PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : P.

40/Menhut-II/2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN KEHUTANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa sebagai pelaksanaan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara dan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas dan Fungsi Kementerian Negara, Serta Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara dipandang perlu menetapkan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kehutanan. : 1. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara; 2. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi Kementerian Negara Serta Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara; 3. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 84/P Tahun 2009. Memperhatikan : Persetujuan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dalam surat Nomor B/1727/M.PAN-RB/7/2010 tanggal 29 Juli 2010. MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN ORGANISASI KEHUTANAN. MENTERI KEHUTANAN TENTANG DAN TATA KERJA KEMENTERIAN

Mengingat

2

BAB I KEDUDUKAN, TUGAS, DAN FUNGSI Pasal 1 (1) Kementerian Kehutanan berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. (2) Kementerian Kehutanan dipimpin oleh Menteri Kehutanan. Pasal 2 Kementerian Kehutanan mempunyai tugas menyelenggarakan urusan di bidang kehutanan dalam pemerintahan untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan negara. Pasal 3 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Kementerian Kehutanan menyelenggarakan fungsi: a. perumusan, penetapan, dan pelaksanaan kebijakan di bidang kehutanan; b. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawabnya Kementerian Kehutanan; c. pengawasan atas pelaksanaan tugas di lingkungan Kementerian Kehutanan; d. pelaksanaan bimbingan teknis dan supervisi atas pelaksanaan urusan Kementerian Kehutanan di daerah; dan e. pelaksanaan kegiatan teknis yang berskala nasional. BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 4 Kementerian Kehutanan terdiri atas: a. Sekretariat Jenderal; b. Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan; c. Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam; d. Direktorat Jenderal Bina Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial; e. Direktorat Jenderal Bina Usaha Kehutanan; f. Inspektorat Jenderal;

3

g. Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan; h. Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan; i. Staf Ahli Menteri Bidang Revitalisasi Industri Kehutanan; j. Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Perdagangan Internasional; k. Staf Ahli Menteri Bidang Lingkungan dan Perubahan Iklim; l. Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga;dan m. Staf Ahli Menteri Bidang Keamanan Hutan. BAB III SEKRETARIAT JENDERAL Bagian Pertama Kedudukan, Tugas dan Fungsi Pasal 5 (1) Sekretariat Jenderal adalah unsur pembantu pimpinan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kehutanan. (2) Sekretariat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris Jenderal. Pasal 6 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unit organisasi di lingkungan Kementerian Kehutanan. Pasal 7 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6, Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi kegiatan Kementerian Kehutanan; b. koordinasi dan penyusunan rencana dan program Kementerian Kehutanan; c. pembinaan dan pemberian dukungan administrasi yang meliputi ketatausahaan, kepegawaian, keuangan, kerumahtanggaan, arsip dan dokumentasi Kementerian Kehutanan; d. pembinaan dan penyelenggaraan Organisasi dan tata laksana, kerja sama dan hubungan masyarakat;

4

e. koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum; f. penyelenggaraan pengelolaan barang milik/kekayaan Negara; dan g. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Menteri Kehutanan. Pasal 8 Sekretariat Jenderal terdiri atas: a. Biro Perencanaan; b. Biro Kepegawaian; c. Biro Hukum dan Organisasi; d. Biro Keuangan;dan e. Biro Umum. Bagian Ketiga Biro Perencanaan Pasal 9 Biro Perencanaan mempunyai tugas melaksanakan koordinasi kerja sama dalam negeri, penyusunan rencana makro, program, anggaran, evaluasi, pelaporan, dan pengelolaan data dan informasi di lingkungan Kementerian. Pasal 10 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9, Biro Perencanaan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi kerja sama dalam negeri di lingkungan Kementerian; b. penyiapan koordinasi penyusunan rencana umum kehutanan, dan program, serta anggaran, termasuk anggaran bantuan luar negeri di lingkungan Kementerian; c. penyiapan koordinasi evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana, program dan anggaran di lingkungan Kementerian; d. pengelolaan data dan informasi Kementerian;dan e. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro.

5

Pasal 11 Biro Perencanaan terdiri atas: a. Bagian Rencana Umum Kehutanan; b. Bagian Program Anggaran; c. Bagian Evaluasi;dan d. Bagian Data dan Informasi. Pasal 12 Bagian Rencana Umum Kehutanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi kerja sama dalam negeri, dan penyusunan rencana umum Kementerian. Pasal 13 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12, Bagian Rencana Umum Kehutanan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan koordinasi kerja sama dalam negeri, b. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana umum kehutanan;dan c. pelaksanaan pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Pasal 14 Bagian Rencana Umum Kehutanan terdiri atas: a. Subbagian Rencana Pembangunan; b. Subbagian Rencana Umum Kehutanan;dan c. Subbagian Tata Usaha. Pasal 15 (1) Subbagian Rencana Pembangunan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana jangka panjang, jangka menengah, dan jangka pendek. (2) Subbagian Rencana Umum Kehutanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana umum dan rencana kehutanan lintas sektor serta rencana tindak lanjut komitmen internasional. (3) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan ketatausahaan, kepegawaian, keuangan, kerumahtanggaan, dan pelaporan Biro.

dan Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan.dan c.dan c. penyiapan bahan koordinasi penyusunan program anggaran bantuan luar negeri. Direktorat Jenderal Bina Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial. Subbagian Program Anggaran I. Subbagian Program Anggaran Bantuan Luar Negeri. Subbagian Program Anggaran II. b. b. penyiapan bahan koordinasi penyusunan program anggaran Kementerian. Inspektorat Jenderal. Bagian Program Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. Direktorat Jenderal Bina Usaha Kehutanan. (3) Subbagian Program Anggaran Bantuan Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan program anggaran bantuan luar negeri di lingkungan Kementerian. . Pasal 18 Bagian Program Anggaran terdiri atas: a.6 Pasal 16 Bagian Program Anggaran mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan program. Pasal 17 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16. Pasal 19 (1) Subbagian Program Anggaran I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan program Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran pada Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam. (2) Subbagian Program Anggaran II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan program Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran pada Sekretariat Jenderal. penyiapan koordinasi penyusunan dokumen anggaran Kementerian. Direktorat Jenderal Planologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan. dan anggaran di lingkungan Kementerian.

Subbagian Evaluasi I. Pasal 22 Bagian Evaluasi terdiri atas: a. penyiapan bahan rapat pimpinan. Pasal 21 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20. b.dan c. laporan sidang kabinet dan rapat koordinasi pimpinan bidang perekonomian. penyiapan bahan koordinasi evaluasi dan pelaporan kinerja Kementerian Kehutanan dan Sekretariat Jenderal. laporan di lingkungan Kementerian dan rapat koordinasi pimpinan bidang kesejahteraan rakyat. laporan di lingkungan Sekretariat Jenderal. serta penyiapan bahan rapat koordinasi pimpinan di lingkungan Kementerian. Subbagian Evaluasi II. . (2) Subbagian Evaluasi II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi evaluasi kinerja dan pelaporan akuntabilitas.7 Pasal 20 Bagian Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi evaluasi dan pelaporan pelaksanaan program dan anggaran. Pasal 23 (1) Subbagian Evaluasi I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi evaluasi kinerja dan pelaporan akuntabilitas. penyiapan bahan koordinasi evaluasi pelaksanaan anggaran dan kegiatan bantuan luar negeri. dan rapat koordinasi pimpinan bidang politik hukum dan keamanan. Subbagian Evaluasi III. c. b. pidato kenegaraan. Bagian Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. (3) Subbagian Evaluasi III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi evaluasi kinerja pelaksanaan anggaran di lingkungan Sekretariat Jenderal dan Kementerian serta evaluasi agenda program nasional.

analisis dan penyajian data Kementerian.dan c. b. dan pengelolaan sistem informasi kepegawaian di lingkungan Kementerian. Subbagian Sistem Informasi.dan c. Subbagian Statistik. penyiapan bahan koordinasi penyusunan statistik Kementerian.8 Pasal 24 Bagian Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi pengelolaan data dan informasi di lingkungan Kementerian. Bagian Keempat Biro Kepegawaian Pasal 28 Biro Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan koordinasi. pembinaan. perencanaan. pengolahan. Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data. . Bagian Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. pengembangan. (2) Subbagian Statistik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan statistik Kementerian. b. penyiapan bahan koordinasi pengelolaan sistem informasi kehutanan. Pasal 26 Bagian Data dan Informasi terdiri atas: a. (3) Subbagian Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pengelolaan sistem informasi kehutanan. penyiapan bahan koordinasi dan analisis data Kementerian. Pasal 25 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24. tata usaha. Pasal 27 (1) Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan pengumpulan.

d. pengadaan pegawai di lingkungan Kementerian. Biro Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan koordinasi dan pembinaan serta penyusunan formasi. Pasal 30 Biro Kepegawaian terdiri atas: a. penyiapan bahan koordinasi. pembinaan dan pelaksanaan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Kementerian.dan d. penyiapan bahan koordinasi dan pengembangan sistem penilaian kompetensi pengembangan karier analisis kebutuhan pendidikan dan pelatihan pegawai.9 Pasal 29 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Bagian . penyusunan rencana. Perencanaan dan Pengembangan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan sistem informasi kepegawaian di lingkungan Kementerian. Pasal 31 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana dan program kepegawaian. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Kepegawaian. serta penyusunan formasi. Bagian Tata Usaha Kepegawaian. pembinaan dan pengembangan pegawai. e. c. b.dan f. dan pengembangan kepegawaian. program. Pasal 32 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31. serta evaluasi dan pelaporan kepegawaian. pemberhentian dan pemensiunan pegawai di lingkungan Kementerian. penyusunan rencana dan program serta evaluasi dan pelaporan. b. pengadaan pegawai. Bagian Administrasi Jabatan Fungsional. Bagian Mutasi Kepegawaian. pelaksanaan administrasi kepangkatan. c.

dan pemantauan pasca penempatan pegawai. (3) Subbagian Pengembangan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana pengembangan pegawai. Subbagian Pengembangan Kepegawaian. dan ujian penyesuaian ijazah.10 b. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan formasi. Subbagian Rencana Formasi dan Pengadaan. penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan administrasi kepangkatan. pengangkatan. pemberhentian. penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan administrasi pengangkatan. (2) Subbagian Rencana Karier mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pengembangan karier. Subbagian Rencana Karier.dan c. penyiapan bahan koordinasi dan pengembangan sistem penilaian kompetensi. pengembangan karier. Pasal 34 (1) Subbagian Rencana Formasi dan Pengadaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana dan program kepegawaian. b. penyelenggaraan ujian dinas.dan c. b. penempatan dan pembekalan calon pegawai. Pasal 35 Bagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan administrasi mutasi. Bagian Mutasi Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. rencana pengadaan. dan pemberhentian serta pemensiunan pegawai. . pengembangan standar kompetensi kerja kepegawaian serta penyelenggaraan Personal Assessment Centre (PAC). analisis kebutuhan pendidikan dan pelatihan pegawai. Pasal 36 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35. Pasal 33 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Kepegawaian terdiri atas: a. dan pemensiunan pegawai.dan c. penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan administrasi alih jabatan dan pemindahan pegawai. kepangkatan. pengadaan pegawai.

dan Pasal 41 Bagian Tata Usaha Kepegawaian terdiri atas: a. Pemberhentian dan Pemensiunan. b. c. . Subbagian Pengangkatan. Subbagian Kepangkatan. Subbagian Tata Naskah Pegawai. b.dan c. Bagian Tata Usaha Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Disiplin dan Kesejahteraan Pegawai. (2) Subbagian Mutasi Jabatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan administrasi pemindahan dan alih jabatan. (3) Subbagian Pengangkatan.11 Pasal 37 Bagian Mutasi Kepegawaian terdiri atas: a. dan Pemensiunan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan administrasi pengangkatan. penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan administrasi hukuman dan disiplin serta kesejahteraan dan pelayanan kesehatan pegawai. b.dan c. penyiapan bahan koordinasi dan pengelolaan sistem informasi kepegawaian. Subbagian Mutasi Jabatan. Pasal 39 Bagian Tata Usaha Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan pengelolaan sistem informasi kepegawaian dan kesejahteraan pegawai. pemberhentian dan pemensiunan pegawai. Pemberhentian. penyiapan bahan koordinasi penyusunan tata naskah pegawai. Subbagian Data dan Informasi Kepegawaian. Pasal 38 (1) Subbagian Kepangkatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan administrasi kenaikan pangkat dan urusan kepangkatan. Pasal 40 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39.

serta kesejahteraan dan pelayanan kesehatan pegawai. Pasal 46 (1) Subbagian Administrasi Penilaian Angka Kredit mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan telaahan usul pengangkatan. serta administrasi angka kredit. Pasal 44 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43. arsip pegawai serta pengurusan kartu pegawai. kartu isteri dan kartu suami pegawai serta pengurusan laporan kekayaan penyelenggara negara. penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan evaluasi jabatan fungsional.12 Pasal 42 (1) Subbagian Tata Naskah Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan administrasi penyusunan dan pemeliharaan naskah kepegawaian. pembebasan.dan c. . serta penyajian data kepegawaian. Subbagian Evaluasi Jabatan Fungsional. pelaksanaan pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga biro. Pasal 43 Bagian Administrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan administrasi jabatan fungsional. daftar riwayat pekerjaan.dan c. Bagian Administrasi Jabatan Fungsional menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Data dan Informasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pemeliharaan dan pengembangan system informasi kepagawaian dan database kepegawaian. Subbagian Tata Usaha Biro. penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan administrasi penilaian angka jabatan fungsional. penyusunan DP3. b. dan pemberhentian jabatan fungsional. Pasal 45 Bagian Administrasi Jabatan Fungsional terdiri atas: a. (3) Subbagian Disiplin dan Kesejahteraan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan administrasi pemberian penghargaan dan hukuman disiplin. b. Subbagian Administrasi Penilaian Angka Kredit.

evaluasi dan pelaporan pelaksanaan jabatan fungsional di lingkungan Kementerian. b. . kepegawaian. dan penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang kehutanan. Pasal 49 Biro Hukum dan Organisasi terdiri atas: a. kerumahtanggaan. dan pelaporan Biro. Biro Hukum dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a.13 (2) Subbagian Evaluasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan pemantauan. Pasal 48 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47. keuangan. (3)Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan ketatausahaan. Bagian Kelembagaan. d. penyiapan koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang kehutanan. c. Bagian Kelima Biro Hukum dan Organisasi Pasal 47 Biro Hukum dan Organisasi mempunyai tugas melaksanakan koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan. b. pembinaan dan pengembangan kelembagaan dan ketatalaksanaan di lingkungan Kementerian. c. evaluasi. Bagian Penanganan Perkara dan Bantuan Hukum. pengelolaan dokumentasi hukum dan pemberian bantuan hukum serta pembinaan kelembagaan dan ketatalaksanaan di lingkungan Kementerian. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. d. Bagian Penelaahan Hukum. penelaahan pelaksanaan peraturan perundangundangan. Bagian Peraturan Perundang-undangan. pelaksanaan penanganan perkara dan bantuan hukum.dan e. serta pelaksanaan pengelolaan dokumentasi dan informasi peraturan perundang-undangan. penelaahan.

penelitian dan pengembangan. penyuluhan kehutanan. Subbagian Peraturan Perundang-undangan II.14 Pasal 50 Bagian Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang kehutanan.dan c. pendidikan dan pelatihan. penelitian dan pengembangan. (2) Subbagian Peraturan Perundang-undangan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rancangan peraturan perundangundangan di bidang administrasi kehutanan dan planologi kehutanan. Pasal 52 Bagian Peraturan Perundang-undangan terdiri atas: a. Bagian Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. pendidikan dan pelatihan. penyuluhan kehutanan.dan c. (3) Subbagian Peraturan Perundang-undangan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rancangan peraturan perundangundangan di bidang pengawasan. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang pengawasan. b. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang bina usaha kehutanan dan bina pengelolaan daerah aliran sungai dan perhutanan sosial. Pasal 51 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50. Subbagian Peraturan Perundang-undangan I. Subbagian Peraturan Perundang-undangan III. serta perlindungan hutan dan konservasi alam. serta perlindungan hutan dan konservasi alam. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang administrasi kehutanan dan planologi kehutanan. Pasal 53 (1) Subbagian Peraturan Perundang-undangan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rancangan peraturan perundangundangan di bidang bina usaha kehutanan dan bina pengelolaan daerah aliran sungai dan perhutanan sosial. b. .

15 Pasal 54 Bagian Penelaahan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan koordinasi dan evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan serta penelaahan hukum dan perjanjian kerja sama di bidang kehutanan. evaluasi. serta perjanjian kerja sama di bidang bina usaha kehutanan dan bina pengelolaan daerah aliran sungai dan perhutanan sosial. Pasal 55 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54. penyuluhan kehutanan. penyiapan bahan koordinasi. Bagian Penelaahan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan penelaahan pelaksanaan peraturan perundang-undangan. .dan c. b. Pasal 57 (1) Subbagian Penelaahan Hukum I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. serta perjanjian kerja sama di bidang administrasi kehutanan dan planologi kehutanan. Subbagian Penelaahan Hukum III. serta perjanjian kerja sama di bidang pengawasan. penelitian dan pengembangan. Subbagian Penelahaan Hukum I. Pasal 56 Bagian Penelaahan Hukum terdiri atas: a. b. dan penelaahan pelaksanaan peraturan perundang-undangan. evaluasi dan penelaahan pelaksanaan peraturan perundang-undangan. (2) Subbagian Penelaahan Hukum II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. serta perlindungan hutan dan konservasi alam.dan c. Subbagian Penelahaan Hukum II. penyiapan bahan koordinasi. dan penelaahan pelaksanaan peraturan perundang-undangan. serta perjanjian kerja sama di bidang administrasi kehutanan dan planologi kehutanan. evaluasi. pendidikan dan pelatihan. evaluasi dan penelaahan pelaksanaan peraturan perundang-undangan. serta perjanjian kerja sama di bidang bina usaha kehutanan dan bina pengelolaan daerah aliran sungai dan perhutanan sosial. penyiapan bahan koordinasi.

Pasal 59 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58. (2) Subbagian Bantuan Hukum II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan pemberian bantuan hukum dalam proses peradilan gugatan tata usaha negara dan pidana. Subbagian Bantuan Hukum III. .16 (3) Subbagian Penelaahan Hukum III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. b. dan penelaahan pelaksanaan peraturan perundang-undangan. Subbagian Bantuan Hukum II. pendidikan dan pelatihan. evaluasi. Pasal 60 Bagian Penanganan Perkara dan Bantuan Hukum terdiri atas: a.dan c.dan b. Subbagian Bantuan Hukum I. penelitian dan pengembangan. serta perlindungan hutan dan konservasi alam. Bagian Penanganan Perkara dan Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 58 Bagian Penanganan Perkara dan Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan penanganan perkara. Pasal 61 (1) Subbagian Bantuan Hukum I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan pemberian bantuan hukum dalam proses peradilan gugatan perdata dan pemulihan hak-hak negara dari pihak ketiga. tata usaha negara dan pidana. serta perjanjian kerja sama di bidang pengawasan. (3) Subbagian Bantuan Hukum III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan pemberian bantuan hukum dan penyelesaian perkara di luar pengadilan. penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan bantuan hukum di luar pengadilan. penyuluhan kehutanan. penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan pemberian bantuan hukum dalam proses peradilan perkara perdata. pemulihan hak-hak negara baik di peradilan (ligitasi) maupun di luar pengadilan (non ligitasi).

dan c. Pasal 64 Bagian Kelembagaan terdiri atas: a. b.dan c. (2) Subbagian Organisasi dan Tata Laksana II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. penyiapan bahan koordinasi. serta pembakuan prasarana dan sarana kerja kelembagaan di lingkungan Kementerian. perumusan. evaluasi dan penataan kelembagaan. Pasal 65 (1) Subbagian Organisasi dan Tata Laksana I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. dan pelaporan biro serta melakukan pengelolaan jaringan dokumentasi dan informasi hukum.17 Pasal 62 Bagian Kelembagaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan koordinasi pembinaan dan pengembangan kelembagaan dan ketatalaksanaan. pelaksanaan urusan ketatausahaan. kepegawaian. identifikasi. kepegawaian. Pasal 63 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana Kelembagaan menyelenggarakan fungsi: dimaksud dalam Pasal 62. Bagian a. evaluasi dan penataan kelembagaan. termasuk dengan pemerintah daerah. keuangan. identifikasi. serta pengelolaan jaringan dokumentasi dan informasi hukum di lingkungan Kementerian. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. Subbagian Organisasi dan Tata Laksana I. serta perumusan prosedur kerja dan tata hubungan kerja unit-unit organisasi tingkat unit pelaksana teknis di lingkungan Kementerian. . kerumahtanggaan. Subbagian Tata Usaha. perumusan. evaluasi dan penataan kelembagaan di lingkungan Kementerian. pengelolaan jaringan dokumentasi dan informasi hukum. tata hubungan kerja. perumusan. kerumahtanggaan dan pelaporan biro. penyusunan dan evaluasi prosedur kerja. Subbagian Organisasi dan Tata laksana II. keuangan. serta perumusan prosedur kerja dan tata hubungan kerja unit-unit organisasi tingkat pusat di lingkungan Kementerian. penyiapan bahan koordinasi. b. identifikasi.

penyiapan koordinasi dan pembinaan pelaksanaan akuntansi dan pelaporan keuangan di lingkungan Kementerian. . Bagian Investasi dan Pelaksanaan Anggaran. penyiapan koordinasi dan pembinaan rencana anggaran pendapatan dan belanja. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. penyetoran dan pelaporan penerimaan negara bukan pajak dan dana bagi hasil sumberdaya alam kehutanan. serta pelaksanaan tata laksana keuangan di lingkungan Kementerian. penyiapan koordinasi dan pelaksanaan pemungutan. e. serta investasi pemerintah di lingkungan Kementerian.dan d. d. Bagian Penerimaan Negara. c. b. Pasal 68 Biro Keuangan terdiri atas: a. pencatatan. penyiapan koordinasi dan pembinaan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. pembinaan teknis Badan Usaha Milik Negara dan pengelolaan investasi pemerintah di lingkungan Kementerian. Biro Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Akuntansi dan Pelaporan. penyiapan koordinasi dan pembinaan badan usaha milik negara dan badan layanan umum di lingkungan Kementerian. Pasal 67 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66. b. Bagian Perbendaharaan. c.dan f.18 Bagian Keenam Biro Keuangan Pasal 66 Biro Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan koordinasi teknis urusan keuangan.

Pasal 72 (1) Subbagian Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pembinaan pengelolaan investasi pemerintah.dan d. badan usaha milik negara dan badan layanan umum serta rencana anggaran pendapatan dan belanja di lingkungan Kementerian. badan usaha milik negara dan badan layanan umum di lingkungan Kementerian. penyiapan bahan koordinasi pembinaan rencana anggaran pendapatan dan belanja di lingkungan Kementerian.19 Pasal 69 Bagian Investasi dan Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi pembinaan investasi pemerintah. c. (2) Subbagian Penyelesaian Utang Piutang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pembinaan penyelesaian utang piutang dan penyiapan bahan pelaporan penyelesaian utang piutang yang berkaitan dengan penerimaan negara bukan pajak sumberdaya alam dan penerimaan negara bukan pajak lainnya. Subbagian Pengelolaan Investasi. dan badan layanan umum di lingkungan Kementerian. penyiapan bahan koordinasi pembinaan badan usaha milik negara. kerja sama perdagangan. penyiapan bahan koordinasi pembinaan pengelolaan investasi pemerintah di lingkungan Kementerian.dan c. Pasal 70 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 69. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. b. Bagian Investasi dan Pelaksanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Penyelesaian Utang Piutang. b. . Pasal 71 Bagian Investasi dan Pelaksanaan Anggaran terdiri atas: a. penyiapan bahan koordinasi pembinaan penyelesaian utang piutang yang berkaitan dengan penerimaan negara bukan pajak sumberdaya alam dan penerimaan negara bukan pajak lainnya.

. Bagian Penerimaan Negara menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 74 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut dalam Pasal 73. Subbagian Penerimaan Negara Bukan Pajak Non Kayu. Subbagian Penerimaan Negara Bukan Pajak Kayu. Pasal 75 Bagian Penerimaan Negara terdiri atas: a. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. penyiapan bahan koordinasi pembinaan penatausahaan dana bagi hasil yang berkaitan dengan perimbangan penerimaan negara bukan pajak sumberdaya alam kehutanan.dan d. b. pembukuan. penerimaan negara bukan pajak dan penerimaan negara bukan pajak lainnya. serta penatausahaan dana bagi hasil penerimaan negara bukan pajak dan penerimaan negara bukan pajak lainnya. b. Pasal 76 (1) Subbagian Penerimaan Negara Bukan Pajak Kayu mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan koordinasi pembinaan. pencatatan. pemantauan. Subbagian Tata Usaha.dan c. penyiapan bahan koordinasi pembinaan penerimaan negara bukan pajak dari sumberdaya alam dan penerimaan negara bukan pajak lainnya. Pasal 73 Bagian Penerimaan Negara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi pembinaan penatausahaan penerimaan negara bukan pajak dan penerimaan negara bukan pajak lainnya. evaluasi dan pelaporan penerimaan negara bukan pajak sumberdaya alam kayu berikut penatausahaan dana bagi hasil di lingkungan Kementerian. penyetoran. serta penyusunan anggaran di lingkungan Sekretariat Jenderal.20 (3) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pembinaan penelaahan alokasi akun anggaran Kementerian. penyiapan bahan koordinasi pembinaan penatausahaan meliputi penerimaan. penyetoran dan pelaporan. c.

keuangan. serta tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan di lingkungan Sekretariat Jenderal. dan pengelolaan perbendaharaan di lingkungan Kementerian.dan c. pemantauan.21 (2) Subbagian Penerimaan Negara Bukan Pajak Non Kayu mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan koordinasi pembinaan. b. Bagian Perbendaharaan menyelenggarakan fungsi: a. dan pengelolaan perbendaharaan. Pasal 79 Bagian Perbendaharaan terdiri atas: a. pelaksanaan pengujian keuangan dan penerbitan surat perintah pembayaran di lingkungan Sekretariat Jenderal. penyiapan bahan koordinasi pembinaan ketatalaksanaan keuangan. b. (3) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan kepegawaian. penyiapan bahan koordinasi pembinaan penyelesaian tuntutan ganti rugi dan tuntutan perbendaharaan. evaluasi dan pelaporan penerimaan negara bukan pajak sumberdaya alam non kayu berikut penatausahaan dana bagi hasil di lingkungan Kementerian. kerumahtanggaan dan laporan biro. ketatausahaan. Subbagian Penyelesaian Kerugian Negara. Subbagian Verifikasi. penyetoran. Pasal 77 Bagian Perbendaharaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan koordinasi pembinaan perbendaharaan dan tata usaha keuangan serta administrasi pengelolaan keuangan di lingkungan Kementerian.dan c. . pencatatan. Pasal 78 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 77. Pasal 80 (1) Subbagian Tata Laksana Keuangan mempunyai tugas menyiapkan bahan koordinasi pembinaan ketatalaksanaan. Subbagian Tata Laksana Keuangan.

dan c. . Subbagian Akuntansi dan Pelaporan II. pelaksanaan akuntansi dan pelaporan keuangan di lingkungan Kementerian. pelaporan tindak lanjut hasil pemeriksaan pada Direktorat Jenderal Bina Usaha Kehutanan. penyiapan bahan pelaksanaan akuntansi dan pelaporan keuangan di lingkungan Kementerian. Pasal 84 (1) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pembinaan laporan keuangan bagian anggaran pembiayaan dan perhitungan dan badan layanan umum. Pasal 83 Bagian Akuntansi dan Pelaporan terdiri atas: a. b.22 (2) Subbagian Verifikasi mempunyai tugas melakukan pengujian keuangan dan perintah pembayaran satuan kerja di lingkungan Sekretariat Jenderal serta pemantauan. serta satuan kerja unit pelaksana teknis di pulaupulau Sumatera dan Kalimantan. Bagian Akuntansi dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pembinaan pengujian.dan c. tuntutan ganti rugi. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan I. Direktorat Jenderal Bina Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial. Pasal 82 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan III. penyiapan bahan koordinasi pembinaan akuntansi dan pelaporan keuangan di lingkungan Kementerian. b. rekonsiliasi data akuntansi. (3) Subbagian Penyelesaian Kerugian Negara mempunyai tugas menyiapkan bahan koordinasi pembinaan penyelesaian tuntutan perbendaharaan. Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan. dan koordinasi pelaporan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan internal pemerintah di lingkungan Sekretariat Jenderal. Pasal 81 Bagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi pembinaan. perintah pembayaran di lingkungan Kementerian. penyiapan bahan koordinasi pembinaan akuntansi dan penyiapan laporan keuangan Sekretariat Jenderal serta konsolidasi laporan keuangan tingkat Kementerian.

(3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan III mempunyai tugas melakukan bahan koordinasi pembinaan laporan konsolidasi dan tindak lanjut hasil pemeriksaan atas laporan keuangan di lingkungan Kementerian. b. Bagian Tata Usaha Pimpinan. serta satuan kerja unit pelaksana teknis di pulaupulau Jawa. Bagian Perlengkapan. Bagian Tata Usaha Kementerian. Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan. Biro Umum terdiri atas: a. pelaksanaan urusan keprotokolan. kerumahtanggaan. Biro Umum menyelenggarakan fungsi: a. rekonsiliasi data akuntansi. pelaksanaan urusan rumah tangga Kementerian. Bali dan Nusa Tenggara. Bagian Rumah Tangga. pelaksanaan pelayanan administrasi pimpinan.23 (2) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pembinaan laporan konsolidasi dan tindak lanjut hasil pemeriksaan atas laporan keuangan di lingkungan Sekretariat Jenderal. Pasal 86 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 85. Bagian Ketujuh Biro Umum Pasal 85 Biro Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi. c. pelaporan tindak lanjut hasil pemeriksaan pada Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam. pelaksanaan urusan perlengkapan di lingkungan Kementerian. rekonsiliasi data akuntansi.dan d. c. kearsipan. b. dan dokumentasi Kementerian. pelaporan tindak lanjut hasil pemeriksaan pada Inspektorat Jenderal dan Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan. Pasal 87 . Maluku dan Papua. serta pelayanan administrasi pimpinan. serta satuan kerja unit pelaksana teknis di pulau-pulau Sulawesi. dan perlengkapan di lingkungan Kementerian. d.dan e. pelaksanaan urusan tata persuratan.

kearsipan dan pengembangan kearsipan. pelayanan jasa kearsipan pembinaan. Pasal 91 (1) Subbagian Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. pelaksanaan urusan kearsipan dan dokumentasi. (2) Subbagian Pengelolaan Karya Cetak dan Kepustakaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perancangan. pelaksanaan urusan karya cetak dan kepustakaan.24 Pasal 88 Bagian Tata Usaha Kementerian mempunyai tugas melaksanakan urusan persuratan. penggandaan. kepustakaan. Subbagian Persuratan. Subbagian Kearsipan dan Dokumentasi. pengumpulan dan penyimpanan dokumentasi kementerian. kepegawaian dan pelaporan di lingkungan Kementerian. pelaksanaan urusan persuratan. penyaluran dan pengendalian karya cetak serta kepustakaan. Pasal 90 Bagian Tata Usaha Kementerian terdiri atas: a.dan c. b. Subbagian Pengelolaan Karya Cetak dan Kepustakaan. b. ketatausahaan. Pasal 89 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88. Pasal 92 Bagian Tata Usaha Pimpinan mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha pimpinan dan keprotokolan. Bagian Tata Usaha Kementerian menyelenggarakan fungsi: a. . urusan ketatausahaan.dan c. pengelolaan kearsipan. (3) Subbagian Kearsipan dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penataan sistem kearsipan.

pelaksanaan pengelolaan kendaraan dinas di lingkungan Sekretariat Jenderal dan angkutan pegawai dan keamanan kantor di lingkungan Kementerian. pelaksanaan urusan kepegawaian dan gaji di lingkungan Sekretariat Jenderal. Pasal 94 Bagian Tata Usaha Pimpinan terdiri atas: a.25 Pasal 93 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92.dan b. Subbagian Protokol. b. Pasal 96 Bagian Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan administrasi kepegawaian. . pengelolaan Barang Milik Negara dan keamanan kantor di lingkungan Kementerian. (3) Subbagian Protokol mempunyai tugas melakukan urusan keprotokolan Kementerian. Bagian Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi: a.dan c. Pasal 97 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 96. Pasal 95 (1) Subbagian Tata Usaha Menteri mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Menteri dan staf ahli Menteri. serta angkutan pegawai di lingkungan Kementerian. (2) Subbagian Tata Usaha Sekretaris Jenderal mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Sekretaris Jenderal. gaji. pelaksanaan urusan pengelolaan barang milik negara di lingkungan Sekretariat Jenderal. pelaksanaan urusan tata usaha unsur pimpinan. Subbagian Tata Usaha Menteri. Bagian Tata Usaha Pimpinan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan keprotokolan. Subbagian Tata Usaha Sekretaris Jenderal.dan c. b. pengelolaan kendaraan dinas di lingkungan Sekretariat Jenderal.

penyiapan perencanaan kebutuhan pengadaan barang milik negara di lingkungan Kementerian. pengelolaan barang milik negara di lingkungan Sekretariat Jenderal. pengamanan. Pasal 99 (1) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan kepegawaian dan gaji di lingkungan Sekretariat Jenderal. b. . Subbagian Urusan Dalam. dan pemindahtanganan barang milik negara di lingkungan Kementerian. Pasal 101 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100. pemanfaatan. penyiapan koordinasi pembinaan pengelolaan barang milik negara di lingkungan Kementerian. c. pemeliharaan.26 Pasal 98 Bagian Rumah Tangga terdiri atas: a. Subbagian Kendaraan Dinas. Subbagian Kepegawaian. penyiapan koordinasi pembinaan penggunaan.dan c. penghapusan.dan d. Pasal 100 Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi pembinaan pengelolaan barang milik negara dan penyusunan rencana kebutuhan barang milik negara di lingkungan Kementerian. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. b. (3) Subbagian Kendaraan Dinas mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan kendaraan dinas di lingkungan Sekretariat Jenderal dan pengelolaan angkutan pegawai di lingkungan Kementerian. urusan administrasi (2) Subbagian Urusan Dalam mempunyai tugas melakukan urusan keamanan kantor di lingkungan Kementerian. penyiapan pelaksanaan penatausahaan barang milik negara di lingkungan Kementerian.

Subbagian Pengelolaan Barang Milik Negara. . penghapusan. Subbagian Perencanaan dan Pengadaan.dan c. Subbagian Penatausahaan Barang Milik Negara. pengamanan dan pemeliharaan. (3) Subbagian Penatausahaan Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaporan barang milik negara di lingkungan Kementerian.27 Pasal 102 Bagian Perlengkapan terdiri atas: a. Pasal 103 (1) Subbagian Perencanaan dan Pengadaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pembinaan penyusunan rencana kebutuhan dan pengadaan barang milik negara di lingkungan Kementerian. b. pemanfaatan. (2) Subbagian Pengelolaan Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pembinaan pengelolaan barang milik negara. pemindahtanganan barang milik negara di lingkungan Kementerian. dan penyiapan bahan penggunaan.

28 BAB IV DIREKTORAT JENDERAL PLANOLOGI KEHUTANAN Bagian Pertama Kedudukan. standar. perumusan kebijakan di bidang perencanaan makro kehutanan dan pemantapan kawasan hutan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan kebijakan di bidang perencanaan makro kehutanan dan pemantapan kawasan hutan sesuai peraturan perundang-undangan. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perencanaan makro kehutanan dan pemantapan kawasan hutan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan. (2) Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan dipimpin oleh Direktur Jenderal. dan e. Pasal 106 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 105. b. . Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan menyelenggarakan fungsi: a. Tugas dan Fungsi Pasal 104 (1) Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan adalah unsur pelaksana yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kehutanan. Pasal 105 Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang perencanaan makro bidang kehutanan dan pemantapan kawasan hutan sesuai dengan peraturan perundangundangan. penyusunan norma. prosedur. c. dan kriteria di bidang perencanaan makro kehutanan dan pemantapan kawasan hutan sesuai dengan peraturan perundangundangan. d.

koordinasi dan penyusunan rencana. koordinasi dan pelaksanaan urusan kepegawaian. Sekretariat Direktorat Jenderal. program. koordinasi dan penyiapan telaahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan.dan f. d. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 108 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unit organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi dan pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi di bidang planologi kehutanan. c. Direktorat Perencanaan Kawasan Hutan.29 Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 107 Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan terdiri atas: a. evaluasi dan pelaporan di bidang planologi kehutanan. Direktorat Pengukuhan dan Penatagunaan Kawasan Hutan. kerja sama teknik.dan e. Pasal 109 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 108. perlengkapan dan administrasi keuangan Direktorat Jenderal. koordinasi dan pelaksanaan tata usaha. . pemberian pertimbangan dan bantuan hukum di bidang planologi kehutanan. b. Direktorat Penggunaan Kawasan Hutan. e. c. organisasi dan tata laksana di bidang planologi kehutanan. b. Direktorat Inventarisasi dan Pemantauan Sumber Daya Hutan. Direktorat Wilayah Pengelolaan dan Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan. d.

Bagian Kepegawaian. Subbagian Data dan Informasi.dan d. c.dan d. b. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan program dan anggaran.30 Pasal 110 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. Bagian Program dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan statistik. (2) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan pengumpulan. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan statistik dan kehumasan. Pasal 112 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 111. b. penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan rencana dan program. Pasal 111 Bagian Program dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi. penyusunan dan pelaksanaan rencana. data. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. penyiapan bahan koordinasi dan pengumpulan dan data serta penyajian informasi c. serta kehumasan. b.dan c. Bagian Hukum dan Kerja Sama Teknik. informasi dan statistik serta pelaksanaan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. . Subbagian Program dan Anggaran. Bagian Program dan Evaluasi. Organisasi dan Tata Laksana. Pasal 114 (1) Subbagian Program dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program kerja dan anggaran. pengolahan data dan penyajian informasi. program dan anggaran. Pasal 113 Bagian Program dan Evaluasi terdiri atas: a. Bagian Keuangan dan Umum.

Pasal 118 (1) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana formasi pegawai. Organisasi dan Tata Laksana terdiri atas: a. .31 (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi kinerja dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. pendisiplinan dan penghargaan pegawai serta administrasi jabatan fungsional. c. Subbagian Administrasi Kepegawaian. Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 115 Bagian Kepegawaian. pelaksanaan urusan administrasi kepegawaian.dan c. Pasal 119 Bagian Keuangan dan Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan. penyiapan bahan penyusunan organisasi dan ketatalaksanaan. serta penyusunan tata hubungan kerja. (3) Subbagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis jabatan. dan evaluasi kinerja organisasi. pelatihan. pedoman dan prosedur kerja dan pembakuan prasarana dan sarana kerja. Pasal 116 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 115. pengembangan pegawai dan administrasi jabatan fungsional. tata kerja. perlengkapan. dan administrasi kepegawaian. (2) Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan pendidikan. b. kearsipan dan pengelolaan urusan keuangan. Pasal 117 Bagian Kepegawaian. b. perumusan tugas. rumah tangga. susunan organisasi. pelaksanaan urusan pengembangan karier pegawai dan administrasi jabatan fungsional. Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional. Bagian Kepegawaian. Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepegawaian. fungsi. serta penyiapan bahan penyusunan organisasi dan ketatalaksanaan. Subbagian Organisasi dan Tata Laksana.

(3) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan urusan rumah tangga dan pengelolaan barang milik negara.dan c. Subbagian Tata Usaha. pelaksanaan urusan administrasi keuangan. pembinaan kebendaharaan petugas SAI dan petugas SIMAK-BMN. pelaksanaan urusan tata usaha. Subbagian Administrasi Keuangan. bantuan hukum. penyelesaian tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. Pasal 123 Bagian Hukum dan Kerja Sama Teknik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. Pasal 121 Bagian Keuangan dan Umum terdiri atas: a. verifikasi. Subbagian Perlengkapan. . pelaporan keuangan. b.32 Pasal 120 Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 119. penelaahan permasalahan. Pasal 124 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 123. kearsipan dan pembinaan tata persuratan.dan c. (2) Subbagian Administrasi Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan tata laksana keuangan. penyiapan bahan perbendaharaan. penyiapan bahan peraturan perundang-undangan. melakukan akuntansi keuangan dan barang milik negara. penyiapan bahan pertimbangan dan bantuan hukum. penyiapan bahan administrasi kerja sama teknik dalam negeri dan luar negeri. Bagian Keuangan dan Umum menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan perlengkapan. b.dan c. pertimbangan. Bagian Hukum dan Kerja Sama Teknik menyelenggarakan fungsi: a. b. Pasal 122 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. serta penyiapan bahan administrasi kerja sama teknik dalam negeri dan luar negeri. penyusunan rencana anggaran gaji dan penggajian.

Pasal 126 (1) Subbagian Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rancangan dan penelahaan peraturan perundangundangan. penataan ruang kehutanan. (2) Subbagian Pertimbangan dan Bantuan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. dan bantuan permasalahan hukum.33 Pasal 125 Bagian Hukum dan Kerja Sama Teknik terdiri atas: a. penataan ruang kehutanan. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perencanaan kawasan hutan dan jaringan komunikasi data kehutanan. b. (3) Subbagian Kerja Sama Teknik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan koordinasi administrasi kerja sama teknik dalam negeri dan luar negeri. Pasal 128 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 127.dan c. Bagian Keempat Direktorat Perencanaan Kawasan Hutan Pasal 127 Direktorat Perencanaan Kawasan Hutan mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. . Subbagian Kerja Sama Teknik. Subbagian Pertimbangan dan Bantuan Hukum. penyiapan perumusan kebijakan di bidang perencanaan makro kawasan hutan. b. statistik kehutanan dan jaringan komunikasi data kehutanan. statistik kehutanan dan jaringan komunikasi data kehutanan. Subbagian Peraturan Perundang-undangan. penelaahan dan penanganan permasalahan. pertimbangan. Direktorat Perencanaan Kawasan Hutan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang perencanaan makro kawasan hutan.

