Anda di halaman 1dari 24

Jika atom atau senyawa mengabsorbsi/menyerap cahaya dengan

frekuensi yang sesuai, maka elektron akan tereksitasi ke tingkat


energi yang lebih tinggi.

Absorbsi ini bertanggung jawab pada warna yang ditampakkan


pada senyawa tersebut.

Mata kita dapat menerima campuran semua warna, seperti sinar


matahari yang berwarna putih.

RGB
Berikut adalah gambaran campuran warna yang dapat diterima oleh mata
dipisahkan sebagai cahaya berwarna setelah melewati prisma.

Suatu obyek terlihat hitam jika mengabsorp semua warna dan putih
apabila memantulkan semua warna yang sesuai dengan cahaya
putih.
Obyek berwarna kuning di bawah ini mengabsorp merah, oranye (jingga),
hijau, biru, ungu dan violet, sedangkan warna yang dipantulkan adalah cahaya
kuning, sehingga kita lihat warna kuning.

Larutan yang mengdanung ion kompleks [Cu(NH3)4]2+ berwarna biru karena


kompleks ini menyerap cahaya merah dan oranye, warna komplementernya
biru dan biru kehiajauan.
UNSUR-UNSUR TRANSISI

4
I. Senyawa Koordinasi
A. Struktur

2+
e.g., [Ni(NH3)6]Cl2 NH3
H3N NH3
Ni 2Cl-
H3N NH3
NH3

Senyawa koordinasi penting dalam :


•warna fotografi
•katalisis
•Antidote logam beracun
•Konversi energi matahari
•biokimia: hemoglobin, klorofil
II. Teori Medan Kristal
A. Spliting medan kristal
(spliting medan ligan) - menerangkan warna dan sifat magnetik
eg
dz2 dx2- y2
spliting
medan kristal, Δ
t2g
E dxy dxz dyz

ΔE = hν
3d
~daerah tampak

"naked" coordination
Senyawa
metal koordinasi
complex
Contoh

Ti(H2O)63+ (Ti3+ = d1)

eg eg

ΔE = hν
t2g t2g

absorb kuning-hijau
∴tampak violet
1. Deret spektrokimia

CN– > NO2– > en > NH3 > H2O > C2O42– > OH– > F– > Cl– > Br– > I–

Ikatan kuat Ikatan lemah


Δ besar Δ kecil
absorbs terlihat ROYGBV
lemah Ni(H2O)62+ <R GB rendah tinggi
Ni(NH3)2+ O B E E
Ni(en)32+ G V
kuat Ni(CN)42– BV Y
2. Muatan pada logam

• muatan lebih besar ⇒ Δ lebih besar


(ligdan terikat lebih kuat, interaksi dengan orbital d lebih kuat)

ROYGBV
absorbs terlihat rendah tinggi
Fe(H2O)6 2+ R G E E
Fe(H2O)63+ BV RO
B. Sifat Magnetik

e.g., Fe(NH3)62+ (Fe2+ = d6)

eg low-spin complex Ditemukan


(pasangan maximum) experiment
t2g diamagnetic

or

eg high-spin complex
(pasangan minimum)
paramagnetic
t2g
Mineral adalah suatu yang terjadi di alam, padat, anorganik, substan kristalin
dengan susunan atom yang karakteristik dan komposisi kimia yang pasti.

Yang bertanggung jawab warna pada mineral adalah ion logam dan pada
umumnya adalah logam transisi deret pertama (Ti sampai Cu)
Kenampakan
batu mulia dalam beberapa variasi
Ion Logam Warna Contoh mineral
Ca2+, Sc3+, dan Ti4+ tidak ada

