Anda di halaman 1dari 41

Syarat-syarat Teknik

C. PEKERJAAN PERPIPAAN

C.1. PENGADAAN PIPA DAN PERLENGKAPANNYA

I. UMUM

1.1. Lingkup Pekerjaan

Lingkup pekerjaan dalam termasuk dalam kontrak/pekerjaan ini adalah pengadaan


bahan, fitting dan peralatan peralatan perpipaan dan Pelaksana Pekerjaan harus
menyediakan dan menyerahkan semua pipa dan fitting, valve, coupling, meter, mur,
baut, gasket, material penyambung dan bahan pelengkap sebagaimana dirinci dalam
Daftar Kuantitas dan Bahan atau dalam gambar/ drawing.

Pelaksana Pekerjaan harus meyediakan perpipaan dari semua material sebagaimana


dirinci disini dan ditunjukkan dalam daftar kuantitas bahan. Semua pipa , fitting, valve
dan perlengkapan lainnya harus sesuai dengan untuk pemakaian di daerah tropis,
beriklim lembab dan bersuhu udara 32 C. Tekanan kerja normal tidak akan lebih dari 8
bar dan uji tekanan di lapangan tidak lebih dari 10 bar.

Pelaksana Pekerjaan harus menyediakan suatu affidavit ( Sertifikat Jaminan Barang) dari
pabrik pembuat yang menyatakan bahwa barang tersebut sesuai dengan kebutuhan
yang dirinci dalam spesifikasi teknis. Pelaksana Pekerjaan juga harus menyampaikan
tentang laporan hasil uji kimiawi dan fisik yang telah dilakukan di pabrik dan berlaku
untuk semua jenis Barang.
Pelaksana Pekerjaan diharuskan menyerahkan keterangan-keterangan tentang cara-cara
penyimpanan dan penanganan barang yang harus mendapat persetujuan dari Pihak
Pembeli terlebih dahulu. Acuan ke standar Internasional dan nasional atau publikasi
yang tertera didalam Spesifikasi Teknis ini dimaksudkan sebagai kerangka
acuan/konfigurasi, tipe dan kualitas secara umum.

1.2. Referensi Standard

Referensi pada standard dalam dokumen lelang ini dimaksudkan untuk memberikan
gambaran mengenai jenis dan kualitas material yang diminta. Semua material yang
ditawarkan harus produksi dalam negeri dengan standar SII. Bila ternyata belum ada SII
untuk produk tertentu atau belum dibuat di dalam negeri, maka yang ditawarkan dapat
menggunakan standard lain, dengan syarat bahwa kualitas keseluruhan
sekurang-kurangnya sama dengan apa yang ditetapkan dalam dokumen lelang ini.

Semua material yang dikirim harus seratus persen baru (bukan material bekas), dalam
keadaan baik dan memenuhi syarat spesifikasi teknis yang ditentukan.

Standard yang dapat diterima adalah :


• SII - Standard Industri Indonesia
• ISO - International Standardization Organization
• JIS - Japanesse Industrial Standard.
• BS - British Standard
• DIN - Deutsche Industrie Norm.
• AWWA - American Water Works Association
• ASTM - American Society for Testing and Materials

Spek.Tek-1
Syarat-syarat Teknik

• ANSI - American National Standard Institute


• AS - Australian Standard

1.3. Bahan Pipa Dan Fitting

Untuk pipa dan fitting yang telah dapat dibuat di dalam negeri maka Pelaksana
Pekerjaan harus melampirkan surat dari pabrik untuk izin penggunaan SII yang
dikeluarkan oleh Departemen Perindustrian dan dapat menunjukkan pengalaman
minimal 3 (tiga) tahun.
Bahan pipa yang ditawarkan dapat berlainan dengan bahan pipa yang tercantum
dalam dokumen lelang ini, dengan syarat bahwa bahan pipa yang ditawarkan
mempunyai kualitas keseluruhan yang sekurang-kurangnya sama dengan apa yang
tercantum dalam dokumen lelang ini.

Dalam hal bahan pipa yang ditawarkan berbeda dengan apa yang tercantum dalam
dokumen lelang ini, peserta pelelangan harus menyertakan gambar-gambar detail
junction (gambar detail penyambungan pipa) disertai dengan jumlah dan spesifikasi
dari tiap material yang ditawarkan.
Seluruh pipa dan fitting yang ditawarkan harus dapat digunakan di daerah tropis dengan
temperatur air yang mengalir antara 15 - 35 derajat Celcius dan pH antara 6 sampai
dengan 8.

Kuantitas Tambahan

Kuantitas tambahan berikut harus dipasok dan sudah dimasukkan ke dalam harga unit
dari masing-masing item :
a) Gasket untuk Flange : + 5%
b) Gasket untuk push-on dan mekanikal joint : + 5%
c) Baut, mur, washr untuk flange : +10 %

Seluruh pipa dan fitting pipa akan ditanam di dalam tanah kecuali untuk hal-hal khusus
yang membutuhkan lain.

1.4. Tekanan Kerja (Working Pressure)

Tekanan kerja dari pipa minimal 100 m kolom air atau 10 kg/cm2, dan tekanan
pengujian minimal 2 (dua) kali tekanan kerja pipa. Pelaksana Pekerjaan harus
menyertakan tanda bukti hasil pemeriksaan tekanan kerja dari pipa/fitting pipa yang
ditawarkan.

Bila dianggap perlu, atas permintaan Direksi Pekerjaan, Pelaksana Pekerjaan harus
dilakukan pengujian kekuatan tekanan kerja pipa/fitting pipa di lapangan pada
pipa/fitting pipa yang dikirim ke lapangan atas biaya Pelaksana Pekerjaan. Jumlah
pipa/fitting pipa yang akan diuji di lapangan akan ditentukan kemudian oleh Direksi
Pekerjaan. Bila ternyata hasil pengujian tersebut tidak sesuai dengan spesifikasi ini,
maka Pelaksana Pekerjaan harus menggantinya dengan yang baru sampai memenuhi
persyaratan spesifikasi yang telah ditentukan.

Spek.Tek-2
Syarat-syarat Teknik

III. PIPA STEEL DAN FITTINGNYA

3.1 Umum

1. Disain

Semua pipa dan alat penyambung harus didisain untuk menerima tekanan kerja
minimum sebesar 0.98 MPa (10.0 kg/cm2) kecuali ditentukan lain.

2. Referensi

Standard-standard yang digunakan mengacu pada :

a. SII 2527-90 Water Supply Steel Pipe


b. ISO 7/1 Pipe Threads Where Pressuretight Joints are Made on The
Threads
c. ISO 1459 MetallicCoating-ProtectionAgainstCorrosionby Hot Dip
Galvanizing Guiding Principles
d. ISO 1461 Metallic Coating Hot-Dip Galvanized Coating on Fabricated
Ferrous Products Requirements.
e. ASTM A 283 F Flow and Intermediate Tensile Strength Carbon Steel
Plates, Shapes and Bars.
f. ASTM A 570 Steel, Sheet and Strip, Carbon, Hot rolled, Structural
Quality
g. AWWA C 200 Steel Water Pipe 6 Inches and Larger
h. AWWA C 203 Coal-Tar Protective Coatings and Linings for Steel Water
Pipelines Enamel and Tape Hot Applied
i. AWWA C 205 Cement Mortar Protective Lining and Coating for Steel
Water Pipe 4 Inches and Larger Shop Applied.
j. AWWA C 208 Dimensions for Steel Water Pipe Fittings
k. AWWA Manual M11 Steel Pipe Design and Installation
l. AWWA C 210 Liquid Epoxy Coating System for he Interior and Exterior
Steel Water Pipe
m. JIS G 3101 Rolled Steel for General Structures
n. JIS G 3452 arbon Steel Pipes for Ordinary Piping
o. JIS G 3457 Arc Welded Carbon Steel Pipe
p. JIS B 2311 Steel Butt-Welding Pipe Fitting for Ordinary Use
q. JIS G 3451 Fitting of Coating Steel Pipes for Water Service
r. JIS G 550 Spheroidal Graphite Iron Castings
s. JIS G 5702 Blackheart Malleable Iron Castings
t. JIS G 3445 Carbon Steel Tubes for Machine Structures Purposes
u. JIS G 3454 Carbon Steel Pipes for Pressure Service
v. JIS K 6353 Rubber Goods for Water Works.

3.2. Pipa Steel

1. Material dan Fabrikasi

Pipa baja/steel harus dibuat dari pelat atau lembaran baja dan sambungannya
menggunakan pengelasan tumpul (arc-welded) atau pengelasan listrik, dikerjakan di
pabrik, dites dan dibersihkan. Lembaran atau pelat-pelat baja harus mempunyai batas

Spek.Tek-3
Syarat-syarat Teknik

keruntuhan minimum tidak kurang dari 226 N/mm2 (2300 kg/cm2) dan harus
memenuhi standard berikut:

• ASTM A 283, Grade D


• ASTM A 570, Grade 33
• JIS G 3101, Class2
• JIS G 3452, SGP
• JIS G 3457, STPY

Fabrikasi pipa baja harus sesuai dengan AWWA C 200 atau SII 2527-90 atau JIS G
3452 dan JIS G 3457. Ketebalan dan lebar pengelasan harus cukup merata pada
seluruh panjang pipa dan dibuat secara otomatis, kecuali atas persetujuan Direksi
Pekerjaan boleh dilakukan pengelasan manual dengan prosedur yang sesuai oleh
tukang yang berpengalaman.

Semua sambungan memanjang atau spiral dan sambungan las keliling yang dibuat di
pabrik harus dengan pengelasan sudut (butt welded). Banyaknya pengelasan pabrik
maksimum yang diijinkan adalah satu pengelasan memanjang dan tiga pengelasan
keliling untuk setiap batang pipa. Panjang setiap batang pipa adalah 6 (enam) meter
atau kurang, kecuali ditentukan lain.

Pengelasan memanjang harus dipasang berselang-seling pada sisi yang berlawanan


untuk bagian yang berurutan. Tidak diijinkan adanya ring, pelat ataupun pelana
(saddle) penguat baik pada bagian luar maupun bagian dalam pipa.

Semua ujung-ujung pipa harus memenuhi persyaratan yang diberikan pada Bagian 3.4
dan 3.5.

2. Dimensi Pipa

Kecuali ditentukan lain, pipa dengan ukuran diameter nominal berikut ini harus
mempunyai ukuran diameter luar dan ketebalan dinding minimum sebelum dilapisi
pelindung dalam dan luar sebagai berikut :

Diameter Luar dan Ketebalan Dinding Pipa Baja/Steel


Diameter Diameter Ketebalan
Nominal Luar Dinding
(mm) (mm) Minimum
(mm)
100 114.3 4.5
150 168.3 5.0
200 219.1 5.8
250 273.0 6.6
300 323.8 6.9
350 355.6 6.0
400 406.4 6.0
600 606.4 6,0

Spek.Tek-4
Syarat-syarat Teknik

3. Fitting

Semua fitting baja/steel harus dari bahan yang sama dan difabrikasi sesuai dengan
spesifikasi yang ditentukan pada Bagian 3.2 dan harus didisain dengan kekuatan yang
sama dengan pipanya. Ring penguat atau saddle penguat dapat dipasang pada bagian
luar bilamana perlu, sesuai dengan AWWA Manual M11 atau standar pembuatan yang
dapat disetujui. Ketebalan dinding minimum dan diameter luar dari fitting harus sesuai
dengan persyaratan yang dispesifikasikan dalam Bagian 3.2 dan standar berikut ini:

• Fitting dengan diameter 125 mm atau lebih kecil : JIS B 2311


• Fitting dengan diameter 150 mm atau lebih besar : JIS B 2311 (sampai dengan
500 mm) dan JIS G 3451. atau AWWA C 208.

“Bend” yang mempunyai sudut defleksi sebesar 22.5 derajat dan lebih kecil harus
terdiri dari dua potongan bend. Bend yang mempunyai sudut defleksi lebih besar dari
22.5 derajat sampai dengan 45 derajat harus difabrikasi dengan menggunakan tiga
potongan bend. Bend yang mempunyai sudut defleksi lebih besar dari 45 derajat
harus terdiri dari empat potongan bend.

3.3. Sambungan Ujung Pipa Dan Fitting

1. Umum

Semua pipa dan fitting baja/steel harus dilengkapi dengan ujung yang di-bevel untuk
pengelasan kecuali bila ditentukan lain. Ujung pipa baja yang dispesifikasikan harus
berupa sambungan flange standar atau polos untuk penyambungan dengan sleeve
coupling atau bentuk lainnya. Semua sambungan harus didesain dengan karakteristik
dan kekuatan yang sama dengan pipa penyambung. Tipe-tipe dan bahan alat
penyambung semua pipa baja dan fitting harus sesuai dengan persyaratan berikut ini
dan, kecuali ditentukan lain, bahan-bahan penyambung harus termasuk tambahan/
allowance sebesar 5%.

2. Sambungan Flange

Flange harus didesain untuk tekanan kerja maksimum sebesar 0,98 MPa (10.0
kg/cm2).
Flange harus berbentuk neck-flange yang disambungkan ke pipa atau fitting dengan
pengelasan sudut (butt welded). Flange pelat baja yang mempunyai permukaan yang
muncul atau yang datar diperbolehkan untuk digunakan pada pipa atau fitting
berdiameter 300 mm atau lebih kecil. Flange plat baja harus disambung ke pipa atau
fitting dengan 2 (dua) fillet joint. Dimensi flange harus sesuai dengan ISO, JIS, ANSI,
DIN, BS atau standar internasional lainnya yang disetujui.

3. Ujung Bevel untuk Pengelasan

Ujung pipa untuk sambungan las harus di-bevel. Untuk pipa berukuran 700 mm dan
lebih kecil, ujungnya harus di-bevel agar "Single-welded butt joint" dapat dilakukan
dari sisi luar pipa.

Spek.Tek-5
Syarat-syarat Teknik

4. Sleeve Coupling

Penyambungan dengan sleeve coupling harus sesuai dengan standar pabrik serta
disetujui oleh Direksi Pekerjaan.

5. Sleeve Coupling Khusus

Sleeve coupling khusus harus sesuai dengan standar pabrik serta disetujui oleh Direksi
Pekerjaan.

3.4. Coating Dan Linning (Lapisan Pelindung Luar Dan Dalam)

1. Proteksi Bagian Luar

a. Pemasangan Bawah Tanah

Permukaan luar pipa dan fitting untuk pemasangan di bawah tanah harus dilapisi
coal tar enamel dan dibalut dengan bonded double asbestos felt sebagaimana
dispesifikasikan pada Appendix A, Sec.A1,2 dalam AWWA C 203. Lapisan primer
dan coal tar enamel adalah sebagai berikut :
• Primer : Type B sesuai dengan bagian A.2.4 dari AWWA C.203
• Coal Tar Enamel : Type I sesuai dengan bagian A.25. Table 1 dari
AWWA C203.
Konstruksi dari proteksi luar seperti diuraikan di atas harus terdiri dari berikut ini :
• Primer, Type B yang dispesifikasikan di atas.
• Coal Tar enamel, Type I yang dispesifikasikan di atas, ketebalan lapisan
kering 2,4 mm +/- 0,8 mm.
• Bonded asbestos felt
• Coal tar enamel, Type I sama seperti di atas, tebal kering lapisan 0,8 mm
minimum.
• Bonded asbestos felt; dan
• Satu lapisan water resistant whitewash.

