Anda di halaman 1dari 16

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Keadaan lingkungan sekolah

SMA Negeri 1 Pemalang terletak di Jalan Gatot Subroto No. 1.

Sangat strategis, sebelah selatan perempatan sirandu Pemalang. SMA

Negeri 1 Pemalang memiliki luas tanah keseluruhan adalah 8660 m2

dengan luas bangunan 3849 m2 dan luas halaman atau taman 4811 m2.

Status kepemilikan dari tanah maupunbangunan dan segala inventaris atau

fasilitas yang ada sudah 100% merupakan milik dari SMA Negeri 1

Pemalang. Kondisi bangunan 90% baik dan sisanya rusak ringan. Jenis

bangunan sekolah 90% sudah permanen.

4.2 Analisis Deskriptif

Sesuai dengan tujuan analisis deskriptif yaitu untuk mengetahui

tentang tingkat kepemimpinan kepala sekolah sertifikasi guru dan kinerja

guru pada guru SMA Negeri 1 Pemalang. Dalam pendeskripsian ini

terdapat empat kriteria penilaian jawaban responden terhadap item

pertanyaan dalam instrumen. Dimana untuk jawaban terhadap item

pertanyaan tersebut terdapat kriteria penilaian terhadap poin-poin jawaban

yang ada. Adapun poin-poin jawaban tersebut untuk variabel persepsi guru

mengenai kepemimpinan kepala sekolah, sertifikasi guru dan kinerja guru

adalah untuk jawaban SS dengan kriteria sangat baik, untuk poin jawaban

S dengan kriteria baik, untuk poin jawaban KS dengan cukup, untuk poin

jawaban TS dengan kurang baik dan poin STS dengan tidak baik.
4.2.1 Persepsi Guru Mengenai Kepemimpinan Kepala Sekolah

Kepemimpinan kepala sekolah yang dimaksud dalam penelitian ini

adalah kompetensi yang dimiliki oleh kepala sekolah, yaitu kompetensi

kepribadian, kompetensi manajerial, kompetensi kewirausahaan,

kompetensi supervisi dan kompetensi sosial yang dipersepsikan oleh guru.

Berdasarkan hasil analisis deskriptif persentase untuk variabel persepsi

guru mengenai kepemimipinan kepala sekolah terangkum dalam tabel

sebagai berikut:

Tabel 4.1
Distribusi Frekuensi Kepemimpinan Kepala Sekolah
No Interval skor Interval Kriteria Frekuensi Persentase
1 12.663 ≤ skor ≤ 15.750 84 < % ≤ 100 Sangat baik 45 64
2 9.576 ≤ skor ≤ 12.663 68 < % ≤ 84 Baik 25 36
3 6.489 ≤ skor ≤ 9.576 52 < % ≤ 68 Cukup 0 0
4 3.402 ≤ skor ≤ 6.489 36 < % ≤ 52 Kurang baik 0 0
5 315≤ skor ≤ 3.402 20 ≤ % ≤ 36 Tidak baik 0 0
Jumlah 70 100
(Sumber: data diolah, 2009)

Sertifikasi Guru

Variabel sertifikasi guru terdiri dari indikator kualifikasi akademik,

pendidikan dan pelatihan, pengalaman belajar, perencanaan dan

pelaksanaan pembelajaran, penilaian dari atasan, prestasi akademik, karya

pengembangan profesi, keikutsertaan dalam forum ilmiah, pengalaman

organisasi di bidang kependidikan dan sosial, dan penghargaan yang

relevan dengan bidang pendidikan. Berdasarkan hasil analisis deskriptif


66

persentase untuk variabel sertifikasi guru terangkum dalam tabel sebagai

berikut:

Tabel 4.2.
Distribusi Frekuensi Sertifikasi Guru
No Interval skor Interval Kriteria Frekuensi Persentase
1 2.940 ≤ skor ≤ 3.500 84<% ≤100 Sangat baik 32 46
2 2.380 ≤ skor ≤ 2.940 68 <% ≤84 Baik 35 50
3 1.820 ≤ skor ≤ 2.380 52 <% ≤68 Cukup 3 4
4 1.260 ≤ skor ≤ 1.820 36 <% ≤52 Kurang baik 0 0
5 700 ≤ skor ≤ 1.260 20 ≤% ≤36 Tidak baik 0 0
Jumlah 70 100
(Sumber : data diolah 2009)

