PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : P.

40/Menhut-II/2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN KEHUTANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa sebagai pelaksanaan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara dan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas dan Fungsi Kementerian Negara, Serta Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara dipandang perlu menetapkan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kehutanan. : 1. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara; 2. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi Kementerian Negara Serta Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara; 3. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 84/P Tahun 2009. Memperhatikan : Persetujuan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dalam surat Nomor B/1727/M.PAN-RB/7/2010 tanggal 29 Juli 2010. MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN ORGANISASI KEHUTANAN. MENTERI KEHUTANAN TENTANG DAN TATA KERJA KEMENTERIAN

Mengingat

2

BAB I KEDUDUKAN, TUGAS, DAN FUNGSI Pasal 1 (1) Kementerian Kehutanan berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. (2) Kementerian Kehutanan dipimpin oleh Menteri Kehutanan. Pasal 2 Kementerian Kehutanan mempunyai tugas menyelenggarakan urusan di bidang kehutanan dalam pemerintahan untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan negara. Pasal 3 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Kementerian Kehutanan menyelenggarakan fungsi: a. perumusan, penetapan, dan pelaksanaan kebijakan di bidang kehutanan; b. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawabnya Kementerian Kehutanan; c. pengawasan atas pelaksanaan tugas di lingkungan Kementerian Kehutanan; d. pelaksanaan bimbingan teknis dan supervisi atas pelaksanaan urusan Kementerian Kehutanan di daerah; dan e. pelaksanaan kegiatan teknis yang berskala nasional. BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 4 Kementerian Kehutanan terdiri atas: a. Sekretariat Jenderal; b. Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan; c. Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam; d. Direktorat Jenderal Bina Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial; e. Direktorat Jenderal Bina Usaha Kehutanan; f. Inspektorat Jenderal;

3

g. Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan; h. Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan; i. Staf Ahli Menteri Bidang Revitalisasi Industri Kehutanan; j. Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Perdagangan Internasional; k. Staf Ahli Menteri Bidang Lingkungan dan Perubahan Iklim; l. Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga;dan m. Staf Ahli Menteri Bidang Keamanan Hutan. BAB III SEKRETARIAT JENDERAL Bagian Pertama Kedudukan, Tugas dan Fungsi Pasal 5 (1) Sekretariat Jenderal adalah unsur pembantu pimpinan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kehutanan. (2) Sekretariat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris Jenderal. Pasal 6 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unit organisasi di lingkungan Kementerian Kehutanan. Pasal 7 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6, Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi kegiatan Kementerian Kehutanan; b. koordinasi dan penyusunan rencana dan program Kementerian Kehutanan; c. pembinaan dan pemberian dukungan administrasi yang meliputi ketatausahaan, kepegawaian, keuangan, kerumahtanggaan, arsip dan dokumentasi Kementerian Kehutanan; d. pembinaan dan penyelenggaraan Organisasi dan tata laksana, kerja sama dan hubungan masyarakat;

4

e. koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum; f. penyelenggaraan pengelolaan barang milik/kekayaan Negara; dan g. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Menteri Kehutanan. Pasal 8 Sekretariat Jenderal terdiri atas: a. Biro Perencanaan; b. Biro Kepegawaian; c. Biro Hukum dan Organisasi; d. Biro Keuangan;dan e. Biro Umum. Bagian Ketiga Biro Perencanaan Pasal 9 Biro Perencanaan mempunyai tugas melaksanakan koordinasi kerja sama dalam negeri, penyusunan rencana makro, program, anggaran, evaluasi, pelaporan, dan pengelolaan data dan informasi di lingkungan Kementerian. Pasal 10 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9, Biro Perencanaan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi kerja sama dalam negeri di lingkungan Kementerian; b. penyiapan koordinasi penyusunan rencana umum kehutanan, dan program, serta anggaran, termasuk anggaran bantuan luar negeri di lingkungan Kementerian; c. penyiapan koordinasi evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana, program dan anggaran di lingkungan Kementerian; d. pengelolaan data dan informasi Kementerian;dan e. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro.

5

Pasal 11 Biro Perencanaan terdiri atas: a. Bagian Rencana Umum Kehutanan; b. Bagian Program Anggaran; c. Bagian Evaluasi;dan d. Bagian Data dan Informasi. Pasal 12 Bagian Rencana Umum Kehutanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi kerja sama dalam negeri, dan penyusunan rencana umum Kementerian. Pasal 13 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12, Bagian Rencana Umum Kehutanan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan koordinasi kerja sama dalam negeri, b. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana umum kehutanan;dan c. pelaksanaan pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Pasal 14 Bagian Rencana Umum Kehutanan terdiri atas: a. Subbagian Rencana Pembangunan; b. Subbagian Rencana Umum Kehutanan;dan c. Subbagian Tata Usaha. Pasal 15 (1) Subbagian Rencana Pembangunan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana jangka panjang, jangka menengah, dan jangka pendek. (2) Subbagian Rencana Umum Kehutanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana umum dan rencana kehutanan lintas sektor serta rencana tindak lanjut komitmen internasional. (3) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan ketatausahaan, kepegawaian, keuangan, kerumahtanggaan, dan pelaporan Biro.

Pasal 18 Bagian Program Anggaran terdiri atas: a. penyiapan koordinasi penyusunan dokumen anggaran Kementerian. (2) Subbagian Program Anggaran II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan program Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran pada Sekretariat Jenderal. dan Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan. Direktorat Jenderal Bina Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial. Pasal 19 (1) Subbagian Program Anggaran I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan program Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran pada Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam. dan anggaran di lingkungan Kementerian. (3) Subbagian Program Anggaran Bantuan Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan program anggaran bantuan luar negeri di lingkungan Kementerian. penyiapan bahan koordinasi penyusunan program anggaran Kementerian. Subbagian Program Anggaran Bantuan Luar Negeri. b. Subbagian Program Anggaran I. Pasal 17 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16.dan c. Direktorat Jenderal Bina Usaha Kehutanan. Direktorat Jenderal Planologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan. b. Bagian Program Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan koordinasi penyusunan program anggaran bantuan luar negeri. . Subbagian Program Anggaran II.6 Pasal 16 Bagian Program Anggaran mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan program.dan c. Inspektorat Jenderal.

dan c. Subbagian Evaluasi III. (3) Subbagian Evaluasi III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi evaluasi kinerja pelaksanaan anggaran di lingkungan Sekretariat Jenderal dan Kementerian serta evaluasi agenda program nasional. Subbagian Evaluasi I. serta penyiapan bahan rapat koordinasi pimpinan di lingkungan Kementerian. Bagian Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. . dan rapat koordinasi pimpinan bidang politik hukum dan keamanan. b. laporan di lingkungan Sekretariat Jenderal.7 Pasal 20 Bagian Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi evaluasi dan pelaporan pelaksanaan program dan anggaran. Pasal 23 (1) Subbagian Evaluasi I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi evaluasi kinerja dan pelaporan akuntabilitas. laporan di lingkungan Kementerian dan rapat koordinasi pimpinan bidang kesejahteraan rakyat. penyiapan bahan rapat pimpinan. Pasal 21 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20. Subbagian Evaluasi II. penyiapan bahan koordinasi evaluasi pelaksanaan anggaran dan kegiatan bantuan luar negeri. c. Pasal 22 Bagian Evaluasi terdiri atas: a. pidato kenegaraan. laporan sidang kabinet dan rapat koordinasi pimpinan bidang perekonomian. b. (2) Subbagian Evaluasi II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi evaluasi kinerja dan pelaporan akuntabilitas. penyiapan bahan koordinasi evaluasi dan pelaporan kinerja Kementerian Kehutanan dan Sekretariat Jenderal.

dan c. b. penyiapan bahan koordinasi pengelolaan sistem informasi kehutanan. Pasal 25 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24. dan pengelolaan sistem informasi kepegawaian di lingkungan Kementerian. (3) Subbagian Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pengelolaan sistem informasi kehutanan.dan c. Subbagian Sistem Informasi. Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data. pengolahan. Pasal 26 Bagian Data dan Informasi terdiri atas: a. pengembangan. . pembinaan. Bagian Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Keempat Biro Kepegawaian Pasal 28 Biro Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan koordinasi.8 Pasal 24 Bagian Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi pengelolaan data dan informasi di lingkungan Kementerian. (2) Subbagian Statistik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan statistik Kementerian. penyiapan bahan koordinasi penyusunan statistik Kementerian. penyiapan bahan koordinasi dan analisis data Kementerian. analisis dan penyajian data Kementerian. tata usaha. b. Subbagian Statistik. Pasal 27 (1) Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan pengumpulan. perencanaan.

9 Pasal 29 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28. pengadaan pegawai. Bagian Mutasi Kepegawaian. d. Biro Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Tata Usaha Kepegawaian. Perencanaan dan Pengembangan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan koordinasi dan pembinaan serta penyusunan formasi. Pasal 30 Biro Kepegawaian terdiri atas: a. Pasal 32 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31. c. pengelolaan sistem informasi kepegawaian di lingkungan Kementerian. b. dan pengembangan kepegawaian. penyiapan bahan koordinasi. pembinaan dan pelaksanaan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Kementerian. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. e. Pasal 31 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana dan program kepegawaian. b. penyiapan bahan koordinasi dan pengembangan sistem penilaian kompetensi pengembangan karier analisis kebutuhan pendidikan dan pelatihan pegawai. pemberhentian dan pemensiunan pegawai di lingkungan Kementerian. Bagian . pengadaan pegawai di lingkungan Kementerian. program. serta penyusunan formasi. Bagian Administrasi Jabatan Fungsional. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Kepegawaian. penyusunan rencana dan program serta evaluasi dan pelaporan.dan f. pelaksanaan administrasi kepangkatan. penyusunan rencana.dan d. pembinaan dan pengembangan pegawai. c. serta evaluasi dan pelaporan kepegawaian.

b. . b.10 b. Subbagian Rencana Karier. (3) Subbagian Pengembangan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana pengembangan pegawai. pengadaan pegawai. dan ujian penyesuaian ijazah. penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan administrasi alih jabatan dan pemindahan pegawai. dan pemantauan pasca penempatan pegawai. pengembangan standar kompetensi kerja kepegawaian serta penyelenggaraan Personal Assessment Centre (PAC). dan pemberhentian serta pemensiunan pegawai. penyelenggaraan ujian dinas. pengangkatan. Subbagian Pengembangan Kepegawaian. analisis kebutuhan pendidikan dan pelatihan pegawai. penyiapan bahan koordinasi dan pengembangan sistem penilaian kompetensi. (2) Subbagian Rencana Karier mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pengembangan karier. Pasal 35 Bagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan administrasi mutasi. penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan administrasi kepangkatan. dan pemensiunan pegawai.dan c. Pasal 36 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35. pemberhentian. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan formasi. rencana pengadaan. pengembangan karier. Pasal 33 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Kepegawaian terdiri atas: a. penempatan dan pembekalan calon pegawai. penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan administrasi pengangkatan. Pasal 34 (1) Subbagian Rencana Formasi dan Pengadaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana dan program kepegawaian. kepangkatan. Bagian Mutasi Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a.dan c.dan c. Subbagian Rencana Formasi dan Pengadaan.

b. Bagian Tata Usaha Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan koordinasi dan pengelolaan sistem informasi kepegawaian. Subbagian Kepangkatan. b. c. pemberhentian dan pemensiunan pegawai.dan c. penyiapan bahan koordinasi penyusunan tata naskah pegawai.11 Pasal 37 Bagian Mutasi Kepegawaian terdiri atas: a. penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan administrasi hukuman dan disiplin serta kesejahteraan dan pelayanan kesehatan pegawai. Pasal 38 (1) Subbagian Kepangkatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan administrasi kenaikan pangkat dan urusan kepangkatan. b.dan Pasal 41 Bagian Tata Usaha Kepegawaian terdiri atas: a. . Pasal 40 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39. Pasal 39 Bagian Tata Usaha Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan pengelolaan sistem informasi kepegawaian dan kesejahteraan pegawai. Subbagian Mutasi Jabatan. Subbagian Disiplin dan Kesejahteraan Pegawai. Subbagian Tata Naskah Pegawai. Pemberhentian dan Pemensiunan. dan Pemensiunan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan administrasi pengangkatan. Subbagian Data dan Informasi Kepegawaian. Pemberhentian. Subbagian Pengangkatan.dan c. (3) Subbagian Pengangkatan. (2) Subbagian Mutasi Jabatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan administrasi pemindahan dan alih jabatan.

(3) Subbagian Disiplin dan Kesejahteraan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan administrasi pemberian penghargaan dan hukuman disiplin. dan pemberhentian jabatan fungsional. serta penyajian data kepegawaian. .dan c. penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan administrasi penilaian angka jabatan fungsional. b. b.dan c. (2) Subbagian Data dan Informasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pemeliharaan dan pengembangan system informasi kepagawaian dan database kepegawaian. penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan evaluasi jabatan fungsional. Pasal 43 Bagian Administrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan administrasi jabatan fungsional. Subbagian Tata Usaha Biro. Pasal 45 Bagian Administrasi Jabatan Fungsional terdiri atas: a. arsip pegawai serta pengurusan kartu pegawai. daftar riwayat pekerjaan. Pasal 44 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43. Subbagian Evaluasi Jabatan Fungsional. serta administrasi angka kredit. Subbagian Administrasi Penilaian Angka Kredit. Bagian Administrasi Jabatan Fungsional menyelenggarakan fungsi: a. serta kesejahteraan dan pelayanan kesehatan pegawai.12 Pasal 42 (1) Subbagian Tata Naskah Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan administrasi penyusunan dan pemeliharaan naskah kepegawaian. pelaksanaan pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga biro. penyusunan DP3. kartu isteri dan kartu suami pegawai serta pengurusan laporan kekayaan penyelenggara negara. pembebasan. Pasal 46 (1) Subbagian Administrasi Penilaian Angka Kredit mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan telaahan usul pengangkatan.

Bagian Penelaahan Hukum. kerumahtanggaan. kepegawaian. Bagian Kelima Biro Hukum dan Organisasi Pasal 47 Biro Hukum dan Organisasi mempunyai tugas melaksanakan koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan. Bagian Kelembagaan. Bagian Penanganan Perkara dan Bantuan Hukum.13 (2) Subbagian Evaluasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan pemantauan. Pasal 48 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47. c. dan penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang kehutanan. penyiapan koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang kehutanan. d. d. b. keuangan. . pembinaan dan pengembangan kelembagaan dan ketatalaksanaan di lingkungan Kementerian. penelaahan pelaksanaan peraturan perundangundangan.dan e. serta pelaksanaan pengelolaan dokumentasi dan informasi peraturan perundang-undangan. pengelolaan dokumentasi hukum dan pemberian bantuan hukum serta pembinaan kelembagaan dan ketatalaksanaan di lingkungan Kementerian. Biro Hukum dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. evaluasi. (3)Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan ketatausahaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan jabatan fungsional di lingkungan Kementerian. b. Bagian Peraturan Perundang-undangan. Pasal 49 Biro Hukum dan Organisasi terdiri atas: a. c. penelaahan. dan pelaporan Biro. pelaksanaan penanganan perkara dan bantuan hukum.

dan c. pendidikan dan pelatihan. serta perlindungan hutan dan konservasi alam. b. Subbagian Peraturan Perundang-undangan III. penelitian dan pengembangan. Bagian Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang bina usaha kehutanan dan bina pengelolaan daerah aliran sungai dan perhutanan sosial. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang administrasi kehutanan dan planologi kehutanan.14 Pasal 50 Bagian Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang kehutanan. Pasal 51 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50. .dan c. penelitian dan pengembangan. b. Pasal 52 Bagian Peraturan Perundang-undangan terdiri atas: a. penyuluhan kehutanan. (2) Subbagian Peraturan Perundang-undangan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rancangan peraturan perundangundangan di bidang administrasi kehutanan dan planologi kehutanan. Subbagian Peraturan Perundang-undangan II. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang pengawasan. serta perlindungan hutan dan konservasi alam. Pasal 53 (1) Subbagian Peraturan Perundang-undangan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rancangan peraturan perundangundangan di bidang bina usaha kehutanan dan bina pengelolaan daerah aliran sungai dan perhutanan sosial. penyuluhan kehutanan. (3) Subbagian Peraturan Perundang-undangan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rancangan peraturan perundangundangan di bidang pengawasan. Subbagian Peraturan Perundang-undangan I. pendidikan dan pelatihan.

. evaluasi. pendidikan dan pelatihan. evaluasi dan penelaahan pelaksanaan peraturan perundang-undangan. penyiapan bahan koordinasi. Subbagian Penelahaan Hukum I. Bagian Penelaahan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 57 (1) Subbagian Penelaahan Hukum I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. serta perjanjian kerja sama di bidang bina usaha kehutanan dan bina pengelolaan daerah aliran sungai dan perhutanan sosial.dan c. Subbagian Penelahaan Hukum II. (2) Subbagian Penelaahan Hukum II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. serta perjanjian kerja sama di bidang administrasi kehutanan dan planologi kehutanan. evaluasi dan penelaahan pelaksanaan peraturan perundang-undangan. dan penelaahan pelaksanaan peraturan perundang-undangan. penyiapan bahan koordinasi. b.15 Pasal 54 Bagian Penelaahan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan koordinasi dan evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan serta penelaahan hukum dan perjanjian kerja sama di bidang kehutanan. Pasal 55 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54. Pasal 56 Bagian Penelaahan Hukum terdiri atas: a. Subbagian Penelaahan Hukum III. serta perjanjian kerja sama di bidang bina usaha kehutanan dan bina pengelolaan daerah aliran sungai dan perhutanan sosial. serta perjanjian kerja sama di bidang pengawasan. serta perlindungan hutan dan konservasi alam. penelitian dan pengembangan. penyiapan bahan koordinasi. penyuluhan kehutanan. serta perjanjian kerja sama di bidang administrasi kehutanan dan planologi kehutanan. evaluasi dan penelaahan pelaksanaan peraturan perundang-undangan. dan penelaahan pelaksanaan peraturan perundang-undangan. evaluasi.dan c. b.

Subbagian Bantuan Hukum II. penyuluhan kehutanan. Pasal 61 (1) Subbagian Bantuan Hukum I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan pemberian bantuan hukum dalam proses peradilan gugatan perdata dan pemulihan hak-hak negara dari pihak ketiga. tata usaha negara dan pidana. pendidikan dan pelatihan.16 (3) Subbagian Penelaahan Hukum III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. serta perjanjian kerja sama di bidang pengawasan. . Pasal 58 Bagian Penanganan Perkara dan Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan penanganan perkara. evaluasi. penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan pemberian bantuan hukum dalam proses peradilan perkara perdata. (2) Subbagian Bantuan Hukum II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan pemberian bantuan hukum dalam proses peradilan gugatan tata usaha negara dan pidana. Bagian Penanganan Perkara dan Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. dan penelaahan pelaksanaan peraturan perundang-undangan. (3) Subbagian Bantuan Hukum III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan pemberian bantuan hukum dan penyelesaian perkara di luar pengadilan.dan b. Subbagian Bantuan Hukum III.dan c. pemulihan hak-hak negara baik di peradilan (ligitasi) maupun di luar pengadilan (non ligitasi). Pasal 59 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58. Pasal 60 Bagian Penanganan Perkara dan Bantuan Hukum terdiri atas: a. penelitian dan pengembangan. penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan bantuan hukum di luar pengadilan. serta perlindungan hutan dan konservasi alam. Subbagian Bantuan Hukum I. b.

kerumahtanggaan dan pelaporan biro. termasuk dengan pemerintah daerah. identifikasi. keuangan. evaluasi dan penataan kelembagaan. serta pengelolaan jaringan dokumentasi dan informasi hukum di lingkungan Kementerian. tata hubungan kerja.dan c. Bagian a. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. pengelolaan jaringan dokumentasi dan informasi hukum. b. penyusunan dan evaluasi prosedur kerja. . Pasal 65 (1) Subbagian Organisasi dan Tata Laksana I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. Subbagian Tata Usaha. identifikasi. keuangan. Subbagian Organisasi dan Tata Laksana I. Subbagian Organisasi dan Tata laksana II. pelaksanaan urusan ketatausahaan. Pasal 64 Bagian Kelembagaan terdiri atas: a. penyiapan bahan koordinasi. identifikasi. b. serta perumusan prosedur kerja dan tata hubungan kerja unit-unit organisasi tingkat pusat di lingkungan Kementerian. Pasal 63 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana Kelembagaan menyelenggarakan fungsi: dimaksud dalam Pasal 62. serta perumusan prosedur kerja dan tata hubungan kerja unit-unit organisasi tingkat unit pelaksana teknis di lingkungan Kementerian. kerumahtanggaan. (2) Subbagian Organisasi dan Tata Laksana II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. kepegawaian. evaluasi dan penataan kelembagaan. serta pembakuan prasarana dan sarana kerja kelembagaan di lingkungan Kementerian. perumusan. perumusan.17 Pasal 62 Bagian Kelembagaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan koordinasi pembinaan dan pengembangan kelembagaan dan ketatalaksanaan. perumusan. evaluasi dan penataan kelembagaan di lingkungan Kementerian.dan c. dan pelaporan biro serta melakukan pengelolaan jaringan dokumentasi dan informasi hukum. penyiapan bahan koordinasi. kepegawaian.

penyiapan koordinasi dan pembinaan rencana anggaran pendapatan dan belanja. Bagian Penerimaan Negara. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. penyiapan koordinasi dan pelaksanaan pemungutan. Biro Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Investasi dan Pelaksanaan Anggaran. c. pencatatan. Pasal 67 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66.dan d.18 Bagian Keenam Biro Keuangan Pasal 66 Biro Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan koordinasi teknis urusan keuangan. Bagian Perbendaharaan. serta investasi pemerintah di lingkungan Kementerian. Bagian Akuntansi dan Pelaporan. penyiapan koordinasi dan pembinaan pelaksanaan akuntansi dan pelaporan keuangan di lingkungan Kementerian. Pasal 68 Biro Keuangan terdiri atas: a. d. pembinaan teknis Badan Usaha Milik Negara dan pengelolaan investasi pemerintah di lingkungan Kementerian. penyetoran dan pelaporan penerimaan negara bukan pajak dan dana bagi hasil sumberdaya alam kehutanan. c. penyiapan koordinasi dan pembinaan badan usaha milik negara dan badan layanan umum di lingkungan Kementerian.dan f. . b. penyiapan koordinasi dan pembinaan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. serta pelaksanaan tata laksana keuangan di lingkungan Kementerian. e. b.

badan usaha milik negara dan badan layanan umum serta rencana anggaran pendapatan dan belanja di lingkungan Kementerian. b. (2) Subbagian Penyelesaian Utang Piutang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pembinaan penyelesaian utang piutang dan penyiapan bahan pelaporan penyelesaian utang piutang yang berkaitan dengan penerimaan negara bukan pajak sumberdaya alam dan penerimaan negara bukan pajak lainnya. penyiapan bahan koordinasi pembinaan penyelesaian utang piutang yang berkaitan dengan penerimaan negara bukan pajak sumberdaya alam dan penerimaan negara bukan pajak lainnya. penyiapan bahan koordinasi pembinaan badan usaha milik negara. kerja sama perdagangan. Pasal 70 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 69. penyiapan bahan koordinasi pembinaan rencana anggaran pendapatan dan belanja di lingkungan Kementerian. dan badan layanan umum di lingkungan Kementerian. Subbagian Penyelesaian Utang Piutang.dan d.19 Pasal 69 Bagian Investasi dan Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi pembinaan investasi pemerintah. c. Subbagian Pengelolaan Investasi. badan usaha milik negara dan badan layanan umum di lingkungan Kementerian. Pasal 72 (1) Subbagian Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pembinaan pengelolaan investasi pemerintah. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. penyiapan bahan koordinasi pembinaan pengelolaan investasi pemerintah di lingkungan Kementerian.dan c. . Bagian Investasi dan Pelaksanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. b. Pasal 71 Bagian Investasi dan Pelaksanaan Anggaran terdiri atas: a.

pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. pencatatan. penyetoran. Bagian Penerimaan Negara menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Penerimaan Negara Bukan Pajak Non Kayu. pembukuan.dan c. pemantauan. Subbagian Penerimaan Negara Bukan Pajak Kayu. b. c. penyiapan bahan koordinasi pembinaan penerimaan negara bukan pajak dari sumberdaya alam dan penerimaan negara bukan pajak lainnya. Pasal 75 Bagian Penerimaan Negara terdiri atas: a. . penyiapan bahan koordinasi pembinaan penatausahaan meliputi penerimaan. Subbagian Tata Usaha.20 (3) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pembinaan penelaahan alokasi akun anggaran Kementerian. serta penyusunan anggaran di lingkungan Sekretariat Jenderal. evaluasi dan pelaporan penerimaan negara bukan pajak sumberdaya alam kayu berikut penatausahaan dana bagi hasil di lingkungan Kementerian. penyetoran dan pelaporan.dan d. serta penatausahaan dana bagi hasil penerimaan negara bukan pajak dan penerimaan negara bukan pajak lainnya. penyiapan bahan koordinasi pembinaan penatausahaan dana bagi hasil yang berkaitan dengan perimbangan penerimaan negara bukan pajak sumberdaya alam kehutanan. b. Pasal 74 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut dalam Pasal 73. Pasal 76 (1) Subbagian Penerimaan Negara Bukan Pajak Kayu mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan koordinasi pembinaan. penerimaan negara bukan pajak dan penerimaan negara bukan pajak lainnya. Pasal 73 Bagian Penerimaan Negara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi pembinaan penatausahaan penerimaan negara bukan pajak dan penerimaan negara bukan pajak lainnya.

Pasal 80 (1) Subbagian Tata Laksana Keuangan mempunyai tugas menyiapkan bahan koordinasi pembinaan ketatalaksanaan. Pasal 77 Bagian Perbendaharaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan koordinasi pembinaan perbendaharaan dan tata usaha keuangan serta administrasi pengelolaan keuangan di lingkungan Kementerian. penyetoran. Bagian Perbendaharaan menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan penerimaan negara bukan pajak sumberdaya alam non kayu berikut penatausahaan dana bagi hasil di lingkungan Kementerian. (3) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan kepegawaian. b. b. pemantauan. serta tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan di lingkungan Sekretariat Jenderal. Subbagian Verifikasi. dan pengelolaan perbendaharaan.dan c. pelaksanaan pengujian keuangan dan penerbitan surat perintah pembayaran di lingkungan Sekretariat Jenderal. keuangan. ketatausahaan. penyiapan bahan koordinasi pembinaan ketatalaksanaan keuangan. pencatatan. Pasal 78 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 77. . kerumahtanggaan dan laporan biro.dan c. Pasal 79 Bagian Perbendaharaan terdiri atas: a. dan pengelolaan perbendaharaan di lingkungan Kementerian. Subbagian Penyelesaian Kerugian Negara. Subbagian Tata Laksana Keuangan. penyiapan bahan koordinasi pembinaan penyelesaian tuntutan ganti rugi dan tuntutan perbendaharaan.21 (2) Subbagian Penerimaan Negara Bukan Pajak Non Kayu mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan koordinasi pembinaan.

Subbagian Akuntansi dan Pelaporan II. penyiapan bahan pelaksanaan akuntansi dan pelaporan keuangan di lingkungan Kementerian. tuntutan ganti rugi. b. Pasal 82 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81.22 (2) Subbagian Verifikasi mempunyai tugas melakukan pengujian keuangan dan perintah pembayaran satuan kerja di lingkungan Sekretariat Jenderal serta pemantauan. rekonsiliasi data akuntansi. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan III.dan c. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan I.dan c. serta satuan kerja unit pelaksana teknis di pulaupulau Sumatera dan Kalimantan. penyiapan bahan koordinasi pembinaan akuntansi dan penyiapan laporan keuangan Sekretariat Jenderal serta konsolidasi laporan keuangan tingkat Kementerian. Pasal 81 Bagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi pembinaan. perintah pembayaran di lingkungan Kementerian. pelaksanaan akuntansi dan pelaporan keuangan di lingkungan Kementerian. Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan. b. Pasal 83 Bagian Akuntansi dan Pelaporan terdiri atas: a. penyiapan bahan koordinasi pembinaan akuntansi dan pelaporan keuangan di lingkungan Kementerian. . Pasal 84 (1) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pembinaan laporan keuangan bagian anggaran pembiayaan dan perhitungan dan badan layanan umum. evaluasi dan pembinaan pengujian. pelaporan tindak lanjut hasil pemeriksaan pada Direktorat Jenderal Bina Usaha Kehutanan. Direktorat Jenderal Bina Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial. (3) Subbagian Penyelesaian Kerugian Negara mempunyai tugas menyiapkan bahan koordinasi pembinaan penyelesaian tuntutan perbendaharaan. dan koordinasi pelaporan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan internal pemerintah di lingkungan Sekretariat Jenderal. Bagian Akuntansi dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi: a.

pelaksanaan urusan tata persuratan. rekonsiliasi data akuntansi. Bagian Ketujuh Biro Umum Pasal 85 Biro Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi. Biro Umum menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 86 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 85. pelaporan tindak lanjut hasil pemeriksaan pada Inspektorat Jenderal dan Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan. rekonsiliasi data akuntansi.23 (2) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pembinaan laporan konsolidasi dan tindak lanjut hasil pemeriksaan atas laporan keuangan di lingkungan Sekretariat Jenderal. pelaksanaan urusan perlengkapan di lingkungan Kementerian. d. dan perlengkapan di lingkungan Kementerian. serta satuan kerja unit pelaksana teknis di pulaupulau Jawa. kerumahtanggaan. pelaporan tindak lanjut hasil pemeriksaan pada Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam. Bagian Perlengkapan. Bagian Tata Usaha Kementerian. pelaksanaan urusan rumah tangga Kementerian. Bali dan Nusa Tenggara. c. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan III mempunyai tugas melakukan bahan koordinasi pembinaan laporan konsolidasi dan tindak lanjut hasil pemeriksaan atas laporan keuangan di lingkungan Kementerian. Biro Umum terdiri atas: a. dan dokumentasi Kementerian. Bagian Tata Usaha Pimpinan. serta pelayanan administrasi pimpinan. Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan. c. kearsipan. b. b. Pasal 87 . pelaksanaan urusan keprotokolan. pelaksanaan pelayanan administrasi pimpinan. Maluku dan Papua.dan e. serta satuan kerja unit pelaksana teknis di pulau-pulau Sulawesi.dan d. Bagian Rumah Tangga.

kearsipan dan pengembangan kearsipan. penyaluran dan pengendalian karya cetak serta kepustakaan. Pasal 90 Bagian Tata Usaha Kementerian terdiri atas: a. . ketatausahaan. b.dan c. Pasal 89 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88. (2) Subbagian Pengelolaan Karya Cetak dan Kepustakaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perancangan. pelaksanaan urusan karya cetak dan kepustakaan. pelaksanaan urusan persuratan. pelayanan jasa kearsipan pembinaan. kepustakaan. pengumpulan dan penyimpanan dokumentasi kementerian.24 Pasal 88 Bagian Tata Usaha Kementerian mempunyai tugas melaksanakan urusan persuratan. b. Subbagian Persuratan. urusan ketatausahaan. penggandaan. Pasal 91 (1) Subbagian Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. pelaksanaan urusan kearsipan dan dokumentasi. pengelolaan kearsipan. Bagian Tata Usaha Kementerian menyelenggarakan fungsi: a. kepegawaian dan pelaporan di lingkungan Kementerian. Pasal 92 Bagian Tata Usaha Pimpinan mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha pimpinan dan keprotokolan.dan c. Subbagian Pengelolaan Karya Cetak dan Kepustakaan. Subbagian Kearsipan dan Dokumentasi. (3) Subbagian Kearsipan dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penataan sistem kearsipan.

dan c. pengelolaan kendaraan dinas di lingkungan Sekretariat Jenderal.25 Pasal 93 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92. Pasal 96 Bagian Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan administrasi kepegawaian. gaji. (3) Subbagian Protokol mempunyai tugas melakukan urusan keprotokolan Kementerian. Bagian Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi: a. b. Pasal 95 (1) Subbagian Tata Usaha Menteri mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Menteri dan staf ahli Menteri. pelaksanaan urusan kepegawaian dan gaji di lingkungan Sekretariat Jenderal. serta angkutan pegawai di lingkungan Kementerian.dan c. pelaksanaan urusan pengelolaan barang milik negara di lingkungan Sekretariat Jenderal. Pasal 94 Bagian Tata Usaha Pimpinan terdiri atas: a. pengelolaan Barang Milik Negara dan keamanan kantor di lingkungan Kementerian. pelaksanaan urusan keprotokolan. Subbagian Tata Usaha Sekretaris Jenderal. Bagian Tata Usaha Pimpinan menyelenggarakan fungsi: a. b. Subbagian Protokol. pelaksanaan pengelolaan kendaraan dinas di lingkungan Sekretariat Jenderal dan angkutan pegawai dan keamanan kantor di lingkungan Kementerian. pelaksanaan urusan tata usaha unsur pimpinan. Subbagian Tata Usaha Menteri. Pasal 97 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 96. . (2) Subbagian Tata Usaha Sekretaris Jenderal mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Sekretaris Jenderal.dan b.

26 Pasal 98 Bagian Rumah Tangga terdiri atas: a. Subbagian Urusan Dalam. Pasal 100 Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi pembinaan pengelolaan barang milik negara dan penyusunan rencana kebutuhan barang milik negara di lingkungan Kementerian. pemeliharaan. b.dan c. . penghapusan. pengelolaan barang milik negara di lingkungan Sekretariat Jenderal. dan pemindahtanganan barang milik negara di lingkungan Kementerian. Pasal 99 (1) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan kepegawaian dan gaji di lingkungan Sekretariat Jenderal. penyiapan koordinasi pembinaan pengelolaan barang milik negara di lingkungan Kementerian.dan d. penyiapan koordinasi pembinaan penggunaan. urusan administrasi (2) Subbagian Urusan Dalam mempunyai tugas melakukan urusan keamanan kantor di lingkungan Kementerian. Pasal 101 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100. Subbagian Kepegawaian. (3) Subbagian Kendaraan Dinas mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan kendaraan dinas di lingkungan Sekretariat Jenderal dan pengelolaan angkutan pegawai di lingkungan Kementerian. pemanfaatan. pengamanan. penyiapan pelaksanaan penatausahaan barang milik negara di lingkungan Kementerian. Subbagian Kendaraan Dinas. penyiapan perencanaan kebutuhan pengadaan barang milik negara di lingkungan Kementerian. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. b. c.

pemanfaatan. Pasal 103 (1) Subbagian Perencanaan dan Pengadaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pembinaan penyusunan rencana kebutuhan dan pengadaan barang milik negara di lingkungan Kementerian.27 Pasal 102 Bagian Perlengkapan terdiri atas: a. . dan penyiapan bahan penggunaan. (2) Subbagian Pengelolaan Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pembinaan pengelolaan barang milik negara. b. pengamanan dan pemeliharaan. Subbagian Pengelolaan Barang Milik Negara. Subbagian Penatausahaan Barang Milik Negara.dan c. Subbagian Perencanaan dan Pengadaan. (3) Subbagian Penatausahaan Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaporan barang milik negara di lingkungan Kementerian. pemindahtanganan barang milik negara di lingkungan Kementerian. penghapusan.

standar. perumusan kebijakan di bidang perencanaan makro kehutanan dan pemantapan kawasan hutan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.28 BAB IV DIREKTORAT JENDERAL PLANOLOGI KEHUTANAN Bagian Pertama Kedudukan. (2) Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan dipimpin oleh Direktur Jenderal. dan e. prosedur. d. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan. Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan menyelenggarakan fungsi: a. Tugas dan Fungsi Pasal 104 (1) Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan adalah unsur pelaksana yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kehutanan. penyusunan norma. Pasal 106 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 105. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perencanaan makro kehutanan dan pemantapan kawasan hutan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. c. Pasal 105 Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang perencanaan makro bidang kehutanan dan pemantapan kawasan hutan sesuai dengan peraturan perundangundangan. b. pelaksanaan kebijakan di bidang perencanaan makro kehutanan dan pemantapan kawasan hutan sesuai peraturan perundang-undangan. . dan kriteria di bidang perencanaan makro kehutanan dan pemantapan kawasan hutan sesuai dengan peraturan perundangundangan.

b. Pasal 109 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 108. Sekretariat Direktorat Jenderal. kerja sama teknik. pemberian pertimbangan dan bantuan hukum di bidang planologi kehutanan. d. d. Direktorat Penggunaan Kawasan Hutan.dan f. .29 Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 107 Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan terdiri atas: a. Direktorat Perencanaan Kawasan Hutan. koordinasi dan pelaksanaan urusan kepegawaian. Direktorat Inventarisasi dan Pemantauan Sumber Daya Hutan. b. koordinasi dan pelaksanaan tata usaha. e. koordinasi dan pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi di bidang planologi kehutanan.dan e. koordinasi dan penyiapan telaahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. evaluasi dan pelaporan di bidang planologi kehutanan. Direktorat Pengukuhan dan Penatagunaan Kawasan Hutan. organisasi dan tata laksana di bidang planologi kehutanan. program. perlengkapan dan administrasi keuangan Direktorat Jenderal. c. Direktorat Wilayah Pengelolaan dan Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. c. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 108 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unit organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal. koordinasi dan penyusunan rencana.

penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan program dan anggaran. Pasal 112 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 111. c. Pasal 113 Bagian Program dan Evaluasi terdiri atas: a. b. Pasal 114 (1) Subbagian Program dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program kerja dan anggaran. (2) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan pengumpulan. Subbagian Data dan Informasi. Bagian Kepegawaian. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. Subbagian Program dan Anggaran. penyusunan dan pelaksanaan rencana. Organisasi dan Tata Laksana.dan d. informasi dan statistik serta pelaksanaan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program.30 Pasal 110 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. Bagian Program dan Evaluasi.dan c. penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan rencana dan program. pengolahan data dan penyajian informasi. Bagian Program dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. . Pasal 111 Bagian Program dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi. program dan anggaran. Bagian Hukum dan Kerja Sama Teknik. penyusunan statistik. b. serta kehumasan.dan d. penyiapan bahan koordinasi dan pengumpulan dan data serta penyajian informasi c. Bagian Keuangan dan Umum. data. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan statistik dan kehumasan. b.

Pasal 119 Bagian Keuangan dan Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan. Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional. pelaksanaan urusan pengembangan karier pegawai dan administrasi jabatan fungsional. pengembangan pegawai dan administrasi jabatan fungsional. perumusan tugas. susunan organisasi. dan administrasi kepegawaian. pelaksanaan urusan administrasi kepegawaian. kearsipan dan pengelolaan urusan keuangan.dan c. dan evaluasi kinerja organisasi. Subbagian Administrasi Kepegawaian. pelatihan. Bagian Kepegawaian. Pasal 115 Bagian Kepegawaian. rumah tangga. penyiapan bahan penyusunan organisasi dan ketatalaksanaan. serta penyiapan bahan penyusunan organisasi dan ketatalaksanaan. c. . Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepegawaian. (3) Subbagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis jabatan. serta penyusunan tata hubungan kerja. pendisiplinan dan penghargaan pegawai serta administrasi jabatan fungsional. Pasal 118 (1) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana formasi pegawai. tata kerja. pedoman dan prosedur kerja dan pembakuan prasarana dan sarana kerja. Pasal 116 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 115. b. Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a.31 (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi kinerja dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. b. (2) Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan pendidikan. fungsi. Organisasi dan Tata Laksana terdiri atas: a. Subbagian Organisasi dan Tata Laksana. Pasal 117 Bagian Kepegawaian. perlengkapan.

dan c. Pasal 121 Bagian Keuangan dan Umum terdiri atas: a. pembinaan kebendaharaan petugas SAI dan petugas SIMAK-BMN. Subbagian Administrasi Keuangan. pelaksanaan urusan perlengkapan.32 Pasal 120 Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 119. kearsipan dan pembinaan tata persuratan. Bagian Keuangan dan Umum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pertimbangan dan bantuan hukum. penyiapan bahan peraturan perundang-undangan.dan c. penyelesaian tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. Pasal 122 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. Pasal 124 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 123. pertimbangan. melakukan akuntansi keuangan dan barang milik negara. . pelaporan keuangan. (2) Subbagian Administrasi Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan tata laksana keuangan. serta penyiapan bahan administrasi kerja sama teknik dalam negeri dan luar negeri. bantuan hukum.dan c. Subbagian Tata Usaha. penyusunan rencana anggaran gaji dan penggajian. (3) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan urusan rumah tangga dan pengelolaan barang milik negara. penelaahan permasalahan. verifikasi. Bagian Hukum dan Kerja Sama Teknik menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 123 Bagian Hukum dan Kerja Sama Teknik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. penyiapan bahan administrasi kerja sama teknik dalam negeri dan luar negeri. b. b. pelaksanaan urusan tata usaha. penyiapan bahan perbendaharaan. Subbagian Perlengkapan. b. pelaksanaan urusan administrasi keuangan.

Direktorat Perencanaan Kawasan Hutan menyelenggarakan fungsi: a.dan c.33 Pasal 125 Bagian Hukum dan Kerja Sama Teknik terdiri atas: a. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang perencanaan makro kawasan hutan. penataan ruang kehutanan. statistik kehutanan dan jaringan komunikasi data kehutanan. statistik kehutanan dan jaringan komunikasi data kehutanan. pertimbangan. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perencanaan kawasan hutan dan jaringan komunikasi data kehutanan. (3) Subbagian Kerja Sama Teknik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan koordinasi administrasi kerja sama teknik dalam negeri dan luar negeri. Bagian Keempat Direktorat Perencanaan Kawasan Hutan Pasal 127 Direktorat Perencanaan Kawasan Hutan mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. Subbagian Kerja Sama Teknik. b. b. Pasal 128 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 127. penataan ruang kehutanan. penelaahan dan penanganan permasalahan. Pasal 126 (1) Subbagian Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rancangan dan penelahaan peraturan perundangundangan. pelaksanaan kebijakan. Subbagian Pertimbangan dan Bantuan Hukum. . (2) Subbagian Pertimbangan dan Bantuan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. Subbagian Peraturan Perundang-undangan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang perencanaan makro kawasan hutan. dan bantuan permasalahan hukum.

