PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : P.

40/Menhut-II/2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN KEHUTANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa sebagai pelaksanaan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara dan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas dan Fungsi Kementerian Negara, Serta Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara dipandang perlu menetapkan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kehutanan. : 1. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara; 2. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi Kementerian Negara Serta Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara; 3. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 84/P Tahun 2009. Memperhatikan : Persetujuan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dalam surat Nomor B/1727/M.PAN-RB/7/2010 tanggal 29 Juli 2010. MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN ORGANISASI KEHUTANAN. MENTERI KEHUTANAN TENTANG DAN TATA KERJA KEMENTERIAN

Mengingat

2

BAB I KEDUDUKAN, TUGAS, DAN FUNGSI Pasal 1 (1) Kementerian Kehutanan berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. (2) Kementerian Kehutanan dipimpin oleh Menteri Kehutanan. Pasal 2 Kementerian Kehutanan mempunyai tugas menyelenggarakan urusan di bidang kehutanan dalam pemerintahan untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan negara. Pasal 3 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Kementerian Kehutanan menyelenggarakan fungsi: a. perumusan, penetapan, dan pelaksanaan kebijakan di bidang kehutanan; b. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawabnya Kementerian Kehutanan; c. pengawasan atas pelaksanaan tugas di lingkungan Kementerian Kehutanan; d. pelaksanaan bimbingan teknis dan supervisi atas pelaksanaan urusan Kementerian Kehutanan di daerah; dan e. pelaksanaan kegiatan teknis yang berskala nasional. BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 4 Kementerian Kehutanan terdiri atas: a. Sekretariat Jenderal; b. Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan; c. Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam; d. Direktorat Jenderal Bina Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial; e. Direktorat Jenderal Bina Usaha Kehutanan; f. Inspektorat Jenderal;

3

g. Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan; h. Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan; i. Staf Ahli Menteri Bidang Revitalisasi Industri Kehutanan; j. Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Perdagangan Internasional; k. Staf Ahli Menteri Bidang Lingkungan dan Perubahan Iklim; l. Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga;dan m. Staf Ahli Menteri Bidang Keamanan Hutan. BAB III SEKRETARIAT JENDERAL Bagian Pertama Kedudukan, Tugas dan Fungsi Pasal 5 (1) Sekretariat Jenderal adalah unsur pembantu pimpinan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kehutanan. (2) Sekretariat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris Jenderal. Pasal 6 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unit organisasi di lingkungan Kementerian Kehutanan. Pasal 7 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6, Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi kegiatan Kementerian Kehutanan; b. koordinasi dan penyusunan rencana dan program Kementerian Kehutanan; c. pembinaan dan pemberian dukungan administrasi yang meliputi ketatausahaan, kepegawaian, keuangan, kerumahtanggaan, arsip dan dokumentasi Kementerian Kehutanan; d. pembinaan dan penyelenggaraan Organisasi dan tata laksana, kerja sama dan hubungan masyarakat;

4

e. koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum; f. penyelenggaraan pengelolaan barang milik/kekayaan Negara; dan g. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Menteri Kehutanan. Pasal 8 Sekretariat Jenderal terdiri atas: a. Biro Perencanaan; b. Biro Kepegawaian; c. Biro Hukum dan Organisasi; d. Biro Keuangan;dan e. Biro Umum. Bagian Ketiga Biro Perencanaan Pasal 9 Biro Perencanaan mempunyai tugas melaksanakan koordinasi kerja sama dalam negeri, penyusunan rencana makro, program, anggaran, evaluasi, pelaporan, dan pengelolaan data dan informasi di lingkungan Kementerian. Pasal 10 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9, Biro Perencanaan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi kerja sama dalam negeri di lingkungan Kementerian; b. penyiapan koordinasi penyusunan rencana umum kehutanan, dan program, serta anggaran, termasuk anggaran bantuan luar negeri di lingkungan Kementerian; c. penyiapan koordinasi evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana, program dan anggaran di lingkungan Kementerian; d. pengelolaan data dan informasi Kementerian;dan e. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro.

5

Pasal 11 Biro Perencanaan terdiri atas: a. Bagian Rencana Umum Kehutanan; b. Bagian Program Anggaran; c. Bagian Evaluasi;dan d. Bagian Data dan Informasi. Pasal 12 Bagian Rencana Umum Kehutanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi kerja sama dalam negeri, dan penyusunan rencana umum Kementerian. Pasal 13 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12, Bagian Rencana Umum Kehutanan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan koordinasi kerja sama dalam negeri, b. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana umum kehutanan;dan c. pelaksanaan pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Pasal 14 Bagian Rencana Umum Kehutanan terdiri atas: a. Subbagian Rencana Pembangunan; b. Subbagian Rencana Umum Kehutanan;dan c. Subbagian Tata Usaha. Pasal 15 (1) Subbagian Rencana Pembangunan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana jangka panjang, jangka menengah, dan jangka pendek. (2) Subbagian Rencana Umum Kehutanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana umum dan rencana kehutanan lintas sektor serta rencana tindak lanjut komitmen internasional. (3) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan ketatausahaan, kepegawaian, keuangan, kerumahtanggaan, dan pelaporan Biro.

dan Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan. Direktorat Jenderal Planologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan. Inspektorat Jenderal. Pasal 19 (1) Subbagian Program Anggaran I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan program Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran pada Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam. b. dan anggaran di lingkungan Kementerian.dan c. Bagian Program Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Program Anggaran Bantuan Luar Negeri. Pasal 17 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16. . penyiapan koordinasi penyusunan dokumen anggaran Kementerian. penyiapan bahan koordinasi penyusunan program anggaran bantuan luar negeri. Subbagian Program Anggaran I.6 Pasal 16 Bagian Program Anggaran mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan program. Subbagian Program Anggaran II. penyiapan bahan koordinasi penyusunan program anggaran Kementerian. (2) Subbagian Program Anggaran II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan program Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran pada Sekretariat Jenderal. b. Direktorat Jenderal Bina Usaha Kehutanan. Pasal 18 Bagian Program Anggaran terdiri atas: a. Direktorat Jenderal Bina Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial. (3) Subbagian Program Anggaran Bantuan Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan program anggaran bantuan luar negeri di lingkungan Kementerian.dan c.

laporan sidang kabinet dan rapat koordinasi pimpinan bidang perekonomian. dan rapat koordinasi pimpinan bidang politik hukum dan keamanan. c. Subbagian Evaluasi III. laporan di lingkungan Sekretariat Jenderal. penyiapan bahan koordinasi evaluasi pelaksanaan anggaran dan kegiatan bantuan luar negeri. Subbagian Evaluasi I. b. (3) Subbagian Evaluasi III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi evaluasi kinerja pelaksanaan anggaran di lingkungan Sekretariat Jenderal dan Kementerian serta evaluasi agenda program nasional. . penyiapan bahan rapat pimpinan. b. Bagian Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan koordinasi evaluasi dan pelaporan kinerja Kementerian Kehutanan dan Sekretariat Jenderal. Pasal 21 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20. Pasal 22 Bagian Evaluasi terdiri atas: a. pidato kenegaraan. laporan di lingkungan Kementerian dan rapat koordinasi pimpinan bidang kesejahteraan rakyat. Subbagian Evaluasi II. serta penyiapan bahan rapat koordinasi pimpinan di lingkungan Kementerian. Pasal 23 (1) Subbagian Evaluasi I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi evaluasi kinerja dan pelaporan akuntabilitas.dan c. (2) Subbagian Evaluasi II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi evaluasi kinerja dan pelaporan akuntabilitas.7 Pasal 20 Bagian Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi evaluasi dan pelaporan pelaksanaan program dan anggaran.

Pasal 27 (1) Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan pengumpulan. tata usaha. penyiapan bahan koordinasi penyusunan statistik Kementerian. perencanaan. b. Bagian Keempat Biro Kepegawaian Pasal 28 Biro Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan koordinasi. b.8 Pasal 24 Bagian Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi pengelolaan data dan informasi di lingkungan Kementerian. .dan c. pengolahan. (3) Subbagian Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pengelolaan sistem informasi kehutanan. dan pengelolaan sistem informasi kepegawaian di lingkungan Kementerian. Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data. analisis dan penyajian data Kementerian. Subbagian Statistik. pembinaan. pengembangan. Pasal 26 Bagian Data dan Informasi terdiri atas: a. (2) Subbagian Statistik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan statistik Kementerian. Bagian Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan koordinasi dan analisis data Kementerian. penyiapan bahan koordinasi pengelolaan sistem informasi kehutanan.dan c. Pasal 25 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24. Subbagian Sistem Informasi.

dan pengembangan kepegawaian. penyiapan bahan koordinasi dan pembinaan serta penyusunan formasi. b.dan d. Bagian Tata Usaha Kepegawaian. e. pengelolaan sistem informasi kepegawaian di lingkungan Kementerian. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Kepegawaian. d. Pasal 32 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31. pengadaan pegawai di lingkungan Kementerian. program. Bagian . pemberhentian dan pemensiunan pegawai di lingkungan Kementerian. Pasal 30 Biro Kepegawaian terdiri atas: a. pelaksanaan administrasi kepangkatan. Bagian Administrasi Jabatan Fungsional. penyiapan bahan koordinasi. penyusunan rencana. Perencanaan dan Pengembangan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan dan pelaksanaan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Kementerian.dan f. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. penyusunan rencana dan program serta evaluasi dan pelaporan. pembinaan dan pengembangan pegawai. Pasal 31 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana dan program kepegawaian. c. Bagian Mutasi Kepegawaian. serta penyusunan formasi. b. pengadaan pegawai. Biro Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi dan pelaporan kepegawaian. penyiapan bahan koordinasi dan pengembangan sistem penilaian kompetensi pengembangan karier analisis kebutuhan pendidikan dan pelatihan pegawai. c.9 Pasal 29 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28.

penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan formasi. b. Subbagian Pengembangan Kepegawaian. pengadaan pegawai. Pasal 35 Bagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan administrasi mutasi. dan pemberhentian serta pemensiunan pegawai. dan pemensiunan pegawai. dan pemantauan pasca penempatan pegawai.dan c. pengembangan standar kompetensi kerja kepegawaian serta penyelenggaraan Personal Assessment Centre (PAC). Subbagian Rencana Karier. Pasal 34 (1) Subbagian Rencana Formasi dan Pengadaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana dan program kepegawaian. b. Pasal 33 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Kepegawaian terdiri atas: a. penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan administrasi alih jabatan dan pemindahan pegawai. penyiapan bahan koordinasi dan pengembangan sistem penilaian kompetensi. . dan ujian penyesuaian ijazah. penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan administrasi pengangkatan.dan c. pengangkatan. penempatan dan pembekalan calon pegawai.dan c. pemberhentian. (3) Subbagian Pengembangan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana pengembangan pegawai. (2) Subbagian Rencana Karier mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pengembangan karier. analisis kebutuhan pendidikan dan pelatihan pegawai. Pasal 36 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35.10 b. penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan administrasi kepangkatan. rencana pengadaan. pengembangan karier. kepangkatan. Subbagian Rencana Formasi dan Pengadaan. penyelenggaraan ujian dinas. Bagian Mutasi Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a.

dan Pemensiunan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan administrasi pengangkatan. Pasal 39 Bagian Tata Usaha Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan pengelolaan sistem informasi kepegawaian dan kesejahteraan pegawai. Subbagian Data dan Informasi Kepegawaian. Subbagian Disiplin dan Kesejahteraan Pegawai. Subbagian Mutasi Jabatan. . (3) Subbagian Pengangkatan. b. c. Pasal 38 (1) Subbagian Kepangkatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan administrasi kenaikan pangkat dan urusan kepangkatan.dan c.11 Pasal 37 Bagian Mutasi Kepegawaian terdiri atas: a.dan c. (2) Subbagian Mutasi Jabatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan administrasi pemindahan dan alih jabatan. b. b. Subbagian Kepangkatan. Subbagian Pengangkatan. Pasal 40 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39. Pemberhentian. penyiapan bahan koordinasi penyusunan tata naskah pegawai. penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan administrasi hukuman dan disiplin serta kesejahteraan dan pelayanan kesehatan pegawai. Subbagian Tata Naskah Pegawai. pemberhentian dan pemensiunan pegawai. Bagian Tata Usaha Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan koordinasi dan pengelolaan sistem informasi kepegawaian.dan Pasal 41 Bagian Tata Usaha Kepegawaian terdiri atas: a. Pemberhentian dan Pemensiunan.

Bagian Administrasi Jabatan Fungsional menyelenggarakan fungsi: a.12 Pasal 42 (1) Subbagian Tata Naskah Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan administrasi penyusunan dan pemeliharaan naskah kepegawaian. pelaksanaan pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga biro.dan c. serta administrasi angka kredit. Pasal 44 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43. Subbagian Administrasi Penilaian Angka Kredit. serta penyajian data kepegawaian. kartu isteri dan kartu suami pegawai serta pengurusan laporan kekayaan penyelenggara negara. Pasal 46 (1) Subbagian Administrasi Penilaian Angka Kredit mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan telaahan usul pengangkatan. Subbagian Tata Usaha Biro. arsip pegawai serta pengurusan kartu pegawai. Subbagian Evaluasi Jabatan Fungsional. Pasal 45 Bagian Administrasi Jabatan Fungsional terdiri atas: a. penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan evaluasi jabatan fungsional. serta kesejahteraan dan pelayanan kesehatan pegawai. b. Pasal 43 Bagian Administrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan administrasi jabatan fungsional. b. (2) Subbagian Data dan Informasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pemeliharaan dan pengembangan system informasi kepagawaian dan database kepegawaian. pembebasan. dan pemberhentian jabatan fungsional. (3) Subbagian Disiplin dan Kesejahteraan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan administrasi pemberian penghargaan dan hukuman disiplin. . penyusunan DP3.dan c. daftar riwayat pekerjaan. penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan administrasi penilaian angka jabatan fungsional.

Bagian Kelembagaan. d.dan e. (3)Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan ketatausahaan. Biro Hukum dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan penanganan perkara dan bantuan hukum. Bagian Penelaahan Hukum. dan penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang kehutanan. pengelolaan dokumentasi hukum dan pemberian bantuan hukum serta pembinaan kelembagaan dan ketatalaksanaan di lingkungan Kementerian. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan jabatan fungsional di lingkungan Kementerian. penelaahan. Bagian Kelima Biro Hukum dan Organisasi Pasal 47 Biro Hukum dan Organisasi mempunyai tugas melaksanakan koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan. b. Bagian Peraturan Perundang-undangan. Pasal 48 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47. pembinaan dan pengembangan kelembagaan dan ketatalaksanaan di lingkungan Kementerian. keuangan. penyiapan koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang kehutanan. . penelaahan pelaksanaan peraturan perundangundangan. serta pelaksanaan pengelolaan dokumentasi dan informasi peraturan perundang-undangan. d. dan pelaporan Biro. c. c. Bagian Penanganan Perkara dan Bantuan Hukum. kerumahtanggaan.13 (2) Subbagian Evaluasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan pemantauan. kepegawaian. b. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Pasal 49 Biro Hukum dan Organisasi terdiri atas: a. evaluasi.

pendidikan dan pelatihan. penyuluhan kehutanan. Pasal 53 (1) Subbagian Peraturan Perundang-undangan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rancangan peraturan perundangundangan di bidang bina usaha kehutanan dan bina pengelolaan daerah aliran sungai dan perhutanan sosial. Subbagian Peraturan Perundang-undangan III.dan c. penelitian dan pengembangan. serta perlindungan hutan dan konservasi alam. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang pengawasan. pendidikan dan pelatihan. (3) Subbagian Peraturan Perundang-undangan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rancangan peraturan perundangundangan di bidang pengawasan. penyuluhan kehutanan.14 Pasal 50 Bagian Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang kehutanan. Pasal 52 Bagian Peraturan Perundang-undangan terdiri atas: a. serta perlindungan hutan dan konservasi alam. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang administrasi kehutanan dan planologi kehutanan. .dan c. (2) Subbagian Peraturan Perundang-undangan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rancangan peraturan perundangundangan di bidang administrasi kehutanan dan planologi kehutanan. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang bina usaha kehutanan dan bina pengelolaan daerah aliran sungai dan perhutanan sosial. b. Pasal 51 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50. penelitian dan pengembangan. Subbagian Peraturan Perundang-undangan I. Subbagian Peraturan Perundang-undangan II. Bagian Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. b.

Pasal 57 (1) Subbagian Penelaahan Hukum I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi.dan c. Bagian Penelaahan Hukum menyelenggarakan fungsi: a.dan c. b. Subbagian Penelaahan Hukum III. serta perjanjian kerja sama di bidang bina usaha kehutanan dan bina pengelolaan daerah aliran sungai dan perhutanan sosial. evaluasi dan penelaahan pelaksanaan peraturan perundang-undangan. b. evaluasi dan penelaahan pelaksanaan peraturan perundang-undangan. evaluasi. . Subbagian Penelahaan Hukum I. serta perjanjian kerja sama di bidang administrasi kehutanan dan planologi kehutanan. serta perjanjian kerja sama di bidang bina usaha kehutanan dan bina pengelolaan daerah aliran sungai dan perhutanan sosial. serta perjanjian kerja sama di bidang administrasi kehutanan dan planologi kehutanan. Subbagian Penelahaan Hukum II. pendidikan dan pelatihan. evaluasi dan penelaahan pelaksanaan peraturan perundang-undangan. penyiapan bahan koordinasi. evaluasi. dan penelaahan pelaksanaan peraturan perundang-undangan. serta perjanjian kerja sama di bidang pengawasan. (2) Subbagian Penelaahan Hukum II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. serta perlindungan hutan dan konservasi alam. penyuluhan kehutanan. dan penelaahan pelaksanaan peraturan perundang-undangan. penyiapan bahan koordinasi. penyiapan bahan koordinasi.15 Pasal 54 Bagian Penelaahan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan koordinasi dan evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan serta penelaahan hukum dan perjanjian kerja sama di bidang kehutanan. penelitian dan pengembangan. Pasal 56 Bagian Penelaahan Hukum terdiri atas: a. Pasal 55 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54.

b. Subbagian Bantuan Hukum III. pendidikan dan pelatihan. Subbagian Bantuan Hukum I. serta perjanjian kerja sama di bidang pengawasan. Pasal 59 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58. Bagian Penanganan Perkara dan Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a.dan b. Pasal 58 Bagian Penanganan Perkara dan Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan penanganan perkara. Pasal 61 (1) Subbagian Bantuan Hukum I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan pemberian bantuan hukum dalam proses peradilan gugatan perdata dan pemulihan hak-hak negara dari pihak ketiga. tata usaha negara dan pidana. Pasal 60 Bagian Penanganan Perkara dan Bantuan Hukum terdiri atas: a. penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan pemberian bantuan hukum dalam proses peradilan perkara perdata.dan c. serta perlindungan hutan dan konservasi alam. penelitian dan pengembangan. pemulihan hak-hak negara baik di peradilan (ligitasi) maupun di luar pengadilan (non ligitasi). Subbagian Bantuan Hukum II. (2) Subbagian Bantuan Hukum II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan pemberian bantuan hukum dalam proses peradilan gugatan tata usaha negara dan pidana.16 (3) Subbagian Penelaahan Hukum III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. dan penelaahan pelaksanaan peraturan perundang-undangan. . evaluasi. (3) Subbagian Bantuan Hukum III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan pemberian bantuan hukum dan penyelesaian perkara di luar pengadilan. penyuluhan kehutanan. penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan bantuan hukum di luar pengadilan.

identifikasi. Pasal 63 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana Kelembagaan menyelenggarakan fungsi: dimaksud dalam Pasal 62. perumusan. b. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. kepegawaian. penyusunan dan evaluasi prosedur kerja.dan c. identifikasi. perumusan. Bagian a. penyiapan bahan koordinasi. keuangan. evaluasi dan penataan kelembagaan. perumusan. serta perumusan prosedur kerja dan tata hubungan kerja unit-unit organisasi tingkat pusat di lingkungan Kementerian. Pasal 65 (1) Subbagian Organisasi dan Tata Laksana I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. . evaluasi dan penataan kelembagaan.17 Pasal 62 Bagian Kelembagaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan koordinasi pembinaan dan pengembangan kelembagaan dan ketatalaksanaan. termasuk dengan pemerintah daerah. kerumahtanggaan dan pelaporan biro. serta pengelolaan jaringan dokumentasi dan informasi hukum di lingkungan Kementerian. kepegawaian. serta pembakuan prasarana dan sarana kerja kelembagaan di lingkungan Kementerian. dan pelaporan biro serta melakukan pengelolaan jaringan dokumentasi dan informasi hukum. kerumahtanggaan. tata hubungan kerja. pelaksanaan urusan ketatausahaan. serta perumusan prosedur kerja dan tata hubungan kerja unit-unit organisasi tingkat unit pelaksana teknis di lingkungan Kementerian. b. pengelolaan jaringan dokumentasi dan informasi hukum. identifikasi. keuangan. penyiapan bahan koordinasi. Pasal 64 Bagian Kelembagaan terdiri atas: a. Subbagian Organisasi dan Tata Laksana I. Subbagian Organisasi dan Tata laksana II. Subbagian Tata Usaha. (2) Subbagian Organisasi dan Tata Laksana II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi.dan c. evaluasi dan penataan kelembagaan di lingkungan Kementerian.

e. penyiapan koordinasi dan pembinaan pelaksanaan akuntansi dan pelaporan keuangan di lingkungan Kementerian. Bagian Akuntansi dan Pelaporan. penyiapan koordinasi dan pelaksanaan pemungutan. c. b. b. Biro Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. d. pembinaan teknis Badan Usaha Milik Negara dan pengelolaan investasi pemerintah di lingkungan Kementerian. Pasal 68 Biro Keuangan terdiri atas: a. Bagian Penerimaan Negara.18 Bagian Keenam Biro Keuangan Pasal 66 Biro Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan koordinasi teknis urusan keuangan.dan d. penyiapan koordinasi dan pembinaan badan usaha milik negara dan badan layanan umum di lingkungan Kementerian. pencatatan. serta pelaksanaan tata laksana keuangan di lingkungan Kementerian. Pasal 67 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66.dan f. penyiapan koordinasi dan pembinaan rencana anggaran pendapatan dan belanja. penyiapan koordinasi dan pembinaan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. Bagian Perbendaharaan. . penyetoran dan pelaporan penerimaan negara bukan pajak dan dana bagi hasil sumberdaya alam kehutanan. c. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. serta investasi pemerintah di lingkungan Kementerian. Bagian Investasi dan Pelaksanaan Anggaran.

Subbagian Pengelolaan Investasi. (2) Subbagian Penyelesaian Utang Piutang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pembinaan penyelesaian utang piutang dan penyiapan bahan pelaporan penyelesaian utang piutang yang berkaitan dengan penerimaan negara bukan pajak sumberdaya alam dan penerimaan negara bukan pajak lainnya. Bagian Investasi dan Pelaksanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan koordinasi pembinaan rencana anggaran pendapatan dan belanja di lingkungan Kementerian.dan c. Pasal 70 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 69. b. badan usaha milik negara dan badan layanan umum di lingkungan Kementerian. badan usaha milik negara dan badan layanan umum serta rencana anggaran pendapatan dan belanja di lingkungan Kementerian. c.dan d.19 Pasal 69 Bagian Investasi dan Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi pembinaan investasi pemerintah. penyiapan bahan koordinasi pembinaan badan usaha milik negara. . b. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. Pasal 71 Bagian Investasi dan Pelaksanaan Anggaran terdiri atas: a. kerja sama perdagangan. dan badan layanan umum di lingkungan Kementerian. penyiapan bahan koordinasi pembinaan pengelolaan investasi pemerintah di lingkungan Kementerian. penyiapan bahan koordinasi pembinaan penyelesaian utang piutang yang berkaitan dengan penerimaan negara bukan pajak sumberdaya alam dan penerimaan negara bukan pajak lainnya. Pasal 72 (1) Subbagian Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pembinaan pengelolaan investasi pemerintah. Subbagian Penyelesaian Utang Piutang.

penyetoran. pemantauan. . pencatatan. penerimaan negara bukan pajak dan penerimaan negara bukan pajak lainnya. b. penyiapan bahan koordinasi pembinaan penatausahaan meliputi penerimaan. penyiapan bahan koordinasi pembinaan penerimaan negara bukan pajak dari sumberdaya alam dan penerimaan negara bukan pajak lainnya. evaluasi dan pelaporan penerimaan negara bukan pajak sumberdaya alam kayu berikut penatausahaan dana bagi hasil di lingkungan Kementerian. Bagian Penerimaan Negara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan koordinasi pembinaan penatausahaan dana bagi hasil yang berkaitan dengan perimbangan penerimaan negara bukan pajak sumberdaya alam kehutanan. serta penyusunan anggaran di lingkungan Sekretariat Jenderal. Subbagian Tata Usaha.dan d.20 (3) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pembinaan penelaahan alokasi akun anggaran Kementerian. Pasal 74 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut dalam Pasal 73. Pasal 76 (1) Subbagian Penerimaan Negara Bukan Pajak Kayu mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan koordinasi pembinaan. serta penatausahaan dana bagi hasil penerimaan negara bukan pajak dan penerimaan negara bukan pajak lainnya. pembukuan. Subbagian Penerimaan Negara Bukan Pajak Kayu. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Pasal 75 Bagian Penerimaan Negara terdiri atas: a. b. Subbagian Penerimaan Negara Bukan Pajak Non Kayu. Pasal 73 Bagian Penerimaan Negara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi pembinaan penatausahaan penerimaan negara bukan pajak dan penerimaan negara bukan pajak lainnya. c.dan c. penyetoran dan pelaporan.

21 (2) Subbagian Penerimaan Negara Bukan Pajak Non Kayu mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan koordinasi pembinaan. Pasal 80 (1) Subbagian Tata Laksana Keuangan mempunyai tugas menyiapkan bahan koordinasi pembinaan ketatalaksanaan. pemantauan.dan c.dan c. ketatausahaan. Pasal 79 Bagian Perbendaharaan terdiri atas: a. Pasal 78 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 77. dan pengelolaan perbendaharaan di lingkungan Kementerian. Bagian Perbendaharaan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan koordinasi pembinaan ketatalaksanaan keuangan. keuangan. b. Subbagian Penyelesaian Kerugian Negara. (3) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan kepegawaian. pelaksanaan pengujian keuangan dan penerbitan surat perintah pembayaran di lingkungan Sekretariat Jenderal. . kerumahtanggaan dan laporan biro. Subbagian Verifikasi. penyiapan bahan koordinasi pembinaan penyelesaian tuntutan ganti rugi dan tuntutan perbendaharaan. serta tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan di lingkungan Sekretariat Jenderal. evaluasi dan pelaporan penerimaan negara bukan pajak sumberdaya alam non kayu berikut penatausahaan dana bagi hasil di lingkungan Kementerian. Subbagian Tata Laksana Keuangan. b. pencatatan. dan pengelolaan perbendaharaan. penyetoran. Pasal 77 Bagian Perbendaharaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan koordinasi pembinaan perbendaharaan dan tata usaha keuangan serta administrasi pengelolaan keuangan di lingkungan Kementerian.

penyiapan bahan koordinasi pembinaan akuntansi dan penyiapan laporan keuangan Sekretariat Jenderal serta konsolidasi laporan keuangan tingkat Kementerian. pelaksanaan akuntansi dan pelaporan keuangan di lingkungan Kementerian. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan I. penyiapan bahan pelaksanaan akuntansi dan pelaporan keuangan di lingkungan Kementerian. dan koordinasi pelaporan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan internal pemerintah di lingkungan Sekretariat Jenderal.22 (2) Subbagian Verifikasi mempunyai tugas melakukan pengujian keuangan dan perintah pembayaran satuan kerja di lingkungan Sekretariat Jenderal serta pemantauan. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan II. Pasal 83 Bagian Akuntansi dan Pelaporan terdiri atas: a. Bagian Akuntansi dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan III. rekonsiliasi data akuntansi. Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan. perintah pembayaran di lingkungan Kementerian.dan c. . evaluasi dan pembinaan pengujian. (3) Subbagian Penyelesaian Kerugian Negara mempunyai tugas menyiapkan bahan koordinasi pembinaan penyelesaian tuntutan perbendaharaan. pelaporan tindak lanjut hasil pemeriksaan pada Direktorat Jenderal Bina Usaha Kehutanan. Pasal 82 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81.dan c. b. Pasal 84 (1) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pembinaan laporan keuangan bagian anggaran pembiayaan dan perhitungan dan badan layanan umum. b. Direktorat Jenderal Bina Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial. Pasal 81 Bagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi pembinaan. tuntutan ganti rugi. serta satuan kerja unit pelaksana teknis di pulaupulau Sumatera dan Kalimantan. penyiapan bahan koordinasi pembinaan akuntansi dan pelaporan keuangan di lingkungan Kementerian.

b. serta satuan kerja unit pelaksana teknis di pulaupulau Jawa. Bali dan Nusa Tenggara. Pasal 86 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 85. Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan. Bagian Tata Usaha Pimpinan. dan dokumentasi Kementerian. d. pelaporan tindak lanjut hasil pemeriksaan pada Inspektorat Jenderal dan Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan. kerumahtanggaan. serta pelayanan administrasi pimpinan. Biro Umum terdiri atas: a. Bagian Ketujuh Biro Umum Pasal 85 Biro Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi. Bagian Rumah Tangga. pelaksanaan urusan rumah tangga Kementerian. kearsipan. pelaksanaan urusan perlengkapan di lingkungan Kementerian. c. rekonsiliasi data akuntansi. dan perlengkapan di lingkungan Kementerian. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan III mempunyai tugas melakukan bahan koordinasi pembinaan laporan konsolidasi dan tindak lanjut hasil pemeriksaan atas laporan keuangan di lingkungan Kementerian.dan e. pelaksanaan urusan keprotokolan. pelaksanaan pelayanan administrasi pimpinan. serta satuan kerja unit pelaksana teknis di pulau-pulau Sulawesi. rekonsiliasi data akuntansi.dan d. pelaporan tindak lanjut hasil pemeriksaan pada Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam. pelaksanaan urusan tata persuratan. Biro Umum menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Tata Usaha Kementerian. Maluku dan Papua. Bagian Perlengkapan.23 (2) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pembinaan laporan konsolidasi dan tindak lanjut hasil pemeriksaan atas laporan keuangan di lingkungan Sekretariat Jenderal. Pasal 87 . b. c.

kearsipan dan pengembangan kearsipan. Pasal 89 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88. Bagian Tata Usaha Kementerian menyelenggarakan fungsi: a. (3) Subbagian Kearsipan dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penataan sistem kearsipan.dan c. Pasal 92 Bagian Tata Usaha Pimpinan mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha pimpinan dan keprotokolan. kepegawaian dan pelaporan di lingkungan Kementerian. Subbagian Persuratan.dan c. (2) Subbagian Pengelolaan Karya Cetak dan Kepustakaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perancangan. pengelolaan kearsipan. kepustakaan. pelayanan jasa kearsipan pembinaan. Subbagian Pengelolaan Karya Cetak dan Kepustakaan.24 Pasal 88 Bagian Tata Usaha Kementerian mempunyai tugas melaksanakan urusan persuratan. pelaksanaan urusan persuratan. . Pasal 90 Bagian Tata Usaha Kementerian terdiri atas: a. penggandaan. b. pelaksanaan urusan karya cetak dan kepustakaan. ketatausahaan. Subbagian Kearsipan dan Dokumentasi. pelaksanaan urusan kearsipan dan dokumentasi. penyaluran dan pengendalian karya cetak serta kepustakaan. b. Pasal 91 (1) Subbagian Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. urusan ketatausahaan. pengumpulan dan penyimpanan dokumentasi kementerian.

Pasal 97 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 96. Pasal 94 Bagian Tata Usaha Pimpinan terdiri atas: a. serta angkutan pegawai di lingkungan Kementerian. .25 Pasal 93 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92.dan c. Bagian Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan kepegawaian dan gaji di lingkungan Sekretariat Jenderal. Subbagian Protokol. b. pelaksanaan pengelolaan kendaraan dinas di lingkungan Sekretariat Jenderal dan angkutan pegawai dan keamanan kantor di lingkungan Kementerian. Bagian Tata Usaha Pimpinan menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan kendaraan dinas di lingkungan Sekretariat Jenderal. Pasal 96 Bagian Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan administrasi kepegawaian. pelaksanaan urusan keprotokolan. b. pelaksanaan urusan tata usaha unsur pimpinan. pelaksanaan urusan pengelolaan barang milik negara di lingkungan Sekretariat Jenderal. Subbagian Tata Usaha Sekretaris Jenderal.dan c. (3) Subbagian Protokol mempunyai tugas melakukan urusan keprotokolan Kementerian.dan b. pengelolaan Barang Milik Negara dan keamanan kantor di lingkungan Kementerian. Subbagian Tata Usaha Menteri. gaji. Pasal 95 (1) Subbagian Tata Usaha Menteri mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Menteri dan staf ahli Menteri. (2) Subbagian Tata Usaha Sekretaris Jenderal mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Sekretaris Jenderal.

Pasal 100 Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi pembinaan pengelolaan barang milik negara dan penyusunan rencana kebutuhan barang milik negara di lingkungan Kementerian. Subbagian Kendaraan Dinas. penghapusan.dan c. Subbagian Kepegawaian.26 Pasal 98 Bagian Rumah Tangga terdiri atas: a. b. (3) Subbagian Kendaraan Dinas mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan kendaraan dinas di lingkungan Sekretariat Jenderal dan pengelolaan angkutan pegawai di lingkungan Kementerian. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. urusan administrasi (2) Subbagian Urusan Dalam mempunyai tugas melakukan urusan keamanan kantor di lingkungan Kementerian. dan pemindahtanganan barang milik negara di lingkungan Kementerian. penyiapan perencanaan kebutuhan pengadaan barang milik negara di lingkungan Kementerian. Pasal 101 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100. penyiapan koordinasi pembinaan penggunaan. c.dan d. penyiapan koordinasi pembinaan pengelolaan barang milik negara di lingkungan Kementerian. pemanfaatan. pemeliharaan. penyiapan pelaksanaan penatausahaan barang milik negara di lingkungan Kementerian. pengelolaan barang milik negara di lingkungan Sekretariat Jenderal. pengamanan. b. Pasal 99 (1) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan kepegawaian dan gaji di lingkungan Sekretariat Jenderal. . Subbagian Urusan Dalam.

(3) Subbagian Penatausahaan Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaporan barang milik negara di lingkungan Kementerian. Subbagian Pengelolaan Barang Milik Negara. b.dan c. Subbagian Penatausahaan Barang Milik Negara. Subbagian Perencanaan dan Pengadaan. . dan penyiapan bahan penggunaan. pemanfaatan.27 Pasal 102 Bagian Perlengkapan terdiri atas: a. penghapusan. pengamanan dan pemeliharaan. (2) Subbagian Pengelolaan Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pembinaan pengelolaan barang milik negara. pemindahtanganan barang milik negara di lingkungan Kementerian. Pasal 103 (1) Subbagian Perencanaan dan Pengadaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pembinaan penyusunan rencana kebutuhan dan pengadaan barang milik negara di lingkungan Kementerian.

Pasal 106 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 105. d. . pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perencanaan makro kehutanan dan pemantapan kawasan hutan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. dan e. penyusunan norma.28 BAB IV DIREKTORAT JENDERAL PLANOLOGI KEHUTANAN Bagian Pertama Kedudukan. c. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan. Tugas dan Fungsi Pasal 104 (1) Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan adalah unsur pelaksana yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kehutanan. prosedur. perumusan kebijakan di bidang perencanaan makro kehutanan dan pemantapan kawasan hutan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. b. pelaksanaan kebijakan di bidang perencanaan makro kehutanan dan pemantapan kawasan hutan sesuai peraturan perundang-undangan. Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan menyelenggarakan fungsi: a. standar. dan kriteria di bidang perencanaan makro kehutanan dan pemantapan kawasan hutan sesuai dengan peraturan perundangundangan. (2) Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan dipimpin oleh Direktur Jenderal. Pasal 105 Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang perencanaan makro bidang kehutanan dan pemantapan kawasan hutan sesuai dengan peraturan perundangundangan.

Direktorat Perencanaan Kawasan Hutan. e.dan f. d. koordinasi dan pelaksanaan urusan kepegawaian. evaluasi dan pelaporan di bidang planologi kehutanan. Direktorat Inventarisasi dan Pemantauan Sumber Daya Hutan. b. c. koordinasi dan pelaksanaan tata usaha. Direktorat Wilayah Pengelolaan dan Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan. c. program. d. Direktorat Pengukuhan dan Penatagunaan Kawasan Hutan. kerja sama teknik. organisasi dan tata laksana di bidang planologi kehutanan. b. .29 Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 107 Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan terdiri atas: a. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 108 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unit organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal. koordinasi dan penyiapan telaahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a.dan e. koordinasi dan pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi di bidang planologi kehutanan. pemberian pertimbangan dan bantuan hukum di bidang planologi kehutanan. Pasal 109 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 108. Sekretariat Direktorat Jenderal. perlengkapan dan administrasi keuangan Direktorat Jenderal. koordinasi dan penyusunan rencana. Direktorat Penggunaan Kawasan Hutan.

Bagian Program dan Evaluasi. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan statistik dan kehumasan. Bagian Kepegawaian. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. serta kehumasan. penyusunan dan pelaksanaan rencana. Bagian Keuangan dan Umum. program dan anggaran.dan d. Pasal 112 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 111.30 Pasal 110 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. .dan d. b. c. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan program dan anggaran. pengolahan data dan penyajian informasi. (2) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan pengumpulan. b. Bagian Program dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 111 Bagian Program dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi. data. Bagian Hukum dan Kerja Sama Teknik. penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan rencana dan program. Subbagian Program dan Anggaran.dan c. penyusunan statistik. informasi dan statistik serta pelaksanaan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. penyiapan bahan koordinasi dan pengumpulan dan data serta penyajian informasi c. b. Subbagian Data dan Informasi. Organisasi dan Tata Laksana. Pasal 113 Bagian Program dan Evaluasi terdiri atas: a. Pasal 114 (1) Subbagian Program dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program kerja dan anggaran.

kearsipan dan pengelolaan urusan keuangan. Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional. pengembangan pegawai dan administrasi jabatan fungsional. serta penyusunan tata hubungan kerja. pendisiplinan dan penghargaan pegawai serta administrasi jabatan fungsional. dan administrasi kepegawaian. Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepegawaian. Pasal 117 Bagian Kepegawaian. Subbagian Administrasi Kepegawaian. c. perlengkapan. fungsi. Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. b. rumah tangga. dan evaluasi kinerja organisasi. pelatihan. serta penyiapan bahan penyusunan organisasi dan ketatalaksanaan. Organisasi dan Tata Laksana terdiri atas: a. tata kerja. Pasal 115 Bagian Kepegawaian. . Subbagian Organisasi dan Tata Laksana. Pasal 118 (1) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana formasi pegawai. Bagian Kepegawaian. penyiapan bahan penyusunan organisasi dan ketatalaksanaan. (3) Subbagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis jabatan. susunan organisasi. Pasal 119 Bagian Keuangan dan Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan. perumusan tugas. pelaksanaan urusan pengembangan karier pegawai dan administrasi jabatan fungsional. Pasal 116 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 115. pelaksanaan urusan administrasi kepegawaian.31 (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi kinerja dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. pedoman dan prosedur kerja dan pembakuan prasarana dan sarana kerja.dan c. b. (2) Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan pendidikan.

b. penyelesaian tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. Pasal 124 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 123. penyiapan bahan peraturan perundang-undangan. penyusunan rencana anggaran gaji dan penggajian.dan c. . penelaahan permasalahan. (3) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan urusan rumah tangga dan pengelolaan barang milik negara. Pasal 123 Bagian Hukum dan Kerja Sama Teknik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. Subbagian Perlengkapan. Subbagian Administrasi Keuangan. pelaksanaan urusan tata usaha. penyiapan bahan pertimbangan dan bantuan hukum.dan c. Bagian Keuangan dan Umum menyelenggarakan fungsi: a. bantuan hukum. Bagian Hukum dan Kerja Sama Teknik menyelenggarakan fungsi: a. pelaporan keuangan. b. kearsipan dan pembinaan tata persuratan.32 Pasal 120 Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 119. pelaksanaan urusan perlengkapan. Pasal 121 Bagian Keuangan dan Umum terdiri atas: a. serta penyiapan bahan administrasi kerja sama teknik dalam negeri dan luar negeri. Pasal 122 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. penyiapan bahan administrasi kerja sama teknik dalam negeri dan luar negeri. penyiapan bahan perbendaharaan. pelaksanaan urusan administrasi keuangan. verifikasi. pertimbangan. b. melakukan akuntansi keuangan dan barang milik negara. (2) Subbagian Administrasi Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan tata laksana keuangan. pembinaan kebendaharaan petugas SAI dan petugas SIMAK-BMN. Subbagian Tata Usaha.dan c.

penyiapan perumusan kebijakan di bidang perencanaan makro kawasan hutan. Subbagian Peraturan Perundang-undangan. . Direktorat Perencanaan Kawasan Hutan menyelenggarakan fungsi: a.33 Pasal 125 Bagian Hukum dan Kerja Sama Teknik terdiri atas: a. Pasal 126 (1) Subbagian Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rancangan dan penelahaan peraturan perundangundangan. pelaksanaan kebijakan. Subbagian Kerja Sama Teknik.dan c. (2) Subbagian Pertimbangan dan Bantuan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. pertimbangan. statistik kehutanan dan jaringan komunikasi data kehutanan. penelaahan dan penanganan permasalahan. dan bantuan permasalahan hukum. Pasal 128 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 127. penataan ruang kehutanan. Bagian Keempat Direktorat Perencanaan Kawasan Hutan Pasal 127 Direktorat Perencanaan Kawasan Hutan mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. b. statistik kehutanan dan jaringan komunikasi data kehutanan. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang perencanaan makro kawasan hutan. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perencanaan kawasan hutan dan jaringan komunikasi data kehutanan. b. (3) Subbagian Kerja Sama Teknik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan koordinasi administrasi kerja sama teknik dalam negeri dan luar negeri. Subbagian Pertimbangan dan Bantuan Hukum. penataan ruang kehutanan.