Kinerja Guru

Kinerja guru SMA Negeri 1 Pemalang dapat dilihat dari kompetensi

pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, kompetensi

profesional. Berdasarkan data menunjukkan bahwa kinerja guru SMA

Negeri 1 Pemalang tergolong sangat baik. Untuk lebih jelasnya dapat

dilihat pada tabel 4.3

Tabel 4.3
Distribusi Frekuensi Kinerja Guru
No Interval skor Interval Kriteria Frekuensi Persentase
1 7.644 ≤ skor ≤ 9.100 84 <% ≤100 Sangat baik 46 66
2 6.188 ≤ skor ≤ 7.644 68 <% ≤84 Baik 24 34
3 4.732 ≤ skor ≤ 6.188 52 <% ≤68 Cukup 0 0
4 3.276 ≤ skor ≤ 4.732 36 <% ≤52 Kurang baik 0 0
5 1.820 ≤ skor ≤ 3.276 20 ≤% ≤36 Tidak baik 0 0
Jumlah 70 100
(Sumber: data diolah,2009)

Uji Normalitas Data

Uji Normalitas data ini menggunakan rumus kolmogorov-smirnov

dengan perhitungan komputasi SPSS for windows relase 15 sebagai

berikut:

Tabel 5.1
Hasil Uji Normalitas

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

X1 X2 Y
N 70 70 70
Normal Parameters a,b Mean 203,2000 41,7143 117,6429
Std. Deviation 14,66693 3,94213 9,26116
Most Extreme Absolute ,161 ,119 ,158
Differences Positive ,160 ,088 ,103
Negative -,161 -,119 -,158
Kolmogorov-Smirnov Z 1,346 ,995 1,322
Asymp. Sig. (2-tailed) ,053 ,275 ,061
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.

Uji normalitas dimaksudkan untuk mengetahui apakah data berdistribusi

normal atau tidak. Salah satu syarat yang harus dipenuhi dalam analisis regresi

adalah data berdistribusi normal. Jika data tersebut berdistribusi normal maka

analisis yang digunakan dapat menggunakan analisis dengan statistik parametrik

yaitu regresi ganda yang dilakukan dengan menggunakan uji kolmogorov-


68

smirnov. Dengan menggunakan rumus kolmogorov smirnov menghasilkan nilai

signifikansi untuk variabel kepemimpinan kepala sekolah sebesar 0,053, variabel

sertifikasi guru sebesar 0,275, dan kinerja guru sebesar 0,061. Dapat disimpulkan

bahwa data dari masing-masing variabel berdistribusi normal. Lebih jelasnya

penyebaran plot tersebut dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual

Dependent Variable: Y

1.0
Expected Cum Prob

0.8

0.6

0.4

0.2

0.0
0.0 0.2 0.4 0.6 0.8 1.0
Observed CumProb

Gambar 2.1 P-P Plot Kenormalan Data

Analisis Regresi Berganda


Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier

berganda dengan variabel yaitu kepemimpinan kepala sekolah ( X 1 ) , sertifikasi

guru ( X 2 ) , terhadap kinerja guru (Y). Model regresi ini dapat digunakan untuk

mengetahui bentuk hubungan antara kepemimpinan kepala sekolah, sertifikasi

guru, terhadap kinerja guru. Adapun tabel untuk melihat koefisien masing-masing

variabel bebas dan konstanta persamaan regresi linier berganda yang digunakan

adalah sebagai berikut:

Tabel 5.2

C o e f f ic ie na ts

U n s ta n d a r d iz e d S ta n d a rd iz e d
C o e ffic ie n ts C o e ffic ie n ts C o llin e a r ity S ta tis tic s
M odel B S td . E rr o r B e ta t S ig . T o le r a n c e V IF
1 (C o n s ta n t) ,2 2 3 5 ,8 4 0 ,0 3 8 ,9 7 0
X1 ,4 6 6 ,0 4 3 ,7 3 8 1 0 ,7 7 6 ,0 0 0 ,4 3 9 2 ,2 7 8
X2 ,5 5 5 ,1 6 1 ,2 3 6 3 ,4 4 8 ,0 0 1 ,4 3 9 2 ,2 7 8
a . D e p e n d e n t V a ria b le : Y

Dari hasil perhitungan analisis regresi linier berganda dengan

menggunakan bantuan software SPSS release 15 diperoleh persamaan regresi :

Pengujian Hipotesis
65

Uji F (Uji Simultan)

Berdasarkan hasil pengujian hipotesis dengan perhitungan analisis regresi

ganda menggunakan program komputasi SPSS for Windows release 15

diperoleh hasil sebagai berikut:

Tabel 5.4

ANOVAb

Sum of
Model Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 5101,132 2 2550,566 209,181 ,000a
Residual 816,939 67 12,193
Total 5918,071 69
a. Predictors: (Constant), X2, X1
b. Dependent Variable: Y
Berdasarkan hasil uji simultan dengan menggunakan analisis varian untuk

Fhitung
regresi diperoleh sebesar 209,81 dengan probabilitas 0,000 < 0,05 yang

berarti signifikan sehingga hipotesis kerja (Ha) yang berbunyi ada pengaruh

persepsi guru mengenai kepemimpinan kepala sekolah dan sertifikasi guru

terhadap kinerja guru SMA Negeri 1 Pemalang diterima.

