P. 1
Kurikulum2006

Kurikulum2006

5.0

|Views: 1,340|Likes:
Dipublikasikan oleh irvankarta

More info:

Published by: irvankarta on Sep 21, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/15/2013

pdf

text

original

KURIKULUM 2006 JENJANG S1 PROGRAM STUDI TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS GADJAH MADA

2006

KATA PENGANTAR

Era globalisasi telah membuka kesempatan yang luas sekaligus menghadirkan tantangan-tantangan yang belum pernah dialami bangsa Indonesia sebelum ini. Untuk memenangkan persaingan yang ketat di pasar global, Indonesia harus bisa mengembangkan dasar-dasar yang kokoh untuk industri kimianya dan menghasilkan sumber daya manusia yang mempunyai kualitas yang tinggi. Oleh karena itu perlu dikembangkan kemampuan-kemampuan untuk rancang bangun pabrik kimia berdasarkan teknologi baru yang dikembangkan oleh bangsa Indonesia sendiri. Disamping itu, institusi-institusi pendidikan teknik kimia yang ada di Indonesia harus mampu menghasilkan lulusan-lulusan berkualitas tinggi yang mampu bersaing dengan insinyur teknik kimia dari negara-negara lain. Kemampuan rancang bangun pabrik kimia juga akan sangat menunjang pengolahan sumber daya alam Indonesia menjadi produk yang bernilai ekonomis tinggi, dan hal ini akan sangat meningkatkan tingkat ekonomi bangsa Indonesia. Kondisi masyarakat yang selalu berubah merupakan salah satu faktor yang akan mempengaruhi isi dan bentuk suatu kurikulum sistem pendidikan tinggi. Hal ini juga berlaku pada bidang teknik kimia. Bidang industri yang merupakan salah satu tulang punggung untuk kemajuan bangsa Indonesia, perkembangan ilmu pengetahuan dan perkembangan teknologi yang sangat pesat, merupakan dasar dari peninjauan kurikulum Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik UGM. Kurikulum yang baru masih tetap menekankan kemampuan softskill seperti komunikasi, teamwork dan leadership, walaupun secara implisit. Dewasa ini daya saing dalam industri kimia sangat ditentukan oleh karakteristik produk, baik dalam skala mikroskopis maupun makroskopis, seperti distribusi ukuran partikel, distribusi ukuran pori, stabilitas kimia, sifat permukaan, aspek estetika dan lainlain. Kompetisi dalam produksi fine chemicals telah membentuk cabang baru dalam ilmu teknik kimia, yaitu product engineering, yang dalam konteks teknik kimia didefinisikan sebagai upaya menghubungkan proses / sifat molekuler dengan karakteristik makroskopik untuk mengontrol proses produksi agar diperoleh produk sesuai spesifikasi khusus yang diinginkan. Kecenderungan-kecenderungan baru ini diakomodasi dalam Usulan Kurikulum 2006, baik sebagai matakuliah baru maupun penyesuaian silabus matakuliahmatakuliah lama. Diharapkan lulusan Jurusan Teknik Kimia FT-UGM akan memiliki fleksibilitas yang lebih besar untuk berkontribusi dalam bisnis industri kimia dengan bekal yang mengarah ke product engineering dan mentalitas entrepreneur.

Yogyakarta, Juni 2006 Ketua Jurusan Teknik Kimia FT-UGM

Ir. Suryo Purwono, MASc, PhD

ii

DAFTAR ISI
Kata Pengantar I. Pengantar II. Strategi Penyusunan Kurikulum III. Visi Program Studi Teknik Kimia IV. Misi V. Tujuan (Kompetensi) VI. Isi Kurikulum VII. Mata Kuliah Tiap Semester VIII. Diagram Alir . IX. Sistem Penilaian X. Syarat Kelulusan . XI. Pelaksanaan Kurikulum Tahun 2006 XII. Silabus LAMPIRAN 1. Keputusan Rektor Universitas Gadjah Mada No. 22/P/SK/HT/2006 tentang Panduan Penyusunan Kurikulum 2006 Program Studi Jenjang Sarjana di Universitas Gadjah Mada 2. Surat Keputusan Dekan Fakultas Teknik Unviersitas Gadjah Mada No. UGM/TK/152/UM/01/39 tentang Penetapan Tim Kurikulum Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik UGM 3. Kurikulum Program Studi Teknik Kimia tahun 2001 ii 1 5 7 8 9 14 22 29 30 31 32 39

iii

sistem pendidikan tinggi akan menghasilkan sarjana-sarjana yang mantap kepribadiannya. UGM terakhir kali dilakukan pada tahun 2001. Latar Belakang Isi dan bentuk suatu kurikulum mencerminkan sifat/karakter dari suatu sistem program pendidikan tinggi. Daftar matakuliah dalam kurikulum 2001 tercantum pada Lampiran. Kondisi masyarakat yang selalu berubah merupakan salah satu faktor yang akan mempengaruhi isi dan bentuk kurikulum pendidikan tinggi. Kebutuhan-kebutuhan industri.: UGM/143/8624/UM//01/37 tahun 1995.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 1 I. maka pada waktu itu. Hasil pelaksanaan kurikulum 2001 telah dievaluasi secara lengkap dan didokumentasikan dalam Laporan Evaluasi Diri yang disusun oleh Task Force Evaluasi Diri Jurusan Teknik Kimia pada tahun 20051. Hal ini juga berlaku pada bidang teknik kimia. Laporan tersebut menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam penyusunan kurikulum 2006. Kurikulum sangat mempengaruhi karakter lulusan (output) dari sistem tersebut. Peninjauan kurikulum program S1 ini dilakukan secara berkala setiap 5 tahun sekali. 2005. serta mampu dan siap berkembang dalam masyarakat. Dalam kurun waktu lima tahun masa berlakunya Kurikulum 2001. Peninjauan kurikulum S1 Jurusan Teknik Kimia. yang merupakan salah satu tulang punggung untuk kemajuan bangsa Indonesia dan pemicu perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi. tentang Kurikulum Inti Program Sarjana Ilmu Teknik dan Surat Rektor UGM. tentang Pedoman Pelaksanaan Kurikulum Pendidikan Tinggi Program Sarjana UGM. Evaluasi pelaksanaan kurikulum dilakukan secara rutin setiap semester. PENGANTAR A. kurikulum tahun 1996 perlu disesuaikan untuk kemudian berlaku efektif mulai 2001. merupakan dasar pertimbangan dari peninjauan kurikulum Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik UGM. Fakultas Teknik. No. Dengan kurikulum yang direncanakan secara matang berdasarkan visi dan misi institusi. Berdasarkan SK Mendikbud No. kuat dasar ilmunya. “Self-Evaluation Report” . ilmu teknik kimia telah mengalami penyempurnaan-penyempurnaan orientasi 1 Chemical Engineering Department.: 0218/U/1995.

c. oleh karena itu industri makin dituntut untuk mampu merancang proses yang dapat meminimalkan limbah dan mengolah limbah yang dihasilkan agar tidak melampaui nilai ambang batas yang diperbolehkan. 2. Penelitian dan pengembangan Pembangunan pabrik Operasi dan perawatan alat Fabrikasi peralatan Pendidikan dan pelatihan 3. Perkembangan metode simulasi proses yang menggunakan bantuan komputer telah memungkinkan untuk diadakannya optimasi pabrik yang telah ada (beroperasi) dengan lebih cepat. Isi kurikulum lebih ditekankan pada penjelasan prinsip-prinsip fisis (centered around physical principles) dari praktek-praktek teknik kimia dan penguasaan teknik-teknik matematika (mathematical techniques). Masalah dampak industri terhadap lingkungan makin penting. Perkembangan ilmu teknik kimia dewasa ini sangat dipengaruhi oleh kemajuan dalam bidang komputasi (komputer) dan bioteknologi. b. Konservasi energi (dan efisiensinya) dan keselamatan kerja (safety) tetap merupakan salah satu prioritas utama di industri yang perlu dipikirkan. 5. d. e. 7. Hal-hal penting yang mendasari kurikulum tahun 2006 adalah sebagai berikut: 1. 6. Oleh karena itu.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 2 akibat pesatnya perkembangan industri dan makin tajamnya persaingan dalam bisnis kimia dunia. Titik berat pendidikan tetap ditujukan pada bidang teknik proses (process engineering) karena sasaran tempat kerja yang utama bagi para sarjana teknik kimia tetap tertuju pada industri yang menggunakan proses-proses kimia. . bukan pada peralatan (centered around devices). beberapa topik baru perlu dimasukkan dalam kurikulum 2006. Ruang lingkup kegiatan kerja sarjana teknik kimia sangat luas dan dapat dikatakan meliputi tugas-tugas: a. 4.

bahan makanan pokok. aspek estetika. 9. yaitu product engineering. dan ini sangat menunjang pertumbuhan ekonomi Indonesia. Bidang Kerja Lulusan Tracer Study yang dijalankan secara formal dan informal oleh Jurusan Teknik Kimia FT UGM menunjukkan bahwa bidang kerja lulusan teknik kimia sangat bervariasi karena memang industri kimia mencakup makin banyak aspek kehidupan. misalnya bahan bakar. presentasi. Kemampuan komunikasi. Pekerjaan bidang teknik yang bersifat kompleks dan menyeluruh memerlukan team work antar bidang yang baik. sifat-sifat permukaan. Produk-produk kimia yang memiliki sifat-sifat khusus untuk penggunaan yang khusus pula disebut specialties/fine chemicals. yang dilandasi oleh leadership yang baik pula. dan sebagainya. misalnya parfum. Kecenderungan konsumen yang lebih menyukai produk-produk natural akan menyebabkan harga produk fine chemicals berbasis bahan-bahan alami menjadi sangat mahal. stabilitas kimia/biologis.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 3 8. daya saing dalam industri kimia sangat ditentukan oleh karakteristik produk. semen. Bulk chemicals diperlukan dalam jumlah banyak namun harganya tidak terlalu tinggi. yang dalam konteks teknik kimia didefinisikan sebagai upaya menghubungkan proses-proses/sifat-sifat molekuler dengan karakteristik . dan lain-lain. distribusi ukuran pori-pori. di masa mendatang industri yang menghasilkan fine chemicals akan berkembang pula di Indonesia. obat-obatan. Kompetisi dalam produksi fine chemicals telah mendorong berkembangnya keahlian baru dalam teknik kimia. apalagi untuk fine chemicals. Pada saat ini industri kimia di Indonesia umumnya menghasilkan bulk chemicals. Dalam industri kimia saat ini dikenal dua jenis produk. seperti distribusi ukuran partikel. Dewasa ini. dan lain-lain. Namun sejalan dengan kecenderungan industri kimia dunia saat ini. baik dalam skala mikroskopis maupun makroskopis. yaitu jenis bulk chemicals dan fine chemicals. Fine chemicals umumnya diperlukan dalam jumlah sangat kecil namun harganya relatif jauh lebih mahal. dan diskusi merupakan persyaratan seorang engineer. B.

) mulai melakukan outsourcing untuk mendekati pasarpasar besar yang sekaligus merupakan sumber bahan alami untuk fine chemicals (negara-negara tropis/subtropis berpenduduk banyak seperti Cina. The Triplet “Molecular processes-Product-Process” Engineering: The Future of Chemical Engineering. 57. web edition. Globalisasi telah membuat persaingan di pasar kerja semakin berat. sehingga yang terkandung dalam kurikulum 2001 masih tetap relevan. 2002. India.C. Saat ini ada lebih dari 1000 CRO beroperasi di seluruh dunia. Hal ini telah menumbuhkan trend baru dalam karir ahli teknik kimia. Bukan tidak mungkin bahwa peluang-peluang outsourcing dan CRO di Indonesia (dengan potensi bahan-bahan alami yang sangat melimpah) justru akan diisi oleh para ahli kimia dari luar negeri jika pendidikan teknik kimia Indonesia tidak menyesuaikan kurikulumnya dengan trend industri kimia tersebut. Contoh-contoh di atas menggaris bawahi bahwa dengan kompetensi product engineering. banyak di antaranya berbasis di Asia3. bisnis fine chemicals sangat dinamis dan memerlukan banyak pekerjaan-pekerjaan produksi/riset yang sifatnya temporer. Dengan demikian. Sci.. yaitu sebagai contract research organizations (CRO). ditambah mentalitas entreprenuer. Bahkan outsourcing ini tidak hanya terbatas pada unit-unit produksi saja. Berbeda dengan bisnis bulk chemicals yang sifatnya stabil dan cenderung monoton. DuPont. Eng.. December 6. namun konsep fundamental yang dipakai belum berubah.). 2004. dll. seorang sarjana teknik kimia akan memiliki fleksibilitas lebih besar untuk berkontribusi dalam bisnis industri kimia. lebih murah bagi produsen-produsen kimia besar mengontrak unit-unit kecil di daerah pemasaran/bahan baku untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan temporer tersebut. Chem. 2 Charpentier. J. BASF. Dalam kaitannya dengan kompetisi produksi fine chemicals. tetapi juga pada R&D. 4667-4690. . Meskipun ada penajaman aspek ini. daripada mereka harus membangun unit baru setiap saat.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 4 makroskopik untuk mengontrol proses produksi agar diperoleh produk sesuai spesifikasi khusus yang diinginkan2. perusahaan-perusahaan raksasa dalam bisnis bahan kimia (misalnya Dow. dll. 3 Chemical and Engineering News.

Seperti digambarkan dalam diagram alir di Gambar 1. perilaku. Task Force Kurikulum sudah mulai bekerja sejak bulan April 2005. Dalam rangka penyusunan kurikulum dengan cakupan yang sedemikian luas. dan sebagainya. Kurikulum 2006 mencakup pengembangan penalaran. Jurusan Teknik Kimia membentuk task force khusus untuk menjalankan proses penyusunan Kurikulum 2006 dan selanjutnya kelak memonitor implementasi kurikulum baru ini (mulai Semester Ganjil 2006/2007). STRATEGI PENYUSUNAN KURIKULUM Kurikulum 2006 disusun dengan mengacu pada Keputusan Rektor Universitas Gadjah Mada No. nilai-nilai. Susunan anggota Task Force Kurikulum tercantum dalam Lampiran. afektif. diperlukan pula pembatasan-pembatasan (guidelines) yang tegas agar kurikulum tersebut masih realistis untuk dapat diselesaikan dalam 8 semester tanpa mengabaikan standar-standar kualitas yang diharapkan dimiliki seorang sarjana teknik kimia. Oleh karena itu. Mengingat hal ini adalah pekerjaan besar yang memerlukan pemikiran intensif. knowledge/skill. mula-mula dirumuskan visi dan kemudian misi Program Studi berdasarkan hasil evaluasi . Oleh karena itu. II.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 5 Kecenderungan-kecenderungan baru tersebut diakomodasi dalam Usulan Kurikulum 2006 ini. baik sebagai matakuliah baru maupun penyesuaian silabus matakuliah-matakuliah lama. sebelum merumuskan isi kurikulum. 22/P/SK/HT/2006 tentang Panduan Penyusunan Kurikulum 2006 Program Studi Jenjang Sarjana di Universitas Gadjah Mada. Langkah-langkah kerja Task Force Kurikulum dalam penyusunan Kurikulum 2006 diuraikan lebih terperinci dalam Strategi Penyusunan Kurikulum. Isi Kurikulum 2006 dirancang berdasarkan filosofi bahwa pendidikan yang ideal bukan hanya merupakan transfer of knowledge tetapi merupakan proses pengembangan manusia seutuhnya (personal development). Tim Kurikulum menyusun kerangka sistem pembelajaran yang perlu dilalui untuk mencapai output pembelajaran yang diinginkan.

Berdasarkan visi dan misi tersebut. Visi Misi Tujuan (Kompetensi ) Struktur Kurikulum Silabus RPKPS Pelaksanaan Pembelajaran Evaluasi Pembelajaran Gambar 1.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 6 diri4 dan masukan-masukan dari para kelompok kepentingan (stakeholders) yang meliputi industri. Tiap-tiap matakuliah dalam struktur kurikulum kemudian dijabarkan ke dalam silabus dengan extended format yang menggambarkan matakuliah tersebut dengan terperinci (lihat Daftar IX pada bagian Silabus). dirumuskan kompetensi yang ingin dicapai dari sistem pembelajaran di Program Studi Teknik Kimia. dan lain-lain. “Self-Evaluation Report” . mahasiswa. alumni. 2005. dosen. disusun struktur kurikulum yang bertujuan untuk mencapai kompetensi-kompetensi tersebut (kurikulum berbasis kompetensi). Selanjutnya. Silabus ini kelak akan dijabarkan lagi oleh masingmasing dosen pengampu ke dalam Rencana Program Kegiatan Pembelajaran Semester (RPKPS) yang akan menjadi pedoman dalam pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran. Kerangka sistem pembelajaran 4 Chemical Engineering Department.

Disadari pula bahwa kekayaan sumber daya alam Indonesia cukup besar. sarjana teknik kimia Indonesia memiliki keunggulankeunggulan. antara lain: luasnya krida teknik kimia.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 7 III. Untuk memenangkan persaingan-persaingan dalam tingkat global. sehingga lulusan perlu . Versi panjang: ”Menyadari perkembangan dunia yang sangat cepat dan luasnya ruang lingkup aplikasi teknik kimia. untuk karena pengembangan era globalisasi menuntut kemampuan kompetisi bangsa Indonesia. fleksibilitas Selain itu. VISI PROGRAM STUDI TEKNIK KIMIA Visi Program Studi Teknik Kimia dirumuskan berdasarkan analisis kondisi saat ini dan prediksi situasi masa depan yang akan dihadapi oleh para lulusan teknik kimia. visi Program Studi Teknik Kimia mencakup hal-hal berikut ini: wawasan nasional kualitas internasional fleksibilitas kepribadian baik life-long learning kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat pemanfaatan sumber daya alam Indonesia secara berkelanjutan Pemikiran tersebut kemudian dirumuskan ke dalam pernyataan formal visi Program Studi Teknik Kimia sebagai berikut: a. perlu pula lulusan mempunyai kualitas internasional dan sekaligus wawasan nasional. namun pemanfaatannya belum optimal. Kondisi masa depan akan sangat dipengaruhi oleh dinamika dan kompetisi global. lulusan teknik kimia UGM perlu mempunyai kemampuan kemampuan profesionalnya. yang memungkinkan lulusan teknik kimia masuk dalam berbagai bidang jika mereka dipersiapkan untuk menjadi pribadi-pribadi dengan fleksibilitas tinggi kekayaan sumber daya alam Indonesia dapat menjadi modal yang sangat besar untuk dapat dimanfaatkan para lulusan teknik kimia dalam rangka meningkatkan kesejahteraan bangsa Oleh karena itu.

kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat. mampu melakukan pengembangan diri secara berkelanjutan. Hubungan antara visi dan misi Visi yang telah dirumuskan di atas dijabarkan ke dalam misi yang diemban oleh Program Studi Teknik Kimia. . permasalahan riil. dan pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan) diterjemahkan ke dalam kata-kata kunci dalam misi (penalaran. aspek pengembangan penalaran lebih diutamakan dibanding materi. dan etika yang baik”. Perlu ditekankan di sini bahwa untuk menunjang kemampuan fleksibilitas. kepribadian baik. MISI a. Versi pendek: ”Menghasilkan lulusan yang bermoral baik. perlu pula lulusan mempunyai kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat. kualitas internasional. berwawasan nasional. Untuk menunjang itu semua. berkualitas internasional. b. sikap mental. fleksibilitas. IV. Kaitan antara visi dan misi tersebut digambarkan dalam diagram di Gambar 2. dan yang sangat esensial pula mempunyai nilai-nilai. dan mempunyai fleksibilitas dalam pengembangan diri”. Kata-kata kunci dalam visi (wawasan nasional. lifelong learning. student centered learning.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 8 berperan serta pada pengolahan sumber daya alam Indonesia menjadi produk bernilai ekonomis tinggi secara berkelanjutan. atmosfer akademik untuk pengembangan kepribadian dan entrepreneurship. kemauan dan keahlian untuk pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan).

Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 9
1. Wawasan Nasional 2. Kualitas Internasional 3. Flexibilitas 4. Kepribadian Baik 5. Life-long Learning 6. Kepekaan Kebutuhan Masyarakat 7. Pemanfaatan Berkelanjutan SDA 1. Penalaran (penalaran dipandang lebih utama daripada materi) 2. Student Centered Learning 3. Permasalahan Riil 4. Atmosfer Akademik: * Pengembangan Kepribadian * Entrepreneurship 5. Kemauan dan Keahlian Pemanfaatan SDA Berkelanjutan

Visi

Misi

Gambar 2. Hubungan antara visi dan misi

b. Misi Berdasarkan hubungan yang digambarkan dalam Gambar 2,

dirumuskan pernyataan misi Program Studi Teknik Kimia sebagai berikut:

”Program Studi Teknik Kimia, FT-UGM mendidik mahasiswa agar mempunyai penalaran yang baik dengan sistem pembelajaran berorientasi student learning dan berbasis permasalahan riil di masyarakat dan dunia industri dimana atmosfer akademis diarahkan untuk mendorong pengembangan kepribadian dan wawasan entrepreneurship. Selain itu, lulusan disiapkan pula untuk memiliki kemauan dan keahlian untuk memanfaatkan potensi sumber daya alam Indonesia secara berkelanjutan”.

V. TUJUAN (KOMPETENSI)
Tujuan yang ingin dicapai oleh Program Studi Teknik Kimia adalah lulusan teknik kimia yang memiliki: 1. Penguasaan konsep-konsep fundamental Teknik Kimia. 2. Kemampuan inovatif dalam pemanfaatan sumber daya alam untuk kesejahteraan manusia. 3. Penguasaan Teknik Produk dan Perancangan Proses dengan menjunjung tinggi keselamatan masyarakat. 4. Pemahaman perilaku dan sifat-sifat bahan berdasarkan pengetahuan struktur makro dan mikro serta komposisi bahan.

Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 10 5. Pemahaman prinsip-prinsip peralatan industri kimia. 6. Penguasaan cara-cara perhitungan sebagai basis pengambilan keputusan teknik. 7. Penguasaan teknik evaluasi ekonomi sebagai dasar analisis kelayakan suatu proyek. 8. Kemampuan merancang dan melaksanakan eksperimen, serta

mengumpulkan, menganalisis, dan menginterpretasi data. 9. Kesadaran lingkungan. 10. Penghayatan nilai-nilai, perilaku, dan etika ahli teknik kimia profesional. 11. Dasar-dasar yang cukup bagi pengembangan diri yang berkelanjutan. 12. Kemampuan berkomunikasi dan kerja tim yang baik. 13. Kemampuan perkembangan. 14. Kemampuan inovatif, kreatif, dan kompetitif. 15. Kemauan dan kemampuan yang cukup untuk mengikuti isu-isu kontemporer. Kaitan antara misi dan kompetensi dipetakan dalam matriks misi-kompetensi yang disajikan dalam Daftar I. Salah satu acuan internasional dalam pendidikan tinggi teknik adalah Accreditation Board for Engineering and Technology (ABET) 2005. antisipasi dan adaptasi terhadap berbagai dan kepedulian atas perlindungan dan pelestarian

Kompetensi yang dirumuskan Jurusan Teknik Kimia sejalan dengan kompetensi yang dirumuskan oleh ABET 2005, yang dikutip sebagai berikut: Engineering programs must demonstrate that their students attain: a) an ability to apply knowledge of mathematics, science, and engineering. b) an ability to design and conduct experiments, as well as to analyze and interpret data. c) an ability to design a system, component, or process to meet desired needs within realistic constraints such as economic, environmental, social, political, ethical, health and safety, manufacturability, and sustainability. d) an ability to function on multi-disciplinary teams.

Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 11 e) an ability to identify, formulate, and solve engineering problems. f) an understanding of professional and ethical responsibility. g) an ability to communicate effectively. h) the broad education necessary to understand the impact of engineering solutions in a global, economic, environmental, and societal context. i) a recognition of the need for, and an ability to engage in life-long learning. j) a knowledge of contemporary issues. k) an ability to use the techniques, skills, and modern engineering tools necessary for engineering practice.

Kesesuaian antara kompetensi Jurusan Teknik Kimia dengan tujuan yang dirumuskan ABET digambarkan dalam Daftar II.

Matriks Hubungan Misi dan Kompetensi MISI TUJUAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Penalaran > materi Real problems in Centered on class student learning Potensi SDA Indonesia Pemanfaatan SDA berkelanjutan Aspek ekonomi Atmosfer yang kondusif untuk pengembangan kepribadian dan wawasan entrepreneurship .Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 12 Daftar I.

Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 13 Daftar II. Matriks kesesuaian tujuan Jurusan Teknik Kimia dengan ABET 2005 ABET TUJUAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 a b c d e f g h i j k .

yaitu sebanyak 148 SKS. ISI KURIKULUM Jumlah SKS dalam kurikulum 2006 sama dengan jumlah SKS dalam kurikulum 2001. penggantian nama beberapa matakuliah agar lebih deskriptif. Pada dasarnya. dan penambahan beberapa matakuliah baru sebagai langkah antisipatif terhadap perubahanperubahan dalam industri kimia. Isi Kurikulum 2006 disajikan dalam Daftar III dan sebagai perbandingan. kerangka utama kurikulum tidak banyak berubah dari kurikulum 2001. Jika dikaitkan dengan Daftar I dan Daftar II.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 14 VI. Matriks yang menggambarkan relevansi isi kurikulum dengan tujuan yang telah dirumuskan disajikan dalam Daftar V. Isi Kurikulum 2006 Kelompok Mata Kuliah Mata Kuliah Umum Mata Kuliah Pendidikan Agama Pendidikan Nilai-nilai Pancasila Pendidikan Kewarganegaraan Filsafat dan Penciptaan Ilmu Ketrampilan Sukses Bekerja (Success Skill) Fisika 1 Fisika 2 Matematika 1 Matematika 2 Kimia Umum Kimia Analisis Analisis dengan Instrumen dalam Teknik Kimia Kimia Organik 1 Kimia Organik 2 Kimia Fisis 1 Kimia Fisis 2 Termodinamika Teknik Kimia 1 Termodinamika Teknik Kimia 2 SKS 2 2 2 2 1 3 3 3 3 3 3 2 2 2 2 2 3 3 SKS Total 9 Fisika Matematika Kimia Umum Kimia Analisis 6 6 3 5 Kimia Organik Kimia Fisis Termodinamika 4 4 6 . Daftar III. Perubahan yang dilakukan terutama adalah pengurangan SKS beberapa matakuliah dalam kurikulum 2001. maka Daftar V tersebut menunjukkan bahwa Kurikulum 2006 dapat ditelusur kembali ke tujuan-tujuan yang bersumber pada misi Jurusan dan sesuai dengan standar internasional yang dirumuskan oleh ABET 2005. kurikulum 2001 disajikan dalam Lampiran.

K.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 15 Kelompok Mata Kuliah Matematika T. Mata Kuliah Matematika Teknik Kimia 1 Matematika Teknik Kimia 2 Pemrograman Komputer Pemodelan Matematis Azas Teknik Kimia Analisis dan Optimasi Sistem Teknik Kimia SKS 3 2 2 2 4 2 2 2 3 3 3 3 2 3 3 3 4 2 3 2 1 2 2 2 1 2 2 1 2 2 2 2 2 1 8 3 2 2 2 SKS Total 9 Analisis Teknik Kimia Proses Industri Kimia Operasi Teknik Kimia 6 4 14 Teknik Reaksi Kimia Perancangan Penunjang Umum Proses Industri Kimia 1 Proses Industri Kimia 2 Perpindahan Panas Transportasi Bahan dan Sedimentasi Operasi Perpindahan Massa dan Panas Operasi Pemisahan Bertingkat Proses Transfer Teknik Reaksi Kimia 1 Teknik Reaksi Kimia 2 Perancangan Alat Proses Perancangan Pabrik Kimia Pengendalian Proses Alat Industri Kimia Bahasa Inggris Teknik Hukum Perburuhan dan Milik Perindustrian 6 12 10 Penunjang Teknik Teknik Produk Sumber Daya Alam Indonesia Pilihan Minat Keahlian Kuliah Kerja Nyata Praktikum Manajemen Ekonomi Teknik Keselamatan Industri Kewirausahaan (Entrepreneurship) Teknik Tenaga Listrik Penggerak Mula Air Industri Bahan Konstruksi Teknik Kimia Menggambar Teknik Teknik dan Konservasi Lingkungan Elemen Mesin Teknik Produk Sumber Daya Alam Indonesia (rincian matakuliah pada tiap minat keahlian disajikan dalam Daftar IV) Kuliah Kerja Nyata Praktikum Analisis Bahan Praktikum Proses Praktikum Operasi Teknik Kimia 13 2 1 8 3 6 .

Proses Industri Pangan 1. Manajemen Keselamatan dan Lingkungan 1. Manajemen dan Konservasi Energi 4. Energi V. Energi Terbarukan 3. Industri Berbasis SDA Indonesia 4. Rincian Matakuliah pada Minat Keahlian5 No. Minat Keahlian Sumber Daya Alam Indonesia Matakuliah 148 II. Dasar-dasar Bioproses 3. . Energi Tidak Terbarukan 2. Teknik Material Mutakhir (Advanced Engineering Material) 5 Mahasiswa wajib mengambil semua matakuliah dalam salah satu kelompok minat yang dipilih. Kapita Selekta Industri Kimia 1. Dinamika Fluida dalam Teknik Kimia 3. Pemrograman 2. Dasar-dasar Ilmu Pangan 2. Teknik Keselamatan dan Lingkungan III. I. Teknologi Polimer 2. Perancangan Proses 1. Teknik Pangan dan Bioproses IV. Utilisasi Energi 1. Perancangan dengan Komputer (Computer Aided Design) Teknik Material 1.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 16 Kelompok Mata Kuliah Tugas Akhir Mata Kuliah Pengantar Penelitian Penelitian Tugas Perancangan Pabrik Kimia Seminar Kerja Praktek Pendadaran Ujian Komprehensif SKS 1 2 3 1 2 1 1 SKS Total 10 Engineering Capstone 1 TOTAL Daftar IV. Teknik Keselamatan Proses dan Dasar-dasar Analisis Resiko 3. Pemodelan Proses dan Sistem Dinamis 4. SDA Organik 3. Material Logam 4. Aplikasi Bioproses 4. SDA Anorganik 2. VI. Teknologi Keramik 3. Tiap matakuliah dalam kelompok minat memiliki beban 2 SKS. Teknik Pengolahan Limbah 4. Produksi Bersih 2.

Minat Keahlian Teknologi Mutakhir Matakuliah 1. Pemisahan Setimbang Terpacu (Enhanced Equilibrium Separation) Bagian I 3.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 17 No. VII. Teknologi Partikel 2. Pemisahan Setimbang Terpacu (Enhanced Equilibrium Separation) Bagian II 4. Teknologi Membran .

