Anda di halaman 1dari 52

Modul Pelatihan Motivasi Kerja

OLEH
AHMAD ALYANI ADDARAIN
NIM. 1550407083
Preparing

A. Tujuan Khusus

Mempersiapkan segala yang diperlukan dalam pelatihan agar pelatihan berjalan lancer
sesuai dengan harapan. Peserta yang datang lebih awal, mempersiapkan diri di tempat
yang telah dirancang. Selama peserta yang datang lebih awal menunggu peserta lain
yang datangnya terlambat, peserta disuguhi dengan lagu-lagu yang menggugah semangat.

B. Dasar Pemikiran

Persiapan merupakan hal yang amat vital dalam pelaksanaan setiap kegiatan apa pun.
Persiapan yang dirancang matang maka hasilnya akan maksimal.

C. Materi

Persiapan merupakan pengecekan presensi yang telah dilakukan sebelum dimulai acara
pelatihannya. Alat0alat yang dibutuhkan yaitu:

• Laptop

• LCD

• Soundsystem
• Mic

• Kertas HVS

• Alat tulis

• Stopwatch

• Lembar pre tes dan post test

• Kartu asturo kuning dan hijau

D. Metode

Persiapan pelatihan dilakukan oleh fasilitator. Sebelum acara pelatihan motivasi dimulai,
tim penerima atau penyambut telah bersiap di muka pintu masuk untuk memastikan
presensi peserta. Penyelenggara memberi tenggat waktu bagi peserta yang datang
terlambat. Bagi peserta yang dating lebih awal, fasilitator telah mempersiapkan slide-
slide dalam layar LCD yang berisikan kata-kata motivasi dari para tokoh sukses dunia.
Peserta juga disuguhi lagu-lagu yang menggugah semangat agar kesan pertama yang
mereka ingat adalah tentang motivasi. Lagu-lagu tersebut misalnya, Don’t Give up (Josh
Groban), You raise me up (Westlife/ Josh Groban), You are not alone (Michael Jackson),
Jangan Menyerah (D’Massive) dan sebagainya yang berupa musik yang syairnya seolah
memberi kekuatan untuk bangkit dan bersemangat.

E. Format

Peserta menjadi satu dalam kelompok besar

F. Waktu yang dibutuhkan

Mulai pukkul 08.00-08.30


G. Alat dan Bahan yang dibutuhkan

Laptop, LCD, mic, soundsystem.

H. Setting

Gedung GSG, FIP, UNNES

PROSES PELATIHAN MOTIVASI KERJA

“RE-ENERGIZING YOUR SPIRIT TO GET YOUR SUCCESS”

Pelatihan dimulai pukul 08.00 WIB. Fasilitator mempersiapkan media dan materi yang
dibutuhkan selama pelatihan. Persiapan dirancang sedetail mungkin agar hal-hal kecil yang
diperlukan selama acara pelatihan ini tidak terlwatkan begitu saja. Penataan ruang juga perlu
diperhatikan agar peserta merasa rileks dan konsentrasinya tidak terpecah pada hal lain selain
apa yang disampaikan oleh pemateri.

Sebelum acara pelatihan motivasi dimulai, tim penerima atau penyambut telah bersiap di
muka pintu masuk untuk memastikan presensi peserta. Penyelenggara memberi tenggat waktu
bagi peserta yang datang terlambat. Bagi peserta yang dating lebih awal, fasilitator telah
mempersiapkan slide-slide dalam layar LCD yang berisikan kata-kata motivasi dari para tokoh
sukses dunia. Peserta juga disuguhi lagu-lagu yang menggugah semangat agar kesan pertama
yang mereka ingat adalah tentang motivasi. Lagu-lagu tersebut misalnya, Don’t Give up (Josh
Groban), You raise me up (Westlife/ Josh Groban), You are not alone (Michael Jackson), Jangan
Menyerah (D’Massive) dan sebagainya yang berupa musik yang syairnya seolah memberi
kekuatan untuk bangkit dan bersemangat. Setelah persiapan selesai, trainer dan peserta saling
memperkenalkan diri. Peserta memperkenalkan nama lengkap dan nama panggilan sehingga
terjalin rasa akrab di antara trainer dan peserta. Jika memungkinkan, trainer juga mengajak
peserta berinteraksi dengan menceritkan anekdot-anekdot yang lucu sehingga di awal acara
peserta tidak merasa bosan, tetapi lebih gembira. Pembukaan pelatihan motivasi ini diawali
dengan doa bersama menurut ajaran agam dan keyakinan masing-masing. Dimaksudkan agar
acara dapat berjalan lancer di awal hingga akhir.

Selanjutnya, fasilitator melakukan pengondisian peserta atau Conditioning. Hal ini


bertujuan agar peserta merasa siap menyerap materi selama mengikuti pelatihan. Trainer
menyampaikan pokok-pokok materi yang akan diterima peserta pada pelatihan motivasi tersebut.
Trainer juga membuat kesepakatan jargon yang bisa dipakai saat jeda kegiatan itu, misalnya, saat
trainer mengucapkan kalimat “Spirit for success?”, maka peserta dengan kompak harus
menjawab “Okelah kalau begitu!”( dengan logat Tegal)

Selain itu, trainer juga memberikan ice breaking sebelum acara inti dimulai. Ini bertujuan
agar suasana suntuk di awal acara tidak terjadi, juga menjadikan acara tidak terkesan monoton
dan kaku. Kesan menyenangkan yang ditangkap peserta di awal acara inilah yang menjadi modal
agar kesan sesi selanjutnya lebih menarik lagi dibandingkan awal. Ice breaking yang akan
diberikan pada peserta berupa permainan “Puzzle Berita Hari Ini” yaitu puzzle yang dibuat dari
serpihan-serpihan peserta dijadikan tiga kelompok besar dan masing-masing kelompok diberi
kumpulan serpihan Koran yang bila disatukan akan menjadi sebuah berita. Permainan “Puzzle
berita hari ini” bertujuan agar peserta mampu membina kerja sama tim dalam mencapai sesuatu
maksud.

Kegiatan pelatihan dilanjutkan dengan memberikan pre-test kepada peserta untuk


mengetahui dan mengukur kemampuan peserta dalam berpikir kreatif dalam memecahkan segala
permasalahan yang sedang dihadapinya. Masing-msing peserta diberi sebuah kartu yang berisi
pertanyaan yang menuntut adanya solusi dalam mengahadapi masalah dalam pekerjaannya.
Pertanyaan yang diberikan tersebut berupa case study. Setelah pre-test dilaksanakan, trainer
menyampaikan materi mengenai “Menggali Kembali Minat Dan Memotivasi Diri Guna
Mencapai Sukses Dalam Kerja” agar peserta mampu mengenali kembali minatnya dalam bidang
pekerjaannya. Seusai penyampaian materi, peserta diberi kesempatan melakukan tanya jawab
mengenai materi tersebut.

Kesempatan ishoma (Istirahat, Sholat dan makan) diberikan kepada peserta selama satu
jam, yaitu dari pukul 11.30 hingga 12.30, pada sesi ini peserta yang beragama islam diberi
kesempatan menjalankan sholat dan bagi yang non muslim bisa memanfaatkan waktu tersebut
untuk istirahat atau keperluan lainnya. Untuk melepas penat peserta karena telah mengikuti acara
ini hingga setengah hari, maka fasilitator memberikan waktu luang ishoma bagi peserta untuk
refresh sejenak. Pelatihan dilanjutkan dengan penyampaian materi yang kedua “Semangat dan
Kepuasan Kerja” yang menjelaskan kiat-kiat memahami permasalahan dan penyelesaiannya
dalam bidang kerja yang digeluti.

Sebagai selingan menuju materi ketiga, fasilitator memberikan permainan “Tangkap Tupai
dengan Jala”, peserta dibagi menjadi dua kelompok besar. Pada permainan ini diharapkan
konsentrasi peserta terasah kembali setelah setengah hari mendengarkan pemateri dan teori-teori
yang memberatkan pikiran. Pasa dua kelompok besar ini fasilitator juga membagi satu
pendamping pada masing-masing kelompok itu. Pendamping bertugas membantu peserta
berdiskusi untuk membuat yel-yel, ini dimasksudkan agar suasana lebih semarak dan mencairkan
suasana jenuh di antara peserta. Seusai permainan, fasilitatir kembali mengajak peserta untuk
kembali pada materi yang terakhir yaitu “ The Simple Ways to Get Biggest Success”. Pada sesi
ini peserta diberi materi tentang soft skill dan beberapa kiat dalam bekerja sama menuju
terselesaikannya tugas yang diemban. Setelah penyampaian materi ini selesai, peserta diberi
kesempatan untuk coffee break, peserta disuguhi hidangan snack ringan dan kopi agar
menghilangkan rasa ngantuk, setelah itu peserta dipersilakan sholat ataupun istirahat selama
setengah jam.

