Anda di halaman 1dari 45

Instalasi,

Troubleshooting dan
Resetup

1
Instalasi,
Troubleshooting dan
Resetup
Ethernet

2
B. JARINGAN ETHERNET

1. Komponen Jaringan Ethernet


Sebagaimana telah kita ketahui bersama, bahwa Ethernet dapat
menggunakan dua jenis kabel tembaga, yakni kabel thin coax,
thick coax, fiber optic, dan UTP.

- Instalasi Kabel Coaxial


Sesuai dengan kapasitas maksimal dari kabel coaxial, Ethernet
dengan media transmisi coax hanya ada satu kecepatan
transfer data (10 Mbps). Begitu juga bagi peralatan
pendukungnya, yakni konektor dan terminator. Ada 3 macam
konektor pada kabel Coaxial, yakni: T konektor, I konektor dan
BNC konektor.
Terminator yang dapat digunakan adalah terminator dengan
nilai resistansi sebesar 50 . Pemasangan terminator hanya
dilakukan pada ujung kabel saja, berarti hanya diperlukan 2
buah terminator untuk satu buah segment ethernet

3
Untuk instalasi yang lebih kecil, biasanya dalam
satu gedung:
- digunakan kabel thin coax atau UTP.
- jarak maximum satu segment kabel thin coax adalah
185 m - 300 m dan 100 node per segment
satu segmen terdiri dari:
1. kabel koaksial RG-58
2. sepasang konektor BNC
- untuk menghubungkan sebuah node digunakan
BNC T
- satu segmen harus diakhiri dengan terminator BNC
- panjang minimum 18 inchi
4
Kabel coaxial dan konektornya
BNC T-Connector BNC Terminator

BNC Connector

W ork Station Repeater W ork Station

W ork Station
W ork Station

File Server 2 File Server 1

Work Station W ork Station

BNC Terminator

Implementasi ethernet dengan thin-coax


5
Instalasi Kabel Thick-Ethernet
Pada instalasi jaringan yang luas, biasanya antar gedung:
 Biasanya digunakan kabel fiber optic atau thick coax
sebagai backbones. Kabel Backbones ini berfungsi
sebagai bus segment linier .
 Komputer dihubungkan ke backbones dengan
manggunakan drop cable, melalui sebuah transceiver.
 Satu segmen terdiri dari:
 Kabel koaksial RG-8
 Sepasang konektor BNC
 Untuk menghubungkan sebuah node digunakan
transceiver dan drop cable melalui konektor DB 15
 Satu segmen harus diakhiri dengan terminator

6
Transceiver
Terminator

Drop Cable

Work Station File Server 1 Work Station

Thick coax sebagai backbone pada jaringan thick-ethernet


Kabel koaksial RG-8

BNC Connetctor

Transceiver
BNC Connetctor

DB 15
ke node

Drop Cable
Terminator

Contoh segmen kabel thick-coax


7
Instalasi Kabel Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair)
Selain kabel coaxial, Ethernet juga dapat menggunakan jenis
kabel lain. Yang paling popular digunakan adalah jenis kabel
UTP (Unshielded Twisted Pair). Kabel UTP yang biasa
digunakan adalah kabel yang terdiri dari 4 pasang kabel yang
terpilin. Dari 8 buah kabel yang ada pada kabel ini, hanya
digunakan 4 buah saja untuk dapat mengirim dan menerima data
(Ethernet). Perangkat-perangkat lain yang berkenaan dengan
penggunaan jenis kabel UTP Cable CAT5 adalah konektor kabel
UTP (RJ-45) dan HUB adalah RJ-45.
EIA/TIA menspesifikasikan konektor RJ-45 untuk kabel UTP.
RJ (Register Jack) 45 merupakan spesifikasi pengkabelannya
(wiring sequence).
Terdapat 8 kabel berwarna.
 4 diantaranya membawa tegangan listrik, disebut “tip” (T1
sampai T4)
 4 berikutnya sebagai ground, disebut “ring” (R1 sampai R4).
Tip dan ring merupakan istilah pada saat masa-masa kabel
telepon. Sekarang dinamakan positive dan negative kabel yang
berpasangan. Sehingga tip dan ring disebut pasangan positive
dan negative. Pasangan pertama disebut T1 dan R1. 8
1. Konektor RJ-45 adalah
komponen male, dipasang di
kabel yang dikrimping pada
RJ-45 tersebut. Kabel yang
paling kanan merupakan kabel
nomor 8 dan paling kiri
merupakan kabel nomor 1.
Jack adalah komponen female
dari RJ-45 male

