P. 1
Pergub No 33 (RKPD)

Pergub No 33 (RKPD)

|Views: 2,716|Likes:
Dipublikasikan oleh Pipin Heryanto

More info:

Published by: Pipin Heryanto on Sep 20, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/12/2012

pdf

text

original

ZâuxÜÇâÜ ]tãt UtÜtà

PERATURAN GUBERNUR JAWA BARAT NOMOR : 33 Tahun 2008 TENTANG RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH (RKPD) PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2009 GUBERNUR JAWA BARAT, Menimbang : a. bahwa berdasarkan Pasal 26 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan daerah, Pemerintah Provinsi Jawa Barat harus menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) sebagai satu kesatuan dalam sistem perencanaan pembangunan nasional; b. bahwa berdasarkan Pasal 22 Ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah, Pemerintah Daerah menyusun rancangan akhir RKPD berdasarkan hasil Musrenbang RKPD, dilengkapi dengan pendanaan yang menunjukkan prakiraan maju; c. bahwa berdasarkan pertimbangan pada huruf a dan b di atas, perlu ditetapkan Peraturan Gubernur Jawa Barat tentang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1950 tentang pembentukan Provinsi Jawa Barat (Berita Negara tanggal 4 Juli 1950); 2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4286); 3. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4355); 4. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggungjawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4400);

Jalan Diponegoro No. 22 Telepon (022) 4232448 – 4233347 -4230963 Faks (022) 420 3450 BANDUNG - 40115

2 5. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 164, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4421); 6. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4437) jo. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2005 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UndangUndang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah menjadi Undang-Undang (Lembaran Negara Tahun 2005 Nomor 108, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4548); 7. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4438); 8. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025 (Lembaran Negara Tahun 2007 Nomor 33, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4700); 9. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang (Lembaran Negara Tahun 2007 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4725); 10. Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2005 tentang Pinjaman Daerah (Lembaran Negara Tahun 2005 Nomor 136, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4574); 11. Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan (Lembaran Negara Tahun 2005 Nomor 137, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4575); 12. Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2005 tentang Hibah Kepada Daerah (Lembaran Negara Tahun 2005 Nomor 137, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4577); 13. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2005 Nomor 139, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4578); 14. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4737); 15. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Tahun 2007 Nomor 89, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4741);

3 16. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan daerah (Lembaran Negara Tahun 2008 Nomor 19, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4815); 17. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2008 tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan (Lembaran Negara Nomor 20, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4816); 18. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2008 Nomor 21, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4817); 19. Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2004-2009 (Lembaran Negara Tahun 2005 Nomor 11); 20. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah jo. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah; 21. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 2 Tahun 2003 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Jawa Barat (Lembaran Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 2 tahun 2003 Seri E); 22. Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 72 Tahun 2005 tentang Tata Cara Perencanaan Pembangunan Tahunan Daerah (Lembaran Daerah Tahun 2005 Nomor 31 Seri E); 23. Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 31 Tahun 2008 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Transisi Tahun 2009 (Berita Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008 Nomor 31 Seri E). Memperhatikan : 1. Surat Edaran Bersama Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas dan Menteri Dalam Negeri No. 0259/M.PPN/I/2005-050/166/SJ, tanggal 20 Januari 2005 Perihal Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Musrenbang Tahun 2005; 2. Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 050/2020/SJ tanggal 11 Agustus 2005 perihal Petunjuk Penyusunan Dokumen RPJP Daerah dan RPJM Daerah; 3. Surat Edaran Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional dan Menteri Keuangan Nomor 0081/M.PPN/04/2008 dan Nomor SE 357/MK/2008 tentang Pagu Indikatif RKP Tahun 2009; 4. Surat Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Nomor 0044/M.PPN/03/2008 tanggal 6 Maret 2008 Perihal Penjelasan Acuan Penyusunan RKPD Provinsi Jawa Barat Tahun 2009;

4 5. Surat Menteri Dalam Negeri Nomor 050/456/II/Bangda tanggal 16 April 2008 tentang Tanggapan terhadap Permohonan Penjelasan Acuan Penyusunan RKPD 2009. MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN GUBERNUR TENTANG RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH (RKPD) PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2009. Pasal 1 Dalam Peraturan Gubernur ini, yang dimaksud dengan : 1. Daerah adalah Provinsi Jawa Barat. 2. Pemerintah Daerah adalah Gubernur beserta perangkat daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah. 3. Gubernur adalah Gubernur Jawa Barat. 4. Wakil Gubernur adalah Wakil Gubernur Jawa Barat 5. Kabupaten/Kota adalah Kabupaten/Kota di Jawa Barat. 6. Bupati/Walikota adalah Bupati/Walikota di Jawa Barat. 7. Satuan Kerja Perangkat Daerah yang selanjutnya disebut SKPD adalah Unit Kerja Pemerintah Daerah yang mempunyai tugas mengelola anggaran dan barang daerah. 8. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Transisi yang selanjutnya disebut RPJMD Transisi Tahun 2009 adalah Dokumen Perencanaan Provinsi Jawa Barat untuk mengisi kekosongan dokumen perencanaan jangka menengah, yang memberikan arah sekaligus acuan bagi seluruh komponen pelaku pembangunan daerah dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berkesinambungan. 9. Rencana Pembangunan Tahunan Nasional yang selanjutnya disebut Rencana Kerja Pemerintah atau RKP adalah dokumen perencanaan nasional untuk 1 (satu) tahun. 10. Rencana Pembangunan Tahunan Daerah yang selanjutnya disebut Rencana Kerja Pemerintah Daerah atau RKPD adalah dokumen perencanaan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk 1 (satu) tahun dari tanggal 1 Januari sampai dengan 31 Desember 2009. 11. Rencana Pembangunan Tahunan Satuan Kerja Perangkat Daerah yang selanjutnya disebut Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah atau Renja-SKPD adalah dokumen perencanaan Satuan Kerja Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk periode 1 (satu) tahun. 12. Satuan Kerja Perangkat Daerah yang selanjutnya disebut SKPD adalah Unit Kerja Pemerintah Daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang mempunyai tugas mengelola anggaran dan barang daerah.

5 13. Badan Perencanaan Daerah adalah Badan Perencanaan Daerah Provinsi Jawa Barat. 14. Kepala Badan Perencanaan Daerah adalah Kepala Badan Perencanaan Daerah Provinsi Jawa Barat sebagai Satuan Kerja Perangkat Daerah yang bertanggungjawab terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi perencanaan pembangunan di Provinsi Jawa Barat. 15. Rencana Kerja dan Anggaran Satuan Kerja Pemerintah Daerah selanjutnya disebut RKA SKPD adalah dokumen perencanaan dan penganggaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang berisi program dan kegiatan suatu SKPD, serta pagu anggaran sementara didasarkan atas Kebijakan Umum (KU) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS). Pasal 2 (1) RKPD Tahun 2009 adalah Dokumen Perencanaan Daerah untuk periode 1 (satu) tahun yaitu tahun 2009 yang dimulai dari tanggal 1 januari sampai dengan 31 Desember 2009. (2) RKPD Tahun 2009 sebagaimana dimaksud pada ayat (1), merupakan penjabaran dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD) Transisi Tahun 2009 dan mengacu pada RKP yang memuat isu strategis pembangunan berdasarkan hasil evaluasi tahun sebelumnya, kerangka ekonomi daerah, prioritas program dan kegiatan pembangunan yang pendanaannya bersumber dari APBN/PHLN, APBD dan dana lainnya, baik yang dilaksanakan langsung oleh Pemerintah Daerah maupun yang ditempuh dengan mendorong partisipasi masyarakat. (3) RKPD bertujuan untuk menciptakan sinergitas pelaksanaan pembangunan daerah antar wilayah, antar sektor pembangunan, dan antar tingkat pemerintahan, serta mewujudkan efisiensi alokasi sumber daya dalam pembangunan daerah. (4) RKPD Tahun 2009 sebagaimana dimaksud pada ayat (2) berfungsi sebagai : a. Pedoman Penyusunan Renja-SKPD; b. Pedoman dalam rangka penyusunan KU-APBD, PPAS dan RAPBD Tahun 2009; c. Acuan bagi Pemerintah Kabupaten/Kota dalam menyusun RKPD Tahun 2009. Pasal 3 Dalam rangka penyusunan Renja-SKPD Tahun 2009 sebagaimana dimaksud pada pasal 2 ayat (4) huruf a, SKPD menggunakan RKPD Tahun 2009 untuk : a. Penyusunan Rancangan Akhir Renja-SKPD; b. Sebagai bahan penyusunan RKA-SKPD.

Kepala SKPD melakukan pemantauan. memerintahkan pengundangan Peraturan Gubernur ini dengan penempatannya dalam Berita Daerah Provinsi Jawa Barat. Renstra SKPD serta tugas pokok dan fungsi SKPD. Agar setiap orang mengetahuinya. (2) Kepala Badan Perencanaan Daerah menghimpun dan menganalisis hasil pemantauan pelaksanaan rencana pembangunan dari masing-masing SKPD. (5) Hasil evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (4) menjadi bahan bagi penyusunan RKPD Tahun 2010. (3) Kepala SKPD melakukan evaluasi kinerja pelaksanaan tahun sebelumnya.6 Pasal 4 Kepala Badan Perencanaan Daerah melakukan penelaahan terhadap rancangan akhir Renja-SKPD mengenai kesesuaiannya dengan RKPD. (4) Kepala Badan Perencanaan Daerah menyusun evaluasi rencana pembangunan berdasarkan hasil evaluasi Kepala SKPD. Pasal 7 Peraturan Gubernur ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Pasal 6 Uraian lebih lanjut mengenai dokumen Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Gubernur ini. Ditetapkan di Bandung pada tanggal 15 Mei 2008 Diundangkan di Bandung pada tanggal 15 Mei 2008 BERITA DAERAH PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2008 NOMOR 33 SERI E . Pasal 5 (1) Dalam rangka pengendalian pelaksanaan rencana pembangunan.

4 Arah Kebijakan Dana Masyarakat dan Mitra PRIORITAS PEMBANGUNAN DAERAH 3.2 TANTANGAN DAN PROSPEK PEREKONOMIAN DAERAH 2.3 PROYEKSI KEBUTUHAN BELANJA DAERAH PROVINSI JAWA BARAT 2009 – 2010 KAIDAH PELAKSANAAN I–1 I–1 I–2 I–4 I–4 I–4 I–4 I–5 I–5 II .4 VISI DAN MISI JANGKA MENENGAH DAERAH 1.5 ARAH KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH 2.1 Maksud 1.4.114 V-1 V-1 V-4 V-6 VI – 1 VII .1 III .5.1 II .34 .2 Arah Kebijakan Belanja Daerah 2.27 .3.2.1 IV .5 KERANGKA LOGIS 1.36 BAB II BAB III III .5.29 .3 MAKSUD DAN TUJUAN 1.12 II .1 Common Goals 3.22 III .1 Pemerintah 2.2 IV – 41 IV .25 III .3 Arah Kebijakan Pembiayaan Daerah 2.5.1 ISU STRATEGIS 3.3 RENCANA KERJA PEMBANGUNAN BERSUMBER DANA APBN RINGKASAN PENDANAAN 5.2 Tujuan 1.2 Dana Masyarakat dan Mitra 2.2 LANDASAN HUKUM 1.29 .1 RENCANA KERJA KEGIATAN COMMON GOALS 4.1 PENINGKATAN EFEKTIVITAS BELANJA DAERAH 5.17 .27 IV .2 PRIORITAS PEMBANGUNAN DAERAH 3.2 PROYEKSI KEBUTUHAN ALOKASI BELANJA LANGSUNG 5.1 Arah Kebijakan Pendapatan Daerah 2.3 ARAH KEBIJAKAN EKONOMI DAERAH 2.2 RENCANA KERJA KEGIATAN PENUNJANG (NON COMMON GOALS) 4.4.3.6 SISTEMATIKA RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAERAH 2.18 III .1 LATAR BELAKANG 1.4.19 III .1 II .1 BAB IV BAB V BAB VI BAB VII PENUTUP Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 i .22 III .2 Non Common Goals 3.1 III .4 ANALISIS DAN PERKIRAAN SUMBER-SUMBER PENDANAAN DAERAH 2.4.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN 1.1 EVALUASI PELAKSANAAN PEMBANGUNAN 2.14 II II II II II II II II .25 III .30 .5.1 Common Goals 3.3 PRIORITAS WILAYAH 3.2 Non Common Goals RENCANA KERJA DAN PENDANAAN TAHUN 2009 4.2.16 .4 PROGRAM PEMBANGUNAN 3.

2008 Investasi Provinsi Jawa Barat Tahun 2003 .9 Tabel 2.2007 Perkembangan Realisasi Pembiayaan Tahun 2003 – 2007 Alokasi Dana APBN Dekonsentrasi per SKPD di Provinsi Jawa Barat Tahun 2007 .12 Tabel 2.17 Tabel 5.2007 Proyeksi Kondisi Perekonomian Regional Makro Tahun 2009 Perekmbangan Dana Pembangunan di Provinsi Jawa Barat Tahun 2003 .7 Tabel 2.1 Tabel 5.8 Tabel 2.2008 Perkembangan Rencana dan Realisasi PAD Provinsi Jawa Barat Tahun 2003 .2 Pencapaian Indikator Pembangunan Jawa Barat Tahun 2003 .11 Tabel 2.5 Tabel 2.2008 Dibandingkan dengan APBD Tahun 2003 – 2007 Perkembangan Rincian Belanja Tahun 2003 .2008 Alokasi Dana APBN Tugas Pembantuan Provinsi Jawa Barat Tahun 2007 .2007 Perkembangan Rencana dan Realisasi Dana Perimbangan Provinsi Jawa Barat Tahun 2003 .2007 Perkembangan Rencana dan Realisasi Belanja Provinsi Jawa Barat Tahun 2003 .PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT DAFTAR TABEL Tabel 2.1 Tabel 2.4 Tabel 2.2008 Perkembangan Realisasi Total Pendapatan Provinsi Jawa Barat Tahun 2003 .2007 Pertumbuhan PDRB Tiga Sektor Utama Realisasi Penanaman Modal Asing dan Penanaman Modal Dalam Negeri Jawa Barat Tahun 2003 .16 Tabel 2.3 Tabel 2.2007 Proyeksi APBD Provinsi Jawa Barat 2009 Estimasi Kebutuhan Belanja Langsung dari APBD Provinsi Jawa Barat Menurut Bidang Berdasarkan Target IPM 80 dan Efektivitas/ Efisiensi Program Proyeksi Pendanaan Belanja Langsung Menurut Fungsi Tahun Anggaran 2009 II – 2 II – 3 II – 4 II – 15 II – 17 II – 18 II – 18 II – 19 II – 20 II – 21 II – 21 II – 23 II – 24 II – 25 II – 26 II – 27 II – 35 V–6 V–7 Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 ii .14 Tabel 2.15 Tabel 2.2008 Perkembangan Realisasi Alokasi Belanja Daerah Tahun 2003 .13 Tabel 2.2008 Perkembangan Realisasi Pendapatan Asli Daerah Dibandingkan Dengan APBD Provinsi Jawa Barat Tahun 2003 .6 Tabel 2.2 Tabel 2.10 Tabel 2.

Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 ini disusun bertepatan dengan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah Provinsi Jawa Barat. baik yang akan dilaksanakan oleh pemerintah maupun yang akan ditempuh dengan mendorong partisipasi masyarakat. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2008 – 2013 sebagai rencana pembangunan jangka menengah (5 tahun) dari kepala daerah terpilih belum ditetapkan. Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2009 serta memperhatikan hasil kinerja pembangunan yang dicapai pada tahun sebelumnya. 2) RPJMD Transisi Jawa Barat Tahun 2009 yang ditetapkan melalui Peraturan Gubernur. prioritas pembangunan daerah. Selanjutnya.1 LATAR BELAKANG Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) merupakan dokumen perencanaan tahunan daerah Provinsi Jawa Barat sebagai penjabaran dari RPJM Daerah dan mengacu kepada RKP. ditetapkan prioritas pembangunan daerah yang terbagi menjadi common goals yang memerlukan kegiatan lintas sektor dan sinergitas yang tinggi lintas SKPD dan institusi pada tingkatan pemerintahan. penyusunan RKPD Tahun 2009 ini mengacu kepada : 1) Rancangan RPJPD Jawa Barat 2005 – 2025 . rencana kerja dan pendanaannya. mengingat pelaksanaan pelantikan Gubernur/Wakil Gubernur terpilih baru dilaksanakan pada bulan Juni. penanggung jawab penyusunan RKPD adalah kepala Bapeda yang dalam pelaksanaannya berkoordinasi dengan kepala SKPD dan melibatkan pelaku pembangunan lainnya. fenomena yang ada. isu strategis yang akan dihadapi pada tahun pelaksanaan RKPD. dan 3) Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2009. Penyusunan RKPD Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 dilakukan dengan berpedoman pada Peraturan Gubernur Nomor 31 Tahun 2008 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Transisi Provinsi Jawa Barat Tahun 2009. serta mempertimbangkan sinergitas antarsektor dan antarwilayah. dan non common goals yaitu kegiatan pendukung yang menjadi tupoksinya SKPD guna pencapaian common goals. Berdasarkan Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 72 tahun 2005 tentang Tata Cara Perencanaan Pembangunan Tahunan Daerah.LAMPIRAN NOMOR TANGGAL TENTANG : : : : PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN GUBERNUR JAWA BARAT 33 TAHUN 2008 15 MEI 2008 RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH (RKPD) TAHUN 2009 BAB I PENDAHULUAN 1. dengan memperhatikan ketersediaan sumber daya yang terbatas. Untuk itu. Sebagai dokumen rencana pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 I-1 . yang memuat rancangan kerangka ekonomi daerah.

Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 I-2 . 11. 6. 2. serta menciptakan kepastian kebijakan. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2007 Tentang Rencana Pembangunan jangka Panjang (RPJP) Nasional. 8.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT tahunan. Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2004 Tentang Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga. Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2005 tentang Hibah Kepada Daerah. 13. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah Jo Perpu No. Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2005 tentang Pinjaman Daerah. Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 Tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah. Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 Tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. 12. 4. 7. Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 Tentang Perbendaharaan Negara. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara. 3 Tahun 2005 Jo Undang – undang Nomor 8 Tahun 2005 tentang Pemerintahan Daerah. 1. Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan. 5. RKPD memuat kebijakan publik dan arah kebijakan pembangunan daerah selama setahun. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. 10.2 LANDASAN HUKUM Peraturan perundang-undangan yang melatarbelakangi penyusunan RKPD Provinsi adalah sebagai berikut : 1. Undang-undang Nomor 15 Tahun 2004 Tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara. 9. karena merupakan komitmen Pemerintah Daerah. 3. Undang-undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundangundangan.

Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional. Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 31 Tahun 2008 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Transisi Provinsi Jawa Barat Tahun 2009. Surat Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Nomor 0044/M. Surat Edaran Bersama Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas & Menteri Keuangan Nomor 0081/M. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan. 19. 15.PPN/03/2008 tanggal 6 Maret 2008 perihal Penjelasan Acuan penyusunan RKPD Provinsi Jawa Barat Tahun 2009. 27. 16. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 tentang Perubahan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006. Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 2 Tahun 2003 Tentang Rencana Tata Ruang dan Wilayah Provinsi Jawa Barat 2010. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2008 tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. 23. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan. Tata Cara Penyusunan. 21.PPN/04/2008 dan Nomor 357/MK/2008 tentang Pagu Indikatif RKP Tahun 2009. 22. Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2005 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2004-2009. 25. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2006 tentang Tatacara Penyusunan Rencana Pembangunan Nasional.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 14. 18. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 I-3 . 17. 20. Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 72 Tahun 2005 tentang Tata Cara Perencanaan Pembangunan Tahunan Daerah. 24. 26.

4 VISI DAN MISI JANGKA MENENGAH DAERAH Penyusunan RKPD Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 dilaksanakan pada saat Rencana Strategis Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun 2003 – 2008 sebagai rencana pembangunan jangka menengah daerah telah habis masa berlakunya. pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 I-4 .3.3.1 Maksud Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 dimaksudkan sebagai pedoman bagi : 1 2 3 SKPD Provinsi Jawa Barat dalam menyusun Rencana Kerja SKPD (Renja SKPD). Dalam rancangan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Jawa Barat 2005-2025. pelaksanaan dan pengawasan pembangunan antarwilayah. antarsektor pembangunan. disusun Peraturan Gubernur Nomor 31 Tahun 2008 yang mengatur RPJMD Transisi yang menjadi acuan dalam penetapan program pembangunan prioritas pada RKPD Tahun 2009.2 Tujuan Adapun tujuan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat tahun 2009 adalah guna mewujudkan sinergitas antara perencanaan.3 MAKSUD DAN TUJUAN 1. Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota dalam menyusun RKPD Kabupaten/Kota. dan antartingkat pemerintahan serta mewujudkan efisiensi alokasi sumber daya dalam pembangunan daerah. penganggaran. tercantum visi jangka panjang Jawa Barat yaitu “Jawa Barat dengan Iman dan Taqwa sebagai Provinsi Termaju di Indonesia”. sementara Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah periode selanjutnya yang memuat visi dan misi jangka menengah daerah belum disusun. Menindaklanjuti hal tersebut. 1. 1. Pada tahapan kedua RPJPD tersebut (tahun 2008-2013). Surat Menteri Dalam Negeri Nomor 050/456/II/Bangda tanggal 16 April 2008 tentang Tanggapan Terhadap Permohonan Penjelasan Acuan Penyusunan RKPD Tahun 2009. arah pembangunan ditujukan untuk meningkatkan aksesibilitas dan kualitas pelayanan kesehatan dan pendidikan. 1.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 28. Penyusunan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009.

PP 41 SOSIAL BUDAY A 6 7 8 9 1 Kebijakan Pemerintah Pusat Kesepakatan dengan Kab/Kota Sistem Nilai Urusan & Kewena ngan Visi dan NKRI Sektor Kegiatan Ketergantungan Pangan terhadap Produk Impor Akses Pasar Dominasi Produk Impor Kompetensi Usaha CG ISU STRATE GIS Prioritas Pembangu nan Prioritas Wilayah EKONO 2 3 4 1 2 3 4 5 1 Program N on CG Kegiatan Pendukung Kegiatan Khusus Proyeksi kondisi Perekonomian Regional Makro Tahun 2009 Pilkada 2008 Pemilu Nasional 2009 Partisipasi Pemilih Pemekaran Daerah Otonom Baru POLITIK & PEMERINTAH 1 Perubahan Iklim karena Pemanasan Glonal Lahan Kritis Kualitas dan Kuantitas Sumberdaya Air Pertambahan Jumlah Penduduk Laju Pertumbuhan Penduduk Inflasi PDRB INFRASTRUKT UR WILAYAH DAN LINGKUNGAN 2 3 4 Evaluasi Pembangunan Tahun 2007 /capaian kinerja/laporan AMJ TA 2003 2008 Perkembangan Ekonomi Nasional & Regional KETERANGAN Common Goals : Tupoksi Lintas Sektor NON Common Goals : 2 3 4 Reses I Rintisan Tupoksi 1. PP 38.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT infrastruktur strategis. PP 8. rehabilitasi dan konservasi lingkungan serta penataan struktur pemerintahan daerah untuk menyiapkan kemandirian masyarakat Jawa Barat. RKP. perdagangan. revitalisasi pertanian. 1. jasa dan industri pengolahan yang berdaya saing. Latar belakang Menjelaskan pengertian ringkas tentang RKPD. PENDAHULUAN 1.5 KERANGKA LOGIS Alur pemikiran dalam penyusunan RKPD 2009 adalah sebagai berikut : Fenomena 1 2 3 4 5 Tingginya PMKS Gizi Buruk Pendidikan Rendah Slum Area Penyebaran penyakit menular dan tidak menular Traficking Budaya Pasrah pada Nasib Berkembangnya Agama dan Aliran Kepercayaan yang Baru Benturan Budaya IPM KERANGKA LOGIS DOKUMEN PERENCANAAN RPJP. dan proses penyusunan RKPD. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 I-5 . PP 6.6 SISTEMATIKA Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009. yang menjembatani antara perencanaan strategis jangka menengah dengan perencanaan dan penganggaran tahunan. disusun dalam sistematika sebagai berikut : BAB I.1. kedudukan RKPD tahun rencana dalam proses perencanaan pembangunan.

kondisi dan perkiraan ekonomi.2 Pemerintah Dana Masyarakat dan Mitra 2. Landasan Hukum Merupakan uraian ringkas tentang dasar hukum yang digunakan sebagai pedoman penyusunan RKPD. Prioritas Pembangunan Daerah 3. 1. BAB II.4.3.2 2. serta arah kebijakan regulasi dan anggaran 2.1.2.1 2. Analisis dan Perkiraan Sumber-sumber Pendanaan Daerah 2.1. serta prioritas program pembangunan 3.2.5.2. Evaluasi Pelaksanaan Pembangunan 2.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 1. serta kaitannya dengan tujuan pembangunan yang ditetapkan dalam RPJPD Jawa Barat 2005-2025. Kerangka Logis Menggambarkan alur pemikiran dalam penyusunan RKPD. Tantangan dan Prospek Perekonomian Daerah 2. 1.1 2. kinerja dan pembangunan.2. Sistematika Menguraikan isi bahasan tiap bab dalam RKPD.3. 1.6.3 2.5. Isu Strategis 3. Visi dan Misi Jangka Menengah Daerah Menggambarkan visi dan misi jangka menengah daerah.2 Common Goals Non Common Goals Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 I-6 . RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAERAH Menjelaskan tentang evaluasi pelaksanaan pembangunan tahun sebelumnya. isu strategis.4. Arah Kebijakan Ekonomi Daerah 2. PRIORITAS PEMBANGUNAN DAERAH Menjelaskan pembangunan pencapaian daerah.4 Arah Kebijakan Pendapatan Daerah Arah Kebijakan Belanja Daerah Arah Kebijakan Pembiayaan Daerah Arah Kebijakan Dana Masyarakat dan Mitra BAB III.5.5.5.5.4. Maksud dan Tujuan Menjelaskan maksud dan tujuan penyusunan RKPD tahun rencana.2.1 3.4. 1. Arah Kebijakan Keuangan Daerah 2. prioritas dan sinergitas perencanaan antarsektor antarwilayah.

1 3.4. Proyeksi Kebutuhan Alokasi Belanja Langsung 5. dilengkapi dengan indikasi kegiatan dan pelaku.2.4.2 Common Goals Non Common Goals BAB IV. Proyeksi Kebutuhan Belanja BAB VI.3. RENCANA KERJA DAN PENDANAAN TAHUN 2009 Menjelaskan rincian program dan kegiatan pokok RKPD tahun 2009 dikaitkan dengan RPJMD. Prioritas Wilayah 3. PENUTUP Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 I-7 .3.1. BAB VII.2. serta indikator pencapaian program dan kegiatan berdasarkan sumber pendanaannya. KAIDAH PELAKSANAAN Merupakan kaidah pelaksanaan yang memuat arahan dan penegasan Kepala Daerah dalam penerapan RKPD serta arahan untuk tindak lanjut yang perlu dilaksanakan oleh SKPD dan pelaku pembangunan lainnya. RINGKASAN PENDANAAN Memuat matriks ringkasan dan uraian mengenai rekapitulasi anggaran untuk setiap SKPD yang dipilah menurut sumber dana 5. Program Pembangunan 3.3. Rencana Kerja Kegiatan Common Goals 4.4. 4. Rencana Kerja Kegiatan Bersumber APBN BAB V.1. Peningkatan Efektivitas Belanja Daerah 5.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 3. Rencana Kerja Kegiatan Penunjang (Non Common Goals) 4.

AMH.71 poin dibandingkan Tahun sebelumnya yaitu sebesar 70. AMH Jawa Barat pada Tahun 2007 menunjukkan peningkatan sebesar 0.60 dan mengalami kenaikan menjadi 67.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT BAB II RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAERAH 2.63 % (angka sangat sementara).89 dari angka 67. dibandingkan Tahun 2006 sebesar 95.08 poin menjadi 7.05. Namun demikian AHH Jawa Barat ini masih dibawah angka nasional sebesar 68.87 pada Tahun 2003 menjadi 70. Dalam rentang waktu 2003 – 2007.51 % menjadi 95. menggambarkan proporsi penduduk usia 15 Tahun ke atas yang dapat membaca dan menulis.1.23 Tahun. Pencapaian tersebut masih dibawah target yang ditetapkan sebesar 71. pada Tahun 2006 AHH mencapai 66. Indeks pendidikan dibentuk dari dua pertiga komponen Rata-rata Lama Sekolah (RLS) dan Angka Melek Huruf (AMH).76.13 pada Tahun 2007.82 (angka sangat sementara). dari 78. Pada Tahun 2007. Adapun kinerja keberhasilan pembangunan daerah tersebut dituangkan dalam indikator makro pembangunan daerah sebagaimana ditunjukan pada tabel 2. IPM Jawa Barat mencapai angka 70.12 %.27.57 pada Tahun 2003 menjadi 71. sedikit dibawah target yaitu sebesar 81. yang menginformasikan sejauhmana kebijakan tersebut dalam mendukung tujuan pembangunan itu sendiri. melampaui target sebesar 70.74 Tahun sedangkan pada Tahun 2007 meningkat 0. dari 66. IPM Jawa Barat meningkat sebesar 2.67. Pembentuk Indeks Kesehatan adalah Angka Harapan Hidup (AHH).73 poin. pencapaian ini masih jauh dibawah target yaitu sebesar 76. Indeks Daya Beli naik sebesar 1.1 EVALUASI KINERJA PEMBANGUNAN Hasil evaluasi terhadap kinerja pembangunan Tahun 2007 merupakan gambaran keberhasilan implementasi dari kebijakan Tahun 2007.30.13 pada Tahun 2007. dan Indeks Daya Beli menunjukkan peningkatan yang signifikan. Indeks Kesehatan. dari 58. yang dihitung berdasarkan tiga indikator yaitu Indeks Pendidikan. Indeks Pendidikan meningkat sebesar 2. RLS merupakan gambaran lamanya penduduk usia 15 Tahun ke atas yang bersekolah.63 pada Tahun 2003 menjadi 60. Kondisi ini menunjukkan rata-rata tingkat pendidikan penduduk Jawa Barat adalah tidak tamat SLTP atau baru mencapai kelas 1 SLTP. Indeks Kesehatan mengalami peningkatan sebesar 4. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 II.62 Tahun pada Tahun 2007. Dalam rentang waktu yang sama.06.1 . Indek Pembangunan Manusia (IPM).46 poin. meningkat sebesar 0. RLS sampai dengan Tahun 2006 masih sebesar 7.5 poin.76 pada Tahun 2007.40 pada Tahun 2003 menjadi 81.03 pada Tahun 2007.

01 75.13 1.56 5.05 70. dan ekspektasi situasi bisnis.13 80.10 230. persewaan dan jasa perusahaan. dan bersumber dari meningkatnya perdagangan luar negeri. Perekonomian Jawa Barat pada Tahun 2007 mengalami pertumbuhan yang cukup menggembirakan dengan pencapaian sebesar 6.10 6.94 3.36 67.83 39.00 % (qtq) dan 6.861. 5. faktor pendorong pertumbuhan terutama bersumber dari meningkatnya perdagangan luar negeri.03 5..25 PENCAPAIAN 2005 69. Respon sisi penawaran ini terindikasi dari indikator ekspektasi realisasi kegiatan dunia usaha. 3.59 59.96 2.69 2004 68. Melihat kondisi tersebut di atas.57 78.574 29.10 2.15 6.2%.149.69 4. Pertumbuhan ekonomi tersebut antara lain didorong oleh sektor perdagangan.62 2.310.158.898.39 36.48 1.13 41. 8.39 257.02 58.03 81.018. konsumsi dan bertambahnya kegiatan investasi.18 12.8% – 6. 4. pengangkutan dan komunikasi.53 6.08 40.55 274.954 10. sektor Perdagangan.62 63.83 3.81 12.27 2. serta sektor keuangan.746 12.188 6.664. 7.037.52 2.424 28. Laju Pertumbuhan Ekonomi. Penurunan laju inflasi ini didukung dari sisi penawaran antara lain oleh cukupnya pasokan bahan makanan terutama beras.50 2.01 melebihi target yang ditetapkan sebesar 5.40 58.36 5. dan kegiatan konsumsi. Inflasi Tahun 2007 tercatat sebesar 5. Di sisi sektoral. INDIKATOR IPM Indeks Kesehatan Indeks Pendidikan Indeks Daya beli Jumlah Penduduk (juta jiwa) Laju Pertumbuhan Penduduk (%) Jumlah KPS dan KS I (BKKBN) (keluarga) % thd total Keluarga % penduduk miskin thd total penduduk PDRB adh konstan 2000 (triliun Rp) Inflasi (%) Laju Pertumbuhan Ekonomi (%) Investasi adh berlaku (triliun Rp) Jumlah Pengangguran (jiwa) (%) 2003 67.63 38.478 27.95 2007 70.082 11.13 2.15 %. industri pengolahan.64 1.87 66.14 2.41 87.671.90 176.79 13.10 % lebih rendah dari Tahun 2006 sebesar 6.18 39.029.86 242.64 2. pertumbuhan ini dapat tercapai dengan tingkat inflasi yang tetap terjaga.35 69.28 79.13 60. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Di sisi permintaan. Laju inflasi gabungan tujuh kota di Jawa Barat pada Triwulan IV 2007 secara triwulanan dan tahunan mengalami perlambatan.61 59. 9.41% meningkat dibandingkan dengan Tahun 2006 sebesar 6.269 30.0 % dan diatas rata-rata nasional sebesar 6.05 13.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Tabel 2.73 1.60 % (yoy) masih berada dalam kisaran target inflasi Tahun 2007 sebesar 8. pada Tahun 2007 masih didominasi oleh sektor Industri Manufaktur sebesar 43.593 27.158 12.93 18. Peningkatan pertumbuhan ekonomi tersebut didukung oleh stabilitas ekonomi nasional yang tetap terjaga. pertumbuhan terjadi pada seluruh sektor ekonomi di Jawa Barat.00 7.23 79. Hotel Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 II.1 Pencapaian Indikator Pembangunan Jawa Barat Tahun 2003 – 2007 NO 1.00 %.91 2006 70. Inflasi mencapai 2.29 12.51 5.25 2.76 71. 6.42 40.76 %.2 .

4 trilyun (adhk 2000). jika dibandingkan dengan Tahun 2003 yaitu sebesar Rp 42. cukup memberikan peluang para pemodal untuk menanamkan investasinya di Jawa Barat. 273.996 trilyun pada Tahun 2003. hasil Estimasi Triwulanan ** Angka Sangat Sementara * Angka Sementara Tabel 2. menjadi Rp.80 % dengan nilai 87.94 34. merupakan pencapaian pertumbuhan terbesar. 18.3 . Pencapaian tersebut diatas target yang ditetapkan yaitu sebesar Rp.873 trilyun.19% dari Tahun 2006 sebesar Rp. Secara keseluruhan nilai realisasi investasi PMA dan PMDN mengalami peningkatan.371 trilyun.89 trilyun dan sektor PHR meningkat 15% dengan nilai sebesar Rp. pada periode Tahun 2003–2007. 58. Realisasi investasi PMA dan PMDN pada Tahun 2006 sebesar Rp. Trilyun) 2005 2006* 34. 274 trilyun (adhk 2000).2007. Pertumbuhan Sektor Pertanian.13 % pertahun. pada Tahun 2007 tercatat sebesar Rp 87.741 trilyun jika dibanding dengan Tahun 2005 sebesar Rp.08 Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB). 5. 23. Namun masih memberikan indikasi bahwa investasi yang cukup besar di Jawa Barat.01 % dengan nilai sebesar Rp. 75.23%. Sektor Industri Pengolahan pada Tahun 2007 mengalami peningkatan sebesar 5% dengan nilai Rp. Laju Pertumbuhan Investasi yang ditanamkan di Jawa Barat melalui Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).29 47.08 trilyun. belum sepenuhnya dapat memberikan efek langsung dalam meningkatkan kualitas dan menyerap sumber daya manusia daerah. Kondisi ini memberikan sinyalemen bahwa iklim investasi di Jawa Barat.53 119.371 trilyun Tahun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 II. 119.73 105.1 trilyun (adh berlaku). Pertumbuhan PDRB Tiga Sektor Utama Sektor Pertanian Industri Pengolahan PHR Sumber : BPS. memperlihatkan kecenderungan meningkat. Industri Pengolahan dan Perdagangan Hotel dan Restoran pada Tahun 2007 mengalami peningkatan.61 2007** 35. Pencapaian ini mengalami peningkatan sebesar 15. Pada periode 2003 .25 50.89 58. dari Rp. terjadi kenaikan sebesar 50. 18.84 % dan sektor Pertanian sebesar 13.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT dan Restoran (PHR) sebesar 20.64 trilyun (adh berlaku).137 trilyun (atas dasar harga berlaku). Sektor Pertanian meningkat sebesar 3% dari Tahun 2006 dengan nilai Rp. rata-rata pertumbuhan investasi PMA dan PMDN adalah 19. yaitu sebesar Rp.33 114.53 trilyun. 35.37 trilyun atau 29. 12.2 Tahun (Rp.

Kenaikan nilai tukar petani disebabkan oleh naiknya indeks harga yang diterima petani sebesar 3.76 trilyun.98 % dari jumlah total unit usaha di Jawa Barat dengan rincian sektor usaha pertanian sebesar 42.3 Realisasi Penanaman Modal Asing dan Penanaman Modal Dalam Negeri Jawa Barat Tahun 2003-2007 URAIAN Realisasi PMA dan PMDN : Jumlah investasi (trilyun Rp) Jumlah proyek (buah) Jumlah tenaga kerja (orang) TAHUN 2003 12. 69.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 2005. 93.17 % dari total tenaga kerja di Jawa Barat.98 %.034 orang atau mencapai 88. Nilai Tukar Petani (NTP) yang mencerminkan kondisi kualitas dan kesejahteraan petani dan nelayan. sektor industri pengolahan 6. Sementara itu. Penyerapan tenaga kerja di sektor KUKM sebanyak 12.161 2007 20.01% menjadi 3.71 dari Desember 2006. pembangunan sektor KUKM pada Tahun 2007 mengalami peningkatan. meningkat menjadi sebesar 63.371 350 97. dan pada Tahun 2007 sebesar Rp 20.44%. Tabel 2.80 % pada Tahun 2007.355.9 menjadi 124.583 unit atau 99.319.741 285 76. 23. kualitas kredit membaik yang diindikasikan oleh penurunan ratio gross NPL dari 4.91 % dari 683.4 .73 % atau naik 0.382 2006 23. Angka ini relatif lebih tinggi dibandingkan kenaikan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 II.57 trilun meningkat sebesar 13% dari Tahun 2006 sebesar RP. Jumlah KUKM pada Tahun 2007 sebanyak 7. 105. sampai dengan Tahun 2007 menunjukkan perkembangan yang positif.32.15 %. Kondisi tersebut menyebabkan Loan to Deposit Ratio (LDR) perbankan di Jawa Barat mengalami peningkatan dari 61. sektor perdagangan hotel dan restoran 34 %.39 %. Pencapaian ini dibawah realisasi pada Tahun 2006 yang mencapai Rp. naiknya indeks harga karena kenaikan harga hasil produksi pertanian sebesar 20.6% menjadi 66.99 225 52. Kontribusi Koperasi Usaha Kecil Menengah (KUKM) terhadap perekonomian daerah.77 trilyun menjadi Rp.7 trilyun.041 Sumber : BPPMD Provinsi Jawa Barat.74 trilyun.914 trilyun. Penyaluran kredit pembiayaan menunjukkan peningkatan sebesar 21% yaitu dari Rp.79 %. sektor pengangkutan dan komunikasi 9.7%. Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp.146 221 58.16 % yaitu 569. Jawa Barat selama Januari 2007 mengalami kenaikan 0.933 2004 14. 2003-2007 Perkembangan perbankan. 57.846 262 61. Berdasarkan data BPS Jawa Barat.29 dibandingkan kenaikan harga yang dibayar petani sebesar 3.78 %. Pada Tahun 2006 kontribusi sektor KUKM terhadap PDRB Jawa Barat mencapai 63.31 % dan sektor jasa-jasa sebesar 4.281 2005 18.

Kondisi tersebut menunjukkan upaya pengendalian penduduk di Jawa Barat relatif cukup baik.810 jiwa. Fluktuasi yang ditunjukkan indeks harga yang diterima petani disebabkan kenaikan subsektor tanaman bahan makanan (TBM) sebesar 4 %.16 %. Bila dibandingkan dengan NTP Jawa Barat Januari 2006.919.190. karena harga komoditas hasil pertanian ini dapat mengimbangi kenaikan harga kebutuhan produksi. Pada bidang kesehatan.15%.16% dibandingkan Desember 2006. Di bidang pendidikan pada Tahun 2007 Angka Partisipasi Kasar SMP/MTs perempuan lebih tinggi di banding laki laki yaitu 82.94 %. dengan kepadatan penduduk 1. LPP periode 2006-2007 sebesar 1. biaya produksi dan penambahan barang modal pertanian (2. Indeks yang dibayar petani (IB) dapat dilihat dari fluktuasi harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh masyarakat pedesaan. pada periode 20052006 LPP-nya mengalami penurunan menjadi 1. Jumlah penduduk pada Tahun 2007 sebesar 41.729 jiwa orang.800. dan 10. Kenaikan ini dipengaruhi kenaikan konsumsi rumah tangga (3. menunjukkan bahwa presentase penolong kelahiran oleh dokter sebesar 11.754 perempuan.563.84 %. dan sayur-mayur naik 3. IB Jabar naik 3. pada Tahun 2006 sebanyak 3. Jumlah Keluarga Miskin di Jawa Barat pada Tahun 2005 mencapai 2. dengan komposisi laki-laki 20.574 kepala keluarga (KK) dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 II.46 %.390.61 % oleh dokter perempuan. sedangkan Keluarga Pra Sejahtera dan Sejahtera I dengan alasan ekonomi.93 % oleh dokter laki-laki.3 orang per km persegi. persamaan kondisi dan status antara laki-laki dan perempuan sehingga tidak seorangpun yang terabaikan kesempatan dan hak asasinya.57 %).48 % berbanding 78. Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP) di Jawa Barat relatif terus menurun. lebih rendah dari target yang ditetapkan sebesar 2.14 %. Isu pengarustamaan gender lainnya yaitu kuota keterwakilan perempuan dalam parlemen sebesar 30 % sebagaimana disyaratkan sampai saat ini belum dapat terealisasikan.51 %.5 .22 %).8 %).066 laki-laki dan 5. sedangkan subsektor tanaman perkebunan rakyat (TPR) naik 1.807 jiwa atau 50.483. yang terdiri dari 11.018.905.09 %).68 %).43 %.999. sedangkan perempuan 20.06 %).PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga (9. Pada Januari 2007. Tiga kelompok subsektor TBM yang mengalami kenaikan indeks yaitu padi (7.202 RTM (sumber BPS Jawa Barat). Pada bidang ketenagakerjaan berdasarkan SUSEDA 2007 menunjukkan penduduk 10 Tahun ke atas yang bekerja sebanyak 17. kondisi kesejahteraan petani di Jawa Barat meningkat bila dilihat dari segi harga. Pengarusutamaan gender.922 jiwa (49. sementara kelompok buah-buahan justru turun 3.77 %) dan keperluan produksi pertanian (10. palawija (6.

820 orang atau 10. Kemiskinan yang terjadi di Jawa Barat lebih disebabkan oleh kemiskinan struktural yang disebabkan oleh ketimpangan hasil pembangunan. dibandingkan Tahun 2006 sebesar 94. sedangkan jumlah angkatan kerja meningkat sebanyak 17. RLS sampai dengan Tahun 2006 masih sebesar 7.310. AMH Jawa Barat pada Tahun 2007 menunjukkan peningkatan sebesar 0. Struktur ketenagakerjaan.74 % di sektor industri.898.149. Angka Melek Huruf (AMH). sektor pertanian.51 % menjadi 95.6 . Dibandingkan Tahun 2006.188 orang atau menurun sebesar 39.59 % di sektor perdagangan. Jumlah pengangguran pada Tahun 2006 sebanyak 1. angkutan.190.20 % bekerja di sektor pertanian.639 orang.63 % (angka sangat sementara). 24. namun disisi lain terjadi peningkatan penyerapan tenaga kerja di sektor perdagangan dan jasa. dan kemampuan tidak seimbang serta ketidaksamaan kesempatan yang dimiliki. Kondisi ini menunjukkan rata-rata tingkat pendidikan penduduk Jawa Barat adalah tidak tamat SLTP atau baru mencapai kelas 1 SLTP. 27. menggambarkan proporsi penduduk usia 15 Tahun ke atas yang dapat membaca dan menulis.82 (angka sangat sementara).48 %. Dari 17.95 %. Rata-Rata Lama Sekolah (RLS) merupakan gambaran lamanya penduduk usia 15 Tahun ke atas yang bersekolah.27 %. dan jasa paling banyak dipilih masyarakat Jawa Barat. kepemilikan sumberdaya tidak merata. terjadi penurunan penyerapan tenaga kerja di sektor pertanian. menurun dari Tahun 2006 yang mencapai 10.269 KK (data sementara dari BKKBN) dari jumlah seluruh keluarga di Jawa Barat.72 % di sektor jasa.73 % tersebar di berbagai sektor seperti keuangan.30%. Tampak bahwa dari sisi penyerapan tenaga kerja pada sektor-sektor yang ada. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 II. Presentase jumlah penganggur terhadap angkatan kerja atau Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) adalah sebesar 6.19 juta penduduk Jawa Barat yang bekerja.50 sedangkan pada Tahun 2007 meningkat 0. Upaya yang perlu dilakukan oleh pemerintah daerah adalah melakukan kerjasama dengan berbagai pihak dan didukung dengan kebijakan yang bersifat komprehensif. perdagangan. pada Tahun 2007 menunjukan sektor pertanian masih merupakan lapangan usaha yang paling banyak menyerap tenaga kerja walaupun dari tahun ke tahun presentasenya mengalami penurunan. konstruksi dan lain-lain.954 orang dengan jumlah angkatan kerja sebanyak 15. Pada Tahun 2007 jumlah penganggur sebanyak 1. industri.441.08 poin menjadi 7. dan sebesar 15. 16.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT pada Tahun 2007 menjadi sebanyak 3. 15.18 %.

Penyelesaian penandaan batas akan memperjelas deliniasi dari kawasan lindung sehingga lebih memfokuskan penanganan kawasan lindung Kondisi Lahan Kritis. atau terdapat kenaikan sebesar 5. merupakan indikator yang menunjukkan kemampuan pendidikan SLTP dalam menyerap penduduk usia 13-15 Tahun. hingga Tahun 2007 upaya pencapaian kawasan lindung 45% terus dilakukan.48 % dibandingkan dengan Tahun 2006 (61. luas lahan kritis di luar kawasan lindung masih menunjukkan proporsi yang lebih besar dibandingkan dengan luas lahan kritis di dalam kawasan lindung.34 %. Upaya rehabilitasi lahan kritis dilakukan melalui GRLK (Gerakan Rehabilitasi Lahan Kritis) pada Tahun 2006 target penanganan adalah 140. Hal ini dikarenakan makin maraknya perambahan serta penebangan liar dan kejadian kebakaran hutan. dibandingkan Tahun 2006 sebesar 79.77.513 ha.40 tahun dan mengalami kenaikan menjadi 71. Tahun 2006 mencapai 67. Kondisi Mitigasi Bencana. Bencana banjir yang pada Tahun 2006 hanya 94 kali. Sedangkan Angka Partisipasi Murni (APM) SMP/MTs pada Tahun 2007 sebesar 65. Secara jumlah kejadian bencana alam menunjukan Tahun 2007 mengalami kenaikan.401 ha dan terealisasi sekitar 34. dibandingkan dengan Tahun 2006 sebesar 77.51 %. yang gempa 10 kali. Selama kurun waktu Tahun 2007 terindikasi kejadian tanah longsor 124 kali.040 m selama 3 tahun dan dapat diselesaikan Tahun 2007. Angka Harapan Hidup (AHH). maka kejadian bencana kebakaran mengalami penurunan yang cukup besar (262 kali di Tahun 2006). Kondisi Kawasan Lindung.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Angka Partisipasi Kasar (APK) SMP/MTs. angin topan 163 kali. Namun Tahun 2007 telah tercapai upaya penandaan batas kawasan lindung dengan total 1.43 %. Angka Partisipasi Sekolah (APS) SLTP/MTs pada Tahun 2007 adalah 78.03 tahun pada Tahun 2007 melebihi target sebesar 67.65 %.45 %. banjir 128 kali.7 . namun laju kerusakan kawasan hutan ternyata lebih besar dari pada upaya pemulihan yang dilakukan.38 %. atau terdapat kenaikan 3.959 dan Tahun 2007 target penanganan adalah 120. terdapat kenaikan sebesar 2. yang menimbulkan korban meninggal 48 jiwa. APK SMP/MTs Tahun 2007 adalah sebesar 82.97 %). kondisi kinerja dalam mitigasi bencana ditunjukan melalui faktor kesiapan masyarakat dan aparat dalam mengantisipasi serta menanggulangi bencana alam mengingat Jawa Barat merupakan kawasan yang berpotensi terhadap kejadian bencana alam. Jika dibandingkan dengan Tahun 2006. kebakaran 29 kali.62 tahun. angin topan 84 kali tetapi dari jumlah korban yang meninggal mengalami Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 II. longsor 98 kali.

penetapan baku mutu dan status sungai. pendidikan (ecoshool atau sekolah berbudaya lingkungan). Hanya 11 unit (65%) dari 17 unit Instalasi Pengolah Lumpur Tinja (IPLT) yang beroperasi dengan baik. Cakupan pelayanan pengelolaan limbah cair domestik. pompa. sebanyak 13. Pada Tahun 2006 korban yang meninggal adalah sekitar 600 orang dan pada Tahun 2007 hanya sekitar 48 orang. Demikian juga dengan pencemaran udara di perkotaan. dan ledeng yang relatif memadai sebagai sumber air bersih yang sehat. Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah berjumlah 54 unit. Sementara di perdesaan hanya mencapai 41 % yang terdiri dari 25 % sistem perpipaan dan 16 % sistem non perpipaan. Jumlah dan kapasitas TPA tersebut masih belum mampu menampung dan mengelola sampah yang volumenya semakin meningkat.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT penurunan yang cukup signifikan. Cakupan pelayanan air bersih. khususnya untuk polutan debu/partikulat dan karbonmonoksida. Cisanggarung. serta terdapat 0. Jika ditinjau dari sumber air minum yang biasa dipakai oleh rumah tangga. Dengan demikian tidak seluruh instalasi pengolahan limbah domestik belum menunjukkan kinerja yang baik. rata-rata tingkat pelayanan bidang persampahan di Jawa Barat mencapai 53. dan offsite 1. Kualitas udara di kota-kota besar tersebut rata-rata telah melebihi ambang batas. Bekasi. Citanduy.8 . dan Cirebon. dan beberapa sungai utama lainnya masih belum menunjukan perbaikan hingga Tahun 2007. menunjukkan bahwa pencemaran dan penurunan kualitas lingkungan air yang terjadi di Sungai Citarum.39 % masih menggunakan sumber air terbuka (sumur atau mata air). Kondisi pencemaran dan kerusakan lingkungan. maka terdapat 76. dengan 16 unit diantaranya menggunakan sistem sanitary landfill dan controlled landfill. Cakupan pelayanan persampahan. penegakan hukum.96 % rumah tangga yang menggunakan air sungai/air hujan sebagai sumber air minumnya. seperti di Bandung.8% penduduk Jawa Barat belum terlayani. kondisi lingkungan perumahan dan permukiman menunjukkan bahwa masih terdapat rumah tinggal di Jawa Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 II.4%. pada akhir Tahun 2007 kondisi pelayanan air bersih untuk perkotaan hanya mencapai 59 % yang terdiri dari 45 % sistem perpipaan dan 14% untuk sistem non perpipaan. Hal ini diperparah dengan semakin besarnya emisi gas buang kendaraan bermotor yang bertambah pesat.2%. Berbagai upaya telah dilakukan melalui Perda Pengendalian Pencemaran Udara. Kualitas lingkungan perumahan dan permukiman. di Jawa Barat meliputi sistem onsite mencapai 50%. Sisanya.75 % rumah tangga yang mendapatkan sumber air minumnya dari sumur terlindung. sedangkan sebanyak 48. serta pelibatan masyarakat industri dalam program Environmental Pollution Control Manager (EPCM). Bogor.

101 rumah tangga yang telah mendapatkan aliran listrik yang bersumber dari PLN dan non PLN.73 % pada Tahun 2006 menjadi 60. Kondisi lainnya menunjukkan masih terjadinya penurunan kualitas perumahan dan permukiman di kawasan perkotaan yang diindikasikan dengan adanya kawasan-kawasan kumuh di Jawa Barat. pada Tahun 2007 telah terehabilitasi 33 situ kewenangan Provinsi Jawa Barat. terutama hal ini terjadi di kota-kota metropolitan dan kota dengan fungsi pelayanan nasional. Terdapat 584 lokasi kumuh (10 %) dari jumlah desa/ kelurahan di Jawa Barat. 3 waduk. seperti yang terjadi pada Kawasan Bandung Utara dan Bopunjur Kondisi kemantapan jalan Provinsi. tingkat keberhasilan penanganan listrik perdesaan dapat dilihat dari rasio eletrifikasi desa dan rumah tangga.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Barat kategori semi permanen dengan kategori kurang layak huni sebanyak 37% dari 9. Pada Tahun 2007 telah terjadi peningkatan rasio eletrifikasi rumah tangga dari 57. Pencapaian intensitas tanam masih belum optimal.044 rumah tangga baru sekitar 6.920. dengan luas mencapai 85.011.140) pada Tahun 2007. Sedangkan untuk kegiatan perbaikan dan pemeliharaan sungai. Selain itu. Pada Tahun 2007. 3 bendungan karet. telah terlaksana kegiatan Operasi dan Pemeliharaan Situ Kewenangan Provinsi Jawa Barat di 49 situ. dan 3 waduk lapangan. Rasio elektrifikasi rumah tangga dan pelayanan listrik. yaitu Metropolitan Bodebek.893.730 hektar meningkat dari 187 % pada Tahun 2006 menjadi 190 % pada Tahun 2007. pada Tahun 2007 telah terbangun prasarana pengendali daya rusak air pada 45 sungai kewenangan Provinsi Jawa Barat. Metropolitan Bandung dan Metropolitan Cirebon. Kondisi jaringan irigasi. dapat dilihat dari kegiatan pengelolaan situ serta perbaikan dan pemeliharaan sungai di Jawa Barat.490 km) Tahun 2006 menjadi 87.652.10 % (1.31% (1. Melalui pelaksanaan Program Pengembangan Infrastruktur Transportasi dan Telekomunikasi pada Tahun 2007.9 . ditunjukkan melalui intensitas tanam padi sawah pada 84 daerah irigasi (DI) yang dikelola pemerintah provinsi. Tidak hanya di kawasan perkotaan penurunan kualitas lingkungan akibat pengembangan perumahan dan permukiman. hal ini terkait dengan sampai Tahun 2007 masih sekitar 46 % jaringan irigasi dalam kondisi rusak berat dan ringan serta belum optimalnya ketersediaan air baku untuk menunjang kegiatan pertanian.190 rumah.41 % artinya dari 11. Pencapaian tersebut tidak bisa Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 II. Kondisi pengelolaan sumberdaya air. juga terjadi pada kawasan lindung.439. tingkat keberhasilan penanganan jalan dapat dilihat dari kondisi kemantapan jalan. Rumah tangga yang belum teraliri listrik masih perlu terus diupayakan untuk mencapai Jabar Caang 100%. telah terjadi peningkatan kemantapan jalan dari 86.

PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT hanya mengandalkan dari PLN saja. dimudahkan dengan dibentuknya unit pelayanan di setiap kabupaten dan kota serta perluasan cakupan wilayahnya. Ciamis. menetapkan Keputusan Gubernur tentang Pedoman Teknis Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PPTSP) di Provinsi Jawa Barat sebagai pedoman bagi kabupaten/kota dalam membentuk dan menyelenggaraan PPTSP. juga lembaga swadaya masyarakat serta masyarakat. dunia usaha. pemerintah kabupaten dan kota. Kuningan. Pada Tahun 2007. serta Kota Sukabumi. sedangkan konversi minyak tanah ke gas yang dilakukan oleh pemerintah diutamakan di daerah perkotaan sehingga perlu diupayakan berbagai energi alternatif untuk memenuhi kebutuhan energi pedesaan. Sumedang. pemasaran. Kebijakan yang telah dibuat yaitu. proses penyusunan dilaksanakan melalui pendekatan perencanaan partisipatif melalui berbagai dialog sektoral maupun dialog secara umum yang melibatkan berbagai stakeholder kunci selain dari pihak pemerintah pusat. dan angin. lembaga pelayanan umum atau SKPD teknis yang dikelola oleh daerah yang berfungsi memproduksi dan menyediakan jasa bagi masyarakat umum serta masyarakat sebagai pengguna jasa. Pelayanan pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB). Selain itu ditunjukkan dengan besarnya partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan dengan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 II. Majalengka. Kebijakan konversi minyak tanah yang dicanangkan oleh Pemerintah akan berimplikasi terhadap ketersediaan energi rumah tangga terutama di pedesaan. dengan menekankan pada hubungan antara pemerintah dan legislatif sebagai pembuat kebijakan sekaligus controlling. Cimahi dan Banjar.10 . hal ini telah dimulai sejak tahap perencanaan. Untuk meningkatkan kualitas produk perencanaan. kerjasama serta inkubator bisnis. Tasikmalaya. Pelayanan di bidang Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (KUMKM). kebijakan tersebut telah diimplementasikan di sepuluh Kabupaten/kota yaitu di Kabupaten Sukabumi. perlu adanya sumber energi alternatif seperti Pembangkit Listrik Tenaga (PLT) mikro hidro. Keterlibatan masyarakat dalam pembangunan daerah semakin meningkat dilihat dari berbagai tingkatan partisipasi. Kondisi kinerja pelayanan publik. pada Tahun 2007 telah dimulai pembangunan Sentral Bisnis KUKM (Senbik) yang dikelola oleh Dekopinwil Jawa Barat yang difungsikan sebagai pusat informasi. pemerintah provinsi. dalam upaya meningkatkan kinerja pelayanan publik kepada masyarakat telah dilakukan pendekatan akuntabilitas publik. surya. Sementara ini ketergantungan masyarakat akan minyak tanah sangat tinggi. Indramayu. Jawa Barat merupakan salah satu daerah yang menjadi target konversi minyak tanah sebesar 100% pada Tahun 2009. perguruan tinggi.

Tahun 2007 telah dirintis untuk melakukan kerjasama dalam peningkatan kapasitas apartur Sustainable Capacity Building for Decentralization Project yang didanai secara hibah pinjaman luar negeri. kementerian dan lembaga pemerintah. dan dengan provinsi Jawa tengah. Kerjasama dengan luar negeri telah dijalin kerjasama dalam pembaharuan tata kelola pemerintahan daerah (P2TPD) yang didanai dari World Bank dan dukungan terhadap penyelenggaraan pemerintahan di daerah melalui Local Government Support Program (LGSP) yang didanai dari USAID untuk fasilitas technical asisstance kepada kabupaten/kota sebagai penerima bantuan. juga menyuarakan kepentingan daerah kepada pusat. tenaga maupun pembebasan lahannya untuk kepentingan umum. Kerjasama pembangunan baik antar maupun dengan daerah lain. Pendayagunaan sumber daya aparatur di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam peningkatan kualitas aparatur dilakukan juga melalui pendidikan formal dan non formal. serta kerjasama peningkatan kapasitas aparatur dengan Pemerintah Belanda dalam Training Infrastructure Development Road Public Private Parterships (ID-PPP) di Rotterdam-Belanda dengan mengirimkan 6 orang pegawai. maupun luar negeri makin meningkat sejalan dengan kebutuhan daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain itu telah dilakukan kerjasama pendidikan dengan Pemerintah Perancis dengan mengirim 4 pegawai untuk mengikuti pendidikan S2 dan S3. diklat struktural dan fungsional. dan permasalahan bersama dengan provinsi lain. Kerjasama dengan pihak swasta telah dilakukan terutama berbagai hubungan kerjasama yang telah disepakati dalam bentuk MoU. peningkatan kemampuan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 II. Selain itu Jawa Barat juga aktif dalam forum Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APSI) yang merupakan asosiasi pemerintah provinsi pada tingkat nasional. kerjasama peningkatan kompetensi pegawai dengan Pemerintah Jerman (GTZ-RED) dengan mengirimkan 2 pegawai. DKI Jakarta. selain kerjasama dalam menyelesaikan masalah di wilayah perbatasan. materi.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT adanya pola swadaya masyarakat berupa sumbangan dana. serta pelatihan-pelatihan yang lain yang mendukung kinerja dan prestasi kerja. pihak swasta. Sesuai dengan kewenangan atau urusan provinsi dalam penegakan hukum diperlukan peraturan sebagai instrumen penegakan hukum dengan penetapan peraturan daerah.11 . Letter of Intens dan lain-lain. Pada Tahun 2007 telah berhasil ditetapkan 6 peraturan daerah. bintek. Disamping itu telah dilakukan pula sosialisasi peraturan perundang-undangan. makanan. Kerjasama antar provinsi yang berbatasan antara lain dengan Provinsi Banten. Melalui kerjasama antar provinsi tersebut.

2 A. Sedangkan faktor internal yang akan mempengaruhi perekonomian Jawa Barat untuk Tahun 2009 diperkirakan adalah: Pertama. keenam. Perkembangan lingkungan ekternal perekonomian Jawa Barat sangat dipengaruhi oleh kebijakan perekonomian nasional dan internasional (global).PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Tim Rencana Aksi Nasional HAM. jumlah penduduk. sehingga terjadi ketidakstabilan harga di pasaran. kedua. keempat. kelima. akan mempengaruhi tingkat efisiensi perekonomian dan peningkatan daya tarik bagi para investor. fenomena ini akan mengakibatkan ketersediaan produk pangan terganggu. Kedua. Berdasarkan kondisi tersebut. dan penegakan Perda Provinsi Jawa Barat. kondisi ini di satu sisi merupakan potensi pasar barang dan jasa. makin beratnya beban pemerintah dalam penyediaan subsidi komoditas seperti energi dan pangan serta produk lainnya yang akan menuntut peran daerah yang lebih besar dalam pengelolaan pembangunan daerahnya. fasilitasi terhadap fungsi legislasi DPRD. Ketiga. penurunan kontribusi sektor primer yang mengakibatkan terjadinya pengangguran kentara (daesgues Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 II. Ketiga. terjadinya krisis energi yang disebabkan oleh kenaikan harga minyak dunia yang berpotensi terhadap meningkatnya tekanan inflasi dan perlambatan pertumbuhan ekonomi. ketergantungan pangan terhadap produk impor. makin beratnya persaingan antar negara dan antar wilayah dalam upayanya menarik investasi.12 . Ketimpangan daya tarik menyebabkan investasi tidak merata penyebarannya. baik pada tatanan perkembangan lingkungan eksternal maupun internal. namun disisi lain merupakan beban pembangunan ekonomi. sementara perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia berpotensi menurunkan kinerja ekspor sehingga perlu upaya pengembangan energi alternatif dan substitusi energi. TANTANGAN DAN PROSPEK PEREKONOMIAN DAERAH Tantangan Perekonomian Jawa Barat baik secara langsung maupun tidak langsung dipengaruhi oleh fenomena-fenomena yang berkembang saat ini dan yang akan datang. regulasi perekonomian nasional dan advokasi alokasi anggaran pusat sesuaikan dengan peran dan kontribusi Provinsi Jawa Barat terhadap perekonomian nasional. makin tingginya desakan implementasi pembangunan yang berkelanjutan serta food safety. 2. faktor eksternal yang mempengaruhi perekonomian Jawa Barat pada Tahun 2009 diperkirakan adalah: pertama. ketersediaan infrastruktur wilayah melalui penyediaan sarana dan prasarana yang relatif baik.

tantangan ini harus dapat diatasi secara proporsional melalui penetapan prioritas pembangaunan daerah. walaupun dihadapkan pada tantangan semakin berat. pertumbuhan ekonomi Jawa Barat diperkirakan didorong oleh sektor perdagangan. sektor konsumsi rumah tangga diperkirakan masih menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi Jawa Barat. serta penyaluran kredit konsumsi oleh perbankan. Disamping itu rencana pembentukan ZONI sebagai Kawasan Ekonomi Khusus Indonesia di wilayah Kabupaten Bekasi diharapkan dapat meningkatkan minat dan realisasi investasi PMA dan PMDN ke Jawa Barat. Di sisi lain. Prospek Perekonomian Daerah Prospek perekonomian Jawa Barat pada Tahun 2009 diperkirakan tetap optimis. B. Optimisme terhadap ekonomi Jawa Barat muncul seiring dengan kondisi makro ekonomi yang semakin membaik dari tahun ke tahun. Dalam rangka mendorong sektor pariwisata. dan wisatawan domestik ditargetkan sebanyak 37. sehingga terjadinya sinergitas dan kebersamaan dari semua stakeholder pembangunan di Jawa Barat.5 juta orang. Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah mencanangkan program “West Java Tourism Board 2008”. Keempat. Di sisi penawaran. Oleh karena itu. Sementara itu. penetapan rencana kerja dan pendanaannya. stimulus fiskal pemerintah daerah diperkirakan semakin meningkat. Realisasi investasi diperkirakan semakin meningkat didukung oleh semakin luasnya implementasi program Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PPTSP) baik di tingkat provinsi maupun di berbagai kabupaten/kota di Jawa Barat. Disamping itu kecenderungan peningkatan realisasi kredit produktif untuk UMKM akan mampu mendorong produksi produk unggulan yang berdaya saing ekspor sebagai produk utuh maupun sebagai bahan baku produk lainnya.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT employment) dan urbanisasi. iklim ketentraman dan ketertiban yang kondusif. jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Jawa Barat ditargetkan sebanyak 700 ribu orang. Pertumbuhan sektor konsumsi rumah tangga ditopang oleh perbaikan daya beli yang bersumber dari kenaikan gaji dan Upah Minimum Provinsi (UMP). sektor industri pengolahan khususnya subsektor mesin dan alat angkut diperkirakan masih tumbuh tinggi sejalan dengan masih Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 II. hotel. Tantangan-tantangan tersebut di atas sangat menentukan perkembangan dan pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat.13 . Di sisi permintaan. kondisi ini sangat mempengaruhi kelancaran usaha dan aktivitas ekonomi. Pada Tahun 2008. dan restoran (PHR). serta penataan hubungan tata kerja dalam pelaksanaannya.

komitmen terhadap optimalisasi Tim Gerakan Anti Korupsi yang sudah dirintis sejak Tahun lalu.14 .2 % dan pengurangan pengangguran menjadi 5. akuntabilitas kinerja pemerintahan juga diharapkan akan semakin membaik.3 ARAH KEBIJAKAN EKONOMI DAERAH Sebagai Tahun terakhir dari pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2004 – 2009.1 %. 2. Keterbatasan keuangan daerah dalam pembiayaan pembangunan daerah berimplikasi luas terhadap perekonomian daerah. Stabilitas ekonomi dijaga melalui pelaksanaan kebijakan moneter yang berhati-hati serta pelaksanaan kebijakan fiskal yang mengarah pada kesinambungan fiskal (Fiscal Sustainability). Stabilitas ekonomi juga akan didukung dengan reformasi struktural di berbagai bidang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 II. Dorongan terhadap pertumbuhan ekonomi juga diberikan dengan mempercepat pembangunan infrastruktur dan penyediaan energi termasuk listrik. Dengan tetap memberi ruang gerak bagi peningkatan kegiatan ekonomi. Sementara itu. kebijakan ekonomi makro Tahun 2009 diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan berdimensi pemerataan untuk mencapai sasaran pengurangan kemiskinan menjadi 8. diharapkan dapat mendorong kinerja industri TPT Jawa Barat. Untuk itu. dimana pada Tahun 2009 akan didukung oleh kepala daerah hasil dari proses demokrasi masyarakat Jawa Barat.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT cerahnya prospek penjualan kendaraan bermotor pada Tahun 2008. Sektorsektor tersebut juga akan terdorong oleh aktivitas Pemilihan Umum Presiden yang diperkirakan akan meningkatkan permintaan pada beberapa produk dan jasa. Kebijakan ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan ekonomi dalam menciptakan lapangan kerja dan mengurangi kemiskinan. serta mendorong daya saing industri pengolahan. perlu dilakukan terobosanterobosan melalui pencarian sumber-sumber pembiayaan non-APBD baik di tingkat regional. nasional maupun internasional melalui pembentukan tim pencarian sumbersumber pembiayaan alternatif yang dikoordinasikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Disamping pertumbuhan ekonomi Jawa Barat yang semakin membaik. Pertumbuhan ekonomi didorong terutama dengan meningkatkan investasi dan ekspor pada komoditas non migas dan pertambangan. program restrukturisasi mesin Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) yang telah berjalan sejak 2007 yang lalu. Investasi juga didorong dengan meningkatkan produktivitas dan akses UKM pada sumberdaya produktivitas.

5% 6. Pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan berkualitas dilakukan melalui pengembangan industri input untuk memperkuat sisi hilir dan meningkatkan nilai tambah dan produktivitas baik di kegiatan agribisnis maupun industri pengolahan.15 .48 82.24 juta jiwa 1. INDIKATOR a.99% 5.8% 8.4 Proyeksi Kondisi Perekonomian Regional Makro Tahun 2009 No 1.20% (<9 juta) >14% 72. serta peningkatan koordinasi dengan otoritas keuangan melalui jaring pengaman sistem keuangan. Indeks Kesehatan c. Penguasaan teknologi informasi yang didukung pembangunan infrastruktur wilayah yang strategis merupakan upaya akselerasi perwujudan dan pencapaian kesejahteraan masyarakat. Peningkatan kemitraan antar usaha kecil dan menengah dan jejaringnya merupakan kekuatan penggerak pertumbuhan ekonomi. Pembangunan ekonomi daerah Jawa Barat diarahkan pada peningkatan nilai tambah segenap sumber daya ekonomi melalui pengembangan agribisnis.5% . yang ditunjang oleh pengembangan dunia usaha.398 Trilyun <21. 3. infrastruktur dan keuangan daerah. Bagi Jawa Barat. perlindungan dana masyarakat. Stabilitas ekonomi juga ditingkatkan melalui penyediaan kebutuhan pokok rakyat dengan cadangan beras yang memadai.5% .971.70 9.6. Jumlah Penduduk b.8% Rencana Tahun 2009 43. Indeks Pendidikan b. 5.31 83.03 Trilyun <21. 6. 4. Tabel 2. investasi. Pada tahap ini kebijakan ekonomi daerah diarahkan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan berkualitas melalui pengembangan kegiatan utama (core business) dengan mewujudkan tujuan bersama (common goals) dengan berdasarkan potensi lokal untuk mengurangi disparitas kesejahteraan antar wilayah serta memantapkan infrastruktur wilayah dalam rangka mendukung pemerataan dan pertumbuhan ekonomi.09 72. jasa.59 60.39 <9. Indeks Daya Beli Proporsi Pengangguran Rencana Tahun 2008 42. Tahun 2009 adalah tahun kedua dalam pelaksanaan RPJMD 2008-2013.15 71.3% .5% – 6.9.99% 5. bisnis kelautan.5% Rp.7. 2.2% 8.44 61. industri manufaktur. 307.4 juta jiwa 1.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT dan meningkatnya ketahanan sektor keuangan melalui penguatan dan pengaturan jasa keuangan. 7.20% (<9 juta) 14% 71. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 II. dan pariwisata. Proyeksi kondisi perekonomian regional makro Tahun 2009 dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Laju Pertumbuhan Penduduk Laju Pertumbuhan Ekonomi Inflasi PDRB adh Konstan Tahun 2000 Jumlah Keluarga Miskin Laju Pertumbuhan Investasi IPM a.9% Rp 293.

61% .35% 7. Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. dan Hasil Penjualan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 II. APBD merupakan dasar pengelolaan keuangan daerah dalam masa 1 (satu) tahun anggaran terdiri atas pendapatan daerah.6.36% . Dana Darurat.57 Trilyun 5. dan Dana Alokasi Khusus. Sumber Daya Alam (SDA). 3) Kelompok-lain-lain pendapatan daerah yang sah meliputi Hibah. Penerimaan Pinjaman Daerah. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. belanja daerah dan pembiayaan daerah.73% 6. Dana Bagi Hasil Pajak dari Pemerintah Kab/Kota. Dana Penyesuaian dan Dana Alternatif Khusus.4 ANALISIS DAN PERKIRAAN SUMBER-SUMBER PENDANAAN DAERAH Anggaran pembangunan daerah pada Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2009 memberikan gambaran anggaran pembangunan yang diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan dengan memperhatikan kemampuan fiskal Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Sesuai dengan Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah.7. 12. dan Dana Bantuan Keuangan.29% 6.47% Rencana Tahun 2009 Rp.53% Sumber : Hasil Analisis Bapeda Provinsi Jawa Barat 2007 2. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Anggaran pembangunan daerah tersebut pendanaannya bersumber antara lain dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). dan pendanaan dari masyarakat serta swasta untuk semua kegiatan yang akan dicantumkan dalam Blue Book Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Jawa Barat. Dana Alokasi Umum.16 . Pajak Penghasilan (PPh) Perorangan. Retribusi Daerah. 10. Sedangkan pembiayaan bersumber dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA). 110.8.52% 7.08 Trilyun 7.40% . Hasil Perusahaan milik Daerah dan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan dan Lain-Lain Pendapatan Asli Daerah. dan Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah serta lebih teknis mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah yang direvisi menjadi Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007. 2) Dana Perimbangan yang meliputi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Sumber penerimaan daerah terdiri atas 1) Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang terdiri dari kelompok Pajak Daerah. INDIKATOR Investasi LP Pertanian LP Industri LP Perdagangan Rencana Tahun 2008 Rp 96. Dana Cadangan Daerah (DCD).PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT No 9. 11.

248.712.520.258.603.642. sebagaimana tabel berikut dibawah ini.000.09 5.625.434.255 84.d 2006 Perda tentang Perhitungan/Realisasi APBD.885.00 3.667.2008 Tahun APBD APBN/BLN Swasta Jumlah Dana Pembangunan 67.831.000.00 36.000.000.214.000.000.000 87. DIPA APBN/BLN TA 2003 – 2008 Perkembangan dana pembangunan di Jawa Barat secara keseluruhan yang berasal dari dana APBD dan APBN/BLN (dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan).919.416.751.933.700.222.331.000. 93 trilyun. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Pendapatan Daerah Perkembangan target Pendapatan Asli Daerah Provinsi Jawa Barat selama kurun waktu 6 Tahun (2003-2008).06% sedangkan dana yang yang bersumber dari swasta pada Tahun 2008 ditargetkan sebesar Rp.656.542.173.93 5.023. Sumber pendanaan pembangunan di Jawa Barat selama 5 (lima) Tahun (2003-2008) secara keseluruhan adalah sebagai berikut : Tabel 2.887.00 3.000 75. rata-rata pertumbuhan per tahun mengalami kenaikan sebesar 21.86 %. Tahun 2007 Realisasi APBD dan Tahun 2008 Perda tentang APBD (Murni). daerah menerima dana yang bersumber dari Pemerintah Pusat berupa dana dekonsentrasi dan dana tugas pembantuan yang mana dana tersebut sesuai dengan kebijakan Pemerintah Pusat yang diperuntukan bagi kepentingan pelaksanaan pembangunan di Jawa Barat.00 2.298.026.254.510.628.214 70.000 - 13.000 Rencana 2008 6.185.000.142 96.000.765.752 -30% 48% 19% 14% Pertumb uhan per Tahun 2003 2004 2005 2006 2007 3.09 5. rata-rata per tahun mengalami penurunan sebesar 13.395.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Kekayaan Daerah yang dipisahkan.579.984.000 40.593.564.260.551.321.752.000.925.00 93.000.049.17 .000. yang masuk ke Jawa Barat selama kurun waktu 6 Tahun (2003-2008).000.000 61.347.473. Sedangkan dana masyarakat dan swasta sangat dibutuhkan dan menentukan keberhasilan pembangunan di Jawa Barat yang memberikan kontribusi lebih dari 80% dari total pembangunan.000.000. 2.640.660.420.820.1 PEMERINTAH A.4.715.000.142.055. Selain dana dari penerimaan daerah tersebut.137.298.249.000.25 3.131.701. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 II.569.568.739.06 Rata-Rata Pertumbuhan Per Tahun Sumber : data APBD Tahun 2003 s.84 27.5 Perkembangan Dana Pembangunan di Provinsi Jawa Barat Tahun 2003 .00 3.258 47.000.355.000.22 4.223.440.

751.049.569.621. Perda APBD 2008 (Murni) Berdasarkan tabel 2.593.846.055. Tahun 2008 Perda tentang APBD (Murni) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 II.404.028.748.63 3.055.420.37 3.87 60.56 64.6 apabila dilihat dari pertumbuhan realisasi PAD selama kurun waktu 2003-2007 rata-rata mengalami kenaikan sebesar 18.479.404.950.920.79 6.25 65.241.03 3. Ini dapat diartikan bahwa sumber-sumber potensi pendapatan daerah masih cukup banyak yang dapat digali dan dikembangkan sebagai sumber pendanaan bagi pembangunan daerah.22 4.84 3.00 11.73 6.321.359.6 Perkembangan Rencana dan Realisasi PAD Provinsi Jawa Barat Tahun 2003-2008 Tahun 2003 2004 2005 2006 2007 Rencana 2008 Rencana PAD 1.73 Rata-rata Per Tahun Sumber : Perda APBD Tahun 2004 -2007 dan Ranc.00 3.24 67.593.00 31.119. Tahun 2007 Realisasi APBD.d 2006 Perda tentang Perhitungan/Realisasi APBD. Tabel 2.17 2.35 76.399.568.15 26.170.023.415.98 13.18 .15 Rencana 2008 4.700.593.40 63.802.712.564.84 Proporsi % 55.119.258.73 2.026.09 5.14 29.734.15 26.00 4.208.055.00 Pertumbuhan % 31.05 4.84 3.86 - 18.96 21.762.537.938.604.950.351.60 Rata-rata Realisasi Per Tahun Sumber : Data Tahun 2003 s.619.89 29.050.170.660.593.512.73%.93 5.767.479.919.63 3.241.17 APBD 3.2007 Tahun 2003 2004 2005 2006 2007 REALISASI PAD 2.116.734.95 13.185.831.640.96 18.00 11.000.53 Pertumbuhan PAD Realisasi Pertumbuhan 31. Jika memperhatikan kemampuan keuangan dari Pendapatan Asli Daerah Provinsi Jawa Barat dengan rata-rata kontribusi per tahun terhadap APBD sebesar 64.996.359.920. Sedangkan apabila dibandingkan dengan target yang ditetapkan dan realisasi pendapatan yang dicapai pada tahun yang sama memperlihatkan bahwa rata-rata terjadi under target artinya target yang ditetapkan selalu dapat tercapai bahkan melampaui target.885.565.00 2.00 2.734.336.593.767.855.254.7 Perkembangan Realisasi Pendapatan Asli Daerah Dibandingkan dengan APBD Provinsi Jawa Barat Tahun 2003 .980.05 4.800.050.73 2.336. sehingga Dana Alokasi Umum (DAU) pada Tahun 2008 berkurang dari tahun sebelumnya.748.214.105.565.938.60% berarti bahwa secara kemampuan fiskalnya sudah masuk dalam kategori cukup mampu.37 3.846.807.887.640.142.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Tabel 2.604.447.800.535.09 5.807.415.298.131.

DAU yang diluncurkan dari pemerintah ke daerah bertujuan untuk menghindari kesenjangan fiskal (fiscal gap) antar daerah yang ditetapkan berdasarkan kriteria tertentu yang menekankan pada aspek pemerataan dan keadilan yang selaras dengan penyelenggaraan urusan pemerintahan yang formula dan perhitungannya ditetapkan sesuai undang-undang.001.000.000.086. namun diharapkan Pemerintah dalam melakukan operasi formula DAU sesuai undangundang bersifat transparan.00 1.630.49 1.00 1. Berdasarkan Perkembangan Dana Alokasi Umum (DAU) Provinsi Jawa Barat selama kurun waktu 5 Tahun terakhir cenderung menurun. memiliki prospek yang cukup baik untuk lebih ditingkatkan dengan memperbanyak Wajib Pajak.88 6. Pendapatan dari bagi hasil pajak yang bersumber dari Pajak Bumi dan Bangunan. dan Pajak Penghasilan (PPh) Perorangan menunjukkan peningkatan terus setiap tahunnya.066.756.298.00 1.54 1.527. maka daerah tersebut dianggap atau dikategorikan sudah mandiri dalam kemampuan fiskalnya.954.853.124.663.82 13.313.093.795.705.29 - Rata-rata Per-Tahun Sumber : Perda Perhitungan APBD Tahun 2003 -2008 9.106.567. Tabel 2.700.50 1.197.78 0.220.569.301.11 1.14 - Pertumbuhan % 9.000.059. Sementara untuk bagi hasil bukan pajak yang berupa bagi hasil sumber daya alam yang saat ini menunjukkan kecenderungan stagnasi sehingga memerlukan perhatian yang cukup serius dari pemerintah daerah untuk lebih dapat mengoptimalkan potensi sumber daya alam.308.00 1.00 7.811. Adapun perkembangan realisasi dana perimbangan selama Tahun 2003 sampai dengan Tahun 2008 sebagaimana tabel berikut ini .891.8 Perkembangan Rencana dan Realisasi Dana Perimbangan Provinsi Jawa Barat Tahun 2003-2008 Tahun 2003 2004 2005 2006 2007 Rencana 2008 Rencana 1. Sedangkan dana yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) sejak Tahun 2003 – 2007 untuk provinsi tidak ada. berdasarkan formula dan perhitungan tersebut sesuai tujuannya diharapkan apabila dari tahun ke tahun suatu daerah alokasi DAU-nya menurun.904.886.098.415.648.066. bahkan pada Tahun 2008 dibuka peluang.730.55 Realisasi 1.522. hal ini menunjukkan bahwa kemampuan fiskal Provinsi Jawa Barat dapat dikategorikan mendekati kearah mampu atau mandiri.45 35.160.00 1.00 1.846.120.105.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Dana perimbangan terdiri dari bagi hasil pajak/bukan pajak dan Dana Alokasi Umum (DAU). Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan.539.19 .28 Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 II.06 37.26 1.00 Pertumbuhan % 2.522.000. namun Jawa Barat belum berkesempatan mendapat DAK.

Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 II. Sementara perkembangan berdasarkan realisasi selama kurun waktu 2003-2007 menunjukkan pertumbuhan rata-rata sebesar 13.660.84 2004 4.484.71 97.563.47% per tahun sebagaimana tabel 2.89 19.22 4.089.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Perkembangan target dari dana perimbangan secara total selama kurun waktu 6 Tahun terakhir (2003-2008) rata-rata pertumbuhannya per tahun adalah sebesar 9.254. Peningkatan kualitas kehidupan masyarakat diwujudkan melalui prestasi kerja dalam pencapaian standar pelayanan minimal sesuai dengan peraturan perundangundangan.09 6.201.02 85. Realisasi kontribusi dana perimbangan terhadap APBD dalam kurun waktu yang sama rata-rata sebesar 25.026.564.831.9 Perkembangan Realisasi Total Pendapatan Provinsi Jawa Barat Tahun 2003 .d 2006 Perda tentang Perhitungan/Realisasi APBD.887.65 90.700.373.298.164.919. pendidikan.420.2007 Tahun Pendapatan Pertumbuhan % 23.87 2005 4.888.954. Belanja Daerah Belanja Daerah dipergunakan dalam rangka mendanai pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan provinsi atau kabupaten/kota yang terdiri dari urusan wajib.01%.30 4.47 2003 3. Tabel 2.97%. Belanja penyelenggaraan diprioritaskan untuk melindungi dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat dalam upaya memenuhi kewajiban daerah yang diwujudkan dalam bentuk peningkatan pelayanan dasar.885.82 84.046. Dana Perimbangan dan lain-lain pendapatan daerah yang sah dalam kurun waktu 2003-2007 mengalami peningkatan sebesar 16.824.025. fasilitas sosial dan fasilitas umum yang layak serta mengembangkan sistem jaminan sosial. Tahun 2008 Perda tentang APBD (Murni) Perkembangan realisasi total pendapatan Provinsi Jawa Barat yaitu penerimaan dari Pendapatan Asli Daerah.40 Proporsi % 84.253.264.09 5.16 88. urusan pilihan dan urusan yang penanganannya dalam bidang tertentu yang dapat dilaksanakan bersama antara pemerintah dan pemerintah daerah atau antar pemerintah daerah yang ditetapkan dengan ketentuan perundang-undangan.00 2007 6.42 16.142.00 Rata-rata per Tahun Sumber : Data Tahun 2003 s.60 19.003.545.051.9 tersebut di atas.82%.912.265.258.20 . Perkembangan target alokasi belanja daerah Pemerintah Provinsi Jawa Barat selama kurun waktu 6 Tahun terakhir (2003-2008) mengalami kenaikan sebesar 14.80 APBD 3.689.712. Tahun 2007 Realisasi APBD.966.460.28%.464.044.84 2006 5.80% per tahun dan kontribusinya terhadap APBD sebesar 88.214.578.93 5.023. kesehatan.

641.80% (sebagaimana tabel berikut ini : Tabel 2.40 18.132.826.473.349.60 92.300.142.00 4.763.05 5.826.09 5.224.58 3.15 4.2008 Dibandingkan dengan APBD Tahun 2003 .00 4.04 5.88 75. bunga.84 4.738.95%.17 7.318.282.253.17 17.93 19.856.214.564.712.89 18.00 4.272.84 Pertumbuhan % 12.011.10 Perkembangan Rencana dan Realisasi Belanja Provinsi Jawa Barat Tahun 2003-2008 Tahun 2003 2004 2005 2006 2007 Rencana 2008 Rencana Belanja 3.356. Perkembangan belanja daerah Provinsi Jawa Barat selama kurun waktu 5 tahun (2003-2007) rata-rata pertumbuhan per tahun belanja SKPD mengalami kenaikan sebesar 2.887. Belanja tidak langsung terdiri dari belanja pegawai.01 Sumber : Data Tahun 2003 s.39% dan 44.011.700.929.670.40 Proporsi% 80.01 - 16.11.254.300.09 Realisasi Belanja 3.40 Pertumbuhan % 17.245.164.258.567.11 Perkembangan Realisasi Alokasi Belanja Daerah Tahun 2003 .72 16.376.132.180.641.247. bantuan sosial.738.00 3.773.902.40 13.267.899.907.00 3.567.249.80 Pertumbuhan % APBD 3.00 93.21 .306.89 18.93 5. subsidi. Tabel 2.593.84 4.907.885.89%.090.63 77.356.05 5.309.95 84.420.17 17.101.72 5.056. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 II.201.781. hibah.80 Rata-rata Per Tahun Sumber : Perda APBD Tahun 2004 -2007 dan Ranc.180.904.083.781.439.912. bantuan keuangan dan belanja tidak terduga.306.902.40 13.023.670.131.788.01% per tahun sebagaimana terlihat pada Tabel 2.249.224.46 14.22 4. Perda APBD 2008 (Murni) Untuk rata-rata proporsi perkembangan realisasi alokasi belanja daerah terhadap APBD sebesar 84.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT sementara perkembangan realisasi alokasi belanja daerah selama kurun waktu 2003-2007 rata-rata mengalami peningkatan sebesar 16.282.606.309.522.25%.831.09 6.267.679. dan belanja tidak terduga mengalami penurunan sebesar -1. Tahun 2007 Realisasi APBD Sesuai Pasal 37 Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 belanja daerah terbagi atas Belanja Tidak Langsung dan Belanja Langsung.660.40 Rata-rata per Tahun 17.d 2006 Perda tentang Perhitungan/Realisasi APBD.298. belanja bagi hasil.923.773.026.2007 Tahun 2003 2004 2005 2006 2007 Belanja 3. belanja bagi hasil dan bantuan keuangan naik sebesar 18.919.25 12.

12 berikut ini : Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 II. dan belanja tidak terduga naik sebesar 1. belanja bagi hasil dan bantuan keuangan naik sebesar 20.92%.22 . perkembangannya sebagaimana Tabel 2.41%.33% dan 19.58%.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Sedangkan proporsi masing-masing belanja terhadap total belanja rata-rata per tahun belanja SKPD meningkat sebesar 30.

00 693.097.26 15.612.319.766.50 920.2007 No Uraian 2003 2004 2005 2006 2007 2008 (Rencana) Rata2 Pertumbuhan per Tahun(%) Rata2 Proporsi per Tahun (%) 84. Tahun 2008 Perda tentang APBD (Murni) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 II.74 85.564.206.383.185.099.80 26.89 (1.430.400.00 70.00 414.840.480.770.00 1.309.370.255.929.999.00 1.460.98 1.736.346.514.700.000.00 649.88 18.585.09 11.50 4.000.255.25 12.670.41 30.25 16.235.118.961.58 1.410.452.434.188.00 1.758.464.00 862.000.004.356.866.773.162.494.22 1.896.826. Tahun 2007 Realisasi APBD.887.12 Perkembangan Rincian Belanja Tahun 2003 .887.00 1.419.597.73 724.321.535.036.675.258.712.685.130.254.719.306.902.163.990.50 524.814.023.84 5.076.061.520.660.00 2.119.420.593.164.253.37 5.81 6.571.40 5.39 44.73 60.328.25 4.00 3.201.207.576.000.972.000.298.457.93 5.317.348.282.214.809.323.31 3.290.44 892.006.22 3.641.214.950.380.00 50.859.166.639.157.306.800.000.00 1.300.267.567.00 69.67 6.711.885.393.92 Belanja 1 Belanja Tidak Langsung Belanja Pegawai Belanja Bagi Hasil Belanja Bantuan Belanja Tidak terduga 2 Belanja Langsung Volume APBD 3.732.026.102.253.00 497.142.261.919.101.180.046.000.345.421.767.030.944.366.954.224.653.132.83 Sumber : Data Tahun 2003 s.640.00 4.131.321.147.09 5.814.00 1.990.582.697.00 1.781.686.736.527.223.438.262.468.061.831.485.95) 2.163.97 1.504.966.258.00 641.532.00 2.138.00 1.d 2006 Perda tentang Perhitungan/Realisasi APBD.899.23 .803.013.623.00 70.01 53.587.00 1.595.272.246.298.571.00 1.77 20.394.599.854.341.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Tabel 2.912.33 19.09 4.84 2.412.384.827.94 786.

PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT

Pembiayaan merupakan transaksi keuangan yang dimaksudkan untuk menutupi selisih antara Pendapatan dan Belanja Daerah. Adapun pembiayaan tersebut bersumber dari sisa lebih perhitungan anggaran sebelumnya (SiLPA), pencairan dana cadangan, hasil penjualan kekayaan daerah yang dipisahkan, penerimaan pinjaman daerah, penerimaan kembali pemberian pinjaman dan penerimaan piutang daerah. APBD Provinsi Jawa Barat setiap tahun mengalami defisit anggaran namun dapat ditutup dengan pembiayaan, pertumbuhan defisit anggaran tersebut rata-rata per tahun selama kurun waktu 5 Tahun (2003-2007) mengalami peningkatan sebesar 59,73 %, untuk menutupi anggaran defisit tersebut yaitu dari penerimaan pembiayaan dengan ratarata pertumbuhan per tahun mengalami kenaikan sebesar 16,81%, begitu pula pengeluaran pembiayaan rata-rata pertumbuhan per tahun mengalami kenaikan sebesar 7,26%. Tabel 2.13 Perkembangan Realisasi Pembiayaan Tahun 2003 - 2007
Pembiayaan Tahun Penerimaan 620,935,965,168.38 668,422,608,753.22 875,138,565,709.09 597,764,790,658.01 958,625,636,351.00 7.65 30.93 (31.69) 60.37 Pertumbuhan Penerimaan Pengeluaran 752,639,694,356.22 1,042,319,998,034.09 399,222,649,300.13 180,914,529,145.00 374,391,270,897.00 38.49 (61.70) (54.68) 106.94 Pertumbuhan Pengeluaran Surplus/Defisit Pertumbuhan Defisit

2003 2004 2005 2006 2007
Rencana 2008

(131,703,729,187.84) (373,897,389,280.87) (475,915,916,408.96) (416,850,261,513.01) (584,234,365,454.00) 183.89 27.29 (12.41) 40.15

488,843,335,506.25

(49.00)
16.81

256,029,693,745.00

(31.61)
7,26

(232,813,641,761.25)

(60.15)
59.73

Rata-Rata per Tahun

Sumber :

Data Tahun 2003 s.d 2006 Perda tentang Perhitungan/Realisasi APBD, Tahun 2007 Perda tentang Perubahan APBD, Tahun 2008 Perda tentang APBD (Murni)

B.

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Dana pembangunan yang bersumber dari APBN cukup besar hingga mencapai

Rp. 3,227 trilyun pada Tahun 2008. Hal ini mengalami peningkatan sebesar 23% dari Tahun 2007, dana APBN tersebut terdiri dari APBN Dekonsentrasi dan APBN Tugas Pembantuan. Untuk Dana APBN Dekonsentrasi pada Tahun 2008 alokasi untuk Pemerintah Provinsi Jawa Barat tersebar di 23 (dua puluh tiga) SKPD, sedangkan untuk Tahun 2007 tersebar di 24 (dua puluh empat) SKPD Lingkup Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat merupakan SKPD yang memperoleh alokasi dana APBN Dekonsentrasi terbesar, baik pada Tahun 2007 yang besarnya mencapai Rp. 2,519

Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009

II- 24

PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT

trilyun, maupun pada Tahun 2008 yang mencapai Rp. 3,082 pada Tahun 2007

Trilyun. SKPD yang

memperoleh alokasi terbesar kedua adalah Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat dimana mencapai Rp. 181,185 milyar, sedangkan alokasi terkecil penerima Rp. 46.544.000,dana APBN Dekonsentrasi adalah Badan Pengelola Sistem Informasi Daerah (Bapesitalda) pada Tahun 2007 dan 2008, hanya memperoleh dana sebesar

Distribusi alokasi dana APBN Dekonsentrasi yang diterima Provinsi Jawa Barat melalui SKPD Provinsi Jawa Barat, untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 2.14 berikut ini. Tabel 2.14 Alokasi Dana APBN Dekonsentrasi Per SKPD Di Provinsi Jawa Barat Tahun 2007-2008
JUMLAH DANA NO 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. SKPD Tahun 2007 DINAS PERTANIAN DINAS PETERNAKAN DINAS PERIKANAN DINAS PERKEBUNAN DINAS KEHUTANAN DINAS PERINDAG DINAS INDUSTRI AGRO DINAS KOPERASI UKM DISTAMBEN DINAS PSDA DINAS SOSIAL DISNAKERTRANS DINAS PENDIDIKAN DINAS KESEHATAN BAPEDA BAPESITELDA BAKESBANGLINMASDA BALITBANGDA BAPUSDA BASIPDA BPMD BPLHD BIRO DEKONSENTRASI BIRO KEGAWAIAN BIRO BINA PRODUKSI BIRO HUKUM BALAI PROTEKSI TPH BPSB TPH Jumlah 27.046.579.000 8.854.010.000 28.158.000.000 4.664.997.000 1.820.114.000 1.650.000.000 846.320.000 9.037.000.000 3.656.692.000 1.503.050.000 34.897.554.000 17.600.835.000 2.519.225.473.000 181.185.557.000 559.468.000 165.307.000 17.250.000.000 150.000.000 354.930.000 1.249.635.000 27.170.000.000 613.380.000 8.934.100.000 2.805.000.000 2.899.398.001.000 Tahun 2008 35.556.176.000 7.406.869.000 11.647.736.000 3.828.480.000 4.425.248.000 4.887.680.000 478.851.000 5.804.300.000 1.000.000.000 30.241.535.000 6.954.683.000 3.082.288.118.000 1.436.040.000 46.544.000 548.580.000 152.415.000 2.605.000.000 150.000.000 4.101.109.000 500.000.000 567.355.000 233.858.000 22.983.800.000 3.226.944.377.000

Sumber : Bapeda Provinsi Jawa Barat, 2007

Sedangkan untuk dana APBN Tugas Pembantuan (Tuban) untuk Provinsi Jawa Barat pada Tahun 2008 mengalami kenaikan yang signifikan dibandingkan dengan alokasi Tugas Pembantuan pada Tahun 2007, yaitu sebesar Rp. 198,833 Milyar pada Tahun 2008 yang tersebar di 11 (sebelas) SKPD dan sebesar Rp. 34,708 Milyar pada Tahun

Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009

II- 25

PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT

2007 yang tersebar di 5 (lima) SKPD, yaitu Dinas Perkebunan sebesar Dinas Perternakan

Rp. 11, 325

Milyar, Dinas Kesehatan sebesar Rp. 10,551 Milyar serta alokasi terkecil berada pada yakni sebesar Rp. 846 Juta,-. Berbeda dengan tahun sebelumnya, pada Tahun 2008 alokasi dana APBN tugas pembantuan didistribusikan kepada 11 (sebelas) SKPD yang sebelumnya 5 (lima) SKPD, yakni ditambah SKPD Dinas Koperasi UKM, Dinas Bina Marga, Dinas Tarkim, Dinas PSDA dan Dinas Pendidikan. Pada Tahun 2008 alokasi Tugas Pembantuan terbesar berada pada Dinas Bina Marga yakni sebesar Rp. 93,005 Milyar kemudian Dinas PSDA sebesar Rp. 61,503 Milyar dan yang mendapatkan alokasi terkecil adalah Biro Bina Produksi Setda Provinsi Jawa Barat sebesar Rp. 190 juta. Rincian lengkapnya disajikan pada Tabel 2.15 berikut ini. Tabel 2.15 Alokasi Dana APBN Tugas Pembantuan Provinsi Jawa Barat Tahun 2007-2008
NO 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. SKPD DINAS PERTANIAN DINAS PETERNAKAN DINAS PERIKANAN DINAS PERKEBUNAN DINAS KOPERASI DAN UKM DINAS BINA MARGA DINAS TARKIM DINAS PSDA DISNAKERTRANS DINAS PENDIDIKAN DINAS KESEHATAN BIRO BINA PRODUKSI 34.708.521.000 Alokasi Anggaran Tahun 2007 3.485.000.000 846.500.000 11.325.521.000 8.551.500.000 10.500.000.000 Tahun 2008 1.786.000.000 3.579.095.000 6.672.180.000 2.464.433.000 4.968.466.000 93.005.765.000 1.100.000.000 61.503.789.000 8.893.844.000 14.670.000.000 190.000.000 198.833.572.000

2.4.2 DANA MASYARAKAT DAN MITRA Dalam melaksanakan seluruh program pembangunan yang dicanangkan oleh Provinsi Jawa Barat, diperlukan dukungan dana dan kontribusi dari semua pihak. Dana pembangunan tidak saja berasal dari Pemerintah dan Pemerintah Daerah, namun juga

Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009

II- 26

PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT

bersumber dari private/swasta dan masyarakat. Proporsi dana yang berasal dari swasta dan masyarakat ini sangat besar dibandingkan dana pembangunan yang bersumber dari Pemerintah. Tabel 2.16 Investasi Provinsi Jawa Barat Tahun 2003-2007
Uraian
Investasi PDRB LPE(%) ICOR

Tahun 2003
44,136,173,739,258.20 243,793,194,000,000.00 4.39 3.80

2004
21,293,603,223,214.10 304,458,450,690,000.00 4.77 1.24

2005
27,696,249,473,254.90 389,268,649,470,000.00 5.62 1.18

2006
32,652,355,055,142.10 473,556,757,600,000.00 6.01 1.08

2007
29,957,628,984,751.80 542,272,108,700,000.00 6.41 1.07

Sumber: BPS dan hasil perhitungan Bapeda

Dari Tabel 2.16 terlihat bahwa nilai investasi di Jawa Barat selama kurun waktu 2003-2007 secara total berjumlah Rp. 155.736 trilyun. Angka tersebut merupakan dana investasi yang bersumber dari Pemerintah (APBD dan APBN) dan swasta. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), pada Tahun 2007 masih didominasi oleh sektor Industri Manufaktur sebesar 43,76 %, sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran sebesar 20,84 % dan sektor Pertanian sebesar 13,01 %. Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE), menunjukkan bahwa kondisi perekonomian makro Jawa Barat Tahun 2007 mengalami pertumbuhan yang cukup menggembirakan, dengan LPE sebesar 6,41 % dibandingkan dengan Tahun 2003 sebesar 4,39 %. Hal tersebut menurut Bank Indonesia (2007), peningkatan pertumbuhan ekonomi Jawa Barat didukung oleh stabilitas ekonomi nasional yang tetap terjaga, dan bersumber dari meningkatnya perdagangan luar negeri, konsumsi dan bertambahnya kegiatan investasi. Hal yang juga mendukung peningkatan LPE adalah terkendalinya laju inflasi.