Pasal 129 Direktorat Perencanaan Kawasan Hutan terdiri atas: a. dan kriteria di bidang perencanaan makro kawasan hutan. harmonisasi. standar. statistik kehutanan dan jaringan komunikasi data kehutanan.34 c. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penyusunan rencana makro kawasan hutan nasional. rencana kehutanan nasional.dan e. rencana kehutanan nasional. bimbingan teknis. prosedur. Pasal 130 Subdirektorat Perencanaan Makro Kawasan Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. statistik kehutanan serta jaringan komunikasi data kehutanan. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perencanaan makro kawasan hutan. dan evaluasi pelaksanaan rencana makro kawasan hutan dan perencanaan wilayah pengelolaan . pelaksanaan kebijakan. perencanaan wilayah pengelolaan hutan. Subdirektorat Penataan Ruang Kawasan Hutan Wilayah I. rencana kehutanan nasional. evaluasi pelaksanaan rencana makro kawasan hutan dan perencanaan wilayah pengelolaan hutan serta fasilitasi penyusunan Produk Domestik Regional Bruto hijau sektor kehutanan. penyiapan penyusunan norma. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. b.dan e. c. Subdirektorat Perencanaan Makro Kawasan Hutan. d. Subdirektorat Penataan Ruang Kawasan Hutan Wilayah II. dan evaluasi pelaksanaan rencana makro kawasan hutan dan perencanaan wilayah pengelolaan hutan serta fasilitasi penyusunan Produk Domestik Regional Bruto hijau sektor kehutanan. penataan ruang kehutanan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyusunan rencana makro kawasan hutan nasional. penataan ruang kehutanan. Pasal 131 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penyusunan rencana makro kawasan hutan nasional. Subdirektorat Statistik dan Jaringan Komunikasi Data Kehutanan. Subbagian Tata Usaha. d. harmonisasi. b. Subdirektorat Perencanaan Makro Kawasan Hutan menyelenggarakan fungsi: a.

pelaksanaan kebijakan. Jawa. Pasal 133 (1) Seksi Penyusunan Rencana Kawasan Hutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. (2) Seksi Evaluasi Rencana Kawasan Hutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. c. harmonisasi. dan kriteria di bidang penyusunan rencana makro kawasan hutan nasional. Bali dan Nusa Tenggara.35 hutan serta fasilitasi penyusunan Produk Domestik Regional Bruto hijau sektor kehutanan. . bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang harmonisasi penataan ruang kawasan hutan dengan rencana tata ruang di wilayah Sumatera.dan d. dan evaluasi pelaksanaan rencana makro kawasan hutan dan perencanaan wilayah pengelolaan hutan serta fasilitasi penyusunan Produk Domestik Regional Bruto hijau sektor kehutanan. pelaksanaan kebijakan. Pasal 134 Subdirektorat Penataan Ruang Kehutanan Wilayah I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pemanfaatan. rehabilitasi. Seksi Penyusunan Rencana Kawasan Hutan. harmonisasi. rencana kehutanan nasional.dan b. rencana kehutanan nasional. Pasal 132 Subdirektorat Perencanaan Makro Kawasan Hutan terdiri atas: a. konservasi dan perlindungan hutan. konservasi dan perlindungan hutan serta memfasilitasi penyusunan Produk Domestik Regional Bruto hijau sektor kehutanan. rehabilitasi. penyiapan bahan penyusunan norma. dan evaluasi pelaksanaan rencana makro kawasan hutan dan perencanaan wilayah pengelolaan hutan serta fasilitasi penyusunan Produk Domestik Regional Bruto hijau sektor kehutanan. Seksi Evaluasi Rencana Kawasan Hutan. perencanaan wilayah pengelolaan hutan di bidang pemanfaatan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyusunan rencana makro kawasan hutan nasional. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang rencana makro kawasan hutan nasional dan rencana kehutanan nasional. prosedur. standar.

Bali. Bali. dan Nusa Tenggara. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang harmonisasi penataan ruang kawasan hutan dengan rencana tata ruang di wilayah Sumatera. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang harmonisasi penataan ruang kawasan hutan dengan rencana tata ruang di wilayah Sumatera. standar. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang harmonisasi penataan ruang kawasan hutan dengan rencana tata ruang di wilayah Sumatera.dan b. dan Nusa Tenggara. . Seksi Penataan Ruang Kawasan Hutan Wilayah Sumatera. Jawa. dan Nusa Tenggara. Bali.36 Pasal 135 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134. dan Nusa Tenggara.dan d. pelaksanaan kebijakan. Pasal 136 Subdirektorat Penataan Ruang Kehutanan Wilayah I terdiri atas: a. prosedur. c. dan Nusa Tenggara. Jawa. Jawa. Pasal 137 (1) Seksi Penataan Ruang Kawasan Hutan Wilayah Sumatera mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Bali. Bali. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang harmonisasi penataan ruang kawasan hutan dengan rencana tata ruang di wilayah Sumatera. Bali. Bali. Jawa. dan Nusa Tenggara mempunyai tugas penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Penataan Ruang Kawasan Hutan Wilayah Jawa. b. dan kriteria di bidang harmonisasi penataan ruang kawasan hutan dengan rencana tata ruang di wilayah Sumatera. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang harmonisasi penataan ruang kawasan hutan dengan rencana tata ruang di wilayah Jawa. dan Nusa Tenggara. Subdirektorat Penataan Ruang Kehutanan Wilayah I menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Penataan Ruang Kawasan Hutan Wilayah Jawa. pelaksanaan kebijakan.

Maluku. Sulawesi. (2) Seksi Penataan Ruang Kawasan Hutan Wilayah Maluku dan Papua mempunyai tugas penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan Papua. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang harmonisasi penataan ruang kawasan hutan dengan rencana tata ruang di wilayah Kalimantan. Pasal 139 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 138. c. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang harmonisasi penataan ruang kawasan hutan dengan rencana tata ruang di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. Sulawesi. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang harmonisasi penataan ruang kawasan hutan dengan rencana tata ruang di wilayah Maluku dan Papua. dan kriteria di bidang harmonisasi penataan ruang kawasan hutan dengan rencana tata ruang di wilayah Kalimantan. pelaksanaan kebijakan. Pasal 140 Subdirektorat Penataan Ruang Kehutanan Wilayah II terdiri atas: a. pelaksanaan kebijakan.dan b. Maluku. Maluku. Sulawesi. dan Papua. pelaksanaan kebijakan. Sulawesi. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang harmonisasi penataan ruang kawasan hutan dengan rencana tata ruang di wilayah Kalimantan. Subdirektorat Penataan Ruang Kehutanan Wilayah II menyelenggarakan fungsi: a.37 Pasal 138 Subdirektorat Penataan Ruang Kehutanan Wilayah II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan.dan d. Maluku. prosedur. standar. Maluku. dan Papua. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang harmonisasi penataan ruang kawasan hutan dengan rencana tata ruang di wilayah Kalimantan. dan Papua. Seksi Penataan Ruang Kawasan Hutan Wilayah Kalimantan dan Sulawesi. Pasal 141 (1) Seksi Penataan Ruang Kawasan Hutan Wilayah Kalimantan dan Sulawesi mempunyai tugas penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang harmonisasi penataan ruang kawasan hutan dengan rencana tata ruang di wilayah Kalimantan. dan Papua. Seksi Penataan Ruang Kawasan Hutan Wilayah Maluku dan Papua. penyiapan bahan penyusunan norma. b. . Sulawesi.

.38 Pasal 142 Subdirektorat Statistik dan Jaringan Komunikasi Data Kehutanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Pasal 144 Subdirektorat Statistik dan Jaringan Komunikasi Data Kehutanan terdiri atas: a. prosedur. b. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyusunan dan penyajian statistik kawasan hutan serta jaringan komunikasi data kawasan hutan. dan kriteria di bidang penyusunan dan penyajian statistik kawasan hutan serta jaringan komunikasi data kehutanan. pelaksanaan kebijakan. standar. Subdirektorat Statistik dan Jaringan Komunikasi Data Kehutanan menyelenggarakan fungsi: a. c. Seksi Statistik Kehutanan. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penyusunan dan penyajian statistik kawasan hutan serta jaringan komunikasi data kehutanan. Pasal 145 (1) Seksi Statistik Kehutanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang sistem jaringan komunikasi data kehutanan.dan b.dan d. Pasal 143 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 142. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penyusunan dan penyajian statistik kawasan hutan serta jaringan komunikasi data kehutanan. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang statistik kehutanan. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyusunan dan penyajian statistik kehutanan serta jaringan komunikasi data kehutanan. Seksi Jaringan Komunikasi Data Kehutanan. (2) Seksi Jaringan Komunikasi Data Kehutanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.

pelaksanaan kebijakan. kerumahtanggaan. Subdirektorat Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah I. Bagian Kelima Direktorat Pengukuhan dan Penatagunaan Kawasan Hutan Pasal 147 Direktorat Pengukuhan dan Penatagunaan Kawasan Hutan mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. prosedur. . dan kriteria di bidang pengukuhan dan penatagunaan. keuangan. serta informasi pengukuhan kawasan hutan. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengukuhan dan penatagunaan. Pasal 148 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 147. perubahan fungsi dan peruntukan kawasan hutan. standar. Pasal 149 Direktorat Pengukuhan dan Penatagunaan Kawasan Hutan terdiri atas: a. b. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melakukan tugas sehari-hari secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Statistik dan Jaringan Komunikasi Data Kehutanan. serta informasi pengukuhan kawasan hutan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pengukuhan dan penatagunaan. Direktorat Pengukuhan dan Penatagunaan Kawasan Hutan menyelenggarakan fungsi: a. serta informasi pengukuhan kawasan hutan. c. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pengukuhan dan penatagunaan. kepegawaian. kearsipan dan pelaporan Direktorat. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengukuhan dan penatagunaan kawasan hutan. d. penyiapan penyusunan norma.39 Pasal 146 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. perubahan fungsi dan peruntukan kawasan hutan. perubahan fungsi dan peruntukan kawasan hutan. serta informasi pengukuhan kawasan hutan.dan e. perubahan fungsi dan peruntukan kawasan hutan.

pelaksanaan kebijakan. penataan batas. Jawa. c. Jawa. dan Nusa Tenggara. prosedur.40 b. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penunjukan. pemetaan dan pelaksanaan penetapan kawasan hutan serta penetapan fungsi kawasan hutan di wilayah Sumatera. Subdirektorat Informasi dan Dokumentasi Kawasan Hutan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengukuhan dan penetapan fungsi kawasan hutan di wilayah Sumatera. penataan batas. penataan batas. Subdirektorat Perubahan Fungsi dan Peruntukan Kawasan Hutan Wilayah I. Seksi Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah Sumatera. Jawa. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penunjukan.dan b. Bali dan Nusa Tenggara. b. Bali dan Nusa Tenggara. penyiapan bahan penyusunan norma. c. Pasal 151 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 150. standar. bimbingan teknis. dan kriteria di bidang penunjukan. Jawa. Subdirektorat Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah I menyelenggarakan fungsi: a. penataan batas. d. . penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penunjukan. Subdirektorat Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah II. Jawa. Bali. Bali dan Nusa Tenggara. Bali dan Nusa Tenggara. e. Subbagian Tata Usaha. Seksi Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah Jawa. Pasal 150 Subdirektorat Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. pemetaan dan pelaksanaan penetapan kawasan hutan serta penetapan fungsi kawasan hutan di wilayah Sumatera. Pasal 152 Subdirektorat Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah I terdiri atas: a. pemetaan dan pelaksanaan penetapan kawasan hutan serta penetapan fungsi kawasan hutan di wilayah Sumatera. pemetaan dan pelaksanaan penetapan kawasan hutan serta penetapan fungsi kawasan hutan di wilayah Sumatera. Subdirektorat Perubahan Fungsi dan Peruntukan Kawasan Hutan Wilayah II.dan d. Bali dan Nusa Tenggara.dan f.

Pasal 155 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 154. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengukuhan dan penetapan fungsi kawasan hutan di wilayah Kalimantan. bimbingan teknis. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penataan batas. Bali dan Nusa Tenggara. pelaksanaan kebijakan. Sulawesi. serta penunjukan kawasan hutan di wilayah Jawa. Maluku dan Papua. pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah II menyelenggarakan fungsi: a. Sulawesi. penataan batas. pemetaan dan pelaksanaan penetapan fungsi kawasan hutan. Sulawesi. penataan batas. Sulawesi. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penunjukan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penunjukan. dan kriteria di bidang penunjukan. c. Sulawesi. serta penunjukan kawasan hutan di wilayah Sumatera. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penunjukan. Maluku dan Papua. standar. prosedur. . Pasal 154 Subdirektorat Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. dan Nusa Tenggara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Maluku dan Papua. pemetaan dan pelaksanaan penetapan kawasan hutan serta penetapan fungsi kawasan hutan di wilayah Kalimantan. pemetaan dan pelaksanaan penetapan kawasan hutan serta penetapan fungsi kawasan hutan di wilayah Kalimantan. (2) Seksi Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah Jawa. Maluku dan Papua. Maluku dan Papua. Bali. penataan batas. penyiapan bahan penyusunan norma. pemetaan dan pelaksanaan penetapan kawasan hutan serta penetapan fungsi kawasan hutan di wilayah Kalimantan. pemetaan dan pelaksanaan penetapan kawasan hutan serta penetapan fungsi kawasan hutan di wilayah Kalimantan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penataan batas.dan d.41 Pasal 153 (1) Seksi Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah Sumatera mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penataan batas. pelaksanaan kebijakan. pemetaan dan pelaksanaan penetapan fungsi kawasan hutan. b.

pemetaan dan pelaksanaan penetapan fungsi kawasan hutan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perubahan fungsi. bimbingan teknis. Seksi Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah Kalimantan dan Sulawesi. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penataan batas. . b. Jawa. dan Nusa Tenggara. Jawa. pengukuran. dan Nusa Tenggara. standar. Pasal 158 Subdirektorat Perubahan Fungsi dan Peruntukan Kawasan Hutan Wilayah I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. dan kriteria di bidang perubahan fungsi dan peruntukan kawasan hutan di wilayah Sumatera. Jawa. c. Seksi Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah Maluku dan Papua. dan Nusa Tenggara. perubahan peruntukan kawasan hutan wilayah Sumatera. pemetaan dan pelaksanaan penetapan fungsi kawasan hutan. pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. Bali. Bali. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang perubahan fungsi dan peruntukan kawasan hutan di wilayah Sumatera. Bali.42 Pasal 156 Subdirektorat Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah II terdiri atas: a. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penataan batas. prosedur. serta penunjukan kawasan hutan wilayah Maluku dan Papua. dan Nusa Tenggara.dan d. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang perubahan fungsi dan peruntukan kawasan hutan di wilayah Sumatera. Subdirektorat Perubahan Fungsi dan Peruntukan Kawasan Hutan Wilayah I menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah Maluku dan Papua mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Bali. dan Nusa Tenggara. Pasal 157 (1) Seksi Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah Kalimantan dan Sulawesi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Jawa. pengukuran. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perubahan fungsi dan peruntukan kawasan hutan di wilayah Sumatera. serta penunjukan kawasan hutan wilayah Kalimantan dan Sulawesi. pelaksanaan kebijakan. Jawa. Pasal 159 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 158. penyiapan bahan penyusunan norma. b. Bali.

Seksi Perubahan Fungsi dan Penyediaan Areal Transmigrasi Wilayah I. tukar menukar serta mutasi kawasan hutan di wilayah Sumatera. prosedur. (2) Seksi Perubahan Fungsi dan Penyediaan Areal Transmigrasi Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. c. dan Nusa Tenggara. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pelepasan. Maluku. pelaksanaan kebijakan. dan kriteria di bidang perubahan fungsi dan peruntukan kawasan hutan di wilayah Kalimantan. Bali. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang perubahan fungsi kawasan hutan dan penyediaan areal transmigrasi di wilayah Sumatera. Maluku. dan Papua. Pasal 161 (1) Seksi Pelepasan dan Tukar Menukar Kawasan Hutan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan Papua. b. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 162 Subdirektorat Perubahan Fungsi dan Peruntukan Kawasan Hutan Wilayah II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Seksi Pelepasan dan Tukar Menukar Kawasan Hutan Wilayah I. bimbingan teknis. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perubahan fungsi.dan . Maluku. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang perubahan fungsi dan peruntukan kawasan hutan di wilayah Kalimantan. Pasal 163 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 162. standar.43 Pasal 160 Subdirektorat Perubahan Fungsi dan Peruntukan Kawasan Hutan Wilayah I terdiri atas: a. Sulawesi. pelaksanaan kebijakan. Sulawesi. Subdirektorat Perubahan Fungsi dan Peruntukan Kawasan Hutan Wilayah II menyelenggarakan fungsi: a. dan Papua. Sulawesi.dan b. Bali. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang perubahan fungsi dan peruntukan kawasan hutan di wilayah Kalimantan. Maluku. Jawa. perubahan peruntukan kawasan hutan wilayah Kalimantan. dan Papua. Jawa. Sulawesi. dan Nusa Tenggara.

Maluku. prosedur. Maluku. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang informasi dan dokumentasi pengukuhan dan pengolahan data mutasi kawasan hutan. Seksi Pelepasan dan Tukar Menukar Kawasan Hutan Wilayah II. Sulawesi. Seksi Perubahan Fungsi dan Penyediaan Areal Transmigrasi Wilayah II. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang perubahan fungsi kawasan hutan dan penyediaan areal transmigrasi di wilayah Kalimantan. Subdirektorat Informasi dan Dokumentasi Kawasan Hutan menyelenggarakan fungsi: a. dan Papua. standar. pelaksanaan kebijakan. dan Papua. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang informasi dan dokumentasi pengukuhan dan pengolahan data mutasi kawasan hutan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang informasi dan dokumentasi pengukuhan dan pengolahan data mutasi kawasan hutan.dan b. bimbingan teknis. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pelepasan. dan Papua.44 d. Maluku. Sulawesi.dan . pelaksanaan kebijakan. Pasal 166 Subdirektorat Informasi dan Dokumentasi Kawasan Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. tukar menukar serta mutasi kawasan hutan di wilayah Kalimantan. Sulawesi. Pasal 165 (1) Seksi Pelepasan dan Tukar Menukar Kawasan Hutan Wilayah II mempunyai tugas penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan kriteria di bidang informasi dan dokumentasi pengukuhan dan pengolahan data mutasi kawasan hutan. b. c. penyiapan bahan penyusunan norma. (2) Seksi Perubahan Fungsi dan Penyediaan Areal Transmigrasi Wilayah II mempunyai tugas penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 164 Subdirektorat Perubahan Fungsi dan Peruntukan Kawasan Hutan Wilayah II terdiri atas: a. Pasal 167 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 166. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perubahan fungsi dan peruntukan kawasan hutan di wilayah Kalimantan.

kepegawaian. Pasal 168 Subdirektorat Informasi dan Dokumentasi Kawasan Hutan terdiri atas: a. kerumahtanggaan. kearsipan dan pelaporan Direktorat. pelaksanaan kebijakan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas sehari-hari secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Informasi dan Dokumentasi Kawasan Hutan. Pasal 170 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. Direktorat Inventarisasi dan Pemantauan Sumber Daya Hutan menyelenggarakan fungsi: . penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang informasi dan dokumentasi pengukuhan dan pengolahan data mutasi kawasan hutan. b. pelaksanaan kebijakan. Pasal 172 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 171. Pasal 169 (1) Seksi Informasi Kawasan Hutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengolahan dokumen kawasan hutan. Seksi Informasi Kawasan Hutan. (2) Seksi Dokumentasi Kawasan Hutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.45 d. Bagian Keenam Direktorat Inventarisasi dan Pemantauan Sumber Daya Hutan Pasal 171 Direktorat Inventarisasi dan Pemantauan Sumber Daya Hutan mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengolahan data dan informasi kawasan hutan. Seksi Dokumentasi Kawasan Hutan. keuangan. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang inventarisasi dan pemantauan sumber daya hutan.

b. penyiapan penyusunan norma. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang inventarisasi flora dan sosial budaya untuk inventarisasi hutan tingkat nasional.46 a. pemantauan. inventarisasi hutan tingkat unit pengelolaan dan penyusunan Neraca Sumber Daya Hutan. pemantauan. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang inventarisasi. pemetaan dan jaringan data spasial sumber daya hutan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat.dan e. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Inventarisasi Sumber Daya Hutan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang inventarisasi. pelaksanaan kebijakan. Pasal 174 Subdirektorat Inventarisasi Sumber Daya Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang inventarisasi flora dan sosial budaya untuk inventarisasi hutan tingkat nasional. prosedur. b. Subdirektorat Pemetaan Potensi Sumber Daya Hutan. c. inventarisasi hutan tingkat wilayah. standar. Subdirektorat Pemantauan Sumber Daya Hutan. Subdirektorat Jaringan Data Spasial. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang inventarisasi flora dan sosial budaya untuk inventarisasi hutan tingkat nasional. dan inventarisasi hutan tingkat unit pengelolaan dan penyusunan Neraca Sumber Daya Hutan. Pasal 175 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 174. inventarisasi hutan tingkat . pemantauan. inventarisasi hutan tingkat wilayah.dan e. pemetaan dan jaringan data spasial sumber daya hutan. Subdirektorat Inventarisasi Sumber Daya Hutan menyelenggarakan fungsi: a. pemetaan dan jaringan data spasial sumber daya hutan. d. c. d. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang inventarisasi. Pasal 173 Direktorat Inventarisasi dan Pemantauan Sumber Daya Hutan terdiri atas: a. pemetaan dan jaringan data spasial sumber daya hutan. dan kriteria di bidang inventarisasi. b. pemantauan.

dan inventarisasi hutan tingkat unit pengelolaan dan penyusunan Neraca Sumber Daya Hutan. Subdirektorat Pemantauan Sumber Daya Hutan menyelenggarakan fungsi: . pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang inventarisasi flora dan sosial budaya untuk inventarisasi hutan tingkat nasional. inventarisasi hutan tingkat wilayah. Pasal 179 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 178. inventarisasi hutan tingkat wilayah dan inventarisasi hutan tingkat unit pengelolaan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang inventarisasi sosial budaya masyarakat di dalam dan di sekitar hutan serta penyusunan Neraca Sumber Daya Hutan. bukan kayu. dan inventarisasi hutan tingkat unit pengelolaan dan penyusunan Neraca Sumber Daya Hutan. c. Pasal 176 Subdirektorat Inventarisasi Sumber Daya Hutan terdiri atas: a. (2) Seksi Inventarisasi Sosial Budaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 177 (1) Seksi Inventarisasi Hutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang inventarisasi flora berupa kayu.dan d. dan inventarisasi hutan tingkat unit pengelolaan dan penyusunan Neraca Sumber Daya Hutan. dan kriteria di bidang inventarisasi flora dan sosial budaya untuk inventarisasi hutan tingkat nasional. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemantauan sumber daya hutan. prosedur. Pasal 178 Subdirektorat Pemantauan Sumber Daya Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan.47 wilayah. inventarisasi hutan tingkat nasional. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. b. Seksi Inventarisasi Hutan. pelaksanaan kebijakan. inventarisasi hutan tingkat wilayah. Seksi Inventarisasi Sosial Budaya.

Pasal 180 Subdirektorat Pemantauan Sumber Daya Hutan terdiri atas: a. b. pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pemantauan sumber daya hutan tingkat nasional dan wilayah. Seksi Pemantauan Sumber Daya Hutan Tingkat Nasional dan Wilayah. b. c. (2) Seksi Pemantauan Sumber Daya Hutan Tingkat Unit Pengelolaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang informasi dan dokumentasi peta sumberdaya hutan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pemantauan sumber daya hutan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pemantauan sumber daya hutan. dan kriteria di bidang pemantauan sumber daya hutan. Pasal 181 (1) Seksi Pemantauan Sumber Daya Hutan Tingkat Nasional dan Wilayah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. . standar. Seksi Pemantauan Sumber Daya Hutan Tingkat Unit Pengelolaan. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang informasi dan dokumentasi peta sumberdaya hutan.dan d. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pemantauan sumber daya hutan tingkat unit pengelolaan.48 a. Pasal 183 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 182. prosedur. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemantauan sumber daya hutan. Pasal 182 Subdirektorat Pemetaan Sumberdaya Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Subdirektorat Pemetaan Sumberdaya Hutan menyelenggarakan fungsi: a. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang informasi dan dokumentasi peta sumber daya hutan. penyiapan bahan penyusunan norma. b.

Seksi Dokumentasi Peta Sumberdaya Hutan. . Pasal 185 (1) Seksi Informasi Peta Sumberdaya Hutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang jaringan data spasial kehutanan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang dokumentasi. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang jaringan data spasial kehutanan. Pasal 187 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 186. Pasal 186 Subdirektorat Jaringan Data Spasial mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Subdirektorat Jaringan Data Spasial menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Informasi Peta Sumberdaya Hutan. dan kriteria di bidang jaringan data spasial kehutanan.49 c. b. penyiapan bahan penyusunan norma.dan d. standar. standar. pelaksanaan kebijakan. prosedur. (2) Seksi Dokumentasi Peta Sumberdaya Hutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. c. b. dan kriteria di bidang informasi dan dokumentasi peta sumberdaya hutan. pelaksanaan kebijakan. pelayanan. dan distribusi peta sumberdaya hutan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang informasi dan dokumentasi peta sumberdaya hutan. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang jaringan data spasial kehutanan. Pasal 184 Subdirektorat Pemetaan Sumber Daya Hutan terdiri atas: a. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang jaringan data spasial kehutanan. penyiapan bahan penyusunan norma. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyusunan dan penyajian informasi peta sumberdaya hutan. prosedur.dan d.

pelaksanaan kebijakan. monitoring dan evaluasi kemampuan jaringan sesuai kebutuhan dan teknologi dan melaksanakan fungsi sebagai unit kliring data spasial kehutanan. kerumahtanggaan. Pasal 189 (1) Seksi Pengelolaan Basis Data Spasial mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Pengelolaan Basis Data Spasial. mengembangkan kemampuan jaringan dalam mendukung akses basis data secara lebih meluas. kearsipan dan pelaporan Direktorat. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas sehari-hari secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Jaringan Data Spasial. keuangan. pelaksanaan kebijakan. kepegawaian. Bagian Ketujuh Direktorat Penggunaan Kawasan Hutan Pasal 191 Direktorat Penggunaan Kawasan Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan.50 Pasal 188 Subdirektorat Jaringan Data Spasial terdiri atas: a. . penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pembangunan basis dan aliran data spasial kehutanan. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penggunaan kawasan hutan untuk kepentingan pembangunan di luar kegiatan kehutanan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengelolaan data spasial kehutanan berbasis GIS dan jaringan. Pasal 190 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. pelaksanaan kebijakan.dan b. mengatur keamanan akses dalam rangka pembangunan basis data spasial. Seksi Pengelolaan Jaringan Data Spasial. (2) Seksi Pengelolaan Jaringan Data Spasial mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.

PNBP. pelaksanaan kebijakan. Pasal 194 Subdirektorat Penggunaan Kawasan Hutan Wilayah I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. PNBP. d. dan informasi penggunaan kawasan hutan untuk kepentingan pembangunan di luar kegiatan kehutanan. dan informasi penggunaan kawasan hutan untuk kepentingan pembangunan di luar kegiatan kehutanan.dan e. penyiapan penyusunan norma. c. Subbagian Tata Usaha. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. PNBP. Bali. Pasal 193 Direktorat Penggunaan Kawasan Hutan terdiri atas: a. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penggunaan kawasan hutan. dan informasi penggunaan kawasan hutan untuk kepentingan pembangunan di luar kegiatan kehutanan. dan kriteria di bidang penggunaan kawasan hutan.51 Pasal 192 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 191. Subdirektorat Informasi Penggunaan Kawasan Hutan. Direktorat Penggunaan Kawasan Hutan menyelenggarakan fungsi: a. dan Nusa Tenggara. d. Jawa. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang penggunaan kawasan hutan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang penggunaan kawasan hutan. PNBP.dan e. Subdirektorat Penggunaan Kawasan Hutan Wilayah II. standar. prosedur. Pasal 195 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 194. dan informasi penggunaan kawasan hutan untuk kepentingan pembangunan di luar kegiatan kehutanan. Subdirektorat PNBP Penggunaan Kawasan Hutan. Subdirektorat Penggunaan Kawasan Hutan Wilayah I menyelenggarakan fungsi: . Subdirektorat Penggunaan Kawasan Hutan Wilayah I. b. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyiapan areal penggunaan kawasan hutan di wilayah Sumatera. c. b.

c. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penggunaan kawasan hutan di wilayah Sumatera. (2) Seksi Penggunaan Kawasan Hutan Untuk Non Pertambangan mempunyai tugas penyiapan bahan perumusan kebijakan. Bali. Seksi Penggunaan Untuk Pertambangan. dan Papua. Bali dan Nusa Tenggara. Jawa. Pasal 196 Subdirektorat Penggunaan Kawasan Hutan Wilayah I terdiri atas: a. Jawa. Pasal 198 Subdirektorat Penggunaan Kawasan Hutan Wilayah II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma.52 a. Sulawesi. Pasal 199 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 198. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penggunaan kawasan hutan untuk non pertambangan di wilayah Sumatera. d. pelaksanaan kebijakan. dan Nusa Tenggara. Seksi Penggunaan Untuk Non Pertambangan. dan Nusa Tenggara. Bali. Bali. dan Papua.dan b. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penggunaan kawasan hutan di wilayah Sumatera. bimbingan teknis. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyiapan areal penggunaan kawasan hutan wilayah Kalimantan. dan kriteria di bidang penggunaan kawasan hutan di wilayah Sumatera. pelaksanaan kebijakan. Bali. pelaksanaan kebijakan. Maluku. dan Nusa Tenggara. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penggunaan kawasan hutan wilayah Kalimantan. Sulawesi. Jawa. Maluku. Jawa. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penggunaan kawasan hutan di wilayah Sumatera. b. Jawa. Jawa. . prosedur. Bali dan Nusa Tenggara. standar. Pasal 197 (1) Seksi Penggunaan Kawasan Hutan Untuk Pertambangan mempunyai tugas penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penggunaan kawasan hutan untuk pertambangan di wilayah Sumatera. Subdirektorat Penggunaan Kawasan Hutan Wilayah II menyelenggarakan fungsi: a. dan Nusa Tenggara.

Maluku dan Papua. Maluku dan Papua. Sulawesi. Pasal 200 Subdirektorat Penggunaan Kawasan Hutan Wilayah II terdiri atas: a. Maluku. dan kriteria di bidang penggunaan kawasan hutan wilayah Kalimantan. Sulawesi. Pasal 202 Subdirektorat PNBP Penggunaan Kawasan Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Maluku.53 b. (2) Seksi Penggunaan Kawasan Hutan Untuk Non Pertambangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. c. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penggunaan kawasan hutan wilayah Kalimantan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penerimaan negara bukan pajak dari kegiatan penggunaan kawasan hutan untuk pembangunan di luar kehutanan. Pasal 201 (1) Seksi Penggunaan Kawasan Hutan Untuk Pertambangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Subdirektorat PNBP Penggunaan Kawasan Hutan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 203 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 202. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penerimaan negara bukan pajak yang berasal dari kegiatan penggunaan kawasan hutan untuk pembangunan di luar kehutanan. dan Papua.dan d. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyiapan areal penggunaan kawasan hutan untuk pertambangan wilayah Kalimantan. . prosedur. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyiapan areal penggunaan kawasan hutan untuk Non pertambangan wilayah Kalimantan. dan Papua. standar. pelaksanaan kebijakan.dan b. Sulawesi. Sulawesi. Seksi Penggunaan Untuk Non Pertambangan. Seksi Penggunaan Untuk Pertambangan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penggunaan kawasan hutan wilayah Kalimantan. Sulawesi. bimbingan teknis. dan Papua. Maluku. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma.

Pasal 205 (1) Seksi PNBP Penggunaan Kawasan Hutan Untuk Pertambangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. . penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penerimaan negara bukan pajak yang berasal dari kegiatan penggunaan kawasan hutan untuk pembangunan di luar kehutanan. pelaksanaan kebijakan.dan b. Pasal 206 Subdirektorat Informasi Penggunaan Kawasan Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penerimaan negara bukan pajak dari penggunaan kawasan hutan untuk pertambangan. pelaksanaan kebijakan. dan kriteria di bidang penerimaan negara bukan pajak yang berasal dari kegiatan penggunaan kawasan hutan untuk pembangunan di luar kehutanan. Pasal 207 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 206. (2) Seksi PNBP Penggunaan Kawasan Hutan Untuk Non Pertambangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.dan d. prosedur. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan norma. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penerimaan negara bukan pajak dari penggunaan kawasan hutan untuk non pertambangan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang informasi penggunaan kawasan hutan. Subdirektorat Informasi Penggunaan Kawasan Hutan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 204 Subdirektorat PNBP Penggunaan Kawasan Hutan terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang informasi penggunaan kawasan hutan. Seksi PNBP Penggunaan Kawasan Hutan Untuk Pertambangan. standar. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penerimaan negara bukan pajak yang berasal dari kegiatan penggunaan kawasan hutan untuk pembangunan di luar kehutanan. c. Seksi PNBP Penggunaan Kawasan Hutan Untuk Non Pertambangan.54 b. bimbingan teknis.

prosedur. Pasal 208 Subdirektorat Informasi Penggunaan Kawasan Hutan terdiri atas: a. Seksi Informasi Penggunaan Kawasan Hutan Wilayah I. keuangan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang informasi penggunaan kawasan hutan. Sulawesi. dan kriteria di bidang informasi penggunaan kawasan hutan. standar. (2) Seksi Informasi Penggunaan Kawasan Hutan Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. kearsipan dan pelaporan Direktorat. c. Jawa.55 b. Bali. kerumahtanggaan. Maluku dan Papua. Pasal 209 (1) Seksi Informasi Penggunaan Kawasan Hutan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. . penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang informasi penggunaan kawasan hutan wilayah Kalimantan.dan b. Seksi Informasi Penggunaan Kawasan Hutan Wilayah II. Pasal 210 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang informasi penggunaan kawasan hutan wilayah Sumatera. kepegawaian. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang informasi penggunaan kawasan hutan. pelaksanaan kebijakan.dan d. dan Nusa Tenggara. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas sehari-hari secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Informasi Penggunaan Kawasan Hutan.

penyiapan penyusunan norma.56 Bagian Kedelapan Direktorat Wilayah Pengelolaan dan Penyiapan Areal Pemanfaatan Kawasan Hutan Pasal 211 Direktorat Wilayah Pengelolaan dan Penyiapan Areal Pemanfaatan Kawasan Hutan mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. Subdirektorat Informasi Wilayah Pengelolaan dan Pemanfaatan Kawasan Hutan.dan e. dan kriteria di bidang pembentukan wilayah pengelolaan hutan. penyiapan areal pemanfaatan hutan dan informasi wilayah pengelolaan kawasan hutan.dan e. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. penyiapan areal pemanfaatan hutan dan informasi wilayah pengelolaan kawasan hutan. pelaksanaan kebijakan. Direktorat Wilayah Pengelolaan dan Penyiapan Areal Pemanfaatan Kawasan Hutan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pembentukan wilayah pengelolaan hutan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pembentukan wilayah pengelolaan hutan. penyiapan areal pemanfaatan hutan dan informasi wilayah pengelolaan kawasan hutan. prosedur. Subbagian Tata Usaha. b. . standar. Subdirektorat Pembentukan Wilayah Pengelolaan Hutan. d. Subdirektorat Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Wilayah II. Pasal 212 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 211. bimbingan teknis. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang wilayah pengelolaan dan penyiapan areal pemanfaatan hutan. c. Pasal 213 Direktorat Wilayah Pengelolaan dan Penyiapan Areal Pemanfaatan Kawasan Hutan terdiri atas: a. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pembentukan wilayah pengelolaan hutan. Subdirektorat Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Wilayah I. penyiapan areal pemanfaatan hutan dan informasi wilayah pengelolaan kawasan hutan. b. d. c.

Seksi Pembentukan Wilayah Pengelolaan Hutan Wilayah II. (2) Seksi Pembentukan Wilayah Pengelolaan Kawasan Hutan Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. standar. Pasal 216 Subdirektorat Pembentukan Wilayah Pengelolaan Hutan terdiri atas: a. Bali dan Nusa Tenggara. b. pelaksanaan kebijakan.dan b. prosedur. Jawa. Subdirektorat Pembentukan Wilayah Pengelolaan Hutan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pembentukan wilayah pengelolaan hutan. . Seksi Pembentukan Wilayah Pengelolaan Hutan Wilayah I. Maluku. Pasal 215 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 214. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pembentukan wilayah pengelolaan hutan. penyiapan bahan pelaksanaan pengelolaan hutan.57 Pasal 214 Subdirektorat Pembentukan Wilayah Pengelolaan Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pembentukan wilayah pengelolaan hutan. Pasal 217 (1) Seksi Pembentukan Wilayah Pengelolaan Hutan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pembentukan wilayah pengelolaan hutan di wilayah Kalimantan. pelaksanaan kebijakan.dan d. pelaksanaan kebijakan. kebijakan di bidang pembentukan wilayah c. dan Papua. Sulawesi. bimbingan teknis. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pembentukan wilayah pengelolaan hutan di wilayah Sumatera. dan kriteria di bidang pembentukan wilayah pengelolaan hutan.

Bali dan Nusa Tenggara. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyiapan areal pemanfaatan kawasan hutan di wilayah Sumatera. dan kriteria di bidang penyiapan areal pemanfaatan kawasan hutan di wilayah Sumatera. usaha jasa lingkungan dan kawasan hutan dengan tujuan khusus di wilayah Sumatera. penyiapan bahan penyusunan norma. Jawa. pelaksanaan kebijakan. Pasal 219 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 218. Jawa.dan b. usaha pariwisata alam. Bali dan Nusa Tenggara. Bali dan Nusa Tenggara. hutan desa. Jawa. c. bimbingan teknis. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penyiapan areal pemanfaatan kawasan hutan di wilayah Sumatera. . Bali dan Nusa Tenggara. b.dan d. Bali dan Nusa Tenggara. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyiapan areal pemanfaatan hutan alam. Seksi Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Alam Wilayah I. Jawa. standar. (2) Seksi Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Tanaman Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Bali dan Nusa Tenggara. Bali dan Nusa Tenggara.58 Pasal 218 Subdirektorat Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Wilayah I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Jawa. Pasal 220 Subdirektorat Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Wilayah I terdiri atas: a. Pasal 221 (1) Seksi Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Alam Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Jawa. Jawa. pelaksanaan kebijakan. prosedur. hutan kemasyarakatan. Seksi Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Tanaman Wilayah I. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyiapan areal pemanfaatan kawasan hutan di wilayah Sumatera. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penyiapan areal pemanfaatan kawasan hutan di wilayah Sumatera. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyiapan areal pemanfaatan hutan tanaman dan hutan tanaman rakyat di wilayah Sumatera. Subdirektorat Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Wilayah I menyelenggarakan fungsi: a.

Maluku dan Papua. bimbingan teknis. Maluku dan Papua. pelaksanaan kebijakan. Maluku dan Papua. pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Wilayah II menyelenggarakan fungsi: a. Sulawesi. Pasal 223 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 222. Seksi Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Alam Wilayah II. Pasal 224 Subdirektorat Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Wilayah II terdiri atas: a. Sulawesi. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyiapan areal pemanfaatan hutan tanaman. . hutan desa.59 Pasal 222 Subdirektorat Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Wilayah II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Maluku dan Papua. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyiapan areal pemanfaatan hutan di wilayah Kalimantan. c. penyiapan bahan penyusunan norma. usaha pariwisata alam. b. prosedur. hutan kemasyarakatan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyiapan areal pemanfaatan hutan alam. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyiapan areal pemanfaatan hutan di wilayah Kalimantan. Maluku dan Papua. Maluku dan Papua. Sulawesi. Sulawesi. Sulawesi.dan b. (2) Seksi Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Tanaman Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penyiapan areal pemanfaatan hutan di wilayah Kalimantan. usaha jasa lingkungan dan kawasan hutan dengan tujuan khusus di wilayah Kalimantan. Sulawesi. dan hutan tanaman rakyat di wilayah Kalimantan. Pasal 225 (1) Seksi Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Alam Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.dan d. dan kriteria di bidang penyiapan areal pemanfaatan hutan di wilayah Kalimantan. Sulawesi. Seksi Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Tanaman Wilayah II. standar. Maluku dan Papua. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penyiapan areal pemanfaatan hutan di wilayah Kalimantan.

Seksi Informasi Pemanfaatan Kawasan Hutan. penyiapan bahan penyusunan norma. pelaksanaan kebijakan. . penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyiapan informasi pembentukan wilayah. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang informasi wilayah pengelolaan dan pemanfaatan kawasan hutan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang informasi wilayah pengelolaan dan pemanfaatan kawasan hutan. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang informasi wilayah pengelolaan dan pemanfaatan kawasan hutan. Pasal 228 Subdirektorat Informasi Wilayah Pengelolaan dan Pemanfaatan Kawasan Hutan terdiri atas: a. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang informasi wilayah pengelolaan dan pemanfaatan kawasan hutan. (2) Seksi Informasi Pemanfaatan Kawasan Hutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.60 Pasal 226 Subdirektorat Informasi Wilayah Pengelolaan dan Pemanfaatan Kawasan Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Pasal 227 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 226.dan b. standar. pelaksanaan kebijakan. dan kriteria di bidang informasi wilayah pengelolaan dan pemanfaatan kawasan hutan. prosedur. b. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang informasi geografis pemanfaatan kawasan hutan. bimbingan teknis. Subdirektorat Informasi Wilayah Pengelolaan dan Pemanfaatan Kawasan Hutan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Informasi Wilayah Pengelolaan.dan d. Pasal 229 (1) Seksi Informasi Wilayah Pengelolaan mempuyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. c.

kerumahtanggaan. . keuangan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas sehari-hari secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Informasi Wilayah Pengelolaan dan Pemanfaatan Kawasan Hutan.61 Pasal 230 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. kepegawaian. kearsipan dan pelaporan Direktorat.

prosedur. standar. c. (2) Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam dipimpin oleh Direktur Jenderal. Pasal 233 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 232. d.62 BAB V DIREKTORAT JENDERAL PERLINDUNGAN HUTAN DAN KONSERVASI ALAM Bagian Pertama Kedudukan. pelaksanaan kebijakan di bidang perlindungan hutan dan konservasi alam sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Tugas dan Fungsi Pasal 231 (1) Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam adalah unsur pelaksana yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kehutanan. penyusunan norma.dan e. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam. dan kriteria di bidang perlindungan hutan dan konservasi alam sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Pasal 232 Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang perlindungan hutan dan konservasi alam sesuai dengan peraturan perundangundangan. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perlindungan hutan dan konservasi alam sesuai dengan peraturan perundang-undangan. b. perumusan kebijakan di bidang perlindungan hutan dan konservasi alam sesuai peraturan perundang-undangan. . Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam menyelenggarakan fungsi: a.

