Anda di halaman 1dari 7

Disusun oleh :

Wida Ayu
Dian Asri
Berawal dari krisis finansial di negara Thailand pada
tahun 1997 yang mempengaruhi keadaan ekonomi di
negara-negara Asia.
Stok hutang luar negeri swasta yang sangat besar dan
umumnya berjangka pendek, telah menciptakan
kondisi bagi “ketidakstabilan”. Hal ini diperburuk
oleh rasa percaya diri yang berlebihan, bahkan
cenderung mengabaikan, dari para menteri di bidang
ekonomi maupun masyarakat perbankan sendiri
menghadapi besarnya serta persyaratan hutang
swasta tersebut.
Terkait erat dengan masalah di atas, adalah
banyaknya kelemahan dalam sistem perbankan di
Indonesia. Dengan kelemahan sistemik perbankan
tersebut, masalah hutang swasta eksternal langsung
beralih menjadi masalah perbankan dalam negeri.
Sejalan dengan makin tidak jelasnya arah perubahan
politik, maka isu tentang pemerintahan otomatis
berkembang menjadi persoalan ekonomi pula.
Perkembangan situasi politik telah makin
menghangat akibat krisis ekonomi, dan pada
gilirannya memberbesar dampak krisis ekonomi itu.
 Pengekangan hak asasi manusia dari beberapa aspek
kehidupan.

Misalnya :
 Hak minoritas warga Tionghoa
 Kebebasan berpendapat
 Degradasi moral elit politik (KKN)
 Kediktaroran kepala negara
 Pembangunan tidak merata dan cenderung sentralistik
 Pemaksaan hak pilih
 Pelarangan
 5 maret 1998 : 20 mahasiswa UI mendatangi gedung DPR MPR
untuk menolak pidato pertanggungjawaban presiden.
 2 mei 1998 : demonstrasi kenaikan bahan bakar di Medan,
Bandung dan Yogyakarta.
 7 mei 1998 : bentrokan mahasiswa Univ. Jayabaya dengan
aparat.
 12 mei 1998 : Tragedi Trisakti
 13 mei 1998 : Kerusuhan pecah di Jakarta & Solo
 19 mei 1998: mahasiswa menduduki gedung MPR
 21 mei 1998 : pukul 09.00 WIB Soeharto mengundurkan diri.
Lepasnya Timor Timur tahun 1 Februari 1999 bedasarkan
referendum.
Penghapusan dwi fungsi ABRI
Penyelenggaraan general election 1999 bedasarkan UU
nomor 3 tahun 1999.
Muncul gerakan separatis seperti GAM, OPM, RMS.
Kerusuhan Poso tahun 2000.
Dan lain-lain.
Peyelengaraan UU nomor 22 tahun 1999 tentang Otonomi
Daerah.
Penghapusan Tap MPR no. XXV tahun 1966.
Penghapusan tanda “ET” (eks tapol) pada kartu identitas
mantan tahanan polotik.
Reintegrasi mantan tapol ke masyrakat.
Adanya KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi)
Reformasi Birokrasi.
Dan lain-lain.