Anda di halaman 1dari 33

By Timur Abimanyu, SH.

MH

HIMPUNAN KAIDAH HUKUM TAHUN 2002

KAIDAH HUKUM PERDATA AGAMA :

I. Klasifikasi : Pembatalan Nikah ( No. 411 K/Ag/Sip/1998 )


- Bahwa mengenai penilaian hasil pembuktian pada Tingkat Kasasi adalah tidak dapat
dipertimbangkan didalam masalh pembatalan nikah tersebut.

II. Klasifikasi : Ikrar Thalak (No. 83 K/Ag/ 1999 )


Bahwa didalam hal gugatan Ikrar Thalak, dimana pihak ayah, ibu dapat diangkat sebagai
saksi dan disesuaikan dengan keterangan pada saksi dari Tergugat.

Pembuat Kaidah Hukum


ttd
Timur Abimanyu, SH.MH.
KAIDAH HUKUM PERDATA :

Klasifikasi : Tentang Tanah ( No. 2580 K/Pdt/Sip/1998 )

Bahwa Perlawanan yang diajukan dengan dalil SOMASI terhadap putusan Pengadilan
Negeri dan dalam Putusan Pengadilan Negeri tersebut para pelawan tidak diikut sertakan
sebagai pihak yang berperkara, perlawanan tersebut dinyatakan tidak dapat diterima, sebab
SOMASI tidak sama dengan Eksekusi.

Klasifikasi : Tentang Hutang Piutang ( No. 5096 K/Pdt/Sip/1998 )

Pemberian/pembayaran yang dilakukan dengan bilyet giro kepada seseorang dapat


disamakan hutang, dengan demikian terbukti si Pemberi mempunyai hutang. Surat Kuasa
yang tidak menyebutkan semua nama-nama tergugat secara lengkap tidak menyebabkan
Surat Kuasa tidak sah.

Ganti rugi atas hilangnya keuntungan yang diharapkan sesuai dengan rasa keadilan
besarnya adalah 10 % pertahun terhitung sejak gugatan didaftarkan di Pengadilan Negeri
sampai hutang dilunasi.

Pembuat Kidah Hukum


ttd
Klementina Siagian, SH.
KAIDAH HUKUM PERDATA NIAGA

Klasifikasi : - Perjanjian Kredit. ( No. 12 PK/N/Sip/2001 )


- Perjanjian.
- Kredit,

Bahwa sesuai dengan ketentuan Pasal 265 ayat (1) Undang-Undang No. 4 Tahun 1998,
rencana perdamaian dapat diterima apabila disetujui oleh lebih dari ½ (satu perdua)
Kreditur Konkuren yang haknya diakui oleh yang hadir pada Rapat Permusyawaratan.

Pembuat Kidah Hukum


ttd
Saar Sujiana, SH.

KAIDAH HUKUM PIDANA


I. Klasifikasi : Tentang Pra Peradilan ( No. 1156 K/PID/2000 )

1. Perbuatan Pemohon Kasasi yang belum memberikan tembusan Surat Perintah


Penangkapan adalah sesuai dengan ketentuan Pasal 18 (3) KUHAP, sebab pemberian
tembusan tersebut harus diberikan segera setelah penangkapan dilakukan, sedangkan
ternyata penangkapan belum dilakukan atas Pemohon Kasasi.
2. Bahwa dalam perkara aquo pemohon ditangkap dan ditahan atas perintah dan oleh Polisi
Federal Australia bukan dilakukan oleh Petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia,
sedangkan Ptaperadilan mengenai sah atau tidaknya penangkapan dan penahanan
hanya berlaku bagi penangkapan dan penahanan yang dilakukan oleh Penyidik
Indonesia, sebagaimana ditentukan dan diatur Pasal 17, 18 dan 20 KUHP.

II.Klasifikasi : Tentang -Terhadap Kesusilaan dan Kehormatan(No. 144K/PID/2000)


- Pasal 167 KUHP

Bahwa oleh karena akta outhentik yang merupakan salah satu unsur dari dakwaan
Jaksa Penuntut Umum baik dalam dakwaan kesatu maupun dakwaan kedua tidak
terpenuhi, maka dengan tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan
tindak pidana sebagaimana dimaksud olehj dakwaan kesatu dan dakwaan kedua
karenannya Terdakwa harus dibebaskan dari dakwaan-dakwaan itu.

Pembuat Kidah Hukum


ttd
Muchtar, SH

KAIDAH HUKUM PIDANA MILITER


Klasifikasi : Tentang Penggelapan /Pasal 372 KUHP. ( No. 04 K/MIL/ 2000 )
Bahwa karena unsur kepemilikan/ siapa pemilik persil belum jelas, dan masih
merupakan kewenangan pada Hakim Perdata didalam Lingkungan Peradilan Umum dan
bukan kewenangan Hakim Peradilan Militer, maka untuk melaksanakan Hukum
sebagaimana didakwakan dibebaskan dari semua dakwaan, sehingga putusan
Mahkamah Militer Tinggi harus dibatalkan.

Pembuat Kidah Hukum


ttd
Surawardi dahlan, SH.

KAIDAH HUKUM TATA USAHA NEGARA

I. Klasifikasi : Tentang Perburuhan ( No. 407 K/ TUN/ 1999 )


Bahwa untuk dapat melakukan pemutusan hubungan kerja dengan Surat Peringatan
harus memenuhi ketentuan Menteri Tenaga Kerja No. Per 03/Mem/1996 Pasal 7 ayat
(2) dan (3).

II Klasifikasi : Tentang Pertanahan ( No. 98 K/TUN/ 1998 )


Bahwa tanah yang berasal dari Hak Baert (Eigendom) telah kembali kepada Negara,
maka lurah dan camat berwenang untuk mengeluarkan Surat Keterangan tentang
Status Kepemilikan atas tanah tersebut.

Pembuat Kidah Hukum


ttd
Sri Kuswahyutin, SH
Sumber data :
Yurisprudensi Mahkamah Agung RI 2003

HIMPUNAN KAIDAH HUKUM TAHUN 2003

KAIDAH HUKUM PERDATA AGAMA :

I. Klasifikasi : Cerai Gugat ( No. 44 K/Ag/Sip/1998 )


- Bahwa oleh karena percekcokan terus menerus dan tidak dapat didamaikan kembali dan
telah terbukti berdasarkan keterangan saksi, maka dapat dimungkinkan putusnya
perceraian antara penggugat dengan tergugat tersebut.

