Anda di halaman 1dari 6

Waktu, Bilangan dan Cara Pelaksanaan

MAJLIS TAFSIR AL-QUR’AN


(MTA) PUSAT a. Waktunya.
http://www.mta-online.com e-mail : humas_mta@yahoo.com Fax : 0271 661556 Setiap malam pada bulan Ramadlan, boleh dikerjakan diawwal malam atau
Jl. Serayu no. 12, Semanggi 06/15, Pasarkliwon, Solo, Kode Pos 57117, Telp. 0271 643288 di pertengahan maupun di akhirnya, baik sebelum tidur maupun sesudah
Ahad, 15 Agustus 2010 /05 Ramadlan 1431 Brosur No. : 1519/1559/IF tidur. Tegasnya, shalat tarawih adalah shalat malam di bulan Ramadlan.

SHALATUL LAIL
> <!  -    .(  #;  $ %    & '  ;  <* = : 5 6 7 8   9 :
Shalat Sunnah Lail ialah : Shalat-shalat Sunnah yang dikerjakan pada
malam hari selain Ba'diyah 'Isya'.
 *   ?
  @ A 7  +  <! B - C /' D - !  +  . E  9 ; FGH
Adapun waktunya ialah : Sehabis shalat 'Isya' hingga akhir waktu 'Isya'
sebelum masuk waktu Shubuh. Dan shalat Lail itu boleh dikerjakan sebelum
@
A 7  +  <! B 5 I J ; KL M
 N   *  <!  -    I ' O  J M  N 
maupun sesudah tidur.
Macam-macamnya : TU4Q :5 SQR :0 O
O &! .    PL H
A. Shalat Sunnah Tarawih. C. Shalat Sunnah Witir.
Dari Abu Dzarr, ia berkata : Kami berpuasa Ramadlan bersama Rasulullah
B. Shalat Sunnah Tahajjud. D. Shalat Sunnah Iftitah.
SAW. Beliau tidak shalat (malam) bersama kami sehingga tinggal tujuh hari
A. Shalat Tarawih dari bulan itu. Lalu beliau shalat bersama kami hingga lewat sepertiga
Tarawih artinya relax, santai, istirahat. malam, kemudian beliau tidak shalat malam bersama kami pada malam
yang keenam. Tetapi beliau shalat malam bersama kami pada malam yang
Ulama mengistilahkan Shalat Sunnah ini dengan Shalat Tarawih, karena ke lima hingga lewat tengah malam. [HR. Abu Dawud juz 2, hal. 50, no.
melihat riwayat yang menjelaskan tentang bagaimana cara Nabi SAW 1375]
melakukannya. Yaitu dengan perlahan-lahan/relax/santai serta diselingi
dengan istirahat setiap habis salam, sebagaimana riwayat dibawah ini:
9 >! * : ; M  X Y : 5 ) N  W 6  -L V /: 9 ! 9 *+  V /: 9 :
Dari 'Aisyah RA, katanya :

  

      
    !   "#
 $ %
   & '  (  Z
C  [
  \
 > < 7> V ]  >J^ L _   (  `;   IF  a b  PK  L
234 :0 -./ .) * +
   + ) cd  > #! "> #  X  "# 
) J eL <   X  "#  ( & 5 6 e ;
Adalah Rasulullah SAW shalat 4 rekaat dimalam hari. Kemudian beliau V >+
g   5 : h i j A M   * X &  k  l "  :  * :  - .f  A 
beristirahat/bertarawih lama sekali, sehingga aku merasa kasihan
kepadanya. [HR. Baihaqi juz 2, hal. 497] )  ; M
 X Y   .@    9 ! D6 !  :  .  * ]  B o :   . m;  ( n
I > :V /L   N :  * :  5 S. p 5 q d
# ! ( & r#  \   <
k Y  IF 
2
.  Y  V    ( & ; & -    9 ;  `
L   .<: ( & ;  <   
Sts A 9 > : L G>Jc d  y!   "#
 $ %    & '  (  .I E p : M  5
0Q0 :0 ku/ .) 
 (  & ; & -  \
  < ( 

