PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : P.

40/Menhut-II/2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN KEHUTANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa sebagai pelaksanaan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara dan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas dan Fungsi Kementerian Negara, Serta Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara dipandang perlu menetapkan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kehutanan. : 1. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara; 2. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi Kementerian Negara Serta Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara; 3. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 84/P Tahun 2009. Memperhatikan : Persetujuan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dalam surat Nomor B/1727/M.PAN-RB/7/2010 tanggal 29 Juli 2010. MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN ORGANISASI KEHUTANAN. MENTERI KEHUTANAN TENTANG DAN TATA KERJA KEMENTERIAN

Mengingat

2

BAB I KEDUDUKAN, TUGAS, DAN FUNGSI Pasal 1 (1) Kementerian Kehutanan berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. (2) Kementerian Kehutanan dipimpin oleh Menteri Kehutanan. Pasal 2 Kementerian Kehutanan mempunyai tugas menyelenggarakan urusan di bidang kehutanan dalam pemerintahan untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan negara. Pasal 3 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Kementerian Kehutanan menyelenggarakan fungsi: a. perumusan, penetapan, dan pelaksanaan kebijakan di bidang kehutanan; b. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawabnya Kementerian Kehutanan; c. pengawasan atas pelaksanaan tugas di lingkungan Kementerian Kehutanan; d. pelaksanaan bimbingan teknis dan supervisi atas pelaksanaan urusan Kementerian Kehutanan di daerah; dan e. pelaksanaan kegiatan teknis yang berskala nasional. BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 4 Kementerian Kehutanan terdiri atas: a. Sekretariat Jenderal; b. Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan; c. Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam; d. Direktorat Jenderal Bina Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial; e. Direktorat Jenderal Bina Usaha Kehutanan; f. Inspektorat Jenderal;

3

g. Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan; h. Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan; i. Staf Ahli Menteri Bidang Revitalisasi Industri Kehutanan; j. Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Perdagangan Internasional; k. Staf Ahli Menteri Bidang Lingkungan dan Perubahan Iklim; l. Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga;dan m. Staf Ahli Menteri Bidang Keamanan Hutan. BAB III SEKRETARIAT JENDERAL Bagian Pertama Kedudukan, Tugas dan Fungsi Pasal 5 (1) Sekretariat Jenderal adalah unsur pembantu pimpinan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kehutanan. (2) Sekretariat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris Jenderal. Pasal 6 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unit organisasi di lingkungan Kementerian Kehutanan. Pasal 7 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6, Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi kegiatan Kementerian Kehutanan; b. koordinasi dan penyusunan rencana dan program Kementerian Kehutanan; c. pembinaan dan pemberian dukungan administrasi yang meliputi ketatausahaan, kepegawaian, keuangan, kerumahtanggaan, arsip dan dokumentasi Kementerian Kehutanan; d. pembinaan dan penyelenggaraan Organisasi dan tata laksana, kerja sama dan hubungan masyarakat;

4

e. koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum; f. penyelenggaraan pengelolaan barang milik/kekayaan Negara; dan g. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Menteri Kehutanan. Pasal 8 Sekretariat Jenderal terdiri atas: a. Biro Perencanaan; b. Biro Kepegawaian; c. Biro Hukum dan Organisasi; d. Biro Keuangan;dan e. Biro Umum. Bagian Ketiga Biro Perencanaan Pasal 9 Biro Perencanaan mempunyai tugas melaksanakan koordinasi kerja sama dalam negeri, penyusunan rencana makro, program, anggaran, evaluasi, pelaporan, dan pengelolaan data dan informasi di lingkungan Kementerian. Pasal 10 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9, Biro Perencanaan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi kerja sama dalam negeri di lingkungan Kementerian; b. penyiapan koordinasi penyusunan rencana umum kehutanan, dan program, serta anggaran, termasuk anggaran bantuan luar negeri di lingkungan Kementerian; c. penyiapan koordinasi evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana, program dan anggaran di lingkungan Kementerian; d. pengelolaan data dan informasi Kementerian;dan e. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro.

5

Pasal 11 Biro Perencanaan terdiri atas: a. Bagian Rencana Umum Kehutanan; b. Bagian Program Anggaran; c. Bagian Evaluasi;dan d. Bagian Data dan Informasi. Pasal 12 Bagian Rencana Umum Kehutanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi kerja sama dalam negeri, dan penyusunan rencana umum Kementerian. Pasal 13 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12, Bagian Rencana Umum Kehutanan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan koordinasi kerja sama dalam negeri, b. penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana umum kehutanan;dan c. pelaksanaan pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Pasal 14 Bagian Rencana Umum Kehutanan terdiri atas: a. Subbagian Rencana Pembangunan; b. Subbagian Rencana Umum Kehutanan;dan c. Subbagian Tata Usaha. Pasal 15 (1) Subbagian Rencana Pembangunan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana jangka panjang, jangka menengah, dan jangka pendek. (2) Subbagian Rencana Umum Kehutanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana umum dan rencana kehutanan lintas sektor serta rencana tindak lanjut komitmen internasional. (3) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan ketatausahaan, kepegawaian, keuangan, kerumahtanggaan, dan pelaporan Biro.

Subbagian Program Anggaran I. dan anggaran di lingkungan Kementerian. b.dan c. (2) Subbagian Program Anggaran II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan program Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran pada Sekretariat Jenderal. Direktorat Jenderal Bina Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial. penyiapan koordinasi penyusunan dokumen anggaran Kementerian. Pasal 19 (1) Subbagian Program Anggaran I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan program Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran pada Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam. Subbagian Program Anggaran II.6 Pasal 16 Bagian Program Anggaran mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan program. penyiapan bahan koordinasi penyusunan program anggaran Kementerian. Direktorat Jenderal Planologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan. . Pasal 18 Bagian Program Anggaran terdiri atas: a. Inspektorat Jenderal. penyiapan bahan koordinasi penyusunan program anggaran bantuan luar negeri. Direktorat Jenderal Bina Usaha Kehutanan. Bagian Program Anggaran menyelenggarakan fungsi: a.dan c. dan Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan. b. (3) Subbagian Program Anggaran Bantuan Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan program anggaran bantuan luar negeri di lingkungan Kementerian. Pasal 17 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16. Subbagian Program Anggaran Bantuan Luar Negeri.

serta penyiapan bahan rapat koordinasi pimpinan di lingkungan Kementerian. b. Subbagian Evaluasi II.7 Pasal 20 Bagian Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi evaluasi dan pelaporan pelaksanaan program dan anggaran. dan rapat koordinasi pimpinan bidang politik hukum dan keamanan. penyiapan bahan rapat pimpinan. b. Subbagian Evaluasi III. Pasal 23 (1) Subbagian Evaluasi I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi evaluasi kinerja dan pelaporan akuntabilitas. . (2) Subbagian Evaluasi II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi evaluasi kinerja dan pelaporan akuntabilitas. laporan sidang kabinet dan rapat koordinasi pimpinan bidang perekonomian. (3) Subbagian Evaluasi III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi evaluasi kinerja pelaksanaan anggaran di lingkungan Sekretariat Jenderal dan Kementerian serta evaluasi agenda program nasional. laporan di lingkungan Sekretariat Jenderal. penyiapan bahan koordinasi evaluasi pelaksanaan anggaran dan kegiatan bantuan luar negeri.dan c. laporan di lingkungan Kementerian dan rapat koordinasi pimpinan bidang kesejahteraan rakyat. penyiapan bahan koordinasi evaluasi dan pelaporan kinerja Kementerian Kehutanan dan Sekretariat Jenderal. c. pidato kenegaraan. Pasal 22 Bagian Evaluasi terdiri atas: a. Subbagian Evaluasi I. Pasal 21 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20. Bagian Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a.

dan c.dan c. (2) Subbagian Statistik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan statistik Kementerian. Bagian Keempat Biro Kepegawaian Pasal 28 Biro Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan koordinasi. pembinaan. dan pengelolaan sistem informasi kepegawaian di lingkungan Kementerian. (3) Subbagian Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pengelolaan sistem informasi kehutanan. Pasal 26 Bagian Data dan Informasi terdiri atas: a. . penyiapan bahan koordinasi penyusunan statistik Kementerian. analisis dan penyajian data Kementerian. penyiapan bahan koordinasi dan analisis data Kementerian. pengolahan. penyiapan bahan koordinasi pengelolaan sistem informasi kehutanan. perencanaan. Subbagian Statistik. Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data. pengembangan. Subbagian Sistem Informasi.8 Pasal 24 Bagian Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi pengelolaan data dan informasi di lingkungan Kementerian. b. tata usaha. Pasal 27 (1) Subbagian Pengumpulan dan Pengolahan Data mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan pengumpulan. Pasal 25 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24. b. Bagian Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a.

b. serta evaluasi dan pelaporan kepegawaian. Pasal 31 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana dan program kepegawaian. Pasal 30 Biro Kepegawaian terdiri atas: a. Bagian . pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. pengadaan pegawai di lingkungan Kementerian. Biro Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. Perencanaan dan Pengembangan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan koordinasi dan pengembangan sistem penilaian kompetensi pengembangan karier analisis kebutuhan pendidikan dan pelatihan pegawai.9 Pasal 29 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28. pengelolaan sistem informasi kepegawaian di lingkungan Kementerian.dan f. e. c. pembinaan dan pelaksanaan administrasi jabatan fungsional di lingkungan Kementerian. d. Bagian Tata Usaha Kepegawaian. serta penyusunan formasi. penyusunan rencana dan program serta evaluasi dan pelaporan. penyiapan bahan koordinasi dan pembinaan serta penyusunan formasi. pemberhentian dan pemensiunan pegawai di lingkungan Kementerian. pengadaan pegawai. pelaksanaan administrasi kepangkatan. Bagian Administrasi Jabatan Fungsional. penyiapan bahan koordinasi. program. c. Bagian Mutasi Kepegawaian. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Kepegawaian. b. penyusunan rencana. Pasal 32 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31. pembinaan dan pengembangan pegawai.dan d. dan pengembangan kepegawaian.

pengadaan pegawai. b. penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan administrasi alih jabatan dan pemindahan pegawai.10 b. Subbagian Rencana Formasi dan Pengadaan. b. (2) Subbagian Rencana Karier mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pengembangan karier. Subbagian Pengembangan Kepegawaian. Pasal 34 (1) Subbagian Rencana Formasi dan Pengadaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rencana dan program kepegawaian. dan pemensiunan pegawai.dan c. Pasal 33 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Kepegawaian terdiri atas: a. pemberhentian. dan ujian penyesuaian ijazah. Subbagian Rencana Karier. dan pemantauan pasca penempatan pegawai. Pasal 36 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35. penempatan dan pembekalan calon pegawai. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan formasi. Bagian Mutasi Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a.dan c.dan c. (3) Subbagian Pengembangan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana pengembangan pegawai. Pasal 35 Bagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan administrasi mutasi. pengembangan standar kompetensi kerja kepegawaian serta penyelenggaraan Personal Assessment Centre (PAC). penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan administrasi kepangkatan. penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan administrasi pengangkatan. pengembangan karier. pengangkatan. kepangkatan. rencana pengadaan. . penyiapan bahan koordinasi dan pengembangan sistem penilaian kompetensi. dan pemberhentian serta pemensiunan pegawai. analisis kebutuhan pendidikan dan pelatihan pegawai. penyelenggaraan ujian dinas.

b. Pasal 38 (1) Subbagian Kepangkatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan administrasi kenaikan pangkat dan urusan kepangkatan. Pemberhentian dan Pemensiunan.dan c. Subbagian Disiplin dan Kesejahteraan Pegawai. Bagian Tata Usaha Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Mutasi Jabatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan administrasi pemindahan dan alih jabatan. dan Pemensiunan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan administrasi pengangkatan. Subbagian Data dan Informasi Kepegawaian.dan Pasal 41 Bagian Tata Usaha Kepegawaian terdiri atas: a. Pasal 39 Bagian Tata Usaha Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan pengelolaan sistem informasi kepegawaian dan kesejahteraan pegawai. penyiapan bahan koordinasi dan pengelolaan sistem informasi kepegawaian.dan c.11 Pasal 37 Bagian Mutasi Kepegawaian terdiri atas: a. Subbagian Kepangkatan. b. c. Pemberhentian. penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan administrasi hukuman dan disiplin serta kesejahteraan dan pelayanan kesehatan pegawai. Pasal 40 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39. Subbagian Tata Naskah Pegawai. penyiapan bahan koordinasi penyusunan tata naskah pegawai. pemberhentian dan pemensiunan pegawai. . Subbagian Mutasi Jabatan. b. Subbagian Pengangkatan. (3) Subbagian Pengangkatan.

daftar riwayat pekerjaan. serta administrasi angka kredit. penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan administrasi penilaian angka jabatan fungsional. penyusunan DP3. pelaksanaan pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga biro. Pasal 45 Bagian Administrasi Jabatan Fungsional terdiri atas: a. Pasal 43 Bagian Administrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan administrasi jabatan fungsional. penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan evaluasi jabatan fungsional. Subbagian Administrasi Penilaian Angka Kredit. Bagian Administrasi Jabatan Fungsional menyelenggarakan fungsi: a. . b. dan pemberhentian jabatan fungsional. serta kesejahteraan dan pelayanan kesehatan pegawai. arsip pegawai serta pengurusan kartu pegawai. Pasal 44 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43. Pasal 46 (1) Subbagian Administrasi Penilaian Angka Kredit mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan telaahan usul pengangkatan. (3) Subbagian Disiplin dan Kesejahteraan Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan administrasi pemberian penghargaan dan hukuman disiplin.dan c. b. Subbagian Evaluasi Jabatan Fungsional.12 Pasal 42 (1) Subbagian Tata Naskah Pegawai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan administrasi penyusunan dan pemeliharaan naskah kepegawaian. (2) Subbagian Data dan Informasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pemeliharaan dan pengembangan system informasi kepagawaian dan database kepegawaian. serta penyajian data kepegawaian.dan c. Subbagian Tata Usaha Biro. pembebasan. kartu isteri dan kartu suami pegawai serta pengurusan laporan kekayaan penyelenggara negara.

c. penelaahan. d. evaluasi. c. b. d. kerumahtanggaan. Pasal 48 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47. Bagian Penelaahan Hukum. Bagian Kelima Biro Hukum dan Organisasi Pasal 47 Biro Hukum dan Organisasi mempunyai tugas melaksanakan koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan.13 (2) Subbagian Evaluasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan pemantauan. penyiapan koordinasi penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang kehutanan. serta pelaksanaan pengelolaan dokumentasi dan informasi peraturan perundang-undangan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. Biro Hukum dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. kepegawaian. b. Bagian Penanganan Perkara dan Bantuan Hukum. keuangan. Bagian Peraturan Perundang-undangan. pembinaan dan pengembangan kelembagaan dan ketatalaksanaan di lingkungan Kementerian. pelaksanaan penanganan perkara dan bantuan hukum. Bagian Kelembagaan. (3)Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan ketatausahaan.dan e. pengelolaan dokumentasi hukum dan pemberian bantuan hukum serta pembinaan kelembagaan dan ketatalaksanaan di lingkungan Kementerian. dan pelaporan Biro. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan jabatan fungsional di lingkungan Kementerian. dan penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang kehutanan. penelaahan pelaksanaan peraturan perundangundangan. Pasal 49 Biro Hukum dan Organisasi terdiri atas: a. .

.dan c. Pasal 52 Bagian Peraturan Perundang-undangan terdiri atas: a. serta perlindungan hutan dan konservasi alam. Subbagian Peraturan Perundang-undangan II.14 Pasal 50 Bagian Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan koordinasi penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan di bidang kehutanan.dan c. pendidikan dan pelatihan. penelitian dan pengembangan. penyuluhan kehutanan. pendidikan dan pelatihan. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang pengawasan. Pasal 53 (1) Subbagian Peraturan Perundang-undangan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rancangan peraturan perundangundangan di bidang bina usaha kehutanan dan bina pengelolaan daerah aliran sungai dan perhutanan sosial. b. Bagian Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang bina usaha kehutanan dan bina pengelolaan daerah aliran sungai dan perhutanan sosial. (2) Subbagian Peraturan Perundang-undangan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rancangan peraturan perundangundangan di bidang administrasi kehutanan dan planologi kehutanan. Subbagian Peraturan Perundang-undangan I. Pasal 51 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50. penyuluhan kehutanan. Subbagian Peraturan Perundang-undangan III. serta perlindungan hutan dan konservasi alam. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang administrasi kehutanan dan planologi kehutanan. b. (3) Subbagian Peraturan Perundang-undangan III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rancangan peraturan perundangundangan di bidang pengawasan. penelitian dan pengembangan.

. b.dan c. penelitian dan pengembangan. dan penelaahan pelaksanaan peraturan perundang-undangan. evaluasi dan penelaahan pelaksanaan peraturan perundang-undangan. penyiapan bahan koordinasi. evaluasi dan penelaahan pelaksanaan peraturan perundang-undangan. b. penyiapan bahan koordinasi. Subbagian Penelaahan Hukum III.dan c. Pasal 55 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54. serta perjanjian kerja sama di bidang administrasi kehutanan dan planologi kehutanan. evaluasi dan penelaahan pelaksanaan peraturan perundang-undangan. serta perlindungan hutan dan konservasi alam. Subbagian Penelahaan Hukum I. (2) Subbagian Penelaahan Hukum II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. penyiapan bahan koordinasi. Bagian Penelaahan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. serta perjanjian kerja sama di bidang bina usaha kehutanan dan bina pengelolaan daerah aliran sungai dan perhutanan sosial. Pasal 57 (1) Subbagian Penelaahan Hukum I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. serta perjanjian kerja sama di bidang pengawasan. serta perjanjian kerja sama di bidang bina usaha kehutanan dan bina pengelolaan daerah aliran sungai dan perhutanan sosial. Subbagian Penelahaan Hukum II. Pasal 56 Bagian Penelaahan Hukum terdiri atas: a. serta perjanjian kerja sama di bidang administrasi kehutanan dan planologi kehutanan. penyuluhan kehutanan. dan penelaahan pelaksanaan peraturan perundang-undangan. evaluasi. pendidikan dan pelatihan.15 Pasal 54 Bagian Penelaahan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan koordinasi dan evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan serta penelaahan hukum dan perjanjian kerja sama di bidang kehutanan. evaluasi.

Pasal 59 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58.16 (3) Subbagian Penelaahan Hukum III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. Subbagian Bantuan Hukum I. penyuluhan kehutanan. (2) Subbagian Bantuan Hukum II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan pemberian bantuan hukum dalam proses peradilan gugatan tata usaha negara dan pidana. Pasal 61 (1) Subbagian Bantuan Hukum I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan pemberian bantuan hukum dalam proses peradilan gugatan perdata dan pemulihan hak-hak negara dari pihak ketiga. tata usaha negara dan pidana. Bagian Penanganan Perkara dan Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. penelitian dan pengembangan. b. . (3) Subbagian Bantuan Hukum III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan pemberian bantuan hukum dan penyelesaian perkara di luar pengadilan. serta perjanjian kerja sama di bidang pengawasan. penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan pemberian bantuan hukum dalam proses peradilan perkara perdata. Subbagian Bantuan Hukum II. Subbagian Bantuan Hukum III. evaluasi.dan c. penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan bantuan hukum di luar pengadilan. Pasal 58 Bagian Penanganan Perkara dan Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan penanganan perkara. serta perlindungan hutan dan konservasi alam. pendidikan dan pelatihan. Pasal 60 Bagian Penanganan Perkara dan Bantuan Hukum terdiri atas: a. pemulihan hak-hak negara baik di peradilan (ligitasi) maupun di luar pengadilan (non ligitasi).dan b. dan penelaahan pelaksanaan peraturan perundang-undangan.

dan pelaporan biro serta melakukan pengelolaan jaringan dokumentasi dan informasi hukum. penyiapan bahan koordinasi. kepegawaian. keuangan. evaluasi dan penataan kelembagaan. identifikasi. serta pengelolaan jaringan dokumentasi dan informasi hukum di lingkungan Kementerian. identifikasi. serta pembakuan prasarana dan sarana kerja kelembagaan di lingkungan Kementerian. Pasal 63 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana Kelembagaan menyelenggarakan fungsi: dimaksud dalam Pasal 62. Pasal 64 Bagian Kelembagaan terdiri atas: a. (2) Subbagian Organisasi dan Tata Laksana II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. b. kerumahtanggaan. Pasal 65 (1) Subbagian Organisasi dan Tata Laksana I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi.dan c. evaluasi dan penataan kelembagaan di lingkungan Kementerian. perumusan. kerumahtanggaan dan pelaporan biro. serta perumusan prosedur kerja dan tata hubungan kerja unit-unit organisasi tingkat unit pelaksana teknis di lingkungan Kementerian. kepegawaian. perumusan. termasuk dengan pemerintah daerah.dan c. identifikasi. penyusunan dan evaluasi prosedur kerja. penyiapan bahan koordinasi. serta perumusan prosedur kerja dan tata hubungan kerja unit-unit organisasi tingkat pusat di lingkungan Kementerian. keuangan. . tata hubungan kerja. Bagian a. pelaksanaan urusan ketatausahaan. evaluasi dan penataan kelembagaan. pengelolaan jaringan dokumentasi dan informasi hukum.17 Pasal 62 Bagian Kelembagaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan koordinasi pembinaan dan pengembangan kelembagaan dan ketatalaksanaan. Subbagian Organisasi dan Tata laksana II. Subbagian Tata Usaha. (3) Subbagian Tata Usaha Biro mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. perumusan. b. Subbagian Organisasi dan Tata Laksana I.

pencatatan. Pasal 67 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66. b. penyetoran dan pelaporan penerimaan negara bukan pajak dan dana bagi hasil sumberdaya alam kehutanan. Biro Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. .dan d. e. penyiapan koordinasi dan pembinaan badan usaha milik negara dan badan layanan umum di lingkungan Kementerian.18 Bagian Keenam Biro Keuangan Pasal 66 Biro Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan koordinasi teknis urusan keuangan. Pasal 68 Biro Keuangan terdiri atas: a. Bagian Investasi dan Pelaksanaan Anggaran. c. Bagian Akuntansi dan Pelaporan. penyiapan koordinasi dan pembinaan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro. b. Bagian Penerimaan Negara. Bagian Perbendaharaan.dan f. c. d. serta investasi pemerintah di lingkungan Kementerian. penyiapan koordinasi dan pelaksanaan pemungutan. serta pelaksanaan tata laksana keuangan di lingkungan Kementerian. penyiapan koordinasi dan pembinaan pelaksanaan akuntansi dan pelaporan keuangan di lingkungan Kementerian. pembinaan teknis Badan Usaha Milik Negara dan pengelolaan investasi pemerintah di lingkungan Kementerian. penyiapan koordinasi dan pembinaan rencana anggaran pendapatan dan belanja.

c. Pasal 71 Bagian Investasi dan Pelaksanaan Anggaran terdiri atas: a. kerja sama perdagangan. Pasal 72 (1) Subbagian Pengelolaan Investasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pembinaan pengelolaan investasi pemerintah. penyiapan bahan koordinasi pembinaan pengelolaan investasi pemerintah di lingkungan Kementerian. Subbagian Pengelolaan Investasi. penyiapan bahan koordinasi pembinaan rencana anggaran pendapatan dan belanja di lingkungan Kementerian. Subbagian Pelaksanaan Anggaran. (2) Subbagian Penyelesaian Utang Piutang mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pembinaan penyelesaian utang piutang dan penyiapan bahan pelaporan penyelesaian utang piutang yang berkaitan dengan penerimaan negara bukan pajak sumberdaya alam dan penerimaan negara bukan pajak lainnya. b.19 Pasal 69 Bagian Investasi dan Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi pembinaan investasi pemerintah. badan usaha milik negara dan badan layanan umum di lingkungan Kementerian. b. dan badan layanan umum di lingkungan Kementerian.dan c. badan usaha milik negara dan badan layanan umum serta rencana anggaran pendapatan dan belanja di lingkungan Kementerian. Bagian Investasi dan Pelaksanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan koordinasi pembinaan penyelesaian utang piutang yang berkaitan dengan penerimaan negara bukan pajak sumberdaya alam dan penerimaan negara bukan pajak lainnya.dan d. Subbagian Penyelesaian Utang Piutang. Pasal 70 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 69. penyiapan bahan koordinasi pembinaan badan usaha milik negara. .

b. c. penerimaan negara bukan pajak dan penerimaan negara bukan pajak lainnya. Subbagian Penerimaan Negara Bukan Pajak Non Kayu. Pasal 74 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut dalam Pasal 73. evaluasi dan pelaporan penerimaan negara bukan pajak sumberdaya alam kayu berikut penatausahaan dana bagi hasil di lingkungan Kementerian. penyiapan bahan koordinasi pembinaan penatausahaan meliputi penerimaan.dan d. pencatatan. penyetoran. Subbagian Tata Usaha. Pasal 76 (1) Subbagian Penerimaan Negara Bukan Pajak Kayu mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan koordinasi pembinaan. penyiapan bahan koordinasi pembinaan penerimaan negara bukan pajak dari sumberdaya alam dan penerimaan negara bukan pajak lainnya. Pasal 75 Bagian Penerimaan Negara terdiri atas: a. serta penyusunan anggaran di lingkungan Sekretariat Jenderal. penyetoran dan pelaporan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Biro.20 (3) Subbagian Pelaksanaan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pembinaan penelaahan alokasi akun anggaran Kementerian. Bagian Penerimaan Negara menyelenggarakan fungsi: a. . Pasal 73 Bagian Penerimaan Negara mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi pembinaan penatausahaan penerimaan negara bukan pajak dan penerimaan negara bukan pajak lainnya. b. Subbagian Penerimaan Negara Bukan Pajak Kayu. pembukuan.dan c. serta penatausahaan dana bagi hasil penerimaan negara bukan pajak dan penerimaan negara bukan pajak lainnya. pemantauan. penyiapan bahan koordinasi pembinaan penatausahaan dana bagi hasil yang berkaitan dengan perimbangan penerimaan negara bukan pajak sumberdaya alam kehutanan.

keuangan. penyiapan bahan koordinasi pembinaan penyelesaian tuntutan ganti rugi dan tuntutan perbendaharaan.dan c. pemantauan. Pasal 77 Bagian Perbendaharaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan koordinasi pembinaan perbendaharaan dan tata usaha keuangan serta administrasi pengelolaan keuangan di lingkungan Kementerian. penyetoran. serta tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan di lingkungan Sekretariat Jenderal. Subbagian Penyelesaian Kerugian Negara. b. penyiapan bahan koordinasi pembinaan ketatalaksanaan keuangan. b. evaluasi dan pelaporan penerimaan negara bukan pajak sumberdaya alam non kayu berikut penatausahaan dana bagi hasil di lingkungan Kementerian. Pasal 79 Bagian Perbendaharaan terdiri atas: a.21 (2) Subbagian Penerimaan Negara Bukan Pajak Non Kayu mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan koordinasi pembinaan. pencatatan. ketatausahaan. Pasal 78 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 77. Subbagian Tata Laksana Keuangan. Pasal 80 (1) Subbagian Tata Laksana Keuangan mempunyai tugas menyiapkan bahan koordinasi pembinaan ketatalaksanaan. pelaksanaan pengujian keuangan dan penerbitan surat perintah pembayaran di lingkungan Sekretariat Jenderal. . dan pengelolaan perbendaharaan. dan pengelolaan perbendaharaan di lingkungan Kementerian. Subbagian Verifikasi. (3) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan kepegawaian.dan c. kerumahtanggaan dan laporan biro. Bagian Perbendaharaan menyelenggarakan fungsi: a.

tuntutan ganti rugi.22 (2) Subbagian Verifikasi mempunyai tugas melakukan pengujian keuangan dan perintah pembayaran satuan kerja di lingkungan Sekretariat Jenderal serta pemantauan. Pasal 84 (1) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pembinaan laporan keuangan bagian anggaran pembiayaan dan perhitungan dan badan layanan umum. Pasal 82 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan I. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan II. (3) Subbagian Penyelesaian Kerugian Negara mempunyai tugas menyiapkan bahan koordinasi pembinaan penyelesaian tuntutan perbendaharaan. b. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan III. perintah pembayaran di lingkungan Kementerian. rekonsiliasi data akuntansi. penyiapan bahan koordinasi pembinaan akuntansi dan pelaporan keuangan di lingkungan Kementerian. pelaksanaan akuntansi dan pelaporan keuangan di lingkungan Kementerian. Pasal 83 Bagian Akuntansi dan Pelaporan terdiri atas: a. Bagian Akuntansi dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi: a. Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan. Direktorat Jenderal Bina Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial. . dan koordinasi pelaporan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan aparat pengawasan internal pemerintah di lingkungan Sekretariat Jenderal. Pasal 81 Bagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi pembinaan. pelaporan tindak lanjut hasil pemeriksaan pada Direktorat Jenderal Bina Usaha Kehutanan.dan c.dan c. penyiapan bahan pelaksanaan akuntansi dan pelaporan keuangan di lingkungan Kementerian. penyiapan bahan koordinasi pembinaan akuntansi dan penyiapan laporan keuangan Sekretariat Jenderal serta konsolidasi laporan keuangan tingkat Kementerian. b. serta satuan kerja unit pelaksana teknis di pulaupulau Sumatera dan Kalimantan. evaluasi dan pembinaan pengujian.

23 (2) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pembinaan laporan konsolidasi dan tindak lanjut hasil pemeriksaan atas laporan keuangan di lingkungan Sekretariat Jenderal.dan e. rekonsiliasi data akuntansi. Bagian Tata Usaha Kementerian. Maluku dan Papua. b. c. kearsipan. Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan. dan dokumentasi Kementerian. Bali dan Nusa Tenggara. Bagian Ketujuh Biro Umum Pasal 85 Biro Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi. Bagian Tata Usaha Pimpinan. Biro Umum menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 86 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 85. pelaporan tindak lanjut hasil pemeriksaan pada Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam. pelaksanaan urusan rumah tangga Kementerian. pelaksanaan pelayanan administrasi pimpinan. serta satuan kerja unit pelaksana teknis di pulau-pulau Sulawesi. rekonsiliasi data akuntansi. pelaksanaan urusan tata persuratan. Bagian Perlengkapan. dan perlengkapan di lingkungan Kementerian. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan III mempunyai tugas melakukan bahan koordinasi pembinaan laporan konsolidasi dan tindak lanjut hasil pemeriksaan atas laporan keuangan di lingkungan Kementerian. pelaksanaan urusan keprotokolan. pelaporan tindak lanjut hasil pemeriksaan pada Inspektorat Jenderal dan Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan. kerumahtanggaan. Bagian Rumah Tangga. c. serta pelayanan administrasi pimpinan.dan d. serta satuan kerja unit pelaksana teknis di pulaupulau Jawa. Biro Umum terdiri atas: a. pelaksanaan urusan perlengkapan di lingkungan Kementerian. Pasal 87 . d. b.

b. kearsipan dan pengembangan kearsipan. penggandaan. Pasal 92 Bagian Tata Usaha Pimpinan mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha pimpinan dan keprotokolan. Bagian Tata Usaha Kementerian menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan kearsipan. Pasal 90 Bagian Tata Usaha Kementerian terdiri atas: a. pengumpulan dan penyimpanan dokumentasi kementerian. Pasal 89 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88. pelaksanaan urusan persuratan. (3) Subbagian Kearsipan dan Dokumentasi mempunyai tugas melakukan penataan sistem kearsipan. ketatausahaan. (2) Subbagian Pengelolaan Karya Cetak dan Kepustakaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perancangan. kepustakaan.dan c. Pasal 91 (1) Subbagian Persuratan mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. pelayanan jasa kearsipan pembinaan. Subbagian Persuratan.24 Pasal 88 Bagian Tata Usaha Kementerian mempunyai tugas melaksanakan urusan persuratan. b. penyaluran dan pengendalian karya cetak serta kepustakaan. Subbagian Kearsipan dan Dokumentasi.dan c. Subbagian Pengelolaan Karya Cetak dan Kepustakaan. . kepegawaian dan pelaporan di lingkungan Kementerian. urusan ketatausahaan. pelaksanaan urusan kearsipan dan dokumentasi. pelaksanaan urusan karya cetak dan kepustakaan.

(3) Subbagian Protokol mempunyai tugas melakukan urusan keprotokolan Kementerian. pelaksanaan urusan tata usaha unsur pimpinan.dan b. pelaksanaan pengelolaan kendaraan dinas di lingkungan Sekretariat Jenderal dan angkutan pegawai dan keamanan kantor di lingkungan Kementerian. Subbagian Tata Usaha Sekretaris Jenderal. Pasal 95 (1) Subbagian Tata Usaha Menteri mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Menteri dan staf ahli Menteri. gaji. b. serta angkutan pegawai di lingkungan Kementerian. Bagian Rumah Tangga menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Tata Usaha Sekretaris Jenderal mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha Sekretaris Jenderal. Pasal 97 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 96. pengelolaan kendaraan dinas di lingkungan Sekretariat Jenderal. pengelolaan Barang Milik Negara dan keamanan kantor di lingkungan Kementerian. pelaksanaan urusan pengelolaan barang milik negara di lingkungan Sekretariat Jenderal. Pasal 94 Bagian Tata Usaha Pimpinan terdiri atas: a. b.25 Pasal 93 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92.dan c. pelaksanaan urusan kepegawaian dan gaji di lingkungan Sekretariat Jenderal. pelaksanaan urusan keprotokolan. .dan c. Bagian Tata Usaha Pimpinan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Tata Usaha Menteri. Subbagian Protokol. Pasal 96 Bagian Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan administrasi kepegawaian.

dan pemindahtanganan barang milik negara di lingkungan Kementerian. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. c. b. . Pasal 100 Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi pembinaan pengelolaan barang milik negara dan penyusunan rencana kebutuhan barang milik negara di lingkungan Kementerian. penyiapan koordinasi pembinaan penggunaan. penyiapan perencanaan kebutuhan pengadaan barang milik negara di lingkungan Kementerian. b. penghapusan. (3) Subbagian Kendaraan Dinas mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan kendaraan dinas di lingkungan Sekretariat Jenderal dan pengelolaan angkutan pegawai di lingkungan Kementerian. Subbagian Kepegawaian. penyiapan koordinasi pembinaan pengelolaan barang milik negara di lingkungan Kementerian. urusan administrasi (2) Subbagian Urusan Dalam mempunyai tugas melakukan urusan keamanan kantor di lingkungan Kementerian. Subbagian Urusan Dalam. pemeliharaan. penyiapan pelaksanaan penatausahaan barang milik negara di lingkungan Kementerian. Pasal 99 (1) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan kepegawaian dan gaji di lingkungan Sekretariat Jenderal. Pasal 101 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100.26 Pasal 98 Bagian Rumah Tangga terdiri atas: a. pemanfaatan. pengamanan. Subbagian Kendaraan Dinas. pengelolaan barang milik negara di lingkungan Sekretariat Jenderal.dan d.dan c.

dan c. Subbagian Penatausahaan Barang Milik Negara. penghapusan. (2) Subbagian Pengelolaan Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pembinaan pengelolaan barang milik negara. pemindahtanganan barang milik negara di lingkungan Kementerian.27 Pasal 102 Bagian Perlengkapan terdiri atas: a. b. pengamanan dan pemeliharaan. (3) Subbagian Penatausahaan Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pelaporan barang milik negara di lingkungan Kementerian. Subbagian Pengelolaan Barang Milik Negara. pemanfaatan. . Pasal 103 (1) Subbagian Perencanaan dan Pengadaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pembinaan penyusunan rencana kebutuhan dan pengadaan barang milik negara di lingkungan Kementerian. Subbagian Perencanaan dan Pengadaan. dan penyiapan bahan penggunaan.

Tugas dan Fungsi Pasal 104 (1) Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan adalah unsur pelaksana yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kehutanan. penyusunan norma. . c. perumusan kebijakan di bidang perencanaan makro kehutanan dan pemantapan kawasan hutan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Pasal 105 Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang perencanaan makro bidang kehutanan dan pemantapan kawasan hutan sesuai dengan peraturan perundangundangan. d. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan. dan e. Pasal 106 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 105. Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan kebijakan di bidang perencanaan makro kehutanan dan pemantapan kawasan hutan sesuai peraturan perundang-undangan.28 BAB IV DIREKTORAT JENDERAL PLANOLOGI KEHUTANAN Bagian Pertama Kedudukan. b. (2) Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan dipimpin oleh Direktur Jenderal. dan kriteria di bidang perencanaan makro kehutanan dan pemantapan kawasan hutan sesuai dengan peraturan perundangundangan. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perencanaan makro kehutanan dan pemantapan kawasan hutan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. prosedur. standar.

. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 108 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unit organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal. kerja sama teknik. d. koordinasi dan pelaksanaan tata usaha.dan f. c. program. organisasi dan tata laksana di bidang planologi kehutanan. Pasal 109 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 108. perlengkapan dan administrasi keuangan Direktorat Jenderal. Direktorat Inventarisasi dan Pemantauan Sumber Daya Hutan. Sekretariat Direktorat Jenderal. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. b. koordinasi dan pelaksanaan urusan kepegawaian. e. pemberian pertimbangan dan bantuan hukum di bidang planologi kehutanan.dan e.29 Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 107 Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan terdiri atas: a. Direktorat Pengukuhan dan Penatagunaan Kawasan Hutan. koordinasi dan penyusunan rencana. evaluasi dan pelaporan di bidang planologi kehutanan. c. d. Direktorat Penggunaan Kawasan Hutan. koordinasi dan pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi di bidang planologi kehutanan. Direktorat Perencanaan Kawasan Hutan. Direktorat Wilayah Pengelolaan dan Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan. koordinasi dan penyiapan telaahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. b.

Organisasi dan Tata Laksana. Bagian Keuangan dan Umum. Pasal 111 Bagian Program dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi. b.dan d. Pasal 112 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 111. (2) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan pengumpulan. penyiapan bahan koordinasi dan pengumpulan dan data serta penyajian informasi c. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. Subbagian Data dan Informasi. informasi dan statistik serta pelaksanaan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program.dan c.dan d. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan statistik dan kehumasan. . penyusunan dan pelaksanaan rencana. c. Bagian Kepegawaian. Bagian Hukum dan Kerja Sama Teknik. pengolahan data dan penyajian informasi. Pasal 114 (1) Subbagian Program dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program kerja dan anggaran. b. Bagian Program dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Program dan Anggaran. penyusunan statistik. data. b. Bagian Program dan Evaluasi. serta kehumasan. Pasal 113 Bagian Program dan Evaluasi terdiri atas: a. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan program dan anggaran. program dan anggaran. penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan rencana dan program.30 Pasal 110 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a.

Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. fungsi. (3) Subbagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis jabatan. b. Pasal 117 Bagian Kepegawaian. Pasal 119 Bagian Keuangan dan Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan. Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepegawaian. tata kerja. pedoman dan prosedur kerja dan pembakuan prasarana dan sarana kerja. Pasal 115 Bagian Kepegawaian. pelaksanaan urusan pengembangan karier pegawai dan administrasi jabatan fungsional. Pasal 116 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 115. Organisasi dan Tata Laksana terdiri atas: a. c. Subbagian Administrasi Kepegawaian. serta penyiapan bahan penyusunan organisasi dan ketatalaksanaan. Subbagian Organisasi dan Tata Laksana. . penyiapan bahan penyusunan organisasi dan ketatalaksanaan. susunan organisasi. dan administrasi kepegawaian. kearsipan dan pengelolaan urusan keuangan. rumah tangga. b.dan c. pelaksanaan urusan administrasi kepegawaian.31 (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi kinerja dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. pengembangan pegawai dan administrasi jabatan fungsional. serta penyusunan tata hubungan kerja. Pasal 118 (1) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana formasi pegawai. perlengkapan. dan evaluasi kinerja organisasi. pelatihan. Bagian Kepegawaian. (2) Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan pendidikan. Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional. perumusan tugas. pendisiplinan dan penghargaan pegawai serta administrasi jabatan fungsional.

Subbagian Tata Usaha. pelaksanaan urusan administrasi keuangan.32 Pasal 120 Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 119. pembinaan kebendaharaan petugas SAI dan petugas SIMAK-BMN. Pasal 122 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. penyiapan bahan peraturan perundang-undangan. b. b. penyusunan rencana anggaran gaji dan penggajian. Pasal 121 Bagian Keuangan dan Umum terdiri atas: a.dan c. Subbagian Administrasi Keuangan. penyiapan bahan perbendaharaan. penyiapan bahan administrasi kerja sama teknik dalam negeri dan luar negeri. pelaksanaan urusan perlengkapan. . pelaporan keuangan. verifikasi. kearsipan dan pembinaan tata persuratan. Subbagian Perlengkapan. serta penyiapan bahan administrasi kerja sama teknik dalam negeri dan luar negeri. pertimbangan.dan c.dan c. Pasal 123 Bagian Hukum dan Kerja Sama Teknik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. penyelesaian tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. penelaahan permasalahan. Bagian Hukum dan Kerja Sama Teknik menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 124 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 123. b. pelaksanaan urusan tata usaha. Bagian Keuangan dan Umum menyelenggarakan fungsi: a. melakukan akuntansi keuangan dan barang milik negara. bantuan hukum. (3) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan urusan rumah tangga dan pengelolaan barang milik negara. (2) Subbagian Administrasi Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan tata laksana keuangan. penyiapan bahan pertimbangan dan bantuan hukum.

