Anda di halaman 1dari 9

Bismillahirrahmanirrahim

Al-Hamdulillahi Rabbil ‘Alamin. Wassalamu ‘ala Sayyidina wa Nabiyyina


Muhammad, wa Alihi at-Thahirina wa Shahbihi al-Muntajabina wa ‘ala Jami'i al-
Anbiya wa al-Mursalin...

Salam dan shalawat kepada para Nabi Ilahi, khususnya Nabi Muhammad Saw, Ahbul
Bayt yang suci, para sahabat terpilihnya dan kepada seluruh para Nabi Ilahi...

Allahumma ‘Ajjil li Waliyyika al-Faraj, wal'afiata wa an-Nashr. Waj'alna min Khairi


Ansharihi wa A'awanihi, wal Mustasyhadina baina Yadaih...

Wahai Allah Yang Maha Besar! Percepat kemunculan Wali-Mu disertai dengan
keselamatan dan kemenangan. Jadikan kami sebagai penolong dan pendukung
terbaiknya dan senantiasa berkorban di jalannya...

Bapak Ketua dan rekan-rekan yang mulia...

Saya bersyukur kepada Allah Yang Maha Besar yang masih memberikan kesempatan
untuk hadir lagi di sidang Majelis Umum PBB ini. Di awal pidato, saya ingin
mengingatkan semua yang hadir untuk memberikan penghormatan kepada para korban
bencana banjir bandang yang melanda Pakistan. Saya mengucapkan belasungkawa
kepada mereka yang ditinggal, pemerintah dan bangsa Pakistan. Pada kesempatan ini
juga saya mengajak semua untuk segera menolong sesama manusia sebagai kewajiban
kemanusiaannya.

Di sini, saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada manajemen Majelis Umum
PBB.

Di tahun-tahun lalu, saya telah berbicara di depan kalian tentang sebagian harapan,
kecemasan, krisis keluarga, keamanan, kemuliaan manusia, ekonomi, iklim, harapan
akan keadilan dan perdamaian yang berkelanjutan.

Kini, kekuasaan sistem Kapitalisme dan manajemen yang ada di dunia pasca satu abad
telah sampai pada titik akhirnya. Sistem Kapitalisme tidak mampu memberikan
jawaban yang tepat terhadap tuntutan masyarakat. Untuk itu saya akan berusaha
menggambarkan sebagian parameter sistem yang tepat bagi masa depan dengan
mencermati dua faktor utama kegagalan yang ada.

Pertama, Cara Pandang dan Keyakinan

Kalian semua tahu tentang misi yang diemban oleh para Nabi Ilahi. Mereka diutus
untuk menyeru seluruh manusia kepada monoteisme, cinta dan keadilan. Mereka
diutus untuk menghamparkan jalan bagi manusia mencapai kebahagiaan. Para Nabi
Ilahi mengajak manusia kepada pemikiran dan keilmuan agar lebih baik dalam
mengenal hakikat. Mereka juga diutus untuk memperingatkan manusia akan kesyirikan
dan egoisme.
Hakikat seruan para Nabi adalah satu. Setiap Nabi membenarkan Nabi sebelumnya dan
memberikan kabar gembira akan kedatangan Nabi yang baru. Para Nabi Ilahi
memperkenalkan agama yang sesuai dengan kapasitas manusia dan lebih sempurna
dari yang terdahulu. Semua ini berjalan hingga sampai kepada Nabi Muhammad Saw,
Nabi pamungkas yang mengetengahkan agama secara sempurna.

Sesuai dengan perjalanan ini ada saja para arogan dan penyembah dunia yang berusaha
menghadang seruan yang jelas ini dan bangkit menghadapi pesan-pesan para Nabi.

