P. 1
permenhut_40_2010_organisasi kemhut

permenhut_40_2010_organisasi kemhut

|Views: 486|Likes:
Dipublikasikan oleh Eko Priyanto

More info:

Published by: Eko Priyanto on Sep 21, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/04/2014

pdf

text

original

PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : P.

40/Menhut-II/2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN KEHUTANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa sebagai pelaksanaan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara dan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas dan Fungsi Kementerian Negara, Serta Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara dipandang perlu menetapkan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kehutanan. : 1. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara; 2. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi Kementerian Negara Serta Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara; 3. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 84/P Tahun 2009. Memperhatikan : Persetujuan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dalam surat Nomor B/1727/M.PAN-RB/7/2010 tanggal 29 Juli 2010. MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN ORGANISASI KEHUTANAN. MENTERI KEHUTANAN TENTANG DAN TATA KERJA KEMENTERIAN

Mengingat

2

BAB I KEDUDUKAN, TUGAS, DAN FUNGSI Pasal 1 (1) Kementerian Kehutanan berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. (2) Kementerian Kehutanan dipimpin oleh Menteri Kehutanan. Pasal 2 Kementerian Kehutanan mempunyai tugas menyelenggarakan urusan di bidang kehutanan dalam pemerintahan untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan negara. Pasal 3 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Kementerian Kehutanan menyelenggarakan fungsi: a. perumusan, penetapan, dan pelaksanaan kebijakan di bidang kehutanan; b. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawabnya Kementerian Kehutanan; c. pengawasan atas pelaksanaan tugas di lingkungan Kementerian Kehutanan; d. pelaksanaan bimbingan teknis dan supervisi atas pelaksanaan urusan Kementerian Kehutanan di daerah; dan e. pelaksanaan kegiatan teknis yang berskala nasional. BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 4 Kementerian Kehutanan terdiri atas: a. Sekretariat Jenderal; b. Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan; c. Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam; d. Direktorat Jenderal Bina Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial; e. Direktorat Jenderal Bina Usaha Kehutanan; f. Inspektorat Jenderal;

3

g. Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan; h. Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan; i. Staf Ahli Menteri Bidang Revitalisasi Industri Kehutanan; j. Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Perdagangan Internasional; k. Staf Ahli Menteri Bidang Lingkungan dan Perubahan Iklim; l. Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga;dan m. Staf Ahli Menteri Bidang Keamanan Hutan. BAB III SEKRETARIAT JENDERAL Bagian Pertama Kedudukan, Tugas dan Fungsi Pasal 5 (1) Sekretariat Jenderal adalah unsur pembantu pimpinan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kehutanan. (2) Sekretariat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris Jenderal. Pasal 6 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unit organisasi di lingkungan Kementerian Kehutanan. Pasal 7 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6, Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi kegiatan Kementerian Kehutanan; b. koordinasi dan penyusunan rencana dan program Kementerian Kehutanan; c. pembinaan dan pemberian dukungan administrasi yang meliputi ketatausahaan, kepegawaian, keuangan, kerumahtanggaan, arsip dan dokumentasi Kementerian Kehutanan; d. pembinaan dan penyelenggaraan Organisasi dan tata laksana, kerja sama dan hubungan masyarakat;

4

e. koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum; f. penyelenggaraan pengelolaan barang milik/kekayaan Negara; dan g. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Menteri Kehutanan. Pasal 8 Sekretariat Jenderal terdiri atas: a. Biro Perencanaan; b. Biro Kepegawaian; c. Biro Hukum dan Organisasi; d. Biro Keuangan;dan e. Biro Umum. Bagian Ketiga Biro Perencanaan Pasal 9 Biro Perencanaan mempunyai tugas melaksanakan koordinasi kerja sama dalam negeri, penyusunan rencana makro, program, anggaran, evaluasi, pelaporan, dan pengelolaan data dan informasi di lingkungan Kementerian. Pasal 10 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9, Biro Perencanaan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi kerja sama dalam negeri di lingkungan Kementerian; b. penyiapan koordinasi penyusunan rencana umum kehutanan, dan program, serta anggaran, termasuk anggaran bantuan luar negeri di lingkungan Kementerian; c. penyiapan koordinasi evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana, program dan anggaran di lingkungan Kementerian; d. pengelolaan data dan informasi Kementerian;dan e. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro.

5

Pasal 11 Biro Perencanaan terdiri atas: a. Bagian Rencana Umum Kehutanan; b. Bagian Program Anggaran; c. Bagian Evaluasi;dan d. Bagian Data dan Informasi. Pasal 12 Bagian Rencana Umum Kehutanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi kerja sama dalam negeri, dan penyusunan rencana umum Kementerian. Pasal 13 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12, Bagian Rencana Umum Kehutanan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan koordinasi kerja sama dalam negeri, b. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana umum kehutanan;dan c. pelaksanaan pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Pasal 14 Bagian Rencana Umum Kehutanan terdiri atas: a. Subbagian Rencana Pembangunan; b. Subbagian Rencana Umum Kehutanan;dan c. Subbagian Tata Usaha. Pasal 15 (1) Subbagian Rencana Pembangunan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana jangka panjang, jangka menengah, dan jangka pendek. (2) Subbagian Rencana Umum Kehutanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana umum dan rencana kehutanan lintas sektor serta rencana tindak lanjut komitmen internasional. (3) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan ketatausahaan, kepegawaian, keuangan, kerumahtanggaan, dan pelaporan Biro.

penyiapan bahan koordinasi penyusunan program anggaran Kementerian. Bagian Program Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. dan anggaran di lingkungan Kementerian. penyiapan koordinasi penyusunan dokumen anggaran Kementerian. Direktorat Jenderal Bina Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial. dan Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan. Subbagian Program Anggaran Bantuan Luar Negeri. . Pasal 19 (1) Subbagian Program Anggaran I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan program Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran pada Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam. Pasal 17 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16. (2) Subbagian Program Anggaran II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan program Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran pada Sekretariat Jenderal. (3) Subbagian Program Anggaran Bantuan Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan program anggaran bantuan luar negeri di lingkungan Kementerian.6 Pasal 16 Bagian Program Anggaran mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan program. b. penyiapan bahan koordinasi penyusunan program anggaran bantuan luar negeri. b. Subbagian Program Anggaran I. Direktorat Jenderal Planologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan.dan c.dan c. Subbagian Program Anggaran II. Inspektorat Jenderal. Pasal 18 Bagian Program Anggaran terdiri atas: a. Direktorat Jenderal Bina Usaha Kehutanan.

Pasal 23 (1) Subbagian Evaluasi I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi evaluasi kinerja dan pelaporan akuntabilitas. laporan di lingkungan Sekretariat Jenderal.7 Pasal 20 Bagian Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi evaluasi dan pelaporan pelaksanaan program dan anggaran. (2) Subbagian Evaluasi II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi evaluasi kinerja dan pelaporan akuntabilitas. . Subbagian Evaluasi I. penyiapan bahan koordinasi evaluasi dan pelaporan kinerja Kementerian Kehutanan dan Sekretariat Jenderal. b. Bagian Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan koordinasi evaluasi pelaksanaan anggaran dan kegiatan bantuan luar negeri. dan rapat koordinasi pimpinan bidang politik hukum dan keamanan. (3) Subbagian Evaluasi III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi evaluasi kinerja pelaksanaan anggaran di lingkungan Sekretariat Jenderal dan Kementerian serta evaluasi agenda program nasional. serta penyiapan bahan rapat koordinasi pimpinan di lingkungan Kementerian. penyiapan bahan rapat pimpinan. Pasal 22 Bagian Evaluasi terdiri atas: a. Subbagian Evaluasi II. Subbagian Evaluasi III. c. laporan di lingkungan Kementerian dan rapat koordinasi pimpinan bidang kesejahteraan rakyat. laporan sidang kabinet dan rapat koordinasi pimpinan bidang perekonomian. b. Pasal 21 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20. pidato kenegaraan.dan c.

b. pengolahan. penyiapan bahan koordinasi dan analisis data Kementerian. tata usaha. Pasal 27 (1) Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan pengumpulan. penyiapan bahan koordinasi penyusunan statistik Kementerian. perencanaan. pengembangan. dan pengelolaan sistem informasi kepegawaian di lingkungan Kementerian. analisis dan penyajian data Kementerian.dan c. (3) Subbagian Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pengelolaan sistem informasi kehutanan. Bagian Keempat Biro Kepegawaian Pasal 28 Biro Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan koordinasi. pembinaan. b. Bagian Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data. (2) Subbagian Statistik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan statistik Kementerian.8 Pasal 24 Bagian Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi pengelolaan data dan informasi di lingkungan Kementerian. Pasal 25 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24. penyiapan bahan koordinasi pengelolaan sistem informasi kehutanan. Pasal 26 Bagian Data dan Informasi terdiri atas: a. . Subbagian Statistik.dan c. Subbagian Sistem Informasi.

c. program. pengadaan pegawai.dan f. Bagian Mutasi Kepegawaian. Biro Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rencana dan program serta evaluasi dan pelaporan.9 Pasal 29 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28. Bagian Tata Usaha Kepegawaian. Pasal 31 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana dan program kepegawaian. pembinaan dan pelaksanaan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Kementerian. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Kepegawaian. d. penyusunan rencana. penyiapan bahan koordinasi. penyiapan bahan koordinasi dan pengembangan sistem penilaian kompetensi pengembangan karier analisis kebutuhan pendidikan dan pelatihan pegawai. pengelolaan sistem informasi kepegawaian di lingkungan Kementerian. serta penyusunan formasi. pemberhentian dan pemensiunan pegawai di lingkungan Kementerian. pelaksanaan administrasi kepangkatan. Perencanaan dan Pengembangan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. dan pengembangan kepegawaian.dan d. c. serta evaluasi dan pelaporan kepegawaian. Bagian Administrasi Jabatan Fungsional. penyiapan bahan koordinasi dan pembinaan serta penyusunan formasi. e. pengadaan pegawai di lingkungan Kementerian. b. Pasal 30 Biro Kepegawaian terdiri atas: a. Bagian . b. pembinaan dan pengembangan pegawai. Pasal 32 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31.

penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan administrasi kepangkatan. pengangkatan.dan c. pemberhentian.10 b. .dan c.dan c. Pasal 36 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35. analisis kebutuhan pendidikan dan pelatihan pegawai. dan pemantauan pasca penempatan pegawai. penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan administrasi pengangkatan. (3) Subbagian Pengembangan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana pengembangan pegawai. penyiapan bahan koordinasi dan pengembangan sistem penilaian kompetensi. Pasal 33 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Kepegawaian terdiri atas: a. Pasal 35 Bagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan administrasi mutasi. b. Subbagian Rencana Formasi dan Pengadaan. Subbagian Rencana Karier. (2) Subbagian Rencana Karier mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pengembangan karier. Subbagian Pengembangan Kepegawaian. rencana pengadaan. b. penempatan dan pembekalan calon pegawai. pengadaan pegawai. penyelenggaraan ujian dinas. penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan administrasi alih jabatan dan pemindahan pegawai. pengembangan standar kompetensi kerja kepegawaian serta penyelenggaraan Personal Assessment Centre (PAC). kepangkatan. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan formasi. Bagian Mutasi Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. dan ujian penyesuaian ijazah. Pasal 34 (1) Subbagian Rencana Formasi dan Pengadaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana dan program kepegawaian. dan pemensiunan pegawai. pengembangan karier. dan pemberhentian serta pemensiunan pegawai.

Subbagian Disiplin dan Kesejahteraan Pegawai. Pasal 39 Bagian Tata Usaha Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan pengelolaan sistem informasi kepegawaian dan kesejahteraan pegawai. b. Subbagian Tata Naskah Pegawai. pemberhentian dan pemensiunan pegawai. Subbagian Kepangkatan. . b. dan Pemensiunan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan administrasi pengangkatan.dan c.dan c. c. Pasal 40 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39.11 Pasal 37 Bagian Mutasi Kepegawaian terdiri atas: a. Subbagian Data dan Informasi Kepegawaian. (3) Subbagian Pengangkatan. Pemberhentian dan Pemensiunan. Bagian Tata Usaha Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Pengangkatan.dan Pasal 41 Bagian Tata Usaha Kepegawaian terdiri atas: a. penyiapan bahan koordinasi penyusunan tata naskah pegawai. Pemberhentian. b. penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan administrasi hukuman dan disiplin serta kesejahteraan dan pelayanan kesehatan pegawai. Pasal 38 (1) Subbagian Kepangkatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan administrasi kenaikan pangkat dan urusan kepangkatan. Subbagian Mutasi Jabatan. (2) Subbagian Mutasi Jabatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan administrasi pemindahan dan alih jabatan. penyiapan bahan koordinasi dan pengelolaan sistem informasi kepegawaian.

Subbagian Evaluasi Jabatan Fungsional. arsip pegawai serta pengurusan kartu pegawai. serta penyajian data kepegawaian.dan c.dan c. Pasal 44 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43. penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan administrasi penilaian angka jabatan fungsional. (2) Subbagian Data dan Informasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pemeliharaan dan pengembangan system informasi kepagawaian dan database kepegawaian. daftar riwayat pekerjaan. . Bagian Administrasi Jabatan Fungsional menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan DP3. Pasal 46 (1) Subbagian Administrasi Penilaian Angka Kredit mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan telaahan usul pengangkatan. penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan evaluasi jabatan fungsional. Subbagian Tata Usaha Biro. dan pemberhentian jabatan fungsional. b. Pasal 45 Bagian Administrasi Jabatan Fungsional terdiri atas: a. b. serta administrasi angka kredit. kartu isteri dan kartu suami pegawai serta pengurusan laporan kekayaan penyelenggara negara. pelaksanaan pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga biro. (3) Subbagian Disiplin dan Kesejahteraan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan administrasi pemberian penghargaan dan hukuman disiplin. serta kesejahteraan dan pelayanan kesehatan pegawai.12 Pasal 42 (1) Subbagian Tata Naskah Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan administrasi penyusunan dan pemeliharaan naskah kepegawaian. Pasal 43 Bagian Administrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan administrasi jabatan fungsional. pembebasan. Subbagian Administrasi Penilaian Angka Kredit.

pembinaan dan pengembangan kelembagaan dan ketatalaksanaan di lingkungan Kementerian. d. Bagian Kelima Biro Hukum dan Organisasi Pasal 47 Biro Hukum dan Organisasi mempunyai tugas melaksanakan koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan.dan e. kepegawaian. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan jabatan fungsional di lingkungan Kementerian. Biro Hukum dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. c. b. Bagian Peraturan Perundang-undangan. pelaksanaan penanganan perkara dan bantuan hukum. dan pelaporan Biro. dan penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang kehutanan. Pasal 48 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47. Bagian Kelembagaan. penyiapan koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang kehutanan. Bagian Penanganan Perkara dan Bantuan Hukum. evaluasi. pengelolaan dokumentasi hukum dan pemberian bantuan hukum serta pembinaan kelembagaan dan ketatalaksanaan di lingkungan Kementerian. penelaahan. b.13 (2) Subbagian Evaluasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan pemantauan. penelaahan pelaksanaan peraturan perundangundangan. keuangan. Bagian Penelaahan Hukum. . pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Pasal 49 Biro Hukum dan Organisasi terdiri atas: a. c. (3)Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan ketatausahaan. serta pelaksanaan pengelolaan dokumentasi dan informasi peraturan perundang-undangan. d. kerumahtanggaan.

b. Subbagian Peraturan Perundang-undangan III. penelitian dan pengembangan. penyuluhan kehutanan. serta perlindungan hutan dan konservasi alam. (3) Subbagian Peraturan Perundang-undangan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rancangan peraturan perundangundangan di bidang pengawasan. Pasal 52 Bagian Peraturan Perundang-undangan terdiri atas: a.14 Pasal 50 Bagian Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang kehutanan. b. penelitian dan pengembangan. Subbagian Peraturan Perundang-undangan II. Subbagian Peraturan Perundang-undangan I. serta perlindungan hutan dan konservasi alam. pendidikan dan pelatihan. Pasal 53 (1) Subbagian Peraturan Perundang-undangan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rancangan peraturan perundangundangan di bidang bina usaha kehutanan dan bina pengelolaan daerah aliran sungai dan perhutanan sosial. Pasal 51 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang bina usaha kehutanan dan bina pengelolaan daerah aliran sungai dan perhutanan sosial. . penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang administrasi kehutanan dan planologi kehutanan. (2) Subbagian Peraturan Perundang-undangan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rancangan peraturan perundangundangan di bidang administrasi kehutanan dan planologi kehutanan.dan c. penyuluhan kehutanan. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang pengawasan. pendidikan dan pelatihan.dan c. Bagian Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a.

serta perjanjian kerja sama di bidang administrasi kehutanan dan planologi kehutanan. serta perlindungan hutan dan konservasi alam. serta perjanjian kerja sama di bidang bina usaha kehutanan dan bina pengelolaan daerah aliran sungai dan perhutanan sosial. serta perjanjian kerja sama di bidang pengawasan. dan penelaahan pelaksanaan peraturan perundang-undangan. Pasal 57 (1) Subbagian Penelaahan Hukum I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. . evaluasi. serta perjanjian kerja sama di bidang bina usaha kehutanan dan bina pengelolaan daerah aliran sungai dan perhutanan sosial. Bagian Penelaahan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. penyuluhan kehutanan. evaluasi dan penelaahan pelaksanaan peraturan perundang-undangan. b. pendidikan dan pelatihan. penyiapan bahan koordinasi. dan penelaahan pelaksanaan peraturan perundang-undangan. Subbagian Penelaahan Hukum III.dan c. penyiapan bahan koordinasi.dan c. evaluasi dan penelaahan pelaksanaan peraturan perundang-undangan. Subbagian Penelahaan Hukum II. Pasal 56 Bagian Penelaahan Hukum terdiri atas: a. penyiapan bahan koordinasi. evaluasi. b.15 Pasal 54 Bagian Penelaahan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan koordinasi dan evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan serta penelaahan hukum dan perjanjian kerja sama di bidang kehutanan. (2) Subbagian Penelaahan Hukum II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. evaluasi dan penelaahan pelaksanaan peraturan perundang-undangan. penelitian dan pengembangan. Subbagian Penelahaan Hukum I. serta perjanjian kerja sama di bidang administrasi kehutanan dan planologi kehutanan. Pasal 55 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54.

evaluasi. tata usaha negara dan pidana. (3) Subbagian Bantuan Hukum III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan pemberian bantuan hukum dan penyelesaian perkara di luar pengadilan. serta perlindungan hutan dan konservasi alam.dan b. b. Pasal 59 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58. (2) Subbagian Bantuan Hukum II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan pemberian bantuan hukum dalam proses peradilan gugatan tata usaha negara dan pidana. serta perjanjian kerja sama di bidang pengawasan. penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan bantuan hukum di luar pengadilan. Subbagian Bantuan Hukum III. . penyuluhan kehutanan. Pasal 61 (1) Subbagian Bantuan Hukum I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan pemberian bantuan hukum dalam proses peradilan gugatan perdata dan pemulihan hak-hak negara dari pihak ketiga. Pasal 60 Bagian Penanganan Perkara dan Bantuan Hukum terdiri atas: a. Subbagian Bantuan Hukum I.16 (3) Subbagian Penelaahan Hukum III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. pendidikan dan pelatihan.dan c. penelitian dan pengembangan. Subbagian Bantuan Hukum II. dan penelaahan pelaksanaan peraturan perundang-undangan. penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan pemberian bantuan hukum dalam proses peradilan perkara perdata. Pasal 58 Bagian Penanganan Perkara dan Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan penanganan perkara. pemulihan hak-hak negara baik di peradilan (ligitasi) maupun di luar pengadilan (non ligitasi). Bagian Penanganan Perkara dan Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a.

perumusan. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. pengelolaan jaringan dokumentasi dan informasi hukum. identifikasi. Subbagian Tata Usaha. evaluasi dan penataan kelembagaan. Subbagian Organisasi dan Tata Laksana I. Bagian a. Pasal 63 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana Kelembagaan menyelenggarakan fungsi: dimaksud dalam Pasal 62. penyusunan dan evaluasi prosedur kerja. serta perumusan prosedur kerja dan tata hubungan kerja unit-unit organisasi tingkat pusat di lingkungan Kementerian. perumusan. termasuk dengan pemerintah daerah. Pasal 65 (1) Subbagian Organisasi dan Tata Laksana I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. perumusan. evaluasi dan penataan kelembagaan di lingkungan Kementerian. .17 Pasal 62 Bagian Kelembagaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan koordinasi pembinaan dan pengembangan kelembagaan dan ketatalaksanaan. identifikasi. kerumahtanggaan. Subbagian Organisasi dan Tata laksana II. Pasal 64 Bagian Kelembagaan terdiri atas: a.dan c. evaluasi dan penataan kelembagaan. b. penyiapan bahan koordinasi. keuangan. keuangan. pelaksanaan urusan ketatausahaan. serta pembakuan prasarana dan sarana kerja kelembagaan di lingkungan Kementerian. tata hubungan kerja. dan pelaporan biro serta melakukan pengelolaan jaringan dokumentasi dan informasi hukum. serta pengelolaan jaringan dokumentasi dan informasi hukum di lingkungan Kementerian. identifikasi. (2) Subbagian Organisasi dan Tata Laksana II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi.dan c. b. penyiapan bahan koordinasi. kepegawaian. kerumahtanggaan dan pelaporan biro. serta perumusan prosedur kerja dan tata hubungan kerja unit-unit organisasi tingkat unit pelaksana teknis di lingkungan Kementerian. kepegawaian.

d.dan d.dan f. c. . Bagian Penerimaan Negara. b. pembinaan teknis Badan Usaha Milik Negara dan pengelolaan investasi pemerintah di lingkungan Kementerian. penyetoran dan pelaporan penerimaan negara bukan pajak dan dana bagi hasil sumberdaya alam kehutanan. Pasal 68 Biro Keuangan terdiri atas: a. Biro Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi dan pembinaan badan usaha milik negara dan badan layanan umum di lingkungan Kementerian. penyiapan koordinasi dan pelaksanaan pemungutan. b. penyiapan koordinasi dan pembinaan rencana anggaran pendapatan dan belanja. c. e. penyiapan koordinasi dan pembinaan pelaksanaan akuntansi dan pelaporan keuangan di lingkungan Kementerian. serta pelaksanaan tata laksana keuangan di lingkungan Kementerian. Bagian Investasi dan Pelaksanaan Anggaran. Pasal 67 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. pencatatan. penyiapan koordinasi dan pembinaan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. serta investasi pemerintah di lingkungan Kementerian.18 Bagian Keenam Biro Keuangan Pasal 66 Biro Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan koordinasi teknis urusan keuangan. Bagian Akuntansi dan Pelaporan. Bagian Perbendaharaan.

badan usaha milik negara dan badan layanan umum serta rencana anggaran pendapatan dan belanja di lingkungan Kementerian. b. Bagian Investasi dan Pelaksanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 72 (1) Subbagian Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pembinaan pengelolaan investasi pemerintah. penyiapan bahan koordinasi pembinaan penyelesaian utang piutang yang berkaitan dengan penerimaan negara bukan pajak sumberdaya alam dan penerimaan negara bukan pajak lainnya. c. b. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. penyiapan bahan koordinasi pembinaan badan usaha milik negara. Subbagian Pengelolaan Investasi. Subbagian Penyelesaian Utang Piutang. Pasal 71 Bagian Investasi dan Pelaksanaan Anggaran terdiri atas: a. dan badan layanan umum di lingkungan Kementerian. (2) Subbagian Penyelesaian Utang Piutang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pembinaan penyelesaian utang piutang dan penyiapan bahan pelaporan penyelesaian utang piutang yang berkaitan dengan penerimaan negara bukan pajak sumberdaya alam dan penerimaan negara bukan pajak lainnya. .dan d. kerja sama perdagangan. penyiapan bahan koordinasi pembinaan pengelolaan investasi pemerintah di lingkungan Kementerian. badan usaha milik negara dan badan layanan umum di lingkungan Kementerian.19 Pasal 69 Bagian Investasi dan Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi pembinaan investasi pemerintah. Pasal 70 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 69.dan c. penyiapan bahan koordinasi pembinaan rencana anggaran pendapatan dan belanja di lingkungan Kementerian.

Subbagian Tata Usaha. serta penyusunan anggaran di lingkungan Sekretariat Jenderal.dan c. penerimaan negara bukan pajak dan penerimaan negara bukan pajak lainnya. b. c. pembukuan. evaluasi dan pelaporan penerimaan negara bukan pajak sumberdaya alam kayu berikut penatausahaan dana bagi hasil di lingkungan Kementerian. pencatatan. . penyiapan bahan koordinasi pembinaan penerimaan negara bukan pajak dari sumberdaya alam dan penerimaan negara bukan pajak lainnya. Subbagian Penerimaan Negara Bukan Pajak Kayu. penyetoran dan pelaporan. Pasal 74 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut dalam Pasal 73. penyiapan bahan koordinasi pembinaan penatausahaan dana bagi hasil yang berkaitan dengan perimbangan penerimaan negara bukan pajak sumberdaya alam kehutanan. Pasal 76 (1) Subbagian Penerimaan Negara Bukan Pajak Kayu mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan koordinasi pembinaan.dan d.20 (3) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pembinaan penelaahan alokasi akun anggaran Kementerian. pemantauan. Pasal 75 Bagian Penerimaan Negara terdiri atas: a. penyiapan bahan koordinasi pembinaan penatausahaan meliputi penerimaan. Subbagian Penerimaan Negara Bukan Pajak Non Kayu. serta penatausahaan dana bagi hasil penerimaan negara bukan pajak dan penerimaan negara bukan pajak lainnya. Pasal 73 Bagian Penerimaan Negara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi pembinaan penatausahaan penerimaan negara bukan pajak dan penerimaan negara bukan pajak lainnya. Bagian Penerimaan Negara menyelenggarakan fungsi: a. b. penyetoran. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro.

21 (2) Subbagian Penerimaan Negara Bukan Pajak Non Kayu mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan koordinasi pembinaan. Pasal 80 (1) Subbagian Tata Laksana Keuangan mempunyai tugas menyiapkan bahan koordinasi pembinaan ketatalaksanaan. evaluasi dan pelaporan penerimaan negara bukan pajak sumberdaya alam non kayu berikut penatausahaan dana bagi hasil di lingkungan Kementerian.dan c.dan c. pelaksanaan pengujian keuangan dan penerbitan surat perintah pembayaran di lingkungan Sekretariat Jenderal. Subbagian Verifikasi. Subbagian Tata Laksana Keuangan. penyiapan bahan koordinasi pembinaan ketatalaksanaan keuangan. serta tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan di lingkungan Sekretariat Jenderal. Bagian Perbendaharaan menyelenggarakan fungsi: a. dan pengelolaan perbendaharaan. ketatausahaan. penyiapan bahan koordinasi pembinaan penyelesaian tuntutan ganti rugi dan tuntutan perbendaharaan. pencatatan. Pasal 79 Bagian Perbendaharaan terdiri atas: a. keuangan. dan pengelolaan perbendaharaan di lingkungan Kementerian. penyetoran. b. Pasal 77 Bagian Perbendaharaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan koordinasi pembinaan perbendaharaan dan tata usaha keuangan serta administrasi pengelolaan keuangan di lingkungan Kementerian. (3) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan kepegawaian. Pasal 78 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 77. pemantauan. Subbagian Penyelesaian Kerugian Negara. . kerumahtanggaan dan laporan biro. b.

Subbagian Akuntansi dan Pelaporan I. . Pasal 83 Bagian Akuntansi dan Pelaporan terdiri atas: a. evaluasi dan pembinaan pengujian. penyiapan bahan koordinasi pembinaan akuntansi dan pelaporan keuangan di lingkungan Kementerian. Bagian Akuntansi dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi: a. Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan. rekonsiliasi data akuntansi. pelaksanaan akuntansi dan pelaporan keuangan di lingkungan Kementerian.dan c. Pasal 84 (1) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pembinaan laporan keuangan bagian anggaran pembiayaan dan perhitungan dan badan layanan umum. (3) Subbagian Penyelesaian Kerugian Negara mempunyai tugas menyiapkan bahan koordinasi pembinaan penyelesaian tuntutan perbendaharaan. b. dan koordinasi pelaporan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan internal pemerintah di lingkungan Sekretariat Jenderal. b. serta satuan kerja unit pelaksana teknis di pulaupulau Sumatera dan Kalimantan. tuntutan ganti rugi. pelaporan tindak lanjut hasil pemeriksaan pada Direktorat Jenderal Bina Usaha Kehutanan. Pasal 82 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81.22 (2) Subbagian Verifikasi mempunyai tugas melakukan pengujian keuangan dan perintah pembayaran satuan kerja di lingkungan Sekretariat Jenderal serta pemantauan. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan II. perintah pembayaran di lingkungan Kementerian. penyiapan bahan pelaksanaan akuntansi dan pelaporan keuangan di lingkungan Kementerian. penyiapan bahan koordinasi pembinaan akuntansi dan penyiapan laporan keuangan Sekretariat Jenderal serta konsolidasi laporan keuangan tingkat Kementerian. Pasal 81 Bagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi pembinaan. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan III.dan c. Direktorat Jenderal Bina Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial.

dan perlengkapan di lingkungan Kementerian. b. pelaporan tindak lanjut hasil pemeriksaan pada Inspektorat Jenderal dan Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan. Bagian Tata Usaha Pimpinan. Bagian Rumah Tangga. serta satuan kerja unit pelaksana teknis di pulau-pulau Sulawesi. serta satuan kerja unit pelaksana teknis di pulaupulau Jawa. b. dan dokumentasi Kementerian. pelaksanaan urusan keprotokolan. c. Bagian Perlengkapan. Biro Umum terdiri atas: a. Pasal 87 . pelaksanaan pelayanan administrasi pimpinan. pelaporan tindak lanjut hasil pemeriksaan pada Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam. Bali dan Nusa Tenggara. Biro Umum menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 86 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 85. kerumahtanggaan. pelaksanaan urusan tata persuratan. rekonsiliasi data akuntansi. pelaksanaan urusan rumah tangga Kementerian.dan e. rekonsiliasi data akuntansi. c. d.dan d. kearsipan. Bagian Ketujuh Biro Umum Pasal 85 Biro Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi. Bagian Tata Usaha Kementerian. Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan. Maluku dan Papua.23 (2) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pembinaan laporan konsolidasi dan tindak lanjut hasil pemeriksaan atas laporan keuangan di lingkungan Sekretariat Jenderal. serta pelayanan administrasi pimpinan. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan III mempunyai tugas melakukan bahan koordinasi pembinaan laporan konsolidasi dan tindak lanjut hasil pemeriksaan atas laporan keuangan di lingkungan Kementerian. pelaksanaan urusan perlengkapan di lingkungan Kementerian.

pelaksanaan urusan persuratan. b. urusan ketatausahaan. pelaksanaan urusan karya cetak dan kepustakaan. Subbagian Persuratan. ketatausahaan. penyaluran dan pengendalian karya cetak serta kepustakaan. pengumpulan dan penyimpanan dokumentasi kementerian.dan c. Pasal 92 Bagian Tata Usaha Pimpinan mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha pimpinan dan keprotokolan. b. kepustakaan. (3) Subbagian Kearsipan dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penataan sistem kearsipan. Bagian Tata Usaha Kementerian menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan kearsipan. penggandaan. Pasal 90 Bagian Tata Usaha Kementerian terdiri atas: a.dan c. kepegawaian dan pelaporan di lingkungan Kementerian. pelaksanaan urusan kearsipan dan dokumentasi. Subbagian Kearsipan dan Dokumentasi. (2) Subbagian Pengelolaan Karya Cetak dan Kepustakaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perancangan. Pasal 91 (1) Subbagian Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat.24 Pasal 88 Bagian Tata Usaha Kementerian mempunyai tugas melaksanakan urusan persuratan. pelayanan jasa kearsipan pembinaan. . Pasal 89 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88. Subbagian Pengelolaan Karya Cetak dan Kepustakaan. kearsipan dan pengembangan kearsipan.

pelaksanaan urusan keprotokolan. pelaksanaan pengelolaan kendaraan dinas di lingkungan Sekretariat Jenderal dan angkutan pegawai dan keamanan kantor di lingkungan Kementerian. pengelolaan Barang Milik Negara dan keamanan kantor di lingkungan Kementerian. pelaksanaan urusan kepegawaian dan gaji di lingkungan Sekretariat Jenderal. Subbagian Protokol. .dan c. Pasal 94 Bagian Tata Usaha Pimpinan terdiri atas: a. Bagian Tata Usaha Pimpinan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 95 (1) Subbagian Tata Usaha Menteri mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Menteri dan staf ahli Menteri. b. Bagian Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Tata Usaha Sekretaris Jenderal mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Sekretaris Jenderal. pelaksanaan urusan tata usaha unsur pimpinan. gaji. Subbagian Tata Usaha Sekretaris Jenderal. Pasal 96 Bagian Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan administrasi kepegawaian. pelaksanaan urusan pengelolaan barang milik negara di lingkungan Sekretariat Jenderal. Subbagian Tata Usaha Menteri. b.dan b. serta angkutan pegawai di lingkungan Kementerian. pengelolaan kendaraan dinas di lingkungan Sekretariat Jenderal.dan c. (3) Subbagian Protokol mempunyai tugas melakukan urusan keprotokolan Kementerian. Pasal 97 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 96.25 Pasal 93 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92.

(3) Subbagian Kendaraan Dinas mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan kendaraan dinas di lingkungan Sekretariat Jenderal dan pengelolaan angkutan pegawai di lingkungan Kementerian. Pasal 99 (1) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan kepegawaian dan gaji di lingkungan Sekretariat Jenderal. b. Pasal 101 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100. pengamanan. penyiapan koordinasi pembinaan pengelolaan barang milik negara di lingkungan Kementerian. penyiapan perencanaan kebutuhan pengadaan barang milik negara di lingkungan Kementerian. . c.26 Pasal 98 Bagian Rumah Tangga terdiri atas: a.dan d. penyiapan koordinasi pembinaan penggunaan. Subbagian Kepegawaian. b. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. pemanfaatan. pemeliharaan. Pasal 100 Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi pembinaan pengelolaan barang milik negara dan penyusunan rencana kebutuhan barang milik negara di lingkungan Kementerian.dan c. Subbagian Urusan Dalam. penyiapan pelaksanaan penatausahaan barang milik negara di lingkungan Kementerian. Subbagian Kendaraan Dinas. pengelolaan barang milik negara di lingkungan Sekretariat Jenderal. urusan administrasi (2) Subbagian Urusan Dalam mempunyai tugas melakukan urusan keamanan kantor di lingkungan Kementerian. dan pemindahtanganan barang milik negara di lingkungan Kementerian. penghapusan.

pemanfaatan. Pasal 103 (1) Subbagian Perencanaan dan Pengadaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pembinaan penyusunan rencana kebutuhan dan pengadaan barang milik negara di lingkungan Kementerian. (3) Subbagian Penatausahaan Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaporan barang milik negara di lingkungan Kementerian. b. (2) Subbagian Pengelolaan Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pembinaan pengelolaan barang milik negara. Subbagian Penatausahaan Barang Milik Negara. pemindahtanganan barang milik negara di lingkungan Kementerian.27 Pasal 102 Bagian Perlengkapan terdiri atas: a. pengamanan dan pemeliharaan. Subbagian Pengelolaan Barang Milik Negara. penghapusan. dan penyiapan bahan penggunaan. Subbagian Perencanaan dan Pengadaan. .dan c.

b. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan. .28 BAB IV DIREKTORAT JENDERAL PLANOLOGI KEHUTANAN Bagian Pertama Kedudukan. penyusunan norma. Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria di bidang perencanaan makro kehutanan dan pemantapan kawasan hutan sesuai dengan peraturan perundangundangan. perumusan kebijakan di bidang perencanaan makro kehutanan dan pemantapan kawasan hutan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. c. dan e. standar. d. Pasal 105 Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang perencanaan makro bidang kehutanan dan pemantapan kawasan hutan sesuai dengan peraturan perundangundangan. Pasal 106 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 105. Tugas dan Fungsi Pasal 104 (1) Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan adalah unsur pelaksana yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kehutanan. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perencanaan makro kehutanan dan pemantapan kawasan hutan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. (2) Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan dipimpin oleh Direktur Jenderal. prosedur. pelaksanaan kebijakan di bidang perencanaan makro kehutanan dan pemantapan kawasan hutan sesuai peraturan perundang-undangan.

koordinasi dan penyiapan telaahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. c. evaluasi dan pelaporan di bidang planologi kehutanan. Direktorat Penggunaan Kawasan Hutan. Sekretariat Direktorat Jenderal. b. program. kerja sama teknik. b. koordinasi dan pelaksanaan tata usaha. e. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 108 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unit organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Direktorat Perencanaan Kawasan Hutan. d. pemberian pertimbangan dan bantuan hukum di bidang planologi kehutanan. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a.29 Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 107 Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan terdiri atas: a. koordinasi dan pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi di bidang planologi kehutanan. . koordinasi dan penyusunan rencana.dan e. Pasal 109 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 108. c. koordinasi dan pelaksanaan urusan kepegawaian.dan f. d. organisasi dan tata laksana di bidang planologi kehutanan. Direktorat Wilayah Pengelolaan dan Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan. Direktorat Inventarisasi dan Pemantauan Sumber Daya Hutan. perlengkapan dan administrasi keuangan Direktorat Jenderal. Direktorat Pengukuhan dan Penatagunaan Kawasan Hutan.

c.dan d. pengolahan data dan penyajian informasi. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan statistik dan kehumasan. (2) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan pengumpulan. Subbagian Data dan Informasi. b. penyiapan bahan koordinasi dan pengumpulan dan data serta penyajian informasi c. Pasal 111 Bagian Program dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi. Bagian Hukum dan Kerja Sama Teknik. Bagian Kepegawaian. data. informasi dan statistik serta pelaksanaan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. Bagian Program dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan dan pelaksanaan rencana. penyusunan statistik. Pasal 114 (1) Subbagian Program dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program kerja dan anggaran.dan c. Pasal 112 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 111. penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan rencana dan program. b.30 Pasal 110 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. . Pasal 113 Bagian Program dan Evaluasi terdiri atas: a. Organisasi dan Tata Laksana. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan program dan anggaran. Subbagian Program dan Anggaran. b. serta kehumasan.dan d. Bagian Program dan Evaluasi. program dan anggaran. Bagian Keuangan dan Umum.

(2) Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan pendidikan. Bagian Kepegawaian. pendisiplinan dan penghargaan pegawai serta administrasi jabatan fungsional. perlengkapan. (3) Subbagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis jabatan. kearsipan dan pengelolaan urusan keuangan. b. pelaksanaan urusan administrasi kepegawaian. Pasal 115 Bagian Kepegawaian. serta penyiapan bahan penyusunan organisasi dan ketatalaksanaan. Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepegawaian. susunan organisasi. b. perumusan tugas. Pasal 119 Bagian Keuangan dan Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan. Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. dan evaluasi kinerja organisasi. Subbagian Organisasi dan Tata Laksana. Pasal 117 Bagian Kepegawaian. rumah tangga. Pasal 116 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 115.31 (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi kinerja dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. Pasal 118 (1) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana formasi pegawai. pelatihan. dan administrasi kepegawaian. Subbagian Administrasi Kepegawaian.dan c. Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional. . serta penyusunan tata hubungan kerja. pengembangan pegawai dan administrasi jabatan fungsional. pedoman dan prosedur kerja dan pembakuan prasarana dan sarana kerja. pelaksanaan urusan pengembangan karier pegawai dan administrasi jabatan fungsional. tata kerja. Organisasi dan Tata Laksana terdiri atas: a. fungsi. c. penyiapan bahan penyusunan organisasi dan ketatalaksanaan.

pelaksanaan urusan perlengkapan. pelaksanaan urusan tata usaha. Pasal 121 Bagian Keuangan dan Umum terdiri atas: a. b. (2) Subbagian Administrasi Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan tata laksana keuangan. kearsipan dan pembinaan tata persuratan. pelaksanaan urusan administrasi keuangan. b. penyelesaian tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. b. penyiapan bahan perbendaharaan. pembinaan kebendaharaan petugas SAI dan petugas SIMAK-BMN. Pasal 123 Bagian Hukum dan Kerja Sama Teknik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. Subbagian Administrasi Keuangan.dan c. serta penyiapan bahan administrasi kerja sama teknik dalam negeri dan luar negeri. Pasal 124 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 123.dan c.32 Pasal 120 Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 119.dan c. penelaahan permasalahan. . Bagian Keuangan dan Umum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan administrasi kerja sama teknik dalam negeri dan luar negeri. bantuan hukum. pelaporan keuangan. Bagian Hukum dan Kerja Sama Teknik menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Tata Usaha. Pasal 122 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. melakukan akuntansi keuangan dan barang milik negara. (3) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan urusan rumah tangga dan pengelolaan barang milik negara. verifikasi. pertimbangan. Subbagian Perlengkapan. penyusunan rencana anggaran gaji dan penggajian. penyiapan bahan pertimbangan dan bantuan hukum. penyiapan bahan peraturan perundang-undangan.

b. pertimbangan. Pasal 128 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 127. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang perencanaan makro kawasan hutan. dan bantuan permasalahan hukum. penyiapan perumusan kebijakan di bidang perencanaan makro kawasan hutan.dan c. (2) Subbagian Pertimbangan dan Bantuan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. Subbagian Kerja Sama Teknik. pelaksanaan kebijakan. Direktorat Perencanaan Kawasan Hutan menyelenggarakan fungsi: a. (3) Subbagian Kerja Sama Teknik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan koordinasi administrasi kerja sama teknik dalam negeri dan luar negeri.33 Pasal 125 Bagian Hukum dan Kerja Sama Teknik terdiri atas: a. . statistik kehutanan dan jaringan komunikasi data kehutanan. Subbagian Peraturan Perundang-undangan. penelaahan dan penanganan permasalahan. penataan ruang kehutanan. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perencanaan kawasan hutan dan jaringan komunikasi data kehutanan. b. Subbagian Pertimbangan dan Bantuan Hukum. penataan ruang kehutanan. Pasal 126 (1) Subbagian Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rancangan dan penelahaan peraturan perundangundangan. Bagian Keempat Direktorat Perencanaan Kawasan Hutan Pasal 127 Direktorat Perencanaan Kawasan Hutan mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. statistik kehutanan dan jaringan komunikasi data kehutanan.

dan e. statistik kehutanan dan jaringan komunikasi data kehutanan. Pasal 131 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130. evaluasi pelaksanaan rencana makro kawasan hutan dan perencanaan wilayah pengelolaan hutan serta fasilitasi penyusunan Produk Domestik Regional Bruto hijau sektor kehutanan. harmonisasi. Pasal 130 Subdirektorat Perencanaan Makro Kawasan Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. rencana kehutanan nasional. dan kriteria di bidang perencanaan makro kawasan hutan. Subdirektorat Penataan Ruang Kawasan Hutan Wilayah I. standar. rencana kehutanan nasional.dan e. perencanaan wilayah pengelolaan hutan. Subdirektorat Penataan Ruang Kawasan Hutan Wilayah II. penataan ruang kehutanan. harmonisasi. d. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penyusunan rencana makro kawasan hutan nasional. prosedur. penataan ruang kehutanan. penyiapan penyusunan norma. bimbingan teknis. b. c. Subdirektorat Perencanaan Makro Kawasan Hutan menyelenggarakan fungsi: a. dan evaluasi pelaksanaan rencana makro kawasan hutan dan perencanaan wilayah pengelolaan . dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyusunan rencana makro kawasan hutan nasional. d. Pasal 129 Direktorat Perencanaan Kawasan Hutan terdiri atas: a. Subdirektorat Statistik dan Jaringan Komunikasi Data Kehutanan. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Perencanaan Makro Kawasan Hutan. pelaksanaan kebijakan. statistik kehutanan serta jaringan komunikasi data kehutanan. rencana kehutanan nasional. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perencanaan makro kawasan hutan.34 c. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penyusunan rencana makro kawasan hutan nasional. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan evaluasi pelaksanaan rencana makro kawasan hutan dan perencanaan wilayah pengelolaan hutan serta fasilitasi penyusunan Produk Domestik Regional Bruto hijau sektor kehutanan. b.

