Anda di halaman 1dari 52

ANALISIS GERAK DENGAN VEKTOR

KD 1.1: Menganalisis gerak lurus, gerak melingkar dan gerak parabola dengan menggunakan vektor.

Indikator:

1. Menganalisis besaran perpindahan, kecepatan dan percepatan pada perpaduan gerak lurus dengan menggunakan vektor.

2. Menganalisis besaran perpindahan dan kecepatan pada gerak parabola dengan menggunakan vektor.

3. Menganalisis besaran kecepatan dan percepatan pada gerak melingkar dengan menggunakan vektor.

4. Menganalisis besaran percepatan tangensial dan percepatan sentripetal pada gerak melingkar.

Penuntun Belajar :

CD lngat kembali materi-materi tentang vektor dan trigonometri dasar.

CD Bacalah buku-buku pelajaran fisika yang relevan dengan materi yang dibahas (Iihat referensi).

CD Perhatikan penjelasan awal dan informasi yang disampaikan oleh guru. CD lngat peristiwa sehari-hari yang anda alami berhubungan dengan materi yang dipelajari.

Kinematika Trans lasi

Posisi, r

Posisi benda atau partikel dapat dinyatakan dalam notasi vektor. Bentuk umum vektor posisi adalah:

Dalam dua dimensi (bidang xy)

,---------------_

t

:, r = x i + Y j

,

\ , ,

Dalam tiga dimensi (ruang xyz)

)1'

(, r = x i + Y j + Z k

, , , ,

Gambar 1. Vektor satuan pada sistem koordinat ruang.

~-----------------------

Dengan i, j, k merupakan vektor satuan dan x, y, dan z merupakan koordinat bendajpartikel. Gambar diagram sistem koordinat kartesius untuk bidang dan ruang dapat dilihat pada gambar 1.

contoh:

r1 = 5i + 3j dibaca posisi pertama berada pada koordinat (5,3)

r2 = -i + 4j -4k dibaca posisi kedua berada pada koordinat (-1, 4, -4)

1

Perpindahan y

Perubahan posisi, tsr.

L1r = r2 - h ::::? L1r = L1X i+ L1y j

L1X = X2 - Xt dan L1Y = Y2 - Yl indeks 1 (initial) untuk keadaan awal dan 2 (final) untuk keadaan akhir.

lintasan __ /

Besar perpindahan:

lilrl = ~ ilx2 + ily2

Arah perpindahan: (acuan sb x)

tan e' = ily

Llx

Gambar 2.

X2 -------7'

Vektor posisi pada suatu lintasan sembarang.

Contoh Soal 1:

1. Seorang anak bergerak dari titik A(1,5) ke titik B(4,6). Hitunglah berapa jauh perpindahan anak tersebut dan kemana arahnya!

2. Posisi sebuah partikel dinyatakan oleh persamaan r = 5t2i - (4t2 + 2t)j; dimana t dalam sekon dan r dalam meter. Tentukan besar dan arah perpindahan partikel dari t = 1 s sampai t = 3 s!

Kalkulus sederhana untuk penyelesaian masalah kinematika:

Derivatif (turunan):

1. f(x) = axn ::::? f '(x) = a.n x n-L

2. f(x) = C ::::? f '(x) = 0

3. f(x) = sin ax::::? f '(x) = a cos ax

4. f(x) = cos ax e» f '(x) = - a sin ax

Integral (anti turunan):

J n X n-i I

1. x . dx = + c

n+l

2) x " . dx = l ::~ I = (::~ J - (::~ J

3. J sin ax- dx = - !.cosax a

J 1 .

4. cos ax - dx = -sin ax

a

2

Kecepatan Kecepatan rata-rata

Kecepatan rata-rata adalah perbandingan antara perpindahan dengan selang waktu tertentu.

- Ar Ax. Ay , V=-==?-l+-J

At At At

Kecepatan sesaat:

i. sebagai gradien (kemiringan) garis singgung pada grafik r-t ii. sebagai turunan fungsi posisi r(t)

I. Ar dr dx . dy.

v = 1m - (::) v = -::::) -I +-J

~t~O At dt dt dt

Menentukan posisi dari fungsi kecepatan v(t): t

i. metode integral; rt = ro + J V· dt

o

ii. metode grafik (Luas daerah di bawah kurva v(t), jika kurva berbentuk geometris umum)

Contoh soal 2:

1. 8ebuah partikel memiliki persamaan lintasan x = 4t2-2t+20; dengan t dalam sekon dan x dalam meter. Tentukanlah:

a. persamaan kecepatan partikel

b. kecepatan awalnya

c. kecepatannya setelah bergerak selama 4 s

d. kecepatan pada saat t = ls!

2. 8ebuah partikel bergerak memenuhi persamaan y = t2 + 2t + 4; dengan t dalam detik dan y dalam meter. Lukiskan grafik kecepatan terhadap waktu dari partikel tersebut!

3. Posisi gerakan sebuah benda dinyatakan dengan persamaan x = 3t dan y

= 2t2 - 6, semua satuan dalam 81. Tentukan kecepatan benda pada waktu t = 1 s!

Percepatan Percepatan rata-rata

Percepatan rata-rata adalah perbandingan antara perubahan kecepatan dengan selang waktu tertentu,

3

Percepatan sesaat

i. sebagai gradient garis singgung pada grafik v-t ii. sebagai turunan pertama fungsi kecepatan v(t)

. Av dv dv x. dv y •

a = 11m ~t~O -- <:::> a = - ::::::> --I + J

At dt dt dt

iii. sebagai turunan kedua fungsi posisi r(t)

Menentukan kecepatan dari fungsi percepatan a(t) t

i. metode integral; v, = Vo + fa. dt

o

ii. metode grafik (menghitung luas daerah di bawah kurva a(t), jika kurva berbentuk geometris umum).

Contoh soal 3:

1. Sebuah benda bergerak dalam sumbu-x dengan persamaan x(t) = 6t4 + 2t2 + t - 8, dengan x dalam meter dan t dalam detik.

a. Tentukanlah percepatan benda pada saat t = 4 detik!

b. 8erapakah percepatan awal benda?

2. Sebuah partikel bergerak lurus dengan kecepatan v = 4t3 + 6t2 - 2t dalam mjs dan t dalam sekon. Pada waktu t = 2s, partikel ini berada pada posisi s = 5m. Hitung posisi partikel pada waktu t = 5s! dan hitung juga percepatannya pada waktu t = 5s!

3. Percepatan sebuah partikel pada saat t adalah a(t) = (4 - 12t)i - 36Fj, dengan t dalam sekon dan a dalam rn/s", Pada saat t = 1 s partikel berada di titik -3i - 5j dan sedang bergerak dengan kecepatan 3i+2j. Tentukan:

a. kecepatan dan posisi awal partikel;

b. vektor kecepatan dan vektor posisi partikel pada saat t = 2s.

Memadu Gerak GLB dan GLB

Resultan vektor perpindahan dari dua buah gerak lurus beraturan merupakan gerak lurus beraturan. lngat konsep vektor untuk resultan kecepatan gerak dan lngat gerak bersifat relatif.

Contoh soal 4:

1. Sebuah lokomotif yang menarik beberapa gerbong secara perlahan melewati sebuah perempatan jalan raya dengan kecepatan 12 kmjjam. Seseorang

4

yang berada pada salah satu gerbong berjalan mendekati mesin lokomotif dengan kecepatan 4 krn/jarn.

a. 8erapa kecepatan orang itu relatif terhadap seorang pengamat yang diam di perempatan jalan?

b. Sama dengan pertanyaan soal a, tetapi orang itu berjalan menjauhi mesin lokomotif.

2. Sebuah perahu motor menyeberangi sebuah sungai lebar dengan kecepatan 15 km/jarn ke selatan relative terhadap arus. Arus sungai memiliki kecepatan serbasama 5 krn/jarn ke timur. Tentukanlah kecepatan perahu motor terhadap pengamat yang diam di tepi sungai.

Memadu Gerak GLB dan GLBB (gerak parabola)

Perhatikan gam bar 3, yang melukiskan trayektori sebuah benda yang mengalami gerak parabola, dan komponen kecepatan awal benda pada gambar 4.

Y'

v 0'

x

Gambar 4. Komponen vektor keceparan awal.

1J:o.r Gambar 3. Vektor kecepatan sepanjang lintasan gerak parobola.

1"10,.,. V

Pada arah horizontal (sumbu x) berlaku gerak glb:

Ivx = VOx X =VOx·t

Pada arah vertikal (sumbu y) berlaku gerak glbb:

Vy == VOy - g.t Y == Yo + VOy.t - ~ g.t

5

Buktikan:

v2 sin ' 8 o

2g

v~ sin28

x =----

h 2g

v~ sin 28 g

Contoh soal 5:

1. Dari sebuah tempat di tanah, seorang anak melempar bola dengan kecepatan awal 30 m/s dengan sudut elevasi 370. Percepatan gravitasi di tempat tersebut 10 rn/s-'.

a. berapa lama waktu yang diperlukan bola untuk mencapai tanah kembali?

b. Tentukan koordinat titik tertinggi yang dicapai bola!

c. berapa jarak terjauh yang dicapai bola?

2. Sebuah proyektil ditembakkan dari suatu tempat yang ketinggiannya 120 m di atas tanah. Akibat gravitasi, proyektil diperlambat. Kecepatan proyektil sebagai fungsi waktu adalah v = -lOt + 40, dengan t dalam detik dan v dalam m/det.

a. kapankah proyektil mencapai ketinggian maksimumnya dari tanah?

b. Berapa ketinggian maksimum proyektil tersebut?

Soa I-Soa I Lati ha n 1

1. Vektor posisi sebuah partikel P pada saat t dinyatakan oleh r = 40t i + (30t- 5t2)j. Tentukan perpindahan P antara t = ls dan t = 3s.

2. A web page designer creates an animation in which a dot on a computer screen has a position of r = [4,0 cm + (2,5 cm/s2)t2]i + 95,0 cm/sjtj. (a)

Find the magnitude and direction of the dot's average velocity between t =

o and t = 2 s. (b) Find the magnitude and direction of the instantaneous velocity at t = 0, t = 1,0 s, and t = 2,0 s. (c) Sketch the dot's trajectory from t = 0 to t = 2 s, and show the velocitie calculated in part (b).

3. Sebuah benda bergerak sepanjang garis lurus dengan kecepatan pada saat t sekon dinyatakan oleh v = (15 - 2t) rn/s. Pad a saat t = 3s posisi benda berada pada jarak 40 meter dari titik asal. Di manakah posisi benda pada saat t = 5 sekon?

4. Benda A dan benda B memiliki persamaan posisi masing-masing rA = (3t-S)i + (4t - 6)j dan t'e = (-6t + 10)i + (-St + lS)j dengan r dalam meter dan t dalam sekon. Hitung kelajuan A tepat ketika bertemu B dan besar perpindahan benda A saat bertemu B.

5. Seorang atlet berlari dengan kecepatan v = (2+t2)i + (-5-2t)j; kecepatan dalam m/s dan t dalam sekon. Tentukan vector posisi atlet setelah bergerak 3 sekon dengan menganggap atlet mulai bergerak dari garis start!

6. A jet plane is flying at a constant altitude. At time ti = 0 it has components of velocity vx = 90 m/s and Vy = 110 rn/s. At time t2 = 30,0 s the components are v« = -170 rn/s and Vy = 40 m/s. (a) Sketch the velocity vectors at hand t2. How do these two vectors differ? For this time interval

6

calculate (b) the components of the average acceleration, and (c) the magnitude and direction of the average acceleration.

7. Sebuah partikel bergerak dengan persamaan v = 3t2 - 12 mjs; dengan t dalam detik. Tentukan nilai t ketika v = 0 dan gambarlah sketsa grafik v terhadap t. Dari sketsa grafik, hitung perpindahan dan jarak partikel di antara t = 0 dan t = 4 detik!

8. Perhatikan data percepatan partikel berikut:

Jika partikel mula-mula bergerak dengan kecepatan 10 mjs, maka gambarkan grafik v(t) dan x(t) dari t = 0 sampai dengan t = 40 s.

t = 0 - 10 s a = 2 rn/s?
t = 10 - 20 s a = 0 rn/s?
t = 20 - 30 s a = -1 rn/s?
t = 30 - 40 s a = 0 rn/s? v (m/s)

16 =-------.

12

9. Tentukan jarak total dan laju rata-rata untuk pergerakan benda yang ditunjukkan grafik v-t pada gambar 5.

10. Persamaan a = 4t - 2 m/s? merupakan persamaan percepatan sebuah benda. Pada saat t = 0, kecepatan dan perpindahan benda adalah 10 mjs dan 4 m. Tentukan:

a. kecepatan dan perpindahan pada t = ls dan t = 4s.

b. lukiskan grafik s-t, v-t dan a-t!

c. hitung kecepatan rata-rata dan percepatan rata-rata pada selang waktu t = ls sampai t = 4s!

11. A boat moves through the water of a river at 10 mjs telative to the water, regardless of the boat's direction. If the water in the river is flowing at 1,5 mjs, how long does it take the boat to make a round trip consisting of a 300 m displacement downstream followed by a 300 m displacement upstearm?