Ti3+ agak kebiruan hibbonite dan pyroxene


V3+ hijau grossular garnet (tsavorite)
tergantung arah pdanang zoisite (tanzanite)
(pleokroism)
VO2+ biru terang Cavansite
biru kehijauan Synthetic clinopyroxene
apophyllite
Cr3+ hijau emerald, synthetic
orthopyroxene, jadeite
merah
ruby , spinel
Mn3+ merah Muscovite mica (beryl)
hijau danalusite
violet tremolite
Mn2+ (sisi octahedral) pink Rhodonite
Mn2+ (sisi tetrahedral) merah terang Rhodocrosite
kuning kehijauan willemite
Ion Logam Warna Contoh mineral
Fe2+ hijau forsterite,
Konsentrasi tinggi coklat phosphophyllite
orthopyroxene
Fe2+ (bujur sangkar pln) merah gillespite atau eudialyte
Fe2+ (koord 8) hampir merah pyrope garnet
Fe3+ (octahedral) ungu strengite (fosfat)
coquimbite (sulfat)
kuning kehijauan danradite garnet
Fe3+ (tetrahedral) kuning keunguan plagioclase feldspar
oranye terang diopside
Co2+ biru Olivine sintetis
cobaltian calcite
Ni2+ (octahedral) hijau synthetic olivine
kuning (distorsi besar)
Cu2+ (octahedral) hijau azurite, malachite, aurichalcite
biru tourmaline
Tanah jarang
UO22+ kuning mengkilat carnotite dan autinite.
U4+ biru zircon.
Tanzan-V3+ Tsavorite-V3+ Piemont-Mn3+ Tremolite-Mn3+

Aphopilite Clinoperoxine Beryl red Beryl pink Mn_opx


(VO2+) (VO2+) (Mn3+) (Mn2+)

danalus-Mn3+
emerald (Cr3+) Jade (Cr3+) Orthopyro ruby (Cr3+)
xene(Cr3+)
Pyrope garnet Olivine-Fe2+
(Fe2+) Phospyl-Fe2+ Eudialite-Fe2+

Coquimbit Streng
Demdan-Fe3+ Ferry Di Labrad-Fe3+
(Fe3+) Fe3+

Cocalsite Cocalsite Azurite


(Co2+) Ni_ol Malachite
(Co2+) (Cu2+) (Cu2+)
Quartz
Quartz: SiO2 murni, tidak berwarna, tidak umum digunakan sebagai gem.

Digunakan dalam peralatan optik (seperti radio frequency oscilltors)

Quartz yang biasa digunakan sebagai gem amethyst dan citrine.

Amethyst
Mempunyai warna ungu (karena impuruty Fe ), biasanya
dengan daerah distribusi :
ungu muda
ungu
biru-ungu
kemerahan-ungu

Perusakan radiasi karena Fediperlukan untuk membentuk


warna amethyst
Fe - O transfer muatan memberikan warna: O-- <=> Fe4+
Fe3+ dalam sisi Si -> Fe4+
Citrine
transparan, bayangan orange
Citrine
kuning-orange-coklat
Warna disebabkan adanya Fe pada zone tertentu. Term
"ametrine" merefers dari bi-color citrine/amethyst

Smoky quartz
smoky quartz karena Al3+
Al3+ mengambil satu elektron dari O2-
Jika terdapat cukup Al dan radiasi, maka kristal dapat
berubah menjadi hitam ! ("morian")
Perlakuan panas dapat menjaga kejernihan, kadang-
kadang juga facetnya.
Cubic Zirconia
CZ atau Cubic Zirconia
Cubic zirconia, adalah diamond tiruan.
Sejak tahun 1977 diproduksi pada suhu 2700°C.
Warna CZ

Melalui "doping" dengan berbagai mineral, bebrapa warna yang menarik dapat
diproduksi.
Yang terbagus dan biasa diketahui yang tidak berwarna, biasanya disebut putih.
Cerium oxides, CeO2, Ce2O3, menghasilkan warna merah oranye dan kuning.
Copper, CuO, Iron, Fe2O3, Nickel, NiO, Praesiodymium, Pr2O3, dan Titanium,
TiO2, menghasilkan warna kuning dan coklat.
Erbium, Er2O3, Europium, Eu2O3, Holmium, Ho2O3, menghasilkan pink.
Chromium, Cr2O3, Thulium, Tm2O3, Vanadium, V2O3, menghasilkan olive green.
Cobalt, Co2O3, Manganese, MnO2, Neodymium, Nd2O3, menghasilkan lila dan
violet.
Technical Information

Chemical ZrO2 – SiO2 –


Composition dan Zirconium Dioxide Silicon Dioxide
Name

Hardness 8.25 to 8.5 7

Refractive Index 2.15 1.544 - 1.553

Specific Gravity 5.65 - 5.95 2.65 - 2.66

Crystalline System Cubic Trigonal


(Rhombohedral)
CH3

H3C
N N
2+
Fe
N N
H3C CH3
CH2CH2COO-
CH2CH2COO-

Heme
Vit B12 N N
Mg
N N

C 21 H 39 O O O

Chlorophyll