9 . <>J+ 9 > : L G>Jc d   y!   "#
   9 . & 
9 . <J +
Dari Abdurrahman bin Abdul Qariyyi, bahwasanya ia berkata, "Saya pernah
keluar ke masjid bersama Umar bin Khaththab RA. pada suatu malam di
J;
ku/ .Fd   "#    9 . & 
bulan Ramadlan, Tiba-tiba kami dapati orang-orang berkelompok-kelompok
dan terpisah-pisah, ada yang shalat sendirian dan ada yang shalat dengan Telah berkata 'Aisyah, "Adalah Rasulullah SAW pernah shalat 4 raka'at,
diikuti beberapa orang. Maka Umar berkata, "Saya berpendapat lebih baik jangan engkau tanya bagusnya dan panjangnya, kemudian beliau shalat 4
mereka ini saya kumpulkan dengan diimami oleh seorang imam". Kemudian raka'at, jangan engkau tanya bagusnya dan panjangnya, kemudian beliau
Umar ber'azam dan mengumpulkan mereka itu dengan diimami oleh Ubay shalat (witir) 3 reka'at". [HSR. Bukhari dan Muslim]
bin Ka'ab. Kemudian saya keluar lagi bersama Umar pada malam yang lain, Keterangan :
sedang orang-orang shalat dengan bermakmum kepada imam mereka.
Maksud hadits tersebut, Nabi SAW shalat 2 raka'at salam, 2 raka'at salam
Umar berkata, "Sebaik-baik bid'ah adalah ini". Dan shalat yang mereka
lalu istirahat. Dilanjutkan lagi 2 raka'at salam, 2 raka'at salam lalu istirahat.
kerjakan pada akhir malam adalah lebih utama dari pada yang mereka
Kemudian shalat witir 3 reka'at.
kerjakan di awwal malam. Sedangkan orang-orang biasa mengerjakannya
di awwal malam. [HR. Bukhari juz 2 : 252]. 'Aisyah RA berkata :

k V+  : t  z  i


(  `;   V o  $ %
   & '  (   ;
b. Bilangan Raka'atnya
Shalat Sunnah Tarawih ini, bilangan raka'at yang biasa dikerjakan oleh Nabi
SAW adalah sebelas raka'at beserta witirnya. Dan sebanyak-banyaknya tak
terbatas, berapa saja seseorang mampu melaksanakan-nya hingga habis J;
ku/ .IF   L  q E
 :
waktu shalat sunnah tersebut, yaitu masuk waktu Shubuh.
Bahwasanya Rasulullah SAW tidak melebihkan di bulan Ramadlan dan di
v
 eL  (L  9 !  ; "#  $ %    & '  (  :M  5 a I E p : 9 : luar bulan Ramadlan atas sebelas raka'at. [HR. Bukhari dan Muslim]
Keterangan :
" > 9 !  "J  IF  L  q E
 : k V+   ]  e L _
  h  E L q d= 9 ; Hadits ini bukan merupakan batas dari Nabi SAW, tetapi hanya
menunjukkan bahwa biasanya Nabi SAW shalat sebelas raka'at.
U3 :U 
i N x Sks;  i I:*w .q V +   &!  c& 
9   L 
 - .  q d
= 9 : $ %    & '   {' d F X  (  * : 9 ! 9 :
Dari 'Aisyah RA, ia berkata, "Rasulullah SAW shalat antara beliau selesai
dari shalat 'Isyak hingga fajar, 11 rekaat. Beliau salam antara tiap-tiap 2
rekaat, lalu berwitir 1 rekaat". [HR. Al-Jama'ah selain Tirmidzi, dalam Nailul
| /#}    V +  D E
 Y 7 . <mL;  <mL;   q d
= .$ %    & ' 
QT~ :T J; .= V 5  ; )   c& c qF V + 
IF  L  =
Authar juz 3, hal. 39].