4=perilaku bahan. 15=isu kontemporer *) . 9=lingkungan. Matriks relevansi isi kurikulum dengan kompetensi Mata Kuliah 1 Pendidikan Agama Pendidikan Nilai-nilai Pancasila Pendidikan Kewarganegaraan Filsafat dan Penciptaan Ilmu Ketrampilan Sukses Bekerja (Success Skill) Fisika 1 Fisika 2 Matematika 1 Matematika 2 Kimia Umum Kimia Analisis Analisis dengan Instrumen dalam Teknik Kimia Kimia Organik 1 Kimia Organik 2 Kimia Fisis 1 V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V 2 Kompetensi (lihat footnote untuk arti angka)*) 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 V V V V V V V V V V 14 V V V V V V 15 1=konsep fundamental. 8=riset. 5=prinsip peralatan. 10=etika. 3=perancangan dan keselamatan kerja. 14=pribadi unggul. 12=komunitas dan team work. 11=life-long learning. 7=evaluasi ekonomi. 13=fleksibilitas. 6=kalkulasi.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 18 Daftar V. 2=inovasi.

8=riset. 15=isu kontemporer . *) 1 V V V 2 Kompetensi (lihat footnote untuk arti angka)*) 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V 14 15 . 6=kalkulasi. 13=fleksibilitas.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 19 Mata Kuliah Kimia Fisis 2 Termodinamika Teknik Kimia 1 Termodinamika Teknik Kimia 2 Matematika Teknik Kimia 1 Matematika Teknik Kimia 2 Pemrograman Komputer Pemodelan Matematis Azas Teknik Kimia Analisis dan Optimasi Sistem Teknik Kimia Proses Industri Kimia 1 Proses Industri Kimia 2 Perpindahan Panas Transportasi Bahan dan Sedimentasi Operasi Perpindahan Massa dan Panas Operasi Pemisahan Bertingkat Proses Transfer . 12=komunitas dan team work. V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V 1=konsep fundamental. 7=evaluasi ekonomi. 11=life-long learning. 10=etika. 4=perilaku bahan. 3=perancangan dan keselamatan kerja. 5=prinsip peralatan. 2=inovasi. 14=pribadi unggul. 9=lingkungan.

5=prinsip peralatan. 10=etika. 8=riset. 13=fleksibilitas. 6=kalkulasi. 7=evaluasi ekonomi. 14=pribadi unggul. . *) 1=konsep fundamental. 15=isu kontemporer . 12=komunitas dan team work. 4=perilaku bahan. 2=inovasi. 9=lingkungan. 3=perancangan dan keselamatan kerja.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 20 Mata Kuliah Teknik Reaksi Kimia 1 Teknik Reaksi Kimia 2 Perancangan Alat Proses Perancangan Pabrik Kimia Pengendalian Proses Alat Industri Kimia Bahasa Inggris Teknik Hukum Perburuhan dan Milik Perindustrian Manajemen Ekonomi Teknik Keselamatan Industri Kewirausahaan (Entrepreneurship) Teknik Tenaga Listrik Penggerak Mula Air Industri Bahan Konstruksi Teknik Kimia V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V 1 V V V V 2 Kompetensi (lihat footnote untuk arti angka)*) 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V 14 15 . 11=life-long learning.

12=komunitas dan team work. 4=perilaku bahan. 10=etika. 3=perancangan dan keselamatan kerja. *) 1=konsep fundamental. 7=evaluasi ekonomi. 8=riset. V . 15=isu kontemporer . 9=lingkungan. 2=inovasi. 13=fleksibilitas.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 21 Mata Kuliah 1 Menggambar Teknik Teknik dan Konservasi Lingkungan Elemen Mesin Teknik Produk Sumber Daya Alam Indonesia Kuliah Kerja Nyata Praktikum Analisis Bahan Praktikum Proses Praktikum Operasi Teknik Kimia Pengantar Penelitian Penelitian Tugas Perancangan Pabrik Kimia Seminar Pendadaran Kerja Praktek Ujian Komprehensif V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V 2 Kompetensi (lihat footnote untuk arti angka)*) 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V 14 15 . 6=kalkulasi. 11=life-long learning. 5=prinsip peralatan. 14=pribadi unggul.

KODE MATA KULIAH MATA KULIAH TKK1100 Kimia Analisis TKK1101 Kimia Organik 1 TKK1102 Kimia Umum TKK1103 Matematika 1 TKK1104 Bahasa Inggris Teknik TKK1105 Fisika 1 UN1106 UN1107 Pendidikan Nilai-nilai Pancasila Ketrampilan Sukses Bekerja (Success Skill) Jumlah Semester II NO. 6. 4. 7. 7. 8. 6. 2. 9. 5. 8. 2 2 2 3 2 3 2 2 2 20 . 4. 5. 3 2 3 3 2 3 2 1 19 1. MATA KULIAH TIAP SEMESTER Semester I NO. 3. KODE MATA KULIAH MATA KULIAH TKK1200 Kimia Fisis 1 TKK1201 Kimia Organik 2 TKK1202 Bahan Konstruksi Teknik Kimia TKK1203 Matematika 2 TKK1204 Penggerak Mula TKK1205 Fisika 2 TKK1206 Elemen Mesin UN1207 UN1208 Filsafat dan Penciptaan Ilmu Pendidikan Kewarganegaraan Jumlah SKS SKS 1. 3. 2.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 22 VII.

6. 2. 3. 3 2 2 2 2 3 2 2 1 1 20 . 2. 4. KODE MATA KULIAH MATA KULIAH TKK2100 Kimia Fisis 2 TKK2101 Azas Teknik Kimia TKK2102 Matematika Teknik Kimia 1 TKK2103 Teknik Tenaga Listrik TKK2104 Termodinamika Teknik Kimia 1 TKK2105 Ekonomi Teknik TKK2106 Praktikum Analisis Bahan TKK2107 Analisis dengan Instrumen dlm. 5. TK Jumlah Semester IV NO. 9. 4. 2 4 3 2 3 2 2 2 20 1. 7. KODE MATA KULIAH MATA KULIAH TKK2200 Transportasi Bahan dan Sedimentasi TKK2201 Proses Industri Kimia 1 TKK2202 Teknik dan Konservasi Lingkungan TKK2203 Matematika Teknik Kimia 2 TKK2204 Keselamatan Industri TKK2205 Termodinamika Teknik Kimia 2 TKK2206 Menggambar Teknik TKK2207 Praktikum Proses TKK2208 Hukum Perburuhan dan Milik Perindustrian TKK2209 Kewirausahaan (Entrepreneurship) Jumlah SKS SKS 1. 5. 7. 8. 8. 10. 3.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 23 Semester III NO. 6.

27-28) (Lihat daftar di Pilihan Minat Keahlian hlm. 5. 27-28) SKS 1. 4. 2. 3. 6. 6. 3. 7. 27-28) SKS 1. 9. 8. 9. 4. 7. KODE MATA KULIAH MATA KULIAH TKK3200 Operasi Perpindahan Massa dan Panas TKK3201 Teknik Reaksi Kimia 1 TKK3202 Pengendalian Proses TKK3203 Pemodelan Matematis (Lihat daftar di Pilihan Minat Keahlian hlm. 3 3 2 2 2 3 1 2 3 21 TKK3205 Alat Industri Kimia TKK3206 Pengantar Penelitian TKK3207 Praktikum Operasi Teknik Kimia UN3208 Kuliah Kerja Nyata Jumlah .Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 24 Semester V NO. 2. KODE MATA KULIAH MATA KULIAH TKK3100 Operasi Pemisahan Bertingkat TKK3101 Proses Industri Kimia 2 TKK3102 Proses Transfer TKK3103 Pemrograman Komputer TKK3104 Air Industri TKK3105 Perpindahan Panas TKK3106 Manajemen TKK3107 Sumber Daya Alam Indonesia (Lihat daftar di Pilihan Minat Keahlian hlm. 8. 3 2 2 2 1 3 2 1 2 2 20 Jumlah Semester VI NO. 10. 5.

2. 28) TKK4105 Perancangan Alat Proses (Lihat daftar di Pilihan Minat Keahlian hlm. yang biasanya diselenggarakan beberapa kali pada periode sebelum upacara wisuda. 3. Kuliah Etika Teknik bisa dilaksanakan setiap ada ceramah etika teknik di Fakultas Teknik UGM. 27-28 ) SKS 1. KODE MATA KULIAH MATA KULIAH TKK4100 Perancangan Pabrik Kimia TKK4101 Teknik Reaksi Kimia 2 TKK4102 Teknik Produk TKK4103 Analisis dan Optimasi Sistem Teknik Kimia (Lihat daftar Pendidikan Agama di hlm. 9 dapat dijalankan segera setelah penelitian selesai. 6. 2. 4 3 2 2 2 3 2 2 20 TKK4107 Penelitian Jumlah Semester VIII NO. 4. 5. 6 . 8. 6. 5. 8 dapat ditempuh setelah memperoleh 120 SKS (nilai minimum D).Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 25 Semester VII NO. 3 1 0 2 1 1 8 mengikuti ceramah minimum dua kali secara berturut-turut atau minimum tiga kali jika tidak berturut-turut sebelum proses yudisium. 7. KODE MATA KULIAH MATA KULIAH TKK4200 Tugas Perancangan Pabrik Kimia TKK4201 Pendadaran TKK4202 Etika Teknik6 TKK4203 Kerja Praktek7 TKK4204 Ujian Komprehensif8 TKK4205 Seminar9 Jumlah SKS 1. 7 dapat ditempuh setelah memperoleh 120 SKS (nilai minimum D). 3. 4.

Minat Keahlian Sumber Daya Alam Indonesia KODE MATA KULIAH TKK3111 TKK3112 TKK3213 Matakuliah SDA Anorganik SDA Organik Industri Berbasis SDA Indonesia TKK4114 Kapita Selekta Industri Kimia II.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 26 Daftar Kode Mata Kuliah Pilihan Minat Keahlian No. Teknik Pangan dan Bioproses TKK3131 Dasar-dasar Ilmu Pangan TKK3132 TKK3233 TKK4134 IV. Teknik Keselamatan dan Lingkungan TKK3121 TKK3122 Produksi Bersih Teknik Keselamatan Proses dan Dasar-dasar Analisis Resiko TKK3223 Teknik Pengolahan Limbah TKK4124 Manajemen Keselamatan dan Lingkungan III. Energi TKK3141 TKK3142 TKK3243 Dasar-dasar Bioproses Aplikasi Bioproses Proses Industri Pangan Energi Tidak Terbarukan Energi Terbarukan Manajemen dan Konservasi Energi TKK4144 Utilisasi Energi . I.

4. Teknologi Mutakhir TKK3171 TKK3172 Teknologi Partikel Pemisahan Setimbang Terpacu (Enhanced Equilibrium Separation) Bag. 1. 2. Kode Mata Kuliah FI 773 FI 774 FI 775 FI 776 Agama Islam Mata Kuliah Agama Katolik Agama Kristen Agama Hindu .I TKK3273 Pemisahan Setimbang Terpacu (Enhanced Equilibrium Separation) Bag. Minat Keahlian Perancangan dengan Komputer (Computer Aided Design) KODE MATA KULIAH TKK3151 TKK3152 Matakuliah Pemrograman Dinamika Fluida dalam Teknik Kimia TKK3253 Pemodelan Proses dan Sistem Dinamis TKK4154 VI.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 27 No. V.II TKK4174 Teknologi Membran Daftar Kode Matakuliah Pengetahuan Agama No. Teknik Material TKK3161 TKK3162 TKK3263 TKK4164 Perancangan Proses Teknologi Polimer Teknologi Keramik Material Logam Teknik Material Mutakhir (Advanced Engineering Material) VII. 3.

Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 28 No. Kode Mata Kuliah FI 777 FI 778 Agama Budha Agama Kong Hu Chu Mata Kuliah . 5. 6.

Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 29 VIII. DIAGRAM ALIR .

Menilai apakah seorang mahasiswa telah memahami bahan yang diajarkan. pekerjaan rumah. ujian lisan. dan kelompok jelek (kelompok E). KKN boleh diambil setelah menempuh minimum 90 sks (minimum D) 4. Kerja Praktek boleh diambil setelah menempuh minimum 120 sks (minimum D) Arti lambang-lambang dalam diagram alir: : boleh diambil bersama : sudah pernah diambil : prasyarat dengan nilai minimum D : sudah selesai * : prasyarat pengambilan mata kuliah tercantum pada silabus masing-masing mata kuliah ** : telah menempuh 50 sks (minimum D) IX. kelompok kurang (D). Mengelompokkan mahasiswa berdasarkan kemampuan ke dalam kelompok amat baik (A). Cara ujian yang digunakan disesuaikan dengan sifat pendidikan. kelompok baik (B). ujian dalam bentuk pembuatan laporan teknis. Ujian dapat pula dilaksanakan dengan berbagai kombinasi cara-cara tersebut. ujian dalam bentuk seminar.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 30 Prasyarat: 1. kelompok cukup (C). Mata kuliah keminatan boleh diambil setelah menempuh minimum 50 sks (minimum D) 2. Ujian komprehensif boleh diambil setelah menempuh minimum 120 sks (minimum D) 3. Ujian diselenggarakan dengan maksud dan tujuan untuk: 1. 2. Menilai apakah bahan yang diajarkan telah sesuai serta cara menyampaikannya telah cukup baik sehingga para mahasiswa dengan usaha yang wajar dapat memahami bahan tersebut . dan sebagainya. seperti ujian tulis. 3. SISTEM PENILAIAN Ujian dapat dilaksanakan dengan berbagai macam cara.

00 dan dengan nilai D maksimum 25% (37 SKS) tanpa nilai E. 2. nilai minimum C. Persyaratan nilai minimum kelulusan untuk mata kuliah-mata kuliah universitas mengikuti pedoman umum universitas. Dalam hal menggunakan TOEFL-like score maka ujian harus diselenggarakan di lingkungan Universitas Gadjah Mada. Telah memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang dinyatakan dengan TOEFL score (Institutional Testing Program atau International) atau TOEFL-like score (paper base) 450. SYARAT KELULUSAN Mahasiswa angkatan 2006 dan sesudahnya dinyatakan lulus atau berhak menyandang gelar Sarjana Teknik (ST) dalam bidang Teknik Kimia bila telah memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: 1. maka perlu diadakan lebih dari satu kali ujian. syarat kelulusan juga harus memperhatikan bagian Peraturan Transisi dari Kurikulum 2001 ke Kurikulum 2006 . Dalam menentukan nilai akhir. yaitu satu kali ujian akhir semester dan sekurang-kurangnya satu ujian sisipan. X. Syarat khusus untuk Program Studi Teknik Kimia adalah untuk ujian komprehensif. Telah menyelesaikan semua tugas akhir. 3. Sedangkan untuk mahasiswa angkatan tahun 2005 dan sebelumnya yang mengalami masa transisi dari Kurikulum tahun 2001 ke Kurikulum tahun 2006.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 31 Supaya maksud dan tujuan penyelenggaraan ujian dapat tercapai. bobot nilainilai yang merupakan komponennya perlu ditentukan dan diberitahukan kepada mahasiswa. Ujian sisipan dan akhir hanya bisa dilaksanakan pada waktu yang telah dijadualkan oleh Jurusan Teknik Kimia. Telah lulus semua matakuliah wajib dan pilihan yang dipersyaratkan dengan total sks minimal 148 dengan indek prestasi kumulatif (IPK) minimum 2. 4.

Matakuliah-matakuliah pada kurikulum 2001 yang namanya berubah pada Kurikulum 2006 (lihat Daftar VI) namun jumlah SKS-nya tetap dapat langsung diekivalensikan. Mahasiswa angkatan 2005 dan sebelumnya dapat menyesuaikan dengan memperhatikan peraturan transisi. Peraturan ekivalensi untuk angkatan tahun 2005 dan sebelumnya 1. maka pengambilan atau pengulangan matakuliah harus memperhatikan aturan ekuivalensi yang berlaku. Peraturan Transisi dari Kurikulum 2001 ke Kurikulum 2006 1. 4. Matakuliah yang tercantum dalam transkrip nilai mahasiswa adalah matakuliah yang benar-benar ditempuh oleh mahasiswa. 3. Untuk mahasiswa yang mengulang untuk maksud memperbaiki nilai dan ternyata mendapatkan nilai yang lebih rendah maka nilai lama dengan SKS lama matakuliah tersebut masih tetap berlaku.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 32 XI. mahasiswa angkatan 2005 dan sebelumnya dapat langsung mengambil atau mengulang matakuliah-matakuliah pada kurikulum 2006. Bila matakuliah lama tidak tercantum lagi atau berubah jumlah sks-nya atau berganti nama. 2. PELAKSANAAN KURIKULUM TAHUN 2006 Kurikulum baru diberlakukan pada Semester I tahun 2006/2007 dan berlaku untuk mahasiswa baru angkatan 2006. Mata Kuliah yang Namanya Berubah tetapi SKS Tetap Mata Kuliah Pada Kurikulum 2001 Praktikum Pengantar Teknik Kimia 1 (2) Mata Kuliah Pada Kurikulum 2006 Praktikum Analisis Bahan (2) Teknik Tenaga Listrik (2) Ekonomi Teknik (2) Utilitas 1 (2) Ekonomi Teknik Kimia (2) . Matakuliah-matakuliah yang telah ditempuh mahasiswa angkatan 2005 dan sebelumnya berdasarkan kurikulum 2001 pada prinsipnya tetap berlaku sesuai dengan jumlah SKS dan nilai yang didapatkan pada saat menempuh matakuliah-matakuliah tersebut. Untuk mencapai syarat kelulusan. Daftar VI.

Daftar VII menunjukkan matakuliah yang hilang/berubah jumlah SKS-nya dan matakuliah yang baru.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 33 Mata Kuliah Pada Kurikulum 2001 Praktikum Pengantar Teknik Kimia 2 (2) Mata Kuliah Pada Kurikulum 2006 Praktikum Proses (2) Transportasi Bahan dan Sedimentasi (3) Operasi Teknik Kimia 1 (3) Utilitas 2 (2) Operasi Teknik Kimia 2 (3) Penggerak Mula (2) Operasi Perpindahan Massa dan Panas (3) Utilitas 3 (1) Operasi Teknik Kimia 3 (3) Matematika Teknik Kimia 3 (2) Analisis Sistem Teknik Kimia (2) Air Industri (1) Operasi Pemisahan Bertingkat (3) Pemodelan Matematis (2) Analisis dan Optimasi Sistem Teknik Kimia (2) 2. Mata kuliah yang hilang/berubah SKS dan mata kuliah baru Mata kuliah yang hilang/berubah SKS Kimia Analisis 1 (2) Kimia Analisis 2 (2) Proses Transfer (3) Pengendalian Proses (3) Pengantar Matematika Teknik Kimia (2) Proses Industri Kimia 1 (3) Proses Industri Kimia 2 (3) Teknik Lingkungan (3) Proses Industri Kimia 1 (2) Proses Industri Kimia 2 (2) Teknik dan Konservasi Lingkungan (2) Keselamatan Industri (2) Pilihan A 1 (2) 2 (2) Pilihan B (2) Pilihan 1 (2) 2 (2) 3 (2) 4 (2) Proses Transfer (2) Pengendalian Proses (2) Mata kuliah baru Kimia Analisis (3) . Daftar VII.

Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 34 Mata kuliah yang hilang/berubah SKS Penelitian (3) Mata kuliah baru

Penelitian (2) Kewirausahaan (Entrepreneurship) (1) Sumber Daya Alam Indonesia (1) Ketrampilan Sukses Bekerja (Success skill) (1) Teknik Produk (2) (30) (30)

3. Ekuivalensi bersifat fleksibel berdasar kelompok matakuliah seperti tercantum pada Daftar VIII. Mata kuliah-mata kuliah lama ekuivalen dengan mata kuliahmata kuliah baru, asal jumlah SKS tetap dan dalam satu kelompok. 4. Mata kuliah yang posisinya sejajar dalam Daftar VIII wajib dipilih sebagai ekuivalensi pertama. Daftar VIII. Ekuivalensi mata kuliah berdasar kelompok Kelompok I Kimia Analisis 1 (2) Kimia Analisis 2 (2) Pengantar Matematika Teknik Kimia (2) Ketrampilan Sukses Bekerja (Success Skill) (1) Kewirausahaan (Entrepreneurship) (1) Sumber Daya Alam Indonesia (1) Teknik Produk (2) (jika terpaksa) Kimia Analisis (3)

Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 35

Kelompok II10 Kimia Analisis 1 (2)/Kimia Analisis 2 (2) Kimia Analisis (3) Kurikulum 2006 (harus mengambil) Kewirausahaan (Entrepreneurship) (1) Sumber Daya Alam Indonesia (1) Teknik Keselamatan Industri (2) Kelompok III Proses Industri Kimia 1 (3) Proses Industri Kimia 2 (3) Teknik Lingkungan (3) Proses Industri Kimia 1 (2) Proses Industri Kimia 2 (2) Teknik dan Konservasi Lingkungan (2) Teknik Keselamatan Industri (2) Pilihan A 1(2) Pilihan A 2(2) Pilihan B (2) Pilihan 1 (2) Pilihan 2 (2) Pilihan 3 (2) Pilihan 4 (2) Teknik Produk (2) Sumber Daya Alam Indonesia (1) Kewirausahaan (Entrepreneurship) (1) Hukum Perburuhan dan Milik Perindustrian (1) Kimia Analisis (3)

10

Jika lulus salah satu Kimia Analisis kurikulum lama, maka harus mengambil Kimia Analisis kurikulum baru namun bebas Sumber Daya Alam Indonesia atau Kewirausahaan (Entrepreneurship).

Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 36

Kelompok IV Pengendalian Proses (3) Proses Transfer (3) Penelitian (3) Teknik Lingkungan (3) Pengendalian Proses (2) Proses Transfer (2) Penelitian (2) Teknik dan Konservasi Lingkungan (2) Teknik Keselamatan Industri (2) Sumber Daya Alam Indonesia (1) Kewirausahaan (Entrepreneurship) (1) Teknik Produk (2) Hukum Perburuhan dan Milik Perindustrian (1) Kelompok V Kinetika dan Katalisis (3) Reaktor Kimia (3) Teknik Reaksi Kimia 1 (3) Teknik Reaksi Kimia 2 (3)

Aturan Pengambilan Jumlah Beban SKS Jumlah beban SKS minimum yang boleh diambil untuk mahasiswa semester I dan II adalah beban paket (sebanyak 20 SKS pada masing-masing semester). Sedangkan untuk semester selanjutnya beban SKS yang dapat diambil didasarkan atas IP semester dengan aturan mengikuti pedoman universitas, seperti yang dituliskan dalam Daftar IX.

00 ≤ IP < 2.0 IP < 1. Hasil evaluasi ini digunakan untuk menentukan beban studi yang boleh diambil pada semester berikutnya dengan ketentuan seperti tercantum pada Tabel VII. Selain itu evaluasi penentu hasil studi juga dilaksanakan pada akhir dua tahun pertama (akhir semester IV).Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 37 Daftar IX.5 ≤ IP < 2. Aturan Pengambilan Jumlah Beban SKS IP Semester IP > 3. Mahasiswa yang tidak . c. Telah mengumpulkan sekurang-kurangnya 30 SKS (dengan nilai minimal D).5 Evaluasi Hasil Studi SKS maksimum yang dapat diambil 24 21 18 15 12 Evaluasi hasil studi mahasiswa dilaksanakan secara rutin tiap akhir semester. akhir delapan semester dan pada akhir batas waktu program studi (14 semester untuk S1). Mahasiswa boleh melanjutkan studinya bila memenuhi syarat-syarat: i. Evaluasi Delapan Semester Pada akhir semester kedelapan.5 ≤ IP < 3.00. dan ii. Evaluasi Akhir Semester Evaluasi akhir semester dilakukan tiap akhir semester secara rutin meliputi semua matakuliah yang diambil oleh mahasiswa selama semester yang berlaku. mahasiswa diharapkan telah memperoleh sekurang-kurangnya 80 SKS dengan IP kumulatif 2. Mahasiswa yang tidak memenuhi persyaratan tersebut akan dinyatakan mengundurkan diri.0 2. Evaluasi Hasil Studi Empat Semester Pertama Evaluasi hasil studi empat semester pertama sebagai evaluasi penentu apakah mahasiswa boleh melanjutkan studinya atau tidak. Mencapai IP kumulatif minimal 2. b.0 2.5 1. a.00.

Pustaka . seperti ditunjukkan pada Daftar X. Evaluasi pada Akhir Batas Waktu Program Studi Pada akhir semester ke 14. SILABUS Untuk memberikan pengarahan yang lebih terperinci kepada para dosen pengampu. d. sedangkan masa cuti atau mangkir kuliah tanpa ijin tetap dihitung sebagai masa studi aktif. Umpan balik (feedback) 12. Tujuan Instruksional Khusus 5. Mahasiswa yang tidak memenuhi persyaratan tersebut dinyatakan mengundurkan diri. Bagian-bagian yang mendapat penekanan 8. Daftar X. Sifat pengajaran 9.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 38 memenuhi persyaratan ini akan diberi peringatan dan perhatian khusus untuk memperlancar studinya. silabus dituliskan dengan agak lebih mendetail (extended format syllabi). Sistem penilaian (assessment system) 11. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V) 7. Topik 6. Extended Format Silabus Kurikulum 2006 Nama Matakuliah 1. Hidden curriculum 10. Tujuan Instruksional Umum 4. mahasiswa harus sudah memenuhi syarat kelulusan seperti tercantum pada bab 10. Hanya masa cuti resmi yang tidak diperhitungkan sebagai masa studi aktif. XII. Prasyarat 3. Kode matakuliah dan jumlah SKS 2.

Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 39 Kompilasi Silabus 6/15/2006 .

Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK 1100 (3) 2. Umpan balik (feedback): Questionnaire dan komunikasi langsung. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Memahami prinsip dasar analisis kimia kuantitatif dan mampu merancang proses analisis kimia kuantitatif. Mampu melakukan perhitungan untuk basis analisis kimia kuantitatif... b. John Wiley and Sons. 11. Christian. Mampu merancang proses analisis kimia kuantitatif. Volumetri (asidi-alkalimetri. Topik: a. Longmans. 1953. dan hasil.D. c. 4. 5 ed. 3. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. 1. Prasyarat: Tidak ada. “Analytical Chemistry”. Green and Co.. 7. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Kemampuan merancang analisis kuantitatif untuk mendapatkan ketelitian yang tinggi.. 8. Volume I... New York. Ewing. “Instrumental Methods of Chemical Analysis. Hidden curriculum: Selalu mempertanyakan keandalan informasi.. F..P. and Hall. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. 10.. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis.). 9. 6/15/2006 .. 1956. iodometri.I. 5. 4 ed. oksidimetri. 6. 15. London. b. Sifat pengajaran: Kombinasi pemahaman prinsip dan perhitungan. 5 ed. New York. Treadwell. 4. A. d. 9. “Analytical Chemistry”. 3. metoda. “Macro and Semimicro Qualitative Inorganic Analysis”. John Wiley and Sons. W. Vogel. 12. dll. McGraw Hill Book Co. b.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 39 Kimia Analisis 1. G. London. 1986. Pustaka: a. Gravimetri. Qualitative Analysis. Inc. 4 ed. 1985.T. argentometri.

ester..G. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Memahami struktur molekul senyawa-senyawa organik alifatik dan hubungannya dengan sifat-sifat makroskopis bahannya.. 15. Allyn and Bacon. New York. serta peranan senyawa-senyawa organik alifatik dalam industri kimia dan aspek ekonominya. Salomon.). dll. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Hubungan struktur kimia dan sifat-sifat fisis dan kimia makroskopis. Sifat pengajaran: Bersifat deskriptif semi-kuantitatif. 12. John Wiley and Sons. c. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis. 5. 11.W. RT and Boyd. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. 10. “Organic Chemistry”. 9. “Organic Chemistry”. 4. T. d. H. London. and Walter. alkohol. “Handbook of Organic Chemistry”. Prentice Hall. tugas-tugas termasuk bahasan isu kontemporer. 9. Reaksi-reaksi pembuatan dan perubahan senyawa-senyawa organik alifatik. 1983. Beyer. Mengetahui sumber bahan-bahan yang bisa memenuhi kebutuhan masyarakat atas senyawa organik alifatik dan garis besar reaksi untuk pemrosesannya. serta kemampuan mengikuti isu-isu kontemporer. Inc.. Sumber-sumber dan aspek ekonomi senyawa-senyawa organik alifatik. 1992. Dapat memperkirakan sifat-sifat fisis dan kimiawi senyawasenyawa alifatik berdasar struktur molekulnya. eter. b. 7. 5 ed. aldehid. 1. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. komunikasi langsung. c. Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK 1101 (2) 2. W. Umpan balik (feedback): Questionnaire. termasuk kelayakan ekonominya secara kasar. Hidden curriculum: Pengenalan dunia industri kimia dan peran ahli teknik kimia. halida. Prasyarat: Tidak ada. 2. dengan perhitungan sederhana untuk perhitungan neraca bahan (stoikhiometri) dan evaluasi ekonomi kasar.. 4 ed. 6. b. 1996. Topik: a. alkena. Pustaka: a. 8. Morrison.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 40 Kimia Organik 1 1. Struktur molekul dan tata nama senyawa-senyawa organik alifatik (alkana. 4. 3. RN. alkuna. Sifat-sifat fisis dan kimia senyawa-senyawa organik alifatik. 6/15/2006 . b.

Structure and Reaction”. 11. Addison Wesley. M. Hidden curriculum: Wawasan product engineering serta hubungan sifat-sifat bahan dan struktur molekuler.. b. Tabel periodik unsur. e. Holt. Inc. 7. 9. Brady. J. c. Mohan.. 3. 9. “General Chemistry: Principles and Structure”. 5 ed. d. e. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. Mampu menjelaskan berbagai jenis ikatan kimia dan ikatan sekunder dan hubungannya dengan sifat-sifat makroskopis. serta tugas-tugas. 5. b. 8. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Hubungan teori dasar kimia dengan perilaku makroskopis bahan. 3 ed. Synder. Mampu membahas secara kuantitatif fenomena reaksi ion.. b. Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK 1102 (3) 2. Sifat pengajaran Bersifat diskriptif dan argumentatif dengan tujuan utama pemahaman. 12. New York. 10.K. 1990. Reaksi ion dan pH. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. dan garam. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Pemahaman struktur kimiawi bahan dan hubungannya dengan sifat-sifat makroskopisnya. f.. Mampu menjelaskan secara semi-kuantitatif interaksi antar molekul. London. Pustaka: a. struktur molekul. 6/15/2006 . ‘University Chemistry”. Prasyarat: Tidak ada. Mampu meramalkan sifat-sifat bahan berdasar tabel periodik unsur. 4. c. 3. Umpan balik (feedback): Questionnaire dan komunikasi langsung. 1. “Chemistry. 1975. 4. f. John wiley and Sons.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 41 Kimia Umum 1.. dan hubungannya dengan sifat makroskopis. Potensial ionisasi. g. basa.E. Ikatan kimia dan ikatan sekunder. d. Rinehart and Winston. Struktur atom dan molekul. Mampu menjelaskan struktur atom. 6. Mampu menjelaskan pengertian asam. 15. 1966. Interaksi antar molekul. c. Radioaktivitas. Topik: a. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis yang bersifat diskriptif dan hitungan sederhana. Diskripsi teoritis tentang kualitas produk sangat dianjurkan.