Pasal 134 Subdirektorat Penataan Ruang Kehutanan Wilayah I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. standar. harmonisasi. pelaksanaan kebijakan. Pasal 133 (1) Seksi Penyusunan Rencana Kawasan Hutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. (2) Seksi Evaluasi Rencana Kawasan Hutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Evaluasi Rencana Kawasan Hutan. . rencana kehutanan nasional. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang harmonisasi penataan ruang kawasan hutan dengan rencana tata ruang di wilayah Sumatera. Bali dan Nusa Tenggara. rehabilitasi. harmonisasi. prosedur. Pasal 132 Subdirektorat Perencanaan Makro Kawasan Hutan terdiri atas: a. dan kriteria di bidang penyusunan rencana makro kawasan hutan nasional. rencana kehutanan nasional. pelaksanaan kebijakan. rehabilitasi. perencanaan wilayah pengelolaan hutan di bidang pemanfaatan. konservasi dan perlindungan hutan.dan d. c. Seksi Penyusunan Rencana Kawasan Hutan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pemanfaatan. dan evaluasi pelaksanaan rencana makro kawasan hutan dan perencanaan wilayah pengelolaan hutan serta fasilitasi penyusunan Produk Domestik Regional Bruto hijau sektor kehutanan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang rencana makro kawasan hutan nasional dan rencana kehutanan nasional.35 hutan serta fasilitasi penyusunan Produk Domestik Regional Bruto hijau sektor kehutanan. Jawa. dan evaluasi pelaksanaan rencana makro kawasan hutan dan perencanaan wilayah pengelolaan hutan serta fasilitasi penyusunan Produk Domestik Regional Bruto hijau sektor kehutanan. konservasi dan perlindungan hutan serta memfasilitasi penyusunan Produk Domestik Regional Bruto hijau sektor kehutanan. penyiapan bahan penyusunan norma. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyusunan rencana makro kawasan hutan nasional.dan b.

penyiapan bahan penyusunan norma. prosedur. standar. Bali.36 Pasal 135 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134. .dan b. (2) Seksi Penataan Ruang Kawasan Hutan Wilayah Jawa. dan Nusa Tenggara. Pasal 137 (1) Seksi Penataan Ruang Kawasan Hutan Wilayah Sumatera mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Penataan Ruang Kawasan Hutan Wilayah Sumatera. Bali. Bali. Pasal 136 Subdirektorat Penataan Ruang Kehutanan Wilayah I terdiri atas: a. dan Nusa Tenggara. Seksi Penataan Ruang Kawasan Hutan Wilayah Jawa. Jawa. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang harmonisasi penataan ruang kawasan hutan dengan rencana tata ruang di wilayah Sumatera. Bali. dan Nusa Tenggara. Jawa. dan kriteria di bidang harmonisasi penataan ruang kawasan hutan dengan rencana tata ruang di wilayah Sumatera. dan Nusa Tenggara.dan d. Bali. Subdirektorat Penataan Ruang Kehutanan Wilayah I menyelenggarakan fungsi: a. c. dan Nusa Tenggara. Jawa. Bali. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang harmonisasi penataan ruang kawasan hutan dengan rencana tata ruang di wilayah Jawa. Jawa. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang harmonisasi penataan ruang kawasan hutan dengan rencana tata ruang di wilayah Sumatera. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang harmonisasi penataan ruang kawasan hutan dengan rencana tata ruang di wilayah Sumatera. dan Nusa Tenggara mempunyai tugas penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan Nusa Tenggara. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang harmonisasi penataan ruang kawasan hutan dengan rencana tata ruang di wilayah Sumatera. Bali. b.

penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang harmonisasi penataan ruang kawasan hutan dengan rencana tata ruang di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. Pasal 139 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 138. dan Papua. Maluku. Pasal 141 (1) Seksi Penataan Ruang Kawasan Hutan Wilayah Kalimantan dan Sulawesi mempunyai tugas penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang harmonisasi penataan ruang kawasan hutan dengan rencana tata ruang di wilayah Kalimantan. Maluku. pelaksanaan kebijakan.dan b. dan Papua. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang harmonisasi penataan ruang kawasan hutan dengan rencana tata ruang di wilayah Maluku dan Papua. Seksi Penataan Ruang Kawasan Hutan Wilayah Maluku dan Papua. dan Papua. Sulawesi. standar. Pasal 140 Subdirektorat Penataan Ruang Kehutanan Wilayah II terdiri atas: a. Maluku. prosedur. Sulawesi. Maluku. b. Seksi Penataan Ruang Kawasan Hutan Wilayah Kalimantan dan Sulawesi. dan kriteria di bidang harmonisasi penataan ruang kawasan hutan dengan rencana tata ruang di wilayah Kalimantan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang harmonisasi penataan ruang kawasan hutan dengan rencana tata ruang di wilayah Kalimantan. Sulawesi. pelaksanaan kebijakan. c. dan Papua. pelaksanaan kebijakan. . Sulawesi. dan Papua. Maluku.dan d.37 Pasal 138 Subdirektorat Penataan Ruang Kehutanan Wilayah II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. Sulawesi. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang harmonisasi penataan ruang kawasan hutan dengan rencana tata ruang di wilayah Kalimantan. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang harmonisasi penataan ruang kawasan hutan dengan rencana tata ruang di wilayah Kalimantan. (2) Seksi Penataan Ruang Kawasan Hutan Wilayah Maluku dan Papua mempunyai tugas penyiapan bahan perumusan kebijakan. Subdirektorat Penataan Ruang Kehutanan Wilayah II menyelenggarakan fungsi: a.

dan d. pelaksanaan kebijakan. c. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penyusunan dan penyajian statistik kawasan hutan serta jaringan komunikasi data kehutanan. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyusunan dan penyajian statistik kawasan hutan serta jaringan komunikasi data kawasan hutan. Subdirektorat Statistik dan Jaringan Komunikasi Data Kehutanan menyelenggarakan fungsi: a. standar. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang statistik kehutanan. prosedur. Pasal 145 (1) Seksi Statistik Kehutanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penyusunan dan penyajian statistik kawasan hutan serta jaringan komunikasi data kehutanan. Pasal 144 Subdirektorat Statistik dan Jaringan Komunikasi Data Kehutanan terdiri atas: a. . penyiapan bahan penyusunan norma. dan kriteria di bidang penyusunan dan penyajian statistik kawasan hutan serta jaringan komunikasi data kehutanan. pelaksanaan kebijakan.38 Pasal 142 Subdirektorat Statistik dan Jaringan Komunikasi Data Kehutanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Seksi Statistik Kehutanan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang sistem jaringan komunikasi data kehutanan. Pasal 143 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 142.dan b. b. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyusunan dan penyajian statistik kehutanan serta jaringan komunikasi data kehutanan. Seksi Jaringan Komunikasi Data Kehutanan. (2) Seksi Jaringan Komunikasi Data Kehutanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.

perubahan fungsi dan peruntukan kawasan hutan. kearsipan dan pelaporan Direktorat. serta informasi pengukuhan kawasan hutan. serta informasi pengukuhan kawasan hutan. Bagian Kelima Direktorat Pengukuhan dan Penatagunaan Kawasan Hutan Pasal 147 Direktorat Pengukuhan dan Penatagunaan Kawasan Hutan mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. Subdirektorat Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah I. penyiapan penyusunan norma. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengukuhan dan penatagunaan. kerumahtanggaan. serta informasi pengukuhan kawasan hutan. c. b. standar. pelaksanaan kebijakan. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pengukuhan dan penatagunaan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Pasal 148 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 147. perubahan fungsi dan peruntukan kawasan hutan. d. perubahan fungsi dan peruntukan kawasan hutan. keuangan. Pasal 149 Direktorat Pengukuhan dan Penatagunaan Kawasan Hutan terdiri atas: a. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pengukuhan dan penatagunaan.39 Pasal 146 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. perubahan fungsi dan peruntukan kawasan hutan. prosedur. . dan kriteria di bidang pengukuhan dan penatagunaan. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengukuhan dan penatagunaan kawasan hutan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melakukan tugas sehari-hari secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Statistik dan Jaringan Komunikasi Data Kehutanan. serta informasi pengukuhan kawasan hutan. kepegawaian.dan e. Direktorat Pengukuhan dan Penatagunaan Kawasan Hutan menyelenggarakan fungsi: a.

dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengukuhan dan penetapan fungsi kawasan hutan di wilayah Sumatera. pemetaan dan pelaksanaan penetapan kawasan hutan serta penetapan fungsi kawasan hutan di wilayah Sumatera. Jawa. Bali dan Nusa Tenggara. penataan batas. prosedur.dan f. Jawa. Subdirektorat Informasi dan Dokumentasi Kawasan Hutan. d. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penunjukan. Bali dan Nusa Tenggara. Bali dan Nusa Tenggara. e. Subdirektorat Perubahan Fungsi dan Peruntukan Kawasan Hutan Wilayah II. Pasal 151 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 150. Seksi Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah Jawa. penataan batas. bimbingan teknis. Bali dan Nusa Tenggara. Bali. Jawa. Pasal 152 Subdirektorat Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah I terdiri atas: a. dan kriteria di bidang penunjukan. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah II. Pasal 150 Subdirektorat Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. pemetaan dan pelaksanaan penetapan kawasan hutan serta penetapan fungsi kawasan hutan di wilayah Sumatera. Bali dan Nusa Tenggara. b. pelaksanaan kebijakan. pemetaan dan pelaksanaan penetapan kawasan hutan serta penetapan fungsi kawasan hutan di wilayah Sumatera. c. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penunjukan. . Seksi Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah Sumatera. Subdirektorat Perubahan Fungsi dan Peruntukan Kawasan Hutan Wilayah I. penyiapan bahan penyusunan norma. Jawa. dan Nusa Tenggara. c. pemetaan dan pelaksanaan penetapan kawasan hutan serta penetapan fungsi kawasan hutan di wilayah Sumatera. penataan batas.dan b. Jawa.40 b. penataan batas. Subdirektorat Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah I menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penunjukan.dan d. standar.

pelaksanaan kebijakan. bimbingan teknis. dan kriteria di bidang penunjukan. Subdirektorat Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah II menyelenggarakan fungsi: a. Sulawesi. Maluku dan Papua. pemetaan dan pelaksanaan penetapan kawasan hutan serta penetapan fungsi kawasan hutan di wilayah Kalimantan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penunjukan. serta penunjukan kawasan hutan di wilayah Jawa. dan Nusa Tenggara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.dan d. Maluku dan Papua. Sulawesi. pemetaan dan pelaksanaan penetapan kawasan hutan serta penetapan fungsi kawasan hutan di wilayah Kalimantan. pelaksanaan kebijakan. penataan batas. b. serta penunjukan kawasan hutan di wilayah Sumatera. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penunjukan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengukuhan dan penetapan fungsi kawasan hutan di wilayah Kalimantan. Sulawesi. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penataan batas. pemetaan dan pelaksanaan penetapan fungsi kawasan hutan. Sulawesi. prosedur. Pasal 155 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 154. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penataan batas. pemetaan dan pelaksanaan penetapan fungsi kawasan hutan. Bali dan Nusa Tenggara.41 Pasal 153 (1) Seksi Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah Sumatera mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Maluku dan Papua. Pasal 154 Subdirektorat Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. penataan batas. (2) Seksi Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah Jawa. penataan batas. penyiapan bahan penyusunan norma. Bali. penataan batas. pemetaan dan pelaksanaan penetapan kawasan hutan serta penetapan fungsi kawasan hutan di wilayah Kalimantan. Maluku dan Papua. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penunjukan. Maluku dan Papua. standar. Sulawesi. . c. pemetaan dan pelaksanaan penetapan kawasan hutan serta penetapan fungsi kawasan hutan di wilayah Kalimantan.

pemetaan dan pelaksanaan penetapan fungsi kawasan hutan. serta penunjukan kawasan hutan wilayah Maluku dan Papua. Pasal 157 (1) Seksi Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah Kalimantan dan Sulawesi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perubahan fungsi dan peruntukan kawasan hutan di wilayah Sumatera. perubahan peruntukan kawasan hutan wilayah Sumatera. pengukuran. Jawa. bimbingan teknis.dan d. Bali. Pasal 158 Subdirektorat Perubahan Fungsi dan Peruntukan Kawasan Hutan Wilayah I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. Pasal 159 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 158. standar. (2) Seksi Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah Maluku dan Papua mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pemetaan dan pelaksanaan penetapan fungsi kawasan hutan. Jawa. pelaksanaan kebijakan. Bali. dan Nusa Tenggara. c. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perubahan fungsi. Jawa. dan Nusa Tenggara. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang perubahan fungsi dan peruntukan kawasan hutan di wilayah Sumatera. dan Nusa Tenggara. dan Nusa Tenggara. dan Nusa Tenggara. pengukuran.42 Pasal 156 Subdirektorat Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah II terdiri atas: a. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penataan batas. Jawa. Seksi Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah Maluku dan Papua. . b. dan kriteria di bidang perubahan fungsi dan peruntukan kawasan hutan di wilayah Sumatera. Subdirektorat Perubahan Fungsi dan Peruntukan Kawasan Hutan Wilayah I menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penataan batas. penyiapan bahan penyusunan norma. Bali. Jawa. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang perubahan fungsi dan peruntukan kawasan hutan di wilayah Sumatera. b. pelaksanaan kebijakan. Bali. Seksi Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah Kalimantan dan Sulawesi. prosedur. Bali. serta penunjukan kawasan hutan wilayah Kalimantan dan Sulawesi.

Seksi Pelepasan dan Tukar Menukar Kawasan Hutan Wilayah I. Bali. Maluku. bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan norma.dan b. Maluku. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang perubahan fungsi dan peruntukan kawasan hutan di wilayah Kalimantan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang perubahan fungsi dan peruntukan kawasan hutan di wilayah Kalimantan. Jawa. tukar menukar serta mutasi kawasan hutan di wilayah Sumatera. Jawa. standar.dan . dan Papua. pelaksanaan kebijakan. Maluku. Maluku. perubahan peruntukan kawasan hutan wilayah Kalimantan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perubahan fungsi. dan Papua. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pelepasan. Pasal 163 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 162. Pasal 161 (1) Seksi Pelepasan dan Tukar Menukar Kawasan Hutan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Sulawesi. dan kriteria di bidang perubahan fungsi dan peruntukan kawasan hutan di wilayah Kalimantan. pelaksanaan kebijakan. dan Nusa Tenggara. Sulawesi. Seksi Perubahan Fungsi dan Penyediaan Areal Transmigrasi Wilayah I. dan Papua. Sulawesi. c. prosedur. Pasal 162 Subdirektorat Perubahan Fungsi dan Peruntukan Kawasan Hutan Wilayah II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Sulawesi. (2) Seksi Perubahan Fungsi dan Penyediaan Areal Transmigrasi Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Bali.43 Pasal 160 Subdirektorat Perubahan Fungsi dan Peruntukan Kawasan Hutan Wilayah I terdiri atas: a. dan Papua. dan Nusa Tenggara. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang perubahan fungsi kawasan hutan dan penyediaan areal transmigrasi di wilayah Sumatera. Subdirektorat Perubahan Fungsi dan Peruntukan Kawasan Hutan Wilayah II menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan kebijakan. b.

pelaksanaan kebijakan. Pasal 164 Subdirektorat Perubahan Fungsi dan Peruntukan Kawasan Hutan Wilayah II terdiri atas: a. Subdirektorat Informasi dan Dokumentasi Kawasan Hutan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan norma. tukar menukar serta mutasi kawasan hutan di wilayah Kalimantan. Seksi Pelepasan dan Tukar Menukar Kawasan Hutan Wilayah II. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pelepasan. Sulawesi. dan Papua. standar. Sulawesi. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perubahan fungsi dan peruntukan kawasan hutan di wilayah Kalimantan. b. prosedur. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang perubahan fungsi kawasan hutan dan penyediaan areal transmigrasi di wilayah Kalimantan. Pasal 166 Subdirektorat Informasi dan Dokumentasi Kawasan Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang informasi dan dokumentasi pengukuhan dan pengolahan data mutasi kawasan hutan. bimbingan teknis. Maluku. dan Papua. pelaksanaan kebijakan. dan kriteria di bidang informasi dan dokumentasi pengukuhan dan pengolahan data mutasi kawasan hutan. Maluku. dan Papua. Maluku. (2) Seksi Perubahan Fungsi dan Penyediaan Areal Transmigrasi Wilayah II mempunyai tugas penyiapan bahan perumusan kebijakan. Sulawesi.44 d. Pasal 165 (1) Seksi Pelepasan dan Tukar Menukar Kawasan Hutan Wilayah II mempunyai tugas penyiapan bahan perumusan kebijakan.dan . dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang informasi dan dokumentasi pengukuhan dan pengolahan data mutasi kawasan hutan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang informasi dan dokumentasi pengukuhan dan pengolahan data mutasi kawasan hutan. Pasal 167 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 166. c. Seksi Perubahan Fungsi dan Penyediaan Areal Transmigrasi Wilayah II.dan b. pelaksanaan kebijakan.

penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengolahan dokumen kawasan hutan.45 d. keuangan. kearsipan dan pelaporan Direktorat. Bagian Keenam Direktorat Inventarisasi dan Pemantauan Sumber Daya Hutan Pasal 171 Direktorat Inventarisasi dan Pemantauan Sumber Daya Hutan mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas sehari-hari secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Informasi dan Dokumentasi Kawasan Hutan. pelaksanaan kebijakan. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang inventarisasi dan pemantauan sumber daya hutan. (2) Seksi Dokumentasi Kawasan Hutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 169 (1) Seksi Informasi Kawasan Hutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. kerumahtanggaan. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengolahan data dan informasi kawasan hutan. Seksi Informasi Kawasan Hutan. Seksi Dokumentasi Kawasan Hutan. Pasal 168 Subdirektorat Informasi dan Dokumentasi Kawasan Hutan terdiri atas: a. kepegawaian. Pasal 170 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. Direktorat Inventarisasi dan Pemantauan Sumber Daya Hutan menyelenggarakan fungsi: . penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang informasi dan dokumentasi pengukuhan dan pengolahan data mutasi kawasan hutan. Pasal 172 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 171. b.

Subbagian Tata Usaha. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang inventarisasi flora dan sosial budaya untuk inventarisasi hutan tingkat nasional. Subdirektorat Pemantauan Sumber Daya Hutan. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang inventarisasi. pemantauan. inventarisasi hutan tingkat .46 a. pemetaan dan jaringan data spasial sumber daya hutan. inventarisasi hutan tingkat wilayah. Subdirektorat Inventarisasi Sumber Daya Hutan. pemantauan. standar. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang inventarisasi flora dan sosial budaya untuk inventarisasi hutan tingkat nasional.dan e. Subdirektorat Inventarisasi Sumber Daya Hutan menyelenggarakan fungsi: a. b.dan e. Subdirektorat Jaringan Data Spasial. d. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan kriteria di bidang inventarisasi. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang inventarisasi flora dan sosial budaya untuk inventarisasi hutan tingkat nasional. pelaksanaan kebijakan. penyiapan penyusunan norma. b. Pasal 173 Direktorat Inventarisasi dan Pemantauan Sumber Daya Hutan terdiri atas: a. Pasal 175 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 174. b. dan inventarisasi hutan tingkat unit pengelolaan dan penyusunan Neraca Sumber Daya Hutan. Pasal 174 Subdirektorat Inventarisasi Sumber Daya Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. inventarisasi hutan tingkat wilayah. inventarisasi hutan tingkat unit pengelolaan dan penyusunan Neraca Sumber Daya Hutan. pemetaan dan jaringan data spasial sumber daya hutan. prosedur. pemetaan dan jaringan data spasial sumber daya hutan. pemantauan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang inventarisasi. d. Subdirektorat Pemetaan Potensi Sumber Daya Hutan. pemetaan dan jaringan data spasial sumber daya hutan. c. c. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang inventarisasi. pemantauan.

pelaksanaan kebijakan. inventarisasi hutan tingkat nasional. Pasal 176 Subdirektorat Inventarisasi Sumber Daya Hutan terdiri atas: a. Pasal 178 Subdirektorat Pemantauan Sumber Daya Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemantauan sumber daya hutan. penyiapan bahan penyusunan norma. bukan kayu. Subdirektorat Pemantauan Sumber Daya Hutan menyelenggarakan fungsi: . dan inventarisasi hutan tingkat unit pengelolaan dan penyusunan Neraca Sumber Daya Hutan. (2) Seksi Inventarisasi Sosial Budaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan inventarisasi hutan tingkat unit pengelolaan dan penyusunan Neraca Sumber Daya Hutan. Seksi Inventarisasi Sosial Budaya. Pasal 179 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 178. standar. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang inventarisasi sosial budaya masyarakat di dalam dan di sekitar hutan serta penyusunan Neraca Sumber Daya Hutan.dan d. pelaksanaan kebijakan. inventarisasi hutan tingkat wilayah. pelaksanaan kebijakan. Seksi Inventarisasi Hutan. b. c. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang inventarisasi flora berupa kayu. dan kriteria di bidang inventarisasi flora dan sosial budaya untuk inventarisasi hutan tingkat nasional. Pasal 177 (1) Seksi Inventarisasi Hutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. inventarisasi hutan tingkat wilayah.47 wilayah. inventarisasi hutan tingkat wilayah dan inventarisasi hutan tingkat unit pengelolaan. dan inventarisasi hutan tingkat unit pengelolaan dan penyusunan Neraca Sumber Daya Hutan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang inventarisasi flora dan sosial budaya untuk inventarisasi hutan tingkat nasional. prosedur.

bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang informasi dan dokumentasi peta sumber daya hutan. prosedur. Pasal 182 Subdirektorat Pemetaan Sumberdaya Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. standar. Seksi Pemantauan Sumber Daya Hutan Tingkat Unit Pengelolaan. penyiapan bahan penyusunan norma. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pemantauan sumber daya hutan tingkat nasional dan wilayah. Pasal 180 Subdirektorat Pemantauan Sumber Daya Hutan terdiri atas: a. .dan d. c. Seksi Pemantauan Sumber Daya Hutan Tingkat Nasional dan Wilayah. (2) Seksi Pemantauan Sumber Daya Hutan Tingkat Unit Pengelolaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 181 (1) Seksi Pemantauan Sumber Daya Hutan Tingkat Nasional dan Wilayah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.48 a. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang informasi dan dokumentasi peta sumberdaya hutan. Subdirektorat Pemetaan Sumberdaya Hutan menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria di bidang pemantauan sumber daya hutan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pemantauan sumber daya hutan tingkat unit pengelolaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pemantauan sumber daya hutan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pemantauan sumber daya hutan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang informasi dan dokumentasi peta sumberdaya hutan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemantauan sumber daya hutan. b. b. b. pelaksanaan kebijakan. Pasal 183 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 182.

dan kriteria di bidang informasi dan dokumentasi peta sumberdaya hutan. pelayanan. c. standar. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyusunan dan penyajian informasi peta sumberdaya hutan. b. pelaksanaan kebijakan. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang jaringan data spasial kehutanan.dan d. Pasal 187 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 186. . Subdirektorat Jaringan Data Spasial menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang jaringan data spasial kehutanan. standar. Seksi Dokumentasi Peta Sumberdaya Hutan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang jaringan data spasial kehutanan.dan d. Pasal 186 Subdirektorat Jaringan Data Spasial mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang jaringan data spasial kehutanan. prosedur. pelaksanaan kebijakan.49 c. prosedur. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang informasi dan dokumentasi peta sumberdaya hutan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang dokumentasi. (2) Seksi Dokumentasi Peta Sumberdaya Hutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan distribusi peta sumberdaya hutan. Seksi Informasi Peta Sumberdaya Hutan. Pasal 184 Subdirektorat Pemetaan Sumber Daya Hutan terdiri atas: a. dan kriteria di bidang jaringan data spasial kehutanan. Pasal 185 (1) Seksi Informasi Peta Sumberdaya Hutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. b. penyiapan bahan penyusunan norma.

. pelaksanaan kebijakan. kerumahtanggaan. Pasal 190 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. Seksi Pengelolaan Basis Data Spasial. Pasal 189 (1) Seksi Pengelolaan Basis Data Spasial mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pembangunan basis dan aliran data spasial kehutanan. kepegawaian. pelaksanaan kebijakan. Bagian Ketujuh Direktorat Penggunaan Kawasan Hutan Pasal 191 Direktorat Penggunaan Kawasan Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. keuangan. pelaksanaan kebijakan. mengembangkan kemampuan jaringan dalam mendukung akses basis data secara lebih meluas. (2) Seksi Pengelolaan Jaringan Data Spasial mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas sehari-hari secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Jaringan Data Spasial. kearsipan dan pelaporan Direktorat. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengelolaan data spasial kehutanan berbasis GIS dan jaringan.dan b. monitoring dan evaluasi kemampuan jaringan sesuai kebutuhan dan teknologi dan melaksanakan fungsi sebagai unit kliring data spasial kehutanan. mengatur keamanan akses dalam rangka pembangunan basis data spasial.50 Pasal 188 Subdirektorat Jaringan Data Spasial terdiri atas: a. Seksi Pengelolaan Jaringan Data Spasial. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penggunaan kawasan hutan untuk kepentingan pembangunan di luar kegiatan kehutanan.

Pasal 195 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 194. c. PNBP. standar. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penggunaan kawasan hutan. b. PNBP. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang penggunaan kawasan hutan. dan kriteria di bidang penggunaan kawasan hutan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat PNBP Penggunaan Kawasan Hutan. b. Pasal 194 Subdirektorat Penggunaan Kawasan Hutan Wilayah I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Subdirektorat Informasi Penggunaan Kawasan Hutan. d. dan Nusa Tenggara. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyiapan areal penggunaan kawasan hutan di wilayah Sumatera. Subdirektorat Penggunaan Kawasan Hutan Wilayah I.51 Pasal 192 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 191.dan e. penyiapan perumusan kebijakan di bidang penggunaan kawasan hutan. Pasal 193 Direktorat Penggunaan Kawasan Hutan terdiri atas: a. penyiapan penyusunan norma. Subdirektorat Penggunaan Kawasan Hutan Wilayah II. Subbagian Tata Usaha. dan informasi penggunaan kawasan hutan untuk kepentingan pembangunan di luar kegiatan kehutanan. Jawa. PNBP.dan e. Bali. Subdirektorat Penggunaan Kawasan Hutan Wilayah I menyelenggarakan fungsi: . Direktorat Penggunaan Kawasan Hutan menyelenggarakan fungsi: a. dan informasi penggunaan kawasan hutan untuk kepentingan pembangunan di luar kegiatan kehutanan. c. d. dan informasi penggunaan kawasan hutan untuk kepentingan pembangunan di luar kegiatan kehutanan. PNBP. dan informasi penggunaan kawasan hutan untuk kepentingan pembangunan di luar kegiatan kehutanan. prosedur.

pelaksanaan kebijakan. Jawa. Pasal 198 Subdirektorat Penggunaan Kawasan Hutan Wilayah II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Bali. Pasal 196 Subdirektorat Penggunaan Kawasan Hutan Wilayah I terdiri atas: a. b. dan Papua. Sulawesi. Bali dan Nusa Tenggara. Bali. Pasal 197 (1) Seksi Penggunaan Kawasan Hutan Untuk Pertambangan mempunyai tugas penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penggunaan kawasan hutan di wilayah Sumatera. d.dan b. dan Nusa Tenggara. dan Nusa Tenggara.52 a. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyiapan areal penggunaan kawasan hutan wilayah Kalimantan. Bali dan Nusa Tenggara. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penggunaan kawasan hutan untuk pertambangan di wilayah Sumatera. dan Nusa Tenggara. pelaksanaan kebijakan. Jawa. . Seksi Penggunaan Untuk Pertambangan. Seksi Penggunaan Untuk Non Pertambangan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penggunaan kawasan hutan di wilayah Sumatera. Maluku. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penggunaan kawasan hutan wilayah Kalimantan. Maluku. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penggunaan kawasan hutan di wilayah Sumatera. bimbingan teknis. Sulawesi. dan kriteria di bidang penggunaan kawasan hutan di wilayah Sumatera. (2) Seksi Penggunaan Kawasan Hutan Untuk Non Pertambangan mempunyai tugas penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan Papua. prosedur. dan Nusa Tenggara. Jawa. Pasal 199 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 198. Bali. Jawa. penyiapan bahan penyusunan norma. Subdirektorat Penggunaan Kawasan Hutan Wilayah II menyelenggarakan fungsi: a. Jawa. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penggunaan kawasan hutan untuk non pertambangan di wilayah Sumatera. c. Bali. Jawa. standar.

Seksi Penggunaan Untuk Pertambangan. Pasal 202 Subdirektorat PNBP Penggunaan Kawasan Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. prosedur. Maluku. Sulawesi. c. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyiapan areal penggunaan kawasan hutan untuk pertambangan wilayah Kalimantan. Sulawesi. Maluku dan Papua. Sulawesi. Seksi Penggunaan Untuk Non Pertambangan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyiapan areal penggunaan kawasan hutan untuk Non pertambangan wilayah Kalimantan. pelaksanaan kebijakan. Sulawesi. (2) Seksi Penggunaan Kawasan Hutan Untuk Non Pertambangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Maluku. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penerimaan negara bukan pajak dari kegiatan penggunaan kawasan hutan untuk pembangunan di luar kehutanan. Sulawesi. standar. dan Papua. dan Papua. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penggunaan kawasan hutan wilayah Kalimantan. pelaksanaan kebijakan. Pasal 200 Subdirektorat Penggunaan Kawasan Hutan Wilayah II terdiri atas: a. Pasal 203 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 202. Pasal 201 (1) Seksi Penggunaan Kawasan Hutan Untuk Pertambangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penggunaan kawasan hutan wilayah Kalimantan. Maluku dan Papua. bimbingan teknis. pelaksanaan kebijakan. Maluku. Subdirektorat PNBP Penggunaan Kawasan Hutan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penerimaan negara bukan pajak yang berasal dari kegiatan penggunaan kawasan hutan untuk pembangunan di luar kehutanan.53 b.dan b. penyiapan bahan penyusunan norma. dan kriteria di bidang penggunaan kawasan hutan wilayah Kalimantan.dan d. dan Papua. .

Seksi PNBP Penggunaan Kawasan Hutan Untuk Pertambangan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penerimaan negara bukan pajak yang berasal dari kegiatan penggunaan kawasan hutan untuk pembangunan di luar kehutanan. penyiapan bahan penyusunan norma.dan d. Pasal 205 (1) Seksi PNBP Penggunaan Kawasan Hutan Untuk Pertambangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. c. prosedur. Pasal 204 Subdirektorat PNBP Penggunaan Kawasan Hutan terdiri atas: a. Subdirektorat Informasi Penggunaan Kawasan Hutan menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi PNBP Penggunaan Kawasan Hutan Untuk Non Pertambangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. . pelaksanaan kebijakan. Pasal 207 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 206. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penerimaan negara bukan pajak yang berasal dari kegiatan penggunaan kawasan hutan untuk pembangunan di luar kehutanan.54 b. Pasal 206 Subdirektorat Informasi Penggunaan Kawasan Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Seksi PNBP Penggunaan Kawasan Hutan Untuk Non Pertambangan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang informasi penggunaan kawasan hutan. standar. pelaksanaan kebijakan. dan kriteria di bidang penerimaan negara bukan pajak yang berasal dari kegiatan penggunaan kawasan hutan untuk pembangunan di luar kehutanan. dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penerimaan negara bukan pajak dari penggunaan kawasan hutan untuk pertambangan. bimbingan teknis. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penerimaan negara bukan pajak dari penggunaan kawasan hutan untuk non pertambangan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang informasi penggunaan kawasan hutan.dan b.

dan kriteria di bidang informasi penggunaan kawasan hutan. (2) Seksi Informasi Penggunaan Kawasan Hutan Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang informasi penggunaan kawasan hutan wilayah Sumatera. keuangan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang informasi penggunaan kawasan hutan. kerumahtanggaan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang informasi penggunaan kawasan hutan.dan d. Pasal 208 Subdirektorat Informasi Penggunaan Kawasan Hutan terdiri atas: a. c. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang informasi penggunaan kawasan hutan wilayah Kalimantan. Seksi Informasi Penggunaan Kawasan Hutan Wilayah II. Pasal 210 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan.55 b.dan b. Seksi Informasi Penggunaan Kawasan Hutan Wilayah I. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas sehari-hari secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Informasi Penggunaan Kawasan Hutan. penyiapan bahan penyusunan norma. Bali. pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. prosedur. kearsipan dan pelaporan Direktorat. Jawa. standar. Sulawesi. Maluku dan Papua. Pasal 209 (1) Seksi Informasi Penggunaan Kawasan Hutan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. . dan Nusa Tenggara. kepegawaian.

Direktorat Wilayah Pengelolaan dan Penyiapan Areal Pemanfaatan Kawasan Hutan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 213 Direktorat Wilayah Pengelolaan dan Penyiapan Areal Pemanfaatan Kawasan Hutan terdiri atas: a. prosedur. Subbagian Tata Usaha. b.dan e. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang wilayah pengelolaan dan penyiapan areal pemanfaatan hutan.dan e. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pembentukan wilayah pengelolaan hutan. standar. penyiapan areal pemanfaatan hutan dan informasi wilayah pengelolaan kawasan hutan. b. d. Subdirektorat Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Wilayah II. penyiapan areal pemanfaatan hutan dan informasi wilayah pengelolaan kawasan hutan. penyiapan areal pemanfaatan hutan dan informasi wilayah pengelolaan kawasan hutan. Subdirektorat Pembentukan Wilayah Pengelolaan Hutan. Subdirektorat Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Wilayah I. bimbingan teknis. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pembentukan wilayah pengelolaan hutan. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pembentukan wilayah pengelolaan hutan. c. . d. penyiapan areal pemanfaatan hutan dan informasi wilayah pengelolaan kawasan hutan.56 Bagian Kedelapan Direktorat Wilayah Pengelolaan dan Penyiapan Areal Pemanfaatan Kawasan Hutan Pasal 211 Direktorat Wilayah Pengelolaan dan Penyiapan Areal Pemanfaatan Kawasan Hutan mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. Subdirektorat Informasi Wilayah Pengelolaan dan Pemanfaatan Kawasan Hutan. penyiapan penyusunan norma. pelaksanaan kebijakan. c. dan kriteria di bidang pembentukan wilayah pengelolaan hutan. Pasal 212 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 211.

dan d. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pembentukan wilayah pengelolaan hutan di wilayah Sumatera. . b. Subdirektorat Pembentukan Wilayah Pengelolaan Hutan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 215 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 214. prosedur. Bali dan Nusa Tenggara.dan b. Sulawesi. kebijakan di bidang pembentukan wilayah c. Seksi Pembentukan Wilayah Pengelolaan Hutan Wilayah I. dan Papua. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pembentukan wilayah pengelolaan hutan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pembentukan wilayah pengelolaan hutan. pelaksanaan kebijakan. Seksi Pembentukan Wilayah Pengelolaan Hutan Wilayah II. dan kriteria di bidang pembentukan wilayah pengelolaan hutan. Pasal 216 Subdirektorat Pembentukan Wilayah Pengelolaan Hutan terdiri atas: a. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pembentukan wilayah pengelolaan hutan. Pasal 217 (1) Seksi Pembentukan Wilayah Pengelolaan Hutan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan pengelolaan hutan.57 Pasal 214 Subdirektorat Pembentukan Wilayah Pengelolaan Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. Jawa. pelaksanaan kebijakan. bimbingan teknis. standar. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pembentukan wilayah pengelolaan hutan di wilayah Kalimantan. Maluku. (2) Seksi Pembentukan Wilayah Pengelolaan Kawasan Hutan Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.

penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penyiapan areal pemanfaatan kawasan hutan di wilayah Sumatera. Pasal 221 (1) Seksi Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Alam Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Bali dan Nusa Tenggara.dan b. Subdirektorat Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Wilayah I menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Tanaman Wilayah I. Jawa. prosedur. Jawa. (2) Seksi Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Tanaman Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Bali dan Nusa Tenggara. Pasal 219 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 218. hutan desa. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penyiapan areal pemanfaatan kawasan hutan di wilayah Sumatera.dan d. Seksi Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Alam Wilayah I. Bali dan Nusa Tenggara. . penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyiapan areal pemanfaatan kawasan hutan di wilayah Sumatera. penyiapan bahan penyusunan norma. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyiapan areal pemanfaatan hutan alam. Jawa. dan kriteria di bidang penyiapan areal pemanfaatan kawasan hutan di wilayah Sumatera. Bali dan Nusa Tenggara. c. standar. pelaksanaan kebijakan. Bali dan Nusa Tenggara. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyiapan areal pemanfaatan kawasan hutan di wilayah Sumatera. Jawa. Bali dan Nusa Tenggara. Jawa. pelaksanaan kebijakan.58 Pasal 218 Subdirektorat Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Wilayah I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Pasal 220 Subdirektorat Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Wilayah I terdiri atas: a. hutan kemasyarakatan. Bali dan Nusa Tenggara. usaha jasa lingkungan dan kawasan hutan dengan tujuan khusus di wilayah Sumatera. b. Jawa. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyiapan areal pemanfaatan hutan tanaman dan hutan tanaman rakyat di wilayah Sumatera. pelaksanaan kebijakan. Jawa. bimbingan teknis. usaha pariwisata alam.

Sulawesi. Sulawesi. (2) Seksi Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Tanaman Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.59 Pasal 222 Subdirektorat Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Wilayah II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. hutan kemasyarakatan. prosedur. Seksi Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Alam Wilayah II. pelaksanaan kebijakan. Pasal 224 Subdirektorat Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Wilayah II terdiri atas: a. Sulawesi. Maluku dan Papua. Seksi Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Tanaman Wilayah II. Sulawesi. dan kriteria di bidang penyiapan areal pemanfaatan hutan di wilayah Kalimantan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyiapan areal pemanfaatan hutan alam. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyiapan areal pemanfaatan hutan di wilayah Kalimantan. bimbingan teknis. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyiapan areal pemanfaatan hutan di wilayah Kalimantan. Maluku dan Papua. Sulawesi. dan hutan tanaman rakyat di wilayah Kalimantan. . penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penyiapan areal pemanfaatan hutan di wilayah Kalimantan. pelaksanaan kebijakan. Sulawesi. Pasal 223 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 222. usaha pariwisata alam. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyiapan areal pemanfaatan hutan tanaman. standar. c.dan b. hutan desa. Subdirektorat Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Wilayah II menyelenggarakan fungsi: a. Maluku dan Papua. Sulawesi. penyiapan bahan penyusunan norma. b.dan d. Maluku dan Papua. Maluku dan Papua. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penyiapan areal pemanfaatan hutan di wilayah Kalimantan. Maluku dan Papua. Maluku dan Papua. pelaksanaan kebijakan. Pasal 225 (1) Seksi Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Alam Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. usaha jasa lingkungan dan kawasan hutan dengan tujuan khusus di wilayah Kalimantan.

dan d. standar. (2) Seksi Informasi Pemanfaatan Kawasan Hutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan kriteria di bidang informasi wilayah pengelolaan dan pemanfaatan kawasan hutan. pelaksanaan kebijakan. Pasal 229 (1) Seksi Informasi Wilayah Pengelolaan mempuyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang informasi geografis pemanfaatan kawasan hutan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang informasi wilayah pengelolaan dan pemanfaatan kawasan hutan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang informasi wilayah pengelolaan dan pemanfaatan kawasan hutan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang informasi wilayah pengelolaan dan pemanfaatan kawasan hutan. prosedur. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang informasi wilayah pengelolaan dan pemanfaatan kawasan hutan. Subdirektorat Informasi Wilayah Pengelolaan dan Pemanfaatan Kawasan Hutan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 228 Subdirektorat Informasi Wilayah Pengelolaan dan Pemanfaatan Kawasan Hutan terdiri atas: a. . pelaksanaan kebijakan. bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan norma. Seksi Informasi Pemanfaatan Kawasan Hutan. b. pelaksanaan kebijakan. Seksi Informasi Wilayah Pengelolaan. Pasal 227 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 226. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyiapan informasi pembentukan wilayah. c.60 Pasal 226 Subdirektorat Informasi Wilayah Pengelolaan dan Pemanfaatan Kawasan Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan.dan b.

(2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas sehari-hari secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Informasi Wilayah Pengelolaan dan Pemanfaatan Kawasan Hutan. . kerumahtanggaan.61 Pasal 230 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. keuangan. kepegawaian. kearsipan dan pelaporan Direktorat.

