Anda di halaman 1dari 12

Judul Asli: Patriarchs and Prophets

Terjemahan: Bahasa Sumarna


Editor : Wilson Nadeak
Type : PR 10
Copyright 1976
Offset di Indonesia

Cetakan Kedua 1980

Para Nabi
dan
Bapa
Zaman Dahulukala

Oleh
ELLEN G. WHITE

JILID
PERTAMA

INDONESIA PUBLISHING HOUSE


Kotak Pos 85
Bandung, Jawa

PENGANTAR DARI PENERBIT

SUATU hal yang menarik dari kehidupan para nabi dan bapa dahulu kala ialah
bahwa mereka adalah orang-orang biasa yang berpasrah diri kepada Tuhan
Allah. Suatu kenyataan yang tidak dapat dipungkiri ialah bahwa Tuhan A11ah
senantiasa memperhatikan umat manusia dari zaman ke zaman, manusia dan
sejarahnya dapat berubah, tetapi Tuhan senantiasa kekal, abadi tidak pernah
berubah. Kasih-Nya kepada manusia dapat dilihat dalam setiap kurun zaman.
Lengan-Nya cukup panjang mengulurkan pertolongan kepada umat manusia.
Demikianlah apa yang kita dapat simak dari kehidupan para nabi dan bapa
dahulu kala.
Peristiwa demi peristiwa seolah-olah berlakon kembali di hadapan mata kita
apabila kita membaca buku ini halaman demi halaman. Peristiwa kejatuhan
manusia pertama, kutuk, pengharapan, iman, dan peperangan yang berlangsung
dalam sejarah manusia, digambarkan oleh penulis buku ini dengan cara yang
sangat sederhana dan menarik. Penanya yang diilhami Tuhan Allah membuat
kejadian demi kejadian beruntun mengharukan hati. Apa yang dialami oleh para
nabi dahulu kala, adalah juga pengalaman yang ada kaitannya dengan
kehidupan manusia sekarang ini. Persoalan, keadaan, masyarakat yang dihadapi
para nabi itu tidak sepi dari persoalan dan keadaan masa kita kini. Teguran,
nasihat, pesan, pengharapan dan iman yang diseru-serukan mereka adalah juga
bagian kita sekarang ini. Kesedihan mereka adalah pelajaran bagi kita.
Para bapa zaman dahulu kala dalam kehidupan mereka sehari-hari menghadapi
persoalan-persoalan yang tidak kalah hebatnya dengan persoalan yang dihadapi
manusia masa kini. Para bapa yang tekun dan tabah menjalankan tugasnya
membina generasi yang dipasrahkan kepadanya. Sebagai contoh, kepada kita
dilukiskan bagaimana ketabahan Musa yang telah bertahun-tahun mengalami
kehidupan yang getir bersama bangsa Israel keluar dari perhambaan
Firaun-firaun di Mesir. Bagaimana Tuhan penuh kesabaran melihat bangsa yang
berhati ingkar itu, dan bagaimana Musa berani mempertaruhkan nyawanya asal
bangsa itu tidak dibinasakan Tuhan.
Pena yang diilhami ini memaparkan kepada kita sejarah jatuh bangunnya
bangsa-bangsa zaman dahulu kala, dengan cara yang sederhana, memikat dan
mengharukan. Banyak pelajaran yang dapat kita petik dari masa lampau,
pelajaran yang sangat bermanfaat bagi kerohanian kita. Pengalaman mereka itu
akan mengingatkan kita akan perkara-perkara baka, yang menjadi tumpuan
harapan kita sesudah hidup yang fana ini.

Catatan untuk Cetakan Kedua


Dalam cetakan kedua ini dibuat dua nomor halaman dalam kurung. Karena
banyak pembaca yang ingin mengetahui halaman asli di dalam bahasa Inggris,
maka halaman yang dikurung ini membantu memudahkannya mencari dalam
bahasa Inggris.