Para pengikut Namrud bangkit menghadapi Nabi Ibrahim as, para pengikut Firaun di
hadapan Nabi Musa as dan para penyembah dunia melawan Nabi Isa as dan Nabi
Muhammad Saw. Di abad-abad terakhir, dengan alasan kezaliman yang dilakukan
mereka yang mengklaim orang-orang beragama di Barat di Masa Pertengahan, segala
nilai, moral ditafsirkan sebagai faktor keterbelakangan dan meletakkannya berhadap-
hadapan dengan sains dan rasionalitas.

Pemutusan hubungan manusia dengan Langit sejatinya manusia telah memutuskan


hubungannya dengan hakikat dirinya sendiri.

Manusia yang memiliki potensi mengenal hakikat alam dan pencari kebenaran,
cenderung akan keadilan dan kesempurnaan, kesucian dan keindahaan dan menjadi
wakil Allah di bumi telah berubah menjadi keberadaan yang terbatas pada materi.
Kewajiban manusia didefinisikan tidak lebih dari upaya untuk sampai pada kelezatan
individu. Naluri manusia telah menggantikan esensi hakikat manusia.

Seluruh manusia dan bangsa-bangsa dianggap sebagai rival masing-masing.


Kebahagiaan seorang individu atau sebuah bangsa didefinisikan dengan mengganggu,
menghabisi dan menumpas lainnya. Pertikaian merusak untuk tetap eksis dijadikan
dasar dalam mengatur hubungan sesama manusia menggantikan Interaksi konstruktif
dan saling menyempurnakan.

Penyembahan modal dan hegemoni telah menggantikan monoteisme yang menjadi


rahasia persatuan dan cinta.

Semua aksi luas penentangan terhadap nilai-nilai ilahi telah membuka jalan bagi
perbudakan dan penjajahan.

Bagian luas dari dunia berada di bawah kekuasaan beberapa negara Barat. Puluhan juta
manusia telah dijadikan budak dan puluhan juta keluarga telah tercerai-berai. Seluruh
sumber-sumber kekayaan, hak dan budaya bangsa-bangsa jajahan telah dijarah. Tanah
air yang diduduki dan masyarakat asli telah dibantai dan dihinakan.

Namun dengan bangkit bangsa-bangsa, para imperialis semakin terisolasi dan


kemerdekaan bangsa-bangsa kemudian diakui. Harapan akan penghormatan,
kesejahteraan dan keamanan telah hidup di tengah bangsa-bangsa. Di awal-awal abad
lalu, slogan-slogan indah kebebasan, hak asasi manusia (HAM) dan demokrasi telah
menciptakan banyak harapan yang menjadi obat penawar bagi luka-luka dalam yang
masih menganga. Namun kini bukanhanya harapan-harapan itu tidak terealisasikan,
justru kenangan yang lebih pahit dari masa lalu dalam sejarah yang terekam dalam
ingatan.

Dalam dua Perang Dunia, penjajah Palestina, dalam perang Korea dan Vietnam, dalam
perang Irak-Iran, dalam penjajahan Afghanistan dan Irak dan dalam perang-perang di
Irak, ratusan juta manusia tewas, terluka dan menjadi pengungsi.

Terorisme, produksi narkotika, kemiskinan dan kesenjangan sosial telah semakin


meluas. Pelbagai pemerintahan kudeta dan diktator yang didukung Barat di Amerika
Selatan telah melakukan kejahatan yang luar biasa.

Bukannya melucuti senjata, produksi dan simpanan senjata-senjata nuklir, biologi dan
kimia justru semakin meluas. Dunia kini berada dalam ancaman yang lebih besar.

Dengan demikian, tampaknya apa yang terjadi adalah penerapan dari tujuan-tujuan
para imperialis dan pemilik budak, tapi kali ini dengan slogan-slogan baru.

Kedua, Faktor Manajemen Global dan Sistem Berkuasa

Masyarakat dan Perserikatan Bangsa-Bangsa dibentuk dengan slogan menegakkan


perdamaian dan keamanan, serta menjaga HAM.

