Anda di halaman 1dari 6

MANAJEMEN WAKTU DAN KEDISIPLINAN

Oleh Kelompok

IV:

Purnomo Adi N

(Tek.

Informatika/D3)

07.3.00038

Salis P (Tek. Informatika/D3) 07.3.00061

Chusnul Chotimah (Teknik Informatika/S1) 08.5.10123

Manajemen Waktu & Kedisiplinan ,Keompokl IV 1


MANAJEMEN WAKTU DAN KEDISIPLINAN

I. Pengertian
Waktu adalah sebuah unsur kehidupan yang merupakan kehidupan itu
sendiri. Sebuah pembeda antara detik satu dengan lainnya yang tidak akan pernah
kembali dalam wujudnya yang sama. Waktu adalah lembaran kehidupan yang
disusun atas tinta-tinta yang tidak bisa dihapus dengan konsekuensi apapun.
Begitu juga dengan peribahasa “waktu ibarat pedang”, seorang yang mampu
memainkan pedangnya dengan baik maka dia akan mampu mengalahkan berbagai
permasalahan kehidupan. Jika tidak, maka pedang itulah atau kehidupan itulah
yang akan menghabisinya. Sayangnya sebagian besar dari kita kurang begitu
mengetahui cara pengaturan waktu yang baik.
Manajemen waktu dan Kedisiplinan dapat membawa seseorang untuk bisa
meraih kesuksesan, terutama bagi mahasiswa. Manajemen waktu merupakan
perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengawasan terhadap
produktivitas waktu. Dan cara kita dalam membentuk suatu aturan-aturan yang
sudah ditentukan dan dalam hal ini dibutuhkan ketaatan dan kepatuhan dalam
melaksanakannya.
Efektif dan efisiennya kedisiplinan yang dilaksanakan oleh mahasiswa
tergantung kepada manajemen waktu, mahasiswa dapat melakukan kedisiplinan
dengan pengaturan yang baik dengan cara, jangan menunggu/menunda dan
lakukan , sekarang dan untuk selanjutnya, berkonsentrasilah dalam melakukan
suatu pekerjaan, jangan buru-buru atau tergesah-gesa, waktu akan terus berputar
dan lakukan dengan santai, responlah dengan cepat apa yang harus dilakukan
sekarang, cepat kerjakan dan jangan menunggu lama. Dari semua ini diperlukan
ketekunan dalam menjalankannya.

II. Waktu Sebagai Potensi


Sukses merupakan hasil dari suatu kebiasaan oleh karena itu, langkah
pertama yang harus dilakukan adalah mempelancar bagaimana mahasiswa dapat
menggunakan waktu dengan baik dan juga disiplin seperti apa yang harus
diterapkan dan itu merupakan rumusan masalah yang harus diselesaikan. Dalam
hal ini dimulai dengan kebiasaan (Kontrol diri) dan kebiasaan mulai sebagai

Manajemen Waktu & Kedisiplinan ,Keompokl IV 2


pembuahan keputusan secara sadar. Sehingga pengelolaan waktu secara efektif
akan membuahkan potensi diri yang positif.

