja keberhasilan pembangunan daerah tersebut dituangkan dalam indikator makro pembangunan daerah sebagaimana ditunjukan pada tabel 2.74 Tahun sedangkan pada Tahun 2007 meningkat 0. Pembentuk Indeks Kesehatan adalah Angka Harapan Hidup (AHH). dari 78. menggambarkan proporsi penduduk usia 15 Tahun ke atas yang dapat membaca dan menulis.08 poin menjadi 7. dari 66. RLS sampai dengan Tahun 2006 masih sebesar 7. dibandingkan Tahun 2006 sebesar 95. dari 58.5 poin. Indek Pembangunan Manusia (IPM). yang menginformasikan sejauhmana kebijakan tersebut dalam mendukung tujuan pembangunan itu sendiri. sedikit dibawah target yaitu sebesar 81. yang dihitung berdasarkan tiga indikator yaitu Indeks Pendidikan. RLS merupakan gambaran lamanya penduduk usia 15 Tahun ke atas yang bersekolah.13 pada Tahun 2007.12 %. Pada Tahun 2007.76.03 pada Tahun 2007.27. Indeks Daya Beli naik sebesar 1. Indeks pendidikan dibentuk dari dua pertiga komponen Rata-rata Lama Sekolah (RLS) dan Angka Melek Huruf (AMH).51 % menjadi 95.89 dari angka 67. Indeks Kesehatan mengalami peningkatan sebesar 4. Kondisi ini menunjukkan rata-rata tingkat pendidikan penduduk Jawa Barat adalah tidak tamat SLTP atau baru mencapai kelas 1 SLTP. Dalam rentang waktu 2003 – 2007. Pencapaian tersebut masih dibawah target yang ditetapkan sebesar 71.62 Tahun pada Tahun 2007. IPM Jawa Barat mencapai angka 70. AMH.76 pada Tahun 2007. IPM Jawa Barat meningkat sebesar 2.23 Tahun. Indeks Pendidikan meningkat sebesar 2.30.57 pada Tahun 2003 menjadi 71. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 II. Indeks Kesehatan. Namun demikian AHH Jawa Barat ini masih dibawah angka nasional sebesar 68.63 % (angka sangat sementara).

02 58.28 79.13 1. Di sisi sektoral.40 58.00 %.96 2.13 41. Laju Pertumbuhan Ekonomi. Di sisi permintaan.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Tabel 2.2%.18 39.18 12. Laju inflasi gabungan tujuh kota di Jawa Barat pada Triwulan IV 2007 secara triwulanan dan tahunan mengalami perlambatan.671. industri pengolahan.64 1.69 2004 68.746 12.52 2.15 %. pengangkutan dan komunikasi.158.83 39.90 176.39 257.91 2006 70.94 3.69 4. 6.42 40.39 36.73 1.018.27 2.62 2. 7.082 11.0 % dan diatas rata-rata nasional sebesar 6. dan kegiatan konsumsi.35 69. Melihat kondisi tersebut di atas. Penurunan laju inflasi ini didukung dari sisi penawaran antara lain oleh cukupnya pasokan bahan makanan terutama beras.1 Pencapaian Indikator Pembangunan Jawa Barat Tahun 2003 – 2007 NO 1. Respon sisi penawaran ini terindikasi dari indikator ekspektasi realisasi kegiatan dunia usaha. 5.310. Hotel Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 II. Pertumbuhan ekonomi tersebut antara lain didorong oleh sektor perdagangan.13 60.10 6.13 2.87 66. 8.269 30. Perekonomian Jawa Barat pada Tahun 2007 mengalami pertumbuhan yang cukup menggembirakan dengan pencapaian sebesar 6.00 % (qtq) dan 6.60 % (yoy) masih berada dalam kisaran target inflasi Tahun 2007 sebesar 8. serta sektor keuangan.81 12.158 12.36 67.10 230.029.01 75. faktor pendorong pertumbuhan terutama bersumber dari meningkatnya perdagangan luar negeri.8% – 6.954 10.03 81.48 1.83 3.149.188 6.95 2007 70.05 70.25 PENCAPAIAN 2005 69. dan bersumber dari meningkatnya perdagangan luar negeri.41% meningkat dibandingkan dengan Tahun 2006 sebesar 6. dan ekspektasi situasi bisnis. INDIKATOR IPM Indeks Kesehatan Indeks Pendidikan Indeks Daya beli Jumlah Penduduk (juta jiwa) Laju Pertumbuhan Penduduk (%) Jumlah KPS dan KS I (BKKBN) (keluarga) % thd total Keluarga % penduduk miskin thd total penduduk PDRB adh konstan 2000 (triliun Rp) Inflasi (%) Laju Pertumbuhan Ekonomi (%) Investasi adh berlaku (triliun Rp) Jumlah Pengangguran (jiwa) (%) 2003 67.61 59.08 40. 9. Inflasi mencapai 2. konsumsi dan bertambahnya kegiatan investasi. sektor Perdagangan.13 80. Peningkatan pertumbuhan ekonomi tersebut didukung oleh stabilitas ekonomi nasional yang tetap terjaga.93 18.79 13..424 28.664.76 %.59 59. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). pada Tahun 2007 masih didominasi oleh sektor Industri Manufaktur sebesar 43. 4.51 5.861.50 2. pertumbuhan ini dapat tercapai dengan tingkat inflasi yang tetap terjaga.14 2. Inflasi Tahun 2007 tercatat sebesar 5.63 38. pertumbuhan terjadi pada seluruh sektor ekonomi di Jawa Barat.53 6.76 71.2 .62 63.00 7.56 5.10 2.25 2.64 2.898.15 6.10 % lebih rendah dari Tahun 2006 sebesar 6.037.36 5.55 274.86 242. persewaan dan jasa perusahaan.29 12.593 27.05 13.41 87.478 27. 3.01 melebihi target yang ditetapkan sebesar 5.57 78.574 29.23 79.03 5.

Pencapaian tersebut diatas target yang ditetapkan yaitu sebesar Rp. Secara keseluruhan nilai realisasi investasi PMA dan PMDN mengalami peningkatan. belum sepenuhnya dapat memberikan efek langsung dalam meningkatkan kualitas dan menyerap sumber daya manusia daerah.137 trilyun (atas dasar harga berlaku).741 trilyun jika dibanding dengan Tahun 2005 sebesar Rp.33 114. 274 trilyun (adhk 2000).94 34. rata-rata pertumbuhan investasi PMA dan PMDN adalah 19.13 % pertahun. Industri Pengolahan dan Perdagangan Hotel dan Restoran pada Tahun 2007 mengalami peningkatan.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT dan Restoran (PHR) sebesar 20. terjadi kenaikan sebesar 50. 18.371 trilyun.73 105.80 % dengan nilai 87.84 % dan sektor Pertanian sebesar 13. Kondisi ini memberikan sinyalemen bahwa iklim investasi di Jawa Barat.08 trilyun. 119.89 58. Laju Pertumbuhan Investasi yang ditanamkan di Jawa Barat melalui Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).25 50. 12.23%. pada Tahun 2007 tercatat sebesar Rp 87.01 % dengan nilai sebesar Rp. Sektor Industri Pengolahan pada Tahun 2007 mengalami peningkatan sebesar 5% dengan nilai Rp. Namun masih memberikan indikasi bahwa investasi yang cukup besar di Jawa Barat. Pertumbuhan Sektor Pertanian. pada periode Tahun 2003–2007.89 trilyun dan sektor PHR meningkat 15% dengan nilai sebesar Rp. hasil Estimasi Triwulanan ** Angka Sangat Sementara * Angka Sementara Tabel 2. 58. 75. Trilyun) 2005 2006* 34.53 trilyun. 273.3 . dari Rp. Sektor Pertanian meningkat sebesar 3% dari Tahun 2006 dengan nilai Rp. menjadi Rp.37 trilyun atau 29.29 47. 18. cukup memberikan peluang para pemodal untuk menanamkan investasinya di Jawa Barat.61 2007** 35. 23.64 trilyun (adh berlaku). memperlihatkan kecenderungan meningkat.4 trilyun (adhk 2000). 5. Realisasi investasi PMA dan PMDN pada Tahun 2006 sebesar Rp.371 trilyun Tahun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 II. yaitu sebesar Rp.53 119.996 trilyun pada Tahun 2003.2007. jika dibandingkan dengan Tahun 2003 yaitu sebesar Rp 42.873 trilyun.08 Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB).19% dari Tahun 2006 sebesar Rp. Pertumbuhan PDRB Tiga Sektor Utama Sektor Pertanian Industri Pengolahan PHR Sumber : BPS. Pada periode 2003 . merupakan pencapaian pertumbuhan terbesar. Pencapaian ini mengalami peningkatan sebesar 15.1 trilyun (adh berlaku). 35.2 Tahun (Rp.

7 trilyun. Pada Tahun 2006 kontribusi sektor KUKM terhadap PDRB Jawa Barat mencapai 63. Angka ini relatif lebih tinggi dibandingkan kenaikan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 II. Kontribusi Koperasi Usaha Kecil Menengah (KUKM) terhadap perekonomian daerah. kualitas kredit membaik yang diindikasikan oleh penurunan ratio gross NPL dari 4.6% menjadi 66. meningkat menjadi sebesar 63.382 2006 23.78 %.71 dari Desember 2006.583 unit atau 99.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 2005. 2003-2007 Perkembangan perbankan.281 2005 18.79 %.355.034 orang atau mencapai 88.74 trilyun. Pencapaian ini dibawah realisasi pada Tahun 2006 yang mencapai Rp. 57.39 %.846 262 61. 105.914 trilyun.4 . Kenaikan nilai tukar petani disebabkan oleh naiknya indeks harga yang diterima petani sebesar 3.3 Realisasi Penanaman Modal Asing dan Penanaman Modal Dalam Negeri Jawa Barat Tahun 2003-2007 URAIAN Realisasi PMA dan PMDN : Jumlah investasi (trilyun Rp) Jumlah proyek (buah) Jumlah tenaga kerja (orang) TAHUN 2003 12. Nilai Tukar Petani (NTP) yang mencerminkan kondisi kualitas dan kesejahteraan petani dan nelayan.98 %. Berdasarkan data BPS Jawa Barat.161 2007 20.31 % dan sektor jasa-jasa sebesar 4. sampai dengan Tahun 2007 menunjukkan perkembangan yang positif.741 285 76. dan pada Tahun 2007 sebesar Rp 20.77 trilyun menjadi Rp. Kondisi tersebut menyebabkan Loan to Deposit Ratio (LDR) perbankan di Jawa Barat mengalami peningkatan dari 61.32.16 % yaitu 569.76 trilyun.57 trilun meningkat sebesar 13% dari Tahun 2006 sebesar RP. sektor pengangkutan dan komunikasi 9. sektor industri pengolahan 6.371 350 97. 93. Jawa Barat selama Januari 2007 mengalami kenaikan 0.44%. Tabel 2.99 225 52.9 menjadi 124.80 % pada Tahun 2007.041 Sumber : BPPMD Provinsi Jawa Barat. 69. Penyaluran kredit pembiayaan menunjukkan peningkatan sebesar 21% yaitu dari Rp. pembangunan sektor KUKM pada Tahun 2007 mengalami peningkatan.933 2004 14.7%. Penyerapan tenaga kerja di sektor KUKM sebanyak 12.17 % dari total tenaga kerja di Jawa Barat. Sementara itu. sektor perdagangan hotel dan restoran 34 %.01% menjadi 3.146 221 58.73 % atau naik 0.98 % dari jumlah total unit usaha di Jawa Barat dengan rincian sektor usaha pertanian sebesar 42. Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp. naiknya indeks harga karena kenaikan harga hasil produksi pertanian sebesar 20. Jumlah KUKM pada Tahun 2007 sebanyak 7.29 dibandingkan kenaikan harga yang dibayar petani sebesar 3.15 %. 23.319.91 % dari 683.

Indeks yang dibayar petani (IB) dapat dilihat dari fluktuasi harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh masyarakat pedesaan. dan sayur-mayur naik 3.018. yang terdiri dari 11.563.729 jiwa orang.3 orang per km persegi.48 % berbanding 78.574 kepala keluarga (KK) dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 II.16 %.807 jiwa atau 50. pada Tahun 2006 sebanyak 3. Pada bidang ketenagakerjaan berdasarkan SUSEDA 2007 menunjukkan penduduk 10 Tahun ke atas yang bekerja sebanyak 17.93 % oleh dokter laki-laki.22 %). palawija (6.066 laki-laki dan 5. Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP) di Jawa Barat relatif terus menurun.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga (9.09 %). pada periode 20052006 LPP-nya mengalami penurunan menjadi 1.77 %) dan keperluan produksi pertanian (10. dengan komposisi laki-laki 20.46 %.51 %.390.754 perempuan.5 . lebih rendah dari target yang ditetapkan sebesar 2. Kenaikan ini dipengaruhi kenaikan konsumsi rumah tangga (3. biaya produksi dan penambahan barang modal pertanian (2.84 %. Tiga kelompok subsektor TBM yang mengalami kenaikan indeks yaitu padi (7. IB Jabar naik 3. LPP periode 2006-2007 sebesar 1.919. Kondisi tersebut menunjukkan upaya pengendalian penduduk di Jawa Barat relatif cukup baik.8 %). karena harga komoditas hasil pertanian ini dapat mengimbangi kenaikan harga kebutuhan produksi.57 %).61 % oleh dokter perempuan.15%.905. sementara kelompok buah-buahan justru turun 3. kondisi kesejahteraan petani di Jawa Barat meningkat bila dilihat dari segi harga. Di bidang pendidikan pada Tahun 2007 Angka Partisipasi Kasar SMP/MTs perempuan lebih tinggi di banding laki laki yaitu 82. Pada Januari 2007. menunjukkan bahwa presentase penolong kelahiran oleh dokter sebesar 11.810 jiwa.16% dibandingkan Desember 2006. sedangkan subsektor tanaman perkebunan rakyat (TPR) naik 1. sedangkan perempuan 20.06 %). Jumlah Keluarga Miskin di Jawa Barat pada Tahun 2005 mencapai 2. sedangkan Keluarga Pra Sejahtera dan Sejahtera I dengan alasan ekonomi. persamaan kondisi dan status antara laki-laki dan perempuan sehingga tidak seorangpun yang terabaikan kesempatan dan hak asasinya.922 jiwa (49. Bila dibandingkan dengan NTP Jawa Barat Januari 2006.190.94 %.483.202 RTM (sumber BPS Jawa Barat).68 %).14 %.800. dan 10. Fluktuasi yang ditunjukkan indeks harga yang diterima petani disebabkan kenaikan subsektor tanaman bahan makanan (TBM) sebesar 4 %.999. Isu pengarustamaan gender lainnya yaitu kuota keterwakilan perempuan dalam parlemen sebesar 30 % sebagaimana disyaratkan sampai saat ini belum dapat terealisasikan. Pada bidang kesehatan. dengan kepadatan penduduk 1. Jumlah penduduk pada Tahun 2007 sebesar 41.43 %. Pengarusutamaan gender.

639 orang. Pada Tahun 2007 jumlah penganggur sebanyak 1.82 (angka sangat sementara).74 % di sektor industri.19 juta penduduk Jawa Barat yang bekerja. Kondisi ini menunjukkan rata-rata tingkat pendidikan penduduk Jawa Barat adalah tidak tamat SLTP atau baru mencapai kelas 1 SLTP.30%. Presentase jumlah penganggur terhadap angkatan kerja atau Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) adalah sebesar 6. Struktur ketenagakerjaan.51 % menjadi 95. sektor pertanian.269 KK (data sementara dari BKKBN) dari jumlah seluruh keluarga di Jawa Barat.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT pada Tahun 2007 menjadi sebanyak 3.310. 15. dibandingkan Tahun 2006 sebesar 94. menurun dari Tahun 2006 yang mencapai 10.08 poin menjadi 7. industri.149.6 . 16.441.95 %. Jumlah pengangguran pada Tahun 2006 sebanyak 1. namun disisi lain terjadi peningkatan penyerapan tenaga kerja di sektor perdagangan dan jasa.820 orang atau 10. dan sebesar 15.18 %. Angka Melek Huruf (AMH). menggambarkan proporsi penduduk usia 15 Tahun ke atas yang dapat membaca dan menulis.59 % di sektor perdagangan. Dibandingkan Tahun 2006. Dari 17. pada Tahun 2007 menunjukan sektor pertanian masih merupakan lapangan usaha yang paling banyak menyerap tenaga kerja walaupun dari tahun ke tahun presentasenya mengalami penurunan.48 %. konstruksi dan lain-lain.190. 27. angkutan. sedangkan jumlah angkatan kerja meningkat sebanyak 17.72 % di sektor jasa. Upaya yang perlu dilakukan oleh pemerintah daerah adalah melakukan kerjasama dengan berbagai pihak dan didukung dengan kebijakan yang bersifat komprehensif. RLS sampai dengan Tahun 2006 masih sebesar 7. Rata-Rata Lama Sekolah (RLS) merupakan gambaran lamanya penduduk usia 15 Tahun ke atas yang bersekolah.73 % tersebar di berbagai sektor seperti keuangan.20 % bekerja di sektor pertanian. 24.954 orang dengan jumlah angkatan kerja sebanyak 15. dan jasa paling banyak dipilih masyarakat Jawa Barat. terjadi penurunan penyerapan tenaga kerja di sektor pertanian. Kemiskinan yang terjadi di Jawa Barat lebih disebabkan oleh kemiskinan struktural yang disebabkan oleh ketimpangan hasil pembangunan.63 % (angka sangat sementara). dan kemampuan tidak seimbang serta ketidaksamaan kesempatan yang dimiliki.27 %.188 orang atau menurun sebesar 39. perdagangan. AMH Jawa Barat pada Tahun 2007 menunjukkan peningkatan sebesar 0. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 II. kepemilikan sumberdaya tidak merata.898. Tampak bahwa dari sisi penyerapan tenaga kerja pada sektor-sektor yang ada.50 sedangkan pada Tahun 2007 meningkat 0.

dibandingkan dengan Tahun 2006 sebesar 77. Upaya rehabilitasi lahan kritis dilakukan melalui GRLK (Gerakan Rehabilitasi Lahan Kritis) pada Tahun 2006 target penanganan adalah 140.48 % dibandingkan dengan Tahun 2006 (61.040 m selama 3 tahun dan dapat diselesaikan Tahun 2007.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Angka Partisipasi Kasar (APK) SMP/MTs. banjir 128 kali. luas lahan kritis di luar kawasan lindung masih menunjukkan proporsi yang lebih besar dibandingkan dengan luas lahan kritis di dalam kawasan lindung. APK SMP/MTs Tahun 2007 adalah sebesar 82.77. maka kejadian bencana kebakaran mengalami penurunan yang cukup besar (262 kali di Tahun 2006). terdapat kenaikan sebesar 2. hingga Tahun 2007 upaya pencapaian kawasan lindung 45% terus dilakukan.45 %. Angka Partisipasi Sekolah (APS) SLTP/MTs pada Tahun 2007 adalah 78.43 %.959 dan Tahun 2007 target penanganan adalah 120. Hal ini dikarenakan makin maraknya perambahan serta penebangan liar dan kejadian kebakaran hutan. Jika dibandingkan dengan Tahun 2006. angin topan 163 kali. merupakan indikator yang menunjukkan kemampuan pendidikan SLTP dalam menyerap penduduk usia 13-15 Tahun. Tahun 2006 mencapai 67. Sedangkan Angka Partisipasi Murni (APM) SMP/MTs pada Tahun 2007 sebesar 65. atau terdapat kenaikan 3. dibandingkan Tahun 2006 sebesar 79.03 tahun pada Tahun 2007 melebihi target sebesar 67. atau terdapat kenaikan sebesar 5.513 ha. Penyelesaian penandaan batas akan memperjelas deliniasi dari kawasan lindung sehingga lebih memfokuskan penanganan kawasan lindung Kondisi Lahan Kritis. longsor 98 kali. angin topan 84 kali tetapi dari jumlah korban yang meninggal mengalami Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 II.7 . Angka Harapan Hidup (AHH). Secara jumlah kejadian bencana alam menunjukan Tahun 2007 mengalami kenaikan. Kondisi Mitigasi Bencana. Selama kurun waktu Tahun 2007 terindikasi kejadian tanah longsor 124 kali. namun laju kerusakan kawasan hutan ternyata lebih besar dari pada upaya pemulihan yang dilakukan. Kondisi Kawasan Lindung.34 %. Bencana banjir yang pada Tahun 2006 hanya 94 kali. yang gempa 10 kali.97 %).65 %.38 %.401 ha dan terealisasi sekitar 34.40 tahun dan mengalami kenaikan menjadi 71.51 %. Namun Tahun 2007 telah tercapai upaya penandaan batas kawasan lindung dengan total 1.62 tahun. kebakaran 29 kali. kondisi kinerja dalam mitigasi bencana ditunjukan melalui faktor kesiapan masyarakat dan aparat dalam mengantisipasi serta menanggulangi bencana alam mengingat Jawa Barat merupakan kawasan yang berpotensi terhadap kejadian bencana alam. yang menimbulkan korban meninggal 48 jiwa.

dan ledeng yang relatif memadai sebagai sumber air bersih yang sehat. Kondisi pencemaran dan kerusakan lingkungan.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT penurunan yang cukup signifikan. rata-rata tingkat pelayanan bidang persampahan di Jawa Barat mencapai 53. Bekasi. serta terdapat 0. dengan 16 unit diantaranya menggunakan sistem sanitary landfill dan controlled landfill. Hal ini diperparah dengan semakin besarnya emisi gas buang kendaraan bermotor yang bertambah pesat. Cakupan pelayanan pengelolaan limbah cair domestik. penegakan hukum. sedangkan sebanyak 48. dan Cirebon. maka terdapat 76. Kualitas udara di kota-kota besar tersebut rata-rata telah melebihi ambang batas. Hanya 11 unit (65%) dari 17 unit Instalasi Pengolah Lumpur Tinja (IPLT) yang beroperasi dengan baik. sebanyak 13. pompa.2%. Sementara di perdesaan hanya mencapai 41 % yang terdiri dari 25 % sistem perpipaan dan 16 % sistem non perpipaan. Citanduy. penetapan baku mutu dan status sungai. Bogor. Cakupan pelayanan air bersih. serta pelibatan masyarakat industri dalam program Environmental Pollution Control Manager (EPCM). Jika ditinjau dari sumber air minum yang biasa dipakai oleh rumah tangga. di Jawa Barat meliputi sistem onsite mencapai 50%.8% penduduk Jawa Barat belum terlayani. dan offsite 1. seperti di Bandung.4%. menunjukkan bahwa pencemaran dan penurunan kualitas lingkungan air yang terjadi di Sungai Citarum. pada akhir Tahun 2007 kondisi pelayanan air bersih untuk perkotaan hanya mencapai 59 % yang terdiri dari 45 % sistem perpipaan dan 14% untuk sistem non perpipaan.75 % rumah tangga yang mendapatkan sumber air minumnya dari sumur terlindung. Demikian juga dengan pencemaran udara di perkotaan. Dengan demikian tidak seluruh instalasi pengolahan limbah domestik belum menunjukkan kinerja yang baik. pendidikan (ecoshool atau sekolah berbudaya lingkungan).96 % rumah tangga yang menggunakan air sungai/air hujan sebagai sumber air minumnya. Cakupan pelayanan persampahan. Pada Tahun 2006 korban yang meninggal adalah sekitar 600 orang dan pada Tahun 2007 hanya sekitar 48 orang. Cisanggarung. Sisanya. Jumlah dan kapasitas TPA tersebut masih belum mampu menampung dan mengelola sampah yang volumenya semakin meningkat. dan beberapa sungai utama lainnya masih belum menunjukan perbaikan hingga Tahun 2007. khususnya untuk polutan debu/partikulat dan karbonmonoksida. Berbagai upaya telah dilakukan melalui Perda Pengendalian Pencemaran Udara. kondisi lingkungan perumahan dan permukiman menunjukkan bahwa masih terdapat rumah tinggal di Jawa Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 II.39 % masih menggunakan sumber air terbuka (sumur atau mata air).8 . Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah berjumlah 54 unit. Kualitas lingkungan perumahan dan permukiman.

920. Pencapaian intensitas tanam masih belum optimal.044 rumah tangga baru sekitar 6. Selain itu.011. telah terlaksana kegiatan Operasi dan Pemeliharaan Situ Kewenangan Provinsi Jawa Barat di 49 situ.730 hektar meningkat dari 187 % pada Tahun 2006 menjadi 190 % pada Tahun 2007. ditunjukkan melalui intensitas tanam padi sawah pada 84 daerah irigasi (DI) yang dikelola pemerintah provinsi. Rasio elektrifikasi rumah tangga dan pelayanan listrik.10 % (1. Pencapaian tersebut tidak bisa Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 II. Pada Tahun 2007 telah terjadi peningkatan rasio eletrifikasi rumah tangga dari 57. 3 bendungan karet.73 % pada Tahun 2006 menjadi 60. tingkat keberhasilan penanganan jalan dapat dilihat dari kondisi kemantapan jalan.439. Kondisi lainnya menunjukkan masih terjadinya penurunan kualitas perumahan dan permukiman di kawasan perkotaan yang diindikasikan dengan adanya kawasan-kawasan kumuh di Jawa Barat.41 % artinya dari 11. Tidak hanya di kawasan perkotaan penurunan kualitas lingkungan akibat pengembangan perumahan dan permukiman. tingkat keberhasilan penanganan listrik perdesaan dapat dilihat dari rasio eletrifikasi desa dan rumah tangga.140) pada Tahun 2007.101 rumah tangga yang telah mendapatkan aliran listrik yang bersumber dari PLN dan non PLN. telah terjadi peningkatan kemantapan jalan dari 86. Kondisi pengelolaan sumberdaya air.652. terutama hal ini terjadi di kota-kota metropolitan dan kota dengan fungsi pelayanan nasional. dan 3 waduk lapangan. Terdapat 584 lokasi kumuh (10 %) dari jumlah desa/ kelurahan di Jawa Barat. 3 waduk. pada Tahun 2007 telah terbangun prasarana pengendali daya rusak air pada 45 sungai kewenangan Provinsi Jawa Barat. Melalui pelaksanaan Program Pengembangan Infrastruktur Transportasi dan Telekomunikasi pada Tahun 2007. hal ini terkait dengan sampai Tahun 2007 masih sekitar 46 % jaringan irigasi dalam kondisi rusak berat dan ringan serta belum optimalnya ketersediaan air baku untuk menunjang kegiatan pertanian. juga terjadi pada kawasan lindung. Rumah tangga yang belum teraliri listrik masih perlu terus diupayakan untuk mencapai Jabar Caang 100%. yaitu Metropolitan Bodebek.893. Metropolitan Bandung dan Metropolitan Cirebon. dengan luas mencapai 85. pada Tahun 2007 telah terehabilitasi 33 situ kewenangan Provinsi Jawa Barat. Pada Tahun 2007. seperti yang terjadi pada Kawasan Bandung Utara dan Bopunjur Kondisi kemantapan jalan Provinsi.490 km) Tahun 2006 menjadi 87. Kondisi jaringan irigasi.31% (1.9 . Sedangkan untuk kegiatan perbaikan dan pemeliharaan sungai.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Barat kategori semi permanen dengan kategori kurang layak huni sebanyak 37% dari 9.190 rumah. dapat dilihat dari kegiatan pengelolaan situ serta perbaikan dan pemeliharaan sungai di Jawa Barat.

pemerintah provinsi. Tasikmalaya. lembaga pelayanan umum atau SKPD teknis yang dikelola oleh daerah yang berfungsi memproduksi dan menyediakan jasa bagi masyarakat umum serta masyarakat sebagai pengguna jasa. pada Tahun 2007 telah dimulai pembangunan Sentral Bisnis KUKM (Senbik) yang dikelola oleh Dekopinwil Jawa Barat yang difungsikan sebagai pusat informasi.10 . Cimahi dan Banjar. Sumedang. Majalengka. Untuk meningkatkan kualitas produk perencanaan. dan angin. dunia usaha. hal ini telah dimulai sejak tahap perencanaan. sedangkan konversi minyak tanah ke gas yang dilakukan oleh pemerintah diutamakan di daerah perkotaan sehingga perlu diupayakan berbagai energi alternatif untuk memenuhi kebutuhan energi pedesaan. pemerintah kabupaten dan kota. juga lembaga swadaya masyarakat serta masyarakat. pemasaran.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT hanya mengandalkan dari PLN saja. dimudahkan dengan dibentuknya unit pelayanan di setiap kabupaten dan kota serta perluasan cakupan wilayahnya. dalam upaya meningkatkan kinerja pelayanan publik kepada masyarakat telah dilakukan pendekatan akuntabilitas publik. proses penyusunan dilaksanakan melalui pendekatan perencanaan partisipatif melalui berbagai dialog sektoral maupun dialog secara umum yang melibatkan berbagai stakeholder kunci selain dari pihak pemerintah pusat. Pelayanan pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB). kebijakan tersebut telah diimplementasikan di sepuluh Kabupaten/kota yaitu di Kabupaten Sukabumi. Kuningan. Pada Tahun 2007. perguruan tinggi. kerjasama serta inkubator bisnis. dengan menekankan pada hubungan antara pemerintah dan legislatif sebagai pembuat kebijakan sekaligus controlling. Keterlibatan masyarakat dalam pembangunan daerah semakin meningkat dilihat dari berbagai tingkatan partisipasi. Kebijakan yang telah dibuat yaitu. Ciamis. serta Kota Sukabumi. Kondisi kinerja pelayanan publik. menetapkan Keputusan Gubernur tentang Pedoman Teknis Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PPTSP) di Provinsi Jawa Barat sebagai pedoman bagi kabupaten/kota dalam membentuk dan menyelenggaraan PPTSP. perlu adanya sumber energi alternatif seperti Pembangkit Listrik Tenaga (PLT) mikro hidro. surya. Sementara ini ketergantungan masyarakat akan minyak tanah sangat tinggi. Selain itu ditunjukkan dengan besarnya partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan dengan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 II. Indramayu. Kebijakan konversi minyak tanah yang dicanangkan oleh Pemerintah akan berimplikasi terhadap ketersediaan energi rumah tangga terutama di pedesaan. Jawa Barat merupakan salah satu daerah yang menjadi target konversi minyak tanah sebesar 100% pada Tahun 2009. Pelayanan di bidang Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (KUMKM).

peningkatan kemampuan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 II. Kerjasama dengan pihak swasta telah dilakukan terutama berbagai hubungan kerjasama yang telah disepakati dalam bentuk MoU. Kerjasama antar provinsi yang berbatasan antara lain dengan Provinsi Banten. Kerjasama dengan luar negeri telah dijalin kerjasama dalam pembaharuan tata kelola pemerintahan daerah (P2TPD) yang didanai dari World Bank dan dukungan terhadap penyelenggaraan pemerintahan di daerah melalui Local Government Support Program (LGSP) yang didanai dari USAID untuk fasilitas technical asisstance kepada kabupaten/kota sebagai penerima bantuan.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT adanya pola swadaya masyarakat berupa sumbangan dana. bintek. Disamping itu telah dilakukan pula sosialisasi peraturan perundang-undangan. Pada Tahun 2007 telah berhasil ditetapkan 6 peraturan daerah. Melalui kerjasama antar provinsi tersebut. Selain itu Jawa Barat juga aktif dalam forum Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APSI) yang merupakan asosiasi pemerintah provinsi pada tingkat nasional.11 . Sesuai dengan kewenangan atau urusan provinsi dalam penegakan hukum diperlukan peraturan sebagai instrumen penegakan hukum dengan penetapan peraturan daerah. materi. Kerjasama pembangunan baik antar maupun dengan daerah lain. tenaga maupun pembebasan lahannya untuk kepentingan umum. DKI Jakarta. Tahun 2007 telah dirintis untuk melakukan kerjasama dalam peningkatan kapasitas apartur Sustainable Capacity Building for Decentralization Project yang didanai secara hibah pinjaman luar negeri. dan dengan provinsi Jawa tengah. kementerian dan lembaga pemerintah. Letter of Intens dan lain-lain. Selain itu telah dilakukan kerjasama pendidikan dengan Pemerintah Perancis dengan mengirim 4 pegawai untuk mengikuti pendidikan S2 dan S3. kerjasama peningkatan kompetensi pegawai dengan Pemerintah Jerman (GTZ-RED) dengan mengirimkan 2 pegawai. Pendayagunaan sumber daya aparatur di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam peningkatan kualitas aparatur dilakukan juga melalui pendidikan formal dan non formal. makanan. dan permasalahan bersama dengan provinsi lain. juga menyuarakan kepentingan daerah kepada pusat. selain kerjasama dalam menyelesaikan masalah di wilayah perbatasan. maupun luar negeri makin meningkat sejalan dengan kebutuhan daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. serta pelatihan-pelatihan yang lain yang mendukung kinerja dan prestasi kerja. serta kerjasama peningkatan kapasitas aparatur dengan Pemerintah Belanda dalam Training Infrastructure Development Road Public Private Parterships (ID-PPP) di Rotterdam-Belanda dengan mengirimkan 6 orang pegawai. diklat struktural dan fungsional. pihak swasta.

regulasi perekonomian nasional dan advokasi alokasi anggaran pusat sesuaikan dengan peran dan kontribusi Provinsi Jawa Barat terhadap perekonomian nasional. fenomena ini akan mengakibatkan ketersediaan produk pangan terganggu. baik pada tatanan perkembangan lingkungan eksternal maupun internal. ketersediaan infrastruktur wilayah melalui penyediaan sarana dan prasarana yang relatif baik. dan penegakan Perda Provinsi Jawa Barat. keempat. Ketimpangan daya tarik menyebabkan investasi tidak merata penyebarannya. terjadinya krisis energi yang disebabkan oleh kenaikan harga minyak dunia yang berpotensi terhadap meningkatnya tekanan inflasi dan perlambatan pertumbuhan ekonomi. Ketiga.2 A. Kedua. kelima. kondisi ini di satu sisi merupakan potensi pasar barang dan jasa. ketergantungan pangan terhadap produk impor. makin beratnya beban pemerintah dalam penyediaan subsidi komoditas seperti energi dan pangan serta produk lainnya yang akan menuntut peran daerah yang lebih besar dalam pengelolaan pembangunan daerahnya. TANTANGAN DAN PROSPEK PEREKONOMIAN DAERAH Tantangan Perekonomian Jawa Barat baik secara langsung maupun tidak langsung dipengaruhi oleh fenomena-fenomena yang berkembang saat ini dan yang akan datang. akan mempengaruhi tingkat efisiensi perekonomian dan peningkatan daya tarik bagi para investor. faktor eksternal yang mempengaruhi perekonomian Jawa Barat pada Tahun 2009 diperkirakan adalah: pertama. fasilitasi terhadap fungsi legislasi DPRD. penurunan kontribusi sektor primer yang mengakibatkan terjadinya pengangguran kentara (daesgues Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 II. sehingga terjadi ketidakstabilan harga di pasaran. Sedangkan faktor internal yang akan mempengaruhi perekonomian Jawa Barat untuk Tahun 2009 diperkirakan adalah: Pertama. sementara perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia berpotensi menurunkan kinerja ekspor sehingga perlu upaya pengembangan energi alternatif dan substitusi energi. Perkembangan lingkungan ekternal perekonomian Jawa Barat sangat dipengaruhi oleh kebijakan perekonomian nasional dan internasional (global). keenam. jumlah penduduk. kedua. namun disisi lain merupakan beban pembangunan ekonomi. 2. Berdasarkan kondisi tersebut.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Tim Rencana Aksi Nasional HAM. Ketiga.12 . makin beratnya persaingan antar negara dan antar wilayah dalam upayanya menarik investasi. makin tingginya desakan implementasi pembangunan yang berkelanjutan serta food safety.

sektor konsumsi rumah tangga diperkirakan masih menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi Jawa Barat. dan wisatawan domestik ditargetkan sebanyak 37. serta penataan hubungan tata kerja dalam pelaksanaannya. Pertumbuhan sektor konsumsi rumah tangga ditopang oleh perbaikan daya beli yang bersumber dari kenaikan gaji dan Upah Minimum Provinsi (UMP). B. walaupun dihadapkan pada tantangan semakin berat. Disamping itu rencana pembentukan ZONI sebagai Kawasan Ekonomi Khusus Indonesia di wilayah Kabupaten Bekasi diharapkan dapat meningkatkan minat dan realisasi investasi PMA dan PMDN ke Jawa Barat. Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah mencanangkan program “West Java Tourism Board 2008”. penetapan rencana kerja dan pendanaannya. kondisi ini sangat mempengaruhi kelancaran usaha dan aktivitas ekonomi. Di sisi penawaran. Di sisi permintaan. iklim ketentraman dan ketertiban yang kondusif. Disamping itu kecenderungan peningkatan realisasi kredit produktif untuk UMKM akan mampu mendorong produksi produk unggulan yang berdaya saing ekspor sebagai produk utuh maupun sebagai bahan baku produk lainnya.5 juta orang. Keempat. dan restoran (PHR). pertumbuhan ekonomi Jawa Barat diperkirakan didorong oleh sektor perdagangan. Optimisme terhadap ekonomi Jawa Barat muncul seiring dengan kondisi makro ekonomi yang semakin membaik dari tahun ke tahun.13 . tantangan ini harus dapat diatasi secara proporsional melalui penetapan prioritas pembangaunan daerah. serta penyaluran kredit konsumsi oleh perbankan. Oleh karena itu. Dalam rangka mendorong sektor pariwisata. Di sisi lain. Realisasi investasi diperkirakan semakin meningkat didukung oleh semakin luasnya implementasi program Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PPTSP) baik di tingkat provinsi maupun di berbagai kabupaten/kota di Jawa Barat.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT employment) dan urbanisasi. sektor industri pengolahan khususnya subsektor mesin dan alat angkut diperkirakan masih tumbuh tinggi sejalan dengan masih Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 II. jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Jawa Barat ditargetkan sebanyak 700 ribu orang. Sementara itu. stimulus fiskal pemerintah daerah diperkirakan semakin meningkat. sehingga terjadinya sinergitas dan kebersamaan dari semua stakeholder pembangunan di Jawa Barat. Tantangan-tantangan tersebut di atas sangat menentukan perkembangan dan pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat. Prospek Perekonomian Daerah Prospek perekonomian Jawa Barat pada Tahun 2009 diperkirakan tetap optimis. hotel. Pada Tahun 2008.

2 % dan pengurangan pengangguran menjadi 5. Dengan tetap memberi ruang gerak bagi peningkatan kegiatan ekonomi.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT cerahnya prospek penjualan kendaraan bermotor pada Tahun 2008. Disamping pertumbuhan ekonomi Jawa Barat yang semakin membaik. akuntabilitas kinerja pemerintahan juga diharapkan akan semakin membaik. nasional maupun internasional melalui pembentukan tim pencarian sumbersumber pembiayaan alternatif yang dikoordinasikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Investasi juga didorong dengan meningkatkan produktivitas dan akses UKM pada sumberdaya produktivitas. Keterbatasan keuangan daerah dalam pembiayaan pembangunan daerah berimplikasi luas terhadap perekonomian daerah. program restrukturisasi mesin Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) yang telah berjalan sejak 2007 yang lalu. kebijakan ekonomi makro Tahun 2009 diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan berdimensi pemerataan untuk mencapai sasaran pengurangan kemiskinan menjadi 8. Stabilitas ekonomi juga akan didukung dengan reformasi struktural di berbagai bidang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 II. perlu dilakukan terobosanterobosan melalui pencarian sumber-sumber pembiayaan non-APBD baik di tingkat regional. dimana pada Tahun 2009 akan didukung oleh kepala daerah hasil dari proses demokrasi masyarakat Jawa Barat. diharapkan dapat mendorong kinerja industri TPT Jawa Barat. 2. Kebijakan ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan ekonomi dalam menciptakan lapangan kerja dan mengurangi kemiskinan.1 %. komitmen terhadap optimalisasi Tim Gerakan Anti Korupsi yang sudah dirintis sejak Tahun lalu. Sementara itu. Dorongan terhadap pertumbuhan ekonomi juga diberikan dengan mempercepat pembangunan infrastruktur dan penyediaan energi termasuk listrik. Pertumbuhan ekonomi didorong terutama dengan meningkatkan investasi dan ekspor pada komoditas non migas dan pertambangan. Stabilitas ekonomi dijaga melalui pelaksanaan kebijakan moneter yang berhati-hati serta pelaksanaan kebijakan fiskal yang mengarah pada kesinambungan fiskal (Fiscal Sustainability).14 . Sektorsektor tersebut juga akan terdorong oleh aktivitas Pemilihan Umum Presiden yang diperkirakan akan meningkatkan permintaan pada beberapa produk dan jasa.3 ARAH KEBIJAKAN EKONOMI DAERAH Sebagai Tahun terakhir dari pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2004 – 2009. Untuk itu. serta mendorong daya saing industri pengolahan.

Peningkatan kemitraan antar usaha kecil dan menengah dan jejaringnya merupakan kekuatan penggerak pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan berkualitas dilakukan melalui pengembangan industri input untuk memperkuat sisi hilir dan meningkatkan nilai tambah dan produktivitas baik di kegiatan agribisnis maupun industri pengolahan. Tahun 2009 adalah tahun kedua dalam pelaksanaan RPJMD 2008-2013.59 60.4 juta jiwa 1. Tabel 2. INDIKATOR a.971.5% .09 72. Bagi Jawa Barat.9% Rp 293.5% – 6.9.15 71. 307.15 . Indeks Pendidikan b.99% 5.44 61. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 II.4 Proyeksi Kondisi Perekonomian Regional Makro Tahun 2009 No 1.99% 5. 5. Pembangunan ekonomi daerah Jawa Barat diarahkan pada peningkatan nilai tambah segenap sumber daya ekonomi melalui pengembangan agribisnis. Jumlah Penduduk b. Stabilitas ekonomi juga ditingkatkan melalui penyediaan kebutuhan pokok rakyat dengan cadangan beras yang memadai.2% 8. infrastruktur dan keuangan daerah. 6. 2. Laju Pertumbuhan Penduduk Laju Pertumbuhan Ekonomi Inflasi PDRB adh Konstan Tahun 2000 Jumlah Keluarga Miskin Laju Pertumbuhan Investasi IPM a. Penguasaan teknologi informasi yang didukung pembangunan infrastruktur wilayah yang strategis merupakan upaya akselerasi perwujudan dan pencapaian kesejahteraan masyarakat.03 Trilyun <21.6. Indeks Kesehatan c.8% 8. perlindungan dana masyarakat.20% (<9 juta) 14% 71. 4. dan pariwisata. bisnis kelautan. investasi.31 83.8% Rencana Tahun 2009 43. Indeks Daya Beli Proporsi Pengangguran Rencana Tahun 2008 42.7. yang ditunjang oleh pengembangan dunia usaha.24 juta jiwa 1. serta peningkatan koordinasi dengan otoritas keuangan melalui jaring pengaman sistem keuangan.5% Rp.5% 6.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT dan meningkatnya ketahanan sektor keuangan melalui penguatan dan pengaturan jasa keuangan. Proyeksi kondisi perekonomian regional makro Tahun 2009 dapat dilihat pada tabel di bawah ini.39 <9. 7.3% .5% . 3.398 Trilyun <21. industri manufaktur.20% (<9 juta) >14% 72. Pada tahap ini kebijakan ekonomi daerah diarahkan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan berkualitas melalui pengembangan kegiatan utama (core business) dengan mewujudkan tujuan bersama (common goals) dengan berdasarkan potensi lokal untuk mengurangi disparitas kesejahteraan antar wilayah serta memantapkan infrastruktur wilayah dalam rangka mendukung pemerataan dan pertumbuhan ekonomi. jasa.70 9.48 82.

Dana Alokasi Umum. belanja daerah dan pembiayaan daerah.61% .35% 7. Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. Dana Bagi Hasil Pajak dari Pemerintah Kab/Kota. dan Dana Bantuan Keuangan. 10. Retribusi Daerah. Sesuai dengan Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah.08 Trilyun 7. Sumber Daya Alam (SDA). Hasil Perusahaan milik Daerah dan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan dan Lain-Lain Pendapatan Asli Daerah. INDIKATOR Investasi LP Pertanian LP Industri LP Perdagangan Rencana Tahun 2008 Rp 96. 3) Kelompok-lain-lain pendapatan daerah yang sah meliputi Hibah.36% . dan Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah serta lebih teknis mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah yang direvisi menjadi Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007. 12.8. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).57 Trilyun 5.16 .40% .73% 6. 110. APBD merupakan dasar pengelolaan keuangan daerah dalam masa 1 (satu) tahun anggaran terdiri atas pendapatan daerah. Penerimaan Pinjaman Daerah. Sumber penerimaan daerah terdiri atas 1) Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang terdiri dari kelompok Pajak Daerah. 11. Dana Cadangan Daerah (DCD). Anggaran pembangunan daerah tersebut pendanaannya bersumber antara lain dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). dan Hasil Penjualan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 II.7. Sedangkan pembiayaan bersumber dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA).PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT No 9.47% Rencana Tahun 2009 Rp. dan pendanaan dari masyarakat serta swasta untuk semua kegiatan yang akan dicantumkan dalam Blue Book Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Jawa Barat. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Dana Penyesuaian dan Dana Alternatif Khusus.4 ANALISIS DAN PERKIRAAN SUMBER-SUMBER PENDANAAN DAERAH Anggaran pembangunan daerah pada Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2009 memberikan gambaran anggaran pembangunan yang diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan dengan memperhatikan kemampuan fiskal Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Dana Darurat. dan Dana Alokasi Khusus.29% 6. Pajak Penghasilan (PPh) Perorangan.52% 7.6.53% Sumber : Hasil Analisis Bapeda Provinsi Jawa Barat 2007 2. 2) Dana Perimbangan yang meliputi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

000 75.715.831.173.22 4.214 70.933.249.568.000.25 3.752 -30% 48% 19% 14% Pertumb uhan per Tahun 2003 2004 2005 2006 2007 3.142.551.00 3.984.000 61. Selain dana dari penerimaan daerah tersebut.395. DIPA APBN/BLN TA 2003 – 2008 Perkembangan dana pembangunan di Jawa Barat secara keseluruhan yang berasal dari dana APBD dan APBN/BLN (dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan).000.298.000 - 13.000.254.260. 2.569.258. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Pendapatan Daerah Perkembangan target Pendapatan Asli Daerah Provinsi Jawa Barat selama kurun waktu 6 Tahun (2003-2008).603.06 Rata-Rata Pertumbuhan Per Tahun Sumber : data APBD Tahun 2003 s.820.593.000.712.2008 Tahun APBD APBN/BLN Swasta Jumlah Dana Pembangunan 67.248.440. sebagaimana tabel berikut dibawah ini.000. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 II.656.925.4.00 2.142 96.752.347.887.000.885.919.000.473.131.214.000.420.06% sedangkan dana yang yang bersumber dari swasta pada Tahun 2008 ditargetkan sebesar Rp.000.93 5.642.00 36.000 87.258 47.625.751. 93 trilyun.000.000 40.86 %.026.434.049.09 5.023.000. rata-rata pertumbuhan per tahun mengalami kenaikan sebesar 21.000.701.00 93.640.700.185.355. daerah menerima dana yang bersumber dari Pemerintah Pusat berupa dana dekonsentrasi dan dana tugas pembantuan yang mana dana tersebut sesuai dengan kebijakan Pemerintah Pusat yang diperuntukan bagi kepentingan pelaksanaan pembangunan di Jawa Barat. Sedangkan dana masyarakat dan swasta sangat dibutuhkan dan menentukan keberhasilan pembangunan di Jawa Barat yang memberikan kontribusi lebih dari 80% dari total pembangunan.564.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Kekayaan Daerah yang dipisahkan.000.137.321.520.628.5 Perkembangan Dana Pembangunan di Provinsi Jawa Barat Tahun 2003 . rata-rata per tahun mengalami penurunan sebesar 13.298.d 2006 Perda tentang Perhitungan/Realisasi APBD.660.000.00 3.1 PEMERINTAH A.667.000.765.255 84.223.055. Tahun 2007 Realisasi APBD dan Tahun 2008 Perda tentang APBD (Murni).17 .416. Sumber pendanaan pembangunan di Jawa Barat selama 5 (lima) Tahun (2003-2008) secara keseluruhan adalah sebagai berikut : Tabel 2.84 27.222.09 5. yang masuk ke Jawa Barat selama kurun waktu 6 Tahun (2003-2008).331.000.579.542.000.000.000 Rencana 2008 6.510.739.000.00 3.

35 76.14 29.660.131. Ini dapat diartikan bahwa sumber-sumber potensi pendapatan daerah masih cukup banyak yang dapat digali dan dikembangkan sebagai sumber pendanaan bagi pembangunan daerah.185.00 3.2007 Tahun 2003 2004 2005 2006 2007 REALISASI PAD 2.321.73%.116.63 3.298.802.258.03 3.751.87 60.37 3.22 4.049.026.748.568.119.00 11.479.142.6 apabila dilihat dari pertumbuhan realisasi PAD selama kurun waktu 2003-2007 rata-rata mengalami kenaikan sebesar 18.15 26.17 2.535.95 13.96 21.593.640.93 5.950.569.938.980. Jika memperhatikan kemampuan keuangan dari Pendapatan Asli Daerah Provinsi Jawa Barat dengan rata-rata kontribusi per tahun terhadap APBD sebesar 64.055.734.479.241.00 11.447.359.593.15 26.73 Rata-rata Per Tahun Sumber : Perda APBD Tahun 2004 -2007 dan Ranc.05 4.537.604.887.885. Tahun 2008 Perda tentang APBD (Murni) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 II.023.96 18.18 .15 Rencana 2008 4.40 63.17 APBD 3.00 31.86 - 18.593.404.748.98 13.84 Proporsi % 55.767.73 2.89 29.734.050.000.60 Rata-rata Realisasi Per Tahun Sumber : Data Tahun 2003 s.621.00 2.996.565.800.762. Tabel 2.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Tabel 2.63 3.420.807.767.84 3.241.09 5. Sedangkan apabila dibandingkan dengan target yang ditetapkan dan realisasi pendapatan yang dicapai pada tahun yang sama memperlihatkan bahwa rata-rata terjadi under target artinya target yang ditetapkan selalu dapat tercapai bahkan melampaui target.336.25 65.593.050. Perda APBD 2008 (Murni) Berdasarkan tabel 2.d 2006 Perda tentang Perhitungan/Realisasi APBD.604.028.593.60% berarti bahwa secara kemampuan fiskalnya sudah masuk dalam kategori cukup mampu.415.700.56 64.415.564.73 6.640.105.807.712.00 4.055.84 3.00 2. sehingga Dana Alokasi Umum (DAU) pada Tahun 2008 berkurang dari tahun sebelumnya.619.055.800.214.920.512.831.170.920. Tahun 2007 Realisasi APBD.336.53 Pertumbuhan PAD Realisasi Pertumbuhan 31.208.919.119.404.00 Pertumbuhan % 31.565.09 5.399.846.79 6.734.24 67.359.6 Perkembangan Rencana dan Realisasi PAD Provinsi Jawa Barat Tahun 2003-2008 Tahun 2003 2004 2005 2006 2007 Rencana 2008 Rencana PAD 1.170.846.855.950.254.7 Perkembangan Realisasi Pendapatan Asli Daerah Dibandingkan dengan APBD Provinsi Jawa Barat Tahun 2003 .73 2.938.37 3.351.05 4.

49 1.00 1. maka daerah tersebut dianggap atau dikategorikan sudah mandiri dalam kemampuan fiskalnya.308.846.50 1.539.059.001.527.098.14 - Pertumbuhan % 9.220. Adapun perkembangan realisasi dana perimbangan selama Tahun 2003 sampai dengan Tahun 2008 sebagaimana tabel berikut ini .886. namun Jawa Barat belum berkesempatan mendapat DAK.45 35.891.160.55 Realisasi 1. Sementara untuk bagi hasil bukan pajak yang berupa bagi hasil sumber daya alam yang saat ini menunjukkan kecenderungan stagnasi sehingga memerlukan perhatian yang cukup serius dari pemerintah daerah untuk lebih dapat mengoptimalkan potensi sumber daya alam.705. DAU yang diluncurkan dari pemerintah ke daerah bertujuan untuk menghindari kesenjangan fiskal (fiscal gap) antar daerah yang ditetapkan berdasarkan kriteria tertentu yang menekankan pada aspek pemerataan dan keadilan yang selaras dengan penyelenggaraan urusan pemerintahan yang formula dan perhitungannya ditetapkan sesuai undang-undang.700.105.8 Perkembangan Rencana dan Realisasi Dana Perimbangan Provinsi Jawa Barat Tahun 2003-2008 Tahun 2003 2004 2005 2006 2007 Rencana 2008 Rencana 1.522.000.00 1.11 1. Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan.000. Sedangkan dana yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) sejak Tahun 2003 – 2007 untuk provinsi tidak ada.120.88 6.00 7.630.811.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Dana perimbangan terdiri dari bagi hasil pajak/bukan pajak dan Dana Alokasi Umum (DAU). Tabel 2.82 13. hal ini menunjukkan bahwa kemampuan fiskal Provinsi Jawa Barat dapat dikategorikan mendekati kearah mampu atau mandiri.648.663. namun diharapkan Pemerintah dalam melakukan operasi formula DAU sesuai undangundang bersifat transparan.124. berdasarkan formula dan perhitungan tersebut sesuai tujuannya diharapkan apabila dari tahun ke tahun suatu daerah alokasi DAU-nya menurun.730. Berdasarkan Perkembangan Dana Alokasi Umum (DAU) Provinsi Jawa Barat selama kurun waktu 5 Tahun terakhir cenderung menurun.54 1.853.795.00 1.093.313.301.26 1.00 1.086.522. dan Pajak Penghasilan (PPh) Perorangan menunjukkan peningkatan terus setiap tahunnya.00 1.567. Pendapatan dari bagi hasil pajak yang bersumber dari Pajak Bumi dan Bangunan.298.197.000.954.415.904.756. bahkan pada Tahun 2008 dibuka peluang.00 Pertumbuhan % 2.066.066.106.19 .569.06 37. memiliki prospek yang cukup baik untuk lebih ditingkatkan dengan memperbanyak Wajib Pajak.78 0.00 1.29 - Rata-rata Per-Tahun Sumber : Perda Perhitungan APBD Tahun 2003 -2008 9.000.28 Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 II.

2007 Tahun Pendapatan Pertumbuhan % 23. kesehatan. Tahun 2007 Realisasi APBD.824.65 90.93 5.09 5.164.888. Dana Perimbangan dan lain-lain pendapatan daerah yang sah dalam kurun waktu 2003-2007 mengalami peningkatan sebesar 16.051.142.09 6.9 tersebut di atas.16 88.298.47% per tahun sebagaimana tabel 2.253.464.00 Rata-rata per Tahun Sumber : Data Tahun 2003 s.023.919.00 2007 6.484.84 2004 4.20 .214. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 II.d 2006 Perda tentang Perhitungan/Realisasi APBD. urusan pilihan dan urusan yang penanganannya dalam bidang tertentu yang dapat dilaksanakan bersama antara pemerintah dan pemerintah daerah atau antar pemerintah daerah yang ditetapkan dengan ketentuan perundang-undangan.831.046.01%.089.887.40 Proporsi % 84.885.966.82 84.80 APBD 3.201. pendidikan.689.02 85. Tahun 2008 Perda tentang APBD (Murni) Perkembangan realisasi total pendapatan Provinsi Jawa Barat yaitu penerimaan dari Pendapatan Asli Daerah.30 4.563. Realisasi kontribusi dana perimbangan terhadap APBD dalam kurun waktu yang sama rata-rata sebesar 25.912.60 19.87 2005 4.258.420.47 2003 3.264. Belanja penyelenggaraan diprioritaskan untuk melindungi dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat dalam upaya memenuhi kewajiban daerah yang diwujudkan dalam bentuk peningkatan pelayanan dasar.22 4.42 16.9 Perkembangan Realisasi Total Pendapatan Provinsi Jawa Barat Tahun 2003 . Perkembangan target alokasi belanja daerah Pemerintah Provinsi Jawa Barat selama kurun waktu 6 Tahun terakhir (2003-2008) mengalami kenaikan sebesar 14.025.564. Peningkatan kualitas kehidupan masyarakat diwujudkan melalui prestasi kerja dalam pencapaian standar pelayanan minimal sesuai dengan peraturan perundangundangan.578. Sementara perkembangan berdasarkan realisasi selama kurun waktu 2003-2007 menunjukkan pertumbuhan rata-rata sebesar 13.460.712.28%.700.026.265.044.84 2006 5.97%.545. fasilitas sosial dan fasilitas umum yang layak serta mengembangkan sistem jaminan sosial.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Perkembangan target dari dana perimbangan secara total selama kurun waktu 6 Tahun terakhir (2003-2008) rata-rata pertumbuhannya per tahun adalah sebesar 9.003.254.80% per tahun dan kontribusinya terhadap APBD sebesar 88. Tabel 2.660.89 19.954. Belanja Daerah Belanja Daerah dipergunakan dalam rangka mendanai pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan provinsi atau kabupaten/kota yang terdiri dari urusan wajib.82%.71 97.373.

224. Perda APBD 2008 (Murni) Untuk rata-rata proporsi perkembangan realisasi alokasi belanja daerah terhadap APBD sebesar 84.132. belanja bagi hasil dan bantuan keuangan naik sebesar 18.00 3.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT sementara perkembangan realisasi alokasi belanja daerah selama kurun waktu 2003-2007 rata-rata mengalami peningkatan sebesar 16.267.439.39% dan 44.01% per tahun sebagaimana terlihat pada Tabel 2.09 6.856.89 18.473.773.40 18.420.80% (sebagaimana tabel berikut ini : Tabel 2.00 93.593.904.056.17 7.306.700.15 4.201.25%.40 Rata-rata per Tahun 17.21 .564.298.11.17 17.349.300. subsidi.00 4.09 5.282.907.72 5.831.788.00 3.773.902.026.567.826.131.309.318.80 Rata-rata Per Tahun Sumber : Perda APBD Tahun 2004 -2007 dan Ranc. Perkembangan belanja daerah Provinsi Jawa Barat selama kurun waktu 5 tahun (2003-2007) rata-rata pertumbuhan per tahun belanja SKPD mengalami kenaikan sebesar 2.89 18.84 4.22 4.090.254.40 Proporsi% 80.224.95 84.01 - 16.40 Pertumbuhan % 17.781.58 3.05 5.142.10 Perkembangan Rencana dan Realisasi Belanja Provinsi Jawa Barat Tahun 2003-2008 Tahun 2003 2004 2005 2006 2007 Rencana 2008 Rencana Belanja 3. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 II.93 5.80 Pertumbuhan % APBD 3.567. Tabel 2.72 16.245.887.356.d 2006 Perda tentang Perhitungan/Realisasi APBD.40 13. bantuan keuangan dan belanja tidak terduga.738.023.679.781.919.641.84 Pertumbuhan % 12. dan belanja tidak terduga mengalami penurunan sebesar -1.93 19.05 5.40 13. Tahun 2007 Realisasi APBD Sesuai Pasal 37 Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 belanja daerah terbagi atas Belanja Tidak Langsung dan Belanja Langsung.282.267.641.011.929.356.670. bantuan sosial.907.011.25 12.11 Perkembangan Realisasi Alokasi Belanja Daerah Tahun 2003 .89%.180.902.300. Belanja tidak langsung terdiri dari belanja pegawai.164.253.885.306.738.670.923.95%.214.88 75.180.899. belanja bagi hasil.00 4.09 Realisasi Belanja 3.309. hibah.606.101.660.00 4.249.132.763.17 17.04 5.912.2007 Tahun 2003 2004 2005 2006 2007 Belanja 3.522.712.376. bunga.2008 Dibandingkan dengan APBD Tahun 2003 .826.247.63 77.60 92.249.46 14.083.258.84 4.272.01 Sumber : Data Tahun 2003 s.

92%. belanja bagi hasil dan bantuan keuangan naik sebesar 20.58%.12 berikut ini : Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 II. dan belanja tidak terduga naik sebesar 1. perkembangannya sebagaimana Tabel 2.41%.33% dan 19.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Sedangkan proporsi masing-masing belanja terhadap total belanja rata-rata per tahun belanja SKPD meningkat sebesar 30.22 .

571.383.138.328.961.803.420.356.22 1.89 (1.93 5.400.132.990.185.854.410.201.438.321.162.00 1.50 920.298.773.255.58 1.623.131.393.686.712.00 1.39 44.697.670.639.26 15.840.81 6.84 2.885.00 862.766.902.950.000.01 53.73 724.641.147.267.253.254.030.272.660.258.88 18.25 16.494.919.163.460.142.163.09 5.00 1.25 12.006.74 85.457.319.430.40 5.912.317.00 1.380.290.00 1.929.180.781.571.80 26.000.061.2007 No Uraian 2003 2004 2005 2006 2007 2008 (Rencana) Rata2 Pertumbuhan per Tahun(%) Rata2 Proporsi per Tahun (%) 84.00 4.827.732.000.92 Belanja 1 Belanja Tidak Langsung Belanja Pegawai Belanja Bagi Hasil Belanja Bantuan Belanja Tidak terduga 2 Belanja Langsung Volume APBD 3.770.587.675.00 497.130.576.412.262.944.206.00 3.77 20.809.564.253.25 4.023.535.532.595.306.67 6.188.00 50.214.612.94 786.597.520.83 Sumber : Data Tahun 2003 s.00 1.157.00 649.246.468.814.00 1.036.309.00 2.452.22 3.102.00 2.711.046.099.370.419. Tahun 2008 Perda tentang APBD (Murni) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 II.12 Perkembangan Rincian Belanja Tahun 2003 .826.00 69.00 641.119.585.866.118.214.685.298.98 1.00 414.076.321.966.00 1.004.514.73 60.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Tabel 2.567.258.767.00 1.d 2006 Perda tentang Perhitungan/Realisasi APBD.341.235.224.736.800.464.000.593.50 524.814.346.09 11.31 3.101.223.719.09 4.831.758.859.653.504.972.207.000.434.348.323.421.013.282.33 19.300. Tahun 2007 Realisasi APBD.899.345.50 4.097.37 5.736.255.887.480.261.582.164.640.061.23 .599.00 1.896.166.00 693.95) 2.999.394.000.84 5.026.700.306.990.44 892.00 70.97 1.527.384.954.887.41 30.000.485.00 70.366.

PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT

Pembiayaan merupakan transaksi keuangan yang dimaksudkan untuk menutupi selisih antara Pendapatan dan Belanja Daerah. Adapun pembiayaan tersebut bersumber dari sisa lebih perhitungan anggaran sebelumnya (SiLPA), pencairan dana cadangan, hasil penjualan kekayaan daerah yang dipisahkan, penerimaan pinjaman daerah, penerimaan kembali pemberian pinjaman dan penerimaan piutang daerah. APBD Provinsi Jawa Barat setiap tahun mengalami defisit anggaran namun dapat ditutup dengan pembiayaan, pertumbuhan defisit anggaran tersebut rata-rata per tahun selama kurun waktu 5 Tahun (2003-2007) mengalami peningkatan sebesar 59,73 %, untuk menutupi anggaran defisit tersebut yaitu dari penerimaan pembiayaan dengan ratarata pertumbuhan per tahun mengalami kenaikan sebesar 16,81%, begitu pula pengeluaran pembiayaan rata-rata pertumbuhan per tahun mengalami kenaikan sebesar 7,26%. Tabel 2.13 Perkembangan Realisasi Pembiayaan Tahun 2003 - 2007
Pembiayaan Tahun Penerimaan 620,935,965,168.38 668,422,608,753.22 875,138,565,709.09 597,764,790,658.01 958,625,636,351.00 7.65 30.93 (31.69) 60.37 Pertumbuhan Penerimaan Pengeluaran 752,639,694,356.22 1,042,319,998,034.09 399,222,649,300.13 180,914,529,145.00 374,391,270,897.00 38.49 (61.70) (54.68) 106.94 Pertumbuhan Pengeluaran Surplus/Defisit Pertumbuhan Defisit

2003 2004 2005 2006 2007
Rencana 2008

(131,703,729,187.84) (373,897,389,280.87) (475,915,916,408.96) (416,850,261,513.01) (584,234,365,454.00) 183.89 27.29 (12.41) 40.15

488,843,335,506.25

(49.00)
16.81

256,029,693,745.00

(31.61)
7,26

(232,813,641,761.25)

(60.15)
59.73

Rata-Rata per Tahun

Sumber :

Data Tahun 2003 s.d 2006 Perda tentang Perhitungan/Realisasi APBD, Tahun 2007 Perda tentang Perubahan APBD, Tahun 2008 Perda tentang APBD (Murni)

B.

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Dana pembangunan yang bersumber dari APBN cukup besar hingga mencapai

Rp. 3,227 trilyun pada Tahun 2008. Hal ini mengalami peningkatan sebesar 23% dari Tahun 2007, dana APBN tersebut terdiri dari APBN Dekonsentrasi dan APBN Tugas Pembantuan. Untuk Dana APBN Dekonsentrasi pada Tahun 2008 alokasi untuk Pemerintah Provinsi Jawa Barat tersebar di 23 (dua puluh tiga) SKPD, sedangkan untuk Tahun 2007 tersebar di 24 (dua puluh empat) SKPD Lingkup Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat merupakan SKPD yang memperoleh alokasi dana APBN Dekonsentrasi terbesar, baik pada Tahun 2007 yang besarnya mencapai Rp. 2,519

Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009

II- 24

PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT

trilyun, maupun pada Tahun 2008 yang mencapai Rp. 3,082 pada Tahun 2007

Trilyun. SKPD yang

memperoleh alokasi terbesar kedua adalah Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat dimana mencapai Rp. 181,185 milyar, sedangkan alokasi terkecil penerima Rp. 46.544.000,dana APBN Dekonsentrasi adalah Badan Pengelola Sistem Informasi Daerah (Bapesitalda) pada Tahun 2007 dan 2008, hanya memperoleh dana sebesar

Distribusi alokasi dana APBN Dekonsentrasi yang diterima Provinsi Jawa Barat melalui SKPD Provinsi Jawa Barat, untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 2.14 berikut ini. Tabel 2.14 Alokasi Dana APBN Dekonsentrasi Per SKPD Di Provinsi Jawa Barat Tahun 2007-2008
JUMLAH DANA NO 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. SKPD Tahun 2007 DINAS PERTANIAN DINAS PETERNAKAN DINAS PERIKANAN DINAS PERKEBUNAN DINAS KEHUTANAN DINAS PERINDAG DINAS INDUSTRI AGRO DINAS KOPERASI UKM DISTAMBEN DINAS PSDA DINAS SOSIAL DISNAKERTRANS DINAS PENDIDIKAN DINAS KESEHATAN BAPEDA BAPESITELDA BAKESBANGLINMASDA BALITBANGDA BAPUSDA BASIPDA BPMD BPLHD BIRO DEKONSENTRASI BIRO KEGAWAIAN BIRO BINA PRODUKSI BIRO HUKUM BALAI PROTEKSI TPH BPSB TPH Jumlah 27.046.579.000 8.854.010.000 28.158.000.000 4.664.997.000 1.820.114.000 1.650.000.000 846.320.000 9.037.000.000 3.656.692.000 1.503.050.000 34.897.554.000 17.600.835.000 2.519.225.473.000 181.185.557.000 559.468.000 165.307.000 17.250.000.000 150.000.000 354.930.000 1.249.635.000 27.170.000.000 613.380.000 8.934.100.000 2.805.000.000 2.899.398.001.000 Tahun 2008 35.556.176.000 7.406.869.000 11.647.736.000 3.828.480.000 4.425.248.000 4.887.680.000 478.851.000 5.804.300.000 1.000.000.000 30.241.535.000 6.954.683.000 3.082.288.118.000 1.436.040.000 46.544.000 548.580.000 152.415.000 2.605.000.000 150.000.000 4.101.109.000 500.000.000 567.355.000 233.858.000 22.983.800.000 3.226.944.377.000

Sumber : Bapeda Provinsi Jawa Barat, 2007

Sedangkan untuk dana APBN Tugas Pembantuan (Tuban) untuk Provinsi Jawa Barat pada Tahun 2008 mengalami kenaikan yang signifikan dibandingkan dengan alokasi Tugas Pembantuan pada Tahun 2007, yaitu sebesar Rp. 198,833 Milyar pada Tahun 2008 yang tersebar di 11 (sebelas) SKPD dan sebesar Rp. 34,708 Milyar pada Tahun

Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009

II- 25

PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT

2007 yang tersebar di 5 (lima) SKPD, yaitu Dinas Perkebunan sebesar Dinas Perternakan

Rp. 11, 325

Milyar, Dinas Kesehatan sebesar Rp. 10,551 Milyar serta alokasi terkecil berada pada yakni sebesar Rp. 846 Juta,-. Berbeda dengan tahun sebelumnya, pada Tahun 2008 alokasi dana APBN tugas pembantuan didistribusikan kepada 11 (sebelas) SKPD yang sebelumnya 5 (lima) SKPD, yakni ditambah SKPD Dinas Koperasi UKM, Dinas Bina Marga, Dinas Tarkim, Dinas PSDA dan Dinas Pendidikan. Pada Tahun 2008 alokasi Tugas Pembantuan terbesar berada pada Dinas Bina Marga yakni sebesar Rp. 93,005 Milyar kemudian Dinas PSDA sebesar Rp. 61,503 Milyar dan yang mendapatkan alokasi terkecil adalah Biro Bina Produksi Setda Provinsi Jawa Barat sebesar Rp. 190 juta. Rincian lengkapnya disajikan pada Tabel 2.15 berikut ini. Tabel 2.15 Alokasi Dana APBN Tugas Pembantuan Provinsi Jawa Barat Tahun 2007-2008
NO 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. SKPD DINAS PERTANIAN DINAS PETERNAKAN DINAS PERIKANAN DINAS PERKEBUNAN DINAS KOPERASI DAN UKM DINAS BINA MARGA DINAS TARKIM DINAS PSDA DISNAKERTRANS DINAS PENDIDIKAN DINAS KESEHATAN BIRO BINA PRODUKSI 34.708.521.000 Alokasi Anggaran Tahun 2007 3.485.000.000 846.500.000 11.325.521.000 8.551.500.000 10.500.000.000 Tahun 2008 1.786.000.000 3.579.095.000 6.672.180.000 2.464.433.000 4.968.466.000 93.005.765.000 1.100.000.000 61.503.789.000 8.893.844.000 14.670.000.000 190.000.000 198.833.572.000

2.4.2 DANA MASYARAKAT DAN MITRA Dalam melaksanakan seluruh program pembangunan yang dicanangkan oleh Provinsi Jawa Barat, diperlukan dukungan dana dan kontribusi dari semua pihak. Dana pembangunan tidak saja berasal dari Pemerintah dan Pemerintah Daerah, namun juga

Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009

II- 26

PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT

bersumber dari private/swasta dan masyarakat. Proporsi dana yang berasal dari swasta dan masyarakat ini sangat besar dibandingkan dana pembangunan yang bersumber dari Pemerintah. Tabel 2.16 Investasi Provinsi Jawa Barat Tahun 2003-2007
Uraian
Investasi PDRB LPE(%) ICOR

Tahun 2003
44,136,173,739,258.20 243,793,194,000,000.00 4.39 3.80

2004
21,293,603,223,214.10 304,458,450,690,000.00 4.77 1.24

2005
27,696,249,473,254.90 389,268,649,470,000.00 5.62 1.18

2006
32,652,355,055,142.10 473,556,757,600,000.00 6.01 1.08

2007
29,957,628,984,751.80 542,272,108,700,000.00 6.41 1.07

Sumber: BPS dan hasil perhitungan Bapeda

Dari Tabel 2.16 terlihat bahwa nilai investasi di Jawa Barat selama kurun waktu 2003-2007 secara total berjumlah Rp. 155.736 trilyun. Angka tersebut merupakan dana investasi yang bersumber dari Pemerintah (APBD dan APBN) dan swasta. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), pada Tahun 2007 masih didominasi oleh sektor Industri Manufaktur sebesar 43,76 %, sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran sebesar 20,84 % dan sektor Pertanian sebesar 13,01 %. Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE), menunjukkan bahwa kondisi perekonomian makro Jawa Barat Tahun 2007 mengalami pertumbuhan yang cukup menggembirakan, dengan LPE sebesar 6,41 % dibandingkan dengan Tahun 2003 sebesar 4,39 %. Hal tersebut menurut Bank Indonesia (2007), peningkatan pertumbuhan ekonomi Jawa Barat didukung oleh stabilitas ekonomi nasional yang tetap terjaga, dan bersumber dari meningkatnya perdagangan luar negeri, konsumsi dan bertambahnya kegiatan investasi. Hal yang juga mendukung peningkatan LPE adalah terkendalinya laju inflasi.

Incremental Capital Output Ratio (ICOR) atau rasio kenaikan output akibat
kenaikan kapital adalah indikator ekonomi makro untuk menilai kinerja investasi. Dalam aplikasinya nilai output disetarakan dengan nilai produk Domestik Bruto, sehingga secara praktis perhitungan ICOR diformulasikan secara sederhana adalah:

It = ICOR*(LPE(t+1)/100)*PDRBt
dimana It PDRBt ICOR = = = nilai investasi yang dibutuhkan pada Tahun t nilai PDRB tahun t angka ICOR angka Laju Pertumbuhan Ekonomi (%) yang ditargetkan pada Tahun t+1

LPE(t+1) =

Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009

II- 27

PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT

Nilai ICOR dapat menunjukkan tingkat efisiensi ekonomi suatu daerah, semakin kecil nilai ICOR menunjukkan semakin efisien kegiatan produksi yang diterapkan. Selama kurun waktu 5 (lima) Tahun (2003-2006), nilai ICOR Jawa Barat dalam range 3.8 -1.08 dengan arah yang semakin mengecil, menunjukkan bahwa Jawa Barat memiliki tingkat efisiensi ekonomi yang baik. Hal ini juga menunjukkan bahwa Jawa Barat memiliki potensi dan daya tarik yang cukup besar bagi investor untuk menanamkan modal di Jawa Barat. Dari data realisasi penanaman modal asing dan penanaman modal dalam negeri (PMA dan PMDN) dalam kurun waktu 2003-2007, rata-rata pertumbuhan investasi adalah 19,13% per Tahun. Realisasi investasi PMA dan PMDN pada Tahun 2006 sebesar Rp. 23,741 trilyun jika dibanding dengan Tahun 2005 sebesar Rp. 18,371 trilyun, merupakan pencapaian pertumbuhan terbesar, yaitu sebesar Rp. 5,37 trilyun atau 29,23%. Secara keseluruhan nilai realisasi investasi PMA dan PMDN mengalami peningkatan, dari Rp. 12,996 trilyun pada Tahun 2003, menjadi Rp. 18,371 trilyun Tahun 2005, dan pada Tahun 2007 sebesar Rp 20,914 trilyun. Walaupun dalam kurun waktu tersebut, trend investasi PMA dan PMDN menunjukkan kecenderungan yang meningkat, namun peningkatan belum memberikan nilai yang signifikan. Oleh karena itu diperlukan upaya-upaya yang lebih kreatif untuk menarik minat peran swasta untuk berkontribusi dalam pembangunan Jawa Barat. Berdasarkan hasil survey yang dilakukan oleh KPPOD (Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah) pada Tahun 2005 didapatkan kesimpulan bahwa kepastian hukum, kondisi keamanan yang stabil, potensi ekonomi, ketersediaan tenaga kerja yang berkualitas, dan tersedianya sistem infrastruktur fisik yang baik adalah merupakan faktorfaktor yang menentukan dalam menarik minat investor untuk berinvestasi dalam suatu daerah. Dalam survey tersebut, juga ditemukan bahwa faktor-faktor inilah yang banyak menjadi kendala Pemerintah Daerah untuk menarik investor menanamkan modal. Dengan melihat kondisi di Jawa Barat, permasalahan ketersediaan infrastruktur fisik yang belum memadai, belum terpadunya sistem kebijakan yang mendukung investasi, belum adanya mapping potensi ekonomi yang akurat di wilayah Jawa Barat, dan masih rendahnya ketersediaan tenaga kerja yang berkualitas dapat menjadi kendala dalam upaya menarik investor ke Jawa Barat.

Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009

II- 28

kabupaten/kota dan POLRI. Seluruh pendapatan daerah dianggarkan dalam APBD secara bruto. 5. Mengoptimalkan kinerja Badan Usaha Milik Daerah untuk memberikan kontribusi secara signifikan terhadap Pendapatan Daerah.29 . 2. 4. Sedangkan kebijakan pendapatan asli daerah dilakukan dalam berbagai upaya yang diarahkan untuk meningkatkan pendapatan daerah meliputi: 1. 3. dalam pengertian bahwa jumlah pendapatan yang dianggarkan tidak boleh dikurangi dengan belanja yang digunakan untuk menghasilkan pendapatan dan/atau dikurangi dengan bagi hasil. Pendapatan daerah meliputi semua penerimaan uang melalui rekening kas umum daerah. Pendapatan daerah adalah merupakan perkiraan yang terukur secara rasional yang dapat dicapai untuk setiap sumber pendapatan dalam kurun waktu satu tahun anggaran. 2. 3.5. Peningkatan Pendapatan Daerah dengan intensifikasi dan ekstensifikasi.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 2.1 Arah Kebijakan Pendapatan Daerah Kebijakan Pendapatan Daerah untuk Tahun Anggaran 2009. Meningkatkan pelayanan dan perlindungan masyarakat sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membayar retribusi daerah. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 II. Pemantapan Kelembagaan dan Sistem Operasional Pemungutan Pendapatan Daerah. Kebijakan pendapatan daerah untuk APBD Tahun Anggaran 2009 disesuaikan dengan kewenangannya. Meningkatkan koordinasi secara sinergis di bidang Pendapatan Daerah dengan Pemerintah.5 ARAH KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH 2. Pendapatan Asli Daerah yang merupakan hasil penerimaan dari sumber-sumber pendapatan yang berasal dari potensi daerah sesuai dengan kewenangan yang dimiliki dalam rangka membiayai urusan rumah tangga daerahnya. yang menambah ekuitas dana lancar sebagai hak pemerintah daerah dalam satu tahun anggaran. senantiasa memperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut: 1. yaitu: A. struktur pendapatan daerah dan asal sumber penerimaannya dapat dibagi berdasarkan 3 kelompok. SKPD penghasil.

C. AK Jasa Raharja yang kebijakannya melakukan akurasi data potensi obyek Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) sebagai dasar perhitungannya besaran penerimaannya.2 Arah Kebijakan Belanja Daerah Sesuai dengan ketentuan bahwa belanja daerah adalah semua pengeluaran dari rekening kas umum daerah yang mengurangi ekuitas dana. Dana Perimbangan yaitu merupakan pendapatan daerah yang berasal dari APBN yang bertujuan untuk menutup celah fiscal (fiscal gap) sebagai akibat selisih kebutuhan fiskal (fiscal need) dengan kapasitas fiskal (fiscal capacity). untuk penyesuaian pagu definitif Tahun Anggaran 2009 ditampung dalam perubahan APBD Tahun Anggaran 2009.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Berdasarkan potensi perkembangan Pendapatan Asli Daerah serta memperhatikan trend pertumbuhan maka proyeksi penerimaan yang berasal dari Pendapatan Asli Daerah untuk Tahun Anggaran 2009 diperkirakan mengalami kenaikan sebesar: 9.28% sebagai data kuantitatif pendukung perkiraan tersebut secara empirik disajikan dalam tabel 2. 2. Pajak Orang Pribadi Dalam Negeri (PPh OPDN). Lain-Lain Pendapatan Daerah Yang Sah adalah penerimaan yang berasal dari sumbangan pihak ketiga yaitu PT. Kebijakan yang akan ditempuh dalam upaya peningkatan pendapatan daerah dari Dana Perimbangan adalah sebagai berikut: 1. PPh Pasal 21 dan BPHTB. B. Meningkatkan koordinasi dengan Pemerintah Pusat dan Kabupaten/Kota dalam pelaksanaan Dana Perimbangan. sambil menunggu penetapan pagu definitif tahun Dana Perimbangan untuk Tahun Anggaran 2009 diperkirakan sama dengan pagu definitif tahun yang lalu. Optimalisasi intensifikasi dan ekstensifikasi pemungutan PBB.5. Meningkatkan akurasi data Sumber Daya Alam sebagai dasar perhitungan pembagian dalam Dana Perimbangan.17. merupakan kewajiban daerah Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 II. 2. 3.30 . Sedangkan untuk proyeksi pendapatan daerah yang berasal dari Dana Perimbangan dengan mempertimbangkan bahwa penerimaan tersebut lebih bersifat given dari pemerintah pusat maka sesuai dengan pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.

6. Belanja daerah disusun berdasarkan pendekatan prestasi kerja yang berorientasi pada pencapaian hasil dari input yang direncanakan. Proyeksi belanja penyelenggaraan urusan wajib untuk bidang pendidikan Tahun Anggaran 2009 diperkirakan sebesar 20 %. Penyusunan belanja daerah diprioritaskan untuk menunjang efektivitas pelaksanaan tugas pokok dan fungsi SKPD dalam rangka melaksanakan urusan pemerintahan daerah yang menjadi tanggungjawab pemerintah Provinsi Jawa Barat. fasilitas sosial dan fasilitas umum. 7. 9. Belanja dalam rangka peyelenggaraan urusan wajib diarahkan untuk melindungi dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat dalam upaya memenuhi kewajiban daerah yang diwujudkan dalam bentuk peningkatan pelayanan dasar. Belanja Daerah diprioritaskan untuk memberikan kecukupan terlebih dahulu terhadap kebutuhan belanja yang bersifat fixed cost . 4. Memberikan dukungan yang memadai untuk kegiatan yang labour intensif untuk memberikan keluasan penciptaan lapangan kerja. Peningkatan kualitas dan produktivitas Sumber Daya Manusia. untuk mewujudkan akuntabilitas perencanaan anggaran. difokuskan untuk menciptakan sumber daya manusia Jawa Barat yang unggul dan bersaing. 5. 3. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 II. sehingga dicapai efektivitas dan efisiensi penggunaan anggaran. Kebijakan Belanja Daerah untuk Tahun Anggaran 2009 dengan memperhatikan ketentuan yang meregulasi prinsip-prinsip belanja daerah oleh karenanya diarahkan untuk: 1. yaitu: a.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT dalam satu tahun anggaran dan tidak akan diperoleh pembayarannya kembali oleh daerah. pendidikan. Peningkatan efektivitas belanja bantuan keuangan kepada kabupaten/kota yang berorientasi kepada peningkatan pendidikan.31 . 2. kesehatan dan daya beli masyarakat. Belanja daerah diarahkan kepada prioritas Common Goals. Belanja daerah diprioritaskan dalam rangka pelaksanaan urusan pemerintahan Provinsi Jawa Barat yang terdiri dari urusan wajib dan urusan pilihan sebagaimana ditetapkan dalam ketentuan perundang-undangan. 8. kesehatan. yang telah ditetapkan.

Kebijakan belanja daerah Tahun 2009 diupayakan dengan pengaturan pola pembelanjaan yang proporsional. belanja daerah tahun 2009 disusun dengan pendekatan anggaran kinerja yang berorientasi pada pencapaian hasil dari input yang direncanakan dengan memperhatikan prestasi kerja setiap satuan kerja perangkat daerah dalam pelaksanaan tugas. dan suprastruktur. diperlukan perencanaan kegiatan-kegiatan yang berorientasi pencapaian IPM 80. infrastruktur. f. difokuskan pada pelestarian dan peningkatan luas dan fungsi kawasan lindung. Kebijakan belanja daerah Tahun 2009 diarahkan untuk mendukung pencapaian target IPM 80. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 II. Dengan perencanaan anggaran yang konsisten dan fokus. Ini bertujuan untuk meningkatkan akuntabilitas perencanan anggaran serta menjamin efektivitas dan efisiensi penggunaan anggaran ke dalam program/kegiatan. dimana dengan mempertimbangkan pencapaian IPM Tahun 2007 baru sebesar 70. difokuskan pada penciptaan lapangan kerja serta menyiapkan tenaga kerja terampil dan berjiwa entrepreneur untuk kebutuhan dalam negeri dan luar negeri. waduk.76. g. pokok dan fungsinya. e. c. 2. Penanganan Pengelolaan Bencana. kedelai dan ketersediaan protein hewani. d. penyediaan air baku dan air bersih. serta persampahan dan sarana olahraga. difokuskan pada energi pedesaan. Dengan berpedoman pada prinsip-prinsip penganggaran. difokuskan pada peningkatan pelayanan publik dan penerapan insentif berbasis kinerja.32 . upaya tersebut antara lain adalah: 1. Penggunaan anggaran untuk pendidikan sebesar 20% dari anggaran APBD. difokuskan pada pengembangan jalan tol. difokuskan pada komoditas beras. Peningakatan Daya Beli Masyarakat. diproyeksikan pencapaian IPM 80 ditargetkan tercapai pada Tahun 2013. ekonomi. difokuskan pada upaya pengurangan resiko bencana terutama banjir dan longsor. h. Kemandirian Energi dan Kecukupan Air Baku. kesehatan. Penggunaan anggaran diprioritaskan untuk 8 (delatan) Common Goals. Pengendalian dan Pemulihan Kualitas Lingkungan. sarana perhubungan. Perencanaan pembangunan yang mendukung pencapaian IPM 80 diarahkan untuk memperkuat bidang pendidikan. Peningkatan Kinerja Aparatur. lintas Jabar Selatan. Pengembangan Infrastruktur Wilayah. efisien dan efektif. jagung. Ketahanan Pangan.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT b.

Peningkatan kualitas dan kuantitas pelayanan kesehatan dilaksanakan dengan memperbaiki fasilitas dan pengadaan untuk pelayanan dasar kesehatan serta membanyak tenaga medis terutama untuk daerah-daerah yang sulit dijangkau. Peningkatan efektivitas belanja bantuan keuangan dan bagi hasil kepada kabupaten/kota dengan pola : 1) Alokasi yang bersifat block grant dari Pos Bagi Hasil secara proporsional. serta anggaran belanja yang direncanakan oleh setiap pengguna anggaran tetap terukur. Kegiatan-kegiatan yang orientasinya terhadap penanggulangan bencana. dan peningkatan daya beli masyarakat.33 . Pelabuhan Cirebon. jalan tol SOROJA. Pembangunan TPA sampah. 2) Alokasi yang bersifat spesific grant dari pos bantuan keuangan kepada Kabupaten/Kota yang diarahkan : a. pembangungan Waduk Jatigede. guna memperkuat kapasitas fiskal kabupaten/kota dalam melaksanakan otonomi daerah. dana proporsional dihitung berdasarkan indeks kabupaten/kota. Kegiatan yang dikelola oleh SKPD kabupaten/kota diarahkan dengan menggunakan pola penyaluran yang bersifat kompetisi melalui Program Pendanaan Kompetisi (PPK) dan perwujudan 8 (delatan) common goals. kabupaten/kota perbatasan dengan provinsi lain serta kabupaten/kota yang akan menyelenggarakan even khusus yang berskala regional atau nasional. Stadium Bandung West Java. Kawasan Ekonomi Khusus. dengan sebagian alokasi anggarannya diarahkan pada bidang pendidikan. Pelabuhan Cilamaya. Variabel-variabel yang digunakan untuk menghitung indeks kabupaten/kota adalah : Indeks Pendidikan. Pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat. dan dana penyeimbang ditentukan berdasarkan variabel kualitatif seperti ibu kota provinsi. b.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 3. Penggunaan indeks relevansi anggaran dalam penentuan anggaran belanja dengan memperhatikan belanja tidak langsung dan belanja langsung dengan visi dan misi Pemerintah Provinsi Daerah Jawa Barat. Indeks Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 II. Dana pemerataan dialokasikan sama untuk setiap kabupaten/kota. 4. Insentif Berbasis Kinerja. dana proporsional dan dana penyeimbang. 6. dan komitmen pembangunan yang berkelanjutan (multi years) antara lain Jalan tol CISUMDAWU. 5. anggaran belanja tetap (fixed cost). kesehatan. Membagi alokasi menjadi tiga bagian yaitu dana pemerataan.

proporsi pengangguran. Adapun kriteria kegiatan yang mendapatkan alokasi bantuan keuangan kabupaten/kota adalah mendukung secara signifikan upaya peningkatan IPM Jawa Barat.17. Pendapatan Asli Daerah. Guna menghindari revisi/perubahan kegiatan yang bersumber dari alokasi bantuan bersifat spesific grant.3 Arah Kebijakan Pembiayaan Daerah Pembiayaan pada dasarnya disediakan untuk menganggarkan setiap penerimaan yang perlu dibayar kembali dan atau pengeluaran yang akan diterima kembali baik pada tahun anggaran yang bersangkutan maupun pada tahun anggaran berikutnya. pemberian pinjaman dan keperluan lainnya sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. 7. PDRB/Kapita. luas wilayah. belanja hibah dan belanja bantuan sosial. 8. Indeks Daya Beli. menanggulangi masalah pengangguran dan meningkatkan upaya pelestarian lingkungan khususnya kawasan lindung. jumlah penduduk miskin. dan proporsi kawasan lindung.34 . Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 II. menanggulangi masalah kemiskinan.5. Selain itu yang dialokasikan pada Belanja Tidak Langsung mengakomodir juga belanja yang tidak terkait secara langsung dengan pelaksanaan program dan kegiatan melalui anggaran belanja subsidi. kebutuhan belanja dan pembiayaan disertai data time series sebagai refleksi penerimaan maju (forward estimate) disajikan dalam tabel 2. 2.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Kesehatan. Rincian Proyeksi APBD Tahun Anggaran 2009 dengan mempertimbangkan potensi pendapatan. diarahkan agar perencanaannya dikonsolidasikan dengan aparatur pemerintahan Provinsi Jawa Barat dan disinergiskan dengan kebutuhan riil di kabupaten/kota. jumlah penduduk. Kebijakan pembiayaan Tahun Anggaran 2009 untuk penerimaan pembiayaan berasal dari SILPA dan pencairan DCD sedangkan pengeluaran pembiayaan diarahkan untuk pembayaran pokok utang.

000.231.751.84 3.119.407.638.766.06) 10.614.811.889.878.324.696.637.18 (7.64 714.593.290.00 904.190.50 16.000.213.173.00 10.950.000.000.600.389. dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi makro dan regional untuk 1-3 Tahun ke depan yang belum pasti.272.53 (24.25 458.480.094.000. III.938.878.273.000.25 488.740.047.335.029.310.000.965.81 293.802. Capaian peningkatan pendapatan pada Tahun 2007 ini didukung oleh kondisi ekonomi regional yang stabil dan keberhasilan dalam melakukan upaya-upaya intensifikasi dalam meningkatkan pendapatan daerah.000.000.640.000.000.84 419.145.000.693.87 412.60 4.00 1.029.959.953.960.510.00 250.000. Penerimaan a.273.000.083.00 1.680.335.418.561. diproyeksikan bahwa rata-rata kenaikan pendapatan daerah pada Tahun 2009-2011 berkisar antara 7-9%.049.424.133.963.094.000. Penerimaan Pinjaman Daerah 2.326.522.000. Belanja Subsidi d.000.625.092.321.000. Dana Perimbangan a.23 904. Pendapatan Asli Daerah a.678.631.500. Pajak Daerah b.953. Penyertaan Modal (investasi) Pemda c.579.00 1.349.402.13) 72.500.997.744.000.529.25 4.61 11.185. Belanja Bantuan Keuangan kepada Pemda/Pemdes h.22 200.121.003.097.815.610.000.092.57 19.01) II.679.512.52 97.02 0.060.691.661.235.879.12 1.512.46 13.35 .000.893.06 6.84 3.17 Proyeksi APBD Provinsi Jawa Barat 2009 No (1) I.63 12.163.000.62 9.101. Pos Dana Alokasi Umum c.818.00 30.357.376.796.000. Belanja Pegawai b.742.00 28.853.00 100.811.522. Belanja Modal Surplus (+) / Defisit (-) PEMBIAYAAN DAERAH 1.162.723.030.00 29. Belanja Barang dan Jasa c.719.00 1.162.400. Pembayaran Pokok Utang d. Namun demikian.214.431.84) 122.00 250.971.548.238.532.865.28 5.000.00 256.149.239.745.46 3.997.00 1.00 5.985.860.064.00 933.000.953. Belanja Bantuan Sosial f.14 23.140.519.942.18 90.000.984. Lain-lain Pendapatan yang Sah 4.248.880.08 Sumber: Buku APBD Tahun Anggaran 2007 dan Rancangan APBD Tahun Anggaran 2008 Bila memperhatikan kecenderungan pendapatan daerah sejak Tahun 2003-2006 terlihat bahwa dari Tahun 2003 terjadi peningkatan yang berfluktuasi dengan kecenderungan menurun pertumbuhannya hingga Tahun 2006.950.00 5.094.000.795.44 892. Belanja Tidak Terduga 2. Belanja Langsung a.67) 9.84 419.52 60.000.000.00 5.055.29 246.44 11.94 411.131.213.288.239.693.000.07 1.434.637.96 (232.176.163.463.00 115.00 11.00 6. Bagian Pinjaman Pemerintah Daerah BELANJA DAERAH 1.00 3. Retribusi Daerah c.843.569. Untuk Tahun 2009 diproyeksikan peningkatan pendapatan sebesar 9.813.947.623.920.00 4.985.336.40 190.000.022.000.00 6.85 6.000.41 8.790.79 8.00 5.770. Peningkatan pendapatan pada Tahun 2007 yang semula diperkirakan dibawah 10% dibandingkan Tahun 2006 ternyata melampaui di atas 19%.999.761.386.00 186.00 125.273.00 726.339.000.214.560.48 (122.645. secara lengkap disajikan pada Tabel 2.000.000.84 2008 (4) 5. Lain-lain PAD yang sah 2.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Tabel 2.79) 7.02 7.66 0. Bagi Hasil Pajak/Bukan Pajak b.00 24.23 866.00 75.203.00 105.00 465.000. Belanja Tidak Langsung a. Pos Dana Alokasi Khusus 3.78) (43.630.000.000.79 (25.000.671.593.000.212.246.089.002.853.08 9.344.168.000. Belanja Bunga c.25 10.066.00 82.641.00 52.630.00 588.585.80 (69.860.000.25) 232.00 3.25 30.048.00 121.000.77 18.00 4.70 24.745.257. 296.878.336.00 50.384.000.08% dibanding Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 II.00 3.93 137. Pemberian Pinjaman Daerah Volume APBD 2007 (3) 5.813.724.00 10.400.387.000.568.889. Pencairan Dana Cadangan c.000.19 17.08 2009 (5) 6.946.44 (3. Uraian APBD (2) PENDAPATAN 1.523.866.506.631.213. Sisa lebih Perhitungan Anggaran Daerah Tahun Sebelumnya b.96 149.504.655.00 4.407.533.00 3.407.619.879. Pengeluaran a.000.889.199.78 906.97 250.70) 25.484.98 1.621.179.361.899.606.50 32.000.00 9. Pembentukan Dana Cadangan b.869.929.187.00 11.00 1.85 1.000.762. Belanja Bagi Hasil kepada Provinsi/ Kab/Kota dan Pemdes g.00 103.214.761.20 292.34) (16.17.486.84 13.436.231.96 10.24 9.425.506. Belanja Pegawai b.114.00 9.736.145.641.179.00 409.064.607.843. Hasil Perusahaan Milik Daerah dan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang ipisahkan d.615. Belanja Hibah e.

PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Tahun 2008 atau sebesar Rp. 6. Kegiatan investasi diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kerjasama antara BUMD dan pihak swasta. sektor industri berbasis pertanian dan kelautan.213 trilyun. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 II. 4. Mendorong peningkatan investasi langsung oleh masyarakat lokal. 2.17. 6. selengkapnya disajikan pada Tabel 2.5.36 .4 Arah Kebijakan Dana Masyarakat dan Mitra Kebijakan Tahun 2008 untuk dana masyarakat dan mitra yang merupakan potensi daerah yang perlu terus dikembangkan dan didorong untuk mendukung proses pembangunan Jawa Barat diarahkan melalui upaya menjalin kerjasama yang lebih luas dan meningkatkan partisipasi swasta/masyarakat untuk menarik investasi yang lebih besar di Jawa Barat. dimana investasi ditujukan pada kegiatan-kegiatan yang dapat melibatkan peran masyarakat luas seperti sektor pertanian. 3. dan industri manufaktur. 2. 5.213 trilyun. Kerjasama antara Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat dengan pihak swasta atau dengan pihak government/pemerintah lain dengan perjanjian yang disepakati. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan investasi daerah adalah : 1. Deregulasi peraturan daerah untuk dapat meningkatkan minat berinvestasi di Jawa Barat. Sementara itu untuk alokasi belanja daerah diproyeksikan pada Tahun 2009 sebesar Rp.

dan keberhasilan yang telah dicapai selama ini belum sepenuhnya mengatasi permasalahan di dunia pendidikan.1 ISU STRATEGIS Berdasarkan pada perkembangan situasi dan kondisi sebagaimana dikemukakan pada bab sebelumnya. Permasalahanpermasalahan tersebut perlu didukung dengan meningkatkan profesionalisme dan kesejahteraan guru.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT BAB III PRIORITAS PEMBANGUNAN DAERAH TAHUN 2009 3. Untuk itu. yaitu : 1. relevansi dan daya saing pendidikan dimaksudkan untuk mengangkat kualitas lulusan di dalam kancah persaingan global Permasalahan di bidang pendidikan di Jawa Barat pada dasarnya berpangkal pada mutu dan relevansi pendidikan yang belum optimal akibat belum meratanya mutu pendidikan maupun sekolah yang menjadikan pendidikan tersebut belum mampu memberikan nilai jual lulusan serta daya saing yang baik. Hingga saat ini upaya peningkatan mutu dan relevansi pendidikan untuk mewujudkan core bussiness tersebut belum optimal. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 III-1 . dirumuskan beberapa isu strategis yang perlu mendapat perhatian khusus. sepanjang Tahun 2007-2008.5% sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari upaya mewujudkan amanat amandemen Undang-undang dasar 1945 tentang anggaran pendidikan sebesar 20% yang akan dilakukan selambatnya Tahun 2010. Sejalan dengan isu tersebut. anggaran pendidikan pada Tahun 2009 ditetapkan sebesar 17. mutu dan relevansi serta tata kelola pendidikan dan pencitraan publik. Daya Saing dan Perluasan Kesempatan Pendidikan Program pendidikan untuk semua (Education For All) menghendaki tidak ada seorang pun warga negara yang tidak mendapatkan pelayanan pendidikan. fokus pembangunan pendidikan di Jawa Barat dilakukan untuk mewujudkan 3 (tiga) core bussiness pendidikan yang terdiri dari aspek pemerataan. Untuk itu pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan harus berkiblat kepada kebutuhan riil masyarakat dengan sepenuhnya memberikan kemudahan akses bagi masyarakat memperoleh pendidikan. rendahnya tingkat partisipasi masyarakat dalam pendidikan. kurangnya relevansi pendidikan dengan dunia kerja (tripartit) terutama pada sekolah-sekolah kejuruan. Padahal peningkatan mutu.

Sedangkan penanganan transmigrasi lokal yang saat ini menjadi kewenangan daerah. persentase jumlah yang diberangkatkan dibandingkan dengan animo yang ingin menjadi transmigran masih rendah. demikian. Laju pertumbuhan penduduk yang mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya pertumbuhan menunjukkan penduduk laju pertumbuhan Namun alamiah yang jumlah mendekati migrasi laju netto nasional. tetapi masih cukup tinggi. 3. di mana pelayanan kesehatan dasar masih belum mencapai Standar Pelayanan Minimal (SPM). tenaga kesehatan belum merata terutama di perdesaan. Metropolitan Bandung serta Metropolitan Cirebon. masih muncul kasus penyakit menular dan wabah terutama flu burung. prasarana pelayanan kesehatan dasar belum dapat diakses sepenuhnya oleh masyarakat terutama penduduk miskin. akibat tidak terserapnya pertumbuhan angkatan kerja oleh pasar kerja yang disebabkan terbatasnya peluang kerja. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 III-2 . Pengangguran dan Migrasi Pengangguran di Jawa Barat sudah berkurang sampai 40% pada Tahun 2007. masih memerlukan kesepahaman dalam pembinaan dan penanganannya dengan pemerintah Kabupaten/Kota. Seiring keberhasilan pembangunan bidang kesehatan masih terdapat permasalahan yang antara lain: aksesibilitas dan kualitas pelayanan kesehatan. di mana hal ini dapat terlihat dari peningkatan Indeks Kesehatan yang melebihi target atau rencana di tahun 2007 sendiri bahkan rencana di tahun 2009. menunjukkan tingkat stagnasi dengan sedikit penurunan disebabkan masih tingginya jumlah migrasi masuk dengan konsentrasi di wilayah BODEBEK. Hal tersebut disebabkan terbatasnya dana baik APBN maupun APBD dan tingginya biaya pemberangkatan per Kepala Keluarga (KK) serta adanya permintaan sharing dana dari daerah penerima. sehingga mengakibatkan calon pekerja tidak dapat masuk kedalam pasar kerja dan rawannya pekerja terkena pemutusan hubungan kerja. Intensitas dan Penyebaran Penyakit Pembangunan Bidang Kesehatan dari tahun ke tahun terus mengalami kemajuan dan peningkatan yang dibuktikan dengan semakin menurunnya angka kematian bayi dan kesakitan masyarakat. lambannya transformasi tenaga kerja dari sektor primer ke sektor sekunder.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 2. produktivitas yang rendah dan adanya pemutusan hubungan kerja. Kondisi tersebut didukung oleh masih rendahnya kualitas atau kompetensi pencari kerja dan pekerja. Dalam pelaksanaan transmigrasi.

mutu yang layak. terjangkau.556 Jiwa. kejujuran dan kebersamaan. Pergeseran Sistem Nilai Masyarakat Dengan semakin menguatnya arus budaya global yang membawa nilai-nilai materialisme dan hedonisme. partisipasi politik dan pengambilan keputusan. gotong royong. Kemiskinan ditunjukkan pula dengan jumlah masyarakat yang tergolong fakir miskin Tahun 2007 sebesar 1. Salah satu akibat dari permasalahan kependudukan tersebut adalah jumlah penduduk miskin yang senantiasa bertambah yang salah satunya disebabkan oleh jumlah kelahiran yang terjadi. di mana hal ini sering terlambat dideteksi. malu.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT HIV/AIDS. pelatihan dan kesempatan kerja. 5. 4.890 kepala keluarga dan masyarakat yang termasuk ke dalam Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial sebanyak 3. untuk memperoleh mutu konsumsi pangan yang berkualitas yang selanjutnya akan menentukan derajat kesehatan masyarakat. Stabilitas Harga Pangan dan Komoditas Strategis Ketahanan pangan merupakan kemampuan untuk menjamin seluruh penduduk memperoleh pangan dalam jumlah yang cukup. aman dan halal. Sebaliknya kerawanan pangan merupakan faktor yang menghambat terhadap derajat kesehatan masyarakat. muncul kecenderungan melemahnya implementasi nilai-nilai agama di kalangan masyarakat. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 III-3 .040. toleransi. serta pemahaman terhadap perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) masih rendah. Ketersediaan Produk. partisipasi KB. kasus gizi kurang. 6. Kunci peningkatan ketahanan pangan adalah kemampuan daya beli dan tingkat pendapatan. Penduduk Miskin Jawa Barat dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia. mengingat kemiskinan yang ada sebagian besar adalah kemiskinan struktural. Modernisasi yang dipahami secara sempit hanya kemajuan pada sisi material telah menghasilkan permasalahan berupa memudarkan budaya santun. kekeluargaan.886. Salah satu dampak dari kemiskinan adalah ketimpangan jender yang masih meminggirkan perempuan dalam kesempatan memperoleh pendidikan. memiliki masalahmasalah kependudukan sebagai dampak atas keterbatasan daya dukung alam dan daya tampung lingkungan. yang didasarkan pada optimasi pemanfaatan dan berbasis pada keragaan sumberdaya domestik. sehingga baru disadari setelah terjadinya dampak terhadap status gizi dan derajat kesehatan masyarakat.

832 ton) sedangkan untuk telur mengalami penurunan sebesar 13.6 kg/kap/tahun.50 kg/kap/tahun. sehingga terjadi surplus beras.202. Penurunan terjadi produksi kedelai disebabkan petani enggan menanam yang dipicu oleh harga pasar kedelai di bawah harga biaya produksi sehingga luas tanam/panen penurunan namun produktivitas tetap dapat dipertahankan. Produksi daging. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan konsumsi ikan masyarakat diantaranya melalui sosialisasi kesadaran masyarakat akan pentingnya protein hewani dari sumber ikan.482 juta ton. Proyeksi penduduk Jawa Barat pada Tahun 2009 sejumlah 43. Hal ini diakibatkan pula oleh tingkat kesejahteraan petani.2%.352.608 ton). namun permasalahan saat ini. telur dan susu sebagai sumber protein juga menunjukkan adanya keragaan. ketahanan pangan didukung oleh pencapaian produktivitas. juga disubstitusi dari produksi perikanan. khususnya diakibatkan oleh harga permintaan pasar dan nilai tambah. peningkatan produksi pangan kondisinya sangat rentan oleh adanya gangguan produksi akibat alih fungsi lahan dan berbagai gangguan produksi akibat bencana alam (kekeringan/kebanjiran). dan nelayan yang masih rendah karena produktivitas dan nilai tukar yang masih rendah dan tidak stabil. Pencapaian norma gizi protein selain diperoleh dari bahan asal ternak yang dikonsumsi oleh masyarakat. pada Tahun 2007 sekitar 558.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Selain itu. Produksi daging dan susu pada Tahun 2007 sebesar 427. Tingkat pencapaian konsumsi daging dan telur masyarakat Jawa Barat selama periode Tahun 20052007 belum mencapai standar norma gizi kecuali susu yang telah mencapai di atas standar norma gizi yaitu sebesar 9. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 III-4 .645 ton menunjukan penurunan sekitar 2. Produksi ikan pada Tahun 2007 meningkat sebesar 6.5 % dari Tahun 2006 sedangkan kedelai menunjukan penurunan sekitar 28% (produksi Tahun 2007 sekitar 17.02 juta orang.037 ton (angka sementara) menunjukkan penurunan bila dibandingkan Tahun 2006 (451. maka kebutuhan beras Jawa Barat sebesar 5. sedangkan kebutuhan beras/kapita/tahun berdasarkan norma gizi seberat 120 kg/kap/tahun. Komoditas palawija unggulan seperti jagung dan kedelai perkembangannya naik-turun setiap tahunnya. Produksi Palawija seperti jagung. Pada Tahun 2007 produksi beras Jawa Barat dibandingkan dengan jumlah kebutuhan perkapita sesuai dengan norma gizi.83 % dari Tahun 2006 dan konsumsi ikan di Jawa Barat dari tahun ke tahun mengalami kenaikan yang cukup baik sehingga diharapkan tingkat konsumsi ikan nasional pada Tahun 2010 dapat tercapai sebesar 26.

serta peningkatan daya beli masyarakat. Hal ini terjadi pula pada ketidakstabilan harga pangan non beras. yaitu jagung. pemerintah menggunakan cadangan beras yang dimiliki untuk menstabilkan harga melalui kegiatan operasi pasar. Di satu sisi ketersediaan pangan beras mencukupi bahkan melebihi. Dilihat dari aspek ketahanan pangan. selain berperan dalam penyediaan bahan pangan. sehingga masing-masing RTM ada yang menerima kurang dari 10 Kg. Hasil penerapan insentif harga untuk petani tercermin pada perkembangan harga Gabah Kering Panen (GKP) yang menunjukan bahwa HPP memberikan manfaat yang cukup kepada petani. juga dapat berimplikasi terhadap diversifikasi produksi dan konsumsi. Di tingkat konsumen harga eceran rata-rata bulanan untuk beras medium juga tidak mengalami gejolak yang berarti. kedelai. Perdagangan antar daerah dan antara pulau dapat mempertahankan stabilitas harga. Perkembangan harga transaksi yang terjadi pada umumnya lebih tinggi daripada HPP. 3 Tahun 2007 tentang Perberasan. Jumlah alokasi beras miskin 2007 hanya untuk 2. Kebijakan pengendalian harga memiliki dua sisi yang diatur dalam Inpres No. Pada saat di daerah-daerah tertentu terjadi lonjakan harga yang besar. ternak. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 III-5 . banyak faktor yang menghambat akses penduduk untuk menyediakan bahan pangan untuk konsumsi di tingkat rumah tangga. dan ikan.4 juta rumah tangga miskin (RTM). Stabilitas harga pangan beras diukur berdasarkan perkembangan harga rata-rata dan koefisien variasinya dimonitor terus menerus. sedangkan jumlah masyarakat miskin menurut BPS sebanyak 2.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Ketersediaan pangan yang cukup belum menjamin akan digunakan oleh penduduk setempat. pemerintah menerapkan kebijakan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk memberikan harga produsen yang mencukupi kepada petani agar petani tidak menerima harga lebih rendah dibandingkan biaya produksi. Hal tersebut menyebabkan anggota rumah tangga yang rawan pangan seperti balita akan mengalami kekurangan gizi.9 juta RTM. Pada satu sisi. tetapi daya beli penduduk rendah akibatnya masih tingginya angka keluarga miskin (Gakin). Pada sisi lainnya. kecuali di daerah yang sulit dijangkau (terisolasi) atau komoditas produknya tidak memenuhi syarat pembelian. gabah hasil pembelian dari petani digunakan untuk operasional program raskin dan sebagai cadangan beras pemerintah untuk menstabilkan harga pada tingkat konsumen.

nilai tambah impor Jawa Barat diperkirakan tumbuh 4. barang kulit. produksi pada subsektor bahan makanan khususnya produksi padi dan jagung diperkirakan sedikit meningkat dibandingkan tahun lalu. teh. Kondisi mesin TPT di Jawa Barat rata-rata sudah berumur lebih dari sepuluh tahun. memberikan kepastian bagi pelaku usaha. Sejalan dengan permintaan dalam negeri. Sementara itu. yang tumbuh sebesar 3. disisi lain.69 % (yoy).PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 7. Nilai tambah ekpor produk Jawa Barat diperkirakan tumbuh 8. Sektor pengangkutan dan komunikasi diperkirakan tumbuh 8.39 % (yoy) pertumbuhan sektor pertanian didorong oleh peningkatan produktivitas pada subsektor perkebunan. dan harga beberapa komoditas nonmigas tertentu di pasar international. atau tumbuh 7. dan karet. dan alas kaki diperkirakan tumbuh melambat sebear 1. lebih tingi dibandingkan triwulan sebelumnya.52 miliar. Disisi lain kedelai justru mengalami penurunan.92 % (yoy). Nilai impor Jawa Barat mencapai USD 5.54 % (yoy) subsektor tekstil. dan mesin untuk industri.04 % (yoy).53 (yoy) terutama didorong oleh peningkatan kinerja subsektor komunikasi dan subsektor angkutan jalan raya. Nilai tambah subsektor komunikasi tumbuh sejalan dengan semakin kompetitifnya tarif pulsa dan inovasi produk yang ditawarkan oleh operator telepon Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 III-6 . Nilai Tambah dan Daya Saing Usaha Nilai tambah perdagangan luar negeri Jawa Barat menigkat seiring dengan masih tingginya harga migas. volatilitas nilai rupiah yang dapat dijaga pada level yang rendah. dan mengurangi potensi kerugian yang disebabkan fluktuasi nilai tukar rupiah yang berlebihan.02 % (yoy). pada triwulan ini sektor pertanian diperkirakan tumbuh 2. Sebagian besar impor Jawa barat (sekitar 40 %) merupakan barang modal berupa mesin listrik. Komoditas perkebunan yang mengalami peningkatan antara lain adalah tebu. yang tumbuh sebesar 3. Sementara itu walaupun selama Tahun 2007 terjadi kekeringan yang cukup panjang. diduga menjadi salah atu penyebab menurunnya produktivitas subsektor ini.63 % (yoy).35 % (yoy). komoditas impor lainnya yang mempunyai pangsa pasar cukup besar adalah impor kendaraan bermotor Nilai tambah sektor pertanian pada periode sebelumnya mengalami kontraksi. Sektor industri pengolahan diperkirakan tumbuh melambat dengan kisaran sebesar 3. lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya. mesin pembangkit tenaga. dan memberikan kontribusi yang signifikan terhdadap total pertumbuhan Jawa Barat. Nilai Tukar Produk.

37% dari realisasi investasi. 8. yaitu sektor industri mencapai 19. Permasalahan yang terkait dengan pengembangan investasi adalah belum efektifnya regulasi yang berkaitan dengan penanaman modal. serta peningkatan partisipasi sektor swasta dalam pemenuhan kebutuhan investasi. Sektor jasa-jasa diperkirakan tumbuh 1.89 % (yoy).3 juta pada Tahun 2007 dengan kontribusi terhadap pembentukan PDRB sebesar 63. belum tersedianya informasi akurat yang dibutuhkan calon investor.15%.5% dari jumlah investasi. Sektor pengangkutan masih didominasi oleh subsektor angkutan jalan raya dan subsektor angkutan rel dan angkutan udara relatif masih rendah. Peningkatan Investasi Daerah dan Pembiayaan KUMKM Realisasi investasi PMA di Jawa Barat bila dibandingkan jumlah PMA Nasional menduduki peringkat ketiga yaitu mencapai sebesar 12.85 % (yoy). Sektor ini memberikan kontribusi sekitar 0.8%. Untuk itu upaya yang telah dilakukan adalah melalui kebijakan di bidang penanaman modal terkait dengan stabilitas politik. Permasalahan yang dihadapi dalam pengembangan KUMKM adalah masih rendahnya kualitas sumberdaya manusia seperti kurang terampilannya SDM dan kurangnya jiwa kewirausahaan. Dilihat dari subsektornya nilai tambah sektor ini masih didomonasi oleh nilai tambah yang bersumber dari subsektor kasa pemerintahan dan sub sektor jasa perorangan dan rumah tanggga. belum terwujudnya stabilitas politik. Sektor Tersier merupakan sektor yang memberikan kontribusi terbesar dalam pencapaian perkembangan investasi di Jawa Barat baik PMA maupun PMDN. rendahnya penguasaan teknologi dan manajemen. lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan triwulan II-2007 sebesar 0.13 % terhadap total pertumbuhan ekonomi Jawa Barat. serta masih terdapatnya kecenderungan ekonomi biaya tinggi dalam pelaksanaan investasi. Provinsi Jawa Barat menduduki peringkat pertama mencapai 32.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT seluler. keamanan. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 III-7 . keamanan. sedangkan untuk realisasi investasi PMDN. dan penegakkan hukum. Usaha Mikro Kecil dan Menengah (KUMKM) merupakan bagian penting yang mencerminkan kemajuan kesejahteraan bagi sebagain besar masyarakat. penyederhanaan pelaksanaan prosedur investasi melalui pembentukan Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PPTSP). Koperasi. Hal tersebut ditunjukkan oleh besarnya potensi KUMKM di Jawa Barat yang mencapai 7. dan penegakkan hukum.

Untuk mengatasi permasalahan dan tantangan yang akan muncul. sehingga berdampak terhadap rendahnya tingkat produktivitas dan kualitas pengelolaan manajemen. Karena itu yang perlu dibangun adalah kesadaran politik masyarakat yang didukung oleh elite partai untuk bersama-sama menciptakan suasana yang kondusif dan dapat menerima dan melaksanakan pemilu sebagai salah satu prosedur demokrasi dalam memilih jabatan-jabatan politik. Dalam menghadapi perubahan kepemimpinan daerah dan nasional yang perlu diantisipasi daerah adalah perilaku pengikut dalam menerima kekalahan kubunya. Bercermin pada pengalaman Pemilu Nasional 2004 di Jawa Barat yang berlangsung tanpa gangguan. IKM. dan pengusaha besar. akan dilaksanakan Pemilu Presiden secara langsung yang diawali dengan Pemilu untuk anggota DPR/DPRD dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD). 9. terutama terhadap akses kredit investasi. meningkatkan akses teknologi. Jawa Barat melaksanakan Pemilu Gubernur dan 16 Pemilu Bupati dan Walikota. BUMD. fasilitasi pemasaran dan promosi produk KUMKM. Pemilu Nasional 2009 Pada 2008. Perubahan tersebut merupakan hal yang wajar dalam sistem politik demokrasi. dan meningkatkan kemitraan antara KUKM. BUMD. upaya yang telah dilakukan diarahkan pada peningkatan kemampuan kualitas sumberdaya manusia. dan pengusaha besar. diperkirakan pada 2009 dengan tingkat kesadaran politik makin tinggi baik pada tataran elit maupun masyarakat. dan kerja sama antara KUKM. fasilitasi pembiayaan melalui lembaga keuangan alternatif.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT serta informasi pasar. maka Pemilu Nasional Tahun 2009 akan berlangsung dengan tenang. Pemilu Gubernur dan Bupati/Walikota untuk pertama kalinya di daerah masing-masing dilaksanakan secara langsung berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Perbedaan ideologis antar partai yang tidak Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 III-8 . Selanjutnya pada Tahun 2009 untuk kedua kalinya. Namun yang perlu diperhatikan adalah konsistensi kebijakan baik di tingkat daerah maupun nasional untuk menjaga kontinuitas pelaksanaan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat. IKM. Demikian pula terbatasnya akses pembiayaan yang masih dihadapi oleh sebagian besar pelaku usaha kecil dan menengah. Pelaksanaan Pemilu Gubernur dan Bupati/Walikota serta Pemilu Nasional tersebut akan mengubah kepemimpinan di daerah dan pada tingkat nasional.

dan pemilu nasional. pemilu bupati/walikota.617 surat suara. karena pada Pemilu Nasional 2004 masalah pendaftaran pemilih tersebut menjadi isu penting. 10.680 surat suara. perubahan yang diharapkan belum terwujud atau disebabkan sosialisasi yang kurang. Meskipun partisipasi pemilih tidak mempengaruhi legitimasi hasil Pemilu.016. Dalam kinerja pemerintahan dituntut akuntabilitas yang berarti bahwa setiap organisasi atau Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 institusi pada III-9 . antara pemilu gubernur.083. mengingat masalah pendataan pemilih belum memiliki sistem yang tertata dengan baik.975 orang. Dengan demikian jumlah pemilih yang melaksanakan hak pilihnya sebanyak 22. Kinerja Pemerintah Daerah Kinerja pemerintah daerah masih menjadi isu penting untuk ditingkatkan guna mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat. karena pelaksanaan pemilu yang cukup sering. sehingga setiap anggota masyarakat yang berhak memilih terdaftar sebagai pemilih dan dapat menggunakan haknya. Angka tersebut menunjukkan tingkat partisipasi pemilih dalam Pemilu. Namun dapat dikatakan bahwa tingkat partisipasi pada Pemilu Nasional 2004 cukup tinggi mengingat para pemilih sangat antusias untuk ikut mewarnai perubahan politik nasional cukup besar.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT terlalu mencolok akan lebih mendorong pemilih untuk memilih program-program yang ditawarkan. Kesepakatan dan kesadaran para elit partai untuk bermain dalam arena demokrasi akan diikuti oleh massa dengan baik mengingat budaya patronclient yang masih berlaku pada masyarakat Jawa Barat.88%. sebagai bentuk pendidikan politik masyarakat. Permasalahan yang perlu diperhatikan adalah antusiasme masyarakat untuk mengikuti Pemilu perlu didukung oleh pelaksanaan fungsi partai secara tepat dan pemenuhan janji perubahan ke arah yang lebih baik oleh pemenang Pemilu. Diperkirakan pada 2009 tingkat partisipasi pemilih akan menurun menjadi 73% sampai dengan 75%. Di samping itu dapat disebabkan tingkat kejenuhan pemilih.711.197 orang atau 84. Jumlah pemilih dalam Pemilu Nasional Tahun 2004 yang lalu mencapai 26. Karena itu diharapkan pendataan dapat dilaksanakan secara akurat. suara yang sah 20.371. tetapi yang perlu diperhatikan adalah pendataan pemilih yang akurat. dan partai politik dapat melakukan fungsinya dengan melakukan sosialisasi pelaksanaan Pemilu Nasional 2009 dan komunikasi politik yang lebih intensif mengenai perubahan yang akan dilakukan dalam pemilu. dan surat suara yang tidak sah 1.

kabupaten dan kota serta stakeholders pembangunan. membuat laporan secara tepat. 11. Penataan struktur organisasi yang dilakukan pada 2008. sekaligus yang menjadi permasalahan dalam peningkatan kinerja adalah: menggunakan pelimpahan kewenangan dengan tepat. Intensitas Bencana Alam.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam melaksanakan tugasnya bertanggungjawab terhadap keputusan yang diambil. cakupan tugas. renumerasi yang layak. tata laksana. Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Secara geografis. penggunaan anggaran. dan kekeringan hampir dapat dipastikan selalu mengancam sebagian besar wilayah Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 III-10 . mesti diikuti dengan penataan aparatur. tanah longsor. pengawasan serta hasil dan dampak dari kegiatan. Hal tersebut pada akhirnya untuk membentuk budaya kerja yang mendukung akuntabilitas kinerja pemerintah daerah. banjir. serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat. pelaksanaan kegiatan. rasional dan proporsional sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan daerah didasarkan pada Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. serta struktur organisasi yang di dalamnya meliputi tata hubungan kerja. Provinsi Jawa Barat merupakan salah satu wilayah yang sangat rawan bencana alam (natural disaster prone region). Persyaratan dalam akuntabilitas tesebut. tata laksana. standar prosedur operasional dan standar pelayanan minimal dalam setiap aspek penyelenggaraan pemerintahan. Reformasi pada tataran pemerintah daerah antara lain pada organisasi perangkat daerah yang diarahkan untuk terciptanya organisasi yang efektif. efisien. beban kerja serta fungsi koordinasi dengan pemerintah. letusan gunung api. Penataan organisasi mempertimbangkan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah terdiri dari urusan wajib dan urusan pilihan. Untuk meningkatkan kinerja apparatur perlu dukungan dari aspek kebijakan. standar prosedur operasional dan standar pelayanan minimal dalam setiap aspek penyelenggaraan pemerintahan. mengikuti aturan yang telah ditetapkan. Akuntabilitas kinerja dimulai sejak perencanaan dan penganggaran. melaksanakan tugas sesuai misi yang diemban. sejalan dengan norma profesional dan berorientasi pada kualitas dari kegiatan yang dilakukan. penataan sistem termasuk di dalamnya tata hubungan kerja. angin ribut. Berbagai potensi bencana alam seperti gempa bumi. efisien dan efektif dalam penggunaan sumberdaya dan sesuai dengan outcomes yang ditetapkan. memperhatikan kualitas program dan hasil dari pelayanan.

Isu yang muncul saat ini adalah pola penanggulangan bencana umumnya masih bersifat parsial. Pendekatan ini juga menuntut koordinasi yang lebih baik di antara semua pihak (stakeholders) yang terlibat dalam penanggulangan bencana. Bagian tengah Jawa Barat memiliki risiko bencana alam berupa letusan gunung berapi dan gempa karena merupakan satuan vulkanik yang masih aktif. dan masih memusatkan tanggapan pada upaya pemerintah. kurang terpadu. akibatnya. Pemerintah Daerah bekerja sama dengan unsur-unsur lain yang terkait perlu mengadakan bimbingan pada masyarakat untuk meningkatkan kesiagaan tersebut. masyarakat hanya selalu menjadi obyek semata. baik dari sektor pemerintah. sedangkan pada bagian selatan Jawa Barat banyak terdapat pusat-pusat gempa dangkal dan gempa-gempa besar yang dapat menyebabkan timbulnya tsunami. Pengelolaan risiko seharusnya tidak hanya dilakukan setelah terjadi bencana melainkan juga upaya pencegahannya melalui metoda penanggulangan risiko secara profesional sebelum terjadinya bencana. dan yang dapat dilakukan oleh manusia adalah mengelola risiko bencana itu secara cermat dan rapi untuk memperkecil dampaknya. Tanda-tanda pemanasan global mungkin sudah mulai terlihat di Indonesia. Upaya penguatan kapasitas atau kemampuan masyarakat dan upaya mengurangi tingkat kerentanannya cenderung belum dilakukan dengan baik. sektoral.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Jawa Barat. penanggulangan bencana adalah suatu rangkaian kegiatan terpadu yang melibatkan masyarakat secara aktif. sehingga dapat memperkecil akibat yang terjadi baik langsung maupun tidak langsung. Salah satu penyebab terjadinya bencana adalah pemanasan global. Tanah longsor. Data sebaran suhu udara Jawa Barat dari Tahun 1994 – 2001 menunjukkan local warming di Jawa Barat meluas. lembaga-lembaga swasta/masyarakat. khususnya Jawa Barat. badanbadan internasional dan sebagainya. banjir dan kekeringan adalah bencana yang berkaitan langsung dengan perusakan lingkungan (penggundulan hutan). Dalam sepuluh Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 III-11 . Pemanasan global merupakan peningkatan secara gradual temperatur permukaan global akibat efek emisi gas-gas rumah kaca (terutama CO2) dari aktivitas manusia (antropogenik). terutama memperkecil jatuhnya korban jiwa dan kerugian materil. Dalam paradigma baru. Manusia tidak dapat mencegah dan meramalkan bencana alam. Bahkan beberapa diantara bencana alam tersebut dapat terjadi secara berulang setiap tahun. Berdasarkan fakta-fakta tersebut. kesiagaan terhadap bencana alam perlu ditingkatkan.

Untuk itu. Peningkatan pencemaran serta kerusakan lingkungan di Jawa Barat merupakan sisi lain dari dampak pembangunan dalam mendorong pertumbuhan perekonomian. maka akibatnya antara lain terjadinya kekeringan dan banjir yang dahsyat dan lebih sering. kondisi rawan pangan makin meningkat.141 ha sawah difusokan. pengendalian perubahan tutupan lahan terkait dengan sektor kehutanan penting dalam pengurangan emisi gas rumah kaca.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT tahun terakhir terjadi tiga kali musim kemarau sangat panjang yang berdampak pada kebakaran hutan yang luas dan merugikan negara serta masyarakat setempat. Akibatnya. yaitu naiknya suhu di Samudera Pasifik sampai 31°C sehingga membawa kekeringan di Indonesia.418 juta ton gabah kering pada Tahun 2006 menjadi 10. terumbu karang mati dan berbagai jenis ikan karang akan punah. pencemaran air dan udara serta persoalan sampah yang cenderung Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 III-12 . Fenomena yang ada menunjukkan adanya kemerosotan kualitas lingkungan di beberapa wilayah seperti kerusakan hutan dan lahan akibat kebakaran dan perambahan. dan masih banyak lagi. Jika tidak dilakukan upaya apapun dalam menghadapi pemanasan global. sehingga mengurangi penyerapan karbon oleh pohon. Sedangkan pada musim hujan telah menyebabkan banjir pada 59. Musim kemarau tahun 2007 juga menyebabkan 4.297 Ha sawah dipusokan namun produksi gabah meningkat dari 9. program-program penghijauan yang sudah dilaksanakan menghadapi masalah besar karena tidak ada hujan. serangga terutama nyamuk yang menularkan malaria dan demam berdarah berkembang biak lebih cepat. Penanaman pohon memegang peran sebagai penyerap emisi gas CO2 yang merupakan penyebab utama pemanasan global. menurut beberapa pakar diakibatkan oleh fenomena El Nino. telah menyebabkan meningkatnya gelombang pasang yang menggenangi permukiman penduduk di tepi pantai. Thailand dan Korea Selatan. yaitu La Nina. Kemarau panjang yang terjadi. hilangnya pulau-pulau kecil terutama di kawasan tropis.827 Ha sawah yang menyebabkan 2. terpaksa mengimpor beras dari India. Pemanasan global dan perubahan iklim sangat erat kaitannya dengan sektor kehutanan. Sedangkan curah hujan yang tinggi disertai angin topan disebabkan oleh fenomena kebalikan dari El Nino.127 juta ton pada Tahun 2007. Fenomena lain yang terjadi adalah kenaikan permukaan laut akibat mencairnya es kutub utara dan kutub selatan menaikkan permukaan air laut 60 cm pada Tahun 2100. Indonesia yang sudah mencapai swasembada beras sejak 1984.

Sebagaimana yang terjadi akibat tingkat aktivitas yang cukup tinggi terutama di daerah perkotaan yang mengakibatkan polusi udara yang cukup memprihatinkan. Sementara itu kondisi sumber air semakin parah dengan berkurangnya debit air yang diakibatkan oleh bertambahnya luasan lahan kritis yang menyebabkan semakin besarnya tingkat erosi dan sedimentasi. intrusi air laut serta abrasi dan kerusakan pantai selatan terutama pasca tsunami.85 ha di dalam kawasan hutan dan 193.130. Seringkali perencanaan tata ruang lebih lambat dari pada perkembangan kondisi yang terjadi sangat cepat sehingga antisipasi terkesan terlambat. Pengendalian Pemanfaatan Ruang Tingginya alih fungsi lahan produktif karena pengaruh kegiatan ekonomi.20 ha di luar kawasan hutan. Di sisi lain kerusakan dan pencemaran lahan dan badan air tersebut pada akhirnya berpengaruh pula terhadap kondisi pantai Jawa Barat. Kondisi tersebut tentunya akan berpengaruh terhadap daya dukung dan daya tampung lingkungan yang merupakan faktor penentu yang sangat penting dalam mendukung pembangunan daerah. Kerusakan pantai yang terjadi terutama di pantai utara dengan adanya akresi. Hasil analisis sementara menunjukkan bahwa total lahan kritis pada akhir tahun 2007 seluas 202. Tingginya pengambilan air tanah menyebabkan turunnya muka air tanah secara drastis terutama di Cekungan Bandung yang mencapai penurunan sekitar 2 – 5 m per tahun. 12. Perkembangan alih fungsi lahan produktif untuk kegiatan investasi industri. Kontribusi gas buang kendaraan bermotor terhadap polusi udara telah mencapai 6070%. Ciliwung.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT meningkat baik dalam skala regional maupun lokal.371. 8. Citanduy dan Cisanggarung. jasa maupun pemukiman yang tidak sejalan dengan pola perencanaan yang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 III-13 .05 ha. Pencemaran sumberdaya air dari industri maupun domestik menyebabkan kualitas air tersebut menjadi semakin buruk. Cimanuk. Tingkat pencemaran dan kerusakan lingkungan semakin meningkat dari tahun ke tahun. perkembangan penduduk maupun kondisi sosial budaya perlu mendapat perhatian serius. Alih fungsi yang terjadi umumnya mengabaikan rencana tata ruang yang telah direncanakan sebelumnya.758. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah bahwa pada saat ini semakin banyak industri yang mulai menggunakan batu bara sebagai sumber energi yang berkontribusi terhadap penurunan kualitas udara. Hal ini ditunjukkan dengan kualitas beberapa sungai utama seperti Citarum.

yaitu dengan di undangkannya UU Nomor 26 Tahun 2007. sumberdaya air dan irigasi.45% per tahun. Cakupan Pelayanan Infrastruktur Wilayah Infrastruktur wilayah terdiri dari beberapa aspek yaitu infrastruktur transportasi. Pada kurun waktu 2003-2005 terjadi penurunan luasan sawah di Jawa Barat rata-rata 0. pemenuhan kebutuhan wilayah. Indikasi ini dapat dilihat pada degradasi lingkungan pada kawasan lindung seperti kawasan Bandung Utara. 13. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 III-14 . dan Bopunjur. pembinaan. berubahnya fungsi sawah menjadi fungsi permukiman dan budidaya lainnya serta mendorong berkurangnya kawasan resapan air. listrik dan energi. Kebutuhan akan infrastruktur wilayah tidak terlepas dari fungsi dan peranannya terhadap pembangunan wilayah sebagai pengarah pembentukan struktur tata ruang. pemacu pertumbuhan wilayah serta pengikat wilayah. diharapkan dapat memberikan acuan yang lebih tegas dengan penerapan sanksi pidana maupun perdata bagi pelaku penyimpangan tata ruang.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT telah ditetapkan menimbulkan dampak berupa kerusakan lingkungan. Rendahnya pelayanan infrastruktur wilayah baik dari segi kualitas maupun kuantitas masih merupakan persoalan besar di Jawa Barat yang harus segera diatasi karena dapat menghambat laju pembangunan daerah. Sebagai ilustrasi alih fungsi lahan sawah di Kab. meningkat menjadi 505 Ha pada kurun waktu 2004-2005. Alih fungsi lahan tersebut merupakan indikasi rentannya kondisi lahan yang menjadi penyebab degradasi lingkungan. perambahan daerah/kawasan hulu sungai. Hal tersebut antara lain terjadi karena belum berfungsinya aspek pengendalian dalam penyelenggaraan penataan ruang. pengawasan dan pelaksanaan penataan ruang serta pengembangan kawasan strategis provinsi sesuai dengan kepentingan di tingkat provinsi dan kewenangannya. penurunan daya dukung lingkungan serta mengancam ketahanan pangan Jawa Barat. Bekasi pada Tahun 2003-2004 seluas 130 Ha. telekomunikasi serta sarana dan prasarana permukiman. Melalui perubahan regulasi dalam bidang penataan ruang. Alih fungsi lahan di Jawa Barat terutama terjadi pada berubahnya fungsi hutan baik primer maupun sekunder menjadi fungsi perkebunan bahkan semak belukar. Pada undangundang tersebut pemerintah provinsi antara lain memiliki kewenangan dalam pengaturan.

Karena itu. keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya air dan sistem informasi sumber daya air dirasakan masih belum memadai. Bencana banjir dan kekeringan juga masih terus terjadi antara lain akibat menurunnya kapasitas infrastruktur sumber daya air dan daya dukung lingkungan serta tersumbatnya muara sungai karena sedimentasi yang tinggi. Bandara Husein Sastranegara sebagai bandara terbesar yang dimiliki Provinsi Jawa Barat dan beberapa bandara perintis lainnya belum dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk menampung kebutuhan penumpang dan kargo baik domestik maupun internasional. Hal ini antara lain disebabkan oleh sudah habisnya umur rencana jalan pada sebahagian besar ruas jalan provinsi sehingga kondisi struktur jalan menjadi labil. marka. Pada aspek sumber daya air. pergerakan lalu lintas. sebagai salah satu Bandara yang menghubungkan lokasi-lokasi wisata di tingkat regional maupun nasional. Selain itu. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 III-15 . pengendalian daya rusak air. tingkat kemantapan Jaringan Jalan Provinsi sepanjang 2. Penyediaan air baku untuk menunjang kegiatan pertanian maupun kebutuhan domestik masih belum optimal. keberadaan bandar udara di Jawa Barat dirasakan masih belum memadai untuk menampung demand yang ada. tingginya frekuensi bencana alam serta beban lalu lintas yang sering melebihi standar Muatan Sumbu Terberat (MST).199. sekaligus memfungsikan keberadaan Bandara Nusawiru di Kabupaten Ciamis. pendayagunaan sumber daya air. keamanan serta pengawasan halnya dengan pelayanan infrastruktur transportasi yang tersedia jembatan timbang juga belum lengkap sehingga masih belum cukup mendukung kelancaran. Sampai dengan Tahun 2007. pengaman jalan serta ketertiban. kondisi jaringan irigasi juga belum memadai. dalam beberapa tahun terakhir ini telah dilakukan berbagai persiapan pembangunan bandara internasional Jawa Barat. ketersediaan perlengkapan jalan dan fasilitas lalu lintas seperti rambu. dimana sekitar 46 % infrastuktur irigasi masih dalam kondisi rusak berat dan ringan sehingga sampai dengan tahun 2007 intensitas tanam pada sawah pada daerah irigasi yang dikelola Pemerintah Provinsi Jawa Barat baru mencapai sekitar 190%.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Pada aspek transportasi. Selain itu. tingkat keberhasilan penanganan jalan dapat dilihat dari tingkat kemantapan dan kondisi jalan. kondisi infrastruktur yang mendukung upaya konservasi.31 %.18 km baru mencapai 87. Pada transportasi udara. Demikian pula belum mampu mengakomodir jumlah angkutan massal masih belum optimal mengingat pergerakan yang terjadi khususnya pergerakan di wilayah tengah Jawa Barat.

96 %. Pada tahun 2007 terdapat 16. dan 32 unit (78. 26 unit (63.42%) diantaranya dilakukan secara open dumping yang dapat mencemari lingkungan. 14.14% rumah tangga yang sumber airnya berjarak kurang dari 10 meter dengan fasilitas BAB dan terdapat 17. Ketersediaan Energi Kebutuhan energi yang meningkat seiring pertumbuhan penduduk tidak diimbangi dengan peningkatan penyediaan energi yang pada akhirnya akan dihadapkan pada masalah kerentanan energi yang berpotensi terhadap terjadinya krisis energi. 05%) dari seluruh TPA yang ada hanya memiliki masa sisa pakai kurang dari 5 tahun. sehingga 58. Namun demikian tingkat elektrifikasi perdesaan telah mencapai 99.84% rumahtangga di Jawa Barat yang tidak memiliki akses pada air minum bersih. Selain itu perlunya difasilitasi kegiatan pengembangan sarana perumahan menjadi unsur pendukung peningkatan IPM bidang kesehatan.58% dari total sampah yang ada. mengingat masih rendahnya akses listrik masyarakat. Penambahan jumlah penduduk juga meningkatkan kebutuhan akan layanan air bersih dan sarana penunjang kesehatan lainnya. Sampai akhir tahun 2007 rasio elektrifikasi rumah tangga baru mencapai 60.05 % rumah tangga tanpa akses ke fasilitas BAB. Jumlah sampah yang terangkut pada tahun 2007 tidak melebihi 41. terdapat 34.42% sampah yang belum terlayani memiliki kecenderungan untuk dibuang ke sembarang tempat diantaranya ke badan sungai. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 III-16 . Tingginya laju pertumbuhan penduduk yang diiringi pula oleh peningkatan laju volume sampah.41 %. Jumlah ini meningkat 2.47% dari tahun sebelumnya. tidak diimbangi dengan laju penyediaan sarana dan prasarana pengelolaan maupun pengolahannya.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Cakupan pelayanan infrastruktur listrik perdesaan di Jawa Barat masih belum optimal. dimana hanya 12 desa tersebar di Kabupaten Cianjur dan Garut yang belum tercakup infrastruktur listrik sampai ke desa. Hal ini dapat menjadi pemicu penurunan kualitas kesehatan masyarakat. Sementara itu Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Jawa Barat yang pada tahun 2007 berjumlah 41 unit. Selain itu. Hal ini merupakan ancaman serius yang dapat mengganggu proses pembangunan di Jawa Barat.

Tahun 2009 diperkirakan krisis energi masih menjadi permasalahan utama. BBM masih dalam prosei yang besar yaitu sekitar 49%. Kebijakan pemerintah pusat melalui upaya intensifikasi. Untuk mencapai rasio elektrifikasi sebesar 95% pada Tahun 2025 secara nasional. konservasi dan diversifikasi masih belum dapat mengatasi permasalahan energi di dalam negeri. 100 US dollar/barel dan awal tahun 2008 meningkat sekitar 120 US dollar/barel dan harga ini jauh dari harga normal yaitu sekitar 50 US dollar/barrel. Namun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 III-17 . Implementasi pemanfaatan energi alternatif dalam rangka peningkatan ketahanan energi masyarakat khususnya di pedesaan serta pengembangan produk energi alternatif secara nyata memberikan dampak positif terhadap produktivitas perekonomian dan kualitas kehidupan masyarakat setempat. pengembangan sumber-sumber energi sebagai pembangkit listrik menjadi langkah strategis. Hal ini terlihat dari harga minyak dunia yang terus meningkat. dalam rangka menjaga kelangsungan pasokan listrik. Pemanfaatan energi alternatif ini akan memberikan pilihan kepada masyarakat dalam memenuhi kebutuhan energinya. Minyak tanah menerima subsidi terbesar yaitu sekitar 60% dan ini tentunya akan mempengaruhi perekonomian masyarakat.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Meningkatnya konsumsi energi khususnya bahan bakar minyak. Untuk memenuhi kebutuhan listrik Jawa Barat diperlukan jaminan pasokan ketenagalistrikan dan peningkatan layanan serta cakupan infrastruktur bagi masyarakat. Tahun 2008 pemerintah berencana akan mengurangi subsidi energi dan mengalihkannya ke subsidi pangan. Secara umum kebutuhan energi Indonesia masih sangat tergantung dari energi fuel terutama BBM. Sedangkan persediaan energi fosil sudah semakin berkurang.3 juta sambungan baru setiap tahunnya. Penggunaan Energi Mix secara nasional pada tahun 2004. Tingginya harga minyak dunia akan berimplikasi terhadap tingginya subsidi yang harus diberikan oleh pemerintah. Dengan basis kependudukan Jawa Barat yang sebagian besar penduduknya bermukim di perdesaan maka peran listrik perdesaan menjadi sangat strategis. dibutuhkan penambahan sebesar 1. Pada akhir tahun 2007 harga minyak dunia mencapai Rp. Selain itu. Tahun 2007 pemerintah telah mengeluarkan kebijakan untuk mengganti penggunaan minyak tanah ke gas bagi kebutuhan rumah tangga. Krisis energi semakin parah ketika harga minyak mentah dunia semakin tidak terkendali. kenaikan harga dan kelangkaan BBM secara langsung memberikan implikasi terhadap pasokan listrik Jawa Barat dan penggunaan energi secara langsung.

Action). Tingginya komitmen kebersamaan lintas SKPD di lingkungan Pemerintah Provinsi. Model sinergitas tersebut memiliki ciri sebagai berikut : a. surya dan angin untuk mendorong kemajuan masyarakat desa serta mendorong pemanfaatan energi panas bumi untuk kebutuhan listrik nasional.2 PRIORITAS PEMBANGUNAN DAERAH Guna mendukung arah pembangunan Provinsi Jawa Barat Tahun 2009. Oleh karena itu. Untuk common goals ditetapkan 8 (delapan) poin yang pencapaiannya membutuhkan sinergitas lintas SKPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Do. ditetapkan tema pembangunan yaitu : ”Peningkatan Mutu dan Akuntabilitas Pembangunan Menuju Provinsi Termaju di Indonesia” Prioritas pembangunan daerah Tahun 2009 ditetapkan dengan memperhatikan isu strategis dan ditindaklanjuti oleh kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk mewujudkan common goals. Check. Di sisi lain upaya divertifikasi energi perlu terus ditingkatkan melalui pemanfaatan energi alternatif seperti biomass untuk kebutuhan rumah tangga masyarakat perdesaan. Saguling dan Cirata. Pengembangan energi PLTMH. dunia usaha maupun masyarakat. Perencanaan program/kegiatan terpilih dibuat secara bersama-sama seluruh SKPD yang terlibat berdasarkan prinsip SMART PLANNING dan bersifat akselerasi guna membangunan Provinsi Jawa Barat termaju. Di sisi lain peran Jawa Barat terhadap energi nasional sangat besar.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT ketersediaan energi gas masih sangat terbatas dan tidak bisa memenuhi kebutuhan masyarakat perdesaan. 3. Program dan kegiatan terpilih dilaksanakan berdasarkan prinsip SHEWHART Cycle (Plan. b. Jawa Barat dengan jumlah penduduk terbesar serta aktivitas ekonomi yang tinggi tentunya akan membutuhkan energi dalam jumlah yang besar. kabupaten/kota maupun desa/kelurahan serta antar pelaku pembangunan baik pemerintah. diperlukan sumber pembangkit listrik lainnya bagi pemenuhan kebutuhan energi ini. c. PLT panas bumi serta rencana PLTU batubara yang direncanakan beroperasi tahun 2009.hal ini ditunjukan dengan keberadaan pembangkit listrik tenaga air seperti Jatiluhur. Upaya konservasi energi perlu terus dilakukan guna menghemat pemanfaatan energi secara keseluruhan. antar tingkatan pemerintahan baik pusat. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 III-18 .

Pelibatan secara aktif lintas SKPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Program tersebut diarahkan untuk mendukung kegiatan operasional pada masing-masing SKPD/Balai/UPT/UPTD/UPPD. Selain itu mengakomodir Belanja Tidak Langsung yaitu belanja yang dianggarkan tidak terkait secara langsung dengan pelaksanaan program dan kegiatan. Pemerintah Pusat serta segenap pelaku pembangunan lain sebagai mitra strategis sejak tahap perencanaan Untuk mewujudkan Common Goals diperlukan kegiatan yang dikelompokkan pada Non Common Goals. Bantuan keuangan yang bersifat khusus.2. terdiri dari Program Pendukung yang meliputi kegiatan utama. 3. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 Kualitas dan Produktivitas Sumberdaya Manusia. Sasaran: a. Peningkatan berdaya saing. 2. serta untuk mendukung tugas pokok dan fungsi kinerja SKPD. SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten/Kota. belanja hibah dan belanja bantuan sosial dengan mekanisme seleksi. peruntukan dan pengelolaannya diarahkan/ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi yang bersifat commited budget. penunjang dan khusus. yang difokuskan untuk menciptakan sumberdaya manusia Jawa Barat yang unggul dan III-19 . belanja bagi hasil (pendapatan provinsi kepada kabupaten/kota) dan belanja bunga (pembayaran bunga utang pada Asian Development Bank (ADB/BUDP) dan USAID-FID). peruntukan dan penggunaannya diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah daerah/pemerintah desa penerima bantuan. Kebijakan untuk belanja tidak langsung adalah : 1. 3.1 Common Goals 8 (delapan) common goals yang telah ditetapkan antara lain : 1. b. Mengalokasikan belanja untuk perusahaan daerah. Meningkatnya kualitas kesehatan masyarakat. Kebijakan ini diarahkan pada dana pemerataan. Mengalokasikan belanja keuangan dalam rangka pemerataan dan/atau peningkatan kemampuan keuangan melalui : a. Bantuan keuangan yang bersifat umum. lembaga pendidikan dan organisasi kemasyarakatan melalui belanja subsidi. proporsional dan penyeimbang untuk setiap kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Barat. Mengalokasikan belanja yang bersifat wajib/mengikat meliputi belanja pegawai (terdiri dari gaji dan tunjangan daerah PNS). Meningkatnya kualitas dan aksesibilitas pendidikan masyarakat.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT d. b.

Sasaran : a. 4. Sasaran : a. Pengusaha Besar dan lembaga keuangan. Sasaran : a. Meningkatnya kondisi infrastruktur transportasi serta sumber daya air dan irigasi di sentra produksi pertanian. Meningkatnya ketersediaan input produksi pertanian. ternak dan ikan d. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 III-20 . d. c. kedelai. Terwujudnya Kemitraan Strategis antara KUMKM. 3. Tertatanya agroindustri dan perdagangan beras. ternak dan ikan. jagung. jagung. yang difokuskan pada komoditas beras. Meningkatnya Kualitas dan kuantitas SDM tenaga kerja Jawa Barat dengan berbasis standar tenaga kerja ASEAN. jagung. Meningkatnya kesempatan kerja melalui peningkatan investasi dan padat karya. ternak dan ikan. 5. yang difokuskan pada penciptaan lapangan kerja serta menyiapkan tenaga kerja terampil dan berjiwa enterpreneur untuk kebutuhan dalam negeri dan luar negeri. Meningkatnya Profesionalisme dan Kinerja Aparatur Pemerintah Daerah dan Desa.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT c. Meningkatnya stok beras. c. e. yang difokuskan pada upaya pengurangan resiko bencana terutama banjir dan longsor. d. Penanganan Pengelolaan Bencana. yang difokuskan pada peningkatan pelayanan publik dan penerapan insentif berbasis kinerja. IKM. c. buruh. kedelai dan ketersediaan protein hewani. kedelai. Meningkatnya produksi beras. kedelai. b. nelayan. jagung. Ketahanan Pangan. Meningkatnya kesejahteraan petani. BUMD. Meningkatnya Pelayanan Pemerintah Daerah kepada masyarakat. e. Menurunnya Tingkat KKN untuk Menciptakan Pemerintahan Yang Bersih. Peningkatan Kinerja Aparatur. Peningkatan Daya Beli Masyarakat. Meningkatnya kondisi infrastruktur transportasi serta sumber daya air dan irigasi di kawasan industri. Meningkatnya Fungsi Kelembagaan Pemerintah Daerah dan Desa. b. dan KUMKM. b. Meningkatnya kompetensi keterampilan dan kewirausahaan tenagakerja melalui pelatihan dan sertifikasi tenaga kerja di sektor formal. 2.

d. Meningkatnya Luas dan Fungsi Kawasan Lindung. Pengembangan Angkutan Massal di Metropolitan Bandung dan Bodebek. Meningkatnya Cakupan Elektrifikasi Perdesaan. Pengendalian dan Pemulihan Kualitas Lingkungan. b. Sasaran : a. Sasaran : a. Berkurangnya Lahan Kritis di Kawasan Lindung. 6. prasarana perhubungan. Kemandirian Energi dan Kecukupan Air Baku. Pengembangan Pengelolaan Persampahan di Wilayah Perkotaan. Berkembangnya Penciptaan dan Pemanfaatan Energi Alternatif. 8. d. Berkurangnya Resiko Kejadian Bencana di Jawa Barat. yang difokuskan pada energi perdesaan. Pembangunan Sarana Olahraga Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 III-21 . Pengembangan Infrastruktur Wilayah. Waduk Jatigede di Kabupaten Sumedang. c. Meningkatnya Pengendalian Pencemaran Air. waduk. b. Tertanganinya Bencana/Wabah Secara Cepat dan Akurat. yang difokuskan pada pengembangan jalan tol. b. Penyelesaian Pembangunan Jalan dan Jembatan di Jabar Selatan. e. c. Sasaran : a. b.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Sasaran : a. Meningkatnya Pemenuhan Kebutuhan Air Baku dan air Bersih. c. c. Meningkatnya Kesiapan Dini dan Mitigasi Bencana. penyediaan air baku dan air bersih. jalan lintas Jabar Selatan. Persiapan Pembangunan Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) dan Soreang-Pasirkoja (Soroja). Pengembangan Pelabuhan Laut Cirebon dan Persiapan Pembangunan Pelabuhan Laut Cilamaya di Kabupaten Karawang. Persiapan Pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat di Kertajati Kabupaten Majalengka. Pembangunan Gedebage. serta persampahan dan sarana olah raga. yang difokuskan pada pelestarian dan peningkatan luas dan fungsi kawasan lindung. 7. Meningkatnya Pemahaman dan Kesiapan Masyarakat dalam menghadapi Bencana.

Peningkatan cakupan pelayanan kesehatan Peningkatan sarana dan prasarana pendidikan Peningkatan investasi padat karya Peningkatan infrastruktur jalan dan jembatan Pengendalian pencemaran air Kawasan Andalan Bopunjur (sebagian Kab Cianjur dan Kab Bogor). memiliki aglomerasi pusat-pusat permukiman perkotaan dan kegiatan produksi serta pertimbangan perkembangan daerah sekitarnya. Kawasan Andalan Bodebek (Kabupaten/Kota Bogor.2. Kawasan andalan ditentukan berdasarkan potensi yang ada.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 3.3 PRIORITAS WILAYAH Pembangunan daerah yang telah dilaksanakan di Jawa Barat selama ini masih belum dapat mengatasi kesenjangan kesejahteraan masyarakat. 3. 1. Fokus pembangunan wilayah Tahun 2009. Berdasarkan pengertian tersebut pada dasarnya pengembangan kawasan andalan lebih ditekankan pada peningkatan kegiatan ekonomi yang diharapkan memberikan peningkatan kesejahteraan rakyat. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 III-22 . Kesenjangan tersebut dapat dilihat dari berbagai sudut pandang yaitu : pertama. Desa Tertinggal dan Kota Pusat Pertumbuhan. serta pemenuhan belanja tetap dan mengikat SKPD yang dilaksanakan untuk mendukung pencapaian common goals. diarahkan pada pengembangan Kawasan Andalan dengan memperhatikan kebutuhan kawasan yang secara fungsional dapat berperan mendorong pertumbuhan ekonomi bagi kawasan itu sendiri dan kawasan sekitarnya dengan sasaran wilayah pada Desa Pusat Pertumbuhan. kesenjangan antar wilayah baik antar kabupaten/kota maupun antara wilayah perkotaan dan perdesaan. Bekasi dan Kota Depok). kedua. peningkatan dan pemantapan pembangunan Jawa Barat. antar pelaku ekonomi pada skala usaha yang berbeda. pengembangan. antar golongan masyarakat misalnya antar pelaku ekonomi pada sektor yang berbeda.2 Non Common Goals Non common goals merupakan Prioritas pembangunan dalam rangka penumbuhan. difokuskan pada : • • • • • 2. pelaksanaan tugas pokok dan fungsi. difokuskan pada : • Peningkatan cakupan pelayanan kesehatan.

difokuskan pada : • • • • • • • Peningkatan cakupan pelayanan kesehatan Peningkatan sarana dan prasarana pendidikan Peningkatan produksi dan distribusi pangan (padi dan protein hewani) Peningkatan infrastruktur sumberdaya air dan irigasi Peningkatan kesiapan dini dan mitigasi bencana Peningkatan cakupan listrik perdesaan Penyediaan energi alternatif 4. Kawasan Andalan Sukabumi (Kabupaten/Kota Sukabumi dan Kabupaten Cianjur).PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT • • • • • • • 3. jagung. Peningkatan fungsi kawasan lindung. Peningkatan sarana dan prasarana pendidikan. kedelai dan protein hewani) Peningkatan infrastruktur sumberdaya air dan irigasi Peningkatan fungsi kawasan lindung Pembangunan infrastruktur transportasi Andalan Cekungan Bandung (Kabupaten/Kota Bandung 5. difokuskan pada : • • Peningkatan cakupan pelayanan kesehatan Peningkatan sarana dan prasarana pendidikan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 III-23 . Peningkatan cakupan listrik perdesaan. Kota Cimahi dan sebagian Kabupaten Sumedang). Peningkatan infrastruktur sumberdaya air dan irigasi. Kabupaten Indramayu. Majalengka dan Kuningan). Penyediaan energi alternatif. difokuskan pada : • • • • • • • Peningkatan cakupan pelayanan kesehatan Peningkatan sarana dan prasarana pendidikan Peningkatan investasi Peningkatan produksi dan distribusi pangan (padi. Kawasan Kabupaten Bandung Barat. kedelai dan protein hewani). Peningkatan kesiapan dini dan mitigasi bencana. Peningkatan produksi dan distribusi pangan (padi. Kawasan Andalan Ciayumajakuning (Kabupaten/Kota Cirebon. jagung.

kedelai dan protein hewani) Peningkatan infrastruktur sumberdaya air dan irigasi Peningkatan fungsi kawasan lindung Peningkatan cakupan listrik perdesaan Penyediaan energi alternatif 7. jagung. udara dan sampah) Pembangunan infrastruktur transportasi Peningkatan mutu air baku Pengendalian pencemaran air Peningaktan cakupan listrik perdesaan Penyediaan energi alternatif Pengembangan Jasa dan Perdagangan Kota Kawasan Andalan Priangan Timur (Kabupaten/Kota Tasikmalaya. difokuskan pada : • • • • • • • Peningkatan cakupan pelayanan kesehatan Peningkatan sarana dan prasarana pendidikan Peningkatan produksi dan distribusi pangan (padi.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT • • • • • • • 6. kedelai dan protein hewani) Peningkatan infrastruktur sumberdaya air dan irigasi Peningkatan kesiapan dini dan mitigasi bencana Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 III-24 . Kawasan Andalan Pangandaran (sebagian Kabupaten Ciamis). Subang dan Karawang). Banjar. Kawasan Andalan Purwasuka (Kabupaten Purwakarta. Pengendalian pencemaran (air. Kabupaten Ciamis dan Garut). difokuskan pada : • • • • Peningkatan cakupan pelayanan kesehatan Peningkatan sarana dan prasarana pendidikan Pengembangan pariwisata berbasis biodivercity Peningkatan kesiapan dini dan mitigasi bencana 8. difokuskan pada : • • • • • Peningkatan cakupan pelayanan kesehatan Peningkatan sarana dan prasarana pendidikan Peningkatan produksi dan distribusi pangan (padi. jagung.

1 Common Goals 1. Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Sumberdaya Manusia 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) 2. Peningkatan Daya Beli Masyarakat 1) Program Pengembangan dan Pengelolaan Dan Konservasi Sungai. Danau dan Sumber Daya Air Lainnya Program Pengendalian banjir dan Pengamanan Pantai Program Pembangunan Jalan dan Jembatan Program Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Program Peningkatan Ketahanan Pangan Program Pengembangan Budidaya Perikanan Program Peningkatan Produksi Pertanian Program Pencegahan dan Penanggulangan Hama dan Penyakit Tanaman.4. Danau Dan Sumber Daya Air Lainnya Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 III-25 . Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Program Pendidikan Menengah dan Tinggi Program Pendidikan Non Formal Program Manajemen Pelayanan Pendidikan Program Upaya Kesehatan Masyarakat Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular Program Manajemen Pelayanan Kesehatan Program Sumberdaya Kesehatan Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Pelayanan Kesehatan 10) Program Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Tenaga Kerja Ketahanan Pangan 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Program Pengembangan dan Pengelolaan Jaringan Irigasi. Pengelolaan Dan Konservasi Sungai. Ternak dan Ikan 10) Program Pengembangan Industri Kecil Menengah 11) Program Peningkatan dan Pengembangan Sistem Perdagangan Dalam Negeri 3.4 PROGRAM PEMBANGUNAN Dalam rangka pencapaian common goals dan non common goals maka telah ditetapkan sejumlah program pembangunan. Rawa dan Jaringan Pengairan Lainnya Program Pengembangan.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 3. 3.

Kecil dan Menengah Program Pengembangan Sistem Pendukung Usaha bagi Koperasi.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Program Pengendalian banjir dan Pengamanan Pantai Program Pembangunan Jalan dan Jembatan Program Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Program Peningkatan Promosi dan Kerjasama Investasi Program Peningkatan Iklim Investasi Program Pengembangan Kewirausahaan dan Keunggulan Kompetitif Koperasi. Perkebunan. Perikanan dan Kehutanan 14) Program Peningkatan Produksi Pertanian 15) Program Pemanfaatan Potensi Sumber Daya Hutan 16) Program Pengembangan Destinasi Pariwisata 17) Program Pengembangan Industri Kecil Menengah 18) Program Penataan Struktur dan Peningkatan Kemampuan Teknologi Industri 19) Program Peningkatan dan Pengembangan Ekspor 20) Program Peningkatan dan Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri 4. Peningkatan Kinerja Aparatur 1) 2) 3) 4) 5) 6) 5. Program Pembinaan dan Pengembangan Aparatur Program Pemantapan Otonomi Daerah dan sistem Administrasi Pemerintahan Program Penataan Peraturan Perundang-undangan Program Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Daerah Program Pemantapan Pemerintahan dan Pembangunan Desa Program Perencanaan. Usaha Mikro. Usaha Mikro. Pengendalian dan Pengawasan Pembangunan Daerah Penanganan Pengelolaan Bencana 1) 2) 3) Program Penanggulangan Bencana Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Bersih dan Air Limbah Program Pengembangan Permukiman Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 III-26 . Peternakan. Kecil dan Menengah Program Pembinaan dan Pengembangan BUMD dan Lembaga Keuangan Non Perbankan 10) Program Peningkatan Kesempatan Kerja 11) Program Pengembangan Budidaya Perikanan 12) Program Pengembangan Perikanan Tangkap 13) Program Pemasaran dan Pengolahan Hasil Pertanian.

PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 4) 6. Bidang Pendidikan 1) 2) 3) 4) 5) 2.4.2 Non Common Goals A. 1) 2) 3) 4) 5) 7. Pengelolaan dan Konservasi Sungai. Program Lingkungan Permukiman Sehat Program Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup Program Pengelolaan Kawasan Lindung Program Pengendalian Pemanfaatan Ruang Program Pemanfaatan Ruang Program Lingkungan Permukiman Sehat Pengendalian dan Pemulihan Kualitas Lingkungan Pengembangan Infrastruktur Wilayah 1) 2) 3) 4) 5) 6) Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Persampahan Program Pengembangan. Danau dan Sumber Daya Air Lainnya Program Pembangunan Jalan dan Jembatan Program Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Program Pengembangan Permukiman Program Pembangunan Prasarana dan Fasilitas Perhubungan 8. Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Program Pendidikan Menengah dan Tinggi Program Pendidikan Non Formal Program Pendidikan Luar Biasa Program Manajemen Pelayanan Pendidikan Bidang Kesehatan 1) 2) 3) Program Sumberdaya Kesehatan Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Pelayanan Kesehatan Program Manajemen Pelayanan Kesehatan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 III-27 . Kemandirian Energi dan Kecukupan Air Baku 1) 2) Program Pembinaan dan Pengembangan Bidang Ketenagalistrikan dan Energi Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Bersih dan Air Limbah 3. URUSAN WAJIB 1.

Bidang Perencanaan Pembangunan 1) 2) Program Kerjasama Pembangunan Program Perencanaan. Danau dan Sumber Daya Air Lainnya Program Pengendalian banjir dan Pengamanan Pantai Program Pembangunan Jalan dan Jembatan Program Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Program Inspeksi Kondisi Jalan dan Jembatan Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Kebinamargaan 5. Pengendalian. Bidang Perumahan 1) 2) 3) 4) Program Pengembangan Permukiman Program Lingkungan Permukiman Sehat Program Pemberdayaan Komunitas Permukiman Program Pengelolaan Gedung/Rumah Negara Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 III-28 . Bidang Lingkungan Hidup 1) 2) 3) 4) 5) Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Persampahan Program Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup Program Rehabilitasi dan Konservasi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Program Pengelolaan Ekosistem Pesisir dan Laut Program Pengelolaan Kawasan Lindung 4. dan Pengawasan Pembangunan Daerah 7. Bidang Pekerjaan Umum 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Bersih dan Air Limbah Program Pembinaan Jasa Konstruksi Program Pengembangan Dan Pengelolaan Jaringan Irigasi. Rawa Dan Jaringan Pengairan Lainnya Program Pengembangan. Bidang Penataan Ruang 1) 2) 3) Program Perencanaan Ruang Program Pemanfaatan Ruang Program Pengendalian Pemanfaatan Ruang 6. Pengelolaan dan Konservasi Sungai.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 3.

pemasyarakatan dan pengembangan olahraga 9. Kecil dan Menengah Program Pengembangan Sistem Pendukung Usaha bagi Koperasi. Bidang Penanaman Modal 1) Program Peningkatan Iklim Investasi 10. Bidang Kependudukan dan Catatan Sipil 1) Program Penataan Administrasi Kependudukan 12. Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 1) 2) Program Peningkatan Peran Serta dan Kesetaraan Jender dalam Pembangunan Program Peningkatan kualitas kehidupan perlindungan perempuan 15. Bidang Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera 1) Program Keluarga Berencana 16. Bidang Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah 1) 2) 3) Program Pengembangan Kewirausahaan dan Keunggulan Kompetitif Koperasi. Bidang Tenaga Kerja 1) Program Perlindungan dan Pengembangan Lembaga Ketenagakerjaan 13. Bidang Kepemudaan dan Olah Raga 1) 2) Program Pembinaan dan peningkatan peran serta kepemudaan Program Pembinaan. Bidang Ketahanan Pangan 1) Program Peningkatan Ketahanan Pangan 14. Usaha Mikro. Kecil dan Menengah Program Pembinaan dan Pengembangan BUMD dan Lembaga Keuangan Non Perbankan 11. Bidang Perhubungan 1) 2) Program Pembangunan Prasarana dan Fasilitas Perhubungan Program Rehabilitasi dan Pemeliharaan Prasarana dan Fasilitas Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 III-29 .PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 8. Usaha Mikro.

Bidang 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Otonomi Daerah. Media Massa dan Pemanfaatan Teknologi Informasi 17.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 3) 4) 1) Program Peningkatan Pelayanan Angkutan Program Pengendalian dan Pengamanan Lalu Lintas Program Pengembangan Komunikasi. Penataan dan Pengendalian Administrasi Pertanahan 19. Ketentraman. Perangkat Daerah. Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa 1) 2) Program Peningkatan Partisipasi Masyarakat Program Pemantapan Pemerintahan dan Pembangunan Desa Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 III-30 . Bidang Komunikasi dan Informatika 18. Informasi. Kesadaran Hukum dan HAM Program Pemantapan Otonomi Daerah dan Sistem Administrasi Daerah Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur. Bidang Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri 1) 2) 3) Program Pendidikan Politik Masyarakat Program Penanggulangan Bencana Alam dan Perlindungan Masyarakat Program Pemeliharaan. Program Pembinaan dan Pengembangan Aparatur Program Pelayanan Administrasi Perkantoran Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan 10) Program Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Aparatur. Administrasi Keuangan Daerah. 21. Kepegawaian dan Persandian Program Peningkatan Kapasitas Lembaga Perwakilan Rakyat Daerah Program Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Daerah Program Penataan Peraturan Perundang-undangan. Bidang Pertanahan 1) Program Pengadaan. Pemerintahan Umum. Ketertiban dan Pencegahan Tindak Kriminal 20.

Bidang Kehutanan 1) Program Pemanfaatan Potensi Sumber Daya Hutan 30. Bidang Pertanian 1) 2) Program Peningkatan Produksi Pertanian Program Pemberdayaan Sumber Daya Pertanian 29. Program Pengembangan Budaya Baca dan Pembinaan Perpustakaan URUSAN PILIHAN 27. Bidang Statistik 1) Program Pengembangan Data/Informasi/Statistik Daerah 25. Bidang Perpustakaan 1) B. Bidang Sosial 1) 2) Program Pemberdayaan Fakir Miskin dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) Lainnya Program Pemantapan Kelembagaan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) 23.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 22. Bidang Kearsipan 1) Program Pengembangan Sistem Administrasi Kearsipan 26. Bidang Kelautan dan Perikanan 1) 2) Program Pengembangan Budidaya Perikanan Program Pengembangan Perikanan Tangkap 28. Bidang Kebudayaan 1) 2) Program Pengembangan Nilai Budaya Program Pengelolaan Kekayaan dan Keragaman budaya 24. Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral 1) 2) Program Pembinaan dan Pengembangan Bidang Ketenagalistrikan dan Energi Program Pengembangan Sumberdaya Mineral dan Panas Bumi Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 III-31 .

Bidang Ketransmigrasian 1) Program Pengembangan Wilayah Transmigrasi 35. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 III-32 . Bidang Pariwisata 1) 2) Program Pengembangan Pemasaran Pariwisata Program Pengembangan Destinasi Pariwisata 32. Bidang Industri 1) 2) Program Pengembangan Industri Kecil dan Menengah Program Penataan Struktur dan peningkatan Kemampuan Teknologi Industri 33.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 31. Bidang Peningkatan Pemahaman dan Pengamalan Agama 1) 2) Program Peningkatan dan Pemahaman dan Pengamalan Agama Program Pembinaan Lembaga Sosial Keagamaan. Bidang Perdagangan 1) 2) 3) Program Perlindungan Konsumen dan Pengamanan Perdagangan Program Peningkatan dan Pengembangan Ekspor Program Peningkatan dan Pengembangan Sistem Perdagangan Dalam Negeri 34.

Matrik Rencana Kerja yang bersumber dari APBD dijabarkan berdasarkan rencana kerja common goals yang merupapakn rencana kerja prioritas pembangunan. Rencana kerja ini memuat rincian kegiatan dari 95 program pembangunan Provinsi Jawa Barat yang mengacu kepada RPJMD Transisi Tahun 2009 dan sudah dituangkan berdasarkan Bidang Urusan Pemerintah Daerah baik Urusan Wajib dan Pilihan sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintah Antar Pemerintah. disusunnya rencana kerja yang dituangkan dalam matrik Rencana Kerja berdasarkan sumber pendanaannya yaitu APBD dan APBN. Pemerintah Daerah Provinsi. Sedangkan Matrik Rencana Kerja yang pendanaannya bersumber dari APBN merupakan penjabaran program dan kegiatan yang mengacu kepada Prioritas Program dari Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2009. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-1 .PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT BAB IV RENCANA KERJA DAN PENDANAAN Berdasarkan Isu Strategis dan Prioritas Pembangunan Daerah yang telah dijelaskan sebelumnya. dan Pemerintah Daerah Kab/Kota. dan rencana kerja non common goals yang merupakan rencana kerja penunjang.

Meningkatnya angka partisipasi murni SLTP/MTs menjadi 74.26 Kab/Kota ngan hidup di SD/MI dan SMP/MTs 115 SMP SBI dan 100 SD SSN 26 Kab/Kota Disdik APBN.1 RENCANA KERJA COMMON GOALS a. Meningkatnya pelayanan dan pengembangan Jenjang Pendidikan Dasar di Jawa Barat pendidikan dasar berbasis olahraga di Jabar Selatan Bagian Selatan dan Perbatasan Provinsi (Jateng.. APBD Prov 5 Fasilitasi Peningkatan Pelayanan Pendidikan di a.01% dan angka partisipasi kasar (APK) menjadi 92.248.000 siswa dan pengem-bangan Tasikmalaya.57% dan angka partisipasi kasar (APK) menjadi 112. Banten dan DKI Jakarta - - Disdik Disdik APBN. 2126 Guru Pamong TKB Reguler 26 lokasi TK-SD Satu Atap Pendidikan kesadaran lingku. APBD Prov APBD Prov kesadaran lingkungan hidup di sekolah Terlaksananya upaya pembinaan dan pengembangan bagi SMP Bertaraf Internasional dan SD Standar Nasional pelayanan - 4 - Disdik APBN. Meningkatnya angka melanjutkan ke perguruan tinggi c. APBD Prov - - Disdik APBD Prov - - Disdik APBD Prov 2. APBD Prov APBN. Program Pendidikan Menengah dan Tinggi a.62 % Bantuan beasiswa sebesar 26 Kab/Kota Rp. dasar di 8 Kab/Kota di wilayah Bogor.Terlaksananya pengembangan pendidikan - Disdik Disdik.01 % APK SMP/MTs 92.80 % - APM SMP/MTs 74. Banten. Meningkatnya kualitas program wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun Terlaksananya bantuan beasiswa bagi siswa SMP/SMPLB/SMP Terbuka/MTs yang berasal dari keluarga tidak mampu untuk tetap melanjutkan pendidikan a.selama 1 tahun untuk 2. Garut.4. Meningkatnya kuantitas dan kualitas penyelenggaraan sekolah berstandar nasional dan bertaraf internasional Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-2 .000 siswa 506 Induk SMP Terbuka. APBD Prov b. Common Goals 1 : Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Sumberdaya Manusia NO 1 BID URUSAN PEMDA PROGRAM/KEGIATAN 3 1. Pendidikan - APK SD/MI 112. BPLHD APBN. Banjar - Disdik APBN. penyelenggaraan pendidikan Kuningan. APBD Prov 3 Pembinaan Kesadaran Lingkungan Hidup di Sekolah Pembinaan dan Pengembangan SMP Bertaraf Internasional dan SD Standar Nasional b.80% b.000. 2. perbatasan Bekasi. Meningkatnya angka partisipasi murni SD/MI menjadi 98. Cianjur kualitas 600 guru di Jabar Selatan Fasilitasi peningkatan proses Kab. Terlaksananya pengembangan TK-SD satu Atap . Terlaksananya peningkatan kualifikasi pendidik di daerah khusus c.57 % LOKASI 6 26 Kab/Kota PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 2 URUSAN WAJIB 1.000. Sukabumi. Terlaksananya pengembangan pendidikan dasar berbasis olahraga di kab/kota perbatasan dengan Jateng. Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 a. Cirebon.62% c. Sukabumi. Terlaksananya rehabilitasi dan penambahan RKB bagi SD/MI di daerah khusus 6 Pengembangan Pendidikan Berbasis Olahraga a. APBD Prov Kegiatan : 1 Pemberian Bantuan Gubernur Untuk Siswa (BAGUS) Dari Keluarga Tidak Mampu 2 Pembinaan Penyelenggaraan SMP Terbuka - Disdik APBN. dan Kota Depok. Terlaksananya pembinaan SMP Terbuka TARGET PENCAPAIAN 5 APM SD/MI 98. Ciamis. dan DKI Jakarta) b. 176 26 Kab/Kota Guru Pamong TKB Mandiri. Meningkatnya kualitas dan relevansi lulusan pendidikan menengah dan tinggi terhadap kebutuhan pasar kerja b. Tersedianya data base kebutuhan Daerah Khusus pendidikan di daerah khusus - data base kebutuhan pelaya-nan Daerah Khusus di 19 pendidikan di daerah khusus Kab/Kota penyetaraan pendidikan bagi guru Daerah Khusus di 19 di daerah khusus Kab/Kota rehabilitasi dan penambahan Daerah Khusus di 19 RKB bagi SD/MI di daerah Kab/Kota khusus Fasilitasi pendidikan dasar bagi Kab.

NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEGIATAN 3 SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-3 .

SMK Bantuan bagi 33 SMA dan 16 26 Kab/Kota SMK SBI Bantuan bagi SMA SBN 26 Kab/Kota Pengembangan 2 SMA Berbasis 26 Kab/Kota Web Bantuan beasiswa 1 siklus bagi 26 kabupaten/kota 260 siswa dari 26 kabupaten/ kota b. Dinas KUKM Disdik Disdik. Terlaksananya prasarana SMA/SMK SBI Bertaraf Internasional (SBI). Meningkatnya kualitas pembinaan Paskibra di Jawa Barat Antar Negara (PPAN). Pertukaran Pemuda a. Terlaksananya bantuan beasiswa bagi mahasiswa SMA dan SMK berprestasi c. Terlaksananya bantuan beasiswa bagi siswa SMA/SMK yang berasal dari keluarga tidak mampu tidak mampu. IPA di 26 Kab/Kota 52 SMA/SMK. IPA. RKB SMA 40 sekolah 148 ruang SMK 60 Sekolah 180 ruang c. Rehab gedung SMA 87 sekolah 700 lokal d. APBD Prov a. BPMD. SMA dan SMK peningkatan kualitas sarana Peningkatan Sarana dan Prasarana SMA/SMK a. Dinas KUKM Disdik.000 Orang Beasiswa S2 bagi guru SBI 26 Kab/Kota jenjang SMP. Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pemberdayaan PKBM dan terwujudnya lembaga PKBM sebagai basis pendidikan kecakapan hidup. Terlaksananya penyediaan peralatan Lab. Kanwil Depag. BPMD. Lab. APBD Prov APBN. Kanwil Depag. APBN. Dinas KUKM Disdik. Bahasa di 52 SMA/SMK. dan Lab. Meningkatnya penerapan layanan pendidikan non formal a. Terlaksananya rehabilitasi bangunan SMA/SMK c.000 Siswa Beasiswa bagi mahasiswa 26 Kab/Kota berprestasi sebanyak 1. APBN. dan Bhakti Pemuda Antar Provinsi (BPAP) b.Meningkatnya angka melanjutkan ke perguruan tinggi yang Akan Melanjutkan ke Perguruan Tinggi bagi lulusan SMA/SMK berprestasi yang tidak mampu a. Terlaksananya pertukaran pelajar/mahasiswa antar provinsi dan negara Peningkatan Layanan Pendidikan Untuk Semua a. Penambahan RKB dengan 26 Kab/Kota proporsi 40% SMA dan 60% SMK b. Lab. Terlaksananya pelatihan bagi tenaga pendidik dan (PUS) kependidikan PAUD - - APBD APBN. Meningkatnya jumlah penduduk usia produktif Jawa Barat yang memiliki keterampilan dan kecakapan hidup b. APBD Prov 3 4 3. APBD Prov. APBD Prov. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-4 . APBN. Kanwil Depag Disdik. Disnakertrans. Multimedia SMA - Disdik Disdik APBN. SMA/SMK dengan Pola Imbal Swadaya SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 Terlaksananya penambahan RKB SMA/SMK TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 - PELAKSANA SKPD 7 Disdik SUMBER DANA 8 APBN. APBD Prov. Terlaksananya bantuan beasiswa S2 bagi guru SBI jenjang SMP. Disnakertrans. Lab IPA. bahasa. APBD Prov 2 Beasiswa bagi siswa SMA/SMK dari keluarga a. Kanwil Depag. b. Program Pendidikan Non Formal APBD Kegiatan : 1 Peningkatan Mutu Kursus dan Kelembagaan - Pembinaan 104 PKBM Berbasis 26 Kab/Kota Kecakapan Hidup Pembinaan 104 lembaga kursus 26 Kab/Kota - Disdik. BPMD. SMA. Meningkatnya upaya pembinaan lembaga kursus - - Disdik Disdik APBD Prov APBD Prov - - Disdik Disdik Disdik Disdik Disdik APBN. perpustakan dan multimedia 25 sekolah Rehabilitasi SMA/SMK sebanyak 26 Kab/Kota 1000 ruang kelas Penyediaan peralatan Lab. Terlaksananya Lomba Keteladanan PLS - Lomba Keteladanan PLS dengan 26 Kab/Kota peserta dari 26 kab/kota Pembinaan 104 kegiatan 26 Kab/Kota Paskibra Pertukaran 104 pelajar/ 26 Kab/Kota mahasiswa 300 Kelompok Bermain 26 Kab/Kota - APBD 2 3 Pembinaan Paskibraka.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEGIATAN 3 Kegiatan : 1 Peningkatan Sarana dan Prasarana Pendidikan a. Biro Yansosdas APBN. Disnakertrans. dan pendidikan S2 untuk guru SBI jenjang SMP. b. APBD Prov. c. Multimedia di 52 SMA/SMK Beasiswa bagi siswa SMA/SMK 26 Kab/Kota sebanyak 5. mahasiswa berprestasi. SMA Berstandar Nasional (SBN). APBD Prov. Bahasa dan Lab. Terlaksananya peningkatan kualitas sarana prasarana SMA Berbasis Web Beasiswa Satu Siklus Bagi Lulusan SMA/SMK . dan SMA Berbasis Web b Terlaksananya peningkatan kualitas sarana prasarana SMA SBN c. APBD Prov. APBD Prov APBN. - - APBN. APBD Prov.

236 orang Guru PNS di daerah Kab/Kota terpencil Pemilihan tenaga pendidik dan 26 Kab/Kota kependidikan berprestasi yang akan dikirimkan ke tingkat nasional Pemilihan siswa berprestasi yang 26 Kab/Kota akan dikirimkan ke tingkat nasional Pemilihan komite sekolah 26 Kab/Kota berprestasi untuk dikirimkan ke tingkat nasional Penyetaraan D4 dan S1 untuk 26 Kab/Kota 300 guru TK. Program Upaya Kesehatan Masyarakat - APBN. Komite Sekolah. dan Siswa kependidikan Berprestasi Tahun 2009 b. Dinas Kesehatan Kegiatan : 1 Peningkatan Kualitas Pelayanan Kesehatan Ibu Bersalin - Meningkatnya akses kesehatan ibu bersalin dan kualitas pelayanan 2 Peningkatan Kualitas Pelayanan Bayi dan Balita Kesehatan - Meningkatnya akses kualitas pelayanan kesehatan bayi dan Balita. BPMD.000 orang guru 250 26 Kab/Kota TK. Meningkatnya prestasi akademik dan non akademik siswa c. APBD Provinsi. Ciamis & kota Banjar Dinas Kesehatan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-5 .500 Lembaga KF 750 lembaga Paket B 200 peserta pendidikan LOKASI 6 26 Kab/Kota 26 Kab/Kota 26 Kab/Kota - PELAKSANA SKPD 7 Disdik. Meningkatkan Profesionalisme dan Kesejah-teraan Guru - TARGET PENCAPAIAN 5 1. - 11 kab/kota menjadi 16 Kab/kot Bandung Barat. Tasikmalaya. Kanwil Depag Disdik Disdik. dan 250 SMK Pelatihan bagi 5. kab/kota Cianjur. 200 guru SMP/MTs. APBD Prov APBD Prov 4. Bandung. APBD Prov 4 5 Akreditasi SMP dan SMA/SMK Negeri dan Swasta di Jawa Barat Pelatihan Pendidik dan Tenaga Kependidikan - Meningkatnya kualitas penyelenggaraan SMP dan SMA/SMK di Jawa Barat Meningkatnya kualitas tenaga pendidik dan kependidikan di Jawa Barat Terlaksananya fasilitasi pembinaan bagi guru-guru yang akan mengikuti proses sertifikasi Meningkatnya Pelayanan Kesehatan Dasar. Bandung. 26 Kab/Kota dan bagi 26 Kab/Kota - Disdik APBN. APBD Kab/Kota dari 9 kabupaten/kota menjadi 19 10 kb/ kt : kb Bogor. Garut. Cirebon dan Kota Depok 5 kab/ kota : kab Bogor. SMA. Terlaksananya pengembangan pendidikan keaksaraan fungsional (KF) c.000 guru SD. SMP. 300 guru SLB. APBD Prov - Disdik APBD Prov - Disdik APBD Prov - Disdik APBD Prov - Disdik APBN. meningkatnya peran dan kualitas komite sekolah - - - 3 Peningkatan Kualifikasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan - Meningkatnya kualitas tenaga kualifikasi yang dibutuhkan pendidik sesuai - Insentif bagi 697 orang GBS dan Daerah terpencil di 20 9. Terselenggaranya kegiatan Kejar paket B setara SMP d. APBD Prov 6 Bimbingan Teknis Profesi Sertifikasi Guru tahun 2009 - - - Disdik APBN. BPMD. Kuningan. rujukan. Dinkes SUMBER DANA 8 APBN. APBD Prov Kegiatan : 1 Insentif Bagi Guru PNS dan Honor Guru Bantu SD dan MI di Daerah Terpencil di Jawa Barat 2 Meningkatnya kesejahteraan guru PNS dan GBS di daerah terpencil untuk memotivasi tanggung jawab dan dedikasi dalam melaksanakan tugas Pemilihan Tenaga Pendidik. SMK Pengawas Bimbingan teknis sertifikasi 1. APBD Prov APBN. Bandung Barat. - - Disdik Disdik APBN. pendidik dan tenaga kependidikan yang profesional dan produktif b. Meningkatnya kualitas atau mutu lembaga. Program Manajemen Pelayanan Pendidikan 26 Kab/Kota - Disdik APBN.000 guru SD/MI. Sumedang. SMA. Tenaga a. Meningkatnya kualitas tenaga pendidik dan tenaga Kependidikan. Kesehatan 5.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEGIATAN 3 SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 b. APBD Prov. APBD Prov 2. dan 300 guru SMA/SMK Akreditasi untuk 200 SMP. Terselenggaranya Pengembangan pendidikan pengarusutamaan gender a. 2. perbaikan gizi masayarakat dan imunisasi.

Kota Bandung. nifas dan bayi gakin b. Sumedang. Kab. Purwakarta . Majalengka. Indramayu.506 Ibu Nifas. Meningkatnya kesehatan olahraga bagi masyarakat dari 20% menjadi 40%. 310 or . Kota Bandung dari > 3 menjadi < 3 di 10 Kab. bekasi. Bekasi ./Kota dari 15% menjadi 30%. Sukabumi.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 3 PROGRAM/KEGIATAN 3 Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan Lanjut Usia - SASARAN PROGRAM/KEGIATAN Meningkatnya Puskesmas 4 pelayanan kesehatan lansia di - TARGET PENCAPAIAN 5 dari 34 puskesmas menjadi 44 puskesmas LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 Dinas Kesehatan SUMBER DANA 8 10 kab/kota : Subang. 165 or./Kota - 6 - 2 Rumah Bersalin + 2 Balai Kab. Purwakarta. Bandung. Kara-wang. Bekasi. 1. bulin. - - Dinas Kesehatan Sumedang. Kuningan .129 Bayi (6-11 Bulan). majalengka. orang petugas kesehatan jiwa. d. ciamis. Bekasi dari 1 Kota menjadi 5 Kab/Kota. 108. 200 poster Kota Cirebon (@ 5 SMP) dari 20% menjadi 40 % di 10 Kab. Meningkatnya cakupan pelayanan kesehatan jiwa penanggulangan masalah Kesehatan khusus - - Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan b. Garut. Sub203 or ang.500kasus Maskin 26 kab/kota 26 kab/kota Dinas Kesehatan 10 Pemulangan pasien gakin dan home visite - 30 Pasien di RSJ Bandung RSJ Bandung RSJ Bandung Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-6 . masing 1500 buku Kota Bandung. cirebon dan bogor. 1 Kab Bekasi. Pencegahan dan Penanggulangan Gizi Buruk Meningkatnya Jumlah Kabupaten/Kota yang mempunyai Prevalensi Gizi Buruk lebih kecil dari 1. 8 kegiatan.Purwakarta dan Pengobatan Sumedang 15 puskesmas kabupaten dan 9 24 kab/kota puskesmas kota 2692 petugas. karawang.333 Ibu Hamil. Meningkatnya cakupan deteksi kesehatan indera penglihatan di Kabupaten/Kota.Terfasilitasinya pemulangan dan rujukan pasien gakin di Rumah sakit 2./Kota. 146 or.Meningkatnya cakupan pelayanan PONEK Anak di Rumah Sakit Peningkatan dan Pengembangan a. Kara-wang. Karawang. 2 buku Barat.996 anak Balita (1-5Th). - 4 5 Peningkatan Kualitas Pelayanan Kesehatan a. 225. 1500 bk. Purwakarta. Kota Cirebon. Meningkatnya status kesehatan gigi mulut dengan Decay Missing Filling Teeth (DMFT) - - Dinas Kesehatan Indramayu.1% dari 13 Kab/Kota menjadi 15 Kab. Bandung.559. 60% dari 31 RSUD Dinas Kesehatan - Dinas Kesehatan - Dinas Kesehatan 7 8 Peningkatan Pelayanan Kesehatan Ibu dan . PurwaKab. Cimahi 9 Peningkatan Pelayanan Kesehatan bagi Masyarakat Miskin a. Kuning-an. buku pedoman.Bandung. pedoman Kuningan. c. Bandung. 5500 set meja 26 kabupaten/kota media diteksi KVA dan Gizi Buruk. katarak. 2 jenis masing . Cianjur.Sistem dan Penyelenggaraan Surveilans Gizi Buruk Surveilens Gizi Buruk Balita. Terlaksananya pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin diluar quota askeskin (Jamkesmas) . Dinas Kesehatan - - Dinas Kesehatan e. Garut. 26 kabupaten/kota 490. Meningkatnya kualitas pelayanan kesehatan dasar Dasar swasta di 2 kab/kota b. Kuningan. 4 kegiatan di 14 RS Pemerintah Kab. Kota Tasikmalaya. Meningkatnya kinerja pelayanan kesehatan dasar pemerintah Pemantapan Sistem dan Penyelenggaraan . 2500 kasus karta. 630 Kab. Bandung. Ban-dung Kab. Meningkatnya cakupan pelayanan kesehatan kerja di PosUpaya Kesehatan Kerja (UKK) di Kabupaten/Kota. Cirebon./Kota . Terlayaninya kasus komplikasi kebidanan berat pada bumil. Tasik-malaya. 328 Petugas.

Cianjur. diatas 90 % di 10 Kab. Purwakarta. Garut. Ciamis. provinsi dan 4 kab/kota (Subang. Terwujudnya sistem surveilans epidemiologi penyakit tidak menular di puskesmas sentinel (Diabetes dan hipertensi). Indramayu. Imunisasi lengkap (DPT/HB3. Sumedang. 100 orang penanggungjawab Program TB Baru sewilayah III Cirebon c. Majalengka. Cianjur. kunjungan rumah sebanyak 24 kali. Cirebon. Tasikmalaya. Meningkatnya jumlah Kab/Kota dalam pencapaian TBC CDR TBC dan tata laksana penderita - - 220 kasus - Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan 80% dari 7 Kab/kota menjadi 26 Kab Indramayu. diptheri. penyakit diare. provinsi dan 26 kab/ Campak. provinsi. 26 kab/ kota 40 KLB P2BB. 220 pasien TB Paru BTA Positif KP 4 sewilayah III Cirebon b. 2 dokter spesialis radiologi dan laboratorium Meningkatnya pelayanan pada wanita resiko tinggi 26 kab/kota Terputusnya mata rantai penyebaran penyakit dan menurunnya kejadian luar biasa RSP Sidawangi KP4 Biro Yansos APBN. influenza. hepatitis klinis.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEGIATAN 3 11 Peningkatan pelayanan Kesehatan Jiwa - SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 Terfasilitasinya pemulangan dan rujukan pasien gakin di Rumah sakit - TARGET PENCAPAIAN LOKASI PELAKSANA SKPD 7 RSJ Cimahi SUMBER DANA 8 5 6 24 pasien pemulangan pasien RSJ Cimahi dan 10 orang dirujuk. Kota Banjar. puskesmas. pemeliharaan pendistribusian) vaksin dan alat imunisasi. DT dan alat kota. Bandung. - seluruh bayi/ Universal Child Kab Bogor. Subang. Kota Depok Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-7 . DPT/HB. P2ML dan Keracunan) 8 penyakit menular. Garut. Bandung. Immunization (UCI) tingkat desa Sukabumi.Tertanggulanginya KLB - 4 Pemantapan Sistem Surveilans Penyakit a. kab/kota. Terwujudnya sistem surveilans epidemiologi penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi/PD3I (tetanus neonatorum. Ciamis. 26 kab/ kota - Dinas Kesehatan - Dinas Kesehatan - Dinas Kesehatan 5 6 b. 80 kasus KIPI. Terkelolanya (penyimpanan. 26 puskesmas sentinel di 26 kab/kota. Cianjur. Kota Bogor) 2 penyakit tidak menular. Kuningan. Kota Cimahi. 6 Jenis vaksin (BCG. Kab Bogor. 100 KLB (60 KLB PD3I. Polio 4 dan Campak) penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) - b. integrasi ke puskesmas sebanyak 24 kali 12 Pemulangan dan rujukan pasien Gakin 13 Optimalisasi pemberantasan penyakit paru - 14 Pelayanan Medis Operasi Wanita (MOW) 6 Program Pencegahan Penyakit Menular dan Pemberantasan - Terfasilitasinya pemulangan dan rujukan pasien RSP Sidawangi Gakin Meningkatnya upaya pemberantasan penyakit paru a. Kab/kota Bekasi. Kab/kota Sumedang. pertusis). APBD Provinsi. dan - 3 Penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) c. APBD Kab/Kota Kegiatan : 1 Peningkatan pencegahan dan pengendalian a. Pengamatan Kasus Acute Flaccid Paralysis . typhoid. TT. campak. Polio. 1007 puskesmas. Tertanggulanginya Kejadian Ikutan Paska Imunisasi (KIPI).000 anak usia15 thn (AFP) Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit a. suntik BCG. 100 %. RSUD. Tasikmalaya. .AFP Rate >2/100.