Mekanisme manajemen yang berlaku di dunia dapat diteliti dengan membedah tiga
peristiwa.

Pertama: 11 September yang telah mempengaruhi kondisi dunia sekitar 10 tahun.


- Secara tiba-tiba ditayangkan ke seluruh penjuru dunia berbagai rekaman serangan
terhadap menara kembar.
- Kira-kira semua pemerintah dan politisi terkemuka mengecam serangan tersebut.
- Motor propaganda pun bergerak dan dunia diambang ancaman besar dengan nama
terorisme dan diumumkan bahwa satu-satunya jalan keluar adalah invasi militer ke
Afghanistan.
- Pada akhirnya, Afghanistan dan tidak lama kemudian Irak diduduki.

Mohon diperhatikan;

Diklaim bahwa serangan 11 September telah menewaskan sekitar 3.000 orang dan kami
sangat menyayangkan hal tersebut. Namun di Afghanistan dan Irak hingga kini ratusan
ribu orang tewas dan jutaan lainnya cedera serta bentrokan terus meningkat setiap
harinya.

Terkait pelaku serangan 11 September, ada tiga pendapat:


1- Kelompok teroris yang sangat kuat dan pelik yang berhasil menembus seluruh lapisan
keamanan dan intelejensi Amerika. Pendapat ini yang disebar luaskan oleh pemerintah
Amerika.
2- Sebagian pihak di dalam pemerintah Amerika Serikat untuk menciptakan perubahan
dalam proses kelesuan ekonomi Amerika dan penguasaan Washington terhadap Timur
Tengah dan juga upaya penyelamatan rezim Zionis. Mayoritas warga Amerika, bangsa-
bangsa, dan juga para politisi dunia yang meyakini pendapat ini.
3- Sebuah kelompok teroris yang didukung dan dimanfaatkan oleh pemerintah Amerika
Serikat kala itu. Tampaknya pendapat ini yang mendapat dukungan paling sedikit.

Dokumen terpenting dari tuduhan tersebut adalah beberapa paspor yang diangkat dari
puing-puing dahsyat itu dan sebuah rekaman video dari seorang yang tidak jelas tempat
tinggalnya. Namun disebutkan bahwa sebelumnya ia pernah terlibat dalam kontrak
dagang minyak dengan sejumlah pejabat tinggi Amerika Serikat. Ingin dikesankan
bahwa karena kebakaran hebat dan ledakan, tidak ada sisa dari para pelakunya
serangan itu.

Ada beberapa pertanyaan pokok yang belum terjawab


1- Apakah logika tidak membenarkan bahwa pertama harus dilakukan penelitian serius
oleh kelompok-kelompok independen dan kemudian identifikasi seluruh pelaku dan
menentukan program untuk menindak mereka.
2- Bila pendapat pemerintah Amerika diterima, apakah tindakan terhadap kelompok
teroris, adalah invasi meluas, perang teratur, dan pembantaian ratusan ribu orang?
3- Apakah tidak mungkin dilakukan seperti cara Iran dalam menyikapi kelompok
teroris Rigi yang telah membuat 400 warga Iran gugur dan cedera? Dalam operasi yang
dilancarkan Iran tak satupun nyawa orang yang tidak berdosa yang melayang.

Diusulkan bahwa PBB harus membentuk tim pencari fakta terkait Serangan 11/9
sehingga sejumlah pihak tidak melarang penyampaian pendapat terkait masalah ini.

Di sini, Saya ingin mengumumkan bahwa Republik Islam Iran, tahun depan, akan
menjadi tuan rumah sebuah konferensi yang bertujuan mengidentifikasi terorisme dan
mencari mekanisme menghadapinya. Untuk itu, Saya mengundang para pejabat dunia,
pemikir, intelektual dan peneliti untuk menghandiri konferensi ini.

