Anda di halaman 1dari 54

Pengalamatan dalam

Jaringan Komputer

1
Konsep Pengalamatan

2
Untuk dapat berkomunikasi, data dari suatu host (mesin) harus dilewatkan ke jaringan
menuju host tujuan, dan dalam host tersebut ke user atau proses yang sesuai.
TCP/IP menggunakan tiga skema untuk memenuhi tugas ini, yaitu:
Addressing (Pengalamatan) host
IP Address yang mengidentifikasi secara unik setiap host di jaringan, sehingga dapat
menjamin data dikirim ke alamat yang benar.
Routing antar network
Pengaturan gateway untuk mengirim data ke jaringan dimana host tujuan berada.
 Multiplexing antar layer
Pengaturan nomor port dan protokol yang mengirim data pada modul software yang benar
didalam host.

Ketiga skema sangat pentiing untuk mengirim data antara dua aplikasi yang berkerja
sama dalam jaringan TCP/IP.

3
Skema Pengalamatan

Application
. Physical Address
Menyatakan alamat dari suatu
Port Address
node station pada LAN atau
TCP UDP
WAN, biasanya terdapat pada
IP Address
NIC (Network Interface Card).
Application
Misal Ethernet card
menggunakan 48 bit (6-byte).
Underlying .
Physical Address
physical network

4
Skema Pengalamatan
.IP Address
Application
Physical Address saja tidak cukup
memenuhi untuk lingkungan jaringan
Port Address
yang lebih luas dan beragam. Oleh
TCP UDP
karena itu, diperlukan IP Address
untuk memenuhi itu. Secara lengkap
IP Address akan dibahas.
Application

Physical Address
Menyatakan alamat dari suatu node
Underlying
Physical Address
station pada LAN atau WAN,
physical network
biasanya terdapat pada NIC (Network
Interface Card). Misal Ethernet card
menggunakan 48 bit (6-byte).

5
Skema Pengalamatan
Port Address (16 bit)
Ini dibutuhkan untuk dapat menjalankan
Application
banyak aplikasi/proses pada saat yang
bersamaan.
IP Address
Port Address
TCP UDP Physical Address saja tidak cukup
memenuhi untuk lingkungan jaringan
yang lebih luas dan beragam. Oleh
Application
IP Address karena itu, diperlukan IP Address untuk
memenuhi itu. Secara lengkap akan
dibahas.
Physical Address
Underlying Menyatakan alamat dari suatu node
Physical Address
physical network station pada LAN atau WAN, biasanya
terdapat pada NIC (Network Interface
Card). Misal Ethernet card menggunakan
48 bit (6-byte).

6
Konsep Pengalamatan
Physical Address

7
 Biasa disebut MAC address / link address.
 Jika frame-frame didistribusikan ke sistem lainpada
jaringan, maka data link akan menambahkan
sebuah header di muka frame untuk mendefinisikan
pengirim dan/atau penerima.
 Ukuran address/alamat fisik ini tergantung
jenishardwarenya.
 Alamat fisik dapat berupa unicast, multicast atau
broadcast.

8
 Setiap komputer, device atau stasion dalam
LAN memiliki NIC (Network Interface Card).
NIC ini memiliki 6-byte alamat fisik (physical
address).
 Contoh pengalamatan dari NIC adalah :
44-AB-5F-DF-C1-FB
 Penomoran MAC address dibagi dalam
nomor OUI dan nomor vendor.

9
Assigning MAC Addresses

 MAC Addresses are split in two:


 1st Half is the OUI. What does OUI mean?
 2nd Half is Vendor Assigned.
 Vendor is another way of saying “the manufacturer
of devices with MAC address.”
 How many bits are in a MAC address?
 How many (bytes) octets?
 How many nibbles?
10
Assigning MAC Addresses

 How many bits are assigned to the vendor


as its OUI?
 How many bits can the vendor assign?
 Let’s look at a MAC address
 Two formats are used:
 In octets 44-AB-5F-DF-C1-FB
 In double octets 44AB.5FDF.C1FB
 We’ll use the octet format.
11
MAC Address Details

44-AB-5F-DF-C1-FB
 Our sample MAC address is:
 How many bits?
 How many bytes?
 How many nibbles?