Sistim pelindung luar lainnya yang menjamin kualitas yang sama atau lebih dari
pada yang dispesifikasikan di atas dapat diterima atas persetujuan Direksi
Pekerjaan tetapi segala sistem proteksi yang menggunakan polyethylene tape
tidak diperkenankan.

b. Pemasangan di Atas Tanah

Semua pipa dan fitting yang akan digunakan sebagai jembatan dan terpapar di
luar / dapat terlihat langsung, harus dicat di pabrik dengan lapisan primer dan
lapisan pertama (first coat) yang sesuai dengan susunan berikut ini:

• Persiapan permukaan : SSPC-SP-6 atau SP-3


• Primer : Etching primer, ketebalan minimum lapisan
kering 20 mikron.
• Lapisan pertama : Red lead atau lead suboxide primer, ketebalan
lapisan kering 35 mikron.

Persiapan permukaan harus dilakukan sesuai dengan yang disyaratkan oleh Steel
Structure Painting Council, USA dan kelas yang disebutkan di atas, Primer dan

Spek.Tek-6
Syarat-syarat Teknik

Etching Primer, Class 2. Lapisan pertama harus sesuai dengan JIS K 5622, Read
Lead Anticorrosive Paint, Class 1 atau JIS K 5623, Lead-Suboxide Anticorrosive
Paint, Class 1 atau sesuai dengan persetujuan Direksi Pekerjaan.

2. Lapisan Pelindung Dalam

a. Umum

Semua pipa dan fitting untuk pemasangan di bawah tanah harus diberi lapisan
dalam dari adukan semen (cement mortar) atau epoxy atau coal tar epoxy
sesuai dengan AWWA C.210. Semua jalur pipa di atas tanah harus
menggunakan epoxy atau coal tar epoxy sebagai lapisan dalam sesuai dengan
AWWA C.210.

Semua bahan lapisan pelindung luar dan dalam yang kontak langsung dengan
air bersih harus dilengkapi dengan sertifikat yang dikeluarkan oleh lembaga
kesehatan masyarakat yang berwenang untuk penggunaan pada air minum.
Pelaksana Pekerjaan harus menyerahkan sertifikat cat yang menjamin
persyaratan untuk saluran air minum.

b. Lapisan Adukan Semen (Cement Mortar Lining)

Lapisan adukan semen harus sesuai dengan AWWA C.205 atau standar
internasional lainnya yang disetujui dengan kualitas yang sama atau lebih tinggi
daripada standar yang telah disebutkan di atas.

Lapisan adukan semen tersebut harus mempunyai ketebalan yang sama kecuali
pada sambungan atau bagian dinding pipa yang terputus. Ujung dari lapisan
harus dibiarkan menyudut dan lurus ke arah sumbu memanjang pipa. Ketebalan
lapisan harus mengikuti tabel di bawah ini.

Ketebalan Cement Mortar Lining

Diameter Nominal Ketebalan Lining Toleransi untuk


(mm) (mm) Ujung Pipa

100 sampai 250 6 - 1.6 to +3.2

300 sampai 600 8 - 1.6 to +3.2

Spek.Tek-7
Syarat-syarat Teknik

c. Sistim Lapisan Epoxy atau Coal Tar Epoxy

Sistim pelapisan dengan epoxy dan coal tar epoxy harus sesuai dengan AWWA
C.210 dan dilaksanakan di pabrik. Sistim tersebut terdiri atas sebagai berikut:

• Sistim pelapisan dengan epoxy


- Satu lapisan liquid two-part chemically cured rust inhibitive epoxy
primer
- Satu lapisan atau lebih liqual two-part epoxy finish coat yang tidak
mengandung coal tar.

• Sistem pelapisan dengan coal tar epoxy


- Satu lapisan liquid two-part chemically cured rust inhibitive epoxy
primer
- Dua lapisan dari ‘two part coal tar epoxy finish coat’.

Primer dan finish coat harus berasal dari pabrik yang sama.
Sistim pelapisan epoxy ini dapat juga terdiri dari dua atau lebih lapisan dengan
epoxy yang sama tanpa menggunakan primer tersendiri.

Sistim alternatif ini harus memenuhi persyaratan AWWA C210 dan lapisan
pertama dari sistim alternatif ini dianggap sebagai lapisan primer.

Ketebalan lapisan kering total dari kedua sistem pelapisan tidak boleh kurang
dari 400 mikron dan lebih kecil dari 600 mikron.

3. Pelapisan Coating dan Lining pada Ujung Pipa

a. Ujung Rata/Datar

Spesifikasi pelapisan/coating harus dikupas/cutback sebesar 370 mm. Lining


yang sesuai spesifikasi diperpanjang sampai ujung pipa. Ujung pipa dan
permukaan luar, lebih dari 370 mm dari ujung pipa harus dicat dengan epoxy
atau coal tar epoxy seperti yang dispesifikasikan pada bagian 3.5.1. Proteksi
Bagian Luar.
Plat baja ringan (mild steel) dari sambungan ikatan (bonding terminal) pada
ujung datar harus dibuat pada seperti digambarkan pada gambar 3.1 untuk
proteksi katodik yang dipasang pada perpipaan air bersih dari baja yang ditanam
dalam tanah. Ukuran dari plat adalah panjang 50 mm, lebar 30 mm dan
ketebalan 5 mm. Detail dari lining dan coating untuk ujung pipa dapat dilihat
pada gambar 3.1.

b. Ujung Bevel

Lining dan coating harus dikupas/cutback seperti dispesifikasikan di bawah ini :

Diameter Cutback Cutback Lining


Nominal Coating Tar Epoxy Mortar
(mm) (mm) (mm)

Spek.Tek-8
Syarat-syarat Teknik

80 - 350 100 80 3±1


400 - 700 150 80 3±1

Bagian yang dikupas harus dicat dengan primer seperti dispesifikasikan pada sub
bagian sebelumnya.

Detail dari coating dan lining pada ujung bevel seperti ditunjukkan pada gambar
3.1.

c. Ujung Flange

Untuk ujung flange tidak perlu pengupasan lining atau coating. Seluruh
permukaan dari flens harus dicat dengan epoxy atau coal tar epoxy seperti
dispesifikasikan pada 3.5.1. Proteksi Bagian Luar, Bagian 3.5 Lapisan Pelindung
Luar dan Lapisan Dalam.
Gambar detail coating dan lining dapat dilihat pada gambar 3.1.

4. Inspeksi

Pelaksana Pekerjaan harus melakukan seluruh pemeriksaan dan pengujian yang


diperlukan seperti yang dispesifikasikan, baik untuk material dan pekerja-pekerja,
untuk memenuhi persyaratan yang ditentukan dan harus menyerahkan hasil
pengetesan pada Direksi Pekerjaan.

Direksi Pekerjaan akan memeriksa setiap bagian dari seluruh operasi dan akan
memeriksa seluruh kegiatan dimana Pelaksana Pekerjaan mengalami kegagalan,
untuk menjaga agar semua pekerjaan/proses sesuai dengan spesifikasi yang telah
ditentukan. Badan pemeriksa khusus mungkin diperlukan sebagai tambahan dari
pemeriksaan yang dilaksanakan Direksi Pekerjaan.

Semua usaha perbaikan pekerjaan yang perlu dilakukan sebagai hasil dari
pemeriksaan dan test yang dikerjakan, harus segera dilaksanakan.
Pelaksana Pekerjaan harus menyediakan dan mengawasi penggunaan dari pengukur
Wet Film Thickness (WFT) atau ketebalan lapisan basah dengan tipe yang disetujui
untuk memeriksa tingkat dari pekerjaan pengecatan.

Pelaksana Pekerjaan harus melakukan pengujian untuk seluruh pelapisan non-


metallic untuk kontinuitas dengan “holiday detection meter” yang disetujui.
Jangkauan voltase pada peralatan arus searah dengan voltase tinggi harus setengah
dari voltase yang dibutuhkan untuk memancar menembus lapisan seperti diukur
pada contoh yang telah disetujui.

5. Coating dan Lining untuk Pipa-Pipa Khusus dan Fitting

Semua bagian luar dan bagian dalam permukaan dari pipa dan fitting khusus berikut
ini harus dicat dengan epoxy atau coal tar opoxy seperti dispesifikasikan pada bagian
3.5.1. Proteksi Bagian Luar, Bagian 3.5 Lapisan Pelindung Luar dan Lapisan Dalam
(Coating dan Lining):
• Double Flange Short Piece digunakan untuk air valve assembly
• Short Piece digunakan untuk valve assembly
• Flange dan spigot digunakan untuk valve assembly

Spek.Tek-9
Syarat-syarat Teknik

• Blank Flange

6. Lapisan Pelindung Sambungan

a. Umum

Lapisan pelindung luar pada sambungan digunakan sebagai proteksi terhadap


korosi pada semua sambungan pipa dengan pengelasan di lapangan dan
tertanam di dalam tanah, dan harus diselubungi oleh lembaran yang tahan
panas-susut (heat shrinkable sleeve or sheet)

Pelaksana Pekerjaan harus menyediakan lapisan sambungan (coat) sesuai


dengan spesifikasi dan memasukkannya dalam Daftar Kuantitas. Bahan lapisan
sambungan ini harus mencukupi untuk menutup permukaan yang harus
dilindungi dan memasukkan tambahan (allowance) 20%. Pelaksana Pekerjaan
harus menyerahkan perincian dari volume bahan tersebut.

b. Selubung atau Lembaran Tahan Panas-Susut (Heat Shrinkable


Sleeve or Sheet)

Selubung atau lembaran bahan tahan panas-susut harus terdiri dari lapisan luar
dan dalam. Lapisan luar menggunakan crosslinked polyethylene dan lapisan
dalam butyl rubber based adhesive.

Panjang selubung tersebut tidak boleh kurang dari 600 mm dan ketebalan
lapisan minimum luar dan lapisan dalam sebelum susut adalah sebagai berikut:

Diameter Pipa Ketebalan Ketebalan Minimum


(mm) Minimum dari Lapisan Dalam
Lapisan Luar (mm) (mm)
< =350 0.6 0.6
400 0.9 0.6
450 1.2 0.6

Kriteria fisik lapisan luar dan lapisan dalam adalah sebagai berikut :

Kriteria Fisik Lapisan Luar

• Spesific gravity (Min) : 0.91 (JIS K 7112)


• Kekuatan tarik :
- circumferential (Min., N/mm2) : 17.7 (JIS K 6760)
- axial (Min., N/mm2) : 14.7 (JIS K 6760)
• Elongasi:
- circumferential (Min., N/mm2) : 250 (JIS K 6760)
- axial (Min., N/mm2) : 500 (JIS K 6760)
• Identification hardness (Min., Shore D) : 43 (JIS K 72150)
• Dielectric Strength (Min., kV/mm) : 30 (JIS K 6911)
• Volume Resistivity (Min., ohm-cm) : 1x10^14 (JIS K 6911)
• Shrinkage*
- circumferential (Min., N/mm2) : 40
- axial (Min., N/mm2) : 8

Spek.Tek-10
Syarat-syarat Teknik

Catatan : ( .. ) menunjukkan standard dari metoda pengetesan yang


diterapkan
* pada 200 derajat celcius untuk 20 menit

Kriteria Fisik Lapisan Dalam

• Spesific Gravity (Min.) : 1.0 (JIS K 7112)


• Consistency (Max.) : 80 (JIS K 2220)
• Softening Point (Min. degrees C) : 60 (JIS K 2207)
• Penetration (Max.) : 90 (JIS K 2207)

Catatan : ( .. ) memperlihatkan standard dari metoda pengetesan yang


diterapkan

Pelaksana Pekerjaan harus menyediakan 6 (enam) set perlengkapan heat-shrink


flame. Setiap set perlengkapan ini terdiri dari pembakar dengan nozzle, bak
sebelum pembakaran dan stop valve, three-layer heavy duty hose, pengatur
tekanan gas dengan pengukur tekanan dan lain sebagainya. Tiga (3) set
tambahan dari pembakar dan pengatur tekanan gas harus juga disediakan.

7. Pengecatan Tanda (Marking)

Semua pipa baja/steel dan fitting harus diberi tanda (marking) dengan jelas pada
bagian tengahnya. Bahan cat tersebut harus dari long oil alkyd resin seperti berikut ini
atau dari mutu yang setara.

DIMET
P.T. Dimet Indonesia VYGARD 260

ICI ICI SUPER


P.T. ICI Paint Indonesia STRUCTURE FINISH

NIPPON PAINT BODELAC 9000


P.T. Nippon Paint Indonesia ALKYD RESIN

8. Perlindungan Korosi Petrolatum (Petrolatum Corrosion Protection Tape)

Pelindung korosi petrolatum harus dari Denso tape untuk perlindungan korosi dan
harus terbuat dari kain tidak beranyam dari fiber sintetis yang menyerap dengan
kandungan petrolatum, anorganik tak aktif dan pengisi organik serta pengawet
organik. Bahan ini harus didisain untuk perlindungan korosi tinggi dan tahan lama
dengan mengikat, adhesif, insulasi elektris,insulasi air, tahan cuaca, tahan kimia, anti
mikroorganisma dll.

Setelah petrolatum pelindung korosi digunakan, permukaannya harus dilindungi


dengan pita pembungkus kecuali ditentukan lain. Pita pembungkus harus berupa PVC
adhesif atau material lain yang disetujui oleh Direksi Pekerjaan. Pita pembungkus
harus dari pabrik yang sama dengan pelindung korosi petrolatum.

Spek.Tek-11
Syarat-syarat Teknik

3.5. Sambungan Fleksible Dan Kopling

1. Umum

Semua sambungan fleksibel dan kopling didesain untuk tekanan kerja maksimum
sebesar 0.98 MPa (10.0 kg/cm2) kecuali ditentukan lain.

