PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : P.

40/Menhut-II/2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN KEHUTANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa sebagai pelaksanaan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara dan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas dan Fungsi Kementerian Negara, Serta Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara dipandang perlu menetapkan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kehutanan. : 1. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara; 2. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi Kementerian Negara Serta Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara; 3. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 84/P Tahun 2009. Memperhatikan : Persetujuan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dalam surat Nomor B/1727/M.PAN-RB/7/2010 tanggal 29 Juli 2010. MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN ORGANISASI KEHUTANAN. MENTERI KEHUTANAN TENTANG DAN TATA KERJA KEMENTERIAN

Mengingat

2

BAB I KEDUDUKAN, TUGAS, DAN FUNGSI Pasal 1 (1) Kementerian Kehutanan berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. (2) Kementerian Kehutanan dipimpin oleh Menteri Kehutanan. Pasal 2 Kementerian Kehutanan mempunyai tugas menyelenggarakan urusan di bidang kehutanan dalam pemerintahan untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan negara. Pasal 3 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Kementerian Kehutanan menyelenggarakan fungsi: a. perumusan, penetapan, dan pelaksanaan kebijakan di bidang kehutanan; b. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawabnya Kementerian Kehutanan; c. pengawasan atas pelaksanaan tugas di lingkungan Kementerian Kehutanan; d. pelaksanaan bimbingan teknis dan supervisi atas pelaksanaan urusan Kementerian Kehutanan di daerah; dan e. pelaksanaan kegiatan teknis yang berskala nasional. BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 4 Kementerian Kehutanan terdiri atas: a. Sekretariat Jenderal; b. Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan; c. Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam; d. Direktorat Jenderal Bina Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial; e. Direktorat Jenderal Bina Usaha Kehutanan; f. Inspektorat Jenderal;

3

g. Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan; h. Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan; i. Staf Ahli Menteri Bidang Revitalisasi Industri Kehutanan; j. Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Perdagangan Internasional; k. Staf Ahli Menteri Bidang Lingkungan dan Perubahan Iklim; l. Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga;dan m. Staf Ahli Menteri Bidang Keamanan Hutan. BAB III SEKRETARIAT JENDERAL Bagian Pertama Kedudukan, Tugas dan Fungsi Pasal 5 (1) Sekretariat Jenderal adalah unsur pembantu pimpinan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kehutanan. (2) Sekretariat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris Jenderal. Pasal 6 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unit organisasi di lingkungan Kementerian Kehutanan. Pasal 7 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6, Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi kegiatan Kementerian Kehutanan; b. koordinasi dan penyusunan rencana dan program Kementerian Kehutanan; c. pembinaan dan pemberian dukungan administrasi yang meliputi ketatausahaan, kepegawaian, keuangan, kerumahtanggaan, arsip dan dokumentasi Kementerian Kehutanan; d. pembinaan dan penyelenggaraan Organisasi dan tata laksana, kerja sama dan hubungan masyarakat;

4

e. koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum; f. penyelenggaraan pengelolaan barang milik/kekayaan Negara; dan g. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Menteri Kehutanan. Pasal 8 Sekretariat Jenderal terdiri atas: a. Biro Perencanaan; b. Biro Kepegawaian; c. Biro Hukum dan Organisasi; d. Biro Keuangan;dan e. Biro Umum. Bagian Ketiga Biro Perencanaan Pasal 9 Biro Perencanaan mempunyai tugas melaksanakan koordinasi kerja sama dalam negeri, penyusunan rencana makro, program, anggaran, evaluasi, pelaporan, dan pengelolaan data dan informasi di lingkungan Kementerian. Pasal 10 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9, Biro Perencanaan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi kerja sama dalam negeri di lingkungan Kementerian; b. penyiapan koordinasi penyusunan rencana umum kehutanan, dan program, serta anggaran, termasuk anggaran bantuan luar negeri di lingkungan Kementerian; c. penyiapan koordinasi evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana, program dan anggaran di lingkungan Kementerian; d. pengelolaan data dan informasi Kementerian;dan e. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro.

5

Pasal 11 Biro Perencanaan terdiri atas: a. Bagian Rencana Umum Kehutanan; b. Bagian Program Anggaran; c. Bagian Evaluasi;dan d. Bagian Data dan Informasi. Pasal 12 Bagian Rencana Umum Kehutanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi kerja sama dalam negeri, dan penyusunan rencana umum Kementerian. Pasal 13 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12, Bagian Rencana Umum Kehutanan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan koordinasi kerja sama dalam negeri, b. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana umum kehutanan;dan c. pelaksanaan pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Pasal 14 Bagian Rencana Umum Kehutanan terdiri atas: a. Subbagian Rencana Pembangunan; b. Subbagian Rencana Umum Kehutanan;dan c. Subbagian Tata Usaha. Pasal 15 (1) Subbagian Rencana Pembangunan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana jangka panjang, jangka menengah, dan jangka pendek. (2) Subbagian Rencana Umum Kehutanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana umum dan rencana kehutanan lintas sektor serta rencana tindak lanjut komitmen internasional. (3) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan ketatausahaan, kepegawaian, keuangan, kerumahtanggaan, dan pelaporan Biro.

penyiapan bahan koordinasi penyusunan program anggaran Kementerian. (2) Subbagian Program Anggaran II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan program Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran pada Sekretariat Jenderal. Subbagian Program Anggaran I. Direktorat Jenderal Bina Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial. Inspektorat Jenderal. . b. Pasal 19 (1) Subbagian Program Anggaran I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan program Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran pada Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam. Subbagian Program Anggaran Bantuan Luar Negeri. Direktorat Jenderal Bina Usaha Kehutanan. Pasal 17 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16.dan c. Pasal 18 Bagian Program Anggaran terdiri atas: a.dan c. dan Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan. penyiapan koordinasi penyusunan dokumen anggaran Kementerian. (3) Subbagian Program Anggaran Bantuan Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan program anggaran bantuan luar negeri di lingkungan Kementerian. Direktorat Jenderal Planologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan. Bagian Program Anggaran menyelenggarakan fungsi: a.6 Pasal 16 Bagian Program Anggaran mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan program. b. penyiapan bahan koordinasi penyusunan program anggaran bantuan luar negeri. dan anggaran di lingkungan Kementerian. Subbagian Program Anggaran II.

Subbagian Evaluasi III.dan c. Subbagian Evaluasi I. Pasal 22 Bagian Evaluasi terdiri atas: a. Pasal 23 (1) Subbagian Evaluasi I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi evaluasi kinerja dan pelaporan akuntabilitas. penyiapan bahan rapat pimpinan. (3) Subbagian Evaluasi III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi evaluasi kinerja pelaksanaan anggaran di lingkungan Sekretariat Jenderal dan Kementerian serta evaluasi agenda program nasional. c. penyiapan bahan koordinasi evaluasi dan pelaporan kinerja Kementerian Kehutanan dan Sekretariat Jenderal. laporan di lingkungan Kementerian dan rapat koordinasi pimpinan bidang kesejahteraan rakyat. Pasal 21 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20. . serta penyiapan bahan rapat koordinasi pimpinan di lingkungan Kementerian. penyiapan bahan koordinasi evaluasi pelaksanaan anggaran dan kegiatan bantuan luar negeri.7 Pasal 20 Bagian Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi evaluasi dan pelaporan pelaksanaan program dan anggaran. b. laporan sidang kabinet dan rapat koordinasi pimpinan bidang perekonomian. Bagian Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Evaluasi II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi evaluasi kinerja dan pelaporan akuntabilitas. dan rapat koordinasi pimpinan bidang politik hukum dan keamanan. Subbagian Evaluasi II. b. pidato kenegaraan. laporan di lingkungan Sekretariat Jenderal.

Pasal 26 Bagian Data dan Informasi terdiri atas: a. . pengolahan. perencanaan. pengembangan. (2) Subbagian Statistik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan statistik Kementerian. b. tata usaha. Bagian Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan. Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data. Pasal 25 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24.dan c. penyiapan bahan koordinasi pengelolaan sistem informasi kehutanan.dan c. Subbagian Statistik. (3) Subbagian Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pengelolaan sistem informasi kehutanan. b. Subbagian Sistem Informasi. dan pengelolaan sistem informasi kepegawaian di lingkungan Kementerian. penyiapan bahan koordinasi dan analisis data Kementerian. Pasal 27 (1) Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan pengumpulan. analisis dan penyajian data Kementerian. penyiapan bahan koordinasi penyusunan statistik Kementerian. Bagian Keempat Biro Kepegawaian Pasal 28 Biro Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan koordinasi.8 Pasal 24 Bagian Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi pengelolaan data dan informasi di lingkungan Kementerian.

penyusunan rencana dan program serta evaluasi dan pelaporan. e. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Kepegawaian.dan d. d.dan f. pembinaan dan pelaksanaan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Kementerian. serta penyusunan formasi. Biro Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rencana. Pasal 31 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana dan program kepegawaian. c. b. pengadaan pegawai. Bagian Administrasi Jabatan Fungsional. penyiapan bahan koordinasi. c. pengadaan pegawai di lingkungan Kementerian. pembinaan dan pengembangan pegawai. Bagian Tata Usaha Kepegawaian. dan pengembangan kepegawaian. Bagian . Perencanaan dan Pengembangan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan sistem informasi kepegawaian di lingkungan Kementerian.9 Pasal 29 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. pemberhentian dan pemensiunan pegawai di lingkungan Kementerian. serta evaluasi dan pelaporan kepegawaian. b. Pasal 30 Biro Kepegawaian terdiri atas: a. penyiapan bahan koordinasi dan pengembangan sistem penilaian kompetensi pengembangan karier analisis kebutuhan pendidikan dan pelatihan pegawai. Bagian Mutasi Kepegawaian. program. pelaksanaan administrasi kepangkatan. Pasal 32 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31. penyiapan bahan koordinasi dan pembinaan serta penyusunan formasi.

rencana pengadaan. kepangkatan. dan pemensiunan pegawai. penempatan dan pembekalan calon pegawai. Bagian Mutasi Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan administrasi pengangkatan. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan formasi.dan c. pengadaan pegawai. Pasal 34 (1) Subbagian Rencana Formasi dan Pengadaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana dan program kepegawaian. dan ujian penyesuaian ijazah. Subbagian Rencana Karier. Subbagian Rencana Formasi dan Pengadaan.dan c. Subbagian Pengembangan Kepegawaian. (2) Subbagian Rencana Karier mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pengembangan karier. Pasal 36 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35. dan pemberhentian serta pemensiunan pegawai. dan pemantauan pasca penempatan pegawai.dan c. b. pengembangan standar kompetensi kerja kepegawaian serta penyelenggaraan Personal Assessment Centre (PAC). penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan administrasi alih jabatan dan pemindahan pegawai. analisis kebutuhan pendidikan dan pelatihan pegawai. pemberhentian. penyelenggaraan ujian dinas. penyiapan bahan koordinasi dan pengembangan sistem penilaian kompetensi. (3) Subbagian Pengembangan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana pengembangan pegawai.10 b. Pasal 35 Bagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan administrasi mutasi. b. . pengangkatan. pengembangan karier. Pasal 33 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Kepegawaian terdiri atas: a. penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan administrasi kepangkatan.

b. b. (3) Subbagian Pengangkatan. c. Bagian Tata Usaha Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 40 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39.dan c. . Pasal 39 Bagian Tata Usaha Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan pengelolaan sistem informasi kepegawaian dan kesejahteraan pegawai. Subbagian Disiplin dan Kesejahteraan Pegawai. penyiapan bahan koordinasi dan pengelolaan sistem informasi kepegawaian. Pasal 38 (1) Subbagian Kepangkatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan administrasi kenaikan pangkat dan urusan kepangkatan. dan Pemensiunan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan administrasi pengangkatan. penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan administrasi hukuman dan disiplin serta kesejahteraan dan pelayanan kesehatan pegawai. b. Pemberhentian dan Pemensiunan.11 Pasal 37 Bagian Mutasi Kepegawaian terdiri atas: a.dan Pasal 41 Bagian Tata Usaha Kepegawaian terdiri atas: a. Subbagian Pengangkatan. Subbagian Mutasi Jabatan. Pemberhentian. Subbagian Tata Naskah Pegawai. Subbagian Kepangkatan. penyiapan bahan koordinasi penyusunan tata naskah pegawai.dan c. Subbagian Data dan Informasi Kepegawaian. pemberhentian dan pemensiunan pegawai. (2) Subbagian Mutasi Jabatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan administrasi pemindahan dan alih jabatan.

penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan evaluasi jabatan fungsional. (2) Subbagian Data dan Informasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pemeliharaan dan pengembangan system informasi kepagawaian dan database kepegawaian.dan c. serta penyajian data kepegawaian. penyusunan DP3. Pasal 43 Bagian Administrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan administrasi jabatan fungsional. pelaksanaan pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga biro. arsip pegawai serta pengurusan kartu pegawai. Pasal 46 (1) Subbagian Administrasi Penilaian Angka Kredit mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan telaahan usul pengangkatan. Bagian Administrasi Jabatan Fungsional menyelenggarakan fungsi: a. dan pemberhentian jabatan fungsional. b. serta kesejahteraan dan pelayanan kesehatan pegawai. Pasal 44 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43. Subbagian Administrasi Penilaian Angka Kredit. Subbagian Evaluasi Jabatan Fungsional. serta administrasi angka kredit. Subbagian Tata Usaha Biro. penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan administrasi penilaian angka jabatan fungsional. daftar riwayat pekerjaan. pembebasan. b. .12 Pasal 42 (1) Subbagian Tata Naskah Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan administrasi penyusunan dan pemeliharaan naskah kepegawaian. Pasal 45 Bagian Administrasi Jabatan Fungsional terdiri atas: a. (3) Subbagian Disiplin dan Kesejahteraan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan administrasi pemberian penghargaan dan hukuman disiplin.dan c. kartu isteri dan kartu suami pegawai serta pengurusan laporan kekayaan penyelenggara negara.

Bagian Penelaahan Hukum. d. dan pelaporan Biro. . b. dan penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang kehutanan. c. Bagian Peraturan Perundang-undangan. Pasal 48 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47. pengelolaan dokumentasi hukum dan pemberian bantuan hukum serta pembinaan kelembagaan dan ketatalaksanaan di lingkungan Kementerian. pelaksanaan penanganan perkara dan bantuan hukum. Bagian Kelembagaan. keuangan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. penelaahan. kepegawaian. Bagian Kelima Biro Hukum dan Organisasi Pasal 47 Biro Hukum dan Organisasi mempunyai tugas melaksanakan koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan jabatan fungsional di lingkungan Kementerian.dan e. penelaahan pelaksanaan peraturan perundangundangan. c. serta pelaksanaan pengelolaan dokumentasi dan informasi peraturan perundang-undangan.13 (2) Subbagian Evaluasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan pemantauan. kerumahtanggaan. (3)Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan ketatausahaan. pembinaan dan pengembangan kelembagaan dan ketatalaksanaan di lingkungan Kementerian. Bagian Penanganan Perkara dan Bantuan Hukum. evaluasi. Biro Hukum dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 49 Biro Hukum dan Organisasi terdiri atas: a. b. d. penyiapan koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang kehutanan.

Subbagian Peraturan Perundang-undangan III. penelitian dan pengembangan. Pasal 52 Bagian Peraturan Perundang-undangan terdiri atas: a. pendidikan dan pelatihan. Pasal 51 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50. Subbagian Peraturan Perundang-undangan II.dan c. serta perlindungan hutan dan konservasi alam. Pasal 53 (1) Subbagian Peraturan Perundang-undangan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rancangan peraturan perundangundangan di bidang bina usaha kehutanan dan bina pengelolaan daerah aliran sungai dan perhutanan sosial. pendidikan dan pelatihan.dan c. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang pengawasan. Subbagian Peraturan Perundang-undangan I. penyuluhan kehutanan. (2) Subbagian Peraturan Perundang-undangan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rancangan peraturan perundangundangan di bidang administrasi kehutanan dan planologi kehutanan. Bagian Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. . penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang bina usaha kehutanan dan bina pengelolaan daerah aliran sungai dan perhutanan sosial. penelitian dan pengembangan. penyuluhan kehutanan. b. serta perlindungan hutan dan konservasi alam.14 Pasal 50 Bagian Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang kehutanan. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang administrasi kehutanan dan planologi kehutanan. (3) Subbagian Peraturan Perundang-undangan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rancangan peraturan perundangundangan di bidang pengawasan. b.

serta perjanjian kerja sama di bidang administrasi kehutanan dan planologi kehutanan. penyiapan bahan koordinasi. (2) Subbagian Penelaahan Hukum II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. evaluasi. serta perjanjian kerja sama di bidang bina usaha kehutanan dan bina pengelolaan daerah aliran sungai dan perhutanan sosial. Subbagian Penelahaan Hukum I. . penelitian dan pengembangan. Subbagian Penelaahan Hukum III. Bagian Penelaahan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. dan penelaahan pelaksanaan peraturan perundang-undangan. Pasal 55 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54. evaluasi dan penelaahan pelaksanaan peraturan perundang-undangan. pendidikan dan pelatihan.dan c. evaluasi dan penelaahan pelaksanaan peraturan perundang-undangan. Pasal 57 (1) Subbagian Penelaahan Hukum I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. penyiapan bahan koordinasi. b. evaluasi.15 Pasal 54 Bagian Penelaahan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan koordinasi dan evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan serta penelaahan hukum dan perjanjian kerja sama di bidang kehutanan. dan penelaahan pelaksanaan peraturan perundang-undangan. serta perjanjian kerja sama di bidang pengawasan. serta perjanjian kerja sama di bidang bina usaha kehutanan dan bina pengelolaan daerah aliran sungai dan perhutanan sosial. serta perlindungan hutan dan konservasi alam. serta perjanjian kerja sama di bidang administrasi kehutanan dan planologi kehutanan. evaluasi dan penelaahan pelaksanaan peraturan perundang-undangan.dan c. penyuluhan kehutanan. Subbagian Penelahaan Hukum II. penyiapan bahan koordinasi. b. Pasal 56 Bagian Penelaahan Hukum terdiri atas: a.

Subbagian Bantuan Hukum II. penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan bantuan hukum di luar pengadilan.dan c. penelitian dan pengembangan. b. Bagian Penanganan Perkara dan Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Bantuan Hukum III.dan b. . serta perjanjian kerja sama di bidang pengawasan. Pasal 59 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58. serta perlindungan hutan dan konservasi alam. Subbagian Bantuan Hukum I. penyuluhan kehutanan. penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan pemberian bantuan hukum dalam proses peradilan perkara perdata. tata usaha negara dan pidana. Pasal 58 Bagian Penanganan Perkara dan Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan penanganan perkara.16 (3) Subbagian Penelaahan Hukum III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. (3) Subbagian Bantuan Hukum III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan pemberian bantuan hukum dan penyelesaian perkara di luar pengadilan. Pasal 61 (1) Subbagian Bantuan Hukum I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan pemberian bantuan hukum dalam proses peradilan gugatan perdata dan pemulihan hak-hak negara dari pihak ketiga. Pasal 60 Bagian Penanganan Perkara dan Bantuan Hukum terdiri atas: a. dan penelaahan pelaksanaan peraturan perundang-undangan. pemulihan hak-hak negara baik di peradilan (ligitasi) maupun di luar pengadilan (non ligitasi). (2) Subbagian Bantuan Hukum II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan pemberian bantuan hukum dalam proses peradilan gugatan tata usaha negara dan pidana. pendidikan dan pelatihan. evaluasi.

serta perumusan prosedur kerja dan tata hubungan kerja unit-unit organisasi tingkat pusat di lingkungan Kementerian. Pasal 64 Bagian Kelembagaan terdiri atas: a. Pasal 65 (1) Subbagian Organisasi dan Tata Laksana I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. penyiapan bahan koordinasi. evaluasi dan penataan kelembagaan di lingkungan Kementerian. b. serta perumusan prosedur kerja dan tata hubungan kerja unit-unit organisasi tingkat unit pelaksana teknis di lingkungan Kementerian. (2) Subbagian Organisasi dan Tata Laksana II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. perumusan. Pasal 63 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana Kelembagaan menyelenggarakan fungsi: dimaksud dalam Pasal 62. serta pembakuan prasarana dan sarana kerja kelembagaan di lingkungan Kementerian. evaluasi dan penataan kelembagaan. penyiapan bahan koordinasi. identifikasi. Bagian a. Subbagian Organisasi dan Tata laksana II. perumusan. identifikasi. serta pengelolaan jaringan dokumentasi dan informasi hukum di lingkungan Kementerian. b. tata hubungan kerja. evaluasi dan penataan kelembagaan. kepegawaian. Subbagian Tata Usaha.dan c. kerumahtanggaan. .17 Pasal 62 Bagian Kelembagaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan koordinasi pembinaan dan pengembangan kelembagaan dan ketatalaksanaan. perumusan. dan pelaporan biro serta melakukan pengelolaan jaringan dokumentasi dan informasi hukum. pelaksanaan urusan ketatausahaan. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. termasuk dengan pemerintah daerah. identifikasi. keuangan. penyusunan dan evaluasi prosedur kerja. pengelolaan jaringan dokumentasi dan informasi hukum. kepegawaian.dan c. kerumahtanggaan dan pelaporan biro. Subbagian Organisasi dan Tata Laksana I. keuangan.

Pasal 67 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66. pembinaan teknis Badan Usaha Milik Negara dan pengelolaan investasi pemerintah di lingkungan Kementerian. Bagian Investasi dan Pelaksanaan Anggaran. e. .dan f. Bagian Penerimaan Negara. d. penyiapan koordinasi dan pembinaan rencana anggaran pendapatan dan belanja.18 Bagian Keenam Biro Keuangan Pasal 66 Biro Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan koordinasi teknis urusan keuangan. penyetoran dan pelaporan penerimaan negara bukan pajak dan dana bagi hasil sumberdaya alam kehutanan. penyiapan koordinasi dan pembinaan pelaksanaan akuntansi dan pelaporan keuangan di lingkungan Kementerian. c. penyiapan koordinasi dan pembinaan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. Pasal 68 Biro Keuangan terdiri atas: a. c. Bagian Perbendaharaan.dan d. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. b. b. Biro Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. pencatatan. penyiapan koordinasi dan pembinaan badan usaha milik negara dan badan layanan umum di lingkungan Kementerian. penyiapan koordinasi dan pelaksanaan pemungutan. Bagian Akuntansi dan Pelaporan. serta pelaksanaan tata laksana keuangan di lingkungan Kementerian. serta investasi pemerintah di lingkungan Kementerian.

penyiapan bahan koordinasi pembinaan penyelesaian utang piutang yang berkaitan dengan penerimaan negara bukan pajak sumberdaya alam dan penerimaan negara bukan pajak lainnya. Pasal 71 Bagian Investasi dan Pelaksanaan Anggaran terdiri atas: a. c. Subbagian Penyelesaian Utang Piutang. . penyiapan bahan koordinasi pembinaan pengelolaan investasi pemerintah di lingkungan Kementerian. Bagian Investasi dan Pelaksanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a.19 Pasal 69 Bagian Investasi dan Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi pembinaan investasi pemerintah. b. (2) Subbagian Penyelesaian Utang Piutang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pembinaan penyelesaian utang piutang dan penyiapan bahan pelaporan penyelesaian utang piutang yang berkaitan dengan penerimaan negara bukan pajak sumberdaya alam dan penerimaan negara bukan pajak lainnya. penyiapan bahan koordinasi pembinaan rencana anggaran pendapatan dan belanja di lingkungan Kementerian. dan badan layanan umum di lingkungan Kementerian.dan d. penyiapan bahan koordinasi pembinaan badan usaha milik negara. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. Subbagian Pengelolaan Investasi.dan c. b. badan usaha milik negara dan badan layanan umum di lingkungan Kementerian. Pasal 70 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 69. Pasal 72 (1) Subbagian Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pembinaan pengelolaan investasi pemerintah. badan usaha milik negara dan badan layanan umum serta rencana anggaran pendapatan dan belanja di lingkungan Kementerian. kerja sama perdagangan.

Pasal 76 (1) Subbagian Penerimaan Negara Bukan Pajak Kayu mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan koordinasi pembinaan.20 (3) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pembinaan penelaahan alokasi akun anggaran Kementerian. serta penyusunan anggaran di lingkungan Sekretariat Jenderal. pemantauan. c. Subbagian Penerimaan Negara Bukan Pajak Non Kayu. Pasal 74 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut dalam Pasal 73. b. penyetoran dan pelaporan. Subbagian Penerimaan Negara Bukan Pajak Kayu. penyetoran. Subbagian Tata Usaha. pembukuan. . Pasal 73 Bagian Penerimaan Negara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi pembinaan penatausahaan penerimaan negara bukan pajak dan penerimaan negara bukan pajak lainnya. evaluasi dan pelaporan penerimaan negara bukan pajak sumberdaya alam kayu berikut penatausahaan dana bagi hasil di lingkungan Kementerian. Bagian Penerimaan Negara menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 75 Bagian Penerimaan Negara terdiri atas: a. pencatatan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. penerimaan negara bukan pajak dan penerimaan negara bukan pajak lainnya. serta penatausahaan dana bagi hasil penerimaan negara bukan pajak dan penerimaan negara bukan pajak lainnya.dan d. penyiapan bahan koordinasi pembinaan penatausahaan meliputi penerimaan. penyiapan bahan koordinasi pembinaan penatausahaan dana bagi hasil yang berkaitan dengan perimbangan penerimaan negara bukan pajak sumberdaya alam kehutanan. b. penyiapan bahan koordinasi pembinaan penerimaan negara bukan pajak dari sumberdaya alam dan penerimaan negara bukan pajak lainnya.dan c.

serta tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan di lingkungan Sekretariat Jenderal. penyiapan bahan koordinasi pembinaan ketatalaksanaan keuangan.dan c. penyetoran. .21 (2) Subbagian Penerimaan Negara Bukan Pajak Non Kayu mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan koordinasi pembinaan. pemantauan. dan pengelolaan perbendaharaan. pencatatan. b. dan pengelolaan perbendaharaan di lingkungan Kementerian. Subbagian Tata Laksana Keuangan. Subbagian Penyelesaian Kerugian Negara. Pasal 77 Bagian Perbendaharaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan koordinasi pembinaan perbendaharaan dan tata usaha keuangan serta administrasi pengelolaan keuangan di lingkungan Kementerian. keuangan. Pasal 78 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 77. (3) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan kepegawaian. penyiapan bahan koordinasi pembinaan penyelesaian tuntutan ganti rugi dan tuntutan perbendaharaan. Subbagian Verifikasi.dan c. Pasal 79 Bagian Perbendaharaan terdiri atas: a. pelaksanaan pengujian keuangan dan penerbitan surat perintah pembayaran di lingkungan Sekretariat Jenderal. ketatausahaan. evaluasi dan pelaporan penerimaan negara bukan pajak sumberdaya alam non kayu berikut penatausahaan dana bagi hasil di lingkungan Kementerian. Bagian Perbendaharaan menyelenggarakan fungsi: a. kerumahtanggaan dan laporan biro. b. Pasal 80 (1) Subbagian Tata Laksana Keuangan mempunyai tugas menyiapkan bahan koordinasi pembinaan ketatalaksanaan.

penyiapan bahan koordinasi pembinaan akuntansi dan penyiapan laporan keuangan Sekretariat Jenderal serta konsolidasi laporan keuangan tingkat Kementerian.dan c. Direktorat Jenderal Bina Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial. tuntutan ganti rugi. evaluasi dan pembinaan pengujian. pelaporan tindak lanjut hasil pemeriksaan pada Direktorat Jenderal Bina Usaha Kehutanan. serta satuan kerja unit pelaksana teknis di pulaupulau Sumatera dan Kalimantan. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan III. perintah pembayaran di lingkungan Kementerian.22 (2) Subbagian Verifikasi mempunyai tugas melakukan pengujian keuangan dan perintah pembayaran satuan kerja di lingkungan Sekretariat Jenderal serta pemantauan. b. pelaksanaan akuntansi dan pelaporan keuangan di lingkungan Kementerian. penyiapan bahan pelaksanaan akuntansi dan pelaporan keuangan di lingkungan Kementerian. Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan.dan c. (3) Subbagian Penyelesaian Kerugian Negara mempunyai tugas menyiapkan bahan koordinasi pembinaan penyelesaian tuntutan perbendaharaan. . dan koordinasi pelaporan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan internal pemerintah di lingkungan Sekretariat Jenderal. Pasal 82 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81. b. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan II. rekonsiliasi data akuntansi. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan I. penyiapan bahan koordinasi pembinaan akuntansi dan pelaporan keuangan di lingkungan Kementerian. Pasal 84 (1) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pembinaan laporan keuangan bagian anggaran pembiayaan dan perhitungan dan badan layanan umum. Bagian Akuntansi dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 81 Bagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi pembinaan. Pasal 83 Bagian Akuntansi dan Pelaporan terdiri atas: a.

pelaporan tindak lanjut hasil pemeriksaan pada Inspektorat Jenderal dan Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan. rekonsiliasi data akuntansi. dan dokumentasi Kementerian. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan III mempunyai tugas melakukan bahan koordinasi pembinaan laporan konsolidasi dan tindak lanjut hasil pemeriksaan atas laporan keuangan di lingkungan Kementerian.dan e. Bali dan Nusa Tenggara. kerumahtanggaan. serta satuan kerja unit pelaksana teknis di pulaupulau Jawa. Biro Umum terdiri atas: a. Maluku dan Papua.23 (2) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pembinaan laporan konsolidasi dan tindak lanjut hasil pemeriksaan atas laporan keuangan di lingkungan Sekretariat Jenderal. pelaksanaan pelayanan administrasi pimpinan. b. Bagian Tata Usaha Pimpinan. Biro Umum menyelenggarakan fungsi: a. kearsipan. dan perlengkapan di lingkungan Kementerian. Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan. Bagian Perlengkapan. rekonsiliasi data akuntansi. Bagian Rumah Tangga. pelaksanaan urusan tata persuratan. Pasal 86 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 85. serta satuan kerja unit pelaksana teknis di pulau-pulau Sulawesi. Pasal 87 .dan d. pelaksanaan urusan keprotokolan. Bagian Tata Usaha Kementerian. pelaporan tindak lanjut hasil pemeriksaan pada Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam. pelaksanaan urusan perlengkapan di lingkungan Kementerian. Bagian Ketujuh Biro Umum Pasal 85 Biro Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi. serta pelayanan administrasi pimpinan. pelaksanaan urusan rumah tangga Kementerian. c. d. c. b.

penggandaan. b. pengelolaan kearsipan. Subbagian Kearsipan dan Dokumentasi. kepegawaian dan pelaporan di lingkungan Kementerian. kepustakaan. pelaksanaan urusan karya cetak dan kepustakaan.dan c. Bagian Tata Usaha Kementerian menyelenggarakan fungsi: a. (3) Subbagian Kearsipan dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penataan sistem kearsipan. kearsipan dan pengembangan kearsipan. Subbagian Persuratan. Pasal 89 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88. Pasal 90 Bagian Tata Usaha Kementerian terdiri atas: a. pelaksanaan urusan persuratan. penyaluran dan pengendalian karya cetak serta kepustakaan. b.dan c. . Pasal 91 (1) Subbagian Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. pelaksanaan urusan kearsipan dan dokumentasi. urusan ketatausahaan. ketatausahaan. pelayanan jasa kearsipan pembinaan.24 Pasal 88 Bagian Tata Usaha Kementerian mempunyai tugas melaksanakan urusan persuratan. (2) Subbagian Pengelolaan Karya Cetak dan Kepustakaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perancangan. pengumpulan dan penyimpanan dokumentasi kementerian. Subbagian Pengelolaan Karya Cetak dan Kepustakaan. Pasal 92 Bagian Tata Usaha Pimpinan mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha pimpinan dan keprotokolan.

dan c. Pasal 97 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 96. (3) Subbagian Protokol mempunyai tugas melakukan urusan keprotokolan Kementerian. Pasal 94 Bagian Tata Usaha Pimpinan terdiri atas: a. b. . Pasal 95 (1) Subbagian Tata Usaha Menteri mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Menteri dan staf ahli Menteri. b. (2) Subbagian Tata Usaha Sekretaris Jenderal mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Sekretaris Jenderal. Subbagian Tata Usaha Menteri. pelaksanaan urusan pengelolaan barang milik negara di lingkungan Sekretariat Jenderal.25 Pasal 93 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92. pelaksanaan urusan keprotokolan. Subbagian Tata Usaha Sekretaris Jenderal. serta angkutan pegawai di lingkungan Kementerian. pelaksanaan urusan tata usaha unsur pimpinan. Bagian Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 96 Bagian Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan administrasi kepegawaian. pengelolaan Barang Milik Negara dan keamanan kantor di lingkungan Kementerian. Bagian Tata Usaha Pimpinan menyelenggarakan fungsi: a.dan b. pelaksanaan urusan kepegawaian dan gaji di lingkungan Sekretariat Jenderal. pengelolaan kendaraan dinas di lingkungan Sekretariat Jenderal. pelaksanaan pengelolaan kendaraan dinas di lingkungan Sekretariat Jenderal dan angkutan pegawai dan keamanan kantor di lingkungan Kementerian. Subbagian Protokol.dan c. gaji.

Subbagian Kendaraan Dinas.dan d. b. Subbagian Kepegawaian. penyiapan koordinasi pembinaan penggunaan. dan pemindahtanganan barang milik negara di lingkungan Kementerian. pemeliharaan. Subbagian Urusan Dalam. penyiapan pelaksanaan penatausahaan barang milik negara di lingkungan Kementerian.26 Pasal 98 Bagian Rumah Tangga terdiri atas: a. . penyiapan perencanaan kebutuhan pengadaan barang milik negara di lingkungan Kementerian. Pasal 99 (1) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan kepegawaian dan gaji di lingkungan Sekretariat Jenderal. penyiapan koordinasi pembinaan pengelolaan barang milik negara di lingkungan Kementerian. penghapusan. c. Pasal 100 Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi pembinaan pengelolaan barang milik negara dan penyusunan rencana kebutuhan barang milik negara di lingkungan Kementerian. pengelolaan barang milik negara di lingkungan Sekretariat Jenderal. Pasal 101 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100. pemanfaatan. pengamanan. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a.dan c. (3) Subbagian Kendaraan Dinas mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan kendaraan dinas di lingkungan Sekretariat Jenderal dan pengelolaan angkutan pegawai di lingkungan Kementerian. b. urusan administrasi (2) Subbagian Urusan Dalam mempunyai tugas melakukan urusan keamanan kantor di lingkungan Kementerian.

pengamanan dan pemeliharaan. dan penyiapan bahan penggunaan. penghapusan. . pemanfaatan. b. Subbagian Pengelolaan Barang Milik Negara.27 Pasal 102 Bagian Perlengkapan terdiri atas: a. Subbagian Penatausahaan Barang Milik Negara.dan c. (2) Subbagian Pengelolaan Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pembinaan pengelolaan barang milik negara. Subbagian Perencanaan dan Pengadaan. Pasal 103 (1) Subbagian Perencanaan dan Pengadaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pembinaan penyusunan rencana kebutuhan dan pengadaan barang milik negara di lingkungan Kementerian. pemindahtanganan barang milik negara di lingkungan Kementerian. (3) Subbagian Penatausahaan Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaporan barang milik negara di lingkungan Kementerian.

c.28 BAB IV DIREKTORAT JENDERAL PLANOLOGI KEHUTANAN Bagian Pertama Kedudukan. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan. prosedur. b. penyusunan norma. Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 106 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 105. d. Tugas dan Fungsi Pasal 104 (1) Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan adalah unsur pelaksana yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kehutanan. perumusan kebijakan di bidang perencanaan makro kehutanan dan pemantapan kawasan hutan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. dan e. standar. pelaksanaan kebijakan di bidang perencanaan makro kehutanan dan pemantapan kawasan hutan sesuai peraturan perundang-undangan. Pasal 105 Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang perencanaan makro bidang kehutanan dan pemantapan kawasan hutan sesuai dengan peraturan perundangundangan. (2) Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan dipimpin oleh Direktur Jenderal. dan kriteria di bidang perencanaan makro kehutanan dan pemantapan kawasan hutan sesuai dengan peraturan perundangundangan. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perencanaan makro kehutanan dan pemantapan kawasan hutan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. .

c. . pemberian pertimbangan dan bantuan hukum di bidang planologi kehutanan. organisasi dan tata laksana di bidang planologi kehutanan. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Direktorat Perencanaan Kawasan Hutan. kerja sama teknik. c.dan f. program. koordinasi dan penyiapan telaahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. Sekretariat Direktorat Jenderal.dan e. Direktorat Pengukuhan dan Penatagunaan Kawasan Hutan. Direktorat Wilayah Pengelolaan dan Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan. koordinasi dan pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi di bidang planologi kehutanan. evaluasi dan pelaporan di bidang planologi kehutanan. koordinasi dan pelaksanaan urusan kepegawaian. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 108 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unit organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal. koordinasi dan pelaksanaan tata usaha. b. d. Pasal 109 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 108.29 Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 107 Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan terdiri atas: a. Direktorat Penggunaan Kawasan Hutan. perlengkapan dan administrasi keuangan Direktorat Jenderal. e. koordinasi dan penyusunan rencana. Direktorat Inventarisasi dan Pemantauan Sumber Daya Hutan. d. b.

Bagian Kepegawaian. b. Bagian Program dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. serta kehumasan. b.30 Pasal 110 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. Subbagian Program dan Anggaran.dan d. Subbagian Data dan Informasi. Pasal 112 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 111.dan d. Organisasi dan Tata Laksana. Pasal 113 Bagian Program dan Evaluasi terdiri atas: a. pengolahan data dan penyajian informasi. Pasal 111 Bagian Program dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi. c. penyusunan statistik. penyusunan dan pelaksanaan rencana. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. b. informasi dan statistik serta pelaksanaan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. Bagian Keuangan dan Umum. Pasal 114 (1) Subbagian Program dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program kerja dan anggaran. Bagian Program dan Evaluasi. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan statistik dan kehumasan. . penyiapan bahan koordinasi dan pengumpulan dan data serta penyajian informasi c. Bagian Hukum dan Kerja Sama Teknik. program dan anggaran. data.dan c. penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan rencana dan program. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan program dan anggaran. (2) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan pengumpulan.

pelaksanaan urusan administrasi kepegawaian.31 (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi kinerja dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program.dan c. Organisasi dan Tata Laksana terdiri atas: a. pedoman dan prosedur kerja dan pembakuan prasarana dan sarana kerja. b. pengembangan pegawai dan administrasi jabatan fungsional. Bagian Kepegawaian. Subbagian Organisasi dan Tata Laksana. Pasal 118 (1) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana formasi pegawai. pendisiplinan dan penghargaan pegawai serta administrasi jabatan fungsional. serta penyusunan tata hubungan kerja. fungsi. . rumah tangga. pelatihan. dan administrasi kepegawaian. pelaksanaan urusan pengembangan karier pegawai dan administrasi jabatan fungsional. Pasal 115 Bagian Kepegawaian. perumusan tugas. tata kerja. Subbagian Administrasi Kepegawaian. penyiapan bahan penyusunan organisasi dan ketatalaksanaan. kearsipan dan pengelolaan urusan keuangan. Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional. Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepegawaian. Pasal 119 Bagian Keuangan dan Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan. (3) Subbagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis jabatan. Pasal 117 Bagian Kepegawaian. serta penyiapan bahan penyusunan organisasi dan ketatalaksanaan. Pasal 116 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 115. (2) Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan pendidikan. perlengkapan. susunan organisasi. b. c. Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. dan evaluasi kinerja organisasi.

b. b. pelaksanaan urusan administrasi keuangan. melakukan akuntansi keuangan dan barang milik negara.dan c. pelaksanaan urusan tata usaha. penyelesaian tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi.dan c.32 Pasal 120 Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 119. b. Subbagian Perlengkapan. serta penyiapan bahan administrasi kerja sama teknik dalam negeri dan luar negeri. penyiapan bahan administrasi kerja sama teknik dalam negeri dan luar negeri. penelaahan permasalahan. kearsipan dan pembinaan tata persuratan. penyiapan bahan peraturan perundang-undangan. Pasal 123 Bagian Hukum dan Kerja Sama Teknik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. Pasal 122 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. penyiapan bahan pertimbangan dan bantuan hukum. Bagian Hukum dan Kerja Sama Teknik menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rencana anggaran gaji dan penggajian. Pasal 121 Bagian Keuangan dan Umum terdiri atas: a. pelaksanaan urusan perlengkapan. (3) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan urusan rumah tangga dan pengelolaan barang milik negara. (2) Subbagian Administrasi Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan tata laksana keuangan. pertimbangan. penyiapan bahan perbendaharaan. pembinaan kebendaharaan petugas SAI dan petugas SIMAK-BMN. bantuan hukum. Subbagian Administrasi Keuangan. . pelaporan keuangan. Pasal 124 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 123. verifikasi.dan c. Subbagian Tata Usaha. Bagian Keuangan dan Umum menyelenggarakan fungsi: a.

dan c. Pasal 126 (1) Subbagian Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rancangan dan penelahaan peraturan perundangundangan. Bagian Keempat Direktorat Perencanaan Kawasan Hutan Pasal 127 Direktorat Perencanaan Kawasan Hutan mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. b. dan bantuan permasalahan hukum. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perencanaan kawasan hutan dan jaringan komunikasi data kehutanan.33 Pasal 125 Bagian Hukum dan Kerja Sama Teknik terdiri atas: a. Subbagian Peraturan Perundang-undangan. pertimbangan. b. penataan ruang kehutanan. Subbagian Kerja Sama Teknik. penataan ruang kehutanan. penelaahan dan penanganan permasalahan. (3) Subbagian Kerja Sama Teknik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan koordinasi administrasi kerja sama teknik dalam negeri dan luar negeri. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang perencanaan makro kawasan hutan. statistik kehutanan dan jaringan komunikasi data kehutanan. statistik kehutanan dan jaringan komunikasi data kehutanan. pelaksanaan kebijakan. Subbagian Pertimbangan dan Bantuan Hukum. . penyiapan perumusan kebijakan di bidang perencanaan makro kawasan hutan. Direktorat Perencanaan Kawasan Hutan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 128 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 127. (2) Subbagian Pertimbangan dan Bantuan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi.

b. statistik kehutanan dan jaringan komunikasi data kehutanan. harmonisasi. harmonisasi. dan evaluasi pelaksanaan rencana makro kawasan hutan dan perencanaan wilayah pengelolaan hutan serta fasilitasi penyusunan Produk Domestik Regional Bruto hijau sektor kehutanan. Subbagian Tata Usaha. b. rencana kehutanan nasional. Subdirektorat Penataan Ruang Kawasan Hutan Wilayah I. dan kriteria di bidang perencanaan makro kawasan hutan. evaluasi pelaksanaan rencana makro kawasan hutan dan perencanaan wilayah pengelolaan hutan serta fasilitasi penyusunan Produk Domestik Regional Bruto hijau sektor kehutanan. statistik kehutanan serta jaringan komunikasi data kehutanan. d. rencana kehutanan nasional. Subdirektorat Penataan Ruang Kawasan Hutan Wilayah II. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perencanaan makro kawasan hutan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penyusunan rencana makro kawasan hutan nasional. Pasal 129 Direktorat Perencanaan Kawasan Hutan terdiri atas: a. pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Pasal 130 Subdirektorat Perencanaan Makro Kawasan Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. perencanaan wilayah pengelolaan hutan. rencana kehutanan nasional. standar. Subdirektorat Statistik dan Jaringan Komunikasi Data Kehutanan. d. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penyusunan rencana makro kawasan hutan nasional. Subdirektorat Perencanaan Makro Kawasan Hutan.34 c. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyusunan rencana makro kawasan hutan nasional. penataan ruang kehutanan. c. bimbingan teknis. prosedur.dan e. Subdirektorat Perencanaan Makro Kawasan Hutan menyelenggarakan fungsi: a.dan e. penyiapan penyusunan norma. Pasal 131 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130. dan evaluasi pelaksanaan rencana makro kawasan hutan dan perencanaan wilayah pengelolaan . penataan ruang kehutanan.

