PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : P.

40/Menhut-II/2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN KEHUTANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa sebagai pelaksanaan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara dan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas dan Fungsi Kementerian Negara, Serta Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara dipandang perlu menetapkan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kehutanan. : 1. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara; 2. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi Kementerian Negara Serta Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara; 3. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 84/P Tahun 2009. Memperhatikan : Persetujuan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dalam surat Nomor B/1727/M.PAN-RB/7/2010 tanggal 29 Juli 2010. MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN ORGANISASI KEHUTANAN. MENTERI KEHUTANAN TENTANG DAN TATA KERJA KEMENTERIAN

Mengingat

2

BAB I KEDUDUKAN, TUGAS, DAN FUNGSI Pasal 1 (1) Kementerian Kehutanan berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. (2) Kementerian Kehutanan dipimpin oleh Menteri Kehutanan. Pasal 2 Kementerian Kehutanan mempunyai tugas menyelenggarakan urusan di bidang kehutanan dalam pemerintahan untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan negara. Pasal 3 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Kementerian Kehutanan menyelenggarakan fungsi: a. perumusan, penetapan, dan pelaksanaan kebijakan di bidang kehutanan; b. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawabnya Kementerian Kehutanan; c. pengawasan atas pelaksanaan tugas di lingkungan Kementerian Kehutanan; d. pelaksanaan bimbingan teknis dan supervisi atas pelaksanaan urusan Kementerian Kehutanan di daerah; dan e. pelaksanaan kegiatan teknis yang berskala nasional. BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 4 Kementerian Kehutanan terdiri atas: a. Sekretariat Jenderal; b. Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan; c. Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam; d. Direktorat Jenderal Bina Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial; e. Direktorat Jenderal Bina Usaha Kehutanan; f. Inspektorat Jenderal;

3

g. Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan; h. Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan; i. Staf Ahli Menteri Bidang Revitalisasi Industri Kehutanan; j. Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Perdagangan Internasional; k. Staf Ahli Menteri Bidang Lingkungan dan Perubahan Iklim; l. Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga;dan m. Staf Ahli Menteri Bidang Keamanan Hutan. BAB III SEKRETARIAT JENDERAL Bagian Pertama Kedudukan, Tugas dan Fungsi Pasal 5 (1) Sekretariat Jenderal adalah unsur pembantu pimpinan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kehutanan. (2) Sekretariat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris Jenderal. Pasal 6 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unit organisasi di lingkungan Kementerian Kehutanan. Pasal 7 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6, Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi kegiatan Kementerian Kehutanan; b. koordinasi dan penyusunan rencana dan program Kementerian Kehutanan; c. pembinaan dan pemberian dukungan administrasi yang meliputi ketatausahaan, kepegawaian, keuangan, kerumahtanggaan, arsip dan dokumentasi Kementerian Kehutanan; d. pembinaan dan penyelenggaraan Organisasi dan tata laksana, kerja sama dan hubungan masyarakat;

4

e. koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum; f. penyelenggaraan pengelolaan barang milik/kekayaan Negara; dan g. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Menteri Kehutanan. Pasal 8 Sekretariat Jenderal terdiri atas: a. Biro Perencanaan; b. Biro Kepegawaian; c. Biro Hukum dan Organisasi; d. Biro Keuangan;dan e. Biro Umum. Bagian Ketiga Biro Perencanaan Pasal 9 Biro Perencanaan mempunyai tugas melaksanakan koordinasi kerja sama dalam negeri, penyusunan rencana makro, program, anggaran, evaluasi, pelaporan, dan pengelolaan data dan informasi di lingkungan Kementerian. Pasal 10 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9, Biro Perencanaan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi kerja sama dalam negeri di lingkungan Kementerian; b. penyiapan koordinasi penyusunan rencana umum kehutanan, dan program, serta anggaran, termasuk anggaran bantuan luar negeri di lingkungan Kementerian; c. penyiapan koordinasi evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana, program dan anggaran di lingkungan Kementerian; d. pengelolaan data dan informasi Kementerian;dan e. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro.

5

Pasal 11 Biro Perencanaan terdiri atas: a. Bagian Rencana Umum Kehutanan; b. Bagian Program Anggaran; c. Bagian Evaluasi;dan d. Bagian Data dan Informasi. Pasal 12 Bagian Rencana Umum Kehutanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi kerja sama dalam negeri, dan penyusunan rencana umum Kementerian. Pasal 13 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12, Bagian Rencana Umum Kehutanan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan koordinasi kerja sama dalam negeri, b. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana umum kehutanan;dan c. pelaksanaan pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Pasal 14 Bagian Rencana Umum Kehutanan terdiri atas: a. Subbagian Rencana Pembangunan; b. Subbagian Rencana Umum Kehutanan;dan c. Subbagian Tata Usaha. Pasal 15 (1) Subbagian Rencana Pembangunan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana jangka panjang, jangka menengah, dan jangka pendek. (2) Subbagian Rencana Umum Kehutanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana umum dan rencana kehutanan lintas sektor serta rencana tindak lanjut komitmen internasional. (3) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan ketatausahaan, kepegawaian, keuangan, kerumahtanggaan, dan pelaporan Biro.

penyiapan koordinasi penyusunan dokumen anggaran Kementerian. Direktorat Jenderal Planologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan. dan anggaran di lingkungan Kementerian. Subbagian Program Anggaran II.6 Pasal 16 Bagian Program Anggaran mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan program. dan Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan. Pasal 18 Bagian Program Anggaran terdiri atas: a. Pasal 19 (1) Subbagian Program Anggaran I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan program Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran pada Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam. (3) Subbagian Program Anggaran Bantuan Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan program anggaran bantuan luar negeri di lingkungan Kementerian. Direktorat Jenderal Bina Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial. Direktorat Jenderal Bina Usaha Kehutanan.dan c. . penyiapan bahan koordinasi penyusunan program anggaran bantuan luar negeri. Pasal 17 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16. Inspektorat Jenderal. Subbagian Program Anggaran I. penyiapan bahan koordinasi penyusunan program anggaran Kementerian. b.dan c. Bagian Program Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Program Anggaran II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan program Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran pada Sekretariat Jenderal. Subbagian Program Anggaran Bantuan Luar Negeri. b.

pidato kenegaraan. c. laporan sidang kabinet dan rapat koordinasi pimpinan bidang perekonomian.dan c. dan rapat koordinasi pimpinan bidang politik hukum dan keamanan. (2) Subbagian Evaluasi II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi evaluasi kinerja dan pelaporan akuntabilitas. Subbagian Evaluasi II. Pasal 23 (1) Subbagian Evaluasi I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi evaluasi kinerja dan pelaporan akuntabilitas. penyiapan bahan koordinasi evaluasi dan pelaporan kinerja Kementerian Kehutanan dan Sekretariat Jenderal. penyiapan bahan rapat pimpinan. laporan di lingkungan Kementerian dan rapat koordinasi pimpinan bidang kesejahteraan rakyat. b. Subbagian Evaluasi III.7 Pasal 20 Bagian Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi evaluasi dan pelaporan pelaksanaan program dan anggaran. . serta penyiapan bahan rapat koordinasi pimpinan di lingkungan Kementerian. Subbagian Evaluasi I. (3) Subbagian Evaluasi III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi evaluasi kinerja pelaksanaan anggaran di lingkungan Sekretariat Jenderal dan Kementerian serta evaluasi agenda program nasional. b. Pasal 21 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20. Bagian Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan koordinasi evaluasi pelaksanaan anggaran dan kegiatan bantuan luar negeri. Pasal 22 Bagian Evaluasi terdiri atas: a. laporan di lingkungan Sekretariat Jenderal.

dan c. perencanaan.dan c. . pengolahan. Bagian Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 26 Bagian Data dan Informasi terdiri atas: a. b. Pasal 27 (1) Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan pengumpulan. Subbagian Sistem Informasi. Subbagian Statistik. Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data. pengembangan. dan pengelolaan sistem informasi kepegawaian di lingkungan Kementerian. penyiapan bahan koordinasi penyusunan statistik Kementerian. penyiapan bahan koordinasi dan analisis data Kementerian. b.8 Pasal 24 Bagian Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi pengelolaan data dan informasi di lingkungan Kementerian. tata usaha. analisis dan penyajian data Kementerian. pembinaan. (3) Subbagian Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pengelolaan sistem informasi kehutanan. Bagian Keempat Biro Kepegawaian Pasal 28 Biro Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan koordinasi. penyiapan bahan koordinasi pengelolaan sistem informasi kehutanan. Pasal 25 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24. (2) Subbagian Statistik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan statistik Kementerian.

b.9 Pasal 29 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28. penyiapan bahan koordinasi dan pengembangan sistem penilaian kompetensi pengembangan karier analisis kebutuhan pendidikan dan pelatihan pegawai. dan pengembangan kepegawaian. serta evaluasi dan pelaporan kepegawaian.dan f. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Kepegawaian.dan d. penyiapan bahan koordinasi dan pembinaan serta penyusunan formasi. pembinaan dan pelaksanaan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Kementerian. pengadaan pegawai. penyusunan rencana dan program serta evaluasi dan pelaporan. Pasal 31 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana dan program kepegawaian. Bagian . Bagian Administrasi Jabatan Fungsional. e. Bagian Tata Usaha Kepegawaian. b. program. Perencanaan dan Pengembangan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. serta penyusunan formasi. pengadaan pegawai di lingkungan Kementerian. c. penyiapan bahan koordinasi. pembinaan dan pengembangan pegawai. Pasal 30 Biro Kepegawaian terdiri atas: a. pengelolaan sistem informasi kepegawaian di lingkungan Kementerian. Pasal 32 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31. pelaksanaan administrasi kepangkatan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. c. penyusunan rencana. Biro Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Mutasi Kepegawaian. d. pemberhentian dan pemensiunan pegawai di lingkungan Kementerian.

(3) Subbagian Pengembangan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana pengembangan pegawai. penyelenggaraan ujian dinas. pemberhentian. Subbagian Pengembangan Kepegawaian. kepangkatan.dan c. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan formasi.dan c. Pasal 33 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Kepegawaian terdiri atas: a. pengadaan pegawai. pengangkatan. pengembangan standar kompetensi kerja kepegawaian serta penyelenggaraan Personal Assessment Centre (PAC). penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan administrasi alih jabatan dan pemindahan pegawai. Pasal 34 (1) Subbagian Rencana Formasi dan Pengadaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana dan program kepegawaian. penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan administrasi kepangkatan. b. . dan pemberhentian serta pemensiunan pegawai. penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan administrasi pengangkatan. dan ujian penyesuaian ijazah. Bagian Mutasi Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. rencana pengadaan. Pasal 36 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35. dan pemensiunan pegawai. (2) Subbagian Rencana Karier mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pengembangan karier. Subbagian Rencana Formasi dan Pengadaan. penyiapan bahan koordinasi dan pengembangan sistem penilaian kompetensi. Subbagian Rencana Karier. pengembangan karier. b. Pasal 35 Bagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan administrasi mutasi. analisis kebutuhan pendidikan dan pelatihan pegawai.dan c.10 b. penempatan dan pembekalan calon pegawai. dan pemantauan pasca penempatan pegawai.

Pasal 40 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39. Pasal 39 Bagian Tata Usaha Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan pengelolaan sistem informasi kepegawaian dan kesejahteraan pegawai. b. Subbagian Pengangkatan. Subbagian Data dan Informasi Kepegawaian. Pemberhentian. Subbagian Tata Naskah Pegawai. Bagian Tata Usaha Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Mutasi Jabatan. penyiapan bahan koordinasi penyusunan tata naskah pegawai.dan c. dan Pemensiunan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan administrasi pengangkatan. b. Pasal 38 (1) Subbagian Kepangkatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan administrasi kenaikan pangkat dan urusan kepangkatan. pemberhentian dan pemensiunan pegawai.dan c. penyiapan bahan koordinasi dan pengelolaan sistem informasi kepegawaian. b. (3) Subbagian Pengangkatan. Subbagian Disiplin dan Kesejahteraan Pegawai. c. . Subbagian Kepangkatan. Pemberhentian dan Pemensiunan.11 Pasal 37 Bagian Mutasi Kepegawaian terdiri atas: a. (2) Subbagian Mutasi Jabatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan administrasi pemindahan dan alih jabatan. penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan administrasi hukuman dan disiplin serta kesejahteraan dan pelayanan kesehatan pegawai.dan Pasal 41 Bagian Tata Usaha Kepegawaian terdiri atas: a.

penyusunan DP3. Subbagian Evaluasi Jabatan Fungsional. b. Pasal 46 (1) Subbagian Administrasi Penilaian Angka Kredit mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan telaahan usul pengangkatan.dan c. Pasal 44 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43. Pasal 43 Bagian Administrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan administrasi jabatan fungsional. serta administrasi angka kredit. daftar riwayat pekerjaan. pembebasan. pelaksanaan pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga biro. Subbagian Tata Usaha Biro. (3) Subbagian Disiplin dan Kesejahteraan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan administrasi pemberian penghargaan dan hukuman disiplin. Subbagian Administrasi Penilaian Angka Kredit. penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan administrasi penilaian angka jabatan fungsional. serta penyajian data kepegawaian. penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan evaluasi jabatan fungsional. serta kesejahteraan dan pelayanan kesehatan pegawai. Bagian Administrasi Jabatan Fungsional menyelenggarakan fungsi: a. dan pemberhentian jabatan fungsional.12 Pasal 42 (1) Subbagian Tata Naskah Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan administrasi penyusunan dan pemeliharaan naskah kepegawaian. arsip pegawai serta pengurusan kartu pegawai. Pasal 45 Bagian Administrasi Jabatan Fungsional terdiri atas: a. (2) Subbagian Data dan Informasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pemeliharaan dan pengembangan system informasi kepagawaian dan database kepegawaian. . kartu isteri dan kartu suami pegawai serta pengurusan laporan kekayaan penyelenggara negara. b.dan c.

Biro Hukum dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. keuangan. evaluasi. c. penelaahan. serta pelaksanaan pengelolaan dokumentasi dan informasi peraturan perundang-undangan. Bagian Kelima Biro Hukum dan Organisasi Pasal 47 Biro Hukum dan Organisasi mempunyai tugas melaksanakan koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan. Pasal 49 Biro Hukum dan Organisasi terdiri atas: a. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro.13 (2) Subbagian Evaluasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan pemantauan. penelaahan pelaksanaan peraturan perundangundangan. (3)Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan ketatausahaan. Bagian Penelaahan Hukum. dan pelaporan Biro. pengelolaan dokumentasi hukum dan pemberian bantuan hukum serta pembinaan kelembagaan dan ketatalaksanaan di lingkungan Kementerian. Pasal 48 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47. Bagian Peraturan Perundang-undangan. b. kerumahtanggaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan jabatan fungsional di lingkungan Kementerian. dan penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang kehutanan. kepegawaian. d. . Bagian Penanganan Perkara dan Bantuan Hukum.dan e. b. pelaksanaan penanganan perkara dan bantuan hukum. c. pembinaan dan pengembangan kelembagaan dan ketatalaksanaan di lingkungan Kementerian. penyiapan koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang kehutanan. d. Bagian Kelembagaan.

penelitian dan pengembangan.dan c. serta perlindungan hutan dan konservasi alam.dan c. (3) Subbagian Peraturan Perundang-undangan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rancangan peraturan perundangundangan di bidang pengawasan. b. Subbagian Peraturan Perundang-undangan I. penyuluhan kehutanan. Pasal 53 (1) Subbagian Peraturan Perundang-undangan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rancangan peraturan perundangundangan di bidang bina usaha kehutanan dan bina pengelolaan daerah aliran sungai dan perhutanan sosial. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang pengawasan. pendidikan dan pelatihan. Pasal 52 Bagian Peraturan Perundang-undangan terdiri atas: a. (2) Subbagian Peraturan Perundang-undangan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rancangan peraturan perundangundangan di bidang administrasi kehutanan dan planologi kehutanan. . b. penelitian dan pengembangan. Subbagian Peraturan Perundang-undangan II.14 Pasal 50 Bagian Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang kehutanan. Bagian Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 51 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50. penyuluhan kehutanan. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang bina usaha kehutanan dan bina pengelolaan daerah aliran sungai dan perhutanan sosial. Subbagian Peraturan Perundang-undangan III. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang administrasi kehutanan dan planologi kehutanan. pendidikan dan pelatihan. serta perlindungan hutan dan konservasi alam.

Subbagian Penelaahan Hukum III. serta perjanjian kerja sama di bidang bina usaha kehutanan dan bina pengelolaan daerah aliran sungai dan perhutanan sosial. evaluasi. pendidikan dan pelatihan. penyiapan bahan koordinasi. penelitian dan pengembangan.dan c. b. evaluasi dan penelaahan pelaksanaan peraturan perundang-undangan. penyiapan bahan koordinasi. serta perjanjian kerja sama di bidang administrasi kehutanan dan planologi kehutanan.dan c. dan penelaahan pelaksanaan peraturan perundang-undangan. Subbagian Penelahaan Hukum II.15 Pasal 54 Bagian Penelaahan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan koordinasi dan evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan serta penelaahan hukum dan perjanjian kerja sama di bidang kehutanan. Bagian Penelaahan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan koordinasi. serta perjanjian kerja sama di bidang administrasi kehutanan dan planologi kehutanan. Subbagian Penelahaan Hukum I. penyuluhan kehutanan. serta perjanjian kerja sama di bidang bina usaha kehutanan dan bina pengelolaan daerah aliran sungai dan perhutanan sosial. dan penelaahan pelaksanaan peraturan perundang-undangan. (2) Subbagian Penelaahan Hukum II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. serta perjanjian kerja sama di bidang pengawasan. . evaluasi. Pasal 56 Bagian Penelaahan Hukum terdiri atas: a. evaluasi dan penelaahan pelaksanaan peraturan perundang-undangan. evaluasi dan penelaahan pelaksanaan peraturan perundang-undangan. serta perlindungan hutan dan konservasi alam. b. Pasal 57 (1) Subbagian Penelaahan Hukum I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. Pasal 55 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54.

penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan bantuan hukum di luar pengadilan.dan b. dan penelaahan pelaksanaan peraturan perundang-undangan. pendidikan dan pelatihan. penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan pemberian bantuan hukum dalam proses peradilan perkara perdata. serta perlindungan hutan dan konservasi alam. Bagian Penanganan Perkara dan Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Bantuan Hukum II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan pemberian bantuan hukum dalam proses peradilan gugatan tata usaha negara dan pidana. Pasal 58 Bagian Penanganan Perkara dan Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan penanganan perkara. b. Pasal 60 Bagian Penanganan Perkara dan Bantuan Hukum terdiri atas: a. Subbagian Bantuan Hukum II. serta perjanjian kerja sama di bidang pengawasan. (3) Subbagian Bantuan Hukum III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan pemberian bantuan hukum dan penyelesaian perkara di luar pengadilan. Subbagian Bantuan Hukum I. . pemulihan hak-hak negara baik di peradilan (ligitasi) maupun di luar pengadilan (non ligitasi). tata usaha negara dan pidana. penelitian dan pengembangan. evaluasi. Subbagian Bantuan Hukum III.dan c. Pasal 61 (1) Subbagian Bantuan Hukum I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan pemberian bantuan hukum dalam proses peradilan gugatan perdata dan pemulihan hak-hak negara dari pihak ketiga. Pasal 59 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58.16 (3) Subbagian Penelaahan Hukum III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. penyuluhan kehutanan.

dan c. kepegawaian. Pasal 63 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana Kelembagaan menyelenggarakan fungsi: dimaksud dalam Pasal 62. identifikasi. Subbagian Tata Usaha. serta pengelolaan jaringan dokumentasi dan informasi hukum di lingkungan Kementerian.dan c. Bagian a. Pasal 65 (1) Subbagian Organisasi dan Tata Laksana I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. tata hubungan kerja. . Subbagian Organisasi dan Tata laksana II. serta perumusan prosedur kerja dan tata hubungan kerja unit-unit organisasi tingkat unit pelaksana teknis di lingkungan Kementerian. identifikasi. keuangan. Subbagian Organisasi dan Tata Laksana I. keuangan. b. pelaksanaan urusan ketatausahaan. Pasal 64 Bagian Kelembagaan terdiri atas: a. serta perumusan prosedur kerja dan tata hubungan kerja unit-unit organisasi tingkat pusat di lingkungan Kementerian. evaluasi dan penataan kelembagaan. penyiapan bahan koordinasi. penyiapan bahan koordinasi.17 Pasal 62 Bagian Kelembagaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan koordinasi pembinaan dan pengembangan kelembagaan dan ketatalaksanaan. penyusunan dan evaluasi prosedur kerja. kerumahtanggaan. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. evaluasi dan penataan kelembagaan. identifikasi. perumusan. perumusan. evaluasi dan penataan kelembagaan di lingkungan Kementerian. b. perumusan. termasuk dengan pemerintah daerah. serta pembakuan prasarana dan sarana kerja kelembagaan di lingkungan Kementerian. dan pelaporan biro serta melakukan pengelolaan jaringan dokumentasi dan informasi hukum. (2) Subbagian Organisasi dan Tata Laksana II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. kepegawaian. pengelolaan jaringan dokumentasi dan informasi hukum. kerumahtanggaan dan pelaporan biro.

serta pelaksanaan tata laksana keuangan di lingkungan Kementerian. Bagian Akuntansi dan Pelaporan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Pasal 67 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66. penyiapan koordinasi dan pembinaan pelaksanaan akuntansi dan pelaporan keuangan di lingkungan Kementerian. pencatatan. Bagian Penerimaan Negara. b. d. pembinaan teknis Badan Usaha Milik Negara dan pengelolaan investasi pemerintah di lingkungan Kementerian. penyiapan koordinasi dan pembinaan rencana anggaran pendapatan dan belanja. e. Biro Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi dan pembinaan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. Bagian Investasi dan Pelaksanaan Anggaran. penyetoran dan pelaporan penerimaan negara bukan pajak dan dana bagi hasil sumberdaya alam kehutanan. Pasal 68 Biro Keuangan terdiri atas: a. b. Bagian Perbendaharaan. c. penyiapan koordinasi dan pembinaan badan usaha milik negara dan badan layanan umum di lingkungan Kementerian. serta investasi pemerintah di lingkungan Kementerian. c. .18 Bagian Keenam Biro Keuangan Pasal 66 Biro Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan koordinasi teknis urusan keuangan.dan f.dan d. penyiapan koordinasi dan pelaksanaan pemungutan.

. Bagian Investasi dan Pelaksanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 72 (1) Subbagian Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pembinaan pengelolaan investasi pemerintah. Pasal 70 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 69. badan usaha milik negara dan badan layanan umum di lingkungan Kementerian. penyiapan bahan koordinasi pembinaan pengelolaan investasi pemerintah di lingkungan Kementerian. b. penyiapan bahan koordinasi pembinaan badan usaha milik negara.19 Pasal 69 Bagian Investasi dan Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi pembinaan investasi pemerintah. Subbagian Pengelolaan Investasi. (2) Subbagian Penyelesaian Utang Piutang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pembinaan penyelesaian utang piutang dan penyiapan bahan pelaporan penyelesaian utang piutang yang berkaitan dengan penerimaan negara bukan pajak sumberdaya alam dan penerimaan negara bukan pajak lainnya. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. Subbagian Penyelesaian Utang Piutang. penyiapan bahan koordinasi pembinaan penyelesaian utang piutang yang berkaitan dengan penerimaan negara bukan pajak sumberdaya alam dan penerimaan negara bukan pajak lainnya. badan usaha milik negara dan badan layanan umum serta rencana anggaran pendapatan dan belanja di lingkungan Kementerian. kerja sama perdagangan. b. c. penyiapan bahan koordinasi pembinaan rencana anggaran pendapatan dan belanja di lingkungan Kementerian.dan c. dan badan layanan umum di lingkungan Kementerian.dan d. Pasal 71 Bagian Investasi dan Pelaksanaan Anggaran terdiri atas: a.

Pasal 75 Bagian Penerimaan Negara terdiri atas: a. Subbagian Penerimaan Negara Bukan Pajak Kayu. b. Pasal 73 Bagian Penerimaan Negara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi pembinaan penatausahaan penerimaan negara bukan pajak dan penerimaan negara bukan pajak lainnya. Bagian Penerimaan Negara menyelenggarakan fungsi: a. penyetoran. penyiapan bahan koordinasi pembinaan penerimaan negara bukan pajak dari sumberdaya alam dan penerimaan negara bukan pajak lainnya. b. Pasal 74 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut dalam Pasal 73.dan c. pemantauan. serta penatausahaan dana bagi hasil penerimaan negara bukan pajak dan penerimaan negara bukan pajak lainnya. Subbagian Tata Usaha. penyiapan bahan koordinasi pembinaan penatausahaan meliputi penerimaan. c. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Subbagian Penerimaan Negara Bukan Pajak Non Kayu. penyetoran dan pelaporan. pembukuan. Pasal 76 (1) Subbagian Penerimaan Negara Bukan Pajak Kayu mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan koordinasi pembinaan. serta penyusunan anggaran di lingkungan Sekretariat Jenderal. penerimaan negara bukan pajak dan penerimaan negara bukan pajak lainnya. . penyiapan bahan koordinasi pembinaan penatausahaan dana bagi hasil yang berkaitan dengan perimbangan penerimaan negara bukan pajak sumberdaya alam kehutanan. evaluasi dan pelaporan penerimaan negara bukan pajak sumberdaya alam kayu berikut penatausahaan dana bagi hasil di lingkungan Kementerian.dan d. pencatatan.20 (3) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pembinaan penelaahan alokasi akun anggaran Kementerian.

b. pemantauan. pelaksanaan pengujian keuangan dan penerbitan surat perintah pembayaran di lingkungan Sekretariat Jenderal. kerumahtanggaan dan laporan biro. keuangan. (3) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan kepegawaian. Pasal 79 Bagian Perbendaharaan terdiri atas: a. Pasal 77 Bagian Perbendaharaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan koordinasi pembinaan perbendaharaan dan tata usaha keuangan serta administrasi pengelolaan keuangan di lingkungan Kementerian. penyiapan bahan koordinasi pembinaan penyelesaian tuntutan ganti rugi dan tuntutan perbendaharaan. Bagian Perbendaharaan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Tata Laksana Keuangan. . pencatatan. Pasal 78 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 77. b. Subbagian Verifikasi. dan pengelolaan perbendaharaan di lingkungan Kementerian. Pasal 80 (1) Subbagian Tata Laksana Keuangan mempunyai tugas menyiapkan bahan koordinasi pembinaan ketatalaksanaan. Subbagian Penyelesaian Kerugian Negara.dan c. penyiapan bahan koordinasi pembinaan ketatalaksanaan keuangan. dan pengelolaan perbendaharaan. ketatausahaan. evaluasi dan pelaporan penerimaan negara bukan pajak sumberdaya alam non kayu berikut penatausahaan dana bagi hasil di lingkungan Kementerian.21 (2) Subbagian Penerimaan Negara Bukan Pajak Non Kayu mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan koordinasi pembinaan. serta tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan di lingkungan Sekretariat Jenderal.dan c. penyetoran.

Bagian Akuntansi dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi: a. serta satuan kerja unit pelaksana teknis di pulaupulau Sumatera dan Kalimantan. b. rekonsiliasi data akuntansi.dan c. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan II. (3) Subbagian Penyelesaian Kerugian Negara mempunyai tugas menyiapkan bahan koordinasi pembinaan penyelesaian tuntutan perbendaharaan. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan III. b. Pasal 83 Bagian Akuntansi dan Pelaporan terdiri atas: a. Pasal 84 (1) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pembinaan laporan keuangan bagian anggaran pembiayaan dan perhitungan dan badan layanan umum. tuntutan ganti rugi. penyiapan bahan pelaksanaan akuntansi dan pelaporan keuangan di lingkungan Kementerian. evaluasi dan pembinaan pengujian. Pasal 81 Bagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi pembinaan. pelaporan tindak lanjut hasil pemeriksaan pada Direktorat Jenderal Bina Usaha Kehutanan. penyiapan bahan koordinasi pembinaan akuntansi dan pelaporan keuangan di lingkungan Kementerian. pelaksanaan akuntansi dan pelaporan keuangan di lingkungan Kementerian. perintah pembayaran di lingkungan Kementerian. penyiapan bahan koordinasi pembinaan akuntansi dan penyiapan laporan keuangan Sekretariat Jenderal serta konsolidasi laporan keuangan tingkat Kementerian. Direktorat Jenderal Bina Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial. Pasal 82 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81.22 (2) Subbagian Verifikasi mempunyai tugas melakukan pengujian keuangan dan perintah pembayaran satuan kerja di lingkungan Sekretariat Jenderal serta pemantauan. . Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan I. dan koordinasi pelaporan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan internal pemerintah di lingkungan Sekretariat Jenderal.dan c.

Maluku dan Papua. Biro Umum terdiri atas: a. c. pelaksanaan urusan rumah tangga Kementerian. pelaksanaan urusan keprotokolan. Bagian Tata Usaha Pimpinan. kerumahtanggaan. serta satuan kerja unit pelaksana teknis di pulaupulau Jawa. c. dan perlengkapan di lingkungan Kementerian. Bagian Ketujuh Biro Umum Pasal 85 Biro Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi.23 (2) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pembinaan laporan konsolidasi dan tindak lanjut hasil pemeriksaan atas laporan keuangan di lingkungan Sekretariat Jenderal. dan dokumentasi Kementerian. Pasal 87 . Pasal 86 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 85. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan III mempunyai tugas melakukan bahan koordinasi pembinaan laporan konsolidasi dan tindak lanjut hasil pemeriksaan atas laporan keuangan di lingkungan Kementerian. Biro Umum menyelenggarakan fungsi: a. rekonsiliasi data akuntansi.dan d. serta pelayanan administrasi pimpinan. pelaksanaan pelayanan administrasi pimpinan. pelaporan tindak lanjut hasil pemeriksaan pada Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam. Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan. rekonsiliasi data akuntansi. d. b. Bagian Tata Usaha Kementerian. Bali dan Nusa Tenggara. b. pelaksanaan urusan tata persuratan. Bagian Perlengkapan.dan e. pelaksanaan urusan perlengkapan di lingkungan Kementerian. serta satuan kerja unit pelaksana teknis di pulau-pulau Sulawesi. kearsipan. pelaporan tindak lanjut hasil pemeriksaan pada Inspektorat Jenderal dan Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan. Bagian Rumah Tangga.

24 Pasal 88 Bagian Tata Usaha Kementerian mempunyai tugas melaksanakan urusan persuratan. Pasal 91 (1) Subbagian Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. pelaksanaan urusan persuratan. Subbagian Persuratan. b. Subbagian Kearsipan dan Dokumentasi. Subbagian Pengelolaan Karya Cetak dan Kepustakaan. b. kepustakaan. ketatausahaan. pelayanan jasa kearsipan pembinaan. pelaksanaan urusan karya cetak dan kepustakaan. kepegawaian dan pelaporan di lingkungan Kementerian. Pasal 89 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88.dan c. urusan ketatausahaan. kearsipan dan pengembangan kearsipan. penggandaan. Pasal 92 Bagian Tata Usaha Pimpinan mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha pimpinan dan keprotokolan. pelaksanaan urusan kearsipan dan dokumentasi. pengumpulan dan penyimpanan dokumentasi kementerian. Bagian Tata Usaha Kementerian menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan kearsipan. (3) Subbagian Kearsipan dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penataan sistem kearsipan. Pasal 90 Bagian Tata Usaha Kementerian terdiri atas: a. .dan c. (2) Subbagian Pengelolaan Karya Cetak dan Kepustakaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perancangan. penyaluran dan pengendalian karya cetak serta kepustakaan.

Subbagian Tata Usaha Sekretaris Jenderal. pelaksanaan pengelolaan kendaraan dinas di lingkungan Sekretariat Jenderal dan angkutan pegawai dan keamanan kantor di lingkungan Kementerian. pelaksanaan urusan tata usaha unsur pimpinan. (2) Subbagian Tata Usaha Sekretaris Jenderal mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Sekretaris Jenderal. b. . Subbagian Protokol. pengelolaan kendaraan dinas di lingkungan Sekretariat Jenderal.dan c. pelaksanaan urusan pengelolaan barang milik negara di lingkungan Sekretariat Jenderal. b. Pasal 95 (1) Subbagian Tata Usaha Menteri mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Menteri dan staf ahli Menteri. serta angkutan pegawai di lingkungan Kementerian. Bagian Tata Usaha Pimpinan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan keprotokolan. gaji.dan b.dan c. pelaksanaan urusan kepegawaian dan gaji di lingkungan Sekretariat Jenderal. pengelolaan Barang Milik Negara dan keamanan kantor di lingkungan Kementerian. Subbagian Tata Usaha Menteri. (3) Subbagian Protokol mempunyai tugas melakukan urusan keprotokolan Kementerian. Bagian Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi: a.25 Pasal 93 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92. Pasal 97 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 96. Pasal 94 Bagian Tata Usaha Pimpinan terdiri atas: a. Pasal 96 Bagian Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan administrasi kepegawaian.

dan d. penyiapan koordinasi pembinaan pengelolaan barang milik negara di lingkungan Kementerian. pengelolaan barang milik negara di lingkungan Sekretariat Jenderal. b. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. b. Subbagian Urusan Dalam. . c. (3) Subbagian Kendaraan Dinas mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan kendaraan dinas di lingkungan Sekretariat Jenderal dan pengelolaan angkutan pegawai di lingkungan Kementerian. Pasal 100 Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi pembinaan pengelolaan barang milik negara dan penyusunan rencana kebutuhan barang milik negara di lingkungan Kementerian. Pasal 99 (1) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan kepegawaian dan gaji di lingkungan Sekretariat Jenderal. pemeliharaan. Subbagian Kepegawaian. penyiapan perencanaan kebutuhan pengadaan barang milik negara di lingkungan Kementerian. urusan administrasi (2) Subbagian Urusan Dalam mempunyai tugas melakukan urusan keamanan kantor di lingkungan Kementerian. pengamanan. pemanfaatan. penyiapan pelaksanaan penatausahaan barang milik negara di lingkungan Kementerian. penghapusan.26 Pasal 98 Bagian Rumah Tangga terdiri atas: a. dan pemindahtanganan barang milik negara di lingkungan Kementerian. Subbagian Kendaraan Dinas. penyiapan koordinasi pembinaan penggunaan. Pasal 101 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100.dan c.

pemanfaatan. pengamanan dan pemeliharaan. b. .27 Pasal 102 Bagian Perlengkapan terdiri atas: a.dan c. Subbagian Penatausahaan Barang Milik Negara. Pasal 103 (1) Subbagian Perencanaan dan Pengadaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pembinaan penyusunan rencana kebutuhan dan pengadaan barang milik negara di lingkungan Kementerian. penghapusan. Subbagian Pengelolaan Barang Milik Negara. (3) Subbagian Penatausahaan Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaporan barang milik negara di lingkungan Kementerian. Subbagian Perencanaan dan Pengadaan. dan penyiapan bahan penggunaan. (2) Subbagian Pengelolaan Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pembinaan pengelolaan barang milik negara. pemindahtanganan barang milik negara di lingkungan Kementerian.

Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan menyelenggarakan fungsi: a. b. . perumusan kebijakan di bidang perencanaan makro kehutanan dan pemantapan kawasan hutan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. standar. penyusunan norma. Tugas dan Fungsi Pasal 104 (1) Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan adalah unsur pelaksana yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kehutanan. dan e. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan. (2) Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan dipimpin oleh Direktur Jenderal.28 BAB IV DIREKTORAT JENDERAL PLANOLOGI KEHUTANAN Bagian Pertama Kedudukan. Pasal 105 Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang perencanaan makro bidang kehutanan dan pemantapan kawasan hutan sesuai dengan peraturan perundangundangan. c. prosedur. Pasal 106 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 105. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perencanaan makro kehutanan dan pemantapan kawasan hutan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. dan kriteria di bidang perencanaan makro kehutanan dan pemantapan kawasan hutan sesuai dengan peraturan perundangundangan. d. pelaksanaan kebijakan di bidang perencanaan makro kehutanan dan pemantapan kawasan hutan sesuai peraturan perundang-undangan.

29 Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 107 Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan terdiri atas: a. kerja sama teknik. pemberian pertimbangan dan bantuan hukum di bidang planologi kehutanan. b. Direktorat Perencanaan Kawasan Hutan. koordinasi dan pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi di bidang planologi kehutanan. Direktorat Pengukuhan dan Penatagunaan Kawasan Hutan. b.dan f. koordinasi dan pelaksanaan tata usaha. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. organisasi dan tata laksana di bidang planologi kehutanan. perlengkapan dan administrasi keuangan Direktorat Jenderal. Direktorat Wilayah Pengelolaan dan Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan. koordinasi dan penyiapan telaahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. Pasal 109 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 108. d. evaluasi dan pelaporan di bidang planologi kehutanan. program. Direktorat Penggunaan Kawasan Hutan. e. koordinasi dan pelaksanaan urusan kepegawaian. Direktorat Inventarisasi dan Pemantauan Sumber Daya Hutan. . c. d. koordinasi dan penyusunan rencana. c.dan e. Sekretariat Direktorat Jenderal. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 108 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unit organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal.

Bagian Program dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. b. pengolahan data dan penyajian informasi. data. penyusunan statistik. Bagian Program dan Evaluasi. Pasal 113 Bagian Program dan Evaluasi terdiri atas: a. Pasal 112 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 111. informasi dan statistik serta pelaksanaan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. c. Bagian Keuangan dan Umum. Bagian Hukum dan Kerja Sama Teknik. b. serta kehumasan. Bagian Kepegawaian. Pasal 111 Bagian Program dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi. b.dan d. (2) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan pengumpulan. . Pasal 114 (1) Subbagian Program dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program kerja dan anggaran. Subbagian Program dan Anggaran. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. penyiapan bahan koordinasi dan pengumpulan dan data serta penyajian informasi c. penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan rencana dan program. penyusunan dan pelaksanaan rencana. Organisasi dan Tata Laksana. Subbagian Data dan Informasi. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan program dan anggaran.30 Pasal 110 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. program dan anggaran. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan statistik dan kehumasan.dan c.dan d.

b. Pasal 119 Bagian Keuangan dan Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan. Pasal 116 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 115.31 (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi kinerja dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. b. pelaksanaan urusan administrasi kepegawaian. dan evaluasi kinerja organisasi. Subbagian Administrasi Kepegawaian. Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. susunan organisasi. pelatihan. Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional. Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepegawaian.dan c. pendisiplinan dan penghargaan pegawai serta administrasi jabatan fungsional. Pasal 118 (1) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana formasi pegawai. kearsipan dan pengelolaan urusan keuangan. pedoman dan prosedur kerja dan pembakuan prasarana dan sarana kerja. serta penyusunan tata hubungan kerja. Subbagian Organisasi dan Tata Laksana. pengembangan pegawai dan administrasi jabatan fungsional. Bagian Kepegawaian. fungsi. perlengkapan. Pasal 117 Bagian Kepegawaian. (3) Subbagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis jabatan. tata kerja. Pasal 115 Bagian Kepegawaian. pelaksanaan urusan pengembangan karier pegawai dan administrasi jabatan fungsional. dan administrasi kepegawaian. Organisasi dan Tata Laksana terdiri atas: a. serta penyiapan bahan penyusunan organisasi dan ketatalaksanaan. . perumusan tugas. c. penyiapan bahan penyusunan organisasi dan ketatalaksanaan. (2) Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan pendidikan. rumah tangga.

b. penyiapan bahan pertimbangan dan bantuan hukum. pembinaan kebendaharaan petugas SAI dan petugas SIMAK-BMN. penelaahan permasalahan. (3) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan urusan rumah tangga dan pengelolaan barang milik negara. Bagian Hukum dan Kerja Sama Teknik menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 121 Bagian Keuangan dan Umum terdiri atas: a. verifikasi.dan c. pelaporan keuangan. penyelesaian tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. b. . Subbagian Tata Usaha.dan c. Pasal 123 Bagian Hukum dan Kerja Sama Teknik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan urusan administrasi keuangan.dan c. penyiapan bahan perbendaharaan. serta penyiapan bahan administrasi kerja sama teknik dalam negeri dan luar negeri. kearsipan dan pembinaan tata persuratan. Subbagian Administrasi Keuangan. pertimbangan. penyiapan bahan administrasi kerja sama teknik dalam negeri dan luar negeri. melakukan akuntansi keuangan dan barang milik negara. Pasal 122 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. Bagian Keuangan dan Umum menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Perlengkapan. penyiapan bahan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan urusan perlengkapan.32 Pasal 120 Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 119. pelaksanaan urusan tata usaha. penyusunan rencana anggaran gaji dan penggajian. bantuan hukum. Pasal 124 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 123. (2) Subbagian Administrasi Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan tata laksana keuangan. b.

Subbagian Peraturan Perundang-undangan. Bagian Keempat Direktorat Perencanaan Kawasan Hutan Pasal 127 Direktorat Perencanaan Kawasan Hutan mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. (2) Subbagian Pertimbangan dan Bantuan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi.dan c. Subbagian Pertimbangan dan Bantuan Hukum. . statistik kehutanan dan jaringan komunikasi data kehutanan. Direktorat Perencanaan Kawasan Hutan menyelenggarakan fungsi: a.33 Pasal 125 Bagian Hukum dan Kerja Sama Teknik terdiri atas: a. Pasal 128 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 127. statistik kehutanan dan jaringan komunikasi data kehutanan. pelaksanaan kebijakan. (3) Subbagian Kerja Sama Teknik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan koordinasi administrasi kerja sama teknik dalam negeri dan luar negeri. b. b. penataan ruang kehutanan. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang perencanaan makro kawasan hutan. Pasal 126 (1) Subbagian Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rancangan dan penelahaan peraturan perundangundangan. Subbagian Kerja Sama Teknik. dan bantuan permasalahan hukum. penyiapan perumusan kebijakan di bidang perencanaan makro kawasan hutan. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perencanaan kawasan hutan dan jaringan komunikasi data kehutanan. pertimbangan. penataan ruang kehutanan. penelaahan dan penanganan permasalahan.

rencana kehutanan nasional. harmonisasi. Pasal 131 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130. Pasal 129 Direktorat Perencanaan Kawasan Hutan terdiri atas: a. dan evaluasi pelaksanaan rencana makro kawasan hutan dan perencanaan wilayah pengelolaan . Subbagian Tata Usaha. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyusunan rencana makro kawasan hutan nasional. d. bimbingan teknis. penataan ruang kehutanan. statistik kehutanan dan jaringan komunikasi data kehutanan. b.dan e. d. perencanaan wilayah pengelolaan hutan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. statistik kehutanan serta jaringan komunikasi data kehutanan. c. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penyusunan rencana makro kawasan hutan nasional. Subdirektorat Perencanaan Makro Kawasan Hutan menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria di bidang perencanaan makro kawasan hutan. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perencanaan makro kawasan hutan. Subdirektorat Penataan Ruang Kawasan Hutan Wilayah I. dan evaluasi pelaksanaan rencana makro kawasan hutan dan perencanaan wilayah pengelolaan hutan serta fasilitasi penyusunan Produk Domestik Regional Bruto hijau sektor kehutanan. b. Subdirektorat Perencanaan Makro Kawasan Hutan. harmonisasi. evaluasi pelaksanaan rencana makro kawasan hutan dan perencanaan wilayah pengelolaan hutan serta fasilitasi penyusunan Produk Domestik Regional Bruto hijau sektor kehutanan.dan e.34 c. pelaksanaan kebijakan. rencana kehutanan nasional. Subdirektorat Statistik dan Jaringan Komunikasi Data Kehutanan. penataan ruang kehutanan. prosedur. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penyusunan rencana makro kawasan hutan nasional. standar. rencana kehutanan nasional. Pasal 130 Subdirektorat Perencanaan Makro Kawasan Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Subdirektorat Penataan Ruang Kawasan Hutan Wilayah II. penyiapan penyusunan norma.

