Anda di halaman 1dari 15

Penjerapan Logam Berat Fe dan

Pb pada Oli Pelumas Bekas


Menggunakan Karbon Aktif
 
Ichsan Avianto
Dan
Irfan Kurniawan
Pendahuluan
Meningkatnya produksi otomotif sangat
dilematis. Produksi otomotif sangat
membantu aktivitas manusia, namun di lain
sisi menimbulkan efek negatif bagi
lingkungan. Salah satunya adalah berupa
akumulasi limbah oli pelumas mesin
(senyawa hidrokarbon) dalam bentuk cairan.
Limbah ini biasanya dibuang begitu saja
oleh pengguna setelah tidak layak lagi
digunakan sebagai pelumas.
Permasalahan

 Oli pelumas dapat menghambat


resapan air dalam tanah karena
dapat menutupi pori-pori tanah.
Deposit oli pelumas yang
berlebihan, lambat laun akan
membentuk suatu emulsi minyak-
air di permukaan tanah.
 Besarnya berat molekul atau
kekentalannya yang besar akan
menyebabkan laju difusi ke dalam
1. Mengetahui tingkat penurunan
kadar Fe dan Pb dengan adsorben
Tujuan
karbon Penelitian
aktif pada limbah minyak
pelumas dari bengkel motor.
2. Mengetahui pengaruh ukuran
karbon aktif terhadap adsorpsi Fe
dan Pb pada limbah minyak
pelumas dari bengkel motor.
3. Mengetahui pengaruh suhu pada
adsorpsi Fe dan Pb dengan
karbon aktif pada limbah minyak
pelumas dari bengkel motor.
yang sederhana, dan mudah
pengoperasiannya untuk menurunkan
Manfaat
konsentrasi Fe dan Pb pada limbah
minyak pelumas bengkel motor.
2. Memberikan data dan informasi tentang
kemampuan karbon aktif terhadap
tingkatan penurunan konsentrasi Fe
dan Pb pada limbah minyak pelumas
bengkel motor.
3. Memberikan data dan informasi tentang
suhu efektif pada penurunan
konsentrasi Fe dan Pb pada limbah
bengkel motor.
4. Dapat diketahuinya prosentase penurunan
limbah yang dihasilkan dari bengkel
motor dengan alat Atomic Absorption
Spectrometry (AAS).
Minyak pelumas adalah suatu cairan
Minyak
yang Pelumas
memiliki kekentalan (viscosity)
yang digunakan sebagai pelumas,
pada mesin-mesin kendaraan
bermotor dan mesin-mesin industri.
Viskositas adalah ukuran tahanan
mengalir suatu minyak merupakan
sifat yang penting dari minyak
pelumas, viskositas tergantung pada
suhu.
Penyebab Kontaminasi
Kontaminasi terjadi dengan adanya benda-
benda asing atau partikel pencemar di dalam oli.
1. Keausan elemen. Ini menunjukkan beberapa
elemen biasanya terdiri dari tembaga,
besi,chrominium, aluminium,timah,
molybdenum, silikon, nikel atau
magnesium.
2. Kotoran atau jelaga. Kotoran dapat masuk
kedalam oli melalui embusan udara lewat
sela-sela ring dan melaui sela lapisan oli
tipis kemudian merambat menuruni dinding
selinder. Jelaga timbul dari bahan bakar
yang tidak habis.
(Atas) Tabel kandungan logam pada Oli

Pelumas Standart
(Bawah) Tabel kandungan logam pada Oli
Pelumas Bekas
Logam Emulsi Abu Kering Abu Kering
Termodifikasi

Pb 103±2 103±2 106±4

Fe 107±1 103±2 96.3±0.5

Logam Unit Oli Bekas Oli Bekas Olahan Oli Bekas Olahan pada Oli Bekas dengan
LPG dengan Stabliser dengan Proses Asam
Demulsifier Demulsifier

Fe mg/kg 76 16 3 12

Pb mg/kg 946 715 131 14


Proses Adsorpsi

 Adsorpsi (penjerapan) adalah suatu


proses pemisahan dimana
komponen dari suatu fase fluida
berpindah ke permukaan zat padat
yang menyerap (adsorben).
Biasanya partikel-partikel kecil zat
penjerap dilepaskan pada adsorpsi
kimia yang merupakan ikatan kuat
antara penjerap dan zat yang
dijerap sehingga tidak mungkin
Faktor-faktor yang
memepengaruhi proses
adsorpsi
1.Pengadukan
2.Karakteristik Adsorban
3.Kelarutan Adsorbat
4.Temperatur
5.Waktu kontak

Karbon Aktif

 Karbonaktif merupakan senyawa


karbon, yang dapat dihasilkan dari
bahan-bahan yang mengandung
karbon atau dari arang yang
diperlakukan dengan cara khusus
untuk mendapatkan permukaan
yang lebih luas. Luas permukaan
karbon aktif berkisar antara 300-
3500 m2/gram
Variabel
ØVariabel tetapPenelitian
Kadar Fe dan Pb dalam Oli bekas
Pengadukan
Jenis adsorben : Karbon aktif
Rasio adsorbent : ( volume oli bekas/berat
karbon aktif) adalah 300ml/60 gr
(20% v/w).
ØVariabel Berubah
Suhu 30oC, 50oC, dan 70oC
Ukuran partikel adsorben 4 x 8 mesh dan 4 x
12 mesh
 
RANGKAIAN ALAT
Keterangan Gambar :
1. Statif
2. Klem
3. Pendingin leibig
4. Labu leher tiga
5. Termometer
6. Water bath
7. Kompor listrik
Langkah Kerja Penelitian

1.Analisa Kandungan logam pada oli


2.Persiapan Sampel dan Alat
3.Proses Adsorpsi
4.Analisa kadar logam menggunakan
AAS


TERIMA KASIH