Anda di halaman 1dari 12

Laporan Diskusi Kelompok

Blok Growth And Development System


Semester III

NAMA : SENTHIL KUMAR


NIM : 080100406
KELAS TUTORIAL : B-9
FASILITATOR : DR. ERJAN FIKRI

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
Nama Blok: Blok Growth and Development System
Nama fasilitator: Dr. Erjan Fikri SpB-SpBA
Tanggal: 3-11-2009 dan 6 -11-2009
Pemicu ke: 3
Pemicu:-
Seorang anak laki-laki, R, umur 5 tahun, dibawa ibunya ke pukesmas di Berastagi dengan
keluhan sering batuk dan mencret, tidak suka makan. Lauknya yang disukai kerupuk dan
kecap. Gurunya juga melaporkan bahwa R sering manganruk di kelas. Pekerjaan orang
tua R adalah bercocok tanam di pekarangan.
Pada pemeriksaan fisik didapati anak yang underweight, cengeng, rambut merah,
conjunctive pucat, kulit kusam, perut buncit.
Status presens: Sensorium : Compos Mentis.
Denyut Jantung: 100x/menit, reg
Hepar/ Lien: tak teraba
Apa yang terjadi pada anak laki-laki ini dan bagaimana hal ini dapat mempengaruhi
status gizi anak ini?

More info:
Pemeriksaan antropometri: Berat badan=12kg, tinggi badan=102cm.
Dari pemeriksaan darah diperolehi Hb 9gr%
Pemeriksaan tinja: darah (+), lendir (+), konsestensi lembek.
Telur cacing Ascaris lumbricoides(+), Abcylostoma sp(+), Trichuris trichiura(+), kista
Entamoeba Hystolytica (-).

Tujuan Pembelajaran:-
1. Mengetahui tentang jenis-jenis parasit yang menginfeksi anak.
2. Memahami siklus hidup dan patogenesis cacing soil-transmitted helminths.
3. Mengetahui diagnosis dan penatalaksanaan bagi infeksi STH.
4. Mengetahui tentang Kurang Kalori Protein (gejala klinis, faktor penyebab)
5. Mengetahui kebutuhan gizi anak menurut AKG.
6. Mengetahui tentang tumbuh kembang anak usia 5 tahun.

Pertanyaan yang muncul dalam curah pendapat:-


1. Jenis-jenis parasit dan cacing yang sering menginfeksi anak yang mempengaruhi
tumbuh kembang dan ciri-ciri lainnya.
2. Patogenesis dan siklus hidup cacing Ascaris lumbricoides, Ancylostoma duodenale,
Strongyloides sterkoralis, dan Trichuris Trichiura.
3. Diagnosis STH.
4. Penatalaksanaan dan pencegahan kecacingan.
5. Klasifikasi KKP dan gejala klinis KKP berat serta faktor-faktor penyebab malnutrisi.
6. Kebutuhan gizi pada anak berdasarkan AKG/RDA.
7. Tumbuh kembang anak usia 5 tahun.

Jawaban atas pertanyaan:-

1. ASKARIASIS:-

Etiologi:
Ia disebabkan oleh nematoda Ascaris lumbricoides. Cacing dewasa akan berada di lumen
usus halus dan hidup selama 10-24 bulan. Ia akan memproduksi 200,000 telur setiap 24
jam. Ova yang fertil terlihat oval bentuknya dan mempunyai dinding yang tebal
berukuran 45-70x35-50 mikro-meter. Selepas ia keluar bersama tinja, telur akan
berembrionasi dan dapat menginfeksi dalam 5-10 hari.

Patogenesis:-
-Menetas dalam usus halus selepas diingesi.
-Larva dilepaskan, mempenetrasi dinding usus halus, bermigrasi ke paru-paru melalui
sistem sirkulasi vena darah.
-Selepas itu, ia memyebabkan Pulmonary Ascariasis semasa ia bermigrasi ke alveoli dan
bronkus serta trakea.
-Ia ditelan dan bermaturasi menjadi dewasa dalam usus halus.
-Cacing betina dapat memproduksi telur dalam 8-10 minggu.