35 hutan serta fasilitasi penyusunan Produk Domestik Regional Bruto hijau sektor kehutanan. Bali dan Nusa Tenggara.dan d. (2) Seksi Evaluasi Rencana Kawasan Hutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang rencana makro kawasan hutan nasional dan rencana kehutanan nasional. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang harmonisasi penataan ruang kawasan hutan dengan rencana tata ruang di wilayah Sumatera. dan evaluasi pelaksanaan rencana makro kawasan hutan dan perencanaan wilayah pengelolaan hutan serta fasilitasi penyusunan Produk Domestik Regional Bruto hijau sektor kehutanan. konservasi dan perlindungan hutan. . rehabilitasi. rehabilitasi. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyusunan rencana makro kawasan hutan nasional. perencanaan wilayah pengelolaan hutan di bidang pemanfaatan. dan kriteria di bidang penyusunan rencana makro kawasan hutan nasional. Pasal 132 Subdirektorat Perencanaan Makro Kawasan Hutan terdiri atas: a. Seksi Evaluasi Rencana Kawasan Hutan. Jawa. konservasi dan perlindungan hutan serta memfasilitasi penyusunan Produk Domestik Regional Bruto hijau sektor kehutanan. prosedur. pelaksanaan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan rencana makro kawasan hutan dan perencanaan wilayah pengelolaan hutan serta fasilitasi penyusunan Produk Domestik Regional Bruto hijau sektor kehutanan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pemanfaatan. pelaksanaan kebijakan. c. penyiapan bahan penyusunan norma. pelaksanaan kebijakan. rencana kehutanan nasional. Seksi Penyusunan Rencana Kawasan Hutan. harmonisasi. Pasal 133 (1) Seksi Penyusunan Rencana Kawasan Hutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.dan b. rencana kehutanan nasional. harmonisasi. Pasal 134 Subdirektorat Penataan Ruang Kehutanan Wilayah I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. standar.

pelaksanaan kebijakan. Bali. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang harmonisasi penataan ruang kawasan hutan dengan rencana tata ruang di wilayah Sumatera. c. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang harmonisasi penataan ruang kawasan hutan dengan rencana tata ruang di wilayah Jawa. Jawa. Bali. Seksi Penataan Ruang Kawasan Hutan Wilayah Sumatera. (2) Seksi Penataan Ruang Kawasan Hutan Wilayah Jawa. Subdirektorat Penataan Ruang Kehutanan Wilayah I menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria di bidang harmonisasi penataan ruang kawasan hutan dengan rencana tata ruang di wilayah Sumatera. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang harmonisasi penataan ruang kawasan hutan dengan rencana tata ruang di wilayah Sumatera. dan Nusa Tenggara. dan Nusa Tenggara. dan Nusa Tenggara. b. dan Nusa Tenggara. . Pasal 136 Subdirektorat Penataan Ruang Kehutanan Wilayah I terdiri atas: a. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang harmonisasi penataan ruang kawasan hutan dengan rencana tata ruang di wilayah Sumatera. Bali. penyiapan bahan penyusunan norma. Jawa. pelaksanaan kebijakan. Bali.dan d. Jawa.dan b. Pasal 137 (1) Seksi Penataan Ruang Kawasan Hutan Wilayah Sumatera mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Bali. standar. Seksi Penataan Ruang Kawasan Hutan Wilayah Jawa. dan Nusa Tenggara.36 Pasal 135 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang harmonisasi penataan ruang kawasan hutan dengan rencana tata ruang di wilayah Sumatera. prosedur. Bali. Bali. Jawa. dan Nusa Tenggara. dan Nusa Tenggara mempunyai tugas penyiapan bahan perumusan kebijakan.

bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang harmonisasi penataan ruang kawasan hutan dengan rencana tata ruang di wilayah Kalimantan. dan Papua. penyiapan bahan penyusunan norma. Sulawesi. dan Papua. Pasal 139 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 138. Sulawesi. pelaksanaan kebijakan. Maluku. Seksi Penataan Ruang Kawasan Hutan Wilayah Maluku dan Papua. dan Papua. Maluku. dan kriteria di bidang harmonisasi penataan ruang kawasan hutan dengan rencana tata ruang di wilayah Kalimantan. (2) Seksi Penataan Ruang Kawasan Hutan Wilayah Maluku dan Papua mempunyai tugas penyiapan bahan perumusan kebijakan. b. c. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang harmonisasi penataan ruang kawasan hutan dengan rencana tata ruang di wilayah Maluku dan Papua. Sulawesi. Maluku. Sulawesi. Maluku. pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. Sulawesi.37 Pasal 138 Subdirektorat Penataan Ruang Kehutanan Wilayah II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan.dan b. Pasal 141 (1) Seksi Penataan Ruang Kawasan Hutan Wilayah Kalimantan dan Sulawesi mempunyai tugas penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang harmonisasi penataan ruang kawasan hutan dengan rencana tata ruang di wilayah Kalimantan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang harmonisasi penataan ruang kawasan hutan dengan rencana tata ruang di wilayah Kalimantan. Maluku. prosedur. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang harmonisasi penataan ruang kawasan hutan dengan rencana tata ruang di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. . Pasal 140 Subdirektorat Penataan Ruang Kehutanan Wilayah II terdiri atas: a. standar.dan d. dan Papua. dan Papua. Seksi Penataan Ruang Kawasan Hutan Wilayah Kalimantan dan Sulawesi. Subdirektorat Penataan Ruang Kehutanan Wilayah II menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang harmonisasi penataan ruang kawasan hutan dengan rencana tata ruang di wilayah Kalimantan.

Seksi Statistik Kehutanan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang sistem jaringan komunikasi data kehutanan.38 Pasal 142 Subdirektorat Statistik dan Jaringan Komunikasi Data Kehutanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. b. . Pasal 145 (1) Seksi Statistik Kehutanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.dan d. pelaksanaan kebijakan. c. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penyusunan dan penyajian statistik kawasan hutan serta jaringan komunikasi data kehutanan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang statistik kehutanan. Subdirektorat Statistik dan Jaringan Komunikasi Data Kehutanan menyelenggarakan fungsi: a. standar.dan b. pelaksanaan kebijakan. prosedur. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyusunan dan penyajian statistik kehutanan serta jaringan komunikasi data kehutanan. penyiapan bahan penyusunan norma. dan kriteria di bidang penyusunan dan penyajian statistik kawasan hutan serta jaringan komunikasi data kehutanan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyusunan dan penyajian statistik kawasan hutan serta jaringan komunikasi data kawasan hutan. (2) Seksi Jaringan Komunikasi Data Kehutanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 144 Subdirektorat Statistik dan Jaringan Komunikasi Data Kehutanan terdiri atas: a. Seksi Jaringan Komunikasi Data Kehutanan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penyusunan dan penyajian statistik kawasan hutan serta jaringan komunikasi data kehutanan. Pasal 143 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 142. pelaksanaan kebijakan.

serta informasi pengukuhan kawasan hutan. c. perubahan fungsi dan peruntukan kawasan hutan. Pasal 148 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 147. pelaksanaan kebijakan. kepegawaian. Pasal 149 Direktorat Pengukuhan dan Penatagunaan Kawasan Hutan terdiri atas: a. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melakukan tugas sehari-hari secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Statistik dan Jaringan Komunikasi Data Kehutanan. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengukuhan dan penatagunaan. . Subdirektorat Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah I. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. kearsipan dan pelaporan Direktorat. Bagian Kelima Direktorat Pengukuhan dan Penatagunaan Kawasan Hutan Pasal 147 Direktorat Pengukuhan dan Penatagunaan Kawasan Hutan mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. perubahan fungsi dan peruntukan kawasan hutan. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengukuhan dan penatagunaan kawasan hutan. keuangan. d. serta informasi pengukuhan kawasan hutan. prosedur. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pengukuhan dan penatagunaan.39 Pasal 146 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan.dan e. kerumahtanggaan. standar. serta informasi pengukuhan kawasan hutan. b. Direktorat Pengukuhan dan Penatagunaan Kawasan Hutan menyelenggarakan fungsi: a. perubahan fungsi dan peruntukan kawasan hutan. dan kriteria di bidang pengukuhan dan penatagunaan. perubahan fungsi dan peruntukan kawasan hutan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pengukuhan dan penatagunaan. serta informasi pengukuhan kawasan hutan. penyiapan penyusunan norma.

Jawa. Jawa. penataan batas. Bali dan Nusa Tenggara. b. . bimbingan teknis. Bali dan Nusa Tenggara.40 b. pelaksanaan kebijakan. pemetaan dan pelaksanaan penetapan kawasan hutan serta penetapan fungsi kawasan hutan di wilayah Sumatera. Bali dan Nusa Tenggara. Subdirektorat Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah I menyelenggarakan fungsi: a. d. Subdirektorat Informasi dan Dokumentasi Kawasan Hutan. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penunjukan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengukuhan dan penetapan fungsi kawasan hutan di wilayah Sumatera. dan Nusa Tenggara. e. Jawa. Jawa. penataan batas. penataan batas. dan kriteria di bidang penunjukan. Bali dan Nusa Tenggara. Seksi Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah Sumatera. Jawa.dan f. Subdirektorat Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah II. c. standar. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penunjukan. prosedur. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penunjukan. Subdirektorat Perubahan Fungsi dan Peruntukan Kawasan Hutan Wilayah I. Subbagian Tata Usaha.dan d. Bali dan Nusa Tenggara. pemetaan dan pelaksanaan penetapan kawasan hutan serta penetapan fungsi kawasan hutan di wilayah Sumatera. pemetaan dan pelaksanaan penetapan kawasan hutan serta penetapan fungsi kawasan hutan di wilayah Sumatera. penataan batas. Subdirektorat Perubahan Fungsi dan Peruntukan Kawasan Hutan Wilayah II. Seksi Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah Jawa. c. Bali.dan b. Pasal 151 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 150. pemetaan dan pelaksanaan penetapan kawasan hutan serta penetapan fungsi kawasan hutan di wilayah Sumatera. Pasal 150 Subdirektorat Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Pasal 152 Subdirektorat Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah I terdiri atas: a.

pelaksanaan kebijakan. pemetaan dan pelaksanaan penetapan kawasan hutan serta penetapan fungsi kawasan hutan di wilayah Kalimantan. penataan batas. Sulawesi. Sulawesi. penyiapan bahan penyusunan norma. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penataan batas. pemetaan dan pelaksanaan penetapan fungsi kawasan hutan. Maluku dan Papua. pemetaan dan pelaksanaan penetapan kawasan hutan serta penetapan fungsi kawasan hutan di wilayah Kalimantan. Maluku dan Papua. c. Maluku dan Papua. pelaksanaan kebijakan. pemetaan dan pelaksanaan penetapan kawasan hutan serta penetapan fungsi kawasan hutan di wilayah Kalimantan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penataan batas.dan d. Pasal 155 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 154. serta penunjukan kawasan hutan di wilayah Jawa. bimbingan teknis. penataan batas. standar. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penunjukan. . dan Nusa Tenggara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan kriteria di bidang penunjukan. Subdirektorat Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah II menyelenggarakan fungsi: a. pemetaan dan pelaksanaan penetapan kawasan hutan serta penetapan fungsi kawasan hutan di wilayah Kalimantan. penataan batas. b. Sulawesi.41 Pasal 153 (1) Seksi Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah Sumatera mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. serta penunjukan kawasan hutan di wilayah Sumatera. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penunjukan. Bali dan Nusa Tenggara. pemetaan dan pelaksanaan penetapan fungsi kawasan hutan. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penunjukan. Sulawesi. Bali. Maluku dan Papua. prosedur. Pasal 154 Subdirektorat Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Sulawesi. penataan batas. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengukuhan dan penetapan fungsi kawasan hutan di wilayah Kalimantan. Maluku dan Papua. (2) Seksi Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah Jawa.

penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang perubahan fungsi dan peruntukan kawasan hutan di wilayah Sumatera. bimbingan teknis. Subdirektorat Perubahan Fungsi dan Peruntukan Kawasan Hutan Wilayah I menyelenggarakan fungsi: a. pemetaan dan pelaksanaan penetapan fungsi kawasan hutan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perubahan fungsi. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penataan batas. dan Nusa Tenggara. Jawa. Pasal 158 Subdirektorat Perubahan Fungsi dan Peruntukan Kawasan Hutan Wilayah I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. (2) Seksi Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah Maluku dan Papua mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Jawa. penyiapan bahan penyusunan norma. dan Nusa Tenggara. pengukuran. serta penunjukan kawasan hutan wilayah Kalimantan dan Sulawesi.dan d. Bali. c. Jawa. Pasal 159 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 158. Bali. prosedur. Bali. Bali. Jawa. pelaksanaan kebijakan. Pasal 157 (1) Seksi Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah Kalimantan dan Sulawesi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. Jawa. Seksi Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah Maluku dan Papua. pelaksanaan kebijakan. Bali. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perubahan fungsi dan peruntukan kawasan hutan di wilayah Sumatera. dan kriteria di bidang perubahan fungsi dan peruntukan kawasan hutan di wilayah Sumatera. dan Nusa Tenggara. dan Nusa Tenggara. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang perubahan fungsi dan peruntukan kawasan hutan di wilayah Sumatera. perubahan peruntukan kawasan hutan wilayah Sumatera. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penataan batas. b. serta penunjukan kawasan hutan wilayah Maluku dan Papua. b. Seksi Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah Kalimantan dan Sulawesi. dan Nusa Tenggara. pelaksanaan kebijakan. .42 Pasal 156 Subdirektorat Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah II terdiri atas: a. pengukuran. pemetaan dan pelaksanaan penetapan fungsi kawasan hutan.

Bali. pelaksanaan kebijakan. Maluku. pelaksanaan kebijakan. Bali. Sulawesi. Maluku. Pasal 162 Subdirektorat Perubahan Fungsi dan Peruntukan Kawasan Hutan Wilayah II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. tukar menukar serta mutasi kawasan hutan di wilayah Sumatera. dan Papua. Jawa. Pasal 163 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 162. Sulawesi. bimbingan teknis. perubahan peruntukan kawasan hutan wilayah Kalimantan. Seksi Pelepasan dan Tukar Menukar Kawasan Hutan Wilayah I. dan Papua. dan Nusa Tenggara. dan kriteria di bidang perubahan fungsi dan peruntukan kawasan hutan di wilayah Kalimantan. (2) Seksi Perubahan Fungsi dan Penyediaan Areal Transmigrasi Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. Pasal 161 (1) Seksi Pelepasan dan Tukar Menukar Kawasan Hutan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang perubahan fungsi kawasan hutan dan penyediaan areal transmigrasi di wilayah Sumatera. Subdirektorat Perubahan Fungsi dan Peruntukan Kawasan Hutan Wilayah II menyelenggarakan fungsi: a. prosedur. dan Papua. Sulawesi. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang perubahan fungsi dan peruntukan kawasan hutan di wilayah Kalimantan. c. Jawa. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perubahan fungsi.43 Pasal 160 Subdirektorat Perubahan Fungsi dan Peruntukan Kawasan Hutan Wilayah I terdiri atas: a. penyiapan bahan penyusunan norma. dan Papua. standar. b.dan . penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pelepasan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang perubahan fungsi dan peruntukan kawasan hutan di wilayah Kalimantan. Seksi Perubahan Fungsi dan Penyediaan Areal Transmigrasi Wilayah I. Maluku.dan b. Sulawesi. Maluku. dan Nusa Tenggara.

bimbingan teknis. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pelepasan.44 d.dan . b. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang informasi dan dokumentasi pengukuhan dan pengolahan data mutasi kawasan hutan. pelaksanaan kebijakan. Pasal 164 Subdirektorat Perubahan Fungsi dan Peruntukan Kawasan Hutan Wilayah II terdiri atas: a. pelaksanaan kebijakan. dan Papua. Seksi Perubahan Fungsi dan Penyediaan Areal Transmigrasi Wilayah II. Sulawesi. dan Papua. penyiapan bahan penyusunan norma. Maluku. Pasal 167 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 166. Sulawesi. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang perubahan fungsi kawasan hutan dan penyediaan areal transmigrasi di wilayah Kalimantan. prosedur. Subdirektorat Informasi dan Dokumentasi Kawasan Hutan menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Perubahan Fungsi dan Penyediaan Areal Transmigrasi Wilayah II mempunyai tugas penyiapan bahan perumusan kebijakan. tukar menukar serta mutasi kawasan hutan di wilayah Kalimantan. Maluku. Seksi Pelepasan dan Tukar Menukar Kawasan Hutan Wilayah II.dan b. Sulawesi. dan kriteria di bidang informasi dan dokumentasi pengukuhan dan pengolahan data mutasi kawasan hutan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang informasi dan dokumentasi pengukuhan dan pengolahan data mutasi kawasan hutan. pelaksanaan kebijakan. Pasal 165 (1) Seksi Pelepasan dan Tukar Menukar Kawasan Hutan Wilayah II mempunyai tugas penyiapan bahan perumusan kebijakan. Maluku. dan Papua. Pasal 166 Subdirektorat Informasi dan Dokumentasi Kawasan Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. c. standar. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang informasi dan dokumentasi pengukuhan dan pengolahan data mutasi kawasan hutan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perubahan fungsi dan peruntukan kawasan hutan di wilayah Kalimantan.

pelaksanaan kebijakan. Seksi Informasi Kawasan Hutan. Seksi Dokumentasi Kawasan Hutan. b. Bagian Keenam Direktorat Inventarisasi dan Pemantauan Sumber Daya Hutan Pasal 171 Direktorat Inventarisasi dan Pemantauan Sumber Daya Hutan mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. kerumahtanggaan. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang inventarisasi dan pemantauan sumber daya hutan. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang informasi dan dokumentasi pengukuhan dan pengolahan data mutasi kawasan hutan. Pasal 170 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. kearsipan dan pelaporan Direktorat. Pasal 168 Subdirektorat Informasi dan Dokumentasi Kawasan Hutan terdiri atas: a.45 d. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengolahan data dan informasi kawasan hutan. pelaksanaan kebijakan. kepegawaian. Direktorat Inventarisasi dan Pemantauan Sumber Daya Hutan menyelenggarakan fungsi: . keuangan. (2) Seksi Dokumentasi Kawasan Hutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengolahan dokumen kawasan hutan. Pasal 172 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 171. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas sehari-hari secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Informasi dan Dokumentasi Kawasan Hutan. Pasal 169 (1) Seksi Informasi Kawasan Hutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.

pemantauan. pemetaan dan jaringan data spasial sumber daya hutan. inventarisasi hutan tingkat wilayah. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang inventarisasi flora dan sosial budaya untuk inventarisasi hutan tingkat nasional. standar.dan e. Pasal 175 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 174.46 a. d. inventarisasi hutan tingkat unit pengelolaan dan penyusunan Neraca Sumber Daya Hutan. Subdirektorat Pemantauan Sumber Daya Hutan. inventarisasi hutan tingkat wilayah. c. Pasal 173 Direktorat Inventarisasi dan Pemantauan Sumber Daya Hutan terdiri atas: a. Subdirektorat Jaringan Data Spasial. pelaksanaan kebijakan. prosedur. d. dan inventarisasi hutan tingkat unit pengelolaan dan penyusunan Neraca Sumber Daya Hutan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang inventarisasi. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang inventarisasi. dan kriteria di bidang inventarisasi. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Subdirektorat Inventarisasi Sumber Daya Hutan menyelenggarakan fungsi: a. pemetaan dan jaringan data spasial sumber daya hutan. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang inventarisasi. pemetaan dan jaringan data spasial sumber daya hutan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang inventarisasi flora dan sosial budaya untuk inventarisasi hutan tingkat nasional. pemantauan. pemetaan dan jaringan data spasial sumber daya hutan. pemantauan. Subdirektorat Inventarisasi Sumber Daya Hutan. b. Subbagian Tata Usaha. pemantauan. penyiapan penyusunan norma. Pasal 174 Subdirektorat Inventarisasi Sumber Daya Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Subdirektorat Pemetaan Potensi Sumber Daya Hutan. b. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang inventarisasi flora dan sosial budaya untuk inventarisasi hutan tingkat nasional. inventarisasi hutan tingkat . c. b.dan e.

Pasal 177 (1) Seksi Inventarisasi Hutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. c. dan kriteria di bidang inventarisasi flora dan sosial budaya untuk inventarisasi hutan tingkat nasional. Subdirektorat Pemantauan Sumber Daya Hutan menyelenggarakan fungsi: . bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemantauan sumber daya hutan. inventarisasi hutan tingkat wilayah. (2) Seksi Inventarisasi Sosial Budaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang inventarisasi flora berupa kayu.dan d. inventarisasi hutan tingkat wilayah. Pasal 178 Subdirektorat Pemantauan Sumber Daya Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang inventarisasi sosial budaya masyarakat di dalam dan di sekitar hutan serta penyusunan Neraca Sumber Daya Hutan. Seksi Inventarisasi Hutan. b. penyiapan bahan penyusunan norma. pelaksanaan kebijakan. dan inventarisasi hutan tingkat unit pengelolaan dan penyusunan Neraca Sumber Daya Hutan. dan inventarisasi hutan tingkat unit pengelolaan dan penyusunan Neraca Sumber Daya Hutan. Pasal 176 Subdirektorat Inventarisasi Sumber Daya Hutan terdiri atas: a. prosedur. inventarisasi hutan tingkat wilayah dan inventarisasi hutan tingkat unit pengelolaan. Seksi Inventarisasi Sosial Budaya. pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan kebijakan.47 wilayah. Pasal 179 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 178. bukan kayu. dan inventarisasi hutan tingkat unit pengelolaan dan penyusunan Neraca Sumber Daya Hutan. inventarisasi hutan tingkat nasional. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang inventarisasi flora dan sosial budaya untuk inventarisasi hutan tingkat nasional.

c. Seksi Pemantauan Sumber Daya Hutan Tingkat Nasional dan Wilayah. Pasal 182 Subdirektorat Pemetaan Sumberdaya Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Pasal 180 Subdirektorat Pemantauan Sumber Daya Hutan terdiri atas: a. . pelaksanaan kebijakan. b. Seksi Pemantauan Sumber Daya Hutan Tingkat Unit Pengelolaan. Pasal 181 (1) Seksi Pemantauan Sumber Daya Hutan Tingkat Nasional dan Wilayah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.48 a. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang informasi dan dokumentasi peta sumber daya hutan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang informasi dan dokumentasi peta sumberdaya hutan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pemantauan sumber daya hutan tingkat unit pengelolaan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemantauan sumber daya hutan. Pasal 183 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 182. dan kriteria di bidang pemantauan sumber daya hutan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pemantauan sumber daya hutan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang informasi dan dokumentasi peta sumberdaya hutan. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pemantauan sumber daya hutan. penyiapan bahan penyusunan norma. Subdirektorat Pemetaan Sumberdaya Hutan menyelenggarakan fungsi: a. prosedur. pelaksanaan kebijakan. standar. (2) Seksi Pemantauan Sumber Daya Hutan Tingkat Unit Pengelolaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. b. b.dan d. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pemantauan sumber daya hutan tingkat nasional dan wilayah.

dan distribusi peta sumberdaya hutan. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang jaringan data spasial kehutanan. penyiapan bahan penyusunan norma. . penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang dokumentasi. Seksi Informasi Peta Sumberdaya Hutan. b. pelayanan. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang jaringan data spasial kehutanan. dan kriteria di bidang informasi dan dokumentasi peta sumberdaya hutan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang jaringan data spasial kehutanan.dan d. Subdirektorat Jaringan Data Spasial menyelenggarakan fungsi: a. prosedur. standar. penyiapan bahan penyusunan norma. pelaksanaan kebijakan. c. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang jaringan data spasial kehutanan. Pasal 184 Subdirektorat Pemetaan Sumber Daya Hutan terdiri atas: a. pelaksanaan kebijakan. Pasal 186 Subdirektorat Jaringan Data Spasial mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan.dan d. standar. prosedur. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang informasi dan dokumentasi peta sumberdaya hutan.49 c. b. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyusunan dan penyajian informasi peta sumberdaya hutan. Pasal 187 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 186. (2) Seksi Dokumentasi Peta Sumberdaya Hutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 185 (1) Seksi Informasi Peta Sumberdaya Hutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan kriteria di bidang jaringan data spasial kehutanan. Seksi Dokumentasi Peta Sumberdaya Hutan.

pelaksanaan kebijakan. Seksi Pengelolaan Jaringan Data Spasial. kearsipan dan pelaporan Direktorat. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pembangunan basis dan aliran data spasial kehutanan. Bagian Ketujuh Direktorat Penggunaan Kawasan Hutan Pasal 191 Direktorat Penggunaan Kawasan Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. monitoring dan evaluasi kemampuan jaringan sesuai kebutuhan dan teknologi dan melaksanakan fungsi sebagai unit kliring data spasial kehutanan. pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penggunaan kawasan hutan untuk kepentingan pembangunan di luar kegiatan kehutanan. kepegawaian. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengelolaan data spasial kehutanan berbasis GIS dan jaringan. Seksi Pengelolaan Basis Data Spasial. Pasal 190 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. Pasal 189 (1) Seksi Pengelolaan Basis Data Spasial mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas sehari-hari secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Jaringan Data Spasial.50 Pasal 188 Subdirektorat Jaringan Data Spasial terdiri atas: a. (2) Seksi Pengelolaan Jaringan Data Spasial mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. keuangan. mengatur keamanan akses dalam rangka pembangunan basis data spasial. . kerumahtanggaan.dan b. mengembangkan kemampuan jaringan dalam mendukung akses basis data secara lebih meluas.

Subbagian Tata Usaha. standar. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang penggunaan kawasan hutan. Bali. c. Pasal 194 Subdirektorat Penggunaan Kawasan Hutan Wilayah I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. dan informasi penggunaan kawasan hutan untuk kepentingan pembangunan di luar kegiatan kehutanan. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyiapan areal penggunaan kawasan hutan di wilayah Sumatera. b. Pasal 193 Direktorat Penggunaan Kawasan Hutan terdiri atas: a. Subdirektorat Penggunaan Kawasan Hutan Wilayah I menyelenggarakan fungsi: .dan e. Pasal 195 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 194. PNBP. dan informasi penggunaan kawasan hutan untuk kepentingan pembangunan di luar kegiatan kehutanan. d. Subdirektorat Penggunaan Kawasan Hutan Wilayah II. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat.51 Pasal 192 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 191. b. dan informasi penggunaan kawasan hutan untuk kepentingan pembangunan di luar kegiatan kehutanan. penyiapan penyusunan norma. pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Informasi Penggunaan Kawasan Hutan. Jawa. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penggunaan kawasan hutan. prosedur. PNBP. Subdirektorat Penggunaan Kawasan Hutan Wilayah I. Subdirektorat PNBP Penggunaan Kawasan Hutan. dan Nusa Tenggara. dan informasi penggunaan kawasan hutan untuk kepentingan pembangunan di luar kegiatan kehutanan. d. dan kriteria di bidang penggunaan kawasan hutan. Direktorat Penggunaan Kawasan Hutan menyelenggarakan fungsi: a. c.dan e. PNBP. penyiapan perumusan kebijakan di bidang penggunaan kawasan hutan. PNBP.

penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penggunaan kawasan hutan untuk non pertambangan di wilayah Sumatera. c. dan Nusa Tenggara. Jawa. standar.52 a. Bali dan Nusa Tenggara. pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Penggunaan Kawasan Hutan Untuk Non Pertambangan mempunyai tugas penyiapan bahan perumusan kebijakan. Jawa. Sulawesi. Seksi Penggunaan Untuk Non Pertambangan. Jawa. dan Nusa Tenggara. Jawa. bimbingan teknis. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penggunaan kawasan hutan di wilayah Sumatera. dan Nusa Tenggara. Pasal 197 (1) Seksi Penggunaan Kawasan Hutan Untuk Pertambangan mempunyai tugas penyiapan bahan perumusan kebijakan. b. dan Nusa Tenggara. dan Papua. Pasal 198 Subdirektorat Penggunaan Kawasan Hutan Wilayah II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Maluku. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penggunaan kawasan hutan di wilayah Sumatera. Sulawesi. Subdirektorat Penggunaan Kawasan Hutan Wilayah II menyelenggarakan fungsi: a. Bali. Seksi Penggunaan Untuk Pertambangan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penggunaan kawasan hutan untuk pertambangan di wilayah Sumatera. pelaksanaan kebijakan. Bali. penyiapan bahan penyusunan norma. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyiapan areal penggunaan kawasan hutan wilayah Kalimantan. Bali. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penggunaan kawasan hutan di wilayah Sumatera.dan b. Jawa. dan Papua. . Jawa. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penggunaan kawasan hutan wilayah Kalimantan. Bali dan Nusa Tenggara. Pasal 196 Subdirektorat Penggunaan Kawasan Hutan Wilayah I terdiri atas: a. Bali. Pasal 199 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 198. dan kriteria di bidang penggunaan kawasan hutan di wilayah Sumatera. prosedur. d. Maluku.

Maluku. dan Papua.dan d. pelaksanaan kebijakan. dan Papua. Sulawesi. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penggunaan kawasan hutan wilayah Kalimantan. pelaksanaan kebijakan. Pasal 201 (1) Seksi Penggunaan Kawasan Hutan Untuk Pertambangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan kriteria di bidang penggunaan kawasan hutan wilayah Kalimantan. standar. Pasal 200 Subdirektorat Penggunaan Kawasan Hutan Wilayah II terdiri atas: a. penyiapan bahan penyusunan norma. Maluku. Pasal 202 Subdirektorat PNBP Penggunaan Kawasan Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Pasal 203 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 202. Maluku dan Papua. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyiapan areal penggunaan kawasan hutan untuk pertambangan wilayah Kalimantan. Sulawesi. Sulawesi. pelaksanaan kebijakan. Maluku dan Papua. (2) Seksi Penggunaan Kawasan Hutan Untuk Non Pertambangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Penggunaan Untuk Non Pertambangan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penerimaan negara bukan pajak yang berasal dari kegiatan penggunaan kawasan hutan untuk pembangunan di luar kehutanan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penerimaan negara bukan pajak dari kegiatan penggunaan kawasan hutan untuk pembangunan di luar kehutanan. prosedur. Subdirektorat PNBP Penggunaan Kawasan Hutan menyelenggarakan fungsi: a. . Maluku. Sulawesi.53 b. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyiapan areal penggunaan kawasan hutan untuk Non pertambangan wilayah Kalimantan. c.dan b. bimbingan teknis. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penggunaan kawasan hutan wilayah Kalimantan. dan Papua. Sulawesi. Seksi Penggunaan Untuk Pertambangan.

Seksi PNBP Penggunaan Kawasan Hutan Untuk Pertambangan. dan kriteria di bidang penerimaan negara bukan pajak yang berasal dari kegiatan penggunaan kawasan hutan untuk pembangunan di luar kehutanan. Subdirektorat Informasi Penggunaan Kawasan Hutan menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis. bimbingan teknis. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penerimaan negara bukan pajak yang berasal dari kegiatan penggunaan kawasan hutan untuk pembangunan di luar kehutanan. Seksi PNBP Penggunaan Kawasan Hutan Untuk Non Pertambangan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang informasi penggunaan kawasan hutan.dan d.dan b. . Pasal 207 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 206. pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. Pasal 206 Subdirektorat Informasi Penggunaan Kawasan Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. (2) Seksi PNBP Penggunaan Kawasan Hutan Untuk Non Pertambangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 205 (1) Seksi PNBP Penggunaan Kawasan Hutan Untuk Pertambangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang informasi penggunaan kawasan hutan. penyiapan bahan penyusunan norma. c. standar. dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penerimaan negara bukan pajak dari penggunaan kawasan hutan untuk pertambangan. prosedur. Pasal 204 Subdirektorat PNBP Penggunaan Kawasan Hutan terdiri atas: a.54 b. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penerimaan negara bukan pajak dari penggunaan kawasan hutan untuk non pertambangan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penerimaan negara bukan pajak yang berasal dari kegiatan penggunaan kawasan hutan untuk pembangunan di luar kehutanan.

c. Seksi Informasi Penggunaan Kawasan Hutan Wilayah I. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang informasi penggunaan kawasan hutan.dan b. pelaksanaan kebijakan. . penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang informasi penggunaan kawasan hutan wilayah Sumatera. dan Nusa Tenggara. Bali.dan d. penyiapan bahan penyusunan norma. Maluku dan Papua. (2) Seksi Informasi Penggunaan Kawasan Hutan Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. kepegawaian. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang informasi penggunaan kawasan hutan wilayah Kalimantan. Sulawesi. prosedur. Pasal 209 (1) Seksi Informasi Penggunaan Kawasan Hutan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.55 b. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas sehari-hari secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Informasi Penggunaan Kawasan Hutan. kerumahtanggaan. Jawa. dan kriteria di bidang informasi penggunaan kawasan hutan. kearsipan dan pelaporan Direktorat. Seksi Informasi Penggunaan Kawasan Hutan Wilayah II. Pasal 210 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. Pasal 208 Subdirektorat Informasi Penggunaan Kawasan Hutan terdiri atas: a. standar. keuangan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang informasi penggunaan kawasan hutan.

Direktorat Wilayah Pengelolaan dan Penyiapan Areal Pemanfaatan Kawasan Hutan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pembentukan wilayah pengelolaan hutan. Subdirektorat Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Wilayah I. Pasal 213 Direktorat Wilayah Pengelolaan dan Penyiapan Areal Pemanfaatan Kawasan Hutan terdiri atas: a. dan kriteria di bidang pembentukan wilayah pengelolaan hutan. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pembentukan wilayah pengelolaan hutan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pembentukan wilayah pengelolaan hutan. c.56 Bagian Kedelapan Direktorat Wilayah Pengelolaan dan Penyiapan Areal Pemanfaatan Kawasan Hutan Pasal 211 Direktorat Wilayah Pengelolaan dan Penyiapan Areal Pemanfaatan Kawasan Hutan mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. penyiapan areal pemanfaatan hutan dan informasi wilayah pengelolaan kawasan hutan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang wilayah pengelolaan dan penyiapan areal pemanfaatan hutan. b. Subdirektorat Informasi Wilayah Pengelolaan dan Pemanfaatan Kawasan Hutan. penyiapan areal pemanfaatan hutan dan informasi wilayah pengelolaan kawasan hutan. penyiapan penyusunan norma. pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Wilayah II. d. penyiapan areal pemanfaatan hutan dan informasi wilayah pengelolaan kawasan hutan. Subbagian Tata Usaha.dan e. . b. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. c. prosedur. bimbingan teknis. penyiapan areal pemanfaatan hutan dan informasi wilayah pengelolaan kawasan hutan. d. Pasal 212 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 211. Subdirektorat Pembentukan Wilayah Pengelolaan Hutan. standar.dan e.

dan kriteria di bidang pembentukan wilayah pengelolaan hutan. Seksi Pembentukan Wilayah Pengelolaan Hutan Wilayah I. Jawa. bimbingan teknis. Pasal 216 Subdirektorat Pembentukan Wilayah Pengelolaan Hutan terdiri atas: a. b. Seksi Pembentukan Wilayah Pengelolaan Hutan Wilayah II. pelaksanaan kebijakan. . penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pembentukan wilayah pengelolaan hutan. pelaksanaan kebijakan. kebijakan di bidang pembentukan wilayah c. Bali dan Nusa Tenggara. Subdirektorat Pembentukan Wilayah Pengelolaan Hutan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan norma.dan d. (2) Seksi Pembentukan Wilayah Pengelolaan Kawasan Hutan Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar.57 Pasal 214 Subdirektorat Pembentukan Wilayah Pengelolaan Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. dan Papua. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pembentukan wilayah pengelolaan hutan. Sulawesi. pelaksanaan kebijakan. Pasal 215 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 214.dan b. prosedur. Pasal 217 (1) Seksi Pembentukan Wilayah Pengelolaan Hutan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pembentukan wilayah pengelolaan hutan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pembentukan wilayah pengelolaan hutan di wilayah Kalimantan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pembentukan wilayah pengelolaan hutan di wilayah Sumatera. Maluku. penyiapan bahan pelaksanaan pengelolaan hutan.

usaha pariwisata alam. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyiapan areal pemanfaatan hutan tanaman dan hutan tanaman rakyat di wilayah Sumatera. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyiapan areal pemanfaatan hutan alam. Jawa. Subdirektorat Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Wilayah I menyelenggarakan fungsi: a. Jawa. standar. Bali dan Nusa Tenggara. hutan desa.dan d. pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. Pasal 220 Subdirektorat Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Wilayah I terdiri atas: a. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 219 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 218. Bali dan Nusa Tenggara. Jawa.58 Pasal 218 Subdirektorat Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Wilayah I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Bali dan Nusa Tenggara. Seksi Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Alam Wilayah I. c. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penyiapan areal pemanfaatan kawasan hutan di wilayah Sumatera. dan kriteria di bidang penyiapan areal pemanfaatan kawasan hutan di wilayah Sumatera. Bali dan Nusa Tenggara. Bali dan Nusa Tenggara. hutan kemasyarakatan. bimbingan teknis.dan b. pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Tanaman Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Jawa. usaha jasa lingkungan dan kawasan hutan dengan tujuan khusus di wilayah Sumatera. Jawa. Jawa. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penyiapan areal pemanfaatan kawasan hutan di wilayah Sumatera. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyiapan areal pemanfaatan kawasan hutan di wilayah Sumatera. b. Bali dan Nusa Tenggara. . Seksi Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Tanaman Wilayah I. Jawa. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyiapan areal pemanfaatan kawasan hutan di wilayah Sumatera. Bali dan Nusa Tenggara. prosedur. Pasal 221 (1) Seksi Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Alam Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.

penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyiapan areal pemanfaatan hutan tanaman. Sulawesi. Seksi Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Alam Wilayah II.dan d. Maluku dan Papua. Subdirektorat Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Wilayah II menyelenggarakan fungsi: a. usaha jasa lingkungan dan kawasan hutan dengan tujuan khusus di wilayah Kalimantan. bimbingan teknis. prosedur. dan hutan tanaman rakyat di wilayah Kalimantan. Maluku dan Papua.59 Pasal 222 Subdirektorat Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Wilayah II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. Pasal 224 Subdirektorat Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Wilayah II terdiri atas: a. Maluku dan Papua. Seksi Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Tanaman Wilayah II. pelaksanaan kebijakan. Sulawesi. Sulawesi. Maluku dan Papua. c. penyiapan bahan penyusunan norma. b. Sulawesi. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penyiapan areal pemanfaatan hutan di wilayah Kalimantan. Sulawesi. usaha pariwisata alam. Pasal 225 (1) Seksi Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Alam Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Maluku dan Papua. hutan kemasyarakatan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penyiapan areal pemanfaatan hutan di wilayah Kalimantan.dan b. Maluku dan Papua. dan kriteria di bidang penyiapan areal pemanfaatan hutan di wilayah Kalimantan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyiapan areal pemanfaatan hutan di wilayah Kalimantan. hutan desa. Sulawesi. . (2) Seksi Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Tanaman Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 223 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 222. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyiapan areal pemanfaatan hutan alam. Maluku dan Papua. standar. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyiapan areal pemanfaatan hutan di wilayah Kalimantan. Sulawesi. pelaksanaan kebijakan.

pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. . dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang informasi wilayah pengelolaan dan pemanfaatan kawasan hutan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang informasi wilayah pengelolaan dan pemanfaatan kawasan hutan. prosedur. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyiapan informasi pembentukan wilayah. pelaksanaan kebijakan. Seksi Informasi Wilayah Pengelolaan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang informasi geografis pemanfaatan kawasan hutan. (2) Seksi Informasi Pemanfaatan Kawasan Hutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 228 Subdirektorat Informasi Wilayah Pengelolaan dan Pemanfaatan Kawasan Hutan terdiri atas: a. Pasal 227 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 226.dan b. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang informasi wilayah pengelolaan dan pemanfaatan kawasan hutan. Seksi Informasi Pemanfaatan Kawasan Hutan. Pasal 229 (1) Seksi Informasi Wilayah Pengelolaan mempuyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang informasi wilayah pengelolaan dan pemanfaatan kawasan hutan.dan d. b. dan kriteria di bidang informasi wilayah pengelolaan dan pemanfaatan kawasan hutan. bimbingan teknis.60 Pasal 226 Subdirektorat Informasi Wilayah Pengelolaan dan Pemanfaatan Kawasan Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. c. Subdirektorat Informasi Wilayah Pengelolaan dan Pemanfaatan Kawasan Hutan menyelenggarakan fungsi: a.