12.Sebuah peluru ditembakkan dari ketinggian 30 m dengan kecepatan awal 20 mjs dan sudut elevasi ex (tan ex = 4j3).

a. hitung besar dan arah kecepatan setelah 2s dan 8s.

b. koordinat peluru setelah 2s dan titik tertingginya.

13. Two crickets, Chirpy and Milada, jump from the top of a vertical cliff. Chirpy just drops and reaches the ground in 3,50 s, while Milada jumps horizontally with an initial speed of 95,0 cmjs. How far from the base of the cliff will Milada hit the ground?

14. Tentukanlah sudut pelemparan dari sebuah benda agar tinggi maksimum yang dicapai sama dengan jarak tempuhnya dalam arah horizontal!

15.A projectile is launched with an initial speed of 60,0 mjs at an angle of 30,00 above the horizontal. The projectile lands on a hillside 4,00 slater.

--+-~4---1=-=2=---~1"'!"'"6 ----:2'*O~ t (s)

Gambar 5.

7

Neglect air friction. (a) What is the projectile's velocity at the highest point of its trajectory? (b) What is the straight-line distance from where the projectile was launched to where it hits its target?

16. Firemen are shooting a stream of water at a burning building using a highpressure hose that shoots out the water with a speed of 25,0 rn/s as it leaves the end of the hose. Once it leaves the hose, the water moves in projectile motion. The firemen adjust the angle of elevation cx of the hose until the water takes 3.00 s to reach a building 45,0 m away. You can ignore air resistance; assume that the end of the hose is at ground level. (a) Find the angle of elevation cx. (b) Find the speed and acceleration of the water at the higest point in its trajectory. (c) How high above the ground does the water strike the building, and how fast is it movingjust before it hits the building?

17 .In a very popular lecture demonstration, a projectile is fired at a falling target as in figure 6. The projectile leaves the gun at the same instant that the target is dropped from rest. Assuming that the gun is initially airmed at the target, show that the projectile will hit the target. (One restriction of this experiment is that the projectile must reach the target before the target strikes the floor.)

Kinematika Rotasi

Thrget ......... ClJ" ".

/'

~." I

","" I

..... " II

" II

" ./ POiIlU,()f

collision

Figure 6.

lngat kembali konsep gerak melingkar pada fisika kelas X. Perhatikan gam bar 7, berikut:

Posisi partikel saat t

Panjang lintasan atau busur lingkaran, s

J , ,

/m _

1,\

,

Posisi awal partikel

Gambar 7. Sebuah benda/partikel yang sedang bergerak mengitari lintasan berupa lingkaran berjarijari, R.

Posisi partikeljbenda yang bergerak melingkar pada waktu tertentu disebut posisi sudut, 8.

Untuk lebih memahami tentang kinematika rotasi perhatikan tabel analogi gerak translasi dengan gerak rotasi.

8

Tabel ana og: gerak trans asi dengan gerak rotasi.

Gerak translasi

Gerak rotasi

Posisi (x, y, s atau r)

Posisi sudut (8)

Posisi sudut memiliki satuan radian (rad), dimana 1 rad = 360jrc ;:::; 57,3°

Hubungan panjang lintasan melingkar (busur lingkaran), s dengan 8 : s = e·R

Kecepatan (v) Kecepatan sudut (co) bersatuan radjs

. I1r dr . I1B dB

v = hmD.t~O - ¢:::? v = - OJ = Iim , 0 -- ¢:::? OJ =-

I1t dt t-» I1t dt

t

r = r + fv. dt

t a

o

o

Percepatan (a)

. I1v dv

a = hmM~O - <=> a =-

M dt

Percepatan sudut (a) bersatuan rad/s?

. 110) dai .ro

ex = hm D.t~O -- <::::> ex = -- = -2-

I1t dt dt

o

a

Jika a = 0, maka benda melakukan GRB

Jika a = konstan, maka benda malakukan GRBB

Jika a = 0, maka benda melakukan GLB

Jika a = konstan, maka benda malakukan GLBB

Perhatikan ilustrasi pada gambar 8.

z

Kecepatan Linear, v:

Kecepatan linear merupakan

y kecepatan sebuah partikel yang menempuh lintasan melingkar dan dapat didefinisikan sebagai v = w x r ( cross product), secara skalar dapat dinyatakan dengan persamaan v = w.r.

v atau at

ro atau a

Gambar 8. Arah vektor besaran gerak melingkar.

Percepatan Tangensial, at:

Jika putaran roda dipercepat maka kecepatan translasi atau kecepatan tangensial sebuah titik pada roda akan semakin besar dan laju perubahan kecepatan sepenuhnya disebabkan oleh laju perubahan kecepatan sudut. Dengan demikian percepatan yang dialami sebuah titik pada roda disebut percepatan tangensial dengan arah searah dengan arah gerakan titik dan

9

secara vektor dapat didefinisikan sebagai at = a x r sedangkan besarnya

(skalar) dinyatakan dengan I = I persamaan

.at r.a.

Percepatan Sentripetal, as:

Pada setiap benda yang bergerak melingkar memiliki percepatan senti petal (percepatan radial atau percepatan normal) yaitu percepatan yang arahnya ke pusat lingkaran dan secara vektor dinyatakan sebagai as = w x v dan besarnya

dinyatakan dengan i V2 2 i

a = (j). v = - = (j) .r s

r

Resultan percepatan tangensial dan percepatan sentripetal pada suatu titik disebut percepatan total, a = at + as (penjumlahan vektor).

Soal-Soal Latihan 2:

1. Sebuah piringan berputar dengan kecepatan sudut konstan dan menempuh 61r radian tiap 6 detik. 8erapa waktu yang dibutuhkan untuk menempuh 2 putaran ?

2. A centrifuge in a medical laboratory rotates at an angular speed of 3600 rev/min. When switched off, it rotates through 50,0 revolutions before coming to rest. Find the constant angular acceleration of the centrifuge.

3. Posisi sudut sebuah titik pada tepi sebuah roda berjari-jari 5 cm yang sedang berputar dinyatakan oleh 8 (t) = 4t - 3t2 + t3 , dengan 8 dalam radian dan t dalam detik. Tentukan :

a. Kecepatan sudut rata-rata dari t = 0 dtk sampai dengan t = 2 dtk.

b. Kecepatan sudut sesaat pada t = 0 dtk dan t = 2 dtk.

4. The tub of a washer goes into its spin-dry cycle, starting from rest and reaching an angular speed of 5,0 rev/s in 8,0 s. At this point, the person doing the laundry opens the lid, and a safety switch turns of the washer. The tub slows to rest in 12,0 s, through how many revolutions does the tub turn during the entire 20-s interval? Assume constant angular acceleration while it is starting and stopping.

5. Kecepatan sudut roda berjari-jari 10 cm pada saat t dinyatakan dengan persamaan co = 6t3.

a. Tuliskan persamaan posisi sudut 8(t) jika 80 = 1 rad.

b. Tuliskan koordinat posisi titik pada t = 2 dtk.

6. Kecepatan sudut sebuah roda gila bertambah secara teratur menjadi 10 rad/s dalam waktu 4 s. Hitung percepatan sudut dan besar sudut yang ditempuh selama waktu ini

7. Kecepatan sudut roda pada saat t adalah co = t2 + 2t + 5 rad/s. Tentukan :

a. Percepatan sudut sebagai fungsi waktu.

b. Percepatan sudut awal.

10

c. Percepatan sudut pada t = 2 s

d. Buatlah grafik co-t dari persamaan co untuk t = Os sampai dengan t = 5s

e. Dari grafik yang telah dibuat tentukan percepatan sudut pad a :

i. t = Os i i. t = 2s iii. t = 6s

8. Sebuah roda berputar pada porosnya dengan percepatan sudut a = (6t - 2) rad/dtk'', dengan t dalam detik. Tentukan :

a. Persamaan kecepatan sudut co(t) jika COo = 2 rad/dtk

b. Kecepatan sudut saat t = 0 dtk dan t = 3 dtk

c. Persamaan posisi sudut 8(t) jika 80 = 2 rad.

d. Posisi sudut saat t = 0 dtk dan t = 3 dtk.

9. Sebuah roda mula-mula bergerak dengan kecepatan sudut COo, kemudian roda ini dipercepat dengan percepatan sudut 2 rad/s? sehingga dalam waktu 3s, kecepatan sudutnya menjadi 30 rad/s. Hitung COo !

10. Sebuah roda berputar dengan kecepatan sudut 30 rpm. Putaran roda ini kemudian dihambat sedemikian hingga roda berhenti setelah menempuh 200 putaran. Hitung berapa lama waktu yang diperlukan untuk roda ini berhenti?

11. Sebuah roda sepeda berputar dengan kecepatan awal 100 rad/s dan posisi awalnya 100/3 rad. Jika persamaan percepatan a = -2t rad/s", maka tentukan: (a) kecepatannya setelah bergerak selama 5 s, (b) waktu yang dibutuhkan untuk berhenti, dan (c) banyaknya putaran sampai berhenti.

12. Sebuah CD yang bergaris tengah 12 cm berputar dari keadaan diam dengan percepatan sudut 1 rad/dtk-'. Jika sebuah titik berada di tepi CD dan berputar selama 4 detik, maka tentukan (a) Kecepatan linear titik. (b) Percepatan tangensial dan sentripetal titik.

13. A model of a helicopter rotor has four blades, each 3,40 m long from the central shaft to the blade tip. The model is rotated in a wind tunnel at 550 rev/min. (a) What is the linear speed of the blade tip, in rn/s? (b) What is the radial acceleration of the blade tip expressed as a multiple of the acceleration of gravity, g?

14. Posisi sudut suatu partikel yang bergerak melingkar dengan jari-jari 10 cm adalah 8= 3/2 t2 - t, dengan 8 dalam radian dan t dalam sekon. Tentukan percepatan tangensial, percepatan normal dan percepatan total partikel itu setelah 1 s!

15. The radius of the earth's orbit around the sun (assumed to be circular) is 1,50 x 108 km, and the earth travels around this orbit in 365 days. (a) What is the magnitude of the orbital velocity of the earth, in m/s? (b) What is the radial acceleration of the earth toward the sun, in m/s2? (c) Repeat parts (a) and (b) for the motion of the planet Mercury (orbit radius = 5,79 X 107 km, orbital period = 88,0 days).

~ G."''' AL'l1"T, 01.1<.1) l'Io.yo. I\o.v "'''ILO.WKo. J

11

HUKUM GRA VITASI NBVTON

KD 1.2. Menganalisis keteraturan gerak planet dalam tata surya berdasarkan hukum-hukum Newton.

Indikator:

1. Menganalisis hubungan antara gaya gravitasi dengan massa benda dan jaraknya.

2. Menghitung resultan gaya gravitasi dan kuat medan gravitasi pada benda titik dalam suatu system.

3. Membandingkan percepatan gravitasi dan kuat medan gravitasi pada kedudukan berbeda.

4. Menganalisis gerak planet dalam tata surya berdasarkan hukum Keppler.

I ~-------. r ---------7 I

uu~uuu--F~ • u_

m, ill 2

Hukum GravitasiNewton: "Gaya gravitasi antara dua benda merupakan gaya tarik-menarik yang besarnya berbanding lurus dengan massa meeingmasing benda dan berbanding terbalik dengan kuadratjarak antara keduanya" atau dinyatakan dengan persamaan:

Gambar 1. Gaya interaksi antar dua partikel.

Dimana,

F = gaya tarik-menarik / gaya gravitasi, N G = konstanta gravitasi; 6,67 x 10.11 Nm2kg·2

mi. m, = massa masing-masing benda/partikel, kg r = jarak antar benda/partikel, m

Gaya tarik-menarik atau gaya gravitasi merupakan besaran vektar

Resultan Gaya Gravitasi pada Benda-benda yang terletak segaris Perhatikan gam bar berikut:

Tiga benda masing-masing bermassa mi, m, dan rns terletak segaris dan •. -.-.-.-.-.-.-.-- •. ---.------e masing-masing terpisah pada jarak r1

ill 1 m , m, dan r2. Resultan gaya gravitasi pada

benda bermassa m3 dapat ditentukan dengan menjumlahkan secara vektor gaya-gaya yang bekerja pada ms. Untuk lebih jelas perhatikan gambar 3. misalkan (rru < m2 < m3)

I~ - - - - - r 1 - - - - - -,- - - - -. r 2 - - - - ->1

Gambar 2.

1<- - - - - - r 1 - - - - - -1- - - - -. r 2 - - - - ->1

. - - - - - - ~ ... .. ---

m, F31 m , F3 F32 m,

Gambar 3.

Besar dan arah resultan gaya gravitasi pada m3 adalah:

F3 = F32 + F31 (penjumlahan vektor)

12

Secara scalar dapat ditulis F3 = F32 - F31

dengan

dan arah gaya gravitasi yang dialami rns mengarah ke rr».

Bagaimana dengan resultan gaya gravitasi pada rnr dan m2? (harap didiskusikan dan dijawab)

Contoh Soali.

Dua massa masing-masing sebesar m dan 2m yang terpisah pada jarak r.

a. sebuah massa lain sebesar 3m yang diletakan segaris antara m dan 2m, tentukan perbandingan besar gaya gravitasi pada massa 3m yang diletakkan pada jarak V2 r dari m dan V4 r dari m.

b. dimanakah massa 3m harus diletakan agar resultan gaya gravitasinya sama dengan nol.

