Anda di halaman 1dari 29

TEORI AKUNTANSI DAN

PENELITIAN AKUNTANSI
Penelitian Akuntansi dan Metoda Ilmiah
• Teori sangat berguna karena teori dapat menjelaskan
hubungan atau memprediksi fenomena.

• Dalam metode ilmiah, teori itu tidak lebih dari kalimat.


Kalimat ini harus berisi premis (juga disebut asumsi atau
postulat).

• Premis - premis mungkin menjadi bukti tersendiri atau


mereka mungkin dibangun sehingga mereka dapat diuji oleh
inferensi statistik, dalam hal ini biasanya disebut hipotesis.

• Akhirnya, sebuah teori yang berisi kumpulan kesimpulan


berasal dari premis. Kesimpulan dapat ditentukan baik oleh
deduksi atau induksi.
Penalaran Induktif dan Deduktif
• Dalam pendekatan deduktif, tujuan merupakan
bagian yang paling penting.

• Metode yang digunakan dalam penalaran deduktif


adalah metode aksioma atau matematika. Atas
dasar metode ini, perumusan teori di awali dari
pemakaian premis dan aturan-aturan yang akan
digunakan untuk menarik kesimpulan yang logis
dari masalah yang sedang dianalisis.

• Kebenaran teori hanya diuji berdasarkan logika


analitisnya. Jika tujuannya benar, asumsinya benar,
maka teori yang dihasilkan juga benar.
• Secara umum, langkah yang digunakan
dalam merumuskan teori akuntansi adalah:
1. Menentukan tujuan pelaporan keuangan
2. Memilih postulate akuntansi yang sesuai
dengan kondisi ekonomi, politik, dan
sosiologi
3. Menentukan prinsip akuntansi
4. Mengembangkan teknik akuntansi
(Belkaoui, 1993)
• Kelebihan pendekatan deduktif:
• Kemampuan untuk merumuskan struktur teori
yang konsisten, terkoordinasi, lengkap dan
setiap tahapan berjalan secara logis

• Kelemahan pendekatan deduktif:


• Karena didasarkan pada postulat dan tujuan
tertentu maka jika terjadi kesalahan otomatis
prinsip yang dihasilkan juga salah. Kemudian
pendekatan dedukif sering menghasilkan
pendekatan yang terlalu teoritis sehingga tidak
dapat diterapkan dalam praktik
• Topik : Penilaian Aktiva atas dasar Nilai bersih yang dapat
direalisasi

• P1 = semua perusahaan harus menyajikan laporan


keuangan yang memnuhi kebutuhan para pemakai
• P2 = Semua pemakai laporan keuangan berkepentingan
dengan masalah solvabilitas suatu perusahaan
• K=P3 = Semua perusahaan harus menyajikan laporan
keuangan yang melaporkan solvabilitas suatu perusahaan
• P4 = Solvabilitas suatu perusahaan ditunjukkan oleh nilai
bersih yang dapat direalisasi atas aktiva.
• K = Semua perusahaan harus menyajikan aktiva dalam
laporan keuangan atas dasar nilai yang dapat direalisasi.
• Topik : Rekening Pabrik dan Listrik

• P1 = Semua rekening aktiva harus


bersaldo debit
• P2 = Pabrik dan mesin adalah rekening
aktiva
• K = Pabrik dan mesin harus bersaldo
debit
INDUCTIVE REASONING
Penalaran induksi memeriksa atau menguji
data, biasanya sebuah sampel dari suatu
populasi, dan membuat kesimpulan tentang
populasi tersebut.
Penalaran induksi didasarkan pada pembuatan
kesimpulan yang berasal dari generalisasi atas
fenomena yang bersifat khusus (spesifik).
Contoh Penalaran Induksi :
P1 : Pabrik dan mesin adalah rekening aktiva
dan memiliki saldo debit.
P2 : Kendaraan adalah rekening aktiva dan
memiliki saldo debit.
P3 : Tanah adalah rekening aktiva dan memiliki
saldo debit.
K : Semua rekening aktiva memiliki saldo debit
TEORI NORMATIF DAN DESKRIPTIF

Teori normatif berusaha menjelaskan bagaimana


seharusnya akuntansi dipraktikkan.
Teori normatif berusaha membenarkan tentang
apa yang seharusnya dipraktikkan.
Teori normatif sering dinamakan teori a priori
(artinya dari sebab ke akibat, atau bersifat
deduktif)
Teori deskriptif berupaya untuk menemukan
hubungan yang sebenarnya ada dan teori
akuntansi diamati teris-menerus dengan tujuan
untuk meniru prosedur dan prinsip-prinsip
akuntansi.
Proses seperti ini merupakan pendekatan
induktif yang digunakan untuk mengembangkan
teori akuntansi
IKE BELUM
Akuntansi Seni atau Sains?
Untuk menunjukan akuntansi itu sains harus ada
kesepakatan di antara praktisi tentang fenomena
yang diamati dan diukur karena sejauh ini akuntansi
lebih dekat dengan seni daripada ilmu pengetahuan
karena akuntan dapat cara mendefinisikan masalah.

Misalnya dalam kasus penyusutan, adanya


pengukuran untuk menentukan metode penyusutan .
Hal ini akan memberikan informasi yang berguna
baik untuk prediksi atau tujuan penilaian.
Tiga contoh dari disiplin ilmu lainnya menunjukkan
bahwa ilmu pengetahuan tidak selalu tepat dan ilmuwan
tidak selalu setuju pada hasil kerja ilmuan lain.

1. Salah satu fungsi utama econometricians.


memperkirakan produk domestik bruto dan variabel
terkait, seperti persentase pengangguran yang memakai
persamaan yang diselesaikan dengan komputer untuk
memprediksi variabel.Namun kadang hasilnya tidak
akurat.
2. Di klimatologi, simulasi komputer perubahan iklim di
masa mendatang atau disebut General Circulation
Model, yang meniru sistem iklim kita dengan
menggunakan simulasi matematika bumi dan lautan dan
atmosfer . Hal ini hampir mustahil untuk memprediksi
apa jenis awan akan terbentuk .
3. Dibidang antropologi ditemukan kerangka
Australopithecus afarensis yang hasil pengukuran
struktur tulang kakinya, menyatakan penemuan ini
anggota keluarga kera. Namun, ahli antropologi lain ,
berpendapat bahwa itu adalah nenek moyang dari garis
yang akhirnya menjadi manusia.

Ketiga contoh menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan


tidak selalu tepat dan ilmuwan tidak selalu setuju pada
hasil kerja ilmuan lain. Namun begitu akuntansi memiliki
potensi untuk menjadi ilmu pengetahuan .Tetapi,
akuntansi kurang terkendali dari fenomena fisik diukur
dalam ilmu alam. Akibatnya, kita bisa menyatakan
akuntansi dengan ekonomi dan ilmu sosial lainnya, kurang
tepat dalam pengukuran dan prediksi dari ilmu-ilmu alam.
TUJUAN DALAM PENELITIAN
AKUNTANSI
• Pendekatan ini mewakili orientasi utama
atau tujuan dari penelitian akuntansi.
• Diwakili dengan sebuah perubahan
signifikan melalui penelitian normatif
secara murni.
PENDEKATAN MODEL
-KEPUTUSAN
• “apakah informasi yang dibutuhkan untuk
membuat keputusan?”
• Pendekatan ini lebih mengkonsentrasikan
pada apakah informasi adalah berguna
untuk keputusan-keputusan utama.
PENDEKATAN MODEL
-KEPUTUSAN
• Chambers dan Sterling
pendekatan nilai keluar harga jual dari aset-aset
adalah relevan untuk penetapan keputusan atau
penempatan aset-aset.Dan juga menyediakan
sebuah ukuran dari total likuiditas yang tersedia
bagi perusahaan tersebut.
• Bell
Deprival value nilai terendah dari (1) biaya
pengganti atau (2) jumlah penilaian kembali
yang lebih tinggi dari nilai bersih realisasi atau
nilai sekarang.
PENDEKATAN MODEL
-KEPUTUSAN
• Ijri
menyarankan stewardship yang dikonsentrasikan
dengan akuntabilitas dari manajemen dan pemilik.
• Mattesich
penyaran dari metode axiomatic terhadap pengambilan
keputusan dimana sebuah teori akuntansi umum bisa
digunakan untuk pengambilan kebutuhan informasi yang
spesifik bagi pengguna.
• Staubus
mensimulasikan arus kas yang didiskontokan sedekat
mungkin dalam menyarankan untuk memfasilitasi
pembuat keputusan bagi investor.
PENELITIAN PASAR MODAL
• Harga pasar diasumsikan untuk
merefleksikan secara utuh semua
informasi yang tersedia secara umum.
• Keuntungan pada sebuah saham adalah
fungsi resiko: perubahan dari keuntungan
penjulan saham relatif terhadap
perubahan dari keseluruhan pasar saham
• Hipotesis efesiensi-pasar mempunyai beberapa
implikasi yang secara potensial signifikan untuk
akuntansi.
• Sebagai contoh, karena informasi direfleksikan
secara cepat dalam harga saham, kekuatan
pendorong untuk untuk meningkatkan
pengungkapan dengan sedikit konsentrasi untuk
memilih antara alternatif-alternatif akuntansi
lebih kuat.
• Dengan demikian, meskipun pengungkapan
sangat penting, memperoleh angka-angka yang
dimasukkan dalam tubuh laporan keuangan
dipertimbangkan lebih disukai daripada
pengungkapan dalam catatan kaki.
Penelitian Keperilakuan
• bagaimana pengguna informasi akuntansi
membuat keputusan dan informasi apa
yang mereka perlukan.
• Penelitian ini banyak menggunakan subjek
laboraturium dalam mengendalikan
keadaan eksperimen secara hati-hati.
Agency Theory
• muncul sebagai suatu reaksi dari pemisahan
dalam perusahaan modern antara kepentingan
manajemen dan kepentingan pemilik diluar
perusahaan dan tidak termasuk dalam
keputusan manajemen.
• Penelitian mengenai teori keagenan bisa
deduktif ataupun induktif dan merupakan contoh
khusus dari penelitian keperilakuan, walaupun
akar dari teori agen adalah keuangan dan ilmu
ekonomi dan bukannya psikologi dan sosiologi.
• Estimasi yang mendasari adalah perilaku individu dalam
kepentingan mereka sendiri, dimana pada saat yang
sama dapat menimbulkan konflik dengan kepentingan
perusahaan.
• Asumsi penting lainnya dalam teori agen adalah bahwa
perusahaan merupakan tempat atau titik pertemuan bagi
banyak hubungan tipe perjanjian yang ada diantara
manajemen, pemilik, kreditor, dan pemerintah. Hasilnya,
teori agen terkait dengan berbagai macam biaya
monitoring dan menguatkan hubungan diantara berbagai
macam kelompok tersebut. Contoh: AUDIT
• Satu hipotesis tentang teori agen adalah bahwa
manajemen mencoba untuk memaksimalkan
kesejahteraannya dengan meminimalisir berbagai
macam biaya agen yang timbul dari kegiatan
pengawasan dan contracting. Perlu diperhatikan bahwa
hal ini tidak sama dengan usaha manajemen untuk
memaksimalkan nilai perusahaan.
• tindakan manajemen tidak selalu dalam kepentingan
pemegang saham. Hal ini sering disebut opportunistic
behaviour atau moral hazard. Audit, sebagai contoh
meminimalisir biaya agen, akan menjadi contoh efficient
contracting.
Informasi Ekonomi
• Akuntan belakangan menjadi semakin berminat mengenai
informasi akuntansi tentang biaya dan laba produksi. Ini secara
relatif telah mengarahkan pengetahuan baru dalam riset
akuntansi: informasi ekonomi.
• Penelitian informasi ekonomi biasa nya teranalisis secara
alami.
• Informasi ekonomi belakangan telah memasukan asumsi teori
agen dan situasi dalam analisis nya. Ini karena pembagian
risiko antara prinsipal dan agen secara dekat terhubung
dengan isu apakah dua sisi mempunyai informasi yang lengkap
atau apakah asimetri informasi muncul dimana satu sisi
(biasanya agen) mempunyai banyak informasi daripada bagian
lainnya.
Akuntansi Kritisi
• Akuntansi kritisi adalah cabang akuntansi teori yang
menunjukan bahwa akuntansi mempunyai peran
utama dalam menengahi konflik antara perusahaan
dan konstitusi sosial seperti tenaga kerja, konsumen
dan masyarakat umum.
• Ini secara langsung memperhatikan peran sosial aktif
akuntan.
• Akuntansi kritisi dipersatukan dari sebuah
penggabungan 2 sisi akuntansi yang berkembang
pada tahun 1960,akuntansi sektor publik dan
akuntansi sosial.
• Akuntansi kritisi lebih luas dibandingkan
akuntansi sektor publik dan akuntansi
sosial( namun tetap satu kesatuan).
• Tujuan penelitian akuntansi kritisi adalah
untuk memajukan bagian dari bagian-
bagian penempatan oleh akuntansi sektor
publik dan akuntansi kritisi ke tujuan utama
riset akuntansi dengan mengadopsi
“....konfilk berdasar perspektif...”.
Revolusi Ilmiah dalam
Akuntansi
• Beberapa prediksi revolusi ilmiah dalam penelitian akuntansi
karena ketidakpuasan dengan paradigma yang ada.
• Dalam akuntansi,bagian paradigma mempunyai pembiayaan
historis,yang mana berdasar pada konsep realisasi dan
mencocokan dan pengajaran penting lainnya, seperti
konseravatisme,kesinambungan, akuntansi entitas, dan waktu
periode.
• Ketidakmampuan pembiayaan historis untuk mengatasi
masalah pelaporan keuangan selama tahun 1970 dalam
penjagaan inflasi tinggi menyebabkan ketidakpuasan yang
besar.
• Efek inflasi pada waktu itu,menggabungkan pembangunan
bersama penelitian empiris dalam akuntansi sebaik penelitian
perspektif lainnya,memimpin beberapa pengembangan
paradigma baru yang mungkin dalam akuntansi.

Anda mungkin juga menyukai