Anda di halaman 1dari 31

ABSTRAK

Telah dilakukan penelitian yang berjudul “Penentuan Kadar Kalsium (Ca)


dan Klor (Cl) pada Depot Air Isi Ulang di Kota Banda Aceh” yang bertujuan
untuk mengetahui berapa banyak kadar kalsium dan khlorida pada air isi ulang
tersebut. Penelitian ini dilakukan di laboratorium Akademi Analis Kesehatan (AAK)
Banda Aceh. Sampel yang digunakan diambil secara acak yang masing-masing
berada pada 5 depot air isi ulang di tempat yang berbeda yaitu di Ulee Kareeng,
Kelurahan Keramat, Simpang Surabaya, Keutapang, dan Darussalam.
Penentuan kadar chloride dilakukan secara Argentometri dengan metode
Morh yaitu diambil 50 ml sampel air lalu dititrasi dengan AgNO 3 0,102 M. Dan
penentuan kadar kalsium dilakukan secara Klompeksometri yaitu diambil 50 ml
sampel air lalu dititrasi dengan Na2EDTA 0,01 M. Berdasarkan hasil penelitian
diperoleh kadar khlorida di depot yang terdapat di Ulee Kareeng sebanyak 67,35
mg/I, Keutapang sebanyak 28,97 mg/I, Kelurahan Keramat sebanyak 26,07 mg/I,
Simpang Surabaya sebanyak 2,17 mg/I, dan Darussalam sebanyak 28,97 mg/I. Dan
hasil penelitian diperoleh kadar kalsium di depot yang terdapat di ulee kareeng
sebanyak 0,4 mg/I, Keutapang sebanyak 0,5 mg/I, Kelurahan Keramat sebanyak 0,55
mg/I, Simpang Surabaya sebanyak 0,15 mg/I, dan Darussalam sebanyak 0,2 mg/I.
Dari hasil penelitian tersebut ternyata kadar khlorida dan kalsium dalam air isi ulang
di kota Banda Aceh tidak memenuhi syarat kesehatan yang diperbolehkan menurut
Permenkes.

1
KATA PENGANTAR

Syukur alhamdulillah, segala puji dan syukur kehadirat Allah SWT, karena
berkat rahmat dan karunia-Nya penulis telah dapat menyelesaikan karya tulis ilmiah
ini berjudul “Penentuan Kadar Kalsium (Ca) dan Klor (Cl) pada Depot Air Isi
Ulang di Kota Banda Aceh” dapat terselesaikan tanpa ada hambatan. Salawat dan
salam penulis sanjungkan ke pangkuan Nabi besar Muhammad SAW yang telah
membawa manusia dari kehidupan Jahiliyyah menuju kehidupan Islamiyah yang
penuh dengan ilmu pengetahuan.
Karya Tulis Ilmiah ini disusun untuk mengetahui kadar kalsium dan klor di
kota Banda Aceh. Dalam penyelesaian Karya Tulis Ilmiah berdasarkaN literatur dan
buku-buku serta sumber-sumber lain yang berhubungan dengan Karya Tulis Ilmiah
ini. Sungguhpun demikian, Karya Tulis Ilmiah ini masih jauh dari kesempurnaan,
baik itu karena keterbatasan ilmu, pengalaman maupun sumber-sumber
keperpustakaan yang di dapat.
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan Karya Tulis Ilmiah ini masih
banyak kekurangan. Hal ini disebabkan karena kesulitan dan hambatan, namun
dengan adanya dorongan dan bantuan dari berbagai pihak sehingga penulisan Karya
Tulis Ilmiah ini terwujud. Oleh karena itu kritik dan saran pembaca sangat penulis
harapkan demi kesempurnaan Karya Tulis Ilmiah ini.

2
DAFTAR ISI

ABSTRAK ..........................................................................................................
KATA PENGANTAR .........................................................................................
DAFTAR ISI .......................................................................................................
DAFTAR TABEL ...............................................................................................
DAFTAR LAMPIRAN .......................................................................................
BAB I PENDAHULUAN
1. Latar Belakang .......................................................................
2. Rumusan Masalah .................................................................
3. Hipotesis penelitian ...............................................................
4. Tujuan Penelitian ...................................................................
5. Manfaat Penelitian .................................................................

BAB II TINJAUAN KEPUSTAKAAN


1. Pengertian Air ................................................................................
2. Manfaat dan Fungsi Air .................................................................
3. Sifat-Sifat Air ................................................................................
4. Syarat-Syarat Air Minum ..............................................................
4.1 Persyaratan Fisik ................................................................
4.2 Persyaratn Kimia ................................................................
4.3 Persyaratan Mikrobiologis ..................................................
4.4 Persyaratan Radioaktif ........................................................
5. Penentuan Kadar Air .....................................................................
6. Kalsium dan Khloride serta peranannya ........................................
6.1 Kalsium dan Peranannya ....................................................
6.2 Khloride dan Peranannya ..................................................
6.2.1 Macam-macam Khloride ........................................
7. Argentometri ..............................................................................

3
8. Kompleksometri ............................................................................