Setelah sesi coffee break selesai peserta kembali memasuki ruangan dilanjutkan dengan
pemberian soal post test untuk mengetahui seberapa jauh peserta mampu menangkap materi yang
telah disampaikan.

Sebelum sesi terakhir, peserta dipandu untuk melakukan review dan evaluasi terhadap
keseluruhan rangkaian kegiatan yang telah dijalani selama pelatihan motivasi kerja ini. Evaluasi
dilakukan dengan salaing bertukar pendapat dan sharing untuk dapat digunakan sebagai bahan
instropeksi. Peserta juga diberi sebuah kartu “Aku Akan” yang digunakan peserta untuk
menuliskan apa yang akan dilakukan peserta setelah mengikuti acara pelatihan ini yang berkaitan
dengan masalah pekerjaannya.

Sebelum sayonara, peserta juga mempunyai kesempatan untuk bertanya mengenai solusi
yang tepat bagi permasalahan yang dihadapi selama menjalankan pekerjaannya. Tanya jawab ini
akan berlangsung jika masih ada peserta yang ingin sharing lebih lanjut. Tetapi jiak sudah tidak
ada pertanyaan dari peserta maka acara dilanjutkan dengan penutupan. Penutupan acara ini
dilakukan dengan berfoto bersama dan saling berjabat tangan, juga diputarkan lagu “Viva
Forever- Spice Girl” untuk menggugah semangat peserta dan memberi kesan mendalam saat
peserta pulang.

JADWAL ACARA PELATIHAN MOTIVASI KERJA

“RE-ENERGIZING YOUR SPIRIT TO GET YOUR SUCCESS”

No. Waktu Kegiatan Keterangan


1. 08.00-08.30 Persiapan
2. 08.30-09.30 Pembukaan, conditioning, dan ice breaking
3. 09.30-10.30 Pre-test
4. 10.30-11.30 Materi I : Menggali kembali minat dan Memotivasi
diri guna mencpai sukses dalam bekerja
5. 11.30-12.30 Ishoma
6. 12.30-13.30 Materi II : Semangat dan Kepuasan Kerja
7. 13.30-14.00 Permainan dan yel-yel
8. 14.00-15.00 Materi III : The Simple Ways To Get Biggest
Success
9. 15.00-15.30 Coffee Break dan Istirahat
10. 15.30-16.30 Post-Test
11. 16.30-17.00 Evaluasi dan review
12. 17.00-17.30 Penutup : Asking for Solution
13. 17.30- Sayonara

RE-ENERGIZING YOUR SPIRIT TO GET YOUR SUCCESS

1. Nama Pelatihan : Re-energizing Your Spirit To Get Your Success

A. Pendahuluan

Kesuksesan dalam menjalankan tugas merupakan hal yang diinginkan setiap orang.
Terselesaikannya tugas dengan hasil yang maksimal dapat memberikan efek berkurangnya
tekanan dalam pikiran. Tak hanya itu, dampak lainnya yaitu memunculkan rasa percaya
pada diri sendiri menjalankan tugas selanjutnya, mendapatkan kepercayaan dari orang lain
sehingga mampu menjalin mitra dengan siapa pun.

Namun, kadangkala sebelum seseorang menyelesaikannya ia telah dihinggapi rasa


pesimis yang berlebihan. Inilah persoalan yang perlu dicari solusinya sehingga tugas yang
dibebankan padanya tidak terlalu mengguncang kejiwaan atau mampu mengurangi dampak
stress dalam bekerja.

Sebenarnya tiap individu mempunyai keunikan masing-masing dalam memecahkan


permasalahannya. Hanya saja motivasi mereka berbeda-beda sehingga out put yang
dihasilkan pun tidak sama. Walgito (2006: 224) mengungkapkan bahwa dalam diri
manusia terdapat dorongan-dorongan yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan
biologis manusia. Misalnya saja, Rasa lapar merupakan kebutuhan utama manusia yang
berhubunagn dengan kebiologisan. Untuk memenuhi penyelesaian rasa lapar tersebut maka
manusia harus bekerja, sehingga nantinya kebutuhan primer itu bisa terpenuhi. Maka
antara kebutuhan primer dan motivasi dalam bekerja amat erat hubungannya.

Dengan memunculkan kembali semangat yang telah terkikis, seseorang akan mulai
memunculkan motif-motif yang berhubungan dengan kebutuhannya. Diantara motivasi
yang paling ampuh adalah adanya motivasi dari dalam diri sendiri. Selanjutnya yang
menjadi follow up adalah adanya rasa bangga pada pekerjaan yang telah dijalani.

B. Jenis Pelatihan

Pelatihan yang dilaksanakan adalah jenis pelatihan indoor, yaitu pelatihan yang
dilakukan hanya di dalam ruangan dengan adanya beberapa ketentuan-ketentuan, di
antaranya: ruanagan yang cukup luas untuk menampung peserta, penataan dekorasi yang
tepat agar menimbulkan rasa nyaman pada peserta, pencahayaan yang pas (tidak terlalu
terang dan tidak terlalu redup), ventilasi udara yang cukup ( jika ber-AC harus bisa
memenuhi seluruh ruangan tersebut), sarana-prasarana dala ruangan lengkap, dan lain
sebagainya.

C. Peserta Pelatihan

1. Peserta pelatihan dibatasi anatara 20-30 orang

2. Jenis kelamin tidak ditentukan, untuk laki-laki maupun perempuan

3. Peserta pelatihan yaitu perusahaan X

4. Pakaian yang dikenakan peserta bebas tetapi harus sopan, sebisa mungkin
mengenakan pakaian yang tidak mengganggu aktivitas saat bergerak dan
senyaman mungkin.

5. Peserta yang hadir diharapkan atas dasar kesadaran diri, bukan karena paksaan.

2. Tujuan Pelatihan

Pelatihan Re-energizing Your Spirit To Get Your Success ini bertujuan:

1. Menggali kembali minat karyawan pada pekerjaannya

2. Memberi kiat agar peserta mampu memotivasi diri sendiri menuju sukses
kerja

3. Meningkatkan semangat peserta dalam bekerja

4. Memberikan output maksimal pada perusahaan

5. Peserta mampu menerapkan soft skill dalam bekerja

PENUTUP : ASKING FOR SOLUTION

A. Tujuan Khusus

Pada pelatihan ini ditutup dengan kegiatan “Asking For Solution”


bertujuan member kesemp[atan pada peserta bertanya tentang
permasalahan yang dihadapi saat menjalankan pekerjaannya.

B. Dasar Pemikiran
Masalah adalah bagian yang erat dan dipastikan selalu ada pada
setiap manusia dalam menjalani kehidupannya. Tidak setiap individu
mampu mengolah masalahnya agar muncul solusi-solusi kratif yang
dapat digunakan sebagai “obat” bagi problem yang dikeluhkan. Asking
for Solution adalah bagian penutup dari serangkaian pelatihan motivasi
kerja yang telah dijalani peserta. Tidak hanya member kesan
menyenangkan pada sesi terakhir ini peserta diharapkan mampu
menemukan titik terang dari problem-problemnya.

C. Materi

Tanya jawab dan jargon “Spirit For Success?? Okelah kalau


begitu!!!” atau jargon pengganti lainnya.

D. Metode

- Pemutaran music instrument, kitaro, Richard Clayderman, dan alunan


saxophone- Kenny G

- Tanya jawab akhir

- Meneriakkan jargon dengan lantang

- Foto bersama dan diakhiri jabat tangan antar sesame peserta dan
peserta dengan trainer atau fasilitator

E. Format

Peserta dalam kelompok besar, indoor. Peserta mengajukan


pertanyaan, jika telah selesai terjawab semuanya peserta dipersilakan
berdiri bersama-sama trainer dan fasilitator, peserta di ujung kanan
baris paling depan menjabat tangan peserta di sebelah kirinya,
berjalan terus menjabati satu persatu, disusul peserta selanjutnya
yang telah disalami, begitu seterusnya hingga telah rata jabat tangan
antar sesama peserta.

F. Waktu yang Dibutuhkan

30 menit

G. Alat dan bahan yang diperlukan

Mic, sound system, kamera, LCD, laptop

H. Setting

GSG FIP UNNES, pukul 17.00-17.30


ENDING

Pelatihan diakhiri pada pukul 17.00-17.30 diisi dengan tanya jawab akhir,
meneriakkan jargon dengan lantang dan kompak, foto bersama dan diakhiri dengan
berjabat tangan antar peserta dan peserta dengan trainer dan fasilitator. Diiringi music
instrument Kitaro, Richard Clayderman, dan saxophone-Kenny G.

Let Us Give tHanks To God!!!


