P. 1
Analisis Kinerja Keuangan Pada Kpri Bina

Analisis Kinerja Keuangan Pada Kpri Bina

|Views: 7,502|Likes:
Dipublikasikan oleh manado2010

More info:

Published by: manado2010 on Sep 27, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/10/2013

pdf

text

original

Sections

  • 2.2.3. Komponen Dasar Laporan Keuangan
  • 2.3. Analisis Rasio Keuangan
  • 2.3.1 Pengertian Analisis Keuangan
  • 2.3.2 Pengertian Analisis Rasio Keuangan
  • 2.3.3 Pengertian Likuiditas
  • 2.3.4 Pengertian Solvabilitas
  • 2.3.5 Pengertian Rentabilitas
  • 2.4. Kerangka Teoretis
  • 3.1. Jenis Penelitian
  • 3.2. Populasi dan sampel Penelitian
  • 3.3.Variabel Penelitian
  • 3.4.Teknik Pengumpulan Data
  • 3.5.Teknik Pengelolaan dan analisis Data
  • 4.1. Hasil Penelitian
  • 4.1.1. Sejarah Berdirinya KPRI Bina Karya Kudus
  • 4.1.4. Disiplin Kerja
  • 4.1.5. Kepegawaian

107

ANALISIS KINERJA KEUANGAN PADA KPRI BINA

KARYA KUDUS TAHUN 2000 – 2004

SKRIPSI

Untuk memperoleh gelar Sarjana program studi Manajemen Keuangan S1

pada Universitas Negeri Semarang

Oleh

Lisa Oktavianingtyas

3352401125

FAKULTAS ILMU SOSIAL

JURUSAN EKONOMI

2006

108

PERSETUJUAN PEMBIMBING

Skripsi ini telah disetujui oleh Pembimbing untuk diajukan ke sidang panitia ujian

skripsi pada:

Hari

:

Tanggal

:

Pembimbing I

Pembimbing II

Drs. Syamsu Hadi, M. Si.

Dra. Suhermini, M. Si.

NIP. 130686734

NIP. 130529512

Mengetahui

Ketua Jurusan Ekonomi

Drs. Kusmuriyanto, M. Si
NIP. 131404309

109

110

PERNYATAAN

Saya menyatakan bahwa yang tertulis di dalam skripsi ini benar-benar hasil karya

saya sendiri, bukan jiplakan dari karya tulis orang lain, baik sebagian atau

seluruhnya. Pendapat atau temuan orang lain yang terdapat dalam skripsi ini dikutip

atau dirujuk berdasarkan kode etik ilmiah.

Semarang,

Lisa Oktavianingtyas
NIM. 3352401125

111

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

Motto :

“ Banyak orang Pintar tetapi sedikit orang Jujur ”.

Persembahan :

1. Bapak dan Ibu yang selalu mendo’akan

2. Adikku tercinta

3. Almamaterku

4. Teman-temanku Manajemen’02

5. Teman-temanku “Villana cost”

6. Mas Susilo yang tercinta

112

PRAKATA

Dengan terselesaikannya penulisan skripsi yang berjudul “ ANALISIS

KINERJA KEUANGAN PADA KOPERASI PEGAWAI REPUBLIK

INDONESIA BINA KARYA KUDUS TAHUN 2000-2004 “, puji syukur penulis

panjatkan kehadiran Allah SWT atas segala rahmat dan hidayah-Nya sehingga

penulis bisa memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi,

Program Studi Manajemen Keuangan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri

Semarang.

Penulis menghaturkan terima kasih yang tak terhingga kepada

Drs. Syamsu Hadi, M. Si, sebagai pembimbing sekripsi utama yang selalu

memberikan kritik, saran dan mengarahkan untuk menambah wawasan yang

menunjang penelitian penulis.

Terima kasih yang tak terhingga juga penulis haturkan kepada

Dra. Suhermini, M. Si, sebagai pembimbing skripsi kedua yang dengan sabar

mengkritik, membimbing, dan mengarahkan hasil tulisan penulis, juga dengan sabar

meladeni diskusi dan keluhan penulis selama proses penulisan sampai selesai.

Ucapan terima kasih yang tak terhingga juga penulis haturkan kepada

Drs. Kusmuriyanto, M. Si, selaku Ketua Jurusan Ekonomi yang selalu memberi

dukungan dan kemudahan bagi penulis selama penulisan skripsi ini.

Penulis juga manghaturkan terima kasih yang tak terhingga kepada :

1. Rektor Universitas Negeri Semarang.

2. Dekan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang, yang telah

memberikan ijin penelitian.

3. Drs. Sugiharto, M. Si. Selaku Ketua Program studi Manajemen Fakultas Ilmu

Sosial Universitas Negeri Semarang yang telah memberikan kesempatan dalam

penulisan skripsi.

4. Drs. Masrukhi, M. Pd., selaku Pembantu Dekan Bidang Akademik Fakultas Ilmu

Sosial Universitas Negeri Semarang yang telah memberikan ijin dalam penulisan

skripsi.

113

5. Drs. M. Poerwadiyono, M. Si., selaku Kepala Kantor Litbanglahtasipda

Kabupaten Kudus yang telah memberi ijin dalam pelaksanaan skripsi di wilayah

Kabupaten Kudus.

6. Drs. H. Sadono, selaku Ketua Pengurus KPRI Bina Karya Kudus yang telah

memberikan ijin dalam pelaksanaan skripsi dan pengambilan data di KPRI Bina

Karya Kudus.

7. Didik Zubaedi, yang telah membantu dalam proses pengambilan data di KPRI

Bina Karya Kudus.

8. Djoko Indratmo, M. M., selaku Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan

Koperasi Kabupaten Kudus yang telah memberikan ijin dalam proses

pengambilan data.

9. Endang Listiyani, S. E., selaku Bendahara KPRI Bina Karya Kudus yang telah

memberikan banyak masukan dan selalu meluangkan waktu untuk berdiskusi.

10. Sugiono, S. Pd. dan Sujatmi, selaku Bapak dan ibu penulis yang dengan penuh

kasih sayang selalu mendorong dan mengingatkan penulis untuk segera

menyelesaikan studi, selalu memberikan dukungan moril dan segala sesuatu yang

penulis butuhkan selama studi, terutama menjelang masa akhir studi, serta yang

selalu memberikan yang terbaik bagi penulis.