BAB III METODOLOGI PENELITIAN


1. Tempat dan Waktu Penelitian .......................................................
2. Populasi dan Sampel ......................................................................
3. Metode Penelitian ..........................................................................
4. Teknik Pengumpulan data .............................................................
5. Alat dan Reagensia ........................................................................
5.1 Alat-alat ..............................................................................
5.2 Reagensia ............................................................................
6. Prosedur Penelitian ........................................................................
6.1 Prosedur Penelitian Khloride ..............................................
6.2 Prosedur Penelitian Kalsium ..............................................
6.3 Penetapan Kadar Khloride sampel .....................................
6.4 Penetapan Kadar Kalsium sapel .........................................
6.5 Perhitungan .........................................................................
7. Analisis Data .................................................................................

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN


1. Hasil Penelitian ..............................................................................
2. Pengujian Hipotesa dan Pembahasan ............................................

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN


1. Kesimpulan ....................................................................................
2. Saran-saran ....................................................................................
DAFTAR PERPUSTAKAAN .............................................................................

4
DAFTAR TABEL

Tabel 1: Data hasil titrasi sampel untuk mengetahui kadar Khlorida (Cl) yang terdapat
di depot-depot di kota Banda Aceh
Tabel 2: Data hasil titrasi sampel untuk mengetahui kadar Kalsium (Ca) yang terdapat
di depot-depot di kota Banda Aceh

5
BAB I
PENDAHULUAN

1. Latar belakang masalah


Air merupakan suatu zat yang sangat mempengaruhi manusia. Air digunakan
untuk berbagai keperluan, salah satunya untuk air minum. Sekitar ¾ dari permukaan
bumi ini meliputi air. Air untuk minum idealnya tidak mengandung bakteri patogen.
Adapun air yang baik dan tidak membahayakan bagi kesehatan manusia harus
memenuhi syarat-syarat kualitas tertentu. Berbagai dampak yang ditimbulkan oleh air
yang tidak memenuhi syarat kesehatan antara lain terhadap sistem pencernaan
manusia.
Pada era globalisasi sekarang ini, sudah banyak terdapat depot-depot air isi
ulang. Hal ini di sebabkan karena semakin banyaknya masyarakat yang
mengkonsumsi air isi ulang dari pada air yang dimasak sendiri. Karena air isi ulang
lebih praktis dari pada air yang dimasak sendiri. Tetapi praktis bukanlah jalan yang
baik apabila kualitas air tidak memenuhi syarat kesehatan.
Air isi ulang adalah air yang telah mengalami proses pengolahan oleh manusia
dari sumber air yang terdapat di daerah tersebut. Sumber-sumber air tersebut berasal
dari alam. Seperti sungai, gunung, danau, sumur dan sebagainya. Kemudian air
tersebut diolah sebaik mungkin sehingga dapat dikonsumsi bagi masyarakat luas. Air
isi ulang yang baik dikonsumsi bagi masyarakat yaitu air yang memenuhi syarat
kesehatan yang telah ditentukan. Di dalam air isi ulang, terdapat beberapa zat,
diantaranya kalsium (Ca) dan khlorida (Cl). Kadar kalsium (Ca) yang sesuai dengan
syarat kesehatan menurut Permenkes batas minimumnya 75 mg/L dan batas
maksimumnya 200 mg/L.
Dan kadar khlorida (Cl) yang sesuai dengan syarat kesehatan yaitu 0,01ppm. Apabila
lewat dari kadar yang telah ditentukan maka akan menimbulkan kerusakan pada
sistem pencernaan dan iritasi pada lambung.

6
Begitu juga halnya dengan masyarakat kota Banda Aceh, masyarakat di kota
ini juga banyak mengkonsumsi air isi ulang, karena telah banyaknya air sumur yang
tercemar akibat tsunami 2 tahun silam. Depot air pun berkembang begitu pesat,
bagaikan jamur dimusim hujan. Seperti di daerah Ulee kareng, Keutapang, Neusu,
Darussalam, Kp.keramat, Lamlagang dan beberapa tempat lainnya. Berdasarkan
uraian di atas kami tertarik melakukan penelitian tentang air isi ulang dengan judul
”Penentuan kadar kalsium (Ca) dan khlorin (Cl) pada air isi ulang yang
terdapat di kota Banda Aceh”

2. Rumusan masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka yang menjadi rumusan masalah adalah:
Apakah kadar kalsium (Ca) dan khlorin (Cl) pada air isi ulang sudah memenuhi
standar kesehatan?

3. Hipotesis Penelitian
Air isi ulang di kota Banda Aceh tidak memenuhi standar kesehatan.

4. Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar kalsium (Ca) dan khlorin (Cl)
pada air isi ulang yang terdapat di kota Banda Aceh.

5. Manfaat Penelitian
Penelitian ini di harapkan dapat bermanfaat untuk menambah pengetahuan
dan wawasan serta menjadi proses pengaplikasian dan pegembangan ilmu yang telah
di tempuh, juga sebagai bahan informasi bagi masyarakat Banda Aceh agar
mewaspadai banyaknya kadar kalsium (Ca) dan khlorin (Cl) pada air isi ulang yang
mereka konsumsi, sehingga dapat mengganggu kesehatan.