PEMBUKAAN,

CONDITIONING & ICE BREAKING

1. PEMBUKAAN

A. Tujuan Khusus

Pembukaan bertujuan mengawali semua rangkaian kegiatan yang akan


dilaksanakan dalam kegiatan pelatihan. Selain itu, pada pembukaan peserta
diharapkan saling mengenal baik kepada sesame peserta maupun kepada
fasilitator dan trainer.

B. Dasar Pemikiran

Kesan menarik dan tidak menariknya suatu kegiatan terletak pada awalnya.
Perhatian positif yang diberikan peserta akan lebih besar jika pembukaan tampak
menarik perhatian. Perkenalan digunakan sebagai media mengawali kegiatan
untuk saling mengenal satu sama lain. Sehingga terjaliin hubungan yang akrab
dan mampu memahami satu sama lain.

C. Materi

Perkenalan diri

D. Metode

Trainer memimpin doa bersama sebelum pelatihan dimulai agar pelatihan berjalan
lancer sesuai dengan apa yang diinginkan. Trainer memperkenalkan diri dan
memandu peserta untuk saling berkenalan. Peserta bergiliran satu persatu
menyebutkan nama lengkap dan nama panggilan.

E. Format

Peserta duduk membentuk huruf U

F. Waktu yang Dibutuhkan

Waktu yang dibutuhkan yaitu sekitar 10 menit.

G. Alat dan bahan yang Dibutuhkan

Mic

H. Setting

GSG FIP UNNES


2. CONDITIONING

A. Tujuan Khusus

• Mengondisikan pelatihan agar berjalan lancer

• Menertibkan peserta agar kegiatan tampak rapi

• Mempersiapkan peserta agar siap mengikuti pelatihan

• Menyusun peraturan ynag harus disepakati bersama

• Mendiskusikan jargon yang akan dipakai bersama

• Menyampaikan pokok-pokok materi yang akan diterima peserta

B. Dasar Pemikiran

Conditioning diperlukan untuk mempersiapkan peserta agar siap berkonsentrasi


pada materi-materi yang akan disampaikan pada mereka. Melalui conditioning,
peserta diarahkan pada rangkaian acara yang akan dilaksanakan. Penyatuan
kesepahaman dituangkan melalui kesepakatan yang sebelumnya didiskusikan
bersama sehingga titik perhatian terpusat dan materi mampu terserap secara utuh.

C. Materi

• Pokok-pokok materi yang akan dilaksanakan ditampilkan melalui slide-


slide dalam LCD, mengunakan program Microsoft power point.

• Jargon “Spirit For Success??Okelah Kalau begitu!!!”


• Komitmen yang disepakati bersama:

a) Mengikuti pelatihan dengan serius tapi santai

b) Tidak bercanda yang berlebihan

c) Mematikan ponsel saat Pelatihan berlangsung

d) Menulis presensi sebelum acara dimulai

e) Sanggup mengikuti acara hingga selesai

D. Metode

• Trainer menyampaikan pokok materi pelatihan yang akan diterima peserta

• Menyusun komitmen bersama, trainer menawarkan dan mendiskusikan


peraturan yang akan ditaati peserta pelatihan.

• Trainer bertanya secara acak kepada peserta mengenai tujuan mengikuti


pelatihan tersebut.

• Menyusun jargon. Trainer dan peserta bersepakat mengenai jargon yang


akan dipakai selama pelatihan. Misalnya, “Spirit For Success??Okelah
kalau begitu!!!”

E. Format

Peserta dalam kelompok besar

F. Waktu yang dibutuhkan

Alokasi waktu yang dibutuhkan sekitar 10 menit


G. Alat dan bahan yang dibutuhkan

- Laptop

- LCD

- Mic

- Sound system

H. Setting

GSG FIP UNNES


3. ICE BREAKING

A. Tujuan Khusus

Ice breaking diadakan baertujuan memecahkan kejenuhan, mencairkan suasana


yang masih kaku, dan saling menjalin hubungan dengan saling mengenal satu
sama lain. Selain itu juga untuk menghilangkan batasan diri saat bersama-sama.
Juga memupuskan rasa individualis yang berlebihan.

B. Dasar Pemikiran

Melalui ice breaking suasana kondusif dapat tercipta. Ketegangan dan kejenuhan
peserta dapat teratasi melalui permainan dan kerjasama tim yang menuntut
kekompakan. Selain itu, ice brekiing juga mengembalikan daya konsentrasi yang
semula menurun menjadi lebih tajam. Susana pelatihan pun menjadi dinamis
karena adanya kesan yang menyenangkan di awal acara.

C. Materi

Permainan dengan judul “Puzzle Berita hari ini”

D. Metode

Trainer meminta peserta untuk mengikuti permainan “Puzzle Berita Hari Ini”.
Trainer menginformsikan petunjuk permainan.

• Deskripsi

Peserta membentuk dua kelompok besar. Tiap kelompok disediakan satu


bahan berita yang berasal dari surat kabar/ koran. Koran tersebut dibagi
menjadi serpihan untuk disusun kembali menjadi suatu bacaan yang utuh.
Masing-masing orang dalam kelompok diberi 5-7 serpihan puzzle.
Masing-masing orang diberi kesempatan menemptkan serpihan puzzle
yang dimiliki untuk dijadikan satu dengan serpihan milik temannya yang
lain.

• Tujuan

Mendorong peserta untuk berkonsentrasi pada apa ynag dihadapi dan lebih
teliti dalam bekerjasama dalam sebuah tim. Menumbuhkan sikap cekatan
dalam bertindak. Menumbuhka semangat berkompetisi secara sehat.

• Prosedur

Fasilitator membagi peserta dalam dua kelompok besar dan dimungkinkan


sama jumlahnya. Peserta diminta membentuk suatu lingkaran di tiap
kelompoknya. Dalam satu kelompok ditunjuk satu ketua. Tiap orang
dalam kelompok diberi 5-7 serpihan puzzle yang harus disusun secara
bersamaan denagn anggota kelompok yang lainnya.

Puzzle yang dibawa tiap peserta merupakan bagian dari berita yang dibuat
beberapa bagian untuk disatukan kembali. Peserta dalam satu kelompok
saling membantu sama lain agar puzzle berita yang mereka susun dapat
secepat mungkin tertata tanpa didahului kelompok lain.
• Kunci

Kelompok yang mampu menyusun puzzlenya yang paling cepat dan


paling tepat adalah pemenang kompetisi tersebut.

E. Format

Satu kelompok terdiri dari 10 peserta

F. Waktu yang dibutuhkan

Waktu yang dibutuhkan dalam permainan “Puzle Berita Hari Ini” yaitu sekitar 15
menit

G. Alat dan bahan yang dibutuhkan

 Stopwatch

 Koran

PRE TEST

A. Tujuan Khusus

Mengukur kemampuan peserta dalam menghadapi suatu problem. Mengetahui pola pikir
kreatif dalam menghadapi suatu permasalahan

B. Dasar pemikiran

Dengan dilakukannya pre test sebelum pelatihan dimulai maka akan diketahui seberapa
haan menawarkan gaji
jauh yang menjanjikan
para peserta berpikir hanya kepada
kreatif dalam anda, namun
menghadapi posisi
masalah yang
ataupun ditawarkan
suatu konflik. tidak sesuai deng

entrasi pada pembeli eceran tersebut agar perusahaan anda tetap berjalan. Lambat laun pembeli grosir pun be
C. Materi

Kartu pertanyaan yang terdiri dari dua warna yang berbeda.

1. Kartu Kuning

2. Kartu hijau
D. Metode

Peserta diberi soal yang berupa studi kasus dan pertanyaan yang bersinggungan sesuatu
yang dilematis. Fasilitator menyediakan satu HVS untuk digunakan sebagai lembar jawab
peserta.

E. Format

Tes yang diberikan adalah tes individual, indoor.

F. Waktu yang dibutuhkan

30 menit

G. Alat dan bahan yang dibutuhkan

- Kertas HVS

- bolpoin

- mic

- kertas asturo warna kuning dan hijau

H. Setting

Gedung GSG, FIP, UNNES


.

MATERI I

MENGENALI KEMBALI MINAT DAN MOTIVASI DIRI

A.Tujuan Khusus

Mengenali minat dan motivasi diri sehingga peserta dapat memahami akan pentingnya sebuah
motivasi dan minat yang ada pada dirinya dalam mencapai tujuan hidup khususnya dalam dunia
kerja.

B. Dasar Pemikiran

Dengan bangkitnya motivasi pada yang diiringi minat seseorang tersebut maka segala sesuatu
yang dilakukan akan dilakukan dengan baik dan terarah,khususnya dalam bidang pekerjaan
yang mana biasanya seseorang dalam kehidupannya mengalami fase kejenuhan yang dipengaruhi
oleh beberapa faktor penyebabnya.