Subbagian Tata Usaha. b.dan e. standar. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perencanaan makro kawasan hutan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penyusunan rencana makro kawasan hutan nasional. Subdirektorat Penataan Ruang Kawasan Hutan Wilayah I. dan kriteria di bidang perencanaan makro kawasan hutan. statistik kehutanan dan jaringan komunikasi data kehutanan. Subdirektorat Penataan Ruang Kawasan Hutan Wilayah II. d. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penyusunan rencana makro kawasan hutan nasional. prosedur. harmonisasi. perencanaan wilayah pengelolaan hutan. Subdirektorat Perencanaan Makro Kawasan Hutan menyelenggarakan fungsi: a. b. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. pelaksanaan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyusunan rencana makro kawasan hutan nasional. Subdirektorat Perencanaan Makro Kawasan Hutan. statistik kehutanan serta jaringan komunikasi data kehutanan. d. rencana kehutanan nasional. dan evaluasi pelaksanaan rencana makro kawasan hutan dan perencanaan wilayah pengelolaan . Pasal 129 Direktorat Perencanaan Kawasan Hutan terdiri atas: a. rencana kehutanan nasional. Pasal 131 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130. harmonisasi. dan evaluasi pelaksanaan rencana makro kawasan hutan dan perencanaan wilayah pengelolaan hutan serta fasilitasi penyusunan Produk Domestik Regional Bruto hijau sektor kehutanan. c. penyiapan penyusunan norma. evaluasi pelaksanaan rencana makro kawasan hutan dan perencanaan wilayah pengelolaan hutan serta fasilitasi penyusunan Produk Domestik Regional Bruto hijau sektor kehutanan. Subdirektorat Statistik dan Jaringan Komunikasi Data Kehutanan.34 c. penataan ruang kehutanan.dan e. rencana kehutanan nasional. Pasal 130 Subdirektorat Perencanaan Makro Kawasan Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penataan ruang kehutanan. bimbingan teknis.

harmonisasi. c. Pasal 133 (1) Seksi Penyusunan Rencana Kawasan Hutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. rencana kehutanan nasional. Pasal 132 Subdirektorat Perencanaan Makro Kawasan Hutan terdiri atas: a. rehabilitasi. perencanaan wilayah pengelolaan hutan di bidang pemanfaatan. dan kriteria di bidang penyusunan rencana makro kawasan hutan nasional. standar. Seksi Penyusunan Rencana Kawasan Hutan. rencana kehutanan nasional. pelaksanaan kebijakan. konservasi dan perlindungan hutan. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pemanfaatan. konservasi dan perlindungan hutan serta memfasilitasi penyusunan Produk Domestik Regional Bruto hijau sektor kehutanan. Jawa. Pasal 134 Subdirektorat Penataan Ruang Kehutanan Wilayah I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. (2) Seksi Evaluasi Rencana Kawasan Hutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Evaluasi Rencana Kawasan Hutan. harmonisasi.dan b. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyusunan rencana makro kawasan hutan nasional.dan d. penyiapan bahan penyusunan norma. rehabilitasi. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang rencana makro kawasan hutan nasional dan rencana kehutanan nasional. prosedur.35 hutan serta fasilitasi penyusunan Produk Domestik Regional Bruto hijau sektor kehutanan. dan evaluasi pelaksanaan rencana makro kawasan hutan dan perencanaan wilayah pengelolaan hutan serta fasilitasi penyusunan Produk Domestik Regional Bruto hijau sektor kehutanan. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang harmonisasi penataan ruang kawasan hutan dengan rencana tata ruang di wilayah Sumatera. dan evaluasi pelaksanaan rencana makro kawasan hutan dan perencanaan wilayah pengelolaan hutan serta fasilitasi penyusunan Produk Domestik Regional Bruto hijau sektor kehutanan. . Bali dan Nusa Tenggara.

Seksi Penataan Ruang Kawasan Hutan Wilayah Sumatera. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang harmonisasi penataan ruang kawasan hutan dengan rencana tata ruang di wilayah Sumatera. dan Nusa Tenggara mempunyai tugas penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan Nusa Tenggara. prosedur. Subdirektorat Penataan Ruang Kehutanan Wilayah I menyelenggarakan fungsi: a. Jawa. dan Nusa Tenggara. pelaksanaan kebijakan. Bali. Bali. Jawa. (2) Seksi Penataan Ruang Kawasan Hutan Wilayah Jawa. penyiapan bahan penyusunan norma. Jawa. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang harmonisasi penataan ruang kawasan hutan dengan rencana tata ruang di wilayah Sumatera. Pasal 137 (1) Seksi Penataan Ruang Kawasan Hutan Wilayah Sumatera mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan Nusa Tenggara. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang harmonisasi penataan ruang kawasan hutan dengan rencana tata ruang di wilayah Jawa. dan Nusa Tenggara. Bali. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang harmonisasi penataan ruang kawasan hutan dengan rencana tata ruang di wilayah Sumatera. Bali. Jawa. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang harmonisasi penataan ruang kawasan hutan dengan rencana tata ruang di wilayah Sumatera. standar.dan d. dan Nusa Tenggara.dan b. dan Nusa Tenggara. Bali. dan kriteria di bidang harmonisasi penataan ruang kawasan hutan dengan rencana tata ruang di wilayah Sumatera. Pasal 136 Subdirektorat Penataan Ruang Kehutanan Wilayah I terdiri atas: a. Bali.36 Pasal 135 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134. . c. pelaksanaan kebijakan. Seksi Penataan Ruang Kawasan Hutan Wilayah Jawa. Bali.

Seksi Penataan Ruang Kawasan Hutan Wilayah Maluku dan Papua. b. Sulawesi.dan b. standar. c. penyiapan bahan penyusunan norma. Sulawesi.37 Pasal 138 Subdirektorat Penataan Ruang Kehutanan Wilayah II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. dan kriteria di bidang harmonisasi penataan ruang kawasan hutan dengan rencana tata ruang di wilayah Kalimantan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang harmonisasi penataan ruang kawasan hutan dengan rencana tata ruang di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. Maluku. Pasal 140 Subdirektorat Penataan Ruang Kehutanan Wilayah II terdiri atas: a. prosedur. dan Papua. Seksi Penataan Ruang Kawasan Hutan Wilayah Kalimantan dan Sulawesi.dan d. Maluku. . Maluku. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang harmonisasi penataan ruang kawasan hutan dengan rencana tata ruang di wilayah Kalimantan. pelaksanaan kebijakan. Maluku. dan Papua. dan Papua. Sulawesi. Sulawesi. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang harmonisasi penataan ruang kawasan hutan dengan rencana tata ruang di wilayah Maluku dan Papua. Sulawesi. pelaksanaan kebijakan. dan Papua. Maluku. Pasal 141 (1) Seksi Penataan Ruang Kawasan Hutan Wilayah Kalimantan dan Sulawesi mempunyai tugas penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang harmonisasi penataan ruang kawasan hutan dengan rencana tata ruang di wilayah Kalimantan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang harmonisasi penataan ruang kawasan hutan dengan rencana tata ruang di wilayah Kalimantan. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang harmonisasi penataan ruang kawasan hutan dengan rencana tata ruang di wilayah Kalimantan. (2) Seksi Penataan Ruang Kawasan Hutan Wilayah Maluku dan Papua mempunyai tugas penyiapan bahan perumusan kebijakan. Subdirektorat Penataan Ruang Kehutanan Wilayah II menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 139 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 138. dan Papua. pelaksanaan kebijakan.

penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 145 (1) Seksi Statistik Kehutanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 144 Subdirektorat Statistik dan Jaringan Komunikasi Data Kehutanan terdiri atas: a. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang sistem jaringan komunikasi data kehutanan.38 Pasal 142 Subdirektorat Statistik dan Jaringan Komunikasi Data Kehutanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. dan kriteria di bidang penyusunan dan penyajian statistik kawasan hutan serta jaringan komunikasi data kehutanan. (2) Seksi Jaringan Komunikasi Data Kehutanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. b. prosedur. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penyusunan dan penyajian statistik kawasan hutan serta jaringan komunikasi data kehutanan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyusunan dan penyajian statistik kawasan hutan serta jaringan komunikasi data kawasan hutan.dan b. . penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang statistik kehutanan. c. Pasal 143 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 142. Subdirektorat Statistik dan Jaringan Komunikasi Data Kehutanan menyelenggarakan fungsi: a. standar. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyusunan dan penyajian statistik kehutanan serta jaringan komunikasi data kehutanan. pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. Seksi Jaringan Komunikasi Data Kehutanan. Seksi Statistik Kehutanan.dan d. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penyusunan dan penyajian statistik kawasan hutan serta jaringan komunikasi data kehutanan.

Pasal 148 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 147. . penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengukuhan dan penatagunaan. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengukuhan dan penatagunaan kawasan hutan. Subdirektorat Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah I. serta informasi pengukuhan kawasan hutan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. c. Direktorat Pengukuhan dan Penatagunaan Kawasan Hutan menyelenggarakan fungsi: a. keuangan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pengukuhan dan penatagunaan. standar. penyiapan penyusunan norma. b. perubahan fungsi dan peruntukan kawasan hutan. serta informasi pengukuhan kawasan hutan. dan kriteria di bidang pengukuhan dan penatagunaan. perubahan fungsi dan peruntukan kawasan hutan. d.39 Pasal 146 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan.dan e. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pengukuhan dan penatagunaan. kearsipan dan pelaporan Direktorat. kerumahtanggaan. prosedur. serta informasi pengukuhan kawasan hutan. perubahan fungsi dan peruntukan kawasan hutan. Bagian Kelima Direktorat Pengukuhan dan Penatagunaan Kawasan Hutan Pasal 147 Direktorat Pengukuhan dan Penatagunaan Kawasan Hutan mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melakukan tugas sehari-hari secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Statistik dan Jaringan Komunikasi Data Kehutanan. Pasal 149 Direktorat Pengukuhan dan Penatagunaan Kawasan Hutan terdiri atas: a. perubahan fungsi dan peruntukan kawasan hutan. serta informasi pengukuhan kawasan hutan. kepegawaian. pelaksanaan kebijakan.

Pasal 151 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 150. Bali. pemetaan dan pelaksanaan penetapan kawasan hutan serta penetapan fungsi kawasan hutan di wilayah Sumatera. Subdirektorat Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah II. Subdirektorat Perubahan Fungsi dan Peruntukan Kawasan Hutan Wilayah I. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penunjukan. Jawa. penataan batas. Bali dan Nusa Tenggara. penataan batas.dan b.dan f. Subdirektorat Perubahan Fungsi dan Peruntukan Kawasan Hutan Wilayah II. Bali dan Nusa Tenggara. standar. Seksi Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah Sumatera. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengukuhan dan penetapan fungsi kawasan hutan di wilayah Sumatera.dan d. Pasal 150 Subdirektorat Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. bimbingan teknis. Bali dan Nusa Tenggara. penataan batas. Seksi Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah Jawa. . penataan batas. b. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penunjukan. Pasal 152 Subdirektorat Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah I terdiri atas: a. c. prosedur. pemetaan dan pelaksanaan penetapan kawasan hutan serta penetapan fungsi kawasan hutan di wilayah Sumatera. pemetaan dan pelaksanaan penetapan kawasan hutan serta penetapan fungsi kawasan hutan di wilayah Sumatera. Bali dan Nusa Tenggara. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penunjukan. Subdirektorat Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah I menyelenggarakan fungsi: a. pemetaan dan pelaksanaan penetapan kawasan hutan serta penetapan fungsi kawasan hutan di wilayah Sumatera. dan Nusa Tenggara. dan kriteria di bidang penunjukan.40 b. Jawa. e. Subdirektorat Informasi dan Dokumentasi Kawasan Hutan. Subbagian Tata Usaha. Jawa. Jawa. c. Jawa. pelaksanaan kebijakan. Bali dan Nusa Tenggara. penyiapan bahan penyusunan norma. d.

Pasal 155 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 154. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penataan batas. Sulawesi. penataan batas. Sulawesi. pemetaan dan pelaksanaan penetapan kawasan hutan serta penetapan fungsi kawasan hutan di wilayah Kalimantan. pemetaan dan pelaksanaan penetapan kawasan hutan serta penetapan fungsi kawasan hutan di wilayah Kalimantan. penyiapan bahan penyusunan norma. serta penunjukan kawasan hutan di wilayah Jawa. standar. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penunjukan. pemetaan dan pelaksanaan penetapan fungsi kawasan hutan. Sulawesi. Sulawesi. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penunjukan. bimbingan teknis. pelaksanaan kebijakan. Maluku dan Papua. c. b.41 Pasal 153 (1) Seksi Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah Sumatera mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. pemetaan dan pelaksanaan penetapan kawasan hutan serta penetapan fungsi kawasan hutan di wilayah Kalimantan. pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah Jawa. . dan kriteria di bidang penunjukan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penunjukan. penataan batas. dan Nusa Tenggara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengukuhan dan penetapan fungsi kawasan hutan di wilayah Kalimantan. serta penunjukan kawasan hutan di wilayah Sumatera. penataan batas. Maluku dan Papua.dan d. penataan batas. Bali dan Nusa Tenggara. Maluku dan Papua. pemetaan dan pelaksanaan penetapan kawasan hutan serta penetapan fungsi kawasan hutan di wilayah Kalimantan. prosedur. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penataan batas. Sulawesi. Pasal 154 Subdirektorat Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Maluku dan Papua. Bali. Subdirektorat Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah II menyelenggarakan fungsi: a. pemetaan dan pelaksanaan penetapan fungsi kawasan hutan. Maluku dan Papua.

dan Nusa Tenggara. Jawa. Pasal 157 (1) Seksi Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah Kalimantan dan Sulawesi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan Nusa Tenggara. dan Nusa Tenggara. Seksi Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah Maluku dan Papua. Bali. Pasal 159 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 158.dan d. Jawa. Jawa. Bali. prosedur. Seksi Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah Kalimantan dan Sulawesi. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perubahan fungsi. standar. Jawa. b. Bali. dan Nusa Tenggara. Jawa. Subdirektorat Perubahan Fungsi dan Peruntukan Kawasan Hutan Wilayah I menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penataan batas. Bali. serta penunjukan kawasan hutan wilayah Kalimantan dan Sulawesi. bimbingan teknis.42 Pasal 156 Subdirektorat Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah II terdiri atas: a. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perubahan fungsi dan peruntukan kawasan hutan di wilayah Sumatera. c. pelaksanaan kebijakan. . penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penataan batas. pelaksanaan kebijakan. pemetaan dan pelaksanaan penetapan fungsi kawasan hutan. perubahan peruntukan kawasan hutan wilayah Sumatera. serta penunjukan kawasan hutan wilayah Maluku dan Papua. b. pelaksanaan kebijakan. dan kriteria di bidang perubahan fungsi dan peruntukan kawasan hutan di wilayah Sumatera. Bali. (2) Seksi Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah Maluku dan Papua mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 158 Subdirektorat Perubahan Fungsi dan Peruntukan Kawasan Hutan Wilayah I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. pengukuran. pemetaan dan pelaksanaan penetapan fungsi kawasan hutan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang perubahan fungsi dan peruntukan kawasan hutan di wilayah Sumatera. dan Nusa Tenggara. pengukuran. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang perubahan fungsi dan peruntukan kawasan hutan di wilayah Sumatera.

penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pelepasan. dan Papua. dan kriteria di bidang perubahan fungsi dan peruntukan kawasan hutan di wilayah Kalimantan. Bali. dan Papua. Jawa. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang perubahan fungsi dan peruntukan kawasan hutan di wilayah Kalimantan. perubahan peruntukan kawasan hutan wilayah Kalimantan. dan Nusa Tenggara. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang perubahan fungsi dan peruntukan kawasan hutan di wilayah Kalimantan.43 Pasal 160 Subdirektorat Perubahan Fungsi dan Peruntukan Kawasan Hutan Wilayah I terdiri atas: a. dan Papua. Pasal 161 (1) Seksi Pelepasan dan Tukar Menukar Kawasan Hutan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Sulawesi. Pasal 162 Subdirektorat Perubahan Fungsi dan Peruntukan Kawasan Hutan Wilayah II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. b. Pasal 163 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 162. prosedur.dan b. pelaksanaan kebijakan. Sulawesi. standar. Maluku. penyiapan bahan penyusunan norma. dan Nusa Tenggara. Maluku. Jawa. Maluku. Seksi Perubahan Fungsi dan Penyediaan Areal Transmigrasi Wilayah I. bimbingan teknis. tukar menukar serta mutasi kawasan hutan di wilayah Sumatera. Sulawesi. (2) Seksi Perubahan Fungsi dan Penyediaan Areal Transmigrasi Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. Maluku. Sulawesi. c. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang perubahan fungsi kawasan hutan dan penyediaan areal transmigrasi di wilayah Sumatera. Bali. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perubahan fungsi. dan Papua. Seksi Pelepasan dan Tukar Menukar Kawasan Hutan Wilayah I. Subdirektorat Perubahan Fungsi dan Peruntukan Kawasan Hutan Wilayah II menyelenggarakan fungsi: a.dan .

dan Papua. Seksi Pelepasan dan Tukar Menukar Kawasan Hutan Wilayah II.44 d. tukar menukar serta mutasi kawasan hutan di wilayah Kalimantan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang informasi dan dokumentasi pengukuhan dan pengolahan data mutasi kawasan hutan. Pasal 167 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 166. pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. dan Papua. Pasal 166 Subdirektorat Informasi dan Dokumentasi Kawasan Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. bimbingan teknis. Seksi Perubahan Fungsi dan Penyediaan Areal Transmigrasi Wilayah II. Sulawesi. prosedur. dan Papua. Maluku. b. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang informasi dan dokumentasi pengukuhan dan pengolahan data mutasi kawasan hutan. (2) Seksi Perubahan Fungsi dan Penyediaan Areal Transmigrasi Wilayah II mempunyai tugas penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 164 Subdirektorat Perubahan Fungsi dan Peruntukan Kawasan Hutan Wilayah II terdiri atas: a. Sulawesi.dan b. Sulawesi. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang informasi dan dokumentasi pengukuhan dan pengolahan data mutasi kawasan hutan. Pasal 165 (1) Seksi Pelepasan dan Tukar Menukar Kawasan Hutan Wilayah II mempunyai tugas penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. Subdirektorat Informasi dan Dokumentasi Kawasan Hutan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perubahan fungsi dan peruntukan kawasan hutan di wilayah Kalimantan. dan kriteria di bidang informasi dan dokumentasi pengukuhan dan pengolahan data mutasi kawasan hutan. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang perubahan fungsi kawasan hutan dan penyediaan areal transmigrasi di wilayah Kalimantan. Maluku. penyiapan bahan penyusunan norma. Maluku.dan . penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pelepasan. c.

kearsipan dan pelaporan Direktorat. (2) Seksi Dokumentasi Kawasan Hutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. kepegawaian. kerumahtanggaan. Seksi Informasi Kawasan Hutan. pelaksanaan kebijakan.45 d. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengolahan dokumen kawasan hutan. pelaksanaan kebijakan. b. keuangan. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang inventarisasi dan pemantauan sumber daya hutan. Direktorat Inventarisasi dan Pemantauan Sumber Daya Hutan menyelenggarakan fungsi: . (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas sehari-hari secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Informasi dan Dokumentasi Kawasan Hutan. Bagian Keenam Direktorat Inventarisasi dan Pemantauan Sumber Daya Hutan Pasal 171 Direktorat Inventarisasi dan Pemantauan Sumber Daya Hutan mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. Pasal 170 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. Pasal 172 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 171. Pasal 168 Subdirektorat Informasi dan Dokumentasi Kawasan Hutan terdiri atas: a. Pasal 169 (1) Seksi Informasi Kawasan Hutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Dokumentasi Kawasan Hutan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengolahan data dan informasi kawasan hutan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang informasi dan dokumentasi pengukuhan dan pengolahan data mutasi kawasan hutan.

Subdirektorat Pemetaan Potensi Sumber Daya Hutan. inventarisasi hutan tingkat unit pengelolaan dan penyusunan Neraca Sumber Daya Hutan. Pasal 173 Direktorat Inventarisasi dan Pemantauan Sumber Daya Hutan terdiri atas: a.dan e.46 a. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang inventarisasi flora dan sosial budaya untuk inventarisasi hutan tingkat nasional. b. pemetaan dan jaringan data spasial sumber daya hutan. pemantauan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang inventarisasi flora dan sosial budaya untuk inventarisasi hutan tingkat nasional. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang inventarisasi. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang inventarisasi flora dan sosial budaya untuk inventarisasi hutan tingkat nasional. penyiapan penyusunan norma. inventarisasi hutan tingkat wilayah. inventarisasi hutan tingkat wilayah. Subbagian Tata Usaha. pemantauan. c. c. pelaksanaan kebijakan. standar. dan inventarisasi hutan tingkat unit pengelolaan dan penyusunan Neraca Sumber Daya Hutan. pemetaan dan jaringan data spasial sumber daya hutan. dan kriteria di bidang inventarisasi. pemantauan. Subdirektorat Inventarisasi Sumber Daya Hutan menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan. Pasal 175 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 174. Subdirektorat Inventarisasi Sumber Daya Hutan. b. pemetaan dan jaringan data spasial sumber daya hutan. prosedur. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang inventarisasi.dan e. penyiapan perumusan kebijakan di bidang inventarisasi. Subdirektorat Pemantauan Sumber Daya Hutan. inventarisasi hutan tingkat . b. d. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. d. Pasal 174 Subdirektorat Inventarisasi Sumber Daya Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. pemetaan dan jaringan data spasial sumber daya hutan. Subdirektorat Jaringan Data Spasial.

inventarisasi hutan tingkat nasional. Pasal 178 Subdirektorat Pemantauan Sumber Daya Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. dan inventarisasi hutan tingkat unit pengelolaan dan penyusunan Neraca Sumber Daya Hutan. inventarisasi hutan tingkat wilayah. pelaksanaan kebijakan. Pasal 179 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 178. Seksi Inventarisasi Hutan. inventarisasi hutan tingkat wilayah dan inventarisasi hutan tingkat unit pengelolaan. standar. prosedur. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang inventarisasi sosial budaya masyarakat di dalam dan di sekitar hutan serta penyusunan Neraca Sumber Daya Hutan. Subdirektorat Pemantauan Sumber Daya Hutan menyelenggarakan fungsi: . dan inventarisasi hutan tingkat unit pengelolaan dan penyusunan Neraca Sumber Daya Hutan.dan d. dan kriteria di bidang inventarisasi flora dan sosial budaya untuk inventarisasi hutan tingkat nasional. pelaksanaan kebijakan. inventarisasi hutan tingkat wilayah. dan inventarisasi hutan tingkat unit pengelolaan dan penyusunan Neraca Sumber Daya Hutan. (2) Seksi Inventarisasi Sosial Budaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang inventarisasi flora dan sosial budaya untuk inventarisasi hutan tingkat nasional.47 wilayah. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemantauan sumber daya hutan. bukan kayu. Pasal 177 (1) Seksi Inventarisasi Hutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. c. Pasal 176 Subdirektorat Inventarisasi Sumber Daya Hutan terdiri atas: a. pelaksanaan kebijakan. b. Seksi Inventarisasi Sosial Budaya. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang inventarisasi flora berupa kayu.

penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pemantauan sumber daya hutan tingkat nasional dan wilayah.48 a. c. Seksi Pemantauan Sumber Daya Hutan Tingkat Unit Pengelolaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang informasi dan dokumentasi peta sumberdaya hutan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pemantauan sumber daya hutan. Pasal 181 (1) Seksi Pemantauan Sumber Daya Hutan Tingkat Nasional dan Wilayah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 183 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 182. Subdirektorat Pemetaan Sumberdaya Hutan menyelenggarakan fungsi: a.dan d. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang informasi dan dokumentasi peta sumberdaya hutan. pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Pemantauan Sumber Daya Hutan Tingkat Unit Pengelolaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pemantauan sumber daya hutan. pelaksanaan kebijakan. dan kriteria di bidang pemantauan sumber daya hutan. b. Seksi Pemantauan Sumber Daya Hutan Tingkat Nasional dan Wilayah. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pemantauan sumber daya hutan tingkat unit pengelolaan. standar. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemantauan sumber daya hutan. penyiapan bahan penyusunan norma. b. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang informasi dan dokumentasi peta sumber daya hutan. . Pasal 182 Subdirektorat Pemetaan Sumberdaya Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. prosedur. Pasal 180 Subdirektorat Pemantauan Sumber Daya Hutan terdiri atas: a. b.

Seksi Dokumentasi Peta Sumberdaya Hutan. pelayanan.49 c. . Subdirektorat Jaringan Data Spasial menyelenggarakan fungsi: a. c. standar. Pasal 184 Subdirektorat Pemetaan Sumber Daya Hutan terdiri atas: a. pelaksanaan kebijakan.dan d. prosedur. Pasal 186 Subdirektorat Jaringan Data Spasial mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Pasal 185 (1) Seksi Informasi Peta Sumberdaya Hutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan distribusi peta sumberdaya hutan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang dokumentasi. standar. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang informasi dan dokumentasi peta sumberdaya hutan. pelaksanaan kebijakan.dan d. Pasal 187 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 186. penyiapan bahan penyusunan norma. Seksi Informasi Peta Sumberdaya Hutan. dan kriteria di bidang jaringan data spasial kehutanan. (2) Seksi Dokumentasi Peta Sumberdaya Hutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang jaringan data spasial kehutanan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang jaringan data spasial kehutanan. b. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang jaringan data spasial kehutanan. pelaksanaan kebijakan. dan kriteria di bidang informasi dan dokumentasi peta sumberdaya hutan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyusunan dan penyajian informasi peta sumberdaya hutan. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang jaringan data spasial kehutanan. b. prosedur.

pelaksanaan kebijakan. Pasal 189 (1) Seksi Pengelolaan Basis Data Spasial mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. keuangan. pelaksanaan kebijakan. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penggunaan kawasan hutan untuk kepentingan pembangunan di luar kegiatan kehutanan. Seksi Pengelolaan Jaringan Data Spasial. Seksi Pengelolaan Basis Data Spasial. . pelaksanaan kebijakan.dan b. kerumahtanggaan. kepegawaian. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pembangunan basis dan aliran data spasial kehutanan. Bagian Ketujuh Direktorat Penggunaan Kawasan Hutan Pasal 191 Direktorat Penggunaan Kawasan Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. mengembangkan kemampuan jaringan dalam mendukung akses basis data secara lebih meluas.50 Pasal 188 Subdirektorat Jaringan Data Spasial terdiri atas: a. mengatur keamanan akses dalam rangka pembangunan basis data spasial. monitoring dan evaluasi kemampuan jaringan sesuai kebutuhan dan teknologi dan melaksanakan fungsi sebagai unit kliring data spasial kehutanan. kearsipan dan pelaporan Direktorat. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengelolaan data spasial kehutanan berbasis GIS dan jaringan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas sehari-hari secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Jaringan Data Spasial. (2) Seksi Pengelolaan Jaringan Data Spasial mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 190 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan.

dan informasi penggunaan kawasan hutan untuk kepentingan pembangunan di luar kegiatan kehutanan. PNBP. c.dan e. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyiapan areal penggunaan kawasan hutan di wilayah Sumatera. prosedur. PNBP. Jawa. d. PNBP. Subdirektorat Penggunaan Kawasan Hutan Wilayah I. Pasal 195 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 194. Pasal 194 Subdirektorat Penggunaan Kawasan Hutan Wilayah I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Subdirektorat Informasi Penggunaan Kawasan Hutan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Subdirektorat PNBP Penggunaan Kawasan Hutan.dan e. dan informasi penggunaan kawasan hutan untuk kepentingan pembangunan di luar kegiatan kehutanan. c. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penggunaan kawasan hutan. Subdirektorat Penggunaan Kawasan Hutan Wilayah II. dan Nusa Tenggara. penyiapan penyusunan norma. b. Bali. Subdirektorat Penggunaan Kawasan Hutan Wilayah I menyelenggarakan fungsi: . Direktorat Penggunaan Kawasan Hutan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan kebijakan. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang penggunaan kawasan hutan. PNBP. Subbagian Tata Usaha. penyiapan perumusan kebijakan di bidang penggunaan kawasan hutan. b. dan informasi penggunaan kawasan hutan untuk kepentingan pembangunan di luar kegiatan kehutanan. Pasal 193 Direktorat Penggunaan Kawasan Hutan terdiri atas: a. d.51 Pasal 192 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 191. dan informasi penggunaan kawasan hutan untuk kepentingan pembangunan di luar kegiatan kehutanan. dan kriteria di bidang penggunaan kawasan hutan. standar.

(2) Seksi Penggunaan Kawasan Hutan Untuk Non Pertambangan mempunyai tugas penyiapan bahan perumusan kebijakan.dan b. Jawa. dan Nusa Tenggara. dan Papua. pelaksanaan kebijakan. Jawa. Jawa. prosedur. Pasal 196 Subdirektorat Penggunaan Kawasan Hutan Wilayah I terdiri atas: a. Pasal 199 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 198. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penggunaan kawasan hutan di wilayah Sumatera. dan Nusa Tenggara. Sulawesi. Seksi Penggunaan Untuk Non Pertambangan. Jawa. Subdirektorat Penggunaan Kawasan Hutan Wilayah II menyelenggarakan fungsi: a. . penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penggunaan kawasan hutan di wilayah Sumatera. Sulawesi. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penggunaan kawasan hutan wilayah Kalimantan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penggunaan kawasan hutan untuk pertambangan di wilayah Sumatera. standar. Maluku. Bali dan Nusa Tenggara. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penggunaan kawasan hutan untuk non pertambangan di wilayah Sumatera. bimbingan teknis.52 a. Bali. Jawa. b. Pasal 198 Subdirektorat Penggunaan Kawasan Hutan Wilayah II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyiapan areal penggunaan kawasan hutan wilayah Kalimantan. Bali. dan Nusa Tenggara. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penggunaan kawasan hutan di wilayah Sumatera. pelaksanaan kebijakan. dan Papua. d. Bali dan Nusa Tenggara. pelaksanaan kebijakan. Jawa. dan Nusa Tenggara. Bali. Pasal 197 (1) Seksi Penggunaan Kawasan Hutan Untuk Pertambangan mempunyai tugas penyiapan bahan perumusan kebijakan. Bali. Maluku. c. Seksi Penggunaan Untuk Pertambangan. dan kriteria di bidang penggunaan kawasan hutan di wilayah Sumatera.

penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyiapan areal penggunaan kawasan hutan untuk pertambangan wilayah Kalimantan. dan Papua. Maluku. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penerimaan negara bukan pajak yang berasal dari kegiatan penggunaan kawasan hutan untuk pembangunan di luar kehutanan. Pasal 202 Subdirektorat PNBP Penggunaan Kawasan Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Maluku. Sulawesi. Maluku dan Papua. c.dan d. dan Papua. penyiapan bahan penyusunan norma. Sulawesi. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penggunaan kawasan hutan wilayah Kalimantan. Sulawesi. dan kriteria di bidang penggunaan kawasan hutan wilayah Kalimantan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penggunaan kawasan hutan wilayah Kalimantan. Pasal 201 (1) Seksi Penggunaan Kawasan Hutan Untuk Pertambangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. Pasal 200 Subdirektorat Penggunaan Kawasan Hutan Wilayah II terdiri atas: a. pelaksanaan kebijakan. Seksi Penggunaan Untuk Non Pertambangan. Subdirektorat PNBP Penggunaan Kawasan Hutan menyelenggarakan fungsi: a. Maluku. dan Papua. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyiapan areal penggunaan kawasan hutan untuk Non pertambangan wilayah Kalimantan. Sulawesi.53 b. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penerimaan negara bukan pajak dari kegiatan penggunaan kawasan hutan untuk pembangunan di luar kehutanan. Sulawesi. . bimbingan teknis. Maluku dan Papua. Seksi Penggunaan Untuk Pertambangan. prosedur.dan b. pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Penggunaan Kawasan Hutan Untuk Non Pertambangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 203 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 202.

dan d. . dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang informasi penggunaan kawasan hutan. standar. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penerimaan negara bukan pajak yang berasal dari kegiatan penggunaan kawasan hutan untuk pembangunan di luar kehutanan. Pasal 204 Subdirektorat PNBP Penggunaan Kawasan Hutan terdiri atas: a. Pasal 207 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 206. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penerimaan negara bukan pajak yang berasal dari kegiatan penggunaan kawasan hutan untuk pembangunan di luar kehutanan. dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penerimaan negara bukan pajak dari penggunaan kawasan hutan untuk pertambangan. prosedur. Pasal 205 (1) Seksi PNBP Penggunaan Kawasan Hutan Untuk Pertambangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. c.dan b. Seksi PNBP Penggunaan Kawasan Hutan Untuk Non Pertambangan. (2) Seksi PNBP Penggunaan Kawasan Hutan Untuk Non Pertambangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penerimaan negara bukan pajak dari penggunaan kawasan hutan untuk non pertambangan. bimbingan teknis. pelaksanaan kebijakan. Seksi PNBP Penggunaan Kawasan Hutan Untuk Pertambangan. Subdirektorat Informasi Penggunaan Kawasan Hutan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 206 Subdirektorat Informasi Penggunaan Kawasan Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. dan kriteria di bidang penerimaan negara bukan pajak yang berasal dari kegiatan penggunaan kawasan hutan untuk pembangunan di luar kehutanan.54 b. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang informasi penggunaan kawasan hutan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis.

keuangan. kepegawaian. prosedur. . Jawa. Pasal 209 (1) Seksi Informasi Penggunaan Kawasan Hutan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.dan b. kearsipan dan pelaporan Direktorat. (2) Seksi Informasi Penggunaan Kawasan Hutan Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan kriteria di bidang informasi penggunaan kawasan hutan. Seksi Informasi Penggunaan Kawasan Hutan Wilayah I. pelaksanaan kebijakan. standar.55 b. Seksi Informasi Penggunaan Kawasan Hutan Wilayah II. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang informasi penggunaan kawasan hutan.dan d. Maluku dan Papua. penyiapan bahan penyusunan norma. c. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang informasi penggunaan kawasan hutan wilayah Kalimantan. Bali. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang informasi penggunaan kawasan hutan wilayah Sumatera. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang informasi penggunaan kawasan hutan. Sulawesi. kerumahtanggaan. Pasal 208 Subdirektorat Informasi Penggunaan Kawasan Hutan terdiri atas: a. dan Nusa Tenggara. Pasal 210 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas sehari-hari secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Informasi Penggunaan Kawasan Hutan.

penyiapan areal pemanfaatan hutan dan informasi wilayah pengelolaan kawasan hutan. b. penyiapan penyusunan norma. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pembentukan wilayah pengelolaan hutan. penyiapan areal pemanfaatan hutan dan informasi wilayah pengelolaan kawasan hutan. Subdirektorat Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Wilayah I.dan e. Pasal 213 Direktorat Wilayah Pengelolaan dan Penyiapan Areal Pemanfaatan Kawasan Hutan terdiri atas: a. Pasal 212 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 211. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang wilayah pengelolaan dan penyiapan areal pemanfaatan hutan. penyiapan areal pemanfaatan hutan dan informasi wilayah pengelolaan kawasan hutan. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pembentukan wilayah pengelolaan hutan. penyiapan areal pemanfaatan hutan dan informasi wilayah pengelolaan kawasan hutan.56 Bagian Kedelapan Direktorat Wilayah Pengelolaan dan Penyiapan Areal Pemanfaatan Kawasan Hutan Pasal 211 Direktorat Wilayah Pengelolaan dan Penyiapan Areal Pemanfaatan Kawasan Hutan mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. Subdirektorat Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Wilayah II. standar. c. b. . bimbingan teknis. d. Direktorat Wilayah Pengelolaan dan Penyiapan Areal Pemanfaatan Kawasan Hutan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Informasi Wilayah Pengelolaan dan Pemanfaatan Kawasan Hutan. prosedur.dan e. dan kriteria di bidang pembentukan wilayah pengelolaan hutan. c. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pembentukan wilayah pengelolaan hutan. Subdirektorat Pembentukan Wilayah Pengelolaan Hutan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. d. Subbagian Tata Usaha.

dan Papua. pelaksanaan kebijakan. Jawa. Pasal 215 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 214. kebijakan di bidang pembentukan wilayah c. Seksi Pembentukan Wilayah Pengelolaan Hutan Wilayah I. prosedur. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pembentukan wilayah pengelolaan hutan. standar. pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pembentukan wilayah pengelolaan hutan. Seksi Pembentukan Wilayah Pengelolaan Hutan Wilayah II. Sulawesi.dan d. Maluku. Bali dan Nusa Tenggara. Pasal 217 (1) Seksi Pembentukan Wilayah Pengelolaan Hutan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. . Subdirektorat Pembentukan Wilayah Pengelolaan Hutan menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria di bidang pembentukan wilayah pengelolaan hutan. b. (2) Seksi Pembentukan Wilayah Pengelolaan Kawasan Hutan Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.dan b. penyiapan bahan penyusunan norma. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pembentukan wilayah pengelolaan hutan di wilayah Sumatera. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pembentukan wilayah pengelolaan hutan di wilayah Kalimantan. bimbingan teknis. Pasal 216 Subdirektorat Pembentukan Wilayah Pengelolaan Hutan terdiri atas: a. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pembentukan wilayah pengelolaan hutan. penyiapan bahan pelaksanaan pengelolaan hutan.57 Pasal 214 Subdirektorat Pembentukan Wilayah Pengelolaan Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan.

usaha jasa lingkungan dan kawasan hutan dengan tujuan khusus di wilayah Sumatera. usaha pariwisata alam.58 Pasal 218 Subdirektorat Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Wilayah I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Jawa. Bali dan Nusa Tenggara.dan d. (2) Seksi Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Tanaman Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. hutan desa. Bali dan Nusa Tenggara. Jawa. pelaksanaan kebijakan. b. prosedur. Jawa. Jawa. Seksi Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Tanaman Wilayah I. Bali dan Nusa Tenggara. Seksi Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Alam Wilayah I. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyiapan areal pemanfaatan kawasan hutan di wilayah Sumatera. bimbingan teknis. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penyiapan areal pemanfaatan kawasan hutan di wilayah Sumatera. hutan kemasyarakatan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyiapan areal pemanfaatan hutan tanaman dan hutan tanaman rakyat di wilayah Sumatera. Jawa. Bali dan Nusa Tenggara. Bali dan Nusa Tenggara. Bali dan Nusa Tenggara. Pasal 219 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 218. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyiapan areal pemanfaatan hutan alam. Jawa. standar. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyiapan areal pemanfaatan kawasan hutan di wilayah Sumatera. dan kriteria di bidang penyiapan areal pemanfaatan kawasan hutan di wilayah Sumatera.dan b. c. . Jawa. Subdirektorat Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Wilayah I menyelenggarakan fungsi: a. Bali dan Nusa Tenggara. Pasal 220 Subdirektorat Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Wilayah I terdiri atas: a. Pasal 221 (1) Seksi Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Alam Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penyiapan areal pemanfaatan kawasan hutan di wilayah Sumatera.

Sulawesi. Sulawesi. pelaksanaan kebijakan. standar. Subdirektorat Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Wilayah II menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria di bidang penyiapan areal pemanfaatan hutan di wilayah Kalimantan. . penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyiapan areal pemanfaatan hutan alam. Maluku dan Papua. Sulawesi. Sulawesi. (2) Seksi Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Tanaman Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Sulawesi. Maluku dan Papua.dan b. prosedur. pelaksanaan kebijakan. hutan desa. Maluku dan Papua. Maluku dan Papua. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penyiapan areal pemanfaatan hutan di wilayah Kalimantan. Pasal 223 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 222. Pasal 225 (1) Seksi Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Alam Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. b. Maluku dan Papua. c. Pasal 224 Subdirektorat Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Wilayah II terdiri atas: a. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyiapan areal pemanfaatan hutan di wilayah Kalimantan. usaha pariwisata alam. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penyiapan areal pemanfaatan hutan di wilayah Kalimantan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyiapan areal pemanfaatan hutan tanaman. Sulawesi. penyiapan bahan penyusunan norma. bimbingan teknis. usaha jasa lingkungan dan kawasan hutan dengan tujuan khusus di wilayah Kalimantan. Sulawesi. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyiapan areal pemanfaatan hutan di wilayah Kalimantan.59 Pasal 222 Subdirektorat Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Wilayah II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. dan hutan tanaman rakyat di wilayah Kalimantan. Seksi Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Tanaman Wilayah II. Maluku dan Papua.dan d. Maluku dan Papua. hutan kemasyarakatan. Seksi Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Alam Wilayah II.