Bagian Keempat Direktorat Perencanaan Kawasan Hutan Pasal 127 Direktorat Perencanaan Kawasan Hutan mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. penelaahan dan penanganan permasalahan. pertimbangan. penataan ruang kehutanan. b. statistik kehutanan dan jaringan komunikasi data kehutanan. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perencanaan kawasan hutan dan jaringan komunikasi data kehutanan. (2) Subbagian Pertimbangan dan Bantuan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi.33 Pasal 125 Bagian Hukum dan Kerja Sama Teknik terdiri atas: a. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang perencanaan makro kawasan hutan. Pasal 126 (1) Subbagian Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rancangan dan penelahaan peraturan perundangundangan. dan bantuan permasalahan hukum. Subbagian Pertimbangan dan Bantuan Hukum. Subbagian Kerja Sama Teknik. penyiapan perumusan kebijakan di bidang perencanaan makro kawasan hutan. (3) Subbagian Kerja Sama Teknik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan koordinasi administrasi kerja sama teknik dalam negeri dan luar negeri.dan c. penataan ruang kehutanan. pelaksanaan kebijakan. Subbagian Peraturan Perundang-undangan. statistik kehutanan dan jaringan komunikasi data kehutanan. Direktorat Perencanaan Kawasan Hutan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 128 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 127. b. .

b. rencana kehutanan nasional. penyiapan penyusunan norma. harmonisasi. d. c. Subbagian Tata Usaha. statistik kehutanan dan jaringan komunikasi data kehutanan. rencana kehutanan nasional. dan evaluasi pelaksanaan rencana makro kawasan hutan dan perencanaan wilayah pengelolaan . Subdirektorat Penataan Ruang Kawasan Hutan Wilayah II. Subdirektorat Penataan Ruang Kawasan Hutan Wilayah I. perencanaan wilayah pengelolaan hutan. bimbingan teknis.dan e. d. evaluasi pelaksanaan rencana makro kawasan hutan dan perencanaan wilayah pengelolaan hutan serta fasilitasi penyusunan Produk Domestik Regional Bruto hijau sektor kehutanan. penataan ruang kehutanan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Pasal 131 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130. dan kriteria di bidang perencanaan makro kawasan hutan. Pasal 130 Subdirektorat Perencanaan Makro Kawasan Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. standar. Subdirektorat Perencanaan Makro Kawasan Hutan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penyusunan rencana makro kawasan hutan nasional. prosedur. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyusunan rencana makro kawasan hutan nasional. statistik kehutanan serta jaringan komunikasi data kehutanan. pelaksanaan kebijakan. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perencanaan makro kawasan hutan. rencana kehutanan nasional. Pasal 129 Direktorat Perencanaan Kawasan Hutan terdiri atas: a.34 c. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penyusunan rencana makro kawasan hutan nasional. dan evaluasi pelaksanaan rencana makro kawasan hutan dan perencanaan wilayah pengelolaan hutan serta fasilitasi penyusunan Produk Domestik Regional Bruto hijau sektor kehutanan. Subdirektorat Statistik dan Jaringan Komunikasi Data Kehutanan. Subdirektorat Perencanaan Makro Kawasan Hutan menyelenggarakan fungsi: a. penataan ruang kehutanan.dan e. b. harmonisasi.

dan kriteria di bidang penyusunan rencana makro kawasan hutan nasional. prosedur. harmonisasi. dan evaluasi pelaksanaan rencana makro kawasan hutan dan perencanaan wilayah pengelolaan hutan serta fasilitasi penyusunan Produk Domestik Regional Bruto hijau sektor kehutanan. konservasi dan perlindungan hutan serta memfasilitasi penyusunan Produk Domestik Regional Bruto hijau sektor kehutanan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang rencana makro kawasan hutan nasional dan rencana kehutanan nasional. Pasal 133 (1) Seksi Penyusunan Rencana Kawasan Hutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan rencana makro kawasan hutan dan perencanaan wilayah pengelolaan hutan serta fasilitasi penyusunan Produk Domestik Regional Bruto hijau sektor kehutanan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pemanfaatan. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. rencana kehutanan nasional. Pasal 134 Subdirektorat Penataan Ruang Kehutanan Wilayah I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. rencana kehutanan nasional. Pasal 132 Subdirektorat Perencanaan Makro Kawasan Hutan terdiri atas: a. pelaksanaan kebijakan.dan b. . Seksi Evaluasi Rencana Kawasan Hutan. perencanaan wilayah pengelolaan hutan di bidang pemanfaatan. rehabilitasi. (2) Seksi Evaluasi Rencana Kawasan Hutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang harmonisasi penataan ruang kawasan hutan dengan rencana tata ruang di wilayah Sumatera. rehabilitasi. pelaksanaan kebijakan. harmonisasi. c. Seksi Penyusunan Rencana Kawasan Hutan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyusunan rencana makro kawasan hutan nasional. Bali dan Nusa Tenggara. Jawa.dan d. konservasi dan perlindungan hutan.35 hutan serta fasilitasi penyusunan Produk Domestik Regional Bruto hijau sektor kehutanan. standar.

dan Nusa Tenggara. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang harmonisasi penataan ruang kawasan hutan dengan rencana tata ruang di wilayah Jawa.36 Pasal 135 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134.dan b. Pasal 136 Subdirektorat Penataan Ruang Kehutanan Wilayah I terdiri atas: a. pelaksanaan kebijakan. Jawa. Jawa. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang harmonisasi penataan ruang kawasan hutan dengan rencana tata ruang di wilayah Sumatera. dan Nusa Tenggara. penyiapan bahan penyusunan norma. Bali. Bali. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang harmonisasi penataan ruang kawasan hutan dengan rencana tata ruang di wilayah Sumatera. Pasal 137 (1) Seksi Penataan Ruang Kawasan Hutan Wilayah Sumatera mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan Nusa Tenggara. standar. Jawa. Jawa. prosedur. c. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang harmonisasi penataan ruang kawasan hutan dengan rencana tata ruang di wilayah Sumatera. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang harmonisasi penataan ruang kawasan hutan dengan rencana tata ruang di wilayah Sumatera. Bali. Seksi Penataan Ruang Kawasan Hutan Wilayah Sumatera. dan Nusa Tenggara. Bali. dan kriteria di bidang harmonisasi penataan ruang kawasan hutan dengan rencana tata ruang di wilayah Sumatera. (2) Seksi Penataan Ruang Kawasan Hutan Wilayah Jawa. Seksi Penataan Ruang Kawasan Hutan Wilayah Jawa.dan d. b. Bali. dan Nusa Tenggara mempunyai tugas penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. Bali. dan Nusa Tenggara. Bali. . Subdirektorat Penataan Ruang Kehutanan Wilayah I menyelenggarakan fungsi: a. dan Nusa Tenggara.

penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang harmonisasi penataan ruang kawasan hutan dengan rencana tata ruang di wilayah Kalimantan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang harmonisasi penataan ruang kawasan hutan dengan rencana tata ruang di wilayah Kalimantan. dan Papua. Sulawesi. pelaksanaan kebijakan. Maluku. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang harmonisasi penataan ruang kawasan hutan dengan rencana tata ruang di wilayah Kalimantan. Seksi Penataan Ruang Kawasan Hutan Wilayah Maluku dan Papua. pelaksanaan kebijakan. dan Papua. Sulawesi. Seksi Penataan Ruang Kawasan Hutan Wilayah Kalimantan dan Sulawesi. prosedur. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang harmonisasi penataan ruang kawasan hutan dengan rencana tata ruang di wilayah Kalimantan. (2) Seksi Penataan Ruang Kawasan Hutan Wilayah Maluku dan Papua mempunyai tugas penyiapan bahan perumusan kebijakan. Sulawesi. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang harmonisasi penataan ruang kawasan hutan dengan rencana tata ruang di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. Maluku. Pasal 141 (1) Seksi Penataan Ruang Kawasan Hutan Wilayah Kalimantan dan Sulawesi mempunyai tugas penyiapan bahan perumusan kebijakan. Maluku. Sulawesi. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang harmonisasi penataan ruang kawasan hutan dengan rencana tata ruang di wilayah Maluku dan Papua. b.dan b. dan Papua.37 Pasal 138 Subdirektorat Penataan Ruang Kehutanan Wilayah II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Pasal 140 Subdirektorat Penataan Ruang Kehutanan Wilayah II terdiri atas: a. dan Papua. Maluku. Pasal 139 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 138.dan d. Sulawesi. c. . pelaksanaan kebijakan. dan kriteria di bidang harmonisasi penataan ruang kawasan hutan dengan rencana tata ruang di wilayah Kalimantan. dan Papua. penyiapan bahan penyusunan norma. Maluku. standar. Subdirektorat Penataan Ruang Kehutanan Wilayah II menyelenggarakan fungsi: a.

pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. . penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyusunan dan penyajian statistik kawasan hutan serta jaringan komunikasi data kawasan hutan. Subdirektorat Statistik dan Jaringan Komunikasi Data Kehutanan menyelenggarakan fungsi: a. prosedur.dan d. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penyusunan dan penyajian statistik kawasan hutan serta jaringan komunikasi data kehutanan. Pasal 144 Subdirektorat Statistik dan Jaringan Komunikasi Data Kehutanan terdiri atas: a. standar. Seksi Jaringan Komunikasi Data Kehutanan. Seksi Statistik Kehutanan. b. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang statistik kehutanan. (2) Seksi Jaringan Komunikasi Data Kehutanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.38 Pasal 142 Subdirektorat Statistik dan Jaringan Komunikasi Data Kehutanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Pasal 145 (1) Seksi Statistik Kehutanan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan kriteria di bidang penyusunan dan penyajian statistik kawasan hutan serta jaringan komunikasi data kehutanan. Pasal 143 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 142. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyusunan dan penyajian statistik kehutanan serta jaringan komunikasi data kehutanan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penyusunan dan penyajian statistik kawasan hutan serta jaringan komunikasi data kehutanan.dan b. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang sistem jaringan komunikasi data kehutanan. c.

serta informasi pengukuhan kawasan hutan. standar. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pengukuhan dan penatagunaan. penyiapan penyusunan norma. kerumahtanggaan. kepegawaian. serta informasi pengukuhan kawasan hutan. perubahan fungsi dan peruntukan kawasan hutan. perubahan fungsi dan peruntukan kawasan hutan. serta informasi pengukuhan kawasan hutan. perubahan fungsi dan peruntukan kawasan hutan.dan e. serta informasi pengukuhan kawasan hutan. d. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. kearsipan dan pelaporan Direktorat. c. Subdirektorat Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah I. b. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melakukan tugas sehari-hari secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Statistik dan Jaringan Komunikasi Data Kehutanan. pelaksanaan kebijakan. Pasal 148 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 147. dan kriteria di bidang pengukuhan dan penatagunaan. . bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengukuhan dan penatagunaan kawasan hutan. Bagian Kelima Direktorat Pengukuhan dan Penatagunaan Kawasan Hutan Pasal 147 Direktorat Pengukuhan dan Penatagunaan Kawasan Hutan mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. perubahan fungsi dan peruntukan kawasan hutan. prosedur.39 Pasal 146 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pengukuhan dan penatagunaan. Pasal 149 Direktorat Pengukuhan dan Penatagunaan Kawasan Hutan terdiri atas: a. Direktorat Pengukuhan dan Penatagunaan Kawasan Hutan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengukuhan dan penatagunaan. keuangan.

dan Nusa Tenggara. standar. d. Subdirektorat Informasi dan Dokumentasi Kawasan Hutan. Seksi Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah Sumatera. Jawa. penataan batas. dan kriteria di bidang penunjukan. e. Bali. Subbagian Tata Usaha.dan b. b. Subdirektorat Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah II. pelaksanaan kebijakan. prosedur. pemetaan dan pelaksanaan penetapan kawasan hutan serta penetapan fungsi kawasan hutan di wilayah Sumatera.dan d. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penunjukan. pemetaan dan pelaksanaan penetapan kawasan hutan serta penetapan fungsi kawasan hutan di wilayah Sumatera. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengukuhan dan penetapan fungsi kawasan hutan di wilayah Sumatera. Jawa. penataan batas. penataan batas. Jawa. Pasal 150 Subdirektorat Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. c. Pasal 152 Subdirektorat Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah I terdiri atas: a.dan f. Subdirektorat Perubahan Fungsi dan Peruntukan Kawasan Hutan Wilayah II. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penunjukan. Bali dan Nusa Tenggara. Bali dan Nusa Tenggara. Jawa. Pasal 151 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 150. penataan batas. pemetaan dan pelaksanaan penetapan kawasan hutan serta penetapan fungsi kawasan hutan di wilayah Sumatera. Seksi Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah Jawa. penyiapan bahan penyusunan norma. bimbingan teknis. Subdirektorat Perubahan Fungsi dan Peruntukan Kawasan Hutan Wilayah I. Bali dan Nusa Tenggara. Bali dan Nusa Tenggara. Subdirektorat Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah I menyelenggarakan fungsi: a. Jawa. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penunjukan. Bali dan Nusa Tenggara.40 b. pemetaan dan pelaksanaan penetapan kawasan hutan serta penetapan fungsi kawasan hutan di wilayah Sumatera. . c.

penataan batas. pelaksanaan kebijakan. serta penunjukan kawasan hutan di wilayah Jawa. c. Maluku dan Papua. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengukuhan dan penetapan fungsi kawasan hutan di wilayah Kalimantan. pelaksanaan kebijakan. Bali dan Nusa Tenggara. dan kriteria di bidang penunjukan.dan d. pemetaan dan pelaksanaan penetapan kawasan hutan serta penetapan fungsi kawasan hutan di wilayah Kalimantan. (2) Seksi Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah Jawa. Maluku dan Papua. Sulawesi. pemetaan dan pelaksanaan penetapan fungsi kawasan hutan. Pasal 155 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 154.41 Pasal 153 (1) Seksi Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah Sumatera mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pemetaan dan pelaksanaan penetapan kawasan hutan serta penetapan fungsi kawasan hutan di wilayah Kalimantan. pemetaan dan pelaksanaan penetapan kawasan hutan serta penetapan fungsi kawasan hutan di wilayah Kalimantan. Bali. pemetaan dan pelaksanaan penetapan kawasan hutan serta penetapan fungsi kawasan hutan di wilayah Kalimantan. Maluku dan Papua. penyiapan bahan penyusunan norma. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penataan batas. pemetaan dan pelaksanaan penetapan fungsi kawasan hutan. penataan batas. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penunjukan. penataan batas. standar. dan Nusa Tenggara mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Sulawesi. b. Maluku dan Papua. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penunjukan. Maluku dan Papua. Pasal 154 Subdirektorat Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Sulawesi. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penataan batas. Sulawesi. Sulawesi. serta penunjukan kawasan hutan di wilayah Sumatera. Subdirektorat Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah II menyelenggarakan fungsi: a. penataan batas. bimbingan teknis. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penunjukan. prosedur. . pelaksanaan kebijakan.

Pasal 159 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 158. serta penunjukan kawasan hutan wilayah Kalimantan dan Sulawesi. c. prosedur. Bali. Jawa. dan Nusa Tenggara. b. Jawa. Bali. dan Nusa Tenggara. dan Nusa Tenggara. pelaksanaan kebijakan. dan Nusa Tenggara. penyiapan bahan penyusunan norma.dan d. Seksi Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah Maluku dan Papua. Jawa. pengukuran. pengukuran. Seksi Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah Kalimantan dan Sulawesi. . pelaksanaan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perubahan fungsi. Jawa. serta penunjukan kawasan hutan wilayah Maluku dan Papua. pemetaan dan pelaksanaan penetapan fungsi kawasan hutan. bimbingan teknis. Pasal 158 Subdirektorat Perubahan Fungsi dan Peruntukan Kawasan Hutan Wilayah I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Bali. pemetaan dan pelaksanaan penetapan fungsi kawasan hutan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penataan batas. dan Nusa Tenggara. standar. (2) Seksi Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah Maluku dan Papua mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang perubahan fungsi dan peruntukan kawasan hutan di wilayah Sumatera. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perubahan fungsi dan peruntukan kawasan hutan di wilayah Sumatera. dan kriteria di bidang perubahan fungsi dan peruntukan kawasan hutan di wilayah Sumatera. Subdirektorat Perubahan Fungsi dan Peruntukan Kawasan Hutan Wilayah I menyelenggarakan fungsi: a.42 Pasal 156 Subdirektorat Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah II terdiri atas: a. pelaksanaan kebijakan. perubahan peruntukan kawasan hutan wilayah Sumatera. Bali. Pasal 157 (1) Seksi Pengukuhan Kawasan Hutan Wilayah Kalimantan dan Sulawesi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Jawa. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang perubahan fungsi dan peruntukan kawasan hutan di wilayah Sumatera. b. Bali. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penataan batas.

Jawa.43 Pasal 160 Subdirektorat Perubahan Fungsi dan Peruntukan Kawasan Hutan Wilayah I terdiri atas: a. pelaksanaan kebijakan. Bali. (2) Seksi Perubahan Fungsi dan Penyediaan Areal Transmigrasi Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan Papua. tukar menukar serta mutasi kawasan hutan di wilayah Sumatera. Sulawesi. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang perubahan fungsi kawasan hutan dan penyediaan areal transmigrasi di wilayah Sumatera. Maluku. Pasal 162 Subdirektorat Perubahan Fungsi dan Peruntukan Kawasan Hutan Wilayah II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Bali.dan .dan b. Sulawesi. pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. Seksi Perubahan Fungsi dan Penyediaan Areal Transmigrasi Wilayah I. dan Nusa Tenggara. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang perubahan fungsi dan peruntukan kawasan hutan di wilayah Kalimantan. b. prosedur. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perubahan fungsi. dan Papua. Sulawesi. dan kriteria di bidang perubahan fungsi dan peruntukan kawasan hutan di wilayah Kalimantan. Pasal 161 (1) Seksi Pelepasan dan Tukar Menukar Kawasan Hutan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. bimbingan teknis. Subdirektorat Perubahan Fungsi dan Peruntukan Kawasan Hutan Wilayah II menyelenggarakan fungsi: a. dan Papua. Seksi Pelepasan dan Tukar Menukar Kawasan Hutan Wilayah I. perubahan peruntukan kawasan hutan wilayah Kalimantan. Pasal 163 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 162. penyiapan bahan penyusunan norma. dan Nusa Tenggara. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pelepasan. dan Papua. Maluku. Sulawesi. Maluku. Jawa. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang perubahan fungsi dan peruntukan kawasan hutan di wilayah Kalimantan. c. Maluku.

Subdirektorat Informasi dan Dokumentasi Kawasan Hutan menyelenggarakan fungsi: a. Sulawesi. Pasal 164 Subdirektorat Perubahan Fungsi dan Peruntukan Kawasan Hutan Wilayah II terdiri atas: a. dan kriteria di bidang informasi dan dokumentasi pengukuhan dan pengolahan data mutasi kawasan hutan. (2) Seksi Perubahan Fungsi dan Penyediaan Areal Transmigrasi Wilayah II mempunyai tugas penyiapan bahan perumusan kebijakan. Sulawesi. dan Papua. tukar menukar serta mutasi kawasan hutan di wilayah Kalimantan. standar. Maluku. penyiapan bahan penyusunan norma. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pelepasan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang informasi dan dokumentasi pengukuhan dan pengolahan data mutasi kawasan hutan. Seksi Perubahan Fungsi dan Penyediaan Areal Transmigrasi Wilayah II. Maluku. Seksi Pelepasan dan Tukar Menukar Kawasan Hutan Wilayah II. pelaksanaan kebijakan.dan .dan b. dan Papua. bimbingan teknis. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang informasi dan dokumentasi pengukuhan dan pengolahan data mutasi kawasan hutan. Pasal 167 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 166. dan Papua. Pasal 165 (1) Seksi Pelepasan dan Tukar Menukar Kawasan Hutan Wilayah II mempunyai tugas penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perubahan fungsi dan peruntukan kawasan hutan di wilayah Kalimantan. Pasal 166 Subdirektorat Informasi dan Dokumentasi Kawasan Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang perubahan fungsi kawasan hutan dan penyediaan areal transmigrasi di wilayah Kalimantan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang informasi dan dokumentasi pengukuhan dan pengolahan data mutasi kawasan hutan. Maluku. c.44 d. Sulawesi. b. pelaksanaan kebijakan. prosedur.

Seksi Dokumentasi Kawasan Hutan. Pasal 172 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 171. kearsipan dan pelaporan Direktorat. Pasal 170 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. Bagian Keenam Direktorat Inventarisasi dan Pemantauan Sumber Daya Hutan Pasal 171 Direktorat Inventarisasi dan Pemantauan Sumber Daya Hutan mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. Seksi Informasi Kawasan Hutan. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang inventarisasi dan pemantauan sumber daya hutan. keuangan. Pasal 168 Subdirektorat Informasi dan Dokumentasi Kawasan Hutan terdiri atas: a. Direktorat Inventarisasi dan Pemantauan Sumber Daya Hutan menyelenggarakan fungsi: . pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengolahan dokumen kawasan hutan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas sehari-hari secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Informasi dan Dokumentasi Kawasan Hutan. b. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang informasi dan dokumentasi pengukuhan dan pengolahan data mutasi kawasan hutan. Pasal 169 (1) Seksi Informasi Kawasan Hutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. kepegawaian. pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. kerumahtanggaan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengolahan data dan informasi kawasan hutan. (2) Seksi Dokumentasi Kawasan Hutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.45 d.

c. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Pemetaan Potensi Sumber Daya Hutan. pemetaan dan jaringan data spasial sumber daya hutan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang inventarisasi. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang inventarisasi. b. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang inventarisasi flora dan sosial budaya untuk inventarisasi hutan tingkat nasional. inventarisasi hutan tingkat wilayah. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat.dan e.46 a. standar. Subdirektorat Inventarisasi Sumber Daya Hutan. Pasal 174 Subdirektorat Inventarisasi Sumber Daya Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang inventarisasi flora dan sosial budaya untuk inventarisasi hutan tingkat nasional. pemetaan dan jaringan data spasial sumber daya hutan. Subdirektorat Jaringan Data Spasial. Subdirektorat Inventarisasi Sumber Daya Hutan menyelenggarakan fungsi: a. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang inventarisasi flora dan sosial budaya untuk inventarisasi hutan tingkat nasional. c. Pasal 175 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 174. d. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang inventarisasi. dan inventarisasi hutan tingkat unit pengelolaan dan penyusunan Neraca Sumber Daya Hutan.dan e. prosedur. pemetaan dan jaringan data spasial sumber daya hutan. inventarisasi hutan tingkat . inventarisasi hutan tingkat wilayah. Pasal 173 Direktorat Inventarisasi dan Pemantauan Sumber Daya Hutan terdiri atas: a. pelaksanaan kebijakan. pemantauan. inventarisasi hutan tingkat unit pengelolaan dan penyusunan Neraca Sumber Daya Hutan. b. pemantauan. penyiapan penyusunan norma. pemantauan. pemantauan. pemetaan dan jaringan data spasial sumber daya hutan. dan kriteria di bidang inventarisasi. b. Subdirektorat Pemantauan Sumber Daya Hutan. d.

pelaksanaan kebijakan. bukan kayu. Pasal 178 Subdirektorat Pemantauan Sumber Daya Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemantauan sumber daya hutan. prosedur. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang inventarisasi flora berupa kayu.47 wilayah. dan inventarisasi hutan tingkat unit pengelolaan dan penyusunan Neraca Sumber Daya Hutan. Pasal 176 Subdirektorat Inventarisasi Sumber Daya Hutan terdiri atas: a. dan inventarisasi hutan tingkat unit pengelolaan dan penyusunan Neraca Sumber Daya Hutan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang inventarisasi flora dan sosial budaya untuk inventarisasi hutan tingkat nasional. pelaksanaan kebijakan. dan inventarisasi hutan tingkat unit pengelolaan dan penyusunan Neraca Sumber Daya Hutan. Pasal 177 (1) Seksi Inventarisasi Hutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. inventarisasi hutan tingkat nasional. Seksi Inventarisasi Hutan. b. Pasal 179 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 178. c. Seksi Inventarisasi Sosial Budaya.dan d. dan kriteria di bidang inventarisasi flora dan sosial budaya untuk inventarisasi hutan tingkat nasional. standar. inventarisasi hutan tingkat wilayah. inventarisasi hutan tingkat wilayah. penyiapan bahan penyusunan norma. inventarisasi hutan tingkat wilayah dan inventarisasi hutan tingkat unit pengelolaan. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang inventarisasi sosial budaya masyarakat di dalam dan di sekitar hutan serta penyusunan Neraca Sumber Daya Hutan. Subdirektorat Pemantauan Sumber Daya Hutan menyelenggarakan fungsi: . (2) Seksi Inventarisasi Sosial Budaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.

Pasal 183 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 182. prosedur. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang informasi dan dokumentasi peta sumber daya hutan. b. Subdirektorat Pemetaan Sumberdaya Hutan menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pemantauan sumber daya hutan tingkat unit pengelolaan. . Seksi Pemantauan Sumber Daya Hutan Tingkat Nasional dan Wilayah. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang informasi dan dokumentasi peta sumberdaya hutan.dan d. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pemantauan sumber daya hutan.48 a. dan kriteria di bidang pemantauan sumber daya hutan. Pasal 182 Subdirektorat Pemetaan Sumberdaya Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pemantauan sumber daya hutan. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pemantauan sumber daya hutan tingkat nasional dan wilayah. b. penyiapan bahan penyusunan norma. Seksi Pemantauan Sumber Daya Hutan Tingkat Unit Pengelolaan. Pasal 180 Subdirektorat Pemantauan Sumber Daya Hutan terdiri atas: a. b. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemantauan sumber daya hutan. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang informasi dan dokumentasi peta sumberdaya hutan. standar. pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Pemantauan Sumber Daya Hutan Tingkat Unit Pengelolaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. c. Pasal 181 (1) Seksi Pemantauan Sumber Daya Hutan Tingkat Nasional dan Wilayah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.

standar. pelaksanaan kebijakan.dan d.49 c. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang jaringan data spasial kehutanan. prosedur. pelaksanaan kebijakan. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang jaringan data spasial kehutanan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang dokumentasi. Seksi Dokumentasi Peta Sumberdaya Hutan. b. b. Pasal 186 Subdirektorat Jaringan Data Spasial mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Pasal 187 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 186. dan kriteria di bidang informasi dan dokumentasi peta sumberdaya hutan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyusunan dan penyajian informasi peta sumberdaya hutan. penyiapan bahan penyusunan norma. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 185 (1) Seksi Informasi Peta Sumberdaya Hutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang jaringan data spasial kehutanan.dan d. Subdirektorat Jaringan Data Spasial menyelenggarakan fungsi: a. dan distribusi peta sumberdaya hutan. Seksi Informasi Peta Sumberdaya Hutan. dan kriteria di bidang jaringan data spasial kehutanan. prosedur. c. . Pasal 184 Subdirektorat Pemetaan Sumber Daya Hutan terdiri atas: a. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang jaringan data spasial kehutanan. pelayanan. (2) Seksi Dokumentasi Peta Sumberdaya Hutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang informasi dan dokumentasi peta sumberdaya hutan.

bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penggunaan kawasan hutan untuk kepentingan pembangunan di luar kegiatan kehutanan.50 Pasal 188 Subdirektorat Jaringan Data Spasial terdiri atas: a. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas sehari-hari secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Jaringan Data Spasial. Seksi Pengelolaan Jaringan Data Spasial. kerumahtanggaan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pembangunan basis dan aliran data spasial kehutanan. mengatur keamanan akses dalam rangka pembangunan basis data spasial. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengelolaan data spasial kehutanan berbasis GIS dan jaringan. mengembangkan kemampuan jaringan dalam mendukung akses basis data secara lebih meluas. Pasal 190 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. kearsipan dan pelaporan Direktorat. Pasal 189 (1) Seksi Pengelolaan Basis Data Spasial mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Pengelolaan Basis Data Spasial. pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. monitoring dan evaluasi kemampuan jaringan sesuai kebutuhan dan teknologi dan melaksanakan fungsi sebagai unit kliring data spasial kehutanan. keuangan. Bagian Ketujuh Direktorat Penggunaan Kawasan Hutan Pasal 191 Direktorat Penggunaan Kawasan Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. (2) Seksi Pengelolaan Jaringan Data Spasial mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.dan b. . kepegawaian. pelaksanaan kebijakan.

dan informasi penggunaan kawasan hutan untuk kepentingan pembangunan di luar kegiatan kehutanan. PNBP. Subdirektorat PNBP Penggunaan Kawasan Hutan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang penggunaan kawasan hutan. dan Nusa Tenggara. Pasal 195 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 194. Jawa.dan e. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang penggunaan kawasan hutan. dan informasi penggunaan kawasan hutan untuk kepentingan pembangunan di luar kegiatan kehutanan. PNBP. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Bali. Subbagian Tata Usaha. dan kriteria di bidang penggunaan kawasan hutan. c. Subdirektorat Penggunaan Kawasan Hutan Wilayah I menyelenggarakan fungsi: . d. Subdirektorat Penggunaan Kawasan Hutan Wilayah II. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penggunaan kawasan hutan. Pasal 193 Direktorat Penggunaan Kawasan Hutan terdiri atas: a. Direktorat Penggunaan Kawasan Hutan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penyusunan norma. Subdirektorat Informasi Penggunaan Kawasan Hutan. Pasal 194 Subdirektorat Penggunaan Kawasan Hutan Wilayah I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. dan informasi penggunaan kawasan hutan untuk kepentingan pembangunan di luar kegiatan kehutanan.dan e. prosedur. Subdirektorat Penggunaan Kawasan Hutan Wilayah I. c. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyiapan areal penggunaan kawasan hutan di wilayah Sumatera. d. PNBP. b. standar. PNBP.51 Pasal 192 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 191. dan informasi penggunaan kawasan hutan untuk kepentingan pembangunan di luar kegiatan kehutanan. pelaksanaan kebijakan. b.

penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penggunaan kawasan hutan di wilayah Sumatera. Bali. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penggunaan kawasan hutan untuk pertambangan di wilayah Sumatera. c. Seksi Penggunaan Untuk Pertambangan. Bali.dan b. Sulawesi. Pasal 197 (1) Seksi Penggunaan Kawasan Hutan Untuk Pertambangan mempunyai tugas penyiapan bahan perumusan kebijakan. Bali. prosedur. dan Nusa Tenggara. Jawa. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penggunaan kawasan hutan untuk non pertambangan di wilayah Sumatera. Jawa. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penggunaan kawasan hutan di wilayah Sumatera. Maluku. dan Nusa Tenggara. Bali dan Nusa Tenggara. pelaksanaan kebijakan. Pasal 199 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 198. Seksi Penggunaan Untuk Non Pertambangan. Sulawesi. bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan norma. Subdirektorat Penggunaan Kawasan Hutan Wilayah II menyelenggarakan fungsi: a. Bali. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penggunaan kawasan hutan wilayah Kalimantan. pelaksanaan kebijakan. dan Nusa Tenggara. pelaksanaan kebijakan. b. dan Nusa Tenggara. Jawa. . Jawa. (2) Seksi Penggunaan Kawasan Hutan Untuk Non Pertambangan mempunyai tugas penyiapan bahan perumusan kebijakan.52 a. standar. dan Papua. Pasal 196 Subdirektorat Penggunaan Kawasan Hutan Wilayah I terdiri atas: a. Jawa. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penggunaan kawasan hutan di wilayah Sumatera. dan Papua. Pasal 198 Subdirektorat Penggunaan Kawasan Hutan Wilayah II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Maluku. dan kriteria di bidang penggunaan kawasan hutan di wilayah Sumatera. Bali dan Nusa Tenggara. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyiapan areal penggunaan kawasan hutan wilayah Kalimantan. d. Jawa.

penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penerimaan negara bukan pajak yang berasal dari kegiatan penggunaan kawasan hutan untuk pembangunan di luar kehutanan. Sulawesi. Maluku. Maluku. Pasal 201 (1) Seksi Penggunaan Kawasan Hutan Untuk Pertambangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Maluku dan Papua. Sulawesi. Seksi Penggunaan Untuk Non Pertambangan. Pasal 200 Subdirektorat Penggunaan Kawasan Hutan Wilayah II terdiri atas: a. pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. Sulawesi. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penggunaan kawasan hutan wilayah Kalimantan. Pasal 203 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 202. . penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyiapan areal penggunaan kawasan hutan untuk Non pertambangan wilayah Kalimantan. standar. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penerimaan negara bukan pajak dari kegiatan penggunaan kawasan hutan untuk pembangunan di luar kehutanan. dan Papua. Sulawesi. c. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyiapan areal penggunaan kawasan hutan untuk pertambangan wilayah Kalimantan.53 b. Pasal 202 Subdirektorat PNBP Penggunaan Kawasan Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. dan Papua. Maluku dan Papua. (2) Seksi Penggunaan Kawasan Hutan Untuk Non Pertambangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. prosedur. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penggunaan kawasan hutan wilayah Kalimantan. Seksi Penggunaan Untuk Pertambangan.dan b. pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat PNBP Penggunaan Kawasan Hutan menyelenggarakan fungsi: a. bimbingan teknis. dan kriteria di bidang penggunaan kawasan hutan wilayah Kalimantan. dan Papua. Sulawesi.dan d. Maluku.

pelaksanaan kebijakan. bimbingan teknis. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang informasi penggunaan kawasan hutan.54 b. dan kriteria di bidang penerimaan negara bukan pajak yang berasal dari kegiatan penggunaan kawasan hutan untuk pembangunan di luar kehutanan. c. Pasal 207 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 206. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang informasi penggunaan kawasan hutan. Seksi PNBP Penggunaan Kawasan Hutan Untuk Pertambangan. Subdirektorat Informasi Penggunaan Kawasan Hutan menyelenggarakan fungsi: a. . Pasal 205 (1) Seksi PNBP Penggunaan Kawasan Hutan Untuk Pertambangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penerimaan negara bukan pajak dari penggunaan kawasan hutan untuk non pertambangan. Pasal 204 Subdirektorat PNBP Penggunaan Kawasan Hutan terdiri atas: a. dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penerimaan negara bukan pajak dari penggunaan kawasan hutan untuk pertambangan. Seksi PNBP Penggunaan Kawasan Hutan Untuk Non Pertambangan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penerimaan negara bukan pajak yang berasal dari kegiatan penggunaan kawasan hutan untuk pembangunan di luar kehutanan. standar. pelaksanaan kebijakan.dan b. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penerimaan negara bukan pajak yang berasal dari kegiatan penggunaan kawasan hutan untuk pembangunan di luar kehutanan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 206 Subdirektorat Informasi Penggunaan Kawasan Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. (2) Seksi PNBP Penggunaan Kawasan Hutan Untuk Non Pertambangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.dan d. prosedur. pelaksanaan kebijakan.

. dan kriteria di bidang informasi penggunaan kawasan hutan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang informasi penggunaan kawasan hutan wilayah Sumatera. Pasal 209 (1) Seksi Informasi Penggunaan Kawasan Hutan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. kerumahtanggaan. pelaksanaan kebijakan. Sulawesi. Maluku dan Papua. dan Nusa Tenggara. prosedur. Pasal 208 Subdirektorat Informasi Penggunaan Kawasan Hutan terdiri atas: a. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang informasi penggunaan kawasan hutan wilayah Kalimantan. penyiapan bahan penyusunan norma.dan d. Jawa. Seksi Informasi Penggunaan Kawasan Hutan Wilayah II. (2) Seksi Informasi Penggunaan Kawasan Hutan Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas sehari-hari secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Informasi Penggunaan Kawasan Hutan. pelaksanaan kebijakan. standar. keuangan. kearsipan dan pelaporan Direktorat.55 b. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang informasi penggunaan kawasan hutan. Pasal 210 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. Bali. kepegawaian. Seksi Informasi Penggunaan Kawasan Hutan Wilayah I.dan b. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang informasi penggunaan kawasan hutan. c.

penyiapan perumusan kebijakan di bidang pembentukan wilayah pengelolaan hutan. b. Subbagian Tata Usaha. Pasal 212 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 211. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pembentukan wilayah pengelolaan hutan. Subdirektorat Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Wilayah II. Subdirektorat Pembentukan Wilayah Pengelolaan Hutan. d. penyiapan areal pemanfaatan hutan dan informasi wilayah pengelolaan kawasan hutan. pelaksanaan kebijakan. penyiapan areal pemanfaatan hutan dan informasi wilayah pengelolaan kawasan hutan. penyiapan areal pemanfaatan hutan dan informasi wilayah pengelolaan kawasan hutan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang wilayah pengelolaan dan penyiapan areal pemanfaatan hutan. Direktorat Wilayah Pengelolaan dan Penyiapan Areal Pemanfaatan Kawasan Hutan menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Informasi Wilayah Pengelolaan dan Pemanfaatan Kawasan Hutan.dan e. Subdirektorat Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Wilayah I. standar. c. b. bimbingan teknis. dan kriteria di bidang pembentukan wilayah pengelolaan hutan. prosedur. .56 Bagian Kedelapan Direktorat Wilayah Pengelolaan dan Penyiapan Areal Pemanfaatan Kawasan Hutan Pasal 211 Direktorat Wilayah Pengelolaan dan Penyiapan Areal Pemanfaatan Kawasan Hutan mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. c. d.dan e. Pasal 213 Direktorat Wilayah Pengelolaan dan Penyiapan Areal Pemanfaatan Kawasan Hutan terdiri atas: a. penyiapan areal pemanfaatan hutan dan informasi wilayah pengelolaan kawasan hutan. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pembentukan wilayah pengelolaan hutan. penyiapan penyusunan norma.

pelaksanaan kebijakan. Seksi Pembentukan Wilayah Pengelolaan Hutan Wilayah I. dan Papua. dan kriteria di bidang pembentukan wilayah pengelolaan hutan. standar. bimbingan teknis. Sulawesi.57 Pasal 214 Subdirektorat Pembentukan Wilayah Pengelolaan Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Pasal 216 Subdirektorat Pembentukan Wilayah Pengelolaan Hutan terdiri atas: a. penyiapan bahan pelaksanaan pengelolaan hutan. b. Maluku. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pembentukan wilayah pengelolaan hutan. kebijakan di bidang pembentukan wilayah c. Jawa. pelaksanaan kebijakan. Bali dan Nusa Tenggara. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pembentukan wilayah pengelolaan hutan. penyiapan bahan penyusunan norma. . Pasal 215 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 214. Subdirektorat Pembentukan Wilayah Pengelolaan Hutan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 217 (1) Seksi Pembentukan Wilayah Pengelolaan Hutan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. (2) Seksi Pembentukan Wilayah Pengelolaan Kawasan Hutan Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pembentukan wilayah pengelolaan hutan di wilayah Kalimantan. pelaksanaan kebijakan. Seksi Pembentukan Wilayah Pengelolaan Hutan Wilayah II.dan b. prosedur.dan d. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pembentukan wilayah pengelolaan hutan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pembentukan wilayah pengelolaan hutan di wilayah Sumatera.

Bali dan Nusa Tenggara. Seksi Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Tanaman Wilayah I. prosedur. hutan desa. bimbingan teknis. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyiapan areal pemanfaatan kawasan hutan di wilayah Sumatera. Jawa.dan d. Pasal 220 Subdirektorat Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Wilayah I terdiri atas: a. Jawa. pelaksanaan kebijakan. Bali dan Nusa Tenggara. Bali dan Nusa Tenggara. hutan kemasyarakatan. Pasal 219 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 218. Jawa.58 Pasal 218 Subdirektorat Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Wilayah I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Jawa. Bali dan Nusa Tenggara. Jawa. usaha jasa lingkungan dan kawasan hutan dengan tujuan khusus di wilayah Sumatera. Jawa. (2) Seksi Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Tanaman Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. b.dan b. Subdirektorat Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Wilayah I menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 221 (1) Seksi Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Alam Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyiapan areal pemanfaatan kawasan hutan di wilayah Sumatera. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penyiapan areal pemanfaatan kawasan hutan di wilayah Sumatera. Bali dan Nusa Tenggara. dan kriteria di bidang penyiapan areal pemanfaatan kawasan hutan di wilayah Sumatera. Bali dan Nusa Tenggara. Jawa. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyiapan areal pemanfaatan hutan tanaman dan hutan tanaman rakyat di wilayah Sumatera. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyiapan areal pemanfaatan hutan alam. penyiapan bahan penyusunan norma. c. usaha pariwisata alam. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penyiapan areal pemanfaatan kawasan hutan di wilayah Sumatera. Seksi Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Alam Wilayah I. Bali dan Nusa Tenggara. standar. pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. .

pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. usaha jasa lingkungan dan kawasan hutan dengan tujuan khusus di wilayah Kalimantan. bimbingan teknis. Pasal 224 Subdirektorat Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Wilayah II terdiri atas: a. Subdirektorat Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Wilayah II menyelenggarakan fungsi: a. Maluku dan Papua. Sulawesi. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyiapan areal pemanfaatan hutan alam. . Pasal 223 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 222. Maluku dan Papua.dan d. dan kriteria di bidang penyiapan areal pemanfaatan hutan di wilayah Kalimantan. hutan desa. Maluku dan Papua. c.dan b. Maluku dan Papua. usaha pariwisata alam. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyiapan areal pemanfaatan hutan tanaman. Sulawesi. Maluku dan Papua. Seksi Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Tanaman Wilayah II. Sulawesi. Sulawesi. (2) Seksi Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Tanaman Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penyiapan areal pemanfaatan hutan di wilayah Kalimantan. penyiapan bahan penyusunan norma. prosedur. Seksi Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Alam Wilayah II. dan hutan tanaman rakyat di wilayah Kalimantan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyiapan areal pemanfaatan hutan di wilayah Kalimantan. Maluku dan Papua. standar. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyiapan areal pemanfaatan hutan di wilayah Kalimantan. Maluku dan Papua. Pasal 225 (1) Seksi Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Alam Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Sulawesi. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penyiapan areal pemanfaatan hutan di wilayah Kalimantan.59 Pasal 222 Subdirektorat Penyiapan Areal Pemanfaatan Hutan Wilayah II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. b. Sulawesi. pelaksanaan kebijakan. Sulawesi. hutan kemasyarakatan.

Pasal 227 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 226.dan d. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang informasi geografis pemanfaatan kawasan hutan. Seksi Informasi Pemanfaatan Kawasan Hutan. Subdirektorat Informasi Wilayah Pengelolaan dan Pemanfaatan Kawasan Hutan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 229 (1) Seksi Informasi Wilayah Pengelolaan mempuyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 228 Subdirektorat Informasi Wilayah Pengelolaan dan Pemanfaatan Kawasan Hutan terdiri atas: a. dan kriteria di bidang informasi wilayah pengelolaan dan pemanfaatan kawasan hutan. c. pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Informasi Pemanfaatan Kawasan Hutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.dan b. b. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyiapan informasi pembentukan wilayah. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang informasi wilayah pengelolaan dan pemanfaatan kawasan hutan. . penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang informasi wilayah pengelolaan dan pemanfaatan kawasan hutan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang informasi wilayah pengelolaan dan pemanfaatan kawasan hutan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang informasi wilayah pengelolaan dan pemanfaatan kawasan hutan.60 Pasal 226 Subdirektorat Informasi Wilayah Pengelolaan dan Pemanfaatan Kawasan Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. standar. penyiapan bahan penyusunan norma. prosedur. Seksi Informasi Wilayah Pengelolaan. bimbingan teknis. pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan kebijakan.

kearsipan dan pelaporan Direktorat. kerumahtanggaan. kepegawaian.61 Pasal 230 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. keuangan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas sehari-hari secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Informasi Wilayah Pengelolaan dan Pemanfaatan Kawasan Hutan. .

pelaksanaan kebijakan di bidang perlindungan hutan dan konservasi alam sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Pasal 233 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 232. prosedur. Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam menyelenggarakan fungsi: a. standar. d. perumusan kebijakan di bidang perlindungan hutan dan konservasi alam sesuai peraturan perundang-undangan. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perlindungan hutan dan konservasi alam sesuai dengan peraturan perundang-undangan. b. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam. Pasal 232 Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang perlindungan hutan dan konservasi alam sesuai dengan peraturan perundangundangan. penyusunan norma. c.dan e. . dan kriteria di bidang perlindungan hutan dan konservasi alam sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Tugas dan Fungsi Pasal 231 (1) Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam adalah unsur pelaksana yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kehutanan.62 BAB V DIREKTORAT JENDERAL PERLINDUNGAN HUTAN DAN KONSERVASI ALAM Bagian Pertama Kedudukan. (2) Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam dipimpin oleh Direktur Jenderal.

koordinasi dan pelaksanaan tata usaha. c. b. Direktorat Penyidikan dan Pengamanan Hutan. Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kawasan Konservasi dan Hutan Lindung. d. Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati. kerja sama teknik. Pasal 236 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 235. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 235 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unit organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Sekretariat Direktorat Jenderal. perlengkapan dan administrasi keuangan Direktorat Jenderal. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. b. e. koordinasi dan penyiapan telaahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. c.dan f. koordinasi dan penyusunan rencana. program. . d.dan e. Direktorat Kawasan Konservasi dan Bina Hutan Lindung. Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan. organisasi dan tata laksana di bidang perlindungan hutan dan konservasi alam. koordinasi dan pelaksanaan urusan kepegawaian. pemberian pertimbangan dan bantuan hukum di bidang perlindungan hutan dan konservasi alam.63 Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 234 Direktorat Jenderal Perlindungan hutan dan Konservasi Alam terdiri atas: a. evaluasi dan pelaporan di bidang perlindungan hutan dan konservasi alam. koordinasi dan pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi di bidang perlindungan hutan dan konservasi alam.

Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan program dan anggaran. Bagian Program dan Evaluasi. informasi dan statistik serta pelaksanaan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. b. (2) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan pengumpulan. data. Organisasi dan Tata Laksana. penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan rencana dan program. Bagian Kepegawaian. penyusunan statistik. Bagian Hukum dan Kerja Sama Teknik. Pasal 239 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 238. serta kehumasan. Pasal 241 (1) Subbagian Program dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program kerja dan anggaran. penyiapan bahan koordinasi dan pengumpulan data serta penyajian informasi c. Subbagian Data dan Informasi. b. Pasal 240 Bagian Program dan Evaluasi terdiri atas: a. pengolahan data dan penyajian informasi.dan c. Pasal 238 Bagian Program dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi penyusunan dan pelaksanaan rencana.dan d. program dan anggaran. b. . Bagian Program dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Program dan Anggaran.64 Pasal 237 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a. c.dan d. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan statistik dan kehumasan. Bagian Keuangan dan Umum.

dan administrasi kepegawaian. Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepegawaian. Pasal 242 Bagian Kepegawaian. penyiapan bahan penyusunan organisasi dan ketatalaksanaan.65 (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi kinerja dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. Pasal 244 Bagian Kepegawaian. Subbagian Administrasi Kepegawaian. . Bagian Kepegawaian. b. Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. serta penyiapan bahan penyusunan organisasi dan ketatalaksanaan. Pasal 245 (1) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana formasi pegawai. serta penyusunan tata hubungan kerja. Subbagian Organisasi dan Tata Laksana. pelaksanaan urusan pengembangan karier pegawai dan administrasi jabatan fungsional. (3) Subbagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis jabatan.dan c. b. perumusan tugas. pelatihan. fungsi. Pasal 243 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 242. Organisasi dan Tata Laksana terdiri atas: a. pelaksanaan urusan administrasi kepegawaian.dan c. Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional. (2) Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan pendidikan. tata kerja. susunan organisasi. dan evaluasi kinerja organisasi. pengembangan pegawai dan administrasi jabatan fungsional. pendisiplinan dan penghargaan pegawai serta administrasi jabatan fungsional. pedoman dan prosedur kerja dan pembakuan prasarana dan sarana kerja.

Pasal 249 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. kearsipan dan pembinaan tata persuratan. bantuan hukum. b. Subbagian Tata Usaha. melakukan akuntansi keuangan dan barang milik negara. (3) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan urusan rumah tangga dan pengelolaan barang milik negara. pelaporan keuangan. Pasal 248 Bagian Keuangan dan Umum terdiri atas: a. kearsipan dan pengelolaan urusan keuangan. b. rumah tangga. pelaksanaan urusan perlengkapan. Subbagian Administrasi Keuangan. pelaksanaan urusan administrasi keuangan. pelaksanaan urusan tata usaha. serta penyiapan bahan administrasi kerja sama teknik dalam negeri dan luar negeri. Pasal 247 Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 246. pertimbangan. penelaahan permasalahan. perlengkapan.dan c.66 Pasal 246 Bagian Keuangan dan Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan. Subbagian Perlengkapan. verifikasi. pembinaan kebendaharaan petugas SAI dan petugas SIMAK-BMN. Bagian Keuangan dan Umum menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rencana anggaran gaji dan penggajian. penyiapan bahan perbendaharaan. . penyelesaian tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. Pasal 250 Bagian Hukum dan Kerja Sama Teknik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan.dan c. (2) Subbagian Administrasi Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan tata laksana keuangan.

penyiapan bahan peraturan perundang-undangan.67 Pasal 251 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 250. Pasal 252 Bagian Hukum dan Kerja Sama Teknik terdiri atas: a. dan bantuan permasalahan hukum. Subbagian Pertimbangan dan Bantuan Hukum. penelaahan dan penanganan permasalahan. Direktorat Penyidikan dan Pengamanan Hutan menyelenggarakan fungsi: .dan c. pertimbangan. Pasal 255 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 254. Subbagian Peraturan Perundang-undangan.dan c. Bagian Hukum dan Kerja Sama Teknik menyelenggarakan fungsi: a. b. b. (3) Subbagian Kerja Sama Teknik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan koordinasi administrasi kerja sama teknik dalam negeri dan luar negeri. Subbagian Kerja Sama Teknik. Pasal 253 (1) Subbagian Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rancangan dan penelahaan peraturan perundangundangan. Bagian Keempat Direktorat Penyidikan dan Pengamanan Hutan Pasal 254 Direktorat Penyidikan dan Pengamanan Hutan mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. penyiapan bahan administrasi kerja sama teknik dalam negeri dan luar negeri. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyidikan dan pengamanan hutan. pelaksanaan kebijakan. (2) Subbagian Pertimbangan dan Bantuan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. penyiapan bahan pertimbangan dan bantuan hukum.

Subbagian Tata Usaha. Pasal 256 Direktorat Penyidikan dan Pengamanan Hutan terdiri atas: a. pengelolaan polisi kehutanan dan penyidik pegawai negeri sipil serta sarana prasarana penyidikan dan pengamanan hutan. bimbingan teknis. Subdirektorat Penyidikan dan Pengamanan Wilayah III. pengelolaan polisi kehutanan dan penyidik pegawai negeri sipil serta sarana prasarana penyidikan dan pengamanan hutan. standar. b. Pasal 258 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 257. e. perambahan peredaran ilegal tumbuhan dan satwa liar. Subdirektorat Penyidikan dan Pengamanan Wilayah I. perambahan peredaran ilegal tumbuhan dan satwa liar. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. d. dan kriteria di bidang penyidikan. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang penyidikan. perburuan liar. prosedur. Pasal 257 Subdirektorat Program dan Evaluasi Penyidikan dan Pengamanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. c. perambahan peredaran ilegal tumbuhan dan satwa liar. pembalakan dan peredaran hasil hutan ilegal. Subdirektorat Penyidikan dan Pengamanan Wilayah II. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang program dan evaluasi penyidikan dan pengamanan hutan.dan e. pengelolaan polisi kehutanan dan penyidik pegawai negeri sipil serta sarana prasarana penyidikan dan pengamanan hutan. Subdirektorat Program dan Evaluasi Penyidikan dan Pengamanan menyelenggarakan fungsi: . perambahan peredaran ilegal tumbuhan dan satwa liar. pembalakan dan peredaran hasil hutan ilegal. penyiapan penyusunan norma. perburuan liar. penyiapan perumusan kebijakan di bidang penyidikan. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyidikan. pembalakan dan peredaran hasil hutan ilegal.68 a. c. pelaksanaan kebijakan. perburuan liar. b. pembalakan dan peredaran hasil hutan ilegal. d. Subdirektorat Dukungan Operasi. Subdirektorat Program dan Evaluasi Penyidikan dan Pengamanan. pengelolaan polisi kehutanan dan penyidik pegawai negeri sipil serta sarana prasarana penyidikan dan pengamanan hutan. perburuan liar.dan f.

c. prosedur. standar. Pasal 261 Subdirektorat Penyidikan dan Pengamanan Wilayah I mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. b. (2) Seksi Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.dan b. Jawa dan Bali. Seksi Evaluasi. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyidikan dan pengamanan hutan di wilayah Sumatera. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penyidikan dan pengamanan hutan di wilayah Sumatera. penyiapan bahan penyusunan norma. Jawa dan Bali.dan . pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penyidikan dan pengamanan hutan di wilayah Sumatera. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang evaluasi penyidikan dan pengamanan hutan. dan kriteria di bidang penyidikan dan pengamanan hutan di wilayah Sumatera. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang program dan evaluasi penyidikan dan pengamanan. dan kriteria di bidang program dan evaluasi penyidikan dan pengamanan. b. bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 262 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 261. pelaksanaan kebijakan. Pasal 259 Subdirektorat Program dan Evaluasi Penyidikan dan Pengamanan terdiri atas: a.69 a. Seksi Program. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang program dan evaluasi penyidikan dan pengamanan. c. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang program dan evaluasi penyidikan dan pengamanan. Jawa dan Bali.dan d. Pasal 260 (1) Seksi Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. Subdirektorat Penyidikan dan Pengamanan Wilayah I menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang program dan rencana penyidikan dan pengamanan hutan. pelaksanaan kebijakan. Jawa dan Bali. prosedur.

Subdirektorat Penyidikan dan Pengamanan Wilayah II menyelenggarakan fungsi: a. prosedur. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penyidikan dan pengamanan hutan di wilayah Kalimantan dan Nusa Tenggara. Pasal 266 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 265. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penyidikan dan pengamanan hutan di wilayah Kalimantan dan Nusa Tenggara.70 d. peredaran tumbuhan dan satwa liar ilegal.dan . pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyidikan dan pengamanan hutan di wilayah Sumatera. Pasal 263 Subdirektorat Penyidikan dan Pengamanan Hutan Wilayah I terdiri atas: a. standar. dan perburuan di wilayah Sumatera. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyidikan dan pengamanan hutan di wilayah Kalimantan dan Nusa Tenggara. b. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyidikan dan penanggulangan perambahan hutan dan kebakaran di wilayah Sumatera. Pasal 265 Subdirektorat Penyidikan dan Pengamanan Wilayah II mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyidikan dan penanggulangan pembalakan ilegal. c. (2) Seksi Perambahan Hutan dan Kebakaran Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. Seksi Pembalakan Ilegal dan Tumbuhan dan Satwa Liar Wilayah I. dan kriteria di bidang penyidikan dan pengamanan hutan di wilayah Kalimantan dan Nusa Tenggara.dan b. Pasal 264 (1) Seksi Pembalakan Ilegal dan Tumbuhan dan Satwa Liar Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. Jawa dan Bali. hama penyakit. Jawa dan Bali. bimbingan teknis. Jawa dan Bali. Seksi Perambahan Hutan dan Kebakaran Wilayah I.

Pasal 267 Subdirektorat Penyidikan dan Pengamanan Hutan Wilayah II terdiri atas: a. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penyidikan dan pengamanan hutan di wilayah Sulawesi. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyidikan dan pengamanan hutan di wilayah Kalimantan dan Nusa Tenggara. Maluku dan Papua. Seksi Perambahan Hutan dan Kebakaran Wilayah II. Seksi Pembalakan Ilegal dan Tumbuhan dan Satwa Liar Wilayah II. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penyidikan dan pengamanan hutan di wilayah Sulawesi. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyidikan dan penanggulangan perambahan hutan dan kebakaran di wilayah Kalimantan dan Nusa Tenggara. Maluku dan Papua. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyidikan dan penanggulangan pembalakan ilegal dan penanggulangan peredaran tumbuhan dan satwa liar ilegal. perburuan di wilayah Kalimantan dan Nusa Tenggara. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyidikan dan pengamanan hutan di wilayah Sulawesi.71 d.dan b. Pasal 269 Subdirektorat Penyidikan dan Pengamanan Hutan Wilayah III mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. bimbingan teknis. Maluku dan Papua. (2) Seksi Perambahan Hutan dan Kebakaran Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. hama penyakit. pelaksanaan kebijakan. b. Pasal 268 (1) Seksi Pembalakan Ilegal dan Tumbuhan dan Satwa Liar Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 270 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 269. . Subdirektorat Penyidikan dan Pengamanan Hutan Wilayah III menyelenggarakan fungsi: a.

72 c. Pasal 273 Subdirektorat Dukungan Operasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan.dan b. pelaksanaan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang polisi kehutanan dan penyidik pegawai negeri sipil serta pengembangan dan pendayagunaan sarana dan prasarana pengamanan hutan. dan perburuan di wilayah Sulawesi. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyidikan dan penanggulangan perambahan hutan dan kebakaran di wilayah Sulawesi. Maluku dan Papua. Maluku dan Papua. hama penyakit. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyidikan dan pengamanan hutan di wilayah Sulawesi. Maluku dan Papua. Pasal 274 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 273. Seksi Pembalakan Ilegal dan Tumbuhan dan Satwa Liar Wilayah III. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang polisi kehutanan dan penyidik pegawai negeri sipil serta pengembangan dan pendayagunaan sarana dan prasarana pengamanan hutan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyidikan dan penanggulangan pembalakan ilegal. Pasal 272 (1) Seksi Pembalakan Ilegal dan Tumbuhan dan Satwa Liar Wilayah III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 271 Subdirektorat Penyidikan dan Pengamanan Hutan Wilayah III terdiri atas: a. Subdirektorat Dukungan Operasi menyelenggarakan fungsi: a. peredaran tumbuhan dan satwa liar ilegal. (2) Seksi Perambahan Hutan dan Kebakaran Wilayah III mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan.dan d. Seksi Perambahan Hutan dan Kebakaran Wilayah III. Maluku dan Papua. . standar. prosedur. dan kriteria di bidang penyidikan dan pengamanan hutan di wilayah Sulawesi. bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan norma.

penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengembangan. Seksi Sarana dan Prasarana. pelaksanaan kebijakan. Pasal 276 (1) Seksi Polisi Kehutanan dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.dan d. Pasal 275 Subdirektorat Dukungan Operasi terdiri atas: a. dan kriteria di bidang polisi kehutanan dan penyidik pegawai negeri sipil serta pengembangan dan pendayagunaan sarana dan prasarana pengamanan hutan. tertib administrasi dan pendayagunaan sarana dan prasarana pengamanan hutan. c. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang polisi kehutanan dan penyidik pegawai negeri sipil serta pengembangan dan pendayagunaan sarana dan prasarana pengamanan hutan. Pasal 277 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan.73 b. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang polisi kehutanan dan penyidik pegawai negeri sipil serta pengembangan dan pendayagunaan sarana dan prasarana pengamanan hutan.dan b. kepegawaian. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengembangan dan pembinaan Polisi Kehutanan dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil. (2) Seksi Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. penyiapan bahan penyusunan norma. . dan kerumahtanggaan serta pelaporan Direktorat. keuangan. Seksi Polisi Kehutanan dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil. pelaksanaan kebijakan. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Dukungan Operasi. prosedur.

Pasal 280 Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan terdiri atas: a. dan kriteria di bidang monitoring hotspot. d. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengendalian kebakaran hutan. Subdirektorat Tenaga dan Sarana Prasarana Pengendalian Kebakaran Hutan. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang monitoring hotspot. bimbingan teknis. pemadaman dan penanganan dampak pasca kebakaran. c. pencegahan. serta tenaga dan sarana prasarana di bidang pengendalian kebakaran hutan. b. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang monitoring hotspot. pemadaman dan penanganan dampak pasca kebakaran. pemadaman dan penanganan dampak pasca kebakaran.dan e. pemadaman dan penanganan dampak pasca kebakaran. pencegahan. pencegahan. prosedur.74 Bagian Kelima Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan Pasal 278 Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. . d. Pasal 279 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 278. b. penyiapan perumusan kebijakan di bidang monitoring hotspot. pencegahan. Subdirektorat Monitoring Hotspot dan Pencegahan Kebakaran Hutan. serta tenaga dan sarana prasarana di bidang pengendalian kebakaran hutan.dan e. serta tenaga dan sarana prasarana di bidang pengendalian kebakaran hutan. penyiapan penyusunan norma. pelaksanaan kebijakan. Subbagian Tata Usaha. c. Subdirektorat Program dan Evaluasi Pengendalian Kebakaran Hutan. Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan menyelenggarakan fungsi: a. standar. Subdirektorat Pemadaman dan Penanganan Dampak Pasca Kebakaran Hutan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. serta tenaga dan sarana prasarana di bidang pengendalian kebakaran hutan.

dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang monitoring hotspot dan pencegahan kebakaran hutan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang program dan rencana pengendalian kebakaran hutan. c. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang evaluasi pengendalian kebakaran hutan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang program dan evaluasi pengendalian kebakaran hutan.dan b. pelaksanaan kebijakan. bimbingan teknis. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang program dan evaluasi pengendalian kebakaran hutan. pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. Pasal 282 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 281. Pasal 284 (1) Seksi Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. kebijakan di bidang program dan evaluasi b. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang program dan evaluasi pengendalian kebakaran hutan.75 Pasal 281 Subdirektorat Program dan Evaluasi Pengendalian Kebakaran Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan pengendalian kebakaran hutan. standar. pelaksanaan kebijakan. bimbingan teknis. prosedur. penyiapan bahan penyusunan norma. Seksi Program. Pasal 283 Subdirektorat Program dan Evaluasi Pengendalian Kebakaran Hutan terdiri atas: a. . (2) Seksi Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 285 Subdirektorat Monitoring Hotspot dan Pencegahan Kebakaran Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Subdirektorat Program dan Evaluasi Pengendalian Kebakaran Hutan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Evaluasi. dan kriteria di bidang program dan evaluasi pengendalian kebakaran hutan.dan d.

Seksi Monitoring Hotspot. sistem informasi pemantauan hotspot. prosedur. c. . dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemadaman dan penanganan dampak pasca kebakaran hutan.dan d. Seksi Pencegahan Kebakaran Hutan. Pasal 289 Subdirektorat Pemadaman dan Penanganan Dampak Pasca Kebakaran Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang monitoring hotspot dan pencegahan kebakaran hutan. (2) Seksi Pencegahan Kebakaran Hutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang monitoring hotspot dan pencegahan kebakaran hutan. Subdirektorat Monitoring Hotspot dan Pencegahan Kebakaran Hutan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan kebijakan. b. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang monitoring hotspot dan pencegahan kebakaran hutan. penyiapan bahan penyusunan norma. dan sistem peringatan bahaya kebakaran. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pencegahan kebakaran hutan. standar.76 Pasal 286 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 285. bimbingan teknis. dan kriteria di bidang monitoring hotspot dan pencegahan kebakaran hutan. b. pelaksanaan kebijakan. Pasal 287 Subdirektorat Monitoring Hotspot dan Pencegahan Kebakaran Hutan terdiri atas: a. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang monitoring dan analisis hotspot. Pasal 288 (1) Seksi Monitoring Hotspot mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.

Subdirektorat Pemadaman dan Penanganan Dampak Pasca Kebakaran Hutan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan kebijakan. Bali dan Sulawesi.dan b. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pemadaman dan penanganan dampak pasca kebakaran hutan wilayah II di Kalimantan. Seksi Pemadaman dan Penanganan Dampak Pasca Kebakaran Hutan Wilayah I. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pemadaman dan penanganan dampak pasca kebakaran hutan. Jawa. c. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemadaman dan penanganan dampak pasca kebakaran hutan. prosedur. bimbingan teknis. standar. dan kriteria di bidang pemadaman dan penanganan dampak pasca kebakaran hutan. Pasal 292 (1) Seksi Pemadaman dan Penanganan Dampak Pasca Kebakaran Hutan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Pemadaman dan Penanganan Dampak Pasca Kebakaran Hutan Wilayah II. . penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pemadaman dan penanganan dampak pasca kebakaran hutan wilayah I di Sumatera. Maluku dan Papua. penyiapan bahan penyusunan norma. pelaksanaan kebijakan. Pasal 291 Subdirektorat Pemadaman dan Penanganan Dampak Pasca Kebakaran Hutan terdiri atas: a. (2) Seksi Pemadaman dan Penanganan Dampak Pasca Kebakaran Hutan Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 293 Subdirektorat Tenaga dan Sarana Prasarana Pengendalian Kebakaran Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. b. pelaksanaan kebijakan. Nusa Tenggara.dan d.77 Pasal 290 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 289. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemadaman kebakaran hutan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pemadaman dan penanganan dampak pasca kebakaran hutan.

b. standar. Pasal 297 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. kepegawaian. Pasal 295 Subdirektorat Tenaga dan Sarana Prasarana Pengendalian Kebakaran Hutan terdiri atas: a. dan kerumahtanggaan serta pelaporan Direktorat. pelaksanaan kebijakan. Seksi Sarana dan Prasarana. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang tenaga dan sarana prasarana pengendalian kebakaran hutan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang tenaga pengendalian kebakaran hutan. prosedur. dan kriteria di bidang tenaga dan sarana prasarana pengendalian kebakaran hutan. penyiapan bahan penyusunan norma. Seksi Tenaga. pelaksanaan kebijakan.dan b. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang sarana dan prasarana pengendalian kebakaran hutan. keuangan. Pasal 296 (1) Seksi Tenaga mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang tenaga dan sarana prasarana pengendalian kebakaran hutan.dan d. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Program dan Evaluasi Pengendalian Kebakaran Hutan. . c. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang tenaga dan sarana prasarana pengendalian kebakaran hutan. (2) Seksi Sarana dan Prasarana mempunyai tugas penyiapan bahan perumusan kebijakan. Subdirektorat Tenaga dan Sarana Prasarana Pengendalian Kebakaran Hutan menyelenggarakan fungsi: a.78 Pasal 294 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 293.

penyiapan perumusan kebijakan di bidang pemolaan dan pengembangan. pembinaan pengelolaan kawasan suaka alam. kawasan ekosistem esensial dan bina daerah penyangga. Subdirektorat Kawasan Pelestarian Alam dan Taman Buru. c. kawasan konservasi perairan. hutan lindung. kawasan ekosistem esensial dan bina daerah penyangga. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. pembinaan pengelolaan kawasan suaka alam. taman buru. standar. hutan lindung. kawasan ekosistem esensial dan bina daerah penyangga. Subdirektorat Konservasi Lahan Basah. d. Perairan dan Ekosistem Esensial. lahan basah.79 Bagian Keenam Direktorat Kawasan Konservasi dan Bina Hutan Lindung Pasal 298 Direktorat Kawasan Konservasi dan Bina Hutan Lindung mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. Subdirektorat Kawasan Suaka Alam dan Hutan Lindung. kawasan konservasi perairan. lahan basah. taman buru. pembinaan pengelolaan kawasan suaka alam. Pasal 300 Direktorat Kawasan Konservasi dan Bina Hutan Lindung terdiri atas: a. kawasan pelestarian alam. kawasan pelestarian alam. hutan lindung.dan e. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pemolaan dan pengembangan. taman buru. Pasal 299 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 298. pelaksanaan kebijakan. lahan basah. Subdirektorat Pemolaan dan Pengembangan. bimbingan teknis. penyiapan penyusunan norma. b. . kawasan konservasi perairan. kawasan ekosistem esensial dan bina daerah penyangga. hutan lindung. d. kawasan pelestarian alam. Direktorat Kawasan Konservasi dan Bina Hutan Lindung menyelenggarakan fungsi: a. lahan basah. c. kawasan konservasi perairan. dan kriteria di bidang pemolaan dan pengembangan. b. pembinaan pengelolaan kawasan suaka alam. prosedur. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemolaan dan pengembangan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang konservasi kawasan dan pembinaan hutan lindung. kawasan pelestarian alam. taman buru.

Pasal 302 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 301. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemolaan dan pengembangan kawasan konservasi.dan b. Pasal 301 Subdirektorat Pemolaan dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. bimbingan teknis. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pemolaan dan pengembangan kawasan konservasi. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemolaan dan pengembangan kawasan konservasi. evaluasi fungsi.80 e. tumpang tindih peruntukan kawasan konservasi. pelaksanaan kebijakan. Pasal 304 (1) Seksi Pemolaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.dan d. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang persiapan pembentukan kawasan konservasi. Subdirektorat Pemolaan dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. c. Subdirektorat Bina Daerah Penyangga. penyiapan bahan penyusunan norma. Seksi Pengembangan dan Perpetaan. prosedur. b. (2) Seksi Pengembangan dan Perpetaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. . penataan zonasi/blok. pemantapan dan penataan kawasan. Seksi Pemolaan. pelaksanaan kebijakan. Pasal 303 Subdirektorat Pemolaan dan Pengembangan terdiri atas: a. pelaksanaan kebijakan. dan kriteria di bidang pemolaan dan pengembangan kawasan konservasi. standar. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pemolaan dan pengembangan kawasan konservasi. rencana pengembangan dan perubahan kawasan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang rencana pengelolaan. perubahan fungsi.dan f. Subbagian Tata Usaha.

dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan kawasan pelestarian alam dan taman buru. b. dan taman buru. Taman Hutan Raya dan Taman Buru. . Subdirektorat Kawasan Pelestarian Alam dan Taman Buru menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyusunan rencana pengelolaan ekosistem/habitat. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di pengelolaan kawasan pelestarian alam dan taman buru. dan kriteria di bidang pengelolaan kawasan pelestarian alam dan taman buru. pelaksanaan kebijakan. taman hutan raya. Seksi Taman Wisata Alam. pemanfaatan untuk menunjang budidaya dan pengembangan kolaborasi di Taman Nasional. pelaksanaan kebijakan. pemanfaatan untuk menunjang budidaya dan pengembangan kolaborasi di taman wisata alam. pemanfaatan untuk pendidikan dan kesadaran konservasi. Seksi Taman Nasional. Pasal 308 (1) Seksi Taman Nasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.dan d. Taman Hutan Raya. Pasal 307 Subdirektorat Kawasan Pelestarian Alam dan Taman Buru terdiri atas: a. Pasal 306 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 305. pelaksanaan kebijakan. prosedur. penyiapan bahan penyusunan norma. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyusunan rencana pengelolaan ekosistem/habitat. c. rehabilitasi dan restorasi ekosistem/habitat.81 Pasal 305 Subdirektorat Kawasan Pelestarian Alam dan Taman Buru mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. bimbingan teknis. pemanfaatan untuk pendidikan dan kesadaran konservasi.dan b. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan kawasan pelestarian alam dan taman buru. standar. pemanfaatan untuk penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan. (2) Seksi Taman Wisata Alam. pemanfaatan untuk penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan. dan Taman Buru mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengelolaan kawasan pelestarian alam dan taman buru.

pemanfaatan untuk penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan. pemanfaatan untuk menunjang budidaya dan pengembangan kolaborasi. Pasal 312 (1) Seksi Cagar Alam mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan kriteria di bidang pengelolaan kawasan suaka alam dan hutan lindung. pelaksanaan kebijakan. standar. penyiapan bahan penyusunan norma. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan suaka alam dan hutan lindung. bimbingan teknis. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengelolaan kawasan suaka alam dan hutan lindung. c. (2) Seksi Suaka Margasatwa dan Hutan Lindung mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengelolaan kawasan suaka alam dan hutan lindung. b. pemanfaatan untuk penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan. pemanfaatan untuk pendidikan dan kesadaran konservasi.82 Pasal 309 Subdirektorat Kawasan Suaka Alam dan Hutan Lindung mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Pasal 311 Subdirektorat Kawasan Suaka Alam dan Hutan Lindung terdiri atas: a. Seksi Suaka Margasatwa dan Hutan Lindung. prosedur. Subdirektorat Kawasan Suaka Alam dan Hutan Lindung menyelenggarakan fungsi: a. pemanfaatan untuk pendidikan dan kesadaran konservasi. pemanfaatan untuk menunjang budidaya dan pengembangan kolaborasi serta penyelesaian masalah penggunaan suaka margasatwa dan hutan lindung. Seksi Cagar Alam. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyusunan rencana pengelolaan ekosistem/ habitat. pelaksanaan kebijakan.dan d. pelaksanaan kebijakan. . Pasal 310 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 309. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyusunan masalah pengelolaan ekosistem/habitat.dan b. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan kawasan suaka alam dan hutan lindung.

evaluasi bimbingan teknis di bidang penyusunan rencana pengelolaan kawasan konservasi lahan basah. kawasan konservasi perairan serta ekosistem esensial. Pasal 314 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 313. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan kawasan konservasi lahan basah. Perairan dan Ekosistem Esensial terdiri atas: a. kawasan konservasi perairan serta ekosistem esensial. standar. Maluku dan Papua. Seksi Konservasi Lahan Basah. Bali. kawasan konservasi perairan serta ekosistem esensial. . pelaksanaan kebijakan. Seksi Konservasi Lahan Basah. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengelolaan kawasan konservasi lahan basah. Perairan dan Ekosistem Esensial Wilayah II. Nusa Tenggara. kawasan konservasi laut dan ekosistem esensial di Wilayah Jawa. prosedur. Pasal 315 Subdirektorat Konservasi Lahan Basah. b.83 Pasal 313 Subdirektorat Konservasi Lahan Basah. c. Kalimantan dan Sulawesi. kawasan konservasi perairan serta ekosistem esensial. bimbingan teknis. kawasan konservasi perairan serta ekosistem esensial. kawasan konservasi laut dan ekosistem esensial di Wilayah Sumatera. Perairan dan Ekosistem Esensial menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 316 (1) Seksi Konservasi Lahan Basah. bimbingan teknis. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengelolaan kawasan konservasi lahan basah. (2) Seksi Konservasi Lahan Basah. Perairan dan Ekosistem Esensial Wilayah II mempunyai tugas mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan. Subdirektorat Konservasi Lahan Basah. dan kriteria di bidang pengelolaan kawasan konservasi lahan basah. bimbingan teknis. Perairan dan Ekosistem Esensial Wilayah I. penyiapan bahan penyusunan norma.dan d. Perairan dan Ekosistem Esensial Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan.dan b. evaluasi bimbingan teknis di bidang penyusunan rencana pengelolaan kawasan konservasi lahan basah. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengelolaan kawasan konservasi lahan basah. Perairan dan Ekosistem Esensial mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan.

84 Pasal 317 Subdirektorat Bina Daerah Penyangga mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. kawasan suaka alam dan taman buru. Seksi Bina Daerah Penyangga Kawasan Suaka Alam. bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan norma. kawasan suaka alam dan taman buru. dan kriteria di bidang pembinaan masyarakat tradisional/lokal dan daerah penyangga di sekitar kawasan pelestarian alam. kawasan suaka alam dan taman buru.dan d. pelaksanaan kebijakan. Pasal 318 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 317. (2) Seksi Bina Daerah Penyangga Kawasan Suaka Alam mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. Pasal 319 Subdirektorat Bina Daerah Penyangga terdiri atas: a. b. prosedur. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pembinaan masyarakat tradisional/lokal dan daerah penyangga di sekitar kawasan pelestarian alam. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pembinaan masyarakat tradisional/lokal dan daerah penyangga di kawasan suaka alam. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pembinaan masyarakat tradisional/lokal dan daerah penyangga di sekitar kawasan pelestarian alam. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pembinaan masyarakat tradisional/lokal dan daerah penyangga di kawasan pelestarian alam dan taman buru. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pembinaan masyarakat tradisional/lokal dan daerah penyangga di sekitar kawasan pelestarian alam. pelaksanaan kebijakan. . Pasal 320 (1) Seksi Bina Daerah Penyangga Kawasan Pelestarian Alam dan Taman Buru mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. b. pelaksanaan kebijakan. Seksi Bina Daerah Penyangga Kawasan Pelestarian Alam dan Taman Buru. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pembinaan masyarakat tradisional/lokal dan daerah penyangga di sekitar kawasan pelestarian alam. c. kawasan suaka alam dan taman buru. kawasan suaka alam dan taman buru. Subdirektorat Bina Daerah Penyangga menyelenggarakan fungsi: a.

pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. penyiapan penyusunan norma. Pasal 323 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 322. pengembangan lembaga konservasi dan perburuan. penangkaran jenis tumbuhan dan satwa liar. dan pelaporan Direktorat. pengawetan dan pemanfaatan jenis. . serta tertib peredaran tumbuhan dan satwa liar di bidang konservasi keanekaragaman hayati. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Kawasan Suaka Alam dan Hutan Lindung. c. Bagian Ketujuh Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati Pasal 322 Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. penangkaran jenis tumbuhan dan satwa liar. serta tertib peredaran tumbuhan dan satwa liar di bidang konservasi keanekaragaman hayati. pelaksanaan kebijakan di bidang program dan peningkatan pelaksanaan konvensi. penangkaran jenis tumbuhan dan satwa liar. pengawetan dan pemanfaatan jenis. pengawetan dan pemanfaatan jenis. penangkaran jenis tumbuhan dan satwa liar. standar. kerumahtanggaan. prosedur. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang konservasi keanekaragaman hayati. pengembangan lembaga konservasi dan perburuan. serta tertib peredaran tumbuhan dan satwa liar di bidang konservasi keanekaragaman hayati. serta tertib peredaran tumbuhan dan satwa liar di bidang konservasi keanekaragaman hayati. pengawetan dan pemanfaatan jenis. kepegawaian. b. dan kriteria di bidang program dan peningkatan pelaksanaan konvensi.dan e. Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati menyelenggarakan fungsi: a. keuangan. d. pengembangan lembaga konservasi dan perburuan.85 Pasal 321 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang program dan peningkatan pelaksanaan konvensi. pelaksanaan kebijakan. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang program dan peningkatan pelaksanaan konvensi. pengembangan lembaga konservasi dan perburuan.

Subbagian Tata Usaha. . standar. e. d. Subdirektorat Tertib Peredaran.86 Pasal 324 Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati terdiri atas: a. Seksi Konvensi. Pasal 326 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 325. b. Subdirektorat Program dan Konvensi. Pasal 325 Subdirektorat Program dan Konvensi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Seksi Program. prosedur. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang program serta konvensi dan kerja sama internasional dalam konservasi keanekaragaman hayati. Subdirektorat Lembaga Konservasi dan Perburuan. c. penyiapan bahan penyusunan norma. Subdirektorat Program dan Konvensi menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Penangkaran Jenis. dan kriteria di bidang program serta konvensi dan kerja sama internasional dalam konservasi keanekaragaman hayati. c. pelaksanaan kebijakan.dan b. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang program serta konvensi dan kerja sama internasional dalam konservasi keanekaragaman hayati. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang program serta konvensi dan kerja sama internasional dalam konservasi keanekaragaman hayati.dan f. bimbingan teknis.dan d. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang program serta konvensi dan kerja sama internasional dalam konservasi keanekaragaman hayati. Subdirektorat Pengawetan dan Pemanfaatan Jenis. Pasal 327 Subdirektorat Program dan Konvensi terdiri atas: a. b.

penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang konvensi dan kerja sama internasional dalam konservasi keanekaragaman hayati. Seksi Pembinaan Populasi dan Habitat. pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Pengawetan dan Pemanfaatan Jenis menyelenggarakan fungsi: a. b. prosedur. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengawetan dan pemanfaatan jenis. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang program dan rencana konservasi keanekaragaman hayati. dan kriteria di bidang pengawetan dan pemanfaatan jenis. pelaksanaan kebijakan.87 Pasal 328 (1) Seksi Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 329 Subdirektorat Pengawetan dan Pemanfaatan Jenis mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Pasal 330 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 329.dan d. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengawetan dan pemanfaatan jenis. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengawetan dan pemanfaatan jenis. . dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengawetan dan pemanfaatan jenis. Pasal 331 Subdirektorat Pengawetan dan Pemanfaatan Jenis terdiri atas: a. Seksi Pengembangan Sumber Daya Genetik. pelaksanaan kebijakan. b. bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan norma. (2) Seksi Konvensi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. c.

Seksi Penangkaran Vertebrata. Pasal 334 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 333. Pasal 336 (1) Seksi Penangkaran Vertebrata mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan kriteria di bidang pengembangan penangkaran jenis tumbuhan dan satwa liar. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penangkaran jenis tumbuhan dan satwa liar. b. penyelamatan serta pengembangan populasi dan habitat.88 Pasal 332 (1) Seksi Pembinaan Populasi dan Habitat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang produktivitas dan kemurnian hasil pengembangan penangkaran vertebrata. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang program. bimbingan teknis. c. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan penangkaran jenis tumbuhan dan satwa liar. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengembangan penangkaran jenis tumbuhan dan satwa liar. Pasal 333 Subdirektorat Penangkaran Jenis mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan.dan b. pelaksanaan kebijakan. penyelamatan serta pengembangan Sumber Daya genetik. . standar. Pasal 335 Subdirektorat Penangkaran Jenis terdiri atas: a.dan d. Subdirektorat Penangkaran Jenis menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang program pemulihan. Seksi Penangkaran Avertebrata dan Tumbuhan Liar. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. (2) Seksi Pengembangan Sumber Daya Genetik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. prosedur. pengawetan. pelaksanaan kebijakan. pemulihan. pengawetan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengembangan penangkaran jenis tumbuhan dan satwa liar.

pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Perburuan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 337 Subdirektorat Lembaga Konservasi dan Perburuan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. . Pasal 340 (1) Seksi Lembaga Konservasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Lembaga Konservasi. Pasal 339 Subdirektorat Lembaga Konservasi dan Perburuan terdiri atas: a. prosedur. Subdirektorat Lembaga Konservasi dan Perburuan menyelenggarakan fungsi: a.dan b. Seksi Perburuan. c. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengembangan lembaga konservasi dan perburuan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang produktivitas dan kemurnian hasil pengembangan penangkaran avertebrata dan tumbuhan liar. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pembinaan dan pengembangan satwa di lembaga konservasi. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan lembaga konservasi dan perburuan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengembangan lembaga konservasi dan perburuan. Pasal 338 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 337. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengembangan lembaga konservasi dan perburuan. penyiapan bahan penyusunan norma. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengembangan satwa buru di taman buru. b. dan kriteria di bidang pengembangan lembaga konservasi dan perburuan. pelaksanaan kebijakan.89 (2) Seksi Penangkaran Avertebrata dan Tumbuhan Liar mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. bimbingan teknis.dan d. kebun buru dan areal buru. standar.

intelijen dan analisis pasar pemanfaatan tumbuhan dan satwa liar di luar negeri. penyiapan bahan penyusunan norma.dan d. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang tertib peredaran pemanfaatan tumbuhan dan satwa liar.dan b. Pasal 342 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 341. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang tertib peredaran. pelaksanaan kebijakan. c. bimbingan teknis. Seksi Peredaran Dalam Negeri.90 Pasal 341 Subdirektorat Tertib Peredaran mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. standar. Seksi Peredaran Luar Negeri. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang tertib peredaran pemanfaatan tumbuhan dan satwa liar. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang tertib peredaran pemanfaatan tumbuhan dan satwa liar. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang tertib peredaran pemanfaatan tumbuhan dan satwa liar. pelaksanaan kebijakan. b. . penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang tertib peredaran. dan kriteria di bidang tertib peredaran pemanfaatan tumbuhan dan satwa liar. pelaksanaan kebijakan. intelijen dan analisis pasar pemanfaatan tumbuhan dan satwa liar di dalam negeri. Subdirektorat Tertib Peredaran menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 344 (1) Seksi Peredaran Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. prosedur. Pasal 343 Subdirektorat Tertib Peredaran terdiri atas: a. (2) Seksi Peredaran Luar Negeri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.

bina cinta alam serta promosi dan pemasaran konservasi alam. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemanfaatan jasa lingkungan kawasan konservasi dan hutan lindung. Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kawasan Konservasi dan Hutan Lindung menyelenggarakan fungsi: a. kerumahtanggaan. pelaksanaan kebijakan. standar. kepegawaian. dan pelaporan Direktorat. Bagian Kedelapan Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kawasan Konservasi dan Hutan Lindung Pasal 346 Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kawasan Konservasi dan Hutan Lindung mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. keuangan. bimbingan teknis. penyiapan penyusunan norma. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Program dan Konvensi. Pasal 347 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Pasal 346. prosedur. penyiapan perumusan kebijakan di bidang program pengembangan dan pemanfaatan wisata alam dan jasa lingkungan. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. d. bina cinta alam serta promosi dan pemasaran konservasi alam. Pasal 348 Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kawasan Konservasi dan Hutan Lindung terdiri atas: . b. bina cinta alam serta promosi dan pemasaran konservasi alam. dan kriteria di bidang program pengembangan dan pemanfaatan wisata alam dan jasa lingkungan. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang program pengembangan dan pemanfaatan wisata alam dan jasa lingkungan. c. pelaksanaan kebijakan di bidang program pengembangan dan pemanfaatan wisata alam dan jasa lingkungan.91 Pasal 345 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan.dan e. bina cinta alam serta promosi dan pemasaran konservasi alam.