Derajat hubungan antara persepsi guru mengenai kepemimpinan kepala

sekolah dan sertifikasi guru dengan kinerja guru secara bersama-sama atau secara

simultan dapat diketahui dari harga korelasi secara simultan atau R. Berdasarkan

hasil analisis dengan menggunakan program komputasi SPSS for Windows

release 15 diperoleh hasil seperti pada tabel berikut :

Tabel 5.5
Model Summary b

Adjusted Std. Error of


Model R RSquare RSquare the Estimate
1 ,928 a ,862 ,858 3,49187
a. Predictors: (Constant), X2, X1
b. Dependent Variable: Y

Berdasarkan tabel 5.5 menunjukkan bahwa harga koefisien korelasi secara

simultan (R) sebesar 0,928. Besarnya pengaruh persepsi guru mengenai

kepemimpinan kepala sekolah dan sertifikasi guru terhadap kinerja guru dapat

diketahui dari harga koefisien determinasi simultan (R2). sebesar 0,858. Dengan

demikian menunjukkan bahwa secara bersama-sama persepsi guru mengenai

kepemimpinan kepala sekolah dan sertifikasi guru terhadap kinerja guru SMA

Negeri 1 Pemalang sebesar 85,8 %, dan 14,2% dipengaruhi oleh faktor lain yang
65

tidak diungkap dalam penelitian ini.

Uji t (Uji Parsial)

Pengujian hipotesis secara parsial ini dimaksudkan untuk menguji

keberartian pengaruh dari masing-masing variabel bebas yaitu persepsi guru

mengenai kepemimpinan kepala sekolah (X1) dan sertifikasi guru (X2) terhadap

kinerja guru (Y). Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan program

komputasi SPSS for windows relase 15 diperoleh hasil seperti pada tabel berikut :

Tabel 5.6

C o e f f ic iea n t s

U n s t a n d a r d iz e d S ta n d a r d iz e d
C o e ff ic ie n ts C o e ff ic ie n ts C o r r e la tio n s
M odel B S td . E r r o r B e t a t S ig . Z e r o - o r d e rP a r t ia l P a rt
1 ( C o n s t a n t) .2 2 3 5 ,8 4 0 .0 3 8 ,9 7 0
X1 ,4 6 6 ,0 4 3 ,7 3 8 1 0 ,7 7 6 ,0 0 0 ,9 1 5 ,7 9 6 ,4 8 9
X2 ,5 5 5 ,1 6 1 ,2 3 6 3 ,4 4 8 ,0 0 1 ,7 8 9 ,3 8 8 ,1 5 7
a .D e p e n d e n t V a r ia b le : Y

Pengaruh persepsi guru mengenai kepemimpinan kepala sekolah terhadap

kinerja guru

Berdasarkan hasil perhitungan pada lampiran dan terangkum pada tabel

5.6 di atas menunjukkan bahwa untuk variabel persepsi guru mengenai

kepemimpinan kepala sekolah diperoleh thitung = 10,776 dengan harga signifikansi

0,000 karena harga signifikansi yang diperoleh kurang dari 0,050 (0,000<0,050)

maka menunjukkan bahwa nilai t yang diperoleh tersebut signifikan, hal ini berarti

bahwa variabel persepsi guru mengenai kepemimpinan kepala sekolah (X1)

berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja guru (Y) maka H2 diterima.


Pengaruh sertrifikasi guru terhadap kinerja guru

Berdasarkan hasil perhitungan pada lampiran dan terangkum pada tabel

5.6 di depan menunjukkan bahwa untuk variabel sertrifikasi guru diperoleh thitung =

3.448 dengan signifikansi 0,001. Karena harga signifikansi yang diperoleh kurang

dari 0,05 (0,001<0,050) hal ini menunjukkan bahwa nilai t yang diperoleh tersebut

signifikan, hal ini berarti bahwa variabel sertifikasi guru (X2) juga berpengaruh

secara signifikan terhadap kinerja guru (Y) maka H3 diterima.

Hubungan antara masing-masing variabel bebas dengan variabel terikat

dalam penelitian ini dapat diketahui dari harga koefisien korelasi secara parsial.

Berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan program komputasi SPSS for

Windows release 15 seperti terangkum pada tabel 4.5 diperoleh kofisien korelasi

parsial antara persepsi guru mengenai kepemimpinan kepala sekolah dengan

kinerja guru sebesar 0,796 dan kofisien korelasi parsial antara sertifikasi guru

dengan kinerja guru sebesar 0,388.

Besarnya pengaruh masing-masing variabel bebas terhadap variabel

terikat dapat diketahui dari besarnya koefisien determinasi secara parsial (R2) dari

masing-masing variabel tersebut. Dengan demikian besarnya pengaruh persepsi

guru mengenai kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru (0,796) atau

63,36% dan besarnya pengaruh sertifikasi guru terhadap kinerja guru (0,388) atau

15,05%.

Uji Asumsi Klasik

Uji Multikolinieritas

Syarat berlakunya model regresi ganda adalah antar variabel bebasnya


67

tidak memiliki hubungan sempurna atau tidak mengandung multikolinieritas.

Menurut Ghozali (2005: 57), suatu model regresi yang tidak terjadi gejala

multikolinieritas jika memiliki nilai toleransi lebih dari 0,1 dan nilai variance

inflation factor (VIF) kurang dari 10. Berikut ini disajikan nilai VIF dan nilai

toleransi yang diperoleh dalam model.

Tabel 5.7
Besaran Nilai Toleransi dan Variance Inflation Factor (VIF)

C o e ffic ie nats

C o llin e a rity Sta tistics


M odel T o le ra n ce VIF
1 X1 ,4 3 9 2 ,27 8
X2 ,4 3 9 2 ,27 8
a . D e p e n de n t Va ria b le : Y

Berdasarkan hasil pengolahan dengan menggunakan program SPSS,

didapatkan besarnya nilai toleransi masing-masing variabel yang lebih dari 0,1

dan nilai VIF kurang dari 10. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dalam

model regresi tersebut tidak terdapat problem multikolinieritas.

Uji Heteroskedastisitas

Secara grafis pengujian ini dapat dilihat dari Multivariate Standardized

Scatterplot. Dasar pengambilannya apabila sebaran nilai residual terstandar tidak

membentuk pola tertentu namun tampak random dapat dikatakan bahwa model

regresi bersifat homogen atau tidak mengandung heterokedastisitas. Terlihat dari

gambar 2.2, titik-titik tersebar di sekitar nol pada sumbu vertikal dan tidak

membentuk pola tertentu atau terlihat acak, sehingga dapat disimpulkan bahwa
model regresi tidak mengandung heterokedastisitas atau bersifat homogen.

Berikut ini Grafik Scatterplot untuk uji Heterokedastisitas.

Scatterplot
Regression Standardized Residual

Dependent Variable: Y

-1

-2

-3

-2 -1 0 1 2
Regression Standardized Predicted Value

Gambar 2.2
Pembahasan

Hasil penemuan dalam penelitain ini menegaskan begitu pentingnya

pengaruh kepemimpinan kepala sekolah dan sertifikasi guru terhadap kinerja

guru. Dengan kepemimpinan kepala sekolah dan sertifikasi guru yang

meningkat, maka kinerja guru juga akan meningkat. Kinerja guru SMA

Negeri 1 Pemalang termasuk dalam kategori sangat baik.

Pada penelitian ini nilai koefisien determinasi R² (R Square) sebesar

0,858 atau sebesar (85,8%). Hal ini menunjukkan bahwa sebesar 85,8%

variabel kinerja guru dipengaruhi oleh variabel persepsi guru mengenai

kepemimpinan kepala sekolah dan sertifikasi guru, sedangakan sisanya

14,2% dipengaruhi faktor-faktor lain yang tidak dikaji dalam penelitian ini.
69

Hasil penelitian menunjukan bahwa ada pengaruh positif antara

persepsi guru mengenai kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja

guru. Kepemimpinan kepala sekolah yang baik akan menghasilkan kinerja

guru yang baik pula. Hal ini sesuai dengan pendapat Stogdill dalam

Wahjosumidjo (2002: 413) bahwa ciri-ciri keberhasilan kepemimpinan yang

ada pada dasarnya juga merupakan penampilan dari kepemimpinan kepala

sekolah yang mengacu kepada dua hal yaitu: 1) keberhasilan organisasi yang

mencakup berbagai variabel, seperti produktifitas, biaya pendidikan,

pemakaian inovasi dan tingkat keberhasilan siswa, 2) keberhasilan

organisasi yang meliputi berbagai variabel, seperti perasaan puas dari para

guru, staf dan siswa, motivasi dan semangat kerja pada guru. Sumbangan

yang diberikan persepsi guru mengenai kepemimpinan kepala sekolah

terhadap kinerja guru adalah sebesar 63,36%.

