Anda di halaman 1dari 5

KERANGKA ACUAN KER3A

KAMAN SISTEM MANAJEMEN PRODUKSI BAGI PERUSAHAAN JASA


KONSTRUKSI

1. LATAR BELAKANG
Dari hasil Kajian Dampak Liberalisasi Jasa Konstruksi terdeteksi tentang
rendahnya daya saing penyedia jasa konstruksi domestik. Indikatomya yang
membuat lemahnya daya saing secara total adalah sistem manajemen dalam
perusahaan, sehingga perlu dikaji bagaimana meningkatkan indeks daya saing
melalui sistem manajemen produksi ini.
Dengan mengetahui sistem manajemen produksi diharapkan suatu perusahaan
jasa pelaksana konstruksi dapat mengetahui secara mandiri ape yang harus
dilakukan oleh dirinya sendiri dalam menanggulangi pekedaan konstruksi.

2. MAKSUD, TUJUAN DAN SASARAN

Maksud
Maksud paket pekerjaan ini adalah melakukan kajian terhadap sistem
manajemen produksi BUJK guns mendapatkan strategi peningkatan kinerja
sistem manajemen produksi perusahaan jasa konstruksi.

Tujuan
Tujuan dari paket pekerjaan ini adalah untuk meningkatkan produktivitas BUJK.

Sasaran
Sasaran dari paket pekedaan ini adalah tersusunnya standar sistem
manajemen produksi perusahaan jasa konstruksi yang dapat dipergunakan
sebagai salah satu syarat dalam menentukan klasifikasi suatu perusahaan di
dalam Sertifikasi Badan Usahanya.

3. NAMA DAN ORGANISASI PENGGUNA 3ASA


Satuan Keda Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Pusat Pembinaan
Usaha Konstruksi, Badan Pembinaan Konstruksi dan Sumber Daya Manusia,
Departemen Pekerjaan Umum, Jalan Pattimura No. 20 Kebayoran Baru Jakarta
Selatan.

4. SUMBER PENDANAAN
Biaya pelaksanaan paket pekedaan sebesar Rp 535.400.000 ,- (Lima Ratus
Tiga Puluh Lima Juta Empat Ratus Ribu Rupiah) termasuk PPN, APBN Mumi.
Dibebankan pads DIPA Satuan Kerja Badan Pengembangan Sumber Daya
Manusia, Kegiatan Penyelenggaraan Administrasi dan Pembinaan Teknis
Penelitian Pekerjaan Umum (Kode 01.01.13.4212), Tahun Anggaran 2008.
5. LINGKUP, LOKASI KEGIATAN, DATA DAN FASILITAS, SERTA ALIH
PENGETAHUAN

5.1. Lingkup Kegiatan


Lingkup kegiatan paket ini meliputi :
1. Review terhadap hasil studi Kajian tentang Dampak
Liberalisasi Perdagangan terhadap Jasa Konstruksi Nasional;
2. Kaji ulang parameter penyusun sistem manajemen
produksi yang ada, dengan mengadakan penambahan dan revisi
apabila diperlukan;
3. Mengidentifikasi parameter penyusun sistem
manajemen produksi, menyusun langkah-langkah yang diperlukan
untuk meningkatkan sistem manajemen produksi;
4. Analisis bentuk-bentuk perkuatan yang dilakukan
dalam rangka peningkatan sistem manajemen produksi;
5. Penyusunan standar acuan baku sistem manajemen
produksi bagi perusahaan jasa pelaksana konstruksi;
6. Penyusunan dan Pembahasan Rekomendasi Kegiatan
selanjutnya yang dapat diimplementasikan di lapangan

5.2. Lokasi Kegiatan


Kegiatan ini dilakukan di Jakarta sebagai kantor pusat kegiatan dengan
pelaksanaan kegiatan di Jawa Timur, Bali, Jawa Tengah, Sulawesi
Selatan, Kalimantan Timur, Sumatera Utara, Maluku.

5.3. Data dan Fasilitas

1. Penyediaan oleh pengguna jasa


a. Laporan dan Data
Pengguna Jasa menyediakan laporan dan data hasil studi-studi
terdahulu yang terkait.

b. Akomodasi dan Ruangan Kantor


Pengguna Jasa tidak menyediakan akomodasi dan ruangan
kantor. Akomodasi dan Ruangan Kantor harus disediakan sendiri
oleh Penyedia Jasa.

c. Staf Pengawas/Pendamping
Pengguna Jasa akan mengangkat petugas atau wakil yang
bertindak sebagai pengawas atau pendamping, atau project officer
(PO) dalam rangka pelaksanaan pekerjaan ini.

d. Fasilitas yang Disediakan


Pengguna Jasa tidak menyediakan fasilitas dalam pelaksanaan
pekerjaan ini.
Biaya langsung non personil yang dapat diganti yang sebenarnya
dikeluarkan oleh konsultan untuk pengeluaran - pengeluaran
sesungguhnya/sesuai pengeluaran (at cost) meliputi :
- Biaya komunikasi
- Sewa komputer
- Sewa printer
- Peralatan kantor
- Bahan komputer

2. Penyediaan oleh penyedia jasa


Penyedia Jasa harus menyediakan dan memelihara semua fasilitas
dan peralatan yang dipergunakan untuk kelancaran pelaksanaan
pekedaan yang dilakukan dengan cara sewa.

5.4. Alih Pengetahuan


Dilakukan dengan melakukan pertemuan pembahasan yang terkait
dengan substansi pekerjaan dan dilakukan secara berkala selama jangka
waktu pelaksanaan kegiatan.
Dalam alih pengetahuan ini semua tenaga ahli yang terdapat dalam
kontrak kerja ini harus dilibatkan untuk melakukan diskusi guna
memberikan pengetahuannya dan terekam dalam laporan Penyedia jasa.

6. METODOLOGI
Metoda yang digunakan dalam pelaksanan pekerjaan ini adalah metode
deskriptif (metode kualitatif).

7. JANGKA WAKTU PELAKSANAAN


Jangka waktu pelaksanaan kegiatan adalah 6 (enam) bulan kalender.

8. TENAGA AHLI

Jumlah dan kualifikasiTenaga Ahli


Kegiatan ini memerlukan layanan keahlian sebagai berikut :
1. Satu orang Team Leader berlatar belakang pendidikan S2 di bidang Teknik
Sipil (bersertifikat tenaga ahli di bidang teknik sipil), berpengalaman
minimal 7 (tujuh) tahun di bidang manajemen konstruksi serta diutamakan
yang pernah memimpin cabang dari suatu perusahaan konstruksi atau
setidak - tidaknya pernah bertugas pada level top manajemen
perusahaan, bertugas mengkoordinasikan seluruh rangkaian pekerjaan
dan bertanggung jawab atas penyelesaian dan hasil pekedaan, serta
melakukan penelitian dan analisis masalah dari aspek manajemen
konstruksi.
2. Satu orang Ahli Teknik Industri berlatar belakang pendidikan minimal S1
Teknik Industri, berpengalaman minimal 6 (enam) tahun dibidangnya,
bertugas membantu Team Leader dalam melakukan analisa berbagai
aspek teknik industri.
3. Satu orang Ahli Pemasaran berlatar belakang pendidikan S1,
berpengalaman minimal 6 (enam) tahun di bidangnya, bertugas
membantu Team Leader dalam melakukan penelitian dan analisis
masalah dari aspek pemasaran.
4. Satu orang Ahli Manajemen SDM berlatar belakang pendidikan S1,
berpengalaman minimal 6 (enam) tahun di bidangnya, bertugas
membantu Team Leader dalam melakukan penelitian dan analisis
masalah dari aspek manajemen SDM.
5. Satu orang Ahli Statistik berlatar belakang pendidikan S1 ilmu Statistik,
berpengalaman minimal 6 (enam) tahun di bidang statistik, bertugas
membantu Team Leader dalam melakukan penelitian dan analisis
masalah dari aspek statistik.

Jumlah Tenaga pendukung


Tenaga pendukung yang dibutuhkan adalah sebagai berikut :
1. Satu orang Sekretaris yang bertugas membantu Team Leader dalam hal
kesekretariatan.
2. Satu orang tenaga administrasi yang bertugas membantu Sekretaris
dalam tugas kesekretariatan.
3. Satu orang operator computer yang membantu Team dalam operasional
computer.
4. Satu orang office boy yang bertugas menangani kebersihan, pelayanan
dan keamanan kantor.

Posisi, Jumlah dan Waktu Penugasan Personil


Posisi, jumlah dan waktu penugasan personil konsultan adalah sebagai berikut:

Waktu
Posisi Jumlah
Penugasan

I. TENAGA AHLI
1. Team Leader (Teknik Sipil) 1 org 6 bulan
2. AhliTeknik Industri 1 org 6 bulan
3. Ahli Pemasaran 1 org 5 bulan
4. Ahli Manajemen SDM 1 org 5 bulan
5. Ahli Statistik 1 org 4 bulan

III.TENAGA PENDUKUNG
1. Sekretaris 1 org 6 bulan
2. Tenaga adminsitrasi 1 org 6 bulan
3. Operator komputer 1 org 6 bulan
4. Office boy 1 org 6 bulan
9. KELUARAN (OUTPUT)
Paket kegiatan ini diharapkan dapat memberikan keluaran (output berupa
dokumen standar acuan baku sistem manajemen produksi bagi perusahaan
jasa konstruksi.

10. MANFAAT (OUTCOME)


Paket kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat (outcome) untuk
Para pihak perusahaan jasa konstruksi lebih memahami dan mengetahui
sistem manajemen produksi sektor jasa konstruksi, dan bagi pemangku
kepentingan dapat menerapkan standar yang ada sebagai acuan peningkatan
kompetensi perusahaan.

11. RENCANA INPUT


Pekerjaan ini dilaksanakan secara kontraktual dengan tenaga pelaksana
menggunakan 5 (lima) orang tenaga ahli, dan 4 (empat) tenaga pendukung.
Kegiatan ini akan diselesaikan dalam waktu 6 (enam) bulan.

12. PELAPORAN
Laporan yang harus disiapkan oleh konsultan meliputi :
1. Laporan Pendahuluan (Inception Report) sebanyak 15 (lima belas)
eksemplar, diserahkan 1 (satu) bulan setelah penandatanganan kontrak
pekerjaan.
2. Laporan Antara (Interim Report) sebanyak 15 (lima belas) eksemplar,
diserahkan 3 (tiga) bulan setelah penandatanganan kontrak pekerjaan.
3. Konsep Laporan Akhir (Draft Final Report) sebanyak 15 (lima belas)
eksemplar, diserahkan 5 (lima) bulan setelah penandatanganan kontrak
pekerjaan.
4. Konsep Sistem Implementasi Manajemen Produksi bagi Perusahaan Jasa
Konstruksi dalam bentuk buku/hardcopy sebanyak 5 (lima) eksemplar.
5. Laporan Akhir (Final Report) sebanyak 15 (lima belas) eksemplar disertai
dengan Executive Summary sebanyak 5 (lima) eksemplar dan softcopy
sebanyak 5 (lima) keeping CD, Final Report diserahkan pada akhir masa
berlakunya kontrak.