. Pasal 349 Subdirektorat Program dan Evaluasi Pemanfaatan Jasa Lingkungan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Subbagian Tata Usaha. promosi dan pemasaran konservasi alam. standar. Subdirektorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang program dan evaluasi pemanfaatan jasa lingkungan. bina cinta alam. dan kriteria di bidang program dan evaluasi pemanfaatan jasa lingkungan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang program dan evaluasi pemanfaatan jasa lingkungan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang program dan evaluasi pemanfaatan jasa lingkungan. b. prosedur. Subdirektorat Pemanfaatan Wisata Alam.dan b. bina cinta alam. pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Bina Cinta Alam. Subdirektorat Program dan Evaluasi Pemanfaatan Jasa Lingkungan menyelenggarakan fungsi: a. wisata alam. Subdirektorat Program dan Evaluasi Pemanfaatan Jasa Lingkungan. wisata alam.92 a. d. Pasal 351 Subdirektorat Program dan Evaluasi Pemanfaatan Jasa Lingkungan terdiri atas: a. bina cinta alam. b. bimbingan teknis. bina cinta alam. penyiapan bahan penyusunan norma. promosi dan pemasaran konservasi alam. promosi dan pemasaran konservasi alam. Seksi Evaluasi. Pasal 350 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 349. promosi dan pemasaran konservasi alam. c. wisata alam.dan f. wisata alam. Seksi Program. c. bina cinta alam. wisata alam. Subdirektorat Promosi dan pemasaran Konservasi Alam. promosi dan pemasaran konservasi alam.dan d. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang tertib program dan evaluasi pemanfaatan jasa lingkungan. e.

c. bina cinta alam. wisata alam. Subdirektorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pemanfaatan jasa lingkungan di kawasan konservasi dan hutan lindung. wisata alam. Seksi Pemanfaatan Jasa Lingkungan Taman Nasional. (2) Seksi Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.dan d. pelaksanaan kebijakan. bimbingan teknis. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pemanfaatan jasa lingkungan di kawasan konservasi dan hutan lindung. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemanfaatan jasa lingkungan di kawasan konservasi dan hutan lindung.dan b. Pasal 355 Subdirektorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan terdiri atas: a. Pasal 354 Dalam melakukan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 353. penyiapan bahan penyusunan norma. standar. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang program dan rencana pemanfaatan jasa lingkungan. Pasal 353 Subdirektorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang promosi dan investasi pemanfaatan jasa lingkungan di kawasan konservasi dan hutan lindung. prosedur. dan kriteria di bidang pemanfaatan jasa lingkungan di kawasan konservasi dan hutan lindung. Seksi Pemanfaatan Jasa Lingkungan Non Taman Nasional dan Hutan Lindung.93 Pasal 352 (1) Seksi Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. . promosi dan pemasaran konservasi alam. bina cinta alam. b. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang evaluasi program dan rencana pemanfaatan jasa lingkungan. promosi dan pemasaran konservasi alam.

dan b. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang promosi dan investasi pemanfaatan jasa lingkungan di taman nasional. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pemanfaatan wisata alam. pelaksanaan kebijakan. dan kriteria di bidang pemanfaatan wisata alam.dan d. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang promosi dan investasi pemanfaatan jasa lingkungan di kawasan konservasi non taman nasional dan hutan lindung. Seksi Pemanfaatan Wisata Alam Non Taman Nasional dan Hutan Lindung. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemanfaatan wisata alam. Seksi Pemanfaatan Wisata Alam Taman Nasional. Pasal 358 Dalam melakukan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 357. pelaksanaan kebijakan. b. Pasal 359 Subdirektorat Pemanfaatan Wisata Alam terdiri atas: a. . penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang investasi wisata alam di Taman Nasional. Pasal 357 Subdirektorat Pemanfaatan Wisata Alam mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bimbingan teknis. (2) Seksi Pemanfaatan Jasa Lingkungan Non Taman Nasional dan Hutan Lindung mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma.94 Pasal 356 (1) Seksi Pemanfaatan Jasa Lingkungan Taman Nasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang investasi pemanfaatan wisata alam di kawasan konservasi dan hutan lindung. c. prosedur. standar. Subdirektorat Pemanfaatan Wisata Alam menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 360 (1) Seksi Pemanfaatan Wisata Alam Taman Nasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pemanfaatan wisata alam.

penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang bina cinta alam. bimbingan teknis. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang bina cinta alam. Seksi Pemantauan dan Informasi Bina Cinta Alam.dan d. dan kriteria di bidang bina cinta alam. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang bina cinta alam. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang bina cinta alam.dan b. Seksi Pengembangan Bina Cinta Alam. c. Subdirektorat Bina Cinta Alam menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 361 Subdirektorat Bina Cinta Alam mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. prosedur. penyajian informasi.95 (2) Seksi Pemanfaatan Wisata Alam Non Taman Nasional dan Hutan Lindung mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang bina cinta alam dan pemberdayaan mitra bina cinta alam. pelaksanaan kebijakan. standar. evaluasi bimbingan teknis di bidang investasi wisata alam di kawasan konservasi non taman nasional dan hutan lindung. (2) Seksi Pemantauan dan Informasi Bina Cinta Alam mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 364 (1) Seksi Pengembangan Bina Cinta Alam mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. cinta alam dan bina cinta alam. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pemantauan. serta penyadaran konservasi alam. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 362 Dalam melakukan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 361. bimbingan teknis. b. Pasal 363 Subdirektorat Bina Cinta Alam terdiri atas: a. .

penyiapan bahan penyusunan norma.dan d. (2) Seksi Publikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan.96 Pasal 365 Subdirektorat Promosi dan Pemasaran Konservasi Alam mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. prosedur. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang Promosi dan Pemasaran Konservasi Alam. Pasal 366 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 365. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang Promosi dan Pemasaran Konservasi Alam. pelaksanaan kebijakan. standar. . penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyusunan data dan informasi dalam rangka promosi dan pemasaran konservasi alam. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang Promosi dan Pemasaran Konservasi Alam. pelaksanaan kebijakan. Seksi Data dan Informasi. b. Subdirektorat Promosi dan Pemasaran Konservasi Alam menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria di bidang Promosi dan Pemasaran Konservasi Alam. bimbingan teknis. Pasal 367 Subdirektorat Promosi dan Pemasaran Konservasi Alam terdiri atas: a.dan b. c. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pelaksanaan publikasi dan perawatan jaringan lingkup Direktorat Jenderal. Seksi Publikasi. Pasal 368 (1) Seksi Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang Promosi dan Pemasaran Konservasi Alam.

b. keuangan. Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. kerumahtanggaan. Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Program dan Evaluasi Pemanfaatan Jasa Lingkungan. dan pelaporan Direktorat. kepegawaian. .97 Pasal 369 a.

98 BAB VI DIREKTORAT JENDERAL BINA PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI DAN PERHUTANAN SOSIAL Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 370 (1) Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial adalah unsur pelaksana yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kehutanan. (2) Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial dipimpin oleh Direktur Jenderal. c. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengelolaan daerah aliran sungai dan perhutanan sosial sesuai dengan peraturan perundang-undangan.dan e. . perumusan kebijakan di bidang pengelolaan daerah aliran sungai dan perhutanan sosial sesuai dengan peraturan perundang-undangan. penyusunan norma. d. b. Pasal 372 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 371. Pasal 371 Direktorat Jenderal Bina Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan serta standardisasi teknis di bidang pengelolaan daerah aliran sungai dan perhutanan sosial sesuai dengan peraturan perundang-undangan. standar. pelaksanaan kebijakan di bidang pengelolaan daerah aliran sungai dan perhutanan sosial sesuai dengan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Bina Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial. Direktorat Jenderal Bina Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria di bidang pengelolaan daerah aliran sungai dan perhutanan sosial sesuai dengan peraturan perundang-undangan. prosedur.

Direktorat Bina Rehabilitasi Hutan dan Lahan. pemberian pertimbangan dan bantuan hukum di bidang pengelolaan daerah aliran sungai dan perhutanan sosial. b. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 374 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unit organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal. perlengkapan dan administrasi keuangan Direktorat Jenderal.99 Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 373 Direktorat Jenderal Bina Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial terdiri atas: a. program. c. koordinasi dan pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi di bidang pengelolaan daerah aliran sungai dan perhutanan sosial. c. d. organisasi dan tata laksana di bidang pengelolaan daerah aliran sungai dan perhutanan sosial. b. Direktorat Perencanaan dan Evaluasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai.dan e. koordinasi dan pelaksanaan tata usaha. koordinasi dan penyiapan telaahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. koordinasi dan penyusunan rencana. Pasal 375 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 374. d. evaluasi dan pelaporan di bidang pengelolaan daerah aliran sungai dan perhutanan sosial. .dan e. Sekretariat Direktorat Jenderal. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Direktorat Bina Perbenihan Tanaman Hutan. koordinasi dan pelaksanaan urusan kepegawaian. Direktorat Bina Perhutanan Sosial. kerja sama teknik.

Subbagian Data dan Informasi. Organisasi dan Tata Laksana. Bagian Hukum dan Kerja Sama Teknik. serta kehumasan. Subbagian Program Anggaran. Bagian Keuangan dan Umum. b. b. data.100 Pasal 376 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a.dan c. penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan rencana dan program. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan statistik dan kehumasan. pengolahan data dan penyajian informasi. penyusunan statistik. program dan anggaran. . c. Pasal 378 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 377. Pasal 379 Bagian Program dan Evaluasi terdiri atas: a. Bagian Program dan Evaluasi. Pasal 377 Bagian Program dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi penyusunan dan pelaksanaan rencana. b. (2) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan pengumpulan. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. Bagian Kepegawaian. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan program dan anggaran. Bagian Program dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. informasi dan statistik serta pelaksanaan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program.dan d.dan d. penyiapan bahan koordinasi dan pengumpulan data serta penyajian informasi c. Pasal 380 (1) Subbagian Program dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program kerja dan anggaran.

. Subbagian Organisasi dan Tata Laksana. (3) Subbagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis jabatan. serta penyusunan tata hubungan kerja. Subbagian Administrasi Kepegawaian. perlengkapan. dan evaluasi kinerja organisasi.101 (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi kinerja dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. pendisiplinan dan penghargaan pegawai serta administrasi jabatan fungsional. pelatihan. b. penyiapan bahan penyusunan organisasi dan ketatalaksanaan. serta penyiapan bahan penyusunan organisasi dan ketatalaksanaan. b. fungsi. susunan organisasi. pelaksanaan urusan pengembangan karier pegawai dan administrasi jabatan fungsional.dan c. kearsipan dan pengelolaan urusan keuangan. Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional. Pasal 381 Bagian Kepegawaian. Pasal 383 Bagian Kepegawaian. tata kerja. c. Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepegawaian. rumah tangga. pelaksanaan urusan administrasi kepegawaian. (2) Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan pendidikan. Pasal 382 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 381. Pasal 385 Bagian Keuangan dan Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan. pedoman dan prosedur kerja dan pembakuan prasarana dan sarana kerja. Organisasi dan Tata Laksana terdiri atas: a. Pasal 384 (1) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana formasi pegawai. dan administrasi kepegawaian. pengembangan pegawai dan administrasi jabatan fungsional. Bagian Kepegawaian. perumusan tugas. Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a.

Subbagian Perlengkapan. b. verifikasi. b. serta penyiapan bahan administrasi kerja sama teknik dalam negeri dan luar negeri. pelaporan keuangan. pelaksanaan urusan administrasi keuangan. Bagian Hukum dan Kerja Sama Teknik menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan permasalahan. pembinaan kebendaharaan petugas SAI dan petugas SIMAK-BMN. . penyiapan bahan administrasi kerja sama teknik dalam negeri dan luar negeri. penyusunan rencana anggaran gaji dan penggajian. Pasal 388 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. penyelesaian tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi.dan c. penyiapan bahan perbendaharaan. (2) Subbagian Administrasi Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan tata laksana keuangan. Subbagian Administrasi Keuangan.dan c. bantuan hukum. Pasal 389 Bagian Hukum dan Kerja Sama Teknik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. b. (3) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan urusan rumah tangga dan pengelolaan barang milik negara. penyiapan bahan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan urusan perlengkapan. Pasal 390 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 389.102 Pasal 386 Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 385 Bagian Keuangan dan Umum menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan tata usaha. kearsipan dan pembinaan tata persuratan. melakukan akuntansi keuangan dan barang milik negara. Pasal 387 Bagian Keuangan dan Umum terdiri atas: a. penyiapan bahan pertimbangan dan bantuan hukum.dan c. pertimbangan. Subbagian Tata Usaha.

pembinaan teknis dan evaluasi pengelolaan daerah aliran sungai. evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perencanaan dan evaluasi pengelolaan daerah aliran sungai. Subbagian Kerja Sama Teknik. c. pembinaan teknis dan evaluasi pengelolaan daerah aliran sungai. Bagian Empat Direktorat Perencanaan dan Evaluasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Pasal 393 Direktorat Perencanaan dan Evaluasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. pertimbangan. penyiapan penyusunan norma.dan c. dan kriteria di bidang perencanaan pembinaan kelembagaan. pelaksanaan kebijakan di bidang perencanaan pembinaan kelembagaan. Pasal 394 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 393. standar.103 Pasal 391 Bagian Hukum dan Kerja Sama Teknik terdiri atas: a. b. (3) Subbagian Kerja Sama Teknik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan koordinasi administrasi kerja sama teknik dalam negeri dan luar negeri. dan bantuan permasalahan hukum. Subbagian Pertimbangan dan Bantuan Hukum. pelaksanaan kebijakan. Direktorat Perencanaan dan Evaluasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan dan penanganan permasalahan. b. penyiapan perumusan kebijakan di bidang perencanaan pembinaan kelembagaan. bimbingan teknis. prosedur. (2) Subbagian Pertimbangan dan Bantuan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. pembinaan teknis dan evaluasi pengelolaan daerah aliran sungai. Subbagian Peraturan Perundang-undangan. . Pasal 392 (1) Subbagian Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rancangan dan penelahaan peraturan perundangundangan.

dan b. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perencanaan pembinaan kelembagaan. dan kriteria di bidang perencanaan pengelolaan daerah aliran sungai.104 d. Subdirektorat Teknik Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. . prosedur. Pasal 395 Direktorat Perencanaan dan Evaluasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai terdiri atas: a. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perencanaan pengelolaan daerah aliran sungai. bimbingan teknis. Subdirektorat Evaluasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perencanaan pengelolaan daerah aliran sungai. Subdirektorat Pemolaan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai menyelenggarakan fungsi: a. b. Pasal 397 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 396. pembinaan teknis dan evaluasi pengelolaan daerah aliran sungai.dan d.dan e. b. d. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. c. standar. pelaksanaan kebijakan. Seksi Perencanaan.dan e. Subdirektorat Pemolaan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang perencanaan pengelolaan daerah aliran sungai. Pasal 396 Subdirektorat Pemolaan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. Subdirektorat Kelembagaan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang perencanaan pengelolaan daerah aliran sungai. Seksi Data dan Informasi. c. Pasal 398 Sudirektorat Pemolaan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai terdiri atas: a. Subbagian Tata Usaha.

penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyusunan data dasar dan informasi pengelolaan daerah aliran sungai. Pasal 400 Subdirektorat Kelembagaan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang kelembagaan pengelolaan daerah aliran sungai. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyusunan perencanaan pengelolaan daerah aliran sungai. Pasal 401 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 400.105 Pasal 399 (1) Seksi Perencanaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Identiifikasi Kelembagaan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. . pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. bimbingan teknis. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang kelembagaan pengelolaan daerah aliran sungai. Seksi Pengembangan Kelembagaan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. pelaksanaan kebijakan. dan kriteria di bidang kelembagaan pengelolaan daerah aliran sungai. b. standar. Pasal 402 Sudirektorat Kelembagaan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai terdiri atas: a. prosedur.dan d.evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pembinaan kelembagaan pengelolaan daerah aliran sungai. c. Subdirektorat Kelembagaan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang kelembagaan pengelolaan daerah aliran sungai. penyiapan bahan penyusunan norma.dan b.

Subdirektorat Teknik Pengelolaan Daerah Aliran Sungai menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 405 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 404. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang Pengembangan kelembagaan pengelolaan daerah aliran sungai. dan kriteria di bidang pembinaan kebijakan dan pelaksanaan pengelolaan daerah aliran sungai. (2) Seksi Pengembangan Kelembagaan Pengelolaan DAS mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pembinaan pengelolaan daerah aliran sungai. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang Teknik pelaksanaan dan kebijakan pengelolaan daerah aliran sungai. Seksi Identifikasi Teknik Pengelolaan Daerah Aliran Sungai.106 Pasal 403 (1) Seksi Identifikasi Kelembagaan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 406 Sudirektorat Teknik Pengelolaan Daerah Aliran Sungai terdiri atas: a. pelaksanaan kebijakan.dan d. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pembinaan kebijakan dan pelaksanaan pengelolaan daerah aliran sungai. standar. . c. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang Teknik pelaksanaan dan kebijakan pengelolaan daerah aliran sungai. bimbingan teknis. Pasal 404 Subdirektorat Teknik Pengelolaan Daerah Aliran Sungai mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Seksi Pengembangan Teknik Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. prosedur. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang Identiifikasi kelembagaan pengelolaan daerah aliran sungai. b. penyiapan bahan penyusunan norma. pelaksanaan kebijakan.dan b. pelaksanaan kebijakan.

ekonomi. sosial. Ekonomi. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pemantauan dan evaluasi biofisik. penyiapan bahan penyusunan norma. Seksi Evaluasi Sosial. dan kelembagaan pengelolaan daerah aliran sungai. (2) Seksi Pengembangan Teknik Pengelolaan Daerah Aliran Sungai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.dan b. pelaksanaan kebijakan. . sosial. b. c. bimbingan teknis. dan kelembagaan pengelolaan daerah aliran sungai. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang Identifikasi Teknik pengelolaan daerah aliran sungai. sosial. sosial. Pasal 408 Subdirektorat Evaluasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. dan kelembagaan pengelolaan daerah aliran sungai. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemantauan dan evaluasi biofisik. ekonomi. dan kriteria di bidang pemantauan dan evaluasi biofisik. pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengembangan Teknik pengelolaan daerah aliran sungai. prosedur. Subdirektorat Evaluasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai menyelenggarakan fungsi: a. dan kelembagaan pengelolaan daerah aliran sungai. Pasal 409 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 408.107 Pasal 407 (1) Seksi Identifikasi Teknik Pengelolaan Daerah Aliran Sungai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 410 Subdirektorat Evaluasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai terdiri atas: a. ekonomi. ekonomi. dan Kelembagaan. standar. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang monitoring dan evaluasi pengelolaan daerah aliran sungai. Seksi Evaluasi Biofisik. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pemantauan dan evaluasi biofisik.dan d.

Direktorat Bina Rehabilitasi Hutan dan Lahan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan kebijakan. keuangan. dan reklamasi hutan. rawa dan gambut. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang rehabilitasi hutan dan lahan. rehabilitasi hutan mangrove. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pemolaan rehabilitasi hutan dan lahan. dan kelembagaan. rehabilitasi hutan mangrove. penyiapan penyusunan norma. pelaksanaan kebijakan. dan kriteria di bidang pemolaan rehabilitasi hutan dan lahan.108 Pasal 411 (1) Seksi Evaluasi Biofisik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. c. ekonomi. prosedur. hutan pantai. hutan pantai. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pemolaan rehabilitasi hutan dan lahan. b. standar. Pasal 412 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. (2) Seksi Evaluasi Sosial. Bagian Lima Direktorat Bina Rehabilitasi Hutan dan Lahan Pasal 413 Direktorat Bina Rehabilitasi Hutan dan Lahan mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. dan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. erosi dan sedimentasi serta tata air daerah aliran sungai. . pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang evaluasi penggunaan lahan. rawa dan gambut. dan kerumahtanggaan serta pelaporan Direktorat. hutan pantai. Ekonomi. rehabilitasi hutan mangrove. kepegawaian. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang evaluasi sosial. dan reklamasi hutan. dan reklamasi hutan. rawa dan gambut. Pasal 414 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 413. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional di bina oleh Kepala Subdirektorat Pemolaan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai.

prosedur. rehabilitasi hutan mangrove. Subdirektorat Pemolaan Rehabilitasi Hutan dan Lahan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Tata Usaha. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perencanaan dan data dan informasi rehabilitasi hutan dan lahan. Subdirektorat Pemolaan Rehabilitasi Hutan dan Lahan. e. d.109 d. Subdirektorat Rehabilitasi Hutan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang perencanaan dan data dan informasi rehabilitasi hutan dan lahan.dan d. standar. penyiapan bahan penyusunan norma. . Subdirektorat Rehabilitasi Lahan. pelaksanaan kebijakan. dan reklamasi hutan. Pasal 415 Direktorat Bina Rehabilitasi Hutan dan Lahan terdiri atas: a. c. Hutan Pantai. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. c. Pasal 416 Subdirektorat Pemolaan Rehabilitasi Hutan dan Lahan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. bimbingan teknis. Rawa dan Gambut. dan kriteria di bidang perencanaan dan data dan informasi rehabilitasi hutan dan lahan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang perencanaan dan data dan informasi rehabilitasi hutan dan lahan. Pasal 417 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 416.evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perencanaan rehabilitasi hutan dan lahan dan data dan informasi.dan e. b. Subdirektorat Reklamasi Hutan.dan f. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemolaan rehabilitasi hutan dan lahan. rawa dan gambut. Subdirektorat Rehabilitasi Hutan Mangrove. hutan pantai. b.

dan d. (2) Seksi Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. hutan konservasi dan hutan produksi. hutan konservasi dan hutan produksi. Pasal 421 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 420. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang Rehabilitasi hutan lindung. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang Rehabilitasi hutan lindung. c. Pasal 420 Subdirektorat Rehabilitasi Hutan mempunyai tugas. Seksi Perencanaan Rehabilitasi Hutan dan Lahan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang Rehabilitasi hutan lindung. dan kriteria di bidang Rehabilitasi hutan lindung. hutan konservasi dan hutan produksi. pelaksanaan kebijakan. melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. prosedur. standar. . penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang evaluasi Rehabilitasi Hutan dan Lahan. Pasal 419 (1) Seksi Perencanaan Rehabilitasi Hutan dan Lahan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. hutan konservasi dan hutan produksi.dan b. Seksi Data dan Informasi. pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Rehabilitasi Hutan menyelenggarakan fungsi: a.110 Pasal 418 Sudirektorat Pemolaan Rehabilitasi Hutan dan Lahan terdiri atas: a. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyusunan perencanaan Rehabilitasi Hutan dan Lahan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang Rehabilitasi hutan lindung. b. hutan konservasi dan hutan produksi. bimbingan teknis.

111 Pasal 422 Sudirektorat Rehabilitasi Hutan terdiri atas: a. pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. Seksi Rehabilitasi Hutan Lindung dan Hutan Konservasi. prosedur. hutan kota dan penghijauan lingkungan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pembangunan dan pengembangan hutan rakyat. Pasal 424 Subdirektorat Rehabilitasi Lahan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pembangunan pengembangan hutan rakyat. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang Rehabilitasi Lahan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pembangunan pengembangan hutan rakyat. (2) Seksi Rehabilitasi Hutan Produksi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. . Seksi Rehabilitasi Hutan Produksi.dan b. Pasal 425 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 424. standar.dan d. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pelaksanaan pembangunan dan pengembangan Rehabilitasi Hutan Produksi. dan kriteria di bidang pembangunan dan pengembangan hutan rakyat. hutan kota dan penghijauan lingkungan. hutan kota dan penghijauan lingkungan. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pelaksanaan pembangunan dan pengembangan Rehabilitasi Hutan Lindung dan Hutan Konservasi. Subdirektorat Rehabilitasi Lahan menyelenggarakan fungsi: a. b. hutan kota dan penghijauan lingkungan. dan dan c. bimbingan teknis. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 423 (1) Seksi Rehabilitasi Hutan Lindung dan Hutan Konservasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.

penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang rehabilitasi hutan mangrove. hutan pantai. b. rawa dan gambut. hutan pantai. Seksi Hutan Kota dan Penghijauan Lingkungan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang rehabilitasi hutan mangrove. c. Pasal 429 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 428. rawa dan gambut di dalam kawasan dan di luar kawasan. Pasal 428 Subdirektorat Rehabilitasi Hutan Mangrove. rawa dan gambut di dalam kawasan dan di luar kawasan. di bidang rehabilitasi hutan mangrove. . prosedur. pelaksanaan kebijakan. standar.dan b. Rawa dan Gambut menyelenggarakan fungsi: a. bimbingan teknis. dan kriteria di bidang rehabilitasi hutan mangrove. rawa dan gambut di dalam kawasan dan di luar kawasan.dan d. (2) Seksi Hutan Kota dan Penghijauan Lingkungan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis. hutan pantai. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang rehabilitasi hutan mangrove. hutan pantai. Hutan Pantai. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang Hutan Rakyat. hutan pantai. Subdirektorat Rehabilitasi Hutan Mangrove. Pasal 427 (1) Seksi Hutan Rakyat mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.112 Pasal 426 Sudirektorat Rehabilitasi Lahan terdiri atas: a. penyiapan bahan penyusunan norma. Rawa dan Gambut mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Hutan Pantai. rawa dan gambut di dalam kawasan dan di luar kawasan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pelaksanaan pembangunan dan pengembangan hutan kota dan Penghijauan Lingkungan. Seksi Hutan Rakyat.

Rawa dan Gambut terdiri atas: a. Pasal 433 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 432. pelaksanaan kebijakan. dan kriteria di bidang konservasi tanah di kawasan hutan. b.dan b. pertanian. pertanian. Seksi Rehabilitasi Hutan Mangrove dan Hutan Pantai. Pasal 431 (1) Seksi Rehabilitasi Hutan Mangrove dan Hutan Pantai mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pertanian. di bidang konservasi tanah dan reklamasi hutan. pelaksanaan kebijakan. Pasal 432 Subdirektorat Reklamasi Hutan dan Konservasi Tanah mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. prosedur. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang rehabilitasi hutan mangrove dan hutan pantai.113 Pasal 430 Sudirektorat Rehabilitasi Hutan Mangrove. Seksi Rehabilitasi Rawa dan Gambut. industri. c. bimbingan teknis. pemukiman jalan dan reklamasi hutan. pemukiman jalan dan reklamasi hutan. pelaksanaan kebijakan. pertanian. standar. penyiapan bahan penyusunan norma. . industri. (2) Seksi Rehabilitasi Rawa dan Gambut mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.dan d. Hutan Pantai. Subdirektorat Reklamasi Hutan dan Konservasi Tanah menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang konservasi tanah di kawasan hutan. industri. industri.evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis. pemukiman jalan dan reklamasi hutan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang konservasi tanah di kawasan hutan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang rehabilitasi rawa dan gambut. pemukiman jalan dan reklamasi hutan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang konservasi tanah di kawasan hutan.

Pasal 436 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. Direktorat Bina Perhutanan Sosial menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Reklamasi Hutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang reklamasi hutan. Seksi Konservasi Tanah. b. Bagian Enam Direktorat Bina Perhutanan Sosial Pasal 437 Direktorat Bina Perhutanan Sosial mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. kepegawaian. aneka usaha kehutanan. hutan hak. serta pengembangan usaha perhutanan sosial. pelaksanaan kebijakan. kemitraan. Pasal 438 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 437. hutan hak.dan b. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang Konservasi Tanah. pelaksanaan kebijakan. Pasal 435 (1) Seksi Konservasi Tanah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Reklamasi Hutan.114 Pasal 434 Subdirektorat Reklamasi Hutan dan Konservasi Tanah terdiri atas: a. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Pemolaan Rehabilitasi Hutan dan Lahan. dan kerumahtanggaan serta pelaporan Direktorat. serta pengembangan usaha perhutanan sosial.evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pemolaan perhutanan sosial yang meliputi pengembangan hutan kemasyarakatan. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pemolaan perhutanan sosial yang meliputi pengembangan hutan kemasyarakatan. kemitraan. . hutan desa. pelaksanaan kebijakan. bimbingan teknis. aneka usaha kehutanan. di bidang perhutanan sosial. keuangan. hutan desa.

pelaksanaan kebijakan. serta pengembangan usaha perhutanan sosial. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perencanaan dan evaluasi perhutanan sosial.dan e. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat Pasal 439 Direktorat Bina Perhutanan Sosial terdiri atas: a. penyiapan penyusunan norma. hutan desa. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemolaan perhutanan sosial yang meliputi pengembangan hutan kemasyarakatan. .dan f. Pasal 440 Subdirektorat Pemolaan Perhutanan Sosial mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Subdirektorat Pemolaan Perhutanan Sosial. c. Subdirektorat Pengembangan Usaha Perhutanan Sosial. Subdirektorat Pemolaan Perhutanan Sosial menyelenggarakan fungsi: a. b. prosedur. hutan hak. Pasal 441 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 440. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang perencanaan dan evaluasi perhutanan sosial. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang perencanaan dan evaluasi perhutanan sosial. kemitraan. Subdirektorat Pengembangan Hutan Desa. dan kriteria di bidang pemolaan perhutanan sosial yang meliputi pengembangan hutan kemasyarakatan. penyiapan bahan penyusunan norma. hutan hak.115 c. e. Subdirektorat Pengembangan Hutan Kemasyarakatan.dan d. c. aneka usaha kehutanan. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Pengembangan Hutan Hak dan Kemitraan. b. bimbingan teknis. prosedur. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemolaan perhutanan sosial. d. standar. aneka usaha kehutanan. dan kriteria di bidang perencanaan dan evaluasi perhutanan sosial. hutan desa. kemitraan. d. serta pengembangan usaha perhutanan sosial. standar.

pelaksanaan kebijakan. Seksi Perencanaan Perhutanan Sosial. prosedur.116 Pasal 442 Sudirektorat Pemolaan Perhutanan Sosial terdiri atas: a.dan b. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang evaluasi perhutanan sosial. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang hutan kemasyarakatan. Subdirektorat Pengembangan Hutan Kemasyarakatan menyelenggarakan fungsi: a.dan d. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 445 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 444. Seksi Data dan Informasi. b. bimbingan teknis. penyiapan bahan kemasyarakatan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang perencanaan perhutanan sosial. penyiapan bahan kemasyarakatan. (2) Seksi Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. perumusan pelaksanaan kebijakan kebijakan di di bidang bidang pengembangan pengembangan hutan hutan c. dan kriteria di bidang pengembangan hutan kemasyarakatan. pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. Pasal 443 (1) Seksi Perencanaan Perhutanan Sosial mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. . penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengembangan hutan kemasyarakatan. Pasal 444 Subdirektorat Pengembangan Hutan Kemasyarakatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. standar.

penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan hutan desa. Subdirektorat Pengembangan Hutan Desa menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria di bidang pengembangan hutan desa. Pasal 450 Subdirektorat pengembangan hutan desa terdiri atas: a. Pasal 448 Subdirektorat Pengembangan Hutan Desa mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan.117 Pasal 446 Sudirektorat Pengembangan Hutan Kemasyarakatan terdiri dari : a.dan b. Pasal 449 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 448. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengembangan hutan kemasyarakatan. . penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang teknis hutan kemasyarakatan. Seksi Penyiapan Pengembangan Hutan Kemasyarakatan. b.dan b. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengembangan hutan desa.dan d. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengembangan hutan desa. Seksi Penyiapan Pengembangan Hutan Desa. bimbingan teknis. standar. pelaksanaan kebijakan. c. penyiapan bahan penyusunan norma. pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Bimbingan Teknis Hutan Kemasyarakatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Bimbingan Teknis Hutan Kemasyarakatan. Pasal 447 (1) Seksi Penyiapan Pengembangan Hutan Kemasyarakatan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. prosedur. Seksi Bimbingan Teknis Hutan Desa. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengembangan hutan desa.

. (2) Seksi Bimbingan Teknis Kemitraan dan Pengembangan Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Penyiapan Pengembangan Hutan Hak dan Kemitraan. melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. b. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengembangan usaha hutan hak dan kemitraan. Pasal 454 Sudirektorat Pengembangan Hutan Hak dan Kemitraan terdiri atas: a. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 453 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 452. Seksi Bimbingan Teknis Hutan Hak dan Kemitraan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengembangan usaha hutan hak dan kemitraan. Subdirektorat Pengembangan Hutan Hak dan Kemitraan menyelenggarakan fungsi: a. bimbingan teknis. c. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang teknis hutan desa. standar. dan kriteria di bidang pengembangan usaha hutan hak dan kemitraan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan usaha hutan hak dan kemitraan. Pasal 452 Subdirektorat Pengembangan Hutan Hak dan Kemitraan mempunyai tugas.118 Pasal 451 (1) Seksi Penyiapan Pengembangan Desa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.dan d.dan b. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengembangan hutan desa. prosedur. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengembangan hutan hak dan kemitraan.

pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengembangan usaha hutan hak dan kemitraan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang teknis hutan hak dan kemitraan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan usaha perhutanan sosial dan aneka usaha kehutanan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengembangan usaha perhutanan sosial dan aneka usaha kehutanan. (2) Seksi Bimbingan Teknis Hutan Hak dan Kemitraan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan kriteria di bidang pengembangan usaha perhutanan sosial dan aneka usaha kehutanan. prosedur. pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. b. Seksi Bimbingan Teknis Pengembangan Usaha. Seksi Penyiapan Pengembangan Usaha. c. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengembangan usaha perhutanan sosial dan aneka usaha kehutanan.119 Pasal 455 (1) Seksi Penyiapan Pengembangan Hutan Hak dan Kemitraan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.dan b. standar. Pasal 458 Subdirektorat Pengembangan Usaha Perhutanan Sosial terdiri atas: a. Pasal 457 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 456.dan d. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengembangan usaha perhutanan sosial dan aneka usaha kehutanan. penyiapan bahan penyusunan norma. bimbingan teknis. Pasal 456 Subdirektorat Pengembangan Usaha Perhutanan Sosial mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Subdirektorat Pengembangan Usaha Perhutanan Sosial menyelenggarakan fungsi: a. .

penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang teknis Usaha Perhutanan Sosial dan Aneka Usaha Kehutanan. standar. b. penyiapan perumusan kebijakan di bidang perencanaan dan pemolaan perbenihan. (2) Seksi Bimbingan Teknis Pengembangan Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 462 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 461. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengembangan usaha perhutanan sosial dan aneka usaha kehutanan. . pengendalian peredaran benih. dan pengembangan sumber benih dan Sumber Daya genetik. dan pengembangan sumber benih dan Sumber Daya genetik. kepegawaian. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Pemolaan Perhutanan Sosial. Pasal 460 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. Bagian Tujuh Direktorat Bina Perbenihan Tanaman Hutan Pasal 461 Direktorat Bina Perbenihan Tanaman Hutan mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. dan kriteria di bidang perencanaan dan pemolaan perbenihan. Direktorat Bina Perbenihan Tanaman Hutan menyelenggarakan fungsi: a. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perbenihan tanaman hutan. pengembangan usaha perbenihan. pengendalian peredaran benih. pelaksanaan kebijakan. c. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang perencanaan dan pemolaan perbenihan. prosedur.120 Pasal 459 (1) Seksi Penyiapan Pengembangan Usaha mempunyai melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pengembangan usaha perbenihan. penyiapan penyusunan norma. pengembangan usaha perbenihan. pelaksanaan kebijakan. dan kerumahtanggaan serta pelaporan Direktorat. dan kegiatan perbenihan tanaman hutan yang berskala nasional. bimbingan teknis. keuangan.

penyiapan bahan penyusunan norma. c. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perencanaan serta data dan informasi perbenihan tanaman hutan. bimbingan teknis. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Subdirektorat Pemolaan Perbenihan Tanaman Hutan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang perencanaan serta data dan informasi perbenihan tanaman hutan. b. dan kriteria di bidang perencanaan serta data dan informasi perbenihan tanaman hutan. Subdirektorat Pemolaan Perbenihan Tanaman Hutan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan kebijakan. Pasal 465 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 464. dan pengembangan sumber benih dan Sumber Daya genetik. pengendalian peredaran benih. prosedur.dan e.dan d. d. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perencanaan dan pemolaan perbenihan. Subdirektorat Pengembangan Usaha Perbenihan. standar.dan e. Subbagian Tata Usaha.evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang perencanaan serta data dan informasi perbenihan tanaman hutan. pengembangan usaha perbenihan. d. Subdirektorat Pengendalian Peredaran Benih.121 pengendalian peredaran benih. dan pengembangan sumber benih dan Sumber Daya genetik. b. Pasal 464 Subdirektorat Pemolaan Perbenihan Tanaman Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Subdirektorat Pengembangan Sumber Benih dan Sumber Daya Genetik. Pasal 463 Direktorat Bina Perbenihan Tanaman Hutan terdiri atas: a. . penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang perencanaan serta data dan informasi perbenihan tanaman hutan. c.

dan kriteria di bidang pengembangan usaha dan kelembagaan perbenihan tanaman hutan.122 Pasal 466 Sudirektorat Pemolaan Perbenihan Tanaman Hutan terdiri atas: a. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengembangan usaha dan kelembagaan perbenihan tanaman hutan. Pasal 467 (1) Seksi Perencanaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. data dan statistik pembangunan. laporan akuntabilitas kinerja. pembinaan perencanaan pembangunan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyusunan rencana pembangunan.evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengembangan usaha perbenihan tanaman hutan. Subdirektorat Pengembangan Usaha Perbenihan menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pelaporan tahunan pembangunan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan usaha dan kelembagaan perbenihan tanaman hutan. b. sosialisasi dan penyebarluasan informasi perbenihan tanaman hutan. dan b. prosedur. (2) Seksi Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyusunan dan penyajian data dan informasi pembangunan. penyiapan bahan penyusunan norma.dan d. evaluasi perencanaan pembangunan perbenihan tanaman hutan. pelaksanaan kebijakan. Pasal 468 Subdirektorat Pengembangan Usaha Perbenihan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. . pelaksanaan kebijakan. rencana kinerja tahunan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengembangan usaha dan kelembagaan perbenihan tanaman hutan. bimbingan teknis. Pasal 469 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 468. rencana strategi. Seksi Perencanaan. Seksi Data dan Informasi. pelaksanaan kebijakan. c. standar. rencana tahunan.

penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pemberdayaan Sumber Daya manusia dan organisasi pelaksana urusan perbenihan tanaman hutan. sertifikasi. Seksi Bimbingan Usaha. pelaksanaan kebijakan. bimbingan teknis. prosedur. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian peredaran. dan ekspor-impor benih/bibit. penyiapan bahan penyusunan norma. b. pelaksanaan kebijakan. Pasal 471 (1) Seksi Bimbingan Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.dan d. pengembangan jejaring kerja. standar. dan kriteria di bidang pengendalian peredaran. Subdirektorat Pengendalian Peredaran Benih menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 473 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 472. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang fasilitasi usaha. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengendalian pengendalian peredaran. (2) Seksi Bimbingan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan ekspor-impor benih/bibit. dan pengembangan informasi usaha perbenihan tanaman hutan. sertifikasi. sertifikasi. sertifikasi. c. dan eksporimpor benih/bibit.dan b.123 Pasal 470 Sudirektorat Pengembangan Usaha Perbenihan terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengendalian peredaran. dan ekspor-impor benih/bibit. Seksi Bimbingan Kelembagaan. . Pasal 472 Subdirektorat Pengendalian Peredaran Benih mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengendalian peredaran benih tanaman hutan.

standar. Seksi Penerapan Standar Peredaran. bimbingan teknis. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengembangan sumber benih dan pengembangan Sumber Daya genetik. Subdirektorat Pengembangan Sumber Benih dan Sumber Daya Genetik menyelenggarakan fungsi: a.124 Pasal 474 Sudirektorat Pengendalian Peredaran Benih terdiri atas: a. sertifikasi mutu bibit. tata usaha benih dan bibit. b. Pasal 476 Subdirektorat Pengembangan Sumber Benih dan Sumber Daya Genetik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Pasal 477 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 476.dan d. ekspor-impor benih/bibit. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis. dan kriteria di bidang pengembangan sumber benih dan pengembangan Sumber Daya genetik. tata usaha benih dan bibit. dan penetapan pengada-pengedar terdaftar. Seksi Perumusan Standar Peredaran. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang sertifikasi mutu benih. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengembangan sumber benih dan pengembangan Sumber Daya genetik. Pasal 475 (1) Seksi Perumusan Standar Peredaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pengawasan peredaran benih dan bibit. pelaksanaan kebijakan. c. (2) Seksi Penerapan Standar Peredaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang sertifikasi mutu benih. pelaksanaan kebijakan. sertifikasi mutu bibit. dan penetapan pengada-pengedar terdaftar. prosedur.dan b. . penyiapan bahan penyusunan norma. ekspor-impor benih/bibit. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengembangan sumber benih dan pengembangan Sumber Daya genetik. pengawasan peredaran benih dan bibit. di bidang pengembangan sumber benih dan Sumber Daya genetik tanaman hutan.

pelaksanaan konservasi Sumber Daya genetik. Seksi Pengembangan Sumber Benih.dan b. pengelolaan areal Sumber Daya genetik.125 Pasal 478 Subdirektorat Pengembangan Sumber Benih dan Sumber Daya Genetik terdiri atas: a. pengelolaan. keuangan. dan kerumahtanggaan serta pelaporan Direktorat. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penetapan jenis prioritas. pendaftaran areal sumber daya genetik. Pasal 479 (1) Seksi Pengembangan Sumber Benih mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Pengembangan Sumber Daya Genetik. penetapan areal Sumber Daya genetik. (2) Seksi Pengembangan Sumber Daya Genetik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. kepegawaian. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pembangunan. dan pemanfaatan sumber benih. penetapan benih dari sumber benih bersertifikat. standar sumber benih. Pasal 480 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. . dan pemantauan benih/varietas unggul. sertifikasi sumber benih. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Pemolaan Perbenihan Tanaman Hutan.

. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi atas pelaksanaan norma. standar. b. Pasal 482 Direktorat Jenderal Bina Usaha Kehutanan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang bina usaha kehutanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Pasal 483 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 482. d. standar. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Bina Usaha Kehutanan. perumusan kebijakan di bidang bina usaha kehutanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. penyusunan norma.dan e.126 BAB VII DIREKTORAT JENDERAL BINA USAHA KEHUTANAN Bagian Pertama Kedudukan. Direktorat Jenderal Bina Usaha Kehutanan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan kebijakan di bidang bina usaha kehutanan sesuai peraturan perundangundangan. dan kriteriadi bidang bina usaha kehutanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Tugas dan Fungsi Pasal 481 (1) Direktorat Jenderal Bina Usaha Kehutanan adalah unsur pelaksana yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kehutanan. (2) Direktorat Jenderal Bina Usaha Kehutanan dipimpin oleh Direktur Jenderal. c. prosedur. prosedur dan kriteria di bidang bina usaha kehutanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

b.dan e. pemberian pertimbangan dan bantuan hukum di bidang bina usaha kehutanan. . e. koordinasi dan pelaksanaan urusan kepegawaian. f. Pasal 486 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 485. c. organisasi dan tata laksana di bidang bina usaha kehutanan. c. kerja sama teknik. Direktorat Bina Usaha Hutan Alam. Sekretariat Direktorat Jenderal. d. d. Direktorat Bina Iuran dan Peredaran Hasil Hutan.dan Direktorat Bina Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hutan. koordinasi dan penyusunan rencana. Direktorat Bina Rencana Pemanfaatan Dan Usaha Kawasan.127 Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 484 Direktorat Jenderal Bina Usaha Kehutanan terdiri atas: a. koordinasi dan penyiapan telaahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. program. Direktorat Bina Usaha Hutan Tanaman. perlengkapan dan administrasi keuangan Direktorat Jenderal. b. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Pasal 485 Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unit organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Sekretariat Direktorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan di bidang bina usaha kehutanan. koordinasi dan pelaksanaan tata usaha. koordinasi dan pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi di bidang bina usaha kehutanan.