5 ed. dan Varberg. 6. 5. 1996. Jakarta. Kalkulus dan Geometri Analitis. 12. E. Erlangga. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis dan PR. Frank Ayres. 1987. 10. Jilid I. b. Prentice Hall. b. Wardiman. Vektor dan Matrix. I Nyoman Susila.. JR. Fungsi dan berbagai sistem koordinat. Inc. 2 ed. e. Topik: a. b. PT Hanindita. D. serta ketrampilan manipulasi matematis analitis untuk problem-problem differensial dan integral. g. Purcell. Alih Bahasa: Drs. c. 11. Kesadaran pentingnya analisis kuantitatif. dkk. Yogyakarta. Limit. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Pengertian konsep-konsep matematika dan interpretasi fisisnya. Hidden curriculum: Pengembangan ketekunan dan ketelitian bekerja. Jakarta. Maximasi dan minimasi. Sifat pengajaran: Sejauh mungkin contoh aplikasi matematika untuk kasus-kasus riil diberikan. Latihan manipulasi matematika analitis perlu diberikan dengan cukup.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 42 Matematika 1 1. 6/15/2006 . “Hitung Integral”. Differensiasi total dan parsial. Umpan balik (feedback): Questionnaire dan komunikasi langsung. 9. 4. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. Integral garis dan integral permukaan. J. Calculus [Schaum’s Outline series]. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. 7. Prasyarat: Tidak ada. d.. Mampu menyatakan peristiwa-peristiwa fisis sederhana dalam bentuk persamaan matematika sederhana. serta peningkatan kedisiplinan. c. 1982. Pustaka: a. 13. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Pemahaman konsep-konsep matematika terutama differensial dan integral disertai interpretasi fisisnya. Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK 1103 (3) 2. 3. 6. Penerbit Erlangga. Mampu menyelesaikan problem-problem differensial dan integral secara analitis. 8. 1.. f. Integrasi (termasuk integral lipat).

Jargons in chemical engineering (broken down with respect to processes. Buku-buku English Grammar (termasuk TOEFL Preparation Books). 6/15/2006 . Topik: a. 6. Mampu memahami teks dalam bahasa Inggris (khususnya yang berkaitan dengan keteknikkimiaan) secara komprehensif. overview of chemical plant operation.). b. Seluruh kegiatan perkuliahan dilakukan dalam bahasa Inggris. etc. 11. Kode kuliah dan jumlah SKS : TKK 1104 (2) 2.V. 5. 10.. New York. Umpan balik (feedback): Questionnaire. Mahasiswa perlu diberi porsi yang besar untuk aktif berkomunikasi dalam bentuk presentasi. 9. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. Mampu menyajikan ide dalam bentuk presentasi yang menarik dengan alat bantu (misalnya powerpoint slides) yang efektif dan narasi yang efisien. proses belajar dalam matakuliah ini dilakukan dalam bentuk learning by doing. 12. mass transfer.. Mampu menyampaikan ide dalam tulisan formal dengan tatabahasa baku dalam bahasa Inggris. c. 14. sistematis. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Mahasiswa memahami istilah-istilah teknis dalam bidang teknik kimia dan mampu mengaplikasikan istilah-istilah tersebut dengan tepat secara kontekstual dalam komunikasi menggunakan Bahasa Inggris. 8. dan questionnaire tambahan. Hidden curriculum: Pemupukan kepercayaan diri untuk menyampaikan pendapat secara jelas. Grammar penting juga untuk direview.). chemical reactions. Hughson. d. tetapi tidak menjadi tokoh sentral dalam kegiatan-kegiatan tersebut.g. Pustaka: a. dianjurkan untuk selalu dilakukan dalam bahasa Inggris. Detail untuk skill penulisan diberikan sebagai feedback dalam bentuk koreksi/catatan pada term paper dan ujian. dan Pekerjaan Rumah (term paper). Sifat pengajaran: Pada dasarnya. Dengan demikian. 11. c. Pertemuan di kelas sangat dianjurkan untuk dirancang sedemikian rupa agar menumbuhkan kepercayaan diri mahasiswa untuk berkomunikasi secara aktif dalam bahasa Inggris. b. dan meyakinkan. “Language of Chemical Engineering in English”. d. komunikasi langsung. Berbagai paper/artikel mutakhir dalam bidang teknik kimia dari berbagai sumber. 12. Mampu menyampaikan pendapat dengan jelas dalam diskusi-diskusi dengan bahasa Inggris. dosen disarankan untuk hanya berperan sebagai fasilitator yang merancang kegiatan-kegiatan dan mensuplai materi-materi yang relevan. dengan tatabahasa baku untuk penulisan/presentasi formal. Ujian Tulis. Overview on effective presentation. Grammar review. c.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 43 Bahasa Inggris Teknik 1. heat transfer. Buku-buku teks teknik kimia. 3. Inc. 13. Sistem penilaian (assessment system): Keaktifan di kelas (dalam diskusi dll. 15. separations. fluid flow. R. 1979. sementara untuk presentasi diberikan dalam bentuk kritik/saran dalam tiap sesi presentasi. baik dalam bentuk tulisan maupun lisan. Regent Book Company. Komunikasi dengan dosen. e. Teori tentang penulisan karya ilmiah dan teknik presentasi penting untuk diberikan sebagai overview sebelum diberikan penugasan untuk membuat tulisan atau presentasi. saling mengkritik dan adu argumentasi dalam diskusi/debat. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Istilah-istilah khusus (jargon) dalam teknik kimia perlu diberi porsi lebih. 7. 4. Prerequisite: Tidak ada. d. dan menulis. tetapi tidak dibahas terlalu detail karena mahasiswa sudah mendapat cukup materi mengenai hal tersebut di sekolah menengah. Introduction to scientific writing. b. baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no.

. usaha. Sistem belajar aktif. Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK 1105 (3) 2. Pemuaian. 6. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): Mampu menganalisis peristiwa-peistiwa fisis sederhana baik untuk sistem undistributed maupun distributed. c. 1992. 5. Fisika Jilid 2. Umpan balik (feedback): Questionnaire. Manipulasi matematis dan hitungan yang rumit sejauh mungkin dihindarkan. untuk bisa diaplikasikan untuk menganalisa peristiwa-peristiwa sederhana dan untuk bisa dipakai sebagai dasar pemahaman ilmu-ilmu teknik kimia.. Kemampuan melakukan hitungan dengan satuan-satuan yang tidak seragam perlu diperkenalkan. e. Generating interest terhadap profesi dan disiplin teknik kimia. Erlangga. Sifat pengajaran: Penekanan pada comprehension dan analisis. Extended”. d. Prasetyo.J. Keluasan aplikasi konsep fundamental (fleksibilitas). b. J. Resnick. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Menguasai konsep-konsep fisika dengan cukup mantap.. Jilid I dan II. and Resnick. b.. Pustaka: a. E. Halliday. statika titik dan benda). 1997. b. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. “Fundamentals of Physics.. New York. and Resnick. Jakarta. Jakarta. 2 ed. 7. D. and Finn. 6/15/2006 . L dan Hadi. 9. 3. Halliday. Fisika untuk Universitas. 4. d.. 5 ed. Kasus-kasus riil teknik kimia sangat dianjurkan. Hidden curriculum: a. Dasar-Dasar Fisika Universitas. Halliday. K). Erlangga. Prasyarat: Tidak ada. R. gaya dan torsi. 6. komunikasi langsung. Gas. Jakarta. Efek Panas.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 44 Fisika 1 1. Hukum Hooke. Alonso. R. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis yang bersifat komprehensif. 1993.. 1. Erlangga. momentum. Mekanika (gerak translasi dan rotasi. 11. 10. 1992. 1992. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Penguasaan konsep dasar dan diskripsi kuantitatif aplikasi matematika termasuk konsep diferensial-integral untuk analisis peristiwa-peristiwa fisis. John Wiley & Sons. Fisika Jilid 1. 12. c. (terj. d. H. Inc. tenaga potensial dan tenaga kinetis. c. Latihan perlu diberikan dengan cukup. Pekerjaan rumah sebagai latihan dan bisa dipakai sebagai border-line nilai. Jakarta. R.. Gambaran bidang kerja dan disiplin ilmu teknik kimia. Sears and Zemansky. Topik: a. f. D. 8. and Walker. e. 4. Hidrostatika. M.

3. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. memecahkan masalah dan mengambil keputusan dengan menerapkan strategi heuristik terhadap nilai-nilai Pancasila. 10.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 45 Pendidikan Nilai-nilai Pancasila 1. Membantu mahasiswa dalam proses belajar. c. dan bernegara. 5. 9. Pancasila sebagai Ideologi. i. Hidden curriculum: Mengikuti universitas. berbangsa. Pustaka: Mengikuti universitas. Tujuan Instruksional Umum (TIU): (Sesuai surat keputusan DIKTI Nomor 265/DIKTI/Kep/2000) a. Prasyarat: Tidak ada. c. a. proses berpikir. Dapat memahami dan mampu melaksanakan jiwa Pancasila dan UUD 1945 dalam kehidupannya sebagai warganegara Republik Indonesia. b. 10. 4. Topik: Sesuai surat keputusan DIKTI Nomor 265/DIKTI/Kep/2000. sehingga mampu menanggapi perubahan yang terjadi dalam rangka keterpaduan Iptek dan pembangunan. Sifat pengajaran: Mengikuti universitas. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Mengikuti universitas. Sistem Hukum Nasional dan Ketatanegaraan RI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Sistem penilaian (assessment system): Mengikuti universitas. Kode kuliah dan jumlah SKS: UN 1106 (2) 2. g. 14. Menginternalisasi nilai Sejarah Perjuangan Bangsa Indonesia. 3. Dinamika pelaksanaan UUD 1945. 6/15/2006 . berbangsa. dan bernegara. Landasan dan tujuan Pendidikan Pancasila. 6. Aktualisasi Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat. Menguasai pengetahuan dan pemahaman tentang beragam masalah dasar kehidupan bermasyarakat. d. berbangsa dan bernegara yang hendak diatasi dengan penerapan pemikiran yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945. Pancasila sebagai sistem Etika. 7. d. b. 8. h. 9. Umpan balik (feedback): Mengikuti universitas. Pancasila sebagai sistem Filsafat. Pancasila sebagai paradigma kehidupan dalam bermasyarakat. Memupuk sikap dan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai dan norma Pancasila. e. 11. f.

15. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Mahasiswa memiliki ketrampilan berpikir. Prasyarat: Tidak ada. Topik: a. 11. 8.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 46 Ketrampilan Sukses Bekerja (Success Skill) 1. 3. Pustaka: Mengikuti universitas. 9. 7. 5. 10. Living skills. 4. Umpan balik (feedback): Mengikuti universitas. 13. 14. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Mengikuti universitas. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. Kode kuliah dan jumlah SKS: UN 1107 (1) 2. menempatkan diri dengan baik dalam lingkungannya. Sifat pengajaran: Mengikuti universitas. dan 6/15/2006 . c. belajar. Thinking skills. 6. Hidden curriculum: Mengikuti universitas. Sistem penilaian (assessment system): Mengikuti universitas. Learning skills. b.

Tujuan Instruksional Umum (TIU): Mengenal prinsip-prinsip dasar termodinamika. Umpan balik (feedback): Questionnaire dan komunikasi langsung. 12. Sifat pengajaran: Berorientasi pada pemahaman terutama diskripsi kuantitatif sederhana. 6/15/2006 . Mampu mendiskripsikan secara kuantitatif keadaan dan komposisi kesetimbangan kimia. c. Penerbit Erlangga.A. 4. Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK 1200 (2) 2. b. Topik: a. Kesetimbangan kimia. 9. Kesetimbangan fasa sederhana (komponen tunggal dan campuran). 6. Prentice Hall Inc. b. terjemahan Dr.J. b. Mampu menganalisis kesetimbangan fasa sistem ideal berdasar prinsip-prinsip termodinamika. 1972. Hidden curriculum: Memberikan fondasi pemikiran scientific engineering. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. 1985. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no.. Pengenalan konsep-konsep dasar termodinamika. 10. 4. 8.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 47 Kimia Fisis 1 1. 7. Sukardjo. 11. R. Bina Aksara. N. Laju reaksi kimia. 5. Prasyarat: Tidak ada.M. Mampu mengaplikasikan prinsip-prinsip dasar termodinamika untuk menganalisis fenomena-fenomena sederhana. “Physical Chemistry”. d. Jakarta. c. d. W. Moore. laju reaksi. Pustaka: a. dan kesetimbangan kimia. e.. Alberty. 3. “Kimia Fisika”. and Daniels. kesetimbangan fasa. Mampu menganalisis laju reaksi kimia sederhana berdasar konsep dasar kinetika reaksi. Kaidah Fasa Gibbs. c. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis dan PR. “Kimia Fisika”. 1983. Surdia. New York. Jakarta. F. 1. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Pemahaman perilaku bahan berdasar konsep termodinamika perlu ditekankan.

. lemak. b. dan hubungannya dengan sifat-sifat makroskopis bahannya. sakarida. komunikasi langsung. 6. tugas-tugas termasuk bahasan isu kontemporer. Prasyarat: Tidak ada. Topik: a. 11. 2. dan protein.G. Allyn and Bacon. Pustaka: a.. Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK 1201 (2) 2. Morrison. 6/15/2006 . “Organic Chemistry”. serta peranan senyawa-senyawa organik aromatik dalam industri kimia dan aspek ekonominya. dan protein berdasar struktur molekulnya. dan protein dan garis besar reaksi untuk pemrosesannya. Sumber-sumber dan aspek ekonomi senyawa-senyawa organik aromatis. RT and Boyd. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. sakarida. Hidden curriculum: Pengenalan dunia industri kimia dan peran ahli teknik kimia. lemak. sakarida. protein. 7. termasuk kelayakan ekonominya secara kasar. and Walter. 1992. sakarida. W. dengan perhitungan sederhana untuk perhitungan neraca bahan (stoikhiometri) dan evaluasi ekonomi kasar. 1. 1996. b. Dapat memperkirakan sifat-sifat fisis dan kimiawi senyawasenyawa aromatis. 4. “Organic Chemistry”. Struktur molekul dan tata nama senyawa-senyawa organik aromatis. lemak. c. 4. 9. 5 ed.W. Salomon. 9. 8. John Wiley and Sons. Prentice Hall. Mengetahui sumber bahan-bahan yang bisa memenuhi kebutuhan masyarakat atas senyawa organik aromatis. Umpan balik (feedback): Questionnaire. lemak. New York. 15. 1983. sakarida. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis. serta kemampuan mengikuti isu-isu kontemporer. 12. Beyer. H.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 48 Kimia Organik 2 1. sakarida.. Sifat pengajaran: Bersifat deskriptif semi-kuantitatif. 3. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Memahami struktur kimia senyawa-senyawa organik aromatis. Reaksi-reaksi pembuatan dan perubahan senyawa-senyawa organik aromatik. Sifat-sifat fisis dan kimia senyawa-senyawa organik aromatis. 10. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no.. RN. lemak. 4 ed. London. T. b. Inc. dan protein. “Handbook of Organic Chemistry”. d. 5. lemak. dan protein. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Hubungan struktur kimia dan sifat-sifat fisis dan kimia makroskopis. c.

10.). Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. b. d. 9.. Mampu menjelaskan teori korosi dan cara-cara pencegahannya. Jakarta. 12.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 49 Bahan Konstruksi Teknik Kimia 1. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. 1960. d. Bahan-Bahan. Umpan balik (feedback): Questionnaire dan komunikasi langsung. Topik: a. Mengenal berbagai cara perlakuan bahan.. Van Vlack. Materials Science and Engineering. Hidden curriculum: Latihan belajar mandiri berbasis pustaka dan mengenal berbagai problem bahan kosntruksi di industri. Mampu menjelaskan hubungan tegangan dan regangan. Penerbit Erlangga. 4. 15. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Hubungan struktur atom/molekul bahan dengan sifat-sifat makroskopisnya. Diagram tegangan dan regangan. cetakan pertama. 11. c. Pustaka: a. 6/15/2006 . Inc. g. Callister Jr. Mahasiswa dilatih untuk mencari sendiri informasi-informasi dari pustaka. 2 ed. Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK 1202 (2) 2. b. Mampu menjelaskan struktur atom/molekul bahan dan hubungannya dengan sifat-sifat fisisnya. W.. London. 7. Teori lendutan batang. 7. 3. Berbagai cara perlakuan bahan.L. John Wiley and Sons. 6. Van Vliet. W. serta memahami teori korosi dan pencegahannya.. 1. f.D. G. Addison-Wesley Publishing Company. L. Elements of Materials Science. 1984. serta teori lendutan batang. e. Prasyarat: Tidak ada. New York. Diagram fasa bahan. 3. dll. Sifat-sifat khusus bahan (piezo-electric effect. Teori korosi dan cara-cara pencegahannya. b.. e. 8. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis. 4. and Both. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Memahami struktur atom/molekul bahan dan hubungannya dengan sifat-sifat makroskopisnya.H.. Struktur atom/molekul bahan dan hubungannya dengan sifatsifat makroskopis bahan. c. Sifat pengajaran: Bersifat diskripsi semi-kuantitatif. c. Mengenal berbagai diagram fasa bahan. 5.J. Inc.

Wardiman. Bilangan kompleks. dll. serta peningkatan kedisiplinan. f. Persamaan differensial ordiner simultan. Mampu menyatakan peristiwa-peristiwa fisis sederhana dalam bentuk persamaan differensial. Citra Offset. 8. Persamaan differensial ordiner order satu. Transformasi Laplace. John Wiley and Sons. serta ketrampilan penyelesaiannya secara analitis. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. 6. 5. Persamaan differensial ordiner order tinggi. d. Ekspansi dengan deret tak berhingga (Taylor. 1. 13. Latihan manipulasi matematika analitis perlu diberikan dengan cukup. New York. Mampu menyelesaikan persamaan differensial ordiner secara analitis. 6/15/2006 . Sifat pengajaran: Sejauh mungkin contoh aplikasi matematika untuk kasus-kasus riil diberikan. c.). Hidden curriculum: Pengembangan ketekunan dan ketelitian bekerja. New York. c. McLaurin... 4.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 50 Matematika 2 1. Prasyarat: Tidak ada.. 1993.W. 3. “Persamaan Diferensial (teori dan contohcontoh penyelesaian soal)”. 9. Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK 1203 (3) 2. Kreyszig. 12. 10. 11. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Pengertian konsep-konsep matematika dan interpretasi fisisnya. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis dan PR. 6 ed. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. b. 6. Yogyakarta. Topik: a. Fourier. “Advanced Mathematics for Engineers”. Inc.. 3 ed. b. Kesadaran pentingnya analisis kuantitatif. John Wiley and Sons.H. ”Advanced Engineering Mathematics”. F. 1955. Pustaka: a. e. E. 7.. b. Reddick.. Umpan balik (feedback): Questionnaire dan komunikasi langsung. H. and Miller. Inc. 1981. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Pemahaman konsep-konsep matematika terutama persamaan differensial dan interpretasi fisisnya.

. Berbagai jenis turbin (turbin gas. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Prinsip sistem dan karakteristiknya. Daglers and Miles.. 5. 3. “Penggerak Mula.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 51 Penggerak Mula 1. Mesin Otto. 10. Severn. Motor Bakar Torak”. 3. “Air. 1988.W. McGraw Hill. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Mampu memahami sistem-sistem dan peralatan-peralatan pembangkit energi mekanis. termasuk fire tube boiler dan water tube boiler. 6. b. 9. Topik: a. c. Umpan balik (feedback): Questionnaire dan komunikasi langsung. Steam and Gas Power”. b.). turbin air. 4. mesin diesel. Sifat pengajaran: Bersifat deskriptif dan sket prinsip peralatan. McGraw Hill. 1983. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. Hidden curriculum: Pentingnya energi bagi kehidupan manusia. Penerbit ITB. 1960. turbin uap. Berbagai jenis pembangkit uap. 6/15/2006 . Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis dan tugas.) serta menerangkan karakteristiknya. termasuk efisiensinya. El Wakil. d. New York. Mesin Diesel. L. “Principle of Energy Conversion”. dll. New York. 7. 5. 11. 7. McGraw Hill. Kode kuliah dan jumlah SKS : TKK 1204 (2) 2. c. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): Mampu menyebutkan dan menjelaskan sistem pembangkit energi mekanis (turbin. “Power Plant Technology”. Culp. 8. Prasyarat: Tidak ada. dll. e. New York. Bandung. W. Arismunandar. 12. 1989. d. Steam power plant. mesin otto. Pustaka: a.

. Menumbuhkan minat pada profesi dan disiplin teknik kimia. Resnick. R... Untuk bisa diaplikasikan pada analisis peristiwa-peristiwa sederhana. 1993. Umpan balik (feedback): Questionnaire. 6. Hidden curriculum: a. H. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): Mampu menganalisis peristiwa-peristiwa fisis sederhana baik untuk sistem undistributed maupun distributed. Fisika untuk Universitas. komunikasi langsung. d. Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK 1205 (3) 2. John Wiley & Sons. New York. Kasus-kasus riil teknik kimia sangat dianjurkan. and Abbott. g. b..Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 52 Fisika 2 1. Halliday. b. dalam arti penggunaan langsung rumus-rumus tanpa memahami konsep-konsep yang melatar-belakanginya tidak dianjurkan. Jakarta. 5. 10. c. Topik: a. Uap. D. Jakarta. 5 ed. Pustaka: a. e. Erlangga. 8. H. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Penguasaan konsep dasar dan diskripsi kuantitatif. Tegangan muka. 6. Keluasan aplikasi konsep fundamental (fleksibilitas)..M. Gambaran bidang kerja dan disiplin ilmu teknik kimia. Inc. Listrik arus searah. 6/15/2006 . b. h. Ujian tulis yang bersifat komprehensif. “Fundamentals of Physics. dan questionnaire tambahan. Prasyarat: Tidak ada. 1997. 1. c. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Menguasai konsep-konsep fisika dengan cukup mantap: a.. Diagram fasa zat murni. 3. c. Sistem penilaian (assessment system): a. e. Erlangga.. Pekerjaan rumah sebagai latihan dan bisa dipakai sebagai border-line nilai. aplikasi matematika termasuk konsep diferensial-integral untuk analisis peristiwa-peristiwa fisis. b. Halliday. f. Tara kalor mekanik. Untuk bisa dipakai sebagai dasar pemahaman ilmu-ilmu teknik kimia dan lifelong learning. 12.. R. e. Getaran dan gelombang. Sifat pengajaran: a. Van Ness. and Walker. “Introduction to Chemical Engineering Thermodynamics”. 7.. 4. Manipulasi matematis dan hitungan yang rumit sejauh mungkin dihindarkan. Fisika Jilid 1. Sistem belajar aktif. Fisika Jilid 2. b. Penekanan pada comprehension dan analisis. 11. Halliday. Sears and Zemansky. i. Listrik arus bolak-balik. and Resnick. 2004.. d.C. Optika dan cahaya. 4. and Resnick. Kemampuan analisis merupakan orientasi utama. Extended”. Kemampuan melakukan hitungan dengan satuan-satuan yang tidak seragam perlu diperkenalkan. 6 ed. M. 1992.M. Latihan perlu diberikan dengan cukup. J. McGraw Hill Book Company. J. b. D. R. c. Jakarta. Struktur padatan. New York.. Untuk basis memahami perilaku bahan. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. d. 9. d. f. c. Smith. 1992.

4. Alat transmisi. “Fundamentals of Machine Component Design”.. 2 ed. b. Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK 1206 (2) 2.C. Poros. Dasar-dasar ilmu kekuatan bahan. Bermacam-macam sambungan. John Wiley and Sons. R. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Mahasiswa dapat memahami dasar-dasar ilmu bahan. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. 3. Pustaka: Juvinall. jenis sambungan.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 53 Elemen mesin 1. 3. 5. 6. 1991. 5. Bantalan. New York. Prasyarat: Tidak ada. e.. 6/15/2006 . d. Topik: a. c. bantalan dan transmisi.

Prasyarat: Tidak ada. New York. 2 ed. “Ethics in Engineering”. c. M. 14. Kode kuliah dan jumlah SKS: UN 1207 (2) 2. 6/15/2006 . Hakekat ilmu pengetahuan. Topik: a. McGraw Hill Book Company. R. 5. b.. 3. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Mahasiswa dapat memahami filosofis ilmu pengetahuan dan hakikatnya dan etika. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. 11.. and Schinzinger. 10.. 4. Pustaka: Martin.W. 6. Hubungan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan etika.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 54 Filsafat dan Penciptaan Ilmu 1. Tinjauan filosofis ilmu pengetahuan dan teknologi.

Kode kuliah dan jumlah SKS: UN 1208 (2) 2. 6/15/2006 . Ketahanan Nasional. (3). 6. Topik: Sesuai surat keputusan DIKTI Nomor 267/DIKTI/Kep/2000. rela berkorban bagi nusa dan bangsa. yaitu: a. Menguasai pengetahuan dan pemahaman tentang beragam masalah dasar kehidupan bermasyarakat. 1986. b. Wawasan Nusantara. (2). Hak dan kewajiban Warganegara. 3. Politik dan Strategi Nasional. “Kewiraan untuk Mahasiswa”. b. 5. Memupuk sikap dan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai kejuangan serta patriotisme yang cinta tanah air. Prasyarat: Tidak ada. Pengantar Pendidikan Kewarganegaraan yang mencakup : (1). Dapat memahami dan mampu melaksanakan hak dan kewajiban secara santun. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Sesuai surat keputusan DIKTI Nomor 267/DIKTI/Kep/2000. c. 10. d. Pendidikan Pendahuluan Bela Negara. c. Jakarta. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. 4. (4). Pustaka: Lemhanas. Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional secara kritis dan bertanggung jawab. Hak Azasi Manusia. Demokrasi Indonesia. a. jujur dan demokratis serta ikhlas sebagai warganegara Republik Indonesia yang bertanggung jawab. 14. Gramedia.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 55 Pendidikan Kewarganegaraan 1. berbangsa dan bernegara yang hendak diatasi dengan penerapan pemikiran yang berlandaskan Pancasila.

Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 56

Kimia Fisis 2

1. Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK 2100 (2) 2. Prasyarat: Pernah menempuh Kimia Fisis 1. 3. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Pemahaman sifat-sifat bahan berbasis teori, termasuk yang berkaitan dengan kualitas produk. 4. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. Mampu menganalisis fenomena-fenomena berdasar konsep tegangan muka. b. Mampu menganalisis kuantitatif sifat koligatif larutan. c. Mampu menganalisis sifat-sifat sistem heterogen. d. Mampu menganalisis kuantitatif fenomena adsorpsi. e. Mampu mendiskripsikan secara semi-kuantitatif proses koagulasi dan granulasi. 5. Topik: a. Tegangan muka. b. Sifat koligatif larutan (tekanan osmosis, naik titik didih, turun titik beku). c. Kimia koloid. d. Teori emulsi. e. Adsorpsi. f. Koagulasi dan granulasi. 6. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. 1, 4. 7. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Pemahaman kelakuan bahan termasuk hubungan sifat makroskopis dan keadaan mikroskopis. 8. Sifat pengajaran: Kombinasi pemahaman dan studi kasus fenomena bahan yang diharapkan sangat bervariasi. 9. Hidden curriculum: Pengenalan dasar-dasar product engineering. 10. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis dan tugas-tugas. 11. Umpan balik (feedback): Questionnaire dan komunikasi langsung. 12. Pustaka: a. Alberty, R.A., and Silbey, R.J., 1992, “Physical Chemistry”, John Wiley and Sons, Inc., New York. b. Moore, W.J., 1955, “ Physical Chemistry”, 2 ed., Prentice Hall, Inc., New York. c. Blasstow, S., and Lewis, D., 1960, “Element of Physical Chemistry”, 2 ed., Van Nostrand comp., Inc., New York.

6/15/2006

Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 57

Azas Teknik Kimia

1. Kode kuliah dan jumlah SKS : TKK 2101 (4) 2. Prasyarat : Pernah menempuh Matematika 2. 3. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Mahasiswa dapat menyusun neraca massa dan panas pada suatu sistem (non-reaksi dan reaksi) dan menyelesaikan neraca massa dan panas pada sistem/proses yang sederhana, serta dapat menyusun persamaan kelompok tak berdimensi dan melakukan scale-up sederhana. 4. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. Mampu menyusun persamaan (steady dan unsteady-state) neraca massa dan neraca panas, secara makroskopis dan mikroskopis. b. Mampu menyelesaikan persamaan neraca massa dan panas steady-makroskopis yang sederhana. c. Memahami arti dan tujuan arus bypass, recycle, purge. d. Mengenal teori perpindahan massa dan momentum secara difusi (molekuler). e. Mampu menyusun persamaan kelompok tak berdimensi secara inspeksi pada suatu peristiwa, dan melakukan scale-up peristiwa yang sederhana. 5. Topik: a. Pengenalan ruang lingkup Teknik Kimia, Chemical engineering tools. b. Pengenalan satuan, unit. c. Konsep neraca massa: batch-kontinyu, steady-state, mikroskopis-makroskopis. Persamaan kecepatan reaksi, transfer massa. d. Arus by-pass, recycle, purging. Penyusunan persamaan diferensial dalam neraca massa e. Dasar neraca panas: energi dakhil, entalpi, hukum termodinamika 1, panas perubahan fase, panas pembentukan dan reaksi, panas pembakaran. f. Konsep neraca panas: steady-state, mikroskopis-makroskopis untuk sistem nonreaksi dan reaksi, penyusunan persamaan diferensial. g. Humiditas dan kelembaban: neraca massa dan panas simultan. h. Pengenalan difusi molekuler (biner: counter-current dan stagnant film), transfer momentum dan distribusi kecepatan. i. Dasar dimensi dan analisis dimensi: penyusunan persamaan kelompok tak berdimensi. Konsep similaritas teknik dan contoh similaritas sederhana. 6. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. 1, 2, 3 dan 6. 7. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: a. Konsep dasar menyusun neraca massa dan panas (steady dan unsteady-state, mikroskopis dan makroskopis). b. Kemampuan menyelesaikan perhitungan neraca massa dan panas pada sistem/proses yang sederhana secara sistematis. c. Memahami arti arus bypass, recycle, purge. d. Arti dan guna analisis dimensi. 8. Sifat pengajaran: Lebih menekankan pada pemahaman konsep neraca massa dan panas; ketrampilan perhitungan yang sistematis; contoh dari industri (riil) sangat dianjurkan. 9. Hidden curriculum: a. Pengenalan bidang dan pekerjaan (praktek-praktek) teknik kimia, serta prinsip unit proses di pabrik kimia. b. Pola berpikir analisis-sintesis dalam menyelesaikan persoalan: menganalisis persoalan berdasar konsep fundamental dan menggabungkan konsep-konsep yang relevan menjadi satu cara penyelesaian persoalan. 10. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis, tugas dan pekerjaan rumah. 11. Umpan balik (feedback): Questionnaire, komunikasi langsung, dan questionnaire tambahan. 12. Pustaka: a. Soegiarto, 1981, “Diktat Kuliah Asas-asas Teknik Kimia”, Pusat Penerbitan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada. b. Himmelblau, D.F., 1996, “Basic principles and Calculations in Chemical Engineering”, Prentice-Hall International Inc., New Jersey. c. Giles, R.V., 1956, “Theory and Problems of Hydraulics and Fluid Mechanics”, Schaum Publishing Co., New York. d. Johnstone, R.E. and Thring, M.W., 1957, “Pilot Plants, Models and Scale-up Methods in Chemical Engineering”, McGraw-Hill Book Co., New York.