Jawa. rehabilitasi. (2) Seksi Evaluasi Rencana Kawasan Hutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. rencana kehutanan nasional. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyusunan rencana makro kawasan hutan nasional. penyiapan bahan penyusunan norma. konservasi dan perlindungan hutan. . bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang harmonisasi penataan ruang kawasan hutan dengan rencana tata ruang di wilayah Sumatera. dan evaluasi pelaksanaan rencana makro kawasan hutan dan perencanaan wilayah pengelolaan hutan serta fasilitasi penyusunan Produk Domestik Regional Bruto hijau sektor kehutanan. perencanaan wilayah pengelolaan hutan di bidang pemanfaatan. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pemanfaatan. standar.35 hutan serta fasilitasi penyusunan Produk Domestik Regional Bruto hijau sektor kehutanan. c. Pasal 132 Subdirektorat Perencanaan Makro Kawasan Hutan terdiri atas: a. Seksi Penyusunan Rencana Kawasan Hutan. prosedur. harmonisasi. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang rencana makro kawasan hutan nasional dan rencana kehutanan nasional. konservasi dan perlindungan hutan serta memfasilitasi penyusunan Produk Domestik Regional Bruto hijau sektor kehutanan. Bali dan Nusa Tenggara. pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan kebijakan.dan d. Seksi Evaluasi Rencana Kawasan Hutan.dan b. Pasal 133 (1) Seksi Penyusunan Rencana Kawasan Hutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan rencana makro kawasan hutan dan perencanaan wilayah pengelolaan hutan serta fasilitasi penyusunan Produk Domestik Regional Bruto hijau sektor kehutanan. Pasal 134 Subdirektorat Penataan Ruang Kehutanan Wilayah I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. harmonisasi. rehabilitasi. dan kriteria di bidang penyusunan rencana makro kawasan hutan nasional. rencana kehutanan nasional.

Subdirektorat Penataan Ruang Kehutanan Wilayah I menyelenggarakan fungsi: a. Bali.dan d. (2) Seksi Penataan Ruang Kawasan Hutan Wilayah Jawa. dan Nusa Tenggara. prosedur. dan Nusa Tenggara. Pasal 137 (1) Seksi Penataan Ruang Kawasan Hutan Wilayah Sumatera mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang harmonisasi penataan ruang kawasan hutan dengan rencana tata ruang di wilayah Sumatera. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang harmonisasi penataan ruang kawasan hutan dengan rencana tata ruang di wilayah Sumatera. dan Nusa Tenggara mempunyai tugas penyiapan bahan perumusan kebijakan. Bali.36 Pasal 135 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134. Jawa. Bali. c. dan kriteria di bidang harmonisasi penataan ruang kawasan hutan dengan rencana tata ruang di wilayah Sumatera. . Jawa. Bali.dan b. Jawa. dan Nusa Tenggara. dan Nusa Tenggara. penyiapan bahan penyusunan norma. dan Nusa Tenggara. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang harmonisasi penataan ruang kawasan hutan dengan rencana tata ruang di wilayah Sumatera. dan Nusa Tenggara. b. pelaksanaan kebijakan. Pasal 136 Subdirektorat Penataan Ruang Kehutanan Wilayah I terdiri atas: a. standar. Seksi Penataan Ruang Kawasan Hutan Wilayah Jawa. Bali. Seksi Penataan Ruang Kawasan Hutan Wilayah Sumatera. Bali. Jawa. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang harmonisasi penataan ruang kawasan hutan dengan rencana tata ruang di wilayah Sumatera. Bali. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang harmonisasi penataan ruang kawasan hutan dengan rencana tata ruang di wilayah Jawa.

dan Papua. prosedur. Sulawesi. standar. Maluku. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang harmonisasi penataan ruang kawasan hutan dengan rencana tata ruang di wilayah Maluku dan Papua. pelaksanaan kebijakan. dan Papua. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang harmonisasi penataan ruang kawasan hutan dengan rencana tata ruang di wilayah Kalimantan dan Sulawesi.dan d. Subdirektorat Penataan Ruang Kehutanan Wilayah II menyelenggarakan fungsi: a. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang harmonisasi penataan ruang kawasan hutan dengan rencana tata ruang di wilayah Kalimantan. . Sulawesi. Sulawesi. Seksi Penataan Ruang Kawasan Hutan Wilayah Maluku dan Papua. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang harmonisasi penataan ruang kawasan hutan dengan rencana tata ruang di wilayah Kalimantan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang harmonisasi penataan ruang kawasan hutan dengan rencana tata ruang di wilayah Kalimantan. Sulawesi. Pasal 139 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 138. Maluku.37 Pasal 138 Subdirektorat Penataan Ruang Kehutanan Wilayah II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Maluku. b. Maluku. dan Papua. Pasal 140 Subdirektorat Penataan Ruang Kehutanan Wilayah II terdiri atas: a. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang harmonisasi penataan ruang kawasan hutan dengan rencana tata ruang di wilayah Kalimantan.dan b. Seksi Penataan Ruang Kawasan Hutan Wilayah Kalimantan dan Sulawesi. pelaksanaan kebijakan. Maluku. penyiapan bahan penyusunan norma. (2) Seksi Penataan Ruang Kawasan Hutan Wilayah Maluku dan Papua mempunyai tugas penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. dan Papua. dan kriteria di bidang harmonisasi penataan ruang kawasan hutan dengan rencana tata ruang di wilayah Kalimantan. Sulawesi. dan Papua. Pasal 141 (1) Seksi Penataan Ruang Kawasan Hutan Wilayah Kalimantan dan Sulawesi mempunyai tugas penyiapan bahan perumusan kebijakan. c.

pelaksanaan kebijakan. Seksi Jaringan Komunikasi Data Kehutanan. pelaksanaan kebijakan. . Pasal 143 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 142. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyusunan dan penyajian statistik kawasan hutan serta jaringan komunikasi data kawasan hutan. prosedur. b. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang sistem jaringan komunikasi data kehutanan.dan d. Pasal 145 (1) Seksi Statistik Kehutanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 144 Subdirektorat Statistik dan Jaringan Komunikasi Data Kehutanan terdiri atas: a. penyiapan bahan penyusunan norma. pelaksanaan kebijakan. dan kriteria di bidang penyusunan dan penyajian statistik kawasan hutan serta jaringan komunikasi data kehutanan. (2) Seksi Jaringan Komunikasi Data Kehutanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Subdirektorat Statistik dan Jaringan Komunikasi Data Kehutanan menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang statistik kehutanan. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyusunan dan penyajian statistik kehutanan serta jaringan komunikasi data kehutanan.dan b. c. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penyusunan dan penyajian statistik kawasan hutan serta jaringan komunikasi data kehutanan.38 Pasal 142 Subdirektorat Statistik dan Jaringan Komunikasi Data Kehutanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. standar. Seksi Statistik Kehutanan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penyusunan dan penyajian statistik kawasan hutan serta jaringan komunikasi data kehutanan.

Pasal 148 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 147. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melakukan tugas sehari-hari secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Statistik dan Jaringan Komunikasi Data Kehutanan. b. kearsipan dan pelaporan Direktorat. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengukuhan dan penatagunaan kawasan hutan. kepegawaian. perubahan fungsi dan peruntukan kawasan hutan. Pasal 149 Direktorat Pengukuhan dan Penatagunaan Kawasan Hutan terdiri atas: a. . perubahan fungsi dan peruntukan kawasan hutan.39 Pasal 146 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. perubahan fungsi dan peruntukan kawasan hutan.dan e. kerumahtanggaan. Subdirektorat Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah I. c. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pengukuhan dan penatagunaan. penyiapan penyusunan norma. Direktorat Pengukuhan dan Penatagunaan Kawasan Hutan menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria di bidang pengukuhan dan penatagunaan. perubahan fungsi dan peruntukan kawasan hutan. prosedur. serta informasi pengukuhan kawasan hutan. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengukuhan dan penatagunaan. keuangan. standar. pelaksanaan kebijakan. d. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pengukuhan dan penatagunaan. serta informasi pengukuhan kawasan hutan. serta informasi pengukuhan kawasan hutan. serta informasi pengukuhan kawasan hutan. Bagian Kelima Direktorat Pengukuhan dan Penatagunaan Kawasan Hutan Pasal 147 Direktorat Pengukuhan dan Penatagunaan Kawasan Hutan mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan.

dan b. penataan batas. Pasal 152 Subdirektorat Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah I terdiri atas: a. e. pemetaan dan pelaksanaan penetapan kawasan hutan serta penetapan fungsi kawasan hutan di wilayah Sumatera. Subdirektorat Perubahan Fungsi dan Peruntukan Kawasan Hutan Wilayah II. Bali dan Nusa Tenggara. c. Subdirektorat Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah I menyelenggarakan fungsi: a. penataan batas. . Jawa. prosedur. Bali dan Nusa Tenggara. Pasal 150 Subdirektorat Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. d. standar.dan d. penyiapan bahan penyusunan norma. Subdirektorat Perubahan Fungsi dan Peruntukan Kawasan Hutan Wilayah I. Jawa. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penunjukan. c. Jawa. Bali dan Nusa Tenggara. pemetaan dan pelaksanaan penetapan kawasan hutan serta penetapan fungsi kawasan hutan di wilayah Sumatera. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penunjukan. Jawa. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah II. Jawa. penataan batas. bimbingan teknis. dan Nusa Tenggara. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penunjukan. Bali dan Nusa Tenggara. pemetaan dan pelaksanaan penetapan kawasan hutan serta penetapan fungsi kawasan hutan di wilayah Sumatera. Bali. Pasal 151 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 150. pemetaan dan pelaksanaan penetapan kawasan hutan serta penetapan fungsi kawasan hutan di wilayah Sumatera. dan kriteria di bidang penunjukan. Seksi Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah Jawa. Bali dan Nusa Tenggara. penataan batas.dan f. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengukuhan dan penetapan fungsi kawasan hutan di wilayah Sumatera.40 b. b. Seksi Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah Sumatera. Subdirektorat Informasi dan Dokumentasi Kawasan Hutan.

Maluku dan Papua. bimbingan teknis. dan kriteria di bidang penunjukan. pelaksanaan kebijakan. serta penunjukan kawasan hutan di wilayah Jawa. penataan batas. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penunjukan. Pasal 154 Subdirektorat Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. pemetaan dan pelaksanaan penetapan kawasan hutan serta penetapan fungsi kawasan hutan di wilayah Kalimantan. c. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penataan batas. (2) Seksi Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah Jawa. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. Sulawesi. Sulawesi. standar. prosedur. Sulawesi. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penataan batas. dan Nusa Tenggara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Maluku dan Papua. Bali. Maluku dan Papua. Sulawesi. Maluku dan Papua. serta penunjukan kawasan hutan di wilayah Sumatera. . penataan batas. Maluku dan Papua. Subdirektorat Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah II menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penunjukan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penunjukan.41 Pasal 153 (1) Seksi Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah Sumatera mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengukuhan dan penetapan fungsi kawasan hutan di wilayah Kalimantan. Bali dan Nusa Tenggara. pemetaan dan pelaksanaan penetapan kawasan hutan serta penetapan fungsi kawasan hutan di wilayah Kalimantan. penataan batas.dan d. pemetaan dan pelaksanaan penetapan fungsi kawasan hutan. pemetaan dan pelaksanaan penetapan kawasan hutan serta penetapan fungsi kawasan hutan di wilayah Kalimantan. b. pemetaan dan pelaksanaan penetapan fungsi kawasan hutan. pemetaan dan pelaksanaan penetapan kawasan hutan serta penetapan fungsi kawasan hutan di wilayah Kalimantan. penataan batas. Pasal 155 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 154. Sulawesi.

Bali. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perubahan fungsi dan peruntukan kawasan hutan di wilayah Sumatera. pemetaan dan pelaksanaan penetapan fungsi kawasan hutan. Jawa. Pasal 158 Subdirektorat Perubahan Fungsi dan Peruntukan Kawasan Hutan Wilayah I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Jawa. Subdirektorat Perubahan Fungsi dan Peruntukan Kawasan Hutan Wilayah I menyelenggarakan fungsi: a. pemetaan dan pelaksanaan penetapan fungsi kawasan hutan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang perubahan fungsi dan peruntukan kawasan hutan di wilayah Sumatera. pengukuran. Seksi Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah Maluku dan Papua. Bali.42 Pasal 156 Subdirektorat Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah II terdiri atas: a. perubahan peruntukan kawasan hutan wilayah Sumatera. c. Bali. bimbingan teknis. dan Nusa Tenggara. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perubahan fungsi. penyiapan bahan penyusunan norma. Bali. b. Jawa. pelaksanaan kebijakan. Jawa. dan Nusa Tenggara. dan Nusa Tenggara. pengukuran. prosedur. serta penunjukan kawasan hutan wilayah Kalimantan dan Sulawesi. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penataan batas. Pasal 159 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 158. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penataan batas. Bali. (2) Seksi Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah Maluku dan Papua mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. . dan Nusa Tenggara. dan Nusa Tenggara. serta penunjukan kawasan hutan wilayah Maluku dan Papua. pelaksanaan kebijakan. Jawa. pelaksanaan kebijakan.dan d. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang perubahan fungsi dan peruntukan kawasan hutan di wilayah Sumatera. Seksi Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah Kalimantan dan Sulawesi. standar. Pasal 157 (1) Seksi Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah Kalimantan dan Sulawesi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan kriteria di bidang perubahan fungsi dan peruntukan kawasan hutan di wilayah Sumatera. b.

Maluku. dan Papua.dan . Sulawesi. Seksi Pelepasan dan Tukar Menukar Kawasan Hutan Wilayah I. Maluku. dan kriteria di bidang perubahan fungsi dan peruntukan kawasan hutan di wilayah Kalimantan. bimbingan teknis. Bali. tukar menukar serta mutasi kawasan hutan di wilayah Sumatera. Maluku. Pasal 163 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 162. pelaksanaan kebijakan. prosedur. Subdirektorat Perubahan Fungsi dan Peruntukan Kawasan Hutan Wilayah II menyelenggarakan fungsi: a. Maluku. dan Nusa Tenggara.dan b. Jawa. dan Nusa Tenggara. b. c. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang perubahan fungsi dan peruntukan kawasan hutan di wilayah Kalimantan. dan Papua. Jawa. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang perubahan fungsi kawasan hutan dan penyediaan areal transmigrasi di wilayah Sumatera. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pelepasan. pelaksanaan kebijakan. dan Papua. perubahan peruntukan kawasan hutan wilayah Kalimantan. Sulawesi. Pasal 162 Subdirektorat Perubahan Fungsi dan Peruntukan Kawasan Hutan Wilayah II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perubahan fungsi. Seksi Perubahan Fungsi dan Penyediaan Areal Transmigrasi Wilayah I. Sulawesi. standar. dan Papua. pelaksanaan kebijakan. Sulawesi. penyiapan bahan penyusunan norma. Bali. Pasal 161 (1) Seksi Pelepasan dan Tukar Menukar Kawasan Hutan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.43 Pasal 160 Subdirektorat Perubahan Fungsi dan Peruntukan Kawasan Hutan Wilayah I terdiri atas: a. (2) Seksi Perubahan Fungsi dan Penyediaan Areal Transmigrasi Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang perubahan fungsi dan peruntukan kawasan hutan di wilayah Kalimantan.

dan Papua. Sulawesi. pelaksanaan kebijakan. Pasal 166 Subdirektorat Informasi dan Dokumentasi Kawasan Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang informasi dan dokumentasi pengukuhan dan pengolahan data mutasi kawasan hutan. dan Papua. Maluku.dan b. Sulawesi. dan kriteria di bidang informasi dan dokumentasi pengukuhan dan pengolahan data mutasi kawasan hutan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang informasi dan dokumentasi pengukuhan dan pengolahan data mutasi kawasan hutan. Maluku. Maluku. Pasal 164 Subdirektorat Perubahan Fungsi dan Peruntukan Kawasan Hutan Wilayah II terdiri atas: a. Subdirektorat Informasi dan Dokumentasi Kawasan Hutan menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Perubahan Fungsi dan Penyediaan Areal Transmigrasi Wilayah II mempunyai tugas penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Pelepasan dan Tukar Menukar Kawasan Hutan Wilayah II. penyiapan bahan penyusunan norma.dan . standar. pelaksanaan kebijakan. dan Papua. tukar menukar serta mutasi kawasan hutan di wilayah Kalimantan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang informasi dan dokumentasi pengukuhan dan pengolahan data mutasi kawasan hutan. b.44 d. pelaksanaan kebijakan. c. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang perubahan fungsi kawasan hutan dan penyediaan areal transmigrasi di wilayah Kalimantan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perubahan fungsi dan peruntukan kawasan hutan di wilayah Kalimantan. prosedur. Pasal 167 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 166. Pasal 165 (1) Seksi Pelepasan dan Tukar Menukar Kawasan Hutan Wilayah II mempunyai tugas penyiapan bahan perumusan kebijakan. Sulawesi. Seksi Perubahan Fungsi dan Penyediaan Areal Transmigrasi Wilayah II. bimbingan teknis. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pelepasan.

pelaksanaan kebijakan. kepegawaian. b. pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Dokumentasi Kawasan Hutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang inventarisasi dan pemantauan sumber daya hutan.45 d. keuangan. Pasal 168 Subdirektorat Informasi dan Dokumentasi Kawasan Hutan terdiri atas: a. Pasal 170 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengolahan dokumen kawasan hutan. pelaksanaan kebijakan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas sehari-hari secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Informasi dan Dokumentasi Kawasan Hutan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengolahan data dan informasi kawasan hutan. Pasal 172 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 171. Pasal 169 (1) Seksi Informasi Kawasan Hutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Bagian Keenam Direktorat Inventarisasi dan Pemantauan Sumber Daya Hutan Pasal 171 Direktorat Inventarisasi dan Pemantauan Sumber Daya Hutan mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. Direktorat Inventarisasi dan Pemantauan Sumber Daya Hutan menyelenggarakan fungsi: . Seksi Dokumentasi Kawasan Hutan. Seksi Informasi Kawasan Hutan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang informasi dan dokumentasi pengukuhan dan pengolahan data mutasi kawasan hutan. kearsipan dan pelaporan Direktorat. kerumahtanggaan.

pemetaan dan jaringan data spasial sumber daya hutan. Subdirektorat Inventarisasi Sumber Daya Hutan menyelenggarakan fungsi: a.46 a.dan e. d. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang inventarisasi. penyiapan penyusunan norma. inventarisasi hutan tingkat unit pengelolaan dan penyusunan Neraca Sumber Daya Hutan. inventarisasi hutan tingkat wilayah. b. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang inventarisasi flora dan sosial budaya untuk inventarisasi hutan tingkat nasional. Subdirektorat Pemetaan Potensi Sumber Daya Hutan. b. b. Subdirektorat Jaringan Data Spasial. d. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang inventarisasi flora dan sosial budaya untuk inventarisasi hutan tingkat nasional. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang inventarisasi flora dan sosial budaya untuk inventarisasi hutan tingkat nasional. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. pemantauan.dan e. standar. dan kriteria di bidang inventarisasi. penyiapan perumusan kebijakan di bidang inventarisasi. pemetaan dan jaringan data spasial sumber daya hutan. Subbagian Tata Usaha. inventarisasi hutan tingkat . Pasal 175 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 174. pelaksanaan kebijakan. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang inventarisasi. Subdirektorat Pemantauan Sumber Daya Hutan. Pasal 174 Subdirektorat Inventarisasi Sumber Daya Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. prosedur. pemetaan dan jaringan data spasial sumber daya hutan. Subdirektorat Inventarisasi Sumber Daya Hutan. Pasal 173 Direktorat Inventarisasi dan Pemantauan Sumber Daya Hutan terdiri atas: a. pemantauan. dan inventarisasi hutan tingkat unit pengelolaan dan penyusunan Neraca Sumber Daya Hutan. c. pemetaan dan jaringan data spasial sumber daya hutan. inventarisasi hutan tingkat wilayah. pemantauan. c. pemantauan.

standar. Seksi Inventarisasi Hutan. (2) Seksi Inventarisasi Sosial Budaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Inventarisasi Sosial Budaya. b. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemantauan sumber daya hutan. c. inventarisasi hutan tingkat wilayah. pelaksanaan kebijakan. Pasal 179 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 178.dan d. Pasal 178 Subdirektorat Pemantauan Sumber Daya Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. inventarisasi hutan tingkat nasional. inventarisasi hutan tingkat wilayah dan inventarisasi hutan tingkat unit pengelolaan. inventarisasi hutan tingkat wilayah. dan inventarisasi hutan tingkat unit pengelolaan dan penyusunan Neraca Sumber Daya Hutan. Subdirektorat Pemantauan Sumber Daya Hutan menyelenggarakan fungsi: . Pasal 177 (1) Seksi Inventarisasi Hutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. prosedur. dan inventarisasi hutan tingkat unit pengelolaan dan penyusunan Neraca Sumber Daya Hutan. Pasal 176 Subdirektorat Inventarisasi Sumber Daya Hutan terdiri atas: a. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang inventarisasi sosial budaya masyarakat di dalam dan di sekitar hutan serta penyusunan Neraca Sumber Daya Hutan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang inventarisasi flora berupa kayu.47 wilayah. dan kriteria di bidang inventarisasi flora dan sosial budaya untuk inventarisasi hutan tingkat nasional. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang inventarisasi flora dan sosial budaya untuk inventarisasi hutan tingkat nasional. penyiapan bahan penyusunan norma. bukan kayu. dan inventarisasi hutan tingkat unit pengelolaan dan penyusunan Neraca Sumber Daya Hutan.

. prosedur. Pasal 181 (1) Seksi Pemantauan Sumber Daya Hutan Tingkat Nasional dan Wilayah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pemantauan sumber daya hutan tingkat unit pengelolaan. b. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pemantauan sumber daya hutan tingkat nasional dan wilayah. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang informasi dan dokumentasi peta sumberdaya hutan.dan d. Pasal 183 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 182. pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pemantauan sumber daya hutan. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang informasi dan dokumentasi peta sumber daya hutan. dan kriteria di bidang pemantauan sumber daya hutan. Pasal 180 Subdirektorat Pemantauan Sumber Daya Hutan terdiri atas: a. standar. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pemantauan sumber daya hutan. b. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemantauan sumber daya hutan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang informasi dan dokumentasi peta sumberdaya hutan. c. (2) Seksi Pemantauan Sumber Daya Hutan Tingkat Unit Pengelolaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 182 Subdirektorat Pemetaan Sumberdaya Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Seksi Pemantauan Sumber Daya Hutan Tingkat Nasional dan Wilayah. Seksi Pemantauan Sumber Daya Hutan Tingkat Unit Pengelolaan. Subdirektorat Pemetaan Sumberdaya Hutan menyelenggarakan fungsi: a. b.48 a.

pelaksanaan kebijakan. . Pasal 186 Subdirektorat Jaringan Data Spasial mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. b. pelaksanaan kebijakan. dan kriteria di bidang informasi dan dokumentasi peta sumberdaya hutan. prosedur. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang jaringan data spasial kehutanan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang informasi dan dokumentasi peta sumberdaya hutan. Seksi Dokumentasi Peta Sumberdaya Hutan. standar. Pasal 184 Subdirektorat Pemetaan Sumber Daya Hutan terdiri atas: a. dan kriteria di bidang jaringan data spasial kehutanan. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang jaringan data spasial kehutanan. pelayanan. (2) Seksi Dokumentasi Peta Sumberdaya Hutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan distribusi peta sumberdaya hutan. Pasal 187 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 186. pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Jaringan Data Spasial menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang jaringan data spasial kehutanan. Pasal 185 (1) Seksi Informasi Peta Sumberdaya Hutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Informasi Peta Sumberdaya Hutan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyusunan dan penyajian informasi peta sumberdaya hutan.dan d. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang dokumentasi. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang jaringan data spasial kehutanan. c.dan d. prosedur. standar. penyiapan bahan penyusunan norma.49 c.

mengatur keamanan akses dalam rangka pembangunan basis data spasial. keuangan. kepegawaian. kerumahtanggaan. Seksi Pengelolaan Basis Data Spasial. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pembangunan basis dan aliran data spasial kehutanan. pelaksanaan kebijakan. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penggunaan kawasan hutan untuk kepentingan pembangunan di luar kegiatan kehutanan. Pasal 189 (1) Seksi Pengelolaan Basis Data Spasial mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas sehari-hari secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Jaringan Data Spasial. (2) Seksi Pengelolaan Jaringan Data Spasial mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Bagian Ketujuh Direktorat Penggunaan Kawasan Hutan Pasal 191 Direktorat Penggunaan Kawasan Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Seksi Pengelolaan Jaringan Data Spasial. .dan b. kearsipan dan pelaporan Direktorat. Pasal 190 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan.50 Pasal 188 Subdirektorat Jaringan Data Spasial terdiri atas: a. monitoring dan evaluasi kemampuan jaringan sesuai kebutuhan dan teknologi dan melaksanakan fungsi sebagai unit kliring data spasial kehutanan. pelaksanaan kebijakan. mengembangkan kemampuan jaringan dalam mendukung akses basis data secara lebih meluas. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengelolaan data spasial kehutanan berbasis GIS dan jaringan. pelaksanaan kebijakan.

c. dan kriteria di bidang penggunaan kawasan hutan. dan informasi penggunaan kawasan hutan untuk kepentingan pembangunan di luar kegiatan kehutanan. PNBP. c. penyiapan penyusunan norma.dan e. Pasal 194 Subdirektorat Penggunaan Kawasan Hutan Wilayah I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. b. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Penggunaan Kawasan Hutan Wilayah I. PNBP. PNBP. dan informasi penggunaan kawasan hutan untuk kepentingan pembangunan di luar kegiatan kehutanan. dan informasi penggunaan kawasan hutan untuk kepentingan pembangunan di luar kegiatan kehutanan. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang penggunaan kawasan hutan. Pasal 193 Direktorat Penggunaan Kawasan Hutan terdiri atas: a.51 Pasal 192 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 191. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyiapan areal penggunaan kawasan hutan di wilayah Sumatera. Pasal 195 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 194. dan Nusa Tenggara. b. dan informasi penggunaan kawasan hutan untuk kepentingan pembangunan di luar kegiatan kehutanan. standar. Bali. Direktorat Penggunaan Kawasan Hutan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan kebijakan.dan e. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Subdirektorat PNBP Penggunaan Kawasan Hutan. Subdirektorat Penggunaan Kawasan Hutan Wilayah II. PNBP. Subdirektorat Informasi Penggunaan Kawasan Hutan. d. Jawa. prosedur. penyiapan perumusan kebijakan di bidang penggunaan kawasan hutan. d. Subdirektorat Penggunaan Kawasan Hutan Wilayah I menyelenggarakan fungsi: . penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penggunaan kawasan hutan.

Seksi Penggunaan Untuk Pertambangan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyiapan areal penggunaan kawasan hutan wilayah Kalimantan. prosedur. d. dan Nusa Tenggara. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penggunaan kawasan hutan wilayah Kalimantan. Maluku. Jawa. c. Bali. dan Papua.dan b. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penggunaan kawasan hutan untuk pertambangan di wilayah Sumatera. dan kriteria di bidang penggunaan kawasan hutan di wilayah Sumatera. Jawa. Bali dan Nusa Tenggara. Seksi Penggunaan Untuk Non Pertambangan. Pasal 198 Subdirektorat Penggunaan Kawasan Hutan Wilayah II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Pasal 196 Subdirektorat Penggunaan Kawasan Hutan Wilayah I terdiri atas: a. Bali. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penggunaan kawasan hutan di wilayah Sumatera. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penggunaan kawasan hutan di wilayah Sumatera. dan Papua. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penggunaan kawasan hutan di wilayah Sumatera. dan Nusa Tenggara. Subdirektorat Penggunaan Kawasan Hutan Wilayah II menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 199 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 198. dan Nusa Tenggara.52 a. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penggunaan kawasan hutan untuk non pertambangan di wilayah Sumatera. pelaksanaan kebijakan. Jawa. pelaksanaan kebijakan. Bali. Sulawesi. Sulawesi. standar. Bali. b. Jawa. Jawa. Maluku. bimbingan teknis. dan Nusa Tenggara. pelaksanaan kebijakan. Jawa. Bali dan Nusa Tenggara. (2) Seksi Penggunaan Kawasan Hutan Untuk Non Pertambangan mempunyai tugas penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 197 (1) Seksi Penggunaan Kawasan Hutan Untuk Pertambangan mempunyai tugas penyiapan bahan perumusan kebijakan. .

Sulawesi. Maluku. Maluku. Sulawesi. Pasal 203 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 202. bimbingan teknis. standar. c. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyiapan areal penggunaan kawasan hutan untuk pertambangan wilayah Kalimantan. pelaksanaan kebijakan. Maluku dan Papua. Seksi Penggunaan Untuk Non Pertambangan. dan Papua. penyiapan bahan penyusunan norma. Sulawesi. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyiapan areal penggunaan kawasan hutan untuk Non pertambangan wilayah Kalimantan. Maluku. pelaksanaan kebijakan. Pasal 200 Subdirektorat Penggunaan Kawasan Hutan Wilayah II terdiri atas: a. pelaksanaan kebijakan.53 b. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penggunaan kawasan hutan wilayah Kalimantan. Seksi Penggunaan Untuk Pertambangan. Maluku dan Papua. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penggunaan kawasan hutan wilayah Kalimantan.dan b. prosedur. (2) Seksi Penggunaan Kawasan Hutan Untuk Non Pertambangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan kriteria di bidang penggunaan kawasan hutan wilayah Kalimantan. Subdirektorat PNBP Penggunaan Kawasan Hutan menyelenggarakan fungsi: a. Sulawesi. Pasal 201 (1) Seksi Penggunaan Kawasan Hutan Untuk Pertambangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. . dan Papua. dan Papua. Sulawesi. Pasal 202 Subdirektorat PNBP Penggunaan Kawasan Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan.dan d. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penerimaan negara bukan pajak dari kegiatan penggunaan kawasan hutan untuk pembangunan di luar kehutanan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penerimaan negara bukan pajak yang berasal dari kegiatan penggunaan kawasan hutan untuk pembangunan di luar kehutanan.

. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penerimaan negara bukan pajak dari penggunaan kawasan hutan untuk non pertambangan. c. dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penerimaan negara bukan pajak dari penggunaan kawasan hutan untuk pertambangan. Pasal 204 Subdirektorat PNBP Penggunaan Kawasan Hutan terdiri atas: a. dan kriteria di bidang penerimaan negara bukan pajak yang berasal dari kegiatan penggunaan kawasan hutan untuk pembangunan di luar kehutanan. prosedur. standar. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penerimaan negara bukan pajak yang berasal dari kegiatan penggunaan kawasan hutan untuk pembangunan di luar kehutanan. Subdirektorat Informasi Penggunaan Kawasan Hutan menyelenggarakan fungsi: a.dan d. Pasal 206 Subdirektorat Informasi Penggunaan Kawasan Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Pasal 205 (1) Seksi PNBP Penggunaan Kawasan Hutan Untuk Pertambangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi PNBP Penggunaan Kawasan Hutan Untuk Pertambangan. bimbingan teknis.dan b. pelaksanaan kebijakan. Pasal 207 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 206. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang informasi penggunaan kawasan hutan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang informasi penggunaan kawasan hutan. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penerimaan negara bukan pajak yang berasal dari kegiatan penggunaan kawasan hutan untuk pembangunan di luar kehutanan. penyiapan bahan penyusunan norma. Seksi PNBP Penggunaan Kawasan Hutan Untuk Non Pertambangan. pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi PNBP Penggunaan Kawasan Hutan Untuk Non Pertambangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.54 b. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis.

Pasal 209 (1) Seksi Informasi Penggunaan Kawasan Hutan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 208 Subdirektorat Informasi Penggunaan Kawasan Hutan terdiri atas: a. kerumahtanggaan. Pasal 210 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. Seksi Informasi Penggunaan Kawasan Hutan Wilayah I. Bali. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang informasi penggunaan kawasan hutan wilayah Sumatera.dan d. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang informasi penggunaan kawasan hutan.55 b. Sulawesi. kepegawaian. (2) Seksi Informasi Penggunaan Kawasan Hutan Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas sehari-hari secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Informasi Penggunaan Kawasan Hutan. pelaksanaan kebijakan. Maluku dan Papua. pelaksanaan kebijakan. c. kearsipan dan pelaporan Direktorat. penyiapan bahan penyusunan norma.dan b. standar. dan Nusa Tenggara. dan kriteria di bidang informasi penggunaan kawasan hutan. Jawa. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang informasi penggunaan kawasan hutan wilayah Kalimantan. . prosedur. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang informasi penggunaan kawasan hutan. Seksi Informasi Penggunaan Kawasan Hutan Wilayah II. keuangan.

c.56 Bagian Kedelapan Direktorat Wilayah Pengelolaan dan Penyiapan Areal Pemanfaatan Kawasan Hutan Pasal 211 Direktorat Wilayah Pengelolaan dan Penyiapan Areal Pemanfaatan Kawasan Hutan mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. standar. d. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pembentukan wilayah pengelolaan hutan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang wilayah pengelolaan dan penyiapan areal pemanfaatan hutan. pelaksanaan kebijakan.dan e. prosedur. Subdirektorat Informasi Wilayah Pengelolaan dan Pemanfaatan Kawasan Hutan. penyiapan areal pemanfaatan hutan dan informasi wilayah pengelolaan kawasan hutan. penyiapan areal pemanfaatan hutan dan informasi wilayah pengelolaan kawasan hutan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pembentukan wilayah pengelolaan hutan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat.dan e. penyiapan penyusunan norma. Direktorat Wilayah Pengelolaan dan Penyiapan Areal Pemanfaatan Kawasan Hutan menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan areal pemanfaatan hutan dan informasi wilayah pengelolaan kawasan hutan. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Pembentukan Wilayah Pengelolaan Hutan. Subdirektorat Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Wilayah I. b. penyiapan areal pemanfaatan hutan dan informasi wilayah pengelolaan kawasan hutan. Pasal 212 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 211. . d. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pembentukan wilayah pengelolaan hutan. Subdirektorat Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Wilayah II. bimbingan teknis. c. Pasal 213 Direktorat Wilayah Pengelolaan dan Penyiapan Areal Pemanfaatan Kawasan Hutan terdiri atas: a. dan kriteria di bidang pembentukan wilayah pengelolaan hutan.

pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pembentukan wilayah pengelolaan hutan di wilayah Sumatera.57 Pasal 214 Subdirektorat Pembentukan Wilayah Pengelolaan Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Bali dan Nusa Tenggara. . penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pembentukan wilayah pengelolaan hutan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pembentukan wilayah pengelolaan hutan. Jawa. Pasal 215 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 214. Seksi Pembentukan Wilayah Pengelolaan Hutan Wilayah I. penyiapan bahan pelaksanaan pengelolaan hutan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pembentukan wilayah pengelolaan hutan di wilayah Kalimantan. Pasal 216 Subdirektorat Pembentukan Wilayah Pengelolaan Hutan terdiri atas: a. standar.dan b. Seksi Pembentukan Wilayah Pengelolaan Hutan Wilayah II. dan Papua. pelaksanaan kebijakan. kebijakan di bidang pembentukan wilayah c. Sulawesi. Maluku. Pasal 217 (1) Seksi Pembentukan Wilayah Pengelolaan Hutan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pembentukan wilayah pengelolaan hutan. prosedur. Subdirektorat Pembentukan Wilayah Pengelolaan Hutan menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Pembentukan Wilayah Pengelolaan Kawasan Hutan Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. bimbingan teknis. pelaksanaan kebijakan. dan kriteria di bidang pembentukan wilayah pengelolaan hutan. b.dan d. penyiapan bahan penyusunan norma.

b. hutan desa. Jawa. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyiapan areal pemanfaatan kawasan hutan di wilayah Sumatera. Jawa. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penyiapan areal pemanfaatan kawasan hutan di wilayah Sumatera.dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penyiapan areal pemanfaatan kawasan hutan di wilayah Sumatera. Bali dan Nusa Tenggara. penyiapan bahan penyusunan norma. Bali dan Nusa Tenggara. Bali dan Nusa Tenggara. bimbingan teknis.dan d. Bali dan Nusa Tenggara. Jawa. usaha jasa lingkungan dan kawasan hutan dengan tujuan khusus di wilayah Sumatera. Bali dan Nusa Tenggara. prosedur. Bali dan Nusa Tenggara. Bali dan Nusa Tenggara. .58 Pasal 218 Subdirektorat Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Wilayah I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. standar. usaha pariwisata alam. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyiapan areal pemanfaatan kawasan hutan di wilayah Sumatera. Subdirektorat Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Wilayah I menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 221 (1) Seksi Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Alam Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. hutan kemasyarakatan. Pasal 220 Subdirektorat Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Wilayah I terdiri atas: a. pelaksanaan kebijakan. Jawa. Jawa. dan kriteria di bidang penyiapan areal pemanfaatan kawasan hutan di wilayah Sumatera. Pasal 219 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 218. c. Jawa. Seksi Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Tanaman Wilayah I. (2) Seksi Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Tanaman Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyiapan areal pemanfaatan hutan alam. pelaksanaan kebijakan. Jawa. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyiapan areal pemanfaatan hutan tanaman dan hutan tanaman rakyat di wilayah Sumatera. Seksi Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Alam Wilayah I.

Maluku dan Papua. c. dan hutan tanaman rakyat di wilayah Kalimantan. b. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyiapan areal pemanfaatan hutan alam. pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Wilayah II menyelenggarakan fungsi: a. usaha jasa lingkungan dan kawasan hutan dengan tujuan khusus di wilayah Kalimantan. Pasal 223 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 222.dan b. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyiapan areal pemanfaatan hutan di wilayah Kalimantan. Sulawesi. Maluku dan Papua. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penyiapan areal pemanfaatan hutan di wilayah Kalimantan. . prosedur. penyiapan bahan penyusunan norma. hutan kemasyarakatan.59 Pasal 222 Subdirektorat Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Wilayah II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. bimbingan teknis. Sulawesi. pelaksanaan kebijakan. usaha pariwisata alam. (2) Seksi Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Tanaman Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.dan d. standar. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penyiapan areal pemanfaatan hutan di wilayah Kalimantan. Seksi Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Alam Wilayah II. Sulawesi. pelaksanaan kebijakan. Seksi Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Tanaman Wilayah II. Sulawesi. Maluku dan Papua. Maluku dan Papua. dan kriteria di bidang penyiapan areal pemanfaatan hutan di wilayah Kalimantan. Sulawesi. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyiapan areal pemanfaatan hutan tanaman. Maluku dan Papua. Maluku dan Papua. Pasal 225 (1) Seksi Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Alam Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Sulawesi. hutan desa. Sulawesi. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyiapan areal pemanfaatan hutan di wilayah Kalimantan. Maluku dan Papua. Pasal 224 Subdirektorat Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Wilayah II terdiri atas: a.

prosedur. b. Subdirektorat Informasi Wilayah Pengelolaan dan Pemanfaatan Kawasan Hutan menyelenggarakan fungsi: a. standar. pelaksanaan kebijakan.60 Pasal 226 Subdirektorat Informasi Wilayah Pengelolaan dan Pemanfaatan Kawasan Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang informasi wilayah pengelolaan dan pemanfaatan kawasan hutan. pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Informasi Pemanfaatan Kawasan Hutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. c. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang informasi wilayah pengelolaan dan pemanfaatan kawasan hutan. Seksi Informasi Pemanfaatan Kawasan Hutan.dan d. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang informasi wilayah pengelolaan dan pemanfaatan kawasan hutan. . Seksi Informasi Wilayah Pengelolaan. dan kriteria di bidang informasi wilayah pengelolaan dan pemanfaatan kawasan hutan. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 229 (1) Seksi Informasi Wilayah Pengelolaan mempuyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang informasi geografis pemanfaatan kawasan hutan. Pasal 227 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 226. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang informasi wilayah pengelolaan dan pemanfaatan kawasan hutan.dan b. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyiapan informasi pembentukan wilayah. bimbingan teknis. Pasal 228 Subdirektorat Informasi Wilayah Pengelolaan dan Pemanfaatan Kawasan Hutan terdiri atas: a.

keuangan. kearsipan dan pelaporan Direktorat. . kerumahtanggaan.61 Pasal 230 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas sehari-hari secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Informasi Wilayah Pengelolaan dan Pemanfaatan Kawasan Hutan. kepegawaian.

standar. d. dan kriteria di bidang perlindungan hutan dan konservasi alam sesuai dengan peraturan perundang-undangan. penyusunan norma. b. Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 233 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 232.dan e. perumusan kebijakan di bidang perlindungan hutan dan konservasi alam sesuai peraturan perundang-undangan. c. pelaksanaan kebijakan di bidang perlindungan hutan dan konservasi alam sesuai dengan peraturan perundang-undangan. . prosedur. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam. Tugas dan Fungsi Pasal 231 (1) Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam adalah unsur pelaksana yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kehutanan. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perlindungan hutan dan konservasi alam sesuai dengan peraturan perundang-undangan. (2) Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam dipimpin oleh Direktur Jenderal.62 BAB V DIREKTORAT JENDERAL PERLINDUNGAN HUTAN DAN KONSERVASI ALAM Bagian Pertama Kedudukan. Pasal 232 Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang perlindungan hutan dan konservasi alam sesuai dengan peraturan perundangundangan.

koordinasi dan pelaksanaan urusan kepegawaian. perlengkapan dan administrasi keuangan Direktorat Jenderal. . program. Sekretariat Direktorat Jenderal. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 235 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unit organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. d. koordinasi dan pelaksanaan tata usaha. koordinasi dan penyiapan telaahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. c. Direktorat Penyidikan dan Pengamanan Hutan. Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan. c. evaluasi dan pelaporan di bidang perlindungan hutan dan konservasi alam. koordinasi dan pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi di bidang perlindungan hutan dan konservasi alam. koordinasi dan penyusunan rencana. d. Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati.dan f. Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kawasan Konservasi dan Hutan Lindung. kerja sama teknik. b.63 Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 234 Direktorat Jenderal Perlindungan hutan dan Konservasi Alam terdiri atas: a. Pasal 236 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 235. e. Direktorat Kawasan Konservasi dan Bina Hutan Lindung. b. pemberian pertimbangan dan bantuan hukum di bidang perlindungan hutan dan konservasi alam. organisasi dan tata laksana di bidang perlindungan hutan dan konservasi alam.dan e.