2. Crimping tool adalah alat bantu


yang sangat berguna untuk
installasi kabel UTP. Crimping
tool mempunyai beberapa
fungsi:
 Memotong kabel UTP
 Mengupas jacket kabel
UTP
 Mengunci atau meng-
crimping kabel UTP pada 9
RJ-45
Untuk penggunaan koneksi komputer, dikenal 2 buah tipe
penyambungan kabel UTP ini, yaitu straight cable dan crossover
cable. Fungsi masing-masing jenis koneksi ini berbeda, straight cable
digunakan untuk menghubungkan client ke hub/router, sedangkan
crossover cable digunakan untuk menghubungkan client ke client
atau dalam kasus tertentu digunakan untuk menghubungkan hub ke
hub.
1 Straight Cable
Menghubungkan ujung satu dengan ujung lain dengan satu warna,
dalam artian ujung nomor satu merupakan ujung nomor dua di ujung
lain. Sebenarnya urutan warna dari masing-masing kabel tidak
menjadi masalah, namun ada standard secara internasional yang
digunakan untuk straight cable ini, yaitu :
Koneksi minimum berdasarkan standar EIA/TIA-568B RJ-45 Wiring
Scheme

10
2. Crossed-Over Cable
Untuk topologi star dibutuhkan juga consentrator yang
berfungsi sebagai pusat perkabelan dan meneruskan paket-
paket ethernet ke tujuan yang benar.Kabel UTP digunakan
dengan topologi star, dan memerlukan sebuah hub atau
switch yang diletakkan di tengah-tengah topologi star.

11
Menghubungkan PC ke Jaringan Ethernet
Setiap PC dihubungkan ke jaringan ethernet dengan
perantaraan Network Interface Card yang cocok untuk
digunakan dengan kabel coax, twisted pair, atau fiber-optic.
Hal-hal yang perlu dikonfigurasi pada card adalah:
 I/O address
 IRQ level
Tabel dibawah ini menunjukkan IRQ level mana yang
boleh digunakan oleh network interface card :
 Shared Memory (RAM) base address
 Direct Memory Access (DMA) Channel
 Output Port. Harus dipilih apakah
menggunakan kabel thin coax (BNC), thick
coax (AUI), atau UTP.

12
Instalasi,
Troubleshooting dan
Resetup
Elemen Internetworking

13
ELEMEN-ELEMEN INTERNETWORKING
 Internetworking umumnya dibangun menggunakan tiga elemen
yang berbeda:
 Hubungan data LAN
 Biasanya terbatas dalam satu bangunan atau kampus dan
beroperasi menggunakan sistem pengkabelan private
 Hubungan data WAN
 Umumnya menggunakan saluran telekomunikasi data public,
seperti X.25 PSDN, Frame Relay, ISDN, ATM
 Devais penghubung jaringan
Devais ini secara umum dibagi dalam beberapa katagori:
1. Repeater
2. Bridge
3. Router
4. Switch
5. Converter

14
INSTALASI JARINGAN

Setting NIC
 Pertama kali, pasanglah NIC sesuai slotnya (biasa
ISA atau PCI) pada komputer user. Pastikan saat
user memasangnya, komputer dalam keadaan off
/ mati

15
Setting Jaringan Lokal
Setting TCP/IP pada Windows XP
Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :
 Klik Start – Control Panel – Network and Internet Connection

 Pada Internet Protocol (TCP/IP) pilih properties

16
 Kemudian masukkan parameter-
parameter IP Address, subnet mask,
default gateway, dan DNS server.
Pada contoh disini, computer diberi IP
address 10.14.231.140 dengan
Subnet Mask 255.255.255.0,
sehingga jaringan local akan
mempunyai network address
10.14.231.0 , dan nomor host dari
computer adalah 140. Untuk sisi
client, default gateway disini diisikan
dengan IP address dari computer
server. Sedangkan untuk computer
server, default gateway dan Preffered
DNS server diisikan dengan IP
address dan IP DNS server. Setelah
itu klik OK
17
Instalasi,
Troubleshooting dan
Resetup
Troubleshooting

18
TROUBLESHOOTING
Langkah – langkah Troubleshooting :
 Pendeteksian kerusakan
 Pengalokasian pesan kerusakan
 Lanjutkan dengan perbaikan secara software atau hardware

Kunci Troubleshooting
 Mencek hal-hal yang sederhana.
 Apakah Hardware atau Software yang menyebabkan masalah ?
 Apakah suatu workstation tertentu menyebabkan masalah
ataukah server ?
 Segmen manakah yang terafeksi pada jaringan itu sendiri ?
 Masalah pengkabelan.