Incremental Capital Output Ratio (ICOR) atau rasio kenaikan output akibat
kenaikan kapital adalah indikator ekonomi makro untuk menilai kinerja investasi. Dalam aplikasinya nilai output disetarakan dengan nilai produk Domestik Bruto, sehingga secara praktis perhitungan ICOR diformulasikan secara sederhana adalah:

It = ICOR*(LPE(t+1)/100)*PDRBt
dimana It PDRBt ICOR = = = nilai investasi yang dibutuhkan pada Tahun t nilai PDRB tahun t angka ICOR angka Laju Pertumbuhan Ekonomi (%) yang ditargetkan pada Tahun t+1

LPE(t+1) =

Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009

II- 27

PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT

Nilai ICOR dapat menunjukkan tingkat efisiensi ekonomi suatu daerah, semakin kecil nilai ICOR menunjukkan semakin efisien kegiatan produksi yang diterapkan. Selama kurun waktu 5 (lima) Tahun (2003-2006), nilai ICOR Jawa Barat dalam range 3.8 -1.08 dengan arah yang semakin mengecil, menunjukkan bahwa Jawa Barat memiliki tingkat efisiensi ekonomi yang baik. Hal ini juga menunjukkan bahwa Jawa Barat memiliki potensi dan daya tarik yang cukup besar bagi investor untuk menanamkan modal di Jawa Barat. Dari data realisasi penanaman modal asing dan penanaman modal dalam negeri (PMA dan PMDN) dalam kurun waktu 2003-2007, rata-rata pertumbuhan investasi adalah 19,13% per Tahun. Realisasi investasi PMA dan PMDN pada Tahun 2006 sebesar Rp. 23,741 trilyun jika dibanding dengan Tahun 2005 sebesar Rp. 18,371 trilyun, merupakan pencapaian pertumbuhan terbesar, yaitu sebesar Rp. 5,37 trilyun atau 29,23%. Secara keseluruhan nilai realisasi investasi PMA dan PMDN mengalami peningkatan, dari Rp. 12,996 trilyun pada Tahun 2003, menjadi Rp. 18,371 trilyun Tahun 2005, dan pada Tahun 2007 sebesar Rp 20,914 trilyun. Walaupun dalam kurun waktu tersebut, trend investasi PMA dan PMDN menunjukkan kecenderungan yang meningkat, namun peningkatan belum memberikan nilai yang signifikan. Oleh karena itu diperlukan upaya-upaya yang lebih kreatif untuk menarik minat peran swasta untuk berkontribusi dalam pembangunan Jawa Barat. Berdasarkan hasil survey yang dilakukan oleh KPPOD (Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah) pada Tahun 2005 didapatkan kesimpulan bahwa kepastian hukum, kondisi keamanan yang stabil, potensi ekonomi, ketersediaan tenaga kerja yang berkualitas, dan tersedianya sistem infrastruktur fisik yang baik adalah merupakan faktorfaktor yang menentukan dalam menarik minat investor untuk berinvestasi dalam suatu daerah. Dalam survey tersebut, juga ditemukan bahwa faktor-faktor inilah yang banyak menjadi kendala Pemerintah Daerah untuk menarik investor menanamkan modal. Dengan melihat kondisi di Jawa Barat, permasalahan ketersediaan infrastruktur fisik yang belum memadai, belum terpadunya sistem kebijakan yang mendukung investasi, belum adanya mapping potensi ekonomi yang akurat di wilayah Jawa Barat, dan masih rendahnya ketersediaan tenaga kerja yang berkualitas dapat menjadi kendala dalam upaya menarik investor ke Jawa Barat.

Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009

II- 28

1 Arah Kebijakan Pendapatan Daerah Kebijakan Pendapatan Daerah untuk Tahun Anggaran 2009. Seluruh pendapatan daerah dianggarkan dalam APBD secara bruto.5 ARAH KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH 2. Pendapatan Asli Daerah yang merupakan hasil penerimaan dari sumber-sumber pendapatan yang berasal dari potensi daerah sesuai dengan kewenangan yang dimiliki dalam rangka membiayai urusan rumah tangga daerahnya. Meningkatkan koordinasi secara sinergis di bidang Pendapatan Daerah dengan Pemerintah. yang menambah ekuitas dana lancar sebagai hak pemerintah daerah dalam satu tahun anggaran. yaitu: A. Kebijakan pendapatan daerah untuk APBD Tahun Anggaran 2009 disesuaikan dengan kewenangannya. 2. Pemantapan Kelembagaan dan Sistem Operasional Pemungutan Pendapatan Daerah. dalam pengertian bahwa jumlah pendapatan yang dianggarkan tidak boleh dikurangi dengan belanja yang digunakan untuk menghasilkan pendapatan dan/atau dikurangi dengan bagi hasil. Mengoptimalkan kinerja Badan Usaha Milik Daerah untuk memberikan kontribusi secara signifikan terhadap Pendapatan Daerah.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 2. Sedangkan kebijakan pendapatan asli daerah dilakukan dalam berbagai upaya yang diarahkan untuk meningkatkan pendapatan daerah meliputi: 1. senantiasa memperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut: 1. 5. 2. SKPD penghasil. Peningkatan Pendapatan Daerah dengan intensifikasi dan ekstensifikasi.29 . Pendapatan daerah adalah merupakan perkiraan yang terukur secara rasional yang dapat dicapai untuk setiap sumber pendapatan dalam kurun waktu satu tahun anggaran. kabupaten/kota dan POLRI. 3. 4.5. 3. struktur pendapatan daerah dan asal sumber penerimaannya dapat dibagi berdasarkan 3 kelompok. Pendapatan daerah meliputi semua penerimaan uang melalui rekening kas umum daerah. Meningkatkan pelayanan dan perlindungan masyarakat sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membayar retribusi daerah. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 II.

PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Berdasarkan potensi perkembangan Pendapatan Asli Daerah serta memperhatikan trend pertumbuhan maka proyeksi penerimaan yang berasal dari Pendapatan Asli Daerah untuk Tahun Anggaran 2009 diperkirakan mengalami kenaikan sebesar: 9. Dana Perimbangan yaitu merupakan pendapatan daerah yang berasal dari APBN yang bertujuan untuk menutup celah fiscal (fiscal gap) sebagai akibat selisih kebutuhan fiskal (fiscal need) dengan kapasitas fiskal (fiscal capacity).5. Meningkatkan koordinasi dengan Pemerintah Pusat dan Kabupaten/Kota dalam pelaksanaan Dana Perimbangan. Kebijakan yang akan ditempuh dalam upaya peningkatan pendapatan daerah dari Dana Perimbangan adalah sebagai berikut: 1. B. PPh Pasal 21 dan BPHTB. sambil menunggu penetapan pagu definitif tahun Dana Perimbangan untuk Tahun Anggaran 2009 diperkirakan sama dengan pagu definitif tahun yang lalu. Lain-Lain Pendapatan Daerah Yang Sah adalah penerimaan yang berasal dari sumbangan pihak ketiga yaitu PT. untuk penyesuaian pagu definitif Tahun Anggaran 2009 ditampung dalam perubahan APBD Tahun Anggaran 2009. AK Jasa Raharja yang kebijakannya melakukan akurasi data potensi obyek Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) sebagai dasar perhitungannya besaran penerimaannya. C.2 Arah Kebijakan Belanja Daerah Sesuai dengan ketentuan bahwa belanja daerah adalah semua pengeluaran dari rekening kas umum daerah yang mengurangi ekuitas dana. merupakan kewajiban daerah Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 II. Meningkatkan akurasi data Sumber Daya Alam sebagai dasar perhitungan pembagian dalam Dana Perimbangan. 2. 3.28% sebagai data kuantitatif pendukung perkiraan tersebut secara empirik disajikan dalam tabel 2.30 . Optimalisasi intensifikasi dan ekstensifikasi pemungutan PBB. Sedangkan untuk proyeksi pendapatan daerah yang berasal dari Dana Perimbangan dengan mempertimbangkan bahwa penerimaan tersebut lebih bersifat given dari pemerintah pusat maka sesuai dengan pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. Pajak Orang Pribadi Dalam Negeri (PPh OPDN). 2.17.

Memberikan dukungan yang memadai untuk kegiatan yang labour intensif untuk memberikan keluasan penciptaan lapangan kerja. pendidikan. 3. Penyusunan belanja daerah diprioritaskan untuk menunjang efektivitas pelaksanaan tugas pokok dan fungsi SKPD dalam rangka melaksanakan urusan pemerintahan daerah yang menjadi tanggungjawab pemerintah Provinsi Jawa Barat. yang telah ditetapkan. Belanja Daerah diprioritaskan untuk memberikan kecukupan terlebih dahulu terhadap kebutuhan belanja yang bersifat fixed cost . Belanja daerah diarahkan kepada prioritas Common Goals. fasilitas sosial dan fasilitas umum. untuk mewujudkan akuntabilitas perencanaan anggaran. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 II. 8. yaitu: a. sehingga dicapai efektivitas dan efisiensi penggunaan anggaran. Peningkatan efektivitas belanja bantuan keuangan kepada kabupaten/kota yang berorientasi kepada peningkatan pendidikan. Belanja dalam rangka peyelenggaraan urusan wajib diarahkan untuk melindungi dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat dalam upaya memenuhi kewajiban daerah yang diwujudkan dalam bentuk peningkatan pelayanan dasar. 7. kesehatan. 6.31 . 4. Peningkatan kualitas dan produktivitas Sumber Daya Manusia. kesehatan dan daya beli masyarakat. Kebijakan Belanja Daerah untuk Tahun Anggaran 2009 dengan memperhatikan ketentuan yang meregulasi prinsip-prinsip belanja daerah oleh karenanya diarahkan untuk: 1. Belanja daerah diprioritaskan dalam rangka pelaksanaan urusan pemerintahan Provinsi Jawa Barat yang terdiri dari urusan wajib dan urusan pilihan sebagaimana ditetapkan dalam ketentuan perundang-undangan. 2. difokuskan untuk menciptakan sumber daya manusia Jawa Barat yang unggul dan bersaing. 9. 5.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT dalam satu tahun anggaran dan tidak akan diperoleh pembayarannya kembali oleh daerah. Proyeksi belanja penyelenggaraan urusan wajib untuk bidang pendidikan Tahun Anggaran 2009 diperkirakan sebesar 20 %. Belanja daerah disusun berdasarkan pendekatan prestasi kerja yang berorientasi pada pencapaian hasil dari input yang direncanakan.

diproyeksikan pencapaian IPM 80 ditargetkan tercapai pada Tahun 2013. Ini bertujuan untuk meningkatkan akuntabilitas perencanan anggaran serta menjamin efektivitas dan efisiensi penggunaan anggaran ke dalam program/kegiatan. kesehatan. g.76. Kemandirian Energi dan Kecukupan Air Baku. Peningakatan Daya Beli Masyarakat. difokuskan pada energi pedesaan. Penggunaan anggaran untuk pendidikan sebesar 20% dari anggaran APBD. Pengendalian dan Pemulihan Kualitas Lingkungan. Peningkatan Kinerja Aparatur.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT b. kedelai dan ketersediaan protein hewani. belanja daerah tahun 2009 disusun dengan pendekatan anggaran kinerja yang berorientasi pada pencapaian hasil dari input yang direncanakan dengan memperhatikan prestasi kerja setiap satuan kerja perangkat daerah dalam pelaksanaan tugas. h. diperlukan perencanaan kegiatan-kegiatan yang berorientasi pencapaian IPM 80. jagung. pokok dan fungsinya. infrastruktur. Penggunaan anggaran diprioritaskan untuk 8 (delatan) Common Goals. Ketahanan Pangan. sarana perhubungan. 2. waduk. difokuskan pada pelestarian dan peningkatan luas dan fungsi kawasan lindung. penyediaan air baku dan air bersih. Dengan perencanaan anggaran yang konsisten dan fokus. ekonomi. difokuskan pada komoditas beras. Perencanaan pembangunan yang mendukung pencapaian IPM 80 diarahkan untuk memperkuat bidang pendidikan. d. difokuskan pada peningkatan pelayanan publik dan penerapan insentif berbasis kinerja. lintas Jabar Selatan. difokuskan pada penciptaan lapangan kerja serta menyiapkan tenaga kerja terampil dan berjiwa entrepreneur untuk kebutuhan dalam negeri dan luar negeri. e. Pengembangan Infrastruktur Wilayah.32 . c. efisien dan efektif. serta persampahan dan sarana olahraga. Kebijakan belanja daerah Tahun 2009 diarahkan untuk mendukung pencapaian target IPM 80. Penanganan Pengelolaan Bencana. upaya tersebut antara lain adalah: 1. difokuskan pada pengembangan jalan tol. f. dimana dengan mempertimbangkan pencapaian IPM Tahun 2007 baru sebesar 70. dan suprastruktur. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 II. Kebijakan belanja daerah Tahun 2009 diupayakan dengan pengaturan pola pembelanjaan yang proporsional. difokuskan pada upaya pengurangan resiko bencana terutama banjir dan longsor. Dengan berpedoman pada prinsip-prinsip penganggaran.

dan peningkatan daya beli masyarakat.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 3. dana proporsional dihitung berdasarkan indeks kabupaten/kota. 2) Alokasi yang bersifat spesific grant dari pos bantuan keuangan kepada Kabupaten/Kota yang diarahkan : a. Insentif Berbasis Kinerja. kabupaten/kota perbatasan dengan provinsi lain serta kabupaten/kota yang akan menyelenggarakan even khusus yang berskala regional atau nasional. Indeks Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 II. Penggunaan indeks relevansi anggaran dalam penentuan anggaran belanja dengan memperhatikan belanja tidak langsung dan belanja langsung dengan visi dan misi Pemerintah Provinsi Daerah Jawa Barat. Pembangunan TPA sampah. dengan sebagian alokasi anggarannya diarahkan pada bidang pendidikan. Pelabuhan Cirebon. Kegiatan-kegiatan yang orientasinya terhadap penanggulangan bencana. pembangungan Waduk Jatigede. 6. 5. Variabel-variabel yang digunakan untuk menghitung indeks kabupaten/kota adalah : Indeks Pendidikan. b. Peningkatan efektivitas belanja bantuan keuangan dan bagi hasil kepada kabupaten/kota dengan pola : 1) Alokasi yang bersifat block grant dari Pos Bagi Hasil secara proporsional. anggaran belanja tetap (fixed cost). Peningkatan kualitas dan kuantitas pelayanan kesehatan dilaksanakan dengan memperbaiki fasilitas dan pengadaan untuk pelayanan dasar kesehatan serta membanyak tenaga medis terutama untuk daerah-daerah yang sulit dijangkau. Stadium Bandung West Java. 4. Kawasan Ekonomi Khusus. Pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat. dan dana penyeimbang ditentukan berdasarkan variabel kualitatif seperti ibu kota provinsi. jalan tol SOROJA. Kegiatan yang dikelola oleh SKPD kabupaten/kota diarahkan dengan menggunakan pola penyaluran yang bersifat kompetisi melalui Program Pendanaan Kompetisi (PPK) dan perwujudan 8 (delatan) common goals. kesehatan. Membagi alokasi menjadi tiga bagian yaitu dana pemerataan. dana proporsional dan dana penyeimbang. Dana pemerataan dialokasikan sama untuk setiap kabupaten/kota. serta anggaran belanja yang direncanakan oleh setiap pengguna anggaran tetap terukur.33 . Pelabuhan Cilamaya. dan komitmen pembangunan yang berkelanjutan (multi years) antara lain Jalan tol CISUMDAWU. guna memperkuat kapasitas fiskal kabupaten/kota dalam melaksanakan otonomi daerah.

dan proporsi kawasan lindung. PDRB/Kapita. belanja hibah dan belanja bantuan sosial. Indeks Daya Beli. luas wilayah. menanggulangi masalah pengangguran dan meningkatkan upaya pelestarian lingkungan khususnya kawasan lindung. proporsi pengangguran.17. kebutuhan belanja dan pembiayaan disertai data time series sebagai refleksi penerimaan maju (forward estimate) disajikan dalam tabel 2. jumlah penduduk. Selain itu yang dialokasikan pada Belanja Tidak Langsung mengakomodir juga belanja yang tidak terkait secara langsung dengan pelaksanaan program dan kegiatan melalui anggaran belanja subsidi. Adapun kriteria kegiatan yang mendapatkan alokasi bantuan keuangan kabupaten/kota adalah mendukung secara signifikan upaya peningkatan IPM Jawa Barat. 7. jumlah penduduk miskin. Guna menghindari revisi/perubahan kegiatan yang bersumber dari alokasi bantuan bersifat spesific grant.3 Arah Kebijakan Pembiayaan Daerah Pembiayaan pada dasarnya disediakan untuk menganggarkan setiap penerimaan yang perlu dibayar kembali dan atau pengeluaran yang akan diterima kembali baik pada tahun anggaran yang bersangkutan maupun pada tahun anggaran berikutnya. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 II. 2. Pendapatan Asli Daerah.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Kesehatan. Kebijakan pembiayaan Tahun Anggaran 2009 untuk penerimaan pembiayaan berasal dari SILPA dan pencairan DCD sedangkan pengeluaran pembiayaan diarahkan untuk pembayaran pokok utang. 8.34 . Rincian Proyeksi APBD Tahun Anggaran 2009 dengan mempertimbangkan potensi pendapatan. diarahkan agar perencanaannya dikonsolidasikan dengan aparatur pemerintahan Provinsi Jawa Barat dan disinergiskan dengan kebutuhan riil di kabupaten/kota. menanggulangi masalah kemiskinan. pemberian pinjaman dan keperluan lainnya sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.5.

000.893.63 12.000.00 29.168.08% dibanding Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 II.953.000.00 409.878.00 9.630. Pajak Daerah b.860.097. Belanja Hibah e.00 121.000.055.00 6.000. Untuk Tahun 2009 diproyeksikan peningkatan pendapatan sebesar 9.00 30.000.003. Belanja Tidak Langsung a.504.60 4.434.600.81 293. Pos Dana Alokasi Khusus 3.619.000.000.606.179.203.213.44 11. diproyeksikan bahwa rata-rata kenaikan pendapatan daerah pada Tahun 2009-2011 berkisar antara 7-9%.00 588.24 9. Belanja Bantuan Sosial f.066.089.349.568.000.235.00 904.999.607.64 714.500.50 16.321.25 458.238.29 246. secara lengkap disajikan pada Tabel 2.736.84 3.248.28 5.000.84 3.00 115.00 11.140.214.000.640. Namun demikian.273.000.000.00 6.17.00 186.46 3.01) II.500.424.00 726.00 11.290.641.00 465. Belanja Subsidi d.436.879. Retribusi Daerah c.386.813.997.335.00 5. Capaian peningkatan pendapatan pada Tahun 2007 ini didukung oleh kondisi ekonomi regional yang stabil dan keberhasilan dalam melakukan upaya-upaya intensifikasi dalam meningkatkan pendapatan daerah.860.865.522.920.532.384.985.869.96 149. Belanja Tidak Terduga 2.00 256.361.022.621.231.213.08 2009 (5) 6.000.523.96 (232.400.000.761.199.083.70) 25.176.000.00 250.724.889.00 1.693. Belanja Pegawai b.20 292.431. Belanja Langsung a.162.630.57 19.257.114. dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi makro dan regional untuk 1-3 Tahun ke depan yang belum pasti.815.866.522.938.000.02 0.000.506.631.000.512.12 1.000.231.246.950.965.985. Pembentukan Dana Cadangan b. Belanja Barang dan Jasa c.84 419.336.484.407.00 10.486.671.344.000.87 412.425.506.742.971.326.00 1.62 9.418.661.614.000.339.878.000.000.960.000.843.000.84 13.407.00 5.00 24.000. Belanja Bunga c.00 5.53 (24.00 933.899.78 906.00 75.000.66 0.06 6.610.740.387.480.796.17 Proyeksi APBD Provinsi Jawa Barat 2009 No (1) I.889.85 6.000.853.879.049.61 11.376.766.79) 7.625. Sisa lebih Perhitungan Anggaran Daerah Tahun Sebelumnya b.121.23 866.519.510.000.48 (122.22 200.44 (3.691.97 250.52 97.96 10.44 892.811.060.133.000.000.00 9.655.00 4. Bagian Pinjaman Pemerintah Daerah BELANJA DAERAH 1.00 3.548. Uraian APBD (2) PENDAPATAN 1.00 103.25 30.512.000.402.273.000.942.963.119.623.637.000.25) 232.631.638. Dana Perimbangan a.18 90. Penerimaan a.190.094.533.770.593.843.00 1.324.179.029.239.08 Sumber: Buku APBD Tahun Anggaran 2007 dan Rancangan APBD Tahun Anggaran 2008 Bila memperhatikan kecenderungan pendapatan daerah sejak Tahun 2003-2006 terlihat bahwa dari Tahun 2003 terjadi peningkatan yang berfluktuasi dengan kecenderungan menurun pertumbuhannya hingga Tahun 2006.00 3.002.463.000.637.593.25 10. Lain-lain PAD yang sah 2.14 23. 296.615.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Tabel 2.000.953.929.214.048.064.149.997.560.795.802.950.959.335.579.19 17.761.00 250.25 4.173.00 1.092.131.08 9.84 2008 (4) 5.145.000.79 (25.00 28.094.813.000. Pendapatan Asli Daerah a.00 50.094.880.00 1.187.25 488.853.288.214.679.18 (7.41 8.811.889.00 3.744.693.00 125.00 100.389.047.84 419.561.00 4.000.407.35 .030.163.84) 122.40 190.000.00 52.00 5.357.212.000.145.101.310. Pos Dana Alokasi Umum c.94 411.34) (16. Lain-lain Pendapatan yang Sah 4.745.00 1.50 32.67) 9.029.751.78) (43.790.06) 10.569.02 7.696.273.00 4.719.641.000. Belanja Bagi Hasil kepada Provinsi/ Kab/Kota dan Pemdes g.77 18. Pengeluaran a.46 13.00 3.678.092.645.336.745. Penyertaan Modal (investasi) Pemda c.23 904.947.52 60. Belanja Bantuan Keuangan kepada Pemda/Pemdes h.70 24.680. Bagi Hasil Pajak/Bukan Pajak b.213.064.984.163.93 137. Pemberian Pinjaman Daerah Volume APBD 2007 (3) 5.878.07 1.000.80 (69. Belanja Pegawai b.00 105.953.272. Hasil Perusahaan Milik Daerah dan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang ipisahkan d. Pembayaran Pokok Utang d.000.529.946.13) 72.185.000.00 82.98 1.000.239.162.723.585. Peningkatan pendapatan pada Tahun 2007 yang semula diperkirakan dibawah 10% dibandingkan Tahun 2006 ternyata melampaui di atas 19%.85 1. Pencairan Dana Cadangan c.818. Belanja Modal Surplus (+) / Defisit (-) PEMBIAYAAN DAERAH 1. Penerimaan Pinjaman Daerah 2.79 8. III.762.00 10.000.400.000.000.

36 . 5. Kerjasama antara BUMD dan pihak swasta. dan industri manufaktur. Mendorong peningkatan investasi langsung oleh masyarakat lokal. 4. Deregulasi peraturan daerah untuk dapat meningkatkan minat berinvestasi di Jawa Barat. 6. Sementara itu untuk alokasi belanja daerah diproyeksikan pada Tahun 2009 sebesar Rp. Kegiatan investasi diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.213 trilyun. 2. 6.17. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan investasi daerah adalah : 1. selengkapnya disajikan pada Tabel 2. dimana investasi ditujukan pada kegiatan-kegiatan yang dapat melibatkan peran masyarakat luas seperti sektor pertanian. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 II. Kerjasama antara Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat dengan pihak swasta atau dengan pihak government/pemerintah lain dengan perjanjian yang disepakati.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Tahun 2008 atau sebesar Rp.4 Arah Kebijakan Dana Masyarakat dan Mitra Kebijakan Tahun 2008 untuk dana masyarakat dan mitra yang merupakan potensi daerah yang perlu terus dikembangkan dan didorong untuk mendukung proses pembangunan Jawa Barat diarahkan melalui upaya menjalin kerjasama yang lebih luas dan meningkatkan partisipasi swasta/masyarakat untuk menarik investasi yang lebih besar di Jawa Barat. 3. sektor industri berbasis pertanian dan kelautan.213 trilyun.5. 2.

fokus pembangunan pendidikan di Jawa Barat dilakukan untuk mewujudkan 3 (tiga) core bussiness pendidikan yang terdiri dari aspek pemerataan. rendahnya tingkat partisipasi masyarakat dalam pendidikan. Untuk itu pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan harus berkiblat kepada kebutuhan riil masyarakat dengan sepenuhnya memberikan kemudahan akses bagi masyarakat memperoleh pendidikan. kurangnya relevansi pendidikan dengan dunia kerja (tripartit) terutama pada sekolah-sekolah kejuruan.1 ISU STRATEGIS Berdasarkan pada perkembangan situasi dan kondisi sebagaimana dikemukakan pada bab sebelumnya. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 III-1 . Sejalan dengan isu tersebut. anggaran pendidikan pada Tahun 2009 ditetapkan sebesar 17. Hingga saat ini upaya peningkatan mutu dan relevansi pendidikan untuk mewujudkan core bussiness tersebut belum optimal. sepanjang Tahun 2007-2008. relevansi dan daya saing pendidikan dimaksudkan untuk mengangkat kualitas lulusan di dalam kancah persaingan global Permasalahan di bidang pendidikan di Jawa Barat pada dasarnya berpangkal pada mutu dan relevansi pendidikan yang belum optimal akibat belum meratanya mutu pendidikan maupun sekolah yang menjadikan pendidikan tersebut belum mampu memberikan nilai jual lulusan serta daya saing yang baik. mutu dan relevansi serta tata kelola pendidikan dan pencitraan publik. Permasalahanpermasalahan tersebut perlu didukung dengan meningkatkan profesionalisme dan kesejahteraan guru. Untuk itu. Daya Saing dan Perluasan Kesempatan Pendidikan Program pendidikan untuk semua (Education For All) menghendaki tidak ada seorang pun warga negara yang tidak mendapatkan pelayanan pendidikan. dirumuskan beberapa isu strategis yang perlu mendapat perhatian khusus.5% sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari upaya mewujudkan amanat amandemen Undang-undang dasar 1945 tentang anggaran pendidikan sebesar 20% yang akan dilakukan selambatnya Tahun 2010.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT BAB III PRIORITAS PEMBANGUNAN DAERAH TAHUN 2009 3. Padahal peningkatan mutu. yaitu : 1. dan keberhasilan yang telah dicapai selama ini belum sepenuhnya mengatasi permasalahan di dunia pendidikan.

sehingga mengakibatkan calon pekerja tidak dapat masuk kedalam pasar kerja dan rawannya pekerja terkena pemutusan hubungan kerja. Intensitas dan Penyebaran Penyakit Pembangunan Bidang Kesehatan dari tahun ke tahun terus mengalami kemajuan dan peningkatan yang dibuktikan dengan semakin menurunnya angka kematian bayi dan kesakitan masyarakat. demikian. Laju pertumbuhan penduduk yang mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya pertumbuhan menunjukkan penduduk laju pertumbuhan Namun alamiah yang jumlah mendekati migrasi laju netto nasional. tetapi masih cukup tinggi. tenaga kesehatan belum merata terutama di perdesaan. akibat tidak terserapnya pertumbuhan angkatan kerja oleh pasar kerja yang disebabkan terbatasnya peluang kerja. Sedangkan penanganan transmigrasi lokal yang saat ini menjadi kewenangan daerah. Hal tersebut disebabkan terbatasnya dana baik APBN maupun APBD dan tingginya biaya pemberangkatan per Kepala Keluarga (KK) serta adanya permintaan sharing dana dari daerah penerima. Seiring keberhasilan pembangunan bidang kesehatan masih terdapat permasalahan yang antara lain: aksesibilitas dan kualitas pelayanan kesehatan. 3. Pengangguran dan Migrasi Pengangguran di Jawa Barat sudah berkurang sampai 40% pada Tahun 2007. lambannya transformasi tenaga kerja dari sektor primer ke sektor sekunder. Kondisi tersebut didukung oleh masih rendahnya kualitas atau kompetensi pencari kerja dan pekerja. prasarana pelayanan kesehatan dasar belum dapat diakses sepenuhnya oleh masyarakat terutama penduduk miskin. masih memerlukan kesepahaman dalam pembinaan dan penanganannya dengan pemerintah Kabupaten/Kota.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 2. persentase jumlah yang diberangkatkan dibandingkan dengan animo yang ingin menjadi transmigran masih rendah. menunjukkan tingkat stagnasi dengan sedikit penurunan disebabkan masih tingginya jumlah migrasi masuk dengan konsentrasi di wilayah BODEBEK. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 III-2 . Metropolitan Bandung serta Metropolitan Cirebon. di mana pelayanan kesehatan dasar masih belum mencapai Standar Pelayanan Minimal (SPM). masih muncul kasus penyakit menular dan wabah terutama flu burung. di mana hal ini dapat terlihat dari peningkatan Indeks Kesehatan yang melebihi target atau rencana di tahun 2007 sendiri bahkan rencana di tahun 2009. produktivitas yang rendah dan adanya pemutusan hubungan kerja. Dalam pelaksanaan transmigrasi.

Salah satu akibat dari permasalahan kependudukan tersebut adalah jumlah penduduk miskin yang senantiasa bertambah yang salah satunya disebabkan oleh jumlah kelahiran yang terjadi. toleransi. aman dan halal. memiliki masalahmasalah kependudukan sebagai dampak atas keterbatasan daya dukung alam dan daya tampung lingkungan. Stabilitas Harga Pangan dan Komoditas Strategis Ketahanan pangan merupakan kemampuan untuk menjamin seluruh penduduk memperoleh pangan dalam jumlah yang cukup. malu. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 III-3 . partisipasi KB.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT HIV/AIDS. kekeluargaan. Modernisasi yang dipahami secara sempit hanya kemajuan pada sisi material telah menghasilkan permasalahan berupa memudarkan budaya santun. mutu yang layak. gotong royong. pelatihan dan kesempatan kerja. Salah satu dampak dari kemiskinan adalah ketimpangan jender yang masih meminggirkan perempuan dalam kesempatan memperoleh pendidikan. yang didasarkan pada optimasi pemanfaatan dan berbasis pada keragaan sumberdaya domestik. Sebaliknya kerawanan pangan merupakan faktor yang menghambat terhadap derajat kesehatan masyarakat. partisipasi politik dan pengambilan keputusan. mengingat kemiskinan yang ada sebagian besar adalah kemiskinan struktural.890 kepala keluarga dan masyarakat yang termasuk ke dalam Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial sebanyak 3. Pergeseran Sistem Nilai Masyarakat Dengan semakin menguatnya arus budaya global yang membawa nilai-nilai materialisme dan hedonisme. 4.886. Kemiskinan ditunjukkan pula dengan jumlah masyarakat yang tergolong fakir miskin Tahun 2007 sebesar 1. di mana hal ini sering terlambat dideteksi. serta pemahaman terhadap perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) masih rendah. Kunci peningkatan ketahanan pangan adalah kemampuan daya beli dan tingkat pendapatan. sehingga baru disadari setelah terjadinya dampak terhadap status gizi dan derajat kesehatan masyarakat. Penduduk Miskin Jawa Barat dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia. 6. 5. Ketersediaan Produk. kasus gizi kurang. muncul kecenderungan melemahnya implementasi nilai-nilai agama di kalangan masyarakat.556 Jiwa. kejujuran dan kebersamaan. untuk memperoleh mutu konsumsi pangan yang berkualitas yang selanjutnya akan menentukan derajat kesehatan masyarakat. terjangkau.040.

50 kg/kap/tahun. namun permasalahan saat ini. Tingkat pencapaian konsumsi daging dan telur masyarakat Jawa Barat selama periode Tahun 20052007 belum mencapai standar norma gizi kecuali susu yang telah mencapai di atas standar norma gizi yaitu sebesar 9.2%.5 % dari Tahun 2006 sedangkan kedelai menunjukan penurunan sekitar 28% (produksi Tahun 2007 sekitar 17. Produksi Palawija seperti jagung. dan nelayan yang masih rendah karena produktivitas dan nilai tukar yang masih rendah dan tidak stabil.832 ton) sedangkan untuk telur mengalami penurunan sebesar 13. sehingga terjadi surplus beras. maka kebutuhan beras Jawa Barat sebesar 5. peningkatan produksi pangan kondisinya sangat rentan oleh adanya gangguan produksi akibat alih fungsi lahan dan berbagai gangguan produksi akibat bencana alam (kekeringan/kebanjiran). khususnya diakibatkan oleh harga permintaan pasar dan nilai tambah.608 ton). Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 III-4 .352.02 juta orang.482 juta ton. Hal ini diakibatkan pula oleh tingkat kesejahteraan petani.645 ton menunjukan penurunan sekitar 2. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan konsumsi ikan masyarakat diantaranya melalui sosialisasi kesadaran masyarakat akan pentingnya protein hewani dari sumber ikan.6 kg/kap/tahun. telur dan susu sebagai sumber protein juga menunjukkan adanya keragaan. sedangkan kebutuhan beras/kapita/tahun berdasarkan norma gizi seberat 120 kg/kap/tahun. juga disubstitusi dari produksi perikanan. Produksi daging dan susu pada Tahun 2007 sebesar 427.202. Produksi ikan pada Tahun 2007 meningkat sebesar 6.037 ton (angka sementara) menunjukkan penurunan bila dibandingkan Tahun 2006 (451. pada Tahun 2007 sekitar 558. Produksi daging.83 % dari Tahun 2006 dan konsumsi ikan di Jawa Barat dari tahun ke tahun mengalami kenaikan yang cukup baik sehingga diharapkan tingkat konsumsi ikan nasional pada Tahun 2010 dapat tercapai sebesar 26. Komoditas palawija unggulan seperti jagung dan kedelai perkembangannya naik-turun setiap tahunnya. Proyeksi penduduk Jawa Barat pada Tahun 2009 sejumlah 43.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Selain itu. Penurunan terjadi produksi kedelai disebabkan petani enggan menanam yang dipicu oleh harga pasar kedelai di bawah harga biaya produksi sehingga luas tanam/panen penurunan namun produktivitas tetap dapat dipertahankan. Pencapaian norma gizi protein selain diperoleh dari bahan asal ternak yang dikonsumsi oleh masyarakat. ketahanan pangan didukung oleh pencapaian produktivitas. Pada Tahun 2007 produksi beras Jawa Barat dibandingkan dengan jumlah kebutuhan perkapita sesuai dengan norma gizi.

banyak faktor yang menghambat akses penduduk untuk menyediakan bahan pangan untuk konsumsi di tingkat rumah tangga. Hasil penerapan insentif harga untuk petani tercermin pada perkembangan harga Gabah Kering Panen (GKP) yang menunjukan bahwa HPP memberikan manfaat yang cukup kepada petani. sedangkan jumlah masyarakat miskin menurut BPS sebanyak 2. dan ikan.4 juta rumah tangga miskin (RTM). Hal ini terjadi pula pada ketidakstabilan harga pangan non beras. 3 Tahun 2007 tentang Perberasan. serta peningkatan daya beli masyarakat. selain berperan dalam penyediaan bahan pangan. Stabilitas harga pangan beras diukur berdasarkan perkembangan harga rata-rata dan koefisien variasinya dimonitor terus menerus. Pada saat di daerah-daerah tertentu terjadi lonjakan harga yang besar. kedelai. Dilihat dari aspek ketahanan pangan. yaitu jagung. tetapi daya beli penduduk rendah akibatnya masih tingginya angka keluarga miskin (Gakin). Pada sisi lainnya. ternak. Kebijakan pengendalian harga memiliki dua sisi yang diatur dalam Inpres No. Di satu sisi ketersediaan pangan beras mencukupi bahkan melebihi. Di tingkat konsumen harga eceran rata-rata bulanan untuk beras medium juga tidak mengalami gejolak yang berarti. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 III-5 . Perdagangan antar daerah dan antara pulau dapat mempertahankan stabilitas harga. pemerintah menggunakan cadangan beras yang dimiliki untuk menstabilkan harga melalui kegiatan operasi pasar. sehingga masing-masing RTM ada yang menerima kurang dari 10 Kg.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Ketersediaan pangan yang cukup belum menjamin akan digunakan oleh penduduk setempat. Hal tersebut menyebabkan anggota rumah tangga yang rawan pangan seperti balita akan mengalami kekurangan gizi. Perkembangan harga transaksi yang terjadi pada umumnya lebih tinggi daripada HPP. pemerintah menerapkan kebijakan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk memberikan harga produsen yang mencukupi kepada petani agar petani tidak menerima harga lebih rendah dibandingkan biaya produksi.9 juta RTM. juga dapat berimplikasi terhadap diversifikasi produksi dan konsumsi. Jumlah alokasi beras miskin 2007 hanya untuk 2. kecuali di daerah yang sulit dijangkau (terisolasi) atau komoditas produknya tidak memenuhi syarat pembelian. gabah hasil pembelian dari petani digunakan untuk operasional program raskin dan sebagai cadangan beras pemerintah untuk menstabilkan harga pada tingkat konsumen. Pada satu sisi.

Disisi lain kedelai justru mengalami penurunan. pada triwulan ini sektor pertanian diperkirakan tumbuh 2.02 % (yoy). Nilai Tambah dan Daya Saing Usaha Nilai tambah perdagangan luar negeri Jawa Barat menigkat seiring dengan masih tingginya harga migas. Sektor industri pengolahan diperkirakan tumbuh melambat dengan kisaran sebesar 3. Sejalan dengan permintaan dalam negeri. lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya.52 miliar.69 % (yoy). Sebagian besar impor Jawa barat (sekitar 40 %) merupakan barang modal berupa mesin listrik. Nilai tambah subsektor komunikasi tumbuh sejalan dengan semakin kompetitifnya tarif pulsa dan inovasi produk yang ditawarkan oleh operator telepon Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 III-6 . dan karet. memberikan kepastian bagi pelaku usaha. diduga menjadi salah atu penyebab menurunnya produktivitas subsektor ini.63 % (yoy). yang tumbuh sebesar 3. nilai tambah impor Jawa Barat diperkirakan tumbuh 4.92 % (yoy). volatilitas nilai rupiah yang dapat dijaga pada level yang rendah. produksi pada subsektor bahan makanan khususnya produksi padi dan jagung diperkirakan sedikit meningkat dibandingkan tahun lalu. komoditas impor lainnya yang mempunyai pangsa pasar cukup besar adalah impor kendaraan bermotor Nilai tambah sektor pertanian pada periode sebelumnya mengalami kontraksi. Sementara itu walaupun selama Tahun 2007 terjadi kekeringan yang cukup panjang. atau tumbuh 7. Kondisi mesin TPT di Jawa Barat rata-rata sudah berumur lebih dari sepuluh tahun. Nilai Tukar Produk. dan mesin untuk industri. dan memberikan kontribusi yang signifikan terhdadap total pertumbuhan Jawa Barat.54 % (yoy) subsektor tekstil. barang kulit. Nilai tambah ekpor produk Jawa Barat diperkirakan tumbuh 8. Sementara itu. mesin pembangkit tenaga.53 (yoy) terutama didorong oleh peningkatan kinerja subsektor komunikasi dan subsektor angkutan jalan raya. disisi lain.35 % (yoy).PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 7. Nilai impor Jawa Barat mencapai USD 5. lebih tingi dibandingkan triwulan sebelumnya. dan mengurangi potensi kerugian yang disebabkan fluktuasi nilai tukar rupiah yang berlebihan. teh. dan alas kaki diperkirakan tumbuh melambat sebear 1.39 % (yoy) pertumbuhan sektor pertanian didorong oleh peningkatan produktivitas pada subsektor perkebunan. dan harga beberapa komoditas nonmigas tertentu di pasar international. yang tumbuh sebesar 3.04 % (yoy). Sektor pengangkutan dan komunikasi diperkirakan tumbuh 8. Komoditas perkebunan yang mengalami peningkatan antara lain adalah tebu.

Sektor Tersier merupakan sektor yang memberikan kontribusi terbesar dalam pencapaian perkembangan investasi di Jawa Barat baik PMA maupun PMDN. dan penegakkan hukum.85 % (yoy). Dilihat dari subsektornya nilai tambah sektor ini masih didomonasi oleh nilai tambah yang bersumber dari subsektor kasa pemerintahan dan sub sektor jasa perorangan dan rumah tanggga. Hal tersebut ditunjukkan oleh besarnya potensi KUMKM di Jawa Barat yang mencapai 7. yaitu sektor industri mencapai 19.13 % terhadap total pertumbuhan ekonomi Jawa Barat. penyederhanaan pelaksanaan prosedur investasi melalui pembentukan Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PPTSP).37% dari realisasi investasi. keamanan. Provinsi Jawa Barat menduduki peringkat pertama mencapai 32. Untuk itu upaya yang telah dilakukan adalah melalui kebijakan di bidang penanaman modal terkait dengan stabilitas politik. lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan triwulan II-2007 sebesar 0. Koperasi.15%.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT seluler. belum terwujudnya stabilitas politik. Peningkatan Investasi Daerah dan Pembiayaan KUMKM Realisasi investasi PMA di Jawa Barat bila dibandingkan jumlah PMA Nasional menduduki peringkat ketiga yaitu mencapai sebesar 12. sedangkan untuk realisasi investasi PMDN. rendahnya penguasaan teknologi dan manajemen.8%. Sektor jasa-jasa diperkirakan tumbuh 1. 8. belum tersedianya informasi akurat yang dibutuhkan calon investor.3 juta pada Tahun 2007 dengan kontribusi terhadap pembentukan PDRB sebesar 63. serta masih terdapatnya kecenderungan ekonomi biaya tinggi dalam pelaksanaan investasi. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 III-7 . dan penegakkan hukum. keamanan. serta peningkatan partisipasi sektor swasta dalam pemenuhan kebutuhan investasi. Permasalahan yang dihadapi dalam pengembangan KUMKM adalah masih rendahnya kualitas sumberdaya manusia seperti kurang terampilannya SDM dan kurangnya jiwa kewirausahaan.89 % (yoy). Permasalahan yang terkait dengan pengembangan investasi adalah belum efektifnya regulasi yang berkaitan dengan penanaman modal. Sektor ini memberikan kontribusi sekitar 0. Sektor pengangkutan masih didominasi oleh subsektor angkutan jalan raya dan subsektor angkutan rel dan angkutan udara relatif masih rendah.5% dari jumlah investasi. Usaha Mikro Kecil dan Menengah (KUMKM) merupakan bagian penting yang mencerminkan kemajuan kesejahteraan bagi sebagain besar masyarakat.

dan meningkatkan kemitraan antara KUKM. Namun yang perlu diperhatikan adalah konsistensi kebijakan baik di tingkat daerah maupun nasional untuk menjaga kontinuitas pelaksanaan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat. Selanjutnya pada Tahun 2009 untuk kedua kalinya. akan dilaksanakan Pemilu Presiden secara langsung yang diawali dengan Pemilu untuk anggota DPR/DPRD dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD). IKM. BUMD. fasilitasi pembiayaan melalui lembaga keuangan alternatif. dan pengusaha besar. dan kerja sama antara KUKM. sehingga berdampak terhadap rendahnya tingkat produktivitas dan kualitas pengelolaan manajemen. BUMD. 9. dan pengusaha besar.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT serta informasi pasar. Pemilu Nasional 2009 Pada 2008. Dalam menghadapi perubahan kepemimpinan daerah dan nasional yang perlu diantisipasi daerah adalah perilaku pengikut dalam menerima kekalahan kubunya. Jawa Barat melaksanakan Pemilu Gubernur dan 16 Pemilu Bupati dan Walikota. Pelaksanaan Pemilu Gubernur dan Bupati/Walikota serta Pemilu Nasional tersebut akan mengubah kepemimpinan di daerah dan pada tingkat nasional. fasilitasi pemasaran dan promosi produk KUMKM. diperkirakan pada 2009 dengan tingkat kesadaran politik makin tinggi baik pada tataran elit maupun masyarakat. Untuk mengatasi permasalahan dan tantangan yang akan muncul. Perbedaan ideologis antar partai yang tidak Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 III-8 . Demikian pula terbatasnya akses pembiayaan yang masih dihadapi oleh sebagian besar pelaku usaha kecil dan menengah. upaya yang telah dilakukan diarahkan pada peningkatan kemampuan kualitas sumberdaya manusia. meningkatkan akses teknologi. Bercermin pada pengalaman Pemilu Nasional 2004 di Jawa Barat yang berlangsung tanpa gangguan. terutama terhadap akses kredit investasi. Perubahan tersebut merupakan hal yang wajar dalam sistem politik demokrasi. Karena itu yang perlu dibangun adalah kesadaran politik masyarakat yang didukung oleh elite partai untuk bersama-sama menciptakan suasana yang kondusif dan dapat menerima dan melaksanakan pemilu sebagai salah satu prosedur demokrasi dalam memilih jabatan-jabatan politik. IKM. maka Pemilu Nasional Tahun 2009 akan berlangsung dengan tenang. Pemilu Gubernur dan Bupati/Walikota untuk pertama kalinya di daerah masing-masing dilaksanakan secara langsung berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.

10. Angka tersebut menunjukkan tingkat partisipasi pemilih dalam Pemilu. Di samping itu dapat disebabkan tingkat kejenuhan pemilih. Kinerja Pemerintah Daerah Kinerja pemerintah daerah masih menjadi isu penting untuk ditingkatkan guna mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat. Dalam kinerja pemerintahan dituntut akuntabilitas yang berarti bahwa setiap organisasi atau Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 institusi pada III-9 .083.617 surat suara. Jumlah pemilih dalam Pemilu Nasional Tahun 2004 yang lalu mencapai 26. Namun dapat dikatakan bahwa tingkat partisipasi pada Pemilu Nasional 2004 cukup tinggi mengingat para pemilih sangat antusias untuk ikut mewarnai perubahan politik nasional cukup besar.975 orang. Permasalahan yang perlu diperhatikan adalah antusiasme masyarakat untuk mengikuti Pemilu perlu didukung oleh pelaksanaan fungsi partai secara tepat dan pemenuhan janji perubahan ke arah yang lebih baik oleh pemenang Pemilu. karena pada Pemilu Nasional 2004 masalah pendaftaran pemilih tersebut menjadi isu penting. perubahan yang diharapkan belum terwujud atau disebabkan sosialisasi yang kurang. Meskipun partisipasi pemilih tidak mempengaruhi legitimasi hasil Pemilu. mengingat masalah pendataan pemilih belum memiliki sistem yang tertata dengan baik. Dengan demikian jumlah pemilih yang melaksanakan hak pilihnya sebanyak 22. tetapi yang perlu diperhatikan adalah pendataan pemilih yang akurat. dan surat suara yang tidak sah 1. Diperkirakan pada 2009 tingkat partisipasi pemilih akan menurun menjadi 73% sampai dengan 75%.680 surat suara. karena pelaksanaan pemilu yang cukup sering. suara yang sah 20. sehingga setiap anggota masyarakat yang berhak memilih terdaftar sebagai pemilih dan dapat menggunakan haknya.371.016. dan pemilu nasional.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT terlalu mencolok akan lebih mendorong pemilih untuk memilih program-program yang ditawarkan.197 orang atau 84.711. Kesepakatan dan kesadaran para elit partai untuk bermain dalam arena demokrasi akan diikuti oleh massa dengan baik mengingat budaya patronclient yang masih berlaku pada masyarakat Jawa Barat. dan partai politik dapat melakukan fungsinya dengan melakukan sosialisasi pelaksanaan Pemilu Nasional 2009 dan komunikasi politik yang lebih intensif mengenai perubahan yang akan dilakukan dalam pemilu.88%. pemilu bupati/walikota. sebagai bentuk pendidikan politik masyarakat. antara pemilu gubernur. Karena itu diharapkan pendataan dapat dilaksanakan secara akurat.

Reformasi pada tataran pemerintah daerah antara lain pada organisasi perangkat daerah yang diarahkan untuk terciptanya organisasi yang efektif. rasional dan proporsional sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan daerah didasarkan pada Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. beban kerja serta fungsi koordinasi dengan pemerintah. tata laksana. letusan gunung api. Berbagai potensi bencana alam seperti gempa bumi. Persyaratan dalam akuntabilitas tesebut. banjir. Penataan struktur organisasi yang dilakukan pada 2008. memperhatikan kualitas program dan hasil dari pelayanan. penggunaan anggaran. angin ribut. 11. penataan sistem termasuk di dalamnya tata hubungan kerja. standar prosedur operasional dan standar pelayanan minimal dalam setiap aspek penyelenggaraan pemerintahan. mengikuti aturan yang telah ditetapkan. Hal tersebut pada akhirnya untuk membentuk budaya kerja yang mendukung akuntabilitas kinerja pemerintah daerah. efisien. kabupaten dan kota serta stakeholders pembangunan. Untuk meningkatkan kinerja apparatur perlu dukungan dari aspek kebijakan. cakupan tugas. serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat. tanah longsor. pengawasan serta hasil dan dampak dari kegiatan. serta struktur organisasi yang di dalamnya meliputi tata hubungan kerja. sejalan dengan norma profesional dan berorientasi pada kualitas dari kegiatan yang dilakukan. pelaksanaan kegiatan. mesti diikuti dengan penataan aparatur. Intensitas Bencana Alam. Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Secara geografis. Akuntabilitas kinerja dimulai sejak perencanaan dan penganggaran. Provinsi Jawa Barat merupakan salah satu wilayah yang sangat rawan bencana alam (natural disaster prone region). standar prosedur operasional dan standar pelayanan minimal dalam setiap aspek penyelenggaraan pemerintahan. efisien dan efektif dalam penggunaan sumberdaya dan sesuai dengan outcomes yang ditetapkan. tata laksana. membuat laporan secara tepat. renumerasi yang layak. melaksanakan tugas sesuai misi yang diemban. Penataan organisasi mempertimbangkan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah terdiri dari urusan wajib dan urusan pilihan. sekaligus yang menjadi permasalahan dalam peningkatan kinerja adalah: menggunakan pelimpahan kewenangan dengan tepat. dan kekeringan hampir dapat dipastikan selalu mengancam sebagian besar wilayah Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 III-10 .PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam melaksanakan tugasnya bertanggungjawab terhadap keputusan yang diambil.

Dalam sepuluh Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 III-11 . sehingga dapat memperkecil akibat yang terjadi baik langsung maupun tidak langsung. masyarakat hanya selalu menjadi obyek semata. Manusia tidak dapat mencegah dan meramalkan bencana alam. Bagian tengah Jawa Barat memiliki risiko bencana alam berupa letusan gunung berapi dan gempa karena merupakan satuan vulkanik yang masih aktif.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Jawa Barat. Isu yang muncul saat ini adalah pola penanggulangan bencana umumnya masih bersifat parsial. baik dari sektor pemerintah. banjir dan kekeringan adalah bencana yang berkaitan langsung dengan perusakan lingkungan (penggundulan hutan). Tanda-tanda pemanasan global mungkin sudah mulai terlihat di Indonesia. akibatnya. Tanah longsor. Data sebaran suhu udara Jawa Barat dari Tahun 1994 – 2001 menunjukkan local warming di Jawa Barat meluas. Pemanasan global merupakan peningkatan secara gradual temperatur permukaan global akibat efek emisi gas-gas rumah kaca (terutama CO2) dari aktivitas manusia (antropogenik). Berdasarkan fakta-fakta tersebut. lembaga-lembaga swasta/masyarakat. badanbadan internasional dan sebagainya. Pendekatan ini juga menuntut koordinasi yang lebih baik di antara semua pihak (stakeholders) yang terlibat dalam penanggulangan bencana. penanggulangan bencana adalah suatu rangkaian kegiatan terpadu yang melibatkan masyarakat secara aktif. kesiagaan terhadap bencana alam perlu ditingkatkan. Dalam paradigma baru. khususnya Jawa Barat. dan yang dapat dilakukan oleh manusia adalah mengelola risiko bencana itu secara cermat dan rapi untuk memperkecil dampaknya. terutama memperkecil jatuhnya korban jiwa dan kerugian materil. dan masih memusatkan tanggapan pada upaya pemerintah. Pemerintah Daerah bekerja sama dengan unsur-unsur lain yang terkait perlu mengadakan bimbingan pada masyarakat untuk meningkatkan kesiagaan tersebut. Upaya penguatan kapasitas atau kemampuan masyarakat dan upaya mengurangi tingkat kerentanannya cenderung belum dilakukan dengan baik. sektoral. Pengelolaan risiko seharusnya tidak hanya dilakukan setelah terjadi bencana melainkan juga upaya pencegahannya melalui metoda penanggulangan risiko secara profesional sebelum terjadinya bencana. sedangkan pada bagian selatan Jawa Barat banyak terdapat pusat-pusat gempa dangkal dan gempa-gempa besar yang dapat menyebabkan timbulnya tsunami. Bahkan beberapa diantara bencana alam tersebut dapat terjadi secara berulang setiap tahun. Salah satu penyebab terjadinya bencana adalah pemanasan global. kurang terpadu.

Sedangkan curah hujan yang tinggi disertai angin topan disebabkan oleh fenomena kebalikan dari El Nino. Untuk itu.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT tahun terakhir terjadi tiga kali musim kemarau sangat panjang yang berdampak pada kebakaran hutan yang luas dan merugikan negara serta masyarakat setempat. serangga terutama nyamuk yang menularkan malaria dan demam berdarah berkembang biak lebih cepat. Peningkatan pencemaran serta kerusakan lingkungan di Jawa Barat merupakan sisi lain dari dampak pembangunan dalam mendorong pertumbuhan perekonomian. Penanaman pohon memegang peran sebagai penyerap emisi gas CO2 yang merupakan penyebab utama pemanasan global.297 Ha sawah dipusokan namun produksi gabah meningkat dari 9. Thailand dan Korea Selatan. Fenomena yang ada menunjukkan adanya kemerosotan kualitas lingkungan di beberapa wilayah seperti kerusakan hutan dan lahan akibat kebakaran dan perambahan. menurut beberapa pakar diakibatkan oleh fenomena El Nino. Pemanasan global dan perubahan iklim sangat erat kaitannya dengan sektor kehutanan. pencemaran air dan udara serta persoalan sampah yang cenderung Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 III-12 .141 ha sawah difusokan. pengendalian perubahan tutupan lahan terkait dengan sektor kehutanan penting dalam pengurangan emisi gas rumah kaca. Sedangkan pada musim hujan telah menyebabkan banjir pada 59. Kemarau panjang yang terjadi. Akibatnya. dan masih banyak lagi. Indonesia yang sudah mencapai swasembada beras sejak 1984. sehingga mengurangi penyerapan karbon oleh pohon. Jika tidak dilakukan upaya apapun dalam menghadapi pemanasan global.127 juta ton pada Tahun 2007. terpaksa mengimpor beras dari India. telah menyebabkan meningkatnya gelombang pasang yang menggenangi permukiman penduduk di tepi pantai. yaitu La Nina. Fenomena lain yang terjadi adalah kenaikan permukaan laut akibat mencairnya es kutub utara dan kutub selatan menaikkan permukaan air laut 60 cm pada Tahun 2100. yaitu naiknya suhu di Samudera Pasifik sampai 31°C sehingga membawa kekeringan di Indonesia. terumbu karang mati dan berbagai jenis ikan karang akan punah.418 juta ton gabah kering pada Tahun 2006 menjadi 10. program-program penghijauan yang sudah dilaksanakan menghadapi masalah besar karena tidak ada hujan.827 Ha sawah yang menyebabkan 2. Musim kemarau tahun 2007 juga menyebabkan 4. hilangnya pulau-pulau kecil terutama di kawasan tropis. maka akibatnya antara lain terjadinya kekeringan dan banjir yang dahsyat dan lebih sering. kondisi rawan pangan makin meningkat.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah bahwa pada saat ini semakin banyak industri yang mulai menggunakan batu bara sebagai sumber energi yang berkontribusi terhadap penurunan kualitas udara. Sementara itu kondisi sumber air semakin parah dengan berkurangnya debit air yang diakibatkan oleh bertambahnya luasan lahan kritis yang menyebabkan semakin besarnya tingkat erosi dan sedimentasi. Di sisi lain kerusakan dan pencemaran lahan dan badan air tersebut pada akhirnya berpengaruh pula terhadap kondisi pantai Jawa Barat. Ciliwung. Kerusakan pantai yang terjadi terutama di pantai utara dengan adanya akresi. Pencemaran sumberdaya air dari industri maupun domestik menyebabkan kualitas air tersebut menjadi semakin buruk. Kondisi tersebut tentunya akan berpengaruh terhadap daya dukung dan daya tampung lingkungan yang merupakan faktor penentu yang sangat penting dalam mendukung pembangunan daerah. Tingkat pencemaran dan kerusakan lingkungan semakin meningkat dari tahun ke tahun. Alih fungsi yang terjadi umumnya mengabaikan rencana tata ruang yang telah direncanakan sebelumnya.20 ha di luar kawasan hutan. 12. 8. Perkembangan alih fungsi lahan produktif untuk kegiatan investasi industri.85 ha di dalam kawasan hutan dan 193. intrusi air laut serta abrasi dan kerusakan pantai selatan terutama pasca tsunami.130. Citanduy dan Cisanggarung.05 ha. Hal ini ditunjukkan dengan kualitas beberapa sungai utama seperti Citarum.371. perkembangan penduduk maupun kondisi sosial budaya perlu mendapat perhatian serius. Sebagaimana yang terjadi akibat tingkat aktivitas yang cukup tinggi terutama di daerah perkotaan yang mengakibatkan polusi udara yang cukup memprihatinkan. Kontribusi gas buang kendaraan bermotor terhadap polusi udara telah mencapai 6070%. Cimanuk. Pengendalian Pemanfaatan Ruang Tingginya alih fungsi lahan produktif karena pengaruh kegiatan ekonomi. Tingginya pengambilan air tanah menyebabkan turunnya muka air tanah secara drastis terutama di Cekungan Bandung yang mencapai penurunan sekitar 2 – 5 m per tahun. Seringkali perencanaan tata ruang lebih lambat dari pada perkembangan kondisi yang terjadi sangat cepat sehingga antisipasi terkesan terlambat.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT meningkat baik dalam skala regional maupun lokal. Hasil analisis sementara menunjukkan bahwa total lahan kritis pada akhir tahun 2007 seluas 202.758. jasa maupun pemukiman yang tidak sejalan dengan pola perencanaan yang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 III-13 .

pemenuhan kebutuhan wilayah. pemacu pertumbuhan wilayah serta pengikat wilayah. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 III-14 . penurunan daya dukung lingkungan serta mengancam ketahanan pangan Jawa Barat. perambahan daerah/kawasan hulu sungai. berubahnya fungsi sawah menjadi fungsi permukiman dan budidaya lainnya serta mendorong berkurangnya kawasan resapan air. pengawasan dan pelaksanaan penataan ruang serta pengembangan kawasan strategis provinsi sesuai dengan kepentingan di tingkat provinsi dan kewenangannya. pembinaan. Sebagai ilustrasi alih fungsi lahan sawah di Kab. Pada undangundang tersebut pemerintah provinsi antara lain memiliki kewenangan dalam pengaturan. Rendahnya pelayanan infrastruktur wilayah baik dari segi kualitas maupun kuantitas masih merupakan persoalan besar di Jawa Barat yang harus segera diatasi karena dapat menghambat laju pembangunan daerah. Bekasi pada Tahun 2003-2004 seluas 130 Ha.45% per tahun. Hal tersebut antara lain terjadi karena belum berfungsinya aspek pengendalian dalam penyelenggaraan penataan ruang. yaitu dengan di undangkannya UU Nomor 26 Tahun 2007. Cakupan Pelayanan Infrastruktur Wilayah Infrastruktur wilayah terdiri dari beberapa aspek yaitu infrastruktur transportasi. listrik dan energi. Melalui perubahan regulasi dalam bidang penataan ruang. 13. Pada kurun waktu 2003-2005 terjadi penurunan luasan sawah di Jawa Barat rata-rata 0. Indikasi ini dapat dilihat pada degradasi lingkungan pada kawasan lindung seperti kawasan Bandung Utara. dan Bopunjur. Kebutuhan akan infrastruktur wilayah tidak terlepas dari fungsi dan peranannya terhadap pembangunan wilayah sebagai pengarah pembentukan struktur tata ruang. sumberdaya air dan irigasi. telekomunikasi serta sarana dan prasarana permukiman. Alih fungsi lahan di Jawa Barat terutama terjadi pada berubahnya fungsi hutan baik primer maupun sekunder menjadi fungsi perkebunan bahkan semak belukar.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT telah ditetapkan menimbulkan dampak berupa kerusakan lingkungan. Alih fungsi lahan tersebut merupakan indikasi rentannya kondisi lahan yang menjadi penyebab degradasi lingkungan. diharapkan dapat memberikan acuan yang lebih tegas dengan penerapan sanksi pidana maupun perdata bagi pelaku penyimpangan tata ruang. meningkat menjadi 505 Ha pada kurun waktu 2004-2005.

tingkat kemantapan Jaringan Jalan Provinsi sepanjang 2. dalam beberapa tahun terakhir ini telah dilakukan berbagai persiapan pembangunan bandara internasional Jawa Barat.31 %. tingginya frekuensi bencana alam serta beban lalu lintas yang sering melebihi standar Muatan Sumbu Terberat (MST). sekaligus memfungsikan keberadaan Bandara Nusawiru di Kabupaten Ciamis. pengaman jalan serta ketertiban. keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya air dan sistem informasi sumber daya air dirasakan masih belum memadai. Bandara Husein Sastranegara sebagai bandara terbesar yang dimiliki Provinsi Jawa Barat dan beberapa bandara perintis lainnya belum dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk menampung kebutuhan penumpang dan kargo baik domestik maupun internasional. ketersediaan perlengkapan jalan dan fasilitas lalu lintas seperti rambu. pengendalian daya rusak air. kondisi jaringan irigasi juga belum memadai. pergerakan lalu lintas. Selain itu. tingkat keberhasilan penanganan jalan dapat dilihat dari tingkat kemantapan dan kondisi jalan.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Pada aspek transportasi. Penyediaan air baku untuk menunjang kegiatan pertanian maupun kebutuhan domestik masih belum optimal. Selain itu.199. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 III-15 . pendayagunaan sumber daya air.18 km baru mencapai 87. Pada transportasi udara. Karena itu. Demikian pula belum mampu mengakomodir jumlah angkutan massal masih belum optimal mengingat pergerakan yang terjadi khususnya pergerakan di wilayah tengah Jawa Barat. dimana sekitar 46 % infrastuktur irigasi masih dalam kondisi rusak berat dan ringan sehingga sampai dengan tahun 2007 intensitas tanam pada sawah pada daerah irigasi yang dikelola Pemerintah Provinsi Jawa Barat baru mencapai sekitar 190%. keamanan serta pengawasan halnya dengan pelayanan infrastruktur transportasi yang tersedia jembatan timbang juga belum lengkap sehingga masih belum cukup mendukung kelancaran. marka. Hal ini antara lain disebabkan oleh sudah habisnya umur rencana jalan pada sebahagian besar ruas jalan provinsi sehingga kondisi struktur jalan menjadi labil. Pada aspek sumber daya air. Sampai dengan Tahun 2007. Bencana banjir dan kekeringan juga masih terus terjadi antara lain akibat menurunnya kapasitas infrastruktur sumber daya air dan daya dukung lingkungan serta tersumbatnya muara sungai karena sedimentasi yang tinggi. kondisi infrastruktur yang mendukung upaya konservasi. keberadaan bandar udara di Jawa Barat dirasakan masih belum memadai untuk menampung demand yang ada. sebagai salah satu Bandara yang menghubungkan lokasi-lokasi wisata di tingkat regional maupun nasional.

Ketersediaan Energi Kebutuhan energi yang meningkat seiring pertumbuhan penduduk tidak diimbangi dengan peningkatan penyediaan energi yang pada akhirnya akan dihadapkan pada masalah kerentanan energi yang berpotensi terhadap terjadinya krisis energi. dan 32 unit (78.47% dari tahun sebelumnya.14% rumah tangga yang sumber airnya berjarak kurang dari 10 meter dengan fasilitas BAB dan terdapat 17. 05%) dari seluruh TPA yang ada hanya memiliki masa sisa pakai kurang dari 5 tahun. Sampai akhir tahun 2007 rasio elektrifikasi rumah tangga baru mencapai 60. Jumlah sampah yang terangkut pada tahun 2007 tidak melebihi 41. dimana hanya 12 desa tersebar di Kabupaten Cianjur dan Garut yang belum tercakup infrastruktur listrik sampai ke desa.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Cakupan pelayanan infrastruktur listrik perdesaan di Jawa Barat masih belum optimal. Selain itu. 26 unit (63. Pada tahun 2007 terdapat 16. Jumlah ini meningkat 2. tidak diimbangi dengan laju penyediaan sarana dan prasarana pengelolaan maupun pengolahannya. terdapat 34. 14.58% dari total sampah yang ada.84% rumahtangga di Jawa Barat yang tidak memiliki akses pada air minum bersih. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 III-16 . Namun demikian tingkat elektrifikasi perdesaan telah mencapai 99.96 %. Hal ini merupakan ancaman serius yang dapat mengganggu proses pembangunan di Jawa Barat. Penambahan jumlah penduduk juga meningkatkan kebutuhan akan layanan air bersih dan sarana penunjang kesehatan lainnya.42% sampah yang belum terlayani memiliki kecenderungan untuk dibuang ke sembarang tempat diantaranya ke badan sungai. Hal ini dapat menjadi pemicu penurunan kualitas kesehatan masyarakat. Selain itu perlunya difasilitasi kegiatan pengembangan sarana perumahan menjadi unsur pendukung peningkatan IPM bidang kesehatan.41 %. Sementara itu Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Jawa Barat yang pada tahun 2007 berjumlah 41 unit.05 % rumah tangga tanpa akses ke fasilitas BAB. Tingginya laju pertumbuhan penduduk yang diiringi pula oleh peningkatan laju volume sampah. sehingga 58. mengingat masih rendahnya akses listrik masyarakat.42%) diantaranya dilakukan secara open dumping yang dapat mencemari lingkungan.

Kebijakan pemerintah pusat melalui upaya intensifikasi. Pada akhir tahun 2007 harga minyak dunia mencapai Rp. Minyak tanah menerima subsidi terbesar yaitu sekitar 60% dan ini tentunya akan mempengaruhi perekonomian masyarakat. pengembangan sumber-sumber energi sebagai pembangkit listrik menjadi langkah strategis. Implementasi pemanfaatan energi alternatif dalam rangka peningkatan ketahanan energi masyarakat khususnya di pedesaan serta pengembangan produk energi alternatif secara nyata memberikan dampak positif terhadap produktivitas perekonomian dan kualitas kehidupan masyarakat setempat. Tingginya harga minyak dunia akan berimplikasi terhadap tingginya subsidi yang harus diberikan oleh pemerintah. Untuk memenuhi kebutuhan listrik Jawa Barat diperlukan jaminan pasokan ketenagalistrikan dan peningkatan layanan serta cakupan infrastruktur bagi masyarakat. Untuk mencapai rasio elektrifikasi sebesar 95% pada Tahun 2025 secara nasional. Selain itu. Sedangkan persediaan energi fosil sudah semakin berkurang. Penggunaan Energi Mix secara nasional pada tahun 2004. Tahun 2007 pemerintah telah mengeluarkan kebijakan untuk mengganti penggunaan minyak tanah ke gas bagi kebutuhan rumah tangga.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Meningkatnya konsumsi energi khususnya bahan bakar minyak. Namun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 III-17 . Krisis energi semakin parah ketika harga minyak mentah dunia semakin tidak terkendali. dibutuhkan penambahan sebesar 1. konservasi dan diversifikasi masih belum dapat mengatasi permasalahan energi di dalam negeri. Pemanfaatan energi alternatif ini akan memberikan pilihan kepada masyarakat dalam memenuhi kebutuhan energinya. 100 US dollar/barel dan awal tahun 2008 meningkat sekitar 120 US dollar/barel dan harga ini jauh dari harga normal yaitu sekitar 50 US dollar/barrel. Secara umum kebutuhan energi Indonesia masih sangat tergantung dari energi fuel terutama BBM. BBM masih dalam prosei yang besar yaitu sekitar 49%. kenaikan harga dan kelangkaan BBM secara langsung memberikan implikasi terhadap pasokan listrik Jawa Barat dan penggunaan energi secara langsung. Tahun 2008 pemerintah berencana akan mengurangi subsidi energi dan mengalihkannya ke subsidi pangan.3 juta sambungan baru setiap tahunnya. Dengan basis kependudukan Jawa Barat yang sebagian besar penduduknya bermukim di perdesaan maka peran listrik perdesaan menjadi sangat strategis. Hal ini terlihat dari harga minyak dunia yang terus meningkat. dalam rangka menjaga kelangsungan pasokan listrik. Tahun 2009 diperkirakan krisis energi masih menjadi permasalahan utama.

Untuk common goals ditetapkan 8 (delapan) poin yang pencapaiannya membutuhkan sinergitas lintas SKPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Program dan kegiatan terpilih dilaksanakan berdasarkan prinsip SHEWHART Cycle (Plan. Di sisi lain peran Jawa Barat terhadap energi nasional sangat besar. PLT panas bumi serta rencana PLTU batubara yang direncanakan beroperasi tahun 2009. b. Check. Oleh karena itu. Do. antar tingkatan pemerintahan baik pusat. Action). Model sinergitas tersebut memiliki ciri sebagai berikut : a. diperlukan sumber pembangkit listrik lainnya bagi pemenuhan kebutuhan energi ini. surya dan angin untuk mendorong kemajuan masyarakat desa serta mendorong pemanfaatan energi panas bumi untuk kebutuhan listrik nasional. ditetapkan tema pembangunan yaitu : ”Peningkatan Mutu dan Akuntabilitas Pembangunan Menuju Provinsi Termaju di Indonesia” Prioritas pembangunan daerah Tahun 2009 ditetapkan dengan memperhatikan isu strategis dan ditindaklanjuti oleh kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk mewujudkan common goals. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 III-18 . 3. dunia usaha maupun masyarakat. Jawa Barat dengan jumlah penduduk terbesar serta aktivitas ekonomi yang tinggi tentunya akan membutuhkan energi dalam jumlah yang besar. Perencanaan program/kegiatan terpilih dibuat secara bersama-sama seluruh SKPD yang terlibat berdasarkan prinsip SMART PLANNING dan bersifat akselerasi guna membangunan Provinsi Jawa Barat termaju. Di sisi lain upaya divertifikasi energi perlu terus ditingkatkan melalui pemanfaatan energi alternatif seperti biomass untuk kebutuhan rumah tangga masyarakat perdesaan. kabupaten/kota maupun desa/kelurahan serta antar pelaku pembangunan baik pemerintah.hal ini ditunjukan dengan keberadaan pembangkit listrik tenaga air seperti Jatiluhur.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT ketersediaan energi gas masih sangat terbatas dan tidak bisa memenuhi kebutuhan masyarakat perdesaan. Pengembangan energi PLTMH. Saguling dan Cirata. Upaya konservasi energi perlu terus dilakukan guna menghemat pemanfaatan energi secara keseluruhan.2 PRIORITAS PEMBANGUNAN DAERAH Guna mendukung arah pembangunan Provinsi Jawa Barat Tahun 2009. Tingginya komitmen kebersamaan lintas SKPD di lingkungan Pemerintah Provinsi. c.

Peningkatan berdaya saing. serta untuk mendukung tugas pokok dan fungsi kinerja SKPD.1 Common Goals 8 (delapan) common goals yang telah ditetapkan antara lain : 1. terdiri dari Program Pendukung yang meliputi kegiatan utama. SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten/Kota. 2. Kebijakan untuk belanja tidak langsung adalah : 1. Kebijakan ini diarahkan pada dana pemerataan. Mengalokasikan belanja keuangan dalam rangka pemerataan dan/atau peningkatan kemampuan keuangan melalui : a. yang difokuskan untuk menciptakan sumberdaya manusia Jawa Barat yang unggul dan III-19 . Pemerintah Pusat serta segenap pelaku pembangunan lain sebagai mitra strategis sejak tahap perencanaan Untuk mewujudkan Common Goals diperlukan kegiatan yang dikelompokkan pada Non Common Goals. Pelibatan secara aktif lintas SKPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. lembaga pendidikan dan organisasi kemasyarakatan melalui belanja subsidi.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT d. b.2. belanja hibah dan belanja bantuan sosial dengan mekanisme seleksi. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 Kualitas dan Produktivitas Sumberdaya Manusia. proporsional dan penyeimbang untuk setiap kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Barat. Sasaran: a. peruntukan dan penggunaannya diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah daerah/pemerintah desa penerima bantuan. Selain itu mengakomodir Belanja Tidak Langsung yaitu belanja yang dianggarkan tidak terkait secara langsung dengan pelaksanaan program dan kegiatan. 3. 3. Meningkatnya kualitas dan aksesibilitas pendidikan masyarakat. penunjang dan khusus. Bantuan keuangan yang bersifat umum. Mengalokasikan belanja yang bersifat wajib/mengikat meliputi belanja pegawai (terdiri dari gaji dan tunjangan daerah PNS). peruntukan dan pengelolaannya diarahkan/ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi yang bersifat commited budget. b. belanja bagi hasil (pendapatan provinsi kepada kabupaten/kota) dan belanja bunga (pembayaran bunga utang pada Asian Development Bank (ADB/BUDP) dan USAID-FID). Meningkatnya kualitas kesehatan masyarakat. Program tersebut diarahkan untuk mendukung kegiatan operasional pada masing-masing SKPD/Balai/UPT/UPTD/UPPD. Mengalokasikan belanja untuk perusahaan daerah. Bantuan keuangan yang bersifat khusus.

ternak dan ikan d. Meningkatnya Kualitas dan kuantitas SDM tenaga kerja Jawa Barat dengan berbasis standar tenaga kerja ASEAN. b. 2. ternak dan ikan. jagung. Meningkatnya kompetensi keterampilan dan kewirausahaan tenagakerja melalui pelatihan dan sertifikasi tenaga kerja di sektor formal. Sasaran : a. b. Sasaran : a. Meningkatnya Profesionalisme dan Kinerja Aparatur Pemerintah Daerah dan Desa. c. ternak dan ikan. Peningkatan Daya Beli Masyarakat. jagung. e. buruh. c. Menurunnya Tingkat KKN untuk Menciptakan Pemerintahan Yang Bersih. 3. Meningkatnya stok beras. Ketahanan Pangan. b. 5. dan KUMKM. Meningkatnya Pelayanan Pemerintah Daerah kepada masyarakat. 4. IKM. yang difokuskan pada penciptaan lapangan kerja serta menyiapkan tenaga kerja terampil dan berjiwa enterpreneur untuk kebutuhan dalam negeri dan luar negeri. Terwujudnya Kemitraan Strategis antara KUMKM. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 III-20 . Meningkatnya kondisi infrastruktur transportasi serta sumber daya air dan irigasi di sentra produksi pertanian. d. yang difokuskan pada komoditas beras. BUMD. Meningkatnya kesempatan kerja melalui peningkatan investasi dan padat karya. Meningkatnya kondisi infrastruktur transportasi serta sumber daya air dan irigasi di kawasan industri. yang difokuskan pada peningkatan pelayanan publik dan penerapan insentif berbasis kinerja. Sasaran : a. Meningkatnya produksi beras. Tertatanya agroindustri dan perdagangan beras. Penanganan Pengelolaan Bencana. jagung. kedelai. jagung. Pengusaha Besar dan lembaga keuangan. Meningkatnya Fungsi Kelembagaan Pemerintah Daerah dan Desa. kedelai dan ketersediaan protein hewani. Meningkatnya ketersediaan input produksi pertanian.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT c. kedelai. Peningkatan Kinerja Aparatur. nelayan. d. kedelai. c. Meningkatnya kesejahteraan petani. yang difokuskan pada upaya pengurangan resiko bencana terutama banjir dan longsor. e.

Pengembangan Infrastruktur Wilayah. d. d. c. c. Meningkatnya Pemahaman dan Kesiapan Masyarakat dalam menghadapi Bencana. Pengendalian dan Pemulihan Kualitas Lingkungan. Kemandirian Energi dan Kecukupan Air Baku. Pengembangan Pengelolaan Persampahan di Wilayah Perkotaan. Tertanganinya Bencana/Wabah Secara Cepat dan Akurat. serta persampahan dan sarana olah raga. Sasaran : a. yang difokuskan pada energi perdesaan. prasarana perhubungan. b. 8. Meningkatnya Kesiapan Dini dan Mitigasi Bencana. Penyelesaian Pembangunan Jalan dan Jembatan di Jabar Selatan. penyediaan air baku dan air bersih. c. Meningkatnya Pengendalian Pencemaran Air. b. yang difokuskan pada pelestarian dan peningkatan luas dan fungsi kawasan lindung. b. Meningkatnya Luas dan Fungsi Kawasan Lindung. Pembangunan Gedebage. Waduk Jatigede di Kabupaten Sumedang. Berkurangnya Resiko Kejadian Bencana di Jawa Barat. Persiapan Pembangunan Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) dan Soreang-Pasirkoja (Soroja). yang difokuskan pada pengembangan jalan tol. c. Pengembangan Angkutan Massal di Metropolitan Bandung dan Bodebek. 6. Meningkatnya Cakupan Elektrifikasi Perdesaan. Sasaran : a. Pembangunan Sarana Olahraga Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 III-21 .PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Sasaran : a. Sasaran : a. waduk. Persiapan Pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat di Kertajati Kabupaten Majalengka. Berkembangnya Penciptaan dan Pemanfaatan Energi Alternatif. b. Pengembangan Pelabuhan Laut Cirebon dan Persiapan Pembangunan Pelabuhan Laut Cilamaya di Kabupaten Karawang. Meningkatnya Pemenuhan Kebutuhan Air Baku dan air Bersih. Berkurangnya Lahan Kritis di Kawasan Lindung. jalan lintas Jabar Selatan. 7. e.

Kawasan Andalan Bodebek (Kabupaten/Kota Bogor.3 PRIORITAS WILAYAH Pembangunan daerah yang telah dilaksanakan di Jawa Barat selama ini masih belum dapat mengatasi kesenjangan kesejahteraan masyarakat.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 3. Fokus pembangunan wilayah Tahun 2009. Kawasan andalan ditentukan berdasarkan potensi yang ada. pengembangan. 1. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 III-22 . difokuskan pada : • Peningkatan cakupan pelayanan kesehatan. 3. difokuskan pada : • • • • • 2. Peningkatan cakupan pelayanan kesehatan Peningkatan sarana dan prasarana pendidikan Peningkatan investasi padat karya Peningkatan infrastruktur jalan dan jembatan Pengendalian pencemaran air Kawasan Andalan Bopunjur (sebagian Kab Cianjur dan Kab Bogor). kedua. Desa Tertinggal dan Kota Pusat Pertumbuhan. Berdasarkan pengertian tersebut pada dasarnya pengembangan kawasan andalan lebih ditekankan pada peningkatan kegiatan ekonomi yang diharapkan memberikan peningkatan kesejahteraan rakyat. diarahkan pada pengembangan Kawasan Andalan dengan memperhatikan kebutuhan kawasan yang secara fungsional dapat berperan mendorong pertumbuhan ekonomi bagi kawasan itu sendiri dan kawasan sekitarnya dengan sasaran wilayah pada Desa Pusat Pertumbuhan. Bekasi dan Kota Depok). antar pelaku ekonomi pada skala usaha yang berbeda.2 Non Common Goals Non common goals merupakan Prioritas pembangunan dalam rangka penumbuhan. peningkatan dan pemantapan pembangunan Jawa Barat. pelaksanaan tugas pokok dan fungsi.2. antar golongan masyarakat misalnya antar pelaku ekonomi pada sektor yang berbeda. memiliki aglomerasi pusat-pusat permukiman perkotaan dan kegiatan produksi serta pertimbangan perkembangan daerah sekitarnya. serta pemenuhan belanja tetap dan mengikat SKPD yang dilaksanakan untuk mendukung pencapaian common goals. kesenjangan antar wilayah baik antar kabupaten/kota maupun antara wilayah perkotaan dan perdesaan. Kesenjangan tersebut dapat dilihat dari berbagai sudut pandang yaitu : pertama.

Kota Cimahi dan sebagian Kabupaten Sumedang). Majalengka dan Kuningan).PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT • • • • • • • 3. Kawasan Andalan Ciayumajakuning (Kabupaten/Kota Cirebon. jagung. jagung. Peningkatan cakupan listrik perdesaan. Kawasan Kabupaten Bandung Barat. difokuskan pada : • • • • • • • Peningkatan cakupan pelayanan kesehatan Peningkatan sarana dan prasarana pendidikan Peningkatan produksi dan distribusi pangan (padi dan protein hewani) Peningkatan infrastruktur sumberdaya air dan irigasi Peningkatan kesiapan dini dan mitigasi bencana Peningkatan cakupan listrik perdesaan Penyediaan energi alternatif 4. Kabupaten Indramayu. Peningkatan kesiapan dini dan mitigasi bencana. Peningkatan fungsi kawasan lindung. Peningkatan infrastruktur sumberdaya air dan irigasi. Peningkatan produksi dan distribusi pangan (padi. Kawasan Andalan Sukabumi (Kabupaten/Kota Sukabumi dan Kabupaten Cianjur). difokuskan pada : • • • • • • • Peningkatan cakupan pelayanan kesehatan Peningkatan sarana dan prasarana pendidikan Peningkatan investasi Peningkatan produksi dan distribusi pangan (padi. kedelai dan protein hewani) Peningkatan infrastruktur sumberdaya air dan irigasi Peningkatan fungsi kawasan lindung Pembangunan infrastruktur transportasi Andalan Cekungan Bandung (Kabupaten/Kota Bandung 5. kedelai dan protein hewani). difokuskan pada : • • Peningkatan cakupan pelayanan kesehatan Peningkatan sarana dan prasarana pendidikan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 III-23 . Peningkatan sarana dan prasarana pendidikan. Penyediaan energi alternatif.

udara dan sampah) Pembangunan infrastruktur transportasi Peningkatan mutu air baku Pengendalian pencemaran air Peningaktan cakupan listrik perdesaan Penyediaan energi alternatif Pengembangan Jasa dan Perdagangan Kota Kawasan Andalan Priangan Timur (Kabupaten/Kota Tasikmalaya. Kawasan Andalan Purwasuka (Kabupaten Purwakarta. jagung. Pengendalian pencemaran (air. jagung. Kabupaten Ciamis dan Garut). Kawasan Andalan Pangandaran (sebagian Kabupaten Ciamis). Banjar. difokuskan pada : • • • • • • • Peningkatan cakupan pelayanan kesehatan Peningkatan sarana dan prasarana pendidikan Peningkatan produksi dan distribusi pangan (padi. kedelai dan protein hewani) Peningkatan infrastruktur sumberdaya air dan irigasi Peningkatan fungsi kawasan lindung Peningkatan cakupan listrik perdesaan Penyediaan energi alternatif 7. Subang dan Karawang). kedelai dan protein hewani) Peningkatan infrastruktur sumberdaya air dan irigasi Peningkatan kesiapan dini dan mitigasi bencana Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 III-24 .PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT • • • • • • • 6. difokuskan pada : • • • • • Peningkatan cakupan pelayanan kesehatan Peningkatan sarana dan prasarana pendidikan Peningkatan produksi dan distribusi pangan (padi. difokuskan pada : • • • • Peningkatan cakupan pelayanan kesehatan Peningkatan sarana dan prasarana pendidikan Pengembangan pariwisata berbasis biodivercity Peningkatan kesiapan dini dan mitigasi bencana 8.

4 PROGRAM PEMBANGUNAN Dalam rangka pencapaian common goals dan non common goals maka telah ditetapkan sejumlah program pembangunan.1 Common Goals 1. Danau dan Sumber Daya Air Lainnya Program Pengendalian banjir dan Pengamanan Pantai Program Pembangunan Jalan dan Jembatan Program Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Program Peningkatan Ketahanan Pangan Program Pengembangan Budidaya Perikanan Program Peningkatan Produksi Pertanian Program Pencegahan dan Penanggulangan Hama dan Penyakit Tanaman. Rawa dan Jaringan Pengairan Lainnya Program Pengembangan. Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Sumberdaya Manusia 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) 2. Peningkatan Daya Beli Masyarakat 1) Program Pengembangan dan Pengelolaan Dan Konservasi Sungai.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 3. Pengelolaan Dan Konservasi Sungai. Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Program Pendidikan Menengah dan Tinggi Program Pendidikan Non Formal Program Manajemen Pelayanan Pendidikan Program Upaya Kesehatan Masyarakat Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular Program Manajemen Pelayanan Kesehatan Program Sumberdaya Kesehatan Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Pelayanan Kesehatan 10) Program Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Tenaga Kerja Ketahanan Pangan 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Program Pengembangan dan Pengelolaan Jaringan Irigasi.4. Ternak dan Ikan 10) Program Pengembangan Industri Kecil Menengah 11) Program Peningkatan dan Pengembangan Sistem Perdagangan Dalam Negeri 3. Danau Dan Sumber Daya Air Lainnya Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 III-25 . 3.

Peternakan. Kecil dan Menengah Program Pengembangan Sistem Pendukung Usaha bagi Koperasi. Pengendalian dan Pengawasan Pembangunan Daerah Penanganan Pengelolaan Bencana 1) 2) 3) Program Penanggulangan Bencana Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Bersih dan Air Limbah Program Pengembangan Permukiman Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 III-26 . Program Pembinaan dan Pengembangan Aparatur Program Pemantapan Otonomi Daerah dan sistem Administrasi Pemerintahan Program Penataan Peraturan Perundang-undangan Program Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Daerah Program Pemantapan Pemerintahan dan Pembangunan Desa Program Perencanaan. Perkebunan. Perikanan dan Kehutanan 14) Program Peningkatan Produksi Pertanian 15) Program Pemanfaatan Potensi Sumber Daya Hutan 16) Program Pengembangan Destinasi Pariwisata 17) Program Pengembangan Industri Kecil Menengah 18) Program Penataan Struktur dan Peningkatan Kemampuan Teknologi Industri 19) Program Peningkatan dan Pengembangan Ekspor 20) Program Peningkatan dan Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri 4. Usaha Mikro. Kecil dan Menengah Program Pembinaan dan Pengembangan BUMD dan Lembaga Keuangan Non Perbankan 10) Program Peningkatan Kesempatan Kerja 11) Program Pengembangan Budidaya Perikanan 12) Program Pengembangan Perikanan Tangkap 13) Program Pemasaran dan Pengolahan Hasil Pertanian.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Program Pengendalian banjir dan Pengamanan Pantai Program Pembangunan Jalan dan Jembatan Program Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Program Peningkatan Promosi dan Kerjasama Investasi Program Peningkatan Iklim Investasi Program Pengembangan Kewirausahaan dan Keunggulan Kompetitif Koperasi. Peningkatan Kinerja Aparatur 1) 2) 3) 4) 5) 6) 5. Usaha Mikro.

PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 4) 6. Danau dan Sumber Daya Air Lainnya Program Pembangunan Jalan dan Jembatan Program Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Program Pengembangan Permukiman Program Pembangunan Prasarana dan Fasilitas Perhubungan 8. Pengelolaan dan Konservasi Sungai. 1) 2) 3) 4) 5) 7. Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Program Pendidikan Menengah dan Tinggi Program Pendidikan Non Formal Program Pendidikan Luar Biasa Program Manajemen Pelayanan Pendidikan Bidang Kesehatan 1) 2) 3) Program Sumberdaya Kesehatan Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Pelayanan Kesehatan Program Manajemen Pelayanan Kesehatan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 III-27 . Bidang Pendidikan 1) 2) 3) 4) 5) 2. Program Lingkungan Permukiman Sehat Program Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup Program Pengelolaan Kawasan Lindung Program Pengendalian Pemanfaatan Ruang Program Pemanfaatan Ruang Program Lingkungan Permukiman Sehat Pengendalian dan Pemulihan Kualitas Lingkungan Pengembangan Infrastruktur Wilayah 1) 2) 3) 4) 5) 6) Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Persampahan Program Pengembangan.4. URUSAN WAJIB 1. Kemandirian Energi dan Kecukupan Air Baku 1) 2) Program Pembinaan dan Pengembangan Bidang Ketenagalistrikan dan Energi Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Bersih dan Air Limbah 3.2 Non Common Goals A.

Pengendalian.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 3. Bidang Pekerjaan Umum 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Bersih dan Air Limbah Program Pembinaan Jasa Konstruksi Program Pengembangan Dan Pengelolaan Jaringan Irigasi. Bidang Penataan Ruang 1) 2) 3) Program Perencanaan Ruang Program Pemanfaatan Ruang Program Pengendalian Pemanfaatan Ruang 6. Bidang Perumahan 1) 2) 3) 4) Program Pengembangan Permukiman Program Lingkungan Permukiman Sehat Program Pemberdayaan Komunitas Permukiman Program Pengelolaan Gedung/Rumah Negara Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 III-28 . Pengelolaan dan Konservasi Sungai. dan Pengawasan Pembangunan Daerah 7. Bidang Lingkungan Hidup 1) 2) 3) 4) 5) Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Persampahan Program Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup Program Rehabilitasi dan Konservasi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Program Pengelolaan Ekosistem Pesisir dan Laut Program Pengelolaan Kawasan Lindung 4. Danau dan Sumber Daya Air Lainnya Program Pengendalian banjir dan Pengamanan Pantai Program Pembangunan Jalan dan Jembatan Program Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Program Inspeksi Kondisi Jalan dan Jembatan Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Kebinamargaan 5. Bidang Perencanaan Pembangunan 1) 2) Program Kerjasama Pembangunan Program Perencanaan. Rawa Dan Jaringan Pengairan Lainnya Program Pengembangan.

Usaha Mikro. Bidang Kependudukan dan Catatan Sipil 1) Program Penataan Administrasi Kependudukan 12. Kecil dan Menengah Program Pembinaan dan Pengembangan BUMD dan Lembaga Keuangan Non Perbankan 11. Bidang Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah 1) 2) 3) Program Pengembangan Kewirausahaan dan Keunggulan Kompetitif Koperasi. Bidang Ketahanan Pangan 1) Program Peningkatan Ketahanan Pangan 14. Bidang Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera 1) Program Keluarga Berencana 16. Bidang Penanaman Modal 1) Program Peningkatan Iklim Investasi 10. Bidang Perhubungan 1) 2) Program Pembangunan Prasarana dan Fasilitas Perhubungan Program Rehabilitasi dan Pemeliharaan Prasarana dan Fasilitas Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 III-29 .PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 8. Kecil dan Menengah Program Pengembangan Sistem Pendukung Usaha bagi Koperasi. Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 1) 2) Program Peningkatan Peran Serta dan Kesetaraan Jender dalam Pembangunan Program Peningkatan kualitas kehidupan perlindungan perempuan 15. pemasyarakatan dan pengembangan olahraga 9. Usaha Mikro. Bidang Tenaga Kerja 1) Program Perlindungan dan Pengembangan Lembaga Ketenagakerjaan 13. Bidang Kepemudaan dan Olah Raga 1) 2) Program Pembinaan dan peningkatan peran serta kepemudaan Program Pembinaan.

PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 3) 4) 1) Program Peningkatan Pelayanan Angkutan Program Pengendalian dan Pengamanan Lalu Lintas Program Pengembangan Komunikasi. Program Pembinaan dan Pengembangan Aparatur Program Pelayanan Administrasi Perkantoran Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan 10) Program Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Aparatur. Penataan dan Pengendalian Administrasi Pertanahan 19. Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa 1) 2) Program Peningkatan Partisipasi Masyarakat Program Pemantapan Pemerintahan dan Pembangunan Desa Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 III-30 . Informasi. Kesadaran Hukum dan HAM Program Pemantapan Otonomi Daerah dan Sistem Administrasi Daerah Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur. Bidang 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Otonomi Daerah. Ketertiban dan Pencegahan Tindak Kriminal 20. Media Massa dan Pemanfaatan Teknologi Informasi 17. Bidang Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri 1) 2) 3) Program Pendidikan Politik Masyarakat Program Penanggulangan Bencana Alam dan Perlindungan Masyarakat Program Pemeliharaan. 21. Administrasi Keuangan Daerah. Bidang Pertanahan 1) Program Pengadaan. Ketentraman. Bidang Komunikasi dan Informatika 18. Pemerintahan Umum. Perangkat Daerah. Kepegawaian dan Persandian Program Peningkatan Kapasitas Lembaga Perwakilan Rakyat Daerah Program Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Daerah Program Penataan Peraturan Perundang-undangan.

Bidang Statistik 1) Program Pengembangan Data/Informasi/Statistik Daerah 25. Bidang Kehutanan 1) Program Pemanfaatan Potensi Sumber Daya Hutan 30. Bidang Pertanian 1) 2) Program Peningkatan Produksi Pertanian Program Pemberdayaan Sumber Daya Pertanian 29. Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral 1) 2) Program Pembinaan dan Pengembangan Bidang Ketenagalistrikan dan Energi Program Pengembangan Sumberdaya Mineral dan Panas Bumi Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 III-31 . Bidang Sosial 1) 2) Program Pemberdayaan Fakir Miskin dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) Lainnya Program Pemantapan Kelembagaan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) 23. Bidang Perpustakaan 1) B. Bidang Kelautan dan Perikanan 1) 2) Program Pengembangan Budidaya Perikanan Program Pengembangan Perikanan Tangkap 28.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 22. Bidang Kearsipan 1) Program Pengembangan Sistem Administrasi Kearsipan 26. Bidang Kebudayaan 1) 2) Program Pengembangan Nilai Budaya Program Pengelolaan Kekayaan dan Keragaman budaya 24. Program Pengembangan Budaya Baca dan Pembinaan Perpustakaan URUSAN PILIHAN 27.

Bidang Peningkatan Pemahaman dan Pengamalan Agama 1) 2) Program Peningkatan dan Pemahaman dan Pengamalan Agama Program Pembinaan Lembaga Sosial Keagamaan. Bidang Industri 1) 2) Program Pengembangan Industri Kecil dan Menengah Program Penataan Struktur dan peningkatan Kemampuan Teknologi Industri 33. Bidang Perdagangan 1) 2) 3) Program Perlindungan Konsumen dan Pengamanan Perdagangan Program Peningkatan dan Pengembangan Ekspor Program Peningkatan dan Pengembangan Sistem Perdagangan Dalam Negeri 34. Bidang Pariwisata 1) 2) Program Pengembangan Pemasaran Pariwisata Program Pengembangan Destinasi Pariwisata 32. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 III-32 .PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 31. Bidang Ketransmigrasian 1) Program Pengembangan Wilayah Transmigrasi 35.

Sedangkan Matrik Rencana Kerja yang pendanaannya bersumber dari APBN merupakan penjabaran program dan kegiatan yang mengacu kepada Prioritas Program dari Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2009. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-1 . dan Pemerintah Daerah Kab/Kota.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT BAB IV RENCANA KERJA DAN PENDANAAN Berdasarkan Isu Strategis dan Prioritas Pembangunan Daerah yang telah dijelaskan sebelumnya. Pemerintah Daerah Provinsi. Rencana kerja ini memuat rincian kegiatan dari 95 program pembangunan Provinsi Jawa Barat yang mengacu kepada RPJMD Transisi Tahun 2009 dan sudah dituangkan berdasarkan Bidang Urusan Pemerintah Daerah baik Urusan Wajib dan Pilihan sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintah Antar Pemerintah. disusunnya rencana kerja yang dituangkan dalam matrik Rencana Kerja berdasarkan sumber pendanaannya yaitu APBD dan APBN. dan rencana kerja non common goals yang merupakan rencana kerja penunjang. Matrik Rencana Kerja yang bersumber dari APBD dijabarkan berdasarkan rencana kerja common goals yang merupapakn rencana kerja prioritas pembangunan.