Pendahuluan

Buku ini membahas pokok pelajaran tentang Alkitab, pokok pelajaran yang
bukan merupakan sesuatu yang baru, tetapi ditampilkan sedemikian rupa
sehingga memberikan kepada pokok pelajaran tersebut satu arti yang baru,
menyatakan sumber perbuatan, serta menunjukkan hal-hal yang penting
sehubungan dengan pergerakan-pergerakan yang tertentu serta lebih
menjelaskan beberapa hal yang di dalam Alkitab dicatat dengan singkat sekali.
Dengan demikian peristiwa-peristiwa itu menjadi jelas dan penting sehingga
cenderung untuk meninggalkan satu kesan yang baru dan dalam. Terang seperti
itu dipancarkan atas catatan Kitab Suci sehingga dapat menyatakan dengan
lebih sempurna akan tabiat serta maksud-maksud Allah; untuk menyatakan tipu
daya Setan dan cara-cara oleh mana kekuasaannya pada akhirnya akan
dihancurkan; untuk menyatakan kelemahan hati manusia serta menunjukkan
bagaimana anugerah Allah telah menyanggupkan manusia supaya menang di
dalam peperangan melawan kejahatan. Semuanya ini adalah selaras dengan apa
yang Allah telah nyatakan akan menjadi tujuan-Nya di dalam membukakan
kepada manusia kebenaran-kebenaran Firman-Nya. Alat oleh mana
kenyataan-kenyataan ini telah diberikan akan ternyatabila diuji oleh Alkitab
sebagai salah satu metode yang masih digunakan Allah untuk memberikan
petunjuk-petunjuk kepada manusia. Pada waktu manusia masih dalam
keadaannya yang suci dan tidak berdosa mereka memperoleh petunjuk yang
langsung dari Khaliknya. Sekarang ini tidak demikian halnya. Tetapi manusia
tidak dibiarkan begitu saja tanpa adanya seorang guru Ilahi yang telah
disediakan Allah sebagai wakil-Nya, yaitu Roh Kudus. Jadi kita pun mendengar
rasul Paulus menyatakan bahwa satu "terang" Ilahi yang tertentu adalah
merupakan kesempatan pengikut Kristus; dan bahwa mereka telah "diterangi"
dengan cara dijadikan sebagai "yang pernah mendapat bagian dalam Roh
Kudus". Ibrani 10:32; 6:4. Yohanes juga berkata, "Kamu telah beroleh
pengurapan dari Yang Kudus, dan dengan demikian kamu semua
mengetahuinya." 1 Yohanes 2:20. Dan Kristus telah berjanji kepada
murid-murid-Nya, pada waktu Ia akan meninggalkan mereka, bahwa Ia akan
mengirimkan kepada mereka Roh Kudus itu sebagai seorang penghibur dan
pemimpin untuk memimpin mereka kepada segala kebenaran. Yohanes 14:16,
26.
Untuk menunjukkan bagaimana janji ini akan digenapkan kepada gereja itu,
rasul Paulus, di dalam dua suratnya, menampilkan pernyataan yang formil
bahwa karunia-karunia Roh yang tertentu telah ditetapkan di dalam sidang itu
untuk mempersatukannya serta menjadi petunjuk-petunjuk hingga kesudahan
zaman. 1 Korintus 12; Efesus 4:8-13; Matius 28:20. Bukan itu saja; sejumlah
nubuatan-nubuatan yang jelas dan pasti menyatakan bahwa pada akhir zaman
akan terjadi suatu kecurahan Roh Kudus secara istimewa dan bahwa gereja itu
pada saat kedatanganKristus akan memiliki, selama
pengalaman-pengalamannya yang terakhir, "kesaksian Yesus", yaitulah Roh
nubuat. Kisah Para Rasul 2:17-20, 39; 1 Korintus 1:7; Wahyu 12:17; 19:10. Di
dalam kenyataan-kenyataan ini kita melihat satu bukti akan penjagaan dan kasih
Allah terhadap umat-Nya; karena kehadiran Roh Kudus sebagai seorang
penghibur, guru dan penunjuk jalan bukan dalam cara kerja yang biasa saja
melainkan dalam cara yang luar biasa, sangatlah dibutuhkan oleh gereja apabila
ia memasuki zaman akhir yang berbahaya lebih daripada saat mana pun yang
lain daripada pengalaman itu.
Kitab Suci menunjukkan bermacam-macam saluran bagi Roh Kudus untuk
bekerja di dalam hati dan pikiran manusia untuk menerangi pengertian mereka
serta memimpin langkah-langkah mereka. Termasuk di antaranya khayal dan
mimpi. Dengan jalan ini Allah masih tetap mengadakan hubungan dengan
anak-anak manusia. Dalam hal ini Ia berjanji: "Dengarlah Firman-Ku ini. Jika di
antara kamu ada seorang nabi, maka Aku, Tuhan menyatakan diri-Ku
kepadanya dalam penglihatan, Aku berbicara dengan dia dalam mimpi."
Bilangan 12:6. Dengan cara inilah pengetahuan Ilahi yang sangat luarbiasa telah
