Anda di halaman 1dari 7

c

c
c
cc
cc
c
c
5/21/2010
Caric͛s villa
Nama : I Made Rai wiguna
No : 26
Kelas : X4

Perlu diketahui :

Kata-kata gombal adalah kata yang tak mampu menggambarkan besarnya rasa cinta pengguna,

Atau sebagian pengguna rasa cintanya terlalu kecil untuk kata-kata ini.

Ku dapat darinya, dia tak pernah katakan tapi matanya mengajarkan segalanya.

Seperti cerita dan sebagian dari tulisanku yang terbaca aneh, karena rasa yang tertuang di cerita ini lebih
besar dari kata-katanya.

Awal diikuti akhir dan awal dari akhir dari awal ditutup akhir.

PERHATIAN :

MALAS MEMBACA DAPAT MENYEBABKAN KETERBELAKANGAN.


CERITA INI MENGANDUNG BERBAGAI KATA-KATA YANG
SEYOGYANYA DIMAAFKAN.

RAI 20 : 05 : 2010 : 2.00 AM


Seandainya bisa terulang kembali
saat pertama bertemu antara kau dan aku
kau sentuh jemari tanganku terbuai indahnya kata cinta terucap oleh mu.
Manis manis yang kurasa ku tak rela cintaku berakhir,
tak seperti diriku kini cintaku telah hilang.
Sayangnya kini aku tak mengerti begitu berat rasa ingin memelukmu
namun
kini aku hanya bisa mengingat kenangan akan dirimu.
Ku harap kau tau begitu besar rasa ingin bersama denganmu.
Setiap malam
aku selalu merenung
terbayang dapat menyentuh wajahmu.
Ingin
Inginku ulangi lagi rasa indah yang dulu pernah terasa
Cintai aku lagi
Seperti waktu itu.
Tak bisa kuhindari hati selalu merindu.
Tak mampu aku sendiri
Tanpa hadirmu, tanpa cintamu