Terlaksananya pembinaan SMP Terbuka TARGET PENCAPAIAN 5 APM SD/MI 98. Banjar - Disdik APBN.62 % Bantuan beasiswa sebesar 26 Kab/Kota Rp..26 Kab/Kota ngan hidup di SD/MI dan SMP/MTs 115 SMP SBI dan 100 SD SSN 26 Kab/Kota Disdik APBN. APBD Prov 5 Fasilitasi Peningkatan Pelayanan Pendidikan di a.57 % LOKASI 6 26 Kab/Kota PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 2 URUSAN WAJIB 1.80% b.01 % APK SMP/MTs 92. Tersedianya data base kebutuhan Daerah Khusus pendidikan di daerah khusus - data base kebutuhan pelaya-nan Daerah Khusus di 19 pendidikan di daerah khusus Kab/Kota penyetaraan pendidikan bagi guru Daerah Khusus di 19 di daerah khusus Kab/Kota rehabilitasi dan penambahan Daerah Khusus di 19 RKB bagi SD/MI di daerah Kab/Kota khusus Fasilitasi pendidikan dasar bagi Kab.62% c.Terlaksananya pengembangan pendidikan - Disdik Disdik.000 siswa 506 Induk SMP Terbuka. perbatasan Bekasi. Pendidikan - APK SD/MI 112. Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 a. Cirebon. Meningkatnya kualitas program wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun Terlaksananya bantuan beasiswa bagi siswa SMP/SMPLB/SMP Terbuka/MTs yang berasal dari keluarga tidak mampu untuk tetap melanjutkan pendidikan a.000. Terlaksananya rehabilitasi dan penambahan RKB bagi SD/MI di daerah khusus 6 Pengembangan Pendidikan Berbasis Olahraga a. Sukabumi. 176 26 Kab/Kota Guru Pamong TKB Mandiri.80 % - APM SMP/MTs 74. Terlaksananya pengembangan TK-SD satu Atap . Meningkatnya angka partisipasi murni SD/MI menjadi 98. Common Goals 1 : Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Sumberdaya Manusia NO 1 BID URUSAN PEMDA PROGRAM/KEGIATAN 3 1. APBD Prov Kegiatan : 1 Pemberian Bantuan Gubernur Untuk Siswa (BAGUS) Dari Keluarga Tidak Mampu 2 Pembinaan Penyelenggaraan SMP Terbuka - Disdik APBN. Garut. dan Kota Depok. penyelenggaraan pendidikan Kuningan. Banten. Meningkatnya angka melanjutkan ke perguruan tinggi c. Meningkatnya kualitas dan relevansi lulusan pendidikan menengah dan tinggi terhadap kebutuhan pasar kerja b.4. Cianjur kualitas 600 guru di Jabar Selatan Fasilitasi peningkatan proses Kab.1 RENCANA KERJA COMMON GOALS a. Banten dan DKI Jakarta - - Disdik Disdik APBN. APBD Prov b.57% dan angka partisipasi kasar (APK) menjadi 112. 2126 Guru Pamong TKB Reguler 26 lokasi TK-SD Satu Atap Pendidikan kesadaran lingku.000. Meningkatnya kuantitas dan kualitas penyelenggaraan sekolah berstandar nasional dan bertaraf internasional Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-2 .000 siswa dan pengem-bangan Tasikmalaya. Terlaksananya peningkatan kualifikasi pendidik di daerah khusus c. dasar di 8 Kab/Kota di wilayah Bogor.selama 1 tahun untuk 2. Ciamis. 2. Meningkatnya angka partisipasi murni SLTP/MTs menjadi 74. Terlaksananya pengembangan pendidikan dasar berbasis olahraga di kab/kota perbatasan dengan Jateng. APBD Prov 3 Pembinaan Kesadaran Lingkungan Hidup di Sekolah Pembinaan dan Pengembangan SMP Bertaraf Internasional dan SD Standar Nasional b. Sukabumi. BPLHD APBN. APBD Prov APBN. dan DKI Jakarta) b. APBD Prov APBD Prov kesadaran lingkungan hidup di sekolah Terlaksananya upaya pembinaan dan pengembangan bagi SMP Bertaraf Internasional dan SD Standar Nasional pelayanan - 4 - Disdik APBN.248. Program Pendidikan Menengah dan Tinggi a. Meningkatnya pelayanan dan pengembangan Jenjang Pendidikan Dasar di Jawa Barat pendidikan dasar berbasis olahraga di Jabar Selatan Bagian Selatan dan Perbatasan Provinsi (Jateng. APBD Prov - - Disdik APBD Prov - - Disdik APBD Prov 2.01% dan angka partisipasi kasar (APK) menjadi 92.

NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEGIATAN 3 SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-3 .

Pertukaran Pemuda a. dan pendidikan S2 untuk guru SBI jenjang SMP. APBD Prov. Meningkatnya upaya pembinaan lembaga kursus - - Disdik Disdik APBD Prov APBD Prov - - Disdik Disdik Disdik Disdik Disdik APBN. c. Meningkatnya penerapan layanan pendidikan non formal a. BPMD. - - APBN. Terlaksananya pertukaran pelajar/mahasiswa antar provinsi dan negara Peningkatan Layanan Pendidikan Untuk Semua a. Disnakertrans. Terlaksananya peningkatan kualitas sarana prasarana SMA Berbasis Web Beasiswa Satu Siklus Bagi Lulusan SMA/SMK . APBN. APBD Prov. Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pemberdayaan PKBM dan terwujudnya lembaga PKBM sebagai basis pendidikan kecakapan hidup. Terlaksananya penyediaan peralatan Lab. SMA. APBD Prov 2 Beasiswa bagi siswa SMA/SMK dari keluarga a. Terlaksananya bantuan beasiswa S2 bagi guru SBI jenjang SMP. SMK Bantuan bagi 33 SMA dan 16 26 Kab/Kota SMK SBI Bantuan bagi SMA SBN 26 Kab/Kota Pengembangan 2 SMA Berbasis 26 Kab/Kota Web Bantuan beasiswa 1 siklus bagi 26 kabupaten/kota 260 siswa dari 26 kabupaten/ kota b. Disnakertrans. SMA dan SMK peningkatan kualitas sarana Peningkatan Sarana dan Prasarana SMA/SMK a. Multimedia SMA - Disdik Disdik APBN. Terlaksananya prasarana SMA/SMK SBI Bertaraf Internasional (SBI). Meningkatnya jumlah penduduk usia produktif Jawa Barat yang memiliki keterampilan dan kecakapan hidup b. Dinas KUKM Disdik. Terlaksananya pelatihan bagi tenaga pendidik dan (PUS) kependidikan PAUD - - APBD APBN. APBD Prov a. Biro Yansosdas APBN. Lab IPA. Rehab gedung SMA 87 sekolah 700 lokal d. perpustakan dan multimedia 25 sekolah Rehabilitasi SMA/SMK sebanyak 26 Kab/Kota 1000 ruang kelas Penyediaan peralatan Lab. b. mahasiswa berprestasi. Terlaksananya Lomba Keteladanan PLS - Lomba Keteladanan PLS dengan 26 Kab/Kota peserta dari 26 kab/kota Pembinaan 104 kegiatan 26 Kab/Kota Paskibra Pertukaran 104 pelajar/ 26 Kab/Kota mahasiswa 300 Kelompok Bermain 26 Kab/Kota - APBD 2 3 Pembinaan Paskibraka. Meningkatnya kualitas pembinaan Paskibra di Jawa Barat Antar Negara (PPAN). Program Pendidikan Non Formal APBD Kegiatan : 1 Peningkatan Mutu Kursus dan Kelembagaan - Pembinaan 104 PKBM Berbasis 26 Kab/Kota Kecakapan Hidup Pembinaan 104 lembaga kursus 26 Kab/Kota - Disdik. dan Lab. RKB SMA 40 sekolah 148 ruang SMK 60 Sekolah 180 ruang c. Kanwil Depag. APBD Prov. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-4 . APBD Prov. Lab. Lab. Bahasa dan Lab.000 Orang Beasiswa S2 bagi guru SBI 26 Kab/Kota jenjang SMP. Terlaksananya bantuan beasiswa bagi mahasiswa SMA dan SMK berprestasi c. Multimedia di 52 SMA/SMK Beasiswa bagi siswa SMA/SMK 26 Kab/Kota sebanyak 5. APBD Prov 3 4 3. Kanwil Depag. Disnakertrans. dan Bhakti Pemuda Antar Provinsi (BPAP) b.Meningkatnya angka melanjutkan ke perguruan tinggi yang Akan Melanjutkan ke Perguruan Tinggi bagi lulusan SMA/SMK berprestasi yang tidak mampu a. Bahasa di 52 SMA/SMK. SMA Berstandar Nasional (SBN). dan SMA Berbasis Web b Terlaksananya peningkatan kualitas sarana prasarana SMA SBN c. IPA di 26 Kab/Kota 52 SMA/SMK. Terlaksananya bantuan beasiswa bagi siswa SMA/SMK yang berasal dari keluarga tidak mampu tidak mampu. b. SMA/SMK dengan Pola Imbal Swadaya SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 Terlaksananya penambahan RKB SMA/SMK TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 - PELAKSANA SKPD 7 Disdik SUMBER DANA 8 APBN. APBD Prov.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEGIATAN 3 Kegiatan : 1 Peningkatan Sarana dan Prasarana Pendidikan a. Dinas KUKM Disdik. IPA. Kanwil Depag Disdik. APBD Prov. APBN.000 Siswa Beasiswa bagi mahasiswa 26 Kab/Kota berprestasi sebanyak 1. Penambahan RKB dengan 26 Kab/Kota proporsi 40% SMA dan 60% SMK b. APBN. Dinas KUKM Disdik Disdik. bahasa. APBD Prov APBN. BPMD. BPMD. APBD Prov APBN. Terlaksananya rehabilitasi bangunan SMA/SMK c. Kanwil Depag. APBD Prov.

Meningkatnya kualitas atau mutu lembaga. Sumedang. dan Siswa kependidikan Berprestasi Tahun 2009 b. 26 Kab/Kota dan bagi 26 Kab/Kota - Disdik APBN. dan 300 guru SMA/SMK Akreditasi untuk 200 SMP. Bandung. 200 guru SMP/MTs. APBD Prov 4 5 Akreditasi SMP dan SMA/SMK Negeri dan Swasta di Jawa Barat Pelatihan Pendidik dan Tenaga Kependidikan - Meningkatnya kualitas penyelenggaraan SMP dan SMA/SMK di Jawa Barat Meningkatnya kualitas tenaga pendidik dan kependidikan di Jawa Barat Terlaksananya fasilitasi pembinaan bagi guru-guru yang akan mengikuti proses sertifikasi Meningkatnya Pelayanan Kesehatan Dasar. Meningkatnya kualitas tenaga pendidik dan tenaga Kependidikan. meningkatnya peran dan kualitas komite sekolah - - - 3 Peningkatan Kualifikasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan - Meningkatnya kualitas tenaga kualifikasi yang dibutuhkan pendidik sesuai - Insentif bagi 697 orang GBS dan Daerah terpencil di 20 9. APBD Prov - Disdik APBD Prov - Disdik APBD Prov - Disdik APBD Prov - Disdik APBN. - - Disdik Disdik APBN.000 guru SD/MI. SMA.500 Lembaga KF 750 lembaga Paket B 200 peserta pendidikan LOKASI 6 26 Kab/Kota 26 Kab/Kota 26 Kab/Kota - PELAKSANA SKPD 7 Disdik.000 guru SD. APBD Prov 6 Bimbingan Teknis Profesi Sertifikasi Guru tahun 2009 - - - Disdik APBN. Garut. perbaikan gizi masayarakat dan imunisasi. Terselenggaranya kegiatan Kejar paket B setara SMP d. 300 guru SLB. Bandung. Kesehatan 5. SMK Pengawas Bimbingan teknis sertifikasi 1. Meningkatnya prestasi akademik dan non akademik siswa c. APBD Prov Kegiatan : 1 Insentif Bagi Guru PNS dan Honor Guru Bantu SD dan MI di Daerah Terpencil di Jawa Barat 2 Meningkatnya kesejahteraan guru PNS dan GBS di daerah terpencil untuk memotivasi tanggung jawab dan dedikasi dalam melaksanakan tugas Pemilihan Tenaga Pendidik. Program Upaya Kesehatan Masyarakat - APBN. APBD Provinsi. kab/kota Cianjur. APBD Prov APBD Prov 4. Dinas Kesehatan Kegiatan : 1 Peningkatan Kualitas Pelayanan Kesehatan Ibu Bersalin - Meningkatnya akses kesehatan ibu bersalin dan kualitas pelayanan 2 Peningkatan Kualitas Pelayanan Bayi dan Balita Kesehatan - Meningkatnya akses kualitas pelayanan kesehatan bayi dan Balita. pendidik dan tenaga kependidikan yang profesional dan produktif b. Cirebon dan Kota Depok 5 kab/ kota : kab Bogor. Tasikmalaya. Terlaksananya pengembangan pendidikan keaksaraan fungsional (KF) c.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEGIATAN 3 SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 b. 2. APBD Kab/Kota dari 9 kabupaten/kota menjadi 19 10 kb/ kt : kb Bogor. Meningkatkan Profesionalisme dan Kesejah-teraan Guru - TARGET PENCAPAIAN 5 1. BPMD. Kanwil Depag Disdik Disdik. APBD Prov APBN. APBD Prov 2. dan 250 SMK Pelatihan bagi 5. rujukan. Bandung Barat. Tenaga a. Terselenggaranya Pengembangan pendidikan pengarusutamaan gender a.000 orang guru 250 26 Kab/Kota TK. APBD Prov.236 orang Guru PNS di daerah Kab/Kota terpencil Pemilihan tenaga pendidik dan 26 Kab/Kota kependidikan berprestasi yang akan dikirimkan ke tingkat nasional Pemilihan siswa berprestasi yang 26 Kab/Kota akan dikirimkan ke tingkat nasional Pemilihan komite sekolah 26 Kab/Kota berprestasi untuk dikirimkan ke tingkat nasional Penyetaraan D4 dan S1 untuk 26 Kab/Kota 300 guru TK. Ciamis & kota Banjar Dinas Kesehatan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-5 . BPMD. Kuningan. Komite Sekolah. SMA. Dinkes SUMBER DANA 8 APBN. SMP. - 11 kab/kota menjadi 16 Kab/kot Bandung Barat. Program Manajemen Pelayanan Pendidikan 26 Kab/Kota - Disdik APBN.

cirebon dan bogor. bekasi.506 Ibu Nifas.129 Bayi (6-11 Bulan). Kota Bandung.Purwakarta dan Pengobatan Sumedang 15 puskesmas kabupaten dan 9 24 kab/kota puskesmas kota 2692 petugas. 2 buku Barat. majalengka. Kara-wang. Meningkatnya kualitas pelayanan kesehatan dasar Dasar swasta di 2 kab/kota b. 200 poster Kota Cirebon (@ 5 SMP) dari 20% menjadi 40 % di 10 Kab.996 anak Balita (1-5Th). 5500 set meja 26 kabupaten/kota media diteksi KVA dan Gizi Buruk. Purwakarta. Meningkatnya cakupan deteksi kesehatan indera penglihatan di Kabupaten/Kota. Bandung. Purwakarta. nifas dan bayi gakin b./Kota . orang petugas kesehatan jiwa.Meningkatnya cakupan pelayanan PONEK Anak di Rumah Sakit Peningkatan dan Pengembangan a. - - Dinas Kesehatan Sumedang. 1 Kab Bekasi. Bekasi.Sistem dan Penyelenggaraan Surveilans Gizi Buruk Surveilens Gizi Buruk Balita. 1. buku pedoman. c. Meningkatnya kesehatan olahraga bagi masyarakat dari 20% menjadi 40%. Kara-wang. Pencegahan dan Penanggulangan Gizi Buruk Meningkatnya Jumlah Kabupaten/Kota yang mempunyai Prevalensi Gizi Buruk lebih kecil dari 1. Bekasi . Bekasi dari 1 Kota menjadi 5 Kab/Kota.500kasus Maskin 26 kab/kota 26 kab/kota Dinas Kesehatan 10 Pemulangan pasien gakin dan home visite - 30 Pasien di RSJ Bandung RSJ Bandung RSJ Bandung Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-6 .333 Ibu Hamil. 2500 kasus karta. 165 or. Bandung. Kuningan. 328 Petugas. 60% dari 31 RSUD Dinas Kesehatan - Dinas Kesehatan - Dinas Kesehatan 7 8 Peningkatan Pelayanan Kesehatan Ibu dan . Dinas Kesehatan - - Dinas Kesehatan e./Kota - 6 - 2 Rumah Bersalin + 2 Balai Kab. Meningkatnya kinerja pelayanan kesehatan dasar pemerintah Pemantapan Sistem dan Penyelenggaraan . Purwakarta . d. 2 jenis masing .Bandung. 146 or.1% dari 13 Kab/Kota menjadi 15 Kab. Tasik-malaya. ciamis. Majalengka. 8 kegiatan. - 4 5 Peningkatan Kualitas Pelayanan Kesehatan a. Cianjur. Ban-dung Kab. Sukabumi. karawang. Kota Cirebon. Terlayaninya kasus komplikasi kebidanan berat pada bumil. Karawang. Kuningan . Meningkatnya status kesehatan gigi mulut dengan Decay Missing Filling Teeth (DMFT) - - Dinas Kesehatan Indramayu. PurwaKab. 310 or . Kota Tasikmalaya. Garut. Cimahi 9 Peningkatan Pelayanan Kesehatan bagi Masyarakat Miskin a. 630 Kab. Sumedang. 4 kegiatan di 14 RS Pemerintah Kab. masing 1500 buku Kota Bandung. Bandung. Kab. 26 kabupaten/kota 490. 108. Sub203 or ang./Kota. bulin./Kota dari 15% menjadi 30%. Meningkatnya cakupan pelayanan kesehatan kerja di PosUpaya Kesehatan Kerja (UKK) di Kabupaten/Kota. Indramayu.559. Kota Bandung dari > 3 menjadi < 3 di 10 Kab. Garut. Bandung. Meningkatnya cakupan pelayanan kesehatan jiwa penanggulangan masalah Kesehatan khusus - - Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan b.Terfasilitasinya pemulangan dan rujukan pasien gakin di Rumah sakit 2. 1500 bk. pedoman Kuningan. Terlaksananya pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin diluar quota askeskin (Jamkesmas) . 225. Cirebon. katarak. Kuning-an.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 3 PROGRAM/KEGIATAN 3 Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan Lanjut Usia - SASARAN PROGRAM/KEGIATAN Meningkatnya Puskesmas 4 pelayanan kesehatan lansia di - TARGET PENCAPAIAN 5 dari 34 puskesmas menjadi 44 puskesmas LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 Dinas Kesehatan SUMBER DANA 8 10 kab/kota : Subang.

TT. APBD Provinsi. diptheri. Purwakarta. provinsi. 26 puskesmas sentinel di 26 kab/kota. - seluruh bayi/ Universal Child Kab Bogor. penyakit diare. Tasikmalaya. Garut. pertusis). Kuningan. 1007 puskesmas. Terkelolanya (penyimpanan. 100 %. Kota Bogor) 2 penyakit tidak menular.Tertanggulanginya KLB - 4 Pemantapan Sistem Surveilans Penyakit a. Cianjur. Tertanggulanginya Kejadian Ikutan Paska Imunisasi (KIPI). 100 KLB (60 KLB PD3I. dan - 3 Penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) c. Cianjur. diatas 90 % di 10 Kab. Kab Bogor. Kota Cimahi. 6 Jenis vaksin (BCG. Ciamis. DPT/HB. 26 kab/ kota 40 KLB P2BB. provinsi dan 26 kab/ Campak. Garut.000 anak usia15 thn (AFP) Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit a. Polio 4 dan Campak) penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) - b. Terwujudnya sistem surveilans epidemiologi penyakit tidak menular di puskesmas sentinel (Diabetes dan hipertensi). influenza. Ciamis. Bandung.AFP Rate >2/100. Terwujudnya sistem surveilans epidemiologi penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi/PD3I (tetanus neonatorum. Cirebon. integrasi ke puskesmas sebanyak 24 kali 12 Pemulangan dan rujukan pasien Gakin 13 Optimalisasi pemberantasan penyakit paru - 14 Pelayanan Medis Operasi Wanita (MOW) 6 Program Pencegahan Penyakit Menular dan Pemberantasan - Terfasilitasinya pemulangan dan rujukan pasien RSP Sidawangi Gakin Meningkatnya upaya pemberantasan penyakit paru a. Kota Depok Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-7 . Kota Banjar. Tasikmalaya. Kab/kota Bekasi. Pengamatan Kasus Acute Flaccid Paralysis . provinsi dan 4 kab/kota (Subang. Meningkatnya jumlah Kab/Kota dalam pencapaian TBC CDR TBC dan tata laksana penderita - - 220 kasus - Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan 80% dari 7 Kab/kota menjadi 26 Kab Indramayu. . RSUD. 80 kasus KIPI. kunjungan rumah sebanyak 24 kali. Imunisasi lengkap (DPT/HB3.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEGIATAN 3 11 Peningkatan pelayanan Kesehatan Jiwa - SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 Terfasilitasinya pemulangan dan rujukan pasien gakin di Rumah sakit - TARGET PENCAPAIAN LOKASI PELAKSANA SKPD 7 RSJ Cimahi SUMBER DANA 8 5 6 24 pasien pemulangan pasien RSJ Cimahi dan 10 orang dirujuk. Polio. campak. P2ML dan Keracunan) 8 penyakit menular. Immunization (UCI) tingkat desa Sukabumi. DT dan alat kota. Majalengka. hepatitis klinis. 2 dokter spesialis radiologi dan laboratorium Meningkatnya pelayanan pada wanita resiko tinggi 26 kab/kota Terputusnya mata rantai penyebaran penyakit dan menurunnya kejadian luar biasa RSP Sidawangi KP4 Biro Yansos APBN. typhoid. Subang. puskesmas. Indramayu. Sumedang. kab/kota. pemeliharaan pendistribusian) vaksin dan alat imunisasi. Cianjur. suntik BCG. APBD Kab/Kota Kegiatan : 1 Peningkatan pencegahan dan pengendalian a. 100 orang penanggungjawab Program TB Baru sewilayah III Cirebon c. 220 pasien TB Paru BTA Positif KP 4 sewilayah III Cirebon b. Kab/kota Sumedang. Bandung. 26 kab/ kota - Dinas Kesehatan - Dinas Kesehatan - Dinas Kesehatan 5 6 b.

Tasikmalaya. - 13 Pencegahan Penularan Penyakit MALARIA b. Kab Bandung. Bandung Barat. Garut. Majalengka. Indramayu. Banjar. Cirebon. Tasikmalaya. Purwakarta. Menurunkan Mf Rate di daerah endemis Filariasis FILARIA - 86% penderita Pneumonia Balita 26 Kab/Kota dari 5 Kab/Kota menjadi 26 Kab/Kota > 70% dari 11Kab/Kota menjadi 26 Kab/Kota 26 Kab/Kota < 5 % dari kasus baru di 26 26 Kab/Kota Kab/kota./Kota Depok. Kuningan. Meningkatnya angka pengobatan malaria pada tahun 2009 a. Cimahi. Sumedang 19 Lapas di 16 Kab/Kota dan 52 Kab/Kota Bandung. Meningkatnya Cakupan Tatalaksana Kasus Klinis Kronis Filariasis sesuai dengan SOP di 15 Kab.000 menjadi 26 Kab/Kota 50/100. Banjar 14 Pencegahan Penularan Penyakit Endemik Zoonosis Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-8 . Subang.Bertambahnya layanan Care Support and Treatment (CST) untuk orang dengan HIV AIDS (ODHA) dari 27 RS menja Ditemukan dan dilaksanakannya tatalaksana pengobatan standar penderita Pneumonia Balita Meningkatnya Cakupan Penemuan penderita diare Menurunnya angka kecacatan Meningkatkan angka RFT Rate kusta dan - 15 kab/ kota Kota Bandung. Depok. Kab. Kab/Kota Cirebon. Tasikmalaya./Kota dari 50 % menjadi 70% Meningkatnya Cakupan Wilayah Pengobatan Massal Filariasis dari 1 a. Sumedang. Karawang. Cirebon. Purwakarta. Kuningan 15 kab/ kota Kab/ Kota cirebon. Cianjur - Dinas Kesehatan - Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Diare 10 Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Kusta 9 - - 11 Penyelenggaraan Pencegahan dan . Ciamis. Meningkatnya jumlah Kab/kota dalam pencapaian Cure Rate (Angka kesembuhan) - TARGET PENCAPAIAN LOKASI PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 c. Sukabumi. Kab./Kota menjadi 8 Kab. Cimahi. dari 87 % menjadi 95 % di 26 Kab /kota . kab/ kota Sukabumi. Subang. Cirebon. Cianjur 7 Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit IMS HIV AIDS - 8 Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit ISPA - Menurunnya Prevalensi HIV pada sub populasi penjaja seks > 5 % menjadi ≤ 5 % di 8 Kab/Kota. Kota RS pada 21 Kab/Kota Cimahi. Meningkatnya cakupan tatalaksana luka gigitan HPR 100% - - dari 51 desa menjadi 47 Desa dari 85% menjadi 90% 15 kab/ kota 15 Kab/ kota : Kab/ Kota Sukabumi. Bekasi. Garut. Kuningan. Kab.000 dari > 1 % menjadi < 1% dari 10 Kab/ Kota Bogor.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEGIATAN 3 SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 b. Menurunnya desa endemis malaria pada tahun 2009 b. Subang. Kab Tasikmalaya. 26 Kab/Kota Banjar. Depok. Sumedang. Bogor. Pengguna Napza Suntik > 5 % menjadi ≤ 5 % di 7 Kab/Kota . Sukabumi. Bandung.Menurunnya angka kesakitan DBD Pemberantasan Penyakit Demam Berdarah Dengue dan Wabah 12 Pencegahan Penularan Penyakit endemik a. dari 74 / 100. Ciamis. lintas sektor di tingkat Provinsi dan Kab/Kota dalam rangka upaya expansi DOTS ke UPK lain selain Puskemas - 5 6 85 % dari 17 Kab/Kota menjadi Kota Depok. Indramayu. Kab/ Kota Tasikmalaya. Majalengka. Karawang. Cianjur. Kab Bogor. Majalengka. Terwujudnya jejaring dan kemitraan lintas program. Garut. Bekasi.

Kab. Meningkatnya cakupan pengobatan kasus Leptospirosis 100% tatalaksana - 1 Kab. Ciamis. tanah dan makanan. Ciwidey. Bogor. Kab/Kota Bekasi. Meningkatnya cakupan pengobatan dan tatalaksana tersangka kasus Anthraks 100% - TARGET PENCAPAIAN 5 8 Kab/Kota LOKASI 6 Kota Depok. Subang.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEGIATAN 3 SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 b. Kuningan . 56 - Tersusunnya pedoman teknis pencegahan dan penanggulangan pencemaran lingkungan udara. Depok. Banjar. Melakukan survey faktor risiko penular Pes pada daerah tertular d. Kec. Garut. APBD Kab/Kota dari 27. Program Manajemen Pelayanan Kesehatan - Meningkatnya manajemen kesehatan mendukung pembangunan Kesehatan dalam APBN. Bandung. 8 kab/ kota 16 Pengembangan sistem kualitas air minum dan sanitasi berbasis masyarakat - Pemantapan sistem manajemen kualitas air minum dan sanitasi di 5 kabupaten kota dan dokumen kesinambungan paska kegiatan penyediaan air bersih dan sanitasi dasar masyarakat di 3 kabupaten - Dinas Kesehatan 7. air. Tasikmalaya. Tasikmalaya. Cirebon. Bogor - PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 c. Bandung. Cimahi. Kab. Indramayu dan Karawang Kab. sanitasi di 9 Kabupaten. Kab/Kota Bogor Kab. Purwakarta.6 % menjadi 35 % 26 kab/kota Dinas Kesehatan 1 Kegiatan Peningkatan perilaku hidup bersih dan a. Bandung. Cimahi. elektronik 26 kab/kota dan media luar ruang) dan 4 cara penyebaran informasi (langsung. Subang. Teridentifikasinya faktor resiko kesehatan lingkungan di daerah rawan pencemaran lingkungan Tersedianya data faktor resiko pencemran lingkungan Dinas Kesehatan b. Kab Bandung. Cirebon. Meningkatnya Puskesmas. Bandung. Garut. Kab Bandung.81 menjadi 55 % 7 kegiatan melalui 3 media 160 orang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-9 . Bekasi. Banjar. Depok. Subang Cianjur. Sumedang. elektronik dan luar luar) dari 56. Cirebon. Meningkatrnya rumah tangga sehat/ber PHBS sehat (PHBS) ditatanan Rumah Tangga dan b. Karawang. Bogor.7 % menjadi 80 % 26 Kab/kota 26 kab/kota RSP Sidawangi RSJ Bandung RSJ Bandung - Dinas Kesehatan 3 4 5 6 7 Pengembangan Desa/kelurahan Siaga melalui Kabupaten/kota Siaga Penguatan dan Pengembangan JKM Penyebarluasan informasi kesehatan paru pada masyarakat Penyeberluasan informasi kesehatan jiwa pada masyarakat Konseling keluarga Pasien - Meningkatnya jumlah desa/kelurahan siaga Meningkatnya cakupan kepesertaan JPK Meningkatnya pemahaman massyarakat terhadapa kesehatan paru Meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap kesehatan jiwa Meningkatnya pengetahuan kesehatan jiwa keluarga pasien - - Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan RSP Sidawangi RSJ Bandung RSJ Bandung dari 43. Subang 15 Kab/Kota : Kota Sukabumi. Subang. Tasikmalaya. media cetak.Kuningan Kab. Tasikmalaya. - 7 Kab/Kota 15 Pencegahan Pencemaran Lingkungan a. Meningkatnya peran serta masyarakat dalam lainnya serta peningkatan UKBM pembangunan kesehatan 2 Pengembangan media promosi dan informasi pola hidup bersih dan sehat Tersedianya media promosi dan terlaksananya informasi PHBS - 3 jenis media (cetak. Ds Pasirjambu 15 Kab/Kota : Kota Sukabumi. Bekasi. APBD Provinsi. Sukabumi.

Pemenuhan dan peningkatan fasilitas sarana . Dokter Penyakit Dalam di RS Jampang Kulon. Cigom-bong di Kab. Meningkatnya kuaitas dan kuantitas sarana dan prasarana pelayanan kesehatan serta terpenuhinya Pelayanan Kesehatan kebutuhan obat baik generik maupun esensial serta makanan pasien.Subang Peningkatan Pusk. APBD Kab/Kota Kegiatan : 1 Penempatan tenaga kesehatan strategis a. Pengembalian dokter dan dokter gigi PTT Pusat d.d 2008 - 9.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 8 PROGRAM/KEGIATAN 3 Pengembangan media promosi dan informasi sadar hidup sehat Penyebarluasan Informasi kesehatan Jiwa dan Napza pada masyarakat - SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 meningjkatnya promosi dan penyebarluasan informasi kesehatan serta pemberdayaan masyarakat Meningkatnya pemahaman dan pengetahuan masyuarakat tentang kesehatan jiwa - TARGET PENCAPAIAN LOKASI - PELAKSANA SKPD 7 KP4 Cirebon SUMBER DANA 8 5 6 Tersedianya media untuk promosi KP4 Cirebon dan informasi Konseling sebanyak 4 kali. penyebarluasan leaflet/ brosur dan pemasangan stan-ding banner sebanyak 30 9 - - - RSJ Cimahi 8. RSJ Cimahi peyuluhan keswa sebanyak 6 kali dialog interaktif sebanyak 4 kali. Ditempatkan Dokter bedah. APBD Kab/Kota - - - Peningkatan bangunan UGD 26 Kab/Kota Pusk. APBD Provinsi. Subang Peningkatan Pusk. meningkatnya pengawasan obat.DTP di Kab. Penempatan PPDS di PKM PONED e.Purwakarta Peningkatan bangunan Pusk.Meningkatnya jumlah Puskesmas yang dapat dan prasarana Puskesmas memberikan pelayanan kesesehata - APBN. Purwakarta Peningkatan sarana dan prasarana Pusk.Binong menjadi Pusk. Penyakit Dalam di RS Jampang RSUD dan RS Khusus Kulon. Nagreg di Kab. kosmetik dan lat kesehatan serta napza dari tingkat produsen sampai konsumen Kegiatan : 1.Bogor Peningkatan sarana dan prasarana Pusk. 7 Radiologi di Jawa Barat dan 15 Patklin di RSUD dan RS Khusus di Jawa Barat 481 bidan 26 Kab/Kota Dinas Kesehatan APBN. Gunungsembung di Kab. Program Peningkatan Sarana Dan Prasarana a.Maniis di Kab. APBD Provinsi. Perpanjangan Dokter Umum PTT DAN Dokter Gigi PTT Provinsi b. Penempatan Dokter Umum dan Dokter Gigi c.Bandung - Dinas Kesehatan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-10 . Program Sumberdaya Kesehatan - Meningkatnya kualitas dan kuantitas tenaga kesehatan serta berfungsinya pelayanan keseshatan baik dasar maupun rujukan. 1 Dokter RS Jampang Kulon.Kiarapedes di Kab. Perpanjangan Tenaga Bidan mulai tahun 2006 s. Anastesi. Rekrutmen Tenaga Kesehatan lainnya f. Radiologi dan Patklin di RSUD dan RS Khusus di Jawa Barat - g. b. 100 Dokter Umum dan 30 Dokter 17 Kab/Kota Gigi 63 Dokter Umum dan 100 Dokter 26 Kab/Kota Gigi 165 or 17 Kab/Kota 17 PKM @ 2 orang 17 Kabupaten 100% tersedianya tenaga 17 Kabupaten kesehatan strategis di daerah rawan kesehatan 1 Dokter bedah. 12 Anastesi.

PONED Magaasih di Kab. Padaherang di Kab.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEGIATAN 3 SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 - TARGET PENCAPAIAN 5 Peningkatan bangunan Pusk. Tasikmalaya Pembangunan Pusk.Bekasi Pembangunan Pusk. Jatiwarna di Kota Bekasi Pembangunan Labkesda di Kota Tasikmalaya Perluasan Pusk.Bekasi Pembangunan Pusk.Bandung Peningkatan bangunan Pusk. Karangbahagia di Kab. Bandung Peningkatan bangunan Pusk.Tambun Utara di Kab. Bandung Peningkatan & Rehabilitasi ruang perawatan DTP dan Poned Pusk.Pataruman di Kota Banjar Perluasan Pusk. Ciamis Pembangunan lanjutan Pusk.Indramayu Pembangunan Pusk. Muaragembong di Kab.Tinewati di Kab.Bekasi Pembangunan / Rehabilitasi Pusk. DTP Pangalengan di Kab.Merdeka di Kota Bogor Pembangunan Pusk.Ciamis Pembangunan / Rehabilitasi Pusk. Karang Kitri di Kota Bekasi Pembangunan lanjutan Pusk. Kalipucang di Kab.Bandung Barat Pembangunan Gudang Obat di Kab. Karya-mukti di Kota Banjar Pembangunan Ruang Rawat Inap Pusk. Patrol di Kab.Situbatu di Kota Banjar LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 - - - - - Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-11 .Belong di Kota Bogor Pembangunan Pusk. Ciamis Pembangunan / Rehabilitasi Pusk.Bekasi Pembangunan Pusk.Kotakaler di Kab.DTP Cibarusah di Kab.Bandung Barat Pembangunan Fisik Pusk.Lakbok di Kab. Sumedang Pembangunan Labkesda 3 lantai di Kota Cimahi Pembangunan Pusk.Cililin di Kab. Bojongsoang di Kab.

NO 1

BID URUSAN PEMDA 2

PROGRAM/KEGIATAN 3

SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 -

TARGET PENCAPAIAN 5 Relokasi gedung Pusk. Cintamanik di Kab. Garut Renovasi / relokasi Pusk. Karangtengah di Kab. Cianjur Renovasi / relokasi Pusk. Warungkondang di Kab. Cianjur Renovasi / relokasi Pusk. Cibinong di Kab. Cianjur Rehabilitasi Fisik Pusk. Gununghalu di Kab. Bandung Barat Rehabilitasi bangunan Pusk. Cangkring di Kab. Cirebon Rehabilitasi bangunan Pusk. Pekiringan di Kab. Cirebon Rehabilitasi bangunan Pustu Dukuhsemar di Kab.Cirebon Rehabilitasi bangunan Pustu Apiapi di Kab.Cirebon Rehabilitasi bangunan Pustu PGK di Kab.Cirebon Rehabilitasi Fisik Pusk. Jatireja di Kab. Subang Rehabilitasi berat Pusk. Losarang di Kab. Indramayu Rehabilitasi Total Pustu Karangharja di Kab.Bekasi Rehabilitasi Pusk.Guntur di Kab.Garut Rehabilitasi Pusk. Haurpanggung di Kab.Garut Rehabilitasi Pusk.Rancasalak di Kab. Garut Rehabilitasi Pusk.Leuwigoong di Kab.Garut Rehabilitasi Pusk. Suka-merang di Kab.Garut Rehabilitasi Pusk.Padaawas di Kab.Garut Rehabilitasi Pusk.Cikelet di Kab. Garut Rehabilitasi Pusk.Cimari di Kab. Garut Rehabilitasi Puskesmas Pembantu di Kab. Karawang Rehabilitasi total Pusk. Sindangwangi di Kab. Majalengka Rehabilitasi total Pusk.Maja di Kab. Majalengka Rehabilitasi total Pusk. Majalengka di Kab. Majalengka Rehabilitasi Pusk. Bojong Menteng di Kota Bekasi

LOKASI 6

PELAKSANA SKPD 7

SUMBER DANA 8

-

Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009

IV-12

NO 1

BID URUSAN PEMDA 2

PROGRAM/KEGIATAN 3

SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 -

TARGET PENCAPAIAN 5 Rehabilitasi Pusk.Leuwisari di Kab.Tasikmalaya Rehabilitasi Pusk. Pageur-ageung di Kab.Tasikmalaya Rehabilitasi Pusk.Culamega di Kab.Tasikmalaya Rehabilitasi Pusk. Padakem-bang di Kab.Tasikmalaya Rehabilitasi Pusk.Jatiwaras di Kab.Tasikmalaya Rehabilitasi Pusk.Kadipaten di Kab.Tasikmalaya Rehabilitasi Pusk.Salawu di Kab.Tasikmalaya Rehabilitasi Total Pusk. Cosolok di Kab.Sukabumi Rehabilitasi Pusk. Sunyarangi Kota Cirebon Rehabilitasi Pusk. Cangkring Kota Cirebon Rehabilitasi Pusk. Kalitanjung Kota Cirebon Rehabilitasi Pusk. Drajat Kota Cirebon Rehabilitasi Pusk. Perumnas Utara Kota Cirebon Rehabilitasi Pusk. Jagasatu Kota Cirebon Pemagaran Pusk. Cikundul kota Sukabumi Pemagaran Pusk. Sukabumi Kota Sukabumi Pemagaran Pusk.Pembantu Situ Mekar Kota Sukabumi Pemagaran Pusk. Pembantu Sindangsari Kota Sukabumi Pemagaran Pusk.Pembantu Garung Kota Sukabumi Pembuatan Kanopi Pusk. Sukakarya Kota Sukabumi Pengadaan Alkes Kebidanan di Kab.Bogor Pengadaan Alkes Pusk.DTP di Kota Depok Pengadaan Alkes Medis dan non medis di Kab.Kuningan Pengadaan Alkes & APN set di Kab.Purwakarta

LOKASI 6

PELAKSANA SKPD 7

SUMBER DANA 8

2. Pengadaan alat kontrasepsi

-

Tersedianya alat kontrasepsi

26 kab/kota

-

Biro Yansos

Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009

IV-13

NO 1

BID URUSAN PEMDA 2

PROGRAM/KEGIATAN 3 3. Peningkatan ketersediaan, pemerataan dan keterjangkauan harga obat dan perbekalan kesehatan -

SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 Terpenuhinya obat sangat essensial untuk 9 bulan di Kabupaten/Kota dan Meningkatnya jumlah kabupaten/kota yang bisa memenuhi obat sangat esensial sesuai standar nasional dari 3 kabupaten menjadi 10 kabupaten tahun 2009 Meningkatnya jumlah Sertifikasi uji kompetensi tenaga kerja pada sektor formal & meningkatnya kompetensi tenaga kerja di Jawa Barat melalui pelatihan dan bimbingan teknis Terlatihnya penganggur, setengah penganggur, dan purna kerja di perkotaan dan pedesaan di Jawa Barat Terlatihnya penganggur, setengah penganggur, dan purna kerja di perkotaan dan pedesaan di Jawa Barat Terserapnya pencari kerja melalui pola pemagangan di dalam dan di luar negeri Meningkatnya jumlah tenaga kerja dan pencari kerja yang bersertifikasi Meningkatnya keterampilan wirausaha mandiri -

TARGET PENCAPAIAN 5 23 kab/kota

LOKASI 6 kecuali Banjar, Cirebon, Cimahi -

PELAKSANA SKPD 7 Dinas Kesehatan

SUMBER DANA 8

3. Tenaga Kerja

10. Program Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Tenaga Kerja

-

Jawa Barat

-

Disnakertrans

APBD/APBN

Kegiatan : 1. Pelatihan Tenaga kerja Berbasis Kompetensi

-

160 orang

26 kab/kota

Disnakertrans

APBD/APBN

2. Pelatihan Tenaga kerja Berbasis Masyarakat

-

480 orang

26 kab/kota

Disnakertrans

APBD/APBN

3. Pemagangan di dalam dan luar negeri

-

4 5

Standarisasi dan Sertifikasi Peningkatan Produktivitas Tenaga Kerja

-

-

420 orang (Magang Dalam 26 kab/kota Negeri), 750 orang (Magang Luar Negeri) 1800 orang, 172 LLS/LLP 26 kab/kota 720 orang pekerja, 400 orang 26 kab/kota usaha mandiri

Disnakertrans

APBD/APBN

Disnakertrans Disnakertrans

APBD/APBN APBD/APBN

Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009

IV-14

b. Common Goals 2 : Ketahanan Pangan
NO 1 1 BID URUSAN PEMDA 2 URUSAN WAJIB Pekerjaan Umum PROGRAM/KEGIATAN 3 SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8

1. Program Pengembangan dan Pengelolaan a. Meningkatnya kondisi jaringan irigasi di sentra produksi pertanian Jaringan Irigasi, Rawa dan Jaringan Pengairan Lainnya b. Meningkatnya ketersediaan sarana dan prasaraa pendukung pengelolaan jaringan irigasi Kegiatan : 1. Peningkatan dan Pengelolaan Jaringan Irigasi a. Meningkatnya kondisi jaringan irigasi yang dikelola kewenangan pemerintah provinsi di sentra pemerintah provinsi produksi pertanian b. Terciptanya keberlanjutan sistem irigasi 2 Program Pengembangan, Pengelolaan Dan a. Meningkatnya kondisi dan fungsi sungai, waduk, situ, embung dan pantai dalam rangka konservasi sumber Konservasi Sungai, Danau dan Sumber Daya Air daya air, pendayagunaan sumber daya air, Lainnya pengendalian daya rusak air dan pengamanan pantai di sentra produksi pertanian b. Tersedianya perencanaan teknis pengem-bangan, pengelolaan, dan konservasi sungai, dana, dan sumber air lainnya c. Meningkatnya ketersediaan sarana dan prasarana pendukung pengelolaan sumber daya air d. Terlaksananya monitoring dan evaluasi pengembangan, pengelolaan, dan konservasi sungai, danau, dan sumber air lainnya Kegiatan : 1 Perbaikan dan Pemeliharaan Sungai a. Terlindunginya areal sawah dari bahaya longsor dan banjir b. Terjaganya kapasitas sungai Pengembangan dan Pengelolaan sungai, a. Meningkatnya ketersediaan air baku untuk pertanian waduk, embung dan situ di sentra produksi pertanian b. Berlanjutnya fungsi situ, waduk, dan embung Meningkatnya kondisi dan fungsi sungai dan pantai dalam rangka pengendalian daya rusak air dan pengamanan pantai di sentra produksi pertanian

-

Daerah Irigasi kewenangan Kab. Karawang, IndraPemerintah Provinsi di 8 sentra mayu, Subang, Cianjur, Cirebon, Ciamis, Banproduksi pertanian
dung, Bekasi

-

Dinas PSDA

APBD PROV.

-

Sungai, Waduk, Situ dan Embung Sentra Produksi di 8 sentra produksi pertanian Pertanian Sungai, Waduk, Situ dan Embung Sentra produksi di 8 sentra produksi pertanian pertanian

-

Dinas PSDA

APBD PROV.

2

-

-

Dinas PSDA

APBD PROV.

3. Program Pengendalian Banjir dan Pengamanan Pantai

Kegiatan : 1. Pengelolaan Pasarana Pengendali Banjir dan Pengamanan Pantai 2. Pemantauan dan Penanggulangan Banjir dan Kekeringan 4. Program Pembangunan Jalan dan Jembatan

-

Berkurangnya dampak banjir

-

Sungai, Waduk, Situ dan Embung Sentra di 8 sentra produksi pertanian pertanian

produksi

-

Dinas PSDA

APBD PROV.

-

Terpantau dan tertanggulanginya banjir kekeringan di sentra produksi pertanian

dan

-

Sungai, Waduk, Situ dan Embung Sentra produksi di 8 sentra produksi pertanian pertanian

-

Dinas PSDA

APBD PROV.

Meningkatnya kondisi jaringan jalan yang dapat mendukung kelancaran pergerakan orang dan barang dari dan ke sentra produksi pertanian Meningkatnya aksesibilitas pada ruas-ruas jalan provinsi melalui pembangunan jalan. Kab. Cianjur, Bekasi, Subang, Karawang, Bandung, Ciamis, Indramayu, Cirebon Meningkatnya nilai struktur dan kapasitas jalan dan a. Peningkatan jalan provinsi di 8 Kab. Cianjur, Bekasi, jembatan pada ruas-ruas jalan provinsi melalui Subang, Karawang, sentra produksi peningkatan jalan Bandung, Ciamis, b. Pengawasan teknis Pembangunan jalan provinsi Dinas Bina Marga APBD Provinsi

Kegiatan : 1. Pembangunan jalan dan jembatan

-

2. Peningkatan jalan dan penggantian jembatan

-

-

Dinas Bina Marga

APBD Provinsi

Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009

IV-14

NO 1

BID URUSAN PEMDA 2

PROGRAM/KEGIATAN 3

SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4

TARGET PENCAPAIAN 5

LOKASI 6 Indramayu, Cirebon

PELAKSANA SKPD 7

SUMBER DANA 8

5. Program Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan dan a. Kembalinya kondisi kemantapan jalan sesuai dengan rencana yang sudah diperhitungkan dalam desain Jembatan melalui pemeliharaan berkala. b. Kembalinya kondisi kemantapan jalan dan jembatan sesuai dengan rencana yang rusak akibat tidak diperhitungkan dalam desain melalui pemeliharaan / rehabilitasi jalan dan jembatan. c. Terpeliharanya kondisi jalan sesuai dengan umur rencananya. Kegiatan : 1. Rehabilitasi jalan dan jembatan - Mengembalikan kondisi pada ruas-ruas jalan dan a. Rehabilitasi jalan provinsi jembatan yang mempunyai kondisi sedang melalui b. Pengawasan teknis pemeliharaan berkala/rehabilitasi jalan

2. Pemeliharaan jalan dan jembatan

-

Terpeliharanya kondisi ruas-ruas jalan provinsi sesuai dengan umur rencana melalui kegiatan pemeliharaan rutin jalan dan jembatan

-

Kab. Cianjur, Bekasi Kab. Subang, Karawang, Bandung, Ciamis, Indramayu, Cirebon Pemeliharaan jalan provinsi di 8 Kab. Cianjur, Bekasi, sentra produksi Subang, Karawang, Bandung

-

Dinas Bina Marga

APBD Provinsi

-

Dinas Bina Marga

APBD Provinsi

2

Ketahanan Pangan

6. Program Peningkatan Ketahanan Pangan

a. Meningkatnya produksi dan produktivitas pangan pokok beras, jagung, kedelai, ternak dan ikan

Meningkatnya produksi padi 5%, Jawa Barat jagung 6%, kedelai 5%, daging 7%, populasi sapi 5% dan ikan 5%. b. Terkendalinya tingkat kerawanan dan keamanan a. Menurunnya kerawanan dan pangan masyarakat terhadap beras peningkatan keamanan pangan serta menurunnya ketergantungan pada pangan pokok beras b. Meningkatnya cadangan beras daerah c. Meningkatnya ketersediaan, distribusi dan konsumsi a. Terpenuhinya ketersediaan pangan pangan bagi masyarakat Jawa Barat (energi 2200 kkal/kap/ hari, protein 57 grm/kap/hari) b. Kelancaran distribusi pangan dan terjaganya stabilitas harga pangan

-

Kegiatan : 1. Peningkatan produksi dan produktivitas pangan pokok (padi, kedelai, jagung)

-

Meningkatnya produksi dan produktivitas pangan pokok

-

Pencapaian produksi dan Kab. Karawang, produktivitas pangan pokok padi Subang, Indramayu, 5%, jagung 6%, kedelai 7%, Majalengka, Cirebon, Bandung, Tasikmalaya, Ciamis, Sumedang, Kuningan, Cianjur, Sukabumi, Garut. Tertatanya distribusi perdagangan beras dan 26 kabupaten/kota

-

Dinas Pertanian

APBD Prov

2.

Pengembangan pengelolaan tata niaga pangan beras Fasilitasi pengendalian harga gabah

-

Meningkatnya distribusi dan perdagangan beras

-

-

3.

-

Terlaksananya pembelian gabah di tingkat petani oleh pemerintah

-

Terkendalinya harga gabah di 26 kabupaten/kota tingkat petani

-

Biro Binprod, Indag , APBD Prov, APBN Indag Agro, Dinas Pertanian Biro Binprod APBD Prov, APBN

Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009

IV-15

Pengendalian dan Penanggulanan penyebaran hama dan penyakit tanaman. PROGRAM/KEGIATAN 3 Fasilitasi cadangan masyarakat SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 Menurunnya jumlah daerah dan penduduk rawan pangan TARGET PENCAPAIAN LOKASI PELAKSANA SKPD 7 Pertanian. Meningkatnya pendapatan usahatani komoditi pertanian. - Terlaksananya Pengendalian dan Penanggulanan penyebaran hama dan penyakit tanaman. Kemudahan memperoleh 26 kabupaten/kota benih/induk berkualitas Tersedianya teknik budidaya lokal 26 kabupaten/kota spesifik berorientasi pasar Tercapainya target produksi. Program Pencegahan dan Penanggulangan Hama dan Penyakit Tanaman. nila. Optimalnya Pengembangan pendistribusian benih/induk berkualitas Meningkatnya kemampuan teknik budidaya lokal spesifik berorientasi pasar - - - Tersedianya komoditas ikan 26 kabupaten/kota patin. udang. gurame. SUMBER DANA 8 Biro APBD Prov. APBN dan Disnak Dinas Pertanian. Peningkatan produksi palawija 2. gurame. nila. Meningkatnya produksi perikanan b. ternak dan ikan Meningkatnya Sarana dan Prasarana Pengawasan produk pertanian - - - - Dinas Pertanian. Dinas APBD Prov. APBN pangan daerah dan - - 5 6 Meningkatnya cadangan pangan 26 kabupaten/kota pemerintah dan terbentuknya lumbung pangan masyarakat Meningkatnya pelayanan 26 kabupaten/kota lembaga ekonomi perdesaan dalam menunjang distribusi beras Meningkatnya produksi daging 26 kabupaten/kota sebesar 7%. produktivitas dan kualitas produk pertanian b.APBD Prov kebunan. Program Peningkatan Produksi Pertanian a. 3. ternak dan ikan - Berkurangnya serangan hama Jawa Barat dan penyakit tanaman. mas. sidat. APBN dan Disnak - 2. Ternak dan Ikan Kegiatan : 1. gurame. Indag. Revitalisasi kelembagaan ekonomi perdesaan untuk menunjang distribusi beras - Meningkatnya kapasitas kelembagaan ekonomi perdesaan untuk menunjang distribusi beras - - Biro Binprod. dan peternakan Terwujudnya peningkatan produksi palawija Terlaksananya Pengembangan dan penguatan perbenihan serta perbibitan Tersedianya sarana dan prasarana produksi pertanian - Kegiatan : 1. nila. Per. sidat. ternak dan ikan Meningkatnya Kualitas dan Jawa Barat kuantitas Sarana dan Prasarana Pengawasan produk pertanian - Dinas Pertanian. produktivitas dan kualitas produk pertanian - Diskan APBD PROV - Diskan Diskan APBD PROV APBD PROV 4 PERTANIAN 8. lele. kerapu. ternak dan ikan Peningkatan Sarana dan Pengawasan produk pertanian Prasarana - Terkendalinya hama dan penyakit tanaman. sidat. Meningkatnya produksi. udang. perkebunan. kerapu. Program Pengembangan Budidaya Perikanan PERIKANAN a. Disbun APBD Prov. Disbun APBD Prov. 2. Pengembangan pendistribusian benih/induk berkualitas Pengembangan teknik budidaya lokal spesifik berorientasi pasar - Meningkatnya produksi perikanan dengan komoditas ikan patin. Biro Sarek Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-16 . ternak dan ikan Terkendalinya penyebaran hama Jawa Barat dan penyakit tanaman. lele. rumput laut yang memadai. APBN Perkebunan Dinas Pertanian. Indag Agro Dinas Peternakan dan APBD Prov. 3. Peternakan. Disbun APBD Prov.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 4. rumput laut. mas. Peternakan. Peningkatan produksi dan populasi ternak sapi potong serta produksi perikanan - Meningkatnya produksi daging dan ikan - 3 URUSAN PILIHAN KELAUTAN DAN 7. kerapu. lele. APBN dan Disnak 9. Peningkatan produksi perikanan dengan komoditas ikan patin. APBN Perikanan 6. mas. APBN Pertanian. Meningkatnya ketersediaan benih/induk yang berkualitas dan pendistribusian - Meningkatnya produksi ikan sebesar 5% dan pendistri-busian benih/induk yang berkualitas Kegiatan : 1. rumput laut. populasi sapi 5 % dan ikan 5% - Dinas Binprod 5. PerAPBD Prov kebunan. Perikanan Dinas Pertanian. udang. Pengembangan dan penguatan perbenihan dan perbibitan Peningkatan sarana dan prasarana produksi pertanian - Meningkatnya produksi palawija 26 kabupaten/kota (umbi-umbian) sebesar 4% Tersedianya benih dan bibit 26 kabupaten/kota berkualitas Meningkatnya kualitas sarana 26 kabupaten/kota dan prasarana produksi pertanian - Dinas Pertanian dan APBD Prov.

Terwujudnya pengembangan sistem usaha perdagangan gabah/beras di Kawasan pantura b. Pengembangan Usaha Industri Perberasan 6 PERDAGANGAN 11 Program Peningkatan dan Pengembangan Sistem Perdagangan Dalam Negeri Kegiatan : 1. Terfasilitasinya pembangunan sarana prasarana perdagangan gabah/beras.NO 1 5 BID URUSAN PEMDA 2 INDUSTRI 10 Program Menengah PROGRAM/KEGIATAN 3 Pengembangan SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 Meningkatnya nilai tambah produk Agro Industri TARGET PENCAPAIAN 5 Meningkatnya pendapatan pelaku usaha industri perberasan LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 Industri Kecil - - Kegiatan : 1. Penataan Sistem Usaha Perdagangan Beras Jawa Barat - Berkembangnya usaha industri pengolahan pangan Meningkatnya sistem distribusi pangan di Kawasan Pantura Terpenuhinya kebutuhan pangan bagi masyarakat 1 unit pasar dan 1 unit gudang Pantura - Dinas Indag Agro APBD a. - Pantura - Dinas Indag Agro APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-17 .

Kegiatan : 1. Industri Cikarang. Meningkatnya daya tarik investasi dalam peningkatan daya saing d. Penyusunan bahan dan materi promosi komoditas unggulan Jawa Barat - - - Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 209 IV-18 . Pembangunan Jalan dan Jembatan - 2. Peningkatan jalan - - Dinas Bina Marga APBD PROV. Meningkatkan promosi dan kerjasama investasi Investasi b.Bekasi - Dinas PSDA APBD PROV. situ. Pengembangan Promosi Potensi Jawa Barat di Dalam Negeri Ekonomi a. Bekasi Dinas Bina Marga APBD PROV. Bekasi - Dinas PSDA APBD PROV. . Danau Dan Sumber Daya Air embung dan pantai dalam rangka konservasi sumber Lainnya daya air. Meningkatnya kondisi dan fungsi sungai. Common Goals 3 : Peningkatan Daya Beli Masyarakat NO 1 BID URUSAN PEMDA PROGRAM/KEGIATAN 3 SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 2 URUSAN WAJIB 1. dan Embung Kawasan Industri di kawasan industri Cikarang . Mendorong kesempatan dan partisipasi usaha kecil dan menengah Kegiatan : 1.Meningkatnya ketersediaan air baku untuk kawasan embung dan situ di kawasan industri industri 2. Program Pengendalian banjir dan Pengamanan Pantai Meningkatnya kondisi dan fungsi sungai dan pantai dalam rangka pengendalian daya rusak air dan pengamanan pantai di sentra produksi pertanian - Sungai. Pembangunan jembatan Pengawasan teknis Peningkatan jalan provinsi Pengawasan teknis Kaw. Pengelolaan jaringan air baku. Situ. waduk. Konservasi Sungai. - Meningkatnya kondisi jaringan jalan pada kawasan perindustrian yang dapat mendukung kegiatan perekonomian Merningkatnya aksesibilitas arus barang pada a. Program Pengembangan dan Pengelolaan Dan a.c. waduk. Bekasi Kab. Pengelolaan Pasarana Pengendali Banjir dan Pengamanan Pantai 3. Event ekspor komoditas unggulan Jawa Promosi di Dalam Barat Negeri Meningkatnya efektifitas kelembagaan promosi di dalam BPPMD Kawasan Industri Cikarang. Meningkatnya nilai struktur dan kapasitas jalan dan a. Meningkatnya sistem pengawasan dan pendataan investasi c. Kegiatan : 1. sungai. Pekerjaan Umum 1. Bekasi Dinas Bina Marga APBD PROV. pengendalian daya rusak air dan pengamanan pantai di kawasan industri b. Terpeliharanya kondisi ruas-ruas jalan nasional dan provinsi sesuai dengan umur rencana Terpeliharanya kondisi ruas-ruas jalan provinsi sesuai dengan umur rencana melalui kegiatan pemeliharaan rutin jalan Pemeliharaan jalan provinsi Pemeliharaan jembatan provinsi Terwujudnya promosi satu pintu secara efektif dan efisien Menunjang promosi yang diprioritaskan kepada unggulan daerah Meningkatnya daya dukung investasi Menciptakan lapangan kerja dan mengurangi pengangguran Meningkatnya pengembangan Kota Bandung. Program Pembangunan Jalan dan Jembatan - Berkurangnya areal banjir di kawasan industri Kawasan Industri Cikarang. Dis Bina Marga Kab/Kota APBD Provinsi 4. waduk. Penanaman Modal 5. Pengembangan komoditas unggulan Jawa Barat melalui event promosi dalam negeri b. Program Peningkatan Promosi dan Kerjasama a. pendayagunaan sumber daya air. jembatan pada ruas-ruas jalan provinsi melalui b. Program Rehabilitasi/Pemeliharaan Jembatan Kegiatan : 1 Pemeliharaan jalan dan jembatan Jalan dan - - 2. kawasan industri melalui pembangunan jembatan b. Meningkatnya ketersediaan sarana dan prasarana pendukung pengelolaan sumber daya air Kegiatan : 1.

d. Pengembangan komoditas unggulan Jawa Barat . Mendorong dan memfasilitasi Kota Bandung peningkatan koordinasi di bidang investasi berbasis IT - - BPPMD APBD - BPPMD APBD - BPPMD APBD 4.Tersedianya profil dan peta potensi Kota Bandung investasi Jawa Barat Penyusunan Regulasi Penanaman Modal . merumuskan Kota Bandung penanaman modal kebijakan program penanaman modal melalui forum koordinasi Pengembangan sistem informasi investasi di Jawa Barat a. 3. Pengembangan Potensi Investasi di Jawa Barat a. Pameran Thematic Komoditas Unggulan Jawa Barat TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 2.Kota Bandung Jawa Barat bangan dan pemantapan PPT di Jawa Barat Pelaksanaan penyederhanaan prosedur pelayanan . Terwujudnya promosi satu pintu secara efektif dan efisien d.Terlaksananya fasilitasi pengem.Sosialisasi Pelayanan Perijinan 26 Kabupaten/Kota perijinan non perijinan Terpadu Pemantauan. 2. Terwujudnya iklim investasi yang kondusif dan kompetitif c. Pembinaan terhadap PMA/PMDN di Jawa Barat Modal di Jawa Barat b. b. Meningkatnya efektifitas kelembagaan promosi di luar negeri a. Optimalisasi Pelayanan Perijinan Terpadu a. Pembinaan dan Pengendalian Penanaman a. dan pengawasan a. Meningkatnya iklim investasi dan realisasi investasi Terwujudnya iklim investasi yang sehat melalui reformasi kelembagaan Terselenggaranya berbagai kegiatan investasi Terselenggaranya forum koordinasi pengembangan investasi 6.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEGIATAN 3 SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 c. c. evaluasi. Meningkatnya kualitas pelayanan kelembagaan investasi Kegiatan : 1. Pengembangan Promosi Investasi Berbasis IT - - BPPMD APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 209 IV-19 . Pengembangan Promosi Jawa Barat di Luar Negeri Potensi Ekonomi a. Event BPPMD melalui event promosi luar negeri ekspor komoditas unggulan Jawa Promosi di Luar Negeri b.Tersusunnya evaluasi hasil Kota Bandung penanaman modal di Jawa Barat Penanganan permasalahan PMA/PMDN di Jawa .Mengkoordinasikan. Meningkatnya minat pelaku usaha Kota Bandung untuk melakukan investas pelaksanaan pelayanan perijinan terpadu di Jawa b.Tersusunnya data investasi Kota Bandung Barat PMA/PMDN yang akurat Fasilitasi pengembangan dan pemantapan PPT di . Penyusunan bahan dan materi promosi komoditas a. Program Peningkatan Iklim Investasi b. Terwujudnya forum koordinasi pengembangan investasi e. - c. c.Meningkatnya sarana dan Kota Bandung prasarana promosi potensi penanaman modal Jawa Barat Koordinasi dan sinergitas pengembangan . Terusunnya analisis progres Kota Bandung Barat c. Meningkatnya kualitas dan desain unggulan Jawa Barat industri unggulan Jawa Barat b. Terusunnya evaluasi pelaksa-naan Kota Bandung pelayanan perijinan terpadu di Jawa Barat Penyusunan profil dan pemetaan potensi investasi . b.Terlaksananya pemantauan dan 26 Kabupaten/Kota Jawa Barat monitoring pelaksanaan investasi PMA/PMDN Pendataan PMA dan PMDN di Jawa Barat . Meningkatnya penanganan 4 Bakorwil permasalahan investasi di Jawa Barat Pemantauan dan monitoring pelaksanaan investasi di .Meningkatnya pengembangan Kota Bandung.

Usaha Mikro. Kecil dan Menengah b. Konsolidasi pendampingan 8. b. g. Pemantapan Koperasi Kelembagaan dan Usaha a. d. f. 150 orang tenaga Bandung pendamping 10 bulan. KUMKM. Program Pengembangan Sistem Pendukung a. Rekruitmen pendamping b. Fasilitasi Pengembangan Aspek Legal Produk a. 150 orang tenaga Bandung pendamping 2 kali. h. Pelatihan akuntansi e. c. Kecil dan Menengah b. a. Bimbingan Teknis Kelembagaan Usaha pada kelompok strategis masyarakat di perdesaan c. Koperasi dan Usaha Kecil Menengah 7. Penempatan dan evaluasi pendampingan d. Evaluasi alumni pelatihan Dinas KUKM CG 3 200 orang alumni peserta pelatihan Jawa Barat 1 kali. c. e. Pelatihan teknis pendampingan c. Pelatihan teknis substantif d. Meningkatnya peran Lembaga Keuangan Non Perbankan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 209 IV-20 . Pendukungan Pertumbuhan Pendekatan Kooperatif. sarana dan prasarana lembaga KUMKM Peningkatan Kualitas Kelembagaan Koperasi 75 Desa Pertumbuhan 75 Desa Pertumbuhan 75 Desa Pertumbuhan 75 Desa Pertumbuhan 75 Desa Pertumbuhan 75 Desa Pertumbuhan 150 orang 100 orang 70 orang 120 koperasi 125 koperasi 50 orang 260 KUKM 300 koperasi Bandung Jawa Barat Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Jawa Barat melalui a. Dinas KUKM CG 3 i.Meningkatnya kapasitas usaha dan saing keterampilan pengelolaan usaha Meningkatnya peran kelembagaan. Peningkatan Kapasitas SDM KUKM - 26 kab/kota 400 KUKM 200 KUKM 400 KUKM 4 kali. 150 orang tenaga Jaw Barat pendamping 18 angkatan.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEGIATAN 3 SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 3. Mengembangkan Manajemen Usaha KUKM di Perdesaan e. Konsolidasi pelatihan b. Kegiatan : 1. Meningkatnya akses permodalan bagi KUMKM Usaha bagi Koperasi. Terwujudnya pengembangan Kota Bandung promosi investasi berbasis IT penumbuhan Mendorong penumbuhan wirausaha serta . 3. Pelatihan manajerial dan kewirausahaan c. SLTA dan Perguruan Tinggi. Bantuan Sarana Usaha bagi Pelaku Usaha di Desa Pertumbuhan Internalisasi pemahaman perkoperasian Menumbuhkan kelembagaan koperasi pada kelompok strategis Menguatkan lembaga operasional Dekopinwil/ Dekopinda Akreditasi koperasi Meningkatkan koperasi Jasa bimbingan keuangan koperasi Apresiasi terhadap tokoh dan KUKM Sosialisasi pembentukan koperasi sebagai laboratorium ekonomi di Tingkat SLTP. Program Pengembangan Kewirausahaan dan a. Menguatkan Usaha KUKM Pertanian di Perdesaan f. Cerdas tangkas koperasi di kalangan siswa tingkat SLTA Sosialisasi dan fasilitasi aspek legal halal Sosialisasi dan fasilitasi hak merk Rapat koordinasi dan fasilitasi sertifikat PIRT Dinas KUKM APBD 2. Desa 6 b. Usaha Mikro. b. c. 50 orang stakeholder 900 orang pengelola KUKM 800 orang pengelola KUKM 1250 orang anggota koperasi Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Dinas KUKM APBD Dinas KUKM CG 3 4. 120 orang tenaga Bandung pendamping Pemberian dukungan dan kemudahan akses permodalan Terlaksananya temu bisnis antar KUMKM 6 Kegiatan Pendampingan bagi KUMKM a. d. Keunggulan Kompetitif Koperasi. Penguatan infrastruktur bisnis KUMKM di Perdeaan d. Menguatkan Struktur Kelembagaan KUMKM di Perdesaan b.Meningkatnya peningkatan kesempatan kerja wirausaha baru Meningkatnya kemampuan wirausaha yang berdaya .

Pengembangan Kelembagaan BUMD d. Membangun jaringan pelayanan dan perkuatan permodalan lembaga penjamin kredit 2. Pameran produk KUKM Perwakilan i. membangun jaringan KSP/USP-Koperasi dan KJKS/UJKS Koperasi d. Penguatan jaringan KUKM melalui metode ERFA d.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEGIATAN 3 SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 c. Pengembangan jaringan KUMKM Dinas KUKM Jawa Barat Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Singapura APBD 9. Pendampingan KUKM melalui Klinik Konsultasi Bisnis (KKB) e. Pendukungan pameran Dalam negeri Trade Expo Indonesia ke 24 h. Modal stimulan bagi Senbik k. Kerjasama pemasaran produk KUKM Jabar dengan NTUC Singapura j. Meningkatnya jejaring bisnis antar KUMKM TARGET PENCAPAIAN 5 Terlaksananya KUMKM LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 - rakor jaringan Kegiatan : 1. Program Pembinaan dan Pengembangan BUMD a. Pameran Bersertifikat Halal f. Pendukungan Pameran KUMKM. Pengembangan akses pasar melalui promosi dan kreasi produk KUMKM d. Cooperative Fair e. Asistensi proposal kelayakan usaha finansial dalam rangka peningkatan akses terhadap lembaga keuangan dan sumber pembiayaan lainnya b. Meningkatnya peran Lembaga Keuangan Non dan Lembaga Keuangan Non Perbankan b Revitalisasi Kredit Program Dakabalarea c. menumbuhkembangkan KSP/USP Koperasi dan KJKS/UJKS Koperasi g. Meningkatnya dividen BUMD Terwujudnya BUMD yang berperan dalam pembangunan sektor strategis Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 209 IV-21 . Pameran Luar Negeri yang diagendakan oleh BPPMD d. Pameran Luar Negeri yang diagendakan oleh BPPMD c. Intermediasi KUMKM dengan Lembaga keuangan dan Sumber Pembiayaan Lainnya serta dengan lembaga penjamin kredit c. Pengembangan Treding house jaringan KUMKM - 7800 KUKM Jawa Barat Dinas KUKM APBD 1300 KUMKM Jawa Barat 40 Koperasi 250 KUKM 100 KUKM 2250 Koperasi 200 KUKM Bandung Bandung Bandung Jawa Barat Bandung - 8 KUKM 8 KUKM 320 KUKM 200 KUKM 150 KUKM Perempuan KUKM KUKM 400 KUKM 22 KUKM 520 KUKM 400 KUKM 100 KUKM 75 KUKM 75 KUKM 75 KUKM 30 KUKM Luar Negeri Luar Negeri Bandung Bandung Bandung jakarta Dalam negeri Jawa Barat Dinas KUKM APBD 3. Pelaksanaan kemitraan pola resi gudang h. Fasilitasi Pembiayaan bagi KUMKM tahun 2009 a. Pembentukan Lembaga Otoritas Senbik f. Bimbingan dan konsultasi pola resi gudang f. Fasilitasi sarana/Prasarana teknologi bagi Senbik l. Pelaksanaan kemitraan pola lelang i. Meningkatnya peran BUMD - Meningkatnya skala usaha Optimalnya peran kredit program Dakabalarea. Pelaksanaan kemitraan pola hedging g. a. Pengembangan jaringan KUKM antar daerah c. Pameran Produk KUKM perempuan dan produk potensi eksport g. Bimbingan dan konsultasi pola hedging e. Temu Bisnis a.

Terlaksananya pendampingan tim Jawa Barat Lembaga Keuangan Non Perbankan konsultan publik dalam rangka audit c. dan purna kerja di perkotaan dan pedesaan Meningkatnya penempatan tenaga kerja melalui pola AKL/AKAD/AKAN Meningkatatnya cakupan layanan informasi pasar kerja bagi masyarakat dan pengusaha di Jawa Barat - 40 kelompok masyarakat (23.680 orang) 300 AKL. Meningkatnya kinerja PD.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEGIATAN 3 SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 - TARGET PENCAPAIAN 5 Terfasilitasinya operasional-isasi tenaga pendamping kredit program DAKABALAREA Terselenggaranya pemantapan tenaga pendamping kredit program DAKABALAREA Meningkatnya kontribusi pos Terlaksananya peningkatan kemampuan SDM pengelola BUMD/Perusahaan Daerah LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 Biro Sarek SUMBER DANA 8 APBD Kegiatan : 1. Meningkatnya kinerja BUMD Peningkatan Kinerja dan Performa PD. Pengembangan Penanganan dan pengolahan serta pemasaran hasil perikanan - Terlaksananya Pengembangan budidaya perikanan air tawar. laut dan payau Terlaksananya Pengembangan Penanganan dan pengolahan industri hasil perikanan - APBD Prov. Penempatan Tenaga Kerja AKL/AKAD/AKAN Informasi pasar Kerja - Meningkatnya perluasan lapangan kerja bagi penganggur. Kelautan dan Perikanan 10. Kegiatan Fasilitasi dan Koordinasi a.PK di Jawa Barat b. Meningkatnya fasilitasi permodalan melalui peran . laut . 500 AKAN 5 kali kegiatan 26 kab/Kota Disnakertrans APBD - 26 kab/Kota 26 kab/Kota Disnakertrans Disnakertrans APBD APBD URUSAN PILIHAN 5. Tersusunnya Raperda tentang Penyertaan Modal Tahun 20009 Meningkatnya cakupan layanan informasi pasar kerja dan meningkatnya penempatan tenaga kerja melalui pola magang serta AKAD dan AKAN di Jawa Barat Jawa Barat - - Biro Sarek APBD 4. BPR a. Meningkatnya ketersediaan sarana dan prasarana budidaya perikanan c. Perluasan Lapangan Kerja produktif - 2. Penyusunan Rencana Pengembangan BUMD Tahun 2009 c. ketersediaan sarana dan prasarana budidaya perikanan. Program Peningkatan Kesempatan Kerja Dinas Tenaga Kerja & Transmigrasi APBD/ APBN Kegiatan : 1. Meningkatnya penyerapan tenaga kerja perikanan - Meningkatnya ketersediaan dan Jawa Barat pendistribusian benih/induk yang berkualitas. payau dan periran umum 2. Terlaksananya RUPS b. Optimalisasi Peran Tenaga Pendamping Kredit Program DAKABALAREA 2 Pengembangan dan Penguatan Struktur Usaha a. Fasilitasi Forum Komunikasi dan Koordinasi BUMD b. Optimalisasi peran Lembaga Keuangan Non dan PD. pemahaman dan aplikasi teknologi budidaya serta daya saing produk perikanan Peningkatan keragaman dan kemampuan budidaya perikanan air tawar. Pengembangan budidaya perikanan air tawar. Terlaksananya pemantauan Jawa Barat perkembangan PD. 500 AKAD. Meningkatnya pendapatan usaha perikanan d. BPR dan PD. Meningkatnya ketersediaan dan pendistribusian benih/induk yang berkualitas b. Pemantapan Kredit Program DAKABALAREA Pengembangan Pembiayaan bagi KUMKM melalui Kredit Program DAKABALAREA b. APBN - - - Diskan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 209 IV-22 . setengah penganggur. Fasilitasi dan Koordinasi Penyertaan Modal kepada BUMD d. Program Pengembangan Budidaya Perikanan a. Terlaksananya audit PD. PK Jawa Barat c. Tenaga Kerja 10. Perkreditan Kecamatan Perbankan - - Biro Sarek APBD 3. laut dan payau Peningkatan pengolahan perikanan Penanganan dan industri hasil Diskan APBD Provinsi Kegiatan : 1. PK a. 3.

Dinas APBD Prov. Meningkatnya kualitas sarana dan - prasaran Meningkatnya pengembangan usaha perikanan tangkap Peningkatan kapasitas sarana dan prasarana usaha kelautan Terkendalinya pemanfaatan sumberdaya kelautan Peningkatan kuantitas dan kualitas produksi perikanan tangkap Diskan Diskan. Peningkatan Produksi Perikanan Tangkap a. perikanan dan kehutanan c. peternakan. peternakan. lele. mas. tebu. Meningkatnya sarana pemasaran hasil pertanian. tanaman hias Peningkatan Usaha pemasaran 26 kabupaten/kota dan pengolahan hasil komoditi teh. Pengembangan sarana dan prasarana pemasaran pertanian. perikanan dan kehutanan Meningkatnya Pengembangan sarana dan prasarana pengolahan hasil pertanian. Pertanian. gurame. gurame. kelapa. cengkeh. akar wangi - - - Peningkatan kualitas sarana dan 26 kabupaten/kota prasarana pemasaran hasil pertanian. jarak pagar. APBN KUKM APBD Prov. udang. perkebunan. kakao. karet. Pengembangan Usaha pemasaran dan pengolahan hasil komoditi teh. Peternakan. mas. Meningkatnya pengolahan hasil pertanian. gurame. Peternakan. perikanan. nila. PROGRAM/KEGIATAN 3 Pengembangan usaha tani ikan patin. tebu. akar wangi - - APBD Prov Dinas Pertanian. APBN Terlaksananya Pengembangan usaha perikanan tangkap Meningkatnya Sarana dan Prasarana Usaha Kelautan Terlaksananya Pengawasan dan pemanfaatan sumberdaya kelautan pengendalian - Meningkatnya produksi perikanan tangkap dan pengembangan lembaga keuangan dan perbankan dengan orientasi kredit agribisnis perikanan 6. Pengembangan teknologi usaha perikanan tangkap 2. perkebunan. perikanan dan kehutanan Peningkatan Usaha pemasaran 26 kabupaten/kota dan pengolahan hasil komoditi padi. hortikultura. nila. lele. tanaman hias. palawija. 3. tanaman obat-obatan. hortikultura. kelapa. peternakan. sidat. peternakan. Meningkatnya pendapatan nelayan b. peternakan. Meningkatnya Pengembangan Usaha pemasaran dan pengolahan hasil komoditi teh. APBD Prov Perkebunan. Pengembangan Usaha pemasaran dan pengolahan hasil komoditi padi. Perkebunan. Meningkatnya margin pemasaran pertanian. perikanan dan kehutanan 2. Perikanan dan Kehutanan Dinas Pertanian. karet. perkebunan. kakao. Distarkim Diskan Dinas Perikanan. cengkeh. perkebunan. Program Pengembangan Perikanan Tangkap Kegiatan : 1. akar wangi - Meningkatnya Pengembangan Usaha pemasaran dan pengolahan hasil komoditi padi. jarak pagar. kerapu TARGET PENCAPAIAN 5 Peningkatan kemampuan usaha tani ikan patin. Peningkatan Sarana dan Prasarana Usaha Perikanan Tangkap 3. peternakan. perkebunan. lele. kopi. perkebunan. mas. Indag APBD Prov Agro Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 209 IV-23 . Meningkatnya nilai tambah pengolahan hasil pertanian. perikanan dan kehutanan Meningkatnya kualitas sarana dan prasarana pemasaran hasil pertanian. perikanan dan kehutanan Peningkatan Pengembangan 26 kabupaten/kota sarana dan prasarana pengolahan hasil pertanian. hortikultura. kerapu LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 - - 11. peternakan. kopi. Perkebunan. Peternakan. perikanan dan kehutanan - Meningkatnya nilai tambah hasil Jawa Barat pertanian. Program Pemasaran dan Pengolahan Hasil a. Agro Indag APBD Prov - - Dinas Perkebunan. tebu. peternakan. perkebunan. cengkeh. udang. tanaman obat-obatan. peternakan. palawija. kerapu SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 Meningkatnya usaha tani ikan patin. peternakan. kakao. Pertanian 12. palawija. dan kehutanan e. kopi. perikanan dan kehutanan Kegiatan : 1. jarak pagar. perikanan dan kehutanan dan Kehutanan b. perkebunan. perkebunan. perikanan dan kehutanan APBD Provinsi - - - 3. peternakan. Perikanan dan Kehutanan Dinas Pertanian. Pengawasan dan pengendalian pemanfaatan sumberdaya kelautan 4.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 3. udang. perikanan dan kehutanan d. karet. sidat. Perikanan perkebunan. Pengembangan sarana dan prasarana pengolahan hasil pertanian. nila. tanaman hias. perkebunan. perkebunan. Meningkatnya sarana pengolahan hasil pertanian. sidat. tanaman obat-obatan. peternakan. kelapa.

APBN 14 Program Pertanian Pemberdayaan Sumber Daya a. jasa. Peningkatan Ketersediaan input produksi - Meningkatnya Ketersediaan input produksi - Peningkatan ketersediaan produksi pertanian input 26 kabupaten/kota - 3. karet. kopi. unggas.sayuran. Pengembangan lembaga pertanian perdesaan (lembaga keuangan. tebu. domba. buah-buahan. tebu. Dinas APBD Prov. Meningkatnya ketersediaan dan kualitas sarana dan prasarana pertanian b.Jawa Barat tivitas dan kualitas produk pertanian. kambing Meningkatnya Pengembangan Usaha pemasaran dan pengolahan hasil ikan Meningkatnya Pengembangan Usaha pemasaran dan pengolahan hasil aneka hasil kehutanan TARGET PENCAPAIAN LOKASI - PELAKSANA SKPD SUMBER DANA - - 5. Peningkatan usaha tani komoditi hortikultura. sapi perah. kelapa. Peningkatan usaha tani komoditi sapi perah. asosiasi) - - Dinas Pertanian Dinas Pertanian APBD Prov. kios. tebu. Pengembangan pertanian terpadu dan organik - Meningkatnya produksi dan diversifikasi pertanian. Dinas Perikanan. kakao. koperasi. Biro Binprod APBD Prov. jarak pagar - - Dinas Pertanian. Meningkatnya kinerja sumber daya pertanian Jawa Barat b. Dinas Peternakan Dinas Pertanian APBD Prov 5. perkebunan. tanaman obat dan tanaman hias Meningkatnya usaha tani komoditi teh. ketersediaan dan kualitas sarana dan prasarana pertanian serta diversifikasi produk usaha pertanian APBD Prov Kegiatan : 1. Meningkatnya penyerapan tenaga kerja pertanian. buah-buahan. jarak pagar. Dinas Indagro. APBN Indag. unggas Peningkatan peran penyuluh dan Jawa Barat kemampuan petani Penurunan alih fungsi lahan pertanian Peningkatan peran penyuluhan dan kemampuan petani Terbentuknya lembaga pertanian perdesaan (lembaga keuangan. kios. sapi perah.26 kabupaten/kota tivitas dan pendapatan peternak komoditi sapi perah. domba. dan peternakan d. Dinas Indag. koperasi. APBN 6. akar wangi. kambing. kios. Dinas KUKM. Indag APBD Prov Agro Dinas Kehutanan. APBD Prov Indag Agro 13. Dinas APBD Prov. jasa. domba. PROGRAM/KEGIATAN 3 Pengembangan Usaha pemasaran dan pengolahan hasil komoditi sapi potong. Dinas APBD Prov Perkebunan. kopi. Dinas Peternakan. kakao.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 4. akar wangi. kakao. sayur. perkebunan. buah-buahan. sayur-sayuran. cengkeh. unggas Pengembangan Usaha pemasaran pengolahan hasil ikan Pengembangan Usaha pemasaran pengolahan hasil aneka hasil kehutanan dan dan SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 Meningkatnya Pengembangan Usaha pemasaran dan pengolahan hasil komoditi sapi potong. domba. unggas - Meningkatnya usaha tani komoditi sapi perah. APBN Perkebunan. domba. jasa. kopi. Pengembangan sarana dan prasarana produksi pertanian - Peningkatan kuantitas dan kualitas 26 kabupaten/kota hasil pertanian - 2. kelapa. tanaman obat dan tanaman hias Peningkatan usaha tani komoditi teh. Indag APBD Prov Agro - Dinas Perikanan. akar wangi - Meningkatnya usaha tani komoditi hortikultura. Program Peningkatan Produksi Pertanian a. kelapa. kambing Peningkatan Usaha pemasaran 26 kabupaten/kota dan pengolahan hasil ikan Peningkatan Pengembangan 26 kabupaten/kota Usaha pemasaran dan pengolahan hasil aneka hasil kehutanan 7 8 Dinas Peternakan. APBN Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 209 IV-24 . asosiasi) - 4. dan peternakan Terlaksananya Pengembangan prasarana pertanian sarana dan - Meningkatnya produksi. karet. cengkeh. asosiasi) - APBD Prov Kegiatan : 1 Peningkatan Kinerja Penyuluhan Pertanian 2. - Dinas Perkebunan. perkebunan. sayursayuran. Meningkatnya diversifikasi produk usaha pertanian c. Dinas Pertanian. Dinas Peternakan Dinas Pertanian. domba. peternakan dan perikanan - Meningkatnya nilai tambah dan 26 kabupaten/kota pendapatan petani Peningkatan produksi dan 26 kabupaten/kota produktivitas hortikultura. 6. produk. unggas. produk. cengkeh. unggas - - Dinas Petenakan APBD Prov. Meningkatnya pendapatan usaha tani pertanian. tanaman obat dan tanaman hias Peningkatan produksi. karet. jarak pagar peningkatan produksi. - - 5 6 Peningkatan Usaha pemasaran 26 kabupaten/kota dan pengolahan hasil komoditi sapi potong. koperasi.26 kabupaten/kota tivitas dan pendapatan petani komoditi teh. produk. sapi perah. Meningkatnya kualitas tata guna lahan dan air serta terkendalinya konversi lahan pertanian Meningkatnya Kinerja Penyuluh Terlaksananya Pengembangan lembaga pertanian perdesaan (lembaga keuangan.

Pengembangan Aneka Hasil Usaha Kehutanan . Meningkatnya penguasaan teknologi IKM Peningkatan Jaringan Kerja dan Manajemen a. Meningkatnya kualitas SDM dan produk IKM agro - 935 pelaku usaha 2. Meningkatnya kemampuan jiwa wirausaha pelaku usaha IKM Wirausaha Industri Agro b. Terbina dan terkendalinya usaha-usaha bidang kehutanan c. & Purwakarta 26 Kab/Kota - Dinas Indag APBD - Dinas Indag Agro APBD 18. Halal. Kota Bandung. APBN Dinas Pertanian. Pembinaan sumberdaya penyuluhan kehutanan - - 8. Kuningan. b. industri hasil hutan kayu dan non kayu Terlaksananya Pengawasan dan Pengendalian Peredaran Hasil Hutan Tersusunnya perencanaan pembangunan kehutanan Terkendalinya pengusahaan hutan. Kab. 3. Program Pengembangan Destinasi Pariwisata Kegiatan : 1. industri hutan kayu dan non kayu Meningkatnya kapasitas kelembagaan pemberdayaan penyuluhan kehutanan dan - - - Meningkatnya usaha dan 26 kabupaten/kota pendapatan masyarakat sekitar hutan Meningkatnya tertib peredaran 26 kabupaten/kota hasil hutan Perencanaan pembangunan 26 kabupaten/kota kehutanan yang efektif Meningkatnya pengusahaan hutan. Berkembangnya lembaga penyuluhan swakarsa mandiri Kegiatan : 1. Program Pengembangan Industri Kecil Menengah a. barcode. Meningkatnya penguasaan teknologi Industri Kemampuan Teknologi Industri b.Terlaksananya Pengembangan Aneka Hasil Usaha Kehutanan 2. Bandung. Program Pemanfaatan Potensi Sumber Daya a. Pariwisata 16. Majalengka. Meningkatnya kualitas produk agro melalui Agro penerapan standar proses industri. Program Penataan Struktur dan Peningkatan a. Cianjur. Indagro APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 209 IV-25 . Berkembangnya diversifikasi dan inovasi produk IKM d. Cirebon. mutu dan inovasi produk industri Kegiatan : 1. Terfasilitasinya standar mutu produk melalui sertifikasi SNI. Pengawasan dan Pengendalian Peredaran Hasil Hutan Koordinasi. kualitas produk Jawa Barat 200 perusahaan kemampuan dan mutu - 26 Kab. 26 kabupaten/kota industri hutan kayu dan non kayu Meningkatnya penyuluh swakarsa mandiri Meningkatkan SDM Bidang Pariwisata sebanyak 1500 Orang Kota Bandung - Dinas Kehutanan APBD Prov - Dinas Kehutanan Dinas Kehutanan Dinas Kehutanan. Disbun APBD Prov 7.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEGIATAN 3 3. Pengembangan Teknologi dan Peningkatan a. Garut. Meningkatnya kompetrensi dan keterampilan SDM Usaha IKM Jawa Barat IKM b. Sumedang. Kerawang. Meningkatnya mutu produk IKM c. 4. Meningkatnya kemitraan dan kerjasama IKM dan Industri Besar. APBD Prov. Terlaksananya pengembangan usaha dan Hutan pengelolaan kehutanan b. Meningkatnya kualitas. HAKI dan GKM - Meningkatkan teknologi. Peningkatan Daya Saing Industri Manufaktur a. Terfasilitasinya alat pengolahan industri manufaktur agro c. Disnak. b. Kehutanan 15. Industri 17. Biro Binprod APBD Prov APBD Prov APBD Prov 5. perencanaan dan pengendalian pembangunan kehutanan Pembinaan dan pengendalian pengusahaan hutan./Kota - Dinas Indag. Meningkatnya Kualitas SDM dan produk IKM - Meningkatnya nilai Tambah produk IKM Jawa Barat Kegiatan : 1. Pengembangan tata guna lahan dan air serta pengendalian laju konversi lahan pertanian SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 Terlaksananya Pengembangan tata guna lahan dan air TARGET PENCAPAIAN LOKASI - PELAKSANA SKPD SUMBER DANA - - 5 6 Peningkatan kualitas irigasi dan Jawa Barat penurunan alih fungsi lahan pertanian Meningkatnya pengembangan usaha dan pengelolaan kehutanan Jawa Barat 7 8 Dinas PSDA. Peningkatan Kemitrausahaan dan Daya Kepariwisataan Jawa Barat - Meningkatnya kemampuan dan keterampilan sumber daya manusia di bidang pariwisata Meningkatnya Kompetensi Kepariwisataan SDM di bidang - Sumber - - Disbudpar 9.

Ciamis. tasikmalaya. Terjalinya kerjasama perdagangan komoditi agro Negeri antar pulau - - Dinas Indag Agro APBD Provinsi kep. 65 Milyar Terfasilitasinya pembiayaan produk agro di Jawa Barat 28 Kali Kota Bandung dan 4 wilayah - Dinas Indag Agro APBD 20. Indramayu. Ciamis. Cianjur. Meningkatnya promosi produk agro Jawa Barat 3. Meningkatnya Transaksi Perdagangan Produk Jawa Barat b. Kalimantan Timur. Tasikmalaya. bekasi - PELAKSANA SKPD 7 Dinas Indag. Kuningan. b. Meningkatnya pasar produk industri Jawa Barat c. Subang. sumedang. Peningkatan promosi Produk Agro Dalam a.impor b. b. Pengembangan Skema pembiayaan Komoditi Agro Jawa Barat bagi a. Optimalisasi pelaksanaan pola resi gudang di Jawa Barat b. dan Kota Sukabumi Kab. Dinas Indag Agro APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 209 IV-26 . Perdagangan 19. Sumatra Utara. garut. Garut. Sulawesi Utara dan Jawa Tengah Kota bandung. dan Kab. Bandung. Terfasilitasinya akses permodalan bagi pelaku usaha melalui pola resi gudang Jakarta.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 2. Kab. Indramayu. Eropa dan afrika Timur - Dinas Indag APBD 2. Karawang. Program Peningkatan dan Pengembangan Sistem Perdagangan Dalam Negeri Kegiatan : 1. Wilayah Asia. perkebunan. Cirebon. Program Peningkatan dan Pengembangan Ekspor - Meningkatnya ekspor produk unggulan Jawa Barat - Meningkatkan ekspor produk Jawa Barat sebesar 20% Kegiatan : 1 Peningkatan Daya Saing Produk Ekspor dan a. Meningkatnya pemahaman dan kemampuan pelaku Perluasan Akses Pasar Ekspor Jawa Barat usaha dalam bidang ekspor . Berkembangnya usaha industri pengolahan hasil perikanan.Meningkatnya promosi produk agro pada event nasional dan internasiona a. subang. Bekasi. NTB. Cirebon. PROGRAM/KEGIATAN 3 Pengembangan dan Penguatan Usaha Industri Manufaktur Agro Jawa Barat SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 Berkembangnya usaha industri makanan olahan hasil pertanian. Pengembangan Sistem Perdagangan Produk a. Peningkatan Perikanan Usaha Industri Agro Hasil a. Peningkatan promosi produk Agro Luar Negeri Jakarta. Bali dan Sumatra Barat - Dinas Indag Agro APBD b. Malaysia dan Singapura Meningkatnya transaksi produk Jawa Barat sebesar Rp. Majalengka. Terfasilitasinya alat produksi usaha industri pengolahan hasil perikanan - Dinas Indag Agro APBD 10. Mengembangkan skema pembiayaan produk agro Jawa Barat - 43 Pelaku Usaha Jakarta. Kuningan. Bogor. peternakan. Majalengka. Riau. Cirebon. Bogor. Indagro SUMBER DANA 8 APBD - 3. dan kehutanan TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 Kab. Sukabumi. Cianjur. Terfasilitasinya efektifitas perdagangan produk agro Agro Dalam Negeri melalui pola lelang forward. Meningkatnya volume . Optimalisasi pelaksanaan front office dan back office pasar lelang komoditi agro 2. Yogyakarta.

Pemerintahan Umum. Terwujudnya penataan aset daerah./Kota 3. Tersedianya dokumen pelaksanaan pengelolaan aset daerah Kegiatan : 1. Penyusunan Program Kerja Pengawasan . Terkendalinya program-program pembangunan daerah.Tersusunnya peraturan daerah tentang APBD TA Daerah tentang APBD Tahun Anggaran 2010 2010 dan peraturan Gubernur tentang penjabaran dan Penyusunan Rancangan Peraturan APBD TA 2010 Gubernur tentang Penjabaran APBD Tahun Anggaran 2010 2. Meningkatnya peran dan fungsi pengawasan internal Pemerintah daerah. Administrasi Keuangan Daerah. Laporan Keuangan dan Audit yang bersifat Khas 2. Pengendalian Pengawasan Pembangunan Daerah SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 dan a.Tersusunnya Rancangan Peraturan Daerah tentang tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran Perubahan APBD Tahun Anggaran 2009 dan 2009 dan Penyusunan Rancangan Peraturan Tersusunnya Rancangan Peraturan Gubernur Gubernur tentang Penjabaran Perubahan tentang Penjabaran Perubahan APBD Tahun APBD Tahun Anggaran 2009 Anggaran 2009 3. Menurunnya penyimpangan terhadap peraturan dalam administrasi pemerintahan daerah Jawa Barat Bawasda APBD TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 2 URUSAN WAJIB 1. Barang dan Jasa.Tersusunnya sistem dan prosedur pengawasan yang Tahunan (PKPT) dan Evaluasi Hasil Audit pada transparan dan akuntabel. d. c. Penyusunan Data Dasar Dana Alokasi Umum . Tersedianya dokumen pelaksanaan pengelolaan keuangan daerah c. Review dan efektif. meliputi Audit b. Kegiatan Sosialisasi Regulasi tentang . Program Perencanaan. Tersedianya dokumen perencanaan makro dan sektoral. Pemtak. Penyusunan Rancangan Peraturan Daerah . Kinerja. Pelaksanaan Audit Komprehensif pada Satuan a. Daerah b. Penyempurnaan dan Pengembangan Sistem . Pelayanan. Iuran Wajib 5. Perangkat Daerah. Terwujudnya pengawasan secara intensif untuk Perencanaan. Meningkatnya tertib administrasi keuangan daerah.Penyusunan Data Dasar Dana Perimbangan dan (DAU). Penanganan Kasus Pengaduan Masyarakat . Kegiatan Penyusunan Rancangan Peraturan . Terwujudnya sinergitas perencanaan pembangunan daerah. SKPD dan Kab.Tersosialisasikannya Regulasi tentang Pengelolaan Pengelolaan Keuangan Daerah Keuangan Daerah 4. Iuran Penyusunan Laporan Dana Alokasi Umum (DAU). Common Goals 4 : Peningkatan Kinerja Aparatur NO 1 BID URUSAN PEMDA PROGRAM/KEGIATAN 3 1. Program Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan a. Wajib Pegawai (IWP) dab PPh Pasal 21 Tabungan Perumahan (Taperum). Perencanaan Pembangunan Kegiatan : 1. Otonomi Daerah. e.Tertanganinya kasus-kasus pengaduan masyarakat yang disampaikan kepada pemerintah daerah baik melalui kotak pos maupun media lainnya Jawa Barat - Bawasda APBD - Bogor - Bawasda APBD 2. b. Tabungan Perumahan (Taperum). d. Meningkatnya pengelolaan administrasi keuangan Kerja Perangkat Daerah Provinsi dan yang tertib dan dapat dipertanggungjawabkan Pemerintah Kabupaten/Kota. meningkatkan pengelolaan keuangan yang efisien Pendapatan.d. Kepegawaian dan Persandian 2.Tersedianya Sistem Penggajian PNS dilingkungan Penggajian PNS di Lingkungan Pemerintah Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang lebih Provinsi Jawa Barat akseptabel Jawa Barat - Biro Keuangan APBD Jawa Barat - Biro Keuangan APBD Jawa Barat Jawa Barat - Biro Keuangan Biro Keuangan APBD APBD Jawa Barat - Biro Keuangan APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-27 .

Menjamin peningkatan penghormatan. - - 1 kali rakor dan 1 laporan hasil Wilayah Cirebon rekomendasi hasil rakor - Bakorwil Cirebon APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-28 .Terwujudnya Produk Hukum Daerah sebagai landasan hukum bagi pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan di daerah. - Penataan Peraturan Perundang. akomodatif dan aplikatif dengan perkembangan masyarakat. - Jawa Barat - Biro Keuangan APBD 8. Penyusunan Pedoman Evaluasi Kelembagaan Organisasi Perangkat Daerah Provinsi dan Kabupaten / Kota 4. adat istiadat dan budaya 4. Penyusunan Produk Hukum Daerah . sebagai bahan untuk penyusunan legislasi daerah 2. Pensiun dan Mutas Penyusunan Kebijakan Akuntansi Pemerintah Daerah SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 Terlaksananya Pemutahiran Data Pegawai untuk basis Penyusunan Gaji di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat Terlaksananya Penyelesaian Gaji Kenaikan Pangkat Otomatis (KPO). Penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) SKPD Provinsi dan Fasilitasi SOP Kabupaten/Kota.a. Fungsi dan Rincian Tugas 2. Azasi Manusia pemenuhan dan Perlindungan HAM dengan mempertimbangkan nilai-nilai agama./kota Jawa Barat - Biro Organisasi Biro Organisasi APBD APBD - Tersusunnya dokumen evaluasi kelembagaan sebagai pedoman bagi organisasi perangkat daerah provinsi dan kabupaten/kota Tersampaikannya informasi dan tindaklanjut SPM untuk peningkatan kinerja sesuai bidang urusannya. pensiun dan mutasi yang tepat waktu Tersusunnya Petunjuk Teknis Standar Akuntansi Pemerintah Provinsi Jawa Barat TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 Jawa Barat PELAKSANA SKPD 7 Biro Keuangan SUMBER DANA 8 APBD - - 7. Pembinaan Standar Pelayanan Minimal (SPM) SKPD Provinsi 5. prosedur dan kriteria pemerintahan daerah Tersampaikannya informasi mengenai tugas pokok. Meningkatnya kemampuan daerah dalam menyelenggarakan otonomi daerah b. Sosialisasi Tugas Pokok. Program undangan. Penyusunan Tugas Pokok. 4. Kegiatan : 1. Program Legislasi Daerah . Kesadaran Hukum dan HAM penyelenggaraan pemerintahan b. Sosialisasi peraturan perundang-undangan . Tersedianya norma. standar. Program Pemantapan Otonomi Sistem Administrasi Daerah Daerah dan a. PROGRAM/KEGIATAN 3 Pemutakhiran Data Pegawai Untuk Basis Penyusunan Gaji di Lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat Pelayanan Satu Atap dalam Rangka Penyelesaian Gaji Kenaikan Pangkat Otomatis (KPO). Tersedianya produk hukum daerah untuk mendukung 3.Terwujudnya Peraturan Daerah yang berlandaskan prinsip-prinsip (good governance) yang aspiratif. fungsi dan rincian tugas SKPD Tersusunnya Tupoksi sebagai acuan SKPD - Jawa Barat - Biro Hukum APBD 200 orang Jawa Barat - Biro Hukum APBD 20 Perda Jawa Barat - Biro Hukum APBD 15 Perda yang bertentangan dengan HAM Jawa Barat - Biro Hukum APBD Kegiatan : 1. Terwujudnya sinergitas produk hukum provinsi dengan kabupaten/kota dan pemerintah pusat c. Fasilitasi Peningkatan Kinerja Aparatur Pemerintah Kecamatan di Wilayah Cirebon Seluruh SKPD di lingkup Provinsi Jawa Barat Jawa Barat Tupoksi seluruh SKPD di lingkup Kota Bandung Provinsi Jawa Barat Tersedianya 2 dokumen pedoman Kota Bandung evaluasi kelembagaan OPD provinsi dan kab.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 6. pemajuan. Terwujudnya administrasi pemerintah daerah yang efektif dan efisien. c. Tersusunnya SOP SKPD Provinsi sebagai dasar di dalam pelaksanaan kegiatan dan terfasilitasinya SOP kabupaten/kota Terwujudnya peningkatan pengetahuan dan kemampuan aparatur Kecamatan - - Biro Organisasi APBD - Biro Organisasi APBD - Jawa Barat - Biro Organisasi APBD 5.Tersosialisasikannya dan tersebarluaskannya Peraturan perundang-undangan kepada aparat dan masyarakat 3. Terwujudnya sinergitas penanganan perkara dengan lembaga lainnya. Implementasi Rencana Aksi Nasional Hak . Fungsi dan Rincian Tugas Unit Pelaksana Teknis pada Dinas dan Badan 3.