 What portion of this MAC is the OUI?


 What portion of this MAC is vendor
assigned? 12
MAC Address Numbering

44-AB-5F-DF-C1-FB
 What numbering system is used for MAC
address?
 Why?
 Look at our sample MAC address in decimal
format:
 68-171-95-223-193-251 Now do you
 And then in binary format: see why?
 01000100.10101011.10111111.
13
11011111.11000001.11111011
MAC Address Numbering

44-AB-5F-DF-C1-FB
 Hexadecimal Numbers are easier to represent and
type into lines of code:
 You only need 12 fields.
 The biggest number you can have is FF-FF-FF-FF-FF-FF

 The same number in decimal requires 18 fields.


 255.255.255.255.255.255

 And 48 fields in binary!! 2 hex = 8 bits


 11111111.11111111.11111111.11111111.11111111.1111111
1
FF 14
Gambar MAC pada Windows

15
Gambar MAC pada linux

16
Konsep Pengalamatan
Logical Address

17
 Merupakan alamat layer Network
 Biasa disebut dengan IP Address
 IPv4 -> 32 bit
 IPv6 -> 128 bit
 IP address bersifat unique,
 Tapi setiap host, komputer atau router dapat
memiliki lebih dari IP address.
 .
18
IPv4
 Dalam IP address adal 5 peng-kelas-an yakni
kelas A, kelas B, kelas C, kelas D dan kelas
E.
 Semua itu didisain untuk kebutuhan jenis-
jenis organisasi
 Setiap alamat IP memiliki makna
 netID (menunjukkan alamat network)
 hostID (menunjukkan alamat host)

19
20
Karakteristik Kelas A Kelas B Kelas C

Bit pertama 0 10 110

Panjang 8 bit 16 bit 24 bit


NetID
Panjang 24 bit 16 bit 8 bit
HostID
Byte pertama 0 – 127 128 – 191 192 – 223

Jumlah 126 kelas A 16.384 kelas B 2.097.152 kelas


(0 dan 127 C
dicadangkan)
Jumlah IP 16.777.214 IP 65.532 IP 254 IP address
address pada tiap address pada tiap pada tiap kelas C
21
kelas A kelas B
Karakteristik Kelas D 1. Kelas E

4 Bit pertama 1110 1111

Bit multicast 28 bit -

Byte Inisial 224 – 247 248 – 255

Bit cadangan - 28 bit

Jumlah 268.435.455 kelas D 268.435.455 kelas E

Deskripsi Digunakan untuk multicast dicadangkan utk keperluan eksperimental

22
Konsep Internetworking dengan
TCP/IP

 Pengalamatan dan IP Address


 Address kelas A
 bit pertama dari IP address adalah 0
 Secara teori, kelas A ini memiliki 27 jaringan atau 128
jaringan yang tersedia.
 Secara aktual hanya ada 126 jaringan yang tersedia
karena ada 2 alamat yang disisakan untuk tujuan
tertentu.
 Dalam kelas A, 24 bit digunakan sebagai hostid. Jadi
secara teori pula setiap netid memiliki 224 host atau
16.777.216 host/router.
 Kelas A cocok untuk mendisain organisasi komputer
yang jumlahnya sangat besar dalam jaringannya.
23
Konsep Internetworking dengan
TCP/IP

 Pengalamatan dan IP Address


 Address kelas B
 bit pertama dari IP address adalah 10
 jadi jaringan dengan IP yang byte pertamanya: 128-191
 Secara teori pula, kelas B memiliki 214 netid atau
16.384 jaringan.
 Sedangkan banyaknya host setiap jaringan adalah 216
host atau 65.536 host/router.
 Dikarenakan ada 2 alamat yang akan digunakan untuk
tujuan khusus, maka hostid yang tersedia efektif adalah
sebanyak 65.534.
 Kelas B ini cocok untuk mendisain organisasi komputer
dalam jumlah menengah.
24
Konsep Internetworking dengan
TCP/IP