(2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas sehari-hari secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Informasi Wilayah Pengelolaan dan Pemanfaatan Kawasan Hutan. kearsipan dan pelaporan Direktorat.61 Pasal 230 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. kepegawaian. keuangan. kerumahtanggaan. .

pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam. perumusan kebijakan di bidang perlindungan hutan dan konservasi alam sesuai peraturan perundang-undangan. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perlindungan hutan dan konservasi alam sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Tugas dan Fungsi Pasal 231 (1) Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam adalah unsur pelaksana yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kehutanan. .dan e. Pasal 232 Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang perlindungan hutan dan konservasi alam sesuai dengan peraturan perundangundangan. c. b. dan kriteria di bidang perlindungan hutan dan konservasi alam sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan kebijakan di bidang perlindungan hutan dan konservasi alam sesuai dengan peraturan perundang-undangan. standar. penyusunan norma.62 BAB V DIREKTORAT JENDERAL PERLINDUNGAN HUTAN DAN KONSERVASI ALAM Bagian Pertama Kedudukan. (2) Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam dipimpin oleh Direktur Jenderal. d. Pasal 233 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 232. prosedur.

Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kawasan Konservasi dan Hutan Lindung. organisasi dan tata laksana di bidang perlindungan hutan dan konservasi alam. perlengkapan dan administrasi keuangan Direktorat Jenderal. e. evaluasi dan pelaporan di bidang perlindungan hutan dan konservasi alam. b. koordinasi dan penyiapan telaahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. pemberian pertimbangan dan bantuan hukum di bidang perlindungan hutan dan konservasi alam. Sekretariat Direktorat Jenderal. Pasal 236 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 235. koordinasi dan pelaksanaan tata usaha. d. Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati. koordinasi dan pelaksanaan urusan kepegawaian.dan f. Direktorat Kawasan Konservasi dan Bina Hutan Lindung. Direktorat Penyidikan dan Pengamanan Hutan. koordinasi dan penyusunan rencana. c. Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan. c. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 235 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unit organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal. .dan e. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. b. koordinasi dan pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi di bidang perlindungan hutan dan konservasi alam. program.63 Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 234 Direktorat Jenderal Perlindungan hutan dan Konservasi Alam terdiri atas: a. d. kerja sama teknik.

dan d. Pasal 239 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 238. Pasal 238 Bagian Program dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi penyusunan dan pelaksanaan rencana. Subbagian Program dan Anggaran. penyusunan statistik. Bagian Keuangan dan Umum. Pasal 240 Bagian Program dan Evaluasi terdiri atas: a.64 Pasal 237 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. penyiapan bahan koordinasi dan pengumpulan data serta penyajian informasi c. Bagian Program dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. data. Bagian Kepegawaian. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan program dan anggaran. Subbagian Data dan Informasi. .dan c. (2) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan pengumpulan.dan d. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. informasi dan statistik serta pelaksanaan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. b. program dan anggaran. serta kehumasan. Organisasi dan Tata Laksana. c. Pasal 241 (1) Subbagian Program dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program kerja dan anggaran. b. penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan rencana dan program. b. Bagian Hukum dan Kerja Sama Teknik. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan statistik dan kehumasan. Bagian Program dan Evaluasi. pengolahan data dan penyajian informasi.

serta penyiapan bahan penyusunan organisasi dan ketatalaksanaan. pelatihan. penyiapan bahan penyusunan organisasi dan ketatalaksanaan. pendisiplinan dan penghargaan pegawai serta administrasi jabatan fungsional. Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional. Subbagian Organisasi dan Tata Laksana. perumusan tugas. Pasal 243 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 242. (2) Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan pendidikan. fungsi. pedoman dan prosedur kerja dan pembakuan prasarana dan sarana kerja. Pasal 242 Bagian Kepegawaian. dan administrasi kepegawaian. dan evaluasi kinerja organisasi. Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. b. b. Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepegawaian. pelaksanaan urusan administrasi kepegawaian. pelaksanaan urusan pengembangan karier pegawai dan administrasi jabatan fungsional. Organisasi dan Tata Laksana terdiri atas: a. pengembangan pegawai dan administrasi jabatan fungsional. . susunan organisasi.dan c. Pasal 244 Bagian Kepegawaian. Pasal 245 (1) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana formasi pegawai.65 (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi kinerja dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. serta penyusunan tata hubungan kerja.dan c. tata kerja. Bagian Kepegawaian. (3) Subbagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis jabatan. Subbagian Administrasi Kepegawaian.

Pasal 247 Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 246. penyiapan bahan perbendaharaan. penyusunan rencana anggaran gaji dan penggajian. bantuan hukum. Pasal 250 Bagian Hukum dan Kerja Sama Teknik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan.dan c. Subbagian Perlengkapan. melakukan akuntansi keuangan dan barang milik negara.66 Pasal 246 Bagian Keuangan dan Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan. pelaksanaan urusan tata usaha. Subbagian Tata Usaha. pelaksanaan urusan perlengkapan. pelaksanaan urusan administrasi keuangan. b. pelaporan keuangan. . penyelesaian tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. penelaahan permasalahan. serta penyiapan bahan administrasi kerja sama teknik dalam negeri dan luar negeri. Pasal 248 Bagian Keuangan dan Umum terdiri atas: a. (2) Subbagian Administrasi Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan tata laksana keuangan. (3) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan urusan rumah tangga dan pengelolaan barang milik negara. b. Pasal 249 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan.dan c. perlengkapan. Bagian Keuangan dan Umum menyelenggarakan fungsi: a. pertimbangan. rumah tangga. kearsipan dan pembinaan tata persuratan. pembinaan kebendaharaan petugas SAI dan petugas SIMAK-BMN. kearsipan dan pengelolaan urusan keuangan. Subbagian Administrasi Keuangan. verifikasi.

Subbagian Kerja Sama Teknik. Bagian Hukum dan Kerja Sama Teknik menyelenggarakan fungsi: a. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyidikan dan pengamanan hutan. penyiapan bahan pertimbangan dan bantuan hukum. Subbagian Peraturan Perundang-undangan. penelaahan dan penanganan permasalahan. b. Pasal 255 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 254. dan bantuan permasalahan hukum.dan c. (3) Subbagian Kerja Sama Teknik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan koordinasi administrasi kerja sama teknik dalam negeri dan luar negeri. penyiapan bahan peraturan perundang-undangan. penyiapan bahan administrasi kerja sama teknik dalam negeri dan luar negeri. b. (2) Subbagian Pertimbangan dan Bantuan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. Subbagian Pertimbangan dan Bantuan Hukum. Bagian Keempat Direktorat Penyidikan dan Pengamanan Hutan Pasal 254 Direktorat Penyidikan dan Pengamanan Hutan mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. Pasal 253 (1) Subbagian Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rancangan dan penelahaan peraturan perundangundangan.dan c. Direktorat Penyidikan dan Pengamanan Hutan menyelenggarakan fungsi: .67 Pasal 251 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 250. pertimbangan. pelaksanaan kebijakan. Pasal 252 Bagian Hukum dan Kerja Sama Teknik terdiri atas: a.

dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang program dan evaluasi penyidikan dan pengamanan hutan. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyidikan.dan e. pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Penyidikan dan Pengamanan Wilayah I. pengelolaan polisi kehutanan dan penyidik pegawai negeri sipil serta sarana prasarana penyidikan dan pengamanan hutan. pengelolaan polisi kehutanan dan penyidik pegawai negeri sipil serta sarana prasarana penyidikan dan pengamanan hutan. pembalakan dan peredaran hasil hutan ilegal. b. pengelolaan polisi kehutanan dan penyidik pegawai negeri sipil serta sarana prasarana penyidikan dan pengamanan hutan. perambahan peredaran ilegal tumbuhan dan satwa liar. pembalakan dan peredaran hasil hutan ilegal. perburuan liar. Subdirektorat Program dan Evaluasi Penyidikan dan Pengamanan. bimbingan teknis. perburuan liar. Subdirektorat Penyidikan dan Pengamanan Wilayah II. Subdirektorat Program dan Evaluasi Penyidikan dan Pengamanan menyelenggarakan fungsi: . prosedur. pembalakan dan peredaran hasil hutan ilegal. perambahan peredaran ilegal tumbuhan dan satwa liar. e. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. penyiapan perumusan kebijakan di bidang penyidikan. d. perburuan liar. Subbagian Tata Usaha. c. Pasal 257 Subdirektorat Program dan Evaluasi Penyidikan dan Pengamanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. standar. c. Subdirektorat Dukungan Operasi. perambahan peredaran ilegal tumbuhan dan satwa liar. perambahan peredaran ilegal tumbuhan dan satwa liar.68 a. penyiapan penyusunan norma. b. Subdirektorat Penyidikan dan Pengamanan Wilayah III. Pasal 256 Direktorat Penyidikan dan Pengamanan Hutan terdiri atas: a. perburuan liar. dan kriteria di bidang penyidikan.dan f. pembalakan dan peredaran hasil hutan ilegal. pengelolaan polisi kehutanan dan penyidik pegawai negeri sipil serta sarana prasarana penyidikan dan pengamanan hutan. Pasal 258 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 257. d. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang penyidikan.

dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penyidikan dan pengamanan hutan di wilayah Sumatera. Subdirektorat Penyidikan dan Pengamanan Wilayah I menyelenggarakan fungsi: a. prosedur. Jawa dan Bali. standar. Seksi Evaluasi. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang program dan rencana penyidikan dan pengamanan hutan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang program dan evaluasi penyidikan dan pengamanan. c. standar. Seksi Program. pelaksanaan kebijakan.dan . Jawa dan Bali. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penyidikan dan pengamanan hutan di wilayah Sumatera. Pasal 260 (1) Seksi Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Jawa dan Bali. Jawa dan Bali. (2) Seksi Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.dan d. bimbingan teknis. Pasal 262 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 261. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang program dan evaluasi penyidikan dan pengamanan. dan kriteria di bidang program dan evaluasi penyidikan dan pengamanan. Pasal 261 Subdirektorat Penyidikan dan Pengamanan Wilayah I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang evaluasi penyidikan dan pengamanan hutan. pelaksanaan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyidikan dan pengamanan hutan di wilayah Sumatera. c. dan kriteria di bidang penyidikan dan pengamanan hutan di wilayah Sumatera. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 259 Subdirektorat Program dan Evaluasi Penyidikan dan Pengamanan terdiri atas: a. prosedur. b. b.69 a. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang program dan evaluasi penyidikan dan pengamanan. penyiapan bahan penyusunan norma.

pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyidikan dan penanggulangan perambahan hutan dan kebakaran di wilayah Sumatera. pelaksanaan kebijakan. standar. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penyidikan dan pengamanan hutan di wilayah Kalimantan dan Nusa Tenggara. Jawa dan Bali. hama penyakit. (2) Seksi Perambahan Hutan dan Kebakaran Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyidikan dan pengamanan hutan di wilayah Kalimantan dan Nusa Tenggara.dan . Seksi Pembalakan Ilegal dan Tumbuhan dan Satwa Liar Wilayah I. pelaksanaan kebijakan. c. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penyidikan dan pengamanan hutan di wilayah Kalimantan dan Nusa Tenggara. prosedur.dan b. bimbingan teknis. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyidikan dan penanggulangan pembalakan ilegal. Jawa dan Bali. Pasal 263 Subdirektorat Penyidikan dan Pengamanan Hutan Wilayah I terdiri atas: a. b. Pasal 266 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 265. dan perburuan di wilayah Sumatera.70 d. Subdirektorat Penyidikan dan Pengamanan Wilayah II menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria di bidang penyidikan dan pengamanan hutan di wilayah Kalimantan dan Nusa Tenggara. peredaran tumbuhan dan satwa liar ilegal. Seksi Perambahan Hutan dan Kebakaran Wilayah I. Pasal 265 Subdirektorat Penyidikan dan Pengamanan Wilayah II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyidikan dan pengamanan hutan di wilayah Sumatera. Jawa dan Bali. Pasal 264 (1) Seksi Pembalakan Ilegal dan Tumbuhan dan Satwa Liar Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.

pelaksanaan kebijakan.dan b. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyidikan dan pengamanan hutan di wilayah Sulawesi. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyidikan dan pengamanan hutan di wilayah Kalimantan dan Nusa Tenggara. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penyidikan dan pengamanan hutan di wilayah Sulawesi. Maluku dan Papua.71 d. Subdirektorat Penyidikan dan Pengamanan Hutan Wilayah III menyelenggarakan fungsi: a. Maluku dan Papua. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyidikan dan penanggulangan pembalakan ilegal dan penanggulangan peredaran tumbuhan dan satwa liar ilegal. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyidikan dan penanggulangan perambahan hutan dan kebakaran di wilayah Kalimantan dan Nusa Tenggara. Pasal 270 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 269. Pasal 268 (1) Seksi Pembalakan Ilegal dan Tumbuhan dan Satwa Liar Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penyidikan dan pengamanan hutan di wilayah Sulawesi. Pasal 267 Subdirektorat Penyidikan dan Pengamanan Hutan Wilayah II terdiri atas: a. . Maluku dan Papua. b. pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Perambahan Hutan dan Kebakaran Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. Seksi Pembalakan Ilegal dan Tumbuhan dan Satwa Liar Wilayah II. perburuan di wilayah Kalimantan dan Nusa Tenggara. hama penyakit. bimbingan teknis. Pasal 269 Subdirektorat Penyidikan dan Pengamanan Hutan Wilayah III mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Seksi Perambahan Hutan dan Kebakaran Wilayah II.

pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyidikan dan penanggulangan pembalakan ilegal.dan d. pelaksanaan kebijakan. bimbingan teknis. Pasal 272 (1) Seksi Pembalakan Ilegal dan Tumbuhan dan Satwa Liar Wilayah III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang polisi kehutanan dan penyidik pegawai negeri sipil serta pengembangan dan pendayagunaan sarana dan prasarana pengamanan hutan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyidikan dan pengamanan hutan di wilayah Sulawesi.dan b. Pasal 274 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 273. Maluku dan Papua. Pasal 273 Subdirektorat Dukungan Operasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. dan perburuan di wilayah Sulawesi.72 c. hama penyakit. Maluku dan Papua. peredaran tumbuhan dan satwa liar ilegal. standar. pelaksanaan kebijakan. Maluku dan Papua. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyidikan dan penanggulangan perambahan hutan dan kebakaran di wilayah Sulawesi. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang polisi kehutanan dan penyidik pegawai negeri sipil serta pengembangan dan pendayagunaan sarana dan prasarana pengamanan hutan. Subdirektorat Dukungan Operasi menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Perambahan Hutan dan Kebakaran Wilayah III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Pembalakan Ilegal dan Tumbuhan dan Satwa Liar Wilayah III. Maluku dan Papua. dan kriteria di bidang penyidikan dan pengamanan hutan di wilayah Sulawesi. . Seksi Perambahan Hutan dan Kebakaran Wilayah III. prosedur. Pasal 271 Subdirektorat Penyidikan dan Pengamanan Hutan Wilayah III terdiri atas: a. penyiapan bahan penyusunan norma.

(2) Seksi Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. . dan kerumahtanggaan serta pelaporan Direktorat. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengembangan. c. pelaksanaan kebijakan. Pasal 276 (1) Seksi Polisi Kehutanan dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Polisi Kehutanan dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil. Pasal 277 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan.dan b. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang polisi kehutanan dan penyidik pegawai negeri sipil serta pengembangan dan pendayagunaan sarana dan prasarana pengamanan hutan. dan kriteria di bidang polisi kehutanan dan penyidik pegawai negeri sipil serta pengembangan dan pendayagunaan sarana dan prasarana pengamanan hutan. standar. Seksi Sarana dan Prasarana.73 b. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang polisi kehutanan dan penyidik pegawai negeri sipil serta pengembangan dan pendayagunaan sarana dan prasarana pengamanan hutan. tertib administrasi dan pendayagunaan sarana dan prasarana pengamanan hutan. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. keuangan. kepegawaian. prosedur. Pasal 275 Subdirektorat Dukungan Operasi terdiri atas: a. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengembangan dan pembinaan Polisi Kehutanan dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil.dan d. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Dukungan Operasi.

74 Bagian Kelima Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan Pasal 278 Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. Subbagian Tata Usaha. c. . pemadaman dan penanganan dampak pasca kebakaran. Pasal 280 Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan terdiri atas: a. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengendalian kebakaran hutan. Subdirektorat Monitoring Hotspot dan Pencegahan Kebakaran Hutan. pemadaman dan penanganan dampak pasca kebakaran. pencegahan. prosedur. bimbingan teknis. d. c. d. pencegahan. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang monitoring hotspot. b. dan kriteria di bidang monitoring hotspot. serta tenaga dan sarana prasarana di bidang pengendalian kebakaran hutan. b. pemadaman dan penanganan dampak pasca kebakaran. pencegahan.dan e. standar. pelaksanaan kebijakan. serta tenaga dan sarana prasarana di bidang pengendalian kebakaran hutan. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang monitoring hotspot. pemadaman dan penanganan dampak pasca kebakaran. serta tenaga dan sarana prasarana di bidang pengendalian kebakaran hutan. penyiapan penyusunan norma. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Subdirektorat Program dan Evaluasi Pengendalian Kebakaran Hutan. pencegahan.dan e. Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan menyelenggarakan fungsi: a. serta tenaga dan sarana prasarana di bidang pengendalian kebakaran hutan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang monitoring hotspot. Subdirektorat Tenaga dan Sarana Prasarana Pengendalian Kebakaran Hutan. Subdirektorat Pemadaman dan Penanganan Dampak Pasca Kebakaran Hutan. Pasal 279 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 278.

c. penyiapan bahan penyusunan norma. pelaksanaan kebijakan. Pasal 283 Subdirektorat Program dan Evaluasi Pengendalian Kebakaran Hutan terdiri atas: a. dan kriteria di bidang program dan evaluasi pengendalian kebakaran hutan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang program dan evaluasi pengendalian kebakaran hutan. Pasal 284 (1) Seksi Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. (2) Seksi Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan pengendalian kebakaran hutan. bimbingan teknis.dan d. bimbingan teknis. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang program dan evaluasi pengendalian kebakaran hutan. Pasal 285 Subdirektorat Monitoring Hotspot dan Pencegahan Kebakaran Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Subdirektorat Program dan Evaluasi Pengendalian Kebakaran Hutan menyelenggarakan fungsi: a. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang program dan evaluasi pengendalian kebakaran hutan. Seksi Program. prosedur. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang monitoring hotspot dan pencegahan kebakaran hutan. kebijakan di bidang program dan evaluasi b. Seksi Evaluasi. standar. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang program dan rencana pengendalian kebakaran hutan. Pasal 282 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 281. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang evaluasi pengendalian kebakaran hutan. .75 Pasal 281 Subdirektorat Program dan Evaluasi Pengendalian Kebakaran Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan.dan b. pelaksanaan kebijakan.

(2) Seksi Pencegahan Kebakaran Hutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Subdirektorat Monitoring Hotspot dan Pencegahan Kebakaran Hutan menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan bahan penyusunan norma. sistem informasi pemantauan hotspot. standar. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang monitoring hotspot dan pencegahan kebakaran hutan. pelaksanaan kebijakan. Seksi Pencegahan Kebakaran Hutan. b. . Pasal 288 (1) Seksi Monitoring Hotspot mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan sistem peringatan bahaya kebakaran. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemadaman dan penanganan dampak pasca kebakaran hutan. prosedur. Pasal 287 Subdirektorat Monitoring Hotspot dan Pencegahan Kebakaran Hutan terdiri atas: a. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang monitoring hotspot dan pencegahan kebakaran hutan. Pasal 289 Subdirektorat Pemadaman dan Penanganan Dampak Pasca Kebakaran Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. dan kriteria di bidang monitoring hotspot dan pencegahan kebakaran hutan. c. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang monitoring dan analisis hotspot. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pencegahan kebakaran hutan.dan d. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang monitoring hotspot dan pencegahan kebakaran hutan. bimbingan teknis. pelaksanaan kebijakan. Seksi Monitoring Hotspot.76 Pasal 286 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 285. pelaksanaan kebijakan.

standar. Jawa. pelaksanaan kebijakan. . Seksi Pemadaman dan Penanganan Dampak Pasca Kebakaran Hutan Wilayah II.dan d. dan kriteria di bidang pemadaman dan penanganan dampak pasca kebakaran hutan. (2) Seksi Pemadaman dan Penanganan Dampak Pasca Kebakaran Hutan Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pemadaman dan penanganan dampak pasca kebakaran hutan wilayah II di Kalimantan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemadaman dan penanganan dampak pasca kebakaran hutan. Maluku dan Papua. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pemadaman dan penanganan dampak pasca kebakaran hutan. pelaksanaan kebijakan. Pasal 292 (1) Seksi Pemadaman dan Penanganan Dampak Pasca Kebakaran Hutan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Subdirektorat Pemadaman dan Penanganan Dampak Pasca Kebakaran Hutan menyelenggarakan fungsi: a. prosedur. Pasal 291 Subdirektorat Pemadaman dan Penanganan Dampak Pasca Kebakaran Hutan terdiri atas: a. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pemadaman dan penanganan dampak pasca kebakaran hutan.77 Pasal 290 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 289. Seksi Pemadaman dan Penanganan Dampak Pasca Kebakaran Hutan Wilayah I. Pasal 293 Subdirektorat Tenaga dan Sarana Prasarana Pengendalian Kebakaran Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. Bali dan Sulawesi. b. pelaksanaan kebijakan. bimbingan teknis. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemadaman kebakaran hutan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pemadaman dan penanganan dampak pasca kebakaran hutan wilayah I di Sumatera. c. Nusa Tenggara.dan b.

78 Pasal 294 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 293. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang tenaga dan sarana prasarana pengendalian kebakaran hutan. Seksi Sarana dan Prasarana. pelaksanaan kebijakan.dan b. . Seksi Tenaga. dan kerumahtanggaan serta pelaporan Direktorat. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang tenaga dan sarana prasarana pengendalian kebakaran hutan. pelaksanaan kebijakan. Pasal 295 Subdirektorat Tenaga dan Sarana Prasarana Pengendalian Kebakaran Hutan terdiri atas: a. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 296 (1) Seksi Tenaga mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang sarana dan prasarana pengendalian kebakaran hutan. c. prosedur. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang tenaga dan sarana prasarana pengendalian kebakaran hutan. Subdirektorat Tenaga dan Sarana Prasarana Pengendalian Kebakaran Hutan menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang tenaga pengendalian kebakaran hutan. b. dan kriteria di bidang tenaga dan sarana prasarana pengendalian kebakaran hutan. keuangan. (2) Seksi Sarana dan Prasarana mempunyai tugas penyiapan bahan perumusan kebijakan. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Program dan Evaluasi Pengendalian Kebakaran Hutan.dan d. kepegawaian. standar. Pasal 297 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan.

Subdirektorat Konservasi Lahan Basah. pembinaan pengelolaan kawasan suaka alam. kawasan konservasi perairan. bimbingan teknis. hutan lindung. Subdirektorat Pemolaan dan Pengembangan. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemolaan dan pengembangan. Subdirektorat Kawasan Suaka Alam dan Hutan Lindung. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pemolaan dan pengembangan. kawasan pelestarian alam. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. standar. kawasan ekosistem esensial dan bina daerah penyangga. kawasan konservasi perairan.79 Bagian Keenam Direktorat Kawasan Konservasi dan Bina Hutan Lindung Pasal 298 Direktorat Kawasan Konservasi dan Bina Hutan Lindung mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. lahan basah. kawasan ekosistem esensial dan bina daerah penyangga. c. kawasan ekosistem esensial dan bina daerah penyangga. pelaksanaan kebijakan. kawasan pelestarian alam. b. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pemolaan dan pengembangan. pembinaan pengelolaan kawasan suaka alam. taman buru. lahan basah. Pasal 299 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 298. hutan lindung. b. taman buru. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang konservasi kawasan dan pembinaan hutan lindung. kawasan pelestarian alam. lahan basah. Direktorat Kawasan Konservasi dan Bina Hutan Lindung menyelenggarakan fungsi: a. . hutan lindung. kawasan ekosistem esensial dan bina daerah penyangga. pembinaan pengelolaan kawasan suaka alam. kawasan konservasi perairan. hutan lindung. dan kriteria di bidang pemolaan dan pengembangan. lahan basah. penyiapan penyusunan norma. taman buru. Perairan dan Ekosistem Esensial. c. kawasan pelestarian alam. Subdirektorat Kawasan Pelestarian Alam dan Taman Buru. prosedur. taman buru. kawasan konservasi perairan. d.dan e. pembinaan pengelolaan kawasan suaka alam. d. Pasal 300 Direktorat Kawasan Konservasi dan Bina Hutan Lindung terdiri atas: a.

pelaksanaan kebijakan. perubahan fungsi.dan d. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pemolaan dan pengembangan kawasan konservasi. Subdirektorat Pemolaan dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. tumpang tindih peruntukan kawasan konservasi. pelaksanaan kebijakan.dan b. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang persiapan pembentukan kawasan konservasi. standar. b. dan kriteria di bidang pemolaan dan pengembangan kawasan konservasi.80 e. Subdirektorat Bina Daerah Penyangga. Subbagian Tata Usaha. pelaksanaan kebijakan. Pasal 304 (1) Seksi Pemolaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. rencana pengembangan dan perubahan kawasan. prosedur. c. . Seksi Pengembangan dan Perpetaan. (2) Seksi Pengembangan dan Perpetaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pemolaan dan pengembangan kawasan konservasi. Pasal 303 Subdirektorat Pemolaan dan Pengembangan terdiri atas: a. bimbingan teknis.dan f. Pasal 302 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 301. penataan zonasi/blok. pemantapan dan penataan kawasan. evaluasi fungsi. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemolaan dan pengembangan kawasan konservasi. Pasal 301 Subdirektorat Pemolaan dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Seksi Pemolaan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang rencana pengelolaan. penyiapan bahan penyusunan norma. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemolaan dan pengembangan kawasan konservasi.

penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan kawasan pelestarian alam dan taman buru.dan b. (2) Seksi Taman Wisata Alam. dan Taman Buru mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. Pasal 307 Subdirektorat Kawasan Pelestarian Alam dan Taman Buru terdiri atas: a. penyiapan bahan penyusunan norma. pelaksanaan kebijakan. Taman Hutan Raya. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyusunan rencana pengelolaan ekosistem/habitat. Seksi Taman Nasional. pemanfaatan untuk menunjang budidaya dan pengembangan kolaborasi di taman wisata alam. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyusunan rencana pengelolaan ekosistem/habitat. Subdirektorat Kawasan Pelestarian Alam dan Taman Buru menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 306 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 305. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di pengelolaan kawasan pelestarian alam dan taman buru. . pemanfaatan untuk pendidikan dan kesadaran konservasi. dan kriteria di bidang pengelolaan kawasan pelestarian alam dan taman buru. standar.81 Pasal 305 Subdirektorat Kawasan Pelestarian Alam dan Taman Buru mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. bimbingan teknis. pemanfaatan untuk penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan. pemanfaatan untuk penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan. pelaksanaan kebijakan. Pasal 308 (1) Seksi Taman Nasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan taman buru. rehabilitasi dan restorasi ekosistem/habitat. c. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengelolaan kawasan pelestarian alam dan taman buru. prosedur. Seksi Taman Wisata Alam. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan kawasan pelestarian alam dan taman buru.dan d. Taman Hutan Raya dan Taman Buru. pemanfaatan untuk menunjang budidaya dan pengembangan kolaborasi di Taman Nasional. taman hutan raya. pemanfaatan untuk pendidikan dan kesadaran konservasi. b.

Pasal 311 Subdirektorat Kawasan Suaka Alam dan Hutan Lindung terdiri atas: a. (2) Seksi Suaka Margasatwa dan Hutan Lindung mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 310 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 309. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengelolaan kawasan suaka alam dan hutan lindung. pelaksanaan kebijakan. dan kriteria di bidang pengelolaan kawasan suaka alam dan hutan lindung. pemanfaatan untuk pendidikan dan kesadaran konservasi. pemanfaatan untuk penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan.dan d. standar. pemanfaatan untuk menunjang budidaya dan pengembangan kolaborasi. b. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyusunan rencana pengelolaan ekosistem/ habitat.dan b. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan kawasan suaka alam dan hutan lindung. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. . Seksi Suaka Margasatwa dan Hutan Lindung. bimbingan teknis. c. pemanfaatan untuk penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan. Seksi Cagar Alam. prosedur. Pasal 312 (1) Seksi Cagar Alam mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Subdirektorat Kawasan Suaka Alam dan Hutan Lindung menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan kebijakan.82 Pasal 309 Subdirektorat Kawasan Suaka Alam dan Hutan Lindung mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan suaka alam dan hutan lindung. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyusunan masalah pengelolaan ekosistem/habitat. pemanfaatan untuk menunjang budidaya dan pengembangan kolaborasi serta penyelesaian masalah penggunaan suaka margasatwa dan hutan lindung. pemanfaatan untuk pendidikan dan kesadaran konservasi. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengelolaan kawasan suaka alam dan hutan lindung.

prosedur.dan d. Pasal 315 Subdirektorat Konservasi Lahan Basah. Kalimantan dan Sulawesi. kawasan konservasi perairan serta ekosistem esensial. Maluku dan Papua. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengelolaan kawasan konservasi lahan basah. bimbingan teknis. kawasan konservasi laut dan ekosistem esensial di Wilayah Jawa. standar. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan kawasan konservasi lahan basah. Pasal 314 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 313. Perairan dan Ekosistem Esensial Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan. kawasan konservasi perairan serta ekosistem esensial. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan kawasan konservasi lahan basah. kawasan konservasi laut dan ekosistem esensial di Wilayah Sumatera. bimbingan teknis. Bali. Pasal 316 (1) Seksi Konservasi Lahan Basah.83 Pasal 313 Subdirektorat Konservasi Lahan Basah. Perairan dan Ekosistem Esensial terdiri atas: a. Perairan dan Ekosistem Esensial Wilayah I.dan b. kawasan konservasi perairan serta ekosistem esensial. (2) Seksi Konservasi Lahan Basah. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengelolaan kawasan konservasi lahan basah. Nusa Tenggara. Seksi Konservasi Lahan Basah. b. evaluasi bimbingan teknis di bidang penyusunan rencana pengelolaan kawasan konservasi lahan basah. c. bimbingan teknis. . Perairan dan Ekosistem Esensial mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. evaluasi bimbingan teknis di bidang penyusunan rencana pengelolaan kawasan konservasi lahan basah. pelaksanaan kebijakan. Perairan dan Ekosistem Esensial menyelenggarakan fungsi: a. Perairan dan Ekosistem Esensial Wilayah II. Perairan dan Ekosistem Esensial Wilayah II mempunyai tugas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan. kawasan konservasi perairan serta ekosistem esensial. kawasan konservasi perairan serta ekosistem esensial. Subdirektorat Konservasi Lahan Basah. Seksi Konservasi Lahan Basah. dan kriteria di bidang pengelolaan kawasan konservasi lahan basah. penyiapan bahan penyusunan norma.

kawasan suaka alam dan taman buru. penyiapan bahan penyusunan norma. kawasan suaka alam dan taman buru. Pasal 319 Subdirektorat Bina Daerah Penyangga terdiri atas: a. standar. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pembinaan masyarakat tradisional/lokal dan daerah penyangga di sekitar kawasan pelestarian alam. b. Pasal 318 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 317.84 Pasal 317 Subdirektorat Bina Daerah Penyangga mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pembinaan masyarakat tradisional/lokal dan daerah penyangga di sekitar kawasan pelestarian alam. b. prosedur. pelaksanaan kebijakan. kawasan suaka alam dan taman buru. Seksi Bina Daerah Penyangga Kawasan Suaka Alam.dan d. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pembinaan masyarakat tradisional/lokal dan daerah penyangga di kawasan suaka alam. . dan kriteria di bidang pembinaan masyarakat tradisional/lokal dan daerah penyangga di sekitar kawasan pelestarian alam. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pembinaan masyarakat tradisional/lokal dan daerah penyangga di sekitar kawasan pelestarian alam. Subdirektorat Bina Daerah Penyangga menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan kebijakan. kawasan suaka alam dan taman buru. bimbingan teknis. Pasal 320 (1) Seksi Bina Daerah Penyangga Kawasan Pelestarian Alam dan Taman Buru mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pembinaan masyarakat tradisional/lokal dan daerah penyangga di sekitar kawasan pelestarian alam. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pembinaan masyarakat tradisional/lokal dan daerah penyangga di kawasan pelestarian alam dan taman buru. pelaksanaan kebijakan. c. (2) Seksi Bina Daerah Penyangga Kawasan Suaka Alam mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Bina Daerah Penyangga Kawasan Pelestarian Alam dan Taman Buru. kawasan suaka alam dan taman buru.

pengembangan lembaga konservasi dan perburuan. pelaksanaan kebijakan di bidang program dan peningkatan pelaksanaan konvensi. standar. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang konservasi keanekaragaman hayati. serta tertib peredaran tumbuhan dan satwa liar di bidang konservasi keanekaragaman hayati. Pasal 323 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 322. pengembangan lembaga konservasi dan perburuan. kepegawaian. b. penangkaran jenis tumbuhan dan satwa liar. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. serta tertib peredaran tumbuhan dan satwa liar di bidang konservasi keanekaragaman hayati. pelaksanaan kebijakan.dan e. serta tertib peredaran tumbuhan dan satwa liar di bidang konservasi keanekaragaman hayati. prosedur. serta tertib peredaran tumbuhan dan satwa liar di bidang konservasi keanekaragaman hayati. penangkaran jenis tumbuhan dan satwa liar. keuangan. pengawetan dan pemanfaatan jenis. penangkaran jenis tumbuhan dan satwa liar. pengawetan dan pemanfaatan jenis. pengawetan dan pemanfaatan jenis. . pengembangan lembaga konservasi dan perburuan. c. penyiapan penyusunan norma. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Kawasan Suaka Alam dan Hutan Lindung. penangkaran jenis tumbuhan dan satwa liar. dan pelaporan Direktorat. pengawetan dan pemanfaatan jenis.85 Pasal 321 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. dan kriteria di bidang program dan peningkatan pelaksanaan konvensi. pengembangan lembaga konservasi dan perburuan. Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Ketujuh Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati Pasal 322 Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang program dan peningkatan pelaksanaan konvensi. penyiapan perumusan kebijakan di bidang program dan peningkatan pelaksanaan konvensi. d. kerumahtanggaan.

bimbingan teknis. b.dan d. c. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang program serta konvensi dan kerja sama internasional dalam konservasi keanekaragaman hayati. Subdirektorat Program dan Konvensi. Subdirektorat Tertib Peredaran. b. pelaksanaan kebijakan. dan kriteria di bidang program serta konvensi dan kerja sama internasional dalam konservasi keanekaragaman hayati. c. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang program serta konvensi dan kerja sama internasional dalam konservasi keanekaragaman hayati. standar. Subdirektorat Penangkaran Jenis. Seksi Konvensi. prosedur. Subdirektorat Program dan Konvensi menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Tata Usaha.dan f. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang program serta konvensi dan kerja sama internasional dalam konservasi keanekaragaman hayati. Seksi Program.dan b. Pasal 325 Subdirektorat Program dan Konvensi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. d. Pasal 326 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 325. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang program serta konvensi dan kerja sama internasional dalam konservasi keanekaragaman hayati. Subdirektorat Pengawetan dan Pemanfaatan Jenis. e. Pasal 327 Subdirektorat Program dan Konvensi terdiri atas: a.86 Pasal 324 Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati terdiri atas: a. . Subdirektorat Lembaga Konservasi dan Perburuan. penyiapan bahan penyusunan norma.

bimbingan teknis. pelaksanaan kebijakan.87 Pasal 328 (1) Seksi Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. (2) Seksi Konvensi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 330 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 329. pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. c. dan kriteria di bidang pengawetan dan pemanfaatan jenis. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengawetan dan pemanfaatan jenis. Seksi Pembinaan Populasi dan Habitat. prosedur. penyiapan bahan penyusunan norma. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang program dan rencana konservasi keanekaragaman hayati. b. . Subdirektorat Pengawetan dan Pemanfaatan Jenis menyelenggarakan fungsi: a. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengawetan dan pemanfaatan jenis. Seksi Pengembangan Sumber Daya Genetik. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengawetan dan pemanfaatan jenis.dan d. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengawetan dan pemanfaatan jenis. standar. b. Pasal 331 Subdirektorat Pengawetan dan Pemanfaatan Jenis terdiri atas: a. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang konvensi dan kerja sama internasional dalam konservasi keanekaragaman hayati. Pasal 329 Subdirektorat Pengawetan dan Pemanfaatan Jenis mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan.

penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang program pemulihan.88 Pasal 332 (1) Seksi Pembinaan Populasi dan Habitat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. Pasal 333 Subdirektorat Penangkaran Jenis mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. c. standar. b. penyiapan bahan penyusunan norma. dan kriteria di bidang pengembangan penangkaran jenis tumbuhan dan satwa liar. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penangkaran jenis tumbuhan dan satwa liar. pengawetan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengembangan penangkaran jenis tumbuhan dan satwa liar. Seksi Penangkaran Avertebrata dan Tumbuhan Liar. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang produktivitas dan kemurnian hasil pengembangan penangkaran vertebrata. pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Pengembangan Sumber Daya Genetik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pengawetan. Pasal 334 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 333. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang program. Subdirektorat Penangkaran Jenis menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 335 Subdirektorat Penangkaran Jenis terdiri atas: a. penyelamatan serta pengembangan populasi dan habitat. Pasal 336 (1) Seksi Penangkaran Vertebrata mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.dan b. prosedur. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengembangan penangkaran jenis tumbuhan dan satwa liar. penyelamatan serta pengembangan Sumber Daya genetik. pelaksanaan kebijakan. Seksi Penangkaran Vertebrata. pelaksanaan kebijakan. bimbingan teknis. pemulihan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan penangkaran jenis tumbuhan dan satwa liar. .dan d.

kebun buru dan areal buru. . pelaksanaan kebijakan. Seksi Perburuan. pelaksanaan kebijakan. Pasal 337 Subdirektorat Lembaga Konservasi dan Perburuan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Subdirektorat Lembaga Konservasi dan Perburuan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengembangan lembaga konservasi dan perburuan. pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. Pasal 338 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 337. (2) Seksi Perburuan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. b.dan b. dan kriteria di bidang pengembangan lembaga konservasi dan perburuan.89 (2) Seksi Penangkaran Avertebrata dan Tumbuhan Liar mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 339 Subdirektorat Lembaga Konservasi dan Perburuan terdiri atas: a. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengembangan lembaga konservasi dan perburuan. prosedur. Seksi Lembaga Konservasi. standar. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengembangan satwa buru di taman buru. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pembinaan dan pengembangan satwa di lembaga konservasi. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang produktivitas dan kemurnian hasil pengembangan penangkaran avertebrata dan tumbuhan liar.dan d. penyiapan bahan penyusunan norma. bimbingan teknis. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengembangan lembaga konservasi dan perburuan. c. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan lembaga konservasi dan perburuan. Pasal 340 (1) Seksi Lembaga Konservasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.

prosedur. (2) Seksi Peredaran Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Subdirektorat Tertib Peredaran menyelenggarakan fungsi: a. c. bimbingan teknis. . pelaksanaan kebijakan. Seksi Peredaran Dalam Negeri. intelijen dan analisis pasar pemanfaatan tumbuhan dan satwa liar di dalam negeri. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang tertib peredaran.90 Pasal 341 Subdirektorat Tertib Peredaran mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan.dan b. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang tertib peredaran pemanfaatan tumbuhan dan satwa liar. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang tertib peredaran pemanfaatan tumbuhan dan satwa liar. dan kriteria di bidang tertib peredaran pemanfaatan tumbuhan dan satwa liar. b. intelijen dan analisis pasar pemanfaatan tumbuhan dan satwa liar di luar negeri. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang tertib peredaran. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang tertib peredaran pemanfaatan tumbuhan dan satwa liar. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang tertib peredaran pemanfaatan tumbuhan dan satwa liar. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 342 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 341. Pasal 343 Subdirektorat Tertib Peredaran terdiri atas: a. Seksi Peredaran Luar Negeri.dan d. Pasal 344 (1) Seksi Peredaran Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. standar.

91 Pasal 345 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. pelaksanaan kebijakan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang program pengembangan dan pemanfaatan wisata alam dan jasa lingkungan. dan pelaporan Direktorat. pelaksanaan kebijakan di bidang program pengembangan dan pemanfaatan wisata alam dan jasa lingkungan. Bagian Kedelapan Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kawasan Konservasi dan Hutan Lindung Pasal 346 Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kawasan Konservasi dan Hutan Lindung mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. kepegawaian. prosedur. kerumahtanggaan.dan e. keuangan. bina cinta alam serta promosi dan pemasaran konservasi alam. penyiapan penyusunan norma. bina cinta alam serta promosi dan pemasaran konservasi alam. Pasal 347 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Pasal 346. d. c. Pasal 348 Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kawasan Konservasi dan Hutan Lindung terdiri atas: . pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang program pengembangan dan pemanfaatan wisata alam dan jasa lingkungan. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Program dan Konvensi. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. bina cinta alam serta promosi dan pemasaran konservasi alam. standar. bina cinta alam serta promosi dan pemasaran konservasi alam. b. Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kawasan Konservasi dan Hutan Lindung menyelenggarakan fungsi: a. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemanfaatan jasa lingkungan kawasan konservasi dan hutan lindung. dan kriteria di bidang program pengembangan dan pemanfaatan wisata alam dan jasa lingkungan. bimbingan teknis.

dan d. Subdirektorat Pemanfaatan Wisata Alam. . penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang tertib program dan evaluasi pemanfaatan jasa lingkungan. penyiapan bahan penyusunan norma. Seksi Program. bina cinta alam. c. b. standar. wisata alam. bimbingan teknis. Subbagian Tata Usaha. wisata alam. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang program dan evaluasi pemanfaatan jasa lingkungan. wisata alam.92 a.dan b. pelaksanaan kebijakan. Seksi Evaluasi. promosi dan pemasaran konservasi alam. dan kriteria di bidang program dan evaluasi pemanfaatan jasa lingkungan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang program dan evaluasi pemanfaatan jasa lingkungan. Pasal 351 Subdirektorat Program dan Evaluasi Pemanfaatan Jasa Lingkungan terdiri atas: a. promosi dan pemasaran konservasi alam. promosi dan pemasaran konservasi alam. Subdirektorat Program dan Evaluasi Pemanfaatan Jasa Lingkungan. bina cinta alam. promosi dan pemasaran konservasi alam. prosedur. e. promosi dan pemasaran konservasi alam. Pasal 350 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 349. b. bina cinta alam. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang program dan evaluasi pemanfaatan jasa lingkungan.dan f. Pasal 349 Subdirektorat Program dan Evaluasi Pemanfaatan Jasa Lingkungan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Subdirektorat Promosi dan pemasaran Konservasi Alam. bina cinta alam. Subdirektorat Program dan Evaluasi Pemanfaatan Jasa Lingkungan menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan. c. d. wisata alam. Subdirektorat Bina Cinta Alam. wisata alam. bina cinta alam.