NO 1

BID URUSAN PEMDA 2 6. 7. 8.

PROGRAM/KEGIATAN 3 Orientasi Peningkatan Kinerja Pemerintah Kecamatan se Wilayah Bogor Peningkatan Kinerja Kepala Desa se Wilayah Bogor Kegiatan fasilitasi Peningkatan Kemampuan Aparatur Pemerintah Desa se Wilayah Cirebon Peningkatan Kinerja Pemerintahan Desa dan Kelurahan Pembinaan dan

SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 Terselenggaranya sosialisasi, orientasi peningkatan kinerja Camat di Wilayah Bogor Terwujudnya kinerja Kepala Desa se Wilayah Bogor Meningkatnya pengetahuan aparatur pemerintahan desa dan kemampuan

TARGET PENCAPAIAN

LOKASI

PELAKSANA SKPD 7 Bakorwil Bogor Bakorwil Bogor Bakorwil Cirebon

SUMBER DANA 8 APBD APBD APBD

-

-

5 6 1 kali rakor dan 1 laporan hasil Wilayah Bogor rekomendasi hasil rakor 1 kali rakor dan 1 laporan hasil Wilayah Bogor rakor 1 kali rakor dan 1 laporan hasil Wilayah Cirebon rakor 2 kali rakor dan 2 laporan hasil Wilayah Priangan rakor

-

9.

Meningkatnya pengetahuan dan kemampuan aparatur pemerintahan desa dan kelurahan

-

-

Bakorwil Priangan

APBD

5.

Program Aparatur

Pengembangan a. Meningkatnya disiplin aparatur b. Meningkatnya jumlah aparatur yang mengikuti pelatihan struktural, fungsional dan teknis substantif c. Meningkatnya jumlah aparatur yang mengikuti pendidikan formal ke jenjang yang lebih tinggi d. Meningkatnya kompetensi aparatur Tersedianya SDM Bapusda yang akuntabel serta berbasis kompetensi dan melaksanakan Tupoksi bapusda Jabar Meningkatnya kemampuan dan kualitas SDM Aparatur di bidang kearsipan Meningkatnya kemampuan PPNS terhadap penegakan Perda Terlatihnya CPPNS dalam penegakan disiplin aparatur Kota Bandung Bapusda APBD

Kegiatan : 1. Kegiatan Peningkatan Kemampuan Aparatur Bapusda 2. 3. 4. 5.

Peningkatan Kualitas SDM Kearsipan
Peningkatan Kemampuan PPNS Terhadap Perda Pelatihan CPPNS

-

Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung

-

Basipda Dinas Pol PP Dinas Pol PP Dinas Pol PP Dinas Pendidikan Dinas Indag Dinas Sosial Bawasda Bandiklatda Bandiklatda Bandiklatda Dispenda Dispenda Dispenda Distarkim Bapesitelda

APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD

Peningkatan Disiplin Aparatur Pemerintah Provinsi Jawa Barat Dinas Pol PP 6. Peningkatan Kapasitas Aparatur Dinas Pendidikan Jawa Barat 7. Peningkatan Disiplin dan Kemampuan Aparatur. 8 Peningkatan Kemampuan dan Kompetensi Sumber Daya Aparatur 9. Peningkatan Kualitas SDM Aparat Pengawasan melalui Bintek 10. Peningkatan Kualitas Sumber Daya Aparatur Bandiklatda 11. Penyelenggaraan Diklat Struktural 12 13 Penyelenggaraan Diklat Teknis

Meningkatnya kemampuan dan kapasitas aparatur dinas pendidikan Provinsi Jawa Barat Meningkatnya kompetensi SDM Dinas Perindustrian dan Perdagangan Prov. Jawa Barat. Meningkatnya wawasan dan pengetahuan pegawai Meningkatnya kemampuan aparat pengawasan Meningkatnya kualitas widyaiswara Bandiklatda 25 orang 80 orang 300 orang

Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung

Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung

-

-

Bimbingan Teknis Pengelolaan Keuangan Daerah 14. Bimbingan Teknis Pengadaan Barang dan Jasa 15. Bimbingan Teknis Pengelolaan Barang Daerah -

16. Peningkatan Kualitas Sumber Daya Aparatur Pemerintah 17. Bintek Pengadaan barang/Jasa secara Elektronik melalui LPSE Provinsi Jawa Barat

Terdidiknya para pejabat Eselon IV dan pelaksana pada SKPD Pemerintah Provinsi Jawa Barat Terlatihnya pegawai dari berbagai bidang melalui diklat teknis Meningkatnya pengetahuan pengelolaan keuangan daerah Meningkatnya pengetahuan pengelolaan keuangan daerah Meningkatnya pengetahuan pengelolaan barang daerah Meningkatnya kualitas SDM aparatur pemerintah Terselenggaranya bintek bagi PPTK, Panitia dan penyedia pengadaan barang dan jasa secara elektronik dengan memanfaatkan fasilitas teknologi informasi dan komunikasi

90% 85% 85%

-

10 angkatan, setiap angkatan 20 Jawa Barat orang

Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009

IV-29

NO 1

BID URUSAN PEMDA 2 6.

PROGRAM/KEGIATAN 3 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur

SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 Meningkatnya sarana dan prasarana bangunan untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat. Tersedianya sarana mobilitas dan peralatan kerja untuk mendukung aksesibilitas kinerja aparatur Meningkatnya kinerja aparatur dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat Meningkatnya kinerja aparatur dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat Meningkatnya kinerja aparatur dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat Meningkatnya kinerja aparatur dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat Meningkatnya kinerja aparatur dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat Meningkatnya kinerja aparatur dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat Meningkatnya kinerja aparatur dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat Meningkatnya kinerja aparatur dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat Meningkatnya kinerja aparatur dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat Meningkatnya sarana mobilitas untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat

TARGET PENCAPAIAN 5

LOKASI 6

PELAKSANA SKPD 7

SUMBER DANA 8

-

1. Lanjutan Pembangunan Kantor UPPD dan Kantor Bersama Samsat Soreang 2. Pembangunan Kantor UPPD dan Kantor Bersama Samsat Cimahi 3. Pembangunan Kantor UPPD dan Kantor Bersama Samsat Ciledug 4. Pembangunan Kantor UPPD dan Kantor Bersama Samsat Subang 5. Pembangunan Kantor UPPD dan Kantor Bersama Samsat Cikarang 6 Pembangunan Kantor UPPD dan Kantor Bersama Samsat Purwakarta 7. Pengadaan Sarana dan Prasarana Pemerintah 8. Pengurugan Lahan Pembangunan Kantor UPPD dan Kantor Bersama Samsat Cibinong 9. Pengurugan Lahan Pembangunan Kantor UPPD dan Kantor Bersama Samsat Sukaraja 10. Pengadaan Kendaraan Dinas Operasional

-

-

95% 95% 95% 95% 95% 95% 95% 95% 95% 95%

Kab. Bandung Kota Cimahi Kab. Bogor Kab. Subang Kab. Karawang Kab. Purwakarta Kota Bandung Kab. Bogor

-

Dispenda Dispenda Dispenda Dispenda Dispenda Dispenda Dispenda Dispenda Dispenda Dispenda

APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD

Kota Bandung

-

3. Pemberdayaan Masyarakat Desa

6

Program Pemantapan Pembangunan Desa

Pemerintahan

dan a. Meningkatnya kinerja dan kapasitas aparat desa. b. Meningkatnya kinerja pemerintah desa yang mandiri. c. Meningkatnya masyarakat. pelayanan aparat desa kepada

Kegiatan : 1. Peningkatan Kapasitas Pemerintah Desa

-

Terwujudnya sinergitas program pembinaan kepada desa

-

Tersusunnya program / kegiatan Jawa Barat kepada pemerintah desa

-

Biro Dekonsentrasi

APBD

2.

3.

4.

5.

Pemberdayaan Badan Usaha Milik Desa Meningkatnya peran BUMDes dalam memacu - BUMDes di 30 Desa Jawa Barat (BUMDes) dan Peningkatan Usaha Ekonomi perekonomian desa berbasi kerakyatan Kerakyatan Fasilitasi Peningkatan Penyelenggaraan a. Terwujudnya sinergitas program pembinaan kepada Jawa Barat Pemerintah Desa desa b. Tersalurkannya bantuan operasional kinerja aparatur pemerintah desa dan kelurahan c. Tersalurkannya bantuan rehabilitasi kantor desa / kelurahan dan sarana olahraga 0ptimalisasi Penyelenggaraan Pemerintah - Adanya pemahaman yang sama dalam a. terevaluasinya penyelenggaraan Jawa Barat Kelurahan penyelenggaraan pemerintahan kelurahan pemerintahan kelurahan b. Terinformasikannya Pedoman administrasi Kelurahan c. Terdapatnya informasi data pemerintahan kelurahan d. terlaksananya monitoring penyelenggaraan pemerintahan kelurahan Fasilitasi Penyelenggaraan Pemerintahan - Meningkatnya Pembinaan Penyelenggaraan Jawa Barat pemerintahan kelurahan di kabupaten / kota Kelurahan

BPMD

APBD

-

Biro Dekonsentrasi

APBD

-

Biro Dekonsentrasi

APBD

-

Biro Dekonsentrasi

APBD

Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009

IV-30

NO 1

BID URUSAN PEMDA 2 6.

PROGRAM/KEGIATAN 3 Pemberian Bantuan Rehabilitasi kantor desa dan Bantuan Operasional peningkatan kinerja aparatur pemerintah desa dan kelurahan

SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 Meningkatnya kinerja Aparatur Pemerintah Desa dalam memberikan Pelayanan kepada Masyarakat

TARGET PENCAPAIAN 5

LOKASI 6 Jawa Barat

PELAKSANA SKPD 7 Biro Dekonsentrasi

SUMBER DANA 8 APBD

-

-

4. Komunikasi dan Informatika

8.

Program Pengembangan Komunikasi, Informasi, a. Meningkatnya pelayanan informasi kepada Media Massa dan Pemanfaatan Teknologi masyarakat. Informasi b. Meningkatnya peran media massa dalam penyebaran informasi secara obyektif dan bertanggungjawab. c. Terwujudnya pelayanan data dan informasi yang didukung Teknologi Informasi (TI). d. Terwujudnya integrasi Jaringan sistem informasi daerah guna mendukung Jabar Cyber Province Tahun 2012. Kegiatan : 1. Penyusunan Standarisasi Teknologi Informasi - Meningkatnya pemanfaatan TIK dalam pelayanan kepada masyarakat dan Komunikasi Penyelenggaraan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu dan Prosuder Manajemen Dokumen dan Informasi Elektronik untuk Pelayanan Publik

-

Tersedianya dokumen standari- Jawa Barat sasi TIK penyelenggaraan pelayanan terpadu satu pintu dan prosedur dan informasi elektronik untuk pelayanan publik

-

Bapesitelda

APBD

2.

3.

Supporting For Implementation ICT Award dalam rangka Mewujudkan JabaR Cyber Province tahun 2012 dan Design Pengendalian Internal dan Eksternal Komunikasi dan Informasi Pembangunan Fasilitas Internet Bergerak

-

Meningkatnya Komunikasi Informasi Media Massa serta Pemanfaatan Teknologi Informasi

-

Termanfaatkan telah tersedia

informasi

yang Jawa Barat

-

Bapesitelda

APBD

-

Peningkatan kualitas pelayanan publik

-

Terwujudnya Mobil unit ICT yang Jawa Barat berfungsi sebagai sarana edukasi masyarakat dalam penggunaan internet dan dukungan komunikasi bagi Satkorlak Bencana Alam Terwujudnya kelancaran informasi pusat dan daerah Paket pengadaan yang ditenderkan procurement arus Jawa Barat

-

Bapesitelda

APBD

4.

5.

Jaringan Komunikasi Pusat dan Daerah (Jarkompusda) untuk Pengkatan kinerja Perangkat Organisasi Daerah Pengadaan barang/Jasa secara Elektronik melalui LPSE Provinsi Jawa Barat

-

Peningkatan kualitas pelayanan publik

-

-

Bapesitelda

APBD

-

Terselenggaranya pengadaan barang/jasa secara elektronik melalui e-procurement dengan memanfaatkan fasilitas teknologi informasi dan komunikasi

-

barang/jasa Jawa Barat melalui e-

-

Bapesitelda

APBD

Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009

IV-31

e. Common Goals 5 : Penanganan Pengelolaan Bencana
NO 1 1 BID URUSAN PEMDA 2 URUSAN WAJIB Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri PROGRAM/KEGIATAN 3 1. Program Penanggulangan Bencana a b c d Kegiatan : 1. Peningkatan Informasi dan Sosialisasi Daerah Rawan Bencana SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 Berkurangnya Resiko Kejadian Bencana di Jawa Barat Tertanganinya Bencana / Wabah Secara Cepat dan Akurat Meningkatnya Kesiapan Dini dan Mitigasi Bencana Meningkatnya Pemahaman dan Kesiapan Masyarakat dalam Menghadapi Bencana dan Jawa Barat Tersedianya dan Terbaruinya Data dan Informasi a. Terinformasikannya tersosialisasikannya daerah Kebencanaan dan Meningkatnya Akses Informasi rawan bencana Kebencanaan b. Terlaksananya pemantauan Jawa Barat kejadian bencana geologi di seluruh Jawa Barat c. Terlaksananya inventarisasi Jawa Barat daerah kerentanan bencana kegempaan di wilayah sesar lembang, sesar Cimandiri dan sesar Baribis skala 1:25.000 Terkoordinasinya penanganan bencana di Jawa Jawa Barat Barat Meningkatnya mitigasi bencana pada kawasan Wilayah Pesisir Jawa Pesisir dan Laut Barat Meningkatnya kemampuan aparat dan masyarakat Jawa Barat dalam penanggulangan bencana Meningkatnya jumlah TAGANA terlatih Jawa Barat Tersedianya tenaga instruktur untuk penanggulangan Jawa Barat bencana Terlatihnya aparat trantib dalam penanganan Jawa Barat bencana di Kabupaten/Kota Jawa Barat Daerah rawan bencana Distamben APBD TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8

-

2.

Fasilitasi Bencana

dan

Koordinasi

Pengurangan a. b.

-

Distamben Dinas Perikanan Bakesbanglinmas, Bangsos Bakesbanglinmas Bakesbanglinmas Bakesbanglinmas Dinkes, Biro Bangsos APBD APBD

3.

Penguatan Kelembagaan dan Sumber Daya a. Masyarakat Penanggulangan Bencana b. c. d.

-

4.

5.

e. Terlatihnya anggota satuan linmas dalam penanggulangan bencana Penanganan Tanggap Darurat dan Pasca a. Meningkatnya penanganan korba pasca bencana Bencana Alam bidang kesehatan b. Tersedianya Bufferstock tanggap darurat Penanggulangan Kesehatan bagi pengungsi - Meningkatnya Kabupaten/Kota dalam manajemen korban bencana dan kerusuhan penanggulangan bencana dari 2 Kabupaten/Kota menjadi 20 Kabupaten/Kota. Penanggulangan Korban Bencana Alam a. Terlaksananya penanggulangan korban bencana -

654 or, 20 kab / Kota, 12 kali kemungkinan bencana/ tahun

6.

150 KK 40 orang

20 kab Kot, kecuali Kota Tasikmalaya, Bandung, Cirebon, Depok, Sukabumi Daerah rawan bencana 5 kab/kota

-

Dinas Kesehatan

-

Dinas Sosial

APBD, APBN

7.

8.

b. Terlaksananya pemantapan bagi anggota tagana baru Fasilitasi dan koordinasi peningkatan - meningkatnya pengetahuan aparat dan masyarakat kemampuan masyarakat melalui Pelatihan dalam mengantisipasi dan menanggulangi bencana terpadu pemuda dalam penanggulangan bencana Koordinasi dan Fasilitasi Penanggulangan - Terkoordinasinya penanganan bencana di Jawa Barat Bencana

Parapelaku (stakeholder) 26 kab./kota pembangunan kesos

-

Biro Bansos

-

Parapelaku (stakeholder) 26 kab./kota pembangunan kesos

-

Biro Bangsos

Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009

IV-32

NO 1 2

BID URUSAN PEMDA 2 Pekerjaan Umum

PROGRAM/KEGIATAN 3 2. Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Bersih dan Air Limbah Kegiatan : 1. Penyediaan Sarana dan Prasarana Air Bersih d Jawa Barat

SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 Tersedianya prasarana air bersih dalam rangka penanganan darurat bencana Tersedianya IPA (Instalasi Pengolah Air) mobile unit untuk penanganan darurat bencana di Jawa Barat -

TARGET PENCAPAIAN 5

LOKASI 6

PELAKSANA SKPD 7

SUMBER DANA 8

-

-

Pengolah air bersih yang siap untuk ditempatkan di lokasi bencana

Bakorwil Purwakarta dan Bakorwil Priangan

-

Distarkim

APBD

3

Perumahan

3. Program Lingkungan Permukiman Sehat

-

Terehabilitasinya permukiman akibat bencana alam

Kegiatan : 1. Penataan dan Peningkatan Kualitas Lingkungan Kawasan Permukiman

Terlaksananya perbaikan perumahan peningkatan kualitas lingkungan permukiman

dan

-

Rehabilitasi permukiman pasca bencana alam

Kab. Sukabumi, Kab. Cianjur

-

Distarkim

APBD

Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009

IV-33

Bandung Barat. Juanda Meningkatnya fungsi pengelolaan kawasan lindung - - Dinas Kehutanan 5. Garut. Pengendalian Pencemaran Air 2. Cianjur. Terkendalinya pemanfaatan ruang di kawasan hulu sungai Terselenggaranya kendali pemanfaatan ruang kawasan Bodebek-Punjur dan Kawasan Bandung Utara Terjaganya kondisi Bopunjur dan KBU kawasan Kab. Pengendalian Pemanfaatan Ruang Kawasan Jawa Barat Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-34 . Pemantapan Kawasan Lindung - - 6. Rehabilitasi Hutan dan Lahan a. Pembinaan Pengembangan Sumberdaya Hutan dan Ekosistemnya 2. kajian fungsi. Meningkatnya Luas dan Fungsi Kawasan Lindung b. Program Pengelolaan Kawasan Lindung Kegiatan : 1. serta pengelolaan kawasan kars kelas I serta objek-objek geowisata se Jabar Terkendalinya pemanfaatan ruang kawasan di kabupaten-kabupaten dengan dominasi ber-fungsi lindung Tersusunnya model dan strategi pemanfaatan ruang bagi kawasan-kawasan dalam mendukung fungsi lindung yang diembannya - - Distamben 2 Penataan Ruang 3. Peningkatan Pengelolaan Tahura Ir. Program Perusakan Lingkungan Hidup Kegiatan : 1. Common Goals 6 : Pengendalian dan Pemulihan Kualitas Lingkungan NO 1 1 BID URUSAN PEMDA 2 URUSAN WAJIB Lingkungan Hidup PROGRAM/KEGIATAN 3 Pengendalian Pencemaran 1. Terkendalinya pemanfaatan ruang di kawasan resapan air b. Program Pengendalian Pemanfaatan Ruang a. Berkurangnya Lahan Kritis di Kawasan Lindung Terfasilitasinya pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan hutan Terkendalinya kebakaran dan pengamanan hutan dari kerusakan Terehabilitasinya hutan dan lahan 250 orang dan 3 kelompok tani Jawa Barat Dinas Kehutanan Dinas Kehutanan Dinas Kehutanan Penyadaran dan pembinaan Jawa Barat masyarakat sekitar hutan Pelaksnaan rehabilitasi lahan Jawa Barat kritis dan pemeliaharaan pada tahun sebelumnya Penataan kawasan Tahura dan Kab/kota Bandung. pembindaan masyarakat sekitar Bandung Barat Tahura Identifikasi kondisi pacca penandaan serta pengelolaan kawasan lindung di kuar kawasan hutan Kawasan kars kelas I di Jawa 16 kabupaten Barat 4. Cianjur. Fasilitasi dan Pengembangan EPCM dan SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 Meningkatnya Pengendalian Pencemaran Air TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 - Terkendalinya pencemaran air di DAS Prioritas Skala Provinsi Terlaksananya Program EPCM di Jawa Barat - Terpantaunya Kualitas Air dan Jawa Barat Tersusunnya Status Mutu Meningkatnya Kesadaran akan Jawa Barat Lingkungan pada Tingkat Manajemen - BPLHD BPLHD APBD APBD 2. Bogor. Juanda - Meningkatnya pengelolaan Tahura dan peran masyarakat sekitar kawasan Tahura Ir. Pengembangan Potensi Geologi Kawasan Lindung - Tersedianya drainase. Kota Bandung Distarkim APBD Kegiatan : 1. Pengendalian Kebakaran dan Pengamanan Hutan Jabar 3. Bekasi. Bandung.f. Program Pemanfaatan Ruang - Kegiatan : 1 Pemanfaatan Ruang Kawasan Jawa Barat - - Pengembangan kawasan Kab. berbasis fungsi lindung serta Kuningan peluang-peluangnya - Distarkim APBD 4.

dan hutan - TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 - - Masyarakat agar terhindar dari resiko bencana Lokasi ditentukan kemudian - Biro Yansos APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-35 .NO 1 2 BID URUSAN PEMDA 2 Perumahan PROGRAM/KEGIATAN 3 5. situ. Program Lingkungan Permukiman Sehat Kegiatan : 1 Pengendalian dampak resiko degradasi lingkungan di kawasan-kawasan sensitif dan rawan bencana SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 Terhindarnya permukiman dari dampak degradasi lingkungan Minimalisasi resiko bencana dan pengendalian lingkungan permukiman di kawasan sekitar mata air.

Meningkatnya kinerja pengelolaan persampahan di Persampahan Jawa Barat b. Pengawasan teknis 3 Peningkatan Jalan dan penggantian jembatan Meningkatnya nilai struktur. Ciamis. dan kapasitas jalan dan a. Majalengka. Terlaksananya penyelesaian pembangunan jalan dan jembatan di Jabar Selatan Kegiatan : 1. Sumedang. Sukabumi. 5. Terfasilitasi dan terkoordinasinya pembangunan Waduk Jatigede 3. Ciamis. Danau dan Sumber Daya Air b. Program Pengembangan. Bandung dioperasionalkan TPA Nambo yang siap Kab. Penggantian Jembatan : 40 m penggantian jembatan sepanjang 40 m c.Meningkatnya aksesibilitas pada ruas-ruas jalan di a. Garut. Common Goals 7 : Pengembangan Infrastruktur Wilayah NO 1 1 BID URUSAN PEMDA 2 URUSAN WAJIB Lingkungan Hidup PROGRAM/KEGIATAN 3 SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 1. Bogor dioperasionalkan Mengembalikan kondisi lingku.± 238.g. Terwujudnya percepatan pembangunan Waduk Jatigede Jatigede b. Fasilitasi dan koordinasi pembangunan jalan tol a. Terencananya pengelolaan dan pembangunan sarana prasarana di TPA Nambo d. Meningkatnya cakupan pelayanan persampahan di perkotaan c. Terlaksananya pembebasan lahan untuk jalan tol . PKN Cirebon TPA Legok Nangka yang siap Kab. APBD Provinsi - Dept. Tertatanya kondisi lingkungan dan sosial di TPA Sarimukti - - Optimalisasi kinerja pengelo-laan PKN Bodebek. Meningkatnya kinerja Pusat Pengelolaan Jawa Barat Persampahan Jawa Barat (P3JB) b. dan Tasikmalaya - Dept. dan Tasikmalaya Jalur Horizontal Jabar Selatan yang berlokasi di Kab. PU Dinas Bina Marga APBN APBD Provinsi - Dinas Bina Marga APBD Provinsi Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-36 . Jalur Horizontal Jabar Selatan yang berlokasi di Kab Sukabumi. PKN persampahan Jawa Barat Metro Bandung. Cianjur.0 Km dan jembatan sepanjang 120 m c. Bandung Barat sekitar TPA - Distarkim APBD - Distarkim Distarkim Distarkim Distarkim APBD APBD APBD APBD 2 Pekerjaan Umum 2.0 Km dan b. Biro Sarek APBN. APBD Provinsi Bapeda Kab.0 km Jabar Selatan melalui pembangunan jalan sepanjang b.5 Ha Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) b. Terwujudnya penyelesaian permasalahan sosial bagi Lainnya pembangunan Waduk Jatigede Kegiatan : 1 Dukungan Percepatan Pembangunan Waduk a. Pembangunan jalan dan jembatan . Pembangunan jembatan : 120 m. Pengelolaan dan a. Meningkatnya peran serta masyarakat dalam pengelolaan persampahan Kegiatan : 1 Peningkatan pengelolaan persampahan di a. Peningkatan jalan : 19 Km jembatan pada ruas-ruas jalan di Jabar Selatan melalui peningkatan jalan sepanjang 19. PU. Dinas Bina Marga.± 97Ha Soreang-Pasirkoja 2. dan Soreang-Pasirkoja (Soroja) b. Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan a.Kota Cimahi ngan pasca bencana Menjaga kondisi lingkungan Kab. Dinas PSDA. Pengawasan teknis Kab. Kab/KotaBandung. Terlaksananya persiapan pembangunan jalan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu). Terencananya pengelolaan dan pembangunan TPA Legok Nangka c. Cianjur. Terlaksananya pembangunan Waduk Jatigede Konservasi Sungai. Program Pembangunan Jalan dan Jembatan a. Terlaksananya pembebasan lahan untuk jalan tol . Sumedang - Biro Sarek. Garut. Pembangunan jalan : 5. Tertatanya kondisi lingkungan di TPA Leuwigajah e.

Kembalinya kondisi kemantapan jalan dan jembatan sesuai dengan rencana yang rusak akibat tidak diperhitungkan dalam desain melalui pemeliharaan / rehabilitasi jalan dan jembatan. - TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 Kegiatan : 1. Perhubungan APBN Kegiatan : 1. Terlaksananya pengembangan angkutan massal di Metropolitan Bandung dan Bodebek b. RancaekekJatinangor. Cianjur. peningkatan jalur KA Bandung-SukabumiBogor Tersedianya pembangunan Metropolitan Bandung selther dan jembatan penyeberangan orang dalam rangka pelayanan trayek Bus Line - Dept. Ciamis. Bekasi (Bodebek) Dept. c. Terpeliharanya kondisi jalan sesuai dengan umur rencananya. Program Pengembangan Permukiman Kegiatan : 1 Fasilitasi Pembangunan Bandung West Java Stadium - Terfasilitasinya pembangunan sarana olah raga Bandung West Java Stadium di Kota Bandung Terlaksananya pembangunan sarana olah raga Jawa Barat di Kota Bandung Terbangunnya stadion olah raga Kota Bandung Jawa Barat Distarkim APBD - 4 Perhubungan 6. revitalisasi dan penambahan jalur KA - c. Terlaksananya pengembangan Pelabuhan Laut Cirebon dan Cilamaya Tersedianya pembangunan selther dan jembatan penyebrangan orang di Bodebek dalam rangka pelayanan trayek Bus Way Terwujudnya pengembangan angkutan massal di Jawa Barat Wil. dan Tasikmalaya - Dinas Bina Marga APBD Provinsi 2.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEGIATAN 3 4. Meningkatnya kualitas jalur kereta api melalui peningkatan. dan Tasikmalaya Jalur Horizontal Jabar Selatan yang berlokasi di Kab. Pengawasan teknis pemeliharaan berkala/rehabilitasi jalan Jalur Horizontal Jabar Selatan yang berlokasi di Kab. Program Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan dan Jembatan SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 a. Pembangunan angkutan massal di Metropolitan a. Kembalinya kondisi kemantapan jalan sesuai dengan rencana yang sudah diperhitungkan dalam desain melalui pemeliharaan berkala. Garut. Rehabilitasi Jalan dan Jembatan Mengembalikan kondisi pada ruas-ruas jalan dan a. Perhubungan APBN Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-37 . Garut. Depok. Rehabilitasi jalan jembatan yang mempunyai kondisi sedang melalui b. Terlaksananya persiapan pembangunan Bandara Internasional Kertajat c. Bogor. Sukabumi. Terlaksananya persiapan pembangunan Bus Way Bandung dan Bodebek b. Perhubungan APBN - Dept. b. Pemeliharaan Jalan dan Jembatan - Terpeliharanya kondisi ruas-ruas jalan pada ruas jalan di Jabar Selatan sesuai dengan umur rencana melalui kegiatan pemeliharaan rutin jalan - Pemeliharaan jalan - Dinas Bina Marga APBD Provinsi 3 Perumahan 5. Ciamis. Terlaksananya pembangunan Bus Line - Jalur KA BandungSoreang. Cianjur. Program Pembangunan Prasarana dan Fasilitas Perhubungan a. Sukaumi. penambahan jalur Kereta Api Bdg-Cicalengka.

PROGRAM/KEGIATAN SASARAN PROGRAM/KEGIATAN TARGET PENCAPAIAN LOKASI - PELAKSANA SKPD 7 Biro Perlengkapan SUMBER DANA 8 APBD Provinsi 3 4 Persiapan pembangunan Bandara Internasional a. Tersusunnya Rencana Teknis Terinci Fasilitas Sisi Udara Bandara Internasional Kertajati - - Dinas Perhubungan APBD Provinsi Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-38 .Kab.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 2.Majalengka cangan detail desain fasilitas Sisi Udara Bandara Inter-nasional Kertajati b. Terlaksananya pembebasan lahan Kertajati - 5 6 Tersedianya pembebasan lahan Kab. Majalengka untuk pembangunan Bandara Internasional Kertajati Terpenuhinya kelaikan peran.

Cianjur. Indramayu. Sukabumi. Tersedianya instrumen kebijakan dalam rangka penghematan energi c. Sukabumi. biodiesel. Biodiesel dan Perkuatan Instalasi Karawang. Tersedianya informasi potensi sumber energi terbarukan di Jawa Barat c.h.Terwujudnya desa . lingkup ibukota kecamatan Tasikmalaya. Subang. 1 Unit Demplot Kab. Karawang. Terbangunnya PLTMH dan PLTS untuk meningkatkan cakupan dan akses pelayanan listrik bagi masyarakat Pra KS yang belum berlistrik - b. Meningkatnya cakupan elektrifikasi perdesaan Daya Mineral Ketenagalistrikan dan Energi b.desa mandiri energi di Jawa Jawa Barat Barat 5. Program Pembinaan dan Pengembangan Bidang a. Penyediaan Sarana dan Prasarana Air Bersih di a. Bioethanol. Majelengka.Meningkatkan akses listrik masyrakat di perdesaan 2. 11 desa belum Jawa Barat berlistrik di Cianjur dan Garut 11 Unit PLTMH dan 300 Unit Kab. Tasikmalaya. Garut. Kuningan 5 Desa Mandiri Energi (DME) Jabar Selatan Kampanye konservasi dan Jawa Barat penghematan energi di 4 sektor pengguna Kajian penghematan energi di sektor transportasi Pelatihan calon manajer energi sebanyak 40 orang Audit energi di sektor industri dan bangunan komersial pengelola - Distamben Distamben APBD APBD - Distamben Distamben APBD APBD 3. Tasikmalaya. Bogor. Pengembangan Jaringan Listrik Perdesaan . Terfasilitasinya kapasitas teknis pengelolaan air minum dan air limbah di kabupaten/kota Kegiatan : 1. Pengembangan Listrik Energi Terbarukan a. Implementasi Desa . Purwakarta. 1 Unit Demplot Sumedang. Ciamis. Penyediaan energi alternatif bagi masyarakat melalui pengembangan bioenergi - Meningkatnya Penggunaan energi alternatif (bioenergi.000 KK. Meningkatnya kompetensi pengelola/penerima bantuan peralatan energi alternaif - 20. Meningkatnya cakupan pelayanan bagi kawasan rawan air bersih di Pantura c. Peningkatan Upaya Konservasi dan a. Purwakarta. Berkembangnya penciptaan dan pemanfaatan energi terbarukan Kegiatan : 1. bioethanol dan biokerosene) di masyarakat sebagai pengganti BBM - - Distamben APBD 4.Desa Mandiri Energi di . Meningkatnya kepedulian masyarakat akan Penghematan Energi pentingnya penghematan energi b. Meningkatnya kinerja pengelolaan dan cakupan Air Bersih dan Air Limbah pelayanan air bersih di Jawa Barat b. Terencananya pengembangan sistem penyediaan air minum (SPAM-IKK) ibukota kecamatan di beberapa kabupaten/kota - - Distamben Distamben APBD APBD - - - Semakin banyak masyarakat Jawa Barat yang menikmati air bersih Terlayaninya desa-desa rawan air Kab. Bogor - Distarkim Distarkim APBD APBD - Distarkim APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-39 . bersih Subang. PLTS Subang. Ciamis. Cianjur. Common Goals 8 : Kemandirian Energi dan Kecukupan Air Baku NO 1 1 BID URUSAN PEMDA PROGRAM/KEGIATAN SASARAN PROGRAM/KEGIATAN TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 3 4 2 URUSAN WAJIB Energi dan Sumber 1. Kuningan. Terselenggaranya pemantauan energi di sektor sektor pengguna 2 Pekerjaan Umum 2.sektor pengguna d. dan Cirebon 400 Unit Biogas. Purwakarta. Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan a. 7 Demplot Biokerosene Tasikmalaya.DAS Prioritas Jawa Barat 100 Orang alternatif energi Kab. Meningkatnya kinerja pengelolaan dan cakupan pelayanan air bersih di Jawa Barat Jawa Barat b. Karawang. Bekasi Penyediaan sistem air minum di Kab. Garut DAS . Meningkatnya manajemen energi di sektor . Cianjur. Kota Tasikmalaya.

- - Distarkim Distarkim Distarkim APBD APBD APBD h.000 liter untuk daerah rawan air Terkendalinya kegiatan pembangunan dan pengelolaan SPAM perkotaan dan perdesaan di Jawa Barat Tersedianya air bersih di desa-desa yang belum terlayani sistem PDAM. SASARAN PROGRAM/KEGIATAN 4 Terfasilitasinya peningkatan kapasitas teknis dan manajemen pengelolaan air minum di kabupaten/kota Terpenuhinya air baku untuk kebutuhan sistem penyediaan air minum di PKN Cirebon Tersedianya mobil penampungan air bersih kapasitas 5. Karawang. f. Cirebon.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEGIATAN 3 d. masyarakat perdesaan Indramayu. desa terpencil dan desa tersisolir TARGET PENCAPAIAN LOKASI - PELAKSANA SKPD 7 Distarkim SUMBER DANA 8 APBD - 5 6 Peningkatan kinerja pengelola air 11 PDAM di Jawa Barat minum Tersedianya sumber air baku untuk air minum Terlayaninya daerah yang jauh dari jangkauan sistem air bersih Terkendalinya pembangunan SPAM PKN Cirebon Bakorwil Purwakarta dan Bakorwil Bogor 10 Kabupaten e. Subang. - Peningkatan kualitas kesehatan Kab. g. Bekasi - Distarkim APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-40 .

URUSAN WAJIB 1. dan set alat peraga Pelatihan pembelajaran e. 26 Kab/Kota pembinaan penyelenggaraan TK dan SD Jawa Barat . SD. APBN.Disdik APBN.Disdik APBD . APBD Prov.26 Kab/Kota learning bagi guru SD/MI. Meningkatnyan kualitas lulusan pendidikan menengah b. Meningkatnya kualitas jaringan/sistem informasi data base Terlaksananya pendidikan budi pekerti bagi siswa SD/MI dan SMP/MTs TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 Jawa Barat . Pendidikan Kegiatan : 1 Pengembangan Pembelajaran Budi Pekerti di Sekolah 3 Koordinasi Pelaksanaan Wajar Dikdas 9 Tahun di Jawa Barat - Terlaksanya koordinasi dan sinergitas percepatan penuntasan Wajar Dikdas 9 tahun di Jawa Barat - 4. b. Tersedianya modul cetak mata pelajaran kompetensi produktif Pemberdayaan a. Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar SASARAN PROGRAM/KEG 4 a.Disdik . dan SMA/SMK uji coba pemanfaatan di 100 26 Kab/Kota SD/SMP/SMA/SMK Expo Pendidikan Teknologi 26 Kab/Kota dengan 150 peserta .Terkoordinasikannya kegiatan lembaga-lembaga lembaga Pendidikan Menengah. APBD Prov. Paskibra Sekolah Pembinaan Tk/SD satu Atap.272 guru.2 PROGRAM PENUNJANG (NON COMMON GOALS) NO BID URUSAN PEMDA PROGRAM/KEG 3 1. Program Pendidikan Menengah dan Tinggi a. TK-SD Satu Atap di Jawa Barat - APBD Prov 2. Terlaksananya layanan pendidikan teknik kejuruan Kejuruan bagi guru dan siswa SMK yang berkualitas - - Peserta LKS Tingkat Provinsi 26 Kab/Kota sebanyak 700 siswa dan Tim LKS Tingkat Nasional sebanyak 150 siswa Rapat koordinasi yang diikuti 26 Kab/Kota peserta dari kab/kota se Jawa Barat Pelatihan praktek kejuruan teknik 26 Kab/Kota bagi 4. Meningkatnya penerapan model pembelajaran elearning - c. 4650 26 Kab/Kota CD pembelajaran Tersedianya naskah bahan ajar. workshop kompetensi kejuruan teknik bagi 1.Biro Yansos APBD .Biro Yansos APBD .Disdik PELAKSANA SKPD 7 APBD SUMBER DANA 8 1 2 A. SMP/MTs.Disdik APBN. Terlaksananya Expo Pendidikan Teknologi Jawa Barat - Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-41 . Meningkatnya tata kelola pelayanan pendidikan yang berpihak pada masyarakat c. Pembinaan dan Pengembangan Kegiatan Ekstrakulikuler Tingkat Jawa Barat Tahun 2009 5.Disdik .600 buah modul cetak. 26 Kab/Kota OSIS. APBD Prov.Disdik APBD .Biro Yansos APBD Kegiatan : 1 Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK Tingkat Provinsi Jawa Barat dan Penilaian Vocasional di Kab/Kota se Jawa Barat 2 - Meningkatnya kompetensi siswa SMK di tingkat Provinsi dan Nasional - 3 Koordinasi Peningkatan Peran Serta Lembaga. Meningkatnya ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan sesuai standar b. Biro Yansosdas Disdik APBD Prov - Meningkatnya kualitas kelembagaan dan penyelenggaraan TK. Terlaksananya uji coba pemanfaatan media pembelajaran d. 4 Pengembangan BPTP Mutu dan b. Tinggi dalam pendidikan menengah tinggi untuk menunjang Pembangunan di Jawa Barat peningkatan kualitas pembangunan di Jawa Barat Peningkatan Mutu dan Daya Saing Pendidikan a. PMR.Disdik. dan 168 calon asesor guru SMK 57. Pembinaan Kelembagaan dan Peningkatan Mutu TK/SD di Jawa Barat - Meningkatnya kualitas ekstrakurikuler di sekolah aktivitas kegiatan - Pengembangan kurikulum dan Jawa Barat pelaksanaan Pilot Project pendidikan budi pekerti di 260 SD/MI dan 260 SMP/MTs Rakor Wajar Dikdas dan Jawa Barat Pemberantasan Buta Aksara sebanyak 2 kali untuk 260 peserta Pengembangan kegiatan UKS. Tersedianya bahan ajar dan alat peraga - .4. 26 Kab/Kota CD dan video pembelajaran. Dinkes.560 siswa SMK.. Meningkatnya relevansi pendidikan dengan kebutuhan pasar kerja .

alat penunjang aksesibilitas fisik penyandang cacat tubuh. 26 Kab/Kota Lomba Keberhasilan Pembelajaran Guru. APBD - . Implementasi hasil pemetaan Jawa Barat anak berkebutuhan khusus di Jawa Barat UN di SLB se Jawa Barat 26 Kab/Kota Penyetaraan bagi guru PLB.Biro Yansos .000 26 Kab/Kota orang guru Lomba Kreativitas Siswa SLB.Biro Yansos . 26 Kab/Kota Pengembangan dan pembinaan sekolah inklusi di Jawa Barat 20 kali pelatihan untuk 1. Meningkatnya kualitas/mutu lembaga. Meningkatnya kualitas guru SLB - Kegiatan : 1 Pengembangan Sarana dan Prasarana SLB di a.Disdik APBN. Meningkatnya tata kelola pelayanan pendidikan yang berpihak pada masyarakat e. Meningkatnya ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan sesuai standar d. RKB dan USB SLB 26 Kab/Kota se Jawa Barat Pengembangan kurikulum untuk 26 Kab/Kota 11 mata pelajaran.Biro Yansos APBD APBD APBD APBN APBD a.Biro Yansos . Meningkatnya kualitas dan kuantitas penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) b.Meningkatnya Pengetahuan dan kemampuan guru SLB dalam PBM .Meningkatnya keterampilan dan kreativitas siswa SLB - . 3 mulok. Terlaksananya Pengembangan dan penerapan Sistem Penilaian SLB kurikulum 2007 (KTSP) - .Disdik APBN. penambahan RKB dan pembangunan USB SLB Pengembangan Kurikulum Pembelajaran dan a. Program Pendidikan Non Formal SASARAN PROGRAM/KEG 4 a.Disdik . Terlaksananya UN .Disdik APBD 3 4 5 Peningkatan Kesejahteraan Guru PLB dan Pendampingan pada Program Inklusi di Jawa Barat Pelatihan Tenaga Pendidik dan Kependidikan SLB Negeri dan Swasta di Jawa Barat Peningkatan Keterampilan dan Kreativitas Siswa SLB c. Rehabilitasi.Terfasilitasinya peningkatan kualifikasi guru PLB. 1 pengembangan diri. Program Manajemen Pelayanan Pendidikan a. Terwujudnya Fasilitasi Resource Center sebagai pusat Jawa Barat rujukan dan dukungan bagi pembinaan programprogram SLB Tersedianya fasilitas Resource 26 Kab/Kota Center berupa CCTV.Disdik APBN.Disdik APBN. APBD b. Meningkatnya kualitas jaringan/sistem ionformasi data base pendidikan f. Biro Yansosdas .Disdik . Meningkatnya kemampuan siswa dalam mengikuti pembelajaran c. alat bantu low vision. serta fasilitasi pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus di sekolah umum .NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG 3 3. alat bantu dengar. Terlaksananya rehabilitasi. APBD APBN.Disdik . Meningkatnya pelayanan berkebutuhan khusus pendidikan anak - . Meningkatnya hasil penelitian dan kajian di bidang pendidikan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-42 . Meningkatnya partisipasi pendidikan non formal masyarakat dalam TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 . Terwujudnya sistem pendidikan yang mengarah pada pembangunan manusia Jawa barat yang utuh c.Disdik. APBD 2 b. Kegiatan Kepramukaan SLB . APBD APBN. Meningkatnya kualitas sarana prasarana SLB b. Program Pendidikan Luar Biasa - Meningkatnya penghargaan kepada masyarakat Jawa Barat yang berprestasi di bidang pendidikan Meningkatnya akses masyarakat terhadap layanan PAUD - Penghargaan kepada 200 orang Jawa Barat teladan di Jawa Barat Fasilitasi pembinaan bagi Jawa Barat pengelola PAUD sebanyak 2 kali 26 Kab/Kota .SLB . APBD APBN. dan 3 kelompok keterampilan adaptif. 5 layanan khusus. APBD 5.Disdik SUMBER DANA 8 APBN Kegiatan : 1 Fasilitasi dan Apresiasi Kepada Para Teladan Tingkat Provinsi Jawa Barat 2 Fasilitasi Pengelolaan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebagai Persiapan wajar Dikdas 4. pendidik dan tenaga kependidikan yang profesional dan produktif b.

dan laporan kegiatan pembangunan pendidikan 100 orang Tim Pengembang 26 Kab/Kota Kurikulum. dan calon peserta UAS BN untuk SD/MI Skoring hasil UAS BN SD/MI se 26 kab/kota Jawa Barat 26 Kab/Kota pembinaan tenaga pengelola perpustakaan sekolah Tersedianya hasil kajian Jawa Barat Pengembangan Wajib Belajar 12 Tahun di Jawa Barat hasil kajian tentang pengem.Disdik APBD 4 Revitalisasi dan Pemberdayaan Tim a. MKKS. Pengembangan dan Pengelolaan Sekolah Alternatif dan Non Formal untuk Meningkatkan Daya Tampung dan Partisipasi Pendidikan di Jawa Barat Fasilitasi Guru Madrasah Diniyah di Jawa Barat Meningkatnya daya tampung dan angka partisipasi pendidikan di Jawa Barat Revitalisasi dan Refungsionalisasi SIM Dinas Pendidikan - - .Balitbangda APBD 11 - Terlaksananya bantuan peningkatan kesejahteraan bagi Guru Madrasah Diniyah di Jawa Barat Meningkatnya kualitas dan kuantitas tenaga kesehatan serta berfungsinya pelayanan keseshatan baik dasar maupun rujukan.Disdik SUMBER DANA 8 APBD 2 3 Pembinaan dan Pengembangan MBS Serta Implementasi Pendidikan Berbasis Masyarakat (PBM) Perencanaan.000 Madrasah Diniyah Guru 26 kab/kota . Kab/Kota 350 orang petugas yankes ibu Provinsi nifas . SMA. SMP.Disdik APBN.Disdik . Program Sumberdaya Kesehatan - APBN.Disdik APBD 6 - 7 - - 8 9 10 - Sosialisasi Pelaksanaan UN Jawa Barat untuk 260 orang dan sosialisasi Paket A. Penyusunan dokumen peren.Dinas Kesehatan APBD APBD Kegiatan : 1 Peningkatan Kualitas Kesehatan Kompetensi Petugas a. SMP. SD.Terlaksanya fasilitasi dan koordinasi serta sinergitas Jawa Barat pembangunan bidang pendidikan dengan seluruh stakeholders Pendampingan Penyelenggaraan Ujian a. Meningkatnya jumlah petugas kesehatan yang kompeten dalam memberikan pelayanan kesehatan Ibu Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-43 . Evaluasi dan Koordinasi Pembangunan Pendidikan Tersedianya dokumen penilaian prestasi belajar a. B. SMA dan SMK serta Ijasah SD - SASARAN PROGRAM/KEG 4 TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 . C untuk 260 orang Pendataan calon peserta UN 26 kab/kota SMP/MTs. Kesehatan 6.Disdik APBN. SD. Pengembang Kurikulum. SMK Tahun Ajaran 2009/2010 b.Disdik.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG 3 Kegiatan : 1 Pengadaan Raport TK.Jawa Barat canaan. APBD - . evaluasi. Tersedianya raport dan buku Jawa Barat murid/siswa TK.Jawa Barat bangan sekolah alternatif dan non formal untuk meningkat-kan daya tampung dan angka partisipasi Insentif bagi 10. Tersedianya Ijasah SD Tahun Jawa Barat Ajaran 2009/2010 Meningkatnya kualitas layanan penyelenggaraan . Nasional (UN) dan UAS Berstandar Nasional di transparan dan akuntabel di Jawa Barat Jawa Barat b.Disdik APBN. efektif.Tersedianya acuan/referensi bagi upaya pencanangan Pendidikan 12 Tahun Wajib Belajar 12 Tahun di Jawa Barat Penelitian.Biro Yansos APBD . SMA/SMK/MA.Meningkatnya kualitas layanan perpustakaan di Sekolah sekolah Kajian Pengembangan Wajib Belajar . SMP. SMA dan SMK kendali jenjang TK. Terselenggaranya UN dan UAS secara efisien. 200 anggota MKKS. - Biro Yansosdas APBD 2. Jawa Barat dalam menyediakan dan mengelola data dan informasi pendidikan yang lengkap dan aktual Fasilitasi Pembangunan Bidang Pendidikan di . Terlaksananya pemberdayaan Lembaga Tri Partit sebagai bentuk kerjasama antara sekolah. Provinsi. MGMP dan MKKS dan MGMP di Jawa Barat Lembaga Tri Partit b. pemerintah dan DUDI Meningkatnya pemanfaatan SIM Dinas Pendidikan Prov. APBD 5 - . Terlaksananya skoring hasil UAS BN SD/MI se Jawa Barat Pembinaan dan Pemberdayaan Perpustakaan . Terwujudnya pemberdayaan Tim Jaringan Kurikulum.Disdik .Disdik . APBD . dan 500 anggota MGMP Implementasi program kerja Tri 26 Kab/Kota Partit dan upaya Job Matching antara lulusan SMK dengan DUDI Penyediaan data dan infor-masi Jawa Barat melalui SIM Dinas Pendidikan . SD.Pengembangan MBS dan 26 Kab/Kota pendidikan berbasis sekolah dan masyarakat implementasi PBM Terwujudnya perencanaan pembangunan pendidikan antara provinsi dan kabupaten/kota yang terintegrasi.Balitbangda APBD APBN APBD . Biro Yansos APBD APBD .

Cianjur. Perawat Gigi.Dinas Kesehatan 3 akreditasi. Karawang. 16 pelayanan 2 Registrasi. R. . Meningkatnya RS Kab/Kota status BLU dari 2 RS menjadi 5 RS f. Tenaga Nutrisionis h. Terpilihnya tenaga kesehatan berprestasi dari 5 jenis tenaga kesehatan c. RSD. Terpenuhinya biaya operasional tugas belajar lanjutan Meningkatnya pendidikan perawat Meningkatnya kinerja pegawai dalam memberikan pelayanan Terfasilitasinya Kegiatan 40 or/keg. sertifikasi sarana a. RSD.000 lbr. Apoteker. Ciamis RSD. sesuai peraturan perundangb. Karawang. RSD. RSD. Cetakan 40 bk.000 tenaga kesehatan - - g. Terapi Wicara. Penggandaan Dokumen 100. R. Kab.Kuningan RSD. Radiografer. Ass. Sumedang. RSD. 4 Pemberian rekomendasi izin tenaga asing Peningkatan kinerja tenaga kesehatan Meningkatnya RS pendidikan dari 3 RS menjadi 5 RS - 3 RS - 2 RS 100% tenaga asing mendapat rekomendasi 15 tenaga kesehatan 27 tenaga kesehatan a. Banjar. Slamet Garut. RSD. Syamsudin. Dr. - 2 RS 3 RS 2 RS 6 RS RSD. RSD. Sewa Penginapan 36 or/hr Meningkatnya kualitas dan kinerja SDM RS Pemerintah dan Swasta 26 Kab/Kota 26 Kab/Kota RSJ Bandung RSJ Bandung RSJ Cimahi . Okupasi Terapi Meningkatnya jumlah RS yang terakreditasi 5 pelayanan dari 24 menjadi 26 RS Meningkatnya jumlah RS yang terakreditasi 12 pelayanan dari 9 menjadi 11 RS Meningkatnya jumlah RS yang terakreditasi 16 pelayanan dari 2 menjadi 4 RS Meningkatnya kualitas yankes RS. Tenaga Kesling Dinkes Kab/Kota f.Dinas Kesehatan 5 6 7 Penyetaraan pendidikan aparatur Peningkatan mutu pelayanan untuk meningkatkan PAD Pelaksanaan Tata Kelola RS menjadi BLUD - 20 orang 218 orang 3 kegiatan . Evaluasi Peserta Diklat 2008 Teregistrasinya seluruh lulusan baru dan lulusan lama tenaga Perawat. SH. Tenaga Jabfung PKM dan Epidemiologi - TARGET PENCAPAIAN LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 5 60 orang petugas yankes bayi Provinsi dan balita 100 orang petugas yankes anak Provinsi usia sekolah 60 orang Dokter Dinkes Provinsi Kab. Cibinong. S. Syamsudin.RSJ Bandung .RSP Sidawangi Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-44 . Refraksionis Optisien. pasca akreditasi 5./Kota 100 Bidan Dinkes & RS Kab/Kota 75 Orang Tenaga Labkesda 120 Orang Tenaga Kesling Kab. Slamet Garut. Yamsudin. SH. Fisioterapi. Waled.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG 3 SASARAN PROGRAM/KEG 4 b. sertifikasi tenaga kesehatan skala provinsi sesuai peraturan perundang-undangan Registrasi.RSJ Cimahi 8 Peningkatan Kemampuan SDM RS - - 1 paket RSP Sidawangi . RSD. Al Ihsan RSD. RSD. 12. c. Bekasi. kesehatan undangan Dinkes Provinsi . RS. d.RSJ Bandung . Tenaga Kesehatan lainnya Dinkes dan RS Kab/Kota j. akreditasi./Kota 226 Orang tenaga perawat Dinkes & RS Kab./Kota 60 Orang Japung PKM & Epidemiologi 30 orang tenaga nutrisionis 30 tenaga penyuluh 300 Orang 10. Meningkatnya jumlah petugas kesehatan yang kompeten dalam memberikan pelayanan kesehatan bayi dan balita c. Honor Tenaga Ahli/Narasumber 6 or/keg. RSD. Sewa Kendaraan 2 keg. Terpantaunya TKKI dan TKKA yang melaksanakan praktik di Jawa Barat b. Sumedang. RSD. Tenaga Perawat Dinkes Dan RS Kab/Kota c. SH. Meningkatnya jumlah petugas kesehatan yang kompeten dalam memberikan pelayanan kesehatan anak usia sekolah a. Dokumentasi dan Publikasi 2 keg. RSD. Belanja Registrasi 1 keg. Bidan. Tenaga Bidan Dinkes dan RS Kab/Kota d Tenaga Labkesda e. Tenaga Dokter Dinkes Kab/Kota b. e. dr.Dinas Kesehatan RSD. Jampang Kulon.

294.RSJ Bandung . Pemerintah dan prasarana RS b. Rotinsulu.Dinkes . RS Pangandaran.RSJ Bandung 9 - - . Gn. Terpenuhinya sarana & prasarana alat kesehatan utk pelayanan kesehatan flu burung di 7 RS. RS Kab. paramedis dan tenaga aparatur Meningkatnya koordinasi penanganan penyakit paru dengan Dinkes Kabupaten/Kota. RSD. 29 RS Pemerintah di Kab/Kota Tersusunnya master plan.Dinas kesehatan Terpenuhinya bahan pemerikasaan laboratorium dan penunjang pemeriksaan laboratoriu Perlengkapan makan dan tidur pasien 100 TT Lanjutan rehabilitasi Gedung Perawatan Pasien seluas 751 m2 Terpeliharanya alat kedokteran sebanyak 80 unit. Cimacan. Bayu Asih Purwakarta. Pameungpeuk. perbaikan dan pemeliharaan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan BKKM - Meningkatnya pelayanan kesehatan di BKKM - 4 5 Sertifikasi dan pengendalian produksi. RSD. Indramayu. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Pelayanan Kesehatan 230 orang PNS dan 142 Orang RSJ Cimahi Non PNS Jawa Barat APBD - Meningkatnya kuaitas dan kuantitas sarana dan prasarana pelayanan kesehatan serta terpenuhinya kebutuhan obat baik generik maupun esensial serta makanan pasien. RSD.RSJ Bandung Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-45 . Syamsudin. 15 kab/kota 15 kab/kota . RS.420 test 100 tempat tidur RSJ Bandung 751 M2 RSJ Bandung 80unit alat kedokteran.RSJ Bandung .Dinas Kesehatan . Terpenuhinya peralatan kesehatan RS PONEK - d. Indramayu.KP4 Cirebon . BKKM terbangunnya gedung rawat inap 600 M.Dinas Kesehatan . Pagelaran Cianjur.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 9 10 11 12 13 14 PROGRAM/KEG 3 Kemitraan pencegahan dan pemnberantasan penyakit menular Kemitaraan alih teknologi kedokteran dan kesehatan Kemitraan peningkatan kualitas dokter dan para medis Kemitraan pengobatan lanjutan bagi pasien rujukan Peningkatan mutu pelayanan SASARAN PROGRAM/KEG 4 Meningkatnya koordinasi penanganan penyakit paru dengan Provinsi dan Depkes meningkatnya kemampuan petugas dalam pengoperasian alat-alat kedokteran meningkatnya kualitas dokter. RS. Slamet Garut. RSD. Gn.KP4 Cirebon . Provinsi. 2 model pelayanan kesehatan dasar swasta (BP dan RB) sesuai standar di Jawa Barat Dokumen Prototype Bangunan RB & BP Swasta di Jawa Barat RSD. Puskesmas Meningkatnya kinerja SDM Rumah Sakit Dalam pelayanan kesehatan jiwa TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 KP4 Cirebon KP4 Cirebon KP4 Cirebon KP4 Cirebon PELAKSANA SKPD 7 .KP4 Cirebon . Jati Kab/Kota RSUD . Dr. RSP. terjaganya sanitasi rumah sakit seluas 3. Tasikmalaya. Kab/Kota APBD APBD Kegiatan : 1 Penyusunan Prototype Dasar Swasta 2 Sarana Kesehatan - Pemenuhan dan peningkatan fasilitas sarana a. RSD. RS.KP4 Cirebon . Cililin. Pemerintah c. Pelabuhan Ratu. - 6 7 8 Penyediaan perlengkapan Pasien Renovasi Gedung Rumah sakit (lanjutan) Pemeliharaan alat kesehatan/kedokteran dan sanitasi rumah sakit Penyediaan bahan pelayanan terapi - - Terlaksananya pemerikasaan BPLK laboratorium sebanyak 119.294. Jampang kulon. RSD. R. peningkatan. SH. Terpenuhinya sarana gedung isolasi flu burung di 2 RS. alkes dan alat laboratorium.89 m2 6 jenis RSJ Bandung . RSD.Dinas Kesehatan APBN.RSJ Cimahi Balitbangda SUMBER DANA 8 - - Kegiatan Peningkatan Koordinasi dan Penetapan Jaringan Kerjasama Penelitian dan Pengembangan (Jarlitbang) Kesehatan di Jawa Barat 7.89 m2 Tersdianya bahan pelayanan terapi untuk mendukung proses penyembuhan pasien rawat inap. Jati. kesehatan RSJ Bandung dan sanitasi rumah sakit seluas 3. Indramayu. distribusi sediaan farmasi alat kesehatan. RSD. Subang RSD. perbekalan kesehatan rumah tangga kelas I Pengembangan Laboratorium Kesehatan - meningkatnya sertifikasi kab/kota yang menyelenggarakan - RSHS. RSD. Terpenuhinya sarana dan prasarana Rumah Sakit - 3 Pengadaan.

senderan dan perlengkapan kantor lainnya Terpenuhinya kebutuhan alat kesehatan habis pakai Terpeliharnya peralatan dan gedung di rumah sakit TARGET PENCAPAIAN 5 12 bulan 111.Tersusunnya LAKIP.RSJ Cimahi .Dinas Kesehatan - 1 dokumen profil kesehatan. RKA Penganggaran Kesehatan dan Dokumen Renstra Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat 37. bahan kimia. Tersedianya Hasil Data Inventory Pelayanan Kesehatan dan Hasil Litbangkes Kesehatan dalam rangka mendukung Manajemen Kesehatan Pelaksanaan Evaluasi Hasil Kinerja Bidang .RSJ Cimahi SUMBER DANA 8 - 14 15 - - 120 pasien RSJ Cimahi 1 unit bangunan isolasi. USG.RSP Sidawangi .RSP Sidawangi .RSP Sidawangi . tersedianya sumur artesis.RSP Sidawangi .Dinas Kesehatan - 5 KEG Provinsi .KP4 Cirebon Terpenuhinya kebutuhan obat-obatan penunjang di rumah sakit Terpenuhinya kebutuhan bahan kimia/regensia untuk pelayanan laboratorium terpenihinya kebutuhan makanan dan minuman pasien tersedianya obat baik generik maupun esensial. LKPJ/LPPJ Dinas Kesehatan Kesehatan Provinsi Jawa Barat dan monitoring dan evaluasi program pembangunan kesehatan Pengembangan Sistem Perencanaan Dan a. spirometri. 1 unit RSJ Cimahi bangunan rehabilitasi dan 3 unit peralatan kesehatan 5 unit RSJ Cimahi terpenuhinya 2 jenis obat yaitu RSJ Cimahi psikotropi dan non psikotropi selama 12 bulan 30 jenis untuk 12 bulan RSJ Cimahi 12 bulan 1 paket 1 paket RSJ Cimahi RSP Sidawangi RSP Sidawangi .815 porsi LOKASI 6 RSJ Bandung RSJ Bandung PELAKSANA SKPD 7 .000 orang Embarkasi Bekasi dan 26 kab/ kota . treadmil. instalasi pengolahan air limbah.Dinas Kesehatan - 14 KEG Provinsi .RSJ Cimahi . nebulizer Terputusnya mata rantai penyebaran penyakit dan menurunnya kejadian luar biasa - 8.RSJ Cimahi . 1 Provinsi dokumen inventory dan 1 dokumen hasil litbang .Dinas Kesehatan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-46 .RSJ Cimahi 16 17 18 19 Penyediaan bahan pelayanan terapi Penyediaan makanan dan minuman pasien dan petugas khusus Pengadaan peralatan kesehatan/kedokteran Pengadaan sarana dan prasarana penunjang Rumah Sakit - - . tersedianya tempat parkir. Tersusunnya Dokumen Dokumen Renja.RSP Sidawangi .NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 10 11 12 13 PROGRAM/KEG 3 Penyediaan Obat-obatan pasien Penyediaan makanan dan minuman pasien dan petugas khusus Pengadaan alat terapi pasien rehabilitasi Peningkatan sarana dan prasarana penunjang pelayanan kesehatan Perbaikan dan pemeliharaan sarana dan prasarana kesehatan Penyediaan Obat-obatan pasien SASARAN PROGRAM/KEG 4 Tersedianya obat-obatan untuk mendukung proses penyembuhan pasien rawat inap dan jalan Terpenuhinya makan dan minum pasien dan petugas khusus tersedia dan terlaksananya alat terapi rehabilitasi terlaksananya penambahan gedung perawatan isolasi wanita dan bangunan rehabilitasi pasien napza dan tersedianya alkes Meningkatnya keakurasian hasil pemeriksaan alat kesehatan Terpenuhinya obat-obatan untuk pelayanan rawat inap dan rawat jalan serta UGD Tersedianya alat habis pakai dan reagen laboratorium Terpenuhinya makan dan minum pasien dan petugas khusus Terpenuhinya kebutuhan peralatan kesehatan dan kedokteran Tersedianya peralatan penangkat petir.RSJ Bandung .RSJ Bandung .RSP Sidawangi . bahan radiologi. Tersedianya Data dan Informasi Kesehatan dalam Kesehatan rangka mendukung Manajemen Kesehatan b. Peningkatan Kualitas Pelayanan Kesehatan Haji - 2 3 4 Terwujudnya pelayanan kesehatan sesuai standar kepada semua calon jemah haji di embarkasi dan Kab/Kota Penerapan Manajemen Sistem Informasi a.RSP Sidawangi 20 21 22 23 24 25 Pengadaan alat kesehatan habis pakai Pemeliharaan alat kesehatan/ kedokteran dan gedung perawatan Pengadaan obat-obatan penunjang di Rumah Sakit Pengadaan bahan kimia/laboratorium Pengadaan makan & minum pasien Pengadaan Obat dan perbekalan kesehatan - - 1 paket 12 bulan 12 Bulan 12 Bulan 12 Bulan 12 bulan RSP Sidawangi RSP Sidawangi RSP Sidawangi RSP Sidawangi RSP Sidawangi KP4 Cirebon . DPA. EKG.RSJ Cimahi . Program Manajemen Pelayanan Kesehatan - Kegiatan : 1.

HIV/AIDS. DBD. Jadwal Pelaksanaan Kegaiatan yang dibiayai dana Dekon dan Tugas Pembantuan serta Terlaksananya Rapat Kerja Kesehatan Nasional Pengembangan Sistem Kesehatan Daerah . RSD. Ujian Nasional Kopetensi Keahlian (UNKK) 18 instituasi. Tb. RSHS dan RSP Rotin Sulu c. Paru 13 Pengelolaan sistem Informasi Tersedianya siste.27 RS. Meningkatnya manajemen UKS Fasilitasi akreditasi Institusi Pendidiian Tenaga . Indramayu./Kota kesehatan .5% .Terakreditasinya 5 institusi. RSD.Dinas Kesehatan . Dr. Menurunnya angka kesakitan / kematian akibat flu burung. R. Jati. 100% RS Rujukan Melaksana. kan penanganan Flu Burung Dr. Meningkatnya standar pelayanan kesehatan SD/MI Anak Usia Sekolah dan remaja b. Meningkatnya penatalaksanaan yankes HIV/AIDS.Tertagulanginya dan terlaksananya pencegahan Masalah Kesehatan antar Provinsi anggota MPU & kerjasama penanggulangan masalah kesehatan di daerah perbatasan.RSP Sidawangi 14 15 16 Akreditasi Rumah sakit Pengembangan Sistem Informasi Manajemen KP4 Pembuatan master plan KP4 - - 5 pelayana RSP Sidawangi KP4 Cirebon KP4 Cirebon . RSD. Tb.Dinas Kesehatan - . Indramayu. Diare di RS - RSD. Subang.Lancarnya pelayanan penerbitan ijin sarana kesehatan tertentu yang diberikan pemerintah pemerintah dan swasta Peningkatan mutu pelayanan kesehatan kerja Pelaksanaan Tata Kelola BPLK sesusai standar BLUD Peningkatan Sistem Penanganan Menular dan Wabah di RS Tersedianya SOP Pelayanan. Syamsudin. R. informasi manajemen (SIM) kesehatan dalam rangka konsolidasi data dan informasi Terakreditasinya RSP Paru Tersersedianya SIM yang dapat meningkatkan pelayanan pada pasien Tersedianya master plan untuk pengembangan KP 4 Cirebon - - 100% RS Rujukan Melaksana. Gn. tersedianya telaahan Kesehatan.Dinas Kesehatan - . Perusahaan 20% tersusunnya 2 dokumen : Busines BPLK plan dan remuneration system dari 50% menjadi 22. RSD. Tersusunnya Dokumen DIPA.RSP Sidawangi .Tersusunnya Dokumen Sistem Kesehatan Daerah Pelaksanaan pendanaan Kompetesi . Termonitornya penyelenggaraan 56 institusi. SH. Slamet Garut. Jati.Dinas Kesehatan - dari 70 % menjadi 90 % dari 70 % menjadi 80 % meningkatmya Puskesmas PKPR dari 281 menjadi 300 Puskesmas 12 Kab/kota 117 Institusi pendidikan tenaga 26 Kab. dokumen audit Tersedianya dokumen BLUD - 1 KEG Provinsi 1 dokumen juklak dan juknis dan Provinsi 7 kab/kota terpilih 2 KEG Provinsi .NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG 3 SASARAN PROGRAM/KEG TARGET PENCAPAIAN 5 12 kegiatan LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 5 6 7 8 9 10 4 b. Peningkatan Manajemen Pelayanan Kesehatan a.Tersusunnya Dokumen Juklak/Juknis Penanganan pembangunan bidang kesehatan Terpadu Kesehatan Maskin dan terpilihnya kab/kota yang mendapat PKPK Bidang Kesehatan Pencegahan masalah kesehatan antar Provinsi . dokumen PAK dan PAHK.KP4 Cirebon . Meningkatnya pelayanan kesehatan remaja SMP/MTS dan SMA/Aliyah c. Tersedianya pedoman PKL terpadu.Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan 13 Penyakit a.Dinas Kesehatan - 200 sarana 26 kab/kota . RSD.Dinas Kesehatan 11 12 - Meningkatnya mutu pelayanan BKKM. Meningkatnya jumlah tenaga yang dapat melatih PKPR dan konselor sebanyak masing-masing dari 20 orang menjadi 40 orang di 20 Kabupaten/Kota d. Rujukan. RSD. Syamsudin. tersedianya direktori institusi Dik Pemberian rekomendasi izin sarana kesehatan . Slamet Garut. Subang. ROK. Meningkatnya penatalaksanaan yankes flu burung - Rujukan (RSD. kan penanganan HIV/AIDS dan RSD/Swasta TB Paru 1 Paket RSP Sidawangi 8 . usulan pendirian 10 Institusi baru. Dinas Kesehatan b.RS. SH. Gn.KP4 Cirebon Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-47 . Paru.

Program UKS. peningkatan partisipatif. Fasilitasi Sengketa Lingku-ngan Barat Hidup b.Terfasilitasinya dan Terkoordinasinya pengelolaan Persampahan sampah 2. Sosialisasi Peraturan Perundangan Lingkungan Hidup Pengendalian Sumber Emisi dan Fasilitasi .Terlaporkannya Kondisi LingJawa Barat 2009 kungan Hidup Jawa Barat Fasilitasi dan Pembinaan Teknis AMDAL di a. Meningkatnya Sarana dan Prasarana Pengelolaan Persampahan c.Tersusunnya baku mutu. Fasilitasi Pemberdayaan Masyarakat dalam .Terpantaunya kualitas udara Pengelolaan Kualitas Udara Buang Kabupaten/Kota Penyusunan Baku Mutu dan Status Lingkungan . pembagian kewenangan/urusan.RSJ Cimahi . Terbangunnya Sarana dan Prasarana Pengelolaan Lingkungan Jawa Barat . Terlaksananya peningkatan kinerja dan Pembinaan . pengadaan alkon. Fasilitasi dan Koordinasi Pengelolaan .Distarkim APBD - PKN Bodebek. 4.BPLHD APBD APBD APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-48 . penyusunan peraturan daerah tentang pembangunan kesehatan. Lingkungan Hidup 9 Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan a. Terfasilitasinya Upaya Peningkatan Kualitas Lingkungan melalui Program Kemitraan e. Recycle) d.Pengendalian Kualitas Udara Ambient dan Emisi Gas .NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 17 18 19 PROGRAM/KEG 3 Pelaksanaan Tata Kelola RS sesusai standar BLUD Evaluasi kegiatan pelayanan kesehatan Fasilitasi dan koordinasi pelaksanaan kegiatan pembangunan kesehatan SASARAN PROGRAM/KEG 4 Meningkatnya pelayanan RS Terlaksananya dan Tersusunnya dokumen evaluasi TARGET PENCAPAIAN 5 3 kegiatan 18 kali LOKASI 6 RSJ Cimahi RSJ Cimahi PELAKSANA SKPD 7 . status lingkungan dan ASER . Pemberdayaan masyarakat untuk mengelola sampah Masyarakat (3R) secara komunal b.BPLHD .Reduce. kab/kota sehat Adanya sinergitas dalam 26 kab/kota pelaksanaan pembangunan kesehatan 3. Terbangunnya sinergitas kegiatan pengelolaan lingkungan antar stakeholders d. Bekasi .Distarkim Metro Bandung. Tersedianya sistem informasi persampahan Jawa Barat - Sinergitas Pengelolaan Sampah Jawa Barat di Jawa Barat Meningkatnya Pemahaman Jawa Barat Masyarakat dalam Penge-lolaan Sampah Mengurangi volume sampah perkotaan sebelum masuk ke TPA Informasi pengelolaan sampah regional Jawa Barat Kota Depok. PKN . Meningkatnya Pengelolaan Persampahan melalui 3R (Reuse . PKN Cirebon APBD Pengendalian Pencemaran 10 Program Perusakan Lingkungan Hidup dan a.Biro Yansos APBD APBD - Kab. Fasilitasi Pengelolaan Persampahan Berbasis a. Fasilitasi Penegakan Hukum Lingkungan di Jawa Barat 2. Tersusunnya dan tersosialisasikannya aturan hukum maupun aturan teknis pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan b.Peningkatan Kinerja AMDAL di Jawa Barat Teknis AMDAL Provinsi Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat . Tersedianya Pengelolaan Sampah melalui Teknologi Persampahan Ramah Lingkungan b.BPLHD . Tersedianya sistem pemantauan dan pengendalian kualitas lingkungan c.BPLHD APBD Kegiatan : 1.BPLHD . Terfasilitasinya penegakan hukum di lingkungan Jawa a.RSJ Cimahi . Peningkatan peran masyarakat dalam pengelolaan persampahan Kegiatan : 1. . 3.Biro Yansos SUMBER DANA 8 - Meningkatnya sinergitas pelaksanaan pembangunan kesehatan antar stakeholder dalam kegiatan JPKM.Meningkatnya penerapan 3R Pengelolaan dan Pemanfaatan Daur Ulang Sampah Diperkotaan melalui Pendekatan Integralisitik Masyarakat 3.

Biro Yansos APBD .Biro Yansos APBD APBD . 7. Pembinaan dan Pengembangan Laboratorium Lingkungan 15. c.Distamben .BPLHD APBD - - .Meningkatnya Pemanfaatan Jasa Lingkungan Terlaksananya Pelatihan Teknologi Tepat Guna dalam . Pembinaan. 9. Fasilitasi Perbaikan Daya Tampung Sungai DAS Prioritas 16.Meningkatnya peran lembaga Hutan dalam pemanfaatan sumber daya hutan Sosialisasi Pemanfaatan Jasa Lingkungan . Pengembangan Pendidikan Lingkungan a.Biro Binprod APBD 11.Pelatihan terhadap 200 orang Jawa Barat Pengelolaan Lingkungan dan 20 industri Fasilitasi Pengawasan B3 dan Limbah B3 .NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 5 PROGRAM/KEG SASARAN PROGRAM/KEG TARGET PENCAPAIAN LOKASI PELAKSANA SKPD 7 . Limbah B3 b.BPLHD APBD 10.Dinas Kehutanan SUMBER DANA 8 APBD 3 4 Pengembangan Kelembagaan Pemanfaatan a.Pengawasan terhadap peng-hasil Jawa Barat B3 dan Limbah B3 Pembinaan Pengelolaan B3 dan Limbah B3 a.Pemantauan dan Pengen-dalian Jawa Barat terhadap Pemegang AMDAL Sektor Kehutanan Penguatan Kelembagaan Pemanfaatan Sumber Daya . Sinergitas pengelolaan B3 dan limbah B3 b.BPLHD . Program Rehabilitasi dan Konservasi Sumber a. Pengendalian SDA dan Lingkungan Melalui Penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG) Fasilitasi dan Koordinasi Pengelolaan B3 dan a. Pengawasan dan Pengendalian Mineral dan Batu Bara - - . Sukabumi.BPLHD . Pembinaan Pola Kemitraan Lingkungan - 5 6 . Tersosialisasikannya Penanganan Limbah Medis Terlaksananya Jambore Sekolah Peduli dan . Pengawasan dan Pengendalian Pengambilan dan Pemanfaatan Air Tanah di Jawa Barat 12. Terpantaunya AMDAL Sektor Kehutanan Sumber Daya Hutan b. Meningkatnya peran masyarakat dalam rehabilitasi dan konservasi SDA dan LH Kegiatan : 1. Pengendalian Pencemaran Berbasis Reward Lingkungan - Terkendalinya kegiatan pengambilan pemanfaatan air tanah di Jawa Barat dan - .BPLHD APBD - - .Distamben APBD - Tersedianya sarana dan prasaranaAir Tanah di CAT Bandung dan CAT Bogor Peningkatan Pengendalian Pencemaran Lingkungan Melalui Pola Reward Menjamin kebijakan lingkungan berdasarkan data yang valid Tersedianya Pola Perhitungan Daya Tampung Sungai DAS Prioritas Meningkatnya Konservasi Sebaran Air Tanah dan Permukaan - . Cirebon .Meningkatnya peran pelajar Jawa Barat BerBudaya Lingkungan Tingkat SLTP dan SLTA se dalam pengelolaan lingkungan Jawa Barat Pendidikan Lingkungan Usia Dini Meningkatnya peran stakeholders dalam pengelolaan lingkungan Terkendalinya kegiatan usaha pertambangan umum dan batubara di Jawa Barat meningkatnya kemitraan antar Jawa Barat stakeholders pengelola lingkungan Terbinanya Pelaku Usaha Jawa Barat Pertambangan Umum dan Batu Bara dalam pengelolaan lingkungan Terbinanya Para Pengguna Air Jawa Barat Tanah dalam Menjaga Daya Dukung Lingkungan 5 sumur pantau dan telemetrinya Jawa Barat Tersusunya Pedoman Pengen. Rehabilitasi Lahan Eks-Penambangan . Pemantauan Air Tanah 13. 6. Fasilitasi dan Koordinasi Tanah dan Permukaan Pengelolaan Air - - . b. Terbangunnya Sinergitas Rehabilitasi dan Konservasi SDA dan LH c. 8.Jawa Barat dalian Pencemaran Lingku-ngan Berbasis Reward Terlaksananya Pembinaan dan Jawa Barat Penunjukan Laboratorium Lingkungan Tersedianya Dokumen Pola Jawa Barat Perhitungan Daya Tampung Sungai DAS Prioritas Perbaikan Kualitas dan Kuantitas Jawa Barat Air Tanah dan Permukaan .Terehabilitasinya lahan eks-pertambangan - 3 Lokasi eks-pertambangan Kabupaten Bandung.BPLHD APBD APBD 14. Meningkatnya daya dukung lingkungan hidup Jawa Daya Alam dan Lingkungan Hidup Barat b.Distamben APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-49 .Distamben APBD 11.

PROGRAM/KEG 3 Optimalisasi Implementasi Kebijakan Gerakan Rehabilitasi Lahan Kritis (GRLK) SASARAN PROGRAM/KEG 4 Terbangunnya Sinergitas Rehabilitasi Lahan Kritis TARGET PENCAPAIAN LOKASI PELAKSANA SKPD 7 .BPLHD Pemantauan Kualitas Air Laut Pantai dan penyusunan baku mutu Selatan Jawa Barat status laut APBD APBD a. Meningkatnya kinerja pengelolaan pelayanan air limbah di Jawa Barat dan dan cakupan cakupan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-50 .Distamben APBD .BPLHD APBD APBD 4. CAT Bogor .Biro Yansos APBD . Terfasilitasinya Sinergitas Pengelolaan Kawasan Lindung c.Distamben 4.Jawa Barat kan Teknis Rehabilitasi Lahan Kritis .Distarkim .Tersedianya Pedoman Kebija. Pengembangan fungsi kawasan pesisir dan laut c. Pengembangan Pemanfaatan Kawasan Lindung Kegiatan : 1. Program Pengelolaan Ekosistem Pesisir dan a.Jawa Barat ring dan Evaluasi Kawasan Lindung Tersosialisasikannya Penge.BAPEDA APBD APBD .NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 2. dan pemantapan Kawasan - Terevaluasinya kondisi kawasan lindung Jawa Barat - Diseminasi Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau di Metropolitan Bandung Pengelolaan Keanekaragaman Hayati - Meningkatnya pengelolaan ruang terbuka hijau di Metro Bandung Meningkatnya Pengelolaan Keanekaragaman Hayati - Tersedianya Pedoman Monito. Peningkatan Upaya Pemulihan Kondisi CAT Kritis - Meningkatnya fungsi kawasan resapan air - . PKN lolaan Ruang Terbuka Hijau Metro Bandung Pembinaan dan Pengawasan Jawa Barat Konservasi Keanekaragaman Hayati di Jawa Barat Pembuatan sumur resapan dan evaluasi zona kritis . Program Pengelolaan Kawasan Lindung Tersusunnya Rencana Strategis dan Zonasi Kawasan Pesisir dan Laut Jawa Barat Terlaksananya pengelolaan lingkungan wilayah pesisir dan laut Dokumen Renstra dan Zonasi Pantai Utara dan . Pemantauan Lindung 2.PKN Bodebek. 3. Pekerjaan Umum 14. Meningkatnya peran masyarakat dalam pengelolaan pesisir Kegiatan : 1 Penyusunan Rencana Strategis dan Zonasi Kawasan Pesisir dan Laut Jawa Bara 2. Fasilitasi Peningkatan Daya Dukung Lingkungan dan Pendayagunaan Sumber Daya Alam 7.Pengembangan gagasan baru Jawa Barat dalam pemanfaatan sumber daya alam berkelanjutan a. Fasilitasi Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Laut Jawa Barat 13. Meningkatnya daya dukung lingkungan pesisir laut Laut b.Terjalinnya kemitraan organi-sasi Jawa Barat lembaga swadaya dalam kepedulian lingkungan . CAT Tanah di CAT Kritis Bekasi.BAPEDA Pesisir Utara dan Selatan Selatan Jawa Barat Dinas Perikanan Utara dan .Terpulihnya Kondisi Muka Air CAT Bandung. Meningkatnya kinerja pengelolaan pelayanan air bersih di Jawa Barat b.Distamben . Pengembangan Kelembagaan Pemanfaatan Sumber Daya Hutan 5.Dishut APBD 12. Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Bersih dan Air Limbah a.Dinas Kehutanan Biro Binprod SUMBER DANA 8 APBD - Efektifitas Pelaksanaan 3. Terlaksananya pengembangan pemanfaatan Sumber Daya Hutan b. Temu karya kemitraan organisasi lembaga swadaya peduli lingkungan - Peningkatan Upaya Pemulihan Kondisi CAT Kritis 6. - Meningkatnya pemulihan kondisi CAT Kritis Terfasilitasinya Upaya Berkelanjutan Pemantapan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Pemanfaatan sumber daya hutan - 5 6 .BPLHD APBD . Meningkatnya Fungsi dan Kualitas Kawasan Lindung b. Kelembagaan pemanfaatan sumber daya hutan .Penurunan Lahan Kritis di Jawa Barat Tersosialisasikannya upaya Jawa Barat konservasi air tanah dan mineral di Jawa Barat . Sosialisasi Konservasi Sumberdaya Mineral Air Tanah dan - Terlaksananya GRLK di Jawa Barat Meningkatnya Kesadaran terhadap Konservasi Air Tanah dan Sumberdaya Mineral Meningkatnya peran serta pengendalian lingkungan hidup masyarakat dalam 4.

Pengaturan Jasa Konstruksi .Distarkim . Jaringan Irigasi.Pengawasan Tertib Penyelenggaraan Jasa Konstruksi .Distarkim .Meningkatnya Akses Air Bersih Masyarakat di Bersumber dari Air Tanah Dalam Diperdesaan melalui Pemanfaatan Air Tanah - 13 Sumur Bor.Distarkim . 3 Lokasi Jawa Barat Revitalisasi Sumur. Program Pembinaan Jasa Konstruksi a.Fasilitasi Tim Pembina Jasa Konstruksi Sistem Informasi Jasa Konstruksi Jawa Barat - - .Distarkim APBD APBD d.Pengaturan dan Penyelenggaraan Ijin Usaha Jasa Konstruksi .Distarkim . Evaluasi Kondisi 19 Lokasi sumur Bor yang dibangun.Distarkim .Distarkim . Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-51 . Fasilitasi Penyediaan Air Bagi Masyrakat . Terlaksananya sosialiasi dan diseminasi peraturan jasa konstruksi b. Meningkatnya pengawasan jasa konstruksi c. rawa dan jaringan pengairan lainnya Meningkatnya ketersediaan sarana dan prasarana pendukung pengelolaan jaringan irigasi Terlaksananya monitoring dan evaluasi pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi./Kota se Jawa Barat 16. Peningkatan pengelolaan air limbah Jawa Barat a.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG 3 SASARAN PROGRAM/KEG 4 - TARGET PENCAPAIAN 5 Terkelolanya air limbah perkotaan LOKASI 6 Metro Bandung.Distarkim . rawa dan jaringan pengairan lainnya Penyelenggaraan jasa secara Jawa Barat teratur Penerapan aturan secara baik Jawa Barat Penyelenggaraan jasa secara teratur Penyelenggaraan jasa secara teratur Sumber daya manusia jasa konstruksi meningkat Peningkatan kualitas SDM Pemberdayaan institusi Pemberdayaan institusi Pengawasan secara melekat Pengawasan secara melekat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat 26 Kabupaten/Kota . Terencananya sistem penyediaan dan pengelolaan air limbah di PKN Metro Bandung b. Program Pengembangan Dan Pengelolaan a.Pengembangan dan Pengelolaan Sistem Informasi Pembina Jasa Konstruksi Indonesia (SIP JAKI) . Meningkatnya pengaturan jasa konstruksi d.Distarkim APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD Kegiatan : 1. e. Jawa Barat PELAKSANA SKPD 7 Distarkim SUMBER DANA 8 APBD Kegiatan : 1.Distarkim . Pemberdayaan Jasa Konstruksi .Sosialisasi dan diseminasi Aturan Perundangan Bidang Jasa Konstruksi .Distarkim .Rakor Pembinaan Jasa Konstruksi di Kab.Distarkim . Bintek kepda 64 Orang Pengelola Sumur Bor Distamben APBD 15. Terselenggaranya sosialisasi NSPM bidang penyehatan lingkungan 2. Meningkatnya pemberdayaan jasa konstruksi Meningkatnya pengaturan jasa konstruksi Tersosialisasikannya norma/aturan dalam penyelenggaraan jasa konstruksi secara sinergis Berkembangnya jasa konstruksi melalui fungsi pembinaan secara baik di kabupaten/kota Meningkatnya pengembangan jasa konstruksi di Jawa Barat Meningkatnya pemberdayaan jasa konstruksi Penciptaan sumber daya manusia bidang jasa konstruksi yang kompeten dan profesiona Pengembangan penyelenggaraan jasa konstruksi dari sisi pengguna jasa Pengembangan penyelenggaraan jasa konstruksi dari sisi penyedia jasa Meningkatnya pengawasan jasa konstruksi Termonitornya penyelenggaraan jasa konstruksi dalam kerangka pembinaan jasa konstruksi Terselenggaranya pembinaan jasa konstruksi melalui pengembangan sistem informasi Terselenggaranya pengembangan jasa konstruksi sesuai norma Terselenggaranya tertib penyelenggaraan jasa konstruksi di Jawa Barat Meningkatnya intensitas tanam padi pada daerah irigasi teknis yang dikelola oleh pemerintah provinsi dari 192 % menjadi 194% Meningkatnya kondisi jaringan irigasi yang dikelola oleh pemerintah Tersedianya perencanaan teknis pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi.Pemberdayaan SDM Jasa Konstruksi .Distarkim . c.Pemberdayaan Pengguna Jasa Konstruksi .Pemberdayaan Penyedia Jasa Konstruksi 3. Pengawasan Jasa Konstruksi . Penyelenggaraan teratur Penyelenggaraan teratur jasa jasa secara Jawa Barat secara Jawa Barat . Rawa Dan Jaringan Pengairan Lainnya b.Forum Jasa Konstruksi 2.

dan Jawa Barat Embung di luar 8 sentra produksi pertanian Sungai. Penunjang Pengembangan Jaringan Irigasi diluar Daerah Irigas Kewenangan Kab/Kota Pemerintah Provinsi Jawa Barat kabupaten sentra di luar 8 kabupaten sentra produksi pertanian Jawa Barat 8 .Bapeda Prov APBD Prov Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-52 . Meningkatnya pemberdayaan lembaga koordinasi dan kerjasama pengelolaan jaringanirgasi f. waduk.Dinas PSDA . Waduk.Dinas PSDA APBD PROV . Meningkatnya keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan jaringan irigasi 3. Terlindunginya areal permukiman dan sawah dari bahaya longsor dan banjir b. Tersusunnya program pengembangan jaringan irigasi b. Pendamping Program WISMP . Terlaksananya pelaksanaan teknis bagi pengelolaan jaringan irgasi e. waduk.Dinas PSDA . Terlaksananya monitoring dan evaluasi pengembangan. Tersedianya dokumen studi dan perencanaan teknis jaringan irigasi c. Peningkatan dan Pengelolaan jaringan irigasi a. Berlanjutnya fungsi situ. pengelolaan dan konservasi sungai. embung dan a. Pengelolaan sungai. industri dan domestik b. danau dan sumber daya air lainnya c. Terjaganya kapasitas sungai 3. Penunjang Pengembangan Infrastruktur a. Terciptanya keberlanjutan sistem irigasi a. Pengelolaan dan a. Konservasi Sungai. Situ.Tersedianya Kajian Pengembangan Infrastruktur Irigasi 17. Kajian Pengembangan Infrastruktur Irigasi . pengendalian daya rusak air dan pengamanan pantai b. Meningkatnya kondisi dan fungsi sungai. Terlaksananya pelaksanaan teknis bagi pengelolaan sumber daya air Jawa Barat Dinas dan 5 Wilayah Sungai Jawa Barat Jawa Barat . danau dan sumber daya air lainnya Kegiatan : 1. Tersusunnya program pengembangan infrastruktur sumber daya air c. dan Jawa Barat Embung di luar 8 sentra produksi pertanian Jawa Barat - Dinas PSDA APBD PROV - Dinas PSDA APBD PROV . Meningkatnya kondisi jaringan irigasi yang dikelola oleh pemerintah provinsi b. Terlaksananya pengendalian pemanfaatan air Sumber Daya Air permukaan b. Terlaksananya monitoring dan evaluasi infrastruktur sumber daya air e.Bapeda Prov APBD Prov d. situ. waduk.Terciptanya penguatan kelembagaan 5. pendayagunaan sumber daya air. Program Pengembangan. Danau dan Sumber Daya Air embung dan pantai dalam rangka konservasi sumber Lainnya daya air. Waduk. Situ. Terlaksananya monitoring dan evaluasi jaringan irgasi - 2. dan embung 2. Pemberdayaan P3A Mitra Cai . Meningkatnya ketersediaan sarana dan prasarana pendukung pengelolaan sumber daya air d.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG 3 SASARAN PROGRAM/KEG 4 TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 Kegiatan : 1. situ.Dinas PSDA . Meningkatnya ketersediaan air baku untuk keperluan pantai pertanian.Terciptanya penguatan kelembagaan petani pemakai air 4.Balitbangda APBD Prov APBD Prov APBD Prov - - Sungai. Tersedianya perencanaan teknis pengem-bangan. Tersedianya dokumen studi dan perencanaan infrastruktur sumber daya air d.Dinas PSDA . Perbaikan dan Pemeliharaan Sungai a. pengelolaan dan konservasi sungai.

Dinas Bina Marga APBD Provinsi Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-53 . Program Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan dan a. pemanfaatan dan status situ 5. Pengaturan Sempadan Sumber Air . Meningkatnya keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan infrastruktur sumber daya air 4.Dinas PSDA . Rehabilitasi jembatan provinsi pemeliharaan berkala/rehabilitasi jalan dan jembatan c. Kembalinya kondisi kemantapan jalan sesuai dengan Jembatan rencana yang sudah diperhitungkan dalam desain melalui pemeliharaan berkala b. Pengelolaan Pasarana Pengendali Banjir dan a.Tersedianya Kajian Pengembangan Infrastruktur Daya Air Sumber Daya Air 18. Terpeliharanya kondisi jalan sesuai dengan umur rencananya. APBD PROV.Tersedianya data kondisi. Peningkatan jalan dan jembatan - Jawa Barat . Program Pembangunan Jalan dan Jembatan a.Terlindunginya sempadan sungai dan situ sebagai konservasi sumber air 6. SASARAN PROGRAM/KEG 4 Meningkatnya pemberdayaan lembaga koordinasi dan kerjasama pengelolaan sumber daya air dan irigasi TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 g. Jawa Barat . Penggantian jembatan provinsi jembatan Tersedianya desain perencanaan jalan dan jembatan Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat .Dinas PSDA Prov. Terjaganya stabilitas garis pantai Pengamanan Pantai c.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG 3 f.Tersusunnya dokumen rencana Jawa Barat teknis (DED) jalan dan jembatan 20.Meningkatnya kondisi dan fungsi sungai dan pantai Pantai dalam rangka pengendalian daya rusak air dan pengamanan pantai Kegiatan : 1. potensi. APBD PROV. Kegiatan : 1. Berkurangnya areal genangan banjir b. Jawa Barat . Meningkatnya kondisi jalan provinsi dengan target kemantapan jalan provinsi mencapai 89 % c. Pembangunan jalan dan jembatan Meningkatnya aksesibilitas ruas-ruas jalan di wilayah a. Meningkatnya aksesibilitas dan mobilitas jalan-jalan non status b.Dinas Bina Marga APBD Provinsi 3. Identifikasi Kondisi dan Potensi Situ-situ .Balitbangda APBD PROV APBD PROV APBD Prov Jawa Barat . Kembalinya kondisi kemantapan jalan dan jembatan sesuai dengan rencana yang rusak akibat tidak diperhitungkan dalam desain melalui pemeliharaan rehabilitasi jalan dan jembatan.Dinas PSDA Prov.Mengembalikan kondisi ruas-ruas jalan dan jembatan a. Berkurangnya areal banjir dan kekeringan di areal Kekeringan permukiman dan pertanian b. Peningkatan jalan provinsi jembatan pada ruas-ruas jalan di wilayah Jawa Barat melalui kegiatan peningkatan jalan dan penggantian b. Kajian Pengembangan Infrastruktur Sumber .Dinas Bina Marga APBD Provinsi 2. Terlaksananya monitoring dan evaluasi penanganan banjir dan kekeringan 19. Rehabilitasi jalan dan jembatan . Tersedianya perencanaan teknis pembangunan dan peningkatan jalan dan jembatan Kegiatan : 1. Pengawasan teknis .Dinas PSDA . Perencanaan Teknis Pembangunan Jalan dan Jembatan - c. c. Program Pengendalian banjir dan Pengamanan . Tersedianya dokumen studi dan perencanaan pengendalian banjir dan pengamanan panta 2. Pemantauan dan Penanggulangan Banjir dan a. Pembangunan jalan non status Jawa Barat melalui kegiatan pembangunan jalan b. Rehabilitasi jalan provinsi yang mempunyai kondisi sedang melalui b. Pengawasan teknis Meningkatnya nilai struktur dan kapasitas jalan dan a. Perbaikan badan jalan Jawa Barat .

Pengawasan LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-54 .NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG 3 SASARAN PROGRAM/KEG 4 TARGET PENCAPAIAN 5 d. Pekerjaan drainase e.

yaitu dampak ekonomi terhadap berbagai alternatif pembiayaan d.Dinas Bina Marga APBD Provinsi - Seluruh jembatan pada jalan Jawa Barat provinsi dan non status di Jawa Barat . dan telaksananya evaluasi pelaksanaan program 2009 serta optimalisasi rencana usulan program tahun 2010. Terciptanya kesamaan sistem manajemen jalan antar provinsi Jawa Barat dengan Pusat dan Provinsi lainnya.Jawa Barat torium lapangan serta terlaksananya uji petik kualitas pelaksanaan fisik di lapangan Tersedianya alat-alat untuk Jawa Barat pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan jalan .Dinas Bina Marga SUMBER DANA 8 APBD Provinsi - 5 Terpeliharanya kondisi ruas-ruas jalan di wilayah a. - 21.Dinas Bina Marga APBD Provinsi 5. dan kawasan cepat tumbuh di Jawa Barat d. kawasan khusus. Terencananya kawasan strategis. Meningkatnya koordinasi penataan ruang di Jawa Barat e. Inspeksi Kondisi Jembatan a. Program Inspeksi Kondisi Jalan dan Jembatan - Kegiatan : 1. Pengadaan Peralatan Jalan - Tersedianya peralatan jalan sebagai pelaksanaan penanganan jalan penunjang - Tersedianya alat-alat labora. Evaluasi kondisi jalan secara efektif yang digunakan untuk merencanakan suatu program pemeliharaan.Dinas Bina Marga APBD Provinsi . Terciptanya sistem manajemen jalan yang efektif dan efisien b. Optimalisasi sumber dana yang terbatas. yaitu dampak ekonomi terhadap berbagai alternatif pembiayaan d. perkuatan. Program Perencanaan Ruang a.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 2. Terlaksananya sosialisasi dan diseminasi peraturan terbaru mengenai penataan ruang c. rehabilitasi. a. Optimalisasi sumber dana yang terbatas. Pelaksanaan dan Peningkatan Pengujian Tanah dan Bahan Jalan Sarana - Tersedianya sarana pengujian dan hasil uji mutu pelaksanaan kegiatan penanganan jalan - 2. Terciptanya kesamaan sistem manajemen jalan antara Provinsi Jawa Barat dengan Pusat dan Provinsi Lainnya . Terciptanya sistem manajemen jembatan yang efektif dan efisien b. Pemeliharaan jalan Jawa Barat sesuai dengan umur rencana melalui b.Dinas Bina Marga APBD Provinsi 22. Penataan Ruang 23. dan penggantian jembatan c.Dinas Bina Marga APBD Provinsi 3. Pemeliharaan jembatan pemeliharaan rutin jalan dan jembatan Tersedianya data kondisi jalan dan jembatan sebagai bahan masukan dalam proses sistem manajemen jaringan jalan (IRMS) dan sistem manajemen jembatas (BMS). Evaluasi kondisi jalan secara efektif c.Terinventarisasinya penggunaan pemanfaatan ruang pemanfaatan jalan Meningkatnya ketersediaan sarana dan prasarana pendukung pengelolaan jalan dan jembatan Seluruh jalan provinsi dan non Jawa Barat status di Jawa Barat . Terfasilitasinya penyusunan rencana tata ruang kabupaten/kota f. Pengawasan Pemanfaatan Ruang Milik Jalan Jawa Barat . Meningkatnya pemanfaatan data spasial dalam menunjang perencanaan ruang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-55 . Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Kebinamargaan Kegiatan : 1. PROGRAM/KEG 3 Pemeliharaan jalan dan jembatan SASARAN PROGRAM/KEG 4 TARGET PENCAPAIAN LOKASI 6 Tersebar di Jawa Barat PELAKSANA SKPD 7 . Inspeksi Kondisi Jalan 2.