6/15/2006

Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 58
Matematika 1. Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK 2102 (3) Teknik 2. Prasyarat: Pernah menempuh Matematika 2. Kimia 1 3. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Kemampuan menyusun persamaan differensial untuk peristiwaperistiwa fisis sederhana, kemampuan menyelesaikan persamaan differensial ordiner dan parsial. 4. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. Mampu menyusun persamaan differensial dan keadaan batas untuk peristiwa-peristiwa fisis sederhana. b. Mampu menyelesaikan secara analitis persamaan differensial ordiner dengan fungsi khas (Bessel, Legendre, dll.). c. Mampu menyelesaikan secara analitis persamaan differensial parsial dengan keadaan batas. d. Mampu menggunakan Transformasi Lapace dan Fourier untuk menyelesaikan persamaan differensial ordiner dan parsial. 5. Topik: a. Fungsi Bessel dan Legendre dan penggunaannya untuk penyelesaian persamaan differensial ordiner. b. Penyelesaian persamaan differensial parsial dengan similarity transform. c. Penyelesaian persamaan differensial parsial dengan pemisahan variabel, termasuk bentuk non-homogen. d. Penyelesaian persamaan differensial parsial dengan transformasi Laplace dan transformasi Fourier. 6. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. 6, 13. 7. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Interpretasi fisis dari bentuk-bentuk matematika. 8. Sifat pengajaran: Kombinasi pemahaman dan ketrampilan manipulasi matematis. 9. Hidden curriculum: Pengembangan ketekunan dan ketelitian bekerja, serta peningkatan kedisiplinan. Kesadaran pentingnya analisis kuantitatif. 10. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis dan PR. 11. Umpan balik (feedback): Questionnaire dan komunikasi langsung. 12. Pustaka: a. Jenson, V.G., and Jeffreys, G.V.,1977, “Mathematical Methods in Chemical Engineering”, Academic Press, London. b. Mickley, H.S., Sherwood, T.S., and Reed, C.E., 1957, “Applied Mathematics in Chemical Engineering”, Mc Graw Hill Book, Co. New York. c. Rice, R.G., and Do, D.D., 1994, “Applied Mathematics and Modeling for Chemical Engineers”, John Wiley and Sons, Inc, New York.

6/15/2006

6/15/2006 . Berbagai jenis motor listrik (arus searah. Topik: a. 9. 12. Hidden curriculum: Kesadaran pentingnya tim multidisiplin. 5. 5. Prasyarat: Pernah menempuh Fisika 2. 6. 1988. 11. 8. c. Kode kuliah dan jumlah SKS : TKK 2103 (2) 2. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Memahami peralatan tenaga listrik untuk pabrik kimia. 7. 3. b. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Karakteristik peralatan sebagai basis pemilihan peralatan. Mampu menjelaskan karakteristik berbagai peralatan tenaga listrik untuk pabrik kimia dan mampu melakukan perhitungan sederhana. Trafo. Mengenal berbagai jenis peralatan tenaga listrik untuk pabrik kimia dan prinsip kerjanya. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. b. 4. 7. “Diktat Teknik Tenaga Listrik”. arus bolak-balik. Umpan balik (feedback): Questionnaire dan komunikasi langsung. 3. Pustaka: Soepartono. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis dan PR. Berbagai jenis generator listrik. Sifat pengajaran: Bersifat deskriptif dan hitungan sederhana. sistem tiga fase).Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 59 Teknik Tenaga Listrik 1. 10.

W. 6/15/2006 . b. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Memahami secara kualitatif dan kuantitatif berbagai bentuk energi dan hukum kekekalan energi. Hidden curriculum: Pengembangan konsep pemikiran deduktif kuantitatif. McGraw Hill Book Company. d. Kode kuliah dan jumlah SKS : TKK 2104 (3) 2. 3 ed. 7. Aplikasi konsep termodinamika untuk pemahaman perilaku bahan dan peralatan sangat dianjurkan. Umpan balik (feedback): Questionnaire dan komunikasi langsung. 5. Smith.. Persamaan keadaan (equation of state). 6. J. Hukum Termodinamika I baik untuk proses non-alir maupun proses alir. b. 6. Prentice Hall PTR.C.. 9. Pengantar teori campuran. 2004. and Modell. Hukum Termodinamika II. Mampu menyusun neraca energi untuk berbagai proses alir maupun non-alir. 3. 13. 5. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis. Sifat pengajaran: Menekankan pada konsep fundamental termodinamika yang bersifat universal sehingga diharapkan diberikan contoh-contoh aplikasi yang mencakup banyak jenis fenomena riil.. c.I. Mampu menyusun neraca panas proses-proses yang melibatkan reaksi kimia dan pencampuran. Prasyarat: Pernah menempuh Fisika 2. 11. New York.. evaluasi perubahan nilai besaran-besaran termodinamika berdasar konsep dasar termodinamika.. Mampu meramalkan kecenderungan proses-proses berdasar analisis kualitas energi. 6 ed. d. c. f. Van Ness. 4. M. Sandler.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 60 Termodinamika Teknik Kimia 1 1. 10. H. “Thermodynamics and Its Applications”. and Abbott.. Topik: a. John Wiley & Sons.M. 1997. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Analisis energi secara kuantitatif. 1. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. “Introduction to Chemical Engineering Thermodynamics”. M. J. 4. 12. Efek panas. b. New York. “Chemical Engineering Thermodynamics”. 8. c. serta proses reversible dan irreversible. e. New Jersey.M. Hubungan antar fungsi termodinamis. Mampu mencari perubahan nilai besaran-besaran termodinamis berdasar equation of state dan kapasitas panas. S. 3 ed.. Pustaka: a. 3.. Tester. 1998.

h. New York. McGraw-Hill. mampu melakukan analisis keuntungan dan profitabilitas. Jenis-jenis biaya. dan mampu memilih alternatif investasi. Analisis kasus yang mengandung ketidakpastian. SDP. New York. Peters. Memperhitungkan faktor keuntungan tidak langsung. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Konsep nilai waktu dari uang. dan faktor-faktor non teknis dalam bidang ekonomi. Parameter-parameter untuk menyatakan profitabilitas (NPV. “Chemical Engineering Economics”. Depresiasi.E.T. c. K. Wicks. d. “Engineering Economy”.S.M.G. dan memperbanyak latihan penyelesaian soal. Konsep nilai waktu dari uang. Inc. 3.. New Jersey. and Timmerhaus. ROI. Analisis cash flow. Umpan balik (feedback): Questionnaire. 7. dan pekerjaan rumah.. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. E. Prasyarat: Tidak ada. Topik: a.D. Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK 2105 (2) 2. IRR/DCFRR. 11. and Luxhoj.). 9. 5. g. Metode-metode pembandingan alternatif rencana investasi. 4. mampu melakukan evaluasi kelayakan ekonomi suatu investasi. Pembandingan alternatif rencana investasi. 2003. J. j. komunikasi langsung. 5 ed. Pustaka: a. 6/15/2006 . “Plant Design and Economics for Chemical Engineers”. Hidden curriculum: Penekanan kejujuran dalam perhitungan ekonomi. dll. c. 6. 15. Modal tetap dan modal kerja.. 12 ed. Garrett. dan dapat memilih rencana investasi yang paling menguntungkan.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 61 Ekonomi Teknik 1. 1989. pajak. Payback period. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Memahami prinsip dasar perhitungan ekonomi. Sullivan. Proses pengambilan keputusan berbasis analisis ekonomi atas alternatif rencana investasi. 7. e. Analisis keuntungan. f. Van Nostrand Reinhold.. 2003. M. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): Mampu melakukan perhitungan berbasis nilai waktu dari uang.... tugas. Sifat pengajaran: Lebih menekankan pada pemahaman konsep dengan memberikan contoh-contoh riil. i. b. W. b. Assessment atas berbagai alternatif. Pearson Education. 8. 10.. Inc. D. BEP. cara perhitungan. 12. 3.

3. dan keseksamaan dalam pengukuran. 4. Penggunaan caracara eksperimental dalam bidang kimia anorganik. Melakukan eksperimen sederhana yang terkait dengan bidang organik. Prasyarat: Fisika 2 (pernah menempuh). 5. Hidden curriculum: Mengembangkan keyakinan bahwa dengan bekerja sungguhsungguh mahasiswa bisa melakukan percobaan dengan hasil yang baik.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 62 Praktikum Analisis Bahan 1. Menguasai cara-cara pengukuran standar besaran kimia dan fisika. 6/15/2006 . 8. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. 4. Topik: Pengenalan cara-cara standar pengukuran besaran kimia dan fisika. b. 5. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Menjalankan peralatan fisik untuk melaksanakan prinsip-prinsip analisis bahan. 7. anorganik dan kimia fisis. dan keseksamaan dalam pengukuran. 6. organik dan kimia fisis. 12. 15. Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK 2106 (2) 2. Tujuan Instruksional Umum (TIU): a. 6. 1. 3.

2 ed. Basic UV/Visible Spectrophotometry. 8. e. c. John Wiley & Sons. 3... c. b.. McGraw-Hill Book Company. g. Topik: a. 1967. M. John Wiley & Sons. dan pekerjaan rumah. Hoffman. 15. Mass Spectrometry (GC-MS). High Performance Liquid Chromatography. dan questionnaire tambahan. Singapore. b. Mampu melakukan analisis sampel secara spektrofotometri (UV/Vis spectrophotometer. Mampu melakukan analisis sampel secara mass spectrometry (GCMS). and Stroobant. Charette. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Analisis kualitatif dan kuantitatif suatu sampel (organik. C. Prasyarat : Tidak ada. dan multi component). Pharmacia LKB Biochrom Limited Science Park. England. Pustaka: a. 5. and Science Paperbacks. f. Kode kuliah dan jumlah SKS : TKK 2107 (2) 2. Stock. UK. manfaat instrumen. 1996. IR spectrophotometer. anorganik. Instrumental Methods of Chemical Analysis.F. Radiasi Elektromagnetik. d. Human. Mampu melakukan analisis sampel secara kromatografi (Gas Chromatography (GC) dan High Performance Liquid Chromatography (HPLC)). 7. Chapman and Hall Ltd. 5 Ed. komunikasi langsung. Chromatography. and Rice. Umpan balik (feedback): Questionnaire. 9. Chichester. Lindsay. 1985. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. 11. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. b. Chromatographic Methods. 12. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Mahasiswa dapat menguasai teori dasar kerja instrumen analisis. J. S. Sifat pengajaran: Lebih menekankan pada pemahaman teori dasar kerja instrumen dan keterampilan pengoperasian instrumen untuk analisis sampel. d. h.. New York. 6. tugas.D. Absorpsi Radiasi Elektromagnetik. 10. CB4 4FJ. c. 1. Cambridge.. Hidden curriculum: Cara mendeteksi atau cara analisis zat pencemar lingkungan dan zat pengganggu kesehatan. G.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 63 Analisis dengan Instrumen dalam Teknik Kimia 1. Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS).B. 1985. IR Spectrophotometer. E. 4. “Mass Spectrometry. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis. UV/Vis Spectrophotometer. 9.. High Performance Liquid Chromatography (HPLC).. Ewing. dan cara pengoperasian instrumen untuk analisis sampel.. 6/15/2006 .W. V. Principle and Applications”. Gas Chromatography (GC). 3. R. e. single component. 4.. 1991. dan Atomic Absorption spectrophotometer). i.

b. Berbagai jenis pompa/kompresor dengan kelebihan dan kekurangannya perlu dikuasai. W.L. 12. 6 ed. d. c. d. Hidden curriculum: Pengenalan dan latihan engineering design. Alat transportasi padatan. A. 8.6. Pemilihan jenis pompa. Sedimentasi. c. G.7. Mc GrawHill Book Co. Pompa dan kompresor. John Wiley & Sons.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 64 Transportasi 1. John Wiley & Sons. sebagai dasar pemilihan jenis pompa/kompresor yang cocok. Mampu merancang sistem transportasi fluida. J. 9. Hukum dasar aliran fluida.. Prasyarat: Pernah menempuh Fisika 2. Alat ukur alir.. 1953. New York. Sedimentasi 3. Smith. g. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. 4 ed. Prinsip kerja dan perancangan alat sedimentasi. 2001. Umpan balik (feedback): Questionnaire. Mampu memilih kondisi operasi dan jenis peralatan penyimpan bahan. Kalkulasi dan perancangan sistem transportasi fluida dengan memperhatikan ukuran standard. Topik: a. New York.L. Sifat pengajaran: Pemahaman prinsip-prinsip peralatan yang dicapai dengan penjelasan di kelas dan studi pustaka. komunikasi langsung. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Memahami sistem penyimpanan dan transportasi bahan.. Mampu memilih memilih jenis pompa yang cocok untuk suatu keperluan. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis dan tugas-tugas. “Unit Operations of Chemical Engineering”. 11. Foust. ”Unit Operations. f. 5. P. e. Brown. New York. 10. 6.3. Teori dan perancangan sistem transportasi fluida. 2 ed.. 6/15/2006 . Perhitungan dan perancangan sistem transportasi fluida. Kode kuliah dan jumlah SKS : TKK 2200 (3) Bahan dan 2. b. 1979. and Harriot. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. Pustaka: a.S. Penguasaan prinsip-prinsip fundamental aliran fluida perlu ditekankan dan selanjutnya diberikan latihan perancangan sistem transportasi fluida. 4. b. Mampu memilih peralatan transportasi padatan.G. McCabe.. “Principles of Unit Operations”. 7.. 1. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Pemahaman prinsip peralatan-peralatan. Berbagai alat penyimpan bahan.. 5. c.

4.1984. terutama keseimbangan. maupun proses yang sudah mati. pada berbagai proses industri kimia non nabati. Usaha memperbanyak hasil dengan menerapkan penggeseran keseimbangan ke kanan. 8. Reinhold Publishing Corporation. Alasan mengapa suatu proses pengolahan lebih dipilih daripada proses yang lain. Topik: Proses-proses industri kimia yang mengolah bahan-bahan non nabati. dan kalium. 7. b. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. transfer massa. “Industrial Chemistry“.T. Kobe. dan transfer panas) pada pengolahannya. antara lain senyawa belerang. Hidden curriculum: Pengembangan pola berpikir deduktif: menganalisis kasus-kasus khusus berdasar konsep fundamental yang umum. natrium. G.. b.A.R. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Penerapan Chemical Engineering Tools. “Shreve’s Chemical Process Industries“. Usaha mempercepat reaksi dengan menerapkan prinsip kinetika. baik proses yang saat ini masih dijalankan. 5. 5. 7. 11. Austin. New York. Umpan balik (feedback): Questionnaire. “Inorganic Process Industries”. Pustaka: a. dan pekerjaan rumah. 4.. fosfor. New York. 1949. 10. 2. New York. 3. c. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. termasuk alasan mengapa suatu proses tidak lagi dipakai di kalangan industri (proses yang sudah mati). Riegel. komunikasi langsung. 6. termasuk pemahaman mengenai penerapan prinsip-prinsip termodinamika dan proses kecepatan (kinetika reaksi. Kode kuliah dan jumlah SKS : TKK 2201 (2) 2. dan ekonomi. mahasiswa akan dapat memahami berbagai sumber daya alam non nabati dan pemanfaatannya. Sifat pengajaran: Lebih menekankan pada pemahaman berdasarkan logika-logika yang mendasari setiap proses pengolahan sumber daya alam non nabati di industri. 1957. 12. 5 ed. 6/15/2006 . 9. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis. 5 ed. Prasyarat: Pernah menempuh Kimia Organik 2. d. c. Proses pengolahan berbagai sumber daya alam non nabati. 3. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Setelah menyelesaikan mata kuliah ini. 8. proses kecepatan. E.. McGraw Hill Book Company. 9. Usaha memisahkan senyawa-senyawa yang ada dengan menerapkan perbedaan daya larut.. K. tugas. nitrogen.. the Macmillan Company.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 65 Proses Industri Kimia 1 1.

Kode kuliah dan jumlah SKS : TKK 2202 (2) 2. komunikasi langsung. dan pengelolaan limbah. McGraw Hill Book Co. aplikasi konsep-konsep dianjurkan untuk diberikan dalam bentuk studi-studi kasus yang dikerjakan dalam kelompok. Pencemaran lingkungan.W. Peavy. 11. pengelolaan lingkungan. Konsep dasar pengelolaan lingkungan (AMDAL. aspek-aspek legal yang berkaitan. Umpan balik (feedback): Questionnaire. terutama pembangunan berkelanjutan.. e. khususnya yang berkaitan dengan kegiatan industri. LCA. New York. Memahami pengertian pembangunan berkelanjutan dan aspek-aspek legal yang berkaitan dengannya. Online reference on sustainable development and environmental management. McGraw Hill Book Co.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 66 Teknik dan Konservasi Lingkungan 1. Hidden curriculum: Pengembangan pola berpikir analitis. Audit Lingkungan. 5. 5. 1985. 10. c. Konsep dasar pengelolaan limbah dan dasar-dasar pengolahan limbah. Tchobanoglous. b. 9.S. Rowe. 15.. 6/15/2006 . 10. 3.R. Prasyarat: Pernah mengambil Azas Teknik Kimia. ISO 14000. 1966. Sifat pengajaran: Lebih menekankan pada pemahaman konsep dan peningkatan wawasan. d. tugas kelompok (presentasi oral dan laporan tertulis). serta communication skills. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Konsep-konsep dasar yang berkaitan dengan isu lingkungan. D. c. produksi bersih. Implementasi pembangunan berkelanjutan dalam berbagai macam kegiatan. Pustaka: a. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. b. dll). c. 6. 9. Memahami konsep dasar pengelolaan lingkungan. 8. Eckenfelder. 7. 3. Pembangunan berkelanjutan (sustainable development): sejarah dan perkembangannya. Topik: a. Konsep dasar produksi bersih dan aplikasi sederhana. G. H. baik dalam pencegahan pencemaran mapun pengolahan limbah. Mampu melakukan analisis terhadap potensi pencemaran yang diakibatkan oleh suatu kegiatan. Mampu mengajukan alternatif pengelolaan lingkungan yang sesuai untuk kegiatan industri tertentu. kerja kelompok dan leadership. dan questionnaire tambahan. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis. d. “Environmental Engineering”. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. “Industrial Water Pollution Control”. dasar-dasar pengelolaan lingkungan dan aspek-aspek yang berkaitan dengan kegiatan manusia.. f. New York. b. 12. W. 4. 4. 6. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Mahasiswa dapat memahami prinsip-prinsip dasar mengenai pembangunan berkelanjutan (sustainable development).

B. J. 1977. Diferensiasi dan integrasi numeris. 6/15/2006 . Yogyakarta. G.V. 5. Prindle.. meskipun kelebihan dan kekurangan suatu metoda perlu dibahas. Sediawan. Mampu menyusun persamaan empiris dan mengevaluasi nilai parameter berdasar data yang tersedia. Penyelesaian numeris persamaan non-linier simultan. Mathematical Methods in Chemical Engineering. c. c. Melatih menyusun langkah-langkah solusi untuk problem yang kompleks. Burden R. 1997. and Jeffreys. and Reynolds. Penyelesaian persamaan diferensial ordiner dengan shooting-method. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. e. Penggunaan finite difference approximation untuk penyelesaian persamaan diferensial ordiner dan parsial. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis dan tugas-tugas. Academic Press. b. serta questionnaire. 3. A. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. Umpan balik (feedback): Komunikasi langsung di kelas dan di luar kelas. New York. Latihan menyusun algoritma dan praktek menghitung untuk sedikit increment perlu banyak diberikan. W. d. 6. 4. 8. Prasyarat: Pernah menempuh Matematika Teknik Kimia 1. 15. “Numerical Analysis”. Pustaka: a. 13.. Faires.. 1985. 9. dan Prasetya. Andi Offset. dll..G. b. Direct Search Optimization. Penyelesaian persamaan linier simultan. Boston. Penyusunan persamaan empiris. Menjembatani konsep matematika dan kalkulasi. 12. f. b. c. 11. Jenson. 7. Mampu menyusun algoritma penyelesaian numeris untuk persamaanpersamaan matematis berbentuk persamaan linier. Hidden curriculum: Mengenal jenis-jenis persamaan matematis yang feasible diselesaikan. Mencari akar persamaan non-linier (Newton-Raphson. A. Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK 2203 (2) 2. Mampu menyusun algoritma untuk direct search optimization. persamaan diferensial ordiner dan parsial. persamaan nonlinier. 3 ed. h. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Memahami metoda-metoda penyelesaian numeris untuk persamaanpersamaan matematis yang sering dijumpai dalam teknik kimia dan menguasai metoda pengolahan data. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Kemampuan menyusun algoritma metoda numeris. 10.. 8. V.).Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 67 Matematika Teknik Kimia 2 1. Sifat pengajaran: Menekankan pada metoda numeris bukan analisis numeris. Topik: a. “Pemodelan Matematis dan Penyelesaian Numeris dalam Teknik Kimia”. Weber and Schmdt. g. 6..

Prasyarat: Pernah menempuh Azas Teknik Kimia. 9. Mampu menganalisis dan mengevaluasi hazard yang ada di dalam suatu sistem pabrik kimia. 5. d. komunikasi langsung. Pustaka: Crowl. 15. Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK2204 (2) 2. F. 3. Prentice-Hall. 9. Evaluasi hazard dalam proses kimia. b.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 68 Keselamatan Industri 1. b. dan questionnaire tambahan. Industrial hygiene. Englewood Cliffs.. 11. Sifat pengajaran: Lebih menekankan pada pemahaman proses kimia serta potensi bahayanya serta pentingnya strategi pencegahan dengan cara mereduksi atau mengeleminasi hazard yang ada. Standar dan regulasi kesehatan dan keselamatan kerja. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: a. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. Epidemiology. and J. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Mempunyai kesadaran tentang pentingnya keselamatan proses dan mampu mengembangkan strategi efektif dalam menganalisis serta mengevaluasi suatu proses kimia dalam rangka untuk mereduksi hazard. Potensi jenis dan tipe kecelakaan dalam pabrik kimia. 4. 10. A. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis. Peninjauan aspek keselamatan dalam perancangan proses. Topik: a. 1990. Konsep hazard dan risk. h. 6/15/2006 . Resiko proses kimia terhadap lingkungan. Kerumitan matematis dan hitungan sejauh mungkin dihindari. 8. Louvar. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. 6. Pentingnya mengurangi atau mengeliminasi hazard dibandingkan dengan mengendalikan hazard dalam rangka mengurangi resiko pada sistem proses kimia. Inherently safe design. g. Memahami tentang standar. tugas. 7. Umpan balik (feedback): Questionnaire. c. i. Toksikologi. D. c. b. 12. NJ. peraturan perundangan tentang kesehatan dan keselamatan kerja. e. j. Mampu mengidentifikasi sebab-akibat jenis-jenis kecelakaan dalam industri kimia. 10. Pemahaman tentang konsep hazard dan risk. 3. “Chemical Process Safety: Fundamentals with Applications”. Hidden curriculum: Membangkitkan kesadaran tentang pentingnya menempatkan aspek keselamatan sebagai faktor utama dalam pabrik kimia. dan pekerjaan rumah. f.

Lebih menekankan pada pemahaman. termasuk sistem-sistem nonideal sederhana. New Jersey. 2004. R. termasuk sistem non ideal sederhana. Mampu menganalisis secara termodinamis sistem pembangkitan tenaga mekanis dan refrigerasi. b. Mampu meramalkan kondisi dan komposisi kesetimbangan fasa. komunikasi langsung. 4. J. and de Azevedo.G. Van Ness. b.M. d.. Lichtenthaler.. termasuk sistem non ideal sederhana. sistem refrigerasi. New York.. J. 6. Pemakaian grafik-grafik yang tersedia perlu diperkenalkan. g. 6.I. turbin. New York. Kesetimbangan kimia. Sandler.. 6/15/2006 . Bagian-bagian yang mendapat penekanan: a. Mampu menganalisis kebutuhan energi ideal untuk suatu proses sederhana. b. Mampu meramalkan kondisi dan komposisi kesetimbangan kimia. Konsep fugasitas dan aktivitas untuk kesetimbangan fasa dan reaksi. heat pump). 8. b. Prausnitz.. e. b. d. M. 12. d. expansion valve. misalnya sistem pembangkitan tenaga. 10. 7. “Molecular Thermodynamics of Fluid-Phase Equilibria”. H. and Abbott. Prasyarat: Pernah menempuh Termodinamika 1.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 69 Termodinamika Teknik Kimia 2 1. c. 2 ed. 4. Kesetimbangan fasa. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi No.M. Prentice Hall. Variasi aplikasi (contoh kasus yang riil) sangat dianjurkan. Topik: a. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis . Analisis termodinamis kebutuhan energi ideal. 1986.. Sifat pengajaran: a. 5. Review konsep-konsep fundamental termodinamika. Hidden curriculum: Pengembangan pola berpikir deduktif: menganalisis kasus-kasus khusus berdasar konsep fundamental yang umum. 11. 3. 1. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. 13.C. c. 5. “Chemical Engineering Thermodynamics”. Smith. Analisis termodinamika untuk proses alir. c. dan dapat memahami konsep-konsep kesetimbangan fasa dan kesetimbangan kimia. c. Evaluasi perubahan besaran termodinamika. Kerumitan matematis dan hitungan sejauh mungkin dihindari. tugas. E.M. namun tidak menjadi metode utama. McGraw Hill Book Company. 3. Sistem pembangkitan energi mekanis dari panas. c. Umpan balik (feedback): Questionnaire... f. Pustaka: a. 2 ed. dan questionnaire tambahan. 6 ed. Sistem refrigerasi. Konsep termodinamika peralatan-peralatan (misal: kompresor. 1989. S. nilai minimum D.. dan pekerjaan rumah. 9. John Wiley & Sons.N. “Introduction to Chemical Engineering Thermodynamics”. Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK 2205 (3) 2.. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Mahasiswa dapat mengaplikasikan prinsip-prinsip termodinamika pada proses-proses tertentu.

3. “Diktat Menggambar Teknik” 6/15/2006 . McGraw Hill Book Company. Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK 2206 (2) 2.. 5. New York. b. “A Manual of Engineering Drawing for Student and Draftsmen”. Pustaka: a.E.alat proses dan membaca gambar teknik. Sumardi. Inc. 8 ed. Prasyarat: Tidak ada.. and Vierck. 1988. Topik: Pemahaman cara menggambar dan membaca gambar teknik. T... 1953. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Mahasiswa dapat menggambar alat.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 70 Menggambar Teknik 1. 3. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. J. 5. 4. Frenck. 6.C.

7. Topik: Eksperimen proses yang bertujuan terutama untuk mengenal peristiwa proses teknik kimia. 4. 6. 5. 3. 1. 5. Prasyarat: Pernah menempuh Praktikum Analisis Bahan. Hidden curriculum: Mengembangkan keyakinan bahwa dengan bekerja sungguhsungguh mahasiswa bisa melakukan percobaan dengan hasil yang baik. 15.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 71 Praktikum Proses 1. Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK 2207 (2) 2. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Menjalankan alat fisik untuk melaksanakan ide proses. 3. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Mahasiswa dapat berlatih kerja laboratorium untuk menjalankan proses teknik kimia serta menganalisis dan membahas hasilnya. 6. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. 6/15/2006 . 4. 12. 8.

3. Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK 2208 (1) 2. 3. dan merek. hukum kerja dan soal-soal perburuhan.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 72 Hukum Perburuhan dan Milik Perindustrian 1. 6. 4. Liberty. cara pengajuan dan perlindungan paten. 1981. N. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no.A. Pustaka: Soetiyarto.. Prasyarat: Tidak ada. Yogyakarta. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Mahasiswa dapat mengetahui hukum-hukum yang terkait dengan perburuhan. 6/15/2006 . cara pengajuan paten dan merek. 5. 10. “Hukum Milik Perindustrian”. Topik: Hukum perburuhan.

Tujuan Instruksional Umum (TIU): Memahami dunia bisnis terutama yang berkaitan dengan teknik kimia. penulisan ide bisnis teknik kimia. Developing. Mengetahui metoda pengembangan bisnis dan penyediaan sumber daya yang dibutuhkan. Umpan balik (feedback): Questionnaire. Prasyarat: Pernah mengambil Ekonomi Teknik. 8. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. 9. Mengetahui prinsip-prinsip. Sifat pengajaran: Diskriptif dan belajar aktif dari sumber-sumber yang ada di pustaka/internet. Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK 2209 (1) 2. 7. komunikasi langsung. Metoda pengembangan bisnis dan penyediaan sumber daya yang diperlukan. 8. Boston. 5. b. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis. tugas-tugas. Bisnis industri kimia yang sudah ada dan yang berpotensi dikembangkan di Indonesia.D. 14. Pustaka: Hisrich. and Peters. Bisa mencari peluang bisnis berbasis sumber daya alam Indonesia yang berkaitan dengan profesi teknik kimia. c. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Peluang bisnis industri kimia di Indonesia. R. 3. 10. 12.P. and Managing a New Enterprise”. 6/15/2006 . Topik: Prinsip-prinsip. 15. 6. dan etika bisnis. 13. Hidden curriculum: Menyadari pentingnya aspek bisnis dalam profesi teknik kimia dan struktur industri kimia. dan etika bisnis. 7. M. 11. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. 4. sikap mental. 1989. 2. “Entrepreneurship: Starting. sikap mental.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 73 Kewirausahaan (Entrepreneurship) 1. BPI Irwin..

Brown.L. 9. Sket prinsip peralatan dan metoda kalkulasi ekstraktor bertingkat g.. 6. 7.4. 2001. komunikasi langsung. New York.. Umpan balik (feedback): Questionnaire. termasuk cara-cara estimasinya. 10. Latihan kalkulasi perlu diberikan dengan cukup. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. leaching. d.13.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 74 Operasi Pemisahan Bertingkat 1. Dasar evaluasi biaya tetap dan biaya operasi sistem pemisahan bertingkat. G. c.S. John Wiley & Sons.. 4. 8. b. tugas-tugas. and Harriot. Mampu membuat diagram alir sistem pemisahan bertingkat.L. Pustaka: a. Mampu membuat sket prinsip dan menjelaskan secara ringkas peralatan-peralatan pemisahan bertingkat.5. 4 ed. Pentingnya stabilitas aliran pada distilasi dan ekstraksi perlu ditekankan. e. Review kesetimbangan fasa sistem ideal maupun non-ideal. ”Unit Operations. Mampu menganalisis sistem-sistem pemisahan bertingkat. J.6. 1979. Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK 3100 (3) 2. “Principles of Unit Operations”.).. 6 ed. 3. Variasi problem untuk memantapkan pemahaman sangat penting. b. d. 6/15/2006 . John Wiley & Sons. Foust. 12. 1953. Sifat pengajaran: Korelasi erat antara prinsip peralatan-teori-kalkulasi perlu selalu dijaga. Prinsip berbagai proses pemisahan bertingkat (distilasi. Prasyarat: Azas Teknik Kimia (nilai minimum D). Smith. Topik: a. Penyiapan data kesetimbangan untuk basis kalkulasi perlu dilatih. Hidden curriculum: Simplifikasi proses dan peralatan yang kompleks menjadi lebih sederhana. P. New York. dll. McCabe. Stabilitas aliran menara distilasi.G. A. “Unit Operations of Chemical Engineering”. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis . b. Teori dasar campuran dan proses pemisahan. ekstraksi. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Prinsip peralatan dan metoda kalkulasi diberikan secara seimbang.. Mc GrawHill Book Co. c. Sket prinsip peralatan dan metoda kalkulasi menara distilasi. c. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Memahami prinsip-prinsip dan peralatan-peralatan operasi pemisahan bertingkat serta perhitungan-perhitungannya.. New York. 11. 2 ed. W. 1. f. Mampu melakukan kalkulasi proses pemisahan bertingkat 5.3. termasuk analisis termodinamisnya. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a..