Hasil analisis data penelitian menunjukan bahwa ada pengaruh positif

antara sertifikasi guru terhadap kinerja guru. Kontribusi yang diberikan

sertifikasi guru terhadap kinerja guru adalah sebesar 15,05%. Dengan

adanya sertifikasi yang baik akan menghasilkan kinerja guru yang baik. Hal

ini sejalan dengan tujuan awal bahwa sertifikasi merupakan perwujudan dari

UU 14 Tahun 2005 dan PP 19 Tahun 2005 dengan tujuan untuk

meningkatkan mutu tenaga pendidik di Indonesia.

Hasil analisis data penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh positif

antara persepsi guru mengenai kepemimpinan kepala sekolah dan sertifikasi

guru terhadap kinerja guru. Berdasarkan analisis deskriptif bahwa persepsi


guru mengenai kepemimpinan kepala sekolah dalam kriteria sangat baik,

sertifikasi dalam kriteria baik dan kinerja guru juga dalam kriteria sangat

baik. Dengan demikian dengan kepemimpinan kepala sekolah yang baik dan

ditunjang dengan adanya sertifikasi yang baik akan menghasilkan kinerja

guru yang baik. Sesuai dengan UU 14 Tahun 2005, pasal 8 adalah Guru

wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, Sertifikat pendidik, sehat

jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan

pendidikan nasional.

Kepala sekolah sebagai puncak pemimpin di sekolah harus dapat

menjadi pemimpin yang baik karena dengan kepemimpinan yang baik akan

menghasilkan kinerja guru yang tinggi. Hal itu sesuai dengan pendapat Ibnu

Purbo ( 2007 : 84 ) bahwa dengan kepemimpinan kepala sekolah yang baik

dan ditunjang dengan iklim sekolah yang baik akan menghasilkan kinerja

guru yang baik.

Hasil analisis data penelitian menunjukkan bahwa variabel persepsi

guru mengenai kepemimpinan kepala sekolah diperoleh thitung = 10,776

dengan harga signifikansi 0,000, maka nilai t yang diperoleh tersebut

signifikan, hal ini berarti bahwa variabel persepsi guru mengenai

kepemimpinan kepala sekolah (X1) berpengaruh secara signifikan terhadap

kinerja guru (Y) maka H2 diterima.

Hasil analisis data penelitian menunjukkan bahwa variabel sertifikasi

guru diperoleh thitung = 3.448 dengan signifikansi 0,001, maka nilai t yang
71

diperoleh tersebut signifikan, hal ini berarti bahwa variabel sertifikasi guru

(X2) juga berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja guru (Y) maka H3

diterima.

Harapan pemerintah sangat besar akan adanya program sertifikasi guru

yaitu kesejahteraan bagi para guru yang diimbangi dengan peningkatan

kualitas dan kinerja guru sehingga tujuan pendidikan nasional dapat

terwujud. Seperti pendapat Trianto dan Tutik(2007:2) terdapat alasan logis

mengapa sertifikasi perlu dilakukan pada profesi guru, antara lain

meningkatkan kualitas guru dan kompetensinya, serta meningkatkan

kesejahteraan dan jaminan finansial secara layak sebagai profesi, dengan

muara akhir yang menjadi target adalah terciptanya kualitas pendidikan.

Dari pernyataan tersebut sudah menjadi tuntutan wajib bagi para guru yang

bersertifikasi untuk senantiasa meningkatkan kompetensi dan kinerjanya

bagi terwujudnya pendidikan yang berkualitas. Pengaruh sertifikasi sangat

besar sekali terhadap kinerja guru karena ada dampak dari kenaikan

kompensasi yang diterima guru yaitu sebesar satu kali gaji pokok.

Keberhasilan manajemen ditentukan oleh efektifitas kepemimpinan,

karena kepemimpinan adalah inti dari manajemen. Oleh karena itu seorang

kepala sekolah harus memilih dan melaksanakan kepemimpinannya dengan

baik agar memperoleh sukses dalam menunaikan tugasnya. Jika ini

diterapkan secara baik dan diarahkan secara maksimal untuk peningkatan

kinerja guru ditambah dengan adanya program dari pemerintah yaitu tentang
sertifikasi guru maka dapat dipastikan kinerja guru di SMA Negeri 1

Pemalang akan semakin meningkat.