disampaikan kepada Balhum. Maka ia pun berkata: "Tutur kata Bileam bin
Beor, tutur kata orang yang terbuka matanya; tutur kata orang yang mendengar
Firman Allah, dan yang beroleh pengenalan akan Yang Mahatinggi, yang
melihat penglihatan dari Yang Mahakuasa, sambil rebah, namun dengan mata
tersingkap." Bilangan 24:15,16.
Itulah sebabnya adalah menjadi sesuatu yang menarik perhatian untuk
menyelidiki kesaksian Kitab Suci tentang berapa jauhnya Tuhan merencanakan
agar Roh itu menyatakan diri-Nya di dalam gereja selama masa percobaan
manusia.
Setelah rencana keselamatan diadakan, Allah, sebagaimana telah kita lihat,
masih tetap berhubungan dengan manusia di seberang jurang yang diakibatkan
oleh dosa melalui pelayanan Anak-Nya dan malaikat-malaikat Suci.
Kadang-kadang Ia berbicara langsung dengan mereka, sebagaimana halnya
dengan Musa, tetapi yang lebih sering ialah melalui mimpi dan khayal.
Peristiwa-peristiwa seperti ini jelas sekali dicatat di dalam seluruh Kitab Suci
dan mencakup segala zaman. Henokh, generasi Adam yang Ketujuh, melihat ke
depan melalui Roh nubuatan kedatangan Kristus yang kedua kalinya dalam
kuasa dan kemuliaan serta berkata, "Sesungguhnya Tuhan datang dengan
beribu-ribu orang kudus-Nya." Yehuda 14. "Oleh dorongan Roh Kudus orang-
orang berbicara atas nama Allah." 2 Petrus 1:21. Jikalau pekerjaan Roh
nubuatan itu pada waktu-waktu tertentu kelihatannya hampir lenyap, bilamana
kerohanian orang banyak merosot, Roh itu tetap menandai semua krisis-krisis
besar di dalam pengalaman gereja dan masa-masa peralihan dari satu zaman ke
zaman yang lain. Bilamana satu zaman yang ditandai oleh penjelmaan Kristus
itu tiba, bapa dari Yohanes Pembaptis telah dipenuhi oleh Roh Kudus dan
bernubuat. Lukas 1:67. Kepada Simeon dinyatakan bahwa ia tidak akan mati
sebelum ia melihat Tuhan; dan bilamana orang tua Yesus membawa Dia ke
baitsuci agar Ia disunat, dengan digerakkan oleh Roh, Simeon masuk ke dalam
baitsuci lalu memangku bayi Yesus, memberkati-Nya dan bernubuat tentang
Dia. Dan Hana, seorang nabiah, masuk ke dalam baitsuci pada saat yang sama
itu dan menerangkan tentang Dia kepada semua yang menunggu-nunggu
penebusan di Yerusalem. Lukas 2:26, 36.
Kecurahan Roh Kudus yang akan menyertai pengabaran Injil oleh
pengikut-pengikut Kristus diumumkan oleh nabi dengan kata-kata seperti
berikut ini: "Kemudian dari pada itu akan terjadi, bahwa Aku akan
mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan
perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi,
teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan. Juga ke atas hamba-
hambamu laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu.
Aku akan mengadakan mukjizat-mukjizat di langit dan di bumi: darah dan api
dan gumpalan-gumpalan asap. Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan
bulan menjadi darah sebelum datangnya hari Tuhan yang hebat dan dahsyat
itu." Yoel 2:28-31.
Petrus, pada hari Pentakosta, mengutip nubuatan ini untuk menerangkan tentang
peristiwa yang terjadi pada saat itu. Lidah-lidah seperti api turun ke atas setiap
murid; mereka dipenuhi oleh Roh Kudus dan berkata-kata dengan
bahasa-bahasa yang lain. Dan pada waktu pengolok-olok itu menuduh bahwa
mereka mabuk oleh anggur, Petrus menjawab: "Karena sekaliannya ini
bukannya mabuk seperti sangkamu, sebab baharu pukul sembilan pagi. Tetapi
inilah hal yang disabdakan oleh nabi Yoel." Kemudian ia mengutip dengan
sepenuhnya nubuatan yang telah diucapkan oleh nabi Yoel (yang telah dikutip
di atas), hanya saja ia telah mengganti kata-kata "kemudian daripada itu"
dengan "pada akhir zaman", sehingga itu berbunyi, "bahwa akan berlaku kelak
pada akhir zaman, Aku akan mencurahkan Rohku", dst.
Jelaslah bahwa hanya bagian nubuatan yang berhubungan dengan kecurahan
Roh itu saja yang mulai digenapkan pada hari itu; oleh karena pada saat itu
tidak ada orang tua yang mendapat mimpi atau orang muda yang mendapat
khayal dan bernubuat tidak ada tanda ajaib darah, api serta tiang awan; dan