Resultan Gaya Gravitasi pada Benda-benda yang terletak tidak segaris Perhatikan gam bar berikut:

,~ill3""",,-

, .• '\

Misalkan rnr < m2 < rns, besar dan arah resultan gaya gravitasi pada mi dapat ditentukan sebagai berikut:

Fi = F13 + F12 (penjumlahan vektor)

Besar Fi (dihitung dengan aturan kosinus) adalah

. '

, , ,

'f" .,' .:

. --.

illl

/ ~--------

, ,

\ \

dengan

Gambar 4.

dan a adalah sudut yang dibentuk oleh gaya F13 dan F12. Pelukisan vektor gaya-gaya gravitasi pada mi dapat dilihat pada gambar berikut:

Arah Fi dapat ditentukan dengan mengacu pada salah satu gaya (misalkan F13) dengan a adalah arah Fi terhadap F13. Besar a dapat ditentukan dengan aturan sinus berikut:

sina = F,2 .sin(180-B) r,

F12 Gambar 5.

13

Bagaimana dengan resultan gaya gravitasi pada m2 dan rns? (harap diskusi dan dijawab)

Contoh Soal 2.

Perhatikan gambar 6. Diketahui G = 6,7 X 10.11 Nm2jkg2 . Hitung:

a. besar dan arah gaya gravitasi yang dialami massa 1 kg.

b. besar dan arah gravitasi yang dialami partikel 1 kg di tengah segitiga.

c. Besar dan arah gaya gravitasi pada titik tengah segitiga.

S Ill'

, ,

\Srn

, ,

2ki \,3 kg

c==f---------------~

Srn

Gambar 6.

Kuat Medan Graviatasi ( percepatan gravitasi), g

Medan gravitasi merupakan ruangldaerah sekitar sebuah benda bermassa, dimana benda bermassa lainnya pada daerah ini akan mengalami gaya gravitasi. Medan gravitasi dapat divisualkan berupa garis-garis khayal yang secara radial berarah ke pusat suatu benda bermassa (bayangkan rambutan). Semakin besar massa sebuah benda maka semakin banyak garisgaris medan gravitasinya.

Kuat medan gravitasi pada suatu titik didefinisikan sebagai gaya gravitasi per satuan massa bendajpartikel, atau ditulis dengan persamaan:

If? = -£; = f? = G71 G = konstanta gravitasi; 6,67 x 10-11 Nm2kg-2

Perhatikan gam bar 7.

1 <: - - - - - - - - r . - - - - - - - - ;>1 uue-uu-UU-U-g" • u_

rn

Gambar 7. Arah medan e:ravitasi suatu titik.

Resultan Kuat Medan Gravitasi suatu titik pada benda-benda yang terletak segaris

Cara menentukan resultan kuat medan gravitasi pada suatu titik sama seperti cara menentukan resultan gaya gravitasi yang telah dipelajari sebelumnya. Perhatikan gam bar 8 berikut: (misalkan mi > m2)

Resultan kuat medan gravitasi pada titik p yang berada di antara mi dan m2 dapat diperoleh dengan cara melukiskan vektor kuat medan gravitasi pada titik p yang diakibatkan oleh rnr dan m2.

Kuat medan gravitasi merupakan besaran vektor juga dan bersatuan rn/s".

1<: - - - - - r 2 - - - - -1- - - - -. r 1 - - - - ->1

~.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-~-.-.-.-.-.-.-.-.-.-~

p

rn2

Gambar 8.

14

Selanjutnya dengan operasi vektor maka besar resultan dapat dihitung. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar berikut ini.

gp = ~ + ~ (penjumlahan vector) Besar gp adalah

1<------ [2 -----1------ [1 ----->1 . - - - - - -- -. .. .--_._.-. m, g2 P gp g, m.

Gambar 9.

Dan arah kuat medan gravitasi pada

titik p adalah ke arah rnr.

Bagaimana dengan resultan kuat medan gravitasi pada titik di sebelah rnr dan m, dan tetap segaris ? (harap dijawab)

Contoh Soal 3.

Dua massa masing-masing sebesar 3m dan 2m yang terpisah pada jarak r.

a. sebuah massa lain sebesar m yang diletakan segaris antara 3m dan 2m, tentukan perbandingan besar kuat medan gravitasi pada massa m yang diletakkan pada jarak V2 r dari 3m dan V4 r dari 2m.

b. dimanakah massa m harus diletakan agar resultan kuat medan gravitasinya sama dengan nol.

Resultan Kuat Medan Gravitasi suatu titik pada benda-benda yang terletak tidak segaris

Pada gambar 10, menunjukkan titik p yang berada di antara rn, dan rn, tetapi tidak terletak segaris. Resultan kuat medan gravitasi pada titik p yang diakibatkan oleh mi dan m2 dapat ditentukan dengan cara yang sama seperti pada resultan gaya gravitasi untuk benda-benda yang terletak tidak segaris. Perhatikan gam bar berikut ini.

gp = ~ + ~ (penjumlahan vector)

"

~.

~.

~.

Gambar 11.

dengan,

'.

Gambar 10.

Sudut 8 adalah sudut yang dibentuk oleh g1 dan ~. Besar resultan kuat medan gravitasi pada titik p dapat dihitung menggunakan aturan kosin us, yaitu

9p = ~9~ + 9~ + 2·91·92·Cos8

Arah kuat medan gravitasi, gp yaitu a

191 = G m1 92 = G mr2i I ditentukan dengan aturan sinus dan boleh

1 r12 mengacu pada salah satu vector, misalnya gl,

~------------------~

15

jadi sin« = 92 Sin(180 - 8) 9p

Contoh Seal 4.

Perhatikan gambar 12. Diketahui G = 6,7 X 10.11 Nm2jkg2 . Hitung:

a. besar dan arah kuat medan gravitasi yang dialami massa 1 kg.

b. besar dan arah kuat medan gravitasi di tengah a nta ra massa 2 kg da n 3 kg.

c. Besar dan arah kuat medan gravitasi pada titik tengah segitiga.

3 nr'

I I

\3 m

, ,

2ki \,3 kg

c==f---------------~

4m

Percepatan benda akibat gravitasi bumi tidak Gambar 12.

dipengaruhi oleh bentuk, ukuran, sifat dan massa

benda yang ditarik, tetapi dipengaruhi oleh ketinggian, kedalaman dan letak lintang benda. Harga standar g diukur pada suatu tempat di permukaan air laut pada lintang 45° dan besarnya 9,8 rn/s",

Contoh 80al 5.

Jika jari-jari bumi R dan percepatan gravitasi di permukaannya g, maka hitung: a. percepatan gravitasi pada ketinggian 2000 km, 3000 km dan 5000 km dari

permukaan bumi.

b. percepatan gravitasi pada ketinggian R di atas permukaan sebuah planet yangjari-jarinya 2 kali jari-jari bumi dan massa jenisnya 1;'2 kali massa jenis bumi.

c. percepatan gravitasi pada permukaan sebuah planet yangjari-jarinya 1;'2 kali jari-jari bumi dan massa jenisnya 2 kali massa jenis bumi.

Hukum Keppler (tentang lintasan dan gerak planet)

Hukum I Keppler: "Semua planet bergerak da/am lintasan berbentuk elips dengen matahari berada pada salah satu titik fokusnya" Hukum II Keppler: "Suatu garis khayal yang menghubungkan matahari dengen planet menyapu luas yang sama dengan waktu yang sama"

Hukum III Keppler: " Kuadrat periode planet mengelilingi matahari sebanding dengan pangkat tiga jarak rata-ratanya ke matahari "

~

atau ~' dengan k merupakan sebuah tetapan

yang memiliki nilai yang sama untuk semua planet.

IP;~sam~:; 2kesesrian hukum Kepler dengan hukum Newton:

Ji3 = GM = k dengan M = massa matahari ;:::; 1,99 x 1030 kg

16

Soal Latihan:

1. Objects with masses Of 200 kg and 500 kg are separated by 0,400 m. (a) Find the net gravitational force exerted by these objects on a 50,0 kg object place midway between them. (b) At what potition (other than infinitely remote ones) can the 50,0 kg object be placed so as to expereance a net force of zero?

2. Two objects attract each other with a gravitational force of magnitude 1,00 x 10.8 N when separated by 20,0 cm. If the total mass of the objects is 5,00 kg, what is the mass of each?

3. Seorang anak mampu melompat vertikal setinggi 1,5 m di bumi. Berapa kemungkinan tinggi lompatannya di :

a. bulan, dengan massa bulan 1/81 massa bumi dan jari-jarinya 8/25 jarijari bumi?

b. suatu planet bermassa 100 kali massa bumi dan jari-jarinya 25 kali jarijari bumi?

4. A satellite moves in a circular orbit around Earth at a speed of 5000 rn/s.

Determine (a) the satellite's altitude above the surface of Earth and (b) the period of the satellite's orbit.

5. Jika periode revolusi bumi adalah 365 hari dan jarak rata-rata bumimatahari adalah R, maka tentukan

a. periode revolusi planet X yang memiliki jarak rata-rata terhadap matahari 4R.

b. jarak rata-rata planet Y terhadap matahari, jika periode revolusi planet Y adalah 8 kali periode revolusi bumi.

9(pmhillafji pilci'C.all Jail e.illta mem.hen.tu.1c Icelcu.atall a.all8- talc te'C.taAalllcall Ja'C.i Au.lcu.m ta'C.ilc men.a'C.ilc

re.Aa'C.Lefj t#aalleL)

17

GAYAPEGAS

KD 1.3. Menganalisis pengaruh gaya pegas pada sifat elastik bahan. Indikator:

1. Mendeskripsikan karakteristik gaya pada benda elastik berdasarkan data percobaan (grafik),

2. Memformulasikan konsep gaya pegas, modulus elastisitas, tetapan gaya dan energy potensial pegas.

3. Menganalisis susunan pegas seri dan parallel.

4. Menggunakan konsep gaya pegas dalam pemecahan masalah.

Sifat Elastis Bahan

Elastisitas (kelenturan) adalah sifat benda/bahan yang berusaha menghambat deformasi (perubahan bentuk atau ukuran benda/bahan) dan cendrung untuk mengembalikan benda kekeadaan semula ketika gaya luar dihilangkan. Tegangan (Stress)

Stress didefinisikan sebagai perbandingan antara besar gaya yang diberikan pada benda/bahan, F dan luas penampang, benda/bahan, A (perhatikan ilustrasi gambar 1), atau

I stress : I : N/m'

Regangan (Strain)

Gambar 1. Ilustrasi pertambahan oaniana kawat.

Strain didefinisikan sebagai perbandingan pertambahan panjang benda/bahan, L dengan panjang benda/bahan mula-mula, La (perhatikan ilustrasi gambar 1)

Berdasarkan jenis stress, strain dibedakan atas strain linear (terdefinisi di atas), strain volume dan strain shear.

Didefinisikan sebagai besarnya konstanta perbandingan yang menghubungkan stress dan strain. Ada tiga jenis modulus elastisitas, yaitu modulus Young (berhubungan dengan strain linear), modulus Bulk (berhubungan dengan strain volume) dan modulus Shear (berhubungan dengan strain Shear). Modulus elastisitas yang dibahas di sini adalah modulus Young.

Dari gambar ilustrasi di atas, Modulus Young, Y dari kawat yang ditarik dengan gaya F sejajar panjang kawat adalah,

M L-L

strain = _ = __ ..:....o

La La

Modulus Elastisitas

stress y ==---

strain

_F_I_A_ <=> F == Y.A f1L La

18

Elastisitas suatu bendajbahan padat dapat diamati dari gam bar 2 yang melukiskan grafik stress terhadap strain.

stress

r ,

Titik patah

Titik tekuk

Batas elastis

Gambar 2. Grafik hubungan stress dan strain pada suatu benda.

strain

Tan 8 (gradienlkemiringan garis elastis) = modulus Young benda

Tabel modulus Young beberapa bahan

Typical Vailles for (he Elastic l\todllJus

Ur:ass. Copper Steel

1.0 X 10.10 1.8 X lOIO 9.1 l.o,lD'

J] X 10.10 '20 X 100JO 25 X 10.10

16.5-1.8 X 10.10 5.6 X 1,010 1.2 X 107 0.] X 107

2 X 10'

Substance

YOWlg~s Modulus ,(pa)

Aluminum Bone

Tungsten Gl::JSS:

Quartz R.ibCattilag~ Rubber Tendon

Figure 3 ~\ rrlfln~11('1 Gill:;'1 :rml"ll'~'flUll 11111'

~ii :I;llll~ UrI. - nThP :;:!lh3Jfl s {!ol.lJiIliTIll"~,) ::!ilrll!" UlllHl.gliUledi ,iIS 1iIDe{~I1g. ;tilitildJied. il!fl!i each

... ..., .... ",...,.. i..u'~lI1irilil1lV'" "r'''_' II""'''. IlNin~IiIl" til]"" ... ,.!I.l.,~ ~,,".II "'7",",f" I . t>""'; ",,·11 u .... ~.I .1 ",- . .,..1 '.....,_. 'L . ~

{'!' 13'1iiii!l.: I [.i:lllll O.I:!: 'LlII' t 11iI.':" i II Ii: I:!~ .:I1UJ 011 it. ,~Q,n-c.!f-,:I'__ A ~.id conslsus '0.!hr;ilnioiD1l'.!i. ,®I·

1. 8ebatang kawat dengan luas penampang 1 rnm? dan panjang 60 em, digantungi beban seberat 40 N, ternyata kawat bertambah panjang 0,21 mm. Hitunglah stress, strain dan modulus Young kawat.