(2) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan pengumpulan. Pasal 491 (1) Subbagian Program dan Anggaran mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program kerja dan anggaran. Bagian Kepegawaian. b. pengolahan data dan penyajian informasi. data.128 Pasal 487 Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri atas: a.dan c. Organisasi dan Tata Laksana. b.dan d. Bagian Keuangan dan Umum. c. penyiapan bahan koordinasi dan pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan rencana dan program. penyusunan statistik. Bagian Program dan Evaluasi. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan program dan anggaran. informasi dan statistik serta pelaksanaan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. penyiapan bahan koordinasi dan pengumpulan data serta penyajian informasi c. penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan statistik dan kehumasan. b. Pasal 490 Bagian Program dan Evaluasi terdiri atas: a. serta kehumasan. . Bagian Hukum dan Kerja SamaTeknik.dan d. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. program dan anggaran. Subbagian Data dan Informasi. Pasal 488 Bagian Program dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi penyusunan dan pelaksanaan rencana. Subbagian Program Anggaran. Bagian Program dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 489 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 488.

pelatihan. dan administrasi kepegawaian. Organisasi dan Tata Laksana terdiri atas: a. pedoman dan prosedur kerja dan pembakuan prasarana dan sarana kerja. Pasal 492 Bagian Kepegawaian. Subbagian Organisasi dan Tata Laksana. b.dan c. pelaksanaan urusan administrasi kepegawaian. perumusan tugas. Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. fungsi. b. . Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi kepegawaian. pengembangan pegawai dan administrasi jabatan fungsional. penyiapan bahan penyusunan organisasi dan ketatalaksanaan. dan evaluasi kinerja organisasi. pelaksanaan urusan pengembangan karier pegawai dan administrasi jabatan fungsional. Pasal 493 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 492. Bagian Kepegawaian. susunan organisasi. tata kerja. pendisiplinan dan penghargaan pegawai serta administrasi jabatan fungsional. (3) Subbagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis jabatan. serta penyusunan tata hubungan kerja. serta penyiapan bahan penyusunan organisasi dan ketatalaksanaan.dan c. Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional. Pasal 495 (1) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana formasi pegawai.129 (3) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi kinerja dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. Subbagian Administrasi Kepegawaian. Pasal 494 Bagian Kepegawaian. (2) Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan pendidikan.

Pasal 500 Bagian Hukum dan Kerja Sama Teknik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan. melakukan akuntansi keuangan dan barang milik negara.130 Pasal 496 Bagian Keuangan dan Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan. Subbagian Tata Usaha. penelaahan permasalahan. Pasal 497 Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 496 Bagian Keuangan dan Umum menyelenggarakan fungsi: a.dan c. serta penyiapan bahan administrasi kerja sama teknik dalam negeri dan luar negeri. pelaksanaan urusan tata usaha. Subbagian Perlengkapan. pelaksanaan urusan perlengkapan. penyusunan rencana anggaran gaji dan penggajian. penyelesaian tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi.dan c. (2) Subbagian Administrasi Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan tata laksana keuangan. penyiapan bahan perbendaharaan. pembinaan kebendaharaan petugas SAI dan petugas SIMAK-BMN. perlengkapan. bantuan hukum. . Pasal 499 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. b. rumah tangga. b. pelaksanaan urusan administrasi keuangan. verifikasi. Subbagian Administrasi Keuangan. kearsipan dan pengelolaan urusan keuangan. pelaporan keuangan. kearsipan dan pembinaan tata persuratan. Pasal 498 Bagian Keuangan dan Umum terdiri atas: a. (3) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan urusan rumah tangga dan pengelolaan barang milik negara. pertimbangan.

Direktorat Bina Rencana Pemanfaatan dan Usaha Kawasan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Kerja Sama Teknik. Subbagian Peraturan Perundang-undangan. bimbingan teknis. Subbagian Pertimbangan dan Bantuan Hukum. Bagian Keempat Direktorat Bina Rencana Pemanfaatan dan Usaha Kawasan Pasal 504 Direktorat Bina Rencana Pemanfaatan dan Usaha Kawasan mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. pertimbangan. dan bantuan permasalahan hukum.dan c. b. . b.evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis. Bagian Hukum dan Kerja Sama Teknik menyelenggarakan fungsi: a. (3) Subbagian Kerja Sama Teknik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan koordinasi administrasi kerja sama teknik dalam negeri dan luar negeri.131 Pasal 501 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 500. di bidang rencana pemanfaatan dan usaha kawasan serta penyiapan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan kawasan serta jasa lingkungan. penyiapan bahan peraturan perundang-undangan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang rencana pemanfaatan dan usaha kawasan.dan c. Pasal 505 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 504. penelaahan dan penanganan permasalahan. Pasal 503 (1) Subbagian Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rancangan dan penelahaan peraturan perundangundangan. penyiapan bahan pertimbangan dan bantuan hukum. pelaksanaan kebijakan. (2) Subbagian Pertimbangan dan Bantuan Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi. penyiapan bahan administrasi kerja sama teknik dalam negeri dan luar negeri. Pasal 502 Bagian Hukum dan Kerja Sama Teknik terdiri atas: a.

b. penyiapan penyusunan norma. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemolaan pemanfaatan kawasan hutan. pelaksanaan kebijakan. standar. penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan kawasan hutan.132 b. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang rencana pemanfaatan dan usaha kawasan. Pasal 506 Direktorat Bina Rencana Pemanfaatan dan Usaha Kawasan terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pemolaan pemanfaatan kawasan hutan. Pasal 508 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 507. . dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemolaan pemanfaatan kawasan hutan serta penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan kawasan. Pasal 507 Subdirektorat Pemolaan Pemanfaatan Kawasan Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. d. c. Subdirektorat Penilaian Kinerja Rencana Usaha Kawasan dan Jasa Lingkungan. d. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. b. Subdirektorat Pemolaan Pemanfaatan Kawasan Hutan menyelenggarakan fungsi: a. c. penyiapan bahan penyusunan norma. Subdirektorat Usaha Jasa Lingkungan. dan kriteria di bidang pemolaan pemanfaatan kawasan hutan. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang rencana pemanfaatan dan usaha kawasan. d.dan e. dan kriteria di bidang rencana pemanfaatan dan usaha kawasan. standar.dan e. bimbingan teknis. e. Subdirektorat Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu.dan Subbagian Tata Usaha. prosedur. c. prosedur. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pemolaan pemanfaatan kawasan hutan. Subdirektorat Pemolaan Pemanfaatan Kawasan Hutan.

standar. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemanfaatan hasil hutan bukan kayu. Bali. d. Seksi Pemanfaatan Kawasan Wilayah II.133 Pasal 509 Subdirektorat Pemolaan Pemanfaatan Kawasan Hutan terdiri atas: a. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pemolaan pemanfaatan kawasan hutan serta penyiapan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan kawasan di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. penilaian permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan bukan kayu. Subdirektorat Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu menyelenggarakan fungsi: a.dan e. Pasal 510 (1) Seksi Pemanfaatan Kawasan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemanfaatan hasil hutan bukan kayu dan penyiapan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan bukan kayu. pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Pemanfaatan Kawasan Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Nusa Tenggara. Jawa.dan b. c. Pasal 511 Subdirektorat Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. Pasal 512 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 511. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pemanfaatan hasil hutan bukan kayu. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pemanfaatan hasil hutan bukan kayu. . b. dan kriteria di bidang pemanfaatan hasil hutan bukan kayu. Maluku dan Papua. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pemolaan pemanfaatan kawasan hutan serta penyiapan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan kawasan di wilayah Sumatera. prosedur. Seksi Pemanfaatan Kawasan Wilayah I.

134 Pasal 513 Subdirektorat Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu terdiri atas: a. Jawa. Pasal 516 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 515. Seksi Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu Wilayah I. dan kriteria di bidang usaha pemanfaatan jasa lingkungan. Maluku dan Papua. standar. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pemanfaatan hasil hutan bukan kayu dan penyiapan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan bukan kayu di wilayah Sumatera.dan e. d. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang usaha pemanfaatan jasa lingkungan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang usaha pemanfaatan jasa lingkungan. penyiapan bahan penyusunan norma. . Pasal 515 Subdirektorat Usaha Jasa Lingkungan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang usaha pemanfaatan jasa lingkungan. penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan jasa lingkungan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pemanfaatan hasil hutan bukan kayu dan penyiapan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan bukan kayu di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. (2) Seksi Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Subdirektorat Usaha Jasa Lingkungan menyelenggarakan fungsi: a. c. pelaksanaan kebijakan.dan b. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang usaha jasa lingkungan dan penyiapan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan jasa lingkungan. pelaksanaan kebijakan. Bali. Nusa Tenggara. Seksi Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu Wilayah II. pelaksanaan kebijakan. b. Pasal 514 (1) Seksi Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. prosedur.

bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penilaian kinerja rencana pemanfaatan dan usaha kawasan. Subdirektorat Penilaian Kinerja Rencana Usaha Kawasan dan Jasa Lingkungan menyelenggarakan fungsi: a. Nusa Tenggara. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang usaha pemanfaatan jasa lingkungan dan penyiapan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan jasa lingkungan di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. Bali. Pasal 520 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 519. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang usaha pemanfaatan jasa lingkungan dan penyiapan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan jasa lingkungan di wilayah Sumatera. penyiapan bahan penyusunan norma. c. usaha pemanfaatan hasil hutan bukan kayu dan usaha jasa lingkungan. (2) Seksi Usaha Jasa Lingkungan Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Maluku dan Papua. Seksi Usaha Jasa Lingkungan Wilayah II. pelaksanaan kebijakan.135 Pasal 517 Subdirektorat Usaha Jasa Lingkungan terdiri atas: a. pelaksanaan kebijakan. usaha pemanfaatan hasil hutan bukan kayu dan usaha jasa lingkungan. Jawa.dan b. dan kriteria di bidang penilaian kinerja rencana pemanfaatan dan usaha kawasan. usaha pemanfaatan hasil hutan bukan kayu dan usaha jasa lingkungan. pelaksanaan kebijakan. Seksi Usaha Jasa Lingkungan Wilayah I.dan . Pasal 519 Subdirektorat Penilaian Kinerja Rencana Usaha Kawasan dan Jasa Lingkungan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penilaian kinerja rencana pemanfaatan dan usaha kawasan. prosedur. usaha pemanfaatan hasil hutan bukan kayu dan usaha jasa lingkungan. Pasal 518 (1) Seksi Usaha Jasa Lingkungan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. b. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penilaian kinerja rencana pemanfaatan dan usaha kawasan.

kearsipan dan pelaporan Direktorat. pelaksanaan kebijakan. bimbingan teknis. Pasal 522 (1) Seksi Penilaian Kinerja Usaha Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Seksi Penilaian Kinerja Usaha Wilayah I.136 d. Pasal 521 Subdirektorat Penilaian Kinerja Rencana Usaha Kawasan dan Jasa Lingkungan terdiri atas: a. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penilaian kinerja rencana pemanfaatan dan usaha kawasan. kepegawaian. Bali. usaha pemanfaatan hasil hutan bukan kayu dan usaha jasa lingkungan di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. usaha pemanfaatan hasil hutan bukan kayu dan usaha jasa lingkungan di wilayah Sumatera. Pasal 523 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. pelaksanaan kebijakan. Bagian Kelima Direktorat Bina Usaha Hutan Alam Pasal 524 Direktorat Bina Usaha Hutan Alam mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. (2) Seksi Penilaian Kinerja Usaha Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. kerumahtanggaan. keuangan. usaha pemanfaatan hasil hutan bukan kayu dan usaha jasa lingkungan. . penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penilaian kinerja rencana pemanfaatan dan usaha kawasan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penilaian kinerja rencana pemanfaatan dan usaha kawasan. Maluku dan Papua. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang usaha hutan alam serta penyusunan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam. Jawa. Seksi Penilaian Kinerja Usaha Wilayah II.dan b. Nusa Tenggara. pelaksanaan kebijakan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melakukan tugas sehari-hari secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Penilaian Kinerja Rencana Usaha Kawasan dan Jasa Lingkungan.

prosedur. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyiapan pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam dan penyusunan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam. b. Pasal 528 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 527. pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Penyiapan Pemanfaatan Hutan Alam. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penyiapan pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam. b. penyiapan perumusan kebijakan di bidang usaha hutan alam. c. Subdirektorat Penilaian Kinerja Usaha Pemanfaatan Hutan Alam. b.137 Pasal 525 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 524. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang usaha hutan alam. Subdirektorat Rencana Kerja Pemanfaatan Hutan Alam. prosedur.dan Subbagian Tata Usaha. c. e. dan kriteria di bidang usaha hutan alam. Pasal 526 Direktorat Bina Usaha Hutan Alam terdiri atas: a. . pelaksanaan kebijakan di bidang usaha hutan alam. penyiapan bahan penyusunan norma. d. d. penyiapan penyusunan norma. Direktorat Bina Usaha Hutan Alam menyelenggarakan fungsi: a. c.dan e. dan kriteria di bidang penyiapan pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. standar. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penyiapan pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam. Pasal 527 Subdirektorat Penyiapan Pemanfaatan Hutan Alam mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Subdirektorat Produksi Hutan Alam. Subdirektorat Penyiapan Pemanfaatan Hutan Alam menyelenggarakan fungsi: a. standar.

b. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyiapan pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam dan penyusunan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam di wilayah Sumatera. Pasal 532 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 531. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang rencana kerja pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam. Seksi Penyiapan Wilayah I. penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam.dan b. pelaksanaan kebijakan. Pasal 531 Subdirektorat Rencana Kerja Pemanfaatan Hutan Alam mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang rencana kerja pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyiapan pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam dan penyusunan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. Jawa. Subdirektorat Rencana Kerja Pemanfaatan Hutan Alam menyelenggarakan fungsi: a. Maluku dan Papua.138 d. Nusa Tenggara.dan e. Pasal 529 Subdirektorat Penyiapan Pemanfaatan Hutan Alam terdiri atas: a. Seksi Penyiapan Wilayah II. pelaksanaan kebijakan. . penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyiapan pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam. (2) Seksi Penyiapan Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Bali. pelaksanaan kebijakan. Pasal 530 (1) Seksi Penyiapan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang rencana kerja pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam.

bimbingan teknis. dan kriteria di bidang produksi hasil hutan kayu hutan alam. c. (2) Rencana Kerja Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.139 c. standar. pelaksanaan kebijakan. prosedur. Pasal 534 (1) Seksi Rencana Kerja Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang produksi hasil hutan kayu hutan alam. Pasal 535 Subdirektorat Produksi Hutan Alam mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. b. Nusa Tenggara.dan b. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang rencana kerja pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang produksi hasil hutan kayu hutan alam. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis dibidang rencana kerja pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam di wilayah Sumatera. dan kriteria di bidang rencana kerja pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam. Maluku dan Papua. Subdirektorat Produksi Hutan Alam menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan kebijakan. di bidang produksi hasil hutan kayu hutan alam. . Seksi Rencana Kerja Wilayah I.dan d. penyiapan bahan penyusunan norma. Bali. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang rencana kerja pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam. Seksi Rencana Kerja Wilayah II. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang produksi hasil hutan kayu hutan alam.dan d. Pasal 536 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 535. Jawa. Pasal 533 Subdirektorat Rencana Kerja Pemanfaatan Hutan Alam terdiri atas: a. prosedur. standar.evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis.

140 Pasal 537 Subdirektorat Produksi Hutan Alam. pelaksanaan kebijakan. prosedur. . penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang produksi hasil hutan kayu hutan alam di wilayah Sumatera. Pasal 538 (1) Seksi Produksi Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. pelaksanaan kebijakan. Seksi Produksi Wilayah I. Maluku dan Papua. bimbingan teknis. Seksi Penilaian Kinerja Usaha Wilayah II.evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penilaian kinerja usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam. Pasal 539 Subdirektorat Penilaian Kinerja Usaha Hutan Alam mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang produksi hasil hutan kayu hutan alam di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. c. terdiri atas: a. Nusa Tenggara.dan b. Subdirektorat Penilaian Kinerja Usaha Pemanfaatan Hutan Alam menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penilaian kinerja usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penilaian kinerja usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam. (2) Seksi Produksi Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. terdiri atas: a. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penilaian kinerja usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam.dan b. Pasal 540 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 539. Seksi Produksi Wilayah II. Jawa. Pasal 541 Subdirektorat Penilaian Kinerja Usaha Pemanfaatan Hutan Alam.dan d. dan kriteria di bidang penilaian kinerja usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam. b. Bali. Seksi Penilaian Kinerja Usaha Wilayah I.

pelaksanaan kebijakan. dan kriteria di bidang usaha hutan tanaman. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penilaian kinerja usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam di wilayah Sumatera. . Direktorat Bina Usaha Hutan Tanaman menyelenggarakan fungsi: a. d. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penilaian kinerja usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan alam di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. Pasal 543 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang usaha hutan tanaman. prosedur. penyiapan penyusunan norma. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. Nusa Tenggara.dan e. kerumahtanggaan. pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. b. kepegawaian. (2) Seksi Penilaian Kinerja Usaha Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. standar. Maluku dan Papua. kearsipan dan pelaporan Direktorat.141 Pasal 542 (1) Seksi Penilaian Kinerja Usaha Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas sehari-hari secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Penilaian Kinerja Usaha Hutan Alam. c. Bagian Keenam Direktorat Bina Usaha Hutan Tanaman Pasal 544 Direktorat Bina Usaha Hutan Tanaman mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. Pasal 545 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 544. pelaksanaan kebijakan di bidang usaha hutan tanaman. keuangan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang usaha hutan tanaman. Bali. Jawa. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang usaha hutan tanaman serta penyusunan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman.

bimbingan teknis. d. Subdirektorat Rencana Kerja dan Produksi. pelaksanaan kebijakan. standar. Pasal 547 Subdirektorat Hutan Tanaman Industri mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. b. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang hutan tanaman industri. penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman industri. . Pasal 549 Subdirektorat Hutan Tanaman Industri terdiri atas: a. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang hutan tanaman industri dan penyusunan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman industri. b. penyiapan bahan penyusunan norma. Subdirektorat Hutan Tanaman Industri menyelenggarakan fungsi: a. prosedur.dan e. c. Subdirektorat Hutan Tanaman Industri.dan e. Subdirektorat Hutan Tanaman Rakyat. Seksi Hutan Tanaman Industri Wilayah II. b. Subdirektorat Penilaian Kinerja Usaha Hutan Tanaman. Seksi Hutan Tanaman Industri Wilayah I. c. Pasal 548 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 547. dan kriteria di bidang hutan tanaman industri.142 Pasal 546 Direktorat Bina Usaha Hutan Tanaman terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang hutan tanaman industri. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang hutan tanaman industri. d. Subbagian Tata Usaha.

. d. (2) Seksi Hutan Tanaman Industri Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 552 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 551. Pasal 551 Subdirektorat Hutan Tanaman Rakyat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. Maluku dan Papua. Bali.dan b. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang hutan tanaman rakyat. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang hutan tanaman industri dan penyusunan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman industri di wilayah Sumatera. Jawa.dan e. Seksi Hutan Tanaman Rakyat Wilayah II. c. Subdirektorat Hutan Tanaman Rakyat menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Hutan Tanaman Rakyat Wilayah I. prosedur. b. Nusa Tenggara. standar. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang hutan tanaman industri dan penyusunan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman industri di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis dibidang hutan tanaman rakyat dan penyusunan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman rakyat. bimbingan teknis.143 Pasal 550 (1) Seksi Hutan Tanaman Industri Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 553 Subdirektorat Hutan Tanaman Rakyat terdiri atas: a. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang hutan tanaman rakyat. penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman rakyat. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang hutan tanaman rakyat. pelaksanaan kebijakan. dan kriteria di bidang hutan tanaman rakyat. pelaksanaan kebijakan.

penyiapan bahan penyusunan norma. Maluku dan Papua. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang rencana kerja dan produksi hasil hutan kayu hutan tanaman. Jawa.144 Pasal 554 (1) Seksi Hutan Tanaman Rakyat Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. prosedur. Nusa Tenggara. dan kriteria di bidang rencana kerja dan produksi hasil hutan kayu hutan tanaman. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang rencana kerja dan produksi hasil hutan kayu hutan tanaman.dan d. Subdirektorat Rencana Kerja dan Produksi menyelenggarakan fungsi: a. b. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang hutan tanaman rakyat dan penyusunan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman rakyat di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. Bali.dan b. Pasal 557 Subdirektorat Rencana Kerja dan Produksi terdiri atas: a. . penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang hutan tanaman rakyat dan penyusunan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman rakyat di wilayah Sumatera. c. Seksi Rencana Kerja dan Produksi Wilayah II. Seksi Rencana Kerja dan Produksi Wilayah I. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang rencana kerja dan produksi hasil hutan kayu hutan tanaman. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang rencana kerja dan produksi hasil hutan kayu hutan tanaman. Pasal 555 Subdirektorat Rencana Kerja dan Produksi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. (2) Seksi Hutan Tanaman Rakyat Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. bimbingan teknis. pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. Pasal 556 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 555. standar.

pelaksanaan kebijakan. Maluku dan Papua. Pasal 560 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 559. Jawa.145 Pasal 558 (1) Seksi Rencana Kerja dan Produksi Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.dan b. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang rencana kerja dan produksi hasil hutan kayu hutan tanaman di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. Pasal 561 Subdirektorat Penilaian Kinerja Usaha Pemanfaatan Hutan Tanaman terdiri atas: a. Pasal 559 Subdirektorat Penilaian Kinerja Usaha Hutan Tanaman mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. . Seksi Penilaian Kinerja Usaha Wilayah I. Bali. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penilaian kinerja usaha hutan tanaman. Subdirektorat Penilaian Kinerja Usaha Pemanfaatan Hutan Tanaman menyelenggarakan fungsi: a. dan kriteria di bidang penilaian usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penilaian usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman. standar. Nusa Tenggara. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penilaian usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman. bimbingan teknis. b.dan d. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penilaian usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman. Seksi Penilaian Kinerja Usaha Wilayah II. c. (2) Seksi Rencana Kerja dan Produksi Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. prosedur. penyiapan bahan penyusunan norma. pelaksanaan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang rencana kerja dan produksi hasil hutan kayu hutan tanaman di wilayah Sumatera.

146 Pasal 562 (1) Seksi Penilaian Kinerja Usaha Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. b. pelaksanaan kebijakan. Pasal 565 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 564. bimbingan teknis. Jawa. prosedur. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penilaian kinerja usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman di wilayah Sumatera. kearsipan dan pelaporan Direktorat. dan kriteria di bidang iuran kehutanan dan peredaran hasil hutan. d. c. Bagian Ketujuh Direktorat Bina Iuran Kehutanan dan Peredaran Hasil Hutan Pasal 564 Direktorat Bina Iuran Kehutanan dan Peredaran Hasil Hutan mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. Pasal 563 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas sehari-hari secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Penilaian Kinerja Usaha Hutan Tanaman. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang iuran kehutanan dan peredaran hasil hutan. (2) Seksi Penilaian Kinerja Usaha Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penilaian kinerja usaha pemanfaatan hasil hutan kayu hutan tanaman di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. di bidang iuran kehutanan dan peredaran hasil hutan. kerumahtanggaan. kepegawaian. keuangan. penyiapan perumusan kebijakan di bidang iuran kehutanan dan peredaran hasil hutan. pelaksanaan kebijakan. . Maluku dan Papua. standar. Bali. Nusa Tenggara. pelaksanakan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. penyiapan penyusunan norma. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang iuran kehutanan dan peredaran hasil hutan. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis.dan e. Direktorat Bina Iuran Kehutanan dan Peredaran Hasil Hutan menyelenggarakan fungsi: a.

Jawa. b.147 Pasal 566 Direktorat Bina Iuran Kehutanan dan Peredaran Hasil Hutan terdiri atas: a. b. Subdirektorat Peredaran Hasil Hutan. penyiapan bahan penyusunan norma. Subdirektorat Penerimaan Negara Bukan Pajak menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penerimaan negara bukan pajak. Subdirektorat Penerimaan Negara Bukan Pajak. c. d. Pasal 569 Subdirektorat Penerimaan Negara Bukan Pajak terdiri atas: a. Bali. Subdirektorat Penertiban Peredaran Hasil Hutan. bimbingan teknis. . prosedur. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penerimaan negara bukan pajak di wilayah Sumatera. pelaksanaan kebijakan.dan e. Subbagian Tata Usaha. Subdirektorat Pengukuran dan Pengujian Hasil Hutan. Nusa Tenggara. Seksi Penerimaan Negara Bukan Pajak Wilayah II.dan d.dan b. standar. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penerimaan negara bukan pajak. dan kriteria di bidang penerimaan negara bukan pajak. dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penerimaan negara bukan pajak. Pasal 570 (1) Seksi Penerimaan Negara Bukan Pajak Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 568 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 567. c. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penerimaan negara bukan pajak. Seksi Penerimaan Negara Bukan Pajak Wilayah I. Maluku dan Papua. Pasal 567 Subdirektorat Penerimaan Negara Bukan Pajak mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan.

Pasal 572 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 571. pelaksanaan kebijakan. b. prosedur. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang tata usaha hasil hutan. Subdirektorat Peredaran Hasil Hutan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang peredaran hasil hutan. pelaksanaan kebijakan. standar.dan b. penyiapan bahan penyusunan norma. Pasal 574 (1) Seksi Tata Usaha Hasil Hutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang peredaran hasil hutan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang peredaran hasil hutan. (2) Seksi Tanda Legalitas Hasil Hutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 571 Subdirektorat Peredaran Hasil Hutan mempunyai melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang peredaran hasil hutan. dan kriteria di bidang peredaran hasil hutan. Seksi Tanda Legalitas Hasil Hutan. .148 (2) Seksi Penerimaan Negara Bukan Pajak Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. c. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penerimaan negara bukan pajak di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang tanda legalitas hasil hutan. Pasal 573 Subdirektorat Peredaran Hasil Hutan terdiri atas: a. Seksi Tata Usaha Hasil Hutan.dan d.

standar. c. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengukuran dan pengujian hasil hutan. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengukuran dan pengujian hasil hutan.dan b. dan kriteria di bidang pengukuran dan pengujian hasil hutan. pelaksanaan kebijakan. Pasal 576 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 575. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengukuran dan pengujian hasil hutan bukan kayu.149 Pasal 575 Subdirektorat Pengukuran dan Pengujian Hasil Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Seksi Pengukuran dan Pengujian Hasil Hutan Bukan Kayu. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penertiban peredaran hasil hutan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengukuran dan pengujian hasil hutan. Pasal 577 Subdirektorat Pengukuran dan Pengujian Hasil Hutan terdiri atas: a. (2) Seksi Pengukuran dan Pengujian Hasil Hutan Bukan Kayu mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. b.dan d. . Pasal 578 (1) Seksi Pengukuran dan Pengujian Hasil Hutan Kayu mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengukuran dan pengujian hasil hutan. pelaksanaan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengukuran dan pengujian hasil hutan kayu. Subdirektorat Pengukuran dan Pengujian Hasil Hutan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 579 Subdirektorat Penertiban Peredaran Hasil Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Seksi Pengukuran dan Pengujian Hasil Hutan Kayu. pelaksanaan kebijakan. prosedur.

Seksi Penertiban Peredaran Hasil Hutan Wilayah I. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penertiban peredaran hasil hutan. b. Pasal 581 Subdirektorat Penertiban Peredaran Hasil Hutan terdiri atas: a. keuangan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penertiban peredaran hasil hutan di wilayah Sumatera. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas sehari-hari secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Penertiban Peredaran Hasil Hutan. kerumahtanggaan. Bali. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penertiban peredaran hasil hutan. . prosedur. dan kriteria di bidang penertiban peredaran hasil hutan. c. kearsipan dan pelaporan Direktorat.dan b.dan d. pelaksanaan kebijakan. standar. Nusa Tenggara. Seksi Penertiban Peredaran Hasil Hutan Wilayah II. Pasal 582 (1) Seksi Penertiban Peredaran Hasil Hutan Wilayah I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penertiban peredaran hasil hutan di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. (2) Seksi Penertiban Peredaran Hasil Hutan Wilayah II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. kepegawaian. Jawa. Maluku dan Papua.150 Pasal 580 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 579. penyiapan bahan penyusunan norma. pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Penertiban Peredaran Hasil Hutan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penertiban peredaran hasil hutan. Pasal 583 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan.

dan e. c. c.dan d. b. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat. d. Direktorat Bina Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hutan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Pengendalian Bahan Baku dan Industri Primer. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengolahan dan pemasaran hasil hutan. dan kriteria di bidang pengolahan dan pemasaran hasil hutan. . pelaksanaan kebijakan. b. Pasal 587 Subdirektorat Pemolaan Pengolahan Hasil Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. prosedur. pelaksanaan kebijakan di bidang pengolahan dan pemasaran hasil hutan. standar. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pengolahan dan pemasaran hasil hutan. Pasal 585 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 584. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemolaan pengolahan hasil hutan dan penyusunan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha industri primer hasil hutan kayu.151 Bagian Kedelapan Direktorat Bina Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hutan Pasal 584 Direktorat Bina Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hutan mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengolahan dan pemasaran hasil hutan dan penyusunan bahan penilaian terhadap permohonan perizinan usaha industri primer hasil hutan kayu. penyiapan penyusunan norma. Subdirektorat Pemolaan Pengolahan Hasil Hutan. Pasal 586 Direktorat Bina Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hutan terdiri atas: a. Subdirektorat Penilaian Kinerja Industri dan Pemasaran Hasil Hutan. Subbagian Tata Usaha.

Pasal 591 Subdirektorat Pengendalian Bahan Baku dan Industri Primer mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. re-engineering. b. pemberian perizinan industri primer hasil hutan dengan kapasitas produksi >6. standar. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengendalian bahan baku dan industri primer hasil hutan. Pasal 590 (1) Seksi Penyiapan Pengolahan Industri Primer mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan.152 Pasal 588 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 587. c. prosedur.000m3/tahun dan persetujuan revitalisasi industri primer hasil hutan. revitalisasi. investasi/divestasi. penyiapan bahan penyusunan norma.dan e. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pemolaan.dan b. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pemolaan dan revitalisasi industri primer hasil hutan. Pasal 589 Subdirektorat Pemolaan Pengolahan Hasil Hutan terdiri atas: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pemolaan dan revitalisasi industri primer hasil hutan. dan kriteria di bidang pemolaan dan revitalisasi industri primer hasil hutan. (2) Seksi Pengolahan Industri Primer mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pemolaan dan revitalisasi industri primer hasil hutan. Seksi Penyiapan Pengolahan Industri Primer. ketenagakerjaan dan pengolahan industri primer hasil hutan. pelaksanaan kebijakan. Seksi Pengolahan Industri Primer. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang perizinan. . d. pemantauan pengelolaan lingkungan. pelaksanaan kebijakan. Subdirektorat Pemolaan Pengolahan Hasil Hutan menyelenggarakan fungsi: a. pemberdayaan dan kemitraan industri primer. pelaksanaan kebijakan.

produksi dan standardisasi produk industri primer hasil hutan. pelaksanaan kebijakan. Pasal 594 (1) Seksi Pengendalian Bahan Baku mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.dan b. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengolahan. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian bahan baku. efisiensi penggunaan bahan baku. prosedur. Pasal 595 Subdirektorat Penilaian Kinerja Industri dan Pemasaran Hasil Hutan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Subdirektorat Pengendalian Bahan Baku dan Industri Primer menyelenggarakan fungsi: a. pengolahan. penyiapan bahan penyusunan norma. verifikasi legalitas dan pemasaran hasil hutan. produksi dan standardisasi produk industri primer hasil hutan. efisiensi penggunaan bahan baku. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengendalian bahan baku dan efisiensi penggunaan bahan baku industri primer hasil hutan. pengolahan. Pasal 593 Subdirektorat Pengendalian Bahan Baku dan Industri Primer terdiri atas: a. efisiensi penggunaan bahan baku. Seksi Pengendalian Bahan Baku. produksi dan standardisasi produk industri primer hasil hutan. bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penilaian kinerja industri primer hasil hutan. pelaksanaan kebijakan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang pengendalian bahan baku. (2) Seksi Produksi Industri Primer mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. b. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pengendalian bahan baku. pelaksanaan kebijakan. dan kriteria di bidang pengendalian bahan baku. Seksi Produksi Industri Primer. produksi dan standardisasi produk industri primer hasil hutan. c. pengolahan. produksi dan standardisasi produk industri primer hasil hutan. standar.dan d. pengolahan. . efisiensi penggunaan bahan baku.153 Pasal 592 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 591.

kesehatan finansial. kerumahtanggaan. Pasal 599 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. kesehatan finansial. dan kriteria di bidang penilaian kinerja. Seksi Pemasaran Hasil Hutan. kesehatan finansial. evaluasi. pemeriksaan dan tindak lanjut hasil evaluasi industri hasil hutan. kesehatan finansial. pelaksanaan kebijakan. prosedur. kesehatan finansial. pemeriksaan dan tindak lanjut hasil evaluasi industri hasil hutan. c. verifikasi legalitas serta pemasaran hasil hutan. pemeriksaan dan tindak lanjut hasil evaluasi industri hasil hutan. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penilaian kinerja. standar. penyusunan dan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pemasaran hasil hutan serta verifikasi legalitas.dan d. penyiapan bahan penyusunan norma. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang penilaian kinerja. Pasal 597 Subdirektorat Penilaian Kinerja Industri dan Pemasaran Hasil Hutan terdiri atas: a. evaluasi. evaluasi. Seksi Kinerja Industri. Pasal 598 (1) Seksi Pemasaran Hasil Hutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. evaluasi.154 Pasal 596 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 595. verifikasi legalitas serta pemasaran hasil hutan. penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang penilaian kinerja. kearsipan dan pelaporan Direktorat. Subdirektorat Penilaian Kinerja Industri dan Pemasaran Hasil Hutan menyelenggarakan fungsi: a. kepegawaian. (2) Seksi Kinerja Industri mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas sehari-hari secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Subdirektorat Penilaian Kinerja Industri dan Pemasaran Hasil Hutan.dan b. penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penilaian kinerja. pemeriksaan dan tindak lanjut hasil evaluasi industri hasil hutan. verifikasi legalitas serta pemasaran hasil hutan. evaluasi dan pemeriksaan serta tindak lanjut hasil evaluasi industri hasil hutan. keuangan. pelaksanaan kebijakan. verifikasi legalitas serta pemasaran hasil hutan. b. .

pelaksanaan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Kehutanan terhadap kinerja dan keuangan melalui audit. b. b. . Pasal 602 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 601. Tugas dan Fungsi Pasal 600 (1) Inspektorat Jenderal adalah unsur pengawas yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kehutanan. pelaksanaan pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri Kehutanan. c. pelaksanaan urusan administrasi Inspektorat Jenderal. Pasal 601 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Kehutanan. Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan laporan hasil pengawasan di lingkungan Kementerian Kehutanan. d. dan kegiatan pengawasan lainnya. evaluasi.155 BAB VIII INSPEKTORAT JENDERAL Bagian Pertama Kedudukan. reviu. pemantauan. c.dan e. penyiapan perumusan kebijakan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Kehutanan. Sekretariat Inspektorat Jenderal. Inspektorat I. (2) Inspektorat Jenderal dipimpin oleh Inspektur Jenderal. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 603 Inspektorat Jenderal terdiri atas: a. Inspektorat II.

program pengawasan. Bagian Pemantauan Tindak Lanjut. b. pengelolaan urusan kepegawaian. keuangan.dan f. c. Bagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan. Pasal 606 Sekretariat Inspektorat Jenderal terdiri atas: a. pelaksanaan koordinasi dan penyusunan rencana dan program kerja pengawasan. b. Inspektorat Investigasi. c. Bagian Umum. dan pemantauan pelaksanaan rencana dan program pengawasan.156 d. . pelaksanaan pemantauan tindak lanjut hasil pengawasan. Inspektorat IV. organisasi dan tata laksana. Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. serta pelaporan. serta pelaporan di lingkungan Inspektorat Jenderal. Pasal 607 Bagian Program dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana.dan d. pelaksanaan analisis laporan hasil pengawasan.dan e. d. pengelolaan urusan tata usaha dan rumah tangga Inspektorat Jenderal. e. Pasal 605 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 604. Inspektorat III. Bagian Program dan Pelaporan. Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal Pasal 604 Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis dan administratif kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Inspektorat Jenderal.

pemantauan pelaksanaan rencana dan program pengawasan. dan laporan pengawasan lainnya. (2) Subbagian Data dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan.dan b. penyiapan bahan koordinasi pengumpulan. pemantauan pelaksanaan rencana dan program pengawasan. pelaksanaan analisis dan evaluasi hasil pengawasan intern dan ekstern pemerintah. Pasal 611 Bagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan mempunyai tugas melaksanakan analisis dan evaluasi hasil pengawasan intern dan ekstern pemerintah dan laporan pengawasan lainnya di lingkungan Kementerian. penyiapan bahan pelaksanaan koordinasi penyusunan rencana dan program pengawasan dan anggaran. dan penyiapan bahan pelaporan di lingkungan Inspektorat Jenderal. Subbagian Data dan Pelaporan. Pasal 610 (1) Subbagian Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan program pengawasan. dan anggaran di lingkungan Inspektorat Jenderal. .dan b. pelaksanaan penyusunan laporan hasil analisis dan evaluasi. Pasal 609 Bagian Program dan Pelaporan terdiri atas: a.157 Pasal 608 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 607.dan b. Subbagian Program. pengolahan dan penyajian data dan informasi. Bagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Program dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi: a. dan penyusunan laporan di lingkungan Inspektorat Jenderal. pengolahan data serta penyajian informasi. serta penyusunan laporan hasil analisis dan evaluasi. Pasal 612 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 611.

Subbagian Pemantauan Tindak Lanjut II. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan II. laporan pengawasan lainnya. Pasal 614 (1) Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis dan evaluasi hasil pengawasan intern dan ekstern pemerintah. Pasal 617 Bagian Pemantauan Tindak Lanjut terdiri atas: a. dan Inspektorat Investigasi. pelaksanaan pemantauan atas pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan intern dan ekstern pemerintah. dan Inspektorat Investigasi.dan b. Subbagian Pemantauan Tindak Lanjut I. serta penyusunan laporan hasil pemantauan tindak lanjut. Pasal 615 Bagian Pemantauan Tindak Lanjut mempunyai tugas melaksanakan pemantauan atas pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan intern dan ekstern pemerintah. (2) Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan analisis dan evaluasi hasil pengawasan intern dan ekstern pemerintah.dan b. Subbagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan I. serta penyusunan laporan hasil analisis dan evaluasi. dan laporan pengawasan lainnya di lingkungan kerja Inspektorat III dan Inspektorat IV.dan b.158 Pasal 613 Bagian Analisis Laporan Hasil Pengawasan terdiri atas: a. . Bagian Pemantauan Tindak Lanjut menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 616 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 615. pelaksanaan penyusunan laporan hasil pemantauan tindak lanjut. dan laporan pengawasan lainnya di lingkungan kerja Inspektorat I dan Inspektorat II. serta laporan pengawasan lainnya. serta penyusunan laporan hasil analisis dan evaluasi.

Pasal 619 Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. perlengkapan. pelaksanaan urusan tata persuratan. pelaksanaan administrasi dan pemantauan keuangan. Subbagian Rumah Tangga dan Kepegawaian. dan Inspektorat Investigasi serta penyusunan laporan hasil pemantauan tindak lanjut. dan penyusunan laporan keuangan. serta laporan pengawasan lainnya di lingkungan kerja Inspektorat III dan Inspektorat IV serta penyusunan laporan hasil pemantauan tindak lanjut. dan penyusunan laporan keuangan.dan b. pelaksanaan urusan rumah tangga. Pasal 620 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 619. Subbagian Tata Persuratan dan Keuangan. Pasal 621 Bagian Umum terdiri atas: a. organisasi dan tata laksana. Pasal 622 (1) Subbagian Tata Persuratan dan Keuangan mempunyai tugas melakukan urusan surat menyurat. administrasi kepegawaian.dan b. administrasi kepegawaian. perlengkapan.159 Pasal 618 (1) Subbagian Pemantauan Tindak Lanjut I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan atas pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan intern dan ekstern pemerintah. rumah tangga. administrasi keuangan. penggandaan. . pelaksanaan administrasi dan pemantauan keuangan. (2) Subbagian Rumah Tangga dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan rumah tangga. (2) Subbagian Pemantauan Tindak Lanjut II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pemantauan atas pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan intern dan ekstern pemerintah. administrasi kepegawaian. perlengkapan. kearsipan. organisasi dan tata laksana di lingkungan Inspektorat Jenderal. serta laporan pengawasan lainnya di lingkungan kerja Inspektorat I dan Inspektorat II. organisasi dan tata laksana. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a.

Bangka Belitung.  Pasal 624 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 623. Jawa Barat. Nusa Tenggara Barat. Inspektorat Jenderal. administrasi kepegawaian. Bengkulu. b. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. kerumahtanggaan. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri pada Unit Kerja Direktorat Jenderal Bina Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial. . Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia. reviu. evaluasi. dan pelaporan Inspektorat I. penyusunan rencana dan program pengawasan kinerja. Jawa Timur. Jawa Tengah. dan administrasi melalui audit. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri pada Unit Kerja Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam. pelaksanaan urusan ketatausahaan. evaluasi. Subbagian Tata Usaha. kepegawaian. keuangan. Inspektorat I menyelenggarakan fungsi: a. dan kegiatan pengawasan lainnya. Riau. keuangan. serta instansi kehutanan di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam. keuangan. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional dibina oleh Inspektur I. reviu. dan administrasi. keuangan. DI Jogyakarta.dan d. pemantauan. DKI Jakarta. Kepulauan Riau. Sumatera Barat. dan kegiatan pengawasan lainnya. pelaksanaan pengawasan kinerja. dan kegiatan pengawasan lainnya. reviu. dan administrasi melalui audit. Pasal 626 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. dan Lampung. c. Sumatera Utara. dan pelaporan di lingkungan Inspektorat I. Pasal 625 Inspektorat I terdiri atas: a. penyusunan petunjuk pelaksanaan pengawasan kinerja.dan b. Bali. serta instansi kehutanan di Provinsi Banten. pemantauan. dan Nusa Tenggara Timur.160 Pasal 623 Inspektorat I mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern terhadap kinerja. keuangan. pemantauan. dan administrasi melalui audit. Jambi. Pasal 627 Inspektorat II mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern terhadap kinerja. Sumatera Selatan. dan administrasi. kerumahtanggaan. evaluasi.

penyusunan rencana dan program pengawasan kinerja. Pasal 632 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 631.dan d. dan administrasi. reviu. b. Kalimantan Timur. dan kegiatan pengawasan lainnya. dan administrasi melalui audit. (2) Subbagian Tata Usaha administratif dan fungsional dibina Inspektur II. dan kegiatan pengawasan lainnya. Bagian Keenam Inspektorat III Pasal 631 Inspektorat III mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern terhadap kinerja. kerumahtanggaan.dan b. keuangan. keuangan.161 Pasal 628 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 627. Pasal 630 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. Inspektorat III menyelenggarakan fungsi: a. dan administrasi. dan pelaporan Inspektorat II. b. keuangan. Subbagian Tata Usaha. dan pelaporan di lingkungan Inspektorat II. kepegawaian. Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan. dan administrasi melalui audit. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. penyusunan petunjuk pelaksanaan pengawasan kinerja. evaluasi. penyusunan rencana dan program pengawasan kinerja. keuangan. reviu. pemantauan. keuangan. administrasi kepegawaian. dan administrasi. . c. pelaksanaan urusan ketatausahaan. penyusunan petunjuk pelaksanaan pengawasan kinerja. Kalimantan Tengah. Papua. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri pada Unit Kerja Direktorat Jenderal Bina Usaha Kehutanan. keuangan. Inspektorat II menyelenggarakan fungsi: a. kerumahtanggaan. Kalimantan Barat. dan Irian Jaya Barat. pelaksanaan pengawasan kinerja. pemantauan. Pasal 629 Inspektorat II terdiri atas: a. evaluasi. serta instansi kehutanan di Provinsi Kalimantan Selatan. dan administrasi.