Seksi Informasi Wilayah Pengelolaan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyiapan informasi pembentukan wilayah. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang informasi wilayah pengelolaan dan pemanfaatan kawasan hutan. penyiapan bahan penyusunan norma. standar. b. Pasal 229 (1) Seksi Informasi Wilayah Pengelolaan mempuyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.dan b. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang informasi wilayah pengelolaan dan pemanfaatan kawasan hutan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang informasi wilayah pengelolaan dan pemanfaatan kawasan hutan. (2) Seksi Informasi Pemanfaatan Kawasan Hutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan kriteria di bidang informasi wilayah pengelolaan dan pemanfaatan kawasan hutan.60 Pasal 226 Subdirektorat Informasi Wilayah Pengelolaan dan Pemanfaatan Kawasan Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Pasal 228 Subdirektorat Informasi Wilayah Pengelolaan dan Pemanfaatan Kawasan Hutan terdiri atas: a. pelaksanaan kebijakan. prosedur. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang informasi wilayah pengelolaan dan pemanfaatan kawasan hutan. bimbingan teknis. c. Seksi Informasi Pemanfaatan Kawasan Hutan. Subdirektorat Informasi Wilayah Pengelolaan dan Pemanfaatan Kawasan Hutan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 227 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 226. . pelaksanaan kebijakan.dan d. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang informasi geografis pemanfaatan kawasan hutan.

kearsipan dan pelaporan Direktorat. . kepegawaian. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas sehari-hari secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Informasi Wilayah Pengelolaan dan Pemanfaatan Kawasan Hutan. keuangan. kerumahtanggaan.61 Pasal 230 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan.

standar. c. perumusan kebijakan di bidang perlindungan hutan dan konservasi alam sesuai peraturan perundang-undangan. d. prosedur. Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan norma. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perlindungan hutan dan konservasi alam sesuai dengan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam. dan kriteria di bidang perlindungan hutan dan konservasi alam sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Tugas dan Fungsi Pasal 231 (1) Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam adalah unsur pelaksana yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kehutanan. (2) Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam dipimpin oleh Direktur Jenderal. Pasal 233 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 232.dan e. . b. Pasal 232 Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang perlindungan hutan dan konservasi alam sesuai dengan peraturan perundangundangan. pelaksanaan kebijakan di bidang perlindungan hutan dan konservasi alam sesuai dengan peraturan perundang-undangan.62 BAB V DIREKTORAT JENDERAL PERLINDUNGAN HUTAN DAN KONSERVASI ALAM Bagian Pertama Kedudukan.

d. organisasi dan tata laksana di bidang perlindungan hutan dan konservasi alam. Sekretariat Direktorat Jenderal. e. program. Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan. koordinasi dan penyusunan rencana. Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kawasan Konservasi dan Hutan Lindung. koordinasi dan pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi di bidang perlindungan hutan dan konservasi alam. .dan e. c. Direktorat Kawasan Konservasi dan Bina Hutan Lindung. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 235 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unit organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal. b. kerja sama teknik. pemberian pertimbangan dan bantuan hukum di bidang perlindungan hutan dan konservasi alam. perlengkapan dan administrasi keuangan Direktorat Jenderal. Pasal 236 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 235. b. Direktorat Penyidikan dan Pengamanan Hutan. koordinasi dan penyiapan telaahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. d.dan f. evaluasi dan pelaporan di bidang perlindungan hutan dan konservasi alam. Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati. koordinasi dan pelaksanaan tata usaha. c.63 Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 234 Direktorat Jenderal Perlindungan hutan dan Konservasi Alam terdiri atas: a. koordinasi dan pelaksanaan urusan kepegawaian. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a.

serta kehumasan. Bagian Program dan Evaluasi.dan d.64 Pasal 237 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. Subbagian Data dan Informasi. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. Pasal 240 Bagian Program dan Evaluasi terdiri atas: a.dan c. Pasal 241 (1) Subbagian Program dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program kerja dan anggaran. penyiapan bahan koordinasi dan pengumpulan data serta penyajian informasi c. c. b. program dan anggaran. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan statistik dan kehumasan. Bagian Program dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Hukum dan Kerja Sama Teknik. Subbagian Program dan Anggaran. Pasal 238 Bagian Program dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi penyusunan dan pelaksanaan rencana.dan d. b. penyusunan statistik. pengolahan data dan penyajian informasi. Pasal 239 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 238. (2) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan pengumpulan. Organisasi dan Tata Laksana. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan program dan anggaran. penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan rencana dan program. data. Bagian Keuangan dan Umum. b. Bagian Kepegawaian. . informasi dan statistik serta pelaksanaan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program.

Pasal 243 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 242. Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepegawaian. pengembangan pegawai dan administrasi jabatan fungsional. pelaksanaan urusan administrasi kepegawaian. pendisiplinan dan penghargaan pegawai serta administrasi jabatan fungsional. b.65 (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi kinerja dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. Bagian Kepegawaian. serta penyiapan bahan penyusunan organisasi dan ketatalaksanaan. tata kerja. pedoman dan prosedur kerja dan pembakuan prasarana dan sarana kerja. pelaksanaan urusan pengembangan karier pegawai dan administrasi jabatan fungsional. (2) Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan pendidikan. Pasal 245 (1) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana formasi pegawai. b. penyiapan bahan penyusunan organisasi dan ketatalaksanaan. perumusan tugas. dan evaluasi kinerja organisasi. Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a.dan c. Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional. fungsi.dan c. Pasal 242 Bagian Kepegawaian. Subbagian Organisasi dan Tata Laksana. . (3) Subbagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis jabatan. serta penyusunan tata hubungan kerja. Pasal 244 Bagian Kepegawaian. Subbagian Administrasi Kepegawaian. pelatihan. susunan organisasi. dan administrasi kepegawaian. Organisasi dan Tata Laksana terdiri atas: a.

bantuan hukum. penelaahan permasalahan. rumah tangga.dan c. penyusunan rencana anggaran gaji dan penggajian. Bagian Keuangan dan Umum menyelenggarakan fungsi: a. melakukan akuntansi keuangan dan barang milik negara. pelaksanaan urusan perlengkapan. serta penyiapan bahan administrasi kerja sama teknik dalam negeri dan luar negeri. Pasal 249 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. Subbagian Administrasi Keuangan. pelaporan keuangan. Pasal 247 Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 246. pembinaan kebendaharaan petugas SAI dan petugas SIMAK-BMN. penyiapan bahan perbendaharaan. kearsipan dan pengelolaan urusan keuangan. pelaksanaan urusan tata usaha. Subbagian Perlengkapan. Pasal 248 Bagian Keuangan dan Umum terdiri atas: a. .dan c. pelaksanaan urusan administrasi keuangan. perlengkapan. Pasal 250 Bagian Hukum dan Kerja Sama Teknik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. pertimbangan. b.66 Pasal 246 Bagian Keuangan dan Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan. kearsipan dan pembinaan tata persuratan. (2) Subbagian Administrasi Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan tata laksana keuangan. verifikasi. (3) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan urusan rumah tangga dan pengelolaan barang milik negara. Subbagian Tata Usaha. b. penyelesaian tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi.

Bagian Hukum dan Kerja Sama Teknik menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pertimbangan dan bantuan hukum. b. Subbagian Pertimbangan dan Bantuan Hukum. b. Direktorat Penyidikan dan Pengamanan Hutan menyelenggarakan fungsi: . bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyidikan dan pengamanan hutan. pertimbangan. penyiapan bahan administrasi kerja sama teknik dalam negeri dan luar negeri. Pasal 253 (1) Subbagian Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rancangan dan penelahaan peraturan perundangundangan. penelaahan dan penanganan permasalahan. dan bantuan permasalahan hukum. penyiapan bahan peraturan perundang-undangan. Pasal 255 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 254. (2) Subbagian Pertimbangan dan Bantuan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. (3) Subbagian Kerja Sama Teknik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan koordinasi administrasi kerja sama teknik dalam negeri dan luar negeri. Bagian Keempat Direktorat Penyidikan dan Pengamanan Hutan Pasal 254 Direktorat Penyidikan dan Pengamanan Hutan mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. Subbagian Kerja Sama Teknik. Subbagian Peraturan Perundang-undangan. Pasal 252 Bagian Hukum dan Kerja Sama Teknik terdiri atas: a.67 Pasal 251 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 250. pelaksanaan kebijakan.dan c.dan c.

Pasal 256 Direktorat Penyidikan dan Pengamanan Hutan terdiri atas: a. b. Subdirektorat Program dan Evaluasi Penyidikan dan Pengamanan menyelenggarakan fungsi: . pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. d. perambahan peredaran ilegal tumbuhan dan satwa liar. Subdirektorat Penyidikan dan Pengamanan Wilayah I. pengelolaan polisi kehutanan dan penyidik pegawai negeri sipil serta sarana prasarana penyidikan dan pengamanan hutan. Subdirektorat Dukungan Operasi. pembalakan dan peredaran hasil hutan ilegal.dan e. pengelolaan polisi kehutanan dan penyidik pegawai negeri sipil serta sarana prasarana penyidikan dan pengamanan hutan. c. e. Subdirektorat Program dan Evaluasi Penyidikan dan Pengamanan. dan kriteria di bidang penyidikan. pengelolaan polisi kehutanan dan penyidik pegawai negeri sipil serta sarana prasarana penyidikan dan pengamanan hutan. b. perburuan liar. Pasal 257 Subdirektorat Program dan Evaluasi Penyidikan dan Pengamanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. pembalakan dan peredaran hasil hutan ilegal. Subdirektorat Penyidikan dan Pengamanan Wilayah II. d. bimbingan teknis. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang program dan evaluasi penyidikan dan pengamanan hutan. c. Subdirektorat Penyidikan dan Pengamanan Wilayah III. standar. perburuan liar. pengelolaan polisi kehutanan dan penyidik pegawai negeri sipil serta sarana prasarana penyidikan dan pengamanan hutan. perburuan liar. pelaksanaan kebijakan. perambahan peredaran ilegal tumbuhan dan satwa liar. perambahan peredaran ilegal tumbuhan dan satwa liar. Pasal 258 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 257.dan f. prosedur. penyiapan perumusan kebijakan di bidang penyidikan. perambahan peredaran ilegal tumbuhan dan satwa liar. pembalakan dan peredaran hasil hutan ilegal. penyiapan penyusunan norma.68 a. perburuan liar. Subbagian Tata Usaha. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyidikan. pembalakan dan peredaran hasil hutan ilegal. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang penyidikan.

penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penyidikan dan pengamanan hutan di wilayah Sumatera. b. penyiapan bahan penyusunan norma.dan . Subdirektorat Penyidikan dan Pengamanan Wilayah I menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan kebijakan. Pasal 260 (1) Seksi Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan kriteria di bidang penyidikan dan pengamanan hutan di wilayah Sumatera. Jawa dan Bali. Pasal 261 Subdirektorat Penyidikan dan Pengamanan Wilayah I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. b. Jawa dan Bali. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang program dan rencana penyidikan dan pengamanan hutan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang evaluasi penyidikan dan pengamanan hutan. Pasal 262 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 261. Pasal 259 Subdirektorat Program dan Evaluasi Penyidikan dan Pengamanan terdiri atas: a. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang program dan evaluasi penyidikan dan pengamanan.dan d. Jawa dan Bali. pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.dan b. c. Seksi Evaluasi. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang program dan evaluasi penyidikan dan pengamanan.69 a. Seksi Program. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang program dan evaluasi penyidikan dan pengamanan. standar. bimbingan teknis. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyidikan dan pengamanan hutan di wilayah Sumatera. standar. dan kriteria di bidang program dan evaluasi penyidikan dan pengamanan. prosedur. c. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penyidikan dan pengamanan hutan di wilayah Sumatera. Jawa dan Bali. pelaksanaan kebijakan. prosedur. penyiapan bahan penyusunan norma.

Subdirektorat Penyidikan dan Pengamanan Wilayah II menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyidikan dan penanggulangan perambahan hutan dan kebakaran di wilayah Sumatera. Seksi Perambahan Hutan dan Kebakaran Wilayah I. peredaran tumbuhan dan satwa liar ilegal. Jawa dan Bali. Pasal 264 (1) Seksi Pembalakan Ilegal dan Tumbuhan dan Satwa Liar Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Jawa dan Bali. Pasal 266 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 265.70 d. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penyidikan dan pengamanan hutan di wilayah Kalimantan dan Nusa Tenggara. Jawa dan Bali. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penyidikan dan pengamanan hutan di wilayah Kalimantan dan Nusa Tenggara. pelaksanaan kebijakan. c. hama penyakit. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyidikan dan penanggulangan pembalakan ilegal. pelaksanaan kebijakan. prosedur. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyidikan dan pengamanan hutan di wilayah Sumatera. dan kriteria di bidang penyidikan dan pengamanan hutan di wilayah Kalimantan dan Nusa Tenggara. dan perburuan di wilayah Sumatera. Seksi Pembalakan Ilegal dan Tumbuhan dan Satwa Liar Wilayah I. Pasal 265 Subdirektorat Penyidikan dan Pengamanan Wilayah II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan.dan b. (2) Seksi Perambahan Hutan dan Kebakaran Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. pelaksanaan kebijakan. b. Pasal 263 Subdirektorat Penyidikan dan Pengamanan Hutan Wilayah I terdiri atas: a.dan . standar. bimbingan teknis. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyidikan dan pengamanan hutan di wilayah Kalimantan dan Nusa Tenggara.

b. Pasal 270 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 269. Seksi Perambahan Hutan dan Kebakaran Wilayah II. Subdirektorat Penyidikan dan Pengamanan Hutan Wilayah III menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Perambahan Hutan dan Kebakaran Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. perburuan di wilayah Kalimantan dan Nusa Tenggara. Seksi Pembalakan Ilegal dan Tumbuhan dan Satwa Liar Wilayah II. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penyidikan dan pengamanan hutan di wilayah Sulawesi. Maluku dan Papua. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyidikan dan penanggulangan pembalakan ilegal dan penanggulangan peredaran tumbuhan dan satwa liar ilegal. hama penyakit. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penyidikan dan pengamanan hutan di wilayah Sulawesi. pelaksanaan kebijakan. Maluku dan Papua.dan b. pelaksanaan kebijakan. . Pasal 268 (1) Seksi Pembalakan Ilegal dan Tumbuhan dan Satwa Liar Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyidikan dan penanggulangan perambahan hutan dan kebakaran di wilayah Kalimantan dan Nusa Tenggara. bimbingan teknis. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyidikan dan pengamanan hutan di wilayah Sulawesi.71 d. Maluku dan Papua. Pasal 269 Subdirektorat Penyidikan dan Pengamanan Hutan Wilayah III mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Pasal 267 Subdirektorat Penyidikan dan Pengamanan Hutan Wilayah II terdiri atas: a. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyidikan dan pengamanan hutan di wilayah Kalimantan dan Nusa Tenggara.

penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyidikan dan penanggulangan pembalakan ilegal. peredaran tumbuhan dan satwa liar ilegal. prosedur. pelaksanaan kebijakan. Maluku dan Papua. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang polisi kehutanan dan penyidik pegawai negeri sipil serta pengembangan dan pendayagunaan sarana dan prasarana pengamanan hutan.dan d. Subdirektorat Dukungan Operasi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan kebijakan.72 c. Seksi Pembalakan Ilegal dan Tumbuhan dan Satwa Liar Wilayah III. (2) Seksi Perambahan Hutan dan Kebakaran Wilayah III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 273 Subdirektorat Dukungan Operasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Seksi Perambahan Hutan dan Kebakaran Wilayah III. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyidikan dan pengamanan hutan di wilayah Sulawesi. . Pasal 272 (1) Seksi Pembalakan Ilegal dan Tumbuhan dan Satwa Liar Wilayah III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Maluku dan Papua. dan perburuan di wilayah Sulawesi.dan b. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 271 Subdirektorat Penyidikan dan Pengamanan Hutan Wilayah III terdiri atas: a. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyidikan dan penanggulangan perambahan hutan dan kebakaran di wilayah Sulawesi. dan kriteria di bidang penyidikan dan pengamanan hutan di wilayah Sulawesi. bimbingan teknis. Maluku dan Papua. Pasal 274 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 273. Maluku dan Papua. pelaksanaan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang polisi kehutanan dan penyidik pegawai negeri sipil serta pengembangan dan pendayagunaan sarana dan prasarana pengamanan hutan. hama penyakit. standar.

tertib administrasi dan pendayagunaan sarana dan prasarana pengamanan hutan. Pasal 277 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. dan kerumahtanggaan serta pelaporan Direktorat. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang polisi kehutanan dan penyidik pegawai negeri sipil serta pengembangan dan pendayagunaan sarana dan prasarana pengamanan hutan. dan kriteria di bidang polisi kehutanan dan penyidik pegawai negeri sipil serta pengembangan dan pendayagunaan sarana dan prasarana pengamanan hutan.dan d. c. prosedur. standar. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Dukungan Operasi. Seksi Sarana dan Prasarana. pelaksanaan kebijakan. Seksi Polisi Kehutanan dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengembangan dan pembinaan Polisi Kehutanan dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil.dan b. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang polisi kehutanan dan penyidik pegawai negeri sipil serta pengembangan dan pendayagunaan sarana dan prasarana pengamanan hutan. keuangan. kepegawaian. Pasal 275 Subdirektorat Dukungan Operasi terdiri atas: a. .73 b. pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 276 (1) Seksi Polisi Kehutanan dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengembangan.

pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. b. penyiapan penyusunan norma. Subdirektorat Pemadaman dan Penanganan Dampak Pasca Kebakaran Hutan. pemadaman dan penanganan dampak pasca kebakaran. pelaksanaan kebijakan. prosedur. standar. pemadaman dan penanganan dampak pasca kebakaran. serta tenaga dan sarana prasarana di bidang pengendalian kebakaran hutan. b.74 Bagian Kelima Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan Pasal 278 Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. dan kriteria di bidang monitoring hotspot. pencegahan. Pasal 279 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 278. Subbagian Tata Usaha. serta tenaga dan sarana prasarana di bidang pengendalian kebakaran hutan. c. pemadaman dan penanganan dampak pasca kebakaran. c.dan e. Subdirektorat Program dan Evaluasi Pengendalian Kebakaran Hutan. bimbingan teknis. d. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang monitoring hotspot. Pasal 280 Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan terdiri atas: a. d. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang monitoring hotspot. pencegahan. serta tenaga dan sarana prasarana di bidang pengendalian kebakaran hutan. pemadaman dan penanganan dampak pasca kebakaran. pencegahan. Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan menyelenggarakan fungsi: a.dan e. Subdirektorat Tenaga dan Sarana Prasarana Pengendalian Kebakaran Hutan. serta tenaga dan sarana prasarana di bidang pengendalian kebakaran hutan. Subdirektorat Monitoring Hotspot dan Pencegahan Kebakaran Hutan. . pencegahan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengendalian kebakaran hutan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang monitoring hotspot.

Subdirektorat Program dan Evaluasi Pengendalian Kebakaran Hutan menyelenggarakan fungsi: a.dan b. bimbingan teknis. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang program dan evaluasi pengendalian kebakaran hutan. bimbingan teknis. Pasal 283 Subdirektorat Program dan Evaluasi Pengendalian Kebakaran Hutan terdiri atas: a. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang program dan rencana pengendalian kebakaran hutan. . Pasal 284 (1) Seksi Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang program dan evaluasi pengendalian kebakaran hutan. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. pelaksanaan kebijakan. standar. Pasal 285 Subdirektorat Monitoring Hotspot dan Pencegahan Kebakaran Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang monitoring hotspot dan pencegahan kebakaran hutan. pelaksanaan kebijakan. Seksi Evaluasi. kebijakan di bidang program dan evaluasi b. dan kriteria di bidang program dan evaluasi pengendalian kebakaran hutan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang evaluasi pengendalian kebakaran hutan. Pasal 282 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 281.75 Pasal 281 Subdirektorat Program dan Evaluasi Pengendalian Kebakaran Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang program dan evaluasi pengendalian kebakaran hutan. prosedur. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan pengendalian kebakaran hutan.dan d. (2) Seksi Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Program. c.

bimbingan teknis. sistem informasi pemantauan hotspot. Pasal 287 Subdirektorat Monitoring Hotspot dan Pencegahan Kebakaran Hutan terdiri atas: a. Seksi Monitoring Hotspot. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemadaman dan penanganan dampak pasca kebakaran hutan.dan d. (2) Seksi Pencegahan Kebakaran Hutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 288 (1) Seksi Monitoring Hotspot mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pencegahan kebakaran hutan. . Seksi Pencegahan Kebakaran Hutan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang monitoring hotspot dan pencegahan kebakaran hutan. pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Monitoring Hotspot dan Pencegahan Kebakaran Hutan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang monitoring hotspot dan pencegahan kebakaran hutan. Pasal 289 Subdirektorat Pemadaman dan Penanganan Dampak Pasca Kebakaran Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. b. penyiapan bahan penyusunan norma.76 Pasal 286 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 285. b. standar. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang monitoring dan analisis hotspot. c. dan kriteria di bidang monitoring hotspot dan pencegahan kebakaran hutan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang monitoring hotspot dan pencegahan kebakaran hutan. prosedur. dan sistem peringatan bahaya kebakaran.

77 Pasal 290 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 289. Nusa Tenggara. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pemadaman dan penanganan dampak pasca kebakaran hutan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pemadaman dan penanganan dampak pasca kebakaran hutan wilayah I di Sumatera. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pemadaman dan penanganan dampak pasca kebakaran hutan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemadaman dan penanganan dampak pasca kebakaran hutan. Subdirektorat Pemadaman dan Penanganan Dampak Pasca Kebakaran Hutan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan norma. Seksi Pemadaman dan Penanganan Dampak Pasca Kebakaran Hutan Wilayah I.dan d. bimbingan teknis. Pasal 292 (1) Seksi Pemadaman dan Penanganan Dampak Pasca Kebakaran Hutan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Pemadaman dan Penanganan Dampak Pasca Kebakaran Hutan Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Maluku dan Papua.dan b. Pasal 291 Subdirektorat Pemadaman dan Penanganan Dampak Pasca Kebakaran Hutan terdiri atas: a. Pasal 293 Subdirektorat Tenaga dan Sarana Prasarana Pengendalian Kebakaran Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. dan kriteria di bidang pemadaman dan penanganan dampak pasca kebakaran hutan. prosedur. c. b. pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. . Bali dan Sulawesi. Seksi Pemadaman dan Penanganan Dampak Pasca Kebakaran Hutan Wilayah II. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pemadaman dan penanganan dampak pasca kebakaran hutan wilayah II di Kalimantan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemadaman kebakaran hutan. Jawa.

kepegawaian. Seksi Sarana dan Prasarana. keuangan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang tenaga dan sarana prasarana pengendalian kebakaran hutan. dan kerumahtanggaan serta pelaporan Direktorat. pelaksanaan kebijakan. Pasal 296 (1) Seksi Tenaga mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.dan b. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang sarana dan prasarana pengendalian kebakaran hutan. standar. dan kriteria di bidang tenaga dan sarana prasarana pengendalian kebakaran hutan.78 Pasal 294 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 293. Subdirektorat Tenaga dan Sarana Prasarana Pengendalian Kebakaran Hutan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Tenaga. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang tenaga pengendalian kebakaran hutan. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang tenaga dan sarana prasarana pengendalian kebakaran hutan. b. prosedur. penyiapan bahan penyusunan norma. (2) Seksi Sarana dan Prasarana mempunyai tugas penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 295 Subdirektorat Tenaga dan Sarana Prasarana Pengendalian Kebakaran Hutan terdiri atas: a.dan d. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang tenaga dan sarana prasarana pengendalian kebakaran hutan. . c. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Program dan Evaluasi Pengendalian Kebakaran Hutan. Pasal 297 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan.

lahan basah. pembinaan pengelolaan kawasan suaka alam. kawasan ekosistem esensial dan bina daerah penyangga. prosedur. hutan lindung.dan e. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemolaan dan pengembangan. hutan lindung. standar. c. hutan lindung. b. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang konservasi kawasan dan pembinaan hutan lindung. kawasan ekosistem esensial dan bina daerah penyangga. Perairan dan Ekosistem Esensial. kawasan pelestarian alam. lahan basah. b. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. pembinaan pengelolaan kawasan suaka alam. Subdirektorat Kawasan Suaka Alam dan Hutan Lindung. taman buru. pembinaan pengelolaan kawasan suaka alam. taman buru. Pasal 299 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 298. lahan basah. kawasan konservasi perairan. Direktorat Kawasan Konservasi dan Bina Hutan Lindung menyelenggarakan fungsi: a. taman buru. kawasan konservasi perairan. Subdirektorat Pemolaan dan Pengembangan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pemolaan dan pengembangan. kawasan pelestarian alam. penyiapan penyusunan norma.79 Bagian Keenam Direktorat Kawasan Konservasi dan Bina Hutan Lindung Pasal 298 Direktorat Kawasan Konservasi dan Bina Hutan Lindung mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. bimbingan teknis. Pasal 300 Direktorat Kawasan Konservasi dan Bina Hutan Lindung terdiri atas: a. d. kawasan ekosistem esensial dan bina daerah penyangga. hutan lindung. lahan basah. kawasan konservasi perairan. kawasan ekosistem esensial dan bina daerah penyangga. . pembinaan pengelolaan kawasan suaka alam. kawasan pelestarian alam. Subdirektorat Konservasi Lahan Basah. dan kriteria di bidang pemolaan dan pengembangan. c. d. kawasan konservasi perairan. kawasan pelestarian alam. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pemolaan dan pengembangan. Subdirektorat Kawasan Pelestarian Alam dan Taman Buru. taman buru. pelaksanaan kebijakan.

penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang persiapan pembentukan kawasan konservasi. c. perubahan fungsi. bimbingan teknis. Subdirektorat Bina Daerah Penyangga. (2) Seksi Pengembangan dan Perpetaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pemantapan dan penataan kawasan. Seksi Pengembangan dan Perpetaan. standar. Pasal 301 Subdirektorat Pemolaan dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pemolaan dan pengembangan kawasan konservasi. tumpang tindih peruntukan kawasan konservasi. pelaksanaan kebijakan. b. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemolaan dan pengembangan kawasan konservasi.dan d. Pasal 304 (1) Seksi Pemolaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. evaluasi fungsi. Seksi Pemolaan. Pasal 302 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 301. penyiapan bahan penyusunan norma. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang rencana pengelolaan. pelaksanaan kebijakan. Pasal 303 Subdirektorat Pemolaan dan Pengembangan terdiri atas: a. penataan zonasi/blok. Subdirektorat Pemolaan dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. rencana pengembangan dan perubahan kawasan.dan f. . dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemolaan dan pengembangan kawasan konservasi.80 e. dan kriteria di bidang pemolaan dan pengembangan kawasan konservasi. prosedur. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pemolaan dan pengembangan kawasan konservasi. Subbagian Tata Usaha.dan b. pelaksanaan kebijakan.

Pasal 308 (1) Seksi Taman Nasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan kawasan pelestarian alam dan taman buru. pelaksanaan kebijakan. Pasal 306 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 305. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengelolaan kawasan pelestarian alam dan taman buru. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan kawasan pelestarian alam dan taman buru. pemanfaatan untuk menunjang budidaya dan pengembangan kolaborasi di taman wisata alam. penyiapan bahan penyusunan norma. (2) Seksi Taman Wisata Alam. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyusunan rencana pengelolaan ekosistem/habitat. bimbingan teknis. c. . pemanfaatan untuk pendidikan dan kesadaran konservasi. Subdirektorat Kawasan Pelestarian Alam dan Taman Buru menyelenggarakan fungsi: a.dan d.81 Pasal 305 Subdirektorat Kawasan Pelestarian Alam dan Taman Buru mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyusunan rencana pengelolaan ekosistem/habitat. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di pengelolaan kawasan pelestarian alam dan taman buru. b. rehabilitasi dan restorasi ekosistem/habitat. taman hutan raya. pemanfaatan untuk menunjang budidaya dan pengembangan kolaborasi di Taman Nasional. Taman Hutan Raya. pelaksanaan kebijakan. pemanfaatan untuk penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan. pelaksanaan kebijakan.dan b. pemanfaatan untuk penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan. dan Taman Buru mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pemanfaatan untuk pendidikan dan kesadaran konservasi. dan taman buru. Seksi Taman Nasional. Seksi Taman Wisata Alam. prosedur. Pasal 307 Subdirektorat Kawasan Pelestarian Alam dan Taman Buru terdiri atas: a. dan kriteria di bidang pengelolaan kawasan pelestarian alam dan taman buru. Taman Hutan Raya dan Taman Buru. standar.

pemanfaatan untuk penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan. Pasal 310 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 309. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengelolaan kawasan suaka alam dan hutan lindung. b. pelaksanaan kebijakan. bimbingan teknis. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan kawasan suaka alam dan hutan lindung. dan kriteria di bidang pengelolaan kawasan suaka alam dan hutan lindung. .dan d. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyusunan rencana pengelolaan ekosistem/ habitat. standar. pemanfaatan untuk pendidikan dan kesadaran konservasi. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengelolaan kawasan suaka alam dan hutan lindung. pelaksanaan kebijakan. pemanfaatan untuk menunjang budidaya dan pengembangan kolaborasi serta penyelesaian masalah penggunaan suaka margasatwa dan hutan lindung. penyiapan bahan penyusunan norma. prosedur. Seksi Cagar Alam. Pasal 311 Subdirektorat Kawasan Suaka Alam dan Hutan Lindung terdiri atas: a. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan suaka alam dan hutan lindung. Seksi Suaka Margasatwa dan Hutan Lindung. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyusunan masalah pengelolaan ekosistem/habitat. pelaksanaan kebijakan. pemanfaatan untuk pendidikan dan kesadaran konservasi. pemanfaatan untuk menunjang budidaya dan pengembangan kolaborasi. pemanfaatan untuk penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan. Subdirektorat Kawasan Suaka Alam dan Hutan Lindung menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 312 (1) Seksi Cagar Alam mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.dan b. (2) Seksi Suaka Margasatwa dan Hutan Lindung mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. c.82 Pasal 309 Subdirektorat Kawasan Suaka Alam dan Hutan Lindung mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan.

Perairan dan Ekosistem Esensial Wilayah I. Pasal 314 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 313. evaluasi bimbingan teknis di bidang penyusunan rencana pengelolaan kawasan konservasi lahan basah. Kalimantan dan Sulawesi.dan b.dan d. kawasan konservasi perairan serta ekosistem esensial. c. Maluku dan Papua. Perairan dan Ekosistem Esensial mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. bimbingan teknis. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan kawasan konservasi lahan basah. bimbingan teknis. Perairan dan Ekosistem Esensial Wilayah II. .83 Pasal 313 Subdirektorat Konservasi Lahan Basah. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengelolaan kawasan konservasi lahan basah. Bali. bimbingan teknis. dan kriteria di bidang pengelolaan kawasan konservasi lahan basah. kawasan konservasi perairan serta ekosistem esensial. prosedur. standar. kawasan konservasi perairan serta ekosistem esensial. Perairan dan Ekosistem Esensial Wilayah II mempunyai tugas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan. penyiapan bahan penyusunan norma. kawasan konservasi laut dan ekosistem esensial di Wilayah Sumatera. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan kawasan konservasi lahan basah. Pasal 315 Subdirektorat Konservasi Lahan Basah. pelaksanaan kebijakan. Perairan dan Ekosistem Esensial terdiri atas: a. Seksi Konservasi Lahan Basah. Nusa Tenggara. Pasal 316 (1) Seksi Konservasi Lahan Basah. b. kawasan konservasi perairan serta ekosistem esensial. kawasan konservasi perairan serta ekosistem esensial. (2) Seksi Konservasi Lahan Basah. Subdirektorat Konservasi Lahan Basah. evaluasi bimbingan teknis di bidang penyusunan rencana pengelolaan kawasan konservasi lahan basah. Perairan dan Ekosistem Esensial Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan. kawasan konservasi laut dan ekosistem esensial di Wilayah Jawa. Seksi Konservasi Lahan Basah. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengelolaan kawasan konservasi lahan basah. Perairan dan Ekosistem Esensial menyelenggarakan fungsi: a.

kawasan suaka alam dan taman buru. Seksi Bina Daerah Penyangga Kawasan Suaka Alam. pelaksanaan kebijakan. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pembinaan masyarakat tradisional/lokal dan daerah penyangga di sekitar kawasan pelestarian alam. (2) Seksi Bina Daerah Penyangga Kawasan Suaka Alam mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. bimbingan teknis. Pasal 320 (1) Seksi Bina Daerah Penyangga Kawasan Pelestarian Alam dan Taman Buru mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. kawasan suaka alam dan taman buru. Pasal 318 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 317. b. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pembinaan masyarakat tradisional/lokal dan daerah penyangga di kawasan suaka alam. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pembinaan masyarakat tradisional/lokal dan daerah penyangga di sekitar kawasan pelestarian alam. penyiapan bahan penyusunan norma. prosedur.84 Pasal 317 Subdirektorat Bina Daerah Penyangga mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pembinaan masyarakat tradisional/lokal dan daerah penyangga di kawasan pelestarian alam dan taman buru. c.dan d. dan kriteria di bidang pembinaan masyarakat tradisional/lokal dan daerah penyangga di sekitar kawasan pelestarian alam. . Seksi Bina Daerah Penyangga Kawasan Pelestarian Alam dan Taman Buru. kawasan suaka alam dan taman buru. Subdirektorat Bina Daerah Penyangga menyelenggarakan fungsi: a. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pembinaan masyarakat tradisional/lokal dan daerah penyangga di sekitar kawasan pelestarian alam. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pembinaan masyarakat tradisional/lokal dan daerah penyangga di sekitar kawasan pelestarian alam. Pasal 319 Subdirektorat Bina Daerah Penyangga terdiri atas: a. kawasan suaka alam dan taman buru. pelaksanaan kebijakan. kawasan suaka alam dan taman buru. standar.

pengembangan lembaga konservasi dan perburuan. pelaksanaan kebijakan di bidang program dan peningkatan pelaksanaan konvensi. serta tertib peredaran tumbuhan dan satwa liar di bidang konservasi keanekaragaman hayati. pengawetan dan pemanfaatan jenis. keuangan. Bagian Ketujuh Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati Pasal 322 Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. penangkaran jenis tumbuhan dan satwa liar. pengembangan lembaga konservasi dan perburuan. dan pelaporan Direktorat. c. pengembangan lembaga konservasi dan perburuan. prosedur. pengembangan lembaga konservasi dan perburuan. . pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang program dan peningkatan pelaksanaan konvensi. serta tertib peredaran tumbuhan dan satwa liar di bidang konservasi keanekaragaman hayati.85 Pasal 321 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Kawasan Suaka Alam dan Hutan Lindung. standar. penangkaran jenis tumbuhan dan satwa liar. d. serta tertib peredaran tumbuhan dan satwa liar di bidang konservasi keanekaragaman hayati. pelaksanaan kebijakan. Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati menyelenggarakan fungsi: a. pengawetan dan pemanfaatan jenis. kerumahtanggaan. penangkaran jenis tumbuhan dan satwa liar. serta tertib peredaran tumbuhan dan satwa liar di bidang konservasi keanekaragaman hayati. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang konservasi keanekaragaman hayati. kepegawaian. pengawetan dan pemanfaatan jenis. penangkaran jenis tumbuhan dan satwa liar.dan e. Pasal 323 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 322. pengawetan dan pemanfaatan jenis. dan kriteria di bidang program dan peningkatan pelaksanaan konvensi. penyiapan perumusan kebijakan di bidang program dan peningkatan pelaksanaan konvensi. penyiapan penyusunan norma. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. b.

bimbingan teknis. b. Pasal 325 Subdirektorat Program dan Konvensi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. b. d. e. standar. Seksi Konvensi. penyiapan bahan penyusunan norma. Seksi Program. Subdirektorat Tertib Peredaran. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang program serta konvensi dan kerja sama internasional dalam konservasi keanekaragaman hayati. Pasal 327 Subdirektorat Program dan Konvensi terdiri atas: a. Subdirektorat Penangkaran Jenis. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang program serta konvensi dan kerja sama internasional dalam konservasi keanekaragaman hayati. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang program serta konvensi dan kerja sama internasional dalam konservasi keanekaragaman hayati. dan kriteria di bidang program serta konvensi dan kerja sama internasional dalam konservasi keanekaragaman hayati. prosedur. Subdirektorat Program dan Konvensi.dan b.dan d. Subbagian Tata Usaha. c. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang program serta konvensi dan kerja sama internasional dalam konservasi keanekaragaman hayati. Subdirektorat Pengawetan dan Pemanfaatan Jenis. . pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Program dan Konvensi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 326 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 325. c. Subdirektorat Lembaga Konservasi dan Perburuan.dan f.86 Pasal 324 Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati terdiri atas: a.

c. b.87 Pasal 328 (1) Seksi Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengawetan dan pemanfaatan jenis. Seksi Pengembangan Sumber Daya Genetik. Pasal 331 Subdirektorat Pengawetan dan Pemanfaatan Jenis terdiri atas: a. dan kriteria di bidang pengawetan dan pemanfaatan jenis. prosedur. . Pasal 329 Subdirektorat Pengawetan dan Pemanfaatan Jenis mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Pasal 330 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 329. (2) Seksi Konvensi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. bimbingan teknis. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang program dan rencana konservasi keanekaragaman hayati. b. standar. Subdirektorat Pengawetan dan Pemanfaatan Jenis menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pembinaan Populasi dan Habitat. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengawetan dan pemanfaatan jenis. pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang konvensi dan kerja sama internasional dalam konservasi keanekaragaman hayati. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengawetan dan pemanfaatan jenis. pelaksanaan kebijakan.dan d. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengawetan dan pemanfaatan jenis.

pemulihan. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengembangan penangkaran jenis tumbuhan dan satwa liar. b. Pasal 334 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 333. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang produktivitas dan kemurnian hasil pengembangan penangkaran vertebrata. . dan kriteria di bidang pengembangan penangkaran jenis tumbuhan dan satwa liar. Pasal 336 (1) Seksi Penangkaran Vertebrata mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. bimbingan teknis. Pasal 335 Subdirektorat Penangkaran Jenis terdiri atas: a. pengawetan. pengawetan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengembangan penangkaran jenis tumbuhan dan satwa liar. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang program. (2) Seksi Pengembangan Sumber Daya Genetik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 333 Subdirektorat Penangkaran Jenis mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Penangkaran Jenis menyelenggarakan fungsi: a. prosedur. c.88 Pasal 332 (1) Seksi Pembinaan Populasi dan Habitat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Penangkaran Vertebrata. penyelamatan serta pengembangan Sumber Daya genetik.dan d. Seksi Penangkaran Avertebrata dan Tumbuhan Liar. penyelamatan serta pengembangan populasi dan habitat. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan penangkaran jenis tumbuhan dan satwa liar. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang program pemulihan.dan b. pelaksanaan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penangkaran jenis tumbuhan dan satwa liar. standar.

standar. bimbingan teknis. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengembangan lembaga konservasi dan perburuan.dan d. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengembangan satwa buru di taman buru. prosedur. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pembinaan dan pengembangan satwa di lembaga konservasi. Seksi Perburuan. . Pasal 337 Subdirektorat Lembaga Konservasi dan Perburuan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. b. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang produktivitas dan kemurnian hasil pengembangan penangkaran avertebrata dan tumbuhan liar. pelaksanaan kebijakan. kebun buru dan areal buru. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengembangan lembaga konservasi dan perburuan. Pasal 338 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 337. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengembangan lembaga konservasi dan perburuan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan lembaga konservasi dan perburuan. Pasal 339 Subdirektorat Lembaga Konservasi dan Perburuan terdiri atas: a. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. (2) Seksi Perburuan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan kebijakan.89 (2) Seksi Penangkaran Avertebrata dan Tumbuhan Liar mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 340 (1) Seksi Lembaga Konservasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Lembaga Konservasi. dan kriteria di bidang pengembangan lembaga konservasi dan perburuan. c.dan b. Subdirektorat Lembaga Konservasi dan Perburuan menyelenggarakan fungsi: a.

prosedur. b. penyiapan bahan penyusunan norma.90 Pasal 341 Subdirektorat Tertib Peredaran mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang tertib peredaran pemanfaatan tumbuhan dan satwa liar. pelaksanaan kebijakan.dan d. Seksi Peredaran Dalam Negeri. intelijen dan analisis pasar pemanfaatan tumbuhan dan satwa liar di luar negeri. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang tertib peredaran pemanfaatan tumbuhan dan satwa liar. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang tertib peredaran pemanfaatan tumbuhan dan satwa liar. bimbingan teknis. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang tertib peredaran pemanfaatan tumbuhan dan satwa liar. Pasal 342 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 341. dan kriteria di bidang tertib peredaran pemanfaatan tumbuhan dan satwa liar. Pasal 343 Subdirektorat Tertib Peredaran terdiri atas: a. pelaksanaan kebijakan.dan b. c. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang tertib peredaran. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang tertib peredaran. standar. (2) Seksi Peredaran Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. Pasal 344 (1) Seksi Peredaran Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Peredaran Luar Negeri. Subdirektorat Tertib Peredaran menyelenggarakan fungsi: a. . intelijen dan analisis pasar pemanfaatan tumbuhan dan satwa liar di dalam negeri.

bina cinta alam serta promosi dan pemasaran konservasi alam. Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kawasan Konservasi dan Hutan Lindung menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria di bidang program pengembangan dan pemanfaatan wisata alam dan jasa lingkungan. Pasal 347 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Pasal 346. Bagian Kedelapan Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kawasan Konservasi dan Hutan Lindung Pasal 346 Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kawasan Konservasi dan Hutan Lindung mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. bina cinta alam serta promosi dan pemasaran konservasi alam. bina cinta alam serta promosi dan pemasaran konservasi alam. pelaksanaan kebijakan di bidang program pengembangan dan pemanfaatan wisata alam dan jasa lingkungan. b. bimbingan teknis. standar. penyiapan penyusunan norma.91 Pasal 345 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan.dan e. penyiapan perumusan kebijakan di bidang program pengembangan dan pemanfaatan wisata alam dan jasa lingkungan. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemanfaatan jasa lingkungan kawasan konservasi dan hutan lindung. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Program dan Konvensi. bina cinta alam serta promosi dan pemasaran konservasi alam. dan pelaporan Direktorat. d. c. prosedur. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang program pengembangan dan pemanfaatan wisata alam dan jasa lingkungan. Pasal 348 Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kawasan Konservasi dan Hutan Lindung terdiri atas: . keuangan. kerumahtanggaan. pelaksanaan kebijakan. kepegawaian.

. dan kriteria di bidang program dan evaluasi pemanfaatan jasa lingkungan. pelaksanaan kebijakan.dan d. bimbingan teknis. promosi dan pemasaran konservasi alam.dan f. bina cinta alam. bina cinta alam. Pasal 350 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 349. Subdirektorat Bina Cinta Alam. c. wisata alam. Subdirektorat Program dan Evaluasi Pemanfaatan Jasa Lingkungan menyelenggarakan fungsi: a. promosi dan pemasaran konservasi alam. bina cinta alam. c. d. b. Subdirektorat Promosi dan pemasaran Konservasi Alam. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang tertib program dan evaluasi pemanfaatan jasa lingkungan. promosi dan pemasaran konservasi alam. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang program dan evaluasi pemanfaatan jasa lingkungan. Seksi Program. b. Seksi Evaluasi. wisata alam. Subdirektorat Program dan Evaluasi Pemanfaatan Jasa Lingkungan. Subdirektorat Pemanfaatan Wisata Alam. Subdirektorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan. bina cinta alam.dan b. Pasal 349 Subdirektorat Program dan Evaluasi Pemanfaatan Jasa Lingkungan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Pasal 351 Subdirektorat Program dan Evaluasi Pemanfaatan Jasa Lingkungan terdiri atas: a.92 a. penyiapan bahan penyusunan norma. wisata alam. e. promosi dan pemasaran konservasi alam. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang program dan evaluasi pemanfaatan jasa lingkungan. standar. wisata alam. bina cinta alam. Subbagian Tata Usaha. promosi dan pemasaran konservasi alam. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang program dan evaluasi pemanfaatan jasa lingkungan. wisata alam. prosedur.