Bagian Keuangan dan Umum. Bagian Program dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. data. b. penyiapan bahan koordinasi dan pengumpulan data serta penyajian informasi c. Organisasi dan Tata Laksana. informasi dan statistik serta pelaksanaan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. Bagian Kepegawaian. Bagian Program dan Evaluasi. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan program dan anggaran. Subbagian Program dan Anggaran. Pasal 241 (1) Subbagian Program dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program kerja dan anggaran. Subbagian Data dan Informasi. pengolahan data dan penyajian informasi. Pasal 239 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 238.64 Pasal 237 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. Pasal 238 Bagian Program dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi penyusunan dan pelaksanaan rencana. Bagian Hukum dan Kerja Sama Teknik.dan d. . b.dan d. program dan anggaran. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan statistik dan kehumasan. c. (2) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan pengumpulan. penyusunan statistik. penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan rencana dan program. b. Pasal 240 Bagian Program dan Evaluasi terdiri atas: a.dan c. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. serta kehumasan.

Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 243 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 242.65 (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi kinerja dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. susunan organisasi. Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional. perumusan tugas. dan administrasi kepegawaian. Bagian Kepegawaian. Pasal 244 Bagian Kepegawaian. pelaksanaan urusan administrasi kepegawaian. serta penyusunan tata hubungan kerja. serta penyiapan bahan penyusunan organisasi dan ketatalaksanaan. fungsi.dan c. pedoman dan prosedur kerja dan pembakuan prasarana dan sarana kerja. Subbagian Administrasi Kepegawaian. dan evaluasi kinerja organisasi. pelaksanaan urusan pengembangan karier pegawai dan administrasi jabatan fungsional. Subbagian Organisasi dan Tata Laksana. (3) Subbagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis jabatan. pelatihan. tata kerja. penyiapan bahan penyusunan organisasi dan ketatalaksanaan. pengembangan pegawai dan administrasi jabatan fungsional.dan c. . Organisasi dan Tata Laksana terdiri atas: a. pendisiplinan dan penghargaan pegawai serta administrasi jabatan fungsional. (2) Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan pendidikan. b. Pasal 245 (1) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana formasi pegawai. Pasal 242 Bagian Kepegawaian. b. Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepegawaian.

pelaksanaan urusan administrasi keuangan. rumah tangga. penelaahan permasalahan. serta penyiapan bahan administrasi kerja sama teknik dalam negeri dan luar negeri. (3) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan urusan rumah tangga dan pengelolaan barang milik negara. penyusunan rencana anggaran gaji dan penggajian. Subbagian Tata Usaha. b.66 Pasal 246 Bagian Keuangan dan Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan. Pasal 248 Bagian Keuangan dan Umum terdiri atas: a. penyiapan bahan perbendaharaan.dan c. bantuan hukum. Pasal 247 Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 246. . (2) Subbagian Administrasi Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan tata laksana keuangan. melakukan akuntansi keuangan dan barang milik negara. b. perlengkapan.dan c. Pasal 250 Bagian Hukum dan Kerja Sama Teknik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. pertimbangan. Subbagian Administrasi Keuangan. pembinaan kebendaharaan petugas SAI dan petugas SIMAK-BMN. kearsipan dan pengelolaan urusan keuangan. verifikasi. Bagian Keuangan dan Umum menyelenggarakan fungsi: a. kearsipan dan pembinaan tata persuratan. pelaksanaan urusan perlengkapan. pelaksanaan urusan tata usaha. Pasal 249 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. pelaporan keuangan. penyelesaian tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. Subbagian Perlengkapan.

b. pelaksanaan kebijakan. Bagian Keempat Direktorat Penyidikan dan Pengamanan Hutan Pasal 254 Direktorat Penyidikan dan Pengamanan Hutan mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. Direktorat Penyidikan dan Pengamanan Hutan menyelenggarakan fungsi: . dan bantuan permasalahan hukum. Pasal 255 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 254. (3) Subbagian Kerja Sama Teknik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan koordinasi administrasi kerja sama teknik dalam negeri dan luar negeri. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyidikan dan pengamanan hutan. Subbagian Kerja Sama Teknik. Bagian Hukum dan Kerja Sama Teknik menyelenggarakan fungsi: a. pertimbangan. penelaahan dan penanganan permasalahan. (2) Subbagian Pertimbangan dan Bantuan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi.dan c.67 Pasal 251 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 250. Pasal 253 (1) Subbagian Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rancangan dan penelahaan peraturan perundangundangan.dan c. penyiapan bahan pertimbangan dan bantuan hukum. penyiapan bahan administrasi kerja sama teknik dalam negeri dan luar negeri. Pasal 252 Bagian Hukum dan Kerja Sama Teknik terdiri atas: a. b. Subbagian Peraturan Perundang-undangan. penyiapan bahan peraturan perundang-undangan. Subbagian Pertimbangan dan Bantuan Hukum.

b. perambahan peredaran ilegal tumbuhan dan satwa liar. pembalakan dan peredaran hasil hutan ilegal. dan kriteria di bidang penyidikan. c. pengelolaan polisi kehutanan dan penyidik pegawai negeri sipil serta sarana prasarana penyidikan dan pengamanan hutan. d. perburuan liar. Subdirektorat Dukungan Operasi. penyiapan penyusunan norma. perburuan liar. pelaksanaan kebijakan. e. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyidikan.68 a. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. perburuan liar. Subbagian Tata Usaha. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang program dan evaluasi penyidikan dan pengamanan hutan. Pasal 256 Direktorat Penyidikan dan Pengamanan Hutan terdiri atas: a. perambahan peredaran ilegal tumbuhan dan satwa liar. Subdirektorat Penyidikan dan Pengamanan Wilayah I. Subdirektorat Program dan Evaluasi Penyidikan dan Pengamanan menyelenggarakan fungsi: . Subdirektorat Program dan Evaluasi Penyidikan dan Pengamanan. Subdirektorat Penyidikan dan Pengamanan Wilayah II. prosedur. c.dan f. d. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang penyidikan. Pasal 258 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 257. standar. perambahan peredaran ilegal tumbuhan dan satwa liar. bimbingan teknis. Subdirektorat Penyidikan dan Pengamanan Wilayah III. b.dan e. Pasal 257 Subdirektorat Program dan Evaluasi Penyidikan dan Pengamanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. perburuan liar. perambahan peredaran ilegal tumbuhan dan satwa liar. penyiapan perumusan kebijakan di bidang penyidikan. pengelolaan polisi kehutanan dan penyidik pegawai negeri sipil serta sarana prasarana penyidikan dan pengamanan hutan. pembalakan dan peredaran hasil hutan ilegal. pembalakan dan peredaran hasil hutan ilegal. pengelolaan polisi kehutanan dan penyidik pegawai negeri sipil serta sarana prasarana penyidikan dan pengamanan hutan. pengelolaan polisi kehutanan dan penyidik pegawai negeri sipil serta sarana prasarana penyidikan dan pengamanan hutan. pembalakan dan peredaran hasil hutan ilegal.

b. standar.dan . penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penyidikan dan pengamanan hutan di wilayah Sumatera.69 a. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang evaluasi penyidikan dan pengamanan hutan. penyiapan bahan penyusunan norma. Jawa dan Bali. c. Seksi Program. bimbingan teknis. Jawa dan Bali. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penyidikan dan pengamanan hutan di wilayah Sumatera. Pasal 261 Subdirektorat Penyidikan dan Pengamanan Wilayah I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. b.dan b. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang program dan rencana penyidikan dan pengamanan hutan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang program dan evaluasi penyidikan dan pengamanan. prosedur. Pasal 262 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 261. pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. Pasal 259 Subdirektorat Program dan Evaluasi Penyidikan dan Pengamanan terdiri atas: a. Jawa dan Bali. Subdirektorat Penyidikan dan Pengamanan Wilayah I menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang program dan evaluasi penyidikan dan pengamanan. prosedur. c. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyidikan dan pengamanan hutan di wilayah Sumatera. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang program dan evaluasi penyidikan dan pengamanan.dan d. penyiapan bahan penyusunan norma. pelaksanaan kebijakan. Jawa dan Bali. dan kriteria di bidang penyidikan dan pengamanan hutan di wilayah Sumatera. Seksi Evaluasi. Pasal 260 (1) Seksi Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan kriteria di bidang program dan evaluasi penyidikan dan pengamanan. (2) Seksi Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar.

peredaran tumbuhan dan satwa liar ilegal. Pasal 265 Subdirektorat Penyidikan dan Pengamanan Wilayah II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyidikan dan pengamanan hutan di wilayah Sumatera.dan b. penyiapan bahan penyusunan norma. (2) Seksi Perambahan Hutan dan Kebakaran Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.70 d. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penyidikan dan pengamanan hutan di wilayah Kalimantan dan Nusa Tenggara. b. Jawa dan Bali. prosedur. dan perburuan di wilayah Sumatera. Seksi Perambahan Hutan dan Kebakaran Wilayah I. Pasal 263 Subdirektorat Penyidikan dan Pengamanan Hutan Wilayah I terdiri atas: a. c. pelaksanaan kebijakan. bimbingan teknis. Jawa dan Bali.dan . dan kriteria di bidang penyidikan dan pengamanan hutan di wilayah Kalimantan dan Nusa Tenggara. pelaksanaan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyidikan dan pengamanan hutan di wilayah Kalimantan dan Nusa Tenggara. standar. hama penyakit. Pasal 264 (1) Seksi Pembalakan Ilegal dan Tumbuhan dan Satwa Liar Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Jawa dan Bali. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyidikan dan penanggulangan pembalakan ilegal. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyidikan dan penanggulangan perambahan hutan dan kebakaran di wilayah Sumatera. Subdirektorat Penyidikan dan Pengamanan Wilayah II menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pembalakan Ilegal dan Tumbuhan dan Satwa Liar Wilayah I. Pasal 266 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 265. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penyidikan dan pengamanan hutan di wilayah Kalimantan dan Nusa Tenggara.

pelaksanaan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyidikan dan pengamanan hutan di wilayah Sulawesi. Pasal 270 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 269. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyidikan dan pengamanan hutan di wilayah Kalimantan dan Nusa Tenggara. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penyidikan dan pengamanan hutan di wilayah Sulawesi. Maluku dan Papua. Maluku dan Papua. . Maluku dan Papua. Subdirektorat Penyidikan dan Pengamanan Hutan Wilayah III menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 268 (1) Seksi Pembalakan Ilegal dan Tumbuhan dan Satwa Liar Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. b.71 d. hama penyakit. Seksi Pembalakan Ilegal dan Tumbuhan dan Satwa Liar Wilayah II. Seksi Perambahan Hutan dan Kebakaran Wilayah II. (2) Seksi Perambahan Hutan dan Kebakaran Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 267 Subdirektorat Penyidikan dan Pengamanan Hutan Wilayah II terdiri atas: a. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyidikan dan penanggulangan pembalakan ilegal dan penanggulangan peredaran tumbuhan dan satwa liar ilegal. Pasal 269 Subdirektorat Penyidikan dan Pengamanan Hutan Wilayah III mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. bimbingan teknis. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyidikan dan penanggulangan perambahan hutan dan kebakaran di wilayah Kalimantan dan Nusa Tenggara. perburuan di wilayah Kalimantan dan Nusa Tenggara. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penyidikan dan pengamanan hutan di wilayah Sulawesi. pelaksanaan kebijakan.dan b.

pelaksanaan kebijakan. Maluku dan Papua. bimbingan teknis. . penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyidikan dan penanggulangan pembalakan ilegal. (2) Seksi Perambahan Hutan dan Kebakaran Wilayah III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Maluku dan Papua. Subdirektorat Dukungan Operasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyidikan dan pengamanan hutan di wilayah Sulawesi. prosedur. Pasal 272 (1) Seksi Pembalakan Ilegal dan Tumbuhan dan Satwa Liar Wilayah III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan perburuan di wilayah Sulawesi. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 273 Subdirektorat Dukungan Operasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan.dan b. dan kriteria di bidang penyidikan dan pengamanan hutan di wilayah Sulawesi.dan d. peredaran tumbuhan dan satwa liar ilegal. Maluku dan Papua. standar. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang polisi kehutanan dan penyidik pegawai negeri sipil serta pengembangan dan pendayagunaan sarana dan prasarana pengamanan hutan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyidikan dan penanggulangan perambahan hutan dan kebakaran di wilayah Sulawesi. Maluku dan Papua. hama penyakit.72 c. Pasal 271 Subdirektorat Penyidikan dan Pengamanan Hutan Wilayah III terdiri atas: a. Pasal 274 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 273. Seksi Perambahan Hutan dan Kebakaran Wilayah III. Seksi Pembalakan Ilegal dan Tumbuhan dan Satwa Liar Wilayah III. pelaksanaan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang polisi kehutanan dan penyidik pegawai negeri sipil serta pengembangan dan pendayagunaan sarana dan prasarana pengamanan hutan. pelaksanaan kebijakan.

Pasal 277 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. c.dan b. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang polisi kehutanan dan penyidik pegawai negeri sipil serta pengembangan dan pendayagunaan sarana dan prasarana pengamanan hutan. dan kerumahtanggaan serta pelaporan Direktorat.73 b. keuangan. Seksi Sarana dan Prasarana. standar. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang polisi kehutanan dan penyidik pegawai negeri sipil serta pengembangan dan pendayagunaan sarana dan prasarana pengamanan hutan. prosedur. Pasal 275 Subdirektorat Dukungan Operasi terdiri atas: a. kepegawaian. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengembangan. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. . tertib administrasi dan pendayagunaan sarana dan prasarana pengamanan hutan. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Dukungan Operasi. (2) Seksi Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 276 (1) Seksi Polisi Kehutanan dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengembangan dan pembinaan Polisi Kehutanan dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil.dan d. dan kriteria di bidang polisi kehutanan dan penyidik pegawai negeri sipil serta pengembangan dan pendayagunaan sarana dan prasarana pengamanan hutan. Seksi Polisi Kehutanan dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil.

Subdirektorat Tenaga dan Sarana Prasarana Pengendalian Kebakaran Hutan. c. Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan menyelenggarakan fungsi: a. d. Subdirektorat Pemadaman dan Penanganan Dampak Pasca Kebakaran Hutan. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang monitoring hotspot. pemadaman dan penanganan dampak pasca kebakaran. pemadaman dan penanganan dampak pasca kebakaran. serta tenaga dan sarana prasarana di bidang pengendalian kebakaran hutan. pencegahan. serta tenaga dan sarana prasarana di bidang pengendalian kebakaran hutan. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang monitoring hotspot. pemadaman dan penanganan dampak pasca kebakaran. pencegahan. penyiapan penyusunan norma. bimbingan teknis. Subdirektorat Program dan Evaluasi Pengendalian Kebakaran Hutan. b. pencegahan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengendalian kebakaran hutan. serta tenaga dan sarana prasarana di bidang pengendalian kebakaran hutan.74 Bagian Kelima Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan Pasal 278 Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. Subdirektorat Monitoring Hotspot dan Pencegahan Kebakaran Hutan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. pelaksanaan kebijakan. serta tenaga dan sarana prasarana di bidang pengendalian kebakaran hutan.dan e. Subbagian Tata Usaha. prosedur. pemadaman dan penanganan dampak pasca kebakaran. b. standar. penyiapan perumusan kebijakan di bidang monitoring hotspot. dan kriteria di bidang monitoring hotspot. pencegahan. . c. Pasal 280 Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan terdiri atas: a. Pasal 279 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 278.dan e. d.

standar. . Pasal 282 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 281. Pasal 284 (1) Seksi Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 283 Subdirektorat Program dan Evaluasi Pengendalian Kebakaran Hutan terdiri atas: a. Subdirektorat Program dan Evaluasi Pengendalian Kebakaran Hutan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang evaluasi pengendalian kebakaran hutan. pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. dan kriteria di bidang program dan evaluasi pengendalian kebakaran hutan. pelaksanaan kebijakan. Pasal 285 Subdirektorat Monitoring Hotspot dan Pencegahan Kebakaran Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Seksi Evaluasi. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang program dan evaluasi pengendalian kebakaran hutan.dan b. bimbingan teknis. prosedur. kebijakan di bidang program dan evaluasi b.dan d. Seksi Program.75 Pasal 281 Subdirektorat Program dan Evaluasi Pengendalian Kebakaran Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang program dan rencana pengendalian kebakaran hutan. bimbingan teknis. (2) Seksi Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang monitoring hotspot dan pencegahan kebakaran hutan. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang program dan evaluasi pengendalian kebakaran hutan. penyiapan bahan perumusan pengendalian kebakaran hutan. c. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang program dan evaluasi pengendalian kebakaran hutan.

penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang monitoring hotspot dan pencegahan kebakaran hutan. Seksi Monitoring Hotspot. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang monitoring dan analisis hotspot. bimbingan teknis.dan d. Pasal 288 (1) Seksi Monitoring Hotspot mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan kriteria di bidang monitoring hotspot dan pencegahan kebakaran hutan. c. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang monitoring hotspot dan pencegahan kebakaran hutan. standar. prosedur.76 Pasal 286 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 285. b. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pencegahan kebakaran hutan. penyiapan bahan penyusunan norma. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemadaman dan penanganan dampak pasca kebakaran hutan. (2) Seksi Pencegahan Kebakaran Hutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan sistem peringatan bahaya kebakaran. pelaksanaan kebijakan. sistem informasi pemantauan hotspot. Seksi Pencegahan Kebakaran Hutan. b. . Subdirektorat Monitoring Hotspot dan Pencegahan Kebakaran Hutan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang monitoring hotspot dan pencegahan kebakaran hutan. pelaksanaan kebijakan. Pasal 287 Subdirektorat Monitoring Hotspot dan Pencegahan Kebakaran Hutan terdiri atas: a. Pasal 289 Subdirektorat Pemadaman dan Penanganan Dampak Pasca Kebakaran Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan.

penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pemadaman dan penanganan dampak pasca kebakaran hutan wilayah II di Kalimantan. Subdirektorat Pemadaman dan Penanganan Dampak Pasca Kebakaran Hutan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 291 Subdirektorat Pemadaman dan Penanganan Dampak Pasca Kebakaran Hutan terdiri atas: a. standar. Jawa. Bali dan Sulawesi. . pelaksanaan kebijakan. Pasal 292 (1) Seksi Pemadaman dan Penanganan Dampak Pasca Kebakaran Hutan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.dan b. Seksi Pemadaman dan Penanganan Dampak Pasca Kebakaran Hutan Wilayah I. dan kriteria di bidang pemadaman dan penanganan dampak pasca kebakaran hutan. prosedur. bimbingan teknis. Nusa Tenggara. Seksi Pemadaman dan Penanganan Dampak Pasca Kebakaran Hutan Wilayah II.77 Pasal 290 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 289. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pemadaman dan penanganan dampak pasca kebakaran hutan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pemadaman dan penanganan dampak pasca kebakaran hutan wilayah I di Sumatera. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemadaman kebakaran hutan. (2) Seksi Pemadaman dan Penanganan Dampak Pasca Kebakaran Hutan Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan.dan d. Pasal 293 Subdirektorat Tenaga dan Sarana Prasarana Pengendalian Kebakaran Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Maluku dan Papua. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. b. c. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemadaman dan penanganan dampak pasca kebakaran hutan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pemadaman dan penanganan dampak pasca kebakaran hutan.

dan kerumahtanggaan serta pelaporan Direktorat. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang tenaga dan sarana prasarana pengendalian kebakaran hutan. standar.78 Pasal 294 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 293. Pasal 297 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang tenaga pengendalian kebakaran hutan. prosedur. pelaksanaan kebijakan. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Program dan Evaluasi Pengendalian Kebakaran Hutan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang tenaga dan sarana prasarana pengendalian kebakaran hutan. c. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 296 (1) Seksi Tenaga mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. . Seksi Sarana dan Prasarana. b. dan kriteria di bidang tenaga dan sarana prasarana pengendalian kebakaran hutan.dan d. kepegawaian. (2) Seksi Sarana dan Prasarana mempunyai tugas penyiapan bahan perumusan kebijakan. Subdirektorat Tenaga dan Sarana Prasarana Pengendalian Kebakaran Hutan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang tenaga dan sarana prasarana pengendalian kebakaran hutan. Pasal 295 Subdirektorat Tenaga dan Sarana Prasarana Pengendalian Kebakaran Hutan terdiri atas: a.dan b. pelaksanaan kebijakan. keuangan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang sarana dan prasarana pengendalian kebakaran hutan. Seksi Tenaga.

hutan lindung. d. taman buru. Subdirektorat Kawasan Pelestarian Alam dan Taman Buru. kawasan ekosistem esensial dan bina daerah penyangga. d. c. kawasan ekosistem esensial dan bina daerah penyangga. bimbingan teknis. kawasan pelestarian alam. pembinaan pengelolaan kawasan suaka alam. taman buru.79 Bagian Keenam Direktorat Kawasan Konservasi dan Bina Hutan Lindung Pasal 298 Direktorat Kawasan Konservasi dan Bina Hutan Lindung mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pemolaan dan pengembangan. pembinaan pengelolaan kawasan suaka alam. lahan basah. lahan basah. lahan basah. Subdirektorat Konservasi Lahan Basah. taman buru. Pasal 300 Direktorat Kawasan Konservasi dan Bina Hutan Lindung terdiri atas: a. pelaksanaan kebijakan. kawasan ekosistem esensial dan bina daerah penyangga. hutan lindung. penyiapan penyusunan norma. Subdirektorat Pemolaan dan Pengembangan. Subdirektorat Kawasan Suaka Alam dan Hutan Lindung. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. lahan basah. taman buru. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang konservasi kawasan dan pembinaan hutan lindung. . b. pembinaan pengelolaan kawasan suaka alam. hutan lindung. kawasan konservasi perairan. kawasan konservasi perairan. standar.dan e. kawasan ekosistem esensial dan bina daerah penyangga. dan kriteria di bidang pemolaan dan pengembangan. kawasan pelestarian alam. Direktorat Kawasan Konservasi dan Bina Hutan Lindung menyelenggarakan fungsi: a. kawasan konservasi perairan. prosedur. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pemolaan dan pengembangan. Pasal 299 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 298. c. b. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemolaan dan pengembangan. pembinaan pengelolaan kawasan suaka alam. kawasan pelestarian alam. Perairan dan Ekosistem Esensial. kawasan konservasi perairan. hutan lindung. kawasan pelestarian alam.

Seksi Pemolaan. Pasal 301 Subdirektorat Pemolaan dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan.dan d.dan f. Seksi Pengembangan dan Perpetaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pemolaan dan pengembangan kawasan konservasi.dan b. c. penataan zonasi/blok. pemantapan dan penataan kawasan. prosedur. Subdirektorat Bina Daerah Penyangga. rencana pengembangan dan perubahan kawasan. Pasal 303 Subdirektorat Pemolaan dan Pengembangan terdiri atas: a. b. perubahan fungsi. bimbingan teknis. pelaksanaan kebijakan. Pasal 302 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 301. dan kriteria di bidang pemolaan dan pengembangan kawasan konservasi. Subbagian Tata Usaha. evaluasi fungsi. . pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemolaan dan pengembangan kawasan konservasi. tumpang tindih peruntukan kawasan konservasi. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang rencana pengelolaan. standar. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang persiapan pembentukan kawasan konservasi. (2) Seksi Pengembangan dan Perpetaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 304 (1) Seksi Pemolaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. Subdirektorat Pemolaan dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a.80 e. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemolaan dan pengembangan kawasan konservasi. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pemolaan dan pengembangan kawasan konservasi.

pelaksanaan kebijakan. pemanfaatan untuk pendidikan dan kesadaran konservasi. Pasal 308 (1) Seksi Taman Nasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan kriteria di bidang pengelolaan kawasan pelestarian alam dan taman buru. Subdirektorat Kawasan Pelestarian Alam dan Taman Buru menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 306 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 305. pemanfaatan untuk penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan.81 Pasal 305 Subdirektorat Kawasan Pelestarian Alam dan Taman Buru mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengelolaan kawasan pelestarian alam dan taman buru. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyusunan rencana pengelolaan ekosistem/habitat. pemanfaatan untuk menunjang budidaya dan pengembangan kolaborasi di taman wisata alam. Pasal 307 Subdirektorat Kawasan Pelestarian Alam dan Taman Buru terdiri atas: a. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di pengelolaan kawasan pelestarian alam dan taman buru.dan b. . pemanfaatan untuk pendidikan dan kesadaran konservasi. b. Taman Hutan Raya dan Taman Buru. pemanfaatan untuk menunjang budidaya dan pengembangan kolaborasi di Taman Nasional. taman hutan raya.dan d. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan kawasan pelestarian alam dan taman buru. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyusunan rencana pengelolaan ekosistem/habitat. bimbingan teknis. standar. c. Taman Hutan Raya. Seksi Taman Nasional. dan Taman Buru mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. (2) Seksi Taman Wisata Alam. pemanfaatan untuk penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. rehabilitasi dan restorasi ekosistem/habitat. Seksi Taman Wisata Alam. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan kawasan pelestarian alam dan taman buru. dan taman buru. prosedur.

(2) Seksi Suaka Margasatwa dan Hutan Lindung mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Cagar Alam. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyusunan masalah pengelolaan ekosistem/habitat.dan d. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyusunan rencana pengelolaan ekosistem/ habitat. Subdirektorat Kawasan Suaka Alam dan Hutan Lindung menyelenggarakan fungsi: a. bimbingan teknis. pelaksanaan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan suaka alam dan hutan lindung. pemanfaatan untuk menunjang budidaya dan pengembangan kolaborasi serta penyelesaian masalah penggunaan suaka margasatwa dan hutan lindung. pemanfaatan untuk penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan. pemanfaatan untuk pendidikan dan kesadaran konservasi. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan kawasan suaka alam dan hutan lindung. b. . pemanfaatan untuk penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan.82 Pasal 309 Subdirektorat Kawasan Suaka Alam dan Hutan Lindung mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengelolaan kawasan suaka alam dan hutan lindung. Pasal 311 Subdirektorat Kawasan Suaka Alam dan Hutan Lindung terdiri atas: a. pelaksanaan kebijakan. pemanfaatan untuk menunjang budidaya dan pengembangan kolaborasi.dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengelolaan kawasan suaka alam dan hutan lindung. Pasal 310 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 309. pelaksanaan kebijakan. prosedur. dan kriteria di bidang pengelolaan kawasan suaka alam dan hutan lindung. Pasal 312 (1) Seksi Cagar Alam mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Suaka Margasatwa dan Hutan Lindung. penyiapan bahan penyusunan norma. standar. c. pemanfaatan untuk pendidikan dan kesadaran konservasi.

Pasal 314 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 313. kawasan konservasi perairan serta ekosistem esensial. Kalimantan dan Sulawesi. bimbingan teknis. kawasan konservasi laut dan ekosistem esensial di Wilayah Jawa. Pasal 316 (1) Seksi Konservasi Lahan Basah.dan d. kawasan konservasi perairan serta ekosistem esensial. c. kawasan konservasi perairan serta ekosistem esensial. evaluasi bimbingan teknis di bidang penyusunan rencana pengelolaan kawasan konservasi lahan basah. Perairan dan Ekosistem Esensial mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. prosedur. kawasan konservasi perairan serta ekosistem esensial. Perairan dan Ekosistem Esensial Wilayah II mempunyai tugas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan. Perairan dan Ekosistem Esensial menyelenggarakan fungsi: a. b. Seksi Konservasi Lahan Basah. bimbingan teknis. Seksi Konservasi Lahan Basah. penyiapan bahan penyusunan norma. dan kriteria di bidang pengelolaan kawasan konservasi lahan basah.83 Pasal 313 Subdirektorat Konservasi Lahan Basah. Perairan dan Ekosistem Esensial Wilayah I. kawasan konservasi perairan serta ekosistem esensial. Maluku dan Papua.dan b. Subdirektorat Konservasi Lahan Basah. pelaksanaan kebijakan. Pasal 315 Subdirektorat Konservasi Lahan Basah. standar. kawasan konservasi laut dan ekosistem esensial di Wilayah Sumatera. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan kawasan konservasi lahan basah. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengelolaan kawasan konservasi lahan basah. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan kawasan konservasi lahan basah. bimbingan teknis. . Perairan dan Ekosistem Esensial terdiri atas: a. evaluasi bimbingan teknis di bidang penyusunan rencana pengelolaan kawasan konservasi lahan basah. Nusa Tenggara. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengelolaan kawasan konservasi lahan basah. Perairan dan Ekosistem Esensial Wilayah II. (2) Seksi Konservasi Lahan Basah. Perairan dan Ekosistem Esensial Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan. Bali.

penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pembinaan masyarakat tradisional/lokal dan daerah penyangga di sekitar kawasan pelestarian alam. c. Subdirektorat Bina Daerah Penyangga menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 319 Subdirektorat Bina Daerah Penyangga terdiri atas: a.84 Pasal 317 Subdirektorat Bina Daerah Penyangga mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. kawasan suaka alam dan taman buru. kawasan suaka alam dan taman buru. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pembinaan masyarakat tradisional/lokal dan daerah penyangga di sekitar kawasan pelestarian alam. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pembinaan masyarakat tradisional/lokal dan daerah penyangga di kawasan pelestarian alam dan taman buru. kawasan suaka alam dan taman buru. Pasal 318 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 317. Seksi Bina Daerah Penyangga Kawasan Pelestarian Alam dan Taman Buru. Pasal 320 (1) Seksi Bina Daerah Penyangga Kawasan Pelestarian Alam dan Taman Buru mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. . prosedur. kawasan suaka alam dan taman buru. (2) Seksi Bina Daerah Penyangga Kawasan Suaka Alam mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. b. pelaksanaan kebijakan. standar.dan d. b. penyiapan bahan penyusunan norma. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pembinaan masyarakat tradisional/lokal dan daerah penyangga di sekitar kawasan pelestarian alam. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pembinaan masyarakat tradisional/lokal dan daerah penyangga di kawasan suaka alam. bimbingan teknis. Seksi Bina Daerah Penyangga Kawasan Suaka Alam. dan kriteria di bidang pembinaan masyarakat tradisional/lokal dan daerah penyangga di sekitar kawasan pelestarian alam. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pembinaan masyarakat tradisional/lokal dan daerah penyangga di sekitar kawasan pelestarian alam. kawasan suaka alam dan taman buru. pelaksanaan kebijakan.

penangkaran jenis tumbuhan dan satwa liar. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Kawasan Suaka Alam dan Hutan Lindung. serta tertib peredaran tumbuhan dan satwa liar di bidang konservasi keanekaragaman hayati. dan kriteria di bidang program dan peningkatan pelaksanaan konvensi. pengembangan lembaga konservasi dan perburuan. serta tertib peredaran tumbuhan dan satwa liar di bidang konservasi keanekaragaman hayati. Pasal 323 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 322. pengawetan dan pemanfaatan jenis. Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Ketujuh Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati Pasal 322 Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang konservasi keanekaragaman hayati.dan e. serta tertib peredaran tumbuhan dan satwa liar di bidang konservasi keanekaragaman hayati. dan pelaporan Direktorat. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang program dan peningkatan pelaksanaan konvensi. kepegawaian. pengembangan lembaga konservasi dan perburuan. penangkaran jenis tumbuhan dan satwa liar. pengembangan lembaga konservasi dan perburuan. c. keuangan. penangkaran jenis tumbuhan dan satwa liar. serta tertib peredaran tumbuhan dan satwa liar di bidang konservasi keanekaragaman hayati. . pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan kebijakan di bidang program dan peningkatan pelaksanaan konvensi. penyiapan penyusunan norma. pengembangan lembaga konservasi dan perburuan. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. penyiapan perumusan kebijakan di bidang program dan peningkatan pelaksanaan konvensi. standar. pengawetan dan pemanfaatan jenis. pengawetan dan pemanfaatan jenis.85 Pasal 321 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. d. prosedur. pengawetan dan pemanfaatan jenis. b. kerumahtanggaan. penangkaran jenis tumbuhan dan satwa liar.

Subdirektorat Tertib Peredaran. Subdirektorat Program dan Konvensi menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Penangkaran Jenis.86 Pasal 324 Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang program serta konvensi dan kerja sama internasional dalam konservasi keanekaragaman hayati. c. e. b. Pasal 327 Subdirektorat Program dan Konvensi terdiri atas: a. bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan norma.dan f. standar. Subbagian Tata Usaha. b. dan kriteria di bidang program serta konvensi dan kerja sama internasional dalam konservasi keanekaragaman hayati. Pasal 326 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 325. . Pasal 325 Subdirektorat Program dan Konvensi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Subdirektorat Lembaga Konservasi dan Perburuan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang program serta konvensi dan kerja sama internasional dalam konservasi keanekaragaman hayati. Seksi Konvensi.dan d. d. pelaksanaan kebijakan. c. Seksi Program. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang program serta konvensi dan kerja sama internasional dalam konservasi keanekaragaman hayati.dan b. Subdirektorat Pengawetan dan Pemanfaatan Jenis. Subdirektorat Program dan Konvensi. prosedur. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang program serta konvensi dan kerja sama internasional dalam konservasi keanekaragaman hayati.

87 Pasal 328 (1) Seksi Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. prosedur. (2) Seksi Konvensi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 329 Subdirektorat Pengawetan dan Pemanfaatan Jenis mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Pasal 331 Subdirektorat Pengawetan dan Pemanfaatan Jenis terdiri atas: a. Seksi Pengembangan Sumber Daya Genetik. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengawetan dan pemanfaatan jenis. pelaksanaan kebijakan. standar. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengawetan dan pemanfaatan jenis. Pasal 330 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 329. c. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengawetan dan pemanfaatan jenis. bimbingan teknis. b. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang program dan rencana konservasi keanekaragaman hayati. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengawetan dan pemanfaatan jenis. Seksi Pembinaan Populasi dan Habitat. Subdirektorat Pengawetan dan Pemanfaatan Jenis menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang konvensi dan kerja sama internasional dalam konservasi keanekaragaman hayati.dan d. pelaksanaan kebijakan. . pelaksanaan kebijakan. b. dan kriteria di bidang pengawetan dan pemanfaatan jenis.

penyelamatan serta pengembangan populasi dan habitat. pemulihan. Pasal 335 Subdirektorat Penangkaran Jenis terdiri atas: a. penyiapan bahan penyusunan norma. Seksi Penangkaran Vertebrata. pengawetan. Pasal 333 Subdirektorat Penangkaran Jenis mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. prosedur. pelaksanaan kebijakan. penyelamatan serta pengembangan Sumber Daya genetik. bimbingan teknis.dan b. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang produktivitas dan kemurnian hasil pengembangan penangkaran vertebrata. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengembangan penangkaran jenis tumbuhan dan satwa liar. Seksi Penangkaran Avertebrata dan Tumbuhan Liar. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang program. Subdirektorat Penangkaran Jenis menyelenggarakan fungsi: a. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penangkaran jenis tumbuhan dan satwa liar. standar. .dan d.88 Pasal 332 (1) Seksi Pembinaan Populasi dan Habitat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan penangkaran jenis tumbuhan dan satwa liar. c. b. pelaksanaan kebijakan. dan kriteria di bidang pengembangan penangkaran jenis tumbuhan dan satwa liar. pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Pengembangan Sumber Daya Genetik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang program pemulihan. pelaksanaan kebijakan. pengawetan. Pasal 334 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 333. Pasal 336 (1) Seksi Penangkaran Vertebrata mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengembangan penangkaran jenis tumbuhan dan satwa liar.

penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengembangan satwa buru di taman buru. Pasal 337 Subdirektorat Lembaga Konservasi dan Perburuan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan.dan d. (2) Seksi Perburuan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. dan kriteria di bidang pengembangan lembaga konservasi dan perburuan. Pasal 338 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 337. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengembangan lembaga konservasi dan perburuan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengembangan lembaga konservasi dan perburuan. . Seksi Lembaga Konservasi. pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Lembaga Konservasi dan Perburuan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 340 (1) Seksi Lembaga Konservasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan lembaga konservasi dan perburuan. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang produktivitas dan kemurnian hasil pengembangan penangkaran avertebrata dan tumbuhan liar. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pembinaan dan pengembangan satwa di lembaga konservasi. prosedur. bimbingan teknis. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengembangan lembaga konservasi dan perburuan. penyiapan bahan penyusunan norma. c. b. Pasal 339 Subdirektorat Lembaga Konservasi dan Perburuan terdiri atas: a.89 (2) Seksi Penangkaran Avertebrata dan Tumbuhan Liar mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. kebun buru dan areal buru. Seksi Perburuan. pelaksanaan kebijakan.dan b. pelaksanaan kebijakan.