~e.glTl.leIlIl'5. like I!!lrni~ 'wu.,iIll1!ipliin~ ·con ~~~iEllilrIig :ml~ ,oF ~hi~n!L

Contoh 80al 1.

19

2. If the wlastic limit of steel is 5,0 x 108 Pa, determine the minimum diameter a steel wire can have if it is to support a 70-kg circus performer without its elastic limit being exceeded. (Modulus Young of steel is 2,0 x 1011 Pa)

3. Sebuah beban bermassa 20 kg digantung dengan kawat tembaga (Ytembaga = 1,1 X 1011 Njm2) yang panjangnya 3 m dan diameternya 2 mm. Tentukan tegangan yang dialami kawat dan berapakah pertambahan panjang kawat tembaga?

4. Bone has a Youns's modulus of about 18 x 109 Pa. Under compression, it can withstand a stress of about 160 x 106 Pa before breaking. Assume that a femur (thighbone) is 0,50 m long, and calculate the amount of compression this bone can withstand before breaking.

5. Batas elastis merupakan stress maksimum yang dapat diberikan pada material, supaya material dapat kembali ke keadaan semula. Di atas batas ini material tidak dapat lagi kembali ke keadaan semula. Jika batas elastis suatu bahan 2 x 108 Njm2, maka hitung luas penampang kawat yang terbuat dari bahan ini agar dapat menahan beban sebesar 100 kg.

dengan k = konstantajtetapan pegas, Njm; dan L'lL = pertambahan panjang pegas, m Perhatikan gam bar 4 dan bandingkan dengan persamaan modulus Young. Jadi, Hubungan linear antara gaya dengan pertambahan panjang berlaku juga untuk batang benda padat.

Hukum Hooke (untuk Pegas)

"Jika gaya tarik tidak melampaui batas elastis pegas, maka pertambahan panjang pegas berbanding lurus (sebanding) dengan gaya tariknya"

Hukum Hooke untuk pegas dapat dinyatakan dengan persamaan berikut:

Gambar 4. Perubahan panjang pegas saat diberi gaya.

F -ts: ¢::> F = Y.A ill Lo

20

Perhatikan gam bar 5 berikut untuk memahami konsep gaya pegas.

Pada saat pegas ditarik, maka (a)'

gaya pada pegas bekerja

berlawanan dengan gaya tarikan

yang diberikan. Berdasarkan

hukum Hooke, besarnya gaya pada pegas dapat ditulis sebagai(b) berikut:

IF == -k.xl

Gaya F merupakan gaya pemulih yang besarnya sebanding dengan simpangan beban (x), dan tanda negatif (-) menunjukkan bahwa arah gaya pemulih F berlawanan dengan simpangan x

x-o

(c)

I I

'" II

~~~~----~----------~·x

xl~

Ilustrasi g~)FcIq,emulih pada

pegas.

Gambar 5.

Susunan seri Pe as

Susunan Pe as:

;§ k,

~~~~~O __ F

~ ~

Gambar 6.

Susunan paralel pe as

F

F Gambar 7.

Prinsip:

1. Fs = F1 = F2 = F3

2. ~L1 + ~L2 + ~L3 = ~Ls

Prinsip:

1. Fp = F1 + F2 + F3

2. ~L1 = ~L2 = ~L3 = ~Lp

Konstanta pegas pengganti, kp :

Konstanta pegas pengganti, ks :

1 nIl 11 1

-=L-=-+-+-+"'+-

ks i=l k, k, k2 k3 kn

n

kp = Lki =kl +k2 +k3 +···+kn i=l

n = jumlah pegas

n = jumlah pe as

Contoh Soal 2.

1. A spring is hung from a ceiling, and an object attached to its lower end stretches the spring by a distance of 5,00 cm from its unstreched position when the system is an equilibrium. If the spring constant is 47,5 N/m, determine the mass of the object.

21

2. Sebuah pegas yang panjangnya 20 cm bertambah panjang 2 cm jika ditarik oleh gaya 2 N. Berapakah panjang pegas jika ditarik oleh gaya 6 N?

3. A load of 50 N attached to a spring hanging vertically stretches the spring 5,0 cm. The spring is now placed horizontally on a table and stretched 11

cm. (a) What force is required to stretch the spring by ~

that amount? (b) Plot a graph of force (on the y-axis) versus spring displacement from the equilibrium position along x-axis.

4. Suatu beban bermassa 16 kg digantungkan pada dua pegas dengan konstanta pegas 500 Njm dan 300 Njm. Hitung pertambahan panjang pegas jika pegas-pegas disusun seri dan paralel!

5. Hitung ktotal pada sistem pegas pada gambar 8.

Oiketahui kl = k2 = k3 = k4 = 100 Njm.

Gambar 8.

Soal Latihan 1.

1. Assume that Young's modulus for bone is 1,50 x 1010 n/rn? and that a bone will fracture if more than 1,50 x 108 Njm2 is exerted. (a) What is the maximum force that can be exerted on the femur bone in the leg if it has a minimum effective diameter of 2,50 cm? (b) If a force of this magnitude is applied compressively, by how much does the 25,0-cm-long bone shorten?

2. Sebuah pegas yang tergantung tanpa beban panjangnya 20 cm. Jika ujung pegas digantungi beban 100 g, panjang pegas menjadi 24 cm. Berapa panjang pegas jika ujung bawahnya digantungi beban 150 g?

3. Oi dalam lift tergantung sebuah pegas dengan tetapan 200 Njm. Ujung bawah pegas digantungi beban yang massanya 3 kg. Hitunglah pertambahan panjang pegas jika

a. lift diam.

b. Lift bergerak turun dengan percepatan 2 rn/s?

c. Lift bergerak naik dengan percepatan 2 rn/s>.

22

KD 1.4. Menganalisis hubungan antara gaya dengan gerak getaran Indikator:

1. Mendeskripsikan karakteristik gerak pada getaran pegas

2. Memformulasikan hubungan antara simpangan, kecepatan, percepatan dan gaya pada gerak getaran (gerak harmonik)

3. Menggunakan persamaan simpangan, kecepatan dan percepatan pada gerak getaran

Analisis Gerak di bawah Pengaruh Gaya Pegas Perhatikan gambar berikut: (dengar penjelasan)

----y=A y=O

----------------------- Y = - A

(1)

l

(2)

(3) (4)

Y

A - ------------------

T

Gambar 9. Ilustrasi aerak harmonik cada neaas dan arafik v - t.

Keterangan:

(1) pegas digantung bebas

(2) pegas diberi beban dan ditarik dengan gaya F

(3) tarikan dilepaskan dan benda mulai berayun teratur terhadap titik seimbangnya (gerak harmonik).

A = amplitudo T = periode gerakan

Perhatikan gam bar 7, selama tidak ada gaya lain yang menghambat gerak beban, maka beban akan terus bergerak bolak balik terhadap titik seimbangnya (perhatikan grafik simpangan terhadap waktu di atas berbentuk sinusoidal). Gerakan bolak-balik yang terjadi pada beban yang digantung pada pegas sedemikian rupa disebut gerak harmonik sederhana.

23

Periode gerak harmonik benda pada pegas

Dari hukum II Newton dan hukum Hooke, periode gerak harmonik benda bermassa m yang digantung pada pegas yang memiliki konstanta pegas k,

diperoleh: T = 2JT H Buktikan!

Persamaan simpangan gerak harmonik sederhana, y

y == Asin(m.t+Bo)

dengan, A = amplitude; OJ = 27r = keeepatan sudut; T

80 = sudut fase awal

Bilangan yang menentukan arah dan nilai y, v dan a adalah sudut fase gerak harmonik, e = (aU + eo) = (y + eo J

B (m.t+Bo) t

Fase gerak harmonik, cp dinyatakan sebagai tp = 2; = 21r = T + tpo

dengan t = lamanya gerak harmonik dan cpo = fase awal gerak harmonik. Fase gerak harmonik posisi benda pada suatu selang waktu tertentu dapat

diketahui beda fasenya, yaitu i'J.rp = 12 - 11 = i'J.I , Arp = beda fase. Dua posisi

T T

benda dikatakan sefase jika ~cp = n dan be/awanan fase jika ~cp = n + V2 , dengan n = 0, 1, 2, ....

Persamaan kecepatan gerak harmonik sederhana, v

Iv = 17 ::::} V = A.m.cos(m.t + 80)::::} V = m~ A2 - y21

Persamaan percepatan gerak harmonik sederhana, a

la = ~::::} a = -A.m2.sin(m.t+ 80)::::} a = _m2.y I

Contoh 80al 3.

1.8ebuah benda bergetar harmonik dengan 30 getaran tiap 2 menit, hitung frekwensi dan keeepatan sudut getarannya!

2.8ebuah benda dengan massa 100 g digantung pada sebuah pegas yang memiliki konstanta pegas 20 Njm. Kemudian, pegas digetarkan dengan simpangan maksimum 10 em. Jika pada saat t = 0, simpangan gerak harmonik adalah nol,

a. tentukanlah periode gerak harmonik;

24

b. tuliskan persamaan gerak harmonik;

c. tentukanlah besarnya simpangan, kecepatan, dan percepatan pada saat t = 2/3 s.

3. Persamaan getaran suatu benda adalah y = 2 sin 7rct meter, tentukan:

a. amplitudo, periode dan frekwensi

b. simpangan, kecepatan dan percepatan getar setelah 0,5 detik.

Soal Latihan 2.

1. Sebuah partikel bergerak harmonik sederhana dengan frekwensi 100 Hz dan amplitudo 20 cm.

a. tentukan persamaan simpangan, kecepatan dan percepatan sebagai fungsi waktu.

b. Hitung kecepatan dan percepatan di titik seimbang.

c. Hitung kecepatan dan percepatan pada saat simpangan maksimum.

2. Sebuah pegas yang panjangnya 20 cm digantung vertikal. Kemudian ujung bawahnya diberi beban 200 g sehingga panjangnya bertambah 10 cm. Beban kemudian ditarik 5 cm ke bawah dan dilepas sehingga beban bergerak harmonik sederhana. Tentukanlah percepatan beban pada saat t = 1 s!

3. A spring of negligible mass stretches 3,00 cm from its relaxed length when a force of 7,50 N is applied. A 0,500-kg particle rests on a frictionless horizontal surface and is attached to the free end of the spring. The particle is pulled horizontally so that it stretches the spring 5,00 cm and is then released from rest at t = o. (a) What is the force constant of the spring? (b) What are the angular frequency w, the frequency, and the period of the motion? (c) What is the amplitude of the motion? (d) What are the maximum velocity and the maximum acceleration of the particle? (e) Determine the displacement x of the particle from the equilibrium position at t = 0,500 s.

4. Suatu piston mesin uap bergetar harmonik dengan frekwensi 300 rpm.

Piston bergerak dengan simpangan maksimum 100 cm, hitung kecepatan dan percepatan piston pada waktu simpangannya 60 cm!

5. Hitung percepatan gravitasi di suatu tempatjika bandul yang diikat dengan seutas tali sepanjang 150,3 cm yang membuat 100 ayunan dalam 246 detik!

lC Jmajinasi alJa(af) sega(ant)a. Jmajinasi alJa(af) gambar penbuhutu lJan periatimu f)ilJup t)ang menjelcng

( 2Ub ert <Ei nstct n )

25

Usaha dan Energi

KD 1.5. Menganalisis hubungan antara usaha, perubahan energi dengan

hukum kekekalan energi mekanik.

Indikator:

1. Mendeskripsikan hubungan antara usaha, gaya dan perpindahan

2. Menghitung besar energi potensial (gravitasi dan pegas) dan energi kinetik

3. Menganalisis hubungan antara usaha dan energi kinetik

4. Menganalisis hubungan antara usaha dengan energi potensial

5. Merumuskan bentuk hukum kekekalan energi mekanik

USAHA, W

Definisi: "Hasil perkalian skalar antara besar gaya yang menyebabkan benda berpindah, dengan besarnya perpindahan benda".

Dalam bentuk persamaan dapat ditulis

I - -djngan F adalah gaya dalam Newton, N dan s adalah

W = F • S perpindahan dalam meter, m. Usaha, W bersatuan Nm atau Joule, J .

..J Usaha oleh gaya yang membentuk sudut tertentu dengan perpindahan:

Perhatikan gam bar berikut:

,F Gaya yang melakukan usaha hanya gaya

8 : yang sejajar atau searah dengan

1r----fI'" - - - .... F cos 8 I I perpindahan, jadi

w1wuu/uU~?u/uu/uu/uu/uu/uuu1uu/ud I W = F. s = F COSe.s ¢::> W = F.s. cosel

I s I

Gambar 1. Dimana 8 = sudut antara F dan s .

• :. Usaha total yang dilakukan oleh beberapa gaya adalah sama dengan jumlah usaha yan dilakukan masin -masing gaya (penjumlahan aljabar

biasa), yaitu Jt;otal=~ +11'; + ... +~ dengan n = jumlah gaya.