Ciamis. Kab Tasikmalaya. Majalengka. Kab. Ciamis. Garut. Subang. Terwujudnya jejaring dan kemitraan lintas program. kab/ kota Sukabumi. Kota RS pada 21 Kab/Kota Cimahi. Pengguna Napza Suntik > 5 % menjadi ≤ 5 % di 7 Kab/Kota . Kab Bogor. Cimahi. Sumedang. Kuningan. Cirebon. Kuningan. dari 87 % menjadi 95 % di 26 Kab /kota . Majalengka. Bekasi. Bandung. Sumedang. Cianjur. Cimahi. Kab/Kota Cirebon. Depok. Meningkatnya jumlah Kab/kota dalam pencapaian Cure Rate (Angka kesembuhan) - TARGET PENCAPAIAN LOKASI PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 c. Banjar 14 Pencegahan Penularan Penyakit Endemik Zoonosis Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-8 . Cianjur 7 Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit IMS HIV AIDS - 8 Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit ISPA - Menurunnya Prevalensi HIV pada sub populasi penjaja seks > 5 % menjadi ≤ 5 % di 8 Kab/Kota.Bertambahnya layanan Care Support and Treatment (CST) untuk orang dengan HIV AIDS (ODHA) dari 27 RS menja Ditemukan dan dilaksanakannya tatalaksana pengobatan standar penderita Pneumonia Balita Meningkatnya Cakupan Penemuan penderita diare Menurunnya angka kecacatan Meningkatkan angka RFT Rate kusta dan - 15 kab/ kota Kota Bandung. Meningkatnya angka pengobatan malaria pada tahun 2009 a. Meningkatnya cakupan tatalaksana luka gigitan HPR 100% - - dari 51 desa menjadi 47 Desa dari 85% menjadi 90% 15 kab/ kota 15 Kab/ kota : Kab/ Kota Sukabumi. Tasikmalaya. Bogor. Menurunkan Mf Rate di daerah endemis Filariasis FILARIA - 86% penderita Pneumonia Balita 26 Kab/Kota dari 5 Kab/Kota menjadi 26 Kab/Kota > 70% dari 11Kab/Kota menjadi 26 Kab/Kota 26 Kab/Kota < 5 % dari kasus baru di 26 26 Kab/Kota Kab/kota. Sukabumi. - 13 Pencegahan Penularan Penyakit MALARIA b.Menurunnya angka kesakitan DBD Pemberantasan Penyakit Demam Berdarah Dengue dan Wabah 12 Pencegahan Penularan Penyakit endemik a. Sumedang 19 Lapas di 16 Kab/Kota dan 52 Kab/Kota Bandung. Tasikmalaya. 26 Kab/Kota Banjar. Majalengka./Kota Depok. Cirebon. Purwakarta. Karawang. Tasikmalaya. Sukabumi.000 dari > 1 % menjadi < 1% dari 10 Kab/ Kota Bogor. Kab Bandung./Kota menjadi 8 Kab.000 menjadi 26 Kab/Kota 50/100. Kab. Bandung Barat. Indramayu. Garut. Purwakarta. Karawang. Kuningan 15 kab/ kota Kab/ Kota cirebon./Kota dari 50 % menjadi 70% Meningkatnya Cakupan Wilayah Pengobatan Massal Filariasis dari 1 a. lintas sektor di tingkat Provinsi dan Kab/Kota dalam rangka upaya expansi DOTS ke UPK lain selain Puskemas - 5 6 85 % dari 17 Kab/Kota menjadi Kota Depok. Depok. Bekasi. Garut. Kab. Subang. Menurunnya desa endemis malaria pada tahun 2009 b. Banjar. Cirebon. Meningkatnya Cakupan Tatalaksana Kasus Klinis Kronis Filariasis sesuai dengan SOP di 15 Kab. Indramayu. Subang.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEGIATAN 3 SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 b. Kab/ Kota Tasikmalaya. Cianjur - Dinas Kesehatan - Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Diare 10 Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Kusta 9 - - 11 Penyelenggaraan Pencegahan dan . dari 74 / 100.

Cirebon. Bandung. Bandung. Garut. 56 - Tersusunnya pedoman teknis pencegahan dan penanggulangan pencemaran lingkungan udara. 8 kab/ kota 16 Pengembangan sistem kualitas air minum dan sanitasi berbasis masyarakat - Pemantapan sistem manajemen kualitas air minum dan sanitasi di 5 kabupaten kota dan dokumen kesinambungan paska kegiatan penyediaan air bersih dan sanitasi dasar masyarakat di 3 kabupaten - Dinas Kesehatan 7. - 7 Kab/Kota 15 Pencegahan Pencemaran Lingkungan a. Bekasi. Sumedang. Meningkatnya peran serta masyarakat dalam lainnya serta peningkatan UKBM pembangunan kesehatan 2 Pengembangan media promosi dan informasi pola hidup bersih dan sehat Tersedianya media promosi dan terlaksananya informasi PHBS - 3 jenis media (cetak. Karawang. Meningkatrnya rumah tangga sehat/ber PHBS sehat (PHBS) ditatanan Rumah Tangga dan b. Subang 15 Kab/Kota : Kota Sukabumi.Kuningan Kab. Sukabumi. Kab/Kota Bogor Kab. Depok. Subang Cianjur. elektronik 26 kab/kota dan media luar ruang) dan 4 cara penyebaran informasi (langsung. Bandung. Subang. Kuningan . Bogor. Melakukan survey faktor risiko penular Pes pada daerah tertular d. Subang. Garut. Kab/Kota Bekasi. Program Manajemen Pelayanan Kesehatan - Meningkatnya manajemen kesehatan mendukung pembangunan Kesehatan dalam APBN. media cetak. Teridentifikasinya faktor resiko kesehatan lingkungan di daerah rawan pencemaran lingkungan Tersedianya data faktor resiko pencemran lingkungan Dinas Kesehatan b.6 % menjadi 35 % 26 kab/kota Dinas Kesehatan 1 Kegiatan Peningkatan perilaku hidup bersih dan a. Ds Pasirjambu 15 Kab/Kota : Kota Sukabumi. Cimahi. Tasikmalaya.81 menjadi 55 % 7 kegiatan melalui 3 media 160 orang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-9 . air. Tasikmalaya. APBD Kab/Kota dari 27.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEGIATAN 3 SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 b. tanah dan makanan. Cirebon. elektronik dan luar luar) dari 56. Subang. Bogor. Kab Bandung. sanitasi di 9 Kabupaten. Kec. Bandung. APBD Provinsi. Ciamis. Tasikmalaya. Kab. Banjar. Kab Bandung. Meningkatnya cakupan pengobatan dan tatalaksana tersangka kasus Anthraks 100% - TARGET PENCAPAIAN 5 8 Kab/Kota LOKASI 6 Kota Depok.7 % menjadi 80 % 26 Kab/kota 26 kab/kota RSP Sidawangi RSJ Bandung RSJ Bandung - Dinas Kesehatan 3 4 5 6 7 Pengembangan Desa/kelurahan Siaga melalui Kabupaten/kota Siaga Penguatan dan Pengembangan JKM Penyebarluasan informasi kesehatan paru pada masyarakat Penyeberluasan informasi kesehatan jiwa pada masyarakat Konseling keluarga Pasien - Meningkatnya jumlah desa/kelurahan siaga Meningkatnya cakupan kepesertaan JPK Meningkatnya pemahaman massyarakat terhadapa kesehatan paru Meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap kesehatan jiwa Meningkatnya pengetahuan kesehatan jiwa keluarga pasien - - Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan RSP Sidawangi RSJ Bandung RSJ Bandung dari 43. Tasikmalaya. Purwakarta. Indramayu dan Karawang Kab. Cirebon. Kab. Ciwidey. Cimahi. Meningkatnya cakupan pengobatan kasus Leptospirosis 100% tatalaksana - 1 Kab. Bekasi. Depok. Meningkatnya Puskesmas. Banjar. Bogor - PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 c.

Gunungsembung di Kab. meningkatnya pengawasan obat. APBD Kab/Kota - - - Peningkatan bangunan UGD 26 Kab/Kota Pusk. Perpanjangan Tenaga Bidan mulai tahun 2006 s.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 8 PROGRAM/KEGIATAN 3 Pengembangan media promosi dan informasi sadar hidup sehat Penyebarluasan Informasi kesehatan Jiwa dan Napza pada masyarakat - SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 meningjkatnya promosi dan penyebarluasan informasi kesehatan serta pemberdayaan masyarakat Meningkatnya pemahaman dan pengetahuan masyuarakat tentang kesehatan jiwa - TARGET PENCAPAIAN LOKASI - PELAKSANA SKPD 7 KP4 Cirebon SUMBER DANA 8 5 6 Tersedianya media untuk promosi KP4 Cirebon dan informasi Konseling sebanyak 4 kali. 7 Radiologi di Jawa Barat dan 15 Patklin di RSUD dan RS Khusus di Jawa Barat 481 bidan 26 Kab/Kota Dinas Kesehatan APBN. Penempatan PPDS di PKM PONED e. b. Pemenuhan dan peningkatan fasilitas sarana .Bandung - Dinas Kesehatan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-10 . penyebarluasan leaflet/ brosur dan pemasangan stan-ding banner sebanyak 30 9 - - - RSJ Cimahi 8. Penempatan Dokter Umum dan Dokter Gigi c. Rekrutmen Tenaga Kesehatan lainnya f. RSJ Cimahi peyuluhan keswa sebanyak 6 kali dialog interaktif sebanyak 4 kali. APBD Provinsi. kosmetik dan lat kesehatan serta napza dari tingkat produsen sampai konsumen Kegiatan : 1. APBD Kab/Kota Kegiatan : 1 Penempatan tenaga kesehatan strategis a. Dokter Penyakit Dalam di RS Jampang Kulon. Nagreg di Kab. Pengembalian dokter dan dokter gigi PTT Pusat d. Penyakit Dalam di RS Jampang RSUD dan RS Khusus Kulon. 100 Dokter Umum dan 30 Dokter 17 Kab/Kota Gigi 63 Dokter Umum dan 100 Dokter 26 Kab/Kota Gigi 165 or 17 Kab/Kota 17 PKM @ 2 orang 17 Kabupaten 100% tersedianya tenaga 17 Kabupaten kesehatan strategis di daerah rawan kesehatan 1 Dokter bedah.Meningkatnya jumlah Puskesmas yang dapat dan prasarana Puskesmas memberikan pelayanan kesesehata - APBN. Ditempatkan Dokter bedah.Bogor Peningkatan sarana dan prasarana Pusk. Cigom-bong di Kab. 12 Anastesi. Program Peningkatan Sarana Dan Prasarana a. Anastesi.Subang Peningkatan Pusk.DTP di Kab. 1 Dokter RS Jampang Kulon. APBD Provinsi.Maniis di Kab. Program Sumberdaya Kesehatan - Meningkatnya kualitas dan kuantitas tenaga kesehatan serta berfungsinya pelayanan keseshatan baik dasar maupun rujukan. Perpanjangan Dokter Umum PTT DAN Dokter Gigi PTT Provinsi b. Meningkatnya kuaitas dan kuantitas sarana dan prasarana pelayanan kesehatan serta terpenuhinya Pelayanan Kesehatan kebutuhan obat baik generik maupun esensial serta makanan pasien.Kiarapedes di Kab.Binong menjadi Pusk. Subang Peningkatan Pusk.Purwakarta Peningkatan bangunan Pusk.d 2008 - 9. Radiologi dan Patklin di RSUD dan RS Khusus di Jawa Barat - g. Purwakarta Peningkatan sarana dan prasarana Pusk.

Tasikmalaya Pembangunan Pusk.Bekasi Pembangunan Pusk. Bandung Peningkatan & Rehabilitasi ruang perawatan DTP dan Poned Pusk.Bekasi Pembangunan Pusk.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEGIATAN 3 SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 - TARGET PENCAPAIAN 5 Peningkatan bangunan Pusk.Cililin di Kab. Ciamis Pembangunan / Rehabilitasi Pusk.Ciamis Pembangunan / Rehabilitasi Pusk.Bandung Barat Pembangunan Gudang Obat di Kab. Patrol di Kab.Bekasi Pembangunan Pusk.Bekasi Pembangunan / Rehabilitasi Pusk.Merdeka di Kota Bogor Pembangunan Pusk. Sumedang Pembangunan Labkesda 3 lantai di Kota Cimahi Pembangunan Pusk. Karangbahagia di Kab. Bojongsoang di Kab. Ciamis Pembangunan lanjutan Pusk. Bandung Peningkatan bangunan Pusk.Lakbok di Kab. Padaherang di Kab.Situbatu di Kota Banjar LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 - - - - - Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-11 .Tambun Utara di Kab.Tinewati di Kab. DTP Pangalengan di Kab.Kotakaler di Kab.Bandung Barat Pembangunan Fisik Pusk. Muaragembong di Kab.Belong di Kota Bogor Pembangunan Pusk. Kalipucang di Kab.Indramayu Pembangunan Pusk. PONED Magaasih di Kab. Karya-mukti di Kota Banjar Pembangunan Ruang Rawat Inap Pusk.Bandung Peningkatan bangunan Pusk. Karang Kitri di Kota Bekasi Pembangunan lanjutan Pusk.DTP Cibarusah di Kab. Jatiwarna di Kota Bekasi Pembangunan Labkesda di Kota Tasikmalaya Perluasan Pusk.Pataruman di Kota Banjar Perluasan Pusk.

NO 1

BID URUSAN PEMDA 2

PROGRAM/KEGIATAN 3

SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 -

TARGET PENCAPAIAN 5 Relokasi gedung Pusk. Cintamanik di Kab. Garut Renovasi / relokasi Pusk. Karangtengah di Kab. Cianjur Renovasi / relokasi Pusk. Warungkondang di Kab. Cianjur Renovasi / relokasi Pusk. Cibinong di Kab. Cianjur Rehabilitasi Fisik Pusk. Gununghalu di Kab. Bandung Barat Rehabilitasi bangunan Pusk. Cangkring di Kab. Cirebon Rehabilitasi bangunan Pusk. Pekiringan di Kab. Cirebon Rehabilitasi bangunan Pustu Dukuhsemar di Kab.Cirebon Rehabilitasi bangunan Pustu Apiapi di Kab.Cirebon Rehabilitasi bangunan Pustu PGK di Kab.Cirebon Rehabilitasi Fisik Pusk. Jatireja di Kab. Subang Rehabilitasi berat Pusk. Losarang di Kab. Indramayu Rehabilitasi Total Pustu Karangharja di Kab.Bekasi Rehabilitasi Pusk.Guntur di Kab.Garut Rehabilitasi Pusk. Haurpanggung di Kab.Garut Rehabilitasi Pusk.Rancasalak di Kab. Garut Rehabilitasi Pusk.Leuwigoong di Kab.Garut Rehabilitasi Pusk. Suka-merang di Kab.Garut Rehabilitasi Pusk.Padaawas di Kab.Garut Rehabilitasi Pusk.Cikelet di Kab. Garut Rehabilitasi Pusk.Cimari di Kab. Garut Rehabilitasi Puskesmas Pembantu di Kab. Karawang Rehabilitasi total Pusk. Sindangwangi di Kab. Majalengka Rehabilitasi total Pusk.Maja di Kab. Majalengka Rehabilitasi total Pusk. Majalengka di Kab. Majalengka Rehabilitasi Pusk. Bojong Menteng di Kota Bekasi

LOKASI 6

PELAKSANA SKPD 7

SUMBER DANA 8

-

Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009

IV-12

NO 1

BID URUSAN PEMDA 2

PROGRAM/KEGIATAN 3

SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 -

TARGET PENCAPAIAN 5 Rehabilitasi Pusk.Leuwisari di Kab.Tasikmalaya Rehabilitasi Pusk. Pageur-ageung di Kab.Tasikmalaya Rehabilitasi Pusk.Culamega di Kab.Tasikmalaya Rehabilitasi Pusk. Padakem-bang di Kab.Tasikmalaya Rehabilitasi Pusk.Jatiwaras di Kab.Tasikmalaya Rehabilitasi Pusk.Kadipaten di Kab.Tasikmalaya Rehabilitasi Pusk.Salawu di Kab.Tasikmalaya Rehabilitasi Total Pusk. Cosolok di Kab.Sukabumi Rehabilitasi Pusk. Sunyarangi Kota Cirebon Rehabilitasi Pusk. Cangkring Kota Cirebon Rehabilitasi Pusk. Kalitanjung Kota Cirebon Rehabilitasi Pusk. Drajat Kota Cirebon Rehabilitasi Pusk. Perumnas Utara Kota Cirebon Rehabilitasi Pusk. Jagasatu Kota Cirebon Pemagaran Pusk. Cikundul kota Sukabumi Pemagaran Pusk. Sukabumi Kota Sukabumi Pemagaran Pusk.Pembantu Situ Mekar Kota Sukabumi Pemagaran Pusk. Pembantu Sindangsari Kota Sukabumi Pemagaran Pusk.Pembantu Garung Kota Sukabumi Pembuatan Kanopi Pusk. Sukakarya Kota Sukabumi Pengadaan Alkes Kebidanan di Kab.Bogor Pengadaan Alkes Pusk.DTP di Kota Depok Pengadaan Alkes Medis dan non medis di Kab.Kuningan Pengadaan Alkes & APN set di Kab.Purwakarta

LOKASI 6

PELAKSANA SKPD 7

SUMBER DANA 8

2. Pengadaan alat kontrasepsi

-

Tersedianya alat kontrasepsi

26 kab/kota

-

Biro Yansos

Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009

IV-13

NO 1

BID URUSAN PEMDA 2

PROGRAM/KEGIATAN 3 3. Peningkatan ketersediaan, pemerataan dan keterjangkauan harga obat dan perbekalan kesehatan -

SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 Terpenuhinya obat sangat essensial untuk 9 bulan di Kabupaten/Kota dan Meningkatnya jumlah kabupaten/kota yang bisa memenuhi obat sangat esensial sesuai standar nasional dari 3 kabupaten menjadi 10 kabupaten tahun 2009 Meningkatnya jumlah Sertifikasi uji kompetensi tenaga kerja pada sektor formal & meningkatnya kompetensi tenaga kerja di Jawa Barat melalui pelatihan dan bimbingan teknis Terlatihnya penganggur, setengah penganggur, dan purna kerja di perkotaan dan pedesaan di Jawa Barat Terlatihnya penganggur, setengah penganggur, dan purna kerja di perkotaan dan pedesaan di Jawa Barat Terserapnya pencari kerja melalui pola pemagangan di dalam dan di luar negeri Meningkatnya jumlah tenaga kerja dan pencari kerja yang bersertifikasi Meningkatnya keterampilan wirausaha mandiri -

TARGET PENCAPAIAN 5 23 kab/kota

LOKASI 6 kecuali Banjar, Cirebon, Cimahi -

PELAKSANA SKPD 7 Dinas Kesehatan

SUMBER DANA 8

3. Tenaga Kerja

10. Program Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Tenaga Kerja

-

Jawa Barat

-

Disnakertrans

APBD/APBN

Kegiatan : 1. Pelatihan Tenaga kerja Berbasis Kompetensi

-

160 orang

26 kab/kota

Disnakertrans

APBD/APBN

2. Pelatihan Tenaga kerja Berbasis Masyarakat

-

480 orang

26 kab/kota

Disnakertrans

APBD/APBN

3. Pemagangan di dalam dan luar negeri

-

4 5

Standarisasi dan Sertifikasi Peningkatan Produktivitas Tenaga Kerja

-

-

420 orang (Magang Dalam 26 kab/kota Negeri), 750 orang (Magang Luar Negeri) 1800 orang, 172 LLS/LLP 26 kab/kota 720 orang pekerja, 400 orang 26 kab/kota usaha mandiri

Disnakertrans

APBD/APBN

Disnakertrans Disnakertrans

APBD/APBN APBD/APBN

Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009

IV-14

b. Common Goals 2 : Ketahanan Pangan
NO 1 1 BID URUSAN PEMDA 2 URUSAN WAJIB Pekerjaan Umum PROGRAM/KEGIATAN 3 SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8

1. Program Pengembangan dan Pengelolaan a. Meningkatnya kondisi jaringan irigasi di sentra produksi pertanian Jaringan Irigasi, Rawa dan Jaringan Pengairan Lainnya b. Meningkatnya ketersediaan sarana dan prasaraa pendukung pengelolaan jaringan irigasi Kegiatan : 1. Peningkatan dan Pengelolaan Jaringan Irigasi a. Meningkatnya kondisi jaringan irigasi yang dikelola kewenangan pemerintah provinsi di sentra pemerintah provinsi produksi pertanian b. Terciptanya keberlanjutan sistem irigasi 2 Program Pengembangan, Pengelolaan Dan a. Meningkatnya kondisi dan fungsi sungai, waduk, situ, embung dan pantai dalam rangka konservasi sumber Konservasi Sungai, Danau dan Sumber Daya Air daya air, pendayagunaan sumber daya air, Lainnya pengendalian daya rusak air dan pengamanan pantai di sentra produksi pertanian b. Tersedianya perencanaan teknis pengem-bangan, pengelolaan, dan konservasi sungai, dana, dan sumber air lainnya c. Meningkatnya ketersediaan sarana dan prasarana pendukung pengelolaan sumber daya air d. Terlaksananya monitoring dan evaluasi pengembangan, pengelolaan, dan konservasi sungai, danau, dan sumber air lainnya Kegiatan : 1 Perbaikan dan Pemeliharaan Sungai a. Terlindunginya areal sawah dari bahaya longsor dan banjir b. Terjaganya kapasitas sungai Pengembangan dan Pengelolaan sungai, a. Meningkatnya ketersediaan air baku untuk pertanian waduk, embung dan situ di sentra produksi pertanian b. Berlanjutnya fungsi situ, waduk, dan embung Meningkatnya kondisi dan fungsi sungai dan pantai dalam rangka pengendalian daya rusak air dan pengamanan pantai di sentra produksi pertanian

-

Daerah Irigasi kewenangan Kab. Karawang, IndraPemerintah Provinsi di 8 sentra mayu, Subang, Cianjur, Cirebon, Ciamis, Banproduksi pertanian
dung, Bekasi

-

Dinas PSDA

APBD PROV.

-

Sungai, Waduk, Situ dan Embung Sentra Produksi di 8 sentra produksi pertanian Pertanian Sungai, Waduk, Situ dan Embung Sentra produksi di 8 sentra produksi pertanian pertanian

-

Dinas PSDA

APBD PROV.

2

-

-

Dinas PSDA

APBD PROV.

3. Program Pengendalian Banjir dan Pengamanan Pantai

Kegiatan : 1. Pengelolaan Pasarana Pengendali Banjir dan Pengamanan Pantai 2. Pemantauan dan Penanggulangan Banjir dan Kekeringan 4. Program Pembangunan Jalan dan Jembatan

-

Berkurangnya dampak banjir

-

Sungai, Waduk, Situ dan Embung Sentra di 8 sentra produksi pertanian pertanian

produksi

-

Dinas PSDA

APBD PROV.

-

Terpantau dan tertanggulanginya banjir kekeringan di sentra produksi pertanian

dan

-

Sungai, Waduk, Situ dan Embung Sentra produksi di 8 sentra produksi pertanian pertanian

-

Dinas PSDA

APBD PROV.

Meningkatnya kondisi jaringan jalan yang dapat mendukung kelancaran pergerakan orang dan barang dari dan ke sentra produksi pertanian Meningkatnya aksesibilitas pada ruas-ruas jalan provinsi melalui pembangunan jalan. Kab. Cianjur, Bekasi, Subang, Karawang, Bandung, Ciamis, Indramayu, Cirebon Meningkatnya nilai struktur dan kapasitas jalan dan a. Peningkatan jalan provinsi di 8 Kab. Cianjur, Bekasi, jembatan pada ruas-ruas jalan provinsi melalui Subang, Karawang, sentra produksi peningkatan jalan Bandung, Ciamis, b. Pengawasan teknis Pembangunan jalan provinsi Dinas Bina Marga APBD Provinsi

Kegiatan : 1. Pembangunan jalan dan jembatan

-

2. Peningkatan jalan dan penggantian jembatan

-

-

Dinas Bina Marga

APBD Provinsi

Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009

IV-14

NO 1

BID URUSAN PEMDA 2

PROGRAM/KEGIATAN 3

SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4

TARGET PENCAPAIAN 5

LOKASI 6 Indramayu, Cirebon

PELAKSANA SKPD 7

SUMBER DANA 8

5. Program Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan dan a. Kembalinya kondisi kemantapan jalan sesuai dengan rencana yang sudah diperhitungkan dalam desain Jembatan melalui pemeliharaan berkala. b. Kembalinya kondisi kemantapan jalan dan jembatan sesuai dengan rencana yang rusak akibat tidak diperhitungkan dalam desain melalui pemeliharaan / rehabilitasi jalan dan jembatan. c. Terpeliharanya kondisi jalan sesuai dengan umur rencananya. Kegiatan : 1. Rehabilitasi jalan dan jembatan - Mengembalikan kondisi pada ruas-ruas jalan dan a. Rehabilitasi jalan provinsi jembatan yang mempunyai kondisi sedang melalui b. Pengawasan teknis pemeliharaan berkala/rehabilitasi jalan

2. Pemeliharaan jalan dan jembatan

-

Terpeliharanya kondisi ruas-ruas jalan provinsi sesuai dengan umur rencana melalui kegiatan pemeliharaan rutin jalan dan jembatan

-

Kab. Cianjur, Bekasi Kab. Subang, Karawang, Bandung, Ciamis, Indramayu, Cirebon Pemeliharaan jalan provinsi di 8 Kab. Cianjur, Bekasi, sentra produksi Subang, Karawang, Bandung

-

Dinas Bina Marga

APBD Provinsi

-

Dinas Bina Marga

APBD Provinsi

2

Ketahanan Pangan

6. Program Peningkatan Ketahanan Pangan

a. Meningkatnya produksi dan produktivitas pangan pokok beras, jagung, kedelai, ternak dan ikan

Meningkatnya produksi padi 5%, Jawa Barat jagung 6%, kedelai 5%, daging 7%, populasi sapi 5% dan ikan 5%. b. Terkendalinya tingkat kerawanan dan keamanan a. Menurunnya kerawanan dan pangan masyarakat terhadap beras peningkatan keamanan pangan serta menurunnya ketergantungan pada pangan pokok beras b. Meningkatnya cadangan beras daerah c. Meningkatnya ketersediaan, distribusi dan konsumsi a. Terpenuhinya ketersediaan pangan pangan bagi masyarakat Jawa Barat (energi 2200 kkal/kap/ hari, protein 57 grm/kap/hari) b. Kelancaran distribusi pangan dan terjaganya stabilitas harga pangan

-

Kegiatan : 1. Peningkatan produksi dan produktivitas pangan pokok (padi, kedelai, jagung)

-

Meningkatnya produksi dan produktivitas pangan pokok

-

Pencapaian produksi dan Kab. Karawang, produktivitas pangan pokok padi Subang, Indramayu, 5%, jagung 6%, kedelai 7%, Majalengka, Cirebon, Bandung, Tasikmalaya, Ciamis, Sumedang, Kuningan, Cianjur, Sukabumi, Garut. Tertatanya distribusi perdagangan beras dan 26 kabupaten/kota

-

Dinas Pertanian

APBD Prov

2.

Pengembangan pengelolaan tata niaga pangan beras Fasilitasi pengendalian harga gabah

-

Meningkatnya distribusi dan perdagangan beras

-

-

3.

-

Terlaksananya pembelian gabah di tingkat petani oleh pemerintah

-

Terkendalinya harga gabah di 26 kabupaten/kota tingkat petani

-

Biro Binprod, Indag , APBD Prov, APBN Indag Agro, Dinas Pertanian Biro Binprod APBD Prov, APBN

Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009

IV-15

3. lele. PROGRAM/KEGIATAN 3 Fasilitasi cadangan masyarakat SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 Menurunnya jumlah daerah dan penduduk rawan pangan TARGET PENCAPAIAN LOKASI PELAKSANA SKPD 7 Pertanian. nila. Perikanan Dinas Pertanian. dan peternakan Terwujudnya peningkatan produksi palawija Terlaksananya Pengembangan dan penguatan perbenihan serta perbibitan Tersedianya sarana dan prasarana produksi pertanian - Kegiatan : 1. nila. APBN dan Disnak 9. mas. udang. APBN dan Disnak - 2. Per. kerapu. Meningkatnya ketersediaan benih/induk yang berkualitas dan pendistribusian - Meningkatnya produksi ikan sebesar 5% dan pendistri-busian benih/induk yang berkualitas Kegiatan : 1. sidat. sidat. Peningkatan produksi perikanan dengan komoditas ikan patin. Peningkatan produksi palawija 2. Disbun APBD Prov. - Terlaksananya Pengendalian dan Penanggulanan penyebaran hama dan penyakit tanaman. gurame. Biro Sarek Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-16 . lele. Indag Agro Dinas Peternakan dan APBD Prov. APBN Pertanian. lele. Disbun APBD Prov. Revitalisasi kelembagaan ekonomi perdesaan untuk menunjang distribusi beras - Meningkatnya kapasitas kelembagaan ekonomi perdesaan untuk menunjang distribusi beras - - Biro Binprod. Peternakan. Kemudahan memperoleh 26 kabupaten/kota benih/induk berkualitas Tersedianya teknik budidaya lokal 26 kabupaten/kota spesifik berorientasi pasar Tercapainya target produksi. Ternak dan Ikan Kegiatan : 1. Meningkatnya produksi perikanan b. ternak dan ikan - Berkurangnya serangan hama Jawa Barat dan penyakit tanaman. Pengembangan pendistribusian benih/induk berkualitas Pengembangan teknik budidaya lokal spesifik berorientasi pasar - Meningkatnya produksi perikanan dengan komoditas ikan patin.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 4. nila. udang. gurame. Meningkatnya produksi. gurame. Pengendalian dan Penanggulanan penyebaran hama dan penyakit tanaman. mas. Dinas APBD Prov. PerAPBD Prov kebunan. produktivitas dan kualitas produk pertanian - Diskan APBD PROV - Diskan Diskan APBD PROV APBD PROV 4 PERTANIAN 8. ternak dan ikan Meningkatnya Sarana dan Prasarana Pengawasan produk pertanian - - - - Dinas Pertanian. Optimalnya Pengembangan pendistribusian benih/induk berkualitas Meningkatnya kemampuan teknik budidaya lokal spesifik berorientasi pasar - - - Tersedianya komoditas ikan 26 kabupaten/kota patin. 2. rumput laut. perkebunan. Meningkatnya pendapatan usahatani komoditi pertanian. Peternakan. Peningkatan produksi dan populasi ternak sapi potong serta produksi perikanan - Meningkatnya produksi daging dan ikan - 3 URUSAN PILIHAN KELAUTAN DAN 7. Indag. ternak dan ikan Meningkatnya Kualitas dan Jawa Barat kuantitas Sarana dan Prasarana Pengawasan produk pertanian - Dinas Pertanian. rumput laut. APBN Perkebunan Dinas Pertanian. produktivitas dan kualitas produk pertanian b. 3. udang. kerapu.APBD Prov kebunan. ternak dan ikan Terkendalinya penyebaran hama Jawa Barat dan penyakit tanaman. ternak dan ikan Peningkatan Sarana dan Pengawasan produk pertanian Prasarana - Terkendalinya hama dan penyakit tanaman. kerapu. mas. rumput laut yang memadai. SUMBER DANA 8 Biro APBD Prov. Program Peningkatan Produksi Pertanian a. APBN Perikanan 6. sidat. Disbun APBD Prov. Program Pengembangan Budidaya Perikanan PERIKANAN a. APBN pangan daerah dan - - 5 6 Meningkatnya cadangan pangan 26 kabupaten/kota pemerintah dan terbentuknya lumbung pangan masyarakat Meningkatnya pelayanan 26 kabupaten/kota lembaga ekonomi perdesaan dalam menunjang distribusi beras Meningkatnya produksi daging 26 kabupaten/kota sebesar 7%. Program Pencegahan dan Penanggulangan Hama dan Penyakit Tanaman. APBN dan Disnak Dinas Pertanian. Pengembangan dan penguatan perbenihan dan perbibitan Peningkatan sarana dan prasarana produksi pertanian - Meningkatnya produksi palawija 26 kabupaten/kota (umbi-umbian) sebesar 4% Tersedianya benih dan bibit 26 kabupaten/kota berkualitas Meningkatnya kualitas sarana 26 kabupaten/kota dan prasarana produksi pertanian - Dinas Pertanian dan APBD Prov. populasi sapi 5 % dan ikan 5% - Dinas Binprod 5.

Terfasilitasinya pembangunan sarana prasarana perdagangan gabah/beras. - Pantura - Dinas Indag Agro APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-17 .NO 1 5 BID URUSAN PEMDA 2 INDUSTRI 10 Program Menengah PROGRAM/KEGIATAN 3 Pengembangan SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 Meningkatnya nilai tambah produk Agro Industri TARGET PENCAPAIAN 5 Meningkatnya pendapatan pelaku usaha industri perberasan LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 Industri Kecil - - Kegiatan : 1. Terwujudnya pengembangan sistem usaha perdagangan gabah/beras di Kawasan pantura b. Pengembangan Usaha Industri Perberasan 6 PERDAGANGAN 11 Program Peningkatan dan Pengembangan Sistem Perdagangan Dalam Negeri Kegiatan : 1. Penataan Sistem Usaha Perdagangan Beras Jawa Barat - Berkembangnya usaha industri pengolahan pangan Meningkatnya sistem distribusi pangan di Kawasan Pantura Terpenuhinya kebutuhan pangan bagi masyarakat 1 unit pasar dan 1 unit gudang Pantura - Dinas Indag Agro APBD a.

waduk. pendayagunaan sumber daya air. . Meningkatnya daya tarik investasi dalam peningkatan daya saing d. Situ. Pengembangan komoditas unggulan Jawa Barat melalui event promosi dalam negeri b. Penyusunan bahan dan materi promosi komoditas unggulan Jawa Barat - - - Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 209 IV-18 . Event ekspor komoditas unggulan Jawa Promosi di Dalam Barat Negeri Meningkatnya efektifitas kelembagaan promosi di dalam BPPMD Kawasan Industri Cikarang. Meningkatnya nilai struktur dan kapasitas jalan dan a. - Meningkatnya kondisi jaringan jalan pada kawasan perindustrian yang dapat mendukung kegiatan perekonomian Merningkatnya aksesibilitas arus barang pada a. Pengelolaan Pasarana Pengendali Banjir dan Pengamanan Pantai 3. Mendorong kesempatan dan partisipasi usaha kecil dan menengah Kegiatan : 1. Program Pengendalian banjir dan Pengamanan Pantai Meningkatnya kondisi dan fungsi sungai dan pantai dalam rangka pengendalian daya rusak air dan pengamanan pantai di sentra produksi pertanian - Sungai. waduk. Terpeliharanya kondisi ruas-ruas jalan nasional dan provinsi sesuai dengan umur rencana Terpeliharanya kondisi ruas-ruas jalan provinsi sesuai dengan umur rencana melalui kegiatan pemeliharaan rutin jalan Pemeliharaan jalan provinsi Pemeliharaan jembatan provinsi Terwujudnya promosi satu pintu secara efektif dan efisien Menunjang promosi yang diprioritaskan kepada unggulan daerah Meningkatnya daya dukung investasi Menciptakan lapangan kerja dan mengurangi pengangguran Meningkatnya pengembangan Kota Bandung.Meningkatnya ketersediaan air baku untuk kawasan embung dan situ di kawasan industri industri 2. Program Pembangunan Jalan dan Jembatan - Berkurangnya areal banjir di kawasan industri Kawasan Industri Cikarang. Pembangunan Jalan dan Jembatan - 2. Pengembangan Promosi Potensi Jawa Barat di Dalam Negeri Ekonomi a. Meningkatnya sistem pengawasan dan pendataan investasi c. Program Pengembangan dan Pengelolaan Dan a. waduk.c. Kegiatan : 1. Peningkatan jalan - - Dinas Bina Marga APBD PROV. sungai. situ. dan Embung Kawasan Industri di kawasan industri Cikarang . Industri Cikarang. Bekasi Kab. Bekasi Dinas Bina Marga APBD PROV. Meningkatnya ketersediaan sarana dan prasarana pendukung pengelolaan sumber daya air Kegiatan : 1. Meningkatkan promosi dan kerjasama investasi Investasi b. Pembangunan jembatan Pengawasan teknis Peningkatan jalan provinsi Pengawasan teknis Kaw. Danau Dan Sumber Daya Air embung dan pantai dalam rangka konservasi sumber Lainnya daya air. Program Rehabilitasi/Pemeliharaan Jembatan Kegiatan : 1 Pemeliharaan jalan dan jembatan Jalan dan - - 2. kawasan industri melalui pembangunan jembatan b. Program Peningkatan Promosi dan Kerjasama a. Bekasi - Dinas PSDA APBD PROV. Kegiatan : 1.Bekasi - Dinas PSDA APBD PROV. Bekasi Dinas Bina Marga APBD PROV. Penanaman Modal 5. Meningkatnya kondisi dan fungsi sungai. jembatan pada ruas-ruas jalan provinsi melalui b. Common Goals 3 : Peningkatan Daya Beli Masyarakat NO 1 BID URUSAN PEMDA PROGRAM/KEGIATAN 3 SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 2 URUSAN WAJIB 1. pengendalian daya rusak air dan pengamanan pantai di kawasan industri b. Pekerjaan Umum 1. Dis Bina Marga Kab/Kota APBD Provinsi 4. Pengelolaan jaringan air baku. Konservasi Sungai.

Terusunnya analisis progres Kota Bandung Barat c. Meningkatnya kualitas pelayanan kelembagaan investasi Kegiatan : 1. Optimalisasi Pelayanan Perijinan Terpadu a. Pembinaan dan Pengendalian Penanaman a. 3. 2. Penyusunan bahan dan materi promosi komoditas a. Pembinaan terhadap PMA/PMDN di Jawa Barat Modal di Jawa Barat b. dan pengawasan a.Terlaksananya pemantauan dan 26 Kabupaten/Kota Jawa Barat monitoring pelaksanaan investasi PMA/PMDN Pendataan PMA dan PMDN di Jawa Barat . Meningkatnya kualitas dan desain unggulan Jawa Barat industri unggulan Jawa Barat b.Kota Bandung Jawa Barat bangan dan pemantapan PPT di Jawa Barat Pelaksanaan penyederhanaan prosedur pelayanan .Meningkatnya sarana dan Kota Bandung prasarana promosi potensi penanaman modal Jawa Barat Koordinasi dan sinergitas pengembangan . c. d.Meningkatnya pengembangan Kota Bandung. Pengembangan Promosi Jawa Barat di Luar Negeri Potensi Ekonomi a.Mengkoordinasikan. Terwujudnya forum koordinasi pengembangan investasi e. Meningkatnya penanganan 4 Bakorwil permasalahan investasi di Jawa Barat Pemantauan dan monitoring pelaksanaan investasi di . Pengembangan Promosi Investasi Berbasis IT - - BPPMD APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 209 IV-19 . Meningkatnya minat pelaku usaha Kota Bandung untuk melakukan investas pelaksanaan pelayanan perijinan terpadu di Jawa b. b. - c. Meningkatnya efektifitas kelembagaan promosi di luar negeri a.Tersusunnya data investasi Kota Bandung Barat PMA/PMDN yang akurat Fasilitasi pengembangan dan pemantapan PPT di . Meningkatnya iklim investasi dan realisasi investasi Terwujudnya iklim investasi yang sehat melalui reformasi kelembagaan Terselenggaranya berbagai kegiatan investasi Terselenggaranya forum koordinasi pengembangan investasi 6. Program Peningkatan Iklim Investasi b. b.Tersedianya profil dan peta potensi Kota Bandung investasi Jawa Barat Penyusunan Regulasi Penanaman Modal . evaluasi.Terlaksananya fasilitasi pengem.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEGIATAN 3 SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 c. Mendorong dan memfasilitasi Kota Bandung peningkatan koordinasi di bidang investasi berbasis IT - - BPPMD APBD - BPPMD APBD - BPPMD APBD 4. c. Pengembangan komoditas unggulan Jawa Barat . Pengembangan Potensi Investasi di Jawa Barat a. Pameran Thematic Komoditas Unggulan Jawa Barat TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 2. merumuskan Kota Bandung penanaman modal kebijakan program penanaman modal melalui forum koordinasi Pengembangan sistem informasi investasi di Jawa Barat a. Event BPPMD melalui event promosi luar negeri ekspor komoditas unggulan Jawa Promosi di Luar Negeri b.Tersusunnya evaluasi hasil Kota Bandung penanaman modal di Jawa Barat Penanganan permasalahan PMA/PMDN di Jawa . Terwujudnya promosi satu pintu secara efektif dan efisien d. Terwujudnya iklim investasi yang kondusif dan kompetitif c.Sosialisasi Pelayanan Perijinan 26 Kabupaten/Kota perijinan non perijinan Terpadu Pemantauan. Terusunnya evaluasi pelaksa-naan Kota Bandung pelayanan perijinan terpadu di Jawa Barat Penyusunan profil dan pemetaan potensi investasi .

50 orang stakeholder 900 orang pengelola KUKM 800 orang pengelola KUKM 1250 orang anggota koperasi Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Dinas KUKM APBD Dinas KUKM CG 3 4. c. Peningkatan Kapasitas SDM KUKM - 26 kab/kota 400 KUKM 200 KUKM 400 KUKM 4 kali. f. Kecil dan Menengah b. Program Pengembangan Kewirausahaan dan a. Penempatan dan evaluasi pendampingan d. Kegiatan : 1. 150 orang tenaga Bandung pendamping 2 kali. 3. Pelatihan teknis substantif d. e. Fasilitasi Pengembangan Aspek Legal Produk a. Konsolidasi pendampingan 8. Kecil dan Menengah b. Evaluasi alumni pelatihan Dinas KUKM CG 3 200 orang alumni peserta pelatihan Jawa Barat 1 kali. c. Meningkatnya akses permodalan bagi KUMKM Usaha bagi Koperasi. b. Mengembangkan Manajemen Usaha KUKM di Perdesaan e. Cerdas tangkas koperasi di kalangan siswa tingkat SLTA Sosialisasi dan fasilitasi aspek legal halal Sosialisasi dan fasilitasi hak merk Rapat koordinasi dan fasilitasi sertifikat PIRT Dinas KUKM APBD 2. Dinas KUKM CG 3 i. Pelatihan akuntansi e. Menguatkan Struktur Kelembagaan KUMKM di Perdesaan b. Menguatkan Usaha KUKM Pertanian di Perdesaan f. g. Keunggulan Kompetitif Koperasi. Meningkatnya peran Lembaga Keuangan Non Perbankan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 209 IV-20 .Meningkatnya kapasitas usaha dan saing keterampilan pengelolaan usaha Meningkatnya peran kelembagaan. 120 orang tenaga Bandung pendamping Pemberian dukungan dan kemudahan akses permodalan Terlaksananya temu bisnis antar KUMKM 6 Kegiatan Pendampingan bagi KUMKM a. h. Terwujudnya pengembangan Kota Bandung promosi investasi berbasis IT penumbuhan Mendorong penumbuhan wirausaha serta . Koperasi dan Usaha Kecil Menengah 7. Bantuan Sarana Usaha bagi Pelaku Usaha di Desa Pertumbuhan Internalisasi pemahaman perkoperasian Menumbuhkan kelembagaan koperasi pada kelompok strategis Menguatkan lembaga operasional Dekopinwil/ Dekopinda Akreditasi koperasi Meningkatkan koperasi Jasa bimbingan keuangan koperasi Apresiasi terhadap tokoh dan KUKM Sosialisasi pembentukan koperasi sebagai laboratorium ekonomi di Tingkat SLTP. Usaha Mikro. Pemantapan Koperasi Kelembagaan dan Usaha a. Konsolidasi pelatihan b.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEGIATAN 3 SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 3. d. Pendukungan Pertumbuhan Pendekatan Kooperatif. SLTA dan Perguruan Tinggi. Usaha Mikro. Rekruitmen pendamping b. Desa 6 b. Bimbingan Teknis Kelembagaan Usaha pada kelompok strategis masyarakat di perdesaan c. Program Pengembangan Sistem Pendukung a. 150 orang tenaga Jaw Barat pendamping 18 angkatan. Penguatan infrastruktur bisnis KUMKM di Perdeaan d.Meningkatnya peningkatan kesempatan kerja wirausaha baru Meningkatnya kemampuan wirausaha yang berdaya . d. c. sarana dan prasarana lembaga KUMKM Peningkatan Kualitas Kelembagaan Koperasi 75 Desa Pertumbuhan 75 Desa Pertumbuhan 75 Desa Pertumbuhan 75 Desa Pertumbuhan 75 Desa Pertumbuhan 75 Desa Pertumbuhan 150 orang 100 orang 70 orang 120 koperasi 125 koperasi 50 orang 260 KUKM 300 koperasi Bandung Jawa Barat Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Jawa Barat melalui a. Pelatihan manajerial dan kewirausahaan c. b. KUMKM. Pelatihan teknis pendampingan c. 150 orang tenaga Bandung pendamping 10 bulan. a.

Pameran Luar Negeri yang diagendakan oleh BPPMD d. Kerjasama pemasaran produk KUKM Jabar dengan NTUC Singapura j. Pameran produk KUKM Perwakilan i. Intermediasi KUMKM dengan Lembaga keuangan dan Sumber Pembiayaan Lainnya serta dengan lembaga penjamin kredit c. Pelaksanaan kemitraan pola hedging g. Meningkatnya peran Lembaga Keuangan Non dan Lembaga Keuangan Non Perbankan b Revitalisasi Kredit Program Dakabalarea c. Pengembangan Treding house jaringan KUMKM - 7800 KUKM Jawa Barat Dinas KUKM APBD 1300 KUMKM Jawa Barat 40 Koperasi 250 KUKM 100 KUKM 2250 Koperasi 200 KUKM Bandung Bandung Bandung Jawa Barat Bandung - 8 KUKM 8 KUKM 320 KUKM 200 KUKM 150 KUKM Perempuan KUKM KUKM 400 KUKM 22 KUKM 520 KUKM 400 KUKM 100 KUKM 75 KUKM 75 KUKM 75 KUKM 30 KUKM Luar Negeri Luar Negeri Bandung Bandung Bandung jakarta Dalam negeri Jawa Barat Dinas KUKM APBD 3. Pelaksanaan kemitraan pola lelang i. Bimbingan dan konsultasi pola resi gudang f. Bimbingan dan konsultasi pola hedging e. Meningkatnya dividen BUMD Terwujudnya BUMD yang berperan dalam pembangunan sektor strategis Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 209 IV-21 . Pendukungan Pameran KUMKM. Pelaksanaan kemitraan pola resi gudang h. Pameran Luar Negeri yang diagendakan oleh BPPMD c. Program Pembinaan dan Pengembangan BUMD a. Pengembangan akses pasar melalui promosi dan kreasi produk KUMKM d. Cooperative Fair e. Membangun jaringan pelayanan dan perkuatan permodalan lembaga penjamin kredit 2. Pengembangan jaringan KUKM antar daerah c. Fasilitasi sarana/Prasarana teknologi bagi Senbik l. Pengembangan jaringan KUMKM Dinas KUKM Jawa Barat Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Singapura APBD 9. Penguatan jaringan KUKM melalui metode ERFA d. Temu Bisnis a. Pameran Produk KUKM perempuan dan produk potensi eksport g. Pembentukan Lembaga Otoritas Senbik f. Pameran Bersertifikat Halal f. Pengembangan Kelembagaan BUMD d. Pendampingan KUKM melalui Klinik Konsultasi Bisnis (KKB) e. Modal stimulan bagi Senbik k. Asistensi proposal kelayakan usaha finansial dalam rangka peningkatan akses terhadap lembaga keuangan dan sumber pembiayaan lainnya b. a. membangun jaringan KSP/USP-Koperasi dan KJKS/UJKS Koperasi d. menumbuhkembangkan KSP/USP Koperasi dan KJKS/UJKS Koperasi g. Fasilitasi Pembiayaan bagi KUMKM tahun 2009 a. Meningkatnya jejaring bisnis antar KUMKM TARGET PENCAPAIAN 5 Terlaksananya KUMKM LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 - rakor jaringan Kegiatan : 1. Pendukungan pameran Dalam negeri Trade Expo Indonesia ke 24 h. Meningkatnya peran BUMD - Meningkatnya skala usaha Optimalnya peran kredit program Dakabalarea.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEGIATAN 3 SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 c.

Fasilitasi Forum Komunikasi dan Koordinasi BUMD b. Pemantapan Kredit Program DAKABALAREA Pengembangan Pembiayaan bagi KUMKM melalui Kredit Program DAKABALAREA b. Meningkatnya fasilitasi permodalan melalui peran . 500 AKAD. Optimalisasi Peran Tenaga Pendamping Kredit Program DAKABALAREA 2 Pengembangan dan Penguatan Struktur Usaha a. Perkreditan Kecamatan Perbankan - - Biro Sarek APBD 3. laut .680 orang) 300 AKL. Pengembangan Penanganan dan pengolahan serta pemasaran hasil perikanan - Terlaksananya Pengembangan budidaya perikanan air tawar. Tenaga Kerja 10. Perluasan Lapangan Kerja produktif - 2. Tersusunnya Raperda tentang Penyertaan Modal Tahun 20009 Meningkatnya cakupan layanan informasi pasar kerja dan meningkatnya penempatan tenaga kerja melalui pola magang serta AKAD dan AKAN di Jawa Barat Jawa Barat - - Biro Sarek APBD 4. Program Pengembangan Budidaya Perikanan a. Meningkatnya kinerja PD. Terlaksananya RUPS b. Meningkatnya ketersediaan sarana dan prasarana budidaya perikanan c.Terlaksananya pendampingan tim Jawa Barat Lembaga Keuangan Non Perbankan konsultan publik dalam rangka audit c. PK a. Pengembangan budidaya perikanan air tawar. 500 AKAN 5 kali kegiatan 26 kab/Kota Disnakertrans APBD - 26 kab/Kota 26 kab/Kota Disnakertrans Disnakertrans APBD APBD URUSAN PILIHAN 5. Meningkatnya pendapatan usaha perikanan d. Optimalisasi peran Lembaga Keuangan Non dan PD. 3. Penyusunan Rencana Pengembangan BUMD Tahun 2009 c. Penempatan Tenaga Kerja AKL/AKAD/AKAN Informasi pasar Kerja - Meningkatnya perluasan lapangan kerja bagi penganggur. PK Jawa Barat c. setengah penganggur. ketersediaan sarana dan prasarana budidaya perikanan. pemahaman dan aplikasi teknologi budidaya serta daya saing produk perikanan Peningkatan keragaman dan kemampuan budidaya perikanan air tawar. BPR a. Fasilitasi dan Koordinasi Penyertaan Modal kepada BUMD d. payau dan periran umum 2. Kegiatan Fasilitasi dan Koordinasi a. Meningkatnya ketersediaan dan pendistribusian benih/induk yang berkualitas b. dan purna kerja di perkotaan dan pedesaan Meningkatnya penempatan tenaga kerja melalui pola AKL/AKAD/AKAN Meningkatatnya cakupan layanan informasi pasar kerja bagi masyarakat dan pengusaha di Jawa Barat - 40 kelompok masyarakat (23. BPR dan PD. APBN - - - Diskan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 209 IV-22 .PK di Jawa Barat b. Kelautan dan Perikanan 10. Program Peningkatan Kesempatan Kerja Dinas Tenaga Kerja & Transmigrasi APBD/ APBN Kegiatan : 1. Meningkatnya kinerja BUMD Peningkatan Kinerja dan Performa PD. laut dan payau Peningkatan pengolahan perikanan Penanganan dan industri hasil Diskan APBD Provinsi Kegiatan : 1. Meningkatnya penyerapan tenaga kerja perikanan - Meningkatnya ketersediaan dan Jawa Barat pendistribusian benih/induk yang berkualitas. laut dan payau Terlaksananya Pengembangan Penanganan dan pengolahan industri hasil perikanan - APBD Prov. Terlaksananya audit PD.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEGIATAN 3 SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 - TARGET PENCAPAIAN 5 Terfasilitasinya operasional-isasi tenaga pendamping kredit program DAKABALAREA Terselenggaranya pemantapan tenaga pendamping kredit program DAKABALAREA Meningkatnya kontribusi pos Terlaksananya peningkatan kemampuan SDM pengelola BUMD/Perusahaan Daerah LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 Biro Sarek SUMBER DANA 8 APBD Kegiatan : 1. Terlaksananya pemantauan Jawa Barat perkembangan PD.

APBD Prov Perkebunan. perikanan dan kehutanan d. tanaman hias. udang. perkebunan. kopi. Meningkatnya Pengembangan Usaha pemasaran dan pengolahan hasil komoditi teh. kerapu LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 - - 11. APBN Terlaksananya Pengembangan usaha perikanan tangkap Meningkatnya Sarana dan Prasarana Usaha Kelautan Terlaksananya Pengawasan dan pemanfaatan sumberdaya kelautan pengendalian - Meningkatnya produksi perikanan tangkap dan pengembangan lembaga keuangan dan perbankan dengan orientasi kredit agribisnis perikanan 6. udang. Meningkatnya kualitas sarana dan - prasaran Meningkatnya pengembangan usaha perikanan tangkap Peningkatan kapasitas sarana dan prasarana usaha kelautan Terkendalinya pemanfaatan sumberdaya kelautan Peningkatan kuantitas dan kualitas produksi perikanan tangkap Diskan Diskan. peternakan. nila. peternakan. mas. Pengembangan sarana dan prasarana pengolahan hasil pertanian. peternakan. peternakan. tanaman obat-obatan. kopi. lele. karet. tebu. Meningkatnya margin pemasaran pertanian. kelapa. perkebunan. Pertanian. Pertanian 12.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 3. Peternakan. Meningkatnya nilai tambah pengolahan hasil pertanian. kelapa. palawija. Pengembangan sarana dan prasarana pemasaran pertanian. karet. tanaman hias. gurame. kelapa. Pengembangan Usaha pemasaran dan pengolahan hasil komoditi teh. jarak pagar. perikanan dan kehutanan dan Kehutanan b. kakao. kakao. sidat. akar wangi - - - Peningkatan kualitas sarana dan 26 kabupaten/kota prasarana pemasaran hasil pertanian. Dinas APBD Prov. PROGRAM/KEGIATAN 3 Pengembangan usaha tani ikan patin. udang. gurame. peternakan. hortikultura. peternakan. perikanan dan kehutanan c. perikanan dan kehutanan Peningkatan Usaha pemasaran 26 kabupaten/kota dan pengolahan hasil komoditi padi. perkebunan. akar wangi - - APBD Prov Dinas Pertanian. mas. tanaman obat-obatan. dan kehutanan e. lele. peternakan. hortikultura. perikanan dan kehutanan Peningkatan Pengembangan 26 kabupaten/kota sarana dan prasarana pengolahan hasil pertanian. tebu. kerapu SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 Meningkatnya usaha tani ikan patin. 3. Pengawasan dan pengendalian pemanfaatan sumberdaya kelautan 4. Indag APBD Prov Agro Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 209 IV-23 . perikanan dan kehutanan 2. Peternakan. palawija. mas. Meningkatnya pengolahan hasil pertanian. perkebunan. Peningkatan Produksi Perikanan Tangkap a. Distarkim Diskan Dinas Perikanan. akar wangi - Meningkatnya Pengembangan Usaha pemasaran dan pengolahan hasil komoditi padi. perkebunan. nila. perkebunan. cengkeh. Peningkatan Sarana dan Prasarana Usaha Perikanan Tangkap 3. Meningkatnya sarana pemasaran hasil pertanian. perikanan dan kehutanan Meningkatnya Pengembangan sarana dan prasarana pengolahan hasil pertanian. APBN KUKM APBD Prov. Meningkatnya pendapatan nelayan b. perikanan dan kehutanan Meningkatnya kualitas sarana dan prasarana pemasaran hasil pertanian. Agro Indag APBD Prov - - Dinas Perkebunan. Perikanan perkebunan. perikanan dan kehutanan Kegiatan : 1. Pengembangan teknologi usaha perikanan tangkap 2. perikanan dan kehutanan - Meningkatnya nilai tambah hasil Jawa Barat pertanian. perkebunan. tanaman hias Peningkatan Usaha pemasaran 26 kabupaten/kota dan pengolahan hasil komoditi teh. peternakan. karet. perkebunan. peternakan. Peternakan. perkebunan. jarak pagar. Program Pengembangan Perikanan Tangkap Kegiatan : 1. perikanan dan kehutanan APBD Provinsi - - - 3. lele. kopi. kerapu TARGET PENCAPAIAN 5 Peningkatan kemampuan usaha tani ikan patin. Perkebunan. hortikultura. kakao. peternakan. perkebunan. Pengembangan Usaha pemasaran dan pengolahan hasil komoditi padi. tebu. peternakan. jarak pagar. sidat. tanaman obat-obatan. sidat. peternakan. cengkeh. Perikanan dan Kehutanan Dinas Pertanian. cengkeh. perikanan. Perkebunan. gurame. Perikanan dan Kehutanan Dinas Pertanian. perkebunan. palawija. Program Pemasaran dan Pengolahan Hasil a. nila. Meningkatnya sarana pengolahan hasil pertanian.

Dinas APBD Prov. Meningkatnya kinerja sumber daya pertanian Jawa Barat b. kopi. perkebunan. unggas - Meningkatnya usaha tani komoditi sapi perah. tanaman obat dan tanaman hias Meningkatnya usaha tani komoditi teh. kelapa. karet. Meningkatnya diversifikasi produk usaha pertanian c. jarak pagar peningkatan produksi. Dinas KUKM. Meningkatnya penyerapan tenaga kerja pertanian. akar wangi. Peningkatan Ketersediaan input produksi - Meningkatnya Ketersediaan input produksi - Peningkatan ketersediaan produksi pertanian input 26 kabupaten/kota - 3. peternakan dan perikanan - Meningkatnya nilai tambah dan 26 kabupaten/kota pendapatan petani Peningkatan produksi dan 26 kabupaten/kota produktivitas hortikultura. asosiasi) - 4. jarak pagar. kambing. ketersediaan dan kualitas sarana dan prasarana pertanian serta diversifikasi produk usaha pertanian APBD Prov Kegiatan : 1. produk. sayur. kios. jasa. tebu. - - 5 6 Peningkatan Usaha pemasaran 26 kabupaten/kota dan pengolahan hasil komoditi sapi potong. dan peternakan d. sayursayuran. sapi perah. APBN 14 Program Pertanian Pemberdayaan Sumber Daya a. unggas Peningkatan peran penyuluh dan Jawa Barat kemampuan petani Penurunan alih fungsi lahan pertanian Peningkatan peran penyuluhan dan kemampuan petani Terbentuknya lembaga pertanian perdesaan (lembaga keuangan. 6. dan peternakan Terlaksananya Pengembangan prasarana pertanian sarana dan - Meningkatnya produksi.sayuran. Meningkatnya ketersediaan dan kualitas sarana dan prasarana pertanian b. Dinas Pertanian. buah-buahan. cengkeh. kakao. domba. kios. unggas. APBN Indag. koperasi. domba. Dinas Peternakan.Jawa Barat tivitas dan kualitas produk pertanian. tanaman obat dan tanaman hias Peningkatan usaha tani komoditi teh. Peningkatan usaha tani komoditi sapi perah. Dinas Peternakan Dinas Pertanian. Pengembangan lembaga pertanian perdesaan (lembaga keuangan. tebu. buah-buahan. kopi. domba. Indag APBD Prov Agro - Dinas Perikanan. domba. koperasi. unggas Pengembangan Usaha pemasaran pengolahan hasil ikan Pengembangan Usaha pemasaran pengolahan hasil aneka hasil kehutanan dan dan SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 Meningkatnya Pengembangan Usaha pemasaran dan pengolahan hasil komoditi sapi potong. Dinas Indagro. Meningkatnya kualitas tata guna lahan dan air serta terkendalinya konversi lahan pertanian Meningkatnya Kinerja Penyuluh Terlaksananya Pengembangan lembaga pertanian perdesaan (lembaga keuangan. karet. kambing Peningkatan Usaha pemasaran 26 kabupaten/kota dan pengolahan hasil ikan Peningkatan Pengembangan 26 kabupaten/kota Usaha pemasaran dan pengolahan hasil aneka hasil kehutanan 7 8 Dinas Peternakan. Program Peningkatan Produksi Pertanian a. Indag APBD Prov Agro Dinas Kehutanan. APBD Prov Indag Agro 13. Dinas APBD Prov Perkebunan. domba. akar wangi. Pengembangan sarana dan prasarana produksi pertanian - Peningkatan kuantitas dan kualitas 26 kabupaten/kota hasil pertanian - 2. cengkeh.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 4. produk. APBN Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 209 IV-24 . tanaman obat dan tanaman hias Peningkatan produksi. Biro Binprod APBD Prov. kelapa. APBN Perkebunan. jarak pagar - - Dinas Pertanian. Pengembangan pertanian terpadu dan organik - Meningkatnya produksi dan diversifikasi pertanian. unggas. cengkeh. jasa. Meningkatnya pendapatan usaha tani pertanian. Dinas APBD Prov.26 kabupaten/kota tivitas dan pendapatan peternak komoditi sapi perah. buah-buahan. APBN 6. kopi. tebu. Peningkatan usaha tani komoditi hortikultura. kakao. sayur-sayuran. koperasi. kakao. produk. asosiasi) - APBD Prov Kegiatan : 1 Peningkatan Kinerja Penyuluhan Pertanian 2. kambing Meningkatnya Pengembangan Usaha pemasaran dan pengolahan hasil ikan Meningkatnya Pengembangan Usaha pemasaran dan pengolahan hasil aneka hasil kehutanan TARGET PENCAPAIAN LOKASI - PELAKSANA SKPD SUMBER DANA - - 5. unggas - - Dinas Petenakan APBD Prov. - Dinas Perkebunan. sapi perah.26 kabupaten/kota tivitas dan pendapatan petani komoditi teh. PROGRAM/KEGIATAN 3 Pengembangan Usaha pemasaran dan pengolahan hasil komoditi sapi potong. jasa. sapi perah. asosiasi) - - Dinas Pertanian Dinas Pertanian APBD Prov. Dinas Peternakan Dinas Pertanian APBD Prov 5. perkebunan. karet. akar wangi - Meningkatnya usaha tani komoditi hortikultura. kios. Dinas Perikanan. Dinas Indag. domba. perkebunan. kelapa.

Indagro APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 209 IV-25 . Program Pengembangan Industri Kecil Menengah a. Terfasilitasinya standar mutu produk melalui sertifikasi SNI. Meningkatnya kualitas SDM dan produk IKM agro - 935 pelaku usaha 2. 3. Kehutanan 15. b.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEGIATAN 3 3. Industri 17.Terlaksananya Pengembangan Aneka Hasil Usaha Kehutanan 2. Meningkatnya kompetrensi dan keterampilan SDM Usaha IKM Jawa Barat IKM b. Meningkatnya Kualitas SDM dan produk IKM - Meningkatnya nilai Tambah produk IKM Jawa Barat Kegiatan : 1. Kerawang. industri hasil hutan kayu dan non kayu Terlaksananya Pengawasan dan Pengendalian Peredaran Hasil Hutan Tersusunnya perencanaan pembangunan kehutanan Terkendalinya pengusahaan hutan. Biro Binprod APBD Prov APBD Prov APBD Prov 5. Cirebon. 26 kabupaten/kota industri hutan kayu dan non kayu Meningkatnya penyuluh swakarsa mandiri Meningkatkan SDM Bidang Pariwisata sebanyak 1500 Orang Kota Bandung - Dinas Kehutanan APBD Prov - Dinas Kehutanan Dinas Kehutanan Dinas Kehutanan. Meningkatnya penguasaan teknologi Industri Kemampuan Teknologi Industri b. Meningkatnya kemampuan jiwa wirausaha pelaku usaha IKM Wirausaha Industri Agro b. APBN Dinas Pertanian. Peningkatan Daya Saing Industri Manufaktur a. Kuningan. Garut. Berkembangnya lembaga penyuluhan swakarsa mandiri Kegiatan : 1. Disbun APBD Prov 7. Pengawasan dan Pengendalian Peredaran Hasil Hutan Koordinasi. & Purwakarta 26 Kab/Kota - Dinas Indag APBD - Dinas Indag Agro APBD 18. Bandung. Pengembangan Teknologi dan Peningkatan a. Meningkatnya penguasaan teknologi IKM Peningkatan Jaringan Kerja dan Manajemen a. Sumedang. 4. Disnak. barcode. Pariwisata 16. Pengembangan Aneka Hasil Usaha Kehutanan . Kab. perencanaan dan pengendalian pembangunan kehutanan Pembinaan dan pengendalian pengusahaan hutan. Program Pemanfaatan Potensi Sumber Daya a. industri hutan kayu dan non kayu Meningkatnya kapasitas kelembagaan pemberdayaan penyuluhan kehutanan dan - - - Meningkatnya usaha dan 26 kabupaten/kota pendapatan masyarakat sekitar hutan Meningkatnya tertib peredaran 26 kabupaten/kota hasil hutan Perencanaan pembangunan 26 kabupaten/kota kehutanan yang efektif Meningkatnya pengusahaan hutan. Terfasilitasinya alat pengolahan industri manufaktur agro c. Berkembangnya diversifikasi dan inovasi produk IKM d. Meningkatnya mutu produk IKM c. Majalengka. mutu dan inovasi produk industri Kegiatan : 1. Pembinaan sumberdaya penyuluhan kehutanan - - 8. Program Penataan Struktur dan Peningkatan a. Pengembangan tata guna lahan dan air serta pengendalian laju konversi lahan pertanian SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 Terlaksananya Pengembangan tata guna lahan dan air TARGET PENCAPAIAN LOKASI - PELAKSANA SKPD SUMBER DANA - - 5 6 Peningkatan kualitas irigasi dan Jawa Barat penurunan alih fungsi lahan pertanian Meningkatnya pengembangan usaha dan pengelolaan kehutanan Jawa Barat 7 8 Dinas PSDA. Meningkatnya kemitraan dan kerjasama IKM dan Industri Besar. Meningkatnya kualitas. Program Pengembangan Destinasi Pariwisata Kegiatan : 1. Terlaksananya pengembangan usaha dan Hutan pengelolaan kehutanan b. Kota Bandung. Peningkatan Kemitrausahaan dan Daya Kepariwisataan Jawa Barat - Meningkatnya kemampuan dan keterampilan sumber daya manusia di bidang pariwisata Meningkatnya Kompetensi Kepariwisataan SDM di bidang - Sumber - - Disbudpar 9. APBD Prov. kualitas produk Jawa Barat 200 perusahaan kemampuan dan mutu - 26 Kab. HAKI dan GKM - Meningkatkan teknologi. b./Kota - Dinas Indag. Terbina dan terkendalinya usaha-usaha bidang kehutanan c. Halal. Cianjur. Meningkatnya kualitas produk agro melalui Agro penerapan standar proses industri.

Peningkatan Perikanan Usaha Industri Agro Hasil a. Peningkatan promosi Produk Agro Dalam a. Bali dan Sumatra Barat - Dinas Indag Agro APBD b. Bogor. Optimalisasi pelaksanaan pola resi gudang di Jawa Barat b. Meningkatnya promosi produk agro Jawa Barat 3. garut. Cianjur. Kuningan. Meningkatnya pasar produk industri Jawa Barat c. Majalengka. Mengembangkan skema pembiayaan produk agro Jawa Barat - 43 Pelaku Usaha Jakarta. dan Kota Sukabumi Kab. sumedang. Terfasilitasinya efektifitas perdagangan produk agro Agro Dalam Negeri melalui pola lelang forward. Kalimantan Timur. Berkembangnya usaha industri pengolahan hasil perikanan. Indagro SUMBER DANA 8 APBD - 3. Perdagangan 19.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 2. b. Kab. Yogyakarta. Garut. Indramayu.impor b. Malaysia dan Singapura Meningkatnya transaksi produk Jawa Barat sebesar Rp. Pengembangan Sistem Perdagangan Produk a. Bekasi. subang. Ciamis. Meningkatnya Transaksi Perdagangan Produk Jawa Barat b. Sukabumi. Karawang. Riau. peternakan. Dinas Indag Agro APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 209 IV-26 . Optimalisasi pelaksanaan front office dan back office pasar lelang komoditi agro 2. Cirebon. Wilayah Asia. Sumatra Utara. dan Kab. Subang. Terfasilitasinya alat produksi usaha industri pengolahan hasil perikanan - Dinas Indag Agro APBD 10. Sulawesi Utara dan Jawa Tengah Kota bandung. tasikmalaya. Meningkatnya volume . Terfasilitasinya akses permodalan bagi pelaku usaha melalui pola resi gudang Jakarta. Majalengka. Ciamis. Peningkatan promosi produk Agro Luar Negeri Jakarta. perkebunan. Program Peningkatan dan Pengembangan Sistem Perdagangan Dalam Negeri Kegiatan : 1.Meningkatnya promosi produk agro pada event nasional dan internasiona a. Cirebon. PROGRAM/KEGIATAN 3 Pengembangan dan Penguatan Usaha Industri Manufaktur Agro Jawa Barat SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 Berkembangnya usaha industri makanan olahan hasil pertanian. Tasikmalaya. bekasi - PELAKSANA SKPD 7 Dinas Indag. Eropa dan afrika Timur - Dinas Indag APBD 2. 65 Milyar Terfasilitasinya pembiayaan produk agro di Jawa Barat 28 Kali Kota Bandung dan 4 wilayah - Dinas Indag Agro APBD 20. Terjalinya kerjasama perdagangan komoditi agro Negeri antar pulau - - Dinas Indag Agro APBD Provinsi kep. Cianjur. b. Bandung. Kuningan. Bogor. Pengembangan Skema pembiayaan Komoditi Agro Jawa Barat bagi a. NTB. Indramayu. Meningkatnya pemahaman dan kemampuan pelaku Perluasan Akses Pasar Ekspor Jawa Barat usaha dalam bidang ekspor . Program Peningkatan dan Pengembangan Ekspor - Meningkatnya ekspor produk unggulan Jawa Barat - Meningkatkan ekspor produk Jawa Barat sebesar 20% Kegiatan : 1 Peningkatan Daya Saing Produk Ekspor dan a. Cirebon. dan kehutanan TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 Kab.

Penanganan Kasus Pengaduan Masyarakat . meningkatkan pengelolaan keuangan yang efisien Pendapatan.Penyusunan Data Dasar Dana Perimbangan dan (DAU). Kegiatan Penyusunan Rancangan Peraturan . Iuran Penyusunan Laporan Dana Alokasi Umum (DAU). Otonomi Daerah. Menurunnya penyimpangan terhadap peraturan dalam administrasi pemerintahan daerah Jawa Barat Bawasda APBD TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 2 URUSAN WAJIB 1. d. Perangkat Daerah. Kegiatan Sosialisasi Regulasi tentang ./Kota 3. e. Tersedianya dokumen pelaksanaan pengelolaan keuangan daerah c. Meningkatnya tertib administrasi keuangan daerah. Kepegawaian dan Persandian 2. Pemerintahan Umum. SKPD dan Kab. Pengendalian Pengawasan Pembangunan Daerah SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 dan a. Penyusunan Data Dasar Dana Alokasi Umum .Tersosialisasikannya Regulasi tentang Pengelolaan Pengelolaan Keuangan Daerah Keuangan Daerah 4. Tersedianya dokumen perencanaan makro dan sektoral. Wajib Pegawai (IWP) dab PPh Pasal 21 Tabungan Perumahan (Taperum). Program Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan a.Tersusunnya Rancangan Peraturan Daerah tentang tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran Perubahan APBD Tahun Anggaran 2009 dan 2009 dan Penyusunan Rancangan Peraturan Tersusunnya Rancangan Peraturan Gubernur Gubernur tentang Penjabaran Perubahan tentang Penjabaran Perubahan APBD Tahun APBD Tahun Anggaran 2009 Anggaran 2009 3. Kinerja. Terkendalinya program-program pembangunan daerah. Laporan Keuangan dan Audit yang bersifat Khas 2.Tersusunnya peraturan daerah tentang APBD TA Daerah tentang APBD Tahun Anggaran 2010 2010 dan peraturan Gubernur tentang penjabaran dan Penyusunan Rancangan Peraturan APBD TA 2010 Gubernur tentang Penjabaran APBD Tahun Anggaran 2010 2. Tabungan Perumahan (Taperum). meliputi Audit b. c. Penyusunan Rancangan Peraturan Daerah . Terwujudnya sinergitas perencanaan pembangunan daerah. Penyempurnaan dan Pengembangan Sistem . Terwujudnya pengawasan secara intensif untuk Perencanaan. Barang dan Jasa. Terwujudnya penataan aset daerah. Meningkatnya pengelolaan administrasi keuangan Kerja Perangkat Daerah Provinsi dan yang tertib dan dapat dipertanggungjawabkan Pemerintah Kabupaten/Kota. Common Goals 4 : Peningkatan Kinerja Aparatur NO 1 BID URUSAN PEMDA PROGRAM/KEGIATAN 3 1. Daerah b. Iuran Wajib 5.Tersusunnya sistem dan prosedur pengawasan yang Tahunan (PKPT) dan Evaluasi Hasil Audit pada transparan dan akuntabel. Pemtak. Penyusunan Program Kerja Pengawasan . Perencanaan Pembangunan Kegiatan : 1.Tertanganinya kasus-kasus pengaduan masyarakat yang disampaikan kepada pemerintah daerah baik melalui kotak pos maupun media lainnya Jawa Barat - Bawasda APBD - Bogor - Bawasda APBD 2.d. Meningkatnya peran dan fungsi pengawasan internal Pemerintah daerah. Program Perencanaan. Pelayanan. d. Pelaksanaan Audit Komprehensif pada Satuan a. Administrasi Keuangan Daerah. Review dan efektif. Tersedianya dokumen pelaksanaan pengelolaan aset daerah Kegiatan : 1.Tersedianya Sistem Penggajian PNS dilingkungan Penggajian PNS di Lingkungan Pemerintah Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang lebih Provinsi Jawa Barat akseptabel Jawa Barat - Biro Keuangan APBD Jawa Barat - Biro Keuangan APBD Jawa Barat Jawa Barat - Biro Keuangan Biro Keuangan APBD APBD Jawa Barat - Biro Keuangan APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-27 . b.

akomodatif dan aplikatif dengan perkembangan masyarakat. Terwujudnya sinergitas produk hukum provinsi dengan kabupaten/kota dan pemerintah pusat c. Azasi Manusia pemenuhan dan Perlindungan HAM dengan mempertimbangkan nilai-nilai agama. c. Program Pemantapan Otonomi Sistem Administrasi Daerah Daerah dan a. Program undangan. Tersedianya norma. Meningkatnya kemampuan daerah dalam menyelenggarakan otonomi daerah b. pemajuan. Tersusunnya SOP SKPD Provinsi sebagai dasar di dalam pelaksanaan kegiatan dan terfasilitasinya SOP kabupaten/kota Terwujudnya peningkatan pengetahuan dan kemampuan aparatur Kecamatan - - Biro Organisasi APBD - Biro Organisasi APBD - Jawa Barat - Biro Organisasi APBD 5. 4. Terwujudnya administrasi pemerintah daerah yang efektif dan efisien. Sosialisasi Tugas Pokok. - Jawa Barat - Biro Keuangan APBD 8. prosedur dan kriteria pemerintahan daerah Tersampaikannya informasi mengenai tugas pokok./kota Jawa Barat - Biro Organisasi Biro Organisasi APBD APBD - Tersusunnya dokumen evaluasi kelembagaan sebagai pedoman bagi organisasi perangkat daerah provinsi dan kabupaten/kota Tersampaikannya informasi dan tindaklanjut SPM untuk peningkatan kinerja sesuai bidang urusannya. standar. Sosialisasi peraturan perundang-undangan . Penyusunan Produk Hukum Daerah . Penyusunan Pedoman Evaluasi Kelembagaan Organisasi Perangkat Daerah Provinsi dan Kabupaten / Kota 4.Menjamin peningkatan penghormatan. Program Legislasi Daerah . Terwujudnya sinergitas penanganan perkara dengan lembaga lainnya. Fungsi dan Rincian Tugas Unit Pelaksana Teknis pada Dinas dan Badan 3. Tersedianya produk hukum daerah untuk mendukung 3.Terwujudnya Peraturan Daerah yang berlandaskan prinsip-prinsip (good governance) yang aspiratif.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 6. Pensiun dan Mutas Penyusunan Kebijakan Akuntansi Pemerintah Daerah SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 Terlaksananya Pemutahiran Data Pegawai untuk basis Penyusunan Gaji di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat Terlaksananya Penyelesaian Gaji Kenaikan Pangkat Otomatis (KPO).Tersosialisasikannya dan tersebarluaskannya Peraturan perundang-undangan kepada aparat dan masyarakat 3.Terwujudnya Produk Hukum Daerah sebagai landasan hukum bagi pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan di daerah. Penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) SKPD Provinsi dan Fasilitasi SOP Kabupaten/Kota. - - 1 kali rakor dan 1 laporan hasil Wilayah Cirebon rekomendasi hasil rakor - Bakorwil Cirebon APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-28 . adat istiadat dan budaya 4. PROGRAM/KEGIATAN 3 Pemutakhiran Data Pegawai Untuk Basis Penyusunan Gaji di Lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat Pelayanan Satu Atap dalam Rangka Penyelesaian Gaji Kenaikan Pangkat Otomatis (KPO). Kesadaran Hukum dan HAM penyelenggaraan pemerintahan b. fungsi dan rincian tugas SKPD Tersusunnya Tupoksi sebagai acuan SKPD - Jawa Barat - Biro Hukum APBD 200 orang Jawa Barat - Biro Hukum APBD 20 Perda Jawa Barat - Biro Hukum APBD 15 Perda yang bertentangan dengan HAM Jawa Barat - Biro Hukum APBD Kegiatan : 1. - Penataan Peraturan Perundang. pensiun dan mutasi yang tepat waktu Tersusunnya Petunjuk Teknis Standar Akuntansi Pemerintah Provinsi Jawa Barat TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 Jawa Barat PELAKSANA SKPD 7 Biro Keuangan SUMBER DANA 8 APBD - - 7. Fungsi dan Rincian Tugas 2. Kegiatan : 1. sebagai bahan untuk penyusunan legislasi daerah 2. Pembinaan Standar Pelayanan Minimal (SPM) SKPD Provinsi 5. Implementasi Rencana Aksi Nasional Hak . Fasilitasi Peningkatan Kinerja Aparatur Pemerintah Kecamatan di Wilayah Cirebon Seluruh SKPD di lingkup Provinsi Jawa Barat Jawa Barat Tupoksi seluruh SKPD di lingkup Kota Bandung Provinsi Jawa Barat Tersedianya 2 dokumen pedoman Kota Bandung evaluasi kelembagaan OPD provinsi dan kab. Penyusunan Tugas Pokok.a.

NO 1

BID URUSAN PEMDA 2 6. 7. 8.

PROGRAM/KEGIATAN 3 Orientasi Peningkatan Kinerja Pemerintah Kecamatan se Wilayah Bogor Peningkatan Kinerja Kepala Desa se Wilayah Bogor Kegiatan fasilitasi Peningkatan Kemampuan Aparatur Pemerintah Desa se Wilayah Cirebon Peningkatan Kinerja Pemerintahan Desa dan Kelurahan Pembinaan dan

SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 Terselenggaranya sosialisasi, orientasi peningkatan kinerja Camat di Wilayah Bogor Terwujudnya kinerja Kepala Desa se Wilayah Bogor Meningkatnya pengetahuan aparatur pemerintahan desa dan kemampuan

TARGET PENCAPAIAN

LOKASI

PELAKSANA SKPD 7 Bakorwil Bogor Bakorwil Bogor Bakorwil Cirebon

SUMBER DANA 8 APBD APBD APBD

-

-

5 6 1 kali rakor dan 1 laporan hasil Wilayah Bogor rekomendasi hasil rakor 1 kali rakor dan 1 laporan hasil Wilayah Bogor rakor 1 kali rakor dan 1 laporan hasil Wilayah Cirebon rakor 2 kali rakor dan 2 laporan hasil Wilayah Priangan rakor

-

9.

Meningkatnya pengetahuan dan kemampuan aparatur pemerintahan desa dan kelurahan

-

-

Bakorwil Priangan

APBD

5.

Program Aparatur

Pengembangan a. Meningkatnya disiplin aparatur b. Meningkatnya jumlah aparatur yang mengikuti pelatihan struktural, fungsional dan teknis substantif c. Meningkatnya jumlah aparatur yang mengikuti pendidikan formal ke jenjang yang lebih tinggi d. Meningkatnya kompetensi aparatur Tersedianya SDM Bapusda yang akuntabel serta berbasis kompetensi dan melaksanakan Tupoksi bapusda Jabar Meningkatnya kemampuan dan kualitas SDM Aparatur di bidang kearsipan Meningkatnya kemampuan PPNS terhadap penegakan Perda Terlatihnya CPPNS dalam penegakan disiplin aparatur Kota Bandung Bapusda APBD

Kegiatan : 1. Kegiatan Peningkatan Kemampuan Aparatur Bapusda 2. 3. 4. 5.

Peningkatan Kualitas SDM Kearsipan
Peningkatan Kemampuan PPNS Terhadap Perda Pelatihan CPPNS

-

Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung

-

Basipda Dinas Pol PP Dinas Pol PP Dinas Pol PP Dinas Pendidikan Dinas Indag Dinas Sosial Bawasda Bandiklatda Bandiklatda Bandiklatda Dispenda Dispenda Dispenda Distarkim Bapesitelda

APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD

Peningkatan Disiplin Aparatur Pemerintah Provinsi Jawa Barat Dinas Pol PP 6. Peningkatan Kapasitas Aparatur Dinas Pendidikan Jawa Barat 7. Peningkatan Disiplin dan Kemampuan Aparatur. 8 Peningkatan Kemampuan dan Kompetensi Sumber Daya Aparatur 9. Peningkatan Kualitas SDM Aparat Pengawasan melalui Bintek 10. Peningkatan Kualitas Sumber Daya Aparatur Bandiklatda 11. Penyelenggaraan Diklat Struktural 12 13 Penyelenggaraan Diklat Teknis

Meningkatnya kemampuan dan kapasitas aparatur dinas pendidikan Provinsi Jawa Barat Meningkatnya kompetensi SDM Dinas Perindustrian dan Perdagangan Prov. Jawa Barat. Meningkatnya wawasan dan pengetahuan pegawai Meningkatnya kemampuan aparat pengawasan Meningkatnya kualitas widyaiswara Bandiklatda 25 orang 80 orang 300 orang

Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung

Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung

-

-

Bimbingan Teknis Pengelolaan Keuangan Daerah 14. Bimbingan Teknis Pengadaan Barang dan Jasa 15. Bimbingan Teknis Pengelolaan Barang Daerah -

16. Peningkatan Kualitas Sumber Daya Aparatur Pemerintah 17. Bintek Pengadaan barang/Jasa secara Elektronik melalui LPSE Provinsi Jawa Barat

Terdidiknya para pejabat Eselon IV dan pelaksana pada SKPD Pemerintah Provinsi Jawa Barat Terlatihnya pegawai dari berbagai bidang melalui diklat teknis Meningkatnya pengetahuan pengelolaan keuangan daerah Meningkatnya pengetahuan pengelolaan keuangan daerah Meningkatnya pengetahuan pengelolaan barang daerah Meningkatnya kualitas SDM aparatur pemerintah Terselenggaranya bintek bagi PPTK, Panitia dan penyedia pengadaan barang dan jasa secara elektronik dengan memanfaatkan fasilitas teknologi informasi dan komunikasi

90% 85% 85%

-

10 angkatan, setiap angkatan 20 Jawa Barat orang

Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009

IV-29

NO 1

BID URUSAN PEMDA 2 6.

PROGRAM/KEGIATAN 3 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur

SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 Meningkatnya sarana dan prasarana bangunan untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat. Tersedianya sarana mobilitas dan peralatan kerja untuk mendukung aksesibilitas kinerja aparatur Meningkatnya kinerja aparatur dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat Meningkatnya kinerja aparatur dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat Meningkatnya kinerja aparatur dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat Meningkatnya kinerja aparatur dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat Meningkatnya kinerja aparatur dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat Meningkatnya kinerja aparatur dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat Meningkatnya kinerja aparatur dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat Meningkatnya kinerja aparatur dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat Meningkatnya kinerja aparatur dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat Meningkatnya sarana mobilitas untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat

TARGET PENCAPAIAN 5

LOKASI 6

PELAKSANA SKPD 7

SUMBER DANA 8

-

1. Lanjutan Pembangunan Kantor UPPD dan Kantor Bersama Samsat Soreang 2. Pembangunan Kantor UPPD dan Kantor Bersama Samsat Cimahi 3. Pembangunan Kantor UPPD dan Kantor Bersama Samsat Ciledug 4. Pembangunan Kantor UPPD dan Kantor Bersama Samsat Subang 5. Pembangunan Kantor UPPD dan Kantor Bersama Samsat Cikarang 6 Pembangunan Kantor UPPD dan Kantor Bersama Samsat Purwakarta 7. Pengadaan Sarana dan Prasarana Pemerintah 8. Pengurugan Lahan Pembangunan Kantor UPPD dan Kantor Bersama Samsat Cibinong 9. Pengurugan Lahan Pembangunan Kantor UPPD dan Kantor Bersama Samsat Sukaraja 10. Pengadaan Kendaraan Dinas Operasional

-

-

95% 95% 95% 95% 95% 95% 95% 95% 95% 95%

Kab. Bandung Kota Cimahi Kab. Bogor Kab. Subang Kab. Karawang Kab. Purwakarta Kota Bandung Kab. Bogor

-

Dispenda Dispenda Dispenda Dispenda Dispenda Dispenda Dispenda Dispenda Dispenda Dispenda

APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD

Kota Bandung

-

3. Pemberdayaan Masyarakat Desa

6

Program Pemantapan Pembangunan Desa

Pemerintahan

dan a. Meningkatnya kinerja dan kapasitas aparat desa. b. Meningkatnya kinerja pemerintah desa yang mandiri. c. Meningkatnya masyarakat. pelayanan aparat desa kepada

Kegiatan : 1. Peningkatan Kapasitas Pemerintah Desa

-

Terwujudnya sinergitas program pembinaan kepada desa

-

Tersusunnya program / kegiatan Jawa Barat kepada pemerintah desa

-

Biro Dekonsentrasi

APBD

2.

3.

4.

5.

Pemberdayaan Badan Usaha Milik Desa Meningkatnya peran BUMDes dalam memacu - BUMDes di 30 Desa Jawa Barat (BUMDes) dan Peningkatan Usaha Ekonomi perekonomian desa berbasi kerakyatan Kerakyatan Fasilitasi Peningkatan Penyelenggaraan a. Terwujudnya sinergitas program pembinaan kepada Jawa Barat Pemerintah Desa desa b. Tersalurkannya bantuan operasional kinerja aparatur pemerintah desa dan kelurahan c. Tersalurkannya bantuan rehabilitasi kantor desa / kelurahan dan sarana olahraga 0ptimalisasi Penyelenggaraan Pemerintah - Adanya pemahaman yang sama dalam a. terevaluasinya penyelenggaraan Jawa Barat Kelurahan penyelenggaraan pemerintahan kelurahan pemerintahan kelurahan b. Terinformasikannya Pedoman administrasi Kelurahan c. Terdapatnya informasi data pemerintahan kelurahan d. terlaksananya monitoring penyelenggaraan pemerintahan kelurahan Fasilitasi Penyelenggaraan Pemerintahan - Meningkatnya Pembinaan Penyelenggaraan Jawa Barat pemerintahan kelurahan di kabupaten / kota Kelurahan

BPMD

APBD

-

Biro Dekonsentrasi

APBD

-

Biro Dekonsentrasi

APBD

-

Biro Dekonsentrasi

APBD

Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009

IV-30

NO 1

BID URUSAN PEMDA 2 6.

PROGRAM/KEGIATAN 3 Pemberian Bantuan Rehabilitasi kantor desa dan Bantuan Operasional peningkatan kinerja aparatur pemerintah desa dan kelurahan

SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 Meningkatnya kinerja Aparatur Pemerintah Desa dalam memberikan Pelayanan kepada Masyarakat

TARGET PENCAPAIAN 5

LOKASI 6 Jawa Barat

PELAKSANA SKPD 7 Biro Dekonsentrasi

SUMBER DANA 8 APBD

-

-

4. Komunikasi dan Informatika

8.

Program Pengembangan Komunikasi, Informasi, a. Meningkatnya pelayanan informasi kepada Media Massa dan Pemanfaatan Teknologi masyarakat. Informasi b. Meningkatnya peran media massa dalam penyebaran informasi secara obyektif dan bertanggungjawab. c. Terwujudnya pelayanan data dan informasi yang didukung Teknologi Informasi (TI). d. Terwujudnya integrasi Jaringan sistem informasi daerah guna mendukung Jabar Cyber Province Tahun 2012. Kegiatan : 1. Penyusunan Standarisasi Teknologi Informasi - Meningkatnya pemanfaatan TIK dalam pelayanan kepada masyarakat dan Komunikasi Penyelenggaraan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu dan Prosuder Manajemen Dokumen dan Informasi Elektronik untuk Pelayanan Publik

-

Tersedianya dokumen standari- Jawa Barat sasi TIK penyelenggaraan pelayanan terpadu satu pintu dan prosedur dan informasi elektronik untuk pelayanan publik

-

Bapesitelda

APBD

2.

3.

Supporting For Implementation ICT Award dalam rangka Mewujudkan JabaR Cyber Province tahun 2012 dan Design Pengendalian Internal dan Eksternal Komunikasi dan Informasi Pembangunan Fasilitas Internet Bergerak

-

Meningkatnya Komunikasi Informasi Media Massa serta Pemanfaatan Teknologi Informasi

-

Termanfaatkan telah tersedia

informasi

yang Jawa Barat

-

Bapesitelda

APBD

-

Peningkatan kualitas pelayanan publik

-

Terwujudnya Mobil unit ICT yang Jawa Barat berfungsi sebagai sarana edukasi masyarakat dalam penggunaan internet dan dukungan komunikasi bagi Satkorlak Bencana Alam Terwujudnya kelancaran informasi pusat dan daerah Paket pengadaan yang ditenderkan procurement arus Jawa Barat

-

Bapesitelda

APBD

4.

5.

Jaringan Komunikasi Pusat dan Daerah (Jarkompusda) untuk Pengkatan kinerja Perangkat Organisasi Daerah Pengadaan barang/Jasa secara Elektronik melalui LPSE Provinsi Jawa Barat

-

Peningkatan kualitas pelayanan publik

-

-

Bapesitelda

APBD

-

Terselenggaranya pengadaan barang/jasa secara elektronik melalui e-procurement dengan memanfaatkan fasilitas teknologi informasi dan komunikasi

-

barang/jasa Jawa Barat melalui e-

-

Bapesitelda

APBD

Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009

IV-31

e. Common Goals 5 : Penanganan Pengelolaan Bencana
NO 1 1 BID URUSAN PEMDA 2 URUSAN WAJIB Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri PROGRAM/KEGIATAN 3 1. Program Penanggulangan Bencana a b c d Kegiatan : 1. Peningkatan Informasi dan Sosialisasi Daerah Rawan Bencana SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 Berkurangnya Resiko Kejadian Bencana di Jawa Barat Tertanganinya Bencana / Wabah Secara Cepat dan Akurat Meningkatnya Kesiapan Dini dan Mitigasi Bencana Meningkatnya Pemahaman dan Kesiapan Masyarakat dalam Menghadapi Bencana dan Jawa Barat Tersedianya dan Terbaruinya Data dan Informasi a. Terinformasikannya tersosialisasikannya daerah Kebencanaan dan Meningkatnya Akses Informasi rawan bencana Kebencanaan b. Terlaksananya pemantauan Jawa Barat kejadian bencana geologi di seluruh Jawa Barat c. Terlaksananya inventarisasi Jawa Barat daerah kerentanan bencana kegempaan di wilayah sesar lembang, sesar Cimandiri dan sesar Baribis skala 1:25.000 Terkoordinasinya penanganan bencana di Jawa Jawa Barat Barat Meningkatnya mitigasi bencana pada kawasan Wilayah Pesisir Jawa Pesisir dan Laut Barat Meningkatnya kemampuan aparat dan masyarakat Jawa Barat dalam penanggulangan bencana Meningkatnya jumlah TAGANA terlatih Jawa Barat Tersedianya tenaga instruktur untuk penanggulangan Jawa Barat bencana Terlatihnya aparat trantib dalam penanganan Jawa Barat bencana di Kabupaten/Kota Jawa Barat Daerah rawan bencana Distamben APBD TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8

-

2.

Fasilitasi Bencana

dan

Koordinasi

Pengurangan a. b.

-

Distamben Dinas Perikanan Bakesbanglinmas, Bangsos Bakesbanglinmas Bakesbanglinmas Bakesbanglinmas Dinkes, Biro Bangsos APBD APBD

3.

Penguatan Kelembagaan dan Sumber Daya a. Masyarakat Penanggulangan Bencana b. c. d.

-

4.

5.

e. Terlatihnya anggota satuan linmas dalam penanggulangan bencana Penanganan Tanggap Darurat dan Pasca a. Meningkatnya penanganan korba pasca bencana Bencana Alam bidang kesehatan b. Tersedianya Bufferstock tanggap darurat Penanggulangan Kesehatan bagi pengungsi - Meningkatnya Kabupaten/Kota dalam manajemen korban bencana dan kerusuhan penanggulangan bencana dari 2 Kabupaten/Kota menjadi 20 Kabupaten/Kota. Penanggulangan Korban Bencana Alam a. Terlaksananya penanggulangan korban bencana -

654 or, 20 kab / Kota, 12 kali kemungkinan bencana/ tahun

6.

150 KK 40 orang

20 kab Kot, kecuali Kota Tasikmalaya, Bandung, Cirebon, Depok, Sukabumi Daerah rawan bencana 5 kab/kota

-

Dinas Kesehatan

-

Dinas Sosial

APBD, APBN

7.

