Anda di halaman 1dari 14

Tugas Karya Tulis Ilmiah

Bahasa Indonesia
Dengan tema
Lingkungan Hutan di
Kalimantan.

Disusun oleh:
Laurens Wijaya
9B /21

Nama guru:
Bapak FX. Hardipurnomo.

Pelajaran Bahasa Indonesia


Angkatan 2007/2008
KATA PENGANTAR
Pada zaman modern ini, sudah saatnya kita kembali pada pemikiran bahwa
kita harus belajar membiasakan diri untuk menjaga lingkungan di manapun
kita berada. Apalagi, pada saat ini teknologi sudah semakin maju yang tentu
saja dapat lebih mengakibatkan polusi udara yang semakin meningkat. Hal ini
dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya pemanasan global yang semakin
cepat.

Maka dari itu, kita pun juga harus membantu menghindari terjadinya hal
tersebut dengan cara seperti jangan membuang sampah sembarangan,
menghemat penggunaan kertas, jangan menebang pohon secara sembarangan,
menjaga kelestarian lingkungan hutan, dan masih banyak contoh perbuatan
yang lainnya. Perbuatan-perbuatan itu dapat membantu menjaga hasil
kekayaan alam terutama yang ada di Indonesia yang kekayaan alamnya
semakin berkurang pada saat ini. Kekayaan alam tersebut kita jaga agar
dapat menjadi warisan kepada anak cucu kita.

Oleh sebab itu, saya membuat karya tulis dengan tema lingkungan hutan ini
karena agar orang banyak sadar untuk menjaga kekayaan alam yang ada di
hutan. Saya pun bertujuan agar dengan apa yang saya tuliskan ini dapat
membantu orang banyak untuk mengetahui berbagai informasi mengenai hutan
dan berusaha untuk melestarikannya.
Dalam karya tulis ini, berisi banyak hal yang dibahas mengenai akibat-akibat
yang akan terjadi dengan adanya kegiatan perusakan lingkungan hutan baik di
sengaja ataupun tidak disengaja seperti, kebakaran hutan, penebangan
hutan, dan lain-lain. Pada karya tulis ini pun terdapat penjelasan mengenai
bagaimana terjadinya perusakan lingkungan, cara menanggulangi hal tersebut,
dan hal-hal lainnya.

Akhir kata, saya ucapkan terima kasih banyak kepada orang-orang yang
telah membantu saya. Kepada kakak yang telah membantu saya dalam hal
menyusun karya tulis ini, memberikan beberapa contoh pembuatan karya
tulis, dan juga kepada keluarga, saya ucapkan terima kasih atas bantuan dan
dukungannya. Dan juga tidak terlupakan saya ucapkan terima kasih kepada
guru yang telah memberikan pelajaran berharga kepada saya. Terima kasih.

Jakarta, Februari 2008

Penulis

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR................................... 2
DAFTAR ISI.......................................... 3
BAB 1: PENDAHULUAN.............................. 4
1.1. Latar belakang...................................
1.2. Permasalahan..................................... 5
1.3. Tujuan Penulisan..................................
1.4. Ruang Lingkup.....................................
1.5. Sistematika Penulisan............................
BAB 2 : PEMBAHASAN............................... 6
2.1. Alasan hutan-hutan di Kalimantan semakin
rusak dan berkurang...................................
2.2. Keadaan cuaca di hutan tropis serta
Kegunaannya bagi kita................................. 7
2.3. Akibat-akibat dari perusakan hutan
di Kalimantan...........................................
2.4. Upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk
menghentikan kerusakan hutan di Kalimantan........ 9
BAB 3 : PENUTUP..................................... 12
3.1. Simpulan..........................................
3.2. Saran............................................. 13
DAFTAR PUSTAKA.................................... 14