matahari tidak digelapkan atau bulan menjadi seperti darah pada hari itu; akan
tetapi apa yang terjadi pada hari itu adalah merupakan kegenapan daripada
nubuatan nabi Yoel. Jelas pula bahwa bahagian nubuatan yang berhubungan
dengan kecurahan Roh ini tidaklah digenapkan seluruhnya dalam satu peristiwa
itu saja; oleh karena nubuatan itu mencakup seluruh zaman mulai hari itu terus
sampai kepada hari Tuhan yang besar itu.
Tetapi hari Pentakosta adalah juga merupakan kegenapan daripada
nubuatan-nubuatan lain disamping nubuatan nabi Yoel. Itu juga menggenapkan
kata-kata Kristus sendiri. Di dalam amanat-Nya yang terakhir kepada
murid-murid-Nya sebelum Ia disalibkan, Ia berkata kepada mereka, "Aku akan
minta kepada Bapa dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang
lain, . . . yaitu Roh kebenaran." Yohanes 14:16, 17. "Tetapi Penghibur, yaitu
Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan
mengajarkan segala sesuatu kepadamu." ayat 26. "Tetapi apabila Ia datang,
yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran."
Yohanes 16:13. Dan setelah Kristus bangkit dari antara orang mati, Ia berkata
kepada murid-murid-Nya, "Dan Aku akan mengirim kepadamu apa yang
dijanjikan Bapa-Ku. Tetapi kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu
diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi." Lukas 24:49.
Pada hari Pentakosta murid-murid telah dipenuhi oleh kuasa dari atas. Tetapi
janji Kristus ini, sebagaimana halnya nubuatan Yoel, tidaklah terbatas hanya
kepada peristiwa itu saja. Oleh karena Ia telah memberikan kepada mereka janji
yang sama dalam bentuk yang lain dengan memberikan jaminan bahwa Ia akan
menyertai mereka senantiasa sampai kepada akhir zaman. Matius 28:20.
Markus memberitahukan kepada kita dalam hal apa dan bagaimana caranya
Tuhan akan beserta dengan mereka. Ia berkata, "Merekapun pergilah
memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan
Firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya." Markus 16:20. Dan Petrus,
pada hari Pentakosta itu, bersaksi tentang kekekalan daripada pekerjaan Roh
yang telah mereka saksikan itu. Pada waktu orang-orang Yahudi yang merasa
berdosa itu berkata kepada rasul-rasul, "Apakah yang harus kami perbuat?"
Petrus menjawab, "Hendaklah kamu bertobat dan berbaptis masing-masing
kamu dengan nama Yesus Kristus akan jalan keampunan dosamu, lalu kamu
akan beroleh anugerah Rohulkudus. Karena bagi kamulah Perjanjian itu dan
bagi anak-anakmu dan bagi sekalian orang yang jauh-jauh, seberapa banyak
yang akan dipanggil masuk oleh Allah kita." Kisah Rasul-rasul 2:38, 39. Ini
tentu menjamin adanya pekerjaan Roh Kudus di dalam gereja, di dalam
kenyataan-kenyataan yang istimewa, pada masa mendatang selama rahmat
Kristus masih mengundang manusia untuk menerima kasih yang mengampuni
itu. Dua puluh delapan tahun kemudian di dalam suratnya kepada orang orang
di Korintus, Paulus membentangkan kepada gereja itu tentang persoalan ini. Ia
berkata, "Ada pun akan hal segala karunia yang rohani, hai saudara-saudaraku,
tiada aku suka kamu tiada mengetahui" begitu penting hal ini sehingga ia
merasa bahwa itu harus dimengerti oleh gereja Kristen. Setelah menyatakan
bahwa sekali pun Roh itu satu Ia bekerja dalam berbagai macam cara dan
menjelaskan cara-cara yang berbeda itu, ia memberikan gambaran dengan
menyebutkan tentang tubuh manusia, dengan berbagai macam
anggota-anggotanya untuk menunjukkan bagaimana gereja itu terdiri dari
berbagai macam pekerjaan dan karunia. Dan sebagaimana tubuh itu mempunyai
anggota-anggota tubuh yang berbeda-beda, masing-masing mempunyai tugas
tersendiri untuk dilaksanakannya, dan semuanya itu bekerja bersama-sama
dengan satu tujuan sehingga terjadilah satu keselarasan, begitu juga Roh itu
bekerja melalui saluran yang berbeda-beda di dalam gereja sehingga
terbentuklah satu tubuh agama yang sempurna. Paulus kemudian melanjutkan
dengan kata-kata seperti berikut ini: "Maka Allah telah menetapkan beberapa