34 c. statistik kehutanan dan jaringan komunikasi data kehutanan.dan e. harmonisasi. dan evaluasi pelaksanaan rencana makro kawasan hutan dan perencanaan wilayah pengelolaan hutan serta fasilitasi penyusunan Produk Domestik Regional Bruto hijau sektor kehutanan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Subdirektorat Penataan Ruang Kawasan Hutan Wilayah I. penataan ruang kehutanan. rencana kehutanan nasional. Subdirektorat Penataan Ruang Kawasan Hutan Wilayah II. rencana kehutanan nasional. b. penyiapan penyusunan norma. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perencanaan makro kawasan hutan. evaluasi pelaksanaan rencana makro kawasan hutan dan perencanaan wilayah pengelolaan hutan serta fasilitasi penyusunan Produk Domestik Regional Bruto hijau sektor kehutanan. dan evaluasi pelaksanaan rencana makro kawasan hutan dan perencanaan wilayah pengelolaan . pelaksanaan kebijakan. d. d. b. prosedur. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyusunan rencana makro kawasan hutan nasional.dan e. dan kriteria di bidang perencanaan makro kawasan hutan. perencanaan wilayah pengelolaan hutan. Pasal 129 Direktorat Perencanaan Kawasan Hutan terdiri atas: a. standar. Pasal 130 Subdirektorat Perencanaan Makro Kawasan Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. harmonisasi. statistik kehutanan serta jaringan komunikasi data kehutanan. Subdirektorat Perencanaan Makro Kawasan Hutan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penyusunan rencana makro kawasan hutan nasional. c. Subdirektorat Statistik dan Jaringan Komunikasi Data Kehutanan. bimbingan teknis. Subdirektorat Perencanaan Makro Kawasan Hutan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penyusunan rencana makro kawasan hutan nasional. rencana kehutanan nasional. Pasal 131 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130. penataan ruang kehutanan. Subbagian Tata Usaha.

35 hutan serta fasilitasi penyusunan Produk Domestik Regional Bruto hijau sektor kehutanan. penyiapan bahan penyusunan norma. perencanaan wilayah pengelolaan hutan di bidang pemanfaatan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pemanfaatan. konservasi dan perlindungan hutan serta memfasilitasi penyusunan Produk Domestik Regional Bruto hijau sektor kehutanan. standar. Pasal 134 Subdirektorat Penataan Ruang Kehutanan Wilayah I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. rehabilitasi. Bali dan Nusa Tenggara. rencana kehutanan nasional. Pasal 132 Subdirektorat Perencanaan Makro Kawasan Hutan terdiri atas: a. pelaksanaan kebijakan. prosedur. harmonisasi. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang harmonisasi penataan ruang kawasan hutan dengan rencana tata ruang di wilayah Sumatera. rencana kehutanan nasional. Pasal 133 (1) Seksi Penyusunan Rencana Kawasan Hutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. harmonisasi. dan kriteria di bidang penyusunan rencana makro kawasan hutan nasional. rehabilitasi. Jawa. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyusunan rencana makro kawasan hutan nasional. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang rencana makro kawasan hutan nasional dan rencana kehutanan nasional. konservasi dan perlindungan hutan.dan d. Seksi Evaluasi Rencana Kawasan Hutan. pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Evaluasi Rencana Kawasan Hutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.dan b. dan evaluasi pelaksanaan rencana makro kawasan hutan dan perencanaan wilayah pengelolaan hutan serta fasilitasi penyusunan Produk Domestik Regional Bruto hijau sektor kehutanan. dan evaluasi pelaksanaan rencana makro kawasan hutan dan perencanaan wilayah pengelolaan hutan serta fasilitasi penyusunan Produk Domestik Regional Bruto hijau sektor kehutanan. pelaksanaan kebijakan. . Seksi Penyusunan Rencana Kawasan Hutan. c.

Seksi Penataan Ruang Kawasan Hutan Wilayah Sumatera. dan kriteria di bidang harmonisasi penataan ruang kawasan hutan dengan rencana tata ruang di wilayah Sumatera. Pasal 136 Subdirektorat Penataan Ruang Kehutanan Wilayah I terdiri atas: a. Bali. pelaksanaan kebijakan. dan Nusa Tenggara.dan d. Bali. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang harmonisasi penataan ruang kawasan hutan dengan rencana tata ruang di wilayah Sumatera. Bali. Subdirektorat Penataan Ruang Kehutanan Wilayah I menyelenggarakan fungsi: a. dan Nusa Tenggara. Jawa. Pasal 137 (1) Seksi Penataan Ruang Kawasan Hutan Wilayah Sumatera mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. (2) Seksi Penataan Ruang Kawasan Hutan Wilayah Jawa. Bali. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. dan Nusa Tenggara. . dan Nusa Tenggara.36 Pasal 135 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134. b. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang harmonisasi penataan ruang kawasan hutan dengan rencana tata ruang di wilayah Jawa. Seksi Penataan Ruang Kawasan Hutan Wilayah Jawa. c. Jawa. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang harmonisasi penataan ruang kawasan hutan dengan rencana tata ruang di wilayah Sumatera. dan Nusa Tenggara mempunyai tugas penyiapan bahan perumusan kebijakan. Bali.dan b. Jawa. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang harmonisasi penataan ruang kawasan hutan dengan rencana tata ruang di wilayah Sumatera. Bali. standar. Bali. prosedur. dan Nusa Tenggara. Jawa. dan Nusa Tenggara. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang harmonisasi penataan ruang kawasan hutan dengan rencana tata ruang di wilayah Sumatera.

pelaksanaan kebijakan.37 Pasal 138 Subdirektorat Penataan Ruang Kehutanan Wilayah II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. standar.dan b. Subdirektorat Penataan Ruang Kehutanan Wilayah II menyelenggarakan fungsi: a. Maluku. Maluku. dan kriteria di bidang harmonisasi penataan ruang kawasan hutan dengan rencana tata ruang di wilayah Kalimantan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang harmonisasi penataan ruang kawasan hutan dengan rencana tata ruang di wilayah Kalimantan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang harmonisasi penataan ruang kawasan hutan dengan rencana tata ruang di wilayah Maluku dan Papua. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang harmonisasi penataan ruang kawasan hutan dengan rencana tata ruang di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. dan Papua. Seksi Penataan Ruang Kawasan Hutan Wilayah Maluku dan Papua. prosedur. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang harmonisasi penataan ruang kawasan hutan dengan rencana tata ruang di wilayah Kalimantan.dan d. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang harmonisasi penataan ruang kawasan hutan dengan rencana tata ruang di wilayah Kalimantan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang harmonisasi penataan ruang kawasan hutan dengan rencana tata ruang di wilayah Kalimantan. Pasal 140 Subdirektorat Penataan Ruang Kehutanan Wilayah II terdiri atas: a. Pasal 139 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 138. Pasal 141 (1) Seksi Penataan Ruang Kawasan Hutan Wilayah Kalimantan dan Sulawesi mempunyai tugas penyiapan bahan perumusan kebijakan. b. Maluku. Maluku. penyiapan bahan penyusunan norma. Sulawesi. Sulawesi. Sulawesi. (2) Seksi Penataan Ruang Kawasan Hutan Wilayah Maluku dan Papua mempunyai tugas penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan Papua. dan Papua. dan Papua. pelaksanaan kebijakan. Sulawesi. c. dan Papua. pelaksanaan kebijakan. . Seksi Penataan Ruang Kawasan Hutan Wilayah Kalimantan dan Sulawesi. Sulawesi. Maluku.

penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang sistem jaringan komunikasi data kehutanan. (2) Seksi Jaringan Komunikasi Data Kehutanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. . Seksi Statistik Kehutanan. Pasal 145 (1) Seksi Statistik Kehutanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penyusunan dan penyajian statistik kawasan hutan serta jaringan komunikasi data kehutanan. dan kriteria di bidang penyusunan dan penyajian statistik kawasan hutan serta jaringan komunikasi data kehutanan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang statistik kehutanan.dan d.dan b. prosedur. b. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. c. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penyusunan dan penyajian statistik kawasan hutan serta jaringan komunikasi data kehutanan. Pasal 144 Subdirektorat Statistik dan Jaringan Komunikasi Data Kehutanan terdiri atas: a. Subdirektorat Statistik dan Jaringan Komunikasi Data Kehutanan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan kebijakan. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyusunan dan penyajian statistik kehutanan serta jaringan komunikasi data kehutanan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyusunan dan penyajian statistik kawasan hutan serta jaringan komunikasi data kawasan hutan. Pasal 143 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 142.38 Pasal 142 Subdirektorat Statistik dan Jaringan Komunikasi Data Kehutanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Seksi Jaringan Komunikasi Data Kehutanan. pelaksanaan kebijakan. standar.

pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. perubahan fungsi dan peruntukan kawasan hutan. serta informasi pengukuhan kawasan hutan. dan kriteria di bidang pengukuhan dan penatagunaan. perubahan fungsi dan peruntukan kawasan hutan.39 Pasal 146 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. serta informasi pengukuhan kawasan hutan. serta informasi pengukuhan kawasan hutan. keuangan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pengukuhan dan penatagunaan. Pasal 149 Direktorat Pengukuhan dan Penatagunaan Kawasan Hutan terdiri atas: a. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pengukuhan dan penatagunaan. kearsipan dan pelaporan Direktorat. prosedur. serta informasi pengukuhan kawasan hutan. Pasal 148 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 147. perubahan fungsi dan peruntukan kawasan hutan. b. d. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melakukan tugas sehari-hari secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Statistik dan Jaringan Komunikasi Data Kehutanan. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengukuhan dan penatagunaan kawasan hutan. Direktorat Pengukuhan dan Penatagunaan Kawasan Hutan menyelenggarakan fungsi: a. perubahan fungsi dan peruntukan kawasan hutan. .dan e. Subdirektorat Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah I. c. penyiapan penyusunan norma. kerumahtanggaan. standar. kepegawaian. Bagian Kelima Direktorat Pengukuhan dan Penatagunaan Kawasan Hutan Pasal 147 Direktorat Pengukuhan dan Penatagunaan Kawasan Hutan mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengukuhan dan penatagunaan. pelaksanaan kebijakan.

Subdirektorat Informasi dan Dokumentasi Kawasan Hutan. Pasal 150 Subdirektorat Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. prosedur. penataan batas. Seksi Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah Jawa. Bali dan Nusa Tenggara. Bali dan Nusa Tenggara. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penunjukan. Seksi Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah Sumatera. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penunjukan. standar. pemetaan dan pelaksanaan penetapan kawasan hutan serta penetapan fungsi kawasan hutan di wilayah Sumatera. Bali dan Nusa Tenggara. Jawa. Pasal 152 Subdirektorat Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah I terdiri atas: a. b.dan f. dan kriteria di bidang penunjukan. Subdirektorat Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah II. bimbingan teknis. Jawa. Subdirektorat Perubahan Fungsi dan Peruntukan Kawasan Hutan Wilayah I. Bali dan Nusa Tenggara. Bali dan Nusa Tenggara. Bali. d. Jawa. pemetaan dan pelaksanaan penetapan kawasan hutan serta penetapan fungsi kawasan hutan di wilayah Sumatera. . dan Nusa Tenggara. Subdirektorat Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah I menyelenggarakan fungsi: a.dan b. penataan batas. penyiapan bahan penyusunan norma. Subdirektorat Perubahan Fungsi dan Peruntukan Kawasan Hutan Wilayah II. penataan batas.dan d. Jawa. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengukuhan dan penetapan fungsi kawasan hutan di wilayah Sumatera. c.40 b. pelaksanaan kebijakan. pemetaan dan pelaksanaan penetapan kawasan hutan serta penetapan fungsi kawasan hutan di wilayah Sumatera. c. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penunjukan. penataan batas. Subbagian Tata Usaha. Jawa. pemetaan dan pelaksanaan penetapan kawasan hutan serta penetapan fungsi kawasan hutan di wilayah Sumatera. e. Pasal 151 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 150.

Bali. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengukuhan dan penetapan fungsi kawasan hutan di wilayah Kalimantan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penataan batas. penataan batas. c. pelaksanaan kebijakan. penataan batas. (2) Seksi Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah Jawa. Bali dan Nusa Tenggara. serta penunjukan kawasan hutan di wilayah Sumatera. Maluku dan Papua. b. Pasal 154 Subdirektorat Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penataan batas. Maluku dan Papua. Sulawesi. pemetaan dan pelaksanaan penetapan fungsi kawasan hutan. prosedur. standar. Maluku dan Papua. penyiapan bahan penyusunan norma.dan d. Maluku dan Papua. pemetaan dan pelaksanaan penetapan kawasan hutan serta penetapan fungsi kawasan hutan di wilayah Kalimantan. Maluku dan Papua. Sulawesi. bimbingan teknis. serta penunjukan kawasan hutan di wilayah Jawa. . penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penunjukan. Subdirektorat Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah II menyelenggarakan fungsi: a. pemetaan dan pelaksanaan penetapan kawasan hutan serta penetapan fungsi kawasan hutan di wilayah Kalimantan. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penunjukan. Sulawesi.41 Pasal 153 (1) Seksi Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah Sumatera mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pemetaan dan pelaksanaan penetapan fungsi kawasan hutan. pemetaan dan pelaksanaan penetapan kawasan hutan serta penetapan fungsi kawasan hutan di wilayah Kalimantan. Sulawesi. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penataan batas. pemetaan dan pelaksanaan penetapan kawasan hutan serta penetapan fungsi kawasan hutan di wilayah Kalimantan. penataan batas. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penunjukan. Pasal 155 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 154. pelaksanaan kebijakan. dan Nusa Tenggara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Sulawesi. dan kriteria di bidang penunjukan.

perubahan peruntukan kawasan hutan wilayah Sumatera. pengukuran. (2) Seksi Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah Maluku dan Papua mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penataan batas. Seksi Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah Maluku dan Papua. c. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penataan batas. Jawa. Bali. b. prosedur. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perubahan fungsi dan peruntukan kawasan hutan di wilayah Sumatera. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perubahan fungsi. Pasal 159 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 158. Jawa. pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. Pasal 158 Subdirektorat Perubahan Fungsi dan Peruntukan Kawasan Hutan Wilayah I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. . Bali. dan Nusa Tenggara. Bali. dan Nusa Tenggara. serta penunjukan kawasan hutan wilayah Kalimantan dan Sulawesi. bimbingan teknis. dan kriteria di bidang perubahan fungsi dan peruntukan kawasan hutan di wilayah Sumatera. Seksi Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah Kalimantan dan Sulawesi. dan Nusa Tenggara. dan Nusa Tenggara. pengukuran. Subdirektorat Perubahan Fungsi dan Peruntukan Kawasan Hutan Wilayah I menyelenggarakan fungsi: a. serta penunjukan kawasan hutan wilayah Maluku dan Papua. dan Nusa Tenggara. standar. Bali. Jawa. Bali. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang perubahan fungsi dan peruntukan kawasan hutan di wilayah Sumatera. pemetaan dan pelaksanaan penetapan fungsi kawasan hutan. Jawa. pemetaan dan pelaksanaan penetapan fungsi kawasan hutan. b. Pasal 157 (1) Seksi Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah Kalimantan dan Sulawesi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma.42 Pasal 156 Subdirektorat Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah II terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang perubahan fungsi dan peruntukan kawasan hutan di wilayah Sumatera. Jawa.dan d.

pelaksanaan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perubahan fungsi. tukar menukar serta mutasi kawasan hutan di wilayah Sumatera. penyiapan bahan penyusunan norma. Subdirektorat Perubahan Fungsi dan Peruntukan Kawasan Hutan Wilayah II menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Perubahan Fungsi dan Penyediaan Areal Transmigrasi Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.dan b. bimbingan teknis. Pasal 163 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 162. Pasal 161 (1) Seksi Pelepasan dan Tukar Menukar Kawasan Hutan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Sulawesi. prosedur. Jawa. dan Papua. Bali. Maluku. Seksi Pelepasan dan Tukar Menukar Kawasan Hutan Wilayah I. dan Papua. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pelepasan.dan . Jawa. Sulawesi. Maluku. Maluku. b. Sulawesi. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang perubahan fungsi kawasan hutan dan penyediaan areal transmigrasi di wilayah Sumatera. Seksi Perubahan Fungsi dan Penyediaan Areal Transmigrasi Wilayah I.43 Pasal 160 Subdirektorat Perubahan Fungsi dan Peruntukan Kawasan Hutan Wilayah I terdiri atas: a. c. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang perubahan fungsi dan peruntukan kawasan hutan di wilayah Kalimantan. pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. Bali. Sulawesi. Pasal 162 Subdirektorat Perubahan Fungsi dan Peruntukan Kawasan Hutan Wilayah II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. standar. dan Papua. dan Papua. dan Nusa Tenggara. dan Nusa Tenggara. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang perubahan fungsi dan peruntukan kawasan hutan di wilayah Kalimantan. dan kriteria di bidang perubahan fungsi dan peruntukan kawasan hutan di wilayah Kalimantan. Maluku. perubahan peruntukan kawasan hutan wilayah Kalimantan.

Seksi Perubahan Fungsi dan Penyediaan Areal Transmigrasi Wilayah II. Seksi Pelepasan dan Tukar Menukar Kawasan Hutan Wilayah II. prosedur. b. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pelepasan. Pasal 164 Subdirektorat Perubahan Fungsi dan Peruntukan Kawasan Hutan Wilayah II terdiri atas: a. pelaksanaan kebijakan. Maluku. (2) Seksi Perubahan Fungsi dan Penyediaan Areal Transmigrasi Wilayah II mempunyai tugas penyiapan bahan perumusan kebijakan. Subdirektorat Informasi dan Dokumentasi Kawasan Hutan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang informasi dan dokumentasi pengukuhan dan pengolahan data mutasi kawasan hutan. Maluku. standar. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang informasi dan dokumentasi pengukuhan dan pengolahan data mutasi kawasan hutan. bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan norma. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang perubahan fungsi kawasan hutan dan penyediaan areal transmigrasi di wilayah Kalimantan. c. dan Papua.dan . Maluku. Pasal 165 (1) Seksi Pelepasan dan Tukar Menukar Kawasan Hutan Wilayah II mempunyai tugas penyiapan bahan perumusan kebijakan.dan b. dan Papua.44 d. pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang informasi dan dokumentasi pengukuhan dan pengolahan data mutasi kawasan hutan. Sulawesi. Pasal 167 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 166. dan kriteria di bidang informasi dan dokumentasi pengukuhan dan pengolahan data mutasi kawasan hutan. Pasal 166 Subdirektorat Informasi dan Dokumentasi Kawasan Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Sulawesi. Sulawesi. tukar menukar serta mutasi kawasan hutan di wilayah Kalimantan. dan Papua. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perubahan fungsi dan peruntukan kawasan hutan di wilayah Kalimantan.

keuangan. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang inventarisasi dan pemantauan sumber daya hutan. b. kepegawaian. Bagian Keenam Direktorat Inventarisasi dan Pemantauan Sumber Daya Hutan Pasal 171 Direktorat Inventarisasi dan Pemantauan Sumber Daya Hutan mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. Pasal 170 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. Pasal 172 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 171.45 d. kearsipan dan pelaporan Direktorat. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengolahan dokumen kawasan hutan. pelaksanaan kebijakan. Seksi Dokumentasi Kawasan Hutan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang informasi dan dokumentasi pengukuhan dan pengolahan data mutasi kawasan hutan. Seksi Informasi Kawasan Hutan. Pasal 169 (1) Seksi Informasi Kawasan Hutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengolahan data dan informasi kawasan hutan. Pasal 168 Subdirektorat Informasi dan Dokumentasi Kawasan Hutan terdiri atas: a. Direktorat Inventarisasi dan Pemantauan Sumber Daya Hutan menyelenggarakan fungsi: . (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas sehari-hari secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Informasi dan Dokumentasi Kawasan Hutan. kerumahtanggaan. (2) Seksi Dokumentasi Kawasan Hutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.

pemetaan dan jaringan data spasial sumber daya hutan. dan kriteria di bidang inventarisasi. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang inventarisasi. pemantauan. Subdirektorat Inventarisasi Sumber Daya Hutan menyelenggarakan fungsi: a. inventarisasi hutan tingkat wilayah. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang inventarisasi flora dan sosial budaya untuk inventarisasi hutan tingkat nasional. pelaksanaan kebijakan. d.46 a. standar. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang inventarisasi flora dan sosial budaya untuk inventarisasi hutan tingkat nasional. penyiapan penyusunan norma. inventarisasi hutan tingkat wilayah. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang inventarisasi flora dan sosial budaya untuk inventarisasi hutan tingkat nasional. Subdirektorat Jaringan Data Spasial. c. Pasal 174 Subdirektorat Inventarisasi Sumber Daya Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Subdirektorat Pemetaan Potensi Sumber Daya Hutan. Subdirektorat Pemantauan Sumber Daya Hutan. b. Subbagian Tata Usaha.dan e. dan inventarisasi hutan tingkat unit pengelolaan dan penyusunan Neraca Sumber Daya Hutan. c. penyiapan perumusan kebijakan di bidang inventarisasi.dan e. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. pemantauan. pemantauan. b. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang inventarisasi. Pasal 173 Direktorat Inventarisasi dan Pemantauan Sumber Daya Hutan terdiri atas: a. prosedur. pemantauan. pemetaan dan jaringan data spasial sumber daya hutan. pemetaan dan jaringan data spasial sumber daya hutan. inventarisasi hutan tingkat unit pengelolaan dan penyusunan Neraca Sumber Daya Hutan. inventarisasi hutan tingkat . d. pemetaan dan jaringan data spasial sumber daya hutan. Pasal 175 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 174. Subdirektorat Inventarisasi Sumber Daya Hutan. b.

c. inventarisasi hutan tingkat wilayah. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemantauan sumber daya hutan. inventarisasi hutan tingkat nasional. prosedur. Pasal 176 Subdirektorat Inventarisasi Sumber Daya Hutan terdiri atas: a. inventarisasi hutan tingkat wilayah. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. Subdirektorat Pemantauan Sumber Daya Hutan menyelenggarakan fungsi: . dan inventarisasi hutan tingkat unit pengelolaan dan penyusunan Neraca Sumber Daya Hutan.dan d. standar. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang inventarisasi sosial budaya masyarakat di dalam dan di sekitar hutan serta penyusunan Neraca Sumber Daya Hutan.47 wilayah. dan kriteria di bidang inventarisasi flora dan sosial budaya untuk inventarisasi hutan tingkat nasional. b. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang inventarisasi flora dan sosial budaya untuk inventarisasi hutan tingkat nasional. Pasal 177 (1) Seksi Inventarisasi Hutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 179 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 178. bukan kayu. Pasal 178 Subdirektorat Pemantauan Sumber Daya Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. inventarisasi hutan tingkat wilayah dan inventarisasi hutan tingkat unit pengelolaan. dan inventarisasi hutan tingkat unit pengelolaan dan penyusunan Neraca Sumber Daya Hutan. pelaksanaan kebijakan. Seksi Inventarisasi Hutan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang inventarisasi flora berupa kayu. dan inventarisasi hutan tingkat unit pengelolaan dan penyusunan Neraca Sumber Daya Hutan. Seksi Inventarisasi Sosial Budaya. (2) Seksi Inventarisasi Sosial Budaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.

Pasal 180 Subdirektorat Pemantauan Sumber Daya Hutan terdiri atas: a. standar. dan kriteria di bidang pemantauan sumber daya hutan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pemantauan sumber daya hutan tingkat unit pengelolaan. Subdirektorat Pemetaan Sumberdaya Hutan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pemantauan sumber daya hutan. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang informasi dan dokumentasi peta sumber daya hutan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang informasi dan dokumentasi peta sumberdaya hutan. Pasal 182 Subdirektorat Pemetaan Sumberdaya Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. prosedur. c. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pemantauan sumber daya hutan tingkat nasional dan wilayah. pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. Pasal 183 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 182.dan d. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang informasi dan dokumentasi peta sumberdaya hutan. Seksi Pemantauan Sumber Daya Hutan Tingkat Nasional dan Wilayah. . Seksi Pemantauan Sumber Daya Hutan Tingkat Unit Pengelolaan. pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Pemantauan Sumber Daya Hutan Tingkat Unit Pengelolaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. b. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemantauan sumber daya hutan. b. Pasal 181 (1) Seksi Pemantauan Sumber Daya Hutan Tingkat Nasional dan Wilayah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.48 a. b. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pemantauan sumber daya hutan.

dan d. dan kriteria di bidang informasi dan dokumentasi peta sumberdaya hutan. prosedur. . Subdirektorat Jaringan Data Spasial menyelenggarakan fungsi: a. b. standar.dan d. Pasal 184 Subdirektorat Pemetaan Sumber Daya Hutan terdiri atas: a. pelaksanaan kebijakan. prosedur. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyusunan dan penyajian informasi peta sumberdaya hutan. Pasal 187 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 186. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang jaringan data spasial kehutanan.49 c. Seksi Dokumentasi Peta Sumberdaya Hutan. Pasal 186 Subdirektorat Jaringan Data Spasial mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. dan distribusi peta sumberdaya hutan. b. pelaksanaan kebijakan. dan kriteria di bidang jaringan data spasial kehutanan. penyiapan bahan penyusunan norma. pelayanan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang jaringan data spasial kehutanan. standar. Seksi Informasi Peta Sumberdaya Hutan. Pasal 185 (1) Seksi Informasi Peta Sumberdaya Hutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang dokumentasi. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang jaringan data spasial kehutanan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang jaringan data spasial kehutanan. c. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang informasi dan dokumentasi peta sumberdaya hutan. (2) Seksi Dokumentasi Peta Sumberdaya Hutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.

kearsipan dan pelaporan Direktorat.dan b. kerumahtanggaan. kepegawaian. keuangan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengelolaan data spasial kehutanan berbasis GIS dan jaringan. monitoring dan evaluasi kemampuan jaringan sesuai kebutuhan dan teknologi dan melaksanakan fungsi sebagai unit kliring data spasial kehutanan. Pasal 189 (1) Seksi Pengelolaan Basis Data Spasial mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.50 Pasal 188 Subdirektorat Jaringan Data Spasial terdiri atas: a. . mengatur keamanan akses dalam rangka pembangunan basis data spasial. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penggunaan kawasan hutan untuk kepentingan pembangunan di luar kegiatan kehutanan. Bagian Ketujuh Direktorat Penggunaan Kawasan Hutan Pasal 191 Direktorat Penggunaan Kawasan Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas sehari-hari secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Jaringan Data Spasial. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pembangunan basis dan aliran data spasial kehutanan. pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. Seksi Pengelolaan Jaringan Data Spasial. (2) Seksi Pengelolaan Jaringan Data Spasial mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Pengelolaan Basis Data Spasial. mengembangkan kemampuan jaringan dalam mendukung akses basis data secara lebih meluas. Pasal 190 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan.

standar. Subdirektorat Penggunaan Kawasan Hutan Wilayah I. Subdirektorat Penggunaan Kawasan Hutan Wilayah II. Pasal 195 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 194. c. d. Direktorat Penggunaan Kawasan Hutan menyelenggarakan fungsi: a. c. prosedur. Subbagian Tata Usaha. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penggunaan kawasan hutan. Pasal 194 Subdirektorat Penggunaan Kawasan Hutan Wilayah I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Subdirektorat Informasi Penggunaan Kawasan Hutan.51 Pasal 192 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 191. Subdirektorat Penggunaan Kawasan Hutan Wilayah I menyelenggarakan fungsi: . b. PNBP. PNBP. b. penyiapan perumusan kebijakan di bidang penggunaan kawasan hutan.dan e. dan Nusa Tenggara. Bali. dan informasi penggunaan kawasan hutan untuk kepentingan pembangunan di luar kegiatan kehutanan. Pasal 193 Direktorat Penggunaan Kawasan Hutan terdiri atas: a. PNBP. dan informasi penggunaan kawasan hutan untuk kepentingan pembangunan di luar kegiatan kehutanan. Jawa.dan e. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyiapan areal penggunaan kawasan hutan di wilayah Sumatera. PNBP. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang penggunaan kawasan hutan. d. penyiapan penyusunan norma. dan informasi penggunaan kawasan hutan untuk kepentingan pembangunan di luar kegiatan kehutanan. dan kriteria di bidang penggunaan kawasan hutan. Subdirektorat PNBP Penggunaan Kawasan Hutan. pelaksanaan kebijakan. dan informasi penggunaan kawasan hutan untuk kepentingan pembangunan di luar kegiatan kehutanan.

Jawa. Sulawesi. Jawa. Pasal 196 Subdirektorat Penggunaan Kawasan Hutan Wilayah I terdiri atas: a. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penggunaan kawasan hutan untuk pertambangan di wilayah Sumatera. Bali. Pasal 198 Subdirektorat Penggunaan Kawasan Hutan Wilayah II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. (2) Seksi Penggunaan Kawasan Hutan Untuk Non Pertambangan mempunyai tugas penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. standar. dan Nusa Tenggara. c. pelaksanaan kebijakan. Pasal 197 (1) Seksi Penggunaan Kawasan Hutan Untuk Pertambangan mempunyai tugas penyiapan bahan perumusan kebijakan. Maluku. Jawa. dan Papua. pelaksanaan kebijakan. Jawa. Bali dan Nusa Tenggara. Bali. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penggunaan kawasan hutan di wilayah Sumatera. Bali dan Nusa Tenggara. Maluku.52 a. dan Nusa Tenggara. dan Nusa Tenggara. . d. Jawa. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyiapan areal penggunaan kawasan hutan wilayah Kalimantan. Seksi Penggunaan Untuk Non Pertambangan. dan Papua. Subdirektorat Penggunaan Kawasan Hutan Wilayah II menyelenggarakan fungsi: a. Bali. pelaksanaan kebijakan. b. prosedur. Seksi Penggunaan Untuk Pertambangan. Jawa.dan b. dan Nusa Tenggara. Sulawesi. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penggunaan kawasan hutan untuk non pertambangan di wilayah Sumatera. Pasal 199 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 198. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penggunaan kawasan hutan wilayah Kalimantan. bimbingan teknis. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penggunaan kawasan hutan di wilayah Sumatera. dan kriteria di bidang penggunaan kawasan hutan di wilayah Sumatera. Bali. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penggunaan kawasan hutan di wilayah Sumatera.

Maluku.dan b. Maluku dan Papua. standar. Maluku. Maluku dan Papua. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyiapan areal penggunaan kawasan hutan untuk pertambangan wilayah Kalimantan. Sulawesi. (2) Seksi Penggunaan Kawasan Hutan Untuk Non Pertambangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 203 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 202. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penerimaan negara bukan pajak yang berasal dari kegiatan penggunaan kawasan hutan untuk pembangunan di luar kehutanan. . dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penerimaan negara bukan pajak dari kegiatan penggunaan kawasan hutan untuk pembangunan di luar kehutanan. Sulawesi. prosedur. bimbingan teknis.dan d. dan Papua. dan kriteria di bidang penggunaan kawasan hutan wilayah Kalimantan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penggunaan kawasan hutan wilayah Kalimantan. c. Pasal 202 Subdirektorat PNBP Penggunaan Kawasan Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma.53 b. Pasal 200 Subdirektorat Penggunaan Kawasan Hutan Wilayah II terdiri atas: a. dan Papua. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyiapan areal penggunaan kawasan hutan untuk Non pertambangan wilayah Kalimantan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penggunaan kawasan hutan wilayah Kalimantan. Subdirektorat PNBP Penggunaan Kawasan Hutan menyelenggarakan fungsi: a. Sulawesi. Pasal 201 (1) Seksi Penggunaan Kawasan Hutan Untuk Pertambangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Sulawesi. pelaksanaan kebijakan. Sulawesi. Seksi Penggunaan Untuk Non Pertambangan. dan Papua. pelaksanaan kebijakan. Seksi Penggunaan Untuk Pertambangan. pelaksanaan kebijakan. Maluku.

(2) Seksi PNBP Penggunaan Kawasan Hutan Untuk Non Pertambangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 206 Subdirektorat Informasi Penggunaan Kawasan Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Seksi PNBP Penggunaan Kawasan Hutan Untuk Non Pertambangan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penerimaan negara bukan pajak dari penggunaan kawasan hutan untuk non pertambangan. penyiapan bahan penyusunan norma. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penerimaan negara bukan pajak yang berasal dari kegiatan penggunaan kawasan hutan untuk pembangunan di luar kehutanan.dan d. Seksi PNBP Penggunaan Kawasan Hutan Untuk Pertambangan.54 b. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penerimaan negara bukan pajak yang berasal dari kegiatan penggunaan kawasan hutan untuk pembangunan di luar kehutanan. pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Informasi Penggunaan Kawasan Hutan menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria di bidang penerimaan negara bukan pajak yang berasal dari kegiatan penggunaan kawasan hutan untuk pembangunan di luar kehutanan. bimbingan teknis. . c. pelaksanaan kebijakan. standar. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang informasi penggunaan kawasan hutan. dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penerimaan negara bukan pajak dari penggunaan kawasan hutan untuk pertambangan. Pasal 204 Subdirektorat PNBP Penggunaan Kawasan Hutan terdiri atas: a. prosedur. pelaksanaan kebijakan.dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang informasi penggunaan kawasan hutan. Pasal 207 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 206. Pasal 205 (1) Seksi PNBP Penggunaan Kawasan Hutan Untuk Pertambangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.

standar. kerumahtanggaan. Maluku dan Papua. Seksi Informasi Penggunaan Kawasan Hutan Wilayah II.dan d. penyiapan bahan penyusunan norma. dan Nusa Tenggara. Seksi Informasi Penggunaan Kawasan Hutan Wilayah I. prosedur.dan b. Sulawesi. Pasal 209 (1) Seksi Informasi Penggunaan Kawasan Hutan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.55 b. Bali. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang informasi penggunaan kawasan hutan. kepegawaian. dan kriteria di bidang informasi penggunaan kawasan hutan. c. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang informasi penggunaan kawasan hutan wilayah Kalimantan. (2) Seksi Informasi Penggunaan Kawasan Hutan Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Jawa. kearsipan dan pelaporan Direktorat. keuangan. pelaksanaan kebijakan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas sehari-hari secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Informasi Penggunaan Kawasan Hutan. Pasal 210 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang informasi penggunaan kawasan hutan wilayah Sumatera. Pasal 208 Subdirektorat Informasi Penggunaan Kawasan Hutan terdiri atas: a. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang informasi penggunaan kawasan hutan. . pelaksanaan kebijakan.

pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. penyiapan areal pemanfaatan hutan dan informasi wilayah pengelolaan kawasan hutan. standar. Subdirektorat Pembentukan Wilayah Pengelolaan Hutan. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pembentukan wilayah pengelolaan hutan. Subbagian Tata Usaha. Direktorat Wilayah Pengelolaan dan Penyiapan Areal Pemanfaatan Kawasan Hutan menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan areal pemanfaatan hutan dan informasi wilayah pengelolaan kawasan hutan. c. dan kriteria di bidang pembentukan wilayah pengelolaan hutan. c. penyiapan areal pemanfaatan hutan dan informasi wilayah pengelolaan kawasan hutan. prosedur. pelaksanaan kebijakan. d. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang wilayah pengelolaan dan penyiapan areal pemanfaatan hutan. Pasal 213 Direktorat Wilayah Pengelolaan dan Penyiapan Areal Pemanfaatan Kawasan Hutan terdiri atas: a.56 Bagian Kedelapan Direktorat Wilayah Pengelolaan dan Penyiapan Areal Pemanfaatan Kawasan Hutan Pasal 211 Direktorat Wilayah Pengelolaan dan Penyiapan Areal Pemanfaatan Kawasan Hutan mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan.dan e. Pasal 212 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 211. bimbingan teknis. penyiapan penyusunan norma. d. Subdirektorat Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Wilayah II. . Subdirektorat Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Wilayah I. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pembentukan wilayah pengelolaan hutan. penyiapan areal pemanfaatan hutan dan informasi wilayah pengelolaan kawasan hutan. Subdirektorat Informasi Wilayah Pengelolaan dan Pemanfaatan Kawasan Hutan.dan e. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pembentukan wilayah pengelolaan hutan. b.

(2) Seksi Pembentukan Wilayah Pengelolaan Kawasan Hutan Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pembentukan wilayah pengelolaan hutan di wilayah Kalimantan. pelaksanaan kebijakan. . penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pembentukan wilayah pengelolaan hutan.57 Pasal 214 Subdirektorat Pembentukan Wilayah Pengelolaan Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. dan Papua. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pembentukan wilayah pengelolaan hutan. Pasal 216 Subdirektorat Pembentukan Wilayah Pengelolaan Hutan terdiri atas: a. Bali dan Nusa Tenggara. Sulawesi. Pasal 215 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 214.dan b. standar.dan d. Jawa. kebijakan di bidang pembentukan wilayah c. Maluku. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. pelaksanaan kebijakan. bimbingan teknis. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pembentukan wilayah pengelolaan hutan di wilayah Sumatera. Pasal 217 (1) Seksi Pembentukan Wilayah Pengelolaan Hutan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. prosedur. dan kriteria di bidang pembentukan wilayah pengelolaan hutan. b. Seksi Pembentukan Wilayah Pengelolaan Hutan Wilayah II. Subdirektorat Pembentukan Wilayah Pengelolaan Hutan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pembentukan Wilayah Pengelolaan Hutan Wilayah I. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pembentukan wilayah pengelolaan hutan. penyiapan bahan pelaksanaan pengelolaan hutan.

penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyiapan areal pemanfaatan hutan tanaman dan hutan tanaman rakyat di wilayah Sumatera. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyiapan areal pemanfaatan hutan alam. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penyiapan areal pemanfaatan kawasan hutan di wilayah Sumatera. prosedur. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penyiapan areal pemanfaatan kawasan hutan di wilayah Sumatera. Jawa. penyiapan bahan penyusunan norma. Subdirektorat Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Wilayah I menyelenggarakan fungsi: a. usaha jasa lingkungan dan kawasan hutan dengan tujuan khusus di wilayah Sumatera. Jawa.dan d. dan kriteria di bidang penyiapan areal pemanfaatan kawasan hutan di wilayah Sumatera. Jawa. Bali dan Nusa Tenggara.dan b. . Bali dan Nusa Tenggara. c. Bali dan Nusa Tenggara. Pasal 220 Subdirektorat Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Wilayah I terdiri atas: a. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyiapan areal pemanfaatan kawasan hutan di wilayah Sumatera. pelaksanaan kebijakan. bimbingan teknis. Bali dan Nusa Tenggara. Jawa. Bali dan Nusa Tenggara. Jawa. pelaksanaan kebijakan.58 Pasal 218 Subdirektorat Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Wilayah I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. (2) Seksi Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Tanaman Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Alam Wilayah I. Bali dan Nusa Tenggara. Pasal 219 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 218. pelaksanaan kebijakan. standar. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyiapan areal pemanfaatan kawasan hutan di wilayah Sumatera. Pasal 221 (1) Seksi Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Alam Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Tanaman Wilayah I. Jawa. usaha pariwisata alam. Jawa. hutan kemasyarakatan. hutan desa. Bali dan Nusa Tenggara.

penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyiapan areal pemanfaatan hutan alam. Seksi Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Tanaman Wilayah II. dan kriteria di bidang penyiapan areal pemanfaatan hutan di wilayah Kalimantan. pelaksanaan kebijakan. Maluku dan Papua. hutan kemasyarakatan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyiapan areal pemanfaatan hutan di wilayah Kalimantan. pelaksanaan kebijakan. Sulawesi. Pasal 225 (1) Seksi Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Alam Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. hutan desa. standar. prosedur. penyiapan bahan penyusunan norma. usaha jasa lingkungan dan kawasan hutan dengan tujuan khusus di wilayah Kalimantan. Seksi Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Alam Wilayah II. Sulawesi. Pasal 223 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 222. dan hutan tanaman rakyat di wilayah Kalimantan.dan b. bimbingan teknis. Subdirektorat Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Wilayah II menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penyiapan areal pemanfaatan hutan di wilayah Kalimantan. c. Sulawesi. Pasal 224 Subdirektorat Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Wilayah II terdiri atas: a. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penyiapan areal pemanfaatan hutan di wilayah Kalimantan. Sulawesi. Maluku dan Papua. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyiapan areal pemanfaatan hutan di wilayah Kalimantan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyiapan areal pemanfaatan hutan tanaman. (2) Seksi Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Tanaman Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.59 Pasal 222 Subdirektorat Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Wilayah II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Maluku dan Papua. Sulawesi. Maluku dan Papua. Sulawesi. Maluku dan Papua. usaha pariwisata alam. Maluku dan Papua. Maluku dan Papua.dan d. . b. Sulawesi.

penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang informasi wilayah pengelolaan dan pemanfaatan kawasan hutan. prosedur. standar. Pasal 229 (1) Seksi Informasi Wilayah Pengelolaan mempuyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.60 Pasal 226 Subdirektorat Informasi Wilayah Pengelolaan dan Pemanfaatan Kawasan Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. c. . Pasal 228 Subdirektorat Informasi Wilayah Pengelolaan dan Pemanfaatan Kawasan Hutan terdiri atas: a. Pasal 227 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 226. Subdirektorat Informasi Wilayah Pengelolaan dan Pemanfaatan Kawasan Hutan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang informasi wilayah pengelolaan dan pemanfaatan kawasan hutan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang informasi geografis pemanfaatan kawasan hutan. penyiapan bahan penyusunan norma.dan d. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang informasi wilayah pengelolaan dan pemanfaatan kawasan hutan. bimbingan teknis.dan b. Seksi Informasi Wilayah Pengelolaan. Seksi Informasi Pemanfaatan Kawasan Hutan. pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. dan kriteria di bidang informasi wilayah pengelolaan dan pemanfaatan kawasan hutan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyiapan informasi pembentukan wilayah. (2) Seksi Informasi Pemanfaatan Kawasan Hutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. b. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang informasi wilayah pengelolaan dan pemanfaatan kawasan hutan.

. kerumahtanggaan. kearsipan dan pelaporan Direktorat.61 Pasal 230 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. keuangan. kepegawaian. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas sehari-hari secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Informasi Wilayah Pengelolaan dan Pemanfaatan Kawasan Hutan.

dan kriteria di bidang perlindungan hutan dan konservasi alam sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Tugas dan Fungsi Pasal 231 (1) Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam adalah unsur pelaksana yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kehutanan. prosedur. Pasal 233 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 232. standar. perumusan kebijakan di bidang perlindungan hutan dan konservasi alam sesuai peraturan perundang-undangan.dan e. pelaksanaan kebijakan di bidang perlindungan hutan dan konservasi alam sesuai dengan peraturan perundang-undangan. (2) Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam dipimpin oleh Direktur Jenderal. b. c. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perlindungan hutan dan konservasi alam sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Pasal 232 Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang perlindungan hutan dan konservasi alam sesuai dengan peraturan perundangundangan. . d.62 BAB V DIREKTORAT JENDERAL PERLINDUNGAN HUTAN DAN KONSERVASI ALAM Bagian Pertama Kedudukan. penyusunan norma. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam. Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam menyelenggarakan fungsi: a.