7
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

1. Pengertian air
Air adalah materi esensial didalam kehidupan. Pengertian air adalah suatu zat
yang sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup dipermukaan bumi ini, baik itu manusia,
hewan maupun tumbuh-tumbuhan untuk kelangsungan hidupnya. Khususnya bagi
manusia kebutuhan air sehat terlindungi telah merupakan kebutuhan pokok sehari-
hari, salah satunya untuk minum. Peran air dalam tubuh sangat penting, karena tubuh
manusia terdiri atas 75% air. Apabila kita terdehidrasi maka tubuh akan mengatur
kembali pembagian airnya sesuai dengan jumlah air yang tersedia, dan apabila air
yang tersedia dalam tubuh sedikit maka pembagian air dalam tubuh akan sedikit pula.
Itu akan mengakibatkan tubuh kita kurang bertenaga. Maka kita dianjurkan untuk
mengkonsumsi air minimal 8 gelas sehari.
Air adalah benda yang paling banyak tersebar secara melimpah dalam alam
ini dan terdapat dalam keadaan bebas maupun dalam keadaan terikat dengan
persenyawa kimia. Keadaan air semuanya sebenarnya sama akan tetapi akan berubah
dari mulai keadaan tempat maupun pengolahannya.
Air yang dapat diminum diartikan sebagai air yang bebas dari bakteri yang
berbahaya dan ketidakmurnian secara kimiawi. Air minum harus bersih dan jernih,
tidak bewarna dan tidak berbau, sehinggan tidak mengandung bahan tersuspensi atau
kekeruhan.
Mineral merupakan suatu zat yang barada di lingkungan asam. Mineral
tersebut adalah seng (Zn), kromium (Cr), magnesium (Mg), mangan (Mn), selenium
(Se), besi (Fe), tembaga (Cu), dan molybdenum (Mo). Tetapi mineral yang di
butuhkan tubuh dalam jumlah besar adalah natrium (Na), kalium (K), kalsium (Ca),
dan magnesium (Mg).

8
2. Manfaat dan Fungsi Air
Air sangat besar manfaatnya dalam kehidupan ini. Seluruh metabolisme tubuh
makhluk hidup tidak mungkin berlangsung tanpa adanya air. Beberapa manfaat air
antara lain untuk: proses pencernaan, metabolisme, mengangkut zat-zat makanan
dalam tubuh mengatur keseimbangan suhu tubuh, dan menjaga jangan sampai tubuh
kekeringan. Apabila tubuh kehilangan banyak air, maka akan mengakibatkan
dehidrasi. dan fungsi air dalam tubuh antara lain:
• Sebagai bahan yang mengisi ruang-ruang kosong di dalam tubuh
• Sebagai sarana transportasi untuk peredaran sel-sel darah
• Sebagai pelarut bahan-bahan yang melarut di dalamnya, termasuk
oksigen
• Sebagai perekat yang mengikat bahan-bahan padat sel
• Sebagai pusat pengatur keseimbangan energi dan osmotic di tubuh

3. Sifat-Sifat Air.
Sifat-sifat air antara lain:
a. 2 atom H dan 1 atom O yang diikat oleh ikatan kovalen.
b. Pada suhu biasa air merupakan benda cair yang tidak berbau dan
berasa.
c. Air dapat membaku pada suhu 0 0C dan mendidih pada suhu 100 0C
d. Air tidak akan mengalir melalui tanah liat atau batuan yang padat.
e. Air mengalir secara lambat melalui pasir dan dapat mendorong pasir
bersamanya.

4. Syarat-Syarat Air Minum


Persyaratan air minum sebaiknya memenuhi persyaratan secara fisik,kimia,
mikrobiologi, dan radioaktif.
4.1 Persyaratan Fisik

9
Air yang berkualitas baik harus memenuhi persyaratan fisik seperti
berikut: jernih atau tidak keruh, tidak berwarna, rasanya tawar, tidak berbau,
temperaturnya normal,dan tidak mengandung padatan (Kuesnaedi, 1998:3)
4.2 Pesyaratan kimia
Menurut Kusnaedi (1998:5) air tergolong baik bila memenuhi persyaratan
sebagai berikut : Ph netral, tidak mengandung bahan bahan kimia beracun tidak
mengandung garam atau ion-ion logam, kesadahan rendah, dan tidak mengandung
bahan-bahan organik.
4.3 Persyaratan Mikrobiologis
Persyaratan mikrobiologis yang harus dimiliki oleh air minum adalah : air
minum tidak boleh mengandung bakteri-bakteri penyakit (pathogen) sama sekali dan
tidak boleh mengandung golongan coli melebihi batas-batas yang telah ditentukan
(Sutrisno, 1991: 230)
Sedangkan Kusnaedi (1998:6) menyatakan bahwa persyaratan
mikrobiologi yang harus dipenuhi air minum adalah: air tidak boleh mengandung
bakteri pathogen dan bakteri non pathogen.
4.4 Persyaratan Radioaktif
Menurut PerMenKes persyaratn radioaktif untuk air minum adalah: sinar
alfa maksimum yang diperbolehkan 10-9 µ
c/ml sinar beta maksimum yang
diperbolehkan 10-8 µ c/ml.

5. Penentuan Kadar Air


Penetapan kandungan air dapat dilakukan dengan beberapa cara. Hal ini
tergantung pada sifat bahannya. Pada umumnya penentuan kadar air dilakukan
dengan dengan mengeringkan bahan dalam oven pada suhu 105ºC-110ºC selama 3
jam atau sampai didapat berat yang konstan.
Penentuan kadar air dari bahan-bahan yang kadar airnya tinggi dan
mengandung senyawa-senyawa yang mudah menguap (volatile) seperti sayuran dan

10
susu, menggunakan cara destilasi dengan pelarut tertentu misalnya toluene, xilol, dan
heptana ang berat jenisnya lebih rendah daripada air.
Untuk bahan dengan kadar gula tinggi, kadar airnya dapat diukur dengan
menggunakan refraktometer.