Kedua: Pendudukan Palestina

Bangsa tertindas Palestina selama 60 tahun berada di bawah pendudukan Rezim Zionis
Israel, dan mereka tidak mendapat kebebasan, keamanan dan hak kedaulatan. Akan
tetapi keberadaan para penjajah malah diakui.

Hingga kini, Zionis Israel melakukan perang sebanyak 5 kali. Rezim ini melakukan
perang terburuk terhadap Lebanon dan Gaza karena membantai warga-warga tak
berdosa. Zionis Israel juga melanggar semua ketentuan internasional bahkan
menyerang konvoi kapal pengangkut bantuan kemanusiaan dan membantai warga tak
berdosa.

Rezim Zionis Israel mendapat dukungan dari sejumlah negara Barat. Rezim ini juga
selalu mengintimidasi kawasan dan meneror tokoh-tokoh Palestina dan negara lainnya.
Bahkan para pendukung Palestina dan penentang Zionis Israel menyandang status
sepeti teroris dan anti-Yahudi, serta terus mendapat tekanan. Semua nilai bahkan
kebebasan berpendapat di Eropa dan AS diberangus Rezim Zionis.

Semua solusi gagal diselesaikan karena tidak memperhatikan hak-hak bangsa Palestina.

- Jika semenjak awal, hak kedaulatan bangsa Palestina diakui sebagai ganti dari
mengakui rezim penjajah Zionis Israel, apakah kita akan menyaksikan semua kejahatan
yang terjadi?!!
- Usulan kami adalah pemulangan pengungsi Palestina ke tanah air mereka dan
merujuk pada referendum semua warga Palestina untuk menentukan kedaulatan dan
bentuk pemerintahan.

Ketiga: Energi Nuklir

Energi nuklir, bersih, murah, dan merupakan kenikmatan ilahi yang juga salah satu
alternatif terbaik untuk mengurangi polusi bahan bakar fosil.

Traktat Non Proliferasi Nuklir (NPT) mengizinkan semua anggotanya untuk


memanfaatkan nuklir sipil tanpa batas, dan bahkan Badan Tenaga Nuklir Internasional
(IAEA) berkewajiban mendukung dan melindungi dari sisi teknis dan hukum.

Bom nuklir adalah senjata anti-kemanusiaan yang harus dimusnahkan total. NPT juga
melarang produksi bom nuklir dan penyimpanannya, bahkan menilai pelucutan senjata
nuklir sebagai keharusan.

Akan tetapi perhatikanlah apa yang dilakukan sejumlah pemilik senjata nuklir yang juga
anggota Dewan Keamanan (DK) PBB.

- Mereka malah menilai tenaga nuklir sebagai bom, dan berupaya memonopolinya dan
menekan IAEA agar membatasi kepemilikan tenaga nuklir ini hanya untuk segelintir
negara.
- Pada saat yang sama, negara-negara itu menimbun bom nuklir dan memproduksinya.
Tentu Anda mendengar bahwa pemerintah Amerika tahun ini mengalokasikan 80
milyar dolar untuk bom nuklir.

Kebijakan seperti ini bukan hanya membuat perlucutan senjata tidak terealisasi, tapi
malah terjadi perluasan senjata nuklir di sejumlah wilayah termasuk Rezim Zionis
Israel yang penjajah dan pengancam.

Di sini diusulkan sebagai agar tahun 2011 dinamakan sebagai tahun pelucutan senjata
nuklir, energi nuklir untuk semua, senjata nuklir tidak untuk siapa pun.

Dalam semua masalah ini, PBB tidak dapat melakukan langkah penting. Sangat
disayangkan bahwa dalam dekade yang diberi nama Dekade Perdamaian, justru terjadi
peperangan, agresi dan pendudukan. Bahkan ratusan ribu orang tewas dan terluka,
yang terus bertambah karena permusuhan dan kedengkian.
Bapak-bapak dan ibu-ibu!