Contoh Soal 1:

Sebuah kotak bermassa 50 kg ditarik dengan gaya 100 N berarah 30° terhadap bidang datar seperti yang ditunjukkan pada gambar 2. Hitung usaha yang dibutuhkan untuk memindahkan kotak sejauh 10 m, jika, (a) lintasan licin (b) lintasan kasar dan memiliki Ilk = 0,1.

Gambar 2.

26

Menghitung usaha dengan grafik F - s Perhatikan gam bar grafik berikut:

Usaha yang dilakukan oleh suatu gaya sama dengan luas daerah arsiran pada grafik F-s. Hal yang perlu diperhatikan pada grafik, yaitu: ~ Usaha Positif, jika gaya dan perpindahan keduanya positif atau keduanya negatif.

III Usaha Negatif, jika salah satu dari gaya dan perpindahan bernilai negatif.

F (N)

Gambar 3. Grafik F- s

Contoh soal 2:

Sebuah gaya F berubah terhadap perpindahan x, seperti yang ditunjukan pada gambar 4. Berapa usaha yang dilakukan gaya F pada benda untuk menempuh perpindahan mulai dari titik asal sampai x = 7 m?

F 3

2 1

O~~----~1-~~~~

123 -1

-2

-1

Gambar 4.

Energi, E

Energi merupakan kemampuan untuk melakukan usaha. Ada bermacam-macam bentuk energi, seperti energi listrik, panas, energi mekanik, energi cahaya, dan lain sebagainya. Suatu bentuk energi dapat diubah menjadi bentuk energi lain, dan pada tiap perubahan energi, tidak ada energi yang hilang (energi bersifat kekal). Bentuk energi yang akan kita bahas adalah energi mekanik, yang terdiri dari energi kinetik dan energi potensial.

Bahan Refleksi: Energi apa saja yang telah kamu ketahui? Apakah ada energi yang tidak bermanfaat? Bagaimana dengan energi tenaga dalam?

Energi Kinetik, r;

Energi kinetik dapat didefinisikan sebagai energi yang dimiliki benda karena gerakannya. Jadi, hanya benda yang bergerak saja yang memiliki energi kinetik. Persamaan energi kinetik dapat diperoleh dari persamaan glbb dan usaha (usaha yang dilakukan benda untuk bergerak sama dengan energi kinetik yang dimiliki benda), yaitu

IE = _!__ m .v21 B.uktikan!

I k 2 dimana:

Ek = energi kinetik, Joule; m = massa benda, kg;

v = kecepatan benda, m/s

27

Hubungan usaha dan energi kinetik

Usaha yang dilakukan suatu gaya menghasilkan perubahan ener i kinetik

benda, atau dalam bentuk persamaan ditulis W = Mk = Ek.akhir - Ek.awal

Contoh soal 3:

Sebuah kereta api bermassa 1000 ton dipercepat dari keadaan diam sampai mencapai kelajuan 72 krn/jarn pada suatu rei mendatar. Hitung usaha yang dikerjakan mesin kereta api (abaikan gesekan)!

Energi Potensial

Energi potensial merupaka energi yang dimiliki benda karena keadaan atau kedudukannya.

Energi potensial gravitasi konstan, Ep

Perhatikan gam bar berikut:

9 Usaha untuk memindahkan benda, m setinggi h

_______ . dalam arah vertikal adalah W = F.s dengan F = m.g

t (berat benda) dan s = h (perpindahan benda), jadi

w I IW = m.g.h I, usaha W yang diberikan menghasilkan

h perubahan energi potensial, LiEp. Dengan demikian benda akan memperoleh tambahan energi berupa energi potensial gravitasi, Ep dan dinyatakan dengan persamaan

, ,

I ,

-, , , I

Gambar 5.

IEp = m.g.h I

,',',',',',',',',',',',',',',',',',',',',',',',',',

Dimana, m = massa benda, kg g = percepatan gravitasi, rn/s? dan

h = ketinggian benda, m.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan energi potensial suatu benda:

IZ1 Usaha oleh gaya gravitasi yang menyebabkan perubahan energi potensial benda hanya tergantung pada perubahan ketinggian saja dan tidak bergantung pada bentuk lintasannya.

o Energi potensial gravitasi suatu benda selalu diukur terhadap titik acuan tertentu.

I;a 8esarnya perubahan energi potensial gravitasi, LiEp pada sebuah benda dapat dinyatakan dengan persamaan:

Mp == EP2 - EPI <=> Mp == m.g{h2 - hI )

dengan hi = ketinggian mula-mula dan h2 = ketinggian akhir.

!ill Hubungan antara perubahan energi potensial gravitasi dan usaha yang

dilakukan oleh gaya berat, Wadalah IW = -Mpl, tanda (-) menunjukkan usaha yang dilakukan oleh gaya berat sama dengan pengurangan energi potensial benda.

28

Contoh Soal 4:

Sebuah bola bermassa 0,5 kg dilepaskan dari posisi A, dan meluneur melalui lintasan ABC (perhatikan gambar 6). Jika g = 10 m/s-', tentukan:

a. energi potensial bola pada posisi A dan B terhadap posisi C.

b. perubahan energi potensial bola dari A ke C.

Gambar 6.

Energi Potensial Gravitasi Newton

Persamaan energi potensial gravitasi Newton: IEP = - G~.m I

dengan M = massa planet; m = massa benda; r = jarak benda terhadap planet.

+!+ Tanda (-) menunjukkan bahwa untuk memindahkan suatu benda menjauh dari planet dibutuhkan energi.

Energi Potensial Elastis pegas, Epp

Persamaan energi potensial elastis pegas: IErr = ±k.Ax21 dengan k = konstanta pegas: ill< = perubahan panjang pegas.

+!+ Usaha yang diberikan pada pegas akan tersimpan sebagai energi potensial pegas.

Contoh soal 5:

Pada sebuah pegas tergantung beban yang massanya 1 kg. Pegas tersebut bertambah panjang 5 em. Hitung energi potensial pegas!

Medan Gaya Konservatif

Medan gaya konservatif merupakan medan gaya dimana usaha yang dilakukan untuk memindahkan suatu benda tidak bergantung pada lintasan yang ditempuh oleh benda, melainkan bergantung pada posisi awal dan akhir benda. Medan gravitasi konstan, gaya gravitasi Newton, dan gaya pegas merupakan gaya konservatif, sehingga usaha yang dilakukan untuk membawa sebuah benda dibawah pengaruh gaya medan dalam menempuh suatu lintasan tertutup adalah nol. Ciri gaya konservatif dan non konservatif dapat dilihat dari fungsi persamaan gaya. Jika gaya merupakan fungsi posisi, maka gaya bersifat konservatif, dan jika gaya merupakan fungsi keeepatan atau waktu, maka gaya bersifat non konservatif.

Contoh soal 6:

Sebuah benda bergerak dengan keeepatan awal 14 mjs jatuh dari ketinggian 240 m dan masuk ke dalam pasir sedalam 20 em. Jika massa benda itu 1 kg, tentukanlah gaya gesekan rata-rata yang dilakukan pasir pada benda!

29

Hukum Kekekalan Energi Mekanik, HKEM

Energi mekanik, Em sebuah benda adalah jumlah energi potensial dan

energi kinetik yang dimiliki benda tersebut, I Em = Ep + Ek I

Pernyataan HKEM:

"Jika pada suatu sistem hanya bekerja gaya-gaya dalam yang bersifat konservatif (tidak beketja gaya luar dan gaya dalam non konservatif), maka energi mekanik sistem pada posisi apa saja selalu tetap (kekal). Artinya energi mekanik sistem pada posisi akhir sama dengan energi mekanik pada posisi awal"

Jadi dapat dinyatakan dengan persamaan: Em; (awal) == Em2 (akhir)

EPl + Ek, == EP2 + Ek2

Energi Mekanik dibawah pengaruh gaya gravitasi konstan

1 2 Em = m.g.h + -m.v

2

dimana, v = keeepatan benda; Contoh soal 7:

h = ketinggian/posisi benda

Sebuah batu keeil dengan massa 200 g dilempar vertikal ke atas dari permukaan tanah dengan keeepatan 10 m/s, Hitung:

a. energi batu di titik tertinggi b. ketinggian maksimum yang dieapai batu e. energi kinetik batu pada ketinggian 3 m.

Energi Mekanik pada Gaya Pegas

Berlaku: 1 2 1 2

Em = -k.x + -m.v

2 2

121 2121 2

EPPl v Ek, = EPP2 +Ek2 <=> -k.Xl +-m,vl =-k'X2 +-m,v2

2 2 2 2

dimana, x = simpangan pegas

Jika dipengaruhi gaya gravitasi konstan, maka:

IEm = Epp +Ek +Ep = Em = ~k.x2 +~m.v2 +m,g,hl Contoh soal 8:

Sebuah balok bermassa 0,5 kg menumbuk pegas horisontal yang memiliki tetapan pegas 2 N/m. Balok menekan pegas sejauh 40 em dari posisi awalnya. Bila gesekan antara balok dan lantai diabaikan, berapa kelajuan balok pada saat menumbuk pegas?

30

Daya,P

Didefinisikan sebagai usaha yang dilakukan gaya F dibagi selang waktu, L'lt, atau

W F As I dimana, P = daya, Watt, W atau J/s

p = - :::::> P = . = F.v Satuan daya yang lain yaitu horse power, hp

. f1t M . (british) dengan 1 hp = 746 W

Efesiensi, II atau daya guna pengubah energi pada proses perubahan energi dapat dinyatakan seba ai berikut:

1] = energi I daya yang dihasilkanl keluaran xl 00 %

energil daya yang akan diubahl masukan 0

Contoh soal 9:

Sebuah mesin pompa air memompa 100 kg air dalam waktu 5 sekon hingga mencapai ketinggian 9 m. Jika efesiensi mesin adalah 60%, hitung daya masukkan mesin tersebut!

1--. ~~ Nt
"'I
r- I)
:J \.
r- ~
V ,
r- 2: , "
I ,
r- r+- r ,
I) II I s I'\. 110 ,I,ll-(n )
r---*2
I , 1/ I
I I
r-f4 I Soal Latihan:

1. The force acting on a particle varies as in figure 7. Find the work done by the force as the particle moves (a) from x = 0 to x = 8,00 m, (b) from x = 8,00 m to x = 10,0 m, and (c) from x = 0 to x = 10,0 m.

2. If a man lifts a 20,O-kg bucket from a well and does 6,OOkJ of work, how deep is the

well? Assume that the speed of the bucket Figure 7.

remains constant as it is lifted.

3. Sebuah peti 6 kg ditarik dengan gaya tetap F = 50 N dengan arah 37° terhadap horizontal. Sebuah gaya P = 10 N menghambat gerakan peti. Peti berpindah sejauh 3 m.

a. Gambar diagram be bas peti,

b. hitung usaha yang dilakukan oleh setiap gaya yang bekerja pada peti,

c. Hitung usaha total yang dilakukan peti.

4. Starting from rest, a 5,OO-kg block slides 2,50 m down a rough 30,00 incline. The coefficient of kinetic friction between the blok and the incline is IJk = 0,4. Determine (a) the work done by the force of gravity, (b) the work done by the friction force between block and incline, and (c) the work done by the normal force.

5. Mobil pertama bermassa dua kali mobil kedua, tetapi energi kinetiknya hanya setengah kali mobil kedua. Ketika kedua mobil menambah kelajuannya 5 m/s, energi kinetik keduanya sama. Berapakah kelajuan awal kedua mobil tersebut?

31

6. A mechanic pushes a 2,50 x 103-kg car from rest to a speed of v, doing 5000 J of work in the process. During this time, the car moves 25,0 m. Neglecting friction between car and road, find (a) v and (b) the horizontal force exerted on the car.

7. A O,60-kg particle has a speed of 2,0 rn/s at point A and a kinetic energy of 7,5 J at point B. What is (a) its kinetic energy at A? (b) its speed at point B? (c) the total work done on the particle as it moves from A to B?

8. Tentukan usaha yang diperlukan untuk memindahkan sebuah benda seberat 24 N dari permukaan bumi ke suatu tempat dengan ketinggian:

a. setengah jari-jari bumi b. dua kali jari-jari bumi

9. A daredevil on a motorcycle leave the end of a ramp with a speed of 35,0 rn/s as in figure 8. If his speed is 33,0 rn/s when he reaches the peak of the path, what is the maximum height that he reaches? Ignore friction and air resistance.

10. Panjang sebuah pegas yang menggantung dalam keadaan normal adalah 20 cm. Bila pada ujung pegas digantungkan beban bermassa 50 g, panjang pegas menjadi 25 cm. Berapakah energy potensial elastic benda tersebut jika disimpangkan sejauh 4 cm?

11. A bead of mass m = 5,00 kg is released from point A and slides on the frictionless track shown in figure 9. Determine (a) the bead's speed at points B and C and (b) the net work done by the force of gravity in moving the bead from A to C .

---I ......... 3&:0 m/s

---- I ........ ~ ..... ~'

....

,",

Figure 8.

Figure 9.

- I

~5.00: m

.. il~.,

12. Dari ketinggian 90 m di atas tanah, sebuah roket diluncurkan dengan kelajuan 40 rn/s membentuk sudut 37° terhadap horizontal. Gunakan hukum kekekalan energy mekanik untuk menghitung kelajuaan roket:

a. pada saat ketinggiannya setengah dari ketinggian awalnya,

b. pada saat menyentuh tanah.