II. Klasifikasi : Waris Mal Waris ( No. 111 g/Sip/ 1998 )


Bahwa didalam Hukum Waris Mal Waris, dimana mengenai sengketa tentang harta
peninggalan diantara para ahli waris yang masih ada hubungan keluarga tidak dapat
termasuk sengketa milik, dan dikuatkan oleh keterangan para saksi, oleh karena harus
dinyatakan tidak dapat diterima.

Pembuat Kaidah Hukum


ttd
Timur Abimanyu, SH.MH.

KAIDAH HUKUM PERDATA

I. Klasifikasi : Tentang Tanah ( No. 586 K/Pdt/Sip/2000 )

Bilamana terdapat perbedaan luas dan batas-batas tanah sengketa dalam posita dan petitum,
maka petitum tidak mendukung posita karena itu gugatan dinyatakan tidak dapat diterima
sebab tidak jelas dan kabur.
II. Klasifikasi : Tentang Tanah ( No. 3574 K/Pdt/Sip/2000 )

Tanggung jawab ahli terhadap hutang sipewaris hanya terbatas pada jumlah atau nilai
harta peninggalan (Kompilasi Hukum Islam Pasal 175 ayat (2).

Terhadap harta bawaan dari isteri tidak dapat disita sebagai jaminan atas hutang almarhum
suaminya sebab bukan merupakan harta peninggalan almarhum suaminya.

III. Klasifikasi : Tentang Warisan ( No. 1992 K/Pdt/Sip/2000)

Bila eksepsi tidak dipertimbangkan, putusan dinyatakan tidak sempurna (On Voldoende
Gemotiveed);

Surat Kuasa yang tidak menyebutkan semua nama-nama tergugat secara lengkap tidak
menyebabkan Surat Kuasa tidak sah.

IV. Klasifikasi : Tentang Perikatan ( No. 792 K/Pdt/Sip/2002 )

Perjanjian perdamaian yang disepakati oleh Kedua Belah Pihak, tanpa ada paksaan dan
para pihak cakap untuk membuat perjanjian, meski salah satu pihak dalam status
penahanan, perjanjian tersebut adalah Sah.

Pembuat Kidah Hukum


ttd
Klementina Siagian, SH.

KAIDAH HUKUM PERDATA NIAGA

I. Klasifikasi : Tentang Bantahan Utang ( No. 03 PK/N/Sip/2002 )

Bahwa sesuai dengan ketentuan Pasal 1917 BW yang menyatakan bahwa suatu putusan
yang salah berkekuatan Hukum Tetap (BHT), mempunyai Kekuatan Bukti yang Kuat, maka
berdasarkan putusan pailit tersebut, Termohon Peninjauan Kembali (PK) harus dinyatakan
terbukti mempunyai utang kepada pemohon PK ;
II. Klasifikasi : Tentang Perjanjian Perdamaian ( No. 01 K/ N/2005 )

Bahwa sesuai Pasal 278 UUK terhadap putusan atas permohonan perdamaian tidak dapat
diajukan Kasasi, karenanya dalam putusan yang dimohonkan PK tersebut terdapat
kesalahan berat dalam penerapan Hukum, sehingga putusan tersebut harus dibatalkan.

Pembuat Kidah Hukum


ttd
Saar Sujiana, SH.

KAIDAH HUKUM PIDANA

I. Klasifikasi : Tentang Tindak Pidana Lain-lain ( No. 991 K/PID/2001 )

Judex Factie Kasasi telah salah dalam menerapkan hukum, terutama Hukum Pembuktian
yaitu hanya memperhatikan keterangan seorang saksi, sementara hak-hak saksi lainnya
diabaikan sekalipun semua saksi disumpah menurut agamanya masing-masing (ANA
TESTIS NULLUS TESTIS).
II. Klasifikasi : Tentang Pra Peradilan ( No. 35 /PID/2002 )

Putusan Pra Peradilan mengenai Sah atau tidaknya permohonan yang dilakukan TIM
Penyidik Koneksitas dalam Perkara Korupsi yang diduga dilakukan oleh tersangka yang
harus diadili oleh Pengadilan dalam Lingkungan Peradilan Militer bersama-sama dengan
tersangka yang harus diadili oleh Pengadilan dalam Lingkungan Peradilan Umum dapat di
Kasasi.

Pembuat Kidah Hukum


ttd
Muchtar, SH

KAIDAH HUKUM PIDANA MILITER

I. Klasifikasi : Tentang Kesusilaan ( No. 51 K/MIL/ 2002 )

Bahwa oleh karena perbuatan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan dan
memenuhi unsur sebagaimana diatur dalam Pasal 281 ke-1 KUHP, maka terhadap
terdakwa selain dijatuhi pidana tambahan yaitu dipecat dari Anggota Militer sehingga
Putusan Mahkamah Militer Tinggi harus dibatalkan.
Pembuat Kidah Hukum
ttd
Surawardi dahlan, SH.

KAIDAH HUKUM TATA USAHA NEGARA

I. Klasifikasi : Tentang Perburuhan ( No. 250 K/ TUN/ 2002 )

Bahwa bagi pwekerja yang melakukan perbuatan melanggar Hukum yang termasuk
dalam katagori kesalahan berat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 ayat (1) huruf
N dan K Kep. MENAKER Nomor : Kep. 150.150/ Men/ 2000 dapat dikenakan sanksi
Pemutusan Hubungan Keja (PHK) ;

II. Klasifikasi : Tentang Pertanahan ( No. 318 K/TUN/ 2000 )


Bahwa berdasarkan Pasal 45 ayat (1) PP No. 24 Tahun 1997 Kepala Kantor
Pertanahan tidak boleh melakukan Pendaftaran Peralihan Hak, jika tanah yang
bersangkutan merupakan Oyek Sengketa di Pengadilan.
Pembuat Kidah Hukum
ttd
Sri Kuswahyutin, SH
Sumber data :
Yurisprudensi Mahkamah Agung RI 2004

HIMPUNAN KAIDAH-KAIDAH HUKUM TAHUN 2004

KAIDAH HUKUM PERDATA AGAMA :

I. Klasifikasi : Ikrar Thalak ( No. 495 K/Ag/Sip/2000)


Bahwa Judex Facte dalam hal ini PTA Jayapura telah salah menerapkan hukum, dimana
saksi keluarga yang diatur pasal 76 Undang-Undang No. 7 Tahun 1989 adalah mengatur
tentang perceraian yang disebabkan oleh alas an syiqok dan percekcokan ex pasal 19 huruf
f pasal 22 ayat 2 PP. Np. 9 Tahun 1975 dapat pula didengar kesaksian dari pihak keluarga.