. koordinasi dan pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi di bidang perlindungan hutan dan konservasi alam. koordinasi dan pelaksanaan tata usaha. koordinasi dan penyiapan telaahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. koordinasi dan penyusunan rencana. Direktorat Kawasan Konservasi dan Bina Hutan Lindung. Sekretariat Direktorat Jenderal. b. d. organisasi dan tata laksana di bidang perlindungan hutan dan konservasi alam. kerja sama teknik. c. pemberian pertimbangan dan bantuan hukum di bidang perlindungan hutan dan konservasi alam. Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 235 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unit organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal. b. Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kawasan Konservasi dan Hutan Lindung. Pasal 236 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 235. d. c.63 Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 234 Direktorat Jenderal Perlindungan hutan dan Konservasi Alam terdiri atas: a. Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi dan pelaksanaan urusan kepegawaian. evaluasi dan pelaporan di bidang perlindungan hutan dan konservasi alam. perlengkapan dan administrasi keuangan Direktorat Jenderal. Direktorat Penyidikan dan Pengamanan Hutan. program.dan f. e.dan e.

(2) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan pengumpulan. Pasal 241 (1) Subbagian Program dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program kerja dan anggaran. Subbagian Data dan Informasi. data.64 Pasal 237 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a.dan d. Organisasi dan Tata Laksana. b. Subbagian Program dan Anggaran. penyiapan bahan koordinasi dan pengumpulan data serta penyajian informasi c. b. program dan anggaran. c. Pasal 238 Bagian Program dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi penyusunan dan pelaksanaan rencana. Bagian Program dan Evaluasi. informasi dan statistik serta pelaksanaan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. Pasal 240 Bagian Program dan Evaluasi terdiri atas: a. . b. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan statistik dan kehumasan. Pasal 239 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 238. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan program dan anggaran. penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan rencana dan program.dan d. Bagian Kepegawaian.dan c. Bagian Program dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. pengolahan data dan penyajian informasi. Bagian Keuangan dan Umum. penyusunan statistik. Bagian Hukum dan Kerja Sama Teknik. serta kehumasan.

Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional. dan administrasi kepegawaian. fungsi. dan evaluasi kinerja organisasi. pelaksanaan urusan administrasi kepegawaian. pedoman dan prosedur kerja dan pembakuan prasarana dan sarana kerja. Pasal 245 (1) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana formasi pegawai. Bagian Kepegawaian. pelaksanaan urusan pengembangan karier pegawai dan administrasi jabatan fungsional. Organisasi dan Tata Laksana terdiri atas: a. susunan organisasi. (3) Subbagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis jabatan. b. Subbagian Organisasi dan Tata Laksana. tata kerja. pengembangan pegawai dan administrasi jabatan fungsional.dan c. b. (2) Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan pendidikan. pendisiplinan dan penghargaan pegawai serta administrasi jabatan fungsional. Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepegawaian. perumusan tugas. Subbagian Administrasi Kepegawaian. serta penyiapan bahan penyusunan organisasi dan ketatalaksanaan. penyiapan bahan penyusunan organisasi dan ketatalaksanaan.65 (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi kinerja dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. serta penyusunan tata hubungan kerja.dan c. Pasal 243 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 242. pelatihan. Pasal 242 Bagian Kepegawaian. . Pasal 244 Bagian Kepegawaian. Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a.

kearsipan dan pengelolaan urusan keuangan. penyelesaian tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. Pasal 250 Bagian Hukum dan Kerja Sama Teknik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. Bagian Keuangan dan Umum menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Administrasi Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan tata laksana keuangan. pembinaan kebendaharaan petugas SAI dan petugas SIMAK-BMN. Pasal 248 Bagian Keuangan dan Umum terdiri atas: a. b. penyusunan rencana anggaran gaji dan penggajian. penyiapan bahan perbendaharaan. pelaporan keuangan. kearsipan dan pembinaan tata persuratan. b. pelaksanaan urusan tata usaha. bantuan hukum. Subbagian Administrasi Keuangan. pertimbangan. serta penyiapan bahan administrasi kerja sama teknik dalam negeri dan luar negeri. melakukan akuntansi keuangan dan barang milik negara. . (3) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan urusan rumah tangga dan pengelolaan barang milik negara. Pasal 247 Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 246.66 Pasal 246 Bagian Keuangan dan Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan. Subbagian Perlengkapan.dan c. pelaksanaan urusan perlengkapan. Pasal 249 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. perlengkapan. rumah tangga. penelaahan permasalahan.dan c. Subbagian Tata Usaha. pelaksanaan urusan administrasi keuangan. verifikasi.

dan c. Bagian Keempat Direktorat Penyidikan dan Pengamanan Hutan Pasal 254 Direktorat Penyidikan dan Pengamanan Hutan mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. penelaahan dan penanganan permasalahan. b. dan bantuan permasalahan hukum. Bagian Hukum dan Kerja Sama Teknik menyelenggarakan fungsi: a.dan c. pelaksanaan kebijakan. Pasal 255 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 254. (2) Subbagian Pertimbangan dan Bantuan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyidikan dan pengamanan hutan.67 Pasal 251 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 250. penyiapan bahan administrasi kerja sama teknik dalam negeri dan luar negeri. Subbagian Kerja Sama Teknik. Subbagian Peraturan Perundang-undangan. Subbagian Pertimbangan dan Bantuan Hukum. b. penyiapan bahan pertimbangan dan bantuan hukum. Pasal 252 Bagian Hukum dan Kerja Sama Teknik terdiri atas: a. pertimbangan. penyiapan bahan peraturan perundang-undangan. Pasal 253 (1) Subbagian Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rancangan dan penelahaan peraturan perundangundangan. (3) Subbagian Kerja Sama Teknik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan koordinasi administrasi kerja sama teknik dalam negeri dan luar negeri. Direktorat Penyidikan dan Pengamanan Hutan menyelenggarakan fungsi: .

pengelolaan polisi kehutanan dan penyidik pegawai negeri sipil serta sarana prasarana penyidikan dan pengamanan hutan. perambahan peredaran ilegal tumbuhan dan satwa liar.dan e. perburuan liar. perambahan peredaran ilegal tumbuhan dan satwa liar. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. b. e. Subdirektorat Program dan Evaluasi Penyidikan dan Pengamanan. bimbingan teknis. pengelolaan polisi kehutanan dan penyidik pegawai negeri sipil serta sarana prasarana penyidikan dan pengamanan hutan. Subdirektorat Penyidikan dan Pengamanan Wilayah II. pengelolaan polisi kehutanan dan penyidik pegawai negeri sipil serta sarana prasarana penyidikan dan pengamanan hutan. perburuan liar. Subdirektorat Penyidikan dan Pengamanan Wilayah I. c. d. Pasal 256 Direktorat Penyidikan dan Pengamanan Hutan terdiri atas: a. pembalakan dan peredaran hasil hutan ilegal. Subdirektorat Program dan Evaluasi Penyidikan dan Pengamanan menyelenggarakan fungsi: . pembalakan dan peredaran hasil hutan ilegal. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyidikan. Subbagian Tata Usaha. penyiapan penyusunan norma. Pasal 257 Subdirektorat Program dan Evaluasi Penyidikan dan Pengamanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. perambahan peredaran ilegal tumbuhan dan satwa liar. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang penyidikan. pelaksanaan kebijakan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang penyidikan. b. perburuan liar. standar. c. Subdirektorat Penyidikan dan Pengamanan Wilayah III. Pasal 258 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 257. pembalakan dan peredaran hasil hutan ilegal. perburuan liar. dan kriteria di bidang penyidikan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang program dan evaluasi penyidikan dan pengamanan hutan. Subdirektorat Dukungan Operasi. perambahan peredaran ilegal tumbuhan dan satwa liar. pengelolaan polisi kehutanan dan penyidik pegawai negeri sipil serta sarana prasarana penyidikan dan pengamanan hutan.dan f. pembalakan dan peredaran hasil hutan ilegal. d. prosedur.68 a.

Seksi Program. c. b. b. Subdirektorat Penyidikan dan Pengamanan Wilayah I menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan kebijakan. Pasal 259 Subdirektorat Program dan Evaluasi Penyidikan dan Pengamanan terdiri atas: a. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang program dan evaluasi penyidikan dan pengamanan. Pasal 261 Subdirektorat Penyidikan dan Pengamanan Wilayah I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. dan kriteria di bidang program dan evaluasi penyidikan dan pengamanan. Jawa dan Bali. Seksi Evaluasi. Pasal 262 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 261.dan b. Pasal 260 (1) Seksi Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. Jawa dan Bali. Jawa dan Bali. Jawa dan Bali. prosedur. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penyidikan dan pengamanan hutan di wilayah Sumatera. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang program dan evaluasi penyidikan dan pengamanan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang program dan rencana penyidikan dan pengamanan hutan. penyiapan bahan penyusunan norma. (2) Seksi Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan kriteria di bidang penyidikan dan pengamanan hutan di wilayah Sumatera.dan . c. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyidikan dan pengamanan hutan di wilayah Sumatera. bimbingan teknis. standar.69 a. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang program dan evaluasi penyidikan dan pengamanan.dan d. prosedur. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penyidikan dan pengamanan hutan di wilayah Sumatera. standar. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang evaluasi penyidikan dan pengamanan hutan.

dan perburuan di wilayah Sumatera. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyidikan dan pengamanan hutan di wilayah Kalimantan dan Nusa Tenggara. pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. bimbingan teknis. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penyidikan dan pengamanan hutan di wilayah Kalimantan dan Nusa Tenggara. standar. penyiapan bahan penyusunan norma. Jawa dan Bali. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyidikan dan penanggulangan pembalakan ilegal. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyidikan dan penanggulangan perambahan hutan dan kebakaran di wilayah Sumatera.dan . b. Pasal 264 (1) Seksi Pembalakan Ilegal dan Tumbuhan dan Satwa Liar Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 265 Subdirektorat Penyidikan dan Pengamanan Wilayah II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. hama penyakit. Jawa dan Bali. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penyidikan dan pengamanan hutan di wilayah Kalimantan dan Nusa Tenggara. Seksi Perambahan Hutan dan Kebakaran Wilayah I.dan b. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyidikan dan pengamanan hutan di wilayah Sumatera. dan kriteria di bidang penyidikan dan pengamanan hutan di wilayah Kalimantan dan Nusa Tenggara. c. Subdirektorat Penyidikan dan Pengamanan Wilayah II menyelenggarakan fungsi: a. peredaran tumbuhan dan satwa liar ilegal. Pasal 263 Subdirektorat Penyidikan dan Pengamanan Hutan Wilayah I terdiri atas: a.70 d. (2) Seksi Perambahan Hutan dan Kebakaran Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Jawa dan Bali. prosedur. Pasal 266 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 265. pelaksanaan kebijakan. Seksi Pembalakan Ilegal dan Tumbuhan dan Satwa Liar Wilayah I.

71 d. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penyidikan dan pengamanan hutan di wilayah Sulawesi. Pasal 267 Subdirektorat Penyidikan dan Pengamanan Hutan Wilayah II terdiri atas: a. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyidikan dan penanggulangan pembalakan ilegal dan penanggulangan peredaran tumbuhan dan satwa liar ilegal.dan b. Maluku dan Papua. Maluku dan Papua. Pasal 268 (1) Seksi Pembalakan Ilegal dan Tumbuhan dan Satwa Liar Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penyidikan dan pengamanan hutan di wilayah Sulawesi. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyidikan dan pengamanan hutan di wilayah Kalimantan dan Nusa Tenggara. perburuan di wilayah Kalimantan dan Nusa Tenggara. Pasal 270 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 269. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyidikan dan pengamanan hutan di wilayah Sulawesi. bimbingan teknis. Seksi Pembalakan Ilegal dan Tumbuhan dan Satwa Liar Wilayah II. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyidikan dan penanggulangan perambahan hutan dan kebakaran di wilayah Kalimantan dan Nusa Tenggara. Maluku dan Papua. (2) Seksi Perambahan Hutan dan Kebakaran Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. . Subdirektorat Penyidikan dan Pengamanan Hutan Wilayah III menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Perambahan Hutan dan Kebakaran Wilayah II. Pasal 269 Subdirektorat Penyidikan dan Pengamanan Hutan Wilayah III mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. b. hama penyakit.

dan kriteria di bidang penyidikan dan pengamanan hutan di wilayah Sulawesi. Maluku dan Papua.72 c. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyidikan dan penanggulangan pembalakan ilegal. Pasal 272 (1) Seksi Pembalakan Ilegal dan Tumbuhan dan Satwa Liar Wilayah III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Perambahan Hutan dan Kebakaran Wilayah III.dan b. Maluku dan Papua. Pasal 273 Subdirektorat Dukungan Operasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan.dan d. dan perburuan di wilayah Sulawesi. pelaksanaan kebijakan. peredaran tumbuhan dan satwa liar ilegal. Pasal 271 Subdirektorat Penyidikan dan Pengamanan Hutan Wilayah III terdiri atas: a. (2) Seksi Perambahan Hutan dan Kebakaran Wilayah III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Maluku dan Papua. Pasal 274 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 273. prosedur. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang polisi kehutanan dan penyidik pegawai negeri sipil serta pengembangan dan pendayagunaan sarana dan prasarana pengamanan hutan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyidikan dan penanggulangan perambahan hutan dan kebakaran di wilayah Sulawesi. Subdirektorat Dukungan Operasi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyidikan dan pengamanan hutan di wilayah Sulawesi. Maluku dan Papua. . Seksi Pembalakan Ilegal dan Tumbuhan dan Satwa Liar Wilayah III. bimbingan teknis. hama penyakit. pelaksanaan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang polisi kehutanan dan penyidik pegawai negeri sipil serta pengembangan dan pendayagunaan sarana dan prasarana pengamanan hutan. penyiapan bahan penyusunan norma. standar.

(2) Seksi Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Sarana dan Prasarana. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang polisi kehutanan dan penyidik pegawai negeri sipil serta pengembangan dan pendayagunaan sarana dan prasarana pengamanan hutan. dan kerumahtanggaan serta pelaporan Direktorat. keuangan. Pasal 275 Subdirektorat Dukungan Operasi terdiri atas: a. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Dukungan Operasi.dan d. kepegawaian. Seksi Polisi Kehutanan dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil. . penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang polisi kehutanan dan penyidik pegawai negeri sipil serta pengembangan dan pendayagunaan sarana dan prasarana pengamanan hutan. Pasal 277 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengembangan. dan kriteria di bidang polisi kehutanan dan penyidik pegawai negeri sipil serta pengembangan dan pendayagunaan sarana dan prasarana pengamanan hutan. c. tertib administrasi dan pendayagunaan sarana dan prasarana pengamanan hutan.dan b. penyiapan bahan penyusunan norma.73 b. prosedur. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengembangan dan pembinaan Polisi Kehutanan dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil. standar. Pasal 276 (1) Seksi Polisi Kehutanan dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan.

pencegahan. pemadaman dan penanganan dampak pasca kebakaran. serta tenaga dan sarana prasarana di bidang pengendalian kebakaran hutan. bimbingan teknis. pelaksanaan kebijakan. b. Pasal 280 Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan terdiri atas: a.dan e. c.74 Bagian Kelima Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan Pasal 278 Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. dan kriteria di bidang monitoring hotspot. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. serta tenaga dan sarana prasarana di bidang pengendalian kebakaran hutan. standar. b. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengendalian kebakaran hutan. pemadaman dan penanganan dampak pasca kebakaran. penyiapan perumusan kebijakan di bidang monitoring hotspot. . serta tenaga dan sarana prasarana di bidang pengendalian kebakaran hutan. pencegahan. Pasal 279 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 278. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Tenaga dan Sarana Prasarana Pengendalian Kebakaran Hutan. penyiapan penyusunan norma. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang monitoring hotspot. Subdirektorat Program dan Evaluasi Pengendalian Kebakaran Hutan. Subdirektorat Monitoring Hotspot dan Pencegahan Kebakaran Hutan. prosedur. d. c. Subdirektorat Pemadaman dan Penanganan Dampak Pasca Kebakaran Hutan. pencegahan. serta tenaga dan sarana prasarana di bidang pengendalian kebakaran hutan.dan e. pemadaman dan penanganan dampak pasca kebakaran. pemadaman dan penanganan dampak pasca kebakaran. d. Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang monitoring hotspot. pencegahan.

dan kriteria di bidang program dan evaluasi pengendalian kebakaran hutan. kebijakan di bidang program dan evaluasi b. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang program dan evaluasi pengendalian kebakaran hutan. Pasal 284 (1) Seksi Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.dan b. Pasal 282 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 281.dan d. pelaksanaan kebijakan. bimbingan teknis. (2) Seksi Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 285 Subdirektorat Monitoring Hotspot dan Pencegahan Kebakaran Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang program dan evaluasi pengendalian kebakaran hutan. pelaksanaan kebijakan.75 Pasal 281 Subdirektorat Program dan Evaluasi Pengendalian Kebakaran Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Subdirektorat Program dan Evaluasi Pengendalian Kebakaran Hutan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang program dan evaluasi pengendalian kebakaran hutan. prosedur. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang monitoring hotspot dan pencegahan kebakaran hutan. c. Seksi Program. penyiapan bahan penyusunan norma. Seksi Evaluasi. pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang program dan rencana pengendalian kebakaran hutan. . penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang evaluasi pengendalian kebakaran hutan. Pasal 283 Subdirektorat Program dan Evaluasi Pengendalian Kebakaran Hutan terdiri atas: a. standar. penyiapan bahan perumusan pengendalian kebakaran hutan. bimbingan teknis.

pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang monitoring hotspot dan pencegahan kebakaran hutan. Seksi Monitoring Hotspot. . bimbingan teknis. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemadaman dan penanganan dampak pasca kebakaran hutan. c. prosedur. Subdirektorat Monitoring Hotspot dan Pencegahan Kebakaran Hutan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan norma. sistem informasi pemantauan hotspot.dan d. b. Pasal 289 Subdirektorat Pemadaman dan Penanganan Dampak Pasca Kebakaran Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. (2) Seksi Pencegahan Kebakaran Hutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang monitoring hotspot dan pencegahan kebakaran hutan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang monitoring hotspot dan pencegahan kebakaran hutan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pencegahan kebakaran hutan. dan sistem peringatan bahaya kebakaran. Pasal 287 Subdirektorat Monitoring Hotspot dan Pencegahan Kebakaran Hutan terdiri atas: a. Seksi Pencegahan Kebakaran Hutan. dan kriteria di bidang monitoring hotspot dan pencegahan kebakaran hutan.76 Pasal 286 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 285. Pasal 288 (1) Seksi Monitoring Hotspot mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. standar. b. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang monitoring dan analisis hotspot.

Jawa. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pemadaman dan penanganan dampak pasca kebakaran hutan. pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan kebijakan.77 Pasal 290 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 289. Bali dan Sulawesi. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemadaman dan penanganan dampak pasca kebakaran hutan. Nusa Tenggara. Pasal 293 Subdirektorat Tenaga dan Sarana Prasarana Pengendalian Kebakaran Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemadaman kebakaran hutan. prosedur. Seksi Pemadaman dan Penanganan Dampak Pasca Kebakaran Hutan Wilayah I.dan d. Maluku dan Papua.dan b. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pemadaman dan penanganan dampak pasca kebakaran hutan. Seksi Pemadaman dan Penanganan Dampak Pasca Kebakaran Hutan Wilayah II. dan kriteria di bidang pemadaman dan penanganan dampak pasca kebakaran hutan. standar. bimbingan teknis. Pasal 292 (1) Seksi Pemadaman dan Penanganan Dampak Pasca Kebakaran Hutan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pemadaman dan penanganan dampak pasca kebakaran hutan wilayah II di Kalimantan. b. pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Pemadaman dan Penanganan Dampak Pasca Kebakaran Hutan Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. . c. Subdirektorat Pemadaman dan Penanganan Dampak Pasca Kebakaran Hutan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan norma. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pemadaman dan penanganan dampak pasca kebakaran hutan wilayah I di Sumatera. Pasal 291 Subdirektorat Pemadaman dan Penanganan Dampak Pasca Kebakaran Hutan terdiri atas: a.

78 Pasal 294 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 293. dan kerumahtanggaan serta pelaporan Direktorat. dan kriteria di bidang tenaga dan sarana prasarana pengendalian kebakaran hutan. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Program dan Evaluasi Pengendalian Kebakaran Hutan. kepegawaian. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang sarana dan prasarana pengendalian kebakaran hutan. keuangan. c. Subdirektorat Tenaga dan Sarana Prasarana Pengendalian Kebakaran Hutan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 296 (1) Seksi Tenaga mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang tenaga dan sarana prasarana pengendalian kebakaran hutan.dan b. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang tenaga pengendalian kebakaran hutan. Pasal 297 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang tenaga dan sarana prasarana pengendalian kebakaran hutan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang tenaga dan sarana prasarana pengendalian kebakaran hutan. prosedur.dan d. . Seksi Tenaga. Seksi Sarana dan Prasarana. b. (2) Seksi Sarana dan Prasarana mempunyai tugas penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 295 Subdirektorat Tenaga dan Sarana Prasarana Pengendalian Kebakaran Hutan terdiri atas: a. standar.

pembinaan pengelolaan kawasan suaka alam. kawasan pelestarian alam. hutan lindung. dan kriteria di bidang pemolaan dan pengembangan. Pasal 300 Direktorat Kawasan Konservasi dan Bina Hutan Lindung terdiri atas: a. Perairan dan Ekosistem Esensial.79 Bagian Keenam Direktorat Kawasan Konservasi dan Bina Hutan Lindung Pasal 298 Direktorat Kawasan Konservasi dan Bina Hutan Lindung mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. taman buru. d. taman buru. pembinaan pengelolaan kawasan suaka alam. prosedur. kawasan konservasi perairan. Pasal 299 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 298. kawasan ekosistem esensial dan bina daerah penyangga. kawasan ekosistem esensial dan bina daerah penyangga. Subdirektorat Pemolaan dan Pengembangan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Subdirektorat Kawasan Suaka Alam dan Hutan Lindung. lahan basah. hutan lindung. lahan basah. hutan lindung. penyiapan penyusunan norma. hutan lindung. kawasan konservasi perairan. bimbingan teknis. kawasan ekosistem esensial dan bina daerah penyangga. standar. taman buru. . lahan basah. c. b. pembinaan pengelolaan kawasan suaka alam. kawasan konservasi perairan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pemolaan dan pengembangan.dan e. Subdirektorat Kawasan Pelestarian Alam dan Taman Buru. taman buru. pembinaan pengelolaan kawasan suaka alam. c. kawasan konservasi perairan. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemolaan dan pengembangan. kawasan pelestarian alam. d. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang konservasi kawasan dan pembinaan hutan lindung. Subdirektorat Konservasi Lahan Basah. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pemolaan dan pengembangan. kawasan pelestarian alam. Direktorat Kawasan Konservasi dan Bina Hutan Lindung menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan kebijakan. kawasan pelestarian alam. kawasan ekosistem esensial dan bina daerah penyangga. lahan basah. b.

pelaksanaan kebijakan. penataan zonasi/blok. dan kriteria di bidang pemolaan dan pengembangan kawasan konservasi. b. prosedur. Pasal 304 (1) Seksi Pemolaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. (2) Seksi Pengembangan dan Perpetaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. perubahan fungsi. . Seksi Pemolaan. pemantapan dan penataan kawasan. evaluasi fungsi. Pasal 302 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 301. rencana pengembangan dan perubahan kawasan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang rencana pengelolaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pemolaan dan pengembangan kawasan konservasi.dan b. Pasal 301 Subdirektorat Pemolaan dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan.dan f. Subbagian Tata Usaha.80 e. bimbingan teknis. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemolaan dan pengembangan kawasan konservasi.dan d. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pemolaan dan pengembangan kawasan konservasi. pelaksanaan kebijakan. tumpang tindih peruntukan kawasan konservasi. Subdirektorat Pemolaan dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan kebijakan. Seksi Pengembangan dan Perpetaan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang persiapan pembentukan kawasan konservasi. Pasal 303 Subdirektorat Pemolaan dan Pengembangan terdiri atas: a. c. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemolaan dan pengembangan kawasan konservasi. Subdirektorat Bina Daerah Penyangga.

standar.dan d. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyusunan rencana pengelolaan ekosistem/habitat. pemanfaatan untuk menunjang budidaya dan pengembangan kolaborasi di taman wisata alam. pemanfaatan untuk pendidikan dan kesadaran konservasi. rehabilitasi dan restorasi ekosistem/habitat. Seksi Taman Wisata Alam. Taman Hutan Raya dan Taman Buru. b. dan kriteria di bidang pengelolaan kawasan pelestarian alam dan taman buru. Subdirektorat Kawasan Pelestarian Alam dan Taman Buru menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengelolaan kawasan pelestarian alam dan taman buru. Pasal 307 Subdirektorat Kawasan Pelestarian Alam dan Taman Buru terdiri atas: a. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan kawasan pelestarian alam dan taman buru.dan b. dan taman buru. pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. pemanfaatan untuk menunjang budidaya dan pengembangan kolaborasi di Taman Nasional. pemanfaatan untuk pendidikan dan kesadaran konservasi. Pasal 306 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 305. pemanfaatan untuk penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan. dan Taman Buru mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.81 Pasal 305 Subdirektorat Kawasan Pelestarian Alam dan Taman Buru mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. taman hutan raya. c. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan kawasan pelestarian alam dan taman buru. Taman Hutan Raya. bimbingan teknis. pemanfaatan untuk penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan. Seksi Taman Nasional. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyusunan rencana pengelolaan ekosistem/habitat. prosedur. penyiapan bahan penyusunan norma. (2) Seksi Taman Wisata Alam. Pasal 308 (1) Seksi Taman Nasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. . penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di pengelolaan kawasan pelestarian alam dan taman buru.

Seksi Cagar Alam.dan b. Pasal 311 Subdirektorat Kawasan Suaka Alam dan Hutan Lindung terdiri atas: a. pemanfaatan untuk penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan. c. Pasal 310 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 309. pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Kawasan Suaka Alam dan Hutan Lindung menyelenggarakan fungsi: a.82 Pasal 309 Subdirektorat Kawasan Suaka Alam dan Hutan Lindung mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. pemanfaatan untuk pendidikan dan kesadaran konservasi. pemanfaatan untuk pendidikan dan kesadaran konservasi. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyusunan rencana pengelolaan ekosistem/ habitat. pemanfaatan untuk menunjang budidaya dan pengembangan kolaborasi serta penyelesaian masalah penggunaan suaka margasatwa dan hutan lindung. Seksi Suaka Margasatwa dan Hutan Lindung. pemanfaatan untuk penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan. Pasal 312 (1) Seksi Cagar Alam mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.dan d. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengelolaan kawasan suaka alam dan hutan lindung. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyusunan masalah pengelolaan ekosistem/habitat. bimbingan teknis. dan kriteria di bidang pengelolaan kawasan suaka alam dan hutan lindung. b. standar. (2) Seksi Suaka Margasatwa dan Hutan Lindung mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan suaka alam dan hutan lindung. . penyiapan bahan penyusunan norma. pemanfaatan untuk menunjang budidaya dan pengembangan kolaborasi. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengelolaan kawasan suaka alam dan hutan lindung. prosedur. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan kawasan suaka alam dan hutan lindung. pelaksanaan kebijakan.

c. Perairan dan Ekosistem Esensial terdiri atas: a. kawasan konservasi perairan serta ekosistem esensial.83 Pasal 313 Subdirektorat Konservasi Lahan Basah. bimbingan teknis. kawasan konservasi laut dan ekosistem esensial di Wilayah Jawa. bimbingan teknis. Pasal 314 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 313. (2) Seksi Konservasi Lahan Basah. kawasan konservasi perairan serta ekosistem esensial. Perairan dan Ekosistem Esensial Wilayah II mempunyai tugas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan.dan b. Perairan dan Ekosistem Esensial mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengelolaan kawasan konservasi lahan basah. evaluasi bimbingan teknis di bidang penyusunan rencana pengelolaan kawasan konservasi lahan basah. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan kawasan konservasi lahan basah. Nusa Tenggara. . pelaksanaan kebijakan. Pasal 316 (1) Seksi Konservasi Lahan Basah. Maluku dan Papua. Perairan dan Ekosistem Esensial Wilayah I. Subdirektorat Konservasi Lahan Basah. penyiapan bahan penyusunan norma. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan kawasan konservasi lahan basah. Pasal 315 Subdirektorat Konservasi Lahan Basah. kawasan konservasi perairan serta ekosistem esensial. prosedur. Perairan dan Ekosistem Esensial Wilayah II. standar. dan kriteria di bidang pengelolaan kawasan konservasi lahan basah. Seksi Konservasi Lahan Basah. Perairan dan Ekosistem Esensial Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengelolaan kawasan konservasi lahan basah. bimbingan teknis. kawasan konservasi laut dan ekosistem esensial di Wilayah Sumatera. b. Seksi Konservasi Lahan Basah.dan d. Kalimantan dan Sulawesi. Bali. kawasan konservasi perairan serta ekosistem esensial. kawasan konservasi perairan serta ekosistem esensial. evaluasi bimbingan teknis di bidang penyusunan rencana pengelolaan kawasan konservasi lahan basah. Perairan dan Ekosistem Esensial menyelenggarakan fungsi: a.

Pasal 319 Subdirektorat Bina Daerah Penyangga terdiri atas: a. c. kawasan suaka alam dan taman buru. Pasal 318 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 317.dan d. prosedur. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pembinaan masyarakat tradisional/lokal dan daerah penyangga di kawasan suaka alam. (2) Seksi Bina Daerah Penyangga Kawasan Suaka Alam mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. kawasan suaka alam dan taman buru. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pembinaan masyarakat tradisional/lokal dan daerah penyangga di sekitar kawasan pelestarian alam. Subdirektorat Bina Daerah Penyangga menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria di bidang pembinaan masyarakat tradisional/lokal dan daerah penyangga di sekitar kawasan pelestarian alam.84 Pasal 317 Subdirektorat Bina Daerah Penyangga mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. kawasan suaka alam dan taman buru. bimbingan teknis. b. penyiapan bahan penyusunan norma. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pembinaan masyarakat tradisional/lokal dan daerah penyangga di sekitar kawasan pelestarian alam. . kawasan suaka alam dan taman buru. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pembinaan masyarakat tradisional/lokal dan daerah penyangga di sekitar kawasan pelestarian alam. kawasan suaka alam dan taman buru. b. pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. Seksi Bina Daerah Penyangga Kawasan Suaka Alam. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pembinaan masyarakat tradisional/lokal dan daerah penyangga di sekitar kawasan pelestarian alam. standar. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pembinaan masyarakat tradisional/lokal dan daerah penyangga di kawasan pelestarian alam dan taman buru. Pasal 320 (1) Seksi Bina Daerah Penyangga Kawasan Pelestarian Alam dan Taman Buru mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Bina Daerah Penyangga Kawasan Pelestarian Alam dan Taman Buru.

pengawetan dan pemanfaatan jenis. dan pelaporan Direktorat. serta tertib peredaran tumbuhan dan satwa liar di bidang konservasi keanekaragaman hayati. pengawetan dan pemanfaatan jenis. prosedur. penangkaran jenis tumbuhan dan satwa liar. d. serta tertib peredaran tumbuhan dan satwa liar di bidang konservasi keanekaragaman hayati. pengembangan lembaga konservasi dan perburuan. Bagian Ketujuh Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati Pasal 322 Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang program dan peningkatan pelaksanaan konvensi. pelaksanaan kebijakan. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang konservasi keanekaragaman hayati. kerumahtanggaan.dan e. Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 323 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 322. pengawetan dan pemanfaatan jenis. b. keuangan. serta tertib peredaran tumbuhan dan satwa liar di bidang konservasi keanekaragaman hayati. kepegawaian.85 Pasal 321 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. penangkaran jenis tumbuhan dan satwa liar. penangkaran jenis tumbuhan dan satwa liar. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang program dan peningkatan pelaksanaan konvensi. standar. c. penyiapan penyusunan norma. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Kawasan Suaka Alam dan Hutan Lindung. pengembangan lembaga konservasi dan perburuan. penangkaran jenis tumbuhan dan satwa liar. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. pengembangan lembaga konservasi dan perburuan. serta tertib peredaran tumbuhan dan satwa liar di bidang konservasi keanekaragaman hayati. pengembangan lembaga konservasi dan perburuan. pengawetan dan pemanfaatan jenis. . dan kriteria di bidang program dan peningkatan pelaksanaan konvensi. pelaksanaan kebijakan di bidang program dan peningkatan pelaksanaan konvensi.

Seksi Program. prosedur. Pasal 327 Subdirektorat Program dan Konvensi terdiri atas: a. Pasal 325 Subdirektorat Program dan Konvensi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang program serta konvensi dan kerja sama internasional dalam konservasi keanekaragaman hayati. . Subdirektorat Pengawetan dan Pemanfaatan Jenis. Subdirektorat Lembaga Konservasi dan Perburuan. e. d.dan f. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Penangkaran Jenis. b. b. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang program serta konvensi dan kerja sama internasional dalam konservasi keanekaragaman hayati. Subdirektorat Tertib Peredaran. dan kriteria di bidang program serta konvensi dan kerja sama internasional dalam konservasi keanekaragaman hayati. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang program serta konvensi dan kerja sama internasional dalam konservasi keanekaragaman hayati. standar. bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan norma. Subdirektorat Program dan Konvensi. c. Subdirektorat Program dan Konvensi menyelenggarakan fungsi: a.dan b. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang program serta konvensi dan kerja sama internasional dalam konservasi keanekaragaman hayati.86 Pasal 324 Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati terdiri atas: a. c. pelaksanaan kebijakan. Seksi Konvensi. Pasal 326 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 325.dan d.

pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang program dan rencana konservasi keanekaragaman hayati. pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Konvensi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengawetan dan pemanfaatan jenis. pelaksanaan kebijakan. Pasal 331 Subdirektorat Pengawetan dan Pemanfaatan Jenis terdiri atas: a.dan d. dan kriteria di bidang pengawetan dan pemanfaatan jenis. Subdirektorat Pengawetan dan Pemanfaatan Jenis menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengawetan dan pemanfaatan jenis. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengawetan dan pemanfaatan jenis. b. standar. c. Pasal 329 Subdirektorat Pengawetan dan Pemanfaatan Jenis mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan.87 Pasal 328 (1) Seksi Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang konvensi dan kerja sama internasional dalam konservasi keanekaragaman hayati. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengawetan dan pemanfaatan jenis. bimbingan teknis. Seksi Pengembangan Sumber Daya Genetik. . Pasal 330 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 329. prosedur. penyiapan bahan penyusunan norma. Seksi Pembinaan Populasi dan Habitat.

Pasal 334 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 333. bimbingan teknis. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang program pemulihan. pemulihan. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengembangan penangkaran jenis tumbuhan dan satwa liar. prosedur. penyiapan bahan penyusunan norma. b. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang produktivitas dan kemurnian hasil pengembangan penangkaran vertebrata. Pasal 335 Subdirektorat Penangkaran Jenis terdiri atas: a. pengawetan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penangkaran jenis tumbuhan dan satwa liar. pelaksanaan kebijakan. . Pasal 336 (1) Seksi Penangkaran Vertebrata mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyelamatan serta pengembangan Sumber Daya genetik.dan b. c.88 Pasal 332 (1) Seksi Pembinaan Populasi dan Habitat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. (2) Seksi Pengembangan Sumber Daya Genetik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang program. dan kriteria di bidang pengembangan penangkaran jenis tumbuhan dan satwa liar. Seksi Penangkaran Vertebrata. Seksi Penangkaran Avertebrata dan Tumbuhan Liar. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan penangkaran jenis tumbuhan dan satwa liar. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengembangan penangkaran jenis tumbuhan dan satwa liar. penyelamatan serta pengembangan populasi dan habitat. pengawetan.dan d. pelaksanaan kebijakan. Pasal 333 Subdirektorat Penangkaran Jenis mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Subdirektorat Penangkaran Jenis menyelenggarakan fungsi: a.

dan b. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pembinaan dan pengembangan satwa di lembaga konservasi. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang produktivitas dan kemurnian hasil pengembangan penangkaran avertebrata dan tumbuhan liar. pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Lembaga Konservasi dan Perburuan menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengembangan satwa buru di taman buru. Seksi Perburuan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengembangan lembaga konservasi dan perburuan. bimbingan teknis. Seksi Lembaga Konservasi. Pasal 340 (1) Seksi Lembaga Konservasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 338 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 337. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengembangan lembaga konservasi dan perburuan. b. pelaksanaan kebijakan. prosedur. Pasal 337 Subdirektorat Lembaga Konservasi dan Perburuan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan lembaga konservasi dan perburuan.89 (2) Seksi Penangkaran Avertebrata dan Tumbuhan Liar mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengembangan lembaga konservasi dan perburuan. dan kriteria di bidang pengembangan lembaga konservasi dan perburuan. standar. Pasal 339 Subdirektorat Lembaga Konservasi dan Perburuan terdiri atas: a. c.dan d. . (2) Seksi Perburuan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. kebun buru dan areal buru. pelaksanaan kebijakan.

penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang tertib peredaran pemanfaatan tumbuhan dan satwa liar. b. Seksi Peredaran Luar Negeri. Pasal 343 Subdirektorat Tertib Peredaran terdiri atas: a.90 Pasal 341 Subdirektorat Tertib Peredaran mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. bimbingan teknis.dan d. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang tertib peredaran. Pasal 344 (1) Seksi Peredaran Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. c. intelijen dan analisis pasar pemanfaatan tumbuhan dan satwa liar di luar negeri. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang tertib peredaran pemanfaatan tumbuhan dan satwa liar. standar. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang tertib peredaran. pelaksanaan kebijakan. dan kriteria di bidang tertib peredaran pemanfaatan tumbuhan dan satwa liar. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang tertib peredaran pemanfaatan tumbuhan dan satwa liar. prosedur. (2) Seksi Peredaran Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 342 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 341. pelaksanaan kebijakan.dan b. . Seksi Peredaran Dalam Negeri. penyiapan bahan penyusunan norma. Subdirektorat Tertib Peredaran menyelenggarakan fungsi: a. intelijen dan analisis pasar pemanfaatan tumbuhan dan satwa liar di dalam negeri. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang tertib peredaran pemanfaatan tumbuhan dan satwa liar. pelaksanaan kebijakan.

Pasal 348 Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kawasan Konservasi dan Hutan Lindung terdiri atas: . pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang program pengembangan dan pemanfaatan wisata alam dan jasa lingkungan. kepegawaian. keuangan. pelaksanaan kebijakan di bidang program pengembangan dan pemanfaatan wisata alam dan jasa lingkungan. bina cinta alam serta promosi dan pemasaran konservasi alam. kerumahtanggaan. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Program dan Konvensi. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. bina cinta alam serta promosi dan pemasaran konservasi alam. dan pelaporan Direktorat.91 Pasal 345 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. dan kriteria di bidang program pengembangan dan pemanfaatan wisata alam dan jasa lingkungan. bimbingan teknis. bina cinta alam serta promosi dan pemasaran konservasi alam. prosedur. d. c. penyiapan perumusan kebijakan di bidang program pengembangan dan pemanfaatan wisata alam dan jasa lingkungan. b. Bagian Kedelapan Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kawasan Konservasi dan Hutan Lindung Pasal 346 Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kawasan Konservasi dan Hutan Lindung mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan.dan e. pelaksanaan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemanfaatan jasa lingkungan kawasan konservasi dan hutan lindung. Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kawasan Konservasi dan Hutan Lindung menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penyusunan norma. standar. Pasal 347 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Pasal 346. bina cinta alam serta promosi dan pemasaran konservasi alam.