Pasal 232 Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang perlindungan hutan dan konservasi alam sesuai dengan peraturan perundangundangan. penyusunan norma. standar.dan e. d.62 BAB V DIREKTORAT JENDERAL PERLINDUNGAN HUTAN DAN KONSERVASI ALAM Bagian Pertama Kedudukan. b. perumusan kebijakan di bidang perlindungan hutan dan konservasi alam sesuai peraturan perundang-undangan. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam. Pasal 233 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 232. (2) Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam dipimpin oleh Direktur Jenderal. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perlindungan hutan dan konservasi alam sesuai dengan peraturan perundang-undangan. . Tugas dan Fungsi Pasal 231 (1) Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam adalah unsur pelaksana yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kehutanan. Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam menyelenggarakan fungsi: a. prosedur. c. dan kriteria di bidang perlindungan hutan dan konservasi alam sesuai dengan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan kebijakan di bidang perlindungan hutan dan konservasi alam sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

. koordinasi dan pelaksanaan urusan kepegawaian. evaluasi dan pelaporan di bidang perlindungan hutan dan konservasi alam. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 235 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unit organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kawasan Konservasi dan Hutan Lindung. b. organisasi dan tata laksana di bidang perlindungan hutan dan konservasi alam. Pasal 236 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 235. c. koordinasi dan pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi di bidang perlindungan hutan dan konservasi alam. Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan. koordinasi dan penyiapan telaahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. pemberian pertimbangan dan bantuan hukum di bidang perlindungan hutan dan konservasi alam. perlengkapan dan administrasi keuangan Direktorat Jenderal.dan e.63 Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 234 Direktorat Jenderal Perlindungan hutan dan Konservasi Alam terdiri atas: a. kerja sama teknik.dan f. Direktorat Penyidikan dan Pengamanan Hutan. Direktorat Kawasan Konservasi dan Bina Hutan Lindung. d. e. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi dan penyusunan rencana. b. d. program. koordinasi dan pelaksanaan tata usaha. c. Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati. Sekretariat Direktorat Jenderal.

c. penyusunan statistik. Pasal 239 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 238. Pasal 240 Bagian Program dan Evaluasi terdiri atas: a. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan program dan anggaran. b. informasi dan statistik serta pelaksanaan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program.dan d. Pasal 241 (1) Subbagian Program dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program kerja dan anggaran. . Subbagian Program dan Anggaran. b. penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan rencana dan program. Bagian Kepegawaian. pengolahan data dan penyajian informasi. Subbagian Data dan Informasi.dan d. serta kehumasan. data. Bagian Hukum dan Kerja Sama Teknik. Bagian Program dan Evaluasi. Organisasi dan Tata Laksana. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan statistik dan kehumasan. b. Bagian Keuangan dan Umum.dan c.64 Pasal 237 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. Pasal 238 Bagian Program dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi penyusunan dan pelaksanaan rencana. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. program dan anggaran. Bagian Program dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan koordinasi dan pengumpulan data serta penyajian informasi c. (2) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan pengumpulan.

dan c.65 (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi kinerja dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. pelaksanaan urusan administrasi kepegawaian. pengembangan pegawai dan administrasi jabatan fungsional. Bagian Kepegawaian. Pasal 243 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 242. perumusan tugas. Pasal 244 Bagian Kepegawaian. pedoman dan prosedur kerja dan pembakuan prasarana dan sarana kerja. (3) Subbagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis jabatan. (2) Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan pendidikan. Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepegawaian. dan evaluasi kinerja organisasi. pelatihan. serta penyusunan tata hubungan kerja. b. Pasal 242 Bagian Kepegawaian. b. . fungsi. Organisasi dan Tata Laksana terdiri atas: a. Subbagian Administrasi Kepegawaian. serta penyiapan bahan penyusunan organisasi dan ketatalaksanaan. pelaksanaan urusan pengembangan karier pegawai dan administrasi jabatan fungsional. dan administrasi kepegawaian. pendisiplinan dan penghargaan pegawai serta administrasi jabatan fungsional. Subbagian Organisasi dan Tata Laksana.dan c. Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional. tata kerja. Pasal 245 (1) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana formasi pegawai. penyiapan bahan penyusunan organisasi dan ketatalaksanaan. susunan organisasi.

.66 Pasal 246 Bagian Keuangan dan Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan. (2) Subbagian Administrasi Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan tata laksana keuangan. serta penyiapan bahan administrasi kerja sama teknik dalam negeri dan luar negeri. (3) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan urusan rumah tangga dan pengelolaan barang milik negara. Pasal 249 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. penyusunan rencana anggaran gaji dan penggajian. kearsipan dan pengelolaan urusan keuangan. Bagian Keuangan dan Umum menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 250 Bagian Hukum dan Kerja Sama Teknik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. melakukan akuntansi keuangan dan barang milik negara. pelaksanaan urusan administrasi keuangan. Subbagian Tata Usaha. b. Pasal 247 Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 246.dan c. pelaksanaan urusan tata usaha. bantuan hukum. rumah tangga. Subbagian Perlengkapan. perlengkapan. Pasal 248 Bagian Keuangan dan Umum terdiri atas: a. pelaporan keuangan. verifikasi. penelaahan permasalahan.dan c. pelaksanaan urusan perlengkapan. Subbagian Administrasi Keuangan. pembinaan kebendaharaan petugas SAI dan petugas SIMAK-BMN. penyelesaian tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. penyiapan bahan perbendaharaan. b. kearsipan dan pembinaan tata persuratan. pertimbangan.

(3) Subbagian Kerja Sama Teknik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan koordinasi administrasi kerja sama teknik dalam negeri dan luar negeri. b. pertimbangan.dan c. b. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyidikan dan pengamanan hutan. Direktorat Penyidikan dan Pengamanan Hutan menyelenggarakan fungsi: . penelaahan dan penanganan permasalahan. Bagian Hukum dan Kerja Sama Teknik menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Pertimbangan dan Bantuan Hukum. (2) Subbagian Pertimbangan dan Bantuan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. Subbagian Kerja Sama Teknik. penyiapan bahan peraturan perundang-undangan.67 Pasal 251 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 250. dan bantuan permasalahan hukum. Pasal 253 (1) Subbagian Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rancangan dan penelahaan peraturan perundangundangan.dan c. Subbagian Peraturan Perundang-undangan. Pasal 252 Bagian Hukum dan Kerja Sama Teknik terdiri atas: a. penyiapan bahan administrasi kerja sama teknik dalam negeri dan luar negeri. pelaksanaan kebijakan. Bagian Keempat Direktorat Penyidikan dan Pengamanan Hutan Pasal 254 Direktorat Penyidikan dan Pengamanan Hutan mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pertimbangan dan bantuan hukum. Pasal 255 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 254.

Pasal 258 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 257. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang program dan evaluasi penyidikan dan pengamanan hutan. pelaksanaan kebijakan. pembalakan dan peredaran hasil hutan ilegal. Subdirektorat Dukungan Operasi. pengelolaan polisi kehutanan dan penyidik pegawai negeri sipil serta sarana prasarana penyidikan dan pengamanan hutan. d. Subdirektorat Penyidikan dan Pengamanan Wilayah I. b. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat.dan e. Subdirektorat Penyidikan dan Pengamanan Wilayah III. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyidikan. pengelolaan polisi kehutanan dan penyidik pegawai negeri sipil serta sarana prasarana penyidikan dan pengamanan hutan. pengelolaan polisi kehutanan dan penyidik pegawai negeri sipil serta sarana prasarana penyidikan dan pengamanan hutan. Pasal 256 Direktorat Penyidikan dan Pengamanan Hutan terdiri atas: a.68 a. perburuan liar. standar. perburuan liar. Subdirektorat Program dan Evaluasi Penyidikan dan Pengamanan. d. perambahan peredaran ilegal tumbuhan dan satwa liar. pengelolaan polisi kehutanan dan penyidik pegawai negeri sipil serta sarana prasarana penyidikan dan pengamanan hutan. pembalakan dan peredaran hasil hutan ilegal. prosedur. perambahan peredaran ilegal tumbuhan dan satwa liar. penyiapan penyusunan norma. perambahan peredaran ilegal tumbuhan dan satwa liar. Subbagian Tata Usaha. pembalakan dan peredaran hasil hutan ilegal. bimbingan teknis. penyiapan perumusan kebijakan di bidang penyidikan. Subdirektorat Penyidikan dan Pengamanan Wilayah II. perburuan liar. c. perburuan liar. Pasal 257 Subdirektorat Program dan Evaluasi Penyidikan dan Pengamanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. e. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang penyidikan. dan kriteria di bidang penyidikan. perambahan peredaran ilegal tumbuhan dan satwa liar. b. Subdirektorat Program dan Evaluasi Penyidikan dan Pengamanan menyelenggarakan fungsi: . c.dan f. pembalakan dan peredaran hasil hutan ilegal.

penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang evaluasi penyidikan dan pengamanan hutan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang program dan evaluasi penyidikan dan pengamanan. Jawa dan Bali. Pasal 262 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 261. Jawa dan Bali. pelaksanaan kebijakan. c. penyiapan bahan penyusunan norma. Seksi Evaluasi. prosedur. prosedur. Seksi Program. bimbingan teknis. Pasal 259 Subdirektorat Program dan Evaluasi Penyidikan dan Pengamanan terdiri atas: a. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyidikan dan pengamanan hutan di wilayah Sumatera. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang program dan evaluasi penyidikan dan pengamanan.69 a. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penyidikan dan pengamanan hutan di wilayah Sumatera. Pasal 260 (1) Seksi Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Jawa dan Bali. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penyidikan dan pengamanan hutan di wilayah Sumatera. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang program dan rencana penyidikan dan pengamanan hutan.dan b. pelaksanaan kebijakan. standar. b. b. pelaksanaan kebijakan. Pasal 261 Subdirektorat Penyidikan dan Pengamanan Wilayah I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang program dan evaluasi penyidikan dan pengamanan.dan d. c. Subdirektorat Penyidikan dan Pengamanan Wilayah I menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria di bidang program dan evaluasi penyidikan dan pengamanan. (2) Seksi Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar.dan . dan kriteria di bidang penyidikan dan pengamanan hutan di wilayah Sumatera. Jawa dan Bali.

Pasal 263 Subdirektorat Penyidikan dan Pengamanan Hutan Wilayah I terdiri atas: a. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penyidikan dan pengamanan hutan di wilayah Kalimantan dan Nusa Tenggara. pelaksanaan kebijakan. Pasal 266 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 265. (2) Seksi Perambahan Hutan dan Kebakaran Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.70 d. Subdirektorat Penyidikan dan Pengamanan Wilayah II menyelenggarakan fungsi: a. dan perburuan di wilayah Sumatera. b. pelaksanaan kebijakan. dan kriteria di bidang penyidikan dan pengamanan hutan di wilayah Kalimantan dan Nusa Tenggara. prosedur. bimbingan teknis. Jawa dan Bali. c. Jawa dan Bali. Seksi Perambahan Hutan dan Kebakaran Wilayah I. peredaran tumbuhan dan satwa liar ilegal. penyiapan bahan penyusunan norma. hama penyakit.dan b. standar. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyidikan dan penanggulangan perambahan hutan dan kebakaran di wilayah Sumatera. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penyidikan dan pengamanan hutan di wilayah Kalimantan dan Nusa Tenggara. Seksi Pembalakan Ilegal dan Tumbuhan dan Satwa Liar Wilayah I. Pasal 264 (1) Seksi Pembalakan Ilegal dan Tumbuhan dan Satwa Liar Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Jawa dan Bali. Pasal 265 Subdirektorat Penyidikan dan Pengamanan Wilayah II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyidikan dan penanggulangan pembalakan ilegal. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyidikan dan pengamanan hutan di wilayah Kalimantan dan Nusa Tenggara. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyidikan dan pengamanan hutan di wilayah Sumatera. pelaksanaan kebijakan.dan .

dan b. Maluku dan Papua. Pasal 268 (1) Seksi Pembalakan Ilegal dan Tumbuhan dan Satwa Liar Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 270 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 269. Seksi Perambahan Hutan dan Kebakaran Wilayah II. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penyidikan dan pengamanan hutan di wilayah Sulawesi. (2) Seksi Perambahan Hutan dan Kebakaran Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyidikan dan pengamanan hutan di wilayah Kalimantan dan Nusa Tenggara. Pasal 267 Subdirektorat Penyidikan dan Pengamanan Hutan Wilayah II terdiri atas: a. bimbingan teknis. pelaksanaan kebijakan. Pasal 269 Subdirektorat Penyidikan dan Pengamanan Hutan Wilayah III mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Maluku dan Papua. pelaksanaan kebijakan. b. Seksi Pembalakan Ilegal dan Tumbuhan dan Satwa Liar Wilayah II. hama penyakit. pelaksanaan kebijakan.71 d. perburuan di wilayah Kalimantan dan Nusa Tenggara. Subdirektorat Penyidikan dan Pengamanan Hutan Wilayah III menyelenggarakan fungsi: a. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyidikan dan pengamanan hutan di wilayah Sulawesi. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyidikan dan penanggulangan pembalakan ilegal dan penanggulangan peredaran tumbuhan dan satwa liar ilegal. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penyidikan dan pengamanan hutan di wilayah Sulawesi. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyidikan dan penanggulangan perambahan hutan dan kebakaran di wilayah Kalimantan dan Nusa Tenggara. . Maluku dan Papua.

pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Dukungan Operasi menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Perambahan Hutan dan Kebakaran Wilayah III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang polisi kehutanan dan penyidik pegawai negeri sipil serta pengembangan dan pendayagunaan sarana dan prasarana pengamanan hutan.72 c. dan kriteria di bidang penyidikan dan pengamanan hutan di wilayah Sulawesi. penyiapan bahan penyusunan norma. standar. Maluku dan Papua. bimbingan teknis. Pasal 274 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 273.dan d. hama penyakit. Seksi Pembalakan Ilegal dan Tumbuhan dan Satwa Liar Wilayah III. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang polisi kehutanan dan penyidik pegawai negeri sipil serta pengembangan dan pendayagunaan sarana dan prasarana pengamanan hutan. . prosedur.dan b. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyidikan dan pengamanan hutan di wilayah Sulawesi. Seksi Perambahan Hutan dan Kebakaran Wilayah III. Maluku dan Papua. Maluku dan Papua. dan perburuan di wilayah Sulawesi. peredaran tumbuhan dan satwa liar ilegal. Pasal 272 (1) Seksi Pembalakan Ilegal dan Tumbuhan dan Satwa Liar Wilayah III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Maluku dan Papua. pelaksanaan kebijakan. Pasal 271 Subdirektorat Penyidikan dan Pengamanan Hutan Wilayah III terdiri atas: a. Pasal 273 Subdirektorat Dukungan Operasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyidikan dan penanggulangan perambahan hutan dan kebakaran di wilayah Sulawesi. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyidikan dan penanggulangan pembalakan ilegal.

.dan b. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengembangan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang polisi kehutanan dan penyidik pegawai negeri sipil serta pengembangan dan pendayagunaan sarana dan prasarana pengamanan hutan. dan kriteria di bidang polisi kehutanan dan penyidik pegawai negeri sipil serta pengembangan dan pendayagunaan sarana dan prasarana pengamanan hutan. penyiapan bahan penyusunan norma. pelaksanaan kebijakan.73 b. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Dukungan Operasi. keuangan. Pasal 277 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. standar. kepegawaian. prosedur. (2) Seksi Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang polisi kehutanan dan penyidik pegawai negeri sipil serta pengembangan dan pendayagunaan sarana dan prasarana pengamanan hutan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengembangan dan pembinaan Polisi Kehutanan dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil. dan kerumahtanggaan serta pelaporan Direktorat. tertib administrasi dan pendayagunaan sarana dan prasarana pengamanan hutan. c. Seksi Polisi Kehutanan dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil. Seksi Sarana dan Prasarana. Pasal 275 Subdirektorat Dukungan Operasi terdiri atas: a. Pasal 276 (1) Seksi Polisi Kehutanan dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan.dan d.

dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengendalian kebakaran hutan. c. . Pasal 279 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 278. pemadaman dan penanganan dampak pasca kebakaran. pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Subdirektorat Pemadaman dan Penanganan Dampak Pasca Kebakaran Hutan. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Program dan Evaluasi Pengendalian Kebakaran Hutan. pemadaman dan penanganan dampak pasca kebakaran.74 Bagian Kelima Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan Pasal 278 Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. dan kriteria di bidang monitoring hotspot. serta tenaga dan sarana prasarana di bidang pengendalian kebakaran hutan. pencegahan. prosedur. serta tenaga dan sarana prasarana di bidang pengendalian kebakaran hutan.dan e. penyiapan penyusunan norma. b. pencegahan.dan e. b. pemadaman dan penanganan dampak pasca kebakaran. serta tenaga dan sarana prasarana di bidang pengendalian kebakaran hutan. Pasal 280 Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan terdiri atas: a. bimbingan teknis. d. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang monitoring hotspot. standar. pencegahan. d. pencegahan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang monitoring hotspot. Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Monitoring Hotspot dan Pencegahan Kebakaran Hutan. pemadaman dan penanganan dampak pasca kebakaran. serta tenaga dan sarana prasarana di bidang pengendalian kebakaran hutan. c. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang monitoring hotspot. Subdirektorat Tenaga dan Sarana Prasarana Pengendalian Kebakaran Hutan.

dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang program dan evaluasi pengendalian kebakaran hutan. kebijakan di bidang program dan evaluasi b. Seksi Evaluasi.dan d. penyiapan bahan perumusan pengendalian kebakaran hutan. pelaksanaan kebijakan.75 Pasal 281 Subdirektorat Program dan Evaluasi Pengendalian Kebakaran Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang evaluasi pengendalian kebakaran hutan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang program dan evaluasi pengendalian kebakaran hutan. Pasal 284 (1) Seksi Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. Subdirektorat Program dan Evaluasi Pengendalian Kebakaran Hutan menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. bimbingan teknis. dan kriteria di bidang program dan evaluasi pengendalian kebakaran hutan. c. prosedur. pelaksanaan kebijakan. Pasal 283 Subdirektorat Program dan Evaluasi Pengendalian Kebakaran Hutan terdiri atas: a. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang program dan rencana pengendalian kebakaran hutan. Seksi Program. pelaksanaan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang monitoring hotspot dan pencegahan kebakaran hutan. penyiapan bahan penyusunan norma.dan b. Pasal 282 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 281. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang program dan evaluasi pengendalian kebakaran hutan. . pelaksanaan kebijakan. bimbingan teknis. Pasal 285 Subdirektorat Monitoring Hotspot dan Pencegahan Kebakaran Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan.

bimbingan teknis.76 Pasal 286 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 285. c. dan sistem peringatan bahaya kebakaran. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang monitoring hotspot dan pencegahan kebakaran hutan. standar. Pasal 287 Subdirektorat Monitoring Hotspot dan Pencegahan Kebakaran Hutan terdiri atas: a. Pasal 288 (1) Seksi Monitoring Hotspot mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. (2) Seksi Pencegahan Kebakaran Hutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Monitoring Hotspot. b. sistem informasi pemantauan hotspot. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemadaman dan penanganan dampak pasca kebakaran hutan. Subdirektorat Monitoring Hotspot dan Pencegahan Kebakaran Hutan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan kebijakan. Pasal 289 Subdirektorat Pemadaman dan Penanganan Dampak Pasca Kebakaran Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. b. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang monitoring hotspot dan pencegahan kebakaran hutan. Seksi Pencegahan Kebakaran Hutan. prosedur.dan d. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang monitoring dan analisis hotspot. . dan kriteria di bidang monitoring hotspot dan pencegahan kebakaran hutan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang monitoring hotspot dan pencegahan kebakaran hutan. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pencegahan kebakaran hutan.

prosedur. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemadaman dan penanganan dampak pasca kebakaran hutan. pelaksanaan kebijakan. Nusa Tenggara.dan b. Maluku dan Papua. c. Bali dan Sulawesi. Pasal 293 Subdirektorat Tenaga dan Sarana Prasarana Pengendalian Kebakaran Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. dan kriteria di bidang pemadaman dan penanganan dampak pasca kebakaran hutan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pemadaman dan penanganan dampak pasca kebakaran hutan.dan d. Seksi Pemadaman dan Penanganan Dampak Pasca Kebakaran Hutan Wilayah I. bimbingan teknis. . Seksi Pemadaman dan Penanganan Dampak Pasca Kebakaran Hutan Wilayah II. standar. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pemadaman dan penanganan dampak pasca kebakaran hutan.77 Pasal 290 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 289. (2) Seksi Pemadaman dan Penanganan Dampak Pasca Kebakaran Hutan Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pemadaman dan penanganan dampak pasca kebakaran hutan wilayah I di Sumatera. pelaksanaan kebijakan. Jawa. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pemadaman dan penanganan dampak pasca kebakaran hutan wilayah II di Kalimantan. pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Pemadaman dan Penanganan Dampak Pasca Kebakaran Hutan menyelenggarakan fungsi: a. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemadaman kebakaran hutan. Pasal 292 (1) Seksi Pemadaman dan Penanganan Dampak Pasca Kebakaran Hutan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. b. Pasal 291 Subdirektorat Pemadaman dan Penanganan Dampak Pasca Kebakaran Hutan terdiri atas: a.

dan kriteria di bidang tenaga dan sarana prasarana pengendalian kebakaran hutan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang sarana dan prasarana pengendalian kebakaran hutan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang tenaga dan sarana prasarana pengendalian kebakaran hutan. penyiapan bahan penyusunan norma. . keuangan. (2) Seksi Sarana dan Prasarana mempunyai tugas penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 295 Subdirektorat Tenaga dan Sarana Prasarana Pengendalian Kebakaran Hutan terdiri atas: a. Pasal 297 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang tenaga dan sarana prasarana pengendalian kebakaran hutan. kepegawaian. pelaksanaan kebijakan. c.dan b. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang tenaga dan sarana prasarana pengendalian kebakaran hutan. Subdirektorat Tenaga dan Sarana Prasarana Pengendalian Kebakaran Hutan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan kebijakan. dan kerumahtanggaan serta pelaporan Direktorat. b.78 Pasal 294 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 293. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang tenaga pengendalian kebakaran hutan. standar. Pasal 296 (1) Seksi Tenaga mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. prosedur. Seksi Tenaga. Seksi Sarana dan Prasarana. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Program dan Evaluasi Pengendalian Kebakaran Hutan.dan d.

kawasan konservasi perairan. hutan lindung. taman buru. taman buru. pelaksanaan kebijakan. pembinaan pengelolaan kawasan suaka alam. lahan basah. pembinaan pengelolaan kawasan suaka alam. d. c.79 Bagian Keenam Direktorat Kawasan Konservasi dan Bina Hutan Lindung Pasal 298 Direktorat Kawasan Konservasi dan Bina Hutan Lindung mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. Subdirektorat Pemolaan dan Pengembangan. Subdirektorat Konservasi Lahan Basah. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. kawasan konservasi perairan. c. kawasan ekosistem esensial dan bina daerah penyangga. Pasal 299 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 298. taman buru. hutan lindung. taman buru. kawasan ekosistem esensial dan bina daerah penyangga. Subdirektorat Kawasan Suaka Alam dan Hutan Lindung. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pemolaan dan pengembangan. d. kawasan pelestarian alam. pembinaan pengelolaan kawasan suaka alam. . Perairan dan Ekosistem Esensial. bimbingan teknis. b. prosedur. kawasan pelestarian alam. kawasan ekosistem esensial dan bina daerah penyangga. kawasan pelestarian alam. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang konservasi kawasan dan pembinaan hutan lindung. kawasan konservasi perairan. dan kriteria di bidang pemolaan dan pengembangan. lahan basah. hutan lindung.dan e. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemolaan dan pengembangan. lahan basah. penyiapan penyusunan norma. Direktorat Kawasan Konservasi dan Bina Hutan Lindung menyelenggarakan fungsi: a. hutan lindung. Pasal 300 Direktorat Kawasan Konservasi dan Bina Hutan Lindung terdiri atas: a. kawasan pelestarian alam. kawasan ekosistem esensial dan bina daerah penyangga. b. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pemolaan dan pengembangan. Subdirektorat Kawasan Pelestarian Alam dan Taman Buru. standar. lahan basah. pembinaan pengelolaan kawasan suaka alam. kawasan konservasi perairan.

penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang persiapan pembentukan kawasan konservasi. dan kriteria di bidang pemolaan dan pengembangan kawasan konservasi. evaluasi fungsi. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pemolaan dan pengembangan kawasan konservasi.dan f.dan b. c. b. Seksi Pengembangan dan Perpetaan. pemantapan dan penataan kawasan.80 e. pelaksanaan kebijakan. Pasal 301 Subdirektorat Pemolaan dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. rencana pengembangan dan perubahan kawasan. pelaksanaan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemolaan dan pengembangan kawasan konservasi. standar. Subbagian Tata Usaha. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang rencana pengelolaan. bimbingan teknis. (2) Seksi Pengembangan dan Perpetaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 303 Subdirektorat Pemolaan dan Pengembangan terdiri atas: a. Pasal 304 (1) Seksi Pemolaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. tumpang tindih peruntukan kawasan konservasi. perubahan fungsi.dan d. Subdirektorat Pemolaan dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. penataan zonasi/blok. prosedur. Pasal 302 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 301. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemolaan dan pengembangan kawasan konservasi. Seksi Pemolaan. . penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pemolaan dan pengembangan kawasan konservasi. Subdirektorat Bina Daerah Penyangga. pelaksanaan kebijakan.

dan kriteria di bidang pengelolaan kawasan pelestarian alam dan taman buru. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan kawasan pelestarian alam dan taman buru. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan kawasan pelestarian alam dan taman buru. . penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyusunan rencana pengelolaan ekosistem/habitat. penyiapan bahan penyusunan norma. Subdirektorat Kawasan Pelestarian Alam dan Taman Buru menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan kebijakan. pemanfaatan untuk pendidikan dan kesadaran konservasi. (2) Seksi Taman Wisata Alam. Pasal 307 Subdirektorat Kawasan Pelestarian Alam dan Taman Buru terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengelolaan kawasan pelestarian alam dan taman buru. dan Taman Buru mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pemanfaatan untuk pendidikan dan kesadaran konservasi. b. pemanfaatan untuk menunjang budidaya dan pengembangan kolaborasi di taman wisata alam. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyusunan rencana pengelolaan ekosistem/habitat. taman hutan raya. rehabilitasi dan restorasi ekosistem/habitat. prosedur. pemanfaatan untuk penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan.81 Pasal 305 Subdirektorat Kawasan Pelestarian Alam dan Taman Buru mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. c. standar. Taman Hutan Raya. pelaksanaan kebijakan. dan taman buru. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di pengelolaan kawasan pelestarian alam dan taman buru. Taman Hutan Raya dan Taman Buru. Pasal 306 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 305. Seksi Taman Nasional. Pasal 308 (1) Seksi Taman Nasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pemanfaatan untuk menunjang budidaya dan pengembangan kolaborasi di Taman Nasional. pelaksanaan kebijakan.dan b.dan d. pemanfaatan untuk penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan. Seksi Taman Wisata Alam. bimbingan teknis.

penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengelolaan kawasan suaka alam dan hutan lindung. pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. pemanfaatan untuk pendidikan dan kesadaran konservasi. c. standar. . penyiapan bahan penyusunan norma. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyusunan rencana pengelolaan ekosistem/ habitat. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan kawasan suaka alam dan hutan lindung. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyusunan masalah pengelolaan ekosistem/habitat. b. prosedur. Subdirektorat Kawasan Suaka Alam dan Hutan Lindung menyelenggarakan fungsi: a. pemanfaatan untuk menunjang budidaya dan pengembangan kolaborasi serta penyelesaian masalah penggunaan suaka margasatwa dan hutan lindung. pemanfaatan untuk penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan. bimbingan teknis. (2) Seksi Suaka Margasatwa dan Hutan Lindung mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 310 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 309. dan kriteria di bidang pengelolaan kawasan suaka alam dan hutan lindung. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengelolaan kawasan suaka alam dan hutan lindung. pemanfaatan untuk pendidikan dan kesadaran konservasi. Seksi Suaka Margasatwa dan Hutan Lindung.dan b. Pasal 312 (1) Seksi Cagar Alam mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Cagar Alam.82 Pasal 309 Subdirektorat Kawasan Suaka Alam dan Hutan Lindung mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Pasal 311 Subdirektorat Kawasan Suaka Alam dan Hutan Lindung terdiri atas: a. pemanfaatan untuk menunjang budidaya dan pengembangan kolaborasi. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan suaka alam dan hutan lindung. pemanfaatan untuk penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan. pelaksanaan kebijakan.dan d.

kawasan konservasi laut dan ekosistem esensial di Wilayah Jawa. bimbingan teknis. Perairan dan Ekosistem Esensial mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. standar. kawasan konservasi laut dan ekosistem esensial di Wilayah Sumatera. bimbingan teknis.83 Pasal 313 Subdirektorat Konservasi Lahan Basah. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan kawasan konservasi lahan basah. dan kriteria di bidang pengelolaan kawasan konservasi lahan basah. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengelolaan kawasan konservasi lahan basah. penyiapan bahan penyusunan norma. Perairan dan Ekosistem Esensial menyelenggarakan fungsi: a. Kalimantan dan Sulawesi. Maluku dan Papua. (2) Seksi Konservasi Lahan Basah. evaluasi bimbingan teknis di bidang penyusunan rencana pengelolaan kawasan konservasi lahan basah. prosedur. Perairan dan Ekosistem Esensial Wilayah I. kawasan konservasi perairan serta ekosistem esensial. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengelolaan kawasan konservasi lahan basah. b. Perairan dan Ekosistem Esensial terdiri atas: a. kawasan konservasi perairan serta ekosistem esensial. Bali. bimbingan teknis. Perairan dan Ekosistem Esensial Wilayah II mempunyai tugas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan. kawasan konservasi perairan serta ekosistem esensial. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan kawasan konservasi lahan basah. Pasal 316 (1) Seksi Konservasi Lahan Basah. evaluasi bimbingan teknis di bidang penyusunan rencana pengelolaan kawasan konservasi lahan basah. kawasan konservasi perairan serta ekosistem esensial. Pasal 314 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 313. kawasan konservasi perairan serta ekosistem esensial. Nusa Tenggara. c. . Perairan dan Ekosistem Esensial Wilayah II. pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Konservasi Lahan Basah. Pasal 315 Subdirektorat Konservasi Lahan Basah.dan d. Perairan dan Ekosistem Esensial Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan. Seksi Konservasi Lahan Basah. Seksi Konservasi Lahan Basah.dan b.

Seksi Bina Daerah Penyangga Kawasan Pelestarian Alam dan Taman Buru. b. dan kriteria di bidang pembinaan masyarakat tradisional/lokal dan daerah penyangga di sekitar kawasan pelestarian alam. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pembinaan masyarakat tradisional/lokal dan daerah penyangga di sekitar kawasan pelestarian alam. kawasan suaka alam dan taman buru. penyiapan bahan penyusunan norma. bimbingan teknis. c. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pembinaan masyarakat tradisional/lokal dan daerah penyangga di sekitar kawasan pelestarian alam. kawasan suaka alam dan taman buru. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pembinaan masyarakat tradisional/lokal dan daerah penyangga di sekitar kawasan pelestarian alam. pelaksanaan kebijakan. Pasal 319 Subdirektorat Bina Daerah Penyangga terdiri atas: a. kawasan suaka alam dan taman buru. standar. pelaksanaan kebijakan. Pasal 318 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 317. b. kawasan suaka alam dan taman buru. pelaksanaan kebijakan. .dan d. prosedur. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pembinaan masyarakat tradisional/lokal dan daerah penyangga di kawasan pelestarian alam dan taman buru. Pasal 320 (1) Seksi Bina Daerah Penyangga Kawasan Pelestarian Alam dan Taman Buru mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. kawasan suaka alam dan taman buru.84 Pasal 317 Subdirektorat Bina Daerah Penyangga mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pembinaan masyarakat tradisional/lokal dan daerah penyangga di sekitar kawasan pelestarian alam. (2) Seksi Bina Daerah Penyangga Kawasan Suaka Alam mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Bina Daerah Penyangga Kawasan Suaka Alam. Subdirektorat Bina Daerah Penyangga menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pembinaan masyarakat tradisional/lokal dan daerah penyangga di kawasan suaka alam.

dan pelaporan Direktorat. standar. serta tertib peredaran tumbuhan dan satwa liar di bidang konservasi keanekaragaman hayati. pelaksanaan kebijakan di bidang program dan peningkatan pelaksanaan konvensi. pengembangan lembaga konservasi dan perburuan. pelaksanaan kebijakan. serta tertib peredaran tumbuhan dan satwa liar di bidang konservasi keanekaragaman hayati. d. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang program dan peningkatan pelaksanaan konvensi. kepegawaian. c. penangkaran jenis tumbuhan dan satwa liar. pengawetan dan pemanfaatan jenis. serta tertib peredaran tumbuhan dan satwa liar di bidang konservasi keanekaragaman hayati. pengembangan lembaga konservasi dan perburuan. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang konservasi keanekaragaman hayati.85 Pasal 321 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. serta tertib peredaran tumbuhan dan satwa liar di bidang konservasi keanekaragaman hayati. penyiapan penyusunan norma. b. dan kriteria di bidang program dan peningkatan pelaksanaan konvensi. Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati menyelenggarakan fungsi: a. pengembangan lembaga konservasi dan perburuan. penangkaran jenis tumbuhan dan satwa liar.dan e. pengembangan lembaga konservasi dan perburuan. kerumahtanggaan. pengawetan dan pemanfaatan jenis. penangkaran jenis tumbuhan dan satwa liar. pengawetan dan pemanfaatan jenis. . penyiapan perumusan kebijakan di bidang program dan peningkatan pelaksanaan konvensi. pengawetan dan pemanfaatan jenis. Pasal 323 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 322. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. keuangan. prosedur. Bagian Ketujuh Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati Pasal 322 Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Kawasan Suaka Alam dan Hutan Lindung. penangkaran jenis tumbuhan dan satwa liar.

Seksi Program. Pasal 325 Subdirektorat Program dan Konvensi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. e. Subdirektorat Program dan Konvensi menyelenggarakan fungsi: a. c. Subdirektorat Pengawetan dan Pemanfaatan Jenis. dan kriteria di bidang program serta konvensi dan kerja sama internasional dalam konservasi keanekaragaman hayati. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang program serta konvensi dan kerja sama internasional dalam konservasi keanekaragaman hayati. b. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang program serta konvensi dan kerja sama internasional dalam konservasi keanekaragaman hayati.dan f. Subdirektorat Tertib Peredaran. Pasal 326 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 325.dan b. Subbagian Tata Usaha. Seksi Konvensi. pelaksanaan kebijakan. standar. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang program serta konvensi dan kerja sama internasional dalam konservasi keanekaragaman hayati.dan d. prosedur. Pasal 327 Subdirektorat Program dan Konvensi terdiri atas: a. . b. c.86 Pasal 324 Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang program serta konvensi dan kerja sama internasional dalam konservasi keanekaragaman hayati. Subdirektorat Penangkaran Jenis. Subdirektorat Program dan Konvensi. Subdirektorat Lembaga Konservasi dan Perburuan. bimbingan teknis. d.

dan kriteria di bidang pengawetan dan pemanfaatan jenis. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang konvensi dan kerja sama internasional dalam konservasi keanekaragaman hayati. c. Seksi Pembinaan Populasi dan Habitat. b. b. pelaksanaan kebijakan. Seksi Pengembangan Sumber Daya Genetik. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengawetan dan pemanfaatan jenis. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang program dan rencana konservasi keanekaragaman hayati. Pasal 331 Subdirektorat Pengawetan dan Pemanfaatan Jenis terdiri atas: a. standar. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengawetan dan pemanfaatan jenis. (2) Seksi Konvensi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengawetan dan pemanfaatan jenis. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengawetan dan pemanfaatan jenis. . Pasal 330 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 329.dan d. pelaksanaan kebijakan. prosedur. bimbingan teknis.87 Pasal 328 (1) Seksi Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Subdirektorat Pengawetan dan Pemanfaatan Jenis menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 329 Subdirektorat Pengawetan dan Pemanfaatan Jenis mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan.

Pasal 333 Subdirektorat Penangkaran Jenis mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. pelaksanaan kebijakan.88 Pasal 332 (1) Seksi Pembinaan Populasi dan Habitat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.dan d. Subdirektorat Penangkaran Jenis menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Penangkaran Avertebrata dan Tumbuhan Liar. pelaksanaan kebijakan. Pasal 335 Subdirektorat Penangkaran Jenis terdiri atas: a. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penangkaran jenis tumbuhan dan satwa liar. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengembangan penangkaran jenis tumbuhan dan satwa liar. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang produktivitas dan kemurnian hasil pengembangan penangkaran vertebrata.dan b. prosedur. dan kriteria di bidang pengembangan penangkaran jenis tumbuhan dan satwa liar. standar. Pasal 336 (1) Seksi Penangkaran Vertebrata mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pengawetan. . pemulihan. c. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan penangkaran jenis tumbuhan dan satwa liar. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang program. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengembangan penangkaran jenis tumbuhan dan satwa liar. pengawetan. bimbingan teknis. b. pelaksanaan kebijakan. Seksi Penangkaran Vertebrata. penyelamatan serta pengembangan Sumber Daya genetik. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang program pemulihan. penyelamatan serta pengembangan populasi dan habitat. Pasal 334 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 333. (2) Seksi Pengembangan Sumber Daya Genetik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.

dan b. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengembangan lembaga konservasi dan perburuan. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pembinaan dan pengembangan satwa di lembaga konservasi. bimbingan teknis. . penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengembangan satwa buru di taman buru. pelaksanaan kebijakan. Pasal 337 Subdirektorat Lembaga Konservasi dan Perburuan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 339 Subdirektorat Lembaga Konservasi dan Perburuan terdiri atas: a. Subdirektorat Lembaga Konservasi dan Perburuan menyelenggarakan fungsi: a. kebun buru dan areal buru. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang produktivitas dan kemurnian hasil pengembangan penangkaran avertebrata dan tumbuhan liar. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengembangan lembaga konservasi dan perburuan. pelaksanaan kebijakan. prosedur.dan d. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan lembaga konservasi dan perburuan.89 (2) Seksi Penangkaran Avertebrata dan Tumbuhan Liar mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengembangan lembaga konservasi dan perburuan. Pasal 340 (1) Seksi Lembaga Konservasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. (2) Seksi Perburuan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. c. dan kriteria di bidang pengembangan lembaga konservasi dan perburuan. Seksi Perburuan. Seksi Lembaga Konservasi. Pasal 338 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 337. pelaksanaan kebijakan.

penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang tertib peredaran. pelaksanaan kebijakan. Pasal 342 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 341. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang tertib peredaran pemanfaatan tumbuhan dan satwa liar. Seksi Peredaran Dalam Negeri. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang tertib peredaran. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang tertib peredaran pemanfaatan tumbuhan dan satwa liar. prosedur. (2) Seksi Peredaran Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. . dan kriteria di bidang tertib peredaran pemanfaatan tumbuhan dan satwa liar. Pasal 344 (1) Seksi Peredaran Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. intelijen dan analisis pasar pemanfaatan tumbuhan dan satwa liar di luar negeri. pelaksanaan kebijakan. Seksi Peredaran Luar Negeri. c. intelijen dan analisis pasar pemanfaatan tumbuhan dan satwa liar di dalam negeri. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang tertib peredaran pemanfaatan tumbuhan dan satwa liar. Pasal 343 Subdirektorat Tertib Peredaran terdiri atas: a.dan d. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang tertib peredaran pemanfaatan tumbuhan dan satwa liar. bimbingan teknis. b. Subdirektorat Tertib Peredaran menyelenggarakan fungsi: a.90 Pasal 341 Subdirektorat Tertib Peredaran mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma.dan b. standar. pelaksanaan kebijakan.

kerumahtanggaan. c. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Program dan Konvensi. dan kriteria di bidang program pengembangan dan pemanfaatan wisata alam dan jasa lingkungan.dan e. prosedur. penyiapan perumusan kebijakan di bidang program pengembangan dan pemanfaatan wisata alam dan jasa lingkungan. b. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemanfaatan jasa lingkungan kawasan konservasi dan hutan lindung. keuangan. bina cinta alam serta promosi dan pemasaran konservasi alam. dan pelaporan Direktorat. Bagian Kedelapan Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kawasan Konservasi dan Hutan Lindung Pasal 346 Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kawasan Konservasi dan Hutan Lindung mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. bina cinta alam serta promosi dan pemasaran konservasi alam.91 Pasal 345 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. Pasal 348 Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kawasan Konservasi dan Hutan Lindung terdiri atas: . penyiapan penyusunan norma. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. bina cinta alam serta promosi dan pemasaran konservasi alam. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang program pengembangan dan pemanfaatan wisata alam dan jasa lingkungan. pelaksanaan kebijakan. bimbingan teknis. standar. Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kawasan Konservasi dan Hutan Lindung menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 347 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Pasal 346. bina cinta alam serta promosi dan pemasaran konservasi alam. pelaksanaan kebijakan di bidang program pengembangan dan pemanfaatan wisata alam dan jasa lingkungan. kepegawaian. d.

Subdirektorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan.dan b. wisata alam. promosi dan pemasaran konservasi alam. prosedur. bina cinta alam. promosi dan pemasaran konservasi alam. b. promosi dan pemasaran konservasi alam.dan f. b. bimbingan teknis. Subbagian Tata Usaha. standar. Subdirektorat Pemanfaatan Wisata Alam. promosi dan pemasaran konservasi alam. Subdirektorat Bina Cinta Alam. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang program dan evaluasi pemanfaatan jasa lingkungan. Pasal 351 Subdirektorat Program dan Evaluasi Pemanfaatan Jasa Lingkungan terdiri atas: a. e. Subdirektorat Promosi dan pemasaran Konservasi Alam.92 a. bina cinta alam. bina cinta alam. Subdirektorat Program dan Evaluasi Pemanfaatan Jasa Lingkungan. Seksi Evaluasi. bina cinta alam. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang program dan evaluasi pemanfaatan jasa lingkungan. bina cinta alam. Pasal 350 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 349. d. Pasal 349 Subdirektorat Program dan Evaluasi Pemanfaatan Jasa Lingkungan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Subdirektorat Program dan Evaluasi Pemanfaatan Jasa Lingkungan menyelenggarakan fungsi: a. wisata alam. wisata alam. .dan d. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang tertib program dan evaluasi pemanfaatan jasa lingkungan. dan kriteria di bidang program dan evaluasi pemanfaatan jasa lingkungan. wisata alam. Seksi Program. wisata alam. promosi dan pemasaran konservasi alam. c. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. c. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang program dan evaluasi pemanfaatan jasa lingkungan.

penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang program dan rencana pemanfaatan jasa lingkungan.93 Pasal 352 (1) Seksi Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 353 Subdirektorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Pasal 355 Subdirektorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan terdiri atas: a.dan d. Seksi Pemanfaatan Jasa Lingkungan Taman Nasional. Subdirektorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan menyelenggarakan fungsi: a. . dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang promosi dan investasi pemanfaatan jasa lingkungan di kawasan konservasi dan hutan lindung. standar. prosedur. bina cinta alam. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemanfaatan jasa lingkungan di kawasan konservasi dan hutan lindung. promosi dan pemasaran konservasi alam. pelaksanaan kebijakan. b. wisata alam. Pasal 354 Dalam melakukan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 353. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang evaluasi program dan rencana pemanfaatan jasa lingkungan. bina cinta alam.dan b. wisata alam. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pemanfaatan jasa lingkungan di kawasan konservasi dan hutan lindung. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pemanfaatan jasa lingkungan di kawasan konservasi dan hutan lindung. bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan norma. dan kriteria di bidang pemanfaatan jasa lingkungan di kawasan konservasi dan hutan lindung. promosi dan pemasaran konservasi alam. pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. Seksi Pemanfaatan Jasa Lingkungan Non Taman Nasional dan Hutan Lindung. c.

b. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang investasi pemanfaatan wisata alam di kawasan konservasi dan hutan lindung. Seksi Pemanfaatan Wisata Alam Non Taman Nasional dan Hutan Lindung. Seksi Pemanfaatan Wisata Alam Taman Nasional. Pasal 358 Dalam melakukan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 357. prosedur. Pasal 360 (1) Seksi Pemanfaatan Wisata Alam Taman Nasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pemanfaatan wisata alam. dan kriteria di bidang pemanfaatan wisata alam.94 Pasal 356 (1) Seksi Pemanfaatan Jasa Lingkungan Taman Nasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 359 Subdirektorat Pemanfaatan Wisata Alam terdiri atas: a.dan b. Subdirektorat Pemanfaatan Wisata Alam menyelenggarakan fungsi: a. standar. Pasal 357 Subdirektorat Pemanfaatan Wisata Alam mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bimbingan teknis. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang investasi wisata alam di Taman Nasional. penyiapan bahan penyusunan norma. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang promosi dan investasi pemanfaatan jasa lingkungan di kawasan konservasi non taman nasional dan hutan lindung. . c.dan d. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pemanfaatan wisata alam. (2) Seksi Pemanfaatan Jasa Lingkungan Non Taman Nasional dan Hutan Lindung mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemanfaatan wisata alam. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang promosi dan investasi pemanfaatan jasa lingkungan di taman nasional. pelaksanaan kebijakan.

Seksi Pengembangan Bina Cinta Alam. Pasal 362 Dalam melakukan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 361. penyiapan bahan penyusunan norma.dan b. evaluasi bimbingan teknis di bidang investasi wisata alam di kawasan konservasi non taman nasional dan hutan lindung. penyajian informasi. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang bina cinta alam. Pasal 361 Subdirektorat Bina Cinta Alam mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. b. standar. serta penyadaran konservasi alam. . penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pemantauan. Pasal 364 (1) Seksi Pengembangan Bina Cinta Alam mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. cinta alam dan bina cinta alam. dan kriteria di bidang bina cinta alam.95 (2) Seksi Pemanfaatan Wisata Alam Non Taman Nasional dan Hutan Lindung mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan. Subdirektorat Bina Cinta Alam menyelenggarakan fungsi: a. bimbingan teknis. prosedur. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang bina cinta alam. Seksi Pemantauan dan Informasi Bina Cinta Alam.dan d. (2) Seksi Pemantauan dan Informasi Bina Cinta Alam mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 363 Subdirektorat Bina Cinta Alam terdiri atas: a. bimbingan teknis. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang bina cinta alam. c. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang bina cinta alam dan pemberdayaan mitra bina cinta alam. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang bina cinta alam. pelaksanaan kebijakan.

dan d. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang Promosi dan Pemasaran Konservasi Alam. c. Pasal 366 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 365. pelaksanaan kebijakan. prosedur. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pelaksanaan publikasi dan perawatan jaringan lingkup Direktorat Jenderal. (2) Seksi Publikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang Promosi dan Pemasaran Konservasi Alam. Subdirektorat Promosi dan Pemasaran Konservasi Alam menyelenggarakan fungsi: a. bimbingan teknis. dan kriteria di bidang Promosi dan Pemasaran Konservasi Alam. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang Promosi dan Pemasaran Konservasi Alam. Seksi Publikasi. Pasal 367 Subdirektorat Promosi dan Pemasaran Konservasi Alam terdiri atas: a. Seksi Data dan Informasi. Pasal 368 (1) Seksi Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyusunan data dan informasi dalam rangka promosi dan pemasaran konservasi alam. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang Promosi dan Pemasaran Konservasi Alam. .dan b. b.96 Pasal 365 Subdirektorat Promosi dan Pemasaran Konservasi Alam mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. standar.

Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Program dan Evaluasi Pemanfaatan Jasa Lingkungan. . Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. b. dan pelaporan Direktorat. kepegawaian. kerumahtanggaan. keuangan.97 Pasal 369 a.

perumusan kebijakan di bidang pengelolaan daerah aliran sungai dan perhutanan sosial sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Direktorat Jenderal Bina Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial menyelenggarakan fungsi: a. c. Pasal 371 Direktorat Jenderal Bina Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan serta standardisasi teknis di bidang pengelolaan daerah aliran sungai dan perhutanan sosial sesuai dengan peraturan perundang-undangan. b. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Bina Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial. pelaksanaan kebijakan di bidang pengelolaan daerah aliran sungai dan perhutanan sosial sesuai dengan peraturan perundang-undangan. .dan e. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengelolaan daerah aliran sungai dan perhutanan sosial sesuai dengan peraturan perundang-undangan. (2) Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial dipimpin oleh Direktur Jenderal. penyusunan norma. Pasal 372 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 371. dan kriteria di bidang pengelolaan daerah aliran sungai dan perhutanan sosial sesuai dengan peraturan perundang-undangan. prosedur.98 BAB VI DIREKTORAT JENDERAL BINA PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI DAN PERHUTANAN SOSIAL Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 370 (1) Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial adalah unsur pelaksana yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kehutanan. d. standar.

koordinasi dan penyiapan telaahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. Sekretariat Direktorat Jenderal. kerja sama teknik. koordinasi dan pelaksanaan tata usaha. organisasi dan tata laksana di bidang pengelolaan daerah aliran sungai dan perhutanan sosial. Direktorat Bina Perhutanan Sosial. koordinasi dan penyusunan rencana. b. koordinasi dan pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi di bidang pengelolaan daerah aliran sungai dan perhutanan sosial. koordinasi dan pelaksanaan urusan kepegawaian. b. program. Pasal 375 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 374. d. evaluasi dan pelaporan di bidang pengelolaan daerah aliran sungai dan perhutanan sosial. d. Direktorat Bina Rehabilitasi Hutan dan Lahan.dan e. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 374 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unit organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Direktorat Bina Perbenihan Tanaman Hutan. c. Direktorat Perencanaan dan Evaluasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai.dan e. . Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. c. perlengkapan dan administrasi keuangan Direktorat Jenderal.99 Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 373 Direktorat Jenderal Bina Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial terdiri atas: a. pemberian pertimbangan dan bantuan hukum di bidang pengelolaan daerah aliran sungai dan perhutanan sosial.

penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan statistik dan kehumasan. . b. informasi dan statistik serta pelaksanaan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. Pasal 380 (1) Subbagian Program dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program kerja dan anggaran. Pasal 379 Bagian Program dan Evaluasi terdiri atas: a. Subbagian Data dan Informasi. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan program dan anggaran. penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan rencana dan program. Organisasi dan Tata Laksana. Bagian Program dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a.dan d. Bagian Program dan Evaluasi. penyiapan bahan koordinasi dan pengumpulan data serta penyajian informasi c. penyusunan statistik. Pasal 377 Bagian Program dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi penyusunan dan pelaksanaan rencana.dan c. pengolahan data dan penyajian informasi. Bagian Kepegawaian. Bagian Hukum dan Kerja Sama Teknik. serta kehumasan. Subbagian Program Anggaran. Bagian Keuangan dan Umum. c. b. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. Pasal 378 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 377. b.dan d.100 Pasal 376 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. data. (2) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan pengumpulan. program dan anggaran.

c. Pasal 383 Bagian Kepegawaian. dan evaluasi kinerja organisasi. Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepegawaian. serta penyiapan bahan penyusunan organisasi dan ketatalaksanaan. serta penyusunan tata hubungan kerja. fungsi. Pasal 382 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 381. (3) Subbagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis jabatan. Subbagian Administrasi Kepegawaian. pedoman dan prosedur kerja dan pembakuan prasarana dan sarana kerja. Organisasi dan Tata Laksana terdiri atas: a. Subbagian Organisasi dan Tata Laksana. dan administrasi kepegawaian. b. kearsipan dan pengelolaan urusan keuangan. Pasal 384 (1) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana formasi pegawai. perlengkapan. (2) Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan pendidikan. Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional. perumusan tugas. pengembangan pegawai dan administrasi jabatan fungsional. pendisiplinan dan penghargaan pegawai serta administrasi jabatan fungsional. Bagian Kepegawaian. pelaksanaan urusan administrasi kepegawaian. Pasal 385 Bagian Keuangan dan Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan. rumah tangga. Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. tata kerja. penyiapan bahan penyusunan organisasi dan ketatalaksanaan.dan c. pelatihan. b. . pelaksanaan urusan pengembangan karier pegawai dan administrasi jabatan fungsional. Pasal 381 Bagian Kepegawaian.101 (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi kinerja dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. susunan organisasi.

penyiapan bahan peraturan perundang-undangan. b. Pasal 388 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. b. penyiapan bahan perbendaharaan. (2) Subbagian Administrasi Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan tata laksana keuangan. Bagian Hukum dan Kerja Sama Teknik menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rencana anggaran gaji dan penggajian. Subbagian Tata Usaha. penyiapan bahan pertimbangan dan bantuan hukum.dan c.102 Pasal 386 Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 385 Bagian Keuangan dan Umum menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Administrasi Keuangan. pelaksanaan urusan tata usaha. pelaksanaan urusan administrasi keuangan. penelaahan permasalahan. penyelesaian tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. pelaksanaan urusan perlengkapan. kearsipan dan pembinaan tata persuratan. (3) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan urusan rumah tangga dan pengelolaan barang milik negara. Pasal 387 Bagian Keuangan dan Umum terdiri atas: a. b. serta penyiapan bahan administrasi kerja sama teknik dalam negeri dan luar negeri. Pasal 389 Bagian Hukum dan Kerja Sama Teknik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. pelaporan keuangan. . Pasal 390 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 389. verifikasi. Subbagian Perlengkapan. penyiapan bahan administrasi kerja sama teknik dalam negeri dan luar negeri. bantuan hukum.dan c. pertimbangan.dan c. pembinaan kebendaharaan petugas SAI dan petugas SIMAK-BMN. melakukan akuntansi keuangan dan barang milik negara.

pelaksanaan kebijakan di bidang perencanaan pembinaan kelembagaan. pembinaan teknis dan evaluasi pengelolaan daerah aliran sungai. pembinaan teknis dan evaluasi pengelolaan daerah aliran sungai. prosedur. penyiapan penyusunan norma. Subbagian Pertimbangan dan Bantuan Hukum. standar. . Subbagian Peraturan Perundang-undangan. Pasal 394 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 393. penyiapan perumusan kebijakan di bidang perencanaan pembinaan kelembagaan.103 Pasal 391 Bagian Hukum dan Kerja Sama Teknik terdiri atas: a. pelaksanaan kebijakan. b. (2) Subbagian Pertimbangan dan Bantuan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. penelaahan dan penanganan permasalahan. Pasal 392 (1) Subbagian Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rancangan dan penelahaan peraturan perundangundangan. Bagian Empat Direktorat Perencanaan dan Evaluasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Pasal 393 Direktorat Perencanaan dan Evaluasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan.dan c. pembinaan teknis dan evaluasi pengelolaan daerah aliran sungai. dan bantuan permasalahan hukum. Subbagian Kerja Sama Teknik. bimbingan teknis. Direktorat Perencanaan dan Evaluasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai menyelenggarakan fungsi: a. (3) Subbagian Kerja Sama Teknik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan koordinasi administrasi kerja sama teknik dalam negeri dan luar negeri. c. b. evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perencanaan dan evaluasi pengelolaan daerah aliran sungai. pertimbangan. dan kriteria di bidang perencanaan pembinaan kelembagaan.

prosedur. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang perencanaan pengelolaan daerah aliran sungai.dan e. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Subdirektorat Pemolaan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai.104 d. . Pasal 395 Direktorat Perencanaan dan Evaluasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai terdiri atas: a. Pasal 398 Sudirektorat Pemolaan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai terdiri atas: a. Pasal 396 Subdirektorat Pemolaan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang perencanaan pengelolaan daerah aliran sungai. Seksi Data dan Informasi. Subdirektorat Pemolaan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 397 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 396. Subbagian Tata Usaha. Seksi Perencanaan. b. Subdirektorat Teknik Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. d. evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perencanaan pengelolaan daerah aliran sungai. Subdirektorat Evaluasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perencanaan pembinaan kelembagaan. b. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perencanaan pengelolaan daerah aliran sungai. standar. pelaksanaan kebijakan.dan d. Subdirektorat Kelembagaan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai.dan e. penyiapan bahan penyusunan norma. c. pembinaan teknis dan evaluasi pengelolaan daerah aliran sungai.dan b. dan kriteria di bidang perencanaan pengelolaan daerah aliran sungai. c. bimbingan teknis.

Seksi Pengembangan Kelembagaan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. c. standar. b. penyiapan bahan penyusunan norma. pelaksanaan kebijakan. bimbingan teknis. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang kelembagaan pengelolaan daerah aliran sungai. Seksi Identiifikasi Kelembagaan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyusunan data dasar dan informasi pengelolaan daerah aliran sungai.dan d. Pasal 401 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 400. . penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang kelembagaan pengelolaan daerah aliran sungai. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyusunan perencanaan pengelolaan daerah aliran sungai. Pasal 402 Sudirektorat Kelembagaan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai terdiri atas: a. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang kelembagaan pengelolaan daerah aliran sungai.evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pembinaan kelembagaan pengelolaan daerah aliran sungai. prosedur. Subdirektorat Kelembagaan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 400 Subdirektorat Kelembagaan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. (2) Seksi Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan kriteria di bidang kelembagaan pengelolaan daerah aliran sungai.105 Pasal 399 (1) Seksi Perencanaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.dan b. pelaksanaan kebijakan.

penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang Teknik pelaksanaan dan kebijakan pengelolaan daerah aliran sungai. . dan kriteria di bidang pembinaan kebijakan dan pelaksanaan pengelolaan daerah aliran sungai. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pembinaan pengelolaan daerah aliran sungai. (2) Seksi Pengembangan Kelembagaan Pengelolaan DAS mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.dan d. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang Pengembangan kelembagaan pengelolaan daerah aliran sungai. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang Teknik pelaksanaan dan kebijakan pengelolaan daerah aliran sungai. pelaksanaan kebijakan. Pasal 404 Subdirektorat Teknik Pengelolaan Daerah Aliran Sungai mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Subdirektorat Teknik Pengelolaan Daerah Aliran Sungai menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan bahan penyusunan norma. bimbingan teknis. Pasal 406 Sudirektorat Teknik Pengelolaan Daerah Aliran Sungai terdiri atas: a. Seksi Pengembangan Teknik Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. Pasal 405 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 404. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang Identiifikasi kelembagaan pengelolaan daerah aliran sungai. pelaksanaan kebijakan.dan b. prosedur. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pembinaan kebijakan dan pelaksanaan pengelolaan daerah aliran sungai. standar. c. Seksi Identifikasi Teknik Pengelolaan Daerah Aliran Sungai.106 Pasal 403 (1) Seksi Identifikasi Kelembagaan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan.

pelaksanaan kebijakan. Pasal 408 Subdirektorat Evaluasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pemantauan dan evaluasi biofisik.107 Pasal 407 (1) Seksi Identifikasi Teknik Pengelolaan Daerah Aliran Sungai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. bimbingan teknis. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemantauan dan evaluasi biofisik. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengembangan Teknik pengelolaan daerah aliran sungai. dan kelembagaan pengelolaan daerah aliran sungai. dan kriteria di bidang pemantauan dan evaluasi biofisik. Subdirektorat Evaluasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai menyelenggarakan fungsi: a. dan kelembagaan pengelolaan daerah aliran sungai. penyiapan bahan penyusunan norma. . ekonomi. ekonomi. sosial. dan kelembagaan pengelolaan daerah aliran sungai. Pasal 409 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 408. sosial. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pemantauan dan evaluasi biofisik. pelaksanaan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang monitoring dan evaluasi pengelolaan daerah aliran sungai. Seksi Evaluasi Sosial. Ekonomi. pelaksanaan kebijakan. ekonomi.dan d. sosial. Seksi Evaluasi Biofisik. c. sosial.dan b. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang Identifikasi Teknik pengelolaan daerah aliran sungai. dan kelembagaan pengelolaan daerah aliran sungai. ekonomi. Pasal 410 Subdirektorat Evaluasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai terdiri atas: a. standar. b. (2) Seksi Pengembangan Teknik Pengelolaan Daerah Aliran Sungai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan Kelembagaan. prosedur.

pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang evaluasi sosial. rehabilitasi hutan mangrove. rehabilitasi hutan mangrove. Pasal 412 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. . (2) Seksi Evaluasi Sosial. pelaksanaan kebijakan. rawa dan gambut. ekonomi. c. Pasal 414 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 413. rawa dan gambut. Ekonomi. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang rehabilitasi hutan dan lahan. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional di bina oleh Kepala Subdirektorat Pemolaan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. hutan pantai. dan kerumahtanggaan serta pelaporan Direktorat.108 Pasal 411 (1) Seksi Evaluasi Biofisik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan kriteria di bidang pemolaan rehabilitasi hutan dan lahan. prosedur. dan reklamasi hutan. erosi dan sedimentasi serta tata air daerah aliran sungai. rehabilitasi hutan mangrove. penyiapan penyusunan norma. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang evaluasi penggunaan lahan. dan kelembagaan. dan reklamasi hutan. hutan pantai. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pemolaan rehabilitasi hutan dan lahan. keuangan. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pemolaan rehabilitasi hutan dan lahan. b. dan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. rawa dan gambut. dan reklamasi hutan. Bagian Lima Direktorat Bina Rehabilitasi Hutan dan Lahan Pasal 413 Direktorat Bina Rehabilitasi Hutan dan Lahan mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. standar. Direktorat Bina Rehabilitasi Hutan dan Lahan menyelenggarakan fungsi: a. kepegawaian. hutan pantai.

Rawa dan Gambut. Subdirektorat Pemolaan Rehabilitasi Hutan dan Lahan. c. standar. c. b. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Rehabilitasi Lahan. penyiapan bahan penyusunan norma. Subdirektorat Reklamasi Hutan.109 d. Subdirektorat Rehabilitasi Hutan. Pasal 417 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 416. hutan pantai. Pasal 416 Subdirektorat Pemolaan Rehabilitasi Hutan dan Lahan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. prosedur. b. Pasal 415 Direktorat Bina Rehabilitasi Hutan dan Lahan terdiri atas: a. d.dan f. rawa dan gambut. dan kriteria di bidang perencanaan dan data dan informasi rehabilitasi hutan dan lahan. e. Hutan Pantai. dan reklamasi hutan. Subdirektorat Pemolaan Rehabilitasi Hutan dan Lahan menyelenggarakan fungsi: a. bimbingan teknis. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. rehabilitasi hutan mangrove. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemolaan rehabilitasi hutan dan lahan.evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perencanaan rehabilitasi hutan dan lahan dan data dan informasi.dan d. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perencanaan dan data dan informasi rehabilitasi hutan dan lahan. .dan e. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang perencanaan dan data dan informasi rehabilitasi hutan dan lahan. Subdirektorat Rehabilitasi Hutan Mangrove. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang perencanaan dan data dan informasi rehabilitasi hutan dan lahan. pelaksanaan kebijakan.

penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang Rehabilitasi hutan lindung.110 Pasal 418 Sudirektorat Pemolaan Rehabilitasi Hutan dan Lahan terdiri atas: a. hutan konservasi dan hutan produksi. Pasal 421 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 420. . Subdirektorat Rehabilitasi Hutan menyelenggarakan fungsi: a. standar. Seksi Perencanaan Rehabilitasi Hutan dan Lahan. hutan konservasi dan hutan produksi. b.dan b. (2) Seksi Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 419 (1) Seksi Perencanaan Rehabilitasi Hutan dan Lahan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. hutan konservasi dan hutan produksi. melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. hutan konservasi dan hutan produksi.dan d. Pasal 420 Subdirektorat Rehabilitasi Hutan mempunyai tugas. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang Rehabilitasi hutan lindung. dan kriteria di bidang Rehabilitasi hutan lindung. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyusunan perencanaan Rehabilitasi Hutan dan Lahan. Seksi Data dan Informasi. prosedur. c. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang Rehabilitasi hutan lindung. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang evaluasi Rehabilitasi Hutan dan Lahan. hutan konservasi dan hutan produksi. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang Rehabilitasi hutan lindung. bimbingan teknis. pelaksanaan kebijakan.

(2) Seksi Rehabilitasi Hutan Produksi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. hutan kota dan penghijauan lingkungan. Pasal 423 (1) Seksi Rehabilitasi Hutan Lindung dan Hutan Konservasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Rehabilitasi Hutan Produksi. hutan kota dan penghijauan lingkungan. pelaksanaan kebijakan.dan d. Pasal 425 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 424. dan dan c. standar. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pelaksanaan pembangunan dan pengembangan Rehabilitasi Hutan Lindung dan Hutan Konservasi. hutan kota dan penghijauan lingkungan. b. . pelaksanaan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang Rehabilitasi Lahan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pembangunan pengembangan hutan rakyat. Subdirektorat Rehabilitasi Lahan menyelenggarakan fungsi: a. prosedur. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pembangunan dan pengembangan hutan rakyat. hutan kota dan penghijauan lingkungan. dan kriteria di bidang pembangunan dan pengembangan hutan rakyat. pelaksanaan kebijakan.111 Pasal 422 Sudirektorat Rehabilitasi Hutan terdiri atas: a. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pembangunan pengembangan hutan rakyat.dan b. bimbingan teknis. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pelaksanaan pembangunan dan pengembangan Rehabilitasi Hutan Produksi. Seksi Rehabilitasi Hutan Lindung dan Hutan Konservasi. Pasal 424 Subdirektorat Rehabilitasi Lahan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma.

.dan b. b. Hutan Pantai. pelaksanaan kebijakan. c.dan d. hutan pantai. Seksi Hutan Kota dan Penghijauan Lingkungan. hutan pantai. Pasal 428 Subdirektorat Rehabilitasi Hutan Mangrove.112 Pasal 426 Sudirektorat Rehabilitasi Lahan terdiri atas: a. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang rehabilitasi hutan mangrove. Pasal 427 (1) Seksi Hutan Rakyat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Subdirektorat Rehabilitasi Hutan Mangrove. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pelaksanaan pembangunan dan pengembangan hutan kota dan Penghijauan Lingkungan. (2) Seksi Hutan Kota dan Penghijauan Lingkungan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang rehabilitasi hutan mangrove. Hutan Pantai. Rawa dan Gambut mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. di bidang rehabilitasi hutan mangrove. rawa dan gambut. penyiapan bahan penyusunan norma. rawa dan gambut di dalam kawasan dan di luar kawasan. Pasal 429 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 428. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang Hutan Rakyat. hutan pantai. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis. rawa dan gambut di dalam kawasan dan di luar kawasan. prosedur. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang rehabilitasi hutan mangrove. Seksi Hutan Rakyat. rawa dan gambut di dalam kawasan dan di luar kawasan. pelaksanaan kebijakan. bimbingan teknis. Rawa dan Gambut menyelenggarakan fungsi: a. standar. pelaksanaan kebijakan. rawa dan gambut di dalam kawasan dan di luar kawasan. hutan pantai. hutan pantai. dan kriteria di bidang rehabilitasi hutan mangrove.

pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang rehabilitasi hutan mangrove dan hutan pantai.113 Pasal 430 Sudirektorat Rehabilitasi Hutan Mangrove. pertanian.dan d. Subdirektorat Reklamasi Hutan dan Konservasi Tanah menyelenggarakan fungsi: a. di bidang konservasi tanah dan reklamasi hutan. bimbingan teknis. pemukiman jalan dan reklamasi hutan. pelaksanaan kebijakan. prosedur. penyiapan bahan penyusunan norma. . Seksi Rehabilitasi Rawa dan Gambut. (2) Seksi Rehabilitasi Rawa dan Gambut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pertanian. Rawa dan Gambut terdiri atas: a. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang konservasi tanah di kawasan hutan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang rehabilitasi rawa dan gambut. industri. Pasal 431 (1) Seksi Rehabilitasi Hutan Mangrove dan Hutan Pantai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pemukiman jalan dan reklamasi hutan. industri. pemukiman jalan dan reklamasi hutan. pelaksanaan kebijakan. Pasal 433 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 432. c. pertanian. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang konservasi tanah di kawasan hutan. dan kriteria di bidang konservasi tanah di kawasan hutan. industri. pertanian. pemukiman jalan dan reklamasi hutan. Hutan Pantai.evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis. standar. Pasal 432 Subdirektorat Reklamasi Hutan dan Konservasi Tanah mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. b.dan b. industri. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang konservasi tanah di kawasan hutan. Seksi Rehabilitasi Hutan Mangrove dan Hutan Pantai.

kemitraan. hutan hak. (2) Seksi Reklamasi Hutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Konservasi Tanah. pelaksanaan kebijakan. serta pengembangan usaha perhutanan sosial. di bidang perhutanan sosial. keuangan. aneka usaha kehutanan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang reklamasi hutan. Pasal 438 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 437. Bagian Enam Direktorat Bina Perhutanan Sosial Pasal 437 Direktorat Bina Perhutanan Sosial mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. serta pengembangan usaha perhutanan sosial. hutan desa. kepegawaian.evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang Konservasi Tanah. . kemitraan. Pasal 436 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. Direktorat Bina Perhutanan Sosial menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 435 (1) Seksi Konservasi Tanah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pemolaan perhutanan sosial yang meliputi pengembangan hutan kemasyarakatan. bimbingan teknis. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pemolaan perhutanan sosial yang meliputi pengembangan hutan kemasyarakatan. hutan desa. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Pemolaan Rehabilitasi Hutan dan Lahan.114 Pasal 434 Subdirektorat Reklamasi Hutan dan Konservasi Tanah terdiri atas: a. Seksi Reklamasi Hutan. b. hutan hak.dan b. pelaksanaan kebijakan. aneka usaha kehutanan. dan kerumahtanggaan serta pelaporan Direktorat. pelaksanaan kebijakan.

dan d. standar. Subdirektorat Pemolaan Perhutanan Sosial menyelenggarakan fungsi: a. d. b. Subdirektorat Pengembangan Hutan Desa. kemitraan. hutan desa. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemolaan perhutanan sosial yang meliputi pengembangan hutan kemasyarakatan. aneka usaha kehutanan. Subdirektorat Pengembangan Usaha Perhutanan Sosial. e. Subdirektorat Pengembangan Hutan Hak dan Kemitraan. hutan desa.dan f. penyiapan bahan penyusunan norma. Subdirektorat Pengembangan Hutan Kemasyarakatan.dan e. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang perencanaan dan evaluasi perhutanan sosial. b. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Pasal 439 Direktorat Bina Perhutanan Sosial terdiri atas: a. penyiapan penyusunan norma. c. dan kriteria di bidang pemolaan perhutanan sosial yang meliputi pengembangan hutan kemasyarakatan. serta pengembangan usaha perhutanan sosial. c.115 c. prosedur. Pasal 440 Subdirektorat Pemolaan Perhutanan Sosial mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemolaan perhutanan sosial. Subdirektorat Pemolaan Perhutanan Sosial. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perencanaan dan evaluasi perhutanan sosial. Pasal 441 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 440. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang perencanaan dan evaluasi perhutanan sosial. Subbagian Tata Usaha. pelaksanaan kebijakan. d. aneka usaha kehutanan. hutan hak. serta pengembangan usaha perhutanan sosial. prosedur. bimbingan teknis. hutan hak. . dan kriteria di bidang perencanaan dan evaluasi perhutanan sosial. kemitraan. standar.

prosedur. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang perencanaan perhutanan sosial. Seksi Perencanaan Perhutanan Sosial. (2) Seksi Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 445 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 444. standar. penyiapan bahan kemasyarakatan. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang hutan kemasyarakatan. penyiapan bahan kemasyarakatan. Pasal 443 (1) Seksi Perencanaan Perhutanan Sosial mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.dan b. . Seksi Data dan Informasi. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengembangan hutan kemasyarakatan. Pasal 444 Subdirektorat Pengembangan Hutan Kemasyarakatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang evaluasi perhutanan sosial. Subdirektorat Pengembangan Hutan Kemasyarakatan menyelenggarakan fungsi: a.dan d. dan kriteria di bidang pengembangan hutan kemasyarakatan. b. bimbingan teknis.116 Pasal 442 Sudirektorat Pemolaan Perhutanan Sosial terdiri atas: a. perumusan pelaksanaan kebijakan kebijakan di di bidang bidang pengembangan pengembangan hutan hutan c.

pelaksanaan kebijakan. bimbingan teknis. Seksi Penyiapan Pengembangan Hutan Desa. Seksi Penyiapan Pengembangan Hutan Kemasyarakatan. Seksi Bimbingan Teknis Hutan Desa. prosedur. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengembangan hutan desa. pelaksanaan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengembangan hutan desa. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan hutan desa.117 Pasal 446 Sudirektorat Pengembangan Hutan Kemasyarakatan terdiri dari : a. Pasal 447 (1) Seksi Penyiapan Pengembangan Hutan Kemasyarakatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 449 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 448.dan d. standar. Pasal 450 Subdirektorat pengembangan hutan desa terdiri atas: a. c. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengembangan hutan desa. . Seksi Bimbingan Teknis Hutan Kemasyarakatan. (2) Seksi Bimbingan Teknis Hutan Kemasyarakatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengembangan hutan kemasyarakatan. pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Pengembangan Hutan Desa menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria di bidang pengembangan hutan desa.dan b.dan b. Pasal 448 Subdirektorat Pengembangan Hutan Desa mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang teknis hutan kemasyarakatan. b.

penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan usaha hutan hak dan kemitraan. pelaksanaan kebijakan. Pasal 454 Sudirektorat Pengembangan Hutan Hak dan Kemitraan terdiri atas: a. Pasal 453 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 452.118 Pasal 451 (1) Seksi Penyiapan Pengembangan Desa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. c. melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan.dan d. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang teknis hutan desa. Pasal 452 Subdirektorat Pengembangan Hutan Hak dan Kemitraan mempunyai tugas. Seksi Penyiapan Pengembangan Hutan Hak dan Kemitraan.dan b. bimbingan teknis. standar. dan kriteria di bidang pengembangan usaha hutan hak dan kemitraan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengembangan hutan hak dan kemitraan. . pelaksanaan kebijakan. b. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengembangan hutan desa. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengembangan usaha hutan hak dan kemitraan. Subdirektorat Pengembangan Hutan Hak dan Kemitraan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Bimbingan Teknis Hutan Hak dan Kemitraan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengembangan usaha hutan hak dan kemitraan. (2) Seksi Bimbingan Teknis Kemitraan dan Pengembangan Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. prosedur.

penyiapan bahan penyusunan norma. (2) Seksi Bimbingan Teknis Hutan Hak dan Kemitraan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. c. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengembangan usaha hutan hak dan kemitraan. Seksi Penyiapan Pengembangan Usaha.dan b. standar. b. prosedur. . Pasal 457 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 456. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengembangan usaha perhutanan sosial dan aneka usaha kehutanan. Subdirektorat Pengembangan Usaha Perhutanan Sosial menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 456 Subdirektorat Pengembangan Usaha Perhutanan Sosial mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengembangan usaha perhutanan sosial dan aneka usaha kehutanan. Seksi Bimbingan Teknis Pengembangan Usaha. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengembangan usaha perhutanan sosial dan aneka usaha kehutanan. bimbingan teknis.dan d. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang teknis hutan hak dan kemitraan. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan usaha perhutanan sosial dan aneka usaha kehutanan. pelaksanaan kebijakan. Pasal 458 Subdirektorat Pengembangan Usaha Perhutanan Sosial terdiri atas: a.119 Pasal 455 (1) Seksi Penyiapan Pengembangan Hutan Hak dan Kemitraan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. dan kriteria di bidang pengembangan usaha perhutanan sosial dan aneka usaha kehutanan.

c. b. pengendalian peredaran benih. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengembangan usaha perhutanan sosial dan aneka usaha kehutanan. bimbingan teknis. penyiapan penyusunan norma. keuangan. pelaksanaan kebijakan. dan pengembangan sumber benih dan Sumber Daya genetik. pengembangan usaha perbenihan. pelaksanaan kebijakan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang perencanaan dan pemolaan perbenihan. dan pengembangan sumber benih dan Sumber Daya genetik. Direktorat Bina Perbenihan Tanaman Hutan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 462 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 461. . pelaksanaan kebijakan. standar. dan kegiatan perbenihan tanaman hutan yang berskala nasional. (2) Seksi Bimbingan Teknis Pengembangan Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan kerumahtanggaan serta pelaporan Direktorat. Bagian Tujuh Direktorat Bina Perbenihan Tanaman Hutan Pasal 461 Direktorat Bina Perbenihan Tanaman Hutan mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang perencanaan dan pemolaan perbenihan. kepegawaian.120 Pasal 459 (1) Seksi Penyiapan Pengembangan Usaha mempunyai melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan kriteria di bidang perencanaan dan pemolaan perbenihan. Pasal 460 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. pengendalian peredaran benih. prosedur. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Pemolaan Perhutanan Sosial. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang teknis Usaha Perhutanan Sosial dan Aneka Usaha Kehutanan. pengembangan usaha perbenihan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perbenihan tanaman hutan. pengembangan usaha perbenihan.

Subdirektorat Pemolaan Perbenihan Tanaman Hutan. Subdirektorat Pengembangan Usaha Perbenihan. c. c. Subdirektorat Pemolaan Perbenihan Tanaman Hutan menyelenggarakan fungsi: a. dan pengembangan sumber benih dan Sumber Daya genetik. Subdirektorat Pengendalian Peredaran Benih. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perencanaan dan pemolaan perbenihan. . b.evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perencanaan serta data dan informasi perbenihan tanaman hutan. d. dan kriteria di bidang perencanaan serta data dan informasi perbenihan tanaman hutan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang perencanaan serta data dan informasi perbenihan tanaman hutan. pengembangan usaha perbenihan. Subdirektorat Pengembangan Sumber Benih dan Sumber Daya Genetik. pelaksanaan kebijakan.121 pengendalian peredaran benih. bimbingan teknis. Subbagian Tata Usaha.dan d. prosedur. standar. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perencanaan serta data dan informasi perbenihan tanaman hutan. pengendalian peredaran benih. d. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang perencanaan serta data dan informasi perbenihan tanaman hutan.dan e. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 464 Subdirektorat Pemolaan Perbenihan Tanaman Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan.dan e. Pasal 463 Direktorat Bina Perbenihan Tanaman Hutan terdiri atas: a. Pasal 465 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 464. dan pengembangan sumber benih dan Sumber Daya genetik. b. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat.

pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan penyajian data dan informasi pembangunan. pelaksanaan kebijakan. evaluasi perencanaan pembangunan perbenihan tanaman hutan. rencana strategi. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan usaha dan kelembagaan perbenihan tanaman hutan. prosedur. rencana tahunan. Pasal 469 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 468. sosialisasi dan penyebarluasan informasi perbenihan tanaman hutan. (2) Seksi Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengembangan usaha dan kelembagaan perbenihan tanaman hutan. . b. Pasal 467 (1) Seksi Perencanaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. data dan statistik pembangunan. Seksi Perencanaan.122 Pasal 466 Sudirektorat Pemolaan Perbenihan Tanaman Hutan terdiri atas: a. bimbingan teknis. laporan akuntabilitas kinerja. c.dan d. dan kriteria di bidang pengembangan usaha dan kelembagaan perbenihan tanaman hutan. penyiapan bahan penyusunan norma. rencana kinerja tahunan. Seksi Data dan Informasi. Pasal 468 Subdirektorat Pengembangan Usaha Perbenihan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pelaporan tahunan pembangunan. Subdirektorat Pengembangan Usaha Perbenihan menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan perencanaan pembangunan.evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengembangan usaha perbenihan tanaman hutan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengembangan usaha dan kelembagaan perbenihan tanaman hutan. dan b. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyusunan rencana pembangunan.

prosedur. sertifikasi. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengendalian pengendalian peredaran. dan kriteria di bidang pengendalian peredaran. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang fasilitasi usaha.dan d. dan ekspor-impor benih/bibit. standar. Seksi Bimbingan Kelembagaan. bimbingan teknis. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian peredaran. . penyiapan bahan penyusunan norma. dan ekspor-impor benih/bibit. pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Pengendalian Peredaran Benih menyelenggarakan fungsi: a. sertifikasi. dan ekspor-impor benih/bibit. b. pelaksanaan kebijakan. Pasal 471 (1) Seksi Bimbingan Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.dan b. (2) Seksi Bimbingan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. sertifikasi. dan eksporimpor benih/bibit. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pemberdayaan Sumber Daya manusia dan organisasi pelaksana urusan perbenihan tanaman hutan. dan pengembangan informasi usaha perbenihan tanaman hutan.123 Pasal 470 Sudirektorat Pengembangan Usaha Perbenihan terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengendalian peredaran. sertifikasi. Pasal 473 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 472. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengendalian peredaran benih tanaman hutan. c. Seksi Bimbingan Usaha. pengembangan jejaring kerja. Pasal 472 Subdirektorat Pengendalian Peredaran Benih mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan.

. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis. pengawasan peredaran benih dan bibit. prosedur. b. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan sumber benih dan pengembangan Sumber Daya genetik. Seksi Perumusan Standar Peredaran. c. ekspor-impor benih/bibit. sertifikasi mutu bibit. Seksi Penerapan Standar Peredaran. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengembangan sumber benih dan pengembangan Sumber Daya genetik.124 Pasal 474 Sudirektorat Pengendalian Peredaran Benih terdiri atas: a. di bidang pengembangan sumber benih dan Sumber Daya genetik tanaman hutan. pelaksanaan kebijakan. Pasal 476 Subdirektorat Pengembangan Sumber Benih dan Sumber Daya Genetik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang sertifikasi mutu benih. dan penetapan pengada-pengedar terdaftar. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengembangan sumber benih dan pengembangan Sumber Daya genetik.dan b. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang sertifikasi mutu benih. ekspor-impor benih/bibit. pelaksanaan kebijakan. sertifikasi mutu bibit.dan d. pelaksanaan kebijakan. Pasal 475 (1) Seksi Perumusan Standar Peredaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Subdirektorat Pengembangan Sumber Benih dan Sumber Daya Genetik menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Penerapan Standar Peredaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan penetapan pengada-pengedar terdaftar. tata usaha benih dan bibit. pengawasan peredaran benih dan bibit. standar. tata usaha benih dan bibit. Pasal 477 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 476. dan kriteria di bidang pengembangan sumber benih dan pengembangan Sumber Daya genetik. bimbingan teknis.

penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pembangunan. sertifikasi sumber benih. dan pemantauan benih/varietas unggul. pelaksanaan kebijakan.dan b. Pasal 479 (1) Seksi Pengembangan Sumber Benih mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Pemolaan Perbenihan Tanaman Hutan. pendaftaran areal sumber daya genetik. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penetapan jenis prioritas. dan kerumahtanggaan serta pelaporan Direktorat. pengelolaan. penetapan areal Sumber Daya genetik. penetapan benih dari sumber benih bersertifikat. dan pemanfaatan sumber benih.125 Pasal 478 Subdirektorat Pengembangan Sumber Benih dan Sumber Daya Genetik terdiri atas: a. . kepegawaian. (2) Seksi Pengembangan Sumber Daya Genetik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Pengembangan Sumber Benih. pelaksanaan konservasi Sumber Daya genetik. Pasal 480 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. keuangan. standar sumber benih. pengelolaan areal Sumber Daya genetik. Seksi Pengembangan Sumber Daya Genetik. pelaksanaan kebijakan.

prosedur dan kriteria di bidang bina usaha kehutanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. dan kriteriadi bidang bina usaha kehutanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. c. standar. Tugas dan Fungsi Pasal 481 (1) Direktorat Jenderal Bina Usaha Kehutanan adalah unsur pelaksana yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kehutanan. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Bina Usaha Kehutanan. Direktorat Jenderal Bina Usaha Kehutanan menyelenggarakan fungsi: a. d. Pasal 482 Direktorat Jenderal Bina Usaha Kehutanan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang bina usaha kehutanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. (2) Direktorat Jenderal Bina Usaha Kehutanan dipimpin oleh Direktur Jenderal. standar. b. Pasal 483 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 482. pelaksanaan kebijakan di bidang bina usaha kehutanan sesuai peraturan perundangundangan. perumusan kebijakan di bidang bina usaha kehutanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. prosedur.dan e. . pemberian bimbingan teknis dan evaluasi atas pelaksanaan norma.126 BAB VII DIREKTORAT JENDERAL BINA USAHA KEHUTANAN Bagian Pertama Kedudukan. penyusunan norma.

b.127 Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 484 Direktorat Jenderal Bina Usaha Kehutanan terdiri atas: a. c. e. koordinasi dan penyiapan telaahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. . koordinasi dan pelaksanaan urusan kepegawaian. Direktorat Bina Usaha Hutan Alam. d. organisasi dan tata laksana di bidang bina usaha kehutanan. program. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 485 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unit organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal.dan e. evaluasi dan pelaporan di bidang bina usaha kehutanan. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Direktorat Bina Iuran dan Peredaran Hasil Hutan. koordinasi dan pelaksanaan tata usaha. Direktorat Bina Usaha Hutan Tanaman. f. Sekretariat Direktorat Jenderal. b. koordinasi dan pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi di bidang bina usaha kehutanan. Direktorat Bina Rencana Pemanfaatan Dan Usaha Kawasan. perlengkapan dan administrasi keuangan Direktorat Jenderal. kerja sama teknik. pemberian pertimbangan dan bantuan hukum di bidang bina usaha kehutanan. koordinasi dan penyusunan rencana. Pasal 486 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 485. c. d.dan Direktorat Bina Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hutan.

penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan program dan anggaran. Bagian Program dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. informasi dan statistik serta pelaksanaan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. program dan anggaran.dan d. penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan rencana dan program.128 Pasal 487 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. serta kehumasan. Organisasi dan Tata Laksana. Pasal 491 (1) Subbagian Program dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program kerja dan anggaran. Subbagian Program Anggaran. b. data. (2) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan pengumpulan. Bagian Kepegawaian. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan statistik dan kehumasan. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. b. Pasal 490 Bagian Program dan Evaluasi terdiri atas: a. Subbagian Data dan Informasi. Bagian Program dan Evaluasi. Bagian Hukum dan Kerja SamaTeknik. .dan d. pengolahan data dan penyajian informasi.dan c. Bagian Keuangan dan Umum. Pasal 489 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 488. penyusunan statistik. b. Pasal 488 Bagian Program dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi penyusunan dan pelaksanaan rencana. penyiapan bahan koordinasi dan pengumpulan data serta penyajian informasi c. c.

Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. dan administrasi kepegawaian. perumusan tugas. (2) Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan pendidikan. (3) Subbagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis jabatan. Pasal 495 (1) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana formasi pegawai. Organisasi dan Tata Laksana terdiri atas: a.dan c. Pasal 494 Bagian Kepegawaian. Subbagian Organisasi dan Tata Laksana. fungsi. Subbagian Administrasi Kepegawaian. pelatihan. serta penyusunan tata hubungan kerja. Bagian Kepegawaian. Pasal 493 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 492. Pasal 492 Bagian Kepegawaian. pendisiplinan dan penghargaan pegawai serta administrasi jabatan fungsional. pedoman dan prosedur kerja dan pembakuan prasarana dan sarana kerja. penyiapan bahan penyusunan organisasi dan ketatalaksanaan. pelaksanaan urusan administrasi kepegawaian. b. susunan organisasi. Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepegawaian. dan evaluasi kinerja organisasi. pengembangan pegawai dan administrasi jabatan fungsional. . pelaksanaan urusan pengembangan karier pegawai dan administrasi jabatan fungsional.129 (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi kinerja dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. tata kerja. Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional. serta penyiapan bahan penyusunan organisasi dan ketatalaksanaan.dan c. b.

pelaksanaan urusan tata usaha. penyiapan bahan perbendaharaan. Subbagian Administrasi Keuangan. Subbagian Tata Usaha.dan c. penyelesaian tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. Pasal 498 Bagian Keuangan dan Umum terdiri atas: a. (2) Subbagian Administrasi Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan tata laksana keuangan. Pasal 497 Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 496 Bagian Keuangan dan Umum menyelenggarakan fungsi: a.130 Pasal 496 Bagian Keuangan dan Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan. serta penyiapan bahan administrasi kerja sama teknik dalam negeri dan luar negeri. perlengkapan. pembinaan kebendaharaan petugas SAI dan petugas SIMAK-BMN. . penelaahan permasalahan. kearsipan dan pengelolaan urusan keuangan. pelaksanaan urusan administrasi keuangan. kearsipan dan pembinaan tata persuratan. melakukan akuntansi keuangan dan barang milik negara. pelaksanaan urusan perlengkapan.dan c. Pasal 499 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. b. Subbagian Perlengkapan. Pasal 500 Bagian Hukum dan Kerja Sama Teknik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. penyusunan rencana anggaran gaji dan penggajian. pelaporan keuangan. b. rumah tangga. verifikasi. pertimbangan. (3) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan urusan rumah tangga dan pengelolaan barang milik negara. bantuan hukum.

Subbagian Peraturan Perundang-undangan. Bagian Keempat Direktorat Bina Rencana Pemanfaatan dan Usaha Kawasan Pasal 504 Direktorat Bina Rencana Pemanfaatan dan Usaha Kawasan mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. b.131 Pasal 501 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 500. Pasal 502 Bagian Hukum dan Kerja Sama Teknik terdiri atas: a. Pasal 505 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 504. di bidang rencana pemanfaatan dan usaha kawasan serta penyiapan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan kawasan serta jasa lingkungan. bimbingan teknis. (3) Subbagian Kerja Sama Teknik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan koordinasi administrasi kerja sama teknik dalam negeri dan luar negeri. penelaahan dan penanganan permasalahan.dan c. penyiapan perumusan kebijakan di bidang rencana pemanfaatan dan usaha kawasan.evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis. penyiapan bahan administrasi kerja sama teknik dalam negeri dan luar negeri. dan bantuan permasalahan hukum. pelaksanaan kebijakan. Pasal 503 (1) Subbagian Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rancangan dan penelahaan peraturan perundangundangan. penyiapan bahan peraturan perundang-undangan. b. Subbagian Pertimbangan dan Bantuan Hukum. Bagian Hukum dan Kerja Sama Teknik menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Kerja Sama Teknik. (2) Subbagian Pertimbangan dan Bantuan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi.dan c. pertimbangan. penyiapan bahan pertimbangan dan bantuan hukum. Direktorat Bina Rencana Pemanfaatan dan Usaha Kawasan menyelenggarakan fungsi: a. .

Pasal 507 Subdirektorat Pemolaan Pemanfaatan Kawasan Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Pasal 508 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 507.dan e.dan Subbagian Tata Usaha. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pemolaan pemanfaatan kawasan hutan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemolaan pemanfaatan kawasan hutan serta penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan kawasan. c. . standar.dan e. Subdirektorat Usaha Jasa Lingkungan. dan kriteria di bidang rencana pemanfaatan dan usaha kawasan. Subdirektorat Pemolaan Pemanfaatan Kawasan Hutan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pemolaan pemanfaatan kawasan hutan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. c. b. prosedur. penyiapan bahan penyusunan norma. prosedur. pelaksanaan kebijakan.132 b. d. penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan kawasan hutan. Subdirektorat Pemolaan Pemanfaatan Kawasan Hutan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penyusunan norma. e. standar. Subdirektorat Penilaian Kinerja Rencana Usaha Kawasan dan Jasa Lingkungan. d. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang rencana pemanfaatan dan usaha kawasan. d. Pasal 506 Direktorat Bina Rencana Pemanfaatan dan Usaha Kawasan terdiri atas: a. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang rencana pemanfaatan dan usaha kawasan. dan kriteria di bidang pemolaan pemanfaatan kawasan hutan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemolaan pemanfaatan kawasan hutan. Subdirektorat Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu. c. b. bimbingan teknis.

pelaksanaan kebijakan. Maluku dan Papua. pelaksanaan kebijakan.dan b. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pemanfaatan hasil hutan bukan kayu. (2) Seksi Pemanfaatan Kawasan Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Nusa Tenggara. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pemolaan pemanfaatan kawasan hutan serta penyiapan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan kawasan di wilayah Sumatera. Subdirektorat Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pemolaan pemanfaatan kawasan hutan serta penyiapan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan kawasan di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. Seksi Pemanfaatan Kawasan Wilayah II. standar. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pemanfaatan hasil hutan bukan kayu. Bali. prosedur. .133 Pasal 509 Subdirektorat Pemolaan Pemanfaatan Kawasan Hutan terdiri atas: a. penyiapan bahan penyusunan norma. Jawa. pelaksanaan kebijakan. Pasal 511 Subdirektorat Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Pasal 510 (1) Seksi Pemanfaatan Kawasan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.dan e. c. d. penilaian permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan bukan kayu. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemanfaatan hasil hutan bukan kayu dan penyiapan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan bukan kayu. Seksi Pemanfaatan Kawasan Wilayah I. dan kriteria di bidang pemanfaatan hasil hutan bukan kayu. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemanfaatan hasil hutan bukan kayu. Pasal 512 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 511.

penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang usaha pemanfaatan jasa lingkungan. Seksi Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu Wilayah I. Pasal 515 Subdirektorat Usaha Jasa Lingkungan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Pasal 516 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 515. . penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan jasa lingkungan.134 Pasal 513 Subdirektorat Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu terdiri atas: a. b. Bali. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pemanfaatan hasil hutan bukan kayu dan penyiapan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan bukan kayu di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang usaha jasa lingkungan dan penyiapan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan jasa lingkungan. pelaksanaan kebijakan. prosedur. Nusa Tenggara.dan e. dan kriteria di bidang usaha pemanfaatan jasa lingkungan. d. standar. c. Pasal 514 (1) Seksi Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pemanfaatan hasil hutan bukan kayu dan penyiapan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan bukan kayu di wilayah Sumatera.dan b. pelaksanaan kebijakan. Seksi Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu Wilayah II. Subdirektorat Usaha Jasa Lingkungan menyelenggarakan fungsi: a. Jawa. (2) Seksi Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Maluku dan Papua. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang usaha pemanfaatan jasa lingkungan. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang usaha pemanfaatan jasa lingkungan.

penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang usaha pemanfaatan jasa lingkungan dan penyiapan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan jasa lingkungan di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. dan kriteria di bidang penilaian kinerja rencana pemanfaatan dan usaha kawasan. pelaksanaan kebijakan. Seksi Usaha Jasa Lingkungan Wilayah II. Maluku dan Papua. Seksi Usaha Jasa Lingkungan Wilayah I. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penilaian kinerja rencana pemanfaatan dan usaha kawasan. Pasal 519 Subdirektorat Penilaian Kinerja Rencana Usaha Kawasan dan Jasa Lingkungan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Subdirektorat Penilaian Kinerja Rencana Usaha Kawasan dan Jasa Lingkungan menyelenggarakan fungsi: a. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penilaian kinerja rencana pemanfaatan dan usaha kawasan. usaha pemanfaatan hasil hutan bukan kayu dan usaha jasa lingkungan. b. pelaksanaan kebijakan. prosedur.dan . Pasal 520 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 519. Jawa. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penilaian kinerja rencana pemanfaatan dan usaha kawasan. usaha pemanfaatan hasil hutan bukan kayu dan usaha jasa lingkungan. usaha pemanfaatan hasil hutan bukan kayu dan usaha jasa lingkungan. (2) Seksi Usaha Jasa Lingkungan Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang usaha pemanfaatan jasa lingkungan dan penyiapan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan jasa lingkungan di wilayah Sumatera.135 Pasal 517 Subdirektorat Usaha Jasa Lingkungan terdiri atas: a. usaha pemanfaatan hasil hutan bukan kayu dan usaha jasa lingkungan. pelaksanaan kebijakan.dan b. c. Nusa Tenggara. Pasal 518 (1) Seksi Usaha Jasa Lingkungan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Bali. standar.

Bagian Kelima Direktorat Bina Usaha Hutan Alam Pasal 524 Direktorat Bina Usaha Hutan Alam mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penilaian kinerja rencana pemanfaatan dan usaha kawasan. usaha pemanfaatan hasil hutan bukan kayu dan usaha jasa lingkungan di wilayah Sumatera. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang usaha hutan alam serta penyusunan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melakukan tugas sehari-hari secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Penilaian Kinerja Rencana Usaha Kawasan dan Jasa Lingkungan. bimbingan teknis. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penilaian kinerja rencana pemanfaatan dan usaha kawasan. usaha pemanfaatan hasil hutan bukan kayu dan usaha jasa lingkungan di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. Seksi Penilaian Kinerja Usaha Wilayah II. kerumahtanggaan. Jawa.136 d. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penilaian kinerja rencana pemanfaatan dan usaha kawasan.dan b. Maluku dan Papua. Pasal 523 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. usaha pemanfaatan hasil hutan bukan kayu dan usaha jasa lingkungan. keuangan. Nusa Tenggara. Pasal 522 (1) Seksi Penilaian Kinerja Usaha Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. kepegawaian. Pasal 521 Subdirektorat Penilaian Kinerja Rencana Usaha Kawasan dan Jasa Lingkungan terdiri atas: a. pelaksanaan kebijakan. Bali. pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Penilaian Kinerja Usaha Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Penilaian Kinerja Usaha Wilayah I. kearsipan dan pelaporan Direktorat. .

Subdirektorat Penilaian Kinerja Usaha Pemanfaatan Hutan Alam. d. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang usaha hutan alam. Subdirektorat Rencana Kerja Pemanfaatan Hutan Alam. dan kriteria di bidang usaha hutan alam. Direktorat Bina Usaha Hutan Alam menyelenggarakan fungsi: a. prosedur. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyiapan pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam dan penyusunan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam. penyiapan bahan penyusunan norma. c. c. Subdirektorat Penyiapan Pemanfaatan Hutan Alam. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. pelaksanaan kebijakan. dan kriteria di bidang penyiapan pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam.dan e. e. c. penyiapan perumusan kebijakan di bidang usaha hutan alam. d. prosedur. Pasal 526 Direktorat Bina Usaha Hutan Alam terdiri atas: a. b. . Pasal 528 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 527. penyiapan penyusunan norma. standar. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penyiapan pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam. Subdirektorat Penyiapan Pemanfaatan Hutan Alam menyelenggarakan fungsi: a.dan Subbagian Tata Usaha. standar. Subdirektorat Produksi Hutan Alam. Pasal 527 Subdirektorat Penyiapan Pemanfaatan Hutan Alam mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penyiapan pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam.137 Pasal 525 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 524. pelaksanaan kebijakan di bidang usaha hutan alam. b.

bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang rencana kerja pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang rencana kerja pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam. Bali. Seksi Penyiapan Wilayah II. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyiapan pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam dan penyusunan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. pelaksanaan kebijakan. b. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang rencana kerja pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam. Subdirektorat Rencana Kerja Pemanfaatan Hutan Alam menyelenggarakan fungsi: a. Nusa Tenggara.dan b. (2) Seksi Penyiapan Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. Seksi Penyiapan Wilayah I. Pasal 532 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 531. pelaksanaan kebijakan. Pasal 531 Subdirektorat Rencana Kerja Pemanfaatan Hutan Alam mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Pasal 530 (1) Seksi Penyiapan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.dan e. Pasal 529 Subdirektorat Penyiapan Pemanfaatan Hutan Alam terdiri atas: a. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyiapan pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam dan penyusunan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam di wilayah Sumatera.138 d. Maluku dan Papua. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyiapan pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam. penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam. Jawa. .

Bali. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang produksi hasil hutan kayu hutan alam. Pasal 533 Subdirektorat Rencana Kerja Pemanfaatan Hutan Alam terdiri atas: a. standar. (2) Rencana Kerja Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. c. prosedur. dan kriteria di bidang rencana kerja pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam. pelaksanaan kebijakan.dan b. Pasal 536 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 535. b. prosedur. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang produksi hasil hutan kayu hutan alam. Nusa Tenggara. Pasal 535 Subdirektorat Produksi Hutan Alam mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. di bidang produksi hasil hutan kayu hutan alam. . Maluku dan Papua. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang rencana kerja pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam di wilayah Kalimantan dan Sulawesi.dan d. dan kriteria di bidang produksi hasil hutan kayu hutan alam. Jawa. Seksi Rencana Kerja Wilayah II. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis dibidang rencana kerja pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam di wilayah Sumatera. bimbingan teknis. standar. penyiapan bahan penyusunan norma. Seksi Rencana Kerja Wilayah I. Pasal 534 (1) Seksi Rencana Kerja Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang produksi hasil hutan kayu hutan alam. penyiapan bahan penyusunan norma.dan d. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang rencana kerja pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam.139 c. Subdirektorat Produksi Hutan Alam menyelenggarakan fungsi: a.

(2) Seksi Produksi Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 540 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 539. pelaksanaan kebijakan. Pasal 538 (1) Seksi Produksi Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. Bali. Seksi Produksi Wilayah II.dan b.evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penilaian kinerja usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam. prosedur.140 Pasal 537 Subdirektorat Produksi Hutan Alam. b. Seksi Produksi Wilayah I. penyiapan bahan penyusunan norma. Seksi Penilaian Kinerja Usaha Wilayah I. Jawa. Pasal 539 Subdirektorat Penilaian Kinerja Usaha Hutan Alam mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan.dan d. pelaksanaan kebijakan. Nusa Tenggara. c. Subdirektorat Penilaian Kinerja Usaha Pemanfaatan Hutan Alam menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 541 Subdirektorat Penilaian Kinerja Usaha Pemanfaatan Hutan Alam. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penilaian kinerja usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam. dan kriteria di bidang penilaian kinerja usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam. bimbingan teknis. terdiri atas: a. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang produksi hasil hutan kayu hutan alam di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. Maluku dan Papua. standar. Seksi Penilaian Kinerja Usaha Wilayah II. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang produksi hasil hutan kayu hutan alam di wilayah Sumatera. .dan b. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penilaian kinerja usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam. terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penilaian kinerja usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam.

d.141 Pasal 542 (1) Seksi Penilaian Kinerja Usaha Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan kriteria di bidang usaha hutan tanaman. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang usaha hutan tanaman. Bali. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. standar. pelaksanaan kebijakan. c. Pasal 543 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. Jawa. kerumahtanggaan. kearsipan dan pelaporan Direktorat.dan e. keuangan. Direktorat Bina Usaha Hutan Tanaman menyelenggarakan fungsi: a. Maluku dan Papua. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penilaian kinerja usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam di wilayah Sumatera. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang usaha hutan tanaman serta penyusunan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman. penyiapan perumusan kebijakan di bidang usaha hutan tanaman. b. pelaksanaan kebijakan. Pasal 545 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 544. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penilaian kinerja usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. pelaksanaan kebijakan di bidang usaha hutan tanaman. Bagian Keenam Direktorat Bina Usaha Hutan Tanaman Pasal 544 Direktorat Bina Usaha Hutan Tanaman mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. Nusa Tenggara. pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Penilaian Kinerja Usaha Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. prosedur. kepegawaian. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas sehari-hari secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Penilaian Kinerja Usaha Hutan Alam. penyiapan penyusunan norma. .

penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang hutan tanaman industri. Seksi Hutan Tanaman Industri Wilayah I. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang hutan tanaman industri. Seksi Hutan Tanaman Industri Wilayah II. Subbagian Tata Usaha. c. penyiapan bahan penyusunan norma. prosedur. Subdirektorat Rencana Kerja dan Produksi.dan e. d. Subdirektorat Hutan Tanaman Industri menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang hutan tanaman industri. penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman industri.142 Pasal 546 Direktorat Bina Usaha Hutan Tanaman terdiri atas: a. Subdirektorat Hutan Tanaman Industri. pelaksanaan kebijakan. Pasal 549 Subdirektorat Hutan Tanaman Industri terdiri atas: a. b. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang hutan tanaman industri dan penyusunan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman industri. bimbingan teknis. Subdirektorat Penilaian Kinerja Usaha Hutan Tanaman. c. standar. . b. dan kriteria di bidang hutan tanaman industri.dan e. Subdirektorat Hutan Tanaman Rakyat. Pasal 547 Subdirektorat Hutan Tanaman Industri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. d. Pasal 548 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 547.

Seksi Hutan Tanaman Rakyat Wilayah II. d. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang hutan tanaman industri dan penyusunan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman industri di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang hutan tanaman rakyat. pelaksanaan kebijakan. dan kriteria di bidang hutan tanaman rakyat. b. Seksi Hutan Tanaman Rakyat Wilayah I.143 Pasal 550 (1) Seksi Hutan Tanaman Industri Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis dibidang hutan tanaman rakyat dan penyusunan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman rakyat. Pasal 552 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 551. Maluku dan Papua. penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman rakyat. Nusa Tenggara. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang hutan tanaman industri dan penyusunan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman industri di wilayah Sumatera.dan e. c. Jawa. Pasal 553 Subdirektorat Hutan Tanaman Rakyat terdiri atas: a.dan b. Subdirektorat Hutan Tanaman Rakyat menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan kebijakan. prosedur. . (2) Seksi Hutan Tanaman Industri Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang hutan tanaman rakyat. bimbingan teknis. Bali. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang hutan tanaman rakyat. penyiapan bahan penyusunan norma. standar. Pasal 551 Subdirektorat Hutan Tanaman Rakyat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan.

Pasal 557 Subdirektorat Rencana Kerja dan Produksi terdiri atas: a. b. Subdirektorat Rencana Kerja dan Produksi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang rencana kerja dan produksi hasil hutan kayu hutan tanaman. Jawa. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang hutan tanaman rakyat dan penyusunan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman rakyat di wilayah Sumatera. Pasal 555 Subdirektorat Rencana Kerja dan Produksi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. prosedur.144 Pasal 554 (1) Seksi Hutan Tanaman Rakyat Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang rencana kerja dan produksi hasil hutan kayu hutan tanaman. dan kriteria di bidang rencana kerja dan produksi hasil hutan kayu hutan tanaman. Nusa Tenggara. Maluku dan Papua. pelaksanaan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang rencana kerja dan produksi hasil hutan kayu hutan tanaman. bimbingan teknis. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang rencana kerja dan produksi hasil hutan kayu hutan tanaman. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 556 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 555.dan b. Seksi Rencana Kerja dan Produksi Wilayah II. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang hutan tanaman rakyat dan penyusunan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman rakyat di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. pelaksanaan kebijakan. c. Seksi Rencana Kerja dan Produksi Wilayah I.dan d. Bali. . (2) Seksi Hutan Tanaman Rakyat Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. pelaksanaan kebijakan.

Bali. . dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penilaian kinerja usaha hutan tanaman.145 Pasal 558 (1) Seksi Rencana Kerja dan Produksi Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Maluku dan Papua. Jawa. pelaksanaan kebijakan. Seksi Penilaian Kinerja Usaha Wilayah I. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penilaian usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman. Subdirektorat Penilaian Kinerja Usaha Pemanfaatan Hutan Tanaman menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang rencana kerja dan produksi hasil hutan kayu hutan tanaman di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. (2) Seksi Rencana Kerja dan Produksi Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 560 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 559.dan b. Seksi Penilaian Kinerja Usaha Wilayah II. Pasal 559 Subdirektorat Penilaian Kinerja Usaha Hutan Tanaman mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. b. penyiapan bahan penyusunan norma. bimbingan teknis. prosedur. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang rencana kerja dan produksi hasil hutan kayu hutan tanaman di wilayah Sumatera. pelaksanaan kebijakan. standar. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penilaian usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penilaian usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman. Nusa Tenggara.dan d. c. Pasal 561 Subdirektorat Penilaian Kinerja Usaha Pemanfaatan Hutan Tanaman terdiri atas: a. dan kriteria di bidang penilaian usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman. pelaksanaan kebijakan.

dan kriteria di bidang iuran kehutanan dan peredaran hasil hutan. pelaksanakan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. pelaksanaan kebijakan.146 Pasal 562 (1) Seksi Penilaian Kinerja Usaha Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Bagian Ketujuh Direktorat Bina Iuran Kehutanan dan Peredaran Hasil Hutan Pasal 564 Direktorat Bina Iuran Kehutanan dan Peredaran Hasil Hutan mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. Bali. pelaksanaan kebijakan. Maluku dan Papua. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas sehari-hari secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Penilaian Kinerja Usaha Hutan Tanaman. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang iuran kehutanan dan peredaran hasil hutan. standar. Nusa Tenggara. prosedur.dan e. Pasal 563 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. bimbingan teknis. kerumahtanggaan. kearsipan dan pelaporan Direktorat. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis. . (2) Seksi Penilaian Kinerja Usaha Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. kepegawaian. penyiapan perumusan kebijakan di bidang iuran kehutanan dan peredaran hasil hutan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penilaian kinerja usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman di wilayah Sumatera. Pasal 565 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 564. penyiapan penyusunan norma. d. Direktorat Bina Iuran Kehutanan dan Peredaran Hasil Hutan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang iuran kehutanan dan peredaran hasil hutan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penilaian kinerja usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. c. Jawa. keuangan. pelaksanaan kebijakan. di bidang iuran kehutanan dan peredaran hasil hutan. b.

Subbagian Tata Usaha. . penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penerimaan negara bukan pajak. Pasal 570 (1) Seksi Penerimaan Negara Bukan Pajak Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. c. Subdirektorat Penerimaan Negara Bukan Pajak menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan bahan penyusunan norma.dan d. Subdirektorat Penerimaan Negara Bukan Pajak. Maluku dan Papua. d. Seksi Penerimaan Negara Bukan Pajak Wilayah II.dan b. b. pelaksanaan kebijakan. Pasal 569 Subdirektorat Penerimaan Negara Bukan Pajak terdiri atas: a. Jawa. pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Penertiban Peredaran Hasil Hutan. Subdirektorat Peredaran Hasil Hutan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penerimaan negara bukan pajak.147 Pasal 566 Direktorat Bina Iuran Kehutanan dan Peredaran Hasil Hutan terdiri atas: a. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penerimaan negara bukan pajak. prosedur. Seksi Penerimaan Negara Bukan Pajak Wilayah I. c. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penerimaan negara bukan pajak di wilayah Sumatera. Bali. dan kriteria di bidang penerimaan negara bukan pajak. bimbingan teknis. Nusa Tenggara.dan e. Pasal 567 Subdirektorat Penerimaan Negara Bukan Pajak mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Pasal 568 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 567. standar. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penerimaan negara bukan pajak. Subdirektorat Pengukuran dan Pengujian Hasil Hutan.

penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang tanda legalitas hasil hutan.148 (2) Seksi Penerimaan Negara Bukan Pajak Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. prosedur. dan kriteria di bidang peredaran hasil hutan. pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Peredaran Hasil Hutan menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang tata usaha hasil hutan. (2) Seksi Tanda Legalitas Hasil Hutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 572 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 571. Pasal 574 (1) Seksi Tata Usaha Hasil Hutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 571 Subdirektorat Peredaran Hasil Hutan mempunyai melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. Pasal 573 Subdirektorat Peredaran Hasil Hutan terdiri atas: a. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang peredaran hasil hutan. c. penyiapan bahan penyusunan norma. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang peredaran hasil hutan.dan b. . standar. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang peredaran hasil hutan. Seksi Tanda Legalitas Hasil Hutan.dan d. Seksi Tata Usaha Hasil Hutan. b. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang peredaran hasil hutan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penerimaan negara bukan pajak di wilayah Kalimantan dan Sulawesi.

dan b. Pasal 579 Subdirektorat Penertiban Peredaran Hasil Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. Subdirektorat Pengukuran dan Pengujian Hasil Hutan menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Pengukuran dan Pengujian Hasil Hutan Bukan Kayu mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengukuran dan pengujian hasil hutan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengukuran dan pengujian hasil hutan. Seksi Pengukuran dan Pengujian Hasil Hutan Bukan Kayu. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengukuran dan pengujian hasil hutan. . pelaksanaan kebijakan. b.149 Pasal 575 Subdirektorat Pengukuran dan Pengujian Hasil Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Seksi Pengukuran dan Pengujian Hasil Hutan Kayu. c. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengukuran dan pengujian hasil hutan bukan kayu. standar. Pasal 576 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 575. dan kriteria di bidang pengukuran dan pengujian hasil hutan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengukuran dan pengujian hasil hutan kayu. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengukuran dan pengujian hasil hutan. pelaksanaan kebijakan.dan d. Pasal 578 (1) Seksi Pengukuran dan Pengujian Hasil Hutan Kayu mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 577 Subdirektorat Pengukuran dan Pengujian Hasil Hutan terdiri atas: a. prosedur. pelaksanaan kebijakan. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penertiban peredaran hasil hutan.

kepegawaian. Pasal 583 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penertiban peredaran hasil hutan di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. Pasal 581 Subdirektorat Penertiban Peredaran Hasil Hutan terdiri atas: a. dan kriteria di bidang penertiban peredaran hasil hutan. Pasal 582 (1) Seksi Penertiban Peredaran Hasil Hutan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.150 Pasal 580 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 579. Seksi Penertiban Peredaran Hasil Hutan Wilayah I. kerumahtanggaan. (2) Seksi Penertiban Peredaran Hasil Hutan Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Bali. Seksi Penertiban Peredaran Hasil Hutan Wilayah II. kearsipan dan pelaporan Direktorat. Jawa. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penertiban peredaran hasil hutan. prosedur. penyiapan bahan penyusunan norma. pelaksanaan kebijakan. keuangan. c.dan d. Maluku dan Papua. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penertiban peredaran hasil hutan. . (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas sehari-hari secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Penertiban Peredaran Hasil Hutan. pelaksanaan kebijakan.dan b. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penertiban peredaran hasil hutan di wilayah Sumatera. standar. b. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penertiban peredaran hasil hutan. Subdirektorat Penertiban Peredaran Hasil Hutan menyelenggarakan fungsi: a. Nusa Tenggara.

dan e. d. . prosedur. Subdirektorat Pengendalian Bahan Baku dan Industri Primer. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pengolahan dan pemasaran hasil hutan. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. pelaksanaan kebijakan di bidang pengolahan dan pemasaran hasil hutan. standar. b. penyiapan penyusunan norma. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengolahan dan pemasaran hasil hutan.151 Bagian Kedelapan Direktorat Bina Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hutan Pasal 584 Direktorat Bina Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hutan mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemolaan pengolahan hasil hutan dan penyusunan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha industri primer hasil hutan kayu. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengolahan dan pemasaran hasil hutan dan penyusunan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha industri primer hasil hutan kayu. Direktorat Bina Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hutan menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Penilaian Kinerja Industri dan Pemasaran Hasil Hutan. dan kriteria di bidang pengolahan dan pemasaran hasil hutan. c. c. Pasal 587 Subdirektorat Pemolaan Pengolahan Hasil Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. b. Subbagian Tata Usaha. Pasal 585 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 584. Subdirektorat Pemolaan Pengolahan Hasil Hutan. Pasal 586 Direktorat Bina Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hutan terdiri atas: a. pelaksanaan kebijakan.dan d.

Subdirektorat Pemolaan Pengolahan Hasil Hutan menyelenggarakan fungsi: a. .152 Pasal 588 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 587. b. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang perizinan.000m3/tahun dan persetujuan revitalisasi industri primer hasil hutan. Pasal 590 (1) Seksi Penyiapan Pengolahan Industri Primer mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemolaan dan revitalisasi industri primer hasil hutan. Pasal 589 Subdirektorat Pemolaan Pengolahan Hasil Hutan terdiri atas: a.dan e. d. Seksi Penyiapan Pengolahan Industri Primer. pemantauan pengelolaan lingkungan. pelaksanaan kebijakan. dan kriteria di bidang pemolaan dan revitalisasi industri primer hasil hutan. Seksi Pengolahan Industri Primer. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pemolaan dan revitalisasi industri primer hasil hutan. pemberdayaan dan kemitraan industri primer. prosedur. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pemolaan. investasi/divestasi. (2) Seksi Pengolahan Industri Primer mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan. ketenagakerjaan dan pengolahan industri primer hasil hutan. revitalisasi.dan b. pemberian perizinan industri primer hasil hutan dengan kapasitas produksi >6. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengendalian bahan baku dan industri primer hasil hutan. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pemolaan dan revitalisasi industri primer hasil hutan. Pasal 591 Subdirektorat Pengendalian Bahan Baku dan Industri Primer mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. re-engineering. c. pelaksanaan kebijakan. standar.

pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengolahan. b. produksi dan standardisasi produk industri primer hasil hutan. efisiensi penggunaan bahan baku. Subdirektorat Pengendalian Bahan Baku dan Industri Primer menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pengendalian Bahan Baku. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengendalian bahan baku. standar. efisiensi penggunaan bahan baku. produksi dan standardisasi produk industri primer hasil hutan. pelaksanaan kebijakan. c. Pasal 594 (1) Seksi Pengendalian Bahan Baku mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. . pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. pengolahan. verifikasi legalitas dan pemasaran hasil hutan.153 Pasal 592 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 591.dan b. (2) Seksi Produksi Industri Primer mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pengolahan. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penilaian kinerja industri primer hasil hutan. efisiensi penggunaan bahan baku. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengendalian bahan baku. Pasal 595 Subdirektorat Penilaian Kinerja Industri dan Pemasaran Hasil Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan kriteria di bidang pengendalian bahan baku. Pasal 593 Subdirektorat Pengendalian Bahan Baku dan Industri Primer terdiri atas: a. produksi dan standardisasi produk industri primer hasil hutan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian bahan baku. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengendalian bahan baku dan efisiensi penggunaan bahan baku industri primer hasil hutan. efisiensi penggunaan bahan baku. produksi dan standardisasi produk industri primer hasil hutan. pengolahan. prosedur. pengolahan. Seksi Produksi Industri Primer. produksi dan standardisasi produk industri primer hasil hutan. pelaksanaan kebijakan.dan d.

evaluasi. standar. Pasal 597 Subdirektorat Penilaian Kinerja Industri dan Pemasaran Hasil Hutan terdiri atas: a. kesehatan finansial. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pemasaran hasil hutan serta verifikasi legalitas. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penilaian kinerja.154 Pasal 596 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 595. c. kesehatan finansial. kearsipan dan pelaporan Direktorat. pelaksanaan kebijakan. kesehatan finansial. verifikasi legalitas serta pemasaran hasil hutan. verifikasi legalitas serta pemasaran hasil hutan. Pasal 599 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. verifikasi legalitas serta pemasaran hasil hutan. kesehatan finansial. Subdirektorat Penilaian Kinerja Industri dan Pemasaran Hasil Hutan menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas sehari-hari secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Penilaian Kinerja Industri dan Pemasaran Hasil Hutan. pemeriksaan dan tindak lanjut hasil evaluasi industri hasil hutan.dan d. kepegawaian. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penilaian kinerja. b. dan kriteria di bidang penilaian kinerja. kerumahtanggaan. pelaksanaan kebijakan. evaluasi. kesehatan finansial. evaluasi. Seksi Kinerja Industri. evaluasi dan pemeriksaan serta tindak lanjut hasil evaluasi industri hasil hutan. Seksi Pemasaran Hasil Hutan. . penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penilaian kinerja. prosedur. keuangan. pemeriksaan dan tindak lanjut hasil evaluasi industri hasil hutan. (2) Seksi Kinerja Industri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. verifikasi legalitas serta pemasaran hasil hutan. pemeriksaan dan tindak lanjut hasil evaluasi industri hasil hutan. pemeriksaan dan tindak lanjut hasil evaluasi industri hasil hutan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penilaian kinerja. penyiapan bahan penyusunan norma. evaluasi. Pasal 598 (1) Seksi Pemasaran Hasil Hutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.dan b.

pelaksanaan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Kehutanan terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. reviu. penyiapan perumusan kebijakan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Kehutanan. pemantauan. Sekretariat Inspektorat Jenderal. Inspektorat I. penyusunan laporan hasil pengawasan di lingkungan Kementerian Kehutanan. c. . (2) Inspektorat Jenderal dipimpin oleh Inspektur Jenderal. pelaksanaan pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri Kehutanan.dan e. Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 602 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 601. d. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 603 Inspektorat Jenderal terdiri atas: a. b. Tugas dan Fungsi Pasal 600 (1) Inspektorat Jenderal adalah unsur pengawas yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kehutanan. dan kegiatan pengawasan lainnya. evaluasi. Pasal 601 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Kehutanan. Inspektorat II. c. pelaksanaan urusan administrasi Inspektorat Jenderal. b.155 BAB VIII INSPEKTORAT JENDERAL Bagian Pertama Kedudukan.

dan e. Bagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan. serta pelaporan di lingkungan Inspektorat Jenderal. keuangan. c. pelaksanaan pemantauan tindak lanjut hasil pengawasan. Pasal 605 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 604. Pasal 606 Sekretariat Inspektorat Jenderal terdiri atas: a.dan d. organisasi dan tata laksana. . Inspektorat Investigasi. Pasal 607 Bagian Program dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. pengelolaan urusan kepegawaian. b. pelaksanaan koordinasi dan penyusunan rencana dan program kerja pengawasan. Inspektorat IV. Bagian Pemantauan Tindak Lanjut. d. e.dan f. c. program pengawasan.156 d. pelaksanaan analisis laporan hasil pengawasan. Inspektorat III. dan pemantauan pelaksanaan rencana dan program pengawasan. Bagian Program dan Pelaporan. b. serta pelaporan. Bagian Umum. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Jenderal. Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal Pasal 604 Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis dan administratif kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Inspektorat Jenderal. Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a.

dan penyiapan bahan pelaporan di lingkungan Inspektorat Jenderal.dan b. penyiapan bahan pelaksanaan koordinasi penyusunan rencana dan program pengawasan dan anggaran. Subbagian Data dan Pelaporan. Pasal 611 Bagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan mempunyai tugas melaksanakan analisis dan evaluasi hasil pengawasan intern dan ekstern pemerintah dan laporan pengawasan lainnya di lingkungan Kementerian. pengolahan dan penyajian data dan informasi. Bagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 612 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 611.dan b.dan b. Bagian Program dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan pelaksanaan rencana dan program pengawasan. Pasal 609 Bagian Program dan Pelaporan terdiri atas: a. Subbagian Program. (2) Subbagian Data dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan. serta penyusunan laporan hasil analisis dan evaluasi. pelaksanaan analisis dan evaluasi hasil pengawasan intern dan ekstern pemerintah. pemantauan pelaksanaan rencana dan program pengawasan. dan anggaran di lingkungan Inspektorat Jenderal. penyiapan bahan koordinasi pengumpulan. . pelaksanaan penyusunan laporan hasil analisis dan evaluasi. Pasal 610 (1) Subbagian Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program pengawasan. pengolahan data serta penyajian informasi. dan penyusunan laporan di lingkungan Inspektorat Jenderal. dan laporan pengawasan lainnya.157 Pasal 608 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 607.

pelaksanaan penyusunan laporan hasil pemantauan tindak lanjut. Pasal 617 Bagian Pemantauan Tindak Lanjut terdiri atas: a. Subbagian Pemantauan Tindak Lanjut I.158 Pasal 613 Bagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan terdiri atas: a. dan laporan pengawasan lainnya di lingkungan kerja Inspektorat III dan Inspektorat IV.dan b. serta penyusunan laporan hasil analisis dan evaluasi. Pasal 616 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 615. laporan pengawasan lainnya. dan Inspektorat Investigasi. serta laporan pengawasan lainnya. . serta penyusunan laporan hasil pemantauan tindak lanjut. serta penyusunan laporan hasil analisis dan evaluasi. Pasal 614 (1) Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis dan evaluasi hasil pengawasan intern dan ekstern pemerintah.dan b. dan Inspektorat Investigasi. (2) Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis dan evaluasi hasil pengawasan intern dan ekstern pemerintah. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan II. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan I. dan laporan pengawasan lainnya di lingkungan kerja Inspektorat I dan Inspektorat II. Subbagian Pemantauan Tindak Lanjut II.dan b. pelaksanaan pemantauan atas pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan intern dan ekstern pemerintah. Pasal 615 Bagian Pemantauan Tindak Lanjut mempunyai tugas melaksanakan pemantauan atas pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan intern dan ekstern pemerintah. Bagian Pemantauan Tindak Lanjut menyelenggarakan fungsi: a.

dan b. organisasi dan tata laksana. organisasi dan tata laksana. (2) Subbagian Rumah Tangga dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga. pelaksanaan urusan tata persuratan. pelaksanaan administrasi dan pemantauan keuangan. pelaksanaan urusan rumah tangga. administrasi kepegawaian. perlengkapan. serta laporan pengawasan lainnya di lingkungan kerja Inspektorat I dan Inspektorat II. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 620 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 619. administrasi kepegawaian. Subbagian Tata Persuratan dan Keuangan.dan b. Pasal 619 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. perlengkapan. administrasi kepegawaian. pelaksanaan administrasi dan pemantauan keuangan.159 Pasal 618 (1) Subbagian Pemantauan Tindak Lanjut I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan atas pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan intern dan ekstern pemerintah. Pasal 622 (1) Subbagian Tata Persuratan dan Keuangan mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. dan Inspektorat Investigasi serta penyusunan laporan hasil pemantauan tindak lanjut. administrasi keuangan. organisasi dan tata laksana di lingkungan Inspektorat Jenderal. dan penyusunan laporan keuangan. perlengkapan. Pasal 621 Bagian Umum terdiri atas: a. . (2) Subbagian Pemantauan Tindak Lanjut II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan atas pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan intern dan ekstern pemerintah. serta laporan pengawasan lainnya di lingkungan kerja Inspektorat III dan Inspektorat IV serta penyusunan laporan hasil pemantauan tindak lanjut. kearsipan. Subbagian Rumah Tangga dan Kepegawaian. rumah tangga. penggandaan. dan penyusunan laporan keuangan.

kerumahtanggaan. reviu. pemantauan. Jambi. penyusunan rencana dan program pengawasan kinerja. b. dan administrasi. Sumatera Barat. pemantauan. dan pelaporan Inspektorat I. . Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia. Riau. dan Nusa Tenggara Timur.160 Pasal 623 Inspektorat I mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern terhadap kinerja. dan kegiatan pengawasan lainnya.  Pasal 624 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 623. evaluasi. Bali. dan administrasi melalui audit. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri pada Unit Kerja Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam. kepegawaian. pelaksanaan urusan ketatausahaan. dan administrasi melalui audit. keuangan. Sumatera Utara. dan administrasi. dan kegiatan pengawasan lainnya. c. pemantauan. Jawa Timur. Sumatera Selatan. keuangan. keuangan. serta instansi kehutanan di Provinsi Banten. dan pelaporan di lingkungan Inspektorat I. Subbagian Tata Usaha. dan Lampung. Pasal 627 Inspektorat II mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern terhadap kinerja. administrasi kepegawaian. Inspektorat Jenderal. Kepulauan Riau. dan kegiatan pengawasan lainnya. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri pada Unit Kerja Direktorat Jenderal Bina Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial. evaluasi. kerumahtanggaan.dan b. dan administrasi melalui audit. Bangka Belitung. Nusa Tenggara Barat. Jawa Barat. evaluasi. keuangan. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional dibina oleh Inspektur I. DI Jogyakarta. keuangan. reviu. Inspektorat I menyelenggarakan fungsi: a.dan d. Pasal 625 Inspektorat I terdiri atas: a. serta instansi kehutanan di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam. penyusunan petunjuk pelaksanaan pengawasan kinerja. Jawa Tengah. Bengkulu. reviu. pelaksanaan pengawasan kinerja. Pasal 626 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. DKI Jakarta.