Akhirnya kepada para pengurus KPRI Bina Karya Kudus yang sudi

meluangkan waktu untuk memberikan data-data yang dibutuhkan penulis.

Penulis menyadari dalam penulis harapkan demi membangun sebuah

pemahaman dan penulisan karya ilmiah yang lebih baik lagi. Harapan penulis

semoga penelitian ini bermanfaat bagi para pembaca dan berguna bagi KPRI Bina

Karya Kudus khususnya bagian keuangan sebagai acuan untuk pemecahan

permasalahan kondisi keuangan.

Semarang,

Penulis

114

SARI

Oktavianingtyas, Lisa, 2006. Analisis Kinerja Keuangan pada KPRI Bina
Karya Kudus Tahun 2000-2004
. Sarjana Manajemen Keuangan Universitas Negeri
Semarang. Drs. Syamsu Hadi, M. Si., Dra. Suhermini, M. Si., dan h.

Kata Kunci : Analisis, Kinerja, Keuangan

Peranan koperasi dalam pembangunan nasional, harus dikembangkan dan diperkuat
dalam rangka menumbuhkan demokrasi ekonomi sebagai salah satu landasan bagi
terciptanya masyarakat yang berkeadilan sosial. Oleh karena itu koperasi sebagai
salah satu bentuk badan usaha yang mempunyai aktifitas ekonomi, dalam melakukan
aktifitas ekonomi memerlukan usaha-usaha dalam pengelolaan proses akuntansi yang
baik oleh pengurus agar menghasilkan laporan keuangan yang kemudian perlu
dianalisa.

Dalam penelitian ini penulis mengkaji tentang masalah analisa rasio
likuiditas, solvabilitas, dan rentabilitas pada KPRI Bina Karya Kudus Tahun
2000-2004. dari analisa maka akan diketahui kemampuan dalam melunasi kewajiban
jangka panjang maupun jangka pendek dan kemampuan dalam menghasilkan laba
(SHU).

Populasi dan sampelnya adalah laporan keuangan yang meliputi Neraca dan
Laporan Rugi/Laba yang terdapat dalam KPRI Bina Karya Kudus dari tahun
2000-2004 dalam penelitian ini meliputi :
Variabel likuiditas KPRI Bina Karya Kudus untuk memenuhi kewajiban jangka
pendek tepat waktu, variabel solvabilitas KPRI Bina Karya Kudus untuk memenuhi
kewajiban jangka panjang dan juga variabel rentabilitas KPRI Bina Karya Kudus
untuk memperoleh SHU.

Dari hasil perhitungan bahwa KPRI Bina Karya Kudus menunjukkan
penurunan jumlah anggota yang dikarenakan adanya mutasi, perkembangan usaha
dalam keadaan yang stabil dan perkembangan modalnya juga dalam keadaan yang
stabil. Sedangkan berdasarkan tingkat likuiditas diperoleh perhitungan sebagai
berikut : rasio likuiditas tahun 2000 595,58% menjadi 437,48% pada tahun 2004.
walaupun terjadi penurunan tetapi tingkat likuiditas dalam keadaan sangat aman.
Tingkat solvabilitas KPRI Bina Karya Kudus dalam cenderung berfluktuasi, tetapi
masih dalam kondisi sangat solvabel antara total aktiva dengan total hutang dari
525,07% ditahun 2000 menjadi 372,77% ditahun 2004. Rasio rentabilitas modal
sendiri KPRI Bina Karya Kudus menunjukkan perkembangan yang berfluktuasi dan
dalam keadaan yang tidak efisien. Rentabilitas modal sendiri dari 7,82% ditahun
2000 menjadi sebesar 6,95%ditahun 2004. Rentabilitas ekonomi diperoleh hasil
untuk tahun 2000 sebesar 5,87% menjadi 4,59% ditahun 2004 ini.
Kesimpulan dari penelitian diatas adalah bahwa tingkat likuiditas KPRI Bina
Karya Kudus mempunyai dana yang lebih dari cukup untuk menjamin hutang jangka
pendek. Tingkat solvabilitas KPRI Bina Karya Kudus mempunyai dana yang lebih
dari cukup untuk menjamin hutang jangka panjangnya. Tingkat rentabilitas modal
sendiri dan rentabilitas ekonomi dalam adanya penurunan, tetapi tidak terlalu besar.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi para anggota KPRI
Bina Karya Kudus, khususnya bagi bendahara. Tujuan KPRI Bina Karya Kudus

115

tidak mecari laba sebesar-besarnya, jadi koperasi tersebut diharapkan dapat
meningkatkan sistem penjualan akan barang-barang , yaitu dengan cara memberikan
pelayanan pemenuhan semua kebutuhan pokok para anggota dan memberikan harga
yang murah dari harga di luar koperasi, karena pendapatan terbesar berasal dari
penjualan barang.

116

DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL ……………………………………………………… i

HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING …………………….……

ii

HALAMAN PENGESAHAN KELULUSAN ………………..………..…

iii

PERNYATAAN …………………………………………………………… iv

MOTTO DAN PERSEMBAHAN ………………………………………… v

PRAKATA ………………………………………………………………… vi

SARI …………………………………………………..…………………… vii

DAFTAR ISI …………………………….………………………………… ix

DAFTAR TABEL ………………….……………………………………… xiii

DAFTAR GAMBAR ………………………………………………………

xiv

DAFTAR LAMPIRAN ……………………………………………………

xv

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah ……………………………………………

1

B. Identifikasi dan Rumusan Masalah …………………………………

5

C. Tujuan Penelitian ……………………………………………………

6

D. Kegunaan Penelitian …………………………………………………

6

E. Sistematika Skripsi …………………..………………………………

6

BAB II LANDASAN TEORI PENELITIAN

A. Pengertian Kinerja Keuangan ………………………….……………

8

B. Laporan Keuangan ……………………..……………………………

9

1. Pengertian Laporan Keuangan …………………………………..

9

117

2. Laporan Keuangan Koperasi …………………..………………

11

3. Komponen Dasar Laporan Keuangan ………….………………

17

C. Analisis Rasio Keuangan ………………………………..…………

20

1. Pengertian Analisis Keuangan …………………………………

20

2. Pengertian Analisis Rasio Keuangan ……….…………………

20

3. Pengertian Likuiditas ……………………………………………

22

4. Pengertian Solvabilitas …………………………………………

23

5. Pengertian Rentabilitas …………………………………………

24

6. Koperasi ………………………………………………..………

25

D. Kerangka Teoretis ……………………………………….…………

35

BAB III METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian ………………………………………………………