12. Dasar dasar perancangan proses kimia. “Shreve’s Chemical Process Industries“. d. Halogenasi dan Sulfonasi.T. Prasyarat: Pernah menempuh Proses Industri Kimia 1. McGraw Hill Book Company. A. b. c. Tenaga aktifasi. New York. 5. 7. ”Chemical Processing Handbook“. 7. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Mahasiswa dapat mengaplikasikan dasar dasar proses kimia.J. 10. Pustaka: a. h. 4. Umpan balik (feedback): Diskusi tugas. Hidden curriculum: Skill perancangan proses produksi.1984... Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. Topik: a.. Aminasi.H. d. McGraw Hill Book Company. dan dasar dasar reaksi kimia pada penyusunan Flow Diagram Proses Produksi.2.1993. 11. c. 9. 9. Groggins. f. M. “Chemical Process Technology”. 4. 3. simbol peralatan proses produksi. c. 5. Kecepatan reaksi kimia. 3. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. sintesis dan finishing. 6/15/2006 .. 2001..A. d. John Wiley and Sons. New York.Ketta. b.. Marcel Dekker. Ltd. New York. Mampu membuat simbol peralatan proses produksi. Sifat pengajaran: Pemahaman dasar. Simbol alat dan Flow Diagram Proses. Austin. e. b. 1959.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 75 Proses Industri Kimia 2 1. Dasar dasar proses pemisahan dan pencampuran.. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis dan tugas. and van Diepen. G. Latihan aplikasi. Makkee. Mampu membuat Flow Diagram Proses Produksi. Mc. J. New York. 5 ed. i. Reaksi kimia Nitrasi.. Reaksi kimia. J. Mampu menganalisa unit proses produksi. Panas reaksi. 8. 8. Moulijn. P. Kesetimbangan reaksi kimia. Unit processes. 6.. e. Mampu menganalis pengaruh faktor produksi terhadap keberhasilan proses produksi. g. persiapan bahan baku. “Unit processes in Organic Synthesis”. Kode kuliah dan jumlah SKS : TKK 3101 (2) 2. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Dasar perancangan proses. Inc. 5 ed. Mampu menentukan jenis peralatan dalam proses produksi.

3. 2 ed. 5. d.. g. 8.. “Momentum. Transfer energi dengan sejumlah variabel bebas. m. Analisis mikroskopis peristiwa transfer massa sederhana. Ltd. New York. Inc.. Hukum dasar transfer momentum. “Transport Phenomena”.E. 4. c. dan transfer massa. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. Hidden curriculum: Pemahaman multi-scale approach. Koefisien gesekan. J. c. Analisis mikroskopis peristiwa sederhana berbasis konsep fundamental transfer panas. 11... Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Hubungan analisis mikroskopis dengan parameter-parameter makroskopis. 2002. R. c. Prasyarat: Pernah menempuh Matematika Teknik Kimia 1.. Slattery.N. 1. W. Hukum dasar transfer panas. 6/15/2006 . Analisis mikroskopis peristiwa sederhana berbasis konsep fundamental transfer momentum.C. Aliran turbulen. “Fundamental of Momentum.. 12. and Lightfoot. b. e. 1984. Pustaka: a. Tokyo. Persamaan umum transfer energi. transfer panas.. i. Persamaan umum transfer momentum. 13. Koefisien transfer massa. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Memahami analisis mikroskopis berdasar konsep fundamental transfer momentum. 3. C. Mampu mengevaluasi nilai parameter-parameter makroskopis berbasis analisis mikroskopis. 6. 11. Stewart. J.. Bird. Mampu menyusun persamaan matematis mikroskopis berbasis konsep fundamental transfer momentum. 10. dan transfer massa. John Wiley and Sons.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 76 Proses Transfer 1. 8. h. John Wiley and Sons.E. New York. R. and Mass Transfer”. Heat and Mass Transfer in Continua”.. 4.E. transfer panas. f. demikian pula aplikasi matematika. 9. Welty. b. Inc. 1972. Sifat pengajaran: Aspek komprehensif mendapat penekanan termasuk kemampuan penyederhanaan masalah (fenomena). Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis dan PR. E. Wilson. Topik: a. k. Heat. Mc Graw Hill Kogakusha. 7.E. j. b. Mampu menghitung nilai-nilai besaran-besaran teramati berbasis analisis mikroskopis. Memahami hubungan analisis mikroskopis dan analisis makroskopis. Umpan balik (feedback): Questionnaire dan komunikasi langsung. Koefisien perpindahan panas. and Wicks. Kode kuliah dan jumlah SKS : TKK 3102 (2) 2. Hukum dasar transfer massa.. l.B.

b... John Wiley and Sons. “Pemrograman Basic”. Menyusun program komputer ( berdasarkan logika kerja komputer) pada persoalan teknik kimia sesuai dengan yang diberikan di MTK2. “BASICA 2. Inc. 6. Andi Offset. Mengenal dasar-dasar cara kerja komputer dan bahasa komputer. 1984.I. d. Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK 3103 (2) 2. “Fortran 77.. 3. ”Microsoft GW-BASIC Interpreter“.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 77 Pemrograman Komputer 1. b. Microsoft Corporation. P. 5. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. Columbia Data Products. Soesianto.. New York.L. NN. Prasyarat: Pernah menempuh Matematika Teknik Kimia 1. 4.. Latihan penyusunan program komputer sesuai dengan soal pada Matematika Teknik Kimia 2. 13. Warner. Eko. dan Santoso. Inc. 1980. c. 8. Topik: Pengenalan komputer.0. Columbia. 6/15/2006 . Principles of Programming”. c. Tujuan Instruksional Umum (TIU): a. 1986. 6. Boleh diambil bersama Matematika Teknik Kimia 2. N. J. 1986. Menguasai bahasa program BASIC dan FORTRAN. Yogyakarta. Penyusunan program komputer dengan bahasa BASIC dan FORTRAN. F.”. Pustaka: a.

5. 5. Mc GrawHill. 1995. 1993. ”Wastewater Engineering. and Cheremisinoff.. 6... Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Prinsip penyiapan berbagai jenis air industri. Pustaka: a. Treatment and Reuse”. McGraw-Hill Book Co. S. Prasyarat: Pernah menempuh Termodinamika Teknik Kimia 1. and Cordonnier. Topik: a. 3. serta sistem penyediaannya.N. ”Industrial Water Treatment: Refining Petrochemicals and Gas Processing Techniques”. Berne. “Water Conditioning for Industry”. Mampu menyusun sistem pengolahan air untuk industri. air umpan boiler). c. Umpan balik (feedback): Questionnaire dan komunikasi langsung. Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK 3104 (1) 2. Powell. air proses. Cheremisinoff. Sistem penyiapan berbagai jenis air industri dari air sungai maupun air laut. 12. 15. New York. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Memahami berbagai jenis air untuk industri dan persyaratannya.. air minum. New York. 11. 6/15/2006 . Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis dan tugas. Hidden curriculum: Pentingnya air bagi kehidupan manusia dan kemampuan mencari informasi dari pustaka. New York. 8. Sifat pengajaran: Diskriptif dan hitungan sederhana. dan prinsip peralatannya.P. b. 9. “Water Treatment and Waste Recovery”. 10. Diagram alir air di pabrik kimia. d. N.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 78 Air Industri 1. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): Mampu menyebutkan berbagai jenis air industri dan persyaratannya. Prentice Hall. Metcalf and Eddy.. c. 6. 4.T. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. 2003. P. 3. 1979. 8. b. F. 7. Gulf Publishing Company. 4 ed.. Berbagai jenis air industri (air pendingin.

vaporizer. “Chemical Engineering”. London.. c. double pipe heat exchanger). McGraw-Hill Kogakusha. b. e. b. “Introduction to Heat Transfer”. Penyelesaian secara analitis. 2 ed. b. c. Kern. Penekanan pada pemahamam konsep dengan memberikan contoh-contoh sederhana. P and De Witt. d. Pustaka: a. 6 (SI units). 1950. faktor koreksi suhu Ft (perbandingan beda suhu sesungguhnya dengan LMTD). dan Rd.. maupun numerik perlu diperkenalkan. c. Heinemann Educational Books. 7. ∆T approach dan across. Holman. and Richardson. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Mahasiswa dapat memahami mekanisme perpindahan panas. d. Mekanisme perpindahan panas (konduksi. 6. 5. 1983. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. “Heat Transfer”. LMTD (log mean temperature difference).Topik: a. “Process Plant Design”. 6.P. Mampu memahami kelemahan dan kelebihan masing-masing tipe peralatan perpindahan panas (misalnya fixed head dan floating head untuk shell and tube heat exchanger). f. Aplikasi pada suatu sistem (misalnya pada piping system). Perpindahan panas steady dan unsteady state. Perhitungan pressure drop.M. g. 1990. Backhurst J. e. D. Umpan balik (feedback): Komunikasi langsung. 5.H. f. e. Kode kuliah dan jumlah SKS : TKK 3105 (3) 2. Perhitungan koefisien perpindahan panas over all (Uc maupun Ud) .R. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis dan tugas 11.. McGraw-Hill Publications Co.P.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 79 Perpindahan Panas 1. 1983. penguapan. and Harker. d. forced convection (misalnya di dalam tube. Cara-cara perhitungan: koefisien perpindahan panas (misalnya konveksi. Hidden curriculum: Diharapkan adanya peningkatan kemampuan berpikir deduktif. 1. Perpindahan panas konveksi. Mampu menghitung kecepatan perpindahan panas pada masing-masing sistem. 10. J. Pergamon Press Oxford. Rd dan ∆P (misalnya di dalam shell and tube). Perpindahan panas dengan perubahan fase (kondensor. condenser-subcooler dan desuperheater-condenser). John Wiley & Sons. dan questionnaire. Coulson. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: (pada keadaan steady state) a. Ltd. Design. Sifat pengajaran: a. grafis. (SI Metric Edition) McGraw-Hill Book Company. J. pipe atau shell maupun annulus. Mampu mengidentifikasi mekanisme perpindahan panas yang dominan pada suatu peralatan. 1989. New York. h. “Process Heat Transfer”. Perpindahan pada sistem dimana terjadi perpindahan panas lebih dari satu mekanisme (misalnya pada pipa yang di dalamnya mengalir steam). Batasan batasan yang diijinkan pada suatu sistem (misalnya heat flux pada reboiler atau vaporizer). D. 8. kondensasi. jenis jenis peralatan perpindahan panas dengan keterbatasannya 4. radiasi). J. koefisien perpindahan panas overall (misalnya pada shell and tube heat exchanger. Vol. reaktor atau menara distilasi). d. 9. c. Cavaseno V. Mampu menghitung koefisien perpindahan panas. F. 12.. Tujuan Intstruksional Khusus (TIK): a.Q. 6/15/2006 . 3. Prasyarat : Pernah menempuh Matematika Teknik Kimia 2. 3. mekanisme perpindahan panas yang dominant yang terjadi pada peralatan perpindahan panas . J. Mampu mengevaluasi nilai dirt factor dan pressure drop pada masing-masing aliran (misalnya di dalam shell atau tube). i.. New York. konveksi dan radiasi). Singapore. b.F. Incropera.. sehingga mampu mengaplikasikan konsep-konsep teknik untuk keperluan khusus. b. koil dan jaket) atau natural convection (misalnya dari permukaan pipa. Mekanisme perpindahan panas. and Staff of Chemical Engineering.

1986. Mahasiswa berlatih untuk bekerja dalam tim dan menyampaikan pikiran-pikirannya dengan sistematis dan dalam waktu terbatas. 10. R. c. Umpan balik (feedback): Tes singkat. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. dll. 5 ed. Inc. 5.P. b. 11.. penulisan makalah.P. 6/15/2006 .F. c. ujian tulis.S. J. d. 7. komunikasi langsung. Mengerti pentingnya komunikasi. and Coultar. “Quantitative Approach to Management”. Linear programming. 1996. 12. 4. Diskusi berbagai topik yang menjadi issue. 7. 11. 10. e. Robbins. e. Prentice Hall.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 80 Manajemen 1. Dapat menyelesaikan dengan efisien masalah-masalah yang timbul dalam pengalokasian sumber daya yang langka. M. “Management”. 6. d. 3.E. 9. Hidden curriculum: Mengembangkan perilaku/cara bertindak yang sesuai dengan peran yang dilakukan dalam suatu sistem organisasi. Sistem penilaian (assessment system): Pekerjaan rumah. Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK3106 (2) 2. Topik: a. c.. Levin. and Freeman. diskusi. Inventory control. Mengerti faktor-faktor yang dapat menyebabkan gagalnya suatu kerjasama dan kebiasaan-kebiasaan untuk dapat berperilaku efektif. mengatur sekelompok pekerjaan dengan hemat. Pustaka: a.. Sifat pengajaran: Ditekankan pada pemahaman. 15. J. baik aktivitas yang bersifat akademik maupun non akademik. 5 ed. 1. Prasyarat: Pernah menempuh Ekonomi Teknik. dll. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. motivasi. “Management”. Rubin. D. Prinsip-prinsip dan perkembangan dalam bidang manajemen. 1992.A. Prentice Hall. Mahasiswa mampu berpikir dan bertindak sesuai dengan prinsip-prinsip manajemen dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Analisis jaringan. Tujuan Instruksional Umum (TIU): a. diberikan contoh kasus yang sesuai dengan topik. 14. 6 ed. b. b. Memahami pentingnya tanggung jawab sosial dan etika dari keputusan-keputusan yang diambil atas suatu masalah.. 8. Mc Graw Hill International Ed. R.. blending problem. c. misalnya mengenai social responsibility. b. pengaturan sekelompok aktivitas. etika manajerial.I. Memahami langkah-langkah yang harus dikerjakan untuk mencapai tujuan dalam suatu organisasi. 12. Dengan memahami metode-metode kuantitatif.. pengendalian inventory... and Stinson. d. Inc. S. dan leadership dalam suatu sistem.. mahasiswa dapat memilih metode yang paling sesuai untuk menyelesaikan masalah-masalah yang timbul dalam pengalokasian sumber daya yang langka. Mahasiswa mengerti masalah-masalah/issue yang berkaitan dengan manajemen yang sedang berkembang. Stoner. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Bagian-bagian yang bisa meningkatkan selling point mahasiswa.

of New York. 3. 4. Inc. 1984. 5. b. 5.. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Memahami potensi sumber daya alam Indonesia sebagai basis industri kimia. 3. komunikasi langsung. JJ. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): Mengetahui potensi berbagai jenis sumber daya alam Indonesia. Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK3107 (1) 2. Marcel Dekker. Klass. 12. 8. Topik: a.. Potensi jumlah berbagai sumber daya alam Indonesia. Hidden curriculum: Pengembangan sikap mental selalu mengikuti isu-isu kontemporer. Pustaka: a. Fuels.L. 7. 2. 4. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis. 6. McKetta. Van Nostrand Company. Teknologi pemanfaatan sumber daya alam Indonesia. 11. 1998. George T. 9. New York. D.. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Analisis potensi dan kelayakan secara kasar sumber daya alam Indonesia. cara-cara pemanfaatannya. “The Essential Oils”. Guenther. 7. Analisis secara kasar kelayakan teknis dan ekonomis pemanfaatan sumber daya alam Indonesia. b. “Biomass for Renewable Energy. and Chemicals”. D. 15. c. d. Sifat pengajaran: Diskriptif dan belajar aktif dari sumber-sumber pustaka/internet. London. Inc. Academic Press. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. d.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 81 Sumber Daya Alam Indonesia 1. Prasyarat: Boleh diambil bersama-sama dengan Proses Industri Kimia 1.. 8. 9. tugas-tugas (terutama analisis).. 6/15/2006 . “Shreve’s Chemical Process Industries”. Austin. c. “Encyclopedia of Chemical Processing and Design”. Jenis-jenis sumber daya alam Indonesia baik yang terbarukan maupun tak terbarukan.. E. 1949. Umpan balik (feedback): Questionnaire. 5 Ed. McGraw-Hill Book Company. 10. dan kelayakan teknis dan ekonomisnya untuk basis industri kimia.

dan questionnaire tambahan. 4.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 82 Operasi Perpindahan Massa dan Panas 1. Cambridge Press. dan mengaplikasikan konsep transfer massa baik satu fasa. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Model transfer massa diffusional satu fasa dan antar fasa. 1980. Topik: a. Transfer massa dalam satu fasa. “Fundamental of Momentum. 8. and Wilson. “Mass Transfer Operations”. Mampu menganalisis sistem operasi tansfer massa dan panas secara simultan. hidrodinamika dan perancangan diameter kolom). drying. d. Proses pemisahan berbasis kontak secara diferensial. Transfer massa antar fasa. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. E. 5. d. teori lapisan film. 9. analogi Chilton-Colburn). c.J. dan momentum. b. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis.. 2 ed.. dan momentum (analogi Reynold. Hidden curriculum: Pengembangan pola berpikir deduktif: menganalisis kasus-kasus khusus berdasar konsep transfer massa diffusional (rate processes) yang umum. Cussler. 3 ed. yang banyak dijumpai dalam industri. c.L. e. 5. b. Packed absorber / stripper (macam-macam packing dan solvent. C. Sifat pengajaran: Lebih menekankan pada pemahaman konsep. perhitungan tinggi kolom. Transfer massa dan transfer panas secara simultan (humidifikasi/ dehumidifikasi. Koefisien transfer massa dan teori lapisan film. 1993. Pustaka: a. R.. antar fasa (satu dan dua film). McGraw HillBook Company. Prasyarat: Pernah menempuh Azas Teknik Kimia. Mampu mendeskripsikan. Prentice Hall.Mass Transfer in Fluid Systems”. R. 7. 4.R. g.. f.. 1990. “Transport Processes and Unit Operations”. 11. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. 1997. E.. Heat and Mass Transfer”. 3 ed. 6/15/2006 . transfer massa dan transfer panas secara simultan. 1. c.. New York. panas. Umpan balik (feedback): Questionnaire. tugas.. Geankoplis. 6. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Mahasiswa mempunyai pemahaman yang baik tentang prinsip-prinsip transfer massa serta mampu mengaplikasikan konsep tersebut untuk menganalisis dan merancang operasi transfer massa serta operasi transfer massa dan panas simultan. Kerumitan matematis dan hitungan sejauh mungkin dihindari.. dan pekerjaan rumah. 3 ed. “Diffusion . 12. 3. Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK 3200 (3) 2. 13. 6. J. John Wiley and Sons Inc. Treybal. konsep koefisien transfer massa. b. panas... komunikasi langsung.E. 3. New York. Analogi transfer massa. cooling tower). memodelkan. analogi transfer massa. Wicks. C. koefisien transfer massa gabungan dan volumetris. NJ. variasi aplikasi (contoh kasus yang riil) sangat dianjurkan. Welty. Mampu menganalisis dan merancang alat pemisah dalam industri yang berbasis sistem kontak secara diferensial. 10.E. Englewood Clifts.

Hill. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. 8. Inc. Perbedaan masing-masing reaktor (misalnya dikait-kan dengan ukuran yang dibutuhkan untuk mencapai konversi tertentu). Penyelesaian secara grafis disamping analitis perlu diperkenalkan. e. irreversible reactions. interpretasi data percobaan. 3. b.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 83 Teknik Reaksi Kimia 1 1. Hidden curriculum: Diharapkan adanya peningkatan kemampuan berpikir deduktif. “Elements of Chemical Reaction Engineering”. 6. e. b.. “Chemical Engineering Kinetics”. 1977. penentuan persamaan kecepatan reaksi. Mampu membedakan masing-masing reaktor ideal (batch. c. reaktor alir tangki berpengaduk. 1. Recycle reactor. b. 1981. 3 ed. sehingga mampu mengaplikasikan konsep-konsep teknik untuk keperluan khusus. 12.Topik: a. 1959. c. S. f. Mampu menginterpretasikan data kinetika dengan beberapa metode (grafis. selectivity. c. meningkatkan selektivitas atau mengurangi pengaruh suhu.M. Reaksi dengan katalisator homogen. “Reaction Kinetics for Chemical Engineers”.M. O. Prentice Hall International. 9. Fogler. Stabilitas. b.. 6. yield. 8. Smith. New York. Mampu meramalkan pengaruh kondisi operasi terhadap unjuk kerja reaktor (misalnya pengaruh suhu. h. John Wiley & Sons. kecepatan aliran). meramalkan pengaruh kondisi operasi dan pemilihan tipe reaktor yang sesuai. c.. Jr. 10. Tokyo. 11. 3. Tokyo. New York. Mampu menghitung volum reaktor/ukuran reaktor yang diperlukan untuk mendapatkan konversi tertentu. e. Penekanan pada pemahamam konsep dengan memberikan contoh-contoh sederhana. Umpan balik (feedback): Komunikasi langsung dan questionnaire. John Wiley & Sons. analitis maupun numerik). d. S. Levenspiel. McGraw-Hill International Book Company. J. C. g. mekanisme reaksi. Konsep dasar kinetika kimia. d. 5. 5. McGraw-Hill Book Company. 4. beberapa sistem untuk memahami perilaku masing-masing sistem atau pengaruh kondisi operasi terhadap unjuk kerja reaktor.G. New Jersey. b. Konsep dasar perancangan reaktor ideal. d. Interpretasi data yang dikaitkan dengan persamaan kecepatan dan besaran-besaran perancangan terkait. Stoikiometri. Sifat pengajaran: a. Kode kuliah dan jumlah SKS : TKK 3201 (3) 2. Simulasi melalui model matematis sederhana. “An Introduction to Chemical Engineering Kinetics & Reactor Design”. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: a. 1999. 4. 7. 3 ed. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis dan tugas. “Chemical Reaction Engineering”. Mampu mengevaluasi selectivity dan yield reaksi-reaksi kompleks. 6/15/2006 . dan menggunakan prinsip-prinsip teknik kimia atau teknik secara umum dan kinetika untuk menentukan ukuran reaktor ideal yang diperlukan. Pengaruh suhu dan energi pada reaktor kimia. kinetika kimia. Walas. Prasyarat : Pernah menempuh Proses Industri Kimia 2.. Multiple reactions. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Mahasiswa dapat menentukan mekanisme reaksi. reaktor alir pipa) dan juga reaktor bekerja secara semi batch. H. 1999. reversible reactions.. Tujuan Intstruksional Khusus (TIK): a. Pustaka a.

3. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Mampu memahami prinsip-prinsip dasar pengendalian proses dan menganalisis dinamika proses sederhana. Hidden curriculum: Stabilitas sistem-sistem yang lebih luas.. 1965. Mampu menganalisis dinamika proses sederhana. c. 1984. Berbagai jenis sistem pengendali (proportional. Mampu menyusun diagram blok untuk menyatakan suatu sistem pengendalian..). 6. 8. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. New York. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis dan PR. Prasyarat: Pernah menempuh Matematika Teknik Kimia 1. Stephanopoulus. Analisis dinamika proses. Inc. dll.. derivative. Pustaka: a. derivative. Mampu menyusun sistem pengendalian untuk proses sederhana. Mampu menjelaskan berbagai sistem pengendali (proportional.. “Introduction to Chemical Process Control”.D. 10. 6. Umpan balik (feedback): Questionnaire dan komunikasi langsung. suhu dan tekanan. c. Pernah menempuh Operasi Pemisahan Bertingkat. Diagram blok sistem pengendalian.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 84 Pengendalian Proses 1. 5. Kode kuliah dan jumlah SKS : TKK 3202 (2) 2. 1991.1. 12. d. c. Topik: a. b. 3. 4. Prinsip sistem pengendalian. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Pengenalan karakteristik alat-alat pengendali dan kemampuan merancang sistem pengendalian proses. “Process System Analysis and Control”. D. 4. d. 7. Sifat pengajaran: Menekankan pada pemahaman prinsip pengendalian dan karakteristiknya. McGraw Hill Book Company. Coughanowr. 9. 5. 11. dll). Permultter. G. serta analisis dinamika proses. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. John Wiley and Sons. D. e. 6/15/2006 .R. integral. b. integral. b. “Chemical Process Control: An Introduction to Theory and Practice”. Prentice Hall. New York. Sistem pengendalian tinggi permukaan cairan.

c. Yogyakarta..V. isotermis maupun non-isotermis. Pemodelan matematis tangki berpengaduk yang bekerja secara batch untuk sistem homogen maupun heterogen. 9. Penyelesaian persamaan matematis yang terbentuk bukan merupakan sasaran pembelajaran. c. Pustaka: a. Analisis dilakukan sampai penyusunan persamaan matematika saja. Pengenalan hal-hal bernuansa probabilistik dan pendekatan matematisnya. New York. Kode kuliah dan jumlah SKS : TKK 3203 (2) 2. Pemodelan matematis peristiwa perpindahan / reaksi kimia multi dimensi pada keadaan steady-state maupun unsteady-state. and Reed. d. maupun non-isotermis. Sherwood.B. misal pada reaktor tabung ataupun reaktor batch. Umpan balik (feedback): Questionnaire. G.. Mampu menyusun model matematis berupa persamaan diferensial parsial untuk sistem homogen maupun heterogen. “Mathematical Methods in Chemical Engineering”. b. 6. 6/15/2006 .E. Sifat pengajaran: Lebih menekankan pada kemampuan analisis berbasis konsep-konsep fundamental dan pengembangan imajinasi.. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis berupa kasus-kasus sederhana namun komprehensif.D. 7.S. d. 1. Jenson. A. “Pemodelan Matematis dan Penyelesaian Numeris dalam Teknik Kimia”. Pernah menempuh Matematika Teknik Kimia 2. Hidden curriculum: Integrasi konsep-konsep fundamental yang dipelajari pada berbagai mata kuliah. Prasyarat: Pernah menempuh Pemrograman Komputer. D. Sediawan. Inc. e. Academic Press. 3. “Applied Mathematics and Modeling for Chemical Engineers”. 1994.. New York. T.1977. untuk sistem homogen. f. Mickley. “Applied Mathematics in Chemical Engineering”. C. baik dengan atau tanpa reaksi kimia. Kasus-kasus yang dibahas diusahakan sangat bervariasi dan mencakup banyak bidang. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. b. W. and Do. and Jeffreys. Pemodelan matematis sistem “bed”.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 85 Pemodelan Matematis 1. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Mampu memformulasikan persamaan-persamaan matematis untuk memodelkan peristiwaperistiwa teknik kimia berbasis konsep-konsep fundamental teknik kimia. dan Prasetya. Mc Graw Hill Book.S. H. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no.. komunikasi langsung. Tugas berupa kasus-kasus yang lebih kompleks. V. Topik: a. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Kemampuan menyusun elemen volum maupun elemen waktu dan mengaplikasikan chemical engineering tools untuk elemen tersebut.G. d.. London. c. 11. Pemodelan matematis peristiwa perpindahan/reaksi kimia satu dimensi pada keadaan steady-state. isotermis.. 4. Open ended solution. 5. Mampu menyusun model matematis berupa persamaan diferensial ordiner untuk peristiwa yang bersifat ”time.dependent”. John Wiley and Sons. 8. b. 1997. Kemampuan melakukan penyederhanaan (asumsiasumsi). Andi Offset. Rice. Mampu menyusun persamaan model matematis berupa persamaan diferensial ordiner untuk peristiwa-peristiwa yang bersifat ”time-dependent” maupun ”position-dependent” untuk sistem heterogen.. 1957. R. 3. 8. 10. 12. 6.. Pemahaman konsep-konsep matematika dan interpretasi fisiknya. Penyusunan persamaan diferensial ordiner simultan berbasis neraca massa dan neraca energi. Mampu menyusun model matematika berupa persamaan diferensial ordiner untuk peristiwa-peristiwa yang bersifat ”position-dependent” untuk sistem homogen. 13. Membiasakan diri dengan open ended problem.G. Co.

L. Perhitungan untuk menentukan spesifikasi utama peralatan. 4. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Sket dan prinsip kerja peralatan. 5. Mampu memilih jenis peralatan industri kimia yang cocok untuk menjalankan suatu proses untuk bahan tertentu. c. John Wiley & Sons. Prasyarat: Pernah menempuh Transportasi Bahan dan Sedimentasi. berbasis pemahaman kelebihan dan kekurangan berbagai jenis alat. 10. Smith. Mc GrawHill Book Co. “Principles of Unit Operations”.H. Perry. ”Unit Operations”. 12. 6 ed. P. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Memahami prinsip-prinsip peralatan industri kimia terutama yang perancangan detailnya dilakukan manufacturer. New York.. 5. e. Size enlargement. 2001. A. 3. Pustaka: a. Evaporator. 7. 1997. McCabe. 4 ed. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis berupa pembuatan sket prinsip peralatan dan cara kerja serta hitungan spesifikasi utama alat. 6. 11. 2 ed. f. b...Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 86 Alat Industri Kimia 1. R. Umpan balik (feedback): Questionnaire dan komunikasi langsung. Filtrasi dan berbagai alat untuk pemisahan mekanis. G.G. 9.. D. Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK 3205 (3) 2. and Green. Mampu melakukan hitungan untuk menentukan spesifikasi alat yang akan dirancang oleh manufacturer. W. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. d. d. Foust. John Wiley & Sons.. Mc GrawHill Book Co.W. 1979. “Unit Operations of Chemical Engineering”. 6.. b. Tugas-tugas. 1953. New York. Size reduction.. Kemampuan memilih peralatan yang cocok untuk keperluan dan sifat bahan tertentu.. Sifat pengajaran: Berfokus pada prinsip peralatan dengan memperhatikan aspek project engineering. Mampu membuat sket prinsip dan cara kerja ringkas peralatan industri kimia. Hidden curriculum: Pengembangan kemampuan project engineering. terutama yang perancangan detailnya dilakukan oleh manufacturer. Screening. c. “Perry's Chemical Engineers' Handbook”.S. New York. Boleh diambil bersama-sama Perpindahan Panas. 6/15/2006 . 4. and Harriot. New York. c. 8. J.. b. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no.L. Berbagai alat industri kimia untuk keperluan khusus. 7 ed. serta kelebihan dan kekurangannya untuk basis pemilihan peralatan yang cocok untuk keperluan tertentu. Brown. 3. Topik: a.

. 5.. 6/15/2006 . g. 4. b. e.H. Jurusan Teknik Kimia . UGM. “Pokok-pokok Metodologi Penelitian”. Melaksanakan penelitian. d. penyusunan landasan teori. pelaksanaan penelitian. 6. McGraw Hill Book Company. h. Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK 3206 (1) 2. Menyusun landasan teori dari bekal keterangan penunjang.J. Inc. Pustaka: a.New York. Rhodes. f.. 1984. 1941. 8. 3.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 87 Pengantar Penelitian 1.B. 3. I. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. McGraw Hill Book Company. Mengolah data. Membuat usul penelitian. F. pembuatan laporan penelitian.New York. Holman. Prasyarat: Telah menempuh 50 SKS (nilai minimum D). 2. b. pengumpulan keterangan penunjang dari pustaka. “ Experimental Methods for Engineers”.P. 1989. Topik: Pencarian masalah penelitian. teknik penyusunan tulisan dan presentasi ilmiah 7. Fakultas Teknik. Mencari keterangan penunjang dari pustaka dan sumber lainnya. J. Mengetahui tata cara penulisan. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Perancangan penelitian yang efisien dan sistematis..and Gajda Jr. pengolahan data. c. c. “Technical Report Writing “. Inc. Agra.. Yogyakarta.. 12. Mencari secara sistematis masalah penelitian. pembuatan makalah ilmiah dan tata cara penulisan. W. Tujuan Instruksional Umum (TIU): a. 3 ed. Membuat laporan penelitian dan makalah ilmiah.