Kalimantan Tengah. Papua. dan administrasi. penyusunan petunjuk pelaksanaan pengawasan kinerja. keuangan. reviu. dan administrasi. keuangan. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri pada Unit Kerja Direktorat Jenderal Bina Usaha Kehutanan. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. b. pemantauan. keuangan. Kalimantan Timur. Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan. (2) Subbagian Tata Usaha administratif dan fungsional dibina Inspektur II. reviu. Kalimantan Barat. Pasal 632 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 631. dan pelaporan di lingkungan Inspektorat II.dan d. penyusunan petunjuk pelaksanaan pengawasan kinerja. keuangan. Inspektorat II menyelenggarakan fungsi: a.161 Pasal 628 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 627. dan administrasi melalui audit. Subbagian Tata Usaha. Bagian Keenam Inspektorat III Pasal 631 Inspektorat III mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern terhadap kinerja. dan administrasi. dan administrasi. kerumahtanggaan. evaluasi. kerumahtanggaan. b. evaluasi. pelaksanaan urusan ketatausahaan.dan b. c. serta instansi kehutanan di Provinsi Kalimantan Selatan. Pasal 630 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. keuangan. . pemantauan. Inspektorat III menyelenggarakan fungsi: a. dan administrasi melalui audit. keuangan. dan pelaporan Inspektorat II. dan kegiatan pengawasan lainnya. kepegawaian. penyusunan rencana dan program pengawasan kinerja. Pasal 629 Inspektorat II terdiri atas: a. dan kegiatan pengawasan lainnya. penyusunan rencana dan program pengawasan kinerja. administrasi kepegawaian. dan Irian Jaya Barat. pelaksanaan pengawasan kinerja.

kepegawaian. Sulawesi Selatan. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional dibina oleh Inspektur III. dan pengawasan lainnya. dan pengawasan lainnya. keuangan. Sulawesi Barat. Pasal 633 Inspektorat III terdiri atas: a. dan pelaporan Inspektorat III. pelaksanaan pengawasan kinerja. Pasal 636 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 635. dan kegiatan pengawasan lainnya.162 c. keuangan.dan d. Bagian Ketujuh Inspektorat IV Pasal 635 Inspektorat IV mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern terhadap kinerja. keuangan. pelaksanaan urusan ketatausahaan. dan administrasi melalui audit. administrasi kepegawaian. Maluku. kerumahtanggaan. pemantauan. Pasal 634 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. Inspektorat IV menyelenggarakan fungsi: a. serta instansi kehutanan di Provinsi Sulawesi Utara. Gorontalo. pemantauan. dan pelaporan di lingkungan Inspektorat III. dan kegiatan pengawasan lainnya. Subbagian Tata Usaha. Sulawesi Tengah. reviu. evaluasi. evaluasi. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. kerumahtanggaan. reviu. c. penyusunan petunjuk pelaksanaan pengawasan kinerja. penyusunan rencana pengawasan kinerja. serta pengawasan untuk tujuan tertentu atas petunjuk Menteri. Sulawesi Tenggara. pelaksanaan pengawasan kinerja. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri pada Unit Kerja Direktorat Jenderal Planologi kehutanan. keuangan. dan administrasi melalui audit.dan b. serta pengawasan untuk tujuan tertentu atas petunjuk Menteri. dan Maluku Utara. Sekretariat Jenderal. keuangan. b.dan . dan pengawasan lainnya serta pengawasan untuk tujuan tertentu atas petunjuk Menteri.

kerumahtanggaan. serta tindak lanjut pengaduan masyarakat. pelanggaran administrasi. dan pelaporan Inspektorat IV. b. Pasal 640 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 639. dan cakupan yang ditetapkan oleh Inspektur Jenderal. Inspektorat Investigasi menyelenggarakan fungsi: a. dan nepotisme. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. serta melaksanakan tugas lain berdasarkan instruksi khusus Menteri. Bagian Kedelapan Inspektorat Investigasi Pasal 639 Inspektorat Investigasi mempunyai tugas melaksanakan pengawasan. administrasi kepegawaian. kolusi. kolusi. Pasal 638 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. menindak lanjuti pengaduan masyarakat. menganalisis. Subbagian Tata Usaha. serta tindak lanjut pengaduan masyarakat. dan nepotisme. penyusunan petunjuk pelaksanaan pengumpulan bahan penelitian. dan evaluasi atas kasus pelanggaran yang berindikasi praktek-praktek korupsi. dan mengevaluasi atas kasus pelanggaran yang berindikasi praktek-praktek korupsi. analisis.163 d. penyusunan rencana dan program dibidang pengumpulan bahan penelitian. analisis. dan pelaporan di lingkungan Inspektorat IV. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional dibina oleh Inspektur IV.dan b. dan evaluasi atas kasus pelanggaran yang berindikasi praktek-praktek korupsi. kerumahtanggaan. pengumpulan bahan meneliti. pelanggaran administrasi. pelanggaran administrasi. dan nepotisme. kepegawaian. pelaksanaan urusan ketatausahaan. kolusi. Pasal 637 Inspektorat IV terdiri atas: a. .

dan pelaporan di lingkungan Inspektorat Investigasi. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional dibina oleh Inspektur Investigasi. pengawasan atas kasus pelanggaran yang berindikasi praktek-praktek korupsi. pelanggaran administrasi. dan pelaporan Inspektorat Investigasi.dan f. Pasal 642 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. kolusi. kepegawaian. pelaksanaan urusan ketatausahaan. kolusi. pelaksanaan tugas lain berdasarkan instruksi khusus Menteri. nepotisme.  b.164 c.  Pasal 641 Inspektorat Investigasi terdiri atas: a. dan pelanggaran administrasi. administrasi kepegawaian. dan evaluasi atas kasus pelanggaran yang berindikasi praktek-praktek korupsi. analisis. pelaksanaan pengumpulan bahan penelitian. Subbagian Tata Usaha. kerumahtanggaan. dan nepotisme. dan cakupan yang ditetapkan oleh Inspektur Jenderal. e. . d. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. kerumahtanggaan. serta tindak lanjut pengaduan masyarakat.

165 BAB IX BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA KEHUTANAN Bagian Pertama Kedudukan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penyuluhan dan pengembangan sumber daya manusia kehutanan. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyuluhan kehutanan. pelaksanaan administrasi Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan. Pasal 645 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 644. (2) Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan dipimpin oleh Kepala Badan.dan e. c. Tugas dan Fungsi Pasal 643 (1) Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan adalah unsur pendukung yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kehutanan. rencana. Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan kebijakan teknis. Pasal 644 Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan mempunyai tugas melaksanakan tugas di bidang penyuluhan dan pengembangan Sumber Daya manusia kehutanan. b. pelaksanaan tugas di bidang penyuluhan dan pengembangan sumber daya manusia kehutanan sesuai peraturan perundang-undangan. dan program di bidang penyuluhan dan pengembangan sumber daya manusia kehutanan. . d. programa. pemantauan.

dan kerja sama. publikasi dan diseminasi hasil penyuluhan serta pengelolaan urusan perpustakaan. Pasal 649 Sekretariat Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan terdiri atas: a. serta pelayanan administrasi di lingkungan Badan. c. koordinasi dan pemantauan. koordinasi dan pengelolaan data.dan d. b. program. Pasal 648 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 647. anggaran. program dan anggaran. Hukum dan Organisasi Tata Laksana. Bagian Keuangan dan Umum. Pusat Pengembangan Penyuluhan Kehutanan. Bagian Evaluasi. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kehutanan. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pasal 647 Sekretariat Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan mempunyai tugas melaksanakan koordinasi. Bagian Kepegawaian. Bagian Program dan Kerja Sama. Diseminasi dan Perpustakaan. informasi. b. Sekretariat Badan. Sekretariat Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan menyelenggarakan fungsi: a. c.166 Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 646 Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan terdiri atas: a. pembinaan.dan d. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Badan. c. b. koordinasi dan penyusunan rencana. .dan d. Pusat Pelayanan Penyuluhan Kehutanan. evaluasi dan pelaporan rencana.

bahan koordinasi dan (3) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan koordinasi penyusunan naskah kerja sama. pelaksanaan administrasi dan bahan kerja sama di lingkungan Badan. Subbagian Program.167 Pasal 650 Bagian Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi. program dan anggaran. program dan kegiatan.dan c. serta administrasi kerjasama di lingkungan Badan. Pasal 655 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 654. revisi atau perubahan anggaran. serta pengelolaan data informasi. urusan perpustakaan dan diseminasi. penyiapan bahan koordinasi. Diseminasi dan Perpustakaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi evaluasi dan pelaporan rencana. Bagian Evaluasi menyelenggarakan fungsi: . Subbagian Anggaran. (2) Subbagian Anggaran mempunyai tugas penyiapan penyusunan rencana. program dan anggaran di lingkungan Badan. penyusunan dan pelaksanaan rencana. Pasal 654 Bagian Evaluasi. dan perjanjian/perikatan serta pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kerja sama. Pasal 651 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 650. penyusunan dan pelaksanaan rencana. Subbagian Kerja Sama.dan b. Pasal 653 (1) Subbagian Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program kerja. Bagian Program dan Kerja sama menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 652 Bagian Program dan Anggaran terdiri atas: a. b.

168

a. penyiapan bahan koordinasi evaluasi dan pelaporan rencana, program dan kegiatan; b. penyiapan bahan pengelolaan data dan informasi serta penyusunan statistik;dan c. penyiapan bahan pelaksanaan urusan perpustakaan, publikasi dan diseminasi. Pasal 656 Bagian Evaluasi, Diseminasi dan Perpustakaan terdiri atas: a. Subbagian Data dan Informasi; b. Subbagian Evaluasi Pelaporan;dan c. Subbagian Diseminasi, Publikasi dan Perpustakaan. Pasal 657 (1) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas penyiapan bahan koordinasi pengelolaan data dan informasi serta penyusunan statistik di lingkungan Badan. (2) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pemantuan, evaluasi dan pelaporan kinerja rencana, program dan kegiatan. (3) Subbagian Diseminasi, Publikasi dan Perpustakaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan perpustakaan, publikasi dan diseminasi. Pasal 658 Bagian Kepegawaian, Hukum dan Organisasi Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan administrasi kepegawaian, penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan, pemberian pertimbangan dan bantuan hukum, serta pembinaan organisasi dan ketatalaksanaan. Pasal 659 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 658, Bagian Kepegawaian, Hukum, Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan administrasi kepegawaian umum; b. pelaksanaan urusan administrasi jabatan fungsional;dan c. penyiapan bahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan, penelaahan, pertimbangan dan bantuan hukum, serta organisasi ketatalaksanaan.

169

Pasal 660 Bagian Kepegawaian, Hukum dan Organisasi Tata Laksana terdiri atas: a. Subbagian Administrasi Kepegawaian; b. Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional;dan c. Subbagian Hukum, Organisasi dan Tata Laksana. Pasal 661 (1) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana formasi pegawai, dan administrasi kepegawaian. (2) Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan pendidikan, pelatihan, pendisiplinan dan penghargaan pegawai serta administrasi jabatan fungsional. (3) Subbagian Hukum, Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan, pemberian pertimbangan dan bantuan hukum, serta pembinaan organisasi dan ketatalaksanaan. Pasal 662 Bagian Keuangan dan Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata persuratan, administrasi keuangan, serta pengelolaan rumah tangga dan barang milik negara. Pasal 663 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 662, Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan surat menyurat dan kearsipan; b. pelaksanaan akuntansi, verifikasi dan tindak lanjut hasil pemeriksaan;dan c. pelaksanaan urusan rumah tangga dan barang milik negara; Pasal 664 Bagian Keuangan dan Umum terdiri atas: a. Subbagian Tata Usaha; b. Subbagian Administrasi Keuangan;dan c. Subbagian Perlengkapan. Pasal 665 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan, kearsipan dan pembinaan tata persuratan.

170

(2) Subbagian Administrasi Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan tata laksana keuangan, penyusunan rencana anggaran gaji dan penggajian, penyiapan bahan perbendaharaan, melakukan akuntansi keuangan dan barang milik negara, pembinaan kebendaharaan petugas SAI dan petugas SIMAK-BMN, verifikasi, pelaporan keuangan, penyelesaian tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. (3) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan urusan rumah tangga dan pengelolaan barang milik negara. Bagian Keempat Pusat Pengembangan Penyuluhan Kehutanan Pasal 666 Pusat Pengembangan perumusan kebijakan kehutanan. Penyuluhan Kehutanan mempunyai tugas melaksanakan dan pelaksanaan kebijakan pengembangan penyuluhan

Pasal 667 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pengembangan Penyuluhan Kehutanan menyelenggarakan fungsi: Pasal 666, Pusat

a. penyiapan perumusan kebijakan teknis di bidang pengembangan metode, sarana dan alat bantu penyuluhan, serta programa penyuluhan kehutanan; b. penyiapan pelaksanaan tugas di bidang pengembangan metode, sarana dan alat bantu penyuluhan, serta programa penyuluhan kehutanan; c. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengembangan metode, sarana dan alat bantu penyuluhan, serta programa penyuluhan kehutanan; d. penyiapan pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pengembangan metode, sarana dan alat bantu penyuluhan, serta programa penyuluhan kehutanan;dan e. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. Pasal 668 Pusat Pengembangan Penyuluhan Kehutanan terdiri atas: a. Bidang Metode, Materi dan Alat Bantu Penyuluhan;dan b. Bidang Programa.

171

Pasal 669 Bidang Metode, Materi dan Alat Bantu Penyuluhan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan, pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis, dan evaluasi bimbingan teknis, serta evaluasi dan pelaporan di bidang metode, materi dan alat bantu penyuluhan kehutanan. Pasal 670 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 669, Bidang Metode, Materi dan Alat Bantu Penyuluhan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis di bidang pengembangan metode, materi, sarana dan alat bantu penyuluhan; b. penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang pengembangan metode, materi, sarana dan alat bantu penyuluhan; c. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengembangan metode, sarana dan alat bantu penyuluhan, serta programa penyuluhan kehutanan;dan d. penyiapan pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pengembangan metode, sarana dan alat bantu penyuluhan, serta programa penyuluhan kehutanan Pasal 671 Bidang Metode, Materi dan Alat Bantu Penyuluhan dari: a. Subbidang Metode dan Materi Penyuluhan;dan b. Subbidang Sarana dan Alat Bantu Penyuluhan. Pasal 672 (1) Subbidang Metode dan Materi Penyuluhan mempunyai melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan tugas, pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis, serta pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang metode dan materi penyuluhan kehutanan. (2) Subbidang Sarana dan Alat Bantu Penyuluhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan tugas, pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis, serta pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang sarana dan alat bantu penyuluhan.

172

Pasal 673 Bidang Programa Penyuluhan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan, pelaksanaan tugas, pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis, serta evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang programa penyuluhan kehutanan. Pasal 674 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Pasal 673, Bidang Programa Penyuluhan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis di bidang programa penyuluhan kehutanan; b. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang programa penyuluhan kehutanan; c. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang programa penyuluhan kehutanan;dan d. penyiapan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang programa penyuluhan kehutanan. Pasal 675 Bidang Programa Penyuluhan dari: a. Subbidang Penyusunan Programa;dan b. Subbidang Bimbingan Teknis Penyusunan Programa. Pasal 676 (1) Subbidang Penyusunan Programa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan tugas, pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis, serta pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penyusunan dan evaluasi programa penyuluhan kehutanan di tingkat pusat. (2) Subbidang Bimbingan Teknis Penyusunan Programa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan tugas, pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis, serta pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang bimbingan teknis penyusunan programa penyuluhan kehutanan.

pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. Bidang Pemberdayaan Masyarakat.173 Pasal 677 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. penyiapan perumusan kebijakan teknis di bidang pemberdayaan masyarakat dan pembinaan personil penyuluh. . d. Pasal 679 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 678. Bagian Kelima Pusat Pelayanan Penyuluhan Kehutanan Pasal 678 Pusat Pelayanan Penyuluhan Kehutanan mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan dan pelaksanaan kebijakan pelayanan penyuluhan kehutanan. keuangan. Bidang Pembinaan Penyuluh. kerumahtanggaan. Pusat Pelayanan Penyuluhan Kehutanan menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan pelaksanaan tugas di bidang pemberdayaan masyarakat dan pembinaan personil penyuluh.dan e. penyiapan pemantauan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pemberdayaan masyarakat dan pembinaan personil penyuluh. kepegawaian. kearsipan dan pelaporan Pusat. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas sehari-hari secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Bidang Programa Penyuluhan.dan b. Pasal 680 Pusat Pelayanan Penyuluhan Kehutanan terdiri atas: a. c. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pemberdayaan masyarakat dan pembinaan personil penyuluh.

Subbidang Pembinaan Kelembagaan. (2) Subbidang Kelembagaan mempunyai tugas melakukan melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan tugas. c. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pemberdayaan masyarakat. b. serta evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pemberdayaan masyarakat. dan evaluasi bimbingan teknis. serta pemantauan. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis di bidang pemberdayaan masyarakat. pelaksanaan kebijakan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pembinaan kelembagaan masyarakat. Subbidang Bimbingan Teknis. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pemberdayaan masyarakat.174 Pasal 681 Bidang Pemberdayaan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Pasal 682 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 681. pemberian bimbingan teknis. serta pemantauan. pelaksanaan tugas. penyiapan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pemberdayaan masyarakat. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis. Pasal 684 (1) Subbidang Bimbingan Teknis mempunyai tugas melakukan melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 683 Bidang Pemberdayaan Masyarakat terdiri atas: a. Bidang Pemberdayaan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. .dan b.dan d. penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang pemberdayaan masyarakat. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis.

penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis di bidang pembinaan tenaga penyuluh kehutanan. c.dan d.175 Pasal 685 Bidang Pembinaan Penyuluh mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. b. pelaksanaan tugas. penyiapan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pembinaan tenaga penyuluh kehutanan. dan evaluasi bimbingan teknis. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang aparatur penyuluh kehutanan.dan b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pembinaan penyuluh kehutanan swasta dan swadaya. pelaksanaan tugas. Subbidang Aparatur Penyuluh. serta evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pembinaan tenaga penyuluh kehutanan. pelaksanaan tugas. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pembinaan tenaga penyuluh kehutanan. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis. Pasal 686 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Pasal 685. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis. penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang pembinaan tenaga penyuluh kehutanan. serta pemantauan. serta pemantauan. Subbidang Penyuluh Swasta dan Swadaya. (2) Subbidang Aparatur Penyuluh mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 687 Bidang Pembinaan Tenaga Penyuluhan dari: a. pemberian bimbingan teknis. Bidang Pembinaan Penyuluh menyelenggarakan fungsi: a. . Pasal 688 (1) Subbidang Penyuluh Swasta dan Swadaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.

. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas sehari-hari secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Bidang Kemitraan Penyuluhan. tata cara. sistem. Bagian Keenam Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kehutanan Pasal 690 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kehutanan mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bagi aparatur kehutanan. kepegawaian. dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pendidikan dan pelatihan kehutanan meliputi tenaga. tata cara. c. d. pemantauan. pelaksanaan tugas di bidang pendidikan dan pelatihan kehutanan meliputi tenaga. sistem. kearsipan dan pelaporan Pusat.dan d. tata cara. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kehutanan menyelenggarakan fungsi: a. kerja sama dan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan sumberdaya manusia aparatur dan sumberdaya manusia kehutanan. b. penyiapan perumusan kebijakan teknis di bidang pendidikan dan pelatihan kehutanan meliputi tenaga.dan e.176 Pasal 689 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. Pasal 692 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kehutanan terdiri atas: a. Bagian Tata Usaha. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. program. b. evaluasi. serta sarana pendidikan dan pelatihan. serta sarana pendidikan dan pelatihan. Bidang Pengelolaan Pendidikan. c. keuangan. sistem. penyusunan rencana. serta sarana pendidikan dan pelatihan. Pasal 691 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Pasal 690. kerumahtanggaan.

dan evaluasi pasca pendidikan dan pelatihan. Subbidang Perencanaan Pendidikan dan Pelatihan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang kerja sama. penyiapan bahan penyusunan rencana. pelaksanaan kebijakan. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengembangan pendidikan dan pelatihan. b. . serta pengelolaan hutan pendidikan dan pelatihan. Pasal 696 (1) Subbidang Perencanaan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan tugas.dan e. kurikulum silabus. dan pelaporan pelaksanaan tugas pengembangan pendidikan dan pelatihan. program. serta pemantauan. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis. dan program pendidikan dan pelatihan. dan evaluasi bimbingan teknis. serta pemantauan. (2) Subbidang Evaluasi dan Pelaporan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 694 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pasal 693.177 Pasal 693 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Subbidang Evaluasi dan Pelaporan Pendidikan dan Pelatihan. dan kerja sama pendidikan dan pelatihan. Pasal 695 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan terdiri atas: a. penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang pengembangan pendidikan dan pelatihan. metode. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. d. pemberian bimbingan teknis. serta evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang program dan rencana kegiatan pengembangan pendidikan dan pelatihan.dan b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang identifikasi kebutuhan. c. penyiapan evaluasi. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis di bidang pengembangan pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan tugas. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis.

penyiapan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pendidikan dan pelatihan teknis kehutanan. serta teknis. fungsional. fungsional. pelaksanaan tugas. dan teknis. dan evaluasi bimbingan teknis.178 Pasal 697 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan. pelaksanaan kebijakan. pemberian bimbingan teknis. Pasal 698 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 697. penyelenggaraan b. dan teknis. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknis.dan b. serta pemantauan. serta pemantauan. dan teknis. fungsional. fungsional. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Penjenjangan. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pendidikan dan pelatihan teknis kepemimpinan dan teknis fungsional. pelaksanaan tugas. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis. d. fungsional. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan. Pasal 699 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan terdiri atas: a. (2) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Penjenjangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. . dan teknis. penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis. c. Pasal 700 (1) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.

pemberian bimbingan teknis. Subbidang Pendidikan Menengah. serta pemantauan. c. dan fasilitasi penyelenggaraan pendidikan lanjutan. penyiapan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pengelolaan pendidikan. pelaksanaan tugas. b. dan pendidikan lanjutan. (2) Subbidang Pendidikan Lanjutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Subbidang Pendidikan Lanjutan. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pendidikan menengah kehutanan. dan kehumasan. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis di bidang pendidikan menengah kehutanan.179 Pasal 701 Bidang Pengelolaan Pendidikan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Bidang Pengelolaan Pendidikan menyelenggarakan fungsi: a. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis.dan d. Pasal 703 Bidang Pengelolaan Pendidikan terdiri atas: a. rumah tangga. serta pemantauan. pelaksanaan tugas. pelaksanaan kebijakan.dan b. penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang pendidikan menengah kehutanan. Pasal 704 (1) Subbidang Pendidikan Menengah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. serta evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pendidikan menengah kehutanan. Pasal 702 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Pasal 701. Pasal 705 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan keuangan. dan evaluasi bimbingan teknis. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang fasilitasi pendidikan lanjutan. . pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis. ketatausahaan. kepegawaian. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pendidikan menengah kehutanan. perlengkapan.

tata laksana keuangan. pengembangan pegawai. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. penghargaan pegawai serta administrasi jabatan fungsional. verifikasi. Pasal 708 (1) Subbagian Keuangan dan Umum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan urusan tata usaha.dan b. (2) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana formasi. pelaporan keuangan. kehumasan. kearsipan. pembinaan kebendaharawanan. pendisiplinan. Subbagian Kepegawaian. Subbagian Keuangan dan Umum. pengelolaan barang milik negara. rumah tangga.180 Pasal 706 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Pasal 705. penyelesaian kasus tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. pengelolaan urusan keuangan. b. tata usaha dan rumah tangga. pengelolaan urusan kepegawaian dan kehumasan.dan c. penggajian. perbendaharaan. administrasi kepegawaian. . pengelolaan urusan barang milik negara. Pasal 707 Bagian Tata Usaha terdiri atas: a.

. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 712 Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan terdiri atas: a. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penelitian dan pengembangan kehutanan. c. Sekretariat Badan.181 BAB X BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEHUTANAN Bagian Pertama Kedudukan. pelaksanaan tugas di bidang penelitian dan pengembangan kehutanan. penyusunan kebijakan teknis.dan d. c. Pusat Penelitian dan Pengembangan Konservasi dan Rehabilitasi. Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan menyelenggarakan fungsi: a. rencana dan program di bidang penelitian dan pengembangan kehutanan. b. (2) Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan dipimpin oleh Kepala Badan. Pasal 711 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 710. Pasal 710 Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan di bidang kehutanan termasuk penyebarluasan hasil-hasil penelitian dan pengembangan kepada pengguna baik internal maupun eksternal Kementerian Kehutanan. pelaksanaan administrasi Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Produktivitas Hutan. Tugas dan Fungsi Pasal 709 (1) Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan adalah unsur pendukung yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kehutanan. pemantauan.

koordinasi dan pemantauan. koordinasi dan penyusunan rencana. Bagian Evaluasi. Bagian Umum dan Keuangan. c. c. Pasal 714 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 713. Pusat Penelitian dan Pengembangan Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan. anggaran. Bagian Kepegawaian. b. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Badan. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan menyelenggarakan fungsi: a. Pusat Penelitian dan Pengembangan Perubahan Iklim dan Kebijakan. program dan anggaran. pembinaan. informasi. evaluasi dan pelaporan rencana. Pasal 716 Bagian Program dan Kerja sama mempunyai tugas melaksanakan koordinasi penyusunan dan pelaksanaan rencana. Diseminasi dan Perpustakaan.dan e. Bagian Program dan Kerja sama. program. serta administrasi kerja sama. Pasal 715 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan terdiri atas: a. dan kerja sama. koordinasi dan pengelolaan data. supervisi. serta pelayanan administrasi di lingkungan Badan. .dan d. b.182 d. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pasal 713 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan mempunyai tugas melaksanakan koordinasi. publikasi dan diseminasi hasil penelitian serta pengelolaan urusan perpustakaan.dan d. Hukum dan Organisasi Tata Laksana. program dan anggaran.

183 Pasal 717 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 716. program. b. Diseminasi. dan perjanjian/perikatan serta pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kerja sama. program dan kegiatan. serta penyiapan bahan perumusan norma. publikasi dan diseminasi. dan kegiatan penelitian dan pengembangan. dan Perpustakaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi evaluasi dan pelaporan rencana. (2) Subbagian Anggaran mempunyai tugas penyiapan bahan penyusunan rencana. Bagian Program dan Kerja sama menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penyusunan rencana.dan c. program dan kegiatan.dan b. b. serta pengelolaan data informasi. Pasal 720 Bagian Evaluasi. standar. revisi atau perubahan anggaran. penyiapan administrasi dan bahan kerja sama. penyiapan bahan koordinasi evaluasi dan pelaporan rencana. Subbagian Program. Pasal 721 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 720. penyiapan bahan pengelolaan data dan informasi serta penyusunan statistik. urusan perpustakaan dan diseminasi hasil penelitian dan pengembangan. penyiapan bahan pelaksanaan urusan perpustakaan. program dan anggaran. Subbagian Kerja sama. (3) Subbagian Kerja sama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan koordinasi penyusunan naskah kerja sama. Bagian Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. . Pasal 719 (1) Subbagian Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. dan kriteria kawasan hutan dengan tujuan khusus penelitian dan pengembangan.dan c. Pasal 718 Bagian Program dan Kerjasama terdiri atas: a. Subbagian Anggaran. prosedur.

bantuan hukum. penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan urusan administrasi jabatan fungsional. publikasi dan diseminasi.dan c. evaluasi dan pelaporan kinerja rencana. pertimbangan. b. Pasal 724 Bagian Kepegawaian. Publikasi dan Perpustakaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan perpustakaan. Publikasi dan Perpustakaan. pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. penyiapan penyusunan bahan dan penyusunan rancangan peraturan perundangundangan.dan c. ketatalaksanaan. Hukum dan Organisasi Tata Laksana terdiri atas: a. dan organisasi ketatalaksanaan.184 Pasal 722 Bagian Evaluasi dan Perpustakaan terdiri atas: a. penelaahan permasalahan. Hukum dan Organisasi Tatalaksana menyelenggarakan fungsi: a. program dan kegiatan. (3) Subbagian Diseminasi. Subbagian Evaluasi Pelaporan. (2) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pemantuan. pelaksanaan urusan administrasi kepegawaian umum. Subbagian Hukum dan Organisasi Tata Laksana. Pasal 726 Bagian Kepegawaian. Subbagian Data dan Informasi.dan c. b. Subbagian Administrasi Kepegawaian. Pasal 723 (1) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas penyiapan bahan koordinasi pengelolaan data dan informasi serta penyusunan statistik di lingkungan Badan. Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional. . serta pembinaan dan penataan organisasi. Subbagian Diseminasi. b. Hukum dan Organisasi Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan administrasi kepegawaian. Pasal 725 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 724. Bagian Kepegawaian.

185

Pasal 727 (1) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana formasi pegawai, dan administrasi kepegawaian. (2) Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan pendidikan, pelatihan, pendisiplinan dan penghargaan pegawai serta administrasi jabatan fungsional. (3) Subbagian Hukum dan Organisasi Tata Laksana mempunyai tugas penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan, pemberian pertimbangan dan bantuan hukum, serta pembinaan dan penataan organisasi, ketatalaksanaan. Pasal 728 Bagian Keuangan dan Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata persuratan, administrasi keuangan, serta pengelolaan rumah tangga dan barang milik negara. Pasal 729 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 728, Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan surat menyurat dan kearsipan; b. pelaksanaan akuntansi, verifikasi dan tindak lanjut hasil pemeriksaan;dan c. pelaksanaan urusan rumah tangga dan barang milik negara; Pasal 730 Bagian Keuangan dan Umum terdiri atas: a. Subbagian Tata Usaha; b. Subbagian Administrasi Keuangan;dan c. Subbagian Perlengkapan. Pasal 731 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan, kearsipan dan pembinaan tata persuratan. (2) Subbagian Administrasi Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan tata laksana keuangan, penyusunan rencana anggaran gaji dan penggajian, penyiapan bahan perbendaharaan, melakukan akuntansi keuangan dan barang milik negara, pembinaan kebendaharaan petugas SAI dan petugas SIMAK-BMN, verifikasi, pelaporan keuangan, penyelesaian tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi.

186

(3) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan urusan rumah tangga dan pengelolaan barang milik negara. Bagian Keempat Pusat Penelitian dan Pengembangan Konservasi dan Rehabilitasi Pasal 732 Pusat Penelitian dan Pengembangan Konservasi dan Rehabilitasi mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang konservasi dan rehabilitasi berdasarkan kebijakan Kepala Badan. Pasal 733 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 732, Pusat Penelitian dan Pengembangan Konservasi dan Rehabilitasi menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan kebijakan teknis, rencana dan program penelitian dan pengembangan di bidang konservasi dan rehabilitasi sumberdaya alam; b. pelaksanaan tugas di bidang penelitian dan pengembangan konservasi dan rehabilitasi sumberdaya alam; c. pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penelitian dan pengembangan konservasi dan rehabilitasi sumberdaya alam; d. pembinaan dan pengendalian teknis pelaksanaan penelitian konservasi dan rehabilitasi sumberdaya alam oleh unit pelaksana teknis;dan e. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. Pasal 734 Pusat Penelitian dan Pengembangan Konservasi dan Rehabilitasi terdiri atas: a. Bidang Program dan Evaluasi Penelitian; b. Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian;dan c. Bagian Tata Usaha. Pasal 735 Bidang Program dan Evaluasi Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana, program dan kegiatan, serta penyiapan evaluasi, sintesa hasil penelitian serta pelaporan kegiatan penelitian di bidang konservasi dan rehabilitasi sumber daya alam.

187

Pasal 736 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 735, Bidang Program dan Evaluasi Penelitian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penyusunan kebijakan teknis penyusunan rencana dan program penelitian di bidang konservasi dan rehabilitasi sumberdaya alam; b. penyiapan pelaksanaan tugas di bidang penyusunan rencana dan program penelitian konservasi dan rehabilitasi sumberdaya alam;dan c. penyiapan pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penelitian konservasi dan rehabilitasi sumberdaya alam. Pasal 737 Bidang Program dan Evaluasi Penelitian terdiri atas: a. Subbidang Program dan Anggaran Penelitian;dan b. Subbidang Evaluasi dan Pelaporan. Pasal 738 (1) Subbidang Program dan Anggaran Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan rencana, program dan kegiatan penelitian di bidang konservasi dan rehabilitasi sumber daya alam. (2) Subbidang Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan pemantauan, evaluasi termasuk evaluasi umpan balik pemanfaatan iptek, sintesa penelitian serta pelaporan Pusat. Pasal 739 Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengelolaan data dan informasi, publikasi dan diseminasi hasil penelitian, kerja sama, fasilitasi uji coba tindak lanjut hasil penelitian dan perakitan teknologi, difusi dan pemanfaatan iptek, pembinaan dan pengendalian teknis penelitian dan pengembangan konservasi dan rehabilitasi sumberdaya alam pada unit pelaksana teknis, serta perlindungan hak atas kekayaan intelektual bidang konservasi dan rehabilitasi sumber daya alam serta pengelolaan hutan dengan tujuan khusus. Pasal 740 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Pasal 739, Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian menyelenggarakan fungsi:

188

a. penyiapan penyusunan kebijakan teknis pengelolaan data dan informasi, publikasi dan diseminasi hasil penelitian di bidang konservasi dan rehabilitasi sumber daya alam; b. penyiapan pelaksanaan tugas di bidang pengelolaan data dan informasi, publikasi dan diseminasi hasil penelitian konservasi dan rehabilitasi sumber daya alam; c. penyiapan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pengelolaan data dan informasi, publikasi dan diseminasi hasil penelitian konservasi dan rehabilitasi sumber daya alam; d. penyiapan pembinaan dan pengendalian teknis pelaksanaan penelitian dan pengembangan konservasi dan rehabilitasi sumberdaya alam pada unit pelaksana teknis;dan e. fasilitasi uji coba tindak lanjut hasil penelitian dan perakitan teknologi, pengelolaan kerja sama serta pengelolaan hutan dengan tujuan khusus. Pasal 741 Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian terdiri atas: a. Subbidang Data, Informasi dan Diseminasi;dan b. Subbidang Tindak Lanjut Hasil Penelitian. Pasal 742 (1) Subbidang Data, Informasi dan diseminasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan data, informasi, publikasi, dokumentasi, dan diseminasi hasil penelitian, serta seminar dan pameran. (2) Subbidang Tindak Lanjut Hasil Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan fasilitasi uji coba tindak lanjut hasil penelitian, perakitan teknologi, pengurusan perlindungan hak kekayaan intelektual hasil penelitian, kerja sama dan pengelolaan hutan dengan tujuan khusus, serta pembinaan dan pengendalian teknis pelaksanaan penelitian dan pengembangan konservasi dan rehabilitasi sumberdaya alam pada unit pelaksana teknis. Pasal 743 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan dan rumah tangga, kepegawaian dan ketatalaksanaan, keuangan dan barang milik negara. Pasal 744 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pasal 743, Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi:

189

a. pelaksanaan urusan ketatausahaan, kepegawaian serta ketatalaksanaan;dan b. pelaksanaan urusan keuangan dan barang milik negara. Pasal 745 Bagian Tata Usaha terdiri atas: a. Subbagian Tata Usaha dan Kepegawaian;dan b. Subbagian Keuangan dan Perlengkapan. Pasal 746 (1) Subbagian Tata Usaha dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan, ketatalaksanaan, kerumahtanggaan, dan penyiapan bahan laporan serta urusan kepegawaian. (2) Subbagian Keuangan dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan administrasi keuangan, tindak lanjut hasil pemeriksaan, penyusunan laporan keuangan, pengelolaan barang milik negara dan pengelolaan laboratorium penelitian. Bagian Kelima Pusat Penelitian dan Pengembangan Produktivitas Hutan Pasal 747 Pusat Penelitian dan Pengembangan Produktivitas Hutan mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang produktivitas hutan berdasarkan kebijakan Kepala Badan. Pasal 748 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 747, Pusat Penelitian dan Pengembangan Produktivitas Hutan menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan kebijakan teknis, rencana dan program penelitian dan pengembangan di bidang produktivitas hutan; b. pelaksanaan tugas di bidang penelitian dan pengembangan produktivitas hutan; c. pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penelitian dan pengembangan produktivitas hutan; d. pembinaan dan pengendalian teknis pelaksanaan penelitian produktivitas hutan oleh unit pelaksana teknis;dan e. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat.

Bidang Program dan Evaluasi Penelitian. Pasal 751 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 750. Pasal 750 Bidang Program dan Evaluasi Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana. (2) Subbidang Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan pemantauan.dan c. penyiapan pemantauan. sintesa hasil penelitian serta pelaporan kegiatan penelitian di bidang produktivitas hutan. Pasal 752 Bidang Program dan Evaluasi Penelitian terdiri atas: a.190 Pasal 749 Pusat Penelitian dan Pengembangan Produktivitas Hutan terdiri atas: a. . penyiapan penyusunan kebijakan teknis penyusunan rencana dan program penelitian di bidang produktivitas hutan. evaluasi termasuk evaluasi umpan balik pemanfaatan iptek. program dan kegiatan penelitian di bidang produktivitas hutan. Bidang Program dan Evaluasi Penelitian menyelenggarakan fungsi: a. program dan kegiatan. Pasal 753 (1) Subbidang Program dan Anggaran Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan rencana. Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian. serta penyiapan evaluasi. b. penyiapan pelaksanaan tugas di bidang penyusunan rencana dan program penelitian produktivitas hutan. Subbidang Evaluasi dan Pelaporan. Subbidang Program dan Anggaran Penelitian. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penelitian di bidang produktivitas hutan.dan c. sintesa penelitian serta pelaporan Pusat. b.dan b. Bagian Tata Usaha.

dan e. . kerja sama dan pengelolaan hutan dengan tujuan khusus. Informasi dan diseminasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan data. Pasal 756 Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian terdiri atas: a. penyiapan pelaksanaan kebijakan teknis urusan pengelolaan data dan informasi. pengelolaan kerja sama serta pengelolaan hutan dengan tujuan khusus. Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Tindak Lanjut Hasil Penelitian. penyiapan pembinaan dan pengendalian teknis pelaksanaan penelitian produktivitas hutan oleh unit pelaksana teknis. d. difusi dan pemanfaatan iptek. b. Pasal 755 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Pasal 754. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kebijakan urusan pengelolaan data dan informasi.191 Pasal 754 Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengelolaan data dan informasi. serta seminar dan pameran. publikasi dan diseminasi hasil penelitian. c. Pasal 757 (1) Subbidang Data. dokumentasi. perakitan teknologi. informasi. Informasi dan Diseminasi. dan diseminasi hasil penelitian. publikasi dan diseminasi hasil penelitian di bidang produktivitas hutan. penyiapan penyusunan kebijakan teknis pengelolaan data dan informasi. publikasi. Subbidang Data. publikasi dan diseminasi hasil penelitian di bidang produktivitas hutan. serta perlindungan hak atas kekayaan intelektual di bidang produktivitas hutan serta pengelolaan hutan dengan tujuan khusus. pembinaan dan pengendalian teknis penelitian dan pengembangan produktivitas hutan pada unit pelaksana teknis. penyiapan pemantauan. (2) Subbidang Tindak Lanjut Hasil Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan fasilitasi uji coba tindak lanjut hasil penelitian. fasilitasi uji coba tindak lanjut hasil penelitian dan perakitan teknologi. kerja sama. fasilitasi uji coba tindak lanjut hasil penelitian dan perakitan teknologi. publikasi dan diseminasi hasil penelitian di bidang produktivitas hutan. pengurusan perlindungan hak kekayaan intelektual hasil penelitian. serta pembinaan dan pengendalian teknis pelaksanaan penelitian produktivitas hutan oleh unit pelaksana teknis.dan b.

Pasal 763 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pasal 762. kerumahtanggaan. tindak lanjut hasil pemeriksaan.dan b. keuangan dan barang milik negara.192 Pasal 758 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan dan rumah tangga. Pasal 759 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pasal 758. pelaksanaan urusan ketatausahaan.dan b. Pasal 761 (1) Subbagian Tata Usaha dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. penyusunan laporan keuangan dan pengelolaan barang milik negara dan pengelolaan laboratorium penelitian. Subbagian Keuangan dan Perlengkapan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Keenam Pusat Penelitian dan Pengembangan Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan Pasal 762 Pusat Penelitian dan Pengembangan Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang keteknikan kehutanan dan pengolahan hasil hutan berdasarkan kebijakan Kepala Badan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan menyelenggarakan fungsi: . pelaksanaan urusan keuangan dan barang milik negara. dan penyiapan bahan laporan serta urusan kepegawaian. (2) Subbagian Keuangan dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan administrasi keuangan. Pasal 760 Bagian Tata Usaha terdiri atas: a. kepegawaian serta ketatalaksanaan. kepegawaian dan ketatalaksanaan. ketatalaksanaan. Subbagian Tata Usaha dan Kepegawaian.

pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. Pasal 766 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 765. Pasal 764 Pusat Penelitian dan Pengembangan Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan terdiri atas: a. Pasal 765 Bidang Program dan Evaluasi Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana. Subbidang Evaluasi dan Pelaporan. serta penyiapan evaluasi.dan c. penyusunan kebijakan teknis. Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian. rencana dan program penelitian dan pengembangan di bidang keteknikan kehutanan dan pengolahan hasil hutan. Bidang Program dan Evaluasi Penelitian menyelenggarakan fungsi: a. d. Pasal 767 Bidang Program dan Evaluasi Penelitian terdiri atas: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penelitian dan pengembangan keteknikan kehutanan dan pengolahan hasil hutan. . penyiapan pelaksanaan tugas di bidang penelitian keteknikan kehutanan dan pengolahan hasil hutan. Bagian Tata Usaha. b. program dan kegiatan. pembinaan dan pengendalian teknis pelaksanaan penelitian keteknikan kehutanan dan pengolahan hasil hutan oleh unit pelaksana teknis. pelaksanaan tugas di bidang penelitian dan pengembangan keteknikan kehutanan dan pengolahan hasil hutan. b. penyiapan pemantauan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penelitian keteknikan kehutanan dan pengolahan hasil hutan. sintesa hasil penelitian serta pelaporan kegiatan penelitian di bidang keteknikan kehutanan dan pengolahan hasil hutan.dan c. penyiapan penyusunan kebijakan teknis penyusunan rencana dan program penelitian di bidang keteknikan kehutanan dan pengolahan hasil hutan.dan b.dan e. c. b. Bidang Program dan Evaluasi Penelitian. pemantauan. Subbidang Program dan Anggaran Penelitian.193 a.

sintesa penelitian serta pelaporan Pusat. publikasi dan diseminasi hasil penelitian di bidang keteknikan dan pengolahan hasil hutan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pengelolaan data dan informasi. publikasi dan diseminasi hasil penelitian. Subbidang Tindak Lanjut Hasil Penelitian . Subbidang Data. penyiapan penyusunan kebijakan teknis pengelolaan data dan informasi. publikasi dan diseminasi hasil penelitian keteknikan dan pengolahan hasil hutan. penyiapan pembinaan dan pengendalian teknis pelaksanaan penelitian dan pengembangan keteknikan kehutanan dan pengolahan hasil hutan pada unit pelaksana teknis. Pasal 770 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Pasal 769.194 Pasal 768 (1) Subbidang Program dan Anggaran Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan rencana. Informasi dan Diseminasi. difusi dan pemanfaatan iptek. Pasal 769 Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengelolaan data dan informasi. (2) Subbidang Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan pemantauan. program dan kegiatan penelitian di bidang keteknikan kehutanan dan pengolahan hasil hutan. publikasi dan diseminasi hasil penelitian keteknikan dan pengolahan hasil hutan. fasilitasi uji coba tindak lanjut hasil penelitian dan perakitan teknologi. serta perlindungan hak atas kekayaan intelektual di bidang keteknikan kehutanan dan pengolahan hasil hutan serta pengelolaan hutan dengan tujuan khusus. evaluasi termasuk evaluasi umpan balik pemanfaatan iptek. pembinaan dan pengendalian teknis penelitian dan pengembangan keteknikan kehutanan dan pengolahan hasil hutan pada unit pelaksana teknis.dan b. Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian menyelenggarakan fungsi: a. kerja sama serta pengelolaan hutan dengan tujuan khusus. b. d. Pasal 771 Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian terdiri atas: a. penyiapan pelaksanaan tugas di bidang pengelolaan data dan informasi.dan e. penyiapan pemantauan. c. kerja sama. fasilitasi uji coba tindak lanjut hasil penelitian dan perakitan teknologi.