Setahun jadian,

Sabtu 24 april 2010. Jam dinding menunjukkan pukul 18.40. Tak terasa sudah satu jam Icha,
perempuan cantik jelita yang berumur 21 tahun berdiri di depan cermin untuk memastikan baju yang
dia pakai sempurna. Tidak seperti biasanya, Icha betah berlama-lama menghabiskan waktu di depan
cermin. Namun, hari ini semuanya berubah karena merayakan satu tahun jadian dengan pacar, adalah
sesuatu yang belum pernah ia alami sebelumnya. Itu sebabnya ingin tampil beda di depan seseorang
yang sangat spesial. Apalagi seorang pacar yang mendapat pujian dari pasangannya, hal yang sangat
membanggakan tentunya.
Sekali lagi, Icha bercermin memastikan gaun hitam yang ia kenakan terlihat sempurna.
Rambutnya yang sebahu dibiarkan terurai. Sekarang ia mulai berdandan. Menaburkan bedak,
menggenakan maskara ( dengan kelilipan berkali-kali ), dan memakai lipstick ͞glossy͟ merah muda,
sambil Icha berpikir dalam hati,
͞kayak apa ya rasanya makan malam nanti?, setahun jadian ? iih seneng banget.
Aku belum pernah selama ini jadian sama cowok. Mungkin gak sih Rei ngajakin aku
Ketemu sama orang tuanya?, ma͙. Pa͙.. kenalin nih calon istri Rei͙.. orang yang
Akan Rei nikahi͙., Hahahaha.͟
Icha tersenyum memikirkan khayalannya. Ia menggenakan sepatu bertali minimalis dengan hak
7 cm yang sengaja ia beli minggu lalu bersama Rini teman akrabnya hanya untuk malam ini. Tak lama
terdengar suara bel rumah. Icha melirik jam dengan warna rose gold dipergelangan tangan kirinya, tepat
jam 7 malam.
͞cha͙ Rei jemput tuh͟. Terdengar suara ibu memanggilnya, ͞iya bu, sebentaar͟, Icha meraih tas
pesta warna merahnya dan bergegas menuju ruang tamu sambil berusaha tetap stabil diatas sepatu hak
tingginya.
͞mau kemana nih?͟ Tanya ibunya ketika Icha terlihat oleh mata ibunya di ruang tengah, ͞ jalan-
jalan sama Rei bu͟ sahut Icha. Senyum ibunya mengembang melihat Icha yang berjalan kaku seperti
robot dengan sepatunya.
͞ kamu cantik banget malam ini dan aku suka͟ ujar Rei sambil tersenyum begitu Icha muncul di
ruang tamu. Ia terlihat menyembunyikan sesuatu di balik punggungnya dengan tangan kirinya, ͞ ada
sesuatu untuk kamu cha, kuharap kamu suka͟ sambil memberikan sebuket bunga mawar putih dengan
pita ungu sebagai hiasannya. ͞ makasi, bagus banget Rei!͟ Icha langsung mencium bau bunga mawar
putih yang diberi Rei.
͞yuk kita pergi sekarang,͟ ajak Rei. Mereka kemudian berpamitan dengan orang tua Icha dan
berjalan ke arah mobil sport warna silver milik Rei. Rei menjalankan mobilnya dengan pelan. Sesaat
kemudian mobil silver Rei memasuki area parkir Room͛s Café. Terlihat beberapa mobil terpakir
memenuhi area parkir. Rei menggenggam tangan Icha dengan erat ketika memasuki café. Seorang
pelayan café mengantarkan Rei dan Icha ke sebuah meja yang telah dipesan Rei sebelumnya. ͞ cha aku
udah mesan makanan sebelumnya sambil aku mesan meja disini ͞ ujar Rei sambil merapikan tuxedo
hitam dengan motif naga di bagian tangan. ͞oh ya?, ͞ balas Icha, ͞ salad, cheese cake, dan hot chocolate
dengan tiga lapis coklat yang berbeda. Ya kan ?͟
͞bener banget͟ sahut Icha sembari tersenyum penuh cinta. ͞ kamu lebih suka jus jeruk iya
kan?͟, ͞ benar lagi, Rei kamu ini perhatian banget, makasi ya͟. Rei tertawa lebar, Icha memperhatikan
Rei dalam-dalam. Dalam hati Icha bergumam,
͞duh, ganteng banget sih cowokku pasti bisa aja bikin aku senyum-senyum gini, aku jadi cinta
mati ama dia. Dia adalah orang yang sempurna buat aku.͟. Mereka menikmati makan malam mereka
berdua sambil menikmati pemandangan kota dimalam hari.
͞Rei, makasi ya uda ngajak aku kesini, untuk ngerayain satu tahun jadian kita.͟ Ujar Icha sambil
menikmati hidangan penutup yang telah disediakan. ͞ tempat ini kan mahal͟.
͞gak apa-apa cha, aku emang uda berencana ngajak kamu kesini, kamu orang yang amat special
bagi aku dan gak terganti jadi aku harus ngajak kamu ke tempat yang spesial juga. ͞ ujar Rei diiringi
dengan tatapan mata yang lurus ke mata Icha ( dianggap mematikan ).
͞cha, sebenarnya aku mau ngomongin masalah sesuatu disini cha.͟. ͞ apa itu Rei?͟ Tanya Icha.
Dalam hati Icha berkata ͞ apa Rei mau ngasi aku kejutan lagi?, apa dia mau ngajak aku ketemu orang
tuanya?, apa dia langsung mau nikah ama aku?͟.
Rei lantas meraih kedua tangan Icha dengan erat ia pegang, terasa rasa hangat ketika itu oleh
Icha. ͞ aku pengen ngomong sesuatu yang penting ͞, Rei terdiam beberapa saat sebelum meneruskan
kata-katanya. Sekilas tercium bau bunga sedap malam yang terbawa angin.
͞cha, kamu tau kita sudah sama-sama dewasa, bentar lagi kamu uda wisuda. Dan sebelum kita
membicarakan tentang hal yang serius dalam hubungan kita, aku ͙͙͟. Tenggorokan Rei seperti tercekat
dan kering. Dalam hati Icha berpikir ͞kamu mau ngajak aku ketemu orang tuamu ya kan Rei?, sudah
pasti. Duh aku tegang banget͙., mau ketemu calon mertua di Bali͙., mesti gimana ya?, pake baju apa?,
ngomong apa ya?....͟
͞aku͙uh͙.͟
Rei terdiam beberapa saat, sepertinya Rei ingin memberi efek dramatis yang memang
keahliannya. ͞ aku apa Rei?͟ Tanya Icha tidak sabar. Detak jantungnya terasa lebih cepat. ͞ aku pengen
kita temenan aja͟ ucap Rei.