Subbagian Tata Usaha. evaluasi. b. Gorontalo. dan pengawasan lainnya.dan . dan pelaporan di lingkungan Inspektorat III. pelaksanaan pengawasan kinerja.162 c. dan administrasi melalui audit. penyusunan petunjuk pelaksanaan pengawasan kinerja. Bagian Ketujuh Inspektorat IV Pasal 635 Inspektorat IV mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern terhadap kinerja.dan b. Sulawesi Barat. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional dibina oleh Inspektur III. evaluasi. dan pengawasan lainnya serta pengawasan untuk tujuan tertentu atas petunjuk Menteri. dan pengawasan lainnya.dan d. serta instansi kehutanan di Provinsi Sulawesi Utara. kepegawaian. penyusunan rencana pengawasan kinerja. Pasal 634 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. reviu. Sulawesi Selatan. Maluku. serta pengawasan untuk tujuan tertentu atas petunjuk Menteri. keuangan. pemantauan. keuangan. pemantauan. dan Maluku Utara. dan pelaporan Inspektorat III. serta pengawasan untuk tujuan tertentu atas petunjuk Menteri. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri pada Unit Kerja Direktorat Jenderal Planologi kehutanan. Inspektorat IV menyelenggarakan fungsi: a. dan administrasi melalui audit. dan kegiatan pengawasan lainnya. pelaksanaan urusan ketatausahaan. Sulawesi Tengah. Pasal 633 Inspektorat III terdiri atas: a. administrasi kepegawaian. c. kerumahtanggaan. keuangan. keuangan. kerumahtanggaan. keuangan. Sulawesi Tenggara. pelaksanaan pengawasan kinerja. Pasal 636 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 635. dan kegiatan pengawasan lainnya. reviu. Sekretariat Jenderal.

pelanggaran administrasi. dan nepotisme. penyusunan petunjuk pelaksanaan pengumpulan bahan penelitian. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional dibina oleh Inspektur IV. analisis. kerumahtanggaan. kepegawaian. Pasal 637 Inspektorat IV terdiri atas: a. menindak lanjuti pengaduan masyarakat. . dan nepotisme. dan cakupan yang ditetapkan oleh Inspektur Jenderal. b. kerumahtanggaan. Pasal 638 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. administrasi kepegawaian. Subbagian Tata Usaha. serta tindak lanjut pengaduan masyarakat. pelanggaran administrasi. kolusi. dan pelaporan di lingkungan Inspektorat IV. serta melaksanakan tugas lain berdasarkan instruksi khusus Menteri. Pasal 640 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 639. menganalisis. Inspektorat Investigasi menyelenggarakan fungsi: a. dan mengevaluasi atas kasus pelanggaran yang berindikasi praktek-praktek korupsi. dan pelaporan Inspektorat IV. Bagian Kedelapan Inspektorat Investigasi Pasal 639 Inspektorat Investigasi mempunyai tugas melaksanakan pengawasan.163 d. penyusunan rencana dan program dibidang pengumpulan bahan penelitian. dan nepotisme. pengumpulan bahan meneliti. kolusi. pelanggaran administrasi. kolusi. analisis. dan evaluasi atas kasus pelanggaran yang berindikasi praktek-praktek korupsi. pelaksanaan urusan ketatausahaan. serta tindak lanjut pengaduan masyarakat. dan evaluasi atas kasus pelanggaran yang berindikasi praktek-praktek korupsi.dan b.

dan pelaporan Inspektorat Investigasi. nepotisme. serta tindak lanjut pengaduan masyarakat. analisis.  Pasal 641 Inspektorat Investigasi terdiri atas: a. administrasi kepegawaian. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor. dan pelanggaran administrasi. Pasal 642 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. kerumahtanggaan. d. dan pelaporan di lingkungan Inspektorat Investigasi.dan f. . pengawasan atas kasus pelanggaran yang berindikasi praktek-praktek korupsi. pelaksanaan pengumpulan bahan penelitian.  b. dan cakupan yang ditetapkan oleh Inspektur Jenderal. kepegawaian. dan evaluasi atas kasus pelanggaran yang berindikasi praktek-praktek korupsi. pelaksanaan tugas lain berdasarkan instruksi khusus Menteri.164 c. pelanggaran administrasi. pelaksanaan urusan ketatausahaan. kolusi. Subbagian Tata Usaha. e. dan nepotisme. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional dibina oleh Inspektur Investigasi. kolusi. kerumahtanggaan.

dan e. Pasal 644 Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan mempunyai tugas melaksanakan tugas di bidang penyuluhan dan pengembangan Sumber Daya manusia kehutanan. c. . pemantauan. Pasal 645 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 644. b. (2) Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan dipimpin oleh Kepala Badan. penyusunan kebijakan teknis. rencana. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penyuluhan dan pengembangan sumber daya manusia kehutanan. Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan tugas di bidang penyuluhan dan pengembangan sumber daya manusia kehutanan sesuai peraturan perundang-undangan. d. Tugas dan Fungsi Pasal 643 (1) Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan adalah unsur pendukung yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kehutanan.165 BAB IX BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA KEHUTANAN Bagian Pertama Kedudukan. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis di bidang penyuluhan kehutanan. programa. pelaksanaan administrasi Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan. dan program di bidang penyuluhan dan pengembangan sumber daya manusia kehutanan.

Pasal 648 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 647.166 Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 646 Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan terdiri atas: a. publikasi dan diseminasi hasil penyuluhan serta pengelolaan urusan perpustakaan. Sekretariat Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan menyelenggarakan fungsi: a. c. evaluasi dan pelaporan rencana. Pusat Pengembangan Penyuluhan Kehutanan. koordinasi dan pemantauan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kehutanan. c. dan kerja sama. Diseminasi dan Perpustakaan. . c. Bagian Kepegawaian. informasi. Hukum dan Organisasi Tata Laksana. Bagian Keuangan dan Umum. Pusat Pelayanan Penyuluhan Kehutanan. b.dan d. b. serta pelayanan administrasi di lingkungan Badan.dan d. Sekretariat Badan. anggaran. program dan anggaran. Bagian Program dan Kerja Sama. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Badan. Bagian Evaluasi. b. pembinaan. program. Pasal 649 Sekretariat Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan terdiri atas: a. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pasal 647 Sekretariat Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan mempunyai tugas melaksanakan koordinasi. koordinasi dan pengelolaan data. koordinasi dan penyusunan rencana.dan d.

Diseminasi dan Perpustakaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi evaluasi dan pelaporan rencana. serta pengelolaan data informasi. Pasal 654 Bagian Evaluasi. bahan koordinasi dan (3) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan koordinasi penyusunan naskah kerja sama. Subbagian Anggaran.dan b. pelaksanaan administrasi dan bahan kerja sama di lingkungan Badan. Subbagian Program. Subbagian Kerja Sama. penyusunan dan pelaksanaan rencana. serta administrasi kerjasama di lingkungan Badan. Bagian Evaluasi menyelenggarakan fungsi: . Pasal 653 (1) Subbagian Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program kerja. penyiapan bahan koordinasi. Bagian Program dan Kerja sama menyelenggarakan fungsi: a. revisi atau perubahan anggaran. penyusunan dan pelaksanaan rencana. b. (2) Subbagian Anggaran mempunyai tugas penyiapan penyusunan rencana. Pasal 652 Bagian Program dan Anggaran terdiri atas: a. program dan kegiatan. urusan perpustakaan dan diseminasi. Pasal 651 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 650.dan c. program dan anggaran. dan perjanjian/perikatan serta pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kerja sama. Pasal 655 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 654.167 Pasal 650 Bagian Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi. program dan anggaran di lingkungan Badan.

168

a. penyiapan bahan koordinasi evaluasi dan pelaporan rencana, program dan kegiatan; b. penyiapan bahan pengelolaan data dan informasi serta penyusunan statistik;dan c. penyiapan bahan pelaksanaan urusan perpustakaan, publikasi dan diseminasi. Pasal 656 Bagian Evaluasi, Diseminasi dan Perpustakaan terdiri atas: a. Subbagian Data dan Informasi; b. Subbagian Evaluasi Pelaporan;dan c. Subbagian Diseminasi, Publikasi dan Perpustakaan. Pasal 657 (1) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas penyiapan bahan koordinasi pengelolaan data dan informasi serta penyusunan statistik di lingkungan Badan. (2) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pemantuan, evaluasi dan pelaporan kinerja rencana, program dan kegiatan. (3) Subbagian Diseminasi, Publikasi dan Perpustakaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan perpustakaan, publikasi dan diseminasi. Pasal 658 Bagian Kepegawaian, Hukum dan Organisasi Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan administrasi kepegawaian, penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan, pemberian pertimbangan dan bantuan hukum, serta pembinaan organisasi dan ketatalaksanaan. Pasal 659 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 658, Bagian Kepegawaian, Hukum, Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan administrasi kepegawaian umum; b. pelaksanaan urusan administrasi jabatan fungsional;dan c. penyiapan bahan dan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan, penelaahan, pertimbangan dan bantuan hukum, serta organisasi ketatalaksanaan.

169

Pasal 660 Bagian Kepegawaian, Hukum dan Organisasi Tata Laksana terdiri atas: a. Subbagian Administrasi Kepegawaian; b. Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional;dan c. Subbagian Hukum, Organisasi dan Tata Laksana. Pasal 661 (1) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana formasi pegawai, dan administrasi kepegawaian. (2) Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan pendidikan, pelatihan, pendisiplinan dan penghargaan pegawai serta administrasi jabatan fungsional. (3) Subbagian Hukum, Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan, pemberian pertimbangan dan bantuan hukum, serta pembinaan organisasi dan ketatalaksanaan. Pasal 662 Bagian Keuangan dan Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata persuratan, administrasi keuangan, serta pengelolaan rumah tangga dan barang milik negara. Pasal 663 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 662, Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan surat menyurat dan kearsipan; b. pelaksanaan akuntansi, verifikasi dan tindak lanjut hasil pemeriksaan;dan c. pelaksanaan urusan rumah tangga dan barang milik negara; Pasal 664 Bagian Keuangan dan Umum terdiri atas: a. Subbagian Tata Usaha; b. Subbagian Administrasi Keuangan;dan c. Subbagian Perlengkapan. Pasal 665 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan, kearsipan dan pembinaan tata persuratan.

170

(2) Subbagian Administrasi Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan tata laksana keuangan, penyusunan rencana anggaran gaji dan penggajian, penyiapan bahan perbendaharaan, melakukan akuntansi keuangan dan barang milik negara, pembinaan kebendaharaan petugas SAI dan petugas SIMAK-BMN, verifikasi, pelaporan keuangan, penyelesaian tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi. (3) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan urusan rumah tangga dan pengelolaan barang milik negara. Bagian Keempat Pusat Pengembangan Penyuluhan Kehutanan Pasal 666 Pusat Pengembangan perumusan kebijakan kehutanan. Penyuluhan Kehutanan mempunyai tugas melaksanakan dan pelaksanaan kebijakan pengembangan penyuluhan

Pasal 667 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pengembangan Penyuluhan Kehutanan menyelenggarakan fungsi: Pasal 666, Pusat

a. penyiapan perumusan kebijakan teknis di bidang pengembangan metode, sarana dan alat bantu penyuluhan, serta programa penyuluhan kehutanan; b. penyiapan pelaksanaan tugas di bidang pengembangan metode, sarana dan alat bantu penyuluhan, serta programa penyuluhan kehutanan; c. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengembangan metode, sarana dan alat bantu penyuluhan, serta programa penyuluhan kehutanan; d. penyiapan pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pengembangan metode, sarana dan alat bantu penyuluhan, serta programa penyuluhan kehutanan;dan e. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. Pasal 668 Pusat Pengembangan Penyuluhan Kehutanan terdiri atas: a. Bidang Metode, Materi dan Alat Bantu Penyuluhan;dan b. Bidang Programa.

171

Pasal 669 Bidang Metode, Materi dan Alat Bantu Penyuluhan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan, pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis, dan evaluasi bimbingan teknis, serta evaluasi dan pelaporan di bidang metode, materi dan alat bantu penyuluhan kehutanan. Pasal 670 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 669, Bidang Metode, Materi dan Alat Bantu Penyuluhan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis di bidang pengembangan metode, materi, sarana dan alat bantu penyuluhan; b. penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang pengembangan metode, materi, sarana dan alat bantu penyuluhan; c. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengembangan metode, sarana dan alat bantu penyuluhan, serta programa penyuluhan kehutanan;dan d. penyiapan pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pengembangan metode, sarana dan alat bantu penyuluhan, serta programa penyuluhan kehutanan Pasal 671 Bidang Metode, Materi dan Alat Bantu Penyuluhan dari: a. Subbidang Metode dan Materi Penyuluhan;dan b. Subbidang Sarana dan Alat Bantu Penyuluhan. Pasal 672 (1) Subbidang Metode dan Materi Penyuluhan mempunyai melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan tugas, pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis, serta pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang metode dan materi penyuluhan kehutanan. (2) Subbidang Sarana dan Alat Bantu Penyuluhan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan tugas, pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis, serta pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang sarana dan alat bantu penyuluhan.

172

Pasal 673 Bidang Programa Penyuluhan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan, pelaksanaan tugas, pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis, serta evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang programa penyuluhan kehutanan. Pasal 674 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Pasal 673, Bidang Programa Penyuluhan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis di bidang programa penyuluhan kehutanan; b. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang programa penyuluhan kehutanan; c. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang programa penyuluhan kehutanan;dan d. penyiapan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang programa penyuluhan kehutanan. Pasal 675 Bidang Programa Penyuluhan dari: a. Subbidang Penyusunan Programa;dan b. Subbidang Bimbingan Teknis Penyusunan Programa. Pasal 676 (1) Subbidang Penyusunan Programa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan tugas, pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis, serta pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penyusunan dan evaluasi programa penyuluhan kehutanan di tingkat pusat. (2) Subbidang Bimbingan Teknis Penyusunan Programa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan tugas, pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis, serta pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang bimbingan teknis penyusunan programa penyuluhan kehutanan.

penyiapan pemantauan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas sehari-hari secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Bidang Programa Penyuluhan. Bagian Kelima Pusat Pelayanan Penyuluhan Kehutanan Pasal 678 Pusat Pelayanan Penyuluhan Kehutanan mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan dan pelaksanaan kebijakan pelayanan penyuluhan kehutanan. c. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pemberdayaan masyarakat dan pembinaan personil penyuluh. keuangan. kepegawaian. Bidang Pembinaan Penyuluh. Pusat Pelayanan Penyuluhan Kehutanan menyelenggarakan fungsi: a. d.dan e.dan b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pemberdayaan masyarakat dan pembinaan personil penyuluh. kerumahtanggaan. b. Pasal 679 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 678. . kearsipan dan pelaporan Pusat.173 Pasal 677 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. Bidang Pemberdayaan Masyarakat. penyiapan perumusan kebijakan teknis di bidang pemberdayaan masyarakat dan pembinaan personil penyuluh. Pasal 680 Pusat Pelayanan Penyuluhan Kehutanan terdiri atas: a. penyiapan pelaksanaan tugas di bidang pemberdayaan masyarakat dan pembinaan personil penyuluh.

pelaksanaan tugas.174 Pasal 681 Bidang Pemberdayaan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. Pasal 684 (1) Subbidang Bimbingan Teknis mempunyai tugas melakukan melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pemberdayaan masyarakat. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis. pelaksanaan tugas. pelaksanaan kebijakan.dan b. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis. penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang pemberdayaan masyarakat. serta pemantauan. Pasal 682 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 681. (2) Subbidang Kelembagaan mempunyai tugas melakukan melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. Pasal 683 Bidang Pemberdayaan Masyarakat terdiri atas: a. Subbidang Pembinaan Kelembagaan. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis di bidang pemberdayaan masyarakat. b. serta evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pemberdayaan masyarakat. serta pemantauan.dan d. pemberian bimbingan teknis. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pemberdayaan masyarakat. dan evaluasi bimbingan teknis. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pembinaan kelembagaan masyarakat. Subbidang Bimbingan Teknis. . penyiapan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pemberdayaan masyarakat. c. Bidang Pemberdayaan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a.

penyiapan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pembinaan tenaga penyuluh kehutanan. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis. Pasal 686 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Pasal 685. c. pelaksanaan tugas. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis di bidang pembinaan tenaga penyuluh kehutanan. Bidang Pembinaan Penyuluh menyelenggarakan fungsi: a.dan d. . penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang pembinaan tenaga penyuluh kehutanan. Pasal 687 Bidang Pembinaan Tenaga Penyuluhan dari: a. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pembinaan tenaga penyuluh kehutanan. dan evaluasi bimbingan teknis. Pasal 688 (1) Subbidang Penyuluh Swasta dan Swadaya mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. pemberian bimbingan teknis. serta pemantauan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pembinaan penyuluh kehutanan swasta dan swadaya. Subbidang Aparatur Penyuluh. pelaksanaan tugas. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang aparatur penyuluh kehutanan. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis. b. serta pemantauan.175 Pasal 685 Bidang Pembinaan Penyuluh mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. serta evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pembinaan tenaga penyuluh kehutanan. (2) Subbidang Aparatur Penyuluh mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.dan b. pelaksanaan tugas. Subbidang Penyuluh Swasta dan Swadaya.

b. penyusunan rencana. penyiapan perumusan kebijakan teknis di bidang pendidikan dan pelatihan kehutanan meliputi tenaga. dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pendidikan dan pelatihan kehutanan meliputi tenaga. sistem. b. tata cara.dan d. pemantauan. evaluasi. tata cara. kerja sama dan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan sumberdaya manusia aparatur dan sumberdaya manusia kehutanan. Bagian Keenam Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kehutanan Pasal 690 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kehutanan mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bagi aparatur kehutanan. keuangan. c. c. serta sarana pendidikan dan pelatihan. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. Pasal 692 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kehutanan terdiri atas: a.176 Pasal 689 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. pelaksanaan tugas di bidang pendidikan dan pelatihan kehutanan meliputi tenaga. kearsipan dan pelaporan Pusat. . kerumahtanggaan. (2) Subbagian Tata Usaha dalam melaksanakan tugas sehari-hari secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Bidang Kemitraan Penyuluhan.dan e. tata cara. Pasal 691 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Pasal 690. sistem. serta sarana pendidikan dan pelatihan. d. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kehutanan menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Tata Usaha. kepegawaian. program. serta sarana pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. sistem. Bidang Pengelolaan Pendidikan.

penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang pengembangan pendidikan dan pelatihan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang identifikasi kebutuhan. Pasal 695 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan terdiri atas: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang kerja sama. penyiapan bahan penyusunan rencana. kurikulum silabus. dan program pendidikan dan pelatihan. penyiapan evaluasi. (2) Subbidang Evaluasi dan Pelaporan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. b. Pasal 696 (1) Subbidang Perencanaan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. d. pelaksanaan tugas. dan pelaporan pelaksanaan tugas pengembangan pendidikan dan pelatihan.dan e. serta evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang program dan rencana kegiatan pengembangan pendidikan dan pelatihan. metode. . serta pemantauan. Subbidang Evaluasi dan Pelaporan Pendidikan dan Pelatihan.dan b. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Perencanaan Pendidikan dan Pelatihan. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis. c. dan kerja sama pendidikan dan pelatihan. dan evaluasi bimbingan teknis. serta pengelolaan hutan pendidikan dan pelatihan. serta pemantauan. program. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pengembangan pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan tugas. dan evaluasi pasca pendidikan dan pelatihan. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis di bidang pengembangan pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan kebijakan.177 Pasal 693 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. pemberian bimbingan teknis. Pasal 694 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pasal 693.

fungsional. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis di bidang pendidikan dan pelatihan kepemimpinan. penyiapan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan. c. pelaksanaan kebijakan.178 Pasal 697 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pendidikan dan pelatihan teknis kepemimpinan dan teknis fungsional. d. pelaksanaan tugas. . Pasal 698 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 697. fungsional. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. dan teknis. dan teknis. pelaksanaan tugas. dan teknis. fungsional. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis. penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan. pemberian bimbingan teknis. Pasal 700 (1) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. serta evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan. serta pemantauan. dan teknis. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pendidikan dan pelatihan teknis kehutanan. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Penjenjangan. dan evaluasi bimbingan teknis. fungsional. (2) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Penjenjangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan.dan b. serta teknis. Pasal 699 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan terdiri atas: a. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan. serta pemantauan. fungsional. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknis. penyelenggaraan b.

perlengkapan. dan evaluasi bimbingan teknis. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis. serta evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pendidikan menengah kehutanan.179 Pasal 701 Bidang Pengelolaan Pendidikan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang fasilitasi pendidikan lanjutan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pendidikan menengah kehutanan. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis. Pasal 702 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Pasal 701. penyiapan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pengelolaan pendidikan. Pasal 704 (1) Subbidang Pendidikan Menengah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. serta pemantauan.dan d. penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis di bidang pendidikan menengah kehutanan. kepegawaian. pelaksanaan kebijakan. (2) Subbidang Pendidikan Lanjutan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan. dan fasilitasi penyelenggaraan pendidikan lanjutan. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan teknis di bidang pendidikan menengah kehutanan. pelaksanaan tugas. pelaksanaan tugas. b. rumah tangga. penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang pendidikan menengah kehutanan. Subbidang Pendidikan Menengah. ketatausahaan. dan pendidikan lanjutan. Pasal 703 Bidang Pengelolaan Pendidikan terdiri atas: a. Subbidang Pendidikan Lanjutan. Pasal 705 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan keuangan. c. serta pemantauan.dan b. dan kehumasan. . pemberian bimbingan teknis. Bidang Pengelolaan Pendidikan menyelenggarakan fungsi: a.

dan b. pelaporan keuangan. kearsipan. pendisiplinan. pengelolaan urusan keuangan. pengembangan pegawai. kehumasan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. perbendaharaan. penghargaan pegawai serta administrasi jabatan fungsional. tata usaha dan rumah tangga.dan c. pengelolaan urusan kepegawaian dan kehumasan. (2) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana formasi. b. verifikasi. rumah tangga. Subbagian Keuangan dan Umum. Pasal 708 (1) Subbagian Keuangan dan Umum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan urusan tata usaha. penyelesaian kasus tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi.180 Pasal 706 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Pasal 705. tata laksana keuangan. pengelolaan barang milik negara. pengelolaan urusan barang milik negara. penggajian. Pasal 707 Bagian Tata Usaha terdiri atas: a. pembinaan kebendaharawanan. administrasi kepegawaian. Subbagian Kepegawaian. .

Pasal 710 Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan di bidang kehutanan termasuk penyebarluasan hasil-hasil penelitian dan pengembangan kepada pengguna baik internal maupun eksternal Kementerian Kehutanan. rencana dan program di bidang penelitian dan pengembangan kehutanan.181 BAB X BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEHUTANAN Bagian Pertama Kedudukan. pelaksanaan tugas di bidang penelitian dan pengembangan kehutanan. Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan menyelenggarakan fungsi: a. Sekretariat Badan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Konservasi dan Rehabilitasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penelitian dan pengembangan kehutanan. Pasal 711 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 710. penyusunan kebijakan teknis. Pusat Penelitian dan Pengembangan Produktivitas Hutan. pemantauan. Tugas dan Fungsi Pasal 709 (1) Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan adalah unsur pendukung yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kehutanan. b. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 712 Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan terdiri atas: a. (2) Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan dipimpin oleh Kepala Badan.dan d. pelaksanaan administrasi Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan. c. . c. b.

serta pelayanan administrasi di lingkungan Badan. Hukum dan Organisasi Tata Laksana. koordinasi dan pengelolaan data. Bagian Evaluasi. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pasal 713 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan mempunyai tugas melaksanakan koordinasi. evaluasi dan pelaporan rencana. publikasi dan diseminasi hasil penelitian serta pengelolaan urusan perpustakaan. Pasal 716 Bagian Program dan Kerja sama mempunyai tugas melaksanakan koordinasi penyusunan dan pelaksanaan rencana. . informasi. Bagian Kepegawaian. program. supervisi. c. dan kerja sama. Bagian Umum dan Keuangan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan. pembinaan.182 d. Pasal 715 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan terdiri atas: a. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan menyelenggarakan fungsi: a. b. koordinasi dan pemantauan. anggaran. c. b. koordinasi dan penyusunan rencana. Pusat Penelitian dan Pengembangan Perubahan Iklim dan Kebijakan.dan d. serta administrasi kerja sama. Diseminasi dan Perpustakaan. Bagian Program dan Kerja sama. program dan anggaran. Pasal 714 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 713.dan d. program dan anggaran. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Badan.dan e.

program. (3) Subbagian Kerja sama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan koordinasi penyusunan naskah kerja sama. Bagian Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. urusan perpustakaan dan diseminasi hasil penelitian dan pengembangan. standar.183 Pasal 717 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 716. program dan anggaran. publikasi dan diseminasi. Subbagian Anggaran. penyiapan bahan pelaksanaan urusan perpustakaan. . Pasal 718 Bagian Program dan Kerjasama terdiri atas: a. revisi atau perubahan anggaran. penyiapan bahan pengelolaan data dan informasi serta penyusunan statistik. penyiapan penyusunan rencana. Bagian Program dan Kerja sama menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 721 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 720.dan c. Pasal 719 (1) Subbagian Program mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana.dan c. dan kriteria kawasan hutan dengan tujuan khusus penelitian dan pengembangan.dan b. dan Perpustakaan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi evaluasi dan pelaporan rencana. program dan kegiatan. Subbagian Program. dan perjanjian/perikatan serta pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kerja sama. program dan kegiatan. Subbagian Kerja sama. prosedur. Pasal 720 Bagian Evaluasi. dan kegiatan penelitian dan pengembangan. (2) Subbagian Anggaran mempunyai tugas penyiapan bahan penyusunan rencana. serta pengelolaan data informasi. serta penyiapan bahan perumusan norma. penyiapan administrasi dan bahan kerja sama. b. penyiapan bahan koordinasi evaluasi dan pelaporan rencana. b. Diseminasi.

serta pembinaan dan penataan organisasi. Subbagian Hukum dan Organisasi Tata Laksana. Bagian Kepegawaian. Publikasi dan Perpustakaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengelolaan perpustakaan. ketatalaksanaan. Subbagian Data dan Informasi. Pasal 723 (1) Subbagian Data dan Informasi mempunyai tugas penyiapan bahan koordinasi pengelolaan data dan informasi serta penyusunan statistik di lingkungan Badan. (3) Subbagian Diseminasi. Pasal 724 Bagian Kepegawaian. Subbagian Administrasi Kepegawaian. penyiapan penyusunan bahan dan penyusunan rancangan peraturan perundangundangan. evaluasi dan pelaporan kinerja rencana. penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan. b. bantuan hukum. dan organisasi ketatalaksanaan. penelaahan permasalahan.dan c.dan c. Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional.184 Pasal 722 Bagian Evaluasi dan Perpustakaan terdiri atas: a. Hukum dan Organisasi Tata Laksana terdiri atas: a. Hukum dan Organisasi Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan administrasi kepegawaian. Hukum dan Organisasi Tatalaksana menyelenggarakan fungsi: a. b. pelaksanaan urusan administrasi kepegawaian umum.dan c. . publikasi dan diseminasi. Publikasi dan Perpustakaan. pelaksanaan urusan administrasi jabatan fungsional. Pasal 726 Bagian Kepegawaian. b. program dan kegiatan. (2) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi pemantuan. Subbagian Evaluasi Pelaporan. pertimbangan. Pasal 725 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 724. Subbagian Diseminasi. pemberian pertimbangan dan bantuan hukum.

185

Pasal 727 (1) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana formasi pegawai, dan administrasi kepegawaian. (2) Subbagian Administrasi Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengembangan pendidikan, pelatihan, pendisiplinan dan penghargaan pegawai serta administrasi jabatan fungsional. (3) Subbagian Hukum dan Organisasi Tata Laksana mempunyai tugas penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan, pemberian pertimbangan dan bantuan hukum, serta pembinaan dan penataan organisasi, ketatalaksanaan. Pasal 728 Bagian Keuangan dan Umum mempunyai tugas melaksanakan urusan tata persuratan, administrasi keuangan, serta pengelolaan rumah tangga dan barang milik negara. Pasal 729 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 728, Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan surat menyurat dan kearsipan; b. pelaksanaan akuntansi, verifikasi dan tindak lanjut hasil pemeriksaan;dan c. pelaksanaan urusan rumah tangga dan barang milik negara; Pasal 730 Bagian Keuangan dan Umum terdiri atas: a. Subbagian Tata Usaha; b. Subbagian Administrasi Keuangan;dan c. Subbagian Perlengkapan. Pasal 731 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan, kearsipan dan pembinaan tata persuratan. (2) Subbagian Administrasi Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan urusan tata laksana keuangan, penyusunan rencana anggaran gaji dan penggajian, penyiapan bahan perbendaharaan, melakukan akuntansi keuangan dan barang milik negara, pembinaan kebendaharaan petugas SAI dan petugas SIMAK-BMN, verifikasi, pelaporan keuangan, penyelesaian tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi.

186

(3) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan urusan rumah tangga dan pengelolaan barang milik negara. Bagian Keempat Pusat Penelitian dan Pengembangan Konservasi dan Rehabilitasi Pasal 732 Pusat Penelitian dan Pengembangan Konservasi dan Rehabilitasi mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang konservasi dan rehabilitasi berdasarkan kebijakan Kepala Badan. Pasal 733 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 732, Pusat Penelitian dan Pengembangan Konservasi dan Rehabilitasi menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan kebijakan teknis, rencana dan program penelitian dan pengembangan di bidang konservasi dan rehabilitasi sumberdaya alam; b. pelaksanaan tugas di bidang penelitian dan pengembangan konservasi dan rehabilitasi sumberdaya alam; c. pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penelitian dan pengembangan konservasi dan rehabilitasi sumberdaya alam; d. pembinaan dan pengendalian teknis pelaksanaan penelitian konservasi dan rehabilitasi sumberdaya alam oleh unit pelaksana teknis;dan e. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. Pasal 734 Pusat Penelitian dan Pengembangan Konservasi dan Rehabilitasi terdiri atas: a. Bidang Program dan Evaluasi Penelitian; b. Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian;dan c. Bagian Tata Usaha. Pasal 735 Bidang Program dan Evaluasi Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana, program dan kegiatan, serta penyiapan evaluasi, sintesa hasil penelitian serta pelaporan kegiatan penelitian di bidang konservasi dan rehabilitasi sumber daya alam.

187

Pasal 736 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 735, Bidang Program dan Evaluasi Penelitian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penyusunan kebijakan teknis penyusunan rencana dan program penelitian di bidang konservasi dan rehabilitasi sumberdaya alam; b. penyiapan pelaksanaan tugas di bidang penyusunan rencana dan program penelitian konservasi dan rehabilitasi sumberdaya alam;dan c. penyiapan pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penelitian konservasi dan rehabilitasi sumberdaya alam. Pasal 737 Bidang Program dan Evaluasi Penelitian terdiri atas: a. Subbidang Program dan Anggaran Penelitian;dan b. Subbidang Evaluasi dan Pelaporan. Pasal 738 (1) Subbidang Program dan Anggaran Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan rencana, program dan kegiatan penelitian di bidang konservasi dan rehabilitasi sumber daya alam. (2) Subbidang Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan pemantauan, evaluasi termasuk evaluasi umpan balik pemanfaatan iptek, sintesa penelitian serta pelaporan Pusat. Pasal 739 Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengelolaan data dan informasi, publikasi dan diseminasi hasil penelitian, kerja sama, fasilitasi uji coba tindak lanjut hasil penelitian dan perakitan teknologi, difusi dan pemanfaatan iptek, pembinaan dan pengendalian teknis penelitian dan pengembangan konservasi dan rehabilitasi sumberdaya alam pada unit pelaksana teknis, serta perlindungan hak atas kekayaan intelektual bidang konservasi dan rehabilitasi sumber daya alam serta pengelolaan hutan dengan tujuan khusus. Pasal 740 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Pasal 739, Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian menyelenggarakan fungsi:

188

a. penyiapan penyusunan kebijakan teknis pengelolaan data dan informasi, publikasi dan diseminasi hasil penelitian di bidang konservasi dan rehabilitasi sumber daya alam; b. penyiapan pelaksanaan tugas di bidang pengelolaan data dan informasi, publikasi dan diseminasi hasil penelitian konservasi dan rehabilitasi sumber daya alam; c. penyiapan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pengelolaan data dan informasi, publikasi dan diseminasi hasil penelitian konservasi dan rehabilitasi sumber daya alam; d. penyiapan pembinaan dan pengendalian teknis pelaksanaan penelitian dan pengembangan konservasi dan rehabilitasi sumberdaya alam pada unit pelaksana teknis;dan e. fasilitasi uji coba tindak lanjut hasil penelitian dan perakitan teknologi, pengelolaan kerja sama serta pengelolaan hutan dengan tujuan khusus. Pasal 741 Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian terdiri atas: a. Subbidang Data, Informasi dan Diseminasi;dan b. Subbidang Tindak Lanjut Hasil Penelitian. Pasal 742 (1) Subbidang Data, Informasi dan diseminasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan data, informasi, publikasi, dokumentasi, dan diseminasi hasil penelitian, serta seminar dan pameran. (2) Subbidang Tindak Lanjut Hasil Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan fasilitasi uji coba tindak lanjut hasil penelitian, perakitan teknologi, pengurusan perlindungan hak kekayaan intelektual hasil penelitian, kerja sama dan pengelolaan hutan dengan tujuan khusus, serta pembinaan dan pengendalian teknis pelaksanaan penelitian dan pengembangan konservasi dan rehabilitasi sumberdaya alam pada unit pelaksana teknis. Pasal 743 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan dan rumah tangga, kepegawaian dan ketatalaksanaan, keuangan dan barang milik negara. Pasal 744 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pasal 743, Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi:

189

a. pelaksanaan urusan ketatausahaan, kepegawaian serta ketatalaksanaan;dan b. pelaksanaan urusan keuangan dan barang milik negara. Pasal 745 Bagian Tata Usaha terdiri atas: a. Subbagian Tata Usaha dan Kepegawaian;dan b. Subbagian Keuangan dan Perlengkapan. Pasal 746 (1) Subbagian Tata Usaha dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan, ketatalaksanaan, kerumahtanggaan, dan penyiapan bahan laporan serta urusan kepegawaian. (2) Subbagian Keuangan dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan administrasi keuangan, tindak lanjut hasil pemeriksaan, penyusunan laporan keuangan, pengelolaan barang milik negara dan pengelolaan laboratorium penelitian. Bagian Kelima Pusat Penelitian dan Pengembangan Produktivitas Hutan Pasal 747 Pusat Penelitian dan Pengembangan Produktivitas Hutan mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang produktivitas hutan berdasarkan kebijakan Kepala Badan. Pasal 748 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 747, Pusat Penelitian dan Pengembangan Produktivitas Hutan menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan kebijakan teknis, rencana dan program penelitian dan pengembangan di bidang produktivitas hutan; b. pelaksanaan tugas di bidang penelitian dan pengembangan produktivitas hutan; c. pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penelitian dan pengembangan produktivitas hutan; d. pembinaan dan pengendalian teknis pelaksanaan penelitian produktivitas hutan oleh unit pelaksana teknis;dan e. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat.