32

KD 1.6. Menerapkan hukum kekekalan energi mekanik untuk menganalisis gerak dalam kehidupan sehari-hari.

Indikator:

1. Menerapkan hukum kekekalan energi mekanik pada gerak, misalnya gerak jatuh bebas, gerak parabola dan gerak harmonik sederhana

2. Menerapkan hukum kekekalan energi mekanik pada gerak benda pada bidang miring

3. Menerapkan hukum kekekalan energi mekanik pada gerak benda pada bidang lingkaran

4. Menerapkan hukum kekekalan energi mekanik pada gerak satelit

5. Menerapkan hukum kekekalan energi mekanik pada gerak getaran

Soal-soal untuk pencapaian indikator belajar:

1. Sebuah batu kecil dijatuhkan dari ketinggian 12 m di atas tanah. Tentukan kelajuan batu:

a. saat berada pada ketinggian 2 m di atas tanah.

b. sesaat sebelum menyentuh tanah.

2. Sebuah mobil meluncur dari tepi jurang dan kelajuan horizontal mobil saat meninggalkan tepi jurang adalah 10 rn/s. Jarak tepi jurang adalah 40 m di atas tanah. Berapa cepat mobil itu sesaat sebelum menyentuh tanah.

3. Sebuah bola dengan massa 100gram, ditendang dari lapangan rumput dengan kecepatan awal 20 m/s dan lintasannya berbentuk parabola. Energi kinetic bola di titik puncak lintasan 10 joule. Tentukan tinggi maksimum yang dapat dicapai bola.

4. Sebuah beban digantungkan dengan tali ringan. Beban disimpangkan hingga ketinggian 80 cm dari posisi diamnya (titik keseimbangan), kemudian dilepaskan.

a. berapa kelajuan beban saat mencapai titik keseimbangan, jika massanya 100 gram.

b. Ulangi pertanyaan a, jika massa beban diganti menjadi 200 gram.

c. apakah kesimpulan anda dari jawaban pada pertanyaan a dan b?

5. Sebuah benda bermassa 4 kg bergerak ke atas pada sebuah bidang miring yang bersudut 37° terhadap horisontal. Tiga buah gaya luar bekerja pada benda: gaya 80N horisontal, gaya 100 N searah gerak benda dan gaya gesek 10 N melawan arah gerak benda. Jika benda berpindah sejauh 20 m, a. gam bar diagram bebas benda b. hitung usaha total yang bekerja

6. Sebuah roller coaster bergerak dari titik A tanpa kecepatan awal (perhatikan gambar 1). Abaikan gesekan selama gerakan. Hitung kecepatan roller coaster di titik B, C dan D.

7. Two objects are connected by a light string passing over a light,

Gambar 1

33

frictionless pulley as in figure 2. The 5,00-kg object is released from rest at a point 4,00 m above the floor. (a) Determine the speed of each object when the two pass each other.

(b) Determine the speed of each object at the Figure 2 moment the 5,00-kg object hits the floor. (c)

How much higher does the 3,00-kg object

travel after the 5,00-kg object hits the floor?

8. Jika anda berdiri di atas timbangan, pegas di dalam timbangan tertekan 0,3 m, dan menunjukkan berat badan anda adalah 550

N. Sekarangjika anda melompat tepat ke

atas timbangan dan ketinggian 1,2 m, berapakah angka yang akan ditunjukkan oleh jarum skala timbangan?

9. A 2,00-kg block situated on a rough incline is connected to a spring of negligible mass having a spring constant of 100 Njm (Fig. 3). The block is released from rest when the spring is unstretched, and the

!.;OOkg pulley is frictionless. The block moves 20,0 cm down the incline before coming to rest. Find the coefficient of kinetic friction between

T

block and incline.

". '" 1.00 Nlm

Figure 3

10.Sebuah balok bermassa 2 kg menumbuk pegas horisontal yang memiliki tetapan pegas 800 Njm. Balok menekan pegas sejauh 6 cm dari posisi awalnya. Bila lantai kasar dengan koefisien gesekan antara balok dan lantai 0,2; berapa kelajuan balok pada saat menumbuk pegas?

11. Tentukan usaha yang dibutuhkan untuk memindahkan sebuah benda seberat 24 N dari permukaan bumi ke suatu tempat dengan ketinggian sama dengan setengah jari-jari bumi dan dua kali jari-jari bumi.

12. Hitung kecepatan minimum sebuah satelit agar dapat lepas dari gravitasi sebuah planet yang bermassa 2 x 1027 kg dan berjari-jari 12.000 km.

34

rJ1.elalui im.'fi.illa~i, leita clapat m.em.vi~uali~a~ileall dunla: potell~i a.alla helum. te'C.cipta a.alla acla clalam. cli'C.i leita

(cftep/z.en at. f:.OVtlJl.)

IMPULS DAN MOMENTUM

KD 1.7. Menunjukkan hubungan antara konsep impuls dan momentum untuk menyelesaikan masalah tumbukan.

Indikator:

1. Memformulasikan konsep impuls dan momentum, keterkaitan antar keduanya, serta aplikasinya dalam kehidupan (misalnya roket).

2. Merumuskan hukum kekekalan momentum untuk sistem tanpa gaya luar.

3. Mengintegrasikan hukum kekekalan energi dan kekekalan momentum untuk berbagai peristiwa tumbukan.

IMPULS

Impu/s didefinisikan sebagai perkalian antara gaya rata-rata, F dengan lamanya waktu, t tumbukan atau tabrakan.

Dapat ditulis dengan persamaan:1 r- -----+-----,1

. dp == F· dt.

Secara umum persamaan impuls adalah: I I = F· ~t I

Berdasarkan definisi impuls, maka besaran-besaran yang harus diukur adalah gaya rata-rata yang bekerja dan lamanya tumbukan. Pada kenyataannya, untuk mengukur besarnya impuls yang dialami sebuah benda cukup sulit. Tetapi ada cara untuk menentukan impuls yang dialami sebuah benda, yaitu momentum.

MOMENTUM

- F

Menurut hukum II Newton a = - ,jika benda menerima gaya maka benda m

akan dipercepat, dan menurut definisi, percepatan adalah perubahan - (V2 -VI) kecepatan dalam selang waktu tertentu adalah a = -'----..:....

t

Dengan persamaan impuls yang diformulasikan di atas, maka impuls yang dialami sebuah benda lebih mudah untuk diukur.

Dari persamaan impuls, perkalian antara massa benda, m dengan kecepatan kecepatan, v merupakan definisi dari momentum linear, p (atau disebut

momentum), atau Ip = ill.V I Dan jika dihubungkan dengan persamaan impuls diperoleh,

35

Oari persamaan yang telah dijabarkan dapat disimpulkan bahwa impuls adalah perubahan momentum atau,

Contoh Soal 1:

1. Seseorang memukul bola dengan pemukul. Gaya yang diberikan pemukul sebesar 20 N. Bola bersentuhan dengan pemukul selama 0,1 detik. Jika massa bola 100 g, hitung kecepatan bola waktu lepas dari pemukul (jawaban: 20 rn/s)

2. Sebuah bola 500 gjatuh dari suatu ketinggian dan menumbuk lantai dengan kecepatan 2 m/s, Kemudian bola tersebut dipantulkan kembali dengan kecepatan 8 m/s, Hitung impuls yang bekerja pada lantai dan jika bola menumbuk lantai dalam waktu 20 ms, hitunglah gaya rata-rata yang bekerja pada lantai! (jawaban: 14 kg.m/s dan 700 N)

3. Seorang petenis memukul bola yang massanya 60 g secara tegak lurus ke tembok dengan kecepatan 50 rn/s. Bola berbalik dengan kecepatan yang sama. Berapa besar perubahan momentum bola? (jawaban: 6 kg.m/s)

HUKUM KEKEKALAN MOMENTUM LINEAR

Oalam peristiwa tumbukan, momentum total sistem sesaat sebelum tumbukan sama dengan momentum total sistem sesaat setelah tumbukan, asalkan tidak ada gaya luar yang bekerja pada sistem.

Momentum awal = momentum akhir

Contoh Soal 2:

1. Sebuah perahu bermassa 20 kg bergerak ke depan dengan kecepatan 1 m/s, Oi dalam perahu terdapat seekor anjing dengan massa 5 kg. Hitunglah kecepatan perahu jika anjing meloncat keluar perahu:

a. dengan kecepatan 2 m/s relatif terhadap perahu (searah dengan perahu) (jawaban: 0,5 rn/s)

b. dengan kecepatan 2 m/s relatif terhadap perahu (berlawanan arah dengan perahu) (jawaban: 1,5 rn/s)

c. dengan meloncat ke samping tegak lurus arah perahu (jawaban: 1,25 rn/s)

2. Peluru dengan massa 8 g ditembakkan dan bersarang pada sebuah balok kayu bermassa 6 kg. Kemudian sistem (balok dan peluru) bergerak dengan kecepatan 1 m/s, berapakah kecepatan peluru ketika mengenai balok? (jawaban: 751 m/s)

36

TUMBUKAN

Peristiwa tumbukan ditinjau dari hukum kekekalan energi kinetik sistem dibedakan atas:

• tumbukan lenting sempurna I elastik, tumbukan yang energi kinetik sistemnya tidak mengalami perubahan.

• tumbukan tidak lenting ,' inelastik, tumbukan yang energi kinetik sistemnya mengalami perubahan (berkurang) .

• :. Sifat elastik tumbukan dapat juga diketahui dari koefisien restitusi tumbukan, e

Tumbukan Elastik

Pada tumbukan elastic berlaku hukum kekekalan momentum linear dan hukum kekekalan energi kinetik

Diketahui: I " I

~l·Vl +ill2,V2 =ill1,V1 +ill2,V2

dan

Dari kedua persamaan diperoleh,

Contoh Soal 3:

Dua buah benda masing-masing bermassa 3 kg dan 5 kg. Kedua benda bergerak berlawanan arah dengan kecepatan masing-masing 10 m/s dan 5 m/s, Hitung kecepatan masing-masing benda setelah tumbukan, jika tumbukan yang terjadi dianggap lenting sempurna! (jawaban: -8,75 rn/s dan 6,25 rn/s)

Tumbukan Inelastik

Pada tumbukan inelastik hanya berlaku hukum kekekalan momentum, dimana kecepatan benda-benda sesaat setelah tumbukan adalah sama, Dan berlaku:

Imj'Vj +m2,v2 =(mj +mJv' I

Contoh Soal 4:

Dua buah bola masing-masing bermassa 3 kg dan 4 kg. Kedua benda bergerak searah dengan kecepatan masing-masing 8 rn/s dan 6 rn/s. Hitung kecepatan masing-masing benda setelah tumbukan, jika tumbukan yang terjadi tidak lenting sama sekali! (jawaban; 48/7 rn/s)

37

Koefisien Restitusi, e

"

Koefisien restitusi tumbukan antara dua benda didefinisikan sebagai perbandingan selisih kecepatan kedua benda sesaat setelah tumbukan dengan selisih kecepatan kedua benda sesaat sebelum tumbukan

Dari persamaan tumbukan elastik diperoleh,

(V~ - V~) Av'

e=- <=>e=---

(V2 - VI) Av

Pada tumbukan elastik berlaku e = 1 dan tumbukan inelastik berlaku e = 0 Untuk 0 < e < 1, terjadi tumbukan elastik/lenting sebagian

Contoh Soal 5:

1. Dua buah bola saling berhadapan dan bergerak masing-masing dengan kecepatan 6 m/s dan 4 m/s. Massa bola masing-masing 10 kg dan 15 kg. Kedua bola saling bertumbukan dan setelah tumbukan bola pertama terpental ke arah yang berlawanan dengan kecepatan 1,5 m/s. Hitung kecepatan bola kedua setelah tumbukan dan koefisien restitusi tumbukan ini! (jawaban: 1 m/s dan 0,25)

2. Sebuah bola dilepaskan dari ketinggian 10 m di atas lantai dan menumbuk lantai kemudian dipantulkan kembali. Jika koefisien restitusi tumbukannya 0,6, hitung tinggi bola yang dipantulkan! (jawaban: 3,6 m)

3. Sebuah balok baja bermassa 2 kg tergantung pada seutas tali panjang.

Balok tersebut ditumbuk oleh peluru bermassa 20 g dengan kecepatan mendatar 500 rn/s. Jika tumbukannya elastik sebagian (e = 0,616) hitung ketinggian maksimum yang dapat dicapai balok tersebut (jawaban: 3,2 m)

Soal La tihan

1. Calculate the magnitude of the linear momentum for the following cases: (a) a proton with mass 1,67 x 10.27 kg, moving with a speed of 5,00 x 106 rn/s: (b) a 15,O-g bullet moving with a speed of 300 m/s: (c)a 75,O-kg sprinter running with a speed of 10,0 rn/s: (d) the earth (mass = 5,98 x 1024 kg) moving with an orbital speed equal to 2,98 x 104 m/s,

2. The force shown in the force vs. time diagram in figure 1 act on a l,5-kg

particle. Find (a) the impulse for the interval F~(N)

from t = 0 to t = 3,0 s and (b) the impulse for the interval from t = 0 to t = 5,0 s. (c) If the forces act on a l,5-kg particle that is initially at rest, find the particle's speed at t = 3,0 s and at t = 5,0 s.