6. Kalsium dan Khloride serta Perananya


6.1 Kalsium dan Peranannya
Adanya ion kalsium (Ca) di dalam air akan mengakibatkan sifat
kesadahan terhadap air tersebut.
Kalsium merupakan sebagian dari komponen yang merupakan penyebab
dari kesadahan. Sedangkan efek ekonomis maupun terhadap kesehatan yang
ditimbulkan oleh kesadahan yakni berupa timbulnya lapisan kerak pada ketel-ketel
pemanasan air, pada perpipaan dan juga penurunannya efektifitas dari kerja sabun.
Selain itu adanya Ca di dalam air adalah sangat dibutuhkan untuk dapat memenuhi
kebutuhan akan unsur tersebut.
Peranan Kalsium dalam tubuh pada umumnya dapat dibagi 2 yaitu dapat
membantu membentuk tulang dan gigi dan mengukur proses biologis dalam tubuh.
Keperluan kalsium terbesar pada waktu pertumbuhan, tetapi juga keperluan-
keperluan kalsium masih diteruskan meskipun sudah mencapai usia dewasa. Pada
pembentukan tulang, bila tulang baru dibentuk maka tulang yang lama dihancurkan
secara simultan.
Kalsium yang berada dalam sirkulasi darah dan jaringan tubuh
berperan dalam berbagai kegiatan, diantaranya untuk transmisi impuls saraf,
kontraksi otot, penggumpalan darah, pengaturan perneabilitas membran sel, serta
keaktifan enzim.
Penelitian yang dilakukan dengan kalsium radioaktif menunjukkan bahwa
tulang secara terus menerus dibentuk dan dirombak secara simultan. Diperkirakan
sekitar 20% kalsium tulang orang dewasa diserap dan diganti lagi setiap tahun.

11
Keperluan kalsium dalam tubuh biasanya dihitung dengan keseimbangan
kalsium, kira-kira sama dengan yang digunakan untuk menghitung keseimbangan
nitrogen. Orang dewasa memerlukan 700 mg (0,7 g) kalsium perhari. Menurut Widya
Karya Nasional Pangan dan Gizi (1978) konsumsi yang dianjurkan untuk anak di
bawah 10 tahun sebanyak 0,5 g perorang perhari dan dewasa 0,5-0,7 g perorang
perhari.
Kekurangan unsur kalsium dalam persediaannya didalam tubuh dapat
menimbulkan:
a Karies dentis atau kerusakan pada gigi
b Pertumbuhan tulang menjadi tidak sempurna dan dapat
menimbulkan rakhitis
c Apabila bagian tubuh terluka maka darah akan sukar
membeku, pengeluaran darah akibatnya bertambah
d Terjadinya kekejangan pada otot.
Untuk menghindari efek yang tidak diinginkan akibat dari terlalu rendah atau
terlalu tingginya kadar Ca dalam air minum, ditetapkanlah standar persyaratan
kosentrasi Ca sebagai mana yang ditetapkan oleh Dep. Kes R.I sebesar 75 – 200 mg/l.
Standar yang telah ditetapkan oleh WHO inter-regional water study-group adalah
sebesar 75 – 150 mg/l.
Konsentrasi Ca dalam air minum yang lebih rendah dari 75 mg/l dapat
menyebabkan penyakit tulang rapuh, sedangkan kosentrasi yang lebih tinggi dari 200
mg/l dapat menyebabkan korosifias pada pipa-pipa air.
Gejala kekurangan kalsium termasuk tetani, gangguan otot dan saraf atau
gagal ginjal. Dan apabila kekurangan kalsium akan menyebabkan penyakit rachitis
pada anak-anak dan osteomalaisia pada orang dewasa. Ssebab utama osteomalasia
adalah kekurangan vitamin D. Gejala pada osteomalasia yaitu tulang menjadi lunak
karena matriksnya kekurangan kalsium.

12
Di samping berparan dalam proses penggumpalan darah,kalsium diperlukan
juga dalam proses penyerapan vitamin B12 serta barmanfaat dalam struktur dan fungsi
dari sel membran.
Penyerapan kalsium sangat bervariasi tergantung umur dan kndisi badan. Pada
waktu kanak-kanak atau waktu pertumbuhan, sekitar 50 - 70% kalsium yang dicerna
diserap, tetapi waktu dewasa hanya sekitar 10 - 40% yang diserap. Karena garam
kalsium lebih larut dalam asam, maka penyerapan kalsium terjadi pada bagian atas
usus kecil, tepat setelah lambung.
Beberapa faktor yang dapat menghalangi penyerapan kalsium adalah adanya
zat organik yang dapat bergabung dengan kalsium dan membentuk garam yang tidak
larut. Contoh dari senyawa tersebut adalam asam oksalat dan asam fitat.
6.2 Khloride dan peranannya
Khloride adalah salah satu unsur halogen dan merupakan halogen yang paling
banyak di produksi. Chlorida dalam bentuk ion Cl- adalah salah satu ion anorganik
yang paling banyak terkandung dalam air. Chlor dan persenyawaannya merupakan
salah satu desinfektan yang paling luas kegunaannya.
Klorida dalam air mula-mula berasal dari sumber alamiah, limbah air kotor
dan limbah industri, run off di perkotaan yang mengandung garam “de_icing”, dan
intrusi air laut. Sumber utama pemajaman klorida pada manusia adalah dari
penambahan garam pada makanan, dan masukan terbanyak berasal dari air minum.
Kadar klorida yang berlebihan dapat meningkatkan korosi logam pada system
distribusi, tergantung pada alkalinitas air. Hal ini dapat menyebabkan kenaikan kadar
logam pada penyediaan air. Nilai persyaratan untuk klorida dalam air minum
ditetapkan sebesar 250 mg/I tidak berdasarkan kesehatan. Kadar klorida lebih dari
250 mg/I menyebabkan terditeksinya rasa dalam air. Dari segi penerimaan
masyarakat tingginya kadar klorida yang menimbulkan rasa yang tidak diinginkan,
tergantung dari ikatannya dengan kation dan dengan kisaran antara 200-300 mg/I
untuk natrium, kalium dan kalsiumklorida. Konsumen air akan menjadi terbiasa pada
kadar yang melebihi 250 mg/I.