Seksi Pemanfaatan Jasa Lingkungan Non Taman Nasional dan Hutan Lindung. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang promosi dan investasi pemanfaatan jasa lingkungan di kawasan konservasi dan hutan lindung. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemanfaatan jasa lingkungan di kawasan konservasi dan hutan lindung. Pasal 353 Subdirektorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. bina cinta alam. b. bimbingan teknis. Pasal 355 Subdirektorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan terdiri atas: a. pelaksanaan kebijakan.dan d. Seksi Pemanfaatan Jasa Lingkungan Taman Nasional. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pemanfaatan jasa lingkungan di kawasan konservasi dan hutan lindung. (2) Seksi Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. pelaksanaan kebijakan. prosedur. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang evaluasi program dan rencana pemanfaatan jasa lingkungan.dan b. promosi dan pemasaran konservasi alam. promosi dan pemasaran konservasi alam. bina cinta alam. c. . standar. wisata alam. pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria di bidang pemanfaatan jasa lingkungan di kawasan konservasi dan hutan lindung. wisata alam. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang program dan rencana pemanfaatan jasa lingkungan. Pasal 354 Dalam melakukan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 353. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pemanfaatan jasa lingkungan di kawasan konservasi dan hutan lindung.93 Pasal 352 (1) Seksi Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.

penyiapan bahan penyusunan norma.dan b. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pemanfaatan wisata alam. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemanfaatan wisata alam. pelaksanaan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang investasi pemanfaatan wisata alam di kawasan konservasi dan hutan lindung. standar. Pasal 360 (1) Seksi Pemanfaatan Wisata Alam Taman Nasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. Pasal 357 Subdirektorat Pemanfaatan Wisata Alam mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bimbingan teknis.dan d. Pasal 358 Dalam melakukan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 357. dan kriteria di bidang pemanfaatan wisata alam. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang investasi wisata alam di Taman Nasional. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang promosi dan investasi pemanfaatan jasa lingkungan di kawasan konservasi non taman nasional dan hutan lindung. prosedur.94 Pasal 356 (1) Seksi Pemanfaatan Jasa Lingkungan Taman Nasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. (2) Seksi Pemanfaatan Jasa Lingkungan Non Taman Nasional dan Hutan Lindung mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pemanfaatan wisata alam. Pasal 359 Subdirektorat Pemanfaatan Wisata Alam terdiri atas: a. Seksi Pemanfaatan Wisata Alam Non Taman Nasional dan Hutan Lindung. pelaksanaan kebijakan. . Subdirektorat Pemanfaatan Wisata Alam menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pemanfaatan Wisata Alam Taman Nasional. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang promosi dan investasi pemanfaatan jasa lingkungan di taman nasional. c. b.

serta penyadaran konservasi alam. pelaksanaan kebijakan. Seksi Pemantauan dan Informasi Bina Cinta Alam. cinta alam dan bina cinta alam.dan b. dan kriteria di bidang bina cinta alam.dan d. (2) Seksi Pemantauan dan Informasi Bina Cinta Alam mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Subdirektorat Bina Cinta Alam menyelenggarakan fungsi: a. standar. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang bina cinta alam. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang bina cinta alam dan pemberdayaan mitra bina cinta alam. pelaksanaan kebijakan. Pasal 361 Subdirektorat Bina Cinta Alam mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Pasal 364 (1) Seksi Pengembangan Bina Cinta Alam mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan.95 (2) Seksi Pemanfaatan Wisata Alam Non Taman Nasional dan Hutan Lindung mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan. bimbingan teknis. Seksi Pengembangan Bina Cinta Alam. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang bina cinta alam. b. prosedur. evaluasi bimbingan teknis di bidang investasi wisata alam di kawasan konservasi non taman nasional dan hutan lindung. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pemantauan. Pasal 363 Subdirektorat Bina Cinta Alam terdiri atas: a. . penyiapan bahan penyusunan norma. penyajian informasi. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang bina cinta alam. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang bina cinta alam. c. Pasal 362 Dalam melakukan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 361. bimbingan teknis.

pelaksanaan kebijakan.96 Pasal 365 Subdirektorat Promosi dan Pemasaran Konservasi Alam mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. standar. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pelaksanaan publikasi dan perawatan jaringan lingkup Direktorat Jenderal. (2) Seksi Publikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.dan b. c. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang Promosi dan Pemasaran Konservasi Alam. . penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang Promosi dan Pemasaran Konservasi Alam. Subdirektorat Promosi dan Pemasaran Konservasi Alam menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan kebijakan. Pasal 366 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 365. pelaksanaan kebijakan. bimbingan teknis. prosedur. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang Promosi dan Pemasaran Konservasi Alam. Pasal 368 (1) Seksi Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. b. dan kriteria di bidang Promosi dan Pemasaran Konservasi Alam. Seksi Publikasi. Seksi Data dan Informasi. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyusunan data dan informasi dalam rangka promosi dan pemasaran konservasi alam. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang Promosi dan Pemasaran Konservasi Alam. Pasal 367 Subdirektorat Promosi dan Pemasaran Konservasi Alam terdiri atas: a.dan d.

Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Program dan Evaluasi Pemanfaatan Jasa Lingkungan. kepegawaian. b. Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan.97 Pasal 369 a. dan pelaporan Direktorat. kerumahtanggaan. keuangan. .

penyusunan norma. c. b. pelaksanaan kebijakan di bidang pengelolaan daerah aliran sungai dan perhutanan sosial sesuai dengan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Bina Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial. Pasal 371 Direktorat Jenderal Bina Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan serta standardisasi teknis di bidang pengelolaan daerah aliran sungai dan perhutanan sosial sesuai dengan peraturan perundang-undangan. perumusan kebijakan di bidang pengelolaan daerah aliran sungai dan perhutanan sosial sesuai dengan peraturan perundang-undangan. . pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengelolaan daerah aliran sungai dan perhutanan sosial sesuai dengan peraturan perundang-undangan. prosedur.dan e.98 BAB VI DIREKTORAT JENDERAL BINA PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI DAN PERHUTANAN SOSIAL Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 370 (1) Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial adalah unsur pelaksana yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kehutanan. (2) Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial dipimpin oleh Direktur Jenderal. Pasal 372 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 371. dan kriteria di bidang pengelolaan daerah aliran sungai dan perhutanan sosial sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Direktorat Jenderal Bina Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial menyelenggarakan fungsi: a. d. standar.

c. evaluasi dan pelaporan di bidang pengelolaan daerah aliran sungai dan perhutanan sosial. Pasal 375 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 374. Direktorat Bina Perbenihan Tanaman Hutan.dan e. b. Sekretariat Direktorat Jenderal. . perlengkapan dan administrasi keuangan Direktorat Jenderal. c. koordinasi dan penyusunan rencana. d. kerja sama teknik. koordinasi dan penyiapan telaahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. organisasi dan tata laksana di bidang pengelolaan daerah aliran sungai dan perhutanan sosial. koordinasi dan pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi di bidang pengelolaan daerah aliran sungai dan perhutanan sosial. d. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 374 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unit organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal. koordinasi dan pelaksanaan tata usaha. Direktorat Bina Perhutanan Sosial. Direktorat Perencanaan dan Evaluasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. program. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. b. pemberian pertimbangan dan bantuan hukum di bidang pengelolaan daerah aliran sungai dan perhutanan sosial. koordinasi dan pelaksanaan urusan kepegawaian.dan e.99 Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 373 Direktorat Jenderal Bina Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial terdiri atas: a. Direktorat Bina Rehabilitasi Hutan dan Lahan.

b. Bagian Hukum dan Kerja Sama Teknik. Bagian Kepegawaian. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan statistik dan kehumasan.100 Pasal 376 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. .dan c. (2) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan pengumpulan. Subbagian Program Anggaran. data. program dan anggaran. penyiapan bahan koordinasi dan pengumpulan data serta penyajian informasi c. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan program dan anggaran.dan d.dan d. pengolahan data dan penyajian informasi. Pasal 378 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 377. penyusunan statistik. Subbagian Data dan Informasi. Bagian Program dan Evaluasi. Organisasi dan Tata Laksana. Pasal 380 (1) Subbagian Program dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program kerja dan anggaran. serta kehumasan. b. Bagian Keuangan dan Umum. c. Pasal 377 Bagian Program dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi penyusunan dan pelaksanaan rencana. Bagian Program dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. informasi dan statistik serta pelaksanaan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. b. Pasal 379 Bagian Program dan Evaluasi terdiri atas: a. penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan rencana dan program.

Pasal 385 Bagian Keuangan dan Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan. serta penyusunan tata hubungan kerja. fungsi. b. pengembangan pegawai dan administrasi jabatan fungsional. (3) Subbagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis jabatan.101 (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi kinerja dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. serta penyiapan bahan penyusunan organisasi dan ketatalaksanaan. Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepegawaian. dan administrasi kepegawaian. Pasal 381 Bagian Kepegawaian. perlengkapan. pedoman dan prosedur kerja dan pembakuan prasarana dan sarana kerja. penyiapan bahan penyusunan organisasi dan ketatalaksanaan. pendisiplinan dan penghargaan pegawai serta administrasi jabatan fungsional.dan c. Bagian Kepegawaian. rumah tangga. Subbagian Administrasi Kepegawaian. tata kerja. Subbagian Organisasi dan Tata Laksana. dan evaluasi kinerja organisasi. (2) Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan pendidikan. pelatihan. . pelaksanaan urusan administrasi kepegawaian. kearsipan dan pengelolaan urusan keuangan. Pasal 384 (1) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana formasi pegawai. Pasal 383 Bagian Kepegawaian. Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional. Organisasi dan Tata Laksana terdiri atas: a. b. Pasal 382 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 381. pelaksanaan urusan pengembangan karier pegawai dan administrasi jabatan fungsional. c. perumusan tugas. susunan organisasi.

penelaahan permasalahan. pelaksanaan urusan tata usaha.dan c. Subbagian Perlengkapan. Pasal 388 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. pertimbangan. penyiapan bahan peraturan perundang-undangan. pelaporan keuangan. b. penyiapan bahan pertimbangan dan bantuan hukum. penyusunan rencana anggaran gaji dan penggajian. Pasal 390 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 389. bantuan hukum. b.102 Pasal 386 Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 385 Bagian Keuangan dan Umum menyelenggarakan fungsi: a. melakukan akuntansi keuangan dan barang milik negara.dan c. penyiapan bahan perbendaharaan. verifikasi. penyiapan bahan administrasi kerja sama teknik dalam negeri dan luar negeri. pelaksanaan urusan administrasi keuangan. (2) Subbagian Administrasi Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan tata laksana keuangan. Bagian Hukum dan Kerja Sama Teknik menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 387 Bagian Keuangan dan Umum terdiri atas: a.dan c. Subbagian Tata Usaha. pembinaan kebendaharaan petugas SAI dan petugas SIMAK-BMN. (3) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan urusan rumah tangga dan pengelolaan barang milik negara. . serta penyiapan bahan administrasi kerja sama teknik dalam negeri dan luar negeri. penyelesaian tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. pelaksanaan urusan perlengkapan. Pasal 389 Bagian Hukum dan Kerja Sama Teknik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. kearsipan dan pembinaan tata persuratan. Subbagian Administrasi Keuangan. b.

penyiapan perumusan kebijakan di bidang perencanaan pembinaan kelembagaan. standar. dan bantuan permasalahan hukum. b. pelaksanaan kebijakan di bidang perencanaan pembinaan kelembagaan. Subbagian Kerja Sama Teknik. Subbagian Peraturan Perundang-undangan. Subbagian Pertimbangan dan Bantuan Hukum. bimbingan teknis. (2) Subbagian Pertimbangan dan Bantuan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. penelaahan dan penanganan permasalahan. evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perencanaan dan evaluasi pengelolaan daerah aliran sungai. pertimbangan.103 Pasal 391 Bagian Hukum dan Kerja Sama Teknik terdiri atas: a. Pasal 394 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 393. penyiapan penyusunan norma. b.dan c. Pasal 392 (1) Subbagian Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rancangan dan penelahaan peraturan perundangundangan. pembinaan teknis dan evaluasi pengelolaan daerah aliran sungai. (3) Subbagian Kerja Sama Teknik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan koordinasi administrasi kerja sama teknik dalam negeri dan luar negeri. pembinaan teknis dan evaluasi pengelolaan daerah aliran sungai. . pembinaan teknis dan evaluasi pengelolaan daerah aliran sungai. pelaksanaan kebijakan. dan kriteria di bidang perencanaan pembinaan kelembagaan. prosedur. c. Direktorat Perencanaan dan Evaluasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Empat Direktorat Perencanaan dan Evaluasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Pasal 393 Direktorat Perencanaan dan Evaluasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan.

standar. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang perencanaan pengelolaan daerah aliran sungai. Subdirektorat Pemolaan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. d. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perencanaan pembinaan kelembagaan. Pasal 396 Subdirektorat Pemolaan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. . Subdirektorat Evaluasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai.dan d.104 d. c. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Seksi Data dan Informasi.dan e. pelaksanaan kebijakan. b. dan kriteria di bidang perencanaan pengelolaan daerah aliran sungai. Subbagian Tata Usaha. Seksi Perencanaan.dan e. Subdirektorat Teknik Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perencanaan pengelolaan daerah aliran sungai. Pasal 397 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 396. prosedur. Pasal 398 Sudirektorat Pemolaan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai terdiri atas: a. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang perencanaan pengelolaan daerah aliran sungai. bimbingan teknis. c. penyiapan bahan penyusunan norma. b. Pasal 395 Direktorat Perencanaan dan Evaluasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai terdiri atas: a.dan b. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perencanaan pengelolaan daerah aliran sungai. Subdirektorat Kelembagaan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. pembinaan teknis dan evaluasi pengelolaan daerah aliran sungai. Subdirektorat Pemolaan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai menyelenggarakan fungsi: a.

bimbingan teknis. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang kelembagaan pengelolaan daerah aliran sungai. . penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang kelembagaan pengelolaan daerah aliran sungai. pelaksanaan kebijakan. b. Seksi Identiifikasi Kelembagaan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. prosedur.dan d. pelaksanaan kebijakan. Pasal 400 Subdirektorat Kelembagaan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan.dan b. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyusunan data dasar dan informasi pengelolaan daerah aliran sungai. dan kriteria di bidang kelembagaan pengelolaan daerah aliran sungai. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang kelembagaan pengelolaan daerah aliran sungai. standar. (2) Seksi Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.105 Pasal 399 (1) Seksi Perencanaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 401 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 400. Subdirektorat Kelembagaan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan kebijakan. Pasal 402 Sudirektorat Kelembagaan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai terdiri atas: a. c. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyusunan perencanaan pengelolaan daerah aliran sungai. Seksi Pengembangan Kelembagaan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai.evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pembinaan kelembagaan pengelolaan daerah aliran sungai.

dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang Teknik pelaksanaan dan kebijakan pengelolaan daerah aliran sungai. . Seksi Pengembangan Teknik Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. b. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pembinaan pengelolaan daerah aliran sungai. prosedur. Pasal 404 Subdirektorat Teknik Pengelolaan Daerah Aliran Sungai mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. (2) Seksi Pengembangan Kelembagaan Pengelolaan DAS mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang Identiifikasi kelembagaan pengelolaan daerah aliran sungai. pelaksanaan kebijakan.106 Pasal 403 (1) Seksi Identifikasi Kelembagaan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang Pengembangan kelembagaan pengelolaan daerah aliran sungai. c. bimbingan teknis. Pasal 405 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 404. Pasal 406 Sudirektorat Teknik Pengelolaan Daerah Aliran Sungai terdiri atas: a. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang Teknik pelaksanaan dan kebijakan pengelolaan daerah aliran sungai. Subdirektorat Teknik Pengelolaan Daerah Aliran Sungai menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan kebijakan. Seksi Identifikasi Teknik Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. standar. penyiapan bahan penyusunan norma.dan d. dan kriteria di bidang pembinaan kebijakan dan pelaksanaan pengelolaan daerah aliran sungai. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pembinaan kebijakan dan pelaksanaan pengelolaan daerah aliran sungai. pelaksanaan kebijakan.

sosial. sosial. dan kelembagaan pengelolaan daerah aliran sungai. standar. dan Kelembagaan. Pasal 410 Subdirektorat Evaluasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai terdiri atas: a. pelaksanaan kebijakan.dan d. Pasal 409 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 408. Ekonomi. b. . ekonomi. ekonomi. dan kelembagaan pengelolaan daerah aliran sungai. dan kelembagaan pengelolaan daerah aliran sungai. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang Identifikasi Teknik pengelolaan daerah aliran sungai. ekonomi. pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. c. Subdirektorat Evaluasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemantauan dan evaluasi biofisik. sosial. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang monitoring dan evaluasi pengelolaan daerah aliran sungai.107 Pasal 407 (1) Seksi Identifikasi Teknik Pengelolaan Daerah Aliran Sungai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Evaluasi Biofisik. Seksi Evaluasi Sosial.dan b. ekonomi. dan kriteria di bidang pemantauan dan evaluasi biofisik. sosial. prosedur. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 408 Subdirektorat Evaluasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. (2) Seksi Pengembangan Teknik Pengelolaan Daerah Aliran Sungai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pemantauan dan evaluasi biofisik. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengembangan Teknik pengelolaan daerah aliran sungai. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pemantauan dan evaluasi biofisik. dan kelembagaan pengelolaan daerah aliran sungai. bimbingan teknis.

c. dan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional di bina oleh Kepala Subdirektorat Pemolaan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. dan reklamasi hutan. b. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang evaluasi sosial. Ekonomi. hutan pantai. rehabilitasi hutan mangrove. dan kerumahtanggaan serta pelaporan Direktorat. dan reklamasi hutan. rawa dan gambut. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pemolaan rehabilitasi hutan dan lahan. Pasal 414 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 413. erosi dan sedimentasi serta tata air daerah aliran sungai. dan kelembagaan. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang evaluasi penggunaan lahan. rawa dan gambut. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pemolaan rehabilitasi hutan dan lahan. ekonomi. kepegawaian.108 Pasal 411 (1) Seksi Evaluasi Biofisik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. rawa dan gambut. Bagian Lima Direktorat Bina Rehabilitasi Hutan dan Lahan Pasal 413 Direktorat Bina Rehabilitasi Hutan dan Lahan mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. . rehabilitasi hutan mangrove. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang rehabilitasi hutan dan lahan. rehabilitasi hutan mangrove. prosedur. (2) Seksi Evaluasi Sosial. Direktorat Bina Rehabilitasi Hutan dan Lahan menyelenggarakan fungsi: a. hutan pantai. dan kriteria di bidang pemolaan rehabilitasi hutan dan lahan. keuangan. hutan pantai. dan reklamasi hutan. pelaksanaan kebijakan. standar. pelaksanaan kebijakan. Pasal 412 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. penyiapan penyusunan norma.

Subdirektorat Reklamasi Hutan. Subdirektorat Rehabilitasi Lahan. Pasal 415 Direktorat Bina Rehabilitasi Hutan dan Lahan terdiri atas: a. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Rehabilitasi Hutan Mangrove. pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Rehabilitasi Hutan. Pasal 417 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 416. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perencanaan dan data dan informasi rehabilitasi hutan dan lahan. Subdirektorat Pemolaan Rehabilitasi Hutan dan Lahan. d. c. hutan pantai. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemolaan rehabilitasi hutan dan lahan. dan kriteria di bidang perencanaan dan data dan informasi rehabilitasi hutan dan lahan. standar. Subdirektorat Pemolaan Rehabilitasi Hutan dan Lahan menyelenggarakan fungsi: a.dan d. rawa dan gambut. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang perencanaan dan data dan informasi rehabilitasi hutan dan lahan.evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perencanaan rehabilitasi hutan dan lahan dan data dan informasi. Hutan Pantai. Rawa dan Gambut. rehabilitasi hutan mangrove.109 d.dan e. c. prosedur. b. e. dan reklamasi hutan.dan f. Pasal 416 Subdirektorat Pemolaan Rehabilitasi Hutan dan Lahan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang perencanaan dan data dan informasi rehabilitasi hutan dan lahan. b. bimbingan teknis. .

hutan konservasi dan hutan produksi. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang Rehabilitasi hutan lindung. hutan konservasi dan hutan produksi. standar. hutan konservasi dan hutan produksi. Subdirektorat Rehabilitasi Hutan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Data dan Informasi. pelaksanaan kebijakan. . Seksi Perencanaan Rehabilitasi Hutan dan Lahan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang Rehabilitasi hutan lindung. bimbingan teknis. (2) Seksi Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Pasal 419 (1) Seksi Perencanaan Rehabilitasi Hutan dan Lahan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.dan d. prosedur. dan kriteria di bidang Rehabilitasi hutan lindung.110 Pasal 418 Sudirektorat Pemolaan Rehabilitasi Hutan dan Lahan terdiri atas: a. Pasal 420 Subdirektorat Rehabilitasi Hutan mempunyai tugas.dan b. hutan konservasi dan hutan produksi. hutan konservasi dan hutan produksi. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang evaluasi Rehabilitasi Hutan dan Lahan. penyiapan bahan penyusunan norma. b. Pasal 421 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 420. c. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyusunan perencanaan Rehabilitasi Hutan dan Lahan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang Rehabilitasi hutan lindung. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang Rehabilitasi hutan lindung. pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan kebijakan.

hutan kota dan penghijauan lingkungan. hutan kota dan penghijauan lingkungan. Subdirektorat Rehabilitasi Lahan menyelenggarakan fungsi: a. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang Rehabilitasi Lahan. pelaksanaan kebijakan. hutan kota dan penghijauan lingkungan. dan dan c. Pasal 425 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 424. bimbingan teknis. Seksi Rehabilitasi Hutan Produksi. Pasal 424 Subdirektorat Rehabilitasi Lahan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. (2) Seksi Rehabilitasi Hutan Produksi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.111 Pasal 422 Sudirektorat Rehabilitasi Hutan terdiri atas: a. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. pelaksanaan kebijakan. standar. . penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pembangunan pengembangan hutan rakyat. Seksi Rehabilitasi Hutan Lindung dan Hutan Konservasi.dan b. dan kriteria di bidang pembangunan dan pengembangan hutan rakyat. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pembangunan pengembangan hutan rakyat. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pembangunan dan pengembangan hutan rakyat. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pelaksanaan pembangunan dan pengembangan Rehabilitasi Hutan Produksi. prosedur. Pasal 423 (1) Seksi Rehabilitasi Hutan Lindung dan Hutan Konservasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. hutan kota dan penghijauan lingkungan.dan d. b. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pelaksanaan pembangunan dan pengembangan Rehabilitasi Hutan Lindung dan Hutan Konservasi.

bimbingan teknis. hutan pantai. Rawa dan Gambut mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. (2) Seksi Hutan Kota dan Penghijauan Lingkungan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Rawa dan Gambut menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang rehabilitasi hutan mangrove. Seksi Hutan Rakyat. prosedur. c. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis. hutan pantai. Pasal 428 Subdirektorat Rehabilitasi Hutan Mangrove. dan kriteria di bidang rehabilitasi hutan mangrove. pelaksanaan kebijakan. di bidang rehabilitasi hutan mangrove. . rawa dan gambut. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang Hutan Rakyat. Pasal 429 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 428. Hutan Pantai. standar. Hutan Pantai. pelaksanaan kebijakan. rawa dan gambut di dalam kawasan dan di luar kawasan. rawa dan gambut di dalam kawasan dan di luar kawasan. rawa dan gambut di dalam kawasan dan di luar kawasan. hutan pantai. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pelaksanaan pembangunan dan pengembangan hutan kota dan Penghijauan Lingkungan. Subdirektorat Rehabilitasi Hutan Mangrove.112 Pasal 426 Sudirektorat Rehabilitasi Lahan terdiri atas: a. hutan pantai. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang rehabilitasi hutan mangrove. rawa dan gambut di dalam kawasan dan di luar kawasan.dan d. b. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang rehabilitasi hutan mangrove.dan b. hutan pantai. penyiapan bahan penyusunan norma. Seksi Hutan Kota dan Penghijauan Lingkungan. Pasal 427 (1) Seksi Hutan Rakyat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.

standar. industri. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang konservasi tanah di kawasan hutan. pemukiman jalan dan reklamasi hutan. Rawa dan Gambut terdiri atas: a. pemukiman jalan dan reklamasi hutan. Pasal 431 (1) Seksi Rehabilitasi Hutan Mangrove dan Hutan Pantai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. industri. industri. Hutan Pantai. pemukiman jalan dan reklamasi hutan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang konservasi tanah di kawasan hutan. pertanian. pelaksanaan kebijakan. dan kriteria di bidang konservasi tanah di kawasan hutan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang rehabilitasi rawa dan gambut. . prosedur. bimbingan teknis. Seksi Rehabilitasi Rawa dan Gambut. b. pelaksanaan kebijakan. Pasal 433 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 432. pertanian. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang rehabilitasi hutan mangrove dan hutan pantai. pertanian. pelaksanaan kebijakan. c. Subdirektorat Reklamasi Hutan dan Konservasi Tanah menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Rehabilitasi Rawa dan Gambut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis.dan b.113 Pasal 430 Sudirektorat Rehabilitasi Hutan Mangrove.dan d. pemukiman jalan dan reklamasi hutan. di bidang konservasi tanah dan reklamasi hutan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang konservasi tanah di kawasan hutan. Seksi Rehabilitasi Hutan Mangrove dan Hutan Pantai. pertanian. Pasal 432 Subdirektorat Reklamasi Hutan dan Konservasi Tanah mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. industri.

aneka usaha kehutanan. serta pengembangan usaha perhutanan sosial. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pemolaan perhutanan sosial yang meliputi pengembangan hutan kemasyarakatan. Pasal 435 (1) Seksi Konservasi Tanah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. (2) Seksi Reklamasi Hutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.114 Pasal 434 Subdirektorat Reklamasi Hutan dan Konservasi Tanah terdiri atas: a. keuangan. di bidang perhutanan sosial. dan kerumahtanggaan serta pelaporan Direktorat. Pasal 436 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. Pasal 438 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 437.evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis. Direktorat Bina Perhutanan Sosial menyelenggarakan fungsi: a. hutan desa. b. hutan desa. kemitraan. Seksi Reklamasi Hutan. serta pengembangan usaha perhutanan sosial. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang reklamasi hutan. Bagian Enam Direktorat Bina Perhutanan Sosial Pasal 437 Direktorat Bina Perhutanan Sosial mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. hutan hak. kepegawaian. aneka usaha kehutanan. pelaksanaan kebijakan.dan b. bimbingan teknis. Seksi Konservasi Tanah. kemitraan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang Konservasi Tanah. . pelaksanaan kebijakan. hutan hak. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Pemolaan Rehabilitasi Hutan dan Lahan. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pemolaan perhutanan sosial yang meliputi pengembangan hutan kemasyarakatan. pelaksanaan kebijakan.

Subdirektorat Pengembangan Usaha Perhutanan Sosial. serta pengembangan usaha perhutanan sosial.dan f. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemolaan perhutanan sosial. dan kriteria di bidang perencanaan dan evaluasi perhutanan sosial. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang perencanaan dan evaluasi perhutanan sosial. hutan desa. e. Pasal 441 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 440.dan d. aneka usaha kehutanan. b. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Pasal 439 Direktorat Bina Perhutanan Sosial terdiri atas: a. bimbingan teknis. c. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perencanaan dan evaluasi perhutanan sosial. hutan desa. serta pengembangan usaha perhutanan sosial. aneka usaha kehutanan.115 c. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Pemolaan Perhutanan Sosial. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang perencanaan dan evaluasi perhutanan sosial. b. hutan hak.dan e. dan kriteria di bidang pemolaan perhutanan sosial yang meliputi pengembangan hutan kemasyarakatan. d. prosedur. Subdirektorat Pemolaan Perhutanan Sosial menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Pengembangan Hutan Kemasyarakatan. Subdirektorat Pengembangan Hutan Desa. kemitraan. standar. Subdirektorat Pengembangan Hutan Hak dan Kemitraan. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan penyusunan norma. hutan hak. Pasal 440 Subdirektorat Pemolaan Perhutanan Sosial mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. d. c. prosedur. kemitraan. pelaksanaan kebijakan. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemolaan perhutanan sosial yang meliputi pengembangan hutan kemasyarakatan. .

prosedur. bimbingan teknis. dan kriteria di bidang pengembangan hutan kemasyarakatan. Pasal 445 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 444. perumusan pelaksanaan kebijakan kebijakan di di bidang bidang pengembangan pengembangan hutan hutan c. standar. penyiapan bahan kemasyarakatan. pelaksanaan kebijakan. b. penyiapan bahan kemasyarakatan.dan b. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang hutan kemasyarakatan. Seksi Data dan Informasi. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang perencanaan perhutanan sosial. penyiapan bahan penyusunan norma. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang evaluasi perhutanan sosial. Seksi Perencanaan Perhutanan Sosial. . pelaksanaan kebijakan.116 Pasal 442 Sudirektorat Pemolaan Perhutanan Sosial terdiri atas: a. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengembangan hutan kemasyarakatan. Subdirektorat Pengembangan Hutan Kemasyarakatan menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.dan d. Pasal 444 Subdirektorat Pengembangan Hutan Kemasyarakatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Pasal 443 (1) Seksi Perencanaan Perhutanan Sosial mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.

bimbingan teknis. Pasal 449 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 448. pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Bimbingan Teknis Hutan Kemasyarakatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Bimbingan Teknis Hutan Desa. pelaksanaan kebijakan. Seksi Penyiapan Pengembangan Hutan Desa. c. penyiapan bahan penyusunan norma. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang teknis hutan kemasyarakatan. Pasal 450 Subdirektorat pengembangan hutan desa terdiri atas: a. standar.dan b. . Pasal 448 Subdirektorat Pengembangan Hutan Desa mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Subdirektorat Pengembangan Hutan Desa menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria di bidang pengembangan hutan desa.dan d.117 Pasal 446 Sudirektorat Pengembangan Hutan Kemasyarakatan terdiri dari : a. b. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengembangan hutan desa. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengembangan hutan desa. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengembangan hutan kemasyarakatan. Seksi Bimbingan Teknis Hutan Kemasyarakatan. prosedur. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan hutan desa. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengembangan hutan desa.dan b. Pasal 447 (1) Seksi Penyiapan Pengembangan Hutan Kemasyarakatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Penyiapan Pengembangan Hutan Kemasyarakatan.

penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang teknis hutan desa. bimbingan teknis. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengembangan hutan desa. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengembangan usaha hutan hak dan kemitraan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengembangan hutan hak dan kemitraan. melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. Pasal 452 Subdirektorat Pengembangan Hutan Hak dan Kemitraan mempunyai tugas. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan usaha hutan hak dan kemitraan.118 Pasal 451 (1) Seksi Penyiapan Pengembangan Desa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. . dan kriteria di bidang pengembangan usaha hutan hak dan kemitraan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengembangan usaha hutan hak dan kemitraan. b. (2) Seksi Bimbingan Teknis Kemitraan dan Pengembangan Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.dan b. Seksi Bimbingan Teknis Hutan Hak dan Kemitraan. pelaksanaan kebijakan. Pasal 453 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 452. c. prosedur. Subdirektorat Pengembangan Hutan Hak dan Kemitraan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Penyiapan Pengembangan Hutan Hak dan Kemitraan. pelaksanaan kebijakan. Pasal 454 Sudirektorat Pengembangan Hutan Hak dan Kemitraan terdiri atas: a.dan d.

penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang teknis hutan hak dan kemitraan. prosedur.119 Pasal 455 (1) Seksi Penyiapan Pengembangan Hutan Hak dan Kemitraan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengembangan usaha perhutanan sosial dan aneka usaha kehutanan. (2) Seksi Bimbingan Teknis Hutan Hak dan Kemitraan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Penyiapan Pengembangan Usaha. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengembangan usaha perhutanan sosial dan aneka usaha kehutanan. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan usaha perhutanan sosial dan aneka usaha kehutanan.dan b. c. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengembangan usaha perhutanan sosial dan aneka usaha kehutanan. pelaksanaan kebijakan. . standar.dan d. bimbingan teknis. dan kriteria di bidang pengembangan usaha perhutanan sosial dan aneka usaha kehutanan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengembangan usaha hutan hak dan kemitraan. b. Pasal 457 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 456. pelaksanaan kebijakan. Pasal 456 Subdirektorat Pengembangan Usaha Perhutanan Sosial mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Subdirektorat Pengembangan Usaha Perhutanan Sosial menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Bimbingan Teknis Pengembangan Usaha. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 458 Subdirektorat Pengembangan Usaha Perhutanan Sosial terdiri atas: a.

pengendalian peredaran benih. Bagian Tujuh Direktorat Bina Perbenihan Tanaman Hutan Pasal 461 Direktorat Bina Perbenihan Tanaman Hutan mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. Pasal 460 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. dan kegiatan perbenihan tanaman hutan yang berskala nasional. dan kerumahtanggaan serta pelaporan Direktorat. penyiapan penyusunan norma. kepegawaian. c.120 Pasal 459 (1) Seksi Penyiapan Pengembangan Usaha mempunyai melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perbenihan tanaman hutan. b. Direktorat Bina Perbenihan Tanaman Hutan menyelenggarakan fungsi: a. standar. pelaksanaan kebijakan. pengendalian peredaran benih. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengembangan usaha perhutanan sosial dan aneka usaha kehutanan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang perencanaan dan pemolaan perbenihan. dan pengembangan sumber benih dan Sumber Daya genetik. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Pemolaan Perhutanan Sosial. dan pengembangan sumber benih dan Sumber Daya genetik. pengembangan usaha perbenihan. pengembangan usaha perbenihan. keuangan. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang perencanaan dan pemolaan perbenihan. pengembangan usaha perbenihan. . pelaksanaan kebijakan. prosedur. (2) Seksi Bimbingan Teknis Pengembangan Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan kriteria di bidang perencanaan dan pemolaan perbenihan. Pasal 462 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 461. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang teknis Usaha Perhutanan Sosial dan Aneka Usaha Kehutanan. bimbingan teknis.

Subdirektorat Pengembangan Usaha Perbenihan. dan pengembangan sumber benih dan Sumber Daya genetik. standar. dan kriteria di bidang perencanaan serta data dan informasi perbenihan tanaman hutan. penyiapan bahan penyusunan norma.dan e. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Pemolaan Perbenihan Tanaman Hutan. Pasal 463 Direktorat Bina Perbenihan Tanaman Hutan terdiri atas: a. Subdirektorat Pemolaan Perbenihan Tanaman Hutan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. pelaksanaan kebijakan. dan pengembangan sumber benih dan Sumber Daya genetik. pengembangan usaha perbenihan. b. pengendalian peredaran benih.dan d. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perencanaan dan pemolaan perbenihan. d. Pasal 464 Subdirektorat Pemolaan Perbenihan Tanaman Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. . d. b. Pasal 465 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 464. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang perencanaan serta data dan informasi perbenihan tanaman hutan. prosedur. bimbingan teknis.dan e. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perencanaan serta data dan informasi perbenihan tanaman hutan. c. Subdirektorat Pengendalian Peredaran Benih.evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perencanaan serta data dan informasi perbenihan tanaman hutan. Subdirektorat Pengembangan Sumber Benih dan Sumber Daya Genetik. c. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang perencanaan serta data dan informasi perbenihan tanaman hutan.121 pengendalian peredaran benih.

penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengembangan usaha dan kelembagaan perbenihan tanaman hutan. pelaksanaan kebijakan. data dan statistik pembangunan. Seksi Perencanaan. pembinaan perencanaan pembangunan. dan kriteria di bidang pengembangan usaha dan kelembagaan perbenihan tanaman hutan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyusunan rencana pembangunan.evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengembangan usaha perbenihan tanaman hutan. laporan akuntabilitas kinerja.dan d. Seksi Data dan Informasi. Pasal 468 Subdirektorat Pengembangan Usaha Perbenihan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. prosedur. . dan b. rencana tahunan. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 469 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 468. rencana kinerja tahunan. Pasal 467 (1) Seksi Perencanaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. c. bimbingan teknis. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan usaha dan kelembagaan perbenihan tanaman hutan. evaluasi perencanaan pembangunan perbenihan tanaman hutan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pelaporan tahunan pembangunan. pelaksanaan kebijakan. standar. sosialisasi dan penyebarluasan informasi perbenihan tanaman hutan. rencana strategi.122 Pasal 466 Sudirektorat Pemolaan Perbenihan Tanaman Hutan terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengembangan usaha dan kelembagaan perbenihan tanaman hutan. Subdirektorat Pengembangan Usaha Perbenihan menyelenggarakan fungsi: a. b. (2) Seksi Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyusunan dan penyajian data dan informasi pembangunan.

Pasal 472 Subdirektorat Pengendalian Peredaran Benih mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. (2) Seksi Bimbingan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengendalian peredaran benih tanaman hutan. Subdirektorat Pengendalian Peredaran Benih menyelenggarakan fungsi: a.123 Pasal 470 Sudirektorat Pengembangan Usaha Perbenihan terdiri atas: a. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang fasilitasi usaha. dan pengembangan informasi usaha perbenihan tanaman hutan.dan b. sertifikasi. penyiapan bahan penyusunan norma. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pemberdayaan Sumber Daya manusia dan organisasi pelaksana urusan perbenihan tanaman hutan. standar. bimbingan teknis. pelaksanaan kebijakan. sertifikasi. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengendalian peredaran. Pasal 473 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 472. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengendalian pengendalian peredaran. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian peredaran. b. dan eksporimpor benih/bibit. dan ekspor-impor benih/bibit. prosedur. Pasal 471 (1) Seksi Bimbingan Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan kriteria di bidang pengendalian peredaran. Seksi Bimbingan Usaha. sertifikasi.dan d. sertifikasi. dan ekspor-impor benih/bibit. c. Seksi Bimbingan Kelembagaan. . pengembangan jejaring kerja. dan ekspor-impor benih/bibit. pelaksanaan kebijakan.

pengawasan peredaran benih dan bibit. bimbingan teknis. Seksi Penerapan Standar Peredaran. dan penetapan pengada-pengedar terdaftar. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang sertifikasi mutu benih.dan b. tata usaha benih dan bibit. dan penetapan pengada-pengedar terdaftar. Pasal 475 (1) Seksi Perumusan Standar Peredaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. c. Seksi Perumusan Standar Peredaran. dan kriteria di bidang pengembangan sumber benih dan pengembangan Sumber Daya genetik. standar. pelaksanaan kebijakan. Pasal 477 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 476. sertifikasi mutu bibit. . penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan sumber benih dan pengembangan Sumber Daya genetik. (2) Seksi Penerapan Standar Peredaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Subdirektorat Pengembangan Sumber Benih dan Sumber Daya Genetik menyelenggarakan fungsi: a. prosedur. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang sertifikasi mutu benih. di bidang pengembangan sumber benih dan Sumber Daya genetik tanaman hutan. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 476 Subdirektorat Pengembangan Sumber Benih dan Sumber Daya Genetik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. tata usaha benih dan bibit. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengembangan sumber benih dan pengembangan Sumber Daya genetik. ekspor-impor benih/bibit.dan d. sertifikasi mutu bibit. pengawasan peredaran benih dan bibit.124 Pasal 474 Sudirektorat Pengendalian Peredaran Benih terdiri atas: a. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengembangan sumber benih dan pengembangan Sumber Daya genetik. ekspor-impor benih/bibit. pelaksanaan kebijakan.

dan pemanfaatan sumber benih. .dan b. pengelolaan areal Sumber Daya genetik. pelaksanaan kebijakan. pengelolaan. keuangan. standar sumber benih. pelaksanaan konservasi Sumber Daya genetik. sertifikasi sumber benih. penetapan areal Sumber Daya genetik. dan pemantauan benih/varietas unggul. Seksi Pengembangan Sumber Benih. Pasal 479 (1) Seksi Pengembangan Sumber Benih mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.125 Pasal 478 Subdirektorat Pengembangan Sumber Benih dan Sumber Daya Genetik terdiri atas: a. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Pemolaan Perbenihan Tanaman Hutan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pembangunan. Pasal 480 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. pelaksanaan kebijakan. dan kerumahtanggaan serta pelaporan Direktorat. kepegawaian. (2) Seksi Pengembangan Sumber Daya Genetik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penetapan benih dari sumber benih bersertifikat. pendaftaran areal sumber daya genetik. Seksi Pengembangan Sumber Daya Genetik. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penetapan jenis prioritas.

pemberian bimbingan teknis dan evaluasi atas pelaksanaan norma. pelaksanaan kebijakan di bidang bina usaha kehutanan sesuai peraturan perundangundangan. prosedur dan kriteria di bidang bina usaha kehutanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. dan kriteriadi bidang bina usaha kehutanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. c. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Bina Usaha Kehutanan. standar. . standar. Pasal 482 Direktorat Jenderal Bina Usaha Kehutanan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang bina usaha kehutanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.126 BAB VII DIREKTORAT JENDERAL BINA USAHA KEHUTANAN Bagian Pertama Kedudukan. prosedur. (2) Direktorat Jenderal Bina Usaha Kehutanan dipimpin oleh Direktur Jenderal.dan e. penyusunan norma. perumusan kebijakan di bidang bina usaha kehutanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Direktorat Jenderal Bina Usaha Kehutanan menyelenggarakan fungsi: a. d. Tugas dan Fungsi Pasal 481 (1) Direktorat Jenderal Bina Usaha Kehutanan adalah unsur pelaksana yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kehutanan. b. Pasal 483 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 482.

e. Direktorat Bina Iuran dan Peredaran Hasil Hutan. kerja sama teknik.127 Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 484 Direktorat Jenderal Bina Usaha Kehutanan terdiri atas: a. c. perlengkapan dan administrasi keuangan Direktorat Jenderal. koordinasi dan pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi di bidang bina usaha kehutanan. organisasi dan tata laksana di bidang bina usaha kehutanan. koordinasi dan pelaksanaan urusan kepegawaian.dan Direktorat Bina Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hutan. Direktorat Bina Usaha Hutan Alam. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 485 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unit organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal. c. evaluasi dan pelaporan di bidang bina usaha kehutanan. pemberian pertimbangan dan bantuan hukum di bidang bina usaha kehutanan. Direktorat Bina Rencana Pemanfaatan Dan Usaha Kawasan. Sekretariat Direktorat Jenderal. . d. b. koordinasi dan pelaksanaan tata usaha. Pasal 486 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 485. Direktorat Bina Usaha Hutan Tanaman. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a.dan e. b. f. d. koordinasi dan penyusunan rencana. koordinasi dan penyiapan telaahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. program.

penyusunan statistik. Organisasi dan Tata Laksana. Bagian Program dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a.dan d. Pasal 488 Bagian Program dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi penyusunan dan pelaksanaan rencana. (2) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan pengumpulan. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. data. Pasal 491 (1) Subbagian Program dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program kerja dan anggaran. Bagian Keuangan dan Umum. c. pengolahan data dan penyajian informasi. informasi dan statistik serta pelaksanaan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. program dan anggaran.dan c. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan statistik dan kehumasan. penyiapan bahan koordinasi dan pengumpulan data serta penyajian informasi c. Bagian Kepegawaian.128 Pasal 487 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. Bagian Program dan Evaluasi. b. serta kehumasan. Subbagian Data dan Informasi. Pasal 490 Bagian Program dan Evaluasi terdiri atas: a.dan d. b. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan program dan anggaran. b. Subbagian Program Anggaran. Pasal 489 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 488. . penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan rencana dan program. Bagian Hukum dan Kerja SamaTeknik.