C. Materi

Pengertian Motivasi Kerja

Menurut arti katanya, motivasi atau motivation berarti motif, penimbulan motif atau hal
yang menimbulkan dorongan. Dalam kamus administrasi, Drs. The Liang Gie CS,
memberikan perumusan akan motivating atau pendorong kegiatan sebagai berikut:
“pekerjaan yang dilakukan oleh seorang manajer dalam memberikan insprasi, semangat
dan dorongan kepada orang lain, dalam hal ini karyawannya untuk mengambil tindakan-
tindakan. Pemberian dorongan ini bertujuan untuk menggiatkan ornag-orang atau
karyawan agar mereka besemangat dan dapat mencapai hasil sebagaimana dikehendaki
dari ornag-orang tersebut.
Di bawah ini tercantum beberapa definisi atau pengertian motivasi kerja dari sejumlah
penulis sebagai berikut:

• George R. Terry berpendapat “motivasi kerja adalah suatu keinginan dalam diri
seseorang yang mendorongnya untuk bertindak sesuatu”.
• Dr. Sondan P. Siagian, MPA berpendapat bahwa: “Motivasi kerja merupakan
keseluruhan proses pemberian motiv berkerja para bawahan sedemikian rupa sehingga
mereka mau bekerja dengan ikhlas demi tercapainya tujuan organisasi dengan efisien dan
ekonomis.
• Wahjosumadjo menyatakan, “motivasi kerja merupakan suatu prsoses psikologis yang
mencerminkan interaski antara sikap kebutuhan persepsi dan kepuasan yang terjadi pada
diri seseorang
• G. Terry mengemukakan bahwa “Motivasi diartikan sebagai mengusahakan supaya
seseorang dapat menyelesaikan mempekerjaan dengan semangat karena ia ingin
melaksanakannya”.
• M. Manullang memberikan pengertian motivasi sebagai pekerjaan yang dilakukan oleh
seorang manajer memberikan inspirasi, semangat dan dorongan kepada orang lain, dalam
hal ini karyawan untuk mengambil tindakan-tindakan. Pemberian dorongan ini bertujuan
untuk menggiatkan orang-orang karyawan agar mereka bersemangat dan dapat mencapai
hasil sebagaimana dikehendaki dari orang-orang tersebut.

B. Dasar-dasar Pokok Motivasi Kerja


Pada dasarnya motivasi dapat mamacu karyawan untuk bekerja keras sehingga dapat
mencapai tujuan mereka. Hal ini akan meningkatkan produkitvitas kerja karyawan
sehingga berpengaruh pada pencapaian tujuan perusahaaan., sumber motivasi ada tiga
faktor, yakni (1). Kemungkinana untuk berkembang, (2). Jenis pekerjaan ,dan (3).
Apakah mereka dapat merasa bagga menjadi bagian dari perusahaan tempat mereka
bekerja. Di samping itu terdapat beberapa aspek yang terpengaruh terhadap motivasi
kerja karyawan, yakni: rasa aman dalam bekerja, mendapatkan gaji yang adil dan
kompetitif. Lingkungan kerja yang menyengangkan, penghargaan atas prestasi kerja dan
perlakuan yang adil dari manajemen. Dengan melibatkan karyawan dalam pengambilan
keputusan, pekerjaan yang menarik menantang, kelompok dan rekan-rekan kerja yang
menyenangkan, kejelasan akan standar keberhasilan, output yang diharapkan serta,
bangga terhadap pekerjaan dan perusahaan dapat menjadi faktor pemicu kerja karyawan.
Pada dasarnya proses dapat digambarkan jika seseorang tidak puas akan mengakibatkan
ketegangan, yang pada akhirnya akan mencapai jalan atau tindakan untuk memenuhi dan
terus mencari kepuasan yang menurut ukurannya sendiri sudah sesuai dan harus
terpenuhi. Sebagai contohnya, beberapa karyawan secara regular menghabiskan sebagian
besar waktunya untuk berbicara atau mendiskusikan sesuatu di kantor, yang sebenarnya
hanya untk memuaskan kebutuhan sosialnya. Langkah ini sebagai suat usaha yang bagus,
namun tidak produktif dapat mewujudkan hasil kerja atau target kerja.

C. Teori-teori Motivasi Kerja


1. Teori A. H. Maslow
Teori motivasi yang sangat terkenal adalah toeri kebutuan yang dikemukakan oleh
Abraham Maslow. Menurut Maslow bahwa pada setiap diri manusia itu terdiri atas lima
kebutuhan, yaitu: kebutuhan secara fisiologis, rasa aman, social, penghargan dan
aktualisasi diri. Seperti terlihat pada gambar berikut:

Aktualisasi diri
Kebutuhan untuk menggunakan , skill, potensi, kebutuhan untuk berpendapat dengan
mengemukakan ide-ide, memberikan penilaian dan kritik terhadap Sesutu

Penghargaan diri
Kebutuhan akan harga diri, kebutuhan dihormati dan dihargai orang lain

Kepemilikan sosial
Kebutuhan merasa memiliki, kebutuhan untuk diterima dalam kelompok, berafiliasi,
berinteraksi dan kebutuhan untuk mencintai dan dicintai

Rasa aman
Kebutuhan rasa aman, kebutuhan perlindungan dari ancaman, bahaya, pertentangan dan
lingkungan hidup

Kebutuhan fisiologis
Kebutuhan fisiologis, kebutuhan makan, minum, perlindungan fisik, seksual, sebagai
kebutuhan terendah

Diagram di atas menjelaskan bahwa urutan dan rangkaian kebutuhan seseorang selalu
mengikuti alur yang dijelaskan oleh teori Maslow. Semakin ke atas kebutuhan seseorang
semakin sedikit jumlah atau kuantitas manusia yang memiliki kriteria kebutuhannya,
contohnya kebutuhan kategori self actualization/kebutuhan kebebasan diri untuk
merealisasikan cita-cita/harapan individu untuk mengembangkan bakat yang dimilikinya.
Jika dilihat dari struktur dan keadaan masyarakat Indonesia, sumber daya manusia kita
masih banyak pada peringkat kebutuhan fisiologis.

2. Teori David Mc Uelland


David Mc Clelland direktur pusat penelitian kepribadian di universitas Harvard
menganalisis tentang tiga kebutuhan manusia yang sangat penting di dalam organisasi
tentang motivasi mereka. Mc Clelland theory of needs memfokuskan kepada tiga hal,
yaitu:
• Kebutuhan dalam mencapai kesuksesan (Need for a chievement); kemampuan untuk
mencapai hubungan kepada standar perusaahn yang telah ditentukan juga perjuangan
karyawan untuk menuju keberhasilan.
• Kebuthan dalam kekuasaan/ororitas kerja (need for power), kebutuhan untuk membuat
orang berperilaku dalam keadaan yang wajar dan bijaksana dalam tugasnya masing-
masing.
• Kebutuhan untk berafiliasi (need for affiliation); hasrat untuk bersahabat dan mengenal
lebik dekat rekan kerja dalam organisasi.

3. Toeri Mc Gregor
Dogles Mc Gregor mengajukan dua pandangan yang berbeda tentang manusia; negative
dengan tanda x dan positif dengan tanda Y. Setelah melakukan penyelidikan tentang
perjanjian seorang manajer dan karyawan, Mc. Gregor merumuskan asumsi-asumsi dan
perilaku manusia dalam organisasi sebagai berikut:
Teori X (negative) merumuskan asumsi seperti:
• Manusia sebenarnya tidak suka bekerja dan jika ada kesempatan dia akan menghindari
atau bermalas-malasan dalam bekerja.
• Semenjak manusia tidak menyukai pekerjaannya, mereka harus dia tur dan di kontrol
bahkan mungkin ditakuti untuk menerima sanksi hukum jika tidak bekerja dengan
sungguh-sungguh.
• Manusia akan menghindari tanggung jawabnya dan mencari tujuan formal sebisa
mungkin.
• Kebanyakan manusia menempatkan keamanan dan di atas faktor lainnya yang
berhubungan erat dengan pekerjaan dan akan menggambarkannya dengan sedikit ambisi.
Sebaliknya teori Y (positif) memiliki asumsi-asumsi sebagai berikut:
• manusia dapat memandang pekerjaan sebagai sesuatu yang wajar, lumrah dan alamiah
• Manusia akan melatih tujuan pribadi dan pengontrakan diri sendiri jika mereka
melakukan komitmen yang sangat objektif.
• Kemampuan untuk melakukan keputusan yang cerdas dan inovatif adalah tersebar
secara meluas diberbagai kalangan tidak hanya dari kalangan top manajement/dewan
direksi jadi teori MC. Gregor ini lebih memihak kepada asumsi-asusmi Y dari perilaku
sumber daya manusia di dalam organisasi. Boleh jadi, ide-ide secara partisipasi manusia
dalam kepuasan kerjanya.
4. Teori M. Scott Myers
M. Scott Myers dari Texas menelaah 5 kelompok karyawan yaitu: ilmuwan, insinyur,
penyelia pembuatan, teknisis pria yang dibayar berdasarkan jam, dan perakitan wanitan.
Myers menerangkan 2 tipe karyawan: pencari motivas adalah karyawan yang dimotivasi
oleh keberhasilan pelaksanaan, tanggung jawab, pertumbuhan, pengembangan, pekerjaan
itu sendiri dan pengakuan, sedangkan pengelak motivasi biasanya terlalu
memikirkan/merasa tidak puas dengan faktor-faktor seperti upah dan tunjangannya.
Karena itu manajer yang ingin memotivasi karyawan harus menentukan orientasi
kelompok dan sesudah itu menerapkan langkah-langkah perbaikan yang layak.