2. Referensi

Yang dipakai sebagai referensi adalah standar-standar berikut :

• AWWA C 219 Bolted, Sleeve-Type Couplings for Plain-End Pipe


• JIS G 3101 Rolled Steel Pipes for Water Service
• JIS G 3443 Coating Steel Pipes for Water Service
• JIS G 3445 Carbon Steel Tubes for Machine Structure Purpose
• JIS G 3454 Carbon Steel Pipes for Pressure Service
• JIS G 5502 Spheroidal Graphite Iron Castings
• JIS G 5402 Blackheart Malleable Iron Castings
• JIS K 6353 Rubber Goods for Water Works Service

3. Sambungan Fleksibel Mekanikal (Mechanical Flexible Joint)

Sambungan mekanikal fleksibel didesain untuk menerima gaya atau kombinasi gaya-
gaya yang terjadi akibat pemuaian dan penyusutan, shear deflection, distorsi dan gaya-
gaya lain pada jalur pipa. Sambungan mekanikal fleksibel harus setara dengan Closer
Joint, Type CL-A yang diproduksi oleh Victaulic Company Japan Ltd, atau yang setara
dan disetujui.

a. Persyaratan Desain

Sambungan fleksibel mekanikal harus didesain dan dibuat untuk memenuhi kondisi
operasi sebagai berikut :
• Pembebanan dari 2 (dua) meter ketebalan tanah (earth cover) dengan
berat jenis 2.0 ton/m3 ditambah sebuah truk berat 20 ton.
• Lendutan geser minimum sebesar 100 mm.
• Persyaratan-persyaratan lain seperti di bawah ini.

Diameter Panjang Minimum Minimum


Nominal Maksimum Ekspansi yang Kontraksi yang
(mm) Peletakan Diijinkan Diijinkan (mm)
(mm) (mm)

300 to 400 1600 230 80


500 & 600 1700 270 80

Spek.Tek-12
Syarat-syarat Teknik

b. Bahan-Bahan dan Konstruksinya

Sambungan Fleksibel mekanikal terdiri dari slip pipes, pipa selubung, 2 (dua) ring
karet dan housing (blok) dll, dan mempunyai flange pada kedua ujungnya.

Setiap slip pipe merupakan tipe ring yang menerus dengan rangka penguat serta
ujung flange. Slip pipes dan pipa selubung harus difabrikasi dari lembaran atau
pelat baja yang mempunyai batas keruntuhan sebesar 216 N/mm2 (2200 kg/cm2),
sesuai dengan JIS G 3101 Class, JIS G 3454 STPG 370, atau yang setara.

Rubber ring housing harus dibuat dari besi cor ductile sesuai dengan JIS G 5502
class 2 FCD 450, JIS G 5702 Class 2 FCMB 310, atau setara. Ring karet harus dari
styrene butadiene rubber (SBR). Karet bekas tidak boleh digunakan.

c. Coating

Semua permukaan luar sambungan mekanikal, kecuali ditentukan lain, harus


dilapisi primer seperti ditentukan dalam 3.5 kecuali permukaan slip pipe yang
kontak langsung dengan air pengecatannya harus dilakukan sesuai dengan yang
dispesifikasikan di sini. Semua permukaan luar dan dalam mechanical flexible joint
harus dilapisi sistem epoxy atau sistim coal tar epoxy sesuai dengan spesifikasi
dalam 3.5.

VII. VALVE

7.1 Umum

Pelaksana Pekerjaan harus melengkapi valve sesuai dengan yang dibutuhkan dan
menurut standard yang disetujui. Seluruh valve sesuai dengan ukuran yang disebutkan
dan bila mungkin dari jenis atau model yang sama dan dikeluarkan oleh satu pabrik.

Seluruh valve pada badan bagian luar harus tercetak asli dari pabrik dan dicor dengan
huruf timbul yang dapat menunjukkan :
• Nama atau Merk Dagang Pembuatnya.
• Tahun pembuatan (97 berarti 1997).
• Tekanan kerja.
• Diameter nominal.
• Arah panah aliran bila valve tersebut untuk digunakan satu arah aliran.
Valve dengan diameter lebih kecil 50 mm terbuat dari brass/ kuningan, bila tidak
disebutkan lain, kecuali untuk handwheel terbuat dari besi tuang atau besi tempa dan
jenis sambungan dari sambungan ulir.

Ulir valve harus sesuai dengan ISO 7/1 "Pipa threads where pressure tight joints are
made on the threads"

Valve dengan diameter 50 mm ke atas menggunakan sambungan sistim dengan flange


dan terbuat dari cast iron/besi tuang.

Ketebalan flange harus ditentukan berdasarkan tekanan kerja seperti yang


dispesifikasikan dan sesuai dengan standar internasional yang diakui. Pelaksana
Pekerjaan harus menyerahkan peritungan desain atas permintaan Direksi Pekerjaan.

Spek.Tek-13
Syarat-syarat Teknik

Bila tidak disebutkan dalam Volume Pekerjaan (Bill of Quantity) maka seluruh Valve
harus dibuat khusus untuk menerima tekanan kerja minimal 10 Bar dan untuk flange
harus mempunyai dimensi yang sesuai dengan standard ISO 2531.

Seluruh unit yang beroperasi harus didesain untuk pembukaan berlawanan arah jarum
jam dan searah jarum jam untuk penutupan. Tanda panah harus tertera untuk
menunjukkan arah rotasi untuk membuka atau menutup valve.

Semua lubang/bukaan sambungan pipa harus ditutup untuk mencegah masuknya


benda-benda asing.

Harga penawaran valve sudah termasuk perlengkapan untuk penyambungan seperti


gasket, mur, baut dan ring untuk satu sisi flange dengan imbuhan 10 %.

Besar dan ukuran perlengkapan tersebut disesuaikan dengan spesifikasi teknis dari
flange valve, mur baut dan ring dikirim dalam keadaan bukan material bekas dan sudah
tergalvanis dengan merata dan baik. Ketebalan gasket minimal 3 mm, terbuat dari karet
sintetis.
Petunjuk pengoperasian valve harus disertakan seperti maksimum force pada handweel,
engkol (crank), T-bar dan perlengkapan lain sehingga tidak menimbulkan kesulitan pada
operator. Pelaksana Pekerjaan harus menyertakan besarnya maximum torque yang
dibutuhkan untuk setiap valve yang dikirim.

Coating seluruh permukaan logam seperti badan valve, flange, surface box dan lain-lain
yang berkontak dengan air bersih atau tanah harus dilapisi dengan non toxic coaltar
epoxy, enamel, bitumen atau bahan lain yang sama dan disetujui oleh Direksi Pekerjaan
Pengawas.

Permukaan harus bersih, kering dan bebas dari kotoran sebelum digunakan. Coating
dengan cara penyemprotan harus dilakukan di pabrik. Ketebalan minimum coating
setelah kering ± 400 microns (16 mils). Material yang berkontak dengan air harus dari
jenis non toxic sedangkan bahan yang dapat larut tidak boleh digunakan.

Petunjuk operasi (operating manual) harus disediakan sebanyak 6 (enam) set untuk
setiap jenis valve dan perlengkapannya dan dalam bahasa Inggris.

Pelaksana Pekerjaan harus menyertakan sertifikat dari pabrik yang menerangkan bahwa
setiap valve telah memenuhi persyaratan yang diminta dalam spesifikasi ini.

7.2. Gate Valve

Bila tidak disebut dalam Volume Pekerjaan (Bill of Quantity), maka gate valve yang
ditawarkan adalah gate valve dari jenis "Soft/Resilent seated non rising system".

Valve harus memenuhi standard "Gate Valve for Water and Other Liquids" (AWWA C
500) atau standard internasional lain yang sama atau yang lebih tinggi kualitasnya; dan
didesain khusus untuk tekanan kerja yang tidak lebih kecil dari 10 Bar.

Gate Valve dari jenis resilent-seated terdiri dari iron body ressilent seated gate velve
dengan jenis tangkai non rising (NRS). Valve harus dirancang untuk saluran air yang

Spek.Tek-14
Syarat-syarat Teknik

bebas hambatan yang mempunyai diameter tidak kurang dari diameter nominal valve
dalam posisi terbuka.

Badan valve harus terbuat dari ductile iron dengan double flange. Flange harus
memenuhi standar ISO 2531, face to face memenuhi ISO 5732 seri 14. Untuk stem seal
harus disediakan gland packing atau O-ring termasuk pressure actuated steam seal
lainnya.

Penawaran gate valve adalah berikut hand wheel, kecuali bila disebut lain dalam Volume
Pekerjaan (Bill of Quantity) maka gate valve harus dilengkapi dengan cap untuk stem-
nya dan sudah dibaut.

Untuk gate valve yang tanpa hand wheel harus dilengkapi dengan kunci T (Tee Key)
minimal satu buah dan maksimum satu untuk setiap 20 buah yang seukuran.Tee key
tersebut dilengkapi dengan pendongkel tutup surface box/ street cover dan terbuat dari
baja ST 40 yang telah digalvanis.

Bila dalam Volume Pekerjaan (Bill of Quantity) diperlukan extension spindle maka
material tersebut terbuat dari baja ST 40 yang telah tergalvanis. Harga penawaran
extension spindle sudah termasuk potongan pipa PVC untuk melindungi extension
spindle tersebut dari urugan tanah.

Badan dari gate valve, hand wheel/cap terbuat dari besi tuang kelabu atau bahan
dengan kualitas lebih tinggi.
Badan gate valve harus terbuat dari besi (iron body) dengan dudukan dari logam
perunggu, tangkai valve jenis non-rising dan dengan katup yang solid (solid wedge gate).
Valve harus cocok untuk pemasangan dengan posisi tegak (vertikal mounting). Valve harus
dirancang untuk saluran air yang bebas hambatan yang mempunyai diameter tidak kurang
dari diameter nominal valve apabila dalam posisi terbuka.

Stuffing box harus terbuat dari bahan yang sama dengan badan valve seperti telah
dispesifikasikan di atas dan harus dalam posisi terbuka. Tinggi dari stuffing box tidak boleh
kurang dari diameter valve. Packing pada stuffing box harus terbuat dari asbes atau bahan
lain yang sesuai dan disetujui Direksi Pekerjaan. Packing dari hemp atau jute (rami) tidak
boleh digunakan. O-ring stem seal dapat digunakan atas persetujuan Direksi Pekerjaan dan
seal ini harus terdiri dari 2 (dua) buah O-ring seal dan paling sedikit 1 (satu) buah
ditempatkan di atas stem-collar dan dapat dilakukan penggantian dalam keadaan tekanan
kerja penuh dimana valve-nya dalam posisi terbuka penuh.

Stem terbuat dari perunggu atau stainless steel.


Body seat ring dan disk seat ring terbuat dari kuningan atau perunggu.

Surface box untuk valve yang ditanam terbuat dari grey cast iron, rata dan tahan
terhadap kerusakan yang diakibatkan oleh beban lalu lintas yang padat. Tutup harus
disertakan pada surface box tersebut dan diberi cetakan "PDAM - SMD " pada bagian
atasnya.

Joint antara tutup dengan badan tidak berupa engsel melainkan dihubungkan dengan
baut. Ukuran surface box disesuaikan dengan masing-masing dimensi valve dan sudah
di-coating dengan anti karat.

Spek.Tek-15
Syarat-syarat Teknik

Semua valve, kecuali ditentukan lain, harus dilengkapi dengan mur (wrench nuts), mur
baut yang digunakan pada bonnet, packing plate, gland dan lainnya harus dari bahan
stainless steel (kecuali ditentukan lain dan memenuhi ISO 1461 atai ISO/R 898 class
min.8.8.

Gasker/Rubber terbuat dari nitrile butadine rubber (NBR) dan memenuhi standard ISO
4633.

Pengoperasian gate valve resilent seated gate valve tipe NRS memerlukan kunci mur
dan roda pemutar dari tiper tersebut tanpa perbandingan roda gigi. Kunci mur dan roda
pemutar dari tipe tersebut harus terbuat dari cast iron atau ductile cast iron. Kunci mur
luasnya 32 mm2 pada bagian atas pada bagian dasar dan tinggi 70 mm. Tipe roda
pemutar adalh ruji/jari-jari. Tipe piringan atau roda pemutar tidak digunakan. Diameter
roda pemutar tidak boleh kurang dari yang tercantum dalam tabel berikut, kecuali
ditentukan lain, semua gate valve termasuk resilent-seated gate valve, tipe NRS dengan
diameter 150 mm atau lebih harus dilengkapi dengan petunjuk valve yang dapat dibaca
dalam persen dengan minimum ukuran 25 %.

Diameter Minumum Diameter Roda


Nominal Pemutar
(mm) (mm)

50 160
80 180
100 250
150 300
200 350
250 400
300 400
350 450
400 500

7.3. Katup Udara (Air Release Valve)

Katup udara harus dapat beroperasi secara otomatis dan mengikuti hal-hal sebagai
berikut :

• dapat melepaskan udara selama pengaliran air dalam pipa.


• dapat memasukkan udara selama penggelontoran.
• dapat melepaskan udara bila ada udara yang terjebak dalam pipa.
• dapat mencegah penutupan yang dini bila udara sedang dilepaskan.
• aman terhadap vakum.

Seluruh air valve dengan standard flange JIS-B2213. Setiap valve lengkap dengan mur,
baut, ring dan dudukan (stool). Ukuran sesuai dengan yang diberikan pada uraian
pekerjaan.

Spek.Tek-16
Syarat-syarat Teknik

Badan valve terbuat dari cast iron atau ductile iron dan pelampung dari ebonit, stainlees
steel atau Acrynolitrile Butadiene Steel.

Seluruh bagian yang bergerak terbuat dari stainlees steel, bronze atau ABS.

Valve harus diuji dengan tekanan sebesar 1 bar di atas tekanan kerja dan tidak
menunjukkan gejala kebocoran. Juga tidak terjadi kebocoran bila tekanan minimum 0,1
bar.

Pelaksana Pekerjaan harus menyediakan katup penutup (isolating valve) secara terpisah
untuk setiap katup udara dengan jenis kupu-kupu (butterfly valve) dengan spesifikasi
sbb:

a. Setiap badan valve terbuat dari cast iron atau ductile iron dengan rubber seat, disc,
valve shaft dan peralatan mekanisme operasional yang mengikuti "Standards for
Rubber Seated Butterfly Valves" (AWWA Designation C 504) atau standard
internasional lain yang disetujui yang sama atau lebih tinggi kualitasnya dari yang
disebutkan.
b. Setiap piringan (valve disc) harus dapat berputar dengan sudut 90° dari posisi
terbuka penuh sampai tertutup. Sumbu perputaran valve harus horizontal.
c. Mekanisme operasional harus terkait pada badan valve dan sesuai dengan standard
AWWA C 504.
d. Setiap mekanisme operasional harus dapat dilepas untuk pengawasan dan
perbaikan
e. Mekanisme operasional untuk pengoperasian valve secara manual harus dapat
mengunci sendiri sehingga tangga aliran air atau vibrasi tidak mengakibatkan
piringan berpindah dari tempatnya semula.
f. Setiap valve didesain untuk tekanan melintang pada piringan (bila tertutup rapat)
sama dengan rate tekanan pada pipa.
g. Seluruh valve harus mengikuti Spesifikasi ini dan harus dapat membuka atau
menutup bila tidak dioperasikan dalam periode yang lama.
h. Badan valve dan flange terbuat dari cast iron dan mengikuti "Specification for Grey
Iron Casting for Valves, Flanges and Pipe Fittings" kelas B (ASTM Designation A
126) atau ductile iron (ASTM 536).
i. Flange harus mengikuti standard JIS-B 2213.
j. Dudukan valve harus dapat menjaga valve pada posisi yang seharusnya.
k. Tipe air valve harus sesuai dengan spesifikasi di bawah ini yang tergantung pada
ukuran pipa yang dipasang.