5. cara-cara pengukuran variabel operasi. 3. 4. 8. dan Alat Industri Kimia. 3. 5. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Mahasiswa mampu menghubungkan teori dengan fenomenafenomena fisis dan mampu menjalankan percobaan untuk menghasilkan informasi-informasi yang bersifat fundamental. 6/15/2006 . 1. Pustaka: Sama dengan buku acuan pada matakuliah Transportasi Bahan dan Sedimentasi. analisis data hasil pengamatan dan perhitungan yang mendukung kuliah-kuliah Operasi Teknik Kimia. Pernah menempuh atau boleh diambil bersamasama Alat Industri Kimia. 12. 15. Prasyarat: Pernah menempuh Praktikum Proses. 4.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 88 Praktikum Operasi Teknik Kimia 1. Topik: Pengenalan tata laksana percobaan. Pernah menempuh atau boleh diambil bersamasama Operasi Perpindahan Massa dan Panas. 6. Operasi Pemisahan Bertingkat. Pernah menempuh Operasi Pemisahan Bertingkat. Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK 3207 (2) 2. Operasi Perpindahan Massa dan Panas. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. 6.

Kode kuliah dan jumlah SKS: UN 3208 (3) 2. 10. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. 12. 13. 5. 15. Prasyarat: Telah menempuh minimum 90 SKS (minimum D). Tujuan Instruksional Umum (TIU): Mahasiswa diharapkan dapat mengaplikasikan ilmu-ilmu yang didapat di bangku kuliah untuk kepentingan masyarakat. 6/15/2006 . 14. Topik: Berbagai aspek terhadap kehidupan bermasyarakat. 4.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 89 Kuliah Kerja Nyata 1. 3.

dan Newton.. Pustaka: a. Membiasakan diri untuk bekerja dengan informasi yang terbatas. Mampu merangkai alat untuk melaksanakan suatu proses tertentu. Tujuan Instruksional Umum (TIU): a. Peter.D.. Pernah menempuh Perancangan Alat Proses (boleh diambil bersama). 7 ed. 3. 2. D. b. Pernah mengambil Pengendalian Proses (boleh diambil bersama). 15. R. McGraw-Hill Book Company. 10. “Plant Design and Economics for Chemical Engineers.C. Perry. g. 12. Optimasi. Mampu memilih alat yang cocok untuk suatu keperluan. New York. Kemampuan merancang suatu sistem pemrosesan yang feasible. Hidden curriculum: Pengembangan engineering judgement. d. D. Resnick. Mc Graw Hill Book Co.F. New York. McGraw-Hill Book Company. New York. 12. “Process Analysis and Design for Chemical Engineers”.. and Green. and Richardson. Tugas-tugas Computer Aided Design. Pernah mengambil Teknik Reaksi Kimia 2 (boleh diambil bersama). Interpretasi data untuk keperluan perancangan. 4 ed. Pernah menempuh Ekonomi Teknik. d.S. 1955. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Pemilihan dan perangkaian alat-alat. “Strategy of Process Engineering”. Sifat pengajaran: Membiasakan diri dengan penyelesaian open ended problems. b. 5. Pengembangan kemauan dan kemampuan untuk bekerja dengan keterbatasan informasi. W. 1981. 11. Rudd. c. Mampu memanfaatkan data untuk keperluan perancangan.E. c. “Chemical Engineering Vol 6”. 1979. Tokyo. 4.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 90 Perancangan Pabrik Kimia 1. C. Mc GrawHill Book Co.. f. 3. J. Pernah menempuh Analisis dan Optimasi Proses (boleh diambil bersama). R. 2003. M.. g. 6. 4. Mc Graw Hill Kogakusha Ltd.F. Vilbrandt F. dan Watson. K. f. Kode kuliah dan jumlah SKS : TKK 4100 (4) 2. “Perry's Chemical Engineers' Handbook”. b. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. “Chemical Engineering Cost Estimation”. Aries. 9. c. 8.D. Coulson.. 1997. 6/15/2006 . Kemampuan melakukan evaluasi ekonomi.M. nilai minimum D. “Chemical Engineering Plant Design”. New York. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis. C. Pergamon Press. J. and Dryden. d. Pemilihan alat untuk suatu proses.. komunikasi langsung. dan Timmerhaus. e. 8. Oxford.. Mampu menyusun Process Engineering Flow Diagram. Computer Aided Design. 5. 13. Prasyarat: Pernah menempuh Termodinamika 2. b. 1968. e. 7. New York. c. 11. Topik: a. 2 ed. 7. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. Pengembangan engineering judgement. 10. Pekerjaan rumah bisa dipakai sebagai border line.. e. R.C..S. 4 ed. 1958.. Process Engineering Flow Diagram.H. Umpan balik (feedback): Questionnaire. 9.W.. Mampu melakukan evaluasi ekonomi untuk menentukan kelayakan suatu investasi pendirian pabrik kimia. 6. John Wiley and Sons. Evaluasi ekonomi. Integrasi berbagai bidang ilmu untuk penyelesaian masalah. Flow-sheeting.

Tokyo. Konsep effectiveness factor. b.. 6. 1959. 6/15/2006 . 9. 4. analitis maupun numerik) b. Simulasi melalui model matematis sederhana. Hill. McGraw-Hill International Book Company. Interpretasi data yang dikaitkan dengan persamaan kecepatan dan besaran-besaran perancangan terkait. Recycle reactor. Hubungan transport phenomena. “Elements of Chemical Reaction Engineering”. 4.. New York. New York. McGraw-Hill Book Company. irreversible reactions. Mampu meramalkan pengaruh kondisi operasi terhadap unjuk kerja reaktor (misalnya pengaruh suhu. kecepatan overall. sehingga mampu mengaplikasikan konsep-konsep teknik untuk keperluan khusus. 11. Prasyarat : Pernah menempuh Teknik Reaksi Kimia 1. kecepatan aliran). g. b. beberapa sistem untuk memahami perilaku masing-masing sistem atau pengaruh kondisi operasi terhadap unjuk kerja reaktor. Fogler. meningkatkan selektivitas atau mengurangi pengaruh suhu. A. reversible reactions. 12.. kinetika kimia. c. 6. 3. Mampu menghitung volum reaktor/ukuran reaktor yang diperlukan untuk mendapatkan konversi tertentu. 7.. yield. 8. Umpan balik (feedback): Komunikasi langsung. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis dan tugas. 3rd ed. Mekanisme reaksi. d. 3 ed. c. Review stoikiometri. 1. 8. Jr. H. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Mahasiswa dapat menentukan mekanisme reaksi. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. gasliquid-solid system dengan berbagai model pendekatan. e. “Reaction Kinetics for Chemical Engineers”. Prentice Hall International. “Multiphase Chemical Reactors”. 3. New Jersey. 1977. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: a. dan questionnaire. f. Inc. Hemisphere Publishing Coporation. Gianetto.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 91 Teknik Reaksi Kimia 2 1. pendekatan homogen semu dan heterogen. J. S. catalytic phenomena. John Wiley & Sons. d.M. e. Pengaruh suhu dan energi pada reaktor kimia. selectivity. Mampu menginterpretasikan data kinetika dengan beberapa metode (grafis.G.. 1981. biochemical systems dan menggunakan prinsip-prinsip teknik kimia atau teknik secara umum dan kecepatan overall untuk menentukan ukuran reaktor ideal yang diperlukan. d. O. 1986. Kode kuliah dan jumlah SKS : TKK 4101 (3) 2. S. 5. Konsep dasar perancangan reaktor ideal. Washington. 1999. b. Sifat pengajaran: a. 10. Levenspiel. Walas. “Chemical Reaction Engineering”. c. Pustaka: a.. b. Penekanan pada pemahamam konsep dengan memberikan contoh-contoh sederhana. e. C. L. Hidden curriculum: Diharapkan adanya peningkatan kemampuan berpikir deduktif. 5. P. f. “Chemical Engineering Kinetics”. and Silveston. Multiple reactions. kinetika kimia dan kecepatan overall atau yang mengendalikan.M. c. meramalkan pengaruh kondisi operasi dan pemilihan tipe reaktor yang sesuai. Mampu mengevaluasi reaktor sistem fluida-fluida. “An Introduction to Chemical Engineering Kinetics & Reactor Design”. penentuan persamaan kecepatan overall atau yang mengendalikan yang dikaitkan dengan transport phenomena dan interpretasi data percobaan.Topik: a. Tokyo. John Wiley & Sons. fluida-padat (katalis dan reaktan). Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. dan memahami hubungan antara kinetika kimia dan transport phenomena. Mampu mengevaluasi selectivity dan yield reaksi-reaksi kompleks. 1999. Penyelesaian secara grafis disamping analitis perlu diperkenalkan. Smith.

2002. Pengaruh proses terhadap sifat-sifat makroskopis produk. Hidden curriculum: Pengembangan kesadaran pentingnya kualitas. Chem.) dan sifat-sifat makroskopisnya. Sistem campuran heterogen stabil (emulsi. 6.. Mengetahui cara-cara memperoleh produk kimia dengan kualitas seperti yang diinginkan. Kode kuliah dan jumlah SKS : TKK 4102 (2) 2. 11. 8. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. W. 4. 7. 6. Sifat-sifat molekuler dan pengaruhnya terhadap sifat makroskopis. 15. 7. A. 5. b. Charpentier. b.J. 3. 5. Umpan balik (feedback): Questionnaire dan komunikasi langsung. c. 6/15/2006 . 57. Prasyarat: Pernah mengambil Proses Industri Kimia 2. 3. New York. 8. 1972..E. 1. Bailey. 4667-4690. Prentice Hall Inc. 1945. Moore. 12. 13. b. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. “Physical Chemistry”. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis dan tugas-tugas. Sci. Eng. “Industrial Oil and Fat Products”. “The Triplet “Molecular ProcessesProduct-Process” Engineering: The Future of Chemical Engineering”. 10. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Memahami pentingnya kualitas produk dan usaha-usaha pencapaiannya berbasis pengetahuan teknik kimia. 4. Topik: a. Mengetahui hubungan kualitas bahan (sifat-sifat makroskopis) dengan sifat-sifat mikroskopisnya.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 92 Teknik Produk 1. J-C. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Untuk mencapai kualitas tertentu berbasis pengetahuan mikroskopis. 2. 9. New York. Sifat pengajaran: Komprehensif dan merangkum berbagai teori untuk diaplikasikan pada perancangan produk. c. Pustaka: a. Interscience Publisher. dll.

Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. “Strategy of Process Engineering”. D. Rudd. John Wiley & Sons. Mampu menyusun diagram hubungan antar variabel yang mengontrol suatu sistem teknik kimia. Derajad kebebasan. G. 10. John Wiley & Sons. Objective function dan variabel-variabelnya.M.V. and Ragsdell. d. New York. Studi kasus optimasi suatu sistem teknik kimia.F. New York. 11. 3. 12.C. Topik: a. dan variabel perancangan. 2. 3. b. f. Boleh diambil bersama-sama Perancangan Pabrik Kimia.W. 1988. 5. Edgar. “Optimization for Enginering Systems”.M. Penentuan variabel perancangan untuk optimasi sistem. b. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis dan tugas-tugas kuantitatif. 7. D. Reklaitis. and Watson. Metode analisis hubungan antar variabel. Kode kuliah dan jumlah SKS : TKK 4103 (2) 2. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. Pike. e. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Mampu menganalisis suatu sistem teknik kimia dan merumuskan metoda optimasinya. 15. and Himmelblau. McGraw-Hill Book Company. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Penentuan derajad kebebasan suatu sistem dan penentuan variabel perancangan. b.. 6. Pustaka: a.. Hidden curriculum: Pengenalan sistem-sistem yang ada di industri kimia dan pengembangan engineering judgement.. 1968.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 93 Analisis dan Optimasi Sistem Teknik Kimia 1.. C. T. Ravindran A. “Engineering Optimization Methods and Applications”. 5. New York. Inc. 1986. Umpan balik (feedback): Questionnaire dan komunikasi langsung. 6.F. 7. 4... Mampu memecah sistem yang kompleks menjadi sejumlah sub-sistem dan menyusun diagram hubungan antar variabelnya. 6/15/2006 . c. Prasyarat: Pernah mengambil Operasi Perpindahan Massa dan Panas. K. New York. Inc. Van Nostrand Reinhold Company. Mampu merumuskan hubungan antar objective function dan variabel-variabelnya untuk basis optimasi sistem. c. Sifat pengajaran: Menganalisis sistem-sistem teknik kimia yang riil berbasis konsep-konsep fundamental teknik kimia. 8. d. 1983. 9. “Optimization of Chemical Process”. Berbagai cara optimasi untuk satu dan sejumlah variabel. c. R..

Agama (Kristen) Protestan: Manusia. e. Hakikat Yesus Kristus dan PerananNya di dalam kehidupan beriman. Agama Hindu: Filsafat Ilmu Pengetahuan dan Agama. Keluarga Katolik. b. Agama Islam. Alam Semesta. 11. Motivasi. Meditasi. Aqidah. Pokok-pokok Srada dalam agama Hindu. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Mengikuti universitas. c. Agama Budha: Manusia dan Agama.hari Suci Agama Hindu. Manusia beriman mau mengikuti Yesus dan percaya kepada Nya. 14. Pikiran mencari kebenaran. Prasyarat: Telah menyelesaikan 50 SKS (nilai minimum D) 3. Sumber Ajaran Islam. Yadnya. Hubungan dasar yang dimiliki oleh manusia (uraian filosofis). Sila. Tanggung jawab orang Katolik di dalam membangun dunia. 5. 4. ikut serta dalam kerja sama antar umat beragama dalam rangka pengembangan dan pemanfaatan ilmu dan teknologi untuk kepentingan manusia dan nasional. Agama Katolik: Sarjana Katolik yang dicita-citakan oleh masyarakat dan Gereja. Akhlaq. 11. berpandangan luas. Syariah Ibadah dan Mu’amalah. Ilmu Pengetahuan dalam Islam dan Disiplin Ilmu dalam Islam. 10. Buddhis dan Ilmu Pengetahuan dan Studi Kasus. Dasardasar dan langkah-langkah pertimbangan dalam pengambilan keputusan baik dan buruk. Weda sebagai Kitab Suci sekaligus sebagai Sumber Hukum Hindu. dan kerasulan awam sebagai tugas umat beriman ditengahtengah dunia. Umpan balik (feedback): Mengikuti universitas. Sejarah Agama Hindu. dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. 9. Tempat Suci. Kode kuliah dan jumlah SKS: FI XXX (2) 2. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. 10.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 94 Pendidikan Agama 1. bersikap rasional dan dinamis. Kerangka dasar Ajaran Budha. Sistem penilaian (assessment system): Mengikuti universitas. 6/15/2006 . Taqwa. dan Hari . Kerangka Dasar Ajaran Islam. 8. d. Masalah-masalah etika dalam kehidupan sosial dan kapita selekta ( tema-tema kapita selekta ). Iman Kristen. Sila dan Etika Hindu. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Sesuai surat keputusan DIKTI Nomor 263/DIKTI/Kep/2000. a. Sifat pengajaran: Mengikuti universitas. 9. Pustaka: Mengikuti universitas. Catur Marga Yoga. Gereja sebagai masyarakat orang beriman. Agama Katolik mengakui otonomi ilmuilmu bahkan metodologi ilmu-ilmu itu. Catur Purusartha dan Catur Asrama. Topik: Sesuai surat keputusan DIKTI Nomor 263/DIKTI/Kep/2000. Metode studi Agama di Perguruan Tinggi Umum. Sumber Ajaran Budha. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. agama Kristen. Gereja. Dharma. Sosiologi agama Hindu. Pendidikan Agama di Perguruan tinggi bertujuan untuk membantu terbinanya mahasiswa yang beriman. Agama Islam: Manusia dan Agama. Agama Budha. Sad Darsana. berbudi pekerti luhur. Hidden curriculum: Mengikuti universitas. Pandita dan Pinandita. Manusia dan Pembangunan. 6. 7. berfikir filosofis.

external. 2. 9. 6. Hidden curriculum: Pengembangan engineering judgement. New York..H. (SI unit). tugas-tugas.F. H.E. Mampu merancang bejana tekan (internal.K.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 95 Perancangan Alat Proses 1.F. “Project Engineering of Process Plants”. Pemilihan kondisi operasi dan bentuk alat penyimpan fluida. b. M.. Penentuan kondisi operasi menara distilasi.vol(6) . 6/15/2006 . Perancangan kasar jumlah plat menara distilasi. L. serta perancangan mekanisnya. Calcutta. Oxford. Coulson. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. Perancangan detail menara distilasi (aliran bahan dan perancangan mekanis). e.. ”Chemical Engineering Design“ . J. disertai pertimbangan ukuran-ukuran standard. Wiley Eastern Limited. 5. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Aspek stabilitas aliran dan perancangan mekanis perlu ditekankan. 10. 1957. c. dan PR. 12. E. Topik: a. Mampu merancang secara detail menara distilasi dari aspek stabilitas aliran. c. and Young. 9.. 1983.H. Pernah menempuh Alat Industri Kimia. Perancangan bejana tekan (internal. 11. 8. 3. Pergamon Press. sampai mendapatkan perancangan detail alat. 5. Brownell. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. Perancangan alat penukar panas atau alat lain yang mendekati optimum. Prasyarat: Pernah menempuh Operasi Pemisahan Bertingkat. Rase. Pernah menempuh Perpindahan Panas. Umpan balik (feedback): Questionnaire dan komunikasi langsung. d. demikian pula ukuran-ukuran standard.H. 15.. f. Mampu merancang secara detail alat penukar panas atau alat lain. b.. John Wiley & Sons. 7. dan hydrostatic pressure). Pustaka: a.. 3. Kode kuliah dan jumlah SKS : TKK 4105 (3) 2. “Equipment Design”. external. R. J. Sinnott. 6. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Memahami metoda perancangan alat dari aspek stabilitas aliran dan perancangan mekanis. b. dan hydrostatic pressure). and Barrow. serta perancangan detail peralatanperalatan. Richardson. Sifat pengajaran: Pemahaman konsep perancangan alat dan hitungan detail. 1959. 7. 4. c. agar diperoleh keadaan yang mendekati optimum.

5. Pernah menempuh Praktikum OTK. Topik: Melakukan penelitian di laboratorium-laboratorium penelitian Jurusan Teknik Kimia. c. 15. 6/15/2006 . Prasyarat: Pernah menempuh Pengantar Penelitian. b. melakukan evaluasi /interpretasi data percobaan 4. Tujuan Instruksional Umum (TIU): a. meningkatkan ketrampilan untuk melakukan pekerjaan di laboratorium.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 96 Penelitian 1. 8. 3. menyelesaikan problem-problem proses teknik kimia. Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK 4107 (2) 2. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. 3. Pernah menempuh Analisis dgn Instrumen dalam TK. 2.

2. 15 7. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Mahasiswa mampu mengintegrasikan ilmu-ilmu yang didapat untuk merancang pabrik kimia sampai evaluasi kelayakannya. 9. Diskusi dengan pembimbing sangat penting. 13. b. 7. e. 5. Merangkai alat untuk melaksanakan proses tertentu. Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK 4200 (3) 2. 1. 3. Melakukan optimasi sistem. Ekonomi Teknik (nilai minimum D) Boleh diambil bersama Perancangan Alat Proses. c. Mengembangkan engineering judgement. 11. Perhitungan kasar alat-alat lain sebagai basis evaluasi ekonomi. namun sebagai jembatan untuk memantapkan kemampuan engineering. 5. Satu tugas dapat dikerjakan bersama oleh tim yang terdiri atas dua mahasiswa. f. Hidden curriculum: Mengembangkan sikap mental teknik. Boleh diambil bersama Teknik Reaksi Kimia 2. d. c. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. 4. Melakukan hitungan detail. Perancangan detail untuk satu atau dua alat. 8. Mempertimbangkan standar industri pada perancangan alat. 10. Topik: Tugas membuat pra-rancangan sederhana suatu pabrik kimia. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: a. 6/15/2006 . 4. 9. 6. Pernah menempuh Pengendalian Proses. Tugas Perancangan bukan merupakan tujuan utama. 12. Sistem penilaian (assessment system): Penilaian berbasis hasil perancangan dan proses perancangannya.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 97 Tugas Perancangan Pabrik Kimia 1. Sifat pengajaran: Mandiri dan terbimbing. Boleh diambil bersama Analisis dan Optimasi Sistem TK. Batasan waktu mempengaruhi nilai. Memahami proses iterasi pada perancangan. b. Mengintegrasikan ilmu-ilmu yang telah dipelajari. 14. 6. Prasyarat: Pernah menempuh Termodinamika TK 2. 8. 10. 3.

Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK 4202 (0) 2. 13. b. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. Prasyarat: Telah menempuh minimum 120 SKS (minimum D). 13. Sistem penilaian (assessment system): Ujian lisan. 12. Evaluasi kemampuan dasar teknik kimia. Evaluasi kemampuan engineering judgement. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Mahasiswa dapat memahami konsep-konsep fundamental teknik kimia.1. b. c. 1. Tim Penguji terdiri atas tiga orang. 6. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. 5. 3. 1. b. yaitu dosen pembimbing Tugas Perancangan Pabrik Kimia dan dua orang dosen yang lain. Tujuan Instruksional Umum (TIU): a. 8. 11. 3. Mahasiswa meningkat kemampuannya dalam berkomunikasi c. 3. 6. 12. 15 6. Topik: Pendadaran hasil tugas pra-rancangan pabrik kimia dan pengujian kemampuan komprehensif. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: a. Mengetahui hak dan kewajiban sesuai jalur profesinya. Memberi informasi yang sesuai. 7. 5. 5. Prasyarat: Telah menempuh minimum 120 SKS (minimum D). Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK 4203 (2) 2. 4. 3. Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK 4204 (1) 2. 3. 10. Menganalisis problem-problem riil di industri yang ditugaskan secara khusus. 13. 6. Prasyarat: Sudah menyelesaikan Tugas PPK. Mampu menyampaikan konsep-konsep teknik dengan jelas. Etika Teknik Kerja Praktek Ujian Komprehensif 6/15/2006 . Tujuan Instruksional: a. b. 1. Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK 4201 (1) 2.1. 3. Beradaptasi dengan lingkungan industri. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. 4.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 98 Pendadaran 1. Tujuan Instruksional Umum (TIU): a. 11. 1. 15. 3. Topik: Ujian tertulis tentang ilmu teknik kimia. 4. 4. 5. 5. 14. Evaluasi kemampuan perancangan berbasis pemikiranpemikiran teknik. 2. 5. 14. Prasyarat: Tidak ada. 9. 7. Mahasiswa mampu menyampaikan ide-ide yang terkait dengan hasil rancangan pabrik kimia. 4. Topik: Latihan kerja di dalam suatu pabrik selama 2 bulan termasuk penyelesaian tugas dan mempertanggung jawabkan laporan.

Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM) 99 6/15/2006 .

Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM)100 Seminar 1. Mahasiswa mampu menyampaikan ide-ide yang terkait dengan penelitian dan hasilnya. 12. 5. b. Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK 4205 (1) 2. 3. 8. 6/15/2006 . Topik: Seminar hasil penelitian. 4. 15. Prasyarat: Sudah selesai penelitian. Mahasiswa meningkat kemampuannya dalam berkomunikasi. Tujuan Instruksional Umum (TIU): a.1. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no.

Mampu menganalisis proses pengolahan senyawa anorganik. 7. 9.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM)101 KELOMPOK MINAT KEAHLIAN SUMBER DAYA ALAM INDONESIA Sumber Daya Alam Anorganik 1. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis. 5. Sifat pengajaran: Pemahaman tentang proses dan reaksi kimia yang terjadi dalam pengolahan SDA anorganik (bukan hanya hafalan diagram alir prosesnya saja). 7. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. 15. McKetta. 1957. 2. kapur. b. b. 3. Mampu meramalkan proses yang sesuai untuk mengolah senyawa anorganik. 1984. 5 ed. 3. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Evaluasi pengolahan bahan baku SDA anorganik. Topik: a. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no.. 8. K. George T. c. 11. “Encyclopedia of Chemical Processing and Design”. dll). Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK3111 (2) 2. tugas. 9. Pustaka: a. “Shreve’s Chemical Process Industries”.. 4. dan pekerjaan rumah. the Macmillan Company. 6/15/2006 . Inc. 6. 12. Proses pengolahan industri galian non logam (silikat. Kobe. Telah menempuh minimum 50 sks (minimum D).A. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Mahasiswa dapat mengaplikasikan prinsip proses kimia pada pengolahan SDA anorganik. Proses pengolahan petrokimia. Prasyarat: Pernah menempuh PIK 1. JJ. Umpan balik (feedback): Questionnaire dan komunikasi langsung. of New York. 8. 10. McGraw-Hill Book Company. 4. Hidden curriculum: Pengembangan pola pikir untuk menganalisis proses pengolahan SDA.. Austin. b. 5. New York. Proses pengolahan industri logam. c. “Inorganic Process Industries”. Review sumber daya alam anorganik Indonesia. d. Marcel Dekker..

Hidden curriculum: Pengembangan pola pemikiran untuk melihat potensi dan prospek SDA organik yang bisa ditingkatkan nilai tambahnya. 8. c. JJ. 4. Mampu menentukan kondisi proses. Fuels. b. Mampu meramalkan hasil yang diharapkan dari suatu proses kimia organik. Proses-proses kimia yang dipelajari adalah proses-proses lanjutan dari yang diajarkan di PIK 2. e. Prasyarat: Pernah menempuh PIK 2. c. 6/15/2006 . 2. 8.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM)102 Sumber Daya Alam Organik 1. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis. b. of New York. 3. Klass. d. Proses alkoholisis. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. “Encyclopedia of Chemical Processing and Design”. 12. dan pekerjaan rumah. George T. Proses hidrolisis. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Mahasiswa dapat memahami proses-proses kimia organik untuk pengolahan SDA berbasis bahan organik. c. “Biomass for Renewable Energy. 11. 5.L. Proses esterifikasi. Austin. f. tugas. 1998.. Inc. Proses polimerisasi. Academic Press. 1984. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. D. McGraw-Hill Book Company. Proses bio. Telah menempuh minimum 50 sks (minimum D). 9. 5. 6. b. Pustaka: a. Sifat pengajaran: Lebih menekankan pada pemahaman proses (bukan sekedar hafalan) disesuaikan dengan kondisi riil yang ada di industri di Indonesia. Review sumber daya alam organik Indonesia.. 3. London. “Shreve’s Chemical Process Industries”. McKetta.. Mampu menganalisis proses reaksi kimia organik. 10. and Chemicals”. Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK3112 (2) 2. 7. Topik: a. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Proses dan mekanisme reaksi kimia organik untuk meramalkan hasil. 5 ed.. Marcel Dekker. 4. 9. 15. 7. Umpan balik (feedback): Questionnaire dan komunikasi langsung.

Pohon industri yang berbasis bahan anorganik: petrokimia dan batu bara. Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK3213 (2) 2. Pustaka: a. JJ. Telah menempuh minimum 50 sks (minimum D). New York. Topik: a. 9. udara. Pohon industri yang berbasis bahan organik: kelapa sawit. 5 ed. 8. Inc. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis. George T. Kobe.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM)103 Industri Berbasis SDA Indonesia 1. 7.A. dll. bahan galian non-logam. tebu. Prasyarat: Pernah menempuh SDA Organik dan SDA Anorganik.. Mampu memilih proses kimia yang sesuai untuk pengolahan SDA tertentu. 9. Marcel Dekker. 15. “Inorganic Process Industries”.. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Konsep dasar proses kimia untuk mengolah SDA. 3. McKetta. 7. c.. air laut. 5. Memahami proses produksi berbagai bahan kimia dengan berbagai bahan baku berbasis SDA. Austin. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Mahasiswa mampu menerapkan proses kimia dalam pengolahan SDA Indonesia. dll. dan pekerjaan rumah. 2. b. the Macmillan Company. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. 5. “Encyclopedia of Chemical Processing and Design”. 12. 6. 4. Umpan balik (feedback): Questionnaire dan komunikasi langsung. b. 8.. pati-patian. Sifat pengajaran: Pemahaman proses pengolahan berbagai SDA yang ada di Indonesia. karet. bahan galian logam. McGraw-Hill Book Company. 3. 1984. Hidden curriculum: Pengembangan pola pemikiran untuk mengetahui potensi SDA Indonesia. b. 11. 4. 1957. K. 6/15/2006 . of New York. tugas. “Shreve’s Chemical Process Industries”. 10.

b. 15. JJ. 6.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM)104 Kapita Selekta Industri Kimia 1. George T. Prasyarat: Pernah menempuh SDA Organik. Industri yang berbasis bahan anorganik. 12. Kobe.. McKetta. dan pekerjaan rumah. tugas.. Hidden curriculum: Pengembangan pola berpikir kewirausahaan untuk mengolah SDA di Indonesia. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis. 2. Pustaka: a. 7. 11. 8. Mampu menganalisis proses pengolahan SDA menjadi produk. Marcel Dekker. Mampu meramalkan alternatif proses. 1957. SDA Anorganik. Telah menempuh minimum 50 sks (minimum D). 6/15/2006 . “Encyclopedia of Chemical Processing and Design”. 5. 8. 5.. K. 7. Topik: a. Mampu meramalkan alternatif bahan baku. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Mahasiswa dapat mengaplikasikan pengetahuan tentang pengolahan SDA Indonesia menjadi suatu produk yang mempunyai nilai tambah. 10. 9. 3. 3. McGraw-Hill Book Company. 9. “Inorganic Process Industries”. Austin.A. of New York. “Shreve’s Chemical Process Industries”. c. Sifat pengajaran: Kuliah tamu dari pelaku industri berbasis SDA dan studi kasus di industri kimia. 4. Industri yang berbasis bahan organik. Ekonomi Teknik. 1984. Inc. b. 4. Umpan balik (feedback): Questionnaire dan komunikasi langsung. the Macmillan Company. Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK4114 (2) 2. Industri berbasis SDA Indonesia.. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. b. 5 ed. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Wawasan pengolahan SDA untuk mengembangkan industri kimia. c. New York.

b. Integrasi proses. ”Green Engineering: Environmentally Conscious Design of Chemical Processes”. NewYork. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. Upper Saddle River. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis. 15. 10. New York. R.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM)105 KELOMPOK MINAT KEAHLIAN TEKNIK KESELAMATAN DAN LINGKUNGAN Produksi Bersih 1. J. Topik: a. M. Washington. Allen. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no.A.. Evaluasi resiko lingkungan suatu industri kimia. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: a. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Mempunyai kesadaran tentang pentingnya pencegahan pencemaran oleh proses kimia dan mampu mengembangkan strategi efektif dalam menganalisis. Pelepasan dan paparan bahan kimia ke lingkungan. Strategi minimasi limbah dan pencegahan pencemaran. c. b. dan pekerjaan rumah. 11. c. Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK3121 (2) 2. tugas. f. DeVito. P. d. “Environmental Life-Cycle Assessment”. D. 2002.. 4. Mampu menganalisis dan mengevaluasi sumber pencemaran dan strategi pencegahannya. 1998. Memahami regulasi dan perundangan yang berkaitan dengan isu lingkungan. 5. 3. 7. 9. g. Prasyarat: Telah menempuh minimum 50 sks (minimum D).C. b. Mampu mengidentifikasi sebab-akibat pencemaran oleh industri kimia.C. Green chemistry. Curran. Prentice Hall PTR. and Garret. 12. 3. Pustaka: a. Oxford University Pers Inc. Sifat pengajaran: Lebih menekankan pada pemahaman proses kimia serta potensi bahayanya terhadap lingkungan serta pentingnya strategi pencegahan dengan cara daur ulang. and Warner. d. “Green Chemistry: Theory and Practice”. Life cycle assessment. 10. dan mengevaluasi suatu proses kimia dalam rangka untuk mereduksi atau mencegah pencemaran.. 6.R. Kerumitan matematis dan hitungan sejauh mungkin dihindari. 9. komunikasi langsung. S. 1996. 6/15/2006 . Pemahaman tentang resiko lingkungan.T. e. 8. NJ.L. 1996. McGrawHill Book Company. Anastas.. Pentingnya mencegah tejadinya pencemaran dibandingkan dengan mengolah limbah setelah terjadi pencemaran. penggunaan material ramah lingkungan serta integrasi proses. Hidden curriculum: Membangkitkan kesadaran tentang pentingnya pemanfaatan sumber daya alam dalam industri dengan memperhatikan aspek kelestarian alam atau pemanfaatan yang berkelanjutan (eco-efficiency). Isu lingkungan dalam industri kimia.T and Shonnard. American Chemical Society. Umpan balik (feedback): Questionnaire. b. “Designing Safer Chemicals”. D. dan questionnaire tambahan. c.