Manifestasi Klinis:-
Gejala klinis akan ditunjukkan pada stadium larva maupun dewasa.

Pada stadium larva, Ascaris dapat menyebabkan gejala ringan di hati dan di paru-paru
akan menyebabkan sindrom Loeffler. Sindrom Loeffler merupakan kumpulan tanda
seperti demam, sesak nafas, eosinofilia, dan pada foto Roentgen toraks terlihat infiltrat
yang akan hilang selama 3 minggu.

Pada stadium dewasa, di usus cacing akan menyebabkan gejala khas saluran cerna seperti
tidak nafsu makan, muntah-muntah, diare, konstipasi, dan mual. Bila cacing masuk ke
saluran empedu makan dapat menyebabkan kolik atau ikterus. Bila cacing dewasa
kemudian masuk menembus peritoneum badan atau abdomen maka dapat menyebabkan
akut abdomen.

Diagnosis:-
Examinasi mikroskopis pemeriksaan tinja akan menunjukkan jumlah telur yang tinggi.

Penatalaksanaan:-
-Albendazole, 400mg Per-oral sekali.
-Mebendazole, 100mg Per-oral 3 kali per hari atau 500mg sekali.
-Pyrantel Palmoate, 11mg/kg secara Per oral sekali.
Piperazine Citrate, 150mg/kg secara oral, kemudian 6 dosis 65mh/kg setiap 12 jam.

Prevensi:-
-memberi ‘universal treatment’ kepada orang-orang yang tinggal di daerah endemik.
-Memberi pengobatan kepada penderita infeksi cacing.
-Penyuluhan.
-Meningkat kualitas sistem irrigasi, perkumuhan dan melarang pengunaan tinja manusia
sebagai kompos

2. Hookworms(Cacing Tambang).

Etiologi:-
Terdapat dua genera utama cacing Tambang, yaitu ‘Hookworms’, dan ‘roundworms’. Ia
dapat menginfeksi semasa stadium larva. Dapat juga mempenetrasi lapisan kulit(N.
Americanus). Terdapat gigi pemotong pada bagian bukal cacing jenis Hookworms.
Cacing Tambang dapat tinggal di usus selama 1-5 tahun. Ancylostoma Duodenale yan g
matang dapat memproduksi 30,000 telur/hari.

Patogenesis:-
Morbiditas utama infeksi cacing tambang adalah kehilangan darah. Cacing tambang
dewasa dapat melekat pada bagian mukosa dan submukosa usus halus menggunakan gigi
’cutting plates’. Ia kemudiannya akan meresap darah dari usus halus. Ia juga melepaskan
anti-inflammatory polipeptida. Satu Ancylostoma duodenale dapat mengkonsumsi 0,2 ml
darah setiap 24 jam. Ini dapat menyebabkan iron-deficiency anemia. Hypoalbuminemia
juga bisa berlaku apabila absorpsi protein terhambat akibat dari kerusakan mukosa usus
halus. Ini dapat menyebabkan peningkatan tekanan onkotik yang menimbulkan oedem.

Manisfestasi klinis:-
Anak-anak yang terinfeksi berat dapat menderita kehilangan darah yang eksesif yang
akan menyebabkan iron deficiency anemia. Jika ia berlanjutan, ia dapat menurunkan IQ
anak tersebut. Juga bisa menyebabkan “ground itch” yang merupakan irritasi pada kulit
yang berlaku apabila cacing tambang mempenetrasi kulit.Selepas 1 minggu, dapat
menyebabkan laryngotracheobronchititis. Kesakitan, pallor(chlorosis), anorexia, diare
dan eosinofilia juga bisa dijumpai pada penderita cacing tambang.

