Anda di halaman 1dari 2

Bahaya Stres

Puti Dewi Sartika


Mahasiswa Psikologi FK-UA Angk. 2009
1. Pendahuluan
Stres dapat menyerang siapa saja, walaupun pada awalnya bukan gangguan kesehatan yang berbahaya
namun apabila berada dalam keadaan stres secara terus-menerus akan merusak kesehatan tubuh, dan
berdampak pada beragam gangguan fungsi tubuh. Efek umum yang terjadi, yaitu energi habis, stamina
terkuras, dan daya tahan tubuh melemah sehingga penyakit dengan mudah masuk ke dalam
tubuh(http://harunyahya.com/indo/m_artikel.htm).
Stres juga mempengaruhi kejernihan pola berpikir seseorang karena otak tidak mempunyai cukup
energi untuk bekerja normal. Dalam keadaan ini orang dapat mengalami perasaan mulai dari resah,
gelisah, cemas, perasaan takut sampai pada frustasi berat atau putus asa, yang tentunya akan berdampak
lebih besar, misalnya bunuh diri. Oleh sebab itu, penelitian mengenai bahaya dampak stres penting
dilakukan agar dapat memanajemen diri dan terhindar dari keadaan stres.
Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah mengenai bahaya stres. Manfaatnya, yaitu
dapat menambah wawasan, pengetahuan, informasi, dan pemahaman tentang bahaya stres baik bagi
penulis maupun masyarakat.
Dalam melakukan penelitian ini, digunakan metode kualitatif. Para ilmuwan telah mengetahui bahwa
semakin parah tingkat stres, maka akan semakin lemahlah peran positif sel-sel darah merah di dalam
darah yang akan berakibat pada gangguan fungsi tubuh (http://harunyahya.com/indo/m_artikel.htm).
2. Isi
Stres merupakan beban jasmani dan rohani yang melewati ambang batas daya tahan tubuh seseorang.
Stres juga dapat diartikan sebagai tekanan, ketegangan atau gangguan yang tidak menyenangkan yang
berasal dari luar diri seseorang.. Penyebabnya dapat bermacam-macam, yang dipicu oleh:
1. Stres kepribadian (personality stress) adalah stres yang dipicu oleh masalah dari dalam diri
seseorang.
2. Stres psikososial (psychosocial stress) adalah stres yang dipicu oleh hubungan relasi dengan
orang lain di lingkungan sosial atau akibat situasi sosial.
3. Stres bioekologi (bio-ecological stress) adalah stres yang dipicu oleh ekologi atau lingkungan dan
akibat kondisi biologis seperti demam, jerawatan, tambah tua, dan kondisi tubuh lainnya.
4. Stres pekerjaan (job stress) adalah stres yang dipicu oleh pekerjaan.
(http://organisasi.org/jenis-macam-kategori-pemicu-stress-penyebab-stres-
psikologismanusia.htm)
Stres dapat merusak keseimbangan alamiah dalam diri manusia. Stres akan memacu adrenalin
sehingga tekanan darah meningkat dan denyutnya mengalami percepatan, akibatnya kesulitan dalam
bernapas, kecemasan yang berlebihan, takut dan tegang. Para ahli telah menggolongkan dampak buruk
dari stres terhadap tubuh manusia yaitu:
 Reaksi yang bersifat jasmani dapat berupa jantung berdebar-debar, otot tegang, sakit kepala, sakit
perut atau diare, lelah, dan gangguan makan.
 Reaksi yang bersifat kejiwaan dapat berupa sukar konsentrasi, sukar tidur, cenderung
menyalahkan orang lain, cemas, menarik diri , menyerang, dan mudah tersinggung.
 Pada tahap yang berat stres dapat menimbulkan penyakit fisik ,misal tekanan darah tinggi, asma
berat, serangan jantung dan sebagainya.
(http://harunyahya.com/indo/m_artikel.htm)
Salah satu dampak paling merusak dari stres adalah serangan jantung. Penelitian menunjukkan bahwa
orang yang stres memiliki peluang terkena serangan jantung lebih besar daripada orang yang tidak stres
karena dapat mengakibatkan pengeluaran insulin yang berlebihan, sehingga terjadi penimbunan kadar
insulin dalam darah yang berbahaya bagi tubuh(http://harunyahya.com/indo/m_artikel.htm).
Selain itu, penegangan yang diakibatkan stres berdampak pada penyempitan pembuluh darah nadi,
gangguan pada aliran darah ke daerah-daerah tertentu di kepala dan penurunan jumlah darah yang
mengalir. Jika suatu jaringan mengalami kekurangan darah, oksigen dalam tubuh akan terhambat
sehingga pembentukan energi juga terganggu.
3. Penutup
Gejala stres mencakup mental, sosial dan fisik. Hal ini meliputi kelelahan, kehilangan atau
meningkatnya nafsu makan, sakit kepala, sering menangis, sulit tidur dan tidur berlebihan. Dampak stres
juga berdampak buruk bagi kesehatan tubuh. Dan stres berkelanjutan akan mengakibatkan depresi berat
atau gila.
Pemahaman akan sumber-sumber, dan penyebab stres disertai pemahaman terhadap
penanggulangannya adalah penting agar terhindar dari bahaya stres.

Daftar Pustaka
Yahya,Harun. 2010. “Stres dan Depresi: Akibat Tidak Menjalankan Agama”.
http://harunyahya.com/indo/m_artikel.htm. Diakses pada 10 April 2010, 16:03:01 WIB.
Godam64. 2009. “Jenis/Macam Kategori Pemicu Stress/Penyebab Stres Psikologis Manusia”.
http://organisasi.org/jenis-macam-kategori-pemicu-stress-penyebab-stres-psikologismanusia.htm.
Diakses pada 10 April 2010, 16:17:10 WIB.