III. Cara efektif untuk mengelola waktu :


Waktu merupakan aset manusia paling berharga. Kunci mempercepat
kemajuan adalah dengan memanajemeni waktu dengan lebih efektif. Berikut cara
efektif untuk menegelola waktu:
1. Melakukan survei waktu pribadi
untuk mulai mengatur waktu, kita harus tahu bahwa bagaimana kita
menggunakan waktu, survei waktu akan membantu kita untuk mengetahui
berapa banyak waktu yang telah habis dalam aktifitas tertentu untuk
memperoleh perkiraan akurat.
2. Perhatikan jadwal harian
Ada beragam jadwal waktu yang sesuai dengan kepribadian kita, begitu kita
memutuskan satu gaya tertentu, langkah berikut adalah membentuknya yang
paling baik sisakan sedikit waktu untuk istrirahat pada tiap jam. Sedangkan
setengah jam lainnya disiapkan untuk jadwal yang benar-benar padat.
3. Jangan menjadi perfeksionis
Berusahalah untuk siap menghadapi kekalahan, tidak ada orang yang
sempurna. Kita butuh tujuan yang dapat dicapai dengan kemampuan yang ada.
Tugas-tugas sulit biasanya berakhir dengan penolakkan dan penundaan.
4. Menerapkan batasan-batasan
Membatasi hal-hal yang kurang efektif karena tidak semua pekerjaan harus
kita lakukan. Batasan-bataasan untuk memanajemen waktu antara lain:
 Batasi kesediaan
Tidak semua ajakan teman kita harus kita penuhi. Coba pertimbangkan
menurut penting dan mendesaknya.
 Batasi durasi
Dalam mengerjakan segala sesuatu alangkah baiknya jika kita batasi
waktu pengerjaannya.
 Batasi kepentingan
Artinya kita batasi kualitasnya. Sampai seberapa tinggi kualitas hasil
pekerjaan kita, sempurnakah atau cukup optimal. Mengejar kesempurnaan

Manajemen Waktu & Kedisiplinan ,Keompokl IV 3


dengan mengabaikan pekerjaan yang lain bukan merupakan pengelolaan
waktu yang baik.
 Batasi keterlibatan
Jika pekerjaan itu bisa didelegasikan kepada orang lain dengan hasil
pekerjaan yang cukup baik, mengapa tidak kita lakukan. Sementara itu kita
mengerjakan pekerjaan yang lebih penting.
5. Belajar Menentukan Prioritas
Untuk menentukan prioritas kepentingan mana yang didahulukan dengan
mempertimbangkan dua aspek yaitu urgency (kemendesakan) dan importancy
(kepentingan). Orang-orang yang tidak tahu bagaimanakah melakukan
perioritas bakal menjadi orang yang gemar menunda-nunda pekerjaan.
6. Mengetahui dan menggunakan Prime Time dengan sebaik-baiknya
Waktu ini merupakan waktu dimana potensi dan kekuatan (pikiran dan jiwa)
bisa bersinergi sehingga hasil pekerjaan menjadi optimal
7. Gabungkan sejumlah aktifitas
Bila memungkinkan, gabungkan sejumlah aktifitas dalam sewaktu-waktu
ketika dalam perjalanan, baca catatan-catatan penting. Banyak cara untuk
memadukan aktifitas tapi yang penting adalah berusaha agar selalu kreatif.
8. Adaptasi diri
Penggunaan agenda untuk mengatur jadwal akan sangat berguna untuk
melihat hal-hal apa yang perlu dilakukan pada suatu waktu. Dan penting juga
untuk berusaha menyesuaikan diri dengan jadwal atau agenda yang telah kita
susun. Dengan mengatur jadwal kita dapat melihat waktu mana saja yang
masih kosong, yang bisa kita alokasikan untuk mengerjakan sesuatu hal yang
lain.
9. Fleksibilitas
Cara-cara pengaturan waktu dapat dikombinasikan dari cara-cara yang sudah
ada. Yang terpenting selain menepati jadwal adalah kemampuan untuk
bertindak fleksibel jika jadwal tidak terpenuhi karena ada sesuatu hal yang di
luar kuasa kita. Beberapa faktor yang menentukan kesuksesan suatu pekerjaan
boleh jadi ada di tangan kita, tetapi sisanya merupakan faktor eksternal yang
tidak bisa kita kuasai. Kearifan semacam “manusia berkehendak tapi Tuhan
juga yang menentukan” membuat hidup manusia lebih bermakna, tidak mudah

Manajemen Waktu & Kedisiplinan ,Keompokl IV 4


putus asa, dan tidak mudah frustasi terhadap kegagalan-kegagalan yang
dialami.