3. A 730-N man stands in the middle of a frozen -2

4



I 4
f r 3 i 5
Figure 1 t{s)

2

o

pond of radius 5,0 m. He is unable to get to the other side because of a lack of friction between his shoes and the ice. To overcome this difficulty, he throws his l,2-kg physics textbook horizontally

38

toward the north shore at a speed of 5,0 m/s. How long does it take him to reach the south shore?

4. An archer shoots an arrow toward a 300-g target that is sliding in her direction at a speed of 2,50 rn/s on a smooth, slippery surface. The 22,5-g arrow is shot with a speed of 35,0 rn/s and passes through the target, which is stopped by the impact. What is the speed of the arrow after passing through the target?

5. An B,OO-g bullet is fired into a 250-g block that is initially at rest at the edge

of a table of height 1,00 m (Fig. 2). The bullet remains in the block, and after the impact the block lands 2,OOm from the bottom of the table. Determine the initial speed of the bullet.

Figure 2

6. Consider a frictionless track as shown in figure 3. A block of mass m, = 5,00kg is released from A. It makes a head-

"

\

I \

I \

.....______ \

.. ·2.00 m . \

. ------JJ

5.00m

J == _ _.__m...;;;;.'2 F_ig_u_re_3 __ -----.

©

on elastic collions atB with a block of mass m- = 10,2 kg that is initially at rest. Calculate the maximum height to which m, rises after the collision.

7. A billiard ball moving at 5,00 m/ s strikes a stationary ball of the same mass. After the collision, the first ball moves at 4,33 m/ s at an angle of 30° with respect to the original line of motion. (a) Find the velocity (magnitude and direction) of the second ball after collision. (b ) Was the collision inelastic or elastic?

8. A neutron in a reactor makes an elastic head-on collision with a carbon atom that is initially at rest. (The mass of the carbon nucleus is about 12 times that of the neutron.) (a) What fraction of the neutron's kinetic energy is transferred to the carbon nucleus? (b) If the neutron's initial kinetic energy is 1,6 x 10-13 J, findits final kinetic energy and the kinetic energy of the carbon nucleus after the collision.

39

Referensi:

W Abdullah, Mikrajuddin. 2007, FISIKA SMA dan MA untuk Kelas XI Semester 1, Jakarta: ESIS.

W Beiser, Arthur. 2004, Schaum's Outline of Theory and Problems of Applied Physics, 4th edition, USA: McGraw Hill Companies, Inc.

W Haliday, David, Robert Resnick dan Jearl Walker, 2005, Fundamentals of Physics, 7th edition (extended edition), USA: John Wiley & Sons, Inc.

W Kamajaya, Ketut. 2004, FISIKA Untuk SMA Kelas XI semester 1, Bandung:

Grafindo Media Pratama.

W Kanginan, Marthen. 2004, FISIKA Untuk SMA Kelas XI Jilid 2A, Jakarta:

Erlangga.

W Sarojo, Ganijanti Aby. 2002, Seri Fisika Dasar Mekanika, Jakarta: Salemba Teknika.

W Sears, Francis W., and M. W. Zemansky.1994, FISIKA Untuk Universitas 1, Bandung: Binacipta.

W Serway And Jewett, 2007, Physics For Scientists And Engineers 7th edition, Brooks/Cole Pub Co.

W Setiawan, Hilman. 2005, FISIKA Jilid 2A untuk SMA/MA KElas XI, Jakarta, Piranti Darma Kolatama.

W Surya, Yohanes. 2003, FISIKA ITU MUDAH Jilid 3A, Jakarta: PT. Bina Sumber Daya MIPA.

W Young, H.D. 1992, University Physic, USA: Addison Wesley Publishing Company, Inc.

WebSite FISIKA:

CD www.crocodile-clips.com/ CD www.learner.org/

CD www.myphysicslab.com/ CD www.nscl.rnsu.edu/

CD www.ottisoft.com/

CD www.phys.hawaii.edu/ CD www.phy.ntnu.edu.tw

CD www.upscale.utoronto.ca/

'lIJiall haai o'C.alla ~uld~ hul<all l<em.ampuall'VJ.a UlltUI< mellc.eaaA mUIlc.uL'VJ.a ma~aLaA. meLailll<all haaaimalla ia menaAaJapi Jail mena.eLe~ail<all ma~aLaAlJ.alla mUIlc.uL

(JJaviJ 3. 8c.Awa'C.tA)

"----------l SSlAMA7 8SlA'JAR. DAN SSMO(,;A SIAKSSS I---------.

40

LEMBAR KERJA PRAKTIKUM FISIKA

STAN DAR KOMPETENSI:

MENDEMONSTRASIKAN

PENGET AHUAN

TENTANG PENGUKURAN GEJALA-GEJALA ALAM

BEKERJA

ILMIAH

MEMECAHKAN

DALAM

MASALAH, BERSIKAP

BERKOMUNIKASI ILMIAH.

ILMIAH,

DAN

Format Laporan Praktikum:

Judul Percobaan

Tujuan Percobaan: <isi sesuai dengan tujuan percobaan>

Landasan Teori: <isi dengan teori yang menunjang kegiatan percobaan>

Alat dan Bahan: <isi sesuai dengan nama alat dan bahan berikut jumlahnya> Langkah Kerja: <isi dengan langkah-langkah kerja dalam kegiatan percobaan> Data Percobaan:<isi dengan data hasil pengamatan maupun pengukuran dalam bentuk tabel>

Analisis data Percobaan: <isi dengan analisis data berdasarkan pertanyaan pemandu pada lembar kerja>

Kesimpulan:<isi berdasarkan tujuan percobaan dan analisis data percobaan> Daftar Pustaka:<isi sesuai pustaka yang digunakan dalam penyusunan laporan ini dan ditulis sesuai kaidah penulisan daftar pustaka>

41

PENGUKURAN LINEAR I

Tujuan : Menggunakan alat ukur dan mengukur besaran-besaran fisis.

Alat dan bahan : Jangka sorong, balok ukur, neraca tiga lengan, micrometer

sekrup, bola, dan silinder berongga.

Landasan Teori : Studi kepustakaan Langkah Kerja :

1. Periksalah ketepatan titik nol pada jangka sorong, micrometer dan neraca tiga lengan.

2. Timbanglah massa balok, bola, dan silinder. Catat hasil pengukurannya pada data percobaan.

3. Ukurlah panjang (p), lebar (I), dan tinggi (t) balok dengan jangka sorong.

Catat hasil pengukuran dan lanjutkan hingga data percobaan lengkap.

4. Ulangi pengukuran pada langkah ke-3 hingga data percobaan lengkap (jangan hanya pada satu titik pengukuran saja).

5. Ukurlah diameter kelereng (d) dengan micrometer. Catat hasil pengukuran dan lakukan pengukuran hingga data percobaan lengkap.

6. Ukurlah diameter dalam (di) dan diameter luar (da) dan tinggi (t) silinder berongga dengan jangka sorong. Catat hasil pengukuran dan lakukan pengukuran hingga data percobaan lengkap.

Data Percobaan :

Balok

mbalok = (± )g

P I t
No.
(± ..... )cm
1.
2.
3.
4.
5. Bola

mbola = (± )g

No. d r
(± ..... )cm
1.
2.
3.
4.
5. Silinder berongga

msilinder = (± )g

No. di d2 t
(± ..... )cm
1.
2.
3.
4.
5. Pengolahan dan analisis data, pertanyaan, dan kesimpulan :

1. Hitung volume dan massa jenis balok, bola, dan silinder berongga dari nilai rata-rata hasil pengukuran.

2. Ukurlah diameter bola dengan jangka sorong dan diameter luar silinder dengan mikrometer, bandingkan hasil pengukuran dengan data pada tabel, bagaimana pendapat anda ?

3. Tentukan bahan dari balok, bola dan silinder berongga dari massa jenis yang diperoleh dalam percobaan (cari informasi dari literatur fisika).

4. Kesalahan apa saja yang mungkin dalam pengukuran balok, dan silinder berongga.

5. Buatlah kesimpulan dari percobaan ini.

42

PENG U KU RAN LI N EAR II

Tujuan : Menentukan massa jenis suatu bahan.

Alat dan bahan : Neraca tiga lengan, bahan ukur, air, dan gelas ukur 100 ml.

Landasan Teori : Studi kepustakaan Langkah Kerja :

1. Periksalah ketepatan titik nol pada neraca tiga lengan.

2. Timbanglah bahan ukur. Catat hasil pengukurannya pada data percobaan.

3. Isikan air dalam gelas ukur sampai volume tertentu. Catat volume pada data percobaan.

4. Masukkan bahan ukur dan catat volume air Vu dalam gelas ukur pada data percobaan.

5. Keluarkan bahan ukur dan lakukan lagi langkah ke-2 sampai ke-4 untuk bahan logam yang lain sampai data percobaan lengkap.

Data Percobaan :

Volume air, Yair = ± ml

Bahan Massa, m Volume, v; Volume logam, V Massa jenis, p
ke- (± ..... )g (± ..... )ml (Vu - Yair) ml gj ml
1.
2.
3.
4.
5. Pengolahan dan analisis data, pertanyaan, dan kesimpulan :

1. Hitung V dan p.

2. Lukislah grafik m terhadap V.

3. Tentukan massa jenis bahan logarn dari grafik yang telah dibuat.

4. Bandingkan dengan massa jenis bahan logarn pada data percobaan, bagaimana pendapat anda ?

5. Tentukan jenis bahan logarn dari massa jenis bahan logarn yang diperoleh dalam percobaan (cari informasi di literatur fisika).

6. Bagaimana menentukan massa jenis suatu bahan jika diketahui massa jenis bahan yang lainnya ?

7. Kesalahan apa saja yang mungkin dalam percobaan ini ?

8. Buatlah kesimpulan dari percobaan ini.

43

VEKTOR RESULTAN

Tujuan : Menentukan resultan dari dua vektor yang setitik tangkap.

Alat dan bahan: Papan triplek, cincin logam, jarum pentul, busur derajat,

dinamometer, penggaris, tali nilon, dan kertas buram.

Landasan Teori : Studi kepustakaan Langkah Kerja :

1. Susunlah peralatan seperti pada gambar berikut :

2. Tariklah dinamometer secara bersamaan dan seimbangkan sedemikian rupa sehingga paku berada di pusat cincin. Baca dan catat angka yang ditunjukkan oleh masing-masing dinamometer pada data percobaan.

3. Tandai arah ketiga dinamometer pada kertas buram dan ukur besar sudut antara Fl dan F2. Catat hasil pengukuran pada data percobaan.

4. Lakukan kembali langkah ke-2 dan ke-3 dengan besar sudut yang berbeda (seluruhnya ada lima sudut).

Triplek dan kertas

F C:>-+-+-e:

Dinamometer

Data Percobaan .

No. F Fl F2 8 R Rhitung
(± ..... )N (± ..... )N (± ..... )N (± ..... )O (± ..... )cm
1.
2.
3.
4.
5. Pengolahan dan analisis data, pertanyaan, dan kesimpulan :

1. Lukislah vektor F, Fi dan F2 dengan perbandingan 1 N = 1 cm dari setiap percobaan.

2. Lukislah sebuah jajaran genjang dengan sisi Fi dan F2, kemudian tarik

diagonalnya dari titik P.

3. Ukurlah panjang diagonal (R) dan catat pada data percobaan.

4. Bandingkan panjang dan arah F dan R, bagaimana pendapat anda ?

5. Hitung Rhitung berdasarkan setiap data Fl dan F2.

6. Bandingkan nilai R dengan Rhitung, bagaimana pendapat anda ?

7. Kesalahan apa saja yang terjadi dalam percobaan ini ?

8. Buatlah kesimpulan dari percobaan ini.

44

KINEMATIKA GERAK (GLB)

Tujuan : Menentukan kecepatan benda secara analitis dan grafis. Alat dan bahan: Papan peluncur, kelereng dan penabur, stopwatch, penggaris logam, dan balok penyangga.

Langkah Kerja :

1. Susunlah peralatan seperti pada gambar berikut : (titik a jangan diubahubah)

Keleranglpenabur

Papan ~

peluncur ---------.. a /

~::;;;Oiii;;iiiiiii;;iiiiiii;;iiiiiiie~_ Penyangga

~ 1\"

2. Tentukan titik acuan dari pergerakan benda pada papan peluncur dan tandai jarak-jarak yang akan ditempuh benda (buat lima titik jarak dengan mengacu pada titik a).

3. Lepaskan kelereng dan ukurlah waktu yang ditempuh kelereng saat melalui titik a hingga sampai pada jarak tertentu (titik b). Catat pada data percobaan.

4. Ulangi langkah ke-3 untuk jarak-jarak yang lain.

5. Lakukan kembali langkah ke-3 dan ke-4 untuk biji penabur.

Data Percobaan :

Kelereng:
No. Jarak t v
(± ..... )cm (± ..... )s m/s
1.
2.
3.
4.
5. Biji Penabur :

No. Jarak t v
(± ..... )cm (± ..... )s rn/s
1.
2.
3.
4.
5. Pengolahan dan analisis data, pertanyaan, dan kesimpulan :

1. Hitunglah kecepatan v dengan persamaan glb untuk kelereng dan penabur.

2. Lukislah grafik jarak terhadap t masing-masing untuk kelereng dan penabur.

3. Dari grafik yang telah dibuat tentukan kecepatan kelereng dan penabur.

4. Bandingkan nilai kecepatan dari hasil perhitungan dengan nilai kecepatan

dari grafik untuk kelereng dan penabur, bagaimana pendapat anda ?