orang di dalam sidang jemaat, pertama-tama rasul-rasul, kedua nabi-nabi, ketiga
guru-guru, kemudian mukjizat, kemudian pula kuasa menyembuhkan orang,
pertolongan, pemerintahan, dan jenis-jenis karunia lidah."
Pernyataan bahwa Allah telah menetapkan beberapa orang di dalam gereja, dst.,
berarti lebih luas daripada hanya sekadar menyatakan bahwa kesempatan selalu
terbuka untuk datangnya karunia-karunia itu jikalau keadaan kebetulan
mengijinkan. Melainkan itu menyatakan bahwa kesemuanya itu akan menjadi
satu bahagian yang tetap daripada tubuh gereja secara rohani, dan jikalau
hal-hal ini tidak bekerja dengan aktif maka gereja itu akan berada dalam
keadaan yang sama seperti tubuh manusia, yang anggota-anggotanya oleh
karena kecelakaan atau penyakit telah menjadi timpang atau lumpuh. Sekali lagi
hal itu telah ditetapkan di dalam gereja maka karunia-karunia ini harus tetap
berada di sana sampai semuanya itu secara resmi ditiadakan. Tetapi tidak ada
catatan bahwa itu akan ditiadakan.
Lima tahun kemudian rasul itu juga menulis kepada orang-orang Efesus
sehubungan dengan karunia-karunia yang sama itu, dengan jelas menyebutkan
tujuannya, dan dengan demikian secara tidak langsung menunjukkan bahwa
semuanya itu akan tetap berlanjut sampai tujuan itu terlaksana. Ia berkata,
"Itulah sebabnya kata nas: 'Tatkala Ia naik ke tempat tinggi, Ia membawa
tawanan-tawanan; Ia memberikan pemberian-pemberian kepada manusia.... Dan
Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-
pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk
memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi
pembangunan tubuh Kristus, sampai kita semua telah mencapai kesatuimanan
dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan
tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus." Efesus 4:8,
11-13.
Gereja belum tiba kepada satu persatuan seperti yang disebutkan dalam
ayat-ayat itu di dalam zaman rasul-rasul; dan segera setelah zaman itu,
kemurtadan rohani yang hebat telah mulai melanda gereja; dan tentu saja dalam
keadaan kemerosotan ini, kesempurnaan Kristus dan persatuan iman itu tidak
tercapai. Dan itu tidak akan tercapai sampai pekabaran rahmat yang terakhir
akan memanggil dari tiap-tiap suku dan bangsa, dari tiap tingkatan masyarakat
dan dari tiap-tiap agama yang palsu, satu umat yang sempurna di dalam
pembaharuan Injil sambil menunggu-nunggu akan kedatangan Anak Manusia.
Dan sesungguhnya, jikalau ada satu masa di mana gereja di dalam
pengalamannya akan memerlukan pertolongan dari setiap alat yang telah
ditetapkan untuk menghibur dan memimpinnya, untuk memberikan dorongan
serta perlindungan maka itu tidak lain adalah pada waktu berada di
tengah-tengah bahaya akhir zaman bilamana kuasa kejahatan, yang
hampir-hampir telah menjadi sempurna oleh pengalaman serta latihan dan
perbuatan jahatnya itu, akan menipu sekalian umat yang terpilih dengan
cara-cara yang hebat sekali. Oleh sebab itu, sangat tepat sekali adanya
nubuatan-nubuatan istimewa sehubungan dengan kecurahan Roh demi
keuntungan gereja pada akhir zaman.
Namun demikian, di dalam bahan-bahan bacaan dunia Kristen dewasa ini,
sering diajarkan bahwa karunia-karunia Roh itu hanyalah terbatas untuk zaman
rasul-rasul saja; bahwa semuanya itu diberikan hanya sekadar untuk
meneguhkan Injil; dan sekali Injil itu diteguhkan maka karunia-karunia itu tidak
lagi dibutuhkan dan sebagai akibatnya karunia-karunia tersebut hilang begitu
saja dari gereja. Tetapi rasul Paulus telah mengamarkan orang-orang Kristen
pada zamannya bahwa "rahasia durhaka itu" sudah giat dalam usahanya; dan
setelah kepergiannya, serigala-serigala yang ganas akan masuk ke
tengah-tengah mereka dan tidak akan menyayangkan kawanan itu. Bahkan dari
antara mereka sendiri akan muncul beberapa orang yang akan mengajarkan
ajaran-ajaran palsu untuk menarik murid-murid supaya mengikut mereka. Kisah
20:29, 30. Oleh sebab itu tidaklah mungkin di saat-saat seperti ini bahwa
karunia-karunia yang telah ditetapkan di dalam gereja untuk menjaga mereka