Dari Ibnu 'Umar bahwasanya ada seorang lelaki bertanya kepada


3 4
Rasulullah SAW tentang shalat malam itu. Maka Rasulullah SAW Keesokan harinya beliau berkata, "Sungguh saya mengetahui apa yang
menjawab, "Shalat malam itu 2 raka'at 2 raka'at. Maka apabila seseorang kalian kerjakan semalam, saya tidak berhalangan untuk datang kepadamu,
diantara kamu khawatir masuk Shubuh hendaklah shalat witir 1 raka'at. hanya saya takut jangan-jangan shalat itu kau anggap wajib". (Kata
Yang seraka'at itu mewitirkan untuk shalat yang telah dikerjakan". [HR. 'Aisyah), "Kejadian tersebut pada bulan Ramadlan". [HSR. Bukhari juz 2,
Muslim juz 1, hal. 516] hal. 44]
c. Cara Pelaksanaan B. Shalat Sunnah Tahajjud
1. Boleh dengan Jahr (suara nyaring) maupun Sirr (suara lembut) : Shalat Sunnah Tahajjud adalah : Shalat malam yang dikerjakan di luar
Ramadlan.
r > :M - ! $ D6 /<  q h€  5 M
 N  
 :I E p : M G' Nama Tahajjud diambil dari firman Allah ayat 79 surat Al-Israa' :

ks; 
O
O &!
Vƒ . . X
 *! 
'   *!    eL  (  V 5 ‚
7 43 :h 'i .‚
 IF   N )! V ]
.    9 ;

Dan pada sebagian malam bershalat Tahajjudlah kamu sebagai suatu
Telah ditanya 'Aisyah RA, "Bagaimana bacaan Nabi SAW pada waktu tambahan bagimu. [QS. Al-Israa' : 79]
(shalat) malam ?". Jawabnya, "Semuanya itu dikerjakan oleh Rasulullah
SAW terkadang beliau membaca sirr (pelan) dan terkadang beliau Jadi, shalat sunnah tarawih dan shalat sunnah tahajjud adalah sama. Kalau
membaca jahr (nyaring)". [HSR. Ahmad, Abu Dawud dan Tirmidzi] dikerjakan di bulan Ramadlan disebut shalat Tarawih, sedangkan jika
dikerjakan di luar Ramadlan disebut shalat Tahajjud.
2. Boleh dikerjakan dengan berjama'ah maupun munfarid (sendirian)
C. Shalat Sunnah Witir
 I  
7 = $%    & '  (  a 9 <; j ^ L B6  I E p : 9 : Shalat sunnah witir ialah shalat sunnah lail yang dikerjakan dengan
bilangan rakaat yang ganjil (witir = ganjil).

  .\
  < mn  I !-L 9 ; =   .\ C  N ) cd # ! #  V ] J  ^ L ( > (  - L  A    
 c
  $ %
   & '   5 : 5 a D6 : 9 :
$%    & '   .  „
  u    I  ! 
  Imm I  9 ; & * X  I‡oY 9! )††=
IJ*K . c& L @ } †
  C c
 %
€
„

  >KL 9 ; < < *      < = ks M  … V 5: 5 | / =    * Dari 'Ali RA, ia berkata : Telah bersabda Rasulullah SAW, "Berwitirlah kamu
hai ahli Qur'an karena sesungguhnya Allah itu witir/tunggal, Ia suka kepada
(shalat) witir". [Diriwayatkan oleh Khamsah dan disahkan oleh Ibnu
.(
 > `;   ‚ 7
. n : a eL c (L  M  E  Y 6N  i   n  Khuzaimah]
Waktunya :
22 :0 ku/ Pada setiap malam, baik di dalam maupun diluar Ramadlan, boleh
Dari 'Aisyah Ummul Mu’minin RA, bahwasanya pada suatu malam dikerjakan di awwal, pertengahan, ataupun diakhir malam, baik sebelum
Rasulullah SAW shalat malam dimasjid maka orang-orangpun turut shalat maupun sesudah tidur, kesemuanya itu pernah dicontohkan oleh Rasulullah
bersama beliau, dan beliau shalat pula pada malam berikutnya, maka SAW :
bertambah banyak orang yang mengikutinya. Kemudian malam ketiganya
atau ke empatnya mereka telah berkumpul, tetapi beliau tidak datang.
5 6
9 >; $ %   & '  c
  V 5   "  9 ; :M  5 a I E p : 9 :
Muslim juz 1, hal. 516]
b. Tiga Rakaat, Bila melaksanakan 3 rakaat, maka harus dengan satu

I:*w .  † J  _   t  c
  . N t  Y 
) P '
 