Kab. Kab. Optimalisasi WEB GIS IDSD Jawa Barat - - - Sosialisasi Dokumen RTRWP 4 Bakorwil. Revitalisasi IDSD secara efektif dan optimal dalam (IDSD) Jawa Barat rangka mendukung penyediaan data spasial Jawa Barat b.Bapeda Jabar di SKPD lingkungan Prov. Tersosialisasikannya dokumen akademis RTRWP Barat Jawa Barat dalam rangka penetapan Raperda RTRWP b. Terinformasikannya pedoman pengelolaan ruang terbuka hijau di perkotaan Jawa Barat a. Terencananya kawasan strategis di Jawa Barat yang sudah ditetapkan dalam RTRWP Jawa Barat 2025 c. Rapat Koordinasi IDSD dan IDSN.Distarkim APBD 24. Terbangunnya data spasial tutupan lahan terbaru skala medium serta penyiapan pembangunan data spasial skala detail Jawa Barat c.000 Penambahan dan pengolahan tema geodatabase IDSD Integrasi WEB GIS IDSD dengan aplikasi IDSD Kab/Kota Dokumen rencana. Kab. Terkelolanya ruang terbuka hijau perkotaan di Jawa Barat Kegiatan : 1. . Tersedianya data spasial detail KBU yang termutakhir sebagai penunjang arahan dan rekomendasi gubernur - APBD APBD - - Perencanaan untuk antisipasi Kab/Kota Bandung. Tersusunnya kriteria pemanfaatan ruang perkotaan dan perdesaan di Jawa Barat dalam rangka pengembangan ekonomi dan investas c. Tersusunnya rencana aksi TBIT Jatinangor d.Kab.Distarkim . Sumedang Jatinangor Sosialisasi aturan tentang RTH Jawa Barat perkotaan . dan kawasan cepat tumbuh di Jawa Barat b. Program Pengendalian Pemanfaatan Ruang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-56 .Distarkim APBD APBD 25. Pengelolaan Infrastruktur Data Spasial Daerah a. Kab/Kota Cirebon Terbangunnya data detail KBU Kota Bandung. Bandung Distarkim APBD . Jateng. Bandung Barat. dan Provinsi Bersebelahan Optimalnya pertemuan dalam rangka koordinasi penataan ruang Jawa Barat . perkembangan koridor Bandung. Terencananya pemanfaatan ruang di kawasan pengembangan ilmu dan teknologi c. 4 Bakorwil. Meningkatnya sinkronisasi pemanfaatan ruang kawasan di Jawa Barat b. DKI Jakarta. Prov. Terencananya ruang kawasan di Jawa Barat b. Data spasial Jawa Barat Dokumen RTR kawasan strategis Jawa Barat Distarkim Distarkim APBD - 3. Pemutakhiran substansi Geodatabase IDSD Jawa Barat d. kawasan khusus. Fasilitasi dan Koordinasi Penataan Ruang Jawa a. Rapat TWG Peta Tutupan Lahan Jabar 2008 Skala 1 : 50. Kota Bandung BKTRN.Bapeda Koordinasi IDSD Provinsi dan Kota Bandung Kab/Kota.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG 3 SASARAN PROGRAM/KEG 4 - TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 APBD Kegiatan : 1. Pemprov Jabar. Pemanfaatan Ruang Kawasan Jawa Barat a. Meningkatnya sinkronisasi pemanfaatan kawasan perkotaan dan perdesaan ruang b. Perencanaan Ruang Kawasan Jawa Barat a. Tersedianya perangkat penegakan hukum dalam pengendalian pemanfaatan ruang Terencananya pemanfaatan Jawa Barat ruang kawasan secara sinergis Terencananya pembangunan Kabupaten di Jabar perkotaan dan perdesaan secara Selatan sinergis Optimalisasi kawasan pendidikan Kab.Distarkim . Program Pemanfaatan Ruang a. Meningkatnya koordinasi stakeholder penataan ruang di Jawa Barat dan Nasional 2. Terencananya pemanfaatan ruang di koridor pengembangan ekonomi dan investasi BandungKertajati-Cirebon d. Sumedang. Cirebon Majalengka. Terkendalinya pemanfaatan ruang kawasan strategis. Banten.Distarkim APBD APBD - .

Advokasi teknis manajemen kerjasama daerah e. Penyiapan perangkat aturan dan personil PPNS yang berkualitas untuk mengawal pengendalian pemanfaatan ruang di Jawa Barat - Pengaturan kawasan kota baru Gedebage-Tegalluar Kota Bandung. Terwujudnya kerjasama antar daerah. Deplu. Terwujudnya kerjasama antara daerah. Terfasilitasi dan terkoordinasinya pengembangan dan pengelolaan infrastruktur perhubungan Kegiatan : 1 Fasilitasi Kerjasama Daerah Provinsi dan a. Pihak ketiga/mitra Fasilitasi Kerjasama antar Daerah dan a. Tersusunnya zoning regulation kawasan kotabaru koridor Gedebage-Tegalluar di Metropolitan Bandung c. antar provinsi dan luar negeri b. 940/desen/2002 3 Fasilitasi kerjasama antara daerah dengan kabupaten/kota dengan pihak ketiga berkembnagnya kerjasama antar daerah dengan pihak ketiga dan antar daerah di perbatasan dalam rangka memanfaatkan potensi daerah - - Terjalinnya kerjasama dengan Dalam dan Luar Negeri Depdagri. Program Kerjasama Pembangunan a./kota se-Jawa Barat c. Terkendalinya pemanfaatan ruang kabupaten/kota di Jawa Barat Jawa Barat b. antar provinsi Kerjasama Luar Negeri dan kerjasama luar negeri b. Terfasilitasi dan terkoordinasinya pengembangan dan pengelolaan infrastruktur kebinamargaan d. Bandung Distarkim APBD - Penyiapan perangkat hukum Jawa Barat pengendalian pemanfaatan ruang Distarkim APBD 6. c. PROGRAM/KEG SASARAN PROGRAM/KEG TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 3 4 Pengendalian pemanfaatan ruang kawasan a. Bintek peningkatan kerjasama daerah dalam rangka pemanfaatan potensi daerah d.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 1. Gub Jabar No. Evaluasi kerjasama daerah dan revisi Kep. Setneg.05/Kep. kabupaten/kota. Pengelola Kerjasama di SKPD Provinsi dan 26 kab. Kab. Gub Jabar Optimalisasi Peran Jawa Barat dalam kerjasama daerah dan terwujudnya pengembangan kerjasama antar daerh dan terwujudnya pengembangan kerjasama antar daerah khususnya di daerah perbatasan meningkatnya kinerja perangkat kab/kota di kecamatan dalam menyelenggarakan urusan pemerintahan daerah guna memperkuat sinergitas penyelenggaraan Otda di Jawa Barat khususnya dalam peningkatan IPM Biro Desentralisasi APBD - Biro Desentralisasi APBD 4 Fasilitasi Pelaksanaan Otonomi daerah dan kerjasama antar daerah - pemantapan pelaksanaan otonomi terselenggaranya Otonomi Daerah daerah dan - Biro Desentralisasi APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-57 . Terfasilitasi dan terkoordinasinya pengembangan dan pengelolaan infrastruktur sumber daya air dan irigasi e. 119. MPU dan APPSI Terjalinnya kerjasama pembangunan dengan swasta/mitra Biro Desentralisasi APBD 2 - Kerjasama provinsi Jabar dan Kab. Perencanaan Pembangunan 26. Terjalinnya kerjasama pembangunan dengan swasta/mitra./Kota Kerjasama provinsi Jabar dengan phak ketiga 1 kali 1 kali Kerjasama yang harus disesuaikan dan Kep. Fasilitasi kerjasama daerah dengan pihak ketiga c. Fasilitasi kerjasama daerah Kabupaten/Kota serta denga pihak ketiga b.

Terpadunya rencana dan kegiatan sektoral secara sinergis a. Terlaksananya sidang pleno Musrenbang Provinsi Tahun 2009 di Bandung j. Terikutinya Musrenbangpus Tahun 2009 di Jakarta Kota Bandung . Tersedianya dokumen perencanaan makro dan c. Tersusunnya materi Pra Musrenbang Provinsi Tahun 2009 d. Tersusunnya materi Musrenbangnas Tahun 2009 l. Menurunnya penyimpangan terhadap peraturan dalam administrasi pemerintahan daerah f. Tersusunnya materi Pasca Musrenbang Provinsi dan Pasca Musrenbang Nasional Tahun 2009 p. Terkendalinya program-program pembangunan daerah. Tersusunnya usulan prioritas pembangunan Tahun 2009 i. Terikutinya Musrenbangnas Tahun 2009 di Jakarta m. Terwujudnya sinergitas perencanaan pembangunan daerah. Tersusunnya materi Rakor Bapeda Kabupaten dan n. Tersosialisasikannya kebijakan Provinsi pada Musrenbang Kabupaten dan Kota se Jawa Barat Tahun 2009 dan kunjungan lapangan dalam rangka pentajaman usulan tahun 2010 c. Terlaksananya sidang kelompok Musrenbang Provinsi Tahun 2009 di Bandung l. Tersusunnya materi Musrenbang Provinsi Tahun 2009 h. Tersusunnya materi sosialisasi kebijakan Provinsi pada Musrenbang Kabupaten dan Kota se Jawa Barat Tahun 2009 dan kunjungan lapangan dalam rangka pentajaman usulan tahun 2010 b. d. e. Terlaksananya koordinasi antara Provinsi dengan Kementerian/Lembaga q. Program Perencanaan. Meningkatnya peran dan fungsi pengawasan internal Pemerintah daerah. Terlaksananya Rakor Bapeda Kabupaten dan Kota se Jawa Barat Tahun 2009 o. b. Terlaksanya Rakor Sekretaris Bapeda Kabupaten dan Kota se Jawa Barat Tahun 2009 Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-58 . Tersusunnya materi Musrenbangpus Tahun 2009 f.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 5 PROGRAM/KEG 3 Kegiatan Fasilitasi kerjasama antar daerah provinsi dan kerjasama luar negeri SASARAN PROGRAM/KEG 4 kerjasama antar daerah provinsi dan kerjasama luar negri TARGET PENCAPAIAN LOKASI PELAKSANA SKPD 7 Biro Desentralisasi SUMBER DANA 8 APBD - - 5 6 Optimalisasi Peran Jawa Barat Provinsi lain dan luar dalam kerjasama daerah negeri 27. Tersusunnya materi Rakor Sekretaris Bapeda Kabupaten dan Kota se Jawa Barat Tahun 2009 r.Bapeda APBD Kegiatan : Perencanaan Umum Pembangunan Daerah 1 g. Terlaksananya Pra Musrenbang Provinsi Tahun 2009 e. Pengendalian Pengawasan Pembangunan Daerah dan a.

Jawa Barat Tahun 2010 Tersusunnya bahan Pra Musrenbang Tahun 2009 tentang Rancangan Awal RKPD Prov. t.Bapeda . pendidikan. Kabupaten dan Kota dan masyarakat Tersusunnya Rekomendasi Perencanaan yang bersifat terobosan di Jawa Barat berdasarkan hasil komunikasi publik Terlaksananya sosialisasi dan komunikasi publik Komite Perencana Terlaksananya sertifikasi ISO 9001-2001 terhadap pengelolaan perencanaan di Bapeda untuk karyawan dan karyawati Terlaksanannya Fasilitasi dan koordinasi Perencanaan Pembangunan Kesejahteraan Rakyat TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 Kota Bandung . Kab/Kota dan masyarakat Terlaksananya Open House Information penyempurnaan Rancangan Awal RKPD Provinsi Jabar Tahun 2010 dengan pelibatan Publik Tersusunnya Rancangan Akhir RKPD Prov. a. 4 Sertifikasi ISO 9001-2001 - Kota Bandung .Jabar Tahun 2010 ke SKPD Provinsi. f. Pemuda dan pemuda dan olahraga Tersusunnya dokumen rencana Olahraga tindak pembangunan sumber daya manusia dan budaya Jawa Barat b. z.Bapeda APBD b. kebudayaan. SASARAN PROGRAM/KEG 4 Tersusunnya dokumen kebijakan perencanaan dengan stakeholders Tersusunnya laporan perencanaan dan pengelolaan barang Tersusunnya laporan perencanaan dan pengelolaan keuangan Tertatanya arsip Bapeda Tersusunnya materi komunikasi publik Terlaksananya komunikasi publik Tersusunnya data-data dan dokumen perencanan Kab/Kota se Jawa Barat Tersusunnya analisis data-data dan dokumen perencanaan Kab/Kota se Jawa Barat Tersusunnya Rancangan Awal RKPD Prov. u.Jabar Tahun 2010 dengan SKPD Provinsi.Bapeda APBD 6 7 Pengembangan Sinergitas Program Kerjasama . Terlaksananya koordinasi dan fasilitasi pembangunan agama. Tersusunnya dokumen rencana induk pembangunan Pendidikan. w.Jabar Tahun 2010 Tersosialisasinya Peraturan Gubernur tentang RKPD Prov.Jabar Tahun 2010 Tersusunnya hasil penyempurnaan Rancangan Awal RKPD Prov.Bapeda APBD 5 Perencanaan Sosial Pembangunan Kesejahteraan - Kota Bandung . h.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG 3 s. 2010 b.Jabar Tahun 2010 Terlaksananya pembahasan Rancangan Awal RKPD Prov. v. Kota Bandung . Kebudayaan. d. y.Jabar Tahun 2010 Tersusunnya Peraturan Gubernur tentang RKPD Prov. g. 2 Penyusunan RKPD Provinsi Jawa Barat Tahun a.Optimalnya pelaksanaan Kerjasama antara RI – RI – UNICEF UNICEF Penyusunan Rencana Pembangunan Agama. e. 3 Pendukung Komite Perencana a. pemuda dan olahraga Kota Bandung Kota Bandung .Bapeda APBD c.Bapeda APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-59 . x.

penempatan & perlindungan tenaga kerja di Jabar d. Teridentifikasinya sumber-sumber pendanaan untuk pembangunan Jawa Barat Perencanaan Pendapatan dan Penerimaan b.Terkendalinya Pelaksanaan Pembangunan Provinsi Pelaporan Pembangunan Provinsi Jawa Barat Jawa Barat Kota Bandung . Tersusunnya peta infrastruktur sumber daya dan Air dan Irigasi Jawa Barat irigasi b.Bapeda APBD Kota Bandung . Tersusunnya analisis dinamika migrasi penduduk Jawa Barat Kependudukan dan Ketenagakerjaan di Jawa b. Terfasilitasinya dan terkoordinasinya pengem-bangan Pengembangan Infrastruktur Wilayah infrastruktur wilayah b.Meningkatnya sinergitas perencanaan bidang SDA dan LH Daya Alam dan Lingkungan Hidup di Jawa Barat Penyusunan Perencanaan dan Pengelolaan a. Tersususunnya dokumen Rencana Perubahan APBD TA 2009 f.Bapeda APBD Kota Bandung .Bapeda Kota Bandung APBD Kota Bandung APBD - 95 Program Pembangunan Kota Bandung Bapeda APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-60 . Tersusunnya data neraca air setiap DAS di msingmasing wilayah sungai c. Tersusunnya pedoman penilaian kawasan lindung Jawa Barat Anggaran Daerah Jawa Barat b. Tersusunnya dokumen rencana APBD TA 2010 g. Terlaksananya konsultasi. Terlaksananya koordinasi dan fasilitasi program PKH dan program bantuan UNFPA di Jawa Barat Fasilitasi dan Koordinasi Rencana a. koordinasi dan fasilitasi perencanaan pembangunan bidang pemerintahan tahun 2009 Peningkatan Kinerja Pemantauan dan . Tersusunnya dokumen rencana belanja daerah tahun 2009 d. Teridentifikasinya Daerah Irigasi (DI) kewenangan Pusat.Bapeda SUMBER DANA 8 APBD 9 10 11 12 13 14 15 3 4 Penyusunan Rencana Pembangunan a.Bapeda Bapeda Kota Bandung . Tersusunnya dokumen kebijakan umum APBD. Meningkatnya sinergitas perencanaan bidang infrastruktur wilayah Perencanaan Makro Infrastruktur Sumber Daya a. Tersusunnya Sistem Informasu Geografis (SIG) infrastruktur sumber daya air dan irigasi Jawa Barat Fasilitasi dan Koordinasi Perencanaan sumber . Tersusunnya kebutuhan dana pembangunan Jawa Daerah Barat c.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 8 PROGRAM/KEG SASARAN PROGRAM/KEG TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 Kota Bandung PELAKSANA SKPD 7 . Provinsi dan Kab/Kota di Jawa Bara d. Fasilitasi rencana pengembangan pembiayaan lingkungan alternatif c. Tersusunnya rencana makro sinergitas peningkatan standar kompetensi. Tersusunnya model sinergi antar aktor good governance di Jawa Barat c. Terlaksananya rapat korodinasi perencanaan Bidang Pemerintahan di Jawa Barat pembangunan bidang pemerintahan b. Tersusunnya analisis paradoks pembangunan bidang Barat kemiskinan (kerjasama dengan BPS) c. Tersusunnya sinergitas perencanaan dan upaya peningkatan pendanaan untuk pembangunan di Jawa Barat Perencanaan dan Fasilitasi Pembangunan a. Terlaksananya rapat koordinasi persiapan pelaksanaan APBD TA 2009 Penyusunan Data Base dalam Rangka a. Terlaksananya rapat pleno TAPD h. Prioritas dan Plafon Anggaran (PPAS) Tahun 2010 e.

Tersusunnya DPA Tahun Anggaran 2009 yang tepat waktu dan akurat Fasilitasi pembangunan Bandara Internasional . Terkoordinasi dan Terfasilitasinya regional manajemen Pangandaran d.Terevaluasi agenda kerja kelembagaan/Tim Pelaksanaan Pembangunan BIJB .Terwujudnya sinergitas Pembangunan Agribisnis dan Kelautan Jawa Barat Bisnis Kelautan Jawa Barat Pemetaan Infrastruktur Sumber Daya Air (SDA) .Biro Dalprog .Tersusunnya Laporan Sistem LAKIP . b. Terkoordinasi dan Terfasilitasinya pengembangan dunia usaha dan investas dan Investasi Jawa Barat b.Biro Dalprog .Tersusunnya Rencana Tindak Peningkatan Kesejahteraan Petani di Jawa Barat Kesejahteraan Petani di Jawa Barat Koordinasi Pembangunan Agribisnis dan Bisnis .Tersusunnya Dokumen Perencanaan Pendidikan Pendidikan Berbasis Kebutuhan dan Berbasis Kebutuhan dan Keunggulan Lokal Keunggulan Lokal Sinkronisasi Pelaksanaan APBD Tahun .Biro Dalprog APBD APBD Jawa Barat Jawa Barat .Terkendalinya Belanja Langsung dan Belanja Tidak Langsung Penyusunan Sistem LAKIP .Terlaksananya pembinaan dan monitoring pelaksanaan kegiatan APBD Tahun 2009 Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 Evaluasi pelaksanaan kegiatan APBD Provinsi .Tersusunnya Peraturan Gubernur tentang Standar Biaya dan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Kegiatan Provinsi dan Standar Biaya Belanja Daerah Provinsi Jawa Barat Terwujudnya sinergitas perencanaan dan pengembangan sektor industri.Tersusunnya Pemetaan Infrastruktur Sumber Daya Air dan Jaringan Irigasi Jawa Barat melalui Citra (SDA) dan Jaringan Irigasi Jawa Barat melalui Citra Satelit SPOT Satelit SPOT Penyusunan Dokumen Perencanaan . Tersusunnya rencana tindak penguatan keuangan mikro dalam rangka mendorong pengembangan Barat usaha mikro dan kecil di pedesaan. Tersusunnya rencana pengembangan KUMKM di Jawa Barat c.Tersusunnya hal-hal strategis yang perlu dilakukan untuk percepatan pembangunan BIJB Monitoring pelaksanaan kegiatan APBD .Biro Dalprog APBD APBD APBD Jawa Barat Jawa Barat .NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 16 PROGRAM/KEG 3 Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah Provinsi Jawa Barat Koordinaasi Perencanaan Pembangunan Sektor Industri Perdagangan dan Pariwisata SASARAN PROGRAM/KEG 4 Tersusunnya evaluasi pelaksanaan pembangunan sosial budaya di Jawa Barat TARGET PENCAPAIAN 5 95 Program Pembangunan LOKASI 6 Kota Bandung PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 APBD - rencana - 18 - 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 Rencana Pengembangan Industri dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat Tahun 20102014 Pengembangan KUMKM dan Investasi Jawa a.Terwujudnya sinkronisasi/sinergitas melalui fasilitasi Anggaran 2009 dan koordinasi program Verifikasi DPA SKPD Tahun Anggaran 2009 . Tersusunnya dokumentasi proyeksi pereko-nomian daerah tahun 2010 c. provinsi dan kab/kota Tersusunnya rencana pengembangan industri dan perdagangan Provinsi Jawa Barat tahun 2010-2014 Kota Bandung APBD Kota Bandung APBD Kota Bandung APBD Kota Bandung APBD Kota Bandung Kota Bandung APBD APBD Bandung Bandung Kabupaten Majalengka .Terlaksananya evaluasi pelaksanaan Jawa Barat tahun 2008.Biro Dalprog . perdagangan dan Pariwisata antara pemerintah pusat.Biro Dalprog .Sosialisasi Penyusunan Laporan Sistem LAKIP Penyusunan petunjuk teknis pengelolaan APBD . program/kegiatan APBD Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 . Tersusunnya Blue Book Investasi Koordinasi dan Pengembangan Dunia Usaha a.Biro Dalprog APBD APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-61 . Terselenggaranya forum komunikasi publik Penyusunan Rencana Tindak Peningkatan .

Pembangunan a. dan Jawa Barat pembangunan Fasilitasi pembangunan ling. Terfasilitasinya pembinaan dalam pengelolaan rumah susun sewa di 9 kabupaten/kota - . Terfasilitasinya pembangunan rusunawa di PKN Bandung. Terlaksananya evaluasi pelaksanaan program/ kegiatan APBD Provinsi Jawa Barat tahun 2009 Kegiatan Musrenbang Wilayah Purwakarta Terselengaranya keterpaduan dan keselarasan tahun 2010 program pembangunan di wilayah Purwakarta Perencanaan Tenaga Kerja Daerah . Majalengka Optimalisasi rusunawa untuk Kota Cirebon. Terselenggaranya bantuan fisik PSDPU rusunawa di 5 Kabupaten/Kota f. . Bogor.Bawasda 36 37 38 39 7. pengelolaan. Kab.Distarkim Fasilitasi.SKPD Kab/Kota yang menangani Ketenagakerjaan & Ketransmigrasian Koordinasi Ketenagakerjaan & . Depok. Terfasilitasinya koordinasi pengembangan perumahan di Jawa Barat b. Karawang.Biro Dalprog APBD APBD - 1 kali musrenbang dan 1 hasil Wilayah Purwakarta laporan musrenbang 26 Kab/Kota Kota Bandung 26 Kab/Kota Seluruh Kegiatan di lingkup Disnakertrans Kota Bandung Kab/Kota . Bandung. Terfasilitasinya pengembangan sarana dan prasarana dasar lingkungan permukiman perkotaan dan perdesaan c. Terfasilitasinya penyediaan PSDPU untuk translok dan pengungsi. Itjen Departemen lainnya dan Bawasda Musyawarah Perencanaan Pembangunan Wilayah Cirebon Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan a. Sukabumi.Distarkim kungan untuk kabupaten/kota Kab. Meningkatnya penyelenggaraan kasiba/lisiba di Kabupaten/Kota c.Distarkim menanggulangi masalah Bogor. Program Pengembangan Permukiman Kegiatan : 1. Bogor.SKPD Kab/Kota yang menangani Ketenagakerjaan & Ketransmigrasian Ketransmigrasian Evaluasi dan Monitoring . Terselenggaranya pengelolaan permukiman di Jawa Prasarana dan Sarana Permukiman Jawa Bara Barat b. Bogor. Bekasi. Terkoordinasinya dan tersosialisasikannya aturan dalam perencanaan dan pengelolaan perumahan dan permukiman di Jawa Barat d. Ciamis. Bekasi. Sumedang. Pengelolaan. serta desa terpencil dan terisolir Bakorwil Cirebon Bandung . kebutuhan rumah Kab. Banjar. Terselenggaranya bantuan fisik perbaikan sarana dan prasarana lingkungan sekitar pontren (30 lokasi) - d. Bandung. Bogor Kota Depok. Pembangunan b.Kegiatan di lingkup SKPD Disnakertrans a. Terfasilitasinya pembangunan perumahan sederhana di Jawa Barat e.Kota Depok. Perumahan Sinkronisasi program/kegiatan Kab/Kota dengan Provinsi Terlaksanya pembinaan dan monitoring pelaksanaan kegiatan APBD tahun 2009 Terkendalinya belanja langsung dan belanja tidak langsung c. Jawa Barat .Biro Dalprog SUMBER DANA 8 APBD - 33 34 35 Pemutahiran Data Tindaklanjut hasil audit Itjen Depdagri.Bakorwil Purwakarta Disnakertrans Disnakertrans Disnakertrans APBD APBD APBD APBD 28.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 32 PROGRAM/KEG 3 Penyusunan LKPJ Tahun 2008 SASARAN PROGRAM/KEG 4 Tersusunnya Laporan LKPJ Tahun 2008 Tersusunnya Nota Pengantar Tersusunnya IPPD Tersusunnya jawaban atas pemandangan umum DPRD TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 Jawa Barat PELAKSANA SKPD 7 .Bakorwil Cirebon . Bogor APBD APBD APBD e. dan Bodebek Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-62 . Bekasi. . Perencanaan.

Termonitornya pelaksanaan penyediaan infrastruktur perdesaan di 16 Kabupaten. 200 desa sasaran Terinformasikannya program tata ruang dan permukiman secara optimal melalui media cetak. Terfasilitasinya pengembangan sarana prasarana sanitasi lingkungan permukiman b. Terevaluasinya program-program CUDP dalam rangka perencanaan pengelolaan air bersih. 6. Evaluasi Diri SKPD. Majalengka Jatigede Kota Bandung . serta sistem informasi ketarkiman yang terintegrasi dengan internet Terencananya pembangunan packing house kawasan agropolitan Meningkatnya koordinasi dalam perencanaan dan pemecahan permasalahan perumahan dan permukiman di Jawa Barat Terwujudnya kerjasama antar pelaku (masyarakat/kelompok masyarakat. Laporan Tahunan. Bandung Barat serta meningkatkan mobilitas penduduk Penyediaan permukiman untuk Kab.Biro Yansos APBD 29.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG 3 SASARAN PROGRAM/KEG 4 g. Tersedianya rencana teknis PSDPU di lokasi translok penduduk akibat pembangunan Waduk Jatigede 2 Evaluasi dan Pengendalian Program Bidang Tata Ruang dan Permukiman a. Penyuluhan dan pengawasan lingkungan sehat di kawasan kumuh d.Distarkim Sumedang.Distarkim . Kuningan. Bandung Koordinasi pengembangan Kota Bandung perumahan dan permukiman Kemampuan berpenghasilan memiliki rumah masyarakat Lokasi ditentukan rendah untuk kemudian Distarkim .Biro Yansos APBD 2.Distarkim APBD APBD c. Terlaksananya perbaikan perumahan dan peningkatan kualitas lingkungan permukiman Perbaikan lingkungan permukiman Kab. Indramayu.Biro Yansos APBD APBD - - . Indramayu. Tertatanya lingkungan permukiman di perbatasan Jawa Barat - Rehabilitasi dan pembangunan Permukiman perbatasan yang sehat Jawa Barat . LPJ Gubernur) serta evaluasi pelaksanaan kegiatan bidang tata ruang dan permukiman b. Ciamis. . Terkendalinya pelaksanaan program bidang tata ruang dan permukiman.Meningkatnya peran pemerintah dan kesadaran masyarakat dalam peningkatan kualitas sanitasi lingkungan di kawasan kumuh perkotaan Peningkatan sanitasi lingkungan Jawa Barat Masyarakat yang sadar menjaga Lokasi ditentukan lingkungannya kemudian APBD APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-63 . Terehabilitasinya permukiman akibat bencana alam Kegiatan : 1. Bekasi. Kota Cirebon . Peningkatan kualitas lingkungan permukiman di Jawa Kawasan Permukiman Barat b. Kab. Bogor. swasta. limbah dan persampahan di PKN Cirebon c. 5. Subang. Pelayanan Informasi Publik Dinas Tata Ruang dan Permukiman Provinsi Jawa Barat Distarkim APBD 4. Tersedianya PSDPU di desa-desa sekitar TPA Leuwigajah dan TPA Sarimukti TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI PELAKSANA SKPD 7 .Distarkim APBD Distarkim APBD PKN Cirebon Distarkim APBD Terbangunnya infrastruktur 200 desa di 16 perdesaan melalui role sharing Kabupaten Sistem informasi ketarkiman Jawa Barat Distarkim APBD 3. tersusunnya dokumen kedinasan (LAKIP. Sumedang. Program Lingkungan Permukiman Sehat a. Penyediaan Sarana dan Prasarana Kawasan Agropolitan Provinsi Jawa Barat Optimalisasi Tim Teknis Pembangunan Perumahan dan Permukiman (TKPP) Jawa Barat Fasilitasi Channeling Perumahan Swadaya di Jawa Barat - Terbangunnya packing house - Kab. eks warga genangan Waduk Cirebon. keterpencilan dan keterisoliran. Terencananya dan terbangunnya sanitasi berbasis masyarakat kualitas . Majalengka. Meningkatnya kualitas lingkungan sehat permukiman di Jawa Barat c. . Depok Kab. Kota Bekasi.Distarkim Cirebon. Kab. Penataan dan Peningkatan Kualitas Lingkungan a. Sukabumi. drainase.Distarkim SUMBER DANA 8 APBD - h. dan perbankan) dalam pembiayaan dan pembangunan perumahan swadaya - 6 Mengangkat desa-desa dari Kota Cimahi dan Kab.

Biro Bangsos APBD Kegiatan : 1 Jambore Pemuda Jawa Barat 2 Pengembangan Kader Pemuda penggerak pembangunan berprestasi - Meningkatnya persatuan dan kesatuan pemuda dalam pengentasan kemiskinan Meningkatnya peran serta pemuda penggerak pembangunan berprestasi dalam pemba-ngunan sosial. Teridentifikasikannya aset gedung/rumah negara a.Biro Yansos APBD 31. Meningkatnya aktivitas dan kreativitas kepemudaan di berbagai bidang pembangunan b. Bantuan teknis pembangunan gedung/rumah negara 8. Terarahnya pengelolaan gedung/rumah negara dari aspek perencanaan.Meningkatnya kapasitas pengelolaan dan kemampuan teknis pembangunan gedung/ rumah negara Terkelolanya negara gedung/rumah Jawa Barat .Distarkim .Biro Bangsos APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-64 . politik dan lingkungan hidup serta budaya dan agama khusus bagi pemuda disekitarnya Meningkatnya pengetahuan dan keterampilan serta kemampuan Pemuda pasca penyim-pangan prilaku dalam bidang kewirausahaan Terukurnya prestasi olahraga pelajar di tingkat Nasional Terpelihara dan meningkatnya potensi olahraga pelajar di Jawa Barat - 400 orang Jawa Barat BPMD BPMD APBD APBD 64 orang kader pemuda Jawa 16 Kab/Kota Barat 3 Pelatihan Kewirausahaan bagi Pemuda Pasca Penyimpangan Prilaku (PRPP) Pengiriman Kontingen pada POPNAS Yogyakarta tahun 2009 Pembinaan Prestasi Olahraga Antar Sekolah dan Penyelenggaraan POPWILDA Jawa Barat tahun 2009 Fasilitasi Optimalisasi Kepemudaan di Jawa Barat - - 140 orang kader pemuda Jawa 15 Kab/Kota Barat Pengiriman atlet pada 8 cabang Jawa Barat OR di POPNAS Tahun 2009 Pertandingan 11 cabang OR Jawa Barat antar SD. Meningkatnya peran masyarakat pengembangan sanitasi lingkungan dalam dalam TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 Kegiatan : 1.Distarkim APBD APBD APBD 2. penyelenggaraan POPWILDA Tahun 2009 pembinaan tokoh pemuda Bandung masyarakat dan pengurus organisasi pemuda .Distarkim APBD - Pemberdayaan pontren dan Lokasi ditentukan masjid dalam menjaga kesehatan kemudian lingkungan . Program Pembinaan dan peningkatan peran Raga serta kepemudaan a. Meningkatnya peran serta masyarakat pengelolaan lingkungan permukiman b. SMP dan SMA.Distarkim .BPMD APBD 4 5 - - Disdik Disdik APBD APBD 6 - Meningkatnya peran serta pemuda dan organisasi kepemudaan dalam berbagai aspek pemba-ngunan di Jawa Barat - . Kepemudaan dan Olah 32. Meningkatnya peran pontren dan mesjid dalam mewujudkan lingkungan perumahan dan permukiman yang bersih dan sehat serta teridentifikasinya kinerja program lingkungan bermartabat - Masyarakat yang sadar untuk 5 kabupaten/kota menjaga lingkungannya . Tersusunnya sistem informasi aset bangunan gedung milik Pemprov Jawa Barat c. Meningkatnya pembangunan peran serta pemuda dalam Jawa Barat .BPMD . dan manajemen aset.Distarkim APBD Kegiatan : 1. Fasilitasi Pemberdayaan Masyarakat dalam Peningkatan Kesehatan Lingkungan - Meningkatnya partisipasi pondok pesantren dan masjid dalam merencanakan dan melaksanakan pembangunan bidang permukiman melalui pelatihan CAP (Community Action Plan) model lingkungan bermartabat.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 30. Fasilitasi pengelolaan gedung/rumah negara - Sistem informasi aset gedung Jawa Barat milik Pemprov Jabar Supervisi teknis dan administrasi Jawa Barat Pembangunan gedung/rumah Jawa Barat negara oleh tenaga profesional . Program Permukiman PROGRAM/KEG 3 Pemberdayaan SASARAN PROGRAM/KEG 4 Komunitas a. Program Pengelolaan Gedung/Rumah Negara a. ekonomi. b. pembangunan. Meningkatnya tertib pengelolaan dan kemampuan teknis pembangunan gedung/rumah negara b. Tersedianya dukungan teknis dan administrasi dalam pengelolaan gedung/rumah negara . Pemberdayaan Masyarakat Berwawasan Lingkungan Perumahan dan Permukiman 2.

Program Pembinaan. Bandung lomba vocal group pemuda/ pelajar se jawa Barat Jawa Barat pemasyarakatan 33.Biro Bangsos APBD APBD - Meningkatkannya prestasi oalah raga di tingkat Provinsi. Penyusunan profil investasi non fasilitasi di Jawa Barat Mendorong peningkatan minat Kota Bandung investasi ke Jawa Barat - Biro Sarek APBD 10.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 7 PROGRAM/KEG 3 Fasilitasi Kreativitas dan Kepemudaan di Jawa Barat SASARAN PROGRAM/KEG 4 Meningkatnya berbagai aktivitas dan kreativitas pemuda. Meningkatnya usaha pengembangan olahraga tradisional.Biro Bangsos SUMBER DANA 8 APBD Pembinaan - - 5 6 pembinaan marching band. Usaha Mikro.Biro Bangsos APBD 9 Penanaman Modal 34 Peningkatan Iklim Investasi a Terwujudnya harmonisasi peraturan daerah dan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi - Kegiatan : 1 Kegiatan Pengembangan Penanaman Modal di Jawa Barat - - Penyusunan Draft Peraturan Gubernur tentang pelaksanaan dan petunjuk teknis UU Penanaman Modal di Jawa Barat. rekreasi dan olah raga masyarakat c. Penyusunan penguatan kluster di desa pertumbuhan f. Wilayah maupun Nasional di tingkat - 75 orang tenaga penggerak dan 15 Kab/Kota instruktur 26 Kecamatan per kab/kota di 26 Kab/Kota Jawa Barat Pembinaan 176 atlet untuk 11 Jawa Barat cabang OR Pengiriman atlet pada 8 cabang 26 Kab/Kota OR di POPWIL. Penyusunan rencana operasional dinas KUKM tahun 2009 c. Penyusunan program pembangunan partisipatif b. Koordinasi program pembangunan - Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-65 .BPMD . pengembangan olahraga dan a. pelajar dan mahasiswa di Jawa Barat TARGET PENCAPAIAN LOKASI PELAKSANA SKPD 7 .BPMD . wilayah maupun nasional - .Disdik .Biro Bangsos APBD Kegiatan : 1 Peningkatan dan Pengembangan Olahraga Rekreasi 2 Fasilitasi bantuan keuangan Pembangunan lapangan olah raga Kecamatan 3 Peningkatan Potensi Atlet Melalui Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP) Jawa Barat 4 Pengiriman Atlet ke Pekan Olahraga Pelajar Wilayah (POPWIL) Indonesia Barat dan Pelaksanaan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Jawa Barat 5 Pembinaan dan Pengembangan Prestasi Olahraga inter dan antar Sekolah 6 Fasilitasi dan Optimalisasi PORPEMDA dan PORPEMPROV 7 Fasilitasi dan Optimalisasi Prestasi Olahraga di Jawa Barat Peningkatan - Meningkatnya Pengetahuan dan keterampilan tenaga penggerak dan instruktur Olah raga rekreasi terlaksananya fasilitasi pembangunan sarana prasarana olah raga di kecamatan Terbina dan meningkatnya prestasi atlet pelajar di Jawa Barat Terukurnya prestasi olahraga pelajar Provinsi. dan pelaksanaan POPDA di 4 wilayah Pertandingan 11 cabang OR Jawa Barat antar SD. Rakor pelaksanaan program/kegiatan tahun 2009 e. APBD - - . Koperasi dan Usaha Kecil Menengah 35. Meningkatnya efektivitas perencanaan KUMKM Keunggulan Kompetitif Koperasi.Disdik APBD APBD APBN. Penyusunan Master Plan draf Kebijakan Public Pengembangan KUKM d. Meningkatnya prestasi olahraga dalam event nasional b.Disdik . Kecil dan Menengah Kegiatan : 1 Peningkatan Kapasitas pemberdayaan KUKM - Tersusunnya data dan informasi bidang KUMKM Tersusunnya dokumen perencanaan pembangunan 150 orang stakeholder 50 orang aparatur Aparatur Dinas KUKM 150 orang stakeholder Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Bandung Dinas KUKM APBD Program a. Tersedianya sarana dan prasarana olahraga bagi masyarakat .BPMD . Program Pengembangan Kewirausahaan dan a. SMP dan SMA Pelaksanaan PORPEMDA ke-4 Bandung Tahun 2009 dan PORPEM-PROV Tahun 2009 Fasilitasi kegiatan OR tingkat Bandung provinsi/nasional tahunan yang telah diagendakan Meningkatnya kepastian hukum .Disdik APBD - Terpelihara dan meningkatnya potensi olahraga pelajar di Jawa Barat Terselengaranya PORPEMDA dan PORPEMPROV - .

Tenaga Kerja Rakor kependudukan Penyusunan Profil Kependudukan Jawa Barat Mitra Praja Utama Bidang Kependudukan Pengembangan Meningkatnya pengawasan & perlindungan serta meningkatnya peran & fungsi lembaga ketenagakerjaan Pekerja dan pengusaha Meningkatnya pemnbinaan terhadap pekerja dan pengusaha serta terselesaikannya perselisihan hubungan industrial di Jawa Barat 750 orang. 50 Kasus Penetapan Upah Minimum 200 Perusahaan Jawa Barat . Program Pembinaan dan Pengembangan BUMD dan Lembaga Keuangan Non Perbankan 1 Meningkatnya akses teknologi bagi KUMKM - Jawa Barat Jawa Barat - Pemberian fasilitasi pengembangan produk KUKM melalui pemanfaatan teknologi informasi 1300 KUKM Meningkatnya peran BUMD dalam perekonomian Jawa Barat serta penerimaan pendapatan daerah Meningkatnya PAD dari BUMD sebesar 50% Jawa Barat Dinas KUKM APBD - Mengembangkan produk KUKM melalui Teknologi Tepat Guna bagi KUMKM Mengembangkan profesionalisme BUMD - Kegiatan : 1 Pengembangan dan penerapan pengelolaan BUMD - Optimalisasi peran BUMD Meningkatnya kontribusi peran BUMD terhadap APBD - 11. k.Biro Dekonsentrasi APBD/APBN Kegiatan 1. j.Biro Dekonsentrasi . Program Perlindungan dan Lembaga Ketenagakerjaan Kegiatan 1.Biro Dekonsentrasi . 12. Direktory KUKM 5 tahun terakhir yang sudah mendapat pendukungan Program Pengembangan Sistem Pendukung Usaha bagi Koperasi.Biro Dekonsentrasi . Latihan Verifikator Adminduk tingkat kecamatan 2. 4. 26 Kab/Kota 26 Kab/Kota Disnakertrans Disnakertrans APBD APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-66 . l. h. SASARAN PROGRAM/KEG 4 Monitoring dan evaluasi pendukungan KUKM tahun 2009 Evaluasi Perkembangan sentra komoditas unggulan Jawa Barat Evaluasi peran KUKM dalam perekonomian regional tahun 2008 Evaluasi dampak pendukungan promosi Evaluasi pelaksanaan program pertumbuhan desa melalui pendekatan kooperatif Identifikasi data Peningkatan informasi pendukungan perkuatan KUKM TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 Bandung PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 - 142 sentra 600 KUKM 200 KUKM 600 KUKM 400 KUKM 20 kali dialog interaktif di media elektronik. Peningkatan layanan sistem informasi KUKM o. m.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG 3 g.Dinas Tenaga Kerja & Transmigrasi APBD/APBN 38. i. 10 edisi penerbitan majalah info KUKM dan edisi Bewara KUKM 25 Buku 500 KUKM Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat n. 3. Pemberdayaan LKS Bipartit & Tripartit - HI. Pembinaan Hubungan Industrial 2. Usaha Mikro. Program Penataan Administrasi Kependudukan - Terselenggaranya tertib administrasi kepen-dudukan di Jawa Barat - 26 Kab/Kota di Jawa Barat Jawa Barat menerapkan SIAK online dan offline . Kependudukan dan Catatan Sipil 37.Biro Dekonsentrasi . Kecil dan Menengah Pendukungan Teknologi Tepat Guna bagi KUKM 36.

Peningkatan POSYANDU Pemberdayaan kelembagaan - - Terbantu Wanita Rawan Sosial ekonomi melalui Usaha ekonomis Produktif dan meningkatnya keterampilan. Program Peningkatan Peran Serta Kesetaraan Jender dalam Pembangunan dan a. Terkoordinasinya keselarasan program pemberdayaan perempuan.137 orang.BPMD 26 kab/kota 750 orang 26 Kab/Kota . Meningkatnya pengetahuan dan keterampilan Kader P2WKSS dan meningkatnya keterpaduan pelaksanaan P2WKSS di 26 kab/kota serta terpilihnya pelaksana terbaik P2WKSS 200 orang 10 kab/kota . Meningkatnya keanekaragaman konsumsi. 40 orang. Meningkatnya keterpaduan dalam fasilitasi Posyandu di 26 kab/kota. Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) - 4. Menurunnya tingkat kehilangan hasil pasca panen.000 Perusahaan 26 Kab/Kota 1. - Terwujudnya pengendalian Jawa Barat keamanan pangan di Jawa Barat APBD Prov Kegiatan : 1. 26 kali 26 Kab/Kota pertemuan 26 Tim Koordinasi Fungsional Kota Bandung Kab/Kota Dewan Pengupahan Kab/Kota Se 26 Kab/Kota Jawa Barat Terpilihnya 3 orang pekerja 26 Kab/Kota teladan dan 3 perusahaan terbaik 9 Pembinaan Ketenagakerjaan di Jawa Barat - - Biro Bangsos APBD 13. Pembinaan dan Pengawasan Norma Ketenagakerjaan 4. c.000 perusahaan. APBN. ketersediaan dan konsumsi sepanjang tahun sampai tingkat rumah tangga. Ketahanan Pangan 39.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG 3 3. Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 40. APBD Provinsi. Peningkatan kualitas perempuan sebagai penggerak masyarakat Peranan Wanita menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS) - Meningkatnya pemberdayaan perempuan kepala keluarga dalam peningkatan perekonomian PEKKA dan terlatihnya pendamping lapangan PEKKA pada lokasi pengembangan PEKKA.Biro Bangsos . Meningkatnya pengendalian keamanan pangan. Mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas organisasi/lembaga perempuan dalam pembangunan.Dinsos - 750 orang 26 kabupaten . Perlindungan Terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja 6 Fasilitasi Dewan Pengupahan 7 8 Koordinasi Bidang Ketenagakerjaan Pemantauan Upah Minimum SASARAN PROGRAM/KEG 4 Menngkatnya pembinaan dan pengawasan norma ketenagakerjaan di Jawa Barat Pekerja Anak dan Pekerja Perempuan Pekerja dan pengusaha Terlaksananya Penetapan UMP 2009 Meningkatbnya kesejahteraan dan terlindunginya tenaga kerja di Jawa Barat Terpantaunya pelaksanaan upah minimum dan teridentifikasinya masalah pengupahan di Kab/Kota se Jawa Barat Meningkatnya motivasi tenaga kerja di perusahaan dan terciptanya hubungan industrial yang kondusif serta hak dasar pekerja perempuan TARGET PENCAPAIAN 5 10. Perlindungan Hak Pekerja Anak dan Perempuan 5. - 240 orang 6 Kab/Kota .BPMD 3. Kegiatan Fasilitasi kebijakan ketahanan pangan - Terlaksananya pengembangkan cadangan pangan non beras siap konsumsi Terfasilitasinya kebijakan ketahanan pangan Jawa Barat Jawa Barat .Dinas Pertanian .Biro Bina Produksi 14. meningkatnya kemampuan dan keterampilan kader Posyandu serta terpilihnya Posyandu dan kader posyandu tingkat provinsi. 50 BAP LOKASI 6 26 Kab/Kota PELAKSANA SKPD 7 Disnakertrans Disnakertrans Disnakertrans Disnakertrans Biro Bangsos Biro Bangsos SUMBER DANA 8 APBD APBD APBD APBD APBD APBD - - 700 orang Pekerja Anak dan 700 14 Kab/Kota orang Pekerja Perempuan 10. b. Kegiatan Mengembangkan cadangan pangan non beras siap konsumsi 2. Mendorong pengarusutamaan gender pada setiap aspek kehidupan.BPMD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-67 . b. 5. APBD Kab/Kota Kegiatan : 1.Dinas Perikanan . Program Peningkatan Ketahanan Pangan a. Bimbingan usaha ekonomis produktif bagi wanita rawan sosial ekonomI 2. kualitas dan menurunnya ketergantungan pangan pokok beras.

BPMD . Marking.Biro Bangsos .970 orang c.Balitbangda - Terfasilitasinya Penanganan Trafficking a. - 8.423.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 6. - 850 orang 26 Kab/Kota . Terlaksananya persiapan pembangunan Bandara Perhubungan Internasional Kertajat b. Peningkatan penanganan korban tindak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) 5. Cirebon dan Sukabumi 26 Kab/Kota Jawa Barat . Meningkatnya Fungsi Lembaga Pos dan Telekomunikasi e. koordinasi dan optimalisasi pemberdayaan perempuan dalam partisipasi pembangunan kualitas kehidupan SASARAN PROGRAM/KEG 4 Meningkatnya koordinasi peran FORKOM Gender TARGET PENCAPAIAN 5 100 orang LOKASI 6 26 Kab/Kota PELAKSANA SKPD 7 .41% Kegiatan: 16. - Meningkatnya koordinasi dan kinerja KPPI serta meningkatnya keterlibatan perempuan dalam penggunaan hak-kah politik Terlaksananya fasilitasi.075. - 5. APBD Provinsi.Dinsos . Tersedianya Perencanaan Teknis Pembangunan Prasarana dan Fasilitas Perhubungan Kegiatan : 1. Program Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera - - Meningkatnya pemahaman masyarakat dalam peningkatan perlindungan terhadap hak-hak perempuan dan anak Meningkatnya pemahaman perempuan dan anak tentang KDRT. Menurunnya Age Specific Fertirity Rate kelompok umur 15-19 tahun. Fasilitasi penanganan trafficking di kabupaten/kota di Jawa Barat 6. Terlaksananya perlayanan dan perlindungan sosial perempuan korban trafficking - 260 orang 5 kab/kota - 260 orang 225 orang korban 80 orang 26 Kab/Kota 8 kab/kota Kab.BPMD 26 Kab/Kota . Penelitian Pola Pelayanan Kesehatan Terhadap Anak dan Perempuan dalam Rumah Tangga di Jawa Barat 15.000 orang b. Tersusunnya Standar Pelayanan Minimal Perhubungan Darat d.62% dari Pasangan Usia Subur (PUS) 8. Terbinanya peserta KB aktif sebanyak 5. Perhubungan 43.Dinas Perhubungan APBD Provinsi Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-68 . Program perlindungan perempuan - 26 Kab/Kota APBN. PROGRAM/KEG 3 Peningkatan pengarusutamaan gender melalui Raker Forum Komunikasi (FORKOM) gender se Jawa Barat Pembinaan Kaukus perempuan Politik Indonesia (KPPI) Fasilitasi. Program Pembangunan Prasarana dan Fasilitas a.864. Peningkatan sarana dan prasarana operasi .383 orang atau 72.864. Pelayanan dan perlindungan Sosial Perempuan korban trafficking 4. Pencegahan Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) 3. dan Apron .BPMD Kegiatan : 1. Keluarga Berencana 42. Pencegahan perdagangan perempuan dan anak 2.Dinsos .Biro Bangsos Peningkatan 41. Meningkatnya Ketersediaan Kualitas Sarana dan Prasarana Perhubungan c.Meningkatnya fasilitas sarana dan prasarana Bandar penerbangan Bandar Udara Nusawiru Udara Nusawiru - Terpenuhinya fasilitas Landasan Kab. d.383 orang atau 72. Koordinasi dan Optimalisasi Pemberdayaan Perempuan dalam Partisipasi Pembangunan Meningkatnya pemahaman dan perlindungan terhadap hak-hak perempuan. Ciamis Pacu/Runway. Meningkatnya rata-rata usia kawin pertama wanita di Jawa Barat.BPMD SUMBER DANA 8 - 7. APBD Kab/Kota .62% - 18. Tercapainya peserta KB baru sebanyak 1.65 60.

Tersedianya Fasilitas Perlengkapan Lalu Lintas Jalan di Jawa Barat melalui pengadaan Rambu Lalu Lintas. Meningkatnya kesadaran berlalu lintas/TIBLANTAS Angkutan Umum Teladan WTN dan Awak Kendaraan Umum Teladan (AKUT) Terwujudnya pelaksanaan diklat Jawa Barat awak angkutan umum dan pemilihan AKUT se Jawa Barat Terwujudnya pelayanan jasa 10 Kab/Kota angkutan laut yang aman dan lancar Jawa Barat Terlaksananya Pengawasan dan Jawa Barat Pengendalian Operasio-nal Perhubungan di Jawa Barat Meningkatnya kualitas produk Jawa Barat karoseri kendaraan bermotor Terpenuhinya kelayakan kenda. Tertibnya penyelenggaraan lalu lintas angkutan umum dan angkutan barang di Jawa Barat Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-69 . PJU.Dinas Perhubungan APBD Provinsi - .Dinas Perhubungan APBD Provinsi . RPPJ TersedianyaTraffic Cone Jawa Barat . Traffic Light. dan PJU b. Program Pengendalian dan Pengamanan Lalu Lintas a. Terselenggaranya kegiatan pelabuhan laut dan ASDP di Jawa Barat 2 3 Pengkoordinasian Perijinan Trayek Angkutan Darat di Jawa Barat Pengendalian dan Pengawasan Operasional Sarana dan Prasarana Perhubungan Pembinaan dan Pengawasan kendaraan bermotor di Jawa Barat Meningkatnya kualitas peta struktur jaringan trayek angkutan umum di Jawa Barat Terkendalinya operasional sarana dan prasarana perhubungan - . Tersedianya peralatan untuk uji mutu produk karoseri - . Jawa Barat Pagar Pengaman Jalan.daan Peralatan SAR Pelabuhan Laut dan ASDP 3. RPPJ (Rambu Petunjuk Pendahulu Jurusan).Dinas Perhubungan APBD Provinsi APBD Provinsi - 4 kelaikan a. Natal. Warning Light Solar.Dinas Perhubungan SUMBER DANA 8 APBD Provinsi Jawa Barat . dan Tahun Baru a. Peningkatan Pelayanan Unit Organisasi dan Pelayanan Frekuensi Radio dan Pos di Jawa Barat 44.Jawa Barat raan bermotor yang diproduksi oleh perusahaan karoseri di Jawa Barat . Tersedianya Fasilitas Perlengkapan Jalan guna membantu kelancaran arus lalu lintas pada kegiataan penyelenggaraan LLAJ Lebaran. Marka Jalan. Meningkatnya keselamatan pelayaran c. Peningkatan Kesadaran Lalu Lintas Awak a.Dinas Perhubungan APBD Provinsi 45. Program Peningkatan Pelayanan Angkutan Kegiatan : 1. Meningkatnya pelayanan perijinan dan pengawasan angkutan umum c.Dinas Perhubungan APBD Provinsi - a. Meningkatnya kinerja kegiatan uji mutu terhadap produksi karoseri e. Traffic Light. natal dan tahun baru b.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG 3 2. Peningkatan Sarana dan Prasarana Penga.Dinas Perhubungan . Pagar Pengaman Jalan. Meningkatnya kesadaran berlalu lintas dan kinerja awak kendaraan umum b. Warning Light.Dinas Perhubungan APBD Provinsi b. Pagar Pengaman Jalan. Pengembangan Fasilitas Lalu Lintas Jalan di Jawa Barat - SASARAN PROGRAM/KEG 4 Terwujudnya kebutuhan pengadaan peralatan SAR pada pelabuhan laut dan ASDP di Jawa Barat Terlaksananya kegiatan monitoring dan penertiban pengguna frekuensi usaha dan pelaku usaha jasa titipan di Jawa Barat Meningkatnya ketersediaan prasarana dan fasilitas lalu lintas angkutan jalan (LLAJ) TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 Kota Bandung PELAKSANA SKPD 7 . Meningkatnya kinerja pengujian kendaraan bermotor - Terpenuhinya Rambu Lalu Lintas. Program Rehabilitasi dan Pemeliharaan Prasarana dan Fasilitas Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Kegiatan : 1.Dinas Perhubungan APBD Provinsi APBD Provinsi 46.Dinas Perhubungan . Terlaksananya pemeriksaan dan penyuluhan terhadap perusahaan karoseri di Jawa Barat b. Tertatanya jaringan lalu lintas angkutan barang dan penumpang d. Tertibnya penyelenggaraan LLAJ lebaran.

Pengembangan Sistem Informasi manajemen Sistem Informasi manajemen Rumah Sakit 25 User RS Jiwa Bandung 2.Dinas Perhubungan SUMBER DANA 8 APBD Provinsi 2 Sosialisasi keselamatan pelayaran dan pengukuran kapal pedalaman - Tersosialisasikannya keselamatan pelayaran pengukuran kapal pedalaman di Jawa Barat dan - 3 Pengembangan Teknologi Jaringan Trayek Angkutan Umum - Tertibnya penyelenggaraan lalu lintas angkutan umum di Jawa Barat - 4. Tersedianya Website BASIPDA yang Memenuhi Kearsipan Standar Informasi b. Penyusunan Software Sistem Informasi Meningkatnya pengelolaan persediaan barang dan Manajemen Barang dan Aset Dinas aset dinas 3. Informasi. 6. Terpeliharanya Jaringan LAN Terpenuhinya kebutuhan pelayanan sandi dan telekomunikasi bagi aparatur di lingkungan Setda Provinsi Jawa Barat Meningkatnya peran media dalam penyebaran inforamasi secara objektif dan bertanggungjawab Pelayanan Informasi kepada masyarakat 25 pengguna 90% 1 Tahun 12 Bulan 6 Bulan 12 Bulan 6 Bulan/500 Eksemplar 12 Bulan 12 bulan Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung . Kegiatan : 1. Tersedianya Penyimpanan Data Arsip yang Akurat d.RSJ Bandung . Tersedianya Data Arsip yang Up to date e. dan Tahun Baru di Jawa Barat Terlaksananya penyuluhan Jawa Barat keselamatan pelayaran ter-hadap 390 operator kapal pedalaman di Jawa Barat Tersusunnya pemetaan struk-tur Jawa Barat jaringan trayek melalui digitalisasi hasil kegiatan evaluasi jaringan trayek Tertatanya Jaringan Lalu Lintas Jawa Barat angkutan barang di Jawa Barat . Meningkatnya pelayanan informasi kepada Media Massa dan Pemanfaatan Teknologi b. dan Tahun Baru - TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 . Terwujudnya pelayanan data dan informasi yang didukung Teknologi Informasi (TI). Tersedianya Materi Pendukung Website sebagai Bahan Informas c. Natal dan Tahun Baru (Reguler) SASARAN PROGRAM/KEG 4 Terselenggaranya LLAJ Lebaran. d. Penyediaan Dokumentasi dan Penyebaran Informasi Penyelenggaraan Pemerintahan dan Pelaksanaan Pembangunan Pengiriman Bahan Berita dan Dokumentasi melalui Internet Fasilitasi Pelayanan Data/Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah - 12 bulan Kota Bandung Biro Umum APBD - 12 bulan Kota Bandung Biro Umum Bapeda APBD APBD Pembuatan konten berita website Kota Bandung Bapeda Maintenance Website Bapeda Pengadaan barang jaringan LAN Bapeda Pengembangan data dan informasi berbasis WEB Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-70 . Terwujudnya integrasi Jaringan sistem informasi daerah guna mendukung Jabar Cyber Province Tahun 2012.Dinas Perhubungan APBD Provinsi . Komunikasi dan Informatika 47. Natal. a. Tersedianya Naskah Sumber Kearsipan di Jabar 4. Penyelenggaraan Angkutan Lebaran.Dipenda APBD APBD Basipda Biro Umum APBD 5. Natal. Meningkatnya peran media massa dalam penyebaran Informasi informasi secara obyektif dan bertanggungjawab. c. Pengembangan Sistem Informasi Manajemen a.Dinas Perhubungan APBD Provinsi 17. Program Pengembangan Komunikasi.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG 3 Kegiatan : 1.Dinas Perhubungan APBD Provinsi . 7. Penataan Jaringan Lintas Angkutan Barang - Tertibnya penyelenggaraanlLalu barang di Jawa Barat lintas angkutan - Terfasilitasi dan terkoordinasi-nya Jawa Barat penyelenggaraan LLAJ Lebaran. Penyediaan dan Penyelenggaraan Administrasi Santel f.

Peningkatan Kualitas dan kecapatan perhitungan perolehan suara dan penyimpanan informasi pada Pemilihan Presiden dan Legislatif tahun 2009 b./Kota dan Bakorwil melalui e-meeting dengan Provinsi Jawa Barat Terciptanya pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam pelayanan investasi One Stop Service (OSS) Termanfaatkannya jaringan SIMDA Beroperasinya perangkat video surveilance di gedung pemerintah Terciptanya sistem monitoring pada jaringan SIMDA Terciptanya Desiminasi aplikasi tentang peringatan bencana alam Terciptanya pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam memberikan informasi kejadian bencana alam Terciptanya Basis Data Perolehan suara yang dapat memberikan informasi secara cepat dan akurat Terciptanya pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam pelaksanaan Pilpres dan Caleg tahun 2009 10. Pembangunan Surveilance berbasis web di a. Terbangunnya sistem video surveilance - Bapesitelda APBD c. Meningkatnya upaya penerapan e-government - 11. Karis. Pengembangan dan pengelolaan website. Karsu dan Taspen PNSD a. Meningkatnya sarana dan prasana aparatur gedung Pemprov.Kantor Perwakilan APBD Jawa Barat 1 paket 1300 leaflet 14979 orang Kota Bandung . - 1 paket 46 SKPD 26 Kab. Terwujudnya peningkatan kualitas dan kecepatan informasi bencana alam yang terjadi - Bapesitelda APBD - 13. Tersebarnya informasi kepegawaian Kepegawaian c. Tertatanya sistem informasi kehadiran i. Terlaksananya Fasilitasi Simpeg Kab. Meningkatnya pemanfaatan teknologi - Tangerang . Peningkatan Kualitas dan Kuantitas Materi Informasi Pembangunan kepada Masyarakat Kegiatan Penataan dan Pengelolaan Data a./Kota g.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG 3 SASARAN PROGRAM/KEG 4 - TARGET PENCAPAIAN 5 Penyusunan warta Bapeda Penataan perpustakaan Visualisasi Data melalui Ruang Pameran Bapeda Provinsi Jawa Barat Pengedaan buku Belanja alat tulis kantor LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 8. Terwujudnya Sistem Arsip Digital Sumber Informasi Kepegawaian melalui Sistem Informasi b. Terlaksananya Rapat Kerja Pengelola f. CPNSD dan tenaga Honorer d. Terfasilitasinya pembuatan Karpeg. Peningkatan kecepatan informasi peringatan/ bahaya bencana alam yang terjadi b. entry serta updating Data PNS. Desk Pemilihan Presiden tahun 2009 a. Terwujudnya peningkatan kualitas dan kecepatan perhitungan perolehan suara dan penyimpanan informasi pada Pemilihan Presiden dan legislatif tahun 2009 - Bapesitelda APBD - Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-71 ./Kota 1 kali 500 orang 46 SKPD Terkoneksinya Kab.Biro Kepegawaian APBD 9. Jawa Barat 12. Terlaksannya penataan personal record. Peningkatan monitoring dan pengawasan unjuk rasa d Pemeerintah Prov. Terlaksananya rapat koordinasi kepegawaian h. serta sewa jaringan e. Pengembangan Komunikasi Audio Visual Bapesitelda APBD b. Pembangunan Desiminasi Warning-System Aplikasi Early a. Jabar b.

Pertanahan Pengadaan.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG 3 14. Fasilitasi Penyelesaian Sengketa Tanah di Wilayah Perbatasan Kabupaten/Kota dan Provinsi Lainnya. c. Pembangunan Aplikasi dan System Informasi a. Jabar - Bapesitelda APBD 17. Akselerasi Daerah Inkubator e-Gov (APBD Bantuan) - 21. Pengelolaan dan Pengembangan Jaringan Teknologi Informasi dan Komunikasi Pemerintah 23. Akan adanya pembangunan Aplikasi System informasi ketahanan pangan c. Pembangunan Aplikasi Arsip Digital SASARAN PROGRAM/KEG 4 Peningkatan kecepatan informasi pendokmentasian arsip TARGET PENCAPAIAN 5 Realisasi fungsi IT dalam Pemerintahan melalui terciptanya Aplikasi Arsip Digital Realisasi fungsi IT dalam Pemerintahan melalui pembangunan Terbangunnya 1 aplikasi dan sistem informasi Tersedianya perangkat pendukung pengoperasian aplikasi 2 unit notebook Harus diuji cobakan dan entry data selama 5 bulan di SKPD terkait serta sosialisasi aplikasi selama 2 hari Realisasi fungsi IT dalam pemerintahan melalui terciptanya aplikasi database keanggotaan pengguna internet publik LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 APBD - pencarian dan - Bapesitelda 15. Jawa Barat - Tersedianya database keanggotaan pengguna internet publik Pemprov. Pemanfaatan TI dalam pelaksanaan pembangunan Ketahanan Pangan b. Penyimapanan Pusat Data berbasis Pemerintah Provinsi Jawa Barat TIK - 18. Pengembangan Aplikasi Pendukung Database Keanggotaan Pengguna Internet Publik Pemprov. Penyelenggaraan Pendampingan Pendayagunaan e-Gov di lingkungan SKPD Pemerintah Provinsi Jawa Barat 22. Pengadaan Layanan Internet Publik bergerak menggunakan kendaraan roda empat - 19. Penataan 48 Program Pengendalian Administrasi Pertanahan - Terciptanya suatu pusat layanan data berbasis TIK yang dapat digunakan oleh seluruh SKPD di lingkungna Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tersedianya suatu layanan akses internet bergerak menggunakan kendaraan roda empat sebagai sarana sosialisasi Layanan Publik berbasis internet kepada masyarakat Terselenggaranya sosialisasi program-program Pemerintah Pusat melalui pendayagunaan Teknologi Informasi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan budaya Daerah Terwujudnya daerah inkubator e-Gov dibeberapa kecamatan terpilih se-Jawa Barat sebagai kecematan berbasis TIK pendukung untuk mewujudkan Jabar Cyber Province 2012 Terselenggaranya pendampingan pendayagunaan aplikasi e-Gov di lingkungan SKPD Pemerintah Provinsi Jawa Barat Bapesitelda APBD Bapesitelda APBD Bapesitelda APBD Bapesitelda APBD Bapesitelda APBD Bakorwil Bogor APBD Terdapatnya Buku Saku widyaswara Terbitnya Media Diklat Bandiklatda Bandiklatda APBD APBD dan a. Adanya kesediaan Perangkat pendukung pengoperasian aplikasi d. Penerbitan Buletin Diklat Aparatur 18. Uji coba Sosialisasi Aplikasi - Bapesitelda APBD - - 16. Tertatanya administrasi pertanahan. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-72 . Tersedianya pengadaan tanah untuk kepentingan umum. b. Terwujudnya penanganan masalah pertanahan Terfasilitasinya penyelesaian sengketa wilayah perbatasan kab/kota dan provinsi tanah di Bakorwil Purwakarta APBD Kegiatan : 1. Penyusunan Buku Saku Widyaswara 24. Penyelenggaraan Sosialisasi Program-Program Pemerintah Pusat dan Daerah - 20.

Peneliti asing. Sosialisasi Undang-undang Bidang Politik bagi Generasi Muda se Jawa Barat. Kab Bandung. Garut.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 2. Pemantapan Undang-undang Bidang Pemilu bagi Pemilih Pemula dalam mensukseskan Pemilu 2009 di Jawa Barat. Tokoh Masyarakat dan Organisasi Kemahasiswaan Ormas dan LSM Bakesbanglinmasda APBD - 325 orang Kota Bandung Bakesbanglinmasda APBD - Ormas dan LSM Tokoh Agama Partai Politik 26 kab/kota 420 orang 30 orang Jawa Barat Jawa Barat Kota Bandung Bakesbanglinmasda Bakesbanglinmasda Bakesbanglinmasda APBD APBD APBD - Masyarakat 180 orang Jawa Barat Bakesbanglinmasda APBD - Generasi Muda 180 orang Jawa Barat Bakesbanglinmasda APBD - Pengurus Parpol 120 orang Jawa Barat Bakesbanglinmasda APBD - Pengguna Anggota/Organisasi LKMD. Meningkatnya apresiasi terhadap pemilu. Rohaniawan dan Pers asing Terciptanya situasi dan kondisi yang aman dan kondusif baik sebelum pelaksanaan dan pasca pemilu dan pilpres tahun 2009 di wilayah cirebon 208 orang 232 orang 156 orang Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Bakesbanglinmasda Bakesbanglinmasda Bakesbanglinmasda APBD APBD APBD - 168 orang 26 kab/kota Kota Bandung Kota Bandung Wilayah Cirebon Bakesbanglinmasda Bakesbanglinmasda Bakorwil Cirebon APBD APBD APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-73 . bebas. Kegiatan Fasilitasi dan Pemantauan Persiapan Pemilu tahun 2009 a. 10. Kelurahan Pengguna Ormas. 3. - Tokoh Agama. Pembinaan ketahanan nasional untuk Organisasi Masyarakat dan Profesi 16. Fasilitasi. Kab/Kota se Jawa Barat 7. umum. dan rahasia di kab/kota di wilayah Purwasukasi Wilayah Bogor Terlaksananya Pemetaan Situasi Kota Bandung dan Kondisi tingkat kesadaran dan partisipasi politik masyarakat Jawa Barat 280 orang Kota Bandung Bakorwil Purwakarta APBD 2. Peningkatan partisipasi politik bagi Ormas dan LSM dalam rangka pendidikan politik di Jawa Barat. Karang Taruna. Forum ketahanan bangsa dalam pencegahan konflik (subkeg. Peningkatan Wawasan Kebangsaan 13. 17. Peningkatan pemahaman Undang-undang bidang politik bagi Kader Partai Politik di Jawa Barat 12. 9. Orientasi pembauran bangsa bagi komponen masyarakat. Identifikasi dan koordinasi penanganan permasalahan aktual di Daerah. Moral dan Budaya Politik bagi Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat serta Organisasi Kewanitaan 5. PROGRAM/KEG 3 Fasilitasi penyelesaian sengketa tanah di wilayah perbatasan kabupaten / kota dan provinsi lain Pengadaan Tanah untuk kepentingan umum (kab. 11. Terwujudnya kerjasama antara daerah kab/kota dan provinsi Terselengaranya pemilihan Wilayah Purwakarta umum langsung. 14. LSM dan Budayawan Ormas dan Unsur Masyarakat dari berbagai profesi TKA. Kegiatan Koordinasi dan Fasilitasi Pelaksanaan Pemilu dan Pilpres tahun 2009 di Wilayah Cirebon 4. Kesatuan Bangda dan 49 Politik Dalam Negeri Program Pendidikan Politik Masyarakat Kegiatan : 1. b. Pemutahiran data Ormas dan LSM di Provinsi. Biro Perlengkapan APBD 19. Kab Majalengka) SASARAN PROGRAM/KEG 4 Penyelesaian pengaduan sengketa tanah garapan TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 Biro dekonsentrasi SUMBER DANA 8 APBD - masyarakat mengenai - Pengayoman kaepada masyarakat dalam rangka memfasilitasi penyelesaian tanah garapan 3. Tokoh Masyarakat. pencegahan konflik antar kelompok menjelang pemilu 15. Menurunnya konflik antar kelompok. Tokoh Masyarakat. 6. Sistem dan mekanisme penggunaan dan pertanggungjawaban bantuan keuangan kepada Partai Politik. Sosialisasi mekanisme pelaksanaan Pemilu kepada masyarakat 8. Sosialisasi dan Monitoring Pemantauan Pemilu se Wilayah Bogor Kegiatan Pengkajian Kesadaran Politik dan Partisipasi Pemilih di Jawa Barat Bakorwil Bogor Balitbangda APBD APBD - Masyarakat yang berhak pilih - Re-Orientasi Pembangunan Etika.

TOT Pencarian dan Penyelamatan Akibat . Meningkatnya kemampuan personil dalam Perlindungan Masyarakat pencegahan dini dan penanggulangan bencana b. Ketentraman. Fasilitasi dan Koordinasi Peningkatan . Kegiatan : 1. Menurunnya gangguan terhadap ketertiban umum. Kegiatan : 1. Terlaksananya pemantauan kejadian bencana geologi di seluruh Jawa Barat c. Penanggulangan bencana bagi Aparat Tramtib .2014 Terfasilitasinya dan terlantiknya Presiden dan Wakil Presiden periode 2009 .2014 5 6 Terselengaranya pemilihan Wilayah Purwakarta umum langsung.Masyarakat 6.Meningkatnya pengetahuan dan keterampilan petugas kemampuan Masyarakat melalui Pelatihan dalam Penanggulangan Bencana Terpadu Pemuda dalam Penanggulangan Bencana 4. umum. Terinformasikannya dan tersosialisasikannya daerah Rawan Bencana rawan bencana kepada pengelola bencana di tingkat Kabupaten b. Fasilitasi Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Tahun 2009 21.Anggota Satuan Linmas 5. Pelatihan kepada relawan bencana . Menurunnya angka kriminalitas. Pelatihan kepada Masyarakat cara . Fasilitasi Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI 50 - tersosialisasinya UU Pemilu Terfasilitasinya dan terlantiknya Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah tahun 2009 . Meningkatnya kapasitas dan kinerja institusi penanggulangan bencana alam. dan Pencegahan Tindak Kriminal b. c. dan rahasia di kab/kota di wilayah Purwasukasi 104 orang Kota Bandung 8 orang Kota Bandung Kota Bandung Biro dekonsentrasi Biro dekonsentrasi Biro dekonsentrasi APBD APBD APBD Program Penanggulangan Bencana Alam dan a. Jawa Barat 200 peserta 30 pemantauan kejadian bencana alam geologi 1 dokumen Distamben APBD - Jawa Barat Jawa Barat Biro Bangsos Biro Bangsos APBD APBD - 200 orang 60 orang 60 orang Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Jawa Barat - Bakesbanglinmasda Bakesbanglinmasda Bakesbanglinmasda Balitbangda APBD APBD APBD APBD Jawa Barat - Kesbanglinmas APBD - 60 orang Kota Bandung Bakesbanglinmasda APBD 51 Program Pemeliharaan.Aparat Trantib Kab/Kota - 5 kali sosialisasi di 5 kabupaten.Tersedianya tenaga instruktur untuk penanggulangan Bencana bagi Jaringan Linmas Kab/Kota dan bencana SKPD di Jawa Barat 9. Ketertiban a. Meningkatnya kesiapsiagaan dan ketahanan masyarakat terhadap bencana dan dampaknya. bebas. Simulasi Penanggulangan Bencana . Koordinasi dan Fasilitasi Penanggulangan .Meningkatnya sistem manajemen penanggulangan Bencana di Jawa Barat bencana 3. Penyelenggaraan Pemeliharaan Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) di Jawa Barat terwujudnya kerjasama antar daerah kab/kota dan provinsi Terwujudnya ketentraman dan ketertiban umum - - terevaluasinya pelaksanaan Wilayah Purwakarta kebijakan pemerintah provinsi dlm pelaksanaan pembangunan Dapat mewujudkan ketentraman Jawa Barat dan ketertiban umum yang aman dan terkendali Bakorwil Purwakarta APBD Dinas Pol PP APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-74 .NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG 3 18. Kegiatan rapat Koordinasi dan Pemantauan Persiapan Pemilu tahun 2009 SASARAN PROGRAM/KEG 4 Terwujudnya kerjasama antara daerah kab/kota dan provinsi TARGET PENCAPAIAN LOKASI PELAKSANA SKPD 7 Bakorwil Purwakarta SUMBER DANA 8 APBD - 19. sesar Cimandiri dan sesar Baribis skala 1 : 25. Peningkatan Informasi dan Sosialisasi Daerah a. Sosialisasi UU Pemilihan Umum 20.Masyarakat pengamanan dalam bencana 7. Terlaksananya inventarisasi daerah kerentanan bencana kegempaan di wilayah sesar Lembang. Koordinasi Fasilitasi Penyelenggaraan Ketentraman dan Ketertiban umum di Kab/Kota se Wilayah Purwakarta 2.000 2. Kaji Terap Pengembangan Pengoperasian Instrumentasi Peramalan Banjir dan Sistem Peringatan Dini 8.

9. Peningkatan Partisipasi Masyarakat dalam memelihara Ketentraman dan Ketertiban Umum di Jawa Barat Penyuluhan kepada generasi muda tentang kriminilitas dan Tramtibmas Pelatihan kepada organisasi kepemudaan mengenai Kamtibmas Pemantapan Bela Negara pada Lingkim. b. Otonomi Daerah. Jajaran Polda Jabar dan Dam III/ Siliwangi c. 28 104 orang Jawa Barat Bakorwil Purwakarta APBD Biro Desentralisasi APBD - Biro dekonsentrasi APBD 20. Pemerintahan Umum. Koordinasi Fasilitasi Penyelenggaraan Ketentraman dan Ketertiban umum di Kab/Kota se Wilayah Purwakarta Anggota Masyarakat Anggota Masyarakat - 200 orang 180 orang Kota Bandung Kota Bandung Bakesbanglinmasda Bakesbanglinmasda APBD APBD terwujudnya kerjasama antar daerah kab/kota dan provinsi - penyelenggaraan Pemeliharaan a. Penyusunan Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Tersusunnya Juklak Pergub Jabar no. 7.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 3. 8. Fasilitasi Ketentraman dan ketertiban umum di Jawa b.Sekretariat DPRD APBD 3 4 5 Kegiatan Kunjungan Kerja Pimpinan dan Anggota DPRD Dalam dan Luar Negeri Kegiatan Peningkatan Kapasitas Pimpinan dan Anggota DPRD Kegiatan Biaya Fasilitasi dalam Rangka Kelancaran Kegiatan Pimpinan DPRD - Jawa Barat .Sekretariat DPRD . SKPD di lingkungan Pemprov Jawa Barat 13.Jawa Barat aset vital milik pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat yang dikuasai oleh masyarakat Jawa Barat 4.Sekretariat DPRD APBD APBD APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-75 . Kab. Administrasi Keuangan Daerah Perangkat Daerah. 5. Lingdik dan Organisasi di Jawa Barat - Meningkatkan pemahaman pemeliharaan Trantibum Generasi Muda Organisasi Kepemudaan Anggota Masyarakat masyarakat terhadap - Sinergitas penanganan dan daerah Perbatasan pemeliharaan trantibum dan antar provinsi dan ketertiban umum serta kab/kota di Jawa Barat penegakkan Perda dan Peraturan Perda dan Peraturan Pelaksanaan Terpeliharanya Trantibum serta Jawa Barat penegakkan Perda 60 orang 60 orang 120 orang Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Dinas Pol PP APBD - - Bakesbanglinmasda Bakesbanglinmasda Bakesbanglinmasda APBD APBD APBD 10. Terpenuhinya legalisasi perda yang aspiratif. Terwujudnya peningkatan kinerja DPRD yang . Pemberdayaan Satuan Linmas dalam menunjang terwujudnya ketentraman dan ketertiban secara Swakarsa di Jawa Barat 12./Kota se-Jawa Barat 14. PROGRAM/KEG 3 Pengamanan dan penertiban asset vital milik pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat SASARAN PROGRAM/KEG 4 Terwujudnya penertiban asset vital milik pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat TARGET PENCAPAIAN LOKASI PELAKSANA SKPD 7 Dinas Pol PP SUMBER DANA 8 APBD - - 5 6 Dapat terselamatkannya aset. Gladi Tramtib Satuan Linmas dalam rangka Pemilu Tahun 2009 11. 1 tahun 2007 Gubernur Jawa Barat Nomor 1 tahun 2007 tentang pembinaan satuan Linmas tentang pembinaan satuan Linmas - terevaluasinya pelaksanaan Wilayah Purwakarta kebijakan pemerintah provinsi dalam pelaksanaan pembangunan 40 SKPD dan instansi terkait Jawa Barat (POLDA + Dam III/Siliwangi).Sekretariat DPRD .Sekretariat DPRD APBD Kegiatan : 1 Kegiatan Hearing/Dialog dan koordinasi dengan pejabat pemerintah daerah dan tokoh masyarakat/tokoh agama 2 Kegiatan Reses Terselenggaranya dialog antara anggota DPRD dengan pejabat pemeirntah dan tokoh masarakat Tersampaikannya aspirasi masyarakat konstituennya kepada anggota DPRD melalui kegiatan reses Terselenggaranya kunjungan kerja Pimpinan dan Anggota DPRD Meningkatnya kapasitas pimpinan dan anggota DPRD melalui berbagai pelatihan Lancarnya kegiatan pimpinan DPRD 3 kali reses . Peningkatan kerjasama operasional Trantibum Instansi Terkait Pemeliharaan Trantibum Daerah Perbatasan - Terpeliharanya Trantibum Terciptanya Pemeliharaan Trantibum di daerah perbatasan antar provinsi dan antar kabupaten / kota serta anggota MPU - Dinas Pol PP Dinas Pol PP APBD APBD 6. Lingker. Kepegawaian dan Persandian 52 Program Peningkatan Kapasitas Perwakilan Rakyat Daerah Lembaga a.

Sekretariat DPRD .Sekretariat DPRD .NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 6 PROGRAM/KEG 3 Kegiatan Badan Kerjasama Pimpinan dan Anggota DPRD se-Indonesia/Forkomkon Setwan se-Indonesia Kegiatan Penyusunan Pra Prakarsa/Inisiatif DPRD (5 buah) Kegiatan Parlementaria Raperda - SASARAN PROGRAM/KEG 4 Terselenggaranya pertemuan Badan Kerjasama Pimpinan dan anggota DPRD se Indonesia/Forkomkom setwan se Indonesia Tersusunnya Pra Raperda Inisiatif Dewan Tersampaikannya kegiatan DPRD melalui media elektronik Terfasilitasinya masalah-masalah hukum Tersedianya pakaian dinas beserta kelengkapannya bagi anggota DPRD periode 2009-2014 Terjaganya kesehatan anggota DPRD - TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 .Sekretariat DPRD .Sekretariat DPRD .Sekretariat DPRD .Sekretariat DPRD SUMBER DANA 8 APBD 7 8 9 10 5 buah draft perda .Sekretariat DPRD APBD APBD APBD APBD 11 12 13 14 15 16 17 Kegiatan Fasilitasi dan Konsultasi Masalahmasalah Hukum dan Administrasi Kegiatan Pengadaan Pakaian Dinas Berserta Kelengkapannya bagi Anggota DPRD Periode 2009-2014 Kegiatan Penyediaan Jasa Kesehatan bagi Anggota DPRD Kegiatan Penyusunan Informasi Kegiatan DPRD (Bewara/Jurnal) Agenda dan Kalender Kegiatan Raker/Musda Forkomkon se-Jawa Barat Kegiatan Penyusunan Raperda/Inisiatif DPRD ( 5 buah Raperda) Kegiatan Penelaahan Raperda Inisiatif DPRD Kegiatan Pengambilan Sumpah/Janji Anggota DPRD Hasil Pemilu 2009 Tunjangan Perumahan Anggota DPRD Hasil Pemilu 2009 (Sebelum Rumah Dinas Siap Huni) Sewa Hotel saat Pelantikan Anggota DPRD hasil Pemilu 2009 Kegiatan Pemberian Jasa Pengabdian bagi Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Periode 2009-2014 Kegiatan Penyediaan Tenaga Ahli dan Kajian Akademik Fasilitasi Penggantian Antar Waktu Pimpinan dan Anggota DPRD Provinsi kab/kota Fasilitasi Pemilihan Anggota DPD. Terwujudnya penataan aset daerah c. DPRD Provinsi.Sekretariat DPRD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD Tersampaikannya kegiatan DPRD melalui media cetak Terselenggaranya raker/musda Forkomkon se Jawa Barat tersusunnya raperda/inisiatif DPRD Terselenggaranya penelaahan raperda inisiatif DPRD - Terselenggaranya pengambilan sumpah/janji anggota DPRD hasil pemilu 2009 tersedianya tunjangan perumahan bagi anggota DPRD 2009-2014 Tersedianya tempat menginap yang representatif bagi anggota DPRD yang akan dilantik terselenggaranya pemberian jasa pengabdian bagi anggota DPRD periode 2003-2009 Tersedianya tenaga ahli Terselenggaranya Pergantian dan Pengesahan anggota dan Pimpinan DPRD Provinsi Jawa Barat Periode 2009-2014 Terselenggaranya Pergantian dan Pengesahan anggota dan Pimpinan DPRD Provinsi Jawa Barat Periode 2009-2014 Terfasilitasi Penggantian antar waktu anggota DPRD dan kab/kota - 18 19 - 100 orang 100 orang .Terlaksananya Asistensi dan konsultasi evaluasi APBD Provinsi Jawa Barat dan Pertanggungjawaban Provinsi Jawa Barat dan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Pelaksanaan APBD 2 Rapat Koordinasi Pengelolaan Keuangan . Tersedianya dokumen pelaksanaan pengelolaan keuangan dan kekayaan daerah Kegiatan : 1 Asistensi dan Konsultasi Evaluasi APBD .Sekretariat DPRD .Biro dekonsentrasi APBD - 53 Program Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan a.Sekretariat DPRD - 100 orang 12 kali 1 kali 5 buah raperda 5 buah raperda 100 orang 100 orang .Sekretariat DPRD APBD APBD 20 22 - .Biro dekonsentrasi APBD APBD 26 - .Sekretariat DPRD . Meningkatnya tertib administrasi keuangan daerah Daerah b. DPRD Kab/Kota dan DPR RI 100 stel .Sekretariat DPRD .Terlaksananya Koordinasi Pengelolaan Keuangan Daerah SKPD Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Daerah SKPD Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten/Kota Pemerintah Kabupaten/Kota Kota Bandung Biro Keuangan APBD Kota Bandung Biro Keuangan APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-76 .Sekretariat DPRD .Sekretariat DPRD .

Semester dan Tahunan Penyelenggaraan Rekonsiliasi Anggatan Belanja dan Pembiayaan Pemerintah Provinsi Jawa Barat Penyusunan dan Pembuatan Laporan Kinerja Keuangan Berbasis Aktua Fasilitasi Penatausahaan dan Pertanggungjawaban Dana Dekonsentrasi/Tugas Pembantuan Provinsi Jawa Barat Pelaksanaan Penatausahaan dan rekonsiliasi TP-TGR Keuangan dan Barang Daerah di Provinsi Jawa Barat Fasilitasi Penyelesaian Tindak kanjut Laporan Hasil Pemeriksaan Aparatur Fungsional Rekonsiliasi Data Realisasi Pendapatan untuk Perhitungan Pajak Provinsi dan Kabupaten/Kota Penyusunan Laporan Pelaksanaan APBD Truwulanan dan Semesteran Berdasarkan SPJ dan SP2D Penyusunan Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD dan Rancangan Peraturan Gubernur tentang Penjabaran Pertanggungjawaban APBD Tahun Anggaran 2007 Evaluasi Raperda dan Raper KDH Tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kab./Kota Pengelolaan Arsip SP2D - Kota Bandung Biro Keuangan APBD - Terlaksananya Fasilitasi Penatausahaan langsung dan tidak langsung Terlaksananya Penerbitan SP2D Belanja Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Biro Keuangan Biro Keuangan Biro Keuangan APBD APBD APBD Tersusunnya dokumen Perencanaan/Perubahan Anggaran FIxed Cost Belanja Pegawai dan Penyusunan Keputusan Gubernur Jawa Barat tentang Pengelolaan APBD/ APBN (Dana Dekonsentrasi) Tersusunnya Laporan Penerbitan SP2D bulanan. Hibah dan Bantuan Sosial Penyelesaian Penertiban SP2D Akhir Tahun Anggaran Fasilitasi Penatausahaan Belanja Langsung dan Tidak Langsung Penyusunan Perencanaan/Perubahan Anggaran Fixed Cost Belanja Pegawai dan Penyusunan Keputusan Gubernur Jawa Barat tentang Pengelolaan APBD/APBN (Dana Dekonsentrasi) Penyusunan Laporan Penertiban SP2D Bulanan. Bantuan Keuangan kepada Kabupaten/Kota/kecamatan/Desa. Belanja Subsidi. Triwulan. Bantuan Keuangan kepada Kabupaten/Kota.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 3 PROGRAM/KEG 3 Evaluasi Rancangan Perda tentang APBD Kabupaten/Kota dan Evaluasi Rancangan Peraturan Gubernur tentang Penjabaran APBD Kabupaten/Kota Penyusunan dan Penertiban SPD Tahun Anggaran 2009 SASARAN PROGRAM/KEG 4 Terlaksananya Evaluasi Rancangan Perda tentang APBD Kabupaten/Kota dan Evaluasi Rancangan Peraturan Gubernur tentang Penjabaran APBD Kabupaten/Kota Terlaksananya Fasilitasi dan Penyusunan Laporan Bagi Hasil. Hibah dan Bantuan Sosia Tercapainya target realisasi SP2D pada akhir tahun anggaran TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 Kota Bandung PELAKSANA SKPD 7 Biro Keuangan SUMBER DANA 8 APBD - 4 - Kota Bandung Biro Keuangan APBD 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Kegiatan Fasilitasi dan Penyusunan Laporan Bagi Hasil. Belanja Subsidi. semester dan tahunan - Kota Bandung Kota Bandung Biro Keuangan Biro Keuangan APBD APBD Kota Bandung Terlaksananya Fasilitasi Penatausahaan dan Pertanggungjawaban Dana Dekonsentrasi/Tugas Pembantuan Provinsi Jawa Barat Terlaksananya Penyelesaian dan Pelaporan Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi Keuangan dan Barang Daerah Terlaksananya Penyelesaian Tindak Lanjut Laporan Hasil Pemeriksaan Tersusunnya Data Realisasi PAD untuk perhitungan Bagi Hasil Pajak Kab/Kota Tersusunnya Laporan Pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Triwulanan dan Semesteran Tersusunnya Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat Kota Bandung Biro Keuangan Biro Keuangan APBD APBD - Kota Bandung Biro Keuangan APBD - Kota Bandung Biro Keuangan APBD 15 - Kota Bandung Biro Keuangan APBD 16 - Kota Bandung Biro Keuangan APBD 17 - Kota Bandung Biro Keuangan APBD 18 - Terlaksananya Evaluasi Raperda dan Raper KDH Tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kab/Kota se Jawa Barat Kota Bandung Biro Keuangan APBD 19 Kota Bandung Biro Keuangan Sekretariat APBD Daerah Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-77 . triwulan./Kecamatan/Desa.

/Kota 35 Fasilitasi Penyusunan Data Dasar DAU tahun . Akselerasi/Ekstendifikasi wajib pajak dan intensifikasi PPh OP DN dan PPh Pasal 21 - 1 kali 4 kali 13 Kab. Rapat kerja tim intensifikasi BPHTB Provinsi dan Hasil BPHTB Kab. 2007 Kegiatan Penatausahaan Keuangan Internal Kantor Kas Daerah Provinsi Jawa Barat Kegiatan Fasilitasi dan Sinkronisasi Keuangan Konfirmai dan Konsultasi dengan Instansi terkait dilingkungan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat dan Instansi Pusat Pengamanan Aset Barang Tidak Bergerak Pengkajian Pemanfaatan Aset Tanah Milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat Penanganan Status Hukum Aset Bermasalah SASARAN PROGRAM/KEG 4 Terpenuhinya pelayanan administrasi keuangan di lingkungan kantor Setda Provinsi Jawa Barat TARGET PENCAPAIAN 5 12 bulan LOKASI 6 Kota Bandung PELAKSANA SKPD 7 Biro Umum SUMBER DANA 8 APBD - 21 Kota Bandung Kantor Kas Daerah APBD 22 23 Kota Bandung Kota Bandung Kantor Kas Daerah Kantor Kas Daerah APBD APBD 24 25 26 Kota Bandung Kota Bandung Terwujudnya sinergitas pengelolaan keuangan dan kekayaan daerah Terwujudnya sinergitas pengelolaan keuangan dan kekayaan daerah kejelasan status hukum aset milik Kota Bandung pemerintah provinsi Jawa Barat Tersusun Draft Raperda tentang Kota Bandung retribusi pemakaian barang milik daerah Kota Bandung Jawa Barat Biro Perlengkapan Biro Perlengkapan Biro Perlengkapan APBD APBD APBD 27 Penyusunan Perumusan Kebijakan tentang Retribusi Pemakaian Barang Milik Daerah Penjualan / Penghapusan Tanah dan Kendaraan Penelusuran / Pemberkasan Dokumen Kepemilikan Aset Pemerintah Provinsi Jawa Barat Pensertifikatan Tanah Milik / Dikuasai Pemerintah Provinsi Jawa Barat Inventarisasi Belanja Barang Milik Daerah Penunjang Pelaksanaan Tugas Pembantuan APBN di Jawa Barat - - Biro Perlengkapan APBD 28 29 Biro Perlengkapan Biro Perlengkapan APBD APBD 30 31 32 Jawa Barat Jawa Barat Tersusunnya laporan pertang./Kota 1 kali 2 kali Kota Bandung Biro Desentralisasi APBD Kota Bandung Kota Bandung Biro Desentralisasi Biro Desentralisasi APBD APBD - 2 kali Kota Bandung Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-78 .NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 20 PROGRAM/KEG 3 Penyusunan Neraca Keuangan Daerah TA.Kota Bandung gungjawaban Pelaksanaan tugas Pembantuan di Jawa Barat yang bersumber dari APBN.Koordinasi dengan Pemerintah Pusat dan unsur 2009 Pemerintah Provinsi 36 Fasilitasi Tim Koordinasi ekstensifikasi Wajib a./kota di Jawa Barat tahun 2009 b. Terselenggaranya Kegiatan Tugas Pembantuan di SKPD Provinsi dan kab/kota se Jawa Barat 1 kali Kota Bandung Biro Perlengkapan Biro Perlengkapan Biro dekonsentrasi APBD APBD APBD - Terkoordinasinya Program kegiatan Pelaksanaan tugas Pembantuan di SKPD Provinsi dan kab/kota se Jawa Barat yang bersumber dari APBN 33 Fasilitasi dan koordinasi intensifikasi Bagi Hasil Sumber Daya Alam dan Iuran Forum Komunikasi Daerah Penghasil Migas (FKDPM) - Koordinasi dengan Pemerintah Pusat dan Daerah Penghasil Migas di Jawa Barat - Biro Desentralisasi APBD 34 Fasilitas Intensifikasi Penerimaan Dana Bagi a. Fasilitasi kegiatan tim intensifikasi BPHTB di 13 Kab. Rekonsiliasi/penerimaan DBH BPHTB bagian Provinsi Jawa Barat setiap triwulan c./Kota di Jawa Barat b. Rapat Koordinasi penetapan sementara dan definitif Pajak dan Intensifikasi PPh Perseorangan PPh perseorangan bagian provinsi dan kab.

Terwujudnya sinergitas penanganan perkara dengan lembaga lainnya./Kota SKPD Penghasil di lingkungan Pemerintah provinsi Jawa Barat 26 Kab. Peningkatan Kemampuan Aparatur Dalam . Pembinaan dan Pengawasan Produk Hukum kab/kota 4.Meningkatnya kemampuan dinas / Instansi penghasil lingkungan pemerintah Provinsi Jawa Barat di lingkungan pemerintah provinsi Jawa Barat 39 Fasilitasi Pembinaan Pengelolaan sumber PAD Kab. Air Tanah dan Energ tanah 2. Penyusunan Produk Hukum Bidang .Biro Hukum APBD APBD 90 Perda Kab/Kota .Tersusunnya draft produk hukum mengenai pajak air Pertambangan.Terbitan Berkala 10 Pengaduan sengketa hukum perdata. Penyusunan buku petunjuk tata cara perhitungan PPh OP DN dari PPh pasal 21 37 Fasilitasi Pengembangan Sumber PAD . c.Biro Hukum APBD APBD 5. b. 10 tata usaha negara dan 10 persoalan HAM a. pendampingan perkara pidana Jawa Barat Kota Bandung . Kesadaran Hukum dan HAM penyelenggaraan pemerintahan b. Monitoring dan evaluasi penerimaan PPh OP DN dan PPh Pasal 21 ke kab. 6.Distamben .Lembaran Daerah ./kota se-Jawa Bara d.a.Terlatihnya aparatur Kabupaten/Kota dan Provinsi Perencanaan dan Pembentukan Produk Hukum 3.Biro Hukum APBD 6.Berita Daerah ./Kota LOKASI 6 Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 4 c. Kegiatan : 1. tata usaha negara dan persoalan HAM Tertanganinya gugatan perdata dan tata usaha negara.Biro Hukum APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-79 .NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG 3 SASARAN PROGRAM/KEG TARGET PENCAPAIAN 5 8 kali 1 kali 26 Kab.Biro Hukum . Pengelolaan Informasi dan Dokumentasi Hukum Terevaluasinya perda kabupaten/Kota Terhimpunnya serta terinformasikannya Peraturan Pusat dan Daerah - 1 draft 200 orang Kota Bandung Jawa Barat .Pembidangan . Terwujudnya sinergitas produk hukum provinsi dengan kabupaten/kota dan pemerintah pusat c. Penyelesaian Sengketa Hukum dan HAM secara Litigasi - Menginventarisir dan menganalisis pengaduanpengaduan sengketa hukum perdata. Pengembangan. Penanganan Perkara Secara Litigasi - - Kota Bandung . pendampingan perkara Pidana - Kota Bandung ./Kota - Biro Desentralisasi Biro Desentralisasi APBD APBD Tercapainya aparatur pemerintah kabupaten/kota di Jawa Barat melalui peningkatan pengetahuan dan wawasan aparatur di 26 kabupaten/kota se Jawa Barat Tercapainya aparatur pemerintah kabupaten/kota di Jawa Barat melalui peningkatan pengetahuan dan wawasan aparatur di 26 kab/kota se Jawa Barat Tertibnya pelayanan administrasi keuangan di lingkungan kantor Setda Provinsi Jawa Barat - Kota Bandung Biro Desentralisasi APBD 40 Perumusan Jenis sumber PAD di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat 41 Pengelolaan Administrasi Keuangan Setda 42 Penyusunan Standar harga Tertinggi / Standar Barang 43 Analisa Kebutuhan barang 44 Komparasi / Implementasi Pembinaan Pengelolaan Barang Milik daerah 45 Penyusunan Standar Pemeliharaan Barang 46 Pendataan Spasial Aset Melalui GPS - SKPD penghasil Provinsi Jawa Barat 12 bulan Kota Bandung Biro Desentralisasi APBD - - Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Biro Umum Biro Perlengkapan Biro Perlengkapan Biro Perlengkapan Biro Perlengkapan Biro Perlengkapan APBD APBD APBD APBD APBD APBD Penataan Peraturan Perundang. Tersedianya produk hukum daerah untuk mendukung 54 Program undangan.Tercapainya pengembangan sumber PAD kab/kota seKab/Kota di Jawa Barat Jawa Barat 38 Evaluasi Pengelolaan sumber PAD di . gugatan perdata. 6 gugatan TUN.

c.Biro Hukum .Biro Hukum APBD APBD 55 Program Pemantapan Otonomi Sistem Administrasi Daerah Daerah dan a. prosedur dan kriteria pemerintahan daerah terwujudnya kerjasama antar daerah kab/kota se wilayah purwakarta terevaluasinya pelaksanaan Wilayah Purwakarta kebijakan pemerintah provinsi dalam pelaksanaan pembangunan terevaluasinya pelaksanaan Wilayah Purwakarta kebijakan pemerintah provinsi dalam pelaksanaan pembangunan terevaluasinya pelaksanaan Wilayah Purwakarta kebijakan pemerintah provinsi dalam pelaksanaan pembangunan Wilayah Purwakarta Wilayah Purwakarta Bakorwil Purwakarta APBD Kegiatan : 1 Kegiatan Pemerintah Purwakarta 2 Fasilitasi Penyelenggaraan Daerah kab/kota se wilayah Kegiatan Fasilitasi Antar muspida kab/kota se wilayah Purwakarta - terwujudnya kerjasama antar daerah kab/kota se wilayah purwakarta - Bakorwil Purwakarta APBD 3 Kegiatan Fasilitasi batas wilayah kabupaten / kota se wilayah purwakarta antar - Terwujudnya kerjasama antara daerah kab/kota dan provinsi - Bakorwil Purwakarta APBD 4 5 6 7 8 9 Koordinasi. 12 buah LOKASI 6 Kota Bandung PELAKSANA SKPD 7 . Terwujudnya administrasi pemerintah daerah yang efektif dan efisien. 6 orang kuasa hukum Kab/Kota. 1 Legal Opinion Hukum Perdata.Biro Hukum APBD 9. Tersedianya norma. sinkronisasi dan integrasi penanganan perkara antara kuasa Hukum Prov Jabar dengan Kuasa Hukum Kab/Kota Terevaluasinya Perjanjian Kerjasama dan Peraturan Gubernur dalam rangka perencanaan dan pembentukan hukum Tersusunnya Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah Tersusunnya Legal Opinion menyangkut perkara administrasi negara yang di proses secara yuridis formal oleh aparat penegak hukum sebagai bahan pembelaan aparatur dalam proses Litigasi. Fasilitasi Penanganan dan Monitoring Bencana Alam di Kab/Kota se Wilayah Purwakarta Pemetaan wilayah meliputi aspek pemerintahan.Kota se Wilayah Purwakarta Pemantauan Program Penanggulangan Kemiskinan dari Pusat dan provinsi Koordinasi. Penyusunan Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah 10. b 13 orang kuasa hukum provinsi. Meningkatnya kemampuan daerah dalam menyelenggarakan otonomi daerah b.Biro Hukum SUMBER DANA 8 APBD - 8.Kota se Wilayah Purwakarta Koordinasi. - TARGET PENCAPAIAN 5 a. perekonomian dan kesejahteraan sosial se Wilayah Priangan Fasilitasi dan Koordinasi pelaksanaan programprogram khusus pemerintah provinsi jawa barat di kabupaten/kota se wilayah priangan Bakorwil Purwakarta Bakorwil Purwakarta APBD APBD Wilayah Purwakarta Bakorwil Purwakarta APBD Wilayah Purwakarta Wilayah Purwakarta Bakorwil Purwakarta Bakorwil Purwakarta APBD APBD Wilayah Priangan Bakorwil Priangan APBD 10 Wilayah Priangan Bakorwil Priangan APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-80 . Evaluasi Produk Hukum Daerah - Kota Bandung .NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG 3 7. Peningkatan Sinergitas Penanganan Perkara SASARAN PROGRAM/KEG 4 Meningkatkan wawasan dan pengetahuan para Kuasa Hukum Pemda dalam penangana perkara. Fasilitasi Persiapan Lomba Usaha Kesahatan Sekolah (UKS) Kab. Fasilitasi Persiapan Porseni Ponten Kab. Fasilitasi Percepatan PenuntasanWajar Dikdas 9 Tahun Kab/Kota se Wilayah Purwakarta Koordinasi. Penyusunan Legal Opinion Kriminalisasi Perbuatan Administrasi Negara - 20 buah Tersusunnya Legal Opinion Kota Bandung Kota Bandung . persoalan HAM serta koordinasi . c. standar.