Beberapa waktu terakhir, kita menyaksikan aksi keji dan anti-kemanusiaan pembakaran
al-Quran. Alquran adalah kitab langit dan mukjizat abadi nabi Islam yang juga menyeru
pada penghambaan Yang Maha Esa, keadilan, kecintaan terhadap sesama,
pembangunan bumi, pemikiran dan perenungan, pembelaan terhadap kaum papa, dan
perlawanan terhadap kaum zalim, serta menyebutkan nama baik para nabi Allah seperti
Nuh, Ibrahim, Ishaq, Yusuf, Musa, dan Isa as, serta membenarkan mereka.

Mereka membakar al-Quran untuk membakar sebuah hakikat dan maarif tersebut
namun hakikat tidak dapat dibakar, al-Quran abadi seperti Allah Swt dan hakikat. Aksi
ini dan segala aksi yang memperdalam jurang dan jarak antarbangsa, adalah aksi setan.
Harus waspada menghindar agar tidak terjebak dalam perangkap setan. Saya mewakili
bangsa Iran, menghormati seluruh kitab langit dan para pengikutnya.

Ini al-Quran dan ini adalah kitab suci, keduanya sangat terhormat bagi kami.

Rekan-rekan yang terhormat!

Selama bertahun-tahun telah terbukti dengan jelas ketidakefektifan pemikiran


kapitalisme, manajemen global, serta sistem yang ada, dan mayoritas pemerintah dan
bangsa-bangsa menuntut perubahan fundamental dan pemberlakuan keadilan dalam
hubungan internasional. Sebab ketidakmampuan Perserikatan Bangsa-Bangsa adalah
strukturnya yang tidak adil. Dengan hak veto, kekuatan utama terkonsentrasi di Dewan
Keamanan dan pilar utamanya yaitu Majelis Umum telah telah termarginalkan.

Dalam beberapa dekade terakhir, setidaknya satu anggota tetap Dewan selalu berada di
satu sisi persengketaan. Ketika seorang hakim atau jaksa menempatkan diri di salah
satu pihak yang berseteru, bagaimana ia diharapkan dapat bertindak proporsional
mengingat hak veto memberikan kekebalan untuk menyerang dan menduduki.

Dalam pembahasan nuklir, jika Iran memiliki hak veto, apakah sikap-sikap Dewan
Keamanan dan Dirjen IAEA akan bertindak seperti saat ini?

Saudara-saudara yang tercinta!

PBB adalah pusat koordinasi dan manajemen kolektif dunia yang terpenting.
Strukturnya harus direvisi sedemikian rupa sehingga semua pemerintahan dan bangsa-
bangsa independen dapat berpartisipasi aktif dan konstruktif dalam manajemen global.
Hak veto harus dihapus, dan Majelis Umum PBB harus menjadi pilar paling utama
sementara Sekjen PBB menjadi individu paling independen dan seluruh sikap serta
kebijakannya harus disetujui oleh Majelis Umum dan di jalur keadilan serta menghapus
diskriminasi.
Ketika mengungkapkan pendapat dan menegakkan keadilan, Sekjen PBB tidak boleh
ditekan oleh kekuatan atau negara tempat markas PBB berada. Diusulkan agar dalam
setahun ini dan dalam sebuah sidang khusus, Majelis Umum PBB melangkah untuk
merevisi dan merampungkan struktur PBB. Republik Islam Iran memiliki banyak
usulan dan siap berpartisipasi secara konstruktif dan aktif.

Bapak-bapak dan ibu-ibu!

Saya secara tegas menyatakan bahwa pendudukan berbagai negara dengan alasan
memaksakan kebebasan dan demokrasi merupakan sebuah kejahatan yang tidak akan
terampuni.

Dunia lebih membutuhkan logika kasih sayang, keadilan, dan partisipasi semua pihak
ketimbang logika kekuatan, monopoli, unilateralisme, peperangan, dan ancaman. Dunia
membutuhkan manajemen orang-orang suci seperti para nabi Allah Swt.