  

tasyahud di rakaat yang akhir, lalu salam, sebagaimana riwayat di bawah ini
:
Dari 'Aisyah RA, ia berkata, "Dalam seluruh (bagian) malam Rasulullah
SAW pernah mengerjakan witir, di permulaan malam, dipertengahannya,  >#eL  i
Š  d  m!  c&  $ %   & '  ( : a I E
p : M
 5
dan di akhirnya, hingga witirnya selesai pada waktu sahur". [HR. Al
Jama'ah] N x .  c& L D
  L    "J  i (  :)‹e
SpJ<
Vƒ .9 . < !
9 ; B & -  i (L  ˆ  Y 9 ; :$ %    & '   5 : 5 a  ! X 9 : 2R :U 
i
.  Y   c& L  t Y  B & -  (L  *  9 ;
) 
  c& L     Y  'Aisyah RA berkata, "Rasulullah SAW pernah berwitir dengan 3 raka'at,
tidak mengadakan pemisahan antaranya (mengerjakannya dengan sekali
Q0R :T J; . ` L  ‚ 7
q‰ O & . E
 ;    Y  q d  = (  salam)". [HR. Ahmad dan An-Nasai] Adapun dalam lafadh Nasai : Adalah
beliau tidak salam pada dua rekaat dalam shalat witir tersebut. [Nailul
Dari Jabir RA, ia berkata, telah bersabda Rasulullah SAW, "Barangsiapa Authar juz 3 hal. 40].
khawatir tidak akan bangun pada akhir malam, maka bolehlah berwitir pada Dan tidak diperkenankan shalat witir yang 3 itu dengan 2 raka'at salam,
awwal malam. Dan barangsiapa berkeyakinan mampu bangun di akhir kemudian disambung dengan 1 rakaat lalu salam. Hal ini menyalahi riwayat
malam, maka hendaklah mengerjakan witir pada saat itu, karena shalat di 'Aisyah di atas dan juga menyalahi arti witir itu sendiri, karena witir itu
akhir malam itu disaksikan dan yang demikian itu lebih utama". [HR. Muslim artinya ganjil, sedang 2 itu genap, jadi tidak dapat dikatakan witir. Dan juga
juz 1, hal. 520]. kita tidak diperkenankan shalat 3 raka'at tersebut dengan 2 tasyahud 1
salam. Sebab ini menyerupai Maghrib, yang demikian ini dilarang oleh Nabi
Bilangan Raka'at serta Cara Pelaksanaannya SAW sebagaimana hadits di bawah ini. Sabda Nabi SAW :

q d
 > #! &. /6> Ec i
 /J
!
  Œ
 * u
! 
 c
  .Š
 d
 m! 
 c& c i
a. Satu rakaat,

 - .  q d


= 9 : $ %    & '   {' d F X  (  * : 9 ! 9 :
02 :0 ŽP5V .b    ^ L
| /#}    V +  D E
 Y 7 . <mL;  <mL;   q d
= .$ %    & '  Jangan kamu shalat witir 3 rekaat, (tetapi) shalatlah witir 5 atau 7, dan