Fasilitasi dan Pengendalian Pembangunan aspek perekonomian Koordinasi dan Fasilitasi Percapaian Wajar Dikdas 9 tahun se Wilayah Bogor Fasilitasi dan Koordinasi Penanggulangan Penyalahgunaan Narkoba di Wilayah Perbatasan Koordinasi dan Fasilitasi Penyelenggaraan FKUB se Wilayah Bogor Koordinasi dan Fasilitasi Pemantauan Penanggulangan Kemiskinan se Wilayah Bogor Fasilitasi dan Koordinasi Upaya Penanggulangan Trafficking dan Ketenagakerjaan di Perbatasan Fasilitasi pekan olahraga dan seni (POPESDA) antar pontren Tingkat Jabar tahun 2009 Peningkatan Kinerja Kecamatan se Wilayah Bogor Asistensi Kelembagaan Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten/Kota Fasilitasi Pengembangan Kapasitas Perangkat Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 11 12 14 15 PROGRAM/KEG 3 Koordinasi. Pengkajian terhadap Balai/UPT Dinas Provinsi Jawa Barat Dalam Rangka Persiapan Penerapan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PPK-BLU). fasilitasi pembangunan bidang kesejahteraan sosial Koordinasi. Pemantapan Budaya Kerja dan Remunisasi serta Penilaian Kinerja Pemerintah Daerah Fasilitasi Monitoring dan Evaluasi Penyelenggaraan Pelyanan Terpadu Satu Pintu (PPTSP) Provinsi dan Kabupaten/Kota di Jawa Barat Penyusunan Indikator Kunci Keberhasilan Pemerintah Daerah dan Indikator Kinerja Pemerintah Daerah SASARAN PROGRAM/KEG 4 TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 Wilayah Priangan Wilayah Priangan PELAKSANA SKPD 7 Bakorwil Priangan Bakorwil Priangan SUMBER DANA 8 APBD APBD Terpenuhinya pelayanan Pimpinan - 12 bulan Kota Bandung Biro Umum APBD 16 17 18 19 Wilayah Bogor Wilayah Bogor Wilayah Bogor Wilayah Bogor Bakowil Bogor Bakowil Bogor Bakowil Bogor Bakowil Bogor APBD APBD APBD APBD 20 Wilayah Bogor Bakowil Bogor APBD 21 Wilayah Bogor Bakowil Bogor APBD 22 Wilayah Bogor Bakowil Bogor APBD 23 Wilayah Bogor Bakowil Bogor APBD 24 25 26 Wilayah Bogor Kota Bandung Kota Bandung Bakowil Bogor Biro Organisasi Biro Organisasi APBD APBD APBD 27 Kota Bandung Biro Organisasi APBD 28 Kota Bandung Biro Organisasi APBD 29 Kota Bandung Biro Organisasi APBD 30 Kota Bandung Biro Organisasi APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-81 . Fasilitasi dan Pengendalian Pembangunan aspek pemerintahan Koordinasi. Fasilitasi Pembangunan Bidang Perekonomian Fasilitasi dan Koordinasi Penyelenggaraan Pemerintahan di Jawa Barat Koordinasi. Fasilitasi Pembangunan Bidang Pemerintahan Koordinasi.

Jabar Implementasi Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi Fasilitasi dan Penyusunan Informasi Keorganisasian Kegiatan Koordinasi Optimalisasi Kinerja Regional Manajemen Marketing Kegiatan Koordinasi dan Fasilitasi Pengembangan Infrastuktur Kawasan Andalan Aspek Ekonomi Regional dan Lingkungan Kegiatan Koordinasi dan Fasilitasi Sinkronisasi Kegiatan Peningkatan Daya Beli Kegiatan Koordinasi dan Fasilitasi Kerjasama antar daerah dalam upaya peningkatan prestasi seniman dan atlit santri di wilayah cirebon Kegiatan Monitoring Bantuan Gubernur Se Wilayah Cirebon Kegiatan penyusunan data wilayah dan kode wilayah administrasi pemerintahan provinsi Jawa Barat Fasilitasi dan Koordinasi Penyelenggaraan Pemerintahan Dalam Rangka Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan SASARAN PROGRAM/KEG 4 TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 Kota Bandung PELAKSANA SKPD 7 Biro Organisasi SUMBER DANA 8 APBD 32 Kota Bandung Biro Organisasi APBD 33 Kota Bandung Biro Organisasi APBD 34 35 36 Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Biro Organisasi Biro Organisasi Biro Organisasi APBD APBD APBD 37 Kota Bandung Biro Organisasi APBD 38 39 Kota Bandung Kota Bandung Biro Organisasi Biro Organisasi APBD APBD 40 41 Kota Bandung Pemasaran produk-produk unggulan regional untuk peningkatan nilai jual (akses pasar) Grand Design Infrastuktur kawasan yang mendukung peningkatan daya beli. peningkatan laju roda perekonomian dan kelestarian lingkungan perencanaan pelaksanaan dan evaluasi program / kegiatan untuk peningkatan daya beli Terlaksananya kerjasama antar daerah dalam memfasilitasi pembinaan atlit santri pra Pospeda Pontren tahun 2009 Terselenggaranya pelaksanaan bantuan gubernur kapada kab/kota tersusunnya data dan kode wilayah administrasi pemerintahan provinsi Jawa Barat Meningkatnya kemampuan Wilayah Cirebon daerah dalam menyelenggarakan otonomi daerah Meningkatnya kemampuan Wilayah Cirebon daerah dalam menyelenggarakan otonomi daerah Meningkatnya kemampuan Wilayah Cirebon daerah dalam menyelenggarakan otonomi daerah Wilayah Cirebon Biro Organisasi Bakorwil Cirebon APBD APBD 42 - - Bakorwil Cirebon APBD 43 - - Bakorwil Cirebon APBD 44 Bakorwil Cirebon APBD 45 46 Wilayah Cirebon tersusunnya wilayah data dan kode Kota Bandung Bakorwil Cirebon Biro dekonsentrasi APBD APBD 47 Terfasilitasinya dan Terkoordinasinya Penyelenggaraan pemerintahan pada Biro Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. Jabar dan Pembinaan Analis Kab/Kota Pengembangan Jabatan pada SKPD Prov. Tersusunnya DPA 2009 dan Rencana kegiatan tahun 2010 Tercapainya sinergitas Kota Bandung penyelenggaraan pemerintah Biro dekonsentrasi APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-82 . Jabar Penyelenggaraan Analisis Jabatan pada SKPD Prov. Tersusunnya LAKIP. Penyusunan Standarisasi Sarana dan Prasarana Jabatan Fungsional.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 31 PROGRAM/KEG 3 Pembinaan Tatalaksana Pengaduan Masyarakat dan Penerapan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) Penyelenggaraan Pelayanan Satu Pintu (PPTSP) Unit Kerja Pelayanan (BPPMD) Penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) SKPD Provinsi dan Fasilitasi SOP Kabupaten/Kota. LPPD dan LKPJ. Jabar Penyusunan Syarat Jabatan Struktural Eselon IIIA dan Eselon IVA Penataan dan Pengembangan Jabatan Fungsional Angka Kredit di Lingkungan Pemprov. Pelayanan Perijinan Terpadu (PPT) dan Pakaian Dinas Khusus SKPD Pemerintah Provinsi Analisis Beban Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah Prov.

Terselenggaranya identifikasi pemekaran daerah (26 kabupaten/kota d. fisik dan SDA Jawa Barat Wilayah Cirebon Jawa Barat Jawa Barat Kota Bandung 49 50 Penyusunan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) tahun 2008 Akselerasi Penyelenggaraan kebijakan otonomi a. Terselenggaranya identifikasi dan fasilitasi grand Barat design dan action plan otda (26 kab. Tersusunnya Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) tahun 2008 Tersusunnya buku grand strategy implementasi otda di Jabar TersosialisasinyaRaperda urusan Provinsi Jawa Barat - Biro dekonsentrasi Biro Desentralisasi APBD APBD c. Fasilitasi. Terselenggaranya lokakarya Best Practice Otda (1 kali) c./Kota 46 SKPD 1 kali di tingkat Provinsi 1 bulan 1 kali Kabupaten /Kota 26 Kabupaten/Kota 50 eksemplar jalan yang kondisinya rusak berat dan ringan Tercapainya sasaran dalam koordinasi. Terselenggaranya rapat kerja forum Otda 2 triwuan b.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 48 PROGRAM/KEG 3 Pembakuan Nama provinsi Jawa Barat SASARAN PROGRAM/KEG 4 tersusunnya nama rupabumi di wilayah provinsi Jawa Barat TARGET PENCAPAIAN LOKASI PELAKSANA SKPD 7 Biro dekonsentrasi SUMBER DANA 8 APBD Rupabumi di wilayah - - 5 6 adanya data rupabumi baik yang Kota Bandung sudah bernama maupun yang belum bernama Terselesaikannya Pembuatan Kota Bandung Buku LPPD Tahun 2008 10 buku Kota Bandung 2 angkatan x 50 orang 20 eksemplar 2 semester x 75 orang (1 tahun 2 Kota Bandung kali) 26 kabupaten/kota 50 eksemplar 1 DOB dan 3 Calon DOB 2 kali 25 kabupaten/kota 50 eksemplar 26 kabupaten/kota 1 kali 1 kali 50 eksemplar 50 orang 26 Kab. Terselenggaranya peringatan hari otda provinsi (1 kali setahun) e. fasilitasi dan pengendalian pembangunan di wilayah dokumen batas dari kabupaten / kota yang berbatasan Rekomendasi telahaan Strategis aspek pemerintahan. Fasilitasi. Terlaksananya fasilitasi pemekaran kecamatan di Kabupaten/Kota di Kecamatan Kabupaten/Kota b. Terselenggaranya monitoring pemberdayaan c. daerah b. Terselenggaranya koordinasi dan konsultasi evaluasi otda ke pemerintah pusat (1 bulan 1 kali) Fasilitasi Pelaksanaan Otonomi Daerah a. Terselenggaranya Evaluasi dan Pelaporan Fasilitasi Peningkatan kapasitas OTDA di Jawa a. sosial budaya. PT di Jawa Barat - Jawa Barat Kota Bandung Biro dekonsentrasi Balitbangda APBD APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-83 . Terlaksananya monitoring penyelenggaraan otda c. dan Pengendalian Pembangunan di Wilayah terwujudnya kerjasama antara daerah kab/kota dan provinsi Terselenggaranya hubungan kerjasama yang harmonis di kab/kota Frasilitasi daerah otonom baru Biro Desentralisasi APBD Biro Desentralisasi APBD 53 Jawa Barat Biro Desentralisasi APBD 54 Biro Desentralisasi APBD 55 Biro Desentralisasi APBD 56 57 Bakorwil Purwakarta Bakorwil Cirebon APBD APBD 58 59 Kegiatan penataan batas wilayah antar kabupaten / kota dan antar provinsi Fasilitasi Dewan Riset Daerah (DRD) Provinsi Jawa Barat - tersusunnya dokumen batas daerah dari kabupaten / kota yang berbatasan SKPD. Tersedianya buku evaluasi dan laporan kegiatan 51 Forum koordinasi Otonomi daerah a. Lemt. Terselenggaranya monitoring pengukuran kinerja Kab./Kota (26 kab. Tersedianya buku evaluasi dan laporan kegiatan Koordinasi. Terselenggaranya EDOB KBB (2 kali) c. Terselenggaranya Peningkatan Wawasan d. Terselenggaranya Evaluasi dan Pelaporan Evaluasi Penyelenggaraan Otonomi Daerah di a. Terselenggaranya pengukuran kinerja mandiri provinsi (46 SKPD) d. dan pengendalian pembangunan di wilayah purwakarta Kegiatan Koordinasi./kota) b. Terselenggaranya Bintek evaluasi otda (50 orang) SKPD Provinsi Jawa Barat dan EDOB b./kota) c. Tersedianya buku evaluasi dan laporan kegiatan 52 a. Terselenggaranya fasilitasi/penataan dan pembinaan DOB (1 DOB dan 3 Calon DOB) b.

NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 60 PROGRAM/KEG 3 Penunjang SASARAN PROGRAM/KEG 4 Penyelenggaraan Aparatur Balitbangda - TARGET PENCAPAIAN LOKASI PELAKSANA SKPD 7 Balitbangda SUMBER DANA 8 APBD Kegiatan Kelitbangan 61 62 Fasilitasi Pengelolaan Proses Perizinan Pejabat negara Provinsi dan kab/kota Fasilitasi Penyelenggaraan Tugas Pembantuan di jawa Barat - Terfasilitasinya pengelolaan izin pejabat negara Provinsi dan kab/kota Meningkatnya Pemahaman Aparatur di provinsi Jabar tentang penyelenggaraan tugas pembantuan 5 6 Rakorda Litbang. Tersosialisasikannya BPMKL 3. Terwujudnya pemanfaatan Sistem Informasi Profil (SIPD) dalam mendukung pembangunan di daerah l. Tersusunnya databasis IPM tahun 2006-2008 f. Tersusunnya data hasil Survei Sosial Ekonomi Saerah (SUSEDA) Tahun 2008 c. Rakornas Kota Bandung Litbang. Tersusunnya PDRB Jabar menurut penggunaan tahun 2006-2008 d.Basipda . Tertatanya perpustakaan badan j. b. Peningkatan Kesejahteraan dan Kemampuan . Tersusunnya data penduduk miskin Jabar tahun 2009 h. Terbitnya Jabar dalam angka tahun 2009 g. Penilaian Prestasi Kerja. kerohanian dan menjelang pensiun. Rapat Kerja tim MOU Gubernur Jabar dengan Menristek Kota Bandung 211 orang Kota Bandung Biro dekonsentrasi Biro dekonsentrasi APBD APBD - 56 Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya a.Tersedianya kebutuhan kinerja aparatur melalui Aparatur . Meningkatnya pelayanan administrasi kepegawaian Kegiatan : 1 Peningkatan Kualitas Sumber Daya Aparatur .Basipda . Tersusunnya profil daerah tahun 2008 Perencanaan Pembangunan b. kerja SKPD/Balai/UPT/UPTD untuk mendukung kinerja pegawai. serta kesejahteraan pegawai melalui olah raga. Meningkatnya pelayanan laboratorium dengan parameter yang terakreditasi c.Biro Dekon APBD APBD APBD Kota Bandung . Terbitnya warta Bapeda i. Terpenuhinya kebutuhan operasional aparatur unit Aparatur. Terwujudnya kesejahteraan pegawai untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat c. kesehatan.Seluruh SKPD/Balai/UPT/ APBD UPTD/UPPD lingkup Provinsi Jawa Barat . Tersedianya fasilitas layanan komunikasi publik pada ruang pameran data k. penyediaan pakaian dinas.Meningkatnya kualitas SDM aparatur pemerintah 2 Peningkatan dan Penataan Standar Mutu a.go. Terpeliharanya website bapeda. 4 Peningkatan Kesejahteraan Pegawai 5 Peningkatan Kualitas SDM Kearsipan 6 Fasilitasi Peningkatan SDM Satuan Linmas dalam rangka Kesiagaan Penanggulangan Bencana 7 Pengembangan Sistem Informasi Geografis .Distarkim APBD APBD Jawa Barat . pengalokasian dana pengembangan karir dan pendidikan.BAPEDA JABAR APBD PROV Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-84 . Tersusunnya PDRB Kab/Kota menurut lapangan usaha tahun 2006-2008 e.Distarkim . Rakornas FKKD.Tersusunnya SIG sumber day air dan irigasi (SIG) Sumber Daya Air dan Irigasi 8 Pemutakhiran dan Pelayanan Data/ Informasi a.id Kota Bandung Kota Bandung . Meningkatnya kemampuan pengelola laboratorium Konstruksi dan Lingkungan Jawa Barat BPMKL b.

Biro Desentralisasi APBD 24 Peningkatan Pengelolaan Kab/Kota Se Jawa Barat Sumber PAD Jawa Barat .Disatpol PP .Disatpol PP .Disatpol PP .Terciptanya Rancangan Keputusan Gubernur dan Perda oleh 100 orang peserta .Terpenuhinya kebutuhan fiskal Jawa Barat tahun anggaran 2009 sesuai dengan penetapan APBD Provinsi Jawa Barat .Disatpol PP APBD APBD 17 18 19 Sarasehan Rancangan Keputusan Gubernur dan Peraturan Daerah Seminar Rancangan Forum Komunikasi PPNS di Jawa Barat Fasilitasi Tim Koordinasi Ekstensifikasi Wajib Pajak dan Intensifikasi PPh Perseorangan Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat .Biro Desentralisasi .Disatpol PP APBD Jawa Barat . pengetahuan dan pemahaman mengenai peraturan perundang-undangan serta merumuskan dan menetapkan strategi peningkatan PAD kab/Kota se Jawa Barat . Terciptanya jalur koordinasi antar aparat hokum di Jawa Barat .Biro Desentralisasi APBD APBD 23 Pengembangan jenis Sumber PAD Kab/Kota se Jawa Barat Jawa Barat .Disatpol PP SUMBER DANA 8 APBD APBD 4 m. Terjalinnya Sinergitas antar Aparat Penegak Hukum Pelatihan CPPNS a.Biro Desentralisasi APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-85 .Pengamanan dan pengendalian penerimaan dana bagi hasil BPHTB . Masyarakat Pelanggar Perda Provinsi Jawa Barat.Membahas berbagai permasalahan menyangkut strategi peningkatan PAD yang bersumber dari jenis retribusi penjualan produksi usaha daerah 11 12 13 14 15 16 Sosialisasi Peraturan Daerah Operasional Rutin Penegakan Perda Penunjang Kegiatan Penegakan Perda se Jawa Barat Diteksi Dini Pelanggaran terhadap Dunia Peningkatan Kemampuan PPNS terhadap Perda Seminar PPNS dan Unsur Penegak Hukum se Jawa Barat Jawa Barat . terkoordinasi b.Biro Desentralisasi APBD 21 22 Fasilitasi Intensifikasi Penerimaan Dana Bagi Hasil BPHTB Fasilitasi Koordinasi Intensifikasi bagi Hasil Sumber Daya Alam dan Forum Komunikasi daerah Penghasil Migas (FKDPM) Jawa Barat Jawa Barat . b.Biro Desentralisasi APBD 25 Evaluasi Pengelolaan Sumber PAD di Lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat Jawa Barat .Disatpol PP . Meningkatnya kesadaran hukum masyarakat . b.Untuk mengamankan targt dan penyaluran pendapatan daerah sesuai APBD Provinsi Jawa Barat tahun 2009 serta meningkatnya koordinasi FKDPM dengan Tim Optimalisasi Migas.Meningkatnya hubungan ketja antar PPNS sebanyak 100 orang PPNS se Jawa Barat .Biro Desentralisasi APBD 26 Identifikasi dan Perumusan Jenis Sumber PAD di Lingkungan Pemprov Jabar Jawa Barat .Biro Desentralisasi APBD APBD APBD 20 Fasilitasi Penyusunan Data Dasar DAU Jawa Barat . Terjalinnya Sinergitas antar unsur aparat Penegak Hukum.Membahas berbagai permasalahan dalam pengelolaan PAD di lingkungan Pemrpov jabar serta upaya pemecahan masalahnya dalam mening-katkan pelayanan kepada masyarakat dan upaya peningkatan PAD .Terpenuhinya kapasitas fiskal sesuai dengan potensi dan jumlah wajin pajak secara akurat serta optimalnya penerimaan daerah dari dana bagi hasil OPDN dan PPh Pasal 21 . pertambangan umum dan panas bumi Jawa Barat .Terfasilitasinya kegiatan operasional Penegakan Perda . Menurunnya pelanggaran Perda b.Meningkatnya kinerja aparat PPNS terhadap TUPOKSI . Bertambahnya jumlah PPNS .Meningkatkan kemampuan teknis yurudis terhadap 160 PPNS di Jawa Barat a.Tersosialisasinya Perda Provinsi Jawa Barat a.Disatpol PP APBD Jawa Barat Jawa Barat .Meningkatkan kualitas kinerja kab/kota dalam upaya menggali dan mengembangkan potensi sumber PAD khususnya bersumber dari Pajak Daerah maupun retribusi daerah secara efektif dan tepat sasaran sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku . Terkelolanya sistem data dan informasi sektoral Penegakan Perda Provinsi Jawa Barat secara a. Tercapainya 90 orang peserta yang mengikuti pelatihan CPPNS.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 9 10 PROGRAM/KEG 3 SASARAN PROGRAM/KEG TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 Jawa Barat Jawa Barat PELAKSANA SKPD 7 .Meningkatnya kemauan dan kemampuan.

Diklat Subtantif d. c. Pakaian Dinas Pembinaan dan Pengembangan a. Kabupaten/Kota se Kota Bandung Jawa Barat Bapusda Bapusda APBD APBD 3 4 5 Peningkatan Kualitas SDM Kearsipan Penegakan Perda Provinsi Jawa secara terkoordinasi peningkatan kemampuan dan kompetensi sumberdaya aparatur Dinas Perikanan Jabar Kota Bandung Kota Bandung meningkatnya disiplin aparatur Kota Bandung Basipda Dinas Pol PP Dinas Perikanan APBD APBD APBD 6 peningkatan kemampuan dan kompetensi sumber daya aparatur dinas peternakan Pelatihan dan Bimbingan Teknis tentang Pelaksanaan Kehumasan Kegiatan Penilaian Prestasi Kerja PNSD Jawa Barat - meningkatnya jumlkah aparatur yang mengikuti pelatihan struktural fungsional.Aparatur Disnakertrans Prov Jabar Bimbingan Teknis Penyuluhan dan Bimbingan . Diklat Struktural c.Distarkim Disnakertrans SUMBER DANA 8 APBD APBD 29 30 31 32 33 34 3 4 Peningkatan Kualitas Sumber Daya Aparatur . mengikuti 30 orang 30 orang Kab/Kota Disnakertrans APBD 30 orang 30 orang 30 orang 12 bulan 9 orang 12 bulan 326 orang 326 orang 12 bulan 12 bulan 64 orang 64 orang Kab/Kota Kab/Kota Kab/Kota Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung BPK Bekasi BPK Bekasi BPK Bekasi BPK Bekasi Disnakertrans Disnakertrans Disnakertrans Disnakertrans APBD APBD APBD APBD Disnakertrans APBD 57 Program Aparatur Kegiatan : 1 Bintek Bagi Pengelola Perpustakaan di Jawa Barat 2 Sosialisasi Penyusunan Angka Kredit Jabatan Fungsional Pustakawan dan Pengelola Perpustakaan - Terlaksananya Bimbingan teknis Pengelola Perpustakaan di Jawa Barat Tersedianya pustakawan yang terampil dalam menyusun angka kredit Terlaksananya bimbingan terhadap tentang penyusunan angka kredit pustakawan 260 orang SDM pengelola Kota Bandung perpustakaan di Jawa Barat SKPD terkait. Meningkatnya jumlah aparatur yamg mengikuti pelatihan struktural. General Check Up e.Aparatur dalam Pengenalan/ Penggunaan Intranet dan Internet Bimbingan Teknis Informasi Pasar Kerja . Pakaian Dinas Kegiatan Peningkatan Kesejahteraan & a.Aparatur Fungsional ILK dan Tim Penilai angka Kredit Jafung Kegiatan Peningkatan Kemampuan Pejabat . Meningkatnya disiplin aparatur b.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 27 28 PROGRAM/KEG SASARAN PROGRAM/KEG TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 Kota Bandung Kab/Kota PELAKSANA SKPD 7 . fungsional dan teknis substantif. General Check Up d.Meningkatnya kualitas SDM aparatur pemerintah Pemerintah Kegiatan Peningkatan Kemampuan Pejabat . teknis substantif Kota Bandung Dinas Peternakan APBD APBD 7 8 Meningkatnya jumlah aparatur pelatihan teknis substantif Terselenggaranya Ujian Dinas yang mengikuti - 1 kegiatan 2000 orang 800 orang 750 orang Kota Bandung Kota Bandung Biro Umum Biro Kepegawaian APBD APBD Terselenggaranya Ujian Penyesuian Kenaikan Pangkat Terlaksananya Penetapan angka Fungsional Kredit Jabatan - Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-86 .Aparatur jabatan Kegiatan Peningkatan Kesejahteraan & a. Meningkatnya jumlah aparatur yang pendidikan formal ke jenjang lebih tinggi. Ceramah Kemampuan Aparatur (BLK Bekasi) b. Ceramah Kemampuan Aparatur b.Aparatur Penyusunan Uraian Tugas Jabatan Pada . Diklat Subtantif c.

Pejabat Eselon I Pemerintah Provinsi Jawa Barat./kota 15 kali Kota Bandung Biro Kepegawaian APBD 11 Kegiatan Sosialisasi peraturan perundangundangan tentang pemberian penghargaan dan tanda jasa - 7000 orang Kota Bandung Biro Kepegawaian APBD - Terlaksananya pemberian penghargaan Gubernur kepada Bupati/Walikota. mengetahui akan hak dan kewajibannya - 300 orang 300 orang 13 Kegiatan Penyelesaian masalah-masalah kepegawaian dan kedudukan hukum PNSD - - 50 orang Kota Bandung Biro Kepegawaian APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-87 . Muspida Pemerintah Provinsi Jawa Barat Terlaksananya pemberian penghargaan Gubernur kepada PNSD yang berprestasi Terlaksananya pemberian penghargaan Gubernur kepada Purna Bhakti Terlaksananya pemberian penghargaan kepada organisasi/ badan yang berprestasi Terlaksananya penempatan dalam jabatan fungsional - 50 orang 12 Kegiatan Pembinaan Pejabat Fungsional dan Sosialisasi Jabatan Fungsional Provinsi Jawa Barat - - 164 orang 1141 orang 150 orang 250 orang Kota Bandung Biro Kepegawaian APBD - Terlaksananya pembinaan pejabat fungsional Terlaksananya sosialisasi tupoksi. Pejabat Negara. persyaratan dan prosedur pengangkatan dalam jabatan fungsional Terwujudnya PNSD yang disiplin. profesionalisme dan keteladanan serta menumbuhkembangkan kesadaran dan peran serta aktif masyarakat sebagai bagian yang tidak terpisdahkan dari proses pembangunan Terselenggaranya pemberian Presiden RI kepada PNSD penghargaan SLKS - TARGET PENCAPAIAN 5 - LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 9 Kegiatan Pengangkatan CPNSD Provinsi Jawa Barat - 14000 orang 120 orang pengelola kepegawaian 1000 orang 300 orang pengelola Jabatan Fungsional Tersedianya database dan aplikasi Penetapan angka Kredit Jabatan Fungsional 1400 orang Kota Bandung 3000 CPNS 500 peserta 700 orang Biro Kepegawaian APBD - 5000 peserta - 4000 tenaga honorer 10 Kegiatan Fasilitasi pemberian tanda penghargaan dan tanda jasa bagi PNS. Badan dan Masyarakat - 20 kab.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG 3 - SASARAN PROGRAM/KEG 4 Terlaksananya Penilaian Prestasi Kerja Terselenggaranya sosialisasi Aplikasi Instruken Penilaian Prestasi Kerja Terlaksananya Pembekalan Pra ujian Dinas Terlaksananya Pembinaan teknis PAK Jabatan Fungsional Terlaksananya Penyusunan DataBase dan Aplikasi Penetapan Angka Kredit Jabatan Fungsional Tersusunnya formasi dan peta jabatan PNSD tahun 2009 Terlaksananya analisis formasi dan penempatan CPNSD Terlaksananya Orientasi CPNS Formasi Tahun 2009 Terlaksananya Pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil dari Tenaga Honorer Formasi Tahun 2009 Terlaksananya Pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil dari Pelamar Umum Formasi tahun 2009 Terevaluasinya Pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil dari tenaga honorer sesuai dengan Peraturan Pemerintah Yang berlaku Terfasilitasinya pengangkatan Sekdes menjadi PNSD Meningkatnya etos kerja.

III.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG 3 14 Kegiatan Pengelolaan Mutasi dan Kenaikan Pangkat PNSD Jawa Barat 15 Kegiatan Penataan dan Redistribusi PNSD di Provinsi Jawa Barat 16 Kegiatan Pembinaan Jiwa Korsa PNS 17 Kegiatan Seleksi Calon Peserta Peserta Dikpim dan Mahasiswa Tugas Belajar 18 Kegiatan Peningkatan Manajemen Sumber Daya Aparatur dan Penempatan Jabatan Struktural Berdasarkan Kompetensi - SASARAN PROGRAM/KEG 4 Terlaksananya bintek tata cara penjatuhan hukuman Disiplin dan Bedah kasus Terlaksananya pembinaan disiplin dan kedudukan hukum PNSD di SKPD Terlaksananya pembinaan disiplin CPNS untuk alih status menjadi PNS Terselesaikannya Keputusan Pensiun Terlaksananya Bimbingan teknis Mutasi Terlaksananya Pemrosesan kenaikan pangkat satu atap periode April 2009 Terlaksananya Pemrosesan kenaikan pangkat satu atap periode Oktober 2009 Terlaksananya Reasesment CPNSD Terlaksananya Pengujian kesehatan dan peningkatan status CPNSD Terlaksananya redistribusi PNSD pada setiap SKPD Terfasilitasinya perpindahan antar kab/kota dan pembentukan kab/kota baru Terlaksananya pembekalan wawasan keagamaan PNSD Terlaksananya Pembinaan mental PNSD Terlaksananya ikhsan tahsin Al-quran Terlaksananya Pembekalan Amaliyah Ramadhan Terselenggaranya pergelaran kesenian di kawasan wisata Terlaksananya pembekalan peningkatan kecerdasan sosial bagi aparatur Peningkatan wawasan Ke-Islaman melalui pelaksanaan ibadah haji Terlaksananya pelayanan kesenian Terlaksananya peningkatan sikap mental./Kota 1300 orang 100 orang 150 orang 4 paket 2 paket 100 orang 10 paket 150 orang 12 paket LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 Kota Bandung Biro Kepegawaian APBD Kota Bandung Biro Kepegawaian APBD Kota Bandung Biro Kepegawaian APBD Kota Bandung 1350 Capra IIP 10 kali 400 orang Biro Kepegawaian APBD - 500 jabatan Kota Bandung Biro Kepegawaian APBD - Tersusunnya standar kompetensi jabatan Pejabat Struktural sesuai PP 41 tahun 2007 Terlaksananya evaluasi jabatan struktural Terlaksananya layanan assesment dan konselling Terselesaikannya jabatan struktural pengisian/ penempatan dalam 250 orang 200 orang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-88 . disiplin dan Jiwa Korsa Pegawai Terlaksananya Evaluasi Alumni Pendidikan Tugas Belajar Terlaksananya Seleksi Calon Praja IIP Penunjang kegiatan pusat dan kerjasama Diklat Terlaksananya seleksi Calon Mahasiswa tugas belajar Terlaksananya Seleksi Calon Peserta Dikpim II. dan IV Terlaksananya penempatan dalam jabatan fungsional TARGET PENCAPAIAN 5 60 orang 11 orang 1115 orang 800 KP 150 orang 1250 orang 1250 orang 1000 orang 1000 orang 1000 orang 26 Kab.

/Kota Modul DTS Perindag 1 kali uji coba hasil AKD Perindag Pedoman DTS Pemberdayaan Masyarakat Desa Modul Pemberdayaan Masyarakat Desa Modul DTS Perhubungan Darat Tersusunnya Kebutuhan dan Kurikulum Diklat pada Dinas Sosial Tersedianya kurikulum diklat prajabatan CPNS Golongan I. dan II Penyelenggara diklat Kabupaten/Kota se-Jawa Barat Tersedianya Buku baru Tersedianya metodologi pemberlajaran diklat aparatur Tersusunnya buletin kediklatan Tersedianya buku saku widyaiswara Aparat Kesbang kab/kota se Jawa Barat Bandiklatda Bandiklatda APBD APBD 31 Pengembangan Sistem Instruksional - Bandiklatda APBD 32 Bimbingan Teknis operator komputer Database Parpol.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG 3 19 20 21 Kegiatan Pembekalan Kewirausahaan PNS Pra Purna Bhakti Kegiatan Pelaksanaan Sumpah Janji PNS Provinsi Jawa Barat Kegiatan Fasilitasi Pelayanan Kesehatan Bagi Aparatur Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat Kegiatan Peningkatan Kesejahteraan Kemampuan Aparatur Kegiatan Rapat Koordinasi Keprotokolan dan 22 23 SASARAN PROGRAM/KEG 4 Terlaksananya pengujian kesehatan Pejabat Struktural Terlaksananya pembekalan kewirausahaan bagi PNS Pra Purna Bhakti Terlaksananya sumpah janji PNS formasi 2006 Terselenggaranya pelayanan poliklinik Terlaksananya keolahragaan di lingkungan Gedung Sate Terselenggaranya permohonan Bapertarum PNS - TARGET PENCAPAIAN 5 150 orang 300 orang 1443 orang 12 bulan 12 bulan 12 bulan LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Biro Kepegawaian Biro Kepegawaian Biro Kepegawaian APBD APBD APBD Kota Bandung Adanya pemahaman dari peserta Bintek tentang standarisasi pelayanan terhadap pimpinan dan pemahaman wawasan tentang keprotokolan Meningkatnya SDM Kehumasan Terselenggaranya Bintek Penyusunan DUPAK Jafung Pranata Komputer 1 kegiatan Kota Bandung Sekretariat DPRD Biro Umum APBD APBD 24 25 26 27 28 Kegiatan Pembinaan dan Peningkatan Wawasan Kehumasan se-Jawa Barat Koordinasi Peningkatan Kompetensi Sumber Daya Aparatur Diskominfo serta Pengelolaan Jabatan Fungsional Pranata Komputer Pengelolaan Data Kepegawaian dan Peningkatan Kemampuan Pegawa Peningkatan Kualitas SDM Aparat Pengawasan melalui Bintek Peningkatan kinerja dan akuntabilitas Aparatur Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat - - 1 kegiatan Terdidiknya pranata komputer dalam penyusunan DUPAK sebanyak 35 orang Jawa Barat Kota Bandung Biro Umum Bapesitelda APBD APBD Bogor Kota Bandung SKPD terkait dan Aparatur Provinsi Teridentifikasinya Peta Kota Bandung Permasalahan dan Strategi Rumusan Kebijakan Peningkatan Kinerja dan Akuntabilitas Aparetur Pemda Jawa Barat Kota Bandung 60 orang 36 modul 25 orang 1 buah pedoman 15 modul 40 Modul 1 pedoman 30 modul 3 set 1 kali 100 buah 1 set 800 eksemplar 100 buku saku 26 kab/kota Kota Bandung Kota Bandung Bakorwil Bogor Bawasda Balitbangda APBD APBD APBD 29 30 Pengkajian Metodologi Pembelajaran Diklat Aparatur Analisis Kebutuhan Diklat Pedoman Metodologi Pembelajaran Diklat Aparatur Penyelenggara Diklat pada Kab. Fasilitasi Peningkatan SDM Sat Linmas Dalam Rangka Kesiagaan Kota Bandung Bakesbanglinmasda APBD 33 Terfasilitasi Peningkatan SDM Sat Linmas Dalam Rangka Kesiagaan Kota Bandung Biro dekonsentrasi APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-89 . Ormas dan LSM yang berbasis Internet (Website) bagi Aparat Kesbang se Jawa Barat. II.

Sentra KUKM. Badan Hukum. Fasilitasi Pembiayaan KUKM dan Pemeringkatan KUKM Bahasa Inggris Sistem dan Aplikasi Data Base Kepegawaian Penilaian Prestasi Kerja Pegawai Pelaksanaan Assesment Pegawai Meningkatnya kualitas aparatur pengelola keuangan daerah TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 Kota Bandung PELAKSANA SKPD 7 Distarkim SUMBER DANA 8 APBD APBD APBD APBD - 35 Kegiatan Peningkatan Sumber Daya Manusia Aparatur Kota Bandung Dinas KUKM 36 Sosialisasi dan Bimbingan Teknis tentang Penyusunan Laporan Keuangan Pemerrintah Daerah Peningkatan kualitas pelayanan publik Biro Keuangan melalui supervisi terhadap indeks kepuasan masyarakat (IKM) Peningkatan capacity building aparat pengelola keuangan daerah Pembinaan Teknis (Bintek) tata cara realisasi anggaran Belanja ke 46 SKPD Pembinaan Teknis penatausahaan keuangan kepada Kab/Kota Kegiatan Koordinasi Peningkatan Kompetensi SDA Bapeda serta Pengelolaan Jabatan Fungsional - Kota Bandung Biro Keuangan APBD 37 Kota Bandung Biro Keuangan APBD 38 39 40 41 Kota Bandung terciptanya keseragaman dan pemahaman dalam penatausahaan keuangan Kota Bandung Kota Bandung Administrasi penilaian angka Kota Bandung kredit (APAK) Bimbingan teknis penilaian angka kredit (PAK) Bimbingan teknis perencanaan Sekretariat dan pelaksanaan penilaian Jabatan Fungsional Perencana Pengelolaan data dan penyusunan profil pegawai Bapeda Provinsi Jawa Barat Pengelolaan administrasi kepegawaian Bintek peningkatan kemampuan aparatur Koordinasi. pembinaan JFP Pusat dan Daerah Pengembangan kompetensi aparatur perencana Sosialisasi Jabatan Fungsional perwilayah Evaluasi dan pelaporan kegiatan Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Biro Keuangan Biro Keuangan Biro Keuangan Bapeda APBD APBD APBD APBD - - 42 43 44 45 Pengadaan Pakaian Dinas dan Olah Raga Pelayanan Dokumentasi Kepustakaan Perencanaa Kediklatan Evaluasi Kediklatan dan Informasi Sekretariat DPRD Sekretariat DPRD Bandiklatda Bandiklatda APBD APBD APBD APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-90 .NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 34 PROGRAM/KEG 3 Peningkatan dan Penataan Standar Mutu Konstruksi dan Lingkungan Jawa Barat SASARAN PROGRAM/KEG 4 Meningkatnya kemampuan pengelola laboratorium BPMKL Meningkatnya pelayanan laboratorium dengan parameter yang terakreditasi Tersosialisasikannya BPMKL Honor dan Barang Jasa Sosialisasi Regulasi KUKM. konsultasi.

NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 46 PROGRAM/KEG 3 Bimbingan Teknis Ketatausahaan SASARAN PROGRAM/KEG 4 Adanya pemahaman dan peningkatan ketatausahaan TARGET PENCAPAIAN 5 1 kegiatan LOKASI 6 Kota Bandung PELAKSANA SKPD 7 Biro Umum SUMBER DANA 8 APBD Personil Pelayanan - 58 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran a.Terpenuhinya kebutuhan akan alat-alat pengawasan dan terciptanya kondisi kerja yang kondusif Pembangunan Kantor UPPD Bersama Samsat Ciledung Pembangunan Kantor UPPD Bersama Samsat Cimahi dan dan Kantor Kantor Tersedianya sarana dan prasarana Kantor UPPD dan Kantor Bersama Ciledung Tersedianya sarana dan prasarana Kantor UPPD dan Kantor Bersama Cimahi Penyelenggaraan Administrasi Perkantoran BPMKL Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Kantor - Kota Bandung Bakorwil Cirebon Bakorwil Cirebon . Meningkatnya kinerja aparatur Monitoring Pelaksanaan Kegiatan Badan .Seluruh SKPD/Balai/UPT/ APBD UPTD/UPPD di lingkup Provinsi Jawa Barat Kegiatan : 1 Penyelenggaraan administrasi perkantoran 2 Penyelenggaraan Administrasi Perkantoran - Kota Bandung. Meningkatnya penyelenggaraan administrasi perkantoran Jawa Barat . Basipda. . Tersedianya kebutuhan operasional kinerja SKPD/Balai/UPT/UPTD/UPPD dalam penyediaan ATK. makanan minuman untuk menunjang kegiatan serta membayar kebutuhan dasar seperti telepon. PP b.Dinas Pendapatan APBD APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-91 .Bakesbang Linmas APBD APBD APBD APBD Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung . Meningkatnya pelayanan administrasi perkantoran b.Distarkim . air dan gas.Bapesitalda .DISATPOL PP Bandung .Meningkatnya kapasitas aoaratur pemberdayaan Polisi pamong Praja masyarakat Jawa Barat Peningkatan sarana dan prasarana . Terdukungnya pelaksanaan tugas intern dan ekstern operasional c. Bakesbang Linmas .Distarkim. Bakorwil Bogor. Terpenuhinya kebutuhan sarana dan prasarana Polisi pamong Praja operasional Pol. Terwujudnya kualitas pelayanan antar lembaga dan kepada masyarakat.Tersedianya data informasi pelaksanaan kegiatan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Bakesbang Linmas Provinsi Jawa Barat secara aktual Masyarakat Daerah Provinsi Jawa Bara Pengadaan sarana dan prasarana kantor Pengadaan sarana dan prasarana gedung kantor Pemeliharaan sarana dan prasarana kantor Renovasi Aula Pemasangan Lift Gedung Kantor Perbaikan atap Ruang Widyaiswara Pengadaan Personal Computer Penataan Ruang Laboratorium komputer dan bahasa Penataan Ruang Depo Arsip Penataan Ruang House Keeping Asrama Perbaikan tempat tidur peserta Penataan gudang pool Penyelenggaraan Administrasi perkantoran Pengadaan Sarana dan Prasarana Operasional a. listrik.Dinas Pendapatan . b. Bakorwil Cirebon.Bakorwil Cirebon.Bawasda APBD 23 24 Kab Cirebon Kota Cimahi . Terwujudnya kenyamanan dan ketenangan dalam pelaksanaan tugas Pengadaan Sarana dan Prasarana Operasional . Bogor 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 20 21 22 Meningkatnya penyelenggaraan administrasi perkantoran BPMKL a. Terpenuhinya kebutuhan dasar operasional unit kerja SKPD/Balai/UPT/UPTD dalam mendukung tugas pokok dan fungsinya. cetakan/penggandaan. perjalanan dinas.Bapesitalda Bapesitalda Bapesitalda Bapesitalda Bapesitalda Bapesitalda Bapesitalda Bapesitalda Bapesitalda Bapesitalda Bapesitalda APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD .

barang cetakan dan penggandaan Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung . Tersedianya barahg pecah belah Mess a.Dinas Pendapatan .Biro Perlengkapan .Distarkim Disnakertrans Disnakertrans APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD - Tersedianya Perlengkapan kantor yang memadai untuk kelancaran pelaksanaan tugas Meningkatnya perkantoran Honorarium PNS penyelenggaraan administrasi - Honorarium Dokter Uang Lembur ATK Materai & Perangko Alat Kebersihan Pengadaan Obat Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-92 .Dinas Pendapatan .Dinas Pendapatan .Tersedianya sarana Dipenda Provinsi Jawa Barat Pemerintah Pembangunan Kantor UPPD dan Kantor .Tersedianya sarana dan prasarana Kantor UPPD dan Keliling Kantor Samsat Keliling Peningkatan dan Pengadaan Sarana dan a.Dinas Pendapatan .Biro Perlengkapan .Tersedianya sarana dan prasarana Kantor UPPD dan Bersama Wilayah Sukaraja Kantor Samsat Sukaraja Pengadaan Kendaraan Operasional Samsat . Mengoptimalkan aset Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui pembangunan gedung serbaguna yang representative dan mempunyai nilai komersial b.Dinas Pendapatan . standar harga tertinggi dan standar bangunan/gedung Analisa kebutuhan barang milik daerah Pengamanan aset tidak bergerak melalui pemasangan papan nama Renovasi/rehabilitasi bangunan Pengadaan alat perlengkapan kantor Penyelenggaraan Administrasi Perkantoran Penyelenggaraan Administrasi Perkantoran Penyelenggaraan Administrasi Perkantoran - Tersedianya alat tulis kantor.Tersedianya sarana dan prasarana Kantor UPPD dan Bersama Wilayah Cibinong Kantor Samsat Cibinong Pembangunan Kantor UPPD dan Kantor .Kantor Perwakilan APBD 35 36 37 38 39 Penyediaan Barang/Jasa Perkantoran Pengadaan alat perlengkapan kantor pengadaan kendaraan dinas opersional Pembinaan pengelolaan barang milik daerah Penyusunan standar barang. Terlaksananya renovasi dan rehabilitasi bangunan gedung e.Biro Perlengkapan .Tersedianya sarana dan prasarana Kantor UPPD dan Bersama Samsat Karawang Kantor Bersama Karawang Pengadaan sarana dan prasarana Kantor .Bakorwil Purwakarta . Meningkatnya aktivitas kinerja SDM kantor perwakilan .Dinas Pendapatan .Kantor Perwakilan APBD APBD APBD APBD APBD APBD 34 Pembangunan Gedung Serbaguna Kertamuksi I Ciputat Tanggerang Tanggerang .Biro Keuangan . Tersedianya kebutuhan sarana dan prasarana Kantor c.Balitbangda .Dinas Pendapatan SUMBER DANA 8 APBD APBD APBD - 28 29 30 31 32 33 Pembangunan Kantor UPPD dan Kantor .Biro Perlengkapan .Biro Perlengkapan .NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 25 26 27 PROGRAM/KEG 3 Pembangunan Kantor UPPD dan Kantor Bersama Samsat Bandung Barat Pembangunan Kantor UPPD dan Kantor Bersama Samsat Subang Pembangunan Kantor UPPD dan Kantor Bersama Samsat Cikarang (Kabupaten Bekasi) SASARAN PROGRAM/KEG 4 Tersedianya sarana dan prasarana Kantor UPPD dan Kantor Bersama Bandung Barat Tersedianya sarana dan prasarana Kantor UPPD dan Kantor Bersama Subang Tersedianya sarana dan prasarana Kantor UPPD dan Kantor Bersama Cikarang TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 Bandung Barat Kab Subang Cikarang (Kabupaten Bekasi) Kab Karawang Kota Bandung Kab Bogor Kab Tasikmalaya Kota Bandung Jakarta PELAKSANA SKPD 7 .Biro Perlengkapan APBD APBD APBD APBD APBD 40 41 42 43 44 45 46 Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kab Purwakarta Kota Bandung Kota Bandung 11 tim 12 bulan 4 triwulan 12 bulan 680 buah 12 bulan 12 bulan Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung .Biro Perlengkapan . standar pemeliharaan. Meningkatnya sarana dan prasarana Kantor Prasarana Kantor Perwakilan Perwakilan yang memadai b.Dinas Pendapatan .

50 buah locker. 100 buah rak buku besi. b. 5 buah standar mike duduk.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG 3 - SASARAN PROGRAM/KEG 4 Telepon Listrik Surat Kabar Internet Pengadaan Cetakan Penggandaan Dokumen Penyediaan Mamin Rapat Koordinasi dan Konsultasi Outsorching Jasa Keamanan Jasa Kebersihan dan Lingkungan ATK Materai & Perangko Pengadaan Obat Telepon Listrik Surat Kabar Internet Pengadaan Cetakan Penggandaan Dokumen Penyediaan Mamin Rapat Koordinasi dan Konsultasi Outsorching Jasa Keamanan Jasa Kebersihan dan Lingkungan TARGET PENCAPAIAN 5 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan 127 bh 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan LOKASI 6 Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung BPK Bekasi BPK Bekasi BPK Bekasi BPK Bekasi BPK Bekasi BPK Bekasi BPK Bekasi BPK Bekasi BPK Bekasi BPK Bekasi BPK Bekasi BPK Bekasi BPK Bekasi PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 47 Penyelenggaraan (BPK Bekasi) Administrasi Perkantoran Disnakertrans APBD 59 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana a. dll sebanyak 1 unit Distarkim BPLHD Distamben Bapusda APBD APBD APBD APBD 7 Penyediaan Alat Perlengkapan Kantor (APK) Basipda - Tersedianya peralatan penunjang perkerjaan - Basipda APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-93 .Tersedianya Kendaraan operasional Bapusda . 6 unit printer. Tersedianya sarana mobilitas dan Kegiatan : 1 Pengadaan Barang dan Jasa Perkantoran Meningkatnya kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana perkantoran 2 Peningkatan Sarana Prasarana Laboratorium Meningkatnya kualitas dan kuantitas sarana dan Air dan Lingkungan BPMKL prasarana laboratorium serta tersedianya prasarana air bersih BPMKL 3 Penataan Ruang Kantor dan Laboratorium Meningkatnya kenyamanan ruang kantor dan lab. 2 unit notebook. 5 buah standar berdiri Komputer sebanyak 2 unit Kota Bandung Notebook sebanyak 1 unit Printer sebanyak 2 unit Roll o'pack sebanyak 25 unit Garasi sebanyak 1 paket Mic table.Tersedianya alat perlengkapan kantor untuk meningkatakan kualitas layanan perpustakaan Kota Bandung Kota Bandung Distarkim Distarkim APBD APBD Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung 2 Unit Kendaraan roda 4 dan 4 Kota Bandung Unit kendaraan roda 2 15 buah PC. 2 buah kamera digital. 15 buah meja komputer. Meningkatnya sarana dan prasarana bangunan untuk Aparatur mendukung pelayanan kepada masyarakat. BPMKL BPMKL 4 Pengadaan Sarana dan Prasarana dan Jasa Perkantoran 5 Pengadaan Sarana Prasarana Kantor 6 Pengadaan sarana dan prasarana kantor . 10 buah UPS. 10 mike. 2 buah handycam.

1 jaringan Meningkatnya Sinergitas program Kota Bandung dan kegiatan Kota Bandung Dinas Pol PP Dinas Pendidikan APBD APBD 13 14 15 16 17 18 - tersedianya peralatan penunjang pekerjaan tersedianya peralatan penunjang pekerjaan tersedianya peralatan penunjang pekerjaan tersedianya peralatan penunjang pekerjaan meningkatnya pelayanan administrasi perkantoran Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Dinas Pertanian Dinas Pertanian Dinas Pertanian Dinas Pertanian Dinas Kehutanan Dinas Perikanan APBD APBD APBD APBD APBD APBD 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Mewujudkan sarana dan prasarana kantor yang memadai serta memperlancar pelaksanaan tugas operasional kantor Kota Bandung Dinas Perikanan Dinas Perikanan Dinas Perikanan Dinas Perikanan Dinas Perikanan Dinas Perikanan Dinas KUKM Dinas KUKM BPPMD BPPMD BPPMD Dinas Indag Agro APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD 31 Kota Bandung Disbudpar APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-94 .580 m Camera sebanyak 10 unit Monitor kontrol sebanyak 5 unit Basipda APBD 10 Kegiatan Pengadaan Peralatan Pengamanan Basipda Pengadaan sarana dan prasarana aparatur Dinas Pol PP Rehabilitasi Berat bangunan Kantor dan Peningkatan Sarana Prasarana pada Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Penyediaan alat perlengkapan kantor (APK) Diperta Provisni Penyediaan alat Perlengkapan Kantor (APK) BPB Kentang Penyediaan alat Perlengkapan Kantor (APK) BPB Padi penyediaan alat perlengkapan kantor (APK) UPTD Balai Pelatihan Pertanian Peningkatan sarana dan prasarana aparatur Peningkatan sarana dan prasarana Aparatur Dinas Perikanan Provinsi Jawa Barat Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur di BPBPAT Cijengkol Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur di BPBI Wanayasa Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur di BPBPLAPU Sungaibuntu Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur di BPBILAPU Pangandaran Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur di BPPMHP Cirebon Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur di BPTPPK Cirebon Penyelenggaraan administrasi perkantoran balai pelatihan tenaga KUKM Pengadaan Mobilisasi dan alat perlengkapan kantor Penyediaan Alat Perlengkapan Kantor Pengadaan kendaraan operasional Renovasi/Rehabilitasi bangunan perkantoran Kegiatan Penyediaan Alat Perlengkapan Kantor (APK) Peningkatan dan Pengadaan Sarana dan Prasarana kantor - Terwujudnya pengadaan perangkat CCTV - Kota Bandung Basipda APBD 11 12 - Mewujudkan sarana dan prasarana kantor Instalasi jaringan.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 8 PROGRAM/KEG 3 Pengadaan Kendaraan Operasional Basipda SASARAN PROGRAM/KEG 4 Tersedianya kendaraan dinas operasional TARGET PENCAPAIAN LOKASI PELAKSANA SKPD 7 Basipda SUMBER DANA 8 APBD - - 9 Penataan Lingkungan Perkantoran Basipda - Terwujudnya penataan lingkungan - 5 6 Kendaraan roda 4 sebanyak 2 Kota Bandung unit Kendaraan roda 2 sebanyak 7 unit Taman gedung seluas 12.000 m2 Kota Bandung Pengaspalan jalan sepanjang 1.

Revitalisasi Ruang Pameran dan Penataan Area di UPT Anjab TMII Penataan Sarana dan Prasarana di Taman Budaya Penataan Sarana dan Prasarana Permuseuman Jabar Pengadaan sarana dan prasarana perlengkapan kantor di UPTD kemitraan Penyelenggaraan barang dan jasa Pengembangan penyediaan sarana dan prasarana aparatur Dinas Peternakan Pembangunan gedung kantor balai pengembangan perindustrian dan renovasi kantor disperindag pengadaan sarana dan prasarana kantor Dinas Perindag pembangunan gedung Lab.50 m2 1 ls 2. UAVP IPW karawang. Pengembangan Padepokan Pondok Seni Budaya dan Pariwisata Jabar (Tahap II) di pangandaran.1 ls Terbangunnya gedung serba guna 1 (satu) unit sebanyak 20 kamar Honorarium tim pengadaan barang dan jasa Belanja alat tulis kantor Kota Bandung Cimahi Disnakertrans RSJ Cimahi APBD APBD 47 48 49 Kab.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 32 PROGRAM/KEG 3 Penataan. Rest Area Karang Kamulyan dan Penataan Gedung Kantor Disbudpar Tahun Anggaran 2009 Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur pada BP Kepurbakalaan. Garut Tangerang Bakorwil Priangan Bakorwil Priangan Kantor Perwakilan Jawa Barat APBD APBD APBD APBD 50 Pembangunan Gedung Serba Guna Mess Kertamukti I Ciputat Tanggerang Kegiatan Penyelenggaraan Pengadaan Barang dan Jasa Perkantoran Tangerang Kantor Perwakilan Jawa Barat Bapeda APBD 51 - Kota Bandung APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-95 . Sejarah dan Nilai Tradisional Renovasi Atap Panggung Kesenian Tahap II.99 m2 1 ls 1 ls 24. Jiwa Cimahi Kegiatan Penyediaan Alat Perlengkapan Kantor (APK) Kegiatan Pembangunan Gedung Serbaguna Peningkatan dan Pengadaan Sarana dan Prasarana kantor Tersedianya peralatan penunjang pekerjaan kantor Bakorwil Priangan Terwujudnya pembangunan gedung serbaguna yang memadai 1 tahun 1 kali 44. Garut Kab. pembangunan instalasi uji TUM IPW Bogor dan perluasan gedung Peningkatan Sarana dan Prasarana Kantor Pengadaan Alat Perlengkapan Kantor - SASARAN PROGRAM/KEG 4 TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 Kota Bandung PELAKSANA SKPD 7 Disbudpar SUMBER DANA 8 APBD 33 Kota Bandung Disbudpar APBD 34 Kota Bandung Disbudpar APBD 35 36 37 38 39 40 Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Disbudpar Disbudpar Disbudpar Dinas Perkebunan Dinas Peternakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan BPMD Bakorwil Purwakarta APBD APBD APBD APBD APBD APBD 41 42 Kota Bandung Kota Bandung APBD APBD 43 44 Sapras BPMD Meningkatnya sarana dan prasarana meningkatnya Sapras BPMD Terwujudnya pemeliharaan sarana dan prasarana kantor serta memperlancar tugas operasional kantor Kota Bandung APBD APBD 45 46 Pengadaan Barang/Prasarana Kantor Kegiatan Penyediaan Sarana Prasarana serta Peralatan Kantor pada RS.

terselenggaranya kelancaran hubungan kerja.S Bidang Monev Perbaikan R. peralatan dapur. rumah tangga serta alat-alat studio Kota Bogor Kota Bogor Kota Bogor Kota Bandung Bapesitelda APBD 53 54 55 56 57 Penyediaan Alat Perlengkapan Kantor Pembangunan Ruang Rapat/Aula Bakorwil Bogor Pengembangan Infrastuktur Jaringan Teknologi Informasi Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Renovasi dan Perbaikan Ruang Bandiklatda Gedung Aula Lift pada gedung kantor Ruang Widyaiswara Personal Computer Rang laboratorium komputer dan ruang laboratorium bahasa Ruang Depo Arsip Ruang House Keeping Asrama Tempat tidur peserta Ruang gudang pool Pengadaan alat berat / peralatan dan pengadaan perangkat keras dan jaringan komunikasi data teknologi informasi Terselenggaranya instalasi listrik gedung negara dan kantor 1 ruang 1 buah 1 ruang 16 buah 2 ruang 1 ruang 1 ruang 50 buah 1 ruang Bakorwil Bogor Bakorwil Bogor Bakorwil Bogor Bawasda Bandiklatda APBD APBD APBD APBD APBD Kota Bandung 58 Kegiatan Penyelenggaraan Pengadaan Barang / Jasa Perkantoran Kegiatan Perbaikan Instalasi Listrik Gedung Negara dan Kantor Cirebon Bakorwil Cirebon APBD 59 - Terselenggaranya kelancaran pekerjaan.S Bidang PRLH Pembuatan sumur bor/jetpump Pengadaan kapasitor bank Pembuatan toilet Pengadaan roll opect Pengadaan windows Xp profesional Pengadaan fire wall Pengadaan CPU Pengadaan speaker multimedia LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 52 Pengadaan Sarana dan Prasarana Aparatur Bapesitelda - Meningkatnya sarana dan prasarana Aparatur yang memadai - Memadainya sarana dan Kota Bandung prasarana aparatur Bapesitelda berupa peralatan dan perlengkapan kantor. meubelir. terselenggaranya komunikasi internal / eksternal Cirebon Bakorwil Cirebon APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-96 . penghias ruangan.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG 3 SASARAN PROGRAM/KEG 4 - TARGET PENCAPAIAN 5 Pembelian gedung/kantor Pengadaan gedung kantor 2 lantai Pengadaan Maket Pengadaan Souvenir Bapeda Perbaikan R. komputer.

2 unit hardisk eksternal Kota Bandung Biro Perlengkapan Biro Perlengkapan Biro Perlengkapan Biro Perlengkapan Biro Perlengkapan Kantor Kas Daerah APBD APBD APBD APBD APBD APBD 68 Kegiatan Penyediaan Sarana dan Prasarana Kantor Balitbangda APBD 69 70 71 Kegiatan Pengadaan Sarana dan Prasarana Perlengkapan Kantor Kegiatan Penyelenggaraan Pengadaan Barang/Jasa Perkantoran Kegiatan Pengadaan Barang/Prasarana Kantor Kota Bandung Kota Bandung Tersedianya Kursi Siswa Tersedianya Kendaraan Roda 4 Tersedianya Kendaraan Roda 2 Tersedianya Peralatan Pelatihan Teknisi di BPK Bekasi Tersedianya Printer Tersedianya Penghancur Kertas Tersedianya Komputer Tersedianya Laptop Tersedianya Tempat Pengharum Tersedianya Multi Media Projector Tersedianya Layar Projector Tersedianya Sound System Tersedianya Camera Tersedianya Handycam Tersedianya PABX Tersedianya Sound System Ruang Rapat Meningkatnya sarana dan prasarana Kantorb Bapperin dan Disperindag Provinsi Jawa Barat Terlaksananya renovasi bengkel Instalasi Pengembangan IKM Perkayuan Tasikmalaya dan Keramik Purwakarta Mtersedianya sarana dan prasarana kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat 200 buah 2 unit 5 unit 1 paket 3 unit 5 unit 9 unit 4 unit 23 buah 2 unit 2 unit 2 unit 2 unit 2 unit 20 channel 24 buah Kota Bandung. 2 unit laptop / notebook. Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Purwakarta Prov. 4 unit komputer PC.Dinas Indag APBD 73 Pengadaan Sarana dan Prasarana Kantor Dinas Perindag Provinsi Jawa Barat - Kota Bandung .NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 60 PROGRAM/KEG 3 Kegiatan Pengadaan Mobilitas Kendaraan SASARAN PROGRAM/KEG 4 tersedianya kendaraan dinas operasional TARGET PENCAPAIAN 5 Terselenggaranya kelancaran pekerjaan. I unt mesin fotocopy. terselenggaranya kelancaran hubungan kerja. 3 buah msin tik.Dinas Indag APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-97 . terselenggaranya komunikasi internal / eksternal Terwujudnya pemeliharaan sarana dan prasarana kantor serta memperlancar tugas operasional kantor LOKASI 6 Cirebon PELAKSANA SKPD 7 Bakorwil Cirebon SUMBER DANA 8 APBD - 61 Pengadaan Alat Perlengkapan Kantor - Meningkatnya sarana dan prasarana Purwakarta Bakorwil Purwakarta APBD 62 63 64 65 66 67 Pengadaan Kendaran Operasional Dinas Pengadaan Alat Perlengkapan Kantor Pengelolaan Barang dan Jasa Renovasi / Rehabilitasi Bangunan Pengelolaan Pemeliharaan dan Perawatan Barang Daerah Pengadaan Sarana dan Prasarana Kantor Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Terlaksananya sarana prasarana perkantoran dan peningkatan layanan Sarana dan Prasarana Balitbangda Terfasilitasinya penyelenggaraan Kota Bandung perkantoran untuk peningkatan pelayanan 1 unti kendaraan roda 2. 4 buah filling kabinet. dan BLK Sekretariat DPRD Sekretariat DPRD Disnakertrans APBD APBD APBD Gedung Kantor Balai 72 Pembangunan Pengembangan Perindustrian dan renovasi Kantor Disperindag . 4 unit printer.

Terpeliharanya gedung kantor c.Seluruh SKPD/Balai/UPT/ APBD UPTD/UPPD.Terkelolanya Administrasi Perkantoran Penyelenggaraan Administrasi Perkantoran a. RPJM. Terealisasinya PBB Kantor dan Mess Ciputat 10 Pemeliharaan sarana dan prasarana kantor a. Terpeliharanya fasilitas Kantor c. Komputer dan Pagar/benteng 11 Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Perkantoran 12 Penyusunan Prioritas Program Perencanaan . Tersedianya dokumen pelaksanaan keuangan daerah b. Renja.Basipda Kota Bandung Kota Bandung .Kantor Perwakilan APBD APBD Kab Purwakarta .Terlaksananya pemeliharaan kantor Dipenda Prov (Dipenda Provinsi Jabar dan 31 UPPD) Jabar dan 31 UPPD se Jawa Barat Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Kantor a. b. 2 Perencanaan. LAKIP/AKIP. LKPJ. SKPD/Balai/UPT/UPTD. Kegiatan : Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-98 . Tersedianya sistem pelaporan capaian kinerja pada Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan unit kerja SKPD/Balai/UPT/UPTD. Tersedianya lampu penerangan i. Tersedianya bahan bakar minyak/gas untuk kendaraan dinas f. Evaluasi dan Pelaporan Internal Dinas Tata Ruang dan Permukiman Tersusunnya Renstra.DISATPOL PP . Tersedianya tabung pemadam kebakaran h. b. RKA/DPA Bidang Tata Ruang dan Permukiman - Jawa Barat . Terpeliharanya rumah dinas b. -pelayanan sandi dan telekomunikasi . Terpeliharanya Lingkungan/taman Kantor 9 Perwakilan b.Biro Umum APBD 6 7. Terpeliharanya Kendaraan Dinas Roda 4 dan 2 d.Dinas Pendapatan . Terpeliharanya Kendaraan Dinas Roda 2 d. Penyusunan RKA/DPA. -pelayanan kerumahtanggaan c. Tersedianya penggantian suku cadang kendaraan dinas e. Evaluasi dan Pelaporan Internal . Kegiatan : 1 Perencanaan. Terpeliharanya sarana dan prasarana operasional Aparatur. laporan Renja. Terpeliharanya Kendaraan Dinas Roda 4 e.Biro Kepegawaian .Distarkim APBD Sinergitas program dan kegiatan Kota Bandung sektor Tata Ruang dan Permukiman 3 4 5 Penyusunan Laporan Kinerja dan Keuangan Basipda Administrasi Perkantoran .Bawasda APBD APBD 8 Pemeliharaan sarana dan prasarana Kantor . Terpeliharanya Perlengkapan Kantor. Terwujudnya kenyamanan dan pelayanan kepada masyarakat. Bakorwil Bogor .Terpeliharanya sarana dan prasarana kantor Terpenuhinya kebutuhan dan alat-alat pengawasan & terciptanya kondisi kerja yang kondusif .Balitbangda . laporan keuangan.Bakorwil Purwakarta APBD Kota Bandung Tersusunnya program dan Jawa Barat kegiatan untuk tahun anggaran 2010 . Terealisasinya surat-surat kendaraan dinas g. Tersedianya dokumen operasional SKPD/Balai/UPTD/UPTD yang mendukung capaian kinerja organisasi.Dinas Perhubungan APBD APBD Provinsi 61 Program Pemeliharaan Sarana dan Prasarana a.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG SASARAN PROGRAM/KEG TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 3 4 60 Program Peningkatan Pengembangan Sistem a.Terevaluasinya dan tersusunnya program dan dan evaluasi bidang perhubungan Provinsi kegiatan perhubungan Provinsi Jawa Barat Jawa Barat Provinsi dan 31 UPPD Jakarta . Pemeliharaan sarana dan prasarana kantor Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Kantor Kota Bandung Bandung .Tersedianya data laporan capaian kinerja meliputi Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Meningkatnya peran organisasi kemasyarakat dalam pembangunan. dan prasarana - 7 .Distarkim . Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Kantor 4. b.1 M2 1 paket 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung BPK Bekasi BPK Bekasi BPK Bekasi BPK Bekasi BPK Bekasi BPK Bekasi BPK Bekasi BPK Bekasi BPK Bekasi BPK Bekasi BPK Bekasi BPK Bekasi BPK Bekasi . Terpeliharanya gedung dan perlengkapan kantor Terpeliharanya gedung. Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat BPMD BPMD BPMD BPMD BPMD BPMD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD Kegiatan : 1 Pemasyarakatan dan pengembangan Gelar Teknologi Tepat Guna 2 Pemberdayaan Masyarakat Sekitar Hutan 3 4 5 6 7 Fasilitasi Penyiapan Masyarakat dalam pemenuhan rumah layak hun Fasilitasi Penyiapan Masyarakat dalam pengelolaan Air Bersih Perdesaan Pemberdayaan Masyarakat Desa Pesisir Pemberdayaan Desa Mandiri Energi (Demanji) Peningkatan kapasitas kelembagaan masyarakat dalam penanggulangan kemiskinan Penunjang Tim Koordinasi penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) - 68 kelompok masyarakat dan 26 Jawa Barat pendamping Terkoordinasinya Penanggulangan kemiskinan Jawa Barat BPMD 8 Koordinasi TKPKD APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-99 . Terwujudnya kemitraan pemerintah. Pemberdayaan Masyarakat dan Desa 62 Program Peningkatan Partisipasi Masyarakat a.Seluruh SKPD/Balai/UPT/ APBD UPTD/UPPD 3. c. Pemeliharaan Sarana dan Prasarana BPMKL 1 Kegiatan Pemeliharaan Sarana dan Prasarana - Kota Bandung Kota Bandung 12 bulan 1 tahun 24 unit 24 unit 12 bulan 29 unit 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan 1 tahun 3 unit 12 bulan 4 unit 445.Distarkim Disnakertrans Disnakertrans APBD APBD APBD APBD 2 Kegiatan Pemeliharaan Sarana dan Prasarana (BPK Bekasi) Disnakertrans APBD 21. Jawa Barat Usaha masyarakat desa sekitar hutan pemugaran rumah sarana air bersih Masyararakat Desa Pesisir Energi alternatif Penguatan ekonomi masyarakat 15 Kelompok 15 lokasi 20 lokasi 80 orang di 10 lokasi 8 Kelompok di 8 Kab. Meningkatnya jaringan sosial ekonomi masyarakat. dan alatalat laboratorium Pengadaan lampu Pajak Jasa Service Penggantian suku cadang BBM STNK Pemeliharaan gedung kantor Pemeliharaan AC Pemeliharaan mesin tik Pemeliharaan Komputer Pemeliharaan Printer Pemeliharaan Laptop Pengadaan lampu Pajak Jasa Service Penggantian suku cadang BBM STNK Pemeliharaan gedung kantor Renovasi Gedung Pemeliharaan AC Pemeliharaan mesin tik Pemeliharaan Komputer Pemeliharaan Printer Pemeliharaan Laptop TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 Jawa Barat PELAKSANA SKPD SUMBER DANA 8 1. Pemeliharaan perkantoran. swasta dan masyarakat dalam pembangunan. perlengkapan kantor.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG 3 sarana SASARAN PROGRAM/KEG 4 Tersedianya alokasi dana untuk pemeliharaan sarana dan prasarana bangunan gedung untuk kenyamanan kerja dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

b. Meningkatnya kinerja pemerintah desa yang mandiri. Meningkatnya kinerja dan kapasitas aparat desa. c.di 26 Kab/Kota 104 kelompok usaha 150 orang 17 lokasi 26 Kab/Kota 26 Kab/Kota LOKASI 6 Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Tangerang Tangerang PELAKSANA SKPD 7 BPMD BPMD BPMD BPMD BPMD BPMD BPMD BPMD BPMD BPMD Kantor Perwakilan Jawa Barat Kantor Perwakilan Jawa Barat Kantor Perwakilan Jawa Barat SUMBER DANA 8 APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD - Masyarakat Kader pemberdayaan masyarakat Masyuarakat dan kelembagaan masyarakat Desa Kelompok Usaha Pelatih pemberdayaan Masyarakat Lokasi PNPM mandiri Masyarakat dan aparat Aparat Kab/Kota Kec. Raskin dan MT. Kegiatan : 1 Fasilitasi Peningkatan peran Serta masyarakat melalui TNI Manunggal membangun Desa (TMMD) dan Bhakti Siliwangi Pola Manunggal Satata Sariksa 2 Kegiatan koordinasi dan Pemantauan bantuan Gubernur ke kab/kota se Wilayah Purwakarta Masyarakat pelayanan aparat desa kepada Gotong Royong Masyarakat Jawa Barat BPMD APBD - terwujudnya kerjasama antar daerah kab/kota dan provinsi - 3 4 5 6 Sarasehan Nilai-nilai Kepahlawanan dan kejuangan Pemantauan Bantuan Provinsi ke Desa Wilayah Bogor Sosialisasi dan Fasilitasi Peningkatan Kinerja Aparat Desa Se Wilayah Bogor Kegiatan koordinasi dan Pemantauan bantuan Gubernur ke kab/kota se Wilayah Purwakarta Terlaksananyanya sarasehan terevaluasinya pelaksanaan Wilayah Purwakarta kebijakan pemerintah provinsi dalam pelaksanaan pembangunan 20 Keg di 20 Lokasi/Desa Jawa Barat Wilayah Bogor Wilayah Bogor Bakorwil Purwakarta APBD Dinas Sosial Bakorwil Bogor Bakorwil Bogor Bakorwil Purwakarta APBD APBD APBD APBD - terwujudnya kerjasama antar daerah kab/kota dan provinsi - 7 Penyusunan kebijakan umum penyelenggaraan Pemerintah Desa - Terwujudnya sinergitas program pembinaan kepada desa tersalurkannya bantuan operasional kinerja aparatur pemerintah desa dan kelurahan - terevaluasinya pelaksanaan Wilayah Purwakarta kebijakan pemerintah provinsi dalam pelaksanaan pembangunan Tersusunnya program / kegiatan Kota Bandung kepada pemerintah desa terinformasikannya etika kepada sekdes yang diangkat PNS baru Biro dekonsentrasi APBD - - Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-100 . Meningkatnya masyarakat. Kecamatan Fasilitasi pemberdayaan masyarakat melaluiKegiatan Pola Pusat pertumbuhan Pemberdayaan Keluarga Miskin di Jawa Barat berbasis Koperasi pelatihan Pelatih Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten/Kota Penunjang program nasional pemberdayaan masarakat (PNPM) mandiri Perlombaan desa/kelurahan pelatihan penyusunan profil desa/kelurahan SASARAN PROGRAM/KEG 4 Penunjang Penanganan Pengaduan dalam pelaksanaan Raskin Partisipasi masyarakat TARGET PENCAPAIAN 5 Pangaduan Masyarakat Bid.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 PROGRAM/KEG 3 Penunjang penanganan pengaduan masdyarakat dalam pelaksanaan Raskin Kegiatan Bulan Bhakti Gotong royong Masyarakat Temu kader pemberdayaan masyarakat Fasilitasi pemberdayaan masyarakat melalui P3MD Tk. 1 Lokasi kegiatan BBGRM 97 KPM 315 orang aparat Kecamatan 78 wilayah Kec. desa 19 Kegiatan Penyelenggarakan Festival Maulid Nusantara Tahun 1430 H / 2009 M di Jakarta 20 Sosialisasi Hasil Pembangunan Jawa Barat Dengan Stakeholders 21 Fasilitasi Pimpinan Daerah dalam Koordinasi Pemerintahan dan Pembangunan antar Provinsi dan Pusat 63 Program Pemantapan Pemerintahan dan Pembangunan Desa a.

100 Kabupaten Bandung orang di Kab. Terehabilitasinya keluarga tidak layak huni. Subang. 350 janda PKRI. Garut dan Tasikmalaya Kabupaten Ciamis dan Sumedang Kab.Dinas Sosial - - 100 orang anak binaan. Penanganan gelandangan dan pengemis - - 300 KK 30 KK 75 orang 230 orang . Akses perlindungan lanjut usia terlantar diluar panti 9. Perlindungan dan pelayanan sosial anak terlantar 14. 8 keluarga pahlawan 120 KBS Kab. Sosial 64 Program Pemberdayaan Fakir Miskin dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) Lainnya - Mendorong peningkatan pembinaan dan bantuan sosial bagi penyandang masalah kesejahteraan sosial dalam meningkatkan keterampilan dan kemampuan berusaha sehingga mampu melaksanakan fungsi sosialnya kembali secara wajar sebagai SDM yang berkualit nilai-nilai 22 PKRI. Peningkatan penannganan lanjut usia dalam panti 10.Dinas Sosial . orang tua. Peningkatan pelayanan kesejahteraan sosial a. Cirebon 12. 7 26 Kab/Kota pahlawan. Bimbingan Mental.Dinas Sosial . Pemberdayaan keluarga miskin dalam 6. Peningkatan penanganan dan pemulihan Tuna sosial 13.Dinas Sosial .Dinas Sosial - - 340 orang Kabupaten Cirebon .Terwujudnya peningkatan pelestarian janda PKRI serta pelestarian Nilai-nilai kepahlawanan dan kesejahteraan PKRI keperintisan. Pengembangan sosial anak dalam panti Terbinanya keluarga masyarakat adat dalam mengelola UEP Terlaksananya bimbingan bagi anak penyandang PMKS di dalam Panti Berdayanya keluarga Miskin melalui KUBE Terlindunginya dan terehabilitasinya KDRT. Garut. Peningkatan pelayanan kesejahteraan sosial . penyediaan bahan keterampilan kesehatan dan bantuan UEP dan dipulangkannya PMKS terlantar dan pengiriman ke lokasi transmigrasi. APBD Kab/Kota Kegiatan : 1. 80 anak korban Kabupaten Bandung narkotik dan Bogor . Ciamis. 500 Kota Bandung buku buletin ristek. Indramayu.Dinas Sosial 5. APBD Provinsi.Dinas Sosial Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-101 . Keterampilan serta bahan-bahannya. Sukabumi. terealisasikannya pemberian bantuan sosial KDRT Terlaksanannya perlindungan lanjut usial terlantar di luar panti Tersedianya permakanan di balai dan instalasi. Peningkatan penanganan korban tindak kekerasan dalam rumah tangga 7.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG 3 8 Pengembangan.Dinas Sosial 60 KK. 60 orang 10 Kab/kota anak terlantar. Pemberian akses kesehatan. Bandung. Meningkatnya kemampuan usaha KBS Kabupaten 3. sandang. Cirebon Barat. 30 balita 75 anak nakal . Peningkatan pelayanan kesejahteraan sosial masyarakat adat 4. Pemulihan sosial anak nakal dan korban narkotika di dalam Panti - - 400 orang 5 kab/kota . dan Akses rekreatif.Dinas Sosial . Fisik dan Keterampilan Terlaksananya peningkatan penanganan dan pemulihan bagi tuna sosial Terlaksananya perlindungan dan pelayanan sosial anak terlantar Terlaksananya pemulihan sosial terhadap anak nakal dan korban narkotika 100 KBS 1180 anak . Kota Cimahi 5 kab/kota 5 kab/kota 5 kab/kota Kabupaten Bandung .Dinas Sosial .Dinas Sosial . serta 5 aspek common goals 10 produk hasil litbang dan Kota Bandung Teknologi Tepat Guna (TTG) Wilayah Purwakarta Balitbangda APBD Balitbangda Bakorwil Purwakarta APBD APBD 11 Wilayah Purwakarta Bakorwil Purwakarta APBD 22.Dinas Sosial b. 250 orang di Cisarua. kepahlawanan dan kejuangan 2. - .Hasil Litbang dan Teknologi Tepat Guna (TTG) Orientasi Pemantapan Kinerja Aparatur Pemerintah Desa dalam Pemberdayaan Masyarakat se Wilayah Purwakarta Orientasi Pemantapan Kinerja Kecamatan di Kab/Kota se Wilayah Purwakarta - SASARAN PROGRAM/KEG 4 tersalurkannya bantuan rehabilitasi kantor desa / kelurahan dan sarana olahraga SKPD kab/kota serta masyarakat pengguna TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 9 10 - SKPD kab/kota serta masyarakat pengguna 6 topik untuk sosialisasi. Pemanfaatan dan Sosialisasi Hasil Litbang dan Teknologi Tepat Guna (TTG) Pameran Hasil . Tersedianya pelayanan keterampilan dan tersedianya bahan UEP dalam panti Tersedianya permakanan. Bogor.Dinas Sosial APBN. Peningkatan penanganan WTS 11.

Fasilitasi dan koordinasi Bidang Pengembagan Sosial di Jawa Barat - para pelaku (stake pembangunan kesos . Pencegahan anak nakal dan korban narkotika berbasis masyarakat. Kota Bandung 1 Dokumen Instrumen.Dinas Sosial 7 8 Sosialisasi pendayagunaan sumber dana sosial - - 4 kegiatan 70 orang 26 Kab/Kota 16 Kab/Kota holder) 26 Kab/Kota holder) 26 Kab/Kota holder) 26 Kab/Kota holder) 26 Kab/Kota holder) holder) 26 kab/kota holder) 26 kab/kota . PSKS melalui jaringan teknologi informasi Terlaksananya peningkatan jejaring kerjasama pelaku. 2 kali . orsos dan LSM 15. Fasilitasi koordinasi penanganan masalah penyandang cacat 14. 4 Dokumen Pelajaran.Biro Bangsos .para pelaku (stake dalam menangani masalah PMKS pembangunan kesos Meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba para pelaku (stake pembangunan kesos - holder) 26 kab/kota .Dinas Sosial SUMBER DANA 8 - 5 6 175 orang anak nakal. APBD Provinsi. . para pelaku (stake pembangunan kesos terlindunginya hak-hak dan kewajiban para b. Media elektronik dan media cetak serta penyuluhan Terlaksananya sosialisasi Pengumpulan Uang dan Barang (PUB) tokoh masyarakat Meningkatnya partisipasi karang taruna dalam kegiatan UKS Meningkatnya sinergitas pelaksanaan penanganan WTS Meningkatnya sinergitas pelaksanaan penanganan lanjut usia Meningkatnya sinergitas pelaksanaan penanganan masalah anak Meningkatnya sinergitas pelaksanaan penanganan masalah anak jalanan - 1 kegiatan Kota Cimahi .Dinas Sosial . Kegiatan Monev dan pelaporan Kesos - Tersusunnya Indek Kota Cimahi Pembangunan Sosial 40 KUBE. 12 paket penyuluhan 12 kab/Kota.Dinas Sosial .Dinas Sosial .Biro Bangsos .Biro Bangsos - Meningkatnya sinergitas pengembangan sosial program bidang - para pelaku (stake pembangunan kesos holder) 26 kab/kota .para pelaku (stake pembangunan kesos . Koordinasi dan fasilitasi pencegahan. 16 Pemulihan Penyandang Cacat dalam Panti SASARAN PROGRAM/KEG 4 Terlaksananya pencegahan terhadap anak nakal dan korban narkoba berbasis masyarakat Terbinanya Penyandang cacat TARGET PENCAPAIAN LOKASI PELAKSANA SKPD 7 .Biro Bangsos . 100 orang Kota cimahi korban narkotik 100 orang 65 Program Pemantapan Kelembagaan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) - Menggerakkan peranserta masyarakat dan mengali sumber-sumber potensi masyarakat dalam penanggulangan masalah kesejahteraan sosial APBN.Biro Bangsos Pemberdayaan Karang Taruna dalam pelaksanaan usaha kesos 9 Koordinasi dan fasilitasi penanganan wanita tusa susila (WTS) 10 Fasilitasi dan koordinasi penanganan lanjut usia 11 Koordinasi penanganan masalah anak 12 Koordinasi dan faslitasi penanganan anak jalanan - 13. Pengembangan indikator pembangunan Sosial 3. 2 PSKS 15 kab/Kota. serta Tersusunnya indikator keberhasilan program KUBE Terindefikasinya dan terinventarisir serta tersajikannya Data PMKS.Dinas Sosial 2.Biro Bangsos .Biro Bangsos Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-102 .pelaku usaha kesejahteraan sosial masyarakat Terinformasikannya pembangunan bidang kesejahteraan sosial. melalui : Ceramah keagamaan .Dinas Sosial 6 - 80 orang.Dinas Sosial 4 Penyusunan data kesos - Kota Bandung .para pelaku (stake pembangunan kesos a. pemberantasan dan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba (P4GN) di Jawa Barat 16.Biro Bangsos .NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG 3 15. Fasilitasi Potensi sumber kesejahteraan sosial melalui pemilihan karang taruna.para pelaku (stake pembangunan kesos . APBD Kab/Kota Kegiatan : 1.Dinas Sosial 5 Peningkatan jejaring kerjasama pelaku usaha kesos masyarakat Kegiatan penyuluhan dan bimbingan sosial bagi pelaku usaha kesos (UKS) - 55 orang. para pelaku (stake penyandang cacat pembangunan kesos Meningkatnya motivasi dan partisipasi masyarakat . Koordinasi dan sinkroninasi program pembangunan kesos perencanaan - Terlasananya koordinasi dan sinkronisasi penyusunan program pembangunan kesos dengan kabupaten/kota Terlaksananya kegiatan penyusunan indeks pembangunan sosial di Jawa Barat Terpantaunya program kegiatan KUBE Terdeteksinya perkembangan permasalahan dan solusi pelaksanaan program KUBE. .Dinas Sosial .

sastra dan aksara daerah - Jawa Barat . Peningkatan koordinasi penanganan komunitas adat terpencil di Jawa Barat 19.Nilai b. peninggalan kesejarahan. Termanfaatkannya nilai-nilai tradisional. dan pengembanganKepurbakalaan. Terlaksananya Relokasi Situs Jatigede Budaya (BCB). KCVRI. Penyebaran informasi museum h.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG 3 17.Aparat Pemda. keperintisan dan kejuangan di Jawa Barat 21. Tambaksari. Pelestarian dan Pengembangan Benda Cagar a.Biro Bangsos 23. Kebudayaan 66 Program Pengembangan Nilai Budaya a. pelestarian dan a. Kesejarahan dan Nilai .Disbudpar APBD . 4 buah intalasi budaya (Land dan mengembangkan nilai-nilai budaya raad. Fasilitasi dan koordinasi Kesetiakawanan sosial di Jawa Barat 18. Bojongkokosan. Peningkatan koordinasi dan fasilitasi keperintisan melalui organisasi kejuangan di Jawa Barat 22. pengelola Kebudayaan . Pelestarian. KarangKamulyan) c. Fasilitasi dan Koordinasi pembinaan pahlawan daerah SASARAN PROGRAM/KEG 4 Meningkatnya kesadaran masyarakata akan nilai-nilai sosial Meningkatnya pembedayaan masyarakat pada komunitas masyarakat adat Meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap nilainilai kepahlawanan (LVRI. 1 kali Pameran Nasional Patung Jawa Barat permuseuman dalam upaya melestarikan dan b. Minangkala ke 29 g. Meningkatnya apresiasi masyarakat terhadap bahasa. Pembinaan. Sejarah. Pepabri dan warahawuri) Meningkatnya pemahaman generasi penerus melalui sosialisasi pelestarian dan nilai-nilai kejuangan Terfasilitasinya peningkatan pemahaman pelestarian dan nilai-nilai kepahlawanan dan kejuangan bagi organisasi kejuangan Tersedianya fasilitasi dan koordinasi badan pembina pahlawan daerah melalui sosialisasi gerakan pelestarian dan peningkatan nilai-nilai kepahlawanan dan kejuangan serta kesetiakawanan sosial daerah Jawa Barat TARGET PENCAPAIAN 5 para pelaku (stake pembangunan kesos para pelaku (stake pembangunan kesos para pelaku (stake pembangunan kesos para pelaku (stake pembangunan kesos para pelaku (stake pembangunan kesos para pelaku (stake pembangunan kesos LOKASI PELAKSANA SKPD 7 .Disbudpar APBD 3. 1 Kali pameran Provinsi f.Biro Bangsos - - holder) 26 kab/kota . 1 kali pameran keliling museum di Kab. 1 kali Pameran Regional kain mengembangkan nilai-nilai budaya daerah tradisional c.Biro Bangsos . Sumedang e. Karawang sejarah dan nilai tradisional dalam upaya melestarikan b.Biro Bangsos . Batujaja. Permuseuman. Peningkatan koordinasi penanganan kepahlawanan. Ajang Kreasi desain logo Museum Sri Baduga . permuseuman. Terselenggaranya Workshop pelestarian tradisional pengembangan situs Goa Pawon Disbudpar APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-103 .Disbudpar APBD Kegiatan : 1. Fasilitasi dan koordinasi peringatan Hari Pahlawan 20. 60 Tenaga museum.Biro Bangsos - - holder) 26 kab/kota . Pemilik perusahaan batu kapur dan para pakar arkeologi dan geologi sebanyak 75 orang . Terlaksananya Festival Budaya Jawa Barat Meningkatnya apresiasi masyarakat terhadap a. Tersusunnya penataan situs batujaya pengembangan kepurbakalaan.Biro Bangsos SUMBER DANA 8 - - 6 holder) 26 kab/kota holder) 26 kab/kota holder) 26 kab/kota - - holder) 26 kab/kota . Peningkatan Apresiasi Museum - marterplan Jawa Barat Terlaksananya Pembinaan. DI + D45. dan Nilai Tradisional 2.situs-situs di 5 kecamatan Jawa Barat kabupaten sumedang dan a. kepurbakalaan dan museum bagi pengembangan budaya daerah b. 1 kali pameran sejarah perjuangan bangsa d. UPT Kebudaya an di Jawa Barat d. Masyarakat.

Terlaksanannya Publikasi dan Sosialisasi Kesejarahan Jawa Barat . Sastra. sastra. masyarakat dan swasta Kegiatan : . masyarakat kepada para Juru Pelihara Situs sebanyak 40 orang Terlaksananya Inventarisasi dan Indentifikasi . dan aksara daerah 7.Tersedianya visualisasi / film khasanah budaya Jawa Budaya Jawa Barat Barat 10. Peningkatan Apresiasi Kesejarahan a.Disbudpar APBD APBD Terdokumentasi benda koleksi Jawa Barat museum 9 (sembilan) judul Jawa Barat - . Katalogisasi. SMP dan SMA/SMK se Jawa Barat 13. aksara dan sastra daerah - . dan Aksara Daerah di Sekolah - Meningkatnya pengetahuan. Terlaksananya Inventarisasi dan Identifikasi TokohTokoh sejarah Jawa Barat b. visualisasi dan dokumentasi benda koleksi museum seluruh benda koleksi bagi pengunjung wisata dan pengunjung ilmiah 9. SMA/SMK 10 judul buku untuk masingJawa Barat masing jenjang TK. APBD - - . c.Disbudpar APBD 5. Mahasiswa dan Siswa Sekolah 1 kali peringatan hari Bahasa Ibu. Meningkatnya frekuensi apresiasi seni dan budaya daerah dikalangan pemerintah.Tersedianya katalogisasi. sastra dan aksara daerah siswa TK SD SMP SMA/SMK Pelatihan bahasa.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG 3 c. SD. Terlaksananya Ekspedisi Tinggalan Sejarah c.Disdik APBN .Disbudpar . Jawa Barat 70 orang mengikuti temu sastra daerah. Juru Pelihara situs. penyusunan kamus bahasa dialek dan cetak ulang kamus bahasa daerah Lomba kreativitas di bidang Jawa Barat bahasa. Sejarah dan Nilai Tradisional bagi Juru Pelihara Situs/ BCB dan masyarakat sekitarnya di Jawa Barat Transliterasi dan deskripsi naskah kuno - .Remaja tingkat sekolah tingkat remaja menengah Melestarikan peninggalan-peninggalan bersejarah dan tertatanya peninggalan sejarah dan museum Meningkatnya kemampuan para juru pelihara Situs/BCB dalam bidang Kepurbakalaan. SMA/SMK. SD. Peningkatan Mutu Pendidikan Bahasa. SASARAN PROGRAM/KEG TARGET PENCAPAIAN LOKASI PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 4 5 6 Terselenggaranya Bimbingan Teknis tentang BCB b.Disbudpar APBD 6. kurikulum silabus untuk tiap jenjang Jawa Barat 11. Tradisional Jawa Barat b. 4. - - . sastra dan Jawa Barat aksara daerah bagi guru TK. serta penyusunan kurikulum silabus dan standardisasi pembelajaran bahasa. Peningkatan Mutu Guru dalam Pemahaman Bahasa. Sastra dan Aksara Daerah Melalui Apresiasi Seni Bagi Siswa SD. Meningkatnya pengelolaan keragaman dan kekayaan Budaya budaya Jawa Barat b.Melestarikan dan meningkatkan apresiasi masyarakat thd bahasa. Pengembangan dan Pemanfaatan Nilai-nilai a. aksara dan sastra daerah Terlaksananya pengujian dan pengembangan buku referensi sekolah. Sejarah dan Nilai Tradisional Terpeliharanya tertatanya Jawa Barat peninggalan sejarah dan museum 50 orang juru pelihara situs Jawa Barat . Visualisasi dan Dokumentasi . APBD 67 Program Pengelolaan Keragaman dan Kekayaan a.seluruh desa yang potensial Jawa Barat Pelestarian dan Pengembangan Desa Budaya untuk dikembangkan Tergalinya Nilkai Tradisi pada upacara adat .Disdik APBN.Disdik APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-104 .Disbudpar APBD Terlaksananya Tranliterasi naskah naskah kuna sebanyak 40 naskah 8. Sastra dan Aksara Daerah di Sekolah 14.Disbudpar . pemetaan varian bahasa daerah di 11 titik.Guru Sejarah sebanyak 50 Orang Masyarakat. SMP. - - 40 naskah kuna Jawa Barat .Disbudpar APBD 12. APBD - - .Disdik APBN.Disbudpar APBD seluruh tokoh sejarah Jawabarat Jawa Barat Gerasi muda.Disbudpar . Aparatur.Audio Visual dan 500 eks buku perkawinan sunda Terlaksananya lomba busana tradisional Jawa Barat . SMP. kemampuan dan keterampilan siswa TK SD SMP SMA/SMK dalam apresiasi seni daerah Meningkatnya pengetahuan. Pembuatan Visualisasi Bioskop Mini Khasanah . pemahaman dan kemampuan guru TK SD SMP SMA/ SMK dalam pembelajaran bahasa. Pengujian dan Pengembangan SumberSumber Referensi dan Pembelajaran Bahasa. Eksplorasi dan konservasi tinggalan Budaya Jabar Bimbingan teknis Purbakala. Meningkatnya pengelolaan dan pengakuan atas Hak atas kekayaan intelektual c. Pelestarian dan Pengembangan Bahasa dan Sastra Daerah - .

NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 1. Pengembangan. dan Pemanfaatan kelembagaan Sumber Daya Kesenian SASARAN PROGRAM/KEG 4 Melestarikan dan mengembangkan sumber daya kesenian TARGET PENCAPAIAN LOKASI PELAKSANA SKPD 7 . Perumusan hak paten karya seni Jawa Barat. festival bunaken. 1 kali temu kareografer Jawa Barat dan 4 kali kreativitas seni Jawa Barat. festival reog. jaipongan dan karya komponis muda se Jawa Barat Melestarikan dan meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap seni daerah melalui pagelaran kesenian daerah - . b.Disbudpar hampir punah. dan gelar karya seni unggulan Pergelaran ragam seni daerah TMII Jakarta . Gelar aneka ragam seni. Peningkatan apresiasi seni dan pembinaan serta pengembangan seni budaya daerah di Taman Budaya - - 4. Statistik 68 Program Pengembangan Statistik Daerah Data/Informasi/ a. Tersedianya data/informasi aspasial yang mutakhir dan akurat. duta seni pelajar se Jawa Barat. - - 6. Terlaksananya 17 kali festival Jawa Barat seni Jawa Barat . Temu Karya Taman Budaya - Terlaksananya keikutsertaan Taman Budaya Jawa Barat pada Temu Karya Taman Budaya Tingkat Nasional dan Temu Dua Budaya Daerah - Revitalisasi jnis kesenian yang Bandung . - terlaksananya festival seni budaya Jawa Barat - 7. Peningkatan Kualitas dan Kreativitas Seni Budaya Jawa Barat - Melestarikan dan meningkatkan apresiasi masyarakat thd seni daerah melalui pentas seni kolosal hut RI ke 63.Disbudpar pelatihan bagi 400 siswa di bidang seni daerah Jawa Barat terlaksananya festival seni Jawa Barat Disbudpar budaya Jawa Barat di luar negeri dalam rangka promosi Jawa Barat Terlaksananya 1 kali Bandung Disbudpar Penyelenggaraan Asia Afrika Art and Culture Festival dalam rangka peringatan KAA 1 kali keikutsertaan Taman Kalimantan Timur.Disbudpar APBD 3. pergelaran seni bulan purnama.Disbudpar Jawa Barat di Anjungan Jawa Barat TMII Jakarta Terlaksanannya pembinaan dan Bandung . Disbudpar Budaya Jawa Barat pada Temu Jawa Tengah dan Jawa Karya Taman Budaya Tingkat Timur Nasional. Peningkatan Informasi dan Promosi Budaya di Anjungan Jawa Barat TMII Fasilitasi dan Pembinaan Minat Bakat Seni Kepada Masyarakat Festival Seni Budaya Jawa Barat di Event Internasional - Terfasilitasinya promosi budaya Jawa Barat melalui anjungan Jawa Barat TMII Terfasilitasinya pembinaan melalui minat bakat seni terhadap masyarakat - 5. pemberdayaan kesenian Jawa Barat. PROGRAM/KEG 3 Pelestarian. 2. 2 kali keikutsertaan pada Temu Dua Budaya Daerah APBD APBD APBD APBD APBD APBD 24. festival kesenian tingkat nasional ke VII. Tersedianya data/informasi spasial yang mutakhir dan akurat Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-105 .Disbudpar SUMBER DANA 8 APBD kelembagaan - 5 6 Tersusunnya database seni Jawa Jawa Barat Barat. Asia Afrika Art and Culture Festival - Terlaksananya Penyelenggaraan Asia Afrika Art and Culture Festival - 8.