Seksi Pemanfaatan Jasa Lingkungan Non Taman Nasional dan Hutan Lindung.dan b. b. Pasal 353 Subdirektorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. bimbingan teknis. pelaksanaan kebijakan. wisata alam. promosi dan pemasaran konservasi alam. bina cinta alam. wisata alam.dan d. Subdirektorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pemanfaatan jasa lingkungan di kawasan konservasi dan hutan lindung. (2) Seksi Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. promosi dan pemasaran konservasi alam. prosedur. Pasal 355 Subdirektorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan terdiri atas: a. standar. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang program dan rencana pemanfaatan jasa lingkungan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pemanfaatan jasa lingkungan di kawasan konservasi dan hutan lindung. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemanfaatan jasa lingkungan di kawasan konservasi dan hutan lindung. penyiapan bahan penyusunan norma. c. Seksi Pemanfaatan Jasa Lingkungan Taman Nasional. bina cinta alam. pelaksanaan kebijakan. dan kriteria di bidang pemanfaatan jasa lingkungan di kawasan konservasi dan hutan lindung. Pasal 354 Dalam melakukan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 353. .93 Pasal 352 (1) Seksi Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang promosi dan investasi pemanfaatan jasa lingkungan di kawasan konservasi dan hutan lindung. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang evaluasi program dan rencana pemanfaatan jasa lingkungan.

Pasal 360 (1) Seksi Pemanfaatan Wisata Alam Taman Nasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. c. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemanfaatan wisata alam.dan d.94 Pasal 356 (1) Seksi Pemanfaatan Jasa Lingkungan Taman Nasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pemanfaatan wisata alam. Pasal 357 Subdirektorat Pemanfaatan Wisata Alam mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bimbingan teknis. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pemanfaatan wisata alam. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang investasi wisata alam di Taman Nasional. Subdirektorat Pemanfaatan Wisata Alam menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang promosi dan investasi pemanfaatan jasa lingkungan di taman nasional. pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. Pasal 359 Subdirektorat Pemanfaatan Wisata Alam terdiri atas: a. Pasal 358 Dalam melakukan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 357. prosedur. (2) Seksi Pemanfaatan Jasa Lingkungan Non Taman Nasional dan Hutan Lindung mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Pemanfaatan Wisata Alam Non Taman Nasional dan Hutan Lindung. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang promosi dan investasi pemanfaatan jasa lingkungan di kawasan konservasi non taman nasional dan hutan lindung.dan b. standar. Seksi Pemanfaatan Wisata Alam Taman Nasional. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang investasi pemanfaatan wisata alam di kawasan konservasi dan hutan lindung. dan kriteria di bidang pemanfaatan wisata alam. b. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. .

c.95 (2) Seksi Pemanfaatan Wisata Alam Non Taman Nasional dan Hutan Lindung mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan. prosedur. standar. bimbingan teknis.dan d. Pasal 361 Subdirektorat Bina Cinta Alam mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Pasal 363 Subdirektorat Bina Cinta Alam terdiri atas: a. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pemantauan. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 364 (1) Seksi Pengembangan Bina Cinta Alam mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. bimbingan teknis. penyajian informasi. Pasal 362 Dalam melakukan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 361. pelaksanaan kebijakan. Seksi Pengembangan Bina Cinta Alam. pelaksanaan kebijakan. dan kriteria di bidang bina cinta alam.dan b. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang bina cinta alam. . penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang bina cinta alam. Seksi Pemantauan dan Informasi Bina Cinta Alam. b. evaluasi bimbingan teknis di bidang investasi wisata alam di kawasan konservasi non taman nasional dan hutan lindung. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang bina cinta alam. cinta alam dan bina cinta alam. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang bina cinta alam. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang bina cinta alam dan pemberdayaan mitra bina cinta alam. (2) Seksi Pemantauan dan Informasi Bina Cinta Alam mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Subdirektorat Bina Cinta Alam menyelenggarakan fungsi: a. serta penyadaran konservasi alam.

penyiapan bahan penyusunan norma. b. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang Promosi dan Pemasaran Konservasi Alam. bimbingan teknis.96 Pasal 365 Subdirektorat Promosi dan Pemasaran Konservasi Alam mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Pasal 367 Subdirektorat Promosi dan Pemasaran Konservasi Alam terdiri atas: a. dan kriteria di bidang Promosi dan Pemasaran Konservasi Alam. pelaksanaan kebijakan. Pasal 366 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 365. (2) Seksi Publikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. Seksi Data dan Informasi. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang Promosi dan Pemasaran Konservasi Alam. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang Promosi dan Pemasaran Konservasi Alam. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang Promosi dan Pemasaran Konservasi Alam. Seksi Publikasi. prosedur. c. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pelaksanaan publikasi dan perawatan jaringan lingkup Direktorat Jenderal. . Pasal 368 (1) Seksi Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.dan d. pelaksanaan kebijakan.dan b. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyusunan data dan informasi dalam rangka promosi dan pemasaran konservasi alam. Subdirektorat Promosi dan Pemasaran Konservasi Alam menyelenggarakan fungsi: a.

kepegawaian. Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Program dan Evaluasi Pemanfaatan Jasa Lingkungan.97 Pasal 369 a. . Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. b. dan pelaporan Direktorat. kerumahtanggaan. keuangan.

d. standar. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Bina Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial. dan kriteria di bidang pengelolaan daerah aliran sungai dan perhutanan sosial sesuai dengan peraturan perundang-undangan. b. c. prosedur. Pasal 371 Direktorat Jenderal Bina Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan serta standardisasi teknis di bidang pengelolaan daerah aliran sungai dan perhutanan sosial sesuai dengan peraturan perundang-undangan. penyusunan norma.dan e. pelaksanaan kebijakan di bidang pengelolaan daerah aliran sungai dan perhutanan sosial sesuai dengan peraturan perundang-undangan. perumusan kebijakan di bidang pengelolaan daerah aliran sungai dan perhutanan sosial sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Direktorat Jenderal Bina Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial menyelenggarakan fungsi: a. . (2) Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial dipimpin oleh Direktur Jenderal. Pasal 372 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 371.98 BAB VI DIREKTORAT JENDERAL BINA PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI DAN PERHUTANAN SOSIAL Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 370 (1) Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial adalah unsur pelaksana yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kehutanan. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengelolaan daerah aliran sungai dan perhutanan sosial sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

organisasi dan tata laksana di bidang pengelolaan daerah aliran sungai dan perhutanan sosial. perlengkapan dan administrasi keuangan Direktorat Jenderal. Pasal 375 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 374. . d. d. kerja sama teknik. Direktorat Perencanaan dan Evaluasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. Direktorat Bina Perbenihan Tanaman Hutan.99 Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 373 Direktorat Jenderal Bina Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial terdiri atas: a. b. pemberian pertimbangan dan bantuan hukum di bidang pengelolaan daerah aliran sungai dan perhutanan sosial. koordinasi dan penyusunan rencana.dan e. koordinasi dan pelaksanaan urusan kepegawaian. koordinasi dan pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi di bidang pengelolaan daerah aliran sungai dan perhutanan sosial. Direktorat Bina Rehabilitasi Hutan dan Lahan. c. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 374 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unit organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal. program. koordinasi dan pelaksanaan tata usaha. koordinasi dan penyiapan telaahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan.dan e. b. Sekretariat Direktorat Jenderal. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan di bidang pengelolaan daerah aliran sungai dan perhutanan sosial. c. Direktorat Bina Perhutanan Sosial.

b.dan c. program dan anggaran. b. pengolahan data dan penyajian informasi. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan program dan anggaran. serta kehumasan. Bagian Program dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. informasi dan statistik serta pelaksanaan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. Subbagian Data dan Informasi. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan statistik dan kehumasan. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. data. penyusunan statistik. Bagian Keuangan dan Umum. Pasal 378 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 377. Pasal 377 Bagian Program dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi penyusunan dan pelaksanaan rencana. Bagian Kepegawaian. penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan rencana dan program.dan d. b. Pasal 379 Bagian Program dan Evaluasi terdiri atas: a. Organisasi dan Tata Laksana. (2) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan pengumpulan. Subbagian Program Anggaran. Bagian Program dan Evaluasi. Bagian Hukum dan Kerja Sama Teknik. Pasal 380 (1) Subbagian Program dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program kerja dan anggaran. c.100 Pasal 376 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. penyiapan bahan koordinasi dan pengumpulan data serta penyajian informasi c.dan d. .

pedoman dan prosedur kerja dan pembakuan prasarana dan sarana kerja. Pasal 385 Bagian Keuangan dan Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan. penyiapan bahan penyusunan organisasi dan ketatalaksanaan. (2) Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan pendidikan. b. Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepegawaian. Organisasi dan Tata Laksana terdiri atas: a. perumusan tugas. serta penyiapan bahan penyusunan organisasi dan ketatalaksanaan. kearsipan dan pengelolaan urusan keuangan. Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. serta penyusunan tata hubungan kerja. Pasal 383 Bagian Kepegawaian. fungsi. c. rumah tangga. dan administrasi kepegawaian.101 (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi kinerja dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. tata kerja. Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional. pelatihan. . pendisiplinan dan penghargaan pegawai serta administrasi jabatan fungsional. pelaksanaan urusan administrasi kepegawaian. perlengkapan. Subbagian Organisasi dan Tata Laksana.dan c. susunan organisasi. dan evaluasi kinerja organisasi. b. Pasal 384 (1) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana formasi pegawai. Bagian Kepegawaian. Subbagian Administrasi Kepegawaian. Pasal 381 Bagian Kepegawaian. pengembangan pegawai dan administrasi jabatan fungsional. pelaksanaan urusan pengembangan karier pegawai dan administrasi jabatan fungsional. (3) Subbagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis jabatan. Pasal 382 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 381.

pelaksanaan urusan tata usaha. Subbagian Tata Usaha. Pasal 389 Bagian Hukum dan Kerja Sama Teknik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. kearsipan dan pembinaan tata persuratan. pertimbangan. (2) Subbagian Administrasi Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan tata laksana keuangan. Pasal 387 Bagian Keuangan dan Umum terdiri atas: a. pembinaan kebendaharaan petugas SAI dan petugas SIMAK-BMN.dan c.dan c. melakukan akuntansi keuangan dan barang milik negara. Pasal 390 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 389. penyelesaian tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. bantuan hukum. penelaahan permasalahan. penyiapan bahan pertimbangan dan bantuan hukum. b. verifikasi. pelaksanaan urusan perlengkapan. pelaksanaan urusan administrasi keuangan. penyiapan bahan peraturan perundang-undangan. penyiapan bahan perbendaharaan. Bagian Hukum dan Kerja Sama Teknik menyelenggarakan fungsi: a. . penyusunan rencana anggaran gaji dan penggajian. Subbagian Administrasi Keuangan. serta penyiapan bahan administrasi kerja sama teknik dalam negeri dan luar negeri. b.dan c. Subbagian Perlengkapan. Pasal 388 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. (3) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan urusan rumah tangga dan pengelolaan barang milik negara. penyiapan bahan administrasi kerja sama teknik dalam negeri dan luar negeri. pelaporan keuangan. b.102 Pasal 386 Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 385 Bagian Keuangan dan Umum menyelenggarakan fungsi: a.

c. penyiapan perumusan kebijakan di bidang perencanaan pembinaan kelembagaan. pembinaan teknis dan evaluasi pengelolaan daerah aliran sungai. Bagian Empat Direktorat Perencanaan dan Evaluasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Pasal 393 Direktorat Perencanaan dan Evaluasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. Pasal 394 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 393. pembinaan teknis dan evaluasi pengelolaan daerah aliran sungai. Pasal 392 (1) Subbagian Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rancangan dan penelahaan peraturan perundangundangan. . standar. dan kriteria di bidang perencanaan pembinaan kelembagaan.dan c. Subbagian Peraturan Perundang-undangan. Subbagian Pertimbangan dan Bantuan Hukum. prosedur. pelaksanaan kebijakan. (2) Subbagian Pertimbangan dan Bantuan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. b. bimbingan teknis. Subbagian Kerja Sama Teknik.103 Pasal 391 Bagian Hukum dan Kerja Sama Teknik terdiri atas: a. pelaksanaan kebijakan di bidang perencanaan pembinaan kelembagaan. penyiapan penyusunan norma. (3) Subbagian Kerja Sama Teknik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan koordinasi administrasi kerja sama teknik dalam negeri dan luar negeri. Direktorat Perencanaan dan Evaluasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perencanaan dan evaluasi pengelolaan daerah aliran sungai. b. penelaahan dan penanganan permasalahan. pertimbangan. pembinaan teknis dan evaluasi pengelolaan daerah aliran sungai. dan bantuan permasalahan hukum.

dan e.104 d.dan e. Subdirektorat Evaluasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. c. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perencanaan pembinaan kelembagaan. standar. pembinaan teknis dan evaluasi pengelolaan daerah aliran sungai. prosedur. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang perencanaan pengelolaan daerah aliran sungai. evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perencanaan pengelolaan daerah aliran sungai. Pasal 398 Sudirektorat Pemolaan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai terdiri atas: a. Seksi Data dan Informasi. bimbingan teknis. Pasal 395 Direktorat Perencanaan dan Evaluasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai terdiri atas: a. d. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perencanaan pengelolaan daerah aliran sungai. penyiapan bahan penyusunan norma.dan b. Subdirektorat Teknik Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Kelembagaan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. c. Subdirektorat Pemolaan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Pemolaan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. b. Subbagian Tata Usaha. . dan kriteria di bidang perencanaan pengelolaan daerah aliran sungai. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang perencanaan pengelolaan daerah aliran sungai. b. Pasal 397 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 396. Pasal 396 Subdirektorat Pemolaan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan.dan d. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Seksi Perencanaan.

dan kriteria di bidang kelembagaan pengelolaan daerah aliran sungai. Seksi Identiifikasi Kelembagaan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. penyiapan bahan penyusunan norma. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyusunan perencanaan pengelolaan daerah aliran sungai. Pasal 400 Subdirektorat Kelembagaan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. b. Subdirektorat Kelembagaan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang kelembagaan pengelolaan daerah aliran sungai.evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pembinaan kelembagaan pengelolaan daerah aliran sungai. pelaksanaan kebijakan. prosedur.dan d. bimbingan teknis. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang kelembagaan pengelolaan daerah aliran sungai. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyusunan data dasar dan informasi pengelolaan daerah aliran sungai.dan b. (2) Seksi Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang kelembagaan pengelolaan daerah aliran sungai. Pasal 402 Sudirektorat Kelembagaan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai terdiri atas: a.105 Pasal 399 (1) Seksi Perencanaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. c. . Pasal 401 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 400. standar. Seksi Pengembangan Kelembagaan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai.

Seksi Identifikasi Teknik Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. c. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pembinaan pengelolaan daerah aliran sungai. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang Teknik pelaksanaan dan kebijakan pengelolaan daerah aliran sungai. prosedur. b. Subdirektorat Teknik Pengelolaan Daerah Aliran Sungai menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pembinaan kebijakan dan pelaksanaan pengelolaan daerah aliran sungai. dan kriteria di bidang pembinaan kebijakan dan pelaksanaan pengelolaan daerah aliran sungai. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang Pengembangan kelembagaan pengelolaan daerah aliran sungai.dan b. Pasal 404 Subdirektorat Teknik Pengelolaan Daerah Aliran Sungai mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. bimbingan teknis. (2) Seksi Pengembangan Kelembagaan Pengelolaan DAS mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. Pasal 405 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 404. pelaksanaan kebijakan.106 Pasal 403 (1) Seksi Identifikasi Kelembagaan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. pelaksanaan kebijakan. Pasal 406 Sudirektorat Teknik Pengelolaan Daerah Aliran Sungai terdiri atas: a. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang Teknik pelaksanaan dan kebijakan pengelolaan daerah aliran sungai. Seksi Pengembangan Teknik Pengelolaan Daerah Aliran Sungai.dan d. . penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang Identiifikasi kelembagaan pengelolaan daerah aliran sungai.

sosial. pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. Pasal 410 Subdirektorat Evaluasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai terdiri atas: a. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang monitoring dan evaluasi pengelolaan daerah aliran sungai. penyiapan bahan penyusunan norma. c. sosial. dan kelembagaan pengelolaan daerah aliran sungai. ekonomi. dan kelembagaan pengelolaan daerah aliran sungai. . dan kelembagaan pengelolaan daerah aliran sungai. pelaksanaan kebijakan. ekonomi. dan kriteria di bidang pemantauan dan evaluasi biofisik. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pemantauan dan evaluasi biofisik. standar. b. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang Identifikasi Teknik pengelolaan daerah aliran sungai. prosedur. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pemantauan dan evaluasi biofisik.dan d. dan Kelembagaan. ekonomi. Pasal 409 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 408. Seksi Evaluasi Biofisik. Pasal 408 Subdirektorat Evaluasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan.dan b. Ekonomi. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengembangan Teknik pengelolaan daerah aliran sungai. (2) Seksi Pengembangan Teknik Pengelolaan Daerah Aliran Sungai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemantauan dan evaluasi biofisik. ekonomi. sosial. Subdirektorat Evaluasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai menyelenggarakan fungsi: a.107 Pasal 407 (1) Seksi Identifikasi Teknik Pengelolaan Daerah Aliran Sungai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Evaluasi Sosial. dan kelembagaan pengelolaan daerah aliran sungai. sosial. bimbingan teknis.

penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pemolaan rehabilitasi hutan dan lahan.108 Pasal 411 (1) Seksi Evaluasi Biofisik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. c. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang evaluasi sosial. pelaksanaan kebijakan. b. Pasal 414 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 413. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pemolaan rehabilitasi hutan dan lahan. hutan pantai. hutan pantai. dan kriteria di bidang pemolaan rehabilitasi hutan dan lahan. prosedur. . rehabilitasi hutan mangrove. Ekonomi. rehabilitasi hutan mangrove. hutan pantai. rawa dan gambut. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang rehabilitasi hutan dan lahan. rehabilitasi hutan mangrove. dan reklamasi hutan. penyiapan penyusunan norma. erosi dan sedimentasi serta tata air daerah aliran sungai. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang evaluasi penggunaan lahan. dan kelembagaan. Direktorat Bina Rehabilitasi Hutan dan Lahan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 412 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. rawa dan gambut. dan kerumahtanggaan serta pelaporan Direktorat. (2) Seksi Evaluasi Sosial. pelaksanaan kebijakan. dan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan reklamasi hutan. Bagian Lima Direktorat Bina Rehabilitasi Hutan dan Lahan Pasal 413 Direktorat Bina Rehabilitasi Hutan dan Lahan mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. keuangan. pelaksanaan kebijakan. dan reklamasi hutan. kepegawaian. standar. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional di bina oleh Kepala Subdirektorat Pemolaan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. rawa dan gambut. ekonomi.

dan reklamasi hutan. penyiapan bahan penyusunan norma. pelaksanaan kebijakan.109 d. rehabilitasi hutan mangrove. d. c. Subdirektorat Pemolaan Rehabilitasi Hutan dan Lahan. Subbagian Tata Usaha. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang perencanaan dan data dan informasi rehabilitasi hutan dan lahan. Subdirektorat Rehabilitasi Hutan Mangrove.evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perencanaan rehabilitasi hutan dan lahan dan data dan informasi. Pasal 416 Subdirektorat Pemolaan Rehabilitasi Hutan dan Lahan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan.dan f. standar. bimbingan teknis. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perencanaan dan data dan informasi rehabilitasi hutan dan lahan. Hutan Pantai. Subdirektorat Rehabilitasi Lahan. . Pasal 415 Direktorat Bina Rehabilitasi Hutan dan Lahan terdiri atas: a. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemolaan rehabilitasi hutan dan lahan. dan kriteria di bidang perencanaan dan data dan informasi rehabilitasi hutan dan lahan. b. hutan pantai. Subdirektorat Pemolaan Rehabilitasi Hutan dan Lahan menyelenggarakan fungsi: a.dan e. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang perencanaan dan data dan informasi rehabilitasi hutan dan lahan. b. Pasal 417 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 416. Rawa dan Gambut.dan d. c. Subdirektorat Rehabilitasi Hutan. Subdirektorat Reklamasi Hutan. prosedur. e. rawa dan gambut.

dan b. Subdirektorat Rehabilitasi Hutan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang Rehabilitasi hutan lindung. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang Rehabilitasi hutan lindung. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang Rehabilitasi hutan lindung. hutan konservasi dan hutan produksi. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyusunan perencanaan Rehabilitasi Hutan dan Lahan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang Rehabilitasi hutan lindung. Pasal 421 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 420. prosedur.dan d. dan kriteria di bidang Rehabilitasi hutan lindung. Pasal 419 (1) Seksi Perencanaan Rehabilitasi Hutan dan Lahan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.110 Pasal 418 Sudirektorat Pemolaan Rehabilitasi Hutan dan Lahan terdiri atas: a. Seksi Perencanaan Rehabilitasi Hutan dan Lahan. hutan konservasi dan hutan produksi. Seksi Data dan Informasi. hutan konservasi dan hutan produksi. hutan konservasi dan hutan produksi. pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. . Pasal 420 Subdirektorat Rehabilitasi Hutan mempunyai tugas. penyiapan bahan penyusunan norma. c. hutan konservasi dan hutan produksi. standar. melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. b. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang evaluasi Rehabilitasi Hutan dan Lahan. bimbingan teknis.

penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pelaksanaan pembangunan dan pengembangan Rehabilitasi Hutan Produksi. Seksi Rehabilitasi Hutan Lindung dan Hutan Konservasi. hutan kota dan penghijauan lingkungan.dan b. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pembangunan dan pengembangan hutan rakyat. Subdirektorat Rehabilitasi Lahan menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Rehabilitasi Hutan Produksi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 425 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 424. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pembangunan pengembangan hutan rakyat. pelaksanaan kebijakan. Seksi Rehabilitasi Hutan Produksi. hutan kota dan penghijauan lingkungan. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pembangunan pengembangan hutan rakyat. hutan kota dan penghijauan lingkungan. standar. Pasal 424 Subdirektorat Rehabilitasi Lahan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 423 (1) Seksi Rehabilitasi Hutan Lindung dan Hutan Konservasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. prosedur. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang Rehabilitasi Lahan. b. dan kriteria di bidang pembangunan dan pengembangan hutan rakyat. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pelaksanaan pembangunan dan pengembangan Rehabilitasi Hutan Lindung dan Hutan Konservasi. bimbingan teknis.dan d. hutan kota dan penghijauan lingkungan. pelaksanaan kebijakan. dan dan c.111 Pasal 422 Sudirektorat Rehabilitasi Hutan terdiri atas: a. .

pelaksanaan kebijakan. standar.dan b. Seksi Hutan Rakyat. Subdirektorat Rehabilitasi Hutan Mangrove. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis. rawa dan gambut di dalam kawasan dan di luar kawasan.dan d.112 Pasal 426 Sudirektorat Rehabilitasi Lahan terdiri atas: a. penyiapan bahan penyusunan norma. Rawa dan Gambut menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang Hutan Rakyat. prosedur. c. dan kriteria di bidang rehabilitasi hutan mangrove. hutan pantai. Rawa dan Gambut mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Hutan Pantai. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang rehabilitasi hutan mangrove. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang rehabilitasi hutan mangrove. Seksi Hutan Kota dan Penghijauan Lingkungan. di bidang rehabilitasi hutan mangrove. Pasal 428 Subdirektorat Rehabilitasi Hutan Mangrove. b. hutan pantai. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pelaksanaan pembangunan dan pengembangan hutan kota dan Penghijauan Lingkungan. Pasal 427 (1) Seksi Hutan Rakyat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. rawa dan gambut di dalam kawasan dan di luar kawasan. hutan pantai. bimbingan teknis. Hutan Pantai. rawa dan gambut. rawa dan gambut di dalam kawasan dan di luar kawasan. hutan pantai. Pasal 429 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 428. pelaksanaan kebijakan. hutan pantai. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang rehabilitasi hutan mangrove. (2) Seksi Hutan Kota dan Penghijauan Lingkungan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. . rawa dan gambut di dalam kawasan dan di luar kawasan.

Subdirektorat Reklamasi Hutan dan Konservasi Tanah menyelenggarakan fungsi: a. prosedur. Pasal 431 (1) Seksi Rehabilitasi Hutan Mangrove dan Hutan Pantai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Rawa dan Gambut terdiri atas: a. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang rehabilitasi rawa dan gambut. standar. Pasal 432 Subdirektorat Reklamasi Hutan dan Konservasi Tanah mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Hutan Pantai. (2) Seksi Rehabilitasi Rawa dan Gambut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Rehabilitasi Rawa dan Gambut. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang konservasi tanah di kawasan hutan. industri. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang konservasi tanah di kawasan hutan. c. Seksi Rehabilitasi Hutan Mangrove dan Hutan Pantai. pemukiman jalan dan reklamasi hutan. dan kriteria di bidang konservasi tanah di kawasan hutan. Pasal 433 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 432. pemukiman jalan dan reklamasi hutan. pelaksanaan kebijakan. di bidang konservasi tanah dan reklamasi hutan.dan d. pertanian. pertanian.113 Pasal 430 Sudirektorat Rehabilitasi Hutan Mangrove. bimbingan teknis. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang konservasi tanah di kawasan hutan. . b. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang rehabilitasi hutan mangrove dan hutan pantai. industri. industri.evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis. pemukiman jalan dan reklamasi hutan. pertanian. pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. pertanian. pemukiman jalan dan reklamasi hutan. penyiapan bahan penyusunan norma.dan b. industri.

Seksi Konservasi Tanah. serta pengembangan usaha perhutanan sosial.dan b. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang reklamasi hutan. aneka usaha kehutanan. kepegawaian. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pemolaan perhutanan sosial yang meliputi pengembangan hutan kemasyarakatan. pelaksanaan kebijakan. hutan hak. serta pengembangan usaha perhutanan sosial. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pemolaan perhutanan sosial yang meliputi pengembangan hutan kemasyarakatan. Pasal 438 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 437. kemitraan. b.114 Pasal 434 Subdirektorat Reklamasi Hutan dan Konservasi Tanah terdiri atas: a. hutan hak. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang Konservasi Tanah. dan kerumahtanggaan serta pelaporan Direktorat. bimbingan teknis. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Pemolaan Rehabilitasi Hutan dan Lahan. pelaksanaan kebijakan. Direktorat Bina Perhutanan Sosial menyelenggarakan fungsi: a.evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis. Pasal 435 (1) Seksi Konservasi Tanah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 436 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. . hutan desa. hutan desa. Seksi Reklamasi Hutan. pelaksanaan kebijakan. aneka usaha kehutanan. keuangan. di bidang perhutanan sosial. kemitraan. Bagian Enam Direktorat Bina Perhutanan Sosial Pasal 437 Direktorat Bina Perhutanan Sosial mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. (2) Seksi Reklamasi Hutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.

penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang perencanaan dan evaluasi perhutanan sosial. d. dan kriteria di bidang perencanaan dan evaluasi perhutanan sosial. kemitraan. c.dan d. Subdirektorat Pengembangan Hutan Kemasyarakatan. aneka usaha kehutanan. bimbingan teknis. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Pasal 439 Direktorat Bina Perhutanan Sosial terdiri atas: a. Pasal 441 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 440. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemolaan perhutanan sosial. c.115 c. prosedur. pelaksanaan kebijakan. kemitraan. penyiapan penyusunan norma. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemolaan perhutanan sosial yang meliputi pengembangan hutan kemasyarakatan. hutan desa. b. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perencanaan dan evaluasi perhutanan sosial. . d. serta pengembangan usaha perhutanan sosial. aneka usaha kehutanan. penyiapan bahan penyusunan norma. prosedur. Subdirektorat Pengembangan Usaha Perhutanan Sosial. Subbagian Tata Usaha. Pasal 440 Subdirektorat Pemolaan Perhutanan Sosial mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang perencanaan dan evaluasi perhutanan sosial.dan e. standar. b. dan kriteria di bidang pemolaan perhutanan sosial yang meliputi pengembangan hutan kemasyarakatan. hutan desa. hutan hak. standar. Subdirektorat Pengembangan Hutan Hak dan Kemitraan. e.dan f. serta pengembangan usaha perhutanan sosial. Subdirektorat Pengembangan Hutan Desa. Subdirektorat Pemolaan Perhutanan Sosial. hutan hak. Subdirektorat Pemolaan Perhutanan Sosial menyelenggarakan fungsi: a.

pelaksanaan kebijakan. Pasal 443 (1) Seksi Perencanaan Perhutanan Sosial mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Subdirektorat Pengembangan Hutan Kemasyarakatan menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. perumusan pelaksanaan kebijakan kebijakan di di bidang bidang pengembangan pengembangan hutan hutan c.116 Pasal 442 Sudirektorat Pemolaan Perhutanan Sosial terdiri atas: a. penyiapan bahan kemasyarakatan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang evaluasi perhutanan sosial. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengembangan hutan kemasyarakatan. dan kriteria di bidang pengembangan hutan kemasyarakatan. Pasal 444 Subdirektorat Pengembangan Hutan Kemasyarakatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Pasal 445 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 444. Seksi Perencanaan Perhutanan Sosial. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang hutan kemasyarakatan. bimbingan teknis. prosedur. pelaksanaan kebijakan.dan b. penyiapan bahan penyusunan norma. Seksi Data dan Informasi. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang perencanaan perhutanan sosial.dan d. . standar. b. penyiapan bahan kemasyarakatan.

Seksi Bimbingan Teknis Hutan Kemasyarakatan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengembangan hutan desa. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengembangan hutan kemasyarakatan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengembangan hutan desa. (2) Seksi Bimbingan Teknis Hutan Kemasyarakatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. prosedur.117 Pasal 446 Sudirektorat Pengembangan Hutan Kemasyarakatan terdiri dari : a. Seksi Penyiapan Pengembangan Hutan Desa. pelaksanaan kebijakan. . bimbingan teknis. Pasal 448 Subdirektorat Pengembangan Hutan Desa mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan.dan d. Pasal 447 (1) Seksi Penyiapan Pengembangan Hutan Kemasyarakatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 450 Subdirektorat pengembangan hutan desa terdiri atas: a. b. penyiapan bahan penyusunan norma. standar. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang teknis hutan kemasyarakatan.dan b. dan kriteria di bidang pengembangan hutan desa. Subdirektorat Pengembangan Hutan Desa menyelenggarakan fungsi: a. c. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan hutan desa. pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. Seksi Penyiapan Pengembangan Hutan Kemasyarakatan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengembangan hutan desa. Pasal 449 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 448.dan b. Seksi Bimbingan Teknis Hutan Desa.

dan d. dan kriteria di bidang pengembangan usaha hutan hak dan kemitraan. penyiapan bahan penyusunan norma. Seksi Bimbingan Teknis Hutan Hak dan Kemitraan. . b. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengembangan usaha hutan hak dan kemitraan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang teknis hutan desa. Pasal 452 Subdirektorat Pengembangan Hutan Hak dan Kemitraan mempunyai tugas. c. prosedur. standar.dan b. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan usaha hutan hak dan kemitraan. Pasal 453 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 452. (2) Seksi Bimbingan Teknis Kemitraan dan Pengembangan Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. bimbingan teknis. Pasal 454 Sudirektorat Pengembangan Hutan Hak dan Kemitraan terdiri atas: a. melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengembangan hutan hak dan kemitraan. Subdirektorat Pengembangan Hutan Hak dan Kemitraan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan kebijakan. Seksi Penyiapan Pengembangan Hutan Hak dan Kemitraan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengembangan hutan desa. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengembangan usaha hutan hak dan kemitraan.118 Pasal 451 (1) Seksi Penyiapan Pengembangan Desa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan.

pelaksanaan kebijakan. b. prosedur. Seksi Penyiapan Pengembangan Usaha. c. Seksi Bimbingan Teknis Pengembangan Usaha. Subdirektorat Pengembangan Usaha Perhutanan Sosial menyelenggarakan fungsi: a. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengembangan usaha perhutanan sosial dan aneka usaha kehutanan.dan d. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang teknis hutan hak dan kemitraan. Pasal 458 Subdirektorat Pengembangan Usaha Perhutanan Sosial terdiri atas: a. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan usaha perhutanan sosial dan aneka usaha kehutanan. standar.dan b. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengembangan usaha hutan hak dan kemitraan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengembangan usaha perhutanan sosial dan aneka usaha kehutanan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengembangan usaha perhutanan sosial dan aneka usaha kehutanan. (2) Seksi Bimbingan Teknis Hutan Hak dan Kemitraan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. bimbingan teknis. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma.119 Pasal 455 (1) Seksi Penyiapan Pengembangan Hutan Hak dan Kemitraan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. . Pasal 456 Subdirektorat Pengembangan Usaha Perhutanan Sosial mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Pasal 457 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 456. dan kriteria di bidang pengembangan usaha perhutanan sosial dan aneka usaha kehutanan.

pelaksanaan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perbenihan tanaman hutan. dan kriteria di bidang perencanaan dan pemolaan perbenihan. pengembangan usaha perbenihan. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Pemolaan Perhutanan Sosial. pengendalian peredaran benih. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang perencanaan dan pemolaan perbenihan. dan kegiatan perbenihan tanaman hutan yang berskala nasional. pengembangan usaha perbenihan. dan pengembangan sumber benih dan Sumber Daya genetik. c. pengembangan usaha perbenihan. pelaksanaan kebijakan. Pasal 462 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 461. Pasal 460 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. Bagian Tujuh Direktorat Bina Perbenihan Tanaman Hutan Pasal 461 Direktorat Bina Perbenihan Tanaman Hutan mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. b. (2) Seksi Bimbingan Teknis Pengembangan Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan penyusunan norma. pengendalian peredaran benih. standar. .120 Pasal 459 (1) Seksi Penyiapan Pengembangan Usaha mempunyai melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan pengembangan sumber benih dan Sumber Daya genetik. keuangan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang teknis Usaha Perhutanan Sosial dan Aneka Usaha Kehutanan. pelaksanaan kebijakan. Direktorat Bina Perbenihan Tanaman Hutan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perumusan kebijakan di bidang perencanaan dan pemolaan perbenihan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengembangan usaha perhutanan sosial dan aneka usaha kehutanan. prosedur. kepegawaian. bimbingan teknis. dan kerumahtanggaan serta pelaporan Direktorat.

dan d. d. Subdirektorat Pengendalian Peredaran Benih. bimbingan teknis. Pasal 464 Subdirektorat Pemolaan Perbenihan Tanaman Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. standar. pengembangan usaha perbenihan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang perencanaan serta data dan informasi perbenihan tanaman hutan. . Subbagian Tata Usaha. pengendalian peredaran benih. d. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. c.dan e.evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perencanaan serta data dan informasi perbenihan tanaman hutan. pelaksanaan kebijakan.121 pengendalian peredaran benih. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perencanaan serta data dan informasi perbenihan tanaman hutan. b. Pasal 465 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 464. c. dan pengembangan sumber benih dan Sumber Daya genetik. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang perencanaan serta data dan informasi perbenihan tanaman hutan. Subdirektorat Pemolaan Perbenihan Tanaman Hutan. Subdirektorat Pengembangan Usaha Perbenihan.dan e. b. Subdirektorat Pemolaan Perbenihan Tanaman Hutan menyelenggarakan fungsi: a. dan pengembangan sumber benih dan Sumber Daya genetik. dan kriteria di bidang perencanaan serta data dan informasi perbenihan tanaman hutan. prosedur. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perencanaan dan pemolaan perbenihan. Subdirektorat Pengembangan Sumber Benih dan Sumber Daya Genetik. Pasal 463 Direktorat Bina Perbenihan Tanaman Hutan terdiri atas: a.

rencana strategi. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyusunan rencana pembangunan. Subdirektorat Pengembangan Usaha Perbenihan menyelenggarakan fungsi: a. prosedur. sosialisasi dan penyebarluasan informasi perbenihan tanaman hutan. data dan statistik pembangunan. rencana tahunan.dan d. standar. Pasal 467 (1) Seksi Perencanaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. bimbingan teknis. c. b. rencana kinerja tahunan. evaluasi perencanaan pembangunan perbenihan tanaman hutan. Pasal 468 Subdirektorat Pengembangan Usaha Perbenihan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Pasal 469 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 468. dan kriteria di bidang pengembangan usaha dan kelembagaan perbenihan tanaman hutan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengembangan usaha dan kelembagaan perbenihan tanaman hutan. pembinaan perencanaan pembangunan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pelaporan tahunan pembangunan. dan b.evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengembangan usaha perbenihan tanaman hutan. Seksi Perencanaan. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan penyajian data dan informasi pembangunan. (2) Seksi Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. laporan akuntabilitas kinerja.122 Pasal 466 Sudirektorat Pemolaan Perbenihan Tanaman Hutan terdiri atas: a. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengembangan usaha dan kelembagaan perbenihan tanaman hutan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan usaha dan kelembagaan perbenihan tanaman hutan. . pelaksanaan kebijakan. Seksi Data dan Informasi.

Pasal 472 Subdirektorat Pengendalian Peredaran Benih mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Bimbingan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. sertifikasi. sertifikasi. penyiapan bahan penyusunan norma. c. pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Pengendalian Peredaran Benih menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 471 (1) Seksi Bimbingan Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pengembangan jejaring kerja.dan b. bimbingan teknis.123 Pasal 470 Sudirektorat Pengembangan Usaha Perbenihan terdiri atas: a. dan ekspor-impor benih/bibit. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengendalian peredaran benih tanaman hutan.dan d. sertifikasi. Seksi Bimbingan Kelembagaan. Seksi Bimbingan Usaha. dan ekspor-impor benih/bibit. pelaksanaan kebijakan. prosedur. standar. dan kriteria di bidang pengendalian peredaran. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang fasilitasi usaha. b. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian peredaran. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pemberdayaan Sumber Daya manusia dan organisasi pelaksana urusan perbenihan tanaman hutan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengendalian pengendalian peredaran. dan pengembangan informasi usaha perbenihan tanaman hutan. Pasal 473 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 472. dan eksporimpor benih/bibit. sertifikasi. . penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengendalian peredaran. dan ekspor-impor benih/bibit.

dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengembangan sumber benih dan pengembangan Sumber Daya genetik. ekspor-impor benih/bibit. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang sertifikasi mutu benih. Seksi Penerapan Standar Peredaran. pengawasan peredaran benih dan bibit. bimbingan teknis. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis. (2) Seksi Penerapan Standar Peredaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. sertifikasi mutu bibit. di bidang pengembangan sumber benih dan Sumber Daya genetik tanaman hutan. tata usaha benih dan bibit. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan sumber benih dan pengembangan Sumber Daya genetik. Subdirektorat Pengembangan Sumber Benih dan Sumber Daya Genetik menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengembangan sumber benih dan pengembangan Sumber Daya genetik. tata usaha benih dan bibit.dan d.124 Pasal 474 Sudirektorat Pengendalian Peredaran Benih terdiri atas: a. Seksi Perumusan Standar Peredaran. pengawasan peredaran benih dan bibit. Pasal 477 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 476. ekspor-impor benih/bibit. dan kriteria di bidang pengembangan sumber benih dan pengembangan Sumber Daya genetik. Pasal 475 (1) Seksi Perumusan Standar Peredaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang sertifikasi mutu benih. dan penetapan pengada-pengedar terdaftar. pelaksanaan kebijakan. b. c. Pasal 476 Subdirektorat Pengembangan Sumber Benih dan Sumber Daya Genetik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. . dan penetapan pengada-pengedar terdaftar. prosedur. sertifikasi mutu bibit. standar.

pelaksanaan konservasi Sumber Daya genetik. standar sumber benih. (2) Seksi Pengembangan Sumber Daya Genetik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pengelolaan. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Pemolaan Perbenihan Tanaman Hutan. dan pemanfaatan sumber benih. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penetapan jenis prioritas.dan b. . penetapan areal Sumber Daya genetik. kepegawaian. Pasal 480 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. sertifikasi sumber benih. dan pemantauan benih/varietas unggul.125 Pasal 478 Subdirektorat Pengembangan Sumber Benih dan Sumber Daya Genetik terdiri atas: a. Seksi Pengembangan Sumber Daya Genetik. Seksi Pengembangan Sumber Benih. pelaksanaan kebijakan. pendaftaran areal sumber daya genetik. pengelolaan areal Sumber Daya genetik. keuangan. penetapan benih dari sumber benih bersertifikat. Pasal 479 (1) Seksi Pengembangan Sumber Benih mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pembangunan. dan kerumahtanggaan serta pelaporan Direktorat.

d. prosedur. dan kriteriadi bidang bina usaha kehutanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Bina Usaha Kehutanan. pelaksanaan kebijakan di bidang bina usaha kehutanan sesuai peraturan perundangundangan. standar. . pemberian bimbingan teknis dan evaluasi atas pelaksanaan norma. b.dan e. c.126 BAB VII DIREKTORAT JENDERAL BINA USAHA KEHUTANAN Bagian Pertama Kedudukan. Pasal 482 Direktorat Jenderal Bina Usaha Kehutanan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang bina usaha kehutanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Direktorat Jenderal Bina Usaha Kehutanan menyelenggarakan fungsi: a. (2) Direktorat Jenderal Bina Usaha Kehutanan dipimpin oleh Direktur Jenderal. Pasal 483 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 482. penyusunan norma. prosedur dan kriteria di bidang bina usaha kehutanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Tugas dan Fungsi Pasal 481 (1) Direktorat Jenderal Bina Usaha Kehutanan adalah unsur pelaksana yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kehutanan. standar. perumusan kebijakan di bidang bina usaha kehutanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Direktorat Bina Rencana Pemanfaatan Dan Usaha Kawasan.dan Direktorat Bina Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hutan. Direktorat Bina Usaha Hutan Tanaman. koordinasi dan penyusunan rencana. koordinasi dan penyiapan telaahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. b. b. . Pasal 486 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 485. organisasi dan tata laksana di bidang bina usaha kehutanan. f. program. koordinasi dan pelaksanaan tata usaha. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Sekretariat Direktorat Jenderal. perlengkapan dan administrasi keuangan Direktorat Jenderal. e. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 485 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unit organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal. d.127 Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 484 Direktorat Jenderal Bina Usaha Kehutanan terdiri atas: a. c. evaluasi dan pelaporan di bidang bina usaha kehutanan. d. pemberian pertimbangan dan bantuan hukum di bidang bina usaha kehutanan. c. kerja sama teknik. koordinasi dan pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi di bidang bina usaha kehutanan.dan e. koordinasi dan pelaksanaan urusan kepegawaian. Direktorat Bina Usaha Hutan Alam. Direktorat Bina Iuran dan Peredaran Hasil Hutan.

dan d. Subbagian Data dan Informasi. Bagian Program dan Evaluasi. penyiapan bahan koordinasi dan pengumpulan data serta penyajian informasi c. Bagian Kepegawaian. b. Organisasi dan Tata Laksana. Pasal 489 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 488. . penyusunan statistik. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. b. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan statistik dan kehumasan. Pasal 490 Bagian Program dan Evaluasi terdiri atas: a. Bagian Keuangan dan Umum. Subbagian Program Anggaran. program dan anggaran. pengolahan data dan penyajian informasi. serta kehumasan.128 Pasal 487 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. Bagian Hukum dan Kerja SamaTeknik. penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan rencana dan program. Bagian Program dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. informasi dan statistik serta pelaksanaan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. (2) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan pengumpulan.dan d. data. b. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan program dan anggaran.dan c. Pasal 488 Bagian Program dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi penyusunan dan pelaksanaan rencana. Pasal 491 (1) Subbagian Program dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program kerja dan anggaran. c.

