Anda di halaman 1dari 32

DENTAL INVESTMENT MATERIAL (Bahan

Tanam Tuang/Bahan Pendam)


• Pendahuluan
Dental Investment Material merupakan bahan
dalam bentuk Bubuk/Powder, menyerupai Dental
Stone, tetapi mempunyai komposisi, sifat dan
kegunaan yg berbeda. Dalam
penggunaannya, Bahan Pendam ini dicampur air,
diaduk dlm Bowl dgn memakai Spatula.
Campurannya menghasilkan suatu adonan yg halus
dan beberapa saat kemudian akan menjadi keras
serta tahan terhadap pemanasan yang tinggi.
Bahan Pendam ini digunakan sebagai bahan
PENANAMAN MODEL MALAM untuk proses
Penuangan Logam (dental casting), misalnya
pada pembuatan INLAY, ONLAY, CROWN,
CROWN and BRIDGE, dan PROTHESA
KERANGKA LOGAM.
Persyaratan Bahan Pendam
1. Harus mengandung substansi pengeras dan
substansi pengikat
Substansi Pengeras (refraktory substance) :
yaitu bahan yg tdk akan terurai atau terpisah
sewaktu pemanasan
Substansi Pengikat (binder material) :
yaitu bahan yg akan setting dan bergabung
bersama dengan partikel-partikel substansi
pengeras
2. Campuran bahan pendam harus mempunyai
expansi yg cukup untuk mengimbangi kontraksi dari
logam/alloy cair yg dituang sewaktu pendinginan.
3. Partikel-partikel bubuknya harus cukup halus agar
dapat memperoleh hasil tuangan yg halus dan licin.
4. Bahan yg telah dicampur harus mempunyai
konsistensi yg cukup halus sebelum setting.
5. Bahan harus mempunyai waktu setting yang
cukup.
6. Bahan yg telah setting harus permeable atau
cukup mempunyai pori-pori untuk dapat
mengalirkan udara keluar sewaktu alloy cair
masuk ke dalam ruang model.
7. Bahan harus mempunyai kekuatan yg cukup
untuk menerima tekanan dari alloy cair yg
memasuki ruang model.
TIPE-TIPE BAHAN PENDAM
Menurut ADAS no.2 bahan pendam terdiri dari 3
type dan semua type mengandung SILICA (SiO₂)
sebagai substansi pengeras. Perbedaan utama
antara ketiganya terletak pada type substansi
pengikat yg digunakan. Type
1 : GYPSUM BONDED INVESTMENT (Bahan Pendam
Gypsum-Bonded), merupakan bahan pendam
tertua yg paling sering digunakan untuk alloy emas,
tetapi tdk cocok untuk alloy yg mencair pada suhu
yg mendekati 1200°C.
Type 2 : PHOSPHATE BONDED INVESTMENT
(Bahan Pendam Phosphat Bonded) : digunakan
untuk penuangan alloy COBALT-CHROMIUM,
karena bahan ini sanggup menerima suhu yg
lebih tinggi (> 1300°C). Type 3 : SILICA
BONDED INVESTMENT (Bahan Pendam Silica
Bonded) : merupakan
pilihan lain untuk bahan pendam phosphat
bonded, untuk penuangan alloy pada suhu tinggi.
GYPSUM BONDED INVESTMENT (Bahan
Pendam Gypsum Bonded)
• Bahan utama dari Gypsum Bonded Investment
ini adalah HEMIHYDRATE GYPSUM dan SILICA.
• Umumnya type ini mengandung
α-hemihydrate karena kekuatannya besar.
Hemihydrate ini berfungsi sebagai bahan
pengikat untuk memegang bahan-bahan
lainnya sehingga kekuatan dari bahan pendam
ini tergantung dari jumlah bahan pengikat tsb.
• KOMPOSISI 1.
Calcium Sulfat hemihydrate autoclaved (α-
hemihydrate) 25-40%.
Berfungsi sebagai bahan pengisi atau bahan
pengikat karena dapat bereaksi dgn air sehingga dpt
bergabung dgn silica dan mampu memadat. Juga
berperan untuk memberi kekuatan yg cukup pada
campuran dan turut serta memberi pengaruh
expansi pada mould, dengan adanya expansi selama
setting.
2. SILICA dalam bentuk allotropica, misalnya
CRISTOBALITE atau QUARTZ 60-75%.
Berfungsi sebagai bahan pengeras dan tahan terhadap
temperatur tinggi. Type ini ada yang
mengandung cristobalite, ada yg mengandung quartz
atau kombinasi keduanya dalam bentuk murni.
Berdasarkan type dari silica yg utama terdapat
dalam bahan pendam ini, maka ada yg
mengklasifikasikan sebagai CRISTOBALITE
INVESTMENT dan QUARTZ INVESTMENT.
3. Bahan-bahan kimia pemodifikasi seperti
BORIC ACID/BORAX dan NATRIUM
CHLORIDA yg berfungsi untuk menghalangi
kontraksi sewaktu pemanasan, dan untuk
mengatur waktu setting.
4. Sedikit zat pewarna OXIDE PIGMENT
• SETTING TIME Setting
time bahan pendam type ini dapat diukur sama seperti
dengan cara pada Dental Plaster, selanjutnya dapat
dikontrol juga dengan cara yg sama.
Menurut ADAS no.2, untuk Dental Inlay Casting
Investment atau bahan pendam Gypsum Bonded, Setting
time tidak boleh kurang dari 5 menit dan tidak lebih dari
25 menit. Biasanya bahan pendam yg sekarang ini
mempunyai Setting Time antara 9-18 menit. Waktu ini
sudah cukup untuk mengaduk dan menanam (investing)
model malam, sebelum bahan ini mengeras.
• SETTING EXPANSION ada
2:
-Normal Setting Expansion : 0,4% silica
berkontak dengan kristal-kristal gypsum
-Hygroscopic Setting Expansion : 1,2%
gypsum hemihidrat berkontak dengan air.
• Faktor-faktor yg mempangaruhi besarnya
hygroscopic setting time adalah : 1.
Komposisi, pada α-hemihidrat lebih besar dari β-