19
Langkah Troubleshooting :
1. Identifikasi permasalahan secara tepat.
2. Re-create masalah
3. Isolasi penyebab.
4. Rumuskan koreksi/perbaikan.
5. Impelementasikan perbaikan
6. Test solusi.
7. Dokumentasikan masalah dan solusi
8. Beri feedback

20
Sumber yang membantu Troublesooter :
 File-file log, seperti Aplication Log, Security Log,
System Log dan lainnya.
 Sumber manufaktur, seperti file-file readme,
telephone support, technical support secara online
atau pun dari CD-Rom.
 Tool hardware untuk troubleshooting, seperti cable
teste, tone generator.
 Tool software untuk troubleshooting, seperti
protocol analyzer, monitoring tools.

21
Tips Troubleshooting :
 Jangan lupakan hal-hal kecil.
 Prioritaskan masalah
 Cek konfigurasi software
 Jangan lupakan kondisi fisik device.
 Jangan lupakan masalah pengkabelan
 Cek virus

22
PENGETESAN KONEKSI JARINGAN
Setelah berhasil melakukan instalasi dan setting TCP/IP jaringan
komputer, coba untuk melakukan troubleshooting untuk proses
preventif dan represif maintenance.
1. ipconfig
Untuk mengetes apakah konfigurasi kita sudah bekerja pada
komputer kita, kita dapat melihatnya dengan perintah ipconfig
pada command prompt.
 Klik start – run
 Ketik cmd
 Enter
 Ketik ipconfig

23
2. Ping
Ada dua kemungkinan kesalahan yang dapat diketahui setelah
menjalankan perintah ini:
 Jika paket dapat dikirimkan ke remote host dan mendapat
respon, maka kemungkinan kesalahan terjadi di lapisan
atas.
 Jika paket tidak dapat membuat round-trip, kemungkinan di
lapisan bawah (fisik, konfigurasi) terjadi kesalahan.
Jika computer kita terhubung dengan computer tujuan,
computer tujuan tersebut akan membalas ping yang kita
kirim dengan aplikasi pong.
 Klik start – run
 Ketik cmd  Enter  ping [IP address
komputer_tujuan] -t
 Atau langsung ketik : ping [IP address
komputer_tujuan] -t
 Tanda -t akan melakukan proses ping secara terus
menerus hingga dihentikan oleh user
24
Contoh lain :
maingtw # ping -s 56 -c 3 www.iard.stttelkom.ac.id
PING www.iard.stttelkom.ac.id(10.14.200.4): 56 data bytes
64 bytes from 10.14.200.4: icmp_seq=0 ttl=255 time=1.912 ms
64 bytes from 10.14.200.4: icmp_seq=1 ttl=255 time=8.726 ms
64 bytes from 10.14.200.4: icmp_seq=2 ttl=255 time=1.767 ms
--- www.iard.stttelkom.ac.id ping statistics ---
3 packets transmitted, 3 packets received, 0% packet loss
round-trip min/avg/max = 1.767/4.135/8.726 ms

icmp_seq = nomor urut paket yang diterima


time = waktu yang dibutuhkan bolak-balik dari lokal
host ke remote host.
Pilihan :
 S diikuti oleh jumlah data (byte) yang dikirim
 C diikuti oleh jumlah paket.

25
Dari jawaban diatas, jaringan kita sudah terinstal dengan baik.
Jika tidak berarti ada masalah pada salah satu komponen
jaringan kita. Jika semua usaha ping gagal, maka kita harus
memperhatikan pesan kesalahan yang muncul. Ada beberapa
tipe dasar kesalahan :
 Unknown Host

 Network Unreachable.
 No Answer.
 Request Time Out

26
3. Route
Perintah route adalah perintah untuk mengetahui informasi routing di
dalam jaringan. Seperti sudah kita ketahui, routing adalah proses
perjalanan data dari komputer asal ke komputer tujuan.
 Klik start – run
 Ketik cmd
 Enter
 Ketik route print
4. Tracert
Perintah tracert digunakan untuk memeriksa jarak suatu komputer dari
komputer kita. Misalnya kita ingin memeriksa jarak computer
10.14.201.3 dari computer kita. Maka yang kita lakukan adalah :
 Klik start – run
 Ketik cmd
 Enter
 Ketik tracert [komputer_tujuan], dalam hal ini kita menggunakan
perintah
tracert 10.14.201.3
27
TROUBLESHOOTING DENGAN UNIX
Banyak peralatan untuk mendiagnosa permasalahan mulai
dari yang komersial berupa hardware dan software yang mahal
sampai software gratis yang tersedia di internet. Beberapa juga
telah built-in dalam sistem UNIX. Berikut ini tools yang telah
tersedia dalam UNIX yang akan kita pakai untuk troubleshooting:
 ifconfig
deskripsi : memberi informasi tentang konfigurasi dasar
interface.
fungsi : mengetahui IP address, masking subnet, dan alamat
broadcast yang salah
 arp
deskripsi : menyediakan informasi tentang translasi ethernet
addr
ke IP address
fungsi : untuk mendeteksi system pada jaringan lokal yang
dikon
figurasi dengan IP address yang salah.
 netstat
deskripsi : menampilkan statistik tentang interface tiap jaringan,
28

socket jaringan, dan routing table secara detail.


 ping
deskripsi : menampilkan statistik paket loss dan waktu delivery
fungsi : untuk mengetahui apakah remote host dapat dicapai
 nslookup
deskripsi : merupakan tool untuk mengetahui name server dan
informasi lain yang tersimpan dalam Domain Name Service.
fungsi : untuk mengetahui name server dan nama host yang
benar.
 dig
deskripsi : seperti nslookup, tetapi tidak interaktif.
 traceroute
deskripsi : menampilkan route yang dilalui paket dari system
lokal
ke remote host
fungsi : mengetahui lokasi gateway yang bermasalah ketika
menghubugi sebuah remote host.
29
Troubleshooting dengan perintah ifconfig
Perintah ini untuk memeriksa konfigurasi interface jaringan,
terutama jika konfigurasi host user sudah terpasang dan tidak
dapat mencapai remote host, sementara host lain dalam jaringan
lokal yang sama bisa mencapainya.
Hal-hal yang dapat diatur oleh perintah ini antara lain :
 IP Address
 Subnet Mask
 Broadcast Address

30
Troubleshooting dengan Perintah arp
Perintah ini untuk menganalisa penerjemahan alamat dari IP
address ke Ethernet address.
Ada tiga pilihan yang berguna:
- a : menampilkan seluruh entry ARP
dalam tabel
- d hostname : menghapus sebuah entry dari
tabel ARP
- s hostname ether-address : menambah sebuah entry baru ke
dalam tabel ARP

31
Mengecek Interface dengan netstat
Perintah netstat akan memberikan informasi tentang beberapa
status network. Misalkan test terdahulu membuat anda curiga
bahwa sambungan ke LAN tidak bagus
Ada tiga option yang mengikuti perintah netstat di atas.
 Option -i meminta netstat untuk menampilkan status dari
network interface yang telah terkonfigurasi.
 Option -a digunakan untuk menampilkan seluruh network
interface yang ada dalam sistem, bukan hanya yang telah
terkonfigurasi saja.
 Option -n meminta netstat untuk menampilkan keluaran
dalam bentuk numerik.
Perintah netstat -i akan memberi informasi seperti dibawah ini:

32
Keluaran dari perintah netstat ini  address : Menunjukkan IP
menampilkan field-field sebagai address yang diberikan pada
berikut : interface ini.
 Name : Field nama interface ini  ipkts : Input Packets,
menunjukkan nama yang menunjukkan jumlah paket yang
diberikan pada interface telah diterima oleh interface ini.
tersebut. Nama ini adalah nama
yang digunakan oleh ifconfig  ierrs : Input Errors, menunjukkan
untuk mengidentifikasi interface. jumlah paket rusak yang
Tanda asteriks ‘*’ pada nama diterima oleh interface ini.
interface menunjukkan bahwa  opkts : Output Packets,
interface tersebut tidak dalam menunjukkan jumlah paket yang
keadaan aktif. Contohnya dizkirim oleh interface ini.
lfkasdjfldsfjadfkljsadfljsdaf  oerrs : Menunjukkan
 mtu : Maximum Transfer Unit, jumlah paket terkirim yang
menunjukkan frame terpanjang menyebabkan kesalahan.
yang dapat ditransmisikan oleh  coll : Collisions field,
interface ini tanpa fragmentasi. menunjukkan berapa banyak
Nilai mtu ini ditampilkan dalam ethernet collision yang dideteksi
ukuran byte. oleh interface ini. Field ini hanya
 net/dest : Network/Destination berlakuk bagi interface ethernet.
field menunjukkan network
dimana interface ini terhubung. 33
Sebagai contoh misal
Subdividing Ethernet
Jika collision rate jaringan Anda ternyata mencapai 5% atau
lebih, maka Anda perlu mengambil langkah pengurangan jumlah
trafik yang melalui segmen jaringan Anda. Jalan paling mudah
adalah dengan membuat beberapa segment dari sebuah segmen,
sehingga setiap segmen akan memiliki lebih sedikit host dan
tentunya trafik akan berkurang. Dan, cara paling efektif membagi
segmen kabel adalah dengan memotongnya dan menggabungkan
kembali melalui sebuah router atau bridge.
Gambar di bawah menggambarkan sebuah jaringan sederhana
yang dibagi dengan dua macam cara. Dalam contoh pertama, router
yang sudah ada sebelumnya, ditingkatkan fungsinya untuk
membagi jaringan menjadi dua. Pada contoh kedua, digunakan
bridge.
Yang perlu diperhatikan dalam merencanakan subnet adalah
kebutuhan akan layanan oleh user. Jika seluruh service
ditempatkan pada salah satu sisi dari bridge, maka trafik tidak akan
menurun secara berarti, dan kerja bridge bisa lebih keras. Sehingga,
perlu dianalisa kebutuhan service dari user, dan nantinya user yang
membutuhkan suatu service tertentu lebih banyak dari service yang
lain, ditempatkan sesuai dengan penempatan server untuk service
tersebut.
34
internet
Original network

name server

router

Workstation Workstation Workstation Workstation

Subnetted network internet

name server
router

Workstation Workstation Workstation Workstation

Bridged network internet

name server
router

bridge

35
Workstation Workstation Workstation Workstation
Problem Hardware Jaringan
Pada test sebelum ini, kita mungkin temukan problem
pada hardware jaringan. Untuk memperbaikinya, serahkan
kepada orang yang berkompeten. Misal jika mengenai line
telepon, hubungi perusahaan telepon atau jika pada WAN,
hubungi manajer jaringannya

Memeriksa Tabel Routing


Pesan kesalahan "network unreachable" jelas-jelas
menunjukkan adanya masalah pada routing. Untuk melihat
apakah rute ke host yang Anda tuju sudah ada di tabel
routing, gunakan perintah netstat -nr dan grep.

36
Tracing Routes
Jika tabel routing lokal dan suplier RIP benar, kemungkinan
masalah yang masih timbul adalah di luar local host atau
jaringan lokal. Masalah pada remote routing dapat menyebabkan
pesan kesalahan "no answer" atau "network unreachable". Tapi
pesan "network unreachable" bisa juga karena sesuatu yang
'down' antara local host dengan network yang dituju. Untuk ini,
traceroute dapat membantu menemukan lokasi masalah.
traceroute merunut rute paket UDP dari local host ke remote
host. Kemudian menampilkan nama dan IP address setiap
gateway sepanjang rute ke remote host tersebut.
Yang terpenting dari keluaran traceroute adalah:
1. Apakah paket dapat mencapai tujuan?
2. Jika tidak, dimana dia berhenti?

37
Memeriksa Name Service
Prosedur ini digunakan untuk mendiagnosa kesalahan
ketika pesan kesalahan "unkonown host" muncul, yaitu
menggunakan perintah nslookup. Ada tiga keutamaan dari
nslookup terutama untuk troublesooting permasalahan nama
server lain yaitu kemampuannya untuk:
 Menemukan server yang berwenang atas remote domain,
dengan menggunakan pertanyaan NS;
 Mendapatkan seluruh catatan tentang remote host, dengan
menggunakan pertanyaan ANY;
 Browse seluruh entry dalam remote zone dengan menggunakan
perintah ls dan view dari nslookup.

38
Beberapa sistem beroperasi
Seorang user melaporkan bahwa dia bisa menghubungi host name
tertentu dari workstasionnya dan tidak dapat meresolve host name
yang sama dari sistem sentral (server). Tetapi sistem sentral dapat
meresolve host name yang lain. dengan nslookup untuk memeriksa
remote server.

Perintah dig, sebagai alternatif lain nslookup


dig queries biasanya berupa perintah satu baris. Berbeda dengan
nslookup yang merupakan perintah yang interaktif. Tetapi perintah
dig memiliki fungsi yang sama dengan nslookup. Keduanya bekerja
dengan baik.
Misalnya, kita akan menggunakan dig untuk menanyakan catatan
NS buat domain ee.itb.ac.id kepada server lokal.

39
Tipe Pertanyaan Dig
Tipe pertanyaan Catatan DNS yang diminta

a Address records

any Seluruh tipe records

mx Mail Exchanger records

ns Name Server record

soa Start of Authority records

hinfo Host Info Records

axfr All records in the zone

txt Text records

40
PENGETESAN MENGGUNAKAN
HARDWARE

Selain dengan menggunakan


software elemen manajemen
network, proses identifikasi
masalah pada jaringan computer
bisa juga menggunakan hardware.
Hardware yang biasa digunakan
untuk pengetesan jaringan adalah
LAN Tester yaitu perangkat yang
dapat menganalisa kerusakan
pada system pengkabelan LAN
user.

41
PENGECEKAN DENGAN NETWORK MANAGEMENT
SOFTWARE

Network Management Software adalah perangkat lunak


yang berfungsi memonitor jaringan. Elemen yang dimonitor bisa
berupa aktivitas jaringan, hidup/matinya node, dll. Protokol
Simple Network Management Protocol berfungsi untuk hal ini,
jika semua node mendukung SNMP-agent maka perangkat lunak
monitoring dapat memantau semua aktivitas yang terjadi di node
misalnya kinerja processor, penggunaan RAM, trafik input/output
dll.
Simple Network Management Protocol (SNMP) adalah
protocol aplikasi yang memfasilitasi pertukaran manajemen
informasi antara perangkat-[erangkat jaringan. SNMP
memungkinkan administrator jaringan untuk mengatur
performansi jaringan, mencari, menemukan dan menyelesaikan
masalah jaringan, dan perencanaan untuk perkembangan
jaringan.

42
Berikut adalah proses mendapatkan topologi jaringan dengan
menggunakan protokol ICMP.
• Temukan seluruh IP address yang dipakai; dengan cara mengirim
paket ICMP echo request ke setiap alamat. Kita tinggal memasukkan
range IP address yang akan dipetakan host-hostnya. IP address
yang dipakai disimpan ke database.
• Lacak rute ke setiap IP address yang tersimpan dalam database di
atas. Hasil rute disimpan kedalam database untuk analisa
berikutnya. Pada tahap ini diperoleh juga IP address yang berfungsi
sebagai gateway.
• Tentukan network mask bagi tiap IP address dengan cara mengirim
paket ICMP mask request. Simpan hasilnya untuk analisa
selanjutnya.
• Untuk host dengan banyak interface, temukan IP address interface
yang lain dengan cara mengirim paket UDP ke unused port.
• Identifikasi network dan subnetwork. IP address class A, B, C
mudah diidentifikasi, tetapi subnetwork perlu trik tertentu untuk
menemukannya.
• Identifikasi mesin yang memiliki lebih dari satu interface (multi-
homed).
• Hubungkan IP address ke network yang telah diidentifikasi.
• Gabungkan IP address yang dimiliki oleh mesin multi-homed untuk43
menghindari duplikasi.
• Gambar peta.
Resetup

44
Re-setup perangkat bisa dilakukan berupa :
 Re-setup instalasi perangkat / instalasi driver

 Re-setup konfigurasi perangkat

 Re-setup port

 Re-setup BIOS

 Re-setup media dan perangkat.

45