8.

b. Terlaksananya pemantapan bagi anggota tagana baru Fasilitasi dan koordinasi peningkatan - meningkatnya pengetahuan aparat dan masyarakat kemampuan masyarakat melalui Pelatihan dalam mengantisipasi dan menanggulangi bencana terpadu pemuda dalam penanggulangan bencana Koordinasi dan Fasilitasi Penanggulangan - Terkoordinasinya penanganan bencana di Jawa Barat Bencana

Parapelaku (stakeholder) 26 kab./kota pembangunan kesos

-

Biro Bansos

-

Parapelaku (stakeholder) 26 kab./kota pembangunan kesos

-

Biro Bangsos

Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009

IV-32

NO 1 2

BID URUSAN PEMDA 2 Pekerjaan Umum

PROGRAM/KEGIATAN 3 2. Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Bersih dan Air Limbah Kegiatan : 1. Penyediaan Sarana dan Prasarana Air Bersih d Jawa Barat

SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 Tersedianya prasarana air bersih dalam rangka penanganan darurat bencana Tersedianya IPA (Instalasi Pengolah Air) mobile unit untuk penanganan darurat bencana di Jawa Barat -

TARGET PENCAPAIAN 5

LOKASI 6

PELAKSANA SKPD 7

SUMBER DANA 8

-

-

Pengolah air bersih yang siap untuk ditempatkan di lokasi bencana

Bakorwil Purwakarta dan Bakorwil Priangan

-

Distarkim

APBD

3

Perumahan

3. Program Lingkungan Permukiman Sehat

-

Terehabilitasinya permukiman akibat bencana alam

Kegiatan : 1. Penataan dan Peningkatan Kualitas Lingkungan Kawasan Permukiman

Terlaksananya perbaikan perumahan peningkatan kualitas lingkungan permukiman

dan

-

Rehabilitasi permukiman pasca bencana alam

Kab. Sukabumi, Kab. Cianjur

-

Distarkim

APBD

Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009

IV-33

kajian fungsi. serta pengelolaan kawasan kars kelas I serta objek-objek geowisata se Jabar Terkendalinya pemanfaatan ruang kawasan di kabupaten-kabupaten dengan dominasi ber-fungsi lindung Tersusunnya model dan strategi pemanfaatan ruang bagi kawasan-kawasan dalam mendukung fungsi lindung yang diembannya - - Distamben 2 Penataan Ruang 3. Garut. Kota Bandung Distarkim APBD Kegiatan : 1. Rehabilitasi Hutan dan Lahan a. Program Pengendalian Pemanfaatan Ruang a. Program Pemanfaatan Ruang - Kegiatan : 1 Pemanfaatan Ruang Kawasan Jawa Barat - - Pengembangan kawasan Kab. Pengendalian Kebakaran dan Pengamanan Hutan Jabar 3. Program Pengelolaan Kawasan Lindung Kegiatan : 1. pembindaan masyarakat sekitar Bandung Barat Tahura Identifikasi kondisi pacca penandaan serta pengelolaan kawasan lindung di kuar kawasan hutan Kawasan kars kelas I di Jawa 16 kabupaten Barat 4. Peningkatan Pengelolaan Tahura Ir. Bekasi. Common Goals 6 : Pengendalian dan Pemulihan Kualitas Lingkungan NO 1 1 BID URUSAN PEMDA 2 URUSAN WAJIB Lingkungan Hidup PROGRAM/KEGIATAN 3 Pengendalian Pencemaran 1. Program Perusakan Lingkungan Hidup Kegiatan : 1. Bandung Barat. Bogor. Fasilitasi dan Pengembangan EPCM dan SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 Meningkatnya Pengendalian Pencemaran Air TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 - Terkendalinya pencemaran air di DAS Prioritas Skala Provinsi Terlaksananya Program EPCM di Jawa Barat - Terpantaunya Kualitas Air dan Jawa Barat Tersusunnya Status Mutu Meningkatnya Kesadaran akan Jawa Barat Lingkungan pada Tingkat Manajemen - BPLHD BPLHD APBD APBD 2. berbasis fungsi lindung serta Kuningan peluang-peluangnya - Distarkim APBD 4. Berkurangnya Lahan Kritis di Kawasan Lindung Terfasilitasinya pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan hutan Terkendalinya kebakaran dan pengamanan hutan dari kerusakan Terehabilitasinya hutan dan lahan 250 orang dan 3 kelompok tani Jawa Barat Dinas Kehutanan Dinas Kehutanan Dinas Kehutanan Penyadaran dan pembinaan Jawa Barat masyarakat sekitar hutan Pelaksnaan rehabilitasi lahan Jawa Barat kritis dan pemeliaharaan pada tahun sebelumnya Penataan kawasan Tahura dan Kab/kota Bandung. Pengendalian Pemanfaatan Ruang Kawasan Jawa Barat Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-34 . Cianjur. Terkendalinya pemanfaatan ruang di kawasan resapan air b. Pengembangan Potensi Geologi Kawasan Lindung - Tersedianya drainase. Pembinaan Pengembangan Sumberdaya Hutan dan Ekosistemnya 2. Cianjur. Juanda - Meningkatnya pengelolaan Tahura dan peran masyarakat sekitar kawasan Tahura Ir. Bandung. Terkendalinya pemanfaatan ruang di kawasan hulu sungai Terselenggaranya kendali pemanfaatan ruang kawasan Bodebek-Punjur dan Kawasan Bandung Utara Terjaganya kondisi Bopunjur dan KBU kawasan Kab.f. Pemantapan Kawasan Lindung - - 6. Meningkatnya Luas dan Fungsi Kawasan Lindung b. Pengendalian Pencemaran Air 2. Juanda Meningkatnya fungsi pengelolaan kawasan lindung - - Dinas Kehutanan 5.

dan hutan - TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 - - Masyarakat agar terhindar dari resiko bencana Lokasi ditentukan kemudian - Biro Yansos APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-35 . situ. Program Lingkungan Permukiman Sehat Kegiatan : 1 Pengendalian dampak resiko degradasi lingkungan di kawasan-kawasan sensitif dan rawan bencana SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 Terhindarnya permukiman dari dampak degradasi lingkungan Minimalisasi resiko bencana dan pengendalian lingkungan permukiman di kawasan sekitar mata air.NO 1 2 BID URUSAN PEMDA 2 Perumahan PROGRAM/KEGIATAN 3 5.

Garut. Ciamis. Tertatanya kondisi lingkungan di TPA Leuwigajah e. Dinas PSDA. APBD Provinsi - Dept. Peningkatan jalan : 19 Km jembatan pada ruas-ruas jalan di Jabar Selatan melalui peningkatan jalan sepanjang 19.± 97Ha Soreang-Pasirkoja 2. Cianjur. dan kapasitas jalan dan a.0 Km dan jembatan sepanjang 120 m c. Pembangunan jembatan : 120 m.g. Sumedang - Biro Sarek. dan Tasikmalaya - Dept. Terwujudnya penyelesaian permasalahan sosial bagi Lainnya pembangunan Waduk Jatigede Kegiatan : 1 Dukungan Percepatan Pembangunan Waduk a. Meningkatnya cakupan pelayanan persampahan di perkotaan c. PKN Cirebon TPA Legok Nangka yang siap Kab. PU. Sumedang. Bandung Barat sekitar TPA - Distarkim APBD - Distarkim Distarkim Distarkim Distarkim APBD APBD APBD APBD 2 Pekerjaan Umum 2.Kota Cimahi ngan pasca bencana Menjaga kondisi lingkungan Kab. Terwujudnya percepatan pembangunan Waduk Jatigede Jatigede b. Danau dan Sumber Daya Air b. Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan a. Pembangunan jalan dan jembatan . Sukabumi. Pengelolaan dan a. Program Pengembangan.0 Km dan b. Penggantian Jembatan : 40 m penggantian jembatan sepanjang 40 m c. Program Pembangunan Jalan dan Jembatan a. Tertatanya kondisi lingkungan dan sosial di TPA Sarimukti - - Optimalisasi kinerja pengelo-laan PKN Bodebek. Terlaksananya penyelesaian pembangunan jalan dan jembatan di Jabar Selatan Kegiatan : 1. Bogor dioperasionalkan Mengembalikan kondisi lingku. Pengawasan teknis Kab. Pengawasan teknis 3 Peningkatan Jalan dan penggantian jembatan Meningkatnya nilai struktur. PKN persampahan Jawa Barat Metro Bandung. Common Goals 7 : Pengembangan Infrastruktur Wilayah NO 1 1 BID URUSAN PEMDA 2 URUSAN WAJIB Lingkungan Hidup PROGRAM/KEGIATAN 3 SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 1. Terlaksananya persiapan pembangunan jalan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu).0 km Jabar Selatan melalui pembangunan jalan sepanjang b. Cianjur. Bandung dioperasionalkan TPA Nambo yang siap Kab. Ciamis. Terlaksananya pembebasan lahan untuk jalan tol . APBD Provinsi Bapeda Kab. Pembangunan jalan : 5. Jalur Horizontal Jabar Selatan yang berlokasi di Kab Sukabumi. Meningkatnya kinerja Pusat Pengelolaan Jawa Barat Persampahan Jawa Barat (P3JB) b.Meningkatnya aksesibilitas pada ruas-ruas jalan di a. 5. Terencananya pengelolaan dan pembangunan TPA Legok Nangka c. Fasilitasi dan koordinasi pembangunan jalan tol a. Biro Sarek APBN. Terfasilitasi dan terkoordinasinya pembangunan Waduk Jatigede 3. Garut.5 Ha Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) b. dan Soreang-Pasirkoja (Soroja) b. Meningkatnya peran serta masyarakat dalam pengelolaan persampahan Kegiatan : 1 Peningkatan pengelolaan persampahan di a. Terencananya pengelolaan dan pembangunan sarana prasarana di TPA Nambo d. Majalengka. Meningkatnya kinerja pengelolaan persampahan di Persampahan Jawa Barat b.± 238. Kab/KotaBandung. dan Tasikmalaya Jalur Horizontal Jabar Selatan yang berlokasi di Kab. Terlaksananya pembebasan lahan untuk jalan tol . PU Dinas Bina Marga APBN APBD Provinsi - Dinas Bina Marga APBD Provinsi Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-36 . Dinas Bina Marga. Terlaksananya pembangunan Waduk Jatigede Konservasi Sungai.

Program Pengembangan Permukiman Kegiatan : 1 Fasilitasi Pembangunan Bandung West Java Stadium - Terfasilitasinya pembangunan sarana olah raga Bandung West Java Stadium di Kota Bandung Terlaksananya pembangunan sarana olah raga Jawa Barat di Kota Bandung Terbangunnya stadion olah raga Kota Bandung Jawa Barat Distarkim APBD - 4 Perhubungan 6. peningkatan jalur KA Bandung-SukabumiBogor Tersedianya pembangunan Metropolitan Bandung selther dan jembatan penyeberangan orang dalam rangka pelayanan trayek Bus Line - Dept. dan Tasikmalaya - Dinas Bina Marga APBD Provinsi 2. Ciamis. Bogor. penambahan jalur Kereta Api Bdg-Cicalengka. Terlaksananya persiapan pembangunan Bandara Internasional Kertajat c. b.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEGIATAN 3 4. Pembangunan angkutan massal di Metropolitan a. Kembalinya kondisi kemantapan jalan dan jembatan sesuai dengan rencana yang rusak akibat tidak diperhitungkan dalam desain melalui pemeliharaan / rehabilitasi jalan dan jembatan. Rehabilitasi Jalan dan Jembatan Mengembalikan kondisi pada ruas-ruas jalan dan a. Terlaksananya pengembangan angkutan massal di Metropolitan Bandung dan Bodebek b. - TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 Kegiatan : 1. Cianjur. Perhubungan APBN - Dept. Perhubungan APBN Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-37 . Cianjur. Sukaumi. Program Pembangunan Prasarana dan Fasilitas Perhubungan a. Program Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan dan Jembatan SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 a. Ciamis. Pengawasan teknis pemeliharaan berkala/rehabilitasi jalan Jalur Horizontal Jabar Selatan yang berlokasi di Kab. Terlaksananya pengembangan Pelabuhan Laut Cirebon dan Cilamaya Tersedianya pembangunan selther dan jembatan penyebrangan orang di Bodebek dalam rangka pelayanan trayek Bus Way Terwujudnya pengembangan angkutan massal di Jawa Barat Wil. Garut. Pemeliharaan Jalan dan Jembatan - Terpeliharanya kondisi ruas-ruas jalan pada ruas jalan di Jabar Selatan sesuai dengan umur rencana melalui kegiatan pemeliharaan rutin jalan - Pemeliharaan jalan - Dinas Bina Marga APBD Provinsi 3 Perumahan 5. Kembalinya kondisi kemantapan jalan sesuai dengan rencana yang sudah diperhitungkan dalam desain melalui pemeliharaan berkala. Meningkatnya kualitas jalur kereta api melalui peningkatan. Sukabumi. Terlaksananya persiapan pembangunan Bus Way Bandung dan Bodebek b. Rehabilitasi jalan jembatan yang mempunyai kondisi sedang melalui b. dan Tasikmalaya Jalur Horizontal Jabar Selatan yang berlokasi di Kab. revitalisasi dan penambahan jalur KA - c. Depok. RancaekekJatinangor. Perhubungan APBN Kegiatan : 1. c. Terlaksananya pembangunan Bus Line - Jalur KA BandungSoreang. Garut. Terpeliharanya kondisi jalan sesuai dengan umur rencananya. Bekasi (Bodebek) Dept.

PROGRAM/KEGIATAN SASARAN PROGRAM/KEGIATAN TARGET PENCAPAIAN LOKASI - PELAKSANA SKPD 7 Biro Perlengkapan SUMBER DANA 8 APBD Provinsi 3 4 Persiapan pembangunan Bandara Internasional a.Majalengka cangan detail desain fasilitas Sisi Udara Bandara Inter-nasional Kertajati b. Tersusunnya Rencana Teknis Terinci Fasilitas Sisi Udara Bandara Internasional Kertajati - - Dinas Perhubungan APBD Provinsi Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-38 . Terlaksananya pembebasan lahan Kertajati - 5 6 Tersedianya pembebasan lahan Kab.Kab.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 2. Majalengka untuk pembangunan Bandara Internasional Kertajati Terpenuhinya kelaikan peran.

Common Goals 8 : Kemandirian Energi dan Kecukupan Air Baku NO 1 1 BID URUSAN PEMDA PROGRAM/KEGIATAN SASARAN PROGRAM/KEGIATAN TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 3 4 2 URUSAN WAJIB Energi dan Sumber 1. Meningkatnya kompetensi pengelola/penerima bantuan peralatan energi alternaif - 20. Ciamis. Terbangunnya PLTMH dan PLTS untuk meningkatkan cakupan dan akses pelayanan listrik bagi masyarakat Pra KS yang belum berlistrik - b. Kota Tasikmalaya. Purwakarta. Terselenggaranya pemantauan energi di sektor sektor pengguna 2 Pekerjaan Umum 2. Sukabumi. Bogor - Distarkim Distarkim APBD APBD - Distarkim APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-39 . Implementasi Desa . Cianjur. Terfasilitasinya kapasitas teknis pengelolaan air minum dan air limbah di kabupaten/kota Kegiatan : 1. Purwakarta. 1 Unit Demplot Sumedang. Tasikmalaya. 11 desa belum Jawa Barat berlistrik di Cianjur dan Garut 11 Unit PLTMH dan 300 Unit Kab.Desa Mandiri Energi di . 1 Unit Demplot Kab.Terwujudnya desa . bioethanol dan biokerosene) di masyarakat sebagai pengganti BBM - - Distamben APBD 4. bersih Subang. Garut. Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan a. Bioethanol. Indramayu. Meningkatnya cakupan pelayanan bagi kawasan rawan air bersih di Pantura c. Berkembangnya penciptaan dan pemanfaatan energi terbarukan Kegiatan : 1. Peningkatan Upaya Konservasi dan a. Garut DAS . Penyediaan Sarana dan Prasarana Air Bersih di a.Meningkatkan akses listrik masyrakat di perdesaan 2.DAS Prioritas Jawa Barat 100 Orang alternatif energi Kab. Cianjur. Pengembangan Jaringan Listrik Perdesaan . Meningkatnya kinerja pengelolaan dan cakupan Air Bersih dan Air Limbah pelayanan air bersih di Jawa Barat b. Program Pembinaan dan Pengembangan Bidang a. PLTS Subang. Tersedianya informasi potensi sumber energi terbarukan di Jawa Barat c. Kuningan 5 Desa Mandiri Energi (DME) Jabar Selatan Kampanye konservasi dan Jawa Barat penghematan energi di 4 sektor pengguna Kajian penghematan energi di sektor transportasi Pelatihan calon manajer energi sebanyak 40 orang Audit energi di sektor industri dan bangunan komersial pengelola - Distamben Distamben APBD APBD - Distamben Distamben APBD APBD 3. Meningkatnya kepedulian masyarakat akan Penghematan Energi pentingnya penghematan energi b.h. Karawang. Meningkatnya manajemen energi di sektor . Tersedianya instrumen kebijakan dalam rangka penghematan energi c. Tasikmalaya.desa mandiri energi di Jawa Jawa Barat Barat 5. Terencananya pengembangan sistem penyediaan air minum (SPAM-IKK) ibukota kecamatan di beberapa kabupaten/kota - - Distamben Distamben APBD APBD - - - Semakin banyak masyarakat Jawa Barat yang menikmati air bersih Terlayaninya desa-desa rawan air Kab. Kuningan.sektor pengguna d. Penyediaan energi alternatif bagi masyarakat melalui pengembangan bioenergi - Meningkatnya Penggunaan energi alternatif (bioenergi. Bekasi Penyediaan sistem air minum di Kab. Biodiesel dan Perkuatan Instalasi Karawang. Sukabumi. 7 Demplot Biokerosene Tasikmalaya. Pengembangan Listrik Energi Terbarukan a. Purwakarta. Subang. lingkup ibukota kecamatan Tasikmalaya. Ciamis. Karawang.000 KK. Cianjur. dan Cirebon 400 Unit Biogas. Bogor. biodiesel. Meningkatnya cakupan elektrifikasi perdesaan Daya Mineral Ketenagalistrikan dan Energi b. Meningkatnya kinerja pengelolaan dan cakupan pelayanan air bersih di Jawa Barat Jawa Barat b. Majelengka.

000 liter untuk daerah rawan air Terkendalinya kegiatan pembangunan dan pengelolaan SPAM perkotaan dan perdesaan di Jawa Barat Tersedianya air bersih di desa-desa yang belum terlayani sistem PDAM. desa terpencil dan desa tersisolir TARGET PENCAPAIAN LOKASI - PELAKSANA SKPD 7 Distarkim SUMBER DANA 8 APBD - 5 6 Peningkatan kinerja pengelola air 11 PDAM di Jawa Barat minum Tersedianya sumber air baku untuk air minum Terlayaninya daerah yang jauh dari jangkauan sistem air bersih Terkendalinya pembangunan SPAM PKN Cirebon Bakorwil Purwakarta dan Bakorwil Bogor 10 Kabupaten e. - Peningkatan kualitas kesehatan Kab. Cirebon.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEGIATAN 3 d. SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 Terfasilitasinya peningkatan kapasitas teknis dan manajemen pengelolaan air minum di kabupaten/kota Terpenuhinya air baku untuk kebutuhan sistem penyediaan air minum di PKN Cirebon Tersedianya mobil penampungan air bersih kapasitas 5. Bekasi - Distarkim APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-40 . f. masyarakat perdesaan Indramayu. g. Subang. Karawang. - - Distarkim Distarkim Distarkim APBD APBD APBD h.

APBD Prov.272 guru. SMP/MTs. APBN. 26 Kab/Kota CD dan video pembelajaran.600 buah modul cetak.Disdik APBD . Meningkatnya ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan sesuai standar b. Tinggi dalam pendidikan menengah tinggi untuk menunjang Pembangunan di Jawa Barat peningkatan kualitas pembangunan di Jawa Barat Peningkatan Mutu dan Daya Saing Pendidikan a.. Pendidikan Kegiatan : 1 Pengembangan Pembelajaran Budi Pekerti di Sekolah 3 Koordinasi Pelaksanaan Wajar Dikdas 9 Tahun di Jawa Barat - Terlaksanya koordinasi dan sinergitas percepatan penuntasan Wajar Dikdas 9 tahun di Jawa Barat - 4. Terlaksananya Expo Pendidikan Teknologi Jawa Barat - Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-41 .2 PROGRAM PENUNJANG (NON COMMON GOALS) NO BID URUSAN PEMDA PROGRAM/KEG 3 1. workshop kompetensi kejuruan teknik bagi 1. b. Pembinaan dan Pengembangan Kegiatan Ekstrakulikuler Tingkat Jawa Barat Tahun 2009 5. Paskibra Sekolah Pembinaan Tk/SD satu Atap. Biro Yansosdas Disdik APBD Prov - Meningkatnya kualitas kelembagaan dan penyelenggaraan TK. dan 168 calon asesor guru SMK 57. 4650 26 Kab/Kota CD pembelajaran Tersedianya naskah bahan ajar. Terlaksananya uji coba pemanfaatan media pembelajaran d.Disdik APBD . Dinkes.560 siswa SMK.Disdik . 4 Pengembangan BPTP Mutu dan b.Disdik APBN. APBD Prov. Tersedianya modul cetak mata pelajaran kompetensi produktif Pemberdayaan a. Meningkatnya relevansi pendidikan dengan kebutuhan pasar kerja . TK-SD Satu Atap di Jawa Barat - APBD Prov 2. 26 Kab/Kota OSIS.26 Kab/Kota learning bagi guru SD/MI. Pembinaan Kelembagaan dan Peningkatan Mutu TK/SD di Jawa Barat - Meningkatnya kualitas ekstrakurikuler di sekolah aktivitas kegiatan - Pengembangan kurikulum dan Jawa Barat pelaksanaan Pilot Project pendidikan budi pekerti di 260 SD/MI dan 260 SMP/MTs Rakor Wajar Dikdas dan Jawa Barat Pemberantasan Buta Aksara sebanyak 2 kali untuk 260 peserta Pengembangan kegiatan UKS.Disdik APBN.Biro Yansos APBD .Biro Yansos APBD . Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar SASARAN PROGRAM/KEG 4 a. dan SMA/SMK uji coba pemanfaatan di 100 26 Kab/Kota SD/SMP/SMA/SMK Expo Pendidikan Teknologi 26 Kab/Kota dengan 150 peserta .Biro Yansos APBD Kegiatan : 1 Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK Tingkat Provinsi Jawa Barat dan Penilaian Vocasional di Kab/Kota se Jawa Barat 2 - Meningkatnya kompetensi siswa SMK di tingkat Provinsi dan Nasional - 3 Koordinasi Peningkatan Peran Serta Lembaga. URUSAN WAJIB 1. 26 Kab/Kota pembinaan penyelenggaraan TK dan SD Jawa Barat . Meningkatnya penerapan model pembelajaran elearning - c. SD.Disdik . Tersedianya bahan ajar dan alat peraga - .Terkoordinasikannya kegiatan lembaga-lembaga lembaga Pendidikan Menengah. APBD Prov.4. Meningkatnya tata kelola pelayanan pendidikan yang berpihak pada masyarakat c. Terlaksananya layanan pendidikan teknik kejuruan Kejuruan bagi guru dan siswa SMK yang berkualitas - - Peserta LKS Tingkat Provinsi 26 Kab/Kota sebanyak 700 siswa dan Tim LKS Tingkat Nasional sebanyak 150 siswa Rapat koordinasi yang diikuti 26 Kab/Kota peserta dari kab/kota se Jawa Barat Pelatihan praktek kejuruan teknik 26 Kab/Kota bagi 4. dan set alat peraga Pelatihan pembelajaran e.Disdik. Program Pendidikan Menengah dan Tinggi a. Meningkatnya kualitas jaringan/sistem informasi data base Terlaksananya pendidikan budi pekerti bagi siswa SD/MI dan SMP/MTs TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 Jawa Barat . PMR.Disdik PELAKSANA SKPD 7 APBD SUMBER DANA 8 1 2 A. Meningkatnyan kualitas lulusan pendidikan menengah b.

Disdik APBN. APBD 2 b.Disdik .Biro Yansos . Program Manajemen Pelayanan Pendidikan a.Biro Yansos APBD APBD APBD APBN APBD a. Meningkatnya partisipasi pendidikan non formal masyarakat dalam TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 .Disdik . dan 3 kelompok keterampilan adaptif. alat bantu dengar.Meningkatnya keterampilan dan kreativitas siswa SLB - .Terfasilitasinya peningkatan kualifikasi guru PLB.000 26 Kab/Kota orang guru Lomba Kreativitas Siswa SLB. Terlaksananya Pengembangan dan penerapan Sistem Penilaian SLB kurikulum 2007 (KTSP) - . APBD APBN. Meningkatnya kualitas/mutu lembaga. APBD b. 1 pengembangan diri. Terwujudnya Fasilitasi Resource Center sebagai pusat Jawa Barat rujukan dan dukungan bagi pembinaan programprogram SLB Tersedianya fasilitas Resource 26 Kab/Kota Center berupa CCTV. Terwujudnya sistem pendidikan yang mengarah pada pembangunan manusia Jawa barat yang utuh c. 26 Kab/Kota Lomba Keberhasilan Pembelajaran Guru.Disdik APBN. Biro Yansosdas . Meningkatnya kualitas jaringan/sistem ionformasi data base pendidikan f. serta fasilitasi pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus di sekolah umum . Rehabilitasi. pendidik dan tenaga kependidikan yang profesional dan produktif b. Meningkatnya tata kelola pelayanan pendidikan yang berpihak pada masyarakat e.Disdik . RKB dan USB SLB 26 Kab/Kota se Jawa Barat Pengembangan kurikulum untuk 26 Kab/Kota 11 mata pelajaran. alat bantu low vision. Program Pendidikan Luar Biasa - Meningkatnya penghargaan kepada masyarakat Jawa Barat yang berprestasi di bidang pendidikan Meningkatnya akses masyarakat terhadap layanan PAUD - Penghargaan kepada 200 orang Jawa Barat teladan di Jawa Barat Fasilitasi pembinaan bagi Jawa Barat pengelola PAUD sebanyak 2 kali 26 Kab/Kota .Disdik APBD 3 4 5 Peningkatan Kesejahteraan Guru PLB dan Pendampingan pada Program Inklusi di Jawa Barat Pelatihan Tenaga Pendidik dan Kependidikan SLB Negeri dan Swasta di Jawa Barat Peningkatan Keterampilan dan Kreativitas Siswa SLB c. APBD APBN.Meningkatnya Pengetahuan dan kemampuan guru SLB dalam PBM . Kegiatan Kepramukaan SLB .Biro Yansos .NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG 3 3. Meningkatnya kemampuan siswa dalam mengikuti pembelajaran c. Program Pendidikan Non Formal SASARAN PROGRAM/KEG 4 a. Terlaksananya UN .Disdik APBN.Biro Yansos . Meningkatnya kualitas dan kuantitas penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) b. Terlaksananya rehabilitasi. 5 layanan khusus.Disdik APBN. Meningkatnya pelayanan berkebutuhan khusus pendidikan anak - .Disdik.Disdik SUMBER DANA 8 APBN Kegiatan : 1 Fasilitasi dan Apresiasi Kepada Para Teladan Tingkat Provinsi Jawa Barat 2 Fasilitasi Pengelolaan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebagai Persiapan wajar Dikdas 4. Meningkatnya kualitas guru SLB - Kegiatan : 1 Pengembangan Sarana dan Prasarana SLB di a.SLB . alat penunjang aksesibilitas fisik penyandang cacat tubuh. 3 mulok. Meningkatnya hasil penelitian dan kajian di bidang pendidikan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-42 . APBD APBN. APBD - . penambahan RKB dan pembangunan USB SLB Pengembangan Kurikulum Pembelajaran dan a. Meningkatnya kualitas sarana prasarana SLB b. APBD 5. 26 Kab/Kota Pengembangan dan pembinaan sekolah inklusi di Jawa Barat 20 kali pelatihan untuk 1. Implementasi hasil pemetaan Jawa Barat anak berkebutuhan khusus di Jawa Barat UN di SLB se Jawa Barat 26 Kab/Kota Penyetaraan bagi guru PLB. Meningkatnya ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan sesuai standar d.

B. dan laporan kegiatan pembangunan pendidikan 100 orang Tim Pengembang 26 Kab/Kota Kurikulum.Biro Yansos APBD . - Biro Yansosdas APBD 2. MKKS.Disdik SUMBER DANA 8 APBD 2 3 Pembinaan dan Pengembangan MBS Serta Implementasi Pendidikan Berbasis Masyarakat (PBM) Perencanaan.Dinas Kesehatan APBD APBD Kegiatan : 1 Peningkatan Kualitas Kesehatan Kompetensi Petugas a.Disdik APBN. Pengembang Kurikulum. APBD - . evaluasi.Balitbangda APBD 11 - Terlaksananya bantuan peningkatan kesejahteraan bagi Guru Madrasah Diniyah di Jawa Barat Meningkatnya kualitas dan kuantitas tenaga kesehatan serta berfungsinya pelayanan keseshatan baik dasar maupun rujukan.Disdik APBD 6 - 7 - - 8 9 10 - Sosialisasi Pelaksanaan UN Jawa Barat untuk 260 orang dan sosialisasi Paket A. Nasional (UN) dan UAS Berstandar Nasional di transparan dan akuntabel di Jawa Barat Jawa Barat b.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG 3 Kegiatan : 1 Pengadaan Raport TK. Jawa Barat dalam menyediakan dan mengelola data dan informasi pendidikan yang lengkap dan aktual Fasilitasi Pembangunan Bidang Pendidikan di . Meningkatnya jumlah petugas kesehatan yang kompeten dalam memberikan pelayanan kesehatan Ibu Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-43 . Terwujudnya pemberdayaan Tim Jaringan Kurikulum.000 Madrasah Diniyah Guru 26 kab/kota . Tersedianya Ijasah SD Tahun Jawa Barat Ajaran 2009/2010 Meningkatnya kualitas layanan penyelenggaraan . SMP. SMA dan SMK serta Ijasah SD - SASARAN PROGRAM/KEG 4 TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 . Tersedianya raport dan buku Jawa Barat murid/siswa TK.Disdik APBN. MGMP dan MKKS dan MGMP di Jawa Barat Lembaga Tri Partit b. Penyusunan dokumen peren. Pengembangan dan Pengelolaan Sekolah Alternatif dan Non Formal untuk Meningkatkan Daya Tampung dan Partisipasi Pendidikan di Jawa Barat Fasilitasi Guru Madrasah Diniyah di Jawa Barat Meningkatnya daya tampung dan angka partisipasi pendidikan di Jawa Barat Revitalisasi dan Refungsionalisasi SIM Dinas Pendidikan - - .Terlaksanya fasilitasi dan koordinasi serta sinergitas Jawa Barat pembangunan bidang pendidikan dengan seluruh stakeholders Pendampingan Penyelenggaraan Ujian a.Tersedianya acuan/referensi bagi upaya pencanangan Pendidikan 12 Tahun Wajib Belajar 12 Tahun di Jawa Barat Penelitian.Disdik. Terlaksananya skoring hasil UAS BN SD/MI se Jawa Barat Pembinaan dan Pemberdayaan Perpustakaan . SMA dan SMK kendali jenjang TK. SMA/SMK/MA. dan 500 anggota MGMP Implementasi program kerja Tri 26 Kab/Kota Partit dan upaya Job Matching antara lulusan SMK dengan DUDI Penyediaan data dan infor-masi Jawa Barat melalui SIM Dinas Pendidikan .Disdik . efektif. Biro Yansos APBD APBD . Kab/Kota 350 orang petugas yankes ibu Provinsi nifas . Terlaksananya pemberdayaan Lembaga Tri Partit sebagai bentuk kerjasama antara sekolah.Disdik .Jawa Barat bangan sekolah alternatif dan non formal untuk meningkat-kan daya tampung dan angka partisipasi Insentif bagi 10. SMP. APBD . pemerintah dan DUDI Meningkatnya pemanfaatan SIM Dinas Pendidikan Prov.Balitbangda APBD APBN APBD .Meningkatnya kualitas layanan perpustakaan di Sekolah sekolah Kajian Pengembangan Wajib Belajar . SD. Evaluasi dan Koordinasi Pembangunan Pendidikan Tersedianya dokumen penilaian prestasi belajar a.Disdik . SD.Jawa Barat canaan. SMK Tahun Ajaran 2009/2010 b. SMP. dan calon peserta UAS BN untuk SD/MI Skoring hasil UAS BN SD/MI se 26 kab/kota Jawa Barat 26 Kab/Kota pembinaan tenaga pengelola perpustakaan sekolah Tersedianya hasil kajian Jawa Barat Pengembangan Wajib Belajar 12 Tahun di Jawa Barat hasil kajian tentang pengem. Kesehatan 6. Terselenggaranya UN dan UAS secara efisien. Program Sumberdaya Kesehatan - APBN. Provinsi.Pengembangan MBS dan 26 Kab/Kota pendidikan berbasis sekolah dan masyarakat implementasi PBM Terwujudnya perencanaan pembangunan pendidikan antara provinsi dan kabupaten/kota yang terintegrasi. SMA.Disdik APBN.Disdik APBD 4 Revitalisasi dan Pemberdayaan Tim a. 200 anggota MKKS. SD. APBD 5 - . C untuk 260 orang Pendataan calon peserta UN 26 kab/kota SMP/MTs.

Terpantaunya TKKI dan TKKA yang melaksanakan praktik di Jawa Barat b. Tenaga Nutrisionis h. Ass.RSP Sidawangi Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-44 . d. RSD. - 2 RS 3 RS 2 RS 6 RS RSD. Yamsudin. Refraksionis Optisien. RSD. Syamsudin. Karawang. RSD. Okupasi Terapi Meningkatnya jumlah RS yang terakreditasi 5 pelayanan dari 24 menjadi 26 RS Meningkatnya jumlah RS yang terakreditasi 12 pelayanan dari 9 menjadi 11 RS Meningkatnya jumlah RS yang terakreditasi 16 pelayanan dari 2 menjadi 4 RS Meningkatnya kualitas yankes RS. SH. Banjar. RSD. Dokumentasi dan Publikasi 2 keg. RSD. SH. Honor Tenaga Ahli/Narasumber 6 or/keg.Kuningan RSD.000 tenaga kesehatan - - g. 4 Pemberian rekomendasi izin tenaga asing Peningkatan kinerja tenaga kesehatan Meningkatnya RS pendidikan dari 3 RS menjadi 5 RS - 3 RS - 2 RS 100% tenaga asing mendapat rekomendasi 15 tenaga kesehatan 27 tenaga kesehatan a. Meningkatnya jumlah petugas kesehatan yang kompeten dalam memberikan pelayanan kesehatan anak usia sekolah a. Tenaga Perawat Dinkes Dan RS Kab/Kota c. c.Dinas Kesehatan RSD. Sumedang.RSJ Bandung . RSD.Dinas Kesehatan 3 akreditasi. sesuai peraturan perundangb. Perawat Gigi. Kab./Kota 226 Orang tenaga perawat Dinkes & RS Kab. Ciamis RSD. e.000 lbr. dr. Radiografer. Tenaga Kesehatan lainnya Dinkes dan RS Kab/Kota j. Tenaga Bidan Dinkes dan RS Kab/Kota d Tenaga Labkesda e. Tenaga Jabfung PKM dan Epidemiologi - TARGET PENCAPAIAN LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 5 60 orang petugas yankes bayi Provinsi dan balita 100 orang petugas yankes anak Provinsi usia sekolah 60 orang Dokter Dinkes Provinsi Kab. kesehatan undangan Dinkes Provinsi .RSJ Cimahi 8 Peningkatan Kemampuan SDM RS - - 1 paket RSP Sidawangi . RSD. Tenaga Dokter Dinkes Kab/Kota b. Slamet Garut. RSD. sertifikasi tenaga kesehatan skala provinsi sesuai peraturan perundang-undangan Registrasi. R. Al Ihsan RSD. sertifikasi sarana a. Bidan./Kota 60 Orang Japung PKM & Epidemiologi 30 orang tenaga nutrisionis 30 tenaga penyuluh 300 Orang 10. Sumedang. SH. Jampang Kulon. Meningkatnya RS Kab/Kota status BLU dari 2 RS menjadi 5 RS f. RSD. Karawang. 12. Evaluasi Peserta Diklat 2008 Teregistrasinya seluruh lulusan baru dan lulusan lama tenaga Perawat. Meningkatnya jumlah petugas kesehatan yang kompeten dalam memberikan pelayanan kesehatan bayi dan balita c. . RSD. Fisioterapi. akreditasi. pasca akreditasi 5. RSD.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG 3 SASARAN PROGRAM/KEG 4 b. Cibinong. Terpenuhinya biaya operasional tugas belajar lanjutan Meningkatnya pendidikan perawat Meningkatnya kinerja pegawai dalam memberikan pelayanan Terfasilitasinya Kegiatan 40 or/keg. Penggandaan Dokumen 100. RSD. Waled. RS. Cetakan 40 bk. Tenaga Kesling Dinkes Kab/Kota f. R. 16 pelayanan 2 Registrasi. Terapi Wicara. Belanja Registrasi 1 keg. Sewa Penginapan 36 or/hr Meningkatnya kualitas dan kinerja SDM RS Pemerintah dan Swasta 26 Kab/Kota 26 Kab/Kota RSJ Bandung RSJ Bandung RSJ Cimahi . Syamsudin. Slamet Garut./Kota 100 Bidan Dinkes & RS Kab/Kota 75 Orang Tenaga Labkesda 120 Orang Tenaga Kesling Kab. Dr.Dinas Kesehatan 5 6 7 Penyetaraan pendidikan aparatur Peningkatan mutu pelayanan untuk meningkatkan PAD Pelaksanaan Tata Kelola RS menjadi BLUD - 20 orang 218 orang 3 kegiatan . S.RSJ Bandung . Sewa Kendaraan 2 keg. Bekasi. Terpilihnya tenaga kesehatan berprestasi dari 5 jenis tenaga kesehatan c. Cianjur. Apoteker.

RS. Pemerintah dan prasarana RS b. RSD. RS. RSD. Terpenuhinya sarana gedung isolasi flu burung di 2 RS. terjaganya sanitasi rumah sakit seluas 3. Slamet Garut. RSD.RSJ Bandung . 29 RS Pemerintah di Kab/Kota Tersusunnya master plan.KP4 Cirebon . Cililin. Rotinsulu. Jati Kab/Kota RSUD . Bayu Asih Purwakarta. peningkatan. RS Pangandaran. Pelabuhan Ratu.RSJ Cimahi Balitbangda SUMBER DANA 8 - - Kegiatan Peningkatan Koordinasi dan Penetapan Jaringan Kerjasama Penelitian dan Pengembangan (Jarlitbang) Kesehatan di Jawa Barat 7. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Pelayanan Kesehatan 230 orang PNS dan 142 Orang RSJ Cimahi Non PNS Jawa Barat APBD - Meningkatnya kuaitas dan kuantitas sarana dan prasarana pelayanan kesehatan serta terpenuhinya kebutuhan obat baik generik maupun esensial serta makanan pasien. Dr. Cimacan. Indramayu. Indramayu. Gn.RSJ Bandung .89 m2 Tersdianya bahan pelayanan terapi untuk mendukung proses penyembuhan pasien rawat inap. perbekalan kesehatan rumah tangga kelas I Pengembangan Laboratorium Kesehatan - meningkatnya sertifikasi kab/kota yang menyelenggarakan - RSHS. Tasikmalaya. alkes dan alat laboratorium. Terpenuhinya sarana & prasarana alat kesehatan utk pelayanan kesehatan flu burung di 7 RS. Pemerintah c. distribusi sediaan farmasi alat kesehatan. Kab/Kota APBD APBD Kegiatan : 1 Penyusunan Prototype Dasar Swasta 2 Sarana Kesehatan - Pemenuhan dan peningkatan fasilitas sarana a.89 m2 6 jenis RSJ Bandung . RSD. Terpenuhinya sarana dan prasarana Rumah Sakit - 3 Pengadaan. RSP. Jampang kulon.294. 2 model pelayanan kesehatan dasar swasta (BP dan RB) sesuai standar di Jawa Barat Dokumen Prototype Bangunan RB & BP Swasta di Jawa Barat RSD. RSD.RSJ Bandung Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-45 .KP4 Cirebon .Dinas Kesehatan . - 6 7 8 Penyediaan perlengkapan Pasien Renovasi Gedung Rumah sakit (lanjutan) Pemeliharaan alat kesehatan/kedokteran dan sanitasi rumah sakit Penyediaan bahan pelayanan terapi - - Terlaksananya pemerikasaan BPLK laboratorium sebanyak 119. R. RSD.294. RSD.420 test 100 tempat tidur RSJ Bandung 751 M2 RSJ Bandung 80unit alat kedokteran. Pagelaran Cianjur.RSJ Bandung 9 - - . SH.KP4 Cirebon . RSD.Dinas kesehatan Terpenuhinya bahan pemerikasaan laboratorium dan penunjang pemeriksaan laboratoriu Perlengkapan makan dan tidur pasien 100 TT Lanjutan rehabilitasi Gedung Perawatan Pasien seluas 751 m2 Terpeliharanya alat kedokteran sebanyak 80 unit. Gn. RS Kab. kesehatan RSJ Bandung dan sanitasi rumah sakit seluas 3. Puskesmas Meningkatnya kinerja SDM Rumah Sakit Dalam pelayanan kesehatan jiwa TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 KP4 Cirebon KP4 Cirebon KP4 Cirebon KP4 Cirebon PELAKSANA SKPD 7 . Syamsudin. RS.Dinas Kesehatan . BKKM terbangunnya gedung rawat inap 600 M. perbaikan dan pemeliharaan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan BKKM - Meningkatnya pelayanan kesehatan di BKKM - 4 5 Sertifikasi dan pengendalian produksi. Terpenuhinya peralatan kesehatan RS PONEK - d.KP4 Cirebon . Provinsi. Subang RSD. 15 kab/kota 15 kab/kota . Pameungpeuk. Jati. RSD.Dinkes .Dinas Kesehatan APBN.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 9 10 11 12 13 14 PROGRAM/KEG 3 Kemitraan pencegahan dan pemnberantasan penyakit menular Kemitaraan alih teknologi kedokteran dan kesehatan Kemitraan peningkatan kualitas dokter dan para medis Kemitraan pengobatan lanjutan bagi pasien rujukan Peningkatan mutu pelayanan SASARAN PROGRAM/KEG 4 Meningkatnya koordinasi penanganan penyakit paru dengan Provinsi dan Depkes meningkatnya kemampuan petugas dalam pengoperasian alat-alat kedokteran meningkatnya kualitas dokter. paramedis dan tenaga aparatur Meningkatnya koordinasi penanganan penyakit paru dengan Dinkes Kabupaten/Kota. Indramayu.

RSP Sidawangi . 1 unit RSJ Cimahi bangunan rehabilitasi dan 3 unit peralatan kesehatan 5 unit RSJ Cimahi terpenuhinya 2 jenis obat yaitu RSJ Cimahi psikotropi dan non psikotropi selama 12 bulan 30 jenis untuk 12 bulan RSJ Cimahi 12 bulan 1 paket 1 paket RSJ Cimahi RSP Sidawangi RSP Sidawangi .RSJ Cimahi . treadmil. USG.000 orang Embarkasi Bekasi dan 26 kab/ kota .Tersusunnya LAKIP.815 porsi LOKASI 6 RSJ Bandung RSJ Bandung PELAKSANA SKPD 7 . nebulizer Terputusnya mata rantai penyebaran penyakit dan menurunnya kejadian luar biasa - 8.Dinas Kesehatan - 14 KEG Provinsi .RSP Sidawangi . Program Manajemen Pelayanan Kesehatan - Kegiatan : 1. Peningkatan Kualitas Pelayanan Kesehatan Haji - 2 3 4 Terwujudnya pelayanan kesehatan sesuai standar kepada semua calon jemah haji di embarkasi dan Kab/Kota Penerapan Manajemen Sistem Informasi a.KP4 Cirebon Terpenuhinya kebutuhan obat-obatan penunjang di rumah sakit Terpenuhinya kebutuhan bahan kimia/regensia untuk pelayanan laboratorium terpenihinya kebutuhan makanan dan minuman pasien tersedianya obat baik generik maupun esensial.Dinas Kesehatan - 1 dokumen profil kesehatan. bahan kimia.RSJ Cimahi 16 17 18 19 Penyediaan bahan pelayanan terapi Penyediaan makanan dan minuman pasien dan petugas khusus Pengadaan peralatan kesehatan/kedokteran Pengadaan sarana dan prasarana penunjang Rumah Sakit - - .RSJ Cimahi . tersedianya sumur artesis. 1 Provinsi dokumen inventory dan 1 dokumen hasil litbang . LKPJ/LPPJ Dinas Kesehatan Kesehatan Provinsi Jawa Barat dan monitoring dan evaluasi program pembangunan kesehatan Pengembangan Sistem Perencanaan Dan a. RKA Penganggaran Kesehatan dan Dokumen Renstra Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat 37. senderan dan perlengkapan kantor lainnya Terpenuhinya kebutuhan alat kesehatan habis pakai Terpeliharnya peralatan dan gedung di rumah sakit TARGET PENCAPAIAN 5 12 bulan 111. bahan radiologi.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 10 11 12 13 PROGRAM/KEG 3 Penyediaan Obat-obatan pasien Penyediaan makanan dan minuman pasien dan petugas khusus Pengadaan alat terapi pasien rehabilitasi Peningkatan sarana dan prasarana penunjang pelayanan kesehatan Perbaikan dan pemeliharaan sarana dan prasarana kesehatan Penyediaan Obat-obatan pasien SASARAN PROGRAM/KEG 4 Tersedianya obat-obatan untuk mendukung proses penyembuhan pasien rawat inap dan jalan Terpenuhinya makan dan minum pasien dan petugas khusus tersedia dan terlaksananya alat terapi rehabilitasi terlaksananya penambahan gedung perawatan isolasi wanita dan bangunan rehabilitasi pasien napza dan tersedianya alkes Meningkatnya keakurasian hasil pemeriksaan alat kesehatan Terpenuhinya obat-obatan untuk pelayanan rawat inap dan rawat jalan serta UGD Tersedianya alat habis pakai dan reagen laboratorium Terpenuhinya makan dan minum pasien dan petugas khusus Terpenuhinya kebutuhan peralatan kesehatan dan kedokteran Tersedianya peralatan penangkat petir.RSP Sidawangi .RSP Sidawangi . spirometri.RSJ Cimahi .RSP Sidawangi 20 21 22 23 24 25 Pengadaan alat kesehatan habis pakai Pemeliharaan alat kesehatan/ kedokteran dan gedung perawatan Pengadaan obat-obatan penunjang di Rumah Sakit Pengadaan bahan kimia/laboratorium Pengadaan makan & minum pasien Pengadaan Obat dan perbekalan kesehatan - - 1 paket 12 bulan 12 Bulan 12 Bulan 12 Bulan 12 bulan RSP Sidawangi RSP Sidawangi RSP Sidawangi RSP Sidawangi RSP Sidawangi KP4 Cirebon . instalasi pengolahan air limbah.Dinas Kesehatan - 5 KEG Provinsi . tersedianya tempat parkir.Dinas Kesehatan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-46 . Tersusunnya Dokumen Dokumen Renja. Tersedianya Data dan Informasi Kesehatan dalam Kesehatan rangka mendukung Manajemen Kesehatan b.RSJ Bandung .RSP Sidawangi . EKG.RSJ Cimahi SUMBER DANA 8 - 14 15 - - 120 pasien RSJ Cimahi 1 unit bangunan isolasi.RSP Sidawangi . DPA. Tersedianya Hasil Data Inventory Pelayanan Kesehatan dan Hasil Litbangkes Kesehatan dalam rangka mendukung Manajemen Kesehatan Pelaksanaan Evaluasi Hasil Kinerja Bidang .RSJ Cimahi .RSJ Bandung .

SH.Tertagulanginya dan terlaksananya pencegahan Masalah Kesehatan antar Provinsi anggota MPU & kerjasama penanggulangan masalah kesehatan di daerah perbatasan. Gn. Peningkatan Manajemen Pelayanan Kesehatan a. tersedianya direktori institusi Dik Pemberian rekomendasi izin sarana kesehatan .27 RS. RSD.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG 3 SASARAN PROGRAM/KEG TARGET PENCAPAIAN 5 12 kegiatan LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 5 6 7 8 9 10 4 b. Meningkatnya standar pelayanan kesehatan SD/MI Anak Usia Sekolah dan remaja b.5% . Indramayu. Tb. Tersusunnya Dokumen DIPA.Dinas Kesehatan 11 12 - Meningkatnya mutu pelayanan BKKM. 100% RS Rujukan Melaksana. Meningkatnya penatalaksanaan yankes flu burung - Rujukan (RSD.Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan 13 Penyakit a.Dinas Kesehatan - dari 70 % menjadi 90 % dari 70 % menjadi 80 % meningkatmya Puskesmas PKPR dari 281 menjadi 300 Puskesmas 12 Kab/kota 117 Institusi pendidikan tenaga 26 Kab.KP4 Cirebon . HIV/AIDS. informasi manajemen (SIM) kesehatan dalam rangka konsolidasi data dan informasi Terakreditasinya RSP Paru Tersersedianya SIM yang dapat meningkatkan pelayanan pada pasien Tersedianya master plan untuk pengembangan KP 4 Cirebon - - 100% RS Rujukan Melaksana. Subang. Meningkatnya pelayanan kesehatan remaja SMP/MTS dan SMA/Aliyah c. RSD. Syamsudin.Dinas Kesehatan - .RSP Sidawangi 14 15 16 Akreditasi Rumah sakit Pengembangan Sistem Informasi Manajemen KP4 Pembuatan master plan KP4 - - 5 pelayana RSP Sidawangi KP4 Cirebon KP4 Cirebon . Slamet Garut. Syamsudin.Dinas Kesehatan - . Tb. Rujukan. Meningkatnya jumlah tenaga yang dapat melatih PKPR dan konselor sebanyak masing-masing dari 20 orang menjadi 40 orang di 20 Kabupaten/Kota d. ROK. Dinas Kesehatan b.Dinas Kesehatan . Jati. Slamet Garut.Tersusunnya Dokumen Juklak/Juknis Penanganan pembangunan bidang kesehatan Terpadu Kesehatan Maskin dan terpilihnya kab/kota yang mendapat PKPK Bidang Kesehatan Pencegahan masalah kesehatan antar Provinsi .RS. Menurunnya angka kesakitan / kematian akibat flu burung. tersedianya telaahan Kesehatan.Tersusunnya Dokumen Sistem Kesehatan Daerah Pelaksanaan pendanaan Kompetesi . DBD. Subang. kan penanganan HIV/AIDS dan RSD/Swasta TB Paru 1 Paket RSP Sidawangi 8 .RSP Sidawangi . Meningkatnya penatalaksanaan yankes HIV/AIDS. dokumen PAK dan PAHK. dokumen audit Tersedianya dokumen BLUD - 1 KEG Provinsi 1 dokumen juklak dan juknis dan Provinsi 7 kab/kota terpilih 2 KEG Provinsi . RSD./Kota kesehatan . Tersedianya pedoman PKL terpadu. SH. usulan pendirian 10 Institusi baru. RSD. Paru 13 Pengelolaan sistem Informasi Tersedianya siste. Jadwal Pelaksanaan Kegaiatan yang dibiayai dana Dekon dan Tugas Pembantuan serta Terlaksananya Rapat Kerja Kesehatan Nasional Pengembangan Sistem Kesehatan Daerah . Indramayu. RSHS dan RSP Rotin Sulu c. Gn. R. RSD. Meningkatnya manajemen UKS Fasilitasi akreditasi Institusi Pendidiian Tenaga .KP4 Cirebon Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-47 .Terakreditasinya 5 institusi. Jati. Ujian Nasional Kopetensi Keahlian (UNKK) 18 instituasi. Diare di RS - RSD. kan penanganan Flu Burung Dr. Dr.Dinas Kesehatan - 200 sarana 26 kab/kota . R. RSD. Perusahaan 20% tersusunnya 2 dokumen : Busines BPLK plan dan remuneration system dari 50% menjadi 22. Termonitornya penyelenggaraan 56 institusi. Paru.Lancarnya pelayanan penerbitan ijin sarana kesehatan tertentu yang diberikan pemerintah pemerintah dan swasta Peningkatan mutu pelayanan kesehatan kerja Pelaksanaan Tata Kelola BPLK sesusai standar BLUD Peningkatan Sistem Penanganan Menular dan Wabah di RS Tersedianya SOP Pelayanan.

Distarkim Metro Bandung.RSJ Cimahi .NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 17 18 19 PROGRAM/KEG 3 Pelaksanaan Tata Kelola RS sesusai standar BLUD Evaluasi kegiatan pelayanan kesehatan Fasilitasi dan koordinasi pelaksanaan kegiatan pembangunan kesehatan SASARAN PROGRAM/KEG 4 Meningkatnya pelayanan RS Terlaksananya dan Tersusunnya dokumen evaluasi TARGET PENCAPAIAN 5 3 kegiatan 18 kali LOKASI 6 RSJ Cimahi RSJ Cimahi PELAKSANA SKPD 7 .BPLHD . Lingkungan Hidup 9 Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan a. Meningkatnya Sarana dan Prasarana Pengelolaan Persampahan c.Biro Yansos APBD APBD - Kab. Pemberdayaan masyarakat untuk mengelola sampah Masyarakat (3R) secara komunal b. PKN . Tersedianya Pengelolaan Sampah melalui Teknologi Persampahan Ramah Lingkungan b. kab/kota sehat Adanya sinergitas dalam 26 kab/kota pelaksanaan pembangunan kesehatan 3.Terpantaunya kualitas udara Pengelolaan Kualitas Udara Buang Kabupaten/Kota Penyusunan Baku Mutu dan Status Lingkungan . status lingkungan dan ASER .Meningkatnya penerapan 3R Pengelolaan dan Pemanfaatan Daur Ulang Sampah Diperkotaan melalui Pendekatan Integralisitik Masyarakat 3.Distarkim APBD - PKN Bodebek. Terbangunnya Sarana dan Prasarana Pengelolaan Lingkungan Jawa Barat . Sosialisasi Peraturan Perundangan Lingkungan Hidup Pengendalian Sumber Emisi dan Fasilitasi .Peningkatan Kinerja AMDAL di Jawa Barat Teknis AMDAL Provinsi Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat . Recycle) d.BPLHD . Fasilitasi Pemberdayaan Masyarakat dalam . Tersusunnya dan tersosialisasikannya aturan hukum maupun aturan teknis pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan b. . 3. Fasilitasi Penegakan Hukum Lingkungan di Jawa Barat 2. Fasilitasi dan Koordinasi Pengelolaan . Terbangunnya sinergitas kegiatan pengelolaan lingkungan antar stakeholders d. Fasilitasi Pengelolaan Persampahan Berbasis a. pembagian kewenangan/urusan.Tersusunnya baku mutu. Terfasilitasinya Upaya Peningkatan Kualitas Lingkungan melalui Program Kemitraan e. Terfasilitasinya penegakan hukum di lingkungan Jawa a.BPLHD APBD APBD APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-48 . Meningkatnya Pengelolaan Persampahan melalui 3R (Reuse .RSJ Cimahi . PKN Cirebon APBD Pengendalian Pencemaran 10 Program Perusakan Lingkungan Hidup dan a.BPLHD . Tersedianya sistem informasi persampahan Jawa Barat - Sinergitas Pengelolaan Sampah Jawa Barat di Jawa Barat Meningkatnya Pemahaman Jawa Barat Masyarakat dalam Penge-lolaan Sampah Mengurangi volume sampah perkotaan sebelum masuk ke TPA Informasi pengelolaan sampah regional Jawa Barat Kota Depok.BPLHD APBD Kegiatan : 1. Program UKS. Tersedianya sistem pemantauan dan pengendalian kualitas lingkungan c. Bekasi .Terfasilitasinya dan Terkoordinasinya pengelolaan Persampahan sampah 2. peningkatan partisipatif. Terlaksananya peningkatan kinerja dan Pembinaan .Pengendalian Kualitas Udara Ambient dan Emisi Gas . pengadaan alkon.Reduce. Peningkatan peran masyarakat dalam pengelolaan persampahan Kegiatan : 1.Biro Yansos SUMBER DANA 8 - Meningkatnya sinergitas pelaksanaan pembangunan kesehatan antar stakeholder dalam kegiatan JPKM. Fasilitasi Sengketa Lingku-ngan Barat Hidup b. 4.Terlaporkannya Kondisi LingJawa Barat 2009 kungan Hidup Jawa Barat Fasilitasi dan Pembinaan Teknis AMDAL di a. penyusunan peraturan daerah tentang pembangunan kesehatan.

BPLHD APBD 10. Limbah B3 b. 8.BPLHD APBD APBD 14. 7. Meningkatnya peran masyarakat dalam rehabilitasi dan konservasi SDA dan LH Kegiatan : 1. Tersosialisasikannya Penanganan Limbah Medis Terlaksananya Jambore Sekolah Peduli dan .BPLHD .Distamben APBD - Tersedianya sarana dan prasaranaAir Tanah di CAT Bandung dan CAT Bogor Peningkatan Pengendalian Pencemaran Lingkungan Melalui Pola Reward Menjamin kebijakan lingkungan berdasarkan data yang valid Tersedianya Pola Perhitungan Daya Tampung Sungai DAS Prioritas Meningkatnya Konservasi Sebaran Air Tanah dan Permukaan - .Distamben APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-49 . Meningkatnya daya dukung lingkungan hidup Jawa Daya Alam dan Lingkungan Hidup Barat b. Fasilitasi dan Koordinasi Tanah dan Permukaan Pengelolaan Air - - . Fasilitasi Perbaikan Daya Tampung Sungai DAS Prioritas 16.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 5 PROGRAM/KEG SASARAN PROGRAM/KEG TARGET PENCAPAIAN LOKASI PELAKSANA SKPD 7 . 9. Cirebon . Pengawasan dan Pengendalian Mineral dan Batu Bara - - .Biro Binprod APBD 11. Pembinaan Pola Kemitraan Lingkungan - 5 6 .Pemantauan dan Pengen-dalian Jawa Barat terhadap Pemegang AMDAL Sektor Kehutanan Penguatan Kelembagaan Pemanfaatan Sumber Daya .Distamben APBD 11.Terehabilitasinya lahan eks-pertambangan - 3 Lokasi eks-pertambangan Kabupaten Bandung.Pelatihan terhadap 200 orang Jawa Barat Pengelolaan Lingkungan dan 20 industri Fasilitasi Pengawasan B3 dan Limbah B3 .Meningkatnya Pemanfaatan Jasa Lingkungan Terlaksananya Pelatihan Teknologi Tepat Guna dalam . 6. Pengembangan Pendidikan Lingkungan a. Terpantaunya AMDAL Sektor Kehutanan Sumber Daya Hutan b.Jawa Barat dalian Pencemaran Lingku-ngan Berbasis Reward Terlaksananya Pembinaan dan Jawa Barat Penunjukan Laboratorium Lingkungan Tersedianya Dokumen Pola Jawa Barat Perhitungan Daya Tampung Sungai DAS Prioritas Perbaikan Kualitas dan Kuantitas Jawa Barat Air Tanah dan Permukaan .BPLHD .Dinas Kehutanan SUMBER DANA 8 APBD 3 4 Pengembangan Kelembagaan Pemanfaatan a.Biro Yansos APBD APBD .Pengawasan terhadap peng-hasil Jawa Barat B3 dan Limbah B3 Pembinaan Pengelolaan B3 dan Limbah B3 a.Meningkatnya peran lembaga Hutan dalam pemanfaatan sumber daya hutan Sosialisasi Pemanfaatan Jasa Lingkungan . Sukabumi.BPLHD APBD - - .BPLHD APBD - - . Rehabilitasi Lahan Eks-Penambangan . Sinergitas pengelolaan B3 dan limbah B3 b. Program Rehabilitasi dan Konservasi Sumber a.Biro Yansos APBD . Pembinaan dan Pengembangan Laboratorium Lingkungan 15. Pembinaan. Pengawasan dan Pengendalian Pengambilan dan Pemanfaatan Air Tanah di Jawa Barat 12. Pemantauan Air Tanah 13. Terbangunnya Sinergitas Rehabilitasi dan Konservasi SDA dan LH c. Pengendalian Pencemaran Berbasis Reward Lingkungan - Terkendalinya kegiatan pengambilan pemanfaatan air tanah di Jawa Barat dan - . c.Meningkatnya peran pelajar Jawa Barat BerBudaya Lingkungan Tingkat SLTP dan SLTA se dalam pengelolaan lingkungan Jawa Barat Pendidikan Lingkungan Usia Dini Meningkatnya peran stakeholders dalam pengelolaan lingkungan Terkendalinya kegiatan usaha pertambangan umum dan batubara di Jawa Barat meningkatnya kemitraan antar Jawa Barat stakeholders pengelola lingkungan Terbinanya Pelaku Usaha Jawa Barat Pertambangan Umum dan Batu Bara dalam pengelolaan lingkungan Terbinanya Para Pengguna Air Jawa Barat Tanah dalam Menjaga Daya Dukung Lingkungan 5 sumur pantau dan telemetrinya Jawa Barat Tersusunya Pedoman Pengen. Pengendalian SDA dan Lingkungan Melalui Penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG) Fasilitasi dan Koordinasi Pengelolaan B3 dan a. b.Distamben .

BPLHD APBD .Tersedianya Pedoman Kebija.Penurunan Lahan Kritis di Jawa Barat Tersosialisasikannya upaya Jawa Barat konservasi air tanah dan mineral di Jawa Barat . Program Pengelolaan Kawasan Lindung Tersusunnya Rencana Strategis dan Zonasi Kawasan Pesisir dan Laut Jawa Barat Terlaksananya pengelolaan lingkungan wilayah pesisir dan laut Dokumen Renstra dan Zonasi Pantai Utara dan . - Meningkatnya pemulihan kondisi CAT Kritis Terfasilitasinya Upaya Berkelanjutan Pemantapan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Pemanfaatan sumber daya hutan - 5 6 .Jawa Barat ring dan Evaluasi Kawasan Lindung Tersosialisasikannya Penge. Meningkatnya daya dukung lingkungan pesisir laut Laut b. CAT Bogor .Distamben . Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Bersih dan Air Limbah a.Distamben APBD . Pengembangan Kelembagaan Pemanfaatan Sumber Daya Hutan 5.PKN Bodebek.Distarkim .Pengembangan gagasan baru Jawa Barat dalam pemanfaatan sumber daya alam berkelanjutan a.Terpulihnya Kondisi Muka Air CAT Bandung. Meningkatnya kinerja pengelolaan pelayanan air bersih di Jawa Barat b.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 2. Pengembangan fungsi kawasan pesisir dan laut c. Pekerjaan Umum 14.Jawa Barat kan Teknis Rehabilitasi Lahan Kritis . Kelembagaan pemanfaatan sumber daya hutan . Fasilitasi Peningkatan Daya Dukung Lingkungan dan Pendayagunaan Sumber Daya Alam 7.BPLHD Pemantauan Kualitas Air Laut Pantai dan penyusunan baku mutu Selatan Jawa Barat status laut APBD APBD a.BAPEDA APBD APBD .BAPEDA Pesisir Utara dan Selatan Selatan Jawa Barat Dinas Perikanan Utara dan .Distamben 4. dan pemantapan Kawasan - Terevaluasinya kondisi kawasan lindung Jawa Barat - Diseminasi Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau di Metropolitan Bandung Pengelolaan Keanekaragaman Hayati - Meningkatnya pengelolaan ruang terbuka hijau di Metro Bandung Meningkatnya Pengelolaan Keanekaragaman Hayati - Tersedianya Pedoman Monito. 3. Fasilitasi Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Laut Jawa Barat 13. Terfasilitasinya Sinergitas Pengelolaan Kawasan Lindung c. Sosialisasi Konservasi Sumberdaya Mineral Air Tanah dan - Terlaksananya GRLK di Jawa Barat Meningkatnya Kesadaran terhadap Konservasi Air Tanah dan Sumberdaya Mineral Meningkatnya peran serta pengendalian lingkungan hidup masyarakat dalam 4. Peningkatan Upaya Pemulihan Kondisi CAT Kritis - Meningkatnya fungsi kawasan resapan air - .Biro Yansos APBD .Dinas Kehutanan Biro Binprod SUMBER DANA 8 APBD - Efektifitas Pelaksanaan 3.Terjalinnya kemitraan organi-sasi Jawa Barat lembaga swadaya dalam kepedulian lingkungan . Meningkatnya peran masyarakat dalam pengelolaan pesisir Kegiatan : 1 Penyusunan Rencana Strategis dan Zonasi Kawasan Pesisir dan Laut Jawa Bara 2. PKN lolaan Ruang Terbuka Hijau Metro Bandung Pembinaan dan Pengawasan Jawa Barat Konservasi Keanekaragaman Hayati di Jawa Barat Pembuatan sumur resapan dan evaluasi zona kritis . Meningkatnya Fungsi dan Kualitas Kawasan Lindung b. Pengembangan Pemanfaatan Kawasan Lindung Kegiatan : 1. PROGRAM/KEG 3 Optimalisasi Implementasi Kebijakan Gerakan Rehabilitasi Lahan Kritis (GRLK) SASARAN PROGRAM/KEG 4 Terbangunnya Sinergitas Rehabilitasi Lahan Kritis TARGET PENCAPAIAN LOKASI PELAKSANA SKPD 7 . Meningkatnya kinerja pengelolaan pelayanan air limbah di Jawa Barat dan dan cakupan cakupan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-50 . Terlaksananya pengembangan pemanfaatan Sumber Daya Hutan b.Dishut APBD 12.BPLHD APBD APBD 4. Program Pengelolaan Ekosistem Pesisir dan a. Temu karya kemitraan organisasi lembaga swadaya peduli lingkungan - Peningkatan Upaya Pemulihan Kondisi CAT Kritis 6. CAT Tanah di CAT Kritis Bekasi. Pemantauan Lindung 2.

Pengawasan Tertib Penyelenggaraan Jasa Konstruksi . Pengawasan Jasa Konstruksi ./Kota se Jawa Barat 16.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG 3 SASARAN PROGRAM/KEG 4 - TARGET PENCAPAIAN 5 Terkelolanya air limbah perkotaan LOKASI 6 Metro Bandung.Distarkim .Rakor Pembinaan Jasa Konstruksi di Kab. Bintek kepda 64 Orang Pengelola Sumur Bor Distamben APBD 15. Fasilitasi Penyediaan Air Bagi Masyrakat . Meningkatnya pengaturan jasa konstruksi d.Sosialisasi dan diseminasi Aturan Perundangan Bidang Jasa Konstruksi . Peningkatan pengelolaan air limbah Jawa Barat a. Penyelenggaraan teratur Penyelenggaraan teratur jasa jasa secara Jawa Barat secara Jawa Barat . Jaringan Irigasi. Rawa Dan Jaringan Pengairan Lainnya b.Distarkim . rawa dan jaringan pengairan lainnya Penyelenggaraan jasa secara Jawa Barat teratur Penerapan aturan secara baik Jawa Barat Penyelenggaraan jasa secara teratur Penyelenggaraan jasa secara teratur Sumber daya manusia jasa konstruksi meningkat Peningkatan kualitas SDM Pemberdayaan institusi Pemberdayaan institusi Pengawasan secara melekat Pengawasan secara melekat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat 26 Kabupaten/Kota .Pemberdayaan Penyedia Jasa Konstruksi 3. e.Distarkim .Forum Jasa Konstruksi 2. Meningkatnya pengawasan jasa konstruksi c. Pemberdayaan Jasa Konstruksi .Distarkim . Terlaksananya sosialiasi dan diseminasi peraturan jasa konstruksi b.Pengaturan dan Penyelenggaraan Ijin Usaha Jasa Konstruksi .Distarkim .Pengembangan dan Pengelolaan Sistem Informasi Pembina Jasa Konstruksi Indonesia (SIP JAKI) . Jawa Barat PELAKSANA SKPD 7 Distarkim SUMBER DANA 8 APBD Kegiatan : 1.Distarkim .Meningkatnya Akses Air Bersih Masyarakat di Bersumber dari Air Tanah Dalam Diperdesaan melalui Pemanfaatan Air Tanah - 13 Sumur Bor.Distarkim APBD APBD d.Fasilitasi Tim Pembina Jasa Konstruksi Sistem Informasi Jasa Konstruksi Jawa Barat - - .Pemberdayaan SDM Jasa Konstruksi .Distarkim APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD Kegiatan : 1.Distarkim .Distarkim .Distarkim . Terencananya sistem penyediaan dan pengelolaan air limbah di PKN Metro Bandung b. Terselenggaranya sosialisasi NSPM bidang penyehatan lingkungan 2.Distarkim . Meningkatnya pemberdayaan jasa konstruksi Meningkatnya pengaturan jasa konstruksi Tersosialisasikannya norma/aturan dalam penyelenggaraan jasa konstruksi secara sinergis Berkembangnya jasa konstruksi melalui fungsi pembinaan secara baik di kabupaten/kota Meningkatnya pengembangan jasa konstruksi di Jawa Barat Meningkatnya pemberdayaan jasa konstruksi Penciptaan sumber daya manusia bidang jasa konstruksi yang kompeten dan profesiona Pengembangan penyelenggaraan jasa konstruksi dari sisi pengguna jasa Pengembangan penyelenggaraan jasa konstruksi dari sisi penyedia jasa Meningkatnya pengawasan jasa konstruksi Termonitornya penyelenggaraan jasa konstruksi dalam kerangka pembinaan jasa konstruksi Terselenggaranya pembinaan jasa konstruksi melalui pengembangan sistem informasi Terselenggaranya pengembangan jasa konstruksi sesuai norma Terselenggaranya tertib penyelenggaraan jasa konstruksi di Jawa Barat Meningkatnya intensitas tanam padi pada daerah irigasi teknis yang dikelola oleh pemerintah provinsi dari 192 % menjadi 194% Meningkatnya kondisi jaringan irigasi yang dikelola oleh pemerintah Tersedianya perencanaan teknis pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi. Program Pembinaan Jasa Konstruksi a. 3 Lokasi Jawa Barat Revitalisasi Sumur. Program Pengembangan Dan Pengelolaan a. Evaluasi Kondisi 19 Lokasi sumur Bor yang dibangun. Pengaturan Jasa Konstruksi .Distarkim . c. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-51 . rawa dan jaringan pengairan lainnya Meningkatnya ketersediaan sarana dan prasarana pendukung pengelolaan jaringan irigasi Terlaksananya monitoring dan evaluasi pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi.Pemberdayaan Pengguna Jasa Konstruksi .

Terlaksananya monitoring dan evaluasi pengembangan. industri dan domestik b. Meningkatnya keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan jaringan irigasi 3.Bapeda Prov APBD Prov Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-52 . Tersedianya dokumen studi dan perencanaan teknis jaringan irigasi c. Berlanjutnya fungsi situ. waduk. Terciptanya keberlanjutan sistem irigasi a. pengelolaan dan konservasi sungai. Pemberdayaan P3A Mitra Cai . pengendalian daya rusak air dan pengamanan pantai b. Peningkatan dan Pengelolaan jaringan irigasi a.Dinas PSDA APBD PROV . Terlindunginya areal permukiman dan sawah dari bahaya longsor dan banjir b. Terlaksananya monitoring dan evaluasi jaringan irgasi - 2.Terciptanya penguatan kelembagaan 5. Terlaksananya pelaksanaan teknis bagi pengelolaan sumber daya air Jawa Barat Dinas dan 5 Wilayah Sungai Jawa Barat Jawa Barat .Dinas PSDA . danau dan sumber daya air lainnya c. Kajian Pengembangan Infrastruktur Irigasi . Konservasi Sungai. dan Jawa Barat Embung di luar 8 sentra produksi pertanian Sungai. dan Jawa Barat Embung di luar 8 sentra produksi pertanian Jawa Barat - Dinas PSDA APBD PROV - Dinas PSDA APBD PROV . Meningkatnya ketersediaan air baku untuk keperluan pantai pertanian. Meningkatnya kondisi dan fungsi sungai. dan embung 2. Terjaganya kapasitas sungai 3. Situ. Tersedianya perencanaan teknis pengem-bangan. Terlaksananya pelaksanaan teknis bagi pengelolaan jaringan irgasi e.Bapeda Prov APBD Prov d. Program Pengembangan. waduk.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG 3 SASARAN PROGRAM/KEG 4 TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 Kegiatan : 1. Tersedianya dokumen studi dan perencanaan infrastruktur sumber daya air d. Pengelolaan sungai. pengelolaan dan konservasi sungai.Tersedianya Kajian Pengembangan Infrastruktur Irigasi 17. waduk.Dinas PSDA . Penunjang Pengembangan Infrastruktur a. situ. Meningkatnya pemberdayaan lembaga koordinasi dan kerjasama pengelolaan jaringanirgasi f. Waduk. Tersusunnya program pengembangan infrastruktur sumber daya air c. Pendamping Program WISMP .Dinas PSDA .Terciptanya penguatan kelembagaan petani pemakai air 4. Perbaikan dan Pemeliharaan Sungai a. Penunjang Pengembangan Jaringan Irigasi diluar Daerah Irigas Kewenangan Kab/Kota Pemerintah Provinsi Jawa Barat kabupaten sentra di luar 8 kabupaten sentra produksi pertanian Jawa Barat 8 . Terlaksananya pengendalian pemanfaatan air Sumber Daya Air permukaan b. Pengelolaan dan a. Meningkatnya ketersediaan sarana dan prasarana pendukung pengelolaan sumber daya air d. Situ. Terlaksananya monitoring dan evaluasi infrastruktur sumber daya air e. danau dan sumber daya air lainnya Kegiatan : 1. pendayagunaan sumber daya air.Dinas PSDA . embung dan a.Balitbangda APBD Prov APBD Prov APBD Prov - - Sungai. Tersusunnya program pengembangan jaringan irigasi b. Waduk. Meningkatnya kondisi jaringan irigasi yang dikelola oleh pemerintah provinsi b. situ. Danau dan Sumber Daya Air embung dan pantai dalam rangka konservasi sumber Lainnya daya air.

Balitbangda APBD PROV APBD PROV APBD Prov Jawa Barat . Pengaturan Sempadan Sumber Air . Pengawasan teknis .Dinas PSDA .Dinas PSDA Prov. Tersedianya dokumen studi dan perencanaan pengendalian banjir dan pengamanan panta 2. Jawa Barat .NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG 3 f.Dinas Bina Marga APBD Provinsi 3. Kembalinya kondisi kemantapan jalan sesuai dengan Jembatan rencana yang sudah diperhitungkan dalam desain melalui pemeliharaan berkala b. Perbaikan badan jalan Jawa Barat .Tersedianya data kondisi.Tersedianya Kajian Pengembangan Infrastruktur Daya Air Sumber Daya Air 18.Dinas Bina Marga APBD Provinsi 2.Terlindunginya sempadan sungai dan situ sebagai konservasi sumber air 6. Meningkatnya kondisi jalan provinsi dengan target kemantapan jalan provinsi mencapai 89 % c. Kajian Pengembangan Infrastruktur Sumber . Pembangunan jalan dan jembatan Meningkatnya aksesibilitas ruas-ruas jalan di wilayah a. Peningkatan jalan dan jembatan - Jawa Barat . Meningkatnya keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan infrastruktur sumber daya air 4. Pemantauan dan Penanggulangan Banjir dan a. Penggantian jembatan provinsi jembatan Tersedianya desain perencanaan jalan dan jembatan Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat . Pembangunan jalan non status Jawa Barat melalui kegiatan pembangunan jalan b. Program Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan dan a.Mengembalikan kondisi ruas-ruas jalan dan jembatan a. Rehabilitasi jalan dan jembatan .Dinas PSDA Prov. Kembalinya kondisi kemantapan jalan dan jembatan sesuai dengan rencana yang rusak akibat tidak diperhitungkan dalam desain melalui pemeliharaan rehabilitasi jalan dan jembatan.Meningkatnya kondisi dan fungsi sungai dan pantai Pantai dalam rangka pengendalian daya rusak air dan pengamanan pantai Kegiatan : 1. potensi. Berkurangnya areal genangan banjir b. pemanfaatan dan status situ 5. Kegiatan : 1. Program Pembangunan Jalan dan Jembatan a. Berkurangnya areal banjir dan kekeringan di areal Kekeringan permukiman dan pertanian b. APBD PROV. Tersedianya perencanaan teknis pembangunan dan peningkatan jalan dan jembatan Kegiatan : 1.Dinas PSDA .Dinas Bina Marga APBD Provinsi Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-53 . APBD PROV. Jawa Barat . Pengelolaan Pasarana Pengendali Banjir dan a. Identifikasi Kondisi dan Potensi Situ-situ . Meningkatnya aksesibilitas dan mobilitas jalan-jalan non status b. Rehabilitasi jalan provinsi yang mempunyai kondisi sedang melalui b. Terjaganya stabilitas garis pantai Pengamanan Pantai c. Terlaksananya monitoring dan evaluasi penanganan banjir dan kekeringan 19. Terpeliharanya kondisi jalan sesuai dengan umur rencananya. Program Pengendalian banjir dan Pengamanan . Peningkatan jalan provinsi jembatan pada ruas-ruas jalan di wilayah Jawa Barat melalui kegiatan peningkatan jalan dan penggantian b.Tersusunnya dokumen rencana Jawa Barat teknis (DED) jalan dan jembatan 20. c. Rehabilitasi jembatan provinsi pemeliharaan berkala/rehabilitasi jalan dan jembatan c. SASARAN PROGRAM/KEG 4 Meningkatnya pemberdayaan lembaga koordinasi dan kerjasama pengelolaan sumber daya air dan irigasi TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 g. Pengawasan teknis Meningkatnya nilai struktur dan kapasitas jalan dan a. Perencanaan Teknis Pembangunan Jalan dan Jembatan - c.

Pengawasan LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-54 . Pekerjaan drainase e.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG 3 SASARAN PROGRAM/KEG 4 TARGET PENCAPAIAN 5 d.

Terencananya kawasan strategis. Evaluasi kondisi jalan secara efektif yang digunakan untuk merencanakan suatu program pemeliharaan. dan kawasan cepat tumbuh di Jawa Barat d. dan telaksananya evaluasi pelaksanaan program 2009 serta optimalisasi rencana usulan program tahun 2010. perkuatan. kawasan khusus. dan penggantian jembatan c. a.Dinas Bina Marga APBD Provinsi - Seluruh jembatan pada jalan Jawa Barat provinsi dan non status di Jawa Barat . Meningkatnya koordinasi penataan ruang di Jawa Barat e.Dinas Bina Marga APBD Provinsi 22. Terciptanya kesamaan sistem manajemen jalan antara Provinsi Jawa Barat dengan Pusat dan Provinsi Lainnya . Program Perencanaan Ruang a. Program Inspeksi Kondisi Jalan dan Jembatan - Kegiatan : 1.Dinas Bina Marga APBD Provinsi 3. Pengadaan Peralatan Jalan - Tersedianya peralatan jalan sebagai pelaksanaan penanganan jalan penunjang - Tersedianya alat-alat labora. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Kebinamargaan Kegiatan : 1. Pemeliharaan jembatan pemeliharaan rutin jalan dan jembatan Tersedianya data kondisi jalan dan jembatan sebagai bahan masukan dalam proses sistem manajemen jaringan jalan (IRMS) dan sistem manajemen jembatas (BMS). Terfasilitasinya penyusunan rencana tata ruang kabupaten/kota f. Pelaksanaan dan Peningkatan Pengujian Tanah dan Bahan Jalan Sarana - Tersedianya sarana pengujian dan hasil uji mutu pelaksanaan kegiatan penanganan jalan - 2. rehabilitasi. yaitu dampak ekonomi terhadap berbagai alternatif pembiayaan d. Optimalisasi sumber dana yang terbatas. PROGRAM/KEG 3 Pemeliharaan jalan dan jembatan SASARAN PROGRAM/KEG 4 TARGET PENCAPAIAN LOKASI 6 Tersebar di Jawa Barat PELAKSANA SKPD 7 . yaitu dampak ekonomi terhadap berbagai alternatif pembiayaan d.Terinventarisasinya penggunaan pemanfaatan ruang pemanfaatan jalan Meningkatnya ketersediaan sarana dan prasarana pendukung pengelolaan jalan dan jembatan Seluruh jalan provinsi dan non Jawa Barat status di Jawa Barat .Dinas Bina Marga APBD Provinsi 5. Optimalisasi sumber dana yang terbatas. Penataan Ruang 23. Inspeksi Kondisi Jalan 2. Terlaksananya sosialisasi dan diseminasi peraturan terbaru mengenai penataan ruang c.Jawa Barat torium lapangan serta terlaksananya uji petik kualitas pelaksanaan fisik di lapangan Tersedianya alat-alat untuk Jawa Barat pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan jalan . Terciptanya sistem manajemen jalan yang efektif dan efisien b. Terciptanya kesamaan sistem manajemen jalan antar provinsi Jawa Barat dengan Pusat dan Provinsi lainnya. Meningkatnya pemanfaatan data spasial dalam menunjang perencanaan ruang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-55 . Pengawasan Pemanfaatan Ruang Milik Jalan Jawa Barat . - 21. Inspeksi Kondisi Jembatan a.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 2. Evaluasi kondisi jalan secara efektif c.Dinas Bina Marga APBD Provinsi . Pemeliharaan jalan Jawa Barat sesuai dengan umur rencana melalui b. Terciptanya sistem manajemen jembatan yang efektif dan efisien b.Dinas Bina Marga SUMBER DANA 8 APBD Provinsi - 5 Terpeliharanya kondisi ruas-ruas jalan di wilayah a.

Program Pengendalian Pemanfaatan Ruang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-56 . 4 Bakorwil. Kota Bandung BKTRN. Terencananya ruang kawasan di Jawa Barat b. Kab. Program Pemanfaatan Ruang a.Distarkim APBD 24. DKI Jakarta. Fasilitasi dan Koordinasi Penataan Ruang Jawa a. Terencananya pemanfaatan ruang di koridor pengembangan ekonomi dan investasi BandungKertajati-Cirebon d. Sumedang. Data spasial Jawa Barat Dokumen RTR kawasan strategis Jawa Barat Distarkim Distarkim APBD - 3.Distarkim APBD APBD - . Prov. Tersedianya data spasial detail KBU yang termutakhir sebagai penunjang arahan dan rekomendasi gubernur - APBD APBD - - Perencanaan untuk antisipasi Kab/Kota Bandung.Bapeda Jabar di SKPD lingkungan Prov. dan Provinsi Bersebelahan Optimalnya pertemuan dalam rangka koordinasi penataan ruang Jawa Barat . Perencanaan Ruang Kawasan Jawa Barat a. Sumedang Jatinangor Sosialisasi aturan tentang RTH Jawa Barat perkotaan .Distarkim APBD APBD 25. Terencananya pemanfaatan ruang di kawasan pengembangan ilmu dan teknologi c. Terencananya kawasan strategis di Jawa Barat yang sudah ditetapkan dalam RTRWP Jawa Barat 2025 c. Cirebon Majalengka. Meningkatnya koordinasi stakeholder penataan ruang di Jawa Barat dan Nasional 2.Distarkim . Kab. Terbangunnya data spasial tutupan lahan terbaru skala medium serta penyiapan pembangunan data spasial skala detail Jawa Barat c. Pemutakhiran substansi Geodatabase IDSD Jawa Barat d. Optimalisasi WEB GIS IDSD Jawa Barat - - - Sosialisasi Dokumen RTRWP 4 Bakorwil. Kab.000 Penambahan dan pengolahan tema geodatabase IDSD Integrasi WEB GIS IDSD dengan aplikasi IDSD Kab/Kota Dokumen rencana. Kab/Kota Cirebon Terbangunnya data detail KBU Kota Bandung. Pengelolaan Infrastruktur Data Spasial Daerah a. Tersusunnya kriteria pemanfaatan ruang perkotaan dan perdesaan di Jawa Barat dalam rangka pengembangan ekonomi dan investas c. . Tersosialisasikannya dokumen akademis RTRWP Barat Jawa Barat dalam rangka penetapan Raperda RTRWP b.Kab. perkembangan koridor Bandung.Bapeda Koordinasi IDSD Provinsi dan Kota Bandung Kab/Kota. Jateng. Meningkatnya sinkronisasi pemanfaatan kawasan perkotaan dan perdesaan ruang b. Terkendalinya pemanfaatan ruang kawasan strategis. kawasan khusus. dan kawasan cepat tumbuh di Jawa Barat b. Tersusunnya rencana aksi TBIT Jatinangor d. Tersedianya perangkat penegakan hukum dalam pengendalian pemanfaatan ruang Terencananya pemanfaatan Jawa Barat ruang kawasan secara sinergis Terencananya pembangunan Kabupaten di Jabar perkotaan dan perdesaan secara Selatan sinergis Optimalisasi kawasan pendidikan Kab. Pemanfaatan Ruang Kawasan Jawa Barat a. Banten.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG 3 SASARAN PROGRAM/KEG 4 - TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 APBD Kegiatan : 1. Rapat Koordinasi IDSD dan IDSN.Distarkim . Bandung Barat. Revitalisasi IDSD secara efektif dan optimal dalam (IDSD) Jawa Barat rangka mendukung penyediaan data spasial Jawa Barat b. Meningkatnya sinkronisasi pemanfaatan ruang kawasan di Jawa Barat b. Bandung Distarkim APBD . Terkelolanya ruang terbuka hijau perkotaan di Jawa Barat Kegiatan : 1. Pemprov Jabar. Rapat TWG Peta Tutupan Lahan Jabar 2008 Skala 1 : 50. Terinformasikannya pedoman pengelolaan ruang terbuka hijau di perkotaan Jawa Barat a.

Terwujudnya kerjasama antara daerah. Bintek peningkatan kerjasama daerah dalam rangka pemanfaatan potensi daerah d.05/Kep. Gub Jabar Optimalisasi Peran Jawa Barat dalam kerjasama daerah dan terwujudnya pengembangan kerjasama antar daerh dan terwujudnya pengembangan kerjasama antar daerah khususnya di daerah perbatasan meningkatnya kinerja perangkat kab/kota di kecamatan dalam menyelenggarakan urusan pemerintahan daerah guna memperkuat sinergitas penyelenggaraan Otda di Jawa Barat khususnya dalam peningkatan IPM Biro Desentralisasi APBD - Biro Desentralisasi APBD 4 Fasilitasi Pelaksanaan Otonomi daerah dan kerjasama antar daerah - pemantapan pelaksanaan otonomi terselenggaranya Otonomi Daerah daerah dan - Biro Desentralisasi APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-57 . Advokasi teknis manajemen kerjasama daerah e. Perencanaan Pembangunan 26. Setneg. Fasilitasi kerjasama daerah dengan pihak ketiga c. Terfasilitasi dan terkoordinasinya pengembangan dan pengelolaan infrastruktur sumber daya air dan irigasi e. Evaluasi kerjasama daerah dan revisi Kep. kabupaten/kota.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 1. 940/desen/2002 3 Fasilitasi kerjasama antara daerah dengan kabupaten/kota dengan pihak ketiga berkembnagnya kerjasama antar daerah dengan pihak ketiga dan antar daerah di perbatasan dalam rangka memanfaatkan potensi daerah - - Terjalinnya kerjasama dengan Dalam dan Luar Negeri Depdagri. c. Terfasilitasi dan terkoordinasinya pengembangan dan pengelolaan infrastruktur kebinamargaan d. Terwujudnya kerjasama antar daerah. Penyiapan perangkat aturan dan personil PPNS yang berkualitas untuk mengawal pengendalian pemanfaatan ruang di Jawa Barat - Pengaturan kawasan kota baru Gedebage-Tegalluar Kota Bandung. Pihak ketiga/mitra Fasilitasi Kerjasama antar Daerah dan a. antar provinsi Kerjasama Luar Negeri dan kerjasama luar negeri b./kota se-Jawa Barat c. antar provinsi dan luar negeri b. Gub Jabar No. Bandung Distarkim APBD - Penyiapan perangkat hukum Jawa Barat pengendalian pemanfaatan ruang Distarkim APBD 6. Deplu. Program Kerjasama Pembangunan a. MPU dan APPSI Terjalinnya kerjasama pembangunan dengan swasta/mitra Biro Desentralisasi APBD 2 - Kerjasama provinsi Jabar dan Kab. PROGRAM/KEG SASARAN PROGRAM/KEG TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 3 4 Pengendalian pemanfaatan ruang kawasan a. Terjalinnya kerjasama pembangunan dengan swasta/mitra. Pengelola Kerjasama di SKPD Provinsi dan 26 kab. Kab. 119./Kota Kerjasama provinsi Jabar dengan phak ketiga 1 kali 1 kali Kerjasama yang harus disesuaikan dan Kep. Fasilitasi kerjasama daerah Kabupaten/Kota serta denga pihak ketiga b. Terkendalinya pemanfaatan ruang kabupaten/kota di Jawa Barat Jawa Barat b. Tersusunnya zoning regulation kawasan kotabaru koridor Gedebage-Tegalluar di Metropolitan Bandung c. Terfasilitasi dan terkoordinasinya pengembangan dan pengelolaan infrastruktur perhubungan Kegiatan : 1 Fasilitasi Kerjasama Daerah Provinsi dan a.

e. Terlaksananya sidang kelompok Musrenbang Provinsi Tahun 2009 di Bandung l. Tersusunnya materi Musrenbangnas Tahun 2009 l. Terlaksananya koordinasi antara Provinsi dengan Kementerian/Lembaga q. Tersusunnya materi sosialisasi kebijakan Provinsi pada Musrenbang Kabupaten dan Kota se Jawa Barat Tahun 2009 dan kunjungan lapangan dalam rangka pentajaman usulan tahun 2010 b. Tersusunnya materi Pra Musrenbang Provinsi Tahun 2009 d. Tersusunnya materi Musrenbangpus Tahun 2009 f. Tersosialisasikannya kebijakan Provinsi pada Musrenbang Kabupaten dan Kota se Jawa Barat Tahun 2009 dan kunjungan lapangan dalam rangka pentajaman usulan tahun 2010 c. Terlaksananya Pra Musrenbang Provinsi Tahun 2009 e. Tersusunnya materi Rakor Bapeda Kabupaten dan n. b. Tersusunnya materi Rakor Sekretaris Bapeda Kabupaten dan Kota se Jawa Barat Tahun 2009 r. Terkendalinya program-program pembangunan daerah.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 5 PROGRAM/KEG 3 Kegiatan Fasilitasi kerjasama antar daerah provinsi dan kerjasama luar negeri SASARAN PROGRAM/KEG 4 kerjasama antar daerah provinsi dan kerjasama luar negri TARGET PENCAPAIAN LOKASI PELAKSANA SKPD 7 Biro Desentralisasi SUMBER DANA 8 APBD - - 5 6 Optimalisasi Peran Jawa Barat Provinsi lain dan luar dalam kerjasama daerah negeri 27. Terlaksanya Rakor Sekretaris Bapeda Kabupaten dan Kota se Jawa Barat Tahun 2009 Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-58 . Terikutinya Musrenbangpus Tahun 2009 di Jakarta Kota Bandung . d. Tersusunnya materi Musrenbang Provinsi Tahun 2009 h. Terpadunya rencana dan kegiatan sektoral secara sinergis a. Tersusunnya materi Pasca Musrenbang Provinsi dan Pasca Musrenbang Nasional Tahun 2009 p. Pengendalian Pengawasan Pembangunan Daerah dan a. Terwujudnya sinergitas perencanaan pembangunan daerah.Bapeda APBD Kegiatan : Perencanaan Umum Pembangunan Daerah 1 g. Menurunnya penyimpangan terhadap peraturan dalam administrasi pemerintahan daerah f. Terlaksananya sidang pleno Musrenbang Provinsi Tahun 2009 di Bandung j. Tersusunnya usulan prioritas pembangunan Tahun 2009 i. Terikutinya Musrenbangnas Tahun 2009 di Jakarta m. Meningkatnya peran dan fungsi pengawasan internal Pemerintah daerah. Tersedianya dokumen perencanaan makro dan c. Program Perencanaan. Terlaksananya Rakor Bapeda Kabupaten dan Kota se Jawa Barat Tahun 2009 o.

g. Kebudayaan. kebudayaan.Jabar Tahun 2010 dengan SKPD Provinsi. y.Jabar Tahun 2010 Tersosialisasinya Peraturan Gubernur tentang RKPD Prov.Bapeda APBD 5 Perencanaan Sosial Pembangunan Kesejahteraan - Kota Bandung . z.Bapeda APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-59 . Kab/Kota dan masyarakat Terlaksananya Open House Information penyempurnaan Rancangan Awal RKPD Provinsi Jabar Tahun 2010 dengan pelibatan Publik Tersusunnya Rancangan Akhir RKPD Prov. t. Kota Bandung . pendidikan. Pemuda dan pemuda dan olahraga Tersusunnya dokumen rencana Olahraga tindak pembangunan sumber daya manusia dan budaya Jawa Barat b.Bapeda APBD b.Optimalnya pelaksanaan Kerjasama antara RI – RI – UNICEF UNICEF Penyusunan Rencana Pembangunan Agama. 2 Penyusunan RKPD Provinsi Jawa Barat Tahun a. 4 Sertifikasi ISO 9001-2001 - Kota Bandung .Jabar Tahun 2010 ke SKPD Provinsi.Jabar Tahun 2010 Tersusunnya hasil penyempurnaan Rancangan Awal RKPD Prov. d.Bapeda APBD c. e. SASARAN PROGRAM/KEG 4 Tersusunnya dokumen kebijakan perencanaan dengan stakeholders Tersusunnya laporan perencanaan dan pengelolaan barang Tersusunnya laporan perencanaan dan pengelolaan keuangan Tertatanya arsip Bapeda Tersusunnya materi komunikasi publik Terlaksananya komunikasi publik Tersusunnya data-data dan dokumen perencanan Kab/Kota se Jawa Barat Tersusunnya analisis data-data dan dokumen perencanaan Kab/Kota se Jawa Barat Tersusunnya Rancangan Awal RKPD Prov. h. x.Jawa Barat Tahun 2010 Tersusunnya bahan Pra Musrenbang Tahun 2009 tentang Rancangan Awal RKPD Prov.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG 3 s.Jabar Tahun 2010 Terlaksananya pembahasan Rancangan Awal RKPD Prov. Terlaksananya koordinasi dan fasilitasi pembangunan agama. v. 2010 b. w. a.Bapeda APBD 6 7 Pengembangan Sinergitas Program Kerjasama .Jabar Tahun 2010 Tersusunnya Peraturan Gubernur tentang RKPD Prov. Tersusunnya dokumen rencana induk pembangunan Pendidikan.Bapeda . 3 Pendukung Komite Perencana a. Kabupaten dan Kota dan masyarakat Tersusunnya Rekomendasi Perencanaan yang bersifat terobosan di Jawa Barat berdasarkan hasil komunikasi publik Terlaksananya sosialisasi dan komunikasi publik Komite Perencana Terlaksananya sertifikasi ISO 9001-2001 terhadap pengelolaan perencanaan di Bapeda untuk karyawan dan karyawati Terlaksanannya Fasilitasi dan koordinasi Perencanaan Pembangunan Kesejahteraan Rakyat TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 Kota Bandung . pemuda dan olahraga Kota Bandung Kota Bandung . u. f.