13
Kadar Chloride yang paling tinggi dalam air minum dapat memberikan
dampak negatif bagi kesehatan manusia, diantara nya mengganggu system pernafasan
dan selaput mata serta menyebabkan kerusakan paru-paru, sedangkan bagi air minum
itu sendiri akan menimbulkan rasa dan bau.
Selain sebagai desinfektan dalam air minum, chloride juga digunakan antara
lain: pemutih pada industri PULP (kertas) dan tekstil. Natrium klorida (NaCl) adalah
senyawa chloride yang paling banyak kegunaannya, terutama sebagai garam dapur,
untuk membuat chloride dan NaOH, mengawetkan berbagai jenis makanan.
Hydrogen Chlorida (HCl) adalah asam halide yang paling banyak diproduksi. Asam
ini terutama di gunakan untuk membersihkan permukaan logam dari karatpada
elektroplatin. Kegunaan lainnya adalah untuk menetralkan sifat basa pada berbagai
proses.
6.2.1 Macam-macam Khloride
1. Anorganik chloramine
Seperti yang telah disebutkan di atas, klorida terbentu karena adanya amonia
di dalam air chloramine kurang efektif sebagai desinfektan bila dibandingkan dengan
chlorine, tetapi bersifat lebih stabil sehingga residualnya lebih persisten.
NH3 + HOCl = = > NH2Cl + H2O
Pembentukan jenis chloramines tergantung pada pH dan perbandingan jumlah
NH3 dengan HOCl.

2. Organik chloramines
R – NH2 – HOCl = = > R – NHCl + hoh
Reaksi yang terjadi agak lambat tetapi hasilnya stabil, sehingga residualnya
tetap ada setelah beberapa jam. Kemampuan desinfektannya di kolam renang.
Keduanya mempunyai efektivitas yang sama dengan chlorine.

3. Natrium dan kalsium hypochlorite

14
Natrium dan kalsium hypochlorite banyak digunakan sebagai desinfektan di
kolam renang. Keduanya mempunyai efektivitas yang sama dengan chlorine.
Natrium hypochlorite : NaOCl ==> Na+ + OCl –
OCl+ ==> HOCl + 2 OCl
Kalsium hypochlorite : CaCl ==> Ca2+ + 2 OCl
2 OCl + H2O + 2 OH
Bentuk desinfektan yang ditambahkan, akan mempengaruhi kualitas air yang
didesinfeksi. Penambahan chlorine dalam bentuk gas akan menyebabkan turunnya pH
air, karena terjadi pembentukan asam kuat. Akan tetapi penambahan chlorine dalam
bentuk natrium hypochlorite akan menaikkan alkanitas air tersebut, sehingga pH akan
lebih besar.

4. Chlorine dioksida
Sejak tahun 1944 chlorine dioksida (ClO2) sudah digunakan dalam proses
pengolahan air bersih, untuk menghilangkan rasa dan bau akibat adanya phenol.
Selain menghilangkan rasa dan bau ClO2 digunakan pula untuk menghilangkan zat
(Fe), mangan (Mn), serta sebagai desinfektan dan mencegah adanya algae. Chlorine
dioksida bereaksi dengan berbagai jenis zat organic dan anorganik, tetapi tidak
membentuk THM (Trihal Menthane). Proses pembuatan ClO2 ada 3 cara, yaitu
dengan mereaksikan natrium chlorate (NaClO3) dengan sulfur dioksida (SO2),
methanol (CH3OH) serta ion chloride (Cl).
a. 2 NAClO3 + H2SO4 + SO2 → 2 ClO2 + NaHSO4
b. 2 NaClO3 + CH3OH + H2SO4 → 2 ClO2 + HCHO + Na2SO4 + H2O

c. NaClO3 + NaCl + H2SO4 → ClO2 + 1


2 Cl2 + Na2SO4 + H2O
Selain ketiga cara tersebut, chlorine oksida dapat dibuat dengan mereaksikan
chlorine natrium chlorite.
Cl2 + H2O → HOCl + HCl
HOCl + HCl + 2 NaClO2 → 2 ClO2 + 2 NaCl + H2O