Pasal 350 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 349. c. Subdirektorat Program dan Evaluasi Pemanfaatan Jasa Lingkungan menyelenggarakan fungsi: a. bina cinta alam. e. Subdirektorat Bina Cinta Alam. Subdirektorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan. wisata alam. bina cinta alam. bina cinta alam. wisata alam. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 349 Subdirektorat Program dan Evaluasi Pemanfaatan Jasa Lingkungan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Program dan Evaluasi Pemanfaatan Jasa Lingkungan. promosi dan pemasaran konservasi alam. Subdirektorat Promosi dan pemasaran Konservasi Alam. promosi dan pemasaran konservasi alam. pelaksanaan kebijakan.dan b. standar. b. promosi dan pemasaran konservasi alam. bina cinta alam. prosedur. Subdirektorat Pemanfaatan Wisata Alam. wisata alam. b. wisata alam. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang program dan evaluasi pemanfaatan jasa lingkungan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang tertib program dan evaluasi pemanfaatan jasa lingkungan. d. promosi dan pemasaran konservasi alam. promosi dan pemasaran konservasi alam. dan kriteria di bidang program dan evaluasi pemanfaatan jasa lingkungan.dan d. Pasal 351 Subdirektorat Program dan Evaluasi Pemanfaatan Jasa Lingkungan terdiri atas: a. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang program dan evaluasi pemanfaatan jasa lingkungan. wisata alam. bina cinta alam. Seksi Evaluasi. . c.92 a.dan f. Seksi Program. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang program dan evaluasi pemanfaatan jasa lingkungan. bimbingan teknis.

bina cinta alam. c. promosi dan pemasaran konservasi alam.93 Pasal 352 (1) Seksi Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang program dan rencana pemanfaatan jasa lingkungan. promosi dan pemasaran konservasi alam. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pemanfaatan jasa lingkungan di kawasan konservasi dan hutan lindung. Seksi Pemanfaatan Jasa Lingkungan Non Taman Nasional dan Hutan Lindung. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang evaluasi program dan rencana pemanfaatan jasa lingkungan. Seksi Pemanfaatan Jasa Lingkungan Taman Nasional. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemanfaatan jasa lingkungan di kawasan konservasi dan hutan lindung.dan d. pelaksanaan kebijakan. standar. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang promosi dan investasi pemanfaatan jasa lingkungan di kawasan konservasi dan hutan lindung. Subdirektorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan menyelenggarakan fungsi: a. prosedur. penyiapan bahan penyusunan norma. b. dan kriteria di bidang pemanfaatan jasa lingkungan di kawasan konservasi dan hutan lindung. . wisata alam. (2) Seksi Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. bimbingan teknis.dan b. pelaksanaan kebijakan. Pasal 353 Subdirektorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Pasal 354 Dalam melakukan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 353. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pemanfaatan jasa lingkungan di kawasan konservasi dan hutan lindung. Pasal 355 Subdirektorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan terdiri atas: a. wisata alam. bina cinta alam.

standar. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang investasi wisata alam di Taman Nasional. Pasal 358 Dalam melakukan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 357. Subdirektorat Pemanfaatan Wisata Alam menyelenggarakan fungsi: a. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang investasi pemanfaatan wisata alam di kawasan konservasi dan hutan lindung. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang promosi dan investasi pemanfaatan jasa lingkungan di taman nasional. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemanfaatan wisata alam. Seksi Pemanfaatan Wisata Alam Taman Nasional.94 Pasal 356 (1) Seksi Pemanfaatan Jasa Lingkungan Taman Nasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. (2) Seksi Pemanfaatan Jasa Lingkungan Non Taman Nasional dan Hutan Lindung mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. Pasal 360 (1) Seksi Pemanfaatan Wisata Alam Taman Nasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang promosi dan investasi pemanfaatan jasa lingkungan di kawasan konservasi non taman nasional dan hutan lindung. Seksi Pemanfaatan Wisata Alam Non Taman Nasional dan Hutan Lindung. pelaksanaan kebijakan. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pemanfaatan wisata alam. prosedur. pelaksanaan kebijakan. dan kriteria di bidang pemanfaatan wisata alam.dan b. penyiapan bahan penyusunan norma. c. . penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pemanfaatan wisata alam.dan d. Pasal 357 Subdirektorat Pemanfaatan Wisata Alam mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bimbingan teknis. Pasal 359 Subdirektorat Pemanfaatan Wisata Alam terdiri atas: a.

pelaksanaan kebijakan. prosedur. dan kriteria di bidang bina cinta alam.95 (2) Seksi Pemanfaatan Wisata Alam Non Taman Nasional dan Hutan Lindung mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan. (2) Seksi Pemantauan dan Informasi Bina Cinta Alam mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pemantauan. Seksi Pengembangan Bina Cinta Alam.dan d. cinta alam dan bina cinta alam. . Subdirektorat Bina Cinta Alam menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan norma. bimbingan teknis. Pasal 363 Subdirektorat Bina Cinta Alam terdiri atas: a. penyajian informasi. c. evaluasi bimbingan teknis di bidang investasi wisata alam di kawasan konservasi non taman nasional dan hutan lindung. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang bina cinta alam dan pemberdayaan mitra bina cinta alam. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang bina cinta alam. Seksi Pemantauan dan Informasi Bina Cinta Alam. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang bina cinta alam. Pasal 364 (1) Seksi Pengembangan Bina Cinta Alam mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. serta penyadaran konservasi alam. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang bina cinta alam.dan b. Pasal 361 Subdirektorat Bina Cinta Alam mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. bimbingan teknis. Pasal 362 Dalam melakukan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 361. pelaksanaan kebijakan. standar. b. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang bina cinta alam.

Pasal 366 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 365. Pasal 367 Subdirektorat Promosi dan Pemasaran Konservasi Alam terdiri atas: a.96 Pasal 365 Subdirektorat Promosi dan Pemasaran Konservasi Alam mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. (2) Seksi Publikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. prosedur. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang Promosi dan Pemasaran Konservasi Alam. penyiapan bahan penyusunan norma. c. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang Promosi dan Pemasaran Konservasi Alam. . penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pelaksanaan publikasi dan perawatan jaringan lingkup Direktorat Jenderal. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyusunan data dan informasi dalam rangka promosi dan pemasaran konservasi alam. dan kriteria di bidang Promosi dan Pemasaran Konservasi Alam. Seksi Publikasi. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang Promosi dan Pemasaran Konservasi Alam. standar. Seksi Data dan Informasi. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang Promosi dan Pemasaran Konservasi Alam. bimbingan teknis. Pasal 368 (1) Seksi Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan kebijakan.dan b. Subdirektorat Promosi dan Pemasaran Konservasi Alam menyelenggarakan fungsi: a. b.dan d. pelaksanaan kebijakan.

kerumahtanggaan. Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. dan pelaporan Direktorat. .97 Pasal 369 a. kepegawaian. b. keuangan. Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Program dan Evaluasi Pemanfaatan Jasa Lingkungan.

Pasal 371 Direktorat Jenderal Bina Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan serta standardisasi teknis di bidang pengelolaan daerah aliran sungai dan perhutanan sosial sesuai dengan peraturan perundang-undangan. prosedur. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Bina Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial. Pasal 372 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 371. pelaksanaan kebijakan di bidang pengelolaan daerah aliran sungai dan perhutanan sosial sesuai dengan peraturan perundang-undangan. c. perumusan kebijakan di bidang pengelolaan daerah aliran sungai dan perhutanan sosial sesuai dengan peraturan perundang-undangan. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengelolaan daerah aliran sungai dan perhutanan sosial sesuai dengan peraturan perundang-undangan. (2) Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial dipimpin oleh Direktur Jenderal. dan kriteria di bidang pengelolaan daerah aliran sungai dan perhutanan sosial sesuai dengan peraturan perundang-undangan.98 BAB VI DIREKTORAT JENDERAL BINA PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI DAN PERHUTANAN SOSIAL Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 370 (1) Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial adalah unsur pelaksana yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kehutanan.dan e. Direktorat Jenderal Bina Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial menyelenggarakan fungsi: a. standar. . b. d. penyusunan norma.

Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 375 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 374. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 374 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unit organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal. organisasi dan tata laksana di bidang pengelolaan daerah aliran sungai dan perhutanan sosial. Sekretariat Direktorat Jenderal. koordinasi dan penyiapan telaahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. Direktorat Perencanaan dan Evaluasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. Direktorat Bina Perbenihan Tanaman Hutan.dan e. program. perlengkapan dan administrasi keuangan Direktorat Jenderal. koordinasi dan penyusunan rencana. evaluasi dan pelaporan di bidang pengelolaan daerah aliran sungai dan perhutanan sosial. b. b. kerja sama teknik. c. koordinasi dan pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi di bidang pengelolaan daerah aliran sungai dan perhutanan sosial. . c. koordinasi dan pelaksanaan urusan kepegawaian. Direktorat Bina Rehabilitasi Hutan dan Lahan. d.99 Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 373 Direktorat Jenderal Bina Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial terdiri atas: a.dan e. koordinasi dan pelaksanaan tata usaha. pemberian pertimbangan dan bantuan hukum di bidang pengelolaan daerah aliran sungai dan perhutanan sosial. d. Direktorat Bina Perhutanan Sosial.

pengolahan data dan penyajian informasi. Pasal 379 Bagian Program dan Evaluasi terdiri atas: a. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan program dan anggaran. b. Pasal 380 (1) Subbagian Program dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program kerja dan anggaran. informasi dan statistik serta pelaksanaan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. Organisasi dan Tata Laksana.dan d. Subbagian Data dan Informasi.100 Pasal 376 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. Pasal 377 Bagian Program dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi penyusunan dan pelaksanaan rencana.dan d. penyusunan statistik. (2) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan pengumpulan.dan c. Bagian Hukum dan Kerja Sama Teknik. program dan anggaran. penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan rencana dan program. data. Subbagian Program Anggaran. b. c. Bagian Kepegawaian. . b. Bagian Program dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Program dan Evaluasi. Pasal 378 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 377. Bagian Keuangan dan Umum. penyiapan bahan koordinasi dan pengumpulan data serta penyajian informasi c. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. serta kehumasan. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan statistik dan kehumasan.

Subbagian Administrasi Kepegawaian. pelaksanaan urusan administrasi kepegawaian. b. Bagian Kepegawaian. tata kerja.101 (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi kinerja dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. perlengkapan. (3) Subbagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis jabatan. Pasal 385 Bagian Keuangan dan Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan. fungsi. pedoman dan prosedur kerja dan pembakuan prasarana dan sarana kerja. Subbagian Organisasi dan Tata Laksana. pelatihan. penyiapan bahan penyusunan organisasi dan ketatalaksanaan. rumah tangga. Pasal 384 (1) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana formasi pegawai. perumusan tugas. dan evaluasi kinerja organisasi. . (2) Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan pendidikan. pendisiplinan dan penghargaan pegawai serta administrasi jabatan fungsional. Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. serta penyusunan tata hubungan kerja. pengembangan pegawai dan administrasi jabatan fungsional. Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepegawaian. Pasal 382 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 381. c. dan administrasi kepegawaian. b. Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional. susunan organisasi. serta penyiapan bahan penyusunan organisasi dan ketatalaksanaan. pelaksanaan urusan pengembangan karier pegawai dan administrasi jabatan fungsional. Pasal 381 Bagian Kepegawaian. Pasal 383 Bagian Kepegawaian. kearsipan dan pengelolaan urusan keuangan. Organisasi dan Tata Laksana terdiri atas: a.dan c.

Pasal 388 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. penyusunan rencana anggaran gaji dan penggajian.dan c. Subbagian Tata Usaha. pembinaan kebendaharaan petugas SAI dan petugas SIMAK-BMN. Bagian Hukum dan Kerja Sama Teknik menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 387 Bagian Keuangan dan Umum terdiri atas: a. Subbagian Administrasi Keuangan. penyelesaian tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. pelaksanaan urusan tata usaha.102 Pasal 386 Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 385 Bagian Keuangan dan Umum menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 390 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 389. (2) Subbagian Administrasi Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan tata laksana keuangan. penyiapan bahan peraturan perundang-undangan. penyiapan bahan pertimbangan dan bantuan hukum. b. b. melakukan akuntansi keuangan dan barang milik negara. .dan c. pelaksanaan urusan perlengkapan. pelaporan keuangan. serta penyiapan bahan administrasi kerja sama teknik dalam negeri dan luar negeri. Pasal 389 Bagian Hukum dan Kerja Sama Teknik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. verifikasi. kearsipan dan pembinaan tata persuratan. pertimbangan.dan c. b. (3) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan urusan rumah tangga dan pengelolaan barang milik negara. penelaahan permasalahan. Subbagian Perlengkapan. penyiapan bahan perbendaharaan. pelaksanaan urusan administrasi keuangan. penyiapan bahan administrasi kerja sama teknik dalam negeri dan luar negeri. bantuan hukum.

standar. penyiapan penyusunan norma.103 Pasal 391 Bagian Hukum dan Kerja Sama Teknik terdiri atas: a. evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perencanaan dan evaluasi pengelolaan daerah aliran sungai. pelaksanaan kebijakan di bidang perencanaan pembinaan kelembagaan. Direktorat Perencanaan dan Evaluasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria di bidang perencanaan pembinaan kelembagaan. Subbagian Kerja Sama Teknik. pembinaan teknis dan evaluasi pengelolaan daerah aliran sungai. penyiapan perumusan kebijakan di bidang perencanaan pembinaan kelembagaan. Subbagian Peraturan Perundang-undangan. . Pasal 392 (1) Subbagian Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rancangan dan penelahaan peraturan perundangundangan. (2) Subbagian Pertimbangan dan Bantuan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. Bagian Empat Direktorat Perencanaan dan Evaluasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Pasal 393 Direktorat Perencanaan dan Evaluasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan.dan c. dan bantuan permasalahan hukum. bimbingan teknis. prosedur. b. penelaahan dan penanganan permasalahan. b. pertimbangan. (3) Subbagian Kerja Sama Teknik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan koordinasi administrasi kerja sama teknik dalam negeri dan luar negeri. pembinaan teknis dan evaluasi pengelolaan daerah aliran sungai. Pasal 394 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 393. pelaksanaan kebijakan. c. pembinaan teknis dan evaluasi pengelolaan daerah aliran sungai. Subbagian Pertimbangan dan Bantuan Hukum.

Pasal 398 Sudirektorat Pemolaan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai terdiri atas: a.dan d. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang perencanaan pengelolaan daerah aliran sungai. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang perencanaan pengelolaan daerah aliran sungai. Subdirektorat Teknik Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. penyiapan bahan penyusunan norma. b. Pasal 397 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 396. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perencanaan pengelolaan daerah aliran sungai. pelaksanaan kebijakan. Seksi Data dan Informasi. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perencanaan pembinaan kelembagaan. Subdirektorat Pemolaan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. dan kriteria di bidang perencanaan pengelolaan daerah aliran sungai. b. Subdirektorat Kelembagaan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. standar. Pasal 396 Subdirektorat Pemolaan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Pasal 395 Direktorat Perencanaan dan Evaluasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai terdiri atas: a.104 d.dan e. Subbagian Tata Usaha. evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perencanaan pengelolaan daerah aliran sungai. Subdirektorat Evaluasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. Subdirektorat Pemolaan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai menyelenggarakan fungsi: a.dan e.dan b. . Seksi Perencanaan. c. c. pembinaan teknis dan evaluasi pengelolaan daerah aliran sungai. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. bimbingan teknis. prosedur. d.

Subdirektorat Kelembagaan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang kelembagaan pengelolaan daerah aliran sungai.dan d. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyusunan perencanaan pengelolaan daerah aliran sungai. (2) Seksi Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyusunan data dasar dan informasi pengelolaan daerah aliran sungai. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. Seksi Pengembangan Kelembagaan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. pelaksanaan kebijakan. c. . Seksi Identiifikasi Kelembagaan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. dan kriteria di bidang kelembagaan pengelolaan daerah aliran sungai.evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pembinaan kelembagaan pengelolaan daerah aliran sungai. Pasal 402 Sudirektorat Kelembagaan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai terdiri atas: a. bimbingan teknis.dan b. prosedur. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang kelembagaan pengelolaan daerah aliran sungai. Pasal 401 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 400. pelaksanaan kebijakan. b. standar. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang kelembagaan pengelolaan daerah aliran sungai. Pasal 400 Subdirektorat Kelembagaan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan.105 Pasal 399 (1) Seksi Perencanaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.

dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pembinaan pengelolaan daerah aliran sungai. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang Pengembangan kelembagaan pengelolaan daerah aliran sungai. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 404 Subdirektorat Teknik Pengelolaan Daerah Aliran Sungai mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang Teknik pelaksanaan dan kebijakan pengelolaan daerah aliran sungai. Subdirektorat Teknik Pengelolaan Daerah Aliran Sungai menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Pengembangan Kelembagaan Pengelolaan DAS mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang Identiifikasi kelembagaan pengelolaan daerah aliran sungai. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang Teknik pelaksanaan dan kebijakan pengelolaan daerah aliran sungai. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pembinaan kebijakan dan pelaksanaan pengelolaan daerah aliran sungai. Pasal 405 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 404. dan kriteria di bidang pembinaan kebijakan dan pelaksanaan pengelolaan daerah aliran sungai.dan d. standar.dan b.106 Pasal 403 (1) Seksi Identifikasi Kelembagaan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 406 Sudirektorat Teknik Pengelolaan Daerah Aliran Sungai terdiri atas: a. b. bimbingan teknis. Seksi Pengembangan Teknik Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. pelaksanaan kebijakan. prosedur. Seksi Identifikasi Teknik Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. pelaksanaan kebijakan. . c.

c. dan kelembagaan pengelolaan daerah aliran sungai. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemantauan dan evaluasi biofisik. ekonomi. pelaksanaan kebijakan. sosial. dan kelembagaan pengelolaan daerah aliran sungai. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang Identifikasi Teknik pengelolaan daerah aliran sungai. pelaksanaan kebijakan. ekonomi. ekonomi. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pemantauan dan evaluasi biofisik. ekonomi. Seksi Evaluasi Sosial. bimbingan teknis. pelaksanaan kebijakan. dan kriteria di bidang pemantauan dan evaluasi biofisik. sosial. b. Subdirektorat Evaluasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai menyelenggarakan fungsi: a. sosial.107 Pasal 407 (1) Seksi Identifikasi Teknik Pengelolaan Daerah Aliran Sungai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 409 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 408. Pasal 408 Subdirektorat Evaluasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. . Ekonomi. Seksi Evaluasi Biofisik. prosedur. dan Kelembagaan. dan kelembagaan pengelolaan daerah aliran sungai. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengembangan Teknik pengelolaan daerah aliran sungai. penyiapan bahan penyusunan norma. (2) Seksi Pengembangan Teknik Pengelolaan Daerah Aliran Sungai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pemantauan dan evaluasi biofisik. dan kelembagaan pengelolaan daerah aliran sungai. sosial. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang monitoring dan evaluasi pengelolaan daerah aliran sungai. Pasal 410 Subdirektorat Evaluasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai terdiri atas: a. standar.dan d.

rawa dan gambut. . c. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang rehabilitasi hutan dan lahan. dan kriteria di bidang pemolaan rehabilitasi hutan dan lahan. hutan pantai. Ekonomi. rehabilitasi hutan mangrove. Bagian Lima Direktorat Bina Rehabilitasi Hutan dan Lahan Pasal 413 Direktorat Bina Rehabilitasi Hutan dan Lahan mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. Pasal 412 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang evaluasi penggunaan lahan. erosi dan sedimentasi serta tata air daerah aliran sungai. prosedur. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pemolaan rehabilitasi hutan dan lahan. hutan pantai. dan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. rehabilitasi hutan mangrove. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pemolaan rehabilitasi hutan dan lahan. dan kelembagaan. hutan pantai. b. rawa dan gambut. dan reklamasi hutan. penyiapan penyusunan norma. dan reklamasi hutan. rehabilitasi hutan mangrove. kepegawaian. ekonomi. Direktorat Bina Rehabilitasi Hutan dan Lahan menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional di bina oleh Kepala Subdirektorat Pemolaan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang evaluasi sosial. dan reklamasi hutan. dan kerumahtanggaan serta pelaporan Direktorat. keuangan. rawa dan gambut. Pasal 414 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 413. pelaksanaan kebijakan.108 Pasal 411 (1) Seksi Evaluasi Biofisik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. (2) Seksi Evaluasi Sosial. pelaksanaan kebijakan.

dan d. Pasal 417 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 416.dan f. e. Pasal 416 Subdirektorat Pemolaan Rehabilitasi Hutan dan Lahan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. b. dan reklamasi hutan.109 d.dan e. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang perencanaan dan data dan informasi rehabilitasi hutan dan lahan. pelaksanaan kebijakan. Pasal 415 Direktorat Bina Rehabilitasi Hutan dan Lahan terdiri atas: a. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang perencanaan dan data dan informasi rehabilitasi hutan dan lahan. rawa dan gambut. Subbagian Tata Usaha. Hutan Pantai. d. bimbingan teknis. hutan pantai. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemolaan rehabilitasi hutan dan lahan. c. penyiapan bahan penyusunan norma. Subdirektorat Reklamasi Hutan. b. Subdirektorat Pemolaan Rehabilitasi Hutan dan Lahan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perencanaan dan data dan informasi rehabilitasi hutan dan lahan. dan kriteria di bidang perencanaan dan data dan informasi rehabilitasi hutan dan lahan. c. prosedur. rehabilitasi hutan mangrove. Subdirektorat Rehabilitasi Lahan. Subdirektorat Rehabilitasi Hutan Mangrove. . standar. Subdirektorat Rehabilitasi Hutan. Rawa dan Gambut. Subdirektorat Pemolaan Rehabilitasi Hutan dan Lahan.evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perencanaan rehabilitasi hutan dan lahan dan data dan informasi.

hutan konservasi dan hutan produksi. pelaksanaan kebijakan. standar.dan d. Subdirektorat Rehabilitasi Hutan menyelenggarakan fungsi: a. hutan konservasi dan hutan produksi. hutan konservasi dan hutan produksi. dan kriteria di bidang Rehabilitasi hutan lindung. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyusunan perencanaan Rehabilitasi Hutan dan Lahan. Seksi Data dan Informasi.110 Pasal 418 Sudirektorat Pemolaan Rehabilitasi Hutan dan Lahan terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang Rehabilitasi hutan lindung. Pasal 419 (1) Seksi Perencanaan Rehabilitasi Hutan dan Lahan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. prosedur. (2) Seksi Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Perencanaan Rehabilitasi Hutan dan Lahan. melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 420 Subdirektorat Rehabilitasi Hutan mempunyai tugas. hutan konservasi dan hutan produksi. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang Rehabilitasi hutan lindung. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang Rehabilitasi hutan lindung.dan b. bimbingan teknis. b. Pasal 421 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 420. hutan konservasi dan hutan produksi. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang Rehabilitasi hutan lindung. c. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang evaluasi Rehabilitasi Hutan dan Lahan. pelaksanaan kebijakan. .

dan b. . b. dan kriteria di bidang pembangunan dan pengembangan hutan rakyat. hutan kota dan penghijauan lingkungan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pelaksanaan pembangunan dan pengembangan Rehabilitasi Hutan Lindung dan Hutan Konservasi. hutan kota dan penghijauan lingkungan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pembangunan pengembangan hutan rakyat. Seksi Rehabilitasi Hutan Lindung dan Hutan Konservasi. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pembangunan pengembangan hutan rakyat. standar. dan dan c.dan d. Pasal 423 (1) Seksi Rehabilitasi Hutan Lindung dan Hutan Konservasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. prosedur. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pembangunan dan pengembangan hutan rakyat. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pelaksanaan pembangunan dan pengembangan Rehabilitasi Hutan Produksi. Pasal 424 Subdirektorat Rehabilitasi Lahan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. bimbingan teknis.111 Pasal 422 Sudirektorat Rehabilitasi Hutan terdiri atas: a. Subdirektorat Rehabilitasi Lahan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan norma. pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Rehabilitasi Hutan Produksi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang Rehabilitasi Lahan. Seksi Rehabilitasi Hutan Produksi. hutan kota dan penghijauan lingkungan. pelaksanaan kebijakan. hutan kota dan penghijauan lingkungan. Pasal 425 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 424.

(2) Seksi Hutan Kota dan Penghijauan Lingkungan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang Hutan Rakyat. bimbingan teknis. Rawa dan Gambut menyelenggarakan fungsi: a. di bidang rehabilitasi hutan mangrove. Subdirektorat Rehabilitasi Hutan Mangrove. prosedur. rawa dan gambut di dalam kawasan dan di luar kawasan. hutan pantai. Seksi Hutan Rakyat. c. Hutan Pantai. dan kriteria di bidang rehabilitasi hutan mangrove. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang rehabilitasi hutan mangrove. hutan pantai. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang rehabilitasi hutan mangrove. penyiapan bahan penyusunan norma. pelaksanaan kebijakan. hutan pantai. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis. hutan pantai. rawa dan gambut di dalam kawasan dan di luar kawasan. Pasal 428 Subdirektorat Rehabilitasi Hutan Mangrove. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pelaksanaan pembangunan dan pengembangan hutan kota dan Penghijauan Lingkungan. rawa dan gambut. rawa dan gambut di dalam kawasan dan di luar kawasan. rawa dan gambut di dalam kawasan dan di luar kawasan. .dan d.112 Pasal 426 Sudirektorat Rehabilitasi Lahan terdiri atas: a. Rawa dan Gambut mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 427 (1) Seksi Hutan Rakyat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.dan b. Seksi Hutan Kota dan Penghijauan Lingkungan. b. pelaksanaan kebijakan. hutan pantai. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang rehabilitasi hutan mangrove. Pasal 429 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 428. Hutan Pantai.

bimbingan teknis. (2) Seksi Rehabilitasi Rawa dan Gambut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang rehabilitasi rawa dan gambut. pertanian. di bidang konservasi tanah dan reklamasi hutan. Seksi Rehabilitasi Hutan Mangrove dan Hutan Pantai. Pasal 432 Subdirektorat Reklamasi Hutan dan Konservasi Tanah mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang konservasi tanah di kawasan hutan. industri. Rawa dan Gambut terdiri atas: a. Pasal 431 (1) Seksi Rehabilitasi Hutan Mangrove dan Hutan Pantai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. .dan d. pemukiman jalan dan reklamasi hutan. pertanian. pemukiman jalan dan reklamasi hutan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang konservasi tanah di kawasan hutan. industri. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang konservasi tanah di kawasan hutan. pemukiman jalan dan reklamasi hutan. prosedur. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang rehabilitasi hutan mangrove dan hutan pantai. dan kriteria di bidang konservasi tanah di kawasan hutan. pertanian. c.evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis. standar. Subdirektorat Reklamasi Hutan dan Konservasi Tanah menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan kebijakan. b. Hutan Pantai. pertanian. pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. pemukiman jalan dan reklamasi hutan.113 Pasal 430 Sudirektorat Rehabilitasi Hutan Mangrove.dan b. Pasal 433 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 432. Seksi Rehabilitasi Rawa dan Gambut. industri. industri.

penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pemolaan perhutanan sosial yang meliputi pengembangan hutan kemasyarakatan. Pasal 436 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. keuangan. hutan hak. Seksi Konservasi Tanah. kemitraan. kepegawaian. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pemolaan perhutanan sosial yang meliputi pengembangan hutan kemasyarakatan. hutan hak. . Direktorat Bina Perhutanan Sosial menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 435 (1) Seksi Konservasi Tanah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Pemolaan Rehabilitasi Hutan dan Lahan. hutan desa. pelaksanaan kebijakan. b. kemitraan. dan kerumahtanggaan serta pelaporan Direktorat. pelaksanaan kebijakan. Pasal 438 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 437.evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang reklamasi hutan. serta pengembangan usaha perhutanan sosial. hutan desa. aneka usaha kehutanan. di bidang perhutanan sosial. Bagian Enam Direktorat Bina Perhutanan Sosial Pasal 437 Direktorat Bina Perhutanan Sosial mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan.114 Pasal 434 Subdirektorat Reklamasi Hutan dan Konservasi Tanah terdiri atas: a. (2) Seksi Reklamasi Hutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Reklamasi Hutan. aneka usaha kehutanan. serta pengembangan usaha perhutanan sosial. bimbingan teknis. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang Konservasi Tanah. pelaksanaan kebijakan.dan b.

standar. pelaksanaan kebijakan. aneka usaha kehutanan. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemolaan perhutanan sosial yang meliputi pengembangan hutan kemasyarakatan. dan kriteria di bidang perencanaan dan evaluasi perhutanan sosial. b. serta pengembangan usaha perhutanan sosial. Pasal 440 Subdirektorat Pemolaan Perhutanan Sosial mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. c. Subdirektorat Pengembangan Hutan Hak dan Kemitraan. e. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Pasal 439 Direktorat Bina Perhutanan Sosial terdiri atas: a. bimbingan teknis. kemitraan. Pasal 441 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 440. standar. prosedur. serta pengembangan usaha perhutanan sosial. d. hutan hak. hutan desa. Subdirektorat Pengembangan Hutan Desa. Subbagian Tata Usaha. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemolaan perhutanan sosial. c.115 c. Subdirektorat Pengembangan Usaha Perhutanan Sosial. Subdirektorat Pemolaan Perhutanan Sosial. prosedur. Subdirektorat Pengembangan Hutan Kemasyarakatan.dan f. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perencanaan dan evaluasi perhutanan sosial. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang perencanaan dan evaluasi perhutanan sosial. kemitraan. . dan kriteria di bidang pemolaan perhutanan sosial yang meliputi pengembangan hutan kemasyarakatan.dan e. d. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang perencanaan dan evaluasi perhutanan sosial. hutan desa. penyiapan bahan penyusunan norma.dan d. b. Subdirektorat Pemolaan Perhutanan Sosial menyelenggarakan fungsi: a. hutan hak. aneka usaha kehutanan. penyiapan penyusunan norma.

pelaksanaan kebijakan. Seksi Perencanaan Perhutanan Sosial. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang perencanaan perhutanan sosial.dan b. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengembangan hutan kemasyarakatan. pelaksanaan kebijakan. standar. (2) Seksi Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan kemasyarakatan. Seksi Data dan Informasi. Pasal 444 Subdirektorat Pengembangan Hutan Kemasyarakatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Subdirektorat Pengembangan Hutan Kemasyarakatan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan norma. bimbingan teknis. penyiapan bahan kemasyarakatan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang evaluasi perhutanan sosial. .dan d.116 Pasal 442 Sudirektorat Pemolaan Perhutanan Sosial terdiri atas: a. dan kriteria di bidang pengembangan hutan kemasyarakatan. perumusan pelaksanaan kebijakan kebijakan di di bidang bidang pengembangan pengembangan hutan hutan c. pelaksanaan kebijakan. b. Pasal 443 (1) Seksi Perencanaan Perhutanan Sosial mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. prosedur. Pasal 445 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 444. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang hutan kemasyarakatan.

pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Bimbingan Teknis Hutan Kemasyarakatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.dan d. . penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang teknis hutan kemasyarakatan. Pasal 449 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 448. Subdirektorat Pengembangan Hutan Desa menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Bimbingan Teknis Hutan Kemasyarakatan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengembangan hutan desa.117 Pasal 446 Sudirektorat Pengembangan Hutan Kemasyarakatan terdiri dari : a. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengembangan hutan desa. bimbingan teknis. Seksi Penyiapan Pengembangan Hutan Desa.dan b.dan b. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengembangan hutan kemasyarakatan. Pasal 450 Subdirektorat pengembangan hutan desa terdiri atas: a. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan hutan desa. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengembangan hutan desa. prosedur. Seksi Bimbingan Teknis Hutan Desa. Pasal 447 (1) Seksi Penyiapan Pengembangan Hutan Kemasyarakatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Penyiapan Pengembangan Hutan Kemasyarakatan. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 448 Subdirektorat Pengembangan Hutan Desa mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. standar. pelaksanaan kebijakan. c. b. dan kriteria di bidang pengembangan hutan desa. pelaksanaan kebijakan.

penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengembangan hutan desa. pelaksanaan kebijakan. Pasal 453 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 452. (2) Seksi Bimbingan Teknis Kemitraan dan Pengembangan Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengembangan usaha hutan hak dan kemitraan. c. Seksi Penyiapan Pengembangan Hutan Hak dan Kemitraan. pelaksanaan kebijakan. bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan norma.dan d. melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. b. Seksi Bimbingan Teknis Hutan Hak dan Kemitraan. Pasal 454 Sudirektorat Pengembangan Hutan Hak dan Kemitraan terdiri atas: a. standar. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang teknis hutan desa. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan usaha hutan hak dan kemitraan. . penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengembangan usaha hutan hak dan kemitraan.118 Pasal 451 (1) Seksi Penyiapan Pengembangan Desa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 452 Subdirektorat Pengembangan Hutan Hak dan Kemitraan mempunyai tugas. dan kriteria di bidang pengembangan usaha hutan hak dan kemitraan. prosedur. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengembangan hutan hak dan kemitraan. Subdirektorat Pengembangan Hutan Hak dan Kemitraan menyelenggarakan fungsi: a.dan b.

. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengembangan usaha perhutanan sosial dan aneka usaha kehutanan. c. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengembangan usaha perhutanan sosial dan aneka usaha kehutanan. pelaksanaan kebijakan. Pasal 458 Subdirektorat Pengembangan Usaha Perhutanan Sosial terdiri atas: a. Pasal 457 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 456. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengembangan usaha perhutanan sosial dan aneka usaha kehutanan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang teknis hutan hak dan kemitraan. Seksi Penyiapan Pengembangan Usaha. Seksi Bimbingan Teknis Pengembangan Usaha. penyiapan bahan penyusunan norma. pelaksanaan kebijakan. dan kriteria di bidang pengembangan usaha perhutanan sosial dan aneka usaha kehutanan.dan b. Subdirektorat Pengembangan Usaha Perhutanan Sosial menyelenggarakan fungsi: a.dan d. Pasal 456 Subdirektorat Pengembangan Usaha Perhutanan Sosial mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. b. pelaksanaan kebijakan. bimbingan teknis. (2) Seksi Bimbingan Teknis Hutan Hak dan Kemitraan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.119 Pasal 455 (1) Seksi Penyiapan Pengembangan Hutan Hak dan Kemitraan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengembangan usaha hutan hak dan kemitraan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan usaha perhutanan sosial dan aneka usaha kehutanan. standar. prosedur.

c. Bagian Tujuh Direktorat Bina Perbenihan Tanaman Hutan Pasal 461 Direktorat Bina Perbenihan Tanaman Hutan mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. . pengembangan usaha perbenihan. bimbingan teknis. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengembangan usaha perhutanan sosial dan aneka usaha kehutanan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang teknis Usaha Perhutanan Sosial dan Aneka Usaha Kehutanan.120 Pasal 459 (1) Seksi Penyiapan Pengembangan Usaha mempunyai melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Pemolaan Perhutanan Sosial. Pasal 462 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 461. penyiapan perumusan kebijakan di bidang perencanaan dan pemolaan perbenihan. dan kegiatan perbenihan tanaman hutan yang berskala nasional. Direktorat Bina Perbenihan Tanaman Hutan menyelenggarakan fungsi: a. keuangan. standar. prosedur. pengendalian peredaran benih. kepegawaian. b. pengendalian peredaran benih. pengembangan usaha perbenihan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perbenihan tanaman hutan. dan kriteria di bidang perencanaan dan pemolaan perbenihan. dan kerumahtanggaan serta pelaporan Direktorat. Pasal 460 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. penyiapan penyusunan norma. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang perencanaan dan pemolaan perbenihan. (2) Seksi Bimbingan Teknis Pengembangan Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan pengembangan sumber benih dan Sumber Daya genetik. pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. dan pengembangan sumber benih dan Sumber Daya genetik. pengembangan usaha perbenihan.

dan pengembangan sumber benih dan Sumber Daya genetik. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perencanaan dan pemolaan perbenihan. standar. Subdirektorat Pemolaan Perbenihan Tanaman Hutan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang perencanaan serta data dan informasi perbenihan tanaman hutan.dan e. pengembangan usaha perbenihan. Pasal 463 Direktorat Bina Perbenihan Tanaman Hutan terdiri atas: a. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang perencanaan serta data dan informasi perbenihan tanaman hutan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perencanaan serta data dan informasi perbenihan tanaman hutan.dan d. c. prosedur. penyiapan bahan penyusunan norma. pelaksanaan kebijakan.dan e. d. b. b. c. Subdirektorat Pengendalian Peredaran Benih. bimbingan teknis. Subbagian Tata Usaha. pengendalian peredaran benih.evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perencanaan serta data dan informasi perbenihan tanaman hutan. Subdirektorat Pengembangan Usaha Perbenihan. Pasal 464 Subdirektorat Pemolaan Perbenihan Tanaman Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. dan pengembangan sumber benih dan Sumber Daya genetik. Subdirektorat Pengembangan Sumber Benih dan Sumber Daya Genetik. Pasal 465 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 464. d. Subdirektorat Pemolaan Perbenihan Tanaman Hutan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat.121 pengendalian peredaran benih. dan kriteria di bidang perencanaan serta data dan informasi perbenihan tanaman hutan. .

prosedur. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyusunan rencana pembangunan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan usaha dan kelembagaan perbenihan tanaman hutan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pelaporan tahunan pembangunan. Seksi Data dan Informasi. standar. rencana tahunan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengembangan usaha dan kelembagaan perbenihan tanaman hutan. evaluasi perencanaan pembangunan perbenihan tanaman hutan. .122 Pasal 466 Sudirektorat Pemolaan Perbenihan Tanaman Hutan terdiri atas: a. dan kriteria di bidang pengembangan usaha dan kelembagaan perbenihan tanaman hutan. rencana strategi. sosialisasi dan penyebarluasan informasi perbenihan tanaman hutan. (2) Seksi Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. laporan akuntabilitas kinerja. b. rencana kinerja tahunan. penyusunan dan penyajian data dan informasi pembangunan. pelaksanaan kebijakan.dan d. data dan statistik pembangunan. pembinaan perencanaan pembangunan. c.evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengembangan usaha perbenihan tanaman hutan. Pasal 467 (1) Seksi Perencanaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengembangan usaha dan kelembagaan perbenihan tanaman hutan. Subdirektorat Pengembangan Usaha Perbenihan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 469 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 468. Pasal 468 Subdirektorat Pengembangan Usaha Perbenihan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. dan b. Seksi Perencanaan. bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan norma.

pelaksanaan kebijakan. dan ekspor-impor benih/bibit. c. (2) Seksi Bimbingan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan ekspor-impor benih/bibit.123 Pasal 470 Sudirektorat Pengembangan Usaha Perbenihan terdiri atas: a. Seksi Bimbingan Usaha. Pasal 472 Subdirektorat Pengendalian Peredaran Benih mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan.dan d. sertifikasi. sertifikasi. prosedur. dan pengembangan informasi usaha perbenihan tanaman hutan. Pasal 473 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 472. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengendalian pengendalian peredaran. sertifikasi.dan b. pelaksanaan kebijakan. Pasal 471 (1) Seksi Bimbingan Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengendalian peredaran. Seksi Bimbingan Kelembagaan. Subdirektorat Pengendalian Peredaran Benih menyelenggarakan fungsi: a. . dan eksporimpor benih/bibit. sertifikasi. dan kriteria di bidang pengendalian peredaran. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang fasilitasi usaha. pelaksanaan kebijakan. pengembangan jejaring kerja. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian peredaran. dan ekspor-impor benih/bibit. bimbingan teknis. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pemberdayaan Sumber Daya manusia dan organisasi pelaksana urusan perbenihan tanaman hutan. standar. b. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengendalian peredaran benih tanaman hutan.

di bidang pengembangan sumber benih dan Sumber Daya genetik tanaman hutan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengembangan sumber benih dan pengembangan Sumber Daya genetik. b. pengawasan peredaran benih dan bibit. standar. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang sertifikasi mutu benih. penyiapan bahan penyusunan norma. Subdirektorat Pengembangan Sumber Benih dan Sumber Daya Genetik menyelenggarakan fungsi: a. dan penetapan pengada-pengedar terdaftar. Seksi Penerapan Standar Peredaran. ekspor-impor benih/bibit. tata usaha benih dan bibit. pengawasan peredaran benih dan bibit. bimbingan teknis. Pasal 476 Subdirektorat Pengembangan Sumber Benih dan Sumber Daya Genetik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan.124 Pasal 474 Sudirektorat Pengendalian Peredaran Benih terdiri atas: a. pelaksanaan kebijakan. dan kriteria di bidang pengembangan sumber benih dan pengembangan Sumber Daya genetik. c.dan d. Seksi Perumusan Standar Peredaran. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengembangan sumber benih dan pengembangan Sumber Daya genetik. . tata usaha benih dan bibit. ekspor-impor benih/bibit. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis. (2) Seksi Penerapan Standar Peredaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.dan b. sertifikasi mutu bibit. pelaksanaan kebijakan. prosedur. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang sertifikasi mutu benih. Pasal 475 (1) Seksi Perumusan Standar Peredaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan penetapan pengada-pengedar terdaftar. sertifikasi mutu bibit. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan sumber benih dan pengembangan Sumber Daya genetik. pelaksanaan kebijakan. Pasal 477 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 476.

pengelolaan areal Sumber Daya genetik. (2) Seksi Pengembangan Sumber Daya Genetik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penetapan jenis prioritas. pelaksanaan kebijakan. standar sumber benih. . (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Pemolaan Perbenihan Tanaman Hutan. pelaksanaan konservasi Sumber Daya genetik. keuangan. kepegawaian. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pembangunan. Pasal 479 (1) Seksi Pengembangan Sumber Benih mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pendaftaran areal sumber daya genetik. pengelolaan. penetapan areal Sumber Daya genetik. dan pemanfaatan sumber benih. Pasal 480 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. Seksi Pengembangan Sumber Daya Genetik. sertifikasi sumber benih.dan b. Seksi Pengembangan Sumber Benih. dan kerumahtanggaan serta pelaporan Direktorat.125 Pasal 478 Subdirektorat Pengembangan Sumber Benih dan Sumber Daya Genetik terdiri atas: a. pelaksanaan kebijakan. dan pemantauan benih/varietas unggul. penetapan benih dari sumber benih bersertifikat.

pemberian bimbingan teknis dan evaluasi atas pelaksanaan norma. prosedur dan kriteria di bidang bina usaha kehutanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Direktorat Jenderal Bina Usaha Kehutanan menyelenggarakan fungsi: a. . dan kriteriadi bidang bina usaha kehutanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan kebijakan di bidang bina usaha kehutanan sesuai peraturan perundangundangan.dan e. prosedur. Pasal 482 Direktorat Jenderal Bina Usaha Kehutanan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang bina usaha kehutanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Tugas dan Fungsi Pasal 481 (1) Direktorat Jenderal Bina Usaha Kehutanan adalah unsur pelaksana yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kehutanan. standar. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Bina Usaha Kehutanan. penyusunan norma. standar. Pasal 483 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 482. c. (2) Direktorat Jenderal Bina Usaha Kehutanan dipimpin oleh Direktur Jenderal. b. d.126 BAB VII DIREKTORAT JENDERAL BINA USAHA KEHUTANAN Bagian Pertama Kedudukan. perumusan kebijakan di bidang bina usaha kehutanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

c. kerja sama teknik. Pasal 486 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 485.127 Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 484 Direktorat Jenderal Bina Usaha Kehutanan terdiri atas: a. evaluasi dan pelaporan di bidang bina usaha kehutanan. organisasi dan tata laksana di bidang bina usaha kehutanan. b. f. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a.dan e. koordinasi dan pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi di bidang bina usaha kehutanan. d.dan Direktorat Bina Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hutan. koordinasi dan pelaksanaan tata usaha. koordinasi dan pelaksanaan urusan kepegawaian. koordinasi dan penyiapan telaahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. . e. koordinasi dan penyusunan rencana. d. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 485 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unit organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal. program. b. pemberian pertimbangan dan bantuan hukum di bidang bina usaha kehutanan. Direktorat Bina Iuran dan Peredaran Hasil Hutan. Direktorat Bina Usaha Hutan Alam. perlengkapan dan administrasi keuangan Direktorat Jenderal. Sekretariat Direktorat Jenderal. Direktorat Bina Usaha Hutan Tanaman. c. Direktorat Bina Rencana Pemanfaatan Dan Usaha Kawasan.

pengolahan data dan penyajian informasi. Pasal 490 Bagian Program dan Evaluasi terdiri atas: a. c. serta kehumasan. Bagian Program dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. program dan anggaran. b. Bagian Kepegawaian. penyiapan bahan koordinasi dan pengumpulan data serta penyajian informasi c. Organisasi dan Tata Laksana. penyusunan statistik. Subbagian Program Anggaran. Bagian Hukum dan Kerja SamaTeknik.dan d. Bagian Program dan Evaluasi. Bagian Keuangan dan Umum. . b. Pasal 488 Bagian Program dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi penyusunan dan pelaksanaan rencana. b. (2) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan pengumpulan. Pasal 491 (1) Subbagian Program dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program kerja dan anggaran. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan statistik dan kehumasan.dan c.dan d. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan program dan anggaran. informasi dan statistik serta pelaksanaan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program.128 Pasal 487 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. data. Pasal 489 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 488. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan rencana dan program. Subbagian Data dan Informasi.