Direktorat Kawasan Konservasi dan Bina Hutan Lindung. Sekretariat Direktorat Jenderal. kerja sama teknik.dan e. perlengkapan dan administrasi keuangan Direktorat Jenderal. e. Pasal 236 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 235. b. organisasi dan tata laksana di bidang perlindungan hutan dan konservasi alam.63 Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 234 Direktorat Jenderal Perlindungan hutan dan Konservasi Alam terdiri atas: a. koordinasi dan pelaksanaan tata usaha. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. program. Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kawasan Konservasi dan Hutan Lindung. pemberian pertimbangan dan bantuan hukum di bidang perlindungan hutan dan konservasi alam. d. koordinasi dan penyiapan telaahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati. d. koordinasi dan pelaksanaan urusan kepegawaian. b. koordinasi dan penyusunan rencana. evaluasi dan pelaporan di bidang perlindungan hutan dan konservasi alam.dan f. Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan. . c. Direktorat Penyidikan dan Pengamanan Hutan. c. koordinasi dan pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi di bidang perlindungan hutan dan konservasi alam. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 235 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unit organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal.

.dan c. program dan anggaran. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan statistik dan kehumasan. Subbagian Program dan Anggaran. penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan rencana dan program. data. c. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan program dan anggaran. penyiapan bahan koordinasi dan pengumpulan data serta penyajian informasi c. Pasal 241 (1) Subbagian Program dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program kerja dan anggaran. Bagian Kepegawaian. penyusunan statistik.64 Pasal 237 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. pengolahan data dan penyajian informasi. Pasal 240 Bagian Program dan Evaluasi terdiri atas: a. b. serta kehumasan. Pasal 238 Bagian Program dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi penyusunan dan pelaksanaan rencana. b. Bagian Hukum dan Kerja Sama Teknik. Organisasi dan Tata Laksana. (2) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan pengumpulan. informasi dan statistik serta pelaksanaan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. Pasal 239 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 238. Bagian Keuangan dan Umum. Subbagian Data dan Informasi.dan d. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan.dan d. b. Bagian Program dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Program dan Evaluasi.

Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan administrasi kepegawaian. Pasal 245 (1) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana formasi pegawai. fungsi.dan c. pedoman dan prosedur kerja dan pembakuan prasarana dan sarana kerja. pengembangan pegawai dan administrasi jabatan fungsional. Bagian Kepegawaian. pelatihan. Organisasi dan Tata Laksana terdiri atas: a. Pasal 243 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 242. pelaksanaan urusan pengembangan karier pegawai dan administrasi jabatan fungsional. pendisiplinan dan penghargaan pegawai serta administrasi jabatan fungsional.65 (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi kinerja dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepegawaian. b.dan c. . susunan organisasi. dan evaluasi kinerja organisasi. b. dan administrasi kepegawaian. Pasal 242 Bagian Kepegawaian. (3) Subbagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis jabatan. perumusan tugas. serta penyiapan bahan penyusunan organisasi dan ketatalaksanaan. Subbagian Administrasi Kepegawaian. tata kerja. Subbagian Organisasi dan Tata Laksana. Pasal 244 Bagian Kepegawaian. (2) Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan pendidikan. Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional. penyiapan bahan penyusunan organisasi dan ketatalaksanaan. serta penyusunan tata hubungan kerja.

verifikasi. . Pasal 247 Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 246. bantuan hukum. pelaksanaan urusan tata usaha. pembinaan kebendaharaan petugas SAI dan petugas SIMAK-BMN. pelaporan keuangan. melakukan akuntansi keuangan dan barang milik negara. (2) Subbagian Administrasi Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan tata laksana keuangan. Pasal 249 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. perlengkapan. Subbagian Perlengkapan. b. kearsipan dan pengelolaan urusan keuangan. Pasal 250 Bagian Hukum dan Kerja Sama Teknik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. pertimbangan. pelaksanaan urusan administrasi keuangan. penelaahan permasalahan.66 Pasal 246 Bagian Keuangan dan Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan. pelaksanaan urusan perlengkapan. penyelesaian tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. penyiapan bahan perbendaharaan. Subbagian Tata Usaha.dan c. kearsipan dan pembinaan tata persuratan. rumah tangga. Pasal 248 Bagian Keuangan dan Umum terdiri atas: a. b. Subbagian Administrasi Keuangan. serta penyiapan bahan administrasi kerja sama teknik dalam negeri dan luar negeri. (3) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan urusan rumah tangga dan pengelolaan barang milik negara. Bagian Keuangan dan Umum menyelenggarakan fungsi: a.dan c. penyusunan rencana anggaran gaji dan penggajian.

Subbagian Pertimbangan dan Bantuan Hukum. (3) Subbagian Kerja Sama Teknik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan koordinasi administrasi kerja sama teknik dalam negeri dan luar negeri. (2) Subbagian Pertimbangan dan Bantuan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. Bagian Keempat Direktorat Penyidikan dan Pengamanan Hutan Pasal 254 Direktorat Penyidikan dan Pengamanan Hutan mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. dan bantuan permasalahan hukum. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyidikan dan pengamanan hutan.67 Pasal 251 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 250. pelaksanaan kebijakan. Pasal 252 Bagian Hukum dan Kerja Sama Teknik terdiri atas: a. Pasal 253 (1) Subbagian Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rancangan dan penelahaan peraturan perundangundangan.dan c. Bagian Hukum dan Kerja Sama Teknik menyelenggarakan fungsi: a. b. Pasal 255 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 254. Subbagian Peraturan Perundang-undangan. b. penelaahan dan penanganan permasalahan. penyiapan bahan pertimbangan dan bantuan hukum. Subbagian Kerja Sama Teknik.dan c. penyiapan bahan peraturan perundang-undangan. pertimbangan. Direktorat Penyidikan dan Pengamanan Hutan menyelenggarakan fungsi: . penyiapan bahan administrasi kerja sama teknik dalam negeri dan luar negeri.

pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. pembalakan dan peredaran hasil hutan ilegal. perambahan peredaran ilegal tumbuhan dan satwa liar. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang penyidikan. pengelolaan polisi kehutanan dan penyidik pegawai negeri sipil serta sarana prasarana penyidikan dan pengamanan hutan. penyiapan penyusunan norma. Subdirektorat Penyidikan dan Pengamanan Wilayah II. perburuan liar. standar. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyidikan. pembalakan dan peredaran hasil hutan ilegal. d. perburuan liar. Pasal 258 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 257. penyiapan perumusan kebijakan di bidang penyidikan. Subdirektorat Penyidikan dan Pengamanan Wilayah III. d. perambahan peredaran ilegal tumbuhan dan satwa liar. pelaksanaan kebijakan. perambahan peredaran ilegal tumbuhan dan satwa liar. pengelolaan polisi kehutanan dan penyidik pegawai negeri sipil serta sarana prasarana penyidikan dan pengamanan hutan. Pasal 256 Direktorat Penyidikan dan Pengamanan Hutan terdiri atas: a. b. Subdirektorat Program dan Evaluasi Penyidikan dan Pengamanan. perburuan liar. e. c. perambahan peredaran ilegal tumbuhan dan satwa liar. Subdirektorat Dukungan Operasi. prosedur. perburuan liar. pembalakan dan peredaran hasil hutan ilegal. bimbingan teknis. b.dan e. Subbagian Tata Usaha.68 a. dan kriteria di bidang penyidikan.dan f. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang program dan evaluasi penyidikan dan pengamanan hutan. pembalakan dan peredaran hasil hutan ilegal. pengelolaan polisi kehutanan dan penyidik pegawai negeri sipil serta sarana prasarana penyidikan dan pengamanan hutan. Pasal 257 Subdirektorat Program dan Evaluasi Penyidikan dan Pengamanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. pengelolaan polisi kehutanan dan penyidik pegawai negeri sipil serta sarana prasarana penyidikan dan pengamanan hutan. c. Subdirektorat Penyidikan dan Pengamanan Wilayah I. Subdirektorat Program dan Evaluasi Penyidikan dan Pengamanan menyelenggarakan fungsi: .

penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penyidikan dan pengamanan hutan di wilayah Sumatera. b. Pasal 261 Subdirektorat Penyidikan dan Pengamanan Wilayah I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang program dan evaluasi penyidikan dan pengamanan. prosedur. Pasal 259 Subdirektorat Program dan Evaluasi Penyidikan dan Pengamanan terdiri atas: a. Seksi Program. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penyidikan dan pengamanan hutan di wilayah Sumatera.dan d. b. penyiapan bahan penyusunan norma. (2) Seksi Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Jawa dan Bali. pelaksanaan kebijakan.dan . pelaksanaan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyidikan dan pengamanan hutan di wilayah Sumatera. Jawa dan Bali. Subdirektorat Penyidikan dan Pengamanan Wilayah I menyelenggarakan fungsi: a. Jawa dan Bali. Seksi Evaluasi. c. standar. bimbingan teknis. dan kriteria di bidang penyidikan dan pengamanan hutan di wilayah Sumatera.69 a. Pasal 262 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 261. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang program dan evaluasi penyidikan dan pengamanan. c. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang program dan rencana penyidikan dan pengamanan hutan. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang program dan evaluasi penyidikan dan pengamanan. Pasal 260 (1) Seksi Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.dan b. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang evaluasi penyidikan dan pengamanan hutan. Jawa dan Bali. dan kriteria di bidang program dan evaluasi penyidikan dan pengamanan. prosedur. standar. penyiapan bahan penyusunan norma.

c. bimbingan teknis. Pasal 264 (1) Seksi Pembalakan Ilegal dan Tumbuhan dan Satwa Liar Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. Jawa dan Bali. penyiapan bahan penyusunan norma. pelaksanaan kebijakan.dan b. (2) Seksi Perambahan Hutan dan Kebakaran Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. b. hama penyakit. prosedur. pelaksanaan kebijakan.70 d. Seksi Pembalakan Ilegal dan Tumbuhan dan Satwa Liar Wilayah I. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penyidikan dan pengamanan hutan di wilayah Kalimantan dan Nusa Tenggara.dan . penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penyidikan dan pengamanan hutan di wilayah Kalimantan dan Nusa Tenggara. dan kriteria di bidang penyidikan dan pengamanan hutan di wilayah Kalimantan dan Nusa Tenggara. Jawa dan Bali. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyidikan dan penanggulangan pembalakan ilegal. pelaksanaan kebijakan. Jawa dan Bali. Seksi Perambahan Hutan dan Kebakaran Wilayah I. Pasal 263 Subdirektorat Penyidikan dan Pengamanan Hutan Wilayah I terdiri atas: a. peredaran tumbuhan dan satwa liar ilegal. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyidikan dan pengamanan hutan di wilayah Sumatera. Pasal 266 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 265. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyidikan dan pengamanan hutan di wilayah Kalimantan dan Nusa Tenggara. Subdirektorat Penyidikan dan Pengamanan Wilayah II menyelenggarakan fungsi: a. dan perburuan di wilayah Sumatera. Pasal 265 Subdirektorat Penyidikan dan Pengamanan Wilayah II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyidikan dan penanggulangan perambahan hutan dan kebakaran di wilayah Sumatera.

hama penyakit. Pasal 267 Subdirektorat Penyidikan dan Pengamanan Hutan Wilayah II terdiri atas: a. (2) Seksi Perambahan Hutan dan Kebakaran Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.71 d. . perburuan di wilayah Kalimantan dan Nusa Tenggara. Pasal 269 Subdirektorat Penyidikan dan Pengamanan Hutan Wilayah III mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Maluku dan Papua. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyidikan dan pengamanan hutan di wilayah Kalimantan dan Nusa Tenggara. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyidikan dan pengamanan hutan di wilayah Sulawesi. Pasal 270 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 269. Pasal 268 (1) Seksi Pembalakan Ilegal dan Tumbuhan dan Satwa Liar Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.dan b. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyidikan dan penanggulangan perambahan hutan dan kebakaran di wilayah Kalimantan dan Nusa Tenggara. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penyidikan dan pengamanan hutan di wilayah Sulawesi. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penyidikan dan pengamanan hutan di wilayah Sulawesi. Seksi Perambahan Hutan dan Kebakaran Wilayah II. b. pelaksanaan kebijakan. bimbingan teknis. Subdirektorat Penyidikan dan Pengamanan Hutan Wilayah III menyelenggarakan fungsi: a. Maluku dan Papua. Maluku dan Papua. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyidikan dan penanggulangan pembalakan ilegal dan penanggulangan peredaran tumbuhan dan satwa liar ilegal. Seksi Pembalakan Ilegal dan Tumbuhan dan Satwa Liar Wilayah II. pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan kebijakan.

Pasal 271 Subdirektorat Penyidikan dan Pengamanan Hutan Wilayah III terdiri atas: a. penyiapan bahan penyusunan norma. . pelaksanaan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang polisi kehutanan dan penyidik pegawai negeri sipil serta pengembangan dan pendayagunaan sarana dan prasarana pengamanan hutan. Pasal 274 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 273. Pasal 273 Subdirektorat Dukungan Operasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. dan kriteria di bidang penyidikan dan pengamanan hutan di wilayah Sulawesi. standar. bimbingan teknis.72 c. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang polisi kehutanan dan penyidik pegawai negeri sipil serta pengembangan dan pendayagunaan sarana dan prasarana pengamanan hutan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyidikan dan pengamanan hutan di wilayah Sulawesi. Maluku dan Papua. Maluku dan Papua. Pasal 272 (1) Seksi Pembalakan Ilegal dan Tumbuhan dan Satwa Liar Wilayah III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. (2) Seksi Perambahan Hutan dan Kebakaran Wilayah III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. hama penyakit. Seksi Perambahan Hutan dan Kebakaran Wilayah III.dan d. Maluku dan Papua. dan perburuan di wilayah Sulawesi. prosedur.dan b. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyidikan dan penanggulangan pembalakan ilegal. peredaran tumbuhan dan satwa liar ilegal. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyidikan dan penanggulangan perambahan hutan dan kebakaran di wilayah Sulawesi. Maluku dan Papua. Seksi Pembalakan Ilegal dan Tumbuhan dan Satwa Liar Wilayah III. Subdirektorat Dukungan Operasi menyelenggarakan fungsi: a.

keuangan. prosedur.73 b. pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Polisi Kehutanan dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang polisi kehutanan dan penyidik pegawai negeri sipil serta pengembangan dan pendayagunaan sarana dan prasarana pengamanan hutan. pelaksanaan kebijakan. standar. Seksi Sarana dan Prasarana. tertib administrasi dan pendayagunaan sarana dan prasarana pengamanan hutan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengembangan.dan b. c. penyiapan bahan penyusunan norma. dan kerumahtanggaan serta pelaporan Direktorat. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang polisi kehutanan dan penyidik pegawai negeri sipil serta pengembangan dan pendayagunaan sarana dan prasarana pengamanan hutan. kepegawaian. Pasal 276 (1) Seksi Polisi Kehutanan dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengembangan dan pembinaan Polisi Kehutanan dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil.dan d. Pasal 277 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Dukungan Operasi. dan kriteria di bidang polisi kehutanan dan penyidik pegawai negeri sipil serta pengembangan dan pendayagunaan sarana dan prasarana pengamanan hutan. . Pasal 275 Subdirektorat Dukungan Operasi terdiri atas: a.

Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan menyelenggarakan fungsi: a. pencegahan. serta tenaga dan sarana prasarana di bidang pengendalian kebakaran hutan. pemadaman dan penanganan dampak pasca kebakaran. pencegahan. standar. Subdirektorat Program dan Evaluasi Pengendalian Kebakaran Hutan. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang monitoring hotspot. . c. serta tenaga dan sarana prasarana di bidang pengendalian kebakaran hutan. Pasal 279 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 278. b. Subbagian Tata Usaha. pemadaman dan penanganan dampak pasca kebakaran. pemadaman dan penanganan dampak pasca kebakaran.74 Bagian Kelima Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan Pasal 278 Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. d.dan e. serta tenaga dan sarana prasarana di bidang pengendalian kebakaran hutan. Pasal 280 Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan terdiri atas: a. b. penyiapan penyusunan norma.dan e. dan kriteria di bidang monitoring hotspot. bimbingan teknis. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang monitoring hotspot. pelaksanaan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengendalian kebakaran hutan. pencegahan. pemadaman dan penanganan dampak pasca kebakaran. penyiapan perumusan kebijakan di bidang monitoring hotspot. pencegahan. prosedur. d. Subdirektorat Monitoring Hotspot dan Pencegahan Kebakaran Hutan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. serta tenaga dan sarana prasarana di bidang pengendalian kebakaran hutan. c. Subdirektorat Tenaga dan Sarana Prasarana Pengendalian Kebakaran Hutan. Subdirektorat Pemadaman dan Penanganan Dampak Pasca Kebakaran Hutan.

. Pasal 285 Subdirektorat Monitoring Hotspot dan Pencegahan Kebakaran Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. prosedur. bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan norma. pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang program dan evaluasi pengendalian kebakaran hutan.dan d. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang program dan evaluasi pengendalian kebakaran hutan. penyiapan bahan perumusan pengendalian kebakaran hutan. standar. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang program dan evaluasi pengendalian kebakaran hutan. Pasal 283 Subdirektorat Program dan Evaluasi Pengendalian Kebakaran Hutan terdiri atas: a. Pasal 282 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 281. c. pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Program dan Evaluasi Pengendalian Kebakaran Hutan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Evaluasi. pelaksanaan kebijakan.75 Pasal 281 Subdirektorat Program dan Evaluasi Pengendalian Kebakaran Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Pasal 284 (1) Seksi Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. (2) Seksi Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang evaluasi pengendalian kebakaran hutan. kebijakan di bidang program dan evaluasi b.dan b. Seksi Program. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang monitoring hotspot dan pencegahan kebakaran hutan. dan kriteria di bidang program dan evaluasi pengendalian kebakaran hutan. bimbingan teknis. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang program dan rencana pengendalian kebakaran hutan.

dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemadaman dan penanganan dampak pasca kebakaran hutan. standar. dan sistem peringatan bahaya kebakaran. Seksi Pencegahan Kebakaran Hutan. Pasal 287 Subdirektorat Monitoring Hotspot dan Pencegahan Kebakaran Hutan terdiri atas: a. Pasal 288 (1) Seksi Monitoring Hotspot mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. (2) Seksi Pencegahan Kebakaran Hutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang monitoring hotspot dan pencegahan kebakaran hutan.dan d. sistem informasi pemantauan hotspot. Subdirektorat Monitoring Hotspot dan Pencegahan Kebakaran Hutan menyelenggarakan fungsi: a. c. Pasal 289 Subdirektorat Pemadaman dan Penanganan Dampak Pasca Kebakaran Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. prosedur. bimbingan teknis. pelaksanaan kebijakan.76 Pasal 286 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 285. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang monitoring hotspot dan pencegahan kebakaran hutan. dan kriteria di bidang monitoring hotspot dan pencegahan kebakaran hutan. b. pelaksanaan kebijakan. b. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang monitoring hotspot dan pencegahan kebakaran hutan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang monitoring dan analisis hotspot. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pencegahan kebakaran hutan. . Seksi Monitoring Hotspot.

penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pemadaman dan penanganan dampak pasca kebakaran hutan. Pasal 291 Subdirektorat Pemadaman dan Penanganan Dampak Pasca Kebakaran Hutan terdiri atas: a. Jawa. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pemadaman dan penanganan dampak pasca kebakaran hutan. . penyiapan bahan penyusunan norma. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pemadaman dan penanganan dampak pasca kebakaran hutan wilayah I di Sumatera. prosedur.dan b. b. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemadaman dan penanganan dampak pasca kebakaran hutan. bimbingan teknis. Bali dan Sulawesi. Subdirektorat Pemadaman dan Penanganan Dampak Pasca Kebakaran Hutan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemadaman kebakaran hutan. dan kriteria di bidang pemadaman dan penanganan dampak pasca kebakaran hutan. Pasal 292 (1) Seksi Pemadaman dan Penanganan Dampak Pasca Kebakaran Hutan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. Seksi Pemadaman dan Penanganan Dampak Pasca Kebakaran Hutan Wilayah I. Pasal 293 Subdirektorat Tenaga dan Sarana Prasarana Pengendalian Kebakaran Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Nusa Tenggara. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pemadaman dan penanganan dampak pasca kebakaran hutan wilayah II di Kalimantan. standar. (2) Seksi Pemadaman dan Penanganan Dampak Pasca Kebakaran Hutan Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.77 Pasal 290 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 289. Seksi Pemadaman dan Penanganan Dampak Pasca Kebakaran Hutan Wilayah II. c. pelaksanaan kebijakan. Maluku dan Papua.dan d.

kepegawaian. Seksi Tenaga. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang sarana dan prasarana pengendalian kebakaran hutan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang tenaga dan sarana prasarana pengendalian kebakaran hutan.dan d.dan b. penyiapan bahan penyusunan norma. (2) Seksi Sarana dan Prasarana mempunyai tugas penyiapan bahan perumusan kebijakan. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Program dan Evaluasi Pengendalian Kebakaran Hutan. Pasal 295 Subdirektorat Tenaga dan Sarana Prasarana Pengendalian Kebakaran Hutan terdiri atas: a. Pasal 297 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. standar. pelaksanaan kebijakan. prosedur. Seksi Sarana dan Prasarana. keuangan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang tenaga dan sarana prasarana pengendalian kebakaran hutan. c.78 Pasal 294 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 293. b. Subdirektorat Tenaga dan Sarana Prasarana Pengendalian Kebakaran Hutan menyelenggarakan fungsi: a. . Pasal 296 (1) Seksi Tenaga mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan kriteria di bidang tenaga dan sarana prasarana pengendalian kebakaran hutan. dan kerumahtanggaan serta pelaporan Direktorat. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang tenaga pengendalian kebakaran hutan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang tenaga dan sarana prasarana pengendalian kebakaran hutan. pelaksanaan kebijakan.

Direktorat Kawasan Konservasi dan Bina Hutan Lindung menyelenggarakan fungsi: a. hutan lindung. lahan basah. Subdirektorat Pemolaan dan Pengembangan. kawasan konservasi perairan. Perairan dan Ekosistem Esensial. b. pelaksanaan kebijakan. taman buru. hutan lindung. c. d. prosedur. taman buru.79 Bagian Keenam Direktorat Kawasan Konservasi dan Bina Hutan Lindung Pasal 298 Direktorat Kawasan Konservasi dan Bina Hutan Lindung mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. kawasan konservasi perairan. lahan basah. Subdirektorat Kawasan Suaka Alam dan Hutan Lindung. lahan basah. d. . kawasan ekosistem esensial dan bina daerah penyangga. penyiapan penyusunan norma. taman buru. pembinaan pengelolaan kawasan suaka alam. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pemolaan dan pengembangan. taman buru. hutan lindung. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pemolaan dan pengembangan. Subdirektorat Konservasi Lahan Basah. Pasal 300 Direktorat Kawasan Konservasi dan Bina Hutan Lindung terdiri atas: a.dan e. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang konservasi kawasan dan pembinaan hutan lindung. Subdirektorat Kawasan Pelestarian Alam dan Taman Buru. kawasan ekosistem esensial dan bina daerah penyangga. b. Pasal 299 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 298. lahan basah. standar. kawasan konservasi perairan. pembinaan pengelolaan kawasan suaka alam. kawasan konservasi perairan. pembinaan pengelolaan kawasan suaka alam. kawasan pelestarian alam. kawasan pelestarian alam. pembinaan pengelolaan kawasan suaka alam. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemolaan dan pengembangan. dan kriteria di bidang pemolaan dan pengembangan. kawasan pelestarian alam. kawasan ekosistem esensial dan bina daerah penyangga. kawasan pelestarian alam. bimbingan teknis. hutan lindung. c. kawasan ekosistem esensial dan bina daerah penyangga.

dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemolaan dan pengembangan kawasan konservasi. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pemolaan dan pengembangan kawasan konservasi.dan b. pemantapan dan penataan kawasan. tumpang tindih peruntukan kawasan konservasi. Seksi Pengembangan dan Perpetaan. pelaksanaan kebijakan.80 e. standar. pelaksanaan kebijakan. penataan zonasi/blok. Pasal 301 Subdirektorat Pemolaan dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. . evaluasi fungsi. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang persiapan pembentukan kawasan konservasi. bimbingan teknis. Pasal 303 Subdirektorat Pemolaan dan Pengembangan terdiri atas: a. b. rencana pengembangan dan perubahan kawasan. c. prosedur. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang rencana pengelolaan.dan f. Subdirektorat Pemolaan dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pemolaan dan pengembangan kawasan konservasi. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemolaan dan pengembangan kawasan konservasi. penyiapan bahan penyusunan norma.dan d. Seksi Pemolaan. Subdirektorat Bina Daerah Penyangga. (2) Seksi Pengembangan dan Perpetaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Subbagian Tata Usaha. dan kriteria di bidang pemolaan dan pengembangan kawasan konservasi. Pasal 302 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 301. pelaksanaan kebijakan. Pasal 304 (1) Seksi Pemolaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. perubahan fungsi.

penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyusunan rencana pengelolaan ekosistem/habitat.dan b. standar. . b. dan Taman Buru mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. bimbingan teknis. rehabilitasi dan restorasi ekosistem/habitat. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyusunan rencana pengelolaan ekosistem/habitat. Taman Hutan Raya dan Taman Buru. Pasal 307 Subdirektorat Kawasan Pelestarian Alam dan Taman Buru terdiri atas: a. pemanfaatan untuk penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan. pemanfaatan untuk pendidikan dan kesadaran konservasi. pemanfaatan untuk pendidikan dan kesadaran konservasi. pemanfaatan untuk menunjang budidaya dan pengembangan kolaborasi di taman wisata alam. (2) Seksi Taman Wisata Alam. c. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan kawasan pelestarian alam dan taman buru. pelaksanaan kebijakan. Seksi Taman Wisata Alam.dan d. prosedur. Pasal 306 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 305. Seksi Taman Nasional. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengelolaan kawasan pelestarian alam dan taman buru. penyiapan bahan penyusunan norma. pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan kebijakan.81 Pasal 305 Subdirektorat Kawasan Pelestarian Alam dan Taman Buru mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. dan kriteria di bidang pengelolaan kawasan pelestarian alam dan taman buru. Pasal 308 (1) Seksi Taman Nasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan kawasan pelestarian alam dan taman buru. dan taman buru. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di pengelolaan kawasan pelestarian alam dan taman buru. pemanfaatan untuk penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan. Taman Hutan Raya. pemanfaatan untuk menunjang budidaya dan pengembangan kolaborasi di Taman Nasional. Subdirektorat Kawasan Pelestarian Alam dan Taman Buru menyelenggarakan fungsi: a. taman hutan raya.

penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengelolaan kawasan suaka alam dan hutan lindung. pemanfaatan untuk penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan kawasan suaka alam dan hutan lindung. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan suaka alam dan hutan lindung. Seksi Cagar Alam. pemanfaatan untuk penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan. Pasal 311 Subdirektorat Kawasan Suaka Alam dan Hutan Lindung terdiri atas: a. pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Suaka Margasatwa dan Hutan Lindung mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyusunan masalah pengelolaan ekosistem/habitat. Pasal 310 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 309. pelaksanaan kebijakan. pemanfaatan untuk pendidikan dan kesadaran konservasi. Pasal 312 (1) Seksi Cagar Alam mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.dan b. pemanfaatan untuk menunjang budidaya dan pengembangan kolaborasi serta penyelesaian masalah penggunaan suaka margasatwa dan hutan lindung. pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Kawasan Suaka Alam dan Hutan Lindung menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengelolaan kawasan suaka alam dan hutan lindung. Seksi Suaka Margasatwa dan Hutan Lindung. prosedur. dan kriteria di bidang pengelolaan kawasan suaka alam dan hutan lindung. c. pemanfaatan untuk pendidikan dan kesadaran konservasi.82 Pasal 309 Subdirektorat Kawasan Suaka Alam dan Hutan Lindung mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan.dan d. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyusunan rencana pengelolaan ekosistem/ habitat. b. pemanfaatan untuk menunjang budidaya dan pengembangan kolaborasi. bimbingan teknis. .

83 Pasal 313 Subdirektorat Konservasi Lahan Basah. evaluasi bimbingan teknis di bidang penyusunan rencana pengelolaan kawasan konservasi lahan basah. Nusa Tenggara. Pasal 316 (1) Seksi Konservasi Lahan Basah. Kalimantan dan Sulawesi. kawasan konservasi perairan serta ekosistem esensial. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan kawasan konservasi lahan basah. kawasan konservasi perairan serta ekosistem esensial. Subdirektorat Konservasi Lahan Basah. kawasan konservasi laut dan ekosistem esensial di Wilayah Sumatera. kawasan konservasi laut dan ekosistem esensial di Wilayah Jawa. Perairan dan Ekosistem Esensial terdiri atas: a. standar. Pasal 315 Subdirektorat Konservasi Lahan Basah. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan kawasan konservasi lahan basah. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengelolaan kawasan konservasi lahan basah. Perairan dan Ekosistem Esensial Wilayah II. Seksi Konservasi Lahan Basah. Bali. Perairan dan Ekosistem Esensial menyelenggarakan fungsi: a. kawasan konservasi perairan serta ekosistem esensial. dan kriteria di bidang pengelolaan kawasan konservasi lahan basah. Perairan dan Ekosistem Esensial mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. bimbingan teknis. kawasan konservasi perairan serta ekosistem esensial. (2) Seksi Konservasi Lahan Basah. Perairan dan Ekosistem Esensial Wilayah II mempunyai tugas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan. Perairan dan Ekosistem Esensial Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan.dan d. c. Pasal 314 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 313. evaluasi bimbingan teknis di bidang penyusunan rencana pengelolaan kawasan konservasi lahan basah.dan b. prosedur. Maluku dan Papua. Perairan dan Ekosistem Esensial Wilayah I. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengelolaan kawasan konservasi lahan basah. . b. penyiapan bahan penyusunan norma. Seksi Konservasi Lahan Basah. bimbingan teknis. bimbingan teknis. kawasan konservasi perairan serta ekosistem esensial.

kawasan suaka alam dan taman buru. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 319 Subdirektorat Bina Daerah Penyangga terdiri atas: a. standar. Pasal 318 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 317. Seksi Bina Daerah Penyangga Kawasan Suaka Alam. Subdirektorat Bina Daerah Penyangga menyelenggarakan fungsi: a. kawasan suaka alam dan taman buru. (2) Seksi Bina Daerah Penyangga Kawasan Suaka Alam mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pembinaan masyarakat tradisional/lokal dan daerah penyangga di kawasan suaka alam. b. pelaksanaan kebijakan. . pelaksanaan kebijakan. b. kawasan suaka alam dan taman buru.dan d. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pembinaan masyarakat tradisional/lokal dan daerah penyangga di sekitar kawasan pelestarian alam. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pembinaan masyarakat tradisional/lokal dan daerah penyangga di sekitar kawasan pelestarian alam. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pembinaan masyarakat tradisional/lokal dan daerah penyangga di sekitar kawasan pelestarian alam. Seksi Bina Daerah Penyangga Kawasan Pelestarian Alam dan Taman Buru.84 Pasal 317 Subdirektorat Bina Daerah Penyangga mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Pasal 320 (1) Seksi Bina Daerah Penyangga Kawasan Pelestarian Alam dan Taman Buru mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pembinaan masyarakat tradisional/lokal dan daerah penyangga di kawasan pelestarian alam dan taman buru. pelaksanaan kebijakan. bimbingan teknis. dan kriteria di bidang pembinaan masyarakat tradisional/lokal dan daerah penyangga di sekitar kawasan pelestarian alam. c. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pembinaan masyarakat tradisional/lokal dan daerah penyangga di sekitar kawasan pelestarian alam. kawasan suaka alam dan taman buru. prosedur. kawasan suaka alam dan taman buru.

(2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Kawasan Suaka Alam dan Hutan Lindung. dan kriteria di bidang program dan peningkatan pelaksanaan konvensi. standar. penyiapan perumusan kebijakan di bidang program dan peningkatan pelaksanaan konvensi. serta tertib peredaran tumbuhan dan satwa liar di bidang konservasi keanekaragaman hayati. penangkaran jenis tumbuhan dan satwa liar. pengawetan dan pemanfaatan jenis. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang program dan peningkatan pelaksanaan konvensi. pengembangan lembaga konservasi dan perburuan.85 Pasal 321 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. penangkaran jenis tumbuhan dan satwa liar. kepegawaian. serta tertib peredaran tumbuhan dan satwa liar di bidang konservasi keanekaragaman hayati. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. pengawetan dan pemanfaatan jenis. . penangkaran jenis tumbuhan dan satwa liar.dan e. Bagian Ketujuh Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati Pasal 322 Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan di bidang program dan peningkatan pelaksanaan konvensi. prosedur. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang konservasi keanekaragaman hayati. pengawetan dan pemanfaatan jenis. pengembangan lembaga konservasi dan perburuan. dan pelaporan Direktorat. pengawetan dan pemanfaatan jenis. serta tertib peredaran tumbuhan dan satwa liar di bidang konservasi keanekaragaman hayati. pelaksanaan kebijakan. b. keuangan. Pasal 323 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 322. pengembangan lembaga konservasi dan perburuan. d. Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati menyelenggarakan fungsi: a. serta tertib peredaran tumbuhan dan satwa liar di bidang konservasi keanekaragaman hayati. pengembangan lembaga konservasi dan perburuan. c. penangkaran jenis tumbuhan dan satwa liar. kerumahtanggaan. penyiapan penyusunan norma.

prosedur. Seksi Konvensi. e. Subdirektorat Program dan Konvensi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan kebijakan.dan d. dan kriteria di bidang program serta konvensi dan kerja sama internasional dalam konservasi keanekaragaman hayati. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang program serta konvensi dan kerja sama internasional dalam konservasi keanekaragaman hayati. penyiapan bahan penyusunan norma. c.dan f. Pasal 325 Subdirektorat Program dan Konvensi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang program serta konvensi dan kerja sama internasional dalam konservasi keanekaragaman hayati. Pasal 327 Subdirektorat Program dan Konvensi terdiri atas: a. Subdirektorat Lembaga Konservasi dan Perburuan. b. d. Subdirektorat Tertib Peredaran. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang program serta konvensi dan kerja sama internasional dalam konservasi keanekaragaman hayati. c. Subdirektorat Penangkaran Jenis.dan b. Subdirektorat Pengawetan dan Pemanfaatan Jenis. . penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang program serta konvensi dan kerja sama internasional dalam konservasi keanekaragaman hayati. b. Subdirektorat Program dan Konvensi. standar. Seksi Program. bimbingan teknis.86 Pasal 324 Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati terdiri atas: a. Pasal 326 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 325. Subbagian Tata Usaha.

pelaksanaan kebijakan. c. Seksi Pengembangan Sumber Daya Genetik. pelaksanaan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengawetan dan pemanfaatan jenis. penyiapan bahan penyusunan norma. b. Pasal 330 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 329. Pasal 329 Subdirektorat Pengawetan dan Pemanfaatan Jenis mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengawetan dan pemanfaatan jenis.87 Pasal 328 (1) Seksi Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. b. Pasal 331 Subdirektorat Pengawetan dan Pemanfaatan Jenis terdiri atas: a. . Seksi Pembinaan Populasi dan Habitat. standar. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang program dan rencana konservasi keanekaragaman hayati. prosedur. dan kriteria di bidang pengawetan dan pemanfaatan jenis. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang konvensi dan kerja sama internasional dalam konservasi keanekaragaman hayati. bimbingan teknis. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengawetan dan pemanfaatan jenis.dan d. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengawetan dan pemanfaatan jenis. Subdirektorat Pengawetan dan Pemanfaatan Jenis menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Konvensi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan.

dan kriteria di bidang pengembangan penangkaran jenis tumbuhan dan satwa liar. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan penangkaran jenis tumbuhan dan satwa liar. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penangkaran jenis tumbuhan dan satwa liar. Pasal 335 Subdirektorat Penangkaran Jenis terdiri atas: a. c. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang program pemulihan. Subdirektorat Penangkaran Jenis menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 334 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 333. Seksi Penangkaran Avertebrata dan Tumbuhan Liar. penyelamatan serta pengembangan Sumber Daya genetik.88 Pasal 332 (1) Seksi Pembinaan Populasi dan Habitat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang program.dan d. Pasal 336 (1) Seksi Penangkaran Vertebrata mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pengawetan. pemulihan. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengembangan penangkaran jenis tumbuhan dan satwa liar. Pasal 333 Subdirektorat Penangkaran Jenis mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Seksi Penangkaran Vertebrata. . pengawetan. pelaksanaan kebijakan. b. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang produktivitas dan kemurnian hasil pengembangan penangkaran vertebrata. pelaksanaan kebijakan. standar. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengembangan penangkaran jenis tumbuhan dan satwa liar. penyelamatan serta pengembangan populasi dan habitat. prosedur.dan b. (2) Seksi Pengembangan Sumber Daya Genetik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. bimbingan teknis.

. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengembangan lembaga konservasi dan perburuan. penyiapan bahan penyusunan norma.89 (2) Seksi Penangkaran Avertebrata dan Tumbuhan Liar mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengembangan lembaga konservasi dan perburuan. Seksi Lembaga Konservasi. standar.dan b. bimbingan teknis. Pasal 340 (1) Seksi Lembaga Konservasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. c. pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan kebijakan.dan d. Seksi Perburuan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan lembaga konservasi dan perburuan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengembangan satwa buru di taman buru. Pasal 338 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 337. dan kriteria di bidang pengembangan lembaga konservasi dan perburuan. kebun buru dan areal buru. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pembinaan dan pengembangan satwa di lembaga konservasi. Subdirektorat Lembaga Konservasi dan Perburuan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengembangan lembaga konservasi dan perburuan. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang produktivitas dan kemurnian hasil pengembangan penangkaran avertebrata dan tumbuhan liar. Pasal 337 Subdirektorat Lembaga Konservasi dan Perburuan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Pasal 339 Subdirektorat Lembaga Konservasi dan Perburuan terdiri atas: a. prosedur. (2) Seksi Perburuan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. b.

penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang tertib peredaran. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang tertib peredaran pemanfaatan tumbuhan dan satwa liar. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang tertib peredaran pemanfaatan tumbuhan dan satwa liar. b. bimbingan teknis. Pasal 344 (1) Seksi Peredaran Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 343 Subdirektorat Tertib Peredaran terdiri atas: a. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang tertib peredaran.90 Pasal 341 Subdirektorat Tertib Peredaran mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Pasal 342 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 341. standar. penyiapan bahan penyusunan norma. intelijen dan analisis pasar pemanfaatan tumbuhan dan satwa liar di dalam negeri. prosedur.dan d. c. Seksi Peredaran Luar Negeri. intelijen dan analisis pasar pemanfaatan tumbuhan dan satwa liar di luar negeri. pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang tertib peredaran pemanfaatan tumbuhan dan satwa liar. (2) Seksi Peredaran Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. Seksi Peredaran Dalam Negeri. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang tertib peredaran pemanfaatan tumbuhan dan satwa liar. dan kriteria di bidang tertib peredaran pemanfaatan tumbuhan dan satwa liar.dan b. Subdirektorat Tertib Peredaran menyelenggarakan fungsi: a. .

b. d. c. bina cinta alam serta promosi dan pemasaran konservasi alam. kerumahtanggaan. penyiapan penyusunan norma. dan pelaporan Direktorat. bimbingan teknis. kepegawaian.91 Pasal 345 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. bina cinta alam serta promosi dan pemasaran konservasi alam. Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kawasan Konservasi dan Hutan Lindung menyelenggarakan fungsi: a. standar. penyiapan perumusan kebijakan di bidang program pengembangan dan pemanfaatan wisata alam dan jasa lingkungan. Pasal 347 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Pasal 346. bina cinta alam serta promosi dan pemasaran konservasi alam. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang program pengembangan dan pemanfaatan wisata alam dan jasa lingkungan. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. pelaksanaan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemanfaatan jasa lingkungan kawasan konservasi dan hutan lindung. dan kriteria di bidang program pengembangan dan pemanfaatan wisata alam dan jasa lingkungan. bina cinta alam serta promosi dan pemasaran konservasi alam. keuangan. pelaksanaan kebijakan di bidang program pengembangan dan pemanfaatan wisata alam dan jasa lingkungan.dan e. Pasal 348 Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kawasan Konservasi dan Hutan Lindung terdiri atas: . (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Program dan Konvensi. prosedur. Bagian Kedelapan Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kawasan Konservasi dan Hutan Lindung Pasal 346 Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kawasan Konservasi dan Hutan Lindung mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan.

bimbingan teknis. wisata alam. promosi dan pemasaran konservasi alam. e. prosedur. wisata alam. promosi dan pemasaran konservasi alam. c. Subdirektorat Promosi dan pemasaran Konservasi Alam. Subbagian Tata Usaha. wisata alam. promosi dan pemasaran konservasi alam. bina cinta alam. Subdirektorat Bina Cinta Alam. Seksi Evaluasi. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang program dan evaluasi pemanfaatan jasa lingkungan. wisata alam.dan f. Seksi Program. Pasal 351 Subdirektorat Program dan Evaluasi Pemanfaatan Jasa Lingkungan terdiri atas: a. Subdirektorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan. Pasal 350 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 349. d. Subdirektorat Program dan Evaluasi Pemanfaatan Jasa Lingkungan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan norma. dan kriteria di bidang program dan evaluasi pemanfaatan jasa lingkungan.dan d. standar.dan b. wisata alam. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang tertib program dan evaluasi pemanfaatan jasa lingkungan. promosi dan pemasaran konservasi alam. b. Subdirektorat Pemanfaatan Wisata Alam.92 a. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang program dan evaluasi pemanfaatan jasa lingkungan. bina cinta alam. bina cinta alam. pelaksanaan kebijakan. promosi dan pemasaran konservasi alam. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang program dan evaluasi pemanfaatan jasa lingkungan. c. bina cinta alam. . bina cinta alam. Subdirektorat Program dan Evaluasi Pemanfaatan Jasa Lingkungan. b. Pasal 349 Subdirektorat Program dan Evaluasi Pemanfaatan Jasa Lingkungan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan.

bina cinta alam.dan b. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang evaluasi program dan rencana pemanfaatan jasa lingkungan. promosi dan pemasaran konservasi alam. penyiapan bahan penyusunan norma. promosi dan pemasaran konservasi alam. Subdirektorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan menyelenggarakan fungsi: a. bina cinta alam. wisata alam. (2) Seksi Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemanfaatan jasa lingkungan di kawasan konservasi dan hutan lindung. pelaksanaan kebijakan. dan kriteria di bidang pemanfaatan jasa lingkungan di kawasan konservasi dan hutan lindung. prosedur. . wisata alam. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pemanfaatan jasa lingkungan di kawasan konservasi dan hutan lindung. Pasal 353 Subdirektorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pemanfaatan jasa lingkungan di kawasan konservasi dan hutan lindung. Seksi Pemanfaatan Jasa Lingkungan Taman Nasional.dan d. c. Seksi Pemanfaatan Jasa Lingkungan Non Taman Nasional dan Hutan Lindung. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang program dan rencana pemanfaatan jasa lingkungan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang promosi dan investasi pemanfaatan jasa lingkungan di kawasan konservasi dan hutan lindung. pelaksanaan kebijakan.93 Pasal 352 (1) Seksi Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. bimbingan teknis. Pasal 355 Subdirektorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan terdiri atas: a. pelaksanaan kebijakan. Pasal 354 Dalam melakukan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 353. b. standar.