36

B. Populasi dan Sampel Penelitian ………………………………………

37

C. Variabel Penelitian ……………………………………………………

37

D. Teknik Pengumpulan Data ……………………………………………

38

E. Teknik Pengelolaan dan Analisis Data ……………………….………

39

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian …………………………………….…………………

46

1. Sejarah Berdirinya KPRI Bina Karya Kudus ….…………………

46

2. Tujuan Berdirinya KPRI Bina Karya Kudus ….…………………

47

3. Struktur Organisasi KPRI Bina Karya Kudus ….…………………

47

4. Disiplin Kerja …………………………………….………….……

50

5. Kepegawaian …………………………………….………………… 51

118

6. Keanggotaan …………………………………….………………… 51

7. Jenis Kegiatan Usaha ……………………………………………… 52

8. Kegiatan Sosial …………………………………….……………… 58

9. Alat Penunjang Usaha ………………………….…………………. 59

B. Penyajian Data …………………………………….…………..………

62

C. Analisis Data …………………………………….…………….……… 65

D. Pembahasan …………………………………….…………….….……

70

BAB V PENUTUP

A. Simpulan …………………………………….…………………...……

85

B. Saran …………………………………….……………………...…..…

86

DAFTAR PUSTAKA …………………………………….………..…………

88

LAMPIRAN …………………………………….……………….……………

89

119

DAFTAR TABEL

1. Tabel Standar Likuiditas. …………………………………….……..…….

42

2. Tabel Standar Solvabilitas. ……………………………………….….……

43

3. Tabel Standar Rentabilitas Modal Sendiri. ………………………..……… 44

4. Tabel Standar Rentabilitas Ekonomi. ……………………….…………….. 45

5. Tabel Jumlah dan Perkembangan Anggota KPRI Bina Karya Kudus

Tahun 2000-2004. …………………………….……….…………..……….. 52

6. Tabel Pelayanan Usaha Kredit KPRI Bina Karya Kudus Tahun 2000-2004.. 54

7. Tabel Volume Penjualan Toserda KPRI Bina Karya Kudus

Tahun 2000-2004. …………………………………….…………………..

55

8. Tabel Perkembangan SHU KPRI Bina Karya Kudus Tahun 2000-2004....

57

9. Tabel Perkembangan Modal KPRI Bina Karya Kudus Tahun 2000-2004..

60

10. Tabel Komponen Neraca KPRI Bina Karya Kudus Tahun 2000-2004.......

63

11. Tabel Komponen Rugi dan Laba KPRI Bina Karya Kudus

Tahun 2000-2004. ......................................................................................... 64

12. Tabel Pehitungan dan Perkembangan Aspek Likuiditas KPRI Bina Karya

Kudus Tahun 2000-2004. …………………..………….…………………… 66

13. Tabel Pehitungan dan Perkembangan Aspek Solvabilitas KPRI Bina Karya

Kudus Tahun 2000-2004. …………………………….……….…………… 67

14. Tabel Pehitungan dan Perkembangan Aspek Rentabilitas Modal Sendiri

KPRI Bina Karya Kudus Tahun 2000-2004. ……………….….…………… 68

15. Tabel Pehitungan dan Perkembangan Aspek Rentabilitas Ekonomi KPRI

Bina Karya Kudus Tahun 2000-2004. ……………………………………… 69

120

DAFTAR GAMBAR

1. Gambar Kerangka Teoritis Penelitian. ……………………….…………… 35

2. Gambar Sruktur Organisasi KPRI Bina Karya Kudus Periode

Tahun 2004-2006. …………………………………….…….…………….. 48

121

DAFTAR LAMPIRAN

1. Pedoman Dokumentasi Penelitian ………………………….………….....

90

2. Pedoman Wawancara Penelitian. …………………………..……………..

91

3. Daftar Neraca KPRI Bina Karya Kudus tahun 2000. ……………………..

92

4. Daftar Laporan Rugi dan Laba KPRI Bina Karya Kudus tahun 2000. …...

93

5. Daftar Perhitungan hasil Usaha KPRI Bina Karya Kudus 2000. ……...….

94

6. Daftar Neraca KPRI Bina Karya Kudus tahun 2001. ……………..……...

95

7. Daftar Laporan Rugi dan Laba KPRI Bina Karya Kudus

tahun 2001. …………………………………….………...….…………..… 96

8. Daftar Perhitungan hasil Usaha KPRI Bina Karya Kudus 2001. ……… …. 97

9. Daftar Neraca KPRI Bina Karya Kudus tahun 2002. ………………..…....

98

10. Daftar Laporan Rugi dan Laba KPRI Bina Karya Kudus9

tahun 2002. ……………………………….……………….…………… ....

99

11. Daftar Perhitungan hasil Usaha KPRI Bina Karya Kudus 2002. ……… …. 100

12. Daftar Neraca KPRI Bina Karya Kudus tahun 2003. …………………….

101

13. Daftar Laporan Rugi dan Laba KPRI Bina Karya Kudus

tahun 2003. ……………………………….……………….…………… ....

102

14. Daftar Perhitungan hasil Usaha KPRI Bina Karya Kudus 2003. ……… …. 103

15. Daftar Neraca KPRI Bina Karya Kudus tahun 2004. ……………………..

104

16. Daftar Laporan Rugi dan Laba KPRI Bina Karya Kudus tahun 2004. ……. 105

17. Daftar Perhitungan hasil Usaha KPRI Bina Karya Kudus 2004. ……… …. 106

18. Daftar Hasil Analisis Rasio Keuangan KPRI Bina Karya Kudus

tahun 2000. ………………………………………………………………..