5. Toeri Frederick Herzberg


Menurut teori Herzberg, faktor-faktor yang berperan sebagai motivator terhadap pegawai,
yakni yang mampu memuaskan dan mendorong orang untuk bekerja baik terjadi dari:
• Achievement (keberhasilan pelaksanaan)
Agar seorang bawahan dapat berhasil dalam pekerjaannya, maka pemimpin harus
mempelajari bawahannya dan pekerjaannya dengan memberikan kesempatan agar
bawahan dapat berusaha mencapai hasil. Selanjutnya agar pemimpin memberi semangat
pada para pegawainya sehingga pegawai telah berhasil mengerjakan pekerjaannya,
pemimpin harus menyatakan keberhasilan itu.

• Recognition (pengakuan)
Pengakuan terhadap keberhasilan pegawai dapat dilakukan berbagai cara, yaitu:
- Memberi surat penghargaan
- Memberi hadiah berupa uang tunai
- Memberi medali, surat penghargaan, dan hadiah uang tunai
- Memberi kenaikan gaji dan promosi
• The work it self (pekerjaan itu sendiri)
Pemimpin membuat usaha-usaha yang riil dan meyakinkan, sehingga pegawai mengerti
akan pentingnya pekerjaan yang dilakukannya dan berusaha menghindarkan kebosanan
dalam pekerjaan pegawai serta mengusahakan agar pegawai sudah tepat dalam
pekerjaannya.
• Responsibilities (tanggung jawab)
Agar responsibilities benar-benar menjadi motivator bagi pegawai, pemimpin harus
menghindari supervise yang ketat, dengan memberikan pegawai bekerja sendiri
sepanjang pekerjaan itu memungkinkan dan menerapkan prinsip partisipasi.
• Advancement (pengembangan)
Agar faktor ini benar-benar berfungsi sebagai motivator maka pemimpin dapat
memulainya dengan melatih bawahannya untuk pekerjaan yang lebih bertanggung jawab.
Selanjutnya pemimpin memberi rekomendasi tentang pegawai yang siap untuk
mengembangkan, untuk menaikkan pangkatnnya atau dikirim mengikuti pendidikan atau
latihan lanjutan.

D. Motivasi Bersifat Positif


Setiap pemimpin harus mempelajari setiap perilaku karyawan agar bisa menggunakan
motivasi yang tepat dan cocok.
• Penghargaan terhadap pekerjaan
Kebanyakan manusia senang menerima pengakuan terhadap pekerjaan yang
diselesaikannya dengan baik, berdiam diri saja tidak cukup. Terutama apabila pekerjaan
baik dihargai tanpa, komentar, sementara pekerjaan jelek selalu diberikan teguran.
Bagaimana penghargaan terhadap pekerjaan yang teselesaikan dengan baik akan
menyenangkan hati itu.
• Komunikasi dan informasi
Pemberian informasi yang jelas akan sangat berguna untuk menghindari adanya gosip,
desas-desus dan sebagainya harus ada informasi dan komunikasi kepada karyawan
dengan baik, jelas dan terperinci. Hasilnya, setelah diberikan penjelasan atau informasi,
mereka akan bersemangat atau termotivasi dalam bekerja.
• Persaingan, partisipasi dan kebanggaan
Pada umumnya, setiap orang sering bersaing secara sehat dan jujur. Sikap dasar ini bisa
di manfaatkan oleh para pemimpin dengan memberikan motivasi persaingan yang sehat
dalam menjalankan tugasnya. Pemberian hadiah untuk yang menang merupakan bentuk
motivasi postif. Dengan dijalankannya partisipasi ini bisa di peroleh manfaat, seperti bisa
dibuatnya keputusan yang lebih baik karena banyak sumbangan pikiran, adanya
penerimaan yang lebih besar terhadap perintah yang diberikan dan adanya perasaan
diperlukan. Kebanggan disini sebagai alat motivasi dengan persaingan dan pemberian
penghargaan.

E. Berbagai Pandangan Motivasi Kerja Dalam Organisasi

- Model tradisional Model motivas tradisional dihubungkan dengan tokoh Fredrick


Taylor untuk memberikan dorongan kepada karyawan agar melakukan tugas mereka
dengan berhasil, para manajer menggunakan sistem upah. Semakin banyak mereka
menghasilkan/mencapai hasil kerja yang sempurna, semakin besar penghasilan mereka.

-Model hubungan manusiawi Elton Maya dan peniliti tentang hubungan manusia lainnya
menemukan bahwa kontak sosial yang dialami mereka, dan kebosanan serta rutinitas
pekerjaan merupakan hal-hal yang mengurangi motivasi dalam bekerja. Sehingga mereka
menganjurkan para manajer bisa memotivasi karyawan dengan mengakui kebutuhan
sosial dan membuat mereka merasa penting dan berguna. Perusahaan mencoba untuk
mengakui kebutuhan sosial karyawan dan mencoba memotivasi mereka dengan
meningkatkan kepuasan kerja. Para karyawan diberi lebih banyak waktu kebebasan untuk
mengambil keputusan dalam pekerjaannya. Dalam model atasan mereka memperlakukan
dengan baik dan tenggang rasa juga penuh perhatian atas kebutuhan mereka.
- Model sumber daya manusia
Tugas manajer dalam model ini, bukanlah menyuap para karyawan dengan upah atau
uang saja tetapi juga untuk mengembangkan rasa tanggung jawab bersama dalam
mencapai tujuan organisasi dan anggotanya, dimana setiap karyawan menyumbangkan
sesuai dengan kepentingan dan kemampuannya masing-masing.

D. Metode

Ceramah.Trainer memberikan ceramah mengenai “Mengenali kembali minat dan


motivasi diri” dan peserta mendengarkan ceramah.
E. Format

Peserta dalam kelompok besar, indoor.

F. Waktu yang dibutuhkan

± 1 jam

G. Alat dan Bahan yang Dibutuhkan

• Laptop

• LCD

• Sound system

• Mic

H. Tempat

GSG FIP UNNES


ISHOMA

(ISTIRAHAT, SHOLAT, DAN MAKAN)

MATERI II

MENUMBUHKAN SEMANGAT DAN KEPUASAN KERJA

A.Tujuan Khusus

Setelah memberikan pengenalan kembali tentang motivasi, akan sangat baik sekali apabila
dibangkitkan semangat para peserta.Dan apabila semangat ini telah muncul bersamaan dengan
motivasi maka akan mencapai suatu kepuasan kerja.
B. Dasar Pemikiran

Setiap orang pasti memiliki filosofi yang berpandangan bahwa “Hari ini harus lebih baik dari
kemarin”. Pernyataan ini pun bisa dijadikan suatu motivasi seseorang dalam melangkah ke
depan.

Seperti diketahui, motivasi merupakan faktor pendukung dominan seseorang untuk bisa
meningkatkan produktivitas. Dengan adanya motivasi semangat kerja seseorang bisa makin
terpacu. Menurut Ketua Asosiasi Produktivitas Nasional Indonesia, Mujiman menyatakan bahwa
motivasi yang dimiliki seseorang selalu berhubungan dengan etos kerja.

“Adanya motivasi bisa mengubah hidup dan memberi semangat,”

C. Materi

Pengertian Semangat Kerja

Menurut Moekijat (1978:185) bahwa semangat kerja juga disebut dengan morale atau moral
kerja. Sedangkan menurut George Terry (Anak S. Bagindo dan M. Ridwan 1983:313) adalah
sebagai berikut :
“Morale atau semangat kerja adalah sikap kesediaan perasaan yang memungkinkan seseorang
bekerja untuk menghasilkan kerja yang lebih baik, tanpa menambah keletihan yang
menyebabkan dia dengan antusias ikut serta dalam kegiatan-kegiatan dan usaha kelompok.”
Lebih lanjut untuk mengetahui apakah seseorang pegawai mempunyai semangat kerja yang
tinggi atau rendah dapat dilihat dari beberapa hal, sebagaimana yang dikemukakan oleh Muhajir
(1991:10) sebagai berikut :
Pengaruh moral kerja yang tinggi dapat dilihat dalam berbagai wujud, kerja dengan senang dan
puas, tidak merasa jemu, waktu habis tidak terasa,perintah dipatuhi dengan senang hati, saling
membantu, kerja ekstra diterima tanpa tanpa mengeluh kekurangan alat-alat, tenaga biaya dan
keahlian, saling dipahami dan diterima dengan good will.
Indikasi turunnya semangat kerja penting diketahui oleh organisasi, karena dengan pengetahuan
tentang indikasi ini akan dapat diantisipasi sebab turunnya semangat kerja, dengan demikian
organisasi akan dapat mengambil tindakan-tindakan pemecahan masalah sedini mungkin.