3
BAB 1 : PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Saat ini sepertinya sudah menjadi hal yang biasa dan dimaklumi
apabila terjadi berbagai bencana alam dimana-mana. Masalah yang
cukup memprihatinkan adalah banyak terjadinya kerusakan hutan di
Indonesia. Indonesia yang dikatakan bahwa memiliki kekayaan alam
yang cukup melimpah malah merupakan negara yang tertinggi dalam
perusakan lingkungan hutannya, contohnya adalah kerusakan hutan di
Kalimantan yang benar-benar memprihatinkan. Kerusakan hutan di
Kalimantan telah menjadi rekor Indonesia dan dunia. Kalimantan
merupakan salah satu pulau di Indonesia yang dahulu dikenal dengan
nama Borneo. Borneo yang telah mendunia akan keindahan hutannya
memberikan sensasi tersendiri bagi yang berhasil mencapainya. Hutan
hujan tropis dengan keanekaragaman flora, fauna, air terjun, dan
gua-gua kapur merupakan pemandangan alam yang mengagumkan. Pulau
Kalimantan terdiri atas 4 provinsi, yaitu: Kalimantan Barat (Kalbar),
Kalimantan Selatan (Kalsel), Kalimantan Tengah (Kalteng) dan
Kalimantan Timur (kaltim). Penduduk Kalimantan terdiri atas berbagai
suku, yaitu Suku Dayak, Melayu, Cina, Jawa, Madura dan lainnya.
Pulau Kalimantan memiliki jaringan transportasi darat, udara, dan
sungai. Distribusi barang maupun penumpang dari dalam dan luar
provinsi cukup lancar. Bahkan dengan telah dibukanya pintu lintas
batas Entikong (Indonesia) dan Tebedu (Malaysia), arus penduduk, dan
perdagangan antar negara semakin terbuka terutama dalam
menyambut Era Perdagangan Bebas AFTA 2003. Namun, Pada bulan
Januari 2007 dapat diketahui bahwa Sekitar 16 juta hektar hutan di
Kalimantan berada pada kondisi kritis akibat penebangan liar, kegiatan
penambangan dan kebakaran hutan. Di Kalimantan Selatan
kerusakannya mencapai 560 ribu hektare, Kalimantan Barat sekitar
5,1 juta hektare, Kalimantan Tengah seluas 4,1 juta hektare, dan
Kalimantan Timur sebanyak 6,3 juta hektare. Hal ini menyebabkan
terjadinya berbagai bencana alam yang tidak dapat dihindari.
Indonesia adalah pemilik 126,8 juta hektar hutan. Hutan seluas ini
merupakan tempat tinggal dan pendukung kehidupan 46 juta penduduk
yang tinggal di hutan. Namun, saat ini, hutan kita berada dalam
kondisi kritis. Laju perusakan hutan di Indonesia mencapai 2 juta
hektar per tahun. Artinya, tiap tahun kita kehilangan areal hutan
kurang lebih seluas Pulau Bali. Maka dari itu, karena adanya banyak
permasalahan mengenai hutan di Indonesia, saya berani memilih
menulis mengenai lingkungan hutan ini agar dapat menarik perhatian
anda semua untuk mengetahui lingkungan hutan secara lebih mendalam.

4
1.2. Permasalahan

1. Mengapa hutan-hutan yang ada di Indonesia terutama yang ada di


Kalimantan kian hari semakin rusak dan berkurang?
2. Bagaimana keadaan cuaca di daerah hutan tropis pada umumnya
dan mengapa kita membutuhkan hutan tropis tersebut?
3. Bagaimana akibat dari perusakan hutan di Indonesia terutama di
Kalimantan yang akhir-akhir ini banyak terjadi?
4. Bagaimana upaya yang dapat dilakukan untuk berusaha
menghentikan kerusakan hutan di Kalimantan?

1.3. Tujuan Penulisan

Tujuan penulisan karya tulis ini adalah agar orang lain yang
membaca karya tulis ini dapat:
 Mengetahui bagaimana terjadinya kerusakan hutan yang ada di
Indonesia.
 Mengetahui secara lebih mendalam mengenai hutan tropis yang ada di
Indonesia dan kegunaannya bagi kehidupan kita.
 Mengetahui akibat-akibat yang akan terjadi dari perusakan hutan.
 Mengetahui upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk menyelamatkan
hutan di Kalimantan baik yang dilakukan oleh pemerintah atau pun
masyarakat pada umumnya.
Dan bagi diri saya sendiri adalah agar saya dapat belajar mengenai
hal-hal yang belum diketahui, untuk menambah wawasan.

1.4. Ruang Lingkup

Judul karya tulis: Lingkungan hutan di Kalimantan.


Ruang Lingkupnya: Karya tulis ini akan membahas mengenai lingkungan hutan
di pulau Kalimantan yang terdapat di wilayah negara Indonesia pada tahun
1990-an sampai sekarang.

1.5. Sistematika Penulisan

Kata Pengantar
Daftar Isi
BAB 1 : PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
1.2. Permasalahan
1.3. Tujuan Penulisan

5
1.4. Ruang Lingkup
1.5. Sistematika Penulisan
BAB 2 : PEMBAHASAN
2.1. Alasan hutan-hutan di Kalimantan semakin rusak dan berkurang.
2.2. Keadaan cuaca di hutan tropis serta kegunaannya bagi kita.
2.3. Akibat-akibat dari perusakan hutan di Kalimantan.
2.4. Upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk menghentikan kerusakan
hutan di Kalimantan.
BAB 3 : PENUTUP
3.1. Simpulan
3.2. Saran
Daftar Pustaka

BAB 2 : PEMBAHASAN

2.1. Alasan hutan-hutan di Kalimantan semakin


rusak dan berkurang.

Hutan-hutan di Kalimantan semakin rusak dan berkurang karena


terjadinya perusakan hutan yang dilakukan baik oleh masyarakat ataupun
berbagai pelaku industri kehutanan yang membutuhkan hasil hutan untuk
usahanya seenaknya saja mengambil kekayaan alam yang ada di hutan secara
berlebihan. Mereka terus saja menambah produksinya tanpa memperhatikan
kemampuan alam. Produksi industri kayu Indonesia mencapai 96,19 juta
meter kubik, dua kali lipat kemampuan hutan Indonesia. Semakin banyaknya
penebangan liar adalah akibat dari ketidakseimbangan antara permintaan dan
ketersediaan kayu yang mengakibatkan semakin rusaknya hutan kita.
Hal lain yang menyebabkan kerusakan hutan adalah karena adanya
konversi hutan menjadi perkebunan sawit, pengusaha pertambangan membuka
kawasan-kawasan hutan, daerah hutan tropis ditebang untuk digunakan
sebagai tempat ternak merumput, banyak pohon dirusak untuk membuat
landasan pesawat udara, dan areal hutan di ubah menjadi kawasan
perkebunan yang besar dengan melakukan pembabatan hutan secara
menyeluruh.
Dan yang terparah adalah dengan kondisi pemerintahan yang korupsi,
dimana hutan dianggap sebagai sumber uang dan dapat dikuras habis untuk
kepentingan pribadi dan kelompok, contoh korupsi adalah terjadinya aktivitas
penebangan hutan tanpa ijin oleh kelompok masyarakat yang dibiayai pemodal
(cukong) yang dilindungi oleh aparat pemerintah dan keamanan.

6
Alasan yang lainnya adalah karena adanya gejala alam (contohnya :
Kemarau panjang) dan pembakaran tanaman (burning vegetation) sering
menyebabkan kebakaran hutan sehingga memusnahkan ribuan hektar hutan.

2.2. Keadaan cuaca di hutan tropis serta


kegunaannya bagi kita.

Hutan tropis adalah daerah panas dan basah sepanjang tahun.