QT~ :T J; .= V 5  ; )   c& c qF V + 


IF  L  =
janganlah kamu menyerupai dengan shalat Maghrib". [HR. Daruquthni juz
2, hal, 24].
Dari Ibnu 'Umar bahwasanya ada seorang lelaki bertanya kepada Keterangan :
Rasulullah SAW tentang shalat malam itu. Maka Rasulullah SAW Dalam hadits ini, Rasulullah SAW melarang kita shalat witir 3 rekaat dan
menjawab, "Shalat malam itu 2 raka'at 2 raka'at. Maka apabila seseorang memerintahkan untuk shalat dengan 5 rekaat atau 7 rekaat. Sedang hadits-
diantara kamu khawatir masuk Shubuh hendaklah shalat witir 1 raka'at. hadits lain menerangkan bahwa Rasulullah SAW sendiri mengerjakan
Yang seraka'at itu mewitirkan untuk shalat yang telah dikerjakan". [HR. shalat witir 3 rekaat. Maka dari kedua macam hadits tersebut diatas dapat
7 8
ditarik kesimpulan bahwa : "Yang dilarang mengerjakan shalat witir 3 rekaat e. 9 rekaat dengan 2 tasyahud di rekaat yang ke 8 dan ke 9 setelah itu
itu adalah shalat witir yang menyerupai shalat Maghrib, sedang shalat witir salam.
3 rekaat yang tidak serupa dengan shalat Maghrib tidak dilarang, bahkan
Berdasar riwayat sebagai berikut :
dikerjakan oleh Rasulullah SAW sendiri".
Adapun bentuk keserupaan itu ialah : Dengan 2 tasyahud satu salam. Maka $%    & '   c
 9 : <G/N .I E p   5 ) N  B  EA 9 ! V  ' 9 :
supaya tidak menyerupai shalat Maghrib hendaklah shalat witir 3 rekaat
tersebut dikerjakan dengan 3 rekaat sekaligus dengan satu tasyahud di
akhir rakaat dan satu salam.
) m /  (L  h€  H  ; % ’  ) m /   t  & . 
)   &' )  V}  N  < :M  -
c. 5 rekaat dengan satu tasyahud di rakaat yang terakhir kemudian
salam. Berdasar riwayat sebagai berikut :  . Π ]  i      J  c "# 
{ & 
“ & J     9 ;
q >E: Š
 d
    9 ; "#
 $ %
   & '  (  :I E
p : M
 5  "J  i
  . <    t & : V 
t V * † 
% €    sL   I < ; m  i 
> i  9 . <; h D H  Œ
 ]
  i
Œ
 * u
! ‚
7 9 ;  c&  IF  L    t & : V 
t V * †
 
% €    sL   V  -L    I  '   "#  B & -   
20 :U 
i N x SJ;
ku/
Vƒ .9 A  Y  VC : 5 & A
 "J   ; V  ! 9   L  "#     < * J   y*J  c  "J 
‘Aisyah RA berkata, "Rasulullah SAW shalat di malam hari 13 rekaat, dari
13 rekaat itu beliau shalat witir 5 rekaat. Beliau tidak duduk (attahiyat) pada
QTU :T J; .D < !   IF  L  q E
 : k V+  ‚ L 
sesuatu rekaat dari yang 5 ini, melainkan pada akhirnya". [HR. Bukhari dan Dari Sa’id bin Hisyam, bahwasanya ia bertanya kepada 'Aisyah, "(Ya
Muslim, dalam Nailul Authar juz 3, hal. 42]. ‘Aisyah), beritahukanlah kepadaku tentang shalat witir Rasulullah SAW".
Jawab 'Aisyah, "Kami biasa menyediakan penggosok gigi dan air wudlu
d. 7 rekaat dengan 2 tasyahud di rekaat 6 dan 7 lalu salam.
bagi Rasulullah SAW, lalu beliau bangun malam pada waktu yang
Berdasar riwayat sebagai berikut : dikehendaki Allah. Kemudian beliau menggosok gigi dan berwudlu lalu