 Pengalamatan dan IP Address


 Address kelas C
 bit pertama dari IP address adalah 110
 secara teori banyaknya jaringan yang bisa dibentuk
oleh kelas C ini adalah 221 atau terdapat 2.097.152
jaringan.
 Sedangkan banyaknya host/router di setiap
jaringan adalah 28 host/router atau setara dengan
256 host.
 Juga dikarenakan penggunaan 2 hostid untuk
tujuan khusus maka hostid yang tersedia efektif
adalah sebanyak 254 host atau router.
25
Konsep Internetworking dengan
TCP/IP

 Pengalamatan dan IP Address


 Address kelas D
 bit pertama dari IP address adalah 111
 nomor jaringan dengan IP yang byte pertamanya
lebih dari 223
 merupakan address yang dialokasikan untuk
alamat multicast
 Sudah tidak ada lagi NetId dan HostId

26
Konsep Internetworking dengan
TCP/IP

Address kelas A

26 104 0 19
Address kelas B
8 bit network address

128 66 12 1

16 bit network address Address kelas C

192 178 16 1

24 bit network bit


27
 IP Address 127.x.x.x dicadangkan.
 IP Address 127.0.0.1 adalah alamat loopback
interface pada komputer kita.
 IP Address
 10.0.0.0 - 10.255.255.255,
 172.16.0.0 - 172.31.255.255 ,
 192.168.0.0 - 192.168.255.255
digunakan sebagai alamat lokal
menggunakan Network Address Translation
(NAT)
28
Network Address
 Dalam kelas A, B dan C sebuah alamat dengan hostid
yang bernilai 0 semua tidak diperuntukkan kepada host
manapun.
 Alamat demikian dicadangkan untuk mendefinisikan alamat
jaringan.
 Namun patut diingat bahwa netid berbeda dengan alamat
jaringan (networkaddress). Karena netid adalah bagian
dari IP address, sedangkan network address adalah
sebuah alamat di mana hostid nya di set 0 semua.
 Alamat jaringan atau network address ini tidak dapat
digunakan sebagai alamat asal dan tujuan dalam sebuah
paket IP.
29
30
Direct Broadcast Address
 Dalam kelas A, B dan C, jika hostid
semuanya di-set 1, alamat tersebut disebut
sebagai direct broadcast address.
 Alamat ini digunakan router untuk mengirim
sebuah paket ke seluruh host dalam jaringan
tertentu/khusus

31
32
Limited Broadcast Address
 Dalam kelas A, B dan C, sebuah alamat
dengan semua di set 1 baik netid maupun
hostid digunakan untuk menentukan apakah
broadcast address dalam jaringannya.

33
34
Alamat Host
 Jika semua IP di-set 0 semua, berarti host ini
pada jaringannya.
 Teknik ini digunakan oleh sebuah host yang
baru melakukan bootstrap dan inisialisasi
karena host tidak tahu alamat IPnya.
 Alamat IP ini hanya dapat digunakan sebagai
alamat asal (source address).

35
Spesific Host dalam Jaringan
 Alamat IP dengan netid yang 0 semua berarti
sebuah host yg spesifik dalam jaringannya.
 Alamat ini digunakan oleh sebuah host untuk
mengirim pesan ke host lain dalam jaringan
yang sama.
 Catatan: alamat ini hanya digunakan untuk
alamat tujuan (destination address).

36
Loopback Address
 Alamat IP yang dimulai dengan desimal 127
digunakan sebagai loopback address. Alamat
ini
 digunakan untuk menguji perangkat lunak
pada komputer atau host.

37
IPv6
 Dalam IP address adal 5 peng-kelas-an yakni
kelas A, kelas B, kelas C, kelas D dan kelas
E.
 Semua itu didisain untuk kebutuhan jenis-
jenis organisasi
 Setiap alamat IP memiliki makna
 netID (menunjukkan alamat network)
 hostID (menunjukkan alamat host)

38
IPv6
IPv4 IPv6

Format a.b.c.d X:X:X:X:X:X:X:X


Contoh 10.14.200.108 4FE5:2F21:3512:77BB:AF23:3201:55AA:2F33

Kapasitas IPv6 = 296 * IPv4. Dengan kapasitas IP yang


besar ini, maka dimungkinkan bahwa setiap host yang
tersambung ke internet dapat memiliki IP sendiri. Selain
itu juga dimungkinkan bahwa host yang memiliki IP
bukan hanya computer, tetapi juga peralatan-peralatan
lainnya.