Ukuran Pipa Tipe Air Valve Diameter Nominal


(mm) Air Valve
(mm)

300 dan lebih kecil tipe dengan orifice kecil/ 25 mm dan lebih kecil
tunggal

350 dan lebih besar tipe dengan dua orifice 75 mm dan lebih besar
atau kombinasi

Spek.Tek-17
Syarat-syarat Teknik

1. Tipe air valve dengan lubang/orifice kecil

Air valve dengan lubang kecil didesain untuk pengoperasian secara otomatis
yang akan mengeluarkan udara yang terakumulasi bertekanan pada saat
aliran air dalam penuh.

2. Tipe air valve dengan dua lubang atau kombinasi

Air valve dengan dua lubang atau kombinasi didesain untuk dioperasikan
secara otomatis, sehingga akan :

a. Terbuka pada kondisi bertekanan kurang dari tekanan atmosfer, dan


menampung banyak udara selama operasi pengurasan saluran pipa.
b. Mengeluarkan banyak udara dan menutup, pada saat air dalam kondisi
tekanan rendah, mengisi badan valve selama operasi pengisian,
c. Tidak menutup aliran pada kondisi kecepatan pembuangan udara tinggi,
dan
d. Mengeluarkan akumulasi udara bertekanan pada kondisi aliran air penuh
dalam pipa.

7.4 Check Valve

Pelaksana Pekerjaan harus menyediakan check valve jenis Swing Check Valve/Klep
Tabok dengan sambungan flange.

Bagian atasnya tertutup dengan flange buta (blank-flange) yang dapat dibuka
sewaktu-waktu bila diperlukan.

Pada bagian luar badan check valve harus terdapat cap (tercetak) yang dapat
menunjukkan merk, atau dari pabrik mana yang membuatnya, besarnya diameter,
tekanan kerja dan arah aliran air.

Badan tutup atas dan cakram dari badan check valve terbuat dari besi tuang.

Kedudukan untuk cakram terbuat dari Neophrene Synthetic Rubber yang berkualitas
baik.Tekanan kerja dari check valve mampu menahan 10 kg/cm2.

Check valve harus didesain sedemikian rupa sehingga piringan, dudukan, dudukan cincin
dan bagian-bagian dalam lainnya yang mungkin perlu untuk perbaikan harus mudah
diambil, mudah dipindahkan, dan mudah diganti tanpa menggunakan peralatan khusus
atau harus memindahkan valve dari jalurnya.
Valve harus cocok untuk pengoperasian dalam posisi horizontal atau vertikal dengan aliran
ke atas dan ketika terbuka penuh valve harus mempunyai daerah aliran bersih (a net-flow
area) tidak kurang dari luas diameter nominal pipa dan ujung flange.

7.5. Gate Valve Perunggu (Bronze)

Gate valve perunggu harus didesain dan dibuat sesuai dengan JIS B 2011 atau
ketentuan lain yang disetujui. Tekanan kerja besarnya 0.98 Mpa (10.0 kg//cm2). Valve
harus dilengkapi dengan roda pemutar dan ujung berulir (sekrup).

Spek.Tek-18
Syarat-syarat Teknik

Valve, dengan ukuran 80 mm atau lebih kecil mempunyai badan yang terbuat dari
perunggu, skrup bonnet (topi sekrup), gate valve memiliki solid wedge (baji), skrup
dalam dan tangkai pengungkit.

Badan valve harus merupakan cetakan perunggu yang mengacu pada JIS H 5111, kelas
6 atau cetakan perunggu dengan daya rentang tidak kurang dari 196 N/mm2 (20
kg/m2). Piringan terbuat dari perunggu cetakan sesuai spesifikasi di atas atau dari
kuningan yang mengacu pada JIS H 3250, kelas C 3711 atau dari tembaga yang
mempunyai daya rentang tidak kurang dari 314 N/mm2 (32 kg/mm2). Stem/tangkai
harus terbuat dari tembaga sesuai spesifikasi di atas.

7.6. Butterfly Valve

Pada dasarnya valve dimaksud teridiri dari sebuah double flanged ductile iron body
dengan sebuah dudukan stainless steel, sebuah disc dengan sebuah gasket karet
melingkar, sebuah poros valve dan sebuah mekanis operasi.
Ukuran face to face flange dari butterfly valve harus memenuhi syarat ISO 5752 series
14.

Disc Valve harus dari tipe excentric dan berputar dengan sudut 90 derajat dari posisi
terbuka penuh ke tertutup penuh. Proros-poros disc harus horizontal kecuali ditentukan
lain.

Mekanisme operasinya adalah dengan spur gear yang dipasang pada body valve.

Suatu indikator harus disediakan yang digerakkan langsung atau tidak langsung oleh
poros valve untuk menunjukkan posisi disc.

Mekanisme pembuka yang bisa dioperasikan oleh satu orang saja “ One Man Operation”
harus mengunci sendiri (self locking) sehingga posisinya tidak akan bergerak walaupun
ada dorongan air atau vibrasi.

Kecuali ditentukan lain dalam Daftar Kuantitas Bahan jumlah putaran minimum
rodapemutar/handwheel untuk memutar disc dari posisi terbuka penuh ke tertutup
penuh atau sebaliknya. Bila dirinci dalam daftar kuantitas bahan, valve dimaksud dapat
dilengkapi dengan penggerak baik elektris maupun pneumatic. Penggerak elektris dan
pneumatic yang dimaksud harus memenuhi syarat spesifikasi yang diminta.

Setiap valve harus dirancang untuk penutupan kencang dengan tekanan differensial
sepanjang disc valve sama dengan rating tekanan valve terkait

Badan Butterfly Valve harus terbuat dari Ductile Iron yang mempunyai flange, rubber-
seated dan kedap air dan harus dirancang sesuai dengan AWWA C 504 kelas 150 B
short body (tipe badan pendek)

Badan valve harus seuai dengan spesifikasi ini :


Ductile iron : JIS G 5502, class 2 FCD 450 atau ASTM A 536 Grade 65-45-12

Valve harus mempunyai ukuran panjang terpasang (laying length) dan ketebalan rangka
minimum seperti yang diberikan pada tabel berikut:

Spek.Tek-19
Syarat-syarat Teknik

Dalam hal apapun ketebalan body shell tidak boleh melampaui 12.5 % dibawah
ketebalan logam yang diberikan dari tabel tersebut.

Diameter Nominal Panjang Terpasang (mm) Minimum Ketebalan


(mm) Rangka (mm)

200 150 11.7


250 203 13.7
300 203 14.7
350 203 16.0
400 203 17.3

Batang valve harus terbuat dari stainless steel tipe 304. Bahan valve harus merupakan
one-price unit yang seluruhnya memanjang melalui pringan/ disc valve atau dari jenis
stub shaft type (potongan) yang terdiri dari 2 batang terpisah yang dimasukan kedalam
piringan valve dengan jarak minimum 1.5 kali diameter shaft.

Batang valve harus memiliki diameter minimum sesuai dengan panjang bantalan valve
dan dalam disc/piringan seperti dispesifikasikan dalam tabel berikut :

Diameter Nominal (mm) Minimum Diameter Batang (mm)

200 28.6
250 34.9
300 38.1
350 44.4
400 50.8

Dudukan karet valve (rubber valve seats) harus merupakan desain yang memungkinkan
adanya pemindahan dan penggantian lokasi untuk pemasangan valve dia. 150 mm atau
lebih besar.
Dudukan tersebut harus dapat dipasang dengan baik pada piringan/disc dari valve,
merupakan karet sintetis dan diberi penguat oleh pabrik dan harus diklem, aman secara
mekanis, terikat atau divulkanisir pada badan piringan atau piringan. Semua klem dan
cincin penahan untuk karet dudukan merupakan material anti karat.

Dudukan karet harus sesuai dengan permukaan dudukan dengan mengacu pada AWWA
C 540 ; stainless steel, monel, campuran besi tuang dan perunggu, Spray atau
permukaan dudukan berbentuk lempengan tidak digunakan. Permukaan dudukan bawah
(deposit) dapat diterima jika disetujui enginner/Direksi Pekerjaan.

Gasket harus memenuhi standar ISO 4633

Piringan valve harus merupakan cetakan (cast) atau desain pabrik dengan bentuk yang
tidak mempengaruhi aliran. Ketebalan piringan valve tidak lebih dari 2 1/4 kali dari
diameter batang tang tertulis pada tabel C. Piringan valve harus terbuat dari besi ductile
iron, stainless steel atau campuran besi tuang dengan spesifikasi sebagai berikut :

Spek.Tek-20
Syarat-syarat Teknik

Cast Iron : JIS G 5501, kelas 3 FC 20 atau yang lebih baik, atau ASTM
A 126, kelas B atau ASTM A 536, Grade 65-45-12
Ductile Iron : JIS G 5502, kelas 2 FCD 45 atau ASTM A 536. Grade 65-
45-12
Stainless Steel : Tipe 302, 303, 304, 316 atau tipe lain yang disetujui Direksi
Pekerjaan/Direksi Pekerjaan
Lain : Disesuaikan dengan AWWA C 504

Semua valve yang dipasok memenuhi spesifikasi ini harus cocok baik untuk
pengoperasian berfrekwensi sering maupun berfrekwensi jarang baik dalam posisi
terbuka maupun tertutup.

7.7 Tutup Manhole

Tutup manhole harus terbuat dari Ductile Cast Iron yang memenuhi standar ISO 1083-
76 atau standar lainnya yang setara. Tutup tersebut diperkuat dengan stainless steel
bolts, stainless steel sring washer dan ductile iron cams. Tutup harus ait tight dan water
tight sampai pada tekanan 1 bar, internal atau eksternal dan harus memenuhi syarat
terst load diatas 40 Ton.

C2. PEMASANGAN PIPA

I. UMUM

1.1 Uraian Kerja, Rencana dan Gambar Kerja

Kontrak ini harus diselesaikan dalam batas waktu yang ditentukan dalam syarat-syarat
Kontrak maupun dalam Lampiran Surat Penawaran yang merupakan sebagian dari
Kontrak. 2 (dua) minggu sebelum dimulainya pekerjaan di lapangan yang manapun
juga, Kontraktor harus memberitahu Direksi dan Lurah setempat sehingga penduduk di
sekitarnya dapat diberitahukan mengenai adanya pelaksanaan pembangunan dan
pengaturan-pengaturan jalan sementara yang perlu dibuat.

Dalam waktu 2 (dua) minggu sejak adanya Perintah Direksi untuk mulai melaksanakan
pekerjaan, Kontraktor juga harus menyerahkan detail-detail berikut ini :

- Program yang sesuai dengan Syarat-syarat Kontrak


- Peralatan/mesin-mesin yang akan digunakan termasuk merk, jenis dan
kapasitasnya.
- Tenaga kerja/buruh yang akan dipekerjakan.
- Staf Senior, Pemasok, para ahli yang akan terlibat.
- Rencana detail dari metode yang diusulkan untuk pekerjaan-pekerjaan sementara
dan pekerjaan-pekerjaan galian termasuk papan-papan penahan dan rangka
penguatnya untuk lubang-lubang galian, parit-parit, dan lain-lain.
- Rencana detail dari cofferdam yang diusulkan untuk penyeberangan sungai.
- Rencana detail dari pipe jacking yang diusulkan untuk crossing jalan.
- Rencana pengeluaran dalam bentuk grafik-akumulasi pengeluaran terhadap waktu.

Kontraktor tidak akan diperbolehkan mulai melakukan kegiatan penggalian jika

Spek.Tek-21
Syarat-syarat Teknik

informasi-informasi tersebut diatas tidak dapat dipenuhi.

Selama pelaksanaan pemasangan pipa, Kontraktor harus menyelesaikan terlebih dahulu


pekerjaan-pekerjaan sepanjang jalan yang sedang dikerjakan tersebut, sebelum
melanjutkan ke bagian terusannya.

Pekerjaan-pekerjaan yang harus diselesaikan tersebut adalah :


- Konstruksi jalur pipa
- Penyelesaian pemasangan katup-katup dan tapping konstruksi bak kontrol.
- Pembuatan chamber (bak)
- Pengurugan kembali
- Pekerjaan perbaikan-perbaikan
- Pembersihan dan sterilisasi
- Pengujian sementara

Hanya peletakan pipa dengan panjang maksimum 500 m diperkenankan tanpa


pengujian sementara. Jalur pipa yang belum/tidak diuji dan dibiarkan terbuka sepanjang
malam harus ditutup sementara dengan penutup (stopper) yang harus disediakan oleh
Kontraktor. Kontraktor tidak diperkenankan memulai setiap galian untuk pipa sebelum
permukaan tanah diperiksa dan pengukuran (survey) bersama Kontraktor harus
menyerahkan gambar hasil pengukuran bersama kepada Direksi untuk penyesuaian
terhadap elevasi desain bilamana diperlukan. Gambar pengukuran bersama tersebut
harus diserahkan kepada Direksi selambat-lambatnya 2 (dua) minggu sebelum jadual
penggalian dimulai.

1.2. Satuan Ukuran dan Standar yang Umum

Sistem International (SI) tentang satuan harus dipergunakan di seluruh proyek dan
harus dijadikan dasar-dasar perhitungan, perencanaan dan pelaksanaan proyek. Semua
ukuran harus dalam metrik.

Didalam seluruh dokumen, seperti surat menyurat, tabel-tabel teknis dan gambar-
gambar, harus dipergunakan satuan ukuran menurut Sistem International. Dalam
gambar-gambar atau brosur-brosur yang dicetak dan satuan ukurannya berlainan, maka
satuan yang setara dengan Sistem International harus dicantumkan sebagai tambahan.

Bila terdapat pemakaian singkatan-singkatan seperti ini, maka artinya


adalah sebagai berikut :

AASHTO - American Association of State Highway Officials


ASTM - American Society for Testing Materials
AWWA - American Water Works
BS - British Standards Assosiation
ISO - International Organization for Standardization
JIS - Japanese Industrial Standard
PUBBI - Persyaratan Umum Bahan Bangunan Indonesia
PBI - Peraturan Beton Indonesia
SII - Standar Industri Indonesia
SNI - Standar Nasional Indonesia

Spek.Tek-22
Syarat-syarat Teknik

AS - Australian Standard

III. C2.1. PEMASANGAN PIPA STEEL DAN PVC

I. UMUM

Kontraktor harus mengangkut dan memasang pipa beserta accessoriesnya secara


lengkap sesuai dengan spesifikasi ini seperti yang ditunjukan dalam gambar, sedemikian
rupa hingga dapat diterima secara memuaskan oleh Direksi.

a. Rekanan harus melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan pemasangan pipa


sesuai dengan yang disyaratkan dalam spesifikasi ini.
b. Rekanan harus mempelajari brosur-brosur teknis atau pedoman teknis yang
dikeluarkan oleh pabrik dari pipa, fitting dan perlengkapannya yang digunakan
dalam pekerjaan ini, tentang spesifikasi dan petunjuk pemasangan produksi
mereka.
Penggunaan brosur dan pedoman teknis dari pabrik tersebut oleh Rekanan harus
diketahui dan disetujui Direksi Proyek.
c. Pekerjaan-pekerjaan yang tidak tercakup dalam spesifikasi ini dapat dilaksanakan
berdasarkan ketentuan-ketentuan praktis yang berlaku di Indonesia dan harus
disetujui oleh Direksi Proyek.

