Anda di halaman 1dari 25

PERATURAN AKADEMIK SMA NEGERI 3 MALANG

A. PELAKSANAAN PROSES PEMBELAJARAN


a. Proses Pembelajaran dilaksanakan dalam satu tahun pelajaran.
b. Satu Tahun Pelajaran dibagi menjadi dua semester.
c. Jumlah hari efektif untuk pelaksanaan proses pembelajaran dalam
satu tahun pelajaran sebanyak 263 hari, dengan pembagian
jumlah hari efektif pada semester 1 sebanyak 125 hari dan
semester 2 sebanyak 138 hari.

B. KEHADIRAN PESERTA DIDIK


a. Peserta didik wajib hadir mengikuti proses pembelajaran selama
satu tahun pelajaran untuk setiap tingkat.
b. Setiap peserta didik wajib hadir mengikuti proses pembelajaran
minimal 95% (6 hari) kehadiran dalam satu semester.
c. Dalam satu semester setiap peserta didik wajib hadir mengikuti
proses pembelajaran tatap muka sebanyak 53 Jam Pelajaran per
minggu;
d. Setiap peserta didik wajib mengikuti kegiatan pembelajaran yang
dilaksanakan di lapangan ( di luar kelas ) sesuai karakteristik Mata
pelajaran dan tuntutan Standar Isi setiap Mata Pelajaran.
e. Setiap peserta didik yang tidak dapat mengikuti proses belajar
mengajar di kelas dihitung masuk dalam kegiatan belajar
mengajar apabila mendapat dispensasi, di antaranya:
a. Mengikuti lomba mewakili sekolah, Kecamatan, Kota, Propinsi
maupun Negara.
b. Mengikuti rapat OSIS
c. Menghadiri upacara/kegiatan yang ditugaskan oleh OSIS dan
atau sekolah.
d. Mengikuti lomba/pertandingan seni/olahraga dari lembaga
resmi dengan dibuktikan dengan surat klubnya.
e. Mengerjakan sesuatu yang berkaitan dengan program sekolah
f. Persentase minimal kehadiran peserta didik digunakan sebagai
bahan pertimbangan dalam mengikuti ulangan akhir semester
(UAS) dan atau ulangan kenaikan kelas (UKK), kenaikan kelas, dan
kelulusan.

C. KETIDAKHADIRAN PESERTA DIDIK


1. Ketidakhadiran peserta didik dalam kegiatan proses pembelajaran
dapat disebabkan karena :
a. Sakit ( dibuktikan dengan surat keterangan
dokter/pemberitahuan langsung orang tua/wali )
b. Izin ( didahului dengan permohonan orang tua )
c. Ditugaskan oleh sekolah mengikuti kegiatan kurikuler dan
ekstrakurikuler.
d. Sengaja tidak mengikuti kegiatan pembelajaran ( membolos )
dan atau tanpa keterangan yang sah.

2. Setiap peserta didik yang tidak dapat mengikuti proses


pembelajaran karena sakit mengikuti ketentuan sbb.

PERATURAN AKADEMIK SMA NEGERI 3 MALANG TAHUN 2010/2011 1


a. Satu sampai tiga hari wajib mengirimkan surat izin yang
diketahui oleh orang tua/wali
b. Lebih dari tiga hari atau rawat inap wajib mengirimkan surat izin
yang diketahui oleh orang tua/wali dan dilampiri surat
keterangan dokter.
3. Setiap guru mata pelajaran boleh memberikan tugas individu atau
tugas kelompok kepada peserta didik dengan mempertimbangkan
hal-hal sbb.
a. Relevansi, urgensi, dan keterkaitannya dengan standar
kompetensi dan/atau dengan kompetensi dasar yang diajarkan
pada semester itu.
b. Waktu, teknis penyelesaian, dan produk tugas yang harus
dikumpulkan ditentukan berdasarkan kesepakatan antara
pendidik dan peserta didik.

D. KETENTUAN PELAKSANAN PENILAIAN


1. Penilaian hasil belajar peserta didik dilaksanakan secara terencana
dan berkesinambungan melalui berbagai kegiatan ulangan, Ujian,
dan Tugas Mandiri/Kelompok, yaitu dalam bentuk penugasan
mandiri terstruktur dan penugasan mandiri tidak terstruktur.

2. Pengertian Ulangan, Ujian dan Sertifikasi Internasional.


a. Ulangan adalah proses yang dilakukan untuk mengukur
pencapaian kompetensi peserta didik secara berkelanjutan
dalam proses pembelajaran, untuk memantau kemajuan,
melakukan perbaikan pembelajaran, dan menentukan
keberhasilan belajar peserta didik;
b. Jenis ulangan meliputi ulangan harian, ulangan tengah semester,
ulangan akhir semester, ulangan kenaikan kelas, dan ulangan
harian terprogram;
c. Ulangan harian adalah kegiatan yang dilakukan secara periodik
untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah
menyelesaikan satu Kompetensi Dasar atau lebih;
d. Ulangan harian terprogram adalah kegiatan yang dilakukan
secara periodik untuk mengukur pencapaian standar kompetensi
peserta didik yang tercantum dalam standar kompetensi lulusan.
Cakupan ulangan ini meliputi seluruh standar kompetensi lulusan
pada periode tersebut;
e. Ulangan tengah semester adalah kegiatan yang dilakukan oleh
pendidik untuk mengukur kompetensi peserta didik setelah
melaksanakan 8 – 9 minggu kegiatan pembelajaran. Cakupan
ulangan meliputi seluruh indikator yang mempresentasikan
seluruh KD pada periode tersebut;
f. Ulangan akhir semester adalah kegiatan yang dilakukan oleh
pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik
pada akhir semester. Cakupan ulangan akhir semester meliputi
seluruh indikator yang merepresentasikan semua KD pada
semester tersebut;
g. Ulangan kenaikan kelas adalah kegiatan yang dilakukan oleh
pendidik pada akhir semester genap untuk mengukur
pencapaian kompetensi peserta didik pada akhir semester

PERATURAN AKADEMIK SMA NEGERI 3 MALANG TAHUN 2010/2011 2


h. Ujian adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengukur
pencapaian kompetensi peserta didik sebagai pengakuan
prestasi belajar dan/atau penyelesaian dari suatu satuan
pendidikan;
i. Ujian nasional adalah kegiatan pengukuran pencapaian
kompetensi peserta didik pada beberapa mata pelajaran
tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan
teknologi dalam rangka menilai pencapaian Standar Nasional
Pendidikan;
j. Ujian sekolah adalah kegiatan pengukuran pencapaian
kompetensi peserta didik yang dilakukan oleh satuan pendidikan
untuk memperoleh pengakuan atas prestasi belajar dan
merupakan salah satu persyaratan kelulusan dari satuan
pendidikan. Mata pelajaran yang diujikan pada ujian sekolah
adalah mata pelajaran pada kelompok mata pelajaran ilmu
pengetahuan dan teknologi yang tidak diujikan pada ujian
nasional, dan aspek kognitif dan/atau psikomotorik untuk
kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, serta
kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian;
k. Sertifikasi Internasional.
Sertifikasi Internasional adalah ujian sertifikasi yang dilaksanakan
oleh Cambridge International Examination (CIE) di centre SMA
negeri 3 Malang pada level IGCSE (International General
Certificate on Secondary Education), AS – level (Advanced
Subsidiary level) dan A-level (Advanced level).

2. Pelaksanaan Ulangan Harian


a. Waktu dan teknis pelaksanaan ulangan harian
1) Ulangan harian dilaksanakan pada waktu pembelajaran
efektif oleh pendidik setelah menyelesaikan satu atau
lebih kompetensi dasar;
2) Pelaksanaan ulangan harian wajib diprogramkan oleh
pendidik dalam program semester;
3) Pelaksanaan ulangan harian harus memperhatikan
prinsip-prinsip penilaian, yaitu sahih (valid), obyektif,
terpadu, terbuka, menyeluruh dan berkesinambungan,
sistematik, menggunakan acuan kriteria dan akuntabel;
4) Pelaksanaan ulangan harian dapat menggunakan
berbagai teknik penilaian, yaitu tes, observasi,
penugasan, inventori, jurnal, penilaian diri, dan penilaian
antarteman yang sesuai dengan karakteristik kompetensi
dan tingkat perkembangan peserta didik;
5) Hasil ulangan harian dilaporkan kepada satuan
pendidikan dan peserta didik maksimum 4 hari setelah
pelaksanaan;
6) Analisis hasil ulangan harian dipergunakan untuk
menentukan program remedial dan pengayaan.

PERATURAN AKADEMIK SMA NEGERI 3 MALANG TAHUN 2010/2011 3


b. Peserta didik yang tidak mengikuti ulangan harian karena
alasan tertentu, dapat mengikuti ulangan harian susulan di
luar jam pembelajaran tatap muka dengan teknik penilaian
yang sama dengan ulangan harian utama.

3. Pelaksanaan Ulangan Harian Terprogram


a. Waktu dan teknis pelaksanaan ulangan harian terprogram
1) Ulangan harian terprogram dilaksanakan setiap hari
Sabtu yang penjadwalannya diatur oleh satuan
pendidikan, dilaksanakan oleh pendidik yang di bawah
koordinasi musyawarah guru matapelajaran (MGMP)
satuan pendidikan;
2) Pelaksanaan ulangan harian terprogram harus
memperhatikan prinsip-prinsip penilaian, yaitu sahih
(valid), obyektif, terpadu, terbuka, menyeluruh dan
berkesinambungan, sistematik, menggunakan acuan
kriteria dan akuntabel;
3) Cakupan ulangan harian terprogram adalah seluruh
standar kompetensi lulusan yang telah ditempuh oleh
peserta didik pada periode tersebut;
4) Pelaksanaan ulangan harian terprogram menggunakan
berbagai teknik penilaian tes obyektif;
5) Hasil ulangan harian terprogram dilaporkan kepada
satuan pendidikan dan peserta didik maksimum 1 hari
setelah pelaksanaan;
6) Analisis hasil hasil ulangan harian terprogram
dipergunakan untuk menentukan program
pembimbingan peserta didik dalam menghadapi ujian
nasional;
7) Nilai ulangan harian terprogram dimasukkan dalam
pengolahan nilai tugas individu;
8) Ulangan Harian Terprogram tidak ada program remidial.
b. Peserta didik yang tidak mengikuti ulangan harian
terprogram karena alasan tertentu, dapat mengikuti
ulangan harian terprogram susulan yang waktu
pelaksanaannya diatur oleh satuan pendidikan.

4. Pelaksanaan Ulangan Tengah Semester


a. Waktu dan teknis pelaksanaan tengah semester
1) Pelaksanaan ulangan tengah semester adalah setelah
proses pembelajaran berlangsung 8 -9 minggu sesuai
dengan kalender akademik yang diprogramkan oleh
satuan pendidikan;
2) Ulangan tengah semester dilaksanakan oleh pendidik di
bawah koordinasi satuan pendidikan dengan
membentuk panitia ulangan tengah semester yang
ditetapkan apada awal tahun pelajaran;
3) Cakupan ulangan tengah semester adalah seluruh
indikator yang mempresentasikan KD pada periode
tersebut;

PERATURAN AKADEMIK SMA NEGERI 3 MALANG TAHUN 2010/2011 4


4) Hasil analisis ulangan tengah semester dipergunakan
pendidik untuk perbaikan proses pembelajaran pada
tengah semester berikutnya;
5) Hasil ulangan tengah semester dilaporkan pendidik
kepada satuan pendidikan dan orangtua peserta didik
bersama seluruh nilai ulangan harian, tugas, ulangan
harian terprogram pada periode tersebut dalam bentuk
laporan hasil belajar tengah semester.
6) Ulangan tengah semester tidak ada program remidial.

b. Peserta didik yang tidak mengikuti ulangan tengah semester


karena alasan tertentu, dapat mengikuti ulangan tengah
semester susulan yang penjadwalannya diatur oleh satuan
pendidikan.

5. Pelaksanaan Ulangan Akhir Semester


a. Waktu dan teknis pelaksanaan akhir semester
1) Pelaksanaan ulangan akhir semester pada akhir semester
ganjil sesuai dengan kalender akademik yang
diprogramkan oleh satuan pendidikan;
2) Ulangan akhir semester dilaksanakan oleh pendidik di
bawah koordinasi satuan pendidikan dengan
membentuk panitia ulangan akhir semester yang
ditetapkan pada awal tahun pelajaran;
3) Cakupan ulangan akhir semester adalah seluruh
indikator yang mempresentasikan KD pada semester
tersebut;
4) Hasil analisis ulangan akhir semester dipergunakan
pendidik dan satuan pendidikan untuk perbaikan proses
pembelajaran pada semester berikutnya;
5) Hasil ulangan akhir semester dilaporkan pendidik kepada
orangtua peserta didik dalam bentuk laporan hasil
belajar setelah diolah menghasilkan nilai akhir
6) Setiap peserta didik wajib mengikuti ulangan akhir
semester setelah dinyatakan memenuhi persyaratannya
oleh sekolah.
7) Ulangan akhir semester tidak ada program remidial.

b. Peserta didik yang tidak mengikuti ulangan akhir semester


karena alasan tertentu, dapat mengikuti ulangan akhir
semester susulan yang penjadwalannya diatur oleh satuan
pendidikan.

6. Pelaksanaan Ulangan Kenaikan Kelas


a. Waktu dan teknis pelaksanaan kenaikan kelas
1) Pelaksanaan ulangan kenaikan pada akhir semester
genap sesuai dengan kalender akademik yang
diprogramkan oleh satuan pendidikan;
2) Ulangan kenaikan kelas dilaksanakan oleh pendidik di
bawah koordinasi satuan pendidikan dengan

PERATURAN AKADEMIK SMA NEGERI 3 MALANG TAHUN 2010/2011 5


3) Cakupan ulangan kenaikan kelas adalah seluruh
indikator yang mempresentasikan KD pada semester
tersebut;
4) Hasil analisis ulangan kenaikan kelas dipergunakan
pendidik dan satuan pendidikan untuk perbaikan proses
pembelajaran pada tahun pelajaran berikutnya;
5) Hasil ulangan kenaikan kelas dilaporkan pendidik kepada
orang tua peserta didik dalam bentuk laporan hasil
belajar setelah diolah menghasilkan nilai akhir
6) Setiap peserta didik wajib mengikuti ulangan kenaikan
kelas setelah dinyatakan memenuhi persyaratannya oleh
sekolah.
7) Ulangan kenaikan kelas tidak ada program remidial.

b. Peserta didik yang tidak mengikuti ulangan kenaikan kelas


karena alasan tertentu, dapat mengikuti ulangan kenaikan
kelas susulan yang penjadwalannya diatur oleh satuan
pendidikan.

7. Pelaksanaan Ujian Sekolah


a. Waktu dan teknis pelaksanaan ujian sekolah
1) Waktu pelaksanaan sekolah adalah pada akhir tahun
akademik sesuai kalender pendidikan satuan
pendidikan;
2) Ujian sekolah dilaksanakan oleh satuan pendidikan
dengan membentuk panitia ujian sekolah yang
ditetapkan pada awal tahun akademik;
3) Cakupan ujian sekolah adalah seluruh indikator yang
mempresentasikan seluruh standar kompetensi lulusan
yang ditetapkan oleh Kementrian Pendidikan Nasional;
4) Hasil analisis ujian sekolah dipergunakan pendidik dan
satuan pendidikan untuk perbaikan proses pembelajaran
secara keseluruhan pada tahun pelajaran berikutnya;
5) Hasil ujian sekolah dilaporkan satuan pendidikan kepada
orangtua peserta didik dalam bentuk surat keterangan
hasil ujian (SKHU);
6) Hasil ujian sekolah digunakan sebagai salah satu kriteria
kelulusan yang telah dirumuskan oleh satuan pendidikan.

b. Persyaratan untuk mengikuti ujian sekolah adalah 1)


memenuhi persentasi minimal kehadiran peserta didik; 2)
mempunyai nilai hasil belajar lengkap dari semester 1
sampai dengan semester terakhir; 3) terdaftar sebagai
nominator peserta ujian sekolah; dan 4) memiliki ijazah atau
surat keterangan lain yang setara dengan ijazah satuan
pendidikan yang lebih rendah;

PERATURAN AKADEMIK SMA NEGERI 3 MALANG TAHUN 2010/2011 6


c. Peserta didik yang tidak mengikuti ujian sekolah karena
alasan tertentu, dapat mengikuti ujian sekolah susulan yang
penjadwalannya diatur oleh satuan pendidikan.

8. Pelaksanaan Ujian Nasional


a. Waktu dan teknis pelaksanaan ujian nasional
1) Waktu pelaksanaan ujian nasional adalah sesuai dengan
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional tentang ujian
nasional dan POS ujian nasional;
2) Ujian nasional diselenggarakan oleh pemerintah sesuai
dengan POS ujian nasional;
3) Cakupan ujian nasional adalah seluruh indikator yang
mempresentasikan seluruh standar kompetensi lulusan
yang ditetapkan oleh Kementrian Pendidikan Nasional;
4) Hasil analisis ujian nasional dipergunakan pendidik dan
satuan pendidikan untuk perbaikan proses pembelajaran
secara keseluruhan pada tahun pelajaran berikutnya;
5) Hasil ujian nasional dilaporkan pemerintah kepada
orangtua peserta didik sesuai dengan POS ujian nasional;
6) Hasil ujian nasional digunakan sebagai salah satu kriteria
kelulusan yang telah dirumuskan oleh satuan pendidikan.

b. Persyaratan peserta dapat mengikuti ujian nasional adalah


1) memenuhi persentasi minimal kehadiran; 2) mempunyai
nilai hasil belajar lengkap mulai dari semester satu sampai
dengan semester terakhir; 3) terdaftar sebagai nominator
peserta ujian nasional;4) dan memiliki ijazah atau surat
keterangan yang setara dengan ijazah satuan endidikan
yang lebih rendah.

c. Peserta didik yang tidak mengikuti ujian nasional karena


alasan tertentu, dapat mengikuti ujian nasional susulan yang
penjadwalannya diatur oleh pemerintah sesuai dengan POS
ujian nasional.

9. Pelaksanaaan Ujian Sertifikasi Internasional


a. Waktu dan teknis pelaksanaan sertifikasi internasional;
1) Waktu pelaksanaan sertifikasi internasional adalah
periode Mei-Juni dan periode Oktober-November
2) Sertifikasi internasional dilaksanakan oleh Cambridge
International Examination (CIE) di centre SMA Negeri 3
Malang
3) Level yang diujikan pada sertifikasi internasional adalah
IGCSE, As- level dan A-level
4) Hasil ujian sertifikasi internasional berkontribusi terhadap
nilai mata pelajaran terhadap nilai mata pelajaran yang
sesuai pada nilai akhir laporan hasil belajar semester
genap (Perumusannya tertuang pada lampiran ... )
b. Mulai tahun pelajaran 2010/2011 semua peserta didik wajib
mengikuti ujian sertifikasi internasional minimal 1 (satu)
subject;

PERATURAN AKADEMIK SMA NEGERI 3 MALANG TAHUN 2010/2011 7


c. Peserta didik yang akan mengikuti ujian sertifikasi
internasional berhak mendapat bimbingan secara klasikal
sesuai dengan subject yang akan diikutinya.

E. KETENTUAN PELAKSANAAN REMEDIAL DAN PENGAYAAN


1. Pengertian dan Konsep Pembelajaran Tuntas, Remedial, dan
Pengayaan
a. Pembelajaran tuntas adalah pola pembelajaran yang
menggunakan prinsip ketuntasan secara individual;
b. Pembelajaran tuntas (mastery learnning) dalam proses
pembelajaran berbasis kompetensi dimaksudkan adalah
pendekatan dalam pembelajaran yang mempersyaratkan
peserta didik menguasai secara tuntas seluruh standar
kompetensi maupun kompetensi dasar matapelajaran tertentu;
c. Pembelajaran remedial pada hakekatnya adalah pemberian
bantuan bagi peserta didik yang mengalami kesulitan atau
keterlambatan belajar, di mana pemberian pembelajaran
remedial meliputi dua langkah pokok, yaitu pertama
mendiagnosis kesulitan belajar, dan kedua pemberian
perlakukan (treatment) pembelajaran remedial;
d. Pembelajaran pengayaan diartikan sebagai pengalaman atau
kegiatan peserta didik yang melampui persyaratan minimal
yang ditentukan oleh kurikulum dan tidak semua peserta didik
dapat melakukannya.

2. Teknik dan Bentuk Pembelajaran Remedial dan Pengayaan


a. Teknik yang dapat digunakan untuk mendiagnosis kesulitan
belajar antara lain: tes prasyarat (prasyarat pengetahuan,
prasyarat ketrampilan), tes diagnostik, wawancara,
pengamatan, dan sebagainya;
b. Bentuk Pelaksanaan Pembelajaran Remedial adalah 1)
pemberian pembelajaran ulang dengan metode dan media
yang berbeda jika jumlah peserta yang mengikuti remedial
lebih dari 50%, 2) pemberian bimbingan khusus, misalnya
bimbingan perorangan jika jumlah peserta didik yang mengikuti
remedial maksimal 20%, 3) pemberian tugas-tugas kelompok
jika jumlah peserta didik yang mengikuti remedial lebih dari 20%
dan kurang dari 50%, dan pemanfaatan tutor sebaya;
c. Pembelajaran remedial dilaksanakan setelah ulangan harian
dan diakhiri dengan tes ulang;
d. Pembelajaran remedial dan tes ulang dilaksanakan di luar jam
tatap muka;
e. Teknik yang digunakan untuk mengidentifikasi kemampuan
berlebih peserta didik dapat dilakukan antara lain melalui: tes
IQ, tes inventori, wawancara, pengamatan, dan sebagainya;
f. Pelaksanaan pembelajaran pengayaan dapat berupa: 1)
belajar kelompok, 2) belajar mandiri, 3) pembelajaran berbasis
tema, dan 4) pemadatan kurikulum.
g. Pembelajaran pengayaan hanya untuk kompetensi/materi
yang belum diketahui peserta didik. Dengan demikian

PERATURAN AKADEMIK SMA NEGERI 3 MALANG TAHUN 2010/2011 8


h. Penilaian hasil kegiatan pengayaan tidak sama dengan
kegiatan pembelajaran biasa, tetapi cukup dalam bentuk
portofolio, dan harus dihargai sebagai nilai tambah (lebih) dari
peserta didik yang normal.