Bapeda Kota Bandung APBD Kota Bandung APBD - 95 Program Pembangunan Kota Bandung Bapeda APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-60 .Bapeda APBD Kota Bandung . Prioritas dan Plafon Anggaran (PPAS) Tahun 2010 e. Meningkatnya sinergitas perencanaan bidang infrastruktur wilayah Perencanaan Makro Infrastruktur Sumber Daya a. penempatan & perlindungan tenaga kerja di Jabar d. Tersusunnya dokumen kebijakan umum APBD. Tersusunnya data neraca air setiap DAS di msingmasing wilayah sungai c.Terkendalinya Pelaksanaan Pembangunan Provinsi Pelaporan Pembangunan Provinsi Jawa Barat Jawa Barat Kota Bandung . Tersusunnya analisis paradoks pembangunan bidang Barat kemiskinan (kerjasama dengan BPS) c. Tersusunnya sinergitas perencanaan dan upaya peningkatan pendanaan untuk pembangunan di Jawa Barat Perencanaan dan Fasilitasi Pembangunan a.Bapeda Bapeda Kota Bandung . koordinasi dan fasilitasi perencanaan pembangunan bidang pemerintahan tahun 2009 Peningkatan Kinerja Pemantauan dan . Tersusunnya Sistem Informasu Geografis (SIG) infrastruktur sumber daya air dan irigasi Jawa Barat Fasilitasi dan Koordinasi Perencanaan sumber .Bapeda SUMBER DANA 8 APBD 9 10 11 12 13 14 15 3 4 Penyusunan Rencana Pembangunan a. Terlaksananya rapat pleno TAPD h. Tersusunnya dokumen rencana belanja daerah tahun 2009 d. Teridentifikasinya Daerah Irigasi (DI) kewenangan Pusat.Meningkatnya sinergitas perencanaan bidang SDA dan LH Daya Alam dan Lingkungan Hidup di Jawa Barat Penyusunan Perencanaan dan Pengelolaan a. Tersusunnya rencana makro sinergitas peningkatan standar kompetensi. Tersusunnya peta infrastruktur sumber daya dan Air dan Irigasi Jawa Barat irigasi b. Tersusunnya model sinergi antar aktor good governance di Jawa Barat c. Teridentifikasinya sumber-sumber pendanaan untuk pembangunan Jawa Barat Perencanaan Pendapatan dan Penerimaan b. Terfasilitasinya dan terkoordinasinya pengem-bangan Pengembangan Infrastruktur Wilayah infrastruktur wilayah b.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 8 PROGRAM/KEG SASARAN PROGRAM/KEG TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 Kota Bandung PELAKSANA SKPD 7 . Provinsi dan Kab/Kota di Jawa Bara d. Tersusunnya kebutuhan dana pembangunan Jawa Daerah Barat c. Terlaksananya rapat korodinasi perencanaan Bidang Pemerintahan di Jawa Barat pembangunan bidang pemerintahan b. Terlaksananya konsultasi. Tersusunnya pedoman penilaian kawasan lindung Jawa Barat Anggaran Daerah Jawa Barat b.Bapeda APBD Kota Bandung . Terlaksananya rapat koordinasi persiapan pelaksanaan APBD TA 2009 Penyusunan Data Base dalam Rangka a. Fasilitasi rencana pengembangan pembiayaan lingkungan alternatif c. Tersususunnya dokumen Rencana Perubahan APBD TA 2009 f. Tersusunnya dokumen rencana APBD TA 2010 g. Terlaksananya koordinasi dan fasilitasi program PKH dan program bantuan UNFPA di Jawa Barat Fasilitasi dan Koordinasi Rencana a. Tersusunnya analisis dinamika migrasi penduduk Jawa Barat Kependudukan dan Ketenagakerjaan di Jawa b.

Biro Dalprog .Tersusunnya Peraturan Gubernur tentang Standar Biaya dan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Kegiatan Provinsi dan Standar Biaya Belanja Daerah Provinsi Jawa Barat Terwujudnya sinergitas perencanaan dan pengembangan sektor industri.Terevaluasi agenda kerja kelembagaan/Tim Pelaksanaan Pembangunan BIJB .Tersusunnya hal-hal strategis yang perlu dilakukan untuk percepatan pembangunan BIJB Monitoring pelaksanaan kegiatan APBD . b.Terkendalinya Belanja Langsung dan Belanja Tidak Langsung Penyusunan Sistem LAKIP . perdagangan dan Pariwisata antara pemerintah pusat.Terwujudnya sinergitas Pembangunan Agribisnis dan Kelautan Jawa Barat Bisnis Kelautan Jawa Barat Pemetaan Infrastruktur Sumber Daya Air (SDA) . program/kegiatan APBD Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 .Tersusunnya Laporan Sistem LAKIP .Biro Dalprog APBD APBD Jawa Barat Jawa Barat . Tersusunnya dokumentasi proyeksi pereko-nomian daerah tahun 2010 c. Tersusunnya rencana tindak penguatan keuangan mikro dalam rangka mendorong pengembangan Barat usaha mikro dan kecil di pedesaan.Biro Dalprog .Biro Dalprog APBD APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-61 .Tersusunnya DPA Tahun Anggaran 2009 yang tepat waktu dan akurat Fasilitasi pembangunan Bandara Internasional .Tersusunnya Dokumen Perencanaan Pendidikan Pendidikan Berbasis Kebutuhan dan Berbasis Kebutuhan dan Keunggulan Lokal Keunggulan Lokal Sinkronisasi Pelaksanaan APBD Tahun .Biro Dalprog . Tersusunnya rencana pengembangan KUMKM di Jawa Barat c.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 16 PROGRAM/KEG 3 Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah Provinsi Jawa Barat Koordinaasi Perencanaan Pembangunan Sektor Industri Perdagangan dan Pariwisata SASARAN PROGRAM/KEG 4 Tersusunnya evaluasi pelaksanaan pembangunan sosial budaya di Jawa Barat TARGET PENCAPAIAN 5 95 Program Pembangunan LOKASI 6 Kota Bandung PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 APBD - rencana - 18 - 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 Rencana Pengembangan Industri dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat Tahun 20102014 Pengembangan KUMKM dan Investasi Jawa a. Terselenggaranya forum komunikasi publik Penyusunan Rencana Tindak Peningkatan . Terkoordinasi dan Terfasilitasinya regional manajemen Pangandaran d. provinsi dan kab/kota Tersusunnya rencana pengembangan industri dan perdagangan Provinsi Jawa Barat tahun 2010-2014 Kota Bandung APBD Kota Bandung APBD Kota Bandung APBD Kota Bandung APBD Kota Bandung Kota Bandung APBD APBD Bandung Bandung Kabupaten Majalengka .Sosialisasi Penyusunan Laporan Sistem LAKIP Penyusunan petunjuk teknis pengelolaan APBD .Terlaksananya pembinaan dan monitoring pelaksanaan kegiatan APBD Tahun 2009 Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 Evaluasi pelaksanaan kegiatan APBD Provinsi .Terlaksananya evaluasi pelaksanaan Jawa Barat tahun 2008.Biro Dalprog .Biro Dalprog APBD APBD APBD Jawa Barat Jawa Barat .Tersusunnya Rencana Tindak Peningkatan Kesejahteraan Petani di Jawa Barat Kesejahteraan Petani di Jawa Barat Koordinasi Pembangunan Agribisnis dan Bisnis .Tersusunnya Pemetaan Infrastruktur Sumber Daya Air dan Jaringan Irigasi Jawa Barat melalui Citra (SDA) dan Jaringan Irigasi Jawa Barat melalui Citra Satelit SPOT Satelit SPOT Penyusunan Dokumen Perencanaan . Terkoordinasi dan Terfasilitasinya pengembangan dunia usaha dan investas dan Investasi Jawa Barat b. Tersusunnya Blue Book Investasi Koordinasi dan Pengembangan Dunia Usaha a.Terwujudnya sinkronisasi/sinergitas melalui fasilitasi Anggaran 2009 dan koordinasi program Verifikasi DPA SKPD Tahun Anggaran 2009 .

Karawang. Bandung.Bawasda 36 37 38 39 7. Majalengka Optimalisasi rusunawa untuk Kota Cirebon. Meningkatnya penyelenggaraan kasiba/lisiba di Kabupaten/Kota c. Bekasi. Bogor. Bandung.SKPD Kab/Kota yang menangani Ketenagakerjaan & Ketransmigrasian Koordinasi Ketenagakerjaan & .Bakorwil Purwakarta Disnakertrans Disnakertrans Disnakertrans APBD APBD APBD APBD 28. dan Bodebek Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-62 . serta desa terpencil dan terisolir Bakorwil Cirebon Bandung . Pembangunan b. Pembangunan a. kebutuhan rumah Kab. Sukabumi.Biro Dalprog APBD APBD - 1 kali musrenbang dan 1 hasil Wilayah Purwakarta laporan musrenbang 26 Kab/Kota Kota Bandung 26 Kab/Kota Seluruh Kegiatan di lingkup Disnakertrans Kota Bandung Kab/Kota . Bogor. Terfasilitasinya penyediaan PSDPU untuk translok dan pengungsi. Perumahan Sinkronisasi program/kegiatan Kab/Kota dengan Provinsi Terlaksanya pembinaan dan monitoring pelaksanaan kegiatan APBD tahun 2009 Terkendalinya belanja langsung dan belanja tidak langsung c.Distarkim Fasilitasi. Sumedang. Ciamis. Terselenggaranya bantuan fisik PSDPU rusunawa di 5 Kabupaten/Kota f. Depok. Terselenggaranya bantuan fisik perbaikan sarana dan prasarana lingkungan sekitar pontren (30 lokasi) - d. Jawa Barat . dan Jawa Barat pembangunan Fasilitasi pembangunan ling. Bogor. Terfasilitasinya pengembangan sarana dan prasarana dasar lingkungan permukiman perkotaan dan perdesaan c. Terkoordinasinya dan tersosialisasikannya aturan dalam perencanaan dan pengelolaan perumahan dan permukiman di Jawa Barat d. Kab.SKPD Kab/Kota yang menangani Ketenagakerjaan & Ketransmigrasian Ketransmigrasian Evaluasi dan Monitoring .Distarkim menanggulangi masalah Bogor. Itjen Departemen lainnya dan Bawasda Musyawarah Perencanaan Pembangunan Wilayah Cirebon Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan a. Terselenggaranya pengelolaan permukiman di Jawa Prasarana dan Sarana Permukiman Jawa Bara Barat b.Kota Depok. Bogor Kota Depok. Terfasilitasinya koordinasi pengembangan perumahan di Jawa Barat b. Program Pengembangan Permukiman Kegiatan : 1. pengelolaan. Bogor APBD APBD APBD e.Bakorwil Cirebon .Biro Dalprog SUMBER DANA 8 APBD - 33 34 35 Pemutahiran Data Tindaklanjut hasil audit Itjen Depdagri. Banjar. Terlaksananya evaluasi pelaksanaan program/ kegiatan APBD Provinsi Jawa Barat tahun 2009 Kegiatan Musrenbang Wilayah Purwakarta Terselengaranya keterpaduan dan keselarasan tahun 2010 program pembangunan di wilayah Purwakarta Perencanaan Tenaga Kerja Daerah .Kegiatan di lingkup SKPD Disnakertrans a. . Bekasi. Terfasilitasinya pembangunan rusunawa di PKN Bandung. Bekasi.Distarkim kungan untuk kabupaten/kota Kab. Terfasilitasinya pembangunan perumahan sederhana di Jawa Barat e. Terfasilitasinya pembinaan dalam pengelolaan rumah susun sewa di 9 kabupaten/kota - . Perencanaan.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 32 PROGRAM/KEG 3 Penyusunan LKPJ Tahun 2008 SASARAN PROGRAM/KEG 4 Tersusunnya Laporan LKPJ Tahun 2008 Tersusunnya Nota Pengantar Tersusunnya IPPD Tersusunnya jawaban atas pemandangan umum DPRD TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 Jawa Barat PELAKSANA SKPD 7 . Pengelolaan. .

Ciamis. Sukabumi. Tersedianya PSDPU di desa-desa sekitar TPA Leuwigajah dan TPA Sarimukti TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI PELAKSANA SKPD 7 . Tersedianya rencana teknis PSDPU di lokasi translok penduduk akibat pembangunan Waduk Jatigede 2 Evaluasi dan Pengendalian Program Bidang Tata Ruang dan Permukiman a. .NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG 3 SASARAN PROGRAM/KEG 4 g. Penyuluhan dan pengawasan lingkungan sehat di kawasan kumuh d. Sumedang. Laporan Tahunan. dan perbankan) dalam pembiayaan dan pembangunan perumahan swadaya - 6 Mengangkat desa-desa dari Kota Cimahi dan Kab.Biro Yansos APBD APBD - - . Bogor. Subang.Distarkim SUMBER DANA 8 APBD - h. Evaluasi Diri SKPD. 5. .Distarkim Sumedang. Indramayu. drainase. Bandung Koordinasi pengembangan Kota Bandung perumahan dan permukiman Kemampuan berpenghasilan memiliki rumah masyarakat Lokasi ditentukan rendah untuk kemudian Distarkim .Distarkim APBD Distarkim APBD PKN Cirebon Distarkim APBD Terbangunnya infrastruktur 200 desa di 16 perdesaan melalui role sharing Kabupaten Sistem informasi ketarkiman Jawa Barat Distarkim APBD 3. Terehabilitasinya permukiman akibat bencana alam Kegiatan : 1. Majalengka Jatigede Kota Bandung . Termonitornya pelaksanaan penyediaan infrastruktur perdesaan di 16 Kabupaten. tersusunnya dokumen kedinasan (LAKIP. Tertatanya lingkungan permukiman di perbatasan Jawa Barat - Rehabilitasi dan pembangunan Permukiman perbatasan yang sehat Jawa Barat . Pelayanan Informasi Publik Dinas Tata Ruang dan Permukiman Provinsi Jawa Barat Distarkim APBD 4. Bandung Barat serta meningkatkan mobilitas penduduk Penyediaan permukiman untuk Kab.Distarkim Cirebon. eks warga genangan Waduk Cirebon. Terlaksananya perbaikan perumahan dan peningkatan kualitas lingkungan permukiman Perbaikan lingkungan permukiman Kab. Kuningan. Kota Bekasi. Majalengka.Distarkim APBD APBD c.Distarkim . Peningkatan kualitas lingkungan permukiman di Jawa Kawasan Permukiman Barat b. Terencananya dan terbangunnya sanitasi berbasis masyarakat kualitas . Penataan dan Peningkatan Kualitas Lingkungan a.Meningkatnya peran pemerintah dan kesadaran masyarakat dalam peningkatan kualitas sanitasi lingkungan di kawasan kumuh perkotaan Peningkatan sanitasi lingkungan Jawa Barat Masyarakat yang sadar menjaga Lokasi ditentukan lingkungannya kemudian APBD APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-63 . Kab. limbah dan persampahan di PKN Cirebon c. 6. keterpencilan dan keterisoliran. LPJ Gubernur) serta evaluasi pelaksanaan kegiatan bidang tata ruang dan permukiman b.Biro Yansos APBD 2. Terkendalinya pelaksanaan program bidang tata ruang dan permukiman. Program Lingkungan Permukiman Sehat a. serta sistem informasi ketarkiman yang terintegrasi dengan internet Terencananya pembangunan packing house kawasan agropolitan Meningkatnya koordinasi dalam perencanaan dan pemecahan permasalahan perumahan dan permukiman di Jawa Barat Terwujudnya kerjasama antar pelaku (masyarakat/kelompok masyarakat. Bekasi. Depok Kab. Kab. swasta. Indramayu. Kota Cirebon . 200 desa sasaran Terinformasikannya program tata ruang dan permukiman secara optimal melalui media cetak. Terevaluasinya program-program CUDP dalam rangka perencanaan pengelolaan air bersih. Meningkatnya kualitas lingkungan sehat permukiman di Jawa Barat c. Penyediaan Sarana dan Prasarana Kawasan Agropolitan Provinsi Jawa Barat Optimalisasi Tim Teknis Pembangunan Perumahan dan Permukiman (TKPP) Jawa Barat Fasilitasi Channeling Perumahan Swadaya di Jawa Barat - Terbangunnya packing house - Kab. Terfasilitasinya pengembangan sarana prasarana sanitasi lingkungan permukiman b.Biro Yansos APBD 29.

Kepemudaan dan Olah 32.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 30. Meningkatnya peran masyarakat pengembangan sanitasi lingkungan dalam dalam TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 Kegiatan : 1.Biro Yansos APBD 31.Distarkim . b.Meningkatnya kapasitas pengelolaan dan kemampuan teknis pembangunan gedung/ rumah negara Terkelolanya negara gedung/rumah Jawa Barat . Tersusunnya sistem informasi aset bangunan gedung milik Pemprov Jawa Barat c. Program Pembinaan dan peningkatan peran Raga serta kepemudaan a. Bantuan teknis pembangunan gedung/rumah negara 8.BPMD APBD 4 5 - - Disdik Disdik APBD APBD 6 - Meningkatnya peran serta pemuda dan organisasi kepemudaan dalam berbagai aspek pemba-ngunan di Jawa Barat - . Terarahnya pengelolaan gedung/rumah negara dari aspek perencanaan.Biro Bangsos APBD Kegiatan : 1 Jambore Pemuda Jawa Barat 2 Pengembangan Kader Pemuda penggerak pembangunan berprestasi - Meningkatnya persatuan dan kesatuan pemuda dalam pengentasan kemiskinan Meningkatnya peran serta pemuda penggerak pembangunan berprestasi dalam pemba-ngunan sosial.Distarkim APBD - Pemberdayaan pontren dan Lokasi ditentukan masjid dalam menjaga kesehatan kemudian lingkungan . politik dan lingkungan hidup serta budaya dan agama khusus bagi pemuda disekitarnya Meningkatnya pengetahuan dan keterampilan serta kemampuan Pemuda pasca penyim-pangan prilaku dalam bidang kewirausahaan Terukurnya prestasi olahraga pelajar di tingkat Nasional Terpelihara dan meningkatnya potensi olahraga pelajar di Jawa Barat - 400 orang Jawa Barat BPMD BPMD APBD APBD 64 orang kader pemuda Jawa 16 Kab/Kota Barat 3 Pelatihan Kewirausahaan bagi Pemuda Pasca Penyimpangan Prilaku (PRPP) Pengiriman Kontingen pada POPNAS Yogyakarta tahun 2009 Pembinaan Prestasi Olahraga Antar Sekolah dan Penyelenggaraan POPWILDA Jawa Barat tahun 2009 Fasilitasi Optimalisasi Kepemudaan di Jawa Barat - - 140 orang kader pemuda Jawa 15 Kab/Kota Barat Pengiriman atlet pada 8 cabang Jawa Barat OR di POPNAS Tahun 2009 Pertandingan 11 cabang OR Jawa Barat antar SD. SMP dan SMA. Meningkatnya peran serta masyarakat pengelolaan lingkungan permukiman b. Meningkatnya tertib pengelolaan dan kemampuan teknis pembangunan gedung/rumah negara b. Program Permukiman PROGRAM/KEG 3 Pemberdayaan SASARAN PROGRAM/KEG 4 Komunitas a. Meningkatnya pembangunan peran serta pemuda dalam Jawa Barat .Biro Bangsos APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-64 .BPMD . Pemberdayaan Masyarakat Berwawasan Lingkungan Perumahan dan Permukiman 2. penyelenggaraan POPWILDA Tahun 2009 pembinaan tokoh pemuda Bandung masyarakat dan pengurus organisasi pemuda . ekonomi. Tersedianya dukungan teknis dan administrasi dalam pengelolaan gedung/rumah negara .Distarkim APBD APBD APBD 2. Teridentifikasikannya aset gedung/rumah negara a. Program Pengelolaan Gedung/Rumah Negara a.Distarkim APBD Kegiatan : 1.Distarkim . pembangunan. Fasilitasi pengelolaan gedung/rumah negara - Sistem informasi aset gedung Jawa Barat milik Pemprov Jabar Supervisi teknis dan administrasi Jawa Barat Pembangunan gedung/rumah Jawa Barat negara oleh tenaga profesional . Fasilitasi Pemberdayaan Masyarakat dalam Peningkatan Kesehatan Lingkungan - Meningkatnya partisipasi pondok pesantren dan masjid dalam merencanakan dan melaksanakan pembangunan bidang permukiman melalui pelatihan CAP (Community Action Plan) model lingkungan bermartabat. dan manajemen aset. Meningkatnya aktivitas dan kreativitas kepemudaan di berbagai bidang pembangunan b. Meningkatnya peran pontren dan mesjid dalam mewujudkan lingkungan perumahan dan permukiman yang bersih dan sehat serta teridentifikasinya kinerja program lingkungan bermartabat - Masyarakat yang sadar untuk 5 kabupaten/kota menjaga lingkungannya .

Koperasi dan Usaha Kecil Menengah 35. pengembangan olahraga dan a.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 7 PROGRAM/KEG 3 Fasilitasi Kreativitas dan Kepemudaan di Jawa Barat SASARAN PROGRAM/KEG 4 Meningkatnya berbagai aktivitas dan kreativitas pemuda. Penyusunan rencana operasional dinas KUKM tahun 2009 c.Disdik . pelajar dan mahasiswa di Jawa Barat TARGET PENCAPAIAN LOKASI PELAKSANA SKPD 7 . Penyusunan profil investasi non fasilitasi di Jawa Barat Mendorong peningkatan minat Kota Bandung investasi ke Jawa Barat - Biro Sarek APBD 10.BPMD . Meningkatnya efektivitas perencanaan KUMKM Keunggulan Kompetitif Koperasi. Koordinasi program pembangunan - Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-65 . Bandung lomba vocal group pemuda/ pelajar se jawa Barat Jawa Barat pemasyarakatan 33. rekreasi dan olah raga masyarakat c. Rakor pelaksanaan program/kegiatan tahun 2009 e.Disdik APBD APBD APBN. Tersedianya sarana dan prasarana olahraga bagi masyarakat . dan pelaksanaan POPDA di 4 wilayah Pertandingan 11 cabang OR Jawa Barat antar SD.Biro Bangsos APBD APBD - Meningkatkannya prestasi oalah raga di tingkat Provinsi. wilayah maupun nasional - .BPMD . Wilayah maupun Nasional di tingkat - 75 orang tenaga penggerak dan 15 Kab/Kota instruktur 26 Kecamatan per kab/kota di 26 Kab/Kota Jawa Barat Pembinaan 176 atlet untuk 11 Jawa Barat cabang OR Pengiriman atlet pada 8 cabang 26 Kab/Kota OR di POPWIL. Penyusunan penguatan kluster di desa pertumbuhan f. SMP dan SMA Pelaksanaan PORPEMDA ke-4 Bandung Tahun 2009 dan PORPEM-PROV Tahun 2009 Fasilitasi kegiatan OR tingkat Bandung provinsi/nasional tahunan yang telah diagendakan Meningkatnya kepastian hukum . Usaha Mikro.Disdik .Biro Bangsos APBD 9 Penanaman Modal 34 Peningkatan Iklim Investasi a Terwujudnya harmonisasi peraturan daerah dan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi - Kegiatan : 1 Kegiatan Pengembangan Penanaman Modal di Jawa Barat - - Penyusunan Draft Peraturan Gubernur tentang pelaksanaan dan petunjuk teknis UU Penanaman Modal di Jawa Barat.Disdik APBD - Terpelihara dan meningkatnya potensi olahraga pelajar di Jawa Barat Terselengaranya PORPEMDA dan PORPEMPROV - .BPMD . Program Pembinaan.Biro Bangsos SUMBER DANA 8 APBD Pembinaan - - 5 6 pembinaan marching band. Penyusunan Master Plan draf Kebijakan Public Pengembangan KUKM d. Penyusunan program pembangunan partisipatif b. Meningkatnya usaha pengembangan olahraga tradisional. Meningkatnya prestasi olahraga dalam event nasional b. Kecil dan Menengah Kegiatan : 1 Peningkatan Kapasitas pemberdayaan KUKM - Tersusunnya data dan informasi bidang KUMKM Tersusunnya dokumen perencanaan pembangunan 150 orang stakeholder 50 orang aparatur Aparatur Dinas KUKM 150 orang stakeholder Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Dinas KUKM APBD Program a. APBD - - .Biro Bangsos APBD Kegiatan : 1 Peningkatan dan Pengembangan Olahraga Rekreasi 2 Fasilitasi bantuan keuangan Pembangunan lapangan olah raga Kecamatan 3 Peningkatan Potensi Atlet Melalui Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP) Jawa Barat 4 Pengiriman Atlet ke Pekan Olahraga Pelajar Wilayah (POPWIL) Indonesia Barat dan Pelaksanaan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Jawa Barat 5 Pembinaan dan Pengembangan Prestasi Olahraga inter dan antar Sekolah 6 Fasilitasi dan Optimalisasi PORPEMDA dan PORPEMPROV 7 Fasilitasi dan Optimalisasi Prestasi Olahraga di Jawa Barat Peningkatan - Meningkatnya Pengetahuan dan keterampilan tenaga penggerak dan instruktur Olah raga rekreasi terlaksananya fasilitasi pembangunan sarana prasarana olah raga di kecamatan Terbina dan meningkatnya prestasi atlet pelajar di Jawa Barat Terukurnya prestasi olahraga pelajar Provinsi. Program Pengembangan Kewirausahaan dan a.

10 edisi penerbitan majalah info KUKM dan edisi Bewara KUKM 25 Buku 500 KUKM Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat n. l. Program Pembinaan dan Pengembangan BUMD dan Lembaga Keuangan Non Perbankan 1 Meningkatnya akses teknologi bagi KUMKM - Jawa Barat Jawa Barat - Pemberian fasilitasi pengembangan produk KUKM melalui pemanfaatan teknologi informasi 1300 KUKM Meningkatnya peran BUMD dalam perekonomian Jawa Barat serta penerimaan pendapatan daerah Meningkatnya PAD dari BUMD sebesar 50% Jawa Barat Dinas KUKM APBD - Mengembangkan produk KUKM melalui Teknologi Tepat Guna bagi KUMKM Mengembangkan profesionalisme BUMD - Kegiatan : 1 Pengembangan dan penerapan pengelolaan BUMD - Optimalisasi peran BUMD Meningkatnya kontribusi peran BUMD terhadap APBD - 11. Direktory KUKM 5 tahun terakhir yang sudah mendapat pendukungan Program Pengembangan Sistem Pendukung Usaha bagi Koperasi. Usaha Mikro. h.Biro Dekonsentrasi APBD/APBN Kegiatan 1. Peningkatan layanan sistem informasi KUKM o.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG 3 g.Biro Dekonsentrasi . 4. 3. 12. m. Kependudukan dan Catatan Sipil 37. SASARAN PROGRAM/KEG 4 Monitoring dan evaluasi pendukungan KUKM tahun 2009 Evaluasi Perkembangan sentra komoditas unggulan Jawa Barat Evaluasi peran KUKM dalam perekonomian regional tahun 2008 Evaluasi dampak pendukungan promosi Evaluasi pelaksanaan program pertumbuhan desa melalui pendekatan kooperatif Identifikasi data Peningkatan informasi pendukungan perkuatan KUKM TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 Bandung PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 - 142 sentra 600 KUKM 200 KUKM 600 KUKM 400 KUKM 20 kali dialog interaktif di media elektronik. j. k.Biro Dekonsentrasi . 26 Kab/Kota 26 Kab/Kota Disnakertrans Disnakertrans APBD APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-66 . Pembinaan Hubungan Industrial 2. 50 Kasus Penetapan Upah Minimum 200 Perusahaan Jawa Barat . i. Latihan Verifikator Adminduk tingkat kecamatan 2. Tenaga Kerja Rakor kependudukan Penyusunan Profil Kependudukan Jawa Barat Mitra Praja Utama Bidang Kependudukan Pengembangan Meningkatnya pengawasan & perlindungan serta meningkatnya peran & fungsi lembaga ketenagakerjaan Pekerja dan pengusaha Meningkatnya pemnbinaan terhadap pekerja dan pengusaha serta terselesaikannya perselisihan hubungan industrial di Jawa Barat 750 orang.Biro Dekonsentrasi . Pemberdayaan LKS Bipartit & Tripartit - HI. Kecil dan Menengah Pendukungan Teknologi Tepat Guna bagi KUKM 36. Program Perlindungan dan Lembaga Ketenagakerjaan Kegiatan 1.Dinas Tenaga Kerja & Transmigrasi APBD/APBN 38.Biro Dekonsentrasi . Program Penataan Administrasi Kependudukan - Terselenggaranya tertib administrasi kepen-dudukan di Jawa Barat - 26 Kab/Kota di Jawa Barat Jawa Barat menerapkan SIAK online dan offline .

APBD Provinsi. Meningkatnya keanekaragaman konsumsi. Meningkatnya pengetahuan dan keterampilan Kader P2WKSS dan meningkatnya keterpaduan pelaksanaan P2WKSS di 26 kab/kota serta terpilihnya pelaksana terbaik P2WKSS 200 orang 10 kab/kota . meningkatnya kemampuan dan keterampilan kader Posyandu serta terpilihnya Posyandu dan kader posyandu tingkat provinsi. Program Peningkatan Ketahanan Pangan a. kualitas dan menurunnya ketergantungan pangan pokok beras. 40 orang. Bimbingan usaha ekonomis produktif bagi wanita rawan sosial ekonomI 2. Program Peningkatan Peran Serta Kesetaraan Jender dalam Pembangunan dan a. Menurunnya tingkat kehilangan hasil pasca panen. ketersediaan dan konsumsi sepanjang tahun sampai tingkat rumah tangga. Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) - 4. Perlindungan Terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja 6 Fasilitasi Dewan Pengupahan 7 8 Koordinasi Bidang Ketenagakerjaan Pemantauan Upah Minimum SASARAN PROGRAM/KEG 4 Menngkatnya pembinaan dan pengawasan norma ketenagakerjaan di Jawa Barat Pekerja Anak dan Pekerja Perempuan Pekerja dan pengusaha Terlaksananya Penetapan UMP 2009 Meningkatbnya kesejahteraan dan terlindunginya tenaga kerja di Jawa Barat Terpantaunya pelaksanaan upah minimum dan teridentifikasinya masalah pengupahan di Kab/Kota se Jawa Barat Meningkatnya motivasi tenaga kerja di perusahaan dan terciptanya hubungan industrial yang kondusif serta hak dasar pekerja perempuan TARGET PENCAPAIAN 5 10. Meningkatnya keterpaduan dalam fasilitasi Posyandu di 26 kab/kota.000 Perusahaan 26 Kab/Kota 1. Peningkatan kualitas perempuan sebagai penggerak masyarakat Peranan Wanita menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS) - Meningkatnya pemberdayaan perempuan kepala keluarga dalam peningkatan perekonomian PEKKA dan terlatihnya pendamping lapangan PEKKA pada lokasi pengembangan PEKKA. 50 BAP LOKASI 6 26 Kab/Kota PELAKSANA SKPD 7 Disnakertrans Disnakertrans Disnakertrans Disnakertrans Biro Bangsos Biro Bangsos SUMBER DANA 8 APBD APBD APBD APBD APBD APBD - - 700 orang Pekerja Anak dan 700 14 Kab/Kota orang Pekerja Perempuan 10. Peningkatan POSYANDU Pemberdayaan kelembagaan - - Terbantu Wanita Rawan Sosial ekonomi melalui Usaha ekonomis Produktif dan meningkatnya keterampilan.Dinas Perikanan . 26 kali 26 Kab/Kota pertemuan 26 Tim Koordinasi Fungsional Kota Bandung Kab/Kota Dewan Pengupahan Kab/Kota Se 26 Kab/Kota Jawa Barat Terpilihnya 3 orang pekerja 26 Kab/Kota teladan dan 3 perusahaan terbaik 9 Pembinaan Ketenagakerjaan di Jawa Barat - - Biro Bangsos APBD 13. Meningkatnya pengendalian keamanan pangan.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG 3 3.000 perusahaan.Biro Bangsos . Pembinaan dan Pengawasan Norma Ketenagakerjaan 4.Biro Bina Produksi 14. Kegiatan Mengembangkan cadangan pangan non beras siap konsumsi 2.Dinsos - 750 orang 26 kabupaten . Terkoordinasinya keselarasan program pemberdayaan perempuan. APBD Kab/Kota Kegiatan : 1.BPMD 26 kab/kota 750 orang 26 Kab/Kota .137 orang. - 240 orang 6 Kab/Kota .BPMD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-67 . c. Ketahanan Pangan 39.Dinas Pertanian . 5. - Terwujudnya pengendalian Jawa Barat keamanan pangan di Jawa Barat APBD Prov Kegiatan : 1. Kegiatan Fasilitasi kebijakan ketahanan pangan - Terlaksananya pengembangkan cadangan pangan non beras siap konsumsi Terfasilitasinya kebijakan ketahanan pangan Jawa Barat Jawa Barat . Mendorong pengarusutamaan gender pada setiap aspek kehidupan.BPMD 3. b. b. Mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas organisasi/lembaga perempuan dalam pembangunan. APBN. Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 40. Perlindungan Hak Pekerja Anak dan Perempuan 5.

Fasilitasi penanganan trafficking di kabupaten/kota di Jawa Barat 6. Keluarga Berencana 42.Dinsos . Koordinasi dan Optimalisasi Pemberdayaan Perempuan dalam Partisipasi Pembangunan Meningkatnya pemahaman dan perlindungan terhadap hak-hak perempuan. - 5. Pelayanan dan perlindungan Sosial Perempuan korban trafficking 4.Balitbangda - Terfasilitasinya Penanganan Trafficking a.BPMD .41% Kegiatan: 16. Program perlindungan perempuan - 26 Kab/Kota APBN. Program Pembangunan Prasarana dan Fasilitas a. Menurunnya Age Specific Fertirity Rate kelompok umur 15-19 tahun.Dinsos .BPMD Kegiatan : 1. Ciamis Pacu/Runway. Perhubungan 43.Meningkatnya fasilitas sarana dan prasarana Bandar penerbangan Bandar Udara Nusawiru Udara Nusawiru - Terpenuhinya fasilitas Landasan Kab. Meningkatnya rata-rata usia kawin pertama wanita di Jawa Barat.970 orang c.864. Pencegahan Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) 3.62% dari Pasangan Usia Subur (PUS) 8.62% - 18.BPMD SUMBER DANA 8 - 7.BPMD 26 Kab/Kota . Tersedianya Perencanaan Teknis Pembangunan Prasarana dan Fasilitas Perhubungan Kegiatan : 1. Pencegahan perdagangan perempuan dan anak 2. Meningkatnya Fungsi Lembaga Pos dan Telekomunikasi e.Dinas Perhubungan APBD Provinsi Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-68 . Peningkatan sarana dan prasarana operasi . d. Cirebon dan Sukabumi 26 Kab/Kota Jawa Barat . Terlaksananya perlayanan dan perlindungan sosial perempuan korban trafficking - 260 orang 5 kab/kota - 260 orang 225 orang korban 80 orang 26 Kab/Kota 8 kab/kota Kab. Program Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera - - Meningkatnya pemahaman masyarakat dalam peningkatan perlindungan terhadap hak-hak perempuan dan anak Meningkatnya pemahaman perempuan dan anak tentang KDRT. dan Apron . Terbinanya peserta KB aktif sebanyak 5.075. APBD Kab/Kota . Marking.Biro Bangsos . - 8. - 850 orang 26 Kab/Kota . Peningkatan penanganan korban tindak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) 5.000 orang b.383 orang atau 72.383 orang atau 72. Meningkatnya Ketersediaan Kualitas Sarana dan Prasarana Perhubungan c. PROGRAM/KEG 3 Peningkatan pengarusutamaan gender melalui Raker Forum Komunikasi (FORKOM) gender se Jawa Barat Pembinaan Kaukus perempuan Politik Indonesia (KPPI) Fasilitasi.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 6. koordinasi dan optimalisasi pemberdayaan perempuan dalam partisipasi pembangunan kualitas kehidupan SASARAN PROGRAM/KEG 4 Meningkatnya koordinasi peran FORKOM Gender TARGET PENCAPAIAN 5 100 orang LOKASI 6 26 Kab/Kota PELAKSANA SKPD 7 .Biro Bangsos Peningkatan 41.864.65 60.423. APBD Provinsi. Terlaksananya persiapan pembangunan Bandara Perhubungan Internasional Kertajat b. - Meningkatnya koordinasi dan kinerja KPPI serta meningkatnya keterlibatan perempuan dalam penggunaan hak-kah politik Terlaksananya fasilitasi. Tercapainya peserta KB baru sebanyak 1. Penelitian Pola Pelayanan Kesehatan Terhadap Anak dan Perempuan dalam Rumah Tangga di Jawa Barat 15. Tersusunnya Standar Pelayanan Minimal Perhubungan Darat d.

Tertatanya jaringan lalu lintas angkutan barang dan penumpang d.Dinas Perhubungan SUMBER DANA 8 APBD Provinsi Jawa Barat .Dinas Perhubungan APBD Provinsi b. Traffic Light. dan PJU b.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG 3 2. Pengembangan Fasilitas Lalu Lintas Jalan di Jawa Barat - SASARAN PROGRAM/KEG 4 Terwujudnya kebutuhan pengadaan peralatan SAR pada pelabuhan laut dan ASDP di Jawa Barat Terlaksananya kegiatan monitoring dan penertiban pengguna frekuensi usaha dan pelaku usaha jasa titipan di Jawa Barat Meningkatnya ketersediaan prasarana dan fasilitas lalu lintas angkutan jalan (LLAJ) TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 Kota Bandung PELAKSANA SKPD 7 . PJU. Tersedianya peralatan untuk uji mutu produk karoseri - . Meningkatnya kinerja pengujian kendaraan bermotor - Terpenuhinya Rambu Lalu Lintas.daan Peralatan SAR Pelabuhan Laut dan ASDP 3.Dinas Perhubungan APBD Provinsi APBD Provinsi 46. Program Pengendalian dan Pengamanan Lalu Lintas a. Tersedianya Fasilitas Perlengkapan Jalan guna membantu kelancaran arus lalu lintas pada kegiataan penyelenggaraan LLAJ Lebaran.Dinas Perhubungan APBD Provinsi APBD Provinsi - 4 kelaikan a.Dinas Perhubungan APBD Provinsi 45. Tertibnya penyelenggaraan lalu lintas angkutan umum dan angkutan barang di Jawa Barat Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-69 . Pagar Pengaman Jalan.Dinas Perhubungan APBD Provinsi - . Peningkatan Sarana dan Prasarana Penga. dan Tahun Baru a. Marka Jalan. RPPJ (Rambu Petunjuk Pendahulu Jurusan). Meningkatnya keselamatan pelayaran c. natal dan tahun baru b. Natal. Tersedianya Fasilitas Perlengkapan Lalu Lintas Jalan di Jawa Barat melalui pengadaan Rambu Lalu Lintas. Tertibnya penyelenggaraan LLAJ lebaran. Meningkatnya pelayanan perijinan dan pengawasan angkutan umum c. RPPJ TersedianyaTraffic Cone Jawa Barat .Dinas Perhubungan APBD Provinsi .Dinas Perhubungan . Terlaksananya pemeriksaan dan penyuluhan terhadap perusahaan karoseri di Jawa Barat b.Dinas Perhubungan .Jawa Barat raan bermotor yang diproduksi oleh perusahaan karoseri di Jawa Barat .Dinas Perhubungan APBD Provinsi - a. Meningkatnya kesadaran berlalu lintas dan kinerja awak kendaraan umum b. Warning Light. Meningkatnya kinerja kegiatan uji mutu terhadap produksi karoseri e. Program Peningkatan Pelayanan Angkutan Kegiatan : 1. Peningkatan Pelayanan Unit Organisasi dan Pelayanan Frekuensi Radio dan Pos di Jawa Barat 44. Warning Light Solar. Meningkatnya kesadaran berlalu lintas/TIBLANTAS Angkutan Umum Teladan WTN dan Awak Kendaraan Umum Teladan (AKUT) Terwujudnya pelaksanaan diklat Jawa Barat awak angkutan umum dan pemilihan AKUT se Jawa Barat Terwujudnya pelayanan jasa 10 Kab/Kota angkutan laut yang aman dan lancar Jawa Barat Terlaksananya Pengawasan dan Jawa Barat Pengendalian Operasio-nal Perhubungan di Jawa Barat Meningkatnya kualitas produk Jawa Barat karoseri kendaraan bermotor Terpenuhinya kelayakan kenda. Traffic Light. Peningkatan Kesadaran Lalu Lintas Awak a. Pagar Pengaman Jalan. Terselenggaranya kegiatan pelabuhan laut dan ASDP di Jawa Barat 2 3 Pengkoordinasian Perijinan Trayek Angkutan Darat di Jawa Barat Pengendalian dan Pengawasan Operasional Sarana dan Prasarana Perhubungan Pembinaan dan Pengawasan kendaraan bermotor di Jawa Barat Meningkatnya kualitas peta struktur jaringan trayek angkutan umum di Jawa Barat Terkendalinya operasional sarana dan prasarana perhubungan - . Jawa Barat Pagar Pengaman Jalan. Program Rehabilitasi dan Pemeliharaan Prasarana dan Fasilitas Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Kegiatan : 1.

Penyelenggaraan Angkutan Lebaran.Dinas Perhubungan APBD Provinsi .Dipenda APBD APBD Basipda Biro Umum APBD 5. Terwujudnya integrasi Jaringan sistem informasi daerah guna mendukung Jabar Cyber Province Tahun 2012. Tersedianya Materi Pendukung Website sebagai Bahan Informas c. Penyediaan Dokumentasi dan Penyebaran Informasi Penyelenggaraan Pemerintahan dan Pelaksanaan Pembangunan Pengiriman Bahan Berita dan Dokumentasi melalui Internet Fasilitasi Pelayanan Data/Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah - 12 bulan Kota Bandung Biro Umum APBD - 12 bulan Kota Bandung Biro Umum Bapeda APBD APBD Pembuatan konten berita website Kota Bandung Bapeda Maintenance Website Bapeda Pengadaan barang jaringan LAN Bapeda Pengembangan data dan informasi berbasis WEB Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-70 .Dinas Perhubungan SUMBER DANA 8 APBD Provinsi 2 Sosialisasi keselamatan pelayaran dan pengukuran kapal pedalaman - Tersosialisasikannya keselamatan pelayaran pengukuran kapal pedalaman di Jawa Barat dan - 3 Pengembangan Teknologi Jaringan Trayek Angkutan Umum - Tertibnya penyelenggaraan lalu lintas angkutan umum di Jawa Barat - 4. Terwujudnya pelayanan data dan informasi yang didukung Teknologi Informasi (TI). Pengembangan Sistem Informasi Manajemen a. Tersedianya Naskah Sumber Kearsipan di Jabar 4.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG 3 Kegiatan : 1. Pengembangan Sistem Informasi manajemen Sistem Informasi manajemen Rumah Sakit 25 User RS Jiwa Bandung 2. Penyusunan Software Sistem Informasi Meningkatnya pengelolaan persediaan barang dan Manajemen Barang dan Aset Dinas aset dinas 3. 7. a. Natal. Program Pengembangan Komunikasi. c. d. Komunikasi dan Informatika 47. Penataan Jaringan Lintas Angkutan Barang - Tertibnya penyelenggaraanlLalu barang di Jawa Barat lintas angkutan - Terfasilitasi dan terkoordinasi-nya Jawa Barat penyelenggaraan LLAJ Lebaran. Tersedianya Website BASIPDA yang Memenuhi Kearsipan Standar Informasi b. dan Tahun Baru - TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 . Tersedianya Penyimpanan Data Arsip yang Akurat d. Terpeliharanya Jaringan LAN Terpenuhinya kebutuhan pelayanan sandi dan telekomunikasi bagi aparatur di lingkungan Setda Provinsi Jawa Barat Meningkatnya peran media dalam penyebaran inforamasi secara objektif dan bertanggungjawab Pelayanan Informasi kepada masyarakat 25 pengguna 90% 1 Tahun 12 Bulan 6 Bulan 12 Bulan 6 Bulan/500 Eksemplar 12 Bulan 12 bulan Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung . Natal. Penyediaan dan Penyelenggaraan Administrasi Santel f. Meningkatnya peran media massa dalam penyebaran Informasi informasi secara obyektif dan bertanggungjawab. 6.Dinas Perhubungan APBD Provinsi .RSJ Bandung .Dinas Perhubungan APBD Provinsi 17. Natal dan Tahun Baru (Reguler) SASARAN PROGRAM/KEG 4 Terselenggaranya LLAJ Lebaran. Kegiatan : 1. Tersedianya Data Arsip yang Up to date e. dan Tahun Baru di Jawa Barat Terlaksananya penyuluhan Jawa Barat keselamatan pelayaran ter-hadap 390 operator kapal pedalaman di Jawa Barat Tersusunnya pemetaan struk-tur Jawa Barat jaringan trayek melalui digitalisasi hasil kegiatan evaluasi jaringan trayek Tertatanya Jaringan Lalu Lintas Jawa Barat angkutan barang di Jawa Barat . Informasi. Meningkatnya pelayanan informasi kepada Media Massa dan Pemanfaatan Teknologi b.

serta sewa jaringan e. Terlaksananya rapat koordinasi kepegawaian h. CPNSD dan tenaga Honorer d. Terwujudnya Sistem Arsip Digital Sumber Informasi Kepegawaian melalui Sistem Informasi b. Pengembangan dan pengelolaan website. Peningkatan Kualitas dan kecapatan perhitungan perolehan suara dan penyimpanan informasi pada Pemilihan Presiden dan Legislatif tahun 2009 b. Karis. Terfasilitasinya pembuatan Karpeg.Kantor Perwakilan APBD Jawa Barat 1 paket 1300 leaflet 14979 orang Kota Bandung . Peningkatan monitoring dan pengawasan unjuk rasa d Pemeerintah Prov. Pembangunan Desiminasi Warning-System Aplikasi Early a. Jabar b. Jawa Barat 12. Meningkatnya pemanfaatan teknologi - Tangerang . Tertatanya sistem informasi kehadiran i. Karsu dan Taspen PNSD a. Terwujudnya peningkatan kualitas dan kecepatan informasi bencana alam yang terjadi - Bapesitelda APBD - 13./Kota 1 kali 500 orang 46 SKPD Terkoneksinya Kab. Desk Pemilihan Presiden tahun 2009 a. Terlaksananya Rapat Kerja Pengelola f.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG 3 SASARAN PROGRAM/KEG 4 - TARGET PENCAPAIAN 5 Penyusunan warta Bapeda Penataan perpustakaan Visualisasi Data melalui Ruang Pameran Bapeda Provinsi Jawa Barat Pengedaan buku Belanja alat tulis kantor LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 8. Tersebarnya informasi kepegawaian Kepegawaian c. Pembangunan Surveilance berbasis web di a./Kota dan Bakorwil melalui e-meeting dengan Provinsi Jawa Barat Terciptanya pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam pelayanan investasi One Stop Service (OSS) Termanfaatkannya jaringan SIMDA Beroperasinya perangkat video surveilance di gedung pemerintah Terciptanya sistem monitoring pada jaringan SIMDA Terciptanya Desiminasi aplikasi tentang peringatan bencana alam Terciptanya pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam memberikan informasi kejadian bencana alam Terciptanya Basis Data Perolehan suara yang dapat memberikan informasi secara cepat dan akurat Terciptanya pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam pelaksanaan Pilpres dan Caleg tahun 2009 10. Meningkatnya upaya penerapan e-government - 11. Terwujudnya peningkatan kualitas dan kecepatan perhitungan perolehan suara dan penyimpanan informasi pada Pemilihan Presiden dan legislatif tahun 2009 - Bapesitelda APBD - Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-71 .Biro Kepegawaian APBD 9. Terbangunnya sistem video surveilance - Bapesitelda APBD c. Meningkatnya sarana dan prasana aparatur gedung Pemprov. - 1 paket 46 SKPD 26 Kab. entry serta updating Data PNS. Peningkatan Kualitas dan Kuantitas Materi Informasi Pembangunan kepada Masyarakat Kegiatan Penataan dan Pengelolaan Data a. Peningkatan kecepatan informasi peringatan/ bahaya bencana alam yang terjadi b./Kota g. Terlaksannya penataan personal record. Terlaksananya Fasilitasi Simpeg Kab. Pengembangan Komunikasi Audio Visual Bapesitelda APBD b.

Pembangunan Aplikasi Arsip Digital SASARAN PROGRAM/KEG 4 Peningkatan kecepatan informasi pendokmentasian arsip TARGET PENCAPAIAN 5 Realisasi fungsi IT dalam Pemerintahan melalui terciptanya Aplikasi Arsip Digital Realisasi fungsi IT dalam Pemerintahan melalui pembangunan Terbangunnya 1 aplikasi dan sistem informasi Tersedianya perangkat pendukung pengoperasian aplikasi 2 unit notebook Harus diuji cobakan dan entry data selama 5 bulan di SKPD terkait serta sosialisasi aplikasi selama 2 hari Realisasi fungsi IT dalam pemerintahan melalui terciptanya aplikasi database keanggotaan pengguna internet publik LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 APBD - pencarian dan - Bapesitelda 15. Penataan 48 Program Pengendalian Administrasi Pertanahan - Terciptanya suatu pusat layanan data berbasis TIK yang dapat digunakan oleh seluruh SKPD di lingkungna Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tersedianya suatu layanan akses internet bergerak menggunakan kendaraan roda empat sebagai sarana sosialisasi Layanan Publik berbasis internet kepada masyarakat Terselenggaranya sosialisasi program-program Pemerintah Pusat melalui pendayagunaan Teknologi Informasi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan budaya Daerah Terwujudnya daerah inkubator e-Gov dibeberapa kecamatan terpilih se-Jawa Barat sebagai kecematan berbasis TIK pendukung untuk mewujudkan Jabar Cyber Province 2012 Terselenggaranya pendampingan pendayagunaan aplikasi e-Gov di lingkungan SKPD Pemerintah Provinsi Jawa Barat Bapesitelda APBD Bapesitelda APBD Bapesitelda APBD Bapesitelda APBD Bapesitelda APBD Bakorwil Bogor APBD Terdapatnya Buku Saku widyaswara Terbitnya Media Diklat Bandiklatda Bandiklatda APBD APBD dan a. Tertatanya administrasi pertanahan. Jabar - Bapesitelda APBD 17. Pertanahan Pengadaan. Fasilitasi Penyelesaian Sengketa Tanah di Wilayah Perbatasan Kabupaten/Kota dan Provinsi Lainnya. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-72 . Penyelenggaraan Pendampingan Pendayagunaan e-Gov di lingkungan SKPD Pemerintah Provinsi Jawa Barat 22. Uji coba Sosialisasi Aplikasi - Bapesitelda APBD - - 16. Pembangunan Aplikasi dan System Informasi a. Tersedianya pengadaan tanah untuk kepentingan umum. Penerbitan Buletin Diklat Aparatur 18. Penyelenggaraan Sosialisasi Program-Program Pemerintah Pusat dan Daerah - 20. Akselerasi Daerah Inkubator e-Gov (APBD Bantuan) - 21. b. Penyusunan Buku Saku Widyaswara 24. Pengadaan Layanan Internet Publik bergerak menggunakan kendaraan roda empat - 19. Pemanfaatan TI dalam pelaksanaan pembangunan Ketahanan Pangan b. Akan adanya pembangunan Aplikasi System informasi ketahanan pangan c.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG 3 14. Penyimapanan Pusat Data berbasis Pemerintah Provinsi Jawa Barat TIK - 18. Jawa Barat - Tersedianya database keanggotaan pengguna internet publik Pemprov. c. Terwujudnya penanganan masalah pertanahan Terfasilitasinya penyelesaian sengketa wilayah perbatasan kab/kota dan provinsi tanah di Bakorwil Purwakarta APBD Kegiatan : 1. Pengembangan Aplikasi Pendukung Database Keanggotaan Pengguna Internet Publik Pemprov. Pengelolaan dan Pengembangan Jaringan Teknologi Informasi dan Komunikasi Pemerintah 23. Adanya kesediaan Perangkat pendukung pengoperasian aplikasi d.

Peningkatan Wawasan Kebangsaan 13.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 2. Terwujudnya kerjasama antara daerah kab/kota dan provinsi Terselengaranya pemilihan Wilayah Purwakarta umum langsung. pencegahan konflik antar kelompok menjelang pemilu 15. bebas. Pemutahiran data Ormas dan LSM di Provinsi. 9. Sosialisasi dan Monitoring Pemantauan Pemilu se Wilayah Bogor Kegiatan Pengkajian Kesadaran Politik dan Partisipasi Pemilih di Jawa Barat Bakorwil Bogor Balitbangda APBD APBD - Masyarakat yang berhak pilih - Re-Orientasi Pembangunan Etika. Kesatuan Bangda dan 49 Politik Dalam Negeri Program Pendidikan Politik Masyarakat Kegiatan : 1. Peneliti asing. Peningkatan partisipasi politik bagi Ormas dan LSM dalam rangka pendidikan politik di Jawa Barat. Moral dan Budaya Politik bagi Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat serta Organisasi Kewanitaan 5. Kelurahan Pengguna Ormas. Menurunnya konflik antar kelompok. Orientasi pembauran bangsa bagi komponen masyarakat. Sistem dan mekanisme penggunaan dan pertanggungjawaban bantuan keuangan kepada Partai Politik. Meningkatnya apresiasi terhadap pemilu. 11. Kab Bandung. Kegiatan Koordinasi dan Fasilitasi Pelaksanaan Pemilu dan Pilpres tahun 2009 di Wilayah Cirebon 4. Forum ketahanan bangsa dalam pencegahan konflik (subkeg. b. LSM dan Budayawan Ormas dan Unsur Masyarakat dari berbagai profesi TKA. Kegiatan Fasilitasi dan Pemantauan Persiapan Pemilu tahun 2009 a. 10. Kab Majalengka) SASARAN PROGRAM/KEG 4 Penyelesaian pengaduan sengketa tanah garapan TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 Biro dekonsentrasi SUMBER DANA 8 APBD - masyarakat mengenai - Pengayoman kaepada masyarakat dalam rangka memfasilitasi penyelesaian tanah garapan 3. Sosialisasi mekanisme pelaksanaan Pemilu kepada masyarakat 8. Tokoh Masyarakat dan Organisasi Kemahasiswaan Ormas dan LSM Bakesbanglinmasda APBD - 325 orang Kota Bandung Bakesbanglinmasda APBD - Ormas dan LSM Tokoh Agama Partai Politik 26 kab/kota 420 orang 30 orang Jawa Barat Jawa Barat Kota Bandung Bakesbanglinmasda Bakesbanglinmasda Bakesbanglinmasda APBD APBD APBD - Masyarakat 180 orang Jawa Barat Bakesbanglinmasda APBD - Generasi Muda 180 orang Jawa Barat Bakesbanglinmasda APBD - Pengurus Parpol 120 orang Jawa Barat Bakesbanglinmasda APBD - Pengguna Anggota/Organisasi LKMD. Rohaniawan dan Pers asing Terciptanya situasi dan kondisi yang aman dan kondusif baik sebelum pelaksanaan dan pasca pemilu dan pilpres tahun 2009 di wilayah cirebon 208 orang 232 orang 156 orang Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Bakesbanglinmasda Bakesbanglinmasda Bakesbanglinmasda APBD APBD APBD - 168 orang 26 kab/kota Kota Bandung Kota Bandung Wilayah Cirebon Bakesbanglinmasda Bakesbanglinmasda Bakorwil Cirebon APBD APBD APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-73 . Tokoh Masyarakat. PROGRAM/KEG 3 Fasilitasi penyelesaian sengketa tanah di wilayah perbatasan kabupaten / kota dan provinsi lain Pengadaan Tanah untuk kepentingan umum (kab. Kab/Kota se Jawa Barat 7. umum. dan rahasia di kab/kota di wilayah Purwasukasi Wilayah Bogor Terlaksananya Pemetaan Situasi Kota Bandung dan Kondisi tingkat kesadaran dan partisipasi politik masyarakat Jawa Barat 280 orang Kota Bandung Bakorwil Purwakarta APBD 2. Garut. 14. 3. Pembinaan ketahanan nasional untuk Organisasi Masyarakat dan Profesi 16. - Tokoh Agama. Karang Taruna. Sosialisasi Undang-undang Bidang Politik bagi Generasi Muda se Jawa Barat. Peningkatan pemahaman Undang-undang bidang politik bagi Kader Partai Politik di Jawa Barat 12. Tokoh Masyarakat. 17. Identifikasi dan koordinasi penanganan permasalahan aktual di Daerah. Fasilitasi. 6. Biro Perlengkapan APBD 19. Pemantapan Undang-undang Bidang Pemilu bagi Pemilih Pemula dalam mensukseskan Pemilu 2009 di Jawa Barat.

Masyarakat 6.Tersedianya tenaga instruktur untuk penanggulangan Bencana bagi Jaringan Linmas Kab/Kota dan bencana SKPD di Jawa Barat 9. Penanggulangan bencana bagi Aparat Tramtib .Masyarakat pengamanan dalam bencana 7. Koordinasi Fasilitasi Penyelenggaraan Ketentraman dan Ketertiban umum di Kab/Kota se Wilayah Purwakarta 2.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG 3 18.Aparat Trantib Kab/Kota - 5 kali sosialisasi di 5 kabupaten. Penyelenggaraan Pemeliharaan Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) di Jawa Barat terwujudnya kerjasama antar daerah kab/kota dan provinsi Terwujudnya ketentraman dan ketertiban umum - - terevaluasinya pelaksanaan Wilayah Purwakarta kebijakan pemerintah provinsi dlm pelaksanaan pembangunan Dapat mewujudkan ketentraman Jawa Barat dan ketertiban umum yang aman dan terkendali Bakorwil Purwakarta APBD Dinas Pol PP APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-74 . Peningkatan Informasi dan Sosialisasi Daerah a. Pelatihan kepada relawan bencana . Fasilitasi dan Koordinasi Peningkatan . sesar Cimandiri dan sesar Baribis skala 1 : 25. Kegiatan rapat Koordinasi dan Pemantauan Persiapan Pemilu tahun 2009 SASARAN PROGRAM/KEG 4 Terwujudnya kerjasama antara daerah kab/kota dan provinsi TARGET PENCAPAIAN LOKASI PELAKSANA SKPD 7 Bakorwil Purwakarta SUMBER DANA 8 APBD - 19. Menurunnya angka kriminalitas. Fasilitasi Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Tahun 2009 21. Koordinasi dan Fasilitasi Penanggulangan . Kegiatan : 1. dan rahasia di kab/kota di wilayah Purwasukasi 104 orang Kota Bandung 8 orang Kota Bandung Kota Bandung Biro dekonsentrasi Biro dekonsentrasi Biro dekonsentrasi APBD APBD APBD Program Penanggulangan Bencana Alam dan a. Ketentraman. Kegiatan : 1. Terlaksananya pemantauan kejadian bencana geologi di seluruh Jawa Barat c. c.Anggota Satuan Linmas 5. Ketertiban a. umum. Terinformasikannya dan tersosialisasikannya daerah Rawan Bencana rawan bencana kepada pengelola bencana di tingkat Kabupaten b. bebas.2014 5 6 Terselengaranya pemilihan Wilayah Purwakarta umum langsung.2014 Terfasilitasinya dan terlantiknya Presiden dan Wakil Presiden periode 2009 . Pelatihan kepada Masyarakat cara . Meningkatnya kemampuan personil dalam Perlindungan Masyarakat pencegahan dini dan penanggulangan bencana b. Simulasi Penanggulangan Bencana . Fasilitasi Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI 50 - tersosialisasinya UU Pemilu Terfasilitasinya dan terlantiknya Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah tahun 2009 . Meningkatnya kesiapsiagaan dan ketahanan masyarakat terhadap bencana dan dampaknya. Sosialisasi UU Pemilihan Umum 20. Menurunnya gangguan terhadap ketertiban umum.000 2.Meningkatnya sistem manajemen penanggulangan Bencana di Jawa Barat bencana 3. Kaji Terap Pengembangan Pengoperasian Instrumentasi Peramalan Banjir dan Sistem Peringatan Dini 8. Jawa Barat 200 peserta 30 pemantauan kejadian bencana alam geologi 1 dokumen Distamben APBD - Jawa Barat Jawa Barat Biro Bangsos Biro Bangsos APBD APBD - 200 orang 60 orang 60 orang Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Jawa Barat - Bakesbanglinmasda Bakesbanglinmasda Bakesbanglinmasda Balitbangda APBD APBD APBD APBD Jawa Barat - Kesbanglinmas APBD - 60 orang Kota Bandung Bakesbanglinmasda APBD 51 Program Pemeliharaan. Meningkatnya kapasitas dan kinerja institusi penanggulangan bencana alam. dan Pencegahan Tindak Kriminal b.Meningkatnya pengetahuan dan keterampilan petugas kemampuan Masyarakat melalui Pelatihan dalam Penanggulangan Bencana Terpadu Pemuda dalam Penanggulangan Bencana 4. TOT Pencarian dan Penyelamatan Akibat . Terlaksananya inventarisasi daerah kerentanan bencana kegempaan di wilayah sesar Lembang.

8. Terwujudnya peningkatan kinerja DPRD yang . Pemerintahan Umum. 9. Kab. Gladi Tramtib Satuan Linmas dalam rangka Pemilu Tahun 2009 11. Fasilitasi Ketentraman dan ketertiban umum di Jawa b. Lingker. 5. b. Otonomi Daerah.Sekretariat DPRD APBD APBD APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-75 .Jawa Barat aset vital milik pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat yang dikuasai oleh masyarakat Jawa Barat 4. Pemberdayaan Satuan Linmas dalam menunjang terwujudnya ketentraman dan ketertiban secara Swakarsa di Jawa Barat 12. PROGRAM/KEG 3 Pengamanan dan penertiban asset vital milik pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat SASARAN PROGRAM/KEG 4 Terwujudnya penertiban asset vital milik pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat TARGET PENCAPAIAN LOKASI PELAKSANA SKPD 7 Dinas Pol PP SUMBER DANA 8 APBD - - 5 6 Dapat terselamatkannya aset. Kepegawaian dan Persandian 52 Program Peningkatan Kapasitas Perwakilan Rakyat Daerah Lembaga a.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 3. Lingdik dan Organisasi di Jawa Barat - Meningkatkan pemahaman pemeliharaan Trantibum Generasi Muda Organisasi Kepemudaan Anggota Masyarakat masyarakat terhadap - Sinergitas penanganan dan daerah Perbatasan pemeliharaan trantibum dan antar provinsi dan ketertiban umum serta kab/kota di Jawa Barat penegakkan Perda dan Peraturan Perda dan Peraturan Pelaksanaan Terpeliharanya Trantibum serta Jawa Barat penegakkan Perda 60 orang 60 orang 120 orang Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Dinas Pol PP APBD - - Bakesbanglinmasda Bakesbanglinmasda Bakesbanglinmasda APBD APBD APBD 10.Sekretariat DPRD APBD 3 4 5 Kegiatan Kunjungan Kerja Pimpinan dan Anggota DPRD Dalam dan Luar Negeri Kegiatan Peningkatan Kapasitas Pimpinan dan Anggota DPRD Kegiatan Biaya Fasilitasi dalam Rangka Kelancaran Kegiatan Pimpinan DPRD - Jawa Barat .Sekretariat DPRD . SKPD di lingkungan Pemprov Jawa Barat 13. Administrasi Keuangan Daerah Perangkat Daerah. 28 104 orang Jawa Barat Bakorwil Purwakarta APBD Biro Desentralisasi APBD - Biro dekonsentrasi APBD 20.Sekretariat DPRD APBD Kegiatan : 1 Kegiatan Hearing/Dialog dan koordinasi dengan pejabat pemerintah daerah dan tokoh masyarakat/tokoh agama 2 Kegiatan Reses Terselenggaranya dialog antara anggota DPRD dengan pejabat pemeirntah dan tokoh masarakat Tersampaikannya aspirasi masyarakat konstituennya kepada anggota DPRD melalui kegiatan reses Terselenggaranya kunjungan kerja Pimpinan dan Anggota DPRD Meningkatnya kapasitas pimpinan dan anggota DPRD melalui berbagai pelatihan Lancarnya kegiatan pimpinan DPRD 3 kali reses ./Kota se-Jawa Barat 14. 1 tahun 2007 Gubernur Jawa Barat Nomor 1 tahun 2007 tentang pembinaan satuan Linmas tentang pembinaan satuan Linmas - terevaluasinya pelaksanaan Wilayah Purwakarta kebijakan pemerintah provinsi dalam pelaksanaan pembangunan 40 SKPD dan instansi terkait Jawa Barat (POLDA + Dam III/Siliwangi). Peningkatan Partisipasi Masyarakat dalam memelihara Ketentraman dan Ketertiban Umum di Jawa Barat Penyuluhan kepada generasi muda tentang kriminilitas dan Tramtibmas Pelatihan kepada organisasi kepemudaan mengenai Kamtibmas Pemantapan Bela Negara pada Lingkim. Koordinasi Fasilitasi Penyelenggaraan Ketentraman dan Ketertiban umum di Kab/Kota se Wilayah Purwakarta Anggota Masyarakat Anggota Masyarakat - 200 orang 180 orang Kota Bandung Kota Bandung Bakesbanglinmasda Bakesbanglinmasda APBD APBD terwujudnya kerjasama antar daerah kab/kota dan provinsi - penyelenggaraan Pemeliharaan a.Sekretariat DPRD . Penyusunan Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Tersusunnya Juklak Pergub Jabar no. Terpenuhinya legalisasi perda yang aspiratif. Jajaran Polda Jabar dan Dam III/ Siliwangi c. Peningkatan kerjasama operasional Trantibum Instansi Terkait Pemeliharaan Trantibum Daerah Perbatasan - Terpeliharanya Trantibum Terciptanya Pemeliharaan Trantibum di daerah perbatasan antar provinsi dan antar kabupaten / kota serta anggota MPU - Dinas Pol PP Dinas Pol PP APBD APBD 6. 7.

Sekretariat DPRD SUMBER DANA 8 APBD 7 8 9 10 5 buah draft perda .Sekretariat DPRD . DPRD Provinsi. DPRD Kab/Kota dan DPR RI 100 stel .Terlaksananya Koordinasi Pengelolaan Keuangan Daerah SKPD Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Daerah SKPD Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten/Kota Pemerintah Kabupaten/Kota Kota Bandung Biro Keuangan APBD Kota Bandung Biro Keuangan APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-76 .Sekretariat DPRD .Sekretariat DPRD - 100 orang 12 kali 1 kali 5 buah raperda 5 buah raperda 100 orang 100 orang .Sekretariat DPRD .Sekretariat DPRD .NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 6 PROGRAM/KEG 3 Kegiatan Badan Kerjasama Pimpinan dan Anggota DPRD se-Indonesia/Forkomkon Setwan se-Indonesia Kegiatan Penyusunan Pra Prakarsa/Inisiatif DPRD (5 buah) Kegiatan Parlementaria Raperda - SASARAN PROGRAM/KEG 4 Terselenggaranya pertemuan Badan Kerjasama Pimpinan dan anggota DPRD se Indonesia/Forkomkom setwan se Indonesia Tersusunnya Pra Raperda Inisiatif Dewan Tersampaikannya kegiatan DPRD melalui media elektronik Terfasilitasinya masalah-masalah hukum Tersedianya pakaian dinas beserta kelengkapannya bagi anggota DPRD periode 2009-2014 Terjaganya kesehatan anggota DPRD - TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 .Sekretariat DPRD .Sekretariat DPRD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD Tersampaikannya kegiatan DPRD melalui media cetak Terselenggaranya raker/musda Forkomkon se Jawa Barat tersusunnya raperda/inisiatif DPRD Terselenggaranya penelaahan raperda inisiatif DPRD - Terselenggaranya pengambilan sumpah/janji anggota DPRD hasil pemilu 2009 tersedianya tunjangan perumahan bagi anggota DPRD 2009-2014 Tersedianya tempat menginap yang representatif bagi anggota DPRD yang akan dilantik terselenggaranya pemberian jasa pengabdian bagi anggota DPRD periode 2003-2009 Tersedianya tenaga ahli Terselenggaranya Pergantian dan Pengesahan anggota dan Pimpinan DPRD Provinsi Jawa Barat Periode 2009-2014 Terselenggaranya Pergantian dan Pengesahan anggota dan Pimpinan DPRD Provinsi Jawa Barat Periode 2009-2014 Terfasilitasi Penggantian antar waktu anggota DPRD dan kab/kota - 18 19 - 100 orang 100 orang .Biro dekonsentrasi APBD - 53 Program Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan a. Tersedianya dokumen pelaksanaan pengelolaan keuangan dan kekayaan daerah Kegiatan : 1 Asistensi dan Konsultasi Evaluasi APBD .Sekretariat DPRD APBD APBD APBD APBD 11 12 13 14 15 16 17 Kegiatan Fasilitasi dan Konsultasi Masalahmasalah Hukum dan Administrasi Kegiatan Pengadaan Pakaian Dinas Berserta Kelengkapannya bagi Anggota DPRD Periode 2009-2014 Kegiatan Penyediaan Jasa Kesehatan bagi Anggota DPRD Kegiatan Penyusunan Informasi Kegiatan DPRD (Bewara/Jurnal) Agenda dan Kalender Kegiatan Raker/Musda Forkomkon se-Jawa Barat Kegiatan Penyusunan Raperda/Inisiatif DPRD ( 5 buah Raperda) Kegiatan Penelaahan Raperda Inisiatif DPRD Kegiatan Pengambilan Sumpah/Janji Anggota DPRD Hasil Pemilu 2009 Tunjangan Perumahan Anggota DPRD Hasil Pemilu 2009 (Sebelum Rumah Dinas Siap Huni) Sewa Hotel saat Pelantikan Anggota DPRD hasil Pemilu 2009 Kegiatan Pemberian Jasa Pengabdian bagi Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Periode 2009-2014 Kegiatan Penyediaan Tenaga Ahli dan Kajian Akademik Fasilitasi Penggantian Antar Waktu Pimpinan dan Anggota DPRD Provinsi kab/kota Fasilitasi Pemilihan Anggota DPD.Biro dekonsentrasi APBD APBD 26 - .Sekretariat DPRD .Sekretariat DPRD .Terlaksananya Asistensi dan konsultasi evaluasi APBD Provinsi Jawa Barat dan Pertanggungjawaban Provinsi Jawa Barat dan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Pelaksanaan APBD 2 Rapat Koordinasi Pengelolaan Keuangan .Sekretariat DPRD . Meningkatnya tertib administrasi keuangan daerah Daerah b. Terwujudnya penataan aset daerah c.Sekretariat DPRD APBD APBD 20 22 - .Sekretariat DPRD .Sekretariat DPRD .

Semester dan Tahunan Penyelenggaraan Rekonsiliasi Anggatan Belanja dan Pembiayaan Pemerintah Provinsi Jawa Barat Penyusunan dan Pembuatan Laporan Kinerja Keuangan Berbasis Aktua Fasilitasi Penatausahaan dan Pertanggungjawaban Dana Dekonsentrasi/Tugas Pembantuan Provinsi Jawa Barat Pelaksanaan Penatausahaan dan rekonsiliasi TP-TGR Keuangan dan Barang Daerah di Provinsi Jawa Barat Fasilitasi Penyelesaian Tindak kanjut Laporan Hasil Pemeriksaan Aparatur Fungsional Rekonsiliasi Data Realisasi Pendapatan untuk Perhitungan Pajak Provinsi dan Kabupaten/Kota Penyusunan Laporan Pelaksanaan APBD Truwulanan dan Semesteran Berdasarkan SPJ dan SP2D Penyusunan Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD dan Rancangan Peraturan Gubernur tentang Penjabaran Pertanggungjawaban APBD Tahun Anggaran 2007 Evaluasi Raperda dan Raper KDH Tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kab. Belanja Subsidi./Kecamatan/Desa.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 3 PROGRAM/KEG 3 Evaluasi Rancangan Perda tentang APBD Kabupaten/Kota dan Evaluasi Rancangan Peraturan Gubernur tentang Penjabaran APBD Kabupaten/Kota Penyusunan dan Penertiban SPD Tahun Anggaran 2009 SASARAN PROGRAM/KEG 4 Terlaksananya Evaluasi Rancangan Perda tentang APBD Kabupaten/Kota dan Evaluasi Rancangan Peraturan Gubernur tentang Penjabaran APBD Kabupaten/Kota Terlaksananya Fasilitasi dan Penyusunan Laporan Bagi Hasil. semester dan tahunan - Kota Bandung Kota Bandung Biro Keuangan Biro Keuangan APBD APBD Kota Bandung Terlaksananya Fasilitasi Penatausahaan dan Pertanggungjawaban Dana Dekonsentrasi/Tugas Pembantuan Provinsi Jawa Barat Terlaksananya Penyelesaian dan Pelaporan Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi Keuangan dan Barang Daerah Terlaksananya Penyelesaian Tindak Lanjut Laporan Hasil Pemeriksaan Tersusunnya Data Realisasi PAD untuk perhitungan Bagi Hasil Pajak Kab/Kota Tersusunnya Laporan Pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Triwulanan dan Semesteran Tersusunnya Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat Kota Bandung Biro Keuangan Biro Keuangan APBD APBD - Kota Bandung Biro Keuangan APBD - Kota Bandung Biro Keuangan APBD 15 - Kota Bandung Biro Keuangan APBD 16 - Kota Bandung Biro Keuangan APBD 17 - Kota Bandung Biro Keuangan APBD 18 - Terlaksananya Evaluasi Raperda dan Raper KDH Tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kab/Kota se Jawa Barat Kota Bandung Biro Keuangan APBD 19 Kota Bandung Biro Keuangan Sekretariat APBD Daerah Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-77 ./Kota Pengelolaan Arsip SP2D - Kota Bandung Biro Keuangan APBD - Terlaksananya Fasilitasi Penatausahaan langsung dan tidak langsung Terlaksananya Penerbitan SP2D Belanja Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Biro Keuangan Biro Keuangan Biro Keuangan APBD APBD APBD Tersusunnya dokumen Perencanaan/Perubahan Anggaran FIxed Cost Belanja Pegawai dan Penyusunan Keputusan Gubernur Jawa Barat tentang Pengelolaan APBD/ APBN (Dana Dekonsentrasi) Tersusunnya Laporan Penerbitan SP2D bulanan. Bantuan Keuangan kepada Kabupaten/Kota. Hibah dan Bantuan Sosia Tercapainya target realisasi SP2D pada akhir tahun anggaran TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 Kota Bandung PELAKSANA SKPD 7 Biro Keuangan SUMBER DANA 8 APBD - 4 - Kota Bandung Biro Keuangan APBD 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Kegiatan Fasilitasi dan Penyusunan Laporan Bagi Hasil. triwulan. Triwulan. Bantuan Keuangan kepada Kabupaten/Kota/kecamatan/Desa. Belanja Subsidi. Hibah dan Bantuan Sosial Penyelesaian Penertiban SP2D Akhir Tahun Anggaran Fasilitasi Penatausahaan Belanja Langsung dan Tidak Langsung Penyusunan Perencanaan/Perubahan Anggaran Fixed Cost Belanja Pegawai dan Penyusunan Keputusan Gubernur Jawa Barat tentang Pengelolaan APBD/APBN (Dana Dekonsentrasi) Penyusunan Laporan Penertiban SP2D Bulanan.

/Kota 1 kali 2 kali Kota Bandung Biro Desentralisasi APBD Kota Bandung Kota Bandung Biro Desentralisasi Biro Desentralisasi APBD APBD - 2 kali Kota Bandung Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-78 . Terselenggaranya Kegiatan Tugas Pembantuan di SKPD Provinsi dan kab/kota se Jawa Barat 1 kali Kota Bandung Biro Perlengkapan Biro Perlengkapan Biro dekonsentrasi APBD APBD APBD - Terkoordinasinya Program kegiatan Pelaksanaan tugas Pembantuan di SKPD Provinsi dan kab/kota se Jawa Barat yang bersumber dari APBN 33 Fasilitasi dan koordinasi intensifikasi Bagi Hasil Sumber Daya Alam dan Iuran Forum Komunikasi Daerah Penghasil Migas (FKDPM) - Koordinasi dengan Pemerintah Pusat dan Daerah Penghasil Migas di Jawa Barat - Biro Desentralisasi APBD 34 Fasilitas Intensifikasi Penerimaan Dana Bagi a. Rekonsiliasi/penerimaan DBH BPHTB bagian Provinsi Jawa Barat setiap triwulan c.Koordinasi dengan Pemerintah Pusat dan unsur 2009 Pemerintah Provinsi 36 Fasilitasi Tim Koordinasi ekstensifikasi Wajib a. 2007 Kegiatan Penatausahaan Keuangan Internal Kantor Kas Daerah Provinsi Jawa Barat Kegiatan Fasilitasi dan Sinkronisasi Keuangan Konfirmai dan Konsultasi dengan Instansi terkait dilingkungan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat dan Instansi Pusat Pengamanan Aset Barang Tidak Bergerak Pengkajian Pemanfaatan Aset Tanah Milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat Penanganan Status Hukum Aset Bermasalah SASARAN PROGRAM/KEG 4 Terpenuhinya pelayanan administrasi keuangan di lingkungan kantor Setda Provinsi Jawa Barat TARGET PENCAPAIAN 5 12 bulan LOKASI 6 Kota Bandung PELAKSANA SKPD 7 Biro Umum SUMBER DANA 8 APBD - 21 Kota Bandung Kantor Kas Daerah APBD 22 23 Kota Bandung Kota Bandung Kantor Kas Daerah Kantor Kas Daerah APBD APBD 24 25 26 Kota Bandung Kota Bandung Terwujudnya sinergitas pengelolaan keuangan dan kekayaan daerah Terwujudnya sinergitas pengelolaan keuangan dan kekayaan daerah kejelasan status hukum aset milik Kota Bandung pemerintah provinsi Jawa Barat Tersusun Draft Raperda tentang Kota Bandung retribusi pemakaian barang milik daerah Kota Bandung Jawa Barat Biro Perlengkapan Biro Perlengkapan Biro Perlengkapan APBD APBD APBD 27 Penyusunan Perumusan Kebijakan tentang Retribusi Pemakaian Barang Milik Daerah Penjualan / Penghapusan Tanah dan Kendaraan Penelusuran / Pemberkasan Dokumen Kepemilikan Aset Pemerintah Provinsi Jawa Barat Pensertifikatan Tanah Milik / Dikuasai Pemerintah Provinsi Jawa Barat Inventarisasi Belanja Barang Milik Daerah Penunjang Pelaksanaan Tugas Pembantuan APBN di Jawa Barat - - Biro Perlengkapan APBD 28 29 Biro Perlengkapan Biro Perlengkapan APBD APBD 30 31 32 Jawa Barat Jawa Barat Tersusunnya laporan pertang. Rapat Koordinasi penetapan sementara dan definitif Pajak dan Intensifikasi PPh Perseorangan PPh perseorangan bagian provinsi dan kab./Kota di Jawa Barat b.Kota Bandung gungjawaban Pelaksanaan tugas Pembantuan di Jawa Barat yang bersumber dari APBN./Kota 35 Fasilitasi Penyusunan Data Dasar DAU tahun ./kota di Jawa Barat tahun 2009 b. Rapat kerja tim intensifikasi BPHTB Provinsi dan Hasil BPHTB Kab.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 20 PROGRAM/KEG 3 Penyusunan Neraca Keuangan Daerah TA. Fasilitasi kegiatan tim intensifikasi BPHTB di 13 Kab. Akselerasi/Ekstendifikasi wajib pajak dan intensifikasi PPh OP DN dan PPh Pasal 21 - 1 kali 4 kali 13 Kab.

Air Tanah dan Energ tanah 2. Kesadaran Hukum dan HAM penyelenggaraan pemerintahan b. pendampingan perkara Pidana - Kota Bandung . pendampingan perkara pidana Jawa Barat Kota Bandung . 6 gugatan TUN.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG 3 SASARAN PROGRAM/KEG TARGET PENCAPAIAN 5 8 kali 1 kali 26 Kab. Kegiatan : 1.Biro Hukum APBD 6.Biro Hukum APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-79 ./Kota SKPD Penghasil di lingkungan Pemerintah provinsi Jawa Barat 26 Kab. Penyusunan buku petunjuk tata cara perhitungan PPh OP DN dari PPh pasal 21 37 Fasilitasi Pengembangan Sumber PAD ./Kota LOKASI 6 Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 4 c.Pembidangan . Penyusunan Produk Hukum Bidang . gugatan perdata. 6.Biro Hukum APBD APBD 5. Peningkatan Kemampuan Aparatur Dalam .Meningkatnya kemampuan dinas / Instansi penghasil lingkungan pemerintah Provinsi Jawa Barat di lingkungan pemerintah provinsi Jawa Barat 39 Fasilitasi Pembinaan Pengelolaan sumber PAD Kab. 10 tata usaha negara dan 10 persoalan HAM a.Biro Hukum APBD APBD 90 Perda Kab/Kota . Penyelesaian Sengketa Hukum dan HAM secara Litigasi - Menginventarisir dan menganalisis pengaduanpengaduan sengketa hukum perdata.Distamben ./kota se-Jawa Bara d.Lembaran Daerah .Tercapainya pengembangan sumber PAD kab/kota seKab/Kota di Jawa Barat Jawa Barat 38 Evaluasi Pengelolaan sumber PAD di . Tersedianya produk hukum daerah untuk mendukung 54 Program undangan. Pengembangan./Kota - Biro Desentralisasi Biro Desentralisasi APBD APBD Tercapainya aparatur pemerintah kabupaten/kota di Jawa Barat melalui peningkatan pengetahuan dan wawasan aparatur di 26 kabupaten/kota se Jawa Barat Tercapainya aparatur pemerintah kabupaten/kota di Jawa Barat melalui peningkatan pengetahuan dan wawasan aparatur di 26 kab/kota se Jawa Barat Tertibnya pelayanan administrasi keuangan di lingkungan kantor Setda Provinsi Jawa Barat - Kota Bandung Biro Desentralisasi APBD 40 Perumusan Jenis sumber PAD di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat 41 Pengelolaan Administrasi Keuangan Setda 42 Penyusunan Standar harga Tertinggi / Standar Barang 43 Analisa Kebutuhan barang 44 Komparasi / Implementasi Pembinaan Pengelolaan Barang Milik daerah 45 Penyusunan Standar Pemeliharaan Barang 46 Pendataan Spasial Aset Melalui GPS - SKPD penghasil Provinsi Jawa Barat 12 bulan Kota Bandung Biro Desentralisasi APBD - - Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Biro Umum Biro Perlengkapan Biro Perlengkapan Biro Perlengkapan Biro Perlengkapan Biro Perlengkapan APBD APBD APBD APBD APBD APBD Penataan Peraturan Perundang.Terbitan Berkala 10 Pengaduan sengketa hukum perdata.Berita Daerah . Terwujudnya sinergitas penanganan perkara dengan lembaga lainnya. Pembinaan dan Pengawasan Produk Hukum kab/kota 4. b.a. Penanganan Perkara Secara Litigasi - - Kota Bandung . Pengelolaan Informasi dan Dokumentasi Hukum Terevaluasinya perda kabupaten/Kota Terhimpunnya serta terinformasikannya Peraturan Pusat dan Daerah - 1 draft 200 orang Kota Bandung Jawa Barat . tata usaha negara dan persoalan HAM Tertanganinya gugatan perdata dan tata usaha negara. Monitoring dan evaluasi penerimaan PPh OP DN dan PPh Pasal 21 ke kab. Terwujudnya sinergitas produk hukum provinsi dengan kabupaten/kota dan pemerintah pusat c.Tersusunnya draft produk hukum mengenai pajak air Pertambangan.Biro Hukum . c.Terlatihnya aparatur Kabupaten/Kota dan Provinsi Perencanaan dan Pembentukan Produk Hukum 3.

Penyusunan Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah 10.Kota se Wilayah Purwakarta Koordinasi. 12 buah LOKASI 6 Kota Bandung PELAKSANA SKPD 7 . Terwujudnya administrasi pemerintah daerah yang efektif dan efisien. c. persoalan HAM serta koordinasi . Fasilitasi Percepatan PenuntasanWajar Dikdas 9 Tahun Kab/Kota se Wilayah Purwakarta Koordinasi. Penyusunan Legal Opinion Kriminalisasi Perbuatan Administrasi Negara - 20 buah Tersusunnya Legal Opinion Kota Bandung Kota Bandung .Kota se Wilayah Purwakarta Pemantauan Program Penanggulangan Kemiskinan dari Pusat dan provinsi Koordinasi. - TARGET PENCAPAIAN 5 a. prosedur dan kriteria pemerintahan daerah terwujudnya kerjasama antar daerah kab/kota se wilayah purwakarta terevaluasinya pelaksanaan Wilayah Purwakarta kebijakan pemerintah provinsi dalam pelaksanaan pembangunan terevaluasinya pelaksanaan Wilayah Purwakarta kebijakan pemerintah provinsi dalam pelaksanaan pembangunan terevaluasinya pelaksanaan Wilayah Purwakarta kebijakan pemerintah provinsi dalam pelaksanaan pembangunan Wilayah Purwakarta Wilayah Purwakarta Bakorwil Purwakarta APBD Kegiatan : 1 Kegiatan Pemerintah Purwakarta 2 Fasilitasi Penyelenggaraan Daerah kab/kota se wilayah Kegiatan Fasilitasi Antar muspida kab/kota se wilayah Purwakarta - terwujudnya kerjasama antar daerah kab/kota se wilayah purwakarta - Bakorwil Purwakarta APBD 3 Kegiatan Fasilitasi batas wilayah kabupaten / kota se wilayah purwakarta antar - Terwujudnya kerjasama antara daerah kab/kota dan provinsi - Bakorwil Purwakarta APBD 4 5 6 7 8 9 Koordinasi.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG 3 7. Peningkatan Sinergitas Penanganan Perkara SASARAN PROGRAM/KEG 4 Meningkatkan wawasan dan pengetahuan para Kuasa Hukum Pemda dalam penangana perkara. perekonomian dan kesejahteraan sosial se Wilayah Priangan Fasilitasi dan Koordinasi pelaksanaan programprogram khusus pemerintah provinsi jawa barat di kabupaten/kota se wilayah priangan Bakorwil Purwakarta Bakorwil Purwakarta APBD APBD Wilayah Purwakarta Bakorwil Purwakarta APBD Wilayah Purwakarta Wilayah Purwakarta Bakorwil Purwakarta Bakorwil Purwakarta APBD APBD Wilayah Priangan Bakorwil Priangan APBD 10 Wilayah Priangan Bakorwil Priangan APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-80 . Fasilitasi Penanganan dan Monitoring Bencana Alam di Kab/Kota se Wilayah Purwakarta Pemetaan wilayah meliputi aspek pemerintahan. b 13 orang kuasa hukum provinsi.Biro Hukum APBD APBD 55 Program Pemantapan Otonomi Sistem Administrasi Daerah Daerah dan a. c.Biro Hukum . standar. Meningkatnya kemampuan daerah dalam menyelenggarakan otonomi daerah b. sinkronisasi dan integrasi penanganan perkara antara kuasa Hukum Prov Jabar dengan Kuasa Hukum Kab/Kota Terevaluasinya Perjanjian Kerjasama dan Peraturan Gubernur dalam rangka perencanaan dan pembentukan hukum Tersusunnya Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah Tersusunnya Legal Opinion menyangkut perkara administrasi negara yang di proses secara yuridis formal oleh aparat penegak hukum sebagai bahan pembelaan aparatur dalam proses Litigasi. Fasilitasi Persiapan Lomba Usaha Kesahatan Sekolah (UKS) Kab. Tersedianya norma. Fasilitasi Persiapan Porseni Ponten Kab. 6 orang kuasa hukum Kab/Kota.Biro Hukum SUMBER DANA 8 APBD - 8. 1 Legal Opinion Hukum Perdata. Evaluasi Produk Hukum Daerah - Kota Bandung .Biro Hukum APBD 9.

Pemantapan Budaya Kerja dan Remunisasi serta Penilaian Kinerja Pemerintah Daerah Fasilitasi Monitoring dan Evaluasi Penyelenggaraan Pelyanan Terpadu Satu Pintu (PPTSP) Provinsi dan Kabupaten/Kota di Jawa Barat Penyusunan Indikator Kunci Keberhasilan Pemerintah Daerah dan Indikator Kinerja Pemerintah Daerah SASARAN PROGRAM/KEG 4 TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 Wilayah Priangan Wilayah Priangan PELAKSANA SKPD 7 Bakorwil Priangan Bakorwil Priangan SUMBER DANA 8 APBD APBD Terpenuhinya pelayanan Pimpinan - 12 bulan Kota Bandung Biro Umum APBD 16 17 18 19 Wilayah Bogor Wilayah Bogor Wilayah Bogor Wilayah Bogor Bakowil Bogor Bakowil Bogor Bakowil Bogor Bakowil Bogor APBD APBD APBD APBD 20 Wilayah Bogor Bakowil Bogor APBD 21 Wilayah Bogor Bakowil Bogor APBD 22 Wilayah Bogor Bakowil Bogor APBD 23 Wilayah Bogor Bakowil Bogor APBD 24 25 26 Wilayah Bogor Kota Bandung Kota Bandung Bakowil Bogor Biro Organisasi Biro Organisasi APBD APBD APBD 27 Kota Bandung Biro Organisasi APBD 28 Kota Bandung Biro Organisasi APBD 29 Kota Bandung Biro Organisasi APBD 30 Kota Bandung Biro Organisasi APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-81 . Fasilitasi dan Pengendalian Pembangunan aspek perekonomian Koordinasi dan Fasilitasi Percapaian Wajar Dikdas 9 tahun se Wilayah Bogor Fasilitasi dan Koordinasi Penanggulangan Penyalahgunaan Narkoba di Wilayah Perbatasan Koordinasi dan Fasilitasi Penyelenggaraan FKUB se Wilayah Bogor Koordinasi dan Fasilitasi Pemantauan Penanggulangan Kemiskinan se Wilayah Bogor Fasilitasi dan Koordinasi Upaya Penanggulangan Trafficking dan Ketenagakerjaan di Perbatasan Fasilitasi pekan olahraga dan seni (POPESDA) antar pontren Tingkat Jabar tahun 2009 Peningkatan Kinerja Kecamatan se Wilayah Bogor Asistensi Kelembagaan Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten/Kota Fasilitasi Pengembangan Kapasitas Perangkat Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota. Fasilitasi Pembangunan Bidang Perekonomian Fasilitasi dan Koordinasi Penyelenggaraan Pemerintahan di Jawa Barat Koordinasi. fasilitasi pembangunan bidang kesejahteraan sosial Koordinasi.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 11 12 14 15 PROGRAM/KEG 3 Koordinasi. Fasilitasi Pembangunan Bidang Pemerintahan Koordinasi. Pengkajian terhadap Balai/UPT Dinas Provinsi Jawa Barat Dalam Rangka Persiapan Penerapan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PPK-BLU). Fasilitasi dan Pengendalian Pembangunan aspek pemerintahan Koordinasi.

