Anda di halaman 1dari 12

A m a n ~ B e rsih ~ Tenang

Persiapkan dulu dengan menentukan seorang


bidan, dokter, dukun atau seseorang
yang bisa membantu Anda.

Salah satu anggota keluarga


anda juga bisa membantu
Anda melahirkan.

Apabila saat kelahiran bayi terjadi di malam hari: Coba untuk beristirahat di
antara rasa sakit dan baringkan badan anda miring ke kiri.

Apabila terjadi di siang hari: Anda bisa melakukan kebiasaan sehari-hari


seperti makan & minum, ke kamar kecil, berjalan, berbaring miring ke kiri.

Apabila air ketuban sudah keluar sebelum ada rasa sakit:


· Perhatikan kebersihan lingkungan dan badan anda
· Jangan masukkan benda apapun ke dalam vagina anda
· Urut puting susu anda untuk merangsang kelahiran

Saat rasa sakit makin kuat dan jaraknya makin


singkat dan Anda merasa saat kelahiran sudah
tiba, cari tempat yang bersih untuk melahirkan.
SAAT-SAAT MELAHIRKAN
Melahirkan adalah LAKUKAN
proses alami. Yakini
diri Anda. Tenang.
· Apabila Anda merasa
Teguh. lelah, baringkan badan miring
ke kiri
· Banyak minum air
· Sering buang air kecil
· Cuci tangan anda dengan
sabun & air atau Betadine
sebelum menangani Ibu / bayi
· Urut puting susu anda untuk
merangsang kelahiran ari-ari
· Setelah ari-ari keluar, urut perut
ibunya. Rahim harus terasa keras
untuk menghindari pendarahan

HINDARI
· Panik
· Memaksa bayi keluar sebelum
tiba waktunya
· Memperbesar lubang vagina ibu
· Menekan perut ibu pada saat dia
sedang mendorong bayinya
keluar
· Menarik bayi keluar dengan
paksa
· Mengurut atau menekan perut
ibu sebelum bayi dan ari-ari
keluar
BEBERAPA CARA MELAHIRKAN
Pastikan ada
orang yang akan
menangkap
bayinya

Posisi merangkang Berdiri

Jongkok

Ada banyak posisi


yang aman untuk
melahirkan. Tidak hanya
Cari posisi yang dengan berbaring di
paling nyaman dan atas tempat tidur.
kuat untuk menekan

Berbaring miring ke kiri


Pilihan Posisi Posisi Saat Melahirkan

Saat melahirkan, ada beberapa posisi yang dapat dilakukan oleh


seorang ibu. Sang ibu dapat memilih posisi persalinan yang
dirasakan paling nyaman. Terlepas dari itu, setiap posisi
persalinan masing-masing memiliki kelebihan maupun
kekurangan sendiri, serta tidak ada satu pun posisi yang
dikatakan baik ataupun buruk. Dan yang paling utama, kesiapan
mental sang ibu saat melahirkan adalah hal yang paling
menentukan pada proses persalinan. Kesiapan mental ini sangat
berperan dalam manajemen rasa sakit yang dialami sang ibu.
Saat seorang ibu dapat bersikap tenang selama menjalani proses
persalinan, maka ia tidak akan merasakan rasa sakit yang hebat
dan persalinan pun akan berjalan dengan lancar. Sebaliknya,
apabila sang ibu gelisah dan dihinggapi rasa takut yang
berkepanjangan, maka ia akan merasakan rasa sakit yang hebat
dan persalinan pun akan terhambat, ditambah lagi, kondisi bayi
pun terancam karena ketegangan sang ibu akan menghambat
supply oksigen dari sang ibu kepada bayinya

Ada berapa posisi melahirkan?

Ada 6 posisi melahirkan. Masing-masing memiliki kelebihan maupun kekurangan sendiri.

1. POSISI BERBARING atau LITOTOMI

Ibu terlentang di tempat tidur bersalin dengan menggantung kedua pahanya pada
penopang kursi khusus untuk bersalin.
Kelebihan:

Dokter bisa lebih leluasa membantu proses persalinan. Jalan lahir pun menghadap ke
depan, sehingga dokter dapat lebih mudah mengukur perkembangan pembukaan dan
waktu persalinan pun bisa diprediksi secara lebih akurat. Kepala bayi lebih mudah
dipegang dan diarahkan. Sehingga apabila terjadi perubahan posisi kepala bayi, maka
dokter langsung bisa mengarahkan pada posisi yang seharusnya.

Kelemahan:

Posisi berbaring membuat ibu sulit untuk mengejan. Hal ini karena gaya berat tubuh ibu
yang berada di bawah dan sejajar dengan posisi bayi. Posisi ini pun diduga bisa
mengakibatkan perineum (daerah di antara anus dan vagina) meregang sedemikian rupa
sehingga menyulitkan persalinan. Pengiriman oksigen melalui darah yang mengalir dari si
ibu ke janin melalui plasenta pun jadi relatif berkurang. Hal ini karena letak pembuluh
besar berada di bawah posisi bayi dan tertekan oleh massa/berat badan bayi. Apalagi jika
letak ari-ari juga berada di bawah si bayi. Akibatnya, tekanan pada pembuluh darah bisa
meninggi dan menimbulkan perlambatan peredaran darah balik ibu.

2. POSISI MIRING atau LATERAL

Ibu berbaring miring ke kiri atau ke kanan dengan salah satu kaki diangkat, sedangkan
kaki lainnya dalam keadaan lurus. Posisi ini umumnya dilakukan bila posisi kepala bayi
belum tepat.

Kelebihan:

Selain peredaran darah balik ibu bisa mengalir lancar, pengiriman oksigen dalam darah
dari ibu ke janin melalui plasenta juga tidak terganggu. Sehingga proses pembukaan
akan berlangsung secara perlahan-lahan sehingga persalinan berlangsung lebih nyaman.
Kelemahan:

Posisi miring ini menyulitkan dokter untuk membantu proses persalinan karena letal
kepala bayi susah dimonitor, dipegang, maupun diarahkan. Dokter pun akan mengalami
kesulitan saat melakukan tindakan episiotomi

3. POSISI JONGKOK
Biasanya ibu berjongkok di atas bantalan empuk yang berguna menahan kepala dan
tubuh bayi.

Kelebihan:

Merupakan posisi melahirkan yang alami karena memanfaatkan gaya gravitasi bumi,
sehingga ibu tidak usah terlalu kuat mengejan.

Kekurangan:

Selain berpeluang membuat cedera kepala bayi, posisi ini dinilai kurang menguntungkan
karena menyulitkan pemantauan perkembangan pembukaan dan tindakan-tindakan
persalinan lainnya, semisal episiotomi.

4. POSISI SETENGAH DUDUK

Pada posisi ini, ibu duduk dengan punggung bersandar bantal, kaki ditekuk dan paha
dibuka ke arah samping. Posisi ini cukup membuat ibu nyaman.
Kelebihannya:

Sumbu jalan lahir yang perlu ditempuh janin untuk bisa keluar jadi lebih pendek. Suplai
oksigen dari ibu ke janin pun juga dapat berlangsung secara maksimal.

Kelemahan:

Posisi dapat menimbulkan rasa lelah dan keluhan punggung pegal. Apalagi jika proses
persalinan tersebut berlangsung lama.

5. BERDIRI / SETENGAH JONGKOK

Pada posisi ini, ibu duduk dengan punggung bersandar bantal, kaki ditekuk dan paha
dibuka ke arah samping. Posisi ini cukup membuat ibu nyaman.
Kelebihannya:

selaras dengan grafitasi bumi,sehingga kekuatan mengejan lebih kuat. tapi jangan
sampai bayi meluncur terlalu kencang,bantalan harus disiapkan agar bayi tak
cedera
Kelemahan:
dokter/bidan kesulitan dalam memantau bukaan

6. DALAM AIR

Posisi melahirkan dalam air sudah sejak lama dikenal di negara-negara


barat dan mulai tersedia pelayanan melahirkan dalam air terutama di
Jakarta.
Kelebihannya:

Relaksasi terhadap semua otot tubuh, terutama otot-otot yang


berkaitan dengan proses persalinan. Mengejan pun jadi lebih mudah
dan rasa sakit selama persalinan tidak sebesar rasa sakit persalinan
diluar air. Selain itu proses melahirkan dalam air bisa mencegah kepala
bayi cedera. Terhindar dari trauma atau cedera kepala memungkinkan
IQ bayi menjadi lebih tinggi dibanding sesama bayi yang lahir dengan
posisi lainnya.

Kelemahan:
Risiko air kolam tertelan oleh bayi sangatlah besar. Oleh karena itu,
proses persalinan ini tidak hanya membutuhkan bantuan dokter
kebidanan dan kandungan saja, melainkan juga dokter spesialis anak
yang akan melakukan pengecekan langsung saat bayi lahir. Ada
tidaknya air yang masuk maupun gangguan lainnya bisa langsung
terdeteksi dan segera diatasi dengan baik. Selain itu, bila prosesnya
berjalan lama, bisa-bisa ibu mengalami hipotermia alias suhu tubuh
terlalu rendah

BEBERAPA FAKTOR YANG PERLU DIPERHATIKAN

* Keamanan

Posisi persalinan yang baik idealnya tidak menimbulkan cedera.


Kalaupun ada faktor penyulit yang memungkinkan cedera pada ibu
maupun bayinya, paling tidak peluang tersebut bisa diminimalkan.
Cedera yang umumnya terjadi pada ibu antara lain robeknya rahim,
perdarahan hebat, dan robekan jalan lahir. Sedangkan trauma pada
bayi di antaranya trauma kepala, patah kaki atau patah tangan.

* Kenyamanan

Tak bisa dipungkiri, persalinan adalah kerja keras dan perjuangan bagi
ibu maupun tim medis yang menanganinya. Itulah sebabnya, si ibu
berhak mendapat pelayanan terbaik,

termasuk tempat bersalin yang nyaman. Tempat tidur dan segala


keperluannya haruslah memenuhi standar higienis guna meminimalkan
risiko bayi maupun ibu terkena infeksi.

* Bantuan medis

Apa pun posisi persalinan yang dipilih, prosesnya haruslah dibantu oleh
tim medis yang ahli dan terlatih. Dokter, bidan, maupun dokter anak
serta para suster yang membantu harus benar-benar memahami
tugasnya memimpin dan mendampingi ibu menjalani proses persalinan.
Dengan demikian risiko terjadinya cedera bahkan kematian bisa
diminimalkan.

Referensi

Lowdermilk, D.L., Perry, S.E., & Bobak., I.M. (2000). Maternity


& Women’s Health Care. 7th ed. St Louis: Mosby

Nichols, F.H. & Humenick, S.S. (2000).Childbirth Education:


parctice, research and theory. 2nd ed. Philadelphia: WB Saunders
Company
Souza, J.P., Miquelutti, M.A., Jose, G.C., & Makuch, M.Y. (2006). Maternal
position during the first stage of labor: a systemic review. Reproductive Health,
3(10): 1-9

Yayasan Bumi Sehat & Yayasan IDEP www.idepfoundation.org