Bagian Tata Usaha. sintesa penelitian serta pelaporan Pusat. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penelitian di bidang produktivitas hutan. Pasal 750 Bidang Program dan Evaluasi Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana. Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian. serta penyiapan evaluasi. penyiapan pemantauan. Pasal 753 (1) Subbidang Program dan Anggaran Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan rencana. b. evaluasi termasuk evaluasi umpan balik pemanfaatan iptek. program dan kegiatan. Bidang Program dan Evaluasi Penelitian. penyiapan penyusunan kebijakan teknis penyusunan rencana dan program penelitian di bidang produktivitas hutan.dan c.dan b. penyiapan pelaksanaan tugas di bidang penyusunan rencana dan program penelitian produktivitas hutan. b. Subbidang Evaluasi dan Pelaporan. Pasal 751 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 750. . Pasal 752 Bidang Program dan Evaluasi Penelitian terdiri atas: a. sintesa hasil penelitian serta pelaporan kegiatan penelitian di bidang produktivitas hutan. Subbidang Program dan Anggaran Penelitian.190 Pasal 749 Pusat Penelitian dan Pengembangan Produktivitas Hutan terdiri atas: a.dan c. Bidang Program dan Evaluasi Penelitian menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbidang Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan pemantauan. program dan kegiatan penelitian di bidang produktivitas hutan.

serta seminar dan pameran. kerja sama dan pengelolaan hutan dengan tujuan khusus. Subbidang Data. dan diseminasi hasil penelitian.dan e. informasi. serta pembinaan dan pengendalian teknis pelaksanaan penelitian produktivitas hutan oleh unit pelaksana teknis. b. penyiapan pemantauan. Informasi dan diseminasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan data. Pasal 755 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Pasal 754. Pasal 756 Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian terdiri atas: a. penyiapan pelaksanaan kebijakan teknis urusan pengelolaan data dan informasi. publikasi. kerja sama. fasilitasi uji coba tindak lanjut hasil penelitian dan perakitan teknologi. publikasi dan diseminasi hasil penelitian. (2) Subbidang Tindak Lanjut Hasil Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan fasilitasi uji coba tindak lanjut hasil penelitian. fasilitasi uji coba tindak lanjut hasil penelitian dan perakitan teknologi. Informasi dan Diseminasi. perakitan teknologi. pengurusan perlindungan hak kekayaan intelektual hasil penelitian. publikasi dan diseminasi hasil penelitian di bidang produktivitas hutan.dan b. publikasi dan diseminasi hasil penelitian di bidang produktivitas hutan. serta perlindungan hak atas kekayaan intelektual di bidang produktivitas hutan serta pengelolaan hutan dengan tujuan khusus. dokumentasi. pengelolaan kerja sama serta pengelolaan hutan dengan tujuan khusus. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kebijakan urusan pengelolaan data dan informasi. Pasal 757 (1) Subbidang Data. c.191 Pasal 754 Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengelolaan data dan informasi. penyiapan penyusunan kebijakan teknis pengelolaan data dan informasi. difusi dan pemanfaatan iptek. Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian menyelenggarakan fungsi: a. publikasi dan diseminasi hasil penelitian di bidang produktivitas hutan. d. pembinaan dan pengendalian teknis penelitian dan pengembangan produktivitas hutan pada unit pelaksana teknis. penyiapan pembinaan dan pengendalian teknis pelaksanaan penelitian produktivitas hutan oleh unit pelaksana teknis. . Subbidang Tindak Lanjut Hasil Penelitian.

pelaksanaan urusan ketatausahaan. (2) Subbagian Keuangan dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan administrasi keuangan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Keuangan dan Perlengkapan. pelaksanaan urusan keuangan dan barang milik negara. keuangan dan barang milik negara.dan b. ketatalaksanaan. Subbagian Tata Usaha dan Kepegawaian. Pasal 760 Bagian Tata Usaha terdiri atas: a. Pasal 761 (1) Subbagian Tata Usaha dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. Pasal 759 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pasal 758. Pusat Penelitian dan Pengembangan Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan menyelenggarakan fungsi: . Bagian Keenam Pusat Penelitian dan Pengembangan Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan Pasal 762 Pusat Penelitian dan Pengembangan Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang keteknikan kehutanan dan pengolahan hasil hutan berdasarkan kebijakan Kepala Badan.192 Pasal 758 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan dan rumah tangga. kepegawaian serta ketatalaksanaan. penyusunan laporan keuangan dan pengelolaan barang milik negara dan pengelolaan laboratorium penelitian. Pasal 763 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pasal 762.dan b. dan penyiapan bahan laporan serta urusan kepegawaian. tindak lanjut hasil pemeriksaan. kepegawaian dan ketatalaksanaan. kerumahtanggaan.

dan e. Bidang Program dan Evaluasi Penelitian. serta penyiapan evaluasi. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. sintesa hasil penelitian serta pelaporan kegiatan penelitian di bidang keteknikan kehutanan dan pengolahan hasil hutan. Pasal 765 Bidang Program dan Evaluasi Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana.dan c. b. pemantauan. Pasal 766 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 765. Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian. penyiapan pelaksanaan tugas di bidang penelitian keteknikan kehutanan dan pengolahan hasil hutan. c. Bidang Program dan Evaluasi Penelitian menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan tugas di bidang penelitian dan pengembangan keteknikan kehutanan dan pengolahan hasil hutan. . evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penelitian dan pengembangan keteknikan kehutanan dan pengolahan hasil hutan. d. Subbidang Program dan Anggaran Penelitian.dan b. rencana dan program penelitian dan pengembangan di bidang keteknikan kehutanan dan pengolahan hasil hutan.193 a. Pasal 764 Pusat Penelitian dan Pengembangan Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan terdiri atas: a. Pasal 767 Bidang Program dan Evaluasi Penelitian terdiri atas: a. penyiapan penyusunan kebijakan teknis penyusunan rencana dan program penelitian di bidang keteknikan kehutanan dan pengolahan hasil hutan. b. pembinaan dan pengendalian teknis pelaksanaan penelitian keteknikan kehutanan dan pengolahan hasil hutan oleh unit pelaksana teknis. penyusunan kebijakan teknis. Bagian Tata Usaha.dan c. b. Subbidang Evaluasi dan Pelaporan. program dan kegiatan. penyiapan pemantauan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penelitian keteknikan kehutanan dan pengolahan hasil hutan.

evaluasi termasuk evaluasi umpan balik pemanfaatan iptek. (2) Subbidang Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan pemantauan. penyiapan penyusunan kebijakan teknis pengelolaan data dan informasi. publikasi dan diseminasi hasil penelitian keteknikan dan pengolahan hasil hutan. penyiapan pelaksanaan tugas di bidang pengelolaan data dan informasi. Informasi dan Diseminasi. publikasi dan diseminasi hasil penelitian. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pengelolaan data dan informasi. Pasal 770 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Pasal 769.dan b. Subbidang Data. serta perlindungan hak atas kekayaan intelektual di bidang keteknikan kehutanan dan pengolahan hasil hutan serta pengelolaan hutan dengan tujuan khusus. Subbidang Tindak Lanjut Hasil Penelitian .dan e. b. penyiapan pembinaan dan pengendalian teknis pelaksanaan penelitian dan pengembangan keteknikan kehutanan dan pengolahan hasil hutan pada unit pelaksana teknis. Pasal 771 Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian terdiri atas: a.194 Pasal 768 (1) Subbidang Program dan Anggaran Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan rencana. program dan kegiatan penelitian di bidang keteknikan kehutanan dan pengolahan hasil hutan. kerja sama serta pengelolaan hutan dengan tujuan khusus. c. pembinaan dan pengendalian teknis penelitian dan pengembangan keteknikan kehutanan dan pengolahan hasil hutan pada unit pelaksana teknis. fasilitasi uji coba tindak lanjut hasil penelitian dan perakitan teknologi. publikasi dan diseminasi hasil penelitian keteknikan dan pengolahan hasil hutan. sintesa penelitian serta pelaporan Pusat. publikasi dan diseminasi hasil penelitian di bidang keteknikan dan pengolahan hasil hutan. fasilitasi uji coba tindak lanjut hasil penelitian dan perakitan teknologi. penyiapan pemantauan. kerja sama. d. Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 769 Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengelolaan data dan informasi. difusi dan pemanfaatan iptek.

pengurusan perlindungan hak kekayaan intelektual hasil penelitian. (2) Subbidang Tindak Lanjut Hasil Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan fasilitasi uji coba tindak lanjut hasil penelitian.dan b. kerumahtanggaan. kepegawaian dan ketatalaksanaan. diseminasi hasil penelitian serta pelaksanaan seminar dan pameran. Pasal 773 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan dan rumah tangga. Subbagian Tata Usaha dan Kepegawaian. Subbagian Keuangan dan Perlengkapan. tindak lanjut hasil pemeriksaan penyusunan. ketatalaksanaan. serta pembinaan dan pengendalian teknis pelaksanaan penelitian dan pengembangan keteknikan kehutanan dan pengolahan hasil hutan pada unit pelaksana teknis. Pasal 776 (1) Subbagian Tata Usaha dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan.dan b.195 Pasal 772 (1) Subbidang Data. Informasi dan diseminasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan dan pengolahan bahan data dan informasi. laporan keuangan dan pengelolaan barang milik negara dan pengelolaan laboratorium penelitian. Pasal 774 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pasal 773. kerja sama dan pengelolaan hutan dengan tujuan khusus. Pasal 775 Bagian Tata Usaha terdiri atas: a. (2) Subbagian Keuangan dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan administrasi keuangan. pelaksanaan urusan keuangan dan barang milik negara. publikasi dan dokumentasi. . pelaksanaan urusan ketatausahaan dan kepegawaian serta ketatalaksanaan. perakitan teknologi. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. dan penyiapan bahan laporan serta urusan kepegawaian. keuangan dan pengeloaan barang milik negara.

rencana dan program penelitian dan pengembangan di bidang perubahan iklim dan kebijakan kehutanan. Bidang Program dan Evaluasi Penelitian. penyusunan kebijakan teknis.196 Bagian Ketujuh Pusat Penelitian dan Pengembangan Perubahan Iklim dan Kebijakan Pasal 777 Pusat Penelitian dan Pengembangan Perubahan Iklim dan Kebijakan mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang perubahan iklim dan kebijakan berdasarkan kebijakan Kepala Badan. pembinaan dan pengendalian teknis pelaksanaan penelitian perubahan iklim dan kebijakan kehutanan oleh unit pelaksana teknis. pemantauan.dan e. Pasal 781 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pasal 780. pelaksanaan tugas di bidang penelitian dan pengembangan perubahan iklim dan kebijakan kehutanan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penelitian dan pengembangan perubahan iklim dan kebijakan kehutanan. Pasal 780 Bidang Program dan Evaluasi Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan rencana. Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian. d.dan c. b. Pasal 778 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pasal 777. serta penyiapan evaluasi. c. program dan kegiatan. Bidang Program dan Evaluasi Penelitian menyelenggarakan fungsi: . pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. Pasal 779 Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan dan Perubahan Iklim terdiri atas: a. Bagian Tata Usaha. b. Pusat Penelitian Kebijakan dan Perubahan Iklim menyelenggarakan fungsi: a. sintesa hasil penelitian serta pelaporan kegiatan penelitian di bidang perubahan iklim dan kebijakan kehutanan.

serta perlindungan hak atas kekayaan intelektual di bidang perubahan iklim dan kebijakan kehutanan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pengelolaan data dan informasi. penyiapan pemantauan. Pasal 782 Bidang Program dan Evaluasi Penelitian terdiri atas: a. (2) Subbidang Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan pemantauan. Pasal 783 (1) Subbidang Program dan Anggaran Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan penyusunan rencana. sintesa penelitian serta pelaporan Pusat. b. penyiapan pemantauan. b. publikasi dan diseminasi hasil penelitian di bidang perubahan iklim dan kebijakan kehutanan. publikasi dan diseminasi hasil penelitian.dan b. Subbidang Program dan Anggaran. penyiapan penyusunan kebijakan teknis penyusunan rencana dan program serta kerja sama penelitian di bidang perubahan iklim dan kebijakan kehutanan. pembinaan dan pengendalian teknis penelitian dan pengembangan perubahan iklim dan kebijakan kehutanan pada unit pelaksana teknis. publikasi dan diseminasi hasil penelitian perubahan iklim dan kebijakan kehutanan. c.197 a. kerja sama. penyiapan pelaksanaan tugas di bidang pengelolaan data dan informasi. program dan kegiatan penelitian di bidang perubahan iklim dan kebijakan kehutanan. evaluasi termasuk evaluasi umpan balik pemanfaatan iptek. Pasal 785 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 784. penyiapan pelaksanaan tugas di bidang penyusunan rencana dan program serta kerja sama penelitian perubahan iklim dan kebijakan kehutanan. Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penelitian perubahan iklim dan kebijakan kehutanan. publikasi dan diseminasi hasil penelitian perubahan iklim dan kebijakan kehutanan. penyiapan penyusunan kebijakan teknis pengelolaan data dan informasi. Subbidang Evaluasi dan Pelaporan.dan c.dan . Pasal 784 Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengelolaan data dan informasi.

Pasal 786 Bidang Pengembangan Data dan Tindak Lanjut Penelitian terdiri atas: a. kepegawaian dan ketatalaksanaan. serta pembinaan dan pengendalian teknis pelaksanaan penelitian dan pengembangan perubahan iklim dan kebijakan kehutanan pada unit pelaksana teknis. Pasal 789 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pasal 788. publikasi dan dokumentasi. Subbidang Data. pelaksanaan urusan keuangan dan barang milik negara.dan b. Informasi dan diseminasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan dan pengolahan bahan data dan informasi. diseminasi hasil penelitian serta pelaksanaan seminar dan pameran. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Keuangan dan Perlengkapan. Pasal 787 (1) Subbidang Data. Informasi dan Diseminasi. keuangan dan barang milik negara. . Pasal 790 Bagian Tata Usaha terdiri atas: a.dan b.198 d. kerja sama. (2) Subbidang Tindak Lanjut Hasil Penelitian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan pengurusan perlindungan hak kekayaan intelektual hasil penelitian. Subbagian Tata Usaha dan Kepegawaian. penyiapan pembinaan dan pengendalian teknis pelaksanaan penelitian dan pengembangan perubahan iklim dan kebijakan kehutanan pada unit pelaksana teknis. Pasal 788 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan dan rumah tangga.dan b. Subbidang Tindak Lanjut Hasil Penelitian. pelaksanaan urusan ketatausahaan dan kepegawaian serta ketatalaksanaan.

kerumahtanggaan.199 Pasal 791 (1) Subbagian Tata Usaha dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. dan penyiapan bahan laporan serta urusan kepegawaian. penyusunan laporan keuangan dan pengelolaan barang milik negara. tindak lanjut hasil pemeriksaan. . (2) Subbagian Keuangan dan Perlengkapan mempunyai tugas melakukan urusan administrasi keuangan. ketatalaksanaan.

Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Perdagangan Internasional memberikan telaahan berkaitan dengan kontribusi sektor kehutanan dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional dan kontribusi sektor kehutanan dalam perdagangan internasional yang berkaitan dengan konvensi internasional antara lain WTO. c. masyarakat baik lokal maupun internasional. (4) Staf Ahli mempunyai tugas : a. Staf Ahli Menteri Bidang Lingkungan dan Perubahan Iklim. Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga. Badan dan Inspektorat Jenderal. c. Staf Ahli Menteri Bidang Revitalisasi Industri Kehutanan memberikan telaahan kepada Menteri Kehutanan berkaitan dengan penguatan struktur dan sumberdaya industri kehutanan.200 BAB XI STAF AHLI Pasal 792 (1) Staf Ahli adalah unsur pembantu Menteri di bidang keahlian tertentu. d. Staf Ahli Menteri Bidang Keamanan Hutan memberikan telaahan kepada Menteri Kehutanan berkaitan dengan upaya-upaya peningkatan pengamanan hutan dan hasil hutan. Staf Ahli Menteri Bidang Keamanan Hutan.dan e. b. Staf Ahli Menteri Bidang Revitalisasi Industri Kehutanan. Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga memberikan telaahan kepada Menteri Kehutanan berkaitan dengan upaya peningkatan hubungan kerjasama Kementerian Kehutanan dengan lembaga pemerintahan. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. . yang tidak menjadi bidang tugas Sekretariat Jenderal. d. Direktorat Jenderal. swasta. organisasi nirlaba. (3) Staf Ahli terdiri atas: a.dan e. serta peningkatan upaya pemberdayaan masyarakat. b. Staf Ahli Menteri Bidang Lingkungan dan Perubahan Iklim memberikan telaahan kepada Menteri Kehutanan berkaitan dengan isu lingkungan dan percepatan program pelaksanaan penurunan emisi gas rumah kaca bidang Kehutanan melalui upaya-upaya mitigasi. GATT dan AFTA. Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Perdagangan Internasional. adaptasi dan alih teknologi. (2) Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah tertentu sesuai bidang keahliannya.

(6) Staf Ahli dalam melaksanakan tugasnya secara administratif dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal. Staf Ahli dapat membangun jejaring kerja dan koordinasi dengan unit kerja terkait. .201 (5) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (4).

b. pelaksanaan tugas di bidang standardisasi produk. penyusunan kebijakan teknis di bidang standardisasi produk. serta pengelolaan. (2) Pusat Standardisasi dan Lingkungan Kehutanan dipimpin oleh seorang Kepala. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. Pasal 795 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal Standardisasi dan Lingkungan Kehutanan menyelenggarakan fungsi: 794. Pusat a.202 BAB XII PUSAT STANDARDISASI DAN LINGKUNGAN KEHUTANAN Bagian Pertama Kedudukan. serta pengelolaan. pengelolaan dan evaluasi dampak lingkungan. Tugas dan Fungsi Pasal 793 (1) Pusat Standardisasi dan Lingkungan Kehutanan adalah unsur penunjang pelaksana tugas Kementerian di bidang standardisasi dan lingkungan kehutanan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri melalui Sekretaris Jenderal. evaluasi dampak lingkungan. c. pemantauan. jasa kehutanan. sertifikasi. dan penanganan perubahan iklim kehutanan. jasa kehutanan. Pasal 794 Pusat Standardisasi dan Lingkungan Kehutanan mempunyai tugas melaksanakan perumusan bahan standardisasi. dan penanganan perubahan iklim kehutanan. serta penanganan perubahan iklim di bidang kehutanan. dan penanganan perubahan iklim kehutanan. jasa kehutanan. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 796 Pusat Standardisasi dan Lingkungan Kehutanan terdiri atas: . evaluasi dampak lingkungan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang standardisasi produk.dan d. evaluasi dampak lingkungan. serta pengelolaan.

Pasal 799 Bidang Standardisasi terdiri atas: a. jasa kehutanan. dan standardisasi proses pengelolaan hutan. Pasal 800 (1) Subbidang Perumusan Standar mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas. penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis di bidang standardisasi produk. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penerapan standardisasi produk dan jasa kehutanan serta standardisasi proses pengelolaan hutan. (2) Subbidang Penerapan Standar mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas. Bidang Standardisasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 798 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 797. penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang standardisasi produk. c. jasa kehutanan.dan d.dan b. b. Bidang Lingkungan Kehutanan. Bidang Standardisasi. pemantauan. jasa kehutanan. Subbidang Penerapan Standar. Bidang Perubahan Iklim. b. dan standardisasi proses pengelolaan hutan. .203 a. Subbidang Perumusan Standar. penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang standardisasi produk. dan standardisasi proses pengelolaan hutan. Pasal 797 Bidang Standardisasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan dan penerapan kebijakan standardisasi produk. Subbagian Tata Usaha. dan pengelolaan hutan. pemantauan. jasa kehutanan.dan c. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang perumusan standardisasi produk dan jasa kehutanan serta standardisasi proses pengelolaan hutan.

Subbidang Pelayanan Pengelolaan Lingkungan. Bidang Lingkungan Kehutanan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 805 Bidang Perubahan Iklim mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penerapan kebijakan penanganan perubahan iklim di bidang kehutanan. pemantauan dan evaluasi dampak lingkungan kehutanan. Subbidang Evaluasi Pengelolaan Dampak Lingkungan. . Pasal 803 Bidang Lingkungan Kehutanan terdiri atas: a. penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang pengelolaan.dan b. Pasal 804 (1) Subbidang Pelayanan Pengelolaan Lingkungan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pemantauan dan evaluasi dampak lingkungan kehutanan.204 Pasal 801 Bidang Lingkungan Kehutanan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penerapan kebijakan pengelolaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pelayanan pengelolaan lingkungan kehutanan. pemantauan dan evaluasi dampak lingkungan kehutanan. Pasal 802 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 801. (2) Subbidang Evaluasi Pengelolaan Dampak Lingkungan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas. pemantauan. b.dan c. penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pengelolaan. penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis di bidang pengelolaan. pemantauan dan evaluasi dampak lingkungan kehutanan. pemantauan. pemantauan dan evaluasi dampak lingkungan di bidang kehutanan.

keuangan. Pasal 808 (1) Subbidang Pelayanan Penanganan Perubahan Iklim mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas. Pasal 807 Bidang Penanganan Perubahan Iklim terdiri atas: a. Pasal 809 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. pemantauan.dan c. pemantauan.dan b. dan pelaporan Pusat. . Subbidang Pengembangan Penanganan Perubahan Iklim. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penanganan perubahan iklim kehutanan yang meliputi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang perubahan iklim kehutanan termasuk pengembangan kerja sama. penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang penanganan perubahan iklim kehutanan yang meliputi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Bidang Penanganan Perubahan Iklim menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Pelayanan Penanganan Perubahan Iklim. kepegawaian. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Bidang Standardisasi.205 Pasal 806 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 805. penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis di bidang penanganan perubahan iklim kehutanan yang meliputi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penilaian usulan kegiatankegiatan yang berkaitan dengan perubahan iklim kehutanan. (2) Subbidang Pengembangan Penanganan Perubahan Iklim mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas. penyiapan bahan pemantauan. kerumahtanggaan. b.

Bidang Hubungan Antar Lembaga. Pasal 812 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 811. Pasal 811 Pusat Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan publikasi kehutanan serta hubungan masyarakat berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. penyusunan kebijakan teknis. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 813 Pusat Hubungan Masyarakat terdiri atas: a. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. b.dan c.206 BAB XIII PUSAT HUBUNGAN MASYARAKAT Bagian Pertama Susunan. b. (2) Pusat Hubungan Masyarakat dipimpin oleh seorang Kepala. rencana dan program di bidang publikasi serta hubungan masyarakat. Tugas dan Fungsi Pasal 810 (1) Pusat Hubungan Masyarakat adalah unsur penunjang pelaksana tugas Kementerian di bidang hubungan masyarakat yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri melalui Sekretaris Jenderal. Subbagian Tata Usaha. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang publikasi serta hubungan masyarakat. .dan d. pelaksanaan tugas di bidang publikasi serta hubungan masyarakat. pemantauan. c. Pusat Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. Bidang Pemberitaan dan Publikasi.

207 Pasal 814 Bidang Pemberitaan dan Publikasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penerapan kebijakan pemberitaan dan publikasi. lembaga pemerintah. Pasal 819 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 818. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pemberitaan. b. dunia usaha. Bidang Hubungan Antar Lembaga menyelenggarakan fungsi: a. . evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang analisis berita dan publikasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pemberitaan dan publikasi. Pasal 818 Bidang Hubungan Antar Lembaga mempunyai tugas melaksanakan hubungan dengan lembaga Negara. lembaga pendidikan. penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis di bidang hubungan dengan lembaga Negara. Subbidang Pemberitaan. penyiapan bahan pemantauan. Bidang Pemberitaan dan Publikasi menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Analisis Berita dan Publikasi. Pasal 815 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814. (2) Subbidang Analisis Berita dan Publikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas. Pasal 817 (1) Subbidang Pemberitaan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas. dunia usaha. lembaga pemerintah. Pasal 816 Bidang Pemberitaan dan Publikasi terdiri atas: a. riset dan teknologi. lembaga pendidikan.dan b. pemantauan.dan c. penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang pemberitaan dan publikasi. riset dan teknologi. penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis di bidang pemberitaan dan publikasi. pemantauan.

dunia usaha. Pasal 821 (1) Subbidang Hubungan Lembaga Negara dan Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas hubungan dengan lembaga non pemerintah serta fasilitasi pelaksanaan hubungan dengan lembaga non pemerintah. penyiapan bahan pemantauan. dan pelaporan Pusat. Pasal 820 Bidang Hubungan Antar Lembaga terdiri atas: a. keuangan. lembaga pemerintah. Subbidang Hubungan Lembaga Non Pemerintah. lembaga pendidikan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang hubungan dengan lembaga Negara.208 b. riset dan teknologi. riset dan teknologi. pemantauan. lembaga pemerintah. pemantauan. lembaga pendidikan. kepegawaian. kerumahtanggaan. Subbidang Hubungan Lembaga Negara dan Pemerintah. (2) Subbidang Hubungan Lembaga Non Pemerintah mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas. Pasal 822 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional bertanggungjawab kepada Kepala Bidang Informasi. dunia usaha. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang hubungan dengan lembaga negara dan pemerintah serta fasilitasi pelaksanaan hubungan dengan lembaga negara dan pemerintah. .dan c.dan b. penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang hubungan dengan lembaga Negara.

dan d. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat.dan c. Bidang Bilateral dan Regional. rencana dan program di bidang hubungan dan kerja sama luar negeri bilateral dan multilateral serta kerja sama dengan lembaga swadaya masyarakat (NGO) internasional. (2) Pusat Kerja Sama Luar Negeri dipimpin oleh seorang Kepala. c. pelaksanaan tugas di bidang hubungan dan kerja sama luar negeri bilateral dan multilateral serta kerja sama dengan lembaga swadaya masyarakat (NGO) internasional. penyusunan kebijakan teknis. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang hubungan dan kerja sama luar negeri bilateral dan multilateral serta kerja sama dengan lembaga swadaya masyarakat (NGO) internasional. Pasal 824 Pusat Kerja Sama Luar Negeri mempunyai tugas melaksanakan hubungan dan kerja sama luar negeri. b. Pasal 825 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 824. pemantauan. Pasal 826 Pusat Kerja Sama Luar Negeri terdiri atas: a.209 BAB XIV PUSAT KERJA SAMA LUAR NEGERI Pasal 823 (1) Pusat Kerja Sama Luar Negeri adalah unsur penunjang pelaksanaan tugas Kementerian di bidang kerja sama luar negeri yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri melalui Sekretaris Jenderal. Pusat Kerja Sama Luar Negeri menyelenggarakan fungsi: a. Bidang Kerja sama Teknik. b. . Bidang Multilateral.

210

Pasal 827 Bidang Bilateral dan Regional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penerapan kebijakan di bidang negosiasi, pengkajian dan pelaksanaan hubungan dan kerja sama bilateral dan regional, serta pemantauan tindak lanjut kerja sama bilateral dan regional. Pasal 828 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 827, Bidang Bilateral dan Regional menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis di bidang hubungan kerja sama bilateral dan regional; b. penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang hubungan kerja sama bilateral dan regional; c. penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang hubungan kerja sama bilateral dan regional; d. penyusunan naskah perjanjian luar negeri dalam rangka kerja sama bilateral dan regional; e. pemantauan dan penilaian hubungan kerja sama bilateral dan regional;dan f. koordinasi hubungan kerja sama bilateral dan regional. Pasal 829 Bidang Bilateral dan Regional terdiri atas: a. Subbidang Bilateral Amerika dan Eropa;dan b. Subbidang Bilateral Asia, Afrika, Australia dan Regional. Pasal 830 (1) Subbidang Bilateral Amerika dan Eropa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas, pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas penilaian pelaksanaan kerja sama bilateral wilayah Amerika dan Eropa. (2) Subbidang Bilateral Asia, Afrika, Australia dan Regional mempunyai melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas, pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas penilaian pelaksanaan kerja sama wilayah Asia, Afrika, Australia dan Regional.

211

Pasal 831 Bidang Multilateral mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penerapan kebijakan di bidang negosiasi, pengkajian dan pelaksanaan hubungan dan kerja sama multirateral serta pemantauan tindak lanjut hasil-hasil konvensi internasional terkait dengan sektor kehutanan. Pasal 832 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 831, Bidang Multilateral menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis di bidang hubungan kerja sama multilateral; b. penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang hubungan kerja sama multilateral; c. penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang hubungan kerja sama multilateral; d. koordinasi penyusunan naskah perjanjian luar negeri dalam rangka kerja sama multilateral; e. pemantauan dan penilaian hubungan kerja sama multilateral;dan f. koordinasi hubungan kerja sama multilateral. Pasal 833 Bidang Multilateral terdiri atas:
a. Subbidang Konvensi dan Organisasi Internasional;dan b. Subbidang Organisasi Perserikatan Bangsa Bangsa.

Pasal 834 (1) Subbidang Konvensi dan Organisasi Internasional mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis, pemantauan, evaluasi dan pelaporan tugas di bidang tindak lanjut konvensi dan organisasi internasional. (2) Subbidang Organisasi Perserikatan Bangsa Bangsa mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan teknis, pemantauan, evaluasi dan pelaporan tugas kerja sama organisasi perserikatan bangsa-bangsa.

212

Pasal 835 Bidang Kerja sama Teknik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penerapan kebijakan di bidang urusan proyek-proyek kerja sama luar negeri. Pasal 836 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 835, Bidang Kerja sama Teknik menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis di bidang kerja sama teknik luar negeri; b. penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang kerja sama teknik luar negeri; c. penyiapan bahan pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang kerja sama teknik luar negeri, serta pelaksanaan proyek kerja sama luar negeri dan NGO internasional;dan d. fasilitasi perizinan perjalanan dinas ke luar negeri; Pasal 837 Bidang Kerja sama Teknik terdiri atas: a. Subbidang Kerja sama Teknik Luar Negeri I;dan b. Subbidang Kerja sama Teknik Luar Negeri II. Pasal 838 (1) Subbidang Kerja sama Teknik Luar Negeri I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas, pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pelaksanaan proyek-proyek kerja sama bilateral dan regional. (2) Subbidang Kerja sama Teknik Luar Negeri II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas, pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pelaksanaan proyek-proyek kerja sama multirateral dan LSM internasional. Pasal 839 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan tata usaha, kerumahtanggaan, kepegawaian, perlengkapan, penyusunan rencana dan pengelolaan keuangan serta pelaporan kegiatan Pusat. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Bilateral dan Regional.

213

BAB XV PUSAT PENGENDALIAN PEMBANGUNAN KEHUTANAN REGIONAL Bagian Pertama Kedudukan, Tugas dan Fungsi Pasal 840 (1) Pusat Pengendalian Pembangunan Kehutanan Regional adalah unsur penunjang pelaksanaan tugas Kementerian yang berada dibawah dan bertanggung jawab langsung kepada Menteri melalui Sekretaris Jenderal. (2) Pusat Pengendalian Pembangunan Kehutanan Regional dipimpin oleh seorang Kepala. (3) Wilayah kerja Pusat Pengendalian Pembangunan Kehutanan Regional terdiri atas: a. wilayah kerja Pusat Pengendalian Pembangunan Kehutanan Regional I meliputi Pulau Sumatera, Kepulauan Riau, Bangka Belitung dan sekitarnya; b. wilayah kerja Pusat Pengendalian Pembangunan Kehutanan Regional II meliputi Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara dan sekitarnya; c. wilayah kerja Pusat Pengendalian Pembangunan Kehutanan Regional III meliputi Pulau Kalimantan dan sekitarnya;dan d. wilayah kerja Pusat Pengendalian Pembangunan Kehutanan Regional IV meliputi Pulau Sulawesi, Kepulauan Maluku, Papua dan sekitarnya. Pasal 841 Pusat Pengendalian Pembangunan Kehutanan Regional mempunyai tugas melaksanakan penyusunan dan evaluasi perencanaan kehutanan di tingkat regional. Pasal 842 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pengendalian Kehutanan Regional menyelenggarakan fungsi: Pasal 841, Pusat

a. penyusunan kebijakan teknis di bidang perencanaan kehutanan di tingkat regional; b. pelaksanaan tugas di bidang perencanaan kehutanan di tingkat regional; c. pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang perencanaan kehutanan di tingkat regional;dan d. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat.

214

Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 843 Pusat Pengendalian Pembangunan Kehutanan Regional, terdiri atas: a. Bidang Perencanaan Kehutanan Regional; b. Bidang Evaluasi Perencanaan Kehutanan Regional;dan c. Subbagian Tata Usaha. Pasal 844 Bidang Perencanaan Kehutanan Regional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penerapan kebijakan di bidang penyusunan rencana kehutanan regional. Pasal 845 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 844, Bidang Perencanaan Kehutanan Regional menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis di bidang penyusunan rencana kehutanan regional serta penyusunan rencana dan program pusat; b. penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang penyusunan rencana kehutanan regional;dan c. penyiapan bahan pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang penyusunan rencana kehutanan regional. Pasal 846 Bidang Perencanaan Kehutanan terdiri atas: a. Subbidang Perencanaan Kehutanan I;dan b. Subbidang Perencanaan Kehutanan II. Pasal 847 (1) Subbidang Perencanaan Kehutanan I mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas, pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang perencanaan Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam, Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial, dan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan di tingkat regional serta penyusunan rencana dan program pusat.

evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang perencanaan pembangunan kehutanan Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam. Bidang Evaluasi Perencanaan Kehutanan Regional menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi perencanaan kehutanan di tingkat regional. pemantauan. Pasal 849 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 848. c. penyiapan bahan pemantauan. evaluasi perencanaan kehutanan di tingkat regional. pemantauan.215 (2) Subbidang Perencanaan Kehutanan II mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis dan pelaksanaan tugas. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang pemantauan. . evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di bidang perencanaan Planologi Kehutanan. Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan. Usaha Kehutanan. evaluasi perencanaan kehutanan di tingkat regional. Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan di tingkat regional.dan d. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas perencanaan pembangunan kehutanan bidang Planologi Kehutanan. pemantauan. evaluasi perencanaan kehutanan di tingkat regional. Usaha Kehutanan. (2) Subbidang Evaluasi Perencanaan Kehutanan II tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan dan pelaksanaan tugas. serta Penelitian dan Pengembangan Kehutanan.dan b. Pasal 848 Bidang Evaluasi Perencanaan Kehutanan Regional mempunyai tugas mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan penerapan kebijakan di bidang pemantauan. penyiapan bahan pelaksanaan tugas di bidang pemantauan. penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis di bidang pemantauan. Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial. Pasal 851 (1) Subbidang Evaluasi Perencanaan Kehutanan I tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan dan pelaksanaan tugas. Subbidang Evaluasi Perencanaan Kehutanan II. Pasal 850 Bidang Evaluasi Kinerja terdiri atas: a. penyiapan bahan pelaporan kinerja pembangunan kehutanan di tingkat regional. b. Subbidang Evaluasi Perencanaan Kehutanan I.

yang secara teknis dibina oleh Direktur Jenderal Bina Usaha Kehutanan dan secara administratif dibina oleh Sekretariat Jenderal. kerumahtanggaan dan pelaporan Pusat. keuangan. Bidang Analisis dan Evaluasi. Pasal 856 Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan terdiri atas: a. pelaksanaan kebijakan.216 Pasal 852 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. penyaluran dan pengembalian dana bergulir untuk pembiayaan pembangunan hutan tanaman. Bidang Operasional. pelaksanaan urusan tata usaha dan keuangan. Pasal 854 Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan keuangan. BAB XVI PUSAT PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN HUTAN Pasal 853 (1) Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Menteri Kehutanan. penyusunan rencana. c. standar. norma.dan c. standar. (2) Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan dipimpin oleh seorang Kepala. Bagian Keuangan dan Umum. analisis kredit dan pengendalian resiko pembiayaan. Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan menyelenggarakan fungsi: a. b. prosedur dan kriteria bergulir untuk pembiayaan pembangunan hutan tanaman. prosedur dan kriteria bergulir untuk pembiayaan pembangunan hutan tanaman. norma. (2) Subbagian Tata Usaha secara administratif dan fungsional dibina oleh Kepala Bidang Evaluasi Kinerja. program dan anggaran Pusat.dan e. perumusan kebijakan. b. d. Pasal 855 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 854. kepegawaian. pengelolaan dana pengelolaan dana .

penilaian atas kolektibilitas.217 Pasal 857 Bidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana makro pinjaman dana bergulir. dan pengkajian skema-skema pinjaman dana bergulir. Subbidang Analisis Pinjaman. . penyaluran. Subbidang Evaluasi Pinjaman. Pasal 860 (1) Subbidang Analisis Pinjaman mempunyai tugas melakukan pengkajian skema-skema pinjaman. pelaksanaan analisa. penyiapan rencana makro pinjaman dan penyusunan rencana penganggaran dalam kerangka pengeluaran jangka menengah dana bergulir. penyelamatan. dan penagihan dana pinjaman. penyiapan rencana makro. analisa pinjaman. serta penilaian kualitas atas kolektibilitas pinjaman dana bergulir. melaksanakan analisis kredit dan evaluasi kinerja debitur dan pelaporan serta data dan informasi. pengendalian resiko pembiayaan. Pasal 858 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 857. Bidang Analisis dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a.dan c. penyelesaian pinjaman dana bergulir dan restrukturisasi pinjaman dana bergulir bermasalah. penyelesaian pinjaman dana bergulir dan restrukturisasi pinjaman dana bergulir bermasalah. (2) Subbidang Evaluasi Pinjaman mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan evaluasi kinerja peminjam dana bergulir dan pengendalian resiko pembiayaan. b. Pasal 861 Bidang Operasional mempunyai tugas melaksanakan perencanaan. melaksanakan evaluasi kinerja peminjam dana bergulir. pengembalian. Pasal 859 Bidang Analisis dan Evaluasi terdiri atas: a. penyusunan penganggaran dalam rangka pengeluaran jangka menengah.dan b. penyelamatan.

Pasal 865 Bagian Keuangan dan Umum mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rancangan anggaran pendapatan belanja. Bidang Operasional menyelenggarakan fungsi: a. f. c. penyusunan dan pengadministrasian perjanjian pinjaman dana bergulir. perencanaan dan pelaksanaan penyaluran pinjaman dana bergulir. Jawa. pengurusan kenotariatan. dan penyelesaian agunan kredit bagi penerima pinjaman di wilayah Sumatera. Subbidang Operasional I.dan g. pembinaan dan pelatihan kepada penerima pinjaman dan pendamping. pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak. Nusa Tenggara Barat. penyelesaian agunan kredit bagi penerima pinjaman Hutan Tanaman Industri. pemantauan penggunaan dana pinjaman dalam rangka pengembalian pinjaman. d. Nusa Tenggara Timur dan Maluku. penyusunan dan pengadministrasian perjanjian pinjaman dana bergulir. e. perbendaharaan. verifikasi. penyusunan dan pengadministrasian perjanjian pinjaman dana bergulir. urusan tata usaha keuangan. Bali. dan penyelesaian agunan kredit bagi penerima pinjaman di wilayah Kalimantan. akuntansi dan pelaporan keuangan. pembinaan dan pelatihan kepada penerima pinjaman dan pendamping. pembinaan dan pelatihan kepada penerima pinjaman dan pendamping. . Pasal 863 Bidang Operasional terdiri atas: a. pengurusan kenotariatan. pengurusan kenotariatan.218 Pasal 862 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 861. (2) Subbidang Operasional II mempunyai tugas perencanaan pengembalian dan pengembalian pinjaman dana bergulir.dan b. administrasi pengelola keuangan. penyelesaian utang piutang. b. Irian Jaya Barat dan Papua. Sulawesi. serta melaksanakan urusan ketatausahaan dan kehumasan. Subbidang Operasional II. Pasal 864 (1) Subbidang Operasional I mempunyai tugas melakukan perencanaan pengembalian dan pengembalian pinjaman dana bergulir. perencanaan pengembalian pinjaman dana bergulir.

dan i.dan b. h. perbendaharaan. akuntansi dan pelaporan keuangan Pusat. b. penyelesaian utang piutang. asset tetap dan investasi Pusat. Pasal 867 Bagian Keuangan dan Umum terdiri atas: a. dokumen pelaksanaan anggaran. kepegawaian dan kehumasan. penyelenggaraan sistem informasi manajemen keuangan. Bagian Keuangan dan Umum menyelenggarakan fungsi: a. perlengkapan. pelaksanaan akuntansi dan penyusunan laporan keuangan.219 Pasal 866 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 865. pelaksanaan urusan ketatausahaan. e. Subbagian Keuangan. Pasal 868 (1) Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana bisnis dan anggaran. sistem informasi manajemen keuangan. pelaporan pelaksanaan anggaran. kepegawaian dan kehumasan. verifikasi. penyusunan rencana penganggaran dalam rangka pengeluaran jangka menengah. perlengkapan. (2) Subbagian Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan ketatausahaan. Subbagian Umum. penyusunan kebijakan pengelolaan barang. penyusunan rencana bisnis anggaran. pengelolaan urusan keuangan. pengelolaan kas. dan pendapatan dan belanja. penyiapan dokumen pelaksanaan anggaran Pusat. . c. d. f. serta penyelesaian utang piutang. evaluasi. g.

Pasal 870 Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. . (3) Jumlah tenaga fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Pasal 871 (1) Kelompok jabatan fungsional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 870. (2) Masing-masing kelompok jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditetapkan oleh Kepala Unit Organisasi.220 BAB XVII Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 869 Pada lingkungan Kementerian Kehutanan dapat dibentuk kelompok jabatan fungsional sesuai kebutuhan. (4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. terdiri atas sejumlah jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya.

dan Sekretaris Badan. Pasal 873 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengawasi pelaksanaan tugas bawahan masing-masing dan apabila terjadi penyimpangan pelaksanaan tugas. tembusan laporan wajib disampaikan pula kepada satuan organisasi yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja. Pasal 877 Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahan wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk menyusun laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan. Pasal 875 Para Kepala Biro/Pusat. integrasi dan sinkronisasi di lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi di dalam Kementerian serta dengan instansi lain di luar Kementerian sesuai dengan tugas masing-masing. . Inspektorat Jenderal dan Badan di lingkungan Kementerian wajib menerapkan prinsip koordinasi. Pasal 876 Dalam menyampaikan laporan kepada atasan. Sekretaris Inspektorat Jenderal.221 BAB XVIII TATA KERJA Pasal 872 Dalam melaksanakan tugas. menyampaikan laporan kepada pimpinan unit Eselon I masingmasing. wajib mengambil langkah-langkah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Direktorat Jenderal. Sekretaris Direktorat Jenderal. Pasal 874 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk serta bertanggung jawab kepada atasan masing-masing dan menyampaikan laporan berkala tepat pada waktunya. selanjutnya Sekretaris Jenderal menyusun laporan Kementerian. setiap pimpinan satuan organisasi lingkup Sekretariat Jenderal.

fungsi. ditetapkan oleh Menteri setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. .64/Menhut-II/2008 tentang Perubahan Kelima Atas Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P. BAB XIX UNIT PELAKSANA TEKNIS Pasal 879 (1) Di lingkungan Kementerian dapat dibentuk Unit Pelaksana Teknis berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. susunan organisasi dan tata kerja Unit Pelaksana Teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (1).13/Menhut-II/2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Kehutanan.222 Pasal 878 Dalam melakukan tugas setiap pimpinan satuan organisasi dibantu oleh Kepala Satuan Organisasi dibawahnya dan dalam rangka pemberian bimbingan kepada bawahan wajib mengadakan rapat berkala. Pasal 881 Dengan berlakunya Peraturan Menteri ini. BAB XX KETENTUAN PERALIHAN Pasal 880 Perubahan atas susunan organisasi dan tata kerja menurut Peraturan ini ditetapkan oleh Menteri setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. maka Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.13/Menhut-II/2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kehutanan yang telah diubah lima kali yang terakhir diubah dengan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor P. dinyatakan tidak berlaku. (2) Rumusan tugas.

ttd. MUDJIHANTO SOEMARMO NIP. ttd.223 Pasal 882 Peraturan Menteri Kehutanan ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. ZULKIFLI HASAN Diundangkan di Jakarta pada tanggal 25 Agustus 2010 MENTERI HUKUM DAN HAM REPUBLIK INDONESIA. 19540711 198203 1 002 . Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 20 Agustus 2010 MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA. PATRIALIS AKBAR BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2010 NOMOR 405 Salinan sesuai dengan aslinya Plt. Peraturan Menteri Kehutanan ini diundangkan dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia. Kepala Biro Hukum dan Organisasi ttd. Agar setiap orang mengetahuinya.

Bidang Hubungan Antar Lembaga 5. Bidang Ekonomi dan Perdagangan Internasional 3.1 Lampiran Bab II. Bidang Lingkungan dan Perubahan Iklim 4. STRUKTUR ORGANISASI KEMENTERIAN KEHUTANAN STAF AHLI MENTERI MENTERI KEHUTANAN INSPEKTORAT JENDERAL SEKRETARIAT JENDERAL Staf Ahli Menteri 1. Bidang Revitalisasi Industri Kehutanan 2. Bidang Keamanan Hutan DIREKTORAT JENDERAL PLANOLOGI KEHUTANAN DIREKTORAT JENDERAL PERLINDUNGAN HUTAN DAN KONSERVASI ALAM DIREKTORAT JENDERAL BINA PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI DAN PERHUTANAN SOSIAL DIREKTORAT JENDERAL BINA USAHA KEHUTANAN BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SDM KEHUTANAN BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEHUTANAN .

III.2 Lampiran II. II. IV PUSAT PEMBIAYAAN PEMBANGUN AN HUTAN . STRUKTUR ORGANISASI PUSAT DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN KEHUTANAN MENTERI KEHUTANAN SEKRETARIAT JENDERAL PUSAT STANDARDISASI DAN LINGKUNGAN PUSAT HUBUNGAN MASYARAKAT PUSAT KERJASAMA LUAR NEGERI PUSAT PENGENDALIAN PEMBANGUNAN REGIONAL I.1.

3 Lampiran Bab III. STRUKTUR ORGANISASI SEKRETARIAT JENDERAL SEKRETARIAT JENDERAL BIRO PERENCANAAN BIRO KEPEGAWAIAN BIRO HUKUM & ORGANISASI BIRO KEUANGAN BIRO UMUM .

BIRO PERENCANAAN BAGIAN RENCANA UMUM KEHUTANAN BAGIAN PROGRAM ANGGARAN BAGIAN EVALUASI BAGIAN DATA DAN INFORMASI SUBBAGIAN RENCANA PEMBANGUNAN SUBBAGIAN PROGRAM ANGGARAN I SUBBAGIAN EVALUASI I SUBBAGIAN PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA SUBBAGIAN RENCANA MAKRO SUBBAGIAN PROGRAM ANGGARAN II SUBBAGIAN EVALUASI II SUBBAGIAN STATISTIK SUBBAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN PROGRAM ANGGARAN BANTUAN LUAR NEGERI SUBBAGIAN EVALUASI III SUBBAGIAN SISTEM INFORMASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .4 Lampiran Bab III-1. STRUKTUR ORGANISASI BIRO PERENCANAAN .

STRUKTUR ORGNISASI BIRO KEPEGAWAIAN .5 Lampiran Bab III-2. BIRO KEPEGAWAIAN BAGIAN PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN KEPEGAWAIAN BAGIAN MUTASI PEGAWAI BAGIAN TATA USAHA KEPEGAWAIAN BAGIAN ADMINISTRASI JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN RENCANA FORMASI DAN PENGADAAN SUBBAGIAN KEPANGKATAN SUBBAGIAN TATA NASKAH PEGAWAI SUBBAGIAN ADMINISTRASI PENILAIAN ANGKA KREDIT SUBBAGIAN RENCANA KARIER SUBBAGIAN MUTASI JABATAN SUBBAGIAN DISIPLIN DAN KESEJAHTERAAN PEGAWAI SUBBAGIAN EVALUASI JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN PENGEMBANGAN KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN PENGANGKATAN. PEMBERHENTIAN DAN PEMENSIUNAN SUBBAGIAN DATA DAN INFORMASI KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN TATA USAHA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

6 Lampiran Bab III-3. BIRO HUKUM DAN ORGANISASI BAGIAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN BAGIAN PENELAAHAN HUKUM BAGIAN PENANGANAN PERKARA DAN BANTUAN HUKUM BAGIAN KELEMBAGAAN SUBBAGIAN PERATURAN PERUNDANGUNDANGAN I SUBBAGIAN PENELAAHAN HUKUM I SUBBAGIAN BANTUAN HUKUM I SUBBAGIAN ORGANISASI DAN TATA LAKSANA I SUBBAGIAN PERATURAN PERUNDANGUNDANGAN II SUBBAGIAN PENELAAHAN HUKUM II SUBBAGIAN BANTUAN HUKUM II SUBBAGIAN ORGANISASI DAN TATA LAKSANA II SUBBAGIAN PERATURAN PERUNDANGUNDANGAN III SUBBAGIAN PENELAAHAN HUKUM III SUBBAGIAN BANTUAN HUKUM III SUBBAGIAN TATA USAHA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL . STRUKTUR ORGANISASI BIRO HUKUM DAN ORGANISASI .