Pasal 494 Bagian Kepegawaian. pendisiplinan dan penghargaan pegawai serta administrasi jabatan fungsional. fungsi. Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 495 (1) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana formasi pegawai. Pasal 493 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 492. Subbagian Administrasi Kepegawaian. pelaksanaan urusan administrasi kepegawaian. (3) Subbagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis jabatan. serta penyiapan bahan penyusunan organisasi dan ketatalaksanaan. b. Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional. penyiapan bahan penyusunan organisasi dan ketatalaksanaan. pelatihan. Pasal 492 Bagian Kepegawaian.129 (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi kinerja dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program.dan c. perumusan tugas. Organisasi dan Tata Laksana terdiri atas: a. . Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepegawaian. dan administrasi kepegawaian. tata kerja. Bagian Kepegawaian. pedoman dan prosedur kerja dan pembakuan prasarana dan sarana kerja. susunan organisasi. (2) Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan pendidikan. serta penyusunan tata hubungan kerja. dan evaluasi kinerja organisasi. b. Subbagian Organisasi dan Tata Laksana. pengembangan pegawai dan administrasi jabatan fungsional. pelaksanaan urusan pengembangan karier pegawai dan administrasi jabatan fungsional.dan c.

kearsipan dan pengelolaan urusan keuangan.130 Pasal 496 Bagian Keuangan dan Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan. penyelesaian tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. (2) Subbagian Administrasi Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan tata laksana keuangan. rumah tangga.dan c. penyiapan bahan perbendaharaan. perlengkapan. . pelaksanaan urusan administrasi keuangan. Subbagian Administrasi Keuangan. pelaporan keuangan. Subbagian Perlengkapan. b. Pasal 497 Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 496 Bagian Keuangan dan Umum menyelenggarakan fungsi: a. verifikasi.dan c. penyusunan rencana anggaran gaji dan penggajian. penelaahan permasalahan. b. pelaksanaan urusan tata usaha. kearsipan dan pembinaan tata persuratan. bantuan hukum. (3) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan urusan rumah tangga dan pengelolaan barang milik negara. serta penyiapan bahan administrasi kerja sama teknik dalam negeri dan luar negeri. Pasal 500 Bagian Hukum dan Kerja Sama Teknik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. pertimbangan. Pasal 498 Bagian Keuangan dan Umum terdiri atas: a. Pasal 499 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. pelaksanaan urusan perlengkapan. Subbagian Tata Usaha. pembinaan kebendaharaan petugas SAI dan petugas SIMAK-BMN. melakukan akuntansi keuangan dan barang milik negara.

b. penyiapan bahan pertimbangan dan bantuan hukum. penyiapan perumusan kebijakan di bidang rencana pemanfaatan dan usaha kawasan. Subbagian Kerja Sama Teknik. penelaahan dan penanganan permasalahan.dan c. Subbagian Pertimbangan dan Bantuan Hukum. di bidang rencana pemanfaatan dan usaha kawasan serta penyiapan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan kawasan serta jasa lingkungan. (3) Subbagian Kerja Sama Teknik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan koordinasi administrasi kerja sama teknik dalam negeri dan luar negeri. Direktorat Bina Rencana Pemanfaatan dan Usaha Kawasan menyelenggarakan fungsi: a. b.evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis. Bagian Hukum dan Kerja Sama Teknik menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan kebijakan.dan c. bimbingan teknis.131 Pasal 501 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 500. . (2) Subbagian Pertimbangan dan Bantuan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. penyiapan bahan administrasi kerja sama teknik dalam negeri dan luar negeri. Bagian Keempat Direktorat Bina Rencana Pemanfaatan dan Usaha Kawasan Pasal 504 Direktorat Bina Rencana Pemanfaatan dan Usaha Kawasan mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. Subbagian Peraturan Perundang-undangan. Pasal 503 (1) Subbagian Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rancangan dan penelahaan peraturan perundangundangan. Pasal 505 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 504. dan bantuan permasalahan hukum. pertimbangan. Pasal 502 Bagian Hukum dan Kerja Sama Teknik terdiri atas: a.

d. standar. standar.dan e. pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Pemolaan Pemanfaatan Kawasan Hutan. Subdirektorat Pemolaan Pemanfaatan Kawasan Hutan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 508 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 507. c. Subdirektorat Usaha Jasa Lingkungan. dan kriteria di bidang pemolaan pemanfaatan kawasan hutan. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pemolaan pemanfaatan kawasan hutan. dan kriteria di bidang rencana pemanfaatan dan usaha kawasan.132 b. penyiapan penyusunan norma. . c. penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan kawasan hutan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat.dan e. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pemolaan pemanfaatan kawasan hutan. Subdirektorat Penilaian Kinerja Rencana Usaha Kawasan dan Jasa Lingkungan. b. Pasal 507 Subdirektorat Pemolaan Pemanfaatan Kawasan Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. d. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemolaan pemanfaatan kawasan hutan. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang rencana pemanfaatan dan usaha kawasan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemolaan pemanfaatan kawasan hutan serta penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan kawasan. prosedur. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang rencana pemanfaatan dan usaha kawasan. c. b.dan Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu. e. d. Pasal 506 Direktorat Bina Rencana Pemanfaatan dan Usaha Kawasan terdiri atas: a. bimbingan teknis. prosedur.

dan e. Seksi Pemanfaatan Kawasan Wilayah I. pelaksanaan kebijakan. c. Nusa Tenggara. penilaian permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan bukan kayu. Pasal 512 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 511. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pemolaan pemanfaatan kawasan hutan serta penyiapan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan kawasan di wilayah Sumatera.133 Pasal 509 Subdirektorat Pemolaan Pemanfaatan Kawasan Hutan terdiri atas: a. . penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pemanfaatan hasil hutan bukan kayu. pelaksanaan kebijakan. d. Maluku dan Papua. Subdirektorat Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Pemanfaatan Kawasan Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. b. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemanfaatan hasil hutan bukan kayu dan penyiapan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan bukan kayu. Pasal 511 Subdirektorat Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemanfaatan hasil hutan bukan kayu. Bali. standar. Seksi Pemanfaatan Kawasan Wilayah II. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pemanfaatan hasil hutan bukan kayu. prosedur. dan kriteria di bidang pemanfaatan hasil hutan bukan kayu.dan b. Jawa. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pemolaan pemanfaatan kawasan hutan serta penyiapan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan kawasan di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. Pasal 510 (1) Seksi Pemanfaatan Kawasan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.

dan b.134 Pasal 513 Subdirektorat Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu terdiri atas: a. . pelaksanaan kebijakan. Seksi Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu Wilayah I. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang usaha pemanfaatan jasa lingkungan. penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan jasa lingkungan. standar. b. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pemanfaatan hasil hutan bukan kayu dan penyiapan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan bukan kayu di wilayah Kalimantan dan Sulawesi.dan e. d. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pemanfaatan hasil hutan bukan kayu dan penyiapan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan bukan kayu di wilayah Sumatera. Pasal 514 (1) Seksi Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan kriteria di bidang usaha pemanfaatan jasa lingkungan. Subdirektorat Usaha Jasa Lingkungan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang usaha pemanfaatan jasa lingkungan. prosedur. Jawa. (2) Seksi Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu Wilayah II. Pasal 515 Subdirektorat Usaha Jasa Lingkungan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Pasal 516 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 515. c. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang usaha pemanfaatan jasa lingkungan. penyiapan bahan penyusunan norma. Nusa Tenggara. pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang usaha jasa lingkungan dan penyiapan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan jasa lingkungan. Maluku dan Papua. Bali.

usaha pemanfaatan hasil hutan bukan kayu dan usaha jasa lingkungan.dan b. Bali. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penilaian kinerja rencana pemanfaatan dan usaha kawasan. Pasal 520 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 519. Maluku dan Papua. Pasal 519 Subdirektorat Penilaian Kinerja Rencana Usaha Kawasan dan Jasa Lingkungan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. prosedur. Nusa Tenggara. pelaksanaan kebijakan. usaha pemanfaatan hasil hutan bukan kayu dan usaha jasa lingkungan. c. (2) Seksi Usaha Jasa Lingkungan Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. usaha pemanfaatan hasil hutan bukan kayu dan usaha jasa lingkungan. usaha pemanfaatan hasil hutan bukan kayu dan usaha jasa lingkungan. Seksi Usaha Jasa Lingkungan Wilayah II. b. standar. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang usaha pemanfaatan jasa lingkungan dan penyiapan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan jasa lingkungan di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. dan kriteria di bidang penilaian kinerja rencana pemanfaatan dan usaha kawasan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang usaha pemanfaatan jasa lingkungan dan penyiapan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan jasa lingkungan di wilayah Sumatera. Subdirektorat Penilaian Kinerja Rencana Usaha Kawasan dan Jasa Lingkungan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penilaian kinerja rencana pemanfaatan dan usaha kawasan. Jawa.dan . penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penilaian kinerja rencana pemanfaatan dan usaha kawasan. Pasal 518 (1) Seksi Usaha Jasa Lingkungan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.135 Pasal 517 Subdirektorat Usaha Jasa Lingkungan terdiri atas: a. pelaksanaan kebijakan. Seksi Usaha Jasa Lingkungan Wilayah I. pelaksanaan kebijakan.

pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. Pasal 522 (1) Seksi Penilaian Kinerja Usaha Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. kepegawaian. kerumahtanggaan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penilaian kinerja rencana pemanfaatan dan usaha kawasan. kearsipan dan pelaporan Direktorat. Nusa Tenggara. bimbingan teknis. Bali. Maluku dan Papua. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penilaian kinerja rencana pemanfaatan dan usaha kawasan. usaha pemanfaatan hasil hutan bukan kayu dan usaha jasa lingkungan.136 d. (2) Seksi Penilaian Kinerja Usaha Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. usaha pemanfaatan hasil hutan bukan kayu dan usaha jasa lingkungan di wilayah Sumatera. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melakukan tugas sehari-hari secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Penilaian Kinerja Rencana Usaha Kawasan dan Jasa Lingkungan. Bagian Kelima Direktorat Bina Usaha Hutan Alam Pasal 524 Direktorat Bina Usaha Hutan Alam mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. Seksi Penilaian Kinerja Usaha Wilayah I. Seksi Penilaian Kinerja Usaha Wilayah II. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang usaha hutan alam serta penyusunan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penilaian kinerja rencana pemanfaatan dan usaha kawasan. Pasal 523 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. Jawa. Pasal 521 Subdirektorat Penilaian Kinerja Rencana Usaha Kawasan dan Jasa Lingkungan terdiri atas: a. .dan b. usaha pemanfaatan hasil hutan bukan kayu dan usaha jasa lingkungan di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. keuangan.

Subdirektorat Rencana Kerja Pemanfaatan Hutan Alam. Pasal 526 Direktorat Bina Usaha Hutan Alam terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penyiapan pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam. pelaksanaan kebijakan. b. b.137 Pasal 525 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 524. Subdirektorat Produksi Hutan Alam. standar. d. prosedur. c. dan kriteria di bidang penyiapan pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam. Pasal 528 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 527. prosedur. dan kriteria di bidang usaha hutan alam. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang usaha hutan alam. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyiapan pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam dan penyusunan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam. Subdirektorat Penyiapan Pemanfaatan Hutan Alam. d. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. c.dan e. Subdirektorat Penilaian Kinerja Usaha Pemanfaatan Hutan Alam. . Subdirektorat Penyiapan Pemanfaatan Hutan Alam menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penyusunan norma. b. standar. pelaksanaan kebijakan di bidang usaha hutan alam. c. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penyiapan pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam. Direktorat Bina Usaha Hutan Alam menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan perumusan kebijakan di bidang usaha hutan alam. Pasal 527 Subdirektorat Penyiapan Pemanfaatan Hutan Alam mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan.dan Subbagian Tata Usaha. e.

bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang rencana kerja pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam.dan b. . Pasal 532 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 531. (2) Seksi Penyiapan Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Penyiapan Wilayah I. Pasal 530 (1) Seksi Penyiapan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. b. Maluku dan Papua. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyiapan pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam dan penyusunan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang rencana kerja pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyiapan pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyiapan pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam dan penyusunan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam di wilayah Sumatera. Subdirektorat Rencana Kerja Pemanfaatan Hutan Alam menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 531 Subdirektorat Rencana Kerja Pemanfaatan Hutan Alam mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang rencana kerja pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam. pelaksanaan kebijakan.138 d. Jawa. Pasal 529 Subdirektorat Penyiapan Pemanfaatan Hutan Alam terdiri atas: a.dan e. Seksi Penyiapan Wilayah II. Bali. penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam. pelaksanaan kebijakan. Nusa Tenggara.

pelaksanaan kebijakan.139 c.dan b. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang rencana kerja pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam. Nusa Tenggara. Seksi Rencana Kerja Wilayah I. Bali. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang produksi hasil hutan kayu hutan alam. b. Pasal 536 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 535. prosedur. Subdirektorat Produksi Hutan Alam menyelenggarakan fungsi: a. . c. prosedur. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang produksi hasil hutan kayu hutan alam. Pasal 533 Subdirektorat Rencana Kerja Pemanfaatan Hutan Alam terdiri atas: a. dan kriteria di bidang rencana kerja pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam. dan kriteria di bidang produksi hasil hutan kayu hutan alam. di bidang produksi hasil hutan kayu hutan alam.dan d. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang rencana kerja pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. pelaksanaan kebijakan.evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis. bimbingan teknis. Jawa. Seksi Rencana Kerja Wilayah II. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis dibidang rencana kerja pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam di wilayah Sumatera. penyiapan bahan penyusunan norma. standar. (2) Rencana Kerja Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 534 (1) Seksi Rencana Kerja Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 535 Subdirektorat Produksi Hutan Alam mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang produksi hasil hutan kayu hutan alam. Maluku dan Papua.dan d. standar.

Seksi Penilaian Kinerja Usaha Wilayah II. Jawa. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang produksi hasil hutan kayu hutan alam di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. Maluku dan Papua. . penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang produksi hasil hutan kayu hutan alam di wilayah Sumatera. (2) Seksi Produksi Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. terdiri atas: a.dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penilaian kinerja usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam. prosedur. terdiri atas: a.dan d. Nusa Tenggara. pelaksanaan kebijakan. dan kriteria di bidang penilaian kinerja usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penilaian kinerja usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam. c. bimbingan teknis. pelaksanaan kebijakan. b. standar. Pasal 539 Subdirektorat Penilaian Kinerja Usaha Hutan Alam mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan.dan b. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penilaian kinerja usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam. Subdirektorat Penilaian Kinerja Usaha Pemanfaatan Hutan Alam menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 540 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 539. Seksi Produksi Wilayah II. penyiapan bahan penyusunan norma. Seksi Penilaian Kinerja Usaha Wilayah I. Pasal 538 (1) Seksi Produksi Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penilaian kinerja usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam. Seksi Produksi Wilayah I. Bali.140 Pasal 537 Subdirektorat Produksi Hutan Alam. Pasal 541 Subdirektorat Penilaian Kinerja Usaha Pemanfaatan Hutan Alam. pelaksanaan kebijakan.

c. penyiapan perumusan kebijakan di bidang usaha hutan tanaman. penyiapan penyusunan norma. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penilaian kinerja usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. dan kriteria di bidang usaha hutan tanaman. kepegawaian. . kerumahtanggaan.dan e. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang usaha hutan tanaman. pelaksanaan kebijakan di bidang usaha hutan tanaman. d. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang usaha hutan tanaman serta penyusunan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman. Direktorat Bina Usaha Hutan Tanaman menyelenggarakan fungsi: a. Jawa. kearsipan dan pelaporan Direktorat. Nusa Tenggara. standar. Bali. Bagian Keenam Direktorat Bina Usaha Hutan Tanaman Pasal 544 Direktorat Bina Usaha Hutan Tanaman mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. prosedur. pelaksanaan kebijakan.141 Pasal 542 (1) Seksi Penilaian Kinerja Usaha Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas sehari-hari secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Penilaian Kinerja Usaha Hutan Alam. keuangan. Pasal 545 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 544. Pasal 543 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. Maluku dan Papua. b. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penilaian kinerja usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam di wilayah Sumatera. pelaksanaan kebijakan. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. (2) Seksi Penilaian Kinerja Usaha Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.

dan e. Pasal 549 Subdirektorat Hutan Tanaman Industri terdiri atas: a. Subdirektorat Hutan Tanaman Industri menyelenggarakan fungsi: a. penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman industri. Pasal 547 Subdirektorat Hutan Tanaman Industri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang hutan tanaman industri. c. prosedur. Subdirektorat Hutan Tanaman Industri. b. Pasal 548 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 547. b.dan e. b. penyiapan bahan penyusunan norma. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang hutan tanaman industri dan penyusunan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman industri. . Seksi Hutan Tanaman Industri Wilayah II. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang hutan tanaman industri. pelaksanaan kebijakan. d. d. Seksi Hutan Tanaman Industri Wilayah I. Subdirektorat Rencana Kerja dan Produksi. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang hutan tanaman industri. bimbingan teknis. dan kriteria di bidang hutan tanaman industri. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Penilaian Kinerja Usaha Hutan Tanaman.142 Pasal 546 Direktorat Bina Usaha Hutan Tanaman terdiri atas: a. standar. c. Subdirektorat Hutan Tanaman Rakyat.

penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman rakyat. standar. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang hutan tanaman industri dan penyusunan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman industri di wilayah Sumatera. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang hutan tanaman industri dan penyusunan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman industri di wilayah Kalimantan dan Sulawesi.dan e. Pasal 552 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 551. Bali. Pasal 551 Subdirektorat Hutan Tanaman Rakyat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. prosedur. pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. d. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang hutan tanaman rakyat. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang hutan tanaman rakyat. Seksi Hutan Tanaman Rakyat Wilayah II. bimbingan teknis. Seksi Hutan Tanaman Rakyat Wilayah I.dan b. Jawa. Maluku dan Papua. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang hutan tanaman rakyat. b. Pasal 553 Subdirektorat Hutan Tanaman Rakyat terdiri atas: a.143 Pasal 550 (1) Seksi Hutan Tanaman Industri Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. c. penyiapan bahan penyusunan norma. dan kriteria di bidang hutan tanaman rakyat. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis dibidang hutan tanaman rakyat dan penyusunan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman rakyat. Subdirektorat Hutan Tanaman Rakyat menyelenggarakan fungsi: a. Nusa Tenggara. (2) Seksi Hutan Tanaman Industri Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. .

penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang rencana kerja dan produksi hasil hutan kayu hutan tanaman.144 Pasal 554 (1) Seksi Hutan Tanaman Rakyat Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.dan d. pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. Pasal 557 Subdirektorat Rencana Kerja dan Produksi terdiri atas: a. prosedur. dan kriteria di bidang rencana kerja dan produksi hasil hutan kayu hutan tanaman.dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang rencana kerja dan produksi hasil hutan kayu hutan tanaman. Jawa. b. (2) Seksi Hutan Tanaman Rakyat Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Nusa Tenggara. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang rencana kerja dan produksi hasil hutan kayu hutan tanaman. Seksi Rencana Kerja dan Produksi Wilayah I. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang rencana kerja dan produksi hasil hutan kayu hutan tanaman. . Pasal 556 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 555. pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Rencana Kerja dan Produksi menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang hutan tanaman rakyat dan penyusunan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman rakyat di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. c. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang hutan tanaman rakyat dan penyusunan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman rakyat di wilayah Sumatera. Maluku dan Papua. standar. Seksi Rencana Kerja dan Produksi Wilayah II. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 555 Subdirektorat Rencana Kerja dan Produksi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Bali. bimbingan teknis.

dan d. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penilaian usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang rencana kerja dan produksi hasil hutan kayu hutan tanaman di wilayah Sumatera. Seksi Penilaian Kinerja Usaha Wilayah I. Maluku dan Papua. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penilaian kinerja usaha hutan tanaman. dan kriteria di bidang penilaian usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman. Pasal 561 Subdirektorat Penilaian Kinerja Usaha Pemanfaatan Hutan Tanaman terdiri atas: a. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 560 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 559. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penilaian usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman. Pasal 559 Subdirektorat Penilaian Kinerja Usaha Hutan Tanaman mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. . standar.145 Pasal 558 (1) Seksi Rencana Kerja dan Produksi Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. b. Jawa. Bali. (2) Seksi Rencana Kerja dan Produksi Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. prosedur. pelaksanaan kebijakan.dan b. Nusa Tenggara. bimbingan teknis. pelaksanaan kebijakan. Seksi Penilaian Kinerja Usaha Wilayah II. Subdirektorat Penilaian Kinerja Usaha Pemanfaatan Hutan Tanaman menyelenggarakan fungsi: a. c. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang rencana kerja dan produksi hasil hutan kayu hutan tanaman di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penilaian usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman.

Pasal 565 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 564. Pasal 563 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. pelaksanaan kebijakan. dan kriteria di bidang iuran kehutanan dan peredaran hasil hutan. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang iuran kehutanan dan peredaran hasil hutan. pelaksanaan kebijakan. Bali. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas sehari-hari secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Penilaian Kinerja Usaha Hutan Tanaman. Maluku dan Papua.dan e. prosedur. keuangan. kepegawaian. bimbingan teknis. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penilaian kinerja usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. Bagian Ketujuh Direktorat Bina Iuran Kehutanan dan Peredaran Hasil Hutan Pasal 564 Direktorat Bina Iuran Kehutanan dan Peredaran Hasil Hutan mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. standar. di bidang iuran kehutanan dan peredaran hasil hutan. kerumahtanggaan. (2) Seksi Penilaian Kinerja Usaha Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang iuran kehutanan dan peredaran hasil hutan. c. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang iuran kehutanan dan peredaran hasil hutan. pelaksanaan kebijakan. b. Direktorat Bina Iuran Kehutanan dan Peredaran Hasil Hutan menyelenggarakan fungsi: a.146 Pasal 562 (1) Seksi Penilaian Kinerja Usaha Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. . kearsipan dan pelaporan Direktorat. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penilaian kinerja usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman di wilayah Sumatera. Nusa Tenggara. penyiapan penyusunan norma. Jawa. pelaksanakan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis. d.

Subdirektorat Penerimaan Negara Bukan Pajak. Subdirektorat Pengukuran dan Pengujian Hasil Hutan. pelaksanaan kebijakan. Bali. Subdirektorat Penerimaan Negara Bukan Pajak menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penerimaan negara bukan pajak. Pasal 569 Subdirektorat Penerimaan Negara Bukan Pajak terdiri atas: a. Nusa Tenggara. prosedur. Subdirektorat Peredaran Hasil Hutan.dan b. c. c. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penerimaan negara bukan pajak. pelaksanaan kebijakan. Seksi Penerimaan Negara Bukan Pajak Wilayah II. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penerimaan negara bukan pajak. Pasal 570 (1) Seksi Penerimaan Negara Bukan Pajak Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 567 Subdirektorat Penerimaan Negara Bukan Pajak mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. b. b. Seksi Penerimaan Negara Bukan Pajak Wilayah I. .dan d. Pasal 568 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 567. dan kriteria di bidang penerimaan negara bukan pajak. d. Maluku dan Papua. Subbagian Tata Usaha. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penerimaan negara bukan pajak di wilayah Sumatera. penyiapan bahan penyusunan norma. Jawa. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penerimaan negara bukan pajak.147 Pasal 566 Direktorat Bina Iuran Kehutanan dan Peredaran Hasil Hutan terdiri atas: a. standar. bimbingan teknis.dan e. Subdirektorat Penertiban Peredaran Hasil Hutan.

penyiapan bahan penyusunan norma.dan b. Pasal 573 Subdirektorat Peredaran Hasil Hutan terdiri atas: a. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang peredaran hasil hutan. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang tata usaha hasil hutan. Subdirektorat Peredaran Hasil Hutan menyelenggarakan fungsi: a. standar. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang tanda legalitas hasil hutan. b. Seksi Tanda Legalitas Hasil Hutan. . Seksi Tata Usaha Hasil Hutan. pelaksanaan kebijakan. Pasal 571 Subdirektorat Peredaran Hasil Hutan mempunyai melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. dan kriteria di bidang peredaran hasil hutan.148 (2) Seksi Penerimaan Negara Bukan Pajak Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang peredaran hasil hutan. pelaksanaan kebijakan.dan d. (2) Seksi Tanda Legalitas Hasil Hutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang peredaran hasil hutan. c. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang peredaran hasil hutan. pelaksanaan kebijakan. prosedur. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penerimaan negara bukan pajak di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. Pasal 572 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 571. Pasal 574 (1) Seksi Tata Usaha Hasil Hutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.

penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengukuran dan pengujian hasil hutan. .dan b.dan d. b. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengukuran dan pengujian hasil hutan. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penertiban peredaran hasil hutan. prosedur. Pasal 577 Subdirektorat Pengukuran dan Pengujian Hasil Hutan terdiri atas: a. Subdirektorat Pengukuran dan Pengujian Hasil Hutan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. Seksi Pengukuran dan Pengujian Hasil Hutan Bukan Kayu. pelaksanaan kebijakan. Pasal 579 Subdirektorat Penertiban Peredaran Hasil Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Pasal 576 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 575. dan kriteria di bidang pengukuran dan pengujian hasil hutan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengukuran dan pengujian hasil hutan kayu. Seksi Pengukuran dan Pengujian Hasil Hutan Kayu. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengukuran dan pengujian hasil hutan bukan kayu. Pasal 578 (1) Seksi Pengukuran dan Pengujian Hasil Hutan Kayu mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengukuran dan pengujian hasil hutan. penyiapan bahan penyusunan norma.149 Pasal 575 Subdirektorat Pengukuran dan Pengujian Hasil Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. c. standar. (2) Seksi Pengukuran dan Pengujian Hasil Hutan Bukan Kayu mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengukuran dan pengujian hasil hutan.

(2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas sehari-hari secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Penertiban Peredaran Hasil Hutan. Pasal 581 Subdirektorat Penertiban Peredaran Hasil Hutan terdiri atas: a. . Seksi Penertiban Peredaran Hasil Hutan Wilayah II. Jawa. kerumahtanggaan. dan kriteria di bidang penertiban peredaran hasil hutan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penertiban peredaran hasil hutan di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. Subdirektorat Penertiban Peredaran Hasil Hutan menyelenggarakan fungsi: a.150 Pasal 580 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 579. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penertiban peredaran hasil hutan di wilayah Sumatera. standar.dan b. b. kearsipan dan pelaporan Direktorat. kepegawaian. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penertiban peredaran hasil hutan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penertiban peredaran hasil hutan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penertiban peredaran hasil hutan.dan d. (2) Seksi Penertiban Peredaran Hasil Hutan Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. Maluku dan Papua. prosedur. Pasal 582 (1) Seksi Penertiban Peredaran Hasil Hutan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Bali. Pasal 583 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. c. Seksi Penertiban Peredaran Hasil Hutan Wilayah I. keuangan. Nusa Tenggara. penyiapan bahan penyusunan norma.

Pasal 587 Subdirektorat Pemolaan Pengolahan Hasil Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pengolahan dan pemasaran hasil hutan. Subbagian Tata Usaha. . Direktorat Bina Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hutan menyelenggarakan fungsi: a.dan e.dan d. c. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. penyiapan penyusunan norma. Pasal 586 Direktorat Bina Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hutan terdiri atas: a. Subdirektorat Pengendalian Bahan Baku dan Industri Primer. d. b. b. Pasal 585 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 584. dan kriteria di bidang pengolahan dan pemasaran hasil hutan. standar. pelaksanaan kebijakan. c.151 Bagian Kedelapan Direktorat Bina Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hutan Pasal 584 Direktorat Bina Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hutan mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengolahan dan pemasaran hasil hutan. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengolahan dan pemasaran hasil hutan dan penyusunan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha industri primer hasil hutan kayu. pelaksanaan kebijakan di bidang pengolahan dan pemasaran hasil hutan. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemolaan pengolahan hasil hutan dan penyusunan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha industri primer hasil hutan kayu. Subdirektorat Pemolaan Pengolahan Hasil Hutan. prosedur. Subdirektorat Penilaian Kinerja Industri dan Pemasaran Hasil Hutan.

revitalisasi. re-engineering. standar. d. Seksi Pengolahan Industri Primer. ketenagakerjaan dan pengolahan industri primer hasil hutan. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pemolaan dan revitalisasi industri primer hasil hutan. pemantauan pengelolaan lingkungan. investasi/divestasi. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemolaan dan revitalisasi industri primer hasil hutan.000m3/tahun dan persetujuan revitalisasi industri primer hasil hutan. c. penyiapan bahan penyusunan norma.dan b. pemberian perizinan industri primer hasil hutan dengan kapasitas produksi >6. Pasal 589 Subdirektorat Pemolaan Pengolahan Hasil Hutan terdiri atas: a.dan e. pelaksanaan kebijakan. Seksi Penyiapan Pengolahan Industri Primer. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pemolaan. Pasal 591 Subdirektorat Pengendalian Bahan Baku dan Industri Primer mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. dan kriteria di bidang pemolaan dan revitalisasi industri primer hasil hutan. prosedur. Subdirektorat Pemolaan Pengolahan Hasil Hutan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pemolaan dan revitalisasi industri primer hasil hutan.152 Pasal 588 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 587. pemberdayaan dan kemitraan industri primer. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang perizinan. Pasal 590 (1) Seksi Penyiapan Pengolahan Industri Primer mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengendalian bahan baku dan industri primer hasil hutan. . b. (2) Seksi Pengolahan Industri Primer mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan.

Pasal 595 Subdirektorat Penilaian Kinerja Industri dan Pemasaran Hasil Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. produksi dan standardisasi produk industri primer hasil hutan. dan kriteria di bidang pengendalian bahan baku. Subdirektorat Pengendalian Bahan Baku dan Industri Primer menyelenggarakan fungsi: a. produksi dan standardisasi produk industri primer hasil hutan. prosedur. pelaksanaan kebijakan.dan d. pengolahan.153 Pasal 592 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 591.dan b. pengolahan. produksi dan standardisasi produk industri primer hasil hutan. produksi dan standardisasi produk industri primer hasil hutan. standar. Pasal 593 Subdirektorat Pengendalian Bahan Baku dan Industri Primer terdiri atas: a. . efisiensi penggunaan bahan baku. efisiensi penggunaan bahan baku. penyiapan bahan penyusunan norma. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengolahan. c. efisiensi penggunaan bahan baku. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengendalian bahan baku. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penilaian kinerja industri primer hasil hutan. pengolahan. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengendalian bahan baku dan efisiensi penggunaan bahan baku industri primer hasil hutan. (2) Seksi Produksi Industri Primer mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. produksi dan standardisasi produk industri primer hasil hutan. pengolahan. pelaksanaan kebijakan. Pasal 594 (1) Seksi Pengendalian Bahan Baku mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. b. efisiensi penggunaan bahan baku. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengendalian bahan baku. Seksi Produksi Industri Primer. Seksi Pengendalian Bahan Baku. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian bahan baku. verifikasi legalitas dan pemasaran hasil hutan.

dan d. pemeriksaan dan tindak lanjut hasil evaluasi industri hasil hutan. kearsipan dan pelaporan Direktorat. pemeriksaan dan tindak lanjut hasil evaluasi industri hasil hutan. Seksi Kinerja Industri. verifikasi legalitas serta pemasaran hasil hutan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penilaian kinerja. c. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penilaian kinerja. Subdirektorat Penilaian Kinerja Industri dan Pemasaran Hasil Hutan menyelenggarakan fungsi: a. standar. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penilaian kinerja. (2) Seksi Kinerja Industri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pemasaran hasil hutan serta verifikasi legalitas. evaluasi dan pemeriksaan serta tindak lanjut hasil evaluasi industri hasil hutan. evaluasi. kesehatan finansial. evaluasi. kesehatan finansial. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penilaian kinerja. Pasal 598 (1) Seksi Pemasaran Hasil Hutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan.154 Pasal 596 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 595. b. prosedur. kesehatan finansial. kepegawaian. dan kriteria di bidang penilaian kinerja. . Seksi Pemasaran Hasil Hutan. pelaksanaan kebijakan. kesehatan finansial. Pasal 599 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. pemeriksaan dan tindak lanjut hasil evaluasi industri hasil hutan. keuangan. verifikasi legalitas serta pemasaran hasil hutan.dan b. Pasal 597 Subdirektorat Penilaian Kinerja Industri dan Pemasaran Hasil Hutan terdiri atas: a. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas sehari-hari secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Penilaian Kinerja Industri dan Pemasaran Hasil Hutan. kesehatan finansial. verifikasi legalitas serta pemasaran hasil hutan. evaluasi. penyiapan bahan penyusunan norma. kerumahtanggaan. pemeriksaan dan tindak lanjut hasil evaluasi industri hasil hutan. evaluasi. verifikasi legalitas serta pemasaran hasil hutan.

155 BAB VIII INSPEKTORAT JENDERAL Bagian Pertama Kedudukan. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 603 Inspektorat Jenderal terdiri atas: a. Tugas dan Fungsi Pasal 600 (1) Inspektorat Jenderal adalah unsur pengawas yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kehutanan. pelaksanaan urusan administrasi Inspektorat Jenderal. dan kegiatan pengawasan lainnya. c. pelaksanaan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Kehutanan terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. penyusunan laporan hasil pengawasan di lingkungan Kementerian Kehutanan.dan e. d. b. Pasal 601 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Kehutanan. reviu. evaluasi. pemantauan. c. penyiapan perumusan kebijakan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Kehutanan. Inspektorat I. Sekretariat Inspektorat Jenderal. Inspektorat II. (2) Inspektorat Jenderal dipimpin oleh Inspektur Jenderal. . pelaksanaan pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri Kehutanan. Pasal 602 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 601. Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. b.

Inspektorat Investigasi.156 d. b. Pasal 606 Sekretariat Inspektorat Jenderal terdiri atas: a. organisasi dan tata laksana. pelaksanaan analisis laporan hasil pengawasan. b. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Jenderal. d. e. serta pelaporan di lingkungan Inspektorat Jenderal. Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Inspektorat III. Bagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan. program pengawasan. pelaksanaan koordinasi dan penyusunan rencana dan program kerja pengawasan. pelaksanaan pemantauan tindak lanjut hasil pengawasan. Inspektorat IV. Pasal 607 Bagian Program dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. c. . serta pelaporan.dan e. dan pemantauan pelaksanaan rencana dan program pengawasan. keuangan. Pasal 605 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 604.dan f.dan d. Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal Pasal 604 Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis dan administratif kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Inspektorat Jenderal. Bagian Program dan Pelaporan. pengelolaan urusan kepegawaian. Bagian Pemantauan Tindak Lanjut. c. Bagian Umum.

penyiapan bahan koordinasi pengumpulan. penyiapan bahan pelaksanaan koordinasi penyusunan rencana dan program pengawasan dan anggaran. Bagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan penyusunan laporan hasil analisis dan evaluasi. pemantauan pelaksanaan rencana dan program pengawasan. pemantauan pelaksanaan rencana dan program pengawasan.dan b. dan anggaran di lingkungan Inspektorat Jenderal. pengolahan dan penyajian data dan informasi. (2) Subbagian Data dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan. dan laporan pengawasan lainnya. Pasal 609 Bagian Program dan Pelaporan terdiri atas: a. dan penyusunan laporan di lingkungan Inspektorat Jenderal. Pasal 610 (1) Subbagian Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program pengawasan.dan b. Pasal 612 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 611. pengolahan data serta penyajian informasi. serta penyusunan laporan hasil analisis dan evaluasi. pelaksanaan analisis dan evaluasi hasil pengawasan intern dan ekstern pemerintah. Subbagian Data dan Pelaporan. Bagian Program dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Program. Pasal 611 Bagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan mempunyai tugas melaksanakan analisis dan evaluasi hasil pengawasan intern dan ekstern pemerintah dan laporan pengawasan lainnya di lingkungan Kementerian. dan penyiapan bahan pelaporan di lingkungan Inspektorat Jenderal.dan b.157 Pasal 608 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 607. .

Pasal 616 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 615. serta penyusunan laporan hasil pemantauan tindak lanjut.dan b. pelaksanaan pemantauan atas pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan intern dan ekstern pemerintah. dan Inspektorat Investigasi. pelaksanaan penyusunan laporan hasil pemantauan tindak lanjut. laporan pengawasan lainnya. (2) Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis dan evaluasi hasil pengawasan intern dan ekstern pemerintah.dan b. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan II.158 Pasal 613 Bagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan terdiri atas: a. . Pasal 617 Bagian Pemantauan Tindak Lanjut terdiri atas: a. serta laporan pengawasan lainnya.dan b. Bagian Pemantauan Tindak Lanjut menyelenggarakan fungsi: a. serta penyusunan laporan hasil analisis dan evaluasi. serta penyusunan laporan hasil analisis dan evaluasi. dan laporan pengawasan lainnya di lingkungan kerja Inspektorat III dan Inspektorat IV. Pasal 615 Bagian Pemantauan Tindak Lanjut mempunyai tugas melaksanakan pemantauan atas pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan intern dan ekstern pemerintah. Pasal 614 (1) Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis dan evaluasi hasil pengawasan intern dan ekstern pemerintah. dan laporan pengawasan lainnya di lingkungan kerja Inspektorat I dan Inspektorat II. dan Inspektorat Investigasi. Subbagian Pemantauan Tindak Lanjut II. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan I. Subbagian Pemantauan Tindak Lanjut I.

rumah tangga. Pasal 621 Bagian Umum terdiri atas: a. . dan penyusunan laporan keuangan. Subbagian Rumah Tangga dan Kepegawaian. pelaksanaan administrasi dan pemantauan keuangan. pelaksanaan administrasi dan pemantauan keuangan. administrasi kepegawaian. Subbagian Tata Persuratan dan Keuangan. Pasal 622 (1) Subbagian Tata Persuratan dan Keuangan mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. administrasi kepegawaian. kearsipan. organisasi dan tata laksana di lingkungan Inspektorat Jenderal. pelaksanaan urusan rumah tangga. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan tata persuratan. dan penyusunan laporan keuangan. (2) Subbagian Rumah Tangga dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga. organisasi dan tata laksana. administrasi kepegawaian. serta laporan pengawasan lainnya di lingkungan kerja Inspektorat I dan Inspektorat II. penggandaan. organisasi dan tata laksana. Pasal 619 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. perlengkapan. serta laporan pengawasan lainnya di lingkungan kerja Inspektorat III dan Inspektorat IV serta penyusunan laporan hasil pemantauan tindak lanjut. (2) Subbagian Pemantauan Tindak Lanjut II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan atas pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan intern dan ekstern pemerintah.dan b. Pasal 620 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 619. dan Inspektorat Investigasi serta penyusunan laporan hasil pemantauan tindak lanjut.dan b. perlengkapan. administrasi keuangan. perlengkapan.159 Pasal 618 (1) Subbagian Pemantauan Tindak Lanjut I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan atas pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan intern dan ekstern pemerintah.