Kepuasan kerja (Job Satisfaction) adalah keadaan emosional yang menyenangkan atau tidak
menyenangkan, dengan mana para karyawan memandang pekerjaan mereka. Kepuasan kerja
mencerminkan perasaan seseorang terhadap pekerjaannya .
Kepuasan kerja menjadi masalah yang cukup menarik dan penting, karena terbukti besar
manfaatnya baik, bagi kepentingan individu, industri, dan masyarakat. Bagi individu, penelitian
tentang sebab-sebab dan sumber-sumber kepuasan kerja memungkinkan timbulnya usaha-usaha
peningkatan kebahagiaan hidup mereka. Bagi industri, penelitian mengenai kepuasan kerja
dilakukan dalam rangka usaha peningkatan produksi dan pengurangan biaya melalui perbaikan
sikap dan tingkah laku karyawannya. Selanjutnya, masyarakat tentu akan menikmati hasil
kapasitas maksimum dari industri serta naiknya nilai manusia di dalam konteks pekerjaan.
Tentang penelitian di bidang kepuasan kerja itu sendiri, ada tiga macam arah yang bisa dilihat,
yaitu antara lain:
a. Adalah usaha untuk menemukan faktor-faktor yang menjadi sumber kepuasan kerja serta
kondisi-kondisi tertentu agar karyawan bisa lebih bergairah dan merasa bahagia dalam bekerja.

b. Adalah usaha untuk melihat bagaimana efek dari kepuasan kerja terhadap sikap dan tingkah
laku orang terutama tingkah laku kerja seperti: produktivitas, absentisme, kecelakaan akibat
kerja, labour turn over dan sebagainya. Dengan mengetahui hal ini, orang dapat mengambil
langkah-langkah yang tepat dalam memotivasi karyawan serta mencegah kelakuan-kelakuan
yang dapat merugikan.
c. Adalah dalam rangka usaha mendapatkan rumusan atau definisi yang lebih tepat dan bersifat
komprehensip mengenai kepuasan kerja itu sendiri.
Pada dasarnya kepuasan kerja merupakan hal yang bersifat individual. Setiap individu akan
memiliki tingkat kepuasan yang berbeda-beda sesuai dengan sistem nilai-nilai yang berlaku pada
dirinya. Ini disebabkan karena adanya perbedaan pada masing-masing individu. Semakin banyak
aspek-aspek dalam pekerjaan yang sesuai dengan keinginan individu tersebut, maka semakin
tinggi tingkat kepuasan yang dirasakannya, dan sebaliknya.
Menurut Wexley dan Yukl (1977) yang disebut kepuasan kerja adalah “is the way an employee
feels about his her job”. Ini berarti kepuasan kerja sebagai “perasaan seseorang terhadap
pekerjaan”. Ada yang memberi batasan sebagai “positive emotional state” (Athanasiou, 1973).
Kemudian oleh Vroom (1964) dikatakan sebagai “refleksi dari job attitude yang bernilai positif”.
Hoppeck menarik kesimpulan setelah mengadakan penelitian terhadap 309 karyawan pada suatu
perusahaan di New Hope Pennsylvania USA bahwa kepuasan kerja merupakan penilaian dari
pekerja yaitu seberapa jauh pekerjaannya secara keseluruhan memuaskan kebutuhannya.

Pengertian kepuasan kerja menurut Rivai bahwa :

Kepuasan kerja pada dasarnya merupakan sesuatu yang bersifat individual. Setiap invidu
memiliki tingkat kepuasan yang berbeda-beda sesuai dengan sistem nilai yang berlaku pada
dirinya. Makin tinggi penilaian terhadap kegiatan dirasakan sesuai dengan keinginan individu,
maka makin tinggi kepuasannya terhadap kegiatan tersebut. dengan demikian kepuasan
merupakan evaluasi yang menggambarkan seseorang atas perasaan sikapnya senang atau tidak
senang, puas atau tidak puas dalam bekerja.

Newstrom mengemukakan bahwa “ job satisfaction is the favorableness or unfavorableness with


employes view their work ”. Kepuasan kerja berarti perasaan mendukung atau tidak mendukung
yang dialami seseorang setelah menyelesaikan suatu pekerjaan.
Lebih jauh Wexley dan Yukl mengartikan kepuasan kerja sebagai “ the way an employee feels
about his or her job ”. Artinya bahwa kepuasan kerja adalah cara seseorang merasakan dirinya
atas hasil pekerjaannya. dapat disimpulkan bahwa kepuasan kerja adalah perasaan yang
menyokong atau tidak menyokong dalam diri seseorang yang berhubungan dengan pekerjaan
maupun kondisi dirinya. Perasaan yang berhubungan dengan pekerjaan melibatkan aspek-aspek
seperti upaya, kesempatan pengembangan karir, hubungan dengan orang lain, penempatan kerja,
dan struktur organisasi. Sementara itu, perasaan yang berhubungan dengan dirinya antara lain
berupa umur, kondisi kesehatan, kemampuan dan pendidikan.
Menurut Handoko menyatakan bahwa : “kepuasan adalah keadaan emosional yang
menyenangkan dimana para karyawan memandang pekerjaan mereka”. Kepuasan kerja
mencerminkan perasaan seseorang terhadap pekerjaannya. Ini dampak dalam sikap positif guru
terhadap pekerjaan dan segala sesuatu yang dihadapi di lingkungan kerjanya.
Menurut pendapat Robins : “Kepuasan itu terjadi apabila kebutuhan-kebutuhan individu sudah
terpenuhi dan terkait dengan derajat kesukaan dan ketidaksukaan dikaitkan dengan Pegawai”; ini
merupakan sikap umum yang dimiliki oleh Pegawai yang erat kaitannya dengan imbalan-
imbalan yang mereka yakini akan mereka terima setelah melakukan sebuah pengorbanan.
Apabila dilihat dari pendapat Robin tersebut terkandung dua dimensi, pertama, kepuasan yang
dirasakan individu yang titik beratnya individu anggota masyarakat, dimensi lain adalah
kepuasan yang merupakan sikap umum yang dimiliki oleh pegawai
Aspek-aspek yang terdapat dalam kepuasan kerja disebutkan oleh Robins adalah sebagai
berikut :
( 1 ) Kerja yang secara mental menantang, Karyawan cenderung menyukai pekerjaan-pekerjaan
yang memberi mereka kesempatan untuk menggunakan keterampilan dan kemampuan mereka
dan menawarkan tugas, kebebasan dan umpan balik mengenai betapa baik mereka mengerjakan.
Karakteristik ini membuat kerja secara mental menantang. Pekerjaan yang terlalu kurang
menantang menciptakan kebosanan, tetapi terlalu banyak menantang menciptakan frustasi dan
perasaan gagal. Pada kondisi tantangan yang sedang, kebanyakan karyawan akan mengalamai
kesenangan dan kepuasan. ( 2 ) Ganjaran yang pantas, Para karyawan menginginkan sistem upah
dan kebijakan promosi yang mereka gambarkan sebagai keadilan. Upah dikatakan adil apabila
cara penentuannya didasarkan pada tuntutan pekerjaan, tingkat keterampilan individu, dan
standar pengupahan komunitas, dan besar kecilnya tanggungjawab yang diembannya. Jika
demikian yang dilakukan kemungkinan besar akan dihasilkan kepuasan. Tentu saja, tidak semua
orang mengejar uang, banyak orang bersedia menerima gaji yang lebih kecil untuk bekerja pada
lokasi yang diinginkan atau pada pekerjaan yang kurang menuntut atau mempunyai keleluasaan
yang lebih besar dalam kerja yang mereka lakukan dan jam-jam kerja. Tetapi kunci yang
memberlakukan upah dengan kepuasan bukanlah jumlah mutlak yang dibayarkan; yang lebih
penting adalah persepsi keadilan. Serupa pula karyawan berusaha mendapatkan kebijakan dan
praktik promosi yang lebih banyak, dan status sosial yang ditingkatkan. Oleh karena itu individu-
individu yang mempersepsikan bahwa keputusan promosi dibuat dalam cara yang adil ( fair and
just ) kemungkinan besar akan mengalami kepuasan dari pekerjaan mereka. ( 3 ) Kondisi kerja
yang mendukung, Karyawan peduli akan lingkungan kerja baik untuk kenyamanan pribadi
maupun untuk memudahkan mengerjakan tugas. Banyak masalah yang menunjukkan bahwa
karyawan lebih menyukai keadaan sekitar fisik yang tidak berbahaya atau merepotkan.
Temperatur (suhu), cahaya, kebisingan, dan faktor lingkungan lain seharusnya tidak esktrem
(terlalu banyak atau sedikit). ( 4 ) Rekan kerja yang mendukung, Orang-orang mendapatkan
lebih daripada sekedar uang atau prestasi yang berwujud dari dalam kerja. Bagi kebanyakan
karyawan, kerja juga mengisi kebutuhan akan interaksi sosial. Oleh karena itu tidaklah
mengejutkan bila mempunyai rekan sekerja yang ramah dan mendukung menghantar ke
kepuasan kerja yang meningkat. Perilaku atasan seorang juga merupakan determinan utama dari
kepuasan. Umumnya studi mendapatkan bahwa kepuasan karyawan ditingkatkan bila atasan
langsung bersifat ramah dan dapat memahami, menawarkan pujian untuk kinerja yang baik,
mendengarkan pendapat karyawan, dan menunjukkan suatu minat pribadi pada mereka. ( 5 ).
Kesesuaian kepribadian dengan pekerjaan, Pada hakikatnya orang yang mempunyai kepribadian
yang sesuai dengan pekerjaan yang mereka pilih akan menemukan sesuatu yang dapat dikatakan
bahwa mereka mempunyai bakat dan kemampuan yang tepat untuk memenuhi tuntutan dari
pekerjaan mereka. Dengan demikian akan lebih besar kemungkinan untuk berhasil pada
pekerjaan tersebut, dan karena kesuksesannya maka ia akan memiliki kemungkinan yang lebih
besar untuk mencapai kepuasan yang tinggi dari dalam kerja mereka.