Diagnosis:-
Eksaminasi spesimen tinja dapat menunjukkan telur A. Duodenale dan N. Americanus.
Untuk membedakan antara kedua cacing tersebut, gunakan teknik PCR. Kadar titer IgG
dan IgE juga bisa digunakan.

Penatalaksanaan:-
-Albendazole, 400mg PO sekali
-Mebendazole, 100mg PO 3 hari
-Pyrantel Pamoate(11mg/kg PO untuk 3 hari.)
-Juga diberi Iron-replacement therapy yang berupa garam-Fe.
3. Strongyloidiasis:-

Etiologi:-
Strongyloidiasis adalah disebabkan oleh nematoda Strongyloides sterkoralis. Hanya
cacing betina dewasa berada dalam usus halus. Ia berreproduksi dengan cara
parthenogenesis dan melepaskan telur ke dalam lumen usus. Larva rhabditiform akan
diekskresikan bersama tinja. Larva filariform adalah infeksius. Ia dapat menyebabkan
sindrom hiperinfeksi, yang berlaku apabila terdapat autoinfeksi.

Patogenesis:-
Semasa infeksi Strongyloides, tubuh akan memproduksi antibodi IgE dan eosinofilia
akan berlaku. Namun, cacing dewasa dapat berada di usus untuk bertahun-tahun. Jika
penderita menjadi immunocompromised, ia dapat menyebabkan penyakit berat yang
dipanggil disseminasi sistemik.

Manifestasi klinis:-
Hampir 66% penderita adalah asimptomatik. Dapat terlihat irritasi kulit yang dipanggil
“Larva Currens”. Sindrom Loeffler juga bisa berlaku akibat migrasi larva.
Strongyloidiasis juga menyebabkan sakit pad abagian abdomen, kejang dan penurunan
berat badan. Oedem pada duodenum juga bisa berlaku. Pada penderita
immunocompromised, dapat menyebabkan hiperinfeksi. Gejala-gejala hiperinfeksi
termasuklah sakit abdomen, distensi dan demam. Ia juga dapat mebyebabkan septikemia.
Purpura juga bisa kelihatan, disertai petechia.

Diagnosis:-
Pengujian sampel tinja menggunakan teknik Buermann atau formaldehyde-ether. Cairan
duodenum juga bisa digunakan dengan teknik ‘enteric staining test’. Teknik ELISA dan
kadar IgE juga bisa digunakan.

Penatalaksanaan:-
-Ivermectin, 200mikro-gram/kg/hari sekali secara PO untuk 2 hari.
-Thiabendazole, 50mg/kg PO untuk 2 hari.
4. Trichiuriasis:-

Etiologi:-
Trichuriasis disebabkan oleh Trichuris trichiura, sebuah nematoda yang berada paa
sekum dan kolon. Infeksi karena ingesi telur. Larva akan melepaskan diri dari telur dalam
usus halus. Ia kemudiannya akan mempenetrasi villi usus halus. Ia kemudiannya bergerak
ke sekum dmana ia akan bertaut pada lapisan mukosa. Dapat tinggal selama 1-3 bulan.
Dapat memproduksi 5,000-20,000 telur per hari.

Patogenesis:-

Dibagi 2:-
a)Fase Enteral
Dimana cacing-cacing akan meriusak bagian epitel kolumnar dan pelepaskan deposit
cutikel. Inflammasi juga berlaku pada fase ini. Dapat menyebabkan bakterimia apabila
memasuki kelenjar limfa. Juga menurunkan mobilitas gastro-intestinal.

b) Fase Parenteral
Konsekuensi patologikal(otak, liver, ginjal dan jantung) yang tergantung pada bertapa
beratnya penetrasi larva. Dapat menyebabkan oedem dan proteinuria.

Manisfestasi klinis:-
Kebanyakkan orang adalah asimptomatis. Mungkin menyebabkan kesakitan pad abagian
kuadran ke-4 abdomen. Dapat menyebabkan disentri, prolaps rektal, tumbuh terhambat
dan defek perkembangan.