(3) Subbagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis jabatan. pelatihan. . Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional. serta penyiapan bahan penyusunan organisasi dan ketatalaksanaan. Pasal 495 (1) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana formasi pegawai. pelaksanaan urusan pengembangan karier pegawai dan administrasi jabatan fungsional. b. dan administrasi kepegawaian.129 (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi kinerja dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. pendisiplinan dan penghargaan pegawai serta administrasi jabatan fungsional. (2) Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan pendidikan. b. tata kerja. Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. dan evaluasi kinerja organisasi. susunan organisasi. perumusan tugas. penyiapan bahan penyusunan organisasi dan ketatalaksanaan.dan c. Pasal 492 Bagian Kepegawaian. pengembangan pegawai dan administrasi jabatan fungsional. Bagian Kepegawaian.dan c. pedoman dan prosedur kerja dan pembakuan prasarana dan sarana kerja. Organisasi dan Tata Laksana terdiri atas: a. Pasal 493 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 492. pelaksanaan urusan administrasi kepegawaian. fungsi. Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepegawaian. Subbagian Organisasi dan Tata Laksana. Subbagian Administrasi Kepegawaian. serta penyusunan tata hubungan kerja. Pasal 494 Bagian Kepegawaian.

penyiapan bahan perbendaharaan. melakukan akuntansi keuangan dan barang milik negara. pembinaan kebendaharaan petugas SAI dan petugas SIMAK-BMN. rumah tangga.dan c. pelaksanaan urusan administrasi keuangan. penyelesaian tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. penyusunan rencana anggaran gaji dan penggajian. Subbagian Perlengkapan. bantuan hukum. (2) Subbagian Administrasi Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan tata laksana keuangan. (3) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan urusan rumah tangga dan pengelolaan barang milik negara.dan c. Subbagian Administrasi Keuangan. Pasal 500 Bagian Hukum dan Kerja Sama Teknik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. kearsipan dan pengelolaan urusan keuangan. penelaahan permasalahan.130 Pasal 496 Bagian Keuangan dan Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan. Subbagian Tata Usaha. pelaporan keuangan. Pasal 497 Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 496 Bagian Keuangan dan Umum menyelenggarakan fungsi: a. . pertimbangan. verifikasi. kearsipan dan pembinaan tata persuratan. b. Pasal 498 Bagian Keuangan dan Umum terdiri atas: a. serta penyiapan bahan administrasi kerja sama teknik dalam negeri dan luar negeri. Pasal 499 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. pelaksanaan urusan tata usaha. pelaksanaan urusan perlengkapan. b. perlengkapan.

Bagian Keempat Direktorat Bina Rencana Pemanfaatan dan Usaha Kawasan Pasal 504 Direktorat Bina Rencana Pemanfaatan dan Usaha Kawasan mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. (3) Subbagian Kerja Sama Teknik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan koordinasi administrasi kerja sama teknik dalam negeri dan luar negeri. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan administrasi kerja sama teknik dalam negeri dan luar negeri. b. Bagian Hukum dan Kerja Sama Teknik menyelenggarakan fungsi: a.dan c. Pasal 505 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 504. penyiapan perumusan kebijakan di bidang rencana pemanfaatan dan usaha kawasan.evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis. . (2) Subbagian Pertimbangan dan Bantuan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. Direktorat Bina Rencana Pemanfaatan dan Usaha Kawasan menyelenggarakan fungsi: a. pertimbangan. Subbagian Kerja Sama Teknik. penyiapan bahan pertimbangan dan bantuan hukum. b. Pasal 503 (1) Subbagian Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rancangan dan penelahaan peraturan perundangundangan.131 Pasal 501 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 500. Pasal 502 Bagian Hukum dan Kerja Sama Teknik terdiri atas: a.dan c. Subbagian Peraturan Perundang-undangan. dan bantuan permasalahan hukum. bimbingan teknis. penyiapan bahan peraturan perundang-undangan. di bidang rencana pemanfaatan dan usaha kawasan serta penyiapan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan kawasan serta jasa lingkungan. penelaahan dan penanganan permasalahan. Subbagian Pertimbangan dan Bantuan Hukum.

Subdirektorat Pemolaan Pemanfaatan Kawasan Hutan. Pasal 506 Direktorat Bina Rencana Pemanfaatan dan Usaha Kawasan terdiri atas: a. Subdirektorat Usaha Jasa Lingkungan.dan e. c.dan Subbagian Tata Usaha. c. pelaksanaan kebijakan. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang rencana pemanfaatan dan usaha kawasan. dan kriteria di bidang pemolaan pemanfaatan kawasan hutan. e. standar. b. standar. Subdirektorat Pemolaan Pemanfaatan Kawasan Hutan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemolaan pemanfaatan kawasan hutan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pemolaan pemanfaatan kawasan hutan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemolaan pemanfaatan kawasan hutan serta penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan kawasan. b. penyiapan penyusunan norma. d. bimbingan teknis. Pasal 507 Subdirektorat Pemolaan Pemanfaatan Kawasan Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. c.132 b. prosedur. dan kriteria di bidang rencana pemanfaatan dan usaha kawasan. penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan kawasan hutan. Subdirektorat Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu. prosedur. d. . penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang rencana pemanfaatan dan usaha kawasan. Pasal 508 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 507. Subdirektorat Penilaian Kinerja Rencana Usaha Kawasan dan Jasa Lingkungan. d.dan e. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pemolaan pemanfaatan kawasan hutan.

Seksi Pemanfaatan Kawasan Wilayah I. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemanfaatan hasil hutan bukan kayu. Nusa Tenggara.dan e. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pemolaan pemanfaatan kawasan hutan serta penyiapan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan kawasan di wilayah Sumatera. Bali. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pemanfaatan hasil hutan bukan kayu. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pemanfaatan hasil hutan bukan kayu. (2) Seksi Pemanfaatan Kawasan Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Jawa. Pasal 511 Subdirektorat Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan.dan b. b. standar. penilaian permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan bukan kayu.133 Pasal 509 Subdirektorat Pemolaan Pemanfaatan Kawasan Hutan terdiri atas: a. Seksi Pemanfaatan Kawasan Wilayah II. Pasal 512 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 511. c. Subdirektorat Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu menyelenggarakan fungsi: a. d. pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. . penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pemolaan pemanfaatan kawasan hutan serta penyiapan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan kawasan di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. Maluku dan Papua. pelaksanaan kebijakan. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemanfaatan hasil hutan bukan kayu dan penyiapan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan bukan kayu. Pasal 510 (1) Seksi Pemanfaatan Kawasan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. prosedur. dan kriteria di bidang pemanfaatan hasil hutan bukan kayu. penyiapan bahan penyusunan norma.

pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 514 (1) Seksi Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Jawa.134 Pasal 513 Subdirektorat Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu terdiri atas: a.dan b. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang usaha jasa lingkungan dan penyiapan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan jasa lingkungan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pemanfaatan hasil hutan bukan kayu dan penyiapan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan bukan kayu di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. . penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang usaha pemanfaatan jasa lingkungan. (2) Seksi Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. b. c. dan kriteria di bidang usaha pemanfaatan jasa lingkungan. Pasal 515 Subdirektorat Usaha Jasa Lingkungan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang usaha pemanfaatan jasa lingkungan. standar.dan e. Pasal 516 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 515. prosedur. Bali. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang usaha pemanfaatan jasa lingkungan. Subdirektorat Usaha Jasa Lingkungan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu Wilayah I. d. pelaksanaan kebijakan. penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan jasa lingkungan. Nusa Tenggara. Seksi Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu Wilayah II. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pemanfaatan hasil hutan bukan kayu dan penyiapan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan bukan kayu di wilayah Sumatera. Maluku dan Papua. pelaksanaan kebijakan.

Pasal 519 Subdirektorat Penilaian Kinerja Rencana Usaha Kawasan dan Jasa Lingkungan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan.dan b. c. pelaksanaan kebijakan. usaha pemanfaatan hasil hutan bukan kayu dan usaha jasa lingkungan. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penilaian kinerja rencana pemanfaatan dan usaha kawasan. Seksi Usaha Jasa Lingkungan Wilayah I. prosedur. standar. pelaksanaan kebijakan. Jawa. usaha pemanfaatan hasil hutan bukan kayu dan usaha jasa lingkungan. usaha pemanfaatan hasil hutan bukan kayu dan usaha jasa lingkungan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penilaian kinerja rencana pemanfaatan dan usaha kawasan. Bali. usaha pemanfaatan hasil hutan bukan kayu dan usaha jasa lingkungan. Seksi Usaha Jasa Lingkungan Wilayah II. (2) Seksi Usaha Jasa Lingkungan Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Maluku dan Papua. b. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang usaha pemanfaatan jasa lingkungan dan penyiapan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan jasa lingkungan di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penilaian kinerja rencana pemanfaatan dan usaha kawasan. Nusa Tenggara. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang usaha pemanfaatan jasa lingkungan dan penyiapan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan jasa lingkungan di wilayah Sumatera. pelaksanaan kebijakan.135 Pasal 517 Subdirektorat Usaha Jasa Lingkungan terdiri atas: a. Pasal 520 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 519.dan . penyiapan bahan penyusunan norma. Subdirektorat Penilaian Kinerja Rencana Usaha Kawasan dan Jasa Lingkungan menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria di bidang penilaian kinerja rencana pemanfaatan dan usaha kawasan. Pasal 518 (1) Seksi Usaha Jasa Lingkungan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.

Maluku dan Papua. kepegawaian. Pasal 522 (1) Seksi Penilaian Kinerja Usaha Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 521 Subdirektorat Penilaian Kinerja Rencana Usaha Kawasan dan Jasa Lingkungan terdiri atas: a. bimbingan teknis.dan b. usaha pemanfaatan hasil hutan bukan kayu dan usaha jasa lingkungan di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. kerumahtanggaan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melakukan tugas sehari-hari secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Penilaian Kinerja Rencana Usaha Kawasan dan Jasa Lingkungan. kearsipan dan pelaporan Direktorat. keuangan. Seksi Penilaian Kinerja Usaha Wilayah II. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penilaian kinerja rencana pemanfaatan dan usaha kawasan. Seksi Penilaian Kinerja Usaha Wilayah I. Pasal 523 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. Nusa Tenggara. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penilaian kinerja rencana pemanfaatan dan usaha kawasan. usaha pemanfaatan hasil hutan bukan kayu dan usaha jasa lingkungan di wilayah Sumatera. Bagian Kelima Direktorat Bina Usaha Hutan Alam Pasal 524 Direktorat Bina Usaha Hutan Alam mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. . Bali. (2) Seksi Penilaian Kinerja Usaha Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penilaian kinerja rencana pemanfaatan dan usaha kawasan. usaha pemanfaatan hasil hutan bukan kayu dan usaha jasa lingkungan. pelaksanaan kebijakan. Jawa. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang usaha hutan alam serta penyusunan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam.136 d.

b. Pasal 527 Subdirektorat Penyiapan Pemanfaatan Hutan Alam mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Subdirektorat Rencana Kerja Pemanfaatan Hutan Alam.dan Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Penyiapan Pemanfaatan Hutan Alam menyelenggarakan fungsi: a. d. Subdirektorat Penilaian Kinerja Usaha Pemanfaatan Hutan Alam. prosedur. . c. dan kriteria di bidang usaha hutan alam. pelaksanaan kebijakan di bidang usaha hutan alam.137 Pasal 525 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 524. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penyiapan pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam. prosedur. penyiapan bahan penyusunan norma. Subdirektorat Penyiapan Pemanfaatan Hutan Alam. c. e. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyiapan pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam dan penyusunan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam. dan kriteria di bidang penyiapan pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam. standar. penyiapan perumusan kebijakan di bidang usaha hutan alam. b. d.dan e. b. Subdirektorat Produksi Hutan Alam. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Direktorat Bina Usaha Hutan Alam menyelenggarakan fungsi: a. c. Pasal 528 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 527. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penyiapan pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam. standar. penyiapan penyusunan norma. Pasal 526 Direktorat Bina Usaha Hutan Alam terdiri atas: a. pelaksanaan kebijakan. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang usaha hutan alam.

Subdirektorat Rencana Kerja Pemanfaatan Hutan Alam menyelenggarakan fungsi: a.138 d. penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyiapan pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam dan penyusunan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyiapan pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam. Seksi Penyiapan Wilayah I. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang rencana kerja pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam. Pasal 530 (1) Seksi Penyiapan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang rencana kerja pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam. pelaksanaan kebijakan. Pasal 532 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 531. Maluku dan Papua. (2) Seksi Penyiapan Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 531 Subdirektorat Rencana Kerja Pemanfaatan Hutan Alam mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Jawa. Bali.dan e.dan b. Seksi Penyiapan Wilayah II. Nusa Tenggara. Pasal 529 Subdirektorat Penyiapan Pemanfaatan Hutan Alam terdiri atas: a. b. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang rencana kerja pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyiapan pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam dan penyusunan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam di wilayah Sumatera. .

prosedur. (2) Rencana Kerja Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang rencana kerja pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam di wilayah Kalimantan dan Sulawesi.evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis. b. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang rencana kerja pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam. .dan b. prosedur. bimbingan teknis.dan d. standar. Subdirektorat Produksi Hutan Alam menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 534 (1) Seksi Rencana Kerja Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang produksi hasil hutan kayu hutan alam. Nusa Tenggara. Seksi Rencana Kerja Wilayah II. dan kriteria di bidang rencana kerja pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam. c. pelaksanaan kebijakan.dan d. Pasal 535 Subdirektorat Produksi Hutan Alam mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Jawa. Pasal 533 Subdirektorat Rencana Kerja Pemanfaatan Hutan Alam terdiri atas: a.139 c. Bali. pelaksanaan kebijakan. dan kriteria di bidang produksi hasil hutan kayu hutan alam. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang produksi hasil hutan kayu hutan alam. Seksi Rencana Kerja Wilayah I. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang produksi hasil hutan kayu hutan alam. standar. Maluku dan Papua. di bidang produksi hasil hutan kayu hutan alam. Pasal 536 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 535. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis dibidang rencana kerja pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam di wilayah Sumatera.

bimbingan teknis.dan d.140 Pasal 537 Subdirektorat Produksi Hutan Alam. Jawa.dan b. b. prosedur. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penilaian kinerja usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam. penyiapan bahan penyusunan norma.dan b. Bali. . pelaksanaan kebijakan. dan kriteria di bidang penilaian kinerja usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam. Seksi Produksi Wilayah I. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penilaian kinerja usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam. terdiri atas: a. Nusa Tenggara. c. Subdirektorat Penilaian Kinerja Usaha Pemanfaatan Hutan Alam menyelenggarakan fungsi: a. standar. pelaksanaan kebijakan. Seksi Penilaian Kinerja Usaha Wilayah II. (2) Seksi Produksi Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penilaian kinerja usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang produksi hasil hutan kayu hutan alam di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. Seksi Penilaian Kinerja Usaha Wilayah I. Pasal 541 Subdirektorat Penilaian Kinerja Usaha Pemanfaatan Hutan Alam. Pasal 540 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 539. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang produksi hasil hutan kayu hutan alam di wilayah Sumatera. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penilaian kinerja usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam. Seksi Produksi Wilayah II. Pasal 538 (1) Seksi Produksi Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 539 Subdirektorat Penilaian Kinerja Usaha Hutan Alam mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. terdiri atas: a. pelaksanaan kebijakan. Maluku dan Papua.

Maluku dan Papua. Pasal 545 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 544. c. prosedur. d. pelaksanaan kebijakan di bidang usaha hutan tanaman. pelaksanaan kebijakan. keuangan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penilaian kinerja usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. Bagian Keenam Direktorat Bina Usaha Hutan Tanaman Pasal 544 Direktorat Bina Usaha Hutan Tanaman mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. Jawa. Direktorat Bina Usaha Hutan Tanaman menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas sehari-hari secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Penilaian Kinerja Usaha Hutan Alam. kearsipan dan pelaporan Direktorat. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penilaian kinerja usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam di wilayah Sumatera. Pasal 543 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. (2) Seksi Penilaian Kinerja Usaha Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. kerumahtanggaan. Bali. . pelaksanaan kebijakan. kepegawaian. pelaksanaan kebijakan.dan e. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang usaha hutan tanaman. Nusa Tenggara. dan kriteria di bidang usaha hutan tanaman. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. penyiapan penyusunan norma.141 Pasal 542 (1) Seksi Penilaian Kinerja Usaha Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. penyiapan perumusan kebijakan di bidang usaha hutan tanaman. b. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang usaha hutan tanaman serta penyusunan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman.

penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang hutan tanaman industri. prosedur. c. b. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang hutan tanaman industri dan penyusunan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman industri. c. Subdirektorat Penilaian Kinerja Usaha Hutan Tanaman. Seksi Hutan Tanaman Industri Wilayah II. Subdirektorat Hutan Tanaman Industri menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Hutan Tanaman Industri Wilayah I. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 547 Subdirektorat Hutan Tanaman Industri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman industri. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang hutan tanaman industri. b.dan e. Subdirektorat Hutan Tanaman Rakyat. b. Subdirektorat Rencana Kerja dan Produksi. . pelaksanaan kebijakan. standar.142 Pasal 546 Direktorat Bina Usaha Hutan Tanaman terdiri atas: a. dan kriteria di bidang hutan tanaman industri. d. bimbingan teknis. Pasal 548 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 547. Subdirektorat Hutan Tanaman Industri. Subbagian Tata Usaha. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang hutan tanaman industri.dan e. Pasal 549 Subdirektorat Hutan Tanaman Industri terdiri atas: a. d.

pelaksanaan kebijakan. Pasal 551 Subdirektorat Hutan Tanaman Rakyat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan.143 Pasal 550 (1) Seksi Hutan Tanaman Industri Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. c.dan e. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis dibidang hutan tanaman rakyat dan penyusunan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman rakyat. Pasal 552 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 551.dan b. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang hutan tanaman rakyat. Seksi Hutan Tanaman Rakyat Wilayah II. Maluku dan Papua. Nusa Tenggara. d. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang hutan tanaman industri dan penyusunan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman industri di wilayah Sumatera. bimbingan teknis. pelaksanaan kebijakan. Jawa. (2) Seksi Hutan Tanaman Industri Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Subdirektorat Hutan Tanaman Rakyat menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang hutan tanaman rakyat. Bali. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang hutan tanaman industri dan penyusunan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman industri di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman rakyat. prosedur. standar. Pasal 553 Subdirektorat Hutan Tanaman Rakyat terdiri atas: a. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang hutan tanaman rakyat. b. . dan kriteria di bidang hutan tanaman rakyat. Seksi Hutan Tanaman Rakyat Wilayah I. penyiapan bahan penyusunan norma.

Pasal 557 Subdirektorat Rencana Kerja dan Produksi terdiri atas: a. bimbingan teknis. Seksi Rencana Kerja dan Produksi Wilayah I.dan d. pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Rencana Kerja dan Produksi menyelenggarakan fungsi: a. Jawa. b. Nusa Tenggara. pelaksanaan kebijakan. Pasal 555 Subdirektorat Rencana Kerja dan Produksi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Bali. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang rencana kerja dan produksi hasil hutan kayu hutan tanaman. prosedur. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang rencana kerja dan produksi hasil hutan kayu hutan tanaman. Seksi Rencana Kerja dan Produksi Wilayah II.dan b. Maluku dan Papua. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang hutan tanaman rakyat dan penyusunan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman rakyat di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang rencana kerja dan produksi hasil hutan kayu hutan tanaman. dan kriteria di bidang rencana kerja dan produksi hasil hutan kayu hutan tanaman. . penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang hutan tanaman rakyat dan penyusunan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman rakyat di wilayah Sumatera. pelaksanaan kebijakan.144 Pasal 554 (1) Seksi Hutan Tanaman Rakyat Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. c. (2) Seksi Hutan Tanaman Rakyat Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang rencana kerja dan produksi hasil hutan kayu hutan tanaman. Pasal 556 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 555.

pelaksanaan kebijakan. Nusa Tenggara. prosedur. dan kriteria di bidang penilaian usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman. . penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penilaian usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman. Bali.145 Pasal 558 (1) Seksi Rencana Kerja dan Produksi Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Penilaian Kinerja Usaha Wilayah I. standar. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang rencana kerja dan produksi hasil hutan kayu hutan tanaman di wilayah Sumatera. Pasal 559 Subdirektorat Penilaian Kinerja Usaha Hutan Tanaman mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penilaian usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang rencana kerja dan produksi hasil hutan kayu hutan tanaman di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. b. Subdirektorat Penilaian Kinerja Usaha Pemanfaatan Hutan Tanaman menyelenggarakan fungsi: a. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penilaian kinerja usaha hutan tanaman.dan b. Pasal 560 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 559. (2) Seksi Rencana Kerja dan Produksi Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. c. penyiapan bahan penyusunan norma. Maluku dan Papua. bimbingan teknis. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penilaian usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman. pelaksanaan kebijakan.dan d. Pasal 561 Subdirektorat Penilaian Kinerja Usaha Pemanfaatan Hutan Tanaman terdiri atas: a. Seksi Penilaian Kinerja Usaha Wilayah II. Jawa.

keuangan. pelaksanaan kebijakan. standar.dan e. penyiapan penyusunan norma. Direktorat Bina Iuran Kehutanan dan Peredaran Hasil Hutan menyelenggarakan fungsi: a. . kepegawaian. kerumahtanggaan. Jawa. kearsipan dan pelaporan Direktorat. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang iuran kehutanan dan peredaran hasil hutan.146 Pasal 562 (1) Seksi Penilaian Kinerja Usaha Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Bagian Ketujuh Direktorat Bina Iuran Kehutanan dan Peredaran Hasil Hutan Pasal 564 Direktorat Bina Iuran Kehutanan dan Peredaran Hasil Hutan mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas sehari-hari secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Penilaian Kinerja Usaha Hutan Tanaman. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penilaian kinerja usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman di wilayah Sumatera. penyiapan perumusan kebijakan di bidang iuran kehutanan dan peredaran hasil hutan. Pasal 563 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penilaian kinerja usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. pelaksanaan kebijakan. d. Bali. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang iuran kehutanan dan peredaran hasil hutan. dan kriteria di bidang iuran kehutanan dan peredaran hasil hutan. Pasal 565 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 564. bimbingan teknis. prosedur. b. (2) Seksi Penilaian Kinerja Usaha Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. pelaksanakan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. di bidang iuran kehutanan dan peredaran hasil hutan. Nusa Tenggara. c. Maluku dan Papua.

d.dan b. Jawa. Pasal 569 Subdirektorat Penerimaan Negara Bukan Pajak terdiri atas: a. c. Subdirektorat Penertiban Peredaran Hasil Hutan. Pasal 570 (1) Seksi Penerimaan Negara Bukan Pajak Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Subdirektorat Pengukuran dan Pengujian Hasil Hutan. Subdirektorat Peredaran Hasil Hutan.147 Pasal 566 Direktorat Bina Iuran Kehutanan dan Peredaran Hasil Hutan terdiri atas: a. standar. Seksi Penerimaan Negara Bukan Pajak Wilayah II. Maluku dan Papua. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penerimaan negara bukan pajak. dan kriteria di bidang penerimaan negara bukan pajak.dan e. . bimbingan teknis. b. Nusa Tenggara. Pasal 567 Subdirektorat Penerimaan Negara Bukan Pajak mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. c. pelaksanaan kebijakan. Bali. penyiapan bahan penyusunan norma.dan d. Seksi Penerimaan Negara Bukan Pajak Wilayah I. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penerimaan negara bukan pajak di wilayah Sumatera. Subbagian Tata Usaha. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penerimaan negara bukan pajak. Subdirektorat Penerimaan Negara Bukan Pajak menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Penerimaan Negara Bukan Pajak. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penerimaan negara bukan pajak. Pasal 568 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 567. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penerimaan negara bukan pajak. pelaksanaan kebijakan. prosedur.

penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang peredaran hasil hutan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penerimaan negara bukan pajak di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. Pasal 574 (1) Seksi Tata Usaha Hasil Hutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 573 Subdirektorat Peredaran Hasil Hutan terdiri atas: a. (2) Seksi Tanda Legalitas Hasil Hutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang peredaran hasil hutan.148 (2) Seksi Penerimaan Negara Bukan Pajak Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.dan d. . penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang peredaran hasil hutan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang tanda legalitas hasil hutan. prosedur. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang tata usaha hasil hutan. Pasal 571 Subdirektorat Peredaran Hasil Hutan mempunyai melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. b. Pasal 572 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 571. pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Peredaran Hasil Hutan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan norma. Seksi Tanda Legalitas Hasil Hutan. Seksi Tata Usaha Hasil Hutan.dan b. pelaksanaan kebijakan. c. dan kriteria di bidang peredaran hasil hutan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang peredaran hasil hutan.

dan kriteria di bidang pengukuran dan pengujian hasil hutan. pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. Pasal 579 Subdirektorat Penertiban Peredaran Hasil Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. prosedur. c. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengukuran dan pengujian hasil hutan. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengukuran dan pengujian hasil hutan.dan b. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penertiban peredaran hasil hutan.149 Pasal 575 Subdirektorat Pengukuran dan Pengujian Hasil Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengukuran dan pengujian hasil hutan. Pasal 578 (1) Seksi Pengukuran dan Pengujian Hasil Hutan Kayu mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. b. Seksi Pengukuran dan Pengujian Hasil Hutan Kayu. pelaksanaan kebijakan. Pasal 576 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 575. (2) Seksi Pengukuran dan Pengujian Hasil Hutan Bukan Kayu mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. pelaksanaan kebijakan. . penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengukuran dan pengujian hasil hutan bukan kayu. Pasal 577 Subdirektorat Pengukuran dan Pengujian Hasil Hutan terdiri atas: a. penyiapan bahan penyusunan norma.dan d. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengukuran dan pengujian hasil hutan. Subdirektorat Pengukuran dan Pengujian Hasil Hutan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pengukuran dan Pengujian Hasil Hutan Bukan Kayu. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengukuran dan pengujian hasil hutan kayu.

Pasal 582 (1) Seksi Penertiban Peredaran Hasil Hutan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Bali. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penertiban peredaran hasil hutan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas sehari-hari secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Penertiban Peredaran Hasil Hutan. Pasal 581 Subdirektorat Penertiban Peredaran Hasil Hutan terdiri atas: a. . penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penertiban peredaran hasil hutan. dan kriteria di bidang penertiban peredaran hasil hutan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penertiban peredaran hasil hutan di wilayah Sumatera. pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Penertiban Peredaran Hasil Hutan Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Jawa. penyiapan bahan penyusunan norma. kearsipan dan pelaporan Direktorat. Maluku dan Papua. b. Pasal 583 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. Seksi Penertiban Peredaran Hasil Hutan Wilayah I. prosedur.dan b. Seksi Penertiban Peredaran Hasil Hutan Wilayah II.150 Pasal 580 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 579. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penertiban peredaran hasil hutan.dan d. kerumahtanggaan. c. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penertiban peredaran hasil hutan di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. Subdirektorat Penertiban Peredaran Hasil Hutan menyelenggarakan fungsi: a. standar. Nusa Tenggara. kepegawaian. keuangan.

Subbagian Tata Usaha. pelaksanaan kebijakan di bidang pengolahan dan pemasaran hasil hutan. b.151 Bagian Kedelapan Direktorat Bina Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hutan Pasal 584 Direktorat Bina Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hutan mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. d. Pasal 585 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 584. penyiapan penyusunan norma. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pengolahan dan pemasaran hasil hutan. pelaksanaan kebijakan. c. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengolahan dan pemasaran hasil hutan. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemolaan pengolahan hasil hutan dan penyusunan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha industri primer hasil hutan kayu. dan kriteria di bidang pengolahan dan pemasaran hasil hutan. Direktorat Bina Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hutan menyelenggarakan fungsi: a. prosedur. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengolahan dan pemasaran hasil hutan dan penyusunan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha industri primer hasil hutan kayu. pelaksanaan kebijakan. c. standar.dan d. Subdirektorat Pemolaan Pengolahan Hasil Hutan. b. Pasal 586 Direktorat Bina Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hutan terdiri atas: a. Subdirektorat Pengendalian Bahan Baku dan Industri Primer. Pasal 587 Subdirektorat Pemolaan Pengolahan Hasil Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Subdirektorat Penilaian Kinerja Industri dan Pemasaran Hasil Hutan. .dan e.

pemberian perizinan industri primer hasil hutan dengan kapasitas produksi >6. revitalisasi. (2) Seksi Pengolahan Industri Primer mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pemolaan dan revitalisasi industri primer hasil hutan. pemantauan pengelolaan lingkungan. Seksi Penyiapan Pengolahan Industri Primer. Pasal 589 Subdirektorat Pemolaan Pengolahan Hasil Hutan terdiri atas: a. c. Seksi Pengolahan Industri Primer. pemberdayaan dan kemitraan industri primer. . b. prosedur. ketenagakerjaan dan pengolahan industri primer hasil hutan.000m3/tahun dan persetujuan revitalisasi industri primer hasil hutan. pelaksanaan kebijakan. d. re-engineering. dan kriteria di bidang pemolaan dan revitalisasi industri primer hasil hutan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemolaan dan revitalisasi industri primer hasil hutan.dan e. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang perizinan. pelaksanaan kebijakan. standar. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pemolaan dan revitalisasi industri primer hasil hutan. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma.152 Pasal 588 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 587. Pasal 590 (1) Seksi Penyiapan Pengolahan Industri Primer mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengendalian bahan baku dan industri primer hasil hutan. Pasal 591 Subdirektorat Pengendalian Bahan Baku dan Industri Primer mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. investasi/divestasi. Subdirektorat Pemolaan Pengolahan Hasil Hutan menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pemolaan.dan b.

Pasal 595 Subdirektorat Penilaian Kinerja Industri dan Pemasaran Hasil Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 594 (1) Seksi Pengendalian Bahan Baku mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penilaian kinerja industri primer hasil hutan. . pelaksanaan kebijakan. produksi dan standardisasi produk industri primer hasil hutan. produksi dan standardisasi produk industri primer hasil hutan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengendalian bahan baku.dan b. Seksi Pengendalian Bahan Baku. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian bahan baku. efisiensi penggunaan bahan baku. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengolahan. pengolahan. pengolahan. produksi dan standardisasi produk industri primer hasil hutan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengendalian bahan baku. pengolahan. (2) Seksi Produksi Industri Primer mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. Subdirektorat Pengendalian Bahan Baku dan Industri Primer menyelenggarakan fungsi: a. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengendalian bahan baku dan efisiensi penggunaan bahan baku industri primer hasil hutan. pelaksanaan kebijakan. efisiensi penggunaan bahan baku.dan d. c. pengolahan. prosedur. pelaksanaan kebijakan. Pasal 593 Subdirektorat Pengendalian Bahan Baku dan Industri Primer terdiri atas: a. b. produksi dan standardisasi produk industri primer hasil hutan.153 Pasal 592 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 591. Seksi Produksi Industri Primer. efisiensi penggunaan bahan baku. efisiensi penggunaan bahan baku. penyiapan bahan penyusunan norma. verifikasi legalitas dan pemasaran hasil hutan. produksi dan standardisasi produk industri primer hasil hutan. dan kriteria di bidang pengendalian bahan baku.

verifikasi legalitas serta pemasaran hasil hutan. b. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas sehari-hari secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Penilaian Kinerja Industri dan Pemasaran Hasil Hutan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penilaian kinerja. kepegawaian.154 Pasal 596 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 595. kesehatan finansial. Pasal 599 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. Seksi Kinerja Industri. evaluasi. keuangan. pemeriksaan dan tindak lanjut hasil evaluasi industri hasil hutan. c. kesehatan finansial. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penilaian kinerja.dan d.dan b. Seksi Pemasaran Hasil Hutan. pemeriksaan dan tindak lanjut hasil evaluasi industri hasil hutan. penyiapan bahan penyusunan norma. kearsipan dan pelaporan Direktorat. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penilaian kinerja. (2) Seksi Kinerja Industri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. verifikasi legalitas serta pemasaran hasil hutan. standar. evaluasi. Pasal 597 Subdirektorat Penilaian Kinerja Industri dan Pemasaran Hasil Hutan terdiri atas: a. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pemasaran hasil hutan serta verifikasi legalitas. verifikasi legalitas serta pemasaran hasil hutan. kesehatan finansial. evaluasi. evaluasi dan pemeriksaan serta tindak lanjut hasil evaluasi industri hasil hutan. evaluasi. pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Penilaian Kinerja Industri dan Pemasaran Hasil Hutan menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria di bidang penilaian kinerja. prosedur. pemeriksaan dan tindak lanjut hasil evaluasi industri hasil hutan. kesehatan finansial. . verifikasi legalitas serta pemasaran hasil hutan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penilaian kinerja. kerumahtanggaan. pemeriksaan dan tindak lanjut hasil evaluasi industri hasil hutan. Pasal 598 (1) Seksi Pemasaran Hasil Hutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. kesehatan finansial.

evaluasi. Inspektorat I. pelaksanaan pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri Kehutanan. Pasal 601 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Kehutanan. Tugas dan Fungsi Pasal 600 (1) Inspektorat Jenderal adalah unsur pengawas yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kehutanan. d. penyiapan perumusan kebijakan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Kehutanan. Inspektorat II. Sekretariat Inspektorat Jenderal. b. Pasal 602 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 601. pemantauan. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 603 Inspektorat Jenderal terdiri atas: a.dan e. dan kegiatan pengawasan lainnya. b. reviu.155 BAB VIII INSPEKTORAT JENDERAL Bagian Pertama Kedudukan. c. (2) Inspektorat Jenderal dipimpin oleh Inspektur Jenderal. Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. . pelaksanaan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Kehutanan terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. pelaksanaan urusan administrasi Inspektorat Jenderal. penyusunan laporan hasil pengawasan di lingkungan Kementerian Kehutanan. c.

Inspektorat III. pengelolaan urusan kepegawaian.156 d. Inspektorat Investigasi. Pasal 607 Bagian Program dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. pelaksanaan koordinasi dan penyusunan rencana dan program kerja pengawasan. Bagian Pemantauan Tindak Lanjut. pelaksanaan pemantauan tindak lanjut hasil pengawasan. Bagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan. b. dan pemantauan pelaksanaan rencana dan program pengawasan. d. c. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Jenderal. keuangan. Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 606 Sekretariat Inspektorat Jenderal terdiri atas: a.dan e. program pengawasan. Pasal 605 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 604. b. serta pelaporan. Bagian Umum. e. Bagian Program dan Pelaporan. serta pelaporan di lingkungan Inspektorat Jenderal.dan f. organisasi dan tata laksana.dan d. . Inspektorat IV. c. pelaksanaan analisis laporan hasil pengawasan. Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal Pasal 604 Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis dan administratif kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Inspektorat Jenderal.

Pasal 612 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 611. dan penyusunan laporan di lingkungan Inspektorat Jenderal. Subbagian Data dan Pelaporan. Pasal 610 (1) Subbagian Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program pengawasan. pelaksanaan analisis dan evaluasi hasil pengawasan intern dan ekstern pemerintah. dan anggaran di lingkungan Inspektorat Jenderal.dan b. Bagian Program dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi: a. dan laporan pengawasan lainnya. pengolahan dan penyajian data dan informasi. Pasal 609 Bagian Program dan Pelaporan terdiri atas: a. pelaksanaan penyusunan laporan hasil analisis dan evaluasi. penyiapan bahan pelaksanaan koordinasi penyusunan rencana dan program pengawasan dan anggaran. Bagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan menyelenggarakan fungsi: a. . (2) Subbagian Data dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan. serta penyusunan laporan hasil analisis dan evaluasi.dan b. penyiapan bahan koordinasi pengumpulan. pemantauan pelaksanaan rencana dan program pengawasan. Pasal 611 Bagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan mempunyai tugas melaksanakan analisis dan evaluasi hasil pengawasan intern dan ekstern pemerintah dan laporan pengawasan lainnya di lingkungan Kementerian.dan b. pengolahan data serta penyajian informasi.157 Pasal 608 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 607. pemantauan pelaksanaan rencana dan program pengawasan. dan penyiapan bahan pelaporan di lingkungan Inspektorat Jenderal. Subbagian Program.

Subbagian Pemantauan Tindak Lanjut II. Subbagian Pemantauan Tindak Lanjut I. dan Inspektorat Investigasi.dan b. Pasal 615 Bagian Pemantauan Tindak Lanjut mempunyai tugas melaksanakan pemantauan atas pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan intern dan ekstern pemerintah. . serta penyusunan laporan hasil analisis dan evaluasi. Pasal 617 Bagian Pemantauan Tindak Lanjut terdiri atas: a.dan b. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan I. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan II. dan laporan pengawasan lainnya di lingkungan kerja Inspektorat III dan Inspektorat IV. (2) Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis dan evaluasi hasil pengawasan intern dan ekstern pemerintah. dan laporan pengawasan lainnya di lingkungan kerja Inspektorat I dan Inspektorat II. pelaksanaan penyusunan laporan hasil pemantauan tindak lanjut. serta laporan pengawasan lainnya. laporan pengawasan lainnya. Pasal 614 (1) Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis dan evaluasi hasil pengawasan intern dan ekstern pemerintah.dan b. Bagian Pemantauan Tindak Lanjut menyelenggarakan fungsi: a. serta penyusunan laporan hasil analisis dan evaluasi. Pasal 616 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 615. serta penyusunan laporan hasil pemantauan tindak lanjut. dan Inspektorat Investigasi.158 Pasal 613 Bagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan terdiri atas: a. pelaksanaan pemantauan atas pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan intern dan ekstern pemerintah.