Putus.
͞putus maksudnya?͟
Icha mencoba menerjemahkan arti kata ͞aku pengen kita temenan aja͟ yang baru diucapkan
Rei.
Dalam hati Icha memberontak ͞ apa Rei?, kamu barusan minta putus ?, kamu pasti gak serius kan Rei?,
tapi kenapa dia gak ketawa, kok putusin aku ?, kok bukannya ngajak aku ke Bali buat ketemu
keluargamu sih Rei?, apa aku gak salah denger Rei ?, pasti ada yang salah ama telingaku͟.
͞uhmm, ya secara teknis kita sudah gak pacaran lagi cha, aku ingin tetap sebagai teman.͟ Ujar
Rei sembari menatap mata Icha dalam-dalam. ͞ kenapa Rei?, aku ingin tau kenapa kita temenan ?, Rei
jelasin ke aku Rei ?͟ Tanya Icha sembari menahan air mata yang menggenang di matanya.
Rei menarik nafas panjang. ͞uhmm͙, gimana ya jelasinnya ke kamu, aku takut kamu gak ngerti͟
mendengar Rei mengatakan hal itu Icha mengartikan Rei menganggapnya bodoh. ͞ gini cha, kita udah
sama-sama dewasa, udah harus mikir panjang͙͟, ͞ dan kamu bentar lagi akan wisuda͙.kerja, dan yang
pasti nikah. Aku ngerti banget sebagai perempuan kamu pasti nanya mau dibawa kemana hubungan kita
ini kan?͟.
Icha mengangguk ͞ dan intinya ?͟
͞ aku ngga mau cha, mempermainkan kamu lagi. Kamu adalah orang yang spesial bagiku͙..͟
͞ kalo memang aku orang yang spesial buat kamu, kenapa kamu putusin aku ?͟
͞ kalo aja kamu tau cha, ini gak gampang bagiku buat minta putus dari kamu͟
Kata-kata Rei mampu membuat mata Icha basah. Sedih, kesal, marah, dan kosong bercampur
jadi satu membungkus perasaan Icha saat ini. Mulut Icha bergetar, ia tak sanggup menahan air mata
yang makin lama menggenang. Hatinya berteriak menolak keputusan yang secara sepihak itu. Rasanya ia
terlalu lemah untuk menganggukan kepala, menerima keputusan itu.
Tanpa banyak bicara Rei langsung memeluk Icha erat, wajah Icha tenggelam dalam pelukan
sambil menangis kuat-kuat. Usai Rei mengantarkan Icha pulang, Icha terbaring lemas di tempat tidur
sambil menatap langit-langit.
͞aku pengen kita temenan aja͟, Icha mengulangi apa yang Rei katakan saat perayaan satu tahun
jadian mereka.
Dua hari kemudian
͞ ah jangan becanda kayak gitu dong cha͟ ujar Rini yang masih tak percaya mendengar Icha
membuat pengakuan bahwa hubungannya dengan Rei telah berakhir. Rini mengerutkan dahinya seperti
sedang memikirkan sesuatu.
͞ cha kenapa gak kamu ajak aja si Rei buat balikan lagi?͟ kata Rini sembari menjentikan jarinya.
͞aku?, ngajak Rei balik?͟. ͞iya, kenapa gak?, kan kamu masih sayang banget tuh ama dia. Kan di Negara
kita gak ada peraturan kalo si cewek ngajak balikan itu dilarang?͟
͞iya ya rin, kenapa gak?.͟ Bola mata Icha membesar seperti ada keyakinan baru. Icha melirik jam
tangan, jantungnya berdegup kencang. ͞ temenin aku yuk͟ ajak Icha pada Rini. ͞nemuin Rei?͟ Tanya
Rini, Icha mengangguk dengan cepat, ͞jam segini sih dia pasti masih ada di kampus͟ sambung Icha, ͞ya
udah, ayo cepetan kesana͟ tegas Rini. Icha dan Rini berjalan menuju garasi mobilnya Icha. Mobil jenis
sedan warna hitam milik Icha berjalan dengan cepat menuju kampus dimana Rei belajar. ͞ kamu yakin
Rei ada di kampus sekarang? ͞ Tanya Rini , ͞yakin banget!͟ ujar Icha dengan penuh keyakinan, ͞
biasanya dia sibuk hari senin, rabu, kamis ama jumat aja.͟. ͞gak kamu coba telfon dulu cha?͟,
͞Mm͙͙gak usah deh, biar jadi kejutan buat dia͟.