Terlaksananya Pengelolaan dan Updating Data dan Informasi Bidang Energi dan Sumberdaya Mineral d. Terpeliharanya data kearsipan untuk meningkatkan pelayanan kepada para pengguna. Terlaksananya Penyusunan Dokumen Teknis strategi Informasi Bidang Energi dan Sumberdaya Rancang Bangun Pengembangan.Dinas Sosial APBD Provinsi 25. Pengolahan dan Pemanfaatan Data. b.Dinas Sosial .NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG 3 SASARAN PROGRAM/KEG 4 TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 Distamben SUMBER DANA 8 APBD Kegiatan : 1 Penyusunan dan Pengembangan Data dan a.Dinas Perhubungan APBD Provinsi 8 Pemetaan struktur jaringan trayek - 9 10 11 Inventarisasi fasilitas perlengkapan jalan di Jawa Barat Implementasi data kesos melalui jaringan Teknologi informasi Pengelolaan database infrastruktur sumber daya air dan irigasi Inventarisasi data fasilitas sarana dan prasarana perhubungan di Jawa Barat Pengelolaan database infrastruktur sumber daya air dan irigasi Implementasi data kesos melalui jaringan Teknologi informasi - Tersedianya peta digitasi struktur jaringan trayek angkutan umum hasil kegiatan evaluasi jaringan trayek terdahulu Tersedianya basis data fasilitas perlengkapan jalan di Jawa Barat Terwujudnya implementasi data kesos melalui jaringan Teknologi Informasi Meningkatnya ketersediaan dan pengelolaan data dan informasi infrastruktur sumber daya air dan irigasi Tersedianya basis data fasilitas perlengkapan jalan di Jawa Barat Meningkatnya ketersediaan dan pengelolaan data dan informasi infrastruktur sumber daya air dan irigasi Terwujudnya implementasi data kesos melalui jaringan Teknologi Informasi .pengolahan. Terlaksananya Penyusunan.SKPD terkait .Dinas Perhubungan APBD Provinsi . Statistik dan Informasi Bidang Energi dan Sumberdaya Mineral c.Dinas Bina Marga APBD APBD APBD APBD Provinsi 6 - - .Dinas Perhubungan . lalu lintas angkutan barang di · Purwakarta-Bogor Jawa Barat Terkoordinasi dan sinkronisasi Jawa Barat data jaringan trayek di Jawa Barat Jawa Barat 1 paket informasi jaringan teknologi Kota Cimahi Jawa Barat . Tersedianya data kearsipan yang mendukung Kearsipan manajemen pemerintah daerah.Dinas Perhubungan . Kearsipan 69 Program Pengembangan Sistem Administrasi a. Pengelolaan dan Mineral Pemanfaatan SITEL Bidang Energi dan Sumberdaya Mineral b. updating dan analisis data dan statistik daerah Sistem Manajemen Jaringan Jalan dan Jembatan Pengendalian Pemanfaatan Jalan dan Ruang Pengawasan Jalan Evaluasi Jaringan Lintas Angkutan Barang dan Informasi Dinas Dinas Peternakan Tersedianya Pembangunan data/informasi Perencanaan 8 jenis data makro Kota Bandung Jawa Barat Tersedianya data teknis dan informasi mengenai kondisi jalan di provinsi Jawa Barat Terinventarisasinya data mengenai pemanfaatan ruang pemanfaatan jalan penggunaan Teridentifikasinya kondisi jalan Jawa Barat dan jembatan melalui program IRMS/BMS Terlaksananya survei Jawa Barat inventarisasi pemanfaatan ruang milik jalan Tersusunnya data jumlah jaringan · Cirebon-Priangan.Dinas Bina Marga APBD Provinsi 7 - Terevaluasinya jaringan lintas angkutan barang di Provinsi Jawa Barat - .Dinas PSDA APBD Provinsi APBD Provinsi APBD PROV 12 13 - Jawa Barat Jawa Barat . Kegiatan : 1 Peningkatan Kearsipan Pengelolaan dan Pelestarian - Tersedianya data kearsipan yang mendukung manajemen Pemda Terpeliharanya data Kearsipan untuk mengingkatkan pelayanan kepada pengguna Kota Bandung Basipda APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-106 . Terdiseminasikannya Data Pertambangan dan Energi 2 3 4 5 Koordinasi perencanaan pembangunan data dan statistik peternakan Pengembangan Data dan Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah Penyusunan.Dinas PSDA APBD Provinsi APBD PROV 14 - 1 paket informasi jaringan teknologi Kota Cimahi .

Terpilihnya 3 Perpustakaan Desa/Kelurahan Terbaik Tingkat Propinsi Jawa Barat b. Terlaksananya koleksi perpustakaan digital tentang Otomatisasi Perpustakaan di Jawa Barat Jawa Barat b. 3 Koordinasi dan Evaluasi Penyelenggaraan a. Terlaksananya bimbingan dan konseling bagi pemakai perpustakaan Pengembangan Bahan Perpustakaan Bapusda .Tersedianya bahan perpustakaan yang sesuai dengan kebutuhan dan tuntunan pengguna perpustakaan/pemustaka - 100 Eksemplar 1 Kali Kota Bandung Kota Bandung .Bapusda APBD Kegiatan : 26 1 Pemetaan Pemberdayaan Perpustakaan dan a. Meningkatnya Budaya Baca Masyarakat terhadap Tersusunnya sistem Kota Bandung pendokumentasian hasil-hasil litbang dan teknologi tepat guna (TTG) Jawa Barat . 3 Perpusta-kaan Desa/Kelurahan Terbaik di Jawa Barat. Meningkatnya Minat dan Gemar membaca dan terwujudnya budaya baca masyarakat guna peningkatan produktivitas dan kualitas sumber daya manusia masyarakat di Jawa Barat c. Terumuskannya Program Kegiatan Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi dan Forum Perpustakaan Umum se Jawa Barat Pembangunan dan Pengembangan a. 260 Perpustakaan Desa/Kelurahan di Kabupaten/Kota se Jawa Barat.Hasil Litbang dan Teknologi Tepat Guna (TTG) di Jawa Barat Tertatanya Arsip di lingkup Setda Provinsi Jawa Barat agar dengan mudah arsip ditemukan SKPD kab/kota serta masyarakat pengguna - 5 orang Kota Bandung 5 SKPD Provinsi dan 5 Kab. Meningkatnya Apresiasi Masyarakat Perpustakaan b. b. Tersedianya CD Room Perpustakaan Digital e. Tersedianya Data Pemetaan Pemberdayaan Perpustakaan Desa/Kelurahan oleh masyarakat di 26 Kabupaten/Kota se Jawa Barat d. Tersedianya Data Pemetaan Pemberdayaan PerpustakaanKeliling 25 Kabupaten/Kota se Jawa Barat 2 Pembinaan Teknis Perpustakaan di Jawa Barat a.Bapusda - 1 Produk Hasil Pemetaan Kota Bandung - 1 Produk Hasil Pemetaan Kota Bandung - - 26 Perpustakaan Umum di Jawa Kota Bandung Barat. 2 Kali Forum Perpustakaan Kota bandung .Bapusda 4 Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-107 . Terbinanya 26 Perpustakaan Umum di Jawa Barat. Kearsipan dalam Rangka Menunjang b.000 Data Base dan 5.Bapusda 40.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 2 PROGRAM/KEG 3 Peningkatan Pengelolaan Informasi Kearsipan SASARAN PROGRAM/KEG 4 Tersedianya media pelayanan informasi kearsipan dikalangan aparatur pemerintah dan masyarakat Terealisasinya pameran kearsipan untuk mensosialisasikan pentingnya arsip Terpilihnya Arsiparis Teladan Terpilihnya Penyelenggara Kearsipan Terbaik TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 Kota Bandung PELAKSANA SKPD 7 Basipda SUMBER DANA 8 APBD dan Pelayanan a.Bapusda . Validasi data base koleksi dan anggota perpustakaan d.Bapusda 3 - 200 Judul 100 judul Kota Bandung Kota Bandung . Terlaksananya kliping digital subjek pembangunan di Jawa Barat c. Peningkatan Penyelenggaraan Kearsipan di c. Tersampaikannya informasi perencanaan dan evaluasi Jawa Barat kearsipan kepada para Kepala SKPD Provinsi dan Kepala Lembaga Kearsipan Kabupaten/Kota Kegiatan Proses Kearsipan di Unit Kerja BiroBiro Lingkup Setda Provinsi Jawa Barat Pendokumentasian Hasil . Tersedianya Profil Perpustakaan Keliling Kabupaten/Kota Budaya Baca di Jawa Barat b./Kota 2 Semester Basipda APBD 4 5 - 12 bulan Kota Bandung Biro Umum Balitbangda APBD APBD 26. 260 Perpustakaan Desa/Kelurahan.400 Eksemplar Kota bandung . Perpustakaan 70 Program Pengembangan Budaya pembinaan Perpustakaan Baca dan a.000 Kota Bandung anggota perpustakaan 200 keping CD Room Opac Kota Bandung terpadu 50 peserta Kota Bandung 14.

Terlaksananya Dialog interaktif tentang perpustakaan 7 Peningkatan Preservasi dan Konservasi Bahan Pustaka Termanfaatkannya kembali buku rusak. mahasiswa. Koordinasi dan perencanaan pembangunan a. Tersusunnya perencanaan pembangunan perikanan perikanan dan kelautan dan kelautan b. 10.mahasiswa. APBD Prov dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-108 . Terfasilitasinya kegiatan story telling bagi pemustaka pra sekolah f.Bapusda SUMBER DANA 8 Literatur - - 5 6 9 literatur sekunder manual dan 5 Kota Bandung digital 5000 orang 144 kali 48 kali 1 Kali 12 kali 12 kali 2 kali Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung Peningkatan Layanan Perpustakaan Bapusda a.500 fumigasi buku 1800 Eksemplar Kota Bandung 26 kab/kota Jawa Barat . c.000 eksemplar buku rusak. perkebunan. URUSAN PILIHAN 27.Bapusda APBD 8 9 Pelestarian Karya Cetak dan Karya Rekam a. Kelautan dan 71 Program Pengembangan Budidaya Perikanan . Tersedianya Buku Langka c. 4 Tahun 1990 Pembuatan Sinetron Visualisasi Budaya Baca . dan peternakan b.Bapusda APBD - 550 Eksemplar 2 kali Sosialisasi 1 Kali 12 Episode Sinetron APBD APBD APBD APBD Kota Bandung . Tersedianya Buku pojok Jawa Barat Khasanah Budaya Jawa Barat serta Implementasi UU No. terbitan surat kabar dan majalah serta fumigasi buku oleh masyarakat pengguna perpustakaan - 6 kali Kota Bandung - 1 kali 26 kail di 26 kab/kota 510 bundel majalah dan 300 Bundel surat kabar. penerapan teknologi pengelolaan sumber daya pertanian serta fasilitasi kegiatan agropolitan Dinas Perikanan Dinas Perkebunan Peternakan Pertanian. d. Tersedianya fasilitas penunjang kawasan agropolitan - Peningkatan sinergitas Jawa Barat perencanaan pembangunan perikanan dan kelautan Peningkatan kualitas data dan statistik sebagai bahan dasar perencanaan Meningkatnya inovasi dan Jawa Barat teknologi pertanian.Tersedianya sinetron visualisasi budaya baca Masyarakat Jawa Barat masyarakat Jawa Barat - Jawa Barat .pegawai dan umum h. diskusi berbasis bahan perpustakaan bagi kelompok pemustaka g.Tersusunnya perencanaan pembangunan perikanan Perikanan dan kelautan Kegiatan : 1. Tersedianya data dan statistik perikanan dan kelautan - - 28. Terimplementasikannya UU No.Bapusda . Pameran Perpustakaan j. Jabar b. Terlaksananya inovasi dan teknologi pertanian serta penerapan teknologi pengelolaan sumber daya pertanian. Pertanian 72 Program Peningkatan Produksi Pertanian a.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 5 6 PROGRAM/KEG 3 Peningkatan Pelayanan Informasi Sekunder di Bapusda SASARAN PROGRAM/KEG 4 Tersedianya literatur sekunder manual dan digital Terfasilitasinya layanan keanggotaan perpustakaan TARGET PENCAPAIAN LOKASI PELAKSANA SKPD 7 . Terfasilitasinya gelar buku baca santai Terfasilitasinya layanan perpustakaan hari sabtu Terlaksananya Parade Kreativitas dalam rangka Peringatan Hari Kunjung Perpustakaan e. c. 2.pegawai dan umum i. Tersosialisasikannya koleksi buku langka dan tentang Jawa Barat d. 4 tahun 1990 b. Pemutaran dan bedah film edukatif bagi pemustaka remaja.Bapusda B. Tersusunnya perencanaan pembangunan pertanian. Workshop keterampilan berbasis bahan perpustakaan bagi pemustaka remaja.

Jawa Barat dinasinya pengelolaan infrastruktur listrik dan energi se Jawa Barat Terkendalinya distribusi Bahan Jawa Barat Bakar Minyak Bersub-sidi se Jawa Barat 3 Cluster sumur gas Jawa Barat .Dinas Kehutanan 30.Distamben APBD - . Tersedianya data dan statistik kehutanan - Terwujudnya perencanaan kehutanan sinergitas pembangunan - - Peningkatan sinergitas Jawa Barat perencanaan pembangunan kehutanan Peningkatan kualitas data dan statistik sebagai bahan dasar perencanaan .Disbun .Balitbangda APBD 29. Tersedianya data dan statistik pertanian. Terpantaunya pelaksanaan konversi energi 4. Tersusunnya perencanaan pembangunan kehutanan Hutan b. Koordinasi dan perencanaan pembangunan a.Distamben APBD - . Terkoordinasinya rencana pengembangan sumberdaya dan infrastruktur Migas di Jawa Barat 2. perkebunan dan peternakan 2. Tersedianya pengembangan sumur migas d. Energi dan Sumber Daya Mineral 74 Program Pembinaan dan Pengembangan Bidang a. Tersedianya data dan statistik kehutanan Kegiatan : 1. peternakan pembanguan pertanian. perkebunan dan peternakan b.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG 3 SASARAN PROGRAM/KEG 4 - TARGET PENCAPAIAN 5 Terwujudnya sinergitas perencanaan pembangunan pertanian. Fasilitasi penerapan teknologi perbaikan mutu dan keamanan pangan Terfasilitasinya pengembangan penerapan teknologi pengurangan kehilangan hasil Terfasilitasinya penerapan teknologi perbaikan mutu dan keamanan pangan - - - - Meningkatnya perbaikan mutu dan keamanan pangan - Dinas Pertanian Disbun Disnak Dinas Pertanian 4. Terpantaunya operasi Migas Hulu Hulu dan Hilir 3. Fasilitasi pengembangan penerapan teknologi pengurangan kehilangan hasil 3. perkebunan.Meningkatnya teknologi tepat guna dalam diversifikasi diversifikasi pemanfaatan mineral dan energi pemanfaatan mineral dan energi 5. perkebunan dan peternakan Peningkatan kualitas data dan statistik sebagai bahan dasar perencanaan Menurunnya kehilangan hasil LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 . Pengelolaan Distribusi dan Tata Niaga Migas a.Disnak . distribusi dan niaga BBM infrastruktur listrik dan energi c. Pengkajian Model Pengembangan Agribisnis - Tersusunya Model Pengembangan Agribisnis Tersedianya Model Pengembangan Agribisnis . Fasilitasi dan Koordinasi Pengembangan Energi Alternatif di Perdesaan Meningkatnya Perdesaan Pemanfaatan Energi Alternatif di - Terfasilitasinya dan terkoor.Biro Binprod APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-109 . Koordinasi dan perencanaan pembangunan a. Terkendalinya distribusi BBM bersubsidi b. Terlaksananya Koordinasi dan perencanaan pertanian. Terfasilitasinya dan terkoordinasinya pengelolaan infrastruktur listrik dan energi infrastruktur listrik dan energi b. Fasilitasi dan Koordinasi pengelolaan a.Dinas Pertanian. Kehutanan 73 Program Pemanfaatan Potensi Sumber Daya a. Terpantaunya operasi. Pengembangan pemanfaatan sumur migas a. Terfasilitasinya kegiatan hemat energi Kegiatan : 1. Tersusunnya perencanaan pembangunan kehutanan kehutanan b. Perkebunan dan Peternakan SUMBER DANA 8 Kegiatan : 1. Terfasilitasi dan terkoordinasinya pengem-bangan dan Ketenagalistrikan dan Energi pengelolaan b. Pengembangan teknologi tepat guna dalam .Distamben APBD - . Meningkatnya pemanfaatan sumur migas sebagai sebagai sumber energi sumber energi b.Distamben APBD - Meningkatnya pemanfaatan Jawa Barat sumber daya mineral dan energi Pemanfaatan Energi Alternatif di Jawa Barat Perdesaan .

bahi hasil pertambangan umum 10% . Terlaksananya sosialisasi dan penyiapan masyarakat dalam rangka pemanfaatan panas bumi di WKP Provinsi c. Peningkatan Citra dan Promosi Daerah Tujuan . Promosi Pariwisata Dalam dan Luar Negeri - Meningkatnya Jumlah Kunjungan Wisatawan ke Jawa Barat - a. Familliarization Tour. menengah a.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG 3 75 Program Pengembangan Sumberdaya Mineral dan Panas Bumi SASARAN PROGRAM/KEG 4 Meningkatnya pengusahaan dan nilai tambah produksi sumberdaya mineral Meningkatnya pemanfaatan panas bumi - TARGET PENCAPAIAN 5 LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 - Kegiatan : 1. batubara Bogor 9 jenis produk unggulan 10 UKM pertambangan dan Jawa Barat energi Tersedianya data potensi Jawa Barat sumberdaya mineral unggulan Jawa Barat berdasarkan kondisi terkini untuk memenuhi kebutuhan pasar internasional Tersedianya data dan infor-masi produksi pertambangan dan energi 2 WKP Jawa Barat . Terfasilitasinya promosi Pariwisata Jawa Barat melalui Promosi seni . Terfasilitasinya pengelolaan Tourism Information Centre c.Distamben APBD 2. Dubai-UEA. retribusi Jawa Barat kebumian.Disbudpar APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-110 . Soul-Korea dan Jepang 2. Pertambangan dan Energi b. Terfasilitasinya promosi Pariwisata Jawa Barat melalui Kemilau Nusantara.Disbudpar APBD Jakarta . Cimahi.Disbudpar APBD b. Tersedia Data Terkini Produk Unggulan dan Produksi a.Terfasilitasinya pengembangan pariwisata ke Jawa Wisata di Jawa Barat. Pariwisata 76 Program Pengembangan Pemasaran Pariwisata Kegiatan : 1. Terinventarisasinya data dan informasi WKP Panas bumi lintas Kab/Kota eks Pertamina untuk diajukan sebagai WKP Provinsi Jawa Barat b. Braga Festival. Pengembangan Informasi Jejaring Unggulan Pertambangan dan Energi Produk - 5 Lokasi Jawa Barat .West Java Nite. dan HUT Konfrensi Asia Afrika Kota Bandung.Distamben .Distamben APBD - - Pajak air tanah. BBM. 4.Distamben APBD . Peningkatan Pemanfaatan Potensi Panas Bumi a. Berlin-Jerman. sumber daya mineral dan Kota/Kota Bandung.Distamben APBD - 7 Kab/Kota Jawa Barat . Afrika Selatan. Meningkatnya kapasitas usaha kecil pertambangan dan energi di Jawa Barat 3. Terlaksananya pemantauan eksplorasi panas bumi di lokasi IUP Panas Bumi Provins Fasilitasi Peningkatan Pengolahan dan Nilai a. Joghakarta dan vali .Malaysia. Tersedianya pola peningkatan nilai tambah mineral unggulan dan batu bara Tambah Sumber Daya Mineral dan Batubara b.Distamben - 3 WKP Jawa Barat . Australia. China.Distamben APBD 31. b. Barat melalui promosi wisata di TMI 10 Negara . Jawa Barat Travel Exchange. Singapura. 5. bagi hasil Migas. budaya dan pariwisata di deen Haag Belanda. Pelayanan Rekomendasi Teknis Fasilitasi Pelelangan WKP Panas Bumi Gunung Papandayan dan Sangkanhurip Optimalisasi Pendapatan Bidang Pertambangan dan Energi - Terlaksananya rekomendasi teknis pelelangan WKP Panas Bumi Terlaksananya intensifikasi dan ekstensifikasi pendapatan sektor pertambangan dan energi - Tersedianya pola peman-faatan Kab Bandung.

Kabupaten/Kota dan Stakeholder Kegiatan : 1. alas kaki. dan West Java Knite b. Pengembangan Daya Tarik Tahura Wisata Alam Terfasilitasinya pengembangan objek wisata TAHURA Kota Bandung . Pengembangan keanekaragaman makanan khas Jawa Barat 2.Dinas Indag dan Purwakarta - b. Kemampuan Teknologi Industri Meningkatnya promosi produk olahan industri kecil menegah agro Meningkatnya sarana dan prasarana instalasi IKM Meningkatnya pelayanan terhadap IKM Mengembangkan klaster industri Jawa Barat - . Pengembangan Program Kepariwisataan Jawa a. Tersusunnya dokumen perencanaan kebudayaan dan pariwisata 6. Terwujudnya sinergitas kepariwisataan melalui rakor forum SKPD dan Fasilitasi MPU Barat b. Meningkatnya sinergitas kepariwisataan Jawa Barat pembangunan - Meningkatkan sinergitas antara Pusat. Industri 8.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG 3 77 Program Pengembangan Destinasi Pariwisata SASARAN PROGRAM/KEG 4 a. Meningkatnya informasi kepariwisataan Jawa Barat TARGET PENCAPAIAN 5 9 KWU Meningkatkan kepariwisataan massa informasi melalui media LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 c. Pengembangan dan Pengelolaan Objek dan a.Biro Sarek APBD APBD APBD 32. Peningkatan Pariwisata Tersosialisasikannya Sadar Wisata dan Sapta Pesona serta meningkatnya kemitrausahaan antar pelaku kepariwisataan 2. Penataan dan Pengelolaan Objek dan Daya Tarik Wisata di KWU Jawa Barat b. Pemantauan dan Pengendalian Program Kebudayaan dan Kepariwisataan Jawa Barat - 26 Kab/kota . Pasanggiri MOKA. Pengembangan Objek Wisata Alam dan Hutan .Disbudpar APBD 3. Kabupaten/ Kota dan Stakeholder Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-111 .Berkembangnya daya tarik wisata alam 7.Disbudpar APBD 4./Kota Kota Bandung 26 Kab/Kota Meningkatkan pelayanan Instalasi IKM di 5 Instansi IKM Meningkatkan nilai tambah produk IKM sebesar 85% 1 kali 9 Instalasi IKM Kota Bandung . Meningkatnya Sinergitas Pengembangan Industri 4 komoditi (TPT. 79 Program Penataan Struktur dan peningkatan a.Dinas Indag Agro APBD APBD Kab.Disbudpar APBD 5. Cirebon . Meningkatnya daya tarik wisata Jawa Barat melalui daya Tarik Wisata Jawa Barat event West Java Adventure Tourism (off Road). Bandung.Disbudpar APBD 26 Kab.Dishut . Sinergitas Pengembangan Ekonomi Bidang .Disbudpar APBD . dialog golempang. dan mandalawangi Terpantaunya dan Terkendalinya Program Kepariwisataan Kemitrausahaan di bidang - - 540 orang Kota Bandung dan Jakarta 26 Kab/Kota . Provinsi. Penyebarluasan Informasi Kebudayaan dan Kepariwisataan Jawa Barat - 1 Dokumen Data kebudayaan Kota Bandung dan pariwisata dan 20 episode/penayangan .Terfasilitasinya koordinasi pengembangan Kepariwisataan kepariwisataan Jawa Barat 78 Program Pengembangan Industri Kecil dan a. Provinsi. Pengembangan Perindustrian b. Meningkatnya nilai tambah produk IKM Kegiatan : 1.Dishut . Penataan Objek dan Daya tarik Wisata Jawa Barat Tersusunnya data kebudayaan dan kepariwisataan Jawa Barat Terinformasikannya kebudayaan dan pariwisata melalui jendela budaya dan wisata. suku cadang dan rotan) Meningkatkan sinergitas antara Pusat. Meningkatnya pelayanan instalasi IKM terhadap pelaku Menengah usaha b. Revitalisasi Instalasi pada Balai a.

Kab. Bekasi. Perencanaan Pengembangan perdagangan Agro dan Pengendalian Perindustrian dan Pengembangan Terwujudnya sinergitas rencana dan pelaksanaan program/kegiatan industri dan perdagangan Meningkatnya kemampuan sumber daya manusia di bidang industri telematika.Terwujudnya pengelolaan. Terwujudnya koneksitas. Kab. Meningkatnya jaringan kerja klaster industri TPT c. Cirebon dan Kota APBD - 1 Paket Kota Bandung . pengelolaan dan pengolahan data informasi perindustrian dan perdagangan agro Terwujudnya koordinasi rencana dan operasionalisasi program dan kegiatan pengembangan perindustri dan perdagangan agro Terlaksananya koordinasi industri antar stakeholder. Kab. Karawang.Biro Sarek APBD Konsumen dan - Meningkatnya perlindungan konsumen melalui pengawasan barang beredar dan metrologi legal Terpantaunya Distribusi barang kebutuhan pokok masyarakat yang efektif dan efisien - 5 IPW dan 26 kab/kota Kegiatan : 1. Meningkatnya kemampuan dan Keterampilan SDM b. Meningkatnya kemampuan dan Keterampilan SDM - TARGET PENCAPAIAN 5 175 orang LOKASI 6 PELAKSANA SKPD 7 SUMBER DANA 8 APBD Kab. Cirebon dan Kota Tasikmalaya APBD APBD 4. Berkembangnya inovasi dan desain produk industri TPT e. Kab. Kab. Pembinaan dan Pengembangan Industri Rotan - 175 orang 3. . . penggunaan bahan berbahaya - 510 orang dan 36 kali pengawasan 26 Kab/Kota ./Kota Bdg. . Kab. Bogor./Kota Bdg. Karawang. Meningkatnya kemitraan antara pelaku usaha dan pasar d.NO 1 BID URUSAN PEMDA 2 PROGRAM/KEG 3 Kegiatan : 1. Meningkatnya kemampuan dan Keterampilan SDM b.Dinas Indag Agro APBD - 26 paket Kota Bandung . Bogor. Kab. Meningkatnya pemahaman perlindungan konsumen. Kab. Fasilitasi dan Koordinasi Industri di Jawa barat 33. Kab. pengawasan brg beredar.Dinas Indag Bekasi. Karawang dan Purwakarta - 26 paket Kota Bandung . Kab. Pengembangan Klaster Industri Suku Cadang - 175 orang b.Dinas Indag Sukabumi. Kab. Meningkatnya jaringan kerja klaster industri Alas Kaki c. Perencanaan dan Penguatan Sistem Informasi . Kab. Peningkatan Kemampuan Daya saing melalui Pengembangan Sumber Daya. Koordinasi Perencanaan dan Penguatan Sistem Informasi Industri dan Perdagangan 7. Bogor. Kab. Kab. Meningkatnya kemampuan dan Keterampilan SDM b. Terwujudnya sionergitas pengembangan klaster antara pelaku dengan stakeholder 5. Perdagangan 80 Program Perlindungan Pengamanan Perdagangan - - 1 Paket Kota Bandung . Peningkatan Perlindungan Efektifitas Distribusi Konsumen dan a. Berkembangnya inovasi dan desain produk industri Alas Kaki e. Kab. Terwujudnya sionergitas pengembangan klaster antara pelaku dengan stakeholder a. Bogor. Meningkatnya jaringan kerja klaster industri Suku Cadang c. . Cirebon dan Kota Tasikmalaya 2./Kota Bdg. . Kab. Bogor.Dinas Indag Sukabumi. Berkembangnya inovasi dan desain produk industri Rotan a. Meningkatnya kemitraan antara pelaku usaha dan pasar c. Kota Cimahi. Kab. Industri Logam dan mesin. Kab. Bekasi. Pengembangan Klaster Industri Alas Kaki - 175 orang Kab.Dinas Indag Sukabumi.Dinas Indag APBD - 1 Paket 185 Orang Kota Bandung . Kab. Bekasi.Dinas Indag APBD APBD Kab/Kota Bandung. Kab. Pengembangan Transformasi Perindustrian dan perdagangan Agro 9.Dinas Indag Agro APBD 10. Karawang. Kab. industri kimia. Kab. Bekasi. pengolahan dan (SIFO) Indag Jabar penyebarluasan informasi industri dan perdagangan 6.Dinas Indag Sukabumi. pengembangan sektor Kab.Dinas Indag APBD Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 IV-112 ./Kota Bdg. Terwujudnya sionergitas pengembangan klaster antara pelaku dengan stakeholder a. Meningkatnya kemitraan antara pelaku usaha dan pasar d. Karawang. Penguasaan teknologi dan manajemen 8. Peningkatan Daya Saing TPT SASARAN PROGRAM/KEG 4 a.

NO 1

BID URUSAN PEMDA 2

PROGRAM/KEG 3

SASARAN PROGRAM/KEG

TARGET PENCAPAIAN 5

LOKASI 6

PELAKSANA SKPD 7

SUMBER DANA 8

4 b. Terfasilitasinya pelaksanaan pengawasan barang dan bahan makanan yang beredar di pasar. 2. Peningkatan Pelayanan Tera Ulang UTTP - Meningkatnya pelayanan Kemetrologian di 5 Instalasi Pengelolaan Wilayah (IPW) 3. Peningkatan Pelayanan Ukuran Arus, Panjang - Terfasilitasinya pengukuran BBM di SPBU serta dan Volume Pendataan Meter Air, Meter KWH, dan Meter parkir

5 IPW 5000 SPBU, 260 kali pendataan 5 IPW meter air, 250 pendataan meter KWH dan 10 kali pendataan meter parkir 5 IPW

-

Dinas Indag

APBD APBD

- Dinas Indag

4

Peningkatan Pelayanan Kemetrologian Bidang Ukur Ulang dan BDKT

-

Meningkatanya Pelayanan Barang Dalam Keadaan Terbungkus (BDKT) Terpantaunya keamanan produk agro yang beredar di pasaran -

- Dinas Indag

APBD

5. Peningkatan tertib niaga dan perlindungan Konsumen

-

10 kali

26 Kabupaten/Kota

- Dinas Indag Agro

APBD

6. Peningkatan Distribusi Produk Agro Jawa Barat a. Tersedianya data perkembangan harga komoditi agro b. Terkoordinasinya antisipasi pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat pada hari besar keagamaan c. Tersusunnya analisis jalur distribusi komoditas agro Jawa Barat 81 Program Peningkatan dan Pengembangan a. Mengembangkan Sistem Perdagangan Dalam Negeri perdagangan sistem & sarana prasarana Terfasilitasinya pengembangan sarana dan prasarana perdagangan Meningkatkan sinergitas antara Pusat, Provinsi, Kabupaten/Kota dan Stakeholder

Kota Bandung

- Dinas Indag Agro

APBD

b. Terwujudnya sinergitas pembangunan di bidang perdagangan

-

Kegiatan : 1. Peningkatan Utilitas Perdagangan

dan a. Optimalisasi peran dan fungsi utilitas perdagangan agro b. Terfasilitasinya pembangunan cold storage bagi komoditi holtikultura 2. Pengembangan Sarana dan promosi Dagang a. Terfasilitasinya pelaku usaha Jawa Barat pada event pameran/promosi b. Terjalinnya kerjasama dagang antar pulau/provinsi c. Meningkatnya peran dan fungsi pasar tradisional sebagai pasar higyenis, bersih dan nyaman 3. Fasilitasi dan Koordinasi Peningkatan - Meningkatnya koordinasi dan pengembangan Perdagangan Komoditi Unggulan di Jawa Barat perdagangan antar stakeholder

Usaha

Industri

-

3 Unit

Kab. Indramayu, - Dinas Indag Agro Sukabumi dan Cirebon

APBD

-

142 pelaku usaha dan 100 kios

Jakarta, Batam, Bali, - Dinas Indag Kalimantan Timur, Bogor, Purwakarta,

APBD

Kota Bandung

- Biro Sarek

APBD

34. Ketransmigrasian

82 Program Pengembangan Wilayah Transmigrasi

-

Terselenggaranya kerjasama bidang transmigrasi antar provinsi penempatan di luar Pulau Jawa dengan kab/kota di Jawa Barat Terlaksananya penjajagan ke daerah penempatan dalam rangka tindak lanjut kerja sama (MoU) . Terlaksananya fasilitasi dalam rangka sertifikasi lahan transmigrasi di 5 UPT Terlaksananya relokasi penduduk daerah genangan waduk Jatigede

-

Terealisasinya Pengiriman Jawa Barat transmigran asal Jawa Barat sebanyak 1.050 KK 9 provinsi penempatan di luar 26 Kab/Kota Pulau Jawa. 5 UPT (Unit Pemukiman 5 Kab/Kota Transmigrasi) 125 orang Kab. Sumedang Disnakertrans Disnakertrans APBD APBD

Kegiatan : 1. Tindak lanjut kerjasama antar daerah bidang ketransmigrasian 2. Koordinasi & Fasilitasi Penyelesaian Sertifikasi Lahan di Lokasi Transmigrasi Lokal 3. Pengerahan dan penempatan daerah genangan waduk Jatigede penduduk

-

-

-

-

Disnakertrans

APBD

Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009

IV-113

NO 1

BID URUSAN PEMDA 2 4.

PROGRAM/KEG 3 Fasilitasi Kerjasama Bidang Ketransmigrasian

SASARAN PROGRAM/KEG 4 Terlaksananya Rakor dan penandatanganan kerjasama bidang ketransmigrasian.

TARGET PENCAPAIAN 5

LOKASI

PELAKSANA SKPD 7 Biro Bangsos

SUMBER DANA 8 APBD

-

35. Peningkatan Pemahaman dan Pengamalan Agama

83 Program Peningkatan dan Pemahaman dan Pengamalan Agama

a. Meningkatnya pemahaman dan pengamalan agama dalam kehidupan bermasyarakat b. Terciptanya suasana kehidupan keagamaan yang kondusif di Jawa Barat Meningkatnya pemahaman dan pengamalan agama dalam kehidupan bermasyarakat Meningkatnya pemahaman dan pengamalan agama di masyarakat Meningkatnya pemahaman dan pengamalan agama di kalangan aparatur dan masyarakat -

6 40 Naskah Kerjasama, 26 Kota Bandung Kab/Kota di Jawa Barat, Kab/Kota penempatan Jawa Barat

- Biro Yansos - Kanwil Depag

APBN APBD

Kegiatan : 1. Pelaksanaan MTQ Tingkat Jawa Barat, Pembinaaan dan Pengiriman Khalifah STQ 2. Peningkatan Kualitas Khotib/ Mubaligh dan Kader Juru Dakwah 3. Implementasi Pengamalan Agama melalui Safari Ramadhan dan Taraweh Keliling

1 kali MTQ Tk. Jawa Barat dan Jawa Barat 100 Orang STQ Tk Nasional 800 orang kader juru dakwah Jawa Barat 7500 Orang Masyarakat,Tokoh Jawa Barat Agama, Tokoh Masyarakat dan Aparatur Pemerintah Propinsi dan Kabupaten/Kota se Jawa Barat 500 orang peserta dialog intern Jawa Barat dan antar umat beragama 800 Orang Para Pemuda, Pelajar Kota bandung 800 Orang Para Pembina Majelis Kota bandung Taklim se Jawa barat

- Biro Yansos - Kanwil Depag - Biro Yansos - Biro Yansos

APBN APBD APBD APBD

4. Pembinaan Kerukunan Hidup Intern dan Antar Umat Beragama 5. Peningkatan Pemahaman Agama di kalangan 6. Peningkatan Kualitas Pembina Majelis Taklim Di jawa Barat 84 Program Pembinaan Lembaga Sosial Keagamaan Kegiatan : 1. Pemberdayaan Lembaga Sosial Keagamaan

-

Terfasilitasinya kegiatan intern dan kegiatan antar umat beragama. Meningkatnya pemahaman dan pengamalan agama di Meningkatnya kualitas Pembina Majalis Taklim di jawa Barat Meningkatnya peran lembaga-lembaga sosial keagamaan dan lembaga pendidikan keagamaan dalam pembangunan Meningkatnya pemberdayaan DKM dan pemberdayaan guru madrasah diniyah dalam pembangunan. Terlaksananya subsidi dan imbal swadaya pembangunan dan rehabilitasi sarana prasarana kepada lembaga keagamaan dan lembaga pendidikan. Meningkatnya kualitas Guru Madrasah Swasta di Jawa Barat Terlaksananya Porseni Pontren Tk Jabar dan Training Centre Kontingen Pospenas Jabar dan Terkirimnya Kontingen Pospenas Jabar ke Tk Nasional Meningkatnya Pemahaman dan Pengamalan ajaran agama di kalangan pemuda/pelajar dan Mahasiswa Meningkatnya peran serta lembaga keagamaan dalam olah raga dan seni Tersusunnya Pemetaan lembaga-lembaga sosial keagamaan di Jawa Barat

-

-

Biro Yansos Kanwil Depag Biro Yansos Biro Yansos

APBN APBD APBD APBD

-

APBN, APBD

-

-

410 orang Pengurus DKM dan Jawa Barat Guru Madrasah Diniyah 4 Wilayah di Jawa Barat Jawa Barat

- Biro Yansos

APBN, APBD

2.

Fasilitasi Keagamaan serta pelayanan Kepada Organisasi/Pontren/Masjid di jawa Barat

-

-

- Biro Yansos

APBN, APBD

3.

Pembinaan Guru Madrasah Swasta di Jawa Barat Pelaksanaan Porseni Pontren Tk Jabar, TC/Training Centre dan Pengiriman Kontingen Pospenas Jabar Tk Nasional di Makasar Peningkatan Kualitas Pesantren Kilat

-

-

4.

-

-

480 orang Guru Madrasah Jawa Barat Swasta dan Guru TKA/TPA di Jawa Barat 1500 Orang Para Santri dan Bandung dan Makasar Kontingen Jawa Barat ke Pospenas 300 Orang 800 Orang Pemuda/Pelajar Bandung

- Biro Yansos

APBN, APBD

- Biro Yansos

APBD

5.

Penyelenggaraan -

-

- Biro Yansos

APBD

6. 7.

Peningkatan Peran Serta Pesantren dalam pembinaan Olah raga dan Seni Pemetaan Lembaga Sosial Keagamaan di Jawa Barat (tahap II)

-

Pondok pesantren di Jawa Barat Tersebar Lembaga Sosial Keagamaan di Tersebar Jawa Barat

Biro Yansos Biro Yansos

APBD

Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009

IV-114

4.3. RENCANA KERJA PEMBANGUNAN BERSUMBER DANA APBN
PROGRAM 1 1. Program Upaya Perorangan SASARAN 2 KEGIATAN 3 TARGET PENCAPAIAN (KELUARAN KEGIATAN) 4 LOKASI 5 SKPD 6 Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan KETERANGAN (Diisi dengan Dept) 7 Dep. Kesehatan Dep. Kesehatan Dep. Kesehatan Dep. Kesehatan Dep. Kesehatan Dep. Kesehatan Dep. Kesehatan Dep. Kesehatan Dep. Kesehatan Dep. Kesehatan Dep. Kesehatan Dep. Kesehatan

Kesehatan A.1. Meningkatkan rumah sakit yang sensitif 1. Pelayanan Kesehatan bagi Penduduk dan proaktif Miskin Kelas III Rumah Sakit 2. Tertanggulanginya masalah kesehatan 2. Operasional dan Pemeliharaan rujukan dan pelayanan medis spesialistik Penyelenggaraan Pelayanan Medik 3. Meningkatnya rumah sakit yang 3. Pemenuhan dan Peningkatan Fasilitas Sarana dan Prasarana Kesehatan terakreditasi, tertibnya administrasi Rujukan perizinan rumah sakit pemerintah dan swasta 4. Terlaksananya laboratorium kesehatan dengan optimal 50%

1. Meningkatnya mutu/akses pelayanan kesehatan Kab. Indramayu bagi masyarakat miskin 2. Rumah sakit pemerintah dan swasta sudah Provinsi Jawa Barat terakreditasi dan mempunyai izin 3. Tersedianya sarana dan prasarana yankes di Provinsi Jawa Barat RSP Sidawangi dan BKKM 4. Tersedianya sarana pelayanan kesehatan di Kab. Bogor rumah sakit 5. Tersedianya sarana dan prasarana yankes di Kab. Sukabumi RSD Sk Wangi Pl. Ratu dan Jampang Kulon 6. Tersedianya sarana dan prasarana yankes di Kab. Cianjur RSD Cianjur dan Cimacan 7. Tersedianya sarana dan prasarana yankes di Kab. Karawang RSD Karawang 8. Tersedianya sarana dan prasarana yankes di Kab. Purwakarta RSD Bayu Asih 9. Tersedianya sarana dan prasarana di RSD Kab. Subang Subang 10. Tersedianya sarana dan prasarana yankes di Kab. Bandung RSD Soreang dan Majalaya 11. Tersedianya sarana dan prasarana yankes di Kab. Sumedang RSD Unit Swadana Sumedang 12. Tersedianya sarana dan prasarana yankes di Kab. Garut RSD Dr. Slamet Garut dan RSUD Pamengpeuk 13. Tersedianya sarana dan prasarana yankes di RSD Kab. Tasikmalaya 14. Tersedianya sarana dan prasarana yankes di RSD Ciamis dan RSD Pangandaran 15. Tersedianya sarana dan prasarana yankes di RSD Waled Arjawinangun 16. Tersedianya sarana dan prasarana yankes di RSD Kuningan 17. Tersedianya sarana dan prasarana di RSD Indramayu dan RSD Pantura MA Sentot Kab. Tasikmalaya Kab. Ciamis Kab. Cirebon Kab. Kuningan Kab. Indramayu

Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan

Dep. Kesehatan Dep. Kesehatan Dep. Kesehatan Dep. Kesehatan Dep. Kesehatan Dep. Kesehatan Dep. Kesehatan Dep. Kesehatan Dep. Kesehatan Dep. Kesehatan Dep. Kesehatan Dep. Kesehatan Dep. Kesehatan

18. Tersedianya sarana dan prasarana di RSD Kab. Majalengka Cideres Majalengka 19. Tersedianya sarana dan prasarana di RSD Kota Kota Bandung Bandung dan RSKIA Astanaanyar 20. Tersedianya sarana dan prasarana di RSD R. Syamsudin, SH 21. Tersedianya sarana dan prasarana yankes di RSD Gn. Jati 22. Tersedianya sarana dan prasarana yankes di RSD Kota Bekasi 23. Tersedianya sarana dan prasarana yankes di RSD Depok 24. Tersedianya sarana dan prasarana yankes di RSD Kota Tasikmalaya 25. Tersedianya sarana dan prasarana yankes di RSD Cibabat Kota Sukabumi Kota Cirebon Kota Bekasi Kota Depok Kota Tasikmalaya Kota Cimahi

Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2009

IV-114

PROGRAM 1

SASARAN 2

KEGIATAN 3

TARGET PENCAPAIAN (KELUARAN KEGIATAN)

LOKASI

SKPD 6 Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan

KETERANGAN (Diisi dengan Dept) 7 Dep. Kesehatan Dep. Kesehatan

4. Penanggulangan Flu Burung

B. Tersedianya alat kesehatan untuk 1. Pemenuhan dan Peningkatan Fasilitas pelayanan pasien rawat jalan dan rawat Sarana dan Prasarana Kesehatan inap di R. S. Jiwa Bandung Rujukan C.1 Tersedianya gedung kesehatan dalam 1. Pemenuhan dan Peningkatan Fasilitas menunjang pelayanan Sarana dan Prasarana Kesehatan 2. Tersedianya alat untuk terapi pasien jiwa 3. Tersedianya sarana untuk menunjang kegiatan operasional RS 4. Tersedianya kebutuhan obat-obatan untuk pasien

5 4 26. Tersedianya sarana dan prasarana yankes di Kota Banjar RSD Kota Banjar 27. Menurunnya jumlah kasus kematian akibat flu Provinsi Jawa Barat burung dari 75% menjadi 72,5% dan berkurangnya penderita HIV/AIDS 1. 1 unit ambulance, 8 buah kendaraan roda 2, 1 Kota Bandung unit mesin cuci, 1 unit mesin pengering, 1 paket peralatan gizi, 1 paket alat kesehatan 1. Terpenuhinya kebutuhan administrasi kegiatan Kab. Bandung Barat untuk 12 bulan, tersedianya gedung psikomotor (rehabilitasi pasien) seluas 500 m2, pekerjaan infrastruktur (radiologi, laundry, garasi, genzet, mess/diklat sebanyak 1 paket, terpenuhinya obat-obatan dan bahan l

Rumah Sakit Jiwa Bandung

Dep. Kesehatan

Rumah Sakit Jiwa Cimahi Dep. Kesehatan

D.1. Tersedianya sarana dan prasarana kerja 1. Pemenuhan dan Peningkatan Fasilitas 1. 1 unit clinical chemistry analyzer (full Kab. Cirebon yang memadai untuk kelancaran dan Sarana dan Prasarana Kesehatan automatice), 1 unit washer disonfector, 40 unit efektivitas kerja aparatur Rujukan tempat tidur pasien, 5 unit tempat tidur IGD, 80 buah matras, 1 unit central medical gas dan 2. Tersedianya sarana dan prasarana hematologi analisis pelayanan rawat inap yang memadai untuk memberikan kenyamanan pada pasien 2. Program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Terselenggaranya dukungan promosi 1. Pengembangan Promosi Kesehatan dan 1. Pengembangan Promosi Kesehatan dan Provinsi Jawa Barat Teknologi Komunikasi, Informasi dan Teknologi Komunikasi, Informasi dan Edukasi kesehatan pada 4 grand strategi dan 17 Edukasi (KIE) (KIE) 5853 desa sasaran utama (1. Menggerakkan dan memberdayakan masyarakat untuk hidup 2. Pengembangan Upaya Kesehatan 2. Pengembangan Upaya Kesehatan Bersumber Provinsi Jawa Barat sehat; 2. Meningkatkan akses masyarakat Bersumber Masyarakat Masyarakat 1.500 desa 1. Peningkatan Pelayanan Kesehatan Dasar 1. Peningkatan Pelayanan Kesehatan Dasar 26 Provinsi Jawa Barat Kab/Kota 2. Peningkatan Pelayanan Kesehatan Ibu 2. Peningkatan Pelayanan Kesehatan Ibu 26 Provinsi Jawa Barat Kab/Kota 3. Peningkatan Pelayanan Kesehatan Anak 4. Peningkatan Kesehatan Kerja 3. Peningkatan Pelayanan Kesehatan Anak 26 Provinsi Jawa Barat Kab/Kota 4. Peningkatan Kesehatan Kerja 390 pet, 2.500 Provinsi Jawa Barat KS

Rumah Sakit Paru Sidawangi Cirebon

Dep. Kesehatan

Dinas Kesehatan

Dep. Kesehatan

Dinas Kesehatan

Dep. Kesehatan Dep. Kesehatan Dep. Kesehatan Dep. Kesehatan Dep. Kesehatan Dep. Kesehatan Dep. Kesehatan Dep. Kesehatan Dep. Kesehatan Dep. Kesehatan

3.

Program Upaya Masyarakat

Kesehatan 1. Cakupan rawat jalan mencakup 11% 2. Cakupan persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan mencakup 75% 3. Cakupan pelayanan antenatal (K4) mencakup 82% dan cakupan kunjungan 4. Kunjungan (visite rate) penduduk miskin ke puskesmas 100%

Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan

4.

Program Pencegahan Pemberantasan Penyakit

dan 1. Persentase yang mencapai universal child 1. Pencegahan dan Penanggulangan Faktor 1. Pencegahan dan Penanggulangan Faktor Provinsi Jawa Barat imunization (UCI) 98% Resiko Resiko 26 Kab/Kota 2. Menurunkan kasus pas menjadi 0% 2. Peningkatan Imunisasi 2. Peningkatan Imunisasi 1.007 PKM di 26 Provinsi Jawa Barat Kab/Kota 3. Menurunkan jumlah kasus leptosorosiss 3. Peningkatan Surveillance Epidemiologi 3. Peningkatan Surveillance Epidemiologi dan Provinsi Jawa Barat menjadi 0% dan Penanggulangan Wabah Penanggulangan Wabah 26 Kab/Kota 4. Angka Case Detection Rate Penyakit TB 70% dan angka keberhasilan pengobatan TB di atas 85% 5. Penderita demam berdarah dengue (DBD) yang ditangani 80% 6. Penderita malaria yang diobati 100% 7. CFR Diare pada saat KLB <12%

Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan

Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2009

IV-115

PROGRAM 1

SASARAN 2 8. ODHA (Orang dengan HIV/AIDS) mendapat pengobatan ART 100% 9. Menurunkan jumlah kasus flu burung sebesar 50% 10. Menurunkan kasus rabies menjadi 0% 11. Menurunkan jumlah kasus Antrak menjadi 0%

KEGIATAN 3

TARGET PENCAPAIAN (KELUARAN KEGIATAN) 4

LOKASI 5

SKPD 6

KETERANGAN (Diisi dengan Dept) 7

5.

Program Perbaikan Masyarakat

Gizi 1. Penanggulangan masalah KEP, Anemia 1. Penanggulangan dan Gizi, Gaky, KVA Masyarakat 2. Pemberdayaan Masyarakat 3. Meningkatkan Surveilans Gizi 4. Peningkatan Pendidikan Gizi 5. Penanggulangan Gizi Lebih Daya 1. Tenaga Kesehatan di Lingkungan Dinas 1. Peningkatan Kesehatan Provinsi Jawa Barat dan Kesehatan Kab/Kota di Jawa Barat 2. Institusi Pendidikan Kesehatan di Jawa Barat

Perbaikan

Gizi 1. Penanggulangan dan Perbaikan Masyarakat 382 Kec di 26 Kab/Kota

Gizi Provinsi Jawa Barat

Dinas Kesehatan

Dep. Kesehatan

6.

Program Kesehatan

Sumber

Profesionalisme

Tenaga 1. Peningkatan Profesionalisme Tenaga Provinsi Jawa Barat Kesehatan 992 orang tenaga kesehatan

Dinas Kesehatan

Dep. Kesehatan

7.

perencanaan dan 1. Penyusunan, Pengkajian Program Kebijakan dan 1. Tersusunnya penganggaran pembangunan kesehatan Pengembangan Data dan Informasi Manajemen Pembangunan yang sesuai dengan program prioritas Kesehatan pembangunan kesehatan

dan 1. Penyusunan, Pengkajian dan Pengembangan Provinsi Jawa Barat Data dan Informasi 26 Kab/Kota

Dinas Kesehatan

Dep. Kesehatan

2. Terlaksananya pengendalian pengawasan 2. Pembinaan Administrasi dan Pengelolaan 2. Pembinaan Administrasi dan penilaian pembangunan kesehatan Keuangan Keuangan 70 orang dan pengelolaan keuangan, evaluasi dan pelaporan

dan

Pengelolaan Provinsi Jawa Barat

Dinas Kesehatan

Dep. Kesehatan

3. Tersedianya informasi kesehatan dan 3. Pembinaan Hukum dan Organisasi 3. Pembinaan Hukum dan Organisasi 70 orang Provinsi Jawa Barat komunikasi publik berdasarkan evidence base 4. Inventarisasi tenaga PTT dan DPK di 26 4. Pembinaan/Penyusunan Program, 4. Pembinaan / Penyusunan Program, Rencana Provinsi Jawa Barat Kab/Kota Rencana Kerja dan Anggaran Kerja dan Anggaran 26 Kab/Kota dan 35 RSUD 5. Pengembangan Kapasitas/Administrasi/ 5. Pengembangan Kapasitas/Administrasi/ Provinsi Jawa Barat Manajemen Sumber Daya Manusia Manajemen Sumber Daya Manusia 100 dokter, 30 drg 6. Peningkatan Pembiayaan Jaminan 6. Peningkatan Pembiayaan Jaminan Kesehatan Provinsi Jawa Barat Kesehatan 158 tim verifikator 8. Program Penerapan 1. Terlaksananya koordinasi penyusunan 1. Penyusunan Program dan Rencana Kerja 1. Tersusunnya program tahun 2009 sebanyak 1 Kota Cimahi perencanaan program dan anggaran Pembangunan kegiatan Kepemerintahan yang Baik pembangunan kesejahteraan sosial di daerah Program Pemberdayaan Fakir 1. Terlaksananya program pemberdayaan 1. Pemberdayaan Sosial Keluarga, Fakir 1. Terlaksananya program pemberdayaan fakir Provinsi Jawa Barat fakir miskin di Provinsi Jawa Barat Miskin, Komunitas Adat Terpencil dan miskin untuk 6.000 KK Miskin, Komunitas Adat PMKS lainnya Terpencil (KAT) dan

Dinas Kesehatan

Dep. Kesehatan

Dinas Kesehatan

Dep. Kesehatan

Dinas Kesehatan

Dep. Kesehatan

Dinas Kesehatan

Dep. Kesehatan Dep. Kesehatan Dep. Kesehatan

Dinas Sosial

9.

Dinas Sosial

Dep. Sosial

Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2009

IV-116

Tertanganinya keluarga rentan sebanyak 500 Provinsi Jawa Barat yang tertangani Miskin. Rehabilitasi sosial bagi 500 anak nakal PMKS termasuk Anak. Pelayanan sosial bagi 360 orang tuna sosial luarProvinsi Jawa Barat panti PMKS termasuk Anak. Pemberdayaan Sosial Keluarga Fakir 3.075 anak jalanan dan Provinsi Jawa Barat keberfungsian sosial penyandang cacat PMKS termasuk Anak. Diberdayakan komunitas adat terpencil 3. Pelayanan rehabilitasi sosial anak cacat 8. Terlaksananya pengumpulan pengelolaan sumber dana sosial dan 5. Sosial Dinas Sosial Dep. Terselenggaranya bantuan sosial korban 1. Pelayanan rehabilitasin sosial anak nakal 11. Program Pelayanan dan 1. Rehabilitasi sosial bagi 120 anak cacat panti PMKS termasuk Anak. Terlaksananya rehabilitasi perlindungan korban napza 1. Tersusunnya program penanggulangan 2. Penyempurnaan Pelaksanaan Pembe. Sosial Dinas Sosial Dep. Peningkatan Pelayanan Sosial Dasar bagi 5. Tersosialisasikannya program penang. Penyelenggaraan Pencarian Penyela.2. Terlindunginya dan tersantuninya 60 orang Provinsi Jawa Barat rian Bantuan Sosial (Akses Jaminan pekerja mandiri di sektor informal dan PMKS Sosial) non potensial Dinas Sosial Dep. Tercapainya pelayanan sosial bagi tuna sosial di luar panti Rehabilitasi Kesejahteraan Sosial 2. Lansia dan Penyandang Cacat (Rehabilitasi Tuna Sosial) dan 2. Penyempurnaan Pelaksanaan Pembe. Peningkatan rehabilitasi sosial anak jalanan 7.5.PROGRAM SASARAN KEGIATAN TARGET PENCAPAIAN (KELUARAN KEGIATAN) LOKASI SKPD 6 Dinas Sosial KETERANGAN (Diisi dengan Dept) 7 Dep. Sosial Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2009 IV-117 . Sosial Dinas Sosial Dep.600 anak terlantar Provinsi Jawa Barat PMKS termasuk Anak. Terlayaninya 1. Terlayaninya lanjut usia terlantar di luar 4. Meningkatnya jumlah keluarga rentan 2. Sosial Dep. Terlayaninya korban tindak kekerasan dan 4. Tersusunnya program penanggulangan Provinsi Jawa Barat bencana sosial rian Bantuan Sosial (Pemberdayaan bencana sosial sebanyak 1 kegiatan dan Sosial Korban Bencana Sosial) tersosialisasikannya program penanggula-ngan bencana sosial kepada 245 KK 3. Lansia dan Penyandang Cacat (Pelayanan dan Perlindungan Kesejahteraan Sosial) Dinas Sosial Dep. Komunitas Adat Terpencil dan PMKS Lainnya (Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil) 10.3. Sosial Dinas Sosial Dep. Lansia dan Penyandang Cacat (Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Anak Cacat) 5. Sosial Dinas Sosial Dep. Program Bantuan dan Jaminan 1.4. Lansia dan Penyandang Cacat (Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Anak Nakal) Provinsi Jawa Barat Dinas Sosial Dep. Penyempurnaan Pelaksanaan Pembe.2. Lansia dan peningkatan 75 RPA Penyandang Cacat (Pembinaan dan Rehabilitasi Anak Jalanan) 4.1. Peningkatan Pelayanan Sosial Dasar bagi 2. Sosial 5 1 2 3 4 Penyandang Masalah Kesejah. Terselenggaranya bantuan sosial bagi 330 Provinsi Jawa Barat bencana alam di Jawa Barat matan Musibah Bencana Alam dan korban bencana alam Kesejahteraan Sosial Bencana Lainnya 2. Rehabilitasi sosial bagi 3.3. Sosial Provinsi Jawa Barat Dinas Sosial Dep. Peningkatan Pelayanan Sosial Dasar bagi 3. Terwujudnya kemandirian dan 3. Peningkatan Pelayanan Sosial Dasar bagi 4. Terlayaninya KTK dan pekerja migran Provinsi Jawa Barat gulangan bencana sosial kepada seluruh rian Bantuan Sosial (Perlindungan Sosial bermasalah sosial sebanyak 300 orang masyarakat Jawa Barat Tindak Kekerasan dan Pekerja Migran) 4. Komunitas Adat Terpencil dan KK teraan Sosial Lainnya PMKS Lainnya (Pemberdayaan Keluarga Miskin) 3. Peningkatan Pelayanan Sosial Dasar bagi 1. Terlaksananya 27 kegiatan pengumpulan dan Provinsi Jawa Barat pekerja migran bermasalah sosial rian Bantuan Sosial (Pendayagunaan pengelolaan sumber dana sosial Sumber Dana Sosial) 5. Diberdayakannya KAT di 4 lokasi Provinsi Jawa Barat Miskin. Terlayaninya anak terlantar 5. Pemberdayaan Sosial Keluarga Fakir 2. Sosial 3. Sosial Dinas Sosial Dep. Sosial Dinas Sosial Dep. Sosial 6. Penyempurnaan Pelaksanaan Pembe.

2. kiningan. Meningkatnnya investasi pengusahaan panas bumi di Jawa Barat 4. Terlindunginya dan tersantuninya pekerja mandiri di sektor informal dan PMKS non potensial KEGIATAN 3 TARGET PENCAPAIAN (KELUARAN KEGIATAN) 4 LOKASI 5 SKPD 6 KETERANGAN (Diisi dengan Dept) 7 12. Meningkatnya pelayanan sarana listrik di perdesaan bagi masyarakat yang tidak terjangkau jaringan PLN Pembinaan Pertambangan Batubara pembinaan usaha Usaha 1. 70 PSM dan 270 KT Kesejahteraan 2. Terwujudnya pelestarian terhadap 4 TMP dan 5 Provinsi Jawa Barat dayagunaan nilai-nilai kepahlawanan. Jawa Barat hutan kota dan pengendalian kanan kiri sungai Dishut Dephut Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2009 IV-118 . Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam - 2. meningkatnya pengusahaan panas bumi di Jawa Barat 3.Perencanaan dan Pengendalian pengendalian pengelolaan kawasan Pengelolaan Kawasan Konservasi konservasi yang mantap Rehabilitasi Lahan Kritis DAS Prioritas - Terlaksananya pembinaan dan Jawa Barat penyelenggaraan penyuluhan kehutanan Terselenggaranya perencanaan dan Jawa Barat pengendalian pengelolaan kawasan konservasi yang mantap Terselenggaranya kegitan GERHAN di Jawa Kab. hutan kota dan pengendalian kanan kiri sungai Perencanaan. Barat Purwakarta.1. Tasikmalaya. Terselenggaranya Kelembagaan GERHAN Cadangan Sumber Daya Alam Dishut Dephut 2. Terwujudnya pelestarian dan pen. Pemberdayaan Kelembagaan Sosial 1. terbangunnya 5 unit sumur bor bersih yang bersumber dari air tanah bagi masyarakat pedesaan - Terbangunnya 5 sumur bor di 5 lokasi Cianjur. Program Kelembagaan Sosial Pemberdayaan 1. Pengembangan kapasitas Pengleolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Hidup - Meningkatnya akses pelayanan sarana air 1. Kepahlawanan. terlaksananya pertambnagan di daerah dan 2. sukabumi Distamben DESDM 16. Bandung Barat. Indramayu. Bandung. Pelestarian dan Pendayagunaan Nilai 2. Majalengka. Terlaksananya pemberdayaan kelem. Bogor. Kuningan. Cianjur. Patuha dan G. Purwakarta. Meningkatnya akses pelayanan listrik bagi masyarakat perdesaan Pelayanan Sarana dan Prasarana Ketenagalistrikan 2. Ciamis. Pembangunan Kelembagaan Hutan Rakyat dan - Terlaksananya pembangunan hutan rakyat. Banjar Dishut Dishut Dephut Dephut 17. Sosial 13. Terselenggaranya kegiatan penanggulangan pasca bencana dan rawan bencana 3. Sukabumi. Karawang.PROGRAM 1 SASARAN 2 6. sangkanhurip dan gede pangrango terlaksananya pengawasan kegiatan usaha panas bumi di g. wayang Windu Distamben Distamben Distamben DESDM DESDM DESDM Distamben DESDM 15. Terlaksananya pemberdayaan terhadap 100 Provinsi Jawa Barat bagaan sosial masyarakat Masyarakat Orsos. Pembinaan dan Penyelenggaraan Penyuluhan Kehutanan Terselenggaranya perencanaan dan . Meningkatnya pengendalian usaha penas bumi di Jawa Barat Distamben Distamben DESDM DESDM 14. Pengembangan Rehabilitasi dan Pemulihan 1. Garut. Depok. Terlaksananya pembangunan hutan rakyat. Tasikmalaya. Peningkatan Kualitas Jasa 1. majalengka. Keperintisan dan MPN keperintisan dan kesetiakawanan sosial Kesetiakawanan Sosial Pembangunaan jaringan PLN Pembangunan PLTMH dan PLTS Terbangunnya jarigan listrik perdesaan di 17 di 17 Kabupaten kabupaten di Jawa Barat Pembangunan 3 PLTM dan 200 PLTS Garut dan Cianjur Dinas Sosial Dinas Sosial Dep. Sosial Dep. Mineral Pembinaan terhadap usaha pertambangan di daerah Pembinanaan usaha panas bumi eksisiteing di 4 lokasi terlaksananya pelelangan 3 WKP panas bumi pengawasan kegiatan usaha panas bumi di 2 WKP Terbinanya pengusaha peretambangan terutama skala kecil dan menengah terbinanya usaha panas bumi eksisting terlaksananya pengelangan di 3 WKP (papandayan. Kota Bogor. Subang.

Dewasa Memanen 4 Percontohan Agroforestry 5 Peningkatan Peran Serta Masyarakat dalam Rehabilitasi Hutan dan Lahan (sarana dan prasarana penyuluhan kehutanan) 6 Rehabilitasi Lahan Kritis di Sub DAS Citarik (Penyangga Hutan Lindung Gunung Geulis) 7 Konservasi SDA dan Pengendalian Kerusakan Sumber . Program Pengembangan dan Pengelolaan Air Bersih dan Air Limbah Program Pengembangan. Majalengka Kab.PROGRAM 1 SASARAN 2 KEGIATAN 3 TARGET PENCAPAIAN (KELUARAN KEGIATAN) 4 LOKASI 5 SKPD 6 KETERANGAN (Diisi dengan Dept) 7 18. Kuningan. Majalengka BPLHD BPLHD BPLHD BPLHD KLH KLH KLH KLH 19.Bandung Kota Tasikmalaya Kab. Bogor dan Kota BPLHD Sukabumi Kabupaten Cianjur dan BPLHD Kota Banjar Kab. waduk. Majalengka Kab. Danau dan Sumber Air Lainnya - Pembuatan Sumur Bor Air Bawah Tanah Kab. Program Pengelolaan dan Rehabilitasi Ekosistem Pesisir dan Laut Program Rehabilitasi dan Konservasi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup - Pemintakatan/Zonasi Cianjur Pesisir Selatan Kab. Majalengka Kab. Sumedang Dishut Dephut Kab. Subang dan Kota Tasikmalaya Kab. Subang Dishut Dishut Dishut Dishut Dishut Dishut Dishut Dephut Dephut Dephut Dephut Dephut Dephut Dephut 21. pengendalian daya rusak air dan pengamanan pantai Peningkatan Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Wilayah Sungai (WISMP) 5 Wilayah Sungai Kab. Meningkatnya kondisi dan fungsi sungai. Sumedang Kab. embung dan pantai dalam rangka konservasi sumber daya air dan pendayagunaan sumber air. 1 Pengelolaan dan Konservasi Sungai. Indramayu Dinas PSDA TP Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2009 IV-119 . Majalengka Kab. Sumedang Dishut Dishut Dishut Dishut Dishut Dephut Dephut Dephut Dephut Dephut Kab.Sumber Air 8 Pembuatan HR/KR Intensif 9 Pembuatan HR Rawan Bencana 10 Pengkayaan Hutan Rakyat 11 Pembuatan Dam Penahan Erosi (Dpe) 12 Pembuatan Gully Plug 13 Pembuatan Sumur Resapan 14 Rehabilitasi Hutan Mangrove (Melalui Empang Parit) Kabupaten Cianjur Kab.Cianjur 20. situ. Sumedang BPLHD KLH KLH KLH Kab. Sumedang Kab. Subang Distamben ESDM 22. Majalengka Kab. Program Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup 1 Pengadaan Peralatan Pemantauan Kualitas Udara 2 Pengadaan Peralatan Laboratorium Lingkungan Hidup 3 Pengadaan Alat Ukur Kualitas Air Sungai Secara Digital (Telemetry System) 4 Pemantauan Kualitas Lingkungan 5 Dana Alokasi Khusus Lingkungan Hidup 6 Pengendalian Pencemaran Air Kab. 1 Rencana Aksi Menuju Cianjur Kabupaten Konservasi 2 Konservasi Tanah dan Air 3 Kecil Menanam. Garut Kab. Majalengka Kab. Cirebon. Garut.

Indramayu. Purwakarta. Karawang. Bogor. Tasikmalaya. Situ dan Bangunan Penampung Air Lainnya Kab. Purwakarta. Embung. Rawa dan Jaringan Pengairan Lainnya 2 Meningkatnya intensitas tanam padi pada daerah irigasi teknis yang dikelola oleh Pemerintah Provinsi dari 192% menjadi 194% Meningkatnya intensitas tanam padi pada daerah irigasi teknis yang dikelola oleh Pemerintah Pusat Peningkatan Pengelolaan Partisipatif (WISMP) Irigasi 5 Wilayah Sungai Kab. Kota Depok. Purwakarta. pengelolaan dan Bangunan Penampung Air Lainnya konservasi sungai. Ciamis. PU Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2009 IV-120 . Kuningan. Ciamis. Bekasi. Dinas PSDA Cianjur. Indramayu. Ciamis. Situ dan pengembangan. Sumedang Dinas PSDA Dept. Kota Depok. Danau dan Sumber Air Lainnya 23. Garut. Dinas PSDA Ciamis. Garut. Embung. PU Pembangunan/Peningkatan Irigasi Jaringan Kab. Tasikmalaya. Program Pengembangan dan 1 Pengelolaan Jaringan Irigasi. Kota Depok Dinas PSDA Dept. danau dan sumber daya air lainnya KEGIATAN 3 Pembangunan Waduk. Majalengka. PU Kab. Bandung. Bogor. Ciamis. Kota Depok Kab. PU Kab. Subang. Dinas PSDA Sumedang Dept. PU Kab. Jabar Dinas PSDA Dept. Karawang. Bogor. Bogor Kab. Danau dan Sumber Air Lainnya 8 Penerapan Teknologi Pengelolaan dan Konservasi Sungai. Dinas PSDA Sumedang. Subang. PU 4 Pembinaan Perencanaan Teknis Sungai. Jabar Jabar Dinas PSDA Kab. Subang. Situ dan Bangunan Penampung Air Lainnya TARGET PENCAPAIAN (KELUARAN KEGIATAN) 4 LOKASI 5 SKPD 6 KETERANGAN (Diisi dengan Dept) 7 Dept. Garut. Majalengka. Karawang. Sukabumi. Sumedang. Bogor. Majalengka. Bandung. Kuningan. Bekasi. Ciamis. Cirebon. Karawang. Jabar Dinas PSDA Dept. Danau dan Waduk 5 Pengembangan Kelembagaan Pengelolaan SDA 6 Pemasangan dan Pengoperasionalan Flood Forecasting and Warning System di Wilayah Sungai 7 Advis Teknis Pengelolaan dan Konservasi Sungai. PU Kab. Bogor. Bekasi. Garut. Tasikmalaya. PU Dept. PU Dinas PSDA Dept. Purwakarta. danau dan sumber daya air lainnya 2 O&P Waduk.PROGRAM 1 2 SASARAN 2 Tersedianya perencanaan teknis pengembangan. Garut. Indramayu. Embung. Garut. Bekasi Jabar Dinas PSDA TP 3 4 Tersedianya perencanaan teknis peningkatan dan pengelolaan jaringan irigasi Terlaksananya monitoring dan evaluasi 1 pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi Peningkatan Partisipatif Pengelolaan Irigasi Dept. pengelolaan dan konservasi sungai. PU Dept. Cirebon. Kuningan. Bandung 3 Terlaksananya monitoring dan evaluasi 1 Rehabilitasi Waduk. Indramayu Dinas PSDA TP Peningkatan Pengelolaan Partisipatif (PISP) Irigasi - 5 Wilayah Sungai Kab. Indramayu. Cirebon. Cirebon. Kuningan. Bekasi. PU 3 Konservasi Danau dan Situ serta Perbaikan Sabuk Hijau di Kawasan Sumber Air Dinas PSDA Dept.

Bekasi Kab. Karawang. Karawang. PU 2. Purwakarta. Bekasi. Kuningan. Cianjur. Ciamis. PU Dept. Kota Bogor. PU 5 O&P Jaringan Irigasi Dept. Sukabumi. Indramayu. Bekasi. Indramayu. Bogor. Meningkatnya kondisi dan fungsi sungai 1. Cirebon. Cianjur. Cirebon Kab. O&P Prasarana Pengendali Banjir Dept. Dinas PSDA Indramayu. Pembangunan Sarana Prasarana Pengamanan Pantai 3. Subang. Dinas PSDA Banjar. Ciamis. Bekasi. Sumedang.PROGRAM 1 SASARAN 2 KEGIATAN 3 2 Pembangunan/Peningkatan Irigasi Air Tanah TARGET PENCAPAIAN (KELUARAN KEGIATAN) 4 Prasarana LOKASI SKPD KETERANGAN (Diisi dengan Dept) 7 Dept. Indramayu. Purwakarta. Majalengka. Bekasi. Program Pengendalian Banjir dan Pengamanan Pantai a. Purwakarta. Majalengka. Jabar Dinas PSDA Dinas PSDA Dinas PSDA Dept. Kota Bandung. Garut. Banjar. Kab. Banjar. Cirebon. Sukabumi. Karawang. Cianjur. PU 5 6 Kab. Indramayu. Karawang. Bekasi. Dinas PSDA Majalengka. PU 7 Pembinaan Perencanaan Teknis Irigasi 8 Pembinaan Perencanaan Teknis Irigasi Air Tanah 9 Pengembangan Kelembagaan Pengelolaan Sumber Daya Air 24. Dinas PSDA Cirebon. Majalengka. Indramayu. Bandung. Garut. Bogor. Purwakarta Kab. Bandung Jabar Dinas PSDA 3 Rehabilitasi Jaringan Irigasi Dept. Jabar Kab. Dinas PSDA Majalengka. PU Dept. Garut. Subang. Sukabumi. Rehabilitasi Sarana Prasarana Pengamanan Pantai 4. Indramayu. Cianjur. Ciamis. Indramayu Kab. Kuningan. Garut. PU Dept. Bandung. Kuningan. Karawang Kab. Majalengka. Jabar Kota Cirebon. Tersebar di WS Citarum. PU Kab. Kuningan. Indramayu. PU Dinas PSDA Dept. Karawang. Ciamis. Cirebon. Sumedang. PU Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2009 IV-121 . PU 4 Rehabilitasi Prasarana Irigasi Air Tanah Dept. Cianjur. Garut. Subang. PU 6 O&P Jaringan Irigasi Air Tanah Dept. Bandung Kab. Indramayu. Cirebon. Sumedang. Pembangunan Sarana dan pantai dalam rangka pengendalian Pengendalian Banjir daya rusak air dan pengamanan pantai Prasarana Dinas PSDA Dinas PSDA Dept. Sumedang. Cirebon. Sukabumi. Subang Kab.

Indramayu. PU 25.8 Km 7 Km 88. Rehabilitasi Bendung 6. PU Dept.34 Km 116. Bekasi Kab.08 Km 73. Rehabilitasi Prasarana Pengaman dan Saluran Pembawa Air Baku 4. Bekasi Kab. Dinas PSDA Cirebon Kab. Subang. Pembinaan Perencanaan Teknis Sungai 8. Program Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan dan Jembatan - - Meningkatnya kondisi jalan nasional dan Rehabilitasi Jalan Nasional jembatan pada ruas-ruas jalan nasional di 1 Pengawasan/Supevisi Konstruksi Provinsi Jawa Barat 2 Rehabilitasi Jalan 3 Rehabilitasi Jalan Terpeliharanya kondisi jalan nasional dan 1 Rehabilitasi Jalan jembatan pada ruas-ruas jalan nasional 2 Rehabilitasi Jalan 3 Rehabilitasi Jalan 4 Rehabilitasi Jalan 5 Rehabilitasi Jalan 6 Rehabilitasi Jalan 7 Rehabilitasi Jalan 8 Administrasi Kegiatan Pemeliharaan Jalan Nasional 1 Pemantauan dan Evaluasi 2 Pemeliharaan jalan 3 Pemeliharaan jalan 4 Pemeliharaan jalan 5 Pemeliharaan jalan 6 Pemeliharaan jalan - 12 Km 17. Indramayu.23 Km 3. Kuningan. PU Dep. PU 2. PU Dept.86 Km 9. Pembangunan Prasarana Pengamanan dan Saluran Pembawa Air Baku Kab. Bogor Kab. Tasikmalaya. PU 26. Pembinaan Perencanaan Teknis Air Baku 9.PROGRAM 1 SASARAN 2 KEGIATAN 3 5. Karawang.Cianjur Kab. Kota Cimahi Kab.51 Km 48. Indramayu. PU Dept. Tasimalaya Kab.19 Km 97.6 Km 12. O&P Prasarana Pengambilan Saluran Pembawa Air Baku dan Dept. Penanggulangan Darurat Bencana/Tanggap TARGET PENCAPAIAN (KELUARAN KEGIATAN) 4 LOKASI 5 Kota Bandung Bandung Kab. Indramayu. Sumedang Kab. PU Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2009 IV-122 . Cirebon. Identifikasi/Geolistrik Air Baku Dept. PU 8. O&P Jaringan Hidrologi 7.01 Km 50.98 Km 35. PU Dept. Indramayu. Rehabilitasi Tampungan Air Baku 5. Purwakarta. DAS Kali Bekasi Dinas PSDA Dinas PSDA Dept. Bekasi. Cianjur Kab. Cirebon Jabar Dinas PSDA Bekasi DAS Ciliwung. PU Dept. Karawang. Ciamis.87 Km 6 Km 2. Dinas PSDA Indramayu.33 Km Jawa Barat Kab. PU 7. Bekasi Dinas PSDA Kab. Studi Water Balance Kali Bekasi 10. Dinas PSDA Subang Kab. O&P Prasarana Tampungan Air Baku Dept. Purwakarta Kab. PU Dept. Purwakarta Kab. Garut Kab. Tasikmalaya.2 Km 17. Cirebon. Sukabumi Kab. Pembinaan Perencanaan Teknis Pantai 9. Sukabumi Kab. Subang Jabar SKPD 6 Dinas PSDA Dinas PSDA Dinas PSDA Dinas PSDA Dinas PSDA KETERANGAN (Diisi dengan Dept) 7 Dept. Dinas PSDA Ciamis. Kuningan. Bandung. O&P Sungai 6. PU Dept. Pembangunan Tampungan Air Baku 3. Program Penyediaan Pengelolaan Air Baku dan 1. Bandung Kab. Ciamis Kot Bandung Jawa Barat Kab. Sukabumi. PU Dept. Bandung Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dep. Dinas PSDA Ciamis. PU Dept. Indramayu Dinas PSDA Kab. Karawang. Karawang.78 Km 32. PU Dept. Bogor Kab. DAS Cisadane.

5 Km 5.2 m 6. Ciamis Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dep.jabar 3 Snvt Pemb. PU Jawa Barat Dinas Bina Marga Dep.625 LOKASI 5 Kab. Bandung. Tasikmalaya Kab. Honorarium dan Tunjangan 1 Snvt Pemb.PROGRAM 1 SASARAN 2 KEGIATAN 3 7 Pemeliharaan jalan 8 Pemeliharaan jalan 9 Pemeliharaan jalan 10 Pemeliharaan jalan 11 Pemeliharaan jalan 12 Pemeliharaan jalan Rehabilitasi Jembatan Ruas Jalan Nasional 1 Rehabilitasi Jembatan 2 Rehabilitasi Jembatan Pemeliharaan Jembatan Ruas Jalan Nasional . Program Pembangunan Jembatan Peningkatan/ Jalan dan Pengelolaan Gaji. PU Dep. Cirebon Kab.Pemeliharaan Jembatan Peningkatan Fasilitas Pelayanan Umum dan Operasional . PU 400 buah 300 buah 100 buah 250 buah 200 buah 400 buah 300 buah 200 buah 88 buah 137 buah 250 buah 250 buah 255. PU Dep.2 Km 4. PU Dep.5 Km 0.2 Km 40. PU Dep. PU Dep. Ciamis Kab.jalan Dan Jembatan Prov.03 Km 26. Garut Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dep.5 Km 23.000 M' Kab. Sumedang Kab. Majalengka SKPD 6 Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga KETERANGAN (Diisi dengan Dept) 7 Kab. Sukabumi Bekasi Bogor Kota/Kab. Garut Kab. PU Kab. PU Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2009 IV-123 . PU 27.8 m 107.Bandung Kab.1 Km 38 Km 5.4 Km 2.2 Km 37 Km 15.jabar 2 Tambahan Tkk Snvt Pemb.jalan Dan Jembatan Metro Bandung Peningkatan/Pembangunan Jalan dan 1 Pembangunan Jalan Lingkar Nagreg 2 Pembangunan FO Nagreg dan Gebang Dep.171.Pengelolaan Sistem Akuntansi Pemerintah (SAP) Bantuan Penanggulangan Darurat Jalan dan Jembatan TARGET PENCAPAIAN (KELUARAN KEGIATAN) 4 96.jalan Dan Jembatan Prov. Garut Kab.7 m 4 Km 9 Km 170 m 18. PU 3 Pembangunan dan Pelebaran Jalan Non Lintas 4 Pembangunan Jalan Lintas Pantai Selatan Jawa 5 Pembangunan Jembatan pada Ruas Jalan Lintas Pantai Selatan Jawa 6 Pembangunan Jalan Lingkar Cianjur 7 Administrasi Kegiatan 8 Pemantauan dan Evaluasi Peningkatan Jalan 1 Peningkatan Jalan Lintas Selatan Jawa 2 Peningkatan Jalan Lintas Tengah Jawa 3 Peningkatan Jalan Lintas Tengah Jawa 4 Peningkatan Jalan Lintas Tengah Jawa 5 6 7 8 Peningkatan Jalan Lintas Tengah Jawa Peningkatan Jalan Lintas Tengah Jawa Peningkatan Jalan Lintas Tengah Jawa Peningkatan Jalan Lintas Tengah Jawa - Kota Bandung Kab. Kota Cirebon Kota Bandung Kab. Sumedang Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dep.07 Km 11.5 Km 56.8 Km 65.6 Km 6.02 Km 12.00 m 3. Cianjur Kota Bandung Kota Bandung Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dep.6 Km 1324. Garut Kab. PU Dep. PU Dep.9 Km 0. Sukabumi Kab. Cianjur Kab. Tasimalaya Kab.8 Km 21. PU Kota Bandung Jawa Barat Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dep.

Ciamis Kab. Tasikmalaya Sukabumi Kab.Purwakarta Kab. Perhubungan Dep. Sumedang.000 M' 20. Cirebon Sukabumi . Cirebon Bandung.PROGRAM 1 SASARAN 2 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 KEGIATAN 3 Peningkatan Jalan Lintas Tengah Jawa Peningkatan Jalan Lintas Utara Jawa Peninkatan Jalan Lintas Utara Jawa Peningkatan Jalan Lintas Utara Jawa Peningkatan Jalan Non Lintas Peningkatan Jalan Non Lintas Peningkatan Jalan Non Lintas Peningkatan Jalan Non Lintas Administrasi Kegiatan Pemantauan dan Evaluasi TARGET PENCAPAIAN (KELUARAN KEGIATAN) 4 35. Cianjur Tersebar Bandung.500 Tersebar Kab. Program Pembangunan Prasarana dan Fasilitas LLAJ 1 2 Meningkatnya kenyamanan.000 1 Paket 13 Unit 1 Unit 1 Unit 1 Unit 2 Unit 1 Unit 1 Unit 1 Unit 1 Unit 1 Unit 1 Unit 2 Unit 4 Paket 1 Paket 1 Paket 1 Paket 1 Paket 40 Lokasi 2 Lokasi 5 Kota Banjar Cirebon Kab.000 M' 40.000 M' 50. Bandung Kab. Garut Bandung. Perhubungan Dep.000 M' 50.500 M' 16 Unit 1 Unit 1 Unit 1 Unit 1 Unit 2 Unit 2 Unit 2 Unit 2 Unit 1 Unit 1 Unit 1 Unit 1 Unit 4. 1 Pengadaan Rambu-rambu Lalu Lintas dan ketertiban berlalulintas serta (Ukuran 60 cm x 60 cm) Tersedianya fasilitas Perlengkapan Jalan. Perhubungan Dep. Bandung Kota Bekasi Kab. Sukabumi Kab.500 M' LOKASI SKPD 6 Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Bina Marga Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan KETERANGAN (Diisi dengan Dept) 7 28. Tasikmalaya Karawang . guna membantu kelancaran berlalu lintas di Provinsi Jawa Barat 2 Pengadaan Rambu-rambu Lalu Lintas (Ukuran 75 cm x 75 cm) 3 Pengadaan dan Pemasangan Marka Jalan 5 Penganaan dan Pemasangan Traffik Light - 500 M' 2. Cianjur Garut. Sukabumi Kab. Indramayu Kab.Sukabumi kab. Indramayu Kab. Bogor . Perhubungan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2009 IV-124 . Bandung Barat Kab.000 Kota Bandung 1.500 M' 2. keamanan. Sukabumi Kab. Perhubungan 4 Pengadaan dan Pemasangan Guard Rail Dep.Bekasi Karawang .000 M' 30. Karawang Kab. Ciamis Depok . Cirebon Bandung . Purwakarta 12 kab / Kota Kab. Cianjur Bogor Tasikmalaya Kab/Kota Bandung Kota Bandung 1. Sumedang. Bogor Dep.Bogor Cianjur Bandung .000 M' 10.000 M' 30. Tasikmalaya Kab. Ciamis Bandung . Tasikmalaya Bandung.Bekasi Tersebar Kab.Bogor Cianjur . Bandung Depok . Bogor Bandung .

000 Buah 1 Paket 2 Lokasi 6 Paket 4 Paket 1 Unit 2 Lokasi 150.000 m3 3 Unit 1 Paket 225. Garut. Bandung Kota Cirebon Tersebar Kab. Kuningan Kab. Perhubungan Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dep. Perhubungan Dep. Kuningan Kota cirebon Kab. Subang Kab. Sumedang Kota Tasikmalaya Kab.PROGRAM 1 SASARAN 2 KEGIATAN 3 TARGET PENCAPAIAN (KELUARAN KEGIATAN) 4 1 Lokasi 2 Lokasi 1 Lokasi 1 Lokasi 2 Lokasi 2 Lokasi 1 Lokasi 3 Lokasi 11 Lokasi 1 Lokasi 2 Lokasi 2 Lokasi 3 Lokasi 3 Lokasi 3 Lokasi 300 Buah 150 Buah 150 Buah 300 Buah 40 Lokasi 2. Garut Kab.Terpasangnya ZOSS 13 Pengadaan dan Pemasangan Fasilitas Keselamatan LLAJ -Rambu LLJ -Marka Jalan -Pagar Pengaman . Bogor Kab. Karawang Kab. Perhubungan Dep.Traffic Light Dep. Subang Kota Bogor Kab. Cianjur Kab.500 M' 16 Unit 4.625 Buah 255. Cirebon Kab. Garut Kota Tasikmalaya Kab. Perhubungan Dep.000 m3 70. Sumedang SKPD 6 Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan KETERANGAN (Diisi dengan Dept) 7 6 Pengadaan Traffic Cone 7 Pembangunan ATCS 8 Pengadaan dan Pemasangan Traffic Light Tenaga Surya (solar cell) Dep. Perhubungan Jawa Barat Jawa Barat Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dep. Majalengka Kota Depok Kota Sukabumi Kab. Bandung Kota Tasikmalaya Tersebar Kab. Perhubungan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2009 IV-125 . Purwakarta Kab.Terpasangnya PJU Solar Cell . Cirebon Kota cimahi Kab. Ciamis Kab. Karawang Kota Depok Kota Sukabumi Kab.000M' 10. Perhubungan dan Pemasangan 11 Pengadaan Penerangan Jalan Umum (PJU) Solar Cell di Ruas Jalan Nasional 12 Pembangunan / Pengadaan / Peningkatan Sarana dan Prasarana . Perhubungan 9 Manajemen dan Rekayasa Lalin (DRK) Dep. Bogor Kota Tasikmalaya Kab. Tasikmalaya Kab.000 m3 15 OB 1 Paket 1 Paket 1 Paket 1 Paket 80 m2 1 Paket 1 Paket 1 Paket 1 Paket 1 Paket 1 Paket 1 Paket 1 Paket 40 m2 1 Paket LOKASI 5 Kab. Perhubungan 10 Pembangunan Zona Selamat Sekolah (ZoSS) Dep. Indramayu Dishub Jabar Kota Cirebon Tersebar Kota Bogor Kota Banjar Kab. Bandung Tersebar Kab. Majalengka Kab.

Perhubungan Dep. Perhubungan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2009 IV-126 . Dinas Perhubungan Bandung Kota Bandung.Paket . Perhubungan Dep.Dermaga Pelabuhan Danau Pembangunan Dermaga Sungai.Dermaga Pelabuhan Sungai . Perhubungan - Terlaksananya Pembangunan Jalur Bus 1 Persiapan Pembangunan Jalur Bus Line Line di Kota Bandung 2 Pembangunan Jalur Ganda Meningkatnya kualitas jalur kereta api .Jalur Bandung-Soreang Meningkatnya pelayanan Bandara di Jawa Barat . Perhubungan 5 Pembersihan Kolam Pelabuhan Penerukan Alur Pelayaran . Majalengka Kota Bandung Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dep.Pengerukan Alur Pelayaran Muara Gembong Pengadaan Speed Boat Pembangunan tresle dan fasilitas Dermaga Beton Pelabuhan Laut Cirebon dan - Jawa Barat Jawa Barat Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dep. Perhubungan Dep. Danau. dan Penyeberangan .Jalur Purwakarta-Padalarang Terlaksananya penambahan jalur kereta . dan Penyeberangan . Indramayu Kota Bandung Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dep. Danau.PROGRAM 1 SASARAN 2 KEGIATAN 3 -Traffic Cone -ATCS 14 Pembangunan Jembatan Timbang TARGET PENCAPAIAN (KELUARAN KEGIATAN) 4 1 Paket 1 Paket 1 Paket 100 m2 3 unit Paket Paket LOKASI 5 Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat SKPD 6 Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan KETERANGAN (Diisi dengan Dept) 7 29.Gedung . Perhubungan 32. keamanan. Subang Kab. Program Pembangunan Prasarana dan Sarana ASDP - Terpenuhinya fasilitas pelabuhan ASDP 1 yang cukup memadai di Jawa Barat 2 3 4 Pembangunan Dermaga Sungai. Perhubungan Unit Lokasi m3 Unit Paket Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Cirebon Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dep. Program Rehabilitasi Pemeliharaan Prasarana Fasilitas Lalu Lintas Angkutan Jalan dan dan dan - Meningkatnya kualitas prasarana dan fasilitas LLAJ 1 Rehabilitasi Gedung dan Alat Jembatan Timbang 2 Rehabilitasi Gedung dan Alat Jembatan Timbang . Perhubungan - Dep.Muara Dadap 30.Paket Kab Purwakarta Kab Bogor Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dep. barang 2 Pengadaan Paket Penunjang Sosialisasi dan jasa Keselamatan LLAJ 3 Penyusunan Kebutuhan Fasilitas Keselamatan LLAJ Tahun 2010-2015 . Perhubungan Dep.Jalur Bandung-Cicalengka api Terlaksananya pembangunan Bandara 3 Revitalisasi Jalur KA Internasional di Jawa Barat . 1 Honorarium Tim Sosialisasi Keselamatan dan ketertiban berlalulintas serta LLAJ meningkatnya mobilitas manusia. Bandung Kab.Jalur Rancaekek-Jatinangor . Perhubungan Dep. Perhubungan 31.OB .Jalur Bandung-Sukabumi-Bogor 4 Pembebasan Lahan untuk Pembangunan Bandara Kertajati 5 Optimasi Bandara Husein Sasatranegara Dep. Purwakarta. Sumedang Kab.Paket Kota Bandung Kota Bandung Tersebar Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dep. Bandung. Perhubungan Dep. Program Restrukturisasi Kelambagaan dan Prasarana Lalu Lintas dan Angkutan Jalan - Meningkatnya kenyamanan. Kab.Muara Ciasem . Program Pembangunan Sarana dan Prasarana Perhubungan - m3 m3 Kab.Landing Area . Kab. Perhubungan Kab. Kab. Perhubungan Dep.Paket . Kab Dinas Perhubungan Bandung Kota Bandung.

Perhubungan Dep. Honorarium Tunjangan upah. Perhubungan Dep. Perhubungan 16 Kab/Kota Dinas Perhubungan Dep.Paket .Paket .Paket . Perhubungan Dep.PROGRAM 1 Pembangunan Prasarana dan - SASARAN KEGIATAN TARGET PENCAPAIAN (KELUARAN KEGIATAN) 4 . Perhubungan Dep. Penyelenggaraan Operasional Pemeliharaan Perkantoran dan dan Administrasi Proyek Perencanaan DED Supervisi.Paket . Kab. pengawasan dan monitoring Penyediaan sarana air baku Pembangunan balai pertemuan Peningkatan jalan poros desa Pembangunan tempat penjemuran ikan Peningkatan jalan pertanian Kota Bandung Kota Bandung Distarkim Distarkim Dep. Perhubungan Dep. Perhubungan Dep. Cirebon Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2009 IV-127 .Paket . Distarkim Karawang.Paket . Kab. Perhubungan Dep. Program Penerapan Kepemerintahan yang Baik - Terselenggaranya pelaksanaan rintahan berupa penggajian. pegawai PNS dan tunjangan peme. PU 35. PU Dep.m2 .unit LOKASI 5 Kab Ciamis Kab Ciamis Kab Bekasi Kab Bekasi Kab Bekasi Kab Bekasi Kab Bekasi Kab Bekasi Kab Karawang SKPD 6 Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan KETERANGAN (Diisi dengan Dept) 7 Dep. Ciamis. Perhubungan 34. Perhubungan Dep. Kab.Paket .Paket . Perhubungan Dep.m2 . Perhubungan Dep. Sukabumi. 2.m2 . Perhubungan Dep. Program Pengembangan Ekonomi Lokal - Terbangunnya prasarana dan sarana 1. Perhubungan 16 Kab/Kota Dinas Perhubungan Dep. Di Kebon Coklat 4 Peningkatan Dermaga Pelabuhan di Cipicung 5 Peningkatan Dermaga Pelabuhan di Calingcing 6 Pembuatan Leading Area di Cisentul 7 Pengadaan Kapal Patroli Speed Boat 40 PK Sektor Pos dan Telekomunikasi 1 Penyelenggaraan Ujian ORARI dan penertiban Bidang Pos dan Telekomunikasi di Jabar 2 Peningkatan Pelayanan Unit Organisasi dan pelayanan Frekuensi radio dan Pos di Jabar 3 Pengembangan Pembangunan Fasilitas Jaringan Telepon Pedesaan di 99 Desa Kabupaten Sumedang - Kab Pwk Kab Cianjur Kab Cianjur Kab Bandung Kab Bandung Kab Cianjur Kab Ciamis Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dep. Kab. 2 3 Meningkatnya ketersediaan dan kualitas 1 Pembangunan Dermaga Sungai Sarana dan Prasarana Perhubungan 2 Pembuatan leading area di Kalipucang 3 Peningkatan Dermaga Sungai di Pamotan Meningkatnya fungsi lembaga pos dan 1 Peningkatan Dermaga Sungai di Cab telekomunikasi Bungin 2 Peningkatan Dermaga Sungai di Cab Bungin 3 Peningkatan Dermaga Sungai di Pantai Bahagia 4 Peningkatan Dermaga Sungai di Pantai Mekar 5 Peningkatan Dermaga Sungai di Pantai Sederhana 6 Peningkatan Dermaga Sungai di Eretan 7 Peningkatan Dermaga Sungai di Eretan Pembangunan Dermaga SDP 1 Pembangunan Gedung Operasional Tg Kayat 2 Peningkatan Dermaga Pelabuhan di Jangiri 3 Peningkatan Dermaga Pel. Perhubungan Dep. Perhubungan 33. Majalengka. Perhubungan Dep.Paket . PU Dep. Pengelolaan Gaji.Paket .1. Perhubungan 16 Kab/Kota Dinas Perhubungan Dep. Subang. Pengembangan Prasarana dan Sarana Kawasan Agropolitan Agropolitan dalam menunjang produktivitas sektor pertanian - Kab. Kab.Paket .Paket . Perhubungan Dep.

Kota Bandung. Tasik. Cianjur. Ciamis. Kota Tasik. Sukabumi. Kota Bogor. Kota Sukabumi. Pengembangan TPA Regional Jawa Barat Distarkim Pengembangan Sistem Jaringan Kelompok Kab. Kab. Monitoring dan Evaluasi Penyelenggaraan 1 Penguatan dukungan sistem informasi dan Jawa Barat Penataan Ruang monitoring penataan ruang dalam rangka mendukung upaya pengendalian pemanfaatan ruang 2 Penyusunan evaluasi RDTR kawasan prioritas Bopunjur 3 Identifikasi dan evaluasi pemanfaatan ruang di wilayah hinterland DKI Jakarta Distarkim Dep. Pengembangan Sistem Drainase dan Persampahan dan drainase baik skala Pengelolaan Persampahan P3JB lokal maupun regional - 5 4 Jawa Barat. PU Distarkim Dep./kota 5. Daur Ulang Sampah Kab. Kab. Karawang. Kab.Sosialisasi kebijakan penataan ruang kepada Jawa Barat Kepada Pelaku Pembangunan masyarakat 4. Studi kelayakan investasi Kab. - 2 3 Terbangunnya sarana dan Prasarana 1. Pemanfaatan dan penataan sampah lama Cirebon. Kab. Kab. Program Penataan Ruang 1. Penguatan Koordinasi Dalam Rangka 1 Role sharing antar instansi dalam pengendalian Jawa Barat Mendukung Upaya Pengedalian dan pemanfaatan ruang dan pengendalian penataan ruang di Jawa Barat melalui Pemanfaatan Ruang Di Pusat dan Daerah banjir di Bopunjur dan Bodebek penyusunan perencanaan teknis dan penataan serta revitalisasi kawasan Jawa 2 Role sharing antar kabupaten/kota dalam Barat pelaksanaan pengendalian pemanfaatan ruang di DAS Citarum 3 Penyusunan Pedoman Operasional (PO) pengendalian pemanfaatan ruang kawasan Bopunjur 4 Penyusunan Zoning Regulation pengendalian pemanfaatan ruang kawasan Bopunjur 2. Studi amdal Kota Banjar. Peningkatan Manajemen Pengendalian 1 Peningkatan Manajemen Pengendalian Jawa Barat Pemanfaatan Ruang pemanfaatan ruang di Jawa Barat 2 Pengembangan pedoman teknis model pengendalian pemanfaatan ruang terhadap pelaksanaan perijinan di kab. Kab. PU Distarkim Distarkim Dep. Pengembangan sistem informasi persampahan Purwakarta. Pemantapan Penyelenggaraaan 1 Penyusunan pengembangan perkotaan yang Jawa Barat berbasiskan keterpaduan lingkungan di Penataan Ruang Di Daerah Melalui Cikarang Bantuan Teknis dan Pembinaan Teknis Ke Daerah 2 Identifikasi kota-kota baru di Jawa Barat 3 Penataan ruang kawasan Cirebon untuk mendorong perkembangan sebagai Kawasan Strategis Nasional 4 Bantek pengembangan kawasan pariwisata di Kawasan Andalan Sukabumi 5 Penyusunan arahan pemanfaatan ruang agrowisata di Kawasan Andalan Priangan Timur Provinsi Jawa Barat 3. PU Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2009 IV-128 . Kab. Sosialisasi Kebijakan Penataan Ruang .PROGRAM 1 Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Persampahan dan Drainase SASARAN KEGIATAN TARGET PENCAPAIAN (KELUARAN KEGIATAN) LOKASI SKPD 6 KETERANGAN (Diisi dengan Dept) 7 Dep. Jawa Barat Bandung. PU Dep. Dekonsentrasi pekerjaan umum bidang 1. Subang. PU 37. PU 36. Kuningan Peningkatan 3 R Penataan TPA Penyediaan sarana prasarana persampahan Distarkim Dep.