107

19. Daftar Hasil Analisis Rasio Keuangan KPRI Bina Karya Kudus

tahun 2001. ……………………………………………….……………. ....

108

122

20. Daftar Hasil Analisis Rasio Keuangan KPRI Bina Karya Kudus

tahun 2002. ……………………………….……………….…….……... ...

109

21. Daftar Hasil Analisis Rasio Keuangan KPRI Bina Karya Kudus

tahun 2003. ……………………………….……………….…….……... ...

110

22. Daftar Hasil Analisis Rasio Keuangan KPRI Bina Karya Kudus

tahun 2004. ……………………………………………….……………….

111

23. Daftar Perbandingan Rasio Keuangan KPRI Bina Karya Kudus 2000-2004 112

24. Daftar Permodalan KPRI Bina Karya Kudus 2000. ……………….……… 113

25. Daftar Permodalan KPRI Bina Karya Kudus 2001. ………………….…… 114

26. Daftar Permodalan KPRI Bina Karya Kudus 2002. …………………..…… 115

27. Daftar Permodalan KPRI Bina Karya Kudus 2003. ……………..………… 116

28. Daftar Permodalan KPRI Bina Karya Kudus 2004. ……………………….. 117

29. Sertifikat Hasil Penelitian Kesehatan Usaha Simpan Pinjam KPRI Bin8

Karya Kudus. ……………………..………….……………….…………

118

30. Daftar Kredit Jangka Pendek. ……………………………………………… 119

31. Daftar Kredit Jangka Panjang. ……….……………………….…………… 120

32. Surat Pemberian Ijin Observasi dari Fakultas Ilmu Sosial. ……….……….. 121

33. Surat Pemberian Ijin Penelitian dari Fakultas Ilmu Sosial. ………….…….. 122

34. Surat Rekomendasi Penelitian Pemerintah Kabupaten Kudus Kantor

Penelitian, Pengembangan, Pengolahan Data dan Arsip Daerah. ……….... 123

35. Surat Pemberian Ijin Penelitian dari KPRI Bina Karya Kudus. …………..

124

36. Daftar nama Pengurus dan Pengawas KPRI Bina Karya Kudus. ………… 125

37. Daftar Jam Kerja KPRI Bina Karya Kudus. ………………….…………… 126

38. Daftar Karyawan KPRI Bina Karya Kudus. ………………….…………… 127

123

Lampiran 1.

PEDOMAN DOKUMENTASI

A. Rasio Likuiditas

Rasio likuiditas yang dilihat adalah perbandingan antara Aktiva Lancar

dengan Hutang Lancar. Data-data yang diperlukan, terdiri dari :

1. Jumlah Aktiva Lancar Tahun 2000-2004

2. Jumlah Hutang Lancar Tahun 2000-2004

B. Rasio Solvabilitas

Rasio solvabilitas yang dihitung adalah rasio total aktiva dengan total

hutang. Data-data keuangan yang diperlukan adalah :

1. Jumlah total Aktiva Tahun 2000-2004

2. Jumlah total Hutang Tahun 2000-2004

C. Rasio Rentabilitas

Rasio Rentabilitas yang dihitung adalah rentabilitas modal sendiri dan

rasio rentabilitas ekonomi dengan membandingkan antara SHU dengan modal

sendiri dan membandingkan antara SHU dengan modal usaha. Data-data

keuangan yang diperlukan :

1. Jumlah SHU tahun 2000-2004

2. Jumlah Modal Sendiri Tahun 2000-2004

3. Jumlah Modal Usaha Tahun 2000-2004

124

Lampiran 2.

PEDOMAN WAWANCARA

A. Organisasi

1. Bagaimana Struktur Organisasi KPRI Bina Karya Kudus.

2. Bagaimana pembagian tugas dan wewenang dalam Struktur Organisasi.

3. Berapa jumlah pengurus dan anggota KPRI Bina Karya Kudus.

B. Jenis Usaha

1. Apabila jenis usaha yang dijankan KPRI Bina Karya Kudus.

2. Fasilitas apa sajakah yang dimiliki untuk menjalankan usaha tersebut.

3. Pelayanan apa sajakah yang diberikan pada pengurus dan anggota.

4. Bagaimana perkembangan usaha KPRI Bina Karya Kudus.

C. Permodalan

1. Dari manakah sumber modal KPRI Bina Karya Kudus.

2. Bagaimana keadaan permodalan KPRI Bina Karya Kudus.

3. Bagaimana penggunaan modal dalam KPRI Bina Karya Kudus.

125

Lampiran 36.

DAFTAR PENGURUS DAN PENGAWAS

KPRI BINA KARYA KUDUS.

Adapun perbandingan pengurus KPRI Bina Karya Kudus tahun 2000 dengan

tahun 2004, antara lain :

No. Keterangan

Pengurus Tahun 2000

Pengurus Tahun 2004

1. Ketua

Drs. Ruslin

Drs. Sadono

2. Wakil Ketua Moch Soekamtono, S. E.

Drs. Kasban Soemitardjo

3. Sekertaris

Drs. Kasban Soemitardjo

Moch Soekamtono, S. E.

4. Bendahara

Drs. Sudarminto

Endang Listiyani, S. E.

5. Anggota

H. Mustaqim

Drs. Joko Susilo

Adapun perbandingan pengawas KPRI Bina Karya Kudus tahun 2000 dengan

tahun 2004, antara lain :

Pada tahun 2004 telah diputuskan pembentukkan TIM Perumus perubahan AD

dan ART (Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga) dengan susunan sebagai

berikut :

1. Ketua merangkap anggota

: Drs. Slamet Haryadi

2. Sekertaris merangkap anggota : Sulaeman, B. A.

3. Anggota

: Drs. Subiyanto

4. Anggota

: Drs. Kasban Sumitardjo

5. Anggota

: Drs. Kahar

No.

Keterangan

Pengawas Tahun 2000

Pengawas Tahun 2004

1. Ketua

Drs. Soebiyanto

Drs. Abdul Hamid

2. Anggota I

Drs. Joko Susilo

Drs. Subarkah

3. Anggota II

Suwandi

Drs. Kahar

126

Lampiran 37.

