Anda di halaman 1dari 4

HARIAN PADANG EKSPRES Edisi:No. 135 Vol.

X 5 Juni 2008
RUBRIK: TANAH DATAR
(I)

ARAB SAUDI BANTU BIDANG KEAGAMAAN,


PEMERINTAHAN KABUPATEN DUKUNG PERKEMBANGAN PESANTREN

Kamis, 05 Juni 2008/04 Jumadil Akhir 1429 H

Tingginya animo semangat masyarakat untuk mendirikan sekolah yang


berbasis Pesantren di Kabupaten Tanahdatar, nyatanya tidak berbanding
lurus dengan kenyataan yang ada. Kebanyakan Pesantren di daerah ini,
kondisinya justru lebih membutuhkan perhatian. Pasalnya dana yang dimiliki
terbatas, di samping minimnya fasilitas penunjang lainnya.

Kondisi itulah yang kini dirasakan para pengelola Pesantren di Kabupaten


Tanahdatar, tidak terkecuali Pesantren Modren Al Harbi yang terletak di
Kanagarian Rambatan, Tanahdatar. Melihat kesulitan yang dialami pesantren
ini menggugah perhatian pihak Kerajaan Saudi Arabia. “Salah satu perhatian
yang diberikan Kerajaan ini pada Pesantren Modren Al Harbi diaplikasikan
dengan jalan memberikan bantuan yang tujuannya agar kegiatan di
pesantren ini tetap berjalan,” ujar Bupati Tanahdatar Ir. M. Shadiq Pasadiqoe
SH kepada Padang Ekspes usai menerima kunjungan utusan Dubes Arab
Saudi Syekh Khalid Muhammad Al-Swedy ditempat kediamannya kemarin.

Sebelumnya menuju ke kediaman Bupati, terlebih dulu utusan Dubes Arab


Saudi ini menyempatkan diri melihat Pondok Pesantren Al Harbi dan rumah
ibadah lainnya yang rusak akibat gempa di Tanahdatar tahun 2007 lalu.
Menurut Shadiq, dana bantuan yang diberikan kerajaan Arab Saudi ini cukup
besar mencapai Rp 6 miliar. ”Rencananya dana itu akan dipergunakan untuk
melanjutkan pembangunan Pesantren Modren Al Harbi,“ sebut Bupati.

Diakui Shadiq, bagi Pemkab untuk pembangunan pesantren itu dalam


waktu jelas sulit direalisasikan, soalnya APBD Tanahdatar masih terbatas. Di
samping itu, masih banyaknya program lainnya yang perlu menjadikan
prioritas Pemkab. Diterangkan Shadiq, datangnya bantuan kerajaan Arab
Saudi pada pesantren Modren Al Harbi ini dimulai dengan adanya perhatian
Arab Saudi atas proposal yang kita ajukan kepada mereka melalui
Kedubesnya di Jakarta beberapa waktu lalu.

“Alhamdulillah, ternyata proposal yang kita ajukan itu direspons kedutaan


Arab Saudi, untuk selanjutnya mengirimkan utusannya melihat dari dekat
pesantren Al Harbi,” ujar Shadiq Pasadigoe ternyata. Selama dua hari tim
khusus dari Kedutaan Arab Saudi ini menyempatkan diri melihat sarana
pendidikan islam di Kabupaten Tanahdatar, rumah ibadah yang rusak akibat
gempa termasuk kunjungan ke Islamic Centre di Pagaruyung.

”Kita sangat mensyukuri bantuan dari kerajaan Arab Saudi ini, soalnya
dengan menghandalkan bantuan pemerintah dalam melakukan relokaksi
pemukiman warga rusak akibat gempa belumlah cukup. Buktinya dari 328
buah masjid dan sarana ibadah yang hancur kena gempa baru sebagai kecil
yang bisa dibantu dengan anggaran sebesar Rp4 miliar lebih yang diberikan
Menko Kesra,” terang Shadiq

Sedangkan jumlah total kerugian sarana ibadah yang rusak tersebut


sebesar Rp31.461 miliar sehingga untuk membangun kembali masjid yang
megah dan indah membutuhkan waktu yang cukup lama. Satu sisi, bahwa
masjid, surau dan mushala yang ada di Kabupaten Tanahdatar telah
berkembang TPA, MDA dan TPSA. ”Sebagai lembaga pendidikan keagamaan
yang bersifat nonformal yang didirikan atas inisiatif masyarakat dalam
menjawab tuntutan keagamaan masyarakat muslim. Bila tidak segera
dilakukan perbaikan di rumah ibadah ini, akan berdampak pada pembinaan
mental dan keimanan masyarakat,” ujarnya Shadiq lagi. (Mustafa Akmal)

( II )

MENGENAL PONDOK PESANTREN AL HARBI PABALUTAN RAMBATAN, CETAK


ULAMA BERJIWA WIRAUSAHA

Kamis, 05 Juni 2008/04 Jumadil Akhir 1429 H

Kehadiran Pondok Pesantren Al Harbi yang berlokasi di Pabalutan,


Rambatan Kabupaten Tanah Datar tidak lain untuk meningkatkan daya guna
dan kualitas pendidikan menyangkut agama. Selain itu keberadaan pesantren
ini juga membantu pemerintah daerah melaksanakan program kembali ka
nagari dan ka surau. Di samping itu eksistensi tempat ini pun untuk
menjawab kerisauan masyarakat dalam mengatasi kelangkaan ulama khusus
di Tanahdatar.

Berpijak dengan cita-cita itulah, mendorong H. Zulharbi Salim Lc bersama


Abdul Rahmad Majid mendirikan Pondok Pesantren Modren Al Harbi,
sedangkan pembangunan Gedung Pesantren itu berasal dari tanah wakaf H.
Zulharbi Salim yang memiliki luas satu ha lebih. Dari sinilah berdirinya
Yayasan Wakaf Pondok Pesantren Modren Al Harbi, tepatnya tanggal 29
September 2006 dengan akta notaris Alfinda Nomor 95. Melalui Yayasan
itulah, kemudian melangkah dengan menerima para santri yang berasal dari
keluarga miskin di Tanahdatar, mulai tingkat MTsN dan Aliyah.

”Awal perjalanannya, Yayasan ini memilik murid baru 20 orang saja,


namun tekad sudah bulat, kami tetap jalan,” ujar Ketua Yayasan Abdul
Rahmad Madjid. Menyangkut tenaga pengajar di Yayasan ini, Abdul Rahmad
mengaku direkkrut dari MAN dan MTsN serta tamatan UNP, UNAND dan
Pondok Pesantren lain. Sesuai visinya. lanjut Abdul Rahmad, pesantren yang
dikelolanya ini bertujuan membentuk pribadi muslim dan muslimah yang
berkarakter mulia, beriman, berilmu, bertaqwa, berkualitas dan profesional
menuju Ridha Ilahi berdasarkan Al-Quran dan Sunnah.

Di sisi lain, pesantren ini juga menyelenggarakan pendidikan agama Islam


dan umum yang meliputi Al-Quran, ilmu Al-Quran, tahfidzul Al-Quran, hadist
dan ilmu hadist, ibadah, muamalat, Fiqh. Usul Fiqh, Aqidah dan akhlaq,
sejarah dan kebudayaan Islam. Bahasa Arab, Bahasa Inggris dan
pengetahuan umum mulai dari jenjang play group, taman kanak-kanak Islam,
Sekolah Dasar Islam plus, tingkat SLTP/MTs, SMA sampai perguruan tinggi.

Sedangkan menyangkut kurikulum diterapkan kurikulum pesantren Al


Harbi dan SMK tahun 2004 yang dirancang dengan menggunakan berbagai
pendekatan antara lain pendekatan akademika, pendekatan kecakapan
hidup, pendekatan kurikulum berbasis kompetisi termasuk dengan target
seluruh siswa berhasil menguasai bahasa Arab dan Inggris dalam waktu
relatif singkat.

Meski dari segi fasilitas, pondok pesantren ini baru dikelola secara
sederhana, namun baik H. Zulharbi Salim Lc bersama Abdul Rahmad Majid
optimis bila pesantrennya ini akan menjadi pesantren terkemuka di
Tanahdatar. Apalagi dengan dukungan dan lobi yang telah dilakukan pihak
pesantren melalui Kedubes Arab di Jakarta. Keinginan mereka untuk
membangun pondok pesantren megah dengan biaya sebesar Rp6 miliar
direspons Kedubes Arab dengan mengutus wakilnya ke Kabupaten
Tanahdatar. (Mustafa Akmal)

( III )

UNDANG DUBES ARAB SAUDI KE TANAHDATAR

Kamis, 05 Juni 2008/04 Jumadil Akhir 1429 H

Utusan Khusus Kedutaan Arab Saudi, Syekh Khalid Muhammad Al Swedy


menyampaikan rasa puasnya saat berkunjungan ke Pesantren Al Harbi dan
juga sambutan Bupati Tanahdatar Ir M Shadiq Pasadiqoe SH yang cukup
intens memajukan pendidikan Islam dan pengembangan pendidikan
Pesantren dan Madrasah di Tanahdatar. Karena itulah apa yang dilihatnya itu
akan segera disampaikan ke pihak Kedubes di Jakarta untuk bisa
ditindaklanjuti pihak Kerajaan Arab Saudi.

Tindaklanjut dari laporannya itu adalah untuk membantu pengembangan


pondok pesantren Al Harbi.

Dalam pengamatannya, utusan kerajaan Arab Saudi ini melihat adanya


hubungan harmonis sesama umat Islam di Tanahdatar, dan dirinya juga
dibawa melihat berapa sekolah agama yang ada di Tanahdatar termasuk
rumah ibadah yang rusak akibat gempa tahun lalu. Dan itu perlu mendapat
perhatian dan bantuan.

Bahkan Bupati Tanahdatar juga sudah memperlihatkan dokumentasi


sarana ibadah yang rusak tersebut pada dirinya dan akan mengantarkannya
langsung ke Kedubes Arab Saudi di Jakarta. Kemudian dia juga sudah melihat
langsung Gedung Islamic Centre Tanahdatar sebagai pusat pembinaan
agama Islam di Tanahdatar dan menyampaikan rencana undangan Bupati
Tanahdatar ke Dubes Arab Saudi untuk menghadiri peresmian Islamic Centre
tersebut. (mal)