. Subdirektorat Tertib Peredaran menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang tertib peredaran pemanfaatan tumbuhan dan satwa liar. b. dan kriteria di bidang tertib peredaran pemanfaatan tumbuhan dan satwa liar. Pasal 343 Subdirektorat Tertib Peredaran terdiri atas: a. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang tertib peredaran pemanfaatan tumbuhan dan satwa liar. prosedur. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang tertib peredaran pemanfaatan tumbuhan dan satwa liar. pelaksanaan kebijakan. intelijen dan analisis pasar pemanfaatan tumbuhan dan satwa liar di dalam negeri. bimbingan teknis. (2) Seksi Peredaran Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.90 Pasal 341 Subdirektorat Tertib Peredaran mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang tertib peredaran pemanfaatan tumbuhan dan satwa liar. c. intelijen dan analisis pasar pemanfaatan tumbuhan dan satwa liar di luar negeri. standar. Seksi Peredaran Dalam Negeri. Pasal 342 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 341. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang tertib peredaran. Seksi Peredaran Luar Negeri.dan d. Pasal 344 (1) Seksi Peredaran Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.dan b. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang tertib peredaran. pelaksanaan kebijakan.

b. kepegawaian.dan e. penyiapan perumusan kebijakan di bidang program pengembangan dan pemanfaatan wisata alam dan jasa lingkungan. bina cinta alam serta promosi dan pemasaran konservasi alam. bina cinta alam serta promosi dan pemasaran konservasi alam.91 Pasal 345 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. dan kriteria di bidang program pengembangan dan pemanfaatan wisata alam dan jasa lingkungan. dan pelaporan Direktorat. kerumahtanggaan. c. bina cinta alam serta promosi dan pemasaran konservasi alam. bina cinta alam serta promosi dan pemasaran konservasi alam. Pasal 348 Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kawasan Konservasi dan Hutan Lindung terdiri atas: . bimbingan teknis. d. pelaksanaan kebijakan di bidang program pengembangan dan pemanfaatan wisata alam dan jasa lingkungan. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. prosedur. Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kawasan Konservasi dan Hutan Lindung menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan kebijakan. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Program dan Konvensi. keuangan. Pasal 347 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Pasal 346. Bagian Kedelapan Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kawasan Konservasi dan Hutan Lindung Pasal 346 Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kawasan Konservasi dan Hutan Lindung mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. penyiapan penyusunan norma. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang program pengembangan dan pemanfaatan wisata alam dan jasa lingkungan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemanfaatan jasa lingkungan kawasan konservasi dan hutan lindung.

promosi dan pemasaran konservasi alam. . prosedur. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang program dan evaluasi pemanfaatan jasa lingkungan. pelaksanaan kebijakan.92 a. wisata alam. standar. b. c. promosi dan pemasaran konservasi alam. wisata alam. Subdirektorat Bina Cinta Alam. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Pemanfaatan Wisata Alam. Subdirektorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan.dan b. e. bina cinta alam. Subdirektorat Promosi dan pemasaran Konservasi Alam. Subdirektorat Program dan Evaluasi Pemanfaatan Jasa Lingkungan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Evaluasi. Pasal 349 Subdirektorat Program dan Evaluasi Pemanfaatan Jasa Lingkungan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. wisata alam. d. bina cinta alam. promosi dan pemasaran konservasi alam. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang program dan evaluasi pemanfaatan jasa lingkungan. bina cinta alam. Pasal 350 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 349. dan kriteria di bidang program dan evaluasi pemanfaatan jasa lingkungan. penyiapan bahan penyusunan norma. promosi dan pemasaran konservasi alam. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang tertib program dan evaluasi pemanfaatan jasa lingkungan. bimbingan teknis. wisata alam.dan f. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang program dan evaluasi pemanfaatan jasa lingkungan. b. Seksi Program. wisata alam. promosi dan pemasaran konservasi alam.dan d. Pasal 351 Subdirektorat Program dan Evaluasi Pemanfaatan Jasa Lingkungan terdiri atas: a. Subdirektorat Program dan Evaluasi Pemanfaatan Jasa Lingkungan. bina cinta alam. bina cinta alam. c.

pelaksanaan kebijakan.dan b. pelaksanaan kebijakan.dan d. Pasal 355 Subdirektorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan terdiri atas: a. (2) Seksi Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. promosi dan pemasaran konservasi alam. wisata alam. wisata alam. bina cinta alam. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang program dan rencana pemanfaatan jasa lingkungan. Seksi Pemanfaatan Jasa Lingkungan Non Taman Nasional dan Hutan Lindung. Subdirektorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan menyelenggarakan fungsi: a. . penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemanfaatan jasa lingkungan di kawasan konservasi dan hutan lindung. bimbingan teknis. b. penyiapan bahan penyusunan norma. Seksi Pemanfaatan Jasa Lingkungan Taman Nasional. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pemanfaatan jasa lingkungan di kawasan konservasi dan hutan lindung. dan kriteria di bidang pemanfaatan jasa lingkungan di kawasan konservasi dan hutan lindung. pelaksanaan kebijakan. promosi dan pemasaran konservasi alam. standar. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang promosi dan investasi pemanfaatan jasa lingkungan di kawasan konservasi dan hutan lindung. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pemanfaatan jasa lingkungan di kawasan konservasi dan hutan lindung. bina cinta alam. Pasal 353 Subdirektorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan.93 Pasal 352 (1) Seksi Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang evaluasi program dan rencana pemanfaatan jasa lingkungan. Pasal 354 Dalam melakukan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 353. prosedur. c.

dan b. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pemanfaatan wisata alam. pelaksanaan kebijakan. dan kriteria di bidang pemanfaatan wisata alam. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang investasi pemanfaatan wisata alam di kawasan konservasi dan hutan lindung. pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Pemanfaatan Wisata Alam menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang promosi dan investasi pemanfaatan jasa lingkungan di kawasan konservasi non taman nasional dan hutan lindung. prosedur. Seksi Pemanfaatan Wisata Alam Non Taman Nasional dan Hutan Lindung. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemanfaatan wisata alam. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 359 Subdirektorat Pemanfaatan Wisata Alam terdiri atas: a. Pasal 357 Subdirektorat Pemanfaatan Wisata Alam mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bimbingan teknis. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pemanfaatan wisata alam. pelaksanaan kebijakan. Pasal 360 (1) Seksi Pemanfaatan Wisata Alam Taman Nasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.94 Pasal 356 (1) Seksi Pemanfaatan Jasa Lingkungan Taman Nasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. . Seksi Pemanfaatan Wisata Alam Taman Nasional. c. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang investasi wisata alam di Taman Nasional. Pasal 358 Dalam melakukan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 357. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang promosi dan investasi pemanfaatan jasa lingkungan di taman nasional. b. standar.dan d. (2) Seksi Pemanfaatan Jasa Lingkungan Non Taman Nasional dan Hutan Lindung mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.

penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pemantauan. . pelaksanaan kebijakan. penyajian informasi. prosedur.dan b. standar. pelaksanaan kebijakan. serta penyadaran konservasi alam. Pasal 364 (1) Seksi Pengembangan Bina Cinta Alam mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 363 Subdirektorat Bina Cinta Alam terdiri atas: a. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang bina cinta alam. (2) Seksi Pemantauan dan Informasi Bina Cinta Alam mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. evaluasi bimbingan teknis di bidang investasi wisata alam di kawasan konservasi non taman nasional dan hutan lindung.95 (2) Seksi Pemanfaatan Wisata Alam Non Taman Nasional dan Hutan Lindung mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan. bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan norma. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang bina cinta alam dan pemberdayaan mitra bina cinta alam. Seksi Pengembangan Bina Cinta Alam. b. pelaksanaan kebijakan. dan kriteria di bidang bina cinta alam. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang bina cinta alam. Pasal 362 Dalam melakukan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 361. Seksi Pemantauan dan Informasi Bina Cinta Alam. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang bina cinta alam. Subdirektorat Bina Cinta Alam menyelenggarakan fungsi: a. bimbingan teknis. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang bina cinta alam. Pasal 361 Subdirektorat Bina Cinta Alam mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. c.dan d. cinta alam dan bina cinta alam.

pelaksanaan kebijakan. Seksi Data dan Informasi. Pasal 366 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 365. Seksi Publikasi. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang Promosi dan Pemasaran Konservasi Alam. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang Promosi dan Pemasaran Konservasi Alam. Pasal 368 (1) Seksi Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma.96 Pasal 365 Subdirektorat Promosi dan Pemasaran Konservasi Alam mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. prosedur. c. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang Promosi dan Pemasaran Konservasi Alam. pelaksanaan kebijakan.dan d. standar.dan b. . penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pelaksanaan publikasi dan perawatan jaringan lingkup Direktorat Jenderal. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyusunan data dan informasi dalam rangka promosi dan pemasaran konservasi alam. bimbingan teknis. b. dan kriteria di bidang Promosi dan Pemasaran Konservasi Alam. Pasal 367 Subdirektorat Promosi dan Pemasaran Konservasi Alam terdiri atas: a. (2) Seksi Publikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang Promosi dan Pemasaran Konservasi Alam. Subdirektorat Promosi dan Pemasaran Konservasi Alam menyelenggarakan fungsi: a.

kerumahtanggaan. kepegawaian.97 Pasal 369 a. keuangan. b. Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. dan pelaporan Direktorat. . Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Program dan Evaluasi Pemanfaatan Jasa Lingkungan.

(2) Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial dipimpin oleh Direktur Jenderal. . pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Bina Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial. b.98 BAB VI DIREKTORAT JENDERAL BINA PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI DAN PERHUTANAN SOSIAL Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 370 (1) Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial adalah unsur pelaksana yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kehutanan. Pasal 372 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 371. standar. Direktorat Jenderal Bina Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial menyelenggarakan fungsi: a. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengelolaan daerah aliran sungai dan perhutanan sosial sesuai dengan peraturan perundang-undangan. c. penyusunan norma. pelaksanaan kebijakan di bidang pengelolaan daerah aliran sungai dan perhutanan sosial sesuai dengan peraturan perundang-undangan.dan e. dan kriteria di bidang pengelolaan daerah aliran sungai dan perhutanan sosial sesuai dengan peraturan perundang-undangan. perumusan kebijakan di bidang pengelolaan daerah aliran sungai dan perhutanan sosial sesuai dengan peraturan perundang-undangan. prosedur. Pasal 371 Direktorat Jenderal Bina Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan serta standardisasi teknis di bidang pengelolaan daerah aliran sungai dan perhutanan sosial sesuai dengan peraturan perundang-undangan. d.

d. evaluasi dan pelaporan di bidang pengelolaan daerah aliran sungai dan perhutanan sosial. perlengkapan dan administrasi keuangan Direktorat Jenderal.dan e. koordinasi dan penyiapan telaahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. koordinasi dan pelaksanaan urusan kepegawaian. b. Pasal 375 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 374. koordinasi dan pelaksanaan tata usaha. c. koordinasi dan pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi di bidang pengelolaan daerah aliran sungai dan perhutanan sosial. Direktorat Bina Perbenihan Tanaman Hutan. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 374 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unit organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal. pemberian pertimbangan dan bantuan hukum di bidang pengelolaan daerah aliran sungai dan perhutanan sosial. . Direktorat Bina Perhutanan Sosial.99 Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 373 Direktorat Jenderal Bina Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial terdiri atas: a. Sekretariat Direktorat Jenderal. kerja sama teknik. Direktorat Bina Rehabilitasi Hutan dan Lahan. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. c. d. organisasi dan tata laksana di bidang pengelolaan daerah aliran sungai dan perhutanan sosial.dan e. b. Direktorat Perencanaan dan Evaluasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. program. koordinasi dan penyusunan rencana.

penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan statistik dan kehumasan. Pasal 378 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 377. Bagian Kepegawaian. Bagian Hukum dan Kerja Sama Teknik. Pasal 377 Bagian Program dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi penyusunan dan pelaksanaan rencana. Bagian Program dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Data dan Informasi. c.dan d. pengolahan data dan penyajian informasi. . serta kehumasan. Bagian Program dan Evaluasi. (2) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan pengumpulan. penyiapan bahan koordinasi dan pengumpulan data serta penyajian informasi c. penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan rencana dan program. informasi dan statistik serta pelaksanaan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program.100 Pasal 376 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a.dan c. penyusunan statistik. b.dan d. Subbagian Program Anggaran. program dan anggaran. Pasal 380 (1) Subbagian Program dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program kerja dan anggaran. b. b. Organisasi dan Tata Laksana. data. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. Pasal 379 Bagian Program dan Evaluasi terdiri atas: a. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan program dan anggaran. Bagian Keuangan dan Umum.

Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepegawaian. Organisasi dan Tata Laksana terdiri atas: a. pengembangan pegawai dan administrasi jabatan fungsional. Pasal 382 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 381. rumah tangga. fungsi. dan administrasi kepegawaian. (2) Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan pendidikan. Pasal 384 (1) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana formasi pegawai. Pasal 383 Bagian Kepegawaian. . tata kerja. pedoman dan prosedur kerja dan pembakuan prasarana dan sarana kerja. penyiapan bahan penyusunan organisasi dan ketatalaksanaan. Subbagian Administrasi Kepegawaian. pelaksanaan urusan administrasi kepegawaian. kearsipan dan pengelolaan urusan keuangan. Bagian Kepegawaian. b. pelatihan. serta penyiapan bahan penyusunan organisasi dan ketatalaksanaan. susunan organisasi. Pasal 385 Bagian Keuangan dan Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan. serta penyusunan tata hubungan kerja. c. Subbagian Organisasi dan Tata Laksana. (3) Subbagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis jabatan. Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 381 Bagian Kepegawaian. pendisiplinan dan penghargaan pegawai serta administrasi jabatan fungsional. dan evaluasi kinerja organisasi. pelaksanaan urusan pengembangan karier pegawai dan administrasi jabatan fungsional.dan c. perumusan tugas. perlengkapan. b. Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional.101 (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi kinerja dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program.

pertimbangan. penyiapan bahan administrasi kerja sama teknik dalam negeri dan luar negeri. penyusunan rencana anggaran gaji dan penggajian. pelaporan keuangan.102 Pasal 386 Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 385 Bagian Keuangan dan Umum menyelenggarakan fungsi: a. b. Subbagian Perlengkapan. pelaksanaan urusan administrasi keuangan. verifikasi. pembinaan kebendaharaan petugas SAI dan petugas SIMAK-BMN. Pasal 388 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. Subbagian Tata Usaha. Pasal 390 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 389. pelaksanaan urusan tata usaha. melakukan akuntansi keuangan dan barang milik negara. Subbagian Administrasi Keuangan. pelaksanaan urusan perlengkapan. Pasal 389 Bagian Hukum dan Kerja Sama Teknik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. penyiapan bahan peraturan perundang-undangan.dan c. penyiapan bahan perbendaharaan. Bagian Hukum dan Kerja Sama Teknik menyelenggarakan fungsi: a. b. . (3) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan urusan rumah tangga dan pengelolaan barang milik negara.dan c. Pasal 387 Bagian Keuangan dan Umum terdiri atas: a. serta penyiapan bahan administrasi kerja sama teknik dalam negeri dan luar negeri. kearsipan dan pembinaan tata persuratan. (2) Subbagian Administrasi Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan tata laksana keuangan.dan c. penyiapan bahan pertimbangan dan bantuan hukum. penyelesaian tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. b. penelaahan permasalahan. bantuan hukum.

(2) Subbagian Pertimbangan dan Bantuan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. b. . pertimbangan. pelaksanaan kebijakan di bidang perencanaan pembinaan kelembagaan. (3) Subbagian Kerja Sama Teknik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan koordinasi administrasi kerja sama teknik dalam negeri dan luar negeri.dan c. c. prosedur. pelaksanaan kebijakan. Bagian Empat Direktorat Perencanaan dan Evaluasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Pasal 393 Direktorat Perencanaan dan Evaluasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan.103 Pasal 391 Bagian Hukum dan Kerja Sama Teknik terdiri atas: a. evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perencanaan dan evaluasi pengelolaan daerah aliran sungai. dan bantuan permasalahan hukum. dan kriteria di bidang perencanaan pembinaan kelembagaan. pembinaan teknis dan evaluasi pengelolaan daerah aliran sungai. pembinaan teknis dan evaluasi pengelolaan daerah aliran sungai. bimbingan teknis. penyiapan penyusunan norma. Pasal 392 (1) Subbagian Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rancangan dan penelahaan peraturan perundangundangan. penelaahan dan penanganan permasalahan. pembinaan teknis dan evaluasi pengelolaan daerah aliran sungai. Direktorat Perencanaan dan Evaluasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan kebijakan di bidang perencanaan pembinaan kelembagaan. Subbagian Peraturan Perundang-undangan. Pasal 394 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 393. Subbagian Pertimbangan dan Bantuan Hukum. b. Subbagian Kerja Sama Teknik. standar.

b.dan d. dan kriteria di bidang perencanaan pengelolaan daerah aliran sungai. c. Pasal 398 Sudirektorat Pemolaan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai terdiri atas: a. Pasal 395 Direktorat Perencanaan dan Evaluasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai terdiri atas: a. Subdirektorat Teknik Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. Subdirektorat Pemolaan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. Seksi Perencanaan. Subdirektorat Pemolaan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai menyelenggarakan fungsi: a.dan e. standar. prosedur. Pasal 396 Subdirektorat Pemolaan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang perencanaan pengelolaan daerah aliran sungai. bimbingan teknis. Subbagian Tata Usaha.dan e. pembinaan teknis dan evaluasi pengelolaan daerah aliran sungai. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perencanaan pengelolaan daerah aliran sungai.dan b. Pasal 397 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 396.104 d. . d. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perencanaan pengelolaan daerah aliran sungai. c. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. b. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang perencanaan pengelolaan daerah aliran sungai. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perencanaan pembinaan kelembagaan. Subdirektorat Evaluasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. Subdirektorat Kelembagaan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. Seksi Data dan Informasi.

bimbingan teknis. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang kelembagaan pengelolaan daerah aliran sungai. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang kelembagaan pengelolaan daerah aliran sungai. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyusunan perencanaan pengelolaan daerah aliran sungai. dan kriteria di bidang kelembagaan pengelolaan daerah aliran sungai. penyiapan bahan penyusunan norma. pelaksanaan kebijakan.dan b. Seksi Identiifikasi Kelembagaan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. (2) Seksi Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. c.dan d. . pelaksanaan kebijakan. prosedur. Pasal 401 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 400. Subdirektorat Kelembagaan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pengembangan Kelembagaan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. Pasal 400 Subdirektorat Kelembagaan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan.105 Pasal 399 (1) Seksi Perencanaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pembinaan kelembagaan pengelolaan daerah aliran sungai. b. Pasal 402 Sudirektorat Kelembagaan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai terdiri atas: a. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang kelembagaan pengelolaan daerah aliran sungai. standar. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyusunan data dasar dan informasi pengelolaan daerah aliran sungai.

standar. bimbingan teknis. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang Teknik pelaksanaan dan kebijakan pengelolaan daerah aliran sungai.106 Pasal 403 (1) Seksi Identifikasi Kelembagaan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. b. prosedur. Pasal 404 Subdirektorat Teknik Pengelolaan Daerah Aliran Sungai mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Pasal 405 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 404. dan kriteria di bidang pembinaan kebijakan dan pelaksanaan pengelolaan daerah aliran sungai. (2) Seksi Pengembangan Kelembagaan Pengelolaan DAS mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.dan b. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang Pengembangan kelembagaan pengelolaan daerah aliran sungai. Pasal 406 Sudirektorat Teknik Pengelolaan Daerah Aliran Sungai terdiri atas: a. Seksi Pengembangan Teknik Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. pelaksanaan kebijakan. . pelaksanaan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pembinaan pengelolaan daerah aliran sungai. Seksi Identifikasi Teknik Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. penyiapan bahan penyusunan norma. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pembinaan kebijakan dan pelaksanaan pengelolaan daerah aliran sungai. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang Teknik pelaksanaan dan kebijakan pengelolaan daerah aliran sungai. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang Identiifikasi kelembagaan pengelolaan daerah aliran sungai. c.dan d. Subdirektorat Teknik Pengelolaan Daerah Aliran Sungai menyelenggarakan fungsi: a.

dan kriteria di bidang pemantauan dan evaluasi biofisik. ekonomi. standar. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pemantauan dan evaluasi biofisik. ekonomi. sosial. Pasal 410 Subdirektorat Evaluasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai terdiri atas: a. ekonomi. Seksi Evaluasi Sosial. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemantauan dan evaluasi biofisik. c.dan b. dan kelembagaan pengelolaan daerah aliran sungai. Pasal 409 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 408. pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Pengembangan Teknik Pengelolaan Daerah Aliran Sungai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. sosial. dan Kelembagaan. b. Subdirektorat Evaluasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengembangan Teknik pengelolaan daerah aliran sungai.107 Pasal 407 (1) Seksi Identifikasi Teknik Pengelolaan Daerah Aliran Sungai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 408 Subdirektorat Evaluasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. dan kelembagaan pengelolaan daerah aliran sungai. Seksi Evaluasi Biofisik. pelaksanaan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang monitoring dan evaluasi pengelolaan daerah aliran sungai. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pemantauan dan evaluasi biofisik. sosial.dan d. prosedur. Ekonomi. dan kelembagaan pengelolaan daerah aliran sungai. bimbingan teknis. sosial. . pelaksanaan kebijakan. dan kelembagaan pengelolaan daerah aliran sungai. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang Identifikasi Teknik pengelolaan daerah aliran sungai. ekonomi. penyiapan bahan penyusunan norma.

ekonomi. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pemolaan rehabilitasi hutan dan lahan. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pemolaan rehabilitasi hutan dan lahan. dan kriteria di bidang pemolaan rehabilitasi hutan dan lahan. pelaksanaan kebijakan. rawa dan gambut. (2) Seksi Evaluasi Sosial. pelaksanaan kebijakan. Ekonomi. . hutan pantai. dan kelembagaan. pelaksanaan kebijakan. penyiapan penyusunan norma. prosedur. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang evaluasi sosial. keuangan. hutan pantai. dan kerumahtanggaan serta pelaporan Direktorat. b.108 Pasal 411 (1) Seksi Evaluasi Biofisik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. rawa dan gambut. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional di bina oleh Kepala Subdirektorat Pemolaan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. erosi dan sedimentasi serta tata air daerah aliran sungai. Pasal 414 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 413. rawa dan gambut. rehabilitasi hutan mangrove. dan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. c. Direktorat Bina Rehabilitasi Hutan dan Lahan menyelenggarakan fungsi: a. dan reklamasi hutan. Pasal 412 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang evaluasi penggunaan lahan. rehabilitasi hutan mangrove. dan reklamasi hutan. rehabilitasi hutan mangrove. dan reklamasi hutan. standar. kepegawaian. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang rehabilitasi hutan dan lahan. hutan pantai. Bagian Lima Direktorat Bina Rehabilitasi Hutan dan Lahan Pasal 413 Direktorat Bina Rehabilitasi Hutan dan Lahan mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan.

. hutan pantai. penyiapan bahan penyusunan norma. b.dan d. Pasal 415 Direktorat Bina Rehabilitasi Hutan dan Lahan terdiri atas: a. prosedur.109 d. Subdirektorat Rehabilitasi Hutan Mangrove. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemolaan rehabilitasi hutan dan lahan. Pasal 417 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 416.evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perencanaan rehabilitasi hutan dan lahan dan data dan informasi.dan f.dan e. c. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang perencanaan dan data dan informasi rehabilitasi hutan dan lahan. d. Subdirektorat Rehabilitasi Lahan. Pasal 416 Subdirektorat Pemolaan Rehabilitasi Hutan dan Lahan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. dan kriteria di bidang perencanaan dan data dan informasi rehabilitasi hutan dan lahan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perencanaan dan data dan informasi rehabilitasi hutan dan lahan. Hutan Pantai. Subdirektorat Pemolaan Rehabilitasi Hutan dan Lahan. e. Subdirektorat Reklamasi Hutan. dan reklamasi hutan. Subdirektorat Rehabilitasi Hutan. Subdirektorat Pemolaan Rehabilitasi Hutan dan Lahan menyelenggarakan fungsi: a. rehabilitasi hutan mangrove. Rawa dan Gambut. pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. bimbingan teknis. c. Subbagian Tata Usaha. rawa dan gambut. standar. b. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang perencanaan dan data dan informasi rehabilitasi hutan dan lahan.

c. .dan d. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang Rehabilitasi hutan lindung. Seksi Data dan Informasi. melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Subdirektorat Rehabilitasi Hutan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang Rehabilitasi hutan lindung. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang Rehabilitasi hutan lindung. Seksi Perencanaan Rehabilitasi Hutan dan Lahan. hutan konservasi dan hutan produksi.110 Pasal 418 Sudirektorat Pemolaan Rehabilitasi Hutan dan Lahan terdiri atas: a. hutan konservasi dan hutan produksi. dan kriteria di bidang Rehabilitasi hutan lindung. pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 421 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 420. standar.dan b. Pasal 420 Subdirektorat Rehabilitasi Hutan mempunyai tugas. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyusunan perencanaan Rehabilitasi Hutan dan Lahan. bimbingan teknis. hutan konservasi dan hutan produksi. prosedur. hutan konservasi dan hutan produksi. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang Rehabilitasi hutan lindung. (2) Seksi Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. hutan konservasi dan hutan produksi. Pasal 419 (1) Seksi Perencanaan Rehabilitasi Hutan dan Lahan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang evaluasi Rehabilitasi Hutan dan Lahan. b.

penyiapan bahan penyusunan norma.111 Pasal 422 Sudirektorat Rehabilitasi Hutan terdiri atas: a. Pasal 425 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 424. prosedur. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pembangunan dan pengembangan hutan rakyat. hutan kota dan penghijauan lingkungan. standar. hutan kota dan penghijauan lingkungan. (2) Seksi Rehabilitasi Hutan Produksi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pelaksanaan pembangunan dan pengembangan Rehabilitasi Hutan Produksi. Subdirektorat Rehabilitasi Lahan menyelenggarakan fungsi: a. bimbingan teknis. Seksi Rehabilitasi Hutan Lindung dan Hutan Konservasi. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pembangunan pengembangan hutan rakyat. dan dan c. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pembangunan pengembangan hutan rakyat. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pelaksanaan pembangunan dan pengembangan Rehabilitasi Hutan Lindung dan Hutan Konservasi. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang Rehabilitasi Lahan. hutan kota dan penghijauan lingkungan. . dan kriteria di bidang pembangunan dan pengembangan hutan rakyat.dan b. Pasal 423 (1) Seksi Rehabilitasi Hutan Lindung dan Hutan Konservasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.dan d. Seksi Rehabilitasi Hutan Produksi. pelaksanaan kebijakan. hutan kota dan penghijauan lingkungan. b. pelaksanaan kebijakan. Pasal 424 Subdirektorat Rehabilitasi Lahan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan.

hutan pantai. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang rehabilitasi hutan mangrove. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang Hutan Rakyat. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pelaksanaan pembangunan dan pengembangan hutan kota dan Penghijauan Lingkungan. Seksi Hutan Rakyat. dan kriteria di bidang rehabilitasi hutan mangrove. Pasal 427 (1) Seksi Hutan Rakyat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Subdirektorat Rehabilitasi Hutan Mangrove. Pasal 428 Subdirektorat Rehabilitasi Hutan Mangrove. rawa dan gambut di dalam kawasan dan di luar kawasan. bimbingan teknis. di bidang rehabilitasi hutan mangrove. Hutan Pantai. (2) Seksi Hutan Kota dan Penghijauan Lingkungan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.dan b. hutan pantai. prosedur. rawa dan gambut. pelaksanaan kebijakan. . c. b. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis. hutan pantai. Seksi Hutan Kota dan Penghijauan Lingkungan. hutan pantai. penyiapan bahan penyusunan norma. Hutan Pantai.112 Pasal 426 Sudirektorat Rehabilitasi Lahan terdiri atas: a. standar. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang rehabilitasi hutan mangrove. Pasal 429 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 428. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang rehabilitasi hutan mangrove. pelaksanaan kebijakan. rawa dan gambut di dalam kawasan dan di luar kawasan. rawa dan gambut di dalam kawasan dan di luar kawasan. hutan pantai. Rawa dan Gambut menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan kebijakan. Rawa dan Gambut mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. rawa dan gambut di dalam kawasan dan di luar kawasan.dan d.

standar. Hutan Pantai. pertanian. prosedur. (2) Seksi Rehabilitasi Rawa dan Gambut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. di bidang konservasi tanah dan reklamasi hutan.dan b. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma.evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis. Pasal 432 Subdirektorat Reklamasi Hutan dan Konservasi Tanah mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Subdirektorat Reklamasi Hutan dan Konservasi Tanah menyelenggarakan fungsi: a. c. b. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang konservasi tanah di kawasan hutan. Seksi Rehabilitasi Hutan Mangrove dan Hutan Pantai. Rawa dan Gambut terdiri atas: a. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang rehabilitasi rawa dan gambut. industri. pertanian.dan d. Pasal 433 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 432. industri. industri. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang konservasi tanah di kawasan hutan. pemukiman jalan dan reklamasi hutan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang rehabilitasi hutan mangrove dan hutan pantai. Pasal 431 (1) Seksi Rehabilitasi Hutan Mangrove dan Hutan Pantai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang konservasi tanah di kawasan hutan.113 Pasal 430 Sudirektorat Rehabilitasi Hutan Mangrove. pertanian. dan kriteria di bidang konservasi tanah di kawasan hutan. pemukiman jalan dan reklamasi hutan. Seksi Rehabilitasi Rawa dan Gambut. . pertanian. industri. bimbingan teknis. pelaksanaan kebijakan. pemukiman jalan dan reklamasi hutan. pemukiman jalan dan reklamasi hutan. pelaksanaan kebijakan.

penyiapan perumusan kebijakan di bidang pemolaan perhutanan sosial yang meliputi pengembangan hutan kemasyarakatan. hutan hak. hutan hak. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Pemolaan Rehabilitasi Hutan dan Lahan. kemitraan. serta pengembangan usaha perhutanan sosial. Pasal 436 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. Seksi Reklamasi Hutan. pelaksanaan kebijakan. Pasal 435 (1) Seksi Konservasi Tanah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang Konservasi Tanah. (2) Seksi Reklamasi Hutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan kerumahtanggaan serta pelaporan Direktorat. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang reklamasi hutan. di bidang perhutanan sosial. bimbingan teknis. .dan b. pelaksanaan kebijakan. Direktorat Bina Perhutanan Sosial menyelenggarakan fungsi: a. hutan desa. pelaksanaan kebijakan. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pemolaan perhutanan sosial yang meliputi pengembangan hutan kemasyarakatan. kemitraan. Bagian Enam Direktorat Bina Perhutanan Sosial Pasal 437 Direktorat Bina Perhutanan Sosial mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan.114 Pasal 434 Subdirektorat Reklamasi Hutan dan Konservasi Tanah terdiri atas: a. hutan desa. aneka usaha kehutanan. Pasal 438 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 437. keuangan.evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis. serta pengembangan usaha perhutanan sosial. Seksi Konservasi Tanah. kepegawaian. aneka usaha kehutanan. b.

bimbingan teknis. serta pengembangan usaha perhutanan sosial. hutan hak. d. dan kriteria di bidang perencanaan dan evaluasi perhutanan sosial. aneka usaha kehutanan. d. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Pasal 439 Direktorat Bina Perhutanan Sosial terdiri atas: a. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 441 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 440. hutan hak. b. Subdirektorat Pemolaan Perhutanan Sosial. . b. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perencanaan dan evaluasi perhutanan sosial. hutan desa. penyiapan penyusunan norma.dan e. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang perencanaan dan evaluasi perhutanan sosial. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemolaan perhutanan sosial. standar. prosedur. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemolaan perhutanan sosial yang meliputi pengembangan hutan kemasyarakatan. serta pengembangan usaha perhutanan sosial. prosedur. Subbagian Tata Usaha. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang perencanaan dan evaluasi perhutanan sosial. dan kriteria di bidang pemolaan perhutanan sosial yang meliputi pengembangan hutan kemasyarakatan. Pasal 440 Subdirektorat Pemolaan Perhutanan Sosial mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Subdirektorat Pengembangan Hutan Desa. kemitraan. hutan desa. standar.dan f. c. kemitraan. e.115 c. Subdirektorat Pemolaan Perhutanan Sosial menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Pengembangan Hutan Hak dan Kemitraan. Subdirektorat Pengembangan Usaha Perhutanan Sosial. aneka usaha kehutanan.dan d. Subdirektorat Pengembangan Hutan Kemasyarakatan. c.

Pasal 443 (1) Seksi Perencanaan Perhutanan Sosial mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.116 Pasal 442 Sudirektorat Pemolaan Perhutanan Sosial terdiri atas: a. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan kemasyarakatan.dan d. Pasal 445 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 444. dan kriteria di bidang pengembangan hutan kemasyarakatan. pelaksanaan kebijakan. perumusan pelaksanaan kebijakan kebijakan di di bidang bidang pengembangan pengembangan hutan hutan c. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengembangan hutan kemasyarakatan. Pasal 444 Subdirektorat Pengembangan Hutan Kemasyarakatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang hutan kemasyarakatan. .dan b. pelaksanaan kebijakan. prosedur. Subdirektorat Pengembangan Hutan Kemasyarakatan menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang perencanaan perhutanan sosial. bimbingan teknis. standar. b. Seksi Perencanaan Perhutanan Sosial. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang evaluasi perhutanan sosial. (2) Seksi Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan kemasyarakatan. Seksi Data dan Informasi.

. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengembangan hutan kemasyarakatan.dan b.117 Pasal 446 Sudirektorat Pengembangan Hutan Kemasyarakatan terdiri dari : a. pelaksanaan kebijakan. Seksi Bimbingan Teknis Hutan Desa. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengembangan hutan desa. c. Seksi Penyiapan Pengembangan Hutan Desa. dan kriteria di bidang pengembangan hutan desa. Subdirektorat Pengembangan Hutan Desa menyelenggarakan fungsi: a. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengembangan hutan desa.dan b. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan hutan desa. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengembangan hutan desa. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang teknis hutan kemasyarakatan. standar. Pasal 447 (1) Seksi Penyiapan Pengembangan Hutan Kemasyarakatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. prosedur.dan d. penyiapan bahan penyusunan norma. (2) Seksi Bimbingan Teknis Hutan Kemasyarakatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. Pasal 449 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 448. bimbingan teknis. Pasal 448 Subdirektorat Pengembangan Hutan Desa mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Pasal 450 Subdirektorat pengembangan hutan desa terdiri atas: a. b. Seksi Bimbingan Teknis Hutan Kemasyarakatan. Seksi Penyiapan Pengembangan Hutan Kemasyarakatan.

pelaksanaan kebijakan. b. Seksi Bimbingan Teknis Hutan Hak dan Kemitraan. prosedur. Pasal 453 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 452. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang teknis hutan desa. pelaksanaan kebijakan. c. penyiapan bahan penyusunan norma. (2) Seksi Bimbingan Teknis Kemitraan dan Pengembangan Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 452 Subdirektorat Pengembangan Hutan Hak dan Kemitraan mempunyai tugas. . dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengembangan hutan hak dan kemitraan.dan d.118 Pasal 451 (1) Seksi Penyiapan Pengembangan Desa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. bimbingan teknis. Pasal 454 Sudirektorat Pengembangan Hutan Hak dan Kemitraan terdiri atas: a. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengembangan usaha hutan hak dan kemitraan. Seksi Penyiapan Pengembangan Hutan Hak dan Kemitraan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan usaha hutan hak dan kemitraan. standar. Subdirektorat Pengembangan Hutan Hak dan Kemitraan menyelenggarakan fungsi: a. melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan.dan b. dan kriteria di bidang pengembangan usaha hutan hak dan kemitraan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengembangan usaha hutan hak dan kemitraan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengembangan hutan desa.

Pasal 457 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 456. standar. pelaksanaan kebijakan.dan d. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan usaha perhutanan sosial dan aneka usaha kehutanan. b. bimbingan teknis. Seksi Penyiapan Pengembangan Usaha. c. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang teknis hutan hak dan kemitraan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengembangan usaha perhutanan sosial dan aneka usaha kehutanan.119 Pasal 455 (1) Seksi Penyiapan Pengembangan Hutan Hak dan Kemitraan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengembangan usaha perhutanan sosial dan aneka usaha kehutanan.dan b. penyiapan bahan penyusunan norma. Seksi Bimbingan Teknis Pengembangan Usaha. Subdirektorat Pengembangan Usaha Perhutanan Sosial menyelenggarakan fungsi: a. prosedur. . Pasal 458 Subdirektorat Pengembangan Usaha Perhutanan Sosial terdiri atas: a. dan kriteria di bidang pengembangan usaha perhutanan sosial dan aneka usaha kehutanan. Pasal 456 Subdirektorat Pengembangan Usaha Perhutanan Sosial mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Bimbingan Teknis Hutan Hak dan Kemitraan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengembangan usaha perhutanan sosial dan aneka usaha kehutanan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengembangan usaha hutan hak dan kemitraan.

pengendalian peredaran benih. pelaksanaan kebijakan. Direktorat Bina Perbenihan Tanaman Hutan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan kebijakan di bidang perencanaan dan pemolaan perbenihan. dan kerumahtanggaan serta pelaporan Direktorat. pengembangan usaha perbenihan. standar. pelaksanaan kebijakan. keuangan. Pasal 462 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 461. c. Pasal 460 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. . dan kriteria di bidang perencanaan dan pemolaan perbenihan. kepegawaian. pelaksanaan kebijakan. pengendalian peredaran benih. prosedur. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengembangan usaha perhutanan sosial dan aneka usaha kehutanan. Bagian Tujuh Direktorat Bina Perbenihan Tanaman Hutan Pasal 461 Direktorat Bina Perbenihan Tanaman Hutan mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang perencanaan dan pemolaan perbenihan. (2) Seksi Bimbingan Teknis Pengembangan Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pengembangan usaha perbenihan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang teknis Usaha Perhutanan Sosial dan Aneka Usaha Kehutanan. penyiapan penyusunan norma. dan pengembangan sumber benih dan Sumber Daya genetik. dan pengembangan sumber benih dan Sumber Daya genetik. dan kegiatan perbenihan tanaman hutan yang berskala nasional.120 Pasal 459 (1) Seksi Penyiapan Pengembangan Usaha mempunyai melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. b. bimbingan teknis. pengembangan usaha perbenihan. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Pemolaan Perhutanan Sosial. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perbenihan tanaman hutan.

Subdirektorat Pengendalian Peredaran Benih. c.dan e. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang perencanaan serta data dan informasi perbenihan tanaman hutan. d. dan pengembangan sumber benih dan Sumber Daya genetik. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 464 Subdirektorat Pemolaan Perbenihan Tanaman Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Subdirektorat Pengembangan Sumber Benih dan Sumber Daya Genetik. dan pengembangan sumber benih dan Sumber Daya genetik.dan e. bimbingan teknis. Subbagian Tata Usaha. Pasal 463 Direktorat Bina Perbenihan Tanaman Hutan terdiri atas: a. pelaksanaan kebijakan. d. Pasal 465 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 464. b. prosedur. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perencanaan serta data dan informasi perbenihan tanaman hutan. Subdirektorat Pengembangan Usaha Perbenihan. pengembangan usaha perbenihan.dan d. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang perencanaan serta data dan informasi perbenihan tanaman hutan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Subdirektorat Pemolaan Perbenihan Tanaman Hutan. Subdirektorat Pemolaan Perbenihan Tanaman Hutan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perencanaan dan pemolaan perbenihan. standar. pengendalian peredaran benih.121 pengendalian peredaran benih. c. dan kriteria di bidang perencanaan serta data dan informasi perbenihan tanaman hutan.evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perencanaan serta data dan informasi perbenihan tanaman hutan. . b.

penyusunan dan penyajian data dan informasi pembangunan. bimbingan teknis. pelaksanaan kebijakan. data dan statistik pembangunan. pembinaan perencanaan pembangunan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyusunan rencana pembangunan. dan kriteria di bidang pengembangan usaha dan kelembagaan perbenihan tanaman hutan. Pasal 469 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 468. dan b.dan d. prosedur. evaluasi perencanaan pembangunan perbenihan tanaman hutan. pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengembangan usaha dan kelembagaan perbenihan tanaman hutan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pelaporan tahunan pembangunan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengembangan usaha dan kelembagaan perbenihan tanaman hutan. rencana tahunan. Pasal 468 Subdirektorat Pengembangan Usaha Perbenihan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. . Pasal 467 (1) Seksi Perencanaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Subdirektorat Pengembangan Usaha Perbenihan menyelenggarakan fungsi: a. b. c.122 Pasal 466 Sudirektorat Pemolaan Perbenihan Tanaman Hutan terdiri atas: a. sosialisasi dan penyebarluasan informasi perbenihan tanaman hutan. standar. pelaksanaan kebijakan. rencana strategi. penyiapan bahan penyusunan norma. Seksi Perencanaan. laporan akuntabilitas kinerja.evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengembangan usaha perbenihan tanaman hutan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan usaha dan kelembagaan perbenihan tanaman hutan. rencana kinerja tahunan. Seksi Data dan Informasi.

penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pemberdayaan Sumber Daya manusia dan organisasi pelaksana urusan perbenihan tanaman hutan. Subdirektorat Pengendalian Peredaran Benih menyelenggarakan fungsi: a. b. Seksi Bimbingan Usaha. dan ekspor-impor benih/bibit. pengembangan jejaring kerja. sertifikasi. Pasal 472 Subdirektorat Pengendalian Peredaran Benih mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengendalian peredaran benih tanaman hutan. standar. sertifikasi. bimbingan teknis. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian peredaran. pelaksanaan kebijakan. dan ekspor-impor benih/bibit. dan eksporimpor benih/bibit. dan kriteria di bidang pengendalian peredaran. Pasal 471 (1) Seksi Bimbingan Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.123 Pasal 470 Sudirektorat Pengembangan Usaha Perbenihan terdiri atas: a. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang fasilitasi usaha. sertifikasi. c. dan ekspor-impor benih/bibit. prosedur. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengendalian pengendalian peredaran. . Seksi Bimbingan Kelembagaan. pelaksanaan kebijakan.dan b.dan d. dan pengembangan informasi usaha perbenihan tanaman hutan. sertifikasi. (2) Seksi Bimbingan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 473 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 472. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengendalian peredaran.

dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis. dan kriteria di bidang pengembangan sumber benih dan pengembangan Sumber Daya genetik. Pasal 476 Subdirektorat Pengembangan Sumber Benih dan Sumber Daya Genetik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. pengawasan peredaran benih dan bibit. sertifikasi mutu bibit. c. Pasal 477 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 476. .124 Pasal 474 Sudirektorat Pengendalian Peredaran Benih terdiri atas: a. standar. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang sertifikasi mutu benih. Pasal 475 (1) Seksi Perumusan Standar Peredaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pengawasan peredaran benih dan bibit. (2) Seksi Penerapan Standar Peredaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan kebijakan.dan d. dan penetapan pengada-pengedar terdaftar. di bidang pengembangan sumber benih dan Sumber Daya genetik tanaman hutan. tata usaha benih dan bibit. pelaksanaan kebijakan. dan penetapan pengada-pengedar terdaftar. Seksi Penerapan Standar Peredaran. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengembangan sumber benih dan pengembangan Sumber Daya genetik. Subdirektorat Pengembangan Sumber Benih dan Sumber Daya Genetik menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang sertifikasi mutu benih. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan sumber benih dan pengembangan Sumber Daya genetik. b. penyiapan bahan penyusunan norma. tata usaha benih dan bibit.dan b. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengembangan sumber benih dan pengembangan Sumber Daya genetik. prosedur. bimbingan teknis. Seksi Perumusan Standar Peredaran. sertifikasi mutu bibit. ekspor-impor benih/bibit. ekspor-impor benih/bibit.

pengelolaan. pelaksanaan konservasi Sumber Daya genetik. . Pasal 479 (1) Seksi Pengembangan Sumber Benih mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. kepegawaian. Seksi Pengembangan Sumber Daya Genetik. dan kerumahtanggaan serta pelaporan Direktorat. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Pemolaan Perbenihan Tanaman Hutan. keuangan. (2) Seksi Pengembangan Sumber Daya Genetik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Pengembangan Sumber Benih. penetapan areal Sumber Daya genetik. pengelolaan areal Sumber Daya genetik. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penetapan jenis prioritas. penetapan benih dari sumber benih bersertifikat. dan pemantauan benih/varietas unggul.125 Pasal 478 Subdirektorat Pengembangan Sumber Benih dan Sumber Daya Genetik terdiri atas: a. sertifikasi sumber benih.dan b. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pembangunan. pelaksanaan kebijakan. dan pemanfaatan sumber benih. standar sumber benih. pendaftaran areal sumber daya genetik. Pasal 480 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. pelaksanaan kebijakan.

penyusunan norma. standar. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Bina Usaha Kehutanan. b. pelaksanaan kebijakan di bidang bina usaha kehutanan sesuai peraturan perundangundangan. prosedur dan kriteria di bidang bina usaha kehutanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. standar. Direktorat Jenderal Bina Usaha Kehutanan menyelenggarakan fungsi: a. Tugas dan Fungsi Pasal 481 (1) Direktorat Jenderal Bina Usaha Kehutanan adalah unsur pelaksana yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kehutanan. dan kriteriadi bidang bina usaha kehutanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.126 BAB VII DIREKTORAT JENDERAL BINA USAHA KEHUTANAN Bagian Pertama Kedudukan.dan e. . Pasal 483 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 482. Pasal 482 Direktorat Jenderal Bina Usaha Kehutanan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang bina usaha kehutanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi atas pelaksanaan norma. perumusan kebijakan di bidang bina usaha kehutanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. d. c. prosedur. (2) Direktorat Jenderal Bina Usaha Kehutanan dipimpin oleh Direktur Jenderal.

d. koordinasi dan penyusunan rencana. e. Sekretariat Direktorat Jenderal. koordinasi dan penyiapan telaahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. perlengkapan dan administrasi keuangan Direktorat Jenderal. b. organisasi dan tata laksana di bidang bina usaha kehutanan. Direktorat Bina Iuran dan Peredaran Hasil Hutan.127 Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 484 Direktorat Jenderal Bina Usaha Kehutanan terdiri atas: a. . c. Direktorat Bina Usaha Hutan Tanaman. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. program.dan e. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 485 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unit organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal. evaluasi dan pelaporan di bidang bina usaha kehutanan. Pasal 486 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 485. b. Direktorat Bina Rencana Pemanfaatan Dan Usaha Kawasan. Direktorat Bina Usaha Hutan Alam. pemberian pertimbangan dan bantuan hukum di bidang bina usaha kehutanan. f. c. koordinasi dan pelaksanaan tata usaha. koordinasi dan pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi di bidang bina usaha kehutanan. koordinasi dan pelaksanaan urusan kepegawaian.dan Direktorat Bina Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hutan. kerja sama teknik. d.