Bagian Kepegawaian.dan c. (3) Subbagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis jabatan. fungsi. tata kerja. serta penyusunan tata hubungan kerja. Subbagian Organisasi dan Tata Laksana. Subbagian Administrasi Kepegawaian. pengembangan pegawai dan administrasi jabatan fungsional. pelaksanaan urusan administrasi kepegawaian. Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepegawaian. Pasal 494 Bagian Kepegawaian. pelaksanaan urusan pengembangan karier pegawai dan administrasi jabatan fungsional. pedoman dan prosedur kerja dan pembakuan prasarana dan sarana kerja. . serta penyiapan bahan penyusunan organisasi dan ketatalaksanaan. Pasal 492 Bagian Kepegawaian. penyiapan bahan penyusunan organisasi dan ketatalaksanaan. b. dan administrasi kepegawaian. Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional. Organisasi dan Tata Laksana terdiri atas: a. Pasal 493 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 492. pelatihan. Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. pendisiplinan dan penghargaan pegawai serta administrasi jabatan fungsional. susunan organisasi. dan evaluasi kinerja organisasi. perumusan tugas. (2) Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan pendidikan. Pasal 495 (1) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana formasi pegawai.dan c.129 (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi kinerja dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. b.

serta penyiapan bahan administrasi kerja sama teknik dalam negeri dan luar negeri. Subbagian Administrasi Keuangan. pembinaan kebendaharaan petugas SAI dan petugas SIMAK-BMN. Subbagian Tata Usaha. Pasal 500 Bagian Hukum dan Kerja Sama Teknik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. (3) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan urusan rumah tangga dan pengelolaan barang milik negara. Subbagian Perlengkapan. pelaporan keuangan. pelaksanaan urusan administrasi keuangan. pertimbangan. pelaksanaan urusan perlengkapan. verifikasi. penyelesaian tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. b. Pasal 498 Bagian Keuangan dan Umum terdiri atas: a. penyiapan bahan perbendaharaan. perlengkapan. (2) Subbagian Administrasi Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan tata laksana keuangan. kearsipan dan pengelolaan urusan keuangan.dan c. bantuan hukum. pelaksanaan urusan tata usaha. Pasal 499 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. penelaahan permasalahan.dan c. kearsipan dan pembinaan tata persuratan. rumah tangga. Pasal 497 Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 496 Bagian Keuangan dan Umum menyelenggarakan fungsi: a. .130 Pasal 496 Bagian Keuangan dan Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan. penyusunan rencana anggaran gaji dan penggajian. b. melakukan akuntansi keuangan dan barang milik negara.

b. penelaahan dan penanganan permasalahan.dan c.dan c. (3) Subbagian Kerja Sama Teknik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan koordinasi administrasi kerja sama teknik dalam negeri dan luar negeri. Pasal 505 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 504. . b. Pasal 503 (1) Subbagian Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rancangan dan penelahaan peraturan perundangundangan.evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis. penyiapan bahan pertimbangan dan bantuan hukum.131 Pasal 501 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 500. pertimbangan. Subbagian Kerja Sama Teknik. penyiapan bahan administrasi kerja sama teknik dalam negeri dan luar negeri. Subbagian Peraturan Perundang-undangan. Subbagian Pertimbangan dan Bantuan Hukum. (2) Subbagian Pertimbangan dan Bantuan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. bimbingan teknis. Bagian Keempat Direktorat Bina Rencana Pemanfaatan dan Usaha Kawasan Pasal 504 Direktorat Bina Rencana Pemanfaatan dan Usaha Kawasan mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. Pasal 502 Bagian Hukum dan Kerja Sama Teknik terdiri atas: a. Direktorat Bina Rencana Pemanfaatan dan Usaha Kawasan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan kebijakan di bidang rencana pemanfaatan dan usaha kawasan. dan bantuan permasalahan hukum. penyiapan bahan peraturan perundang-undangan. Bagian Hukum dan Kerja Sama Teknik menyelenggarakan fungsi: a. di bidang rencana pemanfaatan dan usaha kawasan serta penyiapan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan kawasan serta jasa lingkungan.

dan kriteria di bidang pemolaan pemanfaatan kawasan hutan. penyiapan bahan penyusunan norma. prosedur. d. Subdirektorat Pemolaan Pemanfaatan Kawasan Hutan menyelenggarakan fungsi: a. c.132 b. standar.dan e. Pasal 508 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 507. c. Subdirektorat Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu. dan kriteria di bidang rencana pemanfaatan dan usaha kawasan. .dan e. b. penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan kawasan hutan. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang rencana pemanfaatan dan usaha kawasan. penyiapan penyusunan norma. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pemolaan pemanfaatan kawasan hutan. Pasal 507 Subdirektorat Pemolaan Pemanfaatan Kawasan Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. standar. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pemolaan pemanfaatan kawasan hutan. c. Subdirektorat Usaha Jasa Lingkungan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. bimbingan teknis. e. Subdirektorat Pemolaan Pemanfaatan Kawasan Hutan. Pasal 506 Direktorat Bina Rencana Pemanfaatan dan Usaha Kawasan terdiri atas: a. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang rencana pemanfaatan dan usaha kawasan. d.dan Subbagian Tata Usaha. d. Subdirektorat Penilaian Kinerja Rencana Usaha Kawasan dan Jasa Lingkungan. prosedur. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemolaan pemanfaatan kawasan hutan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemolaan pemanfaatan kawasan hutan serta penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan kawasan.

dan kriteria di bidang pemanfaatan hasil hutan bukan kayu. Nusa Tenggara. d.dan b. Subdirektorat Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu menyelenggarakan fungsi: a. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemanfaatan hasil hutan bukan kayu dan penyiapan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan bukan kayu. b. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pemolaan pemanfaatan kawasan hutan serta penyiapan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan kawasan di wilayah Sumatera. Maluku dan Papua. standar. . Bali. c. Pasal 512 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 511. pelaksanaan kebijakan. penilaian permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan bukan kayu. (2) Seksi Pemanfaatan Kawasan Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 511 Subdirektorat Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pemanfaatan hasil hutan bukan kayu. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemanfaatan hasil hutan bukan kayu. Pasal 510 (1) Seksi Pemanfaatan Kawasan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. Seksi Pemanfaatan Kawasan Wilayah I. pelaksanaan kebijakan.dan e. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pemolaan pemanfaatan kawasan hutan serta penyiapan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan kawasan di wilayah Kalimantan dan Sulawesi.133 Pasal 509 Subdirektorat Pemolaan Pemanfaatan Kawasan Hutan terdiri atas: a. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pemanfaatan hasil hutan bukan kayu. penyiapan bahan penyusunan norma. Seksi Pemanfaatan Kawasan Wilayah II. prosedur. Jawa.

Jawa. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang usaha pemanfaatan jasa lingkungan.dan b. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang usaha pemanfaatan jasa lingkungan. Seksi Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu Wilayah II. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang usaha jasa lingkungan dan penyiapan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan jasa lingkungan. dan kriteria di bidang usaha pemanfaatan jasa lingkungan. pelaksanaan kebijakan. Pasal 516 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 515. penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan jasa lingkungan.dan e. Bali. prosedur. c. Maluku dan Papua. pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.134 Pasal 513 Subdirektorat Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu terdiri atas: a. . Pasal 515 Subdirektorat Usaha Jasa Lingkungan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang usaha pemanfaatan jasa lingkungan. d. b. Pasal 514 (1) Seksi Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Nusa Tenggara. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pemanfaatan hasil hutan bukan kayu dan penyiapan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan bukan kayu di wilayah Sumatera. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. standar. Subdirektorat Usaha Jasa Lingkungan menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pemanfaatan hasil hutan bukan kayu dan penyiapan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan bukan kayu di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. Seksi Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu Wilayah I.

b. Seksi Usaha Jasa Lingkungan Wilayah I. usaha pemanfaatan hasil hutan bukan kayu dan usaha jasa lingkungan. c.dan b. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penilaian kinerja rencana pemanfaatan dan usaha kawasan. (2) Seksi Usaha Jasa Lingkungan Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma.dan . pelaksanaan kebijakan. Bali. Pasal 520 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 519. Jawa. standar. Subdirektorat Penilaian Kinerja Rencana Usaha Kawasan dan Jasa Lingkungan menyelenggarakan fungsi: a. usaha pemanfaatan hasil hutan bukan kayu dan usaha jasa lingkungan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang usaha pemanfaatan jasa lingkungan dan penyiapan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan jasa lingkungan di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. usaha pemanfaatan hasil hutan bukan kayu dan usaha jasa lingkungan. pelaksanaan kebijakan. Pasal 519 Subdirektorat Penilaian Kinerja Rencana Usaha Kawasan dan Jasa Lingkungan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. dan kriteria di bidang penilaian kinerja rencana pemanfaatan dan usaha kawasan. Nusa Tenggara. Pasal 518 (1) Seksi Usaha Jasa Lingkungan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. prosedur. usaha pemanfaatan hasil hutan bukan kayu dan usaha jasa lingkungan. Maluku dan Papua. Seksi Usaha Jasa Lingkungan Wilayah II.135 Pasal 517 Subdirektorat Usaha Jasa Lingkungan terdiri atas: a. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang usaha pemanfaatan jasa lingkungan dan penyiapan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan jasa lingkungan di wilayah Sumatera. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penilaian kinerja rencana pemanfaatan dan usaha kawasan. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penilaian kinerja rencana pemanfaatan dan usaha kawasan.

keuangan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melakukan tugas sehari-hari secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Penilaian Kinerja Rencana Usaha Kawasan dan Jasa Lingkungan. (2) Seksi Penilaian Kinerja Usaha Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. kerumahtanggaan. bimbingan teknis. kepegawaian.136 d. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penilaian kinerja rencana pemanfaatan dan usaha kawasan. Pasal 522 (1) Seksi Penilaian Kinerja Usaha Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. Maluku dan Papua. kearsipan dan pelaporan Direktorat. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penilaian kinerja rencana pemanfaatan dan usaha kawasan. Pasal 523 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. Bagian Kelima Direktorat Bina Usaha Hutan Alam Pasal 524 Direktorat Bina Usaha Hutan Alam mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. Seksi Penilaian Kinerja Usaha Wilayah I. . pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penilaian kinerja rencana pemanfaatan dan usaha kawasan. usaha pemanfaatan hasil hutan bukan kayu dan usaha jasa lingkungan di wilayah Sumatera. Jawa.dan b. Bali. Pasal 521 Subdirektorat Penilaian Kinerja Rencana Usaha Kawasan dan Jasa Lingkungan terdiri atas: a. usaha pemanfaatan hasil hutan bukan kayu dan usaha jasa lingkungan di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. Seksi Penilaian Kinerja Usaha Wilayah II. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang usaha hutan alam serta penyusunan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam. usaha pemanfaatan hasil hutan bukan kayu dan usaha jasa lingkungan. pelaksanaan kebijakan. Nusa Tenggara.

penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan perumusan kebijakan di bidang usaha hutan alam. pelaksanaan kebijakan di bidang usaha hutan alam. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. prosedur. . dan kriteria di bidang penyiapan pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam. Pasal 526 Direktorat Bina Usaha Hutan Alam terdiri atas: a.dan Subbagian Tata Usaha. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penyiapan pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam. c.dan e. Subdirektorat Rencana Kerja Pemanfaatan Hutan Alam. Pasal 528 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 527. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyiapan pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam dan penyusunan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam. Subdirektorat Penyiapan Pemanfaatan Hutan Alam. d. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penyiapan pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam. c. Pasal 527 Subdirektorat Penyiapan Pemanfaatan Hutan Alam mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Subdirektorat Produksi Hutan Alam. dan kriteria di bidang usaha hutan alam. Subdirektorat Penyiapan Pemanfaatan Hutan Alam menyelenggarakan fungsi: a. standar. Subdirektorat Penilaian Kinerja Usaha Pemanfaatan Hutan Alam. standar. d. Direktorat Bina Usaha Hutan Alam menyelenggarakan fungsi: a. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang usaha hutan alam. b. prosedur.137 Pasal 525 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 524. e. b. penyiapan penyusunan norma. b. c. pelaksanaan kebijakan.

b. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyiapan pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam.dan e. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang rencana kerja pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam. Pasal 530 (1) Seksi Penyiapan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Bali. Subdirektorat Rencana Kerja Pemanfaatan Hutan Alam menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. Maluku dan Papua. Pasal 532 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 531. Pasal 529 Subdirektorat Penyiapan Pemanfaatan Hutan Alam terdiri atas: a.138 d. (2) Seksi Penyiapan Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyiapan pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam dan penyusunan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam di wilayah Sumatera. Jawa. Seksi Penyiapan Wilayah II. Pasal 531 Subdirektorat Rencana Kerja Pemanfaatan Hutan Alam mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyiapan pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam dan penyusunan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. . bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang rencana kerja pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam. Nusa Tenggara. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang rencana kerja pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam. Seksi Penyiapan Wilayah I. pelaksanaan kebijakan.dan b. penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam.

dan d. penyiapan bahan penyusunan norma. .evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis. standar. pelaksanaan kebijakan.dan d. penyiapan bahan penyusunan norma. Jawa. (2) Rencana Kerja Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang produksi hasil hutan kayu hutan alam. Subdirektorat Produksi Hutan Alam menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis dibidang rencana kerja pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam di wilayah Sumatera. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang rencana kerja pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang produksi hasil hutan kayu hutan alam. Bali. c. b. Maluku dan Papua. pelaksanaan kebijakan. Nusa Tenggara. Pasal 534 (1) Seksi Rencana Kerja Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 533 Subdirektorat Rencana Kerja Pemanfaatan Hutan Alam terdiri atas: a. Pasal 536 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 535.139 c.dan b. pelaksanaan kebijakan. Seksi Rencana Kerja Wilayah II. Pasal 535 Subdirektorat Produksi Hutan Alam mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. bimbingan teknis. standar. dan kriteria di bidang rencana kerja pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam. Seksi Rencana Kerja Wilayah I. prosedur. dan kriteria di bidang produksi hasil hutan kayu hutan alam. di bidang produksi hasil hutan kayu hutan alam. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang produksi hasil hutan kayu hutan alam. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang rencana kerja pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam. prosedur.

Jawa. Bali.dan b.dan d. dan kriteria di bidang penilaian kinerja usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam. prosedur. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penilaian kinerja usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam. Subdirektorat Penilaian Kinerja Usaha Pemanfaatan Hutan Alam menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Produksi Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. bimbingan teknis. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang produksi hasil hutan kayu hutan alam di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. Pasal 538 (1) Seksi Produksi Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. terdiri atas: a. Seksi Produksi Wilayah II. Seksi Produksi Wilayah I. penyiapan bahan penyusunan norma. . Seksi Penilaian Kinerja Usaha Wilayah I.dan b. pelaksanaan kebijakan.140 Pasal 537 Subdirektorat Produksi Hutan Alam. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang produksi hasil hutan kayu hutan alam di wilayah Sumatera. Pasal 541 Subdirektorat Penilaian Kinerja Usaha Pemanfaatan Hutan Alam. pelaksanaan kebijakan. Nusa Tenggara. Maluku dan Papua. Pasal 540 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 539. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penilaian kinerja usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam. b. Seksi Penilaian Kinerja Usaha Wilayah II. terdiri atas: a.evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penilaian kinerja usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam. standar. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penilaian kinerja usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam. Pasal 539 Subdirektorat Penilaian Kinerja Usaha Hutan Alam mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. c.

Pasal 545 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 544. dan kriteria di bidang usaha hutan tanaman. . d. prosedur. penyiapan penyusunan norma. kepegawaian. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Bagian Keenam Direktorat Bina Usaha Hutan Tanaman Pasal 544 Direktorat Bina Usaha Hutan Tanaman mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penilaian kinerja usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penilaian kinerja usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam di wilayah Sumatera. keuangan. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang usaha hutan tanaman serta penyusunan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman. Nusa Tenggara. standar. Jawa. Bali. pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang usaha hutan tanaman. (2) Seksi Penilaian Kinerja Usaha Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Direktorat Bina Usaha Hutan Tanaman menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas sehari-hari secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Penilaian Kinerja Usaha Hutan Alam. Maluku dan Papua. pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan kebijakan di bidang usaha hutan tanaman. b.dan e. Pasal 543 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang usaha hutan tanaman.141 Pasal 542 (1) Seksi Penilaian Kinerja Usaha Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. kerumahtanggaan. c. kearsipan dan pelaporan Direktorat.

Pasal 547 Subdirektorat Hutan Tanaman Industri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Subdirektorat Hutan Tanaman Rakyat. Subdirektorat Hutan Tanaman Industri. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang hutan tanaman industri.dan e. c. Seksi Hutan Tanaman Industri Wilayah I. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang hutan tanaman industri. Pasal 548 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 547. d. Subdirektorat Penilaian Kinerja Usaha Hutan Tanaman. Subbagian Tata Usaha. pelaksanaan kebijakan.142 Pasal 546 Direktorat Bina Usaha Hutan Tanaman terdiri atas: a. bimbingan teknis. b. Subdirektorat Hutan Tanaman Industri menyelenggarakan fungsi: a. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang hutan tanaman industri dan penyusunan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman industri. b. d. . prosedur. standar. b. dan kriteria di bidang hutan tanaman industri. c.dan e. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang hutan tanaman industri. Seksi Hutan Tanaman Industri Wilayah II. penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman industri. Subdirektorat Rencana Kerja dan Produksi. Pasal 549 Subdirektorat Hutan Tanaman Industri terdiri atas: a.

pelaksanaan kebijakan. Maluku dan Papua. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. standar. . Pasal 551 Subdirektorat Hutan Tanaman Rakyat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang hutan tanaman rakyat. Bali. bimbingan teknis. Nusa Tenggara. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang hutan tanaman industri dan penyusunan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman industri di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis dibidang hutan tanaman rakyat dan penyusunan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman rakyat. Seksi Hutan Tanaman Rakyat Wilayah II. c. Seksi Hutan Tanaman Rakyat Wilayah I. Subdirektorat Hutan Tanaman Rakyat menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 552 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 551. Pasal 553 Subdirektorat Hutan Tanaman Rakyat terdiri atas: a. d.dan e. Jawa. b.dan b. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang hutan tanaman rakyat.143 Pasal 550 (1) Seksi Hutan Tanaman Industri Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. prosedur. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang hutan tanaman industri dan penyusunan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman industri di wilayah Sumatera. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang hutan tanaman rakyat. penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman rakyat. (2) Seksi Hutan Tanaman Industri Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan kriteria di bidang hutan tanaman rakyat.

penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang rencana kerja dan produksi hasil hutan kayu hutan tanaman. (2) Seksi Hutan Tanaman Rakyat Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. . pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang rencana kerja dan produksi hasil hutan kayu hutan tanaman.dan b. Bali. pelaksanaan kebijakan. Seksi Rencana Kerja dan Produksi Wilayah I. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang hutan tanaman rakyat dan penyusunan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman rakyat di wilayah Sumatera. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang rencana kerja dan produksi hasil hutan kayu hutan tanaman.dan d.144 Pasal 554 (1) Seksi Hutan Tanaman Rakyat Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. c. Pasal 557 Subdirektorat Rencana Kerja dan Produksi terdiri atas: a. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang hutan tanaman rakyat dan penyusunan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman rakyat di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. Pasal 556 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 555. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang rencana kerja dan produksi hasil hutan kayu hutan tanaman. Seksi Rencana Kerja dan Produksi Wilayah II. penyiapan bahan penyusunan norma. dan kriteria di bidang rencana kerja dan produksi hasil hutan kayu hutan tanaman. Nusa Tenggara. b. Jawa. bimbingan teknis. Maluku dan Papua. prosedur. Subdirektorat Rencana Kerja dan Produksi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 555 Subdirektorat Rencana Kerja dan Produksi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan.

Jawa. Seksi Penilaian Kinerja Usaha Wilayah I. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penilaian kinerja usaha hutan tanaman. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang rencana kerja dan produksi hasil hutan kayu hutan tanaman di wilayah Sumatera. Pasal 559 Subdirektorat Penilaian Kinerja Usaha Hutan Tanaman mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. b. prosedur. Maluku dan Papua. standar. Pasal 560 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 559. Pasal 561 Subdirektorat Penilaian Kinerja Usaha Pemanfaatan Hutan Tanaman terdiri atas: a. c. Subdirektorat Penilaian Kinerja Usaha Pemanfaatan Hutan Tanaman menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria di bidang penilaian usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman. pelaksanaan kebijakan.dan b. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penilaian usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman. Nusa Tenggara. Bali. . penyiapan bahan penyusunan norma. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang rencana kerja dan produksi hasil hutan kayu hutan tanaman di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. bimbingan teknis. Seksi Penilaian Kinerja Usaha Wilayah II.dan d. (2) Seksi Rencana Kerja dan Produksi Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penilaian usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penilaian usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman.145 Pasal 558 (1) Seksi Rencana Kerja dan Produksi Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.

Bali. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penilaian kinerja usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman di wilayah Sumatera. bimbingan teknis. dan kriteria di bidang iuran kehutanan dan peredaran hasil hutan.dan e. (2) Seksi Penilaian Kinerja Usaha Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. kepegawaian. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang iuran kehutanan dan peredaran hasil hutan. kearsipan dan pelaporan Direktorat. penyiapan penyusunan norma. Nusa Tenggara. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penilaian kinerja usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. standar. Bagian Ketujuh Direktorat Bina Iuran Kehutanan dan Peredaran Hasil Hutan Pasal 564 Direktorat Bina Iuran Kehutanan dan Peredaran Hasil Hutan mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. Jawa. pelaksanakan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis. keuangan. Direktorat Bina Iuran Kehutanan dan Peredaran Hasil Hutan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan kebijakan. d. prosedur. Pasal 565 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 564. pelaksanaan kebijakan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas sehari-hari secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Penilaian Kinerja Usaha Hutan Tanaman. penyiapan perumusan kebijakan di bidang iuran kehutanan dan peredaran hasil hutan.146 Pasal 562 (1) Seksi Penilaian Kinerja Usaha Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. c. kerumahtanggaan. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang iuran kehutanan dan peredaran hasil hutan. Maluku dan Papua. b. di bidang iuran kehutanan dan peredaran hasil hutan. . Pasal 563 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan.

Subdirektorat Penertiban Peredaran Hasil Hutan. Seksi Penerimaan Negara Bukan Pajak Wilayah II. penyiapan bahan penyusunan norma. Seksi Penerimaan Negara Bukan Pajak Wilayah I. c.dan d. Maluku dan Papua. Nusa Tenggara. . Subbagian Tata Usaha. d. b. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penerimaan negara bukan pajak. Subdirektorat Pengukuran dan Pengujian Hasil Hutan. Subdirektorat Penerimaan Negara Bukan Pajak. pelaksanaan kebijakan.dan e. Pasal 568 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 567. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penerimaan negara bukan pajak. standar. b.dan b. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penerimaan negara bukan pajak di wilayah Sumatera. bimbingan teknis. Bali. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penerimaan negara bukan pajak. Subdirektorat Penerimaan Negara Bukan Pajak menyelenggarakan fungsi: a. c. Subdirektorat Peredaran Hasil Hutan. Pasal 569 Subdirektorat Penerimaan Negara Bukan Pajak terdiri atas: a. prosedur. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penerimaan negara bukan pajak. Pasal 567 Subdirektorat Penerimaan Negara Bukan Pajak mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. dan kriteria di bidang penerimaan negara bukan pajak.147 Pasal 566 Direktorat Bina Iuran Kehutanan dan Peredaran Hasil Hutan terdiri atas: a. Pasal 570 (1) Seksi Penerimaan Negara Bukan Pajak Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Jawa.

penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang peredaran hasil hutan. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang peredaran hasil hutan. . b. (2) Seksi Tanda Legalitas Hasil Hutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.148 (2) Seksi Penerimaan Negara Bukan Pajak Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang tata usaha hasil hutan. prosedur. Subdirektorat Peredaran Hasil Hutan menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang tanda legalitas hasil hutan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penerimaan negara bukan pajak di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. dan kriteria di bidang peredaran hasil hutan. Seksi Tata Usaha Hasil Hutan. Pasal 572 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 571. pelaksanaan kebijakan. Pasal 571 Subdirektorat Peredaran Hasil Hutan mempunyai melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang peredaran hasil hutan. c.dan d. pelaksanaan kebijakan. Pasal 574 (1) Seksi Tata Usaha Hasil Hutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.dan b. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang peredaran hasil hutan. Pasal 573 Subdirektorat Peredaran Hasil Hutan terdiri atas: a. Seksi Tanda Legalitas Hasil Hutan. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma.

bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penertiban peredaran hasil hutan. c. pelaksanaan kebijakan. Pasal 576 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 575. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengukuran dan pengujian hasil hutan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengukuran dan pengujian hasil hutan kayu. b. pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Pengukuran dan Pengujian Hasil Hutan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 577 Subdirektorat Pengukuran dan Pengujian Hasil Hutan terdiri atas: a. pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. Seksi Pengukuran dan Pengujian Hasil Hutan Bukan Kayu.149 Pasal 575 Subdirektorat Pengukuran dan Pengujian Hasil Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Pasal 579 Subdirektorat Penertiban Peredaran Hasil Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. (2) Seksi Pengukuran dan Pengujian Hasil Hutan Bukan Kayu mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. prosedur. dan kriteria di bidang pengukuran dan pengujian hasil hutan. penyiapan bahan penyusunan norma. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengukuran dan pengujian hasil hutan bukan kayu.dan b. Seksi Pengukuran dan Pengujian Hasil Hutan Kayu. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengukuran dan pengujian hasil hutan. .dan d. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengukuran dan pengujian hasil hutan. Pasal 578 (1) Seksi Pengukuran dan Pengujian Hasil Hutan Kayu mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengukuran dan pengujian hasil hutan. standar.

kerumahtanggaan. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penertiban peredaran hasil hutan. Bali. (2) Seksi Penertiban Peredaran Hasil Hutan Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penertiban peredaran hasil hutan di wilayah Sumatera. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas sehari-hari secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Penertiban Peredaran Hasil Hutan.150 Pasal 580 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 579. b. Pasal 583 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan.dan b. Pasal 582 (1) Seksi Penertiban Peredaran Hasil Hutan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Subdirektorat Penertiban Peredaran Hasil Hutan menyelenggarakan fungsi: a. kepegawaian. prosedur. . penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penertiban peredaran hasil hutan. Nusa Tenggara. standar. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penertiban peredaran hasil hutan di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. dan kriteria di bidang penertiban peredaran hasil hutan. kearsipan dan pelaporan Direktorat.dan d. Seksi Penertiban Peredaran Hasil Hutan Wilayah I. Pasal 581 Subdirektorat Penertiban Peredaran Hasil Hutan terdiri atas: a. pelaksanaan kebijakan. keuangan. pelaksanaan kebijakan. Jawa. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penertiban peredaran hasil hutan. c. Seksi Penertiban Peredaran Hasil Hutan Wilayah II. Maluku dan Papua.

Direktorat Bina Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hutan menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Pemolaan Pengolahan Hasil Hutan. Pasal 586 Direktorat Bina Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hutan terdiri atas: a. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. penyiapan penyusunan norma. Pasal 587 Subdirektorat Pemolaan Pengolahan Hasil Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Subdirektorat Penilaian Kinerja Industri dan Pemasaran Hasil Hutan. c. standar. Subdirektorat Pengendalian Bahan Baku dan Industri Primer.151 Bagian Kedelapan Direktorat Bina Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hutan Pasal 584 Direktorat Bina Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hutan mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. b. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pengolahan dan pemasaran hasil hutan. pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan kebijakan di bidang pengolahan dan pemasaran hasil hutan. . d.dan e. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemolaan pengolahan hasil hutan dan penyusunan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha industri primer hasil hutan kayu.dan d. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengolahan dan pemasaran hasil hutan. b. dan kriteria di bidang pengolahan dan pemasaran hasil hutan. c. Pasal 585 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 584. pelaksanaan kebijakan. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengolahan dan pemasaran hasil hutan dan penyusunan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha industri primer hasil hutan kayu. prosedur. Subbagian Tata Usaha.

dan e. prosedur. dan kriteria di bidang pemolaan dan revitalisasi industri primer hasil hutan. standar. Pasal 589 Subdirektorat Pemolaan Pengolahan Hasil Hutan terdiri atas: a. pelaksanaan kebijakan. c. pemberian perizinan industri primer hasil hutan dengan kapasitas produksi >6. Subdirektorat Pemolaan Pengolahan Hasil Hutan menyelenggarakan fungsi: a. b.152 Pasal 588 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 587. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pemolaan dan revitalisasi industri primer hasil hutan. ketenagakerjaan dan pengolahan industri primer hasil hutan. pemberdayaan dan kemitraan industri primer. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemolaan dan revitalisasi industri primer hasil hutan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pemolaan dan revitalisasi industri primer hasil hutan. d. re-engineering. investasi/divestasi. Pasal 590 (1) Seksi Penyiapan Pengolahan Industri Primer mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengendalian bahan baku dan industri primer hasil hutan. penyiapan bahan penyusunan norma. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang perizinan. Pasal 591 Subdirektorat Pengendalian Bahan Baku dan Industri Primer mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pemolaan. pelaksanaan kebijakan. Seksi Penyiapan Pengolahan Industri Primer.dan b. (2) Seksi Pengolahan Industri Primer mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan. pemantauan pengelolaan lingkungan. Seksi Pengolahan Industri Primer.000m3/tahun dan persetujuan revitalisasi industri primer hasil hutan. pelaksanaan kebijakan. . revitalisasi.

pelaksanaan kebijakan. efisiensi penggunaan bahan baku. efisiensi penggunaan bahan baku.dan b. efisiensi penggunaan bahan baku. Pasal 595 Subdirektorat Penilaian Kinerja Industri dan Pemasaran Hasil Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. c. produksi dan standardisasi produk industri primer hasil hutan. Seksi Pengendalian Bahan Baku. pelaksanaan kebijakan. produksi dan standardisasi produk industri primer hasil hutan. Pasal 594 (1) Seksi Pengendalian Bahan Baku mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pengolahan. pengolahan. produksi dan standardisasi produk industri primer hasil hutan. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengendalian bahan baku dan efisiensi penggunaan bahan baku industri primer hasil hutan. pengolahan. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penilaian kinerja industri primer hasil hutan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengendalian bahan baku. produksi dan standardisasi produk industri primer hasil hutan. penyiapan bahan penyusunan norma. produksi dan standardisasi produk industri primer hasil hutan. prosedur. pengolahan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengendalian bahan baku. b. efisiensi penggunaan bahan baku. verifikasi legalitas dan pemasaran hasil hutan. (2) Seksi Produksi Industri Primer mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 593 Subdirektorat Pengendalian Bahan Baku dan Industri Primer terdiri atas: a. standar. Seksi Produksi Industri Primer. dan kriteria di bidang pengendalian bahan baku. . Subdirektorat Pengendalian Bahan Baku dan Industri Primer menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian bahan baku. pelaksanaan kebijakan.dan d.153 Pasal 592 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 591. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengolahan.

(2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas sehari-hari secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Penilaian Kinerja Industri dan Pemasaran Hasil Hutan. verifikasi legalitas serta pemasaran hasil hutan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penilaian kinerja. dan kriteria di bidang penilaian kinerja. evaluasi. verifikasi legalitas serta pemasaran hasil hutan. evaluasi. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penilaian kinerja. kearsipan dan pelaporan Direktorat. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. . keuangan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penilaian kinerja. kesehatan finansial. (2) Seksi Kinerja Industri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. evaluasi. Pasal 597 Subdirektorat Penilaian Kinerja Industri dan Pemasaran Hasil Hutan terdiri atas: a. evaluasi. pemeriksaan dan tindak lanjut hasil evaluasi industri hasil hutan. kesehatan finansial.dan d. Seksi Kinerja Industri. pemeriksaan dan tindak lanjut hasil evaluasi industri hasil hutan. kesehatan finansial. Subdirektorat Penilaian Kinerja Industri dan Pemasaran Hasil Hutan menyelenggarakan fungsi: a. verifikasi legalitas serta pemasaran hasil hutan. prosedur. pelaksanaan kebijakan. Pasal 599 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. kesehatan finansial. Pasal 598 (1) Seksi Pemasaran Hasil Hutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. b.154 Pasal 596 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 595. kerumahtanggaan. kesehatan finansial. evaluasi dan pemeriksaan serta tindak lanjut hasil evaluasi industri hasil hutan. c. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penilaian kinerja.dan b. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pemasaran hasil hutan serta verifikasi legalitas. kepegawaian. verifikasi legalitas serta pemasaran hasil hutan. pemeriksaan dan tindak lanjut hasil evaluasi industri hasil hutan. Seksi Pemasaran Hasil Hutan. pemeriksaan dan tindak lanjut hasil evaluasi industri hasil hutan. standar.

pelaksanaan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Kehutanan terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. c. Inspektorat I. (2) Inspektorat Jenderal dipimpin oleh Inspektur Jenderal. Pasal 602 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 601. pemantauan. Tugas dan Fungsi Pasal 600 (1) Inspektorat Jenderal adalah unsur pengawas yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kehutanan. Sekretariat Inspektorat Jenderal. . evaluasi. b.155 BAB VIII INSPEKTORAT JENDERAL Bagian Pertama Kedudukan.dan e. dan kegiatan pengawasan lainnya. Pasal 601 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Kehutanan. Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. reviu. penyiapan perumusan kebijakan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Kehutanan. b. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 603 Inspektorat Jenderal terdiri atas: a. c. Inspektorat II. pelaksanaan pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri Kehutanan. d. pelaksanaan urusan administrasi Inspektorat Jenderal. penyusunan laporan hasil pengawasan di lingkungan Kementerian Kehutanan.

Inspektorat III. Bagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan. Bagian Pemantauan Tindak Lanjut. e. pelaksanaan koordinasi dan penyusunan rencana dan program kerja pengawasan. keuangan. Bagian Umum.dan e. c. organisasi dan tata laksana. serta pelaporan. Inspektorat IV. Pasal 607 Bagian Program dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. Bagian Program dan Pelaporan.dan d. Pasal 606 Sekretariat Inspektorat Jenderal terdiri atas: a. serta pelaporan di lingkungan Inspektorat Jenderal. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Jenderal. pelaksanaan analisis laporan hasil pengawasan. . b. d. dan pemantauan pelaksanaan rencana dan program pengawasan. Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan urusan kepegawaian. Pasal 605 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 604. pelaksanaan pemantauan tindak lanjut hasil pengawasan.dan f. b. c. Inspektorat Investigasi. Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal Pasal 604 Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis dan administratif kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Inspektorat Jenderal.156 d. program pengawasan.

. penyiapan bahan koordinasi pengumpulan. dan penyiapan bahan pelaporan di lingkungan Inspektorat Jenderal. dan anggaran di lingkungan Inspektorat Jenderal.dan b. Pasal 611 Bagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan mempunyai tugas melaksanakan analisis dan evaluasi hasil pengawasan intern dan ekstern pemerintah dan laporan pengawasan lainnya di lingkungan Kementerian.157 Pasal 608 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 607. Pasal 609 Bagian Program dan Pelaporan terdiri atas: a. Pasal 612 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 611.dan b. pelaksanaan analisis dan evaluasi hasil pengawasan intern dan ekstern pemerintah.dan b. (2) Subbagian Data dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan. pemantauan pelaksanaan rencana dan program pengawasan. pengolahan data serta penyajian informasi. Subbagian Program. pengolahan dan penyajian data dan informasi. Subbagian Data dan Pelaporan. penyiapan bahan pelaksanaan koordinasi penyusunan rencana dan program pengawasan dan anggaran. Pasal 610 (1) Subbagian Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program pengawasan. pelaksanaan penyusunan laporan hasil analisis dan evaluasi. Bagian Program dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi: a. serta penyusunan laporan hasil analisis dan evaluasi. dan laporan pengawasan lainnya. dan penyusunan laporan di lingkungan Inspektorat Jenderal. pemantauan pelaksanaan rencana dan program pengawasan. Bagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan menyelenggarakan fungsi: a.

laporan pengawasan lainnya. (2) Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis dan evaluasi hasil pengawasan intern dan ekstern pemerintah. Pasal 617 Bagian Pemantauan Tindak Lanjut terdiri atas: a.dan b.dan b. dan laporan pengawasan lainnya di lingkungan kerja Inspektorat III dan Inspektorat IV. Subbagian Pemantauan Tindak Lanjut II. dan laporan pengawasan lainnya di lingkungan kerja Inspektorat I dan Inspektorat II. . Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan I. Pasal 616 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 615.158 Pasal 613 Bagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan terdiri atas: a. Pasal 614 (1) Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis dan evaluasi hasil pengawasan intern dan ekstern pemerintah.dan b. dan Inspektorat Investigasi. serta penyusunan laporan hasil analisis dan evaluasi. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan II. pelaksanaan penyusunan laporan hasil pemantauan tindak lanjut. Subbagian Pemantauan Tindak Lanjut I. Bagian Pemantauan Tindak Lanjut menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 615 Bagian Pemantauan Tindak Lanjut mempunyai tugas melaksanakan pemantauan atas pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan intern dan ekstern pemerintah. serta penyusunan laporan hasil analisis dan evaluasi. dan Inspektorat Investigasi. pelaksanaan pemantauan atas pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan intern dan ekstern pemerintah. serta penyusunan laporan hasil pemantauan tindak lanjut. serta laporan pengawasan lainnya.

dan penyusunan laporan keuangan. administrasi keuangan.dan b. administrasi kepegawaian. kearsipan. administrasi kepegawaian. pelaksanaan urusan tata persuratan. serta laporan pengawasan lainnya di lingkungan kerja Inspektorat I dan Inspektorat II. organisasi dan tata laksana. . organisasi dan tata laksana di lingkungan Inspektorat Jenderal. rumah tangga. (2) Subbagian Rumah Tangga dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga. perlengkapan. perlengkapan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 620 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 619. organisasi dan tata laksana. serta laporan pengawasan lainnya di lingkungan kerja Inspektorat III dan Inspektorat IV serta penyusunan laporan hasil pemantauan tindak lanjut. penggandaan. dan penyusunan laporan keuangan. pelaksanaan administrasi dan pemantauan keuangan. Subbagian Rumah Tangga dan Kepegawaian. pelaksanaan administrasi dan pemantauan keuangan. (2) Subbagian Pemantauan Tindak Lanjut II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan atas pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan intern dan ekstern pemerintah. dan Inspektorat Investigasi serta penyusunan laporan hasil pemantauan tindak lanjut. Pasal 621 Bagian Umum terdiri atas: a.dan b. Pasal 619 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. Subbagian Tata Persuratan dan Keuangan. Pasal 622 (1) Subbagian Tata Persuratan dan Keuangan mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. administrasi kepegawaian.159 Pasal 618 (1) Subbagian Pemantauan Tindak Lanjut I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan atas pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan intern dan ekstern pemerintah. perlengkapan. pelaksanaan urusan rumah tangga.