Jabar Penyusunan Syarat Jabatan Struktural Eselon IIIA dan Eselon IVA Penataan dan Pengembangan Jabatan Fungsional Angka Kredit di Lingkungan Pemprov. peningkatan laju roda perekonomian dan kelestarian lingkungan perencanaan pelaksanaan dan evaluasi program / kegiatan untuk peningkatan daya beli Terlaksananya kerjasama antar daerah dalam memfasilitasi pembinaan atlit santri pra Pospeda Pontren tahun 2009 Terselenggaranya pelaksanaan bantuan gubernur kapada kab/kota tersusunnya data dan kode wilayah administrasi pemerintahan provinsi Jawa Barat Meningkatnya kemampuan Wilayah Cirebon daerah dalam menyelenggarakan otonomi daerah Meningkatnya kemampuan Wilayah Cirebon daerah dalam menyelenggarakan otonomi daerah Meningkatnya kemampuan Wilayah Cirebon daerah dalam menyelenggarakan otonomi daerah Wilayah Cirebon Biro Organisasi Bakorwil Cirebon APBD APBD 42 - - Bakorwil Cirebon APBD 43 - - Bakorwil Cirebon APBD 44 Bakorwil Cirebon APBD 45 46 Wilayah Cirebon tersusunnya wilayah data dan kode Kota Bandung Bakorwil Cirebon Biro dekonsentrasi APBD APBD 47 Terfasilitasinya dan Terkoordinasinya Penyelenggaraan pemerintahan pada Biro Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. Tersusunnya LAKIP. Tersusunnya DPA 2009 dan Rencana kegiatan tahun 2010 Tercapainya sinergitas Kota Bandung penyelenggaraan pemerintah Biro dekonsentrasi APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-82 . Pelayanan Perijinan Terpadu (PPT) dan Pakaian Dinas Khusus SKPD Pemerintah Provinsi Analisis Beban Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah Prov.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 31 PROGRAM/KEG 3 Pembinaan Tatalaksana Pengaduan Masyarakat dan Penerapan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) Penyelenggaraan Pelayanan Satu Pintu (PPTSP) Unit Kerja Pelayanan (BPPMD) Penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) SKPD Provinsi dan Fasilitasi SOP Kabupaten/Kota. Jabar Implementasi Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi Fasilitasi dan Penyusunan Informasi Keorganisasian Kegiatan Koordinasi Optimalisasi Kinerja Regional Manajemen Marketing Kegiatan Koordinasi dan Fasilitasi Pengembangan Infrastuktur Kawasan Andalan Aspek Ekonomi Regional dan Lingkungan Kegiatan Koordinasi dan Fasilitasi Sinkronisasi Kegiatan Peningkatan Daya Beli Kegiatan Koordinasi dan Fasilitasi Kerjasama antar daerah dalam upaya peningkatan prestasi seniman dan atlit santri di wilayah cirebon Kegiatan Monitoring Bantuan Gubernur Se Wilayah Cirebon Kegiatan penyusunan data wilayah dan kode wilayah administrasi pemerintahan provinsi Jawa Barat Fasilitasi dan Koordinasi Penyelenggaraan Pemerintahan Dalam Rangka Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan SASARAN PROGRAM/KEG 4 TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 Kota Bandung PELAKSANA SKPD 7 Biro Organisasi SUMBER DANA 8 APBD 32 Kota Bandung Biro Organisasi APBD 33 Kota Bandung Biro Organisasi APBD 34 35 36 Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Biro Organisasi Biro Organisasi Biro Organisasi APBD APBD APBD 37 Kota Bandung Biro Organisasi APBD 38 39 Kota Bandung Kota Bandung Biro Organisasi Biro Organisasi APBD APBD 40 41 Kota Bandung Pemasaran produk-produk unggulan regional untuk peningkatan nilai jual (akses pasar) Grand Design Infrastuktur kawasan yang mendukung peningkatan daya beli. LPPD dan LKPJ. Jabar Penyelenggaraan Analisis Jabatan pada SKPD Prov. Penyusunan Standarisasi Sarana dan Prasarana Jabatan Fungsional. Jabar dan Pembinaan Analis Kab/Kota Pengembangan Jabatan pada SKPD Prov.

dan Pengendalian Pembangunan di Wilayah terwujudnya kerjasama antara daerah kab/kota dan provinsi Terselenggaranya hubungan kerjasama yang harmonis di kab/kota Frasilitasi daerah otonom baru Biro Desentralisasi APBD Biro Desentralisasi APBD 53 Jawa Barat Biro Desentralisasi APBD 54 Biro Desentralisasi APBD 55 Biro Desentralisasi APBD 56 57 Bakorwil Purwakarta Bakorwil Cirebon APBD APBD 58 59 Kegiatan penataan batas wilayah antar kabupaten / kota dan antar provinsi Fasilitasi Dewan Riset Daerah (DRD) Provinsi Jawa Barat - tersusunnya dokumen batas daerah dari kabupaten / kota yang berbatasan SKPD. Tersusunnya Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) tahun 2008 Tersusunnya buku grand strategy implementasi otda di Jabar TersosialisasinyaRaperda urusan Provinsi Jawa Barat - Biro dekonsentrasi Biro Desentralisasi APBD APBD c./Kota (26 kab. Terlaksananya monitoring penyelenggaraan otda c. dan pengendalian pembangunan di wilayah purwakarta Kegiatan Koordinasi./kota) b. daerah b. Tersedianya buku evaluasi dan laporan kegiatan 51 Forum koordinasi Otonomi daerah a. Lemt. Fasilitasi. Terselenggaranya rapat kerja forum Otda 2 triwuan b. Terselenggaranya Evaluasi dan Pelaporan Fasilitasi Peningkatan kapasitas OTDA di Jawa a. Terselenggaranya identifikasi dan fasilitasi grand Barat design dan action plan otda (26 kab. fasilitasi dan pengendalian pembangunan di wilayah dokumen batas dari kabupaten / kota yang berbatasan Rekomendasi telahaan Strategis aspek pemerintahan./kota) c. Terselenggaranya identifikasi pemekaran daerah (26 kabupaten/kota d. Terlaksananya fasilitasi pemekaran kecamatan di Kabupaten/Kota di Kecamatan Kabupaten/Kota b. Terselenggaranya EDOB KBB (2 kali) c. Tersedianya buku evaluasi dan laporan kegiatan Koordinasi. Terselenggaranya pengukuran kinerja mandiri provinsi (46 SKPD) d. Terselenggaranya monitoring pengukuran kinerja Kab. Terselenggaranya fasilitasi/penataan dan pembinaan DOB (1 DOB dan 3 Calon DOB) b. sosial budaya. fisik dan SDA Jawa Barat Wilayah Cirebon Jawa Barat Jawa Barat Kota Bandung 49 50 Penyusunan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) tahun 2008 Akselerasi Penyelenggaraan kebijakan otonomi a. Terselenggaranya koordinasi dan konsultasi evaluasi otda ke pemerintah pusat (1 bulan 1 kali) Fasilitasi Pelaksanaan Otonomi Daerah a. Terselenggaranya Peningkatan Wawasan d. Terselenggaranya Evaluasi dan Pelaporan Evaluasi Penyelenggaraan Otonomi Daerah di a. Fasilitasi. Terselenggaranya peringatan hari otda provinsi (1 kali setahun) e. Terselenggaranya lokakarya Best Practice Otda (1 kali) c. PT di Jawa Barat - Jawa Barat Kota Bandung Biro dekonsentrasi Balitbangda APBD APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-83 . Tersedianya buku evaluasi dan laporan kegiatan 52 a. Terselenggaranya Bintek evaluasi otda (50 orang) SKPD Provinsi Jawa Barat dan EDOB b. Terselenggaranya monitoring pemberdayaan c.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 48 PROGRAM/KEG 3 Pembakuan Nama provinsi Jawa Barat SASARAN PROGRAM/KEG 4 tersusunnya nama rupabumi di wilayah provinsi Jawa Barat TARGET PENCAPAIAN LOKASI PELAKSANA SKPD 7 Biro dekonsentrasi SUMBER DANA 8 APBD Rupabumi di wilayah - - 5 6 adanya data rupabumi baik yang Kota Bandung sudah bernama maupun yang belum bernama Terselesaikannya Pembuatan Kota Bandung Buku LPPD Tahun 2008 10 buku Kota Bandung 2 angkatan x 50 orang 20 eksemplar 2 semester x 75 orang (1 tahun 2 Kota Bandung kali) 26 kabupaten/kota 50 eksemplar 1 DOB dan 3 Calon DOB 2 kali 25 kabupaten/kota 50 eksemplar 26 kabupaten/kota 1 kali 1 kali 50 eksemplar 50 orang 26 Kab./Kota 46 SKPD 1 kali di tingkat Provinsi 1 bulan 1 kali Kabupaten /Kota 26 Kabupaten/Kota 50 eksemplar jalan yang kondisinya rusak berat dan ringan Tercapainya sasaran dalam koordinasi.

Tersusunnya SIG sumber day air dan irigasi (SIG) Sumber Daya Air dan Irigasi 8 Pemutakhiran dan Pelayanan Data/ Informasi a. serta kesejahteraan pegawai melalui olah raga.Tersedianya kebutuhan kinerja aparatur melalui Aparatur . Terwujudnya kesejahteraan pegawai untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat c. Rakornas FKKD. Terbitnya Jabar dalam angka tahun 2009 g.Distarkim APBD APBD Jawa Barat . Terwujudnya pemanfaatan Sistem Informasi Profil (SIPD) dalam mendukung pembangunan di daerah l. Meningkatnya kemampuan pengelola laboratorium Konstruksi dan Lingkungan Jawa Barat BPMKL b. Tersusunnya PDRB Jabar menurut penggunaan tahun 2006-2008 d. Tersedianya fasilitas layanan komunikasi publik pada ruang pameran data k. Terpeliharanya website bapeda. Tersusunnya data hasil Survei Sosial Ekonomi Saerah (SUSEDA) Tahun 2008 c. 4 Peningkatan Kesejahteraan Pegawai 5 Peningkatan Kualitas SDM Kearsipan 6 Fasilitasi Peningkatan SDM Satuan Linmas dalam rangka Kesiagaan Penanggulangan Bencana 7 Pengembangan Sistem Informasi Geografis . b.go.Basipda . kesehatan. Tersosialisasikannya BPMKL 3. Tersusunnya profil daerah tahun 2008 Perencanaan Pembangunan b. Tersusunnya data penduduk miskin Jabar tahun 2009 h.Meningkatnya kualitas SDM aparatur pemerintah 2 Peningkatan dan Penataan Standar Mutu a. kerohanian dan menjelang pensiun.Biro Dekon APBD APBD APBD Kota Bandung .NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 60 PROGRAM/KEG 3 Penunjang SASARAN PROGRAM/KEG 4 Penyelenggaraan Aparatur Balitbangda - TARGET PENCAPAIAN LOKASI PELAKSANA SKPD 7 Balitbangda SUMBER DANA 8 APBD Kegiatan Kelitbangan 61 62 Fasilitasi Pengelolaan Proses Perizinan Pejabat negara Provinsi dan kab/kota Fasilitasi Penyelenggaraan Tugas Pembantuan di jawa Barat - Terfasilitasinya pengelolaan izin pejabat negara Provinsi dan kab/kota Meningkatnya Pemahaman Aparatur di provinsi Jabar tentang penyelenggaraan tugas pembantuan 5 6 Rakorda Litbang.BAPEDA JABAR APBD PROV Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-84 . Tersusunnya PDRB Kab/Kota menurut lapangan usaha tahun 2006-2008 e. Terbitnya warta Bapeda i. Meningkatnya pelayanan administrasi kepegawaian Kegiatan : 1 Peningkatan Kualitas Sumber Daya Aparatur . kerja SKPD/Balai/UPT/UPTD untuk mendukung kinerja pegawai. pengalokasian dana pengembangan karir dan pendidikan. Tertatanya perpustakaan badan j.Distarkim . penyediaan pakaian dinas.Basipda . Meningkatnya pelayanan laboratorium dengan parameter yang terakreditasi c. Peningkatan Kesejahteraan dan Kemampuan . Rapat Kerja tim MOU Gubernur Jabar dengan Menristek Kota Bandung 211 orang Kota Bandung Biro dekonsentrasi Biro dekonsentrasi APBD APBD - 56 Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya a. Terpenuhinya kebutuhan operasional aparatur unit Aparatur.Seluruh SKPD/Balai/UPT/ APBD UPTD/UPPD lingkup Provinsi Jawa Barat .id Kota Bandung Kota Bandung . Rakornas Kota Bandung Litbang. Tersusunnya databasis IPM tahun 2006-2008 f. Penilaian Prestasi Kerja.

Membahas berbagai permasalahan menyangkut strategi peningkatan PAD yang bersumber dari jenis retribusi penjualan produksi usaha daerah 11 12 13 14 15 16 Sosialisasi Peraturan Daerah Operasional Rutin Penegakan Perda Penunjang Kegiatan Penegakan Perda se Jawa Barat Diteksi Dini Pelanggaran terhadap Dunia Peningkatan Kemampuan PPNS terhadap Perda Seminar PPNS dan Unsur Penegak Hukum se Jawa Barat Jawa Barat .Disatpol PP . Tercapainya 90 orang peserta yang mengikuti pelatihan CPPNS.Disatpol PP APBD APBD 17 18 19 Sarasehan Rancangan Keputusan Gubernur dan Peraturan Daerah Seminar Rancangan Forum Komunikasi PPNS di Jawa Barat Fasilitasi Tim Koordinasi Ekstensifikasi Wajib Pajak dan Intensifikasi PPh Perseorangan Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat .Pengamanan dan pengendalian penerimaan dana bagi hasil BPHTB .Meningkatkan kemampuan teknis yurudis terhadap 160 PPNS di Jawa Barat a.Biro Desentralisasi APBD APBD APBD 20 Fasilitasi Penyusunan Data Dasar DAU Jawa Barat . Terciptanya jalur koordinasi antar aparat hokum di Jawa Barat .Untuk mengamankan targt dan penyaluran pendapatan daerah sesuai APBD Provinsi Jawa Barat tahun 2009 serta meningkatnya koordinasi FKDPM dengan Tim Optimalisasi Migas.Meningkatkan kualitas kinerja kab/kota dalam upaya menggali dan mengembangkan potensi sumber PAD khususnya bersumber dari Pajak Daerah maupun retribusi daerah secara efektif dan tepat sasaran sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku . b.Tersosialisasinya Perda Provinsi Jawa Barat a. Menurunnya pelanggaran Perda b.Meningkatnya hubungan ketja antar PPNS sebanyak 100 orang PPNS se Jawa Barat .Disatpol PP APBD Jawa Barat Jawa Barat .Disatpol PP . Terjalinnya Sinergitas antar unsur aparat Penegak Hukum. terkoordinasi b.Biro Desentralisasi APBD 24 Peningkatan Pengelolaan Kab/Kota Se Jawa Barat Sumber PAD Jawa Barat . pertambangan umum dan panas bumi Jawa Barat . b.Terpenuhinya kebutuhan fiskal Jawa Barat tahun anggaran 2009 sesuai dengan penetapan APBD Provinsi Jawa Barat . Bertambahnya jumlah PPNS .Disatpol PP APBD Jawa Barat .Biro Desentralisasi APBD 21 22 Fasilitasi Intensifikasi Penerimaan Dana Bagi Hasil BPHTB Fasilitasi Koordinasi Intensifikasi bagi Hasil Sumber Daya Alam dan Forum Komunikasi daerah Penghasil Migas (FKDPM) Jawa Barat Jawa Barat .Biro Desentralisasi APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-85 .Terpenuhinya kapasitas fiskal sesuai dengan potensi dan jumlah wajin pajak secara akurat serta optimalnya penerimaan daerah dari dana bagi hasil OPDN dan PPh Pasal 21 .Disatpol PP . pengetahuan dan pemahaman mengenai peraturan perundang-undangan serta merumuskan dan menetapkan strategi peningkatan PAD kab/Kota se Jawa Barat .Membahas berbagai permasalahan dalam pengelolaan PAD di lingkungan Pemrpov jabar serta upaya pemecahan masalahnya dalam mening-katkan pelayanan kepada masyarakat dan upaya peningkatan PAD .Biro Desentralisasi APBD 26 Identifikasi dan Perumusan Jenis Sumber PAD di Lingkungan Pemprov Jabar Jawa Barat . Masyarakat Pelanggar Perda Provinsi Jawa Barat.Biro Desentralisasi APBD 25 Evaluasi Pengelolaan Sumber PAD di Lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat Jawa Barat .Terciptanya Rancangan Keputusan Gubernur dan Perda oleh 100 orang peserta .NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 9 10 PROGRAM/KEG 3 SASARAN PROGRAM/KEG TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 Jawa Barat Jawa Barat PELAKSANA SKPD 7 . Terjalinnya Sinergitas antar Aparat Penegak Hukum Pelatihan CPPNS a.Biro Desentralisasi APBD APBD 23 Pengembangan jenis Sumber PAD Kab/Kota se Jawa Barat Jawa Barat .Meningkatnya kinerja aparat PPNS terhadap TUPOKSI .Terfasilitasinya kegiatan operasional Penegakan Perda .Meningkatnya kemauan dan kemampuan. Terkelolanya sistem data dan informasi sektoral Penegakan Perda Provinsi Jawa Barat secara a.Disatpol PP . Meningkatnya kesadaran hukum masyarakat .Biro Desentralisasi .Disatpol PP SUMBER DANA 8 APBD APBD 4 m.

Meningkatnya disiplin aparatur b.Aparatur Disnakertrans Prov Jabar Bimbingan Teknis Penyuluhan dan Bimbingan . Ceramah Kemampuan Aparatur (BLK Bekasi) b. Meningkatnya jumlah aparatur yamg mengikuti pelatihan struktural. Meningkatnya jumlah aparatur yang pendidikan formal ke jenjang lebih tinggi. Pakaian Dinas Kegiatan Peningkatan Kesejahteraan & a.Aparatur Penyusunan Uraian Tugas Jabatan Pada .Meningkatnya kualitas SDM aparatur pemerintah Pemerintah Kegiatan Peningkatan Kemampuan Pejabat . teknis substantif Kota Bandung Dinas Peternakan APBD APBD 7 8 Meningkatnya jumlah aparatur pelatihan teknis substantif Terselenggaranya Ujian Dinas yang mengikuti - 1 kegiatan 2000 orang 800 orang 750 orang Kota Bandung Kota Bandung Biro Umum Biro Kepegawaian APBD APBD Terselenggaranya Ujian Penyesuian Kenaikan Pangkat Terlaksananya Penetapan angka Fungsional Kredit Jabatan - Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-86 . Pakaian Dinas Pembinaan dan Pengembangan a.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 27 28 PROGRAM/KEG SASARAN PROGRAM/KEG TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 Kota Bandung Kab/Kota PELAKSANA SKPD 7 . mengikuti 30 orang 30 orang Kab/Kota Disnakertrans APBD 30 orang 30 orang 30 orang 12 bulan 9 orang 12 bulan 326 orang 326 orang 12 bulan 12 bulan 64 orang 64 orang Kab/Kota Kab/Kota Kab/Kota Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung BPK Bekasi BPK Bekasi BPK Bekasi BPK Bekasi Disnakertrans Disnakertrans Disnakertrans Disnakertrans APBD APBD APBD APBD Disnakertrans APBD 57 Program Aparatur Kegiatan : 1 Bintek Bagi Pengelola Perpustakaan di Jawa Barat 2 Sosialisasi Penyusunan Angka Kredit Jabatan Fungsional Pustakawan dan Pengelola Perpustakaan - Terlaksananya Bimbingan teknis Pengelola Perpustakaan di Jawa Barat Tersedianya pustakawan yang terampil dalam menyusun angka kredit Terlaksananya bimbingan terhadap tentang penyusunan angka kredit pustakawan 260 orang SDM pengelola Kota Bandung perpustakaan di Jawa Barat SKPD terkait.Aparatur jabatan Kegiatan Peningkatan Kesejahteraan & a. Diklat Struktural c. General Check Up e.Aparatur dalam Pengenalan/ Penggunaan Intranet dan Internet Bimbingan Teknis Informasi Pasar Kerja . Diklat Subtantif c.Distarkim Disnakertrans SUMBER DANA 8 APBD APBD 29 30 31 32 33 34 3 4 Peningkatan Kualitas Sumber Daya Aparatur . Diklat Subtantif d. General Check Up d. Kabupaten/Kota se Kota Bandung Jawa Barat Bapusda Bapusda APBD APBD 3 4 5 Peningkatan Kualitas SDM Kearsipan Penegakan Perda Provinsi Jawa secara terkoordinasi peningkatan kemampuan dan kompetensi sumberdaya aparatur Dinas Perikanan Jabar Kota Bandung Kota Bandung meningkatnya disiplin aparatur Kota Bandung Basipda Dinas Pol PP Dinas Perikanan APBD APBD APBD 6 peningkatan kemampuan dan kompetensi sumber daya aparatur dinas peternakan Pelatihan dan Bimbingan Teknis tentang Pelaksanaan Kehumasan Kegiatan Penilaian Prestasi Kerja PNSD Jawa Barat - meningkatnya jumlkah aparatur yang mengikuti pelatihan struktural fungsional. Ceramah Kemampuan Aparatur b. c. fungsional dan teknis substantif.Aparatur Fungsional ILK dan Tim Penilai angka Kredit Jafung Kegiatan Peningkatan Kemampuan Pejabat .

Muspida Pemerintah Provinsi Jawa Barat Terlaksananya pemberian penghargaan Gubernur kepada PNSD yang berprestasi Terlaksananya pemberian penghargaan Gubernur kepada Purna Bhakti Terlaksananya pemberian penghargaan kepada organisasi/ badan yang berprestasi Terlaksananya penempatan dalam jabatan fungsional - 50 orang 12 Kegiatan Pembinaan Pejabat Fungsional dan Sosialisasi Jabatan Fungsional Provinsi Jawa Barat - - 164 orang 1141 orang 150 orang 250 orang Kota Bandung Biro Kepegawaian APBD - Terlaksananya pembinaan pejabat fungsional Terlaksananya sosialisasi tupoksi.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG 3 - SASARAN PROGRAM/KEG 4 Terlaksananya Penilaian Prestasi Kerja Terselenggaranya sosialisasi Aplikasi Instruken Penilaian Prestasi Kerja Terlaksananya Pembekalan Pra ujian Dinas Terlaksananya Pembinaan teknis PAK Jabatan Fungsional Terlaksananya Penyusunan DataBase dan Aplikasi Penetapan Angka Kredit Jabatan Fungsional Tersusunnya formasi dan peta jabatan PNSD tahun 2009 Terlaksananya analisis formasi dan penempatan CPNSD Terlaksananya Orientasi CPNS Formasi Tahun 2009 Terlaksananya Pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil dari Tenaga Honorer Formasi Tahun 2009 Terlaksananya Pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil dari Pelamar Umum Formasi tahun 2009 Terevaluasinya Pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil dari tenaga honorer sesuai dengan Peraturan Pemerintah Yang berlaku Terfasilitasinya pengangkatan Sekdes menjadi PNSD Meningkatnya etos kerja. persyaratan dan prosedur pengangkatan dalam jabatan fungsional Terwujudnya PNSD yang disiplin./kota 15 kali Kota Bandung Biro Kepegawaian APBD 11 Kegiatan Sosialisasi peraturan perundangundangan tentang pemberian penghargaan dan tanda jasa - 7000 orang Kota Bandung Biro Kepegawaian APBD - Terlaksananya pemberian penghargaan Gubernur kepada Bupati/Walikota. Pejabat Negara. mengetahui akan hak dan kewajibannya - 300 orang 300 orang 13 Kegiatan Penyelesaian masalah-masalah kepegawaian dan kedudukan hukum PNSD - - 50 orang Kota Bandung Biro Kepegawaian APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-87 . Pejabat Eselon I Pemerintah Provinsi Jawa Barat. profesionalisme dan keteladanan serta menumbuhkembangkan kesadaran dan peran serta aktif masyarakat sebagai bagian yang tidak terpisdahkan dari proses pembangunan Terselenggaranya pemberian Presiden RI kepada PNSD penghargaan SLKS - TARGET PENCAPAIAN 5 - LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 9 Kegiatan Pengangkatan CPNSD Provinsi Jawa Barat - 14000 orang 120 orang pengelola kepegawaian 1000 orang 300 orang pengelola Jabatan Fungsional Tersedianya database dan aplikasi Penetapan angka Kredit Jabatan Fungsional 1400 orang Kota Bandung 3000 CPNS 500 peserta 700 orang Biro Kepegawaian APBD - 5000 peserta - 4000 tenaga honorer 10 Kegiatan Fasilitasi pemberian tanda penghargaan dan tanda jasa bagi PNS. Badan dan Masyarakat - 20 kab.

dan IV Terlaksananya penempatan dalam jabatan fungsional TARGET PENCAPAIAN 5 60 orang 11 orang 1115 orang 800 KP 150 orang 1250 orang 1250 orang 1000 orang 1000 orang 1000 orang 26 Kab.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG 3 14 Kegiatan Pengelolaan Mutasi dan Kenaikan Pangkat PNSD Jawa Barat 15 Kegiatan Penataan dan Redistribusi PNSD di Provinsi Jawa Barat 16 Kegiatan Pembinaan Jiwa Korsa PNS 17 Kegiatan Seleksi Calon Peserta Peserta Dikpim dan Mahasiswa Tugas Belajar 18 Kegiatan Peningkatan Manajemen Sumber Daya Aparatur dan Penempatan Jabatan Struktural Berdasarkan Kompetensi - SASARAN PROGRAM/KEG 4 Terlaksananya bintek tata cara penjatuhan hukuman Disiplin dan Bedah kasus Terlaksananya pembinaan disiplin dan kedudukan hukum PNSD di SKPD Terlaksananya pembinaan disiplin CPNS untuk alih status menjadi PNS Terselesaikannya Keputusan Pensiun Terlaksananya Bimbingan teknis Mutasi Terlaksananya Pemrosesan kenaikan pangkat satu atap periode April 2009 Terlaksananya Pemrosesan kenaikan pangkat satu atap periode Oktober 2009 Terlaksananya Reasesment CPNSD Terlaksananya Pengujian kesehatan dan peningkatan status CPNSD Terlaksananya redistribusi PNSD pada setiap SKPD Terfasilitasinya perpindahan antar kab/kota dan pembentukan kab/kota baru Terlaksananya pembekalan wawasan keagamaan PNSD Terlaksananya Pembinaan mental PNSD Terlaksananya ikhsan tahsin Al-quran Terlaksananya Pembekalan Amaliyah Ramadhan Terselenggaranya pergelaran kesenian di kawasan wisata Terlaksananya pembekalan peningkatan kecerdasan sosial bagi aparatur Peningkatan wawasan Ke-Islaman melalui pelaksanaan ibadah haji Terlaksananya pelayanan kesenian Terlaksananya peningkatan sikap mental./Kota 1300 orang 100 orang 150 orang 4 paket 2 paket 100 orang 10 paket 150 orang 12 paket LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 Kota Bandung Biro Kepegawaian APBD Kota Bandung Biro Kepegawaian APBD Kota Bandung Biro Kepegawaian APBD Kota Bandung 1350 Capra IIP 10 kali 400 orang Biro Kepegawaian APBD - 500 jabatan Kota Bandung Biro Kepegawaian APBD - Tersusunnya standar kompetensi jabatan Pejabat Struktural sesuai PP 41 tahun 2007 Terlaksananya evaluasi jabatan struktural Terlaksananya layanan assesment dan konselling Terselesaikannya jabatan struktural pengisian/ penempatan dalam 250 orang 200 orang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-88 . disiplin dan Jiwa Korsa Pegawai Terlaksananya Evaluasi Alumni Pendidikan Tugas Belajar Terlaksananya Seleksi Calon Praja IIP Penunjang kegiatan pusat dan kerjasama Diklat Terlaksananya seleksi Calon Mahasiswa tugas belajar Terlaksananya Seleksi Calon Peserta Dikpim II. III.

dan II Penyelenggara diklat Kabupaten/Kota se-Jawa Barat Tersedianya Buku baru Tersedianya metodologi pemberlajaran diklat aparatur Tersusunnya buletin kediklatan Tersedianya buku saku widyaiswara Aparat Kesbang kab/kota se Jawa Barat Bandiklatda Bandiklatda APBD APBD 31 Pengembangan Sistem Instruksional - Bandiklatda APBD 32 Bimbingan Teknis operator komputer Database Parpol.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG 3 19 20 21 Kegiatan Pembekalan Kewirausahaan PNS Pra Purna Bhakti Kegiatan Pelaksanaan Sumpah Janji PNS Provinsi Jawa Barat Kegiatan Fasilitasi Pelayanan Kesehatan Bagi Aparatur Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat Kegiatan Peningkatan Kesejahteraan Kemampuan Aparatur Kegiatan Rapat Koordinasi Keprotokolan dan 22 23 SASARAN PROGRAM/KEG 4 Terlaksananya pengujian kesehatan Pejabat Struktural Terlaksananya pembekalan kewirausahaan bagi PNS Pra Purna Bhakti Terlaksananya sumpah janji PNS formasi 2006 Terselenggaranya pelayanan poliklinik Terlaksananya keolahragaan di lingkungan Gedung Sate Terselenggaranya permohonan Bapertarum PNS - TARGET PENCAPAIAN 5 150 orang 300 orang 1443 orang 12 bulan 12 bulan 12 bulan LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Biro Kepegawaian Biro Kepegawaian Biro Kepegawaian APBD APBD APBD Kota Bandung Adanya pemahaman dari peserta Bintek tentang standarisasi pelayanan terhadap pimpinan dan pemahaman wawasan tentang keprotokolan Meningkatnya SDM Kehumasan Terselenggaranya Bintek Penyusunan DUPAK Jafung Pranata Komputer 1 kegiatan Kota Bandung Sekretariat DPRD Biro Umum APBD APBD 24 25 26 27 28 Kegiatan Pembinaan dan Peningkatan Wawasan Kehumasan se-Jawa Barat Koordinasi Peningkatan Kompetensi Sumber Daya Aparatur Diskominfo serta Pengelolaan Jabatan Fungsional Pranata Komputer Pengelolaan Data Kepegawaian dan Peningkatan Kemampuan Pegawa Peningkatan Kualitas SDM Aparat Pengawasan melalui Bintek Peningkatan kinerja dan akuntabilitas Aparatur Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat - - 1 kegiatan Terdidiknya pranata komputer dalam penyusunan DUPAK sebanyak 35 orang Jawa Barat Kota Bandung Biro Umum Bapesitelda APBD APBD Bogor Kota Bandung SKPD terkait dan Aparatur Provinsi Teridentifikasinya Peta Kota Bandung Permasalahan dan Strategi Rumusan Kebijakan Peningkatan Kinerja dan Akuntabilitas Aparetur Pemda Jawa Barat Kota Bandung 60 orang 36 modul 25 orang 1 buah pedoman 15 modul 40 Modul 1 pedoman 30 modul 3 set 1 kali 100 buah 1 set 800 eksemplar 100 buku saku 26 kab/kota Kota Bandung Kota Bandung Bakorwil Bogor Bawasda Balitbangda APBD APBD APBD 29 30 Pengkajian Metodologi Pembelajaran Diklat Aparatur Analisis Kebutuhan Diklat Pedoman Metodologi Pembelajaran Diklat Aparatur Penyelenggara Diklat pada Kab./Kota Modul DTS Perindag 1 kali uji coba hasil AKD Perindag Pedoman DTS Pemberdayaan Masyarakat Desa Modul Pemberdayaan Masyarakat Desa Modul DTS Perhubungan Darat Tersusunnya Kebutuhan dan Kurikulum Diklat pada Dinas Sosial Tersedianya kurikulum diklat prajabatan CPNS Golongan I. Fasilitasi Peningkatan SDM Sat Linmas Dalam Rangka Kesiagaan Kota Bandung Bakesbanglinmasda APBD 33 Terfasilitasi Peningkatan SDM Sat Linmas Dalam Rangka Kesiagaan Kota Bandung Biro dekonsentrasi APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-89 . Ormas dan LSM yang berbasis Internet (Website) bagi Aparat Kesbang se Jawa Barat. II.

pembinaan JFP Pusat dan Daerah Pengembangan kompetensi aparatur perencana Sosialisasi Jabatan Fungsional perwilayah Evaluasi dan pelaporan kegiatan Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Biro Keuangan Biro Keuangan Biro Keuangan Bapeda APBD APBD APBD APBD - - 42 43 44 45 Pengadaan Pakaian Dinas dan Olah Raga Pelayanan Dokumentasi Kepustakaan Perencanaa Kediklatan Evaluasi Kediklatan dan Informasi Sekretariat DPRD Sekretariat DPRD Bandiklatda Bandiklatda APBD APBD APBD APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-90 . Sentra KUKM.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 34 PROGRAM/KEG 3 Peningkatan dan Penataan Standar Mutu Konstruksi dan Lingkungan Jawa Barat SASARAN PROGRAM/KEG 4 Meningkatnya kemampuan pengelola laboratorium BPMKL Meningkatnya pelayanan laboratorium dengan parameter yang terakreditasi Tersosialisasikannya BPMKL Honor dan Barang Jasa Sosialisasi Regulasi KUKM. Fasilitasi Pembiayaan KUKM dan Pemeringkatan KUKM Bahasa Inggris Sistem dan Aplikasi Data Base Kepegawaian Penilaian Prestasi Kerja Pegawai Pelaksanaan Assesment Pegawai Meningkatnya kualitas aparatur pengelola keuangan daerah TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 Kota Bandung PELAKSANA SKPD 7 Distarkim SUMBER DANA 8 APBD APBD APBD APBD - 35 Kegiatan Peningkatan Sumber Daya Manusia Aparatur Kota Bandung Dinas KUKM 36 Sosialisasi dan Bimbingan Teknis tentang Penyusunan Laporan Keuangan Pemerrintah Daerah Peningkatan kualitas pelayanan publik Biro Keuangan melalui supervisi terhadap indeks kepuasan masyarakat (IKM) Peningkatan capacity building aparat pengelola keuangan daerah Pembinaan Teknis (Bintek) tata cara realisasi anggaran Belanja ke 46 SKPD Pembinaan Teknis penatausahaan keuangan kepada Kab/Kota Kegiatan Koordinasi Peningkatan Kompetensi SDA Bapeda serta Pengelolaan Jabatan Fungsional - Kota Bandung Biro Keuangan APBD 37 Kota Bandung Biro Keuangan APBD 38 39 40 41 Kota Bandung terciptanya keseragaman dan pemahaman dalam penatausahaan keuangan Kota Bandung Kota Bandung Administrasi penilaian angka Kota Bandung kredit (APAK) Bimbingan teknis penilaian angka kredit (PAK) Bimbingan teknis perencanaan Sekretariat dan pelaksanaan penilaian Jabatan Fungsional Perencana Pengelolaan data dan penyusunan profil pegawai Bapeda Provinsi Jawa Barat Pengelolaan administrasi kepegawaian Bintek peningkatan kemampuan aparatur Koordinasi. konsultasi. Badan Hukum.

Meningkatnya kinerja aparatur Monitoring Pelaksanaan Kegiatan Badan . Terwujudnya kualitas pelayanan antar lembaga dan kepada masyarakat. Bogor 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 20 21 22 Meningkatnya penyelenggaraan administrasi perkantoran BPMKL a.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 46 PROGRAM/KEG 3 Bimbingan Teknis Ketatausahaan SASARAN PROGRAM/KEG 4 Adanya pemahaman dan peningkatan ketatausahaan TARGET PENCAPAIAN 5 1 kegiatan LOKASI 6 Kota Bandung PELAKSANA SKPD 7 Biro Umum SUMBER DANA 8 APBD Personil Pelayanan - 58 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran a. Basipda. cetakan/penggandaan.Distarkim .Bawasda APBD 23 24 Kab Cirebon Kota Cimahi .Distarkim. Terpenuhinya kebutuhan dasar operasional unit kerja SKPD/Balai/UPT/UPTD dalam mendukung tugas pokok dan fungsinya. air dan gas.Bapesitalda Bapesitalda Bapesitalda Bapesitalda Bapesitalda Bapesitalda Bapesitalda Bapesitalda Bapesitalda Bapesitalda Bapesitalda APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD . Bakorwil Bogor. Bakesbang Linmas .Terpenuhinya kebutuhan akan alat-alat pengawasan dan terciptanya kondisi kerja yang kondusif Pembangunan Kantor UPPD Bersama Samsat Ciledung Pembangunan Kantor UPPD Bersama Samsat Cimahi dan dan Kantor Kantor Tersedianya sarana dan prasarana Kantor UPPD dan Kantor Bersama Ciledung Tersedianya sarana dan prasarana Kantor UPPD dan Kantor Bersama Cimahi Penyelenggaraan Administrasi Perkantoran BPMKL Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Kantor - Kota Bandung Bakorwil Cirebon Bakorwil Cirebon . makanan minuman untuk menunjang kegiatan serta membayar kebutuhan dasar seperti telepon. PP b. .Bakorwil Cirebon. Terwujudnya kenyamanan dan ketenangan dalam pelaksanaan tugas Pengadaan Sarana dan Prasarana Operasional .Dinas Pendapatan . Meningkatnya penyelenggaraan administrasi perkantoran Jawa Barat . perjalanan dinas. Meningkatnya pelayanan administrasi perkantoran b.Bakesbang Linmas APBD APBD APBD APBD Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung .Bapesitalda .Seluruh SKPD/Balai/UPT/ APBD UPTD/UPPD di lingkup Provinsi Jawa Barat Kegiatan : 1 Penyelenggaraan administrasi perkantoran 2 Penyelenggaraan Administrasi Perkantoran - Kota Bandung.Dinas Pendapatan APBD APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-91 . Bakorwil Cirebon. b. Terdukungnya pelaksanaan tugas intern dan ekstern operasional c.Tersedianya data informasi pelaksanaan kegiatan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Bakesbang Linmas Provinsi Jawa Barat secara aktual Masyarakat Daerah Provinsi Jawa Bara Pengadaan sarana dan prasarana kantor Pengadaan sarana dan prasarana gedung kantor Pemeliharaan sarana dan prasarana kantor Renovasi Aula Pemasangan Lift Gedung Kantor Perbaikan atap Ruang Widyaiswara Pengadaan Personal Computer Penataan Ruang Laboratorium komputer dan bahasa Penataan Ruang Depo Arsip Penataan Ruang House Keeping Asrama Perbaikan tempat tidur peserta Penataan gudang pool Penyelenggaraan Administrasi perkantoran Pengadaan Sarana dan Prasarana Operasional a. Tersedianya kebutuhan operasional kinerja SKPD/Balai/UPT/UPTD/UPPD dalam penyediaan ATK.Meningkatnya kapasitas aoaratur pemberdayaan Polisi pamong Praja masyarakat Jawa Barat Peningkatan sarana dan prasarana . listrik.DISATPOL PP Bandung . Terpenuhinya kebutuhan sarana dan prasarana Polisi pamong Praja operasional Pol.

Biro Perlengkapan .Biro Keuangan . Tersedianya kebutuhan sarana dan prasarana Kantor c.Dinas Pendapatan .Kantor Perwakilan APBD 35 36 37 38 39 Penyediaan Barang/Jasa Perkantoran Pengadaan alat perlengkapan kantor pengadaan kendaraan dinas opersional Pembinaan pengelolaan barang milik daerah Penyusunan standar barang.Tersedianya sarana dan prasarana Kantor UPPD dan Keliling Kantor Samsat Keliling Peningkatan dan Pengadaan Sarana dan a. Meningkatnya aktivitas kinerja SDM kantor perwakilan .Biro Perlengkapan .Tersedianya sarana dan prasarana Kantor UPPD dan Bersama Wilayah Sukaraja Kantor Samsat Sukaraja Pengadaan Kendaraan Operasional Samsat .Dinas Pendapatan SUMBER DANA 8 APBD APBD APBD - 28 29 30 31 32 33 Pembangunan Kantor UPPD dan Kantor .Tersedianya sarana Dipenda Provinsi Jawa Barat Pemerintah Pembangunan Kantor UPPD dan Kantor .Biro Perlengkapan APBD APBD APBD APBD APBD 40 41 42 43 44 45 46 Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kab Purwakarta Kota Bandung Kota Bandung 11 tim 12 bulan 4 triwulan 12 bulan 680 buah 12 bulan 12 bulan Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung .Balitbangda . standar pemeliharaan.Dinas Pendapatan .Dinas Pendapatan .Tersedianya sarana dan prasarana Kantor UPPD dan Bersama Samsat Karawang Kantor Bersama Karawang Pengadaan sarana dan prasarana Kantor . Meningkatnya sarana dan prasarana Kantor Prasarana Kantor Perwakilan Perwakilan yang memadai b.Biro Perlengkapan . barang cetakan dan penggandaan Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung .Biro Perlengkapan .Distarkim Disnakertrans Disnakertrans APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD - Tersedianya Perlengkapan kantor yang memadai untuk kelancaran pelaksanaan tugas Meningkatnya perkantoran Honorarium PNS penyelenggaraan administrasi - Honorarium Dokter Uang Lembur ATK Materai & Perangko Alat Kebersihan Pengadaan Obat Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-92 .Tersedianya sarana dan prasarana Kantor UPPD dan Bersama Wilayah Cibinong Kantor Samsat Cibinong Pembangunan Kantor UPPD dan Kantor .Kantor Perwakilan APBD APBD APBD APBD APBD APBD 34 Pembangunan Gedung Serbaguna Kertamuksi I Ciputat Tanggerang Tanggerang .Dinas Pendapatan . standar harga tertinggi dan standar bangunan/gedung Analisa kebutuhan barang milik daerah Pengamanan aset tidak bergerak melalui pemasangan papan nama Renovasi/rehabilitasi bangunan Pengadaan alat perlengkapan kantor Penyelenggaraan Administrasi Perkantoran Penyelenggaraan Administrasi Perkantoran Penyelenggaraan Administrasi Perkantoran - Tersedianya alat tulis kantor. Terlaksananya renovasi dan rehabilitasi bangunan gedung e.Bakorwil Purwakarta .Biro Perlengkapan . Mengoptimalkan aset Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui pembangunan gedung serbaguna yang representative dan mempunyai nilai komersial b.Biro Perlengkapan . Tersedianya barahg pecah belah Mess a.Dinas Pendapatan .Dinas Pendapatan .NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 25 26 27 PROGRAM/KEG 3 Pembangunan Kantor UPPD dan Kantor Bersama Samsat Bandung Barat Pembangunan Kantor UPPD dan Kantor Bersama Samsat Subang Pembangunan Kantor UPPD dan Kantor Bersama Samsat Cikarang (Kabupaten Bekasi) SASARAN PROGRAM/KEG 4 Tersedianya sarana dan prasarana Kantor UPPD dan Kantor Bersama Bandung Barat Tersedianya sarana dan prasarana Kantor UPPD dan Kantor Bersama Subang Tersedianya sarana dan prasarana Kantor UPPD dan Kantor Bersama Cikarang TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 Bandung Barat Kab Subang Cikarang (Kabupaten Bekasi) Kab Karawang Kota Bandung Kab Bogor Kab Tasikmalaya Kota Bandung Jakarta PELAKSANA SKPD 7 .Dinas Pendapatan .

Tersedianya sarana mobilitas dan Kegiatan : 1 Pengadaan Barang dan Jasa Perkantoran Meningkatnya kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana perkantoran 2 Peningkatan Sarana Prasarana Laboratorium Meningkatnya kualitas dan kuantitas sarana dan Air dan Lingkungan BPMKL prasarana laboratorium serta tersedianya prasarana air bersih BPMKL 3 Penataan Ruang Kantor dan Laboratorium Meningkatnya kenyamanan ruang kantor dan lab. b. Meningkatnya sarana dan prasarana bangunan untuk Aparatur mendukung pelayanan kepada masyarakat.Tersedianya Kendaraan operasional Bapusda . 10 buah UPS. 15 buah meja komputer. 100 buah rak buku besi. 2 buah handycam. BPMKL BPMKL 4 Pengadaan Sarana dan Prasarana dan Jasa Perkantoran 5 Pengadaan Sarana Prasarana Kantor 6 Pengadaan sarana dan prasarana kantor .Tersedianya alat perlengkapan kantor untuk meningkatakan kualitas layanan perpustakaan Kota Bandung Kota Bandung Distarkim Distarkim APBD APBD Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung 2 Unit Kendaraan roda 4 dan 4 Kota Bandung Unit kendaraan roda 2 15 buah PC. 2 unit notebook. 50 buah locker. 2 buah kamera digital. 6 unit printer. 5 buah standar berdiri Komputer sebanyak 2 unit Kota Bandung Notebook sebanyak 1 unit Printer sebanyak 2 unit Roll o'pack sebanyak 25 unit Garasi sebanyak 1 paket Mic table. 5 buah standar mike duduk. dll sebanyak 1 unit Distarkim BPLHD Distamben Bapusda APBD APBD APBD APBD 7 Penyediaan Alat Perlengkapan Kantor (APK) Basipda - Tersedianya peralatan penunjang perkerjaan - Basipda APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-93 .NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG 3 - SASARAN PROGRAM/KEG 4 Telepon Listrik Surat Kabar Internet Pengadaan Cetakan Penggandaan Dokumen Penyediaan Mamin Rapat Koordinasi dan Konsultasi Outsorching Jasa Keamanan Jasa Kebersihan dan Lingkungan ATK Materai & Perangko Pengadaan Obat Telepon Listrik Surat Kabar Internet Pengadaan Cetakan Penggandaan Dokumen Penyediaan Mamin Rapat Koordinasi dan Konsultasi Outsorching Jasa Keamanan Jasa Kebersihan dan Lingkungan TARGET PENCAPAIAN 5 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan 127 bh 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan LOKASI 6 Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung BPK Bekasi BPK Bekasi BPK Bekasi BPK Bekasi BPK Bekasi BPK Bekasi BPK Bekasi BPK Bekasi BPK Bekasi BPK Bekasi BPK Bekasi BPK Bekasi BPK Bekasi PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 47 Penyelenggaraan (BPK Bekasi) Administrasi Perkantoran Disnakertrans APBD 59 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana a. 10 mike.

000 m2 Kota Bandung Pengaspalan jalan sepanjang 1.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 8 PROGRAM/KEG 3 Pengadaan Kendaraan Operasional Basipda SASARAN PROGRAM/KEG 4 Tersedianya kendaraan dinas operasional TARGET PENCAPAIAN LOKASI PELAKSANA SKPD 7 Basipda SUMBER DANA 8 APBD - - 9 Penataan Lingkungan Perkantoran Basipda - Terwujudnya penataan lingkungan - 5 6 Kendaraan roda 4 sebanyak 2 Kota Bandung unit Kendaraan roda 2 sebanyak 7 unit Taman gedung seluas 12.580 m Camera sebanyak 10 unit Monitor kontrol sebanyak 5 unit Basipda APBD 10 Kegiatan Pengadaan Peralatan Pengamanan Basipda Pengadaan sarana dan prasarana aparatur Dinas Pol PP Rehabilitasi Berat bangunan Kantor dan Peningkatan Sarana Prasarana pada Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Penyediaan alat perlengkapan kantor (APK) Diperta Provisni Penyediaan alat Perlengkapan Kantor (APK) BPB Kentang Penyediaan alat Perlengkapan Kantor (APK) BPB Padi penyediaan alat perlengkapan kantor (APK) UPTD Balai Pelatihan Pertanian Peningkatan sarana dan prasarana aparatur Peningkatan sarana dan prasarana Aparatur Dinas Perikanan Provinsi Jawa Barat Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur di BPBPAT Cijengkol Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur di BPBI Wanayasa Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur di BPBPLAPU Sungaibuntu Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur di BPBILAPU Pangandaran Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur di BPPMHP Cirebon Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur di BPTPPK Cirebon Penyelenggaraan administrasi perkantoran balai pelatihan tenaga KUKM Pengadaan Mobilisasi dan alat perlengkapan kantor Penyediaan Alat Perlengkapan Kantor Pengadaan kendaraan operasional Renovasi/Rehabilitasi bangunan perkantoran Kegiatan Penyediaan Alat Perlengkapan Kantor (APK) Peningkatan dan Pengadaan Sarana dan Prasarana kantor - Terwujudnya pengadaan perangkat CCTV - Kota Bandung Basipda APBD 11 12 - Mewujudkan sarana dan prasarana kantor Instalasi jaringan. 1 jaringan Meningkatnya Sinergitas program Kota Bandung dan kegiatan Kota Bandung Dinas Pol PP Dinas Pendidikan APBD APBD 13 14 15 16 17 18 - tersedianya peralatan penunjang pekerjaan tersedianya peralatan penunjang pekerjaan tersedianya peralatan penunjang pekerjaan tersedianya peralatan penunjang pekerjaan meningkatnya pelayanan administrasi perkantoran Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Dinas Pertanian Dinas Pertanian Dinas Pertanian Dinas Pertanian Dinas Kehutanan Dinas Perikanan APBD APBD APBD APBD APBD APBD 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Mewujudkan sarana dan prasarana kantor yang memadai serta memperlancar pelaksanaan tugas operasional kantor Kota Bandung Dinas Perikanan Dinas Perikanan Dinas Perikanan Dinas Perikanan Dinas Perikanan Dinas Perikanan Dinas KUKM Dinas KUKM BPPMD BPPMD BPPMD Dinas Indag Agro APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD 31 Kota Bandung Disbudpar APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-94 .

1 ls Terbangunnya gedung serba guna 1 (satu) unit sebanyak 20 kamar Honorarium tim pengadaan barang dan jasa Belanja alat tulis kantor Kota Bandung Cimahi Disnakertrans RSJ Cimahi APBD APBD 47 48 49 Kab.50 m2 1 ls 2. Sejarah dan Nilai Tradisional Renovasi Atap Panggung Kesenian Tahap II. UAVP IPW karawang. Garut Kab. Rest Area Karang Kamulyan dan Penataan Gedung Kantor Disbudpar Tahun Anggaran 2009 Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur pada BP Kepurbakalaan.99 m2 1 ls 1 ls 24. Garut Tangerang Bakorwil Priangan Bakorwil Priangan Kantor Perwakilan Jawa Barat APBD APBD APBD APBD 50 Pembangunan Gedung Serba Guna Mess Kertamukti I Ciputat Tanggerang Kegiatan Penyelenggaraan Pengadaan Barang dan Jasa Perkantoran Tangerang Kantor Perwakilan Jawa Barat Bapeda APBD 51 - Kota Bandung APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-95 . pembangunan instalasi uji TUM IPW Bogor dan perluasan gedung Peningkatan Sarana dan Prasarana Kantor Pengadaan Alat Perlengkapan Kantor - SASARAN PROGRAM/KEG 4 TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 Kota Bandung PELAKSANA SKPD 7 Disbudpar SUMBER DANA 8 APBD 33 Kota Bandung Disbudpar APBD 34 Kota Bandung Disbudpar APBD 35 36 37 38 39 40 Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Disbudpar Disbudpar Disbudpar Dinas Perkebunan Dinas Peternakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan BPMD Bakorwil Purwakarta APBD APBD APBD APBD APBD APBD 41 42 Kota Bandung Kota Bandung APBD APBD 43 44 Sapras BPMD Meningkatnya sarana dan prasarana meningkatnya Sapras BPMD Terwujudnya pemeliharaan sarana dan prasarana kantor serta memperlancar tugas operasional kantor Kota Bandung APBD APBD 45 46 Pengadaan Barang/Prasarana Kantor Kegiatan Penyediaan Sarana Prasarana serta Peralatan Kantor pada RS.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 32 PROGRAM/KEG 3 Penataan. Revitalisasi Ruang Pameran dan Penataan Area di UPT Anjab TMII Penataan Sarana dan Prasarana di Taman Budaya Penataan Sarana dan Prasarana Permuseuman Jabar Pengadaan sarana dan prasarana perlengkapan kantor di UPTD kemitraan Penyelenggaraan barang dan jasa Pengembangan penyediaan sarana dan prasarana aparatur Dinas Peternakan Pembangunan gedung kantor balai pengembangan perindustrian dan renovasi kantor disperindag pengadaan sarana dan prasarana kantor Dinas Perindag pembangunan gedung Lab. Jiwa Cimahi Kegiatan Penyediaan Alat Perlengkapan Kantor (APK) Kegiatan Pembangunan Gedung Serbaguna Peningkatan dan Pengadaan Sarana dan Prasarana kantor Tersedianya peralatan penunjang pekerjaan kantor Bakorwil Priangan Terwujudnya pembangunan gedung serbaguna yang memadai 1 tahun 1 kali 44. Pengembangan Padepokan Pondok Seni Budaya dan Pariwisata Jabar (Tahap II) di pangandaran.

terselenggaranya komunikasi internal / eksternal Cirebon Bakorwil Cirebon APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-96 . rumah tangga serta alat-alat studio Kota Bogor Kota Bogor Kota Bogor Kota Bandung Bapesitelda APBD 53 54 55 56 57 Penyediaan Alat Perlengkapan Kantor Pembangunan Ruang Rapat/Aula Bakorwil Bogor Pengembangan Infrastuktur Jaringan Teknologi Informasi Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Renovasi dan Perbaikan Ruang Bandiklatda Gedung Aula Lift pada gedung kantor Ruang Widyaiswara Personal Computer Rang laboratorium komputer dan ruang laboratorium bahasa Ruang Depo Arsip Ruang House Keeping Asrama Tempat tidur peserta Ruang gudang pool Pengadaan alat berat / peralatan dan pengadaan perangkat keras dan jaringan komunikasi data teknologi informasi Terselenggaranya instalasi listrik gedung negara dan kantor 1 ruang 1 buah 1 ruang 16 buah 2 ruang 1 ruang 1 ruang 50 buah 1 ruang Bakorwil Bogor Bakorwil Bogor Bakorwil Bogor Bawasda Bandiklatda APBD APBD APBD APBD APBD Kota Bandung 58 Kegiatan Penyelenggaraan Pengadaan Barang / Jasa Perkantoran Kegiatan Perbaikan Instalasi Listrik Gedung Negara dan Kantor Cirebon Bakorwil Cirebon APBD 59 - Terselenggaranya kelancaran pekerjaan. meubelir. penghias ruangan. komputer. peralatan dapur. terselenggaranya kelancaran hubungan kerja.S Bidang Monev Perbaikan R.S Bidang PRLH Pembuatan sumur bor/jetpump Pengadaan kapasitor bank Pembuatan toilet Pengadaan roll opect Pengadaan windows Xp profesional Pengadaan fire wall Pengadaan CPU Pengadaan speaker multimedia LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 52 Pengadaan Sarana dan Prasarana Aparatur Bapesitelda - Meningkatnya sarana dan prasarana Aparatur yang memadai - Memadainya sarana dan Kota Bandung prasarana aparatur Bapesitelda berupa peralatan dan perlengkapan kantor.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG 3 SASARAN PROGRAM/KEG 4 - TARGET PENCAPAIAN 5 Pembelian gedung/kantor Pengadaan gedung kantor 2 lantai Pengadaan Maket Pengadaan Souvenir Bapeda Perbaikan R.

Dinas Indag APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-97 . terselenggaranya kelancaran hubungan kerja. 2 unit laptop / notebook. dan BLK Sekretariat DPRD Sekretariat DPRD Disnakertrans APBD APBD APBD Gedung Kantor Balai 72 Pembangunan Pengembangan Perindustrian dan renovasi Kantor Disperindag . 3 buah msin tik.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 60 PROGRAM/KEG 3 Kegiatan Pengadaan Mobilitas Kendaraan SASARAN PROGRAM/KEG 4 tersedianya kendaraan dinas operasional TARGET PENCAPAIAN 5 Terselenggaranya kelancaran pekerjaan. Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Purwakarta Prov. 4 buah filling kabinet. 4 unit komputer PC.Dinas Indag APBD 73 Pengadaan Sarana dan Prasarana Kantor Dinas Perindag Provinsi Jawa Barat - Kota Bandung . 4 unit printer. I unt mesin fotocopy. 2 unit hardisk eksternal Kota Bandung Biro Perlengkapan Biro Perlengkapan Biro Perlengkapan Biro Perlengkapan Biro Perlengkapan Kantor Kas Daerah APBD APBD APBD APBD APBD APBD 68 Kegiatan Penyediaan Sarana dan Prasarana Kantor Balitbangda APBD 69 70 71 Kegiatan Pengadaan Sarana dan Prasarana Perlengkapan Kantor Kegiatan Penyelenggaraan Pengadaan Barang/Jasa Perkantoran Kegiatan Pengadaan Barang/Prasarana Kantor Kota Bandung Kota Bandung Tersedianya Kursi Siswa Tersedianya Kendaraan Roda 4 Tersedianya Kendaraan Roda 2 Tersedianya Peralatan Pelatihan Teknisi di BPK Bekasi Tersedianya Printer Tersedianya Penghancur Kertas Tersedianya Komputer Tersedianya Laptop Tersedianya Tempat Pengharum Tersedianya Multi Media Projector Tersedianya Layar Projector Tersedianya Sound System Tersedianya Camera Tersedianya Handycam Tersedianya PABX Tersedianya Sound System Ruang Rapat Meningkatnya sarana dan prasarana Kantorb Bapperin dan Disperindag Provinsi Jawa Barat Terlaksananya renovasi bengkel Instalasi Pengembangan IKM Perkayuan Tasikmalaya dan Keramik Purwakarta Mtersedianya sarana dan prasarana kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat 200 buah 2 unit 5 unit 1 paket 3 unit 5 unit 9 unit 4 unit 23 buah 2 unit 2 unit 2 unit 2 unit 2 unit 20 channel 24 buah Kota Bandung. terselenggaranya komunikasi internal / eksternal Terwujudnya pemeliharaan sarana dan prasarana kantor serta memperlancar tugas operasional kantor LOKASI 6 Cirebon PELAKSANA SKPD 7 Bakorwil Cirebon SUMBER DANA 8 APBD - 61 Pengadaan Alat Perlengkapan Kantor - Meningkatnya sarana dan prasarana Purwakarta Bakorwil Purwakarta APBD 62 63 64 65 66 67 Pengadaan Kendaran Operasional Dinas Pengadaan Alat Perlengkapan Kantor Pengelolaan Barang dan Jasa Renovasi / Rehabilitasi Bangunan Pengelolaan Pemeliharaan dan Perawatan Barang Daerah Pengadaan Sarana dan Prasarana Kantor Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Terlaksananya sarana prasarana perkantoran dan peningkatan layanan Sarana dan Prasarana Balitbangda Terfasilitasinya penyelenggaraan Kota Bandung perkantoran untuk peningkatan pelayanan 1 unti kendaraan roda 2.

Basipda Kota Bandung Kota Bandung . Terpeliharanya fasilitas Kantor c. LAKIP/AKIP. Terpeliharanya gedung kantor c. Terealisasinya surat-surat kendaraan dinas g.Distarkim APBD Sinergitas program dan kegiatan Kota Bandung sektor Tata Ruang dan Permukiman 3 4 5 Penyusunan Laporan Kinerja dan Keuangan Basipda Administrasi Perkantoran . Terpeliharanya rumah dinas b. Tersedianya tabung pemadam kebakaran h.Tersedianya data laporan capaian kinerja meliputi Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Tersedianya dokumen operasional SKPD/Balai/UPTD/UPTD yang mendukung capaian kinerja organisasi. Tersedianya lampu penerangan i. Tersedianya bahan bakar minyak/gas untuk kendaraan dinas f. Terpeliharanya Kendaraan Dinas Roda 4 dan 2 d.Seluruh SKPD/Balai/UPT/ APBD UPTD/UPPD. Terealisasinya PBB Kantor dan Mess Ciputat 10 Pemeliharaan sarana dan prasarana kantor a.Terkelolanya Administrasi Perkantoran Penyelenggaraan Administrasi Perkantoran a. -pelayanan sandi dan telekomunikasi .Balitbangda . Terpeliharanya Kendaraan Dinas Roda 2 d. laporan keuangan. Pemeliharaan sarana dan prasarana kantor Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Kantor Kota Bandung Bandung .Kantor Perwakilan APBD APBD Kab Purwakarta . Komputer dan Pagar/benteng 11 Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Perkantoran 12 Penyusunan Prioritas Program Perencanaan . RKA/DPA Bidang Tata Ruang dan Permukiman - Jawa Barat .NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG SASARAN PROGRAM/KEG TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 3 4 60 Program Peningkatan Pengembangan Sistem a.Dinas Pendapatan .DISATPOL PP .Terlaksananya pemeliharaan kantor Dipenda Prov (Dipenda Provinsi Jabar dan 31 UPPD) Jabar dan 31 UPPD se Jawa Barat Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Kantor a.Biro Kepegawaian .Terevaluasinya dan tersusunnya program dan dan evaluasi bidang perhubungan Provinsi kegiatan perhubungan Provinsi Jawa Barat Jawa Barat Provinsi dan 31 UPPD Jakarta . Bakorwil Bogor . Terpeliharanya Kendaraan Dinas Roda 4 e. b. Kegiatan : Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-98 . Terpeliharanya Lingkungan/taman Kantor 9 Perwakilan b. Terpeliharanya sarana dan prasarana operasional Aparatur. -pelayanan kerumahtanggaan c. RPJM. Evaluasi dan Pelaporan Internal . 2 Perencanaan. Renja. Penyusunan RKA/DPA. Tersedianya sistem pelaporan capaian kinerja pada Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan unit kerja SKPD/Balai/UPT/UPTD. Tersedianya penggantian suku cadang kendaraan dinas e. SKPD/Balai/UPT/UPTD. Evaluasi dan Pelaporan Internal Dinas Tata Ruang dan Permukiman Tersusunnya Renstra.Terpeliharanya sarana dan prasarana kantor Terpenuhinya kebutuhan dan alat-alat pengawasan & terciptanya kondisi kerja yang kondusif .Dinas Perhubungan APBD APBD Provinsi 61 Program Pemeliharaan Sarana dan Prasarana a. Kegiatan : 1 Perencanaan.Bawasda APBD APBD 8 Pemeliharaan sarana dan prasarana Kantor . b.Bakorwil Purwakarta APBD Kota Bandung Tersusunnya program dan Jawa Barat kegiatan untuk tahun anggaran 2010 . Terpeliharanya Perlengkapan Kantor. Tersedianya dokumen pelaksanaan keuangan daerah b. laporan Renja. Terwujudnya kenyamanan dan pelayanan kepada masyarakat.Biro Umum APBD 6 7. LKPJ.

dan alatalat laboratorium Pengadaan lampu Pajak Jasa Service Penggantian suku cadang BBM STNK Pemeliharaan gedung kantor Pemeliharaan AC Pemeliharaan mesin tik Pemeliharaan Komputer Pemeliharaan Printer Pemeliharaan Laptop Pengadaan lampu Pajak Jasa Service Penggantian suku cadang BBM STNK Pemeliharaan gedung kantor Renovasi Gedung Pemeliharaan AC Pemeliharaan mesin tik Pemeliharaan Komputer Pemeliharaan Printer Pemeliharaan Laptop TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 Jawa Barat PELAKSANA SKPD SUMBER DANA 8 1. Meningkatnya peran organisasi kemasyarakat dalam pembangunan.Distarkim Disnakertrans Disnakertrans APBD APBD APBD APBD 2 Kegiatan Pemeliharaan Sarana dan Prasarana (BPK Bekasi) Disnakertrans APBD 21.Seluruh SKPD/Balai/UPT/ APBD UPTD/UPPD 3.1 M2 1 paket 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung BPK Bekasi BPK Bekasi BPK Bekasi BPK Bekasi BPK Bekasi BPK Bekasi BPK Bekasi BPK Bekasi BPK Bekasi BPK Bekasi BPK Bekasi BPK Bekasi BPK Bekasi . Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat BPMD BPMD BPMD BPMD BPMD BPMD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD Kegiatan : 1 Pemasyarakatan dan pengembangan Gelar Teknologi Tepat Guna 2 Pemberdayaan Masyarakat Sekitar Hutan 3 4 5 6 7 Fasilitasi Penyiapan Masyarakat dalam pemenuhan rumah layak hun Fasilitasi Penyiapan Masyarakat dalam pengelolaan Air Bersih Perdesaan Pemberdayaan Masyarakat Desa Pesisir Pemberdayaan Desa Mandiri Energi (Demanji) Peningkatan kapasitas kelembagaan masyarakat dalam penanggulangan kemiskinan Penunjang Tim Koordinasi penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) - 68 kelompok masyarakat dan 26 Jawa Barat pendamping Terkoordinasinya Penanggulangan kemiskinan Jawa Barat BPMD 8 Koordinasi TKPKD APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-99 . Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Kantor 4. Pemeliharaan perkantoran. Meningkatnya jaringan sosial ekonomi masyarakat. perlengkapan kantor. swasta dan masyarakat dalam pembangunan. c. Jawa Barat Usaha masyarakat desa sekitar hutan pemugaran rumah sarana air bersih Masyararakat Desa Pesisir Energi alternatif Penguatan ekonomi masyarakat 15 Kelompok 15 lokasi 20 lokasi 80 orang di 10 lokasi 8 Kelompok di 8 Kab. b.Distarkim . Pemberdayaan Masyarakat dan Desa 62 Program Peningkatan Partisipasi Masyarakat a. Pemeliharaan Sarana dan Prasarana BPMKL 1 Kegiatan Pemeliharaan Sarana dan Prasarana - Kota Bandung Kota Bandung 12 bulan 1 tahun 24 unit 24 unit 12 bulan 29 unit 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan 1 tahun 3 unit 12 bulan 4 unit 445. Terwujudnya kemitraan pemerintah.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG 3 sarana SASARAN PROGRAM/KEG 4 Tersedianya alokasi dana untuk pemeliharaan sarana dan prasarana bangunan gedung untuk kenyamanan kerja dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat. dan prasarana - 7 . Terpeliharanya gedung dan perlengkapan kantor Terpeliharanya gedung.

c.di 26 Kab/Kota 104 kelompok usaha 150 orang 17 lokasi 26 Kab/Kota 26 Kab/Kota LOKASI 6 Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Tangerang Tangerang PELAKSANA SKPD 7 BPMD BPMD BPMD BPMD BPMD BPMD BPMD BPMD BPMD BPMD Kantor Perwakilan Jawa Barat Kantor Perwakilan Jawa Barat Kantor Perwakilan Jawa Barat SUMBER DANA 8 APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD - Masyarakat Kader pemberdayaan masyarakat Masyuarakat dan kelembagaan masyarakat Desa Kelompok Usaha Pelatih pemberdayaan Masyarakat Lokasi PNPM mandiri Masyarakat dan aparat Aparat Kab/Kota Kec. Kecamatan Fasilitasi pemberdayaan masyarakat melaluiKegiatan Pola Pusat pertumbuhan Pemberdayaan Keluarga Miskin di Jawa Barat berbasis Koperasi pelatihan Pelatih Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten/Kota Penunjang program nasional pemberdayaan masarakat (PNPM) mandiri Perlombaan desa/kelurahan pelatihan penyusunan profil desa/kelurahan SASARAN PROGRAM/KEG 4 Penunjang Penanganan Pengaduan dalam pelaksanaan Raskin Partisipasi masyarakat TARGET PENCAPAIAN 5 Pangaduan Masyarakat Bid.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 PROGRAM/KEG 3 Penunjang penanganan pengaduan masdyarakat dalam pelaksanaan Raskin Kegiatan Bulan Bhakti Gotong royong Masyarakat Temu kader pemberdayaan masyarakat Fasilitasi pemberdayaan masyarakat melalui P3MD Tk. desa 19 Kegiatan Penyelenggarakan Festival Maulid Nusantara Tahun 1430 H / 2009 M di Jakarta 20 Sosialisasi Hasil Pembangunan Jawa Barat Dengan Stakeholders 21 Fasilitasi Pimpinan Daerah dalam Koordinasi Pemerintahan dan Pembangunan antar Provinsi dan Pusat 63 Program Pemantapan Pemerintahan dan Pembangunan Desa a. Meningkatnya kinerja pemerintah desa yang mandiri. 1 Lokasi kegiatan BBGRM 97 KPM 315 orang aparat Kecamatan 78 wilayah Kec. Kegiatan : 1 Fasilitasi Peningkatan peran Serta masyarakat melalui TNI Manunggal membangun Desa (TMMD) dan Bhakti Siliwangi Pola Manunggal Satata Sariksa 2 Kegiatan koordinasi dan Pemantauan bantuan Gubernur ke kab/kota se Wilayah Purwakarta Masyarakat pelayanan aparat desa kepada Gotong Royong Masyarakat Jawa Barat BPMD APBD - terwujudnya kerjasama antar daerah kab/kota dan provinsi - 3 4 5 6 Sarasehan Nilai-nilai Kepahlawanan dan kejuangan Pemantauan Bantuan Provinsi ke Desa Wilayah Bogor Sosialisasi dan Fasilitasi Peningkatan Kinerja Aparat Desa Se Wilayah Bogor Kegiatan koordinasi dan Pemantauan bantuan Gubernur ke kab/kota se Wilayah Purwakarta Terlaksananyanya sarasehan terevaluasinya pelaksanaan Wilayah Purwakarta kebijakan pemerintah provinsi dalam pelaksanaan pembangunan 20 Keg di 20 Lokasi/Desa Jawa Barat Wilayah Bogor Wilayah Bogor Bakorwil Purwakarta APBD Dinas Sosial Bakorwil Bogor Bakorwil Bogor Bakorwil Purwakarta APBD APBD APBD APBD - terwujudnya kerjasama antar daerah kab/kota dan provinsi - 7 Penyusunan kebijakan umum penyelenggaraan Pemerintah Desa - Terwujudnya sinergitas program pembinaan kepada desa tersalurkannya bantuan operasional kinerja aparatur pemerintah desa dan kelurahan - terevaluasinya pelaksanaan Wilayah Purwakarta kebijakan pemerintah provinsi dalam pelaksanaan pembangunan Tersusunnya program / kegiatan Kota Bandung kepada pemerintah desa terinformasikannya etika kepada sekdes yang diangkat PNS baru Biro dekonsentrasi APBD - - Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-100 . b. Meningkatnya masyarakat. Meningkatnya kinerja dan kapasitas aparat desa. Raskin dan MT.

8 keluarga pahlawan 120 KBS Kab. Ciamis. APBD Kab/Kota Kegiatan : 1.Dinas Sosial b. Cirebon 12. Indramayu. Peningkatan penanganan dan pemulihan Tuna sosial 13. Kota Cimahi 5 kab/kota 5 kab/kota 5 kab/kota Kabupaten Bandung .Terwujudnya peningkatan pelestarian janda PKRI serta pelestarian Nilai-nilai kepahlawanan dan kesejahteraan PKRI keperintisan. terealisasikannya pemberian bantuan sosial KDRT Terlaksanannya perlindungan lanjut usial terlantar di luar panti Tersedianya permakanan di balai dan instalasi.Dinas Sosial . Bogor. Sosial 64 Program Pemberdayaan Fakir Miskin dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) Lainnya - Mendorong peningkatan pembinaan dan bantuan sosial bagi penyandang masalah kesejahteraan sosial dalam meningkatkan keterampilan dan kemampuan berusaha sehingga mampu melaksanakan fungsi sosialnya kembali secara wajar sebagai SDM yang berkualit nilai-nilai 22 PKRI. Keterampilan serta bahan-bahannya.Dinas Sosial - - 340 orang Kabupaten Cirebon . Pemberdayaan keluarga miskin dalam 6. Akses perlindungan lanjut usia terlantar diluar panti 9.Dinas Sosial . Peningkatan penannganan lanjut usia dalam panti 10. sandang. Peningkatan pelayanan kesejahteraan sosial a. APBD Provinsi. 30 balita 75 anak nakal . - . 250 orang di Cisarua. Pemberian akses kesehatan. 60 orang 10 Kab/kota anak terlantar. 100 Kabupaten Bandung orang di Kab. 80 anak korban Kabupaten Bandung narkotik dan Bogor . Penanganan gelandangan dan pengemis - - 300 KK 30 KK 75 orang 230 orang . 7 26 Kab/Kota pahlawan.Dinas Sosial Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-101 . Meningkatnya kemampuan usaha KBS Kabupaten 3.Dinas Sosial .NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG 3 8 Pengembangan. Pengembangan sosial anak dalam panti Terbinanya keluarga masyarakat adat dalam mengelola UEP Terlaksananya bimbingan bagi anak penyandang PMKS di dalam Panti Berdayanya keluarga Miskin melalui KUBE Terlindunginya dan terehabilitasinya KDRT.Dinas Sosial . Terehabilitasinya keluarga tidak layak huni. Garut. Pemulihan sosial anak nakal dan korban narkotika di dalam Panti - - 400 orang 5 kab/kota . Pemanfaatan dan Sosialisasi Hasil Litbang dan Teknologi Tepat Guna (TTG) Pameran Hasil . 500 Kota Bandung buku buletin ristek. serta 5 aspek common goals 10 produk hasil litbang dan Kota Bandung Teknologi Tepat Guna (TTG) Wilayah Purwakarta Balitbangda APBD Balitbangda Bakorwil Purwakarta APBD APBD 11 Wilayah Purwakarta Bakorwil Purwakarta APBD 22. Subang. kepahlawanan dan kejuangan 2. Peningkatan pelayanan kesejahteraan sosial . Bimbingan Mental.Dinas Sosial 5.Dinas Sosial .Dinas Sosial . Bandung. Peningkatan pelayanan kesejahteraan sosial masyarakat adat 4. Peningkatan penanganan WTS 11. Fisik dan Keterampilan Terlaksananya peningkatan penanganan dan pemulihan bagi tuna sosial Terlaksananya perlindungan dan pelayanan sosial anak terlantar Terlaksananya pemulihan sosial terhadap anak nakal dan korban narkotika 100 KBS 1180 anak . Sukabumi. penyediaan bahan keterampilan kesehatan dan bantuan UEP dan dipulangkannya PMKS terlantar dan pengiriman ke lokasi transmigrasi. Peningkatan penanganan korban tindak kekerasan dalam rumah tangga 7. dan Akses rekreatif. Garut dan Tasikmalaya Kabupaten Ciamis dan Sumedang Kab. 350 janda PKRI. Tersedianya pelayanan keterampilan dan tersedianya bahan UEP dalam panti Tersedianya permakanan. Perlindungan dan pelayanan sosial anak terlantar 14. orang tua. Cirebon Barat.Dinas Sosial - - 100 orang anak binaan.Hasil Litbang dan Teknologi Tepat Guna (TTG) Orientasi Pemantapan Kinerja Aparatur Pemerintah Desa dalam Pemberdayaan Masyarakat se Wilayah Purwakarta Orientasi Pemantapan Kinerja Kecamatan di Kab/Kota se Wilayah Purwakarta - SASARAN PROGRAM/KEG 4 tersalurkannya bantuan rehabilitasi kantor desa / kelurahan dan sarana olahraga SKPD kab/kota serta masyarakat pengguna TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 9 10 - SKPD kab/kota serta masyarakat pengguna 6 topik untuk sosialisasi.Dinas Sosial 60 KK.Dinas Sosial APBN.

serta Tersusunnya indikator keberhasilan program KUBE Terindefikasinya dan terinventarisir serta tersajikannya Data PMKS.pelaku usaha kesejahteraan sosial masyarakat Terinformasikannya pembangunan bidang kesejahteraan sosial.Biro Bangsos .Biro Bangsos . 16 Pemulihan Penyandang Cacat dalam Panti SASARAN PROGRAM/KEG 4 Terlaksananya pencegahan terhadap anak nakal dan korban narkoba berbasis masyarakat Terbinanya Penyandang cacat TARGET PENCAPAIAN LOKASI PELAKSANA SKPD 7 .Biro Bangsos Pemberdayaan Karang Taruna dalam pelaksanaan usaha kesos 9 Koordinasi dan fasilitasi penanganan wanita tusa susila (WTS) 10 Fasilitasi dan koordinasi penanganan lanjut usia 11 Koordinasi penanganan masalah anak 12 Koordinasi dan faslitasi penanganan anak jalanan - 13. pemberantasan dan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba (P4GN) di Jawa Barat 16. Koordinasi dan fasilitasi pencegahan. Media elektronik dan media cetak serta penyuluhan Terlaksananya sosialisasi Pengumpulan Uang dan Barang (PUB) tokoh masyarakat Meningkatnya partisipasi karang taruna dalam kegiatan UKS Meningkatnya sinergitas pelaksanaan penanganan WTS Meningkatnya sinergitas pelaksanaan penanganan lanjut usia Meningkatnya sinergitas pelaksanaan penanganan masalah anak Meningkatnya sinergitas pelaksanaan penanganan masalah anak jalanan - 1 kegiatan Kota Cimahi .Dinas Sosial .para pelaku (stake pembangunan kesos a.Biro Bangsos Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-102 . 12 paket penyuluhan 12 kab/Kota.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG 3 15. melalui : Ceramah keagamaan . Fasilitasi koordinasi penanganan masalah penyandang cacat 14.Biro Bangsos . Fasilitasi Potensi sumber kesejahteraan sosial melalui pemilihan karang taruna. orsos dan LSM 15. APBD Kab/Kota Kegiatan : 1.Dinas Sosial 2.para pelaku (stake pembangunan kesos .para pelaku (stake dalam menangani masalah PMKS pembangunan kesos Meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba para pelaku (stake pembangunan kesos - holder) 26 kab/kota .Biro Bangsos . . PSKS melalui jaringan teknologi informasi Terlaksananya peningkatan jejaring kerjasama pelaku.Dinas Sosial . Kota Bandung 1 Dokumen Instrumen. APBD Provinsi.Dinas Sosial 5 Peningkatan jejaring kerjasama pelaku usaha kesos masyarakat Kegiatan penyuluhan dan bimbingan sosial bagi pelaku usaha kesos (UKS) - 55 orang. Kegiatan Monev dan pelaporan Kesos - Tersusunnya Indek Kota Cimahi Pembangunan Sosial 40 KUBE. . Koordinasi dan sinkroninasi program pembangunan kesos perencanaan - Terlasananya koordinasi dan sinkronisasi penyusunan program pembangunan kesos dengan kabupaten/kota Terlaksananya kegiatan penyusunan indeks pembangunan sosial di Jawa Barat Terpantaunya program kegiatan KUBE Terdeteksinya perkembangan permasalahan dan solusi pelaksanaan program KUBE.Dinas Sosial .Dinas Sosial 6 - 80 orang.Dinas Sosial 7 8 Sosialisasi pendayagunaan sumber dana sosial - - 4 kegiatan 70 orang 26 Kab/Kota 16 Kab/Kota holder) 26 Kab/Kota holder) 26 Kab/Kota holder) 26 Kab/Kota holder) 26 Kab/Kota holder) holder) 26 kab/kota holder) 26 kab/kota . Pencegahan anak nakal dan korban narkotika berbasis masyarakat. para pelaku (stake pembangunan kesos terlindunginya hak-hak dan kewajiban para b.Dinas Sosial 4 Penyusunan data kesos - Kota Bandung .Biro Bangsos - Meningkatnya sinergitas pengembangan sosial program bidang - para pelaku (stake pembangunan kesos holder) 26 kab/kota .Dinas Sosial SUMBER DANA 8 - 5 6 175 orang anak nakal.para pelaku (stake pembangunan kesos . 4 Dokumen Pelajaran. para pelaku (stake penyandang cacat pembangunan kesos Meningkatnya motivasi dan partisipasi masyarakat . 2 kali . Pengembangan indikator pembangunan Sosial 3. Fasilitasi dan koordinasi Bidang Pengembagan Sosial di Jawa Barat - para pelaku (stake pembangunan kesos .Dinas Sosial . 100 orang Kota cimahi korban narkotik 100 orang 65 Program Pemantapan Kelembagaan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) - Menggerakkan peranserta masyarakat dan mengali sumber-sumber potensi masyarakat dalam penanggulangan masalah kesejahteraan sosial APBN.Biro Bangsos . 2 PSKS 15 kab/Kota.

Biro Bangsos .Aparat Pemda. 60 Tenaga museum. Terselenggaranya Workshop pelestarian tradisional pengembangan situs Goa Pawon Disbudpar APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-103 . Sejarah.Biro Bangsos - - holder) 26 kab/kota . Peningkatan Apresiasi Museum - marterplan Jawa Barat Terlaksananya Pembinaan. 1 kali Pameran Regional kain mengembangkan nilai-nilai budaya daerah tradisional c.situs-situs di 5 kecamatan Jawa Barat kabupaten sumedang dan a. Ajang Kreasi desain logo Museum Sri Baduga . peninggalan kesejarahan. Sumedang e. Kebudayaan 66 Program Pengembangan Nilai Budaya a.Disbudpar APBD . KarangKamulyan) c. Terlaksananya Relokasi Situs Jatigede Budaya (BCB). Pemilik perusahaan batu kapur dan para pakar arkeologi dan geologi sebanyak 75 orang . Peningkatan koordinasi penanganan kepahlawanan.Disbudpar APBD Kegiatan : 1. Tambaksari. Masyarakat.Biro Bangsos 23. Pelestarian. pelestarian dan a. permuseuman. Penyebaran informasi museum h. KCVRI.Biro Bangsos . Permuseuman. sastra dan aksara daerah - Jawa Barat .Nilai b. Meningkatnya apresiasi masyarakat terhadap bahasa. 1 kali Pameran Nasional Patung Jawa Barat permuseuman dalam upaya melestarikan dan b.Disbudpar APBD 3. Fasilitasi dan koordinasi peringatan Hari Pahlawan 20. Batujaja. dan Nilai Tradisional 2. 4 buah intalasi budaya (Land dan mengembangkan nilai-nilai budaya raad. pengelola Kebudayaan . Pelestarian dan Pengembangan Benda Cagar a. Fasilitasi dan koordinasi Kesetiakawanan sosial di Jawa Barat 18. Tersusunnya penataan situs batujaya pengembangan kepurbakalaan. Minangkala ke 29 g. Karawang sejarah dan nilai tradisional dalam upaya melestarikan b. Peningkatan koordinasi penanganan komunitas adat terpencil di Jawa Barat 19. Bojongkokosan. Termanfaatkannya nilai-nilai tradisional. dan pengembanganKepurbakalaan. Pembinaan. kepurbakalaan dan museum bagi pengembangan budaya daerah b. keperintisan dan kejuangan di Jawa Barat 21. 1 kali pameran keliling museum di Kab. Peningkatan koordinasi dan fasilitasi keperintisan melalui organisasi kejuangan di Jawa Barat 22. Terlaksananya Festival Budaya Jawa Barat Meningkatnya apresiasi masyarakat terhadap a. Pepabri dan warahawuri) Meningkatnya pemahaman generasi penerus melalui sosialisasi pelestarian dan nilai-nilai kejuangan Terfasilitasinya peningkatan pemahaman pelestarian dan nilai-nilai kepahlawanan dan kejuangan bagi organisasi kejuangan Tersedianya fasilitasi dan koordinasi badan pembina pahlawan daerah melalui sosialisasi gerakan pelestarian dan peningkatan nilai-nilai kepahlawanan dan kejuangan serta kesetiakawanan sosial daerah Jawa Barat TARGET PENCAPAIAN 5 para pelaku (stake pembangunan kesos para pelaku (stake pembangunan kesos para pelaku (stake pembangunan kesos para pelaku (stake pembangunan kesos para pelaku (stake pembangunan kesos para pelaku (stake pembangunan kesos LOKASI PELAKSANA SKPD 7 .NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG 3 17. UPT Kebudaya an di Jawa Barat d.Biro Bangsos SUMBER DANA 8 - - 6 holder) 26 kab/kota holder) 26 kab/kota holder) 26 kab/kota - - holder) 26 kab/kota . 1 kali pameran sejarah perjuangan bangsa d. Fasilitasi dan Koordinasi pembinaan pahlawan daerah SASARAN PROGRAM/KEG 4 Meningkatnya kesadaran masyarakata akan nilai-nilai sosial Meningkatnya pembedayaan masyarakat pada komunitas masyarakat adat Meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap nilainilai kepahlawanan (LVRI.Biro Bangsos - - holder) 26 kab/kota . Kesejarahan dan Nilai . DI + D45. 1 Kali pameran Provinsi f.

Mahasiswa dan Siswa Sekolah 1 kali peringatan hari Bahasa Ibu. Meningkatnya pengelolaan keragaman dan kekayaan Budaya budaya Jawa Barat b. Terlaksanannya Publikasi dan Sosialisasi Kesejarahan Jawa Barat . kurikulum silabus untuk tiap jenjang Jawa Barat 11.Melestarikan dan meningkatkan apresiasi masyarakat thd bahasa. Katalogisasi. Pengujian dan Pengembangan SumberSumber Referensi dan Pembelajaran Bahasa. SMP. pemahaman dan kemampuan guru TK SD SMP SMA/ SMK dalam pembelajaran bahasa. Meningkatnya frekuensi apresiasi seni dan budaya daerah dikalangan pemerintah.Disdik APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-104 .Disbudpar APBD Terlaksananya Tranliterasi naskah naskah kuna sebanyak 40 naskah 8. sastra dan aksara daerah siswa TK SD SMP SMA/SMK Pelatihan bahasa. SMP. Tradisional Jawa Barat b.Disbudpar APBD 12. Sastra. dan Aksara Daerah di Sekolah - Meningkatnya pengetahuan. Sejarah dan Nilai Tradisional Terpeliharanya tertatanya Jawa Barat peninggalan sejarah dan museum 50 orang juru pelihara situs Jawa Barat .Disdik APBN. APBD - - .Disbudpar APBD seluruh tokoh sejarah Jawabarat Jawa Barat Gerasi muda. Pembuatan Visualisasi Bioskop Mini Khasanah . aksara dan sastra daerah Terlaksananya pengujian dan pengembangan buku referensi sekolah. sastra. Pengembangan dan Pemanfaatan Nilai-nilai a. Terlaksananya Ekspedisi Tinggalan Sejarah c. Meningkatnya pengelolaan dan pengakuan atas Hak atas kekayaan intelektual c.Disbudpar .Disbudpar APBD APBD Terdokumentasi benda koleksi Jawa Barat museum 9 (sembilan) judul Jawa Barat - . SMA/SMK. - - . sastra dan Jawa Barat aksara daerah bagi guru TK.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG 3 c. SD. Jawa Barat 70 orang mengikuti temu sastra daerah. Sejarah dan Nilai Tradisional bagi Juru Pelihara Situs/ BCB dan masyarakat sekitarnya di Jawa Barat Transliterasi dan deskripsi naskah kuno - . Peningkatan Mutu Pendidikan Bahasa.Disdik APBN.Guru Sejarah sebanyak 50 Orang Masyarakat.Tersedianya katalogisasi.Disbudpar APBD 6. APBD 67 Program Pengelolaan Keragaman dan Kekayaan a.seluruh desa yang potensial Jawa Barat Pelestarian dan Pengembangan Desa Budaya untuk dikembangkan Tergalinya Nilkai Tradisi pada upacara adat . Pelestarian dan Pengembangan Bahasa dan Sastra Daerah - . Eksplorasi dan konservasi tinggalan Budaya Jabar Bimbingan teknis Purbakala. APBD - - . masyarakat kepada para Juru Pelihara Situs sebanyak 40 orang Terlaksananya Inventarisasi dan Indentifikasi . penyusunan kamus bahasa dialek dan cetak ulang kamus bahasa daerah Lomba kreativitas di bidang Jawa Barat bahasa. masyarakat dan swasta Kegiatan : . Visualisasi dan Dokumentasi . Terlaksananya Inventarisasi dan Identifikasi TokohTokoh sejarah Jawa Barat b. SMA/SMK 10 judul buku untuk masingJawa Barat masing jenjang TK.Audio Visual dan 500 eks buku perkawinan sunda Terlaksananya lomba busana tradisional Jawa Barat . serta penyusunan kurikulum silabus dan standardisasi pembelajaran bahasa. kemampuan dan keterampilan siswa TK SD SMP SMA/SMK dalam apresiasi seni daerah Meningkatnya pengetahuan. Peningkatan Mutu Guru dalam Pemahaman Bahasa. Peningkatan Apresiasi Kesejarahan a. Sastra dan Aksara Daerah di Sekolah 14. SD. c. - - 40 naskah kuna Jawa Barat . 4. visualisasi dan dokumentasi benda koleksi museum seluruh benda koleksi bagi pengunjung wisata dan pengunjung ilmiah 9.Tersedianya visualisasi / film khasanah budaya Jawa Budaya Jawa Barat Barat 10.Disbudpar . Juru Pelihara situs.Disdik APBN . Aparatur. aksara dan sastra daerah - . SASARAN PROGRAM/KEG TARGET PENCAPAIAN LOKASI PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 4 5 6 Terselenggaranya Bimbingan Teknis tentang BCB b.Disbudpar . pemetaan varian bahasa daerah di 11 titik.Remaja tingkat sekolah tingkat remaja menengah Melestarikan peninggalan-peninggalan bersejarah dan tertatanya peninggalan sejarah dan museum Meningkatnya kemampuan para juru pelihara Situs/BCB dalam bidang Kepurbakalaan. Sastra dan Aksara Daerah Melalui Apresiasi Seni Bagi Siswa SD. SMP dan SMA/SMK se Jawa Barat 13.Disbudpar APBD 5. dan aksara daerah 7.

b.Disbudpar pelatihan bagi 400 siswa di bidang seni daerah Jawa Barat terlaksananya festival seni Jawa Barat Disbudpar budaya Jawa Barat di luar negeri dalam rangka promosi Jawa Barat Terlaksananya 1 kali Bandung Disbudpar Penyelenggaraan Asia Afrika Art and Culture Festival dalam rangka peringatan KAA 1 kali keikutsertaan Taman Kalimantan Timur. Perumusan hak paten karya seni Jawa Barat. - - 6. Gelar aneka ragam seni.Disbudpar SUMBER DANA 8 APBD kelembagaan - 5 6 Tersusunnya database seni Jawa Jawa Barat Barat. Peningkatan apresiasi seni dan pembinaan serta pengembangan seni budaya daerah di Taman Budaya - - 4. dan Pemanfaatan kelembagaan Sumber Daya Kesenian SASARAN PROGRAM/KEG 4 Melestarikan dan mengembangkan sumber daya kesenian TARGET PENCAPAIAN LOKASI PELAKSANA SKPD 7 . 1 kali temu kareografer Jawa Barat dan 4 kali kreativitas seni Jawa Barat. Statistik 68 Program Pengembangan Statistik Daerah Data/Informasi/ a. festival kesenian tingkat nasional ke VII.Disbudpar APBD 3. Peningkatan Informasi dan Promosi Budaya di Anjungan Jawa Barat TMII Fasilitasi dan Pembinaan Minat Bakat Seni Kepada Masyarakat Festival Seni Budaya Jawa Barat di Event Internasional - Terfasilitasinya promosi budaya Jawa Barat melalui anjungan Jawa Barat TMII Terfasilitasinya pembinaan melalui minat bakat seni terhadap masyarakat - 5. Peningkatan Kualitas dan Kreativitas Seni Budaya Jawa Barat - Melestarikan dan meningkatkan apresiasi masyarakat thd seni daerah melalui pentas seni kolosal hut RI ke 63. jaipongan dan karya komponis muda se Jawa Barat Melestarikan dan meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap seni daerah melalui pagelaran kesenian daerah - .Disbudpar Jawa Barat di Anjungan Jawa Barat TMII Jakarta Terlaksanannya pembinaan dan Bandung . 2. Terlaksananya 17 kali festival Jawa Barat seni Jawa Barat .NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 1. Asia Afrika Art and Culture Festival - Terlaksananya Penyelenggaraan Asia Afrika Art and Culture Festival - 8.Disbudpar hampir punah. - terlaksananya festival seni budaya Jawa Barat - 7. pemberdayaan kesenian Jawa Barat. duta seni pelajar se Jawa Barat. dan gelar karya seni unggulan Pergelaran ragam seni daerah TMII Jakarta . festival bunaken. Temu Karya Taman Budaya - Terlaksananya keikutsertaan Taman Budaya Jawa Barat pada Temu Karya Taman Budaya Tingkat Nasional dan Temu Dua Budaya Daerah - Revitalisasi jnis kesenian yang Bandung . Tersedianya data/informasi spasial yang mutakhir dan akurat Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-105 . Disbudpar Budaya Jawa Barat pada Temu Jawa Tengah dan Jawa Karya Taman Budaya Tingkat Timur Nasional. PROGRAM/KEG 3 Pelestarian. 2 kali keikutsertaan pada Temu Dua Budaya Daerah APBD APBD APBD APBD APBD APBD 24. festival reog. Pengembangan. Tersedianya data/informasi aspasial yang mutakhir dan akurat. pergelaran seni bulan purnama.

Dinas Sosial APBD Provinsi 25.Dinas Bina Marga APBD APBD APBD APBD Provinsi 6 - - .Dinas Perhubungan APBD Provinsi .Dinas Perhubungan APBD Provinsi 8 Pemetaan struktur jaringan trayek - 9 10 11 Inventarisasi fasilitas perlengkapan jalan di Jawa Barat Implementasi data kesos melalui jaringan Teknologi informasi Pengelolaan database infrastruktur sumber daya air dan irigasi Inventarisasi data fasilitas sarana dan prasarana perhubungan di Jawa Barat Pengelolaan database infrastruktur sumber daya air dan irigasi Implementasi data kesos melalui jaringan Teknologi informasi - Tersedianya peta digitasi struktur jaringan trayek angkutan umum hasil kegiatan evaluasi jaringan trayek terdahulu Tersedianya basis data fasilitas perlengkapan jalan di Jawa Barat Terwujudnya implementasi data kesos melalui jaringan Teknologi Informasi Meningkatnya ketersediaan dan pengelolaan data dan informasi infrastruktur sumber daya air dan irigasi Tersedianya basis data fasilitas perlengkapan jalan di Jawa Barat Meningkatnya ketersediaan dan pengelolaan data dan informasi infrastruktur sumber daya air dan irigasi Terwujudnya implementasi data kesos melalui jaringan Teknologi Informasi . Kegiatan : 1 Peningkatan Kearsipan Pengelolaan dan Pelestarian - Tersedianya data kearsipan yang mendukung manajemen Pemda Terpeliharanya data Kearsipan untuk mengingkatkan pelayanan kepada pengguna Kota Bandung Basipda APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-106 . lalu lintas angkutan barang di · Purwakarta-Bogor Jawa Barat Terkoordinasi dan sinkronisasi Jawa Barat data jaringan trayek di Jawa Barat Jawa Barat 1 paket informasi jaringan teknologi Kota Cimahi Jawa Barat . Tersedianya data kearsipan yang mendukung Kearsipan manajemen pemerintah daerah.pengolahan.Dinas Sosial . Terpeliharanya data kearsipan untuk meningkatkan pelayanan kepada para pengguna. Terlaksananya Penyusunan Dokumen Teknis strategi Informasi Bidang Energi dan Sumberdaya Rancang Bangun Pengembangan.Dinas Bina Marga APBD Provinsi 7 - Terevaluasinya jaringan lintas angkutan barang di Provinsi Jawa Barat - . Pengolahan dan Pemanfaatan Data. b. Kearsipan 69 Program Pengembangan Sistem Administrasi a. Statistik dan Informasi Bidang Energi dan Sumberdaya Mineral c. updating dan analisis data dan statistik daerah Sistem Manajemen Jaringan Jalan dan Jembatan Pengendalian Pemanfaatan Jalan dan Ruang Pengawasan Jalan Evaluasi Jaringan Lintas Angkutan Barang dan Informasi Dinas Dinas Peternakan Tersedianya Pembangunan data/informasi Perencanaan 8 jenis data makro Kota Bandung Jawa Barat Tersedianya data teknis dan informasi mengenai kondisi jalan di provinsi Jawa Barat Terinventarisasinya data mengenai pemanfaatan ruang pemanfaatan jalan penggunaan Teridentifikasinya kondisi jalan Jawa Barat dan jembatan melalui program IRMS/BMS Terlaksananya survei Jawa Barat inventarisasi pemanfaatan ruang milik jalan Tersusunnya data jumlah jaringan · Cirebon-Priangan.Dinas Perhubungan . Pengelolaan dan Mineral Pemanfaatan SITEL Bidang Energi dan Sumberdaya Mineral b. Terlaksananya Penyusunan.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG 3 SASARAN PROGRAM/KEG 4 TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 Distamben SUMBER DANA 8 APBD Kegiatan : 1 Penyusunan dan Pengembangan Data dan a. Terdiseminasikannya Data Pertambangan dan Energi 2 3 4 5 Koordinasi perencanaan pembangunan data dan statistik peternakan Pengembangan Data dan Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah Penyusunan. Terlaksananya Pengelolaan dan Updating Data dan Informasi Bidang Energi dan Sumberdaya Mineral d.Dinas Perhubungan .Dinas PSDA APBD Provinsi APBD PROV 14 - 1 paket informasi jaringan teknologi Kota Cimahi .Dinas PSDA APBD Provinsi APBD Provinsi APBD PROV 12 13 - Jawa Barat Jawa Barat .SKPD terkait .