Selanjutnya Rivai mengemukakan teori kepuasan kerja yang cukup dikenal ada tiga macam :
( a ). Teori ketidakpuasan ( Discrepancy theory ) yaitu teori yang mengukur kepuasan kerja
seseorang dengan menghitung selisih antara sesuatu yang seharusnya dengan kenyataan yang
dirasakan. Sehingga apabila kepuasannya diperoleh melebihi dari yang diinginkan maka orang
akan lebih puas.

( b ). Teori keadilan ( Equity theory ) adalah teori yang mengemukakan bahwa orang akan
merasa puas atau tidak puas tergantung pada ada atau tidaknya keadilan dalam suatu situasi,
khususnya situasi kerja. Menurut teori ini komponen utama dalam teori keadilan adalah input,
hasil, keadilan dan ketidakadilan.

( c ). Teori dua faktor ( two factor theory ). Yaitu teori ini kepauasan kerja dan ketidakpuasan
kerja Teori ini merumuskan karakteristik pekerjaan menjadi dua kelompok yaitu satisfies atau
motivasi dan dissatisfies. Satisfies adalah faktor-faktor atau situasi yang dibutuhkan sebagai
sumber kepuasan kerja yang terdiri dari pekerjaan yang menarik, penuh tantangan, ada
kesempatan untuk berprestasi, kesempatan memperoleh penghargaan dan promosi. Terpenuhinya
faktor tersebut akan menimbulkan kepuasan, tetapi jika tidak terpenuhinya faktor ini akan
mengakibatkan ketidakpuasan. Dissatisfies adalah faktor-faktor yang menyebabkan
ketidakpuasan, yang terdiri dari : gaji/upah, pengawasan, hubungan antar pribadi, kondisi kerja
dan status. Faktor ini diperlukan untuk memenuhi kebutuhan fisik dan karyawan.

Dari kajian tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa kepuasan kerja adalah merupakan kondisi
psikis seseorang, baik internal maupun eksternal yang menunjukkan sebagai ekspresi perasaan
terhadap situasi kerja, pelaksanaan kerja, dan hasil kerja, yang ditandai dengan : prestasi,
keadilan, jaminan, tantangan, karir, gaji, promosi, pengakuan, dan penghargaan.

Ciri – ciri Semangat Kerja

Ciri-ciri yang dipakai untuk mengukur tinggi rendahnya semangat kerja yang dimiliki karyawan
sebagian besar mengacu pada pendapat Maier yang menyebutkan ada empat konsep dasar yang
mencerminkan semangat kerja yang tinggi yaitu, antara lain :

a. Kegairahan atau antusias (Zest, Enthusiasm). Maier mengemukakan bahwa seseorang yang
memiliki kegairahan dalam bekerja berarti juga memiliki motivasi atau dorongan untuk bekerja,
motivasi tersebut akan terbentuk bila kurang memiliki keinginan atau minat dan kegembiraan
dalam melakukan pekerjaannya. Keinginan atau minat karyawan bekerja mencerminkan adanya
dorongan karyawan dalam melakukan suatu pekerjaan. Keinginan karyawan untuk bekerja
dikatakan kuat bila karyawan melakukannya bukan karena adanya perasaan cemas.
b. Kualitas untuk bertahan (Staying Quality). Setiap orang tentu mempunyai tujuan tertentu
dalam bekerja dan berusaha untuk mencapainya, makin besar usaha individu untuk mengatasi
kesulitan dalam mencapai tujuannya, menunjukkan bahwa individu tersebut memiliki semangat
kerja yang tinggi. Maier menyatakan bahwa individu tetap berusaha mencapai tujuan semula
meskipun mengalami kesulitan, ini menunjukkan bahwa individu tersebut memiliki kualitas
untuk bertahan.

c. Kekuatan melawan frustasi (Resistence to Frustation). Maier menyatakan bahwa kekuatan


melawan frustasi berbeda dengan kualitas untuk bertahan, meskipun secara umum keduanya
mencerminkan bagaimana individu tersebut menghadapi rintangan yang ditemui selama bekerja.
Pada aspek ini Maier melibatkan suatu hal yang menarik untuk mengetahui semangat kerja
individu, yaitu frustasi.

d. Semangat berkelompok. Semangat kerja menurut buku Multipal Personal Administration


yaitu; bahwa semangat kerja adalah, sikap perorangan atau sikap kelompok dari masing-masing
individu terhadap pekerjaan dan lingkungan pekerjaan.

D. Metode

Ceramah.Trainer memberikan ceramah mengenai “Mengenali kembali minat dan


motivasi diri” dan peserta mendengarkan ceramah.

E. Format

Peserta dalam kelompok besar, indoor.

F. Waktu yang dibutuhkan

± 1 jam
G. Alat dan Bahan yang Dibutuhkan

• Laptop

• LCD

• Sound system

• Mic

H. Tempat

GSG FIP UNNES

PERMAINAN

A. Tujuan Khusus

Permainan ini bertujuan untuk merefresh kembali semangat peserta pelatihan. Dengan
adanya pelatihan ini peserta dapat meregangkan kembali otot-otot dan pesendian yang
semula kaku. Selain itu, permainan juga untuk menciptakan kesegaran suasana dan
menghilangkan kesan capek saat mengikuti pelatihan ini.
B. Dasar Pemikiran

Permainan menuntut peserta untuk berkonsentrasi lebih dibandingkan saat menerima


materi. Dalam permainan, focus peserta terhadap tujuan yang hendak dicapai diuji secara
sederhana melalui media permainan ini. Melalui permainan pulalah seseorang akan dapat
secara optimal merangsang saraf-saraf otaknya.

C. Materi

Permainan “Tangkap Tupai dengan Jala”

D. Metode

Trainer meminta semua peserta untuk berpartisipasi dalam permainan “Tangkap tupai
dengan Jala”.

• Deskripsi

Semua peserta membentuk satu lingkaran dalam satu kelompok besar kelompok
besar. Masing-masing peserta duduk bersila dengan posisi tangan menengadah ke
kanan dan ke kiri. Tangan kanan menengadah ke kanan dan tangan kiri
menengadah ke kiri.

• Prosedur

Trainer menyiapkan sebuah cerita tentang seekor tupai yang akan dijala seorang
kakek. Tangan kanan peserta yang telah menengadah, diletakkan di atas tangan
kiri dari peserta lain ynag berada di sebelah kanannya, sedangkan tangan kairi
berada di bawah tangan kanan peserta sebelah kiri. Begitu seterusnya hingga pada
lingkaran penuh.
Trainer menerangkan bahwa tangan kanan peserta diibaratkan sebagai seekor
tupai. Tangan kiri peserta diibaratkan sebagai sebuah jala. Jala dan tupai adalah
dua hal yang bertentangan. Trainer membacakan cerita tentang seekor tupai yang
akan dijala. Jika pada saat trainer mengomandoi peserta dengan kata “tangkap”,
maka tangan kiri yang bertugas sebagai jala harus berusaha menabngkap tangan
kanan yang diibaratkan sebagai tupai.