Subbagian Tata Usaha. dan kegiatan pengawasan lainnya. Pasal 625 Inspektorat I terdiri atas: a. Inspektorat I menyelenggarakan fungsi: a. serta instansi kehutanan di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam. Jambi. pelaksanaan urusan ketatausahaan. b. evaluasi. penyusunan rencana dan program pengawasan kinerja. administrasi kepegawaian. Bengkulu. dan administrasi. DI Jogyakarta. kerumahtanggaan. dan pelaporan di lingkungan Inspektorat I. Nusa Tenggara Barat. keuangan. Sumatera Barat. kerumahtanggaan. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri pada Unit Kerja Direktorat Jenderal Bina Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial. dan administrasi melalui audit. pemantauan. Bali. dan administrasi melalui audit. Sumatera Utara. keuangan. kepegawaian. Sumatera Selatan. DKI Jakarta. Jawa Tengah. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. serta instansi kehutanan di Provinsi Banten. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri pada Unit Kerja Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam. Pasal 627 Inspektorat II mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern terhadap kinerja. Jawa Timur. dan Lampung.dan b. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional dibina oleh Inspektur I. . dan kegiatan pengawasan lainnya. Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia. Jawa Barat. keuangan. keuangan. Inspektorat Jenderal. Kepulauan Riau. c. dan Nusa Tenggara Timur. reviu. pelaksanaan pengawasan kinerja. penyusunan petunjuk pelaksanaan pengawasan kinerja. keuangan. dan kegiatan pengawasan lainnya.160 Pasal 623 Inspektorat I mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern terhadap kinerja. evaluasi. reviu.dan d. pemantauan. Riau. evaluasi.  Pasal 624 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 623. dan pelaporan Inspektorat I. reviu. Bangka Belitung. dan administrasi melalui audit. dan administrasi. pemantauan. Pasal 626 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan.

evaluasi. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri pada Unit Kerja Direktorat Jenderal Bina Usaha Kehutanan. dan administrasi. keuangan. kerumahtanggaan. . Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. Kalimantan Tengah. Inspektorat III menyelenggarakan fungsi: a. keuangan. dan pelaporan di lingkungan Inspektorat II. Bagian Keenam Inspektorat III Pasal 631 Inspektorat III mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern terhadap kinerja. pemantauan. (2) Subbagian Tata Usaha administratif dan fungsional dibina Inspektur II. evaluasi. pelaksanaan urusan ketatausahaan. keuangan. kepegawaian. Kalimantan Timur. Pasal 632 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 631. administrasi kepegawaian. Subbagian Tata Usaha. dan administrasi. Pasal 629 Inspektorat II terdiri atas: a. pemantauan. Papua. dan administrasi melalui audit. reviu. kerumahtanggaan. Kalimantan Barat. Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan. pelaksanaan pengawasan kinerja. Inspektorat II menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rencana dan program pengawasan kinerja. dan kegiatan pengawasan lainnya. b. keuangan. b. dan pelaporan Inspektorat II. reviu.dan d.161 Pasal 628 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 627. keuangan. keuangan. dan administrasi. c. penyusunan rencana dan program pengawasan kinerja. Pasal 630 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. penyusunan petunjuk pelaksanaan pengawasan kinerja. dan administrasi. penyusunan petunjuk pelaksanaan pengawasan kinerja. dan administrasi melalui audit. dan Irian Jaya Barat. serta instansi kehutanan di Provinsi Kalimantan Selatan.dan b. dan kegiatan pengawasan lainnya.

dan administrasi melalui audit.162 c. reviu. Subbagian Tata Usaha. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri pada Unit Kerja Direktorat Jenderal Planologi kehutanan. kerumahtanggaan. keuangan. serta pengawasan untuk tujuan tertentu atas petunjuk Menteri. b. serta pengawasan untuk tujuan tertentu atas petunjuk Menteri. keuangan. serta instansi kehutanan di Provinsi Sulawesi Utara. Sulawesi Tengah. dan Maluku Utara. dan administrasi melalui audit. Pasal 636 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 635. Sulawesi Barat. penyusunan rencana pengawasan kinerja.dan b. administrasi kepegawaian. pelaksanaan pengawasan kinerja. dan pelaporan di lingkungan Inspektorat III. Gorontalo. c. Bagian Ketujuh Inspektorat IV Pasal 635 Inspektorat IV mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern terhadap kinerja. Inspektorat IV menyelenggarakan fungsi: a. Sekretariat Jenderal. keuangan. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. kepegawaian. pemantauan. Sulawesi Selatan. dan pelaporan Inspektorat III. dan pengawasan lainnya serta pengawasan untuk tujuan tertentu atas petunjuk Menteri.dan . Pasal 633 Inspektorat III terdiri atas: a. dan pengawasan lainnya. evaluasi. evaluasi. dan kegiatan pengawasan lainnya. pemantauan. pelaksanaan urusan ketatausahaan. reviu. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional dibina oleh Inspektur III.dan d. Pasal 634 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. dan pengawasan lainnya. keuangan. dan kegiatan pengawasan lainnya. pelaksanaan pengawasan kinerja. kerumahtanggaan. Sulawesi Tenggara. penyusunan petunjuk pelaksanaan pengawasan kinerja. Maluku. keuangan.

pelanggaran administrasi. kerumahtanggaan. dan nepotisme.dan b. dan pelaporan di lingkungan Inspektorat IV. penyusunan petunjuk pelaksanaan pengumpulan bahan penelitian. dan evaluasi atas kasus pelanggaran yang berindikasi praktek-praktek korupsi. dan mengevaluasi atas kasus pelanggaran yang berindikasi praktek-praktek korupsi. Pasal 640 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 639. pelanggaran administrasi. Pasal 638 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. Subbagian Tata Usaha. serta melaksanakan tugas lain berdasarkan instruksi khusus Menteri. kerumahtanggaan. serta tindak lanjut pengaduan masyarakat. kolusi. analisis. pengumpulan bahan meneliti. dan nepotisme. pelaksanaan urusan ketatausahaan. serta tindak lanjut pengaduan masyarakat. menganalisis. Inspektorat Investigasi menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Kedelapan Inspektorat Investigasi Pasal 639 Inspektorat Investigasi mempunyai tugas melaksanakan pengawasan. dan evaluasi atas kasus pelanggaran yang berindikasi praktek-praktek korupsi. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional dibina oleh Inspektur IV. . dan nepotisme. analisis. kolusi. administrasi kepegawaian. penyusunan rencana dan program dibidang pengumpulan bahan penelitian. kepegawaian. kolusi. pelanggaran administrasi.163 d. dan pelaporan Inspektorat IV. b. Pasal 637 Inspektorat IV terdiri atas: a. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. menindak lanjuti pengaduan masyarakat. dan cakupan yang ditetapkan oleh Inspektur Jenderal.

dan cakupan yang ditetapkan oleh Inspektur Jenderal.dan f. serta tindak lanjut pengaduan masyarakat. kerumahtanggaan. pelaksanaan tugas lain berdasarkan instruksi khusus Menteri. nepotisme. kepegawaian. e. pelaksanaan pengumpulan bahan penelitian. kolusi. dan pelanggaran administrasi. pelaksanaan urusan ketatausahaan. pelanggaran administrasi. kerumahtanggaan. kolusi. dan pelaporan di lingkungan Inspektorat Investigasi. . d. administrasi kepegawaian. dan evaluasi atas kasus pelanggaran yang berindikasi praktek-praktek korupsi. dan pelaporan Inspektorat Investigasi. dan nepotisme.  Pasal 641 Inspektorat Investigasi terdiri atas: a. Subbagian Tata Usaha. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor.  b. analisis. pengawasan atas kasus pelanggaran yang berindikasi praktek-praktek korupsi. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional dibina oleh Inspektur Investigasi.164 c. Pasal 642 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan.

Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan menyelenggarakan fungsi: a. b. Pasal 644 Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan mempunyai tugas melaksanakan tugas di bidang penyuluhan dan pengembangan Sumber Daya manusia kehutanan. penyusunan kebijakan teknis. pelaksanaan administrasi Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan. pelaksanaan tugas di bidang penyuluhan dan pengembangan sumber daya manusia kehutanan sesuai peraturan perundang-undangan. c. d.dan e. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyuluhan kehutanan. pemantauan. (2) Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan dipimpin oleh Kepala Badan. Tugas dan Fungsi Pasal 643 (1) Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan adalah unsur pendukung yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kehutanan. dan program di bidang penyuluhan dan pengembangan sumber daya manusia kehutanan.165 BAB IX BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA KEHUTANAN Bagian Pertama Kedudukan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penyuluhan dan pengembangan sumber daya manusia kehutanan. . rencana. programa. Pasal 645 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 644.

Diseminasi dan Perpustakaan. informasi. c. Bagian Kepegawaian. anggaran. koordinasi dan pengelolaan data. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pasal 647 Sekretariat Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan mempunyai tugas melaksanakan koordinasi. b. program dan anggaran. Bagian Keuangan dan Umum. Pusat Pelayanan Penyuluhan Kehutanan. Pasal 649 Sekretariat Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan terdiri atas: a. . Pasal 648 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 647.166 Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 646 Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan terdiri atas: a. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kehutanan. b. koordinasi dan pemantauan.dan d. b. koordinasi dan penyusunan rencana. c. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Badan. evaluasi dan pelaporan rencana. pembinaan. Bagian Program dan Kerja Sama. dan kerja sama. publikasi dan diseminasi hasil penyuluhan serta pengelolaan urusan perpustakaan.dan d. program. Sekretariat Badan. Hukum dan Organisasi Tata Laksana. Pusat Pengembangan Penyuluhan Kehutanan. serta pelayanan administrasi di lingkungan Badan. c. Bagian Evaluasi. Sekretariat Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan menyelenggarakan fungsi: a.dan d.

penyusunan dan pelaksanaan rencana. Bagian Evaluasi menyelenggarakan fungsi: .167 Pasal 650 Bagian Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi. Diseminasi dan Perpustakaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi evaluasi dan pelaporan rencana.dan c. dan perjanjian/perikatan serta pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kerja sama. Subbagian Kerja Sama. program dan kegiatan. Pasal 651 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 650. serta administrasi kerjasama di lingkungan Badan. Subbagian Anggaran. pelaksanaan administrasi dan bahan kerja sama di lingkungan Badan.dan b. penyusunan dan pelaksanaan rencana. Pasal 655 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 654. Subbagian Program. penyiapan bahan koordinasi. Pasal 653 (1) Subbagian Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program kerja. program dan anggaran di lingkungan Badan. Pasal 654 Bagian Evaluasi. Bagian Program dan Kerja sama menyelenggarakan fungsi: a. serta pengelolaan data informasi. urusan perpustakaan dan diseminasi. b. program dan anggaran. Pasal 652 Bagian Program dan Anggaran terdiri atas: a. (2) Subbagian Anggaran mempunyai tugas penyiapan penyusunan rencana. revisi atau perubahan anggaran. bahan koordinasi dan (3) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan koordinasi penyusunan naskah kerja sama.

168

a. penyiapan bahan koordinasi evaluasi dan pelaporan rencana, program dan kegiatan; b. penyiapan bahan pengelolaan data dan informasi serta penyusunan statistik;dan c. penyiapan bahan pelaksanaan urusan perpustakaan, publikasi dan diseminasi. Pasal 656 Bagian Evaluasi, Diseminasi dan Perpustakaan terdiri atas: a. Subbagian Data dan Informasi; b. Subbagian Evaluasi Pelaporan;dan c. Subbagian Diseminasi, Publikasi dan Perpustakaan. Pasal 657 (1) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas penyiapan bahan koordinasi pengelolaan data dan informasi serta penyusunan statistik di lingkungan Badan. (2) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pemantuan, evaluasi dan pelaporan kinerja rencana, program dan kegiatan. (3) Subbagian Diseminasi, Publikasi dan Perpustakaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan perpustakaan, publikasi dan diseminasi. Pasal 658 Bagian Kepegawaian, Hukum dan Organisasi Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan administrasi kepegawaian, penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan, pemberian pertimbangan dan bantuan hukum, serta pembinaan organisasi dan ketatalaksanaan. Pasal 659 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 658, Bagian Kepegawaian, Hukum, Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan administrasi kepegawaian umum; b. pelaksanaan urusan administrasi jabatan fungsional;dan c. penyiapan bahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan, penelaahan, pertimbangan dan bantuan hukum, serta organisasi ketatalaksanaan.

169

Pasal 660 Bagian Kepegawaian, Hukum dan Organisasi Tata Laksana terdiri atas: a. Subbagian Administrasi Kepegawaian; b. Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional;dan c. Subbagian Hukum, Organisasi dan Tata Laksana. Pasal 661 (1) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana formasi pegawai, dan administrasi kepegawaian. (2) Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan pendidikan, pelatihan, pendisiplinan dan penghargaan pegawai serta administrasi jabatan fungsional. (3) Subbagian Hukum, Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan, pemberian pertimbangan dan bantuan hukum, serta pembinaan organisasi dan ketatalaksanaan. Pasal 662 Bagian Keuangan dan Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata persuratan, administrasi keuangan, serta pengelolaan rumah tangga dan barang milik negara. Pasal 663 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 662, Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan surat menyurat dan kearsipan; b. pelaksanaan akuntansi, verifikasi dan tindak lanjut hasil pemeriksaan;dan c. pelaksanaan urusan rumah tangga dan barang milik negara; Pasal 664 Bagian Keuangan dan Umum terdiri atas: a. Subbagian Tata Usaha; b. Subbagian Administrasi Keuangan;dan c. Subbagian Perlengkapan. Pasal 665 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan, kearsipan dan pembinaan tata persuratan.

170

(2) Subbagian Administrasi Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan tata laksana keuangan, penyusunan rencana anggaran gaji dan penggajian, penyiapan bahan perbendaharaan, melakukan akuntansi keuangan dan barang milik negara, pembinaan kebendaharaan petugas SAI dan petugas SIMAK-BMN, verifikasi, pelaporan keuangan, penyelesaian tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. (3) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan urusan rumah tangga dan pengelolaan barang milik negara. Bagian Keempat Pusat Pengembangan Penyuluhan Kehutanan Pasal 666 Pusat Pengembangan perumusan kebijakan kehutanan. Penyuluhan Kehutanan mempunyai tugas melaksanakan dan pelaksanaan kebijakan pengembangan penyuluhan

Pasal 667 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pengembangan Penyuluhan Kehutanan menyelenggarakan fungsi: Pasal 666, Pusat

a. penyiapan perumusan kebijakan teknis di bidang pengembangan metode, sarana dan alat bantu penyuluhan, serta programa penyuluhan kehutanan; b. penyiapan pelaksanaan tugas di bidang pengembangan metode, sarana dan alat bantu penyuluhan, serta programa penyuluhan kehutanan; c. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengembangan metode, sarana dan alat bantu penyuluhan, serta programa penyuluhan kehutanan; d. penyiapan pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pengembangan metode, sarana dan alat bantu penyuluhan, serta programa penyuluhan kehutanan;dan e. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. Pasal 668 Pusat Pengembangan Penyuluhan Kehutanan terdiri atas: a. Bidang Metode, Materi dan Alat Bantu Penyuluhan;dan b. Bidang Programa.

171

Pasal 669 Bidang Metode, Materi dan Alat Bantu Penyuluhan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan, pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis, dan evaluasi bimbingan teknis, serta evaluasi dan pelaporan di bidang metode, materi dan alat bantu penyuluhan kehutanan. Pasal 670 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 669, Bidang Metode, Materi dan Alat Bantu Penyuluhan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis di bidang pengembangan metode, materi, sarana dan alat bantu penyuluhan; b. penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang pengembangan metode, materi, sarana dan alat bantu penyuluhan; c. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengembangan metode, sarana dan alat bantu penyuluhan, serta programa penyuluhan kehutanan;dan d. penyiapan pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pengembangan metode, sarana dan alat bantu penyuluhan, serta programa penyuluhan kehutanan Pasal 671 Bidang Metode, Materi dan Alat Bantu Penyuluhan dari: a. Subbidang Metode dan Materi Penyuluhan;dan b. Subbidang Sarana dan Alat Bantu Penyuluhan. Pasal 672 (1) Subbidang Metode dan Materi Penyuluhan mempunyai melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan tugas, pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis, serta pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang metode dan materi penyuluhan kehutanan. (2) Subbidang Sarana dan Alat Bantu Penyuluhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan tugas, pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis, serta pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang sarana dan alat bantu penyuluhan.

172

Pasal 673 Bidang Programa Penyuluhan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan, pelaksanaan tugas, pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis, serta evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang programa penyuluhan kehutanan. Pasal 674 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Pasal 673, Bidang Programa Penyuluhan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis di bidang programa penyuluhan kehutanan; b. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang programa penyuluhan kehutanan; c. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang programa penyuluhan kehutanan;dan d. penyiapan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang programa penyuluhan kehutanan. Pasal 675 Bidang Programa Penyuluhan dari: a. Subbidang Penyusunan Programa;dan b. Subbidang Bimbingan Teknis Penyusunan Programa. Pasal 676 (1) Subbidang Penyusunan Programa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan tugas, pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis, serta pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penyusunan dan evaluasi programa penyuluhan kehutanan di tingkat pusat. (2) Subbidang Bimbingan Teknis Penyusunan Programa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan tugas, pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis, serta pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang bimbingan teknis penyusunan programa penyuluhan kehutanan.

keuangan. Pasal 680 Pusat Pelayanan Penyuluhan Kehutanan terdiri atas: a.173 Pasal 677 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. kerumahtanggaan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. . penyiapan pelaksanaan tugas di bidang pemberdayaan masyarakat dan pembinaan personil penyuluh. c. kearsipan dan pelaporan Pusat. Pusat Pelayanan Penyuluhan Kehutanan menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pemberdayaan masyarakat dan pembinaan personil penyuluh. penyiapan perumusan kebijakan teknis di bidang pemberdayaan masyarakat dan pembinaan personil penyuluh.dan e. penyiapan pemantauan.dan b. Bagian Kelima Pusat Pelayanan Penyuluhan Kehutanan Pasal 678 Pusat Pelayanan Penyuluhan Kehutanan mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan dan pelaksanaan kebijakan pelayanan penyuluhan kehutanan. Pasal 679 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 678. b. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pemberdayaan masyarakat dan pembinaan personil penyuluh. Bidang Pemberdayaan Masyarakat. kepegawaian. d. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas sehari-hari secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Bidang Programa Penyuluhan. Bidang Pembinaan Penyuluh.

. pelaksanaan tugas. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pembinaan kelembagaan masyarakat. Subbidang Bimbingan Teknis. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis di bidang pemberdayaan masyarakat. c. serta evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pemberdayaan masyarakat. serta pemantauan. Pasal 683 Bidang Pemberdayaan Masyarakat terdiri atas: a. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pemberdayaan masyarakat.dan d. penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang pemberdayaan masyarakat. Subbidang Pembinaan Kelembagaan. Pasal 684 (1) Subbidang Bimbingan Teknis mempunyai tugas melakukan melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pemberdayaan masyarakat. Bidang Pemberdayaan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pemberdayaan masyarakat. (2) Subbidang Kelembagaan mempunyai tugas melakukan melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan evaluasi bimbingan teknis. pemberian bimbingan teknis. Pasal 682 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 681. serta pemantauan. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis. pelaksanaan kebijakan. b.174 Pasal 681 Bidang Pemberdayaan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan.dan b. pelaksanaan tugas.

penyiapan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pembinaan tenaga penyuluh kehutanan. . evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang aparatur penyuluh kehutanan. penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang pembinaan tenaga penyuluh kehutanan. pemberian bimbingan teknis. b. Bidang Pembinaan Penyuluh menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan tugas. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pembinaan penyuluh kehutanan swasta dan swadaya. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pembinaan tenaga penyuluh kehutanan. pelaksanaan tugas. Subbidang Aparatur Penyuluh. dan evaluasi bimbingan teknis. pelaksanaan tugas. Pasal 687 Bidang Pembinaan Tenaga Penyuluhan dari: a.dan b. (2) Subbidang Aparatur Penyuluh mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. serta pemantauan.175 Pasal 685 Bidang Pembinaan Penyuluh mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Pasal 688 (1) Subbidang Penyuluh Swasta dan Swadaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.dan d. serta pemantauan. c. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis. Pasal 686 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Pasal 685. serta evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pembinaan tenaga penyuluh kehutanan. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis di bidang pembinaan tenaga penyuluh kehutanan. Subbidang Penyuluh Swasta dan Swadaya.

tata cara. penyusunan rencana. kerja sama dan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan sumberdaya manusia aparatur dan sumberdaya manusia kehutanan. sistem. .dan d. kearsipan dan pelaporan Pusat. sistem. Bidang Pengelolaan Pendidikan. kepegawaian. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kehutanan menyelenggarakan fungsi: a. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. program. tata cara. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pendidikan dan pelatihan kehutanan meliputi tenaga.176 Pasal 689 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. evaluasi. serta sarana pendidikan dan pelatihan. c. kerumahtanggaan. Pasal 692 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kehutanan terdiri atas: a. keuangan. b. serta sarana pendidikan dan pelatihan. d. b. Pasal 691 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Pasal 690.dan e. tata cara. serta sarana pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. pelaksanaan tugas di bidang pendidikan dan pelatihan kehutanan meliputi tenaga. sistem. Bagian Tata Usaha. c. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas sehari-hari secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Bidang Kemitraan Penyuluhan. Bagian Keenam Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kehutanan Pasal 690 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kehutanan mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bagi aparatur kehutanan. penyiapan perumusan kebijakan teknis di bidang pendidikan dan pelatihan kehutanan meliputi tenaga. pemantauan.

dan pelaporan pelaksanaan tugas pengembangan pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan kebijakan. b.dan b. penyiapan evaluasi. pemberian bimbingan teknis. Subbidang Perencanaan Pendidikan dan Pelatihan. serta pengelolaan hutan pendidikan dan pelatihan. serta evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang program dan rencana kegiatan pengembangan pendidikan dan pelatihan. dan kerja sama pendidikan dan pelatihan. (2) Subbidang Evaluasi dan Pelaporan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. c. kurikulum silabus. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang identifikasi kebutuhan. serta pemantauan. Pasal 695 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan terdiri atas: a. pelaksanaan tugas. . dan evaluasi bimbingan teknis. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang kerja sama. penyiapan bahan penyusunan rencana. program.dan e. serta pemantauan. penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang pengembangan pendidikan dan pelatihan. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis. dan program pendidikan dan pelatihan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 694 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pasal 693. Subbidang Evaluasi dan Pelaporan Pendidikan dan Pelatihan. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis di bidang pengembangan pendidikan dan pelatihan. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengembangan pendidikan dan pelatihan. metode.177 Pasal 693 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis. dan evaluasi pasca pendidikan dan pelatihan. Pasal 696 (1) Subbidang Perencanaan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan tugas. d.

pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis. serta teknis. pelaksanaan tugas. pemberian bimbingan teknis. fungsional. pelaksanaan tugas. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pendidikan dan pelatihan teknis kehutanan. fungsional. serta pemantauan. d. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknis. penyelenggaraan b. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Penjenjangan. fungsional. serta evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan. Pasal 700 (1) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan teknis. fungsional. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis. . evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pendidikan dan pelatihan teknis kepemimpinan dan teknis fungsional. c. dan teknis. Pasal 699 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan terdiri atas: a. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan.178 Pasal 697 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. dan teknis. pelaksanaan kebijakan.dan b. dan evaluasi bimbingan teknis. (2) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Penjenjangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. fungsional. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan. dan teknis. Pasal 698 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 697. penyiapan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan. serta pemantauan.

pemberian bimbingan teknis.179 Pasal 701 Bidang Pengelolaan Pendidikan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis di bidang pendidikan menengah kehutanan. Bidang Pengelolaan Pendidikan menyelenggarakan fungsi: a. . pelaksanaan tugas. pelaksanaan tugas. dan evaluasi bimbingan teknis. serta pemantauan. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis. Subbidang Pendidikan Lanjutan. kepegawaian. (2) Subbidang Pendidikan Lanjutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pendidikan menengah kehutanan. Pasal 702 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Pasal 701. penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang pendidikan menengah kehutanan. rumah tangga. dan kehumasan. penyiapan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pengelolaan pendidikan. serta pemantauan. c.dan d. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang fasilitasi pendidikan lanjutan. dan fasilitasi penyelenggaraan pendidikan lanjutan. dan pendidikan lanjutan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pendidikan menengah kehutanan. serta evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pendidikan menengah kehutanan. Pasal 703 Bidang Pengelolaan Pendidikan terdiri atas: a. Subbidang Pendidikan Menengah. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis.dan b. ketatausahaan. pelaksanaan kebijakan. Pasal 704 (1) Subbidang Pendidikan Menengah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. perlengkapan. Pasal 705 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan keuangan.

b. pengelolaan barang milik negara. verifikasi. Subbagian Keuangan dan Umum. pengelolaan urusan barang milik negara. penghargaan pegawai serta administrasi jabatan fungsional. penggajian. administrasi kepegawaian. penyelesaian kasus tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. pembinaan kebendaharawanan. kehumasan. pendisiplinan. perbendaharaan. tata laksana keuangan. Pasal 708 (1) Subbagian Keuangan dan Umum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan urusan tata usaha.dan c. pengembangan pegawai. (2) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana formasi. pengelolaan urusan keuangan. pengelolaan urusan kepegawaian dan kehumasan. Pasal 707 Bagian Tata Usaha terdiri atas: a. kearsipan. Subbagian Kepegawaian.dan b. pelaporan keuangan. rumah tangga.180 Pasal 706 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Pasal 705. tata usaha dan rumah tangga. . Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a.

pemantauan. Pasal 711 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 710. pelaksanaan tugas di bidang penelitian dan pengembangan kehutanan. b. Tugas dan Fungsi Pasal 709 (1) Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan adalah unsur pendukung yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kehutanan. . penyusunan kebijakan teknis. Pusat Penelitian dan Pengembangan Konservasi dan Rehabilitasi.dan d. Pasal 710 Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan di bidang kehutanan termasuk penyebarluasan hasil-hasil penelitian dan pengembangan kepada pengguna baik internal maupun eksternal Kementerian Kehutanan. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 712 Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan terdiri atas: a. Pusat Penelitian dan Pengembangan Produktivitas Hutan. c. rencana dan program di bidang penelitian dan pengembangan kehutanan. c. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penelitian dan pengembangan kehutanan. (2) Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan dipimpin oleh Kepala Badan. Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan menyelenggarakan fungsi: a.181 BAB X BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEHUTANAN Bagian Pertama Kedudukan. Sekretariat Badan. pelaksanaan administrasi Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan.

Pasal 715 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan terdiri atas: a. Pusat Penelitian dan Pengembangan Perubahan Iklim dan Kebijakan. Pasal 716 Bagian Program dan Kerja sama mempunyai tugas melaksanakan koordinasi penyusunan dan pelaksanaan rencana. informasi.dan e. anggaran. serta pelayanan administrasi di lingkungan Badan. koordinasi dan penyusunan rencana. program. c. Bagian Program dan Kerja sama. Pusat Penelitian dan Pengembangan Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan.dan d. Bagian Kepegawaian. Bagian Umum dan Keuangan. b. pembinaan. koordinasi dan pengelolaan data. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Badan. evaluasi dan pelaporan rencana. dan kerja sama.182 d.dan d. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pasal 713 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan mempunyai tugas melaksanakan koordinasi. Diseminasi dan Perpustakaan. Pasal 714 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 713. supervisi. publikasi dan diseminasi hasil penelitian serta pengelolaan urusan perpustakaan. b. c. program dan anggaran. serta administrasi kerja sama. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi dan pemantauan. . Bagian Evaluasi. program dan anggaran. Hukum dan Organisasi Tata Laksana.

dan b. penyiapan bahan koordinasi evaluasi dan pelaporan rencana. standar. program dan anggaran. b. program dan kegiatan. Pasal 719 (1) Subbagian Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. Subbagian Kerja sama. program. Pasal 721 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 720. Diseminasi. penyiapan penyusunan rencana. penyiapan administrasi dan bahan kerja sama.dan c. penyiapan bahan pelaksanaan urusan perpustakaan.dan c. . (2) Subbagian Anggaran mempunyai tugas penyiapan bahan penyusunan rencana. b. dan Perpustakaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi evaluasi dan pelaporan rencana. Pasal 718 Bagian Program dan Kerjasama terdiri atas: a. serta penyiapan bahan perumusan norma.183 Pasal 717 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 716. serta pengelolaan data informasi. dan kriteria kawasan hutan dengan tujuan khusus penelitian dan pengembangan. Subbagian Anggaran. urusan perpustakaan dan diseminasi hasil penelitian dan pengembangan. penyiapan bahan pengelolaan data dan informasi serta penyusunan statistik. publikasi dan diseminasi. (3) Subbagian Kerja sama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan koordinasi penyusunan naskah kerja sama. dan perjanjian/perikatan serta pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kerja sama. dan kegiatan penelitian dan pengembangan. revisi atau perubahan anggaran. prosedur. Bagian Program dan Kerja sama menyelenggarakan fungsi: a. program dan kegiatan. Subbagian Program. Bagian Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 720 Bagian Evaluasi.

Publikasi dan Perpustakaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan perpustakaan. publikasi dan diseminasi. evaluasi dan pelaporan kinerja rencana. Subbagian Data dan Informasi.dan c. Hukum dan Organisasi Tata Laksana terdiri atas: a. b. penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan.dan c. (2) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pemantuan. Bagian Kepegawaian. Pasal 725 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 724. pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. Subbagian Administrasi Kepegawaian. dan organisasi ketatalaksanaan. serta pembinaan dan penataan organisasi.dan c. pertimbangan. Subbagian Diseminasi. Hukum dan Organisasi Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan administrasi kepegawaian. Publikasi dan Perpustakaan. Pasal 724 Bagian Kepegawaian. pelaksanaan urusan administrasi jabatan fungsional. Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional. pelaksanaan urusan administrasi kepegawaian umum. Pasal 723 (1) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas penyiapan bahan koordinasi pengelolaan data dan informasi serta penyusunan statistik di lingkungan Badan. Subbagian Evaluasi Pelaporan. . program dan kegiatan. b. ketatalaksanaan. penyiapan penyusunan bahan dan penyusunan rancangan peraturan perundangundangan. Pasal 726 Bagian Kepegawaian. (3) Subbagian Diseminasi. bantuan hukum. Subbagian Hukum dan Organisasi Tata Laksana. Hukum dan Organisasi Tatalaksana menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan permasalahan. b.184 Pasal 722 Bagian Evaluasi dan Perpustakaan terdiri atas: a.

185

Pasal 727 (1) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana formasi pegawai, dan administrasi kepegawaian. (2) Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan pendidikan, pelatihan, pendisiplinan dan penghargaan pegawai serta administrasi jabatan fungsional. (3) Subbagian Hukum dan Organisasi Tata Laksana mempunyai tugas penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan, pemberian pertimbangan dan bantuan hukum, serta pembinaan dan penataan organisasi, ketatalaksanaan. Pasal 728 Bagian Keuangan dan Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata persuratan, administrasi keuangan, serta pengelolaan rumah tangga dan barang milik negara. Pasal 729 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 728, Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan surat menyurat dan kearsipan; b. pelaksanaan akuntansi, verifikasi dan tindak lanjut hasil pemeriksaan;dan c. pelaksanaan urusan rumah tangga dan barang milik negara; Pasal 730 Bagian Keuangan dan Umum terdiri atas: a. Subbagian Tata Usaha; b. Subbagian Administrasi Keuangan;dan c. Subbagian Perlengkapan. Pasal 731 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan, kearsipan dan pembinaan tata persuratan. (2) Subbagian Administrasi Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan tata laksana keuangan, penyusunan rencana anggaran gaji dan penggajian, penyiapan bahan perbendaharaan, melakukan akuntansi keuangan dan barang milik negara, pembinaan kebendaharaan petugas SAI dan petugas SIMAK-BMN, verifikasi, pelaporan keuangan, penyelesaian tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi.

186

(3) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan urusan rumah tangga dan pengelolaan barang milik negara. Bagian Keempat Pusat Penelitian dan Pengembangan Konservasi dan Rehabilitasi Pasal 732 Pusat Penelitian dan Pengembangan Konservasi dan Rehabilitasi mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang konservasi dan rehabilitasi berdasarkan kebijakan Kepala Badan. Pasal 733 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 732, Pusat Penelitian dan Pengembangan Konservasi dan Rehabilitasi menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan kebijakan teknis, rencana dan program penelitian dan pengembangan di bidang konservasi dan rehabilitasi sumberdaya alam; b. pelaksanaan tugas di bidang penelitian dan pengembangan konservasi dan rehabilitasi sumberdaya alam; c. pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penelitian dan pengembangan konservasi dan rehabilitasi sumberdaya alam; d. pembinaan dan pengendalian teknis pelaksanaan penelitian konservasi dan rehabilitasi sumberdaya alam oleh unit pelaksana teknis;dan e. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. Pasal 734 Pusat Penelitian dan Pengembangan Konservasi dan Rehabilitasi terdiri atas: a. Bidang Program dan Evaluasi Penelitian; b. Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian;dan c. Bagian Tata Usaha. Pasal 735 Bidang Program dan Evaluasi Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana, program dan kegiatan, serta penyiapan evaluasi, sintesa hasil penelitian serta pelaporan kegiatan penelitian di bidang konservasi dan rehabilitasi sumber daya alam.

187

Pasal 736 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 735, Bidang Program dan Evaluasi Penelitian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penyusunan kebijakan teknis penyusunan rencana dan program penelitian di bidang konservasi dan rehabilitasi sumberdaya alam; b. penyiapan pelaksanaan tugas di bidang penyusunan rencana dan program penelitian konservasi dan rehabilitasi sumberdaya alam;dan c. penyiapan pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penelitian konservasi dan rehabilitasi sumberdaya alam. Pasal 737 Bidang Program dan Evaluasi Penelitian terdiri atas: a. Subbidang Program dan Anggaran Penelitian;dan b. Subbidang Evaluasi dan Pelaporan. Pasal 738 (1) Subbidang Program dan Anggaran Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan rencana, program dan kegiatan penelitian di bidang konservasi dan rehabilitasi sumber daya alam. (2) Subbidang Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan pemantauan, evaluasi termasuk evaluasi umpan balik pemanfaatan iptek, sintesa penelitian serta pelaporan Pusat. Pasal 739 Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengelolaan data dan informasi, publikasi dan diseminasi hasil penelitian, kerja sama, fasilitasi uji coba tindak lanjut hasil penelitian dan perakitan teknologi, difusi dan pemanfaatan iptek, pembinaan dan pengendalian teknis penelitian dan pengembangan konservasi dan rehabilitasi sumberdaya alam pada unit pelaksana teknis, serta perlindungan hak atas kekayaan intelektual bidang konservasi dan rehabilitasi sumber daya alam serta pengelolaan hutan dengan tujuan khusus. Pasal 740 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Pasal 739, Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian menyelenggarakan fungsi:

188

a. penyiapan penyusunan kebijakan teknis pengelolaan data dan informasi, publikasi dan diseminasi hasil penelitian di bidang konservasi dan rehabilitasi sumber daya alam; b. penyiapan pelaksanaan tugas di bidang pengelolaan data dan informasi, publikasi dan diseminasi hasil penelitian konservasi dan rehabilitasi sumber daya alam; c. penyiapan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pengelolaan data dan informasi, publikasi dan diseminasi hasil penelitian konservasi dan rehabilitasi sumber daya alam; d. penyiapan pembinaan dan pengendalian teknis pelaksanaan penelitian dan pengembangan konservasi dan rehabilitasi sumberdaya alam pada unit pelaksana teknis;dan e. fasilitasi uji coba tindak lanjut hasil penelitian dan perakitan teknologi, pengelolaan kerja sama serta pengelolaan hutan dengan tujuan khusus. Pasal 741 Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian terdiri atas: a. Subbidang Data, Informasi dan Diseminasi;dan b. Subbidang Tindak Lanjut Hasil Penelitian. Pasal 742 (1) Subbidang Data, Informasi dan diseminasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan data, informasi, publikasi, dokumentasi, dan diseminasi hasil penelitian, serta seminar dan pameran. (2) Subbidang Tindak Lanjut Hasil Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan fasilitasi uji coba tindak lanjut hasil penelitian, perakitan teknologi, pengurusan perlindungan hak kekayaan intelektual hasil penelitian, kerja sama dan pengelolaan hutan dengan tujuan khusus, serta pembinaan dan pengendalian teknis pelaksanaan penelitian dan pengembangan konservasi dan rehabilitasi sumberdaya alam pada unit pelaksana teknis. Pasal 743 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan dan rumah tangga, kepegawaian dan ketatalaksanaan, keuangan dan barang milik negara. Pasal 744 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pasal 743, Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi:

189

a. pelaksanaan urusan ketatausahaan, kepegawaian serta ketatalaksanaan;dan b. pelaksanaan urusan keuangan dan barang milik negara. Pasal 745 Bagian Tata Usaha terdiri atas: a. Subbagian Tata Usaha dan Kepegawaian;dan b. Subbagian Keuangan dan Perlengkapan. Pasal 746 (1) Subbagian Tata Usaha dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan, ketatalaksanaan, kerumahtanggaan, dan penyiapan bahan laporan serta urusan kepegawaian. (2) Subbagian Keuangan dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan administrasi keuangan, tindak lanjut hasil pemeriksaan, penyusunan laporan keuangan, pengelolaan barang milik negara dan pengelolaan laboratorium penelitian. Bagian Kelima Pusat Penelitian dan Pengembangan Produktivitas Hutan Pasal 747 Pusat Penelitian dan Pengembangan Produktivitas Hutan mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang produktivitas hutan berdasarkan kebijakan Kepala Badan. Pasal 748 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 747, Pusat Penelitian dan Pengembangan Produktivitas Hutan menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan kebijakan teknis, rencana dan program penelitian dan pengembangan di bidang produktivitas hutan; b. pelaksanaan tugas di bidang penelitian dan pengembangan produktivitas hutan; c. pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penelitian dan pengembangan produktivitas hutan; d. pembinaan dan pengendalian teknis pelaksanaan penelitian produktivitas hutan oleh unit pelaksana teknis;dan e. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat.

evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penelitian di bidang produktivitas hutan. penyiapan penyusunan kebijakan teknis penyusunan rencana dan program penelitian di bidang produktivitas hutan. Bagian Tata Usaha. serta penyiapan evaluasi.dan c. penyiapan pelaksanaan tugas di bidang penyusunan rencana dan program penelitian produktivitas hutan. Bidang Program dan Evaluasi Penelitian menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi termasuk evaluasi umpan balik pemanfaatan iptek.190 Pasal 749 Pusat Penelitian dan Pengembangan Produktivitas Hutan terdiri atas: a. . Subbidang Program dan Anggaran Penelitian. b. Pasal 753 (1) Subbidang Program dan Anggaran Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan rencana. Pasal 750 Bidang Program dan Evaluasi Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana. Pasal 752 Bidang Program dan Evaluasi Penelitian terdiri atas: a. Bidang Program dan Evaluasi Penelitian. Subbidang Evaluasi dan Pelaporan. Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian. program dan kegiatan penelitian di bidang produktivitas hutan. sintesa hasil penelitian serta pelaporan kegiatan penelitian di bidang produktivitas hutan. program dan kegiatan. sintesa penelitian serta pelaporan Pusat. (2) Subbidang Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan pemantauan. Pasal 751 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 750.dan b.dan c. penyiapan pemantauan. b.

Subbidang Data. penyiapan pelaksanaan kebijakan teknis urusan pengelolaan data dan informasi. Subbidang Tindak Lanjut Hasil Penelitian. Pasal 757 (1) Subbidang Data. publikasi dan diseminasi hasil penelitian. . kerja sama. b.dan e. pengelolaan kerja sama serta pengelolaan hutan dengan tujuan khusus. publikasi dan diseminasi hasil penelitian di bidang produktivitas hutan. pengurusan perlindungan hak kekayaan intelektual hasil penelitian. perakitan teknologi. publikasi. difusi dan pemanfaatan iptek.191 Pasal 754 Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengelolaan data dan informasi. fasilitasi uji coba tindak lanjut hasil penelitian dan perakitan teknologi. penyiapan pembinaan dan pengendalian teknis pelaksanaan penelitian produktivitas hutan oleh unit pelaksana teknis. serta perlindungan hak atas kekayaan intelektual di bidang produktivitas hutan serta pengelolaan hutan dengan tujuan khusus. penyiapan pemantauan. penyiapan penyusunan kebijakan teknis pengelolaan data dan informasi. serta pembinaan dan pengendalian teknis pelaksanaan penelitian produktivitas hutan oleh unit pelaksana teknis. Informasi dan Diseminasi. Informasi dan diseminasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan data. dan diseminasi hasil penelitian. publikasi dan diseminasi hasil penelitian di bidang produktivitas hutan. pembinaan dan pengendalian teknis penelitian dan pengembangan produktivitas hutan pada unit pelaksana teknis. fasilitasi uji coba tindak lanjut hasil penelitian dan perakitan teknologi. informasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kebijakan urusan pengelolaan data dan informasi. publikasi dan diseminasi hasil penelitian di bidang produktivitas hutan. kerja sama dan pengelolaan hutan dengan tujuan khusus. serta seminar dan pameran. Pasal 756 Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian terdiri atas: a. dokumentasi. Pasal 755 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Pasal 754. c. (2) Subbidang Tindak Lanjut Hasil Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan fasilitasi uji coba tindak lanjut hasil penelitian.dan b. d. Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian menyelenggarakan fungsi: a.

keuangan dan barang milik negara. kepegawaian serta ketatalaksanaan. Subbagian Keuangan dan Perlengkapan. Pasal 761 (1) Subbagian Tata Usaha dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. tindak lanjut hasil pemeriksaan. pelaksanaan urusan keuangan dan barang milik negara. (2) Subbagian Keuangan dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan administrasi keuangan. pelaksanaan urusan ketatausahaan. kepegawaian dan ketatalaksanaan. Pasal 763 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pasal 762. dan penyiapan bahan laporan serta urusan kepegawaian. Pusat Penelitian dan Pengembangan Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan menyelenggarakan fungsi: . Pasal 760 Bagian Tata Usaha terdiri atas: a.dan b. kerumahtanggaan. Bagian Keenam Pusat Penelitian dan Pengembangan Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan Pasal 762 Pusat Penelitian dan Pengembangan Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang keteknikan kehutanan dan pengolahan hasil hutan berdasarkan kebijakan Kepala Badan.dan b. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan laporan keuangan dan pengelolaan barang milik negara dan pengelolaan laboratorium penelitian.192 Pasal 758 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan dan rumah tangga. Subbagian Tata Usaha dan Kepegawaian. ketatalaksanaan. Pasal 759 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pasal 758.

pelaksanaan tugas di bidang penelitian dan pengembangan keteknikan kehutanan dan pengolahan hasil hutan. penyiapan pemantauan. Subbidang Evaluasi dan Pelaporan. pembinaan dan pengendalian teknis pelaksanaan penelitian keteknikan kehutanan dan pengolahan hasil hutan oleh unit pelaksana teknis. pemantauan. b. b. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. Pasal 766 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 765. b. rencana dan program penelitian dan pengembangan di bidang keteknikan kehutanan dan pengolahan hasil hutan.dan c. sintesa hasil penelitian serta pelaporan kegiatan penelitian di bidang keteknikan kehutanan dan pengolahan hasil hutan. program dan kegiatan. d. Bagian Tata Usaha. penyiapan pelaksanaan tugas di bidang penelitian keteknikan kehutanan dan pengolahan hasil hutan. Bidang Program dan Evaluasi Penelitian. Pasal 767 Bidang Program dan Evaluasi Penelitian terdiri atas: a. c. penyusunan kebijakan teknis. Pasal 764 Pusat Penelitian dan Pengembangan Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan terdiri atas: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penelitian keteknikan kehutanan dan pengolahan hasil hutan. Pasal 765 Bidang Program dan Evaluasi Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana. . evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penelitian dan pengembangan keteknikan kehutanan dan pengolahan hasil hutan. penyiapan penyusunan kebijakan teknis penyusunan rencana dan program penelitian di bidang keteknikan kehutanan dan pengolahan hasil hutan. Bidang Program dan Evaluasi Penelitian menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Program dan Anggaran Penelitian. Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian. serta penyiapan evaluasi.193 a.dan b.dan c.dan e.

penyiapan pemantauan. publikasi dan diseminasi hasil penelitian keteknikan dan pengolahan hasil hutan. Pasal 769 Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengelolaan data dan informasi. evaluasi termasuk evaluasi umpan balik pemanfaatan iptek.dan e. kerja sama serta pengelolaan hutan dengan tujuan khusus. Informasi dan Diseminasi. pembinaan dan pengendalian teknis penelitian dan pengembangan keteknikan kehutanan dan pengolahan hasil hutan pada unit pelaksana teknis. program dan kegiatan penelitian di bidang keteknikan kehutanan dan pengolahan hasil hutan. penyiapan pembinaan dan pengendalian teknis pelaksanaan penelitian dan pengembangan keteknikan kehutanan dan pengolahan hasil hutan pada unit pelaksana teknis. serta perlindungan hak atas kekayaan intelektual di bidang keteknikan kehutanan dan pengolahan hasil hutan serta pengelolaan hutan dengan tujuan khusus. kerja sama. fasilitasi uji coba tindak lanjut hasil penelitian dan perakitan teknologi. Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian menyelenggarakan fungsi: a.dan b. sintesa penelitian serta pelaporan Pusat. d. c. (2) Subbidang Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan pemantauan. difusi dan pemanfaatan iptek. publikasi dan diseminasi hasil penelitian.194 Pasal 768 (1) Subbidang Program dan Anggaran Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan rencana. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pengelolaan data dan informasi. publikasi dan diseminasi hasil penelitian keteknikan dan pengolahan hasil hutan. fasilitasi uji coba tindak lanjut hasil penelitian dan perakitan teknologi. penyiapan pelaksanaan tugas di bidang pengelolaan data dan informasi. Subbidang Data. Pasal 771 Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian terdiri atas: a. b. penyiapan penyusunan kebijakan teknis pengelolaan data dan informasi. publikasi dan diseminasi hasil penelitian di bidang keteknikan dan pengolahan hasil hutan. Pasal 770 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Pasal 769. Subbidang Tindak Lanjut Hasil Penelitian .

kerja sama dan pengelolaan hutan dengan tujuan khusus. (2) Subbidang Tindak Lanjut Hasil Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan fasilitasi uji coba tindak lanjut hasil penelitian.195 Pasal 772 (1) Subbidang Data. Pasal 774 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pasal 773.dan b.dan b. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. kerumahtanggaan. Pasal 776 (1) Subbagian Tata Usaha dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. perakitan teknologi. ketatalaksanaan. Subbagian Keuangan dan Perlengkapan. keuangan dan pengeloaan barang milik negara. pelaksanaan urusan keuangan dan barang milik negara. tindak lanjut hasil pemeriksaan penyusunan. serta pembinaan dan pengendalian teknis pelaksanaan penelitian dan pengembangan keteknikan kehutanan dan pengolahan hasil hutan pada unit pelaksana teknis. publikasi dan dokumentasi. kepegawaian dan ketatalaksanaan. pelaksanaan urusan ketatausahaan dan kepegawaian serta ketatalaksanaan. Pasal 775 Bagian Tata Usaha terdiri atas: a. pengurusan perlindungan hak kekayaan intelektual hasil penelitian. Subbagian Tata Usaha dan Kepegawaian. dan penyiapan bahan laporan serta urusan kepegawaian. laporan keuangan dan pengelolaan barang milik negara dan pengelolaan laboratorium penelitian. (2) Subbagian Keuangan dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan administrasi keuangan. Pasal 773 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan dan rumah tangga. . diseminasi hasil penelitian serta pelaksanaan seminar dan pameran. Informasi dan diseminasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan dan pengolahan bahan data dan informasi.