dari kejahatan-kejahatan tersebut, sudah berakhir oleh karena telah mencapai
tujuannya; oleh karena kehadiran serta pertolongan daripada karunia-karunia
tersebut sangat dibutuhkan dalam keadaan seperti ini lebih daripada waktu
rasul-rasul itu masih hidup.
Kita mendapati keterangan yang lain di dalam surat Paulus kepada orang
Korintus yang menunjukkan bahwa pemikiran yang populer, yang menyatakan
bahwa karunia-karunia tersebut hanyalah untuk sementara saja, adalah tidak
benar. Dalam suratnya itu ia membedakan antara keadaan sekarang yang tidak
sempurna ini dengan keadaan yang mulia dan baka yang akan dicapai oleh
orang-orang Kristen pada akhirnya. I Korintus 13. Ia berkata (ayat 9, 10),
"Sebab pengetahuan kita tidak lengkap dan nubuat kita tidak sempurna. Tetapi
jika yang sempurna tiba, maka yang tidak sempurna itu akan lenyap." Lebih
jauh ia menggambarkan keadaan sekarang ini dengan membandingkannya
kepada masa kanak-kanak dengan kelemahannya serta kekurang-matangan
dalam pikiran dan perbuatan; dan keadaan yang sempurna, kepada keadaan
dewasa dengan pandangannya yang lebih jelas, kematangan serta kekuatannya.
Dan ia menggolong-golongkan karunia-karunia itu kepada perkara-perkara yang
kita butuhkan dalam keadaan sekarang, yang tidak sempurna ini, tetapi apabila
keadaan yang sempurna itu telah tiba kita tidak lagi memerlukannya.
"Sekarang," katanya (ayat 12), "kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang
samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku
hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan
sempurna, seperti aku sendiri dikenal." Kemudian ia menyebutkan sifat-sifat
apa yang akan disesuaikan kepada keadaan yang kekal dan yang akan ada pada
saat itu, yaitu iman, pengharapan dan kasih, "ketiga perkara inilah; tetapi di
dalam ketiganya itu yang terlebih besar ialah kasih."
Ini menjelaskan apa yang dimaksudkan dalam ayat 8; "Kasih tidak
berkesudahan;" yaitu bahwa kasih surga akan kekal selama-lamanya, itu adalah
merupakan kemuliaan daripada keadaan manusia yang kekal di masa yang akan
datang; tetapi "nubuat akan berakhir;" ini berarti bahwa waktunya akan datang
bilamana nubuatan-nubuatan itu tidak akan diperlukan lagi, dan karunia nubuat,
sebagai salah satu penolong di dalam gereja, tidak akan digunakan lagi; "dan
segala pengetahuan akan lenyap;" ini berarti bahwa karunia-karunia lidah tidak
akan ada gunanya lagi; "dan segala pengetahuan akan lenyap;" ini berarti,
pengetahuan, bukan dalam hal yang abstrak, tetapi sebagai salah satu
karunia-karunia Roh yang istimewa akan jadi tidak berguna lagi oleh
pengetahuan yang sempurna yang akan dikaruniakan kepada kita di dalam dunia
yang kekal nanti.
Sekarang, jikalau kita berpendapat bahwa karunia-karunia itu hanya berlaku
pada zaman rasul-rasul saja dan sekarang ini tidak lagi, karena tidak diperlukan
lagi, maka berarti kita berpendirian bahwa zaman rasul-rasul adalah zaman di
mana gereja itu bersifat lemah dan kekanak-kanakan di mana segala sesuatu
kelihatan kabur; tetapi zaman yang berikutnya, bilamana serigala-serigala yang
buas itu masuk dan membinasakan kawanan domba dan di dalam gereja bangkit
orang-orang yang mengajarkan ajaran-ajaran palsu yang menarik murid-murid
untuk mengikat mereka, adalah satu zaman yang penuh dengan terang dan
pengetahuan, di mana sifat-sifat yang tidak sempurna dan sifat
kekanak-kanakan serta pengetahuan yang suram daripada zaman rasul-rasul itu
telah berlalu! Karena, ingatlah, bahwa karunia-karunia ini tidak berlaku lagi
hanyalah apabila keadaan yang sempurna itu sudah tiba dan oleh sebab keadaan
itu sudah tiba sehingga semuanya itu tidak diperlukan lagi. Tetapi tidak seorang
pun, jikalau berpikir dengan sungguh-sungguh, akan berusaha mempertahankan
pendapat bahwa keadaan rohani zaman rasul-rasul itu lebih rendah daripada
zaman-zaman lain yang mengikutinya. Dan jikalau karunia-karunia tersebut
diperlukan pada zaman itu tentu mereka juga dibutuhkan sekarang ini.
Di antara perkara-perkara yang rasul-rasul golongkan dalam surat-suratnya
