Anda di halaman 1dari 8

Laporan Kerja Praktek

Proyek pembangunan jembatan kereta api bh-1117


Jalur ganda lintas cirebon-kroya
BAB I - Pendahuluan

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Transportasi merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari
kehidupan manusia. Terdapat hubungan erat antara transportasi dengan
jangkauan dan lokasi kegiatan manusia, barang-barang dan jasa. Dalam
kaitannya dengan kehidupan manusia, transportasi memiliki peranan signifikan
dalam aspek sosial, ekonomi, lingkungan, politik dan pertahanan keamanan.
Salah satu moda transportasi untuk orang dan barang yang paling populer
didunia adalah kereta api. Di Indonesia sebagai negara berpenduduk 200 juta
jiwa lebih, moda transportasi masal tersebut sangatlah dibutuhkan. Popularitas
moda transportasi ini menurut Hapsoro (2005) dikarenakan, kereta api memiliki
beberapa keunggulan dibanding moda lain seperti kehandalan keselamatan
perjalanan, ketepatan waktu, ekonomis ruang, polusi dan kebisingan minimal
serta memiliki daya angkut yang besar dan memiliki harga yang terjangkau.
Lintasan kereta api di Pulau Jawa terbagi menjadi 2 lintas utama, yaitu
lintas Utara dan lintas Selatan. Lintas Utara menghubungkan Kota Jakarta –
Cirebon – Semarang – Surabaya. Sedangkan lintas Selatan menghubungkan
Kota Bandung - Kroya – Yogyakarta – Madiun – Surabaya. Kedua lintas utama
ini terhubung dengan lintas Cirebon – Kroya.
Peningkatan kapasitas penumpang yang terus menerus akan mendorong
perlunya peningkatan prasarana perkeretaapian. Itulah sebabnya pemerintah
telah jauh-jauh hari mencanangkan peningkatan prasarana dengan
pembangunan jalur ganda (Double Track). Hingga Saat ini sebagian dari lintas
Utara dan Lintas Selatan telah ditingkatkan menjadi jalur ganda. Untuk lintas
Utara, jalur Jakarta – Cirebon telah merupakan jalur ganda. Untuk Lintas
Selatan, jalur Solo – Yogyakarta – Kutoarjo telah selesai dibangun dan
dioperasikan.
Baik di Indonesia maupun secara umum di dunia telah diatur bahwa
perjalanan moda jalan rel harus selalu mendapatkan prioritas dalam lalu-lintas

SEKTI ARYO / L2A006122 I-1


Laporan Kerja Praktek
Proyek pembangunan jembatan kereta api bh-1117
Jalur ganda lintas cirebon-kroya
BAB I - Pendahuluan

di pertemuan/persilangan antara jalan rel dan jalan raya. Kondisi ini tentunya
sangat kurang menguntungkan bila volume lalu lintasnya padat. Untuk
mengatasinya dapat dibuatkan terowongan, jembatan atau underpass.
Jembatan rel biasanya banyak digunakan bila jalan rel melintasi sungai atau
jalan raya. Oleh karena itu perlu dipikirkan, perencanaan dan perancangan
struktur yang kuat bila ditinjau dari segi teknis, estetika dan sebagainya,
(Supriyadi, 2007).
Salah satu wujud pembangunan penunjang sarana perkeretaapian adalah
pembangunan jembatan KA BH-1117 yang terletak di lintasan Cirebon - Kroya.
Lintas Cirebon – Kroya merupakan lintas yang sangat penting karena lintas ini
menghubungkan Lintas Utara dengan Lintas Selatan. Agar Lintas Utara dan
Selatan yang akan merupakan jalur ganda seluruhnya, dapat beroperasi secara
optimal, maka lintas Cirebon – Kroya juga seharusnya perlu ditingkatkan
menjadi jalur ganda juga.
Pembangunan jembatan ini melintasi sungai, dengan panjang total 60,8
meter. Jembatan terbagi menjadi tiga bentang, bentang tengah memiliki
panjang 30 meter menggunakan beton pratekan sebagai struktur utamanya.
Sedangkan bentang kiri dan kanan, masing-masing memiliki panjang 15 meter
menggunakan beton yang di cor setempat sebagai struktur utamanya.

1.2 TUJUAN
Proyek Pembangunan Jembatan KABH1117 merupakan bagian dari
rencana pembangunan jalur ganda (double Track) lintas Cirebon-Kroya.
Adapun tujuan utama pembangunannya adalah sebagai berikut :
1. Mewujudkan pembangunan infrastruktur transportasi darat, khususnya
jaringan kereta api dalam rangka pelayanan yang mampu memenuhi
kebutuhan saat ini maupun untuk mengantisipasi kebutuhan dimasa
mendatang.
2. Mendorong percepatan pembangunan dan perekonomian nasional dan
daerah, melalui pembangunan insfrastruktur transportasi kereta api yang
mampu menghubungkan antara daerah produksi dengan daerah