Pasal 781 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pasal 780. program dan kegiatan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penelitian dan pengembangan perubahan iklim dan kebijakan kehutanan. rencana dan program penelitian dan pengembangan di bidang perubahan iklim dan kebijakan kehutanan. Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian. Pasal 778 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pasal 777. Bidang Program dan Evaluasi Penelitian.196 Bagian Ketujuh Pusat Penelitian dan Pengembangan Perubahan Iklim dan Kebijakan Pasal 777 Pusat Penelitian dan Pengembangan Perubahan Iklim dan Kebijakan mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang perubahan iklim dan kebijakan berdasarkan kebijakan Kepala Badan. serta penyiapan evaluasi.dan c. Pasal 779 Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan dan Perubahan Iklim terdiri atas: a. Pasal 780 Bidang Program dan Evaluasi Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana. pemantauan. penyusunan kebijakan teknis. Bagian Tata Usaha. Pusat Penelitian Kebijakan dan Perubahan Iklim menyelenggarakan fungsi: a. c. pembinaan dan pengendalian teknis pelaksanaan penelitian perubahan iklim dan kebijakan kehutanan oleh unit pelaksana teknis. Bidang Program dan Evaluasi Penelitian menyelenggarakan fungsi: . b. b. d. sintesa hasil penelitian serta pelaporan kegiatan penelitian di bidang perubahan iklim dan kebijakan kehutanan.dan e. pelaksanaan tugas di bidang penelitian dan pengembangan perubahan iklim dan kebijakan kehutanan.

penyiapan pelaksanaan tugas di bidang pengelolaan data dan informasi. Pasal 785 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 784. penyiapan penyusunan kebijakan teknis penyusunan rencana dan program serta kerja sama penelitian di bidang perubahan iklim dan kebijakan kehutanan. penyiapan pemantauan. penyiapan penyusunan kebijakan teknis pengelolaan data dan informasi. pembinaan dan pengendalian teknis penelitian dan pengembangan perubahan iklim dan kebijakan kehutanan pada unit pelaksana teknis. evaluasi termasuk evaluasi umpan balik pemanfaatan iptek.dan c. publikasi dan diseminasi hasil penelitian. Pasal 784 Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengelolaan data dan informasi. c. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penelitian perubahan iklim dan kebijakan kehutanan.dan b. penyiapan pelaksanaan tugas di bidang penyusunan rencana dan program serta kerja sama penelitian perubahan iklim dan kebijakan kehutanan. Subbidang Program dan Anggaran. program dan kegiatan penelitian di bidang perubahan iklim dan kebijakan kehutanan. kerja sama. penyiapan pemantauan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pengelolaan data dan informasi. Subbidang Evaluasi dan Pelaporan. Pasal 782 Bidang Program dan Evaluasi Penelitian terdiri atas: a. sintesa penelitian serta pelaporan Pusat. b. (2) Subbidang Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan pemantauan. Pasal 783 (1) Subbidang Program dan Anggaran Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan rencana. publikasi dan diseminasi hasil penelitian perubahan iklim dan kebijakan kehutanan.dan .197 a. Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian menyelenggarakan fungsi: a. publikasi dan diseminasi hasil penelitian perubahan iklim dan kebijakan kehutanan. publikasi dan diseminasi hasil penelitian di bidang perubahan iklim dan kebijakan kehutanan. serta perlindungan hak atas kekayaan intelektual di bidang perubahan iklim dan kebijakan kehutanan.

Pasal 787 (1) Subbidang Data.dan b. Informasi dan diseminasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan dan pengolahan bahan data dan informasi. publikasi dan dokumentasi. Subbidang Data. serta pembinaan dan pengendalian teknis pelaksanaan penelitian dan pengembangan perubahan iklim dan kebijakan kehutanan pada unit pelaksana teknis.198 d. kerja sama. Subbagian Tata Usaha dan Kepegawaian.dan b. (2) Subbidang Tindak Lanjut Hasil Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan pengurusan perlindungan hak kekayaan intelektual hasil penelitian. penyiapan pembinaan dan pengendalian teknis pelaksanaan penelitian dan pengembangan perubahan iklim dan kebijakan kehutanan pada unit pelaksana teknis. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. . Pasal 788 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan dan rumah tangga. kepegawaian dan ketatalaksanaan. Informasi dan Diseminasi. Pasal 789 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pasal 788. Pasal 786 Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian terdiri atas: a. Subbagian Keuangan dan Perlengkapan. Subbidang Tindak Lanjut Hasil Penelitian. diseminasi hasil penelitian serta pelaksanaan seminar dan pameran. Pasal 790 Bagian Tata Usaha terdiri atas: a. keuangan dan barang milik negara.dan b. pelaksanaan urusan ketatausahaan dan kepegawaian serta ketatalaksanaan. pelaksanaan urusan keuangan dan barang milik negara.

ketatalaksanaan. .199 Pasal 791 (1) Subbagian Tata Usaha dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. dan penyiapan bahan laporan serta urusan kepegawaian. kerumahtanggaan. tindak lanjut hasil pemeriksaan. penyusunan laporan keuangan dan pengelolaan barang milik negara. (2) Subbagian Keuangan dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan administrasi keuangan.

Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Perdagangan Internasional. c. b. b. Staf Ahli Menteri Bidang Keamanan Hutan. Badan dan Inspektorat Jenderal. d. Direktorat Jenderal. GATT dan AFTA. swasta. (4) Staf Ahli mempunyai tugas : a. Staf Ahli Menteri Bidang Revitalisasi Industri Kehutanan. adaptasi dan alih teknologi. Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Perdagangan Internasional memberikan telaahan berkaitan dengan kontribusi sektor kehutanan dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional dan kontribusi sektor kehutanan dalam perdagangan internasional yang berkaitan dengan konvensi internasional antara lain WTO. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. masyarakat baik lokal maupun internasional. Staf Ahli Menteri Bidang Revitalisasi Industri Kehutanan memberikan telaahan kepada Menteri Kehutanan berkaitan dengan penguatan struktur dan sumberdaya industri kehutanan. (2) Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah tertentu sesuai bidang keahliannya. d. organisasi nirlaba. Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga.dan e. Staf Ahli Menteri Bidang Keamanan Hutan memberikan telaahan kepada Menteri Kehutanan berkaitan dengan upaya-upaya peningkatan pengamanan hutan dan hasil hutan. . (3) Staf Ahli terdiri atas: a. Staf Ahli Menteri Bidang Lingkungan dan Perubahan Iklim memberikan telaahan kepada Menteri Kehutanan berkaitan dengan isu lingkungan dan percepatan program pelaksanaan penurunan emisi gas rumah kaca bidang Kehutanan melalui upaya-upaya mitigasi. Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga memberikan telaahan kepada Menteri Kehutanan berkaitan dengan upaya peningkatan hubungan kerjasama Kementerian Kehutanan dengan lembaga pemerintahan.200 BAB XI STAF AHLI Pasal 792 (1) Staf Ahli adalah unsur pembantu Menteri di bidang keahlian tertentu. serta peningkatan upaya pemberdayaan masyarakat.dan e. c. Staf Ahli Menteri Bidang Lingkungan dan Perubahan Iklim. yang tidak menjadi bidang tugas Sekretariat Jenderal.

201 (5) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (4). . Staf Ahli dapat membangun jejaring kerja dan koordinasi dengan unit kerja terkait. (6) Staf Ahli dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal.

(2) Pusat Standardisasi dan Lingkungan Kehutanan dipimpin oleh seorang Kepala. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang standardisasi produk. serta pengelolaan. dan penanganan perubahan iklim kehutanan. jasa kehutanan. serta pengelolaan. evaluasi dampak lingkungan. sertifikasi. Tugas dan Fungsi Pasal 793 (1) Pusat Standardisasi dan Lingkungan Kehutanan adalah unsur penunjang pelaksana tugas Kementerian di bidang standardisasi dan lingkungan kehutanan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri melalui Sekretaris Jenderal. b. dan penanganan perubahan iklim kehutanan. Pasal 795 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal Standardisasi dan Lingkungan Kehutanan menyelenggarakan fungsi: 794. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. evaluasi dampak lingkungan. serta pengelolaan. penyusunan kebijakan teknis di bidang standardisasi produk. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 796 Pusat Standardisasi dan Lingkungan Kehutanan terdiri atas: . Pasal 794 Pusat Standardisasi dan Lingkungan Kehutanan mempunyai tugas melaksanakan perumusan bahan standardisasi. jasa kehutanan. pemantauan. c. Pusat a. dan penanganan perubahan iklim kehutanan. pengelolaan dan evaluasi dampak lingkungan. serta penanganan perubahan iklim di bidang kehutanan. evaluasi dampak lingkungan. pelaksanaan tugas di bidang standardisasi produk.202 BAB XII PUSAT STANDARDISASI DAN LINGKUNGAN KEHUTANAN Bagian Pertama Kedudukan.dan d. jasa kehutanan.

Pasal 798 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 797. dan standardisasi proses pengelolaan hutan. jasa kehutanan. jasa kehutanan. Subbidang Perumusan Standar. jasa kehutanan. . Subbagian Tata Usaha. Pasal 800 (1) Subbidang Perumusan Standar mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas.203 a. Bidang Lingkungan Kehutanan. Pasal 797 Bidang Standardisasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan penerapan kebijakan standardisasi produk. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penerapan standardisasi produk dan jasa kehutanan serta standardisasi proses pengelolaan hutan. penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis di bidang standardisasi produk. dan pengelolaan hutan.dan c. Bidang Standardisasi menyelenggarakan fungsi: a. dan standardisasi proses pengelolaan hutan. Bidang Standardisasi. penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang standardisasi produk. Bidang Perubahan Iklim.dan b. penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang standardisasi produk. dan standardisasi proses pengelolaan hutan. b.dan d. (2) Subbidang Penerapan Standar mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas. b. Subbidang Penerapan Standar. pemantauan. pemantauan. jasa kehutanan. c. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang perumusan standardisasi produk dan jasa kehutanan serta standardisasi proses pengelolaan hutan. Pasal 799 Bidang Standardisasi terdiri atas: a.

Pasal 805 Bidang Perubahan Iklim mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penerapan kebijakan penanganan perubahan iklim di bidang kehutanan.dan c.204 Pasal 801 Bidang Lingkungan Kehutanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penerapan kebijakan pengelolaan. Subbidang Pelayanan Pengelolaan Lingkungan. pemantauan dan evaluasi dampak lingkungan kehutanan. pemantauan. Bidang Lingkungan Kehutanan menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pemantauan dan evaluasi dampak lingkungan kehutanan. Pasal 802 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 801. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pelayanan pengelolaan lingkungan kehutanan.dan b. . penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis di bidang pengelolaan. b. Subbidang Evaluasi Pengelolaan Dampak Lingkungan. Pasal 803 Bidang Lingkungan Kehutanan terdiri atas: a. penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pengelolaan. pemantauan dan evaluasi dampak lingkungan kehutanan. Pasal 804 (1) Subbidang Pelayanan Pengelolaan Lingkungan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas. (2) Subbidang Evaluasi Pengelolaan Dampak Lingkungan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas. pemantauan dan evaluasi dampak lingkungan kehutanan. penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang pengelolaan. pemantauan. pemantauan dan evaluasi dampak lingkungan di bidang kehutanan.

pemantauan. Subbidang Pengembangan Penanganan Perubahan Iklim.205 Pasal 806 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 805. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penilaian usulan kegiatankegiatan yang berkaitan dengan perubahan iklim kehutanan. pemantauan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penanganan perubahan iklim kehutanan yang meliputi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. (2) Subbidang Pengembangan Penanganan Perubahan Iklim mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas. Pasal 808 (1) Subbidang Pelayanan Penanganan Perubahan Iklim mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas. dan pelaporan Pusat.dan c. Bidang Penanganan Perubahan Iklim menyelenggarakan fungsi: a. kerumahtanggaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang perubahan iklim kehutanan termasuk pengembangan kerja sama. . keuangan. kepegawaian. Pasal 807 Bidang Penanganan Perubahan Iklim terdiri atas: a. penyiapan bahan pemantauan. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Bidang Standardisasi. penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang penanganan perubahan iklim kehutanan yang meliputi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.dan b. penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis di bidang penanganan perubahan iklim kehutanan yang meliputi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Pasal 809 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. Subbidang Pelayanan Penanganan Perubahan Iklim.

c. Pasal 812 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 811.206 BAB XIII PUSAT HUBUNGAN MASYARAKAT Bagian Pertama Susunan. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 813 Pusat Hubungan Masyarakat terdiri atas: a. b. Subbagian Tata Usaha. rencana dan program di bidang publikasi serta hubungan masyarakat.dan c. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. b. Pusat Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. (2) Pusat Hubungan Masyarakat dipimpin oleh seorang Kepala. . Tugas dan Fungsi Pasal 810 (1) Pusat Hubungan Masyarakat adalah unsur penunjang pelaksana tugas Kementerian di bidang hubungan masyarakat yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri melalui Sekretaris Jenderal. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang publikasi serta hubungan masyarakat. Pasal 811 Pusat Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan publikasi kehutanan serta hubungan masyarakat berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Bidang Pemberitaan dan Publikasi.dan d. Bidang Hubungan Antar Lembaga. pelaksanaan tugas di bidang publikasi serta hubungan masyarakat. pemantauan. penyusunan kebijakan teknis.

lembaga pendidikan. riset dan teknologi. penyiapan bahan pemantauan. pemantauan. dunia usaha. Pasal 816 Bidang Pemberitaan dan Publikasi terdiri atas: a. Pasal 818 Bidang Hubungan Antar Lembaga mempunyai tugas melaksanakan hubungan dengan lembaga Negara. Pasal 819 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 818. penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang pemberitaan dan publikasi. Pasal 817 (1) Subbidang Pemberitaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas. pemantauan. (2) Subbidang Analisis Berita dan Publikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas. penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis di bidang hubungan dengan lembaga Negara.dan b. lembaga pemerintah.207 Pasal 814 Bidang Pemberitaan dan Publikasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penerapan kebijakan pemberitaan dan publikasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pemberitaan dan publikasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pemberitaan. riset dan teknologi. lembaga pemerintah. Subbidang Pemberitaan. dunia usaha. b. Subbidang Analisis Berita dan Publikasi.dan c. Bidang Pemberitaan dan Publikasi menyelenggarakan fungsi: a. . penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis di bidang pemberitaan dan publikasi. Bidang Hubungan Antar Lembaga menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 815 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang analisis berita dan publikasi. lembaga pendidikan.

keuangan. dunia usaha.dan c. dan pelaporan Pusat. Subbidang Hubungan Lembaga Negara dan Pemerintah. pemantauan. dunia usaha. Pasal 820 Bidang Hubungan Antar Lembaga terdiri atas: a. lembaga pemerintah. lembaga pendidikan. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional bertanggungjawab kepada Kepala Bidang Informasi. pemantauan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang hubungan dengan lembaga negara dan pemerintah serta fasilitasi pelaksanaan hubungan dengan lembaga negara dan pemerintah.208 b.dan b. kerumahtanggaan. kepegawaian. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang hubungan dengan lembaga Negara. (2) Subbidang Hubungan Lembaga Non Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas. Pasal 822 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. riset dan teknologi. lembaga pemerintah. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas hubungan dengan lembaga non pemerintah serta fasilitasi pelaksanaan hubungan dengan lembaga non pemerintah. Subbidang Hubungan Lembaga Non Pemerintah. . lembaga pendidikan. Pasal 821 (1) Subbidang Hubungan Lembaga Negara dan Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas. riset dan teknologi. penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang hubungan dengan lembaga Negara. penyiapan bahan pemantauan.

pelaksanaan tugas di bidang hubungan dan kerja sama luar negeri bilateral dan multilateral serta kerja sama dengan lembaga swadaya masyarakat (NGO) internasional.dan c. Bidang Bilateral dan Regional. c. Pasal 826 Pusat Kerja Sama Luar Negeri terdiri atas: a. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. (2) Pusat Kerja Sama Luar Negeri dipimpin oleh seorang Kepala.dan d. Bidang Multilateral. Pasal 824 Pusat Kerja Sama Luar Negeri mempunyai tugas melaksanakan hubungan dan kerja sama luar negeri. b. Pasal 825 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 824. b. Pusat Kerja Sama Luar Negeri menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang hubungan dan kerja sama luar negeri bilateral dan multilateral serta kerja sama dengan lembaga swadaya masyarakat (NGO) internasional. Bidang Kerja sama Teknik. rencana dan program di bidang hubungan dan kerja sama luar negeri bilateral dan multilateral serta kerja sama dengan lembaga swadaya masyarakat (NGO) internasional.209 BAB XIV PUSAT KERJA SAMA LUAR NEGERI Pasal 823 (1) Pusat Kerja Sama Luar Negeri adalah unsur penunjang pelaksanaan tugas Kementerian di bidang kerja sama luar negeri yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri melalui Sekretaris Jenderal. . penyusunan kebijakan teknis.

210

Pasal 827 Bidang Bilateral dan Regional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penerapan kebijakan di bidang negosiasi, pengkajian dan pelaksanaan hubungan dan kerja sama bilateral dan regional, serta pemantauan tindak lanjut kerja sama bilateral dan regional. Pasal 828 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 827, Bidang Bilateral dan Regional menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis di bidang hubungan kerja sama bilateral dan regional; b. penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang hubungan kerja sama bilateral dan regional; c. penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang hubungan kerja sama bilateral dan regional; d. penyusunan naskah perjanjian luar negeri dalam rangka kerja sama bilateral dan regional; e. pemantauan dan penilaian hubungan kerja sama bilateral dan regional;dan f. koordinasi hubungan kerja sama bilateral dan regional. Pasal 829 Bidang Bilateral dan Regional terdiri atas: a. Subbidang Bilateral Amerika dan Eropa;dan b. Subbidang Bilateral Asia, Afrika, Australia dan Regional. Pasal 830 (1) Subbidang Bilateral Amerika dan Eropa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas, pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas penilaian pelaksanaan kerja sama bilateral wilayah Amerika dan Eropa. (2) Subbidang Bilateral Asia, Afrika, Australia dan Regional mempunyai melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas, pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas penilaian pelaksanaan kerja sama wilayah Asia, Afrika, Australia dan Regional.

211

Pasal 831 Bidang Multilateral mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penerapan kebijakan di bidang negosiasi, pengkajian dan pelaksanaan hubungan dan kerja sama multirateral serta pemantauan tindak lanjut hasil-hasil konvensi internasional terkait dengan sektor kehutanan. Pasal 832 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 831, Bidang Multilateral menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis di bidang hubungan kerja sama multilateral; b. penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang hubungan kerja sama multilateral; c. penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang hubungan kerja sama multilateral; d. koordinasi penyusunan naskah perjanjian luar negeri dalam rangka kerja sama multilateral; e. pemantauan dan penilaian hubungan kerja sama multilateral;dan f. koordinasi hubungan kerja sama multilateral. Pasal 833 Bidang Multilateral terdiri atas:
a. Subbidang Konvensi dan Organisasi Internasional;dan b. Subbidang Organisasi Perserikatan Bangsa Bangsa.

Pasal 834 (1) Subbidang Konvensi dan Organisasi Internasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis, pemantauan, evaluasi dan pelaporan tugas di bidang tindak lanjut konvensi dan organisasi internasional. (2) Subbidang Organisasi Perserikatan Bangsa Bangsa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis, pemantauan, evaluasi dan pelaporan tugas kerja sama organisasi perserikatan bangsa-bangsa.

212

Pasal 835 Bidang Kerja sama Teknik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penerapan kebijakan di bidang urusan proyek-proyek kerja sama luar negeri. Pasal 836 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 835, Bidang Kerja sama Teknik menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis di bidang kerja sama teknik luar negeri; b. penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang kerja sama teknik luar negeri; c. penyiapan bahan pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang kerja sama teknik luar negeri, serta pelaksanaan proyek kerja sama luar negeri dan NGO internasional;dan d. fasilitasi perizinan perjalanan dinas ke luar negeri; Pasal 837 Bidang Kerja sama Teknik terdiri atas: a. Subbidang Kerja sama Teknik Luar Negeri I;dan b. Subbidang Kerja sama Teknik Luar Negeri II. Pasal 838 (1) Subbidang Kerja sama Teknik Luar Negeri I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas, pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pelaksanaan proyek-proyek kerja sama bilateral dan regional. (2) Subbidang Kerja sama Teknik Luar Negeri II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas, pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pelaksanaan proyek-proyek kerja sama multirateral dan LSM internasional. Pasal 839 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan tata usaha, kerumahtanggaan, kepegawaian, perlengkapan, penyusunan rencana dan pengelolaan keuangan serta pelaporan kegiatan Pusat. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Bilateral dan Regional.

213

BAB XV PUSAT PENGENDALIAN PEMBANGUNAN KEHUTANAN REGIONAL Bagian Pertama Kedudukan, Tugas dan Fungsi Pasal 840 (1) Pusat Pengendalian Pembangunan Kehutanan Regional adalah unsur penunjang pelaksanaan tugas Kementerian yang berada dibawah dan bertanggung jawab langsung kepada Menteri melalui Sekretaris Jenderal. (2) Pusat Pengendalian Pembangunan Kehutanan Regional dipimpin oleh seorang Kepala. (3) Wilayah kerja Pusat Pengendalian Pembangunan Kehutanan Regional terdiri atas: a. wilayah kerja Pusat Pengendalian Pembangunan Kehutanan Regional I meliputi Pulau Sumatera, Kepulauan Riau, Bangka Belitung dan sekitarnya; b. wilayah kerja Pusat Pengendalian Pembangunan Kehutanan Regional II meliputi Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara dan sekitarnya; c. wilayah kerja Pusat Pengendalian Pembangunan Kehutanan Regional III meliputi Pulau Kalimantan dan sekitarnya;dan d. wilayah kerja Pusat Pengendalian Pembangunan Kehutanan Regional IV meliputi Pulau Sulawesi, Kepulauan Maluku, Papua dan sekitarnya. Pasal 841 Pusat Pengendalian Pembangunan Kehutanan Regional mempunyai tugas melaksanakan penyusunan dan evaluasi perencanaan kehutanan di tingkat regional. Pasal 842 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pengendalian Kehutanan Regional menyelenggarakan fungsi: Pasal 841, Pusat

a. penyusunan kebijakan teknis di bidang perencanaan kehutanan di tingkat regional; b. pelaksanaan tugas di bidang perencanaan kehutanan di tingkat regional; c. pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang perencanaan kehutanan di tingkat regional;dan d. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat.

214

Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 843 Pusat Pengendalian Pembangunan Kehutanan Regional, terdiri atas: a. Bidang Perencanaan Kehutanan Regional; b. Bidang Evaluasi Perencanaan Kehutanan Regional;dan c. Subbagian Tata Usaha. Pasal 844 Bidang Perencanaan Kehutanan Regional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penerapan kebijakan di bidang penyusunan rencana kehutanan regional. Pasal 845 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 844, Bidang Perencanaan Kehutanan Regional menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis di bidang penyusunan rencana kehutanan regional serta penyusunan rencana dan program pusat; b. penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang penyusunan rencana kehutanan regional;dan c. penyiapan bahan pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penyusunan rencana kehutanan regional. Pasal 846 Bidang Perencanaan Kehutanan terdiri atas: a. Subbidang Perencanaan Kehutanan I;dan b. Subbidang Perencanaan Kehutanan II. Pasal 847 (1) Subbidang Perencanaan Kehutanan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas, pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang perencanaan Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam, Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial, dan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan di tingkat regional serta penyusunan rencana dan program pusat.

Bidang Evaluasi Perencanaan Kehutanan Regional menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas perencanaan pembangunan kehutanan bidang Planologi Kehutanan. c.dan d. pemantauan. Pasal 849 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 848. penyiapan bahan pelaporan kinerja pembangunan kehutanan di tingkat regional. Subbidang Evaluasi Perencanaan Kehutanan II. Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan di tingkat regional. pemantauan.dan b. Pasal 851 (1) Subbidang Evaluasi Perencanaan Kehutanan I tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan dan pelaksanaan tugas. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang perencanaan Planologi Kehutanan. penyiapan bahan pemantauan. Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pemantauan. Usaha Kehutanan. evaluasi perencanaan kehutanan di tingkat regional. evaluasi perencanaan kehutanan di tingkat regional. Pasal 848 Bidang Evaluasi Perencanaan Kehutanan Regional mempunyai tugas mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penerapan kebijakan di bidang pemantauan. Subbidang Evaluasi Perencanaan Kehutanan I. pemantauan. Pasal 850 Bidang Evaluasi Kinerja terdiri atas: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang perencanaan pembangunan kehutanan Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam. evaluasi perencanaan kehutanan di tingkat regional. Usaha Kehutanan. Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial.215 (2) Subbidang Perencanaan Kehutanan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas. evaluasi perencanaan kehutanan di tingkat regional. penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis di bidang pemantauan. (2) Subbidang Evaluasi Perencanaan Kehutanan II tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan dan pelaksanaan tugas. b. penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang pemantauan. serta Penelitian dan Pengembangan Kehutanan. .

kepegawaian. analisis kredit dan pengendalian resiko pembiayaan. b. b. Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan. Pasal 855 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 854. norma. pengelolaan dana pengelolaan dana . Bidang Operasional.dan c. kerumahtanggaan dan pelaporan Pusat. standar. prosedur dan kriteria bergulir untuk pembiayaan pembangunan hutan tanaman. Pasal 854 Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan keuangan. program dan anggaran Pusat. pelaksanaan kebijakan. d. penyaluran dan pengembalian dana bergulir untuk pembiayaan pembangunan hutan tanaman. Bagian Keuangan dan Umum. yang secara teknis dibina oleh Direktur Jenderal Bina Usaha Kehutanan dan secara administratif dibina oleh Sekretariat Jenderal. (2) Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan dipimpin oleh seorang Kepala. BAB XVI PUSAT PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN HUTAN Pasal 853 (1) Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Menteri Kehutanan. Bidang Analisis dan Evaluasi. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Bidang Evaluasi Kinerja. penyusunan rencana. prosedur dan kriteria bergulir untuk pembiayaan pembangunan hutan tanaman.dan e. Pasal 856 Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan terdiri atas: a. c. keuangan.216 Pasal 852 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. standar. norma. pelaksanaan urusan tata usaha dan keuangan.

dan pengkajian skema-skema pinjaman dana bergulir. penyelamatan. Pasal 858 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 857. penyiapan rencana makro. penyelesaian pinjaman dana bergulir dan restrukturisasi pinjaman dana bergulir bermasalah. serta penilaian kualitas atas kolektibilitas pinjaman dana bergulir. dan penagihan dana pinjaman. melaksanakan analisis kredit dan evaluasi kinerja debitur dan pelaporan serta data dan informasi. Bidang Analisis dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. penilaian atas kolektibilitas. Subbidang Evaluasi Pinjaman. penyiapan rencana makro pinjaman dan penyusunan rencana penganggaran dalam kerangka pengeluaran jangka menengah dana bergulir. pengembalian. b. pengendalian resiko pembiayaan. (2) Subbidang Evaluasi Pinjaman mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi kinerja peminjam dana bergulir dan pengendalian resiko pembiayaan. Pasal 860 (1) Subbidang Analisis Pinjaman mempunyai tugas melakukan pengkajian skema-skema pinjaman. melaksanakan evaluasi kinerja peminjam dana bergulir. analisa pinjaman.dan c. penyaluran. Pasal 859 Bidang Analisis dan Evaluasi terdiri atas: a.217 Pasal 857 Bidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana makro pinjaman dana bergulir.dan b. pelaksanaan analisa. Pasal 861 Bidang Operasional mempunyai tugas melaksanakan perencanaan. penyelamatan. . Subbidang Analisis Pinjaman. penyusunan penganggaran dalam rangka pengeluaran jangka menengah. penyelesaian pinjaman dana bergulir dan restrukturisasi pinjaman dana bergulir bermasalah.

pengurusan kenotariatan. perencanaan pengembalian pinjaman dana bergulir. f. perbendaharaan. Nusa Tenggara Barat. Pasal 863 Bidang Operasional terdiri atas: a. Nusa Tenggara Timur dan Maluku. Sulawesi. urusan tata usaha keuangan. (2) Subbidang Operasional II mempunyai tugas perencanaan pengembalian dan pengembalian pinjaman dana bergulir. verifikasi. Bali. pembinaan dan pelatihan kepada penerima pinjaman dan pendamping. Bidang Operasional menyelenggarakan fungsi: a. pengurusan kenotariatan.218 Pasal 862 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 861. b. perencanaan dan pelaksanaan penyaluran pinjaman dana bergulir. pengurusan kenotariatan. Subbidang Operasional I. Jawa. e. pembinaan dan pelatihan kepada penerima pinjaman dan pendamping. pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak. . Irian Jaya Barat dan Papua. administrasi pengelola keuangan.dan g. Pasal 864 (1) Subbidang Operasional I mempunyai tugas melakukan perencanaan pengembalian dan pengembalian pinjaman dana bergulir. d. c. akuntansi dan pelaporan keuangan. pembinaan dan pelatihan kepada penerima pinjaman dan pendamping. penyelesaian agunan kredit bagi penerima pinjaman Hutan Tanaman Industri. penyusunan dan pengadministrasian perjanjian pinjaman dana bergulir. penyelesaian utang piutang. serta melaksanakan urusan ketatausahaan dan kehumasan.dan b. Subbidang Operasional II. penyusunan dan pengadministrasian perjanjian pinjaman dana bergulir. dan penyelesaian agunan kredit bagi penerima pinjaman di wilayah Sumatera. penyusunan dan pengadministrasian perjanjian pinjaman dana bergulir. dan penyelesaian agunan kredit bagi penerima pinjaman di wilayah Kalimantan. Pasal 865 Bagian Keuangan dan Umum mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rancangan anggaran pendapatan belanja. pemantauan penggunaan dana pinjaman dalam rangka pengembalian pinjaman.

pengelolaan urusan keuangan. pelaksanaan akuntansi dan penyusunan laporan keuangan. dan pendapatan dan belanja. kepegawaian dan kehumasan. serta penyelesaian utang piutang. perbendaharaan. dokumen pelaksanaan anggaran. Subbagian Keuangan.dan i. (2) Subbagian Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan ketatausahaan. penyiapan dokumen pelaksanaan anggaran Pusat.dan b. sistem informasi manajemen keuangan. g. penyusunan kebijakan pengelolaan barang. e. perlengkapan. evaluasi. . kepegawaian dan kehumasan. d. penyusunan rencana penganggaran dalam rangka pengeluaran jangka menengah. c. h. perlengkapan. Bagian Keuangan dan Umum menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Umum. Pasal 868 (1) Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana bisnis dan anggaran. verifikasi.219 Pasal 866 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 865. asset tetap dan investasi Pusat. pelaporan pelaksanaan anggaran. akuntansi dan pelaporan keuangan Pusat. Pasal 867 Bagian Keuangan dan Umum terdiri atas: a. penyusunan rencana bisnis anggaran. b. pengelolaan kas. penyelesaian utang piutang. penyelenggaraan sistem informasi manajemen keuangan. pelaksanaan urusan ketatausahaan. f.

(3) Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (2) Masing-masing kelompok jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditetapkan oleh Kepala Unit Organisasi. Pasal 871 (1) Kelompok jabatan fungsional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 870. terdiri atas sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 870 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. .220 BAB XVII Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 869 Pada lingkungan Kementerian Kehutanan dapat dibentuk kelompok jabatan fungsional sesuai kebutuhan.

221 BAB XVIII TATA KERJA Pasal 872 Dalam melaksanakan tugas. menyampaikan laporan kepada pimpinan unit Eselon I masingmasing. Sekretaris Direktorat Jenderal. Pasal 874 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk serta bertanggung jawab kepada atasan masing-masing dan menyampaikan laporan berkala tepat pada waktunya. Pasal 876 Dalam menyampaikan laporan kepada atasan. Sekretaris Inspektorat Jenderal. Pasal 873 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengawasi pelaksanaan tugas bawahan masing-masing dan apabila terjadi penyimpangan pelaksanaan tugas. integrasi dan sinkronisasi di lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi di dalam Kementerian serta dengan instansi lain di luar Kementerian sesuai dengan tugas masing-masing. Direktorat Jenderal. tembusan laporan wajib disampaikan pula kepada satuan organisasi yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja. dan Sekretaris Badan. wajib mengambil langkah-langkah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 875 Para Kepala Biro/Pusat. . setiap pimpinan satuan organisasi lingkup Sekretariat Jenderal. Pasal 877 Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahan wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk menyusun laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan. selanjutnya Sekretaris Jenderal menyusun laporan Kementerian. Inspektorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian wajib menerapkan prinsip koordinasi.

BAB XX KETENTUAN PERALIHAN Pasal 880 Perubahan atas susunan organisasi dan tata kerja menurut Peraturan ini ditetapkan oleh Menteri setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. BAB XIX UNIT PELAKSANA TEKNIS Pasal 879 (1) Di lingkungan Kementerian dapat dibentuk Unit Pelaksana Teknis berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.222 Pasal 878 Dalam melakukan tugas setiap pimpinan satuan organisasi dibantu oleh Kepala Satuan Organisasi dibawahnya dan dalam rangka pemberian bimbingan kepada bawahan wajib mengadakan rapat berkala.13/Menhut-II/2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Kehutanan. fungsi. (2) Rumusan tugas. ditetapkan oleh Menteri setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. dinyatakan tidak berlaku. maka Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.64/Menhut-II/2008 tentang Perubahan Kelima Atas Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P. . Pasal 881 Dengan berlakunya Peraturan Menteri ini.13/Menhut-II/2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kehutanan yang telah diubah lima kali yang terakhir diubah dengan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor P. susunan organisasi dan tata kerja Unit Pelaksana Teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

19540711 198203 1 002 . ZULKIFLI HASAN Diundangkan di Jakarta pada tanggal 25 Agustus 2010 MENTERI HUKUM DAN HAM REPUBLIK INDONESIA. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 20 Agustus 2010 MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA. ttd.223 Pasal 882 Peraturan Menteri Kehutanan ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. PATRIALIS AKBAR BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2010 NOMOR 405 Salinan sesuai dengan aslinya Plt. ttd. Peraturan Menteri Kehutanan ini diundangkan dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia. Agar setiap orang mengetahuinya. Kepala Biro Hukum dan Organisasi ttd. MUDJIHANTO SOEMARMO NIP.

Bidang Ekonomi dan Perdagangan Internasional 3. Bidang Lingkungan dan Perubahan Iklim 4. STRUKTUR ORGANISASI KEMENTERIAN KEHUTANAN STAF AHLI MENTERI MENTERI KEHUTANAN INSPEKTORAT JENDERAL SEKRETARIAT JENDERAL Staf Ahli Menteri 1. Bidang Revitalisasi Industri Kehutanan 2. Bidang Hubungan Antar Lembaga 5. Bidang Keamanan Hutan DIREKTORAT JENDERAL PLANOLOGI KEHUTANAN DIREKTORAT JENDERAL PERLINDUNGAN HUTAN DAN KONSERVASI ALAM DIREKTORAT JENDERAL BINA PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI DAN PERHUTANAN SOSIAL DIREKTORAT JENDERAL BINA USAHA KEHUTANAN BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SDM KEHUTANAN BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEHUTANAN .1 Lampiran Bab II.

IV PUSAT PEMBIAYAAN PEMBANGUN AN HUTAN .1. STRUKTUR ORGANISASI PUSAT DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN KEHUTANAN MENTERI KEHUTANAN SEKRETARIAT JENDERAL PUSAT STANDARDISASI DAN LINGKUNGAN PUSAT HUBUNGAN MASYARAKAT PUSAT KERJASAMA LUAR NEGERI PUSAT PENGENDALIAN PEMBANGUNAN REGIONAL I.2 Lampiran II. III. II.

STRUKTUR ORGANISASI SEKRETARIAT JENDERAL SEKRETARIAT JENDERAL BIRO PERENCANAAN BIRO KEPEGAWAIAN BIRO HUKUM & ORGANISASI BIRO KEUANGAN BIRO UMUM .3 Lampiran Bab III.

STRUKTUR ORGANISASI BIRO PERENCANAAN .4 Lampiran Bab III-1. BIRO PERENCANAAN BAGIAN RENCANA UMUM KEHUTANAN BAGIAN PROGRAM ANGGARAN BAGIAN EVALUASI BAGIAN DATA DAN INFORMASI SUBBAGIAN RENCANA PEMBANGUNAN SUBBAGIAN PROGRAM ANGGARAN I SUBBAGIAN EVALUASI I SUBBAGIAN PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA SUBBAGIAN RENCANA MAKRO SUBBAGIAN PROGRAM ANGGARAN II SUBBAGIAN EVALUASI II SUBBAGIAN STATISTIK SUBBAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN PROGRAM ANGGARAN BANTUAN LUAR NEGERI SUBBAGIAN EVALUASI III SUBBAGIAN SISTEM INFORMASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

5 Lampiran Bab III-2. BIRO KEPEGAWAIAN BAGIAN PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN KEPEGAWAIAN BAGIAN MUTASI PEGAWAI BAGIAN TATA USAHA KEPEGAWAIAN BAGIAN ADMINISTRASI JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN RENCANA FORMASI DAN PENGADAAN SUBBAGIAN KEPANGKATAN SUBBAGIAN TATA NASKAH PEGAWAI SUBBAGIAN ADMINISTRASI PENILAIAN ANGKA KREDIT SUBBAGIAN RENCANA KARIER SUBBAGIAN MUTASI JABATAN SUBBAGIAN DISIPLIN DAN KESEJAHTERAAN PEGAWAI SUBBAGIAN EVALUASI JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN PENGEMBANGAN KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN PENGANGKATAN. PEMBERHENTIAN DAN PEMENSIUNAN SUBBAGIAN DATA DAN INFORMASI KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN TATA USAHA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL . STRUKTUR ORGNISASI BIRO KEPEGAWAIAN .

6 Lampiran Bab III-3. BIRO HUKUM DAN ORGANISASI BAGIAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN BAGIAN PENELAAHAN HUKUM BAGIAN PENANGANAN PERKARA DAN BANTUAN HUKUM BAGIAN KELEMBAGAAN SUBBAGIAN PERATURAN PERUNDANGUNDANGAN I SUBBAGIAN PENELAAHAN HUKUM I SUBBAGIAN BANTUAN HUKUM I SUBBAGIAN ORGANISASI DAN TATA LAKSANA I SUBBAGIAN PERATURAN PERUNDANGUNDANGAN II SUBBAGIAN PENELAAHAN HUKUM II SUBBAGIAN BANTUAN HUKUM II SUBBAGIAN ORGANISASI DAN TATA LAKSANA II SUBBAGIAN PERATURAN PERUNDANGUNDANGAN III SUBBAGIAN PENELAAHAN HUKUM III SUBBAGIAN BANTUAN HUKUM III SUBBAGIAN TATA USAHA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL . STRUKTUR ORGANISASI BIRO HUKUM DAN ORGANISASI .