Dua kawasan geografi luas yakni Afrika dan Amerika Latin telah melalui berbagai
trasformasi determinan selama satu dekade, kebijakan baru di dunia benua ini yang
semuanya berlandaskan pada persamaan kecenderungan, persatuan yang lebih kokoh,
dan nasionalisasi seluruh metode pembangunan, serta pengembangan negara mereka.
Banyak kepentingan bagi rakyat di dua kawasan tersebut yang telah terjamin.
Kecerdasan dan manajemen para pemimpin kedua benua ini telah menyelesaikan krisis
dan kesulitan regional tanpa campur tangan imperialisme trans-regional. Dalam
beberapa tahun terakhir, Republik Islam Iran telah memperluas hubungan
komprehensifnya dengan Amerika Latin dan Afrika.

Adapun tentang Iran yang mulia,

Deklarasi Tehran yang merupakan langkah besar dan konstruktif dalam mewujudkan
kepercayaan yang disusun berdasarkan kebijakan proporsional dan insani pemerintah
Brazil dan Turki serta yang dibarengi dengan kekraban Iran, meski menghadapi sikap
sinis dan resolusi ilegal, namun deklarasi tersebut tetap sah.

Kami telah melaksanakan komitmen kami melebihi undang-undang IAEA namun kami
tidak akan pernah menerima pemaksaan ilegal. Disebutkan bahwa dengan cara
merepresi, mereka berupaya memaksa Iran untuk berdialog. Pertama, Iran selalu siap
untuk berdialog berdasarkan prinsip penghormatan dan keadilan. Kedua, cara-cara
yang berlandaskan pada asas tidak penghormatan terhadap bangsa-bangsa sudah lama
terbukti tidak efektif lagi.

Mereka yang menghadapi logika tegas bangsa Iran dengan ancaman dan sanksi pada
hakikatnya telah mengorbankan sisa-sisa gengsi Dewan Keamanan dan keyakinan
bangsa-bangsa terhadap lembaga penting ini, serta sekali lagi membuktikan
ketidakadilan Dewan itu.
Ketika bersikap seperti itu terhadap bangsa besar Iran yang dalam sejarah dikenal
dengan nama-nama para ilmuwan, penyair, arif, seniman, dan budaya, peradaban, serta
kesucian, penghambaan terhadap Allah Swt, serta tuntutan keadilannya, bagaimana
mungkin mereka akan dipercayai oleh bangsa-bangsa lain.

Rekan-rekan saya!

Semua tahu bahwa sistem kapitalisme dan berbagai metode imperialisme dalam
manajemen global telah gagal, dan bukan hanya era perbudakan dan penjajahan,
melainkan era penguasaan terhadap dunia telah berakhir dan tertutup sudah jalan
untuk membangun kembali imperium.

Kami telah menyatakan bahwa kami siap untuk tampil di podium ini pada sebuah acara
debat bebas yang serius dengan para pejabat Amerika Serikat, guna menyampaikan
pendapat kami kepada Anda secara transparan mengenai berbagai masalah penting
dunia. Di sini pun kami mengusulkan agar setiap tahun digelar debat bebas di Majelis
Umum PBB guna merealiasikan dialog konstruktif.

Adapun kalimat akhir. Rekan dan saudara-saudara!

Bangsa Iran dan mayoritas bangsa dan pemerintahan dunia menentang manajemen
diskriminatif yang berlaku saat ini di dunia. Manajemen ini memerlukan perombakan
mendasar mengingat bersifat tidak manusiawi serta sudah sampai pada titik akhir dan
menemui jalan buntu.

Pembenahan kondisi dunia dan perwujudan ketenangan dan kebahagiaan, menuntut


partisipasi semua pihak, pemikiran jernih, serta manajemen ilahi dan insani.

Kita semua meyakini bahwa keadilan merupakan faktor utama perdamaian, keamanan
konstan, dan perluasan kasih sayang antarmanusia dan bangsa-bangsa. Realisasi
tujuan, hak, dan kemuliaan manusia harus dicari di bawah naungan keadilan serta
menjauhi keburukan, kezaliman, dan penistaan.

Esensi manusia termanifestasi dalam kecintaan terhadap sesama dan kebaikan, dan
kasih sayang merupakan pondasi terbaik dalam mengatur hubungan antarmanusia dan
bangsa-bangsa.

Vahshi Bafaqi, seorang penyair Iran mengatakan,

"Jika kau telah meneguk air kehidupan, jika tidak ada cinta dalam dirimu maka kau
akan mati."

Sesama manusia bukan rival dan saingan dalam proses membangun dunia yang penuh
dengan kesucian, keamanan, dan kesejahteraan, melainkan penolong satu sama lain.
Orang yang mencari kegembiraannya dalam kesedihan orang lain dan mencari
kesejahteraannya dalam kemiskinan pihak lain, serta mencari keamanannya dalam
ketidakamanan orang lain, orang yang menganggap dirinya lebih unggul dari lainnya,
mereka sesungguhnya telah keluar dari lingkup kemanusiaan dan berada di jalur setan.

Ekonomi dan harta adalah sarana untuk berkhidmat kepada orang lain, persahabatan,
pengokohan hubungan manusiawi dan kesempurnaan maknawi, bukan sarana untuk
menjajah dan bersombong-sombong.

Laki-laki dan perempuan adalah penyempurna satu sama lain dan keluarga serta
hubungan suci, penuh cinta kasih, dan langgeng dua pasangan pada pusatnya,
menjamin kelanjutan dan pembimbingan generasi. Kenikmatan yang hakiki, adalah
perluasan cinta dan pembenahan masyarakat.

Perempuan adalah manifestasi keindahan Allah Swt dan merupakan pusat afeksi serta
penanggung jawab penyebaran kasih sayang, penjagaan kesucian dan kelembutan
masyarakat.

Kasarnya jiwa dan perilaku perempuan dan terhalangnya mereka dari hak-hak
fundamental kasih sayang dari kaum laki-laki dan pasangan mereka, akan membuat
masyarakat beringas dan menimbulkan kerusakan yang tidak dapat diperbaiki.

Kebebasan adalah hak ilahi yang harus digunakan dalam melayani perdamaian dan
kesempurnaan manusia. Pemikiran saleh dan tekad orang-orang saleh merupakan
kunci untuk melintasi kehidupan yang tayyibah, yang penuh dengan harapan,
semangat, dan keindahan.

Ini adalah janji Allah Swt yang akan mewariskan bumi kepada orang-orang suci serta
saleh, dan orang-orang yang terbebaskan dari belenggu kesombongan akan memegang
kendali dunia dan ketika itulah tidak ada lagi jejak kesedihan, diskriminasi, kemiskinan,
ketidakamanan, dan serangan. Saat itu tibalah hari kegembiraan dan perkembangan
ilahi manusia yang hakiki. Semua manusia penuntut keadilan dan kebebasan telah
menantikan dan menjanjikannya.

Manusia sempurna, hamba yang ikhlas kepada Allah Swt, dan pecinta kejujuran
manusia, yang ayahnya adalah keturunan Nabi Islam, dan ibunya adalah keturunan
kaum Kristen bersama dengan Isa putra Maryam as, serta orang-orang saleh lainnya
tengah menanti sampai realisasi era tersebut tiba dan mereka dapat membantu seluruh
umat manusia. Seyogyanya kita saling menggenggam erat tangan dan kita menjelang
mereka dengan berusaha.

Salam kepada cinta dan penghambaan, salam kepada keadilan dan kebebasan, salam
kepada hakikat manusia, manusia sempurna, penolong sejati dan benar manusia, dan
salam terhadap Anda serta semua orang saleh dan suci.(IRIB/MZ/SL)