128 Pasal 487 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. Pasal 491 (1) Subbagian Program dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program kerja dan anggaran. Pasal 490 Bagian Program dan Evaluasi terdiri atas: a. Bagian Program dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan statistik.dan c. Bagian Keuangan dan Umum.dan d. Organisasi dan Tata Laksana. Pasal 488 Bagian Program dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi penyusunan dan pelaksanaan rencana. penyiapan bahan koordinasi dan pengumpulan data serta penyajian informasi c. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. pengolahan data dan penyajian informasi. Bagian Kepegawaian. b. Bagian Program dan Evaluasi. Subbagian Data dan Informasi. data. (2) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan pengumpulan. program dan anggaran. serta kehumasan. Pasal 489 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 488. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan program dan anggaran. penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan rencana dan program. b. c. .dan d. b. informasi dan statistik serta pelaksanaan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan statistik dan kehumasan. Subbagian Program Anggaran. Bagian Hukum dan Kerja SamaTeknik.

dan evaluasi kinerja organisasi. pelaksanaan urusan administrasi kepegawaian. b. Pasal 492 Bagian Kepegawaian.dan c. (2) Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan pendidikan. serta penyusunan tata hubungan kerja. susunan organisasi. . tata kerja. Pasal 494 Bagian Kepegawaian. Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. perumusan tugas. serta penyiapan bahan penyusunan organisasi dan ketatalaksanaan.129 (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi kinerja dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. fungsi. Pasal 495 (1) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana formasi pegawai. pendisiplinan dan penghargaan pegawai serta administrasi jabatan fungsional. penyiapan bahan penyusunan organisasi dan ketatalaksanaan.dan c. pengembangan pegawai dan administrasi jabatan fungsional. Bagian Kepegawaian. Subbagian Administrasi Kepegawaian. dan administrasi kepegawaian. Organisasi dan Tata Laksana terdiri atas: a. Subbagian Organisasi dan Tata Laksana. Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepegawaian. pelaksanaan urusan pengembangan karier pegawai dan administrasi jabatan fungsional. pelatihan. Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional. Pasal 493 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 492. b. pedoman dan prosedur kerja dan pembakuan prasarana dan sarana kerja. (3) Subbagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis jabatan.

(2) Subbagian Administrasi Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan tata laksana keuangan. perlengkapan. Pasal 498 Bagian Keuangan dan Umum terdiri atas: a. Subbagian Administrasi Keuangan. kearsipan dan pembinaan tata persuratan. . pelaksanaan urusan tata usaha. (3) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan urusan rumah tangga dan pengelolaan barang milik negara. serta penyiapan bahan administrasi kerja sama teknik dalam negeri dan luar negeri. penelaahan permasalahan. pelaporan keuangan. pelaksanaan urusan perlengkapan. penyiapan bahan perbendaharaan.dan c. kearsipan dan pengelolaan urusan keuangan. Pasal 497 Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 496 Bagian Keuangan dan Umum menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 499 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. Subbagian Perlengkapan. bantuan hukum. melakukan akuntansi keuangan dan barang milik negara. verifikasi. pelaksanaan urusan administrasi keuangan. pertimbangan. b. penyelesaian tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. Pasal 500 Bagian Hukum dan Kerja Sama Teknik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. b. pembinaan kebendaharaan petugas SAI dan petugas SIMAK-BMN.dan c. rumah tangga.130 Pasal 496 Bagian Keuangan dan Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan. penyusunan rencana anggaran gaji dan penggajian. Subbagian Tata Usaha.

b. penyiapan bahan pertimbangan dan bantuan hukum. bimbingan teknis. pertimbangan. Pasal 502 Bagian Hukum dan Kerja Sama Teknik terdiri atas: a. dan bantuan permasalahan hukum.dan c. pelaksanaan kebijakan. Subbagian Peraturan Perundang-undangan. .131 Pasal 501 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 500. Bagian Keempat Direktorat Bina Rencana Pemanfaatan dan Usaha Kawasan Pasal 504 Direktorat Bina Rencana Pemanfaatan dan Usaha Kawasan mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. Pasal 505 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 504. penelaahan dan penanganan permasalahan. (2) Subbagian Pertimbangan dan Bantuan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. penyiapan perumusan kebijakan di bidang rencana pemanfaatan dan usaha kawasan. Bagian Hukum dan Kerja Sama Teknik menyelenggarakan fungsi: a. di bidang rencana pemanfaatan dan usaha kawasan serta penyiapan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan kawasan serta jasa lingkungan.dan c. Direktorat Bina Rencana Pemanfaatan dan Usaha Kawasan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 503 (1) Subbagian Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rancangan dan penelahaan peraturan perundangundangan. Subbagian Pertimbangan dan Bantuan Hukum. penyiapan bahan administrasi kerja sama teknik dalam negeri dan luar negeri.evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis. (3) Subbagian Kerja Sama Teknik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan koordinasi administrasi kerja sama teknik dalam negeri dan luar negeri. b. Subbagian Kerja Sama Teknik. penyiapan bahan peraturan perundang-undangan.

prosedur.dan e. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. bimbingan teknis. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang rencana pemanfaatan dan usaha kawasan. c. Pasal 507 Subdirektorat Pemolaan Pemanfaatan Kawasan Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan penyusunan norma. Subdirektorat Usaha Jasa Lingkungan. e. dan kriteria di bidang rencana pemanfaatan dan usaha kawasan. pelaksanaan kebijakan. b. dan kriteria di bidang pemolaan pemanfaatan kawasan hutan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemolaan pemanfaatan kawasan hutan serta penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan kawasan.132 b. standar. Pasal 508 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 507. Subdirektorat Pemolaan Pemanfaatan Kawasan Hutan. Subdirektorat Pemolaan Pemanfaatan Kawasan Hutan menyelenggarakan fungsi: a. c. penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan kawasan hutan. d. d.dan Subbagian Tata Usaha. . penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang rencana pemanfaatan dan usaha kawasan. Subdirektorat Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pemolaan pemanfaatan kawasan hutan. Pasal 506 Direktorat Bina Rencana Pemanfaatan dan Usaha Kawasan terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pemolaan pemanfaatan kawasan hutan.dan e. c. standar. d. prosedur. Subdirektorat Penilaian Kinerja Rencana Usaha Kawasan dan Jasa Lingkungan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemolaan pemanfaatan kawasan hutan. b. penyiapan bahan penyusunan norma.

Bali. Pasal 511 Subdirektorat Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. d. penilaian permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan bukan kayu. Seksi Pemanfaatan Kawasan Wilayah II. pelaksanaan kebijakan. Seksi Pemanfaatan Kawasan Wilayah I. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemanfaatan hasil hutan bukan kayu dan penyiapan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan bukan kayu.dan b. Pasal 510 (1) Seksi Pemanfaatan Kawasan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Jawa.133 Pasal 509 Subdirektorat Pemolaan Pemanfaatan Kawasan Hutan terdiri atas: a. penyiapan bahan penyusunan norma. standar. (2) Seksi Pemanfaatan Kawasan Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 512 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 511. prosedur. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemanfaatan hasil hutan bukan kayu. c. pelaksanaan kebijakan. Nusa Tenggara.dan e. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pemolaan pemanfaatan kawasan hutan serta penyiapan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan kawasan di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pemanfaatan hasil hutan bukan kayu. dan kriteria di bidang pemanfaatan hasil hutan bukan kayu. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pemanfaatan hasil hutan bukan kayu. b. . Subdirektorat Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu menyelenggarakan fungsi: a. Maluku dan Papua. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pemolaan pemanfaatan kawasan hutan serta penyiapan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan kawasan di wilayah Sumatera.

penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang usaha pemanfaatan jasa lingkungan. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang usaha jasa lingkungan dan penyiapan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan jasa lingkungan. penyiapan bahan penyusunan norma. Seksi Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu Wilayah II. pelaksanaan kebijakan. d. c. penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan jasa lingkungan. Jawa. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pemanfaatan hasil hutan bukan kayu dan penyiapan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan bukan kayu di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. dan kriteria di bidang usaha pemanfaatan jasa lingkungan.dan e.dan b. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang usaha pemanfaatan jasa lingkungan. Maluku dan Papua. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang usaha pemanfaatan jasa lingkungan. Seksi Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu Wilayah I. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pemanfaatan hasil hutan bukan kayu dan penyiapan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan bukan kayu di wilayah Sumatera. (2) Seksi Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Nusa Tenggara. prosedur. Pasal 516 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 515. standar. Subdirektorat Usaha Jasa Lingkungan menyelenggarakan fungsi: a.134 Pasal 513 Subdirektorat Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu terdiri atas: a. pelaksanaan kebijakan. . Pasal 515 Subdirektorat Usaha Jasa Lingkungan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. b. Bali. Pasal 514 (1) Seksi Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.

(2) Seksi Usaha Jasa Lingkungan Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. usaha pemanfaatan hasil hutan bukan kayu dan usaha jasa lingkungan. Pasal 520 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 519. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penilaian kinerja rencana pemanfaatan dan usaha kawasan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang usaha pemanfaatan jasa lingkungan dan penyiapan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan jasa lingkungan di wilayah Sumatera. pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penilaian kinerja rencana pemanfaatan dan usaha kawasan. Jawa. Bali. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang usaha pemanfaatan jasa lingkungan dan penyiapan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan jasa lingkungan di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. Pasal 518 (1) Seksi Usaha Jasa Lingkungan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. usaha pemanfaatan hasil hutan bukan kayu dan usaha jasa lingkungan. Seksi Usaha Jasa Lingkungan Wilayah II. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penilaian kinerja rencana pemanfaatan dan usaha kawasan. Nusa Tenggara.dan . usaha pemanfaatan hasil hutan bukan kayu dan usaha jasa lingkungan. dan kriteria di bidang penilaian kinerja rencana pemanfaatan dan usaha kawasan. c. Seksi Usaha Jasa Lingkungan Wilayah I.135 Pasal 517 Subdirektorat Usaha Jasa Lingkungan terdiri atas: a. penyiapan bahan penyusunan norma. Maluku dan Papua. b. Pasal 519 Subdirektorat Penilaian Kinerja Rencana Usaha Kawasan dan Jasa Lingkungan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. usaha pemanfaatan hasil hutan bukan kayu dan usaha jasa lingkungan. prosedur. Subdirektorat Penilaian Kinerja Rencana Usaha Kawasan dan Jasa Lingkungan menyelenggarakan fungsi: a.dan b. standar.

Pasal 523 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. Pasal 522 (1) Seksi Penilaian Kinerja Usaha Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Jawa. Maluku dan Papua. . Seksi Penilaian Kinerja Usaha Wilayah I. pelaksanaan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang usaha hutan alam serta penyusunan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam. Bali. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penilaian kinerja rencana pemanfaatan dan usaha kawasan. bimbingan teknis. kerumahtanggaan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penilaian kinerja rencana pemanfaatan dan usaha kawasan. pelaksanaan kebijakan. Seksi Penilaian Kinerja Usaha Wilayah II. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melakukan tugas sehari-hari secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Penilaian Kinerja Rencana Usaha Kawasan dan Jasa Lingkungan. usaha pemanfaatan hasil hutan bukan kayu dan usaha jasa lingkungan di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. keuangan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penilaian kinerja rencana pemanfaatan dan usaha kawasan. pelaksanaan kebijakan. usaha pemanfaatan hasil hutan bukan kayu dan usaha jasa lingkungan di wilayah Sumatera. kearsipan dan pelaporan Direktorat.136 d. usaha pemanfaatan hasil hutan bukan kayu dan usaha jasa lingkungan. Nusa Tenggara. Pasal 521 Subdirektorat Penilaian Kinerja Rencana Usaha Kawasan dan Jasa Lingkungan terdiri atas: a. Bagian Kelima Direktorat Bina Usaha Hutan Alam Pasal 524 Direktorat Bina Usaha Hutan Alam mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan.dan b. kepegawaian. (2) Seksi Penilaian Kinerja Usaha Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.

pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penyiapan pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam. dan kriteria di bidang usaha hutan alam.dan Subbagian Tata Usaha.dan e. . standar. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. e. b. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penyiapan pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam. prosedur. pelaksanaan kebijakan di bidang usaha hutan alam. Subdirektorat Rencana Kerja Pemanfaatan Hutan Alam. c. Pasal 527 Subdirektorat Penyiapan Pemanfaatan Hutan Alam mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang usaha hutan alam. c. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyiapan pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam dan penyusunan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang usaha hutan alam. d. Direktorat Bina Usaha Hutan Alam menyelenggarakan fungsi: a. c. Subdirektorat Penilaian Kinerja Usaha Pemanfaatan Hutan Alam. b. Pasal 528 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 527. prosedur. penyiapan penyusunan norma. Subdirektorat Penyiapan Pemanfaatan Hutan Alam. b. Subdirektorat Produksi Hutan Alam. standar.137 Pasal 525 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 524. dan kriteria di bidang penyiapan pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam. d. Subdirektorat Penyiapan Pemanfaatan Hutan Alam menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 526 Direktorat Bina Usaha Hutan Alam terdiri atas: a.

pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Penyiapan Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. b.138 d. Pasal 531 Subdirektorat Rencana Kerja Pemanfaatan Hutan Alam mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Pasal 529 Subdirektorat Penyiapan Pemanfaatan Hutan Alam terdiri atas: a. pelaksanaan kebijakan. Seksi Penyiapan Wilayah II. Bali. Maluku dan Papua. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyiapan pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyiapan pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam dan penyusunan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam di wilayah Sumatera. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyiapan pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam dan penyusunan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. Pasal 530 (1) Seksi Penyiapan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.dan e. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang rencana kerja pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang rencana kerja pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam. Nusa Tenggara. Seksi Penyiapan Wilayah I. Subdirektorat Rencana Kerja Pemanfaatan Hutan Alam menyelenggarakan fungsi: a.dan b. . bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang rencana kerja pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam. Jawa. Pasal 532 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 531. pelaksanaan kebijakan. penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam.

evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis. Seksi Rencana Kerja Wilayah I. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang rencana kerja pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam di wilayah Kalimantan dan Sulawesi.dan d. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang produksi hasil hutan kayu hutan alam. prosedur. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis dibidang rencana kerja pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam di wilayah Sumatera. prosedur. Maluku dan Papua. Pasal 535 Subdirektorat Produksi Hutan Alam mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Pasal 534 (1) Seksi Rencana Kerja Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.dan d.139 c. Jawa. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang produksi hasil hutan kayu hutan alam. penyiapan bahan penyusunan norma. (2) Rencana Kerja Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. c. Pasal 536 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 535. Nusa Tenggara. Pasal 533 Subdirektorat Rencana Kerja Pemanfaatan Hutan Alam terdiri atas: a. pelaksanaan kebijakan. standar. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang produksi hasil hutan kayu hutan alam. dan kriteria di bidang rencana kerja pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam. Seksi Rencana Kerja Wilayah II. standar. . di bidang produksi hasil hutan kayu hutan alam. pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. bimbingan teknis. Subdirektorat Produksi Hutan Alam menyelenggarakan fungsi: a.dan b. dan kriteria di bidang produksi hasil hutan kayu hutan alam. b. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang rencana kerja pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam. Bali.

pelaksanaan kebijakan. Pasal 538 (1) Seksi Produksi Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.dan b. Subdirektorat Penilaian Kinerja Usaha Pemanfaatan Hutan Alam menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penilaian kinerja usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam.dan b. Bali. terdiri atas: a. Pasal 541 Subdirektorat Penilaian Kinerja Usaha Pemanfaatan Hutan Alam. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang produksi hasil hutan kayu hutan alam di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. Maluku dan Papua. Seksi Penilaian Kinerja Usaha Wilayah I. bimbingan teknis. Jawa. penyiapan bahan penyusunan norma. . prosedur. dan kriteria di bidang penilaian kinerja usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam. pelaksanaan kebijakan. Pasal 540 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 539. Seksi Produksi Wilayah II. Nusa Tenggara. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penilaian kinerja usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam. Seksi Produksi Wilayah I. terdiri atas: a. c. Seksi Penilaian Kinerja Usaha Wilayah II. b. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penilaian kinerja usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam.evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penilaian kinerja usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam. Pasal 539 Subdirektorat Penilaian Kinerja Usaha Hutan Alam mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. (2) Seksi Produksi Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan.140 Pasal 537 Subdirektorat Produksi Hutan Alam. standar. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang produksi hasil hutan kayu hutan alam di wilayah Sumatera.dan d.

prosedur. dan kriteria di bidang usaha hutan tanaman. keuangan. Direktorat Bina Usaha Hutan Tanaman menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan kebijakan di bidang usaha hutan tanaman. kerumahtanggaan. Pasal 543 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. pelaksanaan kebijakan. Bagian Keenam Direktorat Bina Usaha Hutan Tanaman Pasal 544 Direktorat Bina Usaha Hutan Tanaman mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. c. Jawa. pelaksanaan kebijakan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang usaha hutan tanaman. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang usaha hutan tanaman. penyiapan penyusunan norma. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas sehari-hari secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Penilaian Kinerja Usaha Hutan Alam. Nusa Tenggara. Maluku dan Papua. (2) Seksi Penilaian Kinerja Usaha Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar.dan e. kearsipan dan pelaporan Direktorat. pelaksanaan kebijakan. kepegawaian. b. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penilaian kinerja usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam di wilayah Sumatera. . d. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penilaian kinerja usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang usaha hutan tanaman serta penyusunan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman. Pasal 545 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 544. Bali.141 Pasal 542 (1) Seksi Penilaian Kinerja Usaha Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.

Subdirektorat Hutan Tanaman Industri menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 547 Subdirektorat Hutan Tanaman Industri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. d. Subbagian Tata Usaha. Seksi Hutan Tanaman Industri Wilayah I. Seksi Hutan Tanaman Industri Wilayah II. Subdirektorat Hutan Tanaman Rakyat. c. pelaksanaan kebijakan. penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman industri. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang hutan tanaman industri. d. . penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang hutan tanaman industri. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang hutan tanaman industri dan penyusunan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman industri.dan e. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang hutan tanaman industri.dan e. b. Subdirektorat Penilaian Kinerja Usaha Hutan Tanaman. bimbingan teknis. Pasal 549 Subdirektorat Hutan Tanaman Industri terdiri atas: a. prosedur. Subdirektorat Rencana Kerja dan Produksi. c.142 Pasal 546 Direktorat Bina Usaha Hutan Tanaman terdiri atas: a. dan kriteria di bidang hutan tanaman industri. standar. penyiapan bahan penyusunan norma. b. Subdirektorat Hutan Tanaman Industri. Pasal 548 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 547. b.

Pasal 553 Subdirektorat Hutan Tanaman Rakyat terdiri atas: a. penyiapan bahan penyusunan norma. (2) Seksi Hutan Tanaman Industri Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang hutan tanaman industri dan penyusunan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman industri di wilayah Sumatera.143 Pasal 550 (1) Seksi Hutan Tanaman Industri Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. . d. b. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang hutan tanaman rakyat. Maluku dan Papua. Subdirektorat Hutan Tanaman Rakyat menyelenggarakan fungsi: a. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis dibidang hutan tanaman rakyat dan penyusunan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman rakyat. Pasal 551 Subdirektorat Hutan Tanaman Rakyat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan.dan e. Pasal 552 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 551. bimbingan teknis.dan b. dan kriteria di bidang hutan tanaman rakyat. Nusa Tenggara. pelaksanaan kebijakan. Seksi Hutan Tanaman Rakyat Wilayah II. Jawa. Bali. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang hutan tanaman rakyat. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang hutan tanaman industri dan penyusunan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman industri di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. Seksi Hutan Tanaman Rakyat Wilayah I. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang hutan tanaman rakyat. penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman rakyat. prosedur. c.

b. standar. Nusa Tenggara.144 Pasal 554 (1) Seksi Hutan Tanaman Rakyat Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang rencana kerja dan produksi hasil hutan kayu hutan tanaman. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang hutan tanaman rakyat dan penyusunan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman rakyat di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. prosedur. (2) Seksi Hutan Tanaman Rakyat Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. c. dan kriteria di bidang rencana kerja dan produksi hasil hutan kayu hutan tanaman. Maluku dan Papua. bimbingan teknis. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang rencana kerja dan produksi hasil hutan kayu hutan tanaman. . pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang rencana kerja dan produksi hasil hutan kayu hutan tanaman.dan d. Bali. Seksi Rencana Kerja dan Produksi Wilayah II. Subdirektorat Rencana Kerja dan Produksi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 557 Subdirektorat Rencana Kerja dan Produksi terdiri atas: a.dan b. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang hutan tanaman rakyat dan penyusunan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman rakyat di wilayah Sumatera. pelaksanaan kebijakan. Pasal 556 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 555. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang rencana kerja dan produksi hasil hutan kayu hutan tanaman. Jawa. Seksi Rencana Kerja dan Produksi Wilayah I. Pasal 555 Subdirektorat Rencana Kerja dan Produksi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan.

Bali. . standar. Seksi Penilaian Kinerja Usaha Wilayah I. b. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penilaian usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman. Subdirektorat Penilaian Kinerja Usaha Pemanfaatan Hutan Tanaman menyelenggarakan fungsi: a.dan b. Nusa Tenggara. dan kriteria di bidang penilaian usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penilaian usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman. Pasal 560 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 559. Seksi Penilaian Kinerja Usaha Wilayah II. prosedur.dan d. (2) Seksi Rencana Kerja dan Produksi Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang rencana kerja dan produksi hasil hutan kayu hutan tanaman di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penilaian kinerja usaha hutan tanaman. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penilaian usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman. Pasal 559 Subdirektorat Penilaian Kinerja Usaha Hutan Tanaman mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Maluku dan Papua. Jawa. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang rencana kerja dan produksi hasil hutan kayu hutan tanaman di wilayah Sumatera.145 Pasal 558 (1) Seksi Rencana Kerja dan Produksi Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. bimbingan teknis. Pasal 561 Subdirektorat Penilaian Kinerja Usaha Pemanfaatan Hutan Tanaman terdiri atas: a. c.

c. dan kriteria di bidang iuran kehutanan dan peredaran hasil hutan. Bali. keuangan. Nusa Tenggara. d. bimbingan teknis. b. penyiapan perumusan kebijakan di bidang iuran kehutanan dan peredaran hasil hutan. Pasal 565 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 564. pelaksanaan kebijakan. kearsipan dan pelaporan Direktorat. penyiapan penyusunan norma. Bagian Ketujuh Direktorat Bina Iuran Kehutanan dan Peredaran Hasil Hutan Pasal 564 Direktorat Bina Iuran Kehutanan dan Peredaran Hasil Hutan mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. prosedur. standar. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang iuran kehutanan dan peredaran hasil hutan. di bidang iuran kehutanan dan peredaran hasil hutan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penilaian kinerja usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman di wilayah Sumatera. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penilaian kinerja usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. kerumahtanggaan.dan e. pelaksanaan kebijakan. Jawa. pelaksanaan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis. pelaksanakan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat.146 Pasal 562 (1) Seksi Penilaian Kinerja Usaha Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 563 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. Maluku dan Papua. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang iuran kehutanan dan peredaran hasil hutan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas sehari-hari secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Penilaian Kinerja Usaha Hutan Tanaman. Direktorat Bina Iuran Kehutanan dan Peredaran Hasil Hutan menyelenggarakan fungsi: a. . (2) Seksi Penilaian Kinerja Usaha Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. kepegawaian.

c. bimbingan teknis. Subbagian Tata Usaha. . standar. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penerimaan negara bukan pajak. Subdirektorat Pengukuran dan Pengujian Hasil Hutan. Pasal 567 Subdirektorat Penerimaan Negara Bukan Pajak mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Subdirektorat Penertiban Peredaran Hasil Hutan. Nusa Tenggara.147 Pasal 566 Direktorat Bina Iuran Kehutanan dan Peredaran Hasil Hutan terdiri atas: a. Seksi Penerimaan Negara Bukan Pajak Wilayah II. Subdirektorat Peredaran Hasil Hutan. d. pelaksanaan kebijakan. Jawa.dan e. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penerimaan negara bukan pajak.dan b. pelaksanaan kebijakan. Bali. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penerimaan negara bukan pajak. penyiapan bahan penyusunan norma. c. Pasal 570 (1) Seksi Penerimaan Negara Bukan Pajak Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penerimaan negara bukan pajak di wilayah Sumatera. dan kriteria di bidang penerimaan negara bukan pajak. Pasal 568 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 567. Seksi Penerimaan Negara Bukan Pajak Wilayah I. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penerimaan negara bukan pajak. Pasal 569 Subdirektorat Penerimaan Negara Bukan Pajak terdiri atas: a.dan d. Subdirektorat Penerimaan Negara Bukan Pajak menyelenggarakan fungsi: a. b. prosedur. Maluku dan Papua. b. Subdirektorat Penerimaan Negara Bukan Pajak.

penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 572 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 571. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang tata usaha hasil hutan. standar.148 (2) Seksi Penerimaan Negara Bukan Pajak Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan.dan d. Pasal 571 Subdirektorat Peredaran Hasil Hutan mempunyai melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang peredaran hasil hutan. b. (2) Seksi Tanda Legalitas Hasil Hutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. . prosedur.dan b. pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. Pasal 574 (1) Seksi Tata Usaha Hasil Hutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Tata Usaha Hasil Hutan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang tanda legalitas hasil hutan. c. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang peredaran hasil hutan. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penerimaan negara bukan pajak di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. Seksi Tanda Legalitas Hasil Hutan. Subdirektorat Peredaran Hasil Hutan menyelenggarakan fungsi: a. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang peredaran hasil hutan. dan kriteria di bidang peredaran hasil hutan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang peredaran hasil hutan. Pasal 573 Subdirektorat Peredaran Hasil Hutan terdiri atas: a.

Subdirektorat Pengukuran dan Pengujian Hasil Hutan menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengukuran dan pengujian hasil hutan kayu. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penertiban peredaran hasil hutan. Pasal 577 Subdirektorat Pengukuran dan Pengujian Hasil Hutan terdiri atas: a.149 Pasal 575 Subdirektorat Pengukuran dan Pengujian Hasil Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Pasal 579 Subdirektorat Penertiban Peredaran Hasil Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. c. pelaksanaan kebijakan. dan kriteria di bidang pengukuran dan pengujian hasil hutan.dan b. Seksi Pengukuran dan Pengujian Hasil Hutan Bukan Kayu. prosedur. Pasal 576 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 575. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengukuran dan pengujian hasil hutan. (2) Seksi Pengukuran dan Pengujian Hasil Hutan Bukan Kayu mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengukuran dan pengujian hasil hutan. penyiapan bahan penyusunan norma. pelaksanaan kebijakan. . pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengukuran dan pengujian hasil hutan. Seksi Pengukuran dan Pengujian Hasil Hutan Kayu. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengukuran dan pengujian hasil hutan bukan kayu. Pasal 578 (1) Seksi Pengukuran dan Pengujian Hasil Hutan Kayu mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengukuran dan pengujian hasil hutan.dan d. standar. b.

Pasal 582 (1) Seksi Penertiban Peredaran Hasil Hutan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Penertiban Peredaran Hasil Hutan Wilayah II. Pasal 583 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. pelaksanaan kebijakan. kearsipan dan pelaporan Direktorat. . (2) Seksi Penertiban Peredaran Hasil Hutan Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penertiban peredaran hasil hutan. pelaksanaan kebijakan.150 Pasal 580 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 579. Jawa. dan kriteria di bidang penertiban peredaran hasil hutan. standar.dan b. prosedur. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penertiban peredaran hasil hutan. keuangan. Seksi Penertiban Peredaran Hasil Hutan Wilayah I. Maluku dan Papua. Bali. c. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penertiban peredaran hasil hutan di wilayah Sumatera. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penertiban peredaran hasil hutan di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. Pasal 581 Subdirektorat Penertiban Peredaran Hasil Hutan terdiri atas: a. kepegawaian. Subdirektorat Penertiban Peredaran Hasil Hutan menyelenggarakan fungsi: a.dan d. Nusa Tenggara. penyiapan bahan penyusunan norma. kerumahtanggaan. b. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penertiban peredaran hasil hutan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas sehari-hari secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Penertiban Peredaran Hasil Hutan.

pelaksanaan kebijakan. Subbagian Tata Usaha. b. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. d. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengolahan dan pemasaran hasil hutan dan penyusunan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha industri primer hasil hutan kayu. Subdirektorat Pengendalian Bahan Baku dan Industri Primer.151 Bagian Kedelapan Direktorat Bina Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hutan Pasal 584 Direktorat Bina Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hutan mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. standar. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pengolahan dan pemasaran hasil hutan. Subdirektorat Pemolaan Pengolahan Hasil Hutan. c.dan e. Pasal 587 Subdirektorat Pemolaan Pengolahan Hasil Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. dan kriteria di bidang pengolahan dan pemasaran hasil hutan. penyiapan penyusunan norma. Pasal 585 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 584. pelaksanaan kebijakan di bidang pengolahan dan pemasaran hasil hutan. b. .dan d. Direktorat Bina Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hutan menyelenggarakan fungsi: a. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengolahan dan pemasaran hasil hutan. pelaksanaan kebijakan. c. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemolaan pengolahan hasil hutan dan penyusunan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha industri primer hasil hutan kayu. prosedur. Subdirektorat Penilaian Kinerja Industri dan Pemasaran Hasil Hutan. Pasal 586 Direktorat Bina Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hutan terdiri atas: a.

dan e. penyiapan bahan penyusunan norma. Subdirektorat Pemolaan Pengolahan Hasil Hutan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Penyiapan Pengolahan Industri Primer. d. prosedur. Seksi Pengolahan Industri Primer.152 Pasal 588 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 587. . dan kriteria di bidang pemolaan dan revitalisasi industri primer hasil hutan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemolaan dan revitalisasi industri primer hasil hutan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pemolaan. Pasal 589 Subdirektorat Pemolaan Pengolahan Hasil Hutan terdiri atas: a. pemberdayaan dan kemitraan industri primer.dan b. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang perizinan. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pemolaan dan revitalisasi industri primer hasil hutan.000m3/tahun dan persetujuan revitalisasi industri primer hasil hutan. Pasal 591 Subdirektorat Pengendalian Bahan Baku dan Industri Primer mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. standar. ketenagakerjaan dan pengolahan industri primer hasil hutan. b. investasi/divestasi. c. revitalisasi. pemantauan pengelolaan lingkungan. (2) Seksi Pengolahan Industri Primer mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pemolaan dan revitalisasi industri primer hasil hutan. pemberian perizinan industri primer hasil hutan dengan kapasitas produksi >6. Pasal 590 (1) Seksi Penyiapan Pengolahan Industri Primer mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan. re-engineering. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengendalian bahan baku dan industri primer hasil hutan.

Pasal 593 Subdirektorat Pengendalian Bahan Baku dan Industri Primer terdiri atas: a. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengendalian bahan baku.153 Pasal 592 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 591.dan b. prosedur. efisiensi penggunaan bahan baku. pengolahan. pelaksanaan kebijakan. Seksi Pengendalian Bahan Baku. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengendalian bahan baku. produksi dan standardisasi produk industri primer hasil hutan. verifikasi legalitas dan pemasaran hasil hutan. penyiapan bahan penyusunan norma. pelaksanaan kebijakan. produksi dan standardisasi produk industri primer hasil hutan. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengendalian bahan baku dan efisiensi penggunaan bahan baku industri primer hasil hutan. Seksi Produksi Industri Primer. efisiensi penggunaan bahan baku. produksi dan standardisasi produk industri primer hasil hutan. efisiensi penggunaan bahan baku. . standar. Pasal 595 Subdirektorat Penilaian Kinerja Industri dan Pemasaran Hasil Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. b. pelaksanaan kebijakan.dan d. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengolahan. c. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian bahan baku. efisiensi penggunaan bahan baku. Subdirektorat Pengendalian Bahan Baku dan Industri Primer menyelenggarakan fungsi: a. produksi dan standardisasi produk industri primer hasil hutan. pengolahan. pengolahan. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penilaian kinerja industri primer hasil hutan. produksi dan standardisasi produk industri primer hasil hutan. (2) Seksi Produksi Industri Primer mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan kriteria di bidang pengendalian bahan baku. Pasal 594 (1) Seksi Pengendalian Bahan Baku mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pengolahan.

verifikasi legalitas serta pemasaran hasil hutan. pelaksanaan kebijakan. evaluasi. pemeriksaan dan tindak lanjut hasil evaluasi industri hasil hutan. kesehatan finansial. kerumahtanggaan. kepegawaian. kesehatan finansial.154 Pasal 596 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 595. evaluasi. c. pemeriksaan dan tindak lanjut hasil evaluasi industri hasil hutan. kesehatan finansial. evaluasi dan pemeriksaan serta tindak lanjut hasil evaluasi industri hasil hutan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penilaian kinerja. (2) Seksi Kinerja Industri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. verifikasi legalitas serta pemasaran hasil hutan. kesehatan finansial. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas sehari-hari secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Penilaian Kinerja Industri dan Pemasaran Hasil Hutan. evaluasi. kearsipan dan pelaporan Direktorat.dan d. pemeriksaan dan tindak lanjut hasil evaluasi industri hasil hutan. verifikasi legalitas serta pemasaran hasil hutan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pemasaran hasil hutan serta verifikasi legalitas. Seksi Pemasaran Hasil Hutan. penyiapan bahan penyusunan norma. dan kriteria di bidang penilaian kinerja. . Pasal 597 Subdirektorat Penilaian Kinerja Industri dan Pemasaran Hasil Hutan terdiri atas: a. pemeriksaan dan tindak lanjut hasil evaluasi industri hasil hutan. keuangan. Pasal 598 (1) Seksi Pemasaran Hasil Hutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. verifikasi legalitas serta pemasaran hasil hutan. prosedur. Pasal 599 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan.dan b. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penilaian kinerja. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penilaian kinerja. Subdirektorat Penilaian Kinerja Industri dan Pemasaran Hasil Hutan menyelenggarakan fungsi: a. kesehatan finansial. pelaksanaan kebijakan. standar. b. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penilaian kinerja. evaluasi. Seksi Kinerja Industri.

pelaksanaan urusan administrasi Inspektorat Jenderal. d. Pasal 602 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 601. c. Pasal 601 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Kehutanan. penyusunan laporan hasil pengawasan di lingkungan Kementerian Kehutanan. b. (2) Inspektorat Jenderal dipimpin oleh Inspektur Jenderal. pelaksanaan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Kehutanan terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. dan kegiatan pengawasan lainnya. reviu. evaluasi.dan e.155 BAB VIII INSPEKTORAT JENDERAL Bagian Pertama Kedudukan. Tugas dan Fungsi Pasal 600 (1) Inspektorat Jenderal adalah unsur pengawas yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kehutanan. Inspektorat II. b. c. . pemantauan. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 603 Inspektorat Jenderal terdiri atas: a. penyiapan perumusan kebijakan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Kehutanan. pelaksanaan pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri Kehutanan. Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Sekretariat Inspektorat Jenderal. Inspektorat I.

dan f. pelaksanaan analisis laporan hasil pengawasan. d. dan pemantauan pelaksanaan rencana dan program pengawasan. Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal Pasal 604 Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis dan administratif kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Inspektorat Jenderal. organisasi dan tata laksana. . Pasal 605 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 604. serta pelaporan. program pengawasan. serta pelaporan di lingkungan Inspektorat Jenderal. Bagian Umum. Bagian Pemantauan Tindak Lanjut. Bagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan. c. pelaksanaan pemantauan tindak lanjut hasil pengawasan. Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan koordinasi dan penyusunan rencana dan program kerja pengawasan. Bagian Program dan Pelaporan. b. pengelolaan urusan kepegawaian.dan e. c.156 d. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Jenderal.dan d. Inspektorat IV. Inspektorat Investigasi. b. Pasal 606 Sekretariat Inspektorat Jenderal terdiri atas: a. keuangan. Inspektorat III. e. Pasal 607 Bagian Program dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana.

dan laporan pengawasan lainnya.dan b. penyiapan bahan pelaksanaan koordinasi penyusunan rencana dan program pengawasan dan anggaran. serta penyusunan laporan hasil analisis dan evaluasi. pelaksanaan penyusunan laporan hasil analisis dan evaluasi. pengolahan dan penyajian data dan informasi. Pasal 610 (1) Subbagian Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program pengawasan. dan anggaran di lingkungan Inspektorat Jenderal.dan b. pemantauan pelaksanaan rencana dan program pengawasan. Bagian Program dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 612 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 611. pemantauan pelaksanaan rencana dan program pengawasan. pengolahan data serta penyajian informasi. Subbagian Data dan Pelaporan. dan penyiapan bahan pelaporan di lingkungan Inspektorat Jenderal. penyiapan bahan koordinasi pengumpulan. Pasal 611 Bagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan mempunyai tugas melaksanakan analisis dan evaluasi hasil pengawasan intern dan ekstern pemerintah dan laporan pengawasan lainnya di lingkungan Kementerian. dan penyusunan laporan di lingkungan Inspektorat Jenderal.157 Pasal 608 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 607. Bagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan menyelenggarakan fungsi: a. . pelaksanaan analisis dan evaluasi hasil pengawasan intern dan ekstern pemerintah. (2) Subbagian Data dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan. Subbagian Program.dan b. Pasal 609 Bagian Program dan Pelaporan terdiri atas: a.

pelaksanaan penyusunan laporan hasil pemantauan tindak lanjut. Pasal 615 Bagian Pemantauan Tindak Lanjut mempunyai tugas melaksanakan pemantauan atas pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan intern dan ekstern pemerintah. dan Inspektorat Investigasi. serta penyusunan laporan hasil pemantauan tindak lanjut. Pasal 616 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 615.dan b.dan b. Subbagian Pemantauan Tindak Lanjut II.158 Pasal 613 Bagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan terdiri atas: a. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan I. Subbagian Pemantauan Tindak Lanjut I. dan laporan pengawasan lainnya di lingkungan kerja Inspektorat III dan Inspektorat IV. (2) Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis dan evaluasi hasil pengawasan intern dan ekstern pemerintah.dan b. pelaksanaan pemantauan atas pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan intern dan ekstern pemerintah. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan II. serta penyusunan laporan hasil analisis dan evaluasi. dan Inspektorat Investigasi. . serta laporan pengawasan lainnya. serta penyusunan laporan hasil analisis dan evaluasi. dan laporan pengawasan lainnya di lingkungan kerja Inspektorat I dan Inspektorat II. Pasal 614 (1) Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis dan evaluasi hasil pengawasan intern dan ekstern pemerintah. laporan pengawasan lainnya. Bagian Pemantauan Tindak Lanjut menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 617 Bagian Pemantauan Tindak Lanjut terdiri atas: a.

rumah tangga. (2) Subbagian Pemantauan Tindak Lanjut II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan atas pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan intern dan ekstern pemerintah. administrasi keuangan. pelaksanaan urusan tata persuratan. administrasi kepegawaian. serta laporan pengawasan lainnya di lingkungan kerja Inspektorat I dan Inspektorat II. administrasi kepegawaian. organisasi dan tata laksana di lingkungan Inspektorat Jenderal. . (2) Subbagian Rumah Tangga dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga. penggandaan. kearsipan. dan Inspektorat Investigasi serta penyusunan laporan hasil pemantauan tindak lanjut. perlengkapan. perlengkapan.dan b. Subbagian Rumah Tangga dan Kepegawaian. serta laporan pengawasan lainnya di lingkungan kerja Inspektorat III dan Inspektorat IV serta penyusunan laporan hasil pemantauan tindak lanjut. dan penyusunan laporan keuangan. organisasi dan tata laksana. pelaksanaan administrasi dan pemantauan keuangan. administrasi kepegawaian. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. organisasi dan tata laksana.159 Pasal 618 (1) Subbagian Pemantauan Tindak Lanjut I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan atas pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan intern dan ekstern pemerintah. Subbagian Tata Persuratan dan Keuangan. pelaksanaan urusan rumah tangga. Pasal 622 (1) Subbagian Tata Persuratan dan Keuangan mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. perlengkapan. dan penyusunan laporan keuangan. Pasal 619 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. Pasal 621 Bagian Umum terdiri atas: a.dan b. Pasal 620 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 619. pelaksanaan administrasi dan pemantauan keuangan.

pelaksanaan pengawasan kinerja. keuangan. evaluasi. c. dan administrasi. Bangka Belitung.  Pasal 624 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 623. Inspektorat Jenderal. Inspektorat I menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi. . dan Lampung. pemantauan. Sumatera Selatan. kepegawaian. dan kegiatan pengawasan lainnya.dan b. Kepulauan Riau. Jambi. DKI Jakarta. Jawa Tengah. Bali. b. dan Nusa Tenggara Timur. dan administrasi melalui audit. Riau. dan kegiatan pengawasan lainnya. pemantauan. keuangan. Pasal 625 Inspektorat I terdiri atas: a. pelaksanaan urusan ketatausahaan. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. Sumatera Utara. dan pelaporan di lingkungan Inspektorat I. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional dibina oleh Inspektur I. Jawa Barat. reviu. dan administrasi.160 Pasal 623 Inspektorat I mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern terhadap kinerja. penyusunan petunjuk pelaksanaan pengawasan kinerja.dan d. dan administrasi melalui audit. kerumahtanggaan. administrasi kepegawaian. kerumahtanggaan. Jawa Timur. dan administrasi melalui audit. reviu. Bengkulu. dan pelaporan Inspektorat I. Nusa Tenggara Barat. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri pada Unit Kerja Direktorat Jenderal Bina Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial. dan kegiatan pengawasan lainnya. keuangan. penyusunan rencana dan program pengawasan kinerja. Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia. Subbagian Tata Usaha. DI Jogyakarta. pemantauan. Sumatera Barat. serta instansi kehutanan di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam. keuangan. serta instansi kehutanan di Provinsi Banten. Pasal 627 Inspektorat II mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern terhadap kinerja. reviu. Pasal 626 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri pada Unit Kerja Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam. keuangan. evaluasi.