II. PENGANGKUTAN PIPA

2.1. Peralatan yang Diperlukan

Sebelum melaksanakan pekerjaan, Kontraktor harus mengajukan persetujuan kepada


Direksi untuk penggunaan alat-alat yang akan dipakai seperti :
- Alat pengangkatan (Lifting Equipment)
- Alat pengangkutan (Transportation Equipment)
- Alat pengujian (Testing Equipment)
- Peralatan pelengkap lainnya

2.2. Pengangkutan Pipa

Kontraktor harus mengangkut dan memindahkan pipa dan accessoriesnya dari gudang
Proyek ke sepanjang jalur lokasi pemasangan pipa. Semua resiko yang timbul akibat
pengangkutan menjadi tanggung jawab Kontraktor.

a. Peralatan Pengangkat
Kontraktor harus menyediakan peralatan pengangkat di gudang dan di lokasi
rencana pemasangan pipa.
Peralatan pengangkatan ini harus mempunyai kemampuan minimal 1 (satu) ton
atau berat 1 batang pipa dengan diameter terbesaryang akan dipasang.

Peralatan ini dimaksudkan untuk mengangkat pipa PVC, Steel & GSP dari tempat
penimbunan ke atas alat pengangkut dan menurunkan pipa dari alat pengangkut
ke sepanjang jalur pemasangan pipa dan untuk menurunkan pipa ke dalam galian,
bila diperlukan.

Spek.Tek-23
Syarat-syarat Teknik

b. Peralatan Pengangkutan
Peralatan pengangkutan yang dimaksud adalah untuk mengangkut pipa dari
gudang ke lokasi sepanjang jalur pipa dengan memperhitungkan kondisi pipa dan
jalan yang akan dilewati.
Peralatan ini akan berupa trailer atau alat berat lainnya yang sesuai dengan
kondisi yang diperlukan.

Segala biaya yang timbul untuk keperluan pengangkutan pipa, termasuk retribusi,
harus ditanggung oleh Kontraktor dan telah tercakup dalam harga satuan yang
berkaitan dengan pekerjaan tersebut.

2.3. Pemeliharaan/Penjagaan Pipa dan Accessories

Kontrator harus mengadakan pemeliharaan dan penjagaan atas pipa-pipa dan


accessoriesnya untuk mencegah timbulnya kerusakan atas pipa-pipa dan accessories
tersebut selama berlangsungnya pekerjaan pengangkutan dan pemindahan, penurunan
ke posisi yang benar dan pemasangannya serta penyambungan sampai pekerjaan
selesai.
Pipa tidak boleh diletakkan langsung (kontak) dengan tanah, harus diberi penopang dari
kayu atau bahan lain.

Kontraktor juga harus menggunakan, memelihara dan menjaga peralatan (Tools and
Equipment) yang diperlukan dalam pemasangan pipa sedemikian rupa hingga
kemungkinan terjadinya kerusakan dapat dihindari. Semua peralatan harus selalu dalam
keadaan bersih dan terpelihara baik, serta siap pakai setiap saat diperlukan.
Kerusakan yang terjadi atas pipa dan accessorienya beserta peralatan yang diperlukan
harus segera diperbaiki sesuai dengan ketentuan/petunjuk Direksi. Apabila kerusakan
yang terjadi sedemikian rupa hingga tidak dapat diperbaiki, atau karena hilang,
Kontraktor bertanggung jawab untuk menggantinya. Biaya yang timbul akibat kerusakan
dan/atau kehilangan tersebut di atas, harus ditanggung oleh Kontraktor.

III. PEMASANGAN PIPA

3.1. Trase Pemasangan Pipa.

Trase pipa diberikan sesuai dengan Gambar dan penjelasan pada Peninjauan Lapangan
setelah Rapat Penjelasan Pekerjaan
Penjelasan trase pipa pada Peninjauan Lapangan ini mengikat Rekanan untuk
pelaksanaan pekerjaan di lapangan.

Segala biaya yang timbul untuk menentukan trase ini termasuk pematokannya menjadi
tanggung jawab Rekanan.

a. Kewajiban Rekanan.
Rekanan berkewajiban dan bertanggung jawab agar pipa-pipa berikut fitting dan
perlengkapannya terpasang secara benar pada trase yang ditentukan, baik
kelurusannya, kedalaman maupun kemiringannya.
Untuk maksud ini, jika dikehendaki oleh Direksi Proyek, Rekanan harus mengukur
pekerjaannya dari tolok ukur atau titik reference tertentu atas biaya Rekanan.

Spek.Tek-24
Syarat-syarat Teknik

b. Penyimpangan karena bangunan lain.


Bilamana ada rintangan yang tidak terlihat di dalam rencana dan ternyata
menghalangi pekerjaan dan mengakibatkan perubahan pelaksanaan, maka Rekanan
harus mengadakan perubahan tersebut sesuai petunjuk Direksi Proyek. Perubahan
pekerjaan tersebut dilaksanakan berdasarkan pada pasal 4.17, tentang pekerjaan
tambah kurang.

c. Perhatian Untuk Pekerjaan Penggalian.


Pekerjaan penggalian harus dilakukan dengan hati-hati sedemikian rupa sehingga
pekerjaan galian pada trase yang tepat.
Bila terdapat kerusakan-kerusakan pada bangunan dan/ atau instalasi bawah tanah
yang ada sebagai akibat penggalian, Rekanan harus memperbaikinya kembali sesuai
dengan keadaan semula dengan biaya Rekanan.

d. Penyelidikan Sarana-Sarana Dibawah Tanah.


Bilamana menurut Direksi Proyek, diperlukan untuk penyelidikan dan penggalian
untuk menentukan bangunan dan/ atau instalasi bawah tanah yang ada, maka
Rekanan harus melaksanakan penyuntikan pendahuluan pada trase pipa yang akan
digali dan atas petunjuk Direksi Proyek serta biayanya menjadi tanggungan
Rekanan.

e. Kedalaman Pipa.
Semua pipa dipasang pada kedalaman 1,65 meter yang dihitung dari permukaan
tanah terendah rata-rata sampai kesisi puncak pipa, kecuali terlihat lain pada
gambar atau atas petunjuk Direksi Proyek.

3.2. Penggalian dan Persiapan Parit Galian.

1) Umum
a. Galian tanah dilaksanakan untuk :
* Semua pemasangan pipa dan peralatannya serta bangunan pelengkap
yang termasuk dalam pekerjaan ini.
* Semua bagian-bagian bangunan yang masuk ke dalam tanah.
b. Pekerjaan galian dan pembuatan parit galian hendaknya dilakukan dengan
cara-cara yang layak, aman dan tepat untuk menghindari kemungkinan -
kemungkinan timbulnya bahaya bagi keselamatan manusia dan kerusakan
bangunan atau instalasi yang ada.
Segala hal yang diakibatkan oleh pekerjaan penggalian dan pembuatan parit
galian, menjadi tanggung jawab Rekanan.
c. Pekerjaan penggalian dilaksanakan sedemikian rupa sehingga memung-
kinkan pipa dapat dipasang dengan posisi yang baik dan aman.
Penggalian harus bertahap sesuai dengan perkiraan jumlah pipa yang dapat
dipasang untuk setiap harinya dan mengikuti petunjuk Direksi Proyek.
Pekerjaan penggalian tanah untuk parit pemasangan pipa harus segera
diikuti dengan pelaksanaan pemasangan pipa dan perlengkapannya, serta
diikuti pula dengan penimbunan/ pengurugan kembali dengan segera.
d. Parit galian yang masih terbuka harus dijaga sehingga effisiensi pekerjaan
dan keselamatan pekerja serta masyarakat dapat terjamin.
e. Bila dijumpai adanya sarana-sarana atau instalasi diatas permukaan tanah
atau di bawah tanah, maka harus diadakan pengamanan terhadapnya agar
tidak terjadi kerusakan sebagai akibat pekerjaan Rekanan.
Perbaikan atas kerusakan yang terjadi sebagai akibat pekerjaan penggalian

Spek.Tek-25
Syarat-syarat Teknik

menjadi tanggung jawab Rekanan.

2) Lebar dan Kedalaman Parit Galian.


a. Tempat galian, lebar dan kedalaman minimum untuk pemasangan pipa
berikut perlengkapannya serta bangunan-bangunan yang nyata - nyata
termasuk dalam pekerjaan ini harus dibuat sesuai dengan Gambar Kerja
(gambar situasi, profil memanjang, profil melintang dan potongan).
b. Patokan/pedoman yang dipakai untuk dalamnya galian adalah diukur dari
atas pipa sampai permukaan jalan/tanah asal, ditambah diameter luar pipa
dan tebal lapisan pasir di bawah pipa.
c. Parit pipa harus digali dengan kedalaman yang dikehendaki sehingga
terdapat pembebanan yang merata dan menerus pada dasar galian (yang
tidak terganggu antara 2 sambungan pipa).
d. Kedalaman galian hendaknya selalu diperiksa untuk mendapatkan
kedalaman jalur pipa yang tepat.
e. Bila tidak dinyatakan lain,lebar parit galian disesuaikan dengan besarnya
pipa yang akan dipasang dan lebar galian tersebut harus menjamin
pekerjaan penyambungan pipa dengan baik sehingga kebocoran - kebocoran
pada sambungan pipa dapat dihindarkan. Bila perlu lebar galian diperbesar
untuk memudahkan penempatan alat-alat penyangga dan sebagainya.
f. Parit dan tempat sambungan atau peralatan pipa hendaknya digali hingga
didapatkan suatu lebar yang cukup untuk ruang bekerja, pemasangan,
penyambungan, penanaman maupun pekerjaan konstruksi.
g. Bila pada bagian galian parit pipa terdapat galian-galian berlumpur atau
penggalian terlalu dalam maka dapat diurug dengan pasir ataupun diurug
dengan bahan-bahan lainnya yang disetujui oleh Direksi Proyek.
Urugan tersebut kemudian dipadatkan dengan alat pemadatan atau dengan
tangan untuk memperoleh permukaan yang rata pada tempat pemasangan
pipa.
h. Batu-batu dengan diameter lebih besar dari 40 mm harus dibuang dari parit
galian.
i. Dasar parit galian hendaknya rata, rapat, terkonsolidas dan digali pada
kedalaman yang tepat untuk meletakkan pipa, serta harus bebas dari lumpur
dan tetap rata bila diinjak kaki pada pekerja.
Dasar parit yang sebelumnya padat tapi menjadi lunak bagian atasnya
akibat pelaksanaan pekerjaan hendaknya diperkuat dengan satu atau lebih
lapisan batu pecah atau kerikil.
Lapisan lumpur atau tanah lunak pada dasar parit tidak boleh lebih tebal dari
1,25 cm.

3) Galian Pada Tanah Lunak.


a. Apabila ternyata di dalam pelaksanaan penggalian terjadi
kelongsoran-kelongsoran dan keruntuh-an-keruntuhan terus menerus yang
mengganggu, haruslah diadakan konstruksi penguat (dari turap kayu atau
lainnya) agar terjamin keselamatan dan keamanan pekerja, effisien kerja,
struktur dan fasilitas lain yang ada.
Penurapan hendaknya direncanakan dan dibuat untuk menahan semua
beban dan muatan yang mungkin timbul akibat pergerakan tanah atau
tekanan. Konstruksi penguat ini hendaknya kaku hingga tidak terjadi
perubahan bentuk dan posisi dalam keadaan apapun.
Biaya yang mungkin timbul akibat adanya konstruksi penguat tersebut harus
sudah diperhitungkan dalam harga penawaran dan tidak diterima adanya

Spek.Tek-26
Syarat-syarat Teknik

tuntutan tambahan biaya untuk pekerjaan ini.


b. Bila pada bagian bawah parit galian ternyata tidak stabil atau dijumpai
lapisan-lapisan bekas sampah ataupun humus, lapisan tersebut harus
dibuang.
Bila dianggap perlu, Direksi Proyek dapat memerintahkan untuk
memindahkan tanah pada lokasi galian dan mengisinya kembali dengan
bahan-bahan yang sesuai.

4) Pengamanan Parit Galian.


a. Pada tempat-tempat parit galian yang mudah longsor harus diberi
turap-turap pengaman.
b. Setiap galian hendaknya dijaga tetap kering sampai konstruksi yang harus
dibangun atau pipa yang harus dipasang selesai dilaksanakan.
c. Apabila juga ternyata bahwa di dalam galian dijumpai air yang mengganggu
pengeringan, maka Rekanan harus menyediakan pompa atau peralatan lain
untuk pengeringan. Biaya yang ditimbulkan akibat pekerjaan pengeringan
tersebut berikut pompa dan peralatannya adalah tanggungan Rekanan.
d. Semua penggalian untuk struktur beton dan parit yang diperdalam hingga
mencapai atau di bawah elevasi statik air, hendaknya dikeringkan dengan
menurunkan permukaan air tanah sampai jarak tidak kurang 30 cm di bawah
dasar galian.
e. Air permukaan hendaknya dipintaskan atau dengan cara-cara lain dicegah
tidak memasuki daerah pemaritan sejauh mungkin tanpa mengakibatkan
kerusakan-kerusakan pada tanah milik sekitarnya, dan biaya yang timbul
untuk pekerjaan ini merupakan tanggung jawab Rekanan.

5) Penimbunan Tanah Bekas Galian.


Semua tanah bekas galian harus ditimbun sedemikian rupa sehingga tidak
mengganggu bagi pejalan kaki maupun kendaraan yang lewat.
Bila diperlukan, Direksi Proyek dapat memerintahkan kepada Rekanan untuk
mengangkut tanah lebih bekas galian tersebut. Segala biaya yang ditimbulkan
akibat pekerjaan tersebut menjadi tanggung jawab Rekanan.

6) Pemeriksaan Parit Galian.


Pekerjaan parit galian dinyatakan selesai setelah diperiksa dan disetujui oleh
Direksi Proyek.