Lima menit kemudian ban mobil Icha pecah, ia benar-benar kesal. Kenapa justru disaat ada yang
genting selalu saja ada yang aneh-aneh muncul. Hari itu setiap detik terasa begitu berharga. Perasaanya
begitu meluap-luap untuk meyakinkan Rei untuk menjadi seseorang yang spesial baginya.
͞bete deh ih, kalo lagi buru-buru pasti ada aja yang menghambat͟ sungut Icha. Ia mengarahkan
mobilnya ke trotoar. ͞udah tenang aja, kamu untung bannya pecah deket tukang tambal ban, tuh ada
tukangnya͟ Rini mengomentari. 20 menit kemudian setelah ban mobil Icha diperbaiki Icha dan Rini
sampai di kampus UTS ( Universitas Tatang Sutarman ) jurusan manajemen perhotelan.
͞ eh aku pikir mending aku telfon Rei dulu deh.͟ Ketus Icha. Icha kemudian duduk dengan Rini di
sebuah bangku di area taman. Selagi Icha sibuk nelfon Rei, Rini sibuk memindai para mahasiswa yang
keluar dari gedung kampus UTS dan mengaggumi ketampanan para dosen dan mahasiswanya. Tiba-tiba
͞cha!....cha!...., arah jam 11 cha!, cepetan arah jam 11!!͟ Rini mengguncangkan bahu Icha dengan keras
memberi isyarat, Icha mengangkat bahu dan melihat ke arah jam 11 seperti isyarat Rini. Serasa disambar
petir, Icha tak percaya akan apa yang dia lihat. Dalam hatinya ia berujar ͞ Rei!! Arah jam 11!!,͟.
Rei berjalan bersama seorang perempuan berambut panjang sambil memeluk pundaknya dan
membelai rambutnya. Tampak mesra dan begitu hangat. Seketika handphone dalam genggaman Icha
jatuh. ͞ i....tu....r.....Rei?͟ ujar Icha dengan mulut menganga, sulit dipercaya.
Rei dan perempuan misterius itu duduk di sebuah bangku taman tak jauh dari Icha dan Rini. Area
taman bisa dibilang sepi berlebih suasana pada sore hari seperti ini. ͞ nunduk! Nunduk!͟ perintah Rini,
Icha menurut. Dua sahabat itu membungkuk di balik semak-semak sambil terus memandangi dengan
seksama si Rei dengan perempuan itu.
Rini mulai bertingkah layaknya detektif, melihat dengan seksama tanpa berkedip sedikitpun. Icha
meraih handphone dan mencoba menghubungi Rei. Rini masih sibuk meneruskan pengintaiannya.
͞ya....ya, Rei ngambil handphonenya cha, trus....trus dia berdiri ngejauhin si perempuan misterius itu.͟.
͞ halo?, Rei?͟ Nada suara Icha terdengar tegas.
͞eh....Icha, ada apa nelfon cha?͟
͞ngga ada apa, pengen tau kabar kamu aja͟
͞oh baik kok, baik-baik aja͟ ujar Rei seperti biasa dengan tenang.
͞mmm....baik-baik aja ya?͟ ketus Icha kesal
͞ aku lagi di himpunan nih, ntar malem aku telfon ya͟
-------KLIK--------
Mulut Icha menganga membentuk huruf o besar. ͞gila, dia langsung nutup telfonku sebelum
sempat ngomong.͟ Icha tercengang. ͞dia buru-buru gitu rin nutup telfonnya. Ngakunya lagi rapat di
himpunan͟.
͞huh rapat dimana? Di hongkong? Dasar kadal!͟ Rini geram melihat tingkah laku Rei kepada
sahabatnya. ͞ aku rasa Rei tuh udah selingkuh deh cha...sebelum dia mutusin kamu͟. Icha tidak
menjawab, tapi ada sebersit ragu tergambar di wajahnya.
͞coba kamu pikir deh cha, ada gitu orang yang dalam dua hari putus udah langsung sibuk ama
orang lain?, ga mungkin!͟. Icha terdiam mencoba mencerna apa yang dikatakan Rini. ͞teoriku sih dari
sebelum-sebelumnya ini Rei sudah deket ama si nenek sihir itu....selama ini Rei udah selingkuh cha!͟.
͞apalagi menurutmu Rei itu termasuk kategori cowok yang ga gampang deket sama cewek kan?͟ imbuh