IPv4 IPv6
Jumlah Bit 32 128
Jumlah 232 2128 39

IP
IPv4 VS IPv6

0 15 16 31

Vers H len TOS Total Length

Identification Flag Frag offset


20
bytes TTL Protocol Header checksum

Source addressFormat Header


Destination address

Option and Padding

0 15 16 31

Vers Traffic class Flow label

Payload length Next header Hop limit


40
bytes
Source address

40
Destination address
Dari gambar diatas terlihat bahwa.,
 Yang dihilangkan :
 ID, flags, frag offset
 TOS, hlen
 Header checksum
 Yang diubah
 Total length, menjadi payload
 Protocol, menjadi next header
 TTL, menjadi hop limit
 Yang ditambahkan
 Trafic class
 Flow controll
 Penambahan panjang alamat dari 32 bit menjadi 128 bits

41
Tipe Alamat
IPv4 IPv6
Tipe Alamat Broadcast Anycast
Unicast Unicast
Multicast Multicast

Automatic Addressing

IPv4 IPv6

Cara autokonfigurasi DHCP Stateless


alamat Statefull (DHCPv6)
Dukungan terhadap Mobile IP

IPv4 IPv6

Sifat Dukungan Tambahan Mandatory


Fragmentasi

IPv4 IPv6

Fragmentasi Dilakukan disetiap node Dilakukan hanya


yang melewatkan paket satu kali

42
Dukungan terhadap QOS
IPv4 IPv6

Metode Best Effort Traffic Class


Flow Labelling

Dukungan terhadap Security (IPsec)


IPv4 IPv6

Sifat dukungan Tambahan mandatory

43
MEKANISME TRANSISI IPv4 KE IPv6

Implementasi IPv6 memang sangat penting, tetapi adalah


mustahil untuk langsung mengganti jaringan IPv4 menjadi IPv6
pada jaringan global. Hambatan utama proses transisi IPv4 ke
IPv6 adalah terletak pada mahalnya biaya untuk mengganti atau
mengupgrade seluruh jaringan ke IPv6. Selama proses transisi
ini diperlukan suatu mekanisme yang memungkinkan jaringan-
jaringan pulau IPv6 (IPv6 islands) dapat terhubung ke jaringan
global yang masih menggunakan IPv4. Selain itu device-baru
dari berbagai vendor diharapkan telah mensupport IPv6.
Mekanisme transisi tersebut harus menjamin
berlangsungnya interkoneksi antara IPv4 dan IPv6 selama masa
transisi pengimplementasian IPv6. Sebuah mekanisme transisi
diperlukan dalam setiap pengimplementasian system baru yang
sama sekali berbeda dengan system yang telah ada. Demikian
juga untuk pengimplementasian IPv6, karena semua service
yang tersedia harus tetap berlangsung selama masa
pengimplementasian tersebut. Akibatnya akan ada suatu kondisi
dimana IPv4 dan IPv6 digunakan secara bersamaan pada waktu
yang sama pada jaringan internet global.
44
Langkah – langkah yang mungkin ditempuh untuk melakukan
migrasi dari IPv4 ke IPv6 adalah sebagai berikut :
 Mengupgrade DNS agar mendukung pengoperasian IPv6
 Menginstall host dengan dual stack agar mendukung baik
IPv6 maupun IPv4
 Melakukan konfigurasi pada router agar mendukung
IPv6/IPv4 Tunnel
 Menggunakan Translasi IPv4
 Menghilangkan system pendukung IPv4

45
Mekanisme Transisi
1. Dual IP-Stack IPv6/IPv4 ,
Yaitu mekanisme yang mendukung untuk kedua Protokol
baik IPv6 maupun IPv4 untuk host dan router.
Application
Transport
IPv4 IPv6
2. Tunneling Network Interface

Yaitu melewatkan IPv6 melalui jaringan IPv4 yang telah ada,


dengan cara mengenkapsulasi paket IPv6 tersebut dengan
IPv4.