Bapusda APBD Kegiatan : 26 1 Pemetaan Pemberdayaan Perpustakaan dan a. 3 Koordinasi dan Evaluasi Penyelenggaraan a. Tersedianya Data Pemetaan Pemberdayaan PerpustakaanKeliling 25 Kabupaten/Kota se Jawa Barat 2 Pembinaan Teknis Perpustakaan di Jawa Barat a. 260 Perpustakaan Desa/Kelurahan di Kabupaten/Kota se Jawa Barat. 3 Perpusta-kaan Desa/Kelurahan Terbaik di Jawa Barat.000 Kota Bandung anggota perpustakaan 200 keping CD Room Opac Kota Bandung terpadu 50 peserta Kota Bandung 14.Hasil Litbang dan Teknologi Tepat Guna (TTG) di Jawa Barat Tertatanya Arsip di lingkup Setda Provinsi Jawa Barat agar dengan mudah arsip ditemukan SKPD kab/kota serta masyarakat pengguna - 5 orang Kota Bandung 5 SKPD Provinsi dan 5 Kab.Tersedianya bahan perpustakaan yang sesuai dengan kebutuhan dan tuntunan pengguna perpustakaan/pemustaka - 100 Eksemplar 1 Kali Kota Bandung Kota Bandung . Terlaksananya bimbingan dan konseling bagi pemakai perpustakaan Pengembangan Bahan Perpustakaan Bapusda . Tersedianya Data Pemetaan Pemberdayaan Perpustakaan Desa/Kelurahan oleh masyarakat di 26 Kabupaten/Kota se Jawa Barat d.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 2 PROGRAM/KEG 3 Peningkatan Pengelolaan Informasi Kearsipan SASARAN PROGRAM/KEG 4 Tersedianya media pelayanan informasi kearsipan dikalangan aparatur pemerintah dan masyarakat Terealisasinya pameran kearsipan untuk mensosialisasikan pentingnya arsip Terpilihnya Arsiparis Teladan Terpilihnya Penyelenggara Kearsipan Terbaik TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 Kota Bandung PELAKSANA SKPD 7 Basipda SUMBER DANA 8 APBD dan Pelayanan a. Terumuskannya Program Kegiatan Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi dan Forum Perpustakaan Umum se Jawa Barat Pembangunan dan Pengembangan a. Meningkatnya Budaya Baca Masyarakat terhadap Tersusunnya sistem Kota Bandung pendokumentasian hasil-hasil litbang dan teknologi tepat guna (TTG) Jawa Barat . Meningkatnya Apresiasi Masyarakat Perpustakaan b.Bapusda 3 - 200 Judul 100 judul Kota Bandung Kota Bandung .000 Data Base dan 5. Perpustakaan 70 Program Pengembangan Budaya pembinaan Perpustakaan Baca dan a. Tersedianya Profil Perpustakaan Keliling Kabupaten/Kota Budaya Baca di Jawa Barat b. Terpilihnya 3 Perpustakaan Desa/Kelurahan Terbaik Tingkat Propinsi Jawa Barat b. Tersedianya CD Room Perpustakaan Digital e.Bapusda 40. Terbinanya 26 Perpustakaan Umum di Jawa Barat. 2 Kali Forum Perpustakaan Kota bandung . Terlaksananya koleksi perpustakaan digital tentang Otomatisasi Perpustakaan di Jawa Barat Jawa Barat b. Validasi data base koleksi dan anggota perpustakaan d. Terlaksananya kliping digital subjek pembangunan di Jawa Barat c.400 Eksemplar Kota bandung ./Kota 2 Semester Basipda APBD 4 5 - 12 bulan Kota Bandung Biro Umum Balitbangda APBD APBD 26.Bapusda .Bapusda - 1 Produk Hasil Pemetaan Kota Bandung - 1 Produk Hasil Pemetaan Kota Bandung - - 26 Perpustakaan Umum di Jawa Kota Bandung Barat. 260 Perpustakaan Desa/Kelurahan.Bapusda 4 Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-107 . Kearsipan dalam Rangka Menunjang b. Peningkatan Penyelenggaraan Kearsipan di c. b. Tersampaikannya informasi perencanaan dan evaluasi Jawa Barat kearsipan kepada para Kepala SKPD Provinsi dan Kepala Lembaga Kearsipan Kabupaten/Kota Kegiatan Proses Kearsipan di Unit Kerja BiroBiro Lingkup Setda Provinsi Jawa Barat Pendokumentasian Hasil . Meningkatnya Minat dan Gemar membaca dan terwujudnya budaya baca masyarakat guna peningkatan produktivitas dan kualitas sumber daya manusia masyarakat di Jawa Barat c.

Kelautan dan 71 Program Pengembangan Budidaya Perikanan . Terfasilitasinya gelar buku baca santai Terfasilitasinya layanan perpustakaan hari sabtu Terlaksananya Parade Kreativitas dalam rangka Peringatan Hari Kunjung Perpustakaan e. Terlaksananya inovasi dan teknologi pertanian serta penerapan teknologi pengelolaan sumber daya pertanian.Bapusda APBD 8 9 Pelestarian Karya Cetak dan Karya Rekam a. Tersosialisasikannya koleksi buku langka dan tentang Jawa Barat d. 2.Bapusda .Bapusda B. Tersedianya Buku Langka c. mahasiswa. Terlaksananya Dialog interaktif tentang perpustakaan 7 Peningkatan Preservasi dan Konservasi Bahan Pustaka Termanfaatkannya kembali buku rusak. diskusi berbasis bahan perpustakaan bagi kelompok pemustaka g. dan peternakan b. Tersusunnya perencanaan pembangunan pertanian. Koordinasi dan perencanaan pembangunan a.Bapusda APBD - 550 Eksemplar 2 kali Sosialisasi 1 Kali 12 Episode Sinetron APBD APBD APBD APBD Kota Bandung . terbitan surat kabar dan majalah serta fumigasi buku oleh masyarakat pengguna perpustakaan - 6 kali Kota Bandung - 1 kali 26 kail di 26 kab/kota 510 bundel majalah dan 300 Bundel surat kabar.Tersusunnya perencanaan pembangunan perikanan Perikanan dan kelautan Kegiatan : 1. c. c. 4 tahun 1990 b.pegawai dan umum i. d. Terfasilitasinya kegiatan story telling bagi pemustaka pra sekolah f. perkebunan. Pertanian 72 Program Peningkatan Produksi Pertanian a. APBD Prov dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-108 . Workshop keterampilan berbasis bahan perpustakaan bagi pemustaka remaja. Jabar b.Tersedianya sinetron visualisasi budaya baca Masyarakat Jawa Barat masyarakat Jawa Barat - Jawa Barat . 10. Terimplementasikannya UU No. Pameran Perpustakaan j. penerapan teknologi pengelolaan sumber daya pertanian serta fasilitasi kegiatan agropolitan Dinas Perikanan Dinas Perkebunan Peternakan Pertanian.500 fumigasi buku 1800 Eksemplar Kota Bandung 26 kab/kota Jawa Barat .mahasiswa. Tersedianya Buku pojok Jawa Barat Khasanah Budaya Jawa Barat serta Implementasi UU No. Tersusunnya perencanaan pembangunan perikanan perikanan dan kelautan dan kelautan b.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 5 6 PROGRAM/KEG 3 Peningkatan Pelayanan Informasi Sekunder di Bapusda SASARAN PROGRAM/KEG 4 Tersedianya literatur sekunder manual dan digital Terfasilitasinya layanan keanggotaan perpustakaan TARGET PENCAPAIAN LOKASI PELAKSANA SKPD 7 . Tersedianya fasilitas penunjang kawasan agropolitan - Peningkatan sinergitas Jawa Barat perencanaan pembangunan perikanan dan kelautan Peningkatan kualitas data dan statistik sebagai bahan dasar perencanaan Meningkatnya inovasi dan Jawa Barat teknologi pertanian.Bapusda SUMBER DANA 8 Literatur - - 5 6 9 literatur sekunder manual dan 5 Kota Bandung digital 5000 orang 144 kali 48 kali 1 Kali 12 kali 12 kali 2 kali Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Peningkatan Layanan Perpustakaan Bapusda a. Tersedianya data dan statistik perikanan dan kelautan - - 28. URUSAN PILIHAN 27.pegawai dan umum h. Pemutaran dan bedah film edukatif bagi pemustaka remaja.000 eksemplar buku rusak. 4 Tahun 1990 Pembuatan Sinetron Visualisasi Budaya Baca .

Perkebunan dan Peternakan SUMBER DANA 8 Kegiatan : 1. Koordinasi dan perencanaan pembangunan a.Disnak . Terfasilitasinya dan terkoordinasinya pengelolaan infrastruktur listrik dan energi infrastruktur listrik dan energi b.Balitbangda APBD 29. Fasilitasi pengembangan penerapan teknologi pengurangan kehilangan hasil 3.Distamben APBD - . Pengembangan teknologi tepat guna dalam . Tersusunnya perencanaan pembangunan kehutanan Hutan b. Terkoordinasinya rencana pengembangan sumberdaya dan infrastruktur Migas di Jawa Barat 2.Jawa Barat dinasinya pengelolaan infrastruktur listrik dan energi se Jawa Barat Terkendalinya distribusi Bahan Jawa Barat Bakar Minyak Bersub-sidi se Jawa Barat 3 Cluster sumur gas Jawa Barat . Terpantaunya operasi Migas Hulu Hulu dan Hilir 3. Terfasilitasinya kegiatan hemat energi Kegiatan : 1. Terlaksananya Koordinasi dan perencanaan pertanian. perkebunan dan peternakan Peningkatan kualitas data dan statistik sebagai bahan dasar perencanaan Menurunnya kehilangan hasil LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 . Fasilitasi dan Koordinasi pengelolaan a. Terfasilitasi dan terkoordinasinya pengem-bangan dan Ketenagalistrikan dan Energi pengelolaan b. Terpantaunya pelaksanaan konversi energi 4.Dinas Kehutanan 30. Pengembangan pemanfaatan sumur migas a. Kehutanan 73 Program Pemanfaatan Potensi Sumber Daya a. Fasilitasi penerapan teknologi perbaikan mutu dan keamanan pangan Terfasilitasinya pengembangan penerapan teknologi pengurangan kehilangan hasil Terfasilitasinya penerapan teknologi perbaikan mutu dan keamanan pangan - - - - Meningkatnya perbaikan mutu dan keamanan pangan - Dinas Pertanian Disbun Disnak Dinas Pertanian 4.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG 3 SASARAN PROGRAM/KEG 4 - TARGET PENCAPAIAN 5 Terwujudnya sinergitas perencanaan pembangunan pertanian. perkebunan dan peternakan 2.Biro Binprod APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-109 . Tersedianya pengembangan sumur migas d. Tersedianya data dan statistik kehutanan - Terwujudnya perencanaan kehutanan sinergitas pembangunan - - Peningkatan sinergitas Jawa Barat perencanaan pembangunan kehutanan Peningkatan kualitas data dan statistik sebagai bahan dasar perencanaan .Distamben APBD - Meningkatnya pemanfaatan Jawa Barat sumber daya mineral dan energi Pemanfaatan Energi Alternatif di Jawa Barat Perdesaan . Fasilitasi dan Koordinasi Pengembangan Energi Alternatif di Perdesaan Meningkatnya Perdesaan Pemanfaatan Energi Alternatif di - Terfasilitasinya dan terkoor. Energi dan Sumber Daya Mineral 74 Program Pembinaan dan Pengembangan Bidang a.Distamben APBD - .Meningkatnya teknologi tepat guna dalam diversifikasi diversifikasi pemanfaatan mineral dan energi pemanfaatan mineral dan energi 5. Tersusunnya perencanaan pembangunan kehutanan kehutanan b. Tersedianya data dan statistik pertanian.Disbun .Dinas Pertanian. Koordinasi dan perencanaan pembangunan a. perkebunan dan peternakan b. peternakan pembanguan pertanian. Tersedianya data dan statistik kehutanan Kegiatan : 1. distribusi dan niaga BBM infrastruktur listrik dan energi c. Terkendalinya distribusi BBM bersubsidi b. perkebunan. Meningkatnya pemanfaatan sumur migas sebagai sebagai sumber energi sumber energi b. Pengelolaan Distribusi dan Tata Niaga Migas a.Distamben APBD - . Terpantaunya operasi. Pengkajian Model Pengembangan Agribisnis - Tersusunya Model Pengembangan Agribisnis Tersedianya Model Pengembangan Agribisnis .

Afrika Selatan. China. Cimahi. Berlin-Jerman. batubara Bogor 9 jenis produk unggulan 10 UKM pertambangan dan Jawa Barat energi Tersedianya data potensi Jawa Barat sumberdaya mineral unggulan Jawa Barat berdasarkan kondisi terkini untuk memenuhi kebutuhan pasar internasional Tersedianya data dan infor-masi produksi pertambangan dan energi 2 WKP Jawa Barat . Pariwisata 76 Program Pengembangan Pemasaran Pariwisata Kegiatan : 1. Terinventarisasinya data dan informasi WKP Panas bumi lintas Kab/Kota eks Pertamina untuk diajukan sebagai WKP Provinsi Jawa Barat b. Promosi Pariwisata Dalam dan Luar Negeri - Meningkatnya Jumlah Kunjungan Wisatawan ke Jawa Barat - a.Distamben APBD 31.Distamben APBD - - Pajak air tanah. Tersedianya pola peningkatan nilai tambah mineral unggulan dan batu bara Tambah Sumber Daya Mineral dan Batubara b.West Java Nite.Disbudpar APBD Jakarta . Terlaksananya pemantauan eksplorasi panas bumi di lokasi IUP Panas Bumi Provins Fasilitasi Peningkatan Pengolahan dan Nilai a. Australia. Joghakarta dan vali . Singapura. bagi hasil Migas. Pertambangan dan Energi b.Distamben . Pengembangan Informasi Jejaring Unggulan Pertambangan dan Energi Produk - 5 Lokasi Jawa Barat . Barat melalui promosi wisata di TMI 10 Negara . budaya dan pariwisata di deen Haag Belanda.Malaysia. Terfasilitasinya promosi Pariwisata Jawa Barat melalui Promosi seni .Distamben APBD . 4.Disbudpar APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-110 . Terlaksananya sosialisasi dan penyiapan masyarakat dalam rangka pemanfaatan panas bumi di WKP Provinsi c. b. bahi hasil pertambangan umum 10% .Disbudpar APBD b. dan HUT Konfrensi Asia Afrika Kota Bandung. Terfasilitasinya pengelolaan Tourism Information Centre c. retribusi Jawa Barat kebumian. Peningkatan Citra dan Promosi Daerah Tujuan . Dubai-UEA.Distamben - 3 WKP Jawa Barat . sumber daya mineral dan Kota/Kota Bandung. Braga Festival.Terfasilitasinya pengembangan pariwisata ke Jawa Wisata di Jawa Barat. BBM.Distamben APBD - 7 Kab/Kota Jawa Barat . 5. Meningkatnya kapasitas usaha kecil pertambangan dan energi di Jawa Barat 3. Tersedia Data Terkini Produk Unggulan dan Produksi a. Pelayanan Rekomendasi Teknis Fasilitasi Pelelangan WKP Panas Bumi Gunung Papandayan dan Sangkanhurip Optimalisasi Pendapatan Bidang Pertambangan dan Energi - Terlaksananya rekomendasi teknis pelelangan WKP Panas Bumi Terlaksananya intensifikasi dan ekstensifikasi pendapatan sektor pertambangan dan energi - Tersedianya pola peman-faatan Kab Bandung. Peningkatan Pemanfaatan Potensi Panas Bumi a. menengah a.Distamben APBD 2. Familliarization Tour. Terfasilitasinya promosi Pariwisata Jawa Barat melalui Kemilau Nusantara.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG 3 75 Program Pengembangan Sumberdaya Mineral dan Panas Bumi SASARAN PROGRAM/KEG 4 Meningkatnya pengusahaan dan nilai tambah produksi sumberdaya mineral Meningkatnya pemanfaatan panas bumi - TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 - Kegiatan : 1. Soul-Korea dan Jepang 2. Jawa Barat Travel Exchange.

Meningkatnya nilai tambah produk IKM Kegiatan : 1. Provinsi. Peningkatan Pariwisata Tersosialisasikannya Sadar Wisata dan Sapta Pesona serta meningkatnya kemitrausahaan antar pelaku kepariwisataan 2.Biro Sarek APBD APBD APBD 32. dialog golempang.Terfasilitasinya koordinasi pengembangan Kepariwisataan kepariwisataan Jawa Barat 78 Program Pengembangan Industri Kecil dan a.Dishut . Meningkatnya pelayanan instalasi IKM terhadap pelaku Menengah usaha b. Meningkatnya daya tarik wisata Jawa Barat melalui daya Tarik Wisata Jawa Barat event West Java Adventure Tourism (off Road).NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG 3 77 Program Pengembangan Destinasi Pariwisata SASARAN PROGRAM/KEG 4 a. Pasanggiri MOKA. Kabupaten/ Kota dan Stakeholder Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-111 . Pengembangan dan Pengelolaan Objek dan a.Disbudpar APBD 26 Kab. 79 Program Penataan Struktur dan peningkatan a. alas kaki. Sinergitas Pengembangan Ekonomi Bidang . suku cadang dan rotan) Meningkatkan sinergitas antara Pusat.Dinas Indag Agro APBD APBD Kab. Pengembangan Perindustrian b. Provinsi. Meningkatnya informasi kepariwisataan Jawa Barat TARGET PENCAPAIAN 5 9 KWU Meningkatkan kepariwisataan massa informasi melalui media LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 c./Kota Kota Bandung 26 Kab/Kota Meningkatkan pelayanan Instalasi IKM di 5 Instansi IKM Meningkatkan nilai tambah produk IKM sebesar 85% 1 kali 9 Instalasi IKM Kota Bandung . Meningkatnya Sinergitas Pengembangan Industri 4 komoditi (TPT.Disbudpar APBD 5. Industri 8. Kabupaten/Kota dan Stakeholder Kegiatan : 1. Terwujudnya sinergitas kepariwisataan melalui rakor forum SKPD dan Fasilitasi MPU Barat b. Pengembangan Objek Wisata Alam dan Hutan .Berkembangnya daya tarik wisata alam 7. Cirebon . dan mandalawangi Terpantaunya dan Terkendalinya Program Kepariwisataan Kemitrausahaan di bidang - - 540 orang Kota Bandung dan Jakarta 26 Kab/Kota . Penyebarluasan Informasi Kebudayaan dan Kepariwisataan Jawa Barat - 1 Dokumen Data kebudayaan Kota Bandung dan pariwisata dan 20 episode/penayangan .Disbudpar APBD 3. dan West Java Knite b. Bandung. Pengembangan Daya Tarik Tahura Wisata Alam Terfasilitasinya pengembangan objek wisata TAHURA Kota Bandung .Disbudpar APBD .Dinas Indag dan Purwakarta - b. Penataan dan Pengelolaan Objek dan Daya Tarik Wisata di KWU Jawa Barat b. Revitalisasi Instalasi pada Balai a. Meningkatnya sinergitas kepariwisataan Jawa Barat pembangunan - Meningkatkan sinergitas antara Pusat. Penataan Objek dan Daya tarik Wisata Jawa Barat Tersusunnya data kebudayaan dan kepariwisataan Jawa Barat Terinformasikannya kebudayaan dan pariwisata melalui jendela budaya dan wisata.Dishut . Pengembangan keanekaragaman makanan khas Jawa Barat 2. Pengembangan Program Kepariwisataan Jawa a.Disbudpar APBD 4. Tersusunnya dokumen perencanaan kebudayaan dan pariwisata 6. Kemampuan Teknologi Industri Meningkatnya promosi produk olahan industri kecil menegah agro Meningkatnya sarana dan prasarana instalasi IKM Meningkatnya pelayanan terhadap IKM Mengembangkan klaster industri Jawa Barat - . Pemantauan dan Pengendalian Program Kebudayaan dan Kepariwisataan Jawa Barat - 26 Kab/kota .

Meningkatnya kemampuan dan Keterampilan SDM b. Cirebon dan Kota Tasikmalaya APBD APBD 4. Perdagangan 80 Program Perlindungan Pengamanan Perdagangan - - 1 Paket Kota Bandung . Terwujudnya sionergitas pengembangan klaster antara pelaku dengan stakeholder a. Kota Cimahi. . Kab. Meningkatnya kemampuan dan Keterampilan SDM b.Dinas Indag Sukabumi. pengawasan brg beredar. Kab. pengembangan sektor Kab.Biro Sarek APBD Konsumen dan - Meningkatnya perlindungan konsumen melalui pengawasan barang beredar dan metrologi legal Terpantaunya Distribusi barang kebutuhan pokok masyarakat yang efektif dan efisien - 5 IPW dan 26 kab/kota Kegiatan : 1. Karawang. Pengembangan Klaster Industri Alas Kaki - 175 orang Kab. Bogor. Meningkatnya jaringan kerja klaster industri Suku Cadang c. Kab. . Kab. pengelolaan dan pengolahan data informasi perindustrian dan perdagangan agro Terwujudnya koordinasi rencana dan operasionalisasi program dan kegiatan pengembangan perindustri dan perdagangan agro Terlaksananya koordinasi industri antar stakeholder. Pengembangan Transformasi Perindustrian dan perdagangan Agro 9. Peningkatan Perlindungan Efektifitas Distribusi Konsumen dan a.Dinas Indag Sukabumi. Kab. Kab. Berkembangnya inovasi dan desain produk industri TPT e. Bekasi. pengolahan dan (SIFO) Indag Jabar penyebarluasan informasi industri dan perdagangan 6. Kab.Dinas Indag APBD - 1 Paket 185 Orang Kota Bandung . Bogor./Kota Bdg. Koordinasi Perencanaan dan Penguatan Sistem Informasi Industri dan Perdagangan 7. Bogor. Kab. industri kimia. Perencanaan dan Penguatan Sistem Informasi . Kab. penggunaan bahan berbahaya - 510 orang dan 36 kali pengawasan 26 Kab/Kota . Kab. Karawang dan Purwakarta - 26 paket Kota Bandung . Meningkatnya jaringan kerja klaster industri TPT c. .Terwujudnya pengelolaan. Kab. Karawang.Dinas Indag Bekasi. Cirebon dan Kota APBD - 1 Paket Kota Bandung . Berkembangnya inovasi dan desain produk industri Alas Kaki e. Kab.Dinas Indag Agro APBD - 26 paket Kota Bandung . Bekasi. Terwujudnya sionergitas pengembangan klaster antara pelaku dengan stakeholder a. .Dinas Indag Sukabumi. Kab. Terwujudnya koneksitas. Terwujudnya sionergitas pengembangan klaster antara pelaku dengan stakeholder 5. Karawang. Kab. Kab. . Industri Logam dan mesin. Kab. Cirebon dan Kota Tasikmalaya 2./Kota Bdg. Fasilitasi dan Koordinasi Industri di Jawa barat 33. Berkembangnya inovasi dan desain produk industri Rotan a. Pembinaan dan Pengembangan Industri Rotan - 175 orang 3. Meningkatnya kemampuan dan Keterampilan SDM b. Peningkatan Daya Saing TPT SASARAN PROGRAM/KEG 4 a.Dinas Indag APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-112 . Kab.Dinas Indag Agro APBD 10. Bogor./Kota Bdg. Kab. Peningkatan Kemampuan Daya saing melalui Pengembangan Sumber Daya.Dinas Indag APBD APBD Kab/Kota Bandung. Perencanaan Pengembangan perdagangan Agro dan Pengendalian Perindustrian dan Pengembangan Terwujudnya sinergitas rencana dan pelaksanaan program/kegiatan industri dan perdagangan Meningkatnya kemampuan sumber daya manusia di bidang industri telematika. Meningkatnya kemitraan antara pelaku usaha dan pasar d.Dinas Indag Sukabumi. Kab. Bekasi. Meningkatnya pemahaman perlindungan konsumen. Kab. Meningkatnya kemitraan antara pelaku usaha dan pasar c./Kota Bdg. Karawang. Kab. Pengembangan Klaster Industri Suku Cadang - 175 orang b. Penguasaan teknologi dan manajemen 8. Meningkatnya kemitraan antara pelaku usaha dan pasar d.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG 3 Kegiatan : 1. Bogor. Bekasi. Meningkatnya jaringan kerja klaster industri Alas Kaki c. Kab. Meningkatnya kemampuan dan Keterampilan SDM - TARGET PENCAPAIAN 5 175 orang LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 APBD Kab.

NO 1

BID URUSAN PEMDA 2

PROGRAM/KEG 3

SASARAN PROGRAM/KEG

TARGET PENCAPAIAN 5

LOKASI 6

PELAKSANA SKPD 7

SUMBER DANA 8

4 b. Terfasilitasinya pelaksanaan pengawasan barang dan bahan makanan yang beredar di pasar. 2. Peningkatan Pelayanan Tera Ulang UTTP - Meningkatnya pelayanan Kemetrologian di 5 Instalasi Pengelolaan Wilayah (IPW) 3. Peningkatan Pelayanan Ukuran Arus, Panjang - Terfasilitasinya pengukuran BBM di SPBU serta dan Volume Pendataan Meter Air, Meter KWH, dan Meter parkir

5 IPW 5000 SPBU, 260 kali pendataan 5 IPW meter air, 250 pendataan meter KWH dan 10 kali pendataan meter parkir 5 IPW

-

Dinas Indag

APBD APBD

- Dinas Indag

4

Peningkatan Pelayanan Kemetrologian Bidang Ukur Ulang dan BDKT

-

Meningkatanya Pelayanan Barang Dalam Keadaan Terbungkus (BDKT) Terpantaunya keamanan produk agro yang beredar di pasaran -

- Dinas Indag

APBD

5. Peningkatan tertib niaga dan perlindungan Konsumen

-

10 kali

26 Kabupaten/Kota

- Dinas Indag Agro

APBD

6. Peningkatan Distribusi Produk Agro Jawa Barat a. Tersedianya data perkembangan harga komoditi agro b. Terkoordinasinya antisipasi pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat pada hari besar keagamaan c. Tersusunnya analisis jalur distribusi komoditas agro Jawa Barat 81 Program Peningkatan dan Pengembangan a. Mengembangkan Sistem Perdagangan Dalam Negeri perdagangan sistem & sarana prasarana Terfasilitasinya pengembangan sarana dan prasarana perdagangan Meningkatkan sinergitas antara Pusat, Provinsi, Kabupaten/Kota dan Stakeholder

Kota Bandung

- Dinas Indag Agro

APBD

b. Terwujudnya sinergitas pembangunan di bidang perdagangan

-

Kegiatan : 1. Peningkatan Utilitas Perdagangan

dan a. Optimalisasi peran dan fungsi utilitas perdagangan agro b. Terfasilitasinya pembangunan cold storage bagi komoditi holtikultura 2. Pengembangan Sarana dan promosi Dagang a. Terfasilitasinya pelaku usaha Jawa Barat pada event pameran/promosi b. Terjalinnya kerjasama dagang antar pulau/provinsi c. Meningkatnya peran dan fungsi pasar tradisional sebagai pasar higyenis, bersih dan nyaman 3. Fasilitasi dan Koordinasi Peningkatan - Meningkatnya koordinasi dan pengembangan Perdagangan Komoditi Unggulan di Jawa Barat perdagangan antar stakeholder

Usaha

Industri

-

3 Unit

Kab. Indramayu, - Dinas Indag Agro Sukabumi dan Cirebon

APBD

-

142 pelaku usaha dan 100 kios

Jakarta, Batam, Bali, - Dinas Indag Kalimantan Timur, Bogor, Purwakarta,

APBD

Kota Bandung

- Biro Sarek

APBD

34. Ketransmigrasian

82 Program Pengembangan Wilayah Transmigrasi

-

Terselenggaranya kerjasama bidang transmigrasi antar provinsi penempatan di luar Pulau Jawa dengan kab/kota di Jawa Barat Terlaksananya penjajagan ke daerah penempatan dalam rangka tindak lanjut kerja sama (MoU) . Terlaksananya fasilitasi dalam rangka sertifikasi lahan transmigrasi di 5 UPT Terlaksananya relokasi penduduk daerah genangan waduk Jatigede

-

Terealisasinya Pengiriman Jawa Barat transmigran asal Jawa Barat sebanyak 1.050 KK 9 provinsi penempatan di luar 26 Kab/Kota Pulau Jawa. 5 UPT (Unit Pemukiman 5 Kab/Kota Transmigrasi) 125 orang Kab. Sumedang Disnakertrans Disnakertrans APBD APBD

Kegiatan : 1. Tindak lanjut kerjasama antar daerah bidang ketransmigrasian 2. Koordinasi & Fasilitasi Penyelesaian Sertifikasi Lahan di Lokasi Transmigrasi Lokal 3. Pengerahan dan penempatan daerah genangan waduk Jatigede penduduk

-

-

-

-

Disnakertrans

APBD

Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009

IV-113

NO 1

BID URUSAN PEMDA 2 4.

PROGRAM/KEG 3 Fasilitasi Kerjasama Bidang Ketransmigrasian

SASARAN PROGRAM/KEG 4 Terlaksananya Rakor dan penandatanganan kerjasama bidang ketransmigrasian.

TARGET PENCAPAIAN 5

LOKASI

PELAKSANA SKPD 7 Biro Bangsos

SUMBER DANA 8 APBD

-

35. Peningkatan Pemahaman dan Pengamalan Agama

83 Program Peningkatan dan Pemahaman dan Pengamalan Agama

a. Meningkatnya pemahaman dan pengamalan agama dalam kehidupan bermasyarakat b. Terciptanya suasana kehidupan keagamaan yang kondusif di Jawa Barat Meningkatnya pemahaman dan pengamalan agama dalam kehidupan bermasyarakat Meningkatnya pemahaman dan pengamalan agama di masyarakat Meningkatnya pemahaman dan pengamalan agama di kalangan aparatur dan masyarakat -

6 40 Naskah Kerjasama, 26 Kota Bandung Kab/Kota di Jawa Barat, Kab/Kota penempatan Jawa Barat

- Biro Yansos - Kanwil Depag

APBN APBD

Kegiatan : 1. Pelaksanaan MTQ Tingkat Jawa Barat, Pembinaaan dan Pengiriman Khalifah STQ 2. Peningkatan Kualitas Khotib/ Mubaligh dan Kader Juru Dakwah 3. Implementasi Pengamalan Agama melalui Safari Ramadhan dan Taraweh Keliling

1 kali MTQ Tk. Jawa Barat dan Jawa Barat 100 Orang STQ Tk Nasional 800 orang kader juru dakwah Jawa Barat 7500 Orang Masyarakat,Tokoh Jawa Barat Agama, Tokoh Masyarakat dan Aparatur Pemerintah Propinsi dan Kabupaten/Kota se Jawa Barat 500 orang peserta dialog intern Jawa Barat dan antar umat beragama 800 Orang Para Pemuda, Pelajar Kota bandung 800 Orang Para Pembina Majelis Kota bandung Taklim se Jawa barat

- Biro Yansos - Kanwil Depag - Biro Yansos - Biro Yansos

APBN APBD APBD APBD

4. Pembinaan Kerukunan Hidup Intern dan Antar Umat Beragama 5. Peningkatan Pemahaman Agama di kalangan 6. Peningkatan Kualitas Pembina Majelis Taklim Di jawa Barat 84 Program Pembinaan Lembaga Sosial Keagamaan Kegiatan : 1. Pemberdayaan Lembaga Sosial Keagamaan

-

Terfasilitasinya kegiatan intern dan kegiatan antar umat beragama. Meningkatnya pemahaman dan pengamalan agama di Meningkatnya kualitas Pembina Majalis Taklim di jawa Barat Meningkatnya peran lembaga-lembaga sosial keagamaan dan lembaga pendidikan keagamaan dalam pembangunan Meningkatnya pemberdayaan DKM dan pemberdayaan guru madrasah diniyah dalam pembangunan. Terlaksananya subsidi dan imbal swadaya pembangunan dan rehabilitasi sarana prasarana kepada lembaga keagamaan dan lembaga pendidikan. Meningkatnya kualitas Guru Madrasah Swasta di Jawa Barat Terlaksananya Porseni Pontren Tk Jabar dan Training Centre Kontingen Pospenas Jabar dan Terkirimnya Kontingen Pospenas Jabar ke Tk Nasional Meningkatnya Pemahaman dan Pengamalan ajaran agama di kalangan pemuda/pelajar dan Mahasiswa Meningkatnya peran serta lembaga keagamaan dalam olah raga dan seni Tersusunnya Pemetaan lembaga-lembaga sosial keagamaan di Jawa Barat

-

-

Biro Yansos Kanwil Depag Biro Yansos Biro Yansos

APBN APBD APBD APBD

-

APBN, APBD

-

-

410 orang Pengurus DKM dan Jawa Barat Guru Madrasah Diniyah 4 Wilayah di Jawa Barat Jawa Barat

- Biro Yansos

APBN, APBD

2.

Fasilitasi Keagamaan serta pelayanan Kepada Organisasi/Pontren/Masjid di jawa Barat

-

-

- Biro Yansos

APBN, APBD

3.

Pembinaan Guru Madrasah Swasta di Jawa Barat Pelaksanaan Porseni Pontren Tk Jabar, TC/Training Centre dan Pengiriman Kontingen Pospenas Jabar Tk Nasional di Makasar Peningkatan Kualitas Pesantren Kilat

-

-

4.

-

-

480 orang Guru Madrasah Jawa Barat Swasta dan Guru TKA/TPA di Jawa Barat 1500 Orang Para Santri dan Bandung dan Makasar Kontingen Jawa Barat ke Pospenas 300 Orang 800 Orang Pemuda/Pelajar Bandung

- Biro Yansos

APBN, APBD

- Biro Yansos

APBD

5.

Penyelenggaraan -

-

- Biro Yansos

APBD

6. 7.

Peningkatan Peran Serta Pesantren dalam pembinaan Olah raga dan Seni Pemetaan Lembaga Sosial Keagamaan di Jawa Barat (tahap II)

-

Pondok pesantren di Jawa Barat Tersebar Lembaga Sosial Keagamaan di Tersebar Jawa Barat

Biro Yansos Biro Yansos

APBD

Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009

IV-114

4.3. RENCANA KERJA PEMBANGUNAN BERSUMBER DANA APBN
PROGRAM 1 1. Program Upaya Perorangan SASARAN 2 KEGIATAN 3 TARGET PENCAPAIAN (KELUARAN KEGIATAN) 4 LOKASI 5 SKPD 6 Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan KETERANGAN (Diisi dengan Dept) 7 Dep. Kesehatan Dep. Kesehatan Dep. Kesehatan Dep. Kesehatan Dep. Kesehatan Dep. Kesehatan Dep. Kesehatan Dep. Kesehatan Dep. Kesehatan Dep. Kesehatan Dep. Kesehatan Dep. Kesehatan

Kesehatan A.1. Meningkatkan rumah sakit yang sensitif 1. Pelayanan Kesehatan bagi Penduduk dan proaktif Miskin Kelas III Rumah Sakit 2. Tertanggulanginya masalah kesehatan 2. Operasional dan Pemeliharaan rujukan dan pelayanan medis spesialistik Penyelenggaraan Pelayanan Medik 3. Meningkatnya rumah sakit yang 3. Pemenuhan dan Peningkatan Fasilitas Sarana dan Prasarana Kesehatan terakreditasi, tertibnya administrasi Rujukan perizinan rumah sakit pemerintah dan swasta 4. Terlaksananya laboratorium kesehatan dengan optimal 50%

1. Meningkatnya mutu/akses pelayanan kesehatan Kab. Indramayu bagi masyarakat miskin 2. Rumah sakit pemerintah dan swasta sudah Provinsi Jawa Barat terakreditasi dan mempunyai izin 3. Tersedianya sarana dan prasarana yankes di Provinsi Jawa Barat RSP Sidawangi dan BKKM 4. Tersedianya sarana pelayanan kesehatan di Kab. Bogor rumah sakit 5. Tersedianya sarana dan prasarana yankes di Kab. Sukabumi RSD Sk Wangi Pl. Ratu dan Jampang Kulon 6. Tersedianya sarana dan prasarana yankes di Kab. Cianjur RSD Cianjur dan Cimacan 7. Tersedianya sarana dan prasarana yankes di Kab. Karawang RSD Karawang 8. Tersedianya sarana dan prasarana yankes di Kab. Purwakarta RSD Bayu Asih 9. Tersedianya sarana dan prasarana di RSD Kab. Subang Subang 10. Tersedianya sarana dan prasarana yankes di Kab. Bandung RSD Soreang dan Majalaya 11. Tersedianya sarana dan prasarana yankes di Kab. Sumedang RSD Unit Swadana Sumedang 12. Tersedianya sarana dan prasarana yankes di Kab. Garut RSD Dr. Slamet Garut dan RSUD Pamengpeuk 13. Tersedianya sarana dan prasarana yankes di RSD Kab. Tasikmalaya 14. Tersedianya sarana dan prasarana yankes di RSD Ciamis dan RSD Pangandaran 15. Tersedianya sarana dan prasarana yankes di RSD Waled Arjawinangun 16. Tersedianya sarana dan prasarana yankes di RSD Kuningan 17. Tersedianya sarana dan prasarana di RSD Indramayu dan RSD Pantura MA Sentot Kab. Tasikmalaya Kab. Ciamis Kab. Cirebon Kab. Kuningan Kab. Indramayu

Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan

Dep. Kesehatan Dep. Kesehatan Dep. Kesehatan Dep. Kesehatan Dep. Kesehatan Dep. Kesehatan Dep. Kesehatan Dep. Kesehatan Dep. Kesehatan Dep. Kesehatan Dep. Kesehatan Dep. Kesehatan Dep. Kesehatan

18. Tersedianya sarana dan prasarana di RSD Kab. Majalengka Cideres Majalengka 19. Tersedianya sarana dan prasarana di RSD Kota Kota Bandung Bandung dan RSKIA Astanaanyar 20. Tersedianya sarana dan prasarana di RSD R. Syamsudin, SH 21. Tersedianya sarana dan prasarana yankes di RSD Gn. Jati 22. Tersedianya sarana dan prasarana yankes di RSD Kota Bekasi 23. Tersedianya sarana dan prasarana yankes di RSD Depok 24. Tersedianya sarana dan prasarana yankes di RSD Kota Tasikmalaya 25. Tersedianya sarana dan prasarana yankes di RSD Cibabat Kota Sukabumi Kota Cirebon Kota Bekasi Kota Depok Kota Tasikmalaya Kota Cimahi

Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2009

IV-114

PROGRAM 1

SASARAN 2

KEGIATAN 3

TARGET PENCAPAIAN (KELUARAN KEGIATAN)

LOKASI

SKPD 6 Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan

KETERANGAN (Diisi dengan Dept) 7 Dep. Kesehatan Dep. Kesehatan

4. Penanggulangan Flu Burung

B. Tersedianya alat kesehatan untuk 1. Pemenuhan dan Peningkatan Fasilitas pelayanan pasien rawat jalan dan rawat Sarana dan Prasarana Kesehatan inap di R. S. Jiwa Bandung Rujukan C.1 Tersedianya gedung kesehatan dalam 1. Pemenuhan dan Peningkatan Fasilitas menunjang pelayanan Sarana dan Prasarana Kesehatan 2. Tersedianya alat untuk terapi pasien jiwa 3. Tersedianya sarana untuk menunjang kegiatan operasional RS 4. Tersedianya kebutuhan obat-obatan untuk pasien

5 4 26. Tersedianya sarana dan prasarana yankes di Kota Banjar RSD Kota Banjar 27. Menurunnya jumlah kasus kematian akibat flu Provinsi Jawa Barat burung dari 75% menjadi 72,5% dan berkurangnya penderita HIV/AIDS 1. 1 unit ambulance, 8 buah kendaraan roda 2, 1 Kota Bandung unit mesin cuci, 1 unit mesin pengering, 1 paket peralatan gizi, 1 paket alat kesehatan 1. Terpenuhinya kebutuhan administrasi kegiatan Kab. Bandung Barat untuk 12 bulan, tersedianya gedung psikomotor (rehabilitasi pasien) seluas 500 m2, pekerjaan infrastruktur (radiologi, laundry, garasi, genzet, mess/diklat sebanyak 1 paket, terpenuhinya obat-obatan dan bahan l

Rumah Sakit Jiwa Bandung

Dep. Kesehatan

Rumah Sakit Jiwa Cimahi Dep. Kesehatan

D.1. Tersedianya sarana dan prasarana kerja 1. Pemenuhan dan Peningkatan Fasilitas 1. 1 unit clinical chemistry analyzer (full Kab. Cirebon yang memadai untuk kelancaran dan Sarana dan Prasarana Kesehatan automatice), 1 unit washer disonfector, 40 unit efektivitas kerja aparatur Rujukan tempat tidur pasien, 5 unit tempat tidur IGD, 80 buah matras, 1 unit central medical gas dan 2. Tersedianya sarana dan prasarana hematologi analisis pelayanan rawat inap yang memadai untuk memberikan kenyamanan pada pasien 2. Program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Terselenggaranya dukungan promosi 1. Pengembangan Promosi Kesehatan dan 1. Pengembangan Promosi Kesehatan dan Provinsi Jawa Barat Teknologi Komunikasi, Informasi dan Teknologi Komunikasi, Informasi dan Edukasi kesehatan pada 4 grand strategi dan 17 Edukasi (KIE) (KIE) 5853 desa sasaran utama (1. Menggerakkan dan memberdayakan masyarakat untuk hidup 2. Pengembangan Upaya Kesehatan 2. Pengembangan Upaya Kesehatan Bersumber Provinsi Jawa Barat sehat; 2. Meningkatkan akses masyarakat Bersumber Masyarakat Masyarakat 1.500 desa 1. Peningkatan Pelayanan Kesehatan Dasar 1. Peningkatan Pelayanan Kesehatan Dasar 26 Provinsi Jawa Barat Kab/Kota 2. Peningkatan Pelayanan Kesehatan Ibu 2. Peningkatan Pelayanan Kesehatan Ibu 26 Provinsi Jawa Barat Kab/Kota 3. Peningkatan Pelayanan Kesehatan Anak 4. Peningkatan Kesehatan Kerja 3. Peningkatan Pelayanan Kesehatan Anak 26 Provinsi Jawa Barat Kab/Kota 4. Peningkatan Kesehatan Kerja 390 pet, 2.500 Provinsi Jawa Barat KS

Rumah Sakit Paru Sidawangi Cirebon

Dep. Kesehatan

Dinas Kesehatan

Dep. Kesehatan

Dinas Kesehatan

Dep. Kesehatan Dep. Kesehatan Dep. Kesehatan Dep. Kesehatan Dep. Kesehatan Dep. Kesehatan Dep. Kesehatan Dep. Kesehatan Dep. Kesehatan Dep. Kesehatan

3.

Program Upaya Masyarakat

Kesehatan 1. Cakupan rawat jalan mencakup 11% 2. Cakupan persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan mencakup 75% 3. Cakupan pelayanan antenatal (K4) mencakup 82% dan cakupan kunjungan 4. Kunjungan (visite rate) penduduk miskin ke puskesmas 100%

Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan

4.

Program Pencegahan Pemberantasan Penyakit

dan 1. Persentase yang mencapai universal child 1. Pencegahan dan Penanggulangan Faktor 1. Pencegahan dan Penanggulangan Faktor Provinsi Jawa Barat imunization (UCI) 98% Resiko Resiko 26 Kab/Kota 2. Menurunkan kasus pas menjadi 0% 2. Peningkatan Imunisasi 2. Peningkatan Imunisasi 1.007 PKM di 26 Provinsi Jawa Barat Kab/Kota 3. Menurunkan jumlah kasus leptosorosiss 3. Peningkatan Surveillance Epidemiologi 3. Peningkatan Surveillance Epidemiologi dan Provinsi Jawa Barat menjadi 0% dan Penanggulangan Wabah Penanggulangan Wabah 26 Kab/Kota 4. Angka Case Detection Rate Penyakit TB 70% dan angka keberhasilan pengobatan TB di atas 85% 5. Penderita demam berdarah dengue (DBD) yang ditangani 80% 6. Penderita malaria yang diobati 100% 7. CFR Diare pada saat KLB <12%

Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan

Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2009

IV-115

PROGRAM 1

SASARAN 2 8. ODHA (Orang dengan HIV/AIDS) mendapat pengobatan ART 100% 9. Menurunkan jumlah kasus flu burung sebesar 50% 10. Menurunkan kasus rabies menjadi 0% 11. Menurunkan jumlah kasus Antrak menjadi 0%

KEGIATAN 3

TARGET PENCAPAIAN (KELUARAN KEGIATAN) 4

LOKASI 5

SKPD 6

KETERANGAN (Diisi dengan Dept) 7

5.

Program Perbaikan Masyarakat

Gizi 1. Penanggulangan masalah KEP, Anemia 1. Penanggulangan dan Gizi, Gaky, KVA Masyarakat 2. Pemberdayaan Masyarakat 3. Meningkatkan Surveilans Gizi 4. Peningkatan Pendidikan Gizi 5. Penanggulangan Gizi Lebih Daya 1. Tenaga Kesehatan di Lingkungan Dinas 1. Peningkatan Kesehatan Provinsi Jawa Barat dan Kesehatan Kab/Kota di Jawa Barat 2. Institusi Pendidikan Kesehatan di Jawa Barat

Perbaikan

Gizi 1. Penanggulangan dan Perbaikan Masyarakat 382 Kec di 26 Kab/Kota

Gizi Provinsi Jawa Barat

Dinas Kesehatan

Dep. Kesehatan

6.

Program Kesehatan

Sumber

Profesionalisme

Tenaga 1. Peningkatan Profesionalisme Tenaga Provinsi Jawa Barat Kesehatan 992 orang tenaga kesehatan

Dinas Kesehatan

Dep. Kesehatan

7.

perencanaan dan 1. Penyusunan, Pengkajian Program Kebijakan dan 1. Tersusunnya penganggaran pembangunan kesehatan Pengembangan Data dan Informasi Manajemen Pembangunan yang sesuai dengan program prioritas Kesehatan pembangunan kesehatan

dan 1. Penyusunan, Pengkajian dan Pengembangan Provinsi Jawa Barat Data dan Informasi 26 Kab/Kota

Dinas Kesehatan

Dep. Kesehatan

2. Terlaksananya pengendalian pengawasan 2. Pembinaan Administrasi dan Pengelolaan 2. Pembinaan Administrasi dan penilaian pembangunan kesehatan Keuangan Keuangan 70 orang dan pengelolaan keuangan, evaluasi dan pelaporan

dan

Pengelolaan Provinsi Jawa Barat

Dinas Kesehatan

Dep. Kesehatan

3. Tersedianya informasi kesehatan dan 3. Pembinaan Hukum dan Organisasi 3. Pembinaan Hukum dan Organisasi 70 orang Provinsi Jawa Barat komunikasi publik berdasarkan evidence base 4. Inventarisasi tenaga PTT dan DPK di 26 4. Pembinaan/Penyusunan Program, 4. Pembinaan / Penyusunan Program, Rencana Provinsi Jawa Barat Kab/Kota Rencana Kerja dan Anggaran Kerja dan Anggaran 26 Kab/Kota dan 35 RSUD 5. Pengembangan Kapasitas/Administrasi/ 5. Pengembangan Kapasitas/Administrasi/ Provinsi Jawa Barat Manajemen Sumber Daya Manusia Manajemen Sumber Daya Manusia 100 dokter, 30 drg 6. Peningkatan Pembiayaan Jaminan 6. Peningkatan Pembiayaan Jaminan Kesehatan Provinsi Jawa Barat Kesehatan 158 tim verifikator 8. Program Penerapan 1. Terlaksananya koordinasi penyusunan 1. Penyusunan Program dan Rencana Kerja 1. Tersusunnya program tahun 2009 sebanyak 1 Kota Cimahi perencanaan program dan anggaran Pembangunan kegiatan Kepemerintahan yang Baik pembangunan kesejahteraan sosial di daerah Program Pemberdayaan Fakir 1. Terlaksananya program pemberdayaan 1. Pemberdayaan Sosial Keluarga, Fakir 1. Terlaksananya program pemberdayaan fakir Provinsi Jawa Barat fakir miskin di Provinsi Jawa Barat Miskin, Komunitas Adat Terpencil dan miskin untuk 6.000 KK Miskin, Komunitas Adat PMKS lainnya Terpencil (KAT) dan

Dinas Kesehatan

Dep. Kesehatan

Dinas Kesehatan

Dep. Kesehatan

Dinas Kesehatan

Dep. Kesehatan

Dinas Kesehatan

Dep. Kesehatan Dep. Kesehatan Dep. Kesehatan

Dinas Sosial

9.

Dinas Sosial

Dep. Sosial

Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2009

IV-116

4. Lansia dan Penyandang Cacat (Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Anak Nakal) Provinsi Jawa Barat Dinas Sosial Dep. Peningkatan rehabilitasi sosial anak jalanan 7. Sosial Dinas Sosial Dep. Terlindunginya dan tersantuninya 60 orang Provinsi Jawa Barat rian Bantuan Sosial (Akses Jaminan pekerja mandiri di sektor informal dan PMKS Sosial) non potensial Dinas Sosial Dep. Sosial Dinas Sosial Dep. Terlayaninya korban tindak kekerasan dan 4.5. Sosial 6. Terlaksananya 27 kegiatan pengumpulan dan Provinsi Jawa Barat pekerja migran bermasalah sosial rian Bantuan Sosial (Pendayagunaan pengelolaan sumber dana sosial Sumber Dana Sosial) 5. Komunitas Adat Terpencil dan KK teraan Sosial Lainnya PMKS Lainnya (Pemberdayaan Keluarga Miskin) 3. Peningkatan Pelayanan Sosial Dasar bagi 1. Lansia dan Penyandang Cacat (Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Anak Cacat) 5. Terlayaninya KTK dan pekerja migran Provinsi Jawa Barat gulangan bencana sosial kepada seluruh rian Bantuan Sosial (Perlindungan Sosial bermasalah sosial sebanyak 300 orang masyarakat Jawa Barat Tindak Kekerasan dan Pekerja Migran) 4. Peningkatan Pelayanan Sosial Dasar bagi 2. Terlaksananya rehabilitasi perlindungan korban napza 1. Rehabilitasi sosial bagi 3. Lansia dan Penyandang Cacat (Pelayanan dan Perlindungan Kesejahteraan Sosial) Dinas Sosial Dep. Terselenggaranya bantuan sosial bagi 330 Provinsi Jawa Barat bencana alam di Jawa Barat matan Musibah Bencana Alam dan korban bencana alam Kesejahteraan Sosial Bencana Lainnya 2. Sosial Dinas Sosial Dep. Lansia dan peningkatan 75 RPA Penyandang Cacat (Pembinaan dan Rehabilitasi Anak Jalanan) 4. Terlaksananya pengumpulan pengelolaan sumber dana sosial dan 5. Diberdayakannya KAT di 4 lokasi Provinsi Jawa Barat Miskin.600 anak terlantar Provinsi Jawa Barat PMKS termasuk Anak.3. Meningkatnya jumlah keluarga rentan 2. Peningkatan Pelayanan Sosial Dasar bagi 5.1. Sosial Dinas Sosial Dep. Peningkatan Pelayanan Sosial Dasar bagi 4. Sosial Dinas Sosial Dep. Penyempurnaan Pelaksanaan Pembe. Pemberdayaan Sosial Keluarga Fakir 3. Tersusunnya program penanggulangan Provinsi Jawa Barat bencana sosial rian Bantuan Sosial (Pemberdayaan bencana sosial sebanyak 1 kegiatan dan Sosial Korban Bencana Sosial) tersosialisasikannya program penanggula-ngan bencana sosial kepada 245 KK 3. Sosial Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2009 IV-117 . Terwujudnya kemandirian dan 3. Sosial Provinsi Jawa Barat Dinas Sosial Dep. Penyempurnaan Pelaksanaan Pembe. Lansia dan Penyandang Cacat (Rehabilitasi Tuna Sosial) dan 2. Terlayaninya lanjut usia terlantar di luar 4. Rehabilitasi sosial bagi 500 anak nakal PMKS termasuk Anak. Pemberdayaan Sosial Keluarga Fakir 2. Sosial 5 1 2 3 4 Penyandang Masalah Kesejah.075 anak jalanan dan Provinsi Jawa Barat keberfungsian sosial penyandang cacat PMKS termasuk Anak. Sosial Dinas Sosial Dep. Tertanganinya keluarga rentan sebanyak 500 Provinsi Jawa Barat yang tertangani Miskin. Sosial Dep. Program Bantuan dan Jaminan 1. Sosial Dinas Sosial Dep. Terlayaninya anak terlantar 5. Pelayanan sosial bagi 360 orang tuna sosial luarProvinsi Jawa Barat panti PMKS termasuk Anak. Pelayanan rehabilitasi sosial anak cacat 8.3. Peningkatan Pelayanan Sosial Dasar bagi 3. Terlayaninya 1. Rehabilitasi sosial bagi 120 anak cacat panti PMKS termasuk Anak. Tersusunnya program penanggulangan 2.2. Tercapainya pelayanan sosial bagi tuna sosial di luar panti Rehabilitasi Kesejahteraan Sosial 2. Penyempurnaan Pelaksanaan Pembe. Pelayanan rehabilitasin sosial anak nakal 11. Penyelenggaraan Pencarian Penyela. Komunitas Adat Terpencil dan PMKS Lainnya (Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil) 10.PROGRAM SASARAN KEGIATAN TARGET PENCAPAIAN (KELUARAN KEGIATAN) LOKASI SKPD 6 Dinas Sosial KETERANGAN (Diisi dengan Dept) 7 Dep.2. Penyempurnaan Pelaksanaan Pembe. Terselenggaranya bantuan sosial korban 1. Tersosialisasikannya program penang. Sosial 3. Program Pelayanan dan 1. Diberdayakan komunitas adat terpencil 3.

terbangunnya 5 unit sumur bor bersih yang bersumber dari air tanah bagi masyarakat pedesaan - Terbangunnya 5 sumur bor di 5 lokasi Cianjur. Mineral Pembinaan terhadap usaha pertambangan di daerah Pembinanaan usaha panas bumi eksisiteing di 4 lokasi terlaksananya pelelangan 3 WKP panas bumi pengawasan kegiatan usaha panas bumi di 2 WKP Terbinanya pengusaha peretambangan terutama skala kecil dan menengah terbinanya usaha panas bumi eksisting terlaksananya pengelangan di 3 WKP (papandayan. Bogor.2. Peningkatan Kualitas Jasa 1. Depok. Terlaksananya pemberdayaan kelem. Ciamis. Terwujudnya pelestarian dan pen. Tasikmalaya. Meningkatnya akses pelayanan listrik bagi masyarakat perdesaan Pelayanan Sarana dan Prasarana Ketenagalistrikan 2. Karawang. Meningkatnya pelayanan sarana listrik di perdesaan bagi masyarakat yang tidak terjangkau jaringan PLN Pembinaan Pertambangan Batubara pembinaan usaha Usaha 1. Sukabumi. Bandung. Indramayu. terlaksananya pertambnagan di daerah dan 2. wayang Windu Distamben Distamben Distamben DESDM DESDM DESDM Distamben DESDM 15. Sosial 13. Terlaksananya pembangunan hutan rakyat. Pembangunan Kelembagaan Hutan Rakyat dan - Terlaksananya pembangunan hutan rakyat. Banjar Dishut Dishut Dephut Dephut 17. Program Kelembagaan Sosial Pemberdayaan 1. Pelestarian dan Pendayagunaan Nilai 2. Pengembangan Rehabilitasi dan Pemulihan 1. Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam - 2.Perencanaan dan Pengendalian pengendalian pengelolaan kawasan Pengelolaan Kawasan Konservasi konservasi yang mantap Rehabilitasi Lahan Kritis DAS Prioritas - Terlaksananya pembinaan dan Jawa Barat penyelenggaraan penyuluhan kehutanan Terselenggaranya perencanaan dan Jawa Barat pengendalian pengelolaan kawasan konservasi yang mantap Terselenggaranya kegitan GERHAN di Jawa Kab. Terwujudnya pelestarian terhadap 4 TMP dan 5 Provinsi Jawa Barat dayagunaan nilai-nilai kepahlawanan. Sosial Dep. Patuha dan G. Kota Bogor. meningkatnya pengusahaan panas bumi di Jawa Barat 3. Meningkatnya pengendalian usaha penas bumi di Jawa Barat Distamben Distamben DESDM DESDM 14. Keperintisan dan MPN keperintisan dan kesetiakawanan sosial Kesetiakawanan Sosial Pembangunaan jaringan PLN Pembangunan PLTMH dan PLTS Terbangunnya jarigan listrik perdesaan di 17 di 17 Kabupaten kabupaten di Jawa Barat Pembangunan 3 PLTM dan 200 PLTS Garut dan Cianjur Dinas Sosial Dinas Sosial Dep.PROGRAM 1 SASARAN 2 6. Majalengka. Bandung Barat. Terselenggaranya kegiatan penanggulangan pasca bencana dan rawan bencana 3. sukabumi Distamben DESDM 16. Garut. majalengka. hutan kota dan pengendalian kanan kiri sungai Perencanaan. Cianjur. Tasikmalaya. Jawa Barat hutan kota dan pengendalian kanan kiri sungai Dishut Dephut Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2009 IV-118 .1. Kuningan. Purwakarta. Barat Purwakarta. Terselenggaranya Kelembagaan GERHAN Cadangan Sumber Daya Alam Dishut Dephut 2. 70 PSM dan 270 KT Kesejahteraan 2. Meningkatnnya investasi pengusahaan panas bumi di Jawa Barat 4. Subang. Terlindunginya dan tersantuninya pekerja mandiri di sektor informal dan PMKS non potensial KEGIATAN 3 TARGET PENCAPAIAN (KELUARAN KEGIATAN) 4 LOKASI 5 SKPD 6 KETERANGAN (Diisi dengan Dept) 7 12. Pembinaan dan Penyelenggaraan Penyuluhan Kehutanan Terselenggaranya perencanaan dan . Pemberdayaan Kelembagaan Sosial 1. Kepahlawanan. sangkanhurip dan gede pangrango terlaksananya pengawasan kegiatan usaha panas bumi di g. kiningan. Pengembangan kapasitas Pengleolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Hidup - Meningkatnya akses pelayanan sarana air 1. Terlaksananya pemberdayaan terhadap 100 Provinsi Jawa Barat bagaan sosial masyarakat Masyarakat Orsos.

PROGRAM 1 SASARAN 2 KEGIATAN 3 TARGET PENCAPAIAN (KELUARAN KEGIATAN) 4 LOKASI 5 SKPD 6 KETERANGAN (Diisi dengan Dept) 7 18. Sumedang Dishut Dephut Kab. Cirebon. Majalengka Kab. Majalengka Kab. embung dan pantai dalam rangka konservasi sumber daya air dan pendayagunaan sumber air. Bogor dan Kota BPLHD Sukabumi Kabupaten Cianjur dan BPLHD Kota Banjar Kab. Majalengka Kab. Sumedang BPLHD KLH KLH KLH Kab. Dewasa Memanen 4 Percontohan Agroforestry 5 Peningkatan Peran Serta Masyarakat dalam Rehabilitasi Hutan dan Lahan (sarana dan prasarana penyuluhan kehutanan) 6 Rehabilitasi Lahan Kritis di Sub DAS Citarik (Penyangga Hutan Lindung Gunung Geulis) 7 Konservasi SDA dan Pengendalian Kerusakan Sumber .Cianjur 20. Indramayu Dinas PSDA TP Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2009 IV-119 . 1 Rencana Aksi Menuju Cianjur Kabupaten Konservasi 2 Konservasi Tanah dan Air 3 Kecil Menanam. Kuningan.Sumber Air 8 Pembuatan HR/KR Intensif 9 Pembuatan HR Rawan Bencana 10 Pengkayaan Hutan Rakyat 11 Pembuatan Dam Penahan Erosi (Dpe) 12 Pembuatan Gully Plug 13 Pembuatan Sumur Resapan 14 Rehabilitasi Hutan Mangrove (Melalui Empang Parit) Kabupaten Cianjur Kab. Sumedang Kab.Bandung Kota Tasikmalaya Kab. waduk. Garut Kab. Meningkatnya kondisi dan fungsi sungai. Danau dan Sumber Air Lainnya - Pembuatan Sumur Bor Air Bawah Tanah Kab. Subang Distamben ESDM 22. Program Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup 1 Pengadaan Peralatan Pemantauan Kualitas Udara 2 Pengadaan Peralatan Laboratorium Lingkungan Hidup 3 Pengadaan Alat Ukur Kualitas Air Sungai Secara Digital (Telemetry System) 4 Pemantauan Kualitas Lingkungan 5 Dana Alokasi Khusus Lingkungan Hidup 6 Pengendalian Pencemaran Air Kab. 1 Pengelolaan dan Konservasi Sungai. Subang dan Kota Tasikmalaya Kab. situ. Majalengka Kab. Subang Dishut Dishut Dishut Dishut Dishut Dishut Dishut Dephut Dephut Dephut Dephut Dephut Dephut Dephut 21. Garut. Program Pengelolaan dan Rehabilitasi Ekosistem Pesisir dan Laut Program Rehabilitasi dan Konservasi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup - Pemintakatan/Zonasi Cianjur Pesisir Selatan Kab. Majalengka Kab. Program Pengembangan dan Pengelolaan Air Bersih dan Air Limbah Program Pengembangan. Sumedang Dishut Dishut Dishut Dishut Dishut Dephut Dephut Dephut Dephut Dephut Kab. Majalengka BPLHD BPLHD BPLHD BPLHD KLH KLH KLH KLH 19. pengendalian daya rusak air dan pengamanan pantai Peningkatan Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Wilayah Sungai (WISMP) 5 Wilayah Sungai Kab. Majalengka Kab. Sumedang Kab.

Garut. Ciamis. Embung. Karawang. Majalengka. Bekasi. Ciamis. PU Kab. Karawang. PU Dinas PSDA Dept. Cirebon. Indramayu Dinas PSDA TP Peningkatan Pengelolaan Partisipatif (PISP) Irigasi - 5 Wilayah Sungai Kab. Indramayu. Bekasi. Situ dan pengembangan. Majalengka. danau dan sumber daya air lainnya 2 O&P Waduk. PU 3 Konservasi Danau dan Situ serta Perbaikan Sabuk Hijau di Kawasan Sumber Air Dinas PSDA Dept. Sumedang. Situ dan Bangunan Penampung Air Lainnya TARGET PENCAPAIAN (KELUARAN KEGIATAN) 4 LOKASI 5 SKPD 6 KETERANGAN (Diisi dengan Dept) 7 Dept. Danau dan Sumber Air Lainnya 8 Penerapan Teknologi Pengelolaan dan Konservasi Sungai. PU Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2009 IV-120 . Indramayu. PU 4 Pembinaan Perencanaan Teknis Sungai. Bogor. Subang. Kuningan. Purwakarta. Kota Depok. Kuningan. Ciamis. Dinas PSDA Sumedang. Program Pengembangan dan 1 Pengelolaan Jaringan Irigasi. Ciamis. Karawang. Tasikmalaya. Rawa dan Jaringan Pengairan Lainnya 2 Meningkatnya intensitas tanam padi pada daerah irigasi teknis yang dikelola oleh Pemerintah Provinsi dari 192% menjadi 194% Meningkatnya intensitas tanam padi pada daerah irigasi teknis yang dikelola oleh Pemerintah Pusat Peningkatan Pengelolaan Partisipatif (WISMP) Irigasi 5 Wilayah Sungai Kab. Kuningan. Dinas PSDA Cianjur. Embung. danau dan sumber daya air lainnya KEGIATAN 3 Pembangunan Waduk. PU Kab. PU Kab. Ciamis. Bandung 3 Terlaksananya monitoring dan evaluasi 1 Rehabilitasi Waduk. Bogor. Jabar Dinas PSDA Dept. Subang. Tasikmalaya. Indramayu. Kota Depok Kab. Danau dan Sumber Air Lainnya 23. Cirebon. Cirebon. Bogor. Indramayu. Cirebon. Garut. Kuningan. Sukabumi. Purwakarta. Bogor. PU Pembangunan/Peningkatan Irigasi Jaringan Kab. Bandung. Kota Depok Dinas PSDA Dept. Jabar Jabar Dinas PSDA Kab. Situ dan Bangunan Penampung Air Lainnya Kab. Dinas PSDA Ciamis. Bogor Kab. Garut. Bekasi. Bandung. Purwakarta. Bogor. Bekasi. Danau dan Waduk 5 Pengembangan Kelembagaan Pengelolaan SDA 6 Pemasangan dan Pengoperasionalan Flood Forecasting and Warning System di Wilayah Sungai 7 Advis Teknis Pengelolaan dan Konservasi Sungai. Tasikmalaya.PROGRAM 1 2 SASARAN 2 Tersedianya perencanaan teknis pengembangan. Garut. PU Dept. Purwakarta. Garut. Majalengka. pengelolaan dan Bangunan Penampung Air Lainnya konservasi sungai. Kota Depok. Dinas PSDA Sumedang Dept. Bekasi Jabar Dinas PSDA TP 3 4 Tersedianya perencanaan teknis peningkatan dan pengelolaan jaringan irigasi Terlaksananya monitoring dan evaluasi 1 pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi Peningkatan Partisipatif Pengelolaan Irigasi Dept. Jabar Dinas PSDA Dept. PU Dept. Subang. Embung. PU Kab. Garut. pengelolaan dan konservasi sungai. Karawang. Sumedang Dinas PSDA Dept.

Cirebon. Cianjur. Majalengka. Indramayu. Pembangunan Sarana dan pantai dalam rangka pengendalian Pengendalian Banjir daya rusak air dan pengamanan pantai Prasarana Dinas PSDA Dinas PSDA Dept. Bekasi. Karawang. Banjar. Indramayu Kab. Ciamis. Sukabumi. Bandung Kab. Purwakarta. Majalengka. Karawang. Purwakarta Kab. Sukabumi. Karawang. Bandung. Indramayu. Sumedang. Subang. Karawang. Indramayu. Subang. Garut. Bekasi. Bekasi. Dinas PSDA Cirebon. Bogor. Ciamis. Ciamis. Purwakarta. Rehabilitasi Sarana Prasarana Pengamanan Pantai 4. Bekasi. Indramayu. Cirebon. Garut. Indramayu. Jabar Kota Cirebon. Karawang. Bekasi Kab. PU Dinas PSDA Dept. Purwakarta. Dinas PSDA Indramayu. Pembangunan Sarana Prasarana Pengamanan Pantai 3. PU Dept. PU 5 O&P Jaringan Irigasi Dept. Kab. Cirebon Kab. Jabar Dinas PSDA Dinas PSDA Dinas PSDA Dept. Garut. Subang. Sukabumi. PU Dept. Bogor. Sumedang. PU Kab. Kuningan. Kuningan. Jabar Kab. Dinas PSDA Banjar. Karawang Kab. Subang Kab. Sumedang. Garut. Dinas PSDA Majalengka. Bandung Jabar Dinas PSDA 3 Rehabilitasi Jaringan Irigasi Dept. Kota Bogor. Majalengka. Tersebar di WS Citarum. PU 2. Bandung. Indramayu. Indramayu. Bekasi. Cianjur. Sumedang. Program Pengendalian Banjir dan Pengamanan Pantai a. PU Dept. Kuningan. O&P Prasarana Pengendali Banjir Dept. Cirebon. Kuningan. Kota Bandung. Dinas PSDA Majalengka. Cianjur. Banjar. Cianjur. Meningkatnya kondisi dan fungsi sungai 1. Cirebon. Sukabumi. Indramayu. PU 7 Pembinaan Perencanaan Teknis Irigasi 8 Pembinaan Perencanaan Teknis Irigasi Air Tanah 9 Pengembangan Kelembagaan Pengelolaan Sumber Daya Air 24. PU Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2009 IV-121 . Cirebon. Ciamis. Majalengka. PU 4 Rehabilitasi Prasarana Irigasi Air Tanah Dept.PROGRAM 1 SASARAN 2 KEGIATAN 3 2 Pembangunan/Peningkatan Irigasi Air Tanah TARGET PENCAPAIAN (KELUARAN KEGIATAN) 4 Prasarana LOKASI SKPD KETERANGAN (Diisi dengan Dept) 7 Dept. PU 5 6 Kab. Cianjur. PU 6 O&P Jaringan Irigasi Air Tanah Dept. Garut.

Dinas PSDA Subang Kab. PU Dept. PU Dept.8 Km 7 Km 88. PU Dept. Karawang. Kuningan. Program Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan dan Jembatan - - Meningkatnya kondisi jalan nasional dan Rehabilitasi Jalan Nasional jembatan pada ruas-ruas jalan nasional di 1 Pengawasan/Supevisi Konstruksi Provinsi Jawa Barat 2 Rehabilitasi Jalan 3 Rehabilitasi Jalan Terpeliharanya kondisi jalan nasional dan 1 Rehabilitasi Jalan jembatan pada ruas-ruas jalan nasional 2 Rehabilitasi Jalan 3 Rehabilitasi Jalan 4 Rehabilitasi Jalan 5 Rehabilitasi Jalan 6 Rehabilitasi Jalan 7 Rehabilitasi Jalan 8 Administrasi Kegiatan Pemeliharaan Jalan Nasional 1 Pemantauan dan Evaluasi 2 Pemeliharaan jalan 3 Pemeliharaan jalan 4 Pemeliharaan jalan 5 Pemeliharaan jalan 6 Pemeliharaan jalan - 12 Km 17. Kuningan. DAS Kali Bekasi Dinas PSDA Dinas PSDA Dept. Bandung Kab. Pembinaan Perencanaan Teknis Pantai 9. Subang. Indramayu. Pembangunan Tampungan Air Baku 3. PU Dept.51 Km 48. Indramayu. PU 7. Pembinaan Perencanaan Teknis Air Baku 9.78 Km 32. Tasikmalaya. PU Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2009 IV-122 .23 Km 3.08 Km 73. Sukabumi Kab. Program Penyediaan Pengelolaan Air Baku dan 1. Karawang.33 Km Jawa Barat Kab.PROGRAM 1 SASARAN 2 KEGIATAN 3 5. Ciamis. Sukabumi Kab. Kota Cimahi Kab. Sukabumi. Bogor Kab. Karawang. Pembinaan Perencanaan Teknis Sungai 8. Bandung Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dep. Dinas PSDA Ciamis. PU Dept. Bogor Kab. Karawang. Purwakarta. PU 2. Dinas PSDA Ciamis. PU Dep. Rehabilitasi Tampungan Air Baku 5.Cianjur Kab. Identifikasi/Geolistrik Air Baku Dept.86 Km 9. PU 25. O&P Prasarana Pengambilan Saluran Pembawa Air Baku dan Dept. Penanggulangan Darurat Bencana/Tanggap TARGET PENCAPAIAN (KELUARAN KEGIATAN) 4 LOKASI 5 Kota Bandung Bandung Kab. Cianjur Kab. Subang Jabar SKPD 6 Dinas PSDA Dinas PSDA Dinas PSDA Dinas PSDA Dinas PSDA KETERANGAN (Diisi dengan Dept) 7 Dept. Indramayu. Bekasi Dinas PSDA Kab. PU Dept. PU 8. Rehabilitasi Bendung 6. Ciamis Kot Bandung Jawa Barat Kab. Garut Kab. Cirebon Jabar Dinas PSDA Bekasi DAS Ciliwung. PU Dept.87 Km 6 Km 2. Indramayu. Tasikmalaya. Bandung. Tasimalaya Kab. Studi Water Balance Kali Bekasi 10. O&P Jaringan Hidrologi 7. Dinas PSDA Cirebon Kab. Indramayu Dinas PSDA Kab. Dinas PSDA Indramayu. O&P Prasarana Tampungan Air Baku Dept. O&P Sungai 6. PU Dept. Pembangunan Prasarana Pengamanan dan Saluran Pembawa Air Baku Kab. PU Dept.01 Km 50. PU Dept. DAS Cisadane.2 Km 17.6 Km 12. Bekasi Kab. Sumedang Kab. Rehabilitasi Prasarana Pengaman dan Saluran Pembawa Air Baku 4. Cirebon.98 Km 35. Bekasi Kab.19 Km 97. Bekasi. Cirebon. PU 26. Indramayu. Purwakarta Kab. Purwakarta Kab.34 Km 116.

000 M' Kab. PU Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2009 IV-123 .4 Km 2. Garut Kab. Tasikmalaya Kab.Pemeliharaan Jembatan Peningkatan Fasilitas Pelayanan Umum dan Operasional .1 Km 38 Km 5.5 Km 0.07 Km 11.Bandung Kab. Ciamis Kab. PU Jawa Barat Dinas Bina Marga Dep.171.8 Km 21. PU Kota Bandung Jawa Barat Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dep. PU Dep. Ciamis Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dep.5 Km 23.6 Km 1324.2 Km 37 Km 15. Garut Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dep. Majalengka SKPD 6 Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga KETERANGAN (Diisi dengan Dept) 7 Kab. Honorarium dan Tunjangan 1 Snvt Pemb. PU Dep. Program Pembangunan Jembatan Peningkatan/ Jalan dan Pengelolaan Gaji. Kota Cirebon Kota Bandung Kab.8 m 107. Cirebon Kab. Cianjur Kab. Sumedang Kab.03 Km 26.9 Km 0.jabar 3 Snvt Pemb. PU Dep.jalan Dan Jembatan Prov. Bandung. PU 400 buah 300 buah 100 buah 250 buah 200 buah 400 buah 300 buah 200 buah 88 buah 137 buah 250 buah 250 buah 255. PU 3 Pembangunan dan Pelebaran Jalan Non Lintas 4 Pembangunan Jalan Lintas Pantai Selatan Jawa 5 Pembangunan Jembatan pada Ruas Jalan Lintas Pantai Selatan Jawa 6 Pembangunan Jalan Lingkar Cianjur 7 Administrasi Kegiatan 8 Pemantauan dan Evaluasi Peningkatan Jalan 1 Peningkatan Jalan Lintas Selatan Jawa 2 Peningkatan Jalan Lintas Tengah Jawa 3 Peningkatan Jalan Lintas Tengah Jawa 4 Peningkatan Jalan Lintas Tengah Jawa 5 6 7 8 Peningkatan Jalan Lintas Tengah Jawa Peningkatan Jalan Lintas Tengah Jawa Peningkatan Jalan Lintas Tengah Jawa Peningkatan Jalan Lintas Tengah Jawa - Kota Bandung Kab. Sukabumi Kab. PU Kab.7 m 4 Km 9 Km 170 m 18.625 LOKASI 5 Kab.02 Km 12. Garut Kab.5 Km 5.jabar 2 Tambahan Tkk Snvt Pemb. Tasimalaya Kab.jalan Dan Jembatan Prov.2 m 6.2 Km 4. PU Dep.2 Km 40.Pengelolaan Sistem Akuntansi Pemerintah (SAP) Bantuan Penanggulangan Darurat Jalan dan Jembatan TARGET PENCAPAIAN (KELUARAN KEGIATAN) 4 96. Cianjur Kota Bandung Kota Bandung Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dep. PU Dep.PROGRAM 1 SASARAN 2 KEGIATAN 3 7 Pemeliharaan jalan 8 Pemeliharaan jalan 9 Pemeliharaan jalan 10 Pemeliharaan jalan 11 Pemeliharaan jalan 12 Pemeliharaan jalan Rehabilitasi Jembatan Ruas Jalan Nasional 1 Rehabilitasi Jembatan 2 Rehabilitasi Jembatan Pemeliharaan Jembatan Ruas Jalan Nasional .6 Km 6.8 Km 65. Sumedang Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dep. Garut Kab. Sukabumi Bekasi Bogor Kota/Kab. PU Dep.5 Km 56.00 m 3. PU Dep.jalan Dan Jembatan Metro Bandung Peningkatan/Pembangunan Jalan dan 1 Pembangunan Jalan Lingkar Nagreg 2 Pembangunan FO Nagreg dan Gebang Dep. PU 27.

Perhubungan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2009 IV-124 . Perhubungan 4 Pengadaan dan Pemasangan Guard Rail Dep.500 M' LOKASI SKPD 6 Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan KETERANGAN (Diisi dengan Dept) 7 28. Tasikmalaya Sukabumi Kab. keamanan. Sukabumi Kab.500 M' 2. Sumedang. Bogor Dep. Cirebon Sukabumi . Perhubungan Dep. Cianjur Bogor Tasikmalaya Kab/Kota Bandung Kota Bandung 1. Ciamis Depok . Cianjur Tersebar Bandung.000 M' 50.500 Tersebar Kab.000 M' 30.000 M' 30. Program Pembangunan Prasarana dan Fasilitas LLAJ 1 2 Meningkatnya kenyamanan.000 M' 20.Bekasi Karawang . Ciamis Kab.PROGRAM 1 SASARAN 2 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 KEGIATAN 3 Peningkatan Jalan Lintas Tengah Jawa Peningkatan Jalan Lintas Utara Jawa Peninkatan Jalan Lintas Utara Jawa Peningkatan Jalan Lintas Utara Jawa Peningkatan Jalan Non Lintas Peningkatan Jalan Non Lintas Peningkatan Jalan Non Lintas Peningkatan Jalan Non Lintas Administrasi Kegiatan Pemantauan dan Evaluasi TARGET PENCAPAIAN (KELUARAN KEGIATAN) 4 35. Cianjur Garut. Indramayu Kab. Sukabumi Kab.000 M' 40.Bekasi Tersebar Kab. guna membantu kelancaran berlalu lintas di Provinsi Jawa Barat 2 Pengadaan Rambu-rambu Lalu Lintas (Ukuran 75 cm x 75 cm) 3 Pengadaan dan Pemasangan Marka Jalan 5 Penganaan dan Pemasangan Traffik Light - 500 M' 2.500 M' 16 Unit 1 Unit 1 Unit 1 Unit 1 Unit 2 Unit 2 Unit 2 Unit 2 Unit 1 Unit 1 Unit 1 Unit 1 Unit 4. Tasikmalaya Karawang . Purwakarta 12 kab / Kota Kab. Cirebon Bandung . Sukabumi Kab.Sukabumi kab. Cirebon Bandung. Bandung Barat Kab. Karawang Kab. Bandung Kota Bekasi Kab. Bandung Kab. Bogor Bandung . Tasikmalaya Bandung.000 1 Paket 13 Unit 1 Unit 1 Unit 1 Unit 2 Unit 1 Unit 1 Unit 1 Unit 1 Unit 1 Unit 1 Unit 2 Unit 4 Paket 1 Paket 1 Paket 1 Paket 1 Paket 40 Lokasi 2 Lokasi 5 Kota Banjar Cirebon Kab. Garut Bandung. Bandung Depok . Bogor .000 Kota Bandung 1. Ciamis Bandung .Bogor Cianjur . Sumedang. Perhubungan Dep. 1 Pengadaan Rambu-rambu Lalu Lintas dan ketertiban berlalulintas serta (Ukuran 60 cm x 60 cm) Tersedianya fasilitas Perlengkapan Jalan. Perhubungan Dep.000 M' 10.Bogor Cianjur Bandung .000 M' 50.Purwakarta Kab. Indramayu Kab. Tasikmalaya Kab.

Cianjur Kab.000 m3 70.500 M' 16 Unit 4. Perhubungan 9 Manajemen dan Rekayasa Lalin (DRK) Dep. Bandung Kota Cirebon Tersebar Kab. Bogor Kota Tasikmalaya Kab. Subang Kab. Purwakarta Kab.000 m3 15 OB 1 Paket 1 Paket 1 Paket 1 Paket 80 m2 1 Paket 1 Paket 1 Paket 1 Paket 1 Paket 1 Paket 1 Paket 1 Paket 40 m2 1 Paket LOKASI 5 Kab. Tasikmalaya Kab. Kuningan Kota cirebon Kab.000M' 10. Subang Kota Bogor Kab. Cirebon Kota cimahi Kab. Cirebon Kab. Perhubungan Dep. Garut Kota Tasikmalaya Kab. Perhubungan dan Pemasangan 11 Pengadaan Penerangan Jalan Umum (PJU) Solar Cell di Ruas Jalan Nasional 12 Pembangunan / Pengadaan / Peningkatan Sarana dan Prasarana . Bandung Tersebar Kab. Indramayu Dishub Jabar Kota Cirebon Tersebar Kota Bogor Kota Banjar Kab. Perhubungan Dep.625 Buah 255. Sumedang Kota Tasikmalaya Kab.000 m3 3 Unit 1 Paket 225. Garut Kab. Garut. Perhubungan Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dep.Terpasangnya PJU Solar Cell . Karawang Kab. Ciamis Kab. Perhubungan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2009 IV-125 . Sumedang SKPD 6 Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan KETERANGAN (Diisi dengan Dept) 7 6 Pengadaan Traffic Cone 7 Pembangunan ATCS 8 Pengadaan dan Pemasangan Traffic Light Tenaga Surya (solar cell) Dep. Perhubungan 10 Pembangunan Zona Selamat Sekolah (ZoSS) Dep. Bandung Kota Tasikmalaya Tersebar Kab. Karawang Kota Depok Kota Sukabumi Kab. Majalengka Kota Depok Kota Sukabumi Kab. Majalengka Kab. Bogor Kab.PROGRAM 1 SASARAN 2 KEGIATAN 3 TARGET PENCAPAIAN (KELUARAN KEGIATAN) 4 1 Lokasi 2 Lokasi 1 Lokasi 1 Lokasi 2 Lokasi 2 Lokasi 1 Lokasi 3 Lokasi 11 Lokasi 1 Lokasi 2 Lokasi 2 Lokasi 3 Lokasi 3 Lokasi 3 Lokasi 300 Buah 150 Buah 150 Buah 300 Buah 40 Lokasi 2. Perhubungan Jawa Barat Jawa Barat Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dep.Traffic Light Dep. Kuningan Kab.Terpasangnya ZOSS 13 Pengadaan dan Pemasangan Fasilitas Keselamatan LLAJ -Rambu LLJ -Marka Jalan -Pagar Pengaman . Perhubungan Dep.000 Buah 1 Paket 2 Lokasi 6 Paket 4 Paket 1 Unit 2 Lokasi 150.

Perhubungan Dep. Perhubungan Dep. 1 Honorarium Tim Sosialisasi Keselamatan dan ketertiban berlalulintas serta LLAJ meningkatnya mobilitas manusia. Danau. Perhubungan 31. dan Penyeberangan .Jalur Bandung-Soreang Meningkatnya pelayanan Bandara di Jawa Barat . Perhubungan Dep.Jalur Bandung-Cicalengka api Terlaksananya pembangunan Bandara 3 Revitalisasi Jalur KA Internasional di Jawa Barat . barang 2 Pengadaan Paket Penunjang Sosialisasi dan jasa Keselamatan LLAJ 3 Penyusunan Kebutuhan Fasilitas Keselamatan LLAJ Tahun 2010-2015 .Pengerukan Alur Pelayaran Muara Gembong Pengadaan Speed Boat Pembangunan tresle dan fasilitas Dermaga Beton Pelabuhan Laut Cirebon dan - Jawa Barat Jawa Barat Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dep.OB . Perhubungan Kab.Paket Kota Bandung Kota Bandung Tersebar Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dep. Program Restrukturisasi Kelambagaan dan Prasarana Lalu Lintas dan Angkutan Jalan - Meningkatnya kenyamanan. keamanan. Danau.Dermaga Pelabuhan Danau Pembangunan Dermaga Sungai. Majalengka Kota Bandung Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dep. Perhubungan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2009 IV-126 .Dermaga Pelabuhan Sungai .Landing Area . Program Rehabilitasi Pemeliharaan Prasarana Fasilitas Lalu Lintas Angkutan Jalan dan dan dan - Meningkatnya kualitas prasarana dan fasilitas LLAJ 1 Rehabilitasi Gedung dan Alat Jembatan Timbang 2 Rehabilitasi Gedung dan Alat Jembatan Timbang . Kab. Purwakarta.Jalur Rancaekek-Jatinangor .Paket Kab Purwakarta Kab Bogor Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dep. Perhubungan Dep. Program Pembangunan Sarana dan Prasarana Perhubungan - m3 m3 Kab. Program Pembangunan Prasarana dan Sarana ASDP - Terpenuhinya fasilitas pelabuhan ASDP 1 yang cukup memadai di Jawa Barat 2 3 4 Pembangunan Dermaga Sungai. Dinas Perhubungan Bandung Kota Bandung. Kab.Jalur Purwakarta-Padalarang Terlaksananya penambahan jalur kereta . Subang Kab. Perhubungan 32. Perhubungan Unit Lokasi m3 Unit Paket Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Cirebon Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dep. Indramayu Kota Bandung Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dep. Perhubungan 5 Pembersihan Kolam Pelabuhan Penerukan Alur Pelayaran . Kab Dinas Perhubungan Bandung Kota Bandung. Perhubungan - Terlaksananya Pembangunan Jalur Bus 1 Persiapan Pembangunan Jalur Bus Line Line di Kota Bandung 2 Pembangunan Jalur Ganda Meningkatnya kualitas jalur kereta api . Bandung. Perhubungan Dep. Kab.Muara Ciasem .PROGRAM 1 SASARAN 2 KEGIATAN 3 -Traffic Cone -ATCS 14 Pembangunan Jembatan Timbang TARGET PENCAPAIAN (KELUARAN KEGIATAN) 4 1 Paket 1 Paket 1 Paket 100 m2 3 unit Paket Paket LOKASI 5 Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat SKPD 6 Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan KETERANGAN (Diisi dengan Dept) 7 29.Muara Dadap 30. Perhubungan Dep. Bandung Kab. dan Penyeberangan .Paket . Sumedang Kab. Perhubungan Dep.Gedung .Paket . Perhubungan - Dep.Jalur Bandung-Sukabumi-Bogor 4 Pembebasan Lahan untuk Pembangunan Bandara Kertajati 5 Optimasi Bandara Husein Sasatranegara Dep.

pegawai PNS dan tunjangan peme.Paket . Perhubungan Dep.PROGRAM 1 Pembangunan Prasarana dan - SASARAN KEGIATAN TARGET PENCAPAIAN (KELUARAN KEGIATAN) 4 . Sukabumi. Kab. Perhubungan 16 Kab/Kota Dinas Perhubungan Dep. Perhubungan Dep. Cirebon Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2009 IV-127 .m2 . Majalengka. Pengelolaan Gaji.m2 . Perhubungan Dep. PU Dep. Perhubungan Dep. Perhubungan Dep. pengawasan dan monitoring Penyediaan sarana air baku Pembangunan balai pertemuan Peningkatan jalan poros desa Pembangunan tempat penjemuran ikan Peningkatan jalan pertanian Kota Bandung Kota Bandung Distarkim Distarkim Dep. Kab. Perhubungan Dep.Paket . Kab. Kab.Paket .Paket . Kab. PU 35. Perhubungan Dep.Paket .Paket . Pengembangan Prasarana dan Sarana Kawasan Agropolitan Agropolitan dalam menunjang produktivitas sektor pertanian - Kab. Subang. Di Kebon Coklat 4 Peningkatan Dermaga Pelabuhan di Cipicung 5 Peningkatan Dermaga Pelabuhan di Calingcing 6 Pembuatan Leading Area di Cisentul 7 Pengadaan Kapal Patroli Speed Boat 40 PK Sektor Pos dan Telekomunikasi 1 Penyelenggaraan Ujian ORARI dan penertiban Bidang Pos dan Telekomunikasi di Jabar 2 Peningkatan Pelayanan Unit Organisasi dan pelayanan Frekuensi radio dan Pos di Jabar 3 Pengembangan Pembangunan Fasilitas Jaringan Telepon Pedesaan di 99 Desa Kabupaten Sumedang - Kab Pwk Kab Cianjur Kab Cianjur Kab Bandung Kab Bandung Kab Cianjur Kab Ciamis Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dep.Paket . Penyelenggaraan Operasional Pemeliharaan Perkantoran dan dan Administrasi Proyek Perencanaan DED Supervisi. Perhubungan Dep. Perhubungan 16 Kab/Kota Dinas Perhubungan Dep. Perhubungan Dep. 2 3 Meningkatnya ketersediaan dan kualitas 1 Pembangunan Dermaga Sungai Sarana dan Prasarana Perhubungan 2 Pembuatan leading area di Kalipucang 3 Peningkatan Dermaga Sungai di Pamotan Meningkatnya fungsi lembaga pos dan 1 Peningkatan Dermaga Sungai di Cab telekomunikasi Bungin 2 Peningkatan Dermaga Sungai di Cab Bungin 3 Peningkatan Dermaga Sungai di Pantai Bahagia 4 Peningkatan Dermaga Sungai di Pantai Mekar 5 Peningkatan Dermaga Sungai di Pantai Sederhana 6 Peningkatan Dermaga Sungai di Eretan 7 Peningkatan Dermaga Sungai di Eretan Pembangunan Dermaga SDP 1 Pembangunan Gedung Operasional Tg Kayat 2 Peningkatan Dermaga Pelabuhan di Jangiri 3 Peningkatan Dermaga Pel.Paket . Ciamis. Perhubungan 16 Kab/Kota Dinas Perhubungan Dep.Paket . Perhubungan Dep.m2 . Perhubungan Dep. Perhubungan Dep.Paket . PU Dep. Distarkim Karawang. Perhubungan 34. Perhubungan 33.1. Perhubungan Dep.Paket . Honorarium Tunjangan upah. Program Penerapan Kepemerintahan yang Baik - Terselenggaranya pelaksanaan rintahan berupa penggajian. Program Pengembangan Ekonomi Lokal - Terbangunnya prasarana dan sarana 1. 2.Paket . Perhubungan Dep.unit LOKASI 5 Kab Ciamis Kab Ciamis Kab Bekasi Kab Bekasi Kab Bekasi Kab Bekasi Kab Bekasi Kab Bekasi Kab Karawang SKPD 6 Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan KETERANGAN (Diisi dengan Dept) 7 Dep.

- 2 3 Terbangunnya sarana dan Prasarana 1. Jawa Barat Bandung. Sukabumi. Kab. Kab./kota 5.Sosialisasi kebijakan penataan ruang kepada Jawa Barat Kepada Pelaku Pembangunan masyarakat 4. PU Dep. Studi amdal Kota Banjar. Sosialisasi Kebijakan Penataan Ruang . Pengembangan Sistem Drainase dan Persampahan dan drainase baik skala Pengelolaan Persampahan P3JB lokal maupun regional - 5 4 Jawa Barat. Monitoring dan Evaluasi Penyelenggaraan 1 Penguatan dukungan sistem informasi dan Jawa Barat Penataan Ruang monitoring penataan ruang dalam rangka mendukung upaya pengendalian pemanfaatan ruang 2 Penyusunan evaluasi RDTR kawasan prioritas Bopunjur 3 Identifikasi dan evaluasi pemanfaatan ruang di wilayah hinterland DKI Jakarta Distarkim Dep. Pengembangan TPA Regional Jawa Barat Distarkim Pengembangan Sistem Jaringan Kelompok Kab. Cianjur. Ciamis. Tasik. Pemanfaatan dan penataan sampah lama Cirebon. Kota Bogor. PU Distarkim Distarkim Dep. Daur Ulang Sampah Kab. Pengembangan sistem informasi persampahan Purwakarta. Pemantapan Penyelenggaraaan 1 Penyusunan pengembangan perkotaan yang Jawa Barat berbasiskan keterpaduan lingkungan di Penataan Ruang Di Daerah Melalui Cikarang Bantuan Teknis dan Pembinaan Teknis Ke Daerah 2 Identifikasi kota-kota baru di Jawa Barat 3 Penataan ruang kawasan Cirebon untuk mendorong perkembangan sebagai Kawasan Strategis Nasional 4 Bantek pengembangan kawasan pariwisata di Kawasan Andalan Sukabumi 5 Penyusunan arahan pemanfaatan ruang agrowisata di Kawasan Andalan Priangan Timur Provinsi Jawa Barat 3. Kab. Program Penataan Ruang 1. Peningkatan Manajemen Pengendalian 1 Peningkatan Manajemen Pengendalian Jawa Barat Pemanfaatan Ruang pemanfaatan ruang di Jawa Barat 2 Pengembangan pedoman teknis model pengendalian pemanfaatan ruang terhadap pelaksanaan perijinan di kab. Kuningan Peningkatan 3 R Penataan TPA Penyediaan sarana prasarana persampahan Distarkim Dep. PU 36. Kab. Kota Tasik. Kota Bandung. PU 37. Studi kelayakan investasi Kab. Dekonsentrasi pekerjaan umum bidang 1. Karawang. Kab. Penguatan Koordinasi Dalam Rangka 1 Role sharing antar instansi dalam pengendalian Jawa Barat Mendukung Upaya Pengedalian dan pemanfaatan ruang dan pengendalian penataan ruang di Jawa Barat melalui Pemanfaatan Ruang Di Pusat dan Daerah banjir di Bopunjur dan Bodebek penyusunan perencanaan teknis dan penataan serta revitalisasi kawasan Jawa 2 Role sharing antar kabupaten/kota dalam Barat pelaksanaan pengendalian pemanfaatan ruang di DAS Citarum 3 Penyusunan Pedoman Operasional (PO) pengendalian pemanfaatan ruang kawasan Bopunjur 4 Penyusunan Zoning Regulation pengendalian pemanfaatan ruang kawasan Bopunjur 2. Subang. Kota Sukabumi. PU Distarkim Dep. Kab.PROGRAM 1 Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Persampahan dan Drainase SASARAN KEGIATAN TARGET PENCAPAIAN (KELUARAN KEGIATAN) LOKASI SKPD 6 KETERANGAN (Diisi dengan Dept) 7 Dep. PU Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2009 IV-128 . Kab.