Distarkim . Purwakarta. Bandung Barat. 2 Dukungan PSD perkim kumuh Tasikmalaya. Pembangunan sistem IKK Kab. Program Perumahan Pengembangan - Tersedianya sarana dan prasarana 1. Cirebon Karawang. kab. Kab. Program Prasarana Perdesaan dan Peningkatan Sarana - Meningkatkan infrastruktur tertinggal skala komunitas desa-desa 1. Terbangunnya sarana dan Prasarana air 1. Kab. Kab. Kab. PU 41. Penataan Lingkungan Permukiman serta meningkatnya infrastruktur desaKomunitas Perumahan desa skala komunitas 5 4 1 Pendampingan pelaksanaan penataan kawasan Jawa Barat. Indramayu Dep. Kab. PU 3. kumuh/nelayan) Kota bandung. Bekasi. Pembangunan Infrastruktur Perdesaan - Pendampingan kepada 360 desa Peningkatan infrastruktur perdesaan Jawa Barat 17 Kab di Jawa Barat Distarkim Distarkim Dep. Indramayu. Kab. Sederhana Kab. Kab. Pengembangan Kawasan Permukiman . Penyediaan air minum bagi kawasan Rumah Tasikmalaya. Kota Penyusunan RTBL Bandung. Distarkim Dep. Kuningan. Kab. Program Pengembangan 1. PU 5 Pembangunan SPAM Desa 40. Kota Cimahi. Bandung. Kuningan 4 Dukungan PSD perkim tradisional 5 Pendampingan pelaksanaan penataan kawasan tradisional 2. Pembinaan Pembangunan Infrastruktur Perdesaan 2. Purwakarta. Kota Distarkim Bogor. Sumedang. Garut. Kab. Subang. Garut Distarkim Perdesaan Pelayanan Air 1 Pembangunan prasarana dan sarana air minum Jawa Barat. Kota Cimahi. Peningkatan Cakupan bersih Minum Kinerja Pengelolaan Air Minum dan Air Limbah Distarkim Dep. Kab. Kab. PU Dep. PU 38. Terwujudnya pemberdayaan masyarakat 1. Kab. Subang. Cirebon. Kab. Penataan Lingkungan Permukiman Karawang. Sumedang. Bandung.PROGRAM SASARAN KEGIATAN TARGET PENCAPAIAN (KELUARAN KEGIATAN) LOKASI SKPD 6 KETERANGAN (Diisi dengan Dept) 7 Dep. Pembinaan Teknis Bangunan Gedung permukiman di perkotaan dan perdesaan 1 Inventarisasi arsitektur bangunan bersejarah 2 3 4 5 6 7 8 9 Kota Bogor. Kab. Kota Cirebon. Kota Depok. Kab.Penyediaan infrastruktur kawasan perdesaan Kab. Kota Bandung. Kab.Percontohan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Arawang. Jalan lingkungan Saluran drainase Ruang Terbuka Hijau Distarkim Dep. PU 39. Sukabumi. 1 2 3 Program Pemberdayaan 1. Pengembangan Kawasan Permukiman Perdesaan - jalan poros/lingkungan saluran drainase Kab. Sukabumi. Kota Depok Distarkim Dep. Purwakarta. Kota Bandung. PU Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2009 IV-129 . Penyusunan rencana induk kebakaran K Ci b Pembangunan PIP2B Penyusunan RDTK Inventarisir arsitektur bangunan bersejarah DED perencanaan fisik percontohan RTBL DED perencanaan fisik pecontohan RTP Pembangunan aksesibiltas bangunan gedung dan lingkungan di gedung publik 10 Penyusunan naskah akademik perda bangunan gedung Kota Depok. kab. Kota perkotaan (MBR) 2 Penyediaan air minum bagi kawasan lisiba 3 4 Bekasi. Kuningan Dep. Kab. Kab. Kab. PU 4 Pengembangan Kawasan Permukiman 1 Perkotaan 2 3 4 Penyediaan infrastruktur kawasan kasiba/lisiba Kab. Kota Cirebon. Kab. Kota Cimahi. Kab. 3 Dukungan PSD perkim nelayan Cirebon. Kota Bandung. PU 2.

PU 42. Kuningan Perpustakaan 4 Penataan dan revitalisasi kawasan Taman Hutan Raya 5 Penataan dan revitalisasi kawasan Situ 6 Penataan dan revitalisasi kawasan Linggar Jati 7 Penataan dan revitalisasi kawasan Makam Sunan Dep. Dinas Pertanian Provinsi Dep. Karawang. pengolahan 3 Pengembanan Agroindustri Perdesaan - Berkembangnya perdesaan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2009 IV-130 . Bandung Barat dan Kota Depok. Cirebon. PU 43. Meningkatnya inovasi dan diseminasi teknologi Prov. Tasikmalaya. Cirebon. SDM pelaku 2. Jawa Barat. Pengembangan Pemasran Hasil Pertanian dan - Berkembangnya kegiatan pemasaran hasil pertanian b. Pertanian alsintan di tingkat UPJA Bogor. Cirebon. Kab. Sukabumi. Kab. Bandung. Dinas Pertanian Provinsi Dep. Bandung barat. Purwakarta.PROGRAM 1 SASARAN 2 KEGIATAN 3 TARGET PENCAPAIAN (KELUARAN KEGIATAN) 4 5 Penyediaan infrastruktur primer kawasan RSH LOKASI 5 SKPD 6 KETERANGAN (Diisi dengan Dept) 7 5. Majalengka. Sukabumi. Cianjur. Indramayu dan Kab. bandugn. Garut. Meningkatnya daya saing tambah produk pertanian Meningkatnya agribisnis kualitas dan Pengolahan nilai 1. Kota Bandung. ziarah 3 Penataan dan revitalisasi kawasan Gedung Kab. Ciamis. Jawa Barat. Sumedang. Kuningan. Subang. Depok dan Banjar usaha agroindustri di Prov. Indramayu. Subang. Kab. Bogor. Kota Depok Perbaikan dan pembuatan kermeer Stimulan perbaikan rumah layak huni Pengembalian pusat wisata peternakan sapi perah 5 supervisi / pengawasan pelaksanaan konstruksi 6 DED PSD perkim kawasan peremajaan (urban Renewal) 7 Bantek perencanaan sistem keterpaduan kawasan 8 Jalan Lingkungan Distarkim Dep. Kab. Garut. Revitaisasi Ubit Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA) dan Kelompok UPJA (KUPJA) dan Kab. Bogor. Pengembangan Kawasan Permukiman 1 Perkotaan kawasan permukiman perkotaan 2 3 4 Perbaikan dan Pembuatan jalan setapak Kota Bogor. Kota bandung. Bandung. Kab. Dinas Pertanian Provinsi Dep. Distarkim 2 Penataan dan revitalisasi kawasan wisata Karawang. Pertanian Cianjur. Ciamis. Purwakarta. Cianjur. Penataan dan Revitalisasi Kawasan 1 Penataan dan revitalisasi kawasan situs Kab. Program Pengembangan Agribisnis a. Ciamis. Program Pengendalian Pembangunan Kota-Kota Besar - Tersedianya kegiatan perencanaan 1. Kab. Subang. Pertanian Cianjur.

Terlaksananya kegiatan pengelolaan lahan dan Kab. Pengembangan Pertanian Organik dan . Pertanian air Cianjur. Pertanian Dep. Kuningan.Terfasilitasinya pengadaan dan pemeliharaan Provinsi Jawa Barat Dinas Perkebunan Sarana dan Prasarana sarana dan prasarana Provinsi Jabar 13.Terpromosikannya produk hortikultura dan Provinsi Jawa Barat Dinas Pertanian Provinsi Perlombaan dan Penghargaan Kepada terpacunya motivasi petani untuk berusaha tani Jabar Petani/Pelaku Agribisnis di Jawa Barat 12. Cirebon. Sukabumi. Kab. Sumedang. Jabar. Subang. Dep. Tasikmalaya dan mutu hasil Jabar. Kompos dan Biogas 5 6 7 4 Terselenggaranya koordinasi dan pengawalan Prov.Berkembangnya hortikultura organik di Jawa Prov. Pertanian Dep. tersedianya Provinsi Jabar data serta terkawalnya pengembangan perkebunan. Kab. Pertanian Dep. Pengembangan Agribisnis hortikultura di Jawa Barat Bekasi. Pertanian Dep. Pembangunan/Pengadaan/Peningkatan . . Pertanian 5.Tersalurkannya benih/bibit hortikultura untuk Provinsi Jawa Barat Mendukung Pengembangan Agribisnis petani dalam mendukung pengembangan agribisnis 10.PROGRAM 1 SASARAN 2 KEGIATAN TARGET PENCAPAIAN (KELUARAN KEGIATAN) LOKASI SKPD KETERANGAN (Diisi dengan Dept) 3 4. Pertanian Dep. Kota Cimahi dan Banjar. Agroindustri Terpadu investasi terpadu hortikultura di Jawa Barat Subang. majalengka. Dinas Pertanian Provinsi Mendukung Pengembangan Agribisnis berkualitas untuk konsumsi masyarakat di Jawa Bandung dan Bandung Barat. Pengembangan Fasilitas Pelayanan 1 Terjadinya kesamaan persepsi fasilitasi Prov. Cianjur. 8. Penyediaan dan Perbaikan Infrastruktur Pertanain Dalam Mendukung Pengembangan Agribisnis (PNPM-P) Jabar. Bandung. Bandung. Pertanian Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2009 IV-131 . Sumedang. Pertanian Dep. Purwakarta. Dep. Dinas Pertanian Provinsi Dep.Tersusunnya perencanaan. Ciamis. Dinas Pertanian Provinsi 7. Terlaksananya penanganan pasca panen dan Cirebon. Tasikmalaya dan Cimahi. Bandung Barat. Kab. Ciamis. Bogor. Tasikmalaya. Jabar. Pembinaan/Penyusunan Program. Berkembangnya industri benih hortikultura 11. Pertanian fasilitasi pupuk organik Bogor. Pertanian Dep. Ciamhi dan Banjar Dinas Pertanian Provinsi 9. Kab. Jabar. Dinas Pertanian Provinsi 6. Tersedianya benih/bibit hortikultura yang Prov. Kuningan. Ciamis. Purwakarta. Subang. Kota Bandung. Bantuan Benih/Bibit Kepada Petani Dalam . Pertanian Dep. Bogor. Barat 2. Sukabumi. Garut. Sukabumi. Kab. Mekanisasi Kegiatan Pertanian Pasca 1 Tersedianya alat pasca panen dalam Prov. Pengembangan Pertanian terpadu Tanaman-Ternak. Ciamis. Dinas Pertanian Provinsi Lingkungan Hidup Barat Sukabumi. Meningkatnya investasi dibidang hortikultura Tasikmalaya. terkendalinya Provinsi Jawa Barat Dinas Perkebunan Rencana Kerja dan Anggaran pelaksanaan program kegiatan. Kota Depok. . Indramayu. Penguatan Kelembagaan Dalam 1. Bandung. Cirebon. Sumedang. Kota Bogor. 2. Panen Dalam mendukung mendukung pengembangan agribisnis Bogor.Kuninga. Peningkatan Kegiatan Eksibisi. Garut. Karawang. Dinas Pertanian Provinsi Dep. 2.

Pertanian 18.PROGRAM 1 SASARAN 2 KEGIATAN 3 14. Sukabumi. Cianjur yang memedai serta peralatan pengolah hasil peternakan dna penguatan modal usaha pengolah produk peternakan 4 Tersedianya bangunan dan sarana prasarana Kab. Sukabumi RPU 3 Tersedianya sarana dan prasarana RPH/RPA Kab. Pertanian 17. Ciamis. Bandung. Pengembangan Agroindustri Pedesaan - Terkawalnya pelaksanaan Demplot Jarak Pagar Provinsi Jawa Barat Terfasilitasinya kelompok penguatan modal usaha Kab. Pengembangan Pengolahan Pemasran Hasil Pertanian TARGET PENCAPAIAN (KELUARAN KEGIATAN) LOKASI SKPD KETERANGAN (Diisi dengan Dept) 7 Dep. Karawang. Kab. Peningkatan Produksi dan Produktivitas 1. Sukabumi. pengetahuan petani. Subang. Cirebon. Subang. Pengembangan Desa Mandiri Energi 19. Ciamis. Provinsi Jabar pendukung lainnya. Sumedang. Purwakarta. Purwakarta. Garut. Ciamis. penguatan Bandung. tersedianya informasi pasar produk peternakan. Dinas Perkebunan pembangunan unit pengolahan hasil dan Cianjur. Dep. Dinas Perkebunan Bogor. pembinaan. Terfasilitasinya peningkatan produksi Prov. Pertanian Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2009 IV-132 . Cianjur. Jabar. Karawang. Provinsi Jabar Sukabumi. Penyediaan dan Perbaikan Infrastruktur Pertanain Dalam Mendukung Pengembangan Agribisnis (PNPM-P) Dep. dan Banjar Dinas Perkebunan Provinsi Jabar Dinas Perkebunan Provinsi Jabar - Dep. Pertanian Dep. Kota kelompok Terlaksananya pembangunan penunjang agribisnis infrastruktur Prov. Sumedang. Purwakarta.Cianjur.Cirebon. Kegiatan Pengembangan Pengolahan 1 Terkoordinasinya usaha pengolahan hasil Provinsi Jawa Barat dan Pemasaran Hasil Peternakan peternakan. Subang RPH Dinas Peternakan Provinsi Dep. Sumedang. dan Indramayu dan Kota Banjar. Kab. Tasikmalaya. Tasikmalaya. meningkatnya Garut. Bandung. Sumedang. 3. garut. Sukabumi. Subang. kelembagaan petani. majalengka. Jabar. Kota Tasikmalaya. pengawasan mutu benih. Pembinaan Perlindungan Tanaman Provinsi Jawa Barat 15. Tasikmalaya. Garut. Terfasilitasinya penguatan modal usaha Kuningan. Pertanian 20. 2. Pembinaan Perlindungan Tanaman Dinas Perkebunan Provinsi Jabar 16. Majalengka dan Bandung Barat. Bogor. Bandung Barat. Pertanian Dep. Provinsi Jabar Cianjur. Bandung. Ciamis. Pertanian dan - 5 6 4 Fasilitasi penyediaan unit pengolahan hasil dan Kab. meninkgatnya SDM pengolah hasil peternakan 25 orang. promosi produk peternakan. tersedianya Road Map penanganan pasca panen dan pemasaran 2 Penyelesaian bangunan dan sarana prasarana Kab. Dinas Perkebunan Mutu Produk Perkebunan perkebunan Bogor. Bandung Barat. Subang. tasikmalaya. Meningkatnya pengawalan.

Kab. Jabar.Meningkatnya kemampuan peternak dengan Provinsi Jawa Barat Alsisntan (Upja) dan Kelompok Upja tersedianya alsintan untuk mengefisiensikan (Kupja) budidaya peternakan dan berkembangnya usaha jasa alsintan 22. Pertanian Dinas Peternakan Provinsi Dinas Peternakan Provinsi Dinas Peternakan Provinsi Dep. Tasikmalaya. Kegiatan Penyediaan dan Perbaikan 1 Terlaksananya pembinaan dalam mendukung Provinsi Jawa Barat Infrastruktur Pertanian dalam Mendukung penyediaan dan perbaikan infrastruktur Pengembangan Agribisnis peternakan menunjang program agribisnis 2 Tersedianya bangunan dan searana prasarana Kab. pendapatan petani serta menunjang pelestarian lingkungan sera tersedianya pakan ternak sepanjang tahun untku Dinas Peternakan Provinsi Dep. Garut. RPU dan RPH Kab. Bogor Perdesaan pengembangan agroindustri peternakan 2. Terbangunnya pabrik pakan mini di perdesaan Kab. Kegiatan Pengembangan Fasilitas . Dinas Pertanian Jawa infrastruktur pertanian mendukung ketahaan Bogor.PROGRAM 1 SASARAN 2 KEGIATAN 3 TARGET PENCAPAIAN (KELUARAN KEGIATAN) LOKASI SKPD 6 KETERANGAN (Diisi dengan Dept) 7 5 4 5 Terbangunnya meat business centre untuk Kab. Majalengka dan Kota Dep. Program Peningkatan Ketahanan Pangan 1 Terjaganya tingkat produksi beras untuk 1. Kab. Bogor untuk mendukung RPH dan terbangunnya jalan usahas tani sepanjang 6 km 3 Terbentuknya infrastruktur kawasan produksi Kab. Pengendalian Organisme Pengganggu keamanan pangan asal hewan Tanaman (OPT). Karantina dan Peningkatan Kemanan Pangan 2 3 4 Terlaksananya penyediaan dan perbaikan Prov. Kab. Barat pangan Cianjur. Sukabumi. ketersediaan dan konsumsi pangan untuk menurunkan Meningkatnya ketersediaan dan 2. Tasikmalaya jalan kebun rumput. Pertanian Dep. Kegiatan Revitalisasi Unit pelayanan Jasa . Pos IB dan Pos Keswan 4 Tersedianya infrastruktur sarana dan prasarana Kab. Terselenggaranya koordinasi dan pengawalan Prov. Karawang. Penyediaan dan perbaikan infrastruktur pengamanan kemandirian pangan pertanian Dalam Mendukung Ketahanan Pangan (PNPM-P) Meningkatnya kemampuan petani dalam mengelola sumberdaya alam secara lestari dan bertanggungjawab Diversifikasi produksi. Garut. Bandung meningkatkan kualitas prosuk daging yang HAUS dan terkendalinya sistem distribusi daging 6 Tersedianya bangunan Pos IB. Penyakit Hewan. Sumedang. Pertanian Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2009 IV-133 . Ciamis. Pertanian Dep. Ciamis 23. 24. Dinas Pertanian Jawa pengendalian OPT dan Pembinaan Pestisida Bandng. penambangan lapangan kerja. Kuningan. Sukabumi. Jabar. Tasikmalaya 7 Penerapan sistem rantai dingin susu Kota Depok 8 penyelesaian pembangunan RPH Kota Tasikmalaya 21. Kegiatan Pengembangan Agroindustri 1. Barat Cirebon. Indramayu. Tersedianya mobil coling unit dalam mendukung Kab. Bandung. Pertanian Dinas Peternakan Provinsi Dep. Sukabumi HMT.Optimalisasi pemanfataan hasil usaha pertanian Provinsi Jawa Barat Pelayanan Agroindustri Terpadu dalam menunjang uasaha budidayda ternak ruminansia dan non ruminansia. Subang.pembuatan embung irigasi tanah dangkal dan pelatihan /sekolah lapang. Pertanian 44. Majalengka dan Bandung Barat. Purwakarta. PUKLT.

dan Banjar. Indramayu. Sukabumi. petani untuk meningkatkan produksi dan Sukabumi. Pertanian Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2009 IV-134 . Peningkatan Kegiatan Pasca Panen dan 1 Meningkatnya usaha penanganan pasca panen Provinsi Jawa Barat Pengolahan Pangan sehingga dapat mengurangi losses dan pengolahan pangan secara benar dan baik. Bandung. garut. subang. Pertanian pengawalan Prov. Ciamis. Sumedang. Terselengaranya koordinasi dan pengawalan Prov. Bekasi. Kuningan. Indramayu. Indramayu. Jabar. 2. Purwakarta. dan 1. Majalengka. 5. Penguatan Kelembagaan Perbenihan Dalam Mendukung Pertahanan Panan 1. Cirebon. Jabar. Peningkatan Produksi. Indramayu. Cianjur. Ciamis. Dep. Sukabumi. LOKASI 5 SKPD 6 KETERANGAN (Diisi dengan Dept) 7 3.Kab. Karawang. Jabar. Kuningan. Meningkatnya produksi. Bantuan Benih/Bibit Kepada Petani DalamMendukung Ketahanan Pangan Tersalurkannya bantuan benih/bibit kepada Prov. Subang. melalui pembinaan penangkar serta koordinasi tasikmalaya. Depok. dan Banjar. Garut. Majalengka. Bandung Barat. Majalengka. Kab. Pertanian 4. Jabar. Kab. Purwakarta. Barat Cianjur. Cimahi. Bandung. Bekasi. Purwakarta. 2. Kota Bandung. Bekasi. Cirebon.Cimahi. ketahanan pangan Bandung. Sumedang. Kota Tasikmalaya. Kota Depok. Garut. Karawang. Karawang. Tasikmalaya. Tasikmalaya. Ciamis. Kuningan. Terlaksananya pegnembangan perbenihan Subang. Garut. dan pengawalan Majalengka dan Kota Dinas Pertanian Jawa Barat Dep. Pertanian 6. Kuningan. Dinas Pertanian Jawa Mutu Produk Pertanian serta peningkatan produksi dan produktivitas Bogor. 7. produktivitas dalam rangka mendukung Bekasi. produk serta berkembangnya kawasan tanaman Subang. produktivitas dan mutu Karawang. Pertanian Dep. pangan Tasikmalaya. Ciamis. Produktivitas. Kab. Banjar Dinas Pertanian Jawa Barat Dep. Barat Pengembangan Kawasan komoditas tanaman pangan Cianjur. Dinas Pertanian Jawa Bogor. Bogor. Meningkatnya fungsi kelembagaan perbenihan Prov. Sumedang. Sukabumi. Mekanisasi Kegiatan Produksi Pertanian 2 Terlaksananya koordinasi dan Primer mekanisasi produksi pra panen Dinas Pertanian Jawa Barat Dep.PROGRAM 1 5 SASARAN 2 Meningkatnya kualitas produk pertanian KEGIATAN 3 dan kuantitas TARGET PENCAPAIAN (KELUARAN KEGIATAN) 4 Banjar. Cianjur.

Depok. Kuningan. termonitornya sapi brahman cross di 9 kab/kota dan BLM/PMUK program aksi perbibitan di 6 kab/kota 2 Terlaksananya opraional vaksinasi rabies. Garut. Purwakarta kegiatan P2SDS 5 Meningkatnya pelaksanaan akseptor IB sapi Kab. Sumedang. Pertanian Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2009 IV-135 . Pertanian 11. Bandung perah di 5 kec 6 Tersedianya bangunan dna sranan prasarana Kab. Bogor. Monev dan Database Dep. SAI. Kota Cimahi dan Banjar. Kegiatan Penyususnan Program Rencana Kerja Pembangunan dan - Dep. Indramayu. Bekasi. Subang. Barat pengawalan pupuk. dan Banjar. Indramayu. Majalengka. Bekasi. karawang. Ciamis perbibitan ternak sapi potong 7 Berkembangnya agribisnis peternakan domba Kota Cimahi 8 Terselamtkannya bibit ternak produktif di RPH Kota Banjar Dinas Peternakan Provinsi Dep. Cirebon. Kab. Prov. Pertanian 10. Purwakarta. Jabar. Ciamis. Purwakarta. Subang. Monev dan pelaporan. Dinas Pertanian Jawa perbaikan sistem. Kuningan. Perbaikan mekanisme subsidi pupuk melalui Prov. Sukabumi. Ciamis. Terkoordinasinya rencana pembngaunan Provinsi Jawa Barat peternakan di Jawa Barat sesuai dengan kebutuhan daerah dalam menunjang target dan sasaran pemerintah pada sub sektor peternakan Dinas Peternakan Provinsi 9 Penyusunan kebijakan Program. Pertanian 5 6 4 1. Perbaikan Mekanisme Subsidi Pupuk TARGET PENCAPAIAN (KELUARAN KEGIATAN) LOKASI SKPD KETERANGAN (Diisi dengan Dept) 7 Dep. Terselenggaranya operasional satuan kerja. Pertanian Jawa Barat perencanaan data. bandung. Tasikmalaya. Kab. koordinasi dan Bogor.Cimahi.PROGRAM 1 SASARAN 2 KEGIATAN 3 8. Kegiatan Perbenihan/Perbibitan Pengembangan 1 Meningkatnya akseptor IB menjadi 55. Garu. Karawang. pengawasan. Bandung. Majalengka. Cianjur. Tasikmalaya. Sukabumi. Cianjur.000 ekor Provinsi Jawa Barat pada tahun 2009. Bogor masyarakat peternak 4 Tersedianya sarana pos IB untuk menunjang Kab. Kota Tasikmalaya. Jabar. Cirebon. Sumedang. Tasikmalaya. Provinsi Jawa Barat antrax dan brucellosisi 3 Berkembangnya usaha ternak sapi potong di Kab.

Cirebon Kota Bekasi Kab.Terkendalinya penyakit avian influenza dan Provinsi Jawa Barat Wabah Virus Flu Burung pada Hewan dan tersedianya vaksin dna operasional vaksinasi Restrukturisasi Perunggasan unggas sebanyak 20. Kuningan perdesaan dan berkembangnya agribisnis peternakan sapi perah 6 Berkembangnya perbibitan ternak sapi potong d Kab. Pertanian Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2009 IV-136 .PROGRAM 1 SASARAN 2 KEGIATAN TARGET PENCAPAIAN (KELUARAN KEGIATAN) LOKASI SKPD 6 Dinas Peternakan Provinsi KETERANGAN (Diisi dengan Dept) 7 Dep. Tasikmalaya pos keswan 4 Tersedianya sarana pos keswan Kab. Pertanian 3 Berkembangnya agribisnis peternakan sapi Kab. Sukabumi Kab. Ciamis potong 4 Berkembangnya sentra pembibitan ternak Kab. Kuningan Kota. Kegiatan Pengendalian Organisme 1 Tersedianya bangunan sarana dan prasarana Pengganggu Tanman (OPT).000 dosis 14. Sukabumi Kab. Sumedang Kab. Keswan dan Pangan (TP) kesmavet 3 Terlaksananya pelayanan di bidang keswan 4 Tersedianya bangunan RPU di Kecamatan Lemah wunguk 5 Tersedianya bangunan lab. Karantina dan Peningktanan kesehatan hewan pada masyarakat. Penyakit pasar produksi hasil ternak Hewan dan Peningkatan Keamanan 2 Tersedianya bangunan lab. Kegiatan Penanganan dan Pengendalian 1 Terlaksananya restrukturisasi perunggasan Wabah Virus Flu Burung pada Hewan dan Restrukturisasi Perunggasan (Tp) 2 terlaksananya restrukturisasi ternak unggas sebanyak 4 paket di 2 kec 3 Terbentuknya breeding farm unggas skala perdesaan Kab. Keswan dan kesmavet sebanyak 1 unit 15. Bandung Barat 5 Tersedianya bangunan sarana dan prasarana Kota Cimahi pos keswan 13. Provinsi Jawa Barat Penganggu Tanaman (OPT). Sumedang Dinas Peternakan Provinsi Dep. Cirebon kerbau di 1 kec 5 Terbentuknya sentra pembibitan sapi potong di Kab. Pertanian 5 3 4 12.000. Ciamis Dinas Peternakan Provinsi Dep. Pertanian Dinas Peternakan Provinsi Dep. Sumedang Kab. peningkatan pelayanan Hewan. pelayanan Ketahanan pangan penyakit gangguan reproduksi pada ternak sapi potongn dna pencegahan penyakit eksotik serta mendorong peningkatan ketresediaan 2 Tersedianya sarana dan prasarana posa Kab. Cirebon Kab. Majalengka kec. Dawuan 7 Berkembangnya agribisnis peternakan sapi Kota Sukabumi potong 8 Berkembangnya perbibitab sapi potong melalui Kota Tasikmalaya penyediaan sapi potong di masyarakat 16. Penyakit Anthrax dan Rabies). Kegiatan Penanganan dan Pengendalian . Pertanian Dinas Peternakan Provinsi Dep. Cianjur keswan yang memadai 3 Tersedianya sarana dan prasarana pelayanan Kab. Kab. Kegiatan Pengendalian Organisme 1 Terkendalinya PHSM (penyakit Brucellosis. Kegiatan Pengebangan Pembibitan Sapi 1 Berkembangnya kelompok perbibtan sapi /Kerbau (TP) potong 2 Terlaksananya kegiatan pembibitan perawatan ternak oleh organisasi IB sapi potong di 23 kec.

Pertanian Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2009 IV-137 . serta Pengembangan Kawasan (Tp) 2 Meningkatnya populasi ternak kambing/domba Kota Depok sebanyak 150 ekor 3 Berkembangnya peternakan domba dan kambing PE di 7 kec. Pertanian 5 3 4 17. 18. 1 Berkembangya agribisnis peternakan sapi potong dan domba Produktivitas. Dinas Peternakan Provinsi Dep. Stabilisasi Harga Pangan strategis . dan Mutu Produk Pertanian. Subang Peningkatan Produksi. Kegiatan Kab.PROGRAM 1 SASARAN 2 KEGIATAN TARGET PENCAPAIAN (KELUARAN KEGIATAN) LOKASI SKPD 6 Dinas Peternakan Provinsi KETERANGAN (Diisi dengan Dept) 7 Dep.Terdistribusinya DPM LUEP yang tepat waktu di Kota Tasikmalaya 16 kabupaten/kota.

Pertanian Pertanian Jawa Barat Dep. Kab. Meningkatnya kompetensi aparatur/petani Cirebon.Terselenggaranya koordinasi dan pengawalan Prov. 2. garut. Pelaku Agribisnis 1. 7. 2 3 Meningkatnya kemampuan petani dalam 1. Indramayu. Garut. Cirebon. Bandung.Meningkatnya sistem penyuluhan tanaman Provinsi Jawa Barat Sumberdaya Manusia Pertanian pangan dan hortikultura dan sumberdaya manusia pertanian di Jawa Barat 8. agribisnis dan penyuluh pertanian di perdesaan Cirebon. Jabar. Jabar. Terselenggaraya pemberdayaan petani di Prov. Kab. Garut. Pertanian Meningkatnya keterampilan siswa SPP di Jawa Provinsi Jawa Barat barat. pertanian. Subang. Karawang. Bandung Barat. Meningkatnya kompetensi petani tanaman tasikmalaya. Kegiatan Pembinaan/Pembuatan?Pengembangan Sistem. Sukabumi. Sumedang. Kuninan. Tasikmalaya. 4 Pemberdayaan Petani. Jabar. Kab. meningkatkan kapasitas dan kemampuan SDM Bogor. Pertanian Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2009 IV-138 . dan 5. Kuningan. Cianjur. Terselenggaranya pelatihan teknis dalam upaya Prov. Data. Bandung. pangan dan hortikultura. dan Penyuluh Pertanian kabupaten/kota Sukabumi. peternak dan pelaku usagah peternakan yang berwawsan agribisnis 10. Garut. Penyelenggaraan - Pengembangan kinerja penyelenggaraan Provinsi Jawa Barat kelembagaan penyuluhan pertanian di jawa Barat dan pengembangan BPB model Pertanian Jawa Barat Dep. Tasikmalaya. Kab. Pertanian Dep. Terselenggaranya pemberdayaan petani pelaku Subang. Kesejahteraan Petani SASARAN KEGIATAN TARGET PENCAPAIAN (KELUARAN KEGIATAN) LOKASI SKPD KETERANGAN (Diisi dengan Dept) 7 45. 5 6 4 Penyelenggaraan 1. Sumedang. SL/LL dan PMUK Bekasi. Pelaku Agribisnis dan Penyuluhan Pertanian Pertanian Jawa Barat Dep. Pembinaan dan Penyuluhan Pertanian b. 2. Penguatan kelembagaan Ekonomi Petani . Purwakarta. Cirebon.PROGRAM 1 Program Peningkatan a. Majalengka. Kota Depok. Meningkatnya kompetensi aparatur dan non Prov. Penyelenggaraan Pendidikan Pertanian - Pertanian Jawa Barat Pertanian Jawa Barat Dep. Karawang. Kuningan. Jabar. Indramayu dan pertanian dalam penguasaan teknis pertanian Kota Depok. Pertanian Pertanian Jawa Barat Dep. Pertanian Jawa Barat aparatur pertanian dalam penguasaan teknis Bogor. Pertanian Dinas Peternakan Provinsi Dep. 6. Cianjur perah 9. Sumedang. Karawang. Pengembangan Magang Sekolah Lapang 1. melalui PMUK dan LM3 pemberdayaan kelompok tani melalui kegiatan Bogor. Kegiatan Kelembagaan ekonomi Petani 1 terkoordinasinya upaya pengembangan usaha Provinsi Jawa Barat Melalui PMUK dan LM3 peternakan di LM3 dan Pusat Pendidikan Pelatihan Peternakan Swadaya 2 Berkembangnya kelompok sapi potong dan sapi Kab. Kegiatan Pemberdayaan Petani. Indramayu. Tasikmalaya dan Banjar. 2. Pertanian Pertanian Jawa Barat Dep. Pertanian Pertanian Jawa Barat Dep. Statistik dan Informasi Terkoordinasinya dan tersedianya data statistik Provinsi Jawa Barat dan informasi peternakan yang valid dan aktual melalui berbagai media informasi 3. Peningkatan Sistem Penyuluhan dan . Indramayu. Pembinaan dan mengelola sumberdaya alam secara Pelatihan Pertanian lestari dan bertanggungjawab Meningkatnya kemampuan petani dalam mengelola sumberdaya alam secara lestari dan bertanggungjawab 2. Ciamis. Pertanian Meningkatnya kemampuan teknis petugas Provinsi Jawa Barat peternakan.

Karawang. Sumber Daya Perikanan b. Cianjur. Tasikmalaya 7 kelompok. Kegiatan Pengembangan Perencanaan 1 Tersedianya 1 paket rencana kegiatan dan Administrasi Keuangan pembangunan perikanan dan kelautan Jawa Barat 2 Tersedianya 1 paket data dan informasi perikanan dan kelautan Jawa Barat 3 Tersedianya 1 paket data pelaksanaan kegiatan pembangunan perikanan dan kelautan 3. sapi potong sebanyak 100 ekor unit 1 kelompok 46. Kelautan Perikanan dan Dinas Perikanan Provinsi Dep. Kelautan Perikanan dan sistem usaha pemasaran hasil Dinas Perikanan Provinsi Dep. Cirebon Kerjasama Internasional pendaratan perahu/kapal di PPI Cikidang Ciamis 2 Terbangunnya 1 paket Landing Place (pemasangan sheet file) dan pengerukan kolam pelabuhan di PPI Cisosok Ciamis 3 Terbangunnya 1 paket pengembangan PPI Gebang Mekar Cirebon 4 Meningkatnya produktivitas penangkapan di kab. c. Bekasi. sapi potong dan domba 7 Tersedianya ternak kambing PE sebanyak 330 Kota Banjar ekor di 3 kelompok. Kegiatan Pembinaan/Penyelenggaraan 1 Terbangunnya 1 paket kolam pelabuhan untuk Ciamis. Ciamis. Kelautan Perikanan dan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2009 IV-139 . Peningkatan Sarana dan Prasarana di PPI Karangsong Indramayu Cirebon. Dinas Perikanan Provinsi Dep.PROGRAM 1 SASARAN 2 KEGIATAN 3 TARGET PENCAPAIAN (KELUARAN KEGIATAN) LOKASI SKPD 6 KETERANGAN (Diisi dengan Dept) 7 5 4 3 Berkembangnya budidaya ternak domba di Kab. Bandung Barat perah. Indramayu. Subang. Kegiatan Pembangunan/Pengadaan/ 1 Terbangunnya Landing Place sepanjang 533 m Indramayu. Karawang 2 Terbangunnya perluasan tempat pelelangan ikan 100 m2 di PPI Karangsong Indramayu 3 Terbangunnya 1 paket kolam pelabuhan untuk pendaratan perahu/kapal di PPI Cikidang Ciamis 4 Terbangunnya 1 paket Landing Place (pemasangan sheet filr) dan pengerukan kolam pelabuhan di PPI Cisolok Ciamis 5 Terbangunnya 1 paket pengembangan PPI Gebang Mekar Cirebon 6 Terbangunnya 1 paket pengembangan PPI Ciparege Karawang 7 Meningkatnya produktivitas penangkapan 2. dan kelompok ternak sapi potong di 3 kec 4 Berkembangnya usaha ternak sapi potong di 2 Kab. Meningkatnya kapasitas sarana prasarana perikanan tangkap Terlaksananya revitalisasi perikanan Berkembangnya pengolahan dan perikanan dan 1. sapi perah di 2 kelompok dan domba di 6 kelompok serta kambing PE di 5 kelompok serta terdistribusinya bibit ternak pada masyarakat 6 Berkembangnya usaha kelompok peternak sapi Kab. Karawang kelompok pada 5 kec. Tasikmalaya. Sumedang kec sebanyak 50 ekor 5 Berkembangnya agribisnis ternak sapi potong di Kab. Garut dan Kota Cirebon. Program Pengembangan a.

domestifikasi belut. Dinas Perikanan Provinsi Dep.pengolahan dan pemasaran. Teraksananya proksimas temu usaha komiditas perikanan budidaya air tawar. Kegiatan pengembangan sarana Peningkatan dan 1 Terlaksananya perikanan Pengembangan Sarana dan Prasarana Perikanan serta Input Produksi Lainnya 2 Terlaksananya pengadaaan rumpon. Karawang. 2 Propekan pelatihan budidaya laut. Kegiatan Pemberdayaan Ekonomi. pelatihan cara budidaya ikan yang baik (CBIC). dempolt area pengembangan budidaya kerang dara dan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2009 IV-140 . actipical barrier reaf (ABR) dan mengrovisasi Dinas Perikanan Provinsi Dep. modifikasi kapal payang.garaan/Fasilitasi Standarisasi Kompetensi dan Sertifikasi 6 7 Dinas Perikanan Provinsi Dep. LOKASI 5 SKPD KETERANGAN (Diisi dengan Dept) dan 3 4. Kelautan Perikanan dan 9. proksimas pelatihan pemberdayaan unit pembenihan rakyat. Cirebon pengembangan budidaya rumput laut di Kab. Dinas Perikanan Provinsi Dep. Cianjur. Pelaku Usaha Perikanan dan Masyarakat Pesisir Dinas Perikanan Provinsi Dep. Kegiatan Penyelenggaraan Revitalisasi 1 Terlaksananya Propekan temu Usaha Sukabumi. dan Cirebon 6 Sosialisasi bahan biodesel Hitaulo di tambak intensif. sertifikasi pembudidayaan ikan/udang. dan Ciamis 3 Propekan temu usaha komoditas perikanan budidaya ikan payau 4 Propekan pelatihan budidaya iar payau 5 Propekan pelatihan Polycultre udang. Indramayu. Kegiatan Pengembangan/Penyeleng. dempond Indramayu. kerang hijau. Kelautan Perikanan Komoditas Perikanan Budidaya Laut Perikanan Ciamis. trays. Karawang. Sukabumi. Kelautan Perikanan 5. set net medium. peningkatan sapras sentra pengolahan bimbingan teknis 2 3 4 7. Kelautan Perikanan dan 6. pengadaan cool box. demplot area polyculture udang windu dna rumput laut di Kab. perluasan pangsa pasar internasional. proksimas pelatihan budidaya ikan air tawar. Kegiatan Pengembangan dan Penyelenggaraan Karantina Perikanan dan Sistem pengelolaan Kesehatan Ikan Peningkatan sapras rantai dingin penerapan HACCP di UPI peningkatan perlatan laboratorium Terkendalinya pengendalian hama penyakit ikan Dinas Perikanan Provinsi Dep. Kelautan Perikanan dan 10. Kegiatan Pembinaan dan Pengembangan 1 Meningkatnya kinerja KKBM. Cianjur. sertifikasi Hatchery dan UPR. Kelautan Perikanan dan Dinas Perikanan Provinsi Dep.PROGRAM 1 SASARAN 2 KEGIATAN TARGET PENCAPAIAN (KELUARAN KEGIATAN) 4 Terlaksananya pelatihan cara pembenihan ikan yang buah (CPIB). Kelautan Perikanan dan 8. atraktor cumi. rumput laut. Sosial. Penigkatan Sistem Usaha Perikanan diversifikasi olahan dan sumberdaya/ tenagakerja pengolahan. Kegiatan Penguatan dan Pengembangan 1 Terlaksananya penyempurnaan bangunan PIH Kota Bandung Kota Bandung Pemasaran Dalam Negeri dan Ekspor Hasil Perikanan 2 Terlaksananya perluasan akses pasara produk perikanan Jabar 3 Peningkatan konsumsi ikan. Budaya.

Kelautan Perikanan Dinas Perikanan Provinsi Dep.PROGRAM 1 SASARAN 2 KEGIATAN TARGET PENCAPAIAN (KELUARAN KEGIATAN) 4 Terlaksananya restocking benih ikan planktonfeeder di Waduk Cirata Pelatihan budidaya iakan tropic level rendah Sosialisasi budidaya ikan metode fence system di waduk saguling 4 Aplikasi budidaya ikan metode Fence System di Waduk Saguling LOKASI 5 SKPD KETERANGAN (Diisi dengan Dept) dan 3 11. dan Pulau-pulau Kecil serta Pengelolaan Batas Wilayah Laut 6. Kegiatan Perencanaan Penataan Ruang Laut. Kegiatan Penyusunan. 1 Terkendalinya pengelolaan hutan produksi 1. dan Pulau-pulau Kecil 48. Program Pengembangan dan Pengelolaan Sumber Daya Kelautan 1 Berkembangnya sistem pengawasan dan 1. Program Penguasaan Sentra Pengembangan Aplikasi dan Teknologi Informasi dan Komunikasi Program Pemanfaatan Hutan Pemantapan Sumber Daya 1 Terlaksananya 1 paket data statistik perikanan dan kelautan Jawa Barat Dinas Perikanan Provinsi Dep. Kegiatan Pengukuhan dan Penatagunaan Kawasan Hutan 5. Kelautan Perikanan dan 49. Kegiatan Pengembangan Industri dan masyarakat sekitar hutan produksi Pemasaran Hasil Hutan Tersedianya data potensi sumber daya 3. Kegiatan Pengembangan Pengelolaan Pemanfaatan Hutan Alam Meningkatnya usaha/kelembagaan 2. nelayan dan petugas.5% Program. Data. Kelautan Perikanan dan 50. Kelautan Perikanan Dinas Perikanan Provinsi Dep. pesisir dan perairan umum Dinas Perikanan Provinsi Dep. Rencana Kerja dan Anggaran Meningkatnya pemberdayaan ekonomi 3. Kegiatan data statistik perikanan di 26 Pembinaan/Pembuatan/Pengembangan kabupaten/kota Jawa Barat Sistem. Kegiatan Pengembangan Pengelolaan Terpadu Wilayah Pesisir. terlatihnya 462 orang SDM bidang perikanan dan kelautan Tersedianya tata ruang laut.pesisir dan Provinsi Jawa Barat perairan umum di Jawa Barat melalui pemberdayaan SDM masyarakat pesisir. Kelautan Perikanan dan Terkoordinasinya konservasi kawasan 1. Kelautan Perikanan 47. Terkoordinasinya konservasi kawasan pesisir pantai utara dan pantai selatan pesisir pantai utara dan pantai selatan Jawa Barat Jawa Barat Terbinanya pengolahan dan penyajian 1. Statistik dan Informasi - Dinas Perikanan Provinsi Dep. Pengkajian dan pengendalian sumberdaya kelautan dan Pengembangan Kebijakan dan Strategi perikanan di Jawa Barat Meningkatnya produksi perikanan sebesar 2.Provinsi Jawa Barat pulau kecil Dinas Perikanan Provinsi Dep. Dinas Perikanan Provinsi Dep. Kegiatan Pengelolaan Sumberdaya Ikan 1 secara Bertanggungjawab dan Berkelanjutan 2 3 6 7 Dinas Perikanan Provinsi Dep. Kegiatan Pengendalian Peredaran Hasil hutan dan permasalahan kawasan hutan Hutan 4. Kegiatan Mitigasi Bencana Lingkungan masyarakat di 11 kabupaten/kota Laut dan Pesisir 4. Kegiatan Pengembangan Hutan Tanaman dan Hutan Tanaman Rakyat Terkendalinya pengelolaan hutan produksi Dinas Kehutanan Provinsi Dep Kehutanan 2 3 Peningkatan kapasitas kelembagaan usaha dan investasi industri kehutanan Peningkatan kapasitas kelembagaan usaha dan investasi industri kehutanan 1paket Tersusunnya berita acara tata batas kawasan hutan Meningkatnya usaha/kelembagaan masyarakat sekitar hutan produksi Dinas Kehutanan Provinsi Dep Kehutanan Dinas Kehutanan Provinsi Dep Kehutanan Dinas Kehutanan Provinsi Dep Kehutanan Dinas Kehutanan Provinsi Dep Kehutanan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2009 IV-141 . Kelautan Perikanan dan Terlaksananya peangawasan dan pengendalian Provinsi Jawa Barat sumberdaya kelautan dan perikanan secara terpadu Terjaganya kelestraian sumberdaya kelautan. pesisir dan pulau. Kegiatan Pengembangan Sistem Pengawasan dan pengendalian Sumberdaya Kelautan dan Perikanan Meningkatnya kemampuan dan pengelolaan Provinsi Jawa Barat dan pemanfaatan sumberdaya kelautan dan perikanan Meningkatnya kemampuan dan pengelolaan Provinsi Jawa Barat dan pemanfaatan sumberdaya kelautan dan perikanan Meningkatnya pengetahuan masyarakat pesisir Provinsi Jawa Barat terhadap penanggulangan bencana alam Terjaganya sumberdaya kelautan. Kegiatan Pembinaan/Penyusunan 4. Program Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam 1 dan Laut. Pesisir. Kelautan Perikanan dan 2 dan 3 dan dan 5. Kelautan Perikanan Dinas Perikanan Provinsi Dep.

Provinsi Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota Dinas KUKM Meneg KUKM 53. Pemerintah Provinsi. keahlian. 1 Pembinaan/Penyusunan kompetensi dan produktivitas tenaga kerja Rencana Kerja dan Anggaran Program. Terlaksananya Penanganan Kasus 26 Kab/ Kota Meningkatnya Pelaksanaan ketenagakerjaan Pengawas an 26 Kab/ Kota Disnakertrans Disnakertrans Disnakertrans Disnakertrans Depnakertrans Depnakertrans Depnakertrans Depnakertrans - Disnakertrans Depnakertrans 6 Pembinaan Pengupahan dan Jaminan Sosial 7 Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial 8 Pendayagunaan/Tindak Lanjut Pelaksanaan Pengawasan Disnakertrans Disnakertrans Disnakertrans Depnakertrans Depnakertrans Depnakertrans Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2009 IV-142 . Program Perluasan Pengembangan & Terciptanya kesempatan kerja produktif Pelatihan - Terselenggaranya Rakor Jejaring Informasi Bandung Penyusunan Program & Rencana Kerja dan Anggaran Terlaksananya Administrasi Kegiatan Bandung Tersusunnya Rencana Kebutuhan Pelatihan Bandung Sesuai Potensi /Unggulan Daerah Terselenggaranya pelatihan berbasis 26 Kab/ Kota Kompetensi melalui Program 3 in 1 (Pelatihan. - Terciptanya sinkronisasi program pemberdayaan KUMKM antara Pusat. - - 4 Terbangunnya sarana promosi produk KUMKM Provinsi 52. dan Kabupaten/Kota Penyusunan Program Kerja/Teknis/Program dan Rencana - Meningkatnya sinkronisasi program Pemerintah. Rencana Kerja dan Anggaran 3 Penyusunan/Penyempurnaan/Pengkajian Peraturan Per UU an 4 Pemberian Dorongan dan Penyempurnaan Pelaksa naan Negosiasi Bipartit 5 Pembinaan Kelembagaan dan Pemasyarakatan Hubungan Industrial - Terselenggaranya Penyusunan Prog.26 Kab/ Kota Kerja Luar Negeri Terpantaunya permasalahan TKI secara dini 26 Kab/ Kota Kelancaran Administrasi Keuangan dan 26 Kab/ Kota Tersedianya Laporan Tersusunnya Program & dan Rencana 26 Kab/ Kota Kerja/Anggaran Tahun 2009 Tersusunnya Penyempurnaan Peraturan 26 Kab/ Kota Ketenagakerjaan Terwujudnya penyempurnaan Pelaksanaan 26 Kab/ Kota Negosiasi Bipartit Meningkatnya Peran & dan Fungsi 26 Kab/ Kota Kelembagaan HI serta Pemahaman Persepsi Tentang HI Terselenggaranya Pengembangan Sumber 26 Kab/ Kota daya Manusia di Perusahaan.PROGRAM 1 Program Pengembangan Sistem Pendukung Usaha bagi UMKM Program Pemberdayaan Usaha Skala Mikro SASARAN 2 Terwujudnya pusat promosi KUKM KEGIATAN 3 Promosi KUMKM TARGET PENCAPAIAN (KELUARAN KEGIATAN) LOKASI 5 SKPD 6 Dinas KUKM KETERANGAN (Diisi dengan Dept) 7 Meneg KUKM 51. Dan 26 Kab/ Kota Rencana Kerja Terselenggaranya Konsolidasi Perluasan 26 Kab/ Kota Kesempatan Kerja Terselenggaranya Pemberdayaan Tenaga . - 2 Penyelenggaraan Pembinaan Teknis Administrasi 3 Penyusunan Rencana dan Program Strategis 4 Penyelenggaraan Program Kerja berbasis Kompetensi 5 Penyelenggaraan Program Kerja berbasis Masyarakat 54. Penempatan) Terselenggaranya Bantuan Pelatihan Teknis & 26 Kab/ Kota Produktivitas Terselenggaranya Pembinaan SDM 26 Kab/ Kota Disnakertrans Depnakertrans Disnakertrans Disnakertrans Disnakertrans Depnakertrans Depnakertrans Depnakertrans Pelatihan - Disnakertrans Depnakertrans 1 Penyelenggaraan Pembinaan Sumber Daya Manusia dan Administrasi Kepegawaian 2 Pembinaan Administrasi dan Pengelolaan Keuangan 3 Pembinaan/Penyusunan Program. Sertifikasi. Program Perlindungan & Pengembangan Lembaga Tanaga Kerja Terciptanya suasana hubungan kerja yang 1 Pembinaan Administrasi dan Pengelolaan harmonis antara pekerja dan pemberi Keuangan kerja 2 Pembinaan/Penyusunan Program. Rencana Kerja dan Anggaran 4 Konsolidasi Program Program Perluasan Kesempatan Kerja 5 Pemberdayaan Tenaga Kerja Luar Negeri - Disnakertrans Depnakertrans - Terselenggaranya Administrasi Kegiatan 26 Kab/ Kota Disnakertrans Disnakertrans Disnakertrans Disnakertrans Disnakertrans Depnakertrans Depnakertrans Depnakertrans Depnakertrans Depnakertrans 6 Perlindungan dan Advokasi Tenaga Kerja Indonesia 55. Program Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Tenaga Kerja - Meningkatnya keterampilan.

Perdagangan Dep. Perdagangan Dep. Perdagangan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2009 IV-143 . Kependudukan Biro Dekonsentrasi Depdagri 59.PROGRAM 1 56. Pencatatan Sipil (SIAK) online atau offline di Jawa Barat dan Sistem Informasi Administrasi 2 Pemeliharaan Data Base Kab/Kota se Jawa Barat - Biro Dekonsentrasi Depdagri Terwujudnya Monitoring dan Evaluasi bidang 26 Kab/Kota Adm. Program Penataan Administrasi Kependudukan - Terciptanya penyelenggaraan Sistem 1 Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan Informasi Administrasi Kependudukan Pendaftaran Penduduk. Promosi Pemberdayaan Transmigrasi 2 3 Terfasilitasinya pengerahan. Investasi dan yang ada Kemitraan di Wilayah Tertinggal Terfasilitasinya Dukungan Manajemen 26 Kab/ Kota Ketransmi rasian Guna mendukung Pelaksanaan Kegiatan Pengerahan & Penempatan Transmigrasi di Wil. Tertinggal Terfasilitasinya Pelaksanaan Promosi. Investasi 26 Kab/ Kota dan Kemitraan Guna Memasyarakatkan kebijakan dan Program P4T di Wilayah Tertinggal Terfasilitasinya Pengerahan & Perpindahan 11 Prov Datrans serta Penempatan Transmigrasi Yang Memenuhi Kriteria Aman.Bimtek Bantek. penempatan dan pengelolaan prasarana dan sarana transmigrasi Terkoordinasnya percepatan pembangunan infrastruktur pendukung wilayah Peningkatan Pemberdayaan masyarakat di Kawasan Transmigrasi Di Wilayah Strategis Dan Cepat Tumbuh Terwujudnya Pengakhiran Status di Lokasi Resetlement 26 Kab/ Kota Disnakertrans Depnakertrans 57. Perdagangan 3 Penyusunan Data Base Pembeli dan Penjual Komoditi Agro Potensial 4 Optimalisasi Front Office dan Back Office Lelang Forward Komoditi Agro 5 Operasionalisasi Komite Pengembangan Lelang Forward Komoditi Agro KEGIATAN PEMBANGUNAN DAN PENGEMBANGAN SARANA DISTRIBUSI 1 Optimalisasi Peran dan Fungsi Terminal Peti Kemas (TPK) Gedebage Bandung Bagi Distribusi Komoditi Agro Meningkatnya peran dan fungsi Terminal Peti 26 kab/kota Kemas (TPK) Gedebage Bandung bagi distribusi produk agro Indagagro Dep. Perdagangan Dep. Koordinasi. Perdagangan Dep. Perdagangan Indagagro Indagagro Indagagro Indagagro Dep. 26 Kab/ Kota Perencanaan. Program Pengembangan Wilayah Tertinggal Dukungan Manajemen Terbangunnya wilayah pengembangan 1 Fasilitasi Ketransmigrasian Di Wilayah Tertinggal terpadu dan lokasi pemukiman transmigrasi wilayah terisolir yg dapat mendorong tumbuhnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru dan mendukung pusat-pusat pertumbuhan 2 Pembinaan Promosi. Nyaman sesuai Prosedur yang telah Ditetapkan di Wilayah Tertinggal Meningkatkan Penguatan Kelembagaan bidang Administrasi Kependudukan di 26 Kab/Kota Disnakertrans Depnakertrans Disnakertrans Depnakertrans 3 Pengerahan Dan Fasilitasi Perpindahan Serta Penempatan Transmigrasi Di Wilayah Tertinggal Disnakertrans Depnakertrans 58. Program Pengembangan Wilayah Strategis dan Cepat Tumbuh 1 SASARAN 2 Tersedianya dan terkelolanya prasarana dan sarana wilayah KEGIATAN 3 TARGET PENCAPAIAN (KELUARAN KEGIATAN) 4 LOKASI 5 SKPD 6 Disnakertrans KETERANGAN (Diisi dengan Dept) 7 Depnakertrans Fasilitasi Dukungan Manajemen Ketransmigrasian Di Wilayah Cepat Tumbuh Terwujudnya Fasilitas Dukungan Program. Pengendalian. Program Peningkatan Efisiensi Perdagangan Dalam Negeri KEGIATAN PENGEMBANGAN PASAR LELANG DAERAH 1 Fasilitasi Lelang Forward Komoditi Agro di Tingkat Provinsi dan Sentra Produksi 2 Penyebarluasan Informasi Forward Komoditi Agro Lelang Meningkatnya volume dan nilai transaksi 26 kab/kota komoditi agro melalui lelang forward sebesar 10% Meningkatnya apresiasi 5000 pelaku usaha 27 kab/kota terhadap lelang forward komoditi agro Tersusunnya 1 (satu) buku data base pembeli 28 kab/kota dan penjual komoditi agro potensial Terwujudnya efektivitas pelaksanaan lelang 29 kab/kota forward komoditi agro Terwujudnya sistem penjaminan transaksi lelang 30 kab/kota forward komoditi agro Indagagro Dep.

PROGRAM 1 SASARAN 2 KEGIATAN TARGET PENCAPAIAN (KELUARAN KEGIATAN) LOKASI SKPD 6 Indagagro KETERANGAN (Diisi dengan Dept) 7 Dep. Perdagangan Indagagro Indagagro Indagagro Indagagro Indagagro Dep. Perdagangan Dep. Perdagangan Meningkatnya kemampuan pelaku usaha dalam 26 kab/kota hal manajemen pergudangan komoditi agro Tersusunya Manual Manajemen 26 kab/kota Operasionalisasi Sistem Resi Gudang Indagagro Dep. Perdagangan Dep. Perdagangan Dep. Perdagangan Dep. Perdagangan Indagagro Dep. Ubi Jalar. Perdagangan Dep.26 kab/kota impor produk agro Jawa Barat Terjalinnya kesepakatan kerjasama pemasaran 26 kab/kota antara produsen produk agro dengan pelaku ekspor Indagagro Dep. Perdagangan 3 2 Fasilitasi Sarana Perdagangan/Pasar Desa Komoditi Agro KEGIATAN PENGEMBANGAN SISTEM RESI GUDANG 1 Pengembangan Skema Pembiayaan Sistem Resi Gudang Komoditi Jagung. Perdagangan Dep. Perdagangan Indagagro Indagagro Dep. Perdagangan Indagagro Dep. Karet. Perdagangan Dep. Program Peningkatan Ekspor dan Pengembangan Ekspor Terinventarisienya peluang. Program Perlindungan Konsumen dan Pengamanan Perdagangan KEGIATAN PENINGKATAN PENGAWASAN BARANG BEREDAR DAN JASA 1 Pemantauan Produk Agro Baik Produk Dalam Maupun Luar Negeri Yang Beredar di Jawa Barat 2 Bimbingan Petugas Pengawasan Barang Beredar 3 Sosialisasi Undang-Undang Perlindungan Konsumen KEGIATAN PENGEMBANGAN EKSPOR DAERAH 1 Forum Pengembangan ekspor Komoditi Agro Jawa Barat 2 Sosialisasi Kebijakan Perdagangan Luar Negeri 3 Bimbingan Ekspor Impor - Terfasilitasinya perlindungan konsumen dan 26 kab/kota pengawasan peredaran produk agro di Jawa Barat Meningkatnya kemampuan SDM pengawasan 26 kab/kota barang beredar Tersebarluaskannya Undang-Undang 26 kab/kota Perlindungan Konsumen Indagagro Dep.Impor Produk Agro Jawa Barat 6 Kontak Bisnis antara Produsen Produk Agro dengan Pelaku Ekspor 62. Perdagangan 60. Program Pengembangan Industri Kecil dan Menengah KEGIATAN PEMBERDAYAAN INDUSTRI KECIL MENENGAH 1 Forum Penguatan Kelembagaan IKM Agro 2 Peningkatan Kemampuan Usaha IKM Agro : Pelaku - Terbentuknya 1 (satu) Unit Pembina Langsung 26 kab/kota Industri Kecil Menengah Agro (UPL IKM Agro) Meningkatnya kemampuan 500 orang pelaku 26 kab/kota usaha IKM Agro dalam penanganan mutu pangan Meningkatnya tampilan desain dan kemasan 25 26 kab/kota produk IKM Agro Meningkatnya daya saing 25 perusahaan IKM 26 kab/kota Agro Indagagro Dep. kendala dan 26 kab/kota tantangan pengembangan ekspor komoditi agro Jawa Barat Terapresiasikannya kebijakan perdagangan 26 kab/kota luar negeri kepada 100 orang pelaku usaha Meningkatnya kemampuan pelaku usaha dalam 26 kab/kota hal ekspor impor Tersusunnya 1 (satu) profile produk agro Jawa 26 kab/kota Barat berorientasi ekspor Tersusunnya 1 (buku) data base pelaku ekspor. Perdagangan 4 Penyusunan Profile Produk Agro Jawa Barat Berorientasi Ekspor 5 Penyusunan Data Base Pelaku Ekspor. Perdagangan 3 Peningkatan Layanan Kemasan Produk Agro (LKPA) 4 Fasilitasi Pendampingan Perusahaan/Sentra IKM Agro Indagagro Indagagro Dep. Perdagangan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2009 IV-144 . Teh. Kakao dan Kopi 2 Bimbingan Teknis Manajemen Pergudangan Komoditi Agro 3 Penyusunan Manual Manajemen Pergudangan Komoditi Agro 5 4 Terwujudnya 2 (dua) unit Pasar Desa Komoditi 26 kab/kota Agro Terwujudnya Skema Pembiayaan Sistem Resi 26 kab/kota Gudang Bagi 7 Komoditi Agro Indagagro Dep. Perdagangan 61. Kelapa.

Quality Control. CE-Mark. Pemasaran. GMP dan HACCP 3 Penguatan Jaringan Kerjasama Pelaku Usaha Industri Buah Dengan Produsen. Perdagangan Indagagro Dep. Sumber Permodalan dan Teknologi 4 Peningkatan Mutu Produk Pengolahan Buah Berorientasi Ekspor 5 Study Komparasi Pengembangan Klaster Buah ke Philipina 6 Fasilitasi Alat dan Mesin Pendukung Klaster Buah Terfasilitasinya forum komunikasi 26 kab/kota pengembangan klaster buah sebanyak 12 kali Meningkatnya kemampuan 300 orang pelaku 26 kab/kota usaha IKM Agro dalam penanganan proses produksi Meningkatnya akses 300 orang pelaku usaha 26 kab/kota IKM Agro terhadap penyedia bahan baku. Perdagangan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2009 IV-145 . Perdagangan Dep. Penataan Struktur Industri - Penguatan dan Pengembangan Klaster 1 Meningkatnya keterkaitan antar klaster dalam Jawa Barat Industri satu klaster dalam satu sektor maupun dengan klaster lainnya 2 Mendorong kemitraan antara IKM dengan perusahaan besar dan keterkaitan interaktif yang relevan lainnya 3 Membentuk jaringan industri serta struktur yang mendukung peningkatan nilai tambah melalui peningkatan produktivitas Pengembangan negeri Perdagangan Dalam 1 Terselenggaranya penyusunan program PDN 2 Promosi Produk Dalam Negeri 3 Penyuluhan dan penyebaran informasi 4 Pengembangan usaha & lembaga perdagangan 5 Peningkatan pengawasan barang beredar 6 Peningkatan pengembangan kemtrologian 7 Pengembangan sistem informasi PDN Jawa Barat Indag Dep. Perdagangan Indagagro Dep. 2 Meningkatnya jumlah IKM yang menerapkan GKM. 3 Meningkatnya akses pasar produk IKM didalam dan luar negeri. Peningkatan Efisiensi gangan Dalam Negeri Perda- - Indag Dep.PROGRAM 1 SASARAN 2 KEGIATAN 3 5 Fasilitasi Standarisasi Mutu Produk : TARGET PENCAPAIAN (KELUARAN KEGIATAN) LOKASI SKPD 6 Indagagro KETERANGAN (Diisi dengan Dept) 7 Dep. Pengembangan Industri Kecil dan Menengah - Pemberdayaan IKM 1 Terlatihnya/terbinanya SDM IKM dibidang teknis Jawa Barat dan manajemen. HKI. Sumber Permodalan dan Teknologi Meningkatnya daya saing produk pengolahan 26 kab/kota buah berorientasi ekspor Meningkatnya wawasan 10 orang pelaku usaha 26 kab/kota industri pengolahan buah Tersedianya unit alat dan mesin penyimpanan 26 kab/kota produk industri buah Indagagro Dep. 4 Meningkatnya jumlah penerima penghargaan Upakarti 5 Beroperasinya Unit Pendampingan Langsung IKM Provinsi dan Kabupaten/Kota Indag Indag Dep. Perdagangan Indagagro Indagagro Dep. Program Industri Penataan Struktur KEGIATAN PENGUATAN DAN PENGEMBANGAN KLASTER INDUSTRI 1 Operasionalisasi Kelompok Kerja Pengembangan Klaster Buah 2 Peningkatan Kemampuan SDM di Bidang Teknologi Proses. Perdagangan Indagagro Dep. Perdagangan 66. Perdagangan - 5 4 Terfasilitasinya sertifikasi sistem mutu pangan 26 kab/kota kepada 200 perusahaan IKM Agro 63. Pemasaran. Perdagangan 64. Perdagangan Indag Indag Indag 65.

PROGRAM 1 SASARAN 2 KEGIATAN 3 TARGET PENCAPAIAN (KELUARAN KEGIATAN) 4 8 Pemantauan harga kepomas dan penyusunan prognas LOKASI 5 SKPD 6 KETERANGAN (Diisi dengan Dept) 7 Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2009 IV-146 .

Perdagangan 67. kendala dan 26 kab/kota tantangan ekspor komoditi agro Jawa barat 2 Terapresiasikannya kebijakan perdagangan luar negeri kepada 100 org pelaku 3 Meningkatnya kemampuan pelaku usaha dalam hal ekspor impor 4 Tersusunnya 1 profile produk agro Jawa Barat berorientasi ekspor 5 Tersusunnya 1 buku data base pelaku ekspor impor produk agro Jawa Barat 6 Terjalinnya kesepakatan kerjasama pemasaran antara produsen produk agro dengan pelaku ekspor Indag Dep.PROGRAM 1 Peningkatan Pengembangan Ekspor SASARAN 2 dan KEGIATAN 3 1 Pengembangan Ekspor Daerah TARGET PENCAPAIAN (KELUARAN KEGIATAN) LOKASI SKPD 6 Indag KETERANGAN (Diisi dengan Dept) 7 Dep. Perdagangan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2009 IV-147 . 4 Meningkatnya perusahaan yang difasilitasi terhadap pelaku pasar ekspor 5 Teridentifikasi komoditi potensi daerah 6 Produk potensi daerah yang berorientasi ekspor 2 Pengembangan Ekspor Daerah 1 terinventarisirnya peluang. 5 4 1 Terlaksananya pelatihan ekspor. 26 kab/kota 2 Koordinasi Teknis Ekspor I dan II 3 Tersebarnya informasi perdagangan luar negeri baik kebijakan maupun peluang pasar.

Manajemen pembangunan muncul sebagai masalah yang sangat rumit. tujuan. pemerintah daerah dituntut untuk menyertakan informasi tentang sasaran. perlu adanya keterlibatan semua lini pemerintahan dan masyarakat.1. prioritas pada tahun fiskal tertentu.1. SASARAN ALOKASI DANA PEMBANGUNAN ALOKASI BELANJA PEMERINTAH PUSAT ALOKASI BELANJA PEMERINTAH PROVINSI ARUS KEUANGAN TINGKATAN MANAJEMEN PUSAT PROVINSI ALOKASI BELANJA PEMERINTAH KABUPATEN/ KOTA KABUPATEN KOTA MASYARAKAT DAN WILAYAH SASARAN Gambar 5.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT BAB V RINGKASAN PENDANAAN 5. yaitu alokasi anggaran yang dikaitkan dengan hasil yang ingin dicapai. Masalah besar yang muncul namun sering tidak dipahami secara nyata oleh kebanyakan jajaran aparat pemerintah adalah masalah manajemen pembangunan. PENINGKATAN EFEKTIFITAS BELANJA DAERAH Setiap daerah perlu melakukan perkiraan dan proyeksi kebutuhan alokasi belanja daerah dalam jangka menengah untuk mencapai Visi-Misinya. seperti terlihat pada gambar 1. Kerangka Sasaran Alokasi Dana Pembangunan dan Manajemen Pembangunan Daerah Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 V-1 . Dengan demikian anggaran kinerja disusun dengan menghubungkan pengeluaran dengan hasil yang diinginkan. Untuk itu Dalam proses penganggaran. Dalam penyusunan anggaran setiap tahun. Perkiraan ini penting untuk menentukan langkah strategis penyediaan anggaran sekaligus kemungkinan alokasinya setiap tahun.1. daerah harus mampu menyusun anggarannya dengan prinsip-prinsip anggaran kinerja (budget performance).

penataan yaitu: 1.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Secara umum Bidang-Bidang Pembangunan dituangkan dalam 21 bidang yaitu adminitrasi umum pemerintahan. perikanan dan kelautan. dan pertanahan yang terangkum dalam 9 fungsi. perkoperasian. kepariwisataan. penanaman modal. Anggaran kinerja diarahkan pada pemilihan program atau kegiatan yang terukur dan menyertakan kegiatan yang menjadi skala prioritas. 6. Dengan demikian setiap belanja pembangunan Pemerintah Jawa Barat diarahkan untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia. kesehatan. yaitu secara keseluruhan dan integratif menyusun prioritas dan memilih program/kegiatan. 8. Pada langkah-langkah pemilihan program/kegiatan serta penganggaran tersebut dicantumkan Visi-Misi daerah sampai dengan tujuan kegiatan sehingga tersusun anggaran. olahraga. pertambangan dan energi. pekerjaan umum. 5. kependudukan. ketenagakerjaan. daerah memerlukan langkah yang lebih operasional. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 V-2 . pemukiman. 2. Proyeksi alokasi anggaran ini disusun berdasarkan kerangka pemahaman dasar mengenai peran belanja pembangunan pemerintah terhadap perkembangan indikator kinerja pembangunan. lingkungan hidup. pendidikan dan kebudayaan. serta menetapkan anggarannya. sosial. kehutanan dan perkebunan. pertanian. kebutuhan atau tugas pokok dan fungsi dari lembaga pemerintah. 3. Pelayanan Umum Ketertiban dan Ketentraman Ekonomi Lingkungan Hidup Perumahan dan Fasilitas Umum Kesehatan Pariwisata dan budaya Pendidikan Perlindungan sosial ruang. perindustrian dan perdagangan. Sebagaimana diketahui indikator utama Visi Jawa Barat adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM). pendidikan dan daya beli. Untuk mengerucutkan kegiatan agar mendukung Visi-Misi secara efektif dan efisien. 9. maka Belanja Pembangunan secara hipotetik akan dikaitkan dengan indikator tersebut. 4. Oleh karena IPM adalah indikator komposit yang meliputi bidang kesehatan. perhubungan. 7.

kesehatan.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Selanjutnya Belanja Pembangunan untuk Bidang infrastruktur juga diperhitungkan sebagai unsur yang ikut mendukung peningkatan indeks-indeks komposit IPM. Dengan diketahuinya perkiraan kebutuhan anggaran pembangunan yang terkait dengan upaya peningkatan dan pencapaian IPM. namun dapat dilakukan oleh sektor lain selama kegiatan tersebut saling terkait (integratif) dan saling mendukung. ekonomi dan infrastruktur. Struktur sederhana dari pemahaman di atas dapat dilihat pada gambar berikut: KEBUTUHAN DAN MASALAH DAERAH PENDIDIKAN EKONOMI KESEHATAN INFRASTRUKTUR SUPRASTRUKTUR Gambar 5. Berdasarkan masalah daerah dan perkembangan indikator utama pembangunan. kegiatan kesehatan. artinya belanja untuk pembangunan pendidikan tidak berarti khusus dilakukan oleh sektor pendidikan saja. Misalnya pembangunan infrastruktur. maka akan dapat pula diperkirakan proporsi anggaran belanja pembangunan untuk bidang pendidikan.2. maka proporsi belanja langsung untuk kegiatan pendidikan. dan pembangunan ekonomi dan untuk infrastruktur maupun suprastruktur (pranata) perlu direalokasikan kembali. Angka perkiraan proporsi biaya ditingkat pemilihan kegiatan dikemudian hari harus dipahami secara jelas. pola pemilihan kegiatannya terutama harus memandang titik masuk (entry point) dari masalah ekonomi. pendidikan dan/atau kesehatan. Perlu diidentifikasi bidang-bidang yang relatif cepat memberikan daya akselerasi. Pola Integrasi Kegiatan Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 V-3 . Demikian juga dengan belanja untuk pembangunan suprastruktur (pranata).

Proporsi alokasi belanja pembangunan APBD Provinsi Jawa Barat. Walaupun dari jumlah nominal mengalami peningkatan. Peningkatan pembangunan pada bidang ekonomi dan bidang kesehatan menjadi prioritas meskipun pertumbuhan indeks kesehatan dan indeks daya beli relatif lebih besar dibandingkan dengan indeks pendidikan pendidikan. namun nilai Indeksnya termasuk yang paling rendah.9 65.6 Tidak Langsung Langsung 62.5 41.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 5. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 V-4 .1 34.0 40 37.3. dari tahun 2003-2007 cenderung terus mengalami penurunan.5 46.4 69.4 Hal ini patut mendapat perhatian terutama dalam upaya provinsi lebih meningkatkan peran dalam ( proporsi dalam % ) 60 20 0 2003 2004 2005 2006 2007 Gambar 5. PROYEKSI KEBUTUHAN ALOKASI BELANJA LANGSUNG APBD PROVINSI JAWA BARAT Secara umum perkembangan IPM Jawa Barat sangat lambat apabila dikaitkan dengan target pencapaian IPM 80 pada tahun 2010. Belanja Langsung pemerintah secara umum dianggarkan dalam APBD Kabupaten/Kota di Jawa Barat.2.6 30. APBD Provinsi Jawa Barat dan APBN yang diturunkan di wilayah Jawa Barat. Salah satu perkembangan penting dapat dilihat dari Proporsi APBD Provinsi untuk Belanja Langsung. Perkembangan Proporsi APBD Provinsi Jawa Barat Tahun 2003-2007 Model yang digunakan untuk mengestimasi kebutuhan belanja langsung dengan tingkat capaian komponen indikator Indeks Pembangunan Manusia (IPM) antara tahun 2008-2013 yang artinya untuk mencapai indeks-indeks tersebut pada dasarnya diperlukan sejumlah belanja Pemerintah. kemudian dikategorikan sebagai belanja langsung. pembangunan Jawa Barat. 80 59.0 53.

Penentuan anggaran Provinsi dilakukan berdasarkan estimasi kebutuhan alokasi anggaran pembangunan Jawa Barat didasarkan pada rata-rata kontribusi dari tahun 20012007 dengan diberlakukan pertambahan (Incremental) proporsi 2. maka pada estimasi jumlah anggaran yang sama dapat dicapai kinerja yang lebih baik atau pencapaian indeks komposit IPM yang lebih tinggi. Dengan demikian kondisi saat ini adalah menjadi baseline untuk estimasi.5% pertahun.Bi.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Model dasar untuk mengestimasi kebutuhan anggaran untuk belanja langsung adalah. Bila terjadi perbaikan/optimalisasi mendasar dalam manajemen pembangunan selama masa estimasi.Bi.Bi. Artinya beranjak dari anggaran saat ini. 2. Adapun estimasi kebutuhan belanja pembangunan Provinsi Jawa Barat untuk Belanja Pembangunan dari APBD Provinsi Jawa Barat Menurut Bidang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 V-5 . Pada dasarnya perkiraan pertambahan kontribusi ini ditentukan secara arbitrary. namun demikian apabila diketahui perkiraan ketersediaan anggaran Provinsi Jawa Barat antara tahun 2008-2013 maka kontribusi tersebut dapat ditentukan secara lebih teliti.Bs) (1) (2) (3) Model-model seperti ini pada dasarnya mendasarkan pada asumsi bahwa: 1. IP IK IDB Keterangan: IDB IP IK Be Bk Bp Bi Bs = Indeks Daya Beli = Indeks Pendidikan = Indeks Kesehatan = Belanja Pembangunan Pemerintah Bidang Ekonomi = Belanja Pembangunan Pemerintah Bidang Kesehatan = Belanja Pembangunan Pemerintah Bidang Pendidikan = Belanja Pembangunan Pemerintah Bidang Infrastruktur = Belanja Pembangunan Pemerintah Bidang Suprastruktur = f(Bp. Titik tolak estimasi adalah situasi dan kondisi manajemen pembangunan yang ada saat ini (eksisting).Bs) = f(Bk. maka APBD Provinsi Jawa Barat diusahakan untuk terus untuk meningkat dari tahun 2008-2013.Bs) = f(Be.

62 Pendidikan 440.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT berdasarkan Target IPM 80 dan Efektifitas/ Efisiensi Program dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 5.5 949.82 217.19 266.31 Total 2. diperkirakan kebutuhan belanja tidak langsung sebesar 51% dari total belanja daerah. maka untuk dapat mencapai IPM 80 pada tahun 2013.25 1. dana bagi hasil kabupaten/kota. diestimasikan bahwa kebutuhan belanja lansung dari APBD Provinsi Jawa Barat untuk tahun 2009-2013 dengan melakukan efisiensi dan efektifitas program disajikan pada tabel 5. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 V-6 .31 73.14 707.12 1.78 541.32 592.14 395. infrastruktur.25 325.52 76.63 975. Dengan mempertimbangkan kebijakan yang akan dilaksanakan pada tahun 2009 tersebut.8 Ekonomi 535. PROYEKSI KEBUTUHAN BELANJA DAERAH PROVINSI JAWA BARAT 2009 Berdasarkan trend besaran anggaran belanja yang telah dianggarkan hingga tahun 2007 dan pencapaian IPM hingga tahun 2007.1.54 804.62 1038.523.34 1. kesehatan.539.36 5.58 Kesehatan 210. kegiatan-kegiatan multi-years.45 75. dan suprastruktur.43 2. Kebutuhan anggaran Belanja Langsung ini yang diperhitungkan secara efisien didasarkan pada kebutuhan anggaran belanja menurut bidang pendidikan. Estimasi Kebutuhan Belanja Langsung dari APBD Provinsi Jawa Barat Menurut Bidang berdasarkan Target IPM 80 dan Efektifitas/Efisiensi Program (dalam millar rp) Tahun 2009 2010 2011 2012 2013 IPM 72. Sementara itu anggaran Belanja Tidak Langsung diproyeksikan melalui pertimbangan-pertimbangan pemenuhan belanja tetap dan mengikat (fixed cost).32 651.258.1.288.009.84 1.922.67 789. dan memenuhi dana role sharing.545.91 661.68 Infrastruktur 856. committed budget. ekonomi.37 Sumber : Hasil Estimasi Bapeda 5.00 Suprastruktur 495.01 74.59 845.845.17 4.89 533.90 3.3. Untuk tahun 2009 diproyeksikan belanja langsung sebesar 49% dari total belanja daerah.175.

03 4.36 0.66 18.07 0.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Tabel 5.23 0.72 7.00 No.86 1. 01 03 04 05 06 07 08 10 11 Fungsi Pelayanan Umum Ketertiban dan Ketentraman Ekonomi Lingkungan Hidup Perumahan dan fasilitas umum Kesehatan Pariwisata dan budaya Pendidikan Perlindungan Sosial Jumlah Sumber : Hasil Estimasi Bapeda Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 V-7 .85 0.50 35.21 100. Proyeksi Pendanaan Belanja Langsung Menurut Fungsi Tahun Anggaran 2009 Tahun 2008 Proporsi Belanja Langsung 29.27 10.13 28.00 Tahun 2009 Proporsi Indikatif Belanja Langsung 25.92 20.52 100.17 1.2.79 3.98 4.72 2.

Sekretaris Daerah. peningkatan daya beli masyarakat. berkewajiban untuk mengerahkan semua potensi dan kekuatan pemerintahan dalam melaksanakan dan mengendalikan pembangunan daerah. Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) sebagai pedoman penyusunan RAPBD dan sebagai langkah awal proses penyusunan RAPBD melalui tahapan penyusunan Kebijakan Umum APBD berpedoman pada Ketetapan Mendagri tentang Pedoman Penyusunan APBD serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara yang dikukuhkan melalui Nota Kesepakatan antara Pimpinan DPRD dengan Gubernur 4.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT BAB VI KAIDAH PELAKSANAAN Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Tahun 2009 yang ditetapkan oleh Kepala Daerah. Kepala Daerah Pemerintah. menjalankan tugas penyelenggaraan pemerintahan daerah. 7. berkewajiban mengkoordinasikan penyusunan rencana tindak bagi pencapaian Common Goals yaitu peningkatan kinerja aparatur. berkewajiban mengkoordinasikan penyusunan dan pelaksanaan program kegiatan pembangunan daerah. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 VI-1 . Asisten Kesejahteraan sosial. pengelolaan pengembangan dan pengendalian infrastruktur serta kemandirian energi dan cakupan air baku. 2. Asisten Administrasi. 6. berkewajiban mengkoordinasikan penyusunan rencana tindak bagi pencapaian Common Goals yaitu peningkatan kualitas dan produktivitas sumber daya manusia. harus menjadi arah pelaksanaan kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan segenap masyarakat Jawa Barat. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). 5. berkewajiban ikut serta mengesahkan RKPD dan mengawasi pelaksanaannya. Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil). penanganan pengelolaan bencana. Untuk itu perlu ditetapkan kaidah-kaidah pelaksanaannya sebagai berikut : 1. Asisten Perekonomian. pengendalian dan pemulihan kualitas lingkungan. berkewajiban mengkoordinasikan usulan program kegiatan Kabupaten/Kota dan Lintas Kabupaten/Kota diwilayahnya. 3. berkewajiban mengkoordinasikan penyusunan rencana tindak bagi pencapaian Common Goals yaitu ketahanan pangan. 8.

7. 5. 3. 12. 12. 8.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 9. 3. TATA LAKSANA DAN ORGANISASI PELAKSANAAN PROGRAM KEGIATAN PEMBANGUNAN 1. 6. Pendanaan pelaksanaan program dan kegiatan setiap SKPD dibuat rencana kerja SKPD. 11. 9. 2. 6. Dinkes BPLHD Disdik Biro Bangsos BPMD Dinsos Disbudpar Disnaker Distarkim SKPD PENDUKUNG 1. 4. 9. baik sebagai pelaksana maupun sebagai pengawas dalam pelaksanaan kebijakan dan program kegiatan pembangunan. 7. 11. Berdasarkan sumber dana (APBD. 5. 4. 3. Bawasda Biro HUkum Bapeda Biro Dalprog Bakorwil Bapesitelda Biro Keuangan Balitbangda Dispenda Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 VI-2 . 8. Kepala Bapeda. 9. 10. 2. Common Goals ”Peningkatan Kulitas dan Produktivitas Sumber Daya Manusia” CG – 1 Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Sumber Daya Manusia 1. APBN dan PHLN). 6. 10. Masyarakat dan dunia usaha. Dan menyusun evaluasi rencana pembangunan berdasarkan hasil evaluasi kepala SKPD. 4. 8. 5. berkewajiban turut berperan serta dalam pembangunan. Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). berkewajiban melaksanakan programprogram/kegiatan yang dituangkan kedalam RKPD. berkewajiban menghimpun dan menganalisis hasil pemantauan pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan dari masing-masing Kepala SKPD. 3. Meningkatnya kualitas kesehatan masyarakat Meningkatnya kualitas dan aksesibilitas pendidikan masyarakat Meningkatnya kompetensi keterampilan dan kewirausahaan tenaga kerja ASISTEN KESEJAHTERAAN SOSIAL SKPD UTAMA 1. Biro Yansos Disnakertrans Disdik Dinkes BPMD Biro Yansos Biro Bangsos Bapusda RSJ Bandung RSJ Cimahi KP 4 Cirebon RSP Sidawangi SKPD PENUNJANG 1. 7. 2. 2.

2. 4. 2. 10. kedelai. Bapeda 11. Common Goals ”Ketahanan Pangan” CG – 2 Ketahanan Pangan 1. jagung. 4. ternak dan ikan Meningkatnya stok beras. SKPD PENUNJANG Biro Pelayanan Sosial Dasar Biro Sarek Dinas Perkebunan Dinas Sosial Dinas Kehutanan 1. 5. Bapesitelda 10. 3.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 2. jagung. Meningkatnya produksi beras. Bawasda Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 VI-3 . 3. Biro Hukum 9. 8. 5. 2. 11. ternak dan ikan Tertatanya agroindustri dan perdagangan beras. 3. Balitbangda 12. 4. Biro Kepegawaian 6. jagung. Biro Bina Produksi Dinas Pertanian Dinas Peternakan Dinas Perikanan Dinas Indag Dinas Indag Agro Dinas KUKM Dinas Bina Marga Dinas Perhubungan Dinas PSDA Dinas Tarkim 1. 9. kedelai. 4. SKPD PENDUKUNG Bakorwil Priangan Bakorwil Bogor Bakorwil Cirebon Bakorwil Purwakarta 5. 3. 7. Biro Keuangan 7. kedelai. 2. ternak dan ikan Meningkatnya ketersediaan input produksi pertanian Meningkatnya kondisi infrastruktur transportasi serta sumber daya air dan irigasi di sentra produksi pertanian ASISTEN PEREKONOMIAN SKPD UTAMA 1. 5. Biro Dalprog 8. 6.

8. 5. 4. dan KUMKM Terwujudnya Kemitraan Strategis antara KUMKM. Biro Sarek Biro Binprod Dinas Pendidikan Disbudpar Distarkim Dinas Perhubungan Distamben Dinas Sosial Dinas Indag Dinas KUKM BPPMD Dinas Kehutanan Dinas Perkebunan Dinas Pertanian Dinas Perikanan Dinas Peternakan Dis Indag Agro Dinas Bina Marga Dinas PSDA SKPD PENDUKUNG 1. Meningkatnya kualitas dan kuantitas SDM tenaga kerja Jawa Barat dengan berbasis standar tenaga kerja ASEAN Meningkatnya kesempatan kerja melalui peningkatan investasi dan padat karya Meningkatnya kesejahteraan petani. ”Common Goals ”Peningkatan Daya Beli Masyarakat” CG – 3 Peningkatan Daya Beli Masyarakat 1. nelayan. 7. 5. 4. 5. 11. buruh. 2. Pengusaha Besar dan lembaga keuangan Meningkatnya kondisi infrastruktur transportasi serta sumber daya air dan irigasi di kawasan industri ASISTEN PEREKONOMIAN SKPD UTAMA 1. 5. 8.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 3. 4. 3. 11. 10. 7. 9. 7. 3. 3. IKM. 6. 15. 2. Biro Keuangan Biro Dalprog Bawasda Bapeda Bapesitelda Balitbangda Dispenda Bakorwil Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 VI-4 . 16. 13. 8. 19. 6. 4. 13. 14. BUMD. 2. 2. 10. 12. 17. 3. Bina Marga Disnaker Dinas PSDA Dinas Indag Dinas Indag Agro Dinas KUKM BUMD Dinas Kehutanan Dinas Peternakan Dinas Perikanan Dinas Perkebunan Dinas Pertanian BPPMD SKPD PENUNJANG 1. 12. 9. 6. 18.

21. 11. 13. 4. 7. 24. 10. 8. 16. Biro Kepegawaian Biro Keuangan Biro Dekon & Tuban Biro Hukum Biro Organisasi Biro Yansos Biro Dalprog Bapeda Bawasda Bapesitelda BPMD Dinas Kesehatan Dinas Pol PP SKPD PENDUKUNG 1. 4. 5. 2. 14. 12. 23. 10. 17. 8. 7. 8. 9. 15. 6. 3. 18. 20. 22. 9. 25. 7. 4. 6. Common Goals ”Peningkatan Kinerja Aparatur” CG – 4 Peningkatan Kinerja Aparatur 1. 5. 12. 19. 26. 13. 2. 6. 2. 11. Biro Dalprog Biro Keuangan Bawasda Bapeda Bapesitelda Balitbangda Dispenda Bakorwil Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 VI-5 . 4. 3. Biro Desentralisasi Biro Organisasi Biro Hukum Biro Kepegawaian Biro Keuangan Bapeda Bapusda BPPMD Dispenda Dinas Indag Agro Distamben Dinas Indag Dinas Pertanian Dinas Kehutanan Dinas Perhubungan Dinas Pendidikan Dinas Perkebunan Dinas Peternakan Dinas Perikanan Disbudpar Distarkim Dinas Bina Marga RSJ dan RSP Dinas Sosial Bawasda Bandiklatda SKPD PENUNJANG 1. 3. Meningkatnya fungsi kelembagaan Pemerintah Daerah dan Desa Meningkatnya profesionalisme dan kinerja Aparatur Pemerintah Daerah dan Desa Menurunnya tingkat KKN untuk menciptakan Pemerintahan yang bersih Meningkatnya pelayanan Pemerintah Daerah kepada masyarakat ASISTEN ADMINISTRASI SKPD UTAMA 1. 3. 2. 5.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 4.

10. 13. Biro Hukum Biro Dalprog Biro Binprod Biro Perlengkapan Biro Keuangan Biro Organisasi Balitbangda Bakorwil Bapesitelda Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 VI-6 . 4. 7. 18. 6. 2. Berkurangnya resiko kejadian bencana di Jawa Barat Tertanganinya bencana/wabah secara cepat dan akurat Meningkatnya kesiapan dini dan mitigasi bencana Meningkatnya pemahaman dan kesiapan masyarakat dalam menghadapi bencana ASISTEN KESEJAHTERAAN SOSIAL SKPD UTAMA 1. 3. 5. 14. Biro Bangsos Distamben BPLHD Bapeda Distarkim Dinas Sosial Dinas PSDA Dinas Kesehatan Biro Sarek Satkorlak PBP Dinas Bina Marga Bakesbang Linmas SKPD PENUNJANG 1. 11. 9. 2. 5. 7. 12. 3. 5.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 5. Biro Yansos Biro Bangsos Distarkim BPMD Bakesbang Linmas Dinas Sosial BPMD Dinas Bina Marga Dinas Kehutanan Dinas Pertanian Dinas Perkebunan Dinas perhubungan Dinas Pol PP Distamben Dinas Perikanan Disbudpar Dinas Pendidikan Bapesitelda SKPD PENDUKUNG 1. 3. 9. 4. 3. 6. 2. 4. 8. 10. 9. 15. 8. 11. 6. 8. 4. 7. 17. 16. Common Goals ”Pengelolaan Bencana” CG – 5 Pengelolaan Bencana 1. 2. 12.

2. 8. Disdik 6. 5. 9. Common Goals ”Pengendalian dan Pemulihan Kualitas Lingkungan” CG. Biro Dalprog Bawasda Bapesitalda Balitbangda Dispenda Biro Keuangan Biro Hukum Bakorwil Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 VI-7 . 2. 4. Disbun SKPD PENDUKUNG 1. 6 Pengendalian dan Pemulihan Kualitas Lingkungan 1. Biro Yansos 10. Biro Binprod 7. 3. 2. 7. Biro Yansos 2. ASISTEN PEREKONOMIAN SKPD UTAMA 1. Berkurangnya Lahan Kritis di Kawasan Lindung. Distan Distamben BPLHD PSDA Disperindag Dishut Distan Biro Binprod Disbun SKPD PENUNJANG 1. 5. BPMD 3. 8. Distan 11. 6. Meningkatnya Luas dan Fungsi Kawasan Lindung. Meningkatnya Pengendalian Pencemaran Air. Distarkim 4. 3. Disbudpar 8. BPLHD 5.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 6. PSDA 9. 3. 4. 7. 6.

PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 7. Persiapan pembangunan Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) dan Soreang-Pasirkoja (Soroja). Penyelesaian pembangunan jalan dan jembatan di Jabar Selatan. Dep. 5. 7. 8. PU Din. 2. ASISTEN PEREKONOMIAN SKPD UTAMA 1. 5. Pengembangan angkutan massal di Metropolitan Bandung dan Bodebek. 3. Pelindo Swasta Dinas Perhubungan Biro Perlengkapan Dep. 4. Common Goals ”Pengembangan Infrastruktur Wilayah” CG – 7 Pengembangan Infrastruktur Wilayah 1. 3. 7. Biro Sarek Biro Desentralisasi Bina Marga BPLHD Disbudpar Dinas Kehutanan Dinas Perhubungan SKPD PENDUKUNG 1. Pembangunan Waduk Jatigede di Kabupaten Sumedang. 2. 6. 5. Perhubungan SKPD PENUNJANG 1. 4. PU Bina Marga Distarkim Menpora Men KLH Dep. Biro Dalprog Biro Hukum Biro Keuangan Bapeda Bapesitelda Balitbangda Bawasda Dispenda Bakorwil Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 VI-8 . 6. 4. 5. pengembangan pengelolaan persampahan di Wilayah Perkotaan. 9. 3. pembangunan sarana olahraga Gedebage. 9. 2. Persiapan pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat di Kertajati Kabupaten Majalengka. 4. pengembangan Pelabuhan Laut Cirebon dan persiapan pembangunan Pelabuhan Laut Cilamaya di Kabupaten Karawang. 2. 6. 8. PSDA PT. 10. 7. 3.

9. 2. 2. Common Goals ”Kemandirian Energi dan Cakupan Air Baku” CG – 8 Kemandirian Energi dan Cakupan Air 1. Meningkatnya pemenuhan kebutuhan air baku dan air bersih ASISTEN PEREKONOMIAN SKPD UTAMA 1. 3. Berkembangnya penciptaan dan pemanfaatan energi alternatif 3. 7. 3. 7. 5. 4. 3. Meningkatnya cakupan elektrifikasi perdesaan 2. 6. 4. 8. 6. Biro Dalprog Biro Keuangan Biro Hukum Bawasda Bapeda Bapesitelda Balitbangda Dispenda Bakorwil Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 VI-9 . 2. Biro Binprod Dinas Kesehatan Distamben Distarkim BPMD Dinas Pertanian BPLHD Dinas PSDA SKPD PENDUKUNG 1.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 8. 5. 4. Biro Binprod Distamben Distarkim Dinas PSDA SKPD PENUNJANG 1. 8.

Diantara kerangka regulasi yang ada. 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah dan Peraturan Pemerintah No. 2. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 VII-1 . 13 Tahun 2006. Namun demikian. Berdasarkan peraturan diatas.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT BAB VII PENUTUP Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat 2009 merupakan penjabaran dari Rencana Pengembangan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pemerintah Jawa Barat 2009-2013 dengan mengacu kepada RKP 2009. dengan sebaik-baiknya. pada waktu yang lalu diketahui bahwa beragam ketentuan hukum (kerangka regulasi) telah ditetapkan sebagai dasar pelaksanaan pembangunan di Indonesia. RKPD perlu dijabarkan kedalam Kebijakan Umum Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (KU-APBD) Provinsi Jawa Barat dan Penyusunan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS). RKPD 2009 bersifat sangat strategis. Tuntutan kejelasan kewenangan ini sangat mengemuka dalam proses penganggaran. hal yang cukup menimbulkan perdebatan panjang adalah berkenaan dengan persoalan pembagian bidang kewenangan antara pemerintah dengan pemerintah daerah. sehingga tingkat keberhasilan dari rencana ini akan menentukan pula keberhasilan dari pemerintahan Kepala Daerah Provinsi Jawa Barat. Beberapa kaidah pelaksanaan yang diperlukan adalah sebagai berikut : 1. 38 Tahun 2007 yang mengatur kewenangan pemerintah daerah serta Permendagri No. 59 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Permendagri No. akan memerlukan perumusan tentang pengelompokkan urusan yang bersifat wajib dan/atau pilihan. penjabaran terhadap KU-APBD dan PPAS ini. dalam pelaksanaan RKPD 2009 akan memerlukan langkah-langkah taktis strategis. 13 Tahun 2006 dan Permendagri No. Sebagai pedoman penyusunan RAPBD. sebagaimana dituntut oleh Permendagri No. karena merupakan rencana tahun pertama dari RPJMD Pemerintah Jawa Barat. 59 Tahun 2007. Dari pencermatan jangka waktu rencana. Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota serta seluruh pelaku pembangunan berkewajiban untuk melaksanakan program-program/ kegiatan-kegiatan dalam RKPD tahun 2009. Berawal dari kerangka perencanaan (UU 25/2004) sampai dengan kerangka pengendalian dan evaluasi (PP 39/2006). Hal ini penting untuk dilaksanakan agar tidak menimbulkan bias dalam pengorganisasian anggaran yang berbasis Permendagri No. Disisi lain.

Common Goal 5 (lima) yaitu Penanganan Pengelolaan Bencana. dan Pengendalian Infrastruktur. 8. Secara jelasnya adalah sebagai berikut : a. serta Common Goal 6 (enam) yaitu Pengendalian dan Pemulihan Kualitas Lingkungan. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 VII-2 . Untuk menjaga efisiensi dan efektivitas pelaksanaan program. Partisipasi masyarakat dalam proses penyusunan rencana pembangunan melalui Forum SKPD serta forum penyelenggaraan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) ditujukan untuk mengakomodasi aspirasi dan kepentingan masyarakat. Dalam upaya sinkronisasi/sinergitas pelaksanaan setiap program dan kegiatan yang pendanaannya bersumber dari APBD. Common Goal 3 (tiga) yaitu Peningkatan Daya Beli Masyarakat. serta Common Goal 8 (delapan) yaitu Kemandirian Energi dan Kecukupan Air Baku. Asisten Kesejahteraan Sosial mengkoordinasikan penyusunan rencana tindak bagi pencapaian Common Goal 1 (satu) yaitu Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Sumber Daya Manusia. 6. Asisten Administrasi mengkoordinasikan penyusunan rencana tindak bagi pencapaian Common Goal 4 (empat) yaitu Peningkatan Kinerja Aparatur. setiap Kepala SKPD wajib melakukan pengendalian pelaksanaan rencana pembangunan/kegiatan melalui upaya koreksi dan melaporkannya secara berkala 3 (tiga) bulanan kepada Gubernur melalui Kepala Bapeda. b. Asisten Perekonomian mengkoordinasikan penyusunan rencana tindak bagi pencapaian Common Goal 2 (dua) yaitu Ketahanan Pangan. serta untuk terwujudnya sinergitas semua pihak yang terkait. Untuk menyusun rencana tindak bagi pencapaian 8 (delapan) Tujuan Bersama (Common Goals) dan dalam rangka menjamin terlaksananya kegiatan-kegiatan tersebut. Masyarakat dan dunia usaha wajib berperanserta dalam pembangunan. maka setiap Common Goal akan dikoordinasikan oleh masing-masing asisten Sekretaris Daerah. baik sebagai pelaksana maupun sebagai pengawas dalam pelaksanaan kebijakan dan program/kegiatan. Pengembangan. Kepala Bapeda menghimpun dan menganalisis hasil pemantauan pelaksanaan rencana pembangunan/kegiatan yang dilakukan oleh masing-masing Kepala SKPD. setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah harus membuat Rencana Kerja yang dapat menggambarkan sinergitas program/kegiatan sesui dengan sumber anggaran. c.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 3. 5. 7. Common Goal 7 (tujuh) yaitu Pengelolaan. 4. APBN/BLN dan sumber lainnya.

RKPD Provinsi Jawa Barat Tahun 2009. Kepala Bapeda menyusun evaluasi rencana pembangunan berdasarkan hasil evaluasi Kepala SKPD. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 VII-3 . berlaku sejak tanggal ditetapkan sampai dengan 31 Desember 2009. setiap Kepala SKPD wajib melakukan evaluasi Kinerja Pelaksanaan Rencana Pembangunan/Kegiatan Tahun 2009.PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT 9. Pada akhir tahun anggaran 2009. dan hasil evaluasi ini menjadi bahan bagi penyusunan Rencana Pembangunan Daerah untuk periode tahun 2010. 10. Langkah-langkah persiapan dimulai sejak tanggal ditetapkan hingga pelaksanaan.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->