Seksi Pemanfaatan Wisata Alam Non Taman Nasional dan Hutan Lindung. b. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang promosi dan investasi pemanfaatan jasa lingkungan di taman nasional. dan kriteria di bidang pemanfaatan wisata alam. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pemanfaatan wisata alam. Pasal 357 Subdirektorat Pemanfaatan Wisata Alam mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bimbingan teknis. c. (2) Seksi Pemanfaatan Jasa Lingkungan Non Taman Nasional dan Hutan Lindung mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang promosi dan investasi pemanfaatan jasa lingkungan di kawasan konservasi non taman nasional dan hutan lindung.dan d. prosedur. pelaksanaan kebijakan.dan b. pelaksanaan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang investasi pemanfaatan wisata alam di kawasan konservasi dan hutan lindung. Subdirektorat Pemanfaatan Wisata Alam menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pemanfaatan Wisata Alam Taman Nasional. pelaksanaan kebijakan.94 Pasal 356 (1) Seksi Pemanfaatan Jasa Lingkungan Taman Nasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 359 Subdirektorat Pemanfaatan Wisata Alam terdiri atas: a. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemanfaatan wisata alam. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang investasi wisata alam di Taman Nasional. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pemanfaatan wisata alam. standar. Pasal 360 (1) Seksi Pemanfaatan Wisata Alam Taman Nasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 358 Dalam melakukan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 357. .

penyiapan bahan penyusunan norma. . penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang bina cinta alam dan pemberdayaan mitra bina cinta alam. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang bina cinta alam. Pasal 364 (1) Seksi Pengembangan Bina Cinta Alam mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. bimbingan teknis.dan d. Subdirektorat Bina Cinta Alam menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. prosedur. Pasal 362 Dalam melakukan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 361. bimbingan teknis. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang bina cinta alam. cinta alam dan bina cinta alam. b. Seksi Pengembangan Bina Cinta Alam. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang bina cinta alam. (2) Seksi Pemantauan dan Informasi Bina Cinta Alam mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. serta penyadaran konservasi alam. standar. pelaksanaan kebijakan.dan b. Seksi Pemantauan dan Informasi Bina Cinta Alam. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang bina cinta alam. Pasal 361 Subdirektorat Bina Cinta Alam mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Pasal 363 Subdirektorat Bina Cinta Alam terdiri atas: a.95 (2) Seksi Pemanfaatan Wisata Alam Non Taman Nasional dan Hutan Lindung mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan. c. evaluasi bimbingan teknis di bidang investasi wisata alam di kawasan konservasi non taman nasional dan hutan lindung. penyajian informasi. dan kriteria di bidang bina cinta alam. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pemantauan.

penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pelaksanaan publikasi dan perawatan jaringan lingkup Direktorat Jenderal. Seksi Data dan Informasi. penyiapan bahan penyusunan norma.dan b. Seksi Publikasi. Pasal 366 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 365. prosedur. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang Promosi dan Pemasaran Konservasi Alam. Pasal 368 (1) Seksi Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. c. bimbingan teknis. . Pasal 367 Subdirektorat Promosi dan Pemasaran Konservasi Alam terdiri atas: a.dan d. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang Promosi dan Pemasaran Konservasi Alam. Subdirektorat Promosi dan Pemasaran Konservasi Alam menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang Promosi dan Pemasaran Konservasi Alam. b. pelaksanaan kebijakan. standar.96 Pasal 365 Subdirektorat Promosi dan Pemasaran Konservasi Alam mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. (2) Seksi Publikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan kriteria di bidang Promosi dan Pemasaran Konservasi Alam. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyusunan data dan informasi dalam rangka promosi dan pemasaran konservasi alam. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang Promosi dan Pemasaran Konservasi Alam. pelaksanaan kebijakan.

kepegawaian. Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Program dan Evaluasi Pemanfaatan Jasa Lingkungan. dan pelaporan Direktorat. Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. kerumahtanggaan. b.97 Pasal 369 a. . keuangan.

pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Bina Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial. b. pelaksanaan kebijakan di bidang pengelolaan daerah aliran sungai dan perhutanan sosial sesuai dengan peraturan perundang-undangan. d. standar. .98 BAB VI DIREKTORAT JENDERAL BINA PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI DAN PERHUTANAN SOSIAL Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 370 (1) Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial adalah unsur pelaksana yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kehutanan. Pasal 372 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 371. perumusan kebijakan di bidang pengelolaan daerah aliran sungai dan perhutanan sosial sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Pasal 371 Direktorat Jenderal Bina Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan serta standardisasi teknis di bidang pengelolaan daerah aliran sungai dan perhutanan sosial sesuai dengan peraturan perundang-undangan. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengelolaan daerah aliran sungai dan perhutanan sosial sesuai dengan peraturan perundang-undangan. dan kriteria di bidang pengelolaan daerah aliran sungai dan perhutanan sosial sesuai dengan peraturan perundang-undangan.dan e. prosedur. c. Direktorat Jenderal Bina Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial menyelenggarakan fungsi: a. (2) Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial dipimpin oleh Direktur Jenderal. penyusunan norma.

99 Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 373 Direktorat Jenderal Bina Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial terdiri atas: a. d. koordinasi dan penyiapan telaahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. c. Pasal 375 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 374. Direktorat Perencanaan dan Evaluasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. pemberian pertimbangan dan bantuan hukum di bidang pengelolaan daerah aliran sungai dan perhutanan sosial. koordinasi dan pelaksanaan tata usaha. kerja sama teknik. koordinasi dan pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi di bidang pengelolaan daerah aliran sungai dan perhutanan sosial. d. b. . perlengkapan dan administrasi keuangan Direktorat Jenderal.dan e.dan e. Direktorat Bina Perbenihan Tanaman Hutan. organisasi dan tata laksana di bidang pengelolaan daerah aliran sungai dan perhutanan sosial. Direktorat Bina Perhutanan Sosial. Sekretariat Direktorat Jenderal. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 374 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unit organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal. c. evaluasi dan pelaporan di bidang pengelolaan daerah aliran sungai dan perhutanan sosial. koordinasi dan pelaksanaan urusan kepegawaian. Direktorat Bina Rehabilitasi Hutan dan Lahan. program. koordinasi dan penyusunan rencana. b. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a.

penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan rencana dan program. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan program dan anggaran. penyiapan bahan koordinasi dan pengumpulan data serta penyajian informasi c. pengolahan data dan penyajian informasi. penyusunan statistik.100 Pasal 376 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. c. Bagian Kepegawaian. informasi dan statistik serta pelaksanaan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. b. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan statistik dan kehumasan. Pasal 377 Bagian Program dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi penyusunan dan pelaksanaan rencana. b. serta kehumasan. Pasal 378 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 377. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. program dan anggaran. b. Bagian Program dan Evaluasi. Subbagian Data dan Informasi. Subbagian Program Anggaran.dan d. Bagian Keuangan dan Umum. Organisasi dan Tata Laksana. . (2) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan pengumpulan. Pasal 380 (1) Subbagian Program dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program kerja dan anggaran. data. Pasal 379 Bagian Program dan Evaluasi terdiri atas: a. Bagian Hukum dan Kerja Sama Teknik.dan c. Bagian Program dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a.dan d.

perumusan tugas. pendisiplinan dan penghargaan pegawai serta administrasi jabatan fungsional.101 (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi kinerja dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. penyiapan bahan penyusunan organisasi dan ketatalaksanaan. dan evaluasi kinerja organisasi. rumah tangga. . pengembangan pegawai dan administrasi jabatan fungsional. Pasal 382 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 381. Pasal 385 Bagian Keuangan dan Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan. Pasal 384 (1) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana formasi pegawai.dan c. tata kerja. Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepegawaian. (2) Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan pendidikan. Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. pedoman dan prosedur kerja dan pembakuan prasarana dan sarana kerja. pelaksanaan urusan pengembangan karier pegawai dan administrasi jabatan fungsional. Pasal 381 Bagian Kepegawaian. Organisasi dan Tata Laksana terdiri atas: a. (3) Subbagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis jabatan. fungsi. b. serta penyusunan tata hubungan kerja. dan administrasi kepegawaian. perlengkapan. Bagian Kepegawaian. serta penyiapan bahan penyusunan organisasi dan ketatalaksanaan. Subbagian Organisasi dan Tata Laksana. pelatihan. b. c. susunan organisasi. kearsipan dan pengelolaan urusan keuangan. pelaksanaan urusan administrasi kepegawaian. Subbagian Administrasi Kepegawaian. Pasal 383 Bagian Kepegawaian. Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional.

melakukan akuntansi keuangan dan barang milik negara.102 Pasal 386 Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 385 Bagian Keuangan dan Umum menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Tata Usaha. kearsipan dan pembinaan tata persuratan. verifikasi. b. penyiapan bahan peraturan perundang-undangan. (2) Subbagian Administrasi Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan tata laksana keuangan. Pasal 388 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. Pasal 387 Bagian Keuangan dan Umum terdiri atas: a. Bagian Hukum dan Kerja Sama Teknik menyelenggarakan fungsi: a. (3) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan urusan rumah tangga dan pengelolaan barang milik negara. pembinaan kebendaharaan petugas SAI dan petugas SIMAK-BMN. bantuan hukum. serta penyiapan bahan administrasi kerja sama teknik dalam negeri dan luar negeri. pelaporan keuangan. . Pasal 389 Bagian Hukum dan Kerja Sama Teknik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan.dan c. penelaahan permasalahan. b. penyiapan bahan pertimbangan dan bantuan hukum. pelaksanaan urusan tata usaha.dan c. penyiapan bahan perbendaharaan. penyelesaian tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. pelaksanaan urusan perlengkapan. b. Pasal 390 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 389. penyiapan bahan administrasi kerja sama teknik dalam negeri dan luar negeri.dan c. Subbagian Perlengkapan. pertimbangan. Subbagian Administrasi Keuangan. pelaksanaan urusan administrasi keuangan. penyusunan rencana anggaran gaji dan penggajian.

standar. (3) Subbagian Kerja Sama Teknik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan koordinasi administrasi kerja sama teknik dalam negeri dan luar negeri. pelaksanaan kebijakan di bidang perencanaan pembinaan kelembagaan. prosedur. penelaahan dan penanganan permasalahan. Subbagian Pertimbangan dan Bantuan Hukum.dan c. penyiapan perumusan kebijakan di bidang perencanaan pembinaan kelembagaan. Subbagian Peraturan Perundang-undangan. b. dan bantuan permasalahan hukum. Pasal 394 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 393. c. pelaksanaan kebijakan. b. . dan kriteria di bidang perencanaan pembinaan kelembagaan. Bagian Empat Direktorat Perencanaan dan Evaluasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Pasal 393 Direktorat Perencanaan dan Evaluasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. pembinaan teknis dan evaluasi pengelolaan daerah aliran sungai. pembinaan teknis dan evaluasi pengelolaan daerah aliran sungai. Direktorat Perencanaan dan Evaluasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai menyelenggarakan fungsi: a.103 Pasal 391 Bagian Hukum dan Kerja Sama Teknik terdiri atas: a. (2) Subbagian Pertimbangan dan Bantuan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. penyiapan penyusunan norma. pertimbangan. bimbingan teknis. Subbagian Kerja Sama Teknik. pembinaan teknis dan evaluasi pengelolaan daerah aliran sungai. evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perencanaan dan evaluasi pengelolaan daerah aliran sungai. Pasal 392 (1) Subbagian Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rancangan dan penelahaan peraturan perundangundangan.

dan e. Pasal 398 Sudirektorat Pemolaan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai terdiri atas: a. Subdirektorat Evaluasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perencanaan pengelolaan daerah aliran sungai. standar. c. . b. Pasal 396 Subdirektorat Pemolaan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. pembinaan teknis dan evaluasi pengelolaan daerah aliran sungai.dan b.dan e. d. Pasal 397 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 396. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang perencanaan pengelolaan daerah aliran sungai. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perencanaan pembinaan kelembagaan. b. dan kriteria di bidang perencanaan pengelolaan daerah aliran sungai. Subbagian Tata Usaha. bimbingan teknis. prosedur.104 d. evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perencanaan pengelolaan daerah aliran sungai. Seksi Data dan Informasi. c. Subdirektorat Pemolaan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. Subdirektorat Kelembagaan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. Pasal 395 Direktorat Perencanaan dan Evaluasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai terdiri atas: a. penyiapan bahan penyusunan norma. Subdirektorat Teknik Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang perencanaan pengelolaan daerah aliran sungai. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat.dan d. Seksi Perencanaan. Subdirektorat Pemolaan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai menyelenggarakan fungsi: a.

c. Subdirektorat Kelembagaan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai menyelenggarakan fungsi: a. standar. Pasal 402 Sudirektorat Kelembagaan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai terdiri atas: a. prosedur. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang kelembagaan pengelolaan daerah aliran sungai. b. dan kriteria di bidang kelembagaan pengelolaan daerah aliran sungai. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyusunan data dasar dan informasi pengelolaan daerah aliran sungai. Seksi Pengembangan Kelembagaan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang kelembagaan pengelolaan daerah aliran sungai. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 401 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 400. Pasal 400 Subdirektorat Kelembagaan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang kelembagaan pengelolaan daerah aliran sungai.105 Pasal 399 (1) Seksi Perencanaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. . bimbingan teknis. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyusunan perencanaan pengelolaan daerah aliran sungai. Seksi Identiifikasi Kelembagaan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai.dan b. (2) Seksi Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pembinaan kelembagaan pengelolaan daerah aliran sungai.dan d.

pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Teknik Pengelolaan Daerah Aliran Sungai menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan kebijakan. bimbingan teknis. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang Identiifikasi kelembagaan pengelolaan daerah aliran sungai. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pembinaan kebijakan dan pelaksanaan pengelolaan daerah aliran sungai.106 Pasal 403 (1) Seksi Identifikasi Kelembagaan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 405 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 404. c. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 404 Subdirektorat Teknik Pengelolaan Daerah Aliran Sungai mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan.dan d. standar. b. Seksi Pengembangan Teknik Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pembinaan pengelolaan daerah aliran sungai. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang Teknik pelaksanaan dan kebijakan pengelolaan daerah aliran sungai. . pelaksanaan kebijakan.dan b. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang Pengembangan kelembagaan pengelolaan daerah aliran sungai. dan kriteria di bidang pembinaan kebijakan dan pelaksanaan pengelolaan daerah aliran sungai. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang Teknik pelaksanaan dan kebijakan pengelolaan daerah aliran sungai. (2) Seksi Pengembangan Kelembagaan Pengelolaan DAS mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. prosedur. Seksi Identifikasi Teknik Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. Pasal 406 Sudirektorat Teknik Pengelolaan Daerah Aliran Sungai terdiri atas: a.

dan kelembagaan pengelolaan daerah aliran sungai. prosedur. ekonomi. sosial. dan kelembagaan pengelolaan daerah aliran sungai. c. dan kelembagaan pengelolaan daerah aliran sungai. penyiapan bahan penyusunan norma. sosial. Pasal 408 Subdirektorat Evaluasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan.107 Pasal 407 (1) Seksi Identifikasi Teknik Pengelolaan Daerah Aliran Sungai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. ekonomi. Pasal 409 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 408. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pemantauan dan evaluasi biofisik.dan d.dan b. Subdirektorat Evaluasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai menyelenggarakan fungsi: a. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang monitoring dan evaluasi pengelolaan daerah aliran sungai. pelaksanaan kebijakan. b. Pasal 410 Subdirektorat Evaluasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai terdiri atas: a. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang Identifikasi Teknik pengelolaan daerah aliran sungai. Seksi Evaluasi Biofisik. Seksi Evaluasi Sosial. . ekonomi. Ekonomi. dan kriteria di bidang pemantauan dan evaluasi biofisik. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemantauan dan evaluasi biofisik. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pemantauan dan evaluasi biofisik. ekonomi. bimbingan teknis. dan kelembagaan pengelolaan daerah aliran sungai. (2) Seksi Pengembangan Teknik Pengelolaan Daerah Aliran Sungai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. sosial. standar. dan Kelembagaan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengembangan Teknik pengelolaan daerah aliran sungai. sosial.

(2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional di bina oleh Kepala Subdirektorat Pemolaan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. rawa dan gambut. hutan pantai. pelaksanaan kebijakan.108 Pasal 411 (1) Seksi Evaluasi Biofisik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan kerumahtanggaan serta pelaporan Direktorat. (2) Seksi Evaluasi Sosial. erosi dan sedimentasi serta tata air daerah aliran sungai. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang rehabilitasi hutan dan lahan. c. dan kelembagaan. penyiapan penyusunan norma. . penyiapan perumusan kebijakan di bidang pemolaan rehabilitasi hutan dan lahan. standar. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pemolaan rehabilitasi hutan dan lahan. pelaksanaan kebijakan. rawa dan gambut. dan reklamasi hutan. dan kriteria di bidang pemolaan rehabilitasi hutan dan lahan. Direktorat Bina Rehabilitasi Hutan dan Lahan menyelenggarakan fungsi: a. Ekonomi. Bagian Lima Direktorat Bina Rehabilitasi Hutan dan Lahan Pasal 413 Direktorat Bina Rehabilitasi Hutan dan Lahan mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. b. rawa dan gambut. rehabilitasi hutan mangrove. dan reklamasi hutan. Pasal 412 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. prosedur. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang evaluasi sosial. kepegawaian. pelaksanaan kebijakan. dan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. keuangan. hutan pantai. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang evaluasi penggunaan lahan. Pasal 414 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 413. rehabilitasi hutan mangrove. rehabilitasi hutan mangrove. ekonomi. hutan pantai. dan reklamasi hutan.

Subbagian Tata Usaha. Hutan Pantai. Subdirektorat Rehabilitasi Hutan.dan e. rehabilitasi hutan mangrove. e. Subdirektorat Rehabilitasi Lahan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang perencanaan dan data dan informasi rehabilitasi hutan dan lahan. c. Pasal 415 Direktorat Bina Rehabilitasi Hutan dan Lahan terdiri atas: a. pelaksanaan kebijakan. hutan pantai. Pasal 416 Subdirektorat Pemolaan Rehabilitasi Hutan dan Lahan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. standar. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang perencanaan dan data dan informasi rehabilitasi hutan dan lahan. bimbingan teknis.dan d. rawa dan gambut. Rawa dan Gambut.dan f. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemolaan rehabilitasi hutan dan lahan. Subdirektorat Rehabilitasi Hutan Mangrove. Subdirektorat Pemolaan Rehabilitasi Hutan dan Lahan menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Reklamasi Hutan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perencanaan dan data dan informasi rehabilitasi hutan dan lahan. c. b.evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perencanaan rehabilitasi hutan dan lahan dan data dan informasi. d. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Pasal 417 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 416. b. prosedur. dan kriteria di bidang perencanaan dan data dan informasi rehabilitasi hutan dan lahan. penyiapan bahan penyusunan norma. Subdirektorat Pemolaan Rehabilitasi Hutan dan Lahan. dan reklamasi hutan.109 d. .

Subdirektorat Rehabilitasi Hutan menyelenggarakan fungsi: a. hutan konservasi dan hutan produksi. Pasal 421 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 420. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyusunan perencanaan Rehabilitasi Hutan dan Lahan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang Rehabilitasi hutan lindung. Seksi Perencanaan Rehabilitasi Hutan dan Lahan. bimbingan teknis.110 Pasal 418 Sudirektorat Pemolaan Rehabilitasi Hutan dan Lahan terdiri atas: a. hutan konservasi dan hutan produksi. Pasal 419 (1) Seksi Perencanaan Rehabilitasi Hutan dan Lahan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.dan d. pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang Rehabilitasi hutan lindung. dan kriteria di bidang Rehabilitasi hutan lindung. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang evaluasi Rehabilitasi Hutan dan Lahan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang Rehabilitasi hutan lindung. prosedur. (2) Seksi Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Data dan Informasi. hutan konservasi dan hutan produksi. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang Rehabilitasi hutan lindung.dan b. c. penyiapan bahan penyusunan norma. b. hutan konservasi dan hutan produksi. pelaksanaan kebijakan. . hutan konservasi dan hutan produksi. Pasal 420 Subdirektorat Rehabilitasi Hutan mempunyai tugas. standar.

pelaksanaan kebijakan.111 Pasal 422 Sudirektorat Rehabilitasi Hutan terdiri atas: a. Pasal 423 (1) Seksi Rehabilitasi Hutan Lindung dan Hutan Konservasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pelaksanaan pembangunan dan pengembangan Rehabilitasi Hutan Produksi. .dan d. hutan kota dan penghijauan lingkungan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pembangunan pengembangan hutan rakyat. dan kriteria di bidang pembangunan dan pengembangan hutan rakyat. prosedur. hutan kota dan penghijauan lingkungan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang Rehabilitasi Lahan. Seksi Rehabilitasi Hutan Produksi. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pembangunan pengembangan hutan rakyat. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pembangunan dan pengembangan hutan rakyat. dan dan c. hutan kota dan penghijauan lingkungan.dan b. Pasal 425 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 424. (2) Seksi Rehabilitasi Hutan Produksi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. hutan kota dan penghijauan lingkungan. Subdirektorat Rehabilitasi Lahan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Rehabilitasi Hutan Lindung dan Hutan Konservasi. b. bimbingan teknis. Pasal 424 Subdirektorat Rehabilitasi Lahan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pelaksanaan pembangunan dan pengembangan Rehabilitasi Hutan Lindung dan Hutan Konservasi. standar.

. hutan pantai.112 Pasal 426 Sudirektorat Rehabilitasi Lahan terdiri atas: a. rawa dan gambut di dalam kawasan dan di luar kawasan. c. pelaksanaan kebijakan. hutan pantai.dan b. bimbingan teknis. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang rehabilitasi hutan mangrove. pelaksanaan kebijakan. Hutan Pantai. di bidang rehabilitasi hutan mangrove. Pasal 429 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 428. b. Subdirektorat Rehabilitasi Hutan Mangrove. hutan pantai. Pasal 427 (1) Seksi Hutan Rakyat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pelaksanaan pembangunan dan pengembangan hutan kota dan Penghijauan Lingkungan. hutan pantai. rawa dan gambut. penyiapan bahan penyusunan norma. Seksi Hutan Rakyat. rawa dan gambut di dalam kawasan dan di luar kawasan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang rehabilitasi hutan mangrove. standar. rawa dan gambut di dalam kawasan dan di luar kawasan. (2) Seksi Hutan Kota dan Penghijauan Lingkungan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Rawa dan Gambut mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. hutan pantai. Seksi Hutan Kota dan Penghijauan Lingkungan. Hutan Pantai. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis. Pasal 428 Subdirektorat Rehabilitasi Hutan Mangrove. Rawa dan Gambut menyelenggarakan fungsi: a. rawa dan gambut di dalam kawasan dan di luar kawasan. prosedur. dan kriteria di bidang rehabilitasi hutan mangrove. pelaksanaan kebijakan.dan d. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang Hutan Rakyat. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang rehabilitasi hutan mangrove.

b.dan d. industri. penyiapan bahan penyusunan norma. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang rehabilitasi hutan mangrove dan hutan pantai. pertanian. dan kriteria di bidang konservasi tanah di kawasan hutan. Subdirektorat Reklamasi Hutan dan Konservasi Tanah menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang konservasi tanah di kawasan hutan. pertanian. Seksi Rehabilitasi Hutan Mangrove dan Hutan Pantai. pemukiman jalan dan reklamasi hutan. Pasal 432 Subdirektorat Reklamasi Hutan dan Konservasi Tanah mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Pasal 431 (1) Seksi Rehabilitasi Hutan Mangrove dan Hutan Pantai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. c. pertanian. bimbingan teknis. pelaksanaan kebijakan.dan b. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang konservasi tanah di kawasan hutan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang konservasi tanah di kawasan hutan. pelaksanaan kebijakan. industri. Rawa dan Gambut terdiri atas: a. pemukiman jalan dan reklamasi hutan. (2) Seksi Rehabilitasi Rawa dan Gambut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. industri. . prosedur. standar. Hutan Pantai. di bidang konservasi tanah dan reklamasi hutan. pemukiman jalan dan reklamasi hutan. pertanian. industri.evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang rehabilitasi rawa dan gambut.113 Pasal 430 Sudirektorat Rehabilitasi Hutan Mangrove. Pasal 433 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 432. Seksi Rehabilitasi Rawa dan Gambut. pemukiman jalan dan reklamasi hutan.

evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Pemolaan Rehabilitasi Hutan dan Lahan. Seksi Konservasi Tanah. hutan hak. aneka usaha kehutanan. keuangan. pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. hutan desa.114 Pasal 434 Subdirektorat Reklamasi Hutan dan Konservasi Tanah terdiri atas: a. b. serta pengembangan usaha perhutanan sosial. serta pengembangan usaha perhutanan sosial. kemitraan. Bagian Enam Direktorat Bina Perhutanan Sosial Pasal 437 Direktorat Bina Perhutanan Sosial mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. dan kerumahtanggaan serta pelaporan Direktorat. (2) Seksi Reklamasi Hutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pemolaan perhutanan sosial yang meliputi pengembangan hutan kemasyarakatan. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pemolaan perhutanan sosial yang meliputi pengembangan hutan kemasyarakatan. Pasal 438 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 437. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang reklamasi hutan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang Konservasi Tanah. bimbingan teknis. hutan hak. di bidang perhutanan sosial. aneka usaha kehutanan. Pasal 435 (1) Seksi Konservasi Tanah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 436 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. kepegawaian. Seksi Reklamasi Hutan. kemitraan. hutan desa. . pelaksanaan kebijakan.dan b. Direktorat Bina Perhutanan Sosial menyelenggarakan fungsi: a.

standar.115 c. dan kriteria di bidang perencanaan dan evaluasi perhutanan sosial. aneka usaha kehutanan. Subdirektorat Pemolaan Perhutanan Sosial. hutan desa.dan d. kemitraan. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemolaan perhutanan sosial yang meliputi pengembangan hutan kemasyarakatan. bimbingan teknis. prosedur. Subdirektorat Pengembangan Hutan Desa. d. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemolaan perhutanan sosial. penyiapan bahan penyusunan norma. Subdirektorat Pemolaan Perhutanan Sosial menyelenggarakan fungsi: a. b.dan e. hutan hak. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perencanaan dan evaluasi perhutanan sosial. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Pengembangan Hutan Kemasyarakatan. c. . penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang perencanaan dan evaluasi perhutanan sosial. hutan desa. serta pengembangan usaha perhutanan sosial. kemitraan. e. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Pasal 439 Direktorat Bina Perhutanan Sosial terdiri atas: a. d. b. pelaksanaan kebijakan. standar. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang perencanaan dan evaluasi perhutanan sosial. Subdirektorat Pengembangan Usaha Perhutanan Sosial. serta pengembangan usaha perhutanan sosial. prosedur. c. penyiapan penyusunan norma.dan f. Subdirektorat Pengembangan Hutan Hak dan Kemitraan. dan kriteria di bidang pemolaan perhutanan sosial yang meliputi pengembangan hutan kemasyarakatan. aneka usaha kehutanan. Pasal 440 Subdirektorat Pemolaan Perhutanan Sosial mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. hutan hak. Pasal 441 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 440.

b.dan d.dan b. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan kemasyarakatan. standar. dan kriteria di bidang pengembangan hutan kemasyarakatan. bimbingan teknis. penyiapan bahan kemasyarakatan. penyiapan bahan penyusunan norma. pelaksanaan kebijakan. Seksi Data dan Informasi. . Pasal 445 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 444. (2) Seksi Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. perumusan pelaksanaan kebijakan kebijakan di di bidang bidang pengembangan pengembangan hutan hutan c. prosedur. Subdirektorat Pengembangan Hutan Kemasyarakatan menyelenggarakan fungsi: a. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang hutan kemasyarakatan. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang evaluasi perhutanan sosial. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengembangan hutan kemasyarakatan. Seksi Perencanaan Perhutanan Sosial. Pasal 443 (1) Seksi Perencanaan Perhutanan Sosial mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang perencanaan perhutanan sosial. Pasal 444 Subdirektorat Pengembangan Hutan Kemasyarakatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan.116 Pasal 442 Sudirektorat Pemolaan Perhutanan Sosial terdiri atas: a.

Pasal 447 (1) Seksi Penyiapan Pengembangan Hutan Kemasyarakatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.dan d. Seksi Penyiapan Pengembangan Hutan Desa.dan b. Seksi Penyiapan Pengembangan Hutan Kemasyarakatan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengembangan hutan kemasyarakatan. standar. Seksi Bimbingan Teknis Hutan Kemasyarakatan. Pasal 449 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 448.dan b. Subdirektorat Pengembangan Hutan Desa menyelenggarakan fungsi: a. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengembangan hutan desa. bimbingan teknis. Pasal 448 Subdirektorat Pengembangan Hutan Desa mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. prosedur. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang teknis hutan kemasyarakatan. Seksi Bimbingan Teknis Hutan Desa. penyiapan bahan penyusunan norma. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan hutan desa. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengembangan hutan desa.117 Pasal 446 Sudirektorat Pengembangan Hutan Kemasyarakatan terdiri dari : a. (2) Seksi Bimbingan Teknis Hutan Kemasyarakatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. c. pelaksanaan kebijakan. b. Pasal 450 Subdirektorat pengembangan hutan desa terdiri atas: a. . dan kriteria di bidang pengembangan hutan desa. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengembangan hutan desa.

pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengembangan hutan desa. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengembangan hutan hak dan kemitraan. Subdirektorat Pengembangan Hutan Hak dan Kemitraan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Bimbingan Teknis Kemitraan dan Pengembangan Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan kriteria di bidang pengembangan usaha hutan hak dan kemitraan. Pasal 454 Sudirektorat Pengembangan Hutan Hak dan Kemitraan terdiri atas: a.dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengembangan usaha hutan hak dan kemitraan. melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Seksi Penyiapan Pengembangan Hutan Hak dan Kemitraan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang teknis hutan desa. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan usaha hutan hak dan kemitraan. b. bimbingan teknis. .118 Pasal 451 (1) Seksi Penyiapan Pengembangan Desa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. Seksi Bimbingan Teknis Hutan Hak dan Kemitraan. pelaksanaan kebijakan. Pasal 453 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 452.dan d. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengembangan usaha hutan hak dan kemitraan. c. prosedur. Pasal 452 Subdirektorat Pengembangan Hutan Hak dan Kemitraan mempunyai tugas.

standar. Subdirektorat Pengembangan Usaha Perhutanan Sosial menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Penyiapan Pengembangan Usaha. pelaksanaan kebijakan. Pasal 458 Subdirektorat Pengembangan Usaha Perhutanan Sosial terdiri atas: a. Pasal 456 Subdirektorat Pengembangan Usaha Perhutanan Sosial mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Seksi Bimbingan Teknis Pengembangan Usaha. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. prosedur. (2) Seksi Bimbingan Teknis Hutan Hak dan Kemitraan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan kriteria di bidang pengembangan usaha perhutanan sosial dan aneka usaha kehutanan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengembangan usaha perhutanan sosial dan aneka usaha kehutanan.119 Pasal 455 (1) Seksi Penyiapan Pengembangan Hutan Hak dan Kemitraan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. c. b. . bimbingan teknis. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan usaha perhutanan sosial dan aneka usaha kehutanan.dan b. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengembangan usaha perhutanan sosial dan aneka usaha kehutanan.dan d. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengembangan usaha perhutanan sosial dan aneka usaha kehutanan. Pasal 457 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 456. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengembangan usaha hutan hak dan kemitraan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang teknis hutan hak dan kemitraan. pelaksanaan kebijakan.

penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang teknis Usaha Perhutanan Sosial dan Aneka Usaha Kehutanan. dan pengembangan sumber benih dan Sumber Daya genetik. c. Pasal 462 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 461. pengembangan usaha perbenihan. Pasal 460 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang perencanaan dan pemolaan perbenihan. dan kerumahtanggaan serta pelaporan Direktorat. standar. pengendalian peredaran benih. bimbingan teknis. kepegawaian. pelaksanaan kebijakan. b. pelaksanaan kebijakan. prosedur. (2) Seksi Bimbingan Teknis Pengembangan Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pengembangan usaha perbenihan. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Pemolaan Perhutanan Sosial. pelaksanaan kebijakan. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang perencanaan dan pemolaan perbenihan. . dan kriteria di bidang perencanaan dan pemolaan perbenihan. dan pengembangan sumber benih dan Sumber Daya genetik. pengembangan usaha perbenihan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perbenihan tanaman hutan. Direktorat Bina Perbenihan Tanaman Hutan menyelenggarakan fungsi: a. keuangan. Bagian Tujuh Direktorat Bina Perbenihan Tanaman Hutan Pasal 461 Direktorat Bina Perbenihan Tanaman Hutan mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan.120 Pasal 459 (1) Seksi Penyiapan Pengembangan Usaha mempunyai melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengembangan usaha perhutanan sosial dan aneka usaha kehutanan. penyiapan penyusunan norma. dan kegiatan perbenihan tanaman hutan yang berskala nasional. pengendalian peredaran benih.

penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perencanaan serta data dan informasi perbenihan tanaman hutan.dan e.121 pengendalian peredaran benih. standar. dan pengembangan sumber benih dan Sumber Daya genetik. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang perencanaan serta data dan informasi perbenihan tanaman hutan. d. Pasal 463 Direktorat Bina Perbenihan Tanaman Hutan terdiri atas: a. Subdirektorat Pengendalian Peredaran Benih. dan pengembangan sumber benih dan Sumber Daya genetik. pengendalian peredaran benih. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perencanaan dan pemolaan perbenihan. pelaksanaan kebijakan.evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perencanaan serta data dan informasi perbenihan tanaman hutan. c. penyiapan bahan penyusunan norma. Subbagian Tata Usaha. b.dan d. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang perencanaan serta data dan informasi perbenihan tanaman hutan. d. c. bimbingan teknis. b. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. prosedur. dan kriteria di bidang perencanaan serta data dan informasi perbenihan tanaman hutan. . Subdirektorat Pengembangan Sumber Benih dan Sumber Daya Genetik. pengembangan usaha perbenihan. Subdirektorat Pemolaan Perbenihan Tanaman Hutan menyelenggarakan fungsi: a.dan e. Subdirektorat Pengembangan Usaha Perbenihan. Pasal 465 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 464. Subdirektorat Pemolaan Perbenihan Tanaman Hutan. Pasal 464 Subdirektorat Pemolaan Perbenihan Tanaman Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan.

. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengembangan usaha dan kelembagaan perbenihan tanaman hutan. pelaksanaan kebijakan. sosialisasi dan penyebarluasan informasi perbenihan tanaman hutan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan usaha dan kelembagaan perbenihan tanaman hutan. Seksi Perencanaan. b. Subdirektorat Pengembangan Usaha Perbenihan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan norma. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pelaporan tahunan pembangunan. Pasal 468 Subdirektorat Pengembangan Usaha Perbenihan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. rencana kinerja tahunan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengembangan usaha dan kelembagaan perbenihan tanaman hutan.122 Pasal 466 Sudirektorat Pemolaan Perbenihan Tanaman Hutan terdiri atas: a. prosedur. pembinaan perencanaan pembangunan. laporan akuntabilitas kinerja. Pasal 467 (1) Seksi Perencanaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.dan d. rencana strategi. standar. bimbingan teknis. evaluasi perencanaan pembangunan perbenihan tanaman hutan. pelaksanaan kebijakan. data dan statistik pembangunan. (2) Seksi Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyusunan rencana pembangunan.evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengembangan usaha perbenihan tanaman hutan. Pasal 469 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 468. Seksi Data dan Informasi. rencana tahunan. penyusunan dan penyajian data dan informasi pembangunan. pelaksanaan kebijakan. dan b. dan kriteria di bidang pengembangan usaha dan kelembagaan perbenihan tanaman hutan. c.

Subdirektorat Pengendalian Peredaran Benih menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan kebijakan. Pasal 472 Subdirektorat Pengendalian Peredaran Benih mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 473 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 472. dan kriteria di bidang pengendalian peredaran. c. dan ekspor-impor benih/bibit. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengendalian peredaran. sertifikasi. bimbingan teknis. sertifikasi. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengendalian pengendalian peredaran. dan pengembangan informasi usaha perbenihan tanaman hutan. prosedur. sertifikasi.123 Pasal 470 Sudirektorat Pengembangan Usaha Perbenihan terdiri atas: a. dan eksporimpor benih/bibit. standar. dan ekspor-impor benih/bibit. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang fasilitasi usaha. . Pasal 471 (1) Seksi Bimbingan Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.dan d. sertifikasi.dan b. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengendalian peredaran benih tanaman hutan. b. penyiapan bahan penyusunan norma. pelaksanaan kebijakan. dan ekspor-impor benih/bibit. pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Bimbingan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian peredaran. pengembangan jejaring kerja. Seksi Bimbingan Usaha. Seksi Bimbingan Kelembagaan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pemberdayaan Sumber Daya manusia dan organisasi pelaksana urusan perbenihan tanaman hutan.

pelaksanaan kebijakan. Seksi Penerapan Standar Peredaran. dan kriteria di bidang pengembangan sumber benih dan pengembangan Sumber Daya genetik. penyiapan bahan penyusunan norma.dan d. tata usaha benih dan bibit. b. Pasal 476 Subdirektorat Pengembangan Sumber Benih dan Sumber Daya Genetik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengembangan sumber benih dan pengembangan Sumber Daya genetik. sertifikasi mutu bibit. (2) Seksi Penerapan Standar Peredaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan sumber benih dan pengembangan Sumber Daya genetik. pengawasan peredaran benih dan bibit. standar. dan penetapan pengada-pengedar terdaftar. tata usaha benih dan bibit. bimbingan teknis. ekspor-impor benih/bibit. c. prosedur. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang sertifikasi mutu benih.dan b. ekspor-impor benih/bibit. Subdirektorat Pengembangan Sumber Benih dan Sumber Daya Genetik menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Perumusan Standar Peredaran. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengembangan sumber benih dan pengembangan Sumber Daya genetik. sertifikasi mutu bibit. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang sertifikasi mutu benih. Pasal 475 (1) Seksi Perumusan Standar Peredaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. . dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis.124 Pasal 474 Sudirektorat Pengendalian Peredaran Benih terdiri atas: a. pengawasan peredaran benih dan bibit. Pasal 477 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 476. dan penetapan pengada-pengedar terdaftar. di bidang pengembangan sumber benih dan Sumber Daya genetik tanaman hutan.

pendaftaran areal sumber daya genetik. Seksi Pengembangan Sumber Daya Genetik. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penetapan jenis prioritas. penetapan benih dari sumber benih bersertifikat. pelaksanaan kebijakan. Pasal 479 (1) Seksi Pengembangan Sumber Benih mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan kerumahtanggaan serta pelaporan Direktorat.dan b. pelaksanaan konservasi Sumber Daya genetik. pengelolaan areal Sumber Daya genetik. penetapan areal Sumber Daya genetik. dan pemanfaatan sumber benih.125 Pasal 478 Subdirektorat Pengembangan Sumber Benih dan Sumber Daya Genetik terdiri atas: a. pengelolaan. keuangan. Seksi Pengembangan Sumber Benih. dan pemantauan benih/varietas unggul. standar sumber benih. . penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pembangunan. Pasal 480 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. kepegawaian. (2) Seksi Pengembangan Sumber Daya Genetik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Pemolaan Perbenihan Tanaman Hutan. sertifikasi sumber benih.

dan kriteriadi bidang bina usaha kehutanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. prosedur. Direktorat Jenderal Bina Usaha Kehutanan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 482 Direktorat Jenderal Bina Usaha Kehutanan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang bina usaha kehutanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. . b. (2) Direktorat Jenderal Bina Usaha Kehutanan dipimpin oleh Direktur Jenderal. pelaksanaan kebijakan di bidang bina usaha kehutanan sesuai peraturan perundangundangan. standar. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi atas pelaksanaan norma. prosedur dan kriteria di bidang bina usaha kehutanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. standar. perumusan kebijakan di bidang bina usaha kehutanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. d.126 BAB VII DIREKTORAT JENDERAL BINA USAHA KEHUTANAN Bagian Pertama Kedudukan. penyusunan norma. Tugas dan Fungsi Pasal 481 (1) Direktorat Jenderal Bina Usaha Kehutanan adalah unsur pelaksana yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kehutanan. c. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Bina Usaha Kehutanan.dan e. Pasal 483 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 482.

dan e. kerja sama teknik. c. koordinasi dan penyusunan rencana. Sekretariat Direktorat Jenderal. d. Direktorat Bina Usaha Hutan Alam.127 Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 484 Direktorat Jenderal Bina Usaha Kehutanan terdiri atas: a. koordinasi dan pelaksanaan urusan kepegawaian. organisasi dan tata laksana di bidang bina usaha kehutanan. b. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 485 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unit organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. pemberian pertimbangan dan bantuan hukum di bidang bina usaha kehutanan. perlengkapan dan administrasi keuangan Direktorat Jenderal. Pasal 486 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 485. evaluasi dan pelaporan di bidang bina usaha kehutanan. Direktorat Bina Iuran dan Peredaran Hasil Hutan. Direktorat Bina Usaha Hutan Tanaman. program. d. koordinasi dan penyiapan telaahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. . koordinasi dan pelaksanaan tata usaha.dan Direktorat Bina Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hutan. c. b. koordinasi dan pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi di bidang bina usaha kehutanan. Direktorat Bina Rencana Pemanfaatan Dan Usaha Kawasan. e. f.