160 Pasal 623 Inspektorat I mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern terhadap kinerja. kerumahtanggaan. dan kegiatan pengawasan lainnya. keuangan. pelaksanaan pengawasan kinerja. serta instansi kehutanan di Provinsi Banten. Bangka Belitung. dan administrasi melalui audit. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional dibina oleh Inspektur I. keuangan. Bengkulu. dan administrasi melalui audit. Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia. Inspektorat Jenderal. DKI Jakarta. dan pelaporan di lingkungan Inspektorat I. Jawa Tengah. Inspektorat I menyelenggarakan fungsi: a. dan Nusa Tenggara Timur. . Subbagian Tata Usaha. dan administrasi melalui audit. dan pelaporan Inspektorat I. reviu. pemantauan. Jawa Barat. Pasal 625 Inspektorat I terdiri atas: a. kepegawaian. Kepulauan Riau. keuangan. pelaksanaan urusan ketatausahaan. Pasal 627 Inspektorat II mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern terhadap kinerja. dan administrasi. pemantauan. Nusa Tenggara Barat. c. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri pada Unit Kerja Direktorat Jenderal Bina Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial. reviu. keuangan. evaluasi. evaluasi. dan kegiatan pengawasan lainnya. dan administrasi. serta instansi kehutanan di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam. keuangan. Riau. DI Jogyakarta. Jambi. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. Sumatera Utara. reviu. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri pada Unit Kerja Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam. dan Lampung. Jawa Timur. penyusunan rencana dan program pengawasan kinerja. Sumatera Barat. pemantauan. b. kerumahtanggaan. Pasal 626 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. penyusunan petunjuk pelaksanaan pengawasan kinerja. dan kegiatan pengawasan lainnya.dan b. administrasi kepegawaian. Bali. Sumatera Selatan. evaluasi.  Pasal 624 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 623.dan d.

dan kegiatan pengawasan lainnya. kerumahtanggaan. dan administrasi. keuangan. Subbagian Tata Usaha. dan kegiatan pengawasan lainnya. Pasal 632 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 631. Pasal 630 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. serta instansi kehutanan di Provinsi Kalimantan Selatan. . reviu. administrasi kepegawaian. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. Inspektorat III menyelenggarakan fungsi: a. keuangan. kepegawaian. c. dan Irian Jaya Barat. keuangan. pelaksanaan urusan ketatausahaan. reviu. penyusunan rencana dan program pengawasan kinerja. Kalimantan Timur. Pasal 629 Inspektorat II terdiri atas: a. penyusunan petunjuk pelaksanaan pengawasan kinerja. kerumahtanggaan. Bagian Keenam Inspektorat III Pasal 631 Inspektorat III mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern terhadap kinerja.161 Pasal 628 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 627. b. dan administrasi. dan administrasi melalui audit. pemantauan. keuangan. penyusunan rencana dan program pengawasan kinerja. dan administrasi. pelaksanaan pengawasan kinerja. Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan.dan b.dan d. dan pelaporan di lingkungan Inspektorat II. dan administrasi melalui audit. keuangan. dan pelaporan Inspektorat II. Kalimantan Barat. dan administrasi. pemantauan. evaluasi. Papua. (2) Subbagian Tata Usaha administratif dan fungsional dibina Inspektur II. Kalimantan Tengah. Inspektorat II menyelenggarakan fungsi: a. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri pada Unit Kerja Direktorat Jenderal Bina Usaha Kehutanan. penyusunan petunjuk pelaksanaan pengawasan kinerja. keuangan. b. evaluasi.

dan pengawasan lainnya. dan kegiatan pengawasan lainnya. Pasal 634 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. evaluasi. keuangan. dan pengawasan lainnya. Sulawesi Barat. Gorontalo.dan d. dan administrasi melalui audit. pemantauan. Sulawesi Selatan. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri pada Unit Kerja Direktorat Jenderal Planologi kehutanan. penyusunan petunjuk pelaksanaan pengawasan kinerja. pemantauan.dan b. kepegawaian. serta pengawasan untuk tujuan tertentu atas petunjuk Menteri. Subbagian Tata Usaha.162 c. keuangan. dan kegiatan pengawasan lainnya.dan . Sulawesi Tenggara. dan pengawasan lainnya serta pengawasan untuk tujuan tertentu atas petunjuk Menteri. Inspektorat IV menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional dibina oleh Inspektur III. keuangan. dan pelaporan Inspektorat III. dan pelaporan di lingkungan Inspektorat III. dan Maluku Utara. keuangan. Sulawesi Tengah. c. reviu. administrasi kepegawaian. serta pengawasan untuk tujuan tertentu atas petunjuk Menteri. dan administrasi melalui audit. evaluasi. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. kerumahtanggaan. Pasal 633 Inspektorat III terdiri atas: a. b. pelaksanaan urusan ketatausahaan. Bagian Ketujuh Inspektorat IV Pasal 635 Inspektorat IV mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern terhadap kinerja. kerumahtanggaan. pelaksanaan pengawasan kinerja. serta instansi kehutanan di Provinsi Sulawesi Utara. Pasal 636 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 635. reviu. penyusunan rencana pengawasan kinerja. Maluku. keuangan. Sekretariat Jenderal. pelaksanaan pengawasan kinerja.

kolusi. Pasal 640 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 639. kepegawaian. kolusi. kerumahtanggaan. dan evaluasi atas kasus pelanggaran yang berindikasi praktek-praktek korupsi. dan cakupan yang ditetapkan oleh Inspektur Jenderal. dan pelaporan di lingkungan Inspektorat IV. Pasal 637 Inspektorat IV terdiri atas: a. serta melaksanakan tugas lain berdasarkan instruksi khusus Menteri. administrasi kepegawaian. pelanggaran administrasi. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional dibina oleh Inspektur IV. pelaksanaan urusan ketatausahaan. pelanggaran administrasi. penyusunan rencana dan program dibidang pengumpulan bahan penelitian.163 d. dan pelaporan Inspektorat IV. kerumahtanggaan. . serta tindak lanjut pengaduan masyarakat. menganalisis. pelanggaran administrasi. analisis.dan b. Pasal 638 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. dan evaluasi atas kasus pelanggaran yang berindikasi praktek-praktek korupsi. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. dan nepotisme. kolusi. b. menindak lanjuti pengaduan masyarakat. serta tindak lanjut pengaduan masyarakat. dan nepotisme. Inspektorat Investigasi menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Kedelapan Inspektorat Investigasi Pasal 639 Inspektorat Investigasi mempunyai tugas melaksanakan pengawasan. analisis. dan mengevaluasi atas kasus pelanggaran yang berindikasi praktek-praktek korupsi. Subbagian Tata Usaha. dan nepotisme. pengumpulan bahan meneliti. penyusunan petunjuk pelaksanaan pengumpulan bahan penelitian.

kolusi. pelaksanaan tugas lain berdasarkan instruksi khusus Menteri. d.164 c. pelanggaran administrasi. pelaksanaan urusan ketatausahaan. . dan pelaporan di lingkungan Inspektorat Investigasi.dan f. Pasal 642 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. dan pelaporan Inspektorat Investigasi. dan nepotisme. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor.  b. analisis. dan evaluasi atas kasus pelanggaran yang berindikasi praktek-praktek korupsi. kepegawaian. kerumahtanggaan. kerumahtanggaan. e. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional dibina oleh Inspektur Investigasi. serta tindak lanjut pengaduan masyarakat. pelaksanaan pengumpulan bahan penelitian. Subbagian Tata Usaha. pengawasan atas kasus pelanggaran yang berindikasi praktek-praktek korupsi.  Pasal 641 Inspektorat Investigasi terdiri atas: a. kolusi. dan cakupan yang ditetapkan oleh Inspektur Jenderal. nepotisme. dan pelanggaran administrasi. administrasi kepegawaian.

Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan menyelenggarakan fungsi: a. (2) Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan dipimpin oleh Kepala Badan. d. dan program di bidang penyuluhan dan pengembangan sumber daya manusia kehutanan. programa. c. pemantauan. pelaksanaan administrasi Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan.dan e. . pelaksanaan tugas di bidang penyuluhan dan pengembangan sumber daya manusia kehutanan sesuai peraturan perundang-undangan. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyuluhan kehutanan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penyuluhan dan pengembangan sumber daya manusia kehutanan. Tugas dan Fungsi Pasal 643 (1) Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan adalah unsur pendukung yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kehutanan. rencana.165 BAB IX BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA KEHUTANAN Bagian Pertama Kedudukan. Pasal 645 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 644. b. Pasal 644 Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan mempunyai tugas melaksanakan tugas di bidang penyuluhan dan pengembangan Sumber Daya manusia kehutanan. penyusunan kebijakan teknis.

evaluasi dan pelaporan rencana. b. c. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Badan. c.dan d. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pasal 647 Sekretariat Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan mempunyai tugas melaksanakan koordinasi. Diseminasi dan Perpustakaan. Sekretariat Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan menyelenggarakan fungsi: a. Pusat Pengembangan Penyuluhan Kehutanan. Bagian Evaluasi. b.dan d. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kehutanan. koordinasi dan pengelolaan data. Sekretariat Badan. Hukum dan Organisasi Tata Laksana. dan kerja sama. Bagian Kepegawaian. informasi. Pasal 649 Sekretariat Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan terdiri atas: a. serta pelayanan administrasi di lingkungan Badan. koordinasi dan pemantauan. Bagian Program dan Kerja Sama. pembinaan. koordinasi dan penyusunan rencana.166 Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 646 Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan terdiri atas: a. Bagian Keuangan dan Umum.dan d. program. Pusat Pelayanan Penyuluhan Kehutanan. . publikasi dan diseminasi hasil penyuluhan serta pengelolaan urusan perpustakaan. b. Pasal 648 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 647. anggaran. program dan anggaran. c.

program dan kegiatan. Bagian Program dan Kerja sama menyelenggarakan fungsi: a. revisi atau perubahan anggaran. program dan anggaran di lingkungan Badan. serta administrasi kerjasama di lingkungan Badan.167 Pasal 650 Bagian Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi. b. Subbagian Kerja Sama. program dan anggaran. penyiapan bahan koordinasi.dan b. pelaksanaan administrasi dan bahan kerja sama di lingkungan Badan. dan perjanjian/perikatan serta pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kerja sama. Pasal 654 Bagian Evaluasi. Pasal 655 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 654. urusan perpustakaan dan diseminasi. Pasal 652 Bagian Program dan Anggaran terdiri atas: a. Subbagian Anggaran. (2) Subbagian Anggaran mempunyai tugas penyiapan penyusunan rencana. Subbagian Program. bahan koordinasi dan (3) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan koordinasi penyusunan naskah kerja sama. Diseminasi dan Perpustakaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi evaluasi dan pelaporan rencana. penyusunan dan pelaksanaan rencana. Pasal 651 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 650. serta pengelolaan data informasi. penyusunan dan pelaksanaan rencana. Pasal 653 (1) Subbagian Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program kerja. Bagian Evaluasi menyelenggarakan fungsi: .dan c.

168

a. penyiapan bahan koordinasi evaluasi dan pelaporan rencana, program dan kegiatan; b. penyiapan bahan pengelolaan data dan informasi serta penyusunan statistik;dan c. penyiapan bahan pelaksanaan urusan perpustakaan, publikasi dan diseminasi. Pasal 656 Bagian Evaluasi, Diseminasi dan Perpustakaan terdiri atas: a. Subbagian Data dan Informasi; b. Subbagian Evaluasi Pelaporan;dan c. Subbagian Diseminasi, Publikasi dan Perpustakaan. Pasal 657 (1) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas penyiapan bahan koordinasi pengelolaan data dan informasi serta penyusunan statistik di lingkungan Badan. (2) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pemantuan, evaluasi dan pelaporan kinerja rencana, program dan kegiatan. (3) Subbagian Diseminasi, Publikasi dan Perpustakaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan perpustakaan, publikasi dan diseminasi. Pasal 658 Bagian Kepegawaian, Hukum dan Organisasi Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan administrasi kepegawaian, penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan, pemberian pertimbangan dan bantuan hukum, serta pembinaan organisasi dan ketatalaksanaan. Pasal 659 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 658, Bagian Kepegawaian, Hukum, Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan administrasi kepegawaian umum; b. pelaksanaan urusan administrasi jabatan fungsional;dan c. penyiapan bahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan, penelaahan, pertimbangan dan bantuan hukum, serta organisasi ketatalaksanaan.

169

Pasal 660 Bagian Kepegawaian, Hukum dan Organisasi Tata Laksana terdiri atas: a. Subbagian Administrasi Kepegawaian; b. Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional;dan c. Subbagian Hukum, Organisasi dan Tata Laksana. Pasal 661 (1) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana formasi pegawai, dan administrasi kepegawaian. (2) Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan pendidikan, pelatihan, pendisiplinan dan penghargaan pegawai serta administrasi jabatan fungsional. (3) Subbagian Hukum, Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan, pemberian pertimbangan dan bantuan hukum, serta pembinaan organisasi dan ketatalaksanaan. Pasal 662 Bagian Keuangan dan Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata persuratan, administrasi keuangan, serta pengelolaan rumah tangga dan barang milik negara. Pasal 663 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 662, Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan surat menyurat dan kearsipan; b. pelaksanaan akuntansi, verifikasi dan tindak lanjut hasil pemeriksaan;dan c. pelaksanaan urusan rumah tangga dan barang milik negara; Pasal 664 Bagian Keuangan dan Umum terdiri atas: a. Subbagian Tata Usaha; b. Subbagian Administrasi Keuangan;dan c. Subbagian Perlengkapan. Pasal 665 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan, kearsipan dan pembinaan tata persuratan.

170

(2) Subbagian Administrasi Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan tata laksana keuangan, penyusunan rencana anggaran gaji dan penggajian, penyiapan bahan perbendaharaan, melakukan akuntansi keuangan dan barang milik negara, pembinaan kebendaharaan petugas SAI dan petugas SIMAK-BMN, verifikasi, pelaporan keuangan, penyelesaian tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. (3) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan urusan rumah tangga dan pengelolaan barang milik negara. Bagian Keempat Pusat Pengembangan Penyuluhan Kehutanan Pasal 666 Pusat Pengembangan perumusan kebijakan kehutanan. Penyuluhan Kehutanan mempunyai tugas melaksanakan dan pelaksanaan kebijakan pengembangan penyuluhan

Pasal 667 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pengembangan Penyuluhan Kehutanan menyelenggarakan fungsi: Pasal 666, Pusat

a. penyiapan perumusan kebijakan teknis di bidang pengembangan metode, sarana dan alat bantu penyuluhan, serta programa penyuluhan kehutanan; b. penyiapan pelaksanaan tugas di bidang pengembangan metode, sarana dan alat bantu penyuluhan, serta programa penyuluhan kehutanan; c. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengembangan metode, sarana dan alat bantu penyuluhan, serta programa penyuluhan kehutanan; d. penyiapan pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pengembangan metode, sarana dan alat bantu penyuluhan, serta programa penyuluhan kehutanan;dan e. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. Pasal 668 Pusat Pengembangan Penyuluhan Kehutanan terdiri atas: a. Bidang Metode, Materi dan Alat Bantu Penyuluhan;dan b. Bidang Programa.

171

Pasal 669 Bidang Metode, Materi dan Alat Bantu Penyuluhan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan, pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis, dan evaluasi bimbingan teknis, serta evaluasi dan pelaporan di bidang metode, materi dan alat bantu penyuluhan kehutanan. Pasal 670 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 669, Bidang Metode, Materi dan Alat Bantu Penyuluhan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis di bidang pengembangan metode, materi, sarana dan alat bantu penyuluhan; b. penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang pengembangan metode, materi, sarana dan alat bantu penyuluhan; c. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengembangan metode, sarana dan alat bantu penyuluhan, serta programa penyuluhan kehutanan;dan d. penyiapan pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pengembangan metode, sarana dan alat bantu penyuluhan, serta programa penyuluhan kehutanan Pasal 671 Bidang Metode, Materi dan Alat Bantu Penyuluhan dari: a. Subbidang Metode dan Materi Penyuluhan;dan b. Subbidang Sarana dan Alat Bantu Penyuluhan. Pasal 672 (1) Subbidang Metode dan Materi Penyuluhan mempunyai melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan tugas, pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis, serta pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang metode dan materi penyuluhan kehutanan. (2) Subbidang Sarana dan Alat Bantu Penyuluhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan tugas, pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis, serta pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang sarana dan alat bantu penyuluhan.

172

Pasal 673 Bidang Programa Penyuluhan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan, pelaksanaan tugas, pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis, serta evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang programa penyuluhan kehutanan. Pasal 674 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Pasal 673, Bidang Programa Penyuluhan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis di bidang programa penyuluhan kehutanan; b. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang programa penyuluhan kehutanan; c. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang programa penyuluhan kehutanan;dan d. penyiapan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang programa penyuluhan kehutanan. Pasal 675 Bidang Programa Penyuluhan dari: a. Subbidang Penyusunan Programa;dan b. Subbidang Bimbingan Teknis Penyusunan Programa. Pasal 676 (1) Subbidang Penyusunan Programa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan tugas, pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis, serta pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penyusunan dan evaluasi programa penyuluhan kehutanan di tingkat pusat. (2) Subbidang Bimbingan Teknis Penyusunan Programa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan tugas, pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis, serta pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang bimbingan teknis penyusunan programa penyuluhan kehutanan.

Pasal 680 Pusat Pelayanan Penyuluhan Kehutanan terdiri atas: a. kepegawaian. kerumahtanggaan. penyiapan pelaksanaan tugas di bidang pemberdayaan masyarakat dan pembinaan personil penyuluh.dan b.dan e. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pemberdayaan masyarakat dan pembinaan personil penyuluh. Pasal 679 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 678. Bagian Kelima Pusat Pelayanan Penyuluhan Kehutanan Pasal 678 Pusat Pelayanan Penyuluhan Kehutanan mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan dan pelaksanaan kebijakan pelayanan penyuluhan kehutanan. Bidang Pembinaan Penyuluh. Pusat Pelayanan Penyuluhan Kehutanan menyelenggarakan fungsi: a.173 Pasal 677 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. kearsipan dan pelaporan Pusat. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pemberdayaan masyarakat dan pembinaan personil penyuluh. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. penyiapan pemantauan. d. Bidang Pemberdayaan Masyarakat. penyiapan perumusan kebijakan teknis di bidang pemberdayaan masyarakat dan pembinaan personil penyuluh. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas sehari-hari secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Bidang Programa Penyuluhan. keuangan. . b. c.

evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pembinaan kelembagaan masyarakat. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pemberdayaan masyarakat. Pasal 684 (1) Subbidang Bimbingan Teknis mempunyai tugas melakukan melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pemberdayaan masyarakat. Subbidang Bimbingan Teknis.dan b. pelaksanaan tugas. pemberian bimbingan teknis. . b. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis.174 Pasal 681 Bidang Pemberdayaan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. serta pemantauan. Pasal 682 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 681. pelaksanaan tugas. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis. serta pemantauan. c. Bidang Pemberdayaan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Pembinaan Kelembagaan. dan evaluasi bimbingan teknis. penyiapan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pemberdayaan masyarakat.dan d. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang pemberdayaan masyarakat. (2) Subbidang Kelembagaan mempunyai tugas melakukan melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 683 Bidang Pemberdayaan Masyarakat terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis di bidang pemberdayaan masyarakat. serta evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pemberdayaan masyarakat.

Pasal 686 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Pasal 685. serta pemantauan. serta pemantauan. Pasal 688 (1) Subbidang Penyuluh Swasta dan Swadaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Bidang Pembinaan Penyuluh menyelenggarakan fungsi: a. dan evaluasi bimbingan teknis.dan b. b. penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang pembinaan tenaga penyuluh kehutanan.dan d. penyiapan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pembinaan tenaga penyuluh kehutanan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pembinaan penyuluh kehutanan swasta dan swadaya. Pasal 687 Bidang Pembinaan Tenaga Penyuluhan dari: a. c. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis di bidang pembinaan tenaga penyuluh kehutanan. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis.175 Pasal 685 Bidang Pembinaan Penyuluh mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. . penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pembinaan tenaga penyuluh kehutanan. Subbidang Penyuluh Swasta dan Swadaya. pelaksanaan tugas. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang aparatur penyuluh kehutanan. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis. serta evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pembinaan tenaga penyuluh kehutanan. (2) Subbidang Aparatur Penyuluh mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan tugas. pelaksanaan tugas. Subbidang Aparatur Penyuluh. pemberian bimbingan teknis.

evaluasi. keuangan.dan e. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. serta sarana pendidikan dan pelatihan. c. tata cara. Pasal 691 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Pasal 690. program. d.dan d. kerja sama dan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan sumberdaya manusia aparatur dan sumberdaya manusia kehutanan. penyiapan perumusan kebijakan teknis di bidang pendidikan dan pelatihan kehutanan meliputi tenaga. b. serta sarana pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan tugas di bidang pendidikan dan pelatihan kehutanan meliputi tenaga. Bagian Tata Usaha. sistem. pemantauan. kepegawaian. sistem. sistem. Bagian Keenam Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kehutanan Pasal 690 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kehutanan mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bagi aparatur kehutanan. kearsipan dan pelaporan Pusat. tata cara. penyusunan rencana. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kehutanan menyelenggarakan fungsi: a. dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pendidikan dan pelatihan kehutanan meliputi tenaga. Pasal 692 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kehutanan terdiri atas: a. Bidang Pengelolaan Pendidikan. b. serta sarana pendidikan dan pelatihan. c. tata cara. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas sehari-hari secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Bidang Kemitraan Penyuluhan. kerumahtanggaan.176 Pasal 689 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. . Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat.

Pasal 694 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pasal 693. Subbidang Perencanaan Pendidikan dan Pelatihan. dan evaluasi pasca pendidikan dan pelatihan. program. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang kerja sama. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengembangan pendidikan dan pelatihan. b. penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang pengembangan pendidikan dan pelatihan. d. pelaksanaan tugas. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbidang Evaluasi dan Pelaporan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan pelaporan pelaksanaan tugas pengembangan pendidikan dan pelatihan. metode. Subbidang Evaluasi dan Pelaporan Pendidikan dan Pelatihan. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis. serta evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang program dan rencana kegiatan pengembangan pendidikan dan pelatihan.dan e. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis di bidang pengembangan pendidikan dan pelatihan.177 Pasal 693 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. c. serta pemantauan. Pasal 695 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan terdiri atas: a. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis. dan program pendidikan dan pelatihan. dan kerja sama pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan tugas. pelaksanaan kebijakan. kurikulum silabus. penyiapan evaluasi. Pasal 696 (1) Subbidang Perencanaan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. serta pemantauan. penyiapan bahan penyusunan rencana. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang identifikasi kebutuhan. serta pengelolaan hutan pendidikan dan pelatihan. . pemberian bimbingan teknis.dan b. dan evaluasi bimbingan teknis.

Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. . pelaksanaan tugas. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis. dan teknis. pemberian bimbingan teknis. dan teknis. fungsional. Pasal 698 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 697. dan teknis. serta pemantauan.178 Pasal 697 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan.dan b. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis. penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan. pelaksanaan kebijakan. fungsional. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan. fungsional. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Penjenjangan. pelaksanaan tugas. dan evaluasi bimbingan teknis. serta evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan. Pasal 700 (1) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. fungsional. c. penyelenggaraan b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pendidikan dan pelatihan teknis kehutanan. Pasal 699 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan terdiri atas: a. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknis. serta pemantauan. dan teknis. serta teknis. d. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pendidikan dan pelatihan teknis kepemimpinan dan teknis fungsional. fungsional. (2) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Penjenjangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan.

dan fasilitasi penyelenggaraan pendidikan lanjutan. Pasal 703 Bidang Pengelolaan Pendidikan terdiri atas: a. kepegawaian. serta pemantauan.dan b. penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang pendidikan menengah kehutanan. . penyiapan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pengelolaan pendidikan.179 Pasal 701 Bidang Pengelolaan Pendidikan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Pasal 702 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Pasal 701. pemberian bimbingan teknis. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang fasilitasi pendidikan lanjutan. (2) Subbidang Pendidikan Lanjutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan tugas. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis di bidang pendidikan menengah kehutanan. dan evaluasi bimbingan teknis. b. serta evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pendidikan menengah kehutanan. serta pemantauan. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis. Bidang Pengelolaan Pendidikan menyelenggarakan fungsi: a. dan pendidikan lanjutan. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pendidikan menengah kehutanan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pendidikan menengah kehutanan.dan d. Pasal 704 (1) Subbidang Pendidikan Menengah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. c. Subbidang Pendidikan Lanjutan. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis. Pasal 705 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan keuangan. pelaksanaan tugas. rumah tangga. dan kehumasan. perlengkapan. ketatausahaan. Subbidang Pendidikan Menengah.

pelaporan keuangan. tata usaha dan rumah tangga.dan b. kearsipan. pembinaan kebendaharawanan. . pengembangan pegawai. perbendaharaan. pengelolaan barang milik negara. pendisiplinan. (2) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana formasi. Subbagian Kepegawaian.dan c. tata laksana keuangan. Pasal 707 Bagian Tata Usaha terdiri atas: a. penghargaan pegawai serta administrasi jabatan fungsional. rumah tangga. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. kehumasan. pengelolaan urusan keuangan. b. pengelolaan urusan barang milik negara. Subbagian Keuangan dan Umum. administrasi kepegawaian. penggajian. Pasal 708 (1) Subbagian Keuangan dan Umum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan urusan tata usaha.180 Pasal 706 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Pasal 705. verifikasi. penyelesaian kasus tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. pengelolaan urusan kepegawaian dan kehumasan.

c. (2) Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan dipimpin oleh Kepala Badan. pemantauan.181 BAB X BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEHUTANAN Bagian Pertama Kedudukan. c.dan d. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 712 Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan terdiri atas: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penelitian dan pengembangan kehutanan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Produktivitas Hutan. pelaksanaan administrasi Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan. b. penyusunan kebijakan teknis. b. Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 710 Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan di bidang kehutanan termasuk penyebarluasan hasil-hasil penelitian dan pengembangan kepada pengguna baik internal maupun eksternal Kementerian Kehutanan. Tugas dan Fungsi Pasal 709 (1) Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan adalah unsur pendukung yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kehutanan. pelaksanaan tugas di bidang penelitian dan pengembangan kehutanan. Sekretariat Badan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Konservasi dan Rehabilitasi. . Pasal 711 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 710. rencana dan program di bidang penelitian dan pengembangan kehutanan.

dan d. program dan anggaran. Bagian Umum dan Keuangan. Bagian Program dan Kerja sama. serta pelayanan administrasi di lingkungan Badan. dan kerja sama. c. b. Diseminasi dan Perpustakaan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan. anggaran. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan menyelenggarakan fungsi: a. supervisi. koordinasi dan pemantauan. koordinasi dan penyusunan rencana. Pasal 715 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan terdiri atas: a.dan e. Bagian Kepegawaian. Bagian Evaluasi. .182 d. program. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pasal 713 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan mempunyai tugas melaksanakan koordinasi. serta administrasi kerja sama.dan d. Pusat Penelitian dan Pengembangan Perubahan Iklim dan Kebijakan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Badan. evaluasi dan pelaporan rencana. c. Pasal 716 Bagian Program dan Kerja sama mempunyai tugas melaksanakan koordinasi penyusunan dan pelaksanaan rencana. program dan anggaran. b. koordinasi dan pengelolaan data. publikasi dan diseminasi hasil penelitian serta pengelolaan urusan perpustakaan. pembinaan. Pasal 714 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 713. informasi. Hukum dan Organisasi Tata Laksana.

Pasal 720 Bagian Evaluasi. dan Perpustakaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi evaluasi dan pelaporan rencana. urusan perpustakaan dan diseminasi hasil penelitian dan pengembangan. standar. penyiapan bahan pengelolaan data dan informasi serta penyusunan statistik. Subbagian Kerja sama. program dan anggaran. dan kegiatan penelitian dan pengembangan. program dan kegiatan. dan perjanjian/perikatan serta pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kerja sama. Subbagian Anggaran. publikasi dan diseminasi. revisi atau perubahan anggaran. penyiapan penyusunan rencana. prosedur. dan kriteria kawasan hutan dengan tujuan khusus penelitian dan pengembangan. (3) Subbagian Kerja sama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan koordinasi penyusunan naskah kerja sama. penyiapan bahan koordinasi evaluasi dan pelaporan rencana. program. Bagian Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. serta pengelolaan data informasi. b. penyiapan administrasi dan bahan kerja sama. Bagian Program dan Kerja sama menyelenggarakan fungsi: a. .dan c. Diseminasi. Pasal 721 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 720. serta penyiapan bahan perumusan norma. (2) Subbagian Anggaran mempunyai tugas penyiapan bahan penyusunan rencana. b. Subbagian Program. penyiapan bahan pelaksanaan urusan perpustakaan.dan c.183 Pasal 717 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 716. Pasal 718 Bagian Program dan Kerjasama terdiri atas: a. program dan kegiatan.dan b. Pasal 719 (1) Subbagian Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana.

Hukum dan Organisasi Tatalaksana menyelenggarakan fungsi: a. Hukum dan Organisasi Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan administrasi kepegawaian.dan c. Bagian Kepegawaian. Subbagian Data dan Informasi. Pasal 726 Bagian Kepegawaian. (3) Subbagian Diseminasi. pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. dan organisasi ketatalaksanaan. Publikasi dan Perpustakaan.dan c. Pasal 724 Bagian Kepegawaian. b.184 Pasal 722 Bagian Evaluasi dan Perpustakaan terdiri atas: a. Publikasi dan Perpustakaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan perpustakaan. ketatalaksanaan. (2) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pemantuan. Subbagian Hukum dan Organisasi Tata Laksana. Hukum dan Organisasi Tata Laksana terdiri atas: a. Pasal 723 (1) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas penyiapan bahan koordinasi pengelolaan data dan informasi serta penyusunan statistik di lingkungan Badan. Pasal 725 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 724. Subbagian Evaluasi Pelaporan. serta pembinaan dan penataan organisasi. program dan kegiatan. penelaahan permasalahan. evaluasi dan pelaporan kinerja rencana. pertimbangan. Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional. b. pelaksanaan urusan administrasi jabatan fungsional. penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan.dan c. pelaksanaan urusan administrasi kepegawaian umum. . Subbagian Diseminasi. penyiapan penyusunan bahan dan penyusunan rancangan peraturan perundangundangan. publikasi dan diseminasi. bantuan hukum. b. Subbagian Administrasi Kepegawaian.

185

Pasal 727 (1) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana formasi pegawai, dan administrasi kepegawaian. (2) Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan pendidikan, pelatihan, pendisiplinan dan penghargaan pegawai serta administrasi jabatan fungsional. (3) Subbagian Hukum dan Organisasi Tata Laksana mempunyai tugas penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan, pemberian pertimbangan dan bantuan hukum, serta pembinaan dan penataan organisasi, ketatalaksanaan. Pasal 728 Bagian Keuangan dan Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata persuratan, administrasi keuangan, serta pengelolaan rumah tangga dan barang milik negara. Pasal 729 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 728, Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan surat menyurat dan kearsipan; b. pelaksanaan akuntansi, verifikasi dan tindak lanjut hasil pemeriksaan;dan c. pelaksanaan urusan rumah tangga dan barang milik negara; Pasal 730 Bagian Keuangan dan Umum terdiri atas: a. Subbagian Tata Usaha; b. Subbagian Administrasi Keuangan;dan c. Subbagian Perlengkapan. Pasal 731 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan, kearsipan dan pembinaan tata persuratan. (2) Subbagian Administrasi Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan tata laksana keuangan, penyusunan rencana anggaran gaji dan penggajian, penyiapan bahan perbendaharaan, melakukan akuntansi keuangan dan barang milik negara, pembinaan kebendaharaan petugas SAI dan petugas SIMAK-BMN, verifikasi, pelaporan keuangan, penyelesaian tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi.

186

(3) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan urusan rumah tangga dan pengelolaan barang milik negara. Bagian Keempat Pusat Penelitian dan Pengembangan Konservasi dan Rehabilitasi Pasal 732 Pusat Penelitian dan Pengembangan Konservasi dan Rehabilitasi mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang konservasi dan rehabilitasi berdasarkan kebijakan Kepala Badan. Pasal 733 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 732, Pusat Penelitian dan Pengembangan Konservasi dan Rehabilitasi menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan kebijakan teknis, rencana dan program penelitian dan pengembangan di bidang konservasi dan rehabilitasi sumberdaya alam; b. pelaksanaan tugas di bidang penelitian dan pengembangan konservasi dan rehabilitasi sumberdaya alam; c. pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penelitian dan pengembangan konservasi dan rehabilitasi sumberdaya alam; d. pembinaan dan pengendalian teknis pelaksanaan penelitian konservasi dan rehabilitasi sumberdaya alam oleh unit pelaksana teknis;dan e. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. Pasal 734 Pusat Penelitian dan Pengembangan Konservasi dan Rehabilitasi terdiri atas: a. Bidang Program dan Evaluasi Penelitian; b. Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian;dan c. Bagian Tata Usaha. Pasal 735 Bidang Program dan Evaluasi Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana, program dan kegiatan, serta penyiapan evaluasi, sintesa hasil penelitian serta pelaporan kegiatan penelitian di bidang konservasi dan rehabilitasi sumber daya alam.

187

Pasal 736 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 735, Bidang Program dan Evaluasi Penelitian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penyusunan kebijakan teknis penyusunan rencana dan program penelitian di bidang konservasi dan rehabilitasi sumberdaya alam; b. penyiapan pelaksanaan tugas di bidang penyusunan rencana dan program penelitian konservasi dan rehabilitasi sumberdaya alam;dan c. penyiapan pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penelitian konservasi dan rehabilitasi sumberdaya alam. Pasal 737 Bidang Program dan Evaluasi Penelitian terdiri atas: a. Subbidang Program dan Anggaran Penelitian;dan b. Subbidang Evaluasi dan Pelaporan. Pasal 738 (1) Subbidang Program dan Anggaran Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan rencana, program dan kegiatan penelitian di bidang konservasi dan rehabilitasi sumber daya alam. (2) Subbidang Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan pemantauan, evaluasi termasuk evaluasi umpan balik pemanfaatan iptek, sintesa penelitian serta pelaporan Pusat. Pasal 739 Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengelolaan data dan informasi, publikasi dan diseminasi hasil penelitian, kerja sama, fasilitasi uji coba tindak lanjut hasil penelitian dan perakitan teknologi, difusi dan pemanfaatan iptek, pembinaan dan pengendalian teknis penelitian dan pengembangan konservasi dan rehabilitasi sumberdaya alam pada unit pelaksana teknis, serta perlindungan hak atas kekayaan intelektual bidang konservasi dan rehabilitasi sumber daya alam serta pengelolaan hutan dengan tujuan khusus. Pasal 740 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Pasal 739, Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian menyelenggarakan fungsi:

188

a. penyiapan penyusunan kebijakan teknis pengelolaan data dan informasi, publikasi dan diseminasi hasil penelitian di bidang konservasi dan rehabilitasi sumber daya alam; b. penyiapan pelaksanaan tugas di bidang pengelolaan data dan informasi, publikasi dan diseminasi hasil penelitian konservasi dan rehabilitasi sumber daya alam; c. penyiapan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pengelolaan data dan informasi, publikasi dan diseminasi hasil penelitian konservasi dan rehabilitasi sumber daya alam; d. penyiapan pembinaan dan pengendalian teknis pelaksanaan penelitian dan pengembangan konservasi dan rehabilitasi sumberdaya alam pada unit pelaksana teknis;dan e. fasilitasi uji coba tindak lanjut hasil penelitian dan perakitan teknologi, pengelolaan kerja sama serta pengelolaan hutan dengan tujuan khusus. Pasal 741 Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian terdiri atas: a. Subbidang Data, Informasi dan Diseminasi;dan b. Subbidang Tindak Lanjut Hasil Penelitian. Pasal 742 (1) Subbidang Data, Informasi dan diseminasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan data, informasi, publikasi, dokumentasi, dan diseminasi hasil penelitian, serta seminar dan pameran. (2) Subbidang Tindak Lanjut Hasil Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan fasilitasi uji coba tindak lanjut hasil penelitian, perakitan teknologi, pengurusan perlindungan hak kekayaan intelektual hasil penelitian, kerja sama dan pengelolaan hutan dengan tujuan khusus, serta pembinaan dan pengendalian teknis pelaksanaan penelitian dan pengembangan konservasi dan rehabilitasi sumberdaya alam pada unit pelaksana teknis. Pasal 743 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan dan rumah tangga, kepegawaian dan ketatalaksanaan, keuangan dan barang milik negara. Pasal 744 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pasal 743, Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi:

189

a. pelaksanaan urusan ketatausahaan, kepegawaian serta ketatalaksanaan;dan b. pelaksanaan urusan keuangan dan barang milik negara. Pasal 745 Bagian Tata Usaha terdiri atas: a. Subbagian Tata Usaha dan Kepegawaian;dan b. Subbagian Keuangan dan Perlengkapan. Pasal 746 (1) Subbagian Tata Usaha dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan, ketatalaksanaan, kerumahtanggaan, dan penyiapan bahan laporan serta urusan kepegawaian. (2) Subbagian Keuangan dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan administrasi keuangan, tindak lanjut hasil pemeriksaan, penyusunan laporan keuangan, pengelolaan barang milik negara dan pengelolaan laboratorium penelitian. Bagian Kelima Pusat Penelitian dan Pengembangan Produktivitas Hutan Pasal 747 Pusat Penelitian dan Pengembangan Produktivitas Hutan mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang produktivitas hutan berdasarkan kebijakan Kepala Badan. Pasal 748 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 747, Pusat Penelitian dan Pengembangan Produktivitas Hutan menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan kebijakan teknis, rencana dan program penelitian dan pengembangan di bidang produktivitas hutan; b. pelaksanaan tugas di bidang penelitian dan pengembangan produktivitas hutan; c. pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penelitian dan pengembangan produktivitas hutan; d. pembinaan dan pengendalian teknis pelaksanaan penelitian produktivitas hutan oleh unit pelaksana teknis;dan e. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat.

serta penyiapan evaluasi. program dan kegiatan. b. penyiapan penyusunan kebijakan teknis penyusunan rencana dan program penelitian di bidang produktivitas hutan. penyiapan pemantauan. evaluasi termasuk evaluasi umpan balik pemanfaatan iptek. (2) Subbidang Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan pemantauan. sintesa penelitian serta pelaporan Pusat.190 Pasal 749 Pusat Penelitian dan Pengembangan Produktivitas Hutan terdiri atas: a. sintesa hasil penelitian serta pelaporan kegiatan penelitian di bidang produktivitas hutan. Pasal 751 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 750. Subbidang Evaluasi dan Pelaporan. Pasal 750 Bidang Program dan Evaluasi Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana.dan b. program dan kegiatan penelitian di bidang produktivitas hutan. Pasal 753 (1) Subbidang Program dan Anggaran Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan rencana. Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian. Subbidang Program dan Anggaran Penelitian. penyiapan pelaksanaan tugas di bidang penyusunan rencana dan program penelitian produktivitas hutan.dan c. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penelitian di bidang produktivitas hutan. Pasal 752 Bidang Program dan Evaluasi Penelitian terdiri atas: a. Bagian Tata Usaha. b. .dan c. Bidang Program dan Evaluasi Penelitian. Bidang Program dan Evaluasi Penelitian menyelenggarakan fungsi: a.

penyiapan pembinaan dan pengendalian teknis pelaksanaan penelitian produktivitas hutan oleh unit pelaksana teknis. Pasal 756 Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian terdiri atas: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kebijakan urusan pengelolaan data dan informasi. penyiapan pelaksanaan kebijakan teknis urusan pengelolaan data dan informasi. Subbidang Data. fasilitasi uji coba tindak lanjut hasil penelitian dan perakitan teknologi. penyiapan penyusunan kebijakan teknis pengelolaan data dan informasi. penyiapan pemantauan. pengurusan perlindungan hak kekayaan intelektual hasil penelitian. serta perlindungan hak atas kekayaan intelektual di bidang produktivitas hutan serta pengelolaan hutan dengan tujuan khusus. pengelolaan kerja sama serta pengelolaan hutan dengan tujuan khusus.dan b. kerja sama. informasi. fasilitasi uji coba tindak lanjut hasil penelitian dan perakitan teknologi. (2) Subbidang Tindak Lanjut Hasil Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan fasilitasi uji coba tindak lanjut hasil penelitian. difusi dan pemanfaatan iptek. c. publikasi dan diseminasi hasil penelitian. kerja sama dan pengelolaan hutan dengan tujuan khusus. publikasi. publikasi dan diseminasi hasil penelitian di bidang produktivitas hutan. pembinaan dan pengendalian teknis penelitian dan pengembangan produktivitas hutan pada unit pelaksana teknis. . serta pembinaan dan pengendalian teknis pelaksanaan penelitian produktivitas hutan oleh unit pelaksana teknis. Informasi dan diseminasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan data. d.dan e. publikasi dan diseminasi hasil penelitian di bidang produktivitas hutan. publikasi dan diseminasi hasil penelitian di bidang produktivitas hutan. Pasal 755 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Pasal 754. dokumentasi. Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian menyelenggarakan fungsi: a. serta seminar dan pameran.191 Pasal 754 Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengelolaan data dan informasi. Subbidang Tindak Lanjut Hasil Penelitian. Pasal 757 (1) Subbidang Data. perakitan teknologi. dan diseminasi hasil penelitian. Informasi dan Diseminasi. b.

ketatalaksanaan. Pasal 760 Bagian Tata Usaha terdiri atas: a. Subbagian Keuangan dan Perlengkapan. Pasal 759 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pasal 758. pelaksanaan urusan ketatausahaan. kerumahtanggaan. (2) Subbagian Keuangan dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan administrasi keuangan. penyusunan laporan keuangan dan pengelolaan barang milik negara dan pengelolaan laboratorium penelitian. Pusat Penelitian dan Pengembangan Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan menyelenggarakan fungsi: . Subbagian Tata Usaha dan Kepegawaian. Bagian Keenam Pusat Penelitian dan Pengembangan Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan Pasal 762 Pusat Penelitian dan Pengembangan Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang keteknikan kehutanan dan pengolahan hasil hutan berdasarkan kebijakan Kepala Badan.192 Pasal 758 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan dan rumah tangga. kepegawaian dan ketatalaksanaan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. tindak lanjut hasil pemeriksaan.dan b. pelaksanaan urusan keuangan dan barang milik negara. kepegawaian serta ketatalaksanaan.dan b. dan penyiapan bahan laporan serta urusan kepegawaian. Pasal 763 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pasal 762. Pasal 761 (1) Subbagian Tata Usaha dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. keuangan dan barang milik negara.

Pasal 766 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 765.dan b. penyiapan penyusunan kebijakan teknis penyusunan rencana dan program penelitian di bidang keteknikan kehutanan dan pengolahan hasil hutan. penyiapan pemantauan. sintesa hasil penelitian serta pelaporan kegiatan penelitian di bidang keteknikan kehutanan dan pengolahan hasil hutan. .193 a. pemantauan. penyusunan kebijakan teknis. b.dan e. pembinaan dan pengendalian teknis pelaksanaan penelitian keteknikan kehutanan dan pengolahan hasil hutan oleh unit pelaksana teknis. Pasal 764 Pusat Penelitian dan Pengembangan Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan terdiri atas: a.dan c. pelaksanaan tugas di bidang penelitian dan pengembangan keteknikan kehutanan dan pengolahan hasil hutan.dan c. d. rencana dan program penelitian dan pengembangan di bidang keteknikan kehutanan dan pengolahan hasil hutan. b. Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penelitian keteknikan kehutanan dan pengolahan hasil hutan. program dan kegiatan. c. Bidang Program dan Evaluasi Penelitian menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penelitian dan pengembangan keteknikan kehutanan dan pengolahan hasil hutan. Bagian Tata Usaha. penyiapan pelaksanaan tugas di bidang penelitian keteknikan kehutanan dan pengolahan hasil hutan. serta penyiapan evaluasi. Subbidang Evaluasi dan Pelaporan. Pasal 765 Bidang Program dan Evaluasi Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana. b. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. Pasal 767 Bidang Program dan Evaluasi Penelitian terdiri atas: a. Subbidang Program dan Anggaran Penelitian. Bidang Program dan Evaluasi Penelitian.