15
Kemampuan chlorine dioksida sebagai desinfektan lebih besar daripada jenis
chlorine lainnya.

7. Argentometri
Argentometri adalah bagian daripada volumetri yang menggunakan larutan
standart Argentum Nitrat. Karena pada titrasi argentometri terjadi reaksi presipitasi,
maka titrasi argentometri disebut juga titrasi presipitasi yang menghasilkan endapan.
Selain larutan standard argentum nitrat pada metode-metode tertentu dari
argentometri juga menggunakan larutan standard ang lain yaitu : standard kalium
rodanida atau amonium rodanida.
Ada empat macam metode argentometri yaitu:
7.1 Metode MORH
Digunakan untuk penetapan kadar garam-garam khlorida, iodida, bromida.
Indikator yang dipakai adalah indikator kalium kromat(K2CrO4). Titik akhir titrasi
ditunjukkan saat terbentuk endapan Ag2CrO4 yang berwarna merah bata.
7.2 Metode Volhard
Digunakan untuk penetapan kadar garam-garam khlorida dan bromida.
Indikator yang digunakan adalah indikator ion Fe3+ yang akan memberikan warna
merah dari kompleks Fe(SCN)2+.
7.3 Metode Fajans
Digunakan untuk penetapan kadar garam-garam khlorida, iodida, bromida,
rodanida dan sianida. Indikator yang digunakan adalah
fluorescin,diklofuorescin,eosin dan brom phenol blue.
7.4 Metode Liebig
Digunakan untuk penetapan kadar garam-garam sianida. Indikator yang
digunakan adalah KI. Titik akhir titrasi ditandai dengan timbulnya presipitasi yang
berwarna kuning dari Agl. Presipitasi ini akan tampak lebih jelas apabila diberi latar
belakang yang berwarna hitam.

16
8. Kompleksometri
Titrasi Kompleksometri yaitu titrasi yang didasarkan atas pembentukan statu
kompleks antara analit dengan titran. Titrasi Kompleksometri digunakan untuk
penetapan kadar ion logam yang bervalensi dua, misalnya Ca dan Mg.

17
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

1. Tempat dan Waktu Penelitian


Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Akademi Analisis Kesehatan
Pemerintah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam pada tanggal 10 April 2007 sampai
dengan 11 April 2007.

2. Populasi dan Sampel


Sebagai Populasi yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah semua depot
Air isi ulang yang terdapat di Kota Banda Aceh.
Sedangkan sampelnya adalah 5 buah depot yang di ambil secara acak menurut
5 daerah dari masing-masing daerah di kota Banda Aceh.

3. Metode Penelitian
Jenis metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian eksperimen.

4. Teknik Pengumpulan data


Pengumpulan data ini dengan melakukan pengambilan secara langsung
terhadap air isi ulang di depot dengan menggunakan metode Argentometri dan
Kompleksometri.

5. Alat dan Reagensia Penelitian


5.1 Alat
Alat-alat yang digunakan pada penelitian ini adalah:
 Erlenmeyer 3 buah
 Buret 1 buah

18
 Pipet ukur 3 ml 1 buah
 Pipet ukur 10 ml 3 buah
 Pipet volume 50 ml 1 buah
 Batang statip 1 buah
 Pipet volume 10 ml 1 buah
 Gelas ukur 250 ml 1 buah
 Beaker glass 200 ml 1 buah
 Piring timbang kecil 1 buah
 Labu takar 500 ml 1 buah
 Corong glass 2 buah
 Tangkai pengaduk 1 buah
 Beaker glass 500 ml 1 buah
 Sendok reagen 3 buah
 Beaker glass 50 ml 1 buah
 Lakmus universal
5.2 Reagensia
Reagensia yang di gunakan dalam penelitian ini adalah:
AgNO3 0,01 M
NaCl 0,01 M
K2CrO4 5%
NaOH 1N
H2SO4 1N
Perhidrol 30%
Al(OH)3
Aquadest

6. Prosedur Penelitian

19
6.1 Prosedur Penelitian pada kadar Khloride
6.1.1 Cara Pengambilan Sampel
• Sampel diambil di depot yang telah ditentukan dengan menggunakan
timba.
• Sampel tersebut dimasukkan ke botol aqua yang telah diberi label
lengkap.
6.1.2 Cara Kerja
• Sampel dibuat sedikit basa dengan menambahkan NaOH 1 N dan H2SO4 1
N
• Dihisap sampel 50,0 ml
• Ditambahkan 1 ml K2CrO4 (berwarna kuning) dan dititrasi dengan AgNO3
(berwarna bening) sebanyak 0,01 M sampai berwarna merah bata yang
pertama kali dan tidak hilang lagi.
• Kemudian dikerjakan titrasi blanko dengan menggunakan Aquadest.
6.2 Prosedur Penelitian pada kadar Kalsium
6.2.1 Cara Pengambilan Sampel
• Sampel diambil di depot yang telah ditentukan dengan
menggunakan timba.
• Sampel tersebut dimasukkan ke botol aqua yang telah
diberi label lengkap.
6.2.2 Cara Kerja
• Sampel dibuat sedikit basa dengan menambahkan
NaOH 1 N.
• Dihisap sampel 50,0 ml kemudian dimasukkan ke
dalam erlenmayer
• Ditambahkan 1 ml NaOH 1 N dan sepucuk sendok
murexide.