Pasal 491 (1) Subbagian Program dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program kerja dan anggaran. Subbagian Program Anggaran. b.dan d. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan statistik dan kehumasan. Bagian Program dan Evaluasi.128 Pasal 487 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. b. . Bagian Keuangan dan Umum. program dan anggaran. serta kehumasan. penyiapan bahan koordinasi dan pengumpulan data serta penyajian informasi c. (2) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan pengumpulan. Pasal 489 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 488. c. b. penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan rencana dan program. Organisasi dan Tata Laksana. Bagian Kepegawaian. penyusunan statistik. Subbagian Data dan Informasi.dan c. Bagian Hukum dan Kerja SamaTeknik. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. pengolahan data dan penyajian informasi. Pasal 490 Bagian Program dan Evaluasi terdiri atas: a. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan program dan anggaran. Pasal 488 Bagian Program dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi penyusunan dan pelaksanaan rencana. data. informasi dan statistik serta pelaksanaan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. Bagian Program dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a.dan d.

Bagian Kepegawaian. .dan c. Pasal 492 Bagian Kepegawaian. pendisiplinan dan penghargaan pegawai serta administrasi jabatan fungsional. serta penyiapan bahan penyusunan organisasi dan ketatalaksanaan. tata kerja. dan administrasi kepegawaian. serta penyusunan tata hubungan kerja.dan c. fungsi. susunan organisasi.129 (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi kinerja dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan organisasi dan ketatalaksanaan. Pasal 493 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 492. b. Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepegawaian. pelatihan. (2) Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan pendidikan. (3) Subbagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis jabatan. pengembangan pegawai dan administrasi jabatan fungsional. b. Pasal 494 Bagian Kepegawaian. Subbagian Administrasi Kepegawaian. pelaksanaan urusan administrasi kepegawaian. dan evaluasi kinerja organisasi. pedoman dan prosedur kerja dan pembakuan prasarana dan sarana kerja. Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional. Subbagian Organisasi dan Tata Laksana. Organisasi dan Tata Laksana terdiri atas: a. pelaksanaan urusan pengembangan karier pegawai dan administrasi jabatan fungsional. Pasal 495 (1) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana formasi pegawai. perumusan tugas.

Pasal 499 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. melakukan akuntansi keuangan dan barang milik negara. penyusunan rencana anggaran gaji dan penggajian. perlengkapan.dan c. pelaporan keuangan. pembinaan kebendaharaan petugas SAI dan petugas SIMAK-BMN. Pasal 500 Bagian Hukum dan Kerja Sama Teknik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. Subbagian Tata Usaha.dan c. penyelesaian tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. (2) Subbagian Administrasi Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan tata laksana keuangan. bantuan hukum. Pasal 498 Bagian Keuangan dan Umum terdiri atas: a. pelaksanaan urusan tata usaha. (3) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan urusan rumah tangga dan pengelolaan barang milik negara. . penyiapan bahan perbendaharaan. pertimbangan. b. Subbagian Perlengkapan. verifikasi. b. Subbagian Administrasi Keuangan. rumah tangga. pelaksanaan urusan perlengkapan. pelaksanaan urusan administrasi keuangan. penelaahan permasalahan.130 Pasal 496 Bagian Keuangan dan Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan. kearsipan dan pengelolaan urusan keuangan. Pasal 497 Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 496 Bagian Keuangan dan Umum menyelenggarakan fungsi: a. kearsipan dan pembinaan tata persuratan. serta penyiapan bahan administrasi kerja sama teknik dalam negeri dan luar negeri.

dan bantuan permasalahan hukum. di bidang rencana pemanfaatan dan usaha kawasan serta penyiapan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan kawasan serta jasa lingkungan. Bagian Hukum dan Kerja Sama Teknik menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Keempat Direktorat Bina Rencana Pemanfaatan dan Usaha Kawasan Pasal 504 Direktorat Bina Rencana Pemanfaatan dan Usaha Kawasan mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. bimbingan teknis. penelaahan dan penanganan permasalahan. penyiapan bahan administrasi kerja sama teknik dalam negeri dan luar negeri. b. pertimbangan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang rencana pemanfaatan dan usaha kawasan. Pasal 502 Bagian Hukum dan Kerja Sama Teknik terdiri atas: a. Subbagian Pertimbangan dan Bantuan Hukum. . Subbagian Peraturan Perundang-undangan. Pasal 505 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 504.dan c. Subbagian Kerja Sama Teknik.dan c.evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis. b. Pasal 503 (1) Subbagian Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rancangan dan penelahaan peraturan perundangundangan.131 Pasal 501 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 500. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pertimbangan dan bantuan hukum. (2) Subbagian Pertimbangan dan Bantuan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. penyiapan bahan peraturan perundang-undangan. (3) Subbagian Kerja Sama Teknik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan koordinasi administrasi kerja sama teknik dalam negeri dan luar negeri. Direktorat Bina Rencana Pemanfaatan dan Usaha Kawasan menyelenggarakan fungsi: a.

dan e. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pemolaan pemanfaatan kawasan hutan. e. dan kriteria di bidang rencana pemanfaatan dan usaha kawasan. Subdirektorat Pemolaan Pemanfaatan Kawasan Hutan. b. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang rencana pemanfaatan dan usaha kawasan. prosedur. Subdirektorat Usaha Jasa Lingkungan. prosedur.dan e. d. Pasal 508 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 507.dan Subbagian Tata Usaha. Pasal 506 Direktorat Bina Rencana Pemanfaatan dan Usaha Kawasan terdiri atas: a. pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu. Subdirektorat Pemolaan Pemanfaatan Kawasan Hutan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 507 Subdirektorat Pemolaan Pemanfaatan Kawasan Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. . b. c. dan kriteria di bidang pemolaan pemanfaatan kawasan hutan. d. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pemolaan pemanfaatan kawasan hutan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemolaan pemanfaatan kawasan hutan serta penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan kawasan. c. Subdirektorat Penilaian Kinerja Rencana Usaha Kawasan dan Jasa Lingkungan. standar. c. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang rencana pemanfaatan dan usaha kawasan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. bimbingan teknis. penyiapan penyusunan norma. standar. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemolaan pemanfaatan kawasan hutan. penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan kawasan hutan. penyiapan bahan penyusunan norma.132 b. d.

Nusa Tenggara. b. Bali. c. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pemanfaatan hasil hutan bukan kayu. Maluku dan Papua. pelaksanaan kebijakan.dan e. Seksi Pemanfaatan Kawasan Wilayah I. Seksi Pemanfaatan Kawasan Wilayah II. . penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pemanfaatan hasil hutan bukan kayu. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pemolaan pemanfaatan kawasan hutan serta penyiapan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan kawasan di wilayah Sumatera. dan kriteria di bidang pemanfaatan hasil hutan bukan kayu. Pasal 511 Subdirektorat Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pemolaan pemanfaatan kawasan hutan serta penyiapan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan kawasan di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. Jawa. pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. prosedur. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemanfaatan hasil hutan bukan kayu. Pasal 512 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 511. penyiapan bahan penyusunan norma. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemanfaatan hasil hutan bukan kayu dan penyiapan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan bukan kayu.dan b.133 Pasal 509 Subdirektorat Pemolaan Pemanfaatan Kawasan Hutan terdiri atas: a. Subdirektorat Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 510 (1) Seksi Pemanfaatan Kawasan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penilaian permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan bukan kayu. standar. (2) Seksi Pemanfaatan Kawasan Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. d.

penyiapan bahan penyusunan norma. standar. Pasal 514 (1) Seksi Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. d. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pemanfaatan hasil hutan bukan kayu dan penyiapan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan bukan kayu di wilayah Sumatera. Pasal 515 Subdirektorat Usaha Jasa Lingkungan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. b. prosedur. . (2) Seksi Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang usaha pemanfaatan jasa lingkungan. Seksi Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu Wilayah I.134 Pasal 513 Subdirektorat Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu terdiri atas: a. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pemanfaatan hasil hutan bukan kayu dan penyiapan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan bukan kayu di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang usaha jasa lingkungan dan penyiapan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan jasa lingkungan. dan kriteria di bidang usaha pemanfaatan jasa lingkungan.dan b. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang usaha pemanfaatan jasa lingkungan. Jawa. pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. Pasal 516 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 515. Subdirektorat Usaha Jasa Lingkungan menyelenggarakan fungsi: a. Nusa Tenggara. Maluku dan Papua. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang usaha pemanfaatan jasa lingkungan. Bali.dan e. penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan jasa lingkungan. Seksi Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu Wilayah II. c.

Maluku dan Papua. Jawa. standar. c. Bali.dan b. Nusa Tenggara. Seksi Usaha Jasa Lingkungan Wilayah I. usaha pemanfaatan hasil hutan bukan kayu dan usaha jasa lingkungan.135 Pasal 517 Subdirektorat Usaha Jasa Lingkungan terdiri atas: a. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penilaian kinerja rencana pemanfaatan dan usaha kawasan. usaha pemanfaatan hasil hutan bukan kayu dan usaha jasa lingkungan. usaha pemanfaatan hasil hutan bukan kayu dan usaha jasa lingkungan. pelaksanaan kebijakan. b. (2) Seksi Usaha Jasa Lingkungan Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 520 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 519. pelaksanaan kebijakan. usaha pemanfaatan hasil hutan bukan kayu dan usaha jasa lingkungan. dan kriteria di bidang penilaian kinerja rencana pemanfaatan dan usaha kawasan. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penilaian kinerja rencana pemanfaatan dan usaha kawasan. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penilaian kinerja rencana pemanfaatan dan usaha kawasan. Seksi Usaha Jasa Lingkungan Wilayah II.dan . Subdirektorat Penilaian Kinerja Rencana Usaha Kawasan dan Jasa Lingkungan menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang usaha pemanfaatan jasa lingkungan dan penyiapan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan jasa lingkungan di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. prosedur. Pasal 518 (1) Seksi Usaha Jasa Lingkungan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang usaha pemanfaatan jasa lingkungan dan penyiapan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan jasa lingkungan di wilayah Sumatera. Pasal 519 Subdirektorat Penilaian Kinerja Rencana Usaha Kawasan dan Jasa Lingkungan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan.

pelaksanaan kebijakan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melakukan tugas sehari-hari secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Penilaian Kinerja Rencana Usaha Kawasan dan Jasa Lingkungan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penilaian kinerja rencana pemanfaatan dan usaha kawasan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penilaian kinerja rencana pemanfaatan dan usaha kawasan. Maluku dan Papua. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penilaian kinerja rencana pemanfaatan dan usaha kawasan. . Nusa Tenggara. Seksi Penilaian Kinerja Usaha Wilayah I. Pasal 521 Subdirektorat Penilaian Kinerja Rencana Usaha Kawasan dan Jasa Lingkungan terdiri atas: a. Seksi Penilaian Kinerja Usaha Wilayah II. Jawa. usaha pemanfaatan hasil hutan bukan kayu dan usaha jasa lingkungan. Pasal 522 (1) Seksi Penilaian Kinerja Usaha Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. kerumahtanggaan. usaha pemanfaatan hasil hutan bukan kayu dan usaha jasa lingkungan di wilayah Sumatera. kepegawaian.dan b. pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Penilaian Kinerja Usaha Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.136 d. keuangan. usaha pemanfaatan hasil hutan bukan kayu dan usaha jasa lingkungan di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. pelaksanaan kebijakan. bimbingan teknis. Bali. Pasal 523 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. Bagian Kelima Direktorat Bina Usaha Hutan Alam Pasal 524 Direktorat Bina Usaha Hutan Alam mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang usaha hutan alam serta penyusunan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam. kearsipan dan pelaporan Direktorat.

standar. c. Pasal 526 Direktorat Bina Usaha Hutan Alam terdiri atas: a. Subdirektorat Penyiapan Pemanfaatan Hutan Alam menyelenggarakan fungsi: a.137 Pasal 525 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 524. prosedur. pelaksanaan kebijakan. Pasal 528 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 527. penyiapan penyusunan norma.dan e. penyiapan perumusan kebijakan di bidang usaha hutan alam. . penyiapan bahan penyusunan norma. b. b. Pasal 527 Subdirektorat Penyiapan Pemanfaatan Hutan Alam mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. standar. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penyiapan pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam. Subdirektorat Penilaian Kinerja Usaha Pemanfaatan Hutan Alam. Subdirektorat Rencana Kerja Pemanfaatan Hutan Alam. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyiapan pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam dan penyusunan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam. e. Subdirektorat Produksi Hutan Alam. Direktorat Bina Usaha Hutan Alam menyelenggarakan fungsi: a. prosedur. b. Subdirektorat Penyiapan Pemanfaatan Hutan Alam. pelaksanaan kebijakan di bidang usaha hutan alam. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang usaha hutan alam. c. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penyiapan pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam. d. dan kriteria di bidang usaha hutan alam. dan kriteria di bidang penyiapan pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam. d. c.dan Subbagian Tata Usaha. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat.

Pasal 531 Subdirektorat Rencana Kerja Pemanfaatan Hutan Alam mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Nusa Tenggara. pelaksanaan kebijakan. Bali. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyiapan pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam.dan b. Seksi Penyiapan Wilayah II. b. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyiapan pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam dan penyusunan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam di wilayah Sumatera. pelaksanaan kebijakan. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang rencana kerja pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam. pelaksanaan kebijakan.138 d. Jawa. (2) Seksi Penyiapan Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 532 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 531. Subdirektorat Rencana Kerja Pemanfaatan Hutan Alam menyelenggarakan fungsi: a. penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam.dan e. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyiapan pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam dan penyusunan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. . penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang rencana kerja pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang rencana kerja pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam. Pasal 529 Subdirektorat Penyiapan Pemanfaatan Hutan Alam terdiri atas: a. Seksi Penyiapan Wilayah I. Pasal 530 (1) Seksi Penyiapan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Maluku dan Papua.

Bali. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang rencana kerja pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam. Jawa. dan kriteria di bidang produksi hasil hutan kayu hutan alam. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 533 Subdirektorat Rencana Kerja Pemanfaatan Hutan Alam terdiri atas: a.evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis. . pelaksanaan kebijakan.dan b. (2) Rencana Kerja Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 535 Subdirektorat Produksi Hutan Alam mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Pasal 534 (1) Seksi Rencana Kerja Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Rencana Kerja Wilayah II. bimbingan teknis. Maluku dan Papua. Seksi Rencana Kerja Wilayah I. Nusa Tenggara. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang produksi hasil hutan kayu hutan alam. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis dibidang rencana kerja pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam di wilayah Sumatera. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang rencana kerja pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam di wilayah Kalimantan dan Sulawesi.dan d. prosedur. standar.139 c. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang produksi hasil hutan kayu hutan alam. dan kriteria di bidang rencana kerja pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam. prosedur. penyiapan bahan penyusunan norma. di bidang produksi hasil hutan kayu hutan alam. b.dan d. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang produksi hasil hutan kayu hutan alam. Subdirektorat Produksi Hutan Alam menyelenggarakan fungsi: a. c. standar. Pasal 536 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 535.

dan d. Maluku dan Papua.evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penilaian kinerja usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam. Seksi Produksi Wilayah II. . penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penilaian kinerja usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam. Bali. Jawa. Seksi Penilaian Kinerja Usaha Wilayah I. prosedur. Pasal 540 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 539. bimbingan teknis. b. standar. Seksi Produksi Wilayah I. Pasal 539 Subdirektorat Penilaian Kinerja Usaha Hutan Alam mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan.dan b. Seksi Penilaian Kinerja Usaha Wilayah II. terdiri atas: a. penyiapan bahan penyusunan norma. terdiri atas: a. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang produksi hasil hutan kayu hutan alam di wilayah Sumatera.140 Pasal 537 Subdirektorat Produksi Hutan Alam. Pasal 541 Subdirektorat Penilaian Kinerja Usaha Pemanfaatan Hutan Alam. Subdirektorat Penilaian Kinerja Usaha Pemanfaatan Hutan Alam menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 538 (1) Seksi Produksi Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Produksi Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Nusa Tenggara. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penilaian kinerja usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam.dan b. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penilaian kinerja usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam. dan kriteria di bidang penilaian kinerja usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang produksi hasil hutan kayu hutan alam di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. c. pelaksanaan kebijakan.

kepegawaian. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. (2) Seksi Penilaian Kinerja Usaha Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. prosedur. Bali. kerumahtanggaan.dan e. penyiapan perumusan kebijakan di bidang usaha hutan tanaman. b. d. Pasal 543 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. dan kriteria di bidang usaha hutan tanaman. pelaksanaan kebijakan di bidang usaha hutan tanaman. keuangan. Jawa. penyiapan penyusunan norma. . pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas sehari-hari secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Penilaian Kinerja Usaha Hutan Alam. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang usaha hutan tanaman serta penyusunan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman. pelaksanaan kebijakan. c.141 Pasal 542 (1) Seksi Penilaian Kinerja Usaha Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. kearsipan dan pelaporan Direktorat. Nusa Tenggara. Maluku dan Papua. Pasal 545 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 544. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penilaian kinerja usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam di wilayah Sumatera. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penilaian kinerja usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang usaha hutan tanaman. Direktorat Bina Usaha Hutan Tanaman menyelenggarakan fungsi: a. standar. Bagian Keenam Direktorat Bina Usaha Hutan Tanaman Pasal 544 Direktorat Bina Usaha Hutan Tanaman mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan.

standar. Subbagian Tata Usaha. . prosedur. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang hutan tanaman industri.dan e. d. b. d. Subdirektorat Hutan Tanaman Rakyat. Seksi Hutan Tanaman Industri Wilayah I. bimbingan teknis. Pasal 548 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 547. Subdirektorat Hutan Tanaman Industri menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 547 Subdirektorat Hutan Tanaman Industri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. b. dan kriteria di bidang hutan tanaman industri. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang hutan tanaman industri. Subdirektorat Hutan Tanaman Industri. penyiapan bahan penyusunan norma. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang hutan tanaman industri dan penyusunan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman industri. c. Subdirektorat Penilaian Kinerja Usaha Hutan Tanaman. pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Rencana Kerja dan Produksi.142 Pasal 546 Direktorat Bina Usaha Hutan Tanaman terdiri atas: a. penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman industri. Seksi Hutan Tanaman Industri Wilayah II. c. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang hutan tanaman industri.dan e. Pasal 549 Subdirektorat Hutan Tanaman Industri terdiri atas: a. b.

dan kriteria di bidang hutan tanaman rakyat. pelaksanaan kebijakan. Pasal 552 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 551. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang hutan tanaman rakyat. bimbingan teknis. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang hutan tanaman rakyat. prosedur. Seksi Hutan Tanaman Rakyat Wilayah I.143 Pasal 550 (1) Seksi Hutan Tanaman Industri Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.dan e. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 553 Subdirektorat Hutan Tanaman Rakyat terdiri atas: a. Nusa Tenggara. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang hutan tanaman rakyat. b. (2) Seksi Hutan Tanaman Industri Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Bali. pelaksanaan kebijakan. c. Maluku dan Papua. pelaksanaan kebijakan. Pasal 551 Subdirektorat Hutan Tanaman Rakyat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Seksi Hutan Tanaman Rakyat Wilayah II. standar. Subdirektorat Hutan Tanaman Rakyat menyelenggarakan fungsi: a. d.dan b. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis dibidang hutan tanaman rakyat dan penyusunan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman rakyat. penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman rakyat. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang hutan tanaman industri dan penyusunan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman industri di wilayah Sumatera. Jawa. . penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang hutan tanaman industri dan penyusunan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman industri di wilayah Kalimantan dan Sulawesi.

Jawa. Maluku dan Papua. Pasal 556 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 555. standar. Seksi Rencana Kerja dan Produksi Wilayah I. c. pelaksanaan kebijakan. Pasal 555 Subdirektorat Rencana Kerja dan Produksi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Pasal 557 Subdirektorat Rencana Kerja dan Produksi terdiri atas: a.144 Pasal 554 (1) Seksi Hutan Tanaman Rakyat Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang hutan tanaman rakyat dan penyusunan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman rakyat di wilayah Sumatera. prosedur. . pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang rencana kerja dan produksi hasil hutan kayu hutan tanaman. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang rencana kerja dan produksi hasil hutan kayu hutan tanaman. Seksi Rencana Kerja dan Produksi Wilayah II.dan d. Bali. dan kriteria di bidang rencana kerja dan produksi hasil hutan kayu hutan tanaman. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang hutan tanaman rakyat dan penyusunan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman rakyat di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. Subdirektorat Rencana Kerja dan Produksi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang rencana kerja dan produksi hasil hutan kayu hutan tanaman. b.dan b. penyiapan bahan penyusunan norma. bimbingan teknis. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang rencana kerja dan produksi hasil hutan kayu hutan tanaman. Nusa Tenggara. (2) Seksi Hutan Tanaman Rakyat Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan.

Maluku dan Papua. pelaksanaan kebijakan. Jawa. .dan b. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penilaian usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penilaian usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman. Bali. Subdirektorat Penilaian Kinerja Usaha Pemanfaatan Hutan Tanaman menyelenggarakan fungsi: a. c.145 Pasal 558 (1) Seksi Rencana Kerja dan Produksi Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang rencana kerja dan produksi hasil hutan kayu hutan tanaman di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. penyiapan bahan penyusunan norma. Seksi Penilaian Kinerja Usaha Wilayah II. prosedur. Pasal 561 Subdirektorat Penilaian Kinerja Usaha Pemanfaatan Hutan Tanaman terdiri atas: a. Nusa Tenggara. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang rencana kerja dan produksi hasil hutan kayu hutan tanaman di wilayah Sumatera. bimbingan teknis. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penilaian usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman. Pasal 559 Subdirektorat Penilaian Kinerja Usaha Hutan Tanaman mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Pasal 560 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 559. standar.dan d. b. (2) Seksi Rencana Kerja dan Produksi Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Penilaian Kinerja Usaha Wilayah I. dan kriteria di bidang penilaian usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penilaian kinerja usaha hutan tanaman.

penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penilaian kinerja usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. Nusa Tenggara. penyiapan perumusan kebijakan di bidang iuran kehutanan dan peredaran hasil hutan. pelaksanaan kebijakan.146 Pasal 562 (1) Seksi Penilaian Kinerja Usaha Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Maluku dan Papua. Pasal 563 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. pelaksanaan kebijakan. prosedur.dan e. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penilaian kinerja usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman di wilayah Sumatera. Pasal 565 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 564. b. Bali. Direktorat Bina Iuran Kehutanan dan Peredaran Hasil Hutan menyelenggarakan fungsi: a. kearsipan dan pelaporan Direktorat. bimbingan teknis. . standar. c. kepegawaian. pelaksanakan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Jawa. dan kriteria di bidang iuran kehutanan dan peredaran hasil hutan. penyiapan penyusunan norma. Bagian Ketujuh Direktorat Bina Iuran Kehutanan dan Peredaran Hasil Hutan Pasal 564 Direktorat Bina Iuran Kehutanan dan Peredaran Hasil Hutan mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang iuran kehutanan dan peredaran hasil hutan. d. pelaksanaan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis. (2) Seksi Penilaian Kinerja Usaha Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. kerumahtanggaan. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang iuran kehutanan dan peredaran hasil hutan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas sehari-hari secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Penilaian Kinerja Usaha Hutan Tanaman. di bidang iuran kehutanan dan peredaran hasil hutan. keuangan.

dan kriteria di bidang penerimaan negara bukan pajak. Jawa. . Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Penertiban Peredaran Hasil Hutan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penerimaan negara bukan pajak. Maluku dan Papua. d. Subdirektorat Penerimaan Negara Bukan Pajak menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Penerimaan Negara Bukan Pajak Wilayah I.dan e. pelaksanaan kebijakan. Bali. bimbingan teknis. pelaksanaan kebijakan. standar. c.dan b. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penerimaan negara bukan pajak.dan d. Subdirektorat Penerimaan Negara Bukan Pajak. Pasal 570 (1) Seksi Penerimaan Negara Bukan Pajak Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Penerimaan Negara Bukan Pajak Wilayah II. Pasal 568 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 567. c. penyiapan bahan penyusunan norma. Nusa Tenggara. b. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penerimaan negara bukan pajak. Subdirektorat Pengukuran dan Pengujian Hasil Hutan. Pasal 569 Subdirektorat Penerimaan Negara Bukan Pajak terdiri atas: a. b.147 Pasal 566 Direktorat Bina Iuran Kehutanan dan Peredaran Hasil Hutan terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penerimaan negara bukan pajak. Subdirektorat Peredaran Hasil Hutan. prosedur. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penerimaan negara bukan pajak di wilayah Sumatera. Pasal 567 Subdirektorat Penerimaan Negara Bukan Pajak mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan.

Pasal 571 Subdirektorat Peredaran Hasil Hutan mempunyai melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan.148 (2) Seksi Penerimaan Negara Bukan Pajak Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Tanda Legalitas Hasil Hutan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penerimaan negara bukan pajak di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. Pasal 573 Subdirektorat Peredaran Hasil Hutan terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang peredaran hasil hutan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang peredaran hasil hutan. pelaksanaan kebijakan. Pasal 572 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 571. Pasal 574 (1) Seksi Tata Usaha Hasil Hutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. . penyiapan bahan penyusunan norma. Subdirektorat Peredaran Hasil Hutan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan kebijakan. b. pelaksanaan kebijakan.dan b. Seksi Tata Usaha Hasil Hutan. (2) Seksi Tanda Legalitas Hasil Hutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang peredaran hasil hutan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang tanda legalitas hasil hutan. c. dan kriteria di bidang peredaran hasil hutan. prosedur. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang tata usaha hasil hutan. pelaksanaan kebijakan.dan d. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang peredaran hasil hutan. standar.

bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengukuran dan pengujian hasil hutan. Pasal 578 (1) Seksi Pengukuran dan Pengujian Hasil Hutan Kayu mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. b.149 Pasal 575 Subdirektorat Pengukuran dan Pengujian Hasil Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan.dan d. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penertiban peredaran hasil hutan. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengukuran dan pengujian hasil hutan. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengukuran dan pengujian hasil hutan. pelaksanaan kebijakan. Seksi Pengukuran dan Pengujian Hasil Hutan Bukan Kayu. Pasal 576 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 575. Subdirektorat Pengukuran dan Pengujian Hasil Hutan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pengukuran dan Pengujian Hasil Hutan Kayu. . Pasal 577 Subdirektorat Pengukuran dan Pengujian Hasil Hutan terdiri atas: a. prosedur. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengukuran dan pengujian hasil hutan kayu. dan kriteria di bidang pengukuran dan pengujian hasil hutan. c. standar. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengukuran dan pengujian hasil hutan bukan kayu. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengukuran dan pengujian hasil hutan.dan b. (2) Seksi Pengukuran dan Pengujian Hasil Hutan Bukan Kayu mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 579 Subdirektorat Penertiban Peredaran Hasil Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan.

dan d. kepegawaian. Nusa Tenggara. standar. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penertiban peredaran hasil hutan di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penertiban peredaran hasil hutan. . c. Pasal 582 (1) Seksi Penertiban Peredaran Hasil Hutan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas sehari-hari secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Penertiban Peredaran Hasil Hutan. (2) Seksi Penertiban Peredaran Hasil Hutan Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. kearsipan dan pelaporan Direktorat. Jawa. Pasal 583 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan.150 Pasal 580 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 579. b. pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Penertiban Peredaran Hasil Hutan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Penertiban Peredaran Hasil Hutan Wilayah II. Bali. penyiapan bahan penyusunan norma. Seksi Penertiban Peredaran Hasil Hutan Wilayah I. Maluku dan Papua. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penertiban peredaran hasil hutan di wilayah Sumatera. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penertiban peredaran hasil hutan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penertiban peredaran hasil hutan. pelaksanaan kebijakan. Pasal 581 Subdirektorat Penertiban Peredaran Hasil Hutan terdiri atas: a.dan b. keuangan. kerumahtanggaan. prosedur. dan kriteria di bidang penertiban peredaran hasil hutan.

Subbagian Tata Usaha. prosedur. Pasal 585 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 584. c. Subdirektorat Pemolaan Pengolahan Hasil Hutan.dan d. b. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengolahan dan pemasaran hasil hutan. pelaksanaan kebijakan di bidang pengolahan dan pemasaran hasil hutan. Direktorat Bina Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hutan menyelenggarakan fungsi: a. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengolahan dan pemasaran hasil hutan dan penyusunan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha industri primer hasil hutan kayu. Pasal 586 Direktorat Bina Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hutan terdiri atas: a. b. Subdirektorat Penilaian Kinerja Industri dan Pemasaran Hasil Hutan. Subdirektorat Pengendalian Bahan Baku dan Industri Primer.dan e. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pengolahan dan pemasaran hasil hutan. Pasal 587 Subdirektorat Pemolaan Pengolahan Hasil Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. standar. pelaksanaan kebijakan.151 Bagian Kedelapan Direktorat Bina Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hutan Pasal 584 Direktorat Bina Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hutan mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. dan kriteria di bidang pengolahan dan pemasaran hasil hutan. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemolaan pengolahan hasil hutan dan penyusunan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha industri primer hasil hutan kayu. d. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. c. . pelaksanaan kebijakan. penyiapan penyusunan norma.

revitalisasi. Subdirektorat Pemolaan Pengolahan Hasil Hutan menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Pengolahan Industri Primer mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan.000m3/tahun dan persetujuan revitalisasi industri primer hasil hutan. b. pemantauan pengelolaan lingkungan. Pasal 590 (1) Seksi Penyiapan Pengolahan Industri Primer mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. Seksi Penyiapan Pengolahan Industri Primer. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang perizinan. Seksi Pengolahan Industri Primer. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pemolaan dan revitalisasi industri primer hasil hutan. . re-engineering. Pasal 589 Subdirektorat Pemolaan Pengolahan Hasil Hutan terdiri atas: a. standar.dan e. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pemolaan. Pasal 591 Subdirektorat Pengendalian Bahan Baku dan Industri Primer mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. d. c. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemolaan dan revitalisasi industri primer hasil hutan. pemberdayaan dan kemitraan industri primer. pemberian perizinan industri primer hasil hutan dengan kapasitas produksi >6. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pemolaan dan revitalisasi industri primer hasil hutan. pelaksanaan kebijakan. prosedur. investasi/divestasi. dan kriteria di bidang pemolaan dan revitalisasi industri primer hasil hutan. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengendalian bahan baku dan industri primer hasil hutan.dan b.152 Pasal 588 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 587. ketenagakerjaan dan pengolahan industri primer hasil hutan.

penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengendalian bahan baku. pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Pengendalian Bahan Baku dan Industri Primer menyelenggarakan fungsi: a. efisiensi penggunaan bahan baku. produksi dan standardisasi produk industri primer hasil hutan.dan b. Seksi Pengendalian Bahan Baku. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penilaian kinerja industri primer hasil hutan. produksi dan standardisasi produk industri primer hasil hutan. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengolahan. dan kriteria di bidang pengendalian bahan baku. c. verifikasi legalitas dan pemasaran hasil hutan. b.dan d. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 595 Subdirektorat Penilaian Kinerja Industri dan Pemasaran Hasil Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengendalian bahan baku dan efisiensi penggunaan bahan baku industri primer hasil hutan. efisiensi penggunaan bahan baku. produksi dan standardisasi produk industri primer hasil hutan. prosedur. pelaksanaan kebijakan. produksi dan standardisasi produk industri primer hasil hutan. (2) Seksi Produksi Industri Primer mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. Pasal 594 (1) Seksi Pengendalian Bahan Baku mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 593 Subdirektorat Pengendalian Bahan Baku dan Industri Primer terdiri atas: a. efisiensi penggunaan bahan baku. efisiensi penggunaan bahan baku. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengendalian bahan baku. pengolahan. pengolahan. pengolahan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian bahan baku. produksi dan standardisasi produk industri primer hasil hutan. Seksi Produksi Industri Primer. . pengolahan.153 Pasal 592 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 591.

pelaksanaan kebijakan. evaluasi dan pemeriksaan serta tindak lanjut hasil evaluasi industri hasil hutan. (2) Seksi Kinerja Industri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. evaluasi. evaluasi. pemeriksaan dan tindak lanjut hasil evaluasi industri hasil hutan. kearsipan dan pelaporan Direktorat. Pasal 597 Subdirektorat Penilaian Kinerja Industri dan Pemasaran Hasil Hutan terdiri atas: a. pemeriksaan dan tindak lanjut hasil evaluasi industri hasil hutan. kesehatan finansial. kesehatan finansial. evaluasi. kesehatan finansial.dan d. verifikasi legalitas serta pemasaran hasil hutan. kesehatan finansial. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penilaian kinerja. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penilaian kinerja. Seksi Pemasaran Hasil Hutan. kepegawaian. verifikasi legalitas serta pemasaran hasil hutan. pelaksanaan kebijakan. b. kesehatan finansial. Seksi Kinerja Industri. verifikasi legalitas serta pemasaran hasil hutan. keuangan. evaluasi. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penilaian kinerja. pemeriksaan dan tindak lanjut hasil evaluasi industri hasil hutan. prosedur. verifikasi legalitas serta pemasaran hasil hutan. pemeriksaan dan tindak lanjut hasil evaluasi industri hasil hutan. Pasal 598 (1) Seksi Pemasaran Hasil Hutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. c. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penilaian kinerja. standar.dan b.154 Pasal 596 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 595. Subdirektorat Penilaian Kinerja Industri dan Pemasaran Hasil Hutan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 599 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. dan kriteria di bidang penilaian kinerja. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas sehari-hari secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Penilaian Kinerja Industri dan Pemasaran Hasil Hutan. kerumahtanggaan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pemasaran hasil hutan serta verifikasi legalitas. .

penyusunan laporan hasil pengawasan di lingkungan Kementerian Kehutanan. b. Inspektorat II. c. Pasal 602 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 601. pelaksanaan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Kehutanan terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a.dan e. penyiapan perumusan kebijakan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Kehutanan. pelaksanaan pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri Kehutanan. Pasal 601 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Kehutanan. pemantauan.155 BAB VIII INSPEKTORAT JENDERAL Bagian Pertama Kedudukan. pelaksanaan urusan administrasi Inspektorat Jenderal. (2) Inspektorat Jenderal dipimpin oleh Inspektur Jenderal. c. b. . Sekretariat Inspektorat Jenderal. reviu. Tugas dan Fungsi Pasal 600 (1) Inspektorat Jenderal adalah unsur pengawas yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kehutanan. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 603 Inspektorat Jenderal terdiri atas: a. d. dan kegiatan pengawasan lainnya. Inspektorat I. evaluasi.

Bagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan. Pasal 605 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 604. serta pelaporan.dan f. c. Pasal 607 Bagian Program dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana. e. keuangan. pengelolaan urusan kepegawaian. Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Inspektorat III. Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal Pasal 604 Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis dan administratif kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Inspektorat Jenderal. serta pelaporan di lingkungan Inspektorat Jenderal. pelaksanaan koordinasi dan penyusunan rencana dan program kerja pengawasan. Bagian Program dan Pelaporan. b. b. Inspektorat Investigasi. d. Inspektorat IV. dan pemantauan pelaksanaan rencana dan program pengawasan. Bagian Pemantauan Tindak Lanjut. c. organisasi dan tata laksana.dan e. pelaksanaan analisis laporan hasil pengawasan. pelaksanaan pemantauan tindak lanjut hasil pengawasan. . program pengawasan. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Jenderal. Pasal 606 Sekretariat Inspektorat Jenderal terdiri atas: a.156 d. Bagian Umum.dan d.

dan b.dan b. pengolahan data serta penyajian informasi. pelaksanaan analisis dan evaluasi hasil pengawasan intern dan ekstern pemerintah. Bagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan koordinasi pengumpulan.dan b. dan penyusunan laporan di lingkungan Inspektorat Jenderal. Pasal 609 Bagian Program dan Pelaporan terdiri atas: a. Pasal 610 (1) Subbagian Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program pengawasan. Bagian Program dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Data dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan. . Subbagian Data dan Pelaporan. dan penyiapan bahan pelaporan di lingkungan Inspektorat Jenderal.157 Pasal 608 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 607. pengolahan dan penyajian data dan informasi. dan laporan pengawasan lainnya. pemantauan pelaksanaan rencana dan program pengawasan. dan anggaran di lingkungan Inspektorat Jenderal. pemantauan pelaksanaan rencana dan program pengawasan. Subbagian Program. penyiapan bahan pelaksanaan koordinasi penyusunan rencana dan program pengawasan dan anggaran. Pasal 612 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 611. Pasal 611 Bagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan mempunyai tugas melaksanakan analisis dan evaluasi hasil pengawasan intern dan ekstern pemerintah dan laporan pengawasan lainnya di lingkungan Kementerian. pelaksanaan penyusunan laporan hasil analisis dan evaluasi. serta penyusunan laporan hasil analisis dan evaluasi.

dan b. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan I.158 Pasal 613 Bagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan terdiri atas: a. Pasal 615 Bagian Pemantauan Tindak Lanjut mempunyai tugas melaksanakan pemantauan atas pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan intern dan ekstern pemerintah. Pasal 617 Bagian Pemantauan Tindak Lanjut terdiri atas: a. laporan pengawasan lainnya. Pasal 616 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 615. serta penyusunan laporan hasil analisis dan evaluasi. serta penyusunan laporan hasil pemantauan tindak lanjut. dan Inspektorat Investigasi. dan laporan pengawasan lainnya di lingkungan kerja Inspektorat I dan Inspektorat II. Pasal 614 (1) Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis dan evaluasi hasil pengawasan intern dan ekstern pemerintah. dan laporan pengawasan lainnya di lingkungan kerja Inspektorat III dan Inspektorat IV. serta penyusunan laporan hasil analisis dan evaluasi. dan Inspektorat Investigasi.dan b. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan II. serta laporan pengawasan lainnya. (2) Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis dan evaluasi hasil pengawasan intern dan ekstern pemerintah. . Bagian Pemantauan Tindak Lanjut menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Pemantauan Tindak Lanjut I. Subbagian Pemantauan Tindak Lanjut II. pelaksanaan penyusunan laporan hasil pemantauan tindak lanjut.dan b. pelaksanaan pemantauan atas pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan intern dan ekstern pemerintah.

administrasi kepegawaian. pelaksanaan urusan rumah tangga.dan b.dan b. penggandaan. pelaksanaan urusan tata persuratan. . organisasi dan tata laksana. serta laporan pengawasan lainnya di lingkungan kerja Inspektorat I dan Inspektorat II. serta laporan pengawasan lainnya di lingkungan kerja Inspektorat III dan Inspektorat IV serta penyusunan laporan hasil pemantauan tindak lanjut. organisasi dan tata laksana. dan penyusunan laporan keuangan. dan Inspektorat Investigasi serta penyusunan laporan hasil pemantauan tindak lanjut.159 Pasal 618 (1) Subbagian Pemantauan Tindak Lanjut I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan atas pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan intern dan ekstern pemerintah. (2) Subbagian Rumah Tangga dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga. administrasi kepegawaian. pelaksanaan administrasi dan pemantauan keuangan. Subbagian Tata Persuratan dan Keuangan. organisasi dan tata laksana di lingkungan Inspektorat Jenderal. administrasi kepegawaian. dan penyusunan laporan keuangan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. perlengkapan. perlengkapan. Pasal 621 Bagian Umum terdiri atas: a. Subbagian Rumah Tangga dan Kepegawaian. administrasi keuangan. pelaksanaan administrasi dan pemantauan keuangan. perlengkapan. Pasal 620 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 619. Pasal 622 (1) Subbagian Tata Persuratan dan Keuangan mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. rumah tangga. (2) Subbagian Pemantauan Tindak Lanjut II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan atas pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan intern dan ekstern pemerintah. Pasal 619 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. kearsipan.