194 Pasal 768 (1) Subbidang Program dan Anggaran Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan rencana. fasilitasi uji coba tindak lanjut hasil penelitian dan perakitan teknologi. serta perlindungan hak atas kekayaan intelektual di bidang keteknikan kehutanan dan pengolahan hasil hutan serta pengelolaan hutan dengan tujuan khusus.dan e. pembinaan dan pengendalian teknis penelitian dan pengembangan keteknikan kehutanan dan pengolahan hasil hutan pada unit pelaksana teknis. publikasi dan diseminasi hasil penelitian keteknikan dan pengolahan hasil hutan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pengelolaan data dan informasi. c. d. penyiapan pelaksanaan tugas di bidang pengelolaan data dan informasi. Pasal 769 Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengelolaan data dan informasi. publikasi dan diseminasi hasil penelitian. Informasi dan Diseminasi. penyiapan pemantauan. program dan kegiatan penelitian di bidang keteknikan kehutanan dan pengolahan hasil hutan. Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian menyelenggarakan fungsi: a.dan b. fasilitasi uji coba tindak lanjut hasil penelitian dan perakitan teknologi. sintesa penelitian serta pelaporan Pusat. evaluasi termasuk evaluasi umpan balik pemanfaatan iptek. (2) Subbidang Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan pemantauan. difusi dan pemanfaatan iptek. publikasi dan diseminasi hasil penelitian keteknikan dan pengolahan hasil hutan. Pasal 771 Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian terdiri atas: a. b. kerja sama serta pengelolaan hutan dengan tujuan khusus. Subbidang Tindak Lanjut Hasil Penelitian . kerja sama. penyiapan penyusunan kebijakan teknis pengelolaan data dan informasi. Subbidang Data. publikasi dan diseminasi hasil penelitian di bidang keteknikan dan pengolahan hasil hutan. Pasal 770 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Pasal 769. penyiapan pembinaan dan pengendalian teknis pelaksanaan penelitian dan pengembangan keteknikan kehutanan dan pengolahan hasil hutan pada unit pelaksana teknis.

dan b. dan penyiapan bahan laporan serta urusan kepegawaian. serta pembinaan dan pengendalian teknis pelaksanaan penelitian dan pengembangan keteknikan kehutanan dan pengolahan hasil hutan pada unit pelaksana teknis. kepegawaian dan ketatalaksanaan. Pasal 774 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pasal 773. kerja sama dan pengelolaan hutan dengan tujuan khusus. pengurusan perlindungan hak kekayaan intelektual hasil penelitian. laporan keuangan dan pengelolaan barang milik negara dan pengelolaan laboratorium penelitian.195 Pasal 772 (1) Subbidang Data. tindak lanjut hasil pemeriksaan penyusunan. perakitan teknologi. Pasal 776 (1) Subbagian Tata Usaha dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. Pasal 773 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan dan rumah tangga. diseminasi hasil penelitian serta pelaksanaan seminar dan pameran. Informasi dan diseminasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan dan pengolahan bahan data dan informasi. pelaksanaan urusan ketatausahaan dan kepegawaian serta ketatalaksanaan.dan b. keuangan dan pengeloaan barang milik negara. ketatalaksanaan. (2) Subbagian Keuangan dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan administrasi keuangan. Subbagian Keuangan dan Perlengkapan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbidang Tindak Lanjut Hasil Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan fasilitasi uji coba tindak lanjut hasil penelitian. kerumahtanggaan. . pelaksanaan urusan keuangan dan barang milik negara. Pasal 775 Bagian Tata Usaha terdiri atas: a. Subbagian Tata Usaha dan Kepegawaian. publikasi dan dokumentasi.

program dan kegiatan. Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian.dan c. rencana dan program penelitian dan pengembangan di bidang perubahan iklim dan kebijakan kehutanan.196 Bagian Ketujuh Pusat Penelitian dan Pengembangan Perubahan Iklim dan Kebijakan Pasal 777 Pusat Penelitian dan Pengembangan Perubahan Iklim dan Kebijakan mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang perubahan iklim dan kebijakan berdasarkan kebijakan Kepala Badan. penyusunan kebijakan teknis. Pasal 781 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pasal 780. Bidang Program dan Evaluasi Penelitian. Pasal 780 Bidang Program dan Evaluasi Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana. pembinaan dan pengendalian teknis pelaksanaan penelitian perubahan iklim dan kebijakan kehutanan oleh unit pelaksana teknis. pemantauan. d. Pasal 779 Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan dan Perubahan Iklim terdiri atas: a.dan e. pelaksanaan tugas di bidang penelitian dan pengembangan perubahan iklim dan kebijakan kehutanan. b. serta penyiapan evaluasi. sintesa hasil penelitian serta pelaporan kegiatan penelitian di bidang perubahan iklim dan kebijakan kehutanan. Bidang Program dan Evaluasi Penelitian menyelenggarakan fungsi: . evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penelitian dan pengembangan perubahan iklim dan kebijakan kehutanan. Pusat Penelitian Kebijakan dan Perubahan Iklim menyelenggarakan fungsi: a. b. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. c. Pasal 778 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pasal 777. Bagian Tata Usaha.

penyiapan pelaksanaan tugas di bidang penyusunan rencana dan program serta kerja sama penelitian perubahan iklim dan kebijakan kehutanan. kerja sama. (2) Subbidang Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan pemantauan. b. serta perlindungan hak atas kekayaan intelektual di bidang perubahan iklim dan kebijakan kehutanan.dan b. penyiapan pemantauan. c. penyiapan penyusunan kebijakan teknis penyusunan rencana dan program serta kerja sama penelitian di bidang perubahan iklim dan kebijakan kehutanan. Pasal 783 (1) Subbidang Program dan Anggaran Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan rencana. Subbidang Program dan Anggaran.dan c. pembinaan dan pengendalian teknis penelitian dan pengembangan perubahan iklim dan kebijakan kehutanan pada unit pelaksana teknis. penyiapan pelaksanaan tugas di bidang pengelolaan data dan informasi. Pasal 785 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 784. publikasi dan diseminasi hasil penelitian perubahan iklim dan kebijakan kehutanan. penyiapan penyusunan kebijakan teknis pengelolaan data dan informasi. Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian menyelenggarakan fungsi: a.197 a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pengelolaan data dan informasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penelitian perubahan iklim dan kebijakan kehutanan. publikasi dan diseminasi hasil penelitian perubahan iklim dan kebijakan kehutanan. Pasal 782 Bidang Program dan Evaluasi Penelitian terdiri atas: a. program dan kegiatan penelitian di bidang perubahan iklim dan kebijakan kehutanan. Pasal 784 Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengelolaan data dan informasi. sintesa penelitian serta pelaporan Pusat. penyiapan pemantauan. publikasi dan diseminasi hasil penelitian di bidang perubahan iklim dan kebijakan kehutanan. evaluasi termasuk evaluasi umpan balik pemanfaatan iptek.dan . Subbidang Evaluasi dan Pelaporan. b. publikasi dan diseminasi hasil penelitian.

dan b. Pasal 788 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan dan rumah tangga. Pasal 786 Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian terdiri atas: a. kerja sama. serta pembinaan dan pengendalian teknis pelaksanaan penelitian dan pengembangan perubahan iklim dan kebijakan kehutanan pada unit pelaksana teknis. Informasi dan diseminasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan dan pengolahan bahan data dan informasi. .198 d. Subbagian Tata Usaha dan Kepegawaian. Pasal 787 (1) Subbidang Data. Subbagian Keuangan dan Perlengkapan. Informasi dan Diseminasi. Pasal 789 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pasal 788. diseminasi hasil penelitian serta pelaksanaan seminar dan pameran. keuangan dan barang milik negara. kepegawaian dan ketatalaksanaan. (2) Subbidang Tindak Lanjut Hasil Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan pengurusan perlindungan hak kekayaan intelektual hasil penelitian.dan b. Subbidang Tindak Lanjut Hasil Penelitian. penyiapan pembinaan dan pengendalian teknis pelaksanaan penelitian dan pengembangan perubahan iklim dan kebijakan kehutanan pada unit pelaksana teknis. Pasal 790 Bagian Tata Usaha terdiri atas: a. publikasi dan dokumentasi. pelaksanaan urusan ketatausahaan dan kepegawaian serta ketatalaksanaan. Subbidang Data. pelaksanaan urusan keuangan dan barang milik negara. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a.dan b.

penyusunan laporan keuangan dan pengelolaan barang milik negara. tindak lanjut hasil pemeriksaan. dan penyiapan bahan laporan serta urusan kepegawaian. .199 Pasal 791 (1) Subbagian Tata Usaha dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. (2) Subbagian Keuangan dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan administrasi keuangan. ketatalaksanaan. kerumahtanggaan.

yang tidak menjadi bidang tugas Sekretariat Jenderal. Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga. swasta. masyarakat baik lokal maupun internasional. c. (2) Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah tertentu sesuai bidang keahliannya. organisasi nirlaba. d. d. Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Perdagangan Internasional memberikan telaahan berkaitan dengan kontribusi sektor kehutanan dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional dan kontribusi sektor kehutanan dalam perdagangan internasional yang berkaitan dengan konvensi internasional antara lain WTO. Direktorat Jenderal. Staf Ahli Menteri Bidang Lingkungan dan Perubahan Iklim memberikan telaahan kepada Menteri Kehutanan berkaitan dengan isu lingkungan dan percepatan program pelaksanaan penurunan emisi gas rumah kaca bidang Kehutanan melalui upaya-upaya mitigasi. b. Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga memberikan telaahan kepada Menteri Kehutanan berkaitan dengan upaya peningkatan hubungan kerjasama Kementerian Kehutanan dengan lembaga pemerintahan.dan e. (3) Staf Ahli terdiri atas: a. serta peningkatan upaya pemberdayaan masyarakat. (4) Staf Ahli mempunyai tugas : a.dan e. b. Staf Ahli Menteri Bidang Revitalisasi Industri Kehutanan memberikan telaahan kepada Menteri Kehutanan berkaitan dengan penguatan struktur dan sumberdaya industri kehutanan. c. Staf Ahli Menteri Bidang Revitalisasi Industri Kehutanan. Staf Ahli Menteri Bidang Lingkungan dan Perubahan Iklim. Staf Ahli Menteri Bidang Keamanan Hutan memberikan telaahan kepada Menteri Kehutanan berkaitan dengan upaya-upaya peningkatan pengamanan hutan dan hasil hutan. . Badan dan Inspektorat Jenderal. Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Perdagangan Internasional.200 BAB XI STAF AHLI Pasal 792 (1) Staf Ahli adalah unsur pembantu Menteri di bidang keahlian tertentu. GATT dan AFTA. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. Staf Ahli Menteri Bidang Keamanan Hutan. adaptasi dan alih teknologi.

. Staf Ahli dapat membangun jejaring kerja dan koordinasi dengan unit kerja terkait.201 (5) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (4). (6) Staf Ahli dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal.

pengelolaan dan evaluasi dampak lingkungan. jasa kehutanan. jasa kehutanan. serta pengelolaan. evaluasi dampak lingkungan. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 796 Pusat Standardisasi dan Lingkungan Kehutanan terdiri atas: . evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang standardisasi produk. dan penanganan perubahan iklim kehutanan. serta penanganan perubahan iklim di bidang kehutanan. Tugas dan Fungsi Pasal 793 (1) Pusat Standardisasi dan Lingkungan Kehutanan adalah unsur penunjang pelaksana tugas Kementerian di bidang standardisasi dan lingkungan kehutanan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri melalui Sekretaris Jenderal. sertifikasi. dan penanganan perubahan iklim kehutanan. Pusat a. penyusunan kebijakan teknis di bidang standardisasi produk. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. b. serta pengelolaan. evaluasi dampak lingkungan. pemantauan. pelaksanaan tugas di bidang standardisasi produk.dan d. c.202 BAB XII PUSAT STANDARDISASI DAN LINGKUNGAN KEHUTANAN Bagian Pertama Kedudukan. serta pengelolaan. jasa kehutanan. Pasal 794 Pusat Standardisasi dan Lingkungan Kehutanan mempunyai tugas melaksanakan perumusan bahan standardisasi. dan penanganan perubahan iklim kehutanan. evaluasi dampak lingkungan. (2) Pusat Standardisasi dan Lingkungan Kehutanan dipimpin oleh seorang Kepala. Pasal 795 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal Standardisasi dan Lingkungan Kehutanan menyelenggarakan fungsi: 794.

jasa kehutanan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang perumusan standardisasi produk dan jasa kehutanan serta standardisasi proses pengelolaan hutan.203 a. dan standardisasi proses pengelolaan hutan. jasa kehutanan. Bidang Standardisasi menyelenggarakan fungsi: a. c. Pasal 798 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 797. pemantauan. jasa kehutanan. dan standardisasi proses pengelolaan hutan. Pasal 797 Bidang Standardisasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan penerapan kebijakan standardisasi produk. (2) Subbidang Penerapan Standar mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas. penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis di bidang standardisasi produk. . Pasal 799 Bidang Standardisasi terdiri atas: a.dan b. b. penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang standardisasi produk. b. Bidang Perubahan Iklim. Pasal 800 (1) Subbidang Perumusan Standar mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas. penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang standardisasi produk. Bidang Lingkungan Kehutanan.dan c. dan pengelolaan hutan. jasa kehutanan. dan standardisasi proses pengelolaan hutan. Subbidang Penerapan Standar. Bidang Standardisasi. Subbagian Tata Usaha. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penerapan standardisasi produk dan jasa kehutanan serta standardisasi proses pengelolaan hutan. Subbidang Perumusan Standar. pemantauan.dan d.

pemantauan dan evaluasi dampak lingkungan kehutanan. Pasal 804 (1) Subbidang Pelayanan Pengelolaan Lingkungan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas.dan c. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pemantauan dan evaluasi dampak lingkungan kehutanan. pemantauan dan evaluasi dampak lingkungan kehutanan. Pasal 805 Bidang Perubahan Iklim mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penerapan kebijakan penanganan perubahan iklim di bidang kehutanan. penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang pengelolaan. Bidang Lingkungan Kehutanan menyelenggarakan fungsi: a. b. pemantauan dan evaluasi dampak lingkungan kehutanan. . penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis di bidang pengelolaan. pemantauan. pemantauan. Subbidang Evaluasi Pengelolaan Dampak Lingkungan. pemantauan dan evaluasi dampak lingkungan di bidang kehutanan. penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pengelolaan. (2) Subbidang Evaluasi Pengelolaan Dampak Lingkungan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas.204 Pasal 801 Bidang Lingkungan Kehutanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penerapan kebijakan pengelolaan. Pasal 802 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 801. Subbidang Pelayanan Pengelolaan Lingkungan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pelayanan pengelolaan lingkungan kehutanan.dan b. Pasal 803 Bidang Lingkungan Kehutanan terdiri atas: a.

penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis di bidang penanganan perubahan iklim kehutanan yang meliputi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang penanganan perubahan iklim kehutanan yang meliputi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.dan c. Pasal 808 (1) Subbidang Pelayanan Penanganan Perubahan Iklim mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas. kerumahtanggaan. keuangan. (2) Subbidang Pengembangan Penanganan Perubahan Iklim mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas. penyiapan bahan pemantauan. . Pasal 807 Bidang Penanganan Perubahan Iklim terdiri atas: a. Subbidang Pengembangan Penanganan Perubahan Iklim. b. kepegawaian. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penilaian usulan kegiatankegiatan yang berkaitan dengan perubahan iklim kehutanan. Bidang Penanganan Perubahan Iklim menyelenggarakan fungsi: a. dan pelaporan Pusat. Pasal 809 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Bidang Standardisasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang perubahan iklim kehutanan termasuk pengembangan kerja sama.205 Pasal 806 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 805. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penanganan perubahan iklim kehutanan yang meliputi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.dan b. Subbidang Pelayanan Penanganan Perubahan Iklim. pemantauan. pemantauan.

c. Subbagian Tata Usaha. Pasal 811 Pusat Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan publikasi kehutanan serta hubungan masyarakat berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang publikasi serta hubungan masyarakat.206 BAB XIII PUSAT HUBUNGAN MASYARAKAT Bagian Pertama Susunan.dan c. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 813 Pusat Hubungan Masyarakat terdiri atas: a. Bidang Pemberitaan dan Publikasi. . rencana dan program di bidang publikasi serta hubungan masyarakat. pelaksanaan tugas di bidang publikasi serta hubungan masyarakat. Tugas dan Fungsi Pasal 810 (1) Pusat Hubungan Masyarakat adalah unsur penunjang pelaksana tugas Kementerian di bidang hubungan masyarakat yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri melalui Sekretaris Jenderal. (2) Pusat Hubungan Masyarakat dipimpin oleh seorang Kepala. Pasal 812 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 811. b. Pusat Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan kebijakan teknis. b. pemantauan. Bidang Hubungan Antar Lembaga.dan d.

penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang pemberitaan dan publikasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pemberitaan dan publikasi. lembaga pendidikan. (2) Subbidang Analisis Berita dan Publikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas. Pasal 817 (1) Subbidang Pemberitaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas. riset dan teknologi. riset dan teknologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang analisis berita dan publikasi. lembaga pemerintah. pemantauan. lembaga pendidikan.dan c. pemantauan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pemberitaan. Subbidang Analisis Berita dan Publikasi. . Pasal 815 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814.207 Pasal 814 Bidang Pemberitaan dan Publikasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penerapan kebijakan pemberitaan dan publikasi. penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis di bidang pemberitaan dan publikasi. Bidang Hubungan Antar Lembaga menyelenggarakan fungsi: a. lembaga pemerintah. Pasal 818 Bidang Hubungan Antar Lembaga mempunyai tugas melaksanakan hubungan dengan lembaga Negara. penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis di bidang hubungan dengan lembaga Negara. Pasal 819 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 818. Subbidang Pemberitaan. b. Pasal 816 Bidang Pemberitaan dan Publikasi terdiri atas: a. Bidang Pemberitaan dan Publikasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pemantauan. dunia usaha. dunia usaha.dan b.

Subbidang Hubungan Lembaga Non Pemerintah. . dunia usaha. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang hubungan dengan lembaga negara dan pemerintah serta fasilitasi pelaksanaan hubungan dengan lembaga negara dan pemerintah. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional bertanggungjawab kepada Kepala Bidang Informasi. riset dan teknologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas hubungan dengan lembaga non pemerintah serta fasilitasi pelaksanaan hubungan dengan lembaga non pemerintah. (2) Subbidang Hubungan Lembaga Non Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas. lembaga pendidikan. lembaga pemerintah.dan c. penyiapan bahan pemantauan.dan b.208 b. Pasal 820 Bidang Hubungan Antar Lembaga terdiri atas: a. Subbidang Hubungan Lembaga Negara dan Pemerintah. lembaga pemerintah. dan pelaporan Pusat. Pasal 821 (1) Subbidang Hubungan Lembaga Negara dan Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas. Pasal 822 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. lembaga pendidikan. keuangan. pemantauan. kepegawaian. dunia usaha. penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang hubungan dengan lembaga Negara. riset dan teknologi. kerumahtanggaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang hubungan dengan lembaga Negara. pemantauan.

pelaksanaan tugas di bidang hubungan dan kerja sama luar negeri bilateral dan multilateral serta kerja sama dengan lembaga swadaya masyarakat (NGO) internasional. Pasal 825 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 824. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang hubungan dan kerja sama luar negeri bilateral dan multilateral serta kerja sama dengan lembaga swadaya masyarakat (NGO) internasional. rencana dan program di bidang hubungan dan kerja sama luar negeri bilateral dan multilateral serta kerja sama dengan lembaga swadaya masyarakat (NGO) internasional. . Pasal 824 Pusat Kerja Sama Luar Negeri mempunyai tugas melaksanakan hubungan dan kerja sama luar negeri. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. c. Bidang Multilateral. pemantauan. Pasal 826 Pusat Kerja Sama Luar Negeri terdiri atas: a. Bidang Kerja sama Teknik. penyusunan kebijakan teknis.209 BAB XIV PUSAT KERJA SAMA LUAR NEGERI Pasal 823 (1) Pusat Kerja Sama Luar Negeri adalah unsur penunjang pelaksanaan tugas Kementerian di bidang kerja sama luar negeri yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri melalui Sekretaris Jenderal.dan d. Bidang Bilateral dan Regional.dan c. (2) Pusat Kerja Sama Luar Negeri dipimpin oleh seorang Kepala. b. Pusat Kerja Sama Luar Negeri menyelenggarakan fungsi: a.

210

Pasal 827 Bidang Bilateral dan Regional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penerapan kebijakan di bidang negosiasi, pengkajian dan pelaksanaan hubungan dan kerja sama bilateral dan regional, serta pemantauan tindak lanjut kerja sama bilateral dan regional. Pasal 828 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 827, Bidang Bilateral dan Regional menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis di bidang hubungan kerja sama bilateral dan regional; b. penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang hubungan kerja sama bilateral dan regional; c. penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang hubungan kerja sama bilateral dan regional; d. penyusunan naskah perjanjian luar negeri dalam rangka kerja sama bilateral dan regional; e. pemantauan dan penilaian hubungan kerja sama bilateral dan regional;dan f. koordinasi hubungan kerja sama bilateral dan regional. Pasal 829 Bidang Bilateral dan Regional terdiri atas: a. Subbidang Bilateral Amerika dan Eropa;dan b. Subbidang Bilateral Asia, Afrika, Australia dan Regional. Pasal 830 (1) Subbidang Bilateral Amerika dan Eropa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas, pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas penilaian pelaksanaan kerja sama bilateral wilayah Amerika dan Eropa. (2) Subbidang Bilateral Asia, Afrika, Australia dan Regional mempunyai melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas, pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas penilaian pelaksanaan kerja sama wilayah Asia, Afrika, Australia dan Regional.

211

Pasal 831 Bidang Multilateral mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penerapan kebijakan di bidang negosiasi, pengkajian dan pelaksanaan hubungan dan kerja sama multirateral serta pemantauan tindak lanjut hasil-hasil konvensi internasional terkait dengan sektor kehutanan. Pasal 832 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 831, Bidang Multilateral menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis di bidang hubungan kerja sama multilateral; b. penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang hubungan kerja sama multilateral; c. penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang hubungan kerja sama multilateral; d. koordinasi penyusunan naskah perjanjian luar negeri dalam rangka kerja sama multilateral; e. pemantauan dan penilaian hubungan kerja sama multilateral;dan f. koordinasi hubungan kerja sama multilateral. Pasal 833 Bidang Multilateral terdiri atas:
a. Subbidang Konvensi dan Organisasi Internasional;dan b. Subbidang Organisasi Perserikatan Bangsa Bangsa.

Pasal 834 (1) Subbidang Konvensi dan Organisasi Internasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis, pemantauan, evaluasi dan pelaporan tugas di bidang tindak lanjut konvensi dan organisasi internasional. (2) Subbidang Organisasi Perserikatan Bangsa Bangsa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis, pemantauan, evaluasi dan pelaporan tugas kerja sama organisasi perserikatan bangsa-bangsa.

212

Pasal 835 Bidang Kerja sama Teknik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penerapan kebijakan di bidang urusan proyek-proyek kerja sama luar negeri. Pasal 836 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 835, Bidang Kerja sama Teknik menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis di bidang kerja sama teknik luar negeri; b. penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang kerja sama teknik luar negeri; c. penyiapan bahan pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang kerja sama teknik luar negeri, serta pelaksanaan proyek kerja sama luar negeri dan NGO internasional;dan d. fasilitasi perizinan perjalanan dinas ke luar negeri; Pasal 837 Bidang Kerja sama Teknik terdiri atas: a. Subbidang Kerja sama Teknik Luar Negeri I;dan b. Subbidang Kerja sama Teknik Luar Negeri II. Pasal 838 (1) Subbidang Kerja sama Teknik Luar Negeri I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas, pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pelaksanaan proyek-proyek kerja sama bilateral dan regional. (2) Subbidang Kerja sama Teknik Luar Negeri II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas, pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pelaksanaan proyek-proyek kerja sama multirateral dan LSM internasional. Pasal 839 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan tata usaha, kerumahtanggaan, kepegawaian, perlengkapan, penyusunan rencana dan pengelolaan keuangan serta pelaporan kegiatan Pusat. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Bilateral dan Regional.

213

BAB XV PUSAT PENGENDALIAN PEMBANGUNAN KEHUTANAN REGIONAL Bagian Pertama Kedudukan, Tugas dan Fungsi Pasal 840 (1) Pusat Pengendalian Pembangunan Kehutanan Regional adalah unsur penunjang pelaksanaan tugas Kementerian yang berada dibawah dan bertanggung jawab langsung kepada Menteri melalui Sekretaris Jenderal. (2) Pusat Pengendalian Pembangunan Kehutanan Regional dipimpin oleh seorang Kepala. (3) Wilayah kerja Pusat Pengendalian Pembangunan Kehutanan Regional terdiri atas: a. wilayah kerja Pusat Pengendalian Pembangunan Kehutanan Regional I meliputi Pulau Sumatera, Kepulauan Riau, Bangka Belitung dan sekitarnya; b. wilayah kerja Pusat Pengendalian Pembangunan Kehutanan Regional II meliputi Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara dan sekitarnya; c. wilayah kerja Pusat Pengendalian Pembangunan Kehutanan Regional III meliputi Pulau Kalimantan dan sekitarnya;dan d. wilayah kerja Pusat Pengendalian Pembangunan Kehutanan Regional IV meliputi Pulau Sulawesi, Kepulauan Maluku, Papua dan sekitarnya. Pasal 841 Pusat Pengendalian Pembangunan Kehutanan Regional mempunyai tugas melaksanakan penyusunan dan evaluasi perencanaan kehutanan di tingkat regional. Pasal 842 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pengendalian Kehutanan Regional menyelenggarakan fungsi: Pasal 841, Pusat

a. penyusunan kebijakan teknis di bidang perencanaan kehutanan di tingkat regional; b. pelaksanaan tugas di bidang perencanaan kehutanan di tingkat regional; c. pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang perencanaan kehutanan di tingkat regional;dan d. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat.

214

Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 843 Pusat Pengendalian Pembangunan Kehutanan Regional, terdiri atas: a. Bidang Perencanaan Kehutanan Regional; b. Bidang Evaluasi Perencanaan Kehutanan Regional;dan c. Subbagian Tata Usaha. Pasal 844 Bidang Perencanaan Kehutanan Regional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penerapan kebijakan di bidang penyusunan rencana kehutanan regional. Pasal 845 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 844, Bidang Perencanaan Kehutanan Regional menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis di bidang penyusunan rencana kehutanan regional serta penyusunan rencana dan program pusat; b. penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang penyusunan rencana kehutanan regional;dan c. penyiapan bahan pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penyusunan rencana kehutanan regional. Pasal 846 Bidang Perencanaan Kehutanan terdiri atas: a. Subbidang Perencanaan Kehutanan I;dan b. Subbidang Perencanaan Kehutanan II. Pasal 847 (1) Subbidang Perencanaan Kehutanan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas, pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang perencanaan Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam, Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial, dan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan di tingkat regional serta penyusunan rencana dan program pusat.

evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pemantauan. Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial. penyiapan bahan pemantauan. b. evaluasi perencanaan kehutanan di tingkat regional. c. penyiapan bahan pelaporan kinerja pembangunan kehutanan di tingkat regional. (2) Subbidang Evaluasi Perencanaan Kehutanan II tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan dan pelaksanaan tugas. Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan di tingkat regional. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang perencanaan pembangunan kehutanan Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam. Pasal 850 Bidang Evaluasi Kinerja terdiri atas: a. Pasal 849 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 848. serta Penelitian dan Pengembangan Kehutanan. pemantauan. Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan. Subbidang Evaluasi Perencanaan Kehutanan I. Pasal 848 Bidang Evaluasi Perencanaan Kehutanan Regional mempunyai tugas mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penerapan kebijakan di bidang pemantauan. Subbidang Evaluasi Perencanaan Kehutanan II. pemantauan. penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang pemantauan.215 (2) Subbidang Perencanaan Kehutanan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas. Usaha Kehutanan. evaluasi perencanaan kehutanan di tingkat regional.dan b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas perencanaan pembangunan kehutanan bidang Planologi Kehutanan. evaluasi perencanaan kehutanan di tingkat regional. Pasal 851 (1) Subbidang Evaluasi Perencanaan Kehutanan I tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan dan pelaksanaan tugas. . Usaha Kehutanan. Bidang Evaluasi Perencanaan Kehutanan Regional menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan. evaluasi perencanaan kehutanan di tingkat regional. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang perencanaan Planologi Kehutanan.dan d. penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis di bidang pemantauan.

216 Pasal 852 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan.dan e. b. Pasal 855 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 854. pelaksanaan kebijakan. yang secara teknis dibina oleh Direktur Jenderal Bina Usaha Kehutanan dan secara administratif dibina oleh Sekretariat Jenderal. Bidang Analisis dan Evaluasi.dan c. penyaluran dan pengembalian dana bergulir untuk pembiayaan pembangunan hutan tanaman. kepegawaian. program dan anggaran Pusat. b. keuangan. pelaksanaan urusan tata usaha dan keuangan. pengelolaan dana pengelolaan dana . standar. c. penyusunan rencana. Pasal 854 Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan keuangan. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Bidang Evaluasi Kinerja. BAB XVI PUSAT PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN HUTAN Pasal 853 (1) Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Menteri Kehutanan. Bagian Keuangan dan Umum. standar. d. Pasal 856 Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan terdiri atas: a. kerumahtanggaan dan pelaporan Pusat. norma. perumusan kebijakan. analisis kredit dan pengendalian resiko pembiayaan. (2) Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan dipimpin oleh seorang Kepala. Bidang Operasional. prosedur dan kriteria bergulir untuk pembiayaan pembangunan hutan tanaman. norma. prosedur dan kriteria bergulir untuk pembiayaan pembangunan hutan tanaman. Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan menyelenggarakan fungsi: a.

. penyiapan rencana makro pinjaman dan penyusunan rencana penganggaran dalam kerangka pengeluaran jangka menengah dana bergulir. Pasal 860 (1) Subbidang Analisis Pinjaman mempunyai tugas melakukan pengkajian skema-skema pinjaman.dan c. penilaian atas kolektibilitas. Pasal 859 Bidang Analisis dan Evaluasi terdiri atas: a.dan b. Bidang Analisis dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 858 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 857. penyelamatan. Pasal 861 Bidang Operasional mempunyai tugas melaksanakan perencanaan. melaksanakan evaluasi kinerja peminjam dana bergulir. pengembalian. (2) Subbidang Evaluasi Pinjaman mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi kinerja peminjam dana bergulir dan pengendalian resiko pembiayaan. dan pengkajian skema-skema pinjaman dana bergulir. penyelesaian pinjaman dana bergulir dan restrukturisasi pinjaman dana bergulir bermasalah. penyelamatan. penyusunan penganggaran dalam rangka pengeluaran jangka menengah. penyelesaian pinjaman dana bergulir dan restrukturisasi pinjaman dana bergulir bermasalah. b. melaksanakan analisis kredit dan evaluasi kinerja debitur dan pelaporan serta data dan informasi. pelaksanaan analisa. Subbidang Evaluasi Pinjaman. serta penilaian kualitas atas kolektibilitas pinjaman dana bergulir. pengendalian resiko pembiayaan. penyiapan rencana makro. penyaluran. dan penagihan dana pinjaman. Subbidang Analisis Pinjaman. analisa pinjaman.217 Pasal 857 Bidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana makro pinjaman dana bergulir.

Subbidang Operasional I. penyusunan dan pengadministrasian perjanjian pinjaman dana bergulir. perencanaan pengembalian pinjaman dana bergulir. perbendaharaan. penyusunan dan pengadministrasian perjanjian pinjaman dana bergulir. Bidang Operasional menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 863 Bidang Operasional terdiri atas: a.dan g. pembinaan dan pelatihan kepada penerima pinjaman dan pendamping. serta melaksanakan urusan ketatausahaan dan kehumasan. Bali. dan penyelesaian agunan kredit bagi penerima pinjaman di wilayah Sumatera. (2) Subbidang Operasional II mempunyai tugas perencanaan pengembalian dan pengembalian pinjaman dana bergulir. c. dan penyelesaian agunan kredit bagi penerima pinjaman di wilayah Kalimantan. f. Sulawesi. pengurusan kenotariatan. Nusa Tenggara Barat. pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak. Nusa Tenggara Timur dan Maluku. b. e. d. pembinaan dan pelatihan kepada penerima pinjaman dan pendamping. Jawa. Pasal 865 Bagian Keuangan dan Umum mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rancangan anggaran pendapatan belanja. pemantauan penggunaan dana pinjaman dalam rangka pengembalian pinjaman. akuntansi dan pelaporan keuangan. administrasi pengelola keuangan. penyusunan dan pengadministrasian perjanjian pinjaman dana bergulir. Pasal 864 (1) Subbidang Operasional I mempunyai tugas melakukan perencanaan pengembalian dan pengembalian pinjaman dana bergulir. penyelesaian agunan kredit bagi penerima pinjaman Hutan Tanaman Industri. penyelesaian utang piutang.218 Pasal 862 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 861. pengurusan kenotariatan. urusan tata usaha keuangan. Subbidang Operasional II. . perencanaan dan pelaksanaan penyaluran pinjaman dana bergulir. Irian Jaya Barat dan Papua. pembinaan dan pelatihan kepada penerima pinjaman dan pendamping. pengurusan kenotariatan. verifikasi.dan b.

perlengkapan. h.219 Pasal 866 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 865. dan pendapatan dan belanja. kepegawaian dan kehumasan. Bagian Keuangan dan Umum menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Keuangan. sistem informasi manajemen keuangan.dan b. akuntansi dan pelaporan keuangan Pusat. d. g. evaluasi. b. Pasal 868 (1) Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana bisnis dan anggaran. . perlengkapan. penyelesaian utang piutang. dokumen pelaksanaan anggaran. pelaksanaan urusan ketatausahaan. e. Subbagian Umum. serta penyelesaian utang piutang. penyusunan rencana bisnis anggaran. pengelolaan kas. pelaksanaan akuntansi dan penyusunan laporan keuangan. penyusunan kebijakan pengelolaan barang. penyusunan rencana penganggaran dalam rangka pengeluaran jangka menengah. verifikasi. pelaporan pelaksanaan anggaran. f.dan i. penyelenggaraan sistem informasi manajemen keuangan. asset tetap dan investasi Pusat. (2) Subbagian Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan ketatausahaan. perbendaharaan. penyiapan dokumen pelaksanaan anggaran Pusat. c. pengelolaan urusan keuangan. kepegawaian dan kehumasan. Pasal 867 Bagian Keuangan dan Umum terdiri atas: a.

Pasal 871 (1) Kelompok jabatan fungsional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 870. (3) Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Pasal 870 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. terdiri atas sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya. (2) Masing-masing kelompok jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditetapkan oleh Kepala Unit Organisasi.220 BAB XVII Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 869 Pada lingkungan Kementerian Kehutanan dapat dibentuk kelompok jabatan fungsional sesuai kebutuhan. .

221 BAB XVIII TATA KERJA Pasal 872 Dalam melaksanakan tugas. integrasi dan sinkronisasi di lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi di dalam Kementerian serta dengan instansi lain di luar Kementerian sesuai dengan tugas masing-masing. Pasal 875 Para Kepala Biro/Pusat. Inspektorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian wajib menerapkan prinsip koordinasi. wajib mengambil langkah-langkah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sekretaris Direktorat Jenderal. Pasal 877 Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahan wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk menyusun laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan. setiap pimpinan satuan organisasi lingkup Sekretariat Jenderal. . tembusan laporan wajib disampaikan pula kepada satuan organisasi yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja. Sekretaris Inspektorat Jenderal. Pasal 874 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk serta bertanggung jawab kepada atasan masing-masing dan menyampaikan laporan berkala tepat pada waktunya. selanjutnya Sekretaris Jenderal menyusun laporan Kementerian. Pasal 876 Dalam menyampaikan laporan kepada atasan. menyampaikan laporan kepada pimpinan unit Eselon I masingmasing. Pasal 873 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengawasi pelaksanaan tugas bawahan masing-masing dan apabila terjadi penyimpangan pelaksanaan tugas. dan Sekretaris Badan. Direktorat Jenderal.

BAB XX KETENTUAN PERALIHAN Pasal 880 Perubahan atas susunan organisasi dan tata kerja menurut Peraturan ini ditetapkan oleh Menteri setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara.222 Pasal 878 Dalam melakukan tugas setiap pimpinan satuan organisasi dibantu oleh Kepala Satuan Organisasi dibawahnya dan dalam rangka pemberian bimbingan kepada bawahan wajib mengadakan rapat berkala.13/Menhut-II/2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kehutanan yang telah diubah lima kali yang terakhir diubah dengan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor P. fungsi. dinyatakan tidak berlaku. BAB XIX UNIT PELAKSANA TEKNIS Pasal 879 (1) Di lingkungan Kementerian dapat dibentuk Unit Pelaksana Teknis berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.64/Menhut-II/2008 tentang Perubahan Kelima Atas Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P. . (2) Rumusan tugas. Pasal 881 Dengan berlakunya Peraturan Menteri ini. ditetapkan oleh Menteri setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. susunan organisasi dan tata kerja Unit Pelaksana Teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (1).13/Menhut-II/2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Kehutanan. maka Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.

PATRIALIS AKBAR BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2010 NOMOR 405 Salinan sesuai dengan aslinya Plt. ttd. Peraturan Menteri Kehutanan ini diundangkan dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.223 Pasal 882 Peraturan Menteri Kehutanan ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. MUDJIHANTO SOEMARMO NIP. Agar setiap orang mengetahuinya. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 20 Agustus 2010 MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA. 19540711 198203 1 002 . Kepala Biro Hukum dan Organisasi ttd. ttd. ZULKIFLI HASAN Diundangkan di Jakarta pada tanggal 25 Agustus 2010 MENTERI HUKUM DAN HAM REPUBLIK INDONESIA.

Bidang Keamanan Hutan DIREKTORAT JENDERAL PLANOLOGI KEHUTANAN DIREKTORAT JENDERAL PERLINDUNGAN HUTAN DAN KONSERVASI ALAM DIREKTORAT JENDERAL BINA PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI DAN PERHUTANAN SOSIAL DIREKTORAT JENDERAL BINA USAHA KEHUTANAN BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SDM KEHUTANAN BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEHUTANAN . Bidang Hubungan Antar Lembaga 5. Bidang Revitalisasi Industri Kehutanan 2. Bidang Ekonomi dan Perdagangan Internasional 3. STRUKTUR ORGANISASI KEMENTERIAN KEHUTANAN STAF AHLI MENTERI MENTERI KEHUTANAN INSPEKTORAT JENDERAL SEKRETARIAT JENDERAL Staf Ahli Menteri 1. Bidang Lingkungan dan Perubahan Iklim 4.1 Lampiran Bab II.

1.2 Lampiran II. STRUKTUR ORGANISASI PUSAT DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN KEHUTANAN MENTERI KEHUTANAN SEKRETARIAT JENDERAL PUSAT STANDARDISASI DAN LINGKUNGAN PUSAT HUBUNGAN MASYARAKAT PUSAT KERJASAMA LUAR NEGERI PUSAT PENGENDALIAN PEMBANGUNAN REGIONAL I. II. IV PUSAT PEMBIAYAAN PEMBANGUN AN HUTAN . III.

STRUKTUR ORGANISASI SEKRETARIAT JENDERAL SEKRETARIAT JENDERAL BIRO PERENCANAAN BIRO KEPEGAWAIAN BIRO HUKUM & ORGANISASI BIRO KEUANGAN BIRO UMUM .3 Lampiran Bab III.

BIRO PERENCANAAN BAGIAN RENCANA UMUM KEHUTANAN BAGIAN PROGRAM ANGGARAN BAGIAN EVALUASI BAGIAN DATA DAN INFORMASI SUBBAGIAN RENCANA PEMBANGUNAN SUBBAGIAN PROGRAM ANGGARAN I SUBBAGIAN EVALUASI I SUBBAGIAN PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA SUBBAGIAN RENCANA MAKRO SUBBAGIAN PROGRAM ANGGARAN II SUBBAGIAN EVALUASI II SUBBAGIAN STATISTIK SUBBAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN PROGRAM ANGGARAN BANTUAN LUAR NEGERI SUBBAGIAN EVALUASI III SUBBAGIAN SISTEM INFORMASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .4 Lampiran Bab III-1. STRUKTUR ORGANISASI BIRO PERENCANAAN .

STRUKTUR ORGNISASI BIRO KEPEGAWAIAN .5 Lampiran Bab III-2. BIRO KEPEGAWAIAN BAGIAN PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN KEPEGAWAIAN BAGIAN MUTASI PEGAWAI BAGIAN TATA USAHA KEPEGAWAIAN BAGIAN ADMINISTRASI JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN RENCANA FORMASI DAN PENGADAAN SUBBAGIAN KEPANGKATAN SUBBAGIAN TATA NASKAH PEGAWAI SUBBAGIAN ADMINISTRASI PENILAIAN ANGKA KREDIT SUBBAGIAN RENCANA KARIER SUBBAGIAN MUTASI JABATAN SUBBAGIAN DISIPLIN DAN KESEJAHTERAAN PEGAWAI SUBBAGIAN EVALUASI JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN PENGEMBANGAN KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN PENGANGKATAN. PEMBERHENTIAN DAN PEMENSIUNAN SUBBAGIAN DATA DAN INFORMASI KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN TATA USAHA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

6 Lampiran Bab III-3. BIRO HUKUM DAN ORGANISASI BAGIAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN BAGIAN PENELAAHAN HUKUM BAGIAN PENANGANAN PERKARA DAN BANTUAN HUKUM BAGIAN KELEMBAGAAN SUBBAGIAN PERATURAN PERUNDANGUNDANGAN I SUBBAGIAN PENELAAHAN HUKUM I SUBBAGIAN BANTUAN HUKUM I SUBBAGIAN ORGANISASI DAN TATA LAKSANA I SUBBAGIAN PERATURAN PERUNDANGUNDANGAN II SUBBAGIAN PENELAAHAN HUKUM II SUBBAGIAN BANTUAN HUKUM II SUBBAGIAN ORGANISASI DAN TATA LAKSANA II SUBBAGIAN PERATURAN PERUNDANGUNDANGAN III SUBBAGIAN PENELAAHAN HUKUM III SUBBAGIAN BANTUAN HUKUM III SUBBAGIAN TATA USAHA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL . STRUKTUR ORGANISASI BIRO HUKUM DAN ORGANISASI .