Identifikasi Hazard. Electrostatics. komunikasi langsung. Reactivity. 4. Hidden curriculum: Membangkitkan kesadaran tentang pentingnya menempatkan aspek keselamatan sebagai faktor utama dalam pabrik kimia. d. Cape Centre. and Louvar. I. b. Pentingnya mengurangi atau mengeliminasi hazard dibandingkan dengan mengendalikan hazard dalam rangka mengurangi resiko pada sistem proses kimia.. 6.A. 6/15/2006 . Source and Dispersion Models.. “Safety Engineering”. D. Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK3122 (2) 2. 9.F. dan questionnaire tambahan. b. J.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM)106 Teknik Keselamatan Proses dan Dasar-Dasar Analisis Resiko 1. Relief Design. Cameron. c. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis . Department of Chemical Engineering. Crowl. f. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: a. 3. 8. Toksikologi. 10. g. h. Prasyarat: Telah menempuh minimum 50 sks (minimum D). Konsep Hazard dan Risk. c. Australia. Flamability. i. Englewood Cliffs. dan pekerjaan rumah. Umpan balik (feedback): Questionnaire. 5. Memahami tentang sumber-sumber kecelakaan dalam industri kimia. Mampu mengidentifikasi sebab-akibat jenis-jenis kecelakaan dalam industri kimia. University of Queensland. Sifat pengajaran: Lebih menekankan pada pemahaman proses kimia serta potensi bahayanya serta pentingnya strategi pencegahan dengan cara mereduksi atau mengeleminasi hazard yang ada. 11. “Chemical Process Safety: Fundamentals with Applications”. 12. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. tugas. Pustaka: a. Fire and Explosion. Pemahaman tentang konsep hazard dan risk. 1990. 7. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Mempunyai kesadaran tentang pentingnya keselamatan proses dan mampu mengembangkan strategi efektif dalam menganalisis serta mengevaluasi suatu proses kimia dalam rangka untuk mereduksi hazard. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. 3. b. Mampu menganalisis dan mengevaluasi hazard yang ada di dalam suatu sistem pabrik kimia. NJ.T. Topik: a. b. Prentice-Hall.. 15. e. 10. 9.

De Nevers. 3. 11. d. memilih alat yang sesuai serta menentukan spesifikasinya. Mampu merancang proses pengolahan limbah. Umpan balik (feedback): Questionnaire. b. Pengolahan limbah cair secara biologis. Pustaka: a. dan pekerjaan rumah. b. F. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis . 3. Stensel.. Hidden curriculum: Pentingnya melihat permasalahan lingkungan secara holistik serta membangkitkan kesadaran bahwa pencegahan pencemaran lebih sustainable dibandingkan dengan mengolah limbah setelah terjadi pencemaran. 4. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. Mampu merancang alat pengolahan limbah. New York. 12. Prasyarat: Telah menempuh minimum 50 sks (minimum D). e. McGraw Hill. 15. Sifat pengajaran: Lebih menekankan pada pemahaman tentang jenis-jenis limbah serta potensi dampaknya terhadap lingkungan dalam rangka merancang proses pengolahan yang feasible secara teknis dan ekonomis. Isu lingkungan dalam industri kimia. c. McGraw Hill.. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. Metcalf and Eddy Inc. 6. 10. Pengolahan limbah cair secara kimia. Mampu mengidentifikasi limbah.. “Wastewater Engineering”. Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK3223 (2) 2. Tchobanoglous. Topik: a. i. Jenis dan sumber pencemaran air. 8. g.. 7. b. tugas. “Air Pollution Control Engineering”. h. 5. komunikasi langsung. G.. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Kemampuan mengidentifikasi jenis-jenis limbah serta menganalisis perancangan proses pengolahannya. 9. 4 ed. Jenis-jenis emisi dan dampaknya. Remediasi tanah terkontaminasi. 6/15/2006 . gas).. Pengolahan limbah padat dan landfilling. f.L. 2000. H. N. Burton. dan questionnaire tambahan.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM)107 Teknik Pengolahan Limbah 1. cair. 9. Pengendalian pencemaran udara. c. 2004. Pengolahan limbah cair secara fisik. 10. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Mampu menyusun dan merancang proses pengolahan limbah (padat.D. New York.

Prentice Hall. Hidden curriculum: Kemampuan mencari informasi secara elektronik (via internet). Louvar. 3. 8. “Health and Environmental Risk Analysis: Fundamental with Applications”. operasi dan penggunaan produk suatu perusahaan memenuhi persyaratan keselamatan publik dan lingkungan. Mengenal berbagai sistem manajemen keselamatan dan lingkungan baik yang bersifat nasional maupun internasional. Umpan balik (feedback): Questionnaire. Sistem penilaian (assessment system): Tugas pembuatan laporan teknis dan presentasi (kelompok). Kemampuan menyiapkan laporan teknis yang komunikatif. 12. 3. Mengenal dasar-dasar audit keselamatan dan lingkungan menuju sertifikasi keselamatan dan lingkungan. Mahasiswa juga memahami agar operasi perusahaan tetap menguntungkan dan memungkinkan perusahaan berkembang dengan sehat maka diperlukan manajemen keselamatan dan lingkungan yang terintegrasikan dengan operasi dari perusahaan. 7. c. ujian tulis. Keselamatan dan konservasi lingkungan dalam operasi industri kimia: tinjauan teknis dan ekonomi. 4. J.D. d. b. 10. Mengenal berbagai sistem sertifikasi keselamatan kerja dan lingkungan. Pengunaan fundamental teknik kimia dalam audit keselamatan dan lingkungan. Mengenalkan peran sistem manajemen dan kepemimpinan dalam memanage antara kepentingan publik dan kepentingan ekonomi perusahaan. Berbagai sumber bacaan dari internet yang akan selalu di-update. National Association of Safety & Health Professionals (USA). 11. Pengenalan berbagai isu global. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. 6/15/2006 . 6. 1995. dan questionnaire tambahan. c. Berbagai sistem manajemen keselamatan dan lingkungan. 9. 10. e. Topik: a. Cheremisinoff and M. b. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a.P. c. c. b.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM)108 Manajemen Keselamatan dan Lingkungan 1. d. Sifat pengajaran: Lebih menekankan untuk pengembangan sistem berfikir holistik. Pengenalan berbagai sistem sertifikasi. 1998. Kerumitan perhitungan sejauh mungkin dihindari. 15. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: a. Pengantar: berbagai isu global dalam bidang keselamatan dan lingkungan yang terkait dengan industri kimia. komunikasi langsung. Pengantar tentang audit keselamatan dan lingkungan pada industri kimia. Pustaka: a. 5. Prasyarat: Telah menempuh minimum 50 sks (minimum D).F. Lovar and B. Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK4124 (2) 2. b. 9. N.L. “Environmental and Health & Safety Management: A Guide to Compliance”. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Mahasiswa memahami perlunya tahapan konstruksi. Sertifikasi keselamatan dan lingkungan untuk industri (nasional dan internasional). Graffa.

1. food safety). 4. “The Essential of Functional Food”. d.. c. sekaligus untuk lebih menghayati teori-teori yang telah diberikan. Kimia Organik 2. c. dietary supplement. ”Rheological Methods in Food Process Engineering”. 6/15/2006 . 3. Sifat pengajaran: Teori-teori fundamental perlu diberikan porsi yang cukup besar. dan pekerjaan rumah. 13. dispersi. Functional food (infant/medical foods. Optimasi kualitas produk pangan (fortified products. Sikorski. Topik: a. Fisika 2.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM)109 KELOMPOK MINAT KEAHLIAN TEKNIK PANGAN DAN BIOPROSES Dasar-dasar Ilmu Pangan 1. Morrison. 2002. 1983. 11. b.. e. c. Inc. Pustaka: a. Michigan. Memahami teknik konversi respon sensorik (rasa. 12. Telah menempuh minimum 50 sks (minimum D). Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Memahami konsep-konsep dasar yang diperlukan untuk merancang proses dalam rangka membuat produk pangan dengan kualitas tertentu. dll) ke dalam data kuantitatif untuk keperluan optimasi proses. 1996. lemak.F. 8.. J. Teknik kuantifikasi produk pangan (pengukuran tekstur. Toledo. Steffe. Fisika pangan (osmosis. 4. 6. komunikasi langsung.. 7. antioksidan). Prasyarat: Pernah mengambil Fisika 1. food poisoning. 2000. teknik dan alat pengukuran). 8. ZE. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. Schmidl. Springer Publisher. R. improved flowability. stress dan strain. emulsi). MK and Labuza. 4 ed. AVI Publishing Company. e. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Rheology untuk non-newtonian fluid. dan questionnaire tambahan. Hidden curriculum: Mengembangkan kemampuan mengaplikasikan konsep-konsep fundamental yang sifatnya umum (fisika dan kimia) pada kasus yang sangat spesifik (dalam hal ini contohnya pada produk pangan). tugas. f. State of the art dari teknologi-teknologi pengolahan pangan/produk pangan lebih banyak diberikan sebagai reading assignments dan presentasi oleh mahasiswa. b. presentasi. RT and Boyd. edible coatings). food hygienes. tekstur. TP. “Chemical and Functional Properties of Food Component”. pernah/sedang menempuh Proses Transfer.T. “Organic Chemistry”. “Fundamentals of Food Process Engineering”. karena kebanyakan bahan pangan termasuk dalam kategori viscoelastic materials. 1981. 15. bioactive molecules. 2 ed. Dapat memanfaatkan sifat rheology bahan pangan sebagai variabel dalam mengoptimasi proses. Kode kuliah dan jumlah SKS : TKK 3131 (2) 2. modified structure. CRC Publisher. Allyn and Bacon. Kimia pangan (karbohidrat. protein. 5. b. RN. Kimia Organik 1. terutama dasar-dasar viskoelastisitas. enzyme immunoassay). Freeman Press. Connecticut. 9. 10. 11. rasa. dairy based foods. d. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis. Rheology bahan pangan (viskositas. Umpan balik (feedback): Questionnaire. 6. Mampu mengaplikasikan prinsip-prinsip fisika dan kimia untuk meramalkan kualitas produk pangan. viskoelastisitas.

misalnya kehidupan mikroorganisme dan faktor-faktor yang mempengaruhi aktivitasnya. e. J. New York. 7. cara berpikir yang logis. kerjasama dalam kelompok. dalam submerged culture maupun biofilm. Bailey.. jenis dan operasinya. & Gaudy. Shuler. Bioreaktor. komunikasi langsung. Mampu memperkirakan kecepatan pertumbuhan mikroorganisme dan kaitannya dengan kecepatan produksi.. d. A. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Pertumbuhan mikroorganisme dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. D.E. “Biotechnology vol 1: Biological Fundamentals”. 11. dan prinsip kerja & pemilihan jenis bioreaktor. Aspek kuantitatif diberikan khususnya untuk evaluasi kinetika.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM)110 Dasar-dasar Bioproses 1. c. Kinetika pertumbuhan mikroorganisme. (eds). 2 ed. dan questionnaire tambahan. Topik: a. Umpan balik (feedback): Questionnaire. Telah menempuh minimum 50 sks (minimum D). jenis. 12. dan fisiologi mikroorganisme. 4. Sifat pengajaran: Menekankan pada pemahaman dan daya analitis. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Memahami prinsip-prinsip dasar bioproses.L. 3.. Rehm. G. H. b. 5. 6/15/2006 . Aplikasi diberikan dengan contoh-contoh yang terdapat pada berbagai industri yang berbasis pada bioproses (dianjurkan untuk dilakukan dengan sistem kerja kelompok dan presentasi & diskusi). Auckland. b.. H. 10. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a.F. McGraw-Hill Book Company. 6. and Kargi. and Ollis. 1. tugas (individu & kelompok). 15. morfologi.W. Hidden curriculum: Pengembangan pola berpikir analitis. Kode kuliah dan jumlah SKS : TKK 3132 (2) 2. Prasyarat: Pernah menempuh Azas Teknik Kimia dan sedang atau sudah menempuh Operasi Perpindahan Massa dan Panas. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. Prentice Hall International Series. 9. E. dan gambaran umum tentang aplikasinya dalam proses dan produksi. D.. “Microbiology for Environmental Scientists and Engineers”. McGraw-Hill Book Company. & Clarck. New Jersey. Kinetika reaksi enzimatis. 1997. & Reed. 6. d. 2 ed. 2. 5. c. b. Blanch. 2002. 1981. ”Bioprocess Engineering – Basic Concepts”. “Biochemical Engineering Fundamentals”.S. Pustaka: a. M. Mampu menentukan skenario proses yang tepat untuk berbagai jenis produk yang berbasis reaksi biologi.J. komunikasi yang efektif.. Marcel Dekker. 8. Memahami fungsi mikroorganisme dalam industri. Gaudy. Inc. . Dasar-dasar mikrobiologi. kinetika reaksi biologi. d. New York. 1986. Memahami klasifikasi. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis (akhir dan sisipan). c. F. “Biochemical Engineering”.

A. d. Telah menempuh minimum 50 sks (minimum D). Auckland. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Mahasiswa dapat memahami aplikasi bioproses dalam industri & lingkungan.L. 6/15/2006 . Persiapan proses dan pemisahan hasil fermentasi. 8. 10. 9. Prasyarat: Pernah menempuh Dasar-dasar Bioproses. Aplikasi bioproses dalam lingkungan: modeling. dan questionnaire tambahan.W. 5. 9. 1997.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM)111 Aplikasi Bioproses 1. 1981.E. E. kerjasama dalam kelompok.. sudah atau sedang menempuh Operasi Pemisahan Bertingkat.. 2 ed. H. d. “Biotechnology vol 1: Biological Fundamentals”. persiapan bahan & pemisahan/pemurnian hasil. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. Shuler. 6. 11. b. & Gaudy. c. Produk-produk baru berbasis bioproses: konsep produksi dan aplikasinya. Dasar-dasar perhitungan untuk bioreaktor berbasis kultur murni dan kultur campuran. b. Teknologi fermentasi & perkembangannya. Aspek kuantitatif diberikan khususnya untuk evaluasi bioreaktor. . Mampu menentukan persiapan bahan baku untuk fermentasi dan pemisahan hasil fermentasi. New York. M. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis (akhir dan sisipan). (eds). c. Inc. Prentice Hall International Series. 7.F. F. 3. Blanch. Hidden curriculum: Pengembangan pola berpikir analitis.J. Modeling bioreaktor. Marcel Dekker. instrumentasi & sistem kontrolnya. 5. Bailey. 4. & Clarck. and Ollis. komunikasi yang efektif. Mampu melakukan perancangan dasar bioreaktor. 15. “Biochemical Engineering Fundamentals”. 12. Memahami dasar-dasar proses fermentasi. cara berpikir yang logis. mampu memilih skema proses yang tepat untuk produk bioproses tertentu. New York. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. 2. & Reed. dan Teknik Reaksi Kimia 2. Sifat pengajaran: Menekankan pada pemahaman dan daya analitis. H. 2002.. 6. tugas (individu & kelompok). 3. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Dasar-dasar fermentasi. McGraw-Hill Book Company. “Microbiology for Environmental Scientists and Engineers”. e. Rehm. Pustaka: a.S. D. biodegradasi & bioremediasi. Pemahaman tentang berbagai skema bioreaktor diberikan dalam contoh-contoh proses produksi dari berbagai macam produk yang berbasis pada bioproses (dianjurkan untuk dilakukan dengan sistem kerja kelompok dan presentasi & diskusi). G.. Gaudy. 2 ed. Umpan balik (feedback): Questionnaire. McGraw-Hill Book Company. D. c.. 1986. e. Teknik Reaksi Kimia 1. New Jersey.. “Biochemical Engineering”. J. komunikasi langsung. Memahami mekanisme biologi dan interaksi mikroorganisme dalam penghilangan bahan pencemar. ”Bioprocess Engineering – Basic Concepts”. and Kargi. Kode kuliah dan jumlah SKS : TKK 3233 (2) 2. Topik: a. b. d.

Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. d. Pengawetan pangan: aspek mikrobia (survival curve. R. b. 4 ed. Pustaka: a. Arthey. Umpan balik (feedback): Questionnaire. Oxford. kinetika granulasi. “Vegetable Processing”. 1989. Equipment”. Memahami faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam perancangan proses pengawetan pangan dan mampu melakukan perancangan short cut untuk teknikteknik pengawetan pangan. osmotic dehydration. B. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Mampu merancang unit-unit operasi dalam proses industri pangan dan mengambil keputusan yang tepat untuk optimasi proses berdasarkan konsep fundamental. Kode kuliah dan jumlah SKS : TKK 4134 (2) 2. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis. f. “Bahan Pengajaran Satuan Operasi dalam Proses Pangan II”. Germany. C. 12. representasi proses dalam model matematis untuk keperluan perancangan. 2. PAU Pangan dan Gizi UGM. pembekuan. and Heldman. Singh. Dasar-dasar Bioproses. 8. 6. Academic Press.W. edible coatings). Tyoso.P. Technologies. berdasarkan teori fundamental. 4. preservatives. 15. B. D. 1988. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Pertimbangan dalam perancangan. 3. 12. Detail perhitunganperhitungan dilakukan mandiri oleh mahasiswa sebagai tugas (kelompok/individual). 11. Penerbit Universitas Indonesia. dan questionnaire tambahan. dan pekerjaan rumah. Hidden curriculum: Motivasi untuk life-long learning dan team work. spoilage probability). tugas. Prasyarat: Sudah mengambil Asas Teknik Kimia. pasteurisasi. “Agglomeration Processes – Phenomena. Food safety dan food regulation. N.R. g. D and Dennis. e. “Teknologi Pengawetan Pangan” (terjemahan). Memahami faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam perancangan proses yang melibatkan padatan (serbuk) dan mampu melakukan perancangan short cut untuk powder handling dalam industri pangan. c.W. New York. 5. W. 2001. Yogyakarta. 6/15/2006 . Jakarta. Kristalisasi: neraca populasi. sudah/sedang mengambil Dasardasar Ilmu Pangan. Solid handling: homogenitas dalam proses pencampuran padatan. Memahami batasan-batasan food safety/food regulation sebagai pertimbangan dalam perancangan proses. b... c. dan prinsip peralatan. Transportasi Bahan dan Sedimentasi. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no.. 10. Wiley-VCH. Pietsch. Tatap muka di kelas hanya memberikan konsep-konsep dasar dan diskusi hasil tugas. prinsip peralatan. Memahami faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam perancangan proses kristalisasi dan mampu melakukan perancangan short cut untuk crystallizer sederhana. prinsip peralatan. Mullin. d. “Bahan Pengajaran Satuan Operasi dalam Proses Pangan I”. Desrosier. pengaruh kristal pada sifat rheology dan tekstur bahan. berbagai teknik pengawetan (pengeringan konvensional. “Introduction to Food Engineering”. c. d. UHT. thermal death time.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM)112 Proses Industri Pangan 1. 5. Pemodelan Matematis Telah menempuh minimum 50 sks (minimum D). Butterworth Heinemann. PAU Pangan dan Gizi UGM. 2001. komunikasi langsung. Sifat pengajaran: Seimbang antara deskripsi fenomena. Yogyakarta. Blackie. 1991.W. JW. 3. 2001. 6. 1989. 11. Topik: a. 7.. b.. “Crystallization”. prinsip peralatan. Tyoso. 9. Suffolk.

4. Umpan balik (feedback): Questionnaire dan komunikasi langsung. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. 5. 8. 15.. 4 ed.A. 7. Dorf. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Mahasiswa dapat mengenal sumber daya energi tidak terbarukan yang tersedia dan cara pengolahannya. New York. Tren energi. Memahami konsep termodinamika dan energi.H..R. 1960. 1957. tugas. Sumber. cara mendapatkan. dan pekerjaan rumah. M and Pigford. Nelson. AddisonWesley Publishing Company Inc. Topik: a. 12. and Stereus. Telah menempuh minimum 50 sks (minimum D). Memahami pengelolaan berbagai sumber energi tidak terbarukan termasuk pemanfaatannya.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM)113 KELOMPOK MINAT KEAHLIAN ENERGI Energi Tidak Terbarukan 1. “Chemical Technology of Petroleum”. McGraw Hill Book Company. W. W. 7. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis. Memahami proses pengolahan energi tidak terbarukan. 6. Untuk itu perlu selalu disampaikan hubungan timbal balik energi terhadap lingkungan. Perlu diperkenalkan perhitungan evaluasi teknis. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Energi-energi tidak terbarukan yang masih mempunyai potensi besar sebagai sumber energi di tanah air. b.. McGraw Hill Book Company. c. minyak dan gas bumi. b. karakteristik dan aplikasi: 1. Grus. Sifat pengajaran: Lebih menekankan pada pemahaman. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. dan. 2 ed. T.. 4. Energi dan termodinamika. New York. nuklir. 1958. “Nuclear Chemical Engineering”. contoh kasus yang riil sangat dianjurkan. 2. e. “Energy. “Petroleum Refinery Engineering”. 10.C. New York. D. Pustaka: a. 6/15/2006 . batubara. 3. McGraw Hill Book Company. Mampu melakukan evaluasi sederhana untuk menentukan kelayakan penggunaan suatu sumber energi. 2. d. California. 9. 3. Memahami sifat dan uji fisis dari sumber energi tidak terbarukan. 13. 11. b. R. 1977. Hidden curriculum: Isu-isu energi tidak bisa dipisahkan dengan isu lingkungan... c. ekonomis dan aspek lingkungan untuk menentukan kelayakan pemakaian suatu sumber energi. 9. 3 ed. 6.. Benedict. Resources and Policy”. 11. d. c.. Kode kuliah dan jumlah SKS : TKK 3141 (2) 2.L. Prasyarat: Pernah menempuh/diambil bersama Termodinamika Teknik Kimia 1..

Untuk itu perlu selalu disampaikan hubungan timbal balik energi terhadap lingkungan.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM)114 Energi Terbarukan 1. biofuel dan fuel cell. 8.C. yaitu: energi biomassa. 7. Dorf. cara pengangkutan. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis.. 3. energi angin. 4. John Wiley and Sons. Wilbur. 1985. Sumber. 9. 11.C. Inc. Mampu melakukan evaluasi sederhana untuk menentukan kelayakan penggunaan suatu sumber energi. R. 15. 12. b. Energi dan termodinamika b. 6. Memahami pengelolaan berbagai sumber energi terbarukan. 9. energi gelombang. 2. 10. New York.. energi biomassa (kayu. 11. cara penyimpanan . 6/15/2006 .. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Mahasiswa dapat mengenal sumber daya energi terbarukan yang tersedia dan cara pengolahannya. Kode kuliah dan jumlah SKS : TKK 3142 (2) 2. energi biofuel. 7. 2 ed. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Energi-energi terbarukan yang mempunyai potensi untuk dipakai dalam skala industri dan lebih dekat dengan ruang lingkup teknik kimia. energy surya. California. 2 ed. energi mikrohidro. tugas (studi kasus) dan pekerjaan rumah. “Energy. Prasyarat: Pernah menempuh Termodinamika Teknik Kimia 1. karakteristik dan aplikasi: 1. Umpan balik (feedback): Questionnaire dan komunikasi langsung. cara mendapatkan. fuel cell (hydrogen).. 6. L. 1977. 7. Memahami konsep termodinamika dan energi. energi panas sisa (waste heat energy). Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. Hidden curriculum: Isu-isu energi tidak bisa dipisahkan dengan isu lingkungan. Telah menempuh minimum 50 sks (minimum D). dan 9. 6. 3.. 13. 4. 2. Resources and Policy”. 5. Sifat pengajaran: Lebih diutamakan pada pemahaman dan contoh kasus nyata di industri. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no.. “Handbook of Energy System Engineering”. 5. AddisonWesley Publishing Company Inc. sampah dll). 8. ekonomis dan aspek lingkungan untuk menentukan kelayakan pemakaian suatu sumber energi. b. c. Topik: a. Perlu diperkenalkan perhitungan evaluasi teknis. energi geothermal. Pustaka: a. 4.

Prasyarat: Pernah menempuh Termodinamika Teknik Kimia 1 dan Termodinamika Teknik Kimia 2. 7. The Energy Conservation Center-Japan. Hidden curriculum: Isu-isu energi tidak bisa dipisahkan dengan isu lingkungan. Sifat pengajaran: Lebih diutamakan pada pemahaman dan contoh kasus nyata di industri. Konversi energi. ekonomi dan lingkungan. 2006. 10.. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Mahasiswa mengenal cara pengelolaan energi dan teknologi konservasi. 9. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Manajemen dan audit energi serta teknologi konservasi energi. 6. McGraw Hill Book Company. T. Culp. c. 1988. 5. 6/15/2006 . The Energy Conservation Center-Japan. L. Pustaka: a. Manajemen energi. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis. d. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. 3. Umpan balik (feedback): Questionnaire dan komunikasi langsung. Memahami konsep energi. 12. T. f. 8. tugas (studi kasus) dan pekerjaan rumah. 10. 6. 11.W. b. Nuibe.. Energi dan ekonomi. c. 2. Memahami konsep konservasi energi dan teknologinya. 1. “Principle of energy conversion”. Kawase. ”Audit on Energy Conservation”. New York. 9.. b.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM)115 Manajemen dan Konservasi Energi 1. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. Kode kuliah dan jumlah SKS : TKK 3243 (2) 2. Teknologi konservasi energi. ”Energy Conservation Policy and Measures”. Untuk itu perlu selalu disampaikan hubungan timbal balik energi terhadap lingkungan. e. 7. d. Memahami pengelolaan/manajemen energi. ”Enegy Conservation in Factory”. 2006. Energi dan lingkungan. Telah menempuh minimum 50 sks (minimum D). Topik: a. Yamada. 4. b. 5. T. 15. The Energy Conservation Center-Japan. c.. Audit energi. 2006.

Umpan balik (feedback): Questionnaire dan komunikasi langsung. b.com d. 9. c.. Ishida. 6. b. c. Linnhoff. Hidden curriculum: Isu-isu energi tidak bisa dipisahkan dengan isu lingkungan. Prasyarat: Pernah menempuh Perpindahan Panas dan Operasi Pemisahan Bertingkat. 10. L. 1998. 2 ed. 6/15/2006 ... Tujuan Instruksional Umum (TIU): Mahasiswa dapat mengaplikasikan konsep termodinamika untuk analisis sistem industri. 4. Heat integration. Memahami cara melakukan analisis termodinamika pada suatu sistem industri. 2002. Mampu melakukan target minimasi kebutuhan energi pada sistem industri. 1 ed. 7. Inc. 3. 15.linnhoffmarch. Analisis proses. Telah menempuh minimum 50 sks (minimum D). 5. 9. Thermodynamics Made Comprehensible”. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. Kode kuliah dan jumlah SKS : TKK 4144 (2) 2.. 1985. Tujuan Instruksional Khusus (TIK) a. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Analisis termodinamika dan heat integration. “Handbook of Energy System Engineering”. baik untuk satu unit operasi maupun beberapa unit operasi dan mampu melakukan target minimasi kebutuhan energi. Sifat pengajaran: Lebih diutamakan pada pemahaman dan contoh kasus nyata di industri. 7. 1. 2. New York. tugas (studi kasus) dan pekerjaan rumah. 5..C. New York. d. Inc. 13. “Introduction to Pinch Technology”. Untuk itu perlu selalu disampaikan hubungan timbal balik energi terhadap lingkungan. 12. f. M. B. www.. e. Strategi integrasi proses. the Institution of Chemical Engineers.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM)116 Utilisasi Energi 1. 10. Heat pump. Analisis termodinamika berdasarkan hukum termodinamika 1 dan 2 (analisis pinch dan eksergi). b. “User Guide on Process Integration for the Efficient Use of Energy”. 1994. UK. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis. 11. 6. Nova Science Publisher. Topik: a. Linnhoff. Wilbur. Konsep efisiensi. 8. Pustaka: a. John Wiley and Sons. B.

10. 6/15/2006 . dan questionnaire tambahan.11. User defined variable. S. Penggunaan variabel dan operator. 7. Telah menempuh minimum 50 sks (minimum D). Upper Saddle River. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a.P. d. New Jersey. Pustaka: a.T. memperbanyak kasus/demo. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Penggunaan user defined type. Prasyarat: Pernah menempuh MTK 2. Nyhoff.. komunikasi langsung. Flannery. b. b. S. “Fortran 90 for Engineers and Scientists”. “Numerical Methods for Chemical Engineering with Matlab Applications”. W.. “Numerical Recipes: The Art of Scientific Computing”. and Mostoufi. Pengontrolan dan pengorganisasian program. kompak dan mudah dilacak/debug. 6. Cambridge University Press. prosedur dan fungsi. d. Teukolsky.15. L. 1992. 9.12. Mampu memahami penggunanaan jenis-jenis peubah. and Leestma. Pengontrolan dan pengorganisasian dalam pemrograman. Prentice Hall PTR. Berbagai routine penting dalam pemrograman.C. modul.. tugas. memperbanyak penugasan kelompok. Berbagai routine penting dalam pemrograman. Sistem berkas dan file input-output. 1999.. Anonim.A. c. 12. Sifat pengajaran: Lebih menekankan pada penggunaan logika dan berfikir kreatif. Kode kuliah dan jumlah SKS : TKK 3151 (2) 2. Topik: a. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Mahasiswa dapat menguasai teknik pemrograman terstruktur dengan Fortran 95 dan atau Matlab. Sistem penilaian (assessment system): Ujian praktek.R. b. A. g. Umpan balik (feedback): Questionnaire. 1997. W. 8.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM)117 KELOMPOK MINAT KEAHLIAN PERANCANGAN DENGAN KOMPUTER (COMPUTER AIDED DESIGN) Pemrograman 1. Manchester. Press. Pemrograman dengan prosedur dan fungsi. c. Hidden curriculum: Penanaman kerjasama tim melalui penugasan-penugasan kelompok. 2. Prentice Hall. Salford Software Ltd. 2004. Vetterling.W. B. operator.. Cambridge. N. Mampu membuat program secara terstruktur. 3. 4. modul. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. 11. Upper Saddle River. 5.. Fasilitas masukan dan pengeluaran. “FTN95 User Guide“. variabel berdimensi. prosedur serta reserved word compiler Fortran 95/Matlab. New Jersey. e. 6. Constantinides. f.

Mampu memilih model yang tepat untuk problem yang dihadapi. 1995.. Pengenalan GUI software CFD.A. and Malalasekera. b. Doctoral Thesis.E. Pengenalan software untuk menggambar geometri. Inc. F. 11. Bird. 7. Kasus: Jet flow. Telah menempuh minimum 50 sks (minimum D). Mampu menjalankan software CFD. John Willey & Son.. c. 6/15/2006 . 6. Hidden curriculum: Pengembangan pola berpikir deduktif. Sweden. London. Kasus: Flow of incompressible fluid in a pipe and channel. Mampu membuat geometri alat yang akan dihitung. W. pemilihan model dan sifat bahan. Hidayat... 6. Holland... c. 2005. 12. Versteeg. The Finite Volume Method”. Kasus: Fluid flow in the porous media.. Gothenburg.N. skill menggunakan software dan kejujuran. Pengenalan persamaan umum Navier-Stokes. 5. Kasus: Flow of incompressible fluid in a pipe involving a heat transfer at the wall. Chalmers University of Technology. c. 2 ed. Kasus: Gas-solid flow in the pipe: horizontal and vertical. “Transport Phenomena”. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. Mampu mengintepretasikan hasil perhitungan sesuai keperluan. 12. f.B. 4. M. 1998. W. d. Sifat pengajaran: Pemahaman fundamental disertai latihan dan penugasan. g. Stewart.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM)118 Dinamika Fluida dalam Teknik Kimia 1.. “An Introduction to Computational Fluid Dynamics. “Fluid Flow for Chemical Engineers”. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Pemahaman tentang term-term dalam persamaan Navier-Stokes. Pustaka: a. d. 2. kemampuan menjalankan software dan mengintepretasikan hasil.. j. b. 1.. “Heat and Mass Transfer Effects in a U-Bend in Pneumatic Drying”. 2002. and Bragg. E. modifikasi persamaan untuk peristiwa yang lebih kompleks. 11. Prasyarat: Pernah menempuh MTK 2 dan Proses Transfer. Kode kuliah dan jumlah SKS : TKK 3152 (2) 2. 8. R. H. mengaplikasikan persamaan tersebut dalam problem-problem teknik kimia dengan menggunakan software CFD. 14. 3. Replika Press Pvt Ltd. 10. Sistem penilaian (assessment system): Tugas dan ujian. Umpan balik (feedback): Komunikasi langsung dan questionnaire. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Mahasiswa memahami makna fisis persamaan Navier-Stokes. 9. Kasus: Flow of incompressible fluid in a pipe involving a heat and mass transfer of substance A at the wall... R. Longman Group Ltd. New York. i. Kasus: Flow of incompressible flow at enlargement pipe. Topik: a. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. d. h. e. and Lightfoot. London. b.K.

Pustaka: a. Kasus sistem kendali single input-single output (siso): perilaku inheren proses terkendali untuk berbagai jenis alat kendali. sinusoid. ramp. Komunikasi langsung dan questionnaire. 6/15/2006 . feedforward. Analisa perilaku dinamik proses. 5. Prinsip-prinsip sistem kendali. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. Pengertian tentang sistem dinamis: deskripsi perilaku sistem. Hidden curriculum: a. 12. Ogunnaike and W. 5. 9. perilaku proses terkendali untuk berbagai bentuk gangguan. Mellichamp. Tujuan Instruksional Umum (TIU): a. Mampu menerapkan dan mengintegrasikan pengetahuan teknik kimia dalam memodelkan dinamika suatu proses. Pemodelan matematis proses dinamis. B. 3. tes mendadak (quiz). Tanggapan dinamis proses dari berbagai bentuk masukan: step. “Process Dynamics. Sistem kendali single input-single output (siso) vs multiple input-multiple output (mimo).). Ray. Seborg. hybrid. g. Sistem order-1 tunggal. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Pemodelan matematis sistem transien. Linierisasi sistem non-linier. Kasus untuk analisis dinamik dan stabilitas sistem terkendali: efek jenis alat kendali (proportional. Sistem order tinggi. 1989. b. Mampu memahami berbagai aplikasi sistem kendali pada berbagai bidang ilmu dan kehidupan. Umpan balik (feedback): 3. Modeling and Control”. h. Mampu mengintegrasikan pengetahuan tentang perilaku dinamis proses dengan sistem kendali yang memadai. d. Mampu memahami prinsip-prinsip ilmiah dan teknis yang mendasari dinamika suatu proses. Inc. John Wiley and Sons. pulse. b. 15. 1. f. tugas dan presentasi. c. 7. Alat-alat dalam sistem kendali dan bentuk transfer function-nya. b. Topik a. Analisis perilaku inheren proses berdasarkan model persamaan yang mewakili. Berbagai konfigurasi sistem kendali (feedback. Penyelesaian model terlinierkan menggunakan transformasi Laplace.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM)119 Pemodelan Proses dan Sistem Dinamis 1. Edgar and D. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis (akhir. impulse. Telah menempuh minimum 50 sks (minimum D). 9. 10. Analisis stabilitas sistem terkendali.F. 11. Time-lag. Prasyarat: Pernah menempuh Pengendalian Proses. Berbagai jenis konfigurasi sistem kendali modern. D. PID). Sifat pengajaran: Penekanan pada pemahaman proses dan model matematis yang mewakili. Kode kuliah dan jumlah SKS : TKK 3253 (2) 2. 8. Mampu mengidentifikasi.E. sisipan). d. PI. Membangkitkan kesadaran mahasiswa tentang pentingnya memahami perilaku proses dan pentingnya sistem kendali. Memahami beberapa jenis skema kendali dan menganalisis perilaku proses dengan beberapa jenis skema kendali. Oxford University Press. kestabilan dan ketidakstabilan proses dan menerapkan skema kendali yang memadai. c. Penekanan pada kedalaman pemahaman masalah dan penggunaan logika dalam penyelesaian masalah.A. 10. cascade etc. model-model matematik yang mewakili. b.H. j. Mampu menganalisis dinamika suatu proses. ”Process Dynamics and Control”. e. 3. 6. Sistem order 2. Sistem MIMO: beberapa contoh kasus dan sistem kendalinya. b. memformulasikan dan menyelesaikan beberapa masalah dinamika proses. i. Aplikasi sistem kendali di industri. Transformasi Laplace.A. 4. Sistem order-1 simultan. 1994. T. Transfer functions. Analisa stabilitas.

New York. USA. Cambridge. padatan konvensional dan non-konvensional. Seader. Cambridge. b. Evaluasi proyek. d. f. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. membuat proyek. Skenario suatu proyek. 9. 8. 9. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Mahasiswa dapat merancang proses kimia dan melakukan evaluasi ekonomi dengan bantuan software aplikasi ASPEN. b. Stream class dan substream. Mampu merancang proses pengolahan minyak bumi. Grossmann. kurva-kurva destilasi. Sistem penilaian (assessment system): Ujian praktek. “Aspen Icarus Process Evaluator: User’s Guide”. and Westerberg. dan questionnaire tambahan. D. McGraw Hill. 7. 13. 11. b. Douglas. 5. h. c. Topik: a. 6. pemodelan sistem yang melibatkan elektrolitik. komunikasi langsung. c. e. 12.T.. Prasyarat: Diambil Bersama PPK Telah menempuh minimum 50 sks (minimum D). New Jersey. d.D. A. e. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. 3. 10. Sifat pengajaran: Lebih menekankan pada penggunaan ASPEN. Mampu merancang proses yang melibatkan sistem elektrolit. c. 8. Graphical User Interface ASPEN Icarus Process Evaluator. W.W. 15. Mengimpor data simulasi. d. presentasi. alat-alat pemisahan padatan. John Wiley and Sons. 4. J. Aspentech. Umpan balik (feedback): Questionnaire.1 Getting Started”. evaluasi suatu proyek. 1988.. Unit-unit operasi untuk pemisahan padatan. Hidden curriculum: Pengembangan pola berpikir kreatif. Mampu melakukan evaluasi ekonomi. tugas kelompok. L. particle size distribution (PSD). Seider. Penggunaan cost library. 4. 2003. 6. Prentice Hall PTR. I.. 1999. memperbanyak kasus/demo.D.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM)120 Perancangan Proses 1. Biegler. 11. crude distillation unit. Pustaka: a.R. pemilihan model elektrolit.. i. “Aspen Plus 12. kerja sama tim. penggunaan kolom fraksinasi minyak bumi. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Mengakses fasilitas-fasilitas dalam Aspen. “Conceptual Design of Chemical Processes”.E. penghitungan dimensi alat. 12. Komponen-komponen proyek. variasi aplikasi (contoh kasus yang riil) sangat dianjurkan. New York. Kode kuliah dan jumlah SKS : TKK 4154 (2) 2. “Process Design Principles. Mampu merancang proses yang melibatkan padatan. data assay.M. Pemodelan sifat kimia elektrolit. and Lewin. 1997. reaksi dalam sistem elektrolitik. 10. j. penggunaan pre-flash. Aspentech. Akses data dan spesifikasi minyak bumi.. J. 2003. “Systematic Methods of Chemical Process Design”. 2. 5. pemilihan komponen. 3. Inc. 6/15/2006 . USA. g.

4. extrusion.. Prentice Hall PTR.J. “Principles of Polymer Chemistry”. network). 11. sifat-sifat polimer. calendering. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. New York. 3. PVC. Umpan balik (feedback): Questionnaire. termoset. Memahami dasar-dasar polimerisasi emulsi dan kopolimerisasi. ditinjau dari sudut pandang bidang teknik kimia. b. 6/15/2006 .. c. karet.. Memahami dasar-dasar reaksi dan kinetika reaksi polimerisasi kondensasi dan polimerisasi adisi. F. Mengenal seluk beluk beberapa polimer komersial. 5. f.P. Sifat polimer: termoplastik. “Polymer Chemistry: An Introduction”. Mengetahui dasar-dasar pemrosesan polimer. 8. New Jersey. Hidden curriculum: a. Mekanisme reaksi polimerisasi kondensasi dan adisi. e.W. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. J. 3 ed. karet alam dan sintetis.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM)121 KELOMPOK MINAT KEAHLIAN TEKNIK MATERIAL Teknologi Polimer 1. Pustaka: a. Topik: a. Reaksi polimerisasi: kondensasi – adisi. d. Fried. spinning. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis. 6. tugas dan presentasi. Konsep dasar sifat polimer ditinjau dari struktur molekulnya. 1995. PVC. 1953. 1999. Stevens. Memahami penentuan berat molekul. M. 4. selulose. Reaksi kopolimerisasi. melting point. e. Pengetahuan dasar untuk polimer komersial: PE. Teamwork dan kemampuan presentasi (saat tugas kelompok). seloluse dan derivatnya. dan questionnaire tambahan. PP. materi kuliah banyak mengenalkan sifat polimer dan mekanisme reaksi polimerisasi (kecepatan reaksi). b. Sifat pengajaran: Lebih menekankan pada pemahaman konsep mikroskopis (struktur) molekul terhadap sifat fisis dan reaksi. c. cara penentuan BM. 7. Pola berpikir sistematis dalam memahami sifat dan reaksi polimerisasi. step – chain reaction. 12. Flory. Berat molekul dan distribusinya. b. PP. 12. termosetting.. Cornell University Press. 1984. c. Oleh karena itu. d.R... New York. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Mahasiswa memahami dasar-dasar sifat polimer dan reaksi polimerisasi secara umum. c. d. derajad polimerisasi. linear. Oxford University Press. Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK3161 (2) 2. thermoforming. 1. f. komunikasi langsung. Memahami jenis dan struktur rantai polimer (termoplastik. dll. poliuretan. 9. network. 2 ed. “Polymer Science and Technology”. silikon. rantai linear. b. 10. b. glass transition point. Billmeyer. Topik-topik material polimer: PE. P. “Textbook of Polymer Science”. Polymer processing: molding. John Wiley and Sons. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: a. Prasyarat: Telah menempuh minimum 50 sks (minimum D). London.

Tests and Calculation”. b. Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK3162 (2) 2. 4. 2001... Inc. 9. New York. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. “Ceramics. Topik: a. Prasyarat: Pernah menempuh Bahan Konstruksi Teknik Kimia. Mengerti teknologi proses untuk bahan keramik. Telah menempuh minimum 50 sks (minimum D). sifat dan analisis bahan keramik. 1960. b. John Wiley and Sons. tugas paper dan presentasi. Andrew. 12.H. f. komunikasi langsung. 12. “Element of Ceramics”. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: a. c. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Mahasiswa dapat memahami dasar-dasar sifat material keramik dari ikatan molekulernya dan teknologi proses keramik. b. 8. Kemampuan bekerja dalam teamwork dan presentasi (dalam tugas kuliah). Reading. Reaksi dalam proses pembakaran keramik. Pola berpikir sistematis dalam memahami sifat-sifat bahan keramik.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM)122 Teknologi Keramik 1. A... 10. Dasar-dasar sifat keramik dari struktur molekulnya. Massachusets. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. Product characteristics. b. Springer Publishing Company. Proses sintering. 5. “Engineering Ceramics”. Addison Wesley Publishing Company. M. 7. 1. d. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis. c. 11. High temperature kinetics. Pustaka: a. e. Karakteristik bahan baku keramik. Bengisu. dan questionnaire tambahan. b. Sifat pengajaran: Lebih menekankan pada pemahaman konsep mikroskopis dan sifat dasar material yang digunakan dalam praktek industri. Norton. 1962. Umpan balik (feedback): Questionnaire. Sol & gel technology. 6/15/2006 . Memahami struktur. Hidden curriculum: a. 6. 3. 4. Combustion technology.I. F.

Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis. 4.F. tugas paper dan presentasi. 6. Proses-proses pengolahan logam. “Principles of Materials Science and Engineering”. 1994. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: a. Memahami sifat mekanik bahan/logam. b. komunikasi langsung. dan questionnaire tambahan. Umpan balik (feedback): Questionnaire. Hidden curriculum: a. Diagram fasa dan transformasi fasa. Kemampuan bekerja dalam teamwork dan presentasi (dalam tugas kuliah). New York. 6/15/2006 . 5. c.D. Sifat-sifat mekanis bahan.. Avner. f.. 12. b. McGraw-Hill Book Co. 10. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Mahasiswa dapat memahami dasar-dasar sifat material logam dari sudut mikroskopis (molekuler) dan makroskopis. Konsep dasar sifat logam ditinjau dari struktur molekulnya.. diagram fasa bahan. 7. b. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. Sifat pengajaran: Lebih menekankan pada pemahaman konsep mikroskopis dan sifat dasar material yang digunakan dalam konstruksi pabrik kimia. 1974.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM)123 Material Logam 1. an Introduction”. Pola berpikir sistematis dalam memahami sifat-sifat logam. “Introduction to Physical Metallurgy”. 3 ed. Callister. “Materials Science and Engineering. 12.. hubungannya dengan karakteristiknya. Topik: a. John Wiley & Sons. Struktur Crystalline Solids. 1. Pustaka: a. Pemahaman diagram fasa dan efek perlakuan termal terhadap sifat logam/bahan. Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK3263 (2) 2. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. Jr. 4. Mekanisme penguatan bahan dan kemunduran kemampuan bahan. e. 8. 3. 1996. Smith. W. New York.. c. Memahami perlakuan termal dan efeknya.. Prasyarat: Pernah menempuh Bahan Konstruksi Teknik Kimia. Telah menempuh minimum 50 sks (minimum D). Perlakuan termal pada bahan logam. g. New York. b. Memahami struktur molekuler bahan secara umum dan logam khususnya. b. c. 9. 3 ed. Microscopic examination..H. W. S. 11. McGraw-Hill Book Co. d.

. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. McGraw-Hill Book Co. nanotechnology.. 3 ed. polymer blending. 12. hubungannya dengan struktur molekul. 12. Smith. 2004. 3 ed. an Introduction”.. b. lingkungan. New York. c. 1996. (Editor-in-Chief). Wessel. W. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: a. W. 4. 6. 8. Sifat pengajaran: Lebih menekankan pada pemahaman konsep mikroskopis dan karakteristik dasar material (komposit. “The Handbook of Advanced Materials: Enabling New Designs”. 5. Topik: a. Material Logam. c. komunikasi langsung..Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM)124 Teknik Material Mutakhir (Advanced Engineering Material) 1. 3. Jr. Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK4164 (2) 2. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. 11. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis. “Principles of Materials Science and Engineering”. separasi biomolekul. 1. terhadap karakteristik bahan. 10. Bio based materials: aplikasi bidang kesehatan (drug release. biobased material.. Memahami efek termal dan lingkungan (weathering). b. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Mahasiswa dapat memahami dasar-dasar sifat material komposit. Callister. dan material campuran berdasar konsep nanoteknologi. Pola berpikir sistematis dalam memahami sifat-sifat bahan. K. Prasyarat: Pernah menempuh Teknologi Polimer. polyblend. biobased materials). imobilisasi enzyme. tugas paper dan presentasi. food packaging. b. polyblend. J. Kemampuan bekerja dalam teamwork dan presentasi (dalam tugas kuliah). 4. John Wiley & Sons. biobased material). Composite. Memahami sifat mekanik bahan (komposit.F. 6/15/2006 . Teknologi Keramik.D. Umpan balik (feedback): Questionnaire. Telah menempuh minimum 50 sks (minimum D). Nanotechnology dan konsepnya. dan lainnya. Efek termal. Materials Science and Engineering. Hidden curriculum: a. dan questionnaire tambahan. 9. 7.. 1994. b. c. organ buatan).New York. Memahami sifat/karakteristik bahan berdasarkan struktur molekuler. Konsep dasar karakteristik bahan ditinjau dari struktur molekulnya. b. Pustaka: a.

c. “Introduction to Particle Technology”. 12. Umpan balik (feedback): Questionnaire dan komunikasi langsung. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. Prasyarat: Telah menempuh minimum 50 sks (minimum D). Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. Interaksi antar partikel (kimiawi. sisipan). 10. Interaksi antar partikel. d. Contoh-contoh teknologi proses terkini. floatation. e. Pengetahuan tentang berbagai proses partikulat di alam dan relevansinya. 14. Pencampuran partikel (solid-mixing). c. Mengenal proses-proses yang melibatkan partikel di industri dan di lingkungan sekitar. b. Mampu mengidentifikasikan mekanisme fisis dan kimia pada proses-proses yang melibatkan partikel (particulate processing) baik di industri maupun di lingkungan dengan cukup baik. Memahami sifat-sifat partikel (fisis dan kimiawi) dan cara-cara karakterisasinya. 2. Hidden curriculum: a. h. Pustaka: a. Mampu memformulasikan peristiwa pemrosesan partikel dalam persamaan matematik sederhana dan menjelaskan secara kuantitatif. “Handbook of Powder Science and Technology”. dan mekanisme pengeluarannya. Teknologi Nano (Nanotechnology). coal combustion. Aplikasi khusus teknologi partikel pada berbagai industri: fines particle recovery. McGraw Hill Book Co. b. etc. d. Karakterisasi sifat partikel (tunggal dan bulk). Memahami berbagai contoh proses yang melibatkan partikel di industri dan lingkungan. i. Memahami sifat-sifat dasar partikel dan pentingnya dalam proses partikulat. Contoh-contoh teknologi proses terkini. Sifat-sifat fisis partikel tunggal dan multi-partikel (bulk). Van Nostrum Rheinhold. c. Fayed and Otten. Pengenalan berbagai proses industri dan alami yang melibatkan partikel. Kemampuan menerapkan prinsip-prinsip dasar particulate processes dalam berbagai bidang ilmu lain. 1980. 6. panas. 7. 11. 9. Sifat-sifat fisis partikel tunggal dan multi-partikel (bulk) dan cara-cara karakterisasinya. c. b.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM)125 KELOMPOK MINAT KEAHLIAN TEKNOLOGI MUTAKHIR Teknologi Partikel 1. f. Neraca populasi dan aplikasinya pada berbagai proses partikulat. 13. Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK3171 (2) 2. g. Manipulasi sifat partikel dan aplikasinya di industri. Sifat pengajaran: Penekanan pada pemahaman sifat dasar dan mekanisme interaksi antar partikel serta penerapannya dalam berbagai proses partikulat. Perry and Green. 1998. 4. Inc. 1. tugas-tugas dan presentasi. 8. tes mendadak (quiz). j. b. Penekanan pada penggunaan logika dalam analisis masalah. Beddow. John Wiley and Sons. Transportasi partikel. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis (akhir. Proses-proses pembesaran ukuran partikel (size enlargement) dalam sistem partikulat. Penyimpanan partikel (bulk). Bagian-bagian yang mendapat penekanan: a. M. 1984. 6/15/2006 . d. “Particulate Science and Technology”. “Perry's Chemical Engineers' Handbook”. etc. Rhodes. massa. 1984. Mampu menjelaskan berbagai peristiwa yang melibatkan pemrosesan partikel. b. 5. b.. 3. Chemical Publishing. d. Interaksi antar partikel. Pentingnya dan relevansi ilmu Teknologi Partikel. c. 15. water clarification. Topik: a. Proses-proses pengecilan ukuran partikel (size reduction) dalam sistem partikulat. Tujuan Instruksional Umum (TIU): a.).

Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Konsep distillation boundary. Mampu meramalkan kondisi dan komposisi kesetimbangan sistem non ideal. b. Sequencing untuk pemisahan sistem non-ideal dengan bantuan metode grafis. 15. 4. Aplikasi sifat-sifat fasa dan campuran dalam berbagai proses pemisahan dan pemurnian. Perancangan kolom dengan Boundary Value Problem (BVP). Hidden curriculum: a. Analisa grafis diagram y-x. Mampu menentukan solven yang sesuai untuk pemisahan suatu campuran azeotrop biner. Mampu merancang sistem pemisahan campuran yang menghasilkan azeotrop dengan adanya penambahan solven. g. Distilasi sederhana. 6. 6/15/2006 . column feasibility. 9. dan questionnaire tambahan. Homogeneous dan heterogeneous azeotropic distillation. Review konsep-konsep kesetimbangan fase. 2. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis (akhir. azeotrop.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM)126 Pemisahan Setimbang Terpacu (Enhanced Equilibrium Separation) Bagian I 1. tes mendadak (quiz). b. d. Residue Curve Maps (RCM). Distilasi penggaraman. jenis-jenis residue curve map. prinsip-prinsip proses. c. 4. 3. Sifat pengajaran: Penekanan pada pemahaman sifat-sifat fasa campuran. Membangkitkan kesadaran mahasiswa tentang pentingnya memahami sifat dasar bahan dan sifat fasa sebagai dasar proses pemisahan fasa. penentuan refluks minimum. sisipan). Tujuan Instruksional Umum (TIU): Mahasiswa dapat memahami konsep-konsep pemisahan campuran non-ideal atau azeotrop dengan proses destilasi. Pressure swing distillation. Topik: a. c. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. e. Heat Integrated Distillation Column. h. Penekanan pada kedalaman pemahaman masalah dan penggunaan logika dalam penyelesaian masalah. komunikasi langsung. tugas dan presentasi. Mampu merancang kolom destilasi untuk pemisahan campuran non-ideal. Perancangan kolom destilasi untuk campuran non-ideal. 11. 8. 3. 8. Telah menempuh minimum 50 sks (minimum D). Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK3172 (2) 2. Prasyarat: Pernah menempuh Kimia Fisis 2 dan Termodinamika Teknik Kimia 1. 10. penggunaan tekanan maupun penambahan garam. 1. 6. b. T-xy. 5. f. 7. refluks total. d. Umpan balik (feedback): Questionnaire. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a.

prinsip-prinsip proses. R. “Distillation”. M. Diagram fasa bahan murni. 6. Memahami dengan cukup baik proses perubahan fasa bahan dan faktor-faktor yang mempengaruhi.M. b. f. 2. b. 10. Pemurnian kristal dari pengotornya dengan cara re-kristalisasi: mekanisme proses dan teknologi terkini. Desain sederhana pemisahan campuran berbasis kesetimbangan fasa padat-cair.D. 5. Prentice Hall.F. Dasar-dasar pemisahan dan pemurnian campuran dua bahan. b. e. Seader. 11. Dasar-dasar proses dan formulasi matematis pada peristiwa pelarutan/pelelehan dan (re-)kristalisasi. “Separation Process Principles”. McGraw Hill. E. Sifat-sifat campuran bahan. 2001. J. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a... 9. 2 ed. Wiley-VCH. Malone. c. Pemisahan campuran dua macam kristal dengan cara pelelehan dan re-kristalisasi inkremental: mekanisme proses dan teknologi terkini. 3. 1998..J.G.N. Stichlmair. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: Diagram fasa bahan murni dan campuran. dan komunikasi langsung. 6. sisipan). Mekanisme dan proses pemurnian kristal. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Memahami dasar-dasar pemisahan fasa dan pemurnian bahan dengan cara pelelehan dan (re-)kristalisasi.. 15.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM)127 12. Lichtenthaler. and Henley. and Doherty. d. J. d. 1986. Pustaka: a. 1. 8. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. “Molecular Thermodynamics of Fluid-Phase Equilibria”. Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK3273 (2) 2. tugas dan presentasi. Sifat-sifat kristal tunggal dan lelehan. 4. Hidden curriculum: a. J. 7. Topik: a. New York. Penekanan pada kedalaman pemahaman masalah dan penggunaan logika dalam penyelesaian masalah. Umpan balik (feedback): Questionnaire. M.. and Fair. “Conceptual Design of Distillation Systems”. 8. Diagram fasa campuran dua bahan. 6/15/2006 . New Jersey. Mampu memahami dan mempergunakan diagram fasa campuran bahan sebagai dasar proses pemisahan dan pemurnian. Prasyarat: Telah menempuh minimum 50 sks (minimum D). John Wiley & Sons. and de Azevedo.. c. Prausnitz.New York. Peristiwa pelarutan/pelelehan dan re-kristalisasi. 1998. 4.F.. b. J. New York. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis (akhir. Pemisahan Setimbang Terpacu (Enhanced Equilibrium Separation) Bagian II 1. Aplikasi sifat-sifat fasa dan campuran dalam berbagai proses pemisahan dan pemurnian. E. Sifat pengajaran: Penekanan pada pemahaman sifat-sifat fasa campuran. 3. tes mendadak (quiz). Membangkitkan kesadaran mahasiswa tentang pentingnya memahami sifat dasar bahan dan sifat fasa sebagai dasar proses pemisahan fasa.

Perry and Green. Sattler. McGraw Hill Book Co. Cabe. “Thermal Separation Processes: Principles and Design”. Mc. “Unit Operations of Chemical Engineering”. VCH Publisher. K. 1995. 6/15/2006 . 1984. Mc. Ed. c. W. L. Intl. Weinheim. Smith. “Perry's Chemical Engineers' Handbook”. J.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM)128 12.C. Graw Hill Book Company. 4 ed.. Pustaka: a. Feindt. And H. J. b. Harriot.. P. 1985.

b. K. 9. Karakterisasi. Oxford. Canada.. A. 7. “Membrane Technology in the Chemical Industry. permeabilitas. Rautenbach. Prasyarat: Telah menempuh minimum 50 sks (minimum D). e.D. g. Nunes. d. Ámsterdam. 4. R. Fane. 10.A.I. S.E.A. Mulder. Bahan pembuat membran. Hydrophilic non-porous membrane (pervaporation).G. J. 1. “Membrane Separation Technology: Principle and Applications”. 12. Sanchez. 3. R. d. Topik: a. Mampu memahami penggunaan membran untuk proses pemisahan bahan. Reverse osmosis membrane. T. Kluwer Academia Publisher. Mampu memahami cara karakterisasi/penentuan sifat-sifat membran (porositas. Kesting.W. Tujuan Instruksional Umum (TIU): Mahasiswa dapat memahami cara-cara pemurnian/pemisahan bahan dengan membran.G. “Inorganic Membrane for Separation and Reaction”. Sanchez. Chapman Hall. 1993. 1989. Plenum Press. Howell.T. Elsevier Science. “Biofunctional Membranes”. c. 4. Noble. Elsevier. Emulsion liquid membrane. Mampu memahami cara pembuatan membran. Contoh-contoh aplikasi membran di industri. 1996. S.D. cara pembuatan membran. Elsevier. Wiley-VCH. 1996. and Peinemann. and Albrecht. (EDITOR). Wiley-VCH”. R. e. A.. 11. “Nanofiltration: Principle and Applications”. 1985. “Basic Principles of Membrane Technology”. Sistem penilaian (assessment system): Ujian tulis dan tugas. S. R. Mampu melakukan perhitungan perpindahan massa dan panas pada pemisahan zat dengan membran.A.Kurikulum 2006 (Program Studi Teknik Kimia FT UGM)129 Teknologi Membran 1. dan cara penggunaan membran dalam proses pemurnian zat. f. 3. 2. and Tsotsis. Ultraviltration membrane. 2002. Pustaka: a. Hydrophobic micro-porous membrane (membrane distillation).. Schafer. T.. “Membrane in Bioprocessing”. and Waite. 6. b. c. Kompetensi yang dibina (sesuai Daftar V): Kompetensi no. Sourirajan. (EDITOR). H.. and Field. Butterfield. 1985. “Catalytic Membrane and Membrane Reactors”. M. e. d. John Wiley. and Stern. Ottawa.. f. k. Membrane reactors/bioreactors. 5. d. 6/15/2006 . John Wiley..P.. 1995. 2001.. T. dan diameter pori). c. Weinheim.V. Nacional Reserach Council of Canada. Kode kuliah dan jumlah SKS: TKK4174 (2) 2. Hsieh. b. Weinheim.P. c. V. Sifat pengajaran: Lebih menekankan pada pemahaman tentang bahan pembuat membran. and Matsuura. h. 1996. b. “Reverse Osmosis/ Ultrafiltration Principle”. “Membrane Processes“. Contoh-contoh penelitian terkini tentang membran. Perpindahan massa dan panas dalam membran. 2005.. i. Hidden curriculum: Pengembangan pola berpikir deduktif: memecahkan masalah pemurnian zat berdasarkan prinsipprinsip kerja membran. R.. j. Umpan balik (feedback): Questionnaire dan komunikasi langsung. kuat tarik. 8. karakterisasi membran. “Synthetic Polymeric Membranes: A Structural Perspective”... Tujuan Instruksional Khusus (TIK): a. J. D. Bagian-bagian yang mendapat penekanan: a.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->