Jawa Tengah. dan Nusa Tenggara Timur. reviu. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri pada Unit Kerja Direktorat Jenderal Bina Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial. kerumahtanggaan. Bali.dan b. Jambi. c. dan administrasi. keuangan. Nusa Tenggara Barat. pelaksanaan pengawasan kinerja. reviu. kepegawaian. Sumatera Utara. keuangan.  Pasal 624 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 623. kerumahtanggaan. serta instansi kehutanan di Provinsi Banten. Riau.dan d. dan administrasi melalui audit. Sumatera Barat. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri pada Unit Kerja Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam. keuangan. DI Jogyakarta. dan administrasi melalui audit. pemantauan. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. penyusunan petunjuk pelaksanaan pengawasan kinerja. Inspektorat Jenderal. pelaksanaan urusan ketatausahaan.160 Pasal 623 Inspektorat I mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern terhadap kinerja. dan Lampung. b. keuangan. pemantauan. dan pelaporan di lingkungan Inspektorat I. Pasal 625 Inspektorat I terdiri atas: a. Sumatera Selatan. reviu. evaluasi. keuangan. dan kegiatan pengawasan lainnya. Subbagian Tata Usaha. Jawa Timur. dan administrasi melalui audit. Kepulauan Riau. penyusunan rencana dan program pengawasan kinerja. evaluasi. Bangka Belitung. Pasal 626 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia. dan pelaporan Inspektorat I. evaluasi. Bengkulu. DKI Jakarta. dan administrasi. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional dibina oleh Inspektur I. serta instansi kehutanan di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam. administrasi kepegawaian. pemantauan. Jawa Barat. dan kegiatan pengawasan lainnya. . Pasal 627 Inspektorat II mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern terhadap kinerja. Inspektorat I menyelenggarakan fungsi: a. dan kegiatan pengawasan lainnya.

b. keuangan. keuangan. Papua. dan kegiatan pengawasan lainnya. Subbagian Tata Usaha. evaluasi. Bagian Keenam Inspektorat III Pasal 631 Inspektorat III mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern terhadap kinerja. dan pelaporan di lingkungan Inspektorat II. keuangan. keuangan. penyusunan rencana dan program pengawasan kinerja. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri pada Unit Kerja Direktorat Jenderal Bina Usaha Kehutanan. dan administrasi. dan kegiatan pengawasan lainnya. dan administrasi melalui audit.161 Pasal 628 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 627. (2) Subbagian Tata Usaha administratif dan fungsional dibina Inspektur II. Pasal 630 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan.dan d. pelaksanaan urusan ketatausahaan. dan administrasi.dan b. reviu. pemantauan. reviu. kerumahtanggaan. Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan. penyusunan petunjuk pelaksanaan pengawasan kinerja. dan administrasi. penyusunan petunjuk pelaksanaan pengawasan kinerja. penyusunan rencana dan program pengawasan kinerja. dan pelaporan Inspektorat II. serta instansi kehutanan di Provinsi Kalimantan Selatan. kerumahtanggaan. dan administrasi. kepegawaian. Inspektorat II menyelenggarakan fungsi: a. . Kalimantan Timur. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. b. Pasal 632 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 631. dan Irian Jaya Barat. pelaksanaan pengawasan kinerja. Kalimantan Tengah. Kalimantan Barat. evaluasi. pemantauan. dan administrasi melalui audit. Inspektorat III menyelenggarakan fungsi: a. keuangan. Pasal 629 Inspektorat II terdiri atas: a. c. administrasi kepegawaian. keuangan.

pemantauan. dan Maluku Utara. keuangan. dan pengawasan lainnya serta pengawasan untuk tujuan tertentu atas petunjuk Menteri. dan pelaporan Inspektorat III. keuangan. keuangan. evaluasi. dan pelaporan di lingkungan Inspektorat III.dan . penyusunan petunjuk pelaksanaan pengawasan kinerja.162 c. Gorontalo. Sulawesi Barat. Sulawesi Tengah. pelaksanaan urusan ketatausahaan. serta pengawasan untuk tujuan tertentu atas petunjuk Menteri. dan pengawasan lainnya. serta pengawasan untuk tujuan tertentu atas petunjuk Menteri. keuangan. pelaksanaan pengawasan kinerja. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri pada Unit Kerja Direktorat Jenderal Planologi kehutanan.dan d. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional dibina oleh Inspektur III. Bagian Ketujuh Inspektorat IV Pasal 635 Inspektorat IV mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern terhadap kinerja. Maluku. dan administrasi melalui audit. b. dan kegiatan pengawasan lainnya. keuangan. evaluasi. kerumahtanggaan. Subbagian Tata Usaha. c.dan b. pemantauan. Sulawesi Tenggara. serta instansi kehutanan di Provinsi Sulawesi Utara. pelaksanaan pengawasan kinerja. dan kegiatan pengawasan lainnya. Pasal 633 Inspektorat III terdiri atas: a. dan administrasi melalui audit. penyusunan rencana pengawasan kinerja. kerumahtanggaan. reviu. dan pengawasan lainnya. Sekretariat Jenderal. Inspektorat IV menyelenggarakan fungsi: a. reviu. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. kepegawaian. Pasal 636 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 635. Sulawesi Selatan. Pasal 634 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. administrasi kepegawaian.

penyusunan rencana dan program dibidang pengumpulan bahan penelitian. dan cakupan yang ditetapkan oleh Inspektur Jenderal. serta melaksanakan tugas lain berdasarkan instruksi khusus Menteri. serta tindak lanjut pengaduan masyarakat. Bagian Kedelapan Inspektorat Investigasi Pasal 639 Inspektorat Investigasi mempunyai tugas melaksanakan pengawasan. penyusunan petunjuk pelaksanaan pengumpulan bahan penelitian. Subbagian Tata Usaha.163 d. kolusi. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional dibina oleh Inspektur IV. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. . dan pelaporan Inspektorat IV. b. pelanggaran administrasi. kepegawaian. dan nepotisme. serta tindak lanjut pengaduan masyarakat. dan mengevaluasi atas kasus pelanggaran yang berindikasi praktek-praktek korupsi. dan pelaporan di lingkungan Inspektorat IV. dan nepotisme. analisis. kolusi. Pasal 638 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. dan nepotisme. kolusi. pengumpulan bahan meneliti. dan evaluasi atas kasus pelanggaran yang berindikasi praktek-praktek korupsi. menindak lanjuti pengaduan masyarakat. dan evaluasi atas kasus pelanggaran yang berindikasi praktek-praktek korupsi. Pasal 640 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 639. analisis. Pasal 637 Inspektorat IV terdiri atas: a. pelanggaran administrasi. administrasi kepegawaian. Inspektorat Investigasi menyelenggarakan fungsi: a. kerumahtanggaan. pelaksanaan urusan ketatausahaan. pelanggaran administrasi. menganalisis. kerumahtanggaan.dan b.

analisis. Pasal 642 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. d. kolusi. pengawasan atas kasus pelanggaran yang berindikasi praktek-praktek korupsi. nepotisme. kerumahtanggaan.dan f. dan pelaporan Inspektorat Investigasi.  Pasal 641 Inspektorat Investigasi terdiri atas: a. pelaksanaan pengumpulan bahan penelitian. dan pelanggaran administrasi. kepegawaian. dan nepotisme. . Subbagian Tata Usaha. serta tindak lanjut pengaduan masyarakat. kolusi. dan cakupan yang ditetapkan oleh Inspektur Jenderal. pelaksanaan tugas lain berdasarkan instruksi khusus Menteri. kerumahtanggaan. dan evaluasi atas kasus pelanggaran yang berindikasi praktek-praktek korupsi. pelaksanaan urusan ketatausahaan.  b. pelanggaran administrasi. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional dibina oleh Inspektur Investigasi. dan pelaporan di lingkungan Inspektorat Investigasi. e. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor.164 c. administrasi kepegawaian.

Pasal 645 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 644. pelaksanaan administrasi Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan. d. pelaksanaan tugas di bidang penyuluhan dan pengembangan sumber daya manusia kehutanan sesuai peraturan perundang-undangan.165 BAB IX BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA KEHUTANAN Bagian Pertama Kedudukan. Tugas dan Fungsi Pasal 643 (1) Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan adalah unsur pendukung yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kehutanan. pemantauan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penyuluhan dan pengembangan sumber daya manusia kehutanan. dan program di bidang penyuluhan dan pengembangan sumber daya manusia kehutanan. c. b. programa. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyuluhan kehutanan. Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 644 Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan mempunyai tugas melaksanakan tugas di bidang penyuluhan dan pengembangan Sumber Daya manusia kehutanan. rencana. (2) Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan dipimpin oleh Kepala Badan. .dan e. penyusunan kebijakan teknis.

Diseminasi dan Perpustakaan. b.dan d. koordinasi dan pengelolaan data.dan d. serta pelayanan administrasi di lingkungan Badan. Bagian Evaluasi. Sekretariat Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan menyelenggarakan fungsi: a. c. publikasi dan diseminasi hasil penyuluhan serta pengelolaan urusan perpustakaan.dan d. Bagian Keuangan dan Umum.166 Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 646 Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan terdiri atas: a. b. Bagian Program dan Kerja Sama. koordinasi dan pemantauan. b. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pasal 647 Sekretariat Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan mempunyai tugas melaksanakan koordinasi. Pusat Pelayanan Penyuluhan Kehutanan. Hukum dan Organisasi Tata Laksana. Pasal 648 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 647. Bagian Kepegawaian. anggaran. evaluasi dan pelaporan rencana. . Sekretariat Badan. pembinaan. Pusat Pengembangan Penyuluhan Kehutanan. c. Pasal 649 Sekretariat Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan terdiri atas: a. program. informasi. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kehutanan. koordinasi dan penyusunan rencana. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Badan. dan kerja sama. c. program dan anggaran.

serta administrasi kerjasama di lingkungan Badan. bahan koordinasi dan (3) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan koordinasi penyusunan naskah kerja sama. penyusunan dan pelaksanaan rencana. serta pengelolaan data informasi. Bagian Evaluasi menyelenggarakan fungsi: . Bagian Program dan Kerja sama menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 651 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 650.167 Pasal 650 Bagian Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi. penyusunan dan pelaksanaan rencana. Subbagian Anggaran. penyiapan bahan koordinasi. Pasal 654 Bagian Evaluasi. Pasal 655 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 654.dan c. Diseminasi dan Perpustakaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi evaluasi dan pelaporan rencana.dan b. dan perjanjian/perikatan serta pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kerja sama. Subbagian Program. program dan kegiatan. Pasal 652 Bagian Program dan Anggaran terdiri atas: a. Pasal 653 (1) Subbagian Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program kerja. (2) Subbagian Anggaran mempunyai tugas penyiapan penyusunan rencana. urusan perpustakaan dan diseminasi. program dan anggaran. pelaksanaan administrasi dan bahan kerja sama di lingkungan Badan. b. program dan anggaran di lingkungan Badan. revisi atau perubahan anggaran. Subbagian Kerja Sama.

168

a. penyiapan bahan koordinasi evaluasi dan pelaporan rencana, program dan kegiatan; b. penyiapan bahan pengelolaan data dan informasi serta penyusunan statistik;dan c. penyiapan bahan pelaksanaan urusan perpustakaan, publikasi dan diseminasi. Pasal 656 Bagian Evaluasi, Diseminasi dan Perpustakaan terdiri atas: a. Subbagian Data dan Informasi; b. Subbagian Evaluasi Pelaporan;dan c. Subbagian Diseminasi, Publikasi dan Perpustakaan. Pasal 657 (1) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas penyiapan bahan koordinasi pengelolaan data dan informasi serta penyusunan statistik di lingkungan Badan. (2) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pemantuan, evaluasi dan pelaporan kinerja rencana, program dan kegiatan. (3) Subbagian Diseminasi, Publikasi dan Perpustakaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan perpustakaan, publikasi dan diseminasi. Pasal 658 Bagian Kepegawaian, Hukum dan Organisasi Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan administrasi kepegawaian, penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan, pemberian pertimbangan dan bantuan hukum, serta pembinaan organisasi dan ketatalaksanaan. Pasal 659 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 658, Bagian Kepegawaian, Hukum, Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan administrasi kepegawaian umum; b. pelaksanaan urusan administrasi jabatan fungsional;dan c. penyiapan bahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan, penelaahan, pertimbangan dan bantuan hukum, serta organisasi ketatalaksanaan.

169

Pasal 660 Bagian Kepegawaian, Hukum dan Organisasi Tata Laksana terdiri atas: a. Subbagian Administrasi Kepegawaian; b. Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional;dan c. Subbagian Hukum, Organisasi dan Tata Laksana. Pasal 661 (1) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana formasi pegawai, dan administrasi kepegawaian. (2) Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan pendidikan, pelatihan, pendisiplinan dan penghargaan pegawai serta administrasi jabatan fungsional. (3) Subbagian Hukum, Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan, pemberian pertimbangan dan bantuan hukum, serta pembinaan organisasi dan ketatalaksanaan. Pasal 662 Bagian Keuangan dan Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata persuratan, administrasi keuangan, serta pengelolaan rumah tangga dan barang milik negara. Pasal 663 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 662, Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan surat menyurat dan kearsipan; b. pelaksanaan akuntansi, verifikasi dan tindak lanjut hasil pemeriksaan;dan c. pelaksanaan urusan rumah tangga dan barang milik negara; Pasal 664 Bagian Keuangan dan Umum terdiri atas: a. Subbagian Tata Usaha; b. Subbagian Administrasi Keuangan;dan c. Subbagian Perlengkapan. Pasal 665 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan, kearsipan dan pembinaan tata persuratan.

170

(2) Subbagian Administrasi Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan tata laksana keuangan, penyusunan rencana anggaran gaji dan penggajian, penyiapan bahan perbendaharaan, melakukan akuntansi keuangan dan barang milik negara, pembinaan kebendaharaan petugas SAI dan petugas SIMAK-BMN, verifikasi, pelaporan keuangan, penyelesaian tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. (3) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan urusan rumah tangga dan pengelolaan barang milik negara. Bagian Keempat Pusat Pengembangan Penyuluhan Kehutanan Pasal 666 Pusat Pengembangan perumusan kebijakan kehutanan. Penyuluhan Kehutanan mempunyai tugas melaksanakan dan pelaksanaan kebijakan pengembangan penyuluhan

Pasal 667 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pengembangan Penyuluhan Kehutanan menyelenggarakan fungsi: Pasal 666, Pusat

a. penyiapan perumusan kebijakan teknis di bidang pengembangan metode, sarana dan alat bantu penyuluhan, serta programa penyuluhan kehutanan; b. penyiapan pelaksanaan tugas di bidang pengembangan metode, sarana dan alat bantu penyuluhan, serta programa penyuluhan kehutanan; c. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengembangan metode, sarana dan alat bantu penyuluhan, serta programa penyuluhan kehutanan; d. penyiapan pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pengembangan metode, sarana dan alat bantu penyuluhan, serta programa penyuluhan kehutanan;dan e. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. Pasal 668 Pusat Pengembangan Penyuluhan Kehutanan terdiri atas: a. Bidang Metode, Materi dan Alat Bantu Penyuluhan;dan b. Bidang Programa.

171

Pasal 669 Bidang Metode, Materi dan Alat Bantu Penyuluhan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan, pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis, dan evaluasi bimbingan teknis, serta evaluasi dan pelaporan di bidang metode, materi dan alat bantu penyuluhan kehutanan. Pasal 670 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 669, Bidang Metode, Materi dan Alat Bantu Penyuluhan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis di bidang pengembangan metode, materi, sarana dan alat bantu penyuluhan; b. penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang pengembangan metode, materi, sarana dan alat bantu penyuluhan; c. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengembangan metode, sarana dan alat bantu penyuluhan, serta programa penyuluhan kehutanan;dan d. penyiapan pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pengembangan metode, sarana dan alat bantu penyuluhan, serta programa penyuluhan kehutanan Pasal 671 Bidang Metode, Materi dan Alat Bantu Penyuluhan dari: a. Subbidang Metode dan Materi Penyuluhan;dan b. Subbidang Sarana dan Alat Bantu Penyuluhan. Pasal 672 (1) Subbidang Metode dan Materi Penyuluhan mempunyai melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan tugas, pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis, serta pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang metode dan materi penyuluhan kehutanan. (2) Subbidang Sarana dan Alat Bantu Penyuluhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan tugas, pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis, serta pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang sarana dan alat bantu penyuluhan.

172

Pasal 673 Bidang Programa Penyuluhan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan, pelaksanaan tugas, pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis, serta evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang programa penyuluhan kehutanan. Pasal 674 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Pasal 673, Bidang Programa Penyuluhan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis di bidang programa penyuluhan kehutanan; b. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang programa penyuluhan kehutanan; c. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang programa penyuluhan kehutanan;dan d. penyiapan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang programa penyuluhan kehutanan. Pasal 675 Bidang Programa Penyuluhan dari: a. Subbidang Penyusunan Programa;dan b. Subbidang Bimbingan Teknis Penyusunan Programa. Pasal 676 (1) Subbidang Penyusunan Programa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan tugas, pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis, serta pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penyusunan dan evaluasi programa penyuluhan kehutanan di tingkat pusat. (2) Subbidang Bimbingan Teknis Penyusunan Programa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan tugas, pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis, serta pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang bimbingan teknis penyusunan programa penyuluhan kehutanan.

Pasal 680 Pusat Pelayanan Penyuluhan Kehutanan terdiri atas: a. Pusat Pelayanan Penyuluhan Kehutanan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 679 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 678. kerumahtanggaan. keuangan. penyiapan pemantauan.dan e. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas sehari-hari secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Bidang Programa Penyuluhan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pemberdayaan masyarakat dan pembinaan personil penyuluh. Bidang Pembinaan Penyuluh. b. Bidang Pemberdayaan Masyarakat. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. kepegawaian. Bagian Kelima Pusat Pelayanan Penyuluhan Kehutanan Pasal 678 Pusat Pelayanan Penyuluhan Kehutanan mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan dan pelaksanaan kebijakan pelayanan penyuluhan kehutanan. kearsipan dan pelaporan Pusat.173 Pasal 677 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. penyiapan pelaksanaan tugas di bidang pemberdayaan masyarakat dan pembinaan personil penyuluh.dan b. penyiapan perumusan kebijakan teknis di bidang pemberdayaan masyarakat dan pembinaan personil penyuluh. c. . penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pemberdayaan masyarakat dan pembinaan personil penyuluh. d.

pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis. dan evaluasi bimbingan teknis. pemberian bimbingan teknis. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pemberdayaan masyarakat. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis.dan b.dan d. Pasal 682 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 681. Subbidang Pembinaan Kelembagaan. serta evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pemberdayaan masyarakat. penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang pemberdayaan masyarakat. pelaksanaan tugas. pelaksanaan kebijakan. Pasal 684 (1) Subbidang Bimbingan Teknis mempunyai tugas melakukan melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pemberdayaan masyarakat. Subbidang Bimbingan Teknis. b. Bidang Pemberdayaan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. serta pemantauan. c. pelaksanaan tugas. (2) Subbidang Kelembagaan mempunyai tugas melakukan melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 683 Bidang Pemberdayaan Masyarakat terdiri atas: a. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pemberdayaan masyarakat.174 Pasal 681 Bidang Pemberdayaan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. serta pemantauan. . penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis di bidang pemberdayaan masyarakat. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pembinaan kelembagaan masyarakat.

serta evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pembinaan tenaga penyuluh kehutanan. c. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis. pelaksanaan tugas. pemberian bimbingan teknis. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang aparatur penyuluh kehutanan. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pembinaan penyuluh kehutanan swasta dan swadaya. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis. Pasal 687 Bidang Pembinaan Tenaga Penyuluhan dari: a. Subbidang Aparatur Penyuluh. dan evaluasi bimbingan teknis.dan b. pelaksanaan tugas. (2) Subbidang Aparatur Penyuluh mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 686 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Pasal 685. . Subbidang Penyuluh Swasta dan Swadaya. penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang pembinaan tenaga penyuluh kehutanan. serta pemantauan. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis di bidang pembinaan tenaga penyuluh kehutanan. Bidang Pembinaan Penyuluh menyelenggarakan fungsi: a. serta pemantauan. Pasal 688 (1) Subbidang Penyuluh Swasta dan Swadaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan tugas. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pembinaan tenaga penyuluh kehutanan. penyiapan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pembinaan tenaga penyuluh kehutanan.dan d.175 Pasal 685 Bidang Pembinaan Penyuluh mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan.

dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pendidikan dan pelatihan kehutanan meliputi tenaga. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kehutanan menyelenggarakan fungsi: a.dan d. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. kearsipan dan pelaporan Pusat. Bagian Tata Usaha. sistem. c. Pasal 692 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kehutanan terdiri atas: a. serta sarana pendidikan dan pelatihan. kerja sama dan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan sumberdaya manusia aparatur dan sumberdaya manusia kehutanan. Bagian Keenam Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kehutanan Pasal 690 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kehutanan mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bagi aparatur kehutanan.176 Pasal 689 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. evaluasi. b. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas sehari-hari secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Bidang Kemitraan Penyuluhan. tata cara. sistem. tata cara. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. Pasal 691 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Pasal 690. sistem. Bidang Pengelolaan Pendidikan. kerumahtanggaan. serta sarana pendidikan dan pelatihan. program. pelaksanaan tugas di bidang pendidikan dan pelatihan kehutanan meliputi tenaga. b. tata cara. penyusunan rencana. keuangan. d. kepegawaian. . pemantauan. penyiapan perumusan kebijakan teknis di bidang pendidikan dan pelatihan kehutanan meliputi tenaga.dan e. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. c. serta sarana pendidikan dan pelatihan.

penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengembangan pendidikan dan pelatihan. (2) Subbidang Evaluasi dan Pelaporan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. serta evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang program dan rencana kegiatan pengembangan pendidikan dan pelatihan. penyiapan evaluasi. dan evaluasi pasca pendidikan dan pelatihan. program. penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang pengembangan pendidikan dan pelatihan. Subbidang Perencanaan Pendidikan dan Pelatihan. penyiapan bahan penyusunan rencana. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang identifikasi kebutuhan. pelaksanaan tugas. pemberian bimbingan teknis. Subbidang Evaluasi dan Pelaporan Pendidikan dan Pelatihan. . serta pemantauan. serta pemantauan. Pasal 696 (1) Subbidang Perencanaan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. c. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a.177 Pasal 693 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis di bidang pengembangan pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan kebijakan.dan b. dan kerja sama pendidikan dan pelatihan. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis. dan evaluasi bimbingan teknis. Pasal 695 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan terdiri atas: a. d. metode. Pasal 694 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pasal 693.dan e. pelaksanaan tugas. dan program pendidikan dan pelatihan. kurikulum silabus. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis. serta pengelolaan hutan pendidikan dan pelatihan. dan pelaporan pelaksanaan tugas pengembangan pendidikan dan pelatihan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang kerja sama. b.

fungsional. fungsional. d. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan. serta teknis. fungsional. Pasal 698 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 697. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. serta pemantauan. pelaksanaan tugas. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pendidikan dan pelatihan teknis kehutanan. dan evaluasi bimbingan teknis. dan teknis. pelaksanaan tugas. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis. (2) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Penjenjangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. .dan b. dan teknis. fungsional. Pasal 700 (1) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan. penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan. c. serta pemantauan. pelaksanaan kebijakan. dan teknis. penyelenggaraan b. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Penjenjangan. pemberian bimbingan teknis.178 Pasal 697 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. fungsional. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknis. dan teknis. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pendidikan dan pelatihan teknis kepemimpinan dan teknis fungsional. serta evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan. Pasal 699 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan.

penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pendidikan menengah kehutanan. rumah tangga. dan evaluasi bimbingan teknis. kepegawaian. pelaksanaan tugas. c. serta pemantauan. dan pendidikan lanjutan. penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang pendidikan menengah kehutanan.dan d.179 Pasal 701 Bidang Pengelolaan Pendidikan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. (2) Subbidang Pendidikan Lanjutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis di bidang pendidikan menengah kehutanan. Subbidang Pendidikan Menengah. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis. penyiapan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pengelolaan pendidikan. Pasal 702 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Pasal 701. pemberian bimbingan teknis. dan fasilitasi penyelenggaraan pendidikan lanjutan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang fasilitasi pendidikan lanjutan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pendidikan menengah kehutanan. b. serta pemantauan. ketatausahaan.dan b. dan kehumasan. pelaksanaan kebijakan. Subbidang Pendidikan Lanjutan. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis. . pelaksanaan tugas. perlengkapan. Pasal 704 (1) Subbidang Pendidikan Menengah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Bidang Pengelolaan Pendidikan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 705 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan keuangan. Pasal 703 Bidang Pengelolaan Pendidikan terdiri atas: a. serta evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pendidikan menengah kehutanan.

Pasal 708 (1) Subbagian Keuangan dan Umum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan urusan tata usaha. penggajian. pengelolaan urusan keuangan. (2) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana formasi.180 Pasal 706 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Pasal 705. . tata usaha dan rumah tangga. pelaporan keuangan. Subbagian Kepegawaian. administrasi kepegawaian. verifikasi. pembinaan kebendaharawanan. rumah tangga. kearsipan.dan b. kehumasan. pengelolaan barang milik negara. penyelesaian kasus tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. pengelolaan urusan kepegawaian dan kehumasan. tata laksana keuangan. b.dan c. Pasal 707 Bagian Tata Usaha terdiri atas: a. pengelolaan urusan barang milik negara. perbendaharaan. pengembangan pegawai. Subbagian Keuangan dan Umum. penghargaan pegawai serta administrasi jabatan fungsional. pendisiplinan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Konservasi dan Rehabilitasi. c. Tugas dan Fungsi Pasal 709 (1) Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan adalah unsur pendukung yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kehutanan. penyusunan kebijakan teknis. Pasal 710 Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan di bidang kehutanan termasuk penyebarluasan hasil-hasil penelitian dan pengembangan kepada pengguna baik internal maupun eksternal Kementerian Kehutanan. c. rencana dan program di bidang penelitian dan pengembangan kehutanan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Produktivitas Hutan.181 BAB X BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEHUTANAN Bagian Pertama Kedudukan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penelitian dan pengembangan kehutanan. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 712 Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan terdiri atas: a. Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan menyelenggarakan fungsi: a. . pelaksanaan administrasi Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan.dan d. Pasal 711 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 710. b. b. pelaksanaan tugas di bidang penelitian dan pengembangan kehutanan. (2) Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan dipimpin oleh Kepala Badan. pemantauan. Sekretariat Badan.

b. serta pelayanan administrasi di lingkungan Badan. koordinasi dan pemantauan. c. c.dan e. Diseminasi dan Perpustakaan. koordinasi dan pengelolaan data. publikasi dan diseminasi hasil penelitian serta pengelolaan urusan perpustakaan. program. Pasal 714 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 713. Pusat Penelitian dan Pengembangan Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan. evaluasi dan pelaporan rencana. b. program dan anggaran.182 d.dan d. Pasal 715 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan terdiri atas: a.dan d. serta administrasi kerja sama. koordinasi dan penyusunan rencana. . Hukum dan Organisasi Tata Laksana. anggaran. Bagian Evaluasi. supervisi. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Badan. dan kerja sama. Pasal 716 Bagian Program dan Kerja sama mempunyai tugas melaksanakan koordinasi penyusunan dan pelaksanaan rencana. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pasal 713 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan mempunyai tugas melaksanakan koordinasi. Bagian Umum dan Keuangan. Bagian Program dan Kerja sama. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan menyelenggarakan fungsi: a. program dan anggaran. Pusat Penelitian dan Pengembangan Perubahan Iklim dan Kebijakan. informasi. pembinaan. Bagian Kepegawaian.

(3) Subbagian Kerja sama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan koordinasi penyusunan naskah kerja sama. standar. b.183 Pasal 717 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 716. publikasi dan diseminasi. Subbagian Kerja sama. penyiapan bahan koordinasi evaluasi dan pelaporan rencana. prosedur. Pasal 719 (1) Subbagian Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana. Bagian Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a.dan c.dan c. revisi atau perubahan anggaran. penyiapan bahan pelaksanaan urusan perpustakaan. penyiapan bahan pengelolaan data dan informasi serta penyusunan statistik. program dan anggaran. dan perjanjian/perikatan serta pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kerja sama. penyiapan administrasi dan bahan kerja sama. program. penyiapan penyusunan rencana. program dan kegiatan. Pasal 718 Bagian Program dan Kerjasama terdiri atas: a. urusan perpustakaan dan diseminasi hasil penelitian dan pengembangan.dan b. serta penyiapan bahan perumusan norma. serta pengelolaan data informasi. dan kegiatan penelitian dan pengembangan. Subbagian Program. Diseminasi. program dan kegiatan. dan Perpustakaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi evaluasi dan pelaporan rencana. Subbagian Anggaran. (2) Subbagian Anggaran mempunyai tugas penyiapan bahan penyusunan rencana. Bagian Program dan Kerja sama menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 720 Bagian Evaluasi. . b. Pasal 721 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 720. dan kriteria kawasan hutan dengan tujuan khusus penelitian dan pengembangan.

Subbagian Administrasi Kepegawaian. pelaksanaan urusan administrasi jabatan fungsional. penelaahan permasalahan. dan organisasi ketatalaksanaan. evaluasi dan pelaporan kinerja rencana.dan c. bantuan hukum. pelaksanaan urusan administrasi kepegawaian umum. Subbagian Hukum dan Organisasi Tata Laksana.dan c. penyiapan penyusunan bahan dan penyusunan rancangan peraturan perundangundangan. Publikasi dan Perpustakaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan perpustakaan. Subbagian Evaluasi Pelaporan. b. Hukum dan Organisasi Tatalaksana menyelenggarakan fungsi: a. Hukum dan Organisasi Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan administrasi kepegawaian.184 Pasal 722 Bagian Evaluasi dan Perpustakaan terdiri atas: a. b. pertimbangan. Hukum dan Organisasi Tata Laksana terdiri atas: a. ketatalaksanaan. Pasal 724 Bagian Kepegawaian. Pasal 726 Bagian Kepegawaian. pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. program dan kegiatan. . (2) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pemantuan. Pasal 723 (1) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas penyiapan bahan koordinasi pengelolaan data dan informasi serta penyusunan statistik di lingkungan Badan. publikasi dan diseminasi. penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan.dan c. Subbagian Diseminasi. Pasal 725 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 724. Subbagian Data dan Informasi. Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional. Bagian Kepegawaian. (3) Subbagian Diseminasi. Publikasi dan Perpustakaan. b. serta pembinaan dan penataan organisasi.

185

Pasal 727 (1) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana formasi pegawai, dan administrasi kepegawaian. (2) Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan pendidikan, pelatihan, pendisiplinan dan penghargaan pegawai serta administrasi jabatan fungsional. (3) Subbagian Hukum dan Organisasi Tata Laksana mempunyai tugas penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan, pemberian pertimbangan dan bantuan hukum, serta pembinaan dan penataan organisasi, ketatalaksanaan. Pasal 728 Bagian Keuangan dan Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata persuratan, administrasi keuangan, serta pengelolaan rumah tangga dan barang milik negara. Pasal 729 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 728, Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan surat menyurat dan kearsipan; b. pelaksanaan akuntansi, verifikasi dan tindak lanjut hasil pemeriksaan;dan c. pelaksanaan urusan rumah tangga dan barang milik negara; Pasal 730 Bagian Keuangan dan Umum terdiri atas: a. Subbagian Tata Usaha; b. Subbagian Administrasi Keuangan;dan c. Subbagian Perlengkapan. Pasal 731 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan, kearsipan dan pembinaan tata persuratan. (2) Subbagian Administrasi Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan tata laksana keuangan, penyusunan rencana anggaran gaji dan penggajian, penyiapan bahan perbendaharaan, melakukan akuntansi keuangan dan barang milik negara, pembinaan kebendaharaan petugas SAI dan petugas SIMAK-BMN, verifikasi, pelaporan keuangan, penyelesaian tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi.

186

(3) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan urusan rumah tangga dan pengelolaan barang milik negara. Bagian Keempat Pusat Penelitian dan Pengembangan Konservasi dan Rehabilitasi Pasal 732 Pusat Penelitian dan Pengembangan Konservasi dan Rehabilitasi mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang konservasi dan rehabilitasi berdasarkan kebijakan Kepala Badan. Pasal 733 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 732, Pusat Penelitian dan Pengembangan Konservasi dan Rehabilitasi menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan kebijakan teknis, rencana dan program penelitian dan pengembangan di bidang konservasi dan rehabilitasi sumberdaya alam; b. pelaksanaan tugas di bidang penelitian dan pengembangan konservasi dan rehabilitasi sumberdaya alam; c. pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penelitian dan pengembangan konservasi dan rehabilitasi sumberdaya alam; d. pembinaan dan pengendalian teknis pelaksanaan penelitian konservasi dan rehabilitasi sumberdaya alam oleh unit pelaksana teknis;dan e. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. Pasal 734 Pusat Penelitian dan Pengembangan Konservasi dan Rehabilitasi terdiri atas: a. Bidang Program dan Evaluasi Penelitian; b. Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian;dan c. Bagian Tata Usaha. Pasal 735 Bidang Program dan Evaluasi Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana, program dan kegiatan, serta penyiapan evaluasi, sintesa hasil penelitian serta pelaporan kegiatan penelitian di bidang konservasi dan rehabilitasi sumber daya alam.

187

Pasal 736 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 735, Bidang Program dan Evaluasi Penelitian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penyusunan kebijakan teknis penyusunan rencana dan program penelitian di bidang konservasi dan rehabilitasi sumberdaya alam; b. penyiapan pelaksanaan tugas di bidang penyusunan rencana dan program penelitian konservasi dan rehabilitasi sumberdaya alam;dan c. penyiapan pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penelitian konservasi dan rehabilitasi sumberdaya alam. Pasal 737 Bidang Program dan Evaluasi Penelitian terdiri atas: a. Subbidang Program dan Anggaran Penelitian;dan b. Subbidang Evaluasi dan Pelaporan. Pasal 738 (1) Subbidang Program dan Anggaran Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan rencana, program dan kegiatan penelitian di bidang konservasi dan rehabilitasi sumber daya alam. (2) Subbidang Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan pemantauan, evaluasi termasuk evaluasi umpan balik pemanfaatan iptek, sintesa penelitian serta pelaporan Pusat. Pasal 739 Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengelolaan data dan informasi, publikasi dan diseminasi hasil penelitian, kerja sama, fasilitasi uji coba tindak lanjut hasil penelitian dan perakitan teknologi, difusi dan pemanfaatan iptek, pembinaan dan pengendalian teknis penelitian dan pengembangan konservasi dan rehabilitasi sumberdaya alam pada unit pelaksana teknis, serta perlindungan hak atas kekayaan intelektual bidang konservasi dan rehabilitasi sumber daya alam serta pengelolaan hutan dengan tujuan khusus. Pasal 740 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Pasal 739, Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian menyelenggarakan fungsi:

188

a. penyiapan penyusunan kebijakan teknis pengelolaan data dan informasi, publikasi dan diseminasi hasil penelitian di bidang konservasi dan rehabilitasi sumber daya alam; b. penyiapan pelaksanaan tugas di bidang pengelolaan data dan informasi, publikasi dan diseminasi hasil penelitian konservasi dan rehabilitasi sumber daya alam; c. penyiapan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pengelolaan data dan informasi, publikasi dan diseminasi hasil penelitian konservasi dan rehabilitasi sumber daya alam; d. penyiapan pembinaan dan pengendalian teknis pelaksanaan penelitian dan pengembangan konservasi dan rehabilitasi sumberdaya alam pada unit pelaksana teknis;dan e. fasilitasi uji coba tindak lanjut hasil penelitian dan perakitan teknologi, pengelolaan kerja sama serta pengelolaan hutan dengan tujuan khusus. Pasal 741 Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian terdiri atas: a. Subbidang Data, Informasi dan Diseminasi;dan b. Subbidang Tindak Lanjut Hasil Penelitian. Pasal 742 (1) Subbidang Data, Informasi dan diseminasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan data, informasi, publikasi, dokumentasi, dan diseminasi hasil penelitian, serta seminar dan pameran. (2) Subbidang Tindak Lanjut Hasil Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan fasilitasi uji coba tindak lanjut hasil penelitian, perakitan teknologi, pengurusan perlindungan hak kekayaan intelektual hasil penelitian, kerja sama dan pengelolaan hutan dengan tujuan khusus, serta pembinaan dan pengendalian teknis pelaksanaan penelitian dan pengembangan konservasi dan rehabilitasi sumberdaya alam pada unit pelaksana teknis. Pasal 743 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan dan rumah tangga, kepegawaian dan ketatalaksanaan, keuangan dan barang milik negara. Pasal 744 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pasal 743, Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi:

189

a. pelaksanaan urusan ketatausahaan, kepegawaian serta ketatalaksanaan;dan b. pelaksanaan urusan keuangan dan barang milik negara. Pasal 745 Bagian Tata Usaha terdiri atas: a. Subbagian Tata Usaha dan Kepegawaian;dan b. Subbagian Keuangan dan Perlengkapan. Pasal 746 (1) Subbagian Tata Usaha dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan, ketatalaksanaan, kerumahtanggaan, dan penyiapan bahan laporan serta urusan kepegawaian. (2) Subbagian Keuangan dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan administrasi keuangan, tindak lanjut hasil pemeriksaan, penyusunan laporan keuangan, pengelolaan barang milik negara dan pengelolaan laboratorium penelitian. Bagian Kelima Pusat Penelitian dan Pengembangan Produktivitas Hutan Pasal 747 Pusat Penelitian dan Pengembangan Produktivitas Hutan mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang produktivitas hutan berdasarkan kebijakan Kepala Badan. Pasal 748 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 747, Pusat Penelitian dan Pengembangan Produktivitas Hutan menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan kebijakan teknis, rencana dan program penelitian dan pengembangan di bidang produktivitas hutan; b. pelaksanaan tugas di bidang penelitian dan pengembangan produktivitas hutan; c. pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penelitian dan pengembangan produktivitas hutan; d. pembinaan dan pengendalian teknis pelaksanaan penelitian produktivitas hutan oleh unit pelaksana teknis;dan e. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat.

Subbidang Evaluasi dan Pelaporan. b. Pasal 753 (1) Subbidang Program dan Anggaran Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan rencana. sintesa hasil penelitian serta pelaporan kegiatan penelitian di bidang produktivitas hutan. b. .dan b. penyiapan pelaksanaan tugas di bidang penyusunan rencana dan program penelitian produktivitas hutan. Pasal 752 Bidang Program dan Evaluasi Penelitian terdiri atas: a. Pasal 750 Bidang Program dan Evaluasi Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana. Subbidang Program dan Anggaran Penelitian. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penelitian di bidang produktivitas hutan.dan c. (2) Subbidang Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan pemantauan. program dan kegiatan.dan c. serta penyiapan evaluasi. Bagian Tata Usaha. penyiapan penyusunan kebijakan teknis penyusunan rencana dan program penelitian di bidang produktivitas hutan. Pasal 751 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 750. program dan kegiatan penelitian di bidang produktivitas hutan. Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian. penyiapan pemantauan. Bidang Program dan Evaluasi Penelitian. sintesa penelitian serta pelaporan Pusat. Bidang Program dan Evaluasi Penelitian menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi termasuk evaluasi umpan balik pemanfaatan iptek.190 Pasal 749 Pusat Penelitian dan Pengembangan Produktivitas Hutan terdiri atas: a.

pengelolaan kerja sama serta pengelolaan hutan dengan tujuan khusus. c. publikasi dan diseminasi hasil penelitian. penyiapan pemantauan. pembinaan dan pengendalian teknis penelitian dan pengembangan produktivitas hutan pada unit pelaksana teknis. fasilitasi uji coba tindak lanjut hasil penelitian dan perakitan teknologi. . Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian menyelenggarakan fungsi: a.dan b. publikasi dan diseminasi hasil penelitian di bidang produktivitas hutan. pengurusan perlindungan hak kekayaan intelektual hasil penelitian.191 Pasal 754 Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengelolaan data dan informasi. Subbidang Tindak Lanjut Hasil Penelitian. Pasal 757 (1) Subbidang Data. kerja sama. Informasi dan Diseminasi. Informasi dan diseminasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan data. dokumentasi. serta pembinaan dan pengendalian teknis pelaksanaan penelitian produktivitas hutan oleh unit pelaksana teknis. publikasi dan diseminasi hasil penelitian di bidang produktivitas hutan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kebijakan urusan pengelolaan data dan informasi. informasi. (2) Subbidang Tindak Lanjut Hasil Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan fasilitasi uji coba tindak lanjut hasil penelitian. b. kerja sama dan pengelolaan hutan dengan tujuan khusus. serta perlindungan hak atas kekayaan intelektual di bidang produktivitas hutan serta pengelolaan hutan dengan tujuan khusus. fasilitasi uji coba tindak lanjut hasil penelitian dan perakitan teknologi. Pasal 756 Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian terdiri atas: a. penyiapan pelaksanaan kebijakan teknis urusan pengelolaan data dan informasi. perakitan teknologi. penyiapan pembinaan dan pengendalian teknis pelaksanaan penelitian produktivitas hutan oleh unit pelaksana teknis. penyiapan penyusunan kebijakan teknis pengelolaan data dan informasi. d. Subbidang Data. Pasal 755 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Pasal 754. publikasi. publikasi dan diseminasi hasil penelitian di bidang produktivitas hutan. dan diseminasi hasil penelitian.dan e. difusi dan pemanfaatan iptek. serta seminar dan pameran.

Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. dan penyiapan bahan laporan serta urusan kepegawaian. Pasal 761 (1) Subbagian Tata Usaha dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. Subbagian Keuangan dan Perlengkapan.192 Pasal 758 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan dan rumah tangga. kepegawaian dan ketatalaksanaan. pelaksanaan urusan ketatausahaan. tindak lanjut hasil pemeriksaan. keuangan dan barang milik negara. Bagian Keenam Pusat Penelitian dan Pengembangan Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan Pasal 762 Pusat Penelitian dan Pengembangan Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang keteknikan kehutanan dan pengolahan hasil hutan berdasarkan kebijakan Kepala Badan. ketatalaksanaan.dan b. kerumahtanggaan. Subbagian Tata Usaha dan Kepegawaian. kepegawaian serta ketatalaksanaan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan menyelenggarakan fungsi: . pelaksanaan urusan keuangan dan barang milik negara.dan b. Pasal 760 Bagian Tata Usaha terdiri atas: a. (2) Subbagian Keuangan dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan administrasi keuangan. Pasal 759 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pasal 758. Pasal 763 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pasal 762. penyusunan laporan keuangan dan pengelolaan barang milik negara dan pengelolaan laboratorium penelitian.

penyiapan pelaksanaan tugas di bidang penelitian keteknikan kehutanan dan pengolahan hasil hutan. Bagian Tata Usaha. Bidang Program dan Evaluasi Penelitian menyelenggarakan fungsi: a.dan e. Pasal 765 Bidang Program dan Evaluasi Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana.dan c. rencana dan program penelitian dan pengembangan di bidang keteknikan kehutanan dan pengolahan hasil hutan. penyiapan penyusunan kebijakan teknis penyusunan rencana dan program penelitian di bidang keteknikan kehutanan dan pengolahan hasil hutan. c. Pasal 766 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 765. Pasal 764 Pusat Penelitian dan Pengembangan Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan terdiri atas: a. Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian. Bidang Program dan Evaluasi Penelitian. serta penyiapan evaluasi.dan c. penyusunan kebijakan teknis.dan b. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. b. b. pelaksanaan tugas di bidang penelitian dan pengembangan keteknikan kehutanan dan pengolahan hasil hutan.193 a. pemantauan. Subbidang Program dan Anggaran Penelitian. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penelitian dan pengembangan keteknikan kehutanan dan pengolahan hasil hutan. pembinaan dan pengendalian teknis pelaksanaan penelitian keteknikan kehutanan dan pengolahan hasil hutan oleh unit pelaksana teknis. b. . Subbidang Evaluasi dan Pelaporan. Pasal 767 Bidang Program dan Evaluasi Penelitian terdiri atas: a. penyiapan pemantauan. program dan kegiatan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penelitian keteknikan kehutanan dan pengolahan hasil hutan. sintesa hasil penelitian serta pelaporan kegiatan penelitian di bidang keteknikan kehutanan dan pengolahan hasil hutan. d.

penyiapan pelaksanaan tugas di bidang pengelolaan data dan informasi. penyiapan pembinaan dan pengendalian teknis pelaksanaan penelitian dan pengembangan keteknikan kehutanan dan pengolahan hasil hutan pada unit pelaksana teknis. (2) Subbidang Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan pemantauan. penyiapan pemantauan. kerja sama serta pengelolaan hutan dengan tujuan khusus. Pasal 769 Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengelolaan data dan informasi. evaluasi termasuk evaluasi umpan balik pemanfaatan iptek. c. Subbidang Tindak Lanjut Hasil Penelitian . Pasal 770 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Pasal 769. Pasal 771 Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian terdiri atas: a. Subbidang Data. Informasi dan Diseminasi.194 Pasal 768 (1) Subbidang Program dan Anggaran Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan rencana. pembinaan dan pengendalian teknis penelitian dan pengembangan keteknikan kehutanan dan pengolahan hasil hutan pada unit pelaksana teknis. fasilitasi uji coba tindak lanjut hasil penelitian dan perakitan teknologi. publikasi dan diseminasi hasil penelitian. penyiapan penyusunan kebijakan teknis pengelolaan data dan informasi. program dan kegiatan penelitian di bidang keteknikan kehutanan dan pengolahan hasil hutan. d. Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian menyelenggarakan fungsi: a. fasilitasi uji coba tindak lanjut hasil penelitian dan perakitan teknologi. difusi dan pemanfaatan iptek. sintesa penelitian serta pelaporan Pusat. b.dan e. kerja sama. publikasi dan diseminasi hasil penelitian di bidang keteknikan dan pengolahan hasil hutan. serta perlindungan hak atas kekayaan intelektual di bidang keteknikan kehutanan dan pengolahan hasil hutan serta pengelolaan hutan dengan tujuan khusus. publikasi dan diseminasi hasil penelitian keteknikan dan pengolahan hasil hutan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pengelolaan data dan informasi.dan b. publikasi dan diseminasi hasil penelitian keteknikan dan pengolahan hasil hutan.

publikasi dan dokumentasi. diseminasi hasil penelitian serta pelaksanaan seminar dan pameran. pelaksanaan urusan keuangan dan barang milik negara. tindak lanjut hasil pemeriksaan penyusunan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. . Pasal 773 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan dan rumah tangga. serta pembinaan dan pengendalian teknis pelaksanaan penelitian dan pengembangan keteknikan kehutanan dan pengolahan hasil hutan pada unit pelaksana teknis.dan b. kepegawaian dan ketatalaksanaan. Pasal 776 (1) Subbagian Tata Usaha dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. Pasal 775 Bagian Tata Usaha terdiri atas: a. Pasal 774 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pasal 773. Subbagian Keuangan dan Perlengkapan. kerja sama dan pengelolaan hutan dengan tujuan khusus. pelaksanaan urusan ketatausahaan dan kepegawaian serta ketatalaksanaan. Informasi dan diseminasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan dan pengolahan bahan data dan informasi. ketatalaksanaan.195 Pasal 772 (1) Subbidang Data. (2) Subbagian Keuangan dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan administrasi keuangan. Subbagian Tata Usaha dan Kepegawaian. pengurusan perlindungan hak kekayaan intelektual hasil penelitian. perakitan teknologi. keuangan dan pengeloaan barang milik negara. laporan keuangan dan pengelolaan barang milik negara dan pengelolaan laboratorium penelitian. dan penyiapan bahan laporan serta urusan kepegawaian. kerumahtanggaan. (2) Subbidang Tindak Lanjut Hasil Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan fasilitasi uji coba tindak lanjut hasil penelitian.dan b.

Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian. sintesa hasil penelitian serta pelaporan kegiatan penelitian di bidang perubahan iklim dan kebijakan kehutanan. pemantauan. Bidang Program dan Evaluasi Penelitian. serta penyiapan evaluasi. pelaksanaan tugas di bidang penelitian dan pengembangan perubahan iklim dan kebijakan kehutanan.196 Bagian Ketujuh Pusat Penelitian dan Pengembangan Perubahan Iklim dan Kebijakan Pasal 777 Pusat Penelitian dan Pengembangan Perubahan Iklim dan Kebijakan mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang perubahan iklim dan kebijakan berdasarkan kebijakan Kepala Badan.dan c. Pasal 781 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pasal 780. Bagian Tata Usaha. Pusat Penelitian Kebijakan dan Perubahan Iklim menyelenggarakan fungsi: a. program dan kegiatan. Pasal 778 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pasal 777. d. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. penyusunan kebijakan teknis. Pasal 780 Bidang Program dan Evaluasi Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana.dan e. rencana dan program penelitian dan pengembangan di bidang perubahan iklim dan kebijakan kehutanan. b. Pasal 779 Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan dan Perubahan Iklim terdiri atas: a. c. pembinaan dan pengendalian teknis pelaksanaan penelitian perubahan iklim dan kebijakan kehutanan oleh unit pelaksana teknis. Bidang Program dan Evaluasi Penelitian menyelenggarakan fungsi: . b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penelitian dan pengembangan perubahan iklim dan kebijakan kehutanan.

publikasi dan diseminasi hasil penelitian perubahan iklim dan kebijakan kehutanan. publikasi dan diseminasi hasil penelitian perubahan iklim dan kebijakan kehutanan.dan . publikasi dan diseminasi hasil penelitian. penyiapan pemantauan. Pasal 783 (1) Subbidang Program dan Anggaran Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan rencana. penyiapan pelaksanaan tugas di bidang pengelolaan data dan informasi. b. Subbidang Program dan Anggaran.dan b. pembinaan dan pengendalian teknis penelitian dan pengembangan perubahan iklim dan kebijakan kehutanan pada unit pelaksana teknis. (2) Subbidang Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan pemantauan. program dan kegiatan penelitian di bidang perubahan iklim dan kebijakan kehutanan. penyiapan penyusunan kebijakan teknis penyusunan rencana dan program serta kerja sama penelitian di bidang perubahan iklim dan kebijakan kehutanan. Pasal 782 Bidang Program dan Evaluasi Penelitian terdiri atas: a. publikasi dan diseminasi hasil penelitian di bidang perubahan iklim dan kebijakan kehutanan. c. b.197 a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penelitian perubahan iklim dan kebijakan kehutanan. Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 785 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 784. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pengelolaan data dan informasi. evaluasi termasuk evaluasi umpan balik pemanfaatan iptek. sintesa penelitian serta pelaporan Pusat.dan c. kerja sama. penyiapan penyusunan kebijakan teknis pengelolaan data dan informasi. Subbidang Evaluasi dan Pelaporan. penyiapan pemantauan. Pasal 784 Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengelolaan data dan informasi. penyiapan pelaksanaan tugas di bidang penyusunan rencana dan program serta kerja sama penelitian perubahan iklim dan kebijakan kehutanan. serta perlindungan hak atas kekayaan intelektual di bidang perubahan iklim dan kebijakan kehutanan.

Subbidang Data. Informasi dan Diseminasi. Subbidang Tindak Lanjut Hasil Penelitian.dan b. Informasi dan diseminasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan dan pengolahan bahan data dan informasi.198 d. kerja sama. Pasal 787 (1) Subbidang Data. Subbagian Keuangan dan Perlengkapan. . Pasal 788 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan dan rumah tangga.dan b. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. keuangan dan barang milik negara. pelaksanaan urusan keuangan dan barang milik negara. kepegawaian dan ketatalaksanaan. pelaksanaan urusan ketatausahaan dan kepegawaian serta ketatalaksanaan. (2) Subbidang Tindak Lanjut Hasil Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan pengurusan perlindungan hak kekayaan intelektual hasil penelitian.dan b. Pasal 786 Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian terdiri atas: a. Pasal 790 Bagian Tata Usaha terdiri atas: a. penyiapan pembinaan dan pengendalian teknis pelaksanaan penelitian dan pengembangan perubahan iklim dan kebijakan kehutanan pada unit pelaksana teknis. Subbagian Tata Usaha dan Kepegawaian. serta pembinaan dan pengendalian teknis pelaksanaan penelitian dan pengembangan perubahan iklim dan kebijakan kehutanan pada unit pelaksana teknis. Pasal 789 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pasal 788. publikasi dan dokumentasi. diseminasi hasil penelitian serta pelaksanaan seminar dan pameran.

tindak lanjut hasil pemeriksaan. . penyusunan laporan keuangan dan pengelolaan barang milik negara. dan penyiapan bahan laporan serta urusan kepegawaian. (2) Subbagian Keuangan dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan administrasi keuangan. ketatalaksanaan. kerumahtanggaan.199 Pasal 791 (1) Subbagian Tata Usaha dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan.

GATT dan AFTA. organisasi nirlaba. b. Badan dan Inspektorat Jenderal. Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Perdagangan Internasional memberikan telaahan berkaitan dengan kontribusi sektor kehutanan dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional dan kontribusi sektor kehutanan dalam perdagangan internasional yang berkaitan dengan konvensi internasional antara lain WTO. d.dan e. Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga memberikan telaahan kepada Menteri Kehutanan berkaitan dengan upaya peningkatan hubungan kerjasama Kementerian Kehutanan dengan lembaga pemerintahan. d. Staf Ahli Menteri Bidang Revitalisasi Industri Kehutanan. b. c. c. Staf Ahli Menteri Bidang Keamanan Hutan. Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Perdagangan Internasional. yang tidak menjadi bidang tugas Sekretariat Jenderal. Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga.dan e. (2) Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah tertentu sesuai bidang keahliannya. Staf Ahli Menteri Bidang Keamanan Hutan memberikan telaahan kepada Menteri Kehutanan berkaitan dengan upaya-upaya peningkatan pengamanan hutan dan hasil hutan.200 BAB XI STAF AHLI Pasal 792 (1) Staf Ahli adalah unsur pembantu Menteri di bidang keahlian tertentu. Direktorat Jenderal. masyarakat baik lokal maupun internasional. . swasta. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. Staf Ahli Menteri Bidang Lingkungan dan Perubahan Iklim. (4) Staf Ahli mempunyai tugas : a. (3) Staf Ahli terdiri atas: a. Staf Ahli Menteri Bidang Lingkungan dan Perubahan Iklim memberikan telaahan kepada Menteri Kehutanan berkaitan dengan isu lingkungan dan percepatan program pelaksanaan penurunan emisi gas rumah kaca bidang Kehutanan melalui upaya-upaya mitigasi. adaptasi dan alih teknologi. serta peningkatan upaya pemberdayaan masyarakat. Staf Ahli Menteri Bidang Revitalisasi Industri Kehutanan memberikan telaahan kepada Menteri Kehutanan berkaitan dengan penguatan struktur dan sumberdaya industri kehutanan.

Staf Ahli dapat membangun jejaring kerja dan koordinasi dengan unit kerja terkait. .201 (5) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (4). (6) Staf Ahli dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal.

evaluasi dampak lingkungan. pemantauan. serta pengelolaan. Pasal 795 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal Standardisasi dan Lingkungan Kehutanan menyelenggarakan fungsi: 794. Pusat a. c. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 796 Pusat Standardisasi dan Lingkungan Kehutanan terdiri atas: . evaluasi dampak lingkungan.dan d. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. b. pelaksanaan tugas di bidang standardisasi produk. Pasal 794 Pusat Standardisasi dan Lingkungan Kehutanan mempunyai tugas melaksanakan perumusan bahan standardisasi. sertifikasi. dan penanganan perubahan iklim kehutanan. dan penanganan perubahan iklim kehutanan.202 BAB XII PUSAT STANDARDISASI DAN LINGKUNGAN KEHUTANAN Bagian Pertama Kedudukan. serta pengelolaan. pengelolaan dan evaluasi dampak lingkungan. evaluasi dampak lingkungan. (2) Pusat Standardisasi dan Lingkungan Kehutanan dipimpin oleh seorang Kepala. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang standardisasi produk. jasa kehutanan. jasa kehutanan. serta penanganan perubahan iklim di bidang kehutanan. Tugas dan Fungsi Pasal 793 (1) Pusat Standardisasi dan Lingkungan Kehutanan adalah unsur penunjang pelaksana tugas Kementerian di bidang standardisasi dan lingkungan kehutanan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri melalui Sekretaris Jenderal. penyusunan kebijakan teknis di bidang standardisasi produk. serta pengelolaan. jasa kehutanan. dan penanganan perubahan iklim kehutanan.

Pasal 799 Bidang Standardisasi terdiri atas: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang perumusan standardisasi produk dan jasa kehutanan serta standardisasi proses pengelolaan hutan. jasa kehutanan. Bidang Standardisasi menyelenggarakan fungsi: a. dan standardisasi proses pengelolaan hutan. jasa kehutanan. Bidang Lingkungan Kehutanan. pemantauan. Subbidang Perumusan Standar. Pasal 800 (1) Subbidang Perumusan Standar mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas. Subbagian Tata Usaha. Bidang Perubahan Iklim. dan standardisasi proses pengelolaan hutan. jasa kehutanan.dan b. penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang standardisasi produk. dan pengelolaan hutan. penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang standardisasi produk. c. dan standardisasi proses pengelolaan hutan. penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis di bidang standardisasi produk. b. (2) Subbidang Penerapan Standar mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas. Subbidang Penerapan Standar. b.dan d. Pasal 798 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 797. pemantauan. . jasa kehutanan. Pasal 797 Bidang Standardisasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan penerapan kebijakan standardisasi produk.203 a. Bidang Standardisasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penerapan standardisasi produk dan jasa kehutanan serta standardisasi proses pengelolaan hutan.dan c.

Pasal 803 Bidang Lingkungan Kehutanan terdiri atas: a. pemantauan dan evaluasi dampak lingkungan di bidang kehutanan.204 Pasal 801 Bidang Lingkungan Kehutanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penerapan kebijakan pengelolaan. b. penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang pengelolaan. pemantauan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pemantauan dan evaluasi dampak lingkungan kehutanan. Pasal 802 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 801. pemantauan dan evaluasi dampak lingkungan kehutanan. penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pengelolaan. Pasal 804 (1) Subbidang Pelayanan Pengelolaan Lingkungan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas. Subbidang Evaluasi Pengelolaan Dampak Lingkungan. Subbidang Pelayanan Pengelolaan Lingkungan. (2) Subbidang Evaluasi Pengelolaan Dampak Lingkungan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas. Pasal 805 Bidang Perubahan Iklim mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penerapan kebijakan penanganan perubahan iklim di bidang kehutanan. Bidang Lingkungan Kehutanan menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan dan evaluasi dampak lingkungan kehutanan.dan c. . pemantauan. pemantauan dan evaluasi dampak lingkungan kehutanan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pelayanan pengelolaan lingkungan kehutanan.dan b. penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis di bidang pengelolaan.

evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penanganan perubahan iklim kehutanan yang meliputi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. pemantauan. penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang penanganan perubahan iklim kehutanan yang meliputi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. dan pelaporan Pusat. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penilaian usulan kegiatankegiatan yang berkaitan dengan perubahan iklim kehutanan. Pasal 807 Bidang Penanganan Perubahan Iklim terdiri atas: a.dan c. Bidang Penanganan Perubahan Iklim menyelenggarakan fungsi: a. b. Subbidang Pelayanan Penanganan Perubahan Iklim. keuangan. pemantauan. (2) Subbidang Pengembangan Penanganan Perubahan Iklim mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas. .dan b.205 Pasal 806 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 805. kerumahtanggaan. penyiapan bahan pemantauan. Pasal 809 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Bidang Standardisasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang perubahan iklim kehutanan termasuk pengembangan kerja sama. Pasal 808 (1) Subbidang Pelayanan Penanganan Perubahan Iklim mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas. Subbidang Pengembangan Penanganan Perubahan Iklim. penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis di bidang penanganan perubahan iklim kehutanan yang meliputi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. kepegawaian.

Tugas dan Fungsi Pasal 810 (1) Pusat Hubungan Masyarakat adalah unsur penunjang pelaksana tugas Kementerian di bidang hubungan masyarakat yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri melalui Sekretaris Jenderal. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang publikasi serta hubungan masyarakat. Pusat Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan. b.dan d. rencana dan program di bidang publikasi serta hubungan masyarakat. (2) Pusat Hubungan Masyarakat dipimpin oleh seorang Kepala. pelaksanaan tugas di bidang publikasi serta hubungan masyarakat. b. penyusunan kebijakan teknis. . c. Pasal 812 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 811. Pasal 811 Pusat Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan publikasi kehutanan serta hubungan masyarakat berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.206 BAB XIII PUSAT HUBUNGAN MASYARAKAT Bagian Pertama Susunan. Bidang Pemberitaan dan Publikasi. Subbagian Tata Usaha. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 813 Pusat Hubungan Masyarakat terdiri atas: a. Bidang Hubungan Antar Lembaga.dan c. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat.

(2) Subbidang Analisis Berita dan Publikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas. pemantauan. lembaga pendidikan. lembaga pemerintah. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang analisis berita dan publikasi. lembaga pendidikan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pemberitaan. riset dan teknologi. dunia usaha. pemantauan. Pasal 815 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814. Bidang Pemberitaan dan Publikasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 818 Bidang Hubungan Antar Lembaga mempunyai tugas melaksanakan hubungan dengan lembaga Negara. lembaga pemerintah. b. dunia usaha. Pasal 817 (1) Subbidang Pemberitaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas. Pasal 819 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 818. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pemberitaan dan publikasi. Bidang Hubungan Antar Lembaga menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pemantauan. Subbidang Pemberitaan.dan b. riset dan teknologi. penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis di bidang hubungan dengan lembaga Negara.207 Pasal 814 Bidang Pemberitaan dan Publikasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penerapan kebijakan pemberitaan dan publikasi. Subbidang Analisis Berita dan Publikasi.dan c. penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis di bidang pemberitaan dan publikasi. penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang pemberitaan dan publikasi. Pasal 816 Bidang Pemberitaan dan Publikasi terdiri atas: a. .

lembaga pemerintah.dan c. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional bertanggungjawab kepada Kepala Bidang Informasi. pemantauan. penyiapan bahan pemantauan. dan pelaporan Pusat. dunia usaha. keuangan. kepegawaian. riset dan teknologi. Subbidang Hubungan Lembaga Non Pemerintah. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas hubungan dengan lembaga non pemerintah serta fasilitasi pelaksanaan hubungan dengan lembaga non pemerintah. .208 b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang hubungan dengan lembaga negara dan pemerintah serta fasilitasi pelaksanaan hubungan dengan lembaga negara dan pemerintah. pemantauan. riset dan teknologi. lembaga pemerintah. lembaga pendidikan. (2) Subbidang Hubungan Lembaga Non Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang hubungan dengan lembaga Negara. kerumahtanggaan. dunia usaha.dan b. Subbidang Hubungan Lembaga Negara dan Pemerintah. lembaga pendidikan. penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang hubungan dengan lembaga Negara. Pasal 821 (1) Subbidang Hubungan Lembaga Negara dan Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas. Pasal 822 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. Pasal 820 Bidang Hubungan Antar Lembaga terdiri atas: a.

pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat.dan d.209 BAB XIV PUSAT KERJA SAMA LUAR NEGERI Pasal 823 (1) Pusat Kerja Sama Luar Negeri adalah unsur penunjang pelaksanaan tugas Kementerian di bidang kerja sama luar negeri yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri melalui Sekretaris Jenderal. b. c. Pusat Kerja Sama Luar Negeri menyelenggarakan fungsi: a. Bidang Kerja sama Teknik. b. Bidang Bilateral dan Regional. pelaksanaan tugas di bidang hubungan dan kerja sama luar negeri bilateral dan multilateral serta kerja sama dengan lembaga swadaya masyarakat (NGO) internasional. Bidang Multilateral. (2) Pusat Kerja Sama Luar Negeri dipimpin oleh seorang Kepala. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang hubungan dan kerja sama luar negeri bilateral dan multilateral serta kerja sama dengan lembaga swadaya masyarakat (NGO) internasional. . Pasal 826 Pusat Kerja Sama Luar Negeri terdiri atas: a. pemantauan. rencana dan program di bidang hubungan dan kerja sama luar negeri bilateral dan multilateral serta kerja sama dengan lembaga swadaya masyarakat (NGO) internasional.dan c. Pasal 825 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 824. Pasal 824 Pusat Kerja Sama Luar Negeri mempunyai tugas melaksanakan hubungan dan kerja sama luar negeri. penyusunan kebijakan teknis.

210

Pasal 827 Bidang Bilateral dan Regional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penerapan kebijakan di bidang negosiasi, pengkajian dan pelaksanaan hubungan dan kerja sama bilateral dan regional, serta pemantauan tindak lanjut kerja sama bilateral dan regional. Pasal 828 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 827, Bidang Bilateral dan Regional menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis di bidang hubungan kerja sama bilateral dan regional; b. penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang hubungan kerja sama bilateral dan regional; c. penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang hubungan kerja sama bilateral dan regional; d. penyusunan naskah perjanjian luar negeri dalam rangka kerja sama bilateral dan regional; e. pemantauan dan penilaian hubungan kerja sama bilateral dan regional;dan f. koordinasi hubungan kerja sama bilateral dan regional. Pasal 829 Bidang Bilateral dan Regional terdiri atas: a. Subbidang Bilateral Amerika dan Eropa;dan b. Subbidang Bilateral Asia, Afrika, Australia dan Regional. Pasal 830 (1) Subbidang Bilateral Amerika dan Eropa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas, pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas penilaian pelaksanaan kerja sama bilateral wilayah Amerika dan Eropa. (2) Subbidang Bilateral Asia, Afrika, Australia dan Regional mempunyai melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas, pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas penilaian pelaksanaan kerja sama wilayah Asia, Afrika, Australia dan Regional.

211

Pasal 831 Bidang Multilateral mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penerapan kebijakan di bidang negosiasi, pengkajian dan pelaksanaan hubungan dan kerja sama multirateral serta pemantauan tindak lanjut hasil-hasil konvensi internasional terkait dengan sektor kehutanan. Pasal 832 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 831, Bidang Multilateral menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis di bidang hubungan kerja sama multilateral; b. penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang hubungan kerja sama multilateral; c. penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang hubungan kerja sama multilateral; d. koordinasi penyusunan naskah perjanjian luar negeri dalam rangka kerja sama multilateral; e. pemantauan dan penilaian hubungan kerja sama multilateral;dan f. koordinasi hubungan kerja sama multilateral. Pasal 833 Bidang Multilateral terdiri atas:
a. Subbidang Konvensi dan Organisasi Internasional;dan b. Subbidang Organisasi Perserikatan Bangsa Bangsa.

Pasal 834 (1) Subbidang Konvensi dan Organisasi Internasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis, pemantauan, evaluasi dan pelaporan tugas di bidang tindak lanjut konvensi dan organisasi internasional. (2) Subbidang Organisasi Perserikatan Bangsa Bangsa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis, pemantauan, evaluasi dan pelaporan tugas kerja sama organisasi perserikatan bangsa-bangsa.

212

Pasal 835 Bidang Kerja sama Teknik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penerapan kebijakan di bidang urusan proyek-proyek kerja sama luar negeri. Pasal 836 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 835, Bidang Kerja sama Teknik menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis di bidang kerja sama teknik luar negeri; b. penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang kerja sama teknik luar negeri; c. penyiapan bahan pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang kerja sama teknik luar negeri, serta pelaksanaan proyek kerja sama luar negeri dan NGO internasional;dan d. fasilitasi perizinan perjalanan dinas ke luar negeri; Pasal 837 Bidang Kerja sama Teknik terdiri atas: a. Subbidang Kerja sama Teknik Luar Negeri I;dan b. Subbidang Kerja sama Teknik Luar Negeri II. Pasal 838 (1) Subbidang Kerja sama Teknik Luar Negeri I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas, pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pelaksanaan proyek-proyek kerja sama bilateral dan regional. (2) Subbidang Kerja sama Teknik Luar Negeri II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas, pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pelaksanaan proyek-proyek kerja sama multirateral dan LSM internasional. Pasal 839 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan tata usaha, kerumahtanggaan, kepegawaian, perlengkapan, penyusunan rencana dan pengelolaan keuangan serta pelaporan kegiatan Pusat. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Bilateral dan Regional.

213

BAB XV PUSAT PENGENDALIAN PEMBANGUNAN KEHUTANAN REGIONAL Bagian Pertama Kedudukan, Tugas dan Fungsi Pasal 840 (1) Pusat Pengendalian Pembangunan Kehutanan Regional adalah unsur penunjang pelaksanaan tugas Kementerian yang berada dibawah dan bertanggung jawab langsung kepada Menteri melalui Sekretaris Jenderal. (2) Pusat Pengendalian Pembangunan Kehutanan Regional dipimpin oleh seorang Kepala. (3) Wilayah kerja Pusat Pengendalian Pembangunan Kehutanan Regional terdiri atas: a. wilayah kerja Pusat Pengendalian Pembangunan Kehutanan Regional I meliputi Pulau Sumatera, Kepulauan Riau, Bangka Belitung dan sekitarnya; b. wilayah kerja Pusat Pengendalian Pembangunan Kehutanan Regional II meliputi Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara dan sekitarnya; c. wilayah kerja Pusat Pengendalian Pembangunan Kehutanan Regional III meliputi Pulau Kalimantan dan sekitarnya;dan d. wilayah kerja Pusat Pengendalian Pembangunan Kehutanan Regional IV meliputi Pulau Sulawesi, Kepulauan Maluku, Papua dan sekitarnya. Pasal 841 Pusat Pengendalian Pembangunan Kehutanan Regional mempunyai tugas melaksanakan penyusunan dan evaluasi perencanaan kehutanan di tingkat regional. Pasal 842 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pengendalian Kehutanan Regional menyelenggarakan fungsi: Pasal 841, Pusat

a. penyusunan kebijakan teknis di bidang perencanaan kehutanan di tingkat regional; b. pelaksanaan tugas di bidang perencanaan kehutanan di tingkat regional; c. pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang perencanaan kehutanan di tingkat regional;dan d. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat.

214

Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 843 Pusat Pengendalian Pembangunan Kehutanan Regional, terdiri atas: a. Bidang Perencanaan Kehutanan Regional; b. Bidang Evaluasi Perencanaan Kehutanan Regional;dan c. Subbagian Tata Usaha. Pasal 844 Bidang Perencanaan Kehutanan Regional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penerapan kebijakan di bidang penyusunan rencana kehutanan regional. Pasal 845 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 844, Bidang Perencanaan Kehutanan Regional menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis di bidang penyusunan rencana kehutanan regional serta penyusunan rencana dan program pusat; b. penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang penyusunan rencana kehutanan regional;dan c. penyiapan bahan pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penyusunan rencana kehutanan regional. Pasal 846 Bidang Perencanaan Kehutanan terdiri atas: a. Subbidang Perencanaan Kehutanan I;dan b. Subbidang Perencanaan Kehutanan II. Pasal 847 (1) Subbidang Perencanaan Kehutanan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas, pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang perencanaan Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam, Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial, dan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan di tingkat regional serta penyusunan rencana dan program pusat.

penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang pemantauan. evaluasi perencanaan kehutanan di tingkat regional. Pasal 849 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 848. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas perencanaan pembangunan kehutanan bidang Planologi Kehutanan. penyiapan bahan pelaporan kinerja pembangunan kehutanan di tingkat regional. b. evaluasi perencanaan kehutanan di tingkat regional. serta Penelitian dan Pengembangan Kehutanan. pemantauan. evaluasi perencanaan kehutanan di tingkat regional. Pasal 851 (1) Subbidang Evaluasi Perencanaan Kehutanan I tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan dan pelaksanaan tugas.dan b. .dan d. Usaha Kehutanan. Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan. Pasal 848 Bidang Evaluasi Perencanaan Kehutanan Regional mempunyai tugas mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penerapan kebijakan di bidang pemantauan. Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan di tingkat regional. pemantauan.215 (2) Subbidang Perencanaan Kehutanan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas. Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial. penyiapan bahan pemantauan. (2) Subbidang Evaluasi Perencanaan Kehutanan II tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan dan pelaksanaan tugas. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pemantauan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang perencanaan Planologi Kehutanan. Pasal 850 Bidang Evaluasi Kinerja terdiri atas: a. pemantauan. Subbidang Evaluasi Perencanaan Kehutanan II. c. Usaha Kehutanan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang perencanaan pembangunan kehutanan Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam. Subbidang Evaluasi Perencanaan Kehutanan I. Bidang Evaluasi Perencanaan Kehutanan Regional menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis di bidang pemantauan. evaluasi perencanaan kehutanan di tingkat regional.

dan c. norma. pengelolaan dana pengelolaan dana . Bidang Operasional. penyusunan rencana. Pasal 855 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 854. program dan anggaran Pusat. d. Bidang Analisis dan Evaluasi. penyaluran dan pengembalian dana bergulir untuk pembiayaan pembangunan hutan tanaman. BAB XVI PUSAT PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN HUTAN Pasal 853 (1) Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Menteri Kehutanan. Pasal 854 Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan keuangan. Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan menyelenggarakan fungsi: a. (2) Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan dipimpin oleh seorang Kepala. prosedur dan kriteria bergulir untuk pembiayaan pembangunan hutan tanaman. kerumahtanggaan dan pelaporan Pusat. b. Bagian Keuangan dan Umum. b. norma. Pasal 856 Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan terdiri atas: a. analisis kredit dan pengendalian resiko pembiayaan. keuangan. prosedur dan kriteria bergulir untuk pembiayaan pembangunan hutan tanaman. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Bidang Evaluasi Kinerja. standar. perumusan kebijakan. kepegawaian.dan e.216 Pasal 852 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. c. pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan urusan tata usaha dan keuangan. standar. yang secara teknis dibina oleh Direktur Jenderal Bina Usaha Kehutanan dan secara administratif dibina oleh Sekretariat Jenderal.

dan b. Pasal 861 Bidang Operasional mempunyai tugas melaksanakan perencanaan. penyaluran. penyelesaian pinjaman dana bergulir dan restrukturisasi pinjaman dana bergulir bermasalah. dan penagihan dana pinjaman. Pasal 858 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 857. penyelesaian pinjaman dana bergulir dan restrukturisasi pinjaman dana bergulir bermasalah. dan pengkajian skema-skema pinjaman dana bergulir. Subbidang Analisis Pinjaman. penyelamatan. penyusunan penganggaran dalam rangka pengeluaran jangka menengah. (2) Subbidang Evaluasi Pinjaman mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi kinerja peminjam dana bergulir dan pengendalian resiko pembiayaan. penyiapan rencana makro. melaksanakan evaluasi kinerja peminjam dana bergulir. Pasal 860 (1) Subbidang Analisis Pinjaman mempunyai tugas melakukan pengkajian skema-skema pinjaman. analisa pinjaman. serta penilaian kualitas atas kolektibilitas pinjaman dana bergulir. Bidang Analisis dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a.dan c. melaksanakan analisis kredit dan evaluasi kinerja debitur dan pelaporan serta data dan informasi. pengendalian resiko pembiayaan. pelaksanaan analisa. Pasal 859 Bidang Analisis dan Evaluasi terdiri atas: a. penilaian atas kolektibilitas. b. penyiapan rencana makro pinjaman dan penyusunan rencana penganggaran dalam kerangka pengeluaran jangka menengah dana bergulir. pengembalian. Subbidang Evaluasi Pinjaman. penyelamatan. .217 Pasal 857 Bidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana makro pinjaman dana bergulir.

pengurusan kenotariatan.dan g. Sulawesi. Bali. Subbidang Operasional II. Pasal 863 Bidang Operasional terdiri atas: a. penyusunan dan pengadministrasian perjanjian pinjaman dana bergulir. perencanaan pengembalian pinjaman dana bergulir. dan penyelesaian agunan kredit bagi penerima pinjaman di wilayah Kalimantan. penyusunan dan pengadministrasian perjanjian pinjaman dana bergulir. f. Pasal 865 Bagian Keuangan dan Umum mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rancangan anggaran pendapatan belanja. Irian Jaya Barat dan Papua. (2) Subbidang Operasional II mempunyai tugas perencanaan pengembalian dan pengembalian pinjaman dana bergulir.dan b. akuntansi dan pelaporan keuangan. pembinaan dan pelatihan kepada penerima pinjaman dan pendamping. d. perencanaan dan pelaksanaan penyaluran pinjaman dana bergulir. urusan tata usaha keuangan. b. penyusunan dan pengadministrasian perjanjian pinjaman dana bergulir. pembinaan dan pelatihan kepada penerima pinjaman dan pendamping. pemantauan penggunaan dana pinjaman dalam rangka pengembalian pinjaman. penyelesaian agunan kredit bagi penerima pinjaman Hutan Tanaman Industri. pengurusan kenotariatan. Nusa Tenggara Timur dan Maluku. administrasi pengelola keuangan. penyelesaian utang piutang. c. . pengurusan kenotariatan. Pasal 864 (1) Subbidang Operasional I mempunyai tugas melakukan perencanaan pengembalian dan pengembalian pinjaman dana bergulir. pembinaan dan pelatihan kepada penerima pinjaman dan pendamping. Subbidang Operasional I. Jawa.218 Pasal 862 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 861. perbendaharaan. e. Bidang Operasional menyelenggarakan fungsi: a. serta melaksanakan urusan ketatausahaan dan kehumasan. verifikasi. pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak. dan penyelesaian agunan kredit bagi penerima pinjaman di wilayah Sumatera. Nusa Tenggara Barat.

verifikasi. kepegawaian dan kehumasan. perlengkapan. akuntansi dan pelaporan keuangan Pusat. penyusunan rencana penganggaran dalam rangka pengeluaran jangka menengah. kepegawaian dan kehumasan. pelaksanaan urusan ketatausahaan. pengelolaan urusan keuangan. sistem informasi manajemen keuangan. . penyelenggaraan sistem informasi manajemen keuangan. penyelesaian utang piutang.dan b. f. evaluasi.dan i. Pasal 868 (1) Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana bisnis dan anggaran.219 Pasal 866 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 865. penyusunan kebijakan pengelolaan barang. perbendaharaan. h. serta penyelesaian utang piutang. Subbagian Umum. dokumen pelaksanaan anggaran. e. Subbagian Keuangan. penyusunan rencana bisnis anggaran. Pasal 867 Bagian Keuangan dan Umum terdiri atas: a. Bagian Keuangan dan Umum menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan akuntansi dan penyusunan laporan keuangan. d. b. c. pelaporan pelaksanaan anggaran. dan pendapatan dan belanja. asset tetap dan investasi Pusat. pengelolaan kas. penyiapan dokumen pelaksanaan anggaran Pusat. perlengkapan. (2) Subbagian Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan ketatausahaan. g.

220 BAB XVII Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 869 Pada lingkungan Kementerian Kehutanan dapat dibentuk kelompok jabatan fungsional sesuai kebutuhan. . Pasal 871 (1) Kelompok jabatan fungsional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 870. terdiri atas sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya. (2) Masing-masing kelompok jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditetapkan oleh Kepala Unit Organisasi. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 870 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (3) Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.

Sekretaris Inspektorat Jenderal. tembusan laporan wajib disampaikan pula kepada satuan organisasi yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja. menyampaikan laporan kepada pimpinan unit Eselon I masingmasing. dan Sekretaris Badan. wajib mengambil langkah-langkah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. setiap pimpinan satuan organisasi lingkup Sekretariat Jenderal. Pasal 876 Dalam menyampaikan laporan kepada atasan.221 BAB XVIII TATA KERJA Pasal 872 Dalam melaksanakan tugas. Inspektorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian wajib menerapkan prinsip koordinasi. integrasi dan sinkronisasi di lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi di dalam Kementerian serta dengan instansi lain di luar Kementerian sesuai dengan tugas masing-masing. Pasal 875 Para Kepala Biro/Pusat. Direktorat Jenderal. Pasal 874 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk serta bertanggung jawab kepada atasan masing-masing dan menyampaikan laporan berkala tepat pada waktunya. selanjutnya Sekretaris Jenderal menyusun laporan Kementerian. . Sekretaris Direktorat Jenderal. Pasal 873 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengawasi pelaksanaan tugas bawahan masing-masing dan apabila terjadi penyimpangan pelaksanaan tugas. Pasal 877 Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahan wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk menyusun laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan.

dinyatakan tidak berlaku. fungsi.13/Menhut-II/2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Kehutanan. .64/Menhut-II/2008 tentang Perubahan Kelima Atas Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P. (2) Rumusan tugas. BAB XIX UNIT PELAKSANA TEKNIS Pasal 879 (1) Di lingkungan Kementerian dapat dibentuk Unit Pelaksana Teknis berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. susunan organisasi dan tata kerja Unit Pelaksana Teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (1).13/Menhut-II/2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kehutanan yang telah diubah lima kali yang terakhir diubah dengan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor P.222 Pasal 878 Dalam melakukan tugas setiap pimpinan satuan organisasi dibantu oleh Kepala Satuan Organisasi dibawahnya dan dalam rangka pemberian bimbingan kepada bawahan wajib mengadakan rapat berkala. Pasal 881 Dengan berlakunya Peraturan Menteri ini. ditetapkan oleh Menteri setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. BAB XX KETENTUAN PERALIHAN Pasal 880 Perubahan atas susunan organisasi dan tata kerja menurut Peraturan ini ditetapkan oleh Menteri setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. maka Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.

Kepala Biro Hukum dan Organisasi ttd. PATRIALIS AKBAR BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2010 NOMOR 405 Salinan sesuai dengan aslinya Plt. ZULKIFLI HASAN Diundangkan di Jakarta pada tanggal 25 Agustus 2010 MENTERI HUKUM DAN HAM REPUBLIK INDONESIA. ttd. 19540711 198203 1 002 . MUDJIHANTO SOEMARMO NIP.223 Pasal 882 Peraturan Menteri Kehutanan ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. ttd. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 20 Agustus 2010 MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA. Peraturan Menteri Kehutanan ini diundangkan dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia. Agar setiap orang mengetahuinya.

STRUKTUR ORGANISASI KEMENTERIAN KEHUTANAN STAF AHLI MENTERI MENTERI KEHUTANAN INSPEKTORAT JENDERAL SEKRETARIAT JENDERAL Staf Ahli Menteri 1. Bidang Revitalisasi Industri Kehutanan 2. Bidang Keamanan Hutan DIREKTORAT JENDERAL PLANOLOGI KEHUTANAN DIREKTORAT JENDERAL PERLINDUNGAN HUTAN DAN KONSERVASI ALAM DIREKTORAT JENDERAL BINA PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI DAN PERHUTANAN SOSIAL DIREKTORAT JENDERAL BINA USAHA KEHUTANAN BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SDM KEHUTANAN BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEHUTANAN . Bidang Lingkungan dan Perubahan Iklim 4.1 Lampiran Bab II. Bidang Hubungan Antar Lembaga 5. Bidang Ekonomi dan Perdagangan Internasional 3.

II. STRUKTUR ORGANISASI PUSAT DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN KEHUTANAN MENTERI KEHUTANAN SEKRETARIAT JENDERAL PUSAT STANDARDISASI DAN LINGKUNGAN PUSAT HUBUNGAN MASYARAKAT PUSAT KERJASAMA LUAR NEGERI PUSAT PENGENDALIAN PEMBANGUNAN REGIONAL I. III.1. IV PUSAT PEMBIAYAAN PEMBANGUN AN HUTAN .2 Lampiran II.

STRUKTUR ORGANISASI SEKRETARIAT JENDERAL SEKRETARIAT JENDERAL BIRO PERENCANAAN BIRO KEPEGAWAIAN BIRO HUKUM & ORGANISASI BIRO KEUANGAN BIRO UMUM .3 Lampiran Bab III.

STRUKTUR ORGANISASI BIRO PERENCANAAN . BIRO PERENCANAAN BAGIAN RENCANA UMUM KEHUTANAN BAGIAN PROGRAM ANGGARAN BAGIAN EVALUASI BAGIAN DATA DAN INFORMASI SUBBAGIAN RENCANA PEMBANGUNAN SUBBAGIAN PROGRAM ANGGARAN I SUBBAGIAN EVALUASI I SUBBAGIAN PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA SUBBAGIAN RENCANA MAKRO SUBBAGIAN PROGRAM ANGGARAN II SUBBAGIAN EVALUASI II SUBBAGIAN STATISTIK SUBBAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN PROGRAM ANGGARAN BANTUAN LUAR NEGERI SUBBAGIAN EVALUASI III SUBBAGIAN SISTEM INFORMASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .4 Lampiran Bab III-1.

5 Lampiran Bab III-2. PEMBERHENTIAN DAN PEMENSIUNAN SUBBAGIAN DATA DAN INFORMASI KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN TATA USAHA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL . BIRO KEPEGAWAIAN BAGIAN PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN KEPEGAWAIAN BAGIAN MUTASI PEGAWAI BAGIAN TATA USAHA KEPEGAWAIAN BAGIAN ADMINISTRASI JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN RENCANA FORMASI DAN PENGADAAN SUBBAGIAN KEPANGKATAN SUBBAGIAN TATA NASKAH PEGAWAI SUBBAGIAN ADMINISTRASI PENILAIAN ANGKA KREDIT SUBBAGIAN RENCANA KARIER SUBBAGIAN MUTASI JABATAN SUBBAGIAN DISIPLIN DAN KESEJAHTERAAN PEGAWAI SUBBAGIAN EVALUASI JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN PENGEMBANGAN KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN PENGANGKATAN. STRUKTUR ORGNISASI BIRO KEPEGAWAIAN .

STRUKTUR ORGANISASI BIRO HUKUM DAN ORGANISASI .6 Lampiran Bab III-3. BIRO HUKUM DAN ORGANISASI BAGIAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN BAGIAN PENELAAHAN HUKUM BAGIAN PENANGANAN PERKARA DAN BANTUAN HUKUM BAGIAN KELEMBAGAAN SUBBAGIAN PERATURAN PERUNDANGUNDANGAN I SUBBAGIAN PENELAAHAN HUKUM I SUBBAGIAN BANTUAN HUKUM I SUBBAGIAN ORGANISASI DAN TATA LAKSANA I SUBBAGIAN PERATURAN PERUNDANGUNDANGAN II SUBBAGIAN PENELAAHAN HUKUM II SUBBAGIAN BANTUAN HUKUM II SUBBAGIAN ORGANISASI DAN TATA LAKSANA II SUBBAGIAN PERATURAN PERUNDANGUNDANGAN III SUBBAGIAN PENELAAHAN HUKUM III SUBBAGIAN BANTUAN HUKUM III SUBBAGIAN TATA USAHA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

STRUKTUR ORGANISASI BIRO KEUANGAN BIRO KEUANGAN BAGIAN INVESTASI DAN PELAKSANAAN ANGGARAN BAGIAN PENERIMAAN NEGARA BAGIAN PERBENDAHARAAN BAGIAN AKUNTANSI DAN PELAPORAN SUBBAGIAN PENGELOLAAN INVESTASI SUBBAGIAN PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK KAYU SUBBAGIAN PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK NON KAYU SUBBAGIAN TATA LAKSANA KEUANGAN SUBBAGIAN AKUNTANSI DAN PELAPORAN I SUBBAGIAN PENYELESAIAN UTANG PIUTANG SUBBAGIAN VERIFIKASI SUBBAGIAN AKUNTANSI DAN PELAPORAN II SUBBAGIAN AKUNTANSI DAN PELAPORAN III SUBBAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN PENYELESAIAN KERUGIAN NEGARA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .7 Lampiran Bab III-4.