hemihidrat.
2. W/P Ratio, bila w/p ratio besar, maka
expansi higroscopic menjadi berkurang
3. Pengadukan/Spatulasi, bila waktu
pengadukan pendek, exp.hygros. berkurang
4. Usia bahan pendam, bahan pendam yg
sudah tua, exp.hygros. Berkurang
5. Waktu pencelupan, waktu pencelupan yg
panjang akan mengurangi exp. hygros
• THERMAL EXPANSI, exp yg terjadi pd saat
pemanasan. Berhubungan dengan jumlah dan jenis
silica yg ada dlm bahan.
• QUARTZ mengurangi penyusutan gypsum
hemihidrat yg terdapat di dalam bahan pendam.
Jumlah quartz yg cukup agar dapat mengimbangi
penyusutan gypsum hemihidrat selama proses
pemanasan berlangsung adalah 75%, dan
penuangan logam dapat dilakukan pada temp.500-
900°C.
• CRISTOBALITE memberi expansi thermal yg lebih besar
dibanding dengan quartz.
• Umumnya bahan pendam gypsum bonded yg dipakai
sekarang ini mengandung kedua jenis silica ini.
• Besarnya expansi thermal ini tergantung pula dari type
bahan tanam tersebut. Untuk type I,
dimana tumpuan utama untuk mengimbangi
penyusutan ada pada expansi thermal, maka ADAS
menganjurkan agar expansi thermal dari bahan pendam
ini tidak boleh kurang dari 1% dan tidak lebih dari 2%
• Untuk type 2, dimana tumpuan utama untuk
mengimbangi penyusutan ada pada expansi
higroskopik, maka menurut ADAS, expansi
thermal yg layak adalah sebesar 0,6%.
• Faktor-faktor yg mempengaruhi expansi
thermal :
1. W/P Ratio, bila W/P Ratio besar maka akan
menghasilkan expansi thermal yg kecil
2. Modifikasi kimia, jumlah quartz harus cukup
banyak, untuk itu dapat ditambahkan
SODIUM, POTASIUM CHLORIDE atau ASAM
BORAX dalam jumlah 0,4%,dimana zat ini
dapat mengurangi penyusutan hemihidrat dan
memperbesar expansi thermal tanpa adanya
jumlah quartz yg besar.
• KEKUATAN
Bahan pendam harus cukup kuat agar tidak
pecak/retak selama proses pemanasan.
Kekuatan bahan pendam biasa diukur dari
COMPRESIVE STRENGHTnya, dimana menurut
ADAS no.2, comp.stre. Bahan pendam tidak
boleh kurang dari 25kg/cm² bila diukur 2 jam
setelah setting.
• Faktor-faktor yang mempengaruhi kekuatan :
1. W/P Ratio, bila w/p ratio besar, maka akan
mengahasilkan adonan yg lebih encer
sehingga mengurangi kekuatan.
2. Pemanasan, sampai suhu 700°C atau lebih
tidak akan mengurangi kekuatan kecuali
setelah suhu turun sampai suhu kamar maka
bahan pendam akan kehilangan kekuatannya.
• KEHALUSAN BUBUK
kehalusan bubuk berpengaruh pada setting time dan
hasil penuangan logam. Bahan yg halus,
hasil permukaan tuangan jadi rata dan halus,
sedangkan silica yg halus menyebabkan expansi lebih
tinggi dari silica yg halus.
ADAS memberikan persyaratan :
- Dapat melalui standar saringan no.30
- 90% bubuk harus dapat melalui saringan no.100
- 85% bubuk harus dapatmelalui saringan no.200
• POROUSITAS
bahan pendam harus punya porousitas yg cukup
untuk dapat mendorong udara keluar pada saat
proses casting. Besarnya
porousitas ini dapat dipengaruhi oleh:
1. Jumlah air yg
digunakan untuk mencampur. Bila camp. terlalu
padat maka porinya kurang 2. Partikel-partikel yg
lebih besar akan menghasilkan pori yg lebih besar
pula.
• PENYIMPANAN
harus disimpan pada :
tempat tertutup rapat, kering dan tidak
lembab. Bila disimpan di tempat yg kurang
baik akan mempengaruhi proses pengerasan
dan kekuatan bahan atau bahan menjadi rusak
• MANIPULASI
- cara mencampur dan mengaduk sama
dengan pada gips keras
- sebelum menanam, model malam perlu
dibasahi dengan sabun yg tidak berbusa untuk
menghilangkan adanya lemak atau minyak
- bumbung tuang dapat dilapisi dengan
asbestos untuk exp. Cetakan dan exp.
higroskopik
- penanam model malam dapat dilakukan
dengan cara memulas atau mengecat dengan
adonan bahan pendam (memakai kuas kecil)
untuk mencegah terperangkapnya udara pada
permukaan pola malam. Kemudian dengan
hati-hati dimasukkan dalam bumbung tuang
ya sudah berisi bahan pendam
- cetakan dipanaskan untuk mengeringkan
kelebihan air dan mengeluarkan malam.
Phosphate-Bonded Investment (bahan
pendam Phosphate-Bonded)
• KOMPOSISI mengandung :
- Bahan tahan panas : Silica
dalam bentuk Cristobalite atau Quartz atau gabungan
keduanya - Bahan
Pengikat : Magnesium Oxide (MgO) sebagai bahan dasar dan
Phosphate dalam bentuk asam atau Mono-amonium
Phosphate - Carbon : untuk membantu menperoleh hasil
tuangan yg bersih dan memudahkan pengeluaran hasil
tuangan. penambahan
carbon cocok untuk alloy emas tetapi tidak cocok untuk silver-
paladium alloy dan base metal alloy karena paladium tidak
dapat bereaksi dgn carbon pd temp. di bawah 1504°C
• SETTING EXPANSI dan THERMAL EXPANSI -
expansi kecil dan ini dapat dinaikkan dengan
menggunakan lar. Koloidal silica menggantikan air.
- setting
exp. Dan thermal exp. Yg normal sebesar 2%