DAFTAR JAM KERJA KPRI BINA KARYA KUDUS

Adapun jam kerja yang berlaku di KPRI Bina Karya Kudus adalah sebagai

berikut:

1. Hari Senin pukul 07.00 WIB sampai dengan pukul 13.00 WIB.

2. Hari Selasa pukul 07.00 WIB sampai dengan pukul 13.00 WIB.

3. Hari Rabu pukul 07.00 WIB sampai dengan pukul 13.00 WIB.

4. Hari Kamis pukul 07.00 WIB sampai dengan pukul 13.00 WIB.

5. Hari Jumat pukul 07.00 WIB sampai dengan pukul 11.00 WIB.

6. Hari Sabtu pukul 07.00 WIB sampai dengan pukul 12.00 WIB.

7. Hari Minggu Libur.

127

Lampiran 38.

DAFTAR KARYAWAN KPRI BINA KARYA KUDUS

Adapun Karyawan KPRI Bina Karya Kudus, terdiri dari :

1. USP

: Zubaedi

2. USP

: Eulis Eka Haniarti

3. Waserda

: Rofiati

4. Waserda

: Sri Rejeki Amurwati

5. Penjaga

: Moch. Solekan

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Di Indonesia memiliki Tiga sektor kekuatan ekonomi untuk melaksanakan

berbagai kegiatan dalam tatanan kehidupan perekonomian. Ketiga sektor tersebut

adalah sektor negara, sektor swasta dan sektor koperasi. Koperasi adalah salah

satu pelaku ekonomi sehingga dipandang cocok untuk perekonomian Indonesia.

Menurut Undang-undang Republik Indonesia Nomor 25 tahun 1992 tentang

Perkoperasian Pasal 1, Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang

seorang atau badan hukum Koperasi dengan melandaskan kegiatannya

berdasarkan prinsip Koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang

berdasar atas asas kekeluargaan. Jadi koperasi bukanlah perkumpulan modal

usaha yang mencari keuntungan semata, tetapi koperasi dibentuk untuk

memenuhi kebutuhan anggota dengan memberikan harga semurah mungkin dan

pelayanan sebaik mungkin.

Undang-undang Dasar 1945 Pasal 33 ayat (1), menjelaskan bahwa bukan

kemakmuran orang perseorang yang diutamakan melainkan kemakmuran dan

kesejahteraan bersama dan yang sesuai dengan itu adalah Koperasi. Koperasi

salah satu sektor kekuatan ekonomi diharapkan menjadi soko guru perekonomian

Indonesia, karena koperasi merupakan badan usaha yang sesuai dengan

demokrasi ekonomi bangsa Indonesia yaitu dari rakyat, oleh rakyat dan untuk

rakyat.

2

Koperasi merupakan salah satu pelaku ekonomi, maka dalam melaksanakan

kegiatan usahanya tidak terbatas pada salah satu usaha saja namun dapat

mengembangkan bidang usahanya yang bermacam-macam. Koperasi sebagai

wadah perekonomian dan kegiatan sosial masyarakat dalam memenuhi

kebutuhan serta penyalur aspirasi masyarakat yang dapat memberikan

keseimbangan, kedudukan, peranan dan sumbangan terhadap tatanan

perekonomian nasional, sehingga sesuai apa yang menjadi cita-cita bangsa

Indonesia dapat dicapai sebagaimana yang tercantum dalam GBHN yaitu

mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur. Untuk mengembangkan

usahanya tersebut pengelola koperasi harus dapat mencermati dan melihat

prospek usahanya.

Pengurus dalam hal ini adalah pihak-pihak yang diberi kepercayaan oleh

anggota koperasi untuk mengelola sumber-sumber ekonomi yang dimilikinya.

Oleh karena itu, dalam melakukan aktifitasnya, Koperasi sebagai salah satu

bentuk Badan Usaha tidak bisa terlepas dari pembukuan atau Akuntansi.

Laporan keuangan merupakan alat yang sangat penting untuk memperoleh

informasi sehubungan untuk mengetahui posisi keuangan dan hasil yang telah

dicapai oleh Perusahaan atau Badan Usaha yang bersangkutan, karena laporan

keuangan ini sangat berkaitan erat dengan proses Akuntansi yang merupakan

kegiatan mencatat, mengklasifikasikan, menyajikan dan menafsirkan data

keuangan dari suatu badan usaha dimana aktifitasnya berhubungan dengan

produksi barang dan jasa. Hal ini berarti laporan keuangan sangat besar artinya

3

bagi badan usaha atau perusahaan untuk mengetahui gambaran yang sebenarnya

mengenai kondisi keuangan Perusahaan atau Koperasi yang bersangkutan.

Data keuangan akan lebih berarti bagi pihak-pihak yang berkepentingan,

jika data tersebut diperbandingkan untuk 2 (dua) periode atau lebih dan dianalisis

lebih lanjut sehingga dapat diperoleh data yang mendukung keputusan yang akan

diambil. Sebab hasil analisis sangat diperlukan untuk mengetahui kondisi

perusahaan atau badan usaha tertentu.

Koperasi Pegawai Republik Indonesia Bina Karya Kudus adalah salah satu

contoh Koperasi Pegawai yang ada di Kota Kudus. Kegiatan usaha yang

dilakukan oleh KPRI Bina Karya Kudus ada 3 (tiga) usaha yaitu usaha simpan

pinjam, toko koperasi, dan usaha lain-lain (seperti usaha sepeda motor dan arisan

sepeda motor). KPRI Bina Karya Kudus berbadan Hukum pada tanggal 30 April

1997. Sampai akhir tahun 2004 anggota KPRI Bina Karya Kudus berjumlah 419

orang. Suatu jumlah yang cukup besar dan memerlukan pengelolaan koperasi

yang lebih baik dalam setiap periode kepengurusan.

Di dalam pengelolaan koperasi dibutuhkan tenaga-tenaga terdidik, trampil

dan cakap, sehingga koperasi akan mampu menjadi pelaku ekonomi yang kuat

dan akan mampu memberikan pelayanan kepada anggotanya. Untuk mengetahui

kondisi keuangan di KPRI Bina Karya Kudus dipergunakan suatu analisis yaitu

analisis kinerja keuangan dimana dapat diketahui dari daftar Neraca dan Laporan

Rugi Laba.

Kinerja menurut Kamus Bahasa Indonesia adalah sesuatu yang dicapai atau

prestasi yang diperlihatkan. Sedangkan menurut Edy Sukarno (2000:111),

4

Kinerja adalah gambaran mengenai tingkat pencapaian pelaksanaan suatu

kegiatan. Adapun kinerja keuangan menurut Departemen Koperasi adalah

penilaian kesehatan keuangan koperasi.

Untuk mengetahui kondisi keuangan suatu koperasi termasuk

Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Bina Karya Kudus dalam

pengembalian keputusan yang rasional, ada beberapa analisis yang dapat

dipergunakan oleh anggota.

Bagi Koperasi, analisis keuangan membantu dalam perencanaan langkah

kebijaksanaan yang tepat dan sangat membantu dalam perencanaan koperasi.

Untuk menilai kondisi keuangan atau prestasi koperasi, analisis keuangan

memerlukan tolok ukur yang dapat dipakai untuk membantu analisis tersebut.

Tolok ukur tersebut berupa rasio yang menghubungkan antara 2 (dua) variabel

data keuangan yang berbeda.

Hasil dari perbandingan atau rasio tersebut akan memberikan gambaran

atau pandangan tentang kondisi keuangan koperasi. Rasio yang digunakan adalah

Rasio Likuiditas, Rasio Solvabilitas Dan Rasio Rentabilitas (Profitabilitas). Agar

lebih jelas tentang perkembangan dan sehat tidaknya di KPRI Bina Karya Kudus,

maka akan membandingkan laporan keuangan Tahun Buku 2000 – 2004.

Analisis ini akan berguna bagi pengurus koperasi yang baru dalam mengambil

keputusan yang akan diambil dalam melaksanakan kegiatan koperasi.

5

Berdasarkan uraian di atas, maka penulis perlu untuk membahas tentang

Analisa Laporan Keuangan Koperasi dengan judul “ ANALISIS KINERJA

KEUANGAN PADA KOPERASI PEGAWAI REPUBLIK INDONESIA

BINA KARYA KUDUS TAHUN 2000 – 2004 ”.

1.2. Identifikasi dan Rumusan Masalah

Dalam melakukan pembahasan penelitian ini membatasi pada analisis

keuangan dengan mengambil obyek penelitian pada Koperasi Pegawai Republik

Indonesia Bina Karya Kudus.

Dalam menilai kinerja keuangan pada Koperasi Pegawai Republik

Indonesia Bina Karya Kudus, data laporan keuangan yang akan diambil adalah

Periode Tahun 2000 – 2004, yang meliputi Aspek Likuiditas, Aspek Solvabilitas

dan Aspek Rentabilitas.

Sesuai dengan pengamatan, masalah yang muncul pada kinerja keuangan

Koperasi Pegawai Republik Indonesia Bina Karya Kudus diantaranya Sisa Hasil

Usaha (SHU) yang telah dicapai belum maksimal, sehingga perlu diupayakan

semaksimal mungkin guna peningkatan kesejahteraan anggota koperasi. Dengan

munculnya masalah tersebut, maka perumusan masalah dalam penelitian ini

adalah bagaimana kinerja keuangan KPRI Bina Karya Kudus selama periode

tahun 2000 - 2004?.

6

1.3. Tujuan penelitian

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengukur Kinerja Keuangan

Koperasi Pegawai Republik Indonesia Bina Karya Kudus selama periode tahun

2000 – 2004.

1.4. Kegunaan penelitian

Kegunaan dari hasil penelitian ini adalah:

a. Hasil penelitian diharapkan memberikan manfaat bagi Koperasi Pegawai

Republik Indonesia Bina Karya Kudus agar bisa diketahui kinerja

keuangannya melalui tingkat Likuiditas, Solvabilitas dan Rentabilitas.

b. Dengan diketahuinya kinerja keuangan pada Koperasi Pegawai Republik

Indonesia Bina Karya Kudus tersebut diharapkan bisa memberikan motivasi

yang lebih besar dalam meningkatkan kegiatan usahanya.

1.5. Sistematika Skripsi

Untuk memperoleh gambaran secara garis besar tentang penulisan skripsi

ini, dicantumkan sistematika skripsi sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN

Pendahuluan mengemukakan tentang Latar Belakang Masalah,

Identifikasi Dan Rumusan Masalah, Tujuan Penelitian, Kegunaan

Penelitian dan Sistematika Skripsi.

BAB II LANDASAN TEORI PENELITIAN

7

Landasan Teori Penelitian mengemukakan tentang Kinerja Keuangan,

Laporan Keuangan dan Koperasi.

BAB III METODE PENELITIAN

Metode Penelitian mengemukakan tentang Populasi Penelitian,

Sampel Penelitian, Variabel Penelitian, Jenis dan Sumber Data.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil Penelitian dan Pembahasan mengemukakan tentang Penjelasan

Menegenai KPRI Bina Karya Kudus, Hasil Analisis Rasio, Penyajian

Data, Analisis Data, dan Pembahasan.

BAB V PENUTUP

Penutup mengemukakan Simpulan dan Saran.

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

8

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1. Pengertian Kinerja Keuangan

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2001:570), Kinerja adalah

sesuatu yang dicapai, prestasi yang diperlihatkan, atau kinerja merupakan

kemampuan kerja. Menurut Edy Sukarno (2000:111), Kinerja adalah gambaran

mengenai tingkat pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan / program /

kebijaksanaan dalam mewujudkan sasaran, tujuan, misi dan visi organisasi.

Dalam menjalankan kegiatan Koperasi, setiap Koperasi berusaha untuk

mencapai tujuannya yaitu memakmurkan dan mensejahterakan anggotanya.

Keberhasilan atau tidaknya suatu koperasi dapat dilihat dari kondisi koperasi.

Analisis keuangan merupakan suatu proses yang bertujuan menentukan

ciri-ciri yang penting tentang keadaan keuangan dan kegiatan koperasi

berdasarkan data yang ada. Tujuan utama Analisis Kinerja Keuangan untuk

memperoleh pandangan yang lebih baik tentang masalah operasional dan

keuangan yang dihadapi koperasi.

Menurut Suad Husnan (1997:44), pengertian Kinerja Keuangan

merupakan hasil dari banyak keputusan keuangan individual yang dibuat secara

terus menerus pada suatu lembaga atau institusi.

Analisis kinerja keuangan yang dilakukan oleh koperasi, dilakukan

dengan penyusunan laporan finansial (Financial Statement) yang terdiri dari

laporan keuangan Neraca dan Laporan SHU (Sisa Hasil Usaha) serta Laporan

9

Perubahan Modal yang dibuat secara berkala atau periodik untuk maksud dan

tujuan analisis terhadap Kinerja Keuangan Koperasi.

2.2. Laporan Keuangan

2.2.1. Pengertian Laporan Keuangan

Menurut Baridwan (1990:19), Laporan Keuangan merupakan hasil

akhir proses Akuntansi. Laporan keuangan merupakan ringkasan dari

transaksi keuangan selama tahun buku yang bersangkutan.

Laporan Keuangan disusun untuk memberikan informasi tentang

hasil usaha, posisi keuangan dan berbagai faktor yang menyebabkan

terjadinya perubahan posisi keuangan kepada berbagai pihak yang

berkepentingan dengan eksistensi badan usaha. Pihak-pihak yang

berkepentingan itu, antara lain :

a. Manajer atau Pimpinan Perusahaan

Manajer atau pimpinan Perusahaan berkepentingan terhadap Laporan

Keuangan untuk mengetahui posisi keuangan sebagai dasar untuk

membuat perencanaan dan mengadakan pengawasan atas kegiatan

Perusahaan yang dikelolanya serta untuk mengetahui sampai seberapa

jauh operasi Manajemen yang dilakukan.

b. Pemilik Perusahaan

Pemilik perusahaan berkepentingan terhadap Laporan Keuangan untuk

dapat menilai sukses tidaknya manajer dalam memimpin Perusahaannya,

10

karena kesuksesan seorang manajer biasanya dinilai dari keuntungan atau

laba yang diperoleh Perusahaan.

c. Para Investor, Bankers maupun Para Kreditur lainnya

Para Investor, bankers maupun para kreditur lainnya sangat

berkepentingan terhadap Laporan Keuangan karena dapat mengetahui

prospek keuntungan dimasa yang akan datang dan perkembangan

Perusahaan, mengetahui jaminan investasinya dan mengetahui kondisi

kerja dan kondisi keuangan jangka pendek maupun jangka panjang

perusahan tersebut.

d. Pemerintah

Pemerintah memerlukan Laporan Keuangan untuk menentukan besarnya

pajak yang harus ditanggung oleh Perusahaan, pengawasan pajak serta

dibutuhkan oleh biro statistik, dinas perindustrian, perdagangan, tenaga

kerja untuk dasar perencanaan pembangunan.

e. Karyawan

Karyawan memerlukan Laporan Keuangan karena berhubungan langsung

dengan kelangsungan hidup perusahaan yang erat kaitannya dengan

keterjaminan kerja mereka.

Agar Laporan Keuangan dapat memberi gambaran yang jelas kepada

pemakai atau pihak-pihak yang berkepentingan diatas, maka Laporan

Keuangan harus disusun dengan baik dan benar, sehingga dapat dipahami

dan kemudian dianalisa serta diinterprestasikan.

11

Pada dasarnya Laporan Keuangan berguna untuk menyediakan

informasi keuangan mengenai suatu Perusahaan atau badan usaha yang akan

digunakan oleh pihak-pihak yang berkepentingan sebagai bahan

pertimbangan didalam mengambil keputusan ekonomi.

Menurut Standart Akuntansi Keuangan (1994) menyatakan tujuan

Laporan Keuangan sebagai berikut :

1. Untuk memberikan informasi keuangan yang dapat dipercaya mengenai

sumber-sumber ekonomi dan kewajiban serta modal suatu Perusahaan.

2. Untuk memberikan informasi yang dapat dipercaya mengenai

perubahan dalam sumber-sumber neto (sumber dikurangi kewajiban)

suatu Perusahaan yang timbul dari aktivitas-aktivitas dalam rangka

memperoleh laba.

3. Untuk memperoleh informasi yang membantu para pemakai laporan di

dalam estimasi potensi perusahaan dalam menghasilkan laba.

4. Untuk memberikan informasi penting mengenai perubahan dalam

sumber-sumber ekonomi dan kewajiban seperti informasi mengenai

aktifitas pembelanjaan dan penanaman modal.

5. Untuk mengungkapkan sejauh mungkin informasi lain yang

berhubungan dengan Laporan Keuangan yang relevan untuk kebutuhan

pemakai laporan seperti informasi mengenai kebijaksanaan akuntansi

yang dianut oleh Perusahaan.

12

Informasi akan bermanfaat jika memenuhi syarat-syarat kualitatif

sebagaimana yang tercantum didalam buku Standart Akuntansi Keuangan

(1994), antara lain :

a. Relevan, artinya Laporan Keuangan harus sesuai dengan

penggunaannya baik untuk tujuan umum maupun khusus.

b. Dapat dimengerti, artinya Laporan Keuangan harus mudah dipahami

dan dimengerti oleh pemakainya.

c. Dapat diuji, artinya laporan keuangan harus dapat diuji kebenarannya

oleh pengukur yang independen dan dengan pengukuran yang sama.

d. Netral, artinya Laporan Keuangan harus diarahkan pada kebutuhan

pemakai dan tidak boleh memihak kepada siapapun.

e. Tepat waktu, artinya Laporan Keuangan harus disajikan sedini mungkin

untuk dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan.

f. Daya banding, artinya Laporan Keuangan dapat dibandingkan dengan

laporan keuangan periode sebelumnya dari Perusahaan yang sama

dengan laporan keuangan perusahaan lainnya pada periode yang sama.

g. Lengkap, artinya laporan keuangan harus meliputi semua data akuntansi

keuangan atau mengungkapkan dan menyajikan seluruh fakta keuangan

serta penyajian fakta tersebut tidak boleh menyesatkan pemakainya.

2.2.2. Laporan Keuangan Koperasi

Menurut Undang-undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang

Perkoperasian Pasal 1, menyebutkan bahwa Koperasi adalah badan usaha

13

yang beranggotakan orang seorang atau badan hukum Koperasi dengan

melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip Koperasi sekaligus sebagai

gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan.

Dalam rangka pelaksanaan program pembangunan nasional sekarang

ini untuk meningkatkan produksi, penciptaan kesempatan kerja dan

pendapatan yang adil dan merata bagi para pegawai, maka Koperasi Pegawai

Republik Indonesia yang benar-benar dapat menjadi wadah utama kegiatan

ekonomi para pegawai yang dimiliki dan diatur oleh Anggota atau Pegawai

yang bersangkutan untuk kepentingan dan kesejahteraan pegawai.

Berdasarkan asas kekeluargaan dan kegotongroyongan Koperasi

Pegawai Republik Indonesia bertujuan untuk mengembangan ideologi dan

kehidupan perkoperasian serta kesejahteraan anggota khususnya,

kemampuan daya kreasi, usaha anggota, untuk meningkatkan produksi dan

penjualan sehingga diharapkan Pegawai atau Anggota berpartisipasi secara

aktif kedalam Koperasi Pegawai Republik Indonesia demi tercapainya tujuan

yang akan dicapai Koperasi tersebut.

Koperasi Pegawai Repulik Indonesia apabila ingin sukses atau ingin

berhasil dalam usahanya harus memenuhi satu syarat yaitu harus mempunyai

sistem pencatatan yang baik dan teratur. Sama halnya dengan badan usaha

lain, Koperasi Pegawai Repulik Indonesia atau Koperasi harus

menyelenggarakan pembukuan sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang

berlaku. Pada setiap akhir periode pembukuan harus menyajikan laporan

keuangan yang berupa neraca, laporan perhitungan rugi atau laba dan

14

laporan perubahan modal yang harus dilaporkan dalam rapat anggota sebagai

langkah dalam mengambil keputusan.

Laporan Keuangan merupakan salah satu sumber informasi yang

penting, disamping itu juga sebagai alat pertanggungjawaban. Agar Laporan

Keuangan dapat dimanfaatkan secara baik, maka laporan keuangan koperasi

harus disusun sesuai Standar khusus Akuntansi Koperasi, karena dengan

Standar khusus ini Koperasi dapat menyusun laporan keuangannya

berdasarkan prinsip akuntansi yang lazim dengan memperhatikan

karakteristik Koperasi yang bersangkutan.

Menurut Standar Akuntansi Keuangan (1994), bahwa Standar khusus

akuntansi mengenai karekteristik Laporan Keuangan Koperasi sebagai

berikut :

1. Laporan Keuangan merupakan bagian dari pertanggungjawaban

pengurus kepada anggotanya didalam Rapat Anggota Tahunan (RAT).

2. Laporan Keuangan biasanya meliputi neraca atau laporan posisi

keuangan, laporan perhitungan rugi atau laba dan laporan perubahan

posisi keuangan yang penyajiannya dilakukan secara komparatif.

3. Sesuai dengan posisi Koperasi sebagai bagian dari sistem jaringan

Koperasi beberapa pos atau istilah yang sama atau muncul, baik pada

kelompok aktiva maupun pada kewajiban dan kekayaan bersih.

4. Perhitungan rugi atau laba menyajikan hasil akhir yang disebut Sisa

Hasil Usaha (SHU).

15

5. Dengan adanya konsep sistem jaringan koperasi dan peraturan

pemerintah, maka terdapat aktiva (sumber daya) yang dimiliki koperasi

tetapi tidak dikuasainya dan sebaliknya terdapat aktiva (sumber daya)

yang dikuasai oleh koperasi tetapi tidak dimilikinya.

6. Laporan Keuangan Koperasi bukan merupakan laporan keuangan

konsolidasi dari koperasi.

Pemakai utama dari Laporan Keuangan Koperasi adalah para anggota

Koperasi sendiri, Pengurus dan Pejabat Koperasi. Sedangkan pemakai

lainnya yang mempunyai kepentingan terhadap Koperasi adalah sebagai

berikut :

a. Anggota dan Calon Anggota

Dari Laporan Keuangan anggota dapat menilai pertanggungjawaban

pengurus dan pengelolaan sumber daya ekonomi yang dipercayakan

pengelolaannya kepada pengurus penilai hasil prestasi pengurus dan

menilai manfaat yang diberikan kepada anggota.

b. Kreditur atau Bankers

Laporan Keuangan berguna dalam mempertimbangkan pemberian

kredit kepada koperasi beserta resiko yang mungkin terjadi.

c. Pejabat Koperasi

Laporan Keuangan berguna untuk menilai sejauhmana koperasi telah

mentaati dan melaksanakan peraturan yang berlaku serta dalam rangka

pembinaan.

16

d. Kantor Pajak

Laporan Keuangan diperlukan untuk menetapkan pajak yang akan

diberikan kepada koperasi yang bersangkutan.

e. Pengawas

Laporan Keuangan untuk menilai kinerja Pengurus dalam pengelolaan

koperasi umumnya dan keuangan koperasi khususnya melaporkan hasil

penilaiannya kepada rapat anggota.

f. Pengurus atau manajer koperasi

Laporan Keuangan digunakan dalam hal pengendalian usaha Koperasi,

baik dalam penyusunan rencana, pelaksanaan kegiatan dan pengawasan

kegiatan. Disamping itu Laporan Keuangan digunakan sebagai

pertanggungjawaban pengurus atas pengelolaan sumber daya ekonomi

kepada pemiliknya.

Menurut Standar Akuntansi Keuangan (1994), Laporan Keuangan

Koperasi informasinya sangat diperlukan oleh para pemakai atau pihak-

pihak yang berkepentingan untuk memperoleh :

1. Aktiva (sumber daya) yang dimiliki Koperasi

2. Kewajiban yang harus dipenuhi Koperasi

3. Kekayaan bersih yang dimiliki oleh anggota dan Koperasi sendiri

4. Transaksi, kegiatan dan keadaan yang terjadi dalam satu periode yang

mengubah sumber daya ekonomi, kewajiban dan kekayaan bersih

koperasi

17

5. Sumber penggunaan dan informasi lain yang mungkin mempengaruhi

Likuiditas, Solvabilitas dan Rentabilitas.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->