 /> J! c
  
 
/  * $ %    & '  (  a I E p : 9 :
shalat (witir) sembilan rekaat dan beliau tidak duduk (attahiyat) melainkan
pada rekaat yang ke delapan, lalu beliau menyebut, memuji dan berdoa
kepada Allah, kemudian beliau berdiri dengan tidak mengucap salam,
"> #  "J  i
 . <    I ' O  J  i  V  -L  i      berdiri shalat (rekaat) yang ke sembilan, kemudian beliau duduk (attahiyat)
menyebut, memuji dan berdoa kepada Allah, kemudian beliau mengucap
salam sehingga terdengar oleh kami. Setelah itu beliau shalat 2 rekaat
2Q :U ‘ x Bo+ 9! .IF * J  c  "J
   I  ! J dengan duduk. Yang demikian itu jadi 11 rekaat hai anakku". [HR. Muslim
juz 1, hal. 513].
Dari Aisyah RA, bahwasanya Rasulullah SAW setelah lanjut usia dan lemah Dan kita dilarang mengerjakan 2 kali shalat witir pada satu malam
badannya, beliau berwitir dengan 7 rekaat dan tidak duduk kecuali pada
rekaat yang ke 6, kemudian berdiri tanpa salam lalu menyelesaikan rekaat
yang ke 7 kemudian salam dengan satu k.ali salam. [HR. Ibnu Hazm, dalam  (  c
 i : & -  $ D /<  M
  * ' : 5 a D6 : 9 ! ” L  9 :
Al-Muhalla juz 3, hal. 45].
9 10
(/+ 9! )††=
ks; 
pJ<
Vƒ .I  :>5 ST3Q :Q SC|†=
9C J ‰ V+ sA : 5
Sks;  .%&'
+ ? (
  $
Dari Thalq bin Ali, ia berkata : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda,
"Tidak ada dua witir pada satu malam". [HR. Ahmad, Nasai, Tirmidzi dan UQ•R
dishahkan oleh Ibnu Hibban]. Dari ‘Aisyah, ia berkata : Aku bertanya, “Ya Rasulullah, bagaimana
f. Bacaan sesudah shalat witir. pendapat engkau apabila aku mengetahui bahwa malam itu malam Lailatul
Qadr, apa yang harus aku baca ?”. Beliau bersabda, “Bacalah
Menurut riwayat Nasai, Rasulullah SAW setelah shalat witir, beliau Alloohumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annii (Ya Allah,
membaca Subhaanal Malikil Qudduus 3 kali. sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, Engkau suka memaafkan, maka
S$ %    & '  9 : k o! 9 ! 9 *+  V /: 9 : q   [ 9 : q O  5 9 : maafkanlah kesalahanku)”. [HR. Tirmidzi juz 5, hal. 195, no. 3580]
Lafadh tersebut juga diriwayatan oleh Ahmad juz 9 hal. 526, juz 9 hal. 547

L >5
S(
  nL  .} L 5
S:i L ‚ !6  '  | /6J !  c&  (  dan juz 10, hal. 24, juga diriwayatkan oleh Ibnu Majah juz 2, hal. 1265, no.
3850. Namun dalam ‘Aridlatul Ahwadzi dengan lafadh :

V} * 
Fd
  S       : 5 v
   
  7 .VC +  %
’  & A I: x Sks;  .%&' (
  $   !
"
 # ) *+ ,  
    

024 :U pJ< .I mm  UQTU :5 S20 :TU Sk7&+i
Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf lagi Maha Pemurah,
Dari Qatadah dari Zurarah dari ‘Abdur Rahman bin Abza dari Rasulullah
Engkau suka memaafkan, maka maafkanlah kesalahanku. [HR. Tirmidzi,
SAW, biasanya beliau SAW di dalam shalat witir membaca surat Al-A’laa,
dalam ‘Aridlotul Ahwadzi juz 13, hal. 42, no. 3513]
Al-Kaafirun dan Al-Ikhlash. Setelah selesai lalu beliau mengucapkan,
“Subhaanal Malikil Qudduus 3 kali, dan beliau memanjangkan pada D. Shalat Iftitah.
bacaan yang ketiga”. [HR. Nasaaiy juz 3, hal. 247]
Shalat Iftitah adalah shalat sunnah dua rekaat yang ringan untuk mengawali
Dan menurut riwayat Thabrani, setelah bacaan tersebut ada tambahan shalat lail.
“Rabbul malaaikati war ruuh”, (namun tambahan ini tidak shahih, karena
dalam sanadnya ada perawi bernama ‘Isa bin Yuunus, yang tidak diketahui
jarh - ta’dilnya).
|  eL  L    9 ;   V +  B 5 7 : 5 $ D6 /<  9 : q  A ! 9 :
Adapun bacaan “Alloohumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa, fa’fu ‘annii”
itu adalah bacaan bila mengetahui Lailatul Qadr, sebagaimana riwayat
QU0 :T J; .9   e e Y 9   L ! ) c d
=
berikut :
Dari Abu Hurairah, dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Apabila seseorang
I > W
 M
 * : (L  M
…  S%  & '    :M
 L 5 M
 5 I E
p : 9 : diantara kalian bangun malam, maka hendaklah ia membuka shalatnya
dengan dua rekaat yang ringan. [HR. Muslim juz 1, hal. 532].

  !
"     
:D& 5 : 5  .  & 5  ;  V - L I 
 #   ~oO[ A ]Oo~

11 12