Pohon-pohonnya membantu menghasilkan hujan. Air dari tanah diserap oleh
akar-akar yang besar, kemudian air dihisap melalui batang menuju ke daun-
daun. Panas membuat air di dalam daun menguap ke udara. Uap air ini
berkondensasi untuk kemudian membentuk awan. Awan hujan menjatuhkan air
hujan kembali ke permukaan hutan. Udara di dalam hutan tropis terasa
hangat dan lembab.
Kita membutuhkan hutan tropis karena banyak barang yang kita gunakan
sehari-hari berasal dari hutan tropis. Pohon-pohonnya sangat penting untuk
keperluan produksi kayu. Daun-daunnya memiliki lubang-lubang kecil untuk
bernapas. Daun-daun tersebut menghirup karbon dioksida dari udara. Jika
terlalu banyak pohon ditebang, akan ada lebih banyak karbon dioksida di
udara. Karbon dioksida berfungsi untuk menahan panas tetapi karena pohon
jumlahnya semakin sedikit maka mengakibatkan bumi kita menjadi lebih
panas. Hal ini dapat menyebabkan masalah-masalah yang serius bagi bumi.
Selain itu, kebutuhan lainnya yang berasal dari hutan tropis adalah seperti :
 Obat ada yang berasal dari tanaman hutan tropis.
 Perabot rumah rotan terbuat dari tanaman-tanaman hutan tropis.
 Karet yang berasal dari hutan tropis bermanfaat untuk berbagai
kebutuhan.
 Jambu biji dan nanas adalah salah satu buah-buahan yang tumbuh di
hutan tropis.
 Permen karet dibuat dengan menggunakan getah dari pohon sapodilla
atau naseberry.
 Karet terbuat dari getah yang dikumpulkan dari pohon karet.

2.3. Akibat-akibat dari perusakan hutan di


Kalimantan.
Akibat dari kerusakan hutan adalah :
 Menyebabkan kerusakan lahan dan lingkungan seperti kemerosotan
kesuburan tanah, hilangnya sumber daya air, dan luas kawasan hutan
yang ada di Indonesia jumlahnya semakin menurun.
 Bencana banjir dan longsor.

7
 Rawan Konflik sosial dengan masyarakat akibat rebutan sumber daya
alam.
 Sebagai salah satu faktor pemicu perubahan iklim global.
Dampak dari perubahan iklim tersebut akan mempengaruhi musim hujan
dan musim kemarau di Kalimantan yang berubah menjadi ekstrem misalnya
adalah kalau hujan akan terjadi banjir yang semakin hebat dan kalau
kemarau akan memicu kebakaran lahan serta hutan lebih luas. Pada musim
kemarau, penyakit muntaber dan diare menjadi penyakit yang mematikan
bagi balita. Akibat lain dari adanya perubahan iklim yang tidak menentu
adalah terjadinya pemanasan global sebagai akibat dari pencemaran udara
dan hancurnya kawasan hutan yang juga berfungsi sebagai penyerap
karbon.
 Penebangan liar yang terlalu banyak telah mengakibatkan deforestasi
atau kehancuran hutan di empat provinsi Kalimantan makin menghebat
dan mencapai hampir satu juta hektar per tahun. Selain itu, dampak
deforestasi telah mengakibatkan Kalimantan kehilangan predikat hutan
hujan tropis yang dikenal dunia.
 Ekonomi rakyat yang selama ini bergantung kepada produksi kayu dan
nonkayu serta pertanian juga akan terganggu.
 Adanya serangan hama belalang di beberapa daerah di Kalimantan
yang mengakibatkan hasil-hasil pertanian masyarakat menurun. Selain
itu, pola tanam akan kacau dan nasib petani terancam.
 Kemiskinan yang terjadi di pedalaman-pedalaman Kalimantan.
Hidup orang-orang Dayak di Kalimantan semakin tidak menentu dan
urbanisasi menjadi masalah bagi pemerintah daerah.
 Indonesia akan kehilangan beragam hewan dan tumbuhan yang selama
ini menjadi kebanggaan bangsa Indonesia seperti Orangutan di
Kalimantan Tengah yang sekarang telah menjadi spesies paling langka
di dunia.
 Sementara itu, hutan Indonesia selama ini merupakan sumber
kehidupan bagi sebagian rakyat Indonesia. Hutan merupakan tempat
penyedia makanan, penyedia obat-obatan serta menjadi tempat hidup
bagi sebagian besar rakyat Indonesia. Dengan hilangnya hutan di
Indonesia, menyebabkan rakyat Indonesia kehilangan sumber makanan
dan obat-obatan. Seiring dengan meningkatnya kerusakan hutan
Indonesia, menunjukkan semakin tingginya tingkat kemiskinan rakyat
Indonesia, dan sebagian masyarakat miskin di Indonesia hidup
berdampingan dengan hutan.
 Menimbulkan kebakaran hutan. Dampak negatif dari kebakaran hutan
adalah menurunnya keanekaragaman hayati, menurunnya nilai ekonomi
hutan dan produktivitas tanah, perubahan iklim mikro maupun global,
dan asapnya mengganggu kesehatan masyarakat serta mengganggu
transportasi baik darat, sungai, danau, laut, dan udara.

8
2.4. Upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk
menghentikan kerusakan hutan di Kalimantan.

Upaya-upaya yang dapat dilakukan baik oleh pemerintah ataupun masyarakat


adalah dengan cara :
 Jeda Penebangan Hutan.

Moratorium (jeda penebangan hutan) adalah penghentian sementara


seluruh aktifitas penebangan kayu secara besar (skala industri) dalam
jangka waktu tertentu sampai sebuah kondisi yang diinginkan tercapai.

Langkah-langkah moratorium (jeda penebangan hutan) dapat


dilaksanakan secara bertahap dengan tujuan untuk menghentikan
penebangan haram dan penebangan hutan yang merusak serta
memajukan usaha-usaha pengelolaan hutan yang lestari. Tujuan jangka
panjang pelaksanaan moratorium adalah untuk menyeimbangkan
kapasitas industri dengan kemampuan kehidupan hutan alam.

Keuntungan jeda penebangan [moratorium logging]:

 Menahan laju kehancuran hutan tropis di Indonesia.


 Dapat mengawasi dan penyergapan penebangan liar.
 Kesempatan untuk memperbaiki industri kehutanan.
 Meningkatkan hasil sumber daya hutan non-kayu.
 Memeriksa penyimpangan yang terjadi pada pasar kayu domestik.
 Memeriksa kelebihan kapasitas industri.
 Memaksa industri meningkatkan kemampuan menjalankan tugas dengan
baik dan tepat dalam pemakaian bahan baku dan membangun hutan-
hutan tanamannya.

Kerugian bila jeda penebangan [moratorium logging] tidak dilakukan:

 Tidak dapat mengawasi kegiatan penebangan haram secara efektif.


 Tidak ada paksaan bagi industri meningkatkan efisiensi, menunda
pembangunan hutan-hutan tanaman dan secara terus-menerus akan
menghancurkan hutan alam.
 Defisit/ kerugian industri kehutanan sebesar US$ 2,5 milyar per
tahun dari penebangan liar tidak bisa dihentikan.
 Hutan di Kalimantan akan habis paling dalam waktu 10 tahun.
 Kehilangan devisa/pemasukan sebesar US$ 7 milyar dan ratusan ribu
pekerja kehilangan pekerjaannya.

9
Selama moratorium dijalankan, industri-industri kayu tetap dapat jalan
dengan cara mengimpor bahan baku kayu. Jika melanjutkan dengan
penggunaan bahan baku kayu dari dalam negeri, pada dasarnya kita sama
saja dengan melakukan bunuh diri. Untuk memudahkan pelaksanaan hal
tersebut, maka jenis kayu yang diimpor haruslah berbeda dengan jenis kayu
yang ada di Indonesia.

 Melalui berbagai LSM ( Lembaga Swadaya Masyarakat)


Pelestarian hutan, contohnya adalah LSM Lestari Hutanku.

Saat ini, LSM Lestari Hutanku telah mendapatkan dukungan


masyarakat, pemerintah daerah dan pihak swasta untuk
mengembangkannya.

LSM Lestari Hutanku memiliki VISI yaitu:


Menjaga dan memelihara kelestarian hutan pada suatu area dan
sekitarnya.

LSM Lestari Hutanku memiliki MISI yaitu :

1. Sebagai tempat pelestarian dan pemeliharaan hutan kayu Kalimantan.


2. Sebagai percontohan hutan/kayu yang bebas dan terpelihara dari
bahaya kebakaran hutan.
3. Sebagai sumber induk benih hutan kayu.
4. Sebagai objek penelitian hutan kayu Kalimantan.
5. Sebagai objek wisata alam hutan kayu Kalimantan.
6. Sebagai hutan percobaan bagi hutan tanah gambut di Kalimantan .
7. Sebagai bahan pendataan jenis hutan Kalimantan di tanah yang
bergambut.
8. Sebagai paru-paru dunia.
9. Sebagai sumber ekonomi/lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.

 Pemerintah tidak lagi mengeluarkan ijin-ijin baru pengusahaan


hutan, pemanfaatan kayu maupun perkebunan, serta melakukan
penegakan hukum terhadap pelaku ekspor kayu bulat dan bahan
baku serpih.
 Pemerintah harus melakukan uji menyeluruh terhadap tenaga
kerja industri kehutanan dan melakukan penegakan hukum bagi
industri yang bermasalah.
 Melakukan penataan kembali kawasan hutan yang rusak dan
menangani dampak sosial akibat penghentian penebangan hutan,
misalnya: mempekerjakan pekerja industri kehutanan dalam
proyek penanaman pohon.

10
 Pemerintah harus mengembalikan kedaulatan rakyat dalam
pengelolaan hutan.
 Masyarakat pun juga dapat melakukan upaya dengan cara
menulis surat ataupun melakukan tekanan kepada pemerintah
agar serius menjaga hutan Indonesia yang tersisa.
 Masyarakat dapat melakukan pengawasan terhadap peredaran
kayu di wilayah terdekat.
 Masyarakat dapat memberikan laporan kepada Wahana
Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) terdekat ataupun lembaga
non pemerintah lainnya dan kepada instansi penegak hukum,
serta media massa, bila menemukan terjadinya peredaran kayu
tanpa ijin maupun kegiatan perusakan hutan.
 Masyarakat dapat menanam pohon untuk kebutuhan kayu
keluarga di masa datang, memanfaatkan kayu dengan bijak, dan
tidak lagi membeli kayu-kayu hasil penebangan yang merusak
hutan.
 Melalui Sistem Hutan Kerakyatan.

Sistem hutan kerakyatan dijalankan dengan cara, misalnya Perhutani


menawarkan konsep Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat, dimana
masyarakat diperbolehkan melakukan penanaman tanaman semusim di antara
tanaman jati, dimana arealnya masih dikelola oleh Perhutani dan masyarakat
hanya ikut ‘menumpang’ di lahan tersebut.

Sistem Hutan Kerakyatan [SHK] memiliki prinsip-prinsip di antaranya bahwa:

1. Pengelolanya adalah rakyat [masyarakat lokal/masyarakat adat],


Lembaga pengelola, dan dilaksanakan dan diawasi secara langsung oleh
rakyat yang bersangkutan.
2. Memiliki wilayah yang jelas dan kepastian hukum yang mendukungnya.
3. Interaksi antara masyarakat dengan lingkungannya bersifat langsung
dan erat.
4. Ekosistem menjadi bagian penting dari sistem kehidupan rakyat
setempat.
5. Pengetahuan lokal merupakan hal penting dan melandasi kebijaksanaan
dan sistem pengelolaan hutan, selain pengetahuan modern untuk
membantunya.
6. Teknologi yang dipergunakan adalah menggunakan teknologi lokal
ataupun teknologi yang telah diketahui oleh rakyat;
7. Hasil produksi tidak dibatasi tetapi harus seimbang dengan kelestarian
hutan.
8. Sistem ekonomi didasarkan atas kesejahteraan bersama.

11
Sistem Hutan Kerakyatan sebenarnya adalah cara-cara pengelolaan hutan
yang telah lama dilakukan oleh rakyat dengan aturan-aturan lokal yang
disepakati bersama oleh rakyat itu sendiri [aturan adat/lokal].

Sistem Hutan Kerakyatan juga tidak mengarah hanya pada kayu, namun akan
lebih pada pengembangan pengelolaan hasil hutan non kayu sebagai produk
utama dari sistem hutan kerakyatan. Jika akan menebang pohon, hal
tersebut hanya pada untuk pemenuhan kebutuhan rumah tangga dan
komunitas.

Peran pemerintah dalam sistem hutan kerakyatan akan lebih pada dukungan
[fasilitasi], pembuat kebijakan umum [prinsip-prinsip], dan pengakuan
kawasan kelola rakyat.

 Pemerintah yang bertugas untuk mengelola suatu daerah


seharusnya mulai terbuka dan mengajak berbagai komponen
(masyarakat sekitar) yang ada di daerah untuk berbincang dan
berpikir bersama untuk mengelola daerahnya.
 Pemerintah harus mau menghilangkan kepentingan pribadi,
menghilangkan egoisme serta melapangkan dada untuk
memperjuangkan sesuatu bagi orang banyak.

BAB 3 : PENUTUP
3.1. Simpulan
Berdasarkan pembahasan yang telah dijelaskan dapat saya
simpulkan bahwa :

 Hutan-hutan di Kalimantan telah banyak yang rusak akibat dari


perbuatan manusia yang tidak bertanggung jawab dan juga hasil
korupsi yang dilakukan oleh pemerintah.
 Sebenarnya hutan-hutan Indonesia sangat dibutuhkan oleh kita untuk
kebutuhan sehari-hari dan sebenarnya kekayaan alam di Indonesia
jumlahnya cukup melimpah.
 Akibat-akibat dari perusakan hutan sangat merugikan kehidupan
seluruh masyarakat baik di Kalimantan, di Indonesia, bahkan di dunia
karena hasil-hasil hutan semakin berkurang yang sebenarnya hasil
hutan itu sangat diperlukan baik untuk sekarang ataupun masa depan.
Akibat yang lain dapat memicu semakin cepat terjadinya pemanasan
global. Hal itu akan berdampak negatif terhadap kehidupan bumi.

12
 Upaya yang dapat dilakukan untuk menghentikan kerusakan hutan di
Kalimantan adalah harus adanya kesadaran diri sendiri yang harus
dimiliki oleh masyarakat ataupun pemerintah untuk menjaga
kelestarian lingkungan hutan di Kalimantan. Dan untuk memperbaiki
hutan yang telah rusak di Kalimantan harus adanya kerjasama yang
baik antara pemerintah dengan masyarakat.

3.2. Saran
Saran yang dapat saya berikan kepada orang lain untuk mengatasi
Kerusakan hutan yang terjadi adalah dengan cara masyarakat harus sadar
untuk menjaga lingkungan hutan karena hutan itu sangat berguna untuk
kehidupan manusia. Dan juga masyarakat membantu dengan cara melakukan
penanaman tanaman yang baru, Melaporkan kepada pihak yang berwajib jika
terjadi kegiatan perusakan hutan, dan hal-hal lainnya yang membantu
menjaga kelestarian lingkungan hutan. Selain itu, dari pihak pemerintah,
hilangkanlah sikap egois dan korupsi yang membuat masyarakat menderita.

“Bumi bisa mencukupi kebutuhan setiap orang (semua orang di muka


bumi), tapi tak bisa mencukupi orang-orang (sebagian orang) yang
rakus.”
-- Mahatma Ghandi

”Jika pohon terakhir telah ditebang, jika sungai terakhir telah


tercemar, jika ikan terakhir telah ditangkap, baru manusia akan sadar
bahwa mereka tidak akan bisa makan uang.”
-- Green Peace

13
DAFTAR PUSTAKA

Meryadini,Anjani,dkk.2006. Visual Memahami Iklim dan


Lingkungan. Jakarta: Buana Ilmu Populer.

Palmer,Joy,dkk.2001. Hutan Tropis (Mengenal Ilmu).


Jakarta: Grolier International Inc.

Priest, Winston S.,dkk.1988. Alam (Widya Wiyata Pertama


Anak-anak). Jakarta: Tira Pustaka.

Syukur,Abdul,dkk.2005. Ensiklopedi Umum Untuk Pelajar


jilid 4. Jakarta: Ichtiar Baru Van Hoeve.

Sumber yang lain adalah berasal dari internet melalui


pencarian dengan google.

14