kepada orang-orang di Korintus dan di Efesus sebagai "karunia" yang
ditetapkan di dalam gereja, kita dapati "gembala", "guru", "penolong", dan
"pemerintahan" dan semuanya ini diakui, di mana saja, masih tetap berlaku di
dalam gereja. Kalau demikian mengapakah yang lainnya juga seperti iman,
penyembuhan, nubuat dan lain sebagainya tidak diakui? Siapakah yang
berwenang untuk membuat garis pemisah dan mengatakan karunia-karunia
mana yang telah "dihapuskan" dari gereja, sedangkan semuanya itu, dari
awalnya, telah sama-sama "ditetapkan" di dalam gereja?
Wahyu 12:17 merupakan satu nubuatan bahwa karunia-karunia itu akan
dipulihkan kembali pada akhir zaman akhir. Penyelidikan akan kesaksian
daripada ayat ini akan meneguhkan pendapat itu. Ayat ini membicarakan
tentang benih perempuan yang sisa. Perempuan itu adalah lambang daripada
gereja, dan benihnya adalah pribadi anggota-anggotanya yang membentuk
gereja dalam setiap waktu; dan benih perempuan "yang sisa" adalah generasi
orang Kristen yang terakhir atau mereka yang masih hidup di dunia ini pada
waktu kedatangan Kristus yang kedua kalinya. Ayat ini lebih jauh menerangkan
bahwa mereka ini "memelihara hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus;"
dan "kesaksian Yesus" itu dijelaskan dalam pasal 19:10 sebagai Roh nubuat",
yang harus dimengerti sebagai satu hal di antara karunia-karunia itu disebut
"karunia untuk bernubuat" 1 Korintus 12:9,10.
Ditetapkannya karunia-karunia itu di dalam gereja bukanlah berarti bahwa
setiap individu harus memiliki semuanya. Dalam hal ini rasul berkata, (1
Korintus 12:29), "Adakah mereka semua rasul, atau nabi, atau pengajar? dst.
Jawabnya jelas "tidak"; tidak semuanya demikian; tetapi karunia-karunia itu
diberikan kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendaki-Nya.
1 Korintus 12:7, 11. Namun demikian, karunia-karunia ini dikatakan telah
"ditetapkan di dalam gereja" dan jikalau satu karunia itu diberikan kepada
seorang anggota sekali pun, itu dapat diartikan bahwa karunia itu ada "di dalam
gereja", atau bahwa gereja itu "memiliki" nya. Jadi generasi yang terakhir harus
memilikinya, dan telah diyakini bahwa memang gereja memiliki kesaksian
Yesus atau karunia nubuat.
Bahagian lain daripada Kitab Suci yang jelas dituliskan sehubungan dengan
zaman akhir menerangkan fakta yang sama pula. 1 Tesalonika 5. Rasul
memulaikan pasal ini dengan kata-kata: "Tetapi tentang zaman dan masa,
saudara-saudara, tidak perlu dituliskan kepadamu, karena kamu sendiri tahu
benar-benar, bahwa hari Tuhan datang seperti pencuri pada malam." Di dalam
ayat 4, ia menambahkan, "Tetapi kamu, saudara-saudara, kamu tidak hidup di
dalam kegelapan, sehingga hari itu tiba-tiba mendatangi kamu seperti pencuri."
Kemudian ia memberikan kepada mereka beberapa nasihat sehubungan dengan
peristiwa itu, di antaranya adalah (ayat 19-21): "Janganlah padamkan Roh, dan
janganlah anggap rendah nubuat-nubuat. Ujilah segala sesuatu dan peganglah
yang baik." Dan dalam ayat 23, ia berdoa agar mereka yang harus ambil
bahagian dalam pekerjaan "bernubuat" itu dapat dipelihara sehingga tidak
bercacat cela sampai kedatangan Tuhan.
Atas dasar pertimbangan-pertimbangan ini apakah kita tidak dibenarkan untuk
mempercayai bahwa karunia nubuat akan dinyatakan di dalam gereja pada akhir
zaman dan bahwa melalui itu banyak terang kebenaran dan banyak
petunjuk-petunjuk yang tepat pada waktunya akan diberikan?
Segala sesuatu harus diperlakukan sesuai dengan peraturan rasul: "Hendaklah
segala perkara kamu uji, dan yang baik kamu pegang;" dan harus diuji oleh
ukuran yang telah ditetapkan oleh Juruselamat: "Oleh buah-buahnya engkau
akan mengenali dia?" Dengan satu ajakan untuk mempertimbangkan ukuran
tersebut atas nama apa yang disebut sebagai kenyataan daripada karunia
nubuatan, kami menghadapkan buku ini kepada pertimbangan mereka yang
mempercayai bahwa Alkitab itu adalah Firman Allah dan bahwa gereja itu
adalah tubuh di mana Kristus adalah kepalanya.