Terbangunnya sarana dan Prasarana air 1. PU 41. Kab. Kota Bandung. Kab. Purwakarta. kab.Percontohan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Arawang. 2 Dukungan PSD perkim kumuh Tasikmalaya. Sumedang. Indramayu Dep. Purwakarta. Kuningan 4 Dukungan PSD perkim tradisional 5 Pendampingan pelaksanaan penataan kawasan tradisional 2. Indramayu. Bandung Barat. Purwakarta. Kota Cirebon. PU 2. Kab. Penyusunan rencana induk kebakaran K Ci b Pembangunan PIP2B Penyusunan RDTK Inventarisir arsitektur bangunan bersejarah DED perencanaan fisik percontohan RTBL DED perencanaan fisik pecontohan RTP Pembangunan aksesibiltas bangunan gedung dan lingkungan di gedung publik 10 Penyusunan naskah akademik perda bangunan gedung Kota Depok.Penyediaan infrastruktur kawasan perdesaan Kab. Bekasi. Kab. Kab. Kota Cimahi. Kab. Kab. Bandung. PU 3. Kab. kumuh/nelayan) Kota bandung. Pembinaan Pembangunan Infrastruktur Perdesaan 2. Penataan Lingkungan Permukiman Karawang. Kab. Sukabumi. PU Dep. Sederhana Kab. Kab. Kab. Kota Cimahi. Kab. Kota perkotaan (MBR) 2 Penyediaan air minum bagi kawasan lisiba 3 4 Bekasi. Distarkim . Penyediaan air minum bagi kawasan Rumah Tasikmalaya. Kab. Kab. Kota Cimahi. 3 Dukungan PSD perkim nelayan Cirebon. Kota Depok. Kota Depok Distarkim Dep. Subang. 1 2 3 Program Pemberdayaan 1. Kab. Kota Distarkim Bogor. Kota Bandung. Kuningan Dep. Distarkim Dep. Pembangunan Infrastruktur Perdesaan - Pendampingan kepada 360 desa Peningkatan infrastruktur perdesaan Jawa Barat 17 Kab di Jawa Barat Distarkim Distarkim Dep. Program Perumahan Pengembangan - Tersedianya sarana dan prasarana 1. Kab. Kota Cirebon. Sumedang. Pengembangan Kawasan Permukiman Perdesaan - jalan poros/lingkungan saluran drainase Kab. Peningkatan Cakupan bersih Minum Kinerja Pengelolaan Air Minum dan Air Limbah Distarkim Dep. Kab. PU 5 Pembangunan SPAM Desa 40. Cirebon. Program Prasarana Perdesaan dan Peningkatan Sarana - Meningkatkan infrastruktur tertinggal skala komunitas desa-desa 1. PU 39. Subang. Bandung. Kab. Cirebon Karawang.PROGRAM SASARAN KEGIATAN TARGET PENCAPAIAN (KELUARAN KEGIATAN) LOKASI SKPD 6 KETERANGAN (Diisi dengan Dept) 7 Dep. Pembangunan sistem IKK Kab. Kab. Kab. kab. Kuningan. PU 38. Kota Bandung. Garut Distarkim Perdesaan Pelayanan Air 1 Pembangunan prasarana dan sarana air minum Jawa Barat. PU Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2009 IV-129 . Garut. Pembinaan Teknis Bangunan Gedung permukiman di perkotaan dan perdesaan 1 Inventarisasi arsitektur bangunan bersejarah 2 3 4 5 6 7 8 9 Kota Bogor. Pengembangan Kawasan Permukiman . PU 4 Pengembangan Kawasan Permukiman 1 Perkotaan 2 3 4 Penyediaan infrastruktur kawasan kasiba/lisiba Kab. Sukabumi. Kab. Jalan lingkungan Saluran drainase Ruang Terbuka Hijau Distarkim Dep. Terwujudnya pemberdayaan masyarakat 1. Kota Penyusunan RTBL Bandung. Penataan Lingkungan Permukiman serta meningkatnya infrastruktur desaKomunitas Perumahan desa skala komunitas 5 4 1 Pendampingan pelaksanaan penataan kawasan Jawa Barat. Program Pengembangan 1.

pengolahan 3 Pengembanan Agroindustri Perdesaan - Berkembangnya perdesaan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2009 IV-130 . Bandung. Garut. Kab. Penataan dan Revitalisasi Kawasan 1 Penataan dan revitalisasi kawasan situs Kab. Subang. Dinas Pertanian Provinsi Dep. Purwakarta. bandugn. Sumedang. Cirebon. Sukabumi. Kuningan. Ciamis. Indramayu dan Kab. Tasikmalaya. Karawang. Pertanian Cianjur. Meningkatnya inovasi dan diseminasi teknologi Prov. Jawa Barat. Distarkim 2 Penataan dan revitalisasi kawasan wisata Karawang. Kuningan Perpustakaan 4 Penataan dan revitalisasi kawasan Taman Hutan Raya 5 Penataan dan revitalisasi kawasan Situ 6 Penataan dan revitalisasi kawasan Linggar Jati 7 Penataan dan revitalisasi kawasan Makam Sunan Dep. Revitaisasi Ubit Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA) dan Kelompok UPJA (KUPJA) dan Kab. Bandung Barat dan Kota Depok. Kab. Cianjur. Kota bandung. Bandung barat. Meningkatnya daya saing tambah produk pertanian Meningkatnya agribisnis kualitas dan Pengolahan nilai 1. Subang. Pengembangan Pemasran Hasil Pertanian dan - Berkembangnya kegiatan pemasaran hasil pertanian b. Garut. PU 43. Dinas Pertanian Provinsi Dep. Bogor. SDM pelaku 2. Majalengka. Pengembangan Kawasan Permukiman 1 Perkotaan kawasan permukiman perkotaan 2 3 4 Perbaikan dan Pembuatan jalan setapak Kota Bogor. Subang. Pertanian Cianjur. Kab. Pertanian alsintan di tingkat UPJA Bogor. Cirebon. Kab. Cianjur. Kab. Depok dan Banjar usaha agroindustri di Prov. Sukabumi. Kota Depok Perbaikan dan pembuatan kermeer Stimulan perbaikan rumah layak huni Pengembalian pusat wisata peternakan sapi perah 5 supervisi / pengawasan pelaksanaan konstruksi 6 DED PSD perkim kawasan peremajaan (urban Renewal) 7 Bantek perencanaan sistem keterpaduan kawasan 8 Jalan Lingkungan Distarkim Dep. Ciamis. Bandung. Ciamis. Bogor. Indramayu. Dinas Pertanian Provinsi Dep. Cirebon. Program Pengendalian Pembangunan Kota-Kota Besar - Tersedianya kegiatan perencanaan 1. Program Pengembangan Agribisnis a. Kab. Kota Bandung. ziarah 3 Penataan dan revitalisasi kawasan Gedung Kab. PU 42. Purwakarta.PROGRAM 1 SASARAN 2 KEGIATAN 3 TARGET PENCAPAIAN (KELUARAN KEGIATAN) 4 5 Penyediaan infrastruktur primer kawasan RSH LOKASI 5 SKPD 6 KETERANGAN (Diisi dengan Dept) 7 5. Jawa Barat.

Pertanian Dep. Purwakarta. Kota Depok. Bandung Barat.Kuninga. Sukabumi. Sumedang. Karawang. . Pertanian Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2009 IV-131 . Pertanian Dep. Tersedianya benih/bibit hortikultura yang Prov. Jabar. Panen Dalam mendukung mendukung pengembangan agribisnis Bogor. Tasikmalaya dan mutu hasil Jabar. Ciamis. majalengka. Dinas Pertanian Provinsi Dep. Mekanisasi Kegiatan Pertanian Pasca 1 Tersedianya alat pasca panen dalam Prov. Bogor.Terfasilitasinya pengadaan dan pemeliharaan Provinsi Jawa Barat Dinas Perkebunan Sarana dan Prasarana sarana dan prasarana Provinsi Jabar 13. Bantuan Benih/Bibit Kepada Petani Dalam . Penguatan Kelembagaan Dalam 1. Pengembangan Pertanian Organik dan . Berkembangnya industri benih hortikultura 11. Indramayu. Pengembangan Fasilitas Pelayanan 1 Terjadinya kesamaan persepsi fasilitasi Prov. terkendalinya Provinsi Jawa Barat Dinas Perkebunan Rencana Kerja dan Anggaran pelaksanaan program kegiatan. Ciamhi dan Banjar Dinas Pertanian Provinsi 9. Pertanian 5. Dinas Pertanian Provinsi 6. Kota Bogor. Cirebon. Garut. Penyediaan dan Perbaikan Infrastruktur Pertanain Dalam Mendukung Pengembangan Agribisnis (PNPM-P) Jabar. Pengembangan Agribisnis hortikultura di Jawa Barat Bekasi. Kab. . Agroindustri Terpadu investasi terpadu hortikultura di Jawa Barat Subang. Terlaksananya penanganan pasca panen dan Cirebon. tersedianya Provinsi Jabar data serta terkawalnya pengembangan perkebunan. Pertanian fasilitasi pupuk organik Bogor. Kota Cimahi dan Banjar. Kab.Berkembangnya hortikultura organik di Jawa Prov. Bogor. Pertanian Dep. Kab. Barat 2.Tersalurkannya benih/bibit hortikultura untuk Provinsi Jawa Barat Mendukung Pengembangan Agribisnis petani dalam mendukung pengembangan agribisnis 10. Bandung. Pembinaan/Penyusunan Program. Pembangunan/Pengadaan/Peningkatan . Purwakarta. 2. Dep. Ciamis. Cirebon. Ciamis. Tasikmalaya. Dinas Pertanian Provinsi Dep. Pertanian Dep. Bandung. Sukabumi. Subang. Kota Bandung. 2. Pertanian Dep. Peningkatan Kegiatan Eksibisi. Kab. Terlaksananya kegiatan pengelolaan lahan dan Kab. Jabar. Dep. Kompos dan Biogas 5 6 7 4 Terselenggaranya koordinasi dan pengawalan Prov. Sumedang. Kab. Subang. Sumedang. Kuningan. Pertanian Dep. Dinas Pertanian Provinsi Mendukung Pengembangan Agribisnis berkualitas untuk konsumsi masyarakat di Jawa Bandung dan Bandung Barat. Ciamis. Sukabumi. Dinas Pertanian Provinsi 7. Pertanian Dep. Pertanian Dep. Tasikmalaya dan Cimahi. Pertanian air Cianjur. Pengembangan Pertanian terpadu Tanaman-Ternak.PROGRAM 1 SASARAN 2 KEGIATAN TARGET PENCAPAIAN (KELUARAN KEGIATAN) LOKASI SKPD KETERANGAN (Diisi dengan Dept) 3 4. 8.Terpromosikannya produk hortikultura dan Provinsi Jawa Barat Dinas Pertanian Provinsi Perlombaan dan Penghargaan Kepada terpacunya motivasi petani untuk berusaha tani Jabar Petani/Pelaku Agribisnis di Jawa Barat 12. Cianjur. Dinas Pertanian Provinsi Lingkungan Hidup Barat Sukabumi. Kuningan. Meningkatnya investasi dibidang hortikultura Tasikmalaya. Bandung. Jabar.Tersusunnya perencanaan. Garut.

pembinaan. Pengembangan Desa Mandiri Energi 19. tasikmalaya. Ciamis. Subang RPH Dinas Peternakan Provinsi Dep. Dinas Perkebunan Mutu Produk Perkebunan perkebunan Bogor. penguatan Bandung. Subang. Penyediaan dan Perbaikan Infrastruktur Pertanain Dalam Mendukung Pengembangan Agribisnis (PNPM-P) Dep. pengetahuan petani. Tasikmalaya. Bandung Barat.Cirebon. Bandung. Bogor. Bandung. dan Indramayu dan Kota Banjar. Sukabumi. meningkatnya Garut. Dinas Perkebunan Bogor. Pertanian 18. Jabar. Cianjur. Majalengka dan Bandung Barat. Jabar.Cianjur. Provinsi Jabar Cianjur. Pertanian 17. Pembinaan Perlindungan Tanaman Dinas Perkebunan Provinsi Jabar 16. 3. Cianjur yang memedai serta peralatan pengolah hasil peternakan dna penguatan modal usaha pengolah produk peternakan 4 Tersedianya bangunan dan sarana prasarana Kab. Subang. Tasikmalaya. tersedianya Road Map penanganan pasca panen dan pemasaran 2 Penyelesaian bangunan dan sarana prasarana Kab. Provinsi Jabar Sukabumi. Terfasilitasinya peningkatan produksi Prov. Ciamis. Subang. Sumedang. Kegiatan Pengembangan Pengolahan 1 Terkoordinasinya usaha pengolahan hasil Provinsi Jawa Barat dan Pemasaran Hasil Peternakan peternakan. Tasikmalaya. garut. kelembagaan petani. Sumedang. Ciamis. meninkgatnya SDM pengolah hasil peternakan 25 orang. Garut. Pertanian Dep. Purwakarta. Pertanian dan - 5 6 4 Fasilitasi penyediaan unit pengolahan hasil dan Kab. Provinsi Jabar pendukung lainnya. Subang. Bandung. Terfasilitasinya penguatan modal usaha Kuningan. Dinas Perkebunan pembangunan unit pengolahan hasil dan Cianjur. Bandung Barat. Kab. Dep. Pertanian Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2009 IV-132 . promosi produk peternakan.PROGRAM 1 SASARAN 2 KEGIATAN 3 14. Kota Tasikmalaya. Ciamis. Meningkatnya pengawalan. Garut. Sukabumi. Karawang. majalengka. Cirebon. Sumedang. Purwakarta. Pertanian 20. Pertanian Dep. Sukabumi RPU 3 Tersedianya sarana dan prasarana RPH/RPA Kab. Peningkatan Produksi dan Produktivitas 1. Kab. tersedianya informasi pasar produk peternakan. Sukabumi. Sumedang. Pengembangan Agroindustri Pedesaan - Terkawalnya pelaksanaan Demplot Jarak Pagar Provinsi Jawa Barat Terfasilitasinya kelompok penguatan modal usaha Kab. pengawasan mutu benih. Pengembangan Pengolahan Pemasran Hasil Pertanian TARGET PENCAPAIAN (KELUARAN KEGIATAN) LOKASI SKPD KETERANGAN (Diisi dengan Dept) 7 Dep. Kota kelompok Terlaksananya pembangunan penunjang agribisnis infrastruktur Prov. 2. Karawang. Purwakarta. Pembinaan Perlindungan Tanaman Provinsi Jawa Barat 15. dan Banjar Dinas Perkebunan Provinsi Jabar Dinas Perkebunan Provinsi Jabar - Dep.

Bandung. Barat Cirebon. Sukabumi HMT. Sumedang. Dinas Pertanian Jawa pengendalian OPT dan Pembinaan Pestisida Bandng. Indramayu. Jabar. Kuningan. Kegiatan Pengembangan Fasilitas . Tasikmalaya 7 Penerapan sistem rantai dingin susu Kota Depok 8 penyelesaian pembangunan RPH Kota Tasikmalaya 21. Tasikmalaya jalan kebun rumput. Garut. penambangan lapangan kerja. Pertanian Dep. Program Peningkatan Ketahanan Pangan 1 Terjaganya tingkat produksi beras untuk 1.Meningkatnya kemampuan peternak dengan Provinsi Jawa Barat Alsisntan (Upja) dan Kelompok Upja tersedianya alsintan untuk mengefisiensikan (Kupja) budidaya peternakan dan berkembangnya usaha jasa alsintan 22. 24. Bandung meningkatkan kualitas prosuk daging yang HAUS dan terkendalinya sistem distribusi daging 6 Tersedianya bangunan Pos IB. Pos IB dan Pos Keswan 4 Tersedianya infrastruktur sarana dan prasarana Kab. Penyediaan dan perbaikan infrastruktur pengamanan kemandirian pangan pertanian Dalam Mendukung Ketahanan Pangan (PNPM-P) Meningkatnya kemampuan petani dalam mengelola sumberdaya alam secara lestari dan bertanggungjawab Diversifikasi produksi. PUKLT. Subang. Kab.Optimalisasi pemanfataan hasil usaha pertanian Provinsi Jawa Barat Pelayanan Agroindustri Terpadu dalam menunjang uasaha budidayda ternak ruminansia dan non ruminansia. Ciamis. Kegiatan Pengembangan Agroindustri 1. Kab. Barat pangan Cianjur. pendapatan petani serta menunjang pelestarian lingkungan sera tersedianya pakan ternak sepanjang tahun untku Dinas Peternakan Provinsi Dep. Penyakit Hewan. Sukabumi. Kegiatan Penyediaan dan Perbaikan 1 Terlaksananya pembinaan dalam mendukung Provinsi Jawa Barat Infrastruktur Pertanian dalam Mendukung penyediaan dan perbaikan infrastruktur Pengembangan Agribisnis peternakan menunjang program agribisnis 2 Tersedianya bangunan dan searana prasarana Kab. RPU dan RPH Kab. Pertanian Dinas Peternakan Provinsi Dinas Peternakan Provinsi Dinas Peternakan Provinsi Dep. Majalengka dan Kota Dep. Jabar. Karantina dan Peningkatan Kemanan Pangan 2 3 4 Terlaksananya penyediaan dan perbaikan Prov. Terbangunnya pabrik pakan mini di perdesaan Kab. Purwakarta. Karawang. Pertanian 44. Pertanian Dep.PROGRAM 1 SASARAN 2 KEGIATAN 3 TARGET PENCAPAIAN (KELUARAN KEGIATAN) LOKASI SKPD 6 KETERANGAN (Diisi dengan Dept) 7 5 4 5 Terbangunnya meat business centre untuk Kab. Tersedianya mobil coling unit dalam mendukung Kab. Pertanian Dinas Peternakan Provinsi Dep. Pertanian Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2009 IV-133 . Tasikmalaya. Bogor Perdesaan pengembangan agroindustri peternakan 2. Bogor untuk mendukung RPH dan terbangunnya jalan usahas tani sepanjang 6 km 3 Terbentuknya infrastruktur kawasan produksi Kab. ketersediaan dan konsumsi pangan untuk menurunkan Meningkatnya ketersediaan dan 2. Garut. Sukabumi.pembuatan embung irigasi tanah dangkal dan pelatihan /sekolah lapang. Kab. Ciamis 23. Terselenggaranya koordinasi dan pengawalan Prov. Pengendalian Organisme Pengganggu keamanan pangan asal hewan Tanaman (OPT). Majalengka dan Bandung Barat. Kegiatan Revitalisasi Unit pelayanan Jasa . Dinas Pertanian Jawa infrastruktur pertanian mendukung ketahaan Bogor.

Purwakarta. Bekasi. Meningkatnya produksi. Sumedang. Jabar. Bandung. Karawang.PROGRAM 1 5 SASARAN 2 Meningkatnya kualitas produk pertanian KEGIATAN 3 dan kuantitas TARGET PENCAPAIAN (KELUARAN KEGIATAN) 4 Banjar. Purwakarta. Kota Bandung. Kota Depok. Karawang. Majalengka. subang. Kuningan. Mekanisasi Kegiatan Produksi Pertanian 2 Terlaksananya koordinasi dan Primer mekanisasi produksi pra panen Dinas Pertanian Jawa Barat Dep. Sukabumi.Cimahi. 5.Kab. Pertanian pengawalan Prov. Dinas Pertanian Jawa Bogor. dan Banjar. LOKASI 5 SKPD 6 KETERANGAN (Diisi dengan Dept) 7 3. Cianjur. Kuningan. Indramayu. Dinas Pertanian Jawa Mutu Produk Pertanian serta peningkatan produksi dan produktivitas Bogor. Terselengaranya koordinasi dan pengawalan Prov. Tasikmalaya. 2. Peningkatan Produksi. Subang. Cirebon. Sukabumi. Pertanian Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2009 IV-134 . 7. Majalengka. Kuningan. Ciamis. produktivitas dan mutu Karawang. pangan Tasikmalaya. Tasikmalaya. Jabar. Jabar. Dep. dan 1. Bandung Barat. petani untuk meningkatkan produksi dan Sukabumi. Indramayu. Meningkatnya fungsi kelembagaan perbenihan Prov. Kab. Cimahi. Pertanian 6. Barat Pengembangan Kawasan komoditas tanaman pangan Cianjur. dan Banjar. Ciamis. Bantuan Benih/Bibit Kepada Petani DalamMendukung Ketahanan Pangan Tersalurkannya bantuan benih/bibit kepada Prov. Ciamis. Sukabumi. Kota Tasikmalaya. Peningkatan Kegiatan Pasca Panen dan 1 Meningkatnya usaha penanganan pasca panen Provinsi Jawa Barat Pengolahan Pangan sehingga dapat mengurangi losses dan pengolahan pangan secara benar dan baik. melalui pembinaan penangkar serta koordinasi tasikmalaya. ketahanan pangan Bandung. Depok. Bekasi. 2. Ciamis. produk serta berkembangnya kawasan tanaman Subang. Bandung. Kuningan. Pertanian Dep. Indramayu. Indramayu. Garut. Banjar Dinas Pertanian Jawa Barat Dep. Kab. Cianjur. Jabar. Purwakarta. Bogor. dan pengawalan Majalengka dan Kota Dinas Pertanian Jawa Barat Dep. Produktivitas. Karawang. Terlaksananya pegnembangan perbenihan Subang. Garut. Sumedang. garut. Pertanian 4. Penguatan Kelembagaan Perbenihan Dalam Mendukung Pertahanan Panan 1. produktivitas dalam rangka mendukung Bekasi. Garut. Cirebon. Kab. Sumedang. Bekasi. Barat Cianjur. Majalengka.

Kota Cimahi dan Banjar. Cirebon. Perbaikan mekanisme subsidi pupuk melalui Prov. pengawasan. Ciamis. Bandung. Dinas Pertanian Jawa perbaikan sistem. Ciamis. Purwakarta. Sumedang. Monev dan Database Dep. Pertanian Jawa Barat perencanaan data. Kuningan. Sukabumi.Cimahi.PROGRAM 1 SASARAN 2 KEGIATAN 3 8. Purwakarta. Bandung perah di 5 kec 6 Tersedianya bangunan dna sranan prasarana Kab. Karawang. Barat pengawalan pupuk. Majalengka. Kota Tasikmalaya. Pertanian 10. Tasikmalaya. termonitornya sapi brahman cross di 9 kab/kota dan BLM/PMUK program aksi perbibitan di 6 kab/kota 2 Terlaksananya opraional vaksinasi rabies. Bekasi. Indramayu. Kab. Bekasi. Garut. Kab. Cianjur. Jabar. Majalengka. Terkoordinasinya rencana pembngaunan Provinsi Jawa Barat peternakan di Jawa Barat sesuai dengan kebutuhan daerah dalam menunjang target dan sasaran pemerintah pada sub sektor peternakan Dinas Peternakan Provinsi 9 Penyusunan kebijakan Program. Indramayu. Purwakarta kegiatan P2SDS 5 Meningkatnya pelaksanaan akseptor IB sapi Kab. Monev dan pelaporan. Subang. karawang. Prov. Jabar. Cianjur. Kegiatan Perbenihan/Perbibitan Pengembangan 1 Meningkatnya akseptor IB menjadi 55. Sumedang. Bogor. Tasikmalaya. Provinsi Jawa Barat antrax dan brucellosisi 3 Berkembangnya usaha ternak sapi potong di Kab. koordinasi dan Bogor. dan Banjar. Ciamis perbibitan ternak sapi potong 7 Berkembangnya agribisnis peternakan domba Kota Cimahi 8 Terselamtkannya bibit ternak produktif di RPH Kota Banjar Dinas Peternakan Provinsi Dep. Kegiatan Penyususnan Program Rencana Kerja Pembangunan dan - Dep. Garu. Tasikmalaya.000 ekor Provinsi Jawa Barat pada tahun 2009. Depok. Subang. Pertanian 11. Terselenggaranya operasional satuan kerja. Bogor masyarakat peternak 4 Tersedianya sarana pos IB untuk menunjang Kab. Pertanian Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2009 IV-135 . Cirebon. Sukabumi. Kuningan. Pertanian 5 6 4 1. bandung. SAI. Perbaikan Mekanisme Subsidi Pupuk TARGET PENCAPAIAN (KELUARAN KEGIATAN) LOKASI SKPD KETERANGAN (Diisi dengan Dept) 7 Dep.

Keswan dan Pangan (TP) kesmavet 3 Terlaksananya pelayanan di bidang keswan 4 Tersedianya bangunan RPU di Kecamatan Lemah wunguk 5 Tersedianya bangunan lab. Kab. peningkatan pelayanan Hewan. Karantina dan Peningktanan kesehatan hewan pada masyarakat. Ciamis potong 4 Berkembangnya sentra pembibitan ternak Kab. Penyakit pasar produksi hasil ternak Hewan dan Peningkatan Keamanan 2 Tersedianya bangunan lab. Keswan dan kesmavet sebanyak 1 unit 15. Sukabumi Kab. Cirebon Kab. Pertanian 5 3 4 12. Bandung Barat 5 Tersedianya bangunan sarana dan prasarana Kota Cimahi pos keswan 13. Sumedang Kab. Cianjur keswan yang memadai 3 Tersedianya sarana dan prasarana pelayanan Kab.PROGRAM 1 SASARAN 2 KEGIATAN TARGET PENCAPAIAN (KELUARAN KEGIATAN) LOKASI SKPD 6 Dinas Peternakan Provinsi KETERANGAN (Diisi dengan Dept) 7 Dep. Dawuan 7 Berkembangnya agribisnis peternakan sapi Kota Sukabumi potong 8 Berkembangnya perbibitab sapi potong melalui Kota Tasikmalaya penyediaan sapi potong di masyarakat 16. Majalengka kec. Kegiatan Penanganan dan Pengendalian . Provinsi Jawa Barat Penganggu Tanaman (OPT). Sumedang Dinas Peternakan Provinsi Dep. Ciamis Dinas Peternakan Provinsi Dep. Pertanian Dinas Peternakan Provinsi Dep. Kuningan perdesaan dan berkembangnya agribisnis peternakan sapi perah 6 Berkembangnya perbibitan ternak sapi potong d Kab. Kuningan Kota. Kegiatan Pengendalian Organisme 1 Tersedianya bangunan sarana dan prasarana Pengganggu Tanman (OPT). Pertanian 3 Berkembangnya agribisnis peternakan sapi Kab.000 dosis 14. Cirebon kerbau di 1 kec 5 Terbentuknya sentra pembibitan sapi potong di Kab. Kegiatan Pengendalian Organisme 1 Terkendalinya PHSM (penyakit Brucellosis. Pertanian Dinas Peternakan Provinsi Dep. Cirebon Kota Bekasi Kab.000. Kegiatan Penanganan dan Pengendalian 1 Terlaksananya restrukturisasi perunggasan Wabah Virus Flu Burung pada Hewan dan Restrukturisasi Perunggasan (Tp) 2 terlaksananya restrukturisasi ternak unggas sebanyak 4 paket di 2 kec 3 Terbentuknya breeding farm unggas skala perdesaan Kab. Tasikmalaya pos keswan 4 Tersedianya sarana pos keswan Kab.Terkendalinya penyakit avian influenza dan Provinsi Jawa Barat Wabah Virus Flu Burung pada Hewan dan tersedianya vaksin dna operasional vaksinasi Restrukturisasi Perunggasan unggas sebanyak 20. Sumedang Kab. Pertanian Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2009 IV-136 . pelayanan Ketahanan pangan penyakit gangguan reproduksi pada ternak sapi potongn dna pencegahan penyakit eksotik serta mendorong peningkatan ketresediaan 2 Tersedianya sarana dan prasarana posa Kab. Kegiatan Pengebangan Pembibitan Sapi 1 Berkembangnya kelompok perbibtan sapi /Kerbau (TP) potong 2 Terlaksananya kegiatan pembibitan perawatan ternak oleh organisasi IB sapi potong di 23 kec. Sukabumi Kab. Penyakit Anthrax dan Rabies).

PROGRAM 1 SASARAN 2 KEGIATAN TARGET PENCAPAIAN (KELUARAN KEGIATAN) LOKASI SKPD 6 Dinas Peternakan Provinsi KETERANGAN (Diisi dengan Dept) 7 Dep. Dinas Peternakan Provinsi Dep. Pertanian Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2009 IV-137 . dan Mutu Produk Pertanian. Kegiatan Kab.Terdistribusinya DPM LUEP yang tepat waktu di Kota Tasikmalaya 16 kabupaten/kota. Subang Peningkatan Produksi. Stabilisasi Harga Pangan strategis . 18. Pertanian 5 3 4 17. 1 Berkembangya agribisnis peternakan sapi potong dan domba Produktivitas. serta Pengembangan Kawasan (Tp) 2 Meningkatnya populasi ternak kambing/domba Kota Depok sebanyak 150 ekor 3 Berkembangnya peternakan domba dan kambing PE di 7 kec.

Meningkatnya kompetensi aparatur/petani Cirebon. dan Penyuluh Pertanian kabupaten/kota Sukabumi. Cirebon. Sumedang. Pertanian Dep. Pertanian Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2009 IV-138 . garut. Pembinaan dan Penyuluhan Pertanian b. Garut. Sukabumi. Majalengka. Bandung Barat. Terselenggaranya pemberdayaan petani pelaku Subang. Pertanian Pertanian Jawa Barat Dep. Pertanian Pertanian Jawa Barat Dep. Penguatan kelembagaan Ekonomi Petani . Meningkatnya kompetensi petani tanaman tasikmalaya. Karawang. Kab. peternak dan pelaku usagah peternakan yang berwawsan agribisnis 10.PROGRAM 1 Program Peningkatan a. Kota Depok. Pertanian Pertanian Jawa Barat Dep. Pelaku Agribisnis dan Penyuluhan Pertanian Pertanian Jawa Barat Dep. Jabar. Pertanian Jawa Barat aparatur pertanian dalam penguasaan teknis Bogor. Pengembangan Magang Sekolah Lapang 1.Meningkatnya sistem penyuluhan tanaman Provinsi Jawa Barat Sumberdaya Manusia Pertanian pangan dan hortikultura dan sumberdaya manusia pertanian di Jawa Barat 8. Kab. Kuningan. Cianjur perah 9. Pelaku Agribisnis 1. Sumedang. Kegiatan Pembinaan/Pembuatan?Pengembangan Sistem. Tasikmalaya dan Banjar. Indramayu. Pembinaan dan mengelola sumberdaya alam secara Pelatihan Pertanian lestari dan bertanggungjawab Meningkatnya kemampuan petani dalam mengelola sumberdaya alam secara lestari dan bertanggungjawab 2. Penyelenggaraan - Pengembangan kinerja penyelenggaraan Provinsi Jawa Barat kelembagaan penyuluhan pertanian di jawa Barat dan pengembangan BPB model Pertanian Jawa Barat Dep. 4 Pemberdayaan Petani. 5 6 4 Penyelenggaraan 1.Terselenggaranya koordinasi dan pengawalan Prov. Kegiatan Kelembagaan ekonomi Petani 1 terkoordinasinya upaya pengembangan usaha Provinsi Jawa Barat Melalui PMUK dan LM3 peternakan di LM3 dan Pusat Pendidikan Pelatihan Peternakan Swadaya 2 Berkembangnya kelompok sapi potong dan sapi Kab. Kuningan. Garut. Bandung. Statistik dan Informasi Terkoordinasinya dan tersedianya data statistik Provinsi Jawa Barat dan informasi peternakan yang valid dan aktual melalui berbagai media informasi 3. Terselenggaranya pelatihan teknis dalam upaya Prov. Sumedang. Indramayu. Jabar. Purwakarta. dan 5. 2. agribisnis dan penyuluh pertanian di perdesaan Cirebon. Kegiatan Pemberdayaan Petani. Kuninan. Penyelenggaraan Pendidikan Pertanian - Pertanian Jawa Barat Pertanian Jawa Barat Dep. melalui PMUK dan LM3 pemberdayaan kelompok tani melalui kegiatan Bogor. Subang. 7. 2. meningkatkan kapasitas dan kemampuan SDM Bogor. Pertanian Meningkatnya keterampilan siswa SPP di Jawa Provinsi Jawa Barat barat. Kab. Cianjur. Pertanian Dinas Peternakan Provinsi Dep. Bandung. Karawang. Terselenggaraya pemberdayaan petani di Prov. Pertanian Meningkatnya kemampuan teknis petugas Provinsi Jawa Barat peternakan. 2 3 Meningkatnya kemampuan petani dalam 1. Indramayu. Jabar. Pertanian Pertanian Jawa Barat Dep. Jabar. Karawang. pangan dan hortikultura. Ciamis. SL/LL dan PMUK Bekasi. Tasikmalaya. Meningkatnya kompetensi aparatur dan non Prov. Cirebon. Kesejahteraan Petani SASARAN KEGIATAN TARGET PENCAPAIAN (KELUARAN KEGIATAN) LOKASI SKPD KETERANGAN (Diisi dengan Dept) 7 45. Kab. pertanian. 2. 6. Tasikmalaya. Garut. Indramayu dan pertanian dalam penguasaan teknis pertanian Kota Depok. Peningkatan Sistem Penyuluhan dan . Data.

Karawang 2 Terbangunnya perluasan tempat pelelangan ikan 100 m2 di PPI Karangsong Indramayu 3 Terbangunnya 1 paket kolam pelabuhan untuk pendaratan perahu/kapal di PPI Cikidang Ciamis 4 Terbangunnya 1 paket Landing Place (pemasangan sheet filr) dan pengerukan kolam pelabuhan di PPI Cisolok Ciamis 5 Terbangunnya 1 paket pengembangan PPI Gebang Mekar Cirebon 6 Terbangunnya 1 paket pengembangan PPI Ciparege Karawang 7 Meningkatnya produktivitas penangkapan 2. Sumber Daya Perikanan b. Karawang. Kegiatan Pembangunan/Pengadaan/ 1 Terbangunnya Landing Place sepanjang 533 m Indramayu. Ciamis. Kegiatan Pengembangan Perencanaan 1 Tersedianya 1 paket rencana kegiatan dan Administrasi Keuangan pembangunan perikanan dan kelautan Jawa Barat 2 Tersedianya 1 paket data dan informasi perikanan dan kelautan Jawa Barat 3 Tersedianya 1 paket data pelaksanaan kegiatan pembangunan perikanan dan kelautan 3. sapi potong sebanyak 100 ekor unit 1 kelompok 46. Bandung Barat perah. Tasikmalaya 7 kelompok. Kegiatan Pembinaan/Penyelenggaraan 1 Terbangunnya 1 paket kolam pelabuhan untuk Ciamis.PROGRAM 1 SASARAN 2 KEGIATAN 3 TARGET PENCAPAIAN (KELUARAN KEGIATAN) LOKASI SKPD 6 KETERANGAN (Diisi dengan Dept) 7 5 4 3 Berkembangnya budidaya ternak domba di Kab. Karawang kelompok pada 5 kec. Subang. Cianjur. Indramayu. Tasikmalaya. Dinas Perikanan Provinsi Dep. Garut dan Kota Cirebon. sapi potong dan domba 7 Tersedianya ternak kambing PE sebanyak 330 Kota Banjar ekor di 3 kelompok. sapi perah di 2 kelompok dan domba di 6 kelompok serta kambing PE di 5 kelompok serta terdistribusinya bibit ternak pada masyarakat 6 Berkembangnya usaha kelompok peternak sapi Kab. Kelautan Perikanan dan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2009 IV-139 . Sumedang kec sebanyak 50 ekor 5 Berkembangnya agribisnis ternak sapi potong di Kab. Program Pengembangan a. Kelautan Perikanan dan Dinas Perikanan Provinsi Dep. Bekasi. Kelautan Perikanan dan sistem usaha pemasaran hasil Dinas Perikanan Provinsi Dep. Meningkatnya kapasitas sarana prasarana perikanan tangkap Terlaksananya revitalisasi perikanan Berkembangnya pengolahan dan perikanan dan 1. Cirebon Kerjasama Internasional pendaratan perahu/kapal di PPI Cikidang Ciamis 2 Terbangunnya 1 paket Landing Place (pemasangan sheet file) dan pengerukan kolam pelabuhan di PPI Cisosok Ciamis 3 Terbangunnya 1 paket pengembangan PPI Gebang Mekar Cirebon 4 Meningkatnya produktivitas penangkapan di kab. Peningkatan Sarana dan Prasarana di PPI Karangsong Indramayu Cirebon. c. dan kelompok ternak sapi potong di 3 kec 4 Berkembangnya usaha ternak sapi potong di 2 Kab.

Karawang. proksimas pelatihan pemberdayaan unit pembenihan rakyat. LOKASI 5 SKPD KETERANGAN (Diisi dengan Dept) dan 3 4. Kelautan Perikanan dan 10. dan Ciamis 3 Propekan temu usaha komoditas perikanan budidaya ikan payau 4 Propekan pelatihan budidaya iar payau 5 Propekan pelatihan Polycultre udang. dan Cirebon 6 Sosialisasi bahan biodesel Hitaulo di tambak intensif. atraktor cumi. Kelautan Perikanan dan 6. proksimas pelatihan budidaya ikan air tawar. Kegiatan Pengembangan/Penyeleng. Dinas Perikanan Provinsi Dep. Penigkatan Sistem Usaha Perikanan diversifikasi olahan dan sumberdaya/ tenagakerja pengolahan. Dinas Perikanan Provinsi Dep. set net medium.PROGRAM 1 SASARAN 2 KEGIATAN TARGET PENCAPAIAN (KELUARAN KEGIATAN) 4 Terlaksananya pelatihan cara pembenihan ikan yang buah (CPIB). Budaya. Kelautan Perikanan 5. sertifikasi Hatchery dan UPR. Karawang. peningkatan sapras sentra pengolahan bimbingan teknis 2 3 4 7. Kegiatan Pemberdayaan Ekonomi.pengolahan dan pemasaran. pengadaan cool box. Sukabumi. dempond Indramayu. rumput laut. Kelautan Perikanan dan 9. Kelautan Perikanan dan Dinas Perikanan Provinsi Dep. demplot area polyculture udang windu dna rumput laut di Kab. Cirebon pengembangan budidaya rumput laut di Kab. dempolt area pengembangan budidaya kerang dara dan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2009 IV-140 . domestifikasi belut. Kelautan Perikanan dan 8. Indramayu. Sosial. modifikasi kapal payang. sertifikasi pembudidayaan ikan/udang.garaan/Fasilitasi Standarisasi Kompetensi dan Sertifikasi 6 7 Dinas Perikanan Provinsi Dep. Kegiatan Pengembangan dan Penyelenggaraan Karantina Perikanan dan Sistem pengelolaan Kesehatan Ikan Peningkatan sapras rantai dingin penerapan HACCP di UPI peningkatan perlatan laboratorium Terkendalinya pengendalian hama penyakit ikan Dinas Perikanan Provinsi Dep. Kegiatan Penyelenggaraan Revitalisasi 1 Terlaksananya Propekan temu Usaha Sukabumi. Pelaku Usaha Perikanan dan Masyarakat Pesisir Dinas Perikanan Provinsi Dep. pelatihan cara budidaya ikan yang baik (CBIC). actipical barrier reaf (ABR) dan mengrovisasi Dinas Perikanan Provinsi Dep. Kegiatan Penguatan dan Pengembangan 1 Terlaksananya penyempurnaan bangunan PIH Kota Bandung Kota Bandung Pemasaran Dalam Negeri dan Ekspor Hasil Perikanan 2 Terlaksananya perluasan akses pasara produk perikanan Jabar 3 Peningkatan konsumsi ikan. Kelautan Perikanan Komoditas Perikanan Budidaya Laut Perikanan Ciamis. trays. perluasan pangsa pasar internasional. Cianjur. Cianjur. Kegiatan pengembangan sarana Peningkatan dan 1 Terlaksananya perikanan Pengembangan Sarana dan Prasarana Perikanan serta Input Produksi Lainnya 2 Terlaksananya pengadaaan rumpon. Kegiatan Pembinaan dan Pengembangan 1 Meningkatnya kinerja KKBM. 2 Propekan pelatihan budidaya laut. kerang hijau. Teraksananya proksimas temu usaha komiditas perikanan budidaya air tawar.

Terkoordinasinya konservasi kawasan pesisir pantai utara dan pantai selatan pesisir pantai utara dan pantai selatan Jawa Barat Jawa Barat Terbinanya pengolahan dan penyajian 1. Kelautan Perikanan Dinas Perikanan Provinsi Dep. Kelautan Perikanan dan Terlaksananya peangawasan dan pengendalian Provinsi Jawa Barat sumberdaya kelautan dan perikanan secara terpadu Terjaganya kelestraian sumberdaya kelautan. Kegiatan Perencanaan Penataan Ruang Laut. Kegiatan Pengelolaan Sumberdaya Ikan 1 secara Bertanggungjawab dan Berkelanjutan 2 3 6 7 Dinas Perikanan Provinsi Dep. Program Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam 1 dan Laut.PROGRAM 1 SASARAN 2 KEGIATAN TARGET PENCAPAIAN (KELUARAN KEGIATAN) 4 Terlaksananya restocking benih ikan planktonfeeder di Waduk Cirata Pelatihan budidaya iakan tropic level rendah Sosialisasi budidaya ikan metode fence system di waduk saguling 4 Aplikasi budidaya ikan metode Fence System di Waduk Saguling LOKASI 5 SKPD KETERANGAN (Diisi dengan Dept) dan 3 11. Data. Dinas Perikanan Provinsi Dep. Kelautan Perikanan dan 50. Kegiatan Pengembangan Hutan Tanaman dan Hutan Tanaman Rakyat Terkendalinya pengelolaan hutan produksi Dinas Kehutanan Provinsi Dep Kehutanan 2 3 Peningkatan kapasitas kelembagaan usaha dan investasi industri kehutanan Peningkatan kapasitas kelembagaan usaha dan investasi industri kehutanan 1paket Tersusunnya berita acara tata batas kawasan hutan Meningkatnya usaha/kelembagaan masyarakat sekitar hutan produksi Dinas Kehutanan Provinsi Dep Kehutanan Dinas Kehutanan Provinsi Dep Kehutanan Dinas Kehutanan Provinsi Dep Kehutanan Dinas Kehutanan Provinsi Dep Kehutanan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2009 IV-141 . nelayan dan petugas. Statistik dan Informasi - Dinas Perikanan Provinsi Dep. Pesisir. Kegiatan Pengembangan Pengelolaan Terpadu Wilayah Pesisir.5% Program. 1 Terkendalinya pengelolaan hutan produksi 1.Provinsi Jawa Barat pulau kecil Dinas Perikanan Provinsi Dep. Kegiatan Pengembangan Pengelolaan Pemanfaatan Hutan Alam Meningkatnya usaha/kelembagaan 2. Kegiatan Penyusunan. Kelautan Perikanan 47. Kegiatan Pengendalian Peredaran Hasil hutan dan permasalahan kawasan hutan Hutan 4. terlatihnya 462 orang SDM bidang perikanan dan kelautan Tersedianya tata ruang laut. Kegiatan Mitigasi Bencana Lingkungan masyarakat di 11 kabupaten/kota Laut dan Pesisir 4. Kelautan Perikanan Dinas Perikanan Provinsi Dep. Kelautan Perikanan Dinas Perikanan Provinsi Dep. dan Pulau-pulau Kecil serta Pengelolaan Batas Wilayah Laut 6. Kegiatan Pembinaan/Penyusunan 4. Kegiatan Pengembangan Industri dan masyarakat sekitar hutan produksi Pemasaran Hasil Hutan Tersedianya data potensi sumber daya 3. Kegiatan Pengukuhan dan Penatagunaan Kawasan Hutan 5. Kelautan Perikanan dan 2 dan 3 dan dan 5. Program Pengembangan dan Pengelolaan Sumber Daya Kelautan 1 Berkembangnya sistem pengawasan dan 1. dan Pulau-pulau Kecil 48. pesisir dan pulau. Kegiatan data statistik perikanan di 26 Pembinaan/Pembuatan/Pengembangan kabupaten/kota Jawa Barat Sistem. Kelautan Perikanan dan Terkoordinasinya konservasi kawasan 1. Kegiatan Pengembangan Sistem Pengawasan dan pengendalian Sumberdaya Kelautan dan Perikanan Meningkatnya kemampuan dan pengelolaan Provinsi Jawa Barat dan pemanfaatan sumberdaya kelautan dan perikanan Meningkatnya kemampuan dan pengelolaan Provinsi Jawa Barat dan pemanfaatan sumberdaya kelautan dan perikanan Meningkatnya pengetahuan masyarakat pesisir Provinsi Jawa Barat terhadap penanggulangan bencana alam Terjaganya sumberdaya kelautan.pesisir dan Provinsi Jawa Barat perairan umum di Jawa Barat melalui pemberdayaan SDM masyarakat pesisir. Program Penguasaan Sentra Pengembangan Aplikasi dan Teknologi Informasi dan Komunikasi Program Pemanfaatan Hutan Pemantapan Sumber Daya 1 Terlaksananya 1 paket data statistik perikanan dan kelautan Jawa Barat Dinas Perikanan Provinsi Dep. Pengkajian dan pengendalian sumberdaya kelautan dan Pengembangan Kebijakan dan Strategi perikanan di Jawa Barat Meningkatnya produksi perikanan sebesar 2. Kelautan Perikanan dan 49. pesisir dan perairan umum Dinas Perikanan Provinsi Dep. Rencana Kerja dan Anggaran Meningkatnya pemberdayaan ekonomi 3.

Program Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Tenaga Kerja - Meningkatnya keterampilan. Penempatan) Terselenggaranya Bantuan Pelatihan Teknis & 26 Kab/ Kota Produktivitas Terselenggaranya Pembinaan SDM 26 Kab/ Kota Disnakertrans Depnakertrans Disnakertrans Disnakertrans Disnakertrans Depnakertrans Depnakertrans Depnakertrans Pelatihan - Disnakertrans Depnakertrans 1 Penyelenggaraan Pembinaan Sumber Daya Manusia dan Administrasi Kepegawaian 2 Pembinaan Administrasi dan Pengelolaan Keuangan 3 Pembinaan/Penyusunan Program. Rencana Kerja dan Anggaran 3 Penyusunan/Penyempurnaan/Pengkajian Peraturan Per UU an 4 Pemberian Dorongan dan Penyempurnaan Pelaksa naan Negosiasi Bipartit 5 Pembinaan Kelembagaan dan Pemasyarakatan Hubungan Industrial - Terselenggaranya Penyusunan Prog. Terlaksananya Penanganan Kasus 26 Kab/ Kota Meningkatnya Pelaksanaan ketenagakerjaan Pengawas an 26 Kab/ Kota Disnakertrans Disnakertrans Disnakertrans Disnakertrans Depnakertrans Depnakertrans Depnakertrans Depnakertrans - Disnakertrans Depnakertrans 6 Pembinaan Pengupahan dan Jaminan Sosial 7 Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial 8 Pendayagunaan/Tindak Lanjut Pelaksanaan Pengawasan Disnakertrans Disnakertrans Disnakertrans Depnakertrans Depnakertrans Depnakertrans Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2009 IV-142 . Dan 26 Kab/ Kota Rencana Kerja Terselenggaranya Konsolidasi Perluasan 26 Kab/ Kota Kesempatan Kerja Terselenggaranya Pemberdayaan Tenaga . - Terciptanya sinkronisasi program pemberdayaan KUMKM antara Pusat.PROGRAM 1 Program Pengembangan Sistem Pendukung Usaha bagi UMKM Program Pemberdayaan Usaha Skala Mikro SASARAN 2 Terwujudnya pusat promosi KUKM KEGIATAN 3 Promosi KUMKM TARGET PENCAPAIAN (KELUARAN KEGIATAN) LOKASI 5 SKPD 6 Dinas KUKM KETERANGAN (Diisi dengan Dept) 7 Meneg KUKM 51. Pemerintah Provinsi.26 Kab/ Kota Kerja Luar Negeri Terpantaunya permasalahan TKI secara dini 26 Kab/ Kota Kelancaran Administrasi Keuangan dan 26 Kab/ Kota Tersedianya Laporan Tersusunnya Program & dan Rencana 26 Kab/ Kota Kerja/Anggaran Tahun 2009 Tersusunnya Penyempurnaan Peraturan 26 Kab/ Kota Ketenagakerjaan Terwujudnya penyempurnaan Pelaksanaan 26 Kab/ Kota Negosiasi Bipartit Meningkatnya Peran & dan Fungsi 26 Kab/ Kota Kelembagaan HI serta Pemahaman Persepsi Tentang HI Terselenggaranya Pengembangan Sumber 26 Kab/ Kota daya Manusia di Perusahaan. - 2 Penyelenggaraan Pembinaan Teknis Administrasi 3 Penyusunan Rencana dan Program Strategis 4 Penyelenggaraan Program Kerja berbasis Kompetensi 5 Penyelenggaraan Program Kerja berbasis Masyarakat 54. Rencana Kerja dan Anggaran 4 Konsolidasi Program Program Perluasan Kesempatan Kerja 5 Pemberdayaan Tenaga Kerja Luar Negeri - Disnakertrans Depnakertrans - Terselenggaranya Administrasi Kegiatan 26 Kab/ Kota Disnakertrans Disnakertrans Disnakertrans Disnakertrans Disnakertrans Depnakertrans Depnakertrans Depnakertrans Depnakertrans Depnakertrans 6 Perlindungan dan Advokasi Tenaga Kerja Indonesia 55. Program Perlindungan & Pengembangan Lembaga Tanaga Kerja Terciptanya suasana hubungan kerja yang 1 Pembinaan Administrasi dan Pengelolaan harmonis antara pekerja dan pemberi Keuangan kerja 2 Pembinaan/Penyusunan Program. Program Perluasan Pengembangan & Terciptanya kesempatan kerja produktif Pelatihan - Terselenggaranya Rakor Jejaring Informasi Bandung Penyusunan Program & Rencana Kerja dan Anggaran Terlaksananya Administrasi Kegiatan Bandung Tersusunnya Rencana Kebutuhan Pelatihan Bandung Sesuai Potensi /Unggulan Daerah Terselenggaranya pelatihan berbasis 26 Kab/ Kota Kompetensi melalui Program 3 in 1 (Pelatihan. keahlian. dan Kabupaten/Kota Penyusunan Program Kerja/Teknis/Program dan Rencana - Meningkatnya sinkronisasi program Pemerintah. Provinsi Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota Dinas KUKM Meneg KUKM 53. - - 4 Terbangunnya sarana promosi produk KUMKM Provinsi 52. Sertifikasi. 1 Pembinaan/Penyusunan kompetensi dan produktivitas tenaga kerja Rencana Kerja dan Anggaran Program.

Program Peningkatan Efisiensi Perdagangan Dalam Negeri KEGIATAN PENGEMBANGAN PASAR LELANG DAERAH 1 Fasilitasi Lelang Forward Komoditi Agro di Tingkat Provinsi dan Sentra Produksi 2 Penyebarluasan Informasi Forward Komoditi Agro Lelang Meningkatnya volume dan nilai transaksi 26 kab/kota komoditi agro melalui lelang forward sebesar 10% Meningkatnya apresiasi 5000 pelaku usaha 27 kab/kota terhadap lelang forward komoditi agro Tersusunnya 1 (satu) buku data base pembeli 28 kab/kota dan penjual komoditi agro potensial Terwujudnya efektivitas pelaksanaan lelang 29 kab/kota forward komoditi agro Terwujudnya sistem penjaminan transaksi lelang 30 kab/kota forward komoditi agro Indagagro Dep. Investasi dan yang ada Kemitraan di Wilayah Tertinggal Terfasilitasinya Dukungan Manajemen 26 Kab/ Kota Ketransmi rasian Guna mendukung Pelaksanaan Kegiatan Pengerahan & Penempatan Transmigrasi di Wil. Nyaman sesuai Prosedur yang telah Ditetapkan di Wilayah Tertinggal Meningkatkan Penguatan Kelembagaan bidang Administrasi Kependudukan di 26 Kab/Kota Disnakertrans Depnakertrans Disnakertrans Depnakertrans 3 Pengerahan Dan Fasilitasi Perpindahan Serta Penempatan Transmigrasi Di Wilayah Tertinggal Disnakertrans Depnakertrans 58. Perdagangan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2009 IV-143 . Perdagangan Dep. Investasi 26 Kab/ Kota dan Kemitraan Guna Memasyarakatkan kebijakan dan Program P4T di Wilayah Tertinggal Terfasilitasinya Pengerahan & Perpindahan 11 Prov Datrans serta Penempatan Transmigrasi Yang Memenuhi Kriteria Aman. 26 Kab/ Kota Perencanaan. Pengendalian. Promosi Pemberdayaan Transmigrasi 2 3 Terfasilitasinya pengerahan. Perdagangan Indagagro Indagagro Indagagro Indagagro Dep. Pencatatan Sipil (SIAK) online atau offline di Jawa Barat dan Sistem Informasi Administrasi 2 Pemeliharaan Data Base Kab/Kota se Jawa Barat - Biro Dekonsentrasi Depdagri Terwujudnya Monitoring dan Evaluasi bidang 26 Kab/Kota Adm. Koordinasi. Tertinggal Terfasilitasinya Pelaksanaan Promosi.PROGRAM 1 56. Perdagangan 3 Penyusunan Data Base Pembeli dan Penjual Komoditi Agro Potensial 4 Optimalisasi Front Office dan Back Office Lelang Forward Komoditi Agro 5 Operasionalisasi Komite Pengembangan Lelang Forward Komoditi Agro KEGIATAN PEMBANGUNAN DAN PENGEMBANGAN SARANA DISTRIBUSI 1 Optimalisasi Peran dan Fungsi Terminal Peti Kemas (TPK) Gedebage Bandung Bagi Distribusi Komoditi Agro Meningkatnya peran dan fungsi Terminal Peti 26 kab/kota Kemas (TPK) Gedebage Bandung bagi distribusi produk agro Indagagro Dep. Perdagangan Dep. penempatan dan pengelolaan prasarana dan sarana transmigrasi Terkoordinasnya percepatan pembangunan infrastruktur pendukung wilayah Peningkatan Pemberdayaan masyarakat di Kawasan Transmigrasi Di Wilayah Strategis Dan Cepat Tumbuh Terwujudnya Pengakhiran Status di Lokasi Resetlement 26 Kab/ Kota Disnakertrans Depnakertrans 57. Perdagangan Dep. Perdagangan Dep.Bimtek Bantek. Kependudukan Biro Dekonsentrasi Depdagri 59. Program Pengembangan Wilayah Tertinggal Dukungan Manajemen Terbangunnya wilayah pengembangan 1 Fasilitasi Ketransmigrasian Di Wilayah Tertinggal terpadu dan lokasi pemukiman transmigrasi wilayah terisolir yg dapat mendorong tumbuhnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru dan mendukung pusat-pusat pertumbuhan 2 Pembinaan Promosi. Program Penataan Administrasi Kependudukan - Terciptanya penyelenggaraan Sistem 1 Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan Informasi Administrasi Kependudukan Pendaftaran Penduduk. Program Pengembangan Wilayah Strategis dan Cepat Tumbuh 1 SASARAN 2 Tersedianya dan terkelolanya prasarana dan sarana wilayah KEGIATAN 3 TARGET PENCAPAIAN (KELUARAN KEGIATAN) 4 LOKASI 5 SKPD 6 Disnakertrans KETERANGAN (Diisi dengan Dept) 7 Depnakertrans Fasilitasi Dukungan Manajemen Ketransmigrasian Di Wilayah Cepat Tumbuh Terwujudnya Fasilitas Dukungan Program.

Impor Produk Agro Jawa Barat 6 Kontak Bisnis antara Produsen Produk Agro dengan Pelaku Ekspor 62. Perdagangan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2009 IV-144 . Program Pengembangan Industri Kecil dan Menengah KEGIATAN PEMBERDAYAAN INDUSTRI KECIL MENENGAH 1 Forum Penguatan Kelembagaan IKM Agro 2 Peningkatan Kemampuan Usaha IKM Agro : Pelaku - Terbentuknya 1 (satu) Unit Pembina Langsung 26 kab/kota Industri Kecil Menengah Agro (UPL IKM Agro) Meningkatnya kemampuan 500 orang pelaku 26 kab/kota usaha IKM Agro dalam penanganan mutu pangan Meningkatnya tampilan desain dan kemasan 25 26 kab/kota produk IKM Agro Meningkatnya daya saing 25 perusahaan IKM 26 kab/kota Agro Indagagro Dep. Perdagangan 60. Perdagangan Dep. Perdagangan Dep. Perdagangan 3 Peningkatan Layanan Kemasan Produk Agro (LKPA) 4 Fasilitasi Pendampingan Perusahaan/Sentra IKM Agro Indagagro Indagagro Dep. Perdagangan Indagagro Indagagro Indagagro Indagagro Indagagro Dep. Program Perlindungan Konsumen dan Pengamanan Perdagangan KEGIATAN PENINGKATAN PENGAWASAN BARANG BEREDAR DAN JASA 1 Pemantauan Produk Agro Baik Produk Dalam Maupun Luar Negeri Yang Beredar di Jawa Barat 2 Bimbingan Petugas Pengawasan Barang Beredar 3 Sosialisasi Undang-Undang Perlindungan Konsumen KEGIATAN PENGEMBANGAN EKSPOR DAERAH 1 Forum Pengembangan ekspor Komoditi Agro Jawa Barat 2 Sosialisasi Kebijakan Perdagangan Luar Negeri 3 Bimbingan Ekspor Impor - Terfasilitasinya perlindungan konsumen dan 26 kab/kota pengawasan peredaran produk agro di Jawa Barat Meningkatnya kemampuan SDM pengawasan 26 kab/kota barang beredar Tersebarluaskannya Undang-Undang 26 kab/kota Perlindungan Konsumen Indagagro Dep. kendala dan 26 kab/kota tantangan pengembangan ekspor komoditi agro Jawa Barat Terapresiasikannya kebijakan perdagangan 26 kab/kota luar negeri kepada 100 orang pelaku usaha Meningkatnya kemampuan pelaku usaha dalam 26 kab/kota hal ekspor impor Tersusunnya 1 (satu) profile produk agro Jawa 26 kab/kota Barat berorientasi ekspor Tersusunnya 1 (buku) data base pelaku ekspor. Perdagangan Indagagro Indagagro Dep. Karet. Ubi Jalar. Perdagangan Dep. Perdagangan 3 2 Fasilitasi Sarana Perdagangan/Pasar Desa Komoditi Agro KEGIATAN PENGEMBANGAN SISTEM RESI GUDANG 1 Pengembangan Skema Pembiayaan Sistem Resi Gudang Komoditi Jagung. Program Peningkatan Ekspor dan Pengembangan Ekspor Terinventarisienya peluang.26 kab/kota impor produk agro Jawa Barat Terjalinnya kesepakatan kerjasama pemasaran 26 kab/kota antara produsen produk agro dengan pelaku ekspor Indagagro Dep.PROGRAM 1 SASARAN 2 KEGIATAN TARGET PENCAPAIAN (KELUARAN KEGIATAN) LOKASI SKPD 6 Indagagro KETERANGAN (Diisi dengan Dept) 7 Dep. Perdagangan 61. Perdagangan Meningkatnya kemampuan pelaku usaha dalam 26 kab/kota hal manajemen pergudangan komoditi agro Tersusunya Manual Manajemen 26 kab/kota Operasionalisasi Sistem Resi Gudang Indagagro Dep. Perdagangan Dep. Perdagangan Dep. Perdagangan Indagagro Dep. Kelapa. Perdagangan Dep. Perdagangan 4 Penyusunan Profile Produk Agro Jawa Barat Berorientasi Ekspor 5 Penyusunan Data Base Pelaku Ekspor. Perdagangan Indagagro Dep. Kakao dan Kopi 2 Bimbingan Teknis Manajemen Pergudangan Komoditi Agro 3 Penyusunan Manual Manajemen Pergudangan Komoditi Agro 5 4 Terwujudnya 2 (dua) unit Pasar Desa Komoditi 26 kab/kota Agro Terwujudnya Skema Pembiayaan Sistem Resi 26 kab/kota Gudang Bagi 7 Komoditi Agro Indagagro Dep. Teh. Perdagangan Dep.

Pengembangan Industri Kecil dan Menengah - Pemberdayaan IKM 1 Terlatihnya/terbinanya SDM IKM dibidang teknis Jawa Barat dan manajemen. 2 Meningkatnya jumlah IKM yang menerapkan GKM. Perdagangan 66. Penataan Struktur Industri - Penguatan dan Pengembangan Klaster 1 Meningkatnya keterkaitan antar klaster dalam Jawa Barat Industri satu klaster dalam satu sektor maupun dengan klaster lainnya 2 Mendorong kemitraan antara IKM dengan perusahaan besar dan keterkaitan interaktif yang relevan lainnya 3 Membentuk jaringan industri serta struktur yang mendukung peningkatan nilai tambah melalui peningkatan produktivitas Pengembangan negeri Perdagangan Dalam 1 Terselenggaranya penyusunan program PDN 2 Promosi Produk Dalam Negeri 3 Penyuluhan dan penyebaran informasi 4 Pengembangan usaha & lembaga perdagangan 5 Peningkatan pengawasan barang beredar 6 Peningkatan pengembangan kemtrologian 7 Pengembangan sistem informasi PDN Jawa Barat Indag Dep. 3 Meningkatnya akses pasar produk IKM didalam dan luar negeri. Perdagangan Indag Indag Indag 65.PROGRAM 1 SASARAN 2 KEGIATAN 3 5 Fasilitasi Standarisasi Mutu Produk : TARGET PENCAPAIAN (KELUARAN KEGIATAN) LOKASI SKPD 6 Indagagro KETERANGAN (Diisi dengan Dept) 7 Dep. Sumber Permodalan dan Teknologi 4 Peningkatan Mutu Produk Pengolahan Buah Berorientasi Ekspor 5 Study Komparasi Pengembangan Klaster Buah ke Philipina 6 Fasilitasi Alat dan Mesin Pendukung Klaster Buah Terfasilitasinya forum komunikasi 26 kab/kota pengembangan klaster buah sebanyak 12 kali Meningkatnya kemampuan 300 orang pelaku 26 kab/kota usaha IKM Agro dalam penanganan proses produksi Meningkatnya akses 300 orang pelaku usaha 26 kab/kota IKM Agro terhadap penyedia bahan baku. Pemasaran. Pemasaran. 4 Meningkatnya jumlah penerima penghargaan Upakarti 5 Beroperasinya Unit Pendampingan Langsung IKM Provinsi dan Kabupaten/Kota Indag Indag Dep. CE-Mark. Peningkatan Efisiensi gangan Dalam Negeri Perda- - Indag Dep. Perdagangan 64. Perdagangan Indagagro Dep. Perdagangan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2009 IV-145 . Perdagangan Indagagro Indagagro Dep. Sumber Permodalan dan Teknologi Meningkatnya daya saing produk pengolahan 26 kab/kota buah berorientasi ekspor Meningkatnya wawasan 10 orang pelaku usaha 26 kab/kota industri pengolahan buah Tersedianya unit alat dan mesin penyimpanan 26 kab/kota produk industri buah Indagagro Dep. Perdagangan - 5 4 Terfasilitasinya sertifikasi sistem mutu pangan 26 kab/kota kepada 200 perusahaan IKM Agro 63. HKI. GMP dan HACCP 3 Penguatan Jaringan Kerjasama Pelaku Usaha Industri Buah Dengan Produsen. Perdagangan Indagagro Dep. Program Industri Penataan Struktur KEGIATAN PENGUATAN DAN PENGEMBANGAN KLASTER INDUSTRI 1 Operasionalisasi Kelompok Kerja Pengembangan Klaster Buah 2 Peningkatan Kemampuan SDM di Bidang Teknologi Proses. Perdagangan Indagagro Dep. Perdagangan Dep. Quality Control.

PROGRAM 1 SASARAN 2 KEGIATAN 3 TARGET PENCAPAIAN (KELUARAN KEGIATAN) 4 8 Pemantauan harga kepomas dan penyusunan prognas LOKASI 5 SKPD 6 KETERANGAN (Diisi dengan Dept) 7 Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2009 IV-146 .

PROGRAM 1 Peningkatan Pengembangan Ekspor SASARAN 2 dan KEGIATAN 3 1 Pengembangan Ekspor Daerah TARGET PENCAPAIAN (KELUARAN KEGIATAN) LOKASI SKPD 6 Indag KETERANGAN (Diisi dengan Dept) 7 Dep. 5 4 1 Terlaksananya pelatihan ekspor. Perdagangan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2009 IV-147 . 26 kab/kota 2 Koordinasi Teknis Ekspor I dan II 3 Tersebarnya informasi perdagangan luar negeri baik kebijakan maupun peluang pasar. Perdagangan 67. kendala dan 26 kab/kota tantangan ekspor komoditi agro Jawa barat 2 Terapresiasikannya kebijakan perdagangan luar negeri kepada 100 org pelaku 3 Meningkatnya kemampuan pelaku usaha dalam hal ekspor impor 4 Tersusunnya 1 profile produk agro Jawa Barat berorientasi ekspor 5 Tersusunnya 1 buku data base pelaku ekspor impor produk agro Jawa Barat 6 Terjalinnya kesepakatan kerjasama pemasaran antara produsen produk agro dengan pelaku ekspor Indag Dep. 4 Meningkatnya perusahaan yang difasilitasi terhadap pelaku pasar ekspor 5 Teridentifikasi komoditi potensi daerah 6 Produk potensi daerah yang berorientasi ekspor 2 Pengembangan Ekspor Daerah 1 terinventarisirnya peluang.

seperti terlihat pada gambar 1. Masalah besar yang muncul namun sering tidak dipahami secara nyata oleh kebanyakan jajaran aparat pemerintah adalah masalah manajemen pembangunan. perlu adanya keterlibatan semua lini pemerintahan dan masyarakat. Kerangka Sasaran Alokasi Dana Pembangunan dan Manajemen Pembangunan Daerah Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 V-1 .1. Perkiraan ini penting untuk menentukan langkah strategis penyediaan anggaran sekaligus kemungkinan alokasinya setiap tahun. SASARAN ALOKASI DANA PEMBANGUNAN ALOKASI BELANJA PEMERINTAH PUSAT ALOKASI BELANJA PEMERINTAH PROVINSI ARUS KEUANGAN TINGKATAN MANAJEMEN PUSAT PROVINSI ALOKASI BELANJA PEMERINTAH KABUPATEN/ KOTA KABUPATEN KOTA MASYARAKAT DAN WILAYAH SASARAN Gambar 5. yaitu alokasi anggaran yang dikaitkan dengan hasil yang ingin dicapai. Dalam penyusunan anggaran setiap tahun.1. Untuk itu Dalam proses penganggaran. PENINGKATAN EFEKTIFITAS BELANJA DAERAH Setiap daerah perlu melakukan perkiraan dan proyeksi kebutuhan alokasi belanja daerah dalam jangka menengah untuk mencapai Visi-Misinya. Dengan demikian anggaran kinerja disusun dengan menghubungkan pengeluaran dengan hasil yang diinginkan. tujuan.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT BAB V RINGKASAN PENDANAAN 5. daerah harus mampu menyusun anggarannya dengan prinsip-prinsip anggaran kinerja (budget performance). Manajemen pembangunan muncul sebagai masalah yang sangat rumit. pemerintah daerah dituntut untuk menyertakan informasi tentang sasaran.1. prioritas pada tahun fiskal tertentu.

perikanan dan kelautan. Proyeksi alokasi anggaran ini disusun berdasarkan kerangka pemahaman dasar mengenai peran belanja pembangunan pemerintah terhadap perkembangan indikator kinerja pembangunan. dan pertanahan yang terangkum dalam 9 fungsi. 4.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Secara umum Bidang-Bidang Pembangunan dituangkan dalam 21 bidang yaitu adminitrasi umum pemerintahan. serta menetapkan anggarannya. kependudukan. 6. penataan yaitu: 1. Pelayanan Umum Ketertiban dan Ketentraman Ekonomi Lingkungan Hidup Perumahan dan Fasilitas Umum Kesehatan Pariwisata dan budaya Pendidikan Perlindungan sosial ruang. kehutanan dan perkebunan. Untuk mengerucutkan kegiatan agar mendukung Visi-Misi secara efektif dan efisien. maka Belanja Pembangunan secara hipotetik akan dikaitkan dengan indikator tersebut. 3. 2. lingkungan hidup. penanaman modal. Anggaran kinerja diarahkan pada pemilihan program atau kegiatan yang terukur dan menyertakan kegiatan yang menjadi skala prioritas. pendidikan dan kebudayaan. kebutuhan atau tugas pokok dan fungsi dari lembaga pemerintah. kesehatan. pertanian. 9. perhubungan. kepariwisataan. perkoperasian. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 V-2 . Dengan demikian setiap belanja pembangunan Pemerintah Jawa Barat diarahkan untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia. daerah memerlukan langkah yang lebih operasional. 5. 8. Pada langkah-langkah pemilihan program/kegiatan serta penganggaran tersebut dicantumkan Visi-Misi daerah sampai dengan tujuan kegiatan sehingga tersusun anggaran. Oleh karena IPM adalah indikator komposit yang meliputi bidang kesehatan. pertambangan dan energi. olahraga. yaitu secara keseluruhan dan integratif menyusun prioritas dan memilih program/kegiatan. sosial. pekerjaan umum. 7. Sebagaimana diketahui indikator utama Visi Jawa Barat adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM). pemukiman. perindustrian dan perdagangan. ketenagakerjaan. pendidikan dan daya beli.

Demikian juga dengan belanja untuk pembangunan suprastruktur (pranata). Perlu diidentifikasi bidang-bidang yang relatif cepat memberikan daya akselerasi. Struktur sederhana dari pemahaman di atas dapat dilihat pada gambar berikut: KEBUTUHAN DAN MASALAH DAERAH PENDIDIKAN EKONOMI KESEHATAN INFRASTRUKTUR SUPRASTRUKTUR Gambar 5. dan pembangunan ekonomi dan untuk infrastruktur maupun suprastruktur (pranata) perlu direalokasikan kembali.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Selanjutnya Belanja Pembangunan untuk Bidang infrastruktur juga diperhitungkan sebagai unsur yang ikut mendukung peningkatan indeks-indeks komposit IPM. artinya belanja untuk pembangunan pendidikan tidak berarti khusus dilakukan oleh sektor pendidikan saja. Dengan diketahuinya perkiraan kebutuhan anggaran pembangunan yang terkait dengan upaya peningkatan dan pencapaian IPM. pola pemilihan kegiatannya terutama harus memandang titik masuk (entry point) dari masalah ekonomi. Pola Integrasi Kegiatan Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 V-3 . kegiatan kesehatan. namun dapat dilakukan oleh sektor lain selama kegiatan tersebut saling terkait (integratif) dan saling mendukung. Angka perkiraan proporsi biaya ditingkat pemilihan kegiatan dikemudian hari harus dipahami secara jelas. maka akan dapat pula diperkirakan proporsi anggaran belanja pembangunan untuk bidang pendidikan. Misalnya pembangunan infrastruktur. Berdasarkan masalah daerah dan perkembangan indikator utama pembangunan. maka proporsi belanja langsung untuk kegiatan pendidikan. pendidikan dan/atau kesehatan.2. kesehatan. ekonomi dan infrastruktur.

3. kemudian dikategorikan sebagai belanja langsung. pembangunan Jawa Barat.6 30.5 41. Perkembangan Proporsi APBD Provinsi Jawa Barat Tahun 2003-2007 Model yang digunakan untuk mengestimasi kebutuhan belanja langsung dengan tingkat capaian komponen indikator Indeks Pembangunan Manusia (IPM) antara tahun 2008-2013 yang artinya untuk mencapai indeks-indeks tersebut pada dasarnya diperlukan sejumlah belanja Pemerintah.4 Hal ini patut mendapat perhatian terutama dalam upaya provinsi lebih meningkatkan peran dalam ( proporsi dalam % ) 60 20 0 2003 2004 2005 2006 2007 Gambar 5. Walaupun dari jumlah nominal mengalami peningkatan. dari tahun 2003-2007 cenderung terus mengalami penurunan. APBD Provinsi Jawa Barat dan APBN yang diturunkan di wilayah Jawa Barat. Proporsi alokasi belanja pembangunan APBD Provinsi Jawa Barat.5 46.2. PROYEKSI KEBUTUHAN ALOKASI BELANJA LANGSUNG APBD PROVINSI JAWA BARAT Secara umum perkembangan IPM Jawa Barat sangat lambat apabila dikaitkan dengan target pencapaian IPM 80 pada tahun 2010. namun nilai Indeksnya termasuk yang paling rendah.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 5.9 65. Peningkatan pembangunan pada bidang ekonomi dan bidang kesehatan menjadi prioritas meskipun pertumbuhan indeks kesehatan dan indeks daya beli relatif lebih besar dibandingkan dengan indeks pendidikan pendidikan.6 Tidak Langsung Langsung 62. Salah satu perkembangan penting dapat dilihat dari Proporsi APBD Provinsi untuk Belanja Langsung. 80 59.0 40 37. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 V-4 .0 53. Belanja Langsung pemerintah secara umum dianggarkan dalam APBD Kabupaten/Kota di Jawa Barat.4 69.1 34.

Pada dasarnya perkiraan pertambahan kontribusi ini ditentukan secara arbitrary.Bs) (1) (2) (3) Model-model seperti ini pada dasarnya mendasarkan pada asumsi bahwa: 1. Adapun estimasi kebutuhan belanja pembangunan Provinsi Jawa Barat untuk Belanja Pembangunan dari APBD Provinsi Jawa Barat Menurut Bidang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 V-5 . maka APBD Provinsi Jawa Barat diusahakan untuk terus untuk meningkat dari tahun 2008-2013. Bila terjadi perbaikan/optimalisasi mendasar dalam manajemen pembangunan selama masa estimasi. Artinya beranjak dari anggaran saat ini. Titik tolak estimasi adalah situasi dan kondisi manajemen pembangunan yang ada saat ini (eksisting). maka pada estimasi jumlah anggaran yang sama dapat dicapai kinerja yang lebih baik atau pencapaian indeks komposit IPM yang lebih tinggi. 2.Bs) = f(Be.Bs) = f(Bk.5% pertahun. Penentuan anggaran Provinsi dilakukan berdasarkan estimasi kebutuhan alokasi anggaran pembangunan Jawa Barat didasarkan pada rata-rata kontribusi dari tahun 20012007 dengan diberlakukan pertambahan (Incremental) proporsi 2.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Model dasar untuk mengestimasi kebutuhan anggaran untuk belanja langsung adalah. Dengan demikian kondisi saat ini adalah menjadi baseline untuk estimasi.Bi.Bi.Bi. namun demikian apabila diketahui perkiraan ketersediaan anggaran Provinsi Jawa Barat antara tahun 2008-2013 maka kontribusi tersebut dapat ditentukan secara lebih teliti. IP IK IDB Keterangan: IDB IP IK Be Bk Bp Bi Bs = Indeks Daya Beli = Indeks Pendidikan = Indeks Kesehatan = Belanja Pembangunan Pemerintah Bidang Ekonomi = Belanja Pembangunan Pemerintah Bidang Kesehatan = Belanja Pembangunan Pemerintah Bidang Pendidikan = Belanja Pembangunan Pemerintah Bidang Infrastruktur = Belanja Pembangunan Pemerintah Bidang Suprastruktur = f(Bp.

32 592.1. dan memenuhi dana role sharing.1.52 76.82 217.25 325. Dengan mempertimbangkan kebijakan yang akan dilaksanakan pada tahun 2009 tersebut.31 Total 2. committed budget.36 5.34 1.84 1. PROYEKSI KEBUTUHAN BELANJA DAERAH PROVINSI JAWA BARAT 2009 Berdasarkan trend besaran anggaran belanja yang telah dianggarkan hingga tahun 2007 dan pencapaian IPM hingga tahun 2007.523.45 75.845.31 73.14 707.3. diperkirakan kebutuhan belanja tidak langsung sebesar 51% dari total belanja daerah. Kebutuhan anggaran Belanja Langsung ini yang diperhitungkan secara efisien didasarkan pada kebutuhan anggaran belanja menurut bidang pendidikan.54 804.14 395. dana bagi hasil kabupaten/kota. infrastruktur. dan suprastruktur.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT berdasarkan Target IPM 80 dan Efektifitas/ Efisiensi Program dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 5.175. kesehatan.5 949.539.545.258.58 Kesehatan 210.90 3.91 661.89 533.37 Sumber : Hasil Estimasi Bapeda 5.59 845.25 1.009.32 651.62 1038. ekonomi. kegiatan-kegiatan multi-years.67 789.63 975.43 2.01 74.922.17 4.12 1.00 Suprastruktur 495.8 Ekonomi 535.78 541. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 V-6 . Estimasi Kebutuhan Belanja Langsung dari APBD Provinsi Jawa Barat Menurut Bidang berdasarkan Target IPM 80 dan Efektifitas/Efisiensi Program (dalam millar rp) Tahun 2009 2010 2011 2012 2013 IPM 72. maka untuk dapat mencapai IPM 80 pada tahun 2013. Sementara itu anggaran Belanja Tidak Langsung diproyeksikan melalui pertimbangan-pertimbangan pemenuhan belanja tetap dan mengikat (fixed cost).288. diestimasikan bahwa kebutuhan belanja lansung dari APBD Provinsi Jawa Barat untuk tahun 2009-2013 dengan melakukan efisiensi dan efektifitas program disajikan pada tabel 5.62 Pendidikan 440.68 Infrastruktur 856. Untuk tahun 2009 diproyeksikan belanja langsung sebesar 49% dari total belanja daerah.19 266.

36 0.21 100.72 2.03 4.13 28.52 100.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Tabel 5.23 0.85 0. Proyeksi Pendanaan Belanja Langsung Menurut Fungsi Tahun Anggaran 2009 Tahun 2008 Proporsi Belanja Langsung 29.92 20.00 Tahun 2009 Proporsi Indikatif Belanja Langsung 25.2.17 1.86 1.98 4.07 0.00 No.50 35.66 18. 01 03 04 05 06 07 08 10 11 Fungsi Pelayanan Umum Ketertiban dan Ketentraman Ekonomi Lingkungan Hidup Perumahan dan fasilitas umum Kesehatan Pariwisata dan budaya Pendidikan Perlindungan Sosial Jumlah Sumber : Hasil Estimasi Bapeda Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 V-7 .72 7.79 3.27 10.

Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil). Asisten Perekonomian. 3. Kepala Daerah Pemerintah. 2. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 VI-1 . berkewajiban mengkoordinasikan penyusunan dan pelaksanaan program kegiatan pembangunan daerah. pengendalian dan pemulihan kualitas lingkungan. penanganan pengelolaan bencana. 6. berkewajiban untuk mengerahkan semua potensi dan kekuatan pemerintahan dalam melaksanakan dan mengendalikan pembangunan daerah. peningkatan daya beli masyarakat. berkewajiban mengkoordinasikan penyusunan rencana tindak bagi pencapaian Common Goals yaitu peningkatan kualitas dan produktivitas sumber daya manusia. 7. 5. Asisten Kesejahteraan sosial. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). berkewajiban ikut serta mengesahkan RKPD dan mengawasi pelaksanaannya. Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) sebagai pedoman penyusunan RAPBD dan sebagai langkah awal proses penyusunan RAPBD melalui tahapan penyusunan Kebijakan Umum APBD berpedoman pada Ketetapan Mendagri tentang Pedoman Penyusunan APBD serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara yang dikukuhkan melalui Nota Kesepakatan antara Pimpinan DPRD dengan Gubernur 4. harus menjadi arah pelaksanaan kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan segenap masyarakat Jawa Barat. berkewajiban mengkoordinasikan penyusunan rencana tindak bagi pencapaian Common Goals yaitu ketahanan pangan. Asisten Administrasi.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT BAB VI KAIDAH PELAKSANAAN Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Tahun 2009 yang ditetapkan oleh Kepala Daerah. Untuk itu perlu ditetapkan kaidah-kaidah pelaksanaannya sebagai berikut : 1. berkewajiban mengkoordinasikan penyusunan rencana tindak bagi pencapaian Common Goals yaitu peningkatan kinerja aparatur. 8. Sekretaris Daerah. berkewajiban mengkoordinasikan usulan program kegiatan Kabupaten/Kota dan Lintas Kabupaten/Kota diwilayahnya. pengelolaan pengembangan dan pengendalian infrastruktur serta kemandirian energi dan cakupan air baku. menjalankan tugas penyelenggaraan pemerintahan daerah.

8. 4. 6. 8. Masyarakat dan dunia usaha.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 9. 9. Dan menyusun evaluasi rencana pembangunan berdasarkan hasil evaluasi kepala SKPD. baik sebagai pelaksana maupun sebagai pengawas dalam pelaksanaan kebijakan dan program kegiatan pembangunan. berkewajiban turut berperan serta dalam pembangunan. APBN dan PHLN). 6. Common Goals ”Peningkatan Kulitas dan Produktivitas Sumber Daya Manusia” CG – 1 Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Sumber Daya Manusia 1. 7. 2. 7. 11. 12. 9. Meningkatnya kualitas kesehatan masyarakat Meningkatnya kualitas dan aksesibilitas pendidikan masyarakat Meningkatnya kompetensi keterampilan dan kewirausahaan tenaga kerja ASISTEN KESEJAHTERAAN SOSIAL SKPD UTAMA 1. 5. 2. 10. 4. 9. Biro Yansos Disnakertrans Disdik Dinkes BPMD Biro Yansos Biro Bangsos Bapusda RSJ Bandung RSJ Cimahi KP 4 Cirebon RSP Sidawangi SKPD PENUNJANG 1. Bawasda Biro HUkum Bapeda Biro Dalprog Bakorwil Bapesitelda Biro Keuangan Balitbangda Dispenda Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 VI-2 . 2. 11. Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). 5. 2. berkewajiban menghimpun dan menganalisis hasil pemantauan pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan dari masing-masing Kepala SKPD. Kepala Bapeda. 7. Pendanaan pelaksanaan program dan kegiatan setiap SKPD dibuat rencana kerja SKPD. 8. 4. 3. TATA LAKSANA DAN ORGANISASI PELAKSANAAN PROGRAM KEGIATAN PEMBANGUNAN 1. berkewajiban melaksanakan programprogram/kegiatan yang dituangkan kedalam RKPD. 12. Berdasarkan sumber dana (APBD. 3. 3. Dinkes BPLHD Disdik Biro Bangsos BPMD Dinsos Disbudpar Disnaker Distarkim SKPD PENDUKUNG 1. 3. 5. 6. 10.

kedelai. kedelai. 9. 5. Biro Hukum 9. 4. Biro Kepegawaian 6. 10. Biro Keuangan 7. 3. ternak dan ikan Meningkatnya ketersediaan input produksi pertanian Meningkatnya kondisi infrastruktur transportasi serta sumber daya air dan irigasi di sentra produksi pertanian ASISTEN PEREKONOMIAN SKPD UTAMA 1. Bapesitelda 10. Bawasda Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 VI-3 . 3. jagung. Common Goals ”Ketahanan Pangan” CG – 2 Ketahanan Pangan 1. 7. 6. 3. Biro Dalprog 8. 4. 11. 4. Bapeda 11. Biro Bina Produksi Dinas Pertanian Dinas Peternakan Dinas Perikanan Dinas Indag Dinas Indag Agro Dinas KUKM Dinas Bina Marga Dinas Perhubungan Dinas PSDA Dinas Tarkim 1. 4.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 2. SKPD PENDUKUNG Bakorwil Priangan Bakorwil Bogor Bakorwil Cirebon Bakorwil Purwakarta 5. jagung. 5. 2. Meningkatnya produksi beras. 2. ternak dan ikan Tertatanya agroindustri dan perdagangan beras. jagung. 2. 3. 2. 8. kedelai. SKPD PENUNJANG Biro Pelayanan Sosial Dasar Biro Sarek Dinas Perkebunan Dinas Sosial Dinas Kehutanan 1. Balitbangda 12. ternak dan ikan Meningkatnya stok beras. 5.

8. 19. Bina Marga Disnaker Dinas PSDA Dinas Indag Dinas Indag Agro Dinas KUKM BUMD Dinas Kehutanan Dinas Peternakan Dinas Perikanan Dinas Perkebunan Dinas Pertanian BPPMD SKPD PENUNJANG 1. IKM. 6. 5. 8. 17. 14. 4. 11. 3. 2. 7. 7. 9. 12. 13. 2. Pengusaha Besar dan lembaga keuangan Meningkatnya kondisi infrastruktur transportasi serta sumber daya air dan irigasi di kawasan industri ASISTEN PEREKONOMIAN SKPD UTAMA 1. Biro Sarek Biro Binprod Dinas Pendidikan Disbudpar Distarkim Dinas Perhubungan Distamben Dinas Sosial Dinas Indag Dinas KUKM BPPMD Dinas Kehutanan Dinas Perkebunan Dinas Pertanian Dinas Perikanan Dinas Peternakan Dis Indag Agro Dinas Bina Marga Dinas PSDA SKPD PENDUKUNG 1. 4. 3. 12. 2. dan KUMKM Terwujudnya Kemitraan Strategis antara KUMKM. Meningkatnya kualitas dan kuantitas SDM tenaga kerja Jawa Barat dengan berbasis standar tenaga kerja ASEAN Meningkatnya kesempatan kerja melalui peningkatan investasi dan padat karya Meningkatnya kesejahteraan petani. 10. 16. 6. 11.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 3. 10. 4. 3. 6. 13. 8. 4. 5. 5. Biro Keuangan Biro Dalprog Bawasda Bapeda Bapesitelda Balitbangda Dispenda Bakorwil Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 VI-4 . ”Common Goals ”Peningkatan Daya Beli Masyarakat” CG – 3 Peningkatan Daya Beli Masyarakat 1. 2. 9. 15. 5. buruh. BUMD. 18. 7. nelayan. 3.

2. 16. Biro Desentralisasi Biro Organisasi Biro Hukum Biro Kepegawaian Biro Keuangan Bapeda Bapusda BPPMD Dispenda Dinas Indag Agro Distamben Dinas Indag Dinas Pertanian Dinas Kehutanan Dinas Perhubungan Dinas Pendidikan Dinas Perkebunan Dinas Peternakan Dinas Perikanan Disbudpar Distarkim Dinas Bina Marga RSJ dan RSP Dinas Sosial Bawasda Bandiklatda SKPD PENUNJANG 1. 7. 7. 12. Common Goals ”Peningkatan Kinerja Aparatur” CG – 4 Peningkatan Kinerja Aparatur 1.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 4. 9. 11. 24. 10. 8. 17. 5. 15. 4. 4. 3. Biro Dalprog Biro Keuangan Bawasda Bapeda Bapesitelda Balitbangda Dispenda Bakorwil Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 VI-5 . Meningkatnya fungsi kelembagaan Pemerintah Daerah dan Desa Meningkatnya profesionalisme dan kinerja Aparatur Pemerintah Daerah dan Desa Menurunnya tingkat KKN untuk menciptakan Pemerintahan yang bersih Meningkatnya pelayanan Pemerintah Daerah kepada masyarakat ASISTEN ADMINISTRASI SKPD UTAMA 1. 7. 11. 20. 19. 22. 23. 4. 3. 18. 4. 21. 3. 6. 25. 8. 9. 3. 12. 14. 2. 26. 5. 6. 13. Biro Kepegawaian Biro Keuangan Biro Dekon & Tuban Biro Hukum Biro Organisasi Biro Yansos Biro Dalprog Bapeda Bawasda Bapesitelda BPMD Dinas Kesehatan Dinas Pol PP SKPD PENDUKUNG 1. 10. 13. 8. 2. 2. 5. 6.

Common Goals ”Pengelolaan Bencana” CG – 5 Pengelolaan Bencana 1. 8. Biro Bangsos Distamben BPLHD Bapeda Distarkim Dinas Sosial Dinas PSDA Dinas Kesehatan Biro Sarek Satkorlak PBP Dinas Bina Marga Bakesbang Linmas SKPD PENUNJANG 1. 4. 6. 3. Biro Hukum Biro Dalprog Biro Binprod Biro Perlengkapan Biro Keuangan Biro Organisasi Balitbangda Bakorwil Bapesitelda Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 VI-6 . 12. 11. 18. 4. 9. 6. Biro Yansos Biro Bangsos Distarkim BPMD Bakesbang Linmas Dinas Sosial BPMD Dinas Bina Marga Dinas Kehutanan Dinas Pertanian Dinas Perkebunan Dinas perhubungan Dinas Pol PP Distamben Dinas Perikanan Disbudpar Dinas Pendidikan Bapesitelda SKPD PENDUKUNG 1. 2. 2. 3. 8. Berkurangnya resiko kejadian bencana di Jawa Barat Tertanganinya bencana/wabah secara cepat dan akurat Meningkatnya kesiapan dini dan mitigasi bencana Meningkatnya pemahaman dan kesiapan masyarakat dalam menghadapi bencana ASISTEN KESEJAHTERAAN SOSIAL SKPD UTAMA 1. 3. 13. 15. 7. 14. 3. 9. 16. 10. 9. 12. 2. 4. 7. 17. 10. 2. 5. 5. 5. 11.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 5. 4. 7. 8. 6.

3. 6 Pengendalian dan Pemulihan Kualitas Lingkungan 1. 8. BPLHD 5. Distan Distamben BPLHD PSDA Disperindag Dishut Distan Biro Binprod Disbun SKPD PENUNJANG 1. PSDA 9. 7. Disbudpar 8. 9. ASISTEN PEREKONOMIAN SKPD UTAMA 1. 4. Biro Yansos 10.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 6. 6. Berkurangnya Lahan Kritis di Kawasan Lindung. Biro Binprod 7. Meningkatnya Luas dan Fungsi Kawasan Lindung. 8. Common Goals ”Pengendalian dan Pemulihan Kualitas Lingkungan” CG. Biro Dalprog Bawasda Bapesitalda Balitbangda Dispenda Biro Keuangan Biro Hukum Bakorwil Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 VI-7 . 5. Disdik 6. Meningkatnya Pengendalian Pencemaran Air. 7. 6. Distarkim 4. 3. Biro Yansos 2. 4. 5. BPMD 3. Disbun SKPD PENDUKUNG 1. Distan 11. 2. 3. 2. 2.

8. 3. 5. 3. 8. ASISTEN PEREKONOMIAN SKPD UTAMA 1. 7. 2. 6. 10. Common Goals ”Pengembangan Infrastruktur Wilayah” CG – 7 Pengembangan Infrastruktur Wilayah 1. Biro Dalprog Biro Hukum Biro Keuangan Bapeda Bapesitelda Balitbangda Bawasda Dispenda Bakorwil Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 VI-8 . Biro Sarek Biro Desentralisasi Bina Marga BPLHD Disbudpar Dinas Kehutanan Dinas Perhubungan SKPD PENDUKUNG 1. Perhubungan SKPD PENUNJANG 1. 7. 2. 4. Pengembangan angkutan massal di Metropolitan Bandung dan Bodebek. pembangunan sarana olahraga Gedebage. Dep. pengembangan Pelabuhan Laut Cirebon dan persiapan pembangunan Pelabuhan Laut Cilamaya di Kabupaten Karawang. 5. 7. PU Din. 6. 3. 9. PSDA PT. 9. pengembangan pengelolaan persampahan di Wilayah Perkotaan. 4. 2. 4. 3. 5. Penyelesaian pembangunan jalan dan jembatan di Jabar Selatan. Pembangunan Waduk Jatigede di Kabupaten Sumedang. 2. Pelindo Swasta Dinas Perhubungan Biro Perlengkapan Dep. PU Bina Marga Distarkim Menpora Men KLH Dep. 5. Persiapan pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat di Kertajati Kabupaten Majalengka. Persiapan pembangunan Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) dan Soreang-Pasirkoja (Soroja). 6.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 7. 4.

5. 2. 2. Common Goals ”Kemandirian Energi dan Cakupan Air Baku” CG – 8 Kemandirian Energi dan Cakupan Air 1. 9. Biro Binprod Distamben Distarkim Dinas PSDA SKPD PENUNJANG 1. 3. Biro Binprod Dinas Kesehatan Distamben Distarkim BPMD Dinas Pertanian BPLHD Dinas PSDA SKPD PENDUKUNG 1. Meningkatnya cakupan elektrifikasi perdesaan 2. 3. Meningkatnya pemenuhan kebutuhan air baku dan air bersih ASISTEN PEREKONOMIAN SKPD UTAMA 1. 4. Berkembangnya penciptaan dan pemanfaatan energi alternatif 3. 4. 3. 4. 5. 8.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 8. 2. 8. Biro Dalprog Biro Keuangan Biro Hukum Bawasda Bapeda Bapesitelda Balitbangda Dispenda Bakorwil Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 VI-9 . 7. 6. 6. 7.

Tuntutan kejelasan kewenangan ini sangat mengemuka dalam proses penganggaran. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 VII-1 . Hal ini penting untuk dilaksanakan agar tidak menimbulkan bias dalam pengorganisasian anggaran yang berbasis Permendagri No. RKPD perlu dijabarkan kedalam Kebijakan Umum Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (KU-APBD) Provinsi Jawa Barat dan Penyusunan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS). Dari pencermatan jangka waktu rencana. akan memerlukan perumusan tentang pengelompokkan urusan yang bersifat wajib dan/atau pilihan. RKPD 2009 bersifat sangat strategis. 38 Tahun 2007 yang mengatur kewenangan pemerintah daerah serta Permendagri No. Namun demikian. dengan sebaik-baiknya. sebagaimana dituntut oleh Permendagri No. Beberapa kaidah pelaksanaan yang diperlukan adalah sebagai berikut : 1. 2. 13 Tahun 2006 dan Permendagri No. 59 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Permendagri No. Diantara kerangka regulasi yang ada. Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota serta seluruh pelaku pembangunan berkewajiban untuk melaksanakan program-program/ kegiatan-kegiatan dalam RKPD tahun 2009. Berawal dari kerangka perencanaan (UU 25/2004) sampai dengan kerangka pengendalian dan evaluasi (PP 39/2006). hal yang cukup menimbulkan perdebatan panjang adalah berkenaan dengan persoalan pembagian bidang kewenangan antara pemerintah dengan pemerintah daerah. 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah dan Peraturan Pemerintah No. 59 Tahun 2007. Berdasarkan peraturan diatas. pada waktu yang lalu diketahui bahwa beragam ketentuan hukum (kerangka regulasi) telah ditetapkan sebagai dasar pelaksanaan pembangunan di Indonesia. sehingga tingkat keberhasilan dari rencana ini akan menentukan pula keberhasilan dari pemerintahan Kepala Daerah Provinsi Jawa Barat. penjabaran terhadap KU-APBD dan PPAS ini. karena merupakan rencana tahun pertama dari RPJMD Pemerintah Jawa Barat. dalam pelaksanaan RKPD 2009 akan memerlukan langkah-langkah taktis strategis. Sebagai pedoman penyusunan RAPBD. Disisi lain.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT BAB VII PENUTUP Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2009 merupakan penjabaran dari Rencana Pengembangan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pemerintah Jawa Barat 2009-2013 dengan mengacu kepada RKP 2009. 13 Tahun 2006.

Asisten Perekonomian mengkoordinasikan penyusunan rencana tindak bagi pencapaian Common Goal 2 (dua) yaitu Ketahanan Pangan. setiap Kepala SKPD wajib melakukan pengendalian pelaksanaan rencana pembangunan/kegiatan melalui upaya koreksi dan melaporkannya secara berkala 3 (tiga) bulanan kepada Gubernur melalui Kepala Bapeda. Untuk menjaga efisiensi dan efektivitas pelaksanaan program. Asisten Kesejahteraan Sosial mengkoordinasikan penyusunan rencana tindak bagi pencapaian Common Goal 1 (satu) yaitu Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Sumber Daya Manusia. Common Goal 7 (tujuh) yaitu Pengelolaan. 8. Common Goal 5 (lima) yaitu Penanganan Pengelolaan Bencana. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 VII-2 . 7. serta Common Goal 6 (enam) yaitu Pengendalian dan Pemulihan Kualitas Lingkungan. Pengembangan. c. setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah harus membuat Rencana Kerja yang dapat menggambarkan sinergitas program/kegiatan sesui dengan sumber anggaran. Secara jelasnya adalah sebagai berikut : a. Asisten Administrasi mengkoordinasikan penyusunan rencana tindak bagi pencapaian Common Goal 4 (empat) yaitu Peningkatan Kinerja Aparatur. baik sebagai pelaksana maupun sebagai pengawas dalam pelaksanaan kebijakan dan program/kegiatan. Common Goal 3 (tiga) yaitu Peningkatan Daya Beli Masyarakat. Partisipasi masyarakat dalam proses penyusunan rencana pembangunan melalui Forum SKPD serta forum penyelenggaraan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) ditujukan untuk mengakomodasi aspirasi dan kepentingan masyarakat. Untuk menyusun rencana tindak bagi pencapaian 8 (delapan) Tujuan Bersama (Common Goals) dan dalam rangka menjamin terlaksananya kegiatan-kegiatan tersebut. serta Common Goal 8 (delapan) yaitu Kemandirian Energi dan Kecukupan Air Baku. b.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 3. APBN/BLN dan sumber lainnya. serta untuk terwujudnya sinergitas semua pihak yang terkait. 5. 6. maka setiap Common Goal akan dikoordinasikan oleh masing-masing asisten Sekretaris Daerah. 4. Dalam upaya sinkronisasi/sinergitas pelaksanaan setiap program dan kegiatan yang pendanaannya bersumber dari APBD. dan Pengendalian Infrastruktur. Masyarakat dan dunia usaha wajib berperanserta dalam pembangunan. Kepala Bapeda menghimpun dan menganalisis hasil pemantauan pelaksanaan rencana pembangunan/kegiatan yang dilakukan oleh masing-masing Kepala SKPD.

Kepala Bapeda menyusun evaluasi rencana pembangunan berdasarkan hasil evaluasi Kepala SKPD.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 9. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 VII-3 . setiap Kepala SKPD wajib melakukan evaluasi Kinerja Pelaksanaan Rencana Pembangunan/Kegiatan Tahun 2009. berlaku sejak tanggal ditetapkan sampai dengan 31 Desember 2009. Pada akhir tahun anggaran 2009. Langkah-langkah persiapan dimulai sejak tanggal ditetapkan hingga pelaksanaan. dan hasil evaluasi ini menjadi bahan bagi penyusunan Rencana Pembangunan Daerah untuk periode tahun 2010. RKPD Provinsi Jawa Barat Tahun 2009. 10.