Anda di halaman 1dari 4

Polineuropati

Neuropati adalah gangguan saraf perifer yang meliputi kelemahan motorik, gangguan
sensorik, otonom dan melemahnya refleks tendon, dapat akut atau kronik. Kelainan yang
dapat menyebabkan neuropati dapat digolongkan secara umum yaitu yang disebabkan oleh
penyakit defisiensi, kelainan metabolisme, intoksikasi, alergi, penyakit keturunan, iskemik,
dan kompresi.
Kelainan fungsional sistem saraf tepi dapat disebabkan kelainan pada sel saraf di
sumsum tulang belakang atau kelainan sepanjang saraf tepi sendiri. Inti sel saraf adalah
tempat terpenting dalam metabolisme neuronal sehingga berbagai proses disini dapat
mempengaruhi saraf tepi. Penghantaran rangsangan dan nutrisi pada saraf tepi sangat
bergantung pada keutuhan selubung mielin dan aliran darah pada saraf tepi tersebut.
Neuropati dapat primer disebabkan proses demielinisasi atau iskemik lokal pada saraf tepi.
Polineuropati atau yang disebut juga neuronopati adalah neuropati dengan lesi utama pada
neuron. Merupakan proses umum yang menyebabkan kelainan simetris dan bilateral pada
sistem saraf tepi. Kelainan ini dapat berbentuk motorik, sensorik, sensorimotor atau
autonomik. Distribusinya dapat proksimal, distal atau umum.
Menurut WHO, technical report series 645, 1980 : batasan neuropati saraf tepi
adalah kelainan menetap (lebih dari beberapa jam) dari neuron sumsum tulang, neuron
motorik batang otak bagian bawah, sensorimotor primer, neuron susunan saraf autonom
perifer dengan kelainan klinis, elektroneurografik dan morfologik.
Gejala yang mula-mula mencolok adalah pada ujung saraf yang terpanjang. Di sini
didapat degenerasi aksonal, sehingga penyembuhan dapat terjadi jika ada degenerasi aksonal.
Proses di sini lambat dan sering tidak semua saraf terkena lesi tersebut.
PATOFISIOLOGI
a.Neuropati aksonal
Neuropati akson mengenai akson dengan efek sekunder pada sarung mielin. Akson yang
terbesar terkena lebih dulu. Jenis lain dari neuropati aksonal disebabkan oleh iskemik akibat
vaskulopati. Sisi dari kerusakan aksonal berhubungan dengan innervasi vaskular dan dapat
terkena dimana saja sepanjang saraf tersebut.
b. Neuropati demielin
Yang terkena adalah sel schwann dari sarung mielin dengan akibat demielinisasi dari saraf
tepi dalam bentuk distribusi segmental.
c.Bentuk gabungan
Kebanyakan neuropati adalah bentuk gabungan dimana mielin lebih terkena dari pada akson
atau sebaliknya.
KLASIFIKASI
1. Berdasarkan lokasi
Polineuropati sensorik-motorik simetris
Bentuk ini lebih dikenal dengan polineuropati, merupakan bentuk yang paling
sering dijumpai. Keluhan dapat dimulai dari yang paling ringan sampai dengan yang paling
berat. Gangguan bersifat simetris pada kedua sisi. Tungkai lebih dulu menderita dibanding
lengan. Gangguan sensorik berupa parestesia, anestesia dan perasaan baal pada ujung-ujung
jari kaki yang dapat menyebar ke arah proksimal sesuai dengan penyebaran saraf tepi, ini
disebut sebagai gangguan sensorik dengan pola kaus kaki. Kadang-kadang parestesia dapat
berupa perasaan-perasaan yang aneh yang tidak menyenangkan, rasa seperti terbakar. Nyeri
pada otot sepanjang perjalanan saraf tepi jarang dijumpai. Nyeri ini dapat mengganggu
penderita pada waktu malam hari, terutama pada waktu penderita sedang tidur. Kadang-
kadang penderita mengeluh sukar berjinjit dan sulit berdiri dari posisi jongkok.
Kelemahan otot pertama-tama dijumpai pada bagian distal kemudian menyebar ke
arah proksimal. Atrofi otot, hipotoni dan menurunnya refleks tendon terutama tendon
Achilles, dapat dijumpai pada fase dini sebelum kelemahan otot dijumpai. Saraf otonom
dapat juga terkena sehingga menyebabkan gangguan trofik pada kulit dan hilangnya keringat
serta gangguan vaskular perifer yang dapat menyebabkan hipotensi postural.
2. Berdasarkan etiologi
Penyakit Defisiensi
Defisiensi tiamin, asam nikotinat, dan asam pantotenat mempengaruhi metabolisme neuronal
dengan menghalangi oksidasi glukosa. Defisiensi seperti ini dapat terjadi karena malnutrisi,
muntah-muntah, kebutuhan yang meningkat seperti pada kehamilan atau pada alkoholisme.