U. Smith

1. MENGAPA DOSA DIBIARKAN?.


2. PENCIPTAAN .........
3. PENGGODAAN DAN KEJATUHAN .....
4. RENCANA PENEBUSAN .........
5. KAIN DAN HABEL DIUJI .........
6. SET DAN HENOKH ...........
7. A I R B A H
8. SETELAH AIR BAH ......
9. PEKAN YANG BIASA .....
10. MENARA BABEL .......
11. PANGGILAN KEPADA ABRAHAM .....
12. ABRAHAM Di KANAAN .........
13. UJIAN IMAN .............
14. KEHANCURAN SODOM...........
15. PERNIKAHAN ISHAK ...........
16. YAKUB DAN ESAU ............
17. YAKUB MELARIKAN DIRI DAN TERBUANG .
18. MALAM PERGUMULAN .........
19. KEMBALI KE KANAAN .........
20. YUSUF Di MESIR ........
21. YUSUF DAN SAUDARANYA.................
22. MUSA ....................
23. LAKNAT ATAS MESIR.......
24. PASKAH ...........
25. KELUARAN .........
26. DARI LAUT MERAH KE SINAI . . .
27. HUKUM DIBERIKAN KEPADA ISRAEL. . .
28. PENYEMBAHAN BERHALA DI SINAI ....
29. PERLAWANAN SETAN TERHADAP HUKUM .......
30. BAITSUCI DAN UPACARA-UPACARA...........
31. DOSA NADAB DAN ABIHU ....
32. HUKUM DAN PERJANJIAN ....
33. DARI SINAI KE KADES .....
34. DUA BELAS MATA-MATA ....
35. PEMBERONTAKAN KORAH ....
36. Di PADANG BELANTARA ....
37. BATU KARANG YANG DIPUKUL....
38. PERJALANAN MENGELILINGI EDOM
39. PENAKLUKAN BAZAN
40. BILEAM
41. KEMURTADAN DI YORDAN
42. HUKUM DIULANGI
43. KEMATIAN MUSA
44. MENYEBERANGI YORDAN
45. JATUHNYA KOTA YERIKHO
46. BERKAT DAN KUTUK
47. BERSEKUTU DENGAN BANGSA GIBEON
48. PEMBAHAGIAN NEGERI KANAAN
49. PESAN YANG TERAKHIR
50. PERSEPULUHAN DAN PERSEMBAHAN
51. PEMELIHARAAN ALLAH TERHADAP ORANG MISKIN
52. PESTA-PESTA TAHUNAN
53. PARA HAKIM YANG MULA-MULA
54. SIMBON
55. SAMUEL WAKTU KANAK-KANAK
56. ELI DAN ANAK-ANAKNYA
57. TABUT PERJANJIAN DIAMBIL OLEH ORANG FILISTIN
58. SEKOLAH NABI-NABI
59. RAJA ISRAEL YANG PERTAMA
60. KECONGKAKAN SAUL
61. SAUL DITOLAK
62. DAUD DIURAPI
63. DAUD DAN GOLIAT
64. DAUD SEBAGAI SEORANG PENGUNGSI
65. KEMURAHAN HATI DAUD
66. KEMATIAN SAUL
67. ILMU SIHIR ZAMAN DULU DAN SEKARANG
68. DAUD DI ZIKLAG
69. DAUD DIANGKAT MENJADI RAJA
70. PEMERINTAHAN DAUD
71. DOSA DAN PERTOBATAN DAUD
72. PEMBERONTAKAN ABSALOM
73. TAHUN-TAHUN TERAKHIR RAJA DAUD

Anda mungkin juga menyukai