161 Pasal 628 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 627. Pasal 629 Inspektorat II terdiri atas: a. pemantauan. dan kegiatan pengawasan lainnya. Bagian Keenam Inspektorat III Pasal 631 Inspektorat III mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern terhadap kinerja. Inspektorat III menyelenggarakan fungsi: a. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. evaluasi. reviu. penyusunan petunjuk pelaksanaan pengawasan kinerja. Pasal 630 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. Inspektorat II menyelenggarakan fungsi: a. administrasi kepegawaian. keuangan. dan administrasi. dan pelaporan di lingkungan Inspektorat II. keuangan.dan b. keuangan. Kalimantan Timur. pelaksanaan urusan ketatausahaan. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri pada Unit Kerja Direktorat Jenderal Bina Usaha Kehutanan. dan administrasi. Papua. keuangan. dan administrasi melalui audit. dan administrasi. dan administrasi melalui audit. keuangan. kepegawaian. keuangan. serta instansi kehutanan di Provinsi Kalimantan Selatan. kerumahtanggaan. b. dan pelaporan Inspektorat II. pelaksanaan pengawasan kinerja. Subbagian Tata Usaha. evaluasi. dan Irian Jaya Barat. (2) Subbagian Tata Usaha administratif dan fungsional dibina Inspektur II. penyusunan rencana dan program pengawasan kinerja. b. Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan. Kalimantan Barat. dan administrasi. c. penyusunan rencana dan program pengawasan kinerja. . reviu. pemantauan. penyusunan petunjuk pelaksanaan pengawasan kinerja.dan d. kerumahtanggaan. dan kegiatan pengawasan lainnya. Pasal 632 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 631. Kalimantan Tengah.

penyusunan rencana pengawasan kinerja. Pasal 636 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 635. penyusunan petunjuk pelaksanaan pengawasan kinerja. Maluku. evaluasi. dan Maluku Utara. reviu. c. dan kegiatan pengawasan lainnya.dan d. pelaksanaan pengawasan kinerja. pelaksanaan pengawasan kinerja.dan . pelaksanaan urusan ketatausahaan. reviu. Sulawesi Tengah. dan administrasi melalui audit. Bagian Ketujuh Inspektorat IV Pasal 635 Inspektorat IV mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern terhadap kinerja. dan kegiatan pengawasan lainnya. Sulawesi Barat. dan pengawasan lainnya serta pengawasan untuk tujuan tertentu atas petunjuk Menteri. pemantauan. Gorontalo. pemantauan.dan b. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. Sulawesi Selatan. dan pelaporan di lingkungan Inspektorat III. kepegawaian. keuangan. keuangan. Sekretariat Jenderal. keuangan. administrasi kepegawaian. Sulawesi Tenggara. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri pada Unit Kerja Direktorat Jenderal Planologi kehutanan. dan administrasi melalui audit. serta pengawasan untuk tujuan tertentu atas petunjuk Menteri. dan pengawasan lainnya. kerumahtanggaan. Inspektorat IV menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi. dan pelaporan Inspektorat III. serta pengawasan untuk tujuan tertentu atas petunjuk Menteri. keuangan.162 c. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional dibina oleh Inspektur III. b. Pasal 634 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. kerumahtanggaan. Pasal 633 Inspektorat III terdiri atas: a. dan pengawasan lainnya. keuangan. Subbagian Tata Usaha. serta instansi kehutanan di Provinsi Sulawesi Utara.

dan nepotisme. dan pelaporan di lingkungan Inspektorat IV. dan pelaporan Inspektorat IV. serta tindak lanjut pengaduan masyarakat. dan nepotisme. . kerumahtanggaan. menindak lanjuti pengaduan masyarakat. pengumpulan bahan meneliti. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional dibina oleh Inspektur IV. kolusi. kolusi. Subbagian Tata Usaha. dan nepotisme. dan evaluasi atas kasus pelanggaran yang berindikasi praktek-praktek korupsi. penyusunan rencana dan program dibidang pengumpulan bahan penelitian. dan evaluasi atas kasus pelanggaran yang berindikasi praktek-praktek korupsi. dan cakupan yang ditetapkan oleh Inspektur Jenderal.163 d. Inspektorat Investigasi menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan petunjuk pelaksanaan pengumpulan bahan penelitian. administrasi kepegawaian. Pasal 637 Inspektorat IV terdiri atas: a. kolusi. b. kerumahtanggaan. Bagian Kedelapan Inspektorat Investigasi Pasal 639 Inspektorat Investigasi mempunyai tugas melaksanakan pengawasan. pelanggaran administrasi. pelanggaran administrasi. menganalisis. analisis. analisis. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. Pasal 640 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 639. serta tindak lanjut pengaduan masyarakat. pelaksanaan urusan ketatausahaan. pelanggaran administrasi. kepegawaian. dan mengevaluasi atas kasus pelanggaran yang berindikasi praktek-praktek korupsi.dan b. Pasal 638 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. serta melaksanakan tugas lain berdasarkan instruksi khusus Menteri.

analisis.164 c. pelanggaran administrasi. Subbagian Tata Usaha. kerumahtanggaan. kolusi. . dan evaluasi atas kasus pelanggaran yang berindikasi praktek-praktek korupsi. dan pelaporan Inspektorat Investigasi. dan pelanggaran administrasi. administrasi kepegawaian. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional dibina oleh Inspektur Investigasi. d.  Pasal 641 Inspektorat Investigasi terdiri atas: a. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor.dan f. pengawasan atas kasus pelanggaran yang berindikasi praktek-praktek korupsi. dan pelaporan di lingkungan Inspektorat Investigasi. pelaksanaan pengumpulan bahan penelitian. nepotisme. serta tindak lanjut pengaduan masyarakat. pelaksanaan urusan ketatausahaan.  b. Pasal 642 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. pelaksanaan tugas lain berdasarkan instruksi khusus Menteri. kolusi. dan cakupan yang ditetapkan oleh Inspektur Jenderal. kepegawaian. kerumahtanggaan. e. dan nepotisme.

pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyuluhan kehutanan. d. (2) Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan dipimpin oleh Kepala Badan. . penyusunan kebijakan teknis.165 BAB IX BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA KEHUTANAN Bagian Pertama Kedudukan. dan program di bidang penyuluhan dan pengembangan sumber daya manusia kehutanan. programa. rencana. Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 645 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 644. pelaksanaan administrasi Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan. b.dan e. pemantauan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penyuluhan dan pengembangan sumber daya manusia kehutanan. c. Tugas dan Fungsi Pasal 643 (1) Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan adalah unsur pendukung yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kehutanan. Pasal 644 Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan mempunyai tugas melaksanakan tugas di bidang penyuluhan dan pengembangan Sumber Daya manusia kehutanan. pelaksanaan tugas di bidang penyuluhan dan pengembangan sumber daya manusia kehutanan sesuai peraturan perundang-undangan.

b. program dan anggaran. Bagian Keuangan dan Umum. evaluasi dan pelaporan rencana.dan d. informasi. Diseminasi dan Perpustakaan. serta pelayanan administrasi di lingkungan Badan. koordinasi dan pemantauan. b. Pasal 648 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 647. Pusat Pengembangan Penyuluhan Kehutanan. koordinasi dan pengelolaan data. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Badan. anggaran. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kehutanan. c. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pasal 647 Sekretariat Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan mempunyai tugas melaksanakan koordinasi. Pusat Pelayanan Penyuluhan Kehutanan. Sekretariat Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan menyelenggarakan fungsi: a. c. Sekretariat Badan. koordinasi dan penyusunan rencana.dan d. Bagian Program dan Kerja Sama. Pasal 649 Sekretariat Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan terdiri atas: a. Bagian Evaluasi. c. program. Bagian Kepegawaian. dan kerja sama. pembinaan. b.166 Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 646 Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan terdiri atas: a.dan d. publikasi dan diseminasi hasil penyuluhan serta pengelolaan urusan perpustakaan. Hukum dan Organisasi Tata Laksana. .

pelaksanaan administrasi dan bahan kerja sama di lingkungan Badan. b. Subbagian Program. program dan anggaran. Bagian Evaluasi menyelenggarakan fungsi: . Diseminasi dan Perpustakaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi evaluasi dan pelaporan rencana. Subbagian Anggaran. Bagian Program dan Kerja sama menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Kerja Sama. penyusunan dan pelaksanaan rencana. Pasal 652 Bagian Program dan Anggaran terdiri atas: a.167 Pasal 650 Bagian Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi.dan c. bahan koordinasi dan (3) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan koordinasi penyusunan naskah kerja sama. serta pengelolaan data informasi. Pasal 653 (1) Subbagian Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program kerja. (2) Subbagian Anggaran mempunyai tugas penyiapan penyusunan rencana. urusan perpustakaan dan diseminasi. penyusunan dan pelaksanaan rencana.dan b. Pasal 654 Bagian Evaluasi. Pasal 651 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 650. program dan anggaran di lingkungan Badan. penyiapan bahan koordinasi. program dan kegiatan. revisi atau perubahan anggaran. dan perjanjian/perikatan serta pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kerja sama. serta administrasi kerjasama di lingkungan Badan. Pasal 655 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 654.

168

a. penyiapan bahan koordinasi evaluasi dan pelaporan rencana, program dan kegiatan; b. penyiapan bahan pengelolaan data dan informasi serta penyusunan statistik;dan c. penyiapan bahan pelaksanaan urusan perpustakaan, publikasi dan diseminasi. Pasal 656 Bagian Evaluasi, Diseminasi dan Perpustakaan terdiri atas: a. Subbagian Data dan Informasi; b. Subbagian Evaluasi Pelaporan;dan c. Subbagian Diseminasi, Publikasi dan Perpustakaan. Pasal 657 (1) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas penyiapan bahan koordinasi pengelolaan data dan informasi serta penyusunan statistik di lingkungan Badan. (2) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pemantuan, evaluasi dan pelaporan kinerja rencana, program dan kegiatan. (3) Subbagian Diseminasi, Publikasi dan Perpustakaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan perpustakaan, publikasi dan diseminasi. Pasal 658 Bagian Kepegawaian, Hukum dan Organisasi Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan administrasi kepegawaian, penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan, pemberian pertimbangan dan bantuan hukum, serta pembinaan organisasi dan ketatalaksanaan. Pasal 659 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 658, Bagian Kepegawaian, Hukum, Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan administrasi kepegawaian umum; b. pelaksanaan urusan administrasi jabatan fungsional;dan c. penyiapan bahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan, penelaahan, pertimbangan dan bantuan hukum, serta organisasi ketatalaksanaan.

169

Pasal 660 Bagian Kepegawaian, Hukum dan Organisasi Tata Laksana terdiri atas: a. Subbagian Administrasi Kepegawaian; b. Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional;dan c. Subbagian Hukum, Organisasi dan Tata Laksana. Pasal 661 (1) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana formasi pegawai, dan administrasi kepegawaian. (2) Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan pendidikan, pelatihan, pendisiplinan dan penghargaan pegawai serta administrasi jabatan fungsional. (3) Subbagian Hukum, Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan, pemberian pertimbangan dan bantuan hukum, serta pembinaan organisasi dan ketatalaksanaan. Pasal 662 Bagian Keuangan dan Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata persuratan, administrasi keuangan, serta pengelolaan rumah tangga dan barang milik negara. Pasal 663 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 662, Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan surat menyurat dan kearsipan; b. pelaksanaan akuntansi, verifikasi dan tindak lanjut hasil pemeriksaan;dan c. pelaksanaan urusan rumah tangga dan barang milik negara; Pasal 664 Bagian Keuangan dan Umum terdiri atas: a. Subbagian Tata Usaha; b. Subbagian Administrasi Keuangan;dan c. Subbagian Perlengkapan. Pasal 665 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan, kearsipan dan pembinaan tata persuratan.

170

(2) Subbagian Administrasi Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan tata laksana keuangan, penyusunan rencana anggaran gaji dan penggajian, penyiapan bahan perbendaharaan, melakukan akuntansi keuangan dan barang milik negara, pembinaan kebendaharaan petugas SAI dan petugas SIMAK-BMN, verifikasi, pelaporan keuangan, penyelesaian tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. (3) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan urusan rumah tangga dan pengelolaan barang milik negara. Bagian Keempat Pusat Pengembangan Penyuluhan Kehutanan Pasal 666 Pusat Pengembangan perumusan kebijakan kehutanan. Penyuluhan Kehutanan mempunyai tugas melaksanakan dan pelaksanaan kebijakan pengembangan penyuluhan

Pasal 667 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pengembangan Penyuluhan Kehutanan menyelenggarakan fungsi: Pasal 666, Pusat

a. penyiapan perumusan kebijakan teknis di bidang pengembangan metode, sarana dan alat bantu penyuluhan, serta programa penyuluhan kehutanan; b. penyiapan pelaksanaan tugas di bidang pengembangan metode, sarana dan alat bantu penyuluhan, serta programa penyuluhan kehutanan; c. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengembangan metode, sarana dan alat bantu penyuluhan, serta programa penyuluhan kehutanan; d. penyiapan pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pengembangan metode, sarana dan alat bantu penyuluhan, serta programa penyuluhan kehutanan;dan e. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. Pasal 668 Pusat Pengembangan Penyuluhan Kehutanan terdiri atas: a. Bidang Metode, Materi dan Alat Bantu Penyuluhan;dan b. Bidang Programa.

171

Pasal 669 Bidang Metode, Materi dan Alat Bantu Penyuluhan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan, pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis, dan evaluasi bimbingan teknis, serta evaluasi dan pelaporan di bidang metode, materi dan alat bantu penyuluhan kehutanan. Pasal 670 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 669, Bidang Metode, Materi dan Alat Bantu Penyuluhan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis di bidang pengembangan metode, materi, sarana dan alat bantu penyuluhan; b. penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang pengembangan metode, materi, sarana dan alat bantu penyuluhan; c. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengembangan metode, sarana dan alat bantu penyuluhan, serta programa penyuluhan kehutanan;dan d. penyiapan pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pengembangan metode, sarana dan alat bantu penyuluhan, serta programa penyuluhan kehutanan Pasal 671 Bidang Metode, Materi dan Alat Bantu Penyuluhan dari: a. Subbidang Metode dan Materi Penyuluhan;dan b. Subbidang Sarana dan Alat Bantu Penyuluhan. Pasal 672 (1) Subbidang Metode dan Materi Penyuluhan mempunyai melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan tugas, pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis, serta pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang metode dan materi penyuluhan kehutanan. (2) Subbidang Sarana dan Alat Bantu Penyuluhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan tugas, pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis, serta pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang sarana dan alat bantu penyuluhan.

172

Pasal 673 Bidang Programa Penyuluhan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan, pelaksanaan tugas, pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis, serta evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang programa penyuluhan kehutanan. Pasal 674 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Pasal 673, Bidang Programa Penyuluhan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis di bidang programa penyuluhan kehutanan; b. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang programa penyuluhan kehutanan; c. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang programa penyuluhan kehutanan;dan d. penyiapan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang programa penyuluhan kehutanan. Pasal 675 Bidang Programa Penyuluhan dari: a. Subbidang Penyusunan Programa;dan b. Subbidang Bimbingan Teknis Penyusunan Programa. Pasal 676 (1) Subbidang Penyusunan Programa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan tugas, pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis, serta pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penyusunan dan evaluasi programa penyuluhan kehutanan di tingkat pusat. (2) Subbidang Bimbingan Teknis Penyusunan Programa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan tugas, pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis, serta pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang bimbingan teknis penyusunan programa penyuluhan kehutanan.

c. b. Bagian Kelima Pusat Pelayanan Penyuluhan Kehutanan Pasal 678 Pusat Pelayanan Penyuluhan Kehutanan mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan dan pelaksanaan kebijakan pelayanan penyuluhan kehutanan.dan e. Pasal 679 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 678. kepegawaian. . evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pemberdayaan masyarakat dan pembinaan personil penyuluh. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. Pasal 680 Pusat Pelayanan Penyuluhan Kehutanan terdiri atas: a. penyiapan perumusan kebijakan teknis di bidang pemberdayaan masyarakat dan pembinaan personil penyuluh. kerumahtanggaan. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pemberdayaan masyarakat dan pembinaan personil penyuluh. Bidang Pembinaan Penyuluh. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas sehari-hari secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Bidang Programa Penyuluhan. keuangan. d. penyiapan pemantauan.dan b. Bidang Pemberdayaan Masyarakat. penyiapan pelaksanaan tugas di bidang pemberdayaan masyarakat dan pembinaan personil penyuluh. kearsipan dan pelaporan Pusat. Pusat Pelayanan Penyuluhan Kehutanan menyelenggarakan fungsi: a.173 Pasal 677 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan.

penyiapan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pemberdayaan masyarakat. Pasal 684 (1) Subbidang Bimbingan Teknis mempunyai tugas melakukan melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.dan d. dan evaluasi bimbingan teknis. serta pemantauan. c. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pemberdayaan masyarakat. Pasal 683 Bidang Pemberdayaan Masyarakat terdiri atas: a. Bidang Pemberdayaan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. serta pemantauan. Pasal 682 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 681. serta evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pemberdayaan masyarakat. Subbidang Pembinaan Kelembagaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pembinaan kelembagaan masyarakat. b. pemberian bimbingan teknis. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang pemberdayaan masyarakat. (2) Subbidang Kelembagaan mempunyai tugas melakukan melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis. pelaksanaan tugas. Subbidang Bimbingan Teknis. . pelaksanaan tugas. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pemberdayaan masyarakat.dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis di bidang pemberdayaan masyarakat.174 Pasal 681 Bidang Pemberdayaan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan.

penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pembinaan tenaga penyuluh kehutanan.dan d. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis di bidang pembinaan tenaga penyuluh kehutanan. serta pemantauan. pelaksanaan tugas. . (2) Subbidang Aparatur Penyuluh mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan tugas. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang aparatur penyuluh kehutanan. Bidang Pembinaan Penyuluh menyelenggarakan fungsi: a.dan b. Subbidang Penyuluh Swasta dan Swadaya. pelaksanaan tugas. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis. c. Pasal 688 (1) Subbidang Penyuluh Swasta dan Swadaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis. pemberian bimbingan teknis.175 Pasal 685 Bidang Pembinaan Penyuluh mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Pasal 686 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Pasal 685. penyiapan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pembinaan tenaga penyuluh kehutanan. dan evaluasi bimbingan teknis. serta evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pembinaan tenaga penyuluh kehutanan. Subbidang Aparatur Penyuluh. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pembinaan penyuluh kehutanan swasta dan swadaya. serta pemantauan. b. penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang pembinaan tenaga penyuluh kehutanan. Pasal 687 Bidang Pembinaan Tenaga Penyuluhan dari: a.

Pasal 692 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kehutanan terdiri atas: a. b. kerumahtanggaan. sistem. sistem. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. evaluasi. pelaksanaan tugas di bidang pendidikan dan pelatihan kehutanan meliputi tenaga. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan.176 Pasal 689 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. penyiapan perumusan kebijakan teknis di bidang pendidikan dan pelatihan kehutanan meliputi tenaga. Bagian Keenam Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kehutanan Pasal 690 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kehutanan mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bagi aparatur kehutanan. Bagian Tata Usaha. Bidang Pengelolaan Pendidikan.dan e. .dan d. serta sarana pendidikan dan pelatihan. kepegawaian. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas sehari-hari secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Bidang Kemitraan Penyuluhan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kehutanan menyelenggarakan fungsi: a. c. b. tata cara. keuangan. pemantauan. tata cara. Pasal 691 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Pasal 690. tata cara. d. c. penyusunan rencana. kearsipan dan pelaporan Pusat. sistem. dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pendidikan dan pelatihan kehutanan meliputi tenaga. program. serta sarana pendidikan dan pelatihan. serta sarana pendidikan dan pelatihan. kerja sama dan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan sumberdaya manusia aparatur dan sumberdaya manusia kehutanan.

serta pemantauan. penyiapan evaluasi. dan evaluasi bimbingan teknis. metode. pelaksanaan tugas. kurikulum silabus. serta pengelolaan hutan pendidikan dan pelatihan.dan b. Subbidang Evaluasi dan Pelaporan Pendidikan dan Pelatihan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang kerja sama. dan pelaporan pelaksanaan tugas pengembangan pendidikan dan pelatihan. penyiapan bahan penyusunan rencana. serta pemantauan. dan program pendidikan dan pelatihan. Pasal 694 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pasal 693. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis di bidang pengembangan pendidikan dan pelatihan. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis. serta evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang program dan rencana kegiatan pengembangan pendidikan dan pelatihan. dan kerja sama pendidikan dan pelatihan. (2) Subbidang Evaluasi dan Pelaporan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 695 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan terdiri atas: a.dan e. pelaksanaan kebijakan. . pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang identifikasi kebutuhan. pelaksanaan tugas. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. program.177 Pasal 693 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Pasal 696 (1) Subbidang Perencanaan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. d. penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang pengembangan pendidikan dan pelatihan. pemberian bimbingan teknis. Subbidang Perencanaan Pendidikan dan Pelatihan. c. dan evaluasi pasca pendidikan dan pelatihan. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengembangan pendidikan dan pelatihan.

fungsional. serta evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan. Pasal 700 (1) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. pemberian bimbingan teknis. dan teknis. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Penjenjangan. Pasal 698 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 697. dan evaluasi bimbingan teknis. penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan. fungsional. fungsional. fungsional. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pendidikan dan pelatihan teknis kepemimpinan dan teknis fungsional. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis. serta pemantauan. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan. pelaksanaan kebijakan. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknis. penyiapan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan. pelaksanaan tugas. pelaksanaan tugas.178 Pasal 697 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. dan teknis. dan teknis. d. penyelenggaraan b.dan b. serta teknis. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pendidikan dan pelatihan teknis kehutanan. Pasal 699 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan terdiri atas: a. c. . serta pemantauan. dan teknis. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis. fungsional. (2) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Penjenjangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.

perlengkapan.179 Pasal 701 Bidang Pengelolaan Pendidikan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis. Pasal 703 Bidang Pengelolaan Pendidikan terdiri atas: a. Pasal 702 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Pasal 701. dan fasilitasi penyelenggaraan pendidikan lanjutan. c. serta pemantauan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang fasilitasi pendidikan lanjutan. (2) Subbidang Pendidikan Lanjutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan kehumasan. kepegawaian. Subbidang Pendidikan Menengah. Bidang Pengelolaan Pendidikan menyelenggarakan fungsi: a. ketatausahaan. serta evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pendidikan menengah kehutanan. pelaksanaan tugas. dan pendidikan lanjutan. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pendidikan menengah kehutanan. . pelaksanaan kebijakan. Pasal 704 (1) Subbidang Pendidikan Menengah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pendidikan menengah kehutanan. serta pemantauan. Pasal 705 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan keuangan. dan evaluasi bimbingan teknis. rumah tangga. pemberian bimbingan teknis. penyiapan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pengelolaan pendidikan. pelaksanaan tugas. b.dan b. penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang pendidikan menengah kehutanan. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis. Subbidang Pendidikan Lanjutan.dan d. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis di bidang pendidikan menengah kehutanan.

penyelesaian kasus tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. pendisiplinan. pelaporan keuangan. verifikasi. kearsipan. kehumasan. tata laksana keuangan. (2) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana formasi. . Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan urusan kepegawaian dan kehumasan. Subbagian Keuangan dan Umum. Pasal 708 (1) Subbagian Keuangan dan Umum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan urusan tata usaha.180 Pasal 706 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Pasal 705. pengelolaan barang milik negara.dan c. Pasal 707 Bagian Tata Usaha terdiri atas: a. pengelolaan urusan keuangan. Subbagian Kepegawaian. pengelolaan urusan barang milik negara. perbendaharaan. tata usaha dan rumah tangga. pembinaan kebendaharawanan. penghargaan pegawai serta administrasi jabatan fungsional. pengembangan pegawai. rumah tangga.dan b. administrasi kepegawaian. penggajian. b.

pemantauan. c. (2) Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan dipimpin oleh Kepala Badan. Tugas dan Fungsi Pasal 709 (1) Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan adalah unsur pendukung yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kehutanan. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penelitian dan pengembangan kehutanan.dan d. . penyusunan kebijakan teknis. Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 711 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 710. Pasal 710 Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan di bidang kehutanan termasuk penyebarluasan hasil-hasil penelitian dan pengembangan kepada pengguna baik internal maupun eksternal Kementerian Kehutanan.181 BAB X BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEHUTANAN Bagian Pertama Kedudukan. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 712 Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan terdiri atas: a. pelaksanaan tugas di bidang penelitian dan pengembangan kehutanan. b. rencana dan program di bidang penelitian dan pengembangan kehutanan. pelaksanaan administrasi Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Konservasi dan Rehabilitasi. Pusat Penelitian dan Pengembangan Produktivitas Hutan. Sekretariat Badan. c.

koordinasi dan pemantauan. anggaran. pembinaan.182 d. serta pelayanan administrasi di lingkungan Badan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Badan. program dan anggaran. Pasal 716 Bagian Program dan Kerja sama mempunyai tugas melaksanakan koordinasi penyusunan dan pelaksanaan rencana. program dan anggaran. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pasal 713 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan mempunyai tugas melaksanakan koordinasi. koordinasi dan penyusunan rencana. evaluasi dan pelaporan rencana. serta administrasi kerja sama.dan e. Bagian Umum dan Keuangan. c.dan d. publikasi dan diseminasi hasil penelitian serta pengelolaan urusan perpustakaan. Bagian Evaluasi. b. b. informasi. Diseminasi dan Perpustakaan. Pasal 715 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan terdiri atas: a. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Kepegawaian. c. Pusat Penelitian dan Pengembangan Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Perubahan Iklim dan Kebijakan. supervisi. program. koordinasi dan pengelolaan data. . Pasal 714 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 713. Hukum dan Organisasi Tata Laksana. dan kerja sama. Bagian Program dan Kerja sama.dan d.

Subbagian Anggaran. prosedur. urusan perpustakaan dan diseminasi hasil penelitian dan pengembangan. standar. dan kriteria kawasan hutan dengan tujuan khusus penelitian dan pengembangan.dan b. Bagian Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. revisi atau perubahan anggaran. program dan kegiatan.dan c. program dan anggaran. serta penyiapan bahan perumusan norma. publikasi dan diseminasi. dan perjanjian/perikatan serta pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kerja sama. b. dan kegiatan penelitian dan pengembangan.183 Pasal 717 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 716. b. Pasal 720 Bagian Evaluasi. penyiapan administrasi dan bahan kerja sama. Pasal 721 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 720. penyiapan penyusunan rencana. (2) Subbagian Anggaran mempunyai tugas penyiapan bahan penyusunan rencana. Subbagian Program. penyiapan bahan pelaksanaan urusan perpustakaan. (3) Subbagian Kerja sama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan koordinasi penyusunan naskah kerja sama. Subbagian Kerja sama. Pasal 719 (1) Subbagian Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. Diseminasi. program dan kegiatan. Pasal 718 Bagian Program dan Kerjasama terdiri atas: a. Bagian Program dan Kerja sama menyelenggarakan fungsi: a. serta pengelolaan data informasi. dan Perpustakaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi evaluasi dan pelaporan rencana. penyiapan bahan koordinasi evaluasi dan pelaporan rencana.dan c. program. . penyiapan bahan pengelolaan data dan informasi serta penyusunan statistik.

Pasal 725 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 724. penyiapan penyusunan bahan dan penyusunan rancangan peraturan perundangundangan. Subbagian Diseminasi. . Subbagian Evaluasi Pelaporan.dan c. b. pertimbangan. Subbagian Administrasi Kepegawaian. Pasal 724 Bagian Kepegawaian. Publikasi dan Perpustakaan. Bagian Kepegawaian. dan organisasi ketatalaksanaan. Publikasi dan Perpustakaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan perpustakaan. b. Subbagian Hukum dan Organisasi Tata Laksana. serta pembinaan dan penataan organisasi. publikasi dan diseminasi. (2) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pemantuan. Hukum dan Organisasi Tatalaksana menyelenggarakan fungsi: a.dan c. b. Pasal 723 (1) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas penyiapan bahan koordinasi pengelolaan data dan informasi serta penyusunan statistik di lingkungan Badan. penelaahan permasalahan.184 Pasal 722 Bagian Evaluasi dan Perpustakaan terdiri atas: a. program dan kegiatan. pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. Hukum dan Organisasi Tata Laksana terdiri atas: a. pelaksanaan urusan administrasi jabatan fungsional. Pasal 726 Bagian Kepegawaian. Hukum dan Organisasi Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan administrasi kepegawaian. Subbagian Data dan Informasi. pelaksanaan urusan administrasi kepegawaian umum.dan c. penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan. bantuan hukum. ketatalaksanaan. evaluasi dan pelaporan kinerja rencana. Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional. (3) Subbagian Diseminasi.

185

Pasal 727 (1) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana formasi pegawai, dan administrasi kepegawaian. (2) Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan pendidikan, pelatihan, pendisiplinan dan penghargaan pegawai serta administrasi jabatan fungsional. (3) Subbagian Hukum dan Organisasi Tata Laksana mempunyai tugas penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan, pemberian pertimbangan dan bantuan hukum, serta pembinaan dan penataan organisasi, ketatalaksanaan. Pasal 728 Bagian Keuangan dan Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata persuratan, administrasi keuangan, serta pengelolaan rumah tangga dan barang milik negara. Pasal 729 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 728, Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan surat menyurat dan kearsipan; b. pelaksanaan akuntansi, verifikasi dan tindak lanjut hasil pemeriksaan;dan c. pelaksanaan urusan rumah tangga dan barang milik negara; Pasal 730 Bagian Keuangan dan Umum terdiri atas: a. Subbagian Tata Usaha; b. Subbagian Administrasi Keuangan;dan c. Subbagian Perlengkapan. Pasal 731 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan, kearsipan dan pembinaan tata persuratan. (2) Subbagian Administrasi Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan tata laksana keuangan, penyusunan rencana anggaran gaji dan penggajian, penyiapan bahan perbendaharaan, melakukan akuntansi keuangan dan barang milik negara, pembinaan kebendaharaan petugas SAI dan petugas SIMAK-BMN, verifikasi, pelaporan keuangan, penyelesaian tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi.

186

(3) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan urusan rumah tangga dan pengelolaan barang milik negara. Bagian Keempat Pusat Penelitian dan Pengembangan Konservasi dan Rehabilitasi Pasal 732 Pusat Penelitian dan Pengembangan Konservasi dan Rehabilitasi mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang konservasi dan rehabilitasi berdasarkan kebijakan Kepala Badan. Pasal 733 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 732, Pusat Penelitian dan Pengembangan Konservasi dan Rehabilitasi menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan kebijakan teknis, rencana dan program penelitian dan pengembangan di bidang konservasi dan rehabilitasi sumberdaya alam; b. pelaksanaan tugas di bidang penelitian dan pengembangan konservasi dan rehabilitasi sumberdaya alam; c. pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penelitian dan pengembangan konservasi dan rehabilitasi sumberdaya alam; d. pembinaan dan pengendalian teknis pelaksanaan penelitian konservasi dan rehabilitasi sumberdaya alam oleh unit pelaksana teknis;dan e. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. Pasal 734 Pusat Penelitian dan Pengembangan Konservasi dan Rehabilitasi terdiri atas: a. Bidang Program dan Evaluasi Penelitian; b. Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian;dan c. Bagian Tata Usaha. Pasal 735 Bidang Program dan Evaluasi Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana, program dan kegiatan, serta penyiapan evaluasi, sintesa hasil penelitian serta pelaporan kegiatan penelitian di bidang konservasi dan rehabilitasi sumber daya alam.

187

Pasal 736 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 735, Bidang Program dan Evaluasi Penelitian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penyusunan kebijakan teknis penyusunan rencana dan program penelitian di bidang konservasi dan rehabilitasi sumberdaya alam; b. penyiapan pelaksanaan tugas di bidang penyusunan rencana dan program penelitian konservasi dan rehabilitasi sumberdaya alam;dan c. penyiapan pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penelitian konservasi dan rehabilitasi sumberdaya alam. Pasal 737 Bidang Program dan Evaluasi Penelitian terdiri atas: a. Subbidang Program dan Anggaran Penelitian;dan b. Subbidang Evaluasi dan Pelaporan. Pasal 738 (1) Subbidang Program dan Anggaran Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan rencana, program dan kegiatan penelitian di bidang konservasi dan rehabilitasi sumber daya alam. (2) Subbidang Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan pemantauan, evaluasi termasuk evaluasi umpan balik pemanfaatan iptek, sintesa penelitian serta pelaporan Pusat. Pasal 739 Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengelolaan data dan informasi, publikasi dan diseminasi hasil penelitian, kerja sama, fasilitasi uji coba tindak lanjut hasil penelitian dan perakitan teknologi, difusi dan pemanfaatan iptek, pembinaan dan pengendalian teknis penelitian dan pengembangan konservasi dan rehabilitasi sumberdaya alam pada unit pelaksana teknis, serta perlindungan hak atas kekayaan intelektual bidang konservasi dan rehabilitasi sumber daya alam serta pengelolaan hutan dengan tujuan khusus. Pasal 740 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Pasal 739, Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian menyelenggarakan fungsi:

188

a. penyiapan penyusunan kebijakan teknis pengelolaan data dan informasi, publikasi dan diseminasi hasil penelitian di bidang konservasi dan rehabilitasi sumber daya alam; b. penyiapan pelaksanaan tugas di bidang pengelolaan data dan informasi, publikasi dan diseminasi hasil penelitian konservasi dan rehabilitasi sumber daya alam; c. penyiapan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pengelolaan data dan informasi, publikasi dan diseminasi hasil penelitian konservasi dan rehabilitasi sumber daya alam; d. penyiapan pembinaan dan pengendalian teknis pelaksanaan penelitian dan pengembangan konservasi dan rehabilitasi sumberdaya alam pada unit pelaksana teknis;dan e. fasilitasi uji coba tindak lanjut hasil penelitian dan perakitan teknologi, pengelolaan kerja sama serta pengelolaan hutan dengan tujuan khusus. Pasal 741 Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian terdiri atas: a. Subbidang Data, Informasi dan Diseminasi;dan b. Subbidang Tindak Lanjut Hasil Penelitian. Pasal 742 (1) Subbidang Data, Informasi dan diseminasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan data, informasi, publikasi, dokumentasi, dan diseminasi hasil penelitian, serta seminar dan pameran. (2) Subbidang Tindak Lanjut Hasil Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan fasilitasi uji coba tindak lanjut hasil penelitian, perakitan teknologi, pengurusan perlindungan hak kekayaan intelektual hasil penelitian, kerja sama dan pengelolaan hutan dengan tujuan khusus, serta pembinaan dan pengendalian teknis pelaksanaan penelitian dan pengembangan konservasi dan rehabilitasi sumberdaya alam pada unit pelaksana teknis. Pasal 743 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan dan rumah tangga, kepegawaian dan ketatalaksanaan, keuangan dan barang milik negara. Pasal 744 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pasal 743, Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi:

189

a. pelaksanaan urusan ketatausahaan, kepegawaian serta ketatalaksanaan;dan b. pelaksanaan urusan keuangan dan barang milik negara. Pasal 745 Bagian Tata Usaha terdiri atas: a. Subbagian Tata Usaha dan Kepegawaian;dan b. Subbagian Keuangan dan Perlengkapan. Pasal 746 (1) Subbagian Tata Usaha dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan, ketatalaksanaan, kerumahtanggaan, dan penyiapan bahan laporan serta urusan kepegawaian. (2) Subbagian Keuangan dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan administrasi keuangan, tindak lanjut hasil pemeriksaan, penyusunan laporan keuangan, pengelolaan barang milik negara dan pengelolaan laboratorium penelitian. Bagian Kelima Pusat Penelitian dan Pengembangan Produktivitas Hutan Pasal 747 Pusat Penelitian dan Pengembangan Produktivitas Hutan mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang produktivitas hutan berdasarkan kebijakan Kepala Badan. Pasal 748 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 747, Pusat Penelitian dan Pengembangan Produktivitas Hutan menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan kebijakan teknis, rencana dan program penelitian dan pengembangan di bidang produktivitas hutan; b. pelaksanaan tugas di bidang penelitian dan pengembangan produktivitas hutan; c. pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penelitian dan pengembangan produktivitas hutan; d. pembinaan dan pengendalian teknis pelaksanaan penelitian produktivitas hutan oleh unit pelaksana teknis;dan e. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat.

sintesa hasil penelitian serta pelaporan kegiatan penelitian di bidang produktivitas hutan. evaluasi termasuk evaluasi umpan balik pemanfaatan iptek. Bidang Program dan Evaluasi Penelitian menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penelitian di bidang produktivitas hutan. Pasal 751 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 750. Pasal 752 Bidang Program dan Evaluasi Penelitian terdiri atas: a. penyiapan pemantauan. . serta penyiapan evaluasi. penyiapan pelaksanaan tugas di bidang penyusunan rencana dan program penelitian produktivitas hutan. Pasal 750 Bidang Program dan Evaluasi Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana. (2) Subbidang Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan pemantauan.190 Pasal 749 Pusat Penelitian dan Pengembangan Produktivitas Hutan terdiri atas: a.dan c. Subbidang Evaluasi dan Pelaporan. Bidang Program dan Evaluasi Penelitian.dan c. Pasal 753 (1) Subbidang Program dan Anggaran Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan rencana. program dan kegiatan penelitian di bidang produktivitas hutan. program dan kegiatan. b. Subbidang Program dan Anggaran Penelitian. b.dan b. Bagian Tata Usaha. Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian. penyiapan penyusunan kebijakan teknis penyusunan rencana dan program penelitian di bidang produktivitas hutan. sintesa penelitian serta pelaporan Pusat.

fasilitasi uji coba tindak lanjut hasil penelitian dan perakitan teknologi. Pasal 757 (1) Subbidang Data. serta pembinaan dan pengendalian teknis pelaksanaan penelitian produktivitas hutan oleh unit pelaksana teknis.dan e. publikasi dan diseminasi hasil penelitian di bidang produktivitas hutan. dan diseminasi hasil penelitian. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kebijakan urusan pengelolaan data dan informasi. fasilitasi uji coba tindak lanjut hasil penelitian dan perakitan teknologi. publikasi. (2) Subbidang Tindak Lanjut Hasil Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan fasilitasi uji coba tindak lanjut hasil penelitian. Informasi dan diseminasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan data. Informasi dan Diseminasi. Subbidang Tindak Lanjut Hasil Penelitian. penyiapan penyusunan kebijakan teknis pengelolaan data dan informasi.191 Pasal 754 Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengelolaan data dan informasi. publikasi dan diseminasi hasil penelitian di bidang produktivitas hutan. perakitan teknologi. penyiapan pelaksanaan kebijakan teknis urusan pengelolaan data dan informasi. publikasi dan diseminasi hasil penelitian di bidang produktivitas hutan.dan b. b. Pasal 755 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Pasal 754. Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian menyelenggarakan fungsi: a. dokumentasi. pembinaan dan pengendalian teknis penelitian dan pengembangan produktivitas hutan pada unit pelaksana teknis. kerja sama dan pengelolaan hutan dengan tujuan khusus. penyiapan pembinaan dan pengendalian teknis pelaksanaan penelitian produktivitas hutan oleh unit pelaksana teknis. Pasal 756 Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian terdiri atas: a. serta perlindungan hak atas kekayaan intelektual di bidang produktivitas hutan serta pengelolaan hutan dengan tujuan khusus. kerja sama. pengelolaan kerja sama serta pengelolaan hutan dengan tujuan khusus. difusi dan pemanfaatan iptek. informasi. Subbidang Data. publikasi dan diseminasi hasil penelitian. pengurusan perlindungan hak kekayaan intelektual hasil penelitian. c. serta seminar dan pameran. penyiapan pemantauan. . d.

dan penyiapan bahan laporan serta urusan kepegawaian.192 Pasal 758 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan dan rumah tangga.dan b. Subbagian Tata Usaha dan Kepegawaian. pelaksanaan urusan ketatausahaan. kerumahtanggaan. Pasal 763 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pasal 762. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Keenam Pusat Penelitian dan Pengembangan Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan Pasal 762 Pusat Penelitian dan Pengembangan Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang keteknikan kehutanan dan pengolahan hasil hutan berdasarkan kebijakan Kepala Badan. tindak lanjut hasil pemeriksaan. penyusunan laporan keuangan dan pengelolaan barang milik negara dan pengelolaan laboratorium penelitian. pelaksanaan urusan keuangan dan barang milik negara. ketatalaksanaan. keuangan dan barang milik negara. Pasal 759 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pasal 758. Pasal 761 (1) Subbagian Tata Usaha dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. Subbagian Keuangan dan Perlengkapan. (2) Subbagian Keuangan dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan administrasi keuangan. Pasal 760 Bagian Tata Usaha terdiri atas: a.dan b. kepegawaian serta ketatalaksanaan. kepegawaian dan ketatalaksanaan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan menyelenggarakan fungsi: .

pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. Bagian Tata Usaha. pemantauan.dan e. Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian. penyusunan kebijakan teknis. program dan kegiatan. b. penyiapan penyusunan kebijakan teknis penyusunan rencana dan program penelitian di bidang keteknikan kehutanan dan pengolahan hasil hutan.dan c. sintesa hasil penelitian serta pelaporan kegiatan penelitian di bidang keteknikan kehutanan dan pengolahan hasil hutan. Pasal 764 Pusat Penelitian dan Pengembangan Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan terdiri atas: a. Pasal 765 Bidang Program dan Evaluasi Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penelitian keteknikan kehutanan dan pengolahan hasil hutan. Pasal 766 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 765. pelaksanaan tugas di bidang penelitian dan pengembangan keteknikan kehutanan dan pengolahan hasil hutan.dan c. Subbidang Evaluasi dan Pelaporan. pembinaan dan pengendalian teknis pelaksanaan penelitian keteknikan kehutanan dan pengolahan hasil hutan oleh unit pelaksana teknis. penyiapan pelaksanaan tugas di bidang penelitian keteknikan kehutanan dan pengolahan hasil hutan. Pasal 767 Bidang Program dan Evaluasi Penelitian terdiri atas: a. d. serta penyiapan evaluasi. Subbidang Program dan Anggaran Penelitian. b. penyiapan pemantauan.193 a. . c. rencana dan program penelitian dan pengembangan di bidang keteknikan kehutanan dan pengolahan hasil hutan. Bidang Program dan Evaluasi Penelitian menyelenggarakan fungsi: a.dan b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penelitian dan pengembangan keteknikan kehutanan dan pengolahan hasil hutan. Bidang Program dan Evaluasi Penelitian. b.