• SETTING TIME -
pada tipe ini, setting time sangat dipengaruhi oleh
temperatur - w/p
ratio harus sesuai petunjuk pabrik
• MANIPULASI beberapa
hal yg harus diperhatikan pada saat manipulasi :
- Karena kuat maka tidak dibutuhkan
bumbung tuang logam. Dapat gunakan bumbumg tuang plastik yg
akan dilepas setelah bahan pendam setting, sebelum pemanasan.
- Dipanaskan sampai
1000-1100°C. - Derajat porousitas = bahan
pendam gypsum - Kekuatan bahan yg telah setting
akan bertambah kuat sewaktu dipanaskan karena interaksi kimia
antara silika dan bahan pengikat yg menghasilkan senyawa
silikofosfat - Banyak
digunakan untuk penuangan base metal alloy (Co-Cr dan Ni-Cr alloy)
dan gold casting alloys
Silica-Bonded Investment (bahan
pendam silica-bonded)
• Jarang digunakan, kurang popular, prosedur sulit,
kadang-kadang digunakan untuk base metal alloy
• Menghasilkan ethanol pada liquidnya dapat
menyebabkan terjadinya ledakan dan terbakar pada
pemanasan dengan suhu tinggi
• Bahan pengikatnya silica gel dan dapat diperkuat
dengan penambahan magnesium oxide
• Zat tambahan accelerator yaitu amonium chloride
• SIFAT-SIFAT 1.
expansi thermal cukup besar karena persentase
silika sangat besar. Expansi ini cukup untuk
mengimbangi penyusutan pada pengerasan bahan
pendam dan penyusutan dari alloy yg dituang
2. partikel-partikel saling
mengikat dengan erat sehingga porositas kurang,
dapat menyebabkan hasil tuangan tidak
sempurna. Harus dibuatkan ventilasi
3. dapat dipanaskan pada suhu 1090-1180°C,
dan dapat dipakai untuk alloy dengan titik
lebur yg tinggi
4. setting expansi dan thermal expansi 1,5-
1,7%
5. kekuatan melintang pada 2 jam pertama 0,5
N/mm²
6. kekuatan melintang pada suhu 1000°C 0,2-
0,5 N/mm²

Anda mungkin juga menyukai