STRUKTUR ORGANISASI BIRO KEUANGAN BIRO KEUANGAN BAGIAN INVESTASI DAN PELAKSANAAN ANGGARAN BAGIAN PENERIMAAN NEGARA BAGIAN PERBENDAHARAAN BAGIAN AKUNTANSI DAN PELAPORAN SUBBAGIAN PENGELOLAAN INVESTASI SUBBAGIAN PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK KAYU SUBBAGIAN PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK NON KAYU SUBBAGIAN TATA LAKSANA KEUANGAN SUBBAGIAN AKUNTANSI DAN PELAPORAN I SUBBAGIAN PENYELESAIAN UTANG PIUTANG SUBBAGIAN VERIFIKASI SUBBAGIAN AKUNTANSI DAN PELAPORAN II SUBBAGIAN AKUNTANSI DAN PELAPORAN III SUBBAGIAN PELAKSANAAN ANGGARAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN PENYELESAIAN KERUGIAN NEGARA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .7 Lampiran Bab III-4.

STRUKTUR ORGANISASI BIRO UMUM BIRO UMUM BAGIAN TATA USAHA KEMENTERIAN BAGIAN TATA USAHA PIMPINAN BAGIAN RUMAH TANGGA BAGIAN PERLENGKAPAN SUBBAGIAN PERSURATAN SUBBAGIAN TATA USAHA MENTERI SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN PERENCANAAN DAN PENGADAAN KEBUTUHAN SUBBAGIAN PENGELOLA KARYA CETAK DAN KEPUSTAKAAN SUBBAGIAN TATA USAHA SEKRETARIS JENDERAL SUBBAGIAN URUSAN DALAM SUBBAGIAN PENGELOLAAN BARANG MILIK NEGARA SUBBAGIAN KEARSIPAN DAN DOKUMENTASI SUBBAGIAN PROTOKOL SUBBAGIAN PENGELOLAAN KENDARAAN DINAS SUBBAGIAN PENATAUSAHAAN BARANG MILIK NEGARA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .8 Lampiran Bab III-5.

STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT JENDERAL PLANOLOGI KEHUTANAN DIREKTORAT JENDERAL PLANOLOGI KEHUTANAN SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT PERENCANAAN KAWASAN HUTAN DIREKTORAT PENGUKUHAN DAN PENATAGUNAAN KAWASAN HUTAN DIREKTORAT INVENTARISASI DAN PEMANTAUAN SUMBERDAYA HUTAN DIREKTORAT PENGGUNAAN KAWASAN HUTAN DIREKTORAT WILAYAH PENGELOLAAN DAN PENYIAPAN AREAL PEMANFAATAN HUTAN UNIT PELAKSANA TEKNIS .9 Lampiran BAB IV.

ORGANISASI DAN TATA LAKSANA BAGIAN KEUANGAN DAN UMUM BAGIAN HUKUM DAN KERJASAMA TEKNIK SUBBAGIAN PROGRAM DAN ANGGARAN SUBBAGIAN DATA DAN INFORMASI SUBBAGIAN ADMINISTRASI KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN PERATURAN PERUNDANGUNDANGAN SUBBAGIAN ADMINISTRASI JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN ADMINISTRASI KEUANGAN SUBBAGIAN PERLENGKAPAN SUBBAGIAN PERTIMBANGAN DAN BANTUAN HUKUM SUBBAGIAN EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBAGIAN ORGANISASI DAN TATA LAKSANA SUBBAGIAN KERJASAMA TEKNIK KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .10 Lampiran Bab IV-1. STRUKTUR ORGANISASI SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PLANOLOGI LANOLOGI KEHUTANAN SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PLANOLOGI KEHUTANAN BAGIAN PROGRAM DAN EVALUASI BAGIAN KEPEGAWAIAN.

11 Lampiran Bab IV-2. DAN NUSA TENGGARA SEKSI JARINGAN KOMUNIKASI DATA KEHUTANAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL . BALI. STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT PERENCANAAN KAWASAN HUTAN DIREKTORAT PERENCANAAN KAWASAN HUTAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PERENCANAAN MAKRO KAWASAN HUTAN SUBDIREKTORAT PENATAAN RUANG HUTAN WILAYAH I SUBDIREKTORAT PENATAAN RUANG HUTAN WILAYAH II SUBDIREKTORAT STATISTIK DAN JARINGAN KOMIUNIKASI DATA KEHUTANAN SEKSI PENYUSUNAN RENCANA KAWASAN HUTAN SEKSI PENATAAN RUANG KAWASAN HUTAN WILAYAH SUMATERA SEKSI PENATAAN RUANG KAWASAN HUTAN WILAYAH KALIMANTAN DAN SULAWESI SEKSI PENATAAN RUANG KAWASAN HUTAN WILAYAH MALUKU DAN PAPUA SEKSI STATISTIK KEHUTANAN SEKSI EVALUASI RENCANA KAWASAN HUTAN SEKSI PENATAAN RUANG KAWASAN HUTAN WILAYAH JAWA.

BALI. DAN NUSA TENGGARA SEKSI PENGUKUHAN KAWASAN HUTAN WILAYAH MALUKU DAN PAPUA SEKSI PERUBAHAN FUNGSI DAN PENYEDIAAN AREAL TRANSMIGRASI WILAYAH I SEKSI PERUBAHAN FUNGSI DAN PENYEDIAAN AREAL TRANSMIGRASI WILAYAH II SEKSI DOKUMENTASI KAWASAN HUTAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL . STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT PENGUKUHAN DAN PENATAGUNAAN KAWASAN HUTAN DIREKTORAT PENGUKUHAN DAN PENATAGUNAAN KAWASAN HUTAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PENGUKUHAN KAWASAN HUTAN WILAYAH I SUBDIREKTORAT PENGUKUHAN KAWASAN HUTAN WILAYAH II SUBDIREKTORAT PERUBAHAN FUNGSI DAN PERUNTUKAN KAWASAN HUTAN WILAYAH I SUBDIREKTORAT PERUBAHAN FUNGSI DAN PERUNTUKAN KAWASAN HUTAN WILAYAH II SUBDIREKTORAT INFORMASI DAN DOKUMENTASI KAWASAN HUTAN SEKSI PENGUKUHAN KAWASAN HUTAN WILAYAH SUMATERA SEKSI PENGUKUHAN KAWASAN HUTAN WILAYAH KALIMANTAN DAN SULAWESI SEKSI PELEPASAN DAN TUKAR MENUKAR KAWASAN HUTAN WILAYAH I SEKSI PELEPASAN DAN TUKAR MENUKAR KAWASAN HUTAN WILAYAH II SEKSI INFORMASI KAWASAN HUTAN SEKSI PENGUKUHAN KAWASAN HUTAN WILAYAH JAWA.12 Lampiran Bab IV-3.

13 Lampiran Bab IV-4. STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT INVENTARISASI DAN PEMANTAUAN SUMBERDAYA HUTAN DIREKTORAT INVENTARISASI DAN PEMANTAUAN SUMBERDAYA HUTAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT INVENTARISASI SUMBERDAYA HUTAN SUBDIREKTORAT PEMANTAUAN SUMBERDAYA HUTAN SUBDIREKTORAT PEMETAAN POTENSI SUMBERDAYA HUTAN SUBDIREKTORAT JARINGAN DATA SPASIAL SEKSI INVENTARISASI HUTAN SEKSI PEMANTAUAN SUMBERDAYA HUTAN TINGKAT NASIONAL DAN WILAYAH SEKSI INFORMASI PETA SUMBERDAYA HUTAN SEKSI PENGELOLAAN BASIS DATA SPASIAL SEKSI PENGELOLAAN JARINGAN DATA SPASIAL SEKSI INVENTARISASI SOSIAL BUDAYA SEKSI PEMANTAUAN SUMBERDAYA HUTAN TINGKAT UNIT SEKSI DOKUMENTASI PETA SUMBERDAYA HUTAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

14 Lampiran Bab IV-5. STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT PENGGUNAAN KAWASAN HUTAN DIREKTORAT PENGGUNAAN KAWASAN HUTAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PENGGUNAAN KAWASAN HUTAN WILAYAH I SUBDIREKTORAT PENGGUNAAN KAWASAN HUTAN WILAYAH II SUBDIREKTORAT PNBP PENGGUNAAN KAWASAN HUTAN SUBDIREKTORAT INFORMASI PENGGUNAAN KAWASAN HUTAN SEKSI PENGGUNAAN UNTUK PERTAMBANGAN SEKSI PENGGUNAAN UNTUK PERTAMBANGAN SEKSI PNBP PENGGUNAAN KAWASAN HUTAN UNTUK PERTAMBANGAN SEKSI PNBP PENGGUNAAN KAWASAN HUTAN UNTUK NON PERTAMBANGAN SEKSI INFORMASI PENGGUNAAN KAWASAN HUTAN WILAYAH I SEKSI INFORMASI PENGGUNAAN KAWASAN HUTAN WILAYAH II SEKSI PENGGUNAAN UNTUK NON PERTAMBANGAN SEKSI PENGGUNAAN UNTUK NON PERTAMBANGAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT WILAYAH PENGELOLAAN DAN PENYIAPAN AREAL PEMANFAATAN KAWASAN HUTAN DIREKTORAT WILAYAH PENGELOLAAN DAN PENYIAPAN AREAL PEMANFAATAN KAWASAN HUTAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PEMBENTUKAN WILAYAH PENGELOLAAN HUTAN SUBDIREKTORAT PENYIAPAN AREAL PEMANFAATAN HUTAN WILAYAH I SUBDIREKTORAT PENYIAPAN AREAL PEMANFAATAN HUTAN WILAYAH II SUBDIREKTORAT INFORMASI WILAYAH PENGELOLAAN DAN PEMANFAATAN KAWASAN HUTAN SEKSI PEMBENTUKAN WILAYAH PENGELOLAAN HUTAN WILAYAH I SEKSI PEMBENTUKAN WILAYAH PENGELOLAAN HUTAN WILAYAH II SEKSI PENYIAPAN AREAL PEMANFAATAN HUTAN ALAM WILAYAH I SEKSI PENYIAPAN AREAL PEMANFAATAN HUTAN ALAM WILAYAH II SEKSI INFORMASI WILAYAH PENGELOLAAN SEKSI INFORMASI PEMANFAATAN KAWASAN HUTAN SEKSI PENYIAPAN AREAL PEMANFAATAN HUTAN TANAMAN WILAYAH I SEKSI PENYIAPAN AREAL PEMANFAATAN HUTAN TANAMAN WILAYAH II KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .15 Lampiran Bab IV-6.

16 Lampiran BAB V. STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT JENDERAL PERLINDUNGAN HUTAN DAN KONSERVASI ALAM DIREKTORAT JENDERAL PERLINDUNGAN HUTAN DAN KONSERVASI ALAM SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT PENYIDIKAN DAN PENGAMANAN HUTAN DIREKTORAT PENGENDALIAN KEBAKARAN HUTAN DIREKTORAT KAWASAN KONSERVASI DAN BINA HUTAN LINDUNG DIREKTORAT KONSERVASI KEANEKARAGAMAN HAYATI DIREKTORAT PEMANFAATAN JASA LINGKUNGAN KAWASAN KONSERVASI DAN HUTAN LINDUNG UNIT PELAKSANA TEKNIS .

ORGANISASI DAN TATA LAKSANA BAGIAN KEUANGAN DAN UMUM BAGIAN HUKUM DAN KERJASAMA TEKNIK SUBBAGIAN PROGRAM DAN ANGGARAN SUBBAGIAN DATA DAN INFORMASI SUBBAGIAN ADMINISTRASI KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN PERATURAN PERUNDANGUNDANGAN SUBBAGIAN PERTIMBANGAN & BANTUAN HUKUM SUBBAGIAN ADMINISTRASI JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN ADMINISTRASI KEUANGAN SUBBAGIAN PERLENGKAPAN SUBBAGIAN EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBAGIAN ORGANISASI DAN TATA LAKSANA SUBBAGIAN KERJASAMA TEKNIK KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .17 Lampiran Bab V-1. STRUKTUR ORGANISASI SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PERLINDUNGAN HUTAN DAN KONSERVASI ALAM SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PHKA BAGIAN PROGRAM DAN EVALUASI BAGIAN KEPEGAWAIAN.

STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT PENYIDIKAN DAN PENGAMANAN HUTAN DIREKTORAT PENYIDIKAN DAN PENGAMANAN HUTAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUB DIREKTORAT PROGRAM DAN EVALUASI PENYIDIKAN DAN PENGAMANAN SUB DIREKTORAT PENYIDIKAN DAN PENGAMANAN WILAYAH I SUB DIREKTORAT PENYIDIKAN DAN PENGAMANAN WILAYAH II SUB DIREKTORAT PENYIDIKAN DAN PENGAMANAN WILAYAH III SUB DIREKTORAT DUKUNGAN OPERASI SEKSI PROGRAM SEKSI PEMBALAKAN ILEGAL DAN TUMBUHAN DAN SATWA LIAR WILAYAH I SEKSI PEMBALAKAN ILEGAL DAN TUMBUHAN DAN SATWA LIAR WILAYAH II SEKSI PERAMBAHAN HUTAN DAN KEBAKARAN WILAYAH II SEKSI PEMBALAKAN ILEGAL DAN TUMBUHAN DAN SATWA LIAR WILAYAH III SEKSI POLISI KEHUTANAN DAN PPNS SEKSI EVALUASI SEKSI PERAMBAHAN HUTAN DAN KEBAKARAN WILAYAH I SEKSI PERAMBAHAN HUTAN DAN KEBAKARAN WILAYAH III SEKSI SARANA DAN PRASARANA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .18 Lampiran Bab V-2.

19 Lampiran Bab V-3. STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT PENGENDALIAN KEBAKARAN HUTAN DIREKTORAT PENGENDALIAN KEBAKARAN HUTAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUB DIREKTORAT PROGRAM DAN EVALUASI PENGENDALIAN KEBAKARAN HUTAN SUB DIREKTORAT MONITORING HOTSPOT DAN PENCEGAHAN KEBAKARAN HUTAN SUB DIREKTORAT PEMADAMAN DAN PENANGANAN DAMPAK PASCA KEBAKARAN HUTAN SUB DIREKTORAT TENAGA DAN SARANA PRASARANA PENGENDALIAN KEBAKARAN HUTAN SEKSI PROGRAM SEKSI MONITORING HOTSPOT SEKSI PEMADAMAN DAN PENANGANAN DAMPAK PASCA KEBAKARAN HUTAN WILAYAH I SEKSI PEMADAMAN DAN PENANGANAN DAMPAK PASCA KEBAKARAN HUTAN SEKSI TENAGA SEKSI EVALUASI SEKSI PENCEGAHAN KEBAKARAN HUTAN SEKSI SARANA DAN PRASARANA WILAYAH II KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

20 Lampiran Bab V-4. PERAIRAN DAN EKOSISTEM ESENSIAL WILAYAH I SEKSI BINA DAERAH PENYANGGA KAWASAN PELESTARIAN ALAM DAN TAMAN BURU SEKSI BINA DAERAH PENYANGGA KAWASAN SUAKA ALAM SEKSI PENGEMBANGAN DAN PERPETAAN SEKSI TAMAN WISATA ALAM. PERAIRAN DAN EKOSISTEM ESENSIAL SUB DIREKTORAT BINA DAERAH PENYANGGA SEKSI PEMOLAAN SEKSI TAMAN NASIONAL SEKSI CAGAR ALAM SEKSI KONSERVASI LAHAN BASAH. TAMAN HUTAN RAYA DAN TAMAN BURU SEKSI SUAKA MARGASATWA DAN HUTAN LINDUNG SEKSI KONSERVASI LAHAN BASAH. STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT KAWASAN KONSERVASI DAN BINA HUTAN LINDUNG DIREKTORAT KAWASAN KONSERVASI DAN BINA HUTAN LINDUNG SUBBAGIAN TATA USAHA SUB DIREKTORAT PEMOLAAN DAN PENGEMBANGAN SUB DIREKTORAT KAWASAN PELESTARIAN ALAM DAN TAMAN BURU SUB DIREKTORAT KAWASAN SUAKA ALAM DAN HUTAN LINDUNG SUB DIREKTORAT KONSERVASI LAHAN BASAH. PERAIRAN DAN EKOSISTEM ESENSIAL WILAYAH II KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

21 Lampiran Bab V-5. STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT KONSERVASI KEANEKARAGAMAN HAYATI DIREKTORAT KONSERVASI KEANEKARAGAMAN HAYATI SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PROGRAM DAN KONVENSI SUBDIREKTORAT PENGAWETAN DAN PEMANFAATAN JENIS SUBDIREKTORAT PENANGKARAN JENIS SUBDIREKTORAT LEMBAGA KONSERVASI DAN PERBURUAN SUBDIREKTORAT TERTIB PEREDARAN SEKSI PROGRAM SEKSI PEMBINAAN POPULASI DAN HABITAT SEKSI PENANGKARAN VERTEBRATA SEKSI LEMBAGA KONSERVASI SEKSI PEREDARAN DALAM NEGERI SEKSI KONVENSI SEKSI PENGEMBANGAN SUMBER DAYA GENETIK SEKSI AVERTEBRATA DAN TUMBUHAN LIAR SEKSI PERBURUAN SEKSI PEREDARAN LUAR NEGERI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

22 Lampiran Bab V-6. STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT PEMANFAATAN JASA LINGKUNGAN KAWASAN KONSERVASI DAN HUTAN LINDUNG DIREKTORAT PEMANFAATAN JASA LINGKUNGAN KAWASAN KONSERVASI DAN HUTAN LINDUNG SUBBAGIAN TATA USAHA SUB DIREKTORAT PROGRAM DAN EVALUASI PEMANFAATAN JASA LINGKUNGAN SUB DIREKTORAT PEMANFAATAN JASA LINGKUNGAN SUB DIREKTORAT PEMANFAATAN WISATA ALAM SUB DIREKTORAT BINA CINTA ALAM SUB DIREKTORAT PROMOSI DAN PEMASARAN KONSERVASI ALAM SEKSI PROGRAM SEKSI PEMANFAATAN JASA LINGKUNGAN TAMAN NASIONAL SEKSI PEMANFAATAN WISATA ALAM TAMAN NASIONAL SEKSI PEMANFAATAN WISATA ALAM NON TAMAN NASIONAL DAN HUTAN LINDUNG SEKSI PENGEMBANGAN BINA CINTA ALAM SEKSI DATA DAN INFORMASI SEKSI EVALUASI SEKSI PEMANFAATAN JASA LINGKUNGAN NON TAMAN NASIONAL DAN HUTAN LINDUNG SEKSI PEMANTAUAN DAN INFORMASI BINA CINTA ALAM SEKSI PUBLIKASI KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

23 Lampiran VI. STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT JENDERAL BINA PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI DAN PERHUTANAN SOSIAL DIREKTORAT JENDERAL BINA PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI DAN PERHUTANAN SOSIAL SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT PERENCANAAN DAN EVALUASI PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI DIREKTORAT BINA REHABILITASI HUTAN DAN LAHAN DIREKTORAT BINA PERHUTANAN SOSIAL DIREKTORAT BINA PERBENIHAN TANAMAN HUTAN UNIT PELAKSANA TEKNIS .

24 Lampiran Bab VI-1. STRUKTUR ORGANISASI SEKRETARIAT DIREKTORAT BINA PENGELOLAAN DAERAH LAAN ALIRAN SUNGAI DAN PERHUTANAN SOSIAL SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BINA PENGELOLAAN DAS DAN PERHUTANAN SOSIAL BAGIAN PROGRAM DAN EVALUASI BAGIAN KEPEGAWAIAN DAN ORGANISASI TATA LAKSANA BAGIAN KEUANGAN DAN UMUM BAGIAN HUKUM DAN KERJASAMA TEKNIK SUBBAGIAN PROGRAM DAN ANGGARAN SUBBAGIAN DATA DAN INFORMASI SUBBAGIAN ADMINISTRASI KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN ADMINISTRASI JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN SUBBAGIAN ADMINISTRASI KEUANGAN SUBBAGIAN PERTIMBANGAN DAN BANTUAN HUKUM SUBBAGIAN EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBAGIAN ORGANISASI DAN TATA LAKSANA SUBBAGIAN PERLENGKAPAN SUBBAGIAN KERJASAMA TEKNIK KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

EKONOMI DAN KELEMBAGAAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .25 Lampiran Bab VI-2. STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT PERENCANAAN DAN EVALUASI PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI DIREKTORAT PERENCANAAN DAN EVALUASI PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PEMOLAAN PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI SUBDIREKTORAT KELEMBAGAAN PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI SUBDIREKTORAT TEKNIK PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI SUBDIREKTORAT EVALUASI PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI SEKSI PERENCANAAN SEKSI IDENTIFIKASI KELEMBAGAAN PENGELOLAAN DAS SEKSI FASILITASI PENGEMBANGAN KELEMBAGAAN PENGELOLAAN DAS SEKSI IDENTIFIKASI TEKNIK PENGELOLAAN DAS SEKSI PENGEMBANGAN TEKNIK PENGELOLAAN DAS SEKSI EVALUASI BIOFISIK SEKSI DATA DAN INFORMASI SEKSI EVALUASI SOSIAL.

STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT BINA REHABILITASI HUTAN DAN LAHAN DIREKTORAT BINA REHABILITASI HUTAN DAN LAHAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PEMOLAAN REHABILITASI HUTAN DAN LAHAN SUBDIREKTORAT REHABILITASI HUTAN SUBDIREKTORAT REHABILITASI LAHAN SUBDIREKTORAT REHABILITASI HUTAN MANGROVE. RAWA DAN GAMBUT SUBDIREKTORAT REKLAMASI HUTAN DAN KONSERVASI TANAH SEKSI PERENCANAAN REHABILITASI HUTAN DAN LAHAN SEKSI REHABILITASI HUTAN LINDUNG DAN HUTAN KONSERVASI SEKSI HUTAN RAKYAT SEKSI REHABILITASI HUTAN MANGROVE DAN HUTAN PANTAI SEKSI KONSERVASI TANAH SEKSI DATA DAN INFORMASI SEKSI REHABILITASI HUTAN PRODUKSI SEKSI HUTAN KOTA DAN PENGHIJAUAN LINGKUNGAN SEKSI REHABILITASI RAWA DAN GAMBUT SEKSI REKLAMASI HUTAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL . HUTAN PANTAI.26 Lampiran Bab VI-3.

27 Lampiran Bab VI-4. STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT BINA PERHUTANAN SOSIAL DIREKTORAT BINA PERHUTANAN SOSIAL SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PEMOLAAN PERHUTANAN SOSIAL SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN HUTAN KEMASYARAKATAN SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN HUTAN DESA SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN HUTAN HAK DAN KEMITRAAN SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN USAHA PERHUTANAN SOSIAL SEKSI PERENCANAAN PERHUTANAN SOSIAL SEKSI DATA DAN INFORMASI SEKSI PENYIAPAN PENGEMBANGAN HUTAN KEMASYARAKATAN SEKSI BIMBINGAN TEKNIS HUTAN KEMASYARAKATAN SEKSI PENYIAPAN PENGEMBANGAN HUTAN DESA SEKSI BIMBINGAN TEKNIS HUTAN DESA SEKSI PENYIAPAN PENGEMBANGAN HUTAN HAK DAN KEMITRAAN SEKSI BIMBINGAN TEKNIS HUTAN HAK DAN KEMITRAAN SEKSI PENYIAPAN PENGEMBANGAN USAHA SEKSI BIMBINGAN TEKNIS PENGEMBANGAN USAHA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT BINA PERBENIHAN TANAMAN HUTAN DIREKTORAT BINA PERBENIHAN TANAMAN HUTAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PEMOLAAN PERBENIHAN TANAMAN HUTAN SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN USAHA PERBENIHAN SUBDIREKTORAT PENGENDALIAN PEREDARAN BENIH SUBDIREKTORAT PENGEMBANGAN SUMBER BENIH DAN SUMBER DAYA GENETIK SEKSI PERENCANAAN SEKSI BIMBINGAN USAHA SEKSI PERUMUSAN STANDAR PEREDARAN SEKSI PENERAPAN STANDAR PEREDARAN SEKSI PENGEMBANGAN SUMBER BENIH SEKSI PENGEMBANGAN SUMBER DAYA GENETIK SEKSI DATA DAN INFORMASI SEKSI BIMBINGAN KELEMBAGAAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .28 Lampiran Bab VI-5.

STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT JENDERAL BINA USAHA KEHUTANAN DIREKTORAT JENDERAL BINA USAHA KEHUTANAN SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT BINA RENCANA PEMANFAATAN DAN USAHA KAWASAN DIREKTORAT BINA USAHA HUTAN ALAM DIREKTORAT BINA USAHA HUTAN TANAMAN DIREKTORAT BINA IURAN DAN PEREDARAN HASIL HUTAN DIREKTORAT BINA PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL HUTAN UNIT PELAKSANA TEKNIS .29 Lampiran VII.

30 Lampiran Bab VII-1. STRUKTUR ORGANISASI SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BINA USAHA NDERAL KEHUTANAN SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL BINA USAHA KEHUTANAN BAGIAN PROGRAM DAN EVALUASI BAGIAN KEPEGAWAIAN & ORGANISASI TATA LAKSANA BAGIAN KEUANGAN DAN UMUM BAGIAN HUKUM DAN KERJASAMA TEKNIK SUBBAGIAN PROGRAM DAN ANGGARAN SUBBAGIAN DATA DAN INFORMASI SUBBAGIAN ADMINISTRASI KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN ADMINISTRASI JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN ADMINISTRASI KEUANGAN SUBBAGIAN PERLENGKAPAN SUBBAGIAN PERATURAN PERUNDANGUNDANGAN SUBBAGIAN PERTIMBANGAN & BANTUAN HUKUM SUBBAGIAN EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBAGIAN ORGANISASI DAN TATA LAKSANA SUBBAGIAN KERJASAMA TEKNIK KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT BINA RENCANA PEMANFAATAN DAN USAHA KAWASAN DIREKTORAT BINA RENCANA PEMANFAATAN DAN USAHA KAWASAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PEMOLAAN PEMANFAATAN KAWASAN HUTAN SUBDIREKTORAT PEMANFAATAN HASIL HUTAN BUKAN KAYU SUBDIREKTORAT USAHA JASA LINGKUNGAN SUBDIREKTORAT PENILAIAN KINERJA USAHA KAWASAN DAN JASA LINGKUNGAN SEKSI PEMANFAATAN KAWASAN WILAYAH I SEKSI PEMANFAATAN HASIL HUTAN BUKAN KAYU WILAYAH I SEKSI USAHA JASA LINGKUNGAN WILAYAH I SEKSI PENILAIAN KINERJA USAHA WILAYAH I SEKSI PEMANFAATAN KAWASAN WILAYAH II SEKSI PEMANFAATAN HASIL HUTAN BUKAN KAYU WILAYAH II SEKSI USAHA JASA LINGKUNGAN WILAYAH II SEKSI PENILAIAN KINERJA USAHA WILAYAH II KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .31 Lampiran Bab VII-2.

32 Lampiran Bab VII-3. STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT BINA USAHA HUTAN ALAM DIREKTORAT BINA USAHA HUTAN ALAM SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT PENYIAPAN PEMANFAATAN HUTAN ALAM SUBDIREKTORAT RENCANA KERJA PEMANFAATAN HUTAN ALAM SUBDIREKTORAT PRODUKSI HUTAN ALAM SUBDIREKTORAT PENILAIAN KINERJA USAHA PEMANFAATAN HUTAN ALAM SEKSI PENYIAPAN WILAYAH I SEKSI RENCANA KERJA WILAYAH I SEKSI PRODUKSI WILAYAH I SEKSI PENILAIAN KINERJA USAHA WILAYAH I SEKSI PENYIAPAN WILAYAH II SEKSI RENCANA KERJA WILAYAH II SEKSI PRODUKSI WILAYAH II SEKSI PENILAIAN KINERJA USAHA WILAYAH II KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

33 Lampiran Bab VII-4. STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT BINA USAHA HUTAN TANAMAN AN DIREKTORAT BINA USAHA HUTAN TANAMAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBDIREKTORAT HUTAN TANAMAN INDUSTRI SUBDIREKTORAT HUTAN TANAMAN RAKYAT SUBDIREKTORAT RENCANA KERJA DAN PRODUKSI SUBDIREKTORAT PENILAIAN KINERJA USAHA PEMANFAATAN HUTAN TANAMAN SEKSI HUTAN TANAMAN INDUSTRI WILAYAH I SEKSI HUTAN TANAMAN INDUSTRI WILAYAH II SEKSI HUTAN TANAMAN RAKYAT WILAYAH I SEKSI HUTAN TANAMAN RAKYAT WILAYAH II SEKSI RENCANA KERJA DAN PRODUKSI WILAYAH I SEKSI RENCANA KERJA DAN PRODUKSI WILAYAH II SEKSI PENILAIAN KINERJA USAHA WILAYAH I SEKSI PENILAIAN KINERJA USAHA WILAYAH II KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

34 Lampiran Bab VII-5. STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT BINA IURAN KEHUTANAN DAN PEREDARAN HASIL HUTAN DIREKTORAT BINA IURAN KEHUTANAN DAN PEREDARAN HASIL HUTAN

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBDIREKTORAT PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK

SUBDIREKTORAT PEREDARAN HASIL HUTAN

SUBDIREKTORAT PENGUKURAN DAN PENGUJIAN HASIL HUTAN

SUBDIREKTORAT PENERTIBAN PEREDARAN HASIL HUTAN

SEKSI PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK WILAYAH I

SEKSI TATA USAHA HASIL HUTAN

SEKSI PENGUKURAN DAN PENGUJIAN HASIL HUTAN KAYU SEKSI PENGUKURAN DAN PENGUJIAN HASIL HUTAN BUKAN KAYU

SEKSI PENERTIBAN PEREDARAN HASIL HUTAN WILAYAH I

SEKSI PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK WILAYAH II

SEKSI TANDA LEGALITAS HASIL HUTAN

SEKSI PENERTIBAN PEREDARAN HASIL HUTAN WILAYAH II

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

35 Lampiran Bab VII-6. STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT BINA PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL HUTAN DIREKTORAT BINA PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL HUTAN

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBDIREKTORAT PEMOLAAN PENGOLAHAN HASIL HUTAN

SUBDIREKTORAT PENGENDALIAN BAHAN BAKU DAN INDUSTRI PRIMER

SUBDIREKTORAT PENILAIAN KINERJA INDUSTRI DAN PEMASARAN HASIL HUTAN

SEKSI
PENYIAPAN PENGOLAHAN INDUSTRI PRIMER

SEKSI PENGENDALIAN BAHAN BAKU

SEKSI KINERJA INDUSTRI

SEKSI PENGOLAHAN INDUSTRI PRIMER

SEKSI PRODUKSI INDUSTRI PRIMER

SEKSI PEMASARAN HASIL HUTAN

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

36 Lampiran VIII. STRUKTUR ORGANISASI INSPEKTORAT JENDERAL

INSPEKTORAT JENDERAL

SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL

INSPEKTORAT I

INSPEKTORAT II

INSPEKTORAT III

INSPEKTORAT IV

INSPEKTORAT INVESTIGASI

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBBAGIAN TATA USAHA

SUBBAGIAN TATA USAHA

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR

37 Lampiran Bab VIII.1 STRUKTUR ORGANISASI SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL

BAGIAN PROGRAM DAN PELAPORAN

BAGIAN ANALISIS LAPORAN HASIL PENGAWASAN

BAGIAN PEMANTAUAN TINDAK LANJUT

BAGIAN UMUM

SUBBAGIAN PROGRAM

SUBBAGIAN ANALISIS LAPORAN HASIL PENGAWASAN I

SUBBAGIAN PEMANTAUAN TINDAK LANJUT I

SUBBAGIAN TATA PERSURATAN DAN KEUANGAN

SUBBAGIAN DATA DAN PELAPORAN

SUBBAGIAN ANALISIS LAPORAN HASIL PENGAWASAN II

SUBBAGIAN PEMANTAUAN TINDAK LANJUT II

SUBBAGIAN RUMAH TANGGA DAN KEPEGAWAIAN

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

38 Lampiran IX.STRUKTUR ORGANISASI BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SUMBERDAYA MANUSIA KEHUTANAN
BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SUMBERDAYA MANUSIA KEHUTANAN

SEKRETARIAT BADAN

PUSAT PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN

PUSAT PELAYANAN PENYULUHAN KEHUTANAN

PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEHUTANAN

UNIT PELAKSANA TEKNIS

39 Lampiran Bab IX-1. ORGANISASI & TATA LAKSANA BAGIAN KEUANGAN DAN UMUM SUBBAGIAN PROGRAM SUBBAGIAN DATA DAN INFORMASI SUBBAGIAN ADMINISTRASI KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN KEUANGAN SUBBAGIAN ANGGARAN SUBBAGIAN EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBAGIAN ADMINISTRASI JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN KERJASAMA SUBBAGIAN DISSEMINASI. HUKUM. STRUKTUR ORGANISASI SEKRETARIAT BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SUMBERDAYA MANUSIA KEHUTANAN SEKRETARIAT BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SUMBERDAYA MANUSIA KEHUTANAN BAGIAN PROGRAM DAN KERJA SAMA BAGIAN EVALUASI DAN PERPUSTAKAAN BAGIAN KEPEGAWAIAN. PUBLIKASI DAN PERPUSTAKAAN SUBBAGIAN HUKUM. ORGANISASI DAN TATA LAKSANA SUBBAGIAN PERLENGKAPAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

MATERI DAN ALAT BANTU PENYULUHAN BIDANG PROGRAMA SUBBIDANG METODE DAN MATERI PENYULUHAN SUBBIDANG PENYUSUNAN PROGRAMA SUBBIDANG SARANA DAN ALAT BANTU PENYULUHAN SUBBIDANG BIMBINGAN TEKNIS PENYUSUNAN PROGRAMA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .40 Lampiran Bab IX-2. STRUKTUR ORGANISASI PUSAT PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN PUSAT PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN SUBBAGIAN TATA USAHA BIDANG METODE.

41 Lampiran Bab IX-3. STRUKTUR ORGANISASI PUSAT PELAYANAN PENYULUHAN KEHUTANAN PUSAT PELAYANAN PENYULUHAN KEHUTANAN SUBBAGIAN TATA USAHA BIDANG PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BIDANG PEMBINAAN PENYULUH SUBBIDANG BIMBINGAN TEKNIS SUBBIDANG PENYULUH SWASTA DAN SWADAYA SUBBIDANG PEMBINAAN KELEMBAGAAN SUBBIDANG APARATUR PENYULUH KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

42 Lampiran Bab IX-4. STRUKTUR ORGANISASI PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEHUTANAN PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEHUTANAN BAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN TATA USAHA DAN KEUANGAN SUBBAGIAN KEPEGAWAIAN BIDANG PENGEMBANGAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN BIDANG PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN BIDANG PENGELOLAAN PENDIDIKAN SUBBIDANG PERENCANAAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN SUBBIDANG MONITORING EVALUASI DAN PELAPORAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN SUBBIDANG PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TEKNIS SUBBIDANG PENDIDIKAN MENENGAH SUBBIDANG PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENJENJANGAN SUBBIDANG PENDIDIKAN LANJUTAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

43 Lampiran X. STRUKTUR ORGANISASI BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEHUTANAN BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEHUTANAN SEKRETARIAT BADAN PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KONSERVASI DAN REHABILITASI SUMBERDAYA ALAM PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PENINGKATAN PRODUKTIFITAS HUTAN PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HASIL HUTAN PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN DAN PERUBAHAN IKLIM UNIT PELAKSANA TEKNIS .

ORGANISASI DAN TATA LAKSANA SUBBAGIAN PERLENGKAPAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .44 Lampiran Bab X-1. STRUKTUR ORGANISASI SEKRETARIAT BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEHUTANAN SEKRETARIAT BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEHUTANAN BAGIAN PROGRAM DAN KERJA SAMA BAGIAN EVALUASI DAN PERPUSTAKAAN BAGIAN KEPEGAWAIAN. PUBLIKASI DAN PERPUSTAKAAN SUBBAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN KERJASAMA SUBBAGIAN HUKUM. HUKUM. ORGANISASI DAN TATA LAKSANA BAGIAN KEUANGAN DAN UMUM SUBBAGIAN PROGRAM SUBBAGIAN DATA DAN INFORMASI SUBBAGIAN ADMINISTRASI KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN ADMINISTRASI JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN KEUANGAN SUBBAGIAN ANGGARAN SUBBAGIAN EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBAGIAN DISSEMINASI.

45 Lampiran Bab X-2. INFORMASI DAN DISEMINASI SUBBIDANG TINDAK LANJUT HASIL PENELITIAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL . STRUKTUR ORGANISASI PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KONSERVASI DAN REHABILITASI SUMBERDAYA ALAM PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KONSERVASI DAN REHABILITASI SUMBER DAYA ALAM BAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN TATA USAHA DAN KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN KEUANGAN DAN PERLENGKAPAN BIDANG PROGRAM DAN EVALUASI PENELITIAN BIDANG PENGEMBANGAN DATA DAN TINDAK LANJUT PENELITIAN SUBBIDANG PROGRAM DAN ANGGARAN PENELITIAN SUBBIDANG EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBIDANG DATA.

46 Lampiran Bab X-3. STRUKTUR ORGANISASI PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PENINGKATAN PRODUKTIFITAS HUTAN PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PENINGKATAN PRODUKTIFITAS HUTAN BAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN TATA USAHA DAN KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN KEUANGAN DAN PERLENGKAPAN BIDANG PROGRAM DAN EVALUASI PENELITIAN BIDANG PENGEMBANGAN DATA DAN TINDAK LANJUT PENELITIAN SUBBIDANG PROGRAM DAN ANGGARAN PENELITIAN SUBBIDANG EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBIDANG DATA. INFORMASI DAN DISEMINASI SUBBIDANG TINDAK LANJUT HASIL PENELITIAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

STRUKTUR ORGANISASI PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HASIL HUTAN PUSAT PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PENELITIAN DAN HASIL HUTAN PENGEMBANGAN HASIL HUTAN BAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN TATA USAHA DAN KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN KEUANGAN DAN PERLENGKAPAN BIDANG PROGRAM DAN EVALUASI PENELITIAN BIDANG PENGEMBANGAN DATA DAN TINDAK LANJUT PENELITIAN SUBBIDANG PROGRAM DAN ANGGARAN PENELITIAN SUBBIDANG EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBIDANG DATA. INFORMASI DAN DISEMINASI SUBBIDANG TINDAK LANJUT HASIL PENELITIAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .47 Lampiran Bab X-4.

STRUKTUR ORGANISASI PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN DAN PERUBAHAN IKLIM PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN DAN PERUBAHAN IKLIM BAGIAN TATA USAHA SUBBAGIAN TATA USAHA DAN KEPEGAWAIAN SUBBAGIAN KEUANGAN DAN PERLENGKAPAN BIDANG PROGRAM DAN EVALUASI PENELITIAN BIDANG PENGEMBANGAN DATA DAN TINDAK LANJUT PENELITIAN SUBBIDANG PROGRAM DAN ANGGARAN PENELITIAN SUBBIDANG EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBIDANG DATA.48 Lampiran Bab X-5. INFORMASI DAN DISEMINASI SUBBIDANG TINDAK LANJUT HASIL PENELITIAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

STRUKTUR ORGANISASI PUSAT STANDARDISASI DAN LINGKUNGAN PUSAT STANDARDISASI DAN LINGKUNGAN SUBBAGIAN TATA USAHA BIDANG STANDARDISASI BIDANG LINGKUNGAN KEHUTANAN BIDANG PERUBAHAN IKLIM SUBBIDANG PERUMUSAN STANDAR SUBBIDANG PELAYANAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN SUBBIDANG EVALUASI PENGELOLAAN DAMPAK LINGKUNGAN SUBBIDANG PELAYANAN PENANGANAN PERUBAHAN IKLIM SUBBIDANG EVALUASI PENANGANAN PERUBAHAN IKLIM SUBBIDANG PENERAPAN STANDAR KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .49 Lampiran Bab XII.

50 Lampiran Bab XIII. STRUKTUR ORGANISASI PUSAT HUBUNGAN MASYARAKAT TRUKTUR PUSAT HUBUNGAN MASYARAKAT SUBBAGIAN TATA USAHA BIDANG PEMBERITAAN DAN PUBLIKASI BIDANG HUBUNGAN ANTAR LEMBAGA SUBBIDANG PEMBERITAAN SUBBIDANG LEMBAGA NEGARA DAN PEMERINTAH SUBBIDANG ANALISIS BERITA DAN PUBLIKASI SUBBIDANG LEMBAGA NON PEMERINTAH KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

AUSTRALIA DAN REGIONAL SUBBIDANG ORGANISASI PESERIKATAN BANGSABANGSA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL . AFRIKA. STRUKTUR ORGANISASI PUSAT KERJASAMA LUAR NEGERI PUSAT KERJASAMA LUAR NEGERI SUBBAGIAN TATA USAHA BIDANG BILATERAL DAN REGIONAL BIDANG MULTILATERAL BIDANG KERJASAMA TEKNIK SUBBIDANG BILATERAL AMERIKA & EROPA SUBBIDANG KONVENSI DAN ORGANISASI INTERNASIONAL SUBBIDANG KERJASAMA TEKNIK LUAR NEGERI I SUBBIDANG KERJASAMA TEKNIK LUAR NEGERI II SUBBIDANG BILATERAL ASIA.51 Lampiran Bab XIV.

52 Lampiran Bab XV. STRUKTUR ORGANISASI PUSAT PENGENDALIAN PEMBANGUNAN KEHUTANAN REGIONAL UNAN PUSAT PENGENDALIAN PEMBANGUNAN KEHUTANAN REGIONAL SUBBAGIAN TATA USAHA BIDANG PERENCANAAN KEHUTANAN REGIONAL BIDANG EVALUASI PERENCANAAN KEHUTANAN REGIONAL SUBBIDANG PERENCANAAN KEHUTANAN I SUBBIDANG EVALUASI PERENCANAAN KEHUTANAN I SUBBIDANG PERENCANAAN KEHUTANAN II SUBBIDANG EVALUASI PERENCANAAN KEHUTANAN II KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

53 Lampiran Bab XVI. STRUKTUR ORGANISASI PUSAT PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN HUTAN PUSAT PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN HUTAN BAGIAN KEUANGAN DAN UMUM SUBBAGIAN KEUANGAN SUBBAGIAN UMUM BIDANG ANALISIS DAN EVALUASI BIDANG OPERASIONAL SUBBIDANG ANALISIS PINJAMAN SUBBIDANG OPERASIONAL I SUBBIDANG EVALUASI PINJAMAN SUBBIDANG OPERASIONAL II KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful