Anda di halaman 1dari 10

Mengenal ilmu Geodesi

Berdasarkan definisi klasik dari Helmert (1880), Geodesi adalah ilmu tentang
pengukuran dan pemetaan permukaan bumi. Menurut Torge (1980), definisi ini juga
mencakup permukaan dasar laut. Meskipun definisi klasik tersebut sampai batas-batas
tertentu masih berlaku, tetapi ia tidak dapat menampung perkembangan ilmu geodesi
yang terus berkembang dari waktu ke waktu. Untuk itu, muncul definisi modern dari
geodesi, yang antara lain disampaikan oleh IAG (International Association of Geodesy),
dan OSU.

Definisi geodesi modern yang disampaikan IAG [Rinner, 1979] yaitu: Geodesi adalah
disiplin ilmu yang mempelajari tentang pengukuran dan perepresentasian dari bumi dan
benda-benda langit lainnya, termasuk medan gaya beratnya masing-masing, dalam
ruang tiga dimensi yang berubah dengan waktu.

Sementara itu menurut OSU (2001), Geodesi adalah bidang ilmu interdisiplin yang
menggunakan pengukuran-pengukuran pada permukaan bumi serta dari wahana
pesawat dan wahana angkasa untuk mempelajari bentuk dan ukuran bumi, planet-
planet dan satelitnya, serta perubahan-perubahannya; menentukan secara teliti posisi
serta kecepatan dari titik-titik ataupun obyek-obyek pada permukaan Bumi atau yang
mengorbit Bumi dan planet-planet dalam suatu sistem referensi tertentu; serta
mengaplikasikan pengetahuan tersebut untuk berbagai aplikasi ilmiah dan rekayasa
dengan menggunakan matematika, fisika, astronomi, dan ilmu komputer.

Berdasarkan definisi modern Geodesi dari IAG, Vanicek and Krakiwsky (1986),
mengklasifikasikan tiga bidang kajian utama dari Geodesi, yaitu: penentuan posisi,
penentuan medan gaya berat, dan variasi temporal dari posisi dan medan gaya berat;
dimana domain spasialnya adalah bumi beserta benda-benda langit lainnya. Setiap
bidang kajian di atas mempunyai spektrum yang sangat luas, dari teoretis sampai
praktis, dari bumi sampai benda-benda langit lainnya, dan juga mencakup matra darat,
laut, udara, dan juga luar angkasa.

Disamping itu dalam konteks aktivitas, ruang lingkup aktivitas pekerjaan-pekerjaan ilmu
geodesi umumnya akan mencakup tahapan-tahapan: pengumpulan data, pengolahan
dan manipulasi data, perepresentasian informasi, serta analisa dan utilisasi informasi.

Mengingat luasnya bidang kajian ilmu geodesi, beberapa sub bidang ilmu geodesi juga
bermunculan. Beberapa contoh diantaranya adalah sub-sub bidang geodesi geometrik,
geodesi fisik, geodesi matematik, dan geodesi geodinamik. Selanjutnya dengan
perkembangan teknologi kita pun kemudian mengenal sub bidang baru seperti geodesi
satelit, geodesi kelautan, geodesi ilmiah dan geomatika.

Geodesi ilmiah dan Geomatika


Geodesi Ilmiah memfokuskan kajiannya pada penentuan bentuk dan ukuran serta variasi
medan gaya berat bumi. Sementara itu geomatika memfokuskan kajiannya pada
masalah geodetik survey dan surveying, serta sistem informasi berbasis spasial melalui
pengukuran dan melalui pengamatan