program dan kegiatan penelitian di bidang keteknikan kehutanan dan pengolahan hasil hutan.dan e. pembinaan dan pengendalian teknis penelitian dan pengembangan keteknikan kehutanan dan pengolahan hasil hutan pada unit pelaksana teknis. serta perlindungan hak atas kekayaan intelektual di bidang keteknikan kehutanan dan pengolahan hasil hutan serta pengelolaan hutan dengan tujuan khusus. fasilitasi uji coba tindak lanjut hasil penelitian dan perakitan teknologi. Pasal 770 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Pasal 769. Informasi dan Diseminasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pengelolaan data dan informasi. fasilitasi uji coba tindak lanjut hasil penelitian dan perakitan teknologi. Subbidang Data. sintesa penelitian serta pelaporan Pusat. penyiapan pelaksanaan tugas di bidang pengelolaan data dan informasi. Pasal 771 Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian terdiri atas: a. difusi dan pemanfaatan iptek. publikasi dan diseminasi hasil penelitian. publikasi dan diseminasi hasil penelitian keteknikan dan pengolahan hasil hutan. kerja sama. b. (2) Subbidang Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan pemantauan. penyiapan pemantauan. publikasi dan diseminasi hasil penelitian keteknikan dan pengolahan hasil hutan. publikasi dan diseminasi hasil penelitian di bidang keteknikan dan pengolahan hasil hutan. penyiapan penyusunan kebijakan teknis pengelolaan data dan informasi. penyiapan pembinaan dan pengendalian teknis pelaksanaan penelitian dan pengembangan keteknikan kehutanan dan pengolahan hasil hutan pada unit pelaksana teknis.194 Pasal 768 (1) Subbidang Program dan Anggaran Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan rencana. kerja sama serta pengelolaan hutan dengan tujuan khusus. Pasal 769 Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengelolaan data dan informasi. Subbidang Tindak Lanjut Hasil Penelitian . evaluasi termasuk evaluasi umpan balik pemanfaatan iptek.dan b. d. Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian menyelenggarakan fungsi: a. c.

pelaksanaan urusan keuangan dan barang milik negara. Informasi dan diseminasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan dan pengolahan bahan data dan informasi. perakitan teknologi. kerumahtanggaan. Subbagian Keuangan dan Perlengkapan.195 Pasal 772 (1) Subbidang Data. Pasal 775 Bagian Tata Usaha terdiri atas: a. .dan b. tindak lanjut hasil pemeriksaan penyusunan. kepegawaian dan ketatalaksanaan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. publikasi dan dokumentasi. keuangan dan pengeloaan barang milik negara. ketatalaksanaan. pengurusan perlindungan hak kekayaan intelektual hasil penelitian. diseminasi hasil penelitian serta pelaksanaan seminar dan pameran. Pasal 773 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan dan rumah tangga.dan b. Pasal 774 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pasal 773. (2) Subbidang Tindak Lanjut Hasil Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan fasilitasi uji coba tindak lanjut hasil penelitian. pelaksanaan urusan ketatausahaan dan kepegawaian serta ketatalaksanaan. dan penyiapan bahan laporan serta urusan kepegawaian. Pasal 776 (1) Subbagian Tata Usaha dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. serta pembinaan dan pengendalian teknis pelaksanaan penelitian dan pengembangan keteknikan kehutanan dan pengolahan hasil hutan pada unit pelaksana teknis. Subbagian Tata Usaha dan Kepegawaian. (2) Subbagian Keuangan dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan administrasi keuangan. laporan keuangan dan pengelolaan barang milik negara dan pengelolaan laboratorium penelitian. kerja sama dan pengelolaan hutan dengan tujuan khusus.

b. Pasal 781 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pasal 780. Pasal 779 Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan dan Perubahan Iklim terdiri atas: a. penyusunan kebijakan teknis. pelaksanaan tugas di bidang penelitian dan pengembangan perubahan iklim dan kebijakan kehutanan. d. Bidang Program dan Evaluasi Penelitian.dan c. sintesa hasil penelitian serta pelaporan kegiatan penelitian di bidang perubahan iklim dan kebijakan kehutanan. Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian. serta penyiapan evaluasi. Pusat Penelitian Kebijakan dan Perubahan Iklim menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan dan pengendalian teknis pelaksanaan penelitian perubahan iklim dan kebijakan kehutanan oleh unit pelaksana teknis. Pasal 780 Bidang Program dan Evaluasi Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana.dan e. b.196 Bagian Ketujuh Pusat Penelitian dan Pengembangan Perubahan Iklim dan Kebijakan Pasal 777 Pusat Penelitian dan Pengembangan Perubahan Iklim dan Kebijakan mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang perubahan iklim dan kebijakan berdasarkan kebijakan Kepala Badan. Bidang Program dan Evaluasi Penelitian menyelenggarakan fungsi: . Pasal 778 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pasal 777. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penelitian dan pengembangan perubahan iklim dan kebijakan kehutanan. pemantauan. Bagian Tata Usaha. program dan kegiatan. rencana dan program penelitian dan pengembangan di bidang perubahan iklim dan kebijakan kehutanan. c. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat.

evaluasi termasuk evaluasi umpan balik pemanfaatan iptek. kerja sama.197 a. penyiapan penyusunan kebijakan teknis penyusunan rencana dan program serta kerja sama penelitian di bidang perubahan iklim dan kebijakan kehutanan.dan c. Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian menyelenggarakan fungsi: a.dan . penyiapan pemantauan. Subbidang Evaluasi dan Pelaporan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pengelolaan data dan informasi. Subbidang Program dan Anggaran. b. penyiapan penyusunan kebijakan teknis pengelolaan data dan informasi. Pasal 783 (1) Subbidang Program dan Anggaran Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan rencana. Pasal 784 Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengelolaan data dan informasi. b.dan b. publikasi dan diseminasi hasil penelitian perubahan iklim dan kebijakan kehutanan. publikasi dan diseminasi hasil penelitian di bidang perubahan iklim dan kebijakan kehutanan. serta perlindungan hak atas kekayaan intelektual di bidang perubahan iklim dan kebijakan kehutanan. (2) Subbidang Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan pemantauan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penelitian perubahan iklim dan kebijakan kehutanan. publikasi dan diseminasi hasil penelitian. program dan kegiatan penelitian di bidang perubahan iklim dan kebijakan kehutanan. pembinaan dan pengendalian teknis penelitian dan pengembangan perubahan iklim dan kebijakan kehutanan pada unit pelaksana teknis. c. penyiapan pemantauan. penyiapan pelaksanaan tugas di bidang penyusunan rencana dan program serta kerja sama penelitian perubahan iklim dan kebijakan kehutanan. Pasal 785 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 784. sintesa penelitian serta pelaporan Pusat. penyiapan pelaksanaan tugas di bidang pengelolaan data dan informasi. Pasal 782 Bidang Program dan Evaluasi Penelitian terdiri atas: a. publikasi dan diseminasi hasil penelitian perubahan iklim dan kebijakan kehutanan.

Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbidang Tindak Lanjut Hasil Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan pengurusan perlindungan hak kekayaan intelektual hasil penelitian. kepegawaian dan ketatalaksanaan. serta pembinaan dan pengendalian teknis pelaksanaan penelitian dan pengembangan perubahan iklim dan kebijakan kehutanan pada unit pelaksana teknis. Informasi dan Diseminasi.dan b. kerja sama. pelaksanaan urusan ketatausahaan dan kepegawaian serta ketatalaksanaan.dan b. Informasi dan diseminasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan dan pengolahan bahan data dan informasi. Pasal 786 Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian terdiri atas: a. Subbidang Data. Subbagian Keuangan dan Perlengkapan. penyiapan pembinaan dan pengendalian teknis pelaksanaan penelitian dan pengembangan perubahan iklim dan kebijakan kehutanan pada unit pelaksana teknis. Pasal 788 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan dan rumah tangga.dan b. keuangan dan barang milik negara. . diseminasi hasil penelitian serta pelaksanaan seminar dan pameran. Subbagian Tata Usaha dan Kepegawaian. publikasi dan dokumentasi. Pasal 790 Bagian Tata Usaha terdiri atas: a. pelaksanaan urusan keuangan dan barang milik negara. Pasal 789 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pasal 788. Subbidang Tindak Lanjut Hasil Penelitian. Pasal 787 (1) Subbidang Data.198 d.

199 Pasal 791 (1) Subbagian Tata Usaha dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. ketatalaksanaan. tindak lanjut hasil pemeriksaan. penyusunan laporan keuangan dan pengelolaan barang milik negara. . dan penyiapan bahan laporan serta urusan kepegawaian. (2) Subbagian Keuangan dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan administrasi keuangan. kerumahtanggaan.

Staf Ahli Menteri Bidang Lingkungan dan Perubahan Iklim.dan e.200 BAB XI STAF AHLI Pasal 792 (1) Staf Ahli adalah unsur pembantu Menteri di bidang keahlian tertentu. Direktorat Jenderal. (3) Staf Ahli terdiri atas: a. . yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. masyarakat baik lokal maupun internasional. GATT dan AFTA. Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Perdagangan Internasional memberikan telaahan berkaitan dengan kontribusi sektor kehutanan dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional dan kontribusi sektor kehutanan dalam perdagangan internasional yang berkaitan dengan konvensi internasional antara lain WTO. adaptasi dan alih teknologi. Staf Ahli Menteri Bidang Keamanan Hutan. yang tidak menjadi bidang tugas Sekretariat Jenderal. d. organisasi nirlaba. swasta. serta peningkatan upaya pemberdayaan masyarakat. Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga memberikan telaahan kepada Menteri Kehutanan berkaitan dengan upaya peningkatan hubungan kerjasama Kementerian Kehutanan dengan lembaga pemerintahan. Badan dan Inspektorat Jenderal. c. d. (2) Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah tertentu sesuai bidang keahliannya. Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga. b. Staf Ahli Menteri Bidang Keamanan Hutan memberikan telaahan kepada Menteri Kehutanan berkaitan dengan upaya-upaya peningkatan pengamanan hutan dan hasil hutan. Staf Ahli Menteri Bidang Revitalisasi Industri Kehutanan. b.dan e. Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Perdagangan Internasional. c. Staf Ahli Menteri Bidang Lingkungan dan Perubahan Iklim memberikan telaahan kepada Menteri Kehutanan berkaitan dengan isu lingkungan dan percepatan program pelaksanaan penurunan emisi gas rumah kaca bidang Kehutanan melalui upaya-upaya mitigasi. Staf Ahli Menteri Bidang Revitalisasi Industri Kehutanan memberikan telaahan kepada Menteri Kehutanan berkaitan dengan penguatan struktur dan sumberdaya industri kehutanan. (4) Staf Ahli mempunyai tugas : a.

Staf Ahli dapat membangun jejaring kerja dan koordinasi dengan unit kerja terkait. . (6) Staf Ahli dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal.201 (5) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (4).

serta penanganan perubahan iklim di bidang kehutanan. penyusunan kebijakan teknis di bidang standardisasi produk. (2) Pusat Standardisasi dan Lingkungan Kehutanan dipimpin oleh seorang Kepala.dan d. b. serta pengelolaan. jasa kehutanan. serta pengelolaan. jasa kehutanan. Tugas dan Fungsi Pasal 793 (1) Pusat Standardisasi dan Lingkungan Kehutanan adalah unsur penunjang pelaksana tugas Kementerian di bidang standardisasi dan lingkungan kehutanan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri melalui Sekretaris Jenderal. evaluasi dampak lingkungan. c. jasa kehutanan. pelaksanaan tugas di bidang standardisasi produk. evaluasi dampak lingkungan. serta pengelolaan. pemantauan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang standardisasi produk. evaluasi dampak lingkungan. dan penanganan perubahan iklim kehutanan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat.202 BAB XII PUSAT STANDARDISASI DAN LINGKUNGAN KEHUTANAN Bagian Pertama Kedudukan. Pasal 795 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal Standardisasi dan Lingkungan Kehutanan menyelenggarakan fungsi: 794. Pusat a. sertifikasi. pengelolaan dan evaluasi dampak lingkungan. dan penanganan perubahan iklim kehutanan. dan penanganan perubahan iklim kehutanan. Pasal 794 Pusat Standardisasi dan Lingkungan Kehutanan mempunyai tugas melaksanakan perumusan bahan standardisasi. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 796 Pusat Standardisasi dan Lingkungan Kehutanan terdiri atas: .

jasa kehutanan. c. penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang standardisasi produk. Bidang Standardisasi menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Tata Usaha. dan standardisasi proses pengelolaan hutan. Subbidang Penerapan Standar. Subbidang Perumusan Standar. dan standardisasi proses pengelolaan hutan. penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang standardisasi produk. Bidang Lingkungan Kehutanan. Pasal 797 Bidang Standardisasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan penerapan kebijakan standardisasi produk.dan b. pemantauan. Bidang Perubahan Iklim. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penerapan standardisasi produk dan jasa kehutanan serta standardisasi proses pengelolaan hutan. dan pengelolaan hutan. jasa kehutanan. Pasal 799 Bidang Standardisasi terdiri atas: a. b. pemantauan.dan c. Pasal 800 (1) Subbidang Perumusan Standar mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas. dan standardisasi proses pengelolaan hutan. jasa kehutanan. (2) Subbidang Penerapan Standar mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas. b. Pasal 798 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 797.dan d. Bidang Standardisasi. . penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis di bidang standardisasi produk.203 a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang perumusan standardisasi produk dan jasa kehutanan serta standardisasi proses pengelolaan hutan. jasa kehutanan.

evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pelayanan pengelolaan lingkungan kehutanan. Pasal 802 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 801. pemantauan dan evaluasi dampak lingkungan kehutanan. Pasal 804 (1) Subbidang Pelayanan Pengelolaan Lingkungan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas. pemantauan dan evaluasi dampak lingkungan di bidang kehutanan. penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis di bidang pengelolaan.dan c. Pasal 805 Bidang Perubahan Iklim mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penerapan kebijakan penanganan perubahan iklim di bidang kehutanan. (2) Subbidang Evaluasi Pengelolaan Dampak Lingkungan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas. Pasal 803 Bidang Lingkungan Kehutanan terdiri atas: a. pemantauan dan evaluasi dampak lingkungan kehutanan. b. Bidang Lingkungan Kehutanan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang pengelolaan. . pemantauan.dan b. penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pengelolaan. Subbidang Evaluasi Pengelolaan Dampak Lingkungan. pemantauan dan evaluasi dampak lingkungan kehutanan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pemantauan dan evaluasi dampak lingkungan kehutanan.204 Pasal 801 Bidang Lingkungan Kehutanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penerapan kebijakan pengelolaan. pemantauan. Subbidang Pelayanan Pengelolaan Lingkungan.

(2) Subbidang Pengembangan Penanganan Perubahan Iklim mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas. . b. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Bidang Standardisasi. Pasal 808 (1) Subbidang Pelayanan Penanganan Perubahan Iklim mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas.dan c. Pasal 809 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan.205 Pasal 806 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 805. kepegawaian. pemantauan. penyiapan bahan pemantauan.dan b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penanganan perubahan iklim kehutanan yang meliputi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang perubahan iklim kehutanan termasuk pengembangan kerja sama. Subbidang Pelayanan Penanganan Perubahan Iklim. kerumahtanggaan. pemantauan. penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis di bidang penanganan perubahan iklim kehutanan yang meliputi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. dan pelaporan Pusat. Bidang Penanganan Perubahan Iklim menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Pengembangan Penanganan Perubahan Iklim. keuangan. penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang penanganan perubahan iklim kehutanan yang meliputi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Pasal 807 Bidang Penanganan Perubahan Iklim terdiri atas: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penilaian usulan kegiatankegiatan yang berkaitan dengan perubahan iklim kehutanan.

b. Bidang Pemberitaan dan Publikasi. pemantauan. Pasal 812 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 811. Pasal 811 Pusat Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan publikasi kehutanan serta hubungan masyarakat berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. rencana dan program di bidang publikasi serta hubungan masyarakat.dan c. Tugas dan Fungsi Pasal 810 (1) Pusat Hubungan Masyarakat adalah unsur penunjang pelaksana tugas Kementerian di bidang hubungan masyarakat yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri melalui Sekretaris Jenderal. Subbagian Tata Usaha. Pusat Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang publikasi serta hubungan masyarakat. (2) Pusat Hubungan Masyarakat dipimpin oleh seorang Kepala. . penyusunan kebijakan teknis. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 813 Pusat Hubungan Masyarakat terdiri atas: a.206 BAB XIII PUSAT HUBUNGAN MASYARAKAT Bagian Pertama Susunan. pelaksanaan tugas di bidang publikasi serta hubungan masyarakat. Bidang Hubungan Antar Lembaga.dan d. c. b.

pemantauan. Subbidang Pemberitaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pemberitaan dan publikasi. lembaga pemerintah. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pemberitaan. penyiapan bahan pemantauan.dan c. Bidang Pemberitaan dan Publikasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 816 Bidang Pemberitaan dan Publikasi terdiri atas: a. . lembaga pendidikan.dan b. Pasal 815 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814. Pasal 818 Bidang Hubungan Antar Lembaga mempunyai tugas melaksanakan hubungan dengan lembaga Negara. dunia usaha. Bidang Hubungan Antar Lembaga menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 817 (1) Subbidang Pemberitaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas. pemantauan. dunia usaha. riset dan teknologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang analisis berita dan publikasi. penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis di bidang pemberitaan dan publikasi. lembaga pemerintah.207 Pasal 814 Bidang Pemberitaan dan Publikasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penerapan kebijakan pemberitaan dan publikasi. penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang pemberitaan dan publikasi. (2) Subbidang Analisis Berita dan Publikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas. Subbidang Analisis Berita dan Publikasi. riset dan teknologi. lembaga pendidikan. penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis di bidang hubungan dengan lembaga Negara. Pasal 819 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 818. b.

lembaga pemerintah. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional bertanggungjawab kepada Kepala Bidang Informasi. penyiapan bahan pemantauan. riset dan teknologi. keuangan. . evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang hubungan dengan lembaga Negara. (2) Subbidang Hubungan Lembaga Non Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas hubungan dengan lembaga non pemerintah serta fasilitasi pelaksanaan hubungan dengan lembaga non pemerintah. Subbidang Hubungan Lembaga Non Pemerintah. dan pelaporan Pusat. Pasal 822 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. dunia usaha. pemantauan. kepegawaian.dan c.208 b. Pasal 820 Bidang Hubungan Antar Lembaga terdiri atas: a. lembaga pendidikan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang hubungan dengan lembaga negara dan pemerintah serta fasilitasi pelaksanaan hubungan dengan lembaga negara dan pemerintah. kerumahtanggaan.dan b. lembaga pendidikan. pemantauan. riset dan teknologi. dunia usaha. lembaga pemerintah. Subbidang Hubungan Lembaga Negara dan Pemerintah. Pasal 821 (1) Subbidang Hubungan Lembaga Negara dan Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas. penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang hubungan dengan lembaga Negara.

.209 BAB XIV PUSAT KERJA SAMA LUAR NEGERI Pasal 823 (1) Pusat Kerja Sama Luar Negeri adalah unsur penunjang pelaksanaan tugas Kementerian di bidang kerja sama luar negeri yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri melalui Sekretaris Jenderal. (2) Pusat Kerja Sama Luar Negeri dipimpin oleh seorang Kepala. b. pelaksanaan tugas di bidang hubungan dan kerja sama luar negeri bilateral dan multilateral serta kerja sama dengan lembaga swadaya masyarakat (NGO) internasional.dan c. Bidang Kerja sama Teknik. Pusat Kerja Sama Luar Negeri menyelenggarakan fungsi: a. c. Bidang Multilateral. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang hubungan dan kerja sama luar negeri bilateral dan multilateral serta kerja sama dengan lembaga swadaya masyarakat (NGO) internasional. rencana dan program di bidang hubungan dan kerja sama luar negeri bilateral dan multilateral serta kerja sama dengan lembaga swadaya masyarakat (NGO) internasional. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. pemantauan. penyusunan kebijakan teknis. Pasal 825 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 824. Pasal 824 Pusat Kerja Sama Luar Negeri mempunyai tugas melaksanakan hubungan dan kerja sama luar negeri. b.dan d. Pasal 826 Pusat Kerja Sama Luar Negeri terdiri atas: a. Bidang Bilateral dan Regional.

210

Pasal 827 Bidang Bilateral dan Regional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penerapan kebijakan di bidang negosiasi, pengkajian dan pelaksanaan hubungan dan kerja sama bilateral dan regional, serta pemantauan tindak lanjut kerja sama bilateral dan regional. Pasal 828 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 827, Bidang Bilateral dan Regional menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis di bidang hubungan kerja sama bilateral dan regional; b. penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang hubungan kerja sama bilateral dan regional; c. penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang hubungan kerja sama bilateral dan regional; d. penyusunan naskah perjanjian luar negeri dalam rangka kerja sama bilateral dan regional; e. pemantauan dan penilaian hubungan kerja sama bilateral dan regional;dan f. koordinasi hubungan kerja sama bilateral dan regional. Pasal 829 Bidang Bilateral dan Regional terdiri atas: a. Subbidang Bilateral Amerika dan Eropa;dan b. Subbidang Bilateral Asia, Afrika, Australia dan Regional. Pasal 830 (1) Subbidang Bilateral Amerika dan Eropa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas, pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas penilaian pelaksanaan kerja sama bilateral wilayah Amerika dan Eropa. (2) Subbidang Bilateral Asia, Afrika, Australia dan Regional mempunyai melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas, pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas penilaian pelaksanaan kerja sama wilayah Asia, Afrika, Australia dan Regional.

211

Pasal 831 Bidang Multilateral mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penerapan kebijakan di bidang negosiasi, pengkajian dan pelaksanaan hubungan dan kerja sama multirateral serta pemantauan tindak lanjut hasil-hasil konvensi internasional terkait dengan sektor kehutanan. Pasal 832 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 831, Bidang Multilateral menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis di bidang hubungan kerja sama multilateral; b. penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang hubungan kerja sama multilateral; c. penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang hubungan kerja sama multilateral; d. koordinasi penyusunan naskah perjanjian luar negeri dalam rangka kerja sama multilateral; e. pemantauan dan penilaian hubungan kerja sama multilateral;dan f. koordinasi hubungan kerja sama multilateral. Pasal 833 Bidang Multilateral terdiri atas:
a. Subbidang Konvensi dan Organisasi Internasional;dan b. Subbidang Organisasi Perserikatan Bangsa Bangsa.

Pasal 834 (1) Subbidang Konvensi dan Organisasi Internasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis, pemantauan, evaluasi dan pelaporan tugas di bidang tindak lanjut konvensi dan organisasi internasional. (2) Subbidang Organisasi Perserikatan Bangsa Bangsa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis, pemantauan, evaluasi dan pelaporan tugas kerja sama organisasi perserikatan bangsa-bangsa.

212

Pasal 835 Bidang Kerja sama Teknik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penerapan kebijakan di bidang urusan proyek-proyek kerja sama luar negeri. Pasal 836 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 835, Bidang Kerja sama Teknik menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis di bidang kerja sama teknik luar negeri; b. penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang kerja sama teknik luar negeri; c. penyiapan bahan pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang kerja sama teknik luar negeri, serta pelaksanaan proyek kerja sama luar negeri dan NGO internasional;dan d. fasilitasi perizinan perjalanan dinas ke luar negeri; Pasal 837 Bidang Kerja sama Teknik terdiri atas: a. Subbidang Kerja sama Teknik Luar Negeri I;dan b. Subbidang Kerja sama Teknik Luar Negeri II. Pasal 838 (1) Subbidang Kerja sama Teknik Luar Negeri I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas, pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pelaksanaan proyek-proyek kerja sama bilateral dan regional. (2) Subbidang Kerja sama Teknik Luar Negeri II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas, pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pelaksanaan proyek-proyek kerja sama multirateral dan LSM internasional. Pasal 839 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan tata usaha, kerumahtanggaan, kepegawaian, perlengkapan, penyusunan rencana dan pengelolaan keuangan serta pelaporan kegiatan Pusat. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Bilateral dan Regional.

213

BAB XV PUSAT PENGENDALIAN PEMBANGUNAN KEHUTANAN REGIONAL Bagian Pertama Kedudukan, Tugas dan Fungsi Pasal 840 (1) Pusat Pengendalian Pembangunan Kehutanan Regional adalah unsur penunjang pelaksanaan tugas Kementerian yang berada dibawah dan bertanggung jawab langsung kepada Menteri melalui Sekretaris Jenderal. (2) Pusat Pengendalian Pembangunan Kehutanan Regional dipimpin oleh seorang Kepala. (3) Wilayah kerja Pusat Pengendalian Pembangunan Kehutanan Regional terdiri atas: a. wilayah kerja Pusat Pengendalian Pembangunan Kehutanan Regional I meliputi Pulau Sumatera, Kepulauan Riau, Bangka Belitung dan sekitarnya; b. wilayah kerja Pusat Pengendalian Pembangunan Kehutanan Regional II meliputi Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara dan sekitarnya; c. wilayah kerja Pusat Pengendalian Pembangunan Kehutanan Regional III meliputi Pulau Kalimantan dan sekitarnya;dan d. wilayah kerja Pusat Pengendalian Pembangunan Kehutanan Regional IV meliputi Pulau Sulawesi, Kepulauan Maluku, Papua dan sekitarnya. Pasal 841 Pusat Pengendalian Pembangunan Kehutanan Regional mempunyai tugas melaksanakan penyusunan dan evaluasi perencanaan kehutanan di tingkat regional. Pasal 842 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pengendalian Kehutanan Regional menyelenggarakan fungsi: Pasal 841, Pusat

a. penyusunan kebijakan teknis di bidang perencanaan kehutanan di tingkat regional; b. pelaksanaan tugas di bidang perencanaan kehutanan di tingkat regional; c. pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang perencanaan kehutanan di tingkat regional;dan d. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat.

214

Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 843 Pusat Pengendalian Pembangunan Kehutanan Regional, terdiri atas: a. Bidang Perencanaan Kehutanan Regional; b. Bidang Evaluasi Perencanaan Kehutanan Regional;dan c. Subbagian Tata Usaha. Pasal 844 Bidang Perencanaan Kehutanan Regional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penerapan kebijakan di bidang penyusunan rencana kehutanan regional. Pasal 845 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 844, Bidang Perencanaan Kehutanan Regional menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis di bidang penyusunan rencana kehutanan regional serta penyusunan rencana dan program pusat; b. penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang penyusunan rencana kehutanan regional;dan c. penyiapan bahan pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penyusunan rencana kehutanan regional. Pasal 846 Bidang Perencanaan Kehutanan terdiri atas: a. Subbidang Perencanaan Kehutanan I;dan b. Subbidang Perencanaan Kehutanan II. Pasal 847 (1) Subbidang Perencanaan Kehutanan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas, pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang perencanaan Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam, Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial, dan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan di tingkat regional serta penyusunan rencana dan program pusat.

c. . Bidang Evaluasi Perencanaan Kehutanan Regional menyelenggarakan fungsi: a. Usaha Kehutanan. b. evaluasi perencanaan kehutanan di tingkat regional. evaluasi perencanaan kehutanan di tingkat regional.dan b. Pasal 849 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 848. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang perencanaan pembangunan kehutanan Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam. penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis di bidang pemantauan. Subbidang Evaluasi Perencanaan Kehutanan I. penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang pemantauan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang perencanaan Planologi Kehutanan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pemantauan. pemantauan. penyiapan bahan pemantauan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas perencanaan pembangunan kehutanan bidang Planologi Kehutanan. Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan. evaluasi perencanaan kehutanan di tingkat regional. Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan di tingkat regional. Subbidang Evaluasi Perencanaan Kehutanan II. evaluasi perencanaan kehutanan di tingkat regional. Usaha Kehutanan.dan d. Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial. Pasal 851 (1) Subbidang Evaluasi Perencanaan Kehutanan I tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan dan pelaksanaan tugas. serta Penelitian dan Pengembangan Kehutanan. penyiapan bahan pelaporan kinerja pembangunan kehutanan di tingkat regional. Pasal 850 Bidang Evaluasi Kinerja terdiri atas: a.215 (2) Subbidang Perencanaan Kehutanan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas. pemantauan. (2) Subbidang Evaluasi Perencanaan Kehutanan II tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan dan pelaksanaan tugas. pemantauan. Pasal 848 Bidang Evaluasi Perencanaan Kehutanan Regional mempunyai tugas mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penerapan kebijakan di bidang pemantauan.

pengelolaan dana pengelolaan dana .dan c. pelaksanaan kebijakan. perumusan kebijakan. (2) Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan dipimpin oleh seorang Kepala.dan e. d. Pasal 855 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 854. BAB XVI PUSAT PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN HUTAN Pasal 853 (1) Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Menteri Kehutanan. standar. Bidang Operasional. b. prosedur dan kriteria bergulir untuk pembiayaan pembangunan hutan tanaman. b. standar. Pasal 854 Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan keuangan. kerumahtanggaan dan pelaporan Pusat. program dan anggaran Pusat. Bidang Analisis dan Evaluasi. norma. Bagian Keuangan dan Umum. analisis kredit dan pengendalian resiko pembiayaan. penyaluran dan pengembalian dana bergulir untuk pembiayaan pembangunan hutan tanaman. c. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Bidang Evaluasi Kinerja.216 Pasal 852 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. prosedur dan kriteria bergulir untuk pembiayaan pembangunan hutan tanaman. pelaksanaan urusan tata usaha dan keuangan. yang secara teknis dibina oleh Direktur Jenderal Bina Usaha Kehutanan dan secara administratif dibina oleh Sekretariat Jenderal. Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan menyelenggarakan fungsi: a. keuangan. norma. penyusunan rencana. Pasal 856 Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan terdiri atas: a. kepegawaian.

Pasal 861 Bidang Operasional mempunyai tugas melaksanakan perencanaan. melaksanakan analisis kredit dan evaluasi kinerja debitur dan pelaporan serta data dan informasi. dan pengkajian skema-skema pinjaman dana bergulir. penyusunan penganggaran dalam rangka pengeluaran jangka menengah. serta penilaian kualitas atas kolektibilitas pinjaman dana bergulir. . (2) Subbidang Evaluasi Pinjaman mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi kinerja peminjam dana bergulir dan pengendalian resiko pembiayaan. dan penagihan dana pinjaman. b. pengembalian. Subbidang Analisis Pinjaman. analisa pinjaman. penyelamatan. Pasal 858 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 857. penilaian atas kolektibilitas. penyiapan rencana makro pinjaman dan penyusunan rencana penganggaran dalam kerangka pengeluaran jangka menengah dana bergulir. penyelamatan.dan c.217 Pasal 857 Bidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana makro pinjaman dana bergulir. melaksanakan evaluasi kinerja peminjam dana bergulir. Subbidang Evaluasi Pinjaman. penyelesaian pinjaman dana bergulir dan restrukturisasi pinjaman dana bergulir bermasalah. Bidang Analisis dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a.dan b. Pasal 859 Bidang Analisis dan Evaluasi terdiri atas: a. penyiapan rencana makro. pelaksanaan analisa. penyelesaian pinjaman dana bergulir dan restrukturisasi pinjaman dana bergulir bermasalah. penyaluran. pengendalian resiko pembiayaan. Pasal 860 (1) Subbidang Analisis Pinjaman mempunyai tugas melakukan pengkajian skema-skema pinjaman.

Sulawesi. penyelesaian utang piutang.218 Pasal 862 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 861. Pasal 865 Bagian Keuangan dan Umum mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rancangan anggaran pendapatan belanja. Subbidang Operasional II. perbendaharaan.dan g. perencanaan pengembalian pinjaman dana bergulir. penyusunan dan pengadministrasian perjanjian pinjaman dana bergulir. pembinaan dan pelatihan kepada penerima pinjaman dan pendamping. pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak. Irian Jaya Barat dan Papua. penyusunan dan pengadministrasian perjanjian pinjaman dana bergulir. (2) Subbidang Operasional II mempunyai tugas perencanaan pengembalian dan pengembalian pinjaman dana bergulir. c. . pemantauan penggunaan dana pinjaman dalam rangka pengembalian pinjaman. Bidang Operasional menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Operasional I. pengurusan kenotariatan. administrasi pengelola keuangan. akuntansi dan pelaporan keuangan. Nusa Tenggara Barat. e. Nusa Tenggara Timur dan Maluku. pengurusan kenotariatan. serta melaksanakan urusan ketatausahaan dan kehumasan. pembinaan dan pelatihan kepada penerima pinjaman dan pendamping. perencanaan dan pelaksanaan penyaluran pinjaman dana bergulir. b. penyelesaian agunan kredit bagi penerima pinjaman Hutan Tanaman Industri.dan b. Bali. Jawa. verifikasi. dan penyelesaian agunan kredit bagi penerima pinjaman di wilayah Kalimantan. dan penyelesaian agunan kredit bagi penerima pinjaman di wilayah Sumatera. d. Pasal 864 (1) Subbidang Operasional I mempunyai tugas melakukan perencanaan pengembalian dan pengembalian pinjaman dana bergulir. f. pembinaan dan pelatihan kepada penerima pinjaman dan pendamping. urusan tata usaha keuangan. pengurusan kenotariatan. Pasal 863 Bidang Operasional terdiri atas: a. penyusunan dan pengadministrasian perjanjian pinjaman dana bergulir.

dan pendapatan dan belanja. (2) Subbagian Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan ketatausahaan. verifikasi. Pasal 868 (1) Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana bisnis dan anggaran. b. penyusunan rencana penganggaran dalam rangka pengeluaran jangka menengah. d. perlengkapan. Bagian Keuangan dan Umum menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Umum. h. pengelolaan kas. c. penyusunan kebijakan pengelolaan barang.dan b. akuntansi dan pelaporan keuangan Pusat. dokumen pelaksanaan anggaran.219 Pasal 866 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 865. perlengkapan. f. Pasal 867 Bagian Keuangan dan Umum terdiri atas: a. . pengelolaan urusan keuangan. kepegawaian dan kehumasan. penyelenggaraan sistem informasi manajemen keuangan. penyiapan dokumen pelaksanaan anggaran Pusat. pelaporan pelaksanaan anggaran. serta penyelesaian utang piutang. penyelesaian utang piutang. pelaksanaan urusan ketatausahaan. evaluasi. pelaksanaan akuntansi dan penyusunan laporan keuangan. asset tetap dan investasi Pusat. Subbagian Keuangan.dan i. perbendaharaan. penyusunan rencana bisnis anggaran. e. kepegawaian dan kehumasan. sistem informasi manajemen keuangan. g.

. Pasal 870 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 871 (1) Kelompok jabatan fungsional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 870. terdiri atas sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya. (3) Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.220 BAB XVII Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 869 Pada lingkungan Kementerian Kehutanan dapat dibentuk kelompok jabatan fungsional sesuai kebutuhan. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (2) Masing-masing kelompok jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditetapkan oleh Kepala Unit Organisasi.

menyampaikan laporan kepada pimpinan unit Eselon I masingmasing. dan Sekretaris Badan. tembusan laporan wajib disampaikan pula kepada satuan organisasi yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja. Sekretaris Inspektorat Jenderal. selanjutnya Sekretaris Jenderal menyusun laporan Kementerian. Pasal 875 Para Kepala Biro/Pusat. . Pasal 873 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengawasi pelaksanaan tugas bawahan masing-masing dan apabila terjadi penyimpangan pelaksanaan tugas. Pasal 874 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk serta bertanggung jawab kepada atasan masing-masing dan menyampaikan laporan berkala tepat pada waktunya. Inspektorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian wajib menerapkan prinsip koordinasi. integrasi dan sinkronisasi di lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi di dalam Kementerian serta dengan instansi lain di luar Kementerian sesuai dengan tugas masing-masing. Direktorat Jenderal. Sekretaris Direktorat Jenderal. Pasal 876 Dalam menyampaikan laporan kepada atasan. wajib mengambil langkah-langkah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 877 Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahan wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk menyusun laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan.221 BAB XVIII TATA KERJA Pasal 872 Dalam melaksanakan tugas. setiap pimpinan satuan organisasi lingkup Sekretariat Jenderal.

susunan organisasi dan tata kerja Unit Pelaksana Teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (1).13/Menhut-II/2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kehutanan yang telah diubah lima kali yang terakhir diubah dengan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor P.13/Menhut-II/2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Kehutanan.222 Pasal 878 Dalam melakukan tugas setiap pimpinan satuan organisasi dibantu oleh Kepala Satuan Organisasi dibawahnya dan dalam rangka pemberian bimbingan kepada bawahan wajib mengadakan rapat berkala. Pasal 881 Dengan berlakunya Peraturan Menteri ini. BAB XIX UNIT PELAKSANA TEKNIS Pasal 879 (1) Di lingkungan Kementerian dapat dibentuk Unit Pelaksana Teknis berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. ditetapkan oleh Menteri setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara.64/Menhut-II/2008 tentang Perubahan Kelima Atas Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P. (2) Rumusan tugas. dinyatakan tidak berlaku. BAB XX KETENTUAN PERALIHAN Pasal 880 Perubahan atas susunan organisasi dan tata kerja menurut Peraturan ini ditetapkan oleh Menteri setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. maka Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P. fungsi. .

Agar setiap orang mengetahuinya. Peraturan Menteri Kehutanan ini diundangkan dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia. MUDJIHANTO SOEMARMO NIP. Kepala Biro Hukum dan Organisasi ttd. ttd. PATRIALIS AKBAR BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2010 NOMOR 405 Salinan sesuai dengan aslinya Plt. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 20 Agustus 2010 MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA. 19540711 198203 1 002 . ZULKIFLI HASAN Diundangkan di Jakarta pada tanggal 25 Agustus 2010 MENTERI HUKUM DAN HAM REPUBLIK INDONESIA. ttd.223 Pasal 882 Peraturan Menteri Kehutanan ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.

Bidang Revitalisasi Industri Kehutanan 2. Bidang Keamanan Hutan DIREKTORAT JENDERAL PLANOLOGI KEHUTANAN DIREKTORAT JENDERAL PERLINDUNGAN HUTAN DAN KONSERVASI ALAM DIREKTORAT JENDERAL BINA PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI DAN PERHUTANAN SOSIAL DIREKTORAT JENDERAL BINA USAHA KEHUTANAN BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SDM KEHUTANAN BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEHUTANAN . Bidang Ekonomi dan Perdagangan Internasional 3.1 Lampiran Bab II. Bidang Hubungan Antar Lembaga 5. STRUKTUR ORGANISASI KEMENTERIAN KEHUTANAN STAF AHLI MENTERI MENTERI KEHUTANAN INSPEKTORAT JENDERAL SEKRETARIAT JENDERAL Staf Ahli Menteri 1. Bidang Lingkungan dan Perubahan Iklim 4.

STRUKTUR ORGANISASI PUSAT DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN KEHUTANAN MENTERI KEHUTANAN SEKRETARIAT JENDERAL PUSAT STANDARDISASI DAN LINGKUNGAN PUSAT HUBUNGAN MASYARAKAT PUSAT KERJASAMA LUAR NEGERI PUSAT PENGENDALIAN PEMBANGUNAN REGIONAL I.2 Lampiran II. II.1. IV PUSAT PEMBIAYAAN PEMBANGUN AN HUTAN . III.

STRUKTUR ORGANISASI SEKRETARIAT JENDERAL SEKRETARIAT JENDERAL BIRO PERENCANAAN BIRO KEPEGAWAIAN BIRO HUKUM & ORGANISASI BIRO KEUANGAN BIRO UMUM .3 Lampiran Bab III.

STRUKTUR ORGANISASI BIRO PERENCANAAN . BIRO PERENCANAAN BAGIAN RENCANA UMUM KEHUTANAN BAGIAN PROGRAM ANGGARAN BAGIAN EVALUASI BAGIAN DATA DAN INFORMASI SUBBAGIAN RENCANA PEMBANGUNAN SUBBAGIAN PROGRAM ANGGARAN I SUBBAGIAN EVALUASI I SUBBAGIAN PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA SUBBAGIAN RENCANA MAKRO SUBBAGIAN PROGRAM ANGGARAN II SUBBAGIAN EVALUASI II SUBBAGIAN STATISTIK SUBBAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN PROGRAM ANGGARAN BANTUAN LUAR NEGERI SUBBAGIAN EVALUASI III SUBBAGIAN SISTEM INFORMASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .4 Lampiran Bab III-1.

BIRO KEPEGAWAIAN BAGIAN PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN KEPEGAWAIAN BAGIAN MUTASI PEGAWAI BAGIAN TATA USAHA KEPEGAWAIAN BAGIAN ADMINISTRASI JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN RENCANA FORMASI DAN PENGADAAN SUBBAGIAN KEPANGKATAN SUBBAGIAN TATA NASKAH PEGAWAI SUBBAGIAN ADMINISTRASI PENILAIAN ANGKA KREDIT SUBBAGIAN RENCANA KARIER SUBBAGIAN MUTASI JABATAN SUBBAGIAN DISIPLIN DAN KESEJAHTERAAN PEGAWAI SUBBAGIAN EVALUASI JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN PENGEMBANGAN KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN PENGANGKATAN.5 Lampiran Bab III-2. STRUKTUR ORGNISASI BIRO KEPEGAWAIAN . PEMBERHENTIAN DAN PEMENSIUNAN SUBBAGIAN DATA DAN INFORMASI KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN TATA USAHA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

6 Lampiran Bab III-3. STRUKTUR ORGANISASI BIRO HUKUM DAN ORGANISASI . BIRO HUKUM DAN ORGANISASI BAGIAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN BAGIAN PENELAAHAN HUKUM BAGIAN PENANGANAN PERKARA DAN BANTUAN HUKUM BAGIAN KELEMBAGAAN SUBBAGIAN PERATURAN PERUNDANGUNDANGAN I SUBBAGIAN PENELAAHAN HUKUM I SUBBAGIAN BANTUAN HUKUM I SUBBAGIAN ORGANISASI DAN TATA LAKSANA I SUBBAGIAN PERATURAN PERUNDANGUNDANGAN II SUBBAGIAN PENELAAHAN HUKUM II SUBBAGIAN BANTUAN HUKUM II SUBBAGIAN ORGANISASI DAN TATA LAKSANA II SUBBAGIAN PERATURAN PERUNDANGUNDANGAN III SUBBAGIAN PENELAAHAN HUKUM III SUBBAGIAN BANTUAN HUKUM III SUBBAGIAN TATA USAHA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

7 Lampiran Bab III-4. STRUKTUR ORGANISASI BIRO KEUANGAN BIRO KEUANGAN BAGIAN INVESTASI DAN PELAKSANAAN ANGGARAN BAGIAN PENERIMAAN NEGARA BAGIAN PERBENDAHARAAN BAGIAN AKUNTANSI DAN PELAPORAN SUBBAGIAN PENGELOLAAN INVESTASI SUBBAGIAN PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK KAYU SUBBAGIAN PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK NON KAYU SUBBAGIAN TATA LAKSANA KEUANGAN SUBBAGIAN AKUNTANSI DAN PELAPORAN I SUBBAGIAN PENYELESAIAN UTANG PIUTANG SUBBAGIAN VERIFIKASI SUBBAGIAN AKUNTANSI DAN PELAPORAN II SUBBAGIAN AKUNTANSI DAN PELAPORAN III SUBBAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN PENYELESAIAN KERUGIAN NEGARA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

STRUKTUR ORGANISASI BIRO UMUM BIRO UMUM BAGIAN TATA USAHA KEMENTERIAN BAGIAN TATA USAHA PIMPINAN BAGIAN RUMAH TANGGA BAGIAN PERLENGKAPAN SUBBAGIAN PERSURATAN SUBBAGIAN TATA USAHA MENTERI SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN PERENCANAAN DAN PENGADAAN KEBUTUHAN SUBBAGIAN PENGELOLA KARYA CETAK DAN KEPUSTAKAAN SUBBAGIAN TATA USAHA SEKRETARIS JENDERAL SUBBAGIAN URUSAN DALAM SUBBAGIAN PENGELOLAAN BARANG MILIK NEGARA SUBBAGIAN KEARSIPAN DAN DOKUMENTASI SUBBAGIAN PROTOKOL SUBBAGIAN PENGELOLAAN KENDARAAN DINAS SUBBAGIAN PENATAUSAHAAN BARANG MILIK NEGARA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .8 Lampiran Bab III-5.

9 Lampiran BAB IV. STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT JENDERAL PLANOLOGI KEHUTANAN DIREKTORAT JENDERAL PLANOLOGI KEHUTANAN SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT PERENCANAAN KAWASAN HUTAN DIREKTORAT PENGUKUHAN DAN PENATAGUNAAN KAWASAN HUTAN DIREKTORAT INVENTARISASI DAN PEMANTAUAN SUMBERDAYA HUTAN DIREKTORAT PENGGUNAAN KAWASAN HUTAN DIREKTORAT WILAYAH PENGELOLAAN DAN PENYIAPAN AREAL PEMANFAATAN HUTAN UNIT PELAKSANA TEKNIS .

STRUKTUR ORGANISASI SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PLANOLOGI LANOLOGI KEHUTANAN SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PLANOLOGI KEHUTANAN BAGIAN PROGRAM DAN EVALUASI BAGIAN KEPEGAWAIAN.10 Lampiran Bab IV-1.ORGANISASI DAN TATA LAKSANA BAGIAN KEUANGAN DAN UMUM BAGIAN HUKUM DAN KERJASAMA TEKNIK SUBBAGIAN PROGRAM DAN ANGGARAN SUBBAGIAN DATA DAN INFORMASI SUBBAGIAN ADMINISTRASI KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN PERATURAN PERUNDANGUNDANGAN SUBBAGIAN ADMINISTRASI JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN ADMINISTRASI KEUANGAN SUBBAGIAN PERLENGKAPAN SUBBAGIAN PERTIMBANGAN DAN BANTUAN HUKUM SUBBAGIAN EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBAGIAN ORGANISASI DAN TATA LAKSANA SUBBAGIAN KERJASAMA TEKNIK KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

DAN NUSA TENGGARA SEKSI JARINGAN KOMUNIKASI DATA KEHUTANAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL . BALI.11 Lampiran Bab IV-2. STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT PERENCANAAN KAWASAN HUTAN DIREKTORAT PERENCANAAN KAWASAN HUTAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PERENCANAAN MAKRO KAWASAN HUTAN SUBDIREKTORAT PENATAAN RUANG HUTAN WILAYAH I SUBDIREKTORAT PENATAAN RUANG HUTAN WILAYAH II SUBDIREKTORAT STATISTIK DAN JARINGAN KOMIUNIKASI DATA KEHUTANAN SEKSI PENYUSUNAN RENCANA KAWASAN HUTAN SEKSI PENATAAN RUANG KAWASAN HUTAN WILAYAH SUMATERA SEKSI PENATAAN RUANG KAWASAN HUTAN WILAYAH KALIMANTAN DAN SULAWESI SEKSI PENATAAN RUANG KAWASAN HUTAN WILAYAH MALUKU DAN PAPUA SEKSI STATISTIK KEHUTANAN SEKSI EVALUASI RENCANA KAWASAN HUTAN SEKSI PENATAAN RUANG KAWASAN HUTAN WILAYAH JAWA.

DAN NUSA TENGGARA SEKSI PENGUKUHAN KAWASAN HUTAN WILAYAH MALUKU DAN PAPUA SEKSI PERUBAHAN FUNGSI DAN PENYEDIAAN AREAL TRANSMIGRASI WILAYAH I SEKSI PERUBAHAN FUNGSI DAN PENYEDIAAN AREAL TRANSMIGRASI WILAYAH II SEKSI DOKUMENTASI KAWASAN HUTAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL . BALI.12 Lampiran Bab IV-3. STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT PENGUKUHAN DAN PENATAGUNAAN KAWASAN HUTAN DIREKTORAT PENGUKUHAN DAN PENATAGUNAAN KAWASAN HUTAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PENGUKUHAN KAWASAN HUTAN WILAYAH I SUBDIREKTORAT PENGUKUHAN KAWASAN HUTAN WILAYAH II SUBDIREKTORAT PERUBAHAN FUNGSI DAN PERUNTUKAN KAWASAN HUTAN WILAYAH I SUBDIREKTORAT PERUBAHAN FUNGSI DAN PERUNTUKAN KAWASAN HUTAN WILAYAH II SUBDIREKTORAT INFORMASI DAN DOKUMENTASI KAWASAN HUTAN SEKSI PENGUKUHAN KAWASAN HUTAN WILAYAH SUMATERA SEKSI PENGUKUHAN KAWASAN HUTAN WILAYAH KALIMANTAN DAN SULAWESI SEKSI PELEPASAN DAN TUKAR MENUKAR KAWASAN HUTAN WILAYAH I SEKSI PELEPASAN DAN TUKAR MENUKAR KAWASAN HUTAN WILAYAH II SEKSI INFORMASI KAWASAN HUTAN SEKSI PENGUKUHAN KAWASAN HUTAN WILAYAH JAWA.

STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT INVENTARISASI DAN PEMANTAUAN SUMBERDAYA HUTAN DIREKTORAT INVENTARISASI DAN PEMANTAUAN SUMBERDAYA HUTAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT INVENTARISASI SUMBERDAYA HUTAN SUBDIREKTORAT PEMANTAUAN SUMBERDAYA HUTAN SUBDIREKTORAT PEMETAAN POTENSI SUMBERDAYA HUTAN SUBDIREKTORAT JARINGAN DATA SPASIAL SEKSI INVENTARISASI HUTAN SEKSI PEMANTAUAN SUMBERDAYA HUTAN TINGKAT NASIONAL DAN WILAYAH SEKSI INFORMASI PETA SUMBERDAYA HUTAN SEKSI PENGELOLAAN BASIS DATA SPASIAL SEKSI PENGELOLAAN JARINGAN DATA SPASIAL SEKSI INVENTARISASI SOSIAL BUDAYA SEKSI PEMANTAUAN SUMBERDAYA HUTAN TINGKAT UNIT SEKSI DOKUMENTASI PETA SUMBERDAYA HUTAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .13 Lampiran Bab IV-4.

14 Lampiran Bab IV-5. STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT PENGGUNAAN KAWASAN HUTAN DIREKTORAT PENGGUNAAN KAWASAN HUTAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PENGGUNAAN KAWASAN HUTAN WILAYAH I SUBDIREKTORAT PENGGUNAAN KAWASAN HUTAN WILAYAH II SUBDIREKTORAT PNBP PENGGUNAAN KAWASAN HUTAN SUBDIREKTORAT INFORMASI PENGGUNAAN KAWASAN HUTAN SEKSI PENGGUNAAN UNTUK PERTAMBANGAN SEKSI PENGGUNAAN UNTUK PERTAMBANGAN SEKSI PNBP PENGGUNAAN KAWASAN HUTAN UNTUK PERTAMBANGAN SEKSI PNBP PENGGUNAAN KAWASAN HUTAN UNTUK NON PERTAMBANGAN SEKSI INFORMASI PENGGUNAAN KAWASAN HUTAN WILAYAH I SEKSI INFORMASI PENGGUNAAN KAWASAN HUTAN WILAYAH II SEKSI PENGGUNAAN UNTUK NON PERTAMBANGAN SEKSI PENGGUNAAN UNTUK NON PERTAMBANGAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT WILAYAH PENGELOLAAN DAN PENYIAPAN AREAL PEMANFAATAN KAWASAN HUTAN DIREKTORAT WILAYAH PENGELOLAAN DAN PENYIAPAN AREAL PEMANFAATAN KAWASAN HUTAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PEMBENTUKAN WILAYAH PENGELOLAAN HUTAN SUBDIREKTORAT PENYIAPAN AREAL PEMANFAATAN HUTAN WILAYAH I SUBDIREKTORAT PENYIAPAN AREAL PEMANFAATAN HUTAN WILAYAH II SUBDIREKTORAT INFORMASI WILAYAH PENGELOLAAN DAN PEMANFAATAN KAWASAN HUTAN SEKSI PEMBENTUKAN WILAYAH PENGELOLAAN HUTAN WILAYAH I SEKSI PEMBENTUKAN WILAYAH PENGELOLAAN HUTAN WILAYAH II SEKSI PENYIAPAN AREAL PEMANFAATAN HUTAN ALAM WILAYAH I SEKSI PENYIAPAN AREAL PEMANFAATAN HUTAN ALAM WILAYAH II SEKSI INFORMASI WILAYAH PENGELOLAAN SEKSI INFORMASI PEMANFAATAN KAWASAN HUTAN SEKSI PENYIAPAN AREAL PEMANFAATAN HUTAN TANAMAN WILAYAH I SEKSI PENYIAPAN AREAL PEMANFAATAN HUTAN TANAMAN WILAYAH II KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .15 Lampiran Bab IV-6.

STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT JENDERAL PERLINDUNGAN HUTAN DAN KONSERVASI ALAM DIREKTORAT JENDERAL PERLINDUNGAN HUTAN DAN KONSERVASI ALAM SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT PENYIDIKAN DAN PENGAMANAN HUTAN DIREKTORAT PENGENDALIAN KEBAKARAN HUTAN DIREKTORAT KAWASAN KONSERVASI DAN BINA HUTAN LINDUNG DIREKTORAT KONSERVASI KEANEKARAGAMAN HAYATI DIREKTORAT PEMANFAATAN JASA LINGKUNGAN KAWASAN KONSERVASI DAN HUTAN LINDUNG UNIT PELAKSANA TEKNIS .16 Lampiran BAB V.

ORGANISASI DAN TATA LAKSANA BAGIAN KEUANGAN DAN UMUM BAGIAN HUKUM DAN KERJASAMA TEKNIK SUBBAGIAN PROGRAM DAN ANGGARAN SUBBAGIAN DATA DAN INFORMASI SUBBAGIAN ADMINISTRASI KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN PERATURAN PERUNDANGUNDANGAN SUBBAGIAN PERTIMBANGAN & BANTUAN HUKUM SUBBAGIAN ADMINISTRASI JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN ADMINISTRASI KEUANGAN SUBBAGIAN PERLENGKAPAN SUBBAGIAN EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBAGIAN ORGANISASI DAN TATA LAKSANA SUBBAGIAN KERJASAMA TEKNIK KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .17 Lampiran Bab V-1. STRUKTUR ORGANISASI SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PERLINDUNGAN HUTAN DAN KONSERVASI ALAM SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PHKA BAGIAN PROGRAM DAN EVALUASI BAGIAN KEPEGAWAIAN.

STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT PENYIDIKAN DAN PENGAMANAN HUTAN DIREKTORAT PENYIDIKAN DAN PENGAMANAN HUTAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUB DIREKTORAT PROGRAM DAN EVALUASI PENYIDIKAN DAN PENGAMANAN SUB DIREKTORAT PENYIDIKAN DAN PENGAMANAN WILAYAH I SUB DIREKTORAT PENYIDIKAN DAN PENGAMANAN WILAYAH II SUB DIREKTORAT PENYIDIKAN DAN PENGAMANAN WILAYAH III SUB DIREKTORAT DUKUNGAN OPERASI SEKSI PROGRAM SEKSI PEMBALAKAN ILEGAL DAN TUMBUHAN DAN SATWA LIAR WILAYAH I SEKSI PEMBALAKAN ILEGAL DAN TUMBUHAN DAN SATWA LIAR WILAYAH II SEKSI PERAMBAHAN HUTAN DAN KEBAKARAN WILAYAH II SEKSI PEMBALAKAN ILEGAL DAN TUMBUHAN DAN SATWA LIAR WILAYAH III SEKSI POLISI KEHUTANAN DAN PPNS SEKSI EVALUASI SEKSI PERAMBAHAN HUTAN DAN KEBAKARAN WILAYAH I SEKSI PERAMBAHAN HUTAN DAN KEBAKARAN WILAYAH III SEKSI SARANA DAN PRASARANA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .18 Lampiran Bab V-2.

STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT PENGENDALIAN KEBAKARAN HUTAN DIREKTORAT PENGENDALIAN KEBAKARAN HUTAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUB DIREKTORAT PROGRAM DAN EVALUASI PENGENDALIAN KEBAKARAN HUTAN SUB DIREKTORAT MONITORING HOTSPOT DAN PENCEGAHAN KEBAKARAN HUTAN SUB DIREKTORAT PEMADAMAN DAN PENANGANAN DAMPAK PASCA KEBAKARAN HUTAN SUB DIREKTORAT TENAGA DAN SARANA PRASARANA PENGENDALIAN KEBAKARAN HUTAN SEKSI PROGRAM SEKSI MONITORING HOTSPOT SEKSI PEMADAMAN DAN PENANGANAN DAMPAK PASCA KEBAKARAN HUTAN WILAYAH I SEKSI PEMADAMAN DAN PENANGANAN DAMPAK PASCA KEBAKARAN HUTAN SEKSI TENAGA SEKSI EVALUASI SEKSI PENCEGAHAN KEBAKARAN HUTAN SEKSI SARANA DAN PRASARANA WILAYAH II KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .19 Lampiran Bab V-3.

TAMAN HUTAN RAYA DAN TAMAN BURU SEKSI SUAKA MARGASATWA DAN HUTAN LINDUNG SEKSI KONSERVASI LAHAN BASAH. PERAIRAN DAN EKOSISTEM ESENSIAL SUB DIREKTORAT BINA DAERAH PENYANGGA SEKSI PEMOLAAN SEKSI TAMAN NASIONAL SEKSI CAGAR ALAM SEKSI KONSERVASI LAHAN BASAH. PERAIRAN DAN EKOSISTEM ESENSIAL WILAYAH I SEKSI BINA DAERAH PENYANGGA KAWASAN PELESTARIAN ALAM DAN TAMAN BURU SEKSI BINA DAERAH PENYANGGA KAWASAN SUAKA ALAM SEKSI PENGEMBANGAN DAN PERPETAAN SEKSI TAMAN WISATA ALAM. PERAIRAN DAN EKOSISTEM ESENSIAL WILAYAH II KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL . STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT KAWASAN KONSERVASI DAN BINA HUTAN LINDUNG DIREKTORAT KAWASAN KONSERVASI DAN BINA HUTAN LINDUNG SUBBAGIAN TATA USAHA SUB DIREKTORAT PEMOLAAN DAN PENGEMBANGAN SUB DIREKTORAT KAWASAN PELESTARIAN ALAM DAN TAMAN BURU SUB DIREKTORAT KAWASAN SUAKA ALAM DAN HUTAN LINDUNG SUB DIREKTORAT KONSERVASI LAHAN BASAH.20 Lampiran Bab V-4.

21 Lampiran Bab V-5. STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT KONSERVASI KEANEKARAGAMAN HAYATI DIREKTORAT KONSERVASI KEANEKARAGAMAN HAYATI SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PROGRAM DAN KONVENSI SUBDIREKTORAT PENGAWETAN DAN PEMANFAATAN JENIS SUBDIREKTORAT PENANGKARAN JENIS SUBDIREKTORAT LEMBAGA KONSERVASI DAN PERBURUAN SUBDIREKTORAT TERTIB PEREDARAN SEKSI PROGRAM SEKSI PEMBINAAN POPULASI DAN HABITAT SEKSI PENANGKARAN VERTEBRATA SEKSI LEMBAGA KONSERVASI SEKSI PEREDARAN DALAM NEGERI SEKSI KONVENSI SEKSI PENGEMBANGAN SUMBER DAYA GENETIK SEKSI AVERTEBRATA DAN TUMBUHAN LIAR SEKSI PERBURUAN SEKSI PEREDARAN LUAR NEGERI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

22 Lampiran Bab V-6. STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT PEMANFAATAN JASA LINGKUNGAN KAWASAN KONSERVASI DAN HUTAN LINDUNG DIREKTORAT PEMANFAATAN JASA LINGKUNGAN KAWASAN KONSERVASI DAN HUTAN LINDUNG SUBBAGIAN TATA USAHA SUB DIREKTORAT PROGRAM DAN EVALUASI PEMANFAATAN JASA LINGKUNGAN SUB DIREKTORAT PEMANFAATAN JASA LINGKUNGAN SUB DIREKTORAT PEMANFAATAN WISATA ALAM SUB DIREKTORAT BINA CINTA ALAM SUB DIREKTORAT PROMOSI DAN PEMASARAN KONSERVASI ALAM SEKSI PROGRAM SEKSI PEMANFAATAN JASA LINGKUNGAN TAMAN NASIONAL SEKSI PEMANFAATAN WISATA ALAM TAMAN NASIONAL SEKSI PEMANFAATAN WISATA ALAM NON TAMAN NASIONAL DAN HUTAN LINDUNG SEKSI PENGEMBANGAN BINA CINTA ALAM SEKSI DATA DAN INFORMASI SEKSI EVALUASI SEKSI PEMANFAATAN JASA LINGKUNGAN NON TAMAN NASIONAL DAN HUTAN LINDUNG SEKSI PEMANTAUAN DAN INFORMASI BINA CINTA ALAM SEKSI PUBLIKASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

23 Lampiran VI. STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT JENDERAL BINA PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI DAN PERHUTANAN SOSIAL DIREKTORAT JENDERAL BINA PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI DAN PERHUTANAN SOSIAL SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT PERENCANAAN DAN EVALUASI PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI DIREKTORAT BINA REHABILITASI HUTAN DAN LAHAN DIREKTORAT BINA PERHUTANAN SOSIAL DIREKTORAT BINA PERBENIHAN TANAMAN HUTAN UNIT PELAKSANA TEKNIS .

STRUKTUR ORGANISASI SEKRETARIAT DIREKTORAT BINA PENGELOLAAN DAERAH LAAN ALIRAN SUNGAI DAN PERHUTANAN SOSIAL SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BINA PENGELOLAAN DAS DAN PERHUTANAN SOSIAL BAGIAN PROGRAM DAN EVALUASI BAGIAN KEPEGAWAIAN DAN ORGANISASI TATA LAKSANA BAGIAN KEUANGAN DAN UMUM BAGIAN HUKUM DAN KERJASAMA TEKNIK SUBBAGIAN PROGRAM DAN ANGGARAN SUBBAGIAN DATA DAN INFORMASI SUBBAGIAN ADMINISTRASI KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN ADMINISTRASI JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN SUBBAGIAN ADMINISTRASI KEUANGAN SUBBAGIAN PERTIMBANGAN DAN BANTUAN HUKUM SUBBAGIAN EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBAGIAN ORGANISASI DAN TATA LAKSANA SUBBAGIAN PERLENGKAPAN SUBBAGIAN KERJASAMA TEKNIK KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .24 Lampiran Bab VI-1.

EKONOMI DAN KELEMBAGAAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL . STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT PERENCANAAN DAN EVALUASI PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI DIREKTORAT PERENCANAAN DAN EVALUASI PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PEMOLAAN PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI SUBDIREKTORAT KELEMBAGAAN PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI SUBDIREKTORAT TEKNIK PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI SUBDIREKTORAT EVALUASI PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI SEKSI PERENCANAAN SEKSI IDENTIFIKASI KELEMBAGAAN PENGELOLAAN DAS SEKSI FASILITASI PENGEMBANGAN KELEMBAGAAN PENGELOLAAN DAS SEKSI IDENTIFIKASI TEKNIK PENGELOLAAN DAS SEKSI PENGEMBANGAN TEKNIK PENGELOLAAN DAS SEKSI EVALUASI BIOFISIK SEKSI DATA DAN INFORMASI SEKSI EVALUASI SOSIAL.25 Lampiran Bab VI-2.

HUTAN PANTAI.26 Lampiran Bab VI-3. STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT BINA REHABILITASI HUTAN DAN LAHAN DIREKTORAT BINA REHABILITASI HUTAN DAN LAHAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PEMOLAAN REHABILITASI HUTAN DAN LAHAN SUBDIREKTORAT REHABILITASI HUTAN SUBDIREKTORAT REHABILITASI LAHAN SUBDIREKTORAT REHABILITASI HUTAN MANGROVE. RAWA DAN GAMBUT SUBDIREKTORAT REKLAMASI HUTAN DAN KONSERVASI TANAH SEKSI PERENCANAAN REHABILITASI HUTAN DAN LAHAN SEKSI REHABILITASI HUTAN LINDUNG DAN HUTAN KONSERVASI SEKSI HUTAN RAKYAT SEKSI REHABILITASI HUTAN MANGROVE DAN HUTAN PANTAI SEKSI KONSERVASI TANAH SEKSI DATA DAN INFORMASI SEKSI REHABILITASI HUTAN PRODUKSI SEKSI HUTAN KOTA DAN PENGHIJAUAN LINGKUNGAN SEKSI REHABILITASI RAWA DAN GAMBUT SEKSI REKLAMASI HUTAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

27 Lampiran Bab VI-4. STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT BINA PERHUTANAN SOSIAL DIREKTORAT BINA PERHUTANAN SOSIAL SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PEMOLAAN PERHUTANAN SOSIAL SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN HUTAN KEMASYARAKATAN SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN HUTAN DESA SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN HUTAN HAK DAN KEMITRAAN SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN USAHA PERHUTANAN SOSIAL SEKSI PERENCANAAN PERHUTANAN SOSIAL SEKSI DATA DAN INFORMASI SEKSI PENYIAPAN PENGEMBANGAN HUTAN KEMASYARAKATAN SEKSI BIMBINGAN TEKNIS HUTAN KEMASYARAKATAN SEKSI PENYIAPAN PENGEMBANGAN HUTAN DESA SEKSI BIMBINGAN TEKNIS HUTAN DESA SEKSI PENYIAPAN PENGEMBANGAN HUTAN HAK DAN KEMITRAAN SEKSI BIMBINGAN TEKNIS HUTAN HAK DAN KEMITRAAN SEKSI PENYIAPAN PENGEMBANGAN USAHA SEKSI BIMBINGAN TEKNIS PENGEMBANGAN USAHA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT BINA PERBENIHAN TANAMAN HUTAN DIREKTORAT BINA PERBENIHAN TANAMAN HUTAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PEMOLAAN PERBENIHAN TANAMAN HUTAN SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN USAHA PERBENIHAN SUBDIREKTORAT PENGENDALIAN PEREDARAN BENIH SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN SUMBER BENIH DAN SUMBER DAYA GENETIK SEKSI PERENCANAAN SEKSI BIMBINGAN USAHA SEKSI PERUMUSAN STANDAR PEREDARAN SEKSI PENERAPAN STANDAR PEREDARAN SEKSI PENGEMBANGAN SUMBER BENIH SEKSI PENGEMBANGAN SUMBER DAYA GENETIK SEKSI DATA DAN INFORMASI SEKSI BIMBINGAN KELEMBAGAAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .28 Lampiran Bab VI-5.

STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT JENDERAL BINA USAHA KEHUTANAN DIREKTORAT JENDERAL BINA USAHA KEHUTANAN SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT BINA RENCANA PEMANFAATAN DAN USAHA KAWASAN DIREKTORAT BINA USAHA HUTAN ALAM DIREKTORAT BINA USAHA HUTAN TANAMAN DIREKTORAT BINA IURAN DAN PEREDARAN HASIL HUTAN DIREKTORAT BINA PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL HUTAN UNIT PELAKSANA TEKNIS .29 Lampiran VII.

STRUKTUR ORGANISASI SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BINA USAHA NDERAL KEHUTANAN SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BINA USAHA KEHUTANAN BAGIAN PROGRAM DAN EVALUASI BAGIAN KEPEGAWAIAN & ORGANISASI TATA LAKSANA BAGIAN KEUANGAN DAN UMUM BAGIAN HUKUM DAN KERJASAMA TEKNIK SUBBAGIAN PROGRAM DAN ANGGARAN SUBBAGIAN DATA DAN INFORMASI SUBBAGIAN ADMINISTRASI KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN ADMINISTRASI JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN ADMINISTRASI KEUANGAN SUBBAGIAN PERLENGKAPAN SUBBAGIAN PERATURAN PERUNDANGUNDANGAN SUBBAGIAN PERTIMBANGAN & BANTUAN HUKUM SUBBAGIAN EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBAGIAN ORGANISASI DAN TATA LAKSANA SUBBAGIAN KERJASAMA TEKNIK KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .30 Lampiran Bab VII-1.

STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT BINA RENCANA PEMANFAATAN DAN USAHA KAWASAN DIREKTORAT BINA RENCANA PEMANFAATAN DAN USAHA KAWASAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PEMOLAAN PEMANFAATAN KAWASAN HUTAN SUBDIREKTORAT PEMANFAATAN HASIL HUTAN BUKAN KAYU SUBDIREKTORAT USAHA JASA LINGKUNGAN SUBDIREKTORAT PENILAIAN KINERJA USAHA KAWASAN DAN JASA LINGKUNGAN SEKSI PEMANFAATAN KAWASAN WILAYAH I SEKSI PEMANFAATAN HASIL HUTAN BUKAN KAYU WILAYAH I SEKSI USAHA JASA LINGKUNGAN WILAYAH I SEKSI PENILAIAN KINERJA USAHA WILAYAH I SEKSI PEMANFAATAN KAWASAN WILAYAH II SEKSI PEMANFAATAN HASIL HUTAN BUKAN KAYU WILAYAH II SEKSI USAHA JASA LINGKUNGAN WILAYAH II SEKSI PENILAIAN KINERJA USAHA WILAYAH II KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .31 Lampiran Bab VII-2.

STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT BINA USAHA HUTAN ALAM DIREKTORAT BINA USAHA HUTAN ALAM SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PENYIAPAN PEMANFAATAN HUTAN ALAM SUBDIREKTORAT RENCANA KERJA PEMANFAATAN HUTAN ALAM SUBDIREKTORAT PRODUKSI HUTAN ALAM SUBDIREKTORAT PENILAIAN KINERJA USAHA PEMANFAATAN HUTAN ALAM SEKSI PENYIAPAN WILAYAH I SEKSI RENCANA KERJA WILAYAH I SEKSI PRODUKSI WILAYAH I SEKSI PENILAIAN KINERJA USAHA WILAYAH I SEKSI PENYIAPAN WILAYAH II SEKSI RENCANA KERJA WILAYAH II SEKSI PRODUKSI WILAYAH II SEKSI PENILAIAN KINERJA USAHA WILAYAH II KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .32 Lampiran Bab VII-3.

33 Lampiran Bab VII-4. STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT BINA USAHA HUTAN TANAMAN AN DIREKTORAT BINA USAHA HUTAN TANAMAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT HUTAN TANAMAN INDUSTRI SUBDIREKTORAT HUTAN TANAMAN RAKYAT SUBDIREKTORAT RENCANA KERJA DAN PRODUKSI SUBDIREKTORAT PENILAIAN KINERJA USAHA PEMANFAATAN HUTAN TANAMAN SEKSI HUTAN TANAMAN INDUSTRI WILAYAH I SEKSI HUTAN TANAMAN INDUSTRI WILAYAH II SEKSI HUTAN TANAMAN RAKYAT WILAYAH I SEKSI HUTAN TANAMAN RAKYAT WILAYAH II SEKSI RENCANA KERJA DAN PRODUKSI WILAYAH I SEKSI RENCANA KERJA DAN PRODUKSI WILAYAH II SEKSI PENILAIAN KINERJA USAHA WILAYAH I SEKSI PENILAIAN KINERJA USAHA WILAYAH II KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

34 Lampiran Bab VII-5. STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT BINA IURAN KEHUTANAN DAN PEREDARAN HASIL HUTAN DIREKTORAT BINA IURAN KEHUTANAN DAN PEREDARAN HASIL HUTAN

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBDIREKTORAT PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK

SUBDIREKTORAT PEREDARAN HASIL HUTAN

SUBDIREKTORAT PENGUKURAN DAN PENGUJIAN HASIL HUTAN

SUBDIREKTORAT PENERTIBAN PEREDARAN HASIL HUTAN

SEKSI PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK WILAYAH I

SEKSI TATA USAHA HASIL HUTAN

SEKSI PENGUKURAN DAN PENGUJIAN HASIL HUTAN KAYU SEKSI PENGUKURAN DAN PENGUJIAN HASIL HUTAN BUKAN KAYU

SEKSI PENERTIBAN PEREDARAN HASIL HUTAN WILAYAH I

SEKSI PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK WILAYAH II

SEKSI TANDA LEGALITAS HASIL HUTAN

SEKSI PENERTIBAN PEREDARAN HASIL HUTAN WILAYAH II

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

35 Lampiran Bab VII-6. STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT BINA PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL HUTAN DIREKTORAT BINA PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL HUTAN

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBDIREKTORAT PEMOLAAN PENGOLAHAN HASIL HUTAN

SUBDIREKTORAT PENGENDALIAN BAHAN BAKU DAN INDUSTRI PRIMER

SUBDIREKTORAT PENILAIAN KINERJA INDUSTRI DAN PEMASARAN HASIL HUTAN

SEKSI
PENYIAPAN PENGOLAHAN INDUSTRI PRIMER

SEKSI PENGENDALIAN BAHAN BAKU

SEKSI KINERJA INDUSTRI

SEKSI PENGOLAHAN INDUSTRI PRIMER

SEKSI PRODUKSI INDUSTRI PRIMER

SEKSI PEMASARAN HASIL HUTAN

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

36 Lampiran VIII. STRUKTUR ORGANISASI INSPEKTORAT JENDERAL

INSPEKTORAT JENDERAL

SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL

INSPEKTORAT I

INSPEKTORAT II

INSPEKTORAT III

INSPEKTORAT IV

INSPEKTORAT INVESTIGASI

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBBAGIAN TATA USAHA

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR

37 Lampiran Bab VIII.1 STRUKTUR ORGANISASI SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL

BAGIAN PROGRAM DAN PELAPORAN

BAGIAN ANALISIS LAPORAN HASIL PENGAWASAN

BAGIAN PEMANTAUAN TINDAK LANJUT

BAGIAN UMUM

SUBBAGIAN PROGRAM

SUBBAGIAN ANALISIS LAPORAN HASIL PENGAWASAN I

SUBBAGIAN PEMANTAUAN TINDAK LANJUT I

SUBBAGIAN TATA PERSURATAN DAN KEUANGAN

SUBBAGIAN DATA DAN PELAPORAN

SUBBAGIAN ANALISIS LAPORAN HASIL PENGAWASAN II

SUBBAGIAN PEMANTAUAN TINDAK LANJUT II

SUBBAGIAN RUMAH TANGGA DAN KEPEGAWAIAN

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

38 Lampiran IX.STRUKTUR ORGANISASI BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SUMBERDAYA MANUSIA KEHUTANAN
BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SUMBERDAYA MANUSIA KEHUTANAN

SEKRETARIAT BADAN

PUSAT PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN

PUSAT PELAYANAN PENYULUHAN KEHUTANAN

PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEHUTANAN

UNIT PELAKSANA TEKNIS

STRUKTUR ORGANISASI SEKRETARIAT BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SUMBERDAYA MANUSIA KEHUTANAN SEKRETARIAT BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SUMBERDAYA MANUSIA KEHUTANAN BAGIAN PROGRAM DAN KERJA SAMA BAGIAN EVALUASI DAN PERPUSTAKAAN BAGIAN KEPEGAWAIAN. ORGANISASI & TATA LAKSANA BAGIAN KEUANGAN DAN UMUM SUBBAGIAN PROGRAM SUBBAGIAN DATA DAN INFORMASI SUBBAGIAN ADMINISTRASI KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN KEUANGAN SUBBAGIAN ANGGARAN SUBBAGIAN EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBAGIAN ADMINISTRASI JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN KERJASAMA SUBBAGIAN DISSEMINASI. HUKUM. PUBLIKASI DAN PERPUSTAKAAN SUBBAGIAN HUKUM.39 Lampiran Bab IX-1. ORGANISASI DAN TATA LAKSANA SUBBAGIAN PERLENGKAPAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

MATERI DAN ALAT BANTU PENYULUHAN BIDANG PROGRAMA SUBBIDANG METODE DAN MATERI PENYULUHAN SUBBIDANG PENYUSUNAN PROGRAMA SUBBIDANG SARANA DAN ALAT BANTU PENYULUHAN SUBBIDANG BIMBINGAN TEKNIS PENYUSUNAN PROGRAMA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .40 Lampiran Bab IX-2. STRUKTUR ORGANISASI PUSAT PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN PUSAT PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN SUBBAGIAN TATA USAHA BIDANG METODE.

41 Lampiran Bab IX-3. STRUKTUR ORGANISASI PUSAT PELAYANAN PENYULUHAN KEHUTANAN PUSAT PELAYANAN PENYULUHAN KEHUTANAN SUBBAGIAN TATA USAHA BIDANG PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BIDANG PEMBINAAN PENYULUH SUBBIDANG BIMBINGAN TEKNIS SUBBIDANG PENYULUH SWASTA DAN SWADAYA SUBBIDANG PEMBINAAN KELEMBAGAAN SUBBIDANG APARATUR PENYULUH KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

42 Lampiran Bab IX-4. STRUKTUR ORGANISASI PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEHUTANAN PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEHUTANAN BAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN TATA USAHA DAN KEUANGAN SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN BIDANG PENGEMBANGAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN BIDANG PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN BIDANG PENGELOLAAN PENDIDIKAN SUBBIDANG PERENCANAAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN SUBBIDANG MONITORING EVALUASI DAN PELAPORAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN SUBBIDANG PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TEKNIS SUBBIDANG PENDIDIKAN MENENGAH SUBBIDANG PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENJENJANGAN SUBBIDANG PENDIDIKAN LANJUTAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

43 Lampiran X. STRUKTUR ORGANISASI BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEHUTANAN BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEHUTANAN SEKRETARIAT BADAN PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KONSERVASI DAN REHABILITASI SUMBERDAYA ALAM PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PENINGKATAN PRODUKTIFITAS HUTAN PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HASIL HUTAN PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN DAN PERUBAHAN IKLIM UNIT PELAKSANA TEKNIS .

STRUKTUR ORGANISASI SEKRETARIAT BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEHUTANAN SEKRETARIAT BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEHUTANAN BAGIAN PROGRAM DAN KERJA SAMA BAGIAN EVALUASI DAN PERPUSTAKAAN BAGIAN KEPEGAWAIAN.44 Lampiran Bab X-1. PUBLIKASI DAN PERPUSTAKAAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN KERJASAMA SUBBAGIAN HUKUM. ORGANISASI DAN TATA LAKSANA BAGIAN KEUANGAN DAN UMUM SUBBAGIAN PROGRAM SUBBAGIAN DATA DAN INFORMASI SUBBAGIAN ADMINISTRASI KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN ADMINISTRASI JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN KEUANGAN SUBBAGIAN ANGGARAN SUBBAGIAN EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBAGIAN DISSEMINASI. ORGANISASI DAN TATA LAKSANA SUBBAGIAN PERLENGKAPAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL . HUKUM.

45 Lampiran Bab X-2. INFORMASI DAN DISEMINASI SUBBIDANG TINDAK LANJUT HASIL PENELITIAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL . STRUKTUR ORGANISASI PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KONSERVASI DAN REHABILITASI SUMBERDAYA ALAM PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KONSERVASI DAN REHABILITASI SUMBER DAYA ALAM BAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN TATA USAHA DAN KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN KEUANGAN DAN PERLENGKAPAN BIDANG PROGRAM DAN EVALUASI PENELITIAN BIDANG PENGEMBANGAN DATA DAN TINDAK LANJUT PENELITIAN SUBBIDANG PROGRAM DAN ANGGARAN PENELITIAN SUBBIDANG EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBIDANG DATA.

46 Lampiran Bab X-3. STRUKTUR ORGANISASI PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PENINGKATAN PRODUKTIFITAS HUTAN PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PENINGKATAN PRODUKTIFITAS HUTAN BAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN TATA USAHA DAN KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN KEUANGAN DAN PERLENGKAPAN BIDANG PROGRAM DAN EVALUASI PENELITIAN BIDANG PENGEMBANGAN DATA DAN TINDAK LANJUT PENELITIAN SUBBIDANG PROGRAM DAN ANGGARAN PENELITIAN SUBBIDANG EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBIDANG DATA. INFORMASI DAN DISEMINASI SUBBIDANG TINDAK LANJUT HASIL PENELITIAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

STRUKTUR ORGANISASI PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HASIL HUTAN PUSAT PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PENELITIAN DAN HASIL HUTAN PENGEMBANGAN HASIL HUTAN BAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN TATA USAHA DAN KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN KEUANGAN DAN PERLENGKAPAN BIDANG PROGRAM DAN EVALUASI PENELITIAN BIDANG PENGEMBANGAN DATA DAN TINDAK LANJUT PENELITIAN SUBBIDANG PROGRAM DAN ANGGARAN PENELITIAN SUBBIDANG EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBIDANG DATA. INFORMASI DAN DISEMINASI SUBBIDANG TINDAK LANJUT HASIL PENELITIAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .47 Lampiran Bab X-4.

48 Lampiran Bab X-5. INFORMASI DAN DISEMINASI SUBBIDANG TINDAK LANJUT HASIL PENELITIAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL . STRUKTUR ORGANISASI PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN DAN PERUBAHAN IKLIM PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN DAN PERUBAHAN IKLIM BAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN TATA USAHA DAN KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN KEUANGAN DAN PERLENGKAPAN BIDANG PROGRAM DAN EVALUASI PENELITIAN BIDANG PENGEMBANGAN DATA DAN TINDAK LANJUT PENELITIAN SUBBIDANG PROGRAM DAN ANGGARAN PENELITIAN SUBBIDANG EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBIDANG DATA.

STRUKTUR ORGANISASI PUSAT STANDARDISASI DAN LINGKUNGAN PUSAT STANDARDISASI DAN LINGKUNGAN SUBBAGIAN TATA USAHA BIDANG STANDARDISASI BIDANG LINGKUNGAN KEHUTANAN BIDANG PERUBAHAN IKLIM SUBBIDANG PERUMUSAN STANDAR SUBBIDANG PELAYANAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN SUBBIDANG EVALUASI PENGELOLAAN DAMPAK LINGKUNGAN SUBBIDANG PELAYANAN PENANGANAN PERUBAHAN IKLIM SUBBIDANG EVALUASI PENANGANAN PERUBAHAN IKLIM SUBBIDANG PENERAPAN STANDAR KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .49 Lampiran Bab XII.

50 Lampiran Bab XIII. STRUKTUR ORGANISASI PUSAT HUBUNGAN MASYARAKAT TRUKTUR PUSAT HUBUNGAN MASYARAKAT SUBBAGIAN TATA USAHA BIDANG PEMBERITAAN DAN PUBLIKASI BIDANG HUBUNGAN ANTAR LEMBAGA SUBBIDANG PEMBERITAAN SUBBIDANG LEMBAGA NEGARA DAN PEMERINTAH SUBBIDANG ANALISIS BERITA DAN PUBLIKASI SUBBIDANG LEMBAGA NON PEMERINTAH KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

AFRIKA. STRUKTUR ORGANISASI PUSAT KERJASAMA LUAR NEGERI PUSAT KERJASAMA LUAR NEGERI SUBBAGIAN TATA USAHA BIDANG BILATERAL DAN REGIONAL BIDANG MULTILATERAL BIDANG KERJASAMA TEKNIK SUBBIDANG BILATERAL AMERIKA & EROPA SUBBIDANG KONVENSI DAN ORGANISASI INTERNASIONAL SUBBIDANG KERJASAMA TEKNIK LUAR NEGERI I SUBBIDANG KERJASAMA TEKNIK LUAR NEGERI II SUBBIDANG BILATERAL ASIA. AUSTRALIA DAN REGIONAL SUBBIDANG ORGANISASI PESERIKATAN BANGSABANGSA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .51 Lampiran Bab XIV.

52 Lampiran Bab XV. STRUKTUR ORGANISASI PUSAT PENGENDALIAN PEMBANGUNAN KEHUTANAN REGIONAL UNAN PUSAT PENGENDALIAN PEMBANGUNAN KEHUTANAN REGIONAL SUBBAGIAN TATA USAHA BIDANG PERENCANAAN KEHUTANAN REGIONAL BIDANG EVALUASI PERENCANAAN KEHUTANAN REGIONAL SUBBIDANG PERENCANAAN KEHUTANAN I SUBBIDANG EVALUASI PERENCANAAN KEHUTANAN I SUBBIDANG PERENCANAAN KEHUTANAN II SUBBIDANG EVALUASI PERENCANAAN KEHUTANAN II KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

STRUKTUR ORGANISASI PUSAT PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN HUTAN PUSAT PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN HUTAN BAGIAN KEUANGAN DAN UMUM SUBBAGIAN KEUANGAN SUBBAGIAN UMUM BIDANG ANALISIS DAN EVALUASI BIDANG OPERASIONAL SUBBIDANG ANALISIS PINJAMAN SUBBIDANG OPERASIONAL I SUBBIDANG EVALUASI PINJAMAN SUBBIDANG OPERASIONAL II KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .53 Lampiran Bab XVI.