IV. Kedisiplinan dalam lingkup kebiasaan sehari-hari.


Kedisiplinan yang dilakukan oleh kebanyakan mahasiswa adalah caranya
dalam mengolah waktu yaitu, dalam belajar, bermain bahkan bekerja. Sering kali
seorang mahasiswa tidak mampu melaksanakan kedisiplinan yang ada dikampus.
Kedisiplinan itu terkadang diabaikan oleh kebanyakan mahasiswa, bagaimanapun
manajemen waktu harus diterapkan lebih dini kepada mahasiswa dengan adanya
informasi dan komunikasi yang mendukung dari pihak akademik dan pihak yang
bersangkutan. Dan tidak mengejutkan pengaburan waktu jadi sebuah kebutuhan.
Didalam diri kebanyakan mahasiswa, sering sekali melakukan suatu
penundaan dalam suatu kegiatan / pekerjaan. Hal ini yang sangat tidak efektif
dalam manajemen waktu. ada beberapa cara mengatasinya. Selalu aktif (bukan
reaktif), tentukan sasaran/tujuan, tentukan prioritas dalam bertindak, pertahankan
fokus, buat tanggal waktu yang realistis, dan terakhir adalah melakukan sekarang
juga.

V. Penerapan manajemen waktu dan kedisiplinan


Manajemen waktu merupakan hal yang utama dalam manajemen diri.
Karena sebagaimana halnya kehidupan yang harus dikelola dan dikendalikan,
waktu juga harus dikelola dan dikendalikan dengan sebaik-baiknya agar dapat
mencapai sasaran dan tujuan dalam kehidupan dan pekerjaan secara lebih efektif
dan efisien..
Selama ini pengertian manajemen waktu hanya diartikan sebagai cara-cara
mengalokasikan waktu secara efektif dan efisien. Dan bagaimana kita mengelola
waktu berdasarkan prioritas dengan melihat tingkat urgensi dan tingkat
kepentingannya. Sehingga kita dapat membuat daftar prioritas dan apa saja yang
harus diselesaikan, dilaksanakan maupun diatasi. Diharapkan semakin piawai kita
mengelola waktu diharapkan semakin efektif dan efisien hidup kita. Tetapi
pendekatan yang semata hanya menekankan prioritas dan alokasi waktu saja tidak
cukup.
Berikut adalah beberapa prinsip yang perlu kita ketahui dalam menerapkan
manajemen waktu untuk menjadi pribadi efektif dan mandiri antara lain:

Manajemen Waktu & Kedisiplinan ,Keompokl IV 5


1. Jangan menjadi budak waktu tetapi jadilah pengendali waktu
2. Gunakan waktu untuk hal-hal yang berharga
3. Gunakan waktu untuk hal-hal yang membantu untuk mencapai tujuan
yang ada
Kebanyakan orang merasa bingung dan tertekan dengan ada atau tidak
adanya manajemen waktu. Hal itu dikarenakan tidak memahami atau tidak
mengetahui betul prinsip dari manajemen waktu itu sendiri. Yaitu dikarenakan
tidak memiliki nilai-nilai kehidupan yang dihargai atau karena tidak memiliki
tujuan atau misi hidup yang jelas. Dalam jangka panjang karena tidak memiliki
sasaran yang jelas maka tidak bisa fokus terhadap tujuan yang ingin dicapai.
Maka dari itu mulailah dengan tujuan hidup yang jelas dengan memahami dimana
kita sekarang dan kemana kita akan pergi, serta apa yang kita hargai dalam hidup
ini

VI. Kesimpulan:
Manajemen waktu dan kedisiplinan sesungguhnya adalah Manajemen
Diri. Banyak buku dan pelatihan maupun kursus yang ditujukan untuk manajemen
waktu, tetapi prinsip utamanya ternyata sederhana dan mendalam : "gunakan
waktu untuk hal-hal yang anda hargai , atau hal-hal yang membantu anda
mencapai tujuan yang ada”. Manajemen waktu dan kedisiplinan bukan hanya
digunakan oleh mahasiswa dan para eksekutif yang selalu sibuk dengan agenda-
agenda harian atau oleh orang-orang yang memiliki pekerjaan terlalu banyak.
Melainkan digunakan oleh semua orang yang yang mempunyai tujuan atau
keinginan yang ingin dicapai.

Manajemen Waktu & Kedisiplinan ,Keompokl IV 6

Beri Nilai