20
• Dititrasi dengan larutan standar Na2EDTA 0,01 M
sampai terjadi perubahan warna dari merah jambu tipis menjadi ungu.
6.3 Perhitungan
6.3.1. Perhitungan kadar Cl
( A − B ) x M AgNO 3 x 35 ,5 x 1000
Cl mg / I =
ml sampel

Keterangan :
A : ml titrasi dari sampel
B : ml titrasi blangko
M : Molaritas AgN03
6.3.2. Perhitungan kadar Ca
1000 ml Ar Ca
ppm % = x M Na 2 EDTA x t x CaCO 3 x
ml sampel Mr CaCO 3

Keterangan :
t : ml titrasi dari sampel
M : Molaritas Na2EDTA

7. Analisis Data
Data dianalisis dengan perhitungan secara argentometri metode Morh terhadap
kadar klorida dan secara kompleksometri terhadap kadar kalsium pada air isi ulang
yang dikonsumsi oleh masyarakat di Kota Banda Aceh.

21
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

1. Hasil Penelitian
a. Hasil Penelitian Kadar Khlorida
Berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap sampel air isi ulang di
beberapa daerah di kota banda aceh diperoleh data sebagai berikut :

Tabel 1 : Data hasil titrasi sampel untuk mengetahui kadar Klor (Cl)
yang terdapat pada air isi ulang di depot kota Banda Aceh

Nama Hasil Titrasi


No. Rata-rata
Depot 1 2 3
1 Salsabila 0,00 ml – 1,7 ml 0,00 ml - 2,3 ml 0,00 ml - 2,4 ml 2,13 ml
2 Aldes ie 0,00 ml - 1,9 ml 0,00 ml - 1,5 ml 0,00 ml - 1,4 ml 1,6 ml
3 Aqua Nad 0,00 ml - 1,5 ml 0,00 ml - 2,0 ml 0,00 ml - 1,2 ml 1,56 ml
4 Alfa 0,00 ml - 1,2 ml 0,00 ml – 1,0 ml 0,00 ml – 1,1 ml 1,23 ml
Mount
5 0,00 ml – 1,4 ml 0,00 ml – 1,7 ml 0,00 ml – 1,7 ml 1,6 ml
Zam-zam

22
Sumber : Hasil Penelitian

Tabel 2 : Data hasil titrasi sampel untuk mengetahui kadar kalsium (Ca)
yang terdapat pada air isi ulang di depot kota Banda Aceh.

Hasil Titrasi
No. Nama Depot Rata-rata
1 2
1 Salsabila 0,00 ml – 0,4 ml 0,00 ml – 0,4 ml 0,4 ml
2 Aldes ie 0,00 ml – 0,5 ml 0,00 ml – 0,5 ml 0,5 ml
3 Aqua Nad 0,00 ml – 0,7 ml 0,00 ml – 0,4 ml 0,55 ml
4 Alfa 0,00 ml – 0,2 ml 0,00 ml – 0,1 ml 0,15 ml
5 Mount Zam-Zam 0,00 ml – 0,2 ml 0,00 ml – 0,2 ml 0,2 ml
Sumber : Hasil Penelitian
Perhitungan pada lampiran 1

2. Pengujian Hipotesa dan Pembahasan


Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, diperoleh khlorida yang
memenuhi syarat kesehatan yang berarti menolak hipotesa. Hal ini menunjukkan
bahwa kadar khlorida pada air isi ulang yang dikonsumsi oleh masyarakat di kota
banda aceh masih dalam batas yang diperbolehkan.

23
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah kami lakukan terhadap kadar Kalsium
dan Khlorid pada air isi ulang yang terdapat di beberapa daerah di Kota Banda Aceh,
maka dapat diambil kesimpulan bahwa kadar kalsium dan khlorida yang terdapat
pada air isi ulang yang berada di daerah ulee kareeng, keutapang, kelurahan keramat,
simpang surabaya, dan darussalam.

2. Saran
Berdasarkan Kesimpulan yang telah diambil dari hasil penelitian, maka
dikemukakan saran-saran sebagai berikut:
a. Hendaknya masyarakat yang mengkonsumsi air isi ulang agar dia lebih
berhati-hati dalam memilih air, sebab dari beberapa sampel yang kami teliti
hanya satu yang memenuhi standar dan pH nya netral.
b. Sebaiknya depot-depot air isi ulang lebih sering membersihkan tempat
pengolahan air. Karena itu akan membuat air isi ulang yang lebih terjamin
untuk dikonsumsi.
c. Pemerintah hendaknya lebih memperketat memberikan izin kepada
masyarakat yang hendak membuka usaha air minum isi ulang agar dapat
menghindari hal-hal tidak diinginkan yang dapat membahayakan masyarakat.
d. Hendaknya dilakukan pemeriksaan terhadap kadar klorida dan kadar kalsium
di depot-depot air isi ulang secara berkala dari pihak yang telah ditunjuk oleh
instansi kesehatan.

24
Lampiran 1 : Daftar rumus dan perhitungan yang dipergunakan

Tabel 1. Kadar khlorida

Jenis
No Keterangan
Perhitung Rumus
. Simbol
an
1. Kadar ( A − B ) x M . AgNO 3 x ArCl x 1000 A = Hasil Titrasi
Cl −mg / I =
khlorida ml Sampel sampel

B = Hasil Titrasi
Blanko(0,00 ml –
1,2 ml)

M.AgNO3=0,0102
M

Ar Cl=35,5

ml sampel = 50 ml
2. Kadar ppm % =
1000 ml

ml sampel
x M . Na
2
EDTA x t x CaCO
3
x
ArCa
MrCaCO 3
t = Hasil titrasi
kalsium sampel