Defisiensi tiamin dapat menyebabkan kardiomiopati dan gangguan pada mesensefalon
(Wernicke’s encephalopaty), ini akan menyebakan paralisis otot-otot okular, nistagmus,
ataksia, dan demensia. Neuritis alkoholik disebabkan oleh defisiensi tiamin dan bukan karena
efek toksik alkohol yang biasanya disertai rasa nyeri yang sangat pada daerah betis.
Defisiensi asam nikotinat akan menyebabkan penyakit pellagra. Pada polineuropati yang
disebabkan defisiensi asam nikotinat, penderita-penderita akan mengalami demensia ringan,
dermatitis pada daerah tubuh yang terkena matahari, kadang-kadang disertai glositis dan
diare.
Gangguan metabolisme
Gambaran klinik neuropati terlihat pada 20% penderita diabetes melitus, tetapi dengan
pemeriksaan elektrofisiologi pada dibetes melitus asimptomatik tampak bahwa penderita
sudah mengalami neuropati subklinik. Pada kasus yang jarang, neuropati merupakan tanda
awal suatu diabetes melitus.
Neuropati terjadi biasanya pada diabetes melitus yang lama dan tidak terkontrol pada orang
usia lanjut. Gejala yang sering terjadi yaitu menyerupai lesi pada ganglion radiks posterior.
Disini dijumpai hipestesia perifer dengan disertai hilangnya sensasi getar. Rasa nyeri tidak
selalu dijumpai, kadang-kadang dijumpai artropati tanpa rasa nyeri dan ulkus pada kaki.
Dapat terjadi gangguan otonom seperti diare, hipotensi postural, gangguan sekresi keringat
dan impotensi.
Neuropati merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap meningkatnya kerentanan
pasien diabetes melitus terhadap infeksi, dimana akibat neuropati sensorik akan
menyebabkan berkurangnya rasa nyeri setempat sehingga luka kurang disadari dan diabaikan
oleh pasien, serta berakibat terlambatnya pengobatan. Neuropati motorik dapat berakibat
deformitas bentuk kaki dan gangguan titik-titik tekan pada telapak kaki. Lebih lanjut
neuropati autonomik dapat menyebabkan atoni kandung kemih serta gangguan mekanisme
kelenjar keringat. Atoni kandung kemih menyebabkan timbulnya stasis residu urin dalam
kandung kemih yang merupakan faktor predisposisi infeksi yang sering kambuh.
Keracunan
Neuropati karena keracunan jarang dijumpai. Timah dan logam berat akan menghambat
aktifasi enzim dalam proses aktifitas oksidasi glukosa sehingga mengakibatkan neuropati
yang sukar dibedakan dengan defisiensi vitamin B.
Keracunan timah menyebabkan neuropati motorik, khususnya mempengaruhi nervus radialis,
medianus dan poplitea lateralis. Terkulainya tangan dan kaki (drop wrist dan drop foot)
merupakan gejala yang sering ditemukan.
Manifestasi alergi
Gangguan motorik pada sindrom Guillain-Bare biasanya timbul lebih awal daripada
gangguan sensorik. Biasanya terdapat gangguan sensasi perifer dengan distribusi sarung
tangan dan kaus kaki tetapi kadang-kadang gangguan tampak segmental. Otot proksimal dan
distal terganggu dan refleks tendon menghilang. Nyeri bahu dan punggung biasanya
ditemukan. Otot fasial dan otot okular kadang-kadang terganggu. Perluasan dan kelemahan
otot-otot batang tubuh menuju toraks akan menganggu pernapasan.
Infeksi
Lepra merupakan salah satu infeksi yang mempengaruhi saraf-saraf secara langsung, terjadi
penebalan lokal saraf pada sisi infeksi dan kulit daerah yang diinervasi mengalami
pigmentasi dan anestesik.
Lepra disebabkan oleh Mycobacterium leprae yang mempunyai sifat neurotropis, yang bisa
ditemukan intraneural dan ekstraneural yang akan mengakibatkan kerusakan saraf. Bahkan
Fite menyatakan bahwa semua kusta merupakan penyakit saraf.
Berdasarkan perlangsungan klinisnya, kerusakan saraf pada lepra dibagi atas :
1. Neuropati akut : terjadi nyeri spontan
2. Neuropati sub akut : timbul nyeri bila dirangsang/palpasi
3. Neuropati kronis : tidak memberikan keluhan nyeri
Neuropati Kompresi
Pada Sindrom Kanalis Karpi (carpal tunnel syndrome), terjadi penyempitan kanalis karpi
oleh materi lemak atau edema, sehingga menyebabkan kompresi nervus medianus. Gejalanya
meliputi nyeri pada tangan yang kadang-kadang menyebar secara proksimal ke atas menuju
lengan. Nyeri semakin hebat pada malam hari, kadang-kadang membangunkan penderita
pada dini hari. Gejala-gejala menjadi berat oleh kerja manual yang berat seperti menggosok
atau mencuci.