Rini dengan gerakan tangan yang ke kanan dan ke kiri tanpa arti, ini sih emang kebiasaan si Rini.
͞pikir dong cha, kamu sabar ga sih selama ini dikadalin ama si Rei?͟
SELINGKUH!!!!!!!
͞Rei nybeliiiiiiiiiiiiin!!͟ maki Icha keras-keras.
͞Kadal no 1 di dunia͟ tambah Rini
͞ gila....jadi selama ini ....?, ya ampuuun...͟ tanpa sadar Icha mengepalkan tangannya kuat-kuat. Icha
geram luar biasa.
͞aku gak nyangka dia tega selingkuh rin....͟
Lama kelamaan mata Icha mulai berkaca-kaca karena begitu kesal sama Rei. ͞selama ini gak ada
tanda-tanda ke sana. Aku yakin dia setia-setia aja.͟ Icha keliatan sangat sedih. Padahal tujuannya datang
ke UTS ini adalah untuk meminta Rei kembali. Ternyata Rei sendiri memberinya ͚kejutan͛ lain.
͞buaya darat tuh orang!, beraninya macam-macam sama sahabatku͟ maki Rini. Tiba-tiba Icha
merasa dadanya sesak. Sadar ternyata selama ini Rei memiliki orang lain alias selingkuh. ͞ orang macem
Rei harus dikasih pelajara tuh.͟ Rini geram. ͞cha......udah deh. Mendingan sekarang kamu
turun....penasaran aku pengen liat ekspresi dia͟. Icha masih terlihat geram dan marah namun tetap
diam. ͞ Rei bener-bener harus dikasi pelajaran cha, udah datengin aja tuh kadal mumpung ketauan lagi
berduaan ama si nenek sihir. Labrak dong....seenaknya aja mutusin kamu.... Rei..Rei sinting banget sih lu
jadi orang.͟
͞heh kkok bengong?, buruan sana langsung labrak, dari tadi aku tahan tapi sekarang aku uda gak
tahan ama dia!͟ Icha kembali membayangkan Rei sedang bermesra-mesraan ria dengan si nenek sihir
itu.
͞orang kayak gitu emang pantes dihajar cha, dia ga inget apa kalo kamu punya sabuk hitam
taekwondo.͟. pandangan Icha masih terfokus pada Rei dan si perempuan misteri yang disebut nenek
sihir oleh Rini itu. Harapan untuk mengajak Rei untuk kembali menjadi pacarnya pupus sudah. Rasa
sayang yang masih menggunung dan mengharap Rei kembali kini runtuh, berubah menjadi rasa benci
yang amat sangat.
Seperti saat ini, Icha yang sangat perih, marah dan sedih dengan apa yang sedang dilihatnya.
Tenyata apa yang dikatakan Rei di malam saat dia memutuskan Icha hanya alasan yang dibuat-buat.
Setiap detik, hari, setiap nafas menyanyangi Rei....kini terasa sia-sia. Icha berpikir panjang. Melabrak Rei
adalah satu-satunya hal yang dia ingin lakukan pada saat ini.
Tanpa banyak cingcong Icha langsung nyamperin Rei di taman kampus UTS. ͞ heh....cha
tungguin aku dong cha.͟ Gerutu Rini.
͞Rei.....!!!!!͟
͞ini kamu bilang lagi rapat di himpunan?͟
͞aku ga nyangka Rei kamu tega mutusin aku, jujur aja deh Rei....kamu selingkuh kan?͟
Rei tetep tenang tanpa ekspresi dan ngga ngerespon apa-apa
͞Rei aku mohon penjelasan dari kamu͟
͞oke cha... aku lebih sayang sama Junisa, maaf ya cha͟
͞tapi kenapa Rei?͟
͞kenapa kamu gak jujur ama aku Rei?͟
͟aku kecewa ama kamu Rei, makasi ya Rei uda temenin aku selama ini͟
Seketika tangan dan kaki Icha lemes. Icha dan Rini pergi meninggalkan Rei dengan si nenek sihir.
Sesampainya di dalam mobil, Icha memutar kunci dan tancap gas, mereka meninggalkan area taman
kampus dengan kecepatan tinggi. ͞ cha yang sabar ya, masih banyak cowok di luar sana yang lebih baik
cha.͟. Berselang sekian bulan, dan sekian hari, Icha dapat melupakan sedikit demi sedikit luka lama.
Pada akhirnya Icha bisa dengan tenang melanjutkan hidupnya dan tentunya mencari jodoh kembali.

mmmmmm mmmmmm