M.Na2EDTA=0,01
M

Ar Ca=40

Mr CaCO3=100

1. Perhitungan kadar klorida pada air isi ulang


1.1. Hasil titrasi sampel air isi ulang pada depot air Salsabila

25
TAHAP I = 0.00 – 1,7
= (1,7 – 1,2) x 0,0102 M x 35,5 x 1000
50 ml
= 181,5
50 ml
= 3,62 mg/L

TAHAP II = 0,00 – 2,3


= (2,3 – 1,2) x 0,0102 M x 35,5 x 1000
50 ml
= 398,31
50 ml
= 7,97 mg/L

TAHAP III= 0,00 – 2,4


= (2,4 – 1,2) x 0,0102 M x 35,5 x 1000
50 ml
= 434,52
50 ml
= 8,69 mg/L

Kadar clorida rata-rata pada air isi ulang di depot Salsabila


= 3,62 mg/L + 7,97 mg/L + 8,69 mg/L
3
= 6,76 mg/L
1.2 Hasil titrasi sampel air isi ulang pada depot air Aldes Ie
TAHAP I = 0,00 – 1,9
= (1,9 – 1,2) x 0,0102 M x 35,5 x 1000
50ml

26
= 253,47
50 ml
= 5,07 mg/L
TAHAP II = 0,00 – 1,5
= (1,5– 1,2) x 0,0102 M x 35,5 x 1000
50 ml
= 108,63
50 ml
= 2,17 mg/ L

TAHAP III= 0,00 – 1,4


= (1,4 – 1,2) x 0,0102 M x 35,5 x 1000
50 ml
= 72,42
50 ml
= 1,45 mg/L

Kadar klorida rata-rata pada air isi ulang di depot Aldes Ie


= 5,07 mg/L + 2,17 mg/L + 1,45 mg/L
3
= 2,89 mg/L

1.3 Hasil titrasi sampel air isi ulang pada depot AquaNAD
TAHAP I = 0,00 – 1,5
= (1,5 – 1,2) x 0,0102 M x 35,5 x 1000
50 ml
= 108,63
50 ml
= 2,17 mg/L

27
TAHAP II = 0,00 – 2,0
= (2,0 – 1,2) x 0,0102 M x 35,5 x 1000
50 ml
= 289,68
50 ml
= 5,79 mg/L

TAHAP III= 0,00 – 1,3


= (1,3 – 1,2) x 0,0102 M x 35,5 x 1000
50 ml
= 36,21
50 ml
= 0,72 mg/L
Kadar klorida rata-rata pada air isi ulang di depot AquaNAD
= 2,17 mg/L + 5,79 mg/L + 0,72 mg/L
3
= 2,89 mg/L

1.4 Hasil titrasi sampel air isi ulang pada depot Alfa
TAHAP I = 0,00 – 1,3
= (1,3 – 1,2) x 0,0102 M x 35,5 x 1000
50 ml
= 36,21
50 ml
= 0,72 mg/L

28
TAHAP II = 0,00 – 1,3
= (1,3 – 1,2) x 0,0102 M x 35,5 x 1000
50 ml
= 36,21
50 ml
= 0,72 mg/L

TAHAP III=0,00 – 1,3


= (1,3 – 1,2) x 0,0102 M x 35,5 x 1000
50 ml
= 36,21
50 ml
= 0,72 mg/L

Kadar klorida rata-rata pada air isi ulang di depot Alfa


= 0,72 mg/L + 0,72 mg/L + 0,72 mg/L
3
= 0,72 mg/L

1.5 Hasil titrasi sampel air isi ulang pada depot MountZamZam
TAHAP I = 0,00 – 1,4
= (1,4 – 1,2) x 0,0102 M x 35,5 x 1000
50 ml
= 72,42
50 ml
= 1,45 mg/L

TAHAP II = 0,00 – 1,7


= (1,7 – 1,2) x 0,0102 M x 35,5 x 1000

29
50 ml

= 181,05
50 ml
= 3,62 mg/L

TAHAP III= 0,00 – 1,7


= (1,7 – 1,2) x 0,0102 M x 35,5 x 1000
50 ml
= 181,05
50 ml
= 3,62 mg/L
Kadar klorida rata-rata pada air isi ulang di depot MountZamZam
= 1,45 mg/L + 3,62 mg/L + 3,62 mg/L
3
= 2,89 mg/L

2. Perhitungan kadar kalsium pada air isi ulang


1.2. Hasil titrasi sampel air isi ulang pada depot air Salsabila
= 0,00 – 0,4
1000 ml 40
= 50 ml x 0,01 x 0,4 x100 x
100

=3,2 mg/I

1.3. Hasil titrasi sampel air isi ulang pada depot air Aldes ie
= 0,00 – 0,5
1000 ml 40
= 50 ml x 0,01 x 0,5 x 100 x
100

30
= 4 mg/I

1.4. Hasil titrasi sampel air isi ulang pada depot air AquaNAD
= 0,00 – 0,55
1000 ml 40
= x 0,01 x 0,55 x 100 x
50 ml 100

= 4,4 mg/I

1.5. Hasil titrasi sampel air isi ulang pada depot air Alfa
= 0,00 – 0,15
1000 ml 40
= x 0,01 x 0,15 x 100 x
50 ml 100

= 1,2 mg/I

1.6. Hasil titrasi sampel air isi ulang pada depot air Mount Zam-Zam
= 0,00 – 0,2
1000 ml 40
= x 0,01 x 0, 2 x 100 x
50 ml 100

= 1,6 mg/I

31