II. Klasifikasi : N a f k a h ( No. 11 K/Ag/Sip/2001 )


Bahwa pemberian ½ bagian dari gaji tergugat kepada penggugat sebagaimana diatur
dalam pasal 8 PP Nomor 10 Tahun 1983, dirubah dengan PP Nomor 45 Tahun 1990,
mengenai Peraturan disiplin Pegawai Negeri Sipil, bukan merupakan hokum acara
Peradilan Agama.Karena pemberian ½ gaji tergugat kepada penggugat merupakan
keputusan Pejabat Tata Usaha Negara.
III. Klasifikasi : Pembatalan Nikah ( No. 02 K/ Ag/Sip /2001 )
Bahwa suatu perkawinan yang dilakukan oleh seorang yang telah mempunyai isteri,
seyogyanya harus disertai izin dari Pengadilan Agamasebagaimana yang telah ditetapkan
didalam pasal 3, 9, 24 dan 25 Undang-Undang No. I Tahun 1974.

Pembuat Kidah Hukum,


ttd
Timur Abimanyu, SH.MH.

KAIDAH HUKUM PERDATA

Klasifikasi : Tentang Perikatan ( 3277 K/Pdt/Sip/2000 )

Dengan tidak dipenuhinya janji untuk mengawini, perbuatan tersebut adalah suatu
perbuatan melawan hukum karena melanggar norma kesusilaan dan kepatutan dalam
masyarakat.

Klasifikasi : Tentang Perceraian ( No. 1354 K/Pdt/Sip/2000 )


Suami istri yang telah pisah tempat tinggal selama 4 tahun dan tidak saling memperdulikan
sudah merupakan fakta adanya perselisihan dan pertengkaran sehingga tidak ada harapan
untuk hidup rukun dalam rumah tangga dapat dijadikan alasan untuk mengabulkan
gugatan perceraian

Klasifikasi : Tentang Tanah/Penguasaan Tanah Tanpa Hak. ( No. 753 K/Pdt/Sip/2000 )

Pemberian sawah oleh Ayah dan Ibu kepada anaknya perempuan yang baru kawin sebagai
bekal hidupnya yang disaksikan oleh pengetua adat pemberian tersebut dibenarkan dalam
hukum Adat Batak ( Idaham Arian).

Klasifikasi : Tentang Peralihan Hak Atas Tanah/Jual Beli ( No. 1974 K/Pdt/Sip/2001 )

Peralihan hak atas tanah dinyatakan cacat hukum karena pemalsuan tanda tangan
sehingga batal demi hokum jual beli tanah harus dibuktikan melalui pemeriksaan dari
laboratorium kriminologi atau ada putusan pidana yang menyatakan tanda tangan
dipalsukan.

Klasifikasi : Tentang Polis Asuransi/Perjanjian Asuransi.( No. 698 K/Pdt/Sip/2001 )

Secara Yuridis tertanggung mempunyai kewajiban untuk memberitahukan keadaan yang


sebenarnya dari kapal yang akan diasuransikan, jika ternyata ada yang disembunyikan
sewaktu penutupan polis asuransi maka perjanjian asuransi batal demi hukum.

Pembuat Kidah Hukum,


ttd
Klementina Siagian, SH.

KAIDAH HUKUM PERDATA NIAGA

I. Klasifikasi : Tentang M e r e k.( No. 05 PK/N/HakI/Sip/2003 )

Bahwa sesuai dengan pasal 61 ayat (2) b Undang-Undang No. 15 Tahun 2001 gugatan
penghapusan merek Tergugat yang diajukan oleh Penggugat dapat dikabulkan, dan
menurut pasal 64 ayat (2) dan (3) Undang-Undang No. 15 tahun 2001 Panitera Pengadilan
harus segera menyampaikan isi putusan ini kepada Dirjen HaKI yang selanjutnya
melaksanakan penghapusan Merek Tergugat dan Daftar Umum Merek dan
mengumumkannya dalam berita resmi merek.
II. Klasifikasi : Tentang Pengurusan Dan Pemberesan Harta Pailit ( No. 016 PK/ /Sip 2002)

Bahwa untuk dapat diajukan upaya hukum Peninjauan Kembali, putusan Pengadilan
Niaga harus memenuhi syarat Pasal 82 Undang-Undang Kepailitan, yang menentukan
bahwa ketetapan-ketetapan Hakim dalam hal-hal yang mengenai pengurusan atau
pemberesan harta pailit, Pengadilan memutus dalam tingkat penghabisan. Dengan demikian
terhadap perkara yang diputus oleh Pengadilan Niaga dalam rangka pengurusan dan
pemberesan harta pailit tidak dapat diajukan upaya hokum kasasi maupun Peninjauan
Kembali (PK)

Pembuat Kidah Hukum


ttd
Didik Purwoto, SH.

KAIDAH HUKUM PIDANA

Klasifikasi : Tentang ………….( No. 1696 K/PID/Sip/2002 )


Judex Fatie salah dalam menerapakan hukum pembuktian.
Judex Factie salah menerapkan hukum.
Bahwa tindakan Presiden Komisaris (terdakwa) yang menandatangani “MTNIA” dan akta
perdamaian” dengan menyerahkan seluruh asset BanK Modern sebagai jaminan
pembayaran utangnya kepada negara/BPPN, merupakan tindakan dalam ruang lingkup
perdata adalah tidak dapat menghilangkan/menghapuskan “sifat melawan hukumnya”
perbuatan pidananya penyalahgunaan dana BLBI yang merugikan keuang negara.

Klasifikasi : Tentang X – Korupsi ( No. 572 K/PID/Sip/2003 )

- Bahwa Judex Factie tidak salah menerapkan hukum dan pertimbangan hukumnya sudah
tepat dan benar.

- Bahwa terdakwa I telah melakukan perbuatan yang memenuhi kwalifikasi sifat melawan
hukum Materiil yang menurut kepatutan, perbuatan tersebut merupakan perbuatan yang
tercela/menusuk perasaan hati masyarakat banyak.

Pembuat Kidah Hukum


ttd
Eko Nugroho, SH

KAIDAH HUKUM PIDANA MILITER

Klasifikasi : Tentang Memberi Suap ( No. 03 K/MIL/ 2001 )


Bahwa oleh karena unsur yang berlawanan dengan kewenangan atau kewajiban
mengangkat terdakwa selaku Bupati Bantul di luar tanggung jawab Suharto selaku
Ketua Yayasan Dharmais, melainkan tanggung jawab DPRD Tingkat II Bantul, maka
putusan Mahkamah Militer Agung harus dibatalkan.
Klasifikasi : Tentang Penipuan, Pasal 378 KHUP ( No. 58 K/ MIL/ 2002 )
Bahwa unsur merugikan orang lain (Saksi 2) yang dilakukan terdakwa tidak terbukti,
karena terdakwa tidak pernah menerima uang dari Saksi- 1 sejumlah Rp. 66.500.000,-
sebab yang diterima terdakwa adalah Rp. 2.500.000,- sebagai uang panjar untuk perjanjian
jual beli satu unit mobil, yang dikatagorikan sebagai perkara perdata, sehingga putusan
Mhmil harus dibatalkan.

Pembuat Kidah Hukum


ttd
Surawardi dahlan, SH.

KAIDAH HUKUM TATA USAHA NEGARA

Klasifikasi : Tentang P a j a k ( No. 01/B/ PK/PJK/ 2003 )

Bahwa mengenai ketentuan PPN berdasarkan Pasal II UU No. 11 tahun 1994 berlaku
Azas Lex Generalis bagi perusahaan kena pajak pada umumnya (pasal II huruf a) dan
berlaku Azas Lex Spesialis bagi pengusaha kena pajak dibidang Pertambangan Migas,
Pertambangan Umum termasuk panas bumi dan pertambangan lainnya (pasal II huruf
b). Oleh karenanya putusan Pengadilan Pajak yang mendasarkan pasal II huruf a UU
No. 11 tahun 1994 atas pengusaha kena pajak berdasarkan Azas Lex Spesialis adalah
telah salah dalam menerapkan hukum.
Pembuat Kidah Hukum
ttd
Dedi Waryoman
Sumber data :
Yurisprudensi Mahkamah Agung RI, 2004

HIMPUNAN KAIDAH HUKUM TAHUN 2005

KAIDAH HUKUM PERDATA AGAMA :

I. Klasifikasi : tentang Hibah ( No. 27 K/Ag/Sip/ 2002 )

Bahwa seseorang yang mendalilkan mempunyai hak atas tanah berdasarkan Hibah, harus
dapat membuktikan kepemilikan atas hibah tersebut sebagai dimaksud oleh pasal 210 ayat
(1) KHI dan apabila berdasarkan hibah maka segera tanah tersebut dibalik namakan, atas
nama penerima hibah, jika tidak demikian kalu timbul sengketa dikemudian hari, maka
status tanah tersebut tetap seperti semula kecuali benar-benar dapat dibuktikan perubahan
status kepemilikannya.

II. Klasifikasi : Cerai Gugat/ Harta Bersama ( No. 253K/AG/2002 )


Bahwa penggabungan beberapa tuntutan dari penggugat dapat dibenarkan sepanjang
gabungan tuntutan perceraian dengan segala akibat hukumnya sebagaimana diatur dalam
pasal 86 UU No. 7 Tahun 1989 sedangkan tuntutan lainnya yang tidak diatur dalam pasal
tersebut cukup dinyatakan tidak dapat diterima, tidak seharusnya keseluruhan gugatan
Penggugat dinyatakan tidak dapat diterima dengan alasan obscuur libel.

III. Klasifikasi : Waris didalmnya terdapat Hibah ( No. 75 K/AG/2003)


Bahwa sebelum menerpkan pasal 210 ayat (1) KHI maka terlebih dahulu harus dijelaskan
oleh Penggugat jumlah harta keseluruhannya sehingga dapat ditentukan apakah hibah
tersebbut melampaui batas 1/3 harta penghibah atau tidak.

IV. Klasifikasi : Cerai Thalak ( No. 280 K/AG/2004 )


Bahwa apabila telah terjadi perceraian, maka akibat perceraian harus ditetapkan sesuai
dengan kebutuhan hidup minimum berdasarkan keputusan dan keadilan, dan untuk
menjamin kepastian dan masa depan anak perlu ditetapkan kewajiban suami untuk
membiayai nafkah anak-anaknya.

Pembuat Kaidah Hukum


ttd
Timur Abimanyu, SH.MH.

KAIDAH HUKUM PERDATA

I. Klasifikasi : Tentang Pemilihan Anggota DPRD ( No. 2985 K/Pdt/Sip/2001 )

Gugatan dinyatakan tidak dapat diterima pada saat gugatan diajukan subjek yang digugat
sudah dibubarkan lebih dahulu.

II. Klasifikasi : Tentang Tanah ( No. 1588 K/Pdt/Sip/2001 )

- Sertifikat tanah yang terbit lebih dahulu dari akta jual beli, tidak berdasarkan hukum dan
dinyatakan batal. Penerbitan Sertifikat Tanah tanpa ada pengajuan permohonan dari
pemilik adalah tidak sah
III. Klasifikasi : Tentang Hukum Acara ( No. 626 K/Pdt/Sip/2002)

Surat kuasa yang dilegalisir oleh Panitera selaku pejabat publik di pengadilan maka
legalitas dari surat kuasa dapat dibenarkan dan surat kuasa dinyatakan sah.

IV. Klasikasi : Tentang Perlawanan Terhadap Penetapan Eksekusi Putusan Arbiter ( No.
2773 K/Pdt/Sip/2002 )

Permohonan Perlawanan untuk membatalkan putusan Arbiter adalah cacat formil bila
diajukan melebihi tenggang waktu 30 hari.

V. Klasikasi : Tentang Perlawanan Terhadap Penetapan Eksekusi Putusan Arbiter ( No.


252 K/Pdt/Sip/2002 )

- Pemenang lelang dinyatakan tidak beritikad baik dan tidak mendapat perlindungan
hukum jika pemenang lelang ternyata adalah kreditur sendiri yang membeli dengan
harga jauh lebih rendah dari agunan,.

- Jual Beli Tanah jika tidak dikuti dengan penyerahan tanah dan uang penjual dipakai
untuk membayar hutang kepada pembeli selisihnya sangat besar, jumlah tersebut
direkayas dan dinyatakan cacat hukum.

VI. Klasikasi : Tentang Waris ( No. 445 K/Pdt/Sip/2002 )

Orang melanjutkan segala kewajiban dari orang yang meninggal sesuai dengan keterangan
kepala desa dan Banjar Adat dan Mengabenkan yang meninggal tersebut, terbukti sebagai
anak angkat dan berhak mewaris harta peninggalan.

VII. Klasikasi : Tentang Perikatan ( No. 1506 K/Pdt/Sip/2002 )

Purchase Orde yang ditanda tangani oleh kedua belah pihak yang mengikatkan diri
merupakan kesepakatan sehingga berlaku sebagai Undang-Undang yang mengikat kedua
belah pihak.

VIII. Klasikasi : Tentang Perlawanan Terhadap Penetapan Eksekusi Putusan Arbiter ( No.
880 K/Pdt/Sip/2003 )

Pengadilan Negeri tidak berwenang mengadili sengketa kepengurusan partai yang


merupakan masalah internal partai
Pembuat Kidah Hukum
ttd
Klementina Siagian, SH.

KAIDAH HUKUM PERDATA NIAGA

I. Klasifikasi : Tentang Utang ( No. 01 PK/N/Sip/2004 )


Bahwa menurut pasal 82 UU No. I/1995
Direksi (ic Termohon Pailit II)
Bertanggung jawab penuh atas pengurusan perseroan untuk kepentingan dan tujuan
perseroan serta mewakili perseroan baik didalam maupun diluar Pengadilan karena itu
Termohon Pailit II pribadi tidak dapat dimintakan pertanggung jawaban atas perbuatan
yang dilakukannya mewakili Termohon Pailit I ( PT.KAWI) didalam atau diluar
pengadilan, dengan demikian putusan yang dimohonkan PK harus dibatalkan karena telah
melakukan kesalahan berat dalam penerapan hukum (Pasal 286 ayat (2) b. UUK.
II. Klasifikasi : Tentang Novum ( Bukti Baru ) No. 09 K/ N/2004 )
Bahwa dari bukti PK 3 (kesejahteraan bersama antara Debitur dengan Kreditur) dan bukti
PK 5d (kuitansi pelunasan pembayaran oleh Direktur kepada Kreditur) yang baru
ditemukan oleh Debitur pada tangal 10 Februari 2004, sehingga Kreditur tidak lagi menjadi
Kreditur dari Debitur. Dengan demikian syarat sekurang-kurangnya mempunyai dua
kreditur dari debitur sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 1 ayat (1) UUK tidak terbukti
dan dalam hal ini diketahui pada tahap pemeriksaan kasasi maka putusan kasasi akan
berbeda.

III. Klasikasi : Tentang Pembatalan Perdamaian ( No. 01 PK/N/2003 )

Bahwa pasal 276 UUK memberikan kemungkinan bagi kreditur untuk memohonkan
pembatalan perdamaian yang telah disahkan sebagaimana yang di maksud dalam pasal 160
dan pasal 161 UUK terhadap permohonan pembatalan perdamaian tersebut hakim dapat
menolak ataupun mengabulkannya dengan menyatakan pasalnya perdamaian dan sekaligus
menyatakan Debitur Pailit. Oleh karena telah dialihkan oleh kreditur dan tidak
dibantah oleh Debitur maka terbukti benar bahwa Debitur telah tidak memenuhi isi
perdamaian tersebut. Sehingga permohonan pembatalan perdamaian dapat dikabulkan dan
Debitur dinyatakan pailit.

Pembuat Kidah Hukum


ttd
Saar Sujiana, SH.

KAIDAH HUKUM PIDANA

I. Klasifikasi : Tentang Korupsi ( No. 830 K/PID/2003 )

Judex Factie sudah tepat dan benar dapat membuktikan bahwa terdakwa bersalah
melakukan penyalah gunaan BLBI secara bersam-sama dengan Sdr. Wiryatin Nusa (Kepala
Cabang KPO PT.Bank Umum Servitia Tbk ).

II. Klasifikasi :Tentang Pemilikan Senjata Api, Bahan Peledak(No. 38 PK/PID/2003)


Terdapat kekeliruan atau kehilapan yang nyata karena judec Fatie dalam pertimbangan
hukumnya sama sekali tidak mempertimbangkan prinsip keadilan bagi Pemohon
Peninjauan Kembali.

IV. Klasifikasi : Tentang Harta Kekayaan ( No. 218 K/PID/2004 )


- Bahwa Judex Factie telah salah menerapkan hukum.
- Bahwa Jydex Factie dengan melawan hak tidak mempertimbangkan secara cermat alat
bukti berupa surat-surat yang diajukan di muka persidangan.
- Bahwa yang berwenang memeriksa dan memutus perkara adalah raunglingkup
kewenangan Peradilan Perdata

V. Klasifikasi : Tentang Pelanggaran HAM ( No. 45 PK/HAM.AD HOC/2004 )

Terpidana/Pemohon Peninjauan Kembali dalam permohonannya mengajukan “bukti baru


(Novum) berupa Putusan Mahkamah Agung – RI yang berkekuatan hukum tetap bahwa
terdakwa Bupati kovalima dan Bupati Liquisa serta panglima PP I sebagai bawahan
Gubernut (Terpidana) dinyatakan “tidak terbukti” melakukan tindak pidana Pelanggaran
HAM Berat ex pasal 42 UU No. 26 Tahun 2000.

VI. Klasifikasi : Tentang Psikotropika/Narkotika ( No. 1572 K/PID/2001 )

- Judex Factie tidak membuat pertimbangan yang disun secara ringkas mengenai fakta
dan keadaan serta alat pembuktian yang diperoleh dan pemeriksaan di sidang yang
menjadi dasar penentu kesalahan terdakwa : Pasal 197 (1) Sub (d).

Pembuat Kidah Hukum


ttd
Eko Nugroho, SH

KAIDAH HUKUM PIDANA MILITER

I. Klasifikasi : Tentang Penggelapan ( No. 17 K/MIL/ 2004 )


Bahwa oleh karena masalah pokok dalam perkara ini adalah masalah utang piutang
dengan jaminan, maka dengan demikian permasalahan tersebut adalah termasuk dalam
ruang lingkup peradilan perdata, sehingga peradilan pidana tidak berwenang
mengadilinya dan oleh karenannya putusan Pengadilan Militer Tinggi II Yogyakarta dan
Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta harus dibatalkan.
II. Klasifikasi : Tentang Perkawinan Ganda ( No. 01 PK/MIL/ 2003 )
Bahwa oleh karena perkawinan Terdakwa dengan Yuniar tidak sah karena tidak ada
Wali dan Saksi, maka unsur-unsur dari dakwaan pasal 279 tidak terpenuhi, sehingga
putusan Mahkamah Agung jo putusan Mahkamah Militer Tinggi II Surabaya jo putusan
Mahkamah Militer III-16 Ujung Pandang harus dibatalkan.

Pembuat Kidah Hukum


ttd
Surawardi dahlan, SH.

KAIDAH HUKUM TATA USAHA NEGARA

I. Klasifikasi : Tentang Perburuhan ( No. 489 K/ TUN/ 2001 )

Pemberian izin oleh Badan/Pejabat Tata Usaha Negara terhadap suatu perusahaan
lain yang masih memiliki izin (izinnya belum dicabut) adalah melanggar azas-azas
umum Pemerintah yang baik, karena pemberian izin seperti itu bersifat fiktif negatif.
II. Klasifikasi : Tentang Kepegawaian ( No. 136 K/TUN/ 2003 )
Bahwa Peradilan Tata Usaha Negara tidak berwenang untuk menentukan bentuk jenis
hukum disiplin terhadap Pegawai Negeri Sipil, melainkan kewenangan tersebut
sepenuhnya berada pada Pejabat Tata Usah Negara.
.III. Klasifikasi : Tentang Perburuhan ( No. 117 K/TUN/ 2003 )
Bahwa Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang dilakukan oleh Pengusaha Bank
Internasional Indonesia (BII) terhadap saudara MI Tobing tanpa seijin P4P, padahal
pekerja yang bersangkutan sudah menjadi pekerja waktu tidak tertentu (pekerja tetap),
disamping itu dasar Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karena ketidak
mampuan/ketidak disiplinan harus dibuktikan terlebih dahulu.
IV. Klasifikasi : Tentang Perseroan Terbatas ( No. 209 K/TUN/ 2004 )
Suatu Perseroan Terbatas (PT) yang bertindak sebagai pembeli atas Perseroan
Terbatas (PT) lain, tidak mempunyai kwalitas atau standing untuk menggugat suatu
Keputusan Tata Usah Negara yang menyangkut Perseroan Terbatas (PT) yang akan
dibelinya itu, sepanjang Perseroan Terbatas (PT) pembeli belum melunasi seluruh
harga pembelian sebagimana yang diperjanjikan.
V. Klasifikasi : Tentang Hak Uji Materiil ( No. 10P/HUM/ 2003 )
Bahwa Keputusan Menteri Keuangan RI No. 453/KM.041202 tanggal 30 Oktober 2002
tentang Tata Laksana Kepabeanan di Bidang Impor tidak sah dan tidak berlaku untuk
umum, karena Keputusan Menteri Keuangan tersebut bertentangan dengan peraturan
perundang-undangan yang lebih tinggi, yakni : Keputusan RI No. 102 Tahun 2001
pasal 21 huruf I.

Pembuat Kidah Hukum


ttd
Dedi Waryoman, SH.

HIMPUNAN KAIDAH HUKUM TAHUN 2008

KAIDAH HUKUM PERDATA AGAMA

I. Klasifikasi :Izin Perkawinan ( No. 249 K/Ag/Sip/1996 )


- Bila dalam perkara yang pihak termohonnya sakit ingatan, maka untuk mewakili
kepentingannya dalam perkara bisa diwakili oleh orang tuanya sebagai wali dari
Termohon;
- Dalam perkara izin poligami, bila isteri tidak dapat dimintai persetujuannya, Pengadilan
dapat memberikan izin untuk beristeri lebih dari seorang (poligami) tanpa persetujuan
isterinya tersebut sebagaimana dimaksud Pasal 58 ayat (3) Kompilasi Hukum Islam ;

II. Klasifikasi : Waris Mal Waris ( No. 332 K/Ag/Sip/2003 )


1. Dalam membagi harta warisan harus disebutkan secara jelas orang-orang yang berhak
menjadi ahli waris dan bagian masing-masingnya.
2. Apabila dilakukan hibah kepada pihak lain terhadap harta warisan yang belum
dibagikan kepada ahli waris, maka hibah tersebut batal demi hukum karena salah satu
syarat hibah adalah barang yang dihibahkan harus milik pemberi hibah sendiri, bukan
merupakan harta warisan yang belum dibagi dan bukan pula harta yang masih terikat
dengan suatu sengketa.
3. Hibah yang dilakukan oleh orang-orang non muslim, maka hibah tersebut
tidak dilakukan berdasarkan Hukum Islam.Oleh karenanya, untuk menilai sah tidaknya
hibah tersebut, bukan merupakan kewenangan Pengadilan Agama.
III. Klasifikasi : Waris Mal W aris ( No. 32 K/ Ag/Sip /2002 )
1. Dalam perkara sengketa waris mal waris, tidak perlu ditetapkan taksiran harga dan
penunjukkan objek sengketa yang menjadi bagian masing-masing, karena harga tersebut
dapat berubah pada saat eksekusi.
2. Untuk membagi harta peninggalan yang di dalamnya terdapat harta bersama, maka
harta bersama harus dibagi terlebih dahulu, dan hak pewaris atas harta bersama tersebut
menjadi harta warisan yang harus dibagikan kepada ahli waris yang berhak.

IV. Klasifikasi : Cerai Thalak ( No. 608 K/ Ag/Sip /2003 )

1. Gugatan rekonvensi yang diajukan oleh kuasa Termohon dalam perkara cerai talak
yang melampaui batas kewenangan yang diberikan kepadanya, sebatas mengenai akibat
perceraian, dapat dikabulkan secara ex officio.
2. Kewajiban seorang ayah untuk memberi nafkah kepada anaknya adalah lil intifa'
bukan li-tamlik, maka kela1aian seorang ayah yang tidak memberikan nafkah kepada
anaknya (nafkah madhiyah anak) tidak dapat digugat.
3. Jumlah ni1ai mut'ah, nafkah, maskan dan kiswah selama masa iddah serta nafkah
anak harus memenuhi kebutuhan hidup minimum, berdasarkan kepatutan dan rasa
keadilan sesuai ketentuan KHI dan perundang undangan yang berlaku.

V. Klasifikasi : Cerai Thalak ( 299 K/ Ag/Sip/ 2003 )


1. Keterangan dua orang saksi dalam sengketa cerai talak yang hanya menerangkan suatu
akibat hukum (Rechts Gevolg), mempunyai kekuatan hukum sebagai dalil pembuktian
untuk itu harus dipertimbangkan secara cermat.
2. Alat bukti berupa keterangan saksi harus memenuhi azas klasifikasi "Unus testis nullus
testis", sebagai azas yang berlaku dalam hukum acara sesuai dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku.

VI. Klasifikasi : Harta Bersama (No. 90 K/Ag/Sip/2003 )


1. Dalam menangani kasus harta bersarma harus dirinci terlebih dahulu antara harta
yang diperoleh selama perkawinan dan harta milik pribadi (harta bawaan, hadiah,
hibah, warisan).
2. Objek sengketa yang tidak dapat dibuktikan harus dinyatakan ditolak, sementara objek
sengketa yang obscuur libel harus dinyatakan tidak dapat diterima. Dan untuk
membedakan gugatan yang ditolak harus ditulis secara lengkap.

Pemuat Kaidah Hukum


ttd
Timur Abimanyu, SH.MH.

KAIDAH HUKUM PERDATA

I. Klasifikasi : Tentang Tanah ( No. 2671 K/Pdt/Sip/2001 )

Meski Kedudukan Para Penggugat berbeda, tetapi sama-sama berkepentingan atas objek
sengketa, demi tercapainya peradilan yang cepat, murah dan biaya ringan beralasan para
penggugat secara bersama-sama dan sekaligus mengajukan gugatan.

II. Klasifikasi : Tentang NEBIS IN IDEM ( No. 1226 K/Pdt/Sip/2001 )

Meski Kedududukan subyeknya berbeda, tetapi obyek sama dengan perkara yang telah
diputus terdahulu dan berkekuatan hukum tetap, maka gugatan dinyatakan NEBIS IN
IDEM.
III. Klasifikasi : Tentang Hubungan Keluarga ( No. 126 K/Pdt/Sip/2001 )

Bila terjadi perceraian, anak yang masih di bawah umur pemeliharaannya seyogyanya
diserahkan pada orang terdekat dan akrab dengan si anak yaitu ibunya.

IV. Klasifikasi : Tentang Perjanjian ( No. 3642 K/Pdt/Sip/2001 )

- Dalam azas kebebasan berkontrak, hakim berwenang untuk mewakili dan menyatakan
bahwa kedudukan para pihak berada dalam yang tidak seimbang, sehingga sengketa
pihak dianggap tidak bebas menyatakan kehendaknya.

- Dalam perjanjian yang bersifat terbuka, nilai-nilai hukum yang hidup dalam masyarakat
sesuai dengan Keputusan Keadilan, perikemanusiaan dapat dipakai sebagai upaya
perubahan terhadap ketentuan-ketentuan yang disepakati dalam perjanjian.

V. Klasifikasi : Tentang Sewa Menyewa ( No. 294 K/Pdt/Sip/2001 )

Dalam hal bukti kepemilikan penggugat dapat dilimpahkan oleh bukti tergugat, maka
gugatan seharusnya tidak terbukti, bukan dinyatakan tidak beralasan karena itu gugatan
harus ditolak.

VI. Klasifikasi : Tentang Tanah ( No. 1400 K/Pdt/Sip/2001 )

- Barang jaminan hanya dapat dijual melalui lelang, Bank tidak berhak menjual sendiri.
Tanah yang dijaminkan pada Bank tanpa seijin pemilik,

- Pengalihan hak atas tanah berdasarkan Surat Kuasa mutlak adalah batal demi hukum.

- Bantuan terhadap pelaksanaan putusan, maka yang berwenang untuk memeriksa dan
memutus bantahan adalaha Pengadilan Negeri dalam wilayah hukumnya yang
menjalankan putusan.

VII. Klasifikasi : Tentang Persaingan Usaha ( No. 03K/KPPU/Sip/2002 )


Putusan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) yang menggunakan irah-
irah : “Demi Keadilan Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa adalah cacat hukum dan
dinyatakan baral demi hukum karena telah melampaui kewenangannya berdasarkan pasal
10 Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1970 dan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999.

Pembuat Kidah Hukum


ttd
Klementina Siagian, SH.

KAIDAH HUKUM PERDATA NIAGA

I. Klasifikasi : Tentang Kepailitan/Pelanggaran Atas UU No. 37 Th 2004.( No. 011


PK/N/Sip/2005)
Bahwa berdasarkan bukti P.3 yang diajukan oleh pemohon dihubungkan dengan bukti PK-
1 (perjanjian Pengalihan Piutang akta Nitaris tanggal 25 Frbruari 2005) yang diajukan
oleh pemohon Peninjauan Kembali/ Termohon I, terbukti bahwa Termohon II telah
mengalihkan piutang (Cessie) kepada Termohon I (lihat Pasal 1 perjanjian pengalihan
piutang bukti PK-1).

II. Klasifikasi : Tentang Pembatalan Hak Cipta/HAK CIPTA ( No. 012 K/ PK/ N/ HAKI/
2005 )
Bahwa Penggugat I secara faktual didirikan oleh Sekolah Cipta Era Sejahtera pada tahun
1929 selaku pencipta Logo Sejahtera yang pendirinya diambil dari mantan Pengurus
Sekolah (Manta Kepala Sekolah Sejahtera ataupun Alumni Sekolah Cipta Era Sejahtera
dan kepada Penggugat I diberikan Hak dan Izin atas pendirinya.

III. Klasifikasi : Tentang Pembatalan Merek / Merek Bocafe ( No. 06 PK/ N/ HAKI/ 2004 )
Bahwa oleh karena tidak terbukti adanya itikad baik dari Tergugat dalam pendaftaran
merek miliknya tersebut dan dengan demikian merek Bon Café dan Logo Milik tergugat
tidak bertentangan dengan Ketertiban Umum.

IV. Klasifikasi : Tentang Utang ( No. 011 K/PK/N/2001 )


Bahwa walaupun pemohon pailit adalah penerima Fiducia sebagai Kreditur ia dapat
mengajukan permohonan pernyataan pailit ke Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri
Jakarta Pusat tanpa harus melaksanakan haknya atas jaminan Fiducia tersebut, sehingga
putusan yang domohonkan PK harus dibatalkan dan MA akan mengadili kembali.

V. Klasifikasi : Tentang Utang/Gugatan Kepailitan ( No. 04 K/PK/N/Sip/2005 )

Bahwa PT. Palysindo (Pemohon PK) mengaku mempunyai kewajiban Unseconed


Comunicial Papper lebih dari $ 400.000.000 (empat ratus juta dolar) kepada para kreditur
termasuk BPPN pengakuan ini menunjukkan bahwa Pemohon PK mempunyai lebih dari
dua kreditur salah satunya adalah bukti F.C Surat Bank Lippo 11 Oktober 2004 dan 23
November 2004.
Pembuat Kaidah Hukum
ttd
Saar Sujiana, SH.

KAIDAH HUKUM PIDANA

I. Klasifikasi : Tentang Harta Kekayaan ( No. 27 PK/PID/2003 )

Putusan judex factie Kasasi telah salah dalam menerapkan hukum, dalam pertimbangan
hukumnya, bahwa pembuktian terhadap unsur memperdaya publik atau seseorang, namun
seseorang tersebut tidak pernah didengar keterangnnya dimuka persidangan, keterangan
saksi yang didengar dari orang lain harus dikatagorikan sebagai Testimonium De Auditu
dan karenanya tidak dapat dijadikan alat bukti ;

II. Klasifikasi : Tentang Harta Korupsi ( No. 1900 K/PID/2002 )

Judex Factie tidak salah menerapkan hukum, penilaian hasil pembuktian yang bersifat
penghargaan tentang suatu kenyataan tidak dapat dipertimbangkan dalam pemeriksaan
pada tingkat kasasi.
III. Klasifikasi : Tentang Narkotika ( No. 202K/PID/2001)

Judex Factie tidak repat dalam mempertimbangkan dakwaan Jaksa/Penuntut Umum


sebagaimana yang termuat dalam surat dakwaan, karena dalam surat dakwaan
Jaksa/Penuntut Umum menyebutkan bahwa ganja bukan tanaman, akan dapat
menimbulkan kerancuan pengertian, yang berakibat dakwaan menjadi kabur, bahwa
dakwaan yang tidak jelas/kabur harus dinyatakan batal demi hukum ;

Pembuat Kidah Hukum


ttd
Eko Nugroho, SH.

KAIDAH HUKUM PIDANA MILITER

I. Klasifikasi : Tentang Narkotika ( No. 13 K/MIL/ 2001 )


Bahwa oleh karena Mahkamah Tinggi Militer I Medan tidak menjatuhkan hukuman
denda terhadap terdakwa, sedangkan hukuman dalam perkara Psikotropika bersifat
kumulatif, maka Putusan Mahkamah Militer Tinggi I Medan harus dibatalkan ;

II. Klasifikasi : Tentang Penganiayaan ( No. 02 K/MIL/ 2002 )


Bahwa pemidanaan yang diberikan Judex Factie (Mahkamah Tinggi Militer) tidak
memperhatikan tujuan pemidanaan karena dinilai terlalu berat, sebab sikap penyesalan
twerdakwa atas perbuatannya sebagai hal yang meringankan, sehingga anasir mencakup
ketertiban masyarakat keamanan masyarakat, serta reahbilitasi perlu dikedepankan
sebagimana yang telah dipertimbangkan Judex Factie, sehingga putusan Mahkamah
Militer Tiggi harus dibatalkan ;

Pembuat Kidah Hukum


ttd
Surawardi dahlan, SH.

KAIDAH HUKUM TATA USAHA NEGARA

I. Klasifikasi : Tentang Hak Guna Bangunan ( No. 330 K/ TUN/ 2001 )

Bahwa oleh karena obyek gugatan tersebut rata-rata sekitar tahun 1987, sedangkan
gugatan diajukan ke Pengadilan Tata Usaha Negara Bandung tanggal 26 Januari
2000. Sehingga telah melewati tenggang waktu 90 hari sebagaimana yang diatur oleh
pasal 55 Undang-Undang No. 5 tahun 1987.

II. Klasifikasi : Tentang Kepegawaian ( No. 145 K/ TUN/ 2002 )


Bahwa berdasarkan Undang-Undang Kepegawaian masalah tanggal berlakunya
pangkat adalah wewenang pejabat administrasi yang bersangkutan, namun demikian
hal ini tidak berakibat batalnya Putusan Pengadilan Tinggi dan cukup dilakukan
perbaikan saja.
Pembuat Kidah Hukum
ttd
Rakidi

Sumber data : Yurisprudensi Mahkamah Agung RI 2007


ISBN : 978-979-8512-46-4