Informasi dan diseminasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan dan pengolahan bahan data dan informasi. perakitan teknologi. Subbagian Tata Usaha dan Kepegawaian. ketatalaksanaan. kerumahtanggaan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbidang Tindak Lanjut Hasil Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan fasilitasi uji coba tindak lanjut hasil penelitian. laporan keuangan dan pengelolaan barang milik negara dan pengelolaan laboratorium penelitian.195 Pasal 772 (1) Subbidang Data. Subbagian Keuangan dan Perlengkapan. kerja sama dan pengelolaan hutan dengan tujuan khusus. dan penyiapan bahan laporan serta urusan kepegawaian. diseminasi hasil penelitian serta pelaksanaan seminar dan pameran. (2) Subbagian Keuangan dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan administrasi keuangan. publikasi dan dokumentasi. pelaksanaan urusan keuangan dan barang milik negara. .dan b. serta pembinaan dan pengendalian teknis pelaksanaan penelitian dan pengembangan keteknikan kehutanan dan pengolahan hasil hutan pada unit pelaksana teknis. pengurusan perlindungan hak kekayaan intelektual hasil penelitian. Pasal 776 (1) Subbagian Tata Usaha dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. keuangan dan pengeloaan barang milik negara. pelaksanaan urusan ketatausahaan dan kepegawaian serta ketatalaksanaan. Pasal 773 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan dan rumah tangga. Pasal 774 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pasal 773. Pasal 775 Bagian Tata Usaha terdiri atas: a. kepegawaian dan ketatalaksanaan. tindak lanjut hasil pemeriksaan penyusunan.dan b.

program dan kegiatan. c. Bidang Program dan Evaluasi Penelitian menyelenggarakan fungsi: . b. d. pelaksanaan tugas di bidang penelitian dan pengembangan perubahan iklim dan kebijakan kehutanan. rencana dan program penelitian dan pengembangan di bidang perubahan iklim dan kebijakan kehutanan. Pasal 781 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pasal 780. Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian. Pusat Penelitian Kebijakan dan Perubahan Iklim menyelenggarakan fungsi: a. b. Pasal 779 Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan dan Perubahan Iklim terdiri atas: a. pembinaan dan pengendalian teknis pelaksanaan penelitian perubahan iklim dan kebijakan kehutanan oleh unit pelaksana teknis. Bagian Tata Usaha.196 Bagian Ketujuh Pusat Penelitian dan Pengembangan Perubahan Iklim dan Kebijakan Pasal 777 Pusat Penelitian dan Pengembangan Perubahan Iklim dan Kebijakan mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang perubahan iklim dan kebijakan berdasarkan kebijakan Kepala Badan. Bidang Program dan Evaluasi Penelitian. Pasal 780 Bidang Program dan Evaluasi Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana. serta penyiapan evaluasi.dan e. Pasal 778 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pasal 777. penyusunan kebijakan teknis. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penelitian dan pengembangan perubahan iklim dan kebijakan kehutanan. pemantauan.dan c. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. sintesa hasil penelitian serta pelaporan kegiatan penelitian di bidang perubahan iklim dan kebijakan kehutanan.

program dan kegiatan penelitian di bidang perubahan iklim dan kebijakan kehutanan. Subbidang Evaluasi dan Pelaporan. c. publikasi dan diseminasi hasil penelitian perubahan iklim dan kebijakan kehutanan. Pasal 782 Bidang Program dan Evaluasi Penelitian terdiri atas: a. Pasal 784 Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengelolaan data dan informasi. Pasal 785 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 784. pembinaan dan pengendalian teknis penelitian dan pengembangan perubahan iklim dan kebijakan kehutanan pada unit pelaksana teknis. penyiapan pemantauan. b.197 a. penyiapan penyusunan kebijakan teknis penyusunan rencana dan program serta kerja sama penelitian di bidang perubahan iklim dan kebijakan kehutanan. publikasi dan diseminasi hasil penelitian perubahan iklim dan kebijakan kehutanan. kerja sama. publikasi dan diseminasi hasil penelitian. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penelitian perubahan iklim dan kebijakan kehutanan.dan c. b. Subbidang Program dan Anggaran. publikasi dan diseminasi hasil penelitian di bidang perubahan iklim dan kebijakan kehutanan. penyiapan pemantauan. serta perlindungan hak atas kekayaan intelektual di bidang perubahan iklim dan kebijakan kehutanan. sintesa penelitian serta pelaporan Pusat.dan b. (2) Subbidang Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan pemantauan. penyiapan pelaksanaan tugas di bidang pengelolaan data dan informasi.dan . penyiapan penyusunan kebijakan teknis pengelolaan data dan informasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pengelolaan data dan informasi. Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi termasuk evaluasi umpan balik pemanfaatan iptek. penyiapan pelaksanaan tugas di bidang penyusunan rencana dan program serta kerja sama penelitian perubahan iklim dan kebijakan kehutanan. Pasal 783 (1) Subbidang Program dan Anggaran Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan rencana.

Subbidang Data. . kerja sama.198 d. serta pembinaan dan pengendalian teknis pelaksanaan penelitian dan pengembangan perubahan iklim dan kebijakan kehutanan pada unit pelaksana teknis. Subbagian Keuangan dan Perlengkapan.dan b.dan b. Subbagian Tata Usaha dan Kepegawaian. Pasal 790 Bagian Tata Usaha terdiri atas: a. Pasal 787 (1) Subbidang Data. Subbidang Tindak Lanjut Hasil Penelitian. Pasal 786 Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian terdiri atas: a. Informasi dan Diseminasi. diseminasi hasil penelitian serta pelaksanaan seminar dan pameran. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 788 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan dan rumah tangga. kepegawaian dan ketatalaksanaan. (2) Subbidang Tindak Lanjut Hasil Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan pengurusan perlindungan hak kekayaan intelektual hasil penelitian. pelaksanaan urusan ketatausahaan dan kepegawaian serta ketatalaksanaan. publikasi dan dokumentasi. penyiapan pembinaan dan pengendalian teknis pelaksanaan penelitian dan pengembangan perubahan iklim dan kebijakan kehutanan pada unit pelaksana teknis. Pasal 789 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pasal 788. keuangan dan barang milik negara.dan b. pelaksanaan urusan keuangan dan barang milik negara. Informasi dan diseminasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan dan pengolahan bahan data dan informasi.

ketatalaksanaan. kerumahtanggaan.199 Pasal 791 (1) Subbagian Tata Usaha dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. tindak lanjut hasil pemeriksaan. . dan penyiapan bahan laporan serta urusan kepegawaian. penyusunan laporan keuangan dan pengelolaan barang milik negara. (2) Subbagian Keuangan dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan administrasi keuangan.

(2) Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah tertentu sesuai bidang keahliannya.dan e. yang tidak menjadi bidang tugas Sekretariat Jenderal. . Staf Ahli Menteri Bidang Lingkungan dan Perubahan Iklim memberikan telaahan kepada Menteri Kehutanan berkaitan dengan isu lingkungan dan percepatan program pelaksanaan penurunan emisi gas rumah kaca bidang Kehutanan melalui upaya-upaya mitigasi. adaptasi dan alih teknologi. masyarakat baik lokal maupun internasional.dan e. Staf Ahli Menteri Bidang Keamanan Hutan memberikan telaahan kepada Menteri Kehutanan berkaitan dengan upaya-upaya peningkatan pengamanan hutan dan hasil hutan. Badan dan Inspektorat Jenderal. (4) Staf Ahli mempunyai tugas : a. Direktorat Jenderal. b. Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga. Staf Ahli Menteri Bidang Lingkungan dan Perubahan Iklim. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. d. serta peningkatan upaya pemberdayaan masyarakat. Staf Ahli Menteri Bidang Keamanan Hutan. Staf Ahli Menteri Bidang Revitalisasi Industri Kehutanan memberikan telaahan kepada Menteri Kehutanan berkaitan dengan penguatan struktur dan sumberdaya industri kehutanan. b. swasta. organisasi nirlaba. c.200 BAB XI STAF AHLI Pasal 792 (1) Staf Ahli adalah unsur pembantu Menteri di bidang keahlian tertentu. c. Staf Ahli Menteri Bidang Revitalisasi Industri Kehutanan. GATT dan AFTA. (3) Staf Ahli terdiri atas: a. Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Perdagangan Internasional memberikan telaahan berkaitan dengan kontribusi sektor kehutanan dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional dan kontribusi sektor kehutanan dalam perdagangan internasional yang berkaitan dengan konvensi internasional antara lain WTO. Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga memberikan telaahan kepada Menteri Kehutanan berkaitan dengan upaya peningkatan hubungan kerjasama Kementerian Kehutanan dengan lembaga pemerintahan. Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Perdagangan Internasional. d.

(6) Staf Ahli dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal. Staf Ahli dapat membangun jejaring kerja dan koordinasi dengan unit kerja terkait. .201 (5) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (4).

pengelolaan dan evaluasi dampak lingkungan. evaluasi dampak lingkungan. sertifikasi. jasa kehutanan. serta penanganan perubahan iklim di bidang kehutanan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang standardisasi produk. Pasal 794 Pusat Standardisasi dan Lingkungan Kehutanan mempunyai tugas melaksanakan perumusan bahan standardisasi. (2) Pusat Standardisasi dan Lingkungan Kehutanan dipimpin oleh seorang Kepala. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 796 Pusat Standardisasi dan Lingkungan Kehutanan terdiri atas: . c. serta pengelolaan.202 BAB XII PUSAT STANDARDISASI DAN LINGKUNGAN KEHUTANAN Bagian Pertama Kedudukan. jasa kehutanan. evaluasi dampak lingkungan.dan d. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. serta pengelolaan. dan penanganan perubahan iklim kehutanan. Tugas dan Fungsi Pasal 793 (1) Pusat Standardisasi dan Lingkungan Kehutanan adalah unsur penunjang pelaksana tugas Kementerian di bidang standardisasi dan lingkungan kehutanan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri melalui Sekretaris Jenderal. dan penanganan perubahan iklim kehutanan. penyusunan kebijakan teknis di bidang standardisasi produk. pelaksanaan tugas di bidang standardisasi produk. pemantauan. serta pengelolaan. evaluasi dampak lingkungan. dan penanganan perubahan iklim kehutanan. jasa kehutanan. Pasal 795 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal Standardisasi dan Lingkungan Kehutanan menyelenggarakan fungsi: 794. b. Pusat a.

Bidang Lingkungan Kehutanan. jasa kehutanan.dan d. Pasal 797 Bidang Standardisasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan penerapan kebijakan standardisasi produk. pemantauan. jasa kehutanan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang perumusan standardisasi produk dan jasa kehutanan serta standardisasi proses pengelolaan hutan. Pasal 800 (1) Subbidang Perumusan Standar mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas. Pasal 798 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 797. b.dan c.dan b.203 a. penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang standardisasi produk. Bidang Perubahan Iklim. penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis di bidang standardisasi produk. c. jasa kehutanan. Pasal 799 Bidang Standardisasi terdiri atas: a. (2) Subbidang Penerapan Standar mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penerapan standardisasi produk dan jasa kehutanan serta standardisasi proses pengelolaan hutan. dan standardisasi proses pengelolaan hutan. dan pengelolaan hutan. jasa kehutanan. . pemantauan. penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang standardisasi produk. Subbagian Tata Usaha. Subbidang Perumusan Standar. Bidang Standardisasi. dan standardisasi proses pengelolaan hutan. dan standardisasi proses pengelolaan hutan. Bidang Standardisasi menyelenggarakan fungsi: a. b. Subbidang Penerapan Standar.

Pasal 802 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 801. pemantauan dan evaluasi dampak lingkungan kehutanan. pemantauan dan evaluasi dampak lingkungan kehutanan. Pasal 803 Bidang Lingkungan Kehutanan terdiri atas: a. Subbidang Evaluasi Pengelolaan Dampak Lingkungan.dan c. pemantauan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pelayanan pengelolaan lingkungan kehutanan. (2) Subbidang Evaluasi Pengelolaan Dampak Lingkungan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas. b. pemantauan dan evaluasi dampak lingkungan kehutanan. Subbidang Pelayanan Pengelolaan Lingkungan. Pasal 805 Bidang Perubahan Iklim mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penerapan kebijakan penanganan perubahan iklim di bidang kehutanan. . penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pengelolaan. pemantauan. penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis di bidang pengelolaan.204 Pasal 801 Bidang Lingkungan Kehutanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penerapan kebijakan pengelolaan. Pasal 804 (1) Subbidang Pelayanan Pengelolaan Lingkungan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pemantauan dan evaluasi dampak lingkungan kehutanan. pemantauan dan evaluasi dampak lingkungan di bidang kehutanan.dan b. penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang pengelolaan. Bidang Lingkungan Kehutanan menyelenggarakan fungsi: a.

dan pelaporan Pusat. keuangan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang perubahan iklim kehutanan termasuk pengembangan kerja sama. . penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis di bidang penanganan perubahan iklim kehutanan yang meliputi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang penanganan perubahan iklim kehutanan yang meliputi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. b. Pasal 808 (1) Subbidang Pelayanan Penanganan Perubahan Iklim mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas.dan b. Subbidang Pelayanan Penanganan Perubahan Iklim. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Bidang Standardisasi. Bidang Penanganan Perubahan Iklim menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Pengembangan Penanganan Perubahan Iklim. penyiapan bahan pemantauan.dan c. Pasal 809 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan.205 Pasal 806 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 805. (2) Subbidang Pengembangan Penanganan Perubahan Iklim mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penilaian usulan kegiatankegiatan yang berkaitan dengan perubahan iklim kehutanan. kepegawaian. Pasal 807 Bidang Penanganan Perubahan Iklim terdiri atas: a. kerumahtanggaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penanganan perubahan iklim kehutanan yang meliputi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. pemantauan. pemantauan.

rencana dan program di bidang publikasi serta hubungan masyarakat. penyusunan kebijakan teknis. Pasal 812 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 811. (2) Pusat Hubungan Masyarakat dipimpin oleh seorang Kepala. Pusat Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. Bidang Hubungan Antar Lembaga. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang publikasi serta hubungan masyarakat. Subbagian Tata Usaha.dan d.206 BAB XIII PUSAT HUBUNGAN MASYARAKAT Bagian Pertama Susunan. Tugas dan Fungsi Pasal 810 (1) Pusat Hubungan Masyarakat adalah unsur penunjang pelaksana tugas Kementerian di bidang hubungan masyarakat yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri melalui Sekretaris Jenderal. b. . pemantauan. Pasal 811 Pusat Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan publikasi kehutanan serta hubungan masyarakat berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.dan c. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 813 Pusat Hubungan Masyarakat terdiri atas: a. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. Bidang Pemberitaan dan Publikasi. c. pelaksanaan tugas di bidang publikasi serta hubungan masyarakat. b.

dunia usaha. (2) Subbidang Analisis Berita dan Publikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas. lembaga pemerintah. penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis di bidang pemberitaan dan publikasi.dan b. Bidang Pemberitaan dan Publikasi menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pemberitaan dan publikasi. penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis di bidang hubungan dengan lembaga Negara. lembaga pendidikan. Pasal 817 (1) Subbidang Pemberitaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang analisis berita dan publikasi. pemantauan. Pasal 818 Bidang Hubungan Antar Lembaga mempunyai tugas melaksanakan hubungan dengan lembaga Negara. Pasal 816 Bidang Pemberitaan dan Publikasi terdiri atas: a. dunia usaha. Subbidang Pemberitaan. penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang pemberitaan dan publikasi. lembaga pendidikan. Pasal 815 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814. riset dan teknologi. riset dan teknologi. . evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pemberitaan. Pasal 819 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 818. Subbidang Analisis Berita dan Publikasi.dan c. lembaga pemerintah.207 Pasal 814 Bidang Pemberitaan dan Publikasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penerapan kebijakan pemberitaan dan publikasi. penyiapan bahan pemantauan. b. pemantauan. Bidang Hubungan Antar Lembaga menyelenggarakan fungsi: a.

(2) Subbidang Hubungan Lembaga Non Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas. Subbidang Hubungan Lembaga Non Pemerintah. penyiapan bahan pemantauan. dunia usaha. Pasal 822 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. Subbidang Hubungan Lembaga Negara dan Pemerintah. dan pelaporan Pusat. riset dan teknologi. keuangan. pemantauan.dan c. kerumahtanggaan. lembaga pemerintah. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional bertanggungjawab kepada Kepala Bidang Informasi. .dan b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang hubungan dengan lembaga negara dan pemerintah serta fasilitasi pelaksanaan hubungan dengan lembaga negara dan pemerintah. Pasal 821 (1) Subbidang Hubungan Lembaga Negara dan Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas. lembaga pendidikan. Pasal 820 Bidang Hubungan Antar Lembaga terdiri atas: a. riset dan teknologi. pemantauan. dunia usaha. lembaga pemerintah. penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang hubungan dengan lembaga Negara.208 b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas hubungan dengan lembaga non pemerintah serta fasilitasi pelaksanaan hubungan dengan lembaga non pemerintah. kepegawaian. lembaga pendidikan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang hubungan dengan lembaga Negara.

evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang hubungan dan kerja sama luar negeri bilateral dan multilateral serta kerja sama dengan lembaga swadaya masyarakat (NGO) internasional. b. Bidang Kerja sama Teknik. Pusat Kerja Sama Luar Negeri menyelenggarakan fungsi: a. rencana dan program di bidang hubungan dan kerja sama luar negeri bilateral dan multilateral serta kerja sama dengan lembaga swadaya masyarakat (NGO) internasional. c. Pasal 825 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 824. .dan c. Pasal 824 Pusat Kerja Sama Luar Negeri mempunyai tugas melaksanakan hubungan dan kerja sama luar negeri.209 BAB XIV PUSAT KERJA SAMA LUAR NEGERI Pasal 823 (1) Pusat Kerja Sama Luar Negeri adalah unsur penunjang pelaksanaan tugas Kementerian di bidang kerja sama luar negeri yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri melalui Sekretaris Jenderal. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. pelaksanaan tugas di bidang hubungan dan kerja sama luar negeri bilateral dan multilateral serta kerja sama dengan lembaga swadaya masyarakat (NGO) internasional. Bidang Bilateral dan Regional. (2) Pusat Kerja Sama Luar Negeri dipimpin oleh seorang Kepala. penyusunan kebijakan teknis. pemantauan. b. Bidang Multilateral.dan d. Pasal 826 Pusat Kerja Sama Luar Negeri terdiri atas: a.

210

Pasal 827 Bidang Bilateral dan Regional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penerapan kebijakan di bidang negosiasi, pengkajian dan pelaksanaan hubungan dan kerja sama bilateral dan regional, serta pemantauan tindak lanjut kerja sama bilateral dan regional. Pasal 828 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 827, Bidang Bilateral dan Regional menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis di bidang hubungan kerja sama bilateral dan regional; b. penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang hubungan kerja sama bilateral dan regional; c. penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang hubungan kerja sama bilateral dan regional; d. penyusunan naskah perjanjian luar negeri dalam rangka kerja sama bilateral dan regional; e. pemantauan dan penilaian hubungan kerja sama bilateral dan regional;dan f. koordinasi hubungan kerja sama bilateral dan regional. Pasal 829 Bidang Bilateral dan Regional terdiri atas: a. Subbidang Bilateral Amerika dan Eropa;dan b. Subbidang Bilateral Asia, Afrika, Australia dan Regional. Pasal 830 (1) Subbidang Bilateral Amerika dan Eropa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas, pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas penilaian pelaksanaan kerja sama bilateral wilayah Amerika dan Eropa. (2) Subbidang Bilateral Asia, Afrika, Australia dan Regional mempunyai melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas, pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas penilaian pelaksanaan kerja sama wilayah Asia, Afrika, Australia dan Regional.

211

Pasal 831 Bidang Multilateral mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penerapan kebijakan di bidang negosiasi, pengkajian dan pelaksanaan hubungan dan kerja sama multirateral serta pemantauan tindak lanjut hasil-hasil konvensi internasional terkait dengan sektor kehutanan. Pasal 832 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 831, Bidang Multilateral menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis di bidang hubungan kerja sama multilateral; b. penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang hubungan kerja sama multilateral; c. penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang hubungan kerja sama multilateral; d. koordinasi penyusunan naskah perjanjian luar negeri dalam rangka kerja sama multilateral; e. pemantauan dan penilaian hubungan kerja sama multilateral;dan f. koordinasi hubungan kerja sama multilateral. Pasal 833 Bidang Multilateral terdiri atas:
a. Subbidang Konvensi dan Organisasi Internasional;dan b. Subbidang Organisasi Perserikatan Bangsa Bangsa.

Pasal 834 (1) Subbidang Konvensi dan Organisasi Internasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis, pemantauan, evaluasi dan pelaporan tugas di bidang tindak lanjut konvensi dan organisasi internasional. (2) Subbidang Organisasi Perserikatan Bangsa Bangsa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis, pemantauan, evaluasi dan pelaporan tugas kerja sama organisasi perserikatan bangsa-bangsa.

212

Pasal 835 Bidang Kerja sama Teknik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penerapan kebijakan di bidang urusan proyek-proyek kerja sama luar negeri. Pasal 836 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 835, Bidang Kerja sama Teknik menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis di bidang kerja sama teknik luar negeri; b. penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang kerja sama teknik luar negeri; c. penyiapan bahan pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang kerja sama teknik luar negeri, serta pelaksanaan proyek kerja sama luar negeri dan NGO internasional;dan d. fasilitasi perizinan perjalanan dinas ke luar negeri; Pasal 837 Bidang Kerja sama Teknik terdiri atas: a. Subbidang Kerja sama Teknik Luar Negeri I;dan b. Subbidang Kerja sama Teknik Luar Negeri II. Pasal 838 (1) Subbidang Kerja sama Teknik Luar Negeri I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas, pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pelaksanaan proyek-proyek kerja sama bilateral dan regional. (2) Subbidang Kerja sama Teknik Luar Negeri II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas, pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pelaksanaan proyek-proyek kerja sama multirateral dan LSM internasional. Pasal 839 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan tata usaha, kerumahtanggaan, kepegawaian, perlengkapan, penyusunan rencana dan pengelolaan keuangan serta pelaporan kegiatan Pusat. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Bilateral dan Regional.

213

BAB XV PUSAT PENGENDALIAN PEMBANGUNAN KEHUTANAN REGIONAL Bagian Pertama Kedudukan, Tugas dan Fungsi Pasal 840 (1) Pusat Pengendalian Pembangunan Kehutanan Regional adalah unsur penunjang pelaksanaan tugas Kementerian yang berada dibawah dan bertanggung jawab langsung kepada Menteri melalui Sekretaris Jenderal. (2) Pusat Pengendalian Pembangunan Kehutanan Regional dipimpin oleh seorang Kepala. (3) Wilayah kerja Pusat Pengendalian Pembangunan Kehutanan Regional terdiri atas: a. wilayah kerja Pusat Pengendalian Pembangunan Kehutanan Regional I meliputi Pulau Sumatera, Kepulauan Riau, Bangka Belitung dan sekitarnya; b. wilayah kerja Pusat Pengendalian Pembangunan Kehutanan Regional II meliputi Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara dan sekitarnya; c. wilayah kerja Pusat Pengendalian Pembangunan Kehutanan Regional III meliputi Pulau Kalimantan dan sekitarnya;dan d. wilayah kerja Pusat Pengendalian Pembangunan Kehutanan Regional IV meliputi Pulau Sulawesi, Kepulauan Maluku, Papua dan sekitarnya. Pasal 841 Pusat Pengendalian Pembangunan Kehutanan Regional mempunyai tugas melaksanakan penyusunan dan evaluasi perencanaan kehutanan di tingkat regional. Pasal 842 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pengendalian Kehutanan Regional menyelenggarakan fungsi: Pasal 841, Pusat

a. penyusunan kebijakan teknis di bidang perencanaan kehutanan di tingkat regional; b. pelaksanaan tugas di bidang perencanaan kehutanan di tingkat regional; c. pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang perencanaan kehutanan di tingkat regional;dan d. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat.

214

Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 843 Pusat Pengendalian Pembangunan Kehutanan Regional, terdiri atas: a. Bidang Perencanaan Kehutanan Regional; b. Bidang Evaluasi Perencanaan Kehutanan Regional;dan c. Subbagian Tata Usaha. Pasal 844 Bidang Perencanaan Kehutanan Regional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penerapan kebijakan di bidang penyusunan rencana kehutanan regional. Pasal 845 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 844, Bidang Perencanaan Kehutanan Regional menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis di bidang penyusunan rencana kehutanan regional serta penyusunan rencana dan program pusat; b. penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang penyusunan rencana kehutanan regional;dan c. penyiapan bahan pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penyusunan rencana kehutanan regional. Pasal 846 Bidang Perencanaan Kehutanan terdiri atas: a. Subbidang Perencanaan Kehutanan I;dan b. Subbidang Perencanaan Kehutanan II. Pasal 847 (1) Subbidang Perencanaan Kehutanan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas, pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang perencanaan Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam, Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial, dan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan di tingkat regional serta penyusunan rencana dan program pusat.

dan d. evaluasi perencanaan kehutanan di tingkat regional. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang perencanaan pembangunan kehutanan Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam. . (2) Subbidang Evaluasi Perencanaan Kehutanan II tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan dan pelaksanaan tugas. pemantauan. penyiapan bahan pemantauan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas perencanaan pembangunan kehutanan bidang Planologi Kehutanan. pemantauan. Pasal 849 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 848. evaluasi perencanaan kehutanan di tingkat regional. Usaha Kehutanan. Pasal 848 Bidang Evaluasi Perencanaan Kehutanan Regional mempunyai tugas mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penerapan kebijakan di bidang pemantauan. Pasal 850 Bidang Evaluasi Kinerja terdiri atas: a. serta Penelitian dan Pengembangan Kehutanan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pemantauan. Bidang Evaluasi Perencanaan Kehutanan Regional menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 851 (1) Subbidang Evaluasi Perencanaan Kehutanan I tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan dan pelaksanaan tugas.215 (2) Subbidang Perencanaan Kehutanan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas.dan b. penyiapan bahan pelaporan kinerja pembangunan kehutanan di tingkat regional. evaluasi perencanaan kehutanan di tingkat regional. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang perencanaan Planologi Kehutanan. c. pemantauan. evaluasi perencanaan kehutanan di tingkat regional. Subbidang Evaluasi Perencanaan Kehutanan II. Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan di tingkat regional. penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis di bidang pemantauan. Subbidang Evaluasi Perencanaan Kehutanan I. Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial. b. Usaha Kehutanan. Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan. penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang pemantauan.

dan e. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Bidang Evaluasi Kinerja. Bidang Analisis dan Evaluasi. prosedur dan kriteria bergulir untuk pembiayaan pembangunan hutan tanaman. c. Pasal 854 Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan keuangan. keuangan. BAB XVI PUSAT PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN HUTAN Pasal 853 (1) Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Menteri Kehutanan. b. norma. Pasal 856 Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan terdiri atas: a. pelaksanaan urusan tata usaha dan keuangan. program dan anggaran Pusat. pelaksanaan kebijakan. kepegawaian. prosedur dan kriteria bergulir untuk pembiayaan pembangunan hutan tanaman. penyusunan rencana. Bidang Operasional. yang secara teknis dibina oleh Direktur Jenderal Bina Usaha Kehutanan dan secara administratif dibina oleh Sekretariat Jenderal.dan c.216 Pasal 852 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. b. (2) Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan dipimpin oleh seorang Kepala. standar. norma. perumusan kebijakan. kerumahtanggaan dan pelaporan Pusat. analisis kredit dan pengendalian resiko pembiayaan. Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Keuangan dan Umum. Pasal 855 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 854. pengelolaan dana pengelolaan dana . standar. penyaluran dan pengembalian dana bergulir untuk pembiayaan pembangunan hutan tanaman. d.

penyiapan rencana makro. penyiapan rencana makro pinjaman dan penyusunan rencana penganggaran dalam kerangka pengeluaran jangka menengah dana bergulir. penyaluran. dan penagihan dana pinjaman. Subbidang Evaluasi Pinjaman. melaksanakan analisis kredit dan evaluasi kinerja debitur dan pelaporan serta data dan informasi. dan pengkajian skema-skema pinjaman dana bergulir. . penyelamatan. penyelesaian pinjaman dana bergulir dan restrukturisasi pinjaman dana bergulir bermasalah. penyelesaian pinjaman dana bergulir dan restrukturisasi pinjaman dana bergulir bermasalah.dan b.217 Pasal 857 Bidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana makro pinjaman dana bergulir.dan c. penilaian atas kolektibilitas. penyusunan penganggaran dalam rangka pengeluaran jangka menengah. serta penilaian kualitas atas kolektibilitas pinjaman dana bergulir. analisa pinjaman. Pasal 858 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 857. Pasal 860 (1) Subbidang Analisis Pinjaman mempunyai tugas melakukan pengkajian skema-skema pinjaman. pengendalian resiko pembiayaan. pengembalian. b. Bidang Analisis dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 859 Bidang Analisis dan Evaluasi terdiri atas: a. Subbidang Analisis Pinjaman. Pasal 861 Bidang Operasional mempunyai tugas melaksanakan perencanaan. melaksanakan evaluasi kinerja peminjam dana bergulir. penyelamatan. (2) Subbidang Evaluasi Pinjaman mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi kinerja peminjam dana bergulir dan pengendalian resiko pembiayaan. pelaksanaan analisa.

Sulawesi. Pasal 863 Bidang Operasional terdiri atas: a. pemantauan penggunaan dana pinjaman dalam rangka pengembalian pinjaman.dan b. penyusunan dan pengadministrasian perjanjian pinjaman dana bergulir. d. pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak. administrasi pengelola keuangan. verifikasi. pengurusan kenotariatan. penyelesaian utang piutang. Bali. perbendaharaan. perencanaan dan pelaksanaan penyaluran pinjaman dana bergulir. akuntansi dan pelaporan keuangan. pembinaan dan pelatihan kepada penerima pinjaman dan pendamping. serta melaksanakan urusan ketatausahaan dan kehumasan. pembinaan dan pelatihan kepada penerima pinjaman dan pendamping. penyusunan dan pengadministrasian perjanjian pinjaman dana bergulir. f. pengurusan kenotariatan. Jawa. Nusa Tenggara Barat.218 Pasal 862 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 861. dan penyelesaian agunan kredit bagi penerima pinjaman di wilayah Kalimantan. dan penyelesaian agunan kredit bagi penerima pinjaman di wilayah Sumatera.dan g. penyusunan dan pengadministrasian perjanjian pinjaman dana bergulir. Bidang Operasional menyelenggarakan fungsi: a. pengurusan kenotariatan. . e. b. Subbidang Operasional II. penyelesaian agunan kredit bagi penerima pinjaman Hutan Tanaman Industri. Subbidang Operasional I. c. Irian Jaya Barat dan Papua. Pasal 864 (1) Subbidang Operasional I mempunyai tugas melakukan perencanaan pengembalian dan pengembalian pinjaman dana bergulir. (2) Subbidang Operasional II mempunyai tugas perencanaan pengembalian dan pengembalian pinjaman dana bergulir. perencanaan pengembalian pinjaman dana bergulir. pembinaan dan pelatihan kepada penerima pinjaman dan pendamping. Nusa Tenggara Timur dan Maluku. urusan tata usaha keuangan. Pasal 865 Bagian Keuangan dan Umum mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rancangan anggaran pendapatan belanja.

f. h. pengelolaan urusan keuangan. akuntansi dan pelaporan keuangan Pusat. kepegawaian dan kehumasan. pelaporan pelaksanaan anggaran.219 Pasal 866 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 865. sistem informasi manajemen keuangan. penyelenggaraan sistem informasi manajemen keuangan. Subbagian Keuangan. e. evaluasi. pelaksanaan urusan ketatausahaan. perbendaharaan.dan i. penyusunan rencana penganggaran dalam rangka pengeluaran jangka menengah. Pasal 868 (1) Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana bisnis dan anggaran. kepegawaian dan kehumasan. penyelesaian utang piutang. penyiapan dokumen pelaksanaan anggaran Pusat. (2) Subbagian Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan ketatausahaan. dokumen pelaksanaan anggaran. c. pengelolaan kas.dan b. b. Bagian Keuangan dan Umum menyelenggarakan fungsi: a. asset tetap dan investasi Pusat. pelaksanaan akuntansi dan penyusunan laporan keuangan. perlengkapan. Subbagian Umum. d. penyusunan kebijakan pengelolaan barang. . g. perlengkapan. verifikasi. Pasal 867 Bagian Keuangan dan Umum terdiri atas: a. dan pendapatan dan belanja. serta penyelesaian utang piutang. penyusunan rencana bisnis anggaran.

Pasal 870 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. terdiri atas sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya. Pasal 871 (1) Kelompok jabatan fungsional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 870. . (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (3) Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.220 BAB XVII Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 869 Pada lingkungan Kementerian Kehutanan dapat dibentuk kelompok jabatan fungsional sesuai kebutuhan. (2) Masing-masing kelompok jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditetapkan oleh Kepala Unit Organisasi.

Pasal 875 Para Kepala Biro/Pusat. setiap pimpinan satuan organisasi lingkup Sekretariat Jenderal. Pasal 877 Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahan wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk menyusun laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan. Pasal 876 Dalam menyampaikan laporan kepada atasan. Inspektorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian wajib menerapkan prinsip koordinasi. tembusan laporan wajib disampaikan pula kepada satuan organisasi yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja. Direktorat Jenderal. menyampaikan laporan kepada pimpinan unit Eselon I masingmasing. Sekretaris Inspektorat Jenderal. dan Sekretaris Badan. integrasi dan sinkronisasi di lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi di dalam Kementerian serta dengan instansi lain di luar Kementerian sesuai dengan tugas masing-masing.221 BAB XVIII TATA KERJA Pasal 872 Dalam melaksanakan tugas. Pasal 873 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengawasi pelaksanaan tugas bawahan masing-masing dan apabila terjadi penyimpangan pelaksanaan tugas. Pasal 874 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk serta bertanggung jawab kepada atasan masing-masing dan menyampaikan laporan berkala tepat pada waktunya. selanjutnya Sekretaris Jenderal menyusun laporan Kementerian. Sekretaris Direktorat Jenderal. wajib mengambil langkah-langkah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. .

(2) Rumusan tugas. maka Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P. susunan organisasi dan tata kerja Unit Pelaksana Teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (1).64/Menhut-II/2008 tentang Perubahan Kelima Atas Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P. BAB XX KETENTUAN PERALIHAN Pasal 880 Perubahan atas susunan organisasi dan tata kerja menurut Peraturan ini ditetapkan oleh Menteri setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara.13/Menhut-II/2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Kehutanan. BAB XIX UNIT PELAKSANA TEKNIS Pasal 879 (1) Di lingkungan Kementerian dapat dibentuk Unit Pelaksana Teknis berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. ditetapkan oleh Menteri setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. . fungsi.13/Menhut-II/2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kehutanan yang telah diubah lima kali yang terakhir diubah dengan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor P.222 Pasal 878 Dalam melakukan tugas setiap pimpinan satuan organisasi dibantu oleh Kepala Satuan Organisasi dibawahnya dan dalam rangka pemberian bimbingan kepada bawahan wajib mengadakan rapat berkala. dinyatakan tidak berlaku. Pasal 881 Dengan berlakunya Peraturan Menteri ini.

Agar setiap orang mengetahuinya. ttd. MUDJIHANTO SOEMARMO NIP. ttd. PATRIALIS AKBAR BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2010 NOMOR 405 Salinan sesuai dengan aslinya Plt. Kepala Biro Hukum dan Organisasi ttd. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 20 Agustus 2010 MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA. Peraturan Menteri Kehutanan ini diundangkan dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.223 Pasal 882 Peraturan Menteri Kehutanan ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. 19540711 198203 1 002 . ZULKIFLI HASAN Diundangkan di Jakarta pada tanggal 25 Agustus 2010 MENTERI HUKUM DAN HAM REPUBLIK INDONESIA.

Bidang Keamanan Hutan DIREKTORAT JENDERAL PLANOLOGI KEHUTANAN DIREKTORAT JENDERAL PERLINDUNGAN HUTAN DAN KONSERVASI ALAM DIREKTORAT JENDERAL BINA PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI DAN PERHUTANAN SOSIAL DIREKTORAT JENDERAL BINA USAHA KEHUTANAN BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SDM KEHUTANAN BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEHUTANAN . Bidang Hubungan Antar Lembaga 5.1 Lampiran Bab II. Bidang Ekonomi dan Perdagangan Internasional 3. STRUKTUR ORGANISASI KEMENTERIAN KEHUTANAN STAF AHLI MENTERI MENTERI KEHUTANAN INSPEKTORAT JENDERAL SEKRETARIAT JENDERAL Staf Ahli Menteri 1. Bidang Revitalisasi Industri Kehutanan 2. Bidang Lingkungan dan Perubahan Iklim 4.

IV PUSAT PEMBIAYAAN PEMBANGUN AN HUTAN .2 Lampiran II. II. III. STRUKTUR ORGANISASI PUSAT DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN KEHUTANAN MENTERI KEHUTANAN SEKRETARIAT JENDERAL PUSAT STANDARDISASI DAN LINGKUNGAN PUSAT HUBUNGAN MASYARAKAT PUSAT KERJASAMA LUAR NEGERI PUSAT PENGENDALIAN PEMBANGUNAN REGIONAL I.1.

3 Lampiran Bab III. STRUKTUR ORGANISASI SEKRETARIAT JENDERAL SEKRETARIAT JENDERAL BIRO PERENCANAAN BIRO KEPEGAWAIAN BIRO HUKUM & ORGANISASI BIRO KEUANGAN BIRO UMUM .

STRUKTUR ORGANISASI BIRO PERENCANAAN .4 Lampiran Bab III-1. BIRO PERENCANAAN BAGIAN RENCANA UMUM KEHUTANAN BAGIAN PROGRAM ANGGARAN BAGIAN EVALUASI BAGIAN DATA DAN INFORMASI SUBBAGIAN RENCANA PEMBANGUNAN SUBBAGIAN PROGRAM ANGGARAN I SUBBAGIAN EVALUASI I SUBBAGIAN PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA SUBBAGIAN RENCANA MAKRO SUBBAGIAN PROGRAM ANGGARAN II SUBBAGIAN EVALUASI II SUBBAGIAN STATISTIK SUBBAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN PROGRAM ANGGARAN BANTUAN LUAR NEGERI SUBBAGIAN EVALUASI III SUBBAGIAN SISTEM INFORMASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

STRUKTUR ORGNISASI BIRO KEPEGAWAIAN . PEMBERHENTIAN DAN PEMENSIUNAN SUBBAGIAN DATA DAN INFORMASI KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN TATA USAHA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL . BIRO KEPEGAWAIAN BAGIAN PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN KEPEGAWAIAN BAGIAN MUTASI PEGAWAI BAGIAN TATA USAHA KEPEGAWAIAN BAGIAN ADMINISTRASI JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN RENCANA FORMASI DAN PENGADAAN SUBBAGIAN KEPANGKATAN SUBBAGIAN TATA NASKAH PEGAWAI SUBBAGIAN ADMINISTRASI PENILAIAN ANGKA KREDIT SUBBAGIAN RENCANA KARIER SUBBAGIAN MUTASI JABATAN SUBBAGIAN DISIPLIN DAN KESEJAHTERAAN PEGAWAI SUBBAGIAN EVALUASI JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN PENGEMBANGAN KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN PENGANGKATAN.5 Lampiran Bab III-2.