8 Lampiran Bab III-5. STRUKTUR ORGANISASI BIRO UMUM BIRO UMUM BAGIAN TATA USAHA KEMENTERIAN BAGIAN TATA USAHA PIMPINAN BAGIAN RUMAH TANGGA BAGIAN PERLENGKAPAN SUBBAGIAN PERSURATAN SUBBAGIAN TATA USAHA MENTERI SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN PERENCANAAN DAN PENGADAAN KEBUTUHAN SUBBAGIAN PENGELOLA KARYA CETAK DAN KEPUSTAKAAN SUBBAGIAN TATA USAHA SEKRETARIS JENDERAL SUBBAGIAN URUSAN DALAM SUBBAGIAN PENGELOLAAN BARANG MILIK NEGARA SUBBAGIAN KEARSIPAN DAN DOKUMENTASI SUBBAGIAN PROTOKOL SUBBAGIAN PENGELOLAAN KENDARAAN DINAS SUBBAGIAN PENATAUSAHAAN BARANG MILIK NEGARA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

9 Lampiran BAB IV. STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT JENDERAL PLANOLOGI KEHUTANAN DIREKTORAT JENDERAL PLANOLOGI KEHUTANAN SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT PERENCANAAN KAWASAN HUTAN DIREKTORAT PENGUKUHAN DAN PENATAGUNAAN KAWASAN HUTAN DIREKTORAT INVENTARISASI DAN PEMANTAUAN SUMBERDAYA HUTAN DIREKTORAT PENGGUNAAN KAWASAN HUTAN DIREKTORAT WILAYAH PENGELOLAAN DAN PENYIAPAN AREAL PEMANFAATAN HUTAN UNIT PELAKSANA TEKNIS .

ORGANISASI DAN TATA LAKSANA BAGIAN KEUANGAN DAN UMUM BAGIAN HUKUM DAN KERJASAMA TEKNIK SUBBAGIAN PROGRAM DAN ANGGARAN SUBBAGIAN DATA DAN INFORMASI SUBBAGIAN ADMINISTRASI KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN PERATURAN PERUNDANGUNDANGAN SUBBAGIAN ADMINISTRASI JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN ADMINISTRASI KEUANGAN SUBBAGIAN PERLENGKAPAN SUBBAGIAN PERTIMBANGAN DAN BANTUAN HUKUM SUBBAGIAN EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBAGIAN ORGANISASI DAN TATA LAKSANA SUBBAGIAN KERJASAMA TEKNIK KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL . STRUKTUR ORGANISASI SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PLANOLOGI LANOLOGI KEHUTANAN SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PLANOLOGI KEHUTANAN BAGIAN PROGRAM DAN EVALUASI BAGIAN KEPEGAWAIAN.10 Lampiran Bab IV-1.

DAN NUSA TENGGARA SEKSI JARINGAN KOMUNIKASI DATA KEHUTANAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL . STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT PERENCANAAN KAWASAN HUTAN DIREKTORAT PERENCANAAN KAWASAN HUTAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PERENCANAAN MAKRO KAWASAN HUTAN SUBDIREKTORAT PENATAAN RUANG HUTAN WILAYAH I SUBDIREKTORAT PENATAAN RUANG HUTAN WILAYAH II SUBDIREKTORAT STATISTIK DAN JARINGAN KOMIUNIKASI DATA KEHUTANAN SEKSI PENYUSUNAN RENCANA KAWASAN HUTAN SEKSI PENATAAN RUANG KAWASAN HUTAN WILAYAH SUMATERA SEKSI PENATAAN RUANG KAWASAN HUTAN WILAYAH KALIMANTAN DAN SULAWESI SEKSI PENATAAN RUANG KAWASAN HUTAN WILAYAH MALUKU DAN PAPUA SEKSI STATISTIK KEHUTANAN SEKSI EVALUASI RENCANA KAWASAN HUTAN SEKSI PENATAAN RUANG KAWASAN HUTAN WILAYAH JAWA. BALI.11 Lampiran Bab IV-2.

BALI. DAN NUSA TENGGARA SEKSI PENGUKUHAN KAWASAN HUTAN WILAYAH MALUKU DAN PAPUA SEKSI PERUBAHAN FUNGSI DAN PENYEDIAAN AREAL TRANSMIGRASI WILAYAH I SEKSI PERUBAHAN FUNGSI DAN PENYEDIAAN AREAL TRANSMIGRASI WILAYAH II SEKSI DOKUMENTASI KAWASAN HUTAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .12 Lampiran Bab IV-3. STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT PENGUKUHAN DAN PENATAGUNAAN KAWASAN HUTAN DIREKTORAT PENGUKUHAN DAN PENATAGUNAAN KAWASAN HUTAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PENGUKUHAN KAWASAN HUTAN WILAYAH I SUBDIREKTORAT PENGUKUHAN KAWASAN HUTAN WILAYAH II SUBDIREKTORAT PERUBAHAN FUNGSI DAN PERUNTUKAN KAWASAN HUTAN WILAYAH I SUBDIREKTORAT PERUBAHAN FUNGSI DAN PERUNTUKAN KAWASAN HUTAN WILAYAH II SUBDIREKTORAT INFORMASI DAN DOKUMENTASI KAWASAN HUTAN SEKSI PENGUKUHAN KAWASAN HUTAN WILAYAH SUMATERA SEKSI PENGUKUHAN KAWASAN HUTAN WILAYAH KALIMANTAN DAN SULAWESI SEKSI PELEPASAN DAN TUKAR MENUKAR KAWASAN HUTAN WILAYAH I SEKSI PELEPASAN DAN TUKAR MENUKAR KAWASAN HUTAN WILAYAH II SEKSI INFORMASI KAWASAN HUTAN SEKSI PENGUKUHAN KAWASAN HUTAN WILAYAH JAWA.

13 Lampiran Bab IV-4. STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT INVENTARISASI DAN PEMANTAUAN SUMBERDAYA HUTAN DIREKTORAT INVENTARISASI DAN PEMANTAUAN SUMBERDAYA HUTAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT INVENTARISASI SUMBERDAYA HUTAN SUBDIREKTORAT PEMANTAUAN SUMBERDAYA HUTAN SUBDIREKTORAT PEMETAAN POTENSI SUMBERDAYA HUTAN SUBDIREKTORAT JARINGAN DATA SPASIAL SEKSI INVENTARISASI HUTAN SEKSI PEMANTAUAN SUMBERDAYA HUTAN TINGKAT NASIONAL DAN WILAYAH SEKSI INFORMASI PETA SUMBERDAYA HUTAN SEKSI PENGELOLAAN BASIS DATA SPASIAL SEKSI PENGELOLAAN JARINGAN DATA SPASIAL SEKSI INVENTARISASI SOSIAL BUDAYA SEKSI PEMANTAUAN SUMBERDAYA HUTAN TINGKAT UNIT SEKSI DOKUMENTASI PETA SUMBERDAYA HUTAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT PENGGUNAAN KAWASAN HUTAN DIREKTORAT PENGGUNAAN KAWASAN HUTAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PENGGUNAAN KAWASAN HUTAN WILAYAH I SUBDIREKTORAT PENGGUNAAN KAWASAN HUTAN WILAYAH II SUBDIREKTORAT PNBP PENGGUNAAN KAWASAN HUTAN SUBDIREKTORAT INFORMASI PENGGUNAAN KAWASAN HUTAN SEKSI PENGGUNAAN UNTUK PERTAMBANGAN SEKSI PENGGUNAAN UNTUK PERTAMBANGAN SEKSI PNBP PENGGUNAAN KAWASAN HUTAN UNTUK PERTAMBANGAN SEKSI PNBP PENGGUNAAN KAWASAN HUTAN UNTUK NON PERTAMBANGAN SEKSI INFORMASI PENGGUNAAN KAWASAN HUTAN WILAYAH I SEKSI INFORMASI PENGGUNAAN KAWASAN HUTAN WILAYAH II SEKSI PENGGUNAAN UNTUK NON PERTAMBANGAN SEKSI PENGGUNAAN UNTUK NON PERTAMBANGAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .14 Lampiran Bab IV-5.

15 Lampiran Bab IV-6. STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT WILAYAH PENGELOLAAN DAN PENYIAPAN AREAL PEMANFAATAN KAWASAN HUTAN DIREKTORAT WILAYAH PENGELOLAAN DAN PENYIAPAN AREAL PEMANFAATAN KAWASAN HUTAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PEMBENTUKAN WILAYAH PENGELOLAAN HUTAN SUBDIREKTORAT PENYIAPAN AREAL PEMANFAATAN HUTAN WILAYAH I SUBDIREKTORAT PENYIAPAN AREAL PEMANFAATAN HUTAN WILAYAH II SUBDIREKTORAT INFORMASI WILAYAH PENGELOLAAN DAN PEMANFAATAN KAWASAN HUTAN SEKSI PEMBENTUKAN WILAYAH PENGELOLAAN HUTAN WILAYAH I SEKSI PEMBENTUKAN WILAYAH PENGELOLAAN HUTAN WILAYAH II SEKSI PENYIAPAN AREAL PEMANFAATAN HUTAN ALAM WILAYAH I SEKSI PENYIAPAN AREAL PEMANFAATAN HUTAN ALAM WILAYAH II SEKSI INFORMASI WILAYAH PENGELOLAAN SEKSI INFORMASI PEMANFAATAN KAWASAN HUTAN SEKSI PENYIAPAN AREAL PEMANFAATAN HUTAN TANAMAN WILAYAH I SEKSI PENYIAPAN AREAL PEMANFAATAN HUTAN TANAMAN WILAYAH II KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

16 Lampiran BAB V. STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT JENDERAL PERLINDUNGAN HUTAN DAN KONSERVASI ALAM DIREKTORAT JENDERAL PERLINDUNGAN HUTAN DAN KONSERVASI ALAM SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT PENYIDIKAN DAN PENGAMANAN HUTAN DIREKTORAT PENGENDALIAN KEBAKARAN HUTAN DIREKTORAT KAWASAN KONSERVASI DAN BINA HUTAN LINDUNG DIREKTORAT KONSERVASI KEANEKARAGAMAN HAYATI DIREKTORAT PEMANFAATAN JASA LINGKUNGAN KAWASAN KONSERVASI DAN HUTAN LINDUNG UNIT PELAKSANA TEKNIS .

17 Lampiran Bab V-1. STRUKTUR ORGANISASI SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PERLINDUNGAN HUTAN DAN KONSERVASI ALAM SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PHKA BAGIAN PROGRAM DAN EVALUASI BAGIAN KEPEGAWAIAN. ORGANISASI DAN TATA LAKSANA BAGIAN KEUANGAN DAN UMUM BAGIAN HUKUM DAN KERJASAMA TEKNIK SUBBAGIAN PROGRAM DAN ANGGARAN SUBBAGIAN DATA DAN INFORMASI SUBBAGIAN ADMINISTRASI KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN PERATURAN PERUNDANGUNDANGAN SUBBAGIAN PERTIMBANGAN & BANTUAN HUKUM SUBBAGIAN ADMINISTRASI JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN ADMINISTRASI KEUANGAN SUBBAGIAN PERLENGKAPAN SUBBAGIAN EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBAGIAN ORGANISASI DAN TATA LAKSANA SUBBAGIAN KERJASAMA TEKNIK KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

18 Lampiran Bab V-2. STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT PENYIDIKAN DAN PENGAMANAN HUTAN DIREKTORAT PENYIDIKAN DAN PENGAMANAN HUTAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUB DIREKTORAT PROGRAM DAN EVALUASI PENYIDIKAN DAN PENGAMANAN SUB DIREKTORAT PENYIDIKAN DAN PENGAMANAN WILAYAH I SUB DIREKTORAT PENYIDIKAN DAN PENGAMANAN WILAYAH II SUB DIREKTORAT PENYIDIKAN DAN PENGAMANAN WILAYAH III SUB DIREKTORAT DUKUNGAN OPERASI SEKSI PROGRAM SEKSI PEMBALAKAN ILEGAL DAN TUMBUHAN DAN SATWA LIAR WILAYAH I SEKSI PEMBALAKAN ILEGAL DAN TUMBUHAN DAN SATWA LIAR WILAYAH II SEKSI PERAMBAHAN HUTAN DAN KEBAKARAN WILAYAH II SEKSI PEMBALAKAN ILEGAL DAN TUMBUHAN DAN SATWA LIAR WILAYAH III SEKSI POLISI KEHUTANAN DAN PPNS SEKSI EVALUASI SEKSI PERAMBAHAN HUTAN DAN KEBAKARAN WILAYAH I SEKSI PERAMBAHAN HUTAN DAN KEBAKARAN WILAYAH III SEKSI SARANA DAN PRASARANA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT PENGENDALIAN KEBAKARAN HUTAN DIREKTORAT PENGENDALIAN KEBAKARAN HUTAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUB DIREKTORAT PROGRAM DAN EVALUASI PENGENDALIAN KEBAKARAN HUTAN SUB DIREKTORAT MONITORING HOTSPOT DAN PENCEGAHAN KEBAKARAN HUTAN SUB DIREKTORAT PEMADAMAN DAN PENANGANAN DAMPAK PASCA KEBAKARAN HUTAN SUB DIREKTORAT TENAGA DAN SARANA PRASARANA PENGENDALIAN KEBAKARAN HUTAN SEKSI PROGRAM SEKSI MONITORING HOTSPOT SEKSI PEMADAMAN DAN PENANGANAN DAMPAK PASCA KEBAKARAN HUTAN WILAYAH I SEKSI PEMADAMAN DAN PENANGANAN DAMPAK PASCA KEBAKARAN HUTAN SEKSI TENAGA SEKSI EVALUASI SEKSI PENCEGAHAN KEBAKARAN HUTAN SEKSI SARANA DAN PRASARANA WILAYAH II KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .19 Lampiran Bab V-3.

PERAIRAN DAN EKOSISTEM ESENSIAL WILAYAH I SEKSI BINA DAERAH PENYANGGA KAWASAN PELESTARIAN ALAM DAN TAMAN BURU SEKSI BINA DAERAH PENYANGGA KAWASAN SUAKA ALAM SEKSI PENGEMBANGAN DAN PERPETAAN SEKSI TAMAN WISATA ALAM. TAMAN HUTAN RAYA DAN TAMAN BURU SEKSI SUAKA MARGASATWA DAN HUTAN LINDUNG SEKSI KONSERVASI LAHAN BASAH. PERAIRAN DAN EKOSISTEM ESENSIAL SUB DIREKTORAT BINA DAERAH PENYANGGA SEKSI PEMOLAAN SEKSI TAMAN NASIONAL SEKSI CAGAR ALAM SEKSI KONSERVASI LAHAN BASAH. STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT KAWASAN KONSERVASI DAN BINA HUTAN LINDUNG DIREKTORAT KAWASAN KONSERVASI DAN BINA HUTAN LINDUNG SUBBAGIAN TATA USAHA SUB DIREKTORAT PEMOLAAN DAN PENGEMBANGAN SUB DIREKTORAT KAWASAN PELESTARIAN ALAM DAN TAMAN BURU SUB DIREKTORAT KAWASAN SUAKA ALAM DAN HUTAN LINDUNG SUB DIREKTORAT KONSERVASI LAHAN BASAH. PERAIRAN DAN EKOSISTEM ESENSIAL WILAYAH II KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .20 Lampiran Bab V-4.

21 Lampiran Bab V-5. STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT KONSERVASI KEANEKARAGAMAN HAYATI DIREKTORAT KONSERVASI KEANEKARAGAMAN HAYATI SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PROGRAM DAN KONVENSI SUBDIREKTORAT PENGAWETAN DAN PEMANFAATAN JENIS SUBDIREKTORAT PENANGKARAN JENIS SUBDIREKTORAT LEMBAGA KONSERVASI DAN PERBURUAN SUBDIREKTORAT TERTIB PEREDARAN SEKSI PROGRAM SEKSI PEMBINAAN POPULASI DAN HABITAT SEKSI PENANGKARAN VERTEBRATA SEKSI LEMBAGA KONSERVASI SEKSI PEREDARAN DALAM NEGERI SEKSI KONVENSI SEKSI PENGEMBANGAN SUMBER DAYA GENETIK SEKSI AVERTEBRATA DAN TUMBUHAN LIAR SEKSI PERBURUAN SEKSI PEREDARAN LUAR NEGERI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

22 Lampiran Bab V-6. STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT PEMANFAATAN JASA LINGKUNGAN KAWASAN KONSERVASI DAN HUTAN LINDUNG DIREKTORAT PEMANFAATAN JASA LINGKUNGAN KAWASAN KONSERVASI DAN HUTAN LINDUNG SUBBAGIAN TATA USAHA SUB DIREKTORAT PROGRAM DAN EVALUASI PEMANFAATAN JASA LINGKUNGAN SUB DIREKTORAT PEMANFAATAN JASA LINGKUNGAN SUB DIREKTORAT PEMANFAATAN WISATA ALAM SUB DIREKTORAT BINA CINTA ALAM SUB DIREKTORAT PROMOSI DAN PEMASARAN KONSERVASI ALAM SEKSI PROGRAM SEKSI PEMANFAATAN JASA LINGKUNGAN TAMAN NASIONAL SEKSI PEMANFAATAN WISATA ALAM TAMAN NASIONAL SEKSI PEMANFAATAN WISATA ALAM NON TAMAN NASIONAL DAN HUTAN LINDUNG SEKSI PENGEMBANGAN BINA CINTA ALAM SEKSI DATA DAN INFORMASI SEKSI EVALUASI SEKSI PEMANFAATAN JASA LINGKUNGAN NON TAMAN NASIONAL DAN HUTAN LINDUNG SEKSI PEMANTAUAN DAN INFORMASI BINA CINTA ALAM SEKSI PUBLIKASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT JENDERAL BINA PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI DAN PERHUTANAN SOSIAL DIREKTORAT JENDERAL BINA PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI DAN PERHUTANAN SOSIAL SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT PERENCANAAN DAN EVALUASI PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI DIREKTORAT BINA REHABILITASI HUTAN DAN LAHAN DIREKTORAT BINA PERHUTANAN SOSIAL DIREKTORAT BINA PERBENIHAN TANAMAN HUTAN UNIT PELAKSANA TEKNIS .23 Lampiran VI.

24 Lampiran Bab VI-1. STRUKTUR ORGANISASI SEKRETARIAT DIREKTORAT BINA PENGELOLAAN DAERAH LAAN ALIRAN SUNGAI DAN PERHUTANAN SOSIAL SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BINA PENGELOLAAN DAS DAN PERHUTANAN SOSIAL BAGIAN PROGRAM DAN EVALUASI BAGIAN KEPEGAWAIAN DAN ORGANISASI TATA LAKSANA BAGIAN KEUANGAN DAN UMUM BAGIAN HUKUM DAN KERJASAMA TEKNIK SUBBAGIAN PROGRAM DAN ANGGARAN SUBBAGIAN DATA DAN INFORMASI SUBBAGIAN ADMINISTRASI KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN ADMINISTRASI JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN SUBBAGIAN ADMINISTRASI KEUANGAN SUBBAGIAN PERTIMBANGAN DAN BANTUAN HUKUM SUBBAGIAN EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBAGIAN ORGANISASI DAN TATA LAKSANA SUBBAGIAN PERLENGKAPAN SUBBAGIAN KERJASAMA TEKNIK KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT PERENCANAAN DAN EVALUASI PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI DIREKTORAT PERENCANAAN DAN EVALUASI PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PEMOLAAN PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI SUBDIREKTORAT KELEMBAGAAN PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI SUBDIREKTORAT TEKNIK PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI SUBDIREKTORAT EVALUASI PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI SEKSI PERENCANAAN SEKSI IDENTIFIKASI KELEMBAGAAN PENGELOLAAN DAS SEKSI FASILITASI PENGEMBANGAN KELEMBAGAAN PENGELOLAAN DAS SEKSI IDENTIFIKASI TEKNIK PENGELOLAAN DAS SEKSI PENGEMBANGAN TEKNIK PENGELOLAAN DAS SEKSI EVALUASI BIOFISIK SEKSI DATA DAN INFORMASI SEKSI EVALUASI SOSIAL. EKONOMI DAN KELEMBAGAAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .25 Lampiran Bab VI-2.

26 Lampiran Bab VI-3. RAWA DAN GAMBUT SUBDIREKTORAT REKLAMASI HUTAN DAN KONSERVASI TANAH SEKSI PERENCANAAN REHABILITASI HUTAN DAN LAHAN SEKSI REHABILITASI HUTAN LINDUNG DAN HUTAN KONSERVASI SEKSI HUTAN RAKYAT SEKSI REHABILITASI HUTAN MANGROVE DAN HUTAN PANTAI SEKSI KONSERVASI TANAH SEKSI DATA DAN INFORMASI SEKSI REHABILITASI HUTAN PRODUKSI SEKSI HUTAN KOTA DAN PENGHIJAUAN LINGKUNGAN SEKSI REHABILITASI RAWA DAN GAMBUT SEKSI REKLAMASI HUTAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL . HUTAN PANTAI. STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT BINA REHABILITASI HUTAN DAN LAHAN DIREKTORAT BINA REHABILITASI HUTAN DAN LAHAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PEMOLAAN REHABILITASI HUTAN DAN LAHAN SUBDIREKTORAT REHABILITASI HUTAN SUBDIREKTORAT REHABILITASI LAHAN SUBDIREKTORAT REHABILITASI HUTAN MANGROVE.

27 Lampiran Bab VI-4. STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT BINA PERHUTANAN SOSIAL DIREKTORAT BINA PERHUTANAN SOSIAL SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PEMOLAAN PERHUTANAN SOSIAL SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN HUTAN KEMASYARAKATAN SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN HUTAN DESA SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN HUTAN HAK DAN KEMITRAAN SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN USAHA PERHUTANAN SOSIAL SEKSI PERENCANAAN PERHUTANAN SOSIAL SEKSI DATA DAN INFORMASI SEKSI PENYIAPAN PENGEMBANGAN HUTAN KEMASYARAKATAN SEKSI BIMBINGAN TEKNIS HUTAN KEMASYARAKATAN SEKSI PENYIAPAN PENGEMBANGAN HUTAN DESA SEKSI BIMBINGAN TEKNIS HUTAN DESA SEKSI PENYIAPAN PENGEMBANGAN HUTAN HAK DAN KEMITRAAN SEKSI BIMBINGAN TEKNIS HUTAN HAK DAN KEMITRAAN SEKSI PENYIAPAN PENGEMBANGAN USAHA SEKSI BIMBINGAN TEKNIS PENGEMBANGAN USAHA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT BINA PERBENIHAN TANAMAN HUTAN DIREKTORAT BINA PERBENIHAN TANAMAN HUTAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PEMOLAAN PERBENIHAN TANAMAN HUTAN SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN USAHA PERBENIHAN SUBDIREKTORAT PENGENDALIAN PEREDARAN BENIH SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN SUMBER BENIH DAN SUMBER DAYA GENETIK SEKSI PERENCANAAN SEKSI BIMBINGAN USAHA SEKSI PERUMUSAN STANDAR PEREDARAN SEKSI PENERAPAN STANDAR PEREDARAN SEKSI PENGEMBANGAN SUMBER BENIH SEKSI PENGEMBANGAN SUMBER DAYA GENETIK SEKSI DATA DAN INFORMASI SEKSI BIMBINGAN KELEMBAGAAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .28 Lampiran Bab VI-5.

29 Lampiran VII. STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT JENDERAL BINA USAHA KEHUTANAN DIREKTORAT JENDERAL BINA USAHA KEHUTANAN SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT BINA RENCANA PEMANFAATAN DAN USAHA KAWASAN DIREKTORAT BINA USAHA HUTAN ALAM DIREKTORAT BINA USAHA HUTAN TANAMAN DIREKTORAT BINA IURAN DAN PEREDARAN HASIL HUTAN DIREKTORAT BINA PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL HUTAN UNIT PELAKSANA TEKNIS .

STRUKTUR ORGANISASI SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BINA USAHA NDERAL KEHUTANAN SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BINA USAHA KEHUTANAN BAGIAN PROGRAM DAN EVALUASI BAGIAN KEPEGAWAIAN & ORGANISASI TATA LAKSANA BAGIAN KEUANGAN DAN UMUM BAGIAN HUKUM DAN KERJASAMA TEKNIK SUBBAGIAN PROGRAM DAN ANGGARAN SUBBAGIAN DATA DAN INFORMASI SUBBAGIAN ADMINISTRASI KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN ADMINISTRASI JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN ADMINISTRASI KEUANGAN SUBBAGIAN PERLENGKAPAN SUBBAGIAN PERATURAN PERUNDANGUNDANGAN SUBBAGIAN PERTIMBANGAN & BANTUAN HUKUM SUBBAGIAN EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBAGIAN ORGANISASI DAN TATA LAKSANA SUBBAGIAN KERJASAMA TEKNIK KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .30 Lampiran Bab VII-1.

31 Lampiran Bab VII-2. STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT BINA RENCANA PEMANFAATAN DAN USAHA KAWASAN DIREKTORAT BINA RENCANA PEMANFAATAN DAN USAHA KAWASAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PEMOLAAN PEMANFAATAN KAWASAN HUTAN SUBDIREKTORAT PEMANFAATAN HASIL HUTAN BUKAN KAYU SUBDIREKTORAT USAHA JASA LINGKUNGAN SUBDIREKTORAT PENILAIAN KINERJA USAHA KAWASAN DAN JASA LINGKUNGAN SEKSI PEMANFAATAN KAWASAN WILAYAH I SEKSI PEMANFAATAN HASIL HUTAN BUKAN KAYU WILAYAH I SEKSI USAHA JASA LINGKUNGAN WILAYAH I SEKSI PENILAIAN KINERJA USAHA WILAYAH I SEKSI PEMANFAATAN KAWASAN WILAYAH II SEKSI PEMANFAATAN HASIL HUTAN BUKAN KAYU WILAYAH II SEKSI USAHA JASA LINGKUNGAN WILAYAH II SEKSI PENILAIAN KINERJA USAHA WILAYAH II KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

32 Lampiran Bab VII-3. STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT BINA USAHA HUTAN ALAM DIREKTORAT BINA USAHA HUTAN ALAM SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PENYIAPAN PEMANFAATAN HUTAN ALAM SUBDIREKTORAT RENCANA KERJA PEMANFAATAN HUTAN ALAM SUBDIREKTORAT PRODUKSI HUTAN ALAM SUBDIREKTORAT PENILAIAN KINERJA USAHA PEMANFAATAN HUTAN ALAM SEKSI PENYIAPAN WILAYAH I SEKSI RENCANA KERJA WILAYAH I SEKSI PRODUKSI WILAYAH I SEKSI PENILAIAN KINERJA USAHA WILAYAH I SEKSI PENYIAPAN WILAYAH II SEKSI RENCANA KERJA WILAYAH II SEKSI PRODUKSI WILAYAH II SEKSI PENILAIAN KINERJA USAHA WILAYAH II KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

33 Lampiran Bab VII-4. STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT BINA USAHA HUTAN TANAMAN AN DIREKTORAT BINA USAHA HUTAN TANAMAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT HUTAN TANAMAN INDUSTRI SUBDIREKTORAT HUTAN TANAMAN RAKYAT SUBDIREKTORAT RENCANA KERJA DAN PRODUKSI SUBDIREKTORAT PENILAIAN KINERJA USAHA PEMANFAATAN HUTAN TANAMAN SEKSI HUTAN TANAMAN INDUSTRI WILAYAH I SEKSI HUTAN TANAMAN INDUSTRI WILAYAH II SEKSI HUTAN TANAMAN RAKYAT WILAYAH I SEKSI HUTAN TANAMAN RAKYAT WILAYAH II SEKSI RENCANA KERJA DAN PRODUKSI WILAYAH I SEKSI RENCANA KERJA DAN PRODUKSI WILAYAH II SEKSI PENILAIAN KINERJA USAHA WILAYAH I SEKSI PENILAIAN KINERJA USAHA WILAYAH II KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

34 Lampiran Bab VII-5. STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT BINA IURAN KEHUTANAN DAN PEREDARAN HASIL HUTAN DIREKTORAT BINA IURAN KEHUTANAN DAN PEREDARAN HASIL HUTAN

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBDIREKTORAT PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK

SUBDIREKTORAT PEREDARAN HASIL HUTAN

SUBDIREKTORAT PENGUKURAN DAN PENGUJIAN HASIL HUTAN

SUBDIREKTORAT PENERTIBAN PEREDARAN HASIL HUTAN

SEKSI PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK WILAYAH I

SEKSI TATA USAHA HASIL HUTAN

SEKSI PENGUKURAN DAN PENGUJIAN HASIL HUTAN KAYU SEKSI PENGUKURAN DAN PENGUJIAN HASIL HUTAN BUKAN KAYU

SEKSI PENERTIBAN PEREDARAN HASIL HUTAN WILAYAH I

SEKSI PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK WILAYAH II

SEKSI TANDA LEGALITAS HASIL HUTAN

SEKSI PENERTIBAN PEREDARAN HASIL HUTAN WILAYAH II

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

35 Lampiran Bab VII-6. STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT BINA PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL HUTAN DIREKTORAT BINA PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL HUTAN

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBDIREKTORAT PEMOLAAN PENGOLAHAN HASIL HUTAN

SUBDIREKTORAT PENGENDALIAN BAHAN BAKU DAN INDUSTRI PRIMER

SUBDIREKTORAT PENILAIAN KINERJA INDUSTRI DAN PEMASARAN HASIL HUTAN

SEKSI
PENYIAPAN PENGOLAHAN INDUSTRI PRIMER

SEKSI PENGENDALIAN BAHAN BAKU

SEKSI KINERJA INDUSTRI

SEKSI PENGOLAHAN INDUSTRI PRIMER

SEKSI PRODUKSI INDUSTRI PRIMER

SEKSI PEMASARAN HASIL HUTAN

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

36 Lampiran VIII. STRUKTUR ORGANISASI INSPEKTORAT JENDERAL

INSPEKTORAT JENDERAL

SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL

INSPEKTORAT I

INSPEKTORAT II

INSPEKTORAT III

INSPEKTORAT IV

INSPEKTORAT INVESTIGASI

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBBAGIAN TATA USAHA

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR

37 Lampiran Bab VIII.1 STRUKTUR ORGANISASI SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL

BAGIAN PROGRAM DAN PELAPORAN

BAGIAN ANALISIS LAPORAN HASIL PENGAWASAN

BAGIAN PEMANTAUAN TINDAK LANJUT

BAGIAN UMUM

SUBBAGIAN PROGRAM

SUBBAGIAN ANALISIS LAPORAN HASIL PENGAWASAN I

SUBBAGIAN PEMANTAUAN TINDAK LANJUT I

SUBBAGIAN TATA PERSURATAN DAN KEUANGAN

SUBBAGIAN DATA DAN PELAPORAN

SUBBAGIAN ANALISIS LAPORAN HASIL PENGAWASAN II

SUBBAGIAN PEMANTAUAN TINDAK LANJUT II

SUBBAGIAN RUMAH TANGGA DAN KEPEGAWAIAN

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

38 Lampiran IX.STRUKTUR ORGANISASI BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SUMBERDAYA MANUSIA KEHUTANAN
BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SUMBERDAYA MANUSIA KEHUTANAN

SEKRETARIAT BADAN

PUSAT PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN

PUSAT PELAYANAN PENYULUHAN KEHUTANAN

PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEHUTANAN

UNIT PELAKSANA TEKNIS

ORGANISASI & TATA LAKSANA BAGIAN KEUANGAN DAN UMUM SUBBAGIAN PROGRAM SUBBAGIAN DATA DAN INFORMASI SUBBAGIAN ADMINISTRASI KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN KEUANGAN SUBBAGIAN ANGGARAN SUBBAGIAN EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBAGIAN ADMINISTRASI JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN KERJASAMA SUBBAGIAN DISSEMINASI. STRUKTUR ORGANISASI SEKRETARIAT BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SUMBERDAYA MANUSIA KEHUTANAN SEKRETARIAT BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SUMBERDAYA MANUSIA KEHUTANAN BAGIAN PROGRAM DAN KERJA SAMA BAGIAN EVALUASI DAN PERPUSTAKAAN BAGIAN KEPEGAWAIAN.39 Lampiran Bab IX-1. HUKUM. PUBLIKASI DAN PERPUSTAKAAN SUBBAGIAN HUKUM. ORGANISASI DAN TATA LAKSANA SUBBAGIAN PERLENGKAPAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

STRUKTUR ORGANISASI PUSAT PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN PUSAT PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN SUBBAGIAN TATA USAHA BIDANG METODE. MATERI DAN ALAT BANTU PENYULUHAN BIDANG PROGRAMA SUBBIDANG METODE DAN MATERI PENYULUHAN SUBBIDANG PENYUSUNAN PROGRAMA SUBBIDANG SARANA DAN ALAT BANTU PENYULUHAN SUBBIDANG BIMBINGAN TEKNIS PENYUSUNAN PROGRAMA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .40 Lampiran Bab IX-2.

STRUKTUR ORGANISASI PUSAT PELAYANAN PENYULUHAN KEHUTANAN PUSAT PELAYANAN PENYULUHAN KEHUTANAN SUBBAGIAN TATA USAHA BIDANG PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BIDANG PEMBINAAN PENYULUH SUBBIDANG BIMBINGAN TEKNIS SUBBIDANG PENYULUH SWASTA DAN SWADAYA SUBBIDANG PEMBINAAN KELEMBAGAAN SUBBIDANG APARATUR PENYULUH KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .41 Lampiran Bab IX-3.

42 Lampiran Bab IX-4. STRUKTUR ORGANISASI PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEHUTANAN PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEHUTANAN BAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN TATA USAHA DAN KEUANGAN SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN BIDANG PENGEMBANGAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN BIDANG PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN BIDANG PENGELOLAAN PENDIDIKAN SUBBIDANG PERENCANAAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN SUBBIDANG MONITORING EVALUASI DAN PELAPORAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN SUBBIDANG PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TEKNIS SUBBIDANG PENDIDIKAN MENENGAH SUBBIDANG PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENJENJANGAN SUBBIDANG PENDIDIKAN LANJUTAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

43 Lampiran X. STRUKTUR ORGANISASI BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEHUTANAN BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEHUTANAN SEKRETARIAT BADAN PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KONSERVASI DAN REHABILITASI SUMBERDAYA ALAM PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PENINGKATAN PRODUKTIFITAS HUTAN PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HASIL HUTAN PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN DAN PERUBAHAN IKLIM UNIT PELAKSANA TEKNIS .

44 Lampiran Bab X-1. HUKUM. ORGANISASI DAN TATA LAKSANA SUBBAGIAN PERLENGKAPAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL . PUBLIKASI DAN PERPUSTAKAAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN KERJASAMA SUBBAGIAN HUKUM. ORGANISASI DAN TATA LAKSANA BAGIAN KEUANGAN DAN UMUM SUBBAGIAN PROGRAM SUBBAGIAN DATA DAN INFORMASI SUBBAGIAN ADMINISTRASI KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN ADMINISTRASI JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN KEUANGAN SUBBAGIAN ANGGARAN SUBBAGIAN EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBAGIAN DISSEMINASI. STRUKTUR ORGANISASI SEKRETARIAT BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEHUTANAN SEKRETARIAT BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEHUTANAN BAGIAN PROGRAM DAN KERJA SAMA BAGIAN EVALUASI DAN PERPUSTAKAAN BAGIAN KEPEGAWAIAN.

45 Lampiran Bab X-2. STRUKTUR ORGANISASI PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KONSERVASI DAN REHABILITASI SUMBERDAYA ALAM PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KONSERVASI DAN REHABILITASI SUMBER DAYA ALAM BAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN TATA USAHA DAN KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN KEUANGAN DAN PERLENGKAPAN BIDANG PROGRAM DAN EVALUASI PENELITIAN BIDANG PENGEMBANGAN DATA DAN TINDAK LANJUT PENELITIAN SUBBIDANG PROGRAM DAN ANGGARAN PENELITIAN SUBBIDANG EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBIDANG DATA. INFORMASI DAN DISEMINASI SUBBIDANG TINDAK LANJUT HASIL PENELITIAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

46 Lampiran Bab X-3. INFORMASI DAN DISEMINASI SUBBIDANG TINDAK LANJUT HASIL PENELITIAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL . STRUKTUR ORGANISASI PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PENINGKATAN PRODUKTIFITAS HUTAN PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PENINGKATAN PRODUKTIFITAS HUTAN BAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN TATA USAHA DAN KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN KEUANGAN DAN PERLENGKAPAN BIDANG PROGRAM DAN EVALUASI PENELITIAN BIDANG PENGEMBANGAN DATA DAN TINDAK LANJUT PENELITIAN SUBBIDANG PROGRAM DAN ANGGARAN PENELITIAN SUBBIDANG EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBIDANG DATA.

47 Lampiran Bab X-4. STRUKTUR ORGANISASI PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HASIL HUTAN PUSAT PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PENELITIAN DAN HASIL HUTAN PENGEMBANGAN HASIL HUTAN BAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN TATA USAHA DAN KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN KEUANGAN DAN PERLENGKAPAN BIDANG PROGRAM DAN EVALUASI PENELITIAN BIDANG PENGEMBANGAN DATA DAN TINDAK LANJUT PENELITIAN SUBBIDANG PROGRAM DAN ANGGARAN PENELITIAN SUBBIDANG EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBIDANG DATA. INFORMASI DAN DISEMINASI SUBBIDANG TINDAK LANJUT HASIL PENELITIAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

INFORMASI DAN DISEMINASI SUBBIDANG TINDAK LANJUT HASIL PENELITIAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .48 Lampiran Bab X-5. STRUKTUR ORGANISASI PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN DAN PERUBAHAN IKLIM PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN DAN PERUBAHAN IKLIM BAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN TATA USAHA DAN KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN KEUANGAN DAN PERLENGKAPAN BIDANG PROGRAM DAN EVALUASI PENELITIAN BIDANG PENGEMBANGAN DATA DAN TINDAK LANJUT PENELITIAN SUBBIDANG PROGRAM DAN ANGGARAN PENELITIAN SUBBIDANG EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBIDANG DATA.

STRUKTUR ORGANISASI PUSAT STANDARDISASI DAN LINGKUNGAN PUSAT STANDARDISASI DAN LINGKUNGAN SUBBAGIAN TATA USAHA BIDANG STANDARDISASI BIDANG LINGKUNGAN KEHUTANAN BIDANG PERUBAHAN IKLIM SUBBIDANG PERUMUSAN STANDAR SUBBIDANG PELAYANAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN SUBBIDANG EVALUASI PENGELOLAAN DAMPAK LINGKUNGAN SUBBIDANG PELAYANAN PENANGANAN PERUBAHAN IKLIM SUBBIDANG EVALUASI PENANGANAN PERUBAHAN IKLIM SUBBIDANG PENERAPAN STANDAR KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .49 Lampiran Bab XII.

STRUKTUR ORGANISASI PUSAT HUBUNGAN MASYARAKAT TRUKTUR PUSAT HUBUNGAN MASYARAKAT SUBBAGIAN TATA USAHA BIDANG PEMBERITAAN DAN PUBLIKASI BIDANG HUBUNGAN ANTAR LEMBAGA SUBBIDANG PEMBERITAAN SUBBIDANG LEMBAGA NEGARA DAN PEMERINTAH SUBBIDANG ANALISIS BERITA DAN PUBLIKASI SUBBIDANG LEMBAGA NON PEMERINTAH KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .50 Lampiran Bab XIII.

STRUKTUR ORGANISASI PUSAT KERJASAMA LUAR NEGERI PUSAT KERJASAMA LUAR NEGERI SUBBAGIAN TATA USAHA BIDANG BILATERAL DAN REGIONAL BIDANG MULTILATERAL BIDANG KERJASAMA TEKNIK SUBBIDANG BILATERAL AMERIKA & EROPA SUBBIDANG KONVENSI DAN ORGANISASI INTERNASIONAL SUBBIDANG KERJASAMA TEKNIK LUAR NEGERI I SUBBIDANG KERJASAMA TEKNIK LUAR NEGERI II SUBBIDANG BILATERAL ASIA. AFRIKA. AUSTRALIA DAN REGIONAL SUBBIDANG ORGANISASI PESERIKATAN BANGSABANGSA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .51 Lampiran Bab XIV.

STRUKTUR ORGANISASI PUSAT PENGENDALIAN PEMBANGUNAN KEHUTANAN REGIONAL UNAN PUSAT PENGENDALIAN PEMBANGUNAN KEHUTANAN REGIONAL SUBBAGIAN TATA USAHA BIDANG PERENCANAAN KEHUTANAN REGIONAL BIDANG EVALUASI PERENCANAAN KEHUTANAN REGIONAL SUBBIDANG PERENCANAAN KEHUTANAN I SUBBIDANG EVALUASI PERENCANAAN KEHUTANAN I SUBBIDANG PERENCANAAN KEHUTANAN II SUBBIDANG EVALUASI PERENCANAAN KEHUTANAN II KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .52 Lampiran Bab XV.

STRUKTUR ORGANISASI PUSAT PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN HUTAN PUSAT PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN HUTAN BAGIAN KEUANGAN DAN UMUM SUBBAGIAN KEUANGAN SUBBAGIAN UMUM BIDANG ANALISIS DAN EVALUASI BIDANG OPERASIONAL SUBBIDANG ANALISIS PINJAMAN SUBBIDANG OPERASIONAL I SUBBIDANG EVALUASI PINJAMAN SUBBIDANG OPERASIONAL II KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .53 Lampiran Bab XVI.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful