Anda di halaman 1dari 3

NAMA : ARRY LAKSANA PUTRA

KELAS : TK-2C

PEMANTULAN DALAM SEMPURNA

Pemantulan adalah suatu proses ketika kita memandang suatu benda, cahaya dari benda tersebut
memantul dan merambat langsung ke mata kita. Karena itu kita dapat melihat benda tersebut. Sebagian
besar benda-benda yang kita lihat tidak memancarkan cahaya sendiri seperti bulan, manusia, kertas, dan
meja. Benda yang tidak memancarkan cahaya memantulkan cahaya dari sumber cahaya ke mata kita.
Dengan demikian, apa yang terlihat, secara langsung atau pokok akan tergantung pada sifat cahaya. Jika
suatu sinar datang dengan sudut datang lebih besar daripada sudut kritis maka sinar akan dipantulkan
seluruhnya oleh bidang batas medium. Peristiwa ini disebut pemantulan sempurna. Sudut kritis (qk) yaitu
sudut datang yang menyebabkan sinar dating dibiaskan sejajar dengan bidang batas medium (sudut bias =
90°). Penerapan hukum snellius pada pemantulan sempurna memenuhi persamaan seperti dibawah ini,
dengan mengetahui perbandingan indeks bias mutlak n1 dan n2 , sudut kritis cahaya dari suatu medium
dapat ditentukan.

Syarat terjadinya pemantulan sempurna

1. Sinar harus datang dari medium lebih ranpat ke medium yang lebih renggang.

2. Sudut datang lebih besar daripada sudut kritis.


Pemantulan Cahaya
Berdasarkan keadaan permukaan bidang pantulnya, pemantulan cahaya dapat dibagi dua, yaitu:

1. Pemantulan teratur, contohnya pada cermin

Pemantulan baur atau difus, contohnya pada kertas

Besarnya sudut kritis dapat dicari dengan rumus :

sin qk = (n2 / n1)

A.

menurut hukum Snellius,

sin i/sin r = n2/n1

sin r = (n1/n2) sin i

jika n2/n1 = sin i

maka sin r = 1

syarat minimum terjadi pemantulan sempurna jika r = 90°

karena harga mutlak sinus berada pada kisaran 0 dan 1, sehingga 0 ≤ n2/n1 ≤ 1 atau n1 > n2

B.

jika sin i > n2/n1 maka

sin r > (n1/n2) sin i

sin r > (n1/n2)(n2/n1)

sin r > 1 ⇒ tidak ada nilai r yang memenuhi, artinya tidak terjadi pembiasan cahaya.

C.

jika sin i < n2/n1 maka

sin r < (n1/n2) sin i

sin r < (n1/n2)(n2/n1)

sin r < 1 ⇒ dipenuhi oleh 0 < r < 90° pada kuadran pertama lingkaran (pada kuadran kedua juga berlaku,
tapi dalam hal ini cukup digunakan kuadran pertama saja), artinya terjadi pembiasan cahaya yang
memenuhi hukum Snellius.
Hukum pemantulan
 sinar datang, sinar pantul dan garis normal berpotongan pada satu titik dan berada pada satu
bidang datar
 sudut datang (i) sama dengan sudut pantul (r)

Pemantulan pada cermin datar


Sifat bayangan pada cermin datar adalah:
-) maya
-) sama besar dengan benda
-) tegak dan menghadap berlawanan arah dengan bendanya
-) jarak benda ke cermin sama dengan jarak bayangan ke cermin

Banyaknya bayangan (n) yang dibentuk oleh dua buah cermin datar yang membentuk sudut tertentu (a)
adalah : n = (360°/a)-1