7 Lampiran Bab III-4. STRUKTUR ORGANISASI BIRO KEUANGAN BIRO KEUANGAN BAGIAN INVESTASI DAN PELAKSANAAN ANGGARAN BAGIAN PENERIMAAN NEGARA BAGIAN PERBENDAHARAAN BAGIAN AKUNTANSI DAN PELAPORAN SUBBAGIAN PENGELOLAAN INVESTASI SUBBAGIAN PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK KAYU SUBBAGIAN PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK NON KAYU SUBBAGIAN TATA LAKSANA KEUANGAN SUBBAGIAN AKUNTANSI DAN PELAPORAN I SUBBAGIAN PENYELESAIAN UTANG PIUTANG SUBBAGIAN VERIFIKASI SUBBAGIAN AKUNTANSI DAN PELAPORAN II SUBBAGIAN AKUNTANSI DAN PELAPORAN III SUBBAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN PENYELESAIAN KERUGIAN NEGARA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

STRUKTUR ORGANISASI BIRO UMUM BIRO UMUM BAGIAN TATA USAHA KEMENTERIAN BAGIAN TATA USAHA PIMPINAN BAGIAN RUMAH TANGGA BAGIAN PERLENGKAPAN SUBBAGIAN PERSURATAN SUBBAGIAN TATA USAHA MENTERI SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN PERENCANAAN DAN PENGADAAN KEBUTUHAN SUBBAGIAN PENGELOLA KARYA CETAK DAN KEPUSTAKAAN SUBBAGIAN TATA USAHA SEKRETARIS JENDERAL SUBBAGIAN URUSAN DALAM SUBBAGIAN PENGELOLAAN BARANG MILIK NEGARA SUBBAGIAN KEARSIPAN DAN DOKUMENTASI SUBBAGIAN PROTOKOL SUBBAGIAN PENGELOLAAN KENDARAAN DINAS SUBBAGIAN PENATAUSAHAAN BARANG MILIK NEGARA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .8 Lampiran Bab III-5.

9 Lampiran BAB IV. STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT JENDERAL PLANOLOGI KEHUTANAN DIREKTORAT JENDERAL PLANOLOGI KEHUTANAN SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT PERENCANAAN KAWASAN HUTAN DIREKTORAT PENGUKUHAN DAN PENATAGUNAAN KAWASAN HUTAN DIREKTORAT INVENTARISASI DAN PEMANTAUAN SUMBERDAYA HUTAN DIREKTORAT PENGGUNAAN KAWASAN HUTAN DIREKTORAT WILAYAH PENGELOLAAN DAN PENYIAPAN AREAL PEMANFAATAN HUTAN UNIT PELAKSANA TEKNIS .

ORGANISASI DAN TATA LAKSANA BAGIAN KEUANGAN DAN UMUM BAGIAN HUKUM DAN KERJASAMA TEKNIK SUBBAGIAN PROGRAM DAN ANGGARAN SUBBAGIAN DATA DAN INFORMASI SUBBAGIAN ADMINISTRASI KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN PERATURAN PERUNDANGUNDANGAN SUBBAGIAN ADMINISTRASI JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN ADMINISTRASI KEUANGAN SUBBAGIAN PERLENGKAPAN SUBBAGIAN PERTIMBANGAN DAN BANTUAN HUKUM SUBBAGIAN EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBAGIAN ORGANISASI DAN TATA LAKSANA SUBBAGIAN KERJASAMA TEKNIK KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .10 Lampiran Bab IV-1. STRUKTUR ORGANISASI SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PLANOLOGI LANOLOGI KEHUTANAN SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PLANOLOGI KEHUTANAN BAGIAN PROGRAM DAN EVALUASI BAGIAN KEPEGAWAIAN.

11 Lampiran Bab IV-2. DAN NUSA TENGGARA SEKSI JARINGAN KOMUNIKASI DATA KEHUTANAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL . STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT PERENCANAAN KAWASAN HUTAN DIREKTORAT PERENCANAAN KAWASAN HUTAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PERENCANAAN MAKRO KAWASAN HUTAN SUBDIREKTORAT PENATAAN RUANG HUTAN WILAYAH I SUBDIREKTORAT PENATAAN RUANG HUTAN WILAYAH II SUBDIREKTORAT STATISTIK DAN JARINGAN KOMIUNIKASI DATA KEHUTANAN SEKSI PENYUSUNAN RENCANA KAWASAN HUTAN SEKSI PENATAAN RUANG KAWASAN HUTAN WILAYAH SUMATERA SEKSI PENATAAN RUANG KAWASAN HUTAN WILAYAH KALIMANTAN DAN SULAWESI SEKSI PENATAAN RUANG KAWASAN HUTAN WILAYAH MALUKU DAN PAPUA SEKSI STATISTIK KEHUTANAN SEKSI EVALUASI RENCANA KAWASAN HUTAN SEKSI PENATAAN RUANG KAWASAN HUTAN WILAYAH JAWA. BALI.

12 Lampiran Bab IV-3. BALI. DAN NUSA TENGGARA SEKSI PENGUKUHAN KAWASAN HUTAN WILAYAH MALUKU DAN PAPUA SEKSI PERUBAHAN FUNGSI DAN PENYEDIAAN AREAL TRANSMIGRASI WILAYAH I SEKSI PERUBAHAN FUNGSI DAN PENYEDIAAN AREAL TRANSMIGRASI WILAYAH II SEKSI DOKUMENTASI KAWASAN HUTAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL . STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT PENGUKUHAN DAN PENATAGUNAAN KAWASAN HUTAN DIREKTORAT PENGUKUHAN DAN PENATAGUNAAN KAWASAN HUTAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PENGUKUHAN KAWASAN HUTAN WILAYAH I SUBDIREKTORAT PENGUKUHAN KAWASAN HUTAN WILAYAH II SUBDIREKTORAT PERUBAHAN FUNGSI DAN PERUNTUKAN KAWASAN HUTAN WILAYAH I SUBDIREKTORAT PERUBAHAN FUNGSI DAN PERUNTUKAN KAWASAN HUTAN WILAYAH II SUBDIREKTORAT INFORMASI DAN DOKUMENTASI KAWASAN HUTAN SEKSI PENGUKUHAN KAWASAN HUTAN WILAYAH SUMATERA SEKSI PENGUKUHAN KAWASAN HUTAN WILAYAH KALIMANTAN DAN SULAWESI SEKSI PELEPASAN DAN TUKAR MENUKAR KAWASAN HUTAN WILAYAH I SEKSI PELEPASAN DAN TUKAR MENUKAR KAWASAN HUTAN WILAYAH II SEKSI INFORMASI KAWASAN HUTAN SEKSI PENGUKUHAN KAWASAN HUTAN WILAYAH JAWA.

STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT INVENTARISASI DAN PEMANTAUAN SUMBERDAYA HUTAN DIREKTORAT INVENTARISASI DAN PEMANTAUAN SUMBERDAYA HUTAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT INVENTARISASI SUMBERDAYA HUTAN SUBDIREKTORAT PEMANTAUAN SUMBERDAYA HUTAN SUBDIREKTORAT PEMETAAN POTENSI SUMBERDAYA HUTAN SUBDIREKTORAT JARINGAN DATA SPASIAL SEKSI INVENTARISASI HUTAN SEKSI PEMANTAUAN SUMBERDAYA HUTAN TINGKAT NASIONAL DAN WILAYAH SEKSI INFORMASI PETA SUMBERDAYA HUTAN SEKSI PENGELOLAAN BASIS DATA SPASIAL SEKSI PENGELOLAAN JARINGAN DATA SPASIAL SEKSI INVENTARISASI SOSIAL BUDAYA SEKSI PEMANTAUAN SUMBERDAYA HUTAN TINGKAT UNIT SEKSI DOKUMENTASI PETA SUMBERDAYA HUTAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .13 Lampiran Bab IV-4.

14 Lampiran Bab IV-5. STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT PENGGUNAAN KAWASAN HUTAN DIREKTORAT PENGGUNAAN KAWASAN HUTAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PENGGUNAAN KAWASAN HUTAN WILAYAH I SUBDIREKTORAT PENGGUNAAN KAWASAN HUTAN WILAYAH II SUBDIREKTORAT PNBP PENGGUNAAN KAWASAN HUTAN SUBDIREKTORAT INFORMASI PENGGUNAAN KAWASAN HUTAN SEKSI PENGGUNAAN UNTUK PERTAMBANGAN SEKSI PENGGUNAAN UNTUK PERTAMBANGAN SEKSI PNBP PENGGUNAAN KAWASAN HUTAN UNTUK PERTAMBANGAN SEKSI PNBP PENGGUNAAN KAWASAN HUTAN UNTUK NON PERTAMBANGAN SEKSI INFORMASI PENGGUNAAN KAWASAN HUTAN WILAYAH I SEKSI INFORMASI PENGGUNAAN KAWASAN HUTAN WILAYAH II SEKSI PENGGUNAAN UNTUK NON PERTAMBANGAN SEKSI PENGGUNAAN UNTUK NON PERTAMBANGAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

15 Lampiran Bab IV-6. STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT WILAYAH PENGELOLAAN DAN PENYIAPAN AREAL PEMANFAATAN KAWASAN HUTAN DIREKTORAT WILAYAH PENGELOLAAN DAN PENYIAPAN AREAL PEMANFAATAN KAWASAN HUTAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PEMBENTUKAN WILAYAH PENGELOLAAN HUTAN SUBDIREKTORAT PENYIAPAN AREAL PEMANFAATAN HUTAN WILAYAH I SUBDIREKTORAT PENYIAPAN AREAL PEMANFAATAN HUTAN WILAYAH II SUBDIREKTORAT INFORMASI WILAYAH PENGELOLAAN DAN PEMANFAATAN KAWASAN HUTAN SEKSI PEMBENTUKAN WILAYAH PENGELOLAAN HUTAN WILAYAH I SEKSI PEMBENTUKAN WILAYAH PENGELOLAAN HUTAN WILAYAH II SEKSI PENYIAPAN AREAL PEMANFAATAN HUTAN ALAM WILAYAH I SEKSI PENYIAPAN AREAL PEMANFAATAN HUTAN ALAM WILAYAH II SEKSI INFORMASI WILAYAH PENGELOLAAN SEKSI INFORMASI PEMANFAATAN KAWASAN HUTAN SEKSI PENYIAPAN AREAL PEMANFAATAN HUTAN TANAMAN WILAYAH I SEKSI PENYIAPAN AREAL PEMANFAATAN HUTAN TANAMAN WILAYAH II KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

16 Lampiran BAB V. STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT JENDERAL PERLINDUNGAN HUTAN DAN KONSERVASI ALAM DIREKTORAT JENDERAL PERLINDUNGAN HUTAN DAN KONSERVASI ALAM SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT PENYIDIKAN DAN PENGAMANAN HUTAN DIREKTORAT PENGENDALIAN KEBAKARAN HUTAN DIREKTORAT KAWASAN KONSERVASI DAN BINA HUTAN LINDUNG DIREKTORAT KONSERVASI KEANEKARAGAMAN HAYATI DIREKTORAT PEMANFAATAN JASA LINGKUNGAN KAWASAN KONSERVASI DAN HUTAN LINDUNG UNIT PELAKSANA TEKNIS .

ORGANISASI DAN TATA LAKSANA BAGIAN KEUANGAN DAN UMUM BAGIAN HUKUM DAN KERJASAMA TEKNIK SUBBAGIAN PROGRAM DAN ANGGARAN SUBBAGIAN DATA DAN INFORMASI SUBBAGIAN ADMINISTRASI KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN PERATURAN PERUNDANGUNDANGAN SUBBAGIAN PERTIMBANGAN & BANTUAN HUKUM SUBBAGIAN ADMINISTRASI JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN ADMINISTRASI KEUANGAN SUBBAGIAN PERLENGKAPAN SUBBAGIAN EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBAGIAN ORGANISASI DAN TATA LAKSANA SUBBAGIAN KERJASAMA TEKNIK KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .17 Lampiran Bab V-1. STRUKTUR ORGANISASI SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PERLINDUNGAN HUTAN DAN KONSERVASI ALAM SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PHKA BAGIAN PROGRAM DAN EVALUASI BAGIAN KEPEGAWAIAN.

18 Lampiran Bab V-2. STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT PENYIDIKAN DAN PENGAMANAN HUTAN DIREKTORAT PENYIDIKAN DAN PENGAMANAN HUTAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUB DIREKTORAT PROGRAM DAN EVALUASI PENYIDIKAN DAN PENGAMANAN SUB DIREKTORAT PENYIDIKAN DAN PENGAMANAN WILAYAH I SUB DIREKTORAT PENYIDIKAN DAN PENGAMANAN WILAYAH II SUB DIREKTORAT PENYIDIKAN DAN PENGAMANAN WILAYAH III SUB DIREKTORAT DUKUNGAN OPERASI SEKSI PROGRAM SEKSI PEMBALAKAN ILEGAL DAN TUMBUHAN DAN SATWA LIAR WILAYAH I SEKSI PEMBALAKAN ILEGAL DAN TUMBUHAN DAN SATWA LIAR WILAYAH II SEKSI PERAMBAHAN HUTAN DAN KEBAKARAN WILAYAH II SEKSI PEMBALAKAN ILEGAL DAN TUMBUHAN DAN SATWA LIAR WILAYAH III SEKSI POLISI KEHUTANAN DAN PPNS SEKSI EVALUASI SEKSI PERAMBAHAN HUTAN DAN KEBAKARAN WILAYAH I SEKSI PERAMBAHAN HUTAN DAN KEBAKARAN WILAYAH III SEKSI SARANA DAN PRASARANA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT PENGENDALIAN KEBAKARAN HUTAN DIREKTORAT PENGENDALIAN KEBAKARAN HUTAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUB DIREKTORAT PROGRAM DAN EVALUASI PENGENDALIAN KEBAKARAN HUTAN SUB DIREKTORAT MONITORING HOTSPOT DAN PENCEGAHAN KEBAKARAN HUTAN SUB DIREKTORAT PEMADAMAN DAN PENANGANAN DAMPAK PASCA KEBAKARAN HUTAN SUB DIREKTORAT TENAGA DAN SARANA PRASARANA PENGENDALIAN KEBAKARAN HUTAN SEKSI PROGRAM SEKSI MONITORING HOTSPOT SEKSI PEMADAMAN DAN PENANGANAN DAMPAK PASCA KEBAKARAN HUTAN WILAYAH I SEKSI PEMADAMAN DAN PENANGANAN DAMPAK PASCA KEBAKARAN HUTAN SEKSI TENAGA SEKSI EVALUASI SEKSI PENCEGAHAN KEBAKARAN HUTAN SEKSI SARANA DAN PRASARANA WILAYAH II KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .19 Lampiran Bab V-3.

STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT KAWASAN KONSERVASI DAN BINA HUTAN LINDUNG DIREKTORAT KAWASAN KONSERVASI DAN BINA HUTAN LINDUNG SUBBAGIAN TATA USAHA SUB DIREKTORAT PEMOLAAN DAN PENGEMBANGAN SUB DIREKTORAT KAWASAN PELESTARIAN ALAM DAN TAMAN BURU SUB DIREKTORAT KAWASAN SUAKA ALAM DAN HUTAN LINDUNG SUB DIREKTORAT KONSERVASI LAHAN BASAH. PERAIRAN DAN EKOSISTEM ESENSIAL WILAYAH II KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL . TAMAN HUTAN RAYA DAN TAMAN BURU SEKSI SUAKA MARGASATWA DAN HUTAN LINDUNG SEKSI KONSERVASI LAHAN BASAH. PERAIRAN DAN EKOSISTEM ESENSIAL SUB DIREKTORAT BINA DAERAH PENYANGGA SEKSI PEMOLAAN SEKSI TAMAN NASIONAL SEKSI CAGAR ALAM SEKSI KONSERVASI LAHAN BASAH.20 Lampiran Bab V-4. PERAIRAN DAN EKOSISTEM ESENSIAL WILAYAH I SEKSI BINA DAERAH PENYANGGA KAWASAN PELESTARIAN ALAM DAN TAMAN BURU SEKSI BINA DAERAH PENYANGGA KAWASAN SUAKA ALAM SEKSI PENGEMBANGAN DAN PERPETAAN SEKSI TAMAN WISATA ALAM.

21 Lampiran Bab V-5. STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT KONSERVASI KEANEKARAGAMAN HAYATI DIREKTORAT KONSERVASI KEANEKARAGAMAN HAYATI SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PROGRAM DAN KONVENSI SUBDIREKTORAT PENGAWETAN DAN PEMANFAATAN JENIS SUBDIREKTORAT PENANGKARAN JENIS SUBDIREKTORAT LEMBAGA KONSERVASI DAN PERBURUAN SUBDIREKTORAT TERTIB PEREDARAN SEKSI PROGRAM SEKSI PEMBINAAN POPULASI DAN HABITAT SEKSI PENANGKARAN VERTEBRATA SEKSI LEMBAGA KONSERVASI SEKSI PEREDARAN DALAM NEGERI SEKSI KONVENSI SEKSI PENGEMBANGAN SUMBER DAYA GENETIK SEKSI AVERTEBRATA DAN TUMBUHAN LIAR SEKSI PERBURUAN SEKSI PEREDARAN LUAR NEGERI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

22 Lampiran Bab V-6. STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT PEMANFAATAN JASA LINGKUNGAN KAWASAN KONSERVASI DAN HUTAN LINDUNG DIREKTORAT PEMANFAATAN JASA LINGKUNGAN KAWASAN KONSERVASI DAN HUTAN LINDUNG SUBBAGIAN TATA USAHA SUB DIREKTORAT PROGRAM DAN EVALUASI PEMANFAATAN JASA LINGKUNGAN SUB DIREKTORAT PEMANFAATAN JASA LINGKUNGAN SUB DIREKTORAT PEMANFAATAN WISATA ALAM SUB DIREKTORAT BINA CINTA ALAM SUB DIREKTORAT PROMOSI DAN PEMASARAN KONSERVASI ALAM SEKSI PROGRAM SEKSI PEMANFAATAN JASA LINGKUNGAN TAMAN NASIONAL SEKSI PEMANFAATAN WISATA ALAM TAMAN NASIONAL SEKSI PEMANFAATAN WISATA ALAM NON TAMAN NASIONAL DAN HUTAN LINDUNG SEKSI PENGEMBANGAN BINA CINTA ALAM SEKSI DATA DAN INFORMASI SEKSI EVALUASI SEKSI PEMANFAATAN JASA LINGKUNGAN NON TAMAN NASIONAL DAN HUTAN LINDUNG SEKSI PEMANTAUAN DAN INFORMASI BINA CINTA ALAM SEKSI PUBLIKASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

23 Lampiran VI. STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT JENDERAL BINA PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI DAN PERHUTANAN SOSIAL DIREKTORAT JENDERAL BINA PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI DAN PERHUTANAN SOSIAL SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT PERENCANAAN DAN EVALUASI PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI DIREKTORAT BINA REHABILITASI HUTAN DAN LAHAN DIREKTORAT BINA PERHUTANAN SOSIAL DIREKTORAT BINA PERBENIHAN TANAMAN HUTAN UNIT PELAKSANA TEKNIS .

24 Lampiran Bab VI-1. STRUKTUR ORGANISASI SEKRETARIAT DIREKTORAT BINA PENGELOLAAN DAERAH LAAN ALIRAN SUNGAI DAN PERHUTANAN SOSIAL SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BINA PENGELOLAAN DAS DAN PERHUTANAN SOSIAL BAGIAN PROGRAM DAN EVALUASI BAGIAN KEPEGAWAIAN DAN ORGANISASI TATA LAKSANA BAGIAN KEUANGAN DAN UMUM BAGIAN HUKUM DAN KERJASAMA TEKNIK SUBBAGIAN PROGRAM DAN ANGGARAN SUBBAGIAN DATA DAN INFORMASI SUBBAGIAN ADMINISTRASI KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN ADMINISTRASI JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN SUBBAGIAN ADMINISTRASI KEUANGAN SUBBAGIAN PERTIMBANGAN DAN BANTUAN HUKUM SUBBAGIAN EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBAGIAN ORGANISASI DAN TATA LAKSANA SUBBAGIAN PERLENGKAPAN SUBBAGIAN KERJASAMA TEKNIK KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT PERENCANAAN DAN EVALUASI PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI DIREKTORAT PERENCANAAN DAN EVALUASI PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PEMOLAAN PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI SUBDIREKTORAT KELEMBAGAAN PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI SUBDIREKTORAT TEKNIK PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI SUBDIREKTORAT EVALUASI PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI SEKSI PERENCANAAN SEKSI IDENTIFIKASI KELEMBAGAAN PENGELOLAAN DAS SEKSI FASILITASI PENGEMBANGAN KELEMBAGAAN PENGELOLAAN DAS SEKSI IDENTIFIKASI TEKNIK PENGELOLAAN DAS SEKSI PENGEMBANGAN TEKNIK PENGELOLAAN DAS SEKSI EVALUASI BIOFISIK SEKSI DATA DAN INFORMASI SEKSI EVALUASI SOSIAL. EKONOMI DAN KELEMBAGAAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .25 Lampiran Bab VI-2.

STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT BINA REHABILITASI HUTAN DAN LAHAN DIREKTORAT BINA REHABILITASI HUTAN DAN LAHAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PEMOLAAN REHABILITASI HUTAN DAN LAHAN SUBDIREKTORAT REHABILITASI HUTAN SUBDIREKTORAT REHABILITASI LAHAN SUBDIREKTORAT REHABILITASI HUTAN MANGROVE. RAWA DAN GAMBUT SUBDIREKTORAT REKLAMASI HUTAN DAN KONSERVASI TANAH SEKSI PERENCANAAN REHABILITASI HUTAN DAN LAHAN SEKSI REHABILITASI HUTAN LINDUNG DAN HUTAN KONSERVASI SEKSI HUTAN RAKYAT SEKSI REHABILITASI HUTAN MANGROVE DAN HUTAN PANTAI SEKSI KONSERVASI TANAH SEKSI DATA DAN INFORMASI SEKSI REHABILITASI HUTAN PRODUKSI SEKSI HUTAN KOTA DAN PENGHIJAUAN LINGKUNGAN SEKSI REHABILITASI RAWA DAN GAMBUT SEKSI REKLAMASI HUTAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .26 Lampiran Bab VI-3. HUTAN PANTAI.

STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT BINA PERHUTANAN SOSIAL DIREKTORAT BINA PERHUTANAN SOSIAL SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PEMOLAAN PERHUTANAN SOSIAL SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN HUTAN KEMASYARAKATAN SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN HUTAN DESA SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN HUTAN HAK DAN KEMITRAAN SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN USAHA PERHUTANAN SOSIAL SEKSI PERENCANAAN PERHUTANAN SOSIAL SEKSI DATA DAN INFORMASI SEKSI PENYIAPAN PENGEMBANGAN HUTAN KEMASYARAKATAN SEKSI BIMBINGAN TEKNIS HUTAN KEMASYARAKATAN SEKSI PENYIAPAN PENGEMBANGAN HUTAN DESA SEKSI BIMBINGAN TEKNIS HUTAN DESA SEKSI PENYIAPAN PENGEMBANGAN HUTAN HAK DAN KEMITRAAN SEKSI BIMBINGAN TEKNIS HUTAN HAK DAN KEMITRAAN SEKSI PENYIAPAN PENGEMBANGAN USAHA SEKSI BIMBINGAN TEKNIS PENGEMBANGAN USAHA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .27 Lampiran Bab VI-4.

28 Lampiran Bab VI-5. STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT BINA PERBENIHAN TANAMAN HUTAN DIREKTORAT BINA PERBENIHAN TANAMAN HUTAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PEMOLAAN PERBENIHAN TANAMAN HUTAN SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN USAHA PERBENIHAN SUBDIREKTORAT PENGENDALIAN PEREDARAN BENIH SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN SUMBER BENIH DAN SUMBER DAYA GENETIK SEKSI PERENCANAAN SEKSI BIMBINGAN USAHA SEKSI PERUMUSAN STANDAR PEREDARAN SEKSI PENERAPAN STANDAR PEREDARAN SEKSI PENGEMBANGAN SUMBER BENIH SEKSI PENGEMBANGAN SUMBER DAYA GENETIK SEKSI DATA DAN INFORMASI SEKSI BIMBINGAN KELEMBAGAAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT JENDERAL BINA USAHA KEHUTANAN DIREKTORAT JENDERAL BINA USAHA KEHUTANAN SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT BINA RENCANA PEMANFAATAN DAN USAHA KAWASAN DIREKTORAT BINA USAHA HUTAN ALAM DIREKTORAT BINA USAHA HUTAN TANAMAN DIREKTORAT BINA IURAN DAN PEREDARAN HASIL HUTAN DIREKTORAT BINA PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL HUTAN UNIT PELAKSANA TEKNIS .29 Lampiran VII.

30 Lampiran Bab VII-1. STRUKTUR ORGANISASI SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BINA USAHA NDERAL KEHUTANAN SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BINA USAHA KEHUTANAN BAGIAN PROGRAM DAN EVALUASI BAGIAN KEPEGAWAIAN & ORGANISASI TATA LAKSANA BAGIAN KEUANGAN DAN UMUM BAGIAN HUKUM DAN KERJASAMA TEKNIK SUBBAGIAN PROGRAM DAN ANGGARAN SUBBAGIAN DATA DAN INFORMASI SUBBAGIAN ADMINISTRASI KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN ADMINISTRASI JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN ADMINISTRASI KEUANGAN SUBBAGIAN PERLENGKAPAN SUBBAGIAN PERATURAN PERUNDANGUNDANGAN SUBBAGIAN PERTIMBANGAN & BANTUAN HUKUM SUBBAGIAN EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBAGIAN ORGANISASI DAN TATA LAKSANA SUBBAGIAN KERJASAMA TEKNIK KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT BINA RENCANA PEMANFAATAN DAN USAHA KAWASAN DIREKTORAT BINA RENCANA PEMANFAATAN DAN USAHA KAWASAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PEMOLAAN PEMANFAATAN KAWASAN HUTAN SUBDIREKTORAT PEMANFAATAN HASIL HUTAN BUKAN KAYU SUBDIREKTORAT USAHA JASA LINGKUNGAN SUBDIREKTORAT PENILAIAN KINERJA USAHA KAWASAN DAN JASA LINGKUNGAN SEKSI PEMANFAATAN KAWASAN WILAYAH I SEKSI PEMANFAATAN HASIL HUTAN BUKAN KAYU WILAYAH I SEKSI USAHA JASA LINGKUNGAN WILAYAH I SEKSI PENILAIAN KINERJA USAHA WILAYAH I SEKSI PEMANFAATAN KAWASAN WILAYAH II SEKSI PEMANFAATAN HASIL HUTAN BUKAN KAYU WILAYAH II SEKSI USAHA JASA LINGKUNGAN WILAYAH II SEKSI PENILAIAN KINERJA USAHA WILAYAH II KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .31 Lampiran Bab VII-2.

32 Lampiran Bab VII-3. STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT BINA USAHA HUTAN ALAM DIREKTORAT BINA USAHA HUTAN ALAM SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PENYIAPAN PEMANFAATAN HUTAN ALAM SUBDIREKTORAT RENCANA KERJA PEMANFAATAN HUTAN ALAM SUBDIREKTORAT PRODUKSI HUTAN ALAM SUBDIREKTORAT PENILAIAN KINERJA USAHA PEMANFAATAN HUTAN ALAM SEKSI PENYIAPAN WILAYAH I SEKSI RENCANA KERJA WILAYAH I SEKSI PRODUKSI WILAYAH I SEKSI PENILAIAN KINERJA USAHA WILAYAH I SEKSI PENYIAPAN WILAYAH II SEKSI RENCANA KERJA WILAYAH II SEKSI PRODUKSI WILAYAH II SEKSI PENILAIAN KINERJA USAHA WILAYAH II KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT BINA USAHA HUTAN TANAMAN AN DIREKTORAT BINA USAHA HUTAN TANAMAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT HUTAN TANAMAN INDUSTRI SUBDIREKTORAT HUTAN TANAMAN RAKYAT SUBDIREKTORAT RENCANA KERJA DAN PRODUKSI SUBDIREKTORAT PENILAIAN KINERJA USAHA PEMANFAATAN HUTAN TANAMAN SEKSI HUTAN TANAMAN INDUSTRI WILAYAH I SEKSI HUTAN TANAMAN INDUSTRI WILAYAH II SEKSI HUTAN TANAMAN RAKYAT WILAYAH I SEKSI HUTAN TANAMAN RAKYAT WILAYAH II SEKSI RENCANA KERJA DAN PRODUKSI WILAYAH I SEKSI RENCANA KERJA DAN PRODUKSI WILAYAH II SEKSI PENILAIAN KINERJA USAHA WILAYAH I SEKSI PENILAIAN KINERJA USAHA WILAYAH II KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .33 Lampiran Bab VII-4.

34 Lampiran Bab VII-5. STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT BINA IURAN KEHUTANAN DAN PEREDARAN HASIL HUTAN DIREKTORAT BINA IURAN KEHUTANAN DAN PEREDARAN HASIL HUTAN

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBDIREKTORAT PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK

SUBDIREKTORAT PEREDARAN HASIL HUTAN

SUBDIREKTORAT PENGUKURAN DAN PENGUJIAN HASIL HUTAN

SUBDIREKTORAT PENERTIBAN PEREDARAN HASIL HUTAN

SEKSI PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK WILAYAH I

SEKSI TATA USAHA HASIL HUTAN

SEKSI PENGUKURAN DAN PENGUJIAN HASIL HUTAN KAYU SEKSI PENGUKURAN DAN PENGUJIAN HASIL HUTAN BUKAN KAYU

SEKSI PENERTIBAN PEREDARAN HASIL HUTAN WILAYAH I

SEKSI PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK WILAYAH II

SEKSI TANDA LEGALITAS HASIL HUTAN

SEKSI PENERTIBAN PEREDARAN HASIL HUTAN WILAYAH II

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

35 Lampiran Bab VII-6. STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT BINA PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL HUTAN DIREKTORAT BINA PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL HUTAN

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBDIREKTORAT PEMOLAAN PENGOLAHAN HASIL HUTAN

SUBDIREKTORAT PENGENDALIAN BAHAN BAKU DAN INDUSTRI PRIMER

SUBDIREKTORAT PENILAIAN KINERJA INDUSTRI DAN PEMASARAN HASIL HUTAN

SEKSI
PENYIAPAN PENGOLAHAN INDUSTRI PRIMER

SEKSI PENGENDALIAN BAHAN BAKU

SEKSI KINERJA INDUSTRI

SEKSI PENGOLAHAN INDUSTRI PRIMER

SEKSI PRODUKSI INDUSTRI PRIMER

SEKSI PEMASARAN HASIL HUTAN

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

36 Lampiran VIII. STRUKTUR ORGANISASI INSPEKTORAT JENDERAL

INSPEKTORAT JENDERAL

SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL

INSPEKTORAT I

INSPEKTORAT II

INSPEKTORAT III

INSPEKTORAT IV

INSPEKTORAT INVESTIGASI

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBBAGIAN TATA USAHA

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR

37 Lampiran Bab VIII.1 STRUKTUR ORGANISASI SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL

BAGIAN PROGRAM DAN PELAPORAN

BAGIAN ANALISIS LAPORAN HASIL PENGAWASAN

BAGIAN PEMANTAUAN TINDAK LANJUT

BAGIAN UMUM

SUBBAGIAN PROGRAM

SUBBAGIAN ANALISIS LAPORAN HASIL PENGAWASAN I

SUBBAGIAN PEMANTAUAN TINDAK LANJUT I

SUBBAGIAN TATA PERSURATAN DAN KEUANGAN

SUBBAGIAN DATA DAN PELAPORAN

SUBBAGIAN ANALISIS LAPORAN HASIL PENGAWASAN II

SUBBAGIAN PEMANTAUAN TINDAK LANJUT II

SUBBAGIAN RUMAH TANGGA DAN KEPEGAWAIAN

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

38 Lampiran IX.STRUKTUR ORGANISASI BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SUMBERDAYA MANUSIA KEHUTANAN
BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SUMBERDAYA MANUSIA KEHUTANAN

SEKRETARIAT BADAN

PUSAT PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN

PUSAT PELAYANAN PENYULUHAN KEHUTANAN

PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEHUTANAN

UNIT PELAKSANA TEKNIS

STRUKTUR ORGANISASI SEKRETARIAT BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SUMBERDAYA MANUSIA KEHUTANAN SEKRETARIAT BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SUMBERDAYA MANUSIA KEHUTANAN BAGIAN PROGRAM DAN KERJA SAMA BAGIAN EVALUASI DAN PERPUSTAKAAN BAGIAN KEPEGAWAIAN. HUKUM.39 Lampiran Bab IX-1. PUBLIKASI DAN PERPUSTAKAAN SUBBAGIAN HUKUM. ORGANISASI DAN TATA LAKSANA SUBBAGIAN PERLENGKAPAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL . ORGANISASI & TATA LAKSANA BAGIAN KEUANGAN DAN UMUM SUBBAGIAN PROGRAM SUBBAGIAN DATA DAN INFORMASI SUBBAGIAN ADMINISTRASI KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN KEUANGAN SUBBAGIAN ANGGARAN SUBBAGIAN EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBAGIAN ADMINISTRASI JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN KERJASAMA SUBBAGIAN DISSEMINASI.

40 Lampiran Bab IX-2. STRUKTUR ORGANISASI PUSAT PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN PUSAT PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN SUBBAGIAN TATA USAHA BIDANG METODE. MATERI DAN ALAT BANTU PENYULUHAN BIDANG PROGRAMA SUBBIDANG METODE DAN MATERI PENYULUHAN SUBBIDANG PENYUSUNAN PROGRAMA SUBBIDANG SARANA DAN ALAT BANTU PENYULUHAN SUBBIDANG BIMBINGAN TEKNIS PENYUSUNAN PROGRAMA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

41 Lampiran Bab IX-3. STRUKTUR ORGANISASI PUSAT PELAYANAN PENYULUHAN KEHUTANAN PUSAT PELAYANAN PENYULUHAN KEHUTANAN SUBBAGIAN TATA USAHA BIDANG PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BIDANG PEMBINAAN PENYULUH SUBBIDANG BIMBINGAN TEKNIS SUBBIDANG PENYULUH SWASTA DAN SWADAYA SUBBIDANG PEMBINAAN KELEMBAGAAN SUBBIDANG APARATUR PENYULUH KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

STRUKTUR ORGANISASI PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEHUTANAN PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEHUTANAN BAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN TATA USAHA DAN KEUANGAN SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN BIDANG PENGEMBANGAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN BIDANG PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN BIDANG PENGELOLAAN PENDIDIKAN SUBBIDANG PERENCANAAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN SUBBIDANG MONITORING EVALUASI DAN PELAPORAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN SUBBIDANG PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TEKNIS SUBBIDANG PENDIDIKAN MENENGAH SUBBIDANG PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENJENJANGAN SUBBIDANG PENDIDIKAN LANJUTAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .42 Lampiran Bab IX-4.

STRUKTUR ORGANISASI BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEHUTANAN BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEHUTANAN SEKRETARIAT BADAN PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KONSERVASI DAN REHABILITASI SUMBERDAYA ALAM PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PENINGKATAN PRODUKTIFITAS HUTAN PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HASIL HUTAN PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN DAN PERUBAHAN IKLIM UNIT PELAKSANA TEKNIS .43 Lampiran X.

44 Lampiran Bab X-1. STRUKTUR ORGANISASI SEKRETARIAT BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEHUTANAN SEKRETARIAT BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEHUTANAN BAGIAN PROGRAM DAN KERJA SAMA BAGIAN EVALUASI DAN PERPUSTAKAAN BAGIAN KEPEGAWAIAN. ORGANISASI DAN TATA LAKSANA BAGIAN KEUANGAN DAN UMUM SUBBAGIAN PROGRAM SUBBAGIAN DATA DAN INFORMASI SUBBAGIAN ADMINISTRASI KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN ADMINISTRASI JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN KEUANGAN SUBBAGIAN ANGGARAN SUBBAGIAN EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBAGIAN DISSEMINASI. PUBLIKASI DAN PERPUSTAKAAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN KERJASAMA SUBBAGIAN HUKUM. ORGANISASI DAN TATA LAKSANA SUBBAGIAN PERLENGKAPAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL . HUKUM.

INFORMASI DAN DISEMINASI SUBBIDANG TINDAK LANJUT HASIL PENELITIAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL . STRUKTUR ORGANISASI PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KONSERVASI DAN REHABILITASI SUMBERDAYA ALAM PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KONSERVASI DAN REHABILITASI SUMBER DAYA ALAM BAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN TATA USAHA DAN KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN KEUANGAN DAN PERLENGKAPAN BIDANG PROGRAM DAN EVALUASI PENELITIAN BIDANG PENGEMBANGAN DATA DAN TINDAK LANJUT PENELITIAN SUBBIDANG PROGRAM DAN ANGGARAN PENELITIAN SUBBIDANG EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBIDANG DATA.45 Lampiran Bab X-2.

STRUKTUR ORGANISASI PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PENINGKATAN PRODUKTIFITAS HUTAN PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PENINGKATAN PRODUKTIFITAS HUTAN BAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN TATA USAHA DAN KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN KEUANGAN DAN PERLENGKAPAN BIDANG PROGRAM DAN EVALUASI PENELITIAN BIDANG PENGEMBANGAN DATA DAN TINDAK LANJUT PENELITIAN SUBBIDANG PROGRAM DAN ANGGARAN PENELITIAN SUBBIDANG EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBIDANG DATA.46 Lampiran Bab X-3. INFORMASI DAN DISEMINASI SUBBIDANG TINDAK LANJUT HASIL PENELITIAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

47 Lampiran Bab X-4. INFORMASI DAN DISEMINASI SUBBIDANG TINDAK LANJUT HASIL PENELITIAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL . STRUKTUR ORGANISASI PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HASIL HUTAN PUSAT PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PENELITIAN DAN HASIL HUTAN PENGEMBANGAN HASIL HUTAN BAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN TATA USAHA DAN KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN KEUANGAN DAN PERLENGKAPAN BIDANG PROGRAM DAN EVALUASI PENELITIAN BIDANG PENGEMBANGAN DATA DAN TINDAK LANJUT PENELITIAN SUBBIDANG PROGRAM DAN ANGGARAN PENELITIAN SUBBIDANG EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBIDANG DATA.

STRUKTUR ORGANISASI PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN DAN PERUBAHAN IKLIM PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN DAN PERUBAHAN IKLIM BAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN TATA USAHA DAN KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN KEUANGAN DAN PERLENGKAPAN BIDANG PROGRAM DAN EVALUASI PENELITIAN BIDANG PENGEMBANGAN DATA DAN TINDAK LANJUT PENELITIAN SUBBIDANG PROGRAM DAN ANGGARAN PENELITIAN SUBBIDANG EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBIDANG DATA. INFORMASI DAN DISEMINASI SUBBIDANG TINDAK LANJUT HASIL PENELITIAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .48 Lampiran Bab X-5.

49 Lampiran Bab XII. STRUKTUR ORGANISASI PUSAT STANDARDISASI DAN LINGKUNGAN PUSAT STANDARDISASI DAN LINGKUNGAN SUBBAGIAN TATA USAHA BIDANG STANDARDISASI BIDANG LINGKUNGAN KEHUTANAN BIDANG PERUBAHAN IKLIM SUBBIDANG PERUMUSAN STANDAR SUBBIDANG PELAYANAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN SUBBIDANG EVALUASI PENGELOLAAN DAMPAK LINGKUNGAN SUBBIDANG PELAYANAN PENANGANAN PERUBAHAN IKLIM SUBBIDANG EVALUASI PENANGANAN PERUBAHAN IKLIM SUBBIDANG PENERAPAN STANDAR KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

50 Lampiran Bab XIII. STRUKTUR ORGANISASI PUSAT HUBUNGAN MASYARAKAT TRUKTUR PUSAT HUBUNGAN MASYARAKAT SUBBAGIAN TATA USAHA BIDANG PEMBERITAAN DAN PUBLIKASI BIDANG HUBUNGAN ANTAR LEMBAGA SUBBIDANG PEMBERITAAN SUBBIDANG LEMBAGA NEGARA DAN PEMERINTAH SUBBIDANG ANALISIS BERITA DAN PUBLIKASI SUBBIDANG LEMBAGA NON PEMERINTAH KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

AUSTRALIA DAN REGIONAL SUBBIDANG ORGANISASI PESERIKATAN BANGSABANGSA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .51 Lampiran Bab XIV. STRUKTUR ORGANISASI PUSAT KERJASAMA LUAR NEGERI PUSAT KERJASAMA LUAR NEGERI SUBBAGIAN TATA USAHA BIDANG BILATERAL DAN REGIONAL BIDANG MULTILATERAL BIDANG KERJASAMA TEKNIK SUBBIDANG BILATERAL AMERIKA & EROPA SUBBIDANG KONVENSI DAN ORGANISASI INTERNASIONAL SUBBIDANG KERJASAMA TEKNIK LUAR NEGERI I SUBBIDANG KERJASAMA TEKNIK LUAR NEGERI II SUBBIDANG BILATERAL ASIA. AFRIKA.

52 Lampiran Bab XV. STRUKTUR ORGANISASI PUSAT PENGENDALIAN PEMBANGUNAN KEHUTANAN REGIONAL UNAN PUSAT PENGENDALIAN PEMBANGUNAN KEHUTANAN REGIONAL SUBBAGIAN TATA USAHA BIDANG PERENCANAAN KEHUTANAN REGIONAL BIDANG EVALUASI PERENCANAAN KEHUTANAN REGIONAL SUBBIDANG PERENCANAAN KEHUTANAN I SUBBIDANG EVALUASI PERENCANAAN KEHUTANAN I SUBBIDANG PERENCANAAN KEHUTANAN II SUBBIDANG EVALUASI PERENCANAAN KEHUTANAN II KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

STRUKTUR ORGANISASI PUSAT PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN HUTAN PUSAT PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN HUTAN BAGIAN KEUANGAN DAN UMUM SUBBAGIAN KEUANGAN SUBBAGIAN UMUM BIDANG ANALISIS DAN EVALUASI BIDANG OPERASIONAL SUBBIDANG ANALISIS PINJAMAN SUBBIDANG OPERASIONAL I SUBBIDANG EVALUASI PINJAMAN SUBBIDANG OPERASIONAL II KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .53 Lampiran Bab XVI.