SEKTI ARYO / L2A006122 I-2


Laporan Kerja Praktek
Proyek pembangunan jembatan kereta api bh-1117
Jalur ganda lintas cirebon-kroya
BAB I - Pendahuluan

pemasaran maupun simpul – simpul strategis serta untuk memperlancar


hubungan antar wilayah, sebagai perwujudan kebijakan.
3. Mengimbangi peningkatan arus penumpang dan barang di Jawa, serta
meningkatkan kapasitas lintas dan mobilitas perkerataapian hingga mampu
mengangkut penumpang dan barang lebih banyak.
Dari poin-poin di atas, dapat di tulis berbagai manfaat yang diperoleh dari
pembangunan jembatan KA tersebut adalah :
1. Meningkatkan pelayanan transportasi yang optimal bagi masyarakat
secara terpadu dan terstruktur yang harmonis, serasi dan seimbang dalam
satu sistem transportasi yang mampu memberikan pelayanan angkutan
yang bersifat masal, cepat, aman dan efisien.
2. Mewujudkan jaringan transportasi yang mampu berperan sebagai
pembentuk dan pengikat satu kesatuan sistem ruang wilayah di Pulau jawa
yang utuh dan seimbang serta adanya pemerataan penyebaran distribusi
pembangunan nasional.
3. Mendukung pertumbuhan ekonomi dan sosial masyarakat.

1.3 LOKASI PROYEK


Proyek Pembangunan Jembatan KA BH1117 ini terletak di Provinsi Jawa
Tengah, di Desa Tonjong, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes pada petak
Prupuk-Patuguran. Berada di sebelah timur dari posisi Stasiun Kereta Api
Linggapura.
Untuk lebih jelasnya, mengenai lokasi ini dapat dilihat pada Gambar
dibawah ini.

SEKTI ARYO / L2A006122 I-3


Laporan Kerja Praktek
Proyek pembangunan jembatan kereta api bh-1117
Jalur ganda lintas cirebon-kroya
BAB I - Pendahuluan

Gambar 1.1 Skema Lokasi Jembatan KA BH 1117

1.4 DATA PROYEK


1.4.1 Data Umum Proyek
1. Nama Proyek :Pembuatan Jalan Baru Tubuh Baan dan
Pembuatan Jembatan KA Baru Untuk
Pembangunan Jalur Ganda Lintas Cirebon-
Kroya
2. Nama Jembatan : Jembatan KA baru BH 1117
3. Lokasi Proyek : Desa Tonjong, Kabupaten Brebes
4. Pemilik : Direktorat Jendral Perkeretaapian
5. Sumber Dana : APBN

SEKTI ARYO / L2A006122 I-4


Laporan Kerja Praktek
Proyek pembangunan jembatan kereta api bh-1117
Jalur ganda lintas cirebon-kroya
BAB I - Pendahuluan

6. Tahun Anggaran : 2010


7. Konsultan Pengawas : PT. Dardela Yasa Guna
8. Kontraktor : PT. Maskar Abadi
9. Nomor Kontrak : 225/DTCK-TH/2010
10. Tanggal Kontrak : 29 Maret 2010
11. Awal Pelaksanaan Proyek: 29 Maret 2010
12. Akhir pelaksanaan Proyek: 24 Oktober 2010
13. Masa Pelaksanaan : 210 hari kalender
14. Nilai Kontrak : Rp. 10.256.170.000,00
1.4.2 Data Teknis Proyek
1. Bentang Jembatan : 60,8 Meter
2. Lebar Jembatan : 4,6 Meter
3. Konstruksi Jembatan : Balok girder pratekan, portal beton cor
setempat
4. Abutment : Beton Bertulang
5. Jenis Pondasi : Pondasi bore pile
6. Mutu Beton : K-350 untuk abutment, portal beton dan dek
K-500 untuk bore pile dan girder pracetak

1.5 RUANG LINGKUP PROYEK


1.5.1 Lingkup Pekerjaan Keseluruhan Proyek.
Pekerjaan yang dilaksanakan mulai dari awal sampai akhir proyek
secara garis besar dapat dijelaskan sebagai berikut :
I. Pekerjaan Persiapan
II. Pekerjaan Pondasi Bore Pile
III. Pekerjaan Abutment
IV. Pekerjaan Portal Beton
V. Pekerjaan Pemasangan Balok Girder
VI. Pekerjaan Lantai Jembatan
VII.Pembuatan Sarana Pelengkap dan Pendukung Jembatan

SEKTI ARYO / L2A006122 I-5


Laporan Kerja Praktek
Proyek pembangunan jembatan kereta api bh-1117
Jalur ganda lintas cirebon-kroya
BAB I - Pendahuluan

1.5.2 Lingkup Pekerjaan Proyek Selama Kerja Praktek.


Kerja praktek dimulai pada tanggal 3 Juni 2010, setelah mengurus
perijinan. Adapun Proyek Pembangunan Jembatan KA BH 1117 dimulai pada
tanggal 29 Maret 2010, sehingga penulis tidak menyaksikan proses pekerjaan
dari awal. Seperti pekerjaan pengukuran, pemeriksaan tanah, pekerjaan tanah
untuk jalan kerja, pembuatan jembatan sementara dan pelaksanaan pondasi
bore pile.
Penulis diberikan waktu selama 60 hari kalender. Sehingga pekerjaan
yang bisa di ikuti berupa pekerjaan abutment, pekerjaan pembangunan portal
beton, stressing dan pemasangan balok girder serta pembuatan dek beton.