7 Lampiran Bab III-4. STRUKTUR ORGANISASI BIRO KEUANGAN BIRO KEUANGAN BAGIAN INVESTASI DAN PELAKSANAAN ANGGARAN BAGIAN PENERIMAAN NEGARA BAGIAN PERBENDAHARAAN BAGIAN AKUNTANSI DAN PELAPORAN SUBBAGIAN PENGELOLAAN INVESTASI SUBBAGIAN PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK KAYU SUBBAGIAN PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK NON KAYU SUBBAGIAN TATA LAKSANA KEUANGAN SUBBAGIAN AKUNTANSI DAN PELAPORAN I SUBBAGIAN PENYELESAIAN UTANG PIUTANG SUBBAGIAN VERIFIKASI SUBBAGIAN AKUNTANSI DAN PELAPORAN II SUBBAGIAN AKUNTANSI DAN PELAPORAN III SUBBAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN PENYELESAIAN KERUGIAN NEGARA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

8 Lampiran Bab III-5. STRUKTUR ORGANISASI BIRO UMUM BIRO UMUM BAGIAN TATA USAHA KEMENTERIAN BAGIAN TATA USAHA PIMPINAN BAGIAN RUMAH TANGGA BAGIAN PERLENGKAPAN SUBBAGIAN PERSURATAN SUBBAGIAN TATA USAHA MENTERI SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN PERENCANAAN DAN PENGADAAN KEBUTUHAN SUBBAGIAN PENGELOLA KARYA CETAK DAN KEPUSTAKAAN SUBBAGIAN TATA USAHA SEKRETARIS JENDERAL SUBBAGIAN URUSAN DALAM SUBBAGIAN PENGELOLAAN BARANG MILIK NEGARA SUBBAGIAN KEARSIPAN DAN DOKUMENTASI SUBBAGIAN PROTOKOL SUBBAGIAN PENGELOLAAN KENDARAAN DINAS SUBBAGIAN PENATAUSAHAAN BARANG MILIK NEGARA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

9 Lampiran BAB IV. STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT JENDERAL PLANOLOGI KEHUTANAN DIREKTORAT JENDERAL PLANOLOGI KEHUTANAN SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT PERENCANAAN KAWASAN HUTAN DIREKTORAT PENGUKUHAN DAN PENATAGUNAAN KAWASAN HUTAN DIREKTORAT INVENTARISASI DAN PEMANTAUAN SUMBERDAYA HUTAN DIREKTORAT PENGGUNAAN KAWASAN HUTAN DIREKTORAT WILAYAH PENGELOLAAN DAN PENYIAPAN AREAL PEMANFAATAN HUTAN UNIT PELAKSANA TEKNIS .

10 Lampiran Bab IV-1. STRUKTUR ORGANISASI SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PLANOLOGI LANOLOGI KEHUTANAN SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PLANOLOGI KEHUTANAN BAGIAN PROGRAM DAN EVALUASI BAGIAN KEPEGAWAIAN.ORGANISASI DAN TATA LAKSANA BAGIAN KEUANGAN DAN UMUM BAGIAN HUKUM DAN KERJASAMA TEKNIK SUBBAGIAN PROGRAM DAN ANGGARAN SUBBAGIAN DATA DAN INFORMASI SUBBAGIAN ADMINISTRASI KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN PERATURAN PERUNDANGUNDANGAN SUBBAGIAN ADMINISTRASI JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN ADMINISTRASI KEUANGAN SUBBAGIAN PERLENGKAPAN SUBBAGIAN PERTIMBANGAN DAN BANTUAN HUKUM SUBBAGIAN EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBAGIAN ORGANISASI DAN TATA LAKSANA SUBBAGIAN KERJASAMA TEKNIK KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

BALI. STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT PERENCANAAN KAWASAN HUTAN DIREKTORAT PERENCANAAN KAWASAN HUTAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PERENCANAAN MAKRO KAWASAN HUTAN SUBDIREKTORAT PENATAAN RUANG HUTAN WILAYAH I SUBDIREKTORAT PENATAAN RUANG HUTAN WILAYAH II SUBDIREKTORAT STATISTIK DAN JARINGAN KOMIUNIKASI DATA KEHUTANAN SEKSI PENYUSUNAN RENCANA KAWASAN HUTAN SEKSI PENATAAN RUANG KAWASAN HUTAN WILAYAH SUMATERA SEKSI PENATAAN RUANG KAWASAN HUTAN WILAYAH KALIMANTAN DAN SULAWESI SEKSI PENATAAN RUANG KAWASAN HUTAN WILAYAH MALUKU DAN PAPUA SEKSI STATISTIK KEHUTANAN SEKSI EVALUASI RENCANA KAWASAN HUTAN SEKSI PENATAAN RUANG KAWASAN HUTAN WILAYAH JAWA. DAN NUSA TENGGARA SEKSI JARINGAN KOMUNIKASI DATA KEHUTANAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .11 Lampiran Bab IV-2.

DAN NUSA TENGGARA SEKSI PENGUKUHAN KAWASAN HUTAN WILAYAH MALUKU DAN PAPUA SEKSI PERUBAHAN FUNGSI DAN PENYEDIAAN AREAL TRANSMIGRASI WILAYAH I SEKSI PERUBAHAN FUNGSI DAN PENYEDIAAN AREAL TRANSMIGRASI WILAYAH II SEKSI DOKUMENTASI KAWASAN HUTAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL . STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT PENGUKUHAN DAN PENATAGUNAAN KAWASAN HUTAN DIREKTORAT PENGUKUHAN DAN PENATAGUNAAN KAWASAN HUTAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PENGUKUHAN KAWASAN HUTAN WILAYAH I SUBDIREKTORAT PENGUKUHAN KAWASAN HUTAN WILAYAH II SUBDIREKTORAT PERUBAHAN FUNGSI DAN PERUNTUKAN KAWASAN HUTAN WILAYAH I SUBDIREKTORAT PERUBAHAN FUNGSI DAN PERUNTUKAN KAWASAN HUTAN WILAYAH II SUBDIREKTORAT INFORMASI DAN DOKUMENTASI KAWASAN HUTAN SEKSI PENGUKUHAN KAWASAN HUTAN WILAYAH SUMATERA SEKSI PENGUKUHAN KAWASAN HUTAN WILAYAH KALIMANTAN DAN SULAWESI SEKSI PELEPASAN DAN TUKAR MENUKAR KAWASAN HUTAN WILAYAH I SEKSI PELEPASAN DAN TUKAR MENUKAR KAWASAN HUTAN WILAYAH II SEKSI INFORMASI KAWASAN HUTAN SEKSI PENGUKUHAN KAWASAN HUTAN WILAYAH JAWA. BALI.12 Lampiran Bab IV-3.

13 Lampiran Bab IV-4. STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT INVENTARISASI DAN PEMANTAUAN SUMBERDAYA HUTAN DIREKTORAT INVENTARISASI DAN PEMANTAUAN SUMBERDAYA HUTAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT INVENTARISASI SUMBERDAYA HUTAN SUBDIREKTORAT PEMANTAUAN SUMBERDAYA HUTAN SUBDIREKTORAT PEMETAAN POTENSI SUMBERDAYA HUTAN SUBDIREKTORAT JARINGAN DATA SPASIAL SEKSI INVENTARISASI HUTAN SEKSI PEMANTAUAN SUMBERDAYA HUTAN TINGKAT NASIONAL DAN WILAYAH SEKSI INFORMASI PETA SUMBERDAYA HUTAN SEKSI PENGELOLAAN BASIS DATA SPASIAL SEKSI PENGELOLAAN JARINGAN DATA SPASIAL SEKSI INVENTARISASI SOSIAL BUDAYA SEKSI PEMANTAUAN SUMBERDAYA HUTAN TINGKAT UNIT SEKSI DOKUMENTASI PETA SUMBERDAYA HUTAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT PENGGUNAAN KAWASAN HUTAN DIREKTORAT PENGGUNAAN KAWASAN HUTAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PENGGUNAAN KAWASAN HUTAN WILAYAH I SUBDIREKTORAT PENGGUNAAN KAWASAN HUTAN WILAYAH II SUBDIREKTORAT PNBP PENGGUNAAN KAWASAN HUTAN SUBDIREKTORAT INFORMASI PENGGUNAAN KAWASAN HUTAN SEKSI PENGGUNAAN UNTUK PERTAMBANGAN SEKSI PENGGUNAAN UNTUK PERTAMBANGAN SEKSI PNBP PENGGUNAAN KAWASAN HUTAN UNTUK PERTAMBANGAN SEKSI PNBP PENGGUNAAN KAWASAN HUTAN UNTUK NON PERTAMBANGAN SEKSI INFORMASI PENGGUNAAN KAWASAN HUTAN WILAYAH I SEKSI INFORMASI PENGGUNAAN KAWASAN HUTAN WILAYAH II SEKSI PENGGUNAAN UNTUK NON PERTAMBANGAN SEKSI PENGGUNAAN UNTUK NON PERTAMBANGAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .14 Lampiran Bab IV-5.

STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT WILAYAH PENGELOLAAN DAN PENYIAPAN AREAL PEMANFAATAN KAWASAN HUTAN DIREKTORAT WILAYAH PENGELOLAAN DAN PENYIAPAN AREAL PEMANFAATAN KAWASAN HUTAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PEMBENTUKAN WILAYAH PENGELOLAAN HUTAN SUBDIREKTORAT PENYIAPAN AREAL PEMANFAATAN HUTAN WILAYAH I SUBDIREKTORAT PENYIAPAN AREAL PEMANFAATAN HUTAN WILAYAH II SUBDIREKTORAT INFORMASI WILAYAH PENGELOLAAN DAN PEMANFAATAN KAWASAN HUTAN SEKSI PEMBENTUKAN WILAYAH PENGELOLAAN HUTAN WILAYAH I SEKSI PEMBENTUKAN WILAYAH PENGELOLAAN HUTAN WILAYAH II SEKSI PENYIAPAN AREAL PEMANFAATAN HUTAN ALAM WILAYAH I SEKSI PENYIAPAN AREAL PEMANFAATAN HUTAN ALAM WILAYAH II SEKSI INFORMASI WILAYAH PENGELOLAAN SEKSI INFORMASI PEMANFAATAN KAWASAN HUTAN SEKSI PENYIAPAN AREAL PEMANFAATAN HUTAN TANAMAN WILAYAH I SEKSI PENYIAPAN AREAL PEMANFAATAN HUTAN TANAMAN WILAYAH II KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .15 Lampiran Bab IV-6.

16 Lampiran BAB V. STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT JENDERAL PERLINDUNGAN HUTAN DAN KONSERVASI ALAM DIREKTORAT JENDERAL PERLINDUNGAN HUTAN DAN KONSERVASI ALAM SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT PENYIDIKAN DAN PENGAMANAN HUTAN DIREKTORAT PENGENDALIAN KEBAKARAN HUTAN DIREKTORAT KAWASAN KONSERVASI DAN BINA HUTAN LINDUNG DIREKTORAT KONSERVASI KEANEKARAGAMAN HAYATI DIREKTORAT PEMANFAATAN JASA LINGKUNGAN KAWASAN KONSERVASI DAN HUTAN LINDUNG UNIT PELAKSANA TEKNIS .

ORGANISASI DAN TATA LAKSANA BAGIAN KEUANGAN DAN UMUM BAGIAN HUKUM DAN KERJASAMA TEKNIK SUBBAGIAN PROGRAM DAN ANGGARAN SUBBAGIAN DATA DAN INFORMASI SUBBAGIAN ADMINISTRASI KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN PERATURAN PERUNDANGUNDANGAN SUBBAGIAN PERTIMBANGAN & BANTUAN HUKUM SUBBAGIAN ADMINISTRASI JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN ADMINISTRASI KEUANGAN SUBBAGIAN PERLENGKAPAN SUBBAGIAN EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBAGIAN ORGANISASI DAN TATA LAKSANA SUBBAGIAN KERJASAMA TEKNIK KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .17 Lampiran Bab V-1. STRUKTUR ORGANISASI SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PERLINDUNGAN HUTAN DAN KONSERVASI ALAM SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PHKA BAGIAN PROGRAM DAN EVALUASI BAGIAN KEPEGAWAIAN.

STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT PENYIDIKAN DAN PENGAMANAN HUTAN DIREKTORAT PENYIDIKAN DAN PENGAMANAN HUTAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUB DIREKTORAT PROGRAM DAN EVALUASI PENYIDIKAN DAN PENGAMANAN SUB DIREKTORAT PENYIDIKAN DAN PENGAMANAN WILAYAH I SUB DIREKTORAT PENYIDIKAN DAN PENGAMANAN WILAYAH II SUB DIREKTORAT PENYIDIKAN DAN PENGAMANAN WILAYAH III SUB DIREKTORAT DUKUNGAN OPERASI SEKSI PROGRAM SEKSI PEMBALAKAN ILEGAL DAN TUMBUHAN DAN SATWA LIAR WILAYAH I SEKSI PEMBALAKAN ILEGAL DAN TUMBUHAN DAN SATWA LIAR WILAYAH II SEKSI PERAMBAHAN HUTAN DAN KEBAKARAN WILAYAH II SEKSI PEMBALAKAN ILEGAL DAN TUMBUHAN DAN SATWA LIAR WILAYAH III SEKSI POLISI KEHUTANAN DAN PPNS SEKSI EVALUASI SEKSI PERAMBAHAN HUTAN DAN KEBAKARAN WILAYAH I SEKSI PERAMBAHAN HUTAN DAN KEBAKARAN WILAYAH III SEKSI SARANA DAN PRASARANA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .18 Lampiran Bab V-2.

19 Lampiran Bab V-3. STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT PENGENDALIAN KEBAKARAN HUTAN DIREKTORAT PENGENDALIAN KEBAKARAN HUTAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUB DIREKTORAT PROGRAM DAN EVALUASI PENGENDALIAN KEBAKARAN HUTAN SUB DIREKTORAT MONITORING HOTSPOT DAN PENCEGAHAN KEBAKARAN HUTAN SUB DIREKTORAT PEMADAMAN DAN PENANGANAN DAMPAK PASCA KEBAKARAN HUTAN SUB DIREKTORAT TENAGA DAN SARANA PRASARANA PENGENDALIAN KEBAKARAN HUTAN SEKSI PROGRAM SEKSI MONITORING HOTSPOT SEKSI PEMADAMAN DAN PENANGANAN DAMPAK PASCA KEBAKARAN HUTAN WILAYAH I SEKSI PEMADAMAN DAN PENANGANAN DAMPAK PASCA KEBAKARAN HUTAN SEKSI TENAGA SEKSI EVALUASI SEKSI PENCEGAHAN KEBAKARAN HUTAN SEKSI SARANA DAN PRASARANA WILAYAH II KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

20 Lampiran Bab V-4. STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT KAWASAN KONSERVASI DAN BINA HUTAN LINDUNG DIREKTORAT KAWASAN KONSERVASI DAN BINA HUTAN LINDUNG SUBBAGIAN TATA USAHA SUB DIREKTORAT PEMOLAAN DAN PENGEMBANGAN SUB DIREKTORAT KAWASAN PELESTARIAN ALAM DAN TAMAN BURU SUB DIREKTORAT KAWASAN SUAKA ALAM DAN HUTAN LINDUNG SUB DIREKTORAT KONSERVASI LAHAN BASAH. TAMAN HUTAN RAYA DAN TAMAN BURU SEKSI SUAKA MARGASATWA DAN HUTAN LINDUNG SEKSI KONSERVASI LAHAN BASAH. PERAIRAN DAN EKOSISTEM ESENSIAL SUB DIREKTORAT BINA DAERAH PENYANGGA SEKSI PEMOLAAN SEKSI TAMAN NASIONAL SEKSI CAGAR ALAM SEKSI KONSERVASI LAHAN BASAH. PERAIRAN DAN EKOSISTEM ESENSIAL WILAYAH II KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL . PERAIRAN DAN EKOSISTEM ESENSIAL WILAYAH I SEKSI BINA DAERAH PENYANGGA KAWASAN PELESTARIAN ALAM DAN TAMAN BURU SEKSI BINA DAERAH PENYANGGA KAWASAN SUAKA ALAM SEKSI PENGEMBANGAN DAN PERPETAAN SEKSI TAMAN WISATA ALAM.

STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT KONSERVASI KEANEKARAGAMAN HAYATI DIREKTORAT KONSERVASI KEANEKARAGAMAN HAYATI SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PROGRAM DAN KONVENSI SUBDIREKTORAT PENGAWETAN DAN PEMANFAATAN JENIS SUBDIREKTORAT PENANGKARAN JENIS SUBDIREKTORAT LEMBAGA KONSERVASI DAN PERBURUAN SUBDIREKTORAT TERTIB PEREDARAN SEKSI PROGRAM SEKSI PEMBINAAN POPULASI DAN HABITAT SEKSI PENANGKARAN VERTEBRATA SEKSI LEMBAGA KONSERVASI SEKSI PEREDARAN DALAM NEGERI SEKSI KONVENSI SEKSI PENGEMBANGAN SUMBER DAYA GENETIK SEKSI AVERTEBRATA DAN TUMBUHAN LIAR SEKSI PERBURUAN SEKSI PEREDARAN LUAR NEGERI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .21 Lampiran Bab V-5.

22 Lampiran Bab V-6. STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT PEMANFAATAN JASA LINGKUNGAN KAWASAN KONSERVASI DAN HUTAN LINDUNG DIREKTORAT PEMANFAATAN JASA LINGKUNGAN KAWASAN KONSERVASI DAN HUTAN LINDUNG SUBBAGIAN TATA USAHA SUB DIREKTORAT PROGRAM DAN EVALUASI PEMANFAATAN JASA LINGKUNGAN SUB DIREKTORAT PEMANFAATAN JASA LINGKUNGAN SUB DIREKTORAT PEMANFAATAN WISATA ALAM SUB DIREKTORAT BINA CINTA ALAM SUB DIREKTORAT PROMOSI DAN PEMASARAN KONSERVASI ALAM SEKSI PROGRAM SEKSI PEMANFAATAN JASA LINGKUNGAN TAMAN NASIONAL SEKSI PEMANFAATAN WISATA ALAM TAMAN NASIONAL SEKSI PEMANFAATAN WISATA ALAM NON TAMAN NASIONAL DAN HUTAN LINDUNG SEKSI PENGEMBANGAN BINA CINTA ALAM SEKSI DATA DAN INFORMASI SEKSI EVALUASI SEKSI PEMANFAATAN JASA LINGKUNGAN NON TAMAN NASIONAL DAN HUTAN LINDUNG SEKSI PEMANTAUAN DAN INFORMASI BINA CINTA ALAM SEKSI PUBLIKASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

23 Lampiran VI. STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT JENDERAL BINA PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI DAN PERHUTANAN SOSIAL DIREKTORAT JENDERAL BINA PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI DAN PERHUTANAN SOSIAL SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT PERENCANAAN DAN EVALUASI PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI DIREKTORAT BINA REHABILITASI HUTAN DAN LAHAN DIREKTORAT BINA PERHUTANAN SOSIAL DIREKTORAT BINA PERBENIHAN TANAMAN HUTAN UNIT PELAKSANA TEKNIS .

STRUKTUR ORGANISASI SEKRETARIAT DIREKTORAT BINA PENGELOLAAN DAERAH LAAN ALIRAN SUNGAI DAN PERHUTANAN SOSIAL SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BINA PENGELOLAAN DAS DAN PERHUTANAN SOSIAL BAGIAN PROGRAM DAN EVALUASI BAGIAN KEPEGAWAIAN DAN ORGANISASI TATA LAKSANA BAGIAN KEUANGAN DAN UMUM BAGIAN HUKUM DAN KERJASAMA TEKNIK SUBBAGIAN PROGRAM DAN ANGGARAN SUBBAGIAN DATA DAN INFORMASI SUBBAGIAN ADMINISTRASI KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN ADMINISTRASI JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN SUBBAGIAN ADMINISTRASI KEUANGAN SUBBAGIAN PERTIMBANGAN DAN BANTUAN HUKUM SUBBAGIAN EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBAGIAN ORGANISASI DAN TATA LAKSANA SUBBAGIAN PERLENGKAPAN SUBBAGIAN KERJASAMA TEKNIK KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .24 Lampiran Bab VI-1.

STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT PERENCANAAN DAN EVALUASI PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI DIREKTORAT PERENCANAAN DAN EVALUASI PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PEMOLAAN PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI SUBDIREKTORAT KELEMBAGAAN PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI SUBDIREKTORAT TEKNIK PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI SUBDIREKTORAT EVALUASI PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI SEKSI PERENCANAAN SEKSI IDENTIFIKASI KELEMBAGAAN PENGELOLAAN DAS SEKSI FASILITASI PENGEMBANGAN KELEMBAGAAN PENGELOLAAN DAS SEKSI IDENTIFIKASI TEKNIK PENGELOLAAN DAS SEKSI PENGEMBANGAN TEKNIK PENGELOLAAN DAS SEKSI EVALUASI BIOFISIK SEKSI DATA DAN INFORMASI SEKSI EVALUASI SOSIAL. EKONOMI DAN KELEMBAGAAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .25 Lampiran Bab VI-2.

26 Lampiran Bab VI-3. HUTAN PANTAI. STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT BINA REHABILITASI HUTAN DAN LAHAN DIREKTORAT BINA REHABILITASI HUTAN DAN LAHAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PEMOLAAN REHABILITASI HUTAN DAN LAHAN SUBDIREKTORAT REHABILITASI HUTAN SUBDIREKTORAT REHABILITASI LAHAN SUBDIREKTORAT REHABILITASI HUTAN MANGROVE. RAWA DAN GAMBUT SUBDIREKTORAT REKLAMASI HUTAN DAN KONSERVASI TANAH SEKSI PERENCANAAN REHABILITASI HUTAN DAN LAHAN SEKSI REHABILITASI HUTAN LINDUNG DAN HUTAN KONSERVASI SEKSI HUTAN RAKYAT SEKSI REHABILITASI HUTAN MANGROVE DAN HUTAN PANTAI SEKSI KONSERVASI TANAH SEKSI DATA DAN INFORMASI SEKSI REHABILITASI HUTAN PRODUKSI SEKSI HUTAN KOTA DAN PENGHIJAUAN LINGKUNGAN SEKSI REHABILITASI RAWA DAN GAMBUT SEKSI REKLAMASI HUTAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT BINA PERHUTANAN SOSIAL DIREKTORAT BINA PERHUTANAN SOSIAL SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PEMOLAAN PERHUTANAN SOSIAL SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN HUTAN KEMASYARAKATAN SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN HUTAN DESA SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN HUTAN HAK DAN KEMITRAAN SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN USAHA PERHUTANAN SOSIAL SEKSI PERENCANAAN PERHUTANAN SOSIAL SEKSI DATA DAN INFORMASI SEKSI PENYIAPAN PENGEMBANGAN HUTAN KEMASYARAKATAN SEKSI BIMBINGAN TEKNIS HUTAN KEMASYARAKATAN SEKSI PENYIAPAN PENGEMBANGAN HUTAN DESA SEKSI BIMBINGAN TEKNIS HUTAN DESA SEKSI PENYIAPAN PENGEMBANGAN HUTAN HAK DAN KEMITRAAN SEKSI BIMBINGAN TEKNIS HUTAN HAK DAN KEMITRAAN SEKSI PENYIAPAN PENGEMBANGAN USAHA SEKSI BIMBINGAN TEKNIS PENGEMBANGAN USAHA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .27 Lampiran Bab VI-4.

STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT BINA PERBENIHAN TANAMAN HUTAN DIREKTORAT BINA PERBENIHAN TANAMAN HUTAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PEMOLAAN PERBENIHAN TANAMAN HUTAN SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN USAHA PERBENIHAN SUBDIREKTORAT PENGENDALIAN PEREDARAN BENIH SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN SUMBER BENIH DAN SUMBER DAYA GENETIK SEKSI PERENCANAAN SEKSI BIMBINGAN USAHA SEKSI PERUMUSAN STANDAR PEREDARAN SEKSI PENERAPAN STANDAR PEREDARAN SEKSI PENGEMBANGAN SUMBER BENIH SEKSI PENGEMBANGAN SUMBER DAYA GENETIK SEKSI DATA DAN INFORMASI SEKSI BIMBINGAN KELEMBAGAAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .28 Lampiran Bab VI-5.

29 Lampiran VII. STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT JENDERAL BINA USAHA KEHUTANAN DIREKTORAT JENDERAL BINA USAHA KEHUTANAN SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT BINA RENCANA PEMANFAATAN DAN USAHA KAWASAN DIREKTORAT BINA USAHA HUTAN ALAM DIREKTORAT BINA USAHA HUTAN TANAMAN DIREKTORAT BINA IURAN DAN PEREDARAN HASIL HUTAN DIREKTORAT BINA PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL HUTAN UNIT PELAKSANA TEKNIS .

30 Lampiran Bab VII-1. STRUKTUR ORGANISASI SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BINA USAHA NDERAL KEHUTANAN SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BINA USAHA KEHUTANAN BAGIAN PROGRAM DAN EVALUASI BAGIAN KEPEGAWAIAN & ORGANISASI TATA LAKSANA BAGIAN KEUANGAN DAN UMUM BAGIAN HUKUM DAN KERJASAMA TEKNIK SUBBAGIAN PROGRAM DAN ANGGARAN SUBBAGIAN DATA DAN INFORMASI SUBBAGIAN ADMINISTRASI KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN ADMINISTRASI JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN ADMINISTRASI KEUANGAN SUBBAGIAN PERLENGKAPAN SUBBAGIAN PERATURAN PERUNDANGUNDANGAN SUBBAGIAN PERTIMBANGAN & BANTUAN HUKUM SUBBAGIAN EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBAGIAN ORGANISASI DAN TATA LAKSANA SUBBAGIAN KERJASAMA TEKNIK KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

31 Lampiran Bab VII-2. STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT BINA RENCANA PEMANFAATAN DAN USAHA KAWASAN DIREKTORAT BINA RENCANA PEMANFAATAN DAN USAHA KAWASAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PEMOLAAN PEMANFAATAN KAWASAN HUTAN SUBDIREKTORAT PEMANFAATAN HASIL HUTAN BUKAN KAYU SUBDIREKTORAT USAHA JASA LINGKUNGAN SUBDIREKTORAT PENILAIAN KINERJA USAHA KAWASAN DAN JASA LINGKUNGAN SEKSI PEMANFAATAN KAWASAN WILAYAH I SEKSI PEMANFAATAN HASIL HUTAN BUKAN KAYU WILAYAH I SEKSI USAHA JASA LINGKUNGAN WILAYAH I SEKSI PENILAIAN KINERJA USAHA WILAYAH I SEKSI PEMANFAATAN KAWASAN WILAYAH II SEKSI PEMANFAATAN HASIL HUTAN BUKAN KAYU WILAYAH II SEKSI USAHA JASA LINGKUNGAN WILAYAH II SEKSI PENILAIAN KINERJA USAHA WILAYAH II KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

32 Lampiran Bab VII-3. STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT BINA USAHA HUTAN ALAM DIREKTORAT BINA USAHA HUTAN ALAM SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PENYIAPAN PEMANFAATAN HUTAN ALAM SUBDIREKTORAT RENCANA KERJA PEMANFAATAN HUTAN ALAM SUBDIREKTORAT PRODUKSI HUTAN ALAM SUBDIREKTORAT PENILAIAN KINERJA USAHA PEMANFAATAN HUTAN ALAM SEKSI PENYIAPAN WILAYAH I SEKSI RENCANA KERJA WILAYAH I SEKSI PRODUKSI WILAYAH I SEKSI PENILAIAN KINERJA USAHA WILAYAH I SEKSI PENYIAPAN WILAYAH II SEKSI RENCANA KERJA WILAYAH II SEKSI PRODUKSI WILAYAH II SEKSI PENILAIAN KINERJA USAHA WILAYAH II KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT BINA USAHA HUTAN TANAMAN AN DIREKTORAT BINA USAHA HUTAN TANAMAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT HUTAN TANAMAN INDUSTRI SUBDIREKTORAT HUTAN TANAMAN RAKYAT SUBDIREKTORAT RENCANA KERJA DAN PRODUKSI SUBDIREKTORAT PENILAIAN KINERJA USAHA PEMANFAATAN HUTAN TANAMAN SEKSI HUTAN TANAMAN INDUSTRI WILAYAH I SEKSI HUTAN TANAMAN INDUSTRI WILAYAH II SEKSI HUTAN TANAMAN RAKYAT WILAYAH I SEKSI HUTAN TANAMAN RAKYAT WILAYAH II SEKSI RENCANA KERJA DAN PRODUKSI WILAYAH I SEKSI RENCANA KERJA DAN PRODUKSI WILAYAH II SEKSI PENILAIAN KINERJA USAHA WILAYAH I SEKSI PENILAIAN KINERJA USAHA WILAYAH II KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .33 Lampiran Bab VII-4.

34 Lampiran Bab VII-5. STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT BINA IURAN KEHUTANAN DAN PEREDARAN HASIL HUTAN DIREKTORAT BINA IURAN KEHUTANAN DAN PEREDARAN HASIL HUTAN

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBDIREKTORAT PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK

SUBDIREKTORAT PEREDARAN HASIL HUTAN

SUBDIREKTORAT PENGUKURAN DAN PENGUJIAN HASIL HUTAN

SUBDIREKTORAT PENERTIBAN PEREDARAN HASIL HUTAN

SEKSI PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK WILAYAH I

SEKSI TATA USAHA HASIL HUTAN

SEKSI PENGUKURAN DAN PENGUJIAN HASIL HUTAN KAYU SEKSI PENGUKURAN DAN PENGUJIAN HASIL HUTAN BUKAN KAYU

SEKSI PENERTIBAN PEREDARAN HASIL HUTAN WILAYAH I

SEKSI PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK WILAYAH II

SEKSI TANDA LEGALITAS HASIL HUTAN

SEKSI PENERTIBAN PEREDARAN HASIL HUTAN WILAYAH II

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

35 Lampiran Bab VII-6. STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT BINA PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL HUTAN DIREKTORAT BINA PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL HUTAN

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBDIREKTORAT PEMOLAAN PENGOLAHAN HASIL HUTAN

SUBDIREKTORAT PENGENDALIAN BAHAN BAKU DAN INDUSTRI PRIMER

SUBDIREKTORAT PENILAIAN KINERJA INDUSTRI DAN PEMASARAN HASIL HUTAN

SEKSI
PENYIAPAN PENGOLAHAN INDUSTRI PRIMER

SEKSI PENGENDALIAN BAHAN BAKU

SEKSI KINERJA INDUSTRI

SEKSI PENGOLAHAN INDUSTRI PRIMER

SEKSI PRODUKSI INDUSTRI PRIMER

SEKSI PEMASARAN HASIL HUTAN

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

36 Lampiran VIII. STRUKTUR ORGANISASI INSPEKTORAT JENDERAL

INSPEKTORAT JENDERAL

SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL

INSPEKTORAT I

INSPEKTORAT II

INSPEKTORAT III

INSPEKTORAT IV

INSPEKTORAT INVESTIGASI

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBBAGIAN TATA USAHA

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR

37 Lampiran Bab VIII.1 STRUKTUR ORGANISASI SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL

BAGIAN PROGRAM DAN PELAPORAN

BAGIAN ANALISIS LAPORAN HASIL PENGAWASAN

BAGIAN PEMANTAUAN TINDAK LANJUT

BAGIAN UMUM

SUBBAGIAN PROGRAM

SUBBAGIAN ANALISIS LAPORAN HASIL PENGAWASAN I

SUBBAGIAN PEMANTAUAN TINDAK LANJUT I

SUBBAGIAN TATA PERSURATAN DAN KEUANGAN

SUBBAGIAN DATA DAN PELAPORAN

SUBBAGIAN ANALISIS LAPORAN HASIL PENGAWASAN II

SUBBAGIAN PEMANTAUAN TINDAK LANJUT II

SUBBAGIAN RUMAH TANGGA DAN KEPEGAWAIAN

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

38 Lampiran IX.STRUKTUR ORGANISASI BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SUMBERDAYA MANUSIA KEHUTANAN
BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SUMBERDAYA MANUSIA KEHUTANAN

SEKRETARIAT BADAN

PUSAT PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN

PUSAT PELAYANAN PENYULUHAN KEHUTANAN

PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEHUTANAN

UNIT PELAKSANA TEKNIS

39 Lampiran Bab IX-1. ORGANISASI & TATA LAKSANA BAGIAN KEUANGAN DAN UMUM SUBBAGIAN PROGRAM SUBBAGIAN DATA DAN INFORMASI SUBBAGIAN ADMINISTRASI KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN KEUANGAN SUBBAGIAN ANGGARAN SUBBAGIAN EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBAGIAN ADMINISTRASI JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN KERJASAMA SUBBAGIAN DISSEMINASI. ORGANISASI DAN TATA LAKSANA SUBBAGIAN PERLENGKAPAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL . STRUKTUR ORGANISASI SEKRETARIAT BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SUMBERDAYA MANUSIA KEHUTANAN SEKRETARIAT BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SUMBERDAYA MANUSIA KEHUTANAN BAGIAN PROGRAM DAN KERJA SAMA BAGIAN EVALUASI DAN PERPUSTAKAAN BAGIAN KEPEGAWAIAN. PUBLIKASI DAN PERPUSTAKAAN SUBBAGIAN HUKUM. HUKUM.

MATERI DAN ALAT BANTU PENYULUHAN BIDANG PROGRAMA SUBBIDANG METODE DAN MATERI PENYULUHAN SUBBIDANG PENYUSUNAN PROGRAMA SUBBIDANG SARANA DAN ALAT BANTU PENYULUHAN SUBBIDANG BIMBINGAN TEKNIS PENYUSUNAN PROGRAMA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .40 Lampiran Bab IX-2. STRUKTUR ORGANISASI PUSAT PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN PUSAT PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN SUBBAGIAN TATA USAHA BIDANG METODE.

41 Lampiran Bab IX-3. STRUKTUR ORGANISASI PUSAT PELAYANAN PENYULUHAN KEHUTANAN PUSAT PELAYANAN PENYULUHAN KEHUTANAN SUBBAGIAN TATA USAHA BIDANG PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BIDANG PEMBINAAN PENYULUH SUBBIDANG BIMBINGAN TEKNIS SUBBIDANG PENYULUH SWASTA DAN SWADAYA SUBBIDANG PEMBINAAN KELEMBAGAAN SUBBIDANG APARATUR PENYULUH KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

42 Lampiran Bab IX-4. STRUKTUR ORGANISASI PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEHUTANAN PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEHUTANAN BAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN TATA USAHA DAN KEUANGAN SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN BIDANG PENGEMBANGAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN BIDANG PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN BIDANG PENGELOLAAN PENDIDIKAN SUBBIDANG PERENCANAAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN SUBBIDANG MONITORING EVALUASI DAN PELAPORAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN SUBBIDANG PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TEKNIS SUBBIDANG PENDIDIKAN MENENGAH SUBBIDANG PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENJENJANGAN SUBBIDANG PENDIDIKAN LANJUTAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

43 Lampiran X. STRUKTUR ORGANISASI BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEHUTANAN BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEHUTANAN SEKRETARIAT BADAN PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KONSERVASI DAN REHABILITASI SUMBERDAYA ALAM PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PENINGKATAN PRODUKTIFITAS HUTAN PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HASIL HUTAN PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN DAN PERUBAHAN IKLIM UNIT PELAKSANA TEKNIS .

STRUKTUR ORGANISASI SEKRETARIAT BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEHUTANAN SEKRETARIAT BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEHUTANAN BAGIAN PROGRAM DAN KERJA SAMA BAGIAN EVALUASI DAN PERPUSTAKAAN BAGIAN KEPEGAWAIAN. PUBLIKASI DAN PERPUSTAKAAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN KERJASAMA SUBBAGIAN HUKUM. ORGANISASI DAN TATA LAKSANA BAGIAN KEUANGAN DAN UMUM SUBBAGIAN PROGRAM SUBBAGIAN DATA DAN INFORMASI SUBBAGIAN ADMINISTRASI KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN ADMINISTRASI JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN KEUANGAN SUBBAGIAN ANGGARAN SUBBAGIAN EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBAGIAN DISSEMINASI.44 Lampiran Bab X-1. ORGANISASI DAN TATA LAKSANA SUBBAGIAN PERLENGKAPAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL . HUKUM.

45 Lampiran Bab X-2. INFORMASI DAN DISEMINASI SUBBIDANG TINDAK LANJUT HASIL PENELITIAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL . STRUKTUR ORGANISASI PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KONSERVASI DAN REHABILITASI SUMBERDAYA ALAM PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KONSERVASI DAN REHABILITASI SUMBER DAYA ALAM BAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN TATA USAHA DAN KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN KEUANGAN DAN PERLENGKAPAN BIDANG PROGRAM DAN EVALUASI PENELITIAN BIDANG PENGEMBANGAN DATA DAN TINDAK LANJUT PENELITIAN SUBBIDANG PROGRAM DAN ANGGARAN PENELITIAN SUBBIDANG EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBIDANG DATA.

INFORMASI DAN DISEMINASI SUBBIDANG TINDAK LANJUT HASIL PENELITIAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .46 Lampiran Bab X-3. STRUKTUR ORGANISASI PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PENINGKATAN PRODUKTIFITAS HUTAN PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PENINGKATAN PRODUKTIFITAS HUTAN BAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN TATA USAHA DAN KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN KEUANGAN DAN PERLENGKAPAN BIDANG PROGRAM DAN EVALUASI PENELITIAN BIDANG PENGEMBANGAN DATA DAN TINDAK LANJUT PENELITIAN SUBBIDANG PROGRAM DAN ANGGARAN PENELITIAN SUBBIDANG EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBIDANG DATA.

47 Lampiran Bab X-4. STRUKTUR ORGANISASI PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HASIL HUTAN PUSAT PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PENELITIAN DAN HASIL HUTAN PENGEMBANGAN HASIL HUTAN BAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN TATA USAHA DAN KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN KEUANGAN DAN PERLENGKAPAN BIDANG PROGRAM DAN EVALUASI PENELITIAN BIDANG PENGEMBANGAN DATA DAN TINDAK LANJUT PENELITIAN SUBBIDANG PROGRAM DAN ANGGARAN PENELITIAN SUBBIDANG EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBIDANG DATA. INFORMASI DAN DISEMINASI SUBBIDANG TINDAK LANJUT HASIL PENELITIAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

48 Lampiran Bab X-5. STRUKTUR ORGANISASI PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN DAN PERUBAHAN IKLIM PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN DAN PERUBAHAN IKLIM BAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN TATA USAHA DAN KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN KEUANGAN DAN PERLENGKAPAN BIDANG PROGRAM DAN EVALUASI PENELITIAN BIDANG PENGEMBANGAN DATA DAN TINDAK LANJUT PENELITIAN SUBBIDANG PROGRAM DAN ANGGARAN PENELITIAN SUBBIDANG EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBIDANG DATA. INFORMASI DAN DISEMINASI SUBBIDANG TINDAK LANJUT HASIL PENELITIAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

49 Lampiran Bab XII. STRUKTUR ORGANISASI PUSAT STANDARDISASI DAN LINGKUNGAN PUSAT STANDARDISASI DAN LINGKUNGAN SUBBAGIAN TATA USAHA BIDANG STANDARDISASI BIDANG LINGKUNGAN KEHUTANAN BIDANG PERUBAHAN IKLIM SUBBIDANG PERUMUSAN STANDAR SUBBIDANG PELAYANAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN SUBBIDANG EVALUASI PENGELOLAAN DAMPAK LINGKUNGAN SUBBIDANG PELAYANAN PENANGANAN PERUBAHAN IKLIM SUBBIDANG EVALUASI PENANGANAN PERUBAHAN IKLIM SUBBIDANG PENERAPAN STANDAR KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

50 Lampiran Bab XIII. STRUKTUR ORGANISASI PUSAT HUBUNGAN MASYARAKAT TRUKTUR PUSAT HUBUNGAN MASYARAKAT SUBBAGIAN TATA USAHA BIDANG PEMBERITAAN DAN PUBLIKASI BIDANG HUBUNGAN ANTAR LEMBAGA SUBBIDANG PEMBERITAAN SUBBIDANG LEMBAGA NEGARA DAN PEMERINTAH SUBBIDANG ANALISIS BERITA DAN PUBLIKASI SUBBIDANG LEMBAGA NON PEMERINTAH KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

51 Lampiran Bab XIV. STRUKTUR ORGANISASI PUSAT KERJASAMA LUAR NEGERI PUSAT KERJASAMA LUAR NEGERI SUBBAGIAN TATA USAHA BIDANG BILATERAL DAN REGIONAL BIDANG MULTILATERAL BIDANG KERJASAMA TEKNIK SUBBIDANG BILATERAL AMERIKA & EROPA SUBBIDANG KONVENSI DAN ORGANISASI INTERNASIONAL SUBBIDANG KERJASAMA TEKNIK LUAR NEGERI I SUBBIDANG KERJASAMA TEKNIK LUAR NEGERI II SUBBIDANG BILATERAL ASIA. AFRIKA. AUSTRALIA DAN REGIONAL SUBBIDANG ORGANISASI PESERIKATAN BANGSABANGSA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

52 Lampiran Bab XV. STRUKTUR ORGANISASI PUSAT PENGENDALIAN PEMBANGUNAN KEHUTANAN REGIONAL UNAN PUSAT PENGENDALIAN PEMBANGUNAN KEHUTANAN REGIONAL SUBBAGIAN TATA USAHA BIDANG PERENCANAAN KEHUTANAN REGIONAL BIDANG EVALUASI PERENCANAAN KEHUTANAN REGIONAL SUBBIDANG PERENCANAAN KEHUTANAN I SUBBIDANG EVALUASI PERENCANAAN KEHUTANAN I SUBBIDANG PERENCANAAN KEHUTANAN II SUBBIDANG EVALUASI PERENCANAAN KEHUTANAN II KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

53 Lampiran Bab XVI. STRUKTUR ORGANISASI PUSAT PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN HUTAN PUSAT PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN HUTAN BAGIAN KEUANGAN DAN UMUM SUBBAGIAN KEUANGAN SUBBAGIAN UMUM BIDANG ANALISIS DAN EVALUASI BIDANG OPERASIONAL SUBBIDANG ANALISIS PINJAMAN SUBBIDANG OPERASIONAL I SUBBIDANG EVALUASI PINJAMAN SUBBIDANG OPERASIONAL II KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful