Anda di halaman 1dari 1

Urun Rembug metode undian sepeda gembira secara computerized

Belum lama ini ada event sepeda gembira yang relatif besar (dengan peserta 10.000 an) karena
barangkalai hadiah relatif besar berupa rumah, beberapa mobil, dan lain2 nya.
Akan tetapi sistem undian berbeda dari biasanya. Pada kebanyakan event seperti ini - penulis sudah
mengiki puluhan kali- undian dilakukan dengan memasukkan sobekan kartu pendafatran yang terdapat
nomor undian kemudian dihadapan peserta saat acara undian, nomor undian di kocok dan diambil satu
per satu dengan cara yang menurut penulis cukup fair.
Akan teapi pada undian even ini peserta diwajibkan menuliskan nomor ditenditas (KTP/SIM). Nomor
inilah yang akan diundi secara computerized.
Bagai masyarakat umum barangjkali cara ini diangap paling fair, akan tetapi hemat penulis yang sudah
belasan tahu berkecipung dalam dunia programming cara ini justru rentan terhadap rekayasa hasil
undian., Cara ini membutuhkan integritas tinggi dari programmer aplikasi untuk undian tersebut dan
juga keteguhan dari programmer terhadap tekanan/klolusi dari orang yang bekepentingan terhadap
hasil undian.
Bagi seorang pemrogram, merekayasa hasil dengan cara komputreized tidaklah sulit atau bahkan boleh
dikata “semudah membalikkan tangan”
Terdapat paling tidak 2 metode untuk merekayasa undian secara compuerized
Pertama, dengan randomized, dan decission command dari bahasa pemrograman yang dipakai.
Radomized dipakai untuk mengacak nomor undian yang ad adi database peserta, decision command
dipakai untuk menentukan nomor identitas pemenang. Agar terlihat canggih dan sangat meyakinkan
ditambahkan timer dengan waktu yang ditentukan. Akan tetapi hasilnya nanti tetap sesuai yang
direkayasa.
Kedua menggunakan randomized dan database khusus. Database khusus (lebih tepatnya disebut tabel
tambahan) digunakan untuk menyimpan data calon pemenang undian. Dengan mengunakan kombinasi
randimized, loop comand timer maka proses undian akan dapat terlihat sangat meyakinkan tetapi hasil
nya tetap sesuai dengan yang di-sekenario-kan.
Proses undian dengan komputer jelas tidak akan nampak secara visual oleh peserta, karena merupakan
prose internal komputer. Akan tetapi akan mudah dilacak integritas apliaksi akan dikatahui bila source
code di analsis/di bedah.
Untuk itu kedepan penulis usul, agak undian dengan cara ini tidak perlu terjadi karena bisa menjadi
'pembodohan' terhadap masyarakat, gunakan saja metode manual yang selama ini telah banyak
dilakukan dan menurt penulis resiko rekayasa relatif sedikit.
Demikian sekedar urun rembuk, semoga menjadi masukan bagi masyarakat maupun penyelenggara
undian pada momen sepeda gembira
Sehat ..hemat ..dengan bersepeda

Salam Onthel

M. Guntara