F. KETENTUAN KENAIKAN KELAS DAN PENJURUSAN


1. Kenaikan Kelas X ke Kelas XI dan Kenaikan Kelas XI ke Kelas XII
a. Dilaksanakan pada setiap akhir tahun pelajaran/setiap akhir
semester genap
b. Peserta didik dinyatakan tidak naik ke kelas XI, apabila yang
bersangkutan tidak mencapai ketuntasan belajar minimal, lebih
dari 3 (tiga) mata pelajaran.
c. Peserta didik dinyatakan tidak naik ke kelas XII, apabila yang
bersangkutan tidak mencapai ketuntasan belajar minimal,
lebih dari 3 (tiga) mata pelajaran yang bukan mata pelajaran
ciri khas program, atau yang bersangkutan tidak mencapai
ketuntasan belajar minimal pada salah satu atau lebih mata
pelajaran ciri khas program.
Sebagai contoh: Bagi Peserta didik Kelas XI
1) Program IPA, tidak boleh memiliki nilai yang tidak tuntas
pada mata pelajaran yang menjadi ciri khas (Fisika, Kimia,
Biologi) dan matematika
2) Program IPS, tidak boleh memiliki nilai yang tidak tuntas
pada mata pelajaran yang menjadi ciri khas (Geografi,
Ekonomi, Sosiologi), dan sejarah.
3) Program Bahasa, tidak boleh memiliki nilai yang tidak tuntas
(kurang) pada mata pelajaran Antropologi, Sastra
Indonesia, dan Bahasa Asing lainnya yang menjadi pilihan.
d. Rata-rata Nilai Kepribadian minimal B (baik) berdasarkan
rentang nilai:
No. Rentangan Nilai Kriteria
1 91 – 100 A (sangat baik)
2 75 – 90 B (baik)
3 60 – 74 C (cukup)
4 40 – 59 K (kurang)
5 < 40 KS (kurang sekali)
e. Memiliki surat keterangan mengikuti kegiatan pengembangan
diri (ekstrakurikuler) yang ditandatangani oleh pembina
kegiatan dan kepala sekolah.
f. Memenuhi persyaratan minimal kehadiran, yaitu 95% (6 hari)
dari hari pembelajaran efektif dalam satu semester;
g. Peserta didik yang tidak naik kelas, diwajibkan mengulang
yaitu mengikuti seluruh kegiatan pembelajaran pada tingkat
kelas yang sama pada tahun pelajaran berikutnya

PERATURAN AKADEMIK SMA NEGERI 3 MALANG TAHUN 2010/2011 9


2. Penjurusan Kelas X
a. Waktu penentuan dan pelaksanaan penjurusan
1) Penentuan penjurusan bagi peserta didik untuk program IPA,
IPS dan Bahasa dilakukan mulai akhir semester 2 (dua) kelas X.
2) Pelaksanaan KBM sesuai program jurusan, dimulai pada
semester 1 (satu) kelas XI.
b. Kriteria penjurusan program
Penentuan penjurusan program dilakukan dengan
mempertimbangkan potensi, minat dan kebutuhan peserta didik,
yang harus dibuktikan dengan hasil prestasi akademik yang
sesuai dengan kriteria nilai yang ditetapkan oleh satuan
pendidikan. Apabila terjadi perbedaan antara potensi/minat
dengan nilai akademik seorang peserta didik, maka guru harus
mengkaji dan melakukan perbaikan dalam memberikan layanan
belajar kepada yang bersangkutan.
1) Potensi dan Minat Peserta Didik
Untuk mengetahui potensi dan minat peserta didik dapat
dilakukan melalui angket/kuesioner dan wawancara, atau
cara lain yang dapat digunakan untuk mendeteksi potensi,
minat, dan bakat.
2) Nilai akademik
Peserta didik yang naik ke kelas XI dan akan mengambil
program tertentu yaitu: Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) atau
Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) atau Bahasa: boleh memiliki nilai
yang tidak tuntas paling banyak 3 (tiga) mata pelajaran pada
mata pelajaran-mata pelajaran yang bukan menjadi ciri khas
program tersebut.
contoh :
 Apabila mata pelajaran yang tidak tuntas adalah Fisika,
Kimia dan Geografi (2 mata pelajaran ciri khas program
IPA dan 1 ciri khas program IPS), maka peserta didik
tersebut secara akademik dapat dimasukkan ke program
Bahasa.
 Apabila mata pelajaran yang tidak tuntas adalah Bahasa
Indonesia, Bahasa Inggris, dan Fisika, (2 mata pelajaran
ciri khas Bahasa dan 1 ciri khas IPA), maka peserta didik
tersebut secara akademik dapat dimasukkan ke program
IPS.
 Apabila mata pelajaran yang tidak tuntas adalah
Ekonomi, Sosilologi, dan Bahasa Inggris (2 mata pelajaran
ciri khas program IPS dan 1 ciri khas program Bahasa),
maka peserta didik tersebut secara akademik dapat
dimasukkan ke program IPA.
 Apabila mata pelajaran yang tidak tuntas adalah Fisika,
Ekonomi, dan Bahasa Indonesia (mencakup semua mata
pelajaran yang menjadi ciri khas ketiga program di SMA)
maka peserta didik tersebut:
- perlu diperhatikan minat peserta didik.
- perlu diperhatikan prestasi Pengetahuan, Praktik dan
Sikap pada mata pelajaran yang menjadi ciri khas

PERATURAN AKADEMIK SMA NEGERI 3 MALANG TAHUN 2010/2011 10


c. Bagi peserta didik yang memenuhi persyaratan untuk masuk ke
semua program, diberi kesempatan untuk pindah jurusan apabila
ia tidak cocok pada program semula atau tidak sesuai dengan
kemampuan dan kemajuan belajarnya. Sekolah memfasilitasi
agar peserta didik dapat mencapai standar kompetensi dan
kompetensi dasar yang harus dimiliki di kelas baru.
d. Batas waktu untuk pindah program ditentukan oleh sekolah
paling lambat 1 (satu) bulan.
e. Khusus Program Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), jumlah nilai mata
pelajaran yang menjadi ciri Khas ( Fisika, Kimia, Biologi) dan
Matematika adalah 320.
f. Khusus program Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), jumlah nilai mata
pelajaran yang menjadi ciri khas (ekonomi, Geografi, Sosiologi)
dan Sejarah adalah 304.

3. Perumusan Nilai Akhir Laporan Hasil Belajar (terlampir dalam


lampiran 1)

4. Kontribusi nilai ujian sertifikasi internasional pada LHB (terlampir


dalam lampiran 2)

5. Poin Pelanggaran Peserta Didik (terlampir dalam lampiran 3)

G. KETENTUAN DAN KRITERIA KELULUSAN


1. Ketentuan Kelulusan
a. Ditentukan dalam rapat pleno yang diselenggarakan oleh
panitia sekolah/madrasah penyelenggara yang dihadiri oleh
perwakilan serta kepala sekolah penggabung dan minimum
seluruh guru kelas IX atau XII pada sekolah/madrasah
penyelenggara dengan merujuk pada persyaratan peserta
didik lulus /tidak lulus pada syarat peserta ujian ( E) tersebut
diselenggarakan sebelum pengumuman kelulusan.
b. Tidak dibenarkan adanya penambahan nilai.

PERATURAN AKADEMIK SMA NEGERI 3 MALANG TAHUN 2010/2011 11


c. Peserta ujian yang dinyatakan lulus berhak mendapatkan ijazah
dan rapor sampai dengan semester terakhir kelas IX atau XII
dan sebaliknya yang tidak lulus hanya diberikan rapor sampai
semester akhir kelas IX atau XII.
d. Hasil rapat pleno ditulis dalam notulen rapat yang dibuat oleh
notulis dan disahkan oleh kepala sekolah/madrasah
penyelenggara. Notulen tersebut memuat :
1) Semua keputusan yang dihasilkan saat rapat pleno;
2) Perincian jumlah peserta seluruhnya, peserta yang lulus dan
tidak lulus dengan menyebut jumlah peserta laki-
laki/perempuan, disertai lampiran daftar nama-namanya;
3) Daftar hadir rapat pleno.
e. Tempat pengesahan lulus/tidak lulus adalah di rayon.
f. Hasil lulus/tidak lulus disahkan oleh pengawas sekolah/pejabat
yang ditunjuk dengan bukti fisik dokumen pendukung DKN
rapor kelas IX atau XII, DKN ujian;
g. Peserta ujian yang dinyatakan tidak lulus, dapat mengikuti Ujian
Nasional berikutnya sesuai jadwal dan ketentuan yang berlaku.

2. Kelulusan dari Satuan Pendidikan


Kelulusan peserta ujian dari satuan pendidikan ditentukan oleh
satuan pendidikan berdasarkan rapat Dewan Guru dengan
menggunakan kriteria sebagai berikut:
a. menyelesaikan seluruh program pembelajaran;
b. memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk
seluruh mata pelajaran, kelompok mata pelajaran agama dan
akhlak mulia, kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan
kepribadian, kelompok mata pelajaran estetika, dan kelompok
mata pelajaran jasmani, olah raga, dan kesehatan ;
c. lulus ujian sekolah/madrasah untuk kelompok mata pelajaran
ilmu pengetahuan dan teknologi; dan
d. lulus Ujian Nasional

3. Kelulusan Ujian Nasional:


a. Memiliki nilai rata-rata minimal 5,50 untuk seluruh mata pelajaran
yang diujikan, dengan nilai minimal 4,00 untuk paling banyak
dua mata pelajaran dan minimal 4,25 untuk mata pelajaran
lainnya (disesuaikan dengan Permendiknas tentang Ujian
Nasional).
b. Pemerintah Kabupaten/Kota dan atau sekolah penyelenggara
dapat menentukan standar kelulusan Ujian Nasional lebih tinggi
dari kriteria butir 1 sebelum pelaksanaan UN.

4. Kelulusan Ujian Sekolah:


a. Memiliki rata-rata nilai seluruh mata pelajaran minimal 6.60 dan
nilai minimal setiap mata pelajaran Ujian Sekolah ditentukan
oleh masing-masing sekolah penyelenggara.
b. Sekolah Penyelenggara dan atau pemerintah kabupaten/kota
dapat menentukan batas lulus dengan nilai rata-rata diatas
6.60.

PERATURAN AKADEMIK SMA NEGERI 3 MALANG TAHUN 2010/2011 12


c. Kriteria kelulusan disusun dalam bentuk keputusan panitia
sekolah penyelenggara dalam bentuk tertulis dan
mendapatkan pengesahan dari ketua panitia sekolah
penyelenggara, Kepala Dinas Pendidikan setempat, dan telah
tersosialisasikan kepada peserta didik dan orang tua/wali
peserta didik.
d. Pengumuman kelulusan peserta ujian dari satuan pendidikan
dilakukan oleh sekolah/madrasah penyelenggara setelah
menerima DKHUN, hasil ujian sekolah/madrasah, serta hasil
penilaian lainnya.

H. KETENTUAN PENGGUNAAN FASILITAS BELAJAR (SARANA DAN


PRASARANA SEKOLAH)
1. Peserta didik mendapat hak yang sama dalam menggunakan
fasilitas sekolah sepanjang mentaati peraturan yang berlaku;
2. Penggunaan fasilitas sekolah hanya boleh digunakan untuk
menunjang kegiatan pendidikan selama terdaftar sebagai peserta
didik di SMA negeri 3 Malang;
3. Peserta didik mendapat hak sama tanpa kecuali ntuk
menggunakan ruang belajar untuk proses pembelajaran, kegiatan
akademik, dan kegiatan non akademik di luar proses
pembelajaran setelah mendapat ijin dari kepala sekolah;
4. Peserta didik mendapat hak sama untuk menggunakan fasilitas
laboratorium (fisika, biologi, kimia, komputer, multimedia, bahasa,
dan IPS) untuk proses sesuai jadwal pelajaran dan di luar proses
pembelajaran setelah mendapat ijin dari kepala sekolah;
5. Peserta didik mendapat hak sama untuk menggunakan ruang
perpustakaan untuk mendukung kegiatan pembelajaran selama
jam belajar efektif dan di luar jam belajar efektif setelah mendapat
ijin dari kepala sekolah;
6. Peserta didik mendapat hak sama untuk menggunakan buku
perpustakaan dan buku referensi untuk mendukung kegiatan
pembelajaran selama jam belajar efektif dan di luar jam belajar
efektif sesuai dengan aturan dan tatatertib penggunaan dan
peminjaman buku perpustakaan;
7. Peserta didik mendapat hak sama untuk menggunakan fasilitas
teknologi informasi dan komunikasi (TIK), seperti jaringan internet
(LAN dan hotspot sekolah), LCD, sound-system; komputer, tape
recorder, dan sebagainya untuk mendukung kegiatan
pembelajaran selama jam belajar efektif dan di luar jam belajar
efektif setelah mendapat ijin kepala sekolah;
8. Peserta didik mendapat hak sama untuk menggunakan fasilitas
olahraga untuk mendukung kegiatan pembelajaran selama jam
belajar efektif dan di luar jam belajar efektif setelah mendapat ijin
kepala sekolah;
9. Kerusakan fasilitas sekolah:
a. Kerusakan yang disebabkan oleh kesalahan operasional
pengguna harus menjadi tanggung jawab pengguna.
b. Kerusakan yang disebabkan karena kondisi alat yang
digunakan menjadi tanggung jawab sekolah..

PERATURAN AKADEMIK SMA NEGERI 3 MALANG TAHUN 2010/2011 13


c. Sebelum menggunakan peralatan harus diteliti terlebih dahulu
kelayakannya bersama-sama.
10. Kebersihan fasilitas sekolah:
a. Setiap penggunaan fasilitas sekolah; alat-alat, laboratorium,
ruang belajar, perpustakaan dan lain-lain harus tetap dijaga
kebersihannya.
b. Apabila menggunakan ruang-ruang tertentu di lingkungan
setelah maka setelah kegiatan kondisi ruangan harus tetap
harus dalam keadaan bersih.

I. KETENTUAN LAYANAN KONSULTASI PADA GURU, WALI KELAS, DAN GURU


BK/KONSELOR
1. Waktu Konsultasi pada Guru, Wali Kelas, dan Guru BK/Konselor
Waktu konsultasi pada guru, wali kelas, dan guru BK/konselor dapat
dilaksanakan pada saat jam dinas atau di luar jam dinas
berdasarkan kesepakatan. Jika konsultasi itu dilaksanakan pada
jam dinas, tempat konsultasi di sekolah. Jika di luar jam dinas,
peserta didik dapat melakukan konsultasi dengan terlebih dulu
membuat kesepakatan waktu pelaksanaannya serta mendapat ijin
kepala sekolah.

2. Teknik Konsultasi pada Guru, Wali Kelas, dan Guru BK/Konselor


Teknik yang dapat digunakan dalam konsultasi ini adalah tanya
jawab dan studi kasus. Secara teknis konsultasi dapat berawal dari
keinginan peserta didik atau berawal dari inisiatif guru, wali kelas,
atau guru BK/konselor yang menemukan gejala-gejala tertentu
pada diri peserta didik yang diduga berpotensi akan menjadi
kendala bagi peserta didik dalam pembelajaran.

3. Bimbingan khusus/Les Privat


Bimbingan khusus/les privat yang diberikan oleh guru hanya
ditujukan kepada peserta didik yang mengalami keterlambatan
belajar dan mengejar ketinggalan pelajaran karena
tugas/kegiatan atas nama sekolah;
1) Bimbingan khusus/les privat harus mendapat ijin kepala sekolah;
2) Hasil pemberian bimbingan khusus/les privat harus dilaporkan
oleh guru secara periodik kepada kepala sekolah.

J. TATA TERTIB PESERTA DIDIK


1 . Ketentuan Umum
Tata tertib sekolah adalah semua peraturan yang diberlakukan di
sekolah, dari sekolah, untuk peserta didik.

PERATURAN AKADEMIK SMA NEGERI 3 MALANG TAHUN 2010/2011 14


2. Kewajiban dan Hak Peserta didik
a. Kewajiban Peserta didik
1) Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
sesuai dengan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945
yang diaktualisasikan dalam kegiatan:
a) Berdoa sebelum pelajaran pertama dimulai dan
pelajaran terakhir ditutup.
b) Mengikuti pelajaran agama sesuai dengan agama
yang dianutnya.
c) Mengikuti kegiatan keagamaan yang dilakukan
sekolah
d) Mengaplikasikan/mengamalkan pelajaran agama
dalam kegiatan sehari-hari sesuai dengan agama
masing-masing.
2) Mendukung program sekolah antara lain: BBI, HUT sekolah,
dll.
3) Taat kepada orang tua, kepala sekolah, dan guru.
4) Menjaga, memelihara, dan menciptakan lingkungan yang
kondusif serta ikut bertanggung jawab atas pemeliharaan
kebersihan lingkungan, gedung, halaman sekolah,
laboratorium, perpustakaan, sarana olahraga, perabot dan
semua sarana dan prasarana sekolah.
5) Ikut menjaga nama baik sekolah, guru, karyawan dan
peserta didik pada umumnya baik di dalam maupun di luar
sekolah.
6) Menggunakan pakaian seragam sekolah lengkap dengan
atributnya, dan berdasi, setiap hari sesuai dengan ketentuan
yang berlaku yaitu:
a) Hari Senin dan Selasa berseragam:
Bawah warna putih, atas baju warna putih lengan
panjang.
b) Hari Rabu dan Kamis berseragam:
Bawah warna abu-abu, atas baju warna putih lengan
pendek.
c) Hari Jumat dan Sabtu berseragam:
pramuka lengkap beserta atributnya.
Peserta didik putri yang berjilbab, warna seragam tetap
mengikuti peraturan yang berlaku.
d) Untuk keseragaman model jilbab, ditentukan bersama
melalui musyawarah antara peserta didik yang berjilbab,
guru agama Islam, Wakil Kepala Sekolah urusan
kesiswaan dan OSIS.
7) Menggunakan sepatu warna hitam polos dan kaos kaki
warna putih polos sesuai dengan ketentuan.
8) Mengikuti pelajaran dengan tertib, baik intrakurikuler,
ekstrakulikuler sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.
9) Peserta didik yang telah memiliki rencana meninggalkan
pelajaran sebelum waktunya berakhir harus membawa surat
keterangan Orang tua atau wali murid.

PERATURAN AKADEMIK SMA NEGERI 3 MALANG TAHUN 2010/2011 15


10) Menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan oleh guru mata
pelajaran maupun ekstrkurikuler dengan sebaik-baiknya.
11) Membawa tas, alat tulis menulis buku-buku pelajaran dan
alat penunjang lainnya yang diperlukan.
12) Menjadi anggota organisasi peserta didik intra sekolah (OSIS)
yang merupakan satu-satunya organisasi peserta didik di
sekolah.
13) Mematuhi anggaran dasar dan anggaran rumah tangga
(AD/ART) yang ada serta mau menyumbangkan pikiran dan
tenaga untuk kemajuan OSIS.
14) Menjadi anggota koperasi sekolah.
15) Peserta didik yang membawa kendaraan
a) Tidak diperkenankan mengendarai kendaraan di
halaman sekolah.
b) Menempatkan kendaraan di tempat parkir.
c) Meninggalkan kendaraan dalam keadaan terkunci.
d) Meminjam kendaraan harus sepengetahuan pemilik.
e) Sedapatnya tidak menggunakan kendaraan roda
empat, kecuali sangat diperlukan.
f) Pemakai kendaraan roda 4, parkir di luar tanggung
jawab sekolah.
16) Mematuhi tata tertib yang diberlakukan di laboratorium, di
perpustakaan, di UKS, di ruang media, di mushola, dan di
ruang lainnya.
17) Ikut menaati dan membantu agar tata tertib sekolah
berjalan dengan sebaik-baiknya.

b. Hak Peserta didik


1) Peserta didik berhak mengikuti pelajaran selama yang
bersangkutan tidak melanggar tata tertib.
2) Peserta didik dapat meminjam buku-buku di perpustakaan
dengan mengikuti dan menaati peraturan yang berlaku.
3) Peserta didik dapat menggunakan fasilitas yang ada di
sekolah, seperti laboratorium, UKS, Green House, lapangan
olah raga, ruang media, mushola, dsb.
4) Peserta didik berhak mendapatkan layanan khusus dari guru
bimbingan dari konseling dalam memecahkan masalah-
masalah kesulitan belajar maupun masalah-masalah pribadi.
5) Peserta didik berhak mendapatkan perilaku yang sama
dengan peserta didik lain sepanjang tidak melanggar
peraturan tata tertib.
6) Peserta didik dapat menggunakan hak membela diri dengan
menyatakan kebenaran dan kebaikan terhadap masalah
yang menimpa dirinya yang dirasakan tidak adil, karena ini
merupakan pelaksanaan sila ke-5 Pancasila.
7) Peserta didik dapat mengajukan perbaikan apabila penilaian
non-akademis yang diberikan tidak sesuai, dengan
menunjukkan kebenaran data-data yang akurat.

3. Pembinaan Peserta didik

PERATURAN AKADEMIK SMA NEGERI 3 MALANG TAHUN 2010/2011 16


a. Setiap ada pelanggaran yang dilakukan peserta didik, akan
diadakan pembinaan secara bertahap, sesuai dengan kualitas
pelanggaran yang dilakukan.
1) Oleh guru yang bersangkutan dengan pelanggaran peserta
didik.
2) Oleh petugas tata tertib
3) Oleh wakil kepala sekolah bidang kesiswaan
4) oleh kepala sekolah.
b. Hasil pembinaan sekolah disepakati bersama antara peserta
didik dengan pembina baru kemudian dicatat sebagai data
pelanggaran.
c. Hasil pembinaan akan dijadikan bahan pertimbangan
penilaian non-akademis.
d. Partisipasi/wali murid
1) Panggilan orang tua
Setiap terjadi pelanggaran dengan jumlah skor tertentu
akan diadakan pembinaan dengan mengundang orang
tua peserta didik.
2) Apabila orang tua tidak memenuhi undangan tanpa alasan
yang bisa dipertanggungjawabkan peserta didik yang
bersangkutan tidak diperkenankan mengikuti pelajaran
sampai orang tua/wali yang bersangkutan hadir di sekolah.
3) Orang tua/wali murid dihimbau secara sadar dan positif ikut
membantu agar tata tertib sekolah dapat terlaksana dan
ditaati oleh peserta didik.

4. Kegiatan Ekstrakurikuler
a. Kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan di luar jam pelajaran
pokok (intrrakurikuler) dan pada waktu libur sekolah yang
dilakukan di sekolah atau di luar sekolah dengan tujuan untuk
memperdalam dan memperluas wawasan pengetahuan
peserta didik, mengenai hubungan antara berbagai pelajaran,
menyalurkan minat dan bakat serta melengkapi upaya
pembinaan sebagai manusia seutuhnya.
b. Setiap peserta didik wajib mengikuti cabang ekstrakurikuler
sesuai dengan minat dan kemampuannya.
c. Apabila jumlah peserta dalam satu cabang ekstrakurikuler
sudah melebihi kapasitas, peserta wajib memilih cabang yang
lain.
d. Peserta didik dapat mengikuti dua cabang ekstrakuler selama
cabang yang masih diminati masih memenuhi daya tampung.
e. Peserta didik harus hadir mengikuti kegiatan sesuai jadwal yang
sudah ditetapkan.
f. Nilai ekstrakurikuler
1) Nilai ekstrakurikuler ditulis dalam bentuk nilai kualitatif: A
(sangat baik), B (baik), C (Cukup baik), K (kurang).
2) Nilai ekstrakurikuler hanya akan diberikan pada peserta didik
yang kehadirannya dalam ekstrakurikuler sekurang-
kurangnya 90%.

PERATURAN AKADEMIK SMA NEGERI 3 MALANG TAHUN 2010/2011 17


3) Nilai ekstrakurikuler dijadikan pertimbangan dalam
penentuan kenaikan kelas dengan nilai sekurang-kurangnya
C (cukup baik).
g. Dana kegiatan ekstrakurikuler dialokasikan dari iuran rutin
KOMITE, apabila ada tambahan-tambahan dana kegiatan
dapat dilakukan dengan cara musyawarah anggota peserta
ekstrakuler dari masing-masing cabang.

5. Iuran SBPP dan SPP.


a. Iuran SBPP merupakan dana yang harus dibayar oleh setiap
peserta didik pada saat yang bersangkutan dinyatakan
sebagai peserta didik SMA negeri 3 Malang.
b. Besar dana SBPP sesuai dengan kesepakatan antara komite
sekolah dengan orang tua/wali murid peserta didik.
c. Iuran rutin SPP merupakan dana yang harus dibayar oleh setiap
peserta didik setiap bulan.
d. Iuran rutin SPP wajib dibayar setiap peserta didik melalui tata
usaha sebelum jam pelajaran dimulai saat jam istirahat,
selambat-lambatnya tanggal 10 setiap bulannya tanpa
adanya surat panggilan.
e. Peserta didik yang belum bisa membayar pada tanggal 10,
wajib memberikan surat keterangan dari orang tua/wali murid.
f. Peserta didik yang kurang mampu dapat mengajukan
keringanan.

6. Kegiatan OSIS
a. Setiap peserta didik wajib mengikuti kegiatan yang diadakan di
sekolah dan dikoordinasikan dengan pengurus OSIS sesuai
dengan program yang telah ditetapkan OSIS.
b. Dana operasional kegiatan diambilkan dari:
1) Dana kegiatan OSIS yang berasal dari iuran SPP.
2) Dana partisipasi
3) Donatur atau sponsor (besar dana pemasukan dan
penggunaan harus dilaporkan kepada kepala sekolah)
c. Apabila ada peserta didik atau sekelompok peserta didik
mengadakan kegiatan di luar kegiatan yang telah
diprogramkan, maka:
1) Harus sepengetahuan OSIS.
2) Harus mengajukan proposal yang disetujui oleh:
a) Pembina kegiatan
b) Pembina OSIS
c) Wakasek kesiswaan
d) Kepala Sekolah
3) Apabila kegiatan dilaksanakan di luar lingkungan sekolah,
maka harus mendapat izin dari orang tua peserta didik.
4) Apabila kegiatan di luar lingkungan sekolah diikuti oleh
peserta didik putri, maka harus didampingi Pembina/guru
putri.
5) Dana kegiatan ditanggung bersama dimusyawarahkan
dengan semua peserta kegiatan dengan pengendalian

PERATURAN AKADEMIK SMA NEGERI 3 MALANG TAHUN 2010/2011 18


6) Setiap kegiatan harus tetap menjaga nama baik urusan
kesiswaan.

7. Upacara Bendera dan Pembinaan Khusus


a. Setiap peserta didik wajib mengikuti upacara bendera
mingguan, bulanan, tiap tanggal 17, upacara hari besar
nasional, dan upacara lain yang diselenggarakan oleh sekolah.
b. Upacara mingguan tiap Senin sesuai dengan jadwal yang telah
ditetapkan.
c. Peserta didik dari kelas yang tidak bertugas mengikuti upacara
pada saat itu akan diberi pembinaan khusus yang dilaksanakan
oleh wakil kepada sekolah dengan staf, wali kelas, petugas tata
tertib, petugas non-akademis, guru BP, dan atau informasi lain.
d. Dalam kegiatan pembinaan khusus, peserta didik dapat
mengajukan kritik, saran dan pendapat dalam rangka ikut serta
bersama-sama meningkatkan mutu sekolah.

8. Koperasi Sekolah
a. Koperasi sekolah merupakan pembinaan pengetahuan dan
keterampilan peserta didik di bidang perkoperasian.
b. Setiap peserta didik SMA Negeri 3 Malang wajib menjadi
angota koperasi sekolah.
c. Setiap peserta didik SMA Negeri 3 Malang mempunyai hak dan
kewajiban yang sama untuk memenuhi ketentuan yang berlaku
pada koperasi sesuai dengan peraturan perundang-
perundangan yang berlaku pada koperasi.
d. Koperasi sekolah menyediakan dan mengusahakan semua
keperluan peserta didik seperti : buku, alat tulis, buku pelajaran,
kelengkapan seragam, unit fotokopi, dan sarana penunjang
lainnya.
e. Koperasi sekolah dipimpin oleh:
1) Pengurus koperasi yang dipilih dari kalangan anggota
melalui rapat anggota.
2) Pengurus didampingi minimal tiga orang Pembina: Kepala
sekolah, Dewan guru minimal 2 orang.
3) Syarat menjadi pengurus harus jujur, setiap anggota wajib
berpartisipasi aktif memanfaatkan koperasi sekolah.
f. Dalam upaya mengembangkan koperasi sekolah, setiap
anggota wajib berpartisipasi aktif memanfaatkan koperasi
sekolah.
g. Setiap penjualan barang keperluan peserta didik harus melalui
koperasi sekolah, termasuk buku-buku referensi, dan alat-alat
pendidikan yang diusahakan oleh guru mata pelajaran.

9. Tata Tertib Tambahan


a. Perihal siswi yang menggunakan jilbab diatur berdasarkan
kesepakatan yang telah dibuat bersama yaitu:
1) Warna jilbab sama dengan warna baju

PERATURAN AKADEMIK SMA NEGERI 3 MALANG TAHUN 2010/2011 19


2) Model baju siswi berjilbab seluruhnya berlengan panjang, dan
rok model panjang sampai dengan tumit tetapi tidak
tersambung (terjahit) antara baju dan rok.
b. Agar tetap dapat menjalankan syariat agamanya dengan baik
siswi berjilbab diperkenankan memakai baju atasan panjang
hinngga lutut (dengan mendapatkan surat keterangan dari
orang tua).
c. Tidak diperkenankan penggunaan handphone didalam ruang
kelas saat proses pembelajaran.

K. PENUTUP
1. Hal-hal yang belum tercantum dalam ketentuan ini diatur
kemudian melalui aturan khusus.
2. Masukan-masukan yang diberikan setelah diterbitkannya
pedoman ini akan dijadikan pertimbangan pada revisi buku
Pedoman untuk tahun berikutnya.