1.6 METODE PENGUMPULAN DATA


Penyusunan laporan ini berdasarkan data – data yang diperoleh selama
kerja praktek di proyek Pembangunan Jembatan KA BH 1117. Adapun metode
pengumpulan data sebagai berikut:
1.6.1 Pengamatan Langsung di Lapangan
Selama melakukan kerja praktek di proyek Pembangunan Jembatan
KA BH 1117, pengamatan langsung di lapangan merupakan materi
pokok kerja praktek.
Dengan melakukan pengamatan langsung mampu menambah
wawasan tentang pelaksanaan seperti :
1. Memberikan bukti visual dari teori yang didapatkan selama kuliah.
2. Pelaksanaan yang dilakukan secara efektif dan efisien.
3. Penyelesaian masalah secara efektif dan efisien.
1.6.2 Wawancara / Bertanya
Dalam proses Pembangunan Jembatan KA BH 1117 banyak hal
yang tidak diketahui oleh penulis. Sehingga penulis melakukan
wawancara kepada beberapa karyawan yang terkait dalam proses
pembangunan jembatan tersebut. Cara ini dirasakan sangat efisien,
karena penulis dapat langsung mengetahui metode pembangunan
jembatan dan dapat berdiskusi secara langsung mengenai hal-hal yang

SEKTI ARYO / L2A006122 I-6


Laporan Kerja Praktek
Proyek pembangunan jembatan kereta api bh-1117
Jalur ganda lintas cirebon-kroya
BAB I - Pendahuluan

menghambat pembangunan jembatan dan bagaimana cara


menanganinya.
Berikut beberapa karyawan yang dijadikan sumber informasi:
• Aryoto (kontraktor)
• Karyanto (Konsultan)
• Rahman (Konsultan)
1.6.3 Pengumpulan Data-Data Tertulis Proyek
Pengumpulan data tertulis proyek ini meliputi pengumpulan
gambar–gambar kerja serta metode-metode yang digunakan
berdasarkan ketentuan–ketentuan pelaksanaan proyek yang tercantum
dalam buku spesifikasi teknis (spek). Data-data tersebut diperoleh dari
pihak kontraktor pelaksana dalam hal ini adalah PT. Maskar Abadi.
Data–data tersebut dilaksanakan sebagai acuan pelaksanaan
proyek, serta dapat digunakan untuk menyusun langkah–langkah suatu
pekerjaan.
1.6.4 Studi Pustaka
Berupa buku-buku literatur yang diperlukan sebagai pembanding
dan rujukan dalam menganalisa hal-hal atau permasalahan-
permasalahan yang timbul pada saat pelaksanaan proyek tersebut. Dari
beberapa pustaka akan didapatkan hal-hal yang berguna sebagai
pelengkap dari data-data yang telah diperoleh di lapangan, yang
nantinya akan sangat membantu dalam penyusunan dan penulisan
laporan ini.

1.7 SISTEMATIKA PENULISAN LAPORAN


Laporan Kerja Praktek proyek Pembangunan Jembatan KA BH 1117
terdiri dari tujuh bab, sistematikanya seperti di bawah ini :
BAB I PENDAHULUAN
- Latar Belakang
- Tujuan Proyek
- Lokasi Proyek

SEKTI ARYO / L2A006122 I-7


Laporan Kerja Praktek
Proyek pembangunan jembatan kereta api bh-1117
Jalur ganda lintas cirebon-kroya
BAB I - Pendahuluan

- Data Proyek
- Ruang Lingkup Proyek
- Metode Pengumpulan Data
- Sistematika Penulisan Laporan
BAB II TINJAUAN MANAJEMEN PROYEK
- Uraian Umum
- Unsur-unsur Pengelola Proyek
- Tugas, Wewenang dan Tanggung jawab
Pengelola Proyek
BAB III TINJAUAN PERENCANAAN JEMBATAN
- Uraian Umum
- Tahap-Tahap Perencanaan Jembatan
- Tinjauan Teknis
- Perencanaan Struktur Jembatan
BAB IV ALAT DAN BAHAN
- Material Konstruksi
- Peralatan Kerja
BAB V PELAKSANAAN PROYEK
- Umum
- Pelaksanaan Pekerjaan
BAB VI PERMASALAHAN PROYEK
- Umum
- Permasalahan Proyek
BAB VII PENUTUP
- Kesimpulan
- Saran

SEKTI ARYO / L2A006122 I-8

Anda mungkin juga menyukai