3.3. Pemasangan Pipa

1) Umum.
a. Pipa, fitting dan perlengkapannya yang akan dipasang, tersimpan digudang
penyimpanan pipa yang disediakan oleh Pemberi Tugas. Pengangkutan dari
gudang ke tempat pemasangan menjadi tanggung jawab Rekanan termasuk
pembiayaannya.
Apabila ternyata di dalam pelaksanaan pemasangan pipa, fitting dan
perlengkapannya terdapat kelebihan pipa atau perlengkapannya, Rekanan
harus mengembalikannya ke gudang/tempat pengumpulan yang ditentukan
oleh Direksi Proyek. Biaya untuk pengembalian pipadan potongan - potongan
pipa dan perlengkapan pipa tersebut menjadi tanggungan Rekanan.
b. Cara-cara pengangkutan, penyambungan dari pipa-pipa dan ketentuan -
ketentuan teknis cara pemasangan akan diberikan petunjuk oleh Direksi

Spek.Tek-27
Syarat-syarat Teknik

Proyek.

c. Pipa dan perlengkapan pipa yang telah diserahkan kepada Rekanan untuk
dilaksanakan pemasangannya harus dijaga baik-baik jangan sampai hilang
atau rusak. Kerusakan atau hilang setelah diserahkan kepada Rekanan, harus
diganti sesuai dengan kwalitas/ bentuk aslinya dan biaya yang ditimbulkan
akibat penggantian tersebut menjadi tanggungan Rekanan.
d. Sebelum dan sesudah dipasang, pipa-pipa dan perlengkapan pipa, harus
dijaga bersih dan diperiksa lagi atas kerusakan dan retak-retak.

Kontraktor harus mengadakan dan menyediakan peralatan (Tools and Equipment)


yang cukup baik, serta jumlah dan jenisnya sesuai dengan yang diperlukan untuk
pekerjaan pemasangan pipa beserta accessoriesnya. Peralatan tersebut harus
selalu dalam keadaan terpelihara baik dan siap pakai pada saat diperlukan. Cara-
cara yang dipergunakan untuk pemasangan pipa dan penggunaan peralatan
tersebut harus sesuai dengan rekomendasi pabrik. Penyangga pipa harus dipasang
untuk pemasangan pipa di atas tanah (exposed), baik hal itu ditunjukkan dalam
gambar ataupun tidak.

Bagian dalam pipa dan accessoriesnya harus selalu dijaga kebersihannya dan
dijauhkan dari benda-benda asing dan kotoran saat sejak sebelum pekerjaan
pemasangan pipa dilaksanakan. Tindakan pencegahan untuk menghindari
masuknya benda-benda asing dan kotoran harus dilakukan selama pekerjaan
pemasangan pipa berlangsung, dengan cara menyumbat ujung-ujung pipa dengan
kain pembersih atau sejenisnya. Pada akhir pekerjaan yang dilaksanakan setiap
hari, setiap lubang dan ujung pipa yang terbuka harus dipasang sumbat yang
rapat air.

Pipa harus dipasang sesuai dengan arah dan kemiringan yang ditunjukkan dalam
gambar. Sebelum dipasang pada posisinya, arah dan kemiringan landasannya
harus diperiksa dengan alat ukur.

Pada saat pemasangan, ppipa dan accessorienya harus diperiksa terhadap


kemungkinan adanya kerusakan/cacat. Pipa dan accessories yang cacat, yang
ditemukan sebelum, pada saat dan sesudah terpasang, harus diberi tanda dan
disingkirkan dari tempat pekerjaan dan kemudian diganti dengan bahan yang
setara dan utuh.

Kontraktor harus menggunakan saran-saran teknis yang diajukan oleh pabrik


pembuat tentang cara pemasangan sambungan-sambungan. Minyak pelumas
(lubricant) yang disarankan dari pabrik pembuat atau disetujui Direksi harus
digunakan Kontraktor. Dimana pabrik pembuat penyarankan pemakaian alat
penyambung yang khusus, Kontraktor harus menggunakan alat-alat tersebut untuk
pemasangan semua sambungan dengan pipa dari tipe yang dipersyaratkan. Semua
sambungan harus kedap air.
Direksi berhak menghentikan pekerjaan pemasangan pipa apabila menurut
pendapatnya alur pipa dan elevasinya tidak benar serta cara-cara pemasanganya
tidak mengikuti petunjuk pabrik atau Direksi.

2) Pembongkaran Sepanjang Jalur Parit Galian.


Pipa dibongkar sedekat mungkin dengan parit galian dan diletakkan setiap interval
panjang pipa sehingga memudahkan penurunan pipa kedalam parit.

Spek.Tek-28
Syarat-syarat Teknik

3) Menurunkan Pipa Kedalam Parit Galian.


a. Pipa yang akan dipasang, diturunkan kedalam parit galian dengan alat-alat
khusus yang disediakan oleh Rekanan. Semua peralatan dan fasilitas yang
diperlukan harus disiapkan sebelumnya agar pekerjaan ini dapat dilaksanakan
dengan mudah, aman dan sempurna.
Semua pipa, fitting dan perlengkapannya harus diturunkan dengan hati-hati
kedalam parit galian secara satu persatu dengan derek, tali-tali dan lain-lain
alat yang sesuai untuk menghindari dari kerusakan. Dalam hal apaun
penurunan pipa ke dalam galian tidak boleh dijatuhkan.
Tali yang digunakan haruslah bersifat lemas dan tidak boleh menggunakan
sling baja atau rantai, karena dapat merusak dan menggores pipa.
Bila Rekanan menggunakan kait untuk mengangkat dan menurunkan pipa,
maka ujung kait ini harus dilindungi karet, untuk menghindari kerusakan pada
ujung-ujung pipa dan inner lining dari pipa baja.
b. Bila terjadi kerusakan pada pipa dan perlengkapannya akibat kelalaian
Rekanan, Rekanan harus mengganti pipa-pipa yang rusak atau memperbaiki
kembali (bila masih dapat diperbaiki) seperti semula dengan persetujuan
Direksi Proyek.
c. Selama penurunan pipa-pipa terutama pipa fiberglas dan pipa asbes semen,
harus dihindari terbantingnya atau terbenturnya pipa, karena dapat
menimbulkan pecah atau retak-retak pada pipa atau kerusakan pada ujung
pipa yang akan menyulitkan pemasangan sambungannya.

4) Pemeriksaan Sebelum Pemasangan.


Semua pipa dan perlengkapan pipa yang akan dipasang serta alat-alat bantu untuk
pemasangan tersebut harus diperiksa dengan cermat dan hati-hati sesaat sebelum
pipa-pipa/perlengkapan pipa tersebut diturunkan pada lokasi yang sebenarnya.

Bila ada ujung pipa terdapat bengkokan-bengkokan hal tersebut harus


dihindarkan, atau ujung pipa yang bengkok harus dipotong sesuai dengan
petunjuk-petunjuk Direksi Proyek. Pipa atau fitting yang rusak harus dipisahkan
untuk diperiksa oleh Direksi Proyek.

5) Pembersihan Pipa dan Perlengkapannya.


Semua pipa yang akan dipasang harus bebas dari segala macam jenis kotoran.
Bagian luar ujung pipa, kopling dan semua bagian sambungan yang akan dipasang
harus dicuci terlebih dahulu sampai bersih sehingga diperoleh sambungan pipa
yang stabil dan baik.

Pada sistem sambungan yang menggunakan cincin karet atau rubber gasket,
misalnya kopling, dresser dan mechanical joint, maka cincin karet harus terhindar
dari minyak dan bahan kimia yang bisa merusak.
Cincin karet ini harus disimpan ditempat yang terlindung dari sinar matahari dan
hanya dibawa ke lapangan bila akan dipasang.

6) Pemasangan Pipa.
a. Pada pipa-pipa yang sudah dipasang harus dicegah jangan sampai kemasukan
segala macam jenis kotoran umpamanya bekas puing-puing, alat-alat, bekas
pakaian dan lain-lain kotoran yang dapat mengganggu kebersihan dan
kelancaran aliran air di dalam pipa.

Spek.Tek-29
Syarat-syarat Teknik

b. Setiap pipa yang sudah dimasukkan kedalam parit galian harus langsung
dipasang dan distel sambungannya dan kemudian diurug dengan bahan-
bahan yang disetujui Direksi Proyek serta dipadatkan dengan sempurna
kecuali pengurugan pada tempat-tempat sambungan pipa harus diperiksa dan
disetujui terlebih dahulu oleh Direksi Proyek. Setelah diperiksa dan disetujui
oleh Direksi Proyek baru diperbolehkan untuk diurug.
c. Semua ujung pipa yang terakhir yang pada saat pemasangannya berhenti,
harus ditutup sehingga kotoran ataupun air buangan masuk kedalam pipa.
Cara-cara penutupan pada ujung pipa tersebut harus disetujui Direksi Proyek.
d. Tikungan/belokan (vertikal/horizontal) tanpa elbow/ bend dilaksanakan
sedemikian rupa sehingga sudut sambungan antara dua pipa tidak boleh lebih
besar dari yang diizinkan oleh pabrik pipa yang bersangkutan, untuk itu akan
diberikan petunjuk lebih lanjut oleh Direksi Proyek.
e. Perubahan arah perletakan pipa (belokan/tikungan), harus dilaksanakan
dengan penyambung bend/elbow yang sesuai, begitu pula untuk percabangan
harus dengan tee atau tee cross (sesuai kebutuhannya).
f. Membengkokkan atau merubah bentuk pipa dengan cara papun tidak
diperbolehkan (secara mekanis maupun dengan cara pemanasan) tanpa
persetujuan Direksi Proyek.
g. Peil dari perletakan pipa serta dalamnya terhadap muka jalan/tanah asal
harus diperiksa dengan teliti dan disaksikan dan mendapat persetujuan dari
Direksi Proyek.
h. Pada waktu pemasangan pipa harus diperhatikan benar-benar mengenai
kedudukan pipa agar pipa yang dipasang betul-betul lurus serta pada peil
yang benar dan dasar pipa harus terletak rata, tidak boleh ada benda keras
yang memungkinkan rusaknya pipa dikemudian hari.
i. Pada waktu pemasangan pipa, parit galian untuk perletakan pipa harus
kering, tidak boleh ada air sama sekali dan bagian dalam pipa harus bersih.
Penyambungan pipa hanya dilakukan dalam keadaan kering.
j. Disekeliling pipa harus diberi tanah halus bebas batuan sesuai dengan
gambar, dan tanah bekas galiannya harus disingkirkan agar segera dapat
dilalui kendaraan- kendaraan, dan khusus untuk jalan-jalan protokol (lalu
lintas padat dan kendaraan-kendaraan berat) harus dilindungi dengan pelat
baja.
k. Semua pemasangan fitting penyambungan pipa seperti tee, elbow/ bend, dan
sebagainya harus diberi blok-blok penahan dari beton (beton K-175).
l. Setiap pekerjaan pemasangan pipa yang dihentikan pada waktu diluar
jam-jam kerja, ujung-ujung pipa yang terakhir harus ditutup rapat air untuk
mencegah masuknya kotoran/benda-benda asing/air kotor ke dalam pipa.
m. Material yang digunakan untuk tutup ujung pipa tersebut harus bersih dan
bebas dari minyak/oli, ter/aspal atau bahan-bahan minyak pelumas lainnya.
n. Semua ujung pipa yang terakhir dan tidak dilanjutkan lagi harus ditutup
(didop/ plug) dan diberi beton penahan (beton K-175).

7) Pemotongan Pipa.
Apabila benar-benar diperlukan, pemotongan pipa dapat dilakukan Rekanan
dengan persetujuan Direksi Proyek dan harus dilaksanakan dengan alat yang
sesuai/khusus untuk jenis atau bahan pipa yang dipasang, agar benar-benar
terjamin penyambungannya yang baik sesuai dengan syarat-syarat teknis /
petunjuk dari pabrik pipa yang bersangkutan.

Spek.Tek-30
Syarat-syarat Teknik

Ujung-ujung bekas pemotongan harus dihaluskan dengan alat-alat yang sesuai


misalnya dengan gurinda.

8) Pemulihan Sarana-Sarana Yang Ada.


Segala sarana yang perlu disingkirkan akibat penggalian pekerjaan pema-sangan
pipa, harus diperbaiki dan dikembalikan seperti keadaan dan kondisi semula.
Biaya-biaya yang timbul akibat kerusakan tersebut menjadi tanggung jawab
Rekanan.

9) Pemasangan Pipa PVC (Polyvinyl Chloride)


Semua pipa PVC dan fitting disambung dengan baik sesuai dengan intruksi dari
pabrik. Pelumas yang diusulkan dari pabrik atau yang disetujui Direksi harus
digunakan Kontraktor.
Pemotongan pipa dan pembuatan ujung-ujung miring (bevel) harus menggunakan
alat sesuai rekomendasi pabrik dan dengan cara-cara sesuai instruksi pabrik dan
disetujui Direksi.
Pipa PVC tidak boleh DIPANASKAN, dan juga pipa PVC tidak boleh melewati atau
dicor dalam dinding beton.

10) Pemasangan Pipa GSP (Galvanized Steel Pipe)


Semua pipa GSP dan fitting harus disambung dengan baik sesuai dengan instruksi
dari pabrik. Semua sambungan harus menggunakan PTFE.
Pemotongan pipa dan pembuatan ulir harus menggunakan alat yang sesuai
dengan instruksi dari pabrik dan disetujui Direksi. Peralatan pembuatan ulir harus
menghasilkan ulir yang rapi dan baik, bebas dari serpihan baja.

3.4. Penyambungan Pipa

1) Umum.
Penyambungan pipa seperti yang akan diuraikan dalam spesifikasi ini bersifat
umum. Uraian terinci tetang sambungan tersebut, harus mengikuti instruksi dan
petunjuk pabrik atau sesuai dengan petunjuk Direksi.
Penyambungan pipa seperti yang akan diuraikan dalam butir ini sudah termasuk
semua accessories yang diperlukan.
Penyambungan pipa-pipa dilaksanakan sesuai dengan petunjuk penyambungan
pipa dari pabrik pembuat pipa dan atau berdasarkan petunjuk-petunjuk dari
Direksi Proyek.
Penyambungan pipa yang akan dilaksanakan adalah sebagai berikut:
* Pipa baja dengan sambungan flens.
* Pipa baja dengan sambungan las.

2) Sambungan Tekan (Push-on-Joint)


Pipa-pipa yang digunakan masing-masing mempunyai ujung berbentuk spigot dan
socket.
Setelah pipa dibersihkan gelang karet dimasukkan ke dalam socket tepat pada
kedudukannya, tandai ujung spigot dengan garis melingkar sesuai panjang lekukan
ujung socket dan oleskan pelumas pada ujung spigot dan gelang karet di dalam
socket.
Masukkan ujung spigot ke dalam socket dengan posisi kedua pipa dalam keadaan
sejajar dan rapatkan sambungan spigot dengan socket sampai batas yang
dikehendaki.

Spek.Tek-31
Syarat-syarat Teknik

3) Sambungan mekanikal (Mechanical Joint)


Sambungan pipa menggunakan gelang penekan yang dikunci dengan baut.
Setelah dibersihkan dan ditaburi dengan bahan sabun, gelang penekan dipasang
pada ujung spigot, lalu ujung spigot dimasukkan ke dalam ujung socket yang
dipasangi gasket; dan baut dipasang dan dikencangkan

Mur-mur yang letaknya bersebelahan dengan sudut 180° harus dikencangkan


bergantian sedikit demi sedikit bagian per bagian mur, agar diperoleh tegangan
yang merata pada seluruh bagian gelang penekan.

Semua mur dikencangkan dengan kunci (kunci moment yang memiliki alat
pengukur leluatan putar) dan semuanya dikencangkan sesuai dengan kekuatan
putar yang ditentukan sesuai standar yang dibuat oleh pabrik.

4) Pembelokan (Deflection) yang Diijinkan


Pipa-pipa yang digunakan masing-masing mempunyai ujung berbentuk spigot dan
socket.
Pipa-pipa dengan fitting dan accessoriesnya harus dipasang dan disambung
dengan cermat dan teliti sesuai dengan aligment seperti ditunjukkan dalam
gambar atau ditentukan Direksi.
Apabila diperlukan, sambungan (tanpa angkur) dapat dibelokkan agar diperoleh
alur pipa dalam bentuk kurva dengan jari-jari yang panjang. Pada sambungan
dengan angkur (anchored joint), tidak diperbolehkan adanya pembelokan.
Besarnya sudut pembelokan sesuai ketentuan tersebut dibawah ini dan disetujui
oleh Direksi.

5) Sambungan Tipe Flens


Setelah Flens pipa sudah bersih permukaannya, kemudian dipasang dan dibaut
dengan putaran secukupnya. Di antara kedua permukaan flens dipasang packing
(gasket) dari karet atau elastomer untuk mencegah kebocoran dan agar
sambungan lebih fleksibel. Kemudian baut dan mur dipasang dan dikencangkan.

Baut-baut harus diputar dengan kunci-kunci yang sesuai sehingga dapat menjamin
kesama rataan baut-baut pipa dengan kedudukan flens pipa, Mur-mur yang
diletakkan bersebelahan dengan sudut 180° harus dikencangkan bergantian
sedemikian rupa agar diperoleh tegangan yang merata pada seluruh permukaan
flens. Semua mur harus dikencangkan sesuai dengan kekuatan putar yang
ditentukan dengan menggunakan kunsi dinamometris. Kekuatan putar baut
ditentukan berdasarkan standar yang dibuat oleh pabrik.
Sebelum baut dipasang, semua baut dan mur harus diberi gemuk dengan
sempurna.

6) Sambungan Fleksibel
a. Umum
Sambungan fleksibel dan sambungan-sambungan tipe yang lain harus
dikerjakan dan dipasang dengan cara dan posisi yang benar seperti yang
ditunjukkan dalam gambar atau atas petunjuk Direksi atau sesuai dengan
instruksi dan petunjuk pabrik.
Semua ujung/bagian yang akan disambung harus dibersihkan lebih dahulu
sebelum dikerjakan.

Spek.Tek-32
Syarat-syarat Teknik

b. Sambungan Tied Dismantling


Berlaku untuk penyambungan 2 (dua) buah flens.
Sambungan ini dipasang pada pipa-pipa yang tertanam di dalam 2 (dua)
komponen struktur yang berbeda, atau pada tempat-tempat tertentu yang
ditunjukkan dalam gambar dan/atau sesuai dengan petunjuk Direksi.

Penyimpangan arah, kontraksi, ekspansi dan perubahan posisi sambungan


harus dicegah sebelum pemasangan selesai.
Untuk mencegah terjadinya perubahan posisi tersebut, Kontraktor harus
mengambil langkah-langkah yang dianggap perlu pada saat komponen-
komponen sambungan tersebut sedang diangkut, diturunkan ke dalam alur
pipa dan selama pemasangannya.
Kontraktor tidak boleh membongkar/menyingkirkan struktur
penguat/pelindung yang dipasang selama pekerjaan pemasangan sambungan
berlangsung, sebelum pekerjaan tersebut selesai.

c. Sambungan Gibault (Collar)


Berlaku untuk penyambungan 2 (dua) buah spigot.
Setelah dibersihkan dan diolesi bahan sabun, pada ujung spigot yang satu
dipasang berturut-turut gelang penekan, gasket elastomer dan slongsong
(stradding ring), dan satunya lagi dipasangi gelang penekan dan gasket.

Setelah kedua ujung spigot dipertemukan pada posisi yang benar, semua
fitting distel dan dikunci dengan baut.

d. Sambungan beda Diameter (Vicking Johnson)


Berlaku untuk penyambungan 2 (dua) buah spigot dengan diameter berbeda.
Fitting penyambungannya berupa potongan pipa dengan kedua ujungnya
berbentuk spigot yang dipasang dengan panjang 1 m

Sambungan ini sama dengan sambungan Collar, hanya selongsongnya terdiri


dari 2 (dua) bagian yang dipasang pada spigot dengan pengunci baut.

e. Flange Adaptor
Berlaku untuk penyambungan flens dan spigot.
Setelah dibersihkan pada ujung spigot dipasang gelang penekan, gasket dan
selongsong. Ujung spigot dan flens ditemukan pada posisi yang tepat
kemudian semua fitting di stel dan dikunci dengan baut.

7) Sambungan Las

a. Umum
Pengelasan pada sambungan-sambungan untuk pipa baja harus sesuai
dengan persyaratan yang tercantum dalam PUBI - 1982 pasal 80 atau SII
0192 - 78 atau BS 5135.

Kerusakan pada lapisan pelindung dan lapisan dalam harus diperbaiki sampai
mendapat persetujuan dari Direksi.
Banyaknya pipa yang disambung dengan las sesuai dengan cara yang
dilaksanakan untuk meletakkan pipa dalam galian.

Spek.Tek-33
Syarat-syarat Teknik

Bila pengelasan dikerjakan di dalam galian, galian tersebut perlu diperlebar


secukupnya untuk memberikan ruang kerja yang cukup selama pengelasan
dikerjakan.
Bila pengelasan dilakukan di luar parit galian, maka jumlah pipa-pipa yang
dilas harus sedemikian rupa, sehingga terdapat suatu panjang tertentu dari
pipa yang dilas, dan cara penempatan pada posisi yang benar sehingga pada
waktu pengelasan dan penurunan pipa kedalam parit galian, pipa tidak
mengalami kerusakan. Dalam hal ini Rekanan terlebih dahulu harus meminta
persetujuan dari Direksi Proyek.

Pengelasan harus dilakukan sebanyak 3 (tiga) kali lapisan, sehingga


didapatkan hasil yang memuaskan.
Semua sambungan pipa yang sudah dilas harus di test. Pengetesan
dilaksanakan dengan cara radiographic atau dengan cara lain yang disetujui
Direksi Proyek.

b. Syarat dan Kualifikasi Tukang Las


Kontraktor harus menyerahkan pengalaman terakhir dan kualifikasi dari
tukang las yang diusulkan untuk disetujui Direksi. Tukang las tersebut harus
mempunyai pengalaman dan kualifikasi memadai.

Pengelasan harus dilakukan tenaga-tenaga yang berpengalaman dalam


bidangnya dan mempunyai sertifikat keahlian dalam bidang ini.
Bila Direksi Proyek meminta, maka sertifikat ini harus diberikan.

c. Kawat Las dan Mesin Las


Kawat las harus memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam BS 639 atau
yang setara yang mempunyai daya tarik yang lebih besar dari bahan dasar
pipa yang akan dilas. Kawat las yang dipergunakan untuk pipa baja adalah
jenis JIS z 3211 atau semutu dan disetujui Direksi Proyek.

Kawat las yang dipergunakan untuk pipa DCI dan DCI atau DCI dengan bahan
baja adalah jenis khusus untuk besi tuang dan dari jenis "CIA" atau semutu
dan disetujui Direksi Proyek.

Kawat las yang lembab tidak dapat dipakai dan kadar kelembaban harus
kurang dari 2,5% untuk kawat yang dapat memancarkan sinar (cahaya) dan
0,5% untuk kawat yang mengandung zat air yang rendah.

Mesin las harus dari jenis AC arc welding machine atau DC arc welding
machine dan disetujui oleh Direksi.

d. Pembersihan dan Perbaikan lapisan Pipa.


Setelah dilas lapisan bagian dalam (lining) dan luar (coating) pipa dipasang
kembali seperti semula dengan cara-cara menurut petunjuk dan
peraturan-peraturan pabrik pembuat pipa.

Untuk pipa baja diameter 500 mm ke bawah, pembersihan dan perbaikan


kembali hanya lapisan bagian luar (coating) saja.

e. Penyiapan Ujung Pipa


Pipa baja yang disiapkan untuk jembatan pipa sudah mempunyai ujung-ujung

Spek.Tek-34
Syarat-syarat Teknik

yang miring yang dipersiapkan di pabrik. Oleh karenanya, pembuatan ujung-


ujung yang miring di lapangan diperlukan dalam hal pipa dipotong.
Pembuatan kemiringan pada ujung-ujung yang dipotong harus dilaksanakan
sesuai dengan AWWA C 200-86.

f. Pengelasan
Sebelum pekerjaan pengelasan dimulai, permukaan yang miring tersebut
diatas harus dibersihkan dari semua kotoran, minyak dan karat-karat dengan
gerinda dan sikat kawat. Selama pekerjaan pengelasan berlangsung secara
terus menerus dari bawah sampai atas pipa, arus dan kecepatan putar dari
mesin las harus dijaga selallu tetap.

Selama pekerjaan dikerjakan di lapangan, Kontraktor harus melindungi dari


iklim seperti hujan, temperatur, kelembaban dan angin. Pekerjaan pengelasan
tidak boleh dikerjakan dalam kondisi seperti di atas tanpa adanya
perlindungan atau persetujuan dari Direksi.

g. Sambungan Las.
Semua sambungan las harus di cat dengan cat dasar anti karat synchromate
setara produksi ICI minimum 2 lapis, kemudian dicat akhir minimum 2 lapis
dengan cat besi yang tahan terhadap karat.
Pengelasan dalam galian dan harus mengikuti petunjuk Direksi.
Penyambungan dengan las harus dengan tipe "butt welding".

3.5. Pemasangan Katup, Accessories dan Fitting

1) Umum
Katup, fitting dan blind flange harus dipasang dan disambung pada pipa dengan
cara yang disebutkan pada pasal 5 untuk pembersihan, peletakan, dan
penyambungan pipa. Kontrator harus melengkapi semua komponen yang
diperlukan untuk konstruksi bak kaatup, termasuk tutup (cover).
Kontraktor harus menyediakan semua keperluan akan tenaga kerja, bahan dan
peralatan dan lain-lain yang diperlukan sesuai dengan keadaan lapangan, kecuali
apa yang disediakan Direksi, untuk pelaksanaan pemasangan katup-katup beserta
accessoriesnya seperti yang ditunjukkan dalam gambar dan/atau disebutklan
dalam spesifikasi ini.

Katup-katup harus dipasang pada lokasi yang ditunjukkan dalam gambar, kecuali
apabila situasi dan kondisi lapangan memerlukan pemindahan lokasi. Pemilihan
lokasi baru ditentukan oleh Direksi berdasarkan hasil survey dan pengukuran
Kontraktor. Atas perubahan tersebut di atas Kontraktor harus membuat gambar
kerja lengkap dengan program dan jadualnya untuk diserahkan dan untuk
mendapatkan persetujuan Direksi.

Kerusakan atau cacat yang timbul pada katup-katup beserta accessoriesnya


menjadi tanggung jawab Kontraktor, dan pembiayaan yang diperlukan untuk
perbaikan atau penggantian yang baru dibebankan atas beban biaya Kontraktor.

2) Katup Udara (Air Valve)


Air Valve yang akan dipasang pada pipa baja, pipa PVC dan pipa PE dilaksanakan
seperti tertera di dalam gambar.
Katup udara harus dipasang pada semua titik yang tinggi sesuai dengan gambar

Spek.Tek-35
Syarat-syarat Teknik

dan/atau yang ditentukan oleh Direksi.


Pipa baja untuk kedudukan air valve terlebih dahulu dibalut dengan plat baja,
setelah plat pembalut tersebut selesai dilas dengan pipa, baru valve dipasang.
Pada pembalut tersebut harus dibuat thread yang disetujui Direksi Proyek. Air
valve harus dibaut dan dikunci dengan sempurna pada plat pembalut pipa
sehingga kedap air.
Bagian dalam dari katup udara dicek sebelum dipasang dan bahan-bahan yang
terdapat di dalam harus dilindungi dengan dilepas terlebih dulu, bila ada dan
kedua permukaan bagian dalam dan pengapung harus dibersihkan.

3) Katup (Gate Valve dan Butterfly Valve)


a) Pemasangan.
Lokasi pemasangan valve dan valve box sesuai dengan gambar atau sesuai
petunjuk Direksi Proyek.
Cara-cara pemasangan katup harus mengikuti dan sesuai denga instruksi dan
petunjuk pabrik dan atas persetujuan Direksi. Pemasangan pipa, katup dan
accessorienya dilakukan setelah penecoran beton lantai bak kontrol, kecuali
apabila Direksi berpendapat lain. Sebagian pipa tertanam dalam dinding bak
kontrol.

Untuk menurunkan katup ke posisinya di dalam bak kontrol harus digunakan


katrol atau alat lain yang sesuai dan disetujui oleh Direksi. Pemasangan pada
posisi yang benar harus dilakukan secara cermat dan hati-hati, sedang katup
masih tetap menggantung pada katrol.
Penyambungan katup ke pipa harus dilakukan sesuai dengan spesifikasi dan
gambar atau instruksi dan petunjuk pabrik.

b) Surface Valve atau meter Box.


Surface valve box tidak boleh meneruskan goncangan atau tekanan kepada
valve jadi pemasangannya harus tepat dan lurus diatas valve.

Penutup dari box tingginya harus sama dengan permukaan jalan aspal/ tanah
yang ada, atau memenuhi level dan ketinggian yang ditentukan oleh Direksi
Proyek.

4) Pipa Penguras (Washout)


Pipa penguras harus dipasang lengkap pada semua titik/ujung yang rendah sesuai
dengan gambar dan/atau seperti yang didtunjukkan oleh Direksi.
Pipa pengurasan tidak boleh dihubungkan ke suatu riol, saluran benam atau
dipasang dengan cara lain yang dapat menyebabkan aliran kembali ke sistem
distribusi.

5) Bend dan Fitting


Sejauh memungkinkan, pipa harus dipasang lurus atau dengan lengkungan radius
yang besar. Bilaman perubahan arah yang mendadak tak dapat dihindari, maka
harus dipergunakan bend. Pemasangan bend dan fitting sepanjang rute pipa
sudah termasuk ke dalam pipa harga satuan untuk biaya pemasangan pipa.

6) Flens Buta
Pada semua ujung pipa yang direncanakan untuk perluasan jaringan di masa
mendatang (sambungan tunggu) harus dipasang flens buta dengan kuat pada
tempatnya. Pemasangan flens buta termasuk dalam harga satuan untuk biaya

Spek.Tek-36
Syarat-syarat Teknik

pemasangan pipa.