L. LAMPIRAN
1. Rumus Pengolahan Nilai Hasil Belajar
2. Kontribusi nilai CIE dalam nilai LHB
3. Poin Pelanggaran Peserta Didik

PERATURAN AKADEMIK SMA NEGERI 3 MALANG TAHUN 2010/2011 20


LAMPIRAN
Lampiran 1 :
RUMUS PENGOLAHAN NILAI HASIL BELAJAR

a. Nilai akhir pengetahuan


Keterangan :
UHT1  UHT2  ...  TI n
TI  NH = Nilai rata- rata dari berbagai jenis
n tagihan, meliputi :
1. UH = Ulangan Harian
TK 1  TK 2  ...  TK n 2. UHT = Ulangan Harian Terprogram
TK  3. TI -Tugas Individu
n 4. TK = Tugas Kelompok
Diserahkan kepada guru mapel masing-
UH 1  UH 2  ...  UH n masing
UH 
n

Rt.TI  Rt.TK
Rt tgs 
2

Rt TGS  RtUH
NH 
2

2 NH  UTS  UAS
NA semester ganjil 
4

2 NH  UTS  UKK
NA semester genap 
4

b. Nilai Akhir Praktek

Np1  Np 2  ...  Npn


Np 
n

c. Nilai Akhir Sikap

S1  S 2  ....  Sn
Ns 
n

PERATURAN AKADEMIK SMA NEGERI 3 MALANG TAHUN 2010/2011 21


Lampiran 2:
KONTRIBUSI NILAI CIE DALAM NILAI LAPORAN HASIL BELAJAR (LHB) SEMESTER
GENAP.

Untuk mengapresiasi prestasi peserta didik yang berhasil mengikuti


Cambridge International
Examination (CIE) dengan nilai C ke atas pada setiap subject yang telah
didikuti (Biologi, Fisika, Kimia, Matematika dan Bahasa Inggris) baik ke IGCSE,
As level maupun A level, nilai ujian CIE tersebut dapat dipakai untuk
pertimbangan penambahan pada Nilai Akhir (NA) hasil perhitungan dari nilai
tugas, ulangan harian, ulangan tengah semester dan ulangan akhir semester
masing-masing mata pelajaran tersebut diatas pada semester genap
sehingga nilai rapot siswa pada semester tersebut diharapkan dapat menjadi
lebih baik.
Kebijakan tersebut diatas dilakukan dengan cara sebagai berikut :

Nilai IGCSE As/A level


A atau A* 10% 15%
B 8.5% 13%
C 7% 11%
D 5.5% 9%
E 4% 7%
F 2.5% 5%
G 1% 3%
U 0% 0%

Rumus : Nilai Raport = NA + (....% x NA)


Apabila pada perhitungan Nilai Raport diperoleh nilai lebih besar dari 100,
maka nilai rapot siswa tetap ditulis 100 pada buku raportnya.
Contoh kasus :
1. NA seorang siswa untuk mata pelajaran matematika pada semester
genap = 74 sedangkan nilai IGCSE Mathematics = B, berapa Nilai
Rapotnya ?
Nilai Raport = NA + (8.5% x NA)
= 74 + (8.5% x 74)
= 74 + 6.29
= 80.29
2. NA seorang siswa untuk mata pelajaran matematika pada semester
genap = 80 sedangkan nilai As level Mathematics = D, berapa Nilai
Rapotnya ?
Nilai Raport = NA + (9% x NA)
= 80 + (9% x 80)
= 80 + 7.2
= 87.2
3. NA seorang siswa untuk mata pelajaran matematika pada semester
genap = 90 sedangkan nilai As level Biology = B, berapa Nilai Rapotnya ?
Nilai Raport = NA + (13% x NA)
= 90 + (13% x 90)
= 90 + 11.7
= 101.7
Nilai di buku raport tetap ditulis 100

PERATURAN AKADEMIK SMA NEGERI 3 MALANG TAHUN 2010/2011 22


Lampiran 3:
POIN PELANGGARAN PESERTA DIDIK

Aspek Jenis Pelanggaran Poin Keterangan


Pelanggaran
Kelakuan 1. Berbuat tidak sopan kepada 4
kepala sekolah, guru, dan
karyawan setelah 2 kali
peringatan
2. Meninggalkan pelajaran tanpa 5
izin setelah 2 kali peringatan
3. Tidak masuk sekolah tanpa 4
keterangan
4. Memalsu surat izin tidak masuk 5
sekolah
5. Terlibat dalam perkelahian 4
dalam lingkungan sekolah
6. Terlibat dalam perkelahian 7
antarsekolah
7. Ditemukan merokok ketika 4
berpakaian seragam di
lingkungan sekolah
8. Ditemukan merokok ketika 4
berpakaian seragam di luar
lingkungan sekolah
9. Membawa minuman keras dan 7
obat terlarang (psikotropika) ke
dalam lingkungan sekolah
10. Mengonsumsi minuman keras 7
dan obat terlarang (psikotropika)
di dalam maupun di luar sekolah
11. Membawa atau mengedarkan 7
buku, gambar, atau bentuk
visual lain yang mengarah pada
pornografi
12. Ditemukan berbuat curang 5
dalam ulangan
13. Ditemukan berbuat curang 5
ketika bertransaksi di kantin
sekolah
14. Ditemukan mengoperasikan HP 4
pada saat mengikuti pelajaran
atau ulangan
15. Ditemukan mengoperasikan 5
Laptop pada saat mengikuti
pelajaran tanpa seijin pengajar
16. Ditemukan membuang sampah 2
tidak pada tempatnya
17. Ditemukan merusak fasilitas 7
sekolah
18. Ditemukan berbuat kriminal 5

PERATURAN AKADEMIK SMA NEGERI 3 MALANG TAHUN 2010/2011 23


19. Ditemukan berbuat kriminal di 7
luar lingkungan sekolah
20. Melakukan pelanggaran berat 7
berkaitan dengan kelakuan

Jumlah 105

Aspek Jenis Pelanggaran Poin Kete


Pelanggar ran
an gan
Kerajina 1. Tidak mengerjakan tugas yang diberikan 5
n guru setelah 3 kali peringatan
2. Tidak membawa buku catatan kepribadian 2
/agenda siswa
3. Setiap keterlambatan hadir di sekolah 2
4. Diketahui mengikuti upacara dengan tidak 1
tertib 2
5. Diketahui tidak mengikuti upacara bendera 5
6. Diketahui tidak mengikuti pelajaran pada
jam-jam efektif 3
7. Diketahui tidak mengikuti kegiatan
bimbingan belajar tambahan atau tidak
mengikuti kegiatan ekstrakurikuler tanpa 5
keterangan
8. Melakukan pelanggaran berat berkaitan
dengan kerajinan

Jumlah 25

Aspek Jenis Pelanggaran Poin Ketera


Pelanggar ngan
an
Kerapian 1. Memakai seragam tidak sesuai 4
ketentuan
2. Penataan rambut tidak sesuai 3
norma kesopanan dan kepatutan
3. Tidak mengenakan seragam olah 3
raga atau seragam laboratorium
ketika sedang praktikum
4. Memakai perhiasan atau asesoris 3
secara berlebihan dan tidak
pantas bagi seorang pelajar
5. Memakai jaket atau sweater di 3
lingkungan sekolah selama
pelajaran berlangsung
6. Melakukan pelanggaran berat 4

PERATURAN AKADEMIK SMA NEGERI 3 MALANG TAHUN 2010/2011 24


Jumlah 20

PERATURAN AKADEMIK SMA NEGERI 3 MALANG TAHUN 2010/2011 25