46
Mekanisme Tunneling :
 6over4, dimana paket IPv6 dapat secara otomatis
dienkapsulasi melalui jaringan IPv4 dengan menggunakan IP
multicast.
 6to4, dimana alamat IPv6 dibuat berdasarkan alamat IPv4
atau sering disebut dengan IPv4-compatible IPv6 address.
 IPv6 Tunnel Broker, yang menyediakan server tersendiri
untuk mengkonfigurasi Tunnel secara otomatis bagi klien
IPv4, sehingga dapat terhubung dengan jaringan backbone
IPv6.
 DSTM (Dual Stack Transition Mechanism), yaitu Dual
Stack IP dimana alokasi IPv4 dilakukan secara otomatis,
penggunaan IPv4 over IPv6 untuk pengiriman melalui IPv6
sebelum tersambung ke jaringan IPv4.
3. Translation
 Yaitu menerjemahkan protokol IPv4 ke IPv6 dan sebaliknya.
 NAT-PT (Network Address Translator-Protocol
Translator), yaitu metode yang memungkinkan untuk
melakukan translasi alamat dan protokol IPv6 dari/ke IPv4
pada level IP.
 ALG (Application Level Gateway), yaitu host IPv6 hanya 47
berkomunikasi dengan IPv4 melalui sebuah Dual-Stack
Proxy
Konsep Pengalamatan
Port Address

48
Dalam protokol jaringan TCP/IP, sebuah port adalah
mekanisme yang mengizinkan sebuah komputer
untuk mendukung beberapa sesi koneksi dengan
komputer lainnya dan program di dalam jaringan.
Port dapat mengidentifikasikan aplikasi dan layanan
yang menggunakan koneksi di dalam jaringan
TCP/IP.
Sehingga, port juga mengidentifikasikan sebuah
proses tertentu di mana sebuah server dapat
memberikan sebuah layanan kepada klien atau
bagaimana sebuah klien dapat mengakses sebuah
layanan yang ada dalam server.

49
Port dapat dikenali dengan angka 16-bit (dua
byte) yang disebut dengan Port Number dan
diklasifikasikan dengan jenis protokol
transport apa yang digunakan, ke dalam Port
TCP dan Port UDP.
Karena memiliki angka 16-bit, maka total
maksimum jumlah port untuk setiap protokol
transport yang digunakan adalah 65536
buah.
50
 Well-known Port:
Awalnya berkisar antara 0 hingga 255 tapi
kemudian diperlebar untuk mendukung antara 0
hingga 1023.
Port number yang termasuk ke dalam well-known
port, selalu merepresentasikan layanan jaringan
yang sama, dan ditetapkan oleh Internet Assigned
Number Authority (IANA).
Well-known port didefinisikan dalam RFC 1060.

51
 SMTP, untuk mengirim dan menerima e-mail,
TCP, port 25
 DNS, untuk domain, UDP dan TCP, port 53
 HTTP, web server, TCP, port 80
 POP3, untuk mengambil e-mail, TCP, port
11052

52
 Registered Port:
Port-port yang digunakan oleh vendor-vendor
komputer atau jaringan yang berbeda untuk
mendukung aplikasi dan sistem operasi yang
mereka buat.
Registered port juga diketahui dan didaftarkan oleh
IANA tapi tidak dialokasikan secara permanen,
sehingga vendor lainnya dapat menggunakan port
number yang sama.
Range registered port berkisar dari 1024 hingga
49151 dan beberapa port di antaranya adalah
Dynamically Assigned Port.

53
Dynamically Assigned Port:
merupakan port-port yang ditetapkan oleh
sistem operasi atau aplikasi yang digunakan
untuk melayani request dari pengguna sesuai
dengan kebutuhan.
Dynamically Assigned Port berkisar dari 1024
hingga 65536 dan dapat digunakan atau
dilepaskan sesuai kebutuhan.

54