7) Strat Pot (Surface Box)


Body dari strat pot (surface box) harus dari cast iron dan dapat menahan beban
test 40 ton. Ukuran tutup kurang lebih 200 mm atau yang disetujui Direksi,
dengan kata 'PDAM' tercetak di atas tutupnya.
Pada lokasi yang ditentukan Direksi harus digunakan srat pot dengan tipe PAVA
box, dimana strat pot dapat dinaikkan ke atas untuk menghindari tertutup aspal
jika dilakukan pelapisan ulang oleh Dinas Pekerjaan Umum.

8) Expantion & Flexible Joint


Setiap pemasangan expansion dan flexible joint harus dipasang pada ketinggian
yang tepat.
Sebelum dipasang, Ujung-ujung flens ataupun ujung coupling dari sambungan
terlebih dahulu harus dibersihkan

3.6. Lapisan Pelindung

1) Umum
Semua pipa accessorienya telah diberi pelindung baik untuk bagian luar maupun
bagian dalam pipa. Lapis pelindung tersebut, yang karena cacat/rusak selama
dalam pengangkutan, penimbunan sementara, pemasangan, harus diperbaiki
dengan bahan yang sama dan cara-cara yang sesuai dengan instruksi dan
petunjuk pabrik. Biaya yang timbul untuk perbaikan lapis pelindung tersebut
menjadi beban biaya Kontraktor.

Pada lokasi yang ditunjukkan dalam gambar atau oleh Direksi, Kontraktor harus
memasang pelindung khusus untuk pipa dan fitting. Pelindungan tersebut adalah
sleeving polythylene, material anti korosi yang terdiri dari empat tahap untuk
sambungan yang menggunakan baut, mur dan ring seperti dijelaskan pada pasal
7.5.2.
Pada lokasi yang tidak disebut memerlukan pelindungan khusus, maka semua
baut, mur dan ring harus diberi lapisan bitumen dengan ketebalan 3 mm.
Pada semua lokasi tiap sambungan ulir GSP harus diberi pelindungan anti korosi
yang terdiri dari dua tahap seperti dijelaskan pada pasal 7.5.3.

2) Lapisan Pelindung Bagian Luar (Coating)


Baik pipa yang dipasang tertanam dalam tanah atau struktur, maupun yang
terpasang di atas tanah, diberi lapis pelindung yang sama.

Dari pabrik semua bagian luar pipa diberi lapisan luar zinc coating sesuai dengan
ISO 8179 yang diikuti dengan cat anti korosi bituminous sesuai dengan ISO 8179.
Lapisan pelindung yang cacat/rusak dan harus diperbaiki oleh Kontraktor harus
dikerjakan atas sepengetahuan dan sepersetujuan Direksi. Biaya yang diperlukan,
bahan dan upah dibebankan pada Kontraktor.

Cara perbaikan terhadap kerusakan coating, sepanjang tidak disebutkan lain oleh
instruksi dan petunjuk pabrik, harus dilakukan dengan persyaratan-persyaratan
dan ketentuan-ketentuan sebagai berikut :

Spek.Tek-37
Syarat-syarat Teknik

a. Permukaan Pipa
Bagian-bagian coating yang rusak harus dikupas/dibersihkan dengan blasting
(semprotan) pasir atau bahan lain yang disetujui Direksi, melebar sampai
tidak lebih dari 10 cm dari tepi bagian kerusakan. Sebelum lapisan coating
dilebarkan, permukaan pipa harus dijaga tetap bersih, kering dan bebas dari
karat, minyak, gemuk dan bahan-bahan lain yang dapat melekat pada
permukaan pipa.

b. Cat Anti Korosi


Zinc coating di atas harus diikuti dengan cat anti korosi bituminous coal tar
sesuai dengan ISO 8179. Ketebalan minimum adalah 70 mikron.

3) Lapisan Pelindung Bagian Dalam (Lining)


Lapisan pelindung yang digunakan adalah cement mortar lining dan diberi
semprotan furnace cement sesuai dengan ISO 4179-1985.

Perbaikan lapisan pelindung harus dilakukan oleh Kontraktor sesuai dengan


standar di atas. Biaya (bahan dan upah) yang diperlukan dibebankan pada
Kontraktor.

4) Material Anti Korosi


a) Umum
Semua material anti korosi harus digunakan sesuai petunjuk pabrik dan/atau
petunjuk Direksi.

b) Sambungan Mekanikal atau Sambungan Dengan Baut Mur dan Ring.


Sambungan yang menggunakan baut, mur dan ring harus dilindungi terhadap
korosi dengan menggunakan material anti korosi yaitu komponen primer yang
diikuti dengan mastic dan kemudian dibungkus dengan petrolatum tape.
Lapisan akhir menggunakan sleeving polyethylene atau self adhesive PVC
tape.

c) Sambungan Ulir
Sambungan dari pipa besi atau baja harus dilindungi terhadap korosi dengan
menggunakan material anti korosi yaitu komponen mastic dengan bahan
dasar petrolatum dan dibungkus dengan self advesive PVC tape.
Semua pelindung dimulai minimum 10 cm sebelum sambungan dan berakhir
minimum 10 cm sesudah sambungan dengan menggunakan komponen mastic
dan diselubungi oleh tape dengan overlap minimum 50%. Pada awal dan
akhir dari selubung tape harus overlap 100%.

5) Pengecatan dan Pelapisan


a) Umum
Semua pipa-pipa baja, fitting-fitting, sambungan-sambungan atau coupling-
coupling yang tampak sebagaimana dinyatakan dalam gambar harus dicat
yang sesuai dengan persyaratan-persyaratan yang ditetapkan dalam
spesifikasi ini.

Semua bahan-bahan cat yang digunakan harus dihasilkan dari satu pabrik
(merk). Selanjutnya, komposisi, petunjuk penggunaan, dan informasi lainnya
yang diperlukan oleh Direksi harus diberikan oleh pabrik untuk persetujuan

Spek.Tek-38
Syarat-syarat Teknik

Direksi. Warna-warna, bila tidak dinyatakan dengan jelas akan ditentukan


kemudian oleh Direksi.

1. Semua pipa baja yang terbuka terhadap udara, harus di beri dua lapisan
cat dasar setelah di permukaan pipa terlebih dahulu di bersihkan dan
sudah kering.

2. Semua bagian-bagian besi baja yang terdapat pada jembatan pipa


seperti pipe support, klem pipa, anchor dan lain-lain harus pula di beri
cat.

3. Semua sambungan pipa baja yang dilas, setelah selesai di las bagian
lapisan dalam dan luar harus di perbaiki kembali. Bagian pipa yang sudah
di perbaiki tersebut, harus dicat dasar anti karat synchromate setara
produksi ICI minimum 2 lapis dan dicat akhir dengan cat besi tahan karat
minimum 2 lapis.
Rekanan harus memberikan perhatian lebih besar pada pengaruh
pengkaratan terhadap pipa baja, terutama untuk pipa baja yang di
pasang di daerah dekat pantai atau saluran air.

b) Pelapisan Pipa-pipa Baja dan Fitting


Semua permukaan pipa-pipa baja dan fitting yang tampak di udara harus
diberikan 3 lapisan cat yang dilaksanakan di lapangan setelah pemasangan,
sebagai tambahan terhadap cat yang dikerjakan di bengkel.

Pengecatan di lapangan harus dilaksanakan setelah pembersihan dan


pengeringan terhadap cat yang dikerjakan di bengkel. Bila ditemui adanya cat
yang rusak sebelum pengecatan di lapangan, maka bagian yang rusak
tersebut harus diperbaiki atas petunjuk Direksi.

Pengecatan di lapangan tersebut harus dilakukan sesuai dengan cara-cara


berikut ini :

Lapisan pertama : Red lead atau lead, suboxide primer, total


ketebalan minimum dalam keadaan kering 50
mikron.

Lapisan kedua : Long oil alkyd resin, total ketebalan minimum


dalam keadaan kering 50 mikron.
Lapisan ketiga : Sama dengan lapisan kedua dengan ketebalan
25 mikron.

Lapisan cat pertama harus jenis cat anti-corrosive warna merah, klas 2 atau
cat lead suboxide anti-corrosive, klas 2. Cat lapisan pertama, kedua dan
ketiga harus dihasilkan oleh pabrik yang sama dengan cat yang dikerjakan di
bengkel.

3.7. Pengamanan Pipa

1) Pengamanan Pipa Expose


Pipa yang terpasang terbuka (exposed) pada jembatan-jembatan pipa atau
tempat-tempat lain seperti ditunjukkan dalam gambar atau ditentukan oleh

Spek.Tek-39
Syarat-syarat Teknik

Direksi, harus diberi sarana pengamanan.

Sarana yang diperlukan berupa kawat berduri yang dililitkan pada pipa-pipa dalam
bentuk spiral dengan jarak selang tidak boleh lebih dari 10 cm. Pemasangan kawat
berdrui harus kencang mengikat pagar tombak besi. Apabila ditentukan lain sarana
tersebut harus dari bahan yang ditentukan/disetujui oleh Direksi.

Pemasangan saran pengaman dilakukan setelah perbaikan lapis pelindungan pipa


selesai dikerjakan.

2) Pengamanan Pipa yang Tertanam


Pipa yang terpasang tertanam (buried) harus diberi sarana pengamanan berupa
pemasangan tanda dari patok beton bertulang pada tempat yang disetujui Direksi.
Patok-patok dipasang setelah pekerjaan pengujian tekanan dan pengurugan pipa
selesai dikerjakan dan diterima dengan baik oleh Direksi.
Patok-patok berukuran 20 cm x 20 cm setinggi 1,00 m dengan bagian yang
tertanam sedalam 90 cm. Pada bagian atas patok diberi tanda/kode dengan huruf
dan/atau angka sesuai dengan petunjuk Direksi. Tanda/kode dibuat dalam alur
dan kemudian diberi dengan warana merah atau hitam sesuai denga ketentuan
Direksi.

3) Sleeving (Selongsong)
Lokasi untuk pemasangan selongsong seperti yang ditunjukkan pada gambar atau
sesuai petunjuk Direksi. Selongsong ini terbuat dari bahan polyethylene yang
berbentuk lembaran (film) berwarna hitam dan sesuai ISO 8180. Selongsong ini
dipasang melilit di seputar permukaan pipa sebelum diturunkan ke dalam jalur
pemasangan pipa. Sleeving harus dipasang sesuai dengan petunjuk pabrik atau
petunjuk Direksi.

Apabila kondisi lapangan memerlukannya, diperbolehkan menggunakan


selongsong dengan lembaran rangkap. Lebar lembaran polyethylene tidak
mengikat, tergantung tersedianya ukuran di perdagangan / di pasaran.

Lembaran polyethylene yang akan digunakan tidak boleh berlubang-lubang, robek,


bocor atau cacat-cacat lain yang akan mengurangi kekuatan, ketahanan,
keawetan dan impermeabilitasnya. Bahan-bahan bekas, yang sudah dibersihkan
atau dibuat kelihatan seperti baru, tidak boleh digunakan.

4) Blok Angkur (Thrust Block)


Semua pergeseran/pergerakan jalur pipa yang akan terjadi harus dicegah dengan
memasang blok angkur beton. Kontraktor harus menyediakan dan
mengkonstruksikan semua blok angkur yang diperlukan. Blok angkur diberikan
pada seumua percabangan pipa, bend, reducer dan sebagainya serta harus
diletakkan sedemikian rupa untuk memudahkan pemindahan katup, fitting dan
lain-lain. Kwalitas beton harus sesuai sebagaimana ditentukan dalam gambar
seperti yang diuraikan dalam spesifikasi beton.

Blok angkur harus diantara fitting yang ditopang dan dinding parit yang belum
terganggu, beton harus dicor disekeliling fitting sedemikian rupa sehingga coupling
tidak tertutup atau terikat oleh cor-coran untuk memberikan fleksibilitas dan
memudahkan untuk perbaikan dan penggantian, bilamana diperlukan.

Spek.Tek-40
Syarat-syarat Teknik

Sebelum beton dicor, aspal cair dilapiskan pada bagian permukaan fitting diantara
beton dan fitting. Bilamana diperlukan, maka klem angkur harus dicor ke dalam
blok angkur. Klem ini harus disediakan oleh Kontraktor dan dimasukkan de dalam
harga satuan untuk blok angkur.

5) Perlindungan dari Beton


Jalur pipa yang berada di bawah kanal, rawa atau jalan sebagaimana ditunjukkan
dalam gambar harus ditutup/diselubingi dengan beton kelas K 175 di sepanjang
pipa tersebut, jika tidak ditentukan lain. Sebelum beton dicor, maka pipa dan
semua fitting harus dibungkus 2 kali dengan aspal cair.
Ketebalan dari pembungkus beton di sekeliling jalur pipa adalah seperempat dari
dameter pipa, tetapi sekurang-kurangnya 15 cm. Beton tersebut harus diberi
tulangan dengan perhitungan penulangan yang diperhitungkan oleh Kontraktor
dan disetujui oleh Direksi.

Bila jalur pipa melintas di bawah saluran/riol atau sarana lainnya, dan penutup
tanah tidak mencukupi serta pembungkusan dengan betontidak baik, maka suatu
palt beton bertulang harus dicor setebal 100 mm di atas puncak pipa tersebut. Plat
perata beban tersebut harus memiliki ketebalan 100 mm dengan lebar 3 x
diameter luas dari pipa Plat tersebut tidak boleh dicor sebelum tanah urugan
dipadatkan. Kelas beton yang dipergunakan sebagaimana dinyatakan dalam
gambar.

Apabila dalam gambar tidak dinyatakan dengan jelas maka harus dipergunakan
beton klas K-175.

3.11. Perbaikan Kembali.

Rekanan berkewajiban serta bertanggung jawab untuk perbaikan kembali seperti


keadaan/konstruksi semula (sebelum pemasangan pipa) dengan konstruksi dan kwalitas
yang minimal harus sama, untuk semua bangunan dan konstruksi lainnya yang rusak
oleh Rekanan akibat pelaksanaan pekerjaan pemasangan pipa, antara lain :

- Jalan hotmix harus kembali berhotmix


- Jalan aspal penetrasi harus kembali beraspal penetrasi
- Jalan batu harus kembali berbatu
- Trotoir beton/ paving stone harus kembali berbeton/paving stone
- Bidang tanah berumput/ tanaman-tanaman yang rusak harus kembali berumput/
tanaman-tanaman seperti semula.
- Dan lain-lain yang dijumpai selama pelaksanaan pekerjaan.

Biaya yang timbul akibat perbaikan ini adalah tanggung jawab Rekanan.

Setelah pemasangan pipa, sisa-sisa tanah/material bekas galian/urugan harus diangkut


dan dibuang ke tempat yang disetujui Direksi Proyek sehingga bersih/ rapi dan biaya
yang timbul untuk pekerjaan ini adalah tanggung jawab Rekanan.

Spek.Tek-41