Jika dilihat, maka tangan kanan jika mendengar aba-aba “tangkap” maka sebisa
mungkin ia harus menangkap tangan kanan milik temannya yang berada di atas
tangan kirinya.

• Kunci

Pada permainan yang dianggap sebagai pemenang adalah bagi yang mampu
menangkap tangan kanan teman di samping kirinya saat aba-aba “tangkap”
disuarakan. Sedangkan yang kalah adalah yang tangan kirinya tertangkap tangan
kanan dari teman di samping kanannya.

E. Format

Peserta membentu lingkaran dengan posisi duduk bersila

F. Waktu yang dibutuhkan

Sekitar 30 menit

G. Alat dan bahan yang dibutuhkan


- Cerita mengenai Tupai

- Mic

H. Setting

Dedung GSG, FIP, UNNES

MATERI III

THE SIMPLE WAYS TO GET BIGGEST SUCCESS

A.Tujuan Khusus

Setelah motivasi dan semangat terbentuk, kemudian dilakukan sebuah terobosan berupa tips- tips
untuk mencapai sebuah kesuksesan.

B. Dasar Pemikiran

Manfaat motivasi yang utama adalah menciptakan gairah kerja, sehingga produktivitas kerja
meningkat. Sementara itu, manfaat yang diperoleh karena bekerja dengan orang-orang yang
termotivasi adalah pekerjaan dapat diselesaikan dengan tepat. Artinya pekerjaan diselesaikan
sesuai standar yang benar dan dalam skala waktu yang sudah ditentukan, serta orang senang
melakukan pekerjaannya. Sesuatu yang dikerjakan karena ada motivasi yang mendorongnya
akan membuat orang senang mengerjakannya. Orang pun akan merasa dihargai atau diakui. Hal
ini terjadi karena pekerjaannya itu betul-betul berharga bagi orang yang termotivasi, schingga
orang tersebut akan bekerja keras. Hal ini dimaklumi karena dorongan yang begitu tinggi
menghasilkan sesuai target yang ditetapkan. Dan untuk mencapai suatu taarget dibutuhkan suatu
“ arahan” atau kiat – kiat tertentu dalam meraih sebuah kesuksesan ( Tips – tips )

C. Materi

Tips – Tips dalam meraih sebuah kesuksesan dalam dunia kerja

Sukses merupakan suatu proses untuk mencapai tujuan yang kita inginkan dan sukses bukan
merupakan akhir dari proses, karena sukses merupakan awal dari proses sebelumnya. Berikut ini
beberapa tips untuk meraih sukses dalam bekerja.

1. Selalu bersikap dan berfikir dalam positive thinking dan optimis.

2. Menjalin kerjasama yang baik dengan rekan kerja lainnya.

3. Bersikaplah “dewasa” dengan mengakui kesalahan jika hal itu memang kesalahan dari
kita tanpa menyalahkan pihak/ orang lain.

4. Pahami aturan-aturan tertulis maupun tak tertulis dalamperusahaan kita bekerja, sebelum
berkompetisi mencapai target karir tertentu.

5. Kembangkan terus sikap bertoleransi dan saling menghor mati rekan kerja.

6. Meskipun ada perbedaan dengan rekan kerja, tetap hargai mereka meskipun hal itu
merupakan kelemahan dan keku atan mereka.

7. Ciptakan suasana dan kondisi yang rapi didalam tempat kerja agar bisa lebih konsentrasi

8. Buatlah prioritas dalam setiap tindakan/proses

9. Jangan pernah ragu-ragu didalam membantu rekan kerja ketika mereka mengalami
kesulitan dalam menyelesaikan tugas

10. Jangan pernah iri/dengki hati ketika rekan kerja meraih kesuksesan tetapi jadikan sebagai
pemicu untuk lebih beru saha dalam mencapai sukses

11. Disiplin, seperti pada point ke delapan, rencana dan peng aturan waktu sesuai yang di
jadualkan

Ketika mengalami kegagalan, intropeksi diri dan selalu optimis untuk mencapai
kesuksesan dimasa depan

D. Metode

Ceramah.Trainer memberikan ceramah mengenai “Mengenali kembali minat dan


motivasi diri” dan peserta mendengarkan ceramah.

E. Format

Peserta dalam kelompok besar, indoor.

F. Waktu yang dibutuhkan

± 1 jam

G. Alat dan Bahan yang Dibutuhkan

• Laptop

• LCD

• Sound system

• Mic

H. Tempat

GSG FIP UNNES Pukul


POST TEST

A. Tujuan Khusus

Untuk mengetahui keefektifan materi yang diberikan trainer, apakah setelah adanya
pelatihan ini peserta lebih kretaif dalam mencari solusi suatu permasalahan.

B. Dasar Pemikiran

Post test digunakan sebagai bahan yang bersifat komparatif antara sebelum adanya
pelatihan dengan setelah adanya pelatihan.

C. Materi
Materi yang diajukan pada peserta dalam post test ini sama dengan apa yang diberikan
saat pre test

D. Metode

Peserta mengerjakan dua soal studi kasus yang tertulis dalamdua kartu yang berbeda
warna

E. Format

Indoor, peserta mengerjakan soal secara individual

F. Waktu yang dibutuhkan

60 menit

G. Alat dan bahan yang dibutuhkan

Stopwatch, kertas HVS, kertas asturo, alat tulis

H. Setting

GSG, FIP, UNNES

EVALUASI DAN REVIEW


AKU AKAN

A.Tujuan
ah ini dengan tanda Khusus
(V) jika anda memahami konsep:

a lebih giat setelah


Evaluasi mengikuti pelatihan ini
dan review dimaksudkan agar diantara peserta maupun antara peserta dengan trainer
dapat
u bekerja sama saling bertukar
dengan temanpendapat mengenai
kerja siapa punkesan
itu dan pesan selama pelatihan , penilaian diri dan
mengingat apa saja yang telah dilakukan serta manfaat apa saja yang diperoleh dari seluruh
ersemangat menghadapi semua persoalan yang menyangkut tugas yang dibebankan kepadaku
rangkaian pelatihan.
menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya
B. Dasar Pemikiran

Evaluasi dan review diperlukan untuk mengetahui keberhasilan pelatihan dan sejauh mana
pelatihan dapat memberikan manfaat bagi semua peserta. Dengan saling bertukar pikiran, maka
akan dapat dijadikan sebagai bahan untuk saling mengintrospeksi diri. Bagi trainer, dapat
mengetahui kelebihan dan kekurangan penyelenggaraan training berikutnya agar menjadi lebih
baik dan bagi peserta akan lebih introspeksi diri untuk semakin menggali potensi dan
kemampuan yang dimiliki.

C. Materi

Kartu “Aku akan”

D. Metode

Peserta diminta untuk menuliskan pendapat, kesan, atau pesan di kertas HVS yang telah
disediakan dan kemudian diberikan kepada trainer. Trainer membacakan di depan
peserta.Kemudian peserta diminta untuk mengisi kartu konsep “ Aku Akan ” dan dikumpulkan
kepada fasilitator.

E. Format

Peserta dalam kelompok besar, memberikan pendapat ataunkesan dan pesan masing- masing
mengenai keseluruhan kegiatan pelatihan “ Re-energizing your spirit to Get your succes ”
dan mengisi kartu konsep “ Aku Akan ”, indoor

F. Waktu yang dibutuhkan

± 30 menit

G. Alat dan Bahan yang Dibutuhkan

• Kertas HVS

• Kartu Konsep “Aku akan ”

• Mic

H. Tempat

GSG FIP UNNES


DAFTAR PUSTAKA
Walgito, Bimo.2003.Pengantar Psikologi Umum Andi: Yogyakarta
Ms,Suharnan.2005.Psikologi Kognitif.Srikandi:Surabaya
Syah, Muhibbin.2004.Psikologi Belajar. PT Raja Grafindo Persada: Jakarta
http://dennymulyana.ngeblogs.com/2010/05/31/potensi-diri-kita-untuk-meraih-sukses-di-
dunia-kerja/

http://sugizo.wordpress.com/2010/06/16/motivasi-tingkatkan-semangat-kerja/

http://sugizo.wordpress.com/2010/06/16/motivasi-tingkatkan-semangat-kerja/

http://deluthus.blogspot.com/2010/06/ciri-ciri-semangat-kerja-yang-tinggi.html
• http://www.hariansumutpos.com/2010/01/tips-sukses-dalam-bekerja.html
Tips Sukses dalam Bekerja