Diagnosis:-
Spesimen tinja adalah adekuat.

Penatalaksanaan:-
-Mebendazole, 100mg PO untuk 3 hari
-Albendazole, 400 mg PO sekali

5. Kebutuhan Gizi anak usia 5 tahun:-

Menurut Prosiding Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi VIII, 2004:-


Bagi anak usia 4-6 tahun:
Berat badan optimal: 18kg
Tinggi badan :110cm
Energi: 1550kkal
Protein: 39g
Vitamin A 450re
Vitamin D: 5mcg
Vitamin E: 7mg
Vitamin K: 20 mcg
Thiamin: 0,8mg
Riboflavin: 0,6mg
Niacin: 8mg
Asam Folat: 200 mcg
Pyridoxine: 0,5 mg
Vitamin B12: 1,2 mcg
Vitamin C: 45 mg
Kalsium: 500mg
Phasfor: 400mg
Magnesium: 90 mg
Besi: 9mg
Yodium: 120 mcg
Seng:10,3 mg
Selenium: 20 mcg
Mangan: 1,5mg
Flour: 0,9 mg

6. Kurang Kalori Protein:-

Kekurangan kalori protein adalah defisiensi gizi terjadi pada anak yang kurang mendapat
masukan makanan yang cukup bergizi, atau asupan kalori dan protein kurang dalam
waktu yang cukup lama .

Klasifikasi:-
Berdasarkan berat dan tidaknya, KKP dibagi menjadi:
a) KKP ringan/sedang disebut juga sebagai gizi kurang (undernutrition) ditandai oleh
adanya hambatan pertumbuhan.

b) KKP berat, meliputi:

Kwashiorkor, Marasmus dan Marasmik-kwashiorkor.

Gejala klinis:-

Tanda-tanda Klinik kwashiorkor berbeda pada masing-masing anak di berbagai negara,


dan dibedakan menjadi 3, yaitu:
1) Selalu ada:-
Gejala ini selalu ada dan seluruhnya membutuhkan diagnosa pada anak umur 1-3 tahun
karena kemungkinan telah mendapat makanan yang mengandung banyak karbohidrat.
-Kegagalan pertumbuhan.
- Oedema pada tungkai bawah dan kaki, tangan, punggung bawah, kadang-kadang muka.
- Otot-otot menyusut tetapi lemak di bawah kulit disimpan.
- Kesengsaraan. Sukar diukur, dengan gejala awal anak menjadi rewel diikuti dengan
perhatian yang kurang.
2) Biasanya ada:-
Satu atau lebih dari tanda ini biasanya muncul, tetapi tidak satupun yang betul-betul
memerlukan diagnosis.
-Perubahan rambut
Warnanya lebih muda (coklat, kemerah-merahan, mendekati putih), lurus, jarang halus,
mudah lepas bila ditarik.
-Warna kulit lebih muda
- Tinja lebih encer akibat gangguan penyerapan makanan, terutama gula.
- Anemia yang tidak berat jika berat biasanya ada kemungkinan infeksi cacing atau
malaria.
3) Kadang-kadang ada:-
Satu atau lebih dari gejala berikut kadang-kadang muncul, tetapi tidak ada satupun yang
betul-betul membentuk diagnosis.
- Ruam/bercak-bercak berserpih.
- Ulkus dan retakan.
- Tanda-tanda vitamin
Misalnya luka di sudut mulut, lidah berwarna merah terang karena kekurangan riboflavin.
- Pembesaran hati

Tanda-tanda yang lain yaitu:


- Secara umum anak nampak sembab, letargik, cengeng, dan mudah terserang. Pada tahap
lanjut anak menjadi apatik, sopor atau koma.
- Pertumbuhan yang terhambat, berat badan dan tinggi badan lebih rendah dibandingkan
dengan berat badan baku. Jika ada edema anasarka maka penurunan berat badan tidak
begitu mencolok.
- Edema
- Jaringan otot mengecil dengan tonusnya yang menurun, jaringan subkutan tipis dan
lembek.
- Kelainan gastrointestinal yang mencolok adalah anoreksia dan diare.
- Rambut berwarna pirang, berstruktur kasar dan kaku, serta mudah dicabut.
- Kelainan kulit: kering, bersisik dengan garus-garis kulit yang dalam dan lebar, disertai
denitamin B kompleks, defisiensi eritropoetin dan kerusakan hati.
- Anak mudah terjangkit infeksi akibat defisiensi imunologik (diare, bronkopneumonia,
faringotonsilitis, tuberkulosis).
- Defisiensi vitamin dan mineral.
Defisiensi vitamin A, riboflavin (stomatitis angularis), anemia defisiensi besi dan anemia
megaloblastik.

Tanda-tanda marasmus dibedakan menjadi 2, yaitu:


1) Selalu ada
Tanda-tanda ini selalu ada dan seluruhnya membutuhkan diagnosa:
- Gangguan perkembangan
- Hilangnya lemak di otot dan di bawah kulit.
2) Kadang-kadang ada
- Mencret/diare atau konstipasi.
- Perubahan pada rambut, seperti pada kwashiorkor.
- Tanda-tanda dari defisiensi vitamin.
- Dehidrasi.

Tanda dan Gejala yang lain yaitu:


a) Anak menjadi cengeng, sering bangun tengah malam.
b) Turgor kulit rendah dan kulitnya nampak keriput.
c) Pipi terlihat kempot.
d) Vena superfisialis tampak lebih jelas.
e) Ubun-ubun besar cekung.
f) Tulang dagu dan pipi kelihatan menonjol.
g) Mata tampak besar dan dalam.
h) Sianosis.
i) Ekstremitas dingin.
j) Perut buncit/cekung dengan gambaran usus jelas.
k) Atrofi otot.
l) Apatis.
m) Bayi kurus kering.

Faktor-faktor penyebab:-

Penyebab langsung dari KKP adalah defisiensi kalori protein dengan berbagai tekanan,
sehingga terjadi spektrum gejala-gejala dengan berbagai nuansa dan melahirkan
klasifikasi klinik (kwashiorkor, marasmus, marasmus kwashiorkor).
Penyebab tak langsung dari KKP sangat banyak sehingga penyakit ini disebut sebagai
penyakit dengan causa multifactoral.
Berikut ini merupakan sistem holistik penyebab multifactoral menuju ke arah terjadinya
KKP.
Ekonomi negara rendah, Pendidikan umum kurang, Produksi bahan pangan rendah,
Hygiene rendah, Pekerjaan rendah, Pasca panen kurang baik, Sistem perdagangan dan
distribusi tidak lancar, Daya beli rendah, Persediaan pangan kurang, Penyakit infeksi dan
investasi cacing, Konsumsi kurang, Absorpsi terganggu dan Utilisasi terganggu

7. Tumbuh Kembang anak usia 5 tahun:-

Definisi -seluruh proses kejadian sejak pembuahan dewasa


-perkembangan & perubahan perubahan pada ukuran besar pada bentuk sama
struktur dan kematangan fungsi.
Bertambah ketrampilan atau fungsi kompleks dalam kemampuan dasar

FISIK
-ukuran kepala kira-kira sama dengan org dewasa
-membutuhkan kira-kira 7500 J setiap hari
-penambahan berat badan menggambarkan peningkatan yg signifikan dalam masa otot
-denyut jantung dan pernafasan hampir sama dengan org dewasa
-gigi bayi mulai diganti dengan yg permanen dimulai dengan dua gigi depan atas

MOTORIK KASAR
-berjalan tanpa bantuan naik turun tangga
-dapat menyentuh jari kaki tanpa menekuk lutut
-mampu meloncat dengan satu kaki
-naek sepeda roda tiga atau maenan beroda
-berjalan mundur kaki ke tumit
-mampu berdiri dengan satu kaki buat seketika