Pasal 621 Bagian Umum terdiri atas: a. serta laporan pengawasan lainnya di lingkungan kerja Inspektorat III dan Inspektorat IV serta penyusunan laporan hasil pemantauan tindak lanjut. organisasi dan tata laksana. Pasal 619 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. pelaksanaan urusan rumah tangga. penggandaan. organisasi dan tata laksana. perlengkapan. (2) Subbagian Pemantauan Tindak Lanjut II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan atas pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan intern dan ekstern pemerintah. administrasi kepegawaian. dan penyusunan laporan keuangan. (2) Subbagian Rumah Tangga dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga. dan penyusunan laporan keuangan. Pasal 620 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 619. Pasal 622 (1) Subbagian Tata Persuratan dan Keuangan mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. pelaksanaan administrasi dan pemantauan keuangan. administrasi kepegawaian. administrasi keuangan. rumah tangga. Subbagian Tata Persuratan dan Keuangan. serta laporan pengawasan lainnya di lingkungan kerja Inspektorat I dan Inspektorat II.159 Pasal 618 (1) Subbagian Pemantauan Tindak Lanjut I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan atas pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan intern dan ekstern pemerintah.dan b. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan tata persuratan. kearsipan. perlengkapan. .dan b. administrasi kepegawaian. pelaksanaan administrasi dan pemantauan keuangan. Subbagian Rumah Tangga dan Kepegawaian. organisasi dan tata laksana di lingkungan Inspektorat Jenderal. perlengkapan. dan Inspektorat Investigasi serta penyusunan laporan hasil pemantauan tindak lanjut.

pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri pada Unit Kerja Direktorat Jenderal Bina Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial. b. reviu. pelaksanaan pengawasan kinerja. Inspektorat Jenderal. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. . dan administrasi melalui audit. dan administrasi melalui audit. dan kegiatan pengawasan lainnya. Sumatera Barat. pemantauan. evaluasi. keuangan. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri pada Unit Kerja Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam. Sumatera Selatan. administrasi kepegawaian. Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia. keuangan. keuangan. Sumatera Utara. reviu.dan b. Bangka Belitung. DKI Jakarta. Pasal 625 Inspektorat I terdiri atas: a. kerumahtanggaan. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional dibina oleh Inspektur I. dan kegiatan pengawasan lainnya. DI Jogyakarta. pemantauan. Jambi. penyusunan rencana dan program pengawasan kinerja. c. evaluasi. kepegawaian. Nusa Tenggara Barat. dan Lampung. Riau. Jawa Timur. pemantauan. dan administrasi.dan d. Kepulauan Riau. Inspektorat I menyelenggarakan fungsi: a. reviu. pelaksanaan urusan ketatausahaan. Jawa Tengah. Pasal 627 Inspektorat II mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern terhadap kinerja. keuangan. dan pelaporan Inspektorat I. penyusunan petunjuk pelaksanaan pengawasan kinerja. dan administrasi.  Pasal 624 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 623. evaluasi. serta instansi kehutanan di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam.160 Pasal 623 Inspektorat I mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern terhadap kinerja. dan kegiatan pengawasan lainnya. keuangan. dan Nusa Tenggara Timur. Pasal 626 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. Bengkulu. dan administrasi melalui audit. kerumahtanggaan. Subbagian Tata Usaha. serta instansi kehutanan di Provinsi Banten. Bali. dan pelaporan di lingkungan Inspektorat I. Jawa Barat.

b. (2) Subbagian Tata Usaha administratif dan fungsional dibina Inspektur II. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri pada Unit Kerja Direktorat Jenderal Bina Usaha Kehutanan. reviu. Pasal 630 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. dan kegiatan pengawasan lainnya. dan Irian Jaya Barat. kerumahtanggaan. dan kegiatan pengawasan lainnya. keuangan. . dan administrasi melalui audit. dan administrasi. pemantauan. reviu. c. Kalimantan Barat. keuangan. dan administrasi. Kalimantan Tengah. Papua. kepegawaian. Subbagian Tata Usaha. administrasi kepegawaian. pemantauan. Bagian Keenam Inspektorat III Pasal 631 Inspektorat III mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern terhadap kinerja. keuangan. pelaksanaan urusan ketatausahaan. serta instansi kehutanan di Provinsi Kalimantan Selatan. Pasal 629 Inspektorat II terdiri atas: a. Pasal 632 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 631. Kalimantan Timur. penyusunan petunjuk pelaksanaan pengawasan kinerja. dan administrasi melalui audit. evaluasi.dan b. Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan. keuangan. evaluasi. dan pelaporan di lingkungan Inspektorat II. Inspektorat III menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rencana dan program pengawasan kinerja.161 Pasal 628 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 627. dan pelaporan Inspektorat II. keuangan. kerumahtanggaan. dan administrasi. dan administrasi. penyusunan petunjuk pelaksanaan pengawasan kinerja. penyusunan rencana dan program pengawasan kinerja. b. keuangan. Inspektorat II menyelenggarakan fungsi: a. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor.dan d. pelaksanaan pengawasan kinerja.

evaluasi. Pasal 633 Inspektorat III terdiri atas: a. keuangan. dan pengawasan lainnya serta pengawasan untuk tujuan tertentu atas petunjuk Menteri. evaluasi. Maluku. reviu. reviu. Subbagian Tata Usaha. keuangan. serta pengawasan untuk tujuan tertentu atas petunjuk Menteri. Gorontalo. dan pelaporan di lingkungan Inspektorat III. keuangan. dan pengawasan lainnya. keuangan. dan kegiatan pengawasan lainnya. dan pelaporan Inspektorat III. dan pengawasan lainnya. Bagian Ketujuh Inspektorat IV Pasal 635 Inspektorat IV mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern terhadap kinerja. dan administrasi melalui audit. pemantauan.162 c.dan d. serta pengawasan untuk tujuan tertentu atas petunjuk Menteri.dan . keuangan. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. Sulawesi Selatan. Sulawesi Tengah. administrasi kepegawaian. Pasal 634 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. pelaksanaan urusan ketatausahaan. c. b. Pasal 636 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 635. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional dibina oleh Inspektur III. pemantauan. kepegawaian. kerumahtanggaan. pelaksanaan pengawasan kinerja. serta instansi kehutanan di Provinsi Sulawesi Utara.dan b. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri pada Unit Kerja Direktorat Jenderal Planologi kehutanan. Inspektorat IV menyelenggarakan fungsi: a. dan Maluku Utara. Sulawesi Barat. dan kegiatan pengawasan lainnya. kerumahtanggaan. Sekretariat Jenderal. pelaksanaan pengawasan kinerja. dan administrasi melalui audit. penyusunan rencana pengawasan kinerja. penyusunan petunjuk pelaksanaan pengawasan kinerja. Sulawesi Tenggara.

serta tindak lanjut pengaduan masyarakat. kolusi. dan evaluasi atas kasus pelanggaran yang berindikasi praktek-praktek korupsi.163 d. Pasal 637 Inspektorat IV terdiri atas: a. menganalisis. dan nepotisme. . penyusunan rencana dan program dibidang pengumpulan bahan penelitian. Pasal 638 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. administrasi kepegawaian. pelaksanaan urusan ketatausahaan. pelanggaran administrasi. analisis. analisis. Inspektorat Investigasi menyelenggarakan fungsi: a. pelanggaran administrasi. dan pelaporan Inspektorat IV. Bagian Kedelapan Inspektorat Investigasi Pasal 639 Inspektorat Investigasi mempunyai tugas melaksanakan pengawasan. Subbagian Tata Usaha. penyusunan petunjuk pelaksanaan pengumpulan bahan penelitian. dan cakupan yang ditetapkan oleh Inspektur Jenderal. pengumpulan bahan meneliti. serta melaksanakan tugas lain berdasarkan instruksi khusus Menteri. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. dan mengevaluasi atas kasus pelanggaran yang berindikasi praktek-praktek korupsi.dan b. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional dibina oleh Inspektur IV. kolusi. dan nepotisme. dan pelaporan di lingkungan Inspektorat IV. kolusi. serta tindak lanjut pengaduan masyarakat. kerumahtanggaan. dan nepotisme. menindak lanjuti pengaduan masyarakat. Pasal 640 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 639. dan evaluasi atas kasus pelanggaran yang berindikasi praktek-praktek korupsi. pelanggaran administrasi. b. kepegawaian. kerumahtanggaan.

pelanggaran administrasi. serta tindak lanjut pengaduan masyarakat. kolusi. nepotisme. e. dan evaluasi atas kasus pelanggaran yang berindikasi praktek-praktek korupsi. dan pelaporan di lingkungan Inspektorat Investigasi. kerumahtanggaan. d. pelaksanaan pengumpulan bahan penelitian.164 c. Pasal 642 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan.  b. pengawasan atas kasus pelanggaran yang berindikasi praktek-praktek korupsi. pelaksanaan tugas lain berdasarkan instruksi khusus Menteri. kepegawaian. kerumahtanggaan. dan cakupan yang ditetapkan oleh Inspektur Jenderal. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional dibina oleh Inspektur Investigasi. Subbagian Tata Usaha.  Pasal 641 Inspektorat Investigasi terdiri atas: a. administrasi kepegawaian. dan pelaporan Inspektorat Investigasi.dan f. kolusi. dan nepotisme. dan pelanggaran administrasi. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. pelaksanaan urusan ketatausahaan. analisis. .

Pasal 644 Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan mempunyai tugas melaksanakan tugas di bidang penyuluhan dan pengembangan Sumber Daya manusia kehutanan. Pasal 645 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 644. Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan menyelenggarakan fungsi: a. c. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyuluhan kehutanan. dan program di bidang penyuluhan dan pengembangan sumber daya manusia kehutanan. (2) Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan dipimpin oleh Kepala Badan. pemantauan. Tugas dan Fungsi Pasal 643 (1) Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan adalah unsur pendukung yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kehutanan.165 BAB IX BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA KEHUTANAN Bagian Pertama Kedudukan. . rencana. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penyuluhan dan pengembangan sumber daya manusia kehutanan. programa. pelaksanaan administrasi Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan. penyusunan kebijakan teknis. d. pelaksanaan tugas di bidang penyuluhan dan pengembangan sumber daya manusia kehutanan sesuai peraturan perundang-undangan.dan e. b.

Bagian Kepegawaian. Pusat Pelayanan Penyuluhan Kehutanan. koordinasi dan penyusunan rencana. Bagian Evaluasi.dan d. . Pasal 649 Sekretariat Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan terdiri atas: a. Diseminasi dan Perpustakaan. c. program. Sekretariat Badan. dan kerja sama. Bagian Keuangan dan Umum. koordinasi dan pengelolaan data. Pusat Pengembangan Penyuluhan Kehutanan. Bagian Program dan Kerja Sama. Hukum dan Organisasi Tata Laksana. evaluasi dan pelaporan rencana. Sekretariat Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan menyelenggarakan fungsi: a.dan d. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Badan. anggaran. c. program dan anggaran. publikasi dan diseminasi hasil penyuluhan serta pengelolaan urusan perpustakaan. b. pembinaan. koordinasi dan pemantauan. Pasal 648 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 647. b. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kehutanan. serta pelayanan administrasi di lingkungan Badan. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pasal 647 Sekretariat Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan mempunyai tugas melaksanakan koordinasi. informasi. c.dan d.166 Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 646 Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan terdiri atas: a. b.

dan perjanjian/perikatan serta pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kerja sama. serta pengelolaan data informasi. Diseminasi dan Perpustakaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi evaluasi dan pelaporan rencana. Subbagian Kerja Sama. (2) Subbagian Anggaran mempunyai tugas penyiapan penyusunan rencana. urusan perpustakaan dan diseminasi. penyusunan dan pelaksanaan rencana. Pasal 654 Bagian Evaluasi. Pasal 652 Bagian Program dan Anggaran terdiri atas: a. Pasal 651 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 650. pelaksanaan administrasi dan bahan kerja sama di lingkungan Badan. program dan anggaran di lingkungan Badan.dan b.167 Pasal 650 Bagian Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi. Pasal 653 (1) Subbagian Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program kerja. Subbagian Program. program dan anggaran. Subbagian Anggaran. Pasal 655 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 654.dan c. Bagian Program dan Kerja sama menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan koordinasi. penyusunan dan pelaksanaan rencana. b. bahan koordinasi dan (3) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan koordinasi penyusunan naskah kerja sama. Bagian Evaluasi menyelenggarakan fungsi: . revisi atau perubahan anggaran. program dan kegiatan. serta administrasi kerjasama di lingkungan Badan.

168

a. penyiapan bahan koordinasi evaluasi dan pelaporan rencana, program dan kegiatan; b. penyiapan bahan pengelolaan data dan informasi serta penyusunan statistik;dan c. penyiapan bahan pelaksanaan urusan perpustakaan, publikasi dan diseminasi. Pasal 656 Bagian Evaluasi, Diseminasi dan Perpustakaan terdiri atas: a. Subbagian Data dan Informasi; b. Subbagian Evaluasi Pelaporan;dan c. Subbagian Diseminasi, Publikasi dan Perpustakaan. Pasal 657 (1) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas penyiapan bahan koordinasi pengelolaan data dan informasi serta penyusunan statistik di lingkungan Badan. (2) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pemantuan, evaluasi dan pelaporan kinerja rencana, program dan kegiatan. (3) Subbagian Diseminasi, Publikasi dan Perpustakaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan perpustakaan, publikasi dan diseminasi. Pasal 658 Bagian Kepegawaian, Hukum dan Organisasi Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan administrasi kepegawaian, penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan, pemberian pertimbangan dan bantuan hukum, serta pembinaan organisasi dan ketatalaksanaan. Pasal 659 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 658, Bagian Kepegawaian, Hukum, Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan administrasi kepegawaian umum; b. pelaksanaan urusan administrasi jabatan fungsional;dan c. penyiapan bahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan, penelaahan, pertimbangan dan bantuan hukum, serta organisasi ketatalaksanaan.

169

Pasal 660 Bagian Kepegawaian, Hukum dan Organisasi Tata Laksana terdiri atas: a. Subbagian Administrasi Kepegawaian; b. Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional;dan c. Subbagian Hukum, Organisasi dan Tata Laksana. Pasal 661 (1) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana formasi pegawai, dan administrasi kepegawaian. (2) Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan pendidikan, pelatihan, pendisiplinan dan penghargaan pegawai serta administrasi jabatan fungsional. (3) Subbagian Hukum, Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan, pemberian pertimbangan dan bantuan hukum, serta pembinaan organisasi dan ketatalaksanaan. Pasal 662 Bagian Keuangan dan Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata persuratan, administrasi keuangan, serta pengelolaan rumah tangga dan barang milik negara. Pasal 663 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 662, Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan surat menyurat dan kearsipan; b. pelaksanaan akuntansi, verifikasi dan tindak lanjut hasil pemeriksaan;dan c. pelaksanaan urusan rumah tangga dan barang milik negara; Pasal 664 Bagian Keuangan dan Umum terdiri atas: a. Subbagian Tata Usaha; b. Subbagian Administrasi Keuangan;dan c. Subbagian Perlengkapan. Pasal 665 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan, kearsipan dan pembinaan tata persuratan.

170

(2) Subbagian Administrasi Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan tata laksana keuangan, penyusunan rencana anggaran gaji dan penggajian, penyiapan bahan perbendaharaan, melakukan akuntansi keuangan dan barang milik negara, pembinaan kebendaharaan petugas SAI dan petugas SIMAK-BMN, verifikasi, pelaporan keuangan, penyelesaian tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. (3) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan urusan rumah tangga dan pengelolaan barang milik negara. Bagian Keempat Pusat Pengembangan Penyuluhan Kehutanan Pasal 666 Pusat Pengembangan perumusan kebijakan kehutanan. Penyuluhan Kehutanan mempunyai tugas melaksanakan dan pelaksanaan kebijakan pengembangan penyuluhan

Pasal 667 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pengembangan Penyuluhan Kehutanan menyelenggarakan fungsi: Pasal 666, Pusat

a. penyiapan perumusan kebijakan teknis di bidang pengembangan metode, sarana dan alat bantu penyuluhan, serta programa penyuluhan kehutanan; b. penyiapan pelaksanaan tugas di bidang pengembangan metode, sarana dan alat bantu penyuluhan, serta programa penyuluhan kehutanan; c. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengembangan metode, sarana dan alat bantu penyuluhan, serta programa penyuluhan kehutanan; d. penyiapan pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pengembangan metode, sarana dan alat bantu penyuluhan, serta programa penyuluhan kehutanan;dan e. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. Pasal 668 Pusat Pengembangan Penyuluhan Kehutanan terdiri atas: a. Bidang Metode, Materi dan Alat Bantu Penyuluhan;dan b. Bidang Programa.

171

Pasal 669 Bidang Metode, Materi dan Alat Bantu Penyuluhan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan, pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis, dan evaluasi bimbingan teknis, serta evaluasi dan pelaporan di bidang metode, materi dan alat bantu penyuluhan kehutanan. Pasal 670 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 669, Bidang Metode, Materi dan Alat Bantu Penyuluhan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis di bidang pengembangan metode, materi, sarana dan alat bantu penyuluhan; b. penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang pengembangan metode, materi, sarana dan alat bantu penyuluhan; c. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengembangan metode, sarana dan alat bantu penyuluhan, serta programa penyuluhan kehutanan;dan d. penyiapan pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pengembangan metode, sarana dan alat bantu penyuluhan, serta programa penyuluhan kehutanan Pasal 671 Bidang Metode, Materi dan Alat Bantu Penyuluhan dari: a. Subbidang Metode dan Materi Penyuluhan;dan b. Subbidang Sarana dan Alat Bantu Penyuluhan. Pasal 672 (1) Subbidang Metode dan Materi Penyuluhan mempunyai melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan tugas, pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis, serta pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang metode dan materi penyuluhan kehutanan. (2) Subbidang Sarana dan Alat Bantu Penyuluhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan tugas, pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis, serta pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang sarana dan alat bantu penyuluhan.

172

Pasal 673 Bidang Programa Penyuluhan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan, pelaksanaan tugas, pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis, serta evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang programa penyuluhan kehutanan. Pasal 674 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Pasal 673, Bidang Programa Penyuluhan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis di bidang programa penyuluhan kehutanan; b. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang programa penyuluhan kehutanan; c. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang programa penyuluhan kehutanan;dan d. penyiapan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang programa penyuluhan kehutanan. Pasal 675 Bidang Programa Penyuluhan dari: a. Subbidang Penyusunan Programa;dan b. Subbidang Bimbingan Teknis Penyusunan Programa. Pasal 676 (1) Subbidang Penyusunan Programa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan tugas, pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis, serta pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penyusunan dan evaluasi programa penyuluhan kehutanan di tingkat pusat. (2) Subbidang Bimbingan Teknis Penyusunan Programa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan tugas, pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis, serta pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang bimbingan teknis penyusunan programa penyuluhan kehutanan.

dan e. penyiapan perumusan kebijakan teknis di bidang pemberdayaan masyarakat dan pembinaan personil penyuluh. c. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pemberdayaan masyarakat dan pembinaan personil penyuluh. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas sehari-hari secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Bidang Programa Penyuluhan.dan b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pemberdayaan masyarakat dan pembinaan personil penyuluh. Pasal 679 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 678. . b. Bidang Pemberdayaan Masyarakat. keuangan. d. kearsipan dan pelaporan Pusat. penyiapan pelaksanaan tugas di bidang pemberdayaan masyarakat dan pembinaan personil penyuluh. kepegawaian. Bagian Kelima Pusat Pelayanan Penyuluhan Kehutanan Pasal 678 Pusat Pelayanan Penyuluhan Kehutanan mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan dan pelaksanaan kebijakan pelayanan penyuluhan kehutanan. Pasal 680 Pusat Pelayanan Penyuluhan Kehutanan terdiri atas: a. Pusat Pelayanan Penyuluhan Kehutanan menyelenggarakan fungsi: a. kerumahtanggaan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat.173 Pasal 677 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. Bidang Pembinaan Penyuluh. penyiapan pemantauan.

penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pemberdayaan masyarakat. b.dan b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pemberdayaan masyarakat. serta pemantauan. Subbidang Pembinaan Kelembagaan. Pasal 682 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 681. Pasal 683 Bidang Pemberdayaan Masyarakat terdiri atas: a. pemberian bimbingan teknis. Bidang Pemberdayaan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pemberdayaan masyarakat. serta pemantauan. Subbidang Bimbingan Teknis. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis. . penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis di bidang pemberdayaan masyarakat. Pasal 684 (1) Subbidang Bimbingan Teknis mempunyai tugas melakukan melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. (2) Subbidang Kelembagaan mempunyai tugas melakukan melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis.dan d. pelaksanaan tugas. penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang pemberdayaan masyarakat. dan evaluasi bimbingan teknis. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pembinaan kelembagaan masyarakat.174 Pasal 681 Bidang Pemberdayaan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pemberdayaan masyarakat. c. pelaksanaan tugas.

. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang aparatur penyuluh kehutanan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pembinaan penyuluh kehutanan swasta dan swadaya. penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang pembinaan tenaga penyuluh kehutanan. pelaksanaan tugas. c. Pasal 686 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Pasal 685. serta pemantauan. (2) Subbidang Aparatur Penyuluh mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis. b.dan b. Pasal 687 Bidang Pembinaan Tenaga Penyuluhan dari: a. pelaksanaan tugas. pelaksanaan tugas.175 Pasal 685 Bidang Pembinaan Penyuluh mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan.dan d. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis di bidang pembinaan tenaga penyuluh kehutanan. serta evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pembinaan tenaga penyuluh kehutanan. serta pemantauan. pemberian bimbingan teknis. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pembinaan tenaga penyuluh kehutanan. penyiapan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pembinaan tenaga penyuluh kehutanan. Pasal 688 (1) Subbidang Penyuluh Swasta dan Swadaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Subbidang Penyuluh Swasta dan Swadaya. dan evaluasi bimbingan teknis. Bidang Pembinaan Penyuluh menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Aparatur Penyuluh.

Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. Pasal 691 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Pasal 690. Bagian Tata Usaha. penyiapan perumusan kebijakan teknis di bidang pendidikan dan pelatihan kehutanan meliputi tenaga.176 Pasal 689 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. c. kearsipan dan pelaporan Pusat. Bagian Keenam Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kehutanan Pasal 690 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kehutanan mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bagi aparatur kehutanan. sistem. d. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kehutanan menyelenggarakan fungsi: a. keuangan. kerja sama dan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan sumberdaya manusia aparatur dan sumberdaya manusia kehutanan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. sistem. Bidang Pengelolaan Pendidikan. serta sarana pendidikan dan pelatihan. tata cara. pemantauan. evaluasi. kerumahtanggaan. pelaksanaan tugas di bidang pendidikan dan pelatihan kehutanan meliputi tenaga. dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pendidikan dan pelatihan kehutanan meliputi tenaga. b. c. program. tata cara. penyusunan rencana. serta sarana pendidikan dan pelatihan. sistem. serta sarana pendidikan dan pelatihan. .dan d. kepegawaian. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas sehari-hari secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Bidang Kemitraan Penyuluhan. tata cara. b. Pasal 692 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kehutanan terdiri atas: a. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan.dan e.

(2) Subbidang Evaluasi dan Pelaporan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. serta pengelolaan hutan pendidikan dan pelatihan.177 Pasal 693 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang kerja sama. penyiapan bahan penyusunan rencana. pelaksanaan tugas. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis di bidang pengembangan pendidikan dan pelatihan. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengembangan pendidikan dan pelatihan. penyiapan evaluasi. dan evaluasi pasca pendidikan dan pelatihan. Subbidang Evaluasi dan Pelaporan Pendidikan dan Pelatihan. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis. serta pemantauan. Subbidang Perencanaan Pendidikan dan Pelatihan. serta evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang program dan rencana kegiatan pengembangan pendidikan dan pelatihan. dan kerja sama pendidikan dan pelatihan. kurikulum silabus. pemberian bimbingan teknis. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. dan pelaporan pelaksanaan tugas pengembangan pendidikan dan pelatihan. penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang pengembangan pendidikan dan pelatihan. dan evaluasi bimbingan teknis. Pasal 694 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pasal 693. pelaksanaan kebijakan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang identifikasi kebutuhan. pelaksanaan tugas. serta pemantauan. metode. program. dan program pendidikan dan pelatihan.dan b. b. d. c. . Pasal 696 (1) Subbidang Perencanaan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 695 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan terdiri atas: a.dan e.

Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan tugas. fungsional. penyiapan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan. (2) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Penjenjangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan. penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan. c. dan teknis. fungsional. pemberian bimbingan teknis. Pasal 698 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 697. fungsional. d. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Penjenjangan. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan. pelaksanaan kebijakan. serta pemantauan. dan teknis. serta evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan.178 Pasal 697 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Pasal 699 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan terdiri atas: a. dan teknis. Pasal 700 (1) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknis. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis. serta pemantauan.dan b. . fungsional. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pendidikan dan pelatihan teknis kehutanan. serta teknis. fungsional. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pendidikan dan pelatihan teknis kepemimpinan dan teknis fungsional. dan evaluasi bimbingan teknis. penyelenggaraan b. pelaksanaan tugas. dan teknis.

b. pelaksanaan tugas. Bidang Pengelolaan Pendidikan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis di bidang pendidikan menengah kehutanan. pelaksanaan kebijakan. dan fasilitasi penyelenggaraan pendidikan lanjutan. penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang pendidikan menengah kehutanan. Pasal 705 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan keuangan. ketatausahaan. perlengkapan. (2) Subbidang Pendidikan Lanjutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 703 Bidang Pengelolaan Pendidikan terdiri atas: a. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis. dan pendidikan lanjutan. Subbidang Pendidikan Menengah. Subbidang Pendidikan Lanjutan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang fasilitasi pendidikan lanjutan.179 Pasal 701 Bidang Pengelolaan Pendidikan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. pelaksanaan tugas. serta evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pendidikan menengah kehutanan. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis. c. pemberian bimbingan teknis. Pasal 704 (1) Subbidang Pendidikan Menengah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. rumah tangga. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pendidikan menengah kehutanan. serta pemantauan. kepegawaian. serta pemantauan.dan b. penyiapan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pengelolaan pendidikan. dan kehumasan. .dan d. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pendidikan menengah kehutanan. dan evaluasi bimbingan teknis. Pasal 702 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Pasal 701.

Pasal 708 (1) Subbagian Keuangan dan Umum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan urusan tata usaha. pendisiplinan. pengembangan pegawai. administrasi kepegawaian. . pelaporan keuangan. rumah tangga.180 Pasal 706 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Pasal 705. pembinaan kebendaharawanan. Pasal 707 Bagian Tata Usaha terdiri atas: a. Subbagian Kepegawaian. b. tata laksana keuangan. penggajian. kearsipan. pengelolaan urusan kepegawaian dan kehumasan.dan c. (2) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana formasi. Subbagian Keuangan dan Umum. penyelesaian kasus tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. pengelolaan urusan barang milik negara. tata usaha dan rumah tangga. verifikasi.dan b. pengelolaan barang milik negara. kehumasan. perbendaharaan. pengelolaan urusan keuangan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. penghargaan pegawai serta administrasi jabatan fungsional.

Pasal 711 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 710. (2) Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan dipimpin oleh Kepala Badan. c. c. pelaksanaan administrasi Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan. Pasal 710 Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan di bidang kehutanan termasuk penyebarluasan hasil-hasil penelitian dan pengembangan kepada pengguna baik internal maupun eksternal Kementerian Kehutanan. rencana dan program di bidang penelitian dan pengembangan kehutanan. pelaksanaan tugas di bidang penelitian dan pengembangan kehutanan.181 BAB X BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEHUTANAN Bagian Pertama Kedudukan. penyusunan kebijakan teknis. b. Sekretariat Badan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penelitian dan pengembangan kehutanan. b.dan d. Pusat Penelitian dan Pengembangan Produktivitas Hutan. Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan menyelenggarakan fungsi: a. Pusat Penelitian dan Pengembangan Konservasi dan Rehabilitasi. . pemantauan. Tugas dan Fungsi Pasal 709 (1) Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan adalah unsur pendukung yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kehutanan. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 712 Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan terdiri atas: a.

c. serta pelayanan administrasi di lingkungan Badan. . Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 714 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 713. program. serta administrasi kerja sama. Pusat Penelitian dan Pengembangan Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan. Pasal 715 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan terdiri atas: a. Bagian Kepegawaian. program dan anggaran. c.182 d. informasi.dan e. Bagian Evaluasi. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pasal 713 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan mempunyai tugas melaksanakan koordinasi. koordinasi dan pengelolaan data. Diseminasi dan Perpustakaan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Badan. supervisi. program dan anggaran.dan d. dan kerja sama. Bagian Umum dan Keuangan.dan d. koordinasi dan pemantauan. pembinaan. publikasi dan diseminasi hasil penelitian serta pengelolaan urusan perpustakaan. Hukum dan Organisasi Tata Laksana. Pusat Penelitian dan Pengembangan Perubahan Iklim dan Kebijakan. Bagian Program dan Kerja sama. b. evaluasi dan pelaporan rencana. b. Pasal 716 Bagian Program dan Kerja sama mempunyai tugas melaksanakan koordinasi penyusunan dan pelaksanaan rencana. koordinasi dan penyusunan rencana. anggaran.

penyiapan bahan pengelolaan data dan informasi serta penyusunan statistik. Bagian Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a.183 Pasal 717 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 716. b.dan c. Subbagian Program. Pasal 720 Bagian Evaluasi. program dan kegiatan. serta penyiapan bahan perumusan norma. (2) Subbagian Anggaran mempunyai tugas penyiapan bahan penyusunan rencana. penyiapan bahan pelaksanaan urusan perpustakaan. Subbagian Anggaran. program dan kegiatan. urusan perpustakaan dan diseminasi hasil penelitian dan pengembangan. penyiapan administrasi dan bahan kerja sama. b. Pasal 718 Bagian Program dan Kerjasama terdiri atas: a.dan c. dan kegiatan penelitian dan pengembangan. dan perjanjian/perikatan serta pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kerja sama. standar.dan b. Subbagian Kerja sama. prosedur. penyiapan bahan koordinasi evaluasi dan pelaporan rencana. publikasi dan diseminasi. revisi atau perubahan anggaran. program. dan kriteria kawasan hutan dengan tujuan khusus penelitian dan pengembangan. Bagian Program dan Kerja sama menyelenggarakan fungsi: a. Diseminasi. Pasal 719 (1) Subbagian Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. dan Perpustakaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi evaluasi dan pelaporan rencana. penyiapan penyusunan rencana. (3) Subbagian Kerja sama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan koordinasi penyusunan naskah kerja sama. . serta pengelolaan data informasi. program dan anggaran. Pasal 721 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 720.

Hukum dan Organisasi Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan administrasi kepegawaian. (2) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pemantuan. b. Subbagian Hukum dan Organisasi Tata Laksana. Subbagian Diseminasi. Pasal 725 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 724. publikasi dan diseminasi.dan c. penyiapan penyusunan bahan dan penyusunan rancangan peraturan perundangundangan. Publikasi dan Perpustakaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan perpustakaan. . dan organisasi ketatalaksanaan. Hukum dan Organisasi Tata Laksana terdiri atas: a. pelaksanaan urusan administrasi jabatan fungsional. pertimbangan. (3) Subbagian Diseminasi. b. serta pembinaan dan penataan organisasi. Pasal 723 (1) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas penyiapan bahan koordinasi pengelolaan data dan informasi serta penyusunan statistik di lingkungan Badan. Publikasi dan Perpustakaan. Subbagian Evaluasi Pelaporan.184 Pasal 722 Bagian Evaluasi dan Perpustakaan terdiri atas: a. ketatalaksanaan. Bagian Kepegawaian. b.dan c. Subbagian Data dan Informasi. Pasal 726 Bagian Kepegawaian. Subbagian Administrasi Kepegawaian. penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan. Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional. evaluasi dan pelaporan kinerja rencana. program dan kegiatan. Pasal 724 Bagian Kepegawaian. bantuan hukum. pelaksanaan urusan administrasi kepegawaian umum.dan c. pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. Hukum dan Organisasi Tatalaksana menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan permasalahan.

185

Pasal 727 (1) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana formasi pegawai, dan administrasi kepegawaian. (2) Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan pendidikan, pelatihan, pendisiplinan dan penghargaan pegawai serta administrasi jabatan fungsional. (3) Subbagian Hukum dan Organisasi Tata Laksana mempunyai tugas penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan, pemberian pertimbangan dan bantuan hukum, serta pembinaan dan penataan organisasi, ketatalaksanaan. Pasal 728 Bagian Keuangan dan Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata persuratan, administrasi keuangan, serta pengelolaan rumah tangga dan barang milik negara. Pasal 729 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 728, Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan surat menyurat dan kearsipan; b. pelaksanaan akuntansi, verifikasi dan tindak lanjut hasil pemeriksaan;dan c. pelaksanaan urusan rumah tangga dan barang milik negara; Pasal 730 Bagian Keuangan dan Umum terdiri atas: a. Subbagian Tata Usaha; b. Subbagian Administrasi Keuangan;dan c. Subbagian Perlengkapan. Pasal 731 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan, kearsipan dan pembinaan tata persuratan. (2) Subbagian Administrasi Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan tata laksana keuangan, penyusunan rencana anggaran gaji dan penggajian, penyiapan bahan perbendaharaan, melakukan akuntansi keuangan dan barang milik negara, pembinaan kebendaharaan petugas SAI dan petugas SIMAK-BMN, verifikasi, pelaporan keuangan, penyelesaian tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi.

186

(3) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan urusan rumah tangga dan pengelolaan barang milik negara. Bagian Keempat Pusat Penelitian dan Pengembangan Konservasi dan Rehabilitasi Pasal 732 Pusat Penelitian dan Pengembangan Konservasi dan Rehabilitasi mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang konservasi dan rehabilitasi berdasarkan kebijakan Kepala Badan. Pasal 733 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 732, Pusat Penelitian dan Pengembangan Konservasi dan Rehabilitasi menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan kebijakan teknis, rencana dan program penelitian dan pengembangan di bidang konservasi dan rehabilitasi sumberdaya alam; b. pelaksanaan tugas di bidang penelitian dan pengembangan konservasi dan rehabilitasi sumberdaya alam; c. pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penelitian dan pengembangan konservasi dan rehabilitasi sumberdaya alam; d. pembinaan dan pengendalian teknis pelaksanaan penelitian konservasi dan rehabilitasi sumberdaya alam oleh unit pelaksana teknis;dan e. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. Pasal 734 Pusat Penelitian dan Pengembangan Konservasi dan Rehabilitasi terdiri atas: a. Bidang Program dan Evaluasi Penelitian; b. Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian;dan c. Bagian Tata Usaha. Pasal 735 Bidang Program dan Evaluasi Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana, program dan kegiatan, serta penyiapan evaluasi, sintesa hasil penelitian serta pelaporan kegiatan penelitian di bidang konservasi dan rehabilitasi sumber daya alam.

187

Pasal 736 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 735, Bidang Program dan Evaluasi Penelitian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penyusunan kebijakan teknis penyusunan rencana dan program penelitian di bidang konservasi dan rehabilitasi sumberdaya alam; b. penyiapan pelaksanaan tugas di bidang penyusunan rencana dan program penelitian konservasi dan rehabilitasi sumberdaya alam;dan c. penyiapan pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penelitian konservasi dan rehabilitasi sumberdaya alam. Pasal 737 Bidang Program dan Evaluasi Penelitian terdiri atas: a. Subbidang Program dan Anggaran Penelitian;dan b. Subbidang Evaluasi dan Pelaporan. Pasal 738 (1) Subbidang Program dan Anggaran Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan rencana, program dan kegiatan penelitian di bidang konservasi dan rehabilitasi sumber daya alam. (2) Subbidang Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan pemantauan, evaluasi termasuk evaluasi umpan balik pemanfaatan iptek, sintesa penelitian serta pelaporan Pusat. Pasal 739 Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengelolaan data dan informasi, publikasi dan diseminasi hasil penelitian, kerja sama, fasilitasi uji coba tindak lanjut hasil penelitian dan perakitan teknologi, difusi dan pemanfaatan iptek, pembinaan dan pengendalian teknis penelitian dan pengembangan konservasi dan rehabilitasi sumberdaya alam pada unit pelaksana teknis, serta perlindungan hak atas kekayaan intelektual bidang konservasi dan rehabilitasi sumber daya alam serta pengelolaan hutan dengan tujuan khusus. Pasal 740 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Pasal 739, Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian menyelenggarakan fungsi:

188

a. penyiapan penyusunan kebijakan teknis pengelolaan data dan informasi, publikasi dan diseminasi hasil penelitian di bidang konservasi dan rehabilitasi sumber daya alam; b. penyiapan pelaksanaan tugas di bidang pengelolaan data dan informasi, publikasi dan diseminasi hasil penelitian konservasi dan rehabilitasi sumber daya alam; c. penyiapan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pengelolaan data dan informasi, publikasi dan diseminasi hasil penelitian konservasi dan rehabilitasi sumber daya alam; d. penyiapan pembinaan dan pengendalian teknis pelaksanaan penelitian dan pengembangan konservasi dan rehabilitasi sumberdaya alam pada unit pelaksana teknis;dan e. fasilitasi uji coba tindak lanjut hasil penelitian dan perakitan teknologi, pengelolaan kerja sama serta pengelolaan hutan dengan tujuan khusus. Pasal 741 Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian terdiri atas: a. Subbidang Data, Informasi dan Diseminasi;dan b. Subbidang Tindak Lanjut Hasil Penelitian. Pasal 742 (1) Subbidang Data, Informasi dan diseminasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan data, informasi, publikasi, dokumentasi, dan diseminasi hasil penelitian, serta seminar dan pameran. (2) Subbidang Tindak Lanjut Hasil Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan fasilitasi uji coba tindak lanjut hasil penelitian, perakitan teknologi, pengurusan perlindungan hak kekayaan intelektual hasil penelitian, kerja sama dan pengelolaan hutan dengan tujuan khusus, serta pembinaan dan pengendalian teknis pelaksanaan penelitian dan pengembangan konservasi dan rehabilitasi sumberdaya alam pada unit pelaksana teknis. Pasal 743 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan dan rumah tangga, kepegawaian dan ketatalaksanaan, keuangan dan barang milik negara. Pasal 744 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pasal 743, Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi:

189

a. pelaksanaan urusan ketatausahaan, kepegawaian serta ketatalaksanaan;dan b. pelaksanaan urusan keuangan dan barang milik negara. Pasal 745 Bagian Tata Usaha terdiri atas: a. Subbagian Tata Usaha dan Kepegawaian;dan b. Subbagian Keuangan dan Perlengkapan. Pasal 746 (1) Subbagian Tata Usaha dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan, ketatalaksanaan, kerumahtanggaan, dan penyiapan bahan laporan serta urusan kepegawaian. (2) Subbagian Keuangan dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan administrasi keuangan, tindak lanjut hasil pemeriksaan, penyusunan laporan keuangan, pengelolaan barang milik negara dan pengelolaan laboratorium penelitian. Bagian Kelima Pusat Penelitian dan Pengembangan Produktivitas Hutan Pasal 747 Pusat Penelitian dan Pengembangan Produktivitas Hutan mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang produktivitas hutan berdasarkan kebijakan Kepala Badan. Pasal 748 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 747, Pusat Penelitian dan Pengembangan Produktivitas Hutan menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan kebijakan teknis, rencana dan program penelitian dan pengembangan di bidang produktivitas hutan; b. pelaksanaan tugas di bidang penelitian dan pengembangan produktivitas hutan; c. pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penelitian dan pengembangan produktivitas hutan; d. pembinaan dan pengendalian teknis pelaksanaan penelitian produktivitas hutan oleh unit pelaksana teknis;dan e. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat.

penyiapan pelaksanaan tugas di bidang penyusunan rencana dan program penelitian produktivitas hutan. b. Bidang Program dan Evaluasi Penelitian menyelenggarakan fungsi: a. Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian. Pasal 752 Bidang Program dan Evaluasi Penelitian terdiri atas: a. evaluasi termasuk evaluasi umpan balik pemanfaatan iptek. sintesa penelitian serta pelaporan Pusat. Subbidang Program dan Anggaran Penelitian.dan b. program dan kegiatan. Bagian Tata Usaha. penyiapan penyusunan kebijakan teknis penyusunan rencana dan program penelitian di bidang produktivitas hutan. program dan kegiatan penelitian di bidang produktivitas hutan. sintesa hasil penelitian serta pelaporan kegiatan penelitian di bidang produktivitas hutan. Pasal 751 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 750. . serta penyiapan evaluasi. Pasal 753 (1) Subbidang Program dan Anggaran Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan rencana.dan c.dan c. (2) Subbidang Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan pemantauan. Subbidang Evaluasi dan Pelaporan.190 Pasal 749 Pusat Penelitian dan Pengembangan Produktivitas Hutan terdiri atas: a. Bidang Program dan Evaluasi Penelitian. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penelitian di bidang produktivitas hutan. b. Pasal 750 Bidang Program dan Evaluasi Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana. penyiapan pemantauan.

fasilitasi uji coba tindak lanjut hasil penelitian dan perakitan teknologi.191 Pasal 754 Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengelolaan data dan informasi. Pasal 757 (1) Subbidang Data. d. penyiapan pelaksanaan kebijakan teknis urusan pengelolaan data dan informasi. Subbidang Tindak Lanjut Hasil Penelitian. Informasi dan diseminasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan data. pembinaan dan pengendalian teknis penelitian dan pengembangan produktivitas hutan pada unit pelaksana teknis. publikasi. b. informasi. serta perlindungan hak atas kekayaan intelektual di bidang produktivitas hutan serta pengelolaan hutan dengan tujuan khusus. serta seminar dan pameran. difusi dan pemanfaatan iptek.dan b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kebijakan urusan pengelolaan data dan informasi. publikasi dan diseminasi hasil penelitian.dan e. publikasi dan diseminasi hasil penelitian di bidang produktivitas hutan. penyiapan penyusunan kebijakan teknis pengelolaan data dan informasi. dokumentasi. fasilitasi uji coba tindak lanjut hasil penelitian dan perakitan teknologi. penyiapan pemantauan. Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian menyelenggarakan fungsi: a. dan diseminasi hasil penelitian. serta pembinaan dan pengendalian teknis pelaksanaan penelitian produktivitas hutan oleh unit pelaksana teknis. pengelolaan kerja sama serta pengelolaan hutan dengan tujuan khusus. perakitan teknologi. Pasal 756 Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian terdiri atas: a. (2) Subbidang Tindak Lanjut Hasil Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan fasilitasi uji coba tindak lanjut hasil penelitian. Pasal 755 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Pasal 754. publikasi dan diseminasi hasil penelitian di bidang produktivitas hutan. pengurusan perlindungan hak kekayaan intelektual hasil penelitian. penyiapan pembinaan dan pengendalian teknis pelaksanaan penelitian produktivitas hutan oleh unit pelaksana teknis. publikasi dan diseminasi hasil penelitian di bidang produktivitas hutan. c. Informasi dan Diseminasi. kerja sama dan pengelolaan hutan dengan tujuan khusus. kerja sama. . Subbidang Data.

192 Pasal 758 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan dan rumah tangga. pelaksanaan urusan keuangan dan barang milik negara. Pasal 763 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pasal 762. Bagian Keenam Pusat Penelitian dan Pengembangan Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan Pasal 762 Pusat Penelitian dan Pengembangan Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang keteknikan kehutanan dan pengolahan hasil hutan berdasarkan kebijakan Kepala Badan. kerumahtanggaan.dan b. Subbagian Tata Usaha dan Kepegawaian. kepegawaian dan ketatalaksanaan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan menyelenggarakan fungsi: .dan b. kepegawaian serta ketatalaksanaan. pelaksanaan urusan ketatausahaan. ketatalaksanaan. (2) Subbagian Keuangan dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan administrasi keuangan. Pasal 759 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pasal 758. tindak lanjut hasil pemeriksaan. Pasal 760 Bagian Tata Usaha terdiri atas: a. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Keuangan dan Perlengkapan. penyusunan laporan keuangan dan pengelolaan barang milik negara dan pengelolaan laboratorium penelitian. keuangan dan barang milik negara. dan penyiapan bahan laporan serta urusan kepegawaian. Pasal 761 (1) Subbagian Tata Usaha dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan.

Subbidang Evaluasi dan Pelaporan. penyiapan pelaksanaan tugas di bidang penelitian keteknikan kehutanan dan pengolahan hasil hutan. penyusunan kebijakan teknis. b. . Bidang Program dan Evaluasi Penelitian menyelenggarakan fungsi: a.dan b. rencana dan program penelitian dan pengembangan di bidang keteknikan kehutanan dan pengolahan hasil hutan. serta penyiapan evaluasi. sintesa hasil penelitian serta pelaporan kegiatan penelitian di bidang keteknikan kehutanan dan pengolahan hasil hutan. Bagian Tata Usaha. penyiapan penyusunan kebijakan teknis penyusunan rencana dan program penelitian di bidang keteknikan kehutanan dan pengolahan hasil hutan. d. Pasal 767 Bidang Program dan Evaluasi Penelitian terdiri atas: a. program dan kegiatan. Pasal 766 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 765. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. pelaksanaan tugas di bidang penelitian dan pengembangan keteknikan kehutanan dan pengolahan hasil hutan. b. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penelitian keteknikan kehutanan dan pengolahan hasil hutan. Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian. Subbidang Program dan Anggaran Penelitian.dan c. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penelitian dan pengembangan keteknikan kehutanan dan pengolahan hasil hutan. Pasal 765 Bidang Program dan Evaluasi Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana. pemantauan.193 a. penyiapan pemantauan. c.dan e. Bidang Program dan Evaluasi Penelitian.dan c. Pasal 764 Pusat Penelitian dan Pengembangan Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan terdiri atas: a. pembinaan dan pengendalian teknis pelaksanaan penelitian keteknikan kehutanan dan pengolahan hasil hutan oleh unit pelaksana teknis.