Geomatika, adalah suatu terminologi ilmiah modern yang mengacu pada pendekatan
terpadu dari pengukuran, analisis, pengelolaan, penyimpanan dan penyajian deskripsi
dan lokasi dari data yang berbasis muka bumi, yang umumnya disebut data spasial.
Geomatika muncul dalam konteks integrasi beberapa profesi atau disiplin ilmu yang
berhubungan dengan bidang geo-informasi.
Penentuan Posisi
Ilmu geodesi pasti akan identik dengan hal penentuan posisi, begitu pula kebalikannya.
Posisi (suatu titik) dapat dinyatakan secara kualitatif maupun kuantitatif. Secara
kuantitatif posisi suatu titik dinyatakan dengan koordinat, baik dalam ruang satu, dua,
tiga, maupun empat dimensi (1D, 2D, 3D, 4D). Untuk menjamin adanya konsistensi dan
standardisasi, perlu ada suatu sistem dalam menyatakan koordinat. Sistem ini disebut
sistem referensi koordinat, atau secara singkat disebut sistem koordinat, dan
realisasinya umumnya dinamakan kerangka referensi koordinat.
Sistem koordinat dapat didefinisikan dengan menspesifikasikan tiga parameter, yaitu
lokasi titik nol dari sistem koordinat, orientasi dari sumbu-sumbu koordinat, dan
parameter-parameter (kartesian, curvilinier) yang digunakan untuk mendefinisikan
posisi suatu titik dalam sistem koordinat tersebut.
Posisi titik dipermukaan bumi umumnya ditetapkan dalam suatu sistem koordinat
terestris (CTS: Conventional Terrestrial System). Titik nol dari sistem koordinat terestris
ini dapat berlokasi di titik pusat masa bumi (sistem koordinat geosentrik), maupun di
salah satu titik di permukaan bumi (sistem koordinat toposentrik). Sementara itu posisi
titik di ruang angkasa (posisi satelit, dan benda langit) biasanya ditetapkan dalam suatu
sistem koordinat celestial/ sistem Inersia (CIS: Conventional Inersial System).
Survey untuk penentuan posisi dari suatu jaringan di permukaan bumi, dapat dilakukan
secara terestris maupun ekstra-terestris. Pada survey dengan metoda terestris,
penentuan posisi titik-titik dilakukan dengan melakukan pengamatan terhadap target
atau obyek yang terletak di permukaan bumi. Sementara itu pada survey penentuan
posisi secara ekstra-terestris, penentuan posisi titik-titik dilakukan dengan melakukan
pengamatan atau pengukuran terhadap benda-benda langit atau obyek di angkasa,
seperti bintang, bulan, dan quarsar, maupun juga benda-benda atau obyek buatan
manusia yaitu berupa satelit.
Penentuan Gaya Berat Bumi
Salah satu tujuan ilmu geodesi adalah menentukan bentuk dan ukuran bumi termasuk
didalamnya menentukan medan gaya berat bumi dalam dimensi ruang dan waktu.
Bentuk bumi didekati melalui beberapa model diantaranya ellipsoida yang merupakan
bentuk ideal dengan asumsi bahwa densitas ( kerapatan ) bumi homogen. Sementara itu
kenyataan sebenarnya, densitas massa bumi yang heterogen dengan adanya gunung,
lautan, cekungan,dataran akan membuat ellipsoid berubah menjadi Geoid.
Geoid memiliki peran yang penting dalam berbagai hal seperti untuk keperluan aplikasi
geodesi, oseanografi, dan geofisika. Contoh untuk bidang geodesi yaitu penggunaan
teknologi GPS dalam penentuan tinggi orthometrik untuk berbagai keperluan praktis
seperti rekayasa, survei, dan pemetaan membutuhkan infomasi geoid teliti. Pada
prinsipnya geoid (model geopotensial) dapat diturunkan dari data gaya berat sebagai
data utamanya yang distribusinya mencakup seluruh permukaan bumi. Akurasi suatu
model geopotensial terutama ditentukan oleh kualitas data gaya berat, selain juga
ditentukan oleh formulasi matematika yang digunakan ketika menurunkan model
tersebut. Data gaya berat dapat diperoleh dari pengukuran secara terestris
menggunakan gravimeter, dari udara dengan teknik air borne gravimetry, dan
diturunkan dari data satelit (satelit sistem geometrik seperti satelit altimetry (wilayah
laut) dan satelit sistem dynamic seperti GRACE dan GOCCE, serta melalui interpolasi
untuk wilayah-wilayah yang tidak ada data gayaberatnya.
Penentuan dinamika system bumi
Salah satu tujuan ilmu geodesi adalah menentukan bentuk dan ukuran bumi termasuk
didalamnya menentukan medan gaya berat bumi dalam dimensi ruang dan waktu.
Bentuk bumi didekati melalui beberapa model diantaranya ellipsoid. Dahulu orang
menganggap bumi bersifat statis. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi, paradigma bumi statis berubah menjadi bumi dinamis, yang mana memang
secara riil bahwa bumi merupakan sistem yang dinamis. Dinamika pergerakan bumi
mempunyai spektrum yang sangat luas, dari skala galaksi sampai skala pergerakan lokal
pada kerak bumi.
Bumi bergerak bersama galaksi kita relatif kita relatif terhadap galaksi-galaksi lain.
Bumi berputar besama sistem matahari kita di dalam galaksi kita. Bumi mengorbit
mengelilingi matahari bersama planet-planet lainnya. Bumi berputar terhadap sumbu
rotasinya, dan kerak-kerak bumi juga bergerak (relatif sangat lambat) relatif satu
terhadap lainnya. Akibat pergerakan kerak bumi ini muncul gunung, gunungapia, dan
pegunungan, serta mengakibatkan terjadinya letusan gunungapi, gempa bumi, longsor,
dan bencana alam lainnya.
Salah satu domain dari geodesi adalah pemantauan sistem bumi, dalam hal ini ditujukan
seperti untuk pendefinisian sistem koordinat, dan dinamika sistem koordinat. Selain itu
peran serta geodesi dalam memantau dinamika sistem bumi yaitu ikut berkontribusi
dalam pemantauan potensi dan mitigasi bencana alam seperti aktivitas vulkanis
gunungapi, gempa bumi, longsor (landslide), penurunan tanah (land subsidence), dan
lain-lain. Penulis : Heri Andreas, Nuraini Rahma Hanifa, Sela Lestari Nurmaulia, M.
Gamal
Geodesi
The Geodesi (Greek γη, ge "bumi", δαιζω, daídso "Saya setuju") adalah definisi klasik Friedrich
Robert Helmert dengan ilmu "pengukuran dan pemetaan permukaan bumi itu". Hal ini termasuk
penentuan geometri bentuk Bumi (geoid, medan), yang graviti dan orientasi bumi di dalam ruangan ('s
putaran bumi). Menurut DIN 18709-1 itu adalah ilmu pengukuran dan pemetaan permukaan bumi
(termasuk penentuan medan graviti Bumi dan dasar laut).
Dalam klasifikasi ilmiah, terutama Geodetik kejuruteraan ditugaskan. Hal ini sangat jelas di universiti
teknikal di mana kajian geodesi sering tidak fakulti ilmu-ilmu alam, tapi ke teknik
awam diberikan. Selain itu, Geodesi adalah penghubung antara astronomi dan Geofisika dar.
The matematik menggunakan istilah "geodesic" untuk jarak terpendek secara teori di antara dua titik
pada permukaan melengkung - pada garis geodesik, yang di bumi sebuah lingkaran
besar (Orthodromenilai).

Bidang graviti bumi

Perincian Geodesi
The Geodesi dibahagikan sampai sekitar 1930 di dua daerah:
 The Geodesi Tinggi termasuk (sebagai Fizikal, Matematik dan astronomi geodesi)
dan Geodesi, kajian tanah dan astronomi kaedah.
 The geodesi Hilir (dengan datar permukaan menguruskan komputer) merangkumi pembinaan
sederhana dan kajian kadaster, sekarang lebih dari Umum Teknik Geodesi, Teknik Geodesi
Gunaan, Praktis Survei atau mengukur bahagian bererti.
The Teknik Geodesi digunakan bergantung pada ketepatan yang diperlukan kaedah di kedua-dua
daerah.
Sekitar tahun 1950, yang ditubuhkan sendiri pengukuran hawa sebagai gerabak berasingan dengan
nama Fotogrametri - sejak tahun 1990, sebahagian besar dengan penginderaan jauhspesialis dilihat
sebagai ganda. Mulai tahun 1958, adalah geodesi satelit.
The database dari negara atau tanah survei dikembangkan menjadi sistem maklumat geografi (SIG)
dan sistem maklumat tanah (LIS pada).
Semua sub-subjek biasanya dalam sebuah universiti gabungan, yang merangkumi pemetaan di
bahagian setidaknya itu, dan sejumlah mata pelajaran utama dan kecil yang lain, atau merangkumi
(contohnya Zonasi) dan profesi surveyor tanah mengarah (lihat
juga Geomatika atau Geomatikingenieur) . Di Amerika Utara (dan sastera Inggeris) Namun,
antara Geodesidan Survei dibezakan bahawa hampir tidak ada berkaitan kurikulum
masuk Istilah Survei sesuai apa yang kami survei.
Ini berpendidikan tinggi profesional di Eropah, di samping tugas di atas sering di evaluasi lahan,
pembinaan, komputer, kartografi, navigation dan kejuruteraan sistem maklumat pasaran, sedangkan
di industri real estate - dengan pengecualian mendaftar program yang berbeza lebih mendominasi
-. Tunjuk surveyor awam (ÖbVIs), Austria jurutera awam telah disebut, di samping sektor hotel dan
kanan, di daerah teknikal Geofisika untuk aktif.

Fundamental dan subbahagian


Survei persediaan dengan hasil kajian mereka (contohnya dari tanah- dan Survei Tanah, Teknik
Geodesi, Fotogrametri dan Remote Sensing), asas bagi banyak disiplin lain dan aktiviti:
 dalam Geosains dan ilmu alam, contohnya, dalam astronomi, fizik dan oseanografi,
untuk Geoinformatics dan tanah, untuk peta (selain topografi dan peta tematik) di geologi, Geofizik
dan kartografi, serta untuk pelbagai dokumentasi, seperti arkeologi.
 dalam teknik ini terutama untuk sebelum pembinaan dan arsitektur, untuk jurutera awam,
yang teknik, yang radio- dan Geoteknik dan berkaitan database dan sistem maklumat.
Yang disebut Tinggi Geodesi (Matematik Teknik Geodesi, Teknik Geodesi dan Fizikal Geodesi)
membincangkan antara lain dengan matematik itu bentuk bumi, sistem rujukan tepat dan
penentuan geoid dan medan graviti. Untuk penentuan geoid menggunakan teknik pengukuran yang
berbeza: gravimetri, dan dinamik kaedah geometri geodesi satelit dan geodesi Astro.Pengetahuan
tentang graviti yang diperlukan untuk memberikan tepat sistem quality untuk mendirikan, misalnya
tentang Laut Utara (disebut NN-up, lihat juga Amsterdam Level), atauAdriatik. Sistem quality rasmi di
Jerman adalah jumlah pokok bersih Jerman (DHHN) mewujudkan.
The geoid (atau gradien nya, defleksi menegak) juga berfungsi untuk mendefinisikan
dan mengurangkan jarak pengukuran panjang dan koordinat di permukaan. Untuk segitiga dan untuk
saluran lagi mendekati laut oleh elipsoid rujukan , dan mendakwa mereka menggunakan garis
geodesik, juga dalam matematik (geometri pengkamiran), navigation, dan fixture mounting dengan
kubah (Dome Geodetikberlaku). geoid graviti, dan juga untuk yang Gunaan Geofizik dan perhitungan
orbit satelit penting.
Juga dari Tinggi Geodesi adalah luas tanah kajian persatuan, yang untuk survei daerah dan
mereka sistem rujukan pergi. Tugas-tugas ini dahulunya assets dipecahkan, tetapi sekarang semakin
satelit GPS dan kaedah lain.
Yang disebut rendah Geodesi merangkumi pencatatan rencana halaman untuk desain
bangunan, dokumentasi dan penciptaan model digital untuk projek-projek teknik, topografi catatan
dari tanah, para survei kadaster dan bidang pengurusan kemudahan.
waktu selama Jika pemilikan tanah telah rumit (dengan membagi pembelian dan penjualan atau
warisan), maka apa yang disebut pembahagian tanah diperlukan. instrumen utama saya
adalah konsolidasi tanahdi Austria meliorasi disebut. Hal ini juga melayani pengedaran seragam kos
mana lahan untuk projek-projek besar (jalan raya, pusat baruperlu dilaksanakan) (syarikat konsolidasi
tanah).
Dengan kajian teknik merujuk pada teknikalkajian non-rasmi, (contohnya, susun atur bangunan,
Ingenieurnivellements, pembentukan enjin besar, dll)
Dalam melaksanakan tugas survei di bawah tanah- dan di atas tanahperlombongan disebut Galian
Survei atau kajian gunung.
Di antara daerah-daerah khusus Geodesi juga merangkumi kajian laut, kajian Hidrografi dan
merakam profil Hidrografi dari sungai-sungai, yang oseanografi altimetri satelit dan kerjasama dalam
bidang navigation.

Sejarah Singkat Geodesi


Berawal pada perlunya survey, tanah split, hotel- dan batas hotel untuk menentukan
dan sempadan didokumentasikan. Sejarahnya berawal dari "masyarakat hidrolik"dari
purba Mesirkembali ke tempat profesi surveyor setiap tahun selepas genangan beberapa minggu yang
paling penting dari tanah itu untuk.
Manusia juga memandang bintang-bintang selalu masa dan terutamanya dengan bentuk bumi. Pada
awalnya orang menganggap bahawa bumi adalah cakera dikelilingi oleh air laut.Pythagoras of Samos
(c. 500 SM) mengatakan walaupun bahawa bumi adalah sebuah bola, tapi ia tidak boleh
membuktikan tesisnya. Ini hanya Aristroteles (c. 350 SM). Dia membuktikan teori dalam tiga contoh
berikut praktikal:
1. Hanya satu bola suruh gerhana bulan selalu merupakan bayangan bundar di bulan.
2. Bila arah utara-selatan perjalanan, munculnya bintang baru akan dijelaskan hanya oleh
bentuk bola bumi.
3. Semua benda jatuh di sebuah pusat tujuan umum, iaitu pusat bumi.
Apa yang luar biasa adalah pengukuran tahap sarjana Helenistik dari Eratosthenes antara Alexandria
dan Syene (sekarang Aswan) pada 240 SM. Hal ini menunjukkan lingkar Bumi di 252.000 stadia, apa
yang nilai sebenarnya, walaupun jarak tidak menentu (anggaran 5000 tahap) menjadi sekitar sepuluh
peratus mendekati itu. Para saintis dan pengarah perpustakaan Alexandria menganggarkan keliling
7,2 derajat berbeza dengan matahari.
Seperti di Mesir, adalah perkhidmatan kajian Maya menghairankan, di mana tampaknya yang kuat di
bidang astronomi dan geodesi perhitungan kalendar disambungkan.
Bahkan sulit terowong-mengukur perkhidmatan dari yang pertama Milenium SM diturunkan, seperti
pada keenam Abad SM dengan terowong Eupalinos di Samos.
Marka tanah terpenting dari geodesi kuno juga yang pertama peta dunia Greek, yang pencerapan di
Timur Tengah dan pelbagai instrumen di beberapa pusat di timur Mediterranean. 1023
dikenalpasti Abu Reyhan Biruni - jenius universal Islam dunia ketika itu - yang mencipta pengukuran
baru jari-jari bumi di tepi sungai Kabul, kemudian disebut Indus hampir persis dengan 6339,6 km (jari-
jari di khatulistiwa bumi sebenarnya 6.378, 1 kilometer). Pada saat itu di Saudi dari 11 Century,
pembangunan jam matahari dan astrolabes ditolak ke berbunga tertinggi, selepas dari tahun 1300
yang juga saintis Eropah seperti Peuerbach boleh membina.

Batu litograf di arkib Bayern Pejabat Negara untuk Survei dan Geoinformation

Dengan fajar era moden memastikan keperluan pemetaan dan navigasi untuk baru meletup
pembangunan, seperti dalam menonton dan penghasilan alat Nuremberg atau mengukur dan kaedah
pengiraan navigator Portugal. era ini juga melihat penemuan fungsi trigonometri (India dan Vienna)
dan segitiga (di Snell 1615). instrumen baru seperti jadual pengukuran(Praetorius, Nuremberg 1590),
yang "Pantometrum" dari Jesuit Athanasius Kircher dan teleskop/ mikroskop membolehkan survey
pertama benar-benar negara ukuran yang tepat.
Dari sekitar 1.700 memperbaiki peta lagi dengan kaedah pengiraan eksak (Matematik Teknik
Geodesi) dan awal berskala besarTeknik Geodesi, yang 1740 dengan penentuan ellipsoid jari-jari
Bumi oleh Perancis Bouguer dan Maupertuis puncak pertama selama satu. pelbagai projek dan kajian
tanah yang lebih baik untuk menggabungkan keputusan untuk, dikembangkan Roger Joseph
Boscovich, Carl Friedrich Gauss dan lain-lain secara berperingkat pampasan bil, yang tahun 1850
dan pembentukan yang tepat sejak sistem rujukan dan pengukuran ruangan luar (geodesi
kosmikmanfaat).
Untuk mengamati 19 dan 20 Century adalah stesen utama:
 pengenalan Meter, Greenwich Meridian Perdana pada tahun 1950 dan global sistem masa,
berdasarkan teknologi wayarlesdan kuarsa jam berdasarkan
 yang geoid- dan Gravity dan link ke Geofisika
 Meningkatkan ketepatan untuk sekitar seratus kali (dm ⇒ mm per km), termasuk perkembangan
lebih lanjut dari teodolit dan pengukuran sudut, optik, dan kemudian elektro /
elektronik pengukuran jarak dan akhirnya komputer membantu
 Dari tahun 1960, peningkatan penggunaan satelit bumi buatan dan pembangunan yang sangat
besar geodesi satelit, yang pertama antarbenua pengukuran diaktifkan dan di sekitar tahun
1990 global seperti sistem GPS menyedari
 Dari sekitar 1.980 astronomi radio menggunakan interferometri (VLBI) sebagai asas sistem
rujukan precision-tinggi seperti ITRF, ETRS89 untuk geodesi global dan untukgeodynamics dari
kerak bumi.
Hasil kerja Geodetik
kawalan Geodesi untuk kedudukan, tinggi dan berat badan

 Lokasi dan tinggikoordinat titik objek dan titik kajian


 Dimensi dan orientasi objek
 Deformasi pemantauan objek (lihat Geodynamics dan Teknik Geodesi)
 Peta dan rancangan
 Orthophotos
 Data -Sistem Maklumat Geo
 Digital terrain model dan bahawa berdasarkan perwakilan, seperti perspektifdilihat
 Visualisasi objek teknikal.
Mengukur instrumen, peranti dan peralatan
Penting perkakas dan peralatan
(Nota: ini berbicara lebih dari instrumen kajian, fotogrametri, bagaimanapun, sebuah peranti.)
 Theodolite (untuk mengukur)
 Tachymeter (jarak dan pengukuran arah)
 Penyamarataan (pengukuran perbezaan quality)
 Gravimeter
 GNSS penerima (GPS- GLONASS- Kompas- atau Galileo penerima)
 Laser Scanner
 Bilik (Fotogrametri)
dan peralatan bantu Terperinci
 spacer itu, EDM-esei
 Doppelpentagonprisma (prisma sudut)
 Rentang tiang atau menjalankan kayu
 Kombinasi Receiver untuk GPS dan proses serupa (GLONASS, Galileo)
 Gyrocompass
 LaserDisto
 Laser Tracker
 Tegak lurus
 Lot (solder mekanik: sinker / Lace / plumb bob, batang tegak lurus; menurun optik)
 Meridian giro arah
 Pita pengukur, meteran atau pita pengukur
 Prisma atau reflektor
 Tripod (kayu, logam)
 Penilaian

Historis peralatan kuno


 Groma
 Chorobates
 Dioptra
 Skiotherikós Gnomon
peralatan Historis era moden
 Base papan
 Bussolentachymeter
 Kippregel
 Cross pinggan
 Bar
 Mengukur meja
 Sekstan
Pengukuran dan kaedah pengiraan geodesi
 Arah dan pengukuran sudut
 Jarak pengukuran (pengukuran jarak optik-elektro), Doppler navigation dan navigation inersia
 Altimeter (nivellitisch, trigonometri, barometric, altimetri)
 Fotogrametri (assets, pengukuran hawa)
 Remote Sensing
 Gravimetri (Gravity) dan gradiometry
 Geodesi Satelit
Prosedur Pengukuran secara terperinci (dalam urutan abjad)
 Pengintaian
 Astronomi penentuan
 Pemprosesan Citra Digital
 Remote Sensing
 Percuma pilihan kedudukan atau Reseksi
 relatif dan mutlak gravimetri
 GNSS (Sistem Satelit Navigasi Global): pengkamiran GPS (DGPS)
 Gradiometry
 Laser Scanning
 Rangkaian pengukuran
 Levelling
 Polar Mount Point
 Melintasi (Poligon)
 Fotogrametri
 Lihat rakaman
 Pemangkasan kaedah: memotong lurus (bantalan cross), reseksi, Vorwärtsschnitt, Reseksi (shock
busur)
 SLR (Satellite Laser Ranging)
 SST (satelit ke satelit Penjejakan)
 Mirror, sisik
 Segitiga (survey), Trilateration
 VLBI (Long Baseline Sangat interferometri)
Perhitungan kaedah dan alat pengkomputeran geodesi
 Geodetik Komputasi pada PC dan programmable kalkulator
 perisian Geodetik, surveyperisian
 Helmert transformasi dan kaedah transformasi koordinat spasial (seperti -parameter
transformasi 7 untuk rangkaian GPS)
 Komputasi model untuk mengukur instrumenkalibrasi, kalibrasi dan Metrologi
 Penyesuaian dan statistik ujian
 Matematik geodesi dan kartografi unjuran
 Koordinat-database, model daerah digital (DTM), digital pengebirianprogram
 digital kadaster dan pendaftaran tanah, Facility Management
 Sistem Informasi Geografis (GIS) dan LIS dan pangkalan data kejuruteraan yang lain
seperti pengurusan tanah
 IGS, International GPS Service untuk orbit satelit tepat dan DGPS
 Sapos dan perkhidmatan daerah lain untuk penentuan kedudukan satelit.
Geodetik Sistem Rujukan
 Sering digunakan rujukan elipsoid
 Tarikh pendaftaran definisi penting