MOTORIK HALUS
-mampu membuat gambar segitiga atau segiempat
-menggambar orang
-dapat berusaha berkonsentrasi
-memakai dan menanggalkan pakaian
-bisa melacak objek
-dapat melipat dan memotong kertas

KOGNITIF
-memahami konsef yg sama bentuk
-mengklasifikasikan berbagai macam objek
-mengidentifikasi objek dengan posisi serial
-mengerti waktu
BAHASA
-mendefinisikan kata-kata sederhana dengan fungsi
-menghasilkan kalimat dengan lima untuk tujuh kata
-menceritakan kisah sambil menatap gamba-gambar
-menyatakan nama sendiri sama orang tua

SOSIAL
-menikmati dan sering memiliki dua atau satu fokus friends
-tunduk kepada permintaan orang tua
-lebih mandiri
-kebutuhan kenyamanan dan kepastian dari orang tua
-bermain secara kooperatif

Ulasan:-

a) Askariasis disebabkan oleh nematoda Ascaris lumbricoides.


b) Trichiuriasis disebabkan oleh cacing Trichuris trichiura.
c) Strongyloidisis disebabkan oleh Strongyloides sterkoralis.
d) Ancylostomasiasis disebabkan oleh Ancylostoma duodenale, sejenis Hookworm.
e) Anemia dapat timbul semasa infeksi cacing karena kerusakan yang berlaku pada usus
halus. Ini menyebabkan pendarahan yang akan menyebabkan kehilangan darah yang
eksesif. Ini menyebabkan anemia. Hookworms juga mengambil besi dari tubuh host yang
menyebabkan iron-deficiency anemia.
f) Diare dapat muncul karena toksisitas cacing. Cacing yang menginfeksi dapat
memproduksi toksin yang menyebabkan diare.
g) Konstipasi dapat timbul karena hiper infeksi cacing. Cacing-cacing akan membentuk
sebuah bolus yang akan mengobstruksi lumen usus besar yang menyebabkan konstipasi.
h) Pneumonia dapat berlaku karena migrasi cacing pada paru-paru. Cacing akan
mengirritasi lapisan mukosa sel epitel paru-paru yang dapat menimbulkan hipersekresi
mukosa yang kemudiannya menyebabkan gejala pneumonia.
i) Myocarditis dapat juga timbul semasa migrasi cacing. Cacing yang memasuki aliran
darah sistem vena dapat merebak ke jantung. Semasa ia bergerak melalui lapisan jantung,
dinding jantung akan rusak. Myocarditis juga dapat disebabkan oleh kurang kalori protein
yang disebabkan oleh mengambilan protein tubuh oleh cacing. Penurunan protein ini
dapat menyebabkan hypoalbuminemia, yang akan mengobah tekanan osmosis darah. Ini
dapat menyebabkan stress pada jantung yang menuju ke myocarditis.
j) KKP merupakan sejenis malnutrisi yang juga dapat berlaku pada anak-anak yang
terinfeksi cacing.
k)KKP termasuklah Marasmus, Kwashiorkor dan campuran Marasmus-kwashiorkor.
l) Anak yang berusia 5 tahun memerlukan gizi yang seimbang menurut AKG.
m) Marasmus dan Kwashiorkor berbeda dalam beberapa segi, marasmus menunjukkan
gejala ”old man face”, bentuk badan yang kurus dan penonjolan tulang. Kwashiorkor
meninbulkan perut buncit yang disebabkan penumpukkan oedem.
o) Trichuris trichiura berbeda dari cacing lain karena ia tinggal di usus besar dan tidak
berkembang di usus halus.

Daftar Pustaka:-

- Nelson’s Essestials in Pediatrics.


- Obstetrics by Ten Teachers
- Harrisons Internal Medicine
- Ilmu Gizi Anak.
- Mikrobiologi Jawetz.
-Essentials of Human Parasitology, Judith dan Francis Ingersoll.