5. Besaran apa saja yang mempengaruhi kecepatan sebuah benda ?

6. Kesalahan apa saja yang mungkin terjadi dalam percobaan ini ?

7. Buatlah kesimpulan dari percobaan ini.

45

KINEMATIKA GERAK (GLBB)

Tujuan : Menentukan percepatan benda secara analitis dan grafis. Alat dan bahan: Papan peluncur, kelereng dan penabur, stopwatch, penggaris logam, dan balok penyangga.

Landasan Teori: Studi kepustakaan Langkah Kerja :

1. Susunlah peralatan seperti pada gambar berikut :

Kelerang/penabur

Papan ~

peluncur -------.. /

b~=.;;;a;;;;;iiiiiiiiiiiii§iiii_ Penyangga

~ /\'"

2. Tentukan titik acuan dari pergerakan benda pada papan peluncur dan tandai jarak-jarak yang akan ditempuh benda (buat lima titik jarak).

3. Ukurlah waktu yang ditempuh kelereng dari titik acuan hingga sampai pada jarak tertentu. Catat pada data percobaan.

4. Ulangi langkah ke-3 untuk jarak-jarak yang lain.

5. Lakukan kembali langkah ke-3 dan ke-4 untuk biji penabur.

Data Percobaan :

Kelereng:
No. Jarak t t2 a
(± ..... )cm (± ..... )s rn/s?
1.
2.
3.
4.
5. Biji Penabur:

No. Jarak t t2 a
(± ..... )cm (± ..... )s rn/s?
1.
2.
3.
4.
5. Pengolahan dan analisis data, pertanyaan, dan kesimpulan :

1. Hitunglah t2 dan percepatan (a) dengan persamaan glbb untuk kelereng dan penabur.

2. Lukislah grafik jarak terhadap t2 masing-masing untuk kelereng dan penabur.

3. Dari grafik yang telah dibuat tentukan percepatan kelereng dan penabur.

4. Bandingkan nilai percepatan dari hasil perhitungan dengan nilai percepatan

dari grafik untuk kelereng dan penabur, bagaimana pendapat anda ?

5. Besaran apa saja yang mempengaruhi percepatan sebuah benda ?

6. Kesalahan apa saja yang mungkin terjadi dalam percobaan ini ?

7. Buatlah kesimpulan dari percobaan ini.

46

Tujuan : Menentukan kecepatan awal benda pada gerak setengah parabola. Alat dan bahan: Pelontar, kelereng, dan roll meter, penyangga dan statif Landasan Teori: Studi kepustakaan

Langkah Kerja :

1. Susun peralatan seperti pada gambar.

2. Atur dan ukur ketinggian penyangga

(terendah), dan catat pada tabel data percobaan.

3. Letakkan kelereng pada ujung penyangga dan lontarkan, amati posisi jatuhnya kelereng.

4. Ukur jarak posisi jatuhnya kelereng

secara horisontal terhadap posisi mulamula, dan catat pada tabel data percobaan.

5. Ulangi langkah kerja 2 sampai dengan langkah kerja 4, hingga tabel data percobaan lengkap.

Gerak Parabola

Data Percobaan:

r

, 1

y

-, "

\ \

x

No. Ketinggian, Jarak, x Kecepatan awal,
y (± ..... )cm (± ..... )cm Vo
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8. Pengolahan dan analisis data, pertanyaan, dan kesimpulan :

1. Tentukan persamaan kecepatan awal benda pada gerak setengah parabola.

2. Dengan persamaan yang diperoleh hitung kecepatan awal berdasarkan

data percobaan.

3. Hitung kecepatan awal rata-rata dan simpangan bakunya

4. Kesalahan apa saja yang mungkin terjadi dalam percobaan ini ?

5. Buatlah kesimpulan dari percobaan ini.

47

Tujuan : Menentukan besarnya gaya sentripetal

Alat dan bahan: Tabung pulpen, tali nilon, beban, tabung beban, stopwatch,

bandul dan penggaris logam.

Landasan Teori: Studi kepustakaan Langkah Kerja :

1. Susunlah peralatan seperti pada gambar berikut.

2. Timbanglah massa bandul dan catatkan pada data percobaan.

3. Putarlah bandul dengan menggenggam tabung pulpen di atas kepala secara horisontal dan perhatikan pembatas (usahakan tetap pada tempatnya).

4. Ukurlah waktu untuk 20 putaran dan catatkan pada data percobaan.

5. Hentikan putaran dan ukurlah jari-jari putaran R (panjang tali dari bandul ke ujung atas tabung pulpen).

6. Lakukan kembali langkah ke-3, ke-4, dan ke-5 sampai data percobaan lengkap.

GERAK MELlNGKAR

Data Percobaan :

M

assa bandul, m = ........ ± ....... g
No. t T T2 R F
(± ..... )s s S2 (± ..... )cm Newton
1.
2.
3.
4.
5. Tahung pulpen

Pemhatas

Tali

Behan

Pengolahan dan analisis data, pertanyaan, dan kesimpulan :

1. Hitung periode T dan T2.

2. Hitung besar gaya sentripetal F.

3. Lukislah grafik R terhadap T2 dari data percobaan.

4. Tentukan besar gaya sentripetal dari grafik yang dibuat.

5. Bandingkan besar gaya sentripetal hasil perhitungan dengan hasil grafik,

bagaimana pendapat anda.

6. Besaran apa saja yang mempengaruhi besarnya gaya sentripetal ?

7. Bagaimana periode putaran bandul jika beban ditambahkan ?

8. Kesalahan apa saja yang terjadi dalam percobaan ini ?

9. Buatlah kesimpulan dari percobaan ini.

48

KOEFISIEN GESEKAN

Tujuan : menentukan koefisien gesekan statik maksimum antara dua permukaan benda melalui percobaan.

Alat I Bahan Neraca tiga lengan, Katrol meja, Balok, Penyipat datar, Plat kaca, Beban, anak beban dan Tali.

Studi kepustakaan

Landasan Teori :

Langkah Kerja :

1. Rangkailah peralatan untuk percobaan gaya gesekan.

2. Ukurlah massa balok dan tempat beban, catat hasilnya pada tabel.

3. Letakkan beban yang telah ditentukan pada tabel di atas balok.

Beban

balok

tali

Plat kaca

katrol

4. Tambahkan anak beban pada

tempat beban yang Tempat

tergantung, hingga balok anak beban

akan bergerak jika

permukaan tempat balok diletakkan diketuk. Kemudian ukurlah anak beban dan catatkan hasilnya pada tabel.

5. Lakukan sekali lagi langkah 4 untuk anak beban yang lain.

6. Lakukan lagi langkah 3, 4 dan 5 untuk beban lain pada balok.

Data Percobaan :

mbalok (rru) = (± )g

mtempat beban (rr») = (± )g

mbeban balok manak beban, m2' (± ......... )g N f
No. mr (rru + rnr) (rns + m2')
( g) manak beban 1 manak beban 2 mrataan
1. 10
2. 20
3. 30
4. 40
5. 50 Pengolahan dan analisis data, pertanyaan, dan kesimpulan :

1. Buatlah grafik N - f, berdasarkan data pada tabel.

2. Tentukan koefisien gesekan statik maksimum dari grafik yang anda buat.

3. Hitunglah koefisien gesekan statik maksimum dari data-data pada grafik.

4. Bandingkan nilai koefisien gesekan statik maksimum dari grafik dan hasil perhitungan, tuliskan pendapat anda.

5. Buatlah kesimpulan dari percabaan ini.

49

Tujuan : Menentukan percepatan gravitasi suatu tempat.

Alat dan Bahan: Statif, bandul, tali nilon, penggaris logam, dan stopwatch. Landasan Teori: Studi kepustakaan

Langkah Kerja :

1. Susunlah peralatan seperti pada gambar berikut :

2. Ukurlah panjang tali L dan catat pada data percobaan.

3. Berilah simpangan kecil dan biarkan berayun selama 1 menit,

kemudian ukur waktu untuk 20

ayunan. Catat sebagai 11 pada data percobaan.

4. Hentikan ayunan dan lakukan lagi langkah ke-3 dan catat waktu

sebagai t2.

5. Ubah panjang tali nilon dan lakukan lagi langkah ke-2 sampai ke-4 hingga data percobaan lengkap.

PERCEPATAN GRAVITASI

statif

Data Percobaan .

Tali

nilon

bandul

No. L t (± ..... )s T T2
(± ..... )cm 11 t2 trata (s) (S2)
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8. Pengolahan dan analisis data, pertanyaan dan kesimpulan :

1. Hitung trata, periode T dan T2.

2. Lukislah grafik L terhadap T2 dari data-data percobaan.

3. Tentukan nilai percepatan gravitasi g dari grafik dan bandingkan dengan g = 9,8 rn/s-', bagaimana pendapat anda ?

4. Hitunglah percepatan gravitasi dari rata-rata L dan T2 dengan persamaan

gerak harmonik dan bandingkan dengan hasil dari grafik, jelaskan !

5. Bagaimana periode ayunan bandul jika massa bandul diperbesar ?

6. Kesalahan apa saja yang terjadi dalam percobaan ini ?

7. Buatlah kesimpulan dari percobaan ini.

50

KONSTANTA PEGAS

Tujuan : Memahami Hukum Hooke dan Menentukan tetapan pegas dengan ea ra statisti k

Alat dan Bahan : Statif, Pegas, Tempat beban, Anak beban, Neraea tiga

lengan dan Jangka sorong Landasan Teori: Studi kepustakaan Langkah Kerja :

1. Timbanglah tempat beban dan ukur panjang pegas mula-mula, kemudian eatat pada tabel.

2. Gantung tempat beban pada pegas, kemudian ukur dan tandai pada statif kedudukan ujung pegas yang dibebani tabung beban.

3. Timbang sebuah beban, kemudian masukkan ke dalam tempat beban dan eatat massa tabung + beban pada kolom (m).

4. Ukur panjang pegas (dalam keadaan terbeban) dan eatat hasil pengukuran pada kolom (x+) yang berarti penambahan beban.

5. Ulangi langkah 3 dan 4 hingga kolom (x+) lengkap.

6. Keluarkan beban paling atas, ukur dan eatat panjang pegas untuk kolom (x) pada baris massa beban yang sesuai.

7. Ulangi langkah 7 hingga kolom (x-) lengkap.

Data Pereobaan:

m

tabung= ...... ± ..... g Xo = . ....... ± ...... em
No. m x+ L\.x+ x- Ax-
(± ....... )g (± ....... )em (± ....... )em (± ....... )em (± ....... )em
1.
2
3.
4.
5.
6.
7.
8. Pengolahan dan analisis data, pertanyaan, dan kesimpulan :

1. Hitung perubahan panjang pegas untuk L\.x+ dan Ax-,

2. Buatlah grafik m terhadap L\.x+ dan m terhadap Ax-.

3. Tentukan konstanta pegas dari masing-masing grafik dengan menggunakan g = 9,8 rn/s".

4. Tentukan dimensi dan satuan dari konstanta pegas.

5. Hitung konstanta pegas dengan persamaan gaya pegas untuk semua data

pada tabel.

6. Bandingkan nilai konstanta pegas dari grafik dan perhitungan! Jelaskan?

7. Kesalahan apa saja yang mungkin dalam pereobaan ini?

8. Buatlah kesim ulan dari reobaan ini!

51

Tumbukan

Tujuan : M_~_IJ~nt_u_k_~JJ __ k_Q~fi~_i_~n_r_~~tlt_u~j__R_E;!_r_i_$_tjw_~Jw_m_o.W_k~_rL Alat dan bahan: Kelereng, bola bekel, penggaris logarn. Landasan Teori: Studi kepustakaan

Langkah kerja:

1_ Persiapkan kelereng, bola bekel, dan dinding pengarnatan.

2_ Tetapkan posisi ketinggian jatuhnya kelereng dan bola bekel sebanyak 8 titik, ukur ketinggian dan catat pada tabel data percobaan.

3_ Lepaskan kelereng dari titik ketinggian yang telah ditetapkan, amati tinggi pantulannya (Iintasan jatuh dan pantulan harus sejajar atau segaris).

4_ Ukur ketinggian pantulan dan catat pada tabel data percobaan. Lanjutkan untuk ketinggian berikutnya,

5_ Lakukan kembali langkah kerja 3 dan 4 untuk bola bekel, sehingga tabel data percobaan lengkap,

Data Percobaan:

Tinggi jatuh, h Tinggi pantulan, h' Koefisien Restitusi, e
No_ {± _____ )cm {± _____ )cm
Kelereng Bola Bekel Kelereng Bola Bekel
1_
2_
3_
4_
5_
6_
7_
8_ Pengolahan dan analisis data, pertanyaan, dan kesimpulan : 1_ Hitung koefisien restitusi dari tiap data.

2_ Diskusikan bagaimana menentukan koefisien restitusi antara 2 benda

selain yang dicobakan!

3_ Hitung koefisien restitusi rata-rata dan simpangan bakunya

4_ Kesalahan apa saja yang mungkin terjadi dalam percobaan ini ? 5_ Buatlah kesimpulan dari percobaan ini

52