STRUKTUR ORGANISASI BIRO HUKUM DAN ORGANISASI .6 Lampiran Bab III-3. BIRO HUKUM DAN ORGANISASI BAGIAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN BAGIAN PENELAAHAN HUKUM BAGIAN PENANGANAN PERKARA DAN BANTUAN HUKUM BAGIAN KELEMBAGAAN SUBBAGIAN PERATURAN PERUNDANGUNDANGAN I SUBBAGIAN PENELAAHAN HUKUM I SUBBAGIAN BANTUAN HUKUM I SUBBAGIAN ORGANISASI DAN TATA LAKSANA I SUBBAGIAN PERATURAN PERUNDANGUNDANGAN II SUBBAGIAN PENELAAHAN HUKUM II SUBBAGIAN BANTUAN HUKUM II SUBBAGIAN ORGANISASI DAN TATA LAKSANA II SUBBAGIAN PERATURAN PERUNDANGUNDANGAN III SUBBAGIAN PENELAAHAN HUKUM III SUBBAGIAN BANTUAN HUKUM III SUBBAGIAN TATA USAHA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

7 Lampiran Bab III-4. STRUKTUR ORGANISASI BIRO KEUANGAN BIRO KEUANGAN BAGIAN INVESTASI DAN PELAKSANAAN ANGGARAN BAGIAN PENERIMAAN NEGARA BAGIAN PERBENDAHARAAN BAGIAN AKUNTANSI DAN PELAPORAN SUBBAGIAN PENGELOLAAN INVESTASI SUBBAGIAN PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK KAYU SUBBAGIAN PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK NON KAYU SUBBAGIAN TATA LAKSANA KEUANGAN SUBBAGIAN AKUNTANSI DAN PELAPORAN I SUBBAGIAN PENYELESAIAN UTANG PIUTANG SUBBAGIAN VERIFIKASI SUBBAGIAN AKUNTANSI DAN PELAPORAN II SUBBAGIAN AKUNTANSI DAN PELAPORAN III SUBBAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN PENYELESAIAN KERUGIAN NEGARA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

8 Lampiran Bab III-5. STRUKTUR ORGANISASI BIRO UMUM BIRO UMUM BAGIAN TATA USAHA KEMENTERIAN BAGIAN TATA USAHA PIMPINAN BAGIAN RUMAH TANGGA BAGIAN PERLENGKAPAN SUBBAGIAN PERSURATAN SUBBAGIAN TATA USAHA MENTERI SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN PERENCANAAN DAN PENGADAAN KEBUTUHAN SUBBAGIAN PENGELOLA KARYA CETAK DAN KEPUSTAKAAN SUBBAGIAN TATA USAHA SEKRETARIS JENDERAL SUBBAGIAN URUSAN DALAM SUBBAGIAN PENGELOLAAN BARANG MILIK NEGARA SUBBAGIAN KEARSIPAN DAN DOKUMENTASI SUBBAGIAN PROTOKOL SUBBAGIAN PENGELOLAAN KENDARAAN DINAS SUBBAGIAN PENATAUSAHAAN BARANG MILIK NEGARA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

9 Lampiran BAB IV. STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT JENDERAL PLANOLOGI KEHUTANAN DIREKTORAT JENDERAL PLANOLOGI KEHUTANAN SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT PERENCANAAN KAWASAN HUTAN DIREKTORAT PENGUKUHAN DAN PENATAGUNAAN KAWASAN HUTAN DIREKTORAT INVENTARISASI DAN PEMANTAUAN SUMBERDAYA HUTAN DIREKTORAT PENGGUNAAN KAWASAN HUTAN DIREKTORAT WILAYAH PENGELOLAAN DAN PENYIAPAN AREAL PEMANFAATAN HUTAN UNIT PELAKSANA TEKNIS .

STRUKTUR ORGANISASI SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PLANOLOGI LANOLOGI KEHUTANAN SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PLANOLOGI KEHUTANAN BAGIAN PROGRAM DAN EVALUASI BAGIAN KEPEGAWAIAN.10 Lampiran Bab IV-1.ORGANISASI DAN TATA LAKSANA BAGIAN KEUANGAN DAN UMUM BAGIAN HUKUM DAN KERJASAMA TEKNIK SUBBAGIAN PROGRAM DAN ANGGARAN SUBBAGIAN DATA DAN INFORMASI SUBBAGIAN ADMINISTRASI KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN PERATURAN PERUNDANGUNDANGAN SUBBAGIAN ADMINISTRASI JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN ADMINISTRASI KEUANGAN SUBBAGIAN PERLENGKAPAN SUBBAGIAN PERTIMBANGAN DAN BANTUAN HUKUM SUBBAGIAN EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBAGIAN ORGANISASI DAN TATA LAKSANA SUBBAGIAN KERJASAMA TEKNIK KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

BALI.11 Lampiran Bab IV-2. DAN NUSA TENGGARA SEKSI JARINGAN KOMUNIKASI DATA KEHUTANAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL . STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT PERENCANAAN KAWASAN HUTAN DIREKTORAT PERENCANAAN KAWASAN HUTAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PERENCANAAN MAKRO KAWASAN HUTAN SUBDIREKTORAT PENATAAN RUANG HUTAN WILAYAH I SUBDIREKTORAT PENATAAN RUANG HUTAN WILAYAH II SUBDIREKTORAT STATISTIK DAN JARINGAN KOMIUNIKASI DATA KEHUTANAN SEKSI PENYUSUNAN RENCANA KAWASAN HUTAN SEKSI PENATAAN RUANG KAWASAN HUTAN WILAYAH SUMATERA SEKSI PENATAAN RUANG KAWASAN HUTAN WILAYAH KALIMANTAN DAN SULAWESI SEKSI PENATAAN RUANG KAWASAN HUTAN WILAYAH MALUKU DAN PAPUA SEKSI STATISTIK KEHUTANAN SEKSI EVALUASI RENCANA KAWASAN HUTAN SEKSI PENATAAN RUANG KAWASAN HUTAN WILAYAH JAWA.

DAN NUSA TENGGARA SEKSI PENGUKUHAN KAWASAN HUTAN WILAYAH MALUKU DAN PAPUA SEKSI PERUBAHAN FUNGSI DAN PENYEDIAAN AREAL TRANSMIGRASI WILAYAH I SEKSI PERUBAHAN FUNGSI DAN PENYEDIAAN AREAL TRANSMIGRASI WILAYAH II SEKSI DOKUMENTASI KAWASAN HUTAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL . STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT PENGUKUHAN DAN PENATAGUNAAN KAWASAN HUTAN DIREKTORAT PENGUKUHAN DAN PENATAGUNAAN KAWASAN HUTAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PENGUKUHAN KAWASAN HUTAN WILAYAH I SUBDIREKTORAT PENGUKUHAN KAWASAN HUTAN WILAYAH II SUBDIREKTORAT PERUBAHAN FUNGSI DAN PERUNTUKAN KAWASAN HUTAN WILAYAH I SUBDIREKTORAT PERUBAHAN FUNGSI DAN PERUNTUKAN KAWASAN HUTAN WILAYAH II SUBDIREKTORAT INFORMASI DAN DOKUMENTASI KAWASAN HUTAN SEKSI PENGUKUHAN KAWASAN HUTAN WILAYAH SUMATERA SEKSI PENGUKUHAN KAWASAN HUTAN WILAYAH KALIMANTAN DAN SULAWESI SEKSI PELEPASAN DAN TUKAR MENUKAR KAWASAN HUTAN WILAYAH I SEKSI PELEPASAN DAN TUKAR MENUKAR KAWASAN HUTAN WILAYAH II SEKSI INFORMASI KAWASAN HUTAN SEKSI PENGUKUHAN KAWASAN HUTAN WILAYAH JAWA.12 Lampiran Bab IV-3. BALI.

13 Lampiran Bab IV-4. STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT INVENTARISASI DAN PEMANTAUAN SUMBERDAYA HUTAN DIREKTORAT INVENTARISASI DAN PEMANTAUAN SUMBERDAYA HUTAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT INVENTARISASI SUMBERDAYA HUTAN SUBDIREKTORAT PEMANTAUAN SUMBERDAYA HUTAN SUBDIREKTORAT PEMETAAN POTENSI SUMBERDAYA HUTAN SUBDIREKTORAT JARINGAN DATA SPASIAL SEKSI INVENTARISASI HUTAN SEKSI PEMANTAUAN SUMBERDAYA HUTAN TINGKAT NASIONAL DAN WILAYAH SEKSI INFORMASI PETA SUMBERDAYA HUTAN SEKSI PENGELOLAAN BASIS DATA SPASIAL SEKSI PENGELOLAAN JARINGAN DATA SPASIAL SEKSI INVENTARISASI SOSIAL BUDAYA SEKSI PEMANTAUAN SUMBERDAYA HUTAN TINGKAT UNIT SEKSI DOKUMENTASI PETA SUMBERDAYA HUTAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

14 Lampiran Bab IV-5. STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT PENGGUNAAN KAWASAN HUTAN DIREKTORAT PENGGUNAAN KAWASAN HUTAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PENGGUNAAN KAWASAN HUTAN WILAYAH I SUBDIREKTORAT PENGGUNAAN KAWASAN HUTAN WILAYAH II SUBDIREKTORAT PNBP PENGGUNAAN KAWASAN HUTAN SUBDIREKTORAT INFORMASI PENGGUNAAN KAWASAN HUTAN SEKSI PENGGUNAAN UNTUK PERTAMBANGAN SEKSI PENGGUNAAN UNTUK PERTAMBANGAN SEKSI PNBP PENGGUNAAN KAWASAN HUTAN UNTUK PERTAMBANGAN SEKSI PNBP PENGGUNAAN KAWASAN HUTAN UNTUK NON PERTAMBANGAN SEKSI INFORMASI PENGGUNAAN KAWASAN HUTAN WILAYAH I SEKSI INFORMASI PENGGUNAAN KAWASAN HUTAN WILAYAH II SEKSI PENGGUNAAN UNTUK NON PERTAMBANGAN SEKSI PENGGUNAAN UNTUK NON PERTAMBANGAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT WILAYAH PENGELOLAAN DAN PENYIAPAN AREAL PEMANFAATAN KAWASAN HUTAN DIREKTORAT WILAYAH PENGELOLAAN DAN PENYIAPAN AREAL PEMANFAATAN KAWASAN HUTAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PEMBENTUKAN WILAYAH PENGELOLAAN HUTAN SUBDIREKTORAT PENYIAPAN AREAL PEMANFAATAN HUTAN WILAYAH I SUBDIREKTORAT PENYIAPAN AREAL PEMANFAATAN HUTAN WILAYAH II SUBDIREKTORAT INFORMASI WILAYAH PENGELOLAAN DAN PEMANFAATAN KAWASAN HUTAN SEKSI PEMBENTUKAN WILAYAH PENGELOLAAN HUTAN WILAYAH I SEKSI PEMBENTUKAN WILAYAH PENGELOLAAN HUTAN WILAYAH II SEKSI PENYIAPAN AREAL PEMANFAATAN HUTAN ALAM WILAYAH I SEKSI PENYIAPAN AREAL PEMANFAATAN HUTAN ALAM WILAYAH II SEKSI INFORMASI WILAYAH PENGELOLAAN SEKSI INFORMASI PEMANFAATAN KAWASAN HUTAN SEKSI PENYIAPAN AREAL PEMANFAATAN HUTAN TANAMAN WILAYAH I SEKSI PENYIAPAN AREAL PEMANFAATAN HUTAN TANAMAN WILAYAH II KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .15 Lampiran Bab IV-6.

16 Lampiran BAB V. STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT JENDERAL PERLINDUNGAN HUTAN DAN KONSERVASI ALAM DIREKTORAT JENDERAL PERLINDUNGAN HUTAN DAN KONSERVASI ALAM SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT PENYIDIKAN DAN PENGAMANAN HUTAN DIREKTORAT PENGENDALIAN KEBAKARAN HUTAN DIREKTORAT KAWASAN KONSERVASI DAN BINA HUTAN LINDUNG DIREKTORAT KONSERVASI KEANEKARAGAMAN HAYATI DIREKTORAT PEMANFAATAN JASA LINGKUNGAN KAWASAN KONSERVASI DAN HUTAN LINDUNG UNIT PELAKSANA TEKNIS .

17 Lampiran Bab V-1. ORGANISASI DAN TATA LAKSANA BAGIAN KEUANGAN DAN UMUM BAGIAN HUKUM DAN KERJASAMA TEKNIK SUBBAGIAN PROGRAM DAN ANGGARAN SUBBAGIAN DATA DAN INFORMASI SUBBAGIAN ADMINISTRASI KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN PERATURAN PERUNDANGUNDANGAN SUBBAGIAN PERTIMBANGAN & BANTUAN HUKUM SUBBAGIAN ADMINISTRASI JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN ADMINISTRASI KEUANGAN SUBBAGIAN PERLENGKAPAN SUBBAGIAN EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBAGIAN ORGANISASI DAN TATA LAKSANA SUBBAGIAN KERJASAMA TEKNIK KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL . STRUKTUR ORGANISASI SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PERLINDUNGAN HUTAN DAN KONSERVASI ALAM SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PHKA BAGIAN PROGRAM DAN EVALUASI BAGIAN KEPEGAWAIAN.

18 Lampiran Bab V-2. STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT PENYIDIKAN DAN PENGAMANAN HUTAN DIREKTORAT PENYIDIKAN DAN PENGAMANAN HUTAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUB DIREKTORAT PROGRAM DAN EVALUASI PENYIDIKAN DAN PENGAMANAN SUB DIREKTORAT PENYIDIKAN DAN PENGAMANAN WILAYAH I SUB DIREKTORAT PENYIDIKAN DAN PENGAMANAN WILAYAH II SUB DIREKTORAT PENYIDIKAN DAN PENGAMANAN WILAYAH III SUB DIREKTORAT DUKUNGAN OPERASI SEKSI PROGRAM SEKSI PEMBALAKAN ILEGAL DAN TUMBUHAN DAN SATWA LIAR WILAYAH I SEKSI PEMBALAKAN ILEGAL DAN TUMBUHAN DAN SATWA LIAR WILAYAH II SEKSI PERAMBAHAN HUTAN DAN KEBAKARAN WILAYAH II SEKSI PEMBALAKAN ILEGAL DAN TUMBUHAN DAN SATWA LIAR WILAYAH III SEKSI POLISI KEHUTANAN DAN PPNS SEKSI EVALUASI SEKSI PERAMBAHAN HUTAN DAN KEBAKARAN WILAYAH I SEKSI PERAMBAHAN HUTAN DAN KEBAKARAN WILAYAH III SEKSI SARANA DAN PRASARANA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT PENGENDALIAN KEBAKARAN HUTAN DIREKTORAT PENGENDALIAN KEBAKARAN HUTAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUB DIREKTORAT PROGRAM DAN EVALUASI PENGENDALIAN KEBAKARAN HUTAN SUB DIREKTORAT MONITORING HOTSPOT DAN PENCEGAHAN KEBAKARAN HUTAN SUB DIREKTORAT PEMADAMAN DAN PENANGANAN DAMPAK PASCA KEBAKARAN HUTAN SUB DIREKTORAT TENAGA DAN SARANA PRASARANA PENGENDALIAN KEBAKARAN HUTAN SEKSI PROGRAM SEKSI MONITORING HOTSPOT SEKSI PEMADAMAN DAN PENANGANAN DAMPAK PASCA KEBAKARAN HUTAN WILAYAH I SEKSI PEMADAMAN DAN PENANGANAN DAMPAK PASCA KEBAKARAN HUTAN SEKSI TENAGA SEKSI EVALUASI SEKSI PENCEGAHAN KEBAKARAN HUTAN SEKSI SARANA DAN PRASARANA WILAYAH II KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .19 Lampiran Bab V-3.

STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT KAWASAN KONSERVASI DAN BINA HUTAN LINDUNG DIREKTORAT KAWASAN KONSERVASI DAN BINA HUTAN LINDUNG SUBBAGIAN TATA USAHA SUB DIREKTORAT PEMOLAAN DAN PENGEMBANGAN SUB DIREKTORAT KAWASAN PELESTARIAN ALAM DAN TAMAN BURU SUB DIREKTORAT KAWASAN SUAKA ALAM DAN HUTAN LINDUNG SUB DIREKTORAT KONSERVASI LAHAN BASAH.20 Lampiran Bab V-4. TAMAN HUTAN RAYA DAN TAMAN BURU SEKSI SUAKA MARGASATWA DAN HUTAN LINDUNG SEKSI KONSERVASI LAHAN BASAH. PERAIRAN DAN EKOSISTEM ESENSIAL WILAYAH II KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL . PERAIRAN DAN EKOSISTEM ESENSIAL WILAYAH I SEKSI BINA DAERAH PENYANGGA KAWASAN PELESTARIAN ALAM DAN TAMAN BURU SEKSI BINA DAERAH PENYANGGA KAWASAN SUAKA ALAM SEKSI PENGEMBANGAN DAN PERPETAAN SEKSI TAMAN WISATA ALAM. PERAIRAN DAN EKOSISTEM ESENSIAL SUB DIREKTORAT BINA DAERAH PENYANGGA SEKSI PEMOLAAN SEKSI TAMAN NASIONAL SEKSI CAGAR ALAM SEKSI KONSERVASI LAHAN BASAH.

21 Lampiran Bab V-5. STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT KONSERVASI KEANEKARAGAMAN HAYATI DIREKTORAT KONSERVASI KEANEKARAGAMAN HAYATI SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PROGRAM DAN KONVENSI SUBDIREKTORAT PENGAWETAN DAN PEMANFAATAN JENIS SUBDIREKTORAT PENANGKARAN JENIS SUBDIREKTORAT LEMBAGA KONSERVASI DAN PERBURUAN SUBDIREKTORAT TERTIB PEREDARAN SEKSI PROGRAM SEKSI PEMBINAAN POPULASI DAN HABITAT SEKSI PENANGKARAN VERTEBRATA SEKSI LEMBAGA KONSERVASI SEKSI PEREDARAN DALAM NEGERI SEKSI KONVENSI SEKSI PENGEMBANGAN SUMBER DAYA GENETIK SEKSI AVERTEBRATA DAN TUMBUHAN LIAR SEKSI PERBURUAN SEKSI PEREDARAN LUAR NEGERI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

22 Lampiran Bab V-6. STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT PEMANFAATAN JASA LINGKUNGAN KAWASAN KONSERVASI DAN HUTAN LINDUNG DIREKTORAT PEMANFAATAN JASA LINGKUNGAN KAWASAN KONSERVASI DAN HUTAN LINDUNG SUBBAGIAN TATA USAHA SUB DIREKTORAT PROGRAM DAN EVALUASI PEMANFAATAN JASA LINGKUNGAN SUB DIREKTORAT PEMANFAATAN JASA LINGKUNGAN SUB DIREKTORAT PEMANFAATAN WISATA ALAM SUB DIREKTORAT BINA CINTA ALAM SUB DIREKTORAT PROMOSI DAN PEMASARAN KONSERVASI ALAM SEKSI PROGRAM SEKSI PEMANFAATAN JASA LINGKUNGAN TAMAN NASIONAL SEKSI PEMANFAATAN WISATA ALAM TAMAN NASIONAL SEKSI PEMANFAATAN WISATA ALAM NON TAMAN NASIONAL DAN HUTAN LINDUNG SEKSI PENGEMBANGAN BINA CINTA ALAM SEKSI DATA DAN INFORMASI SEKSI EVALUASI SEKSI PEMANFAATAN JASA LINGKUNGAN NON TAMAN NASIONAL DAN HUTAN LINDUNG SEKSI PEMANTAUAN DAN INFORMASI BINA CINTA ALAM SEKSI PUBLIKASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT JENDERAL BINA PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI DAN PERHUTANAN SOSIAL DIREKTORAT JENDERAL BINA PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI DAN PERHUTANAN SOSIAL SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT PERENCANAAN DAN EVALUASI PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI DIREKTORAT BINA REHABILITASI HUTAN DAN LAHAN DIREKTORAT BINA PERHUTANAN SOSIAL DIREKTORAT BINA PERBENIHAN TANAMAN HUTAN UNIT PELAKSANA TEKNIS .23 Lampiran VI.

STRUKTUR ORGANISASI SEKRETARIAT DIREKTORAT BINA PENGELOLAAN DAERAH LAAN ALIRAN SUNGAI DAN PERHUTANAN SOSIAL SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BINA PENGELOLAAN DAS DAN PERHUTANAN SOSIAL BAGIAN PROGRAM DAN EVALUASI BAGIAN KEPEGAWAIAN DAN ORGANISASI TATA LAKSANA BAGIAN KEUANGAN DAN UMUM BAGIAN HUKUM DAN KERJASAMA TEKNIK SUBBAGIAN PROGRAM DAN ANGGARAN SUBBAGIAN DATA DAN INFORMASI SUBBAGIAN ADMINISTRASI KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN ADMINISTRASI JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN SUBBAGIAN ADMINISTRASI KEUANGAN SUBBAGIAN PERTIMBANGAN DAN BANTUAN HUKUM SUBBAGIAN EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBAGIAN ORGANISASI DAN TATA LAKSANA SUBBAGIAN PERLENGKAPAN SUBBAGIAN KERJASAMA TEKNIK KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .24 Lampiran Bab VI-1.

25 Lampiran Bab VI-2. STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT PERENCANAAN DAN EVALUASI PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI DIREKTORAT PERENCANAAN DAN EVALUASI PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PEMOLAAN PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI SUBDIREKTORAT KELEMBAGAAN PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI SUBDIREKTORAT TEKNIK PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI SUBDIREKTORAT EVALUASI PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI SEKSI PERENCANAAN SEKSI IDENTIFIKASI KELEMBAGAAN PENGELOLAAN DAS SEKSI FASILITASI PENGEMBANGAN KELEMBAGAAN PENGELOLAAN DAS SEKSI IDENTIFIKASI TEKNIK PENGELOLAAN DAS SEKSI PENGEMBANGAN TEKNIK PENGELOLAAN DAS SEKSI EVALUASI BIOFISIK SEKSI DATA DAN INFORMASI SEKSI EVALUASI SOSIAL. EKONOMI DAN KELEMBAGAAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

26 Lampiran Bab VI-3. HUTAN PANTAI. RAWA DAN GAMBUT SUBDIREKTORAT REKLAMASI HUTAN DAN KONSERVASI TANAH SEKSI PERENCANAAN REHABILITASI HUTAN DAN LAHAN SEKSI REHABILITASI HUTAN LINDUNG DAN HUTAN KONSERVASI SEKSI HUTAN RAKYAT SEKSI REHABILITASI HUTAN MANGROVE DAN HUTAN PANTAI SEKSI KONSERVASI TANAH SEKSI DATA DAN INFORMASI SEKSI REHABILITASI HUTAN PRODUKSI SEKSI HUTAN KOTA DAN PENGHIJAUAN LINGKUNGAN SEKSI REHABILITASI RAWA DAN GAMBUT SEKSI REKLAMASI HUTAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL . STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT BINA REHABILITASI HUTAN DAN LAHAN DIREKTORAT BINA REHABILITASI HUTAN DAN LAHAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PEMOLAAN REHABILITASI HUTAN DAN LAHAN SUBDIREKTORAT REHABILITASI HUTAN SUBDIREKTORAT REHABILITASI LAHAN SUBDIREKTORAT REHABILITASI HUTAN MANGROVE.

STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT BINA PERHUTANAN SOSIAL DIREKTORAT BINA PERHUTANAN SOSIAL SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PEMOLAAN PERHUTANAN SOSIAL SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN HUTAN KEMASYARAKATAN SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN HUTAN DESA SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN HUTAN HAK DAN KEMITRAAN SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN USAHA PERHUTANAN SOSIAL SEKSI PERENCANAAN PERHUTANAN SOSIAL SEKSI DATA DAN INFORMASI SEKSI PENYIAPAN PENGEMBANGAN HUTAN KEMASYARAKATAN SEKSI BIMBINGAN TEKNIS HUTAN KEMASYARAKATAN SEKSI PENYIAPAN PENGEMBANGAN HUTAN DESA SEKSI BIMBINGAN TEKNIS HUTAN DESA SEKSI PENYIAPAN PENGEMBANGAN HUTAN HAK DAN KEMITRAAN SEKSI BIMBINGAN TEKNIS HUTAN HAK DAN KEMITRAAN SEKSI PENYIAPAN PENGEMBANGAN USAHA SEKSI BIMBINGAN TEKNIS PENGEMBANGAN USAHA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .27 Lampiran Bab VI-4.

STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT BINA PERBENIHAN TANAMAN HUTAN DIREKTORAT BINA PERBENIHAN TANAMAN HUTAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PEMOLAAN PERBENIHAN TANAMAN HUTAN SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN USAHA PERBENIHAN SUBDIREKTORAT PENGENDALIAN PEREDARAN BENIH SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN SUMBER BENIH DAN SUMBER DAYA GENETIK SEKSI PERENCANAAN SEKSI BIMBINGAN USAHA SEKSI PERUMUSAN STANDAR PEREDARAN SEKSI PENERAPAN STANDAR PEREDARAN SEKSI PENGEMBANGAN SUMBER BENIH SEKSI PENGEMBANGAN SUMBER DAYA GENETIK SEKSI DATA DAN INFORMASI SEKSI BIMBINGAN KELEMBAGAAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .28 Lampiran Bab VI-5.

29 Lampiran VII. STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT JENDERAL BINA USAHA KEHUTANAN DIREKTORAT JENDERAL BINA USAHA KEHUTANAN SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT BINA RENCANA PEMANFAATAN DAN USAHA KAWASAN DIREKTORAT BINA USAHA HUTAN ALAM DIREKTORAT BINA USAHA HUTAN TANAMAN DIREKTORAT BINA IURAN DAN PEREDARAN HASIL HUTAN DIREKTORAT BINA PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL HUTAN UNIT PELAKSANA TEKNIS .

30 Lampiran Bab VII-1. STRUKTUR ORGANISASI SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BINA USAHA NDERAL KEHUTANAN SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BINA USAHA KEHUTANAN BAGIAN PROGRAM DAN EVALUASI BAGIAN KEPEGAWAIAN & ORGANISASI TATA LAKSANA BAGIAN KEUANGAN DAN UMUM BAGIAN HUKUM DAN KERJASAMA TEKNIK SUBBAGIAN PROGRAM DAN ANGGARAN SUBBAGIAN DATA DAN INFORMASI SUBBAGIAN ADMINISTRASI KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN ADMINISTRASI JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN ADMINISTRASI KEUANGAN SUBBAGIAN PERLENGKAPAN SUBBAGIAN PERATURAN PERUNDANGUNDANGAN SUBBAGIAN PERTIMBANGAN & BANTUAN HUKUM SUBBAGIAN EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBAGIAN ORGANISASI DAN TATA LAKSANA SUBBAGIAN KERJASAMA TEKNIK KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT BINA RENCANA PEMANFAATAN DAN USAHA KAWASAN DIREKTORAT BINA RENCANA PEMANFAATAN DAN USAHA KAWASAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PEMOLAAN PEMANFAATAN KAWASAN HUTAN SUBDIREKTORAT PEMANFAATAN HASIL HUTAN BUKAN KAYU SUBDIREKTORAT USAHA JASA LINGKUNGAN SUBDIREKTORAT PENILAIAN KINERJA USAHA KAWASAN DAN JASA LINGKUNGAN SEKSI PEMANFAATAN KAWASAN WILAYAH I SEKSI PEMANFAATAN HASIL HUTAN BUKAN KAYU WILAYAH I SEKSI USAHA JASA LINGKUNGAN WILAYAH I SEKSI PENILAIAN KINERJA USAHA WILAYAH I SEKSI PEMANFAATAN KAWASAN WILAYAH II SEKSI PEMANFAATAN HASIL HUTAN BUKAN KAYU WILAYAH II SEKSI USAHA JASA LINGKUNGAN WILAYAH II SEKSI PENILAIAN KINERJA USAHA WILAYAH II KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .31 Lampiran Bab VII-2.

32 Lampiran Bab VII-3. STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT BINA USAHA HUTAN ALAM DIREKTORAT BINA USAHA HUTAN ALAM SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PENYIAPAN PEMANFAATAN HUTAN ALAM SUBDIREKTORAT RENCANA KERJA PEMANFAATAN HUTAN ALAM SUBDIREKTORAT PRODUKSI HUTAN ALAM SUBDIREKTORAT PENILAIAN KINERJA USAHA PEMANFAATAN HUTAN ALAM SEKSI PENYIAPAN WILAYAH I SEKSI RENCANA KERJA WILAYAH I SEKSI PRODUKSI WILAYAH I SEKSI PENILAIAN KINERJA USAHA WILAYAH I SEKSI PENYIAPAN WILAYAH II SEKSI RENCANA KERJA WILAYAH II SEKSI PRODUKSI WILAYAH II SEKSI PENILAIAN KINERJA USAHA WILAYAH II KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT BINA USAHA HUTAN TANAMAN AN DIREKTORAT BINA USAHA HUTAN TANAMAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT HUTAN TANAMAN INDUSTRI SUBDIREKTORAT HUTAN TANAMAN RAKYAT SUBDIREKTORAT RENCANA KERJA DAN PRODUKSI SUBDIREKTORAT PENILAIAN KINERJA USAHA PEMANFAATAN HUTAN TANAMAN SEKSI HUTAN TANAMAN INDUSTRI WILAYAH I SEKSI HUTAN TANAMAN INDUSTRI WILAYAH II SEKSI HUTAN TANAMAN RAKYAT WILAYAH I SEKSI HUTAN TANAMAN RAKYAT WILAYAH II SEKSI RENCANA KERJA DAN PRODUKSI WILAYAH I SEKSI RENCANA KERJA DAN PRODUKSI WILAYAH II SEKSI PENILAIAN KINERJA USAHA WILAYAH I SEKSI PENILAIAN KINERJA USAHA WILAYAH II KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .33 Lampiran Bab VII-4.

34 Lampiran Bab VII-5. STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT BINA IURAN KEHUTANAN DAN PEREDARAN HASIL HUTAN DIREKTORAT BINA IURAN KEHUTANAN DAN PEREDARAN HASIL HUTAN

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBDIREKTORAT PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK

SUBDIREKTORAT PEREDARAN HASIL HUTAN

SUBDIREKTORAT PENGUKURAN DAN PENGUJIAN HASIL HUTAN

SUBDIREKTORAT PENERTIBAN PEREDARAN HASIL HUTAN

SEKSI PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK WILAYAH I

SEKSI TATA USAHA HASIL HUTAN

SEKSI PENGUKURAN DAN PENGUJIAN HASIL HUTAN KAYU SEKSI PENGUKURAN DAN PENGUJIAN HASIL HUTAN BUKAN KAYU

SEKSI PENERTIBAN PEREDARAN HASIL HUTAN WILAYAH I

SEKSI PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK WILAYAH II

SEKSI TANDA LEGALITAS HASIL HUTAN

SEKSI PENERTIBAN PEREDARAN HASIL HUTAN WILAYAH II

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

35 Lampiran Bab VII-6. STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT BINA PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL HUTAN DIREKTORAT BINA PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL HUTAN

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBDIREKTORAT PEMOLAAN PENGOLAHAN HASIL HUTAN

SUBDIREKTORAT PENGENDALIAN BAHAN BAKU DAN INDUSTRI PRIMER

SUBDIREKTORAT PENILAIAN KINERJA INDUSTRI DAN PEMASARAN HASIL HUTAN

SEKSI
PENYIAPAN PENGOLAHAN INDUSTRI PRIMER

SEKSI PENGENDALIAN BAHAN BAKU

SEKSI KINERJA INDUSTRI

SEKSI PENGOLAHAN INDUSTRI PRIMER

SEKSI PRODUKSI INDUSTRI PRIMER

SEKSI PEMASARAN HASIL HUTAN

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

36 Lampiran VIII. STRUKTUR ORGANISASI INSPEKTORAT JENDERAL

INSPEKTORAT JENDERAL

SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL

INSPEKTORAT I

INSPEKTORAT II

INSPEKTORAT III

INSPEKTORAT IV

INSPEKTORAT INVESTIGASI

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBBAGIAN TATA USAHA

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR

37 Lampiran Bab VIII.1 STRUKTUR ORGANISASI SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL

BAGIAN PROGRAM DAN PELAPORAN

BAGIAN ANALISIS LAPORAN HASIL PENGAWASAN

BAGIAN PEMANTAUAN TINDAK LANJUT

BAGIAN UMUM

SUBBAGIAN PROGRAM

SUBBAGIAN ANALISIS LAPORAN HASIL PENGAWASAN I

SUBBAGIAN PEMANTAUAN TINDAK LANJUT I

SUBBAGIAN TATA PERSURATAN DAN KEUANGAN

SUBBAGIAN DATA DAN PELAPORAN

SUBBAGIAN ANALISIS LAPORAN HASIL PENGAWASAN II

SUBBAGIAN PEMANTAUAN TINDAK LANJUT II

SUBBAGIAN RUMAH TANGGA DAN KEPEGAWAIAN

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

38 Lampiran IX.STRUKTUR ORGANISASI BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SUMBERDAYA MANUSIA KEHUTANAN
BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SUMBERDAYA MANUSIA KEHUTANAN

SEKRETARIAT BADAN

PUSAT PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN

PUSAT PELAYANAN PENYULUHAN KEHUTANAN

PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEHUTANAN

UNIT PELAKSANA TEKNIS

ORGANISASI & TATA LAKSANA BAGIAN KEUANGAN DAN UMUM SUBBAGIAN PROGRAM SUBBAGIAN DATA DAN INFORMASI SUBBAGIAN ADMINISTRASI KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN KEUANGAN SUBBAGIAN ANGGARAN SUBBAGIAN EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBAGIAN ADMINISTRASI JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN KERJASAMA SUBBAGIAN DISSEMINASI. ORGANISASI DAN TATA LAKSANA SUBBAGIAN PERLENGKAPAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .39 Lampiran Bab IX-1. STRUKTUR ORGANISASI SEKRETARIAT BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SUMBERDAYA MANUSIA KEHUTANAN SEKRETARIAT BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SUMBERDAYA MANUSIA KEHUTANAN BAGIAN PROGRAM DAN KERJA SAMA BAGIAN EVALUASI DAN PERPUSTAKAAN BAGIAN KEPEGAWAIAN. PUBLIKASI DAN PERPUSTAKAAN SUBBAGIAN HUKUM. HUKUM.

40 Lampiran Bab IX-2. MATERI DAN ALAT BANTU PENYULUHAN BIDANG PROGRAMA SUBBIDANG METODE DAN MATERI PENYULUHAN SUBBIDANG PENYUSUNAN PROGRAMA SUBBIDANG SARANA DAN ALAT BANTU PENYULUHAN SUBBIDANG BIMBINGAN TEKNIS PENYUSUNAN PROGRAMA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL . STRUKTUR ORGANISASI PUSAT PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN PUSAT PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN SUBBAGIAN TATA USAHA BIDANG METODE.

STRUKTUR ORGANISASI PUSAT PELAYANAN PENYULUHAN KEHUTANAN PUSAT PELAYANAN PENYULUHAN KEHUTANAN SUBBAGIAN TATA USAHA BIDANG PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BIDANG PEMBINAAN PENYULUH SUBBIDANG BIMBINGAN TEKNIS SUBBIDANG PENYULUH SWASTA DAN SWADAYA SUBBIDANG PEMBINAAN KELEMBAGAAN SUBBIDANG APARATUR PENYULUH KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .41 Lampiran Bab IX-3.

42 Lampiran Bab IX-4. STRUKTUR ORGANISASI PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEHUTANAN PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEHUTANAN BAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN TATA USAHA DAN KEUANGAN SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN BIDANG PENGEMBANGAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN BIDANG PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN BIDANG PENGELOLAAN PENDIDIKAN SUBBIDANG PERENCANAAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN SUBBIDANG MONITORING EVALUASI DAN PELAPORAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN SUBBIDANG PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TEKNIS SUBBIDANG PENDIDIKAN MENENGAH SUBBIDANG PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENJENJANGAN SUBBIDANG PENDIDIKAN LANJUTAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

STRUKTUR ORGANISASI BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEHUTANAN BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEHUTANAN SEKRETARIAT BADAN PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KONSERVASI DAN REHABILITASI SUMBERDAYA ALAM PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PENINGKATAN PRODUKTIFITAS HUTAN PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HASIL HUTAN PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN DAN PERUBAHAN IKLIM UNIT PELAKSANA TEKNIS .43 Lampiran X.

ORGANISASI DAN TATA LAKSANA BAGIAN KEUANGAN DAN UMUM SUBBAGIAN PROGRAM SUBBAGIAN DATA DAN INFORMASI SUBBAGIAN ADMINISTRASI KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN ADMINISTRASI JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN KEUANGAN SUBBAGIAN ANGGARAN SUBBAGIAN EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBAGIAN DISSEMINASI. ORGANISASI DAN TATA LAKSANA SUBBAGIAN PERLENGKAPAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL . STRUKTUR ORGANISASI SEKRETARIAT BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEHUTANAN SEKRETARIAT BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEHUTANAN BAGIAN PROGRAM DAN KERJA SAMA BAGIAN EVALUASI DAN PERPUSTAKAAN BAGIAN KEPEGAWAIAN. HUKUM. PUBLIKASI DAN PERPUSTAKAAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN KERJASAMA SUBBAGIAN HUKUM.44 Lampiran Bab X-1.

INFORMASI DAN DISEMINASI SUBBIDANG TINDAK LANJUT HASIL PENELITIAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL . STRUKTUR ORGANISASI PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KONSERVASI DAN REHABILITASI SUMBERDAYA ALAM PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KONSERVASI DAN REHABILITASI SUMBER DAYA ALAM BAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN TATA USAHA DAN KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN KEUANGAN DAN PERLENGKAPAN BIDANG PROGRAM DAN EVALUASI PENELITIAN BIDANG PENGEMBANGAN DATA DAN TINDAK LANJUT PENELITIAN SUBBIDANG PROGRAM DAN ANGGARAN PENELITIAN SUBBIDANG EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBIDANG DATA.45 Lampiran Bab X-2.

INFORMASI DAN DISEMINASI SUBBIDANG TINDAK LANJUT HASIL PENELITIAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .46 Lampiran Bab X-3. STRUKTUR ORGANISASI PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PENINGKATAN PRODUKTIFITAS HUTAN PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PENINGKATAN PRODUKTIFITAS HUTAN BAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN TATA USAHA DAN KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN KEUANGAN DAN PERLENGKAPAN BIDANG PROGRAM DAN EVALUASI PENELITIAN BIDANG PENGEMBANGAN DATA DAN TINDAK LANJUT PENELITIAN SUBBIDANG PROGRAM DAN ANGGARAN PENELITIAN SUBBIDANG EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBIDANG DATA.

STRUKTUR ORGANISASI PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HASIL HUTAN PUSAT PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PENELITIAN DAN HASIL HUTAN PENGEMBANGAN HASIL HUTAN BAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN TATA USAHA DAN KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN KEUANGAN DAN PERLENGKAPAN BIDANG PROGRAM DAN EVALUASI PENELITIAN BIDANG PENGEMBANGAN DATA DAN TINDAK LANJUT PENELITIAN SUBBIDANG PROGRAM DAN ANGGARAN PENELITIAN SUBBIDANG EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBIDANG DATA. INFORMASI DAN DISEMINASI SUBBIDANG TINDAK LANJUT HASIL PENELITIAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .47 Lampiran Bab X-4.

INFORMASI DAN DISEMINASI SUBBIDANG TINDAK LANJUT HASIL PENELITIAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL . STRUKTUR ORGANISASI PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN DAN PERUBAHAN IKLIM PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN DAN PERUBAHAN IKLIM BAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN TATA USAHA DAN KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN KEUANGAN DAN PERLENGKAPAN BIDANG PROGRAM DAN EVALUASI PENELITIAN BIDANG PENGEMBANGAN DATA DAN TINDAK LANJUT PENELITIAN SUBBIDANG PROGRAM DAN ANGGARAN PENELITIAN SUBBIDANG EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBIDANG DATA.48 Lampiran Bab X-5.

49 Lampiran Bab XII. STRUKTUR ORGANISASI PUSAT STANDARDISASI DAN LINGKUNGAN PUSAT STANDARDISASI DAN LINGKUNGAN SUBBAGIAN TATA USAHA BIDANG STANDARDISASI BIDANG LINGKUNGAN KEHUTANAN BIDANG PERUBAHAN IKLIM SUBBIDANG PERUMUSAN STANDAR SUBBIDANG PELAYANAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN SUBBIDANG EVALUASI PENGELOLAAN DAMPAK LINGKUNGAN SUBBIDANG PELAYANAN PENANGANAN PERUBAHAN IKLIM SUBBIDANG EVALUASI PENANGANAN PERUBAHAN IKLIM SUBBIDANG PENERAPAN STANDAR KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

50 Lampiran Bab XIII. STRUKTUR ORGANISASI PUSAT HUBUNGAN MASYARAKAT TRUKTUR PUSAT HUBUNGAN MASYARAKAT SUBBAGIAN TATA USAHA BIDANG PEMBERITAAN DAN PUBLIKASI BIDANG HUBUNGAN ANTAR LEMBAGA SUBBIDANG PEMBERITAAN SUBBIDANG LEMBAGA NEGARA DAN PEMERINTAH SUBBIDANG ANALISIS BERITA DAN PUBLIKASI SUBBIDANG LEMBAGA NON PEMERINTAH KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

AUSTRALIA DAN REGIONAL SUBBIDANG ORGANISASI PESERIKATAN BANGSABANGSA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL . AFRIKA.51 Lampiran Bab XIV. STRUKTUR ORGANISASI PUSAT KERJASAMA LUAR NEGERI PUSAT KERJASAMA LUAR NEGERI SUBBAGIAN TATA USAHA BIDANG BILATERAL DAN REGIONAL BIDANG MULTILATERAL BIDANG KERJASAMA TEKNIK SUBBIDANG BILATERAL AMERIKA & EROPA SUBBIDANG KONVENSI DAN ORGANISASI INTERNASIONAL SUBBIDANG KERJASAMA TEKNIK LUAR NEGERI I SUBBIDANG KERJASAMA TEKNIK LUAR NEGERI II SUBBIDANG BILATERAL ASIA.

52 Lampiran Bab XV. STRUKTUR ORGANISASI PUSAT PENGENDALIAN PEMBANGUNAN KEHUTANAN REGIONAL UNAN PUSAT PENGENDALIAN PEMBANGUNAN KEHUTANAN REGIONAL SUBBAGIAN TATA USAHA BIDANG PERENCANAAN KEHUTANAN REGIONAL BIDANG EVALUASI PERENCANAAN KEHUTANAN REGIONAL SUBBIDANG PERENCANAAN KEHUTANAN I SUBBIDANG EVALUASI PERENCANAAN KEHUTANAN I SUBBIDANG PERENCANAAN KEHUTANAN II SUBBIDANG EVALUASI PERENCANAAN KEHUTANAN II KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

53 Lampiran Bab XVI. STRUKTUR ORGANISASI PUSAT PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN HUTAN PUSAT PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN HUTAN BAGIAN KEUANGAN DAN UMUM SUBBAGIAN KEUANGAN SUBBAGIAN UMUM BIDANG ANALISIS DAN EVALUASI BIDANG OPERASIONAL SUBBIDANG ANALISIS PINJAMAN SUBBIDANG OPERASIONAL I SUBBIDANG EVALUASI PINJAMAN SUBBIDANG OPERASIONAL II KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->