Subbidang Tindak Lanjut Hasil Penelitian . publikasi dan diseminasi hasil penelitian keteknikan dan pengolahan hasil hutan. Pasal 770 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Pasal 769. penyiapan pelaksanaan tugas di bidang pengelolaan data dan informasi. Subbidang Data. publikasi dan diseminasi hasil penelitian di bidang keteknikan dan pengolahan hasil hutan. program dan kegiatan penelitian di bidang keteknikan kehutanan dan pengolahan hasil hutan. c. difusi dan pemanfaatan iptek. Informasi dan Diseminasi.194 Pasal 768 (1) Subbidang Program dan Anggaran Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan rencana. evaluasi termasuk evaluasi umpan balik pemanfaatan iptek.dan e. fasilitasi uji coba tindak lanjut hasil penelitian dan perakitan teknologi. kerja sama. b. penyiapan pemantauan. penyiapan pembinaan dan pengendalian teknis pelaksanaan penelitian dan pengembangan keteknikan kehutanan dan pengolahan hasil hutan pada unit pelaksana teknis. Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian menyelenggarakan fungsi: a. fasilitasi uji coba tindak lanjut hasil penelitian dan perakitan teknologi. publikasi dan diseminasi hasil penelitian.dan b. publikasi dan diseminasi hasil penelitian keteknikan dan pengolahan hasil hutan. sintesa penelitian serta pelaporan Pusat. kerja sama serta pengelolaan hutan dengan tujuan khusus. Pasal 769 Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengelolaan data dan informasi. Pasal 771 Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian terdiri atas: a. serta perlindungan hak atas kekayaan intelektual di bidang keteknikan kehutanan dan pengolahan hasil hutan serta pengelolaan hutan dengan tujuan khusus. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pengelolaan data dan informasi. pembinaan dan pengendalian teknis penelitian dan pengembangan keteknikan kehutanan dan pengolahan hasil hutan pada unit pelaksana teknis. penyiapan penyusunan kebijakan teknis pengelolaan data dan informasi. d. (2) Subbidang Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan pemantauan.

pengurusan perlindungan hak kekayaan intelektual hasil penelitian. tindak lanjut hasil pemeriksaan penyusunan. ketatalaksanaan. publikasi dan dokumentasi. laporan keuangan dan pengelolaan barang milik negara dan pengelolaan laboratorium penelitian. Pasal 775 Bagian Tata Usaha terdiri atas: a. kepegawaian dan ketatalaksanaan.dan b. serta pembinaan dan pengendalian teknis pelaksanaan penelitian dan pengembangan keteknikan kehutanan dan pengolahan hasil hutan pada unit pelaksana teknis. Pasal 773 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan dan rumah tangga.195 Pasal 772 (1) Subbidang Data. pelaksanaan urusan ketatausahaan dan kepegawaian serta ketatalaksanaan.dan b. Pasal 776 (1) Subbagian Tata Usaha dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. pelaksanaan urusan keuangan dan barang milik negara. diseminasi hasil penelitian serta pelaksanaan seminar dan pameran. . dan penyiapan bahan laporan serta urusan kepegawaian. kerumahtanggaan. keuangan dan pengeloaan barang milik negara. Pasal 774 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pasal 773. perakitan teknologi. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbidang Tindak Lanjut Hasil Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan fasilitasi uji coba tindak lanjut hasil penelitian. kerja sama dan pengelolaan hutan dengan tujuan khusus. Informasi dan diseminasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan dan pengolahan bahan data dan informasi. (2) Subbagian Keuangan dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan administrasi keuangan. Subbagian Tata Usaha dan Kepegawaian. Subbagian Keuangan dan Perlengkapan.

dan e. Bidang Program dan Evaluasi Penelitian. d. pemantauan. Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian.dan c. Bagian Tata Usaha. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penelitian dan pengembangan perubahan iklim dan kebijakan kehutanan. Pasal 781 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pasal 780. c. b. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. rencana dan program penelitian dan pengembangan di bidang perubahan iklim dan kebijakan kehutanan. b.196 Bagian Ketujuh Pusat Penelitian dan Pengembangan Perubahan Iklim dan Kebijakan Pasal 777 Pusat Penelitian dan Pengembangan Perubahan Iklim dan Kebijakan mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang perubahan iklim dan kebijakan berdasarkan kebijakan Kepala Badan. pembinaan dan pengendalian teknis pelaksanaan penelitian perubahan iklim dan kebijakan kehutanan oleh unit pelaksana teknis. Pasal 780 Bidang Program dan Evaluasi Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana. penyusunan kebijakan teknis. serta penyiapan evaluasi. Pasal 778 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pasal 777. Pusat Penelitian Kebijakan dan Perubahan Iklim menyelenggarakan fungsi: a. program dan kegiatan. Pasal 779 Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan dan Perubahan Iklim terdiri atas: a. Bidang Program dan Evaluasi Penelitian menyelenggarakan fungsi: . sintesa hasil penelitian serta pelaporan kegiatan penelitian di bidang perubahan iklim dan kebijakan kehutanan. pelaksanaan tugas di bidang penelitian dan pengembangan perubahan iklim dan kebijakan kehutanan.

dan b. evaluasi termasuk evaluasi umpan balik pemanfaatan iptek. serta perlindungan hak atas kekayaan intelektual di bidang perubahan iklim dan kebijakan kehutanan. penyiapan penyusunan kebijakan teknis pengelolaan data dan informasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penelitian perubahan iklim dan kebijakan kehutanan. Pasal 784 Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengelolaan data dan informasi. sintesa penelitian serta pelaporan Pusat. b. (2) Subbidang Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan pemantauan. penyiapan pemantauan. pembinaan dan pengendalian teknis penelitian dan pengembangan perubahan iklim dan kebijakan kehutanan pada unit pelaksana teknis. penyiapan pelaksanaan tugas di bidang pengelolaan data dan informasi. Pasal 783 (1) Subbidang Program dan Anggaran Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan rencana.dan c. publikasi dan diseminasi hasil penelitian di bidang perubahan iklim dan kebijakan kehutanan. penyiapan pelaksanaan tugas di bidang penyusunan rencana dan program serta kerja sama penelitian perubahan iklim dan kebijakan kehutanan. Pasal 785 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 784. b. publikasi dan diseminasi hasil penelitian perubahan iklim dan kebijakan kehutanan. penyiapan pemantauan. publikasi dan diseminasi hasil penelitian perubahan iklim dan kebijakan kehutanan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pengelolaan data dan informasi. program dan kegiatan penelitian di bidang perubahan iklim dan kebijakan kehutanan. Subbidang Evaluasi dan Pelaporan. publikasi dan diseminasi hasil penelitian. kerja sama. Subbidang Program dan Anggaran. c. penyiapan penyusunan kebijakan teknis penyusunan rencana dan program serta kerja sama penelitian di bidang perubahan iklim dan kebijakan kehutanan. Pasal 782 Bidang Program dan Evaluasi Penelitian terdiri atas: a.dan .197 a. Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian menyelenggarakan fungsi: a.

dan b. serta pembinaan dan pengendalian teknis pelaksanaan penelitian dan pengembangan perubahan iklim dan kebijakan kehutanan pada unit pelaksana teknis. Informasi dan diseminasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan dan pengolahan bahan data dan informasi. Pasal 790 Bagian Tata Usaha terdiri atas: a. kerja sama.198 d. kepegawaian dan ketatalaksanaan. pelaksanaan urusan keuangan dan barang milik negara. Subbidang Data. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. publikasi dan dokumentasi.dan b. Subbagian Keuangan dan Perlengkapan. Subbagian Tata Usaha dan Kepegawaian. Pasal 786 Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian terdiri atas: a. (2) Subbidang Tindak Lanjut Hasil Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan pengurusan perlindungan hak kekayaan intelektual hasil penelitian. Pasal 789 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pasal 788. . penyiapan pembinaan dan pengendalian teknis pelaksanaan penelitian dan pengembangan perubahan iklim dan kebijakan kehutanan pada unit pelaksana teknis. pelaksanaan urusan ketatausahaan dan kepegawaian serta ketatalaksanaan. Pasal 787 (1) Subbidang Data. Subbidang Tindak Lanjut Hasil Penelitian. diseminasi hasil penelitian serta pelaksanaan seminar dan pameran. Informasi dan Diseminasi.dan b. keuangan dan barang milik negara. Pasal 788 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan dan rumah tangga.

penyusunan laporan keuangan dan pengelolaan barang milik negara. kerumahtanggaan.199 Pasal 791 (1) Subbagian Tata Usaha dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. dan penyiapan bahan laporan serta urusan kepegawaian. (2) Subbagian Keuangan dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan administrasi keuangan. ketatalaksanaan. tindak lanjut hasil pemeriksaan. .

b.dan e. Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga. Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga memberikan telaahan kepada Menteri Kehutanan berkaitan dengan upaya peningkatan hubungan kerjasama Kementerian Kehutanan dengan lembaga pemerintahan. Staf Ahli Menteri Bidang Keamanan Hutan. serta peningkatan upaya pemberdayaan masyarakat. c. Staf Ahli Menteri Bidang Keamanan Hutan memberikan telaahan kepada Menteri Kehutanan berkaitan dengan upaya-upaya peningkatan pengamanan hutan dan hasil hutan. GATT dan AFTA. Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Perdagangan Internasional. d. b. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. masyarakat baik lokal maupun internasional. Staf Ahli Menteri Bidang Revitalisasi Industri Kehutanan. adaptasi dan alih teknologi. swasta. (3) Staf Ahli terdiri atas: a. . organisasi nirlaba. (2) Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah tertentu sesuai bidang keahliannya. Staf Ahli Menteri Bidang Lingkungan dan Perubahan Iklim.dan e. c. d. yang tidak menjadi bidang tugas Sekretariat Jenderal.200 BAB XI STAF AHLI Pasal 792 (1) Staf Ahli adalah unsur pembantu Menteri di bidang keahlian tertentu. Badan dan Inspektorat Jenderal. Staf Ahli Menteri Bidang Lingkungan dan Perubahan Iklim memberikan telaahan kepada Menteri Kehutanan berkaitan dengan isu lingkungan dan percepatan program pelaksanaan penurunan emisi gas rumah kaca bidang Kehutanan melalui upaya-upaya mitigasi. (4) Staf Ahli mempunyai tugas : a. Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Perdagangan Internasional memberikan telaahan berkaitan dengan kontribusi sektor kehutanan dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional dan kontribusi sektor kehutanan dalam perdagangan internasional yang berkaitan dengan konvensi internasional antara lain WTO. Staf Ahli Menteri Bidang Revitalisasi Industri Kehutanan memberikan telaahan kepada Menteri Kehutanan berkaitan dengan penguatan struktur dan sumberdaya industri kehutanan. Direktorat Jenderal.

. (6) Staf Ahli dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal. Staf Ahli dapat membangun jejaring kerja dan koordinasi dengan unit kerja terkait.201 (5) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (4).

pelaksanaan tugas di bidang standardisasi produk. pengelolaan dan evaluasi dampak lingkungan. dan penanganan perubahan iklim kehutanan.dan d. serta pengelolaan. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 796 Pusat Standardisasi dan Lingkungan Kehutanan terdiri atas: . evaluasi dampak lingkungan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. penyusunan kebijakan teknis di bidang standardisasi produk. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang standardisasi produk. Tugas dan Fungsi Pasal 793 (1) Pusat Standardisasi dan Lingkungan Kehutanan adalah unsur penunjang pelaksana tugas Kementerian di bidang standardisasi dan lingkungan kehutanan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri melalui Sekretaris Jenderal. evaluasi dampak lingkungan. dan penanganan perubahan iklim kehutanan. c. pemantauan. b. serta penanganan perubahan iklim di bidang kehutanan. serta pengelolaan. Pusat a. dan penanganan perubahan iklim kehutanan. Pasal 795 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal Standardisasi dan Lingkungan Kehutanan menyelenggarakan fungsi: 794.202 BAB XII PUSAT STANDARDISASI DAN LINGKUNGAN KEHUTANAN Bagian Pertama Kedudukan. jasa kehutanan. Pasal 794 Pusat Standardisasi dan Lingkungan Kehutanan mempunyai tugas melaksanakan perumusan bahan standardisasi. evaluasi dampak lingkungan. jasa kehutanan. (2) Pusat Standardisasi dan Lingkungan Kehutanan dipimpin oleh seorang Kepala. sertifikasi. serta pengelolaan. jasa kehutanan.

dan standardisasi proses pengelolaan hutan. penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang standardisasi produk.dan b. jasa kehutanan. jasa kehutanan. Pasal 800 (1) Subbidang Perumusan Standar mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas.dan d. Pasal 798 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 797. jasa kehutanan. b. Bidang Standardisasi menyelenggarakan fungsi: a.dan c. Bidang Perubahan Iklim. Subbidang Perumusan Standar. dan standardisasi proses pengelolaan hutan.203 a. dan standardisasi proses pengelolaan hutan. Pasal 799 Bidang Standardisasi terdiri atas: a. (2) Subbidang Penerapan Standar mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas. c. penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang standardisasi produk. dan pengelolaan hutan. b. Pasal 797 Bidang Standardisasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan penerapan kebijakan standardisasi produk. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang perumusan standardisasi produk dan jasa kehutanan serta standardisasi proses pengelolaan hutan. jasa kehutanan. pemantauan. Bidang Lingkungan Kehutanan. Subbagian Tata Usaha. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penerapan standardisasi produk dan jasa kehutanan serta standardisasi proses pengelolaan hutan. . penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis di bidang standardisasi produk. Bidang Standardisasi. pemantauan. Subbidang Penerapan Standar.

b. penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pengelolaan. Subbidang Evaluasi Pengelolaan Dampak Lingkungan. Pasal 802 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 801. pemantauan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pemantauan dan evaluasi dampak lingkungan kehutanan.dan c.204 Pasal 801 Bidang Lingkungan Kehutanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penerapan kebijakan pengelolaan.dan b. penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis di bidang pengelolaan. . (2) Subbidang Evaluasi Pengelolaan Dampak Lingkungan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pelayanan pengelolaan lingkungan kehutanan. pemantauan dan evaluasi dampak lingkungan kehutanan. Pasal 805 Bidang Perubahan Iklim mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penerapan kebijakan penanganan perubahan iklim di bidang kehutanan. pemantauan dan evaluasi dampak lingkungan kehutanan. pemantauan dan evaluasi dampak lingkungan di bidang kehutanan. penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang pengelolaan. pemantauan. pemantauan dan evaluasi dampak lingkungan kehutanan. Pasal 804 (1) Subbidang Pelayanan Pengelolaan Lingkungan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas. Subbidang Pelayanan Pengelolaan Lingkungan. Pasal 803 Bidang Lingkungan Kehutanan terdiri atas: a. Bidang Lingkungan Kehutanan menyelenggarakan fungsi: a.

dan pelaporan Pusat.205 Pasal 806 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 805. b.dan c. kerumahtanggaan. Pasal 807 Bidang Penanganan Perubahan Iklim terdiri atas: a. (2) Subbidang Pengembangan Penanganan Perubahan Iklim mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penilaian usulan kegiatankegiatan yang berkaitan dengan perubahan iklim kehutanan. Subbidang Pelayanan Penanganan Perubahan Iklim. penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang penanganan perubahan iklim kehutanan yang meliputi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.dan b. Subbidang Pengembangan Penanganan Perubahan Iklim. penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis di bidang penanganan perubahan iklim kehutanan yang meliputi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. kepegawaian. penyiapan bahan pemantauan. pemantauan. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Bidang Standardisasi. Pasal 809 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. pemantauan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penanganan perubahan iklim kehutanan yang meliputi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Bidang Penanganan Perubahan Iklim menyelenggarakan fungsi: a. . evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang perubahan iklim kehutanan termasuk pengembangan kerja sama. keuangan. Pasal 808 (1) Subbidang Pelayanan Penanganan Perubahan Iklim mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas.

206 BAB XIII PUSAT HUBUNGAN MASYARAKAT Bagian Pertama Susunan. pemantauan. Bidang Hubungan Antar Lembaga. rencana dan program di bidang publikasi serta hubungan masyarakat. c.dan c. Pusat Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. . evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang publikasi serta hubungan masyarakat. b. b. Subbagian Tata Usaha. (2) Pusat Hubungan Masyarakat dipimpin oleh seorang Kepala. pelaksanaan tugas di bidang publikasi serta hubungan masyarakat.dan d. Tugas dan Fungsi Pasal 810 (1) Pusat Hubungan Masyarakat adalah unsur penunjang pelaksana tugas Kementerian di bidang hubungan masyarakat yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri melalui Sekretaris Jenderal. Bidang Pemberitaan dan Publikasi. penyusunan kebijakan teknis. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 813 Pusat Hubungan Masyarakat terdiri atas: a. Pasal 811 Pusat Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan publikasi kehutanan serta hubungan masyarakat berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. Pasal 812 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 811.

Bidang Pemberitaan dan Publikasi menyelenggarakan fungsi: a. dunia usaha. b. Pasal 818 Bidang Hubungan Antar Lembaga mempunyai tugas melaksanakan hubungan dengan lembaga Negara. pemantauan. Pasal 816 Bidang Pemberitaan dan Publikasi terdiri atas: a. penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis di bidang pemberitaan dan publikasi. Pasal 815 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814. lembaga pendidikan. lembaga pendidikan.207 Pasal 814 Bidang Pemberitaan dan Publikasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penerapan kebijakan pemberitaan dan publikasi. penyiapan bahan pemantauan. penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis di bidang hubungan dengan lembaga Negara. lembaga pemerintah. Subbidang Pemberitaan. riset dan teknologi. dunia usaha.dan b. Pasal 817 (1) Subbidang Pemberitaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pemberitaan. Subbidang Analisis Berita dan Publikasi. penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang pemberitaan dan publikasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang analisis berita dan publikasi. (2) Subbidang Analisis Berita dan Publikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas. Pasal 819 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 818.dan c. pemantauan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pemberitaan dan publikasi. Bidang Hubungan Antar Lembaga menyelenggarakan fungsi: a. lembaga pemerintah. riset dan teknologi. .

(2) Subbidang Hubungan Lembaga Non Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas. Pasal 821 (1) Subbidang Hubungan Lembaga Negara dan Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional bertanggungjawab kepada Kepala Bidang Informasi. kerumahtanggaan. kepegawaian. dunia usaha. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang hubungan dengan lembaga negara dan pemerintah serta fasilitasi pelaksanaan hubungan dengan lembaga negara dan pemerintah. penyiapan bahan pemantauan. Pasal 820 Bidang Hubungan Antar Lembaga terdiri atas: a.208 b. . evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang hubungan dengan lembaga Negara. Pasal 822 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. pemantauan. dunia usaha. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas hubungan dengan lembaga non pemerintah serta fasilitasi pelaksanaan hubungan dengan lembaga non pemerintah. Subbidang Hubungan Lembaga Non Pemerintah. Subbidang Hubungan Lembaga Negara dan Pemerintah. dan pelaporan Pusat. lembaga pemerintah. penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang hubungan dengan lembaga Negara. riset dan teknologi. lembaga pemerintah. riset dan teknologi.dan b. keuangan. lembaga pendidikan. pemantauan. lembaga pendidikan.dan c.

b.dan d. penyusunan kebijakan teknis. Bidang Multilateral. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang hubungan dan kerja sama luar negeri bilateral dan multilateral serta kerja sama dengan lembaga swadaya masyarakat (NGO) internasional. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. Pasal 824 Pusat Kerja Sama Luar Negeri mempunyai tugas melaksanakan hubungan dan kerja sama luar negeri. Pasal 825 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 824. Bidang Bilateral dan Regional.dan c. (2) Pusat Kerja Sama Luar Negeri dipimpin oleh seorang Kepala. pemantauan. Bidang Kerja sama Teknik. pelaksanaan tugas di bidang hubungan dan kerja sama luar negeri bilateral dan multilateral serta kerja sama dengan lembaga swadaya masyarakat (NGO) internasional. b. rencana dan program di bidang hubungan dan kerja sama luar negeri bilateral dan multilateral serta kerja sama dengan lembaga swadaya masyarakat (NGO) internasional. Pusat Kerja Sama Luar Negeri menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 826 Pusat Kerja Sama Luar Negeri terdiri atas: a.209 BAB XIV PUSAT KERJA SAMA LUAR NEGERI Pasal 823 (1) Pusat Kerja Sama Luar Negeri adalah unsur penunjang pelaksanaan tugas Kementerian di bidang kerja sama luar negeri yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri melalui Sekretaris Jenderal. . c.

210

Pasal 827 Bidang Bilateral dan Regional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penerapan kebijakan di bidang negosiasi, pengkajian dan pelaksanaan hubungan dan kerja sama bilateral dan regional, serta pemantauan tindak lanjut kerja sama bilateral dan regional. Pasal 828 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 827, Bidang Bilateral dan Regional menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis di bidang hubungan kerja sama bilateral dan regional; b. penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang hubungan kerja sama bilateral dan regional; c. penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang hubungan kerja sama bilateral dan regional; d. penyusunan naskah perjanjian luar negeri dalam rangka kerja sama bilateral dan regional; e. pemantauan dan penilaian hubungan kerja sama bilateral dan regional;dan f. koordinasi hubungan kerja sama bilateral dan regional. Pasal 829 Bidang Bilateral dan Regional terdiri atas: a. Subbidang Bilateral Amerika dan Eropa;dan b. Subbidang Bilateral Asia, Afrika, Australia dan Regional. Pasal 830 (1) Subbidang Bilateral Amerika dan Eropa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas, pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas penilaian pelaksanaan kerja sama bilateral wilayah Amerika dan Eropa. (2) Subbidang Bilateral Asia, Afrika, Australia dan Regional mempunyai melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas, pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas penilaian pelaksanaan kerja sama wilayah Asia, Afrika, Australia dan Regional.

211

Pasal 831 Bidang Multilateral mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penerapan kebijakan di bidang negosiasi, pengkajian dan pelaksanaan hubungan dan kerja sama multirateral serta pemantauan tindak lanjut hasil-hasil konvensi internasional terkait dengan sektor kehutanan. Pasal 832 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 831, Bidang Multilateral menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis di bidang hubungan kerja sama multilateral; b. penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang hubungan kerja sama multilateral; c. penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang hubungan kerja sama multilateral; d. koordinasi penyusunan naskah perjanjian luar negeri dalam rangka kerja sama multilateral; e. pemantauan dan penilaian hubungan kerja sama multilateral;dan f. koordinasi hubungan kerja sama multilateral. Pasal 833 Bidang Multilateral terdiri atas:
a. Subbidang Konvensi dan Organisasi Internasional;dan b. Subbidang Organisasi Perserikatan Bangsa Bangsa.

Pasal 834 (1) Subbidang Konvensi dan Organisasi Internasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis, pemantauan, evaluasi dan pelaporan tugas di bidang tindak lanjut konvensi dan organisasi internasional. (2) Subbidang Organisasi Perserikatan Bangsa Bangsa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis, pemantauan, evaluasi dan pelaporan tugas kerja sama organisasi perserikatan bangsa-bangsa.

212

Pasal 835 Bidang Kerja sama Teknik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penerapan kebijakan di bidang urusan proyek-proyek kerja sama luar negeri. Pasal 836 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 835, Bidang Kerja sama Teknik menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis di bidang kerja sama teknik luar negeri; b. penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang kerja sama teknik luar negeri; c. penyiapan bahan pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang kerja sama teknik luar negeri, serta pelaksanaan proyek kerja sama luar negeri dan NGO internasional;dan d. fasilitasi perizinan perjalanan dinas ke luar negeri; Pasal 837 Bidang Kerja sama Teknik terdiri atas: a. Subbidang Kerja sama Teknik Luar Negeri I;dan b. Subbidang Kerja sama Teknik Luar Negeri II. Pasal 838 (1) Subbidang Kerja sama Teknik Luar Negeri I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas, pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pelaksanaan proyek-proyek kerja sama bilateral dan regional. (2) Subbidang Kerja sama Teknik Luar Negeri II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas, pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pelaksanaan proyek-proyek kerja sama multirateral dan LSM internasional. Pasal 839 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan tata usaha, kerumahtanggaan, kepegawaian, perlengkapan, penyusunan rencana dan pengelolaan keuangan serta pelaporan kegiatan Pusat. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Bilateral dan Regional.

213

BAB XV PUSAT PENGENDALIAN PEMBANGUNAN KEHUTANAN REGIONAL Bagian Pertama Kedudukan, Tugas dan Fungsi Pasal 840 (1) Pusat Pengendalian Pembangunan Kehutanan Regional adalah unsur penunjang pelaksanaan tugas Kementerian yang berada dibawah dan bertanggung jawab langsung kepada Menteri melalui Sekretaris Jenderal. (2) Pusat Pengendalian Pembangunan Kehutanan Regional dipimpin oleh seorang Kepala. (3) Wilayah kerja Pusat Pengendalian Pembangunan Kehutanan Regional terdiri atas: a. wilayah kerja Pusat Pengendalian Pembangunan Kehutanan Regional I meliputi Pulau Sumatera, Kepulauan Riau, Bangka Belitung dan sekitarnya; b. wilayah kerja Pusat Pengendalian Pembangunan Kehutanan Regional II meliputi Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara dan sekitarnya; c. wilayah kerja Pusat Pengendalian Pembangunan Kehutanan Regional III meliputi Pulau Kalimantan dan sekitarnya;dan d. wilayah kerja Pusat Pengendalian Pembangunan Kehutanan Regional IV meliputi Pulau Sulawesi, Kepulauan Maluku, Papua dan sekitarnya. Pasal 841 Pusat Pengendalian Pembangunan Kehutanan Regional mempunyai tugas melaksanakan penyusunan dan evaluasi perencanaan kehutanan di tingkat regional. Pasal 842 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pengendalian Kehutanan Regional menyelenggarakan fungsi: Pasal 841, Pusat

a. penyusunan kebijakan teknis di bidang perencanaan kehutanan di tingkat regional; b. pelaksanaan tugas di bidang perencanaan kehutanan di tingkat regional; c. pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang perencanaan kehutanan di tingkat regional;dan d. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat.

214

Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 843 Pusat Pengendalian Pembangunan Kehutanan Regional, terdiri atas: a. Bidang Perencanaan Kehutanan Regional; b. Bidang Evaluasi Perencanaan Kehutanan Regional;dan c. Subbagian Tata Usaha. Pasal 844 Bidang Perencanaan Kehutanan Regional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penerapan kebijakan di bidang penyusunan rencana kehutanan regional. Pasal 845 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 844, Bidang Perencanaan Kehutanan Regional menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis di bidang penyusunan rencana kehutanan regional serta penyusunan rencana dan program pusat; b. penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang penyusunan rencana kehutanan regional;dan c. penyiapan bahan pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penyusunan rencana kehutanan regional. Pasal 846 Bidang Perencanaan Kehutanan terdiri atas: a. Subbidang Perencanaan Kehutanan I;dan b. Subbidang Perencanaan Kehutanan II. Pasal 847 (1) Subbidang Perencanaan Kehutanan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas, pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang perencanaan Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam, Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial, dan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan di tingkat regional serta penyusunan rencana dan program pusat.

penyiapan bahan pelaporan kinerja pembangunan kehutanan di tingkat regional. c. pemantauan. Bidang Evaluasi Perencanaan Kehutanan Regional menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi perencanaan kehutanan di tingkat regional. evaluasi perencanaan kehutanan di tingkat regional. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas perencanaan pembangunan kehutanan bidang Planologi Kehutanan. Pasal 848 Bidang Evaluasi Perencanaan Kehutanan Regional mempunyai tugas mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penerapan kebijakan di bidang pemantauan. serta Penelitian dan Pengembangan Kehutanan. . penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang pemantauan. pemantauan. b. Pasal 851 (1) Subbidang Evaluasi Perencanaan Kehutanan I tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan dan pelaksanaan tugas.215 (2) Subbidang Perencanaan Kehutanan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas. Subbidang Evaluasi Perencanaan Kehutanan I. evaluasi perencanaan kehutanan di tingkat regional. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang perencanaan pembangunan kehutanan Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam.dan b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang perencanaan Planologi Kehutanan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pemantauan. Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial. Pasal 849 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 848.dan d. Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan di tingkat regional. penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis di bidang pemantauan. pemantauan. Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan. (2) Subbidang Evaluasi Perencanaan Kehutanan II tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan dan pelaksanaan tugas. Subbidang Evaluasi Perencanaan Kehutanan II. evaluasi perencanaan kehutanan di tingkat regional. penyiapan bahan pemantauan. Usaha Kehutanan. Pasal 850 Bidang Evaluasi Kinerja terdiri atas: a. Usaha Kehutanan.

b. Pasal 854 Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan keuangan. Bidang Operasional. penyusunan rencana. perumusan kebijakan. norma. pelaksanaan urusan tata usaha dan keuangan. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Bidang Evaluasi Kinerja. kepegawaian. yang secara teknis dibina oleh Direktur Jenderal Bina Usaha Kehutanan dan secara administratif dibina oleh Sekretariat Jenderal. norma. standar. prosedur dan kriteria bergulir untuk pembiayaan pembangunan hutan tanaman. kerumahtanggaan dan pelaporan Pusat. penyaluran dan pengembalian dana bergulir untuk pembiayaan pembangunan hutan tanaman. prosedur dan kriteria bergulir untuk pembiayaan pembangunan hutan tanaman. analisis kredit dan pengendalian resiko pembiayaan. pelaksanaan kebijakan. Bidang Analisis dan Evaluasi. standar. (2) Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan dipimpin oleh seorang Kepala. program dan anggaran Pusat. Pasal 856 Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan terdiri atas: a. pengelolaan dana pengelolaan dana . d.dan c. Pasal 855 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 854.216 Pasal 852 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. b. keuangan. Bagian Keuangan dan Umum. c.dan e. BAB XVI PUSAT PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN HUTAN Pasal 853 (1) Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Menteri Kehutanan. Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan menyelenggarakan fungsi: a.

dan penagihan dana pinjaman.dan c.217 Pasal 857 Bidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana makro pinjaman dana bergulir. pengembalian. Pasal 861 Bidang Operasional mempunyai tugas melaksanakan perencanaan. Pasal 859 Bidang Analisis dan Evaluasi terdiri atas: a. penyusunan penganggaran dalam rangka pengeluaran jangka menengah. Pasal 860 (1) Subbidang Analisis Pinjaman mempunyai tugas melakukan pengkajian skema-skema pinjaman. penyelamatan. penyelamatan. melaksanakan analisis kredit dan evaluasi kinerja debitur dan pelaporan serta data dan informasi. (2) Subbidang Evaluasi Pinjaman mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi kinerja peminjam dana bergulir dan pengendalian resiko pembiayaan. penyaluran. penyelesaian pinjaman dana bergulir dan restrukturisasi pinjaman dana bergulir bermasalah. penilaian atas kolektibilitas. melaksanakan evaluasi kinerja peminjam dana bergulir. penyiapan rencana makro pinjaman dan penyusunan rencana penganggaran dalam kerangka pengeluaran jangka menengah dana bergulir. serta penilaian kualitas atas kolektibilitas pinjaman dana bergulir. Pasal 858 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 857. pelaksanaan analisa. penyiapan rencana makro. Bidang Analisis dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. pengendalian resiko pembiayaan. Subbidang Evaluasi Pinjaman. b. . dan pengkajian skema-skema pinjaman dana bergulir. Subbidang Analisis Pinjaman.dan b. penyelesaian pinjaman dana bergulir dan restrukturisasi pinjaman dana bergulir bermasalah. analisa pinjaman.

verifikasi. (2) Subbidang Operasional II mempunyai tugas perencanaan pengembalian dan pengembalian pinjaman dana bergulir. Subbidang Operasional I. pembinaan dan pelatihan kepada penerima pinjaman dan pendamping. Irian Jaya Barat dan Papua. perencanaan dan pelaksanaan penyaluran pinjaman dana bergulir. Bali. penyusunan dan pengadministrasian perjanjian pinjaman dana bergulir. pembinaan dan pelatihan kepada penerima pinjaman dan pendamping. pembinaan dan pelatihan kepada penerima pinjaman dan pendamping. f. serta melaksanakan urusan ketatausahaan dan kehumasan. perbendaharaan. pengurusan kenotariatan. penyelesaian utang piutang. pengurusan kenotariatan. Jawa. urusan tata usaha keuangan.218 Pasal 862 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 861. akuntansi dan pelaporan keuangan. Pasal 863 Bidang Operasional terdiri atas: a. . penyusunan dan pengadministrasian perjanjian pinjaman dana bergulir. Pasal 864 (1) Subbidang Operasional I mempunyai tugas melakukan perencanaan pengembalian dan pengembalian pinjaman dana bergulir. pengurusan kenotariatan. penyusunan dan pengadministrasian perjanjian pinjaman dana bergulir. Nusa Tenggara Barat. penyelesaian agunan kredit bagi penerima pinjaman Hutan Tanaman Industri. perencanaan pengembalian pinjaman dana bergulir. administrasi pengelola keuangan. Subbidang Operasional II. dan penyelesaian agunan kredit bagi penerima pinjaman di wilayah Kalimantan. Sulawesi. c.dan g. Nusa Tenggara Timur dan Maluku. dan penyelesaian agunan kredit bagi penerima pinjaman di wilayah Sumatera. pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak. e. d. Bidang Operasional menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 865 Bagian Keuangan dan Umum mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rancangan anggaran pendapatan belanja.dan b. b. pemantauan penggunaan dana pinjaman dalam rangka pengembalian pinjaman.

. Pasal 867 Bagian Keuangan dan Umum terdiri atas: a. evaluasi. h. penyelenggaraan sistem informasi manajemen keuangan.219 Pasal 866 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 865. penyusunan rencana penganggaran dalam rangka pengeluaran jangka menengah. pelaksanaan akuntansi dan penyusunan laporan keuangan. penyiapan dokumen pelaksanaan anggaran Pusat. g. perbendaharaan. penyusunan rencana bisnis anggaran. verifikasi. perlengkapan.dan i. f. akuntansi dan pelaporan keuangan Pusat. Subbagian Umum. Bagian Keuangan dan Umum menyelenggarakan fungsi: a. penyelesaian utang piutang. Subbagian Keuangan. pelaksanaan urusan ketatausahaan. e. (2) Subbagian Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan ketatausahaan. Pasal 868 (1) Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana bisnis dan anggaran. pengelolaan kas. dokumen pelaksanaan anggaran. b. penyusunan kebijakan pengelolaan barang. pelaporan pelaksanaan anggaran. serta penyelesaian utang piutang.dan b. perlengkapan. dan pendapatan dan belanja. pengelolaan urusan keuangan. d. asset tetap dan investasi Pusat. sistem informasi manajemen keuangan. c. kepegawaian dan kehumasan. kepegawaian dan kehumasan.

Pasal 871 (1) Kelompok jabatan fungsional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 870. (3) Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (2) Masing-masing kelompok jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditetapkan oleh Kepala Unit Organisasi. Pasal 870 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.220 BAB XVII Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 869 Pada lingkungan Kementerian Kehutanan dapat dibentuk kelompok jabatan fungsional sesuai kebutuhan. . (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. terdiri atas sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya.

dan Sekretaris Badan. selanjutnya Sekretaris Jenderal menyusun laporan Kementerian. Pasal 877 Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahan wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk menyusun laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan. tembusan laporan wajib disampaikan pula kepada satuan organisasi yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja. Pasal 876 Dalam menyampaikan laporan kepada atasan. integrasi dan sinkronisasi di lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi di dalam Kementerian serta dengan instansi lain di luar Kementerian sesuai dengan tugas masing-masing. Sekretaris Direktorat Jenderal. menyampaikan laporan kepada pimpinan unit Eselon I masingmasing. setiap pimpinan satuan organisasi lingkup Sekretariat Jenderal. Pasal 874 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk serta bertanggung jawab kepada atasan masing-masing dan menyampaikan laporan berkala tepat pada waktunya. Sekretaris Inspektorat Jenderal. Direktorat Jenderal.221 BAB XVIII TATA KERJA Pasal 872 Dalam melaksanakan tugas. Pasal 875 Para Kepala Biro/Pusat. . wajib mengambil langkah-langkah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 873 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengawasi pelaksanaan tugas bawahan masing-masing dan apabila terjadi penyimpangan pelaksanaan tugas. Inspektorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian wajib menerapkan prinsip koordinasi.

64/Menhut-II/2008 tentang Perubahan Kelima Atas Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P. BAB XX KETENTUAN PERALIHAN Pasal 880 Perubahan atas susunan organisasi dan tata kerja menurut Peraturan ini ditetapkan oleh Menteri setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara.222 Pasal 878 Dalam melakukan tugas setiap pimpinan satuan organisasi dibantu oleh Kepala Satuan Organisasi dibawahnya dan dalam rangka pemberian bimbingan kepada bawahan wajib mengadakan rapat berkala. ditetapkan oleh Menteri setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. fungsi. dinyatakan tidak berlaku. (2) Rumusan tugas.13/Menhut-II/2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Kehutanan. Pasal 881 Dengan berlakunya Peraturan Menteri ini. maka Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P. susunan organisasi dan tata kerja Unit Pelaksana Teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (1). . BAB XIX UNIT PELAKSANA TEKNIS Pasal 879 (1) Di lingkungan Kementerian dapat dibentuk Unit Pelaksana Teknis berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.13/Menhut-II/2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kehutanan yang telah diubah lima kali yang terakhir diubah dengan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor P.

Peraturan Menteri Kehutanan ini diundangkan dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia. ttd. MUDJIHANTO SOEMARMO NIP.223 Pasal 882 Peraturan Menteri Kehutanan ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. ttd. 19540711 198203 1 002 . Agar setiap orang mengetahuinya. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 20 Agustus 2010 MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA. Kepala Biro Hukum dan Organisasi ttd. ZULKIFLI HASAN Diundangkan di Jakarta pada tanggal 25 Agustus 2010 MENTERI HUKUM DAN HAM REPUBLIK INDONESIA. PATRIALIS AKBAR BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2010 NOMOR 405 Salinan sesuai dengan aslinya Plt.

Bidang Lingkungan dan Perubahan Iklim 4. Bidang Hubungan Antar Lembaga 5. STRUKTUR ORGANISASI KEMENTERIAN KEHUTANAN STAF AHLI MENTERI MENTERI KEHUTANAN INSPEKTORAT JENDERAL SEKRETARIAT JENDERAL Staf Ahli Menteri 1.1 Lampiran Bab II. Bidang Keamanan Hutan DIREKTORAT JENDERAL PLANOLOGI KEHUTANAN DIREKTORAT JENDERAL PERLINDUNGAN HUTAN DAN KONSERVASI ALAM DIREKTORAT JENDERAL BINA PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI DAN PERHUTANAN SOSIAL DIREKTORAT JENDERAL BINA USAHA KEHUTANAN BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SDM KEHUTANAN BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEHUTANAN . Bidang Ekonomi dan Perdagangan Internasional 3. Bidang Revitalisasi Industri Kehutanan 2.

IV PUSAT PEMBIAYAAN PEMBANGUN AN HUTAN .2 Lampiran II. III.1. STRUKTUR ORGANISASI PUSAT DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN KEHUTANAN MENTERI KEHUTANAN SEKRETARIAT JENDERAL PUSAT STANDARDISASI DAN LINGKUNGAN PUSAT HUBUNGAN MASYARAKAT PUSAT KERJASAMA LUAR NEGERI PUSAT PENGENDALIAN PEMBANGUNAN REGIONAL I. II.

STRUKTUR ORGANISASI SEKRETARIAT JENDERAL SEKRETARIAT JENDERAL BIRO PERENCANAAN BIRO KEPEGAWAIAN BIRO HUKUM & ORGANISASI BIRO KEUANGAN BIRO UMUM .3 Lampiran Bab III.

STRUKTUR ORGANISASI BIRO PERENCANAAN . BIRO PERENCANAAN BAGIAN RENCANA UMUM KEHUTANAN BAGIAN PROGRAM ANGGARAN BAGIAN EVALUASI BAGIAN DATA DAN INFORMASI SUBBAGIAN RENCANA PEMBANGUNAN SUBBAGIAN PROGRAM ANGGARAN I SUBBAGIAN EVALUASI I SUBBAGIAN PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA SUBBAGIAN RENCANA MAKRO SUBBAGIAN PROGRAM ANGGARAN II SUBBAGIAN EVALUASI II SUBBAGIAN STATISTIK SUBBAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN PROGRAM ANGGARAN BANTUAN LUAR NEGERI SUBBAGIAN EVALUASI III SUBBAGIAN SISTEM INFORMASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .4 Lampiran Bab III-1.

5 Lampiran Bab III-2. BIRO KEPEGAWAIAN BAGIAN PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN KEPEGAWAIAN BAGIAN MUTASI PEGAWAI BAGIAN TATA USAHA KEPEGAWAIAN BAGIAN ADMINISTRASI JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN RENCANA FORMASI DAN PENGADAAN SUBBAGIAN KEPANGKATAN SUBBAGIAN TATA NASKAH PEGAWAI SUBBAGIAN ADMINISTRASI PENILAIAN ANGKA KREDIT SUBBAGIAN RENCANA KARIER SUBBAGIAN MUTASI JABATAN SUBBAGIAN DISIPLIN DAN KESEJAHTERAAN PEGAWAI SUBBAGIAN EVALUASI JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN PENGEMBANGAN KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN PENGANGKATAN. PEMBERHENTIAN DAN PEMENSIUNAN SUBBAGIAN DATA DAN INFORMASI KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN TATA USAHA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL . STRUKTUR ORGNISASI BIRO KEPEGAWAIAN .

STRUKTUR ORGANISASI BIRO HUKUM DAN ORGANISASI .6 Lampiran Bab III-3. BIRO HUKUM DAN ORGANISASI BAGIAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN BAGIAN PENELAAHAN HUKUM BAGIAN PENANGANAN PERKARA DAN BANTUAN HUKUM BAGIAN KELEMBAGAAN SUBBAGIAN PERATURAN PERUNDANGUNDANGAN I SUBBAGIAN PENELAAHAN HUKUM I SUBBAGIAN BANTUAN HUKUM I SUBBAGIAN ORGANISASI DAN TATA LAKSANA I SUBBAGIAN PERATURAN PERUNDANGUNDANGAN II SUBBAGIAN PENELAAHAN HUKUM II SUBBAGIAN BANTUAN HUKUM II SUBBAGIAN ORGANISASI DAN TATA LAKSANA II SUBBAGIAN PERATURAN PERUNDANGUNDANGAN III SUBBAGIAN PENELAAHAN HUKUM III SUBBAGIAN BANTUAN HUKUM III SUBBAGIAN TATA USAHA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

7 Lampiran Bab III-4. STRUKTUR ORGANISASI BIRO KEUANGAN BIRO KEUANGAN BAGIAN INVESTASI DAN PELAKSANAAN ANGGARAN BAGIAN PENERIMAAN NEGARA BAGIAN PERBENDAHARAAN BAGIAN AKUNTANSI DAN PELAPORAN SUBBAGIAN PENGELOLAAN INVESTASI SUBBAGIAN PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK KAYU SUBBAGIAN PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK NON KAYU SUBBAGIAN TATA LAKSANA KEUANGAN SUBBAGIAN AKUNTANSI DAN PELAPORAN I SUBBAGIAN PENYELESAIAN UTANG PIUTANG SUBBAGIAN VERIFIKASI SUBBAGIAN AKUNTANSI DAN PELAPORAN II SUBBAGIAN AKUNTANSI DAN PELAPORAN III SUBBAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN PENYELESAIAN KERUGIAN NEGARA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

8 Lampiran Bab III-5. STRUKTUR ORGANISASI BIRO UMUM BIRO UMUM BAGIAN TATA USAHA KEMENTERIAN BAGIAN TATA USAHA PIMPINAN BAGIAN RUMAH TANGGA BAGIAN PERLENGKAPAN SUBBAGIAN PERSURATAN SUBBAGIAN TATA USAHA MENTERI SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN PERENCANAAN DAN PENGADAAN KEBUTUHAN SUBBAGIAN PENGELOLA KARYA CETAK DAN KEPUSTAKAAN SUBBAGIAN TATA USAHA SEKRETARIS JENDERAL SUBBAGIAN URUSAN DALAM SUBBAGIAN PENGELOLAAN BARANG MILIK NEGARA SUBBAGIAN KEARSIPAN DAN DOKUMENTASI SUBBAGIAN PROTOKOL SUBBAGIAN PENGELOLAAN KENDARAAN DINAS SUBBAGIAN PENATAUSAHAAN BARANG MILIK NEGARA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

9 Lampiran BAB IV. STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT JENDERAL PLANOLOGI KEHUTANAN DIREKTORAT JENDERAL PLANOLOGI KEHUTANAN SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT PERENCANAAN KAWASAN HUTAN DIREKTORAT PENGUKUHAN DAN PENATAGUNAAN KAWASAN HUTAN DIREKTORAT INVENTARISASI DAN PEMANTAUAN SUMBERDAYA HUTAN DIREKTORAT PENGGUNAAN KAWASAN HUTAN DIREKTORAT WILAYAH PENGELOLAAN DAN PENYIAPAN AREAL PEMANFAATAN HUTAN UNIT PELAKSANA TEKNIS .

10 Lampiran Bab IV-1.ORGANISASI DAN TATA LAKSANA BAGIAN KEUANGAN DAN UMUM BAGIAN HUKUM DAN KERJASAMA TEKNIK SUBBAGIAN PROGRAM DAN ANGGARAN SUBBAGIAN DATA DAN INFORMASI SUBBAGIAN ADMINISTRASI KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN PERATURAN PERUNDANGUNDANGAN SUBBAGIAN ADMINISTRASI JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN ADMINISTRASI KEUANGAN SUBBAGIAN PERLENGKAPAN SUBBAGIAN PERTIMBANGAN DAN BANTUAN HUKUM SUBBAGIAN EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBAGIAN ORGANISASI DAN TATA LAKSANA SUBBAGIAN KERJASAMA TEKNIK KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL . STRUKTUR ORGANISASI SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PLANOLOGI LANOLOGI KEHUTANAN SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PLANOLOGI KEHUTANAN BAGIAN PROGRAM DAN EVALUASI BAGIAN KEPEGAWAIAN.

STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT PERENCANAAN KAWASAN HUTAN DIREKTORAT PERENCANAAN KAWASAN HUTAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PERENCANAAN MAKRO KAWASAN HUTAN SUBDIREKTORAT PENATAAN RUANG HUTAN WILAYAH I SUBDIREKTORAT PENATAAN RUANG HUTAN WILAYAH II SUBDIREKTORAT STATISTIK DAN JARINGAN KOMIUNIKASI DATA KEHUTANAN SEKSI PENYUSUNAN RENCANA KAWASAN HUTAN SEKSI PENATAAN RUANG KAWASAN HUTAN WILAYAH SUMATERA SEKSI PENATAAN RUANG KAWASAN HUTAN WILAYAH KALIMANTAN DAN SULAWESI SEKSI PENATAAN RUANG KAWASAN HUTAN WILAYAH MALUKU DAN PAPUA SEKSI STATISTIK KEHUTANAN SEKSI EVALUASI RENCANA KAWASAN HUTAN SEKSI PENATAAN RUANG KAWASAN HUTAN WILAYAH JAWA.11 Lampiran Bab IV-2. DAN NUSA TENGGARA SEKSI JARINGAN KOMUNIKASI DATA KEHUTANAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL . BALI.

DAN NUSA TENGGARA SEKSI PENGUKUHAN KAWASAN HUTAN WILAYAH MALUKU DAN PAPUA SEKSI PERUBAHAN FUNGSI DAN PENYEDIAAN AREAL TRANSMIGRASI WILAYAH I SEKSI PERUBAHAN FUNGSI DAN PENYEDIAAN AREAL TRANSMIGRASI WILAYAH II SEKSI DOKUMENTASI KAWASAN HUTAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .12 Lampiran Bab IV-3. STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT PENGUKUHAN DAN PENATAGUNAAN KAWASAN HUTAN DIREKTORAT PENGUKUHAN DAN PENATAGUNAAN KAWASAN HUTAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PENGUKUHAN KAWASAN HUTAN WILAYAH I SUBDIREKTORAT PENGUKUHAN KAWASAN HUTAN WILAYAH II SUBDIREKTORAT PERUBAHAN FUNGSI DAN PERUNTUKAN KAWASAN HUTAN WILAYAH I SUBDIREKTORAT PERUBAHAN FUNGSI DAN PERUNTUKAN KAWASAN HUTAN WILAYAH II SUBDIREKTORAT INFORMASI DAN DOKUMENTASI KAWASAN HUTAN SEKSI PENGUKUHAN KAWASAN HUTAN WILAYAH SUMATERA SEKSI PENGUKUHAN KAWASAN HUTAN WILAYAH KALIMANTAN DAN SULAWESI SEKSI PELEPASAN DAN TUKAR MENUKAR KAWASAN HUTAN WILAYAH I SEKSI PELEPASAN DAN TUKAR MENUKAR KAWASAN HUTAN WILAYAH II SEKSI INFORMASI KAWASAN HUTAN SEKSI PENGUKUHAN KAWASAN HUTAN WILAYAH JAWA. BALI.

13 Lampiran Bab IV-4. STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT INVENTARISASI DAN PEMANTAUAN SUMBERDAYA HUTAN DIREKTORAT INVENTARISASI DAN PEMANTAUAN SUMBERDAYA HUTAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT INVENTARISASI SUMBERDAYA HUTAN SUBDIREKTORAT PEMANTAUAN SUMBERDAYA HUTAN SUBDIREKTORAT PEMETAAN POTENSI SUMBERDAYA HUTAN SUBDIREKTORAT JARINGAN DATA SPASIAL SEKSI INVENTARISASI HUTAN SEKSI PEMANTAUAN SUMBERDAYA HUTAN TINGKAT NASIONAL DAN WILAYAH SEKSI INFORMASI PETA SUMBERDAYA HUTAN SEKSI PENGELOLAAN BASIS DATA SPASIAL SEKSI PENGELOLAAN JARINGAN DATA SPASIAL SEKSI INVENTARISASI SOSIAL BUDAYA SEKSI PEMANTAUAN SUMBERDAYA HUTAN TINGKAT UNIT SEKSI DOKUMENTASI PETA SUMBERDAYA HUTAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

14 Lampiran Bab IV-5. STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT PENGGUNAAN KAWASAN HUTAN DIREKTORAT PENGGUNAAN KAWASAN HUTAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PENGGUNAAN KAWASAN HUTAN WILAYAH I SUBDIREKTORAT PENGGUNAAN KAWASAN HUTAN WILAYAH II SUBDIREKTORAT PNBP PENGGUNAAN KAWASAN HUTAN SUBDIREKTORAT INFORMASI PENGGUNAAN KAWASAN HUTAN SEKSI PENGGUNAAN UNTUK PERTAMBANGAN SEKSI PENGGUNAAN UNTUK PERTAMBANGAN SEKSI PNBP PENGGUNAAN KAWASAN HUTAN UNTUK PERTAMBANGAN SEKSI PNBP PENGGUNAAN KAWASAN HUTAN UNTUK NON PERTAMBANGAN SEKSI INFORMASI PENGGUNAAN KAWASAN HUTAN WILAYAH I SEKSI INFORMASI PENGGUNAAN KAWASAN HUTAN WILAYAH II SEKSI PENGGUNAAN UNTUK NON PERTAMBANGAN SEKSI PENGGUNAAN UNTUK NON PERTAMBANGAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT WILAYAH PENGELOLAAN DAN PENYIAPAN AREAL PEMANFAATAN KAWASAN HUTAN DIREKTORAT WILAYAH PENGELOLAAN DAN PENYIAPAN AREAL PEMANFAATAN KAWASAN HUTAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PEMBENTUKAN WILAYAH PENGELOLAAN HUTAN SUBDIREKTORAT PENYIAPAN AREAL PEMANFAATAN HUTAN WILAYAH I SUBDIREKTORAT PENYIAPAN AREAL PEMANFAATAN HUTAN WILAYAH II SUBDIREKTORAT INFORMASI WILAYAH PENGELOLAAN DAN PEMANFAATAN KAWASAN HUTAN SEKSI PEMBENTUKAN WILAYAH PENGELOLAAN HUTAN WILAYAH I SEKSI PEMBENTUKAN WILAYAH PENGELOLAAN HUTAN WILAYAH II SEKSI PENYIAPAN AREAL PEMANFAATAN HUTAN ALAM WILAYAH I SEKSI PENYIAPAN AREAL PEMANFAATAN HUTAN ALAM WILAYAH II SEKSI INFORMASI WILAYAH PENGELOLAAN SEKSI INFORMASI PEMANFAATAN KAWASAN HUTAN SEKSI PENYIAPAN AREAL PEMANFAATAN HUTAN TANAMAN WILAYAH I SEKSI PENYIAPAN AREAL PEMANFAATAN HUTAN TANAMAN WILAYAH II KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .15 Lampiran Bab IV-6.

STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT JENDERAL PERLINDUNGAN HUTAN DAN KONSERVASI ALAM DIREKTORAT JENDERAL PERLINDUNGAN HUTAN DAN KONSERVASI ALAM SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT PENYIDIKAN DAN PENGAMANAN HUTAN DIREKTORAT PENGENDALIAN KEBAKARAN HUTAN DIREKTORAT KAWASAN KONSERVASI DAN BINA HUTAN LINDUNG DIREKTORAT KONSERVASI KEANEKARAGAMAN HAYATI DIREKTORAT PEMANFAATAN JASA LINGKUNGAN KAWASAN KONSERVASI DAN HUTAN LINDUNG UNIT PELAKSANA TEKNIS .16 Lampiran BAB V.

ORGANISASI DAN TATA LAKSANA BAGIAN KEUANGAN DAN UMUM BAGIAN HUKUM DAN KERJASAMA TEKNIK SUBBAGIAN PROGRAM DAN ANGGARAN SUBBAGIAN DATA DAN INFORMASI SUBBAGIAN ADMINISTRASI KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN PERATURAN PERUNDANGUNDANGAN SUBBAGIAN PERTIMBANGAN & BANTUAN HUKUM SUBBAGIAN ADMINISTRASI JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN ADMINISTRASI KEUANGAN SUBBAGIAN PERLENGKAPAN SUBBAGIAN EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBAGIAN ORGANISASI DAN TATA LAKSANA SUBBAGIAN KERJASAMA TEKNIK KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL . STRUKTUR ORGANISASI SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PERLINDUNGAN HUTAN DAN KONSERVASI ALAM SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PHKA BAGIAN PROGRAM DAN EVALUASI BAGIAN KEPEGAWAIAN.17 Lampiran Bab V-1.

STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT PENYIDIKAN DAN PENGAMANAN HUTAN DIREKTORAT PENYIDIKAN DAN PENGAMANAN HUTAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUB DIREKTORAT PROGRAM DAN EVALUASI PENYIDIKAN DAN PENGAMANAN SUB DIREKTORAT PENYIDIKAN DAN PENGAMANAN WILAYAH I SUB DIREKTORAT PENYIDIKAN DAN PENGAMANAN WILAYAH II SUB DIREKTORAT PENYIDIKAN DAN PENGAMANAN WILAYAH III SUB DIREKTORAT DUKUNGAN OPERASI SEKSI PROGRAM SEKSI PEMBALAKAN ILEGAL DAN TUMBUHAN DAN SATWA LIAR WILAYAH I SEKSI PEMBALAKAN ILEGAL DAN TUMBUHAN DAN SATWA LIAR WILAYAH II SEKSI PERAMBAHAN HUTAN DAN KEBAKARAN WILAYAH II SEKSI PEMBALAKAN ILEGAL DAN TUMBUHAN DAN SATWA LIAR WILAYAH III SEKSI POLISI KEHUTANAN DAN PPNS SEKSI EVALUASI SEKSI PERAMBAHAN HUTAN DAN KEBAKARAN WILAYAH I SEKSI PERAMBAHAN HUTAN DAN KEBAKARAN WILAYAH III SEKSI SARANA DAN PRASARANA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .18 Lampiran Bab V-2.

19 Lampiran Bab V-3. STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT PENGENDALIAN KEBAKARAN HUTAN DIREKTORAT PENGENDALIAN KEBAKARAN HUTAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUB DIREKTORAT PROGRAM DAN EVALUASI PENGENDALIAN KEBAKARAN HUTAN SUB DIREKTORAT MONITORING HOTSPOT DAN PENCEGAHAN KEBAKARAN HUTAN SUB DIREKTORAT PEMADAMAN DAN PENANGANAN DAMPAK PASCA KEBAKARAN HUTAN SUB DIREKTORAT TENAGA DAN SARANA PRASARANA PENGENDALIAN KEBAKARAN HUTAN SEKSI PROGRAM SEKSI MONITORING HOTSPOT SEKSI PEMADAMAN DAN PENANGANAN DAMPAK PASCA KEBAKARAN HUTAN WILAYAH I SEKSI PEMADAMAN DAN PENANGANAN DAMPAK PASCA KEBAKARAN HUTAN SEKSI TENAGA SEKSI EVALUASI SEKSI PENCEGAHAN KEBAKARAN HUTAN SEKSI SARANA DAN PRASARANA WILAYAH II KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

20 Lampiran Bab V-4. PERAIRAN DAN EKOSISTEM ESENSIAL SUB DIREKTORAT BINA DAERAH PENYANGGA SEKSI PEMOLAAN SEKSI TAMAN NASIONAL SEKSI CAGAR ALAM SEKSI KONSERVASI LAHAN BASAH. TAMAN HUTAN RAYA DAN TAMAN BURU SEKSI SUAKA MARGASATWA DAN HUTAN LINDUNG SEKSI KONSERVASI LAHAN BASAH. PERAIRAN DAN EKOSISTEM ESENSIAL WILAYAH II KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL . STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT KAWASAN KONSERVASI DAN BINA HUTAN LINDUNG DIREKTORAT KAWASAN KONSERVASI DAN BINA HUTAN LINDUNG SUBBAGIAN TATA USAHA SUB DIREKTORAT PEMOLAAN DAN PENGEMBANGAN SUB DIREKTORAT KAWASAN PELESTARIAN ALAM DAN TAMAN BURU SUB DIREKTORAT KAWASAN SUAKA ALAM DAN HUTAN LINDUNG SUB DIREKTORAT KONSERVASI LAHAN BASAH. PERAIRAN DAN EKOSISTEM ESENSIAL WILAYAH I SEKSI BINA DAERAH PENYANGGA KAWASAN PELESTARIAN ALAM DAN TAMAN BURU SEKSI BINA DAERAH PENYANGGA KAWASAN SUAKA ALAM SEKSI PENGEMBANGAN DAN PERPETAAN SEKSI TAMAN WISATA ALAM.

STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT KONSERVASI KEANEKARAGAMAN HAYATI DIREKTORAT KONSERVASI KEANEKARAGAMAN HAYATI SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PROGRAM DAN KONVENSI SUBDIREKTORAT PENGAWETAN DAN PEMANFAATAN JENIS SUBDIREKTORAT PENANGKARAN JENIS SUBDIREKTORAT LEMBAGA KONSERVASI DAN PERBURUAN SUBDIREKTORAT TERTIB PEREDARAN SEKSI PROGRAM SEKSI PEMBINAAN POPULASI DAN HABITAT SEKSI PENANGKARAN VERTEBRATA SEKSI LEMBAGA KONSERVASI SEKSI PEREDARAN DALAM NEGERI SEKSI KONVENSI SEKSI PENGEMBANGAN SUMBER DAYA GENETIK SEKSI AVERTEBRATA DAN TUMBUHAN LIAR SEKSI PERBURUAN SEKSI PEREDARAN LUAR NEGERI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .21 Lampiran Bab V-5.

22 Lampiran Bab V-6. STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT PEMANFAATAN JASA LINGKUNGAN KAWASAN KONSERVASI DAN HUTAN LINDUNG DIREKTORAT PEMANFAATAN JASA LINGKUNGAN KAWASAN KONSERVASI DAN HUTAN LINDUNG SUBBAGIAN TATA USAHA SUB DIREKTORAT PROGRAM DAN EVALUASI PEMANFAATAN JASA LINGKUNGAN SUB DIREKTORAT PEMANFAATAN JASA LINGKUNGAN SUB DIREKTORAT PEMANFAATAN WISATA ALAM SUB DIREKTORAT BINA CINTA ALAM SUB DIREKTORAT PROMOSI DAN PEMASARAN KONSERVASI ALAM SEKSI PROGRAM SEKSI PEMANFAATAN JASA LINGKUNGAN TAMAN NASIONAL SEKSI PEMANFAATAN WISATA ALAM TAMAN NASIONAL SEKSI PEMANFAATAN WISATA ALAM NON TAMAN NASIONAL DAN HUTAN LINDUNG SEKSI PENGEMBANGAN BINA CINTA ALAM SEKSI DATA DAN INFORMASI SEKSI EVALUASI SEKSI PEMANFAATAN JASA LINGKUNGAN NON TAMAN NASIONAL DAN HUTAN LINDUNG SEKSI PEMANTAUAN DAN INFORMASI BINA CINTA ALAM SEKSI PUBLIKASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT JENDERAL BINA PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI DAN PERHUTANAN SOSIAL DIREKTORAT JENDERAL BINA PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI DAN PERHUTANAN SOSIAL SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT PERENCANAAN DAN EVALUASI PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI DIREKTORAT BINA REHABILITASI HUTAN DAN LAHAN DIREKTORAT BINA PERHUTANAN SOSIAL DIREKTORAT BINA PERBENIHAN TANAMAN HUTAN UNIT PELAKSANA TEKNIS .23 Lampiran VI.

24 Lampiran Bab VI-1. STRUKTUR ORGANISASI SEKRETARIAT DIREKTORAT BINA PENGELOLAAN DAERAH LAAN ALIRAN SUNGAI DAN PERHUTANAN SOSIAL SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BINA PENGELOLAAN DAS DAN PERHUTANAN SOSIAL BAGIAN PROGRAM DAN EVALUASI BAGIAN KEPEGAWAIAN DAN ORGANISASI TATA LAKSANA BAGIAN KEUANGAN DAN UMUM BAGIAN HUKUM DAN KERJASAMA TEKNIK SUBBAGIAN PROGRAM DAN ANGGARAN SUBBAGIAN DATA DAN INFORMASI SUBBAGIAN ADMINISTRASI KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN ADMINISTRASI JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN SUBBAGIAN ADMINISTRASI KEUANGAN SUBBAGIAN PERTIMBANGAN DAN BANTUAN HUKUM SUBBAGIAN EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBAGIAN ORGANISASI DAN TATA LAKSANA SUBBAGIAN PERLENGKAPAN SUBBAGIAN KERJASAMA TEKNIK KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

EKONOMI DAN KELEMBAGAAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .25 Lampiran Bab VI-2. STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT PERENCANAAN DAN EVALUASI PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI DIREKTORAT PERENCANAAN DAN EVALUASI PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PEMOLAAN PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI SUBDIREKTORAT KELEMBAGAAN PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI SUBDIREKTORAT TEKNIK PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI SUBDIREKTORAT EVALUASI PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI SEKSI PERENCANAAN SEKSI IDENTIFIKASI KELEMBAGAAN PENGELOLAAN DAS SEKSI FASILITASI PENGEMBANGAN KELEMBAGAAN PENGELOLAAN DAS SEKSI IDENTIFIKASI TEKNIK PENGELOLAAN DAS SEKSI PENGEMBANGAN TEKNIK PENGELOLAAN DAS SEKSI EVALUASI BIOFISIK SEKSI DATA DAN INFORMASI SEKSI EVALUASI SOSIAL.

RAWA DAN GAMBUT SUBDIREKTORAT REKLAMASI HUTAN DAN KONSERVASI TANAH SEKSI PERENCANAAN REHABILITASI HUTAN DAN LAHAN SEKSI REHABILITASI HUTAN LINDUNG DAN HUTAN KONSERVASI SEKSI HUTAN RAKYAT SEKSI REHABILITASI HUTAN MANGROVE DAN HUTAN PANTAI SEKSI KONSERVASI TANAH SEKSI DATA DAN INFORMASI SEKSI REHABILITASI HUTAN PRODUKSI SEKSI HUTAN KOTA DAN PENGHIJAUAN LINGKUNGAN SEKSI REHABILITASI RAWA DAN GAMBUT SEKSI REKLAMASI HUTAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL . HUTAN PANTAI. STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT BINA REHABILITASI HUTAN DAN LAHAN DIREKTORAT BINA REHABILITASI HUTAN DAN LAHAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PEMOLAAN REHABILITASI HUTAN DAN LAHAN SUBDIREKTORAT REHABILITASI HUTAN SUBDIREKTORAT REHABILITASI LAHAN SUBDIREKTORAT REHABILITASI HUTAN MANGROVE.26 Lampiran Bab VI-3.

27 Lampiran Bab VI-4. STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT BINA PERHUTANAN SOSIAL DIREKTORAT BINA PERHUTANAN SOSIAL SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PEMOLAAN PERHUTANAN SOSIAL SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN HUTAN KEMASYARAKATAN SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN HUTAN DESA SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN HUTAN HAK DAN KEMITRAAN SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN USAHA PERHUTANAN SOSIAL SEKSI PERENCANAAN PERHUTANAN SOSIAL SEKSI DATA DAN INFORMASI SEKSI PENYIAPAN PENGEMBANGAN HUTAN KEMASYARAKATAN SEKSI BIMBINGAN TEKNIS HUTAN KEMASYARAKATAN SEKSI PENYIAPAN PENGEMBANGAN HUTAN DESA SEKSI BIMBINGAN TEKNIS HUTAN DESA SEKSI PENYIAPAN PENGEMBANGAN HUTAN HAK DAN KEMITRAAN SEKSI BIMBINGAN TEKNIS HUTAN HAK DAN KEMITRAAN SEKSI PENYIAPAN PENGEMBANGAN USAHA SEKSI BIMBINGAN TEKNIS PENGEMBANGAN USAHA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT BINA PERBENIHAN TANAMAN HUTAN DIREKTORAT BINA PERBENIHAN TANAMAN HUTAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PEMOLAAN PERBENIHAN TANAMAN HUTAN SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN USAHA PERBENIHAN SUBDIREKTORAT PENGENDALIAN PEREDARAN BENIH SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN SUMBER BENIH DAN SUMBER DAYA GENETIK SEKSI PERENCANAAN SEKSI BIMBINGAN USAHA SEKSI PERUMUSAN STANDAR PEREDARAN SEKSI PENERAPAN STANDAR PEREDARAN SEKSI PENGEMBANGAN SUMBER BENIH SEKSI PENGEMBANGAN SUMBER DAYA GENETIK SEKSI DATA DAN INFORMASI SEKSI BIMBINGAN KELEMBAGAAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .28 Lampiran Bab VI-5.

STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT JENDERAL BINA USAHA KEHUTANAN DIREKTORAT JENDERAL BINA USAHA KEHUTANAN SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT BINA RENCANA PEMANFAATAN DAN USAHA KAWASAN DIREKTORAT BINA USAHA HUTAN ALAM DIREKTORAT BINA USAHA HUTAN TANAMAN DIREKTORAT BINA IURAN DAN PEREDARAN HASIL HUTAN DIREKTORAT BINA PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL HUTAN UNIT PELAKSANA TEKNIS .29 Lampiran VII.

30 Lampiran Bab VII-1. STRUKTUR ORGANISASI SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BINA USAHA NDERAL KEHUTANAN SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BINA USAHA KEHUTANAN BAGIAN PROGRAM DAN EVALUASI BAGIAN KEPEGAWAIAN & ORGANISASI TATA LAKSANA BAGIAN KEUANGAN DAN UMUM BAGIAN HUKUM DAN KERJASAMA TEKNIK SUBBAGIAN PROGRAM DAN ANGGARAN SUBBAGIAN DATA DAN INFORMASI SUBBAGIAN ADMINISTRASI KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN ADMINISTRASI JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN ADMINISTRASI KEUANGAN SUBBAGIAN PERLENGKAPAN SUBBAGIAN PERATURAN PERUNDANGUNDANGAN SUBBAGIAN PERTIMBANGAN & BANTUAN HUKUM SUBBAGIAN EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBAGIAN ORGANISASI DAN TATA LAKSANA SUBBAGIAN KERJASAMA TEKNIK KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT BINA RENCANA PEMANFAATAN DAN USAHA KAWASAN DIREKTORAT BINA RENCANA PEMANFAATAN DAN USAHA KAWASAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PEMOLAAN PEMANFAATAN KAWASAN HUTAN SUBDIREKTORAT PEMANFAATAN HASIL HUTAN BUKAN KAYU SUBDIREKTORAT USAHA JASA LINGKUNGAN SUBDIREKTORAT PENILAIAN KINERJA USAHA KAWASAN DAN JASA LINGKUNGAN SEKSI PEMANFAATAN KAWASAN WILAYAH I SEKSI PEMANFAATAN HASIL HUTAN BUKAN KAYU WILAYAH I SEKSI USAHA JASA LINGKUNGAN WILAYAH I SEKSI PENILAIAN KINERJA USAHA WILAYAH I SEKSI PEMANFAATAN KAWASAN WILAYAH II SEKSI PEMANFAATAN HASIL HUTAN BUKAN KAYU WILAYAH II SEKSI USAHA JASA LINGKUNGAN WILAYAH II SEKSI PENILAIAN KINERJA USAHA WILAYAH II KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .31 Lampiran Bab VII-2.

STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT BINA USAHA HUTAN ALAM DIREKTORAT BINA USAHA HUTAN ALAM SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PENYIAPAN PEMANFAATAN HUTAN ALAM SUBDIREKTORAT RENCANA KERJA PEMANFAATAN HUTAN ALAM SUBDIREKTORAT PRODUKSI HUTAN ALAM SUBDIREKTORAT PENILAIAN KINERJA USAHA PEMANFAATAN HUTAN ALAM SEKSI PENYIAPAN WILAYAH I SEKSI RENCANA KERJA WILAYAH I SEKSI PRODUKSI WILAYAH I SEKSI PENILAIAN KINERJA USAHA WILAYAH I SEKSI PENYIAPAN WILAYAH II SEKSI RENCANA KERJA WILAYAH II SEKSI PRODUKSI WILAYAH II SEKSI PENILAIAN KINERJA USAHA WILAYAH II KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .32 Lampiran Bab VII-3.

STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT BINA USAHA HUTAN TANAMAN AN DIREKTORAT BINA USAHA HUTAN TANAMAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT HUTAN TANAMAN INDUSTRI SUBDIREKTORAT HUTAN TANAMAN RAKYAT SUBDIREKTORAT RENCANA KERJA DAN PRODUKSI SUBDIREKTORAT PENILAIAN KINERJA USAHA PEMANFAATAN HUTAN TANAMAN SEKSI HUTAN TANAMAN INDUSTRI WILAYAH I SEKSI HUTAN TANAMAN INDUSTRI WILAYAH II SEKSI HUTAN TANAMAN RAKYAT WILAYAH I SEKSI HUTAN TANAMAN RAKYAT WILAYAH II SEKSI RENCANA KERJA DAN PRODUKSI WILAYAH I SEKSI RENCANA KERJA DAN PRODUKSI WILAYAH II SEKSI PENILAIAN KINERJA USAHA WILAYAH I SEKSI PENILAIAN KINERJA USAHA WILAYAH II KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .33 Lampiran Bab VII-4.

34 Lampiran Bab VII-5. STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT BINA IURAN KEHUTANAN DAN PEREDARAN HASIL HUTAN DIREKTORAT BINA IURAN KEHUTANAN DAN PEREDARAN HASIL HUTAN

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBDIREKTORAT PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK

SUBDIREKTORAT PEREDARAN HASIL HUTAN

SUBDIREKTORAT PENGUKURAN DAN PENGUJIAN HASIL HUTAN

SUBDIREKTORAT PENERTIBAN PEREDARAN HASIL HUTAN

SEKSI PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK WILAYAH I

SEKSI TATA USAHA HASIL HUTAN

SEKSI PENGUKURAN DAN PENGUJIAN HASIL HUTAN KAYU SEKSI PENGUKURAN DAN PENGUJIAN HASIL HUTAN BUKAN KAYU

SEKSI PENERTIBAN PEREDARAN HASIL HUTAN WILAYAH I

SEKSI PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK WILAYAH II

SEKSI TANDA LEGALITAS HASIL HUTAN

SEKSI PENERTIBAN PEREDARAN HASIL HUTAN WILAYAH II

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

35 Lampiran Bab VII-6. STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT BINA PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL HUTAN DIREKTORAT BINA PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL HUTAN

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBDIREKTORAT PEMOLAAN PENGOLAHAN HASIL HUTAN

SUBDIREKTORAT PENGENDALIAN BAHAN BAKU DAN INDUSTRI PRIMER

SUBDIREKTORAT PENILAIAN KINERJA INDUSTRI DAN PEMASARAN HASIL HUTAN

SEKSI
PENYIAPAN PENGOLAHAN INDUSTRI PRIMER

SEKSI PENGENDALIAN BAHAN BAKU

SEKSI KINERJA INDUSTRI

SEKSI PENGOLAHAN INDUSTRI PRIMER

SEKSI PRODUKSI INDUSTRI PRIMER

SEKSI PEMASARAN HASIL HUTAN

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

36 Lampiran VIII. STRUKTUR ORGANISASI INSPEKTORAT JENDERAL

INSPEKTORAT JENDERAL

SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL

INSPEKTORAT I

INSPEKTORAT II

INSPEKTORAT III

INSPEKTORAT IV

INSPEKTORAT INVESTIGASI

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBBAGIAN TATA USAHA

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR

37 Lampiran Bab VIII.1 STRUKTUR ORGANISASI SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL

BAGIAN PROGRAM DAN PELAPORAN

BAGIAN ANALISIS LAPORAN HASIL PENGAWASAN

BAGIAN PEMANTAUAN TINDAK LANJUT

BAGIAN UMUM

SUBBAGIAN PROGRAM

SUBBAGIAN ANALISIS LAPORAN HASIL PENGAWASAN I

SUBBAGIAN PEMANTAUAN TINDAK LANJUT I

SUBBAGIAN TATA PERSURATAN DAN KEUANGAN

SUBBAGIAN DATA DAN PELAPORAN

SUBBAGIAN ANALISIS LAPORAN HASIL PENGAWASAN II

SUBBAGIAN PEMANTAUAN TINDAK LANJUT II

SUBBAGIAN RUMAH TANGGA DAN KEPEGAWAIAN

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

38 Lampiran IX.STRUKTUR ORGANISASI BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SUMBERDAYA MANUSIA KEHUTANAN
BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SUMBERDAYA MANUSIA KEHUTANAN

SEKRETARIAT BADAN

PUSAT PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN

PUSAT PELAYANAN PENYULUHAN KEHUTANAN

PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEHUTANAN

UNIT PELAKSANA TEKNIS

HUKUM. ORGANISASI & TATA LAKSANA BAGIAN KEUANGAN DAN UMUM SUBBAGIAN PROGRAM SUBBAGIAN DATA DAN INFORMASI SUBBAGIAN ADMINISTRASI KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN KEUANGAN SUBBAGIAN ANGGARAN SUBBAGIAN EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBAGIAN ADMINISTRASI JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN KERJASAMA SUBBAGIAN DISSEMINASI. PUBLIKASI DAN PERPUSTAKAAN SUBBAGIAN HUKUM.39 Lampiran Bab IX-1. ORGANISASI DAN TATA LAKSANA SUBBAGIAN PERLENGKAPAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL . STRUKTUR ORGANISASI SEKRETARIAT BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SUMBERDAYA MANUSIA KEHUTANAN SEKRETARIAT BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SUMBERDAYA MANUSIA KEHUTANAN BAGIAN PROGRAM DAN KERJA SAMA BAGIAN EVALUASI DAN PERPUSTAKAAN BAGIAN KEPEGAWAIAN.

40 Lampiran Bab IX-2. MATERI DAN ALAT BANTU PENYULUHAN BIDANG PROGRAMA SUBBIDANG METODE DAN MATERI PENYULUHAN SUBBIDANG PENYUSUNAN PROGRAMA SUBBIDANG SARANA DAN ALAT BANTU PENYULUHAN SUBBIDANG BIMBINGAN TEKNIS PENYUSUNAN PROGRAMA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL . STRUKTUR ORGANISASI PUSAT PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN PUSAT PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN SUBBAGIAN TATA USAHA BIDANG METODE.

41 Lampiran Bab IX-3. STRUKTUR ORGANISASI PUSAT PELAYANAN PENYULUHAN KEHUTANAN PUSAT PELAYANAN PENYULUHAN KEHUTANAN SUBBAGIAN TATA USAHA BIDANG PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BIDANG PEMBINAAN PENYULUH SUBBIDANG BIMBINGAN TEKNIS SUBBIDANG PENYULUH SWASTA DAN SWADAYA SUBBIDANG PEMBINAAN KELEMBAGAAN SUBBIDANG APARATUR PENYULUH KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

STRUKTUR ORGANISASI PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEHUTANAN PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEHUTANAN BAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN TATA USAHA DAN KEUANGAN SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN BIDANG PENGEMBANGAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN BIDANG PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN BIDANG PENGELOLAAN PENDIDIKAN SUBBIDANG PERENCANAAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN SUBBIDANG MONITORING EVALUASI DAN PELAPORAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN SUBBIDANG PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TEKNIS SUBBIDANG PENDIDIKAN MENENGAH SUBBIDANG PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENJENJANGAN SUBBIDANG PENDIDIKAN LANJUTAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .42 Lampiran Bab IX-4.

STRUKTUR ORGANISASI BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEHUTANAN BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEHUTANAN SEKRETARIAT BADAN PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KONSERVASI DAN REHABILITASI SUMBERDAYA ALAM PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PENINGKATAN PRODUKTIFITAS HUTAN PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HASIL HUTAN PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN DAN PERUBAHAN IKLIM UNIT PELAKSANA TEKNIS .43 Lampiran X.

ORGANISASI DAN TATA LAKSANA SUBBAGIAN PERLENGKAPAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL . PUBLIKASI DAN PERPUSTAKAAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN KERJASAMA SUBBAGIAN HUKUM. ORGANISASI DAN TATA LAKSANA BAGIAN KEUANGAN DAN UMUM SUBBAGIAN PROGRAM SUBBAGIAN DATA DAN INFORMASI SUBBAGIAN ADMINISTRASI KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN ADMINISTRASI JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN KEUANGAN SUBBAGIAN ANGGARAN SUBBAGIAN EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBAGIAN DISSEMINASI. STRUKTUR ORGANISASI SEKRETARIAT BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEHUTANAN SEKRETARIAT BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEHUTANAN BAGIAN PROGRAM DAN KERJA SAMA BAGIAN EVALUASI DAN PERPUSTAKAAN BAGIAN KEPEGAWAIAN. HUKUM.44 Lampiran Bab X-1.

45 Lampiran Bab X-2. STRUKTUR ORGANISASI PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KONSERVASI DAN REHABILITASI SUMBERDAYA ALAM PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KONSERVASI DAN REHABILITASI SUMBER DAYA ALAM BAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN TATA USAHA DAN KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN KEUANGAN DAN PERLENGKAPAN BIDANG PROGRAM DAN EVALUASI PENELITIAN BIDANG PENGEMBANGAN DATA DAN TINDAK LANJUT PENELITIAN SUBBIDANG PROGRAM DAN ANGGARAN PENELITIAN SUBBIDANG EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBIDANG DATA. INFORMASI DAN DISEMINASI SUBBIDANG TINDAK LANJUT HASIL PENELITIAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

STRUKTUR ORGANISASI PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PENINGKATAN PRODUKTIFITAS HUTAN PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PENINGKATAN PRODUKTIFITAS HUTAN BAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN TATA USAHA DAN KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN KEUANGAN DAN PERLENGKAPAN BIDANG PROGRAM DAN EVALUASI PENELITIAN BIDANG PENGEMBANGAN DATA DAN TINDAK LANJUT PENELITIAN SUBBIDANG PROGRAM DAN ANGGARAN PENELITIAN SUBBIDANG EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBIDANG DATA.46 Lampiran Bab X-3. INFORMASI DAN DISEMINASI SUBBIDANG TINDAK LANJUT HASIL PENELITIAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

47 Lampiran Bab X-4. STRUKTUR ORGANISASI PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HASIL HUTAN PUSAT PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PENELITIAN DAN HASIL HUTAN PENGEMBANGAN HASIL HUTAN BAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN TATA USAHA DAN KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN KEUANGAN DAN PERLENGKAPAN BIDANG PROGRAM DAN EVALUASI PENELITIAN BIDANG PENGEMBANGAN DATA DAN TINDAK LANJUT PENELITIAN SUBBIDANG PROGRAM DAN ANGGARAN PENELITIAN SUBBIDANG EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBIDANG DATA. INFORMASI DAN DISEMINASI SUBBIDANG TINDAK LANJUT HASIL PENELITIAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

48 Lampiran Bab X-5. INFORMASI DAN DISEMINASI SUBBIDANG TINDAK LANJUT HASIL PENELITIAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL . STRUKTUR ORGANISASI PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN DAN PERUBAHAN IKLIM PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN DAN PERUBAHAN IKLIM BAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN TATA USAHA DAN KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN KEUANGAN DAN PERLENGKAPAN BIDANG PROGRAM DAN EVALUASI PENELITIAN BIDANG PENGEMBANGAN DATA DAN TINDAK LANJUT PENELITIAN SUBBIDANG PROGRAM DAN ANGGARAN PENELITIAN SUBBIDANG EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBIDANG DATA.

49 Lampiran Bab XII. STRUKTUR ORGANISASI PUSAT STANDARDISASI DAN LINGKUNGAN PUSAT STANDARDISASI DAN LINGKUNGAN SUBBAGIAN TATA USAHA BIDANG STANDARDISASI BIDANG LINGKUNGAN KEHUTANAN BIDANG PERUBAHAN IKLIM SUBBIDANG PERUMUSAN STANDAR SUBBIDANG PELAYANAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN SUBBIDANG EVALUASI PENGELOLAAN DAMPAK LINGKUNGAN SUBBIDANG PELAYANAN PENANGANAN PERUBAHAN IKLIM SUBBIDANG EVALUASI PENANGANAN PERUBAHAN IKLIM SUBBIDANG PENERAPAN STANDAR KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

50 Lampiran Bab XIII. STRUKTUR ORGANISASI PUSAT HUBUNGAN MASYARAKAT TRUKTUR PUSAT HUBUNGAN MASYARAKAT SUBBAGIAN TATA USAHA BIDANG PEMBERITAAN DAN PUBLIKASI BIDANG HUBUNGAN ANTAR LEMBAGA SUBBIDANG PEMBERITAAN SUBBIDANG LEMBAGA NEGARA DAN PEMERINTAH SUBBIDANG ANALISIS BERITA DAN PUBLIKASI SUBBIDANG LEMBAGA NON PEMERINTAH KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

STRUKTUR ORGANISASI PUSAT KERJASAMA LUAR NEGERI PUSAT KERJASAMA LUAR NEGERI SUBBAGIAN TATA USAHA BIDANG BILATERAL DAN REGIONAL BIDANG MULTILATERAL BIDANG KERJASAMA TEKNIK SUBBIDANG BILATERAL AMERIKA & EROPA SUBBIDANG KONVENSI DAN ORGANISASI INTERNASIONAL SUBBIDANG KERJASAMA TEKNIK LUAR NEGERI I SUBBIDANG KERJASAMA TEKNIK LUAR NEGERI II SUBBIDANG BILATERAL ASIA. AUSTRALIA DAN REGIONAL SUBBIDANG ORGANISASI PESERIKATAN BANGSABANGSA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .51 Lampiran Bab XIV. AFRIKA.

STRUKTUR ORGANISASI PUSAT PENGENDALIAN PEMBANGUNAN KEHUTANAN REGIONAL UNAN PUSAT PENGENDALIAN PEMBANGUNAN KEHUTANAN REGIONAL SUBBAGIAN TATA USAHA BIDANG PERENCANAAN KEHUTANAN REGIONAL BIDANG EVALUASI PERENCANAAN KEHUTANAN REGIONAL SUBBIDANG PERENCANAAN KEHUTANAN I SUBBIDANG EVALUASI PERENCANAAN KEHUTANAN I SUBBIDANG PERENCANAAN KEHUTANAN II SUBBIDANG EVALUASI PERENCANAAN KEHUTANAN II KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .52 Lampiran Bab XV.

53 Lampiran Bab XVI. STRUKTUR ORGANISASI PUSAT PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN HUTAN PUSAT PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN HUTAN BAGIAN KEUANGAN DAN UMUM SUBBAGIAN KEUANGAN SUBBAGIAN UMUM BIDANG ANALISIS DAN EVALUASI BIDANG OPERASIONAL SUBBIDANG ANALISIS PINJAMAN SUBBIDANG OPERASIONAL I SUBBIDANG